Page 1

Majalah Himpunan Mahasiswa Pengairan

media air

37

WATERDAY 2019 "Water and People"

Mono-Forestry, World Water Campaign, Hydrofest

KOMPETISI BANGUNAN AIR INDONESIA 2019 "Inovasi Perbaikan dan Pemeliharaan DAS Sebagai Upaya Konservasi SDA Guna Mengurangi Resiko Banjir di Perkotaan Berbasis Sustainable Development"


Media Air

#37

TIM REDAKSI

Rizki Ramadhani, Farhan Putra B., Amalia Wara, Vinda Hafsari, M. Rafi Fazjrin, Alfian Firdaus, Anggie A. Nisa, Aulia Rahmawati, Daffa F. Bagaskara, Denny, Dimas Permata, Iqbal Maulana, Ahmad Tajuddin, Wira Sanjaya

ALAMAT REDAKSI

Gedung Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jalan MT. Haryono No. 167 Malang, Jawa Timur

KONTAK REDAKSI

Divisi Humas Medkominfo Himpunan Mahasiswa Pengairan Email hmpftub@gmail.com Instagram : hmpftub Line : @gbr8865d Youtube : Himpunan Mahasiswa Pengairan Website : hmp.ub.ac.id


DAF TAR

ISI

Daftar Isi............................................................................01 Visi Misi HMP Periode 2018-2019.........................02 Sosialisasi IPAL & Global Warming....................03 Diklat Staff HMP 2018-2019....................................04 Safari Advokesma: BEM FH UB ...........................05 Tindak Lanjut PDB XI .................................................06 Sabaya Pati, Sabaya Mukti....................................08 Juara I W-Project ........................................................10 Juara Harapan I Dedikasi ......................................11 Gold Medal MTE 2019 ................................................12 Juara I dan II CIP 2019 ..............................................13 Juara I Cinnertion .......................................................14 Delegasi ICW 2019 ......................................................15 Juara KBAI 2019 ............................................................16 For Your Information #1 ...........................................18 For Your Information #2 .........................................20 Air Tanah : Warisan Masa Depan ....................22 Definisi Baru : Satuan Kilogram .........................23 Stu-Lap Teknik Konservasi Waduk....................24 Stu-Lap Konstruksi Bendungan..........................25 Stu-Lap Pengolahan Kualitas Air ......................26 Undangan LSO Kompas Fisip UB ......................27 Ucapan Terima Kasih...............................................29

30

World Water Day 2019

World Water Campaign .........................................30 Mono-Forestry...............................................................32 Hydrofest .........................................................................34

Media Air

#37

38

KBAI 2019

Studi Nasional 2019 ..................................................42 LSO Triaksara ...............................................................44 LSO Formita ...................................................................45 Sains dan Pandangan Masyarakat.................46


HIMPUNAN MAHASISWA PENGAIRAN PERIODE 2018 2018 // 2019 2019 PERIODE

M S I I V

Menjadikan HMP sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan keilmuan Mahasiswa Pengairan yang berguna bagi masyarakat.

I S I

Membuat lingkungan yang positif bagi Mahasiswa Pengairan Menampung aspirasi Mahasiswa Pengairan

Memfasislitasi Mahasiswa Pengairan untuk berkontribusi di bidang akademik dan nonakademik yang bermanfaat bagi Perguruan Tinggi dan masyarakat.


SOSIALISASI IPAL & GLOBAL WARMING

Tim sosialisasi dari Himpunan Mahasiswa Pengairan dan perwakilan mahasiswa beserta Dr. Ery Suhartanto, ST., MT. bekerjasama dengan Komite SMPN 13 Malang melakukan kegiatan sosialisasi yang bertempat di Pendopo SMPN 13 Malang Jl. Sunan Ampel 2, Kec. Lowokwaru, Senin (8/10) dengan sasaran orangtua/wali siswa. Materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi ini adalah tentang IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), pemanasan global dan teknologi lubang resapan biopori. Kegiatan dimulai pukul 14.00 dan dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah dan komite SMPN 13 Malang. Materi pertama mengenai pembuatan IPAL disosialisasikan oleh Dr. Ery Suhartanto, ST., MT. yang kemudian dilanjutkan dengan materi pemanasan global dan teknologi lubang resapan biopori yg disampaikan oleh perwakilan mahasiswa, Audy Arkanta (P’015) dan Faris Budi (P’015). Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak orangtua/wali siswa menjaga lingkungan sekitar dengan cara-cara sederhana.

Antusiasme orangtua/wali murid sangat tinggi terhadap sosialisasi ini. Hal ini dapat dibuktikan dari jumlah yang berpartisipasi mencapai 93 orang. Dari kegiatan ini diharapkan orangtua/wali murid menjadi semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sehingga bisa membantu mengurangi permasalahan lingkungan di daerah Malang.

Media Air #37 | Tahun 2019

03


Diklat Staff HMP Periode 2018/2019

Diklat Staff Himpunan Mahasiswa Pengairan Periode 2018 – 2019 dilaksanakan pada 1 Februari 2019 di Villa Rizki, Songgokerto, Batu. Kegiatan ini merupakan pembekalan bagi Staff HMP Periode 2018-2019 untuk menjalankan kepengurusan HMP Periode 2018 – 2019. Isi dari kegiatan diklat ini adalah materi dan games. Materi yang disampaikan terkait Himpunan Mahasiswa Pengairan secara umum, antara lain : Manajemen Organisasi, Fishbone Analysis, SWOT Analysis, Pengenalan Kajian Strategis, SOP Aministrasi, SOP Keuangan, SOP Publikasi. Materi-materi tersebut disampaikan oleh fungsionaris Himpunan Mahasiswa Pengairan Periode 2018-2019. Materi tersebut disampaikan dengan presentasi secara interaktif. Staff sebagai peserta Diklat ini juga diberi handbook untuk mencatat materi-materi yang disampaikan. Tidak hanya mendengarkan penjelasan materi, tapi peserta diklat juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba analisis SWOT dan Fishbone dengan case yang diberikan panitia. Agar tidak jenuh, beberapa games diselipkan di antara materi-materi. Pada setiap games, peserta diklat diminta untuk menyampaikan pelajaran yang bisa diambil dari setiap games terkait organisasi.Â

Harapannya, staff bisa mengimplemntasikan apa yang sudah diperoleh dari Kegiatan Diklat Staff ini pada kepengurusan HMP Periode 2018-2019 maupun pada organisasi lain kedepannya.

04

Media Air #37 | Tahun 2019


SAFARI ADVOKESMA BEM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Kegiatan Safari Advokesma dilaksanakan pada 17 Maret 2018, dengan kunjungan ke Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya. Agenda diskusi dalam kunjungan tersebut dihadiri oleh beberapa staff dari kementrian advokesma BEM FH UB. Pada agenda diskusi tersebut Himpunan Mahasiwa Pengairan (HMP) melakukan  sharing session  dengan BEM FH UB terkait program kerja yang ada pada HMP FT-UB maupun BEM FH UB. Fakultas Hukum sendiri mempunyai beberapa lembaga Kemahasiswaan yang terdiri dari: BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang dipimpin oleh Presiden (Eksekutif); DSM (Dewan Senat Mahasiswa) yang dipimpin oleh Koordinator (Legislatif); dan L.O. (Lembaga Otonom). Selain itu juga terdapat Himpunan Mahasiswa Konsentrasi dimana pengurus dari himpunan tersebut merupakan mahasiswa semester 6. Kementrian Advokesma di BEM FH memiliki beberapa program kerja, antara lain:  Crisis Center  UKT & KRS; Advo Supras; Harmoni Justicia 1 & 2; Advokasi Insidental; Pantau Beasiswa; Advo Info; Expo Beasiswa; serta Sosialisasi Pindah Pilih Pemilu 2019. Program-program kerja advokesma yang ada dijelaskan secara rinci dalam agenda kunjungan tersebut. Secara garis besar, program kerja tersebut bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam kegiatan yang berhubungan dengan sarana prasarana fakultas, kegiatan akademik,  kesejahteraan mahasiswa, dan penginformasiaannya.

Media Air #37 | Tahun 2019

05


Tindak Lanjut:

PDB XI

Untuk menindaklanjuti kegiatan PDB XI yang dilaksanakan tahun 2018, Himpunan Mahasiswa Pengairan beserta perwakilan dari Keluarga Besar Mahasiswa Pengairan (KBMP) telah melakukan tindaklanjut berupa kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Hari Minggu 28 April 2019 bertempat di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji. Lokasi tersebut merupakan salah satu titik penyelenggaraan kegiatan Penelusuran DAS Brantas dalam Pekan DAS Brantas XI 2018 lalu.

Kegiatan dilaksanakan dengan kurang lebih 23 orang mahasiswa. Setelah sampai di lokasi, semua mahasiswa berkumpul di depan kantor balai desa untuk dibriefing   dan dibagi dalam 3 tim. Setelah penjelasan selesai, peralatan dan material disiapkan dan masing-masing langsung menuju lokasi yang sudah direncanakan. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari perbaikan paving, pemasangan penerangan jalan umum, dan pembersihan saluran. Perbaikan paving dilakukan di 3 titik yang mengalami kerusakan dengan tujuan untuk merawat paving hasil proyek penelusuran. Pemasangan penerangan jalan umum dilakukan berdasarkan permintaan daerah setempat untuk menyediakan penerangan di persimpangan jalan desa sedangkan pembersihan saluran dilakukan sebagai kegiatan tambahan.

06

Media Air #37 | Tahun 2019


Briefing kegiatan dan pembagian kelompok, di Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji.

Mobilisasi peralatan dan material, serta persiapan untuk pemasangan penerangan jalan umum.

Bersih-bersih saluran, berhasil terkumpul 3 trashbag ukuran besar, berisi sampah yang menyumbat saluran.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselesaikan dalam waktu sehari. Untuk kedepannya diharapkan akan ada kegiatan untuk menindaklanjuti Pekan DAS Brantas (PDB) XI kembali agar dapat mendukung visi dari Pekan DAS Brantas  (PDB) XI. Begitu pun pada Pekan DAS Brantas berikutnya.

Media Air #37 | Tahun 2019

07


WRE GAMES kembali diselenggarakan di Tahun 2018, tepatnya pada Bulan November hingga Bulan Desember. WRE GAMES 2018 diselenggarakan dengan mengangkat tema "Sabaya Pati, Sabaya Mukti". Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa pertandingan utama yang diselenggarakan oleh panitia antara lain Futsal, Badminton, Basket, Traditional Games, dan E-Sport. Pertandingan dibuka untuk angkatan 2017, angkatan 2016, angkatan 2015, dan angkatan 2014 (++). Tidak lupa kegiatan WRE Games dibuka dan ditutup dengan penampilan dan hiburan dari KBMP dan Triaksara Pengairan.

SABAYA PATI, SABAYA MUKTI 08

Media Air #37 | Tahun 2019

WRE Game s 2018


Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji.

Media Air #37 | Tahun 2019

09


AN GAIRA #PENR ST SI BERP E

JUARA 1 W-PROJECT HIMASDA ITB

Sabtu, 19 Januari 2019 lalu, tim delegasi dari Teknik Pengairan Universitas Brawijaya berhasil meraih prestasi pada ajang W-PROJECT 2018. Kegiatan ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sumber Daya Air Institut Teknologi Bandung. W-PROJECT diadakan setiap tahun dan sudah menginjak tahun ke-3. Di tahun ini terdapat kategori lomba “Design Innovation Project” yang mengangkat permasalahan Sungai Citarum sebagai temanya. Tim Witter- 64 beranggotakan Gatot Iman Sudewo (P’015); Irma Yunita (P’015); Dhiya Ulhaq (P’015) dengan dibimbing Bapak Dr. Ery Suhartanto,ST.,MT. mengusung konsep “Normalisasi Sungai Citarum dengan dilengkapi Konsep Green Barrier dan Perencanaan IPAL dalam Upaya Pengendalian Banjir di Daerah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung”. Kedua tim melaksanakan tahap selanjutnya setelah lolos 5 besar dari tahap seleksi proposal. Penilaian selanjutnya adalah kegiatan presentasi dan penilaian maket. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Januari 2019, termasuk Ekskursi Lapangan dan Seminar Nasional. Tim Witter-64 berhasil mendapatkan Juara I untuk Kategori Lomba “Design Innovation Project” tersebut.

10

Media Air #37 | Tahun 2019


AN GAIRA SI #PENR T S E BERP

JUARA HARAPAN 1 DEDIKASI HMS UNHAS Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji.

Jumat, 30 November 2018 lalu, 2 tim delegasi dari Teknik Pengairan Universitas Brawijaya berhasil meraih prestasi pada ajang DEDIKASI 2018. Kegiatan ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan setiap tahun dan sudah menginjak tahun ke-9. Tim Fetch- 64 beranggotakan Marie Augustin (P’016); Muhammad Rizky P. (P’016); Farhan Putra B. (P’016) dengan dibimbing Bapak M. Amar Sajali ST.,MT. mengusung konsep “Fiber Floating Breakwater dengan Sistem Water Ballast” sebagai delegasi dalam kategori Lomba Ketekniksipilan Perencanaan Floating Breakwater. Satu tim lainnya, Tim Infiltrasi – 64 beranggotakan Dwi Laksana Aji Putra (P’015); Ayu Khurotul Aini (P’015); Rizki Ramadhani P. (P’015) dengan dibimbing Bapak Sumiadi ST.,MT. mengusung konsep “Riverfront with EcoHydraulic and Integrated Sanitation” sebagai delegasi dalam kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah. Bersama 2 tim delegasi dari Teknik Sipil Universitas Brawijaya, semua perwakilan Universitas Brawijaya meraih gelar juara. Tim Fetch-64 mendapatkan Juara Harapan I untuk Kategori Lomba Ketekniksipilan Perencanaan Floating Breakwater. Tim Infiltrasi – 64 mendapatkan Juara Harapan I untuk Kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Media Air #37 | Tahun 2019

11


AN GAIRA #PENR ST SI BERP E

GOLD MEDAL MALAYSIA TECHNOLOGY EXPO 2019

Akhir Februari lalu, 2 delegasi Teknik Pengairan berhasil meraih prestasi internasional bersama 2 delegasi dari Teknik Kimia Universitas Brawijaya. Tim tersebut membuat inovasi produk SIMPSORB ADSORBEN, yaitu adsorben untuk menurunkan kadar FFA agar minyak jelantah bisa dijadikan bahan baku biodiesel. Tim SIMPSORB beranggotakan Irma Yunita (64), Yosi Asterina Maharani (6-4), Rizky Tri Priambodo (6-11), Hasbi Asshidiqqi (6-11). Tim ini berhasil mendapatkan Gold Medal pada MTE 2019. Malaysia Technology Expo (MTE) 2019 dilaksanakan mulai dari tanggal 21-23 Februari 2019 di Tun Razak Hall 3, Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia. MTE 2019 merupakan acara ekshibisi yang diadakan oleh Malaysian Association of Research Scientists (MARS) dan PROTEMP Exhibitions and Conferences Sdn Bhd. Harapan tim tersebut , semoga produknya dapat dikomersialkan secara luas, mengingat produk tersebut memiliki manfaat secara luas dan sudah mendapatkan dua juara dalam dua perlombaan. Selain itu, tim SIMPSORB juga berharap mahasiswa teknik Universitas Brawijaya, khususnya mahasiswa Teknik Pengairan menjadi lebih termotivasi dan tidak takut untuk berinovasi karena apapun yang berawal dari niat yang baik, diimbangi dengan usaha dan tentunya doa.

12

Media Air #37 | Tahun 2019


AN GAIRA SI #PENR T S E BERP

JUARA I & II LKTIN Civil in Progessive 2019 Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji.

Dua delegasi dari Teknik Pengairan berhasil lolos 5 besar finalis LKTIN Civil in Progessive 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar. Babak final berlangsung pada tanggal 04-09 Maret 2019 bertempat di Kampus UnisMuh Makassar. Selama berada di Makassar, para delegasi mengikuti rangkaian kegiatan Civil in Progessive, antara lain : seminar internasional, talkshow dan expo, presentasi lomba kategori LKTI dan kategori Bendungan, serta kegiatan Civil Care. Tim Kamandalu-64 berhasil meraih Juara I dalam Kategori LKTIN. Tim ini terdiri dari Harjuna Arif Purwanto, Rully Eka Putri, dan Dwi Khairani. Tim yang beranggotakan 3 mahasiswa angkatan 2016 ini membuat karya dengan judul “Inovasi Drainase SUDS dengan Metode TIRTAWEDA (Treebox Detention, Rainwater Harvesting, Infiltration Wells and Drainage)”. Sementara tim lainnya, yakni Tim Avanger-64 berhasil meraih Juara II dalam Kategori LKTIN. Tim ini terdiri dari Brigitta Vidia M, Astari dan Yunita Ayu S. Tim yang beranggotakan 3 mahasiswa angkatan 2017 ini membuat karya dengan judul “Inovasi Drainase SUDS dengan Metode BAPER SEKOTA (Bak Pengontrol Drainase Perkotaan dan Tanki Penampung)”. Harapan kedua tim tersebut setelah mengikuti lomba agar inovasi-inovasi mereka dapat menjadi solusi yang tepat untuk mereduksi banjir dan genangan di Indonesia, serta menjadi motivasi agar bisa terus berprestasi.

Media Air #37 | Tahun 2019

13


AN GAIRA #PENR ST SI BERP E

JUARA I CINNERTION D’VILLAGE ITS 2019

Dalam kompetisi Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diadakan sebagai rangkaian acara D’Village 2019, dua delegasi dari Teknik Pengairan berhasil lolos hingga 5 besar finalis. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Diploma Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Babak final berlangsung pada tanggal 29-31 Maret 2019. Selama berada di Surabaya, para delegasi mengikuti rangkaian kegiatan technical meeting dan presentasi di Kampus ITS Manyar; kemudian expo, seminar, dan awarding di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Dua tersebut adalah Nereus-64dan Infiltrasi-64 . Tim Nereus-64 berhasil meraih Juara I dan Predikat Stan Terbaik dalam kompetisi tersebut. Tim ini terdiri dari M. Aziizun Fahmi dan Novi Fadhilah Rahma. Tim yang beranggotakan 2 mahasiswa angkatan 2015 ini membuat karya dengan judul “Strategi Penggunaan Data Curah Hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) Sebagai Alternatif Data Hidrologi Berbasis Teknologi Digital”. Sementara tim lainnya, yakni Tim Infiltrasi-64 meraih Juara Harapan I. Tim ini terdiri dari Dwi Laksana Aji, Ayu Khurotul, dan Rizki Ramadhani. Tim yang beranggotakan 3 mahasiswa angkatan 2015 ini membuat karya dengan judul “Strategi Optimalisasi Sumber Daya Air di Kawasan Industri Arjowinangun-Tlogowaru Kota Malang Berkonsep ICOFI (Integrated EcoFriendly Technology) dalam Revolusi Industri 4.0”.

14

Media Air #37 | Tahun 2019


AN GAIRA SI #PENR T S E BERP

Delegasi UB : Indonesia Water Challenge 2019 Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji.

Indonesia Water Challenge 2019 diselenggarakan oleh The Water Agency dengan bekerjasama Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Kementrian Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda, Pelindo III, Terminal Teluk Lamong, Van Oord, Deltares, Waskita Karya, dan Pelabuhan Rotterdam. Program ini diselenggarakan pada 19 Maret 2019 – 22 Maret 2019. Program ini memberikan pengalaman yang intensif dan unik bagi 25 mahasiswa terpilih untuk mempelajari tentang pengembangan “Eco-Smart Port” melalui presentasi, tugas kelompok, wisata, kuliah tamu, dan pelatihan yang dimentori oleh ahli internasional. Novianti Sidi Astri (P’015) adalah salah satu yang beruntung, dapat terpilih menjadi perwakilan dari Universitas Brawijaya. Bagi Novianti, mengikuti program tersebut merupakan sebuah kesempatan yang baik mengenal berbagai perusahaan dan bekerja sama dengan para ahli. Dari kegiatan Indonesia Water Challenge sebelumnya di 2013-2014 dan 2016-2017, beberapa peserta mendapat kesempatan untuk magang dan bekerja di perusahaanperusahaan bergengsi, seperti Deltares, Van Oord, Royal Haskoning, BAM International, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan. Mengikuti Indonesia Water Challenge merupakan sebuah kesempatan unik untuk belajar tentang tantangan sumber daya air di Indonesia. Novianti berharap, di kesempatan selanjutnya ada teman-teman yang mau bergabung dengan program Indonesia Water Challenge dan mau bersaing dengan mahasiswa terpilih dari universitas ternama lainnya.

Media Air #37 | Tahun 2019

15


AN GAIRA #PENR ST SI BERP E

JUARA I, III, dan Harapan I KBAI 2019

Kompetisi Bangunan Air Indonesia 2019, di tahun ketiga, hadir kembali dengan tema tentang "Inovasi Perbaikan dan Pemeliharaan DAS Sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Air Guna Mengurangi Resiko Banjir di Daerah Perkotaan Berbasis Sustainable Development". Tim TERASHA-64, yang dibimbing oleh Dr. Very Dermawan, ST., MT. berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi ini. Tim ini terdiri dari Fikry Asri (P’015), Retno Kartikaningrum (P’015), dan Aqsha Prahitna (P’015). Tim NIRADA ABIRAMA-64, yang dibimbing oleh Dr. Eng. Tri Budi Prayogo, ST., MT. berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi ini. Tim ini terdiri dari Fahma Furqani (P’016), M.Fahmi Khoiruddin (P'016), dan Ulfiatul Ma'rifah (P'016). Tim DORYOKU-64, yang dibimbing oleh Dr.Runi Asmaranto, ST., MT. berhasil meraih Juara Harapan I pada kompetisi ini. Tim ini terdiri dari Apria Wayah Patra (P'016), Firda Agustiya (P'016), dan M.Sina Syaelendra (P'016). Bagi mereka tantangan terbesar mengikuti kompetisi ini beragam. Ada yang tertantang karena niat untuk mengikuti lomba bukan hanya untuk mencari kemenangan. Ada yang harus menghadapi tantangan untuk membagi waktu antar satu tim dan membentuk kekompakan. Harapannya, gagasan dan karya yang mereka berikan di kompetisi ini bisa bermanfaat, tak hanya inovasinya namun berbagai prosesnya juga. Semoga gagasan-gagasan yang diusulkan ini tidak menjadi sekedar gagasan dan dapat direalisasikan. Serta harapannya semakin banyak pribadi yang termotivasi, mencoba, berjuang, berproses hingga mengerti makna dari sebuah kompetisi.

16

Media Air #37 | Tahun 2019


Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.

Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji.

Nelson Mandela

Media Air #37 | Tahun 2019

17


FYI

RENCANA STRATEGIS PEMERINTAH : PENGELOLAAN SDA Untuk mencapai agenda prioritas nasional Republik Indonesia, pemerintah merencanakan berbagai strategi yang salah satunya adalah pada bidang infrastruktur. Kementrian PUPR telah mengeluarkan Rencana Strategis Kementrian PUPR 2015 - 2019 yang merupakan penjabaran dari Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019. Di antara strategi tersebut, terdapat strategi dalam hal pengelolaan sumber daya air yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan air, kedaulatan pangan, dan ketahanan energi.

KONSERVASI SUMBER DAYA AIR Konservasi sumber daya air yang ditujukan agar terjaganya fungsi dan kapasitas tampung sumber-sumber air alami dan buatan serta peningkatan kapasitas sumber-sumber air buatan, yang akan dicapai melalui strategi berikut:

18

Media Air #37 | Tahun 2019


PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR Pendayagunaan sumber daya air yang ditujukan terpenuhinya kebutuhan air untuk Briefingagar kegiatan dan pembagian kemlompok, di Balai Desa Sumbersosial Brantas, kehidupan sehari-hari masyarakat serta untuk kebutuhan danBumiAji. ekonomi produktif, yang dicapai melalui:

PENGENDALIAN DAYA RUSAK Pengendalian daya rusak air yang ditujukan untukkegiatan peningkatan Briefing dan pembagian kemlompok, di Balairisiko Desa daya Sumber Brantas, ketangguhan masyarakat dalam mengurangi rusak air BumiAji. termasuk perubahan iklim, melalui penanganan kawasan yang terkena dampak banjir, sedimen/lahar gunung berapi, dan abrasi pantai, yang akan dicapai melalui strategi:

KEBIJAKAN Kebijakan peningkatan kapasitas kelembagaan, ketatalaksanaan, dan keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air yang terpadu, efektif, efisien dan berkelanjutan, termasuk peningkatan ketersediaan dan kemudahan akses terhadap data dan informasi, akan difokuskan pada penataan kelembagaan.

Sumber Data : Rencana Strategis Kementrian PUPR 2015 -2019 Media Air #37 | Tahun 2019

19


FYI HYDROLOGICAL DISASTER Secara astronomis dan geografis, Indonesia diberkahi iklim tropis, matahari bersinar sepanjang tahun dan curah hujan yang tinggi. Namun, tekanan penduduk dan pembangunan tak berwawasan lingkungan, menyebabkan banyak permasalahan dan bencana datang. Bencana kini menjadi sebuah isu yang perlu diperhatikan agar kedepannya bahaya dan dampak bencana dapat direduksi.

20

Media Air #37 | Tahun 2019


Apa saja yang termasuk HYDROLOGICAL DISASTER?

Hydrological Disaster atau Bencana Hidrologis disebabkan oleh karakteristik curah hujan yang tinggi yang tidak diimbangi dengan tata guna lahan yang tepat dan tidakan preventif yang tepat. Hal tersebut mendatangkan bencana berupa banjir, tanah longsor, gelombang pasang.

Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji.

Dengan jumlah bencana terbanyak dibanding bencana lainnya, tentu bencana-bencana di atas memberikan dampak kerusakan yang besar pula. Bahkan, penyebab kerusakan fasilitas umum, infrastruktur, dan lahan yang paling besar adalah karena banjir, kemudian puting beliung, dan gempa bumi. Sehingga Hydrological Disaster menjadi salah satu fokus yang perlu segera ditangani dan diminimalisir. Pesan dari redaksi, jangan lupa untuk melakukan dari hal-hal simple berikut,ya! Untuk mengurangi potensi bencana tentunya!

Sumber Data : Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2017 Media Air #37 | Tahun 2019

21


Air Tanah : Warisan Masa Depan Oleh : Ramadhan Sangsang B (P' 016)

Hari Air Dunia baru saja di peringati pada tanggal 22 Maret kemarin sebagai sarana untuk memusatkan perhatian manusia akan pentingnya air itu sendiri. Air seharusnya mendapatkan perhatian secara banyak kalangan entah itu dari pemerintah sampai masyarakat untuk pentingnya dalam menghemat penggunaan air. Meningkatnya populasi manusia membuat kebutuhan air semakin meningkat dalam memenuhi kebutuhan hidup entah itu digunakan untuk mandi,air,baku,industri ataupun lainnya. Ditambah lagi saat ini jumlah air permukaan yang layak di konsumsi semakin berkurang dikarenakan banyaknya manusia saat ini yang rajin menabung sampah disungai tanpa memikirkan dampak kedepannya. Lalu jika air permukaan yang bersih semakin menipis ,bagaimana kelanjutan hidup manusia? Salah satu harapan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ialah air tanah. Air tanah merupakan sumber yang sangat penting bagi manusia. Air tanah disimpan di dalam lapisan yang disebut akuifer. Akuifer dapat dijumpai pada daratan pantai, daerah kaki gunung, lembah antar pegunungan, dataran alluvial dandaerah topografi karst. Walaupun demikian pemakaian air tanah harus mempertimbangkan faktor kelestarian air tanah , yang meliputi factor kualitas dan kuantitasnya. Salah satu cara mempertahankan kualitas air tanah adalah dengan menerapkan sumur resapan. Jika nanti sampai pada waktu ketika air permukaan sudah sedikit yang bisa dikonsumsi atau sudah tidak layak lagi. Para manusia akan berebutan untuk memperoleh air. Dan seperti yang saya tuliskan pada bait sebelumnya bahwa harapan terakhir untuk menikmati air adalah air yang ada di dalam tanah karena air tanah tidak terpangaruh oleh tangan jahil manusia yang mencemari sungai. Walaupun air tak pernah habis tapi jika tidak bisa dikonsumsi ya buat apa? Tak ada gunanya. Ayo tanamkan perubahan mulai sekarang mulai dari diri kita sendiri. Lebih baik merawat dari pada mengobati demi masa depan anak cucu kita.

22

Media Air #37 | Tahun 2019


Definisi Baru : Satuan Kilogram Oleh : Gemma Firdaus (P' 015)

Sejak 1889, umat manusia telah bergantung pada sebongkah “batu ajaibâ€? yang dikenal sebagai Le Grand K, terletak di sebuah besmen dengan penjagaan yang ketat di gedung International Bureau of Weights and Measures di Sèvres, Paris. Batu ajaib itu sebenarnya adalah sebongkah logam campuran yang terbuat dari 90% platinum dan 10% iridium. Keajaibannya datang bukan karena kekuatan supernatural, namun karena para ilmuan mendeklarasikannya sebagai apa yang kita sebut dengan satu kilogram selama ini. Tapi tepat pada 16 November 2018, para ilmuan dari lebih 60 negara dalam General Conference on Weight and Measures di Versailles, Perancis, telah menetapkan Le Grand K bukan lagi batu ajaib. Mengapa para ilmuan terusik dengan definisi satuan kilogram yang sudah ada? Le Grand K yang dibuat pada tahun 1889 itu telah kehilangan massanya seberat 50 mikrogram dalam 129 tahun terakhir. Para ilmuan sangat terganggu dengan itu, mereka menginginkan panutan satu kilogram Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di itu konstan, selamanya.Faktanya, kilogram merupakan satu-satunya unit dasar dalam satuan SI Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji. yang masih didefinisikan berdasarkan objek fisik. Seperti satuan meter, dahulu satu meter didefinisikan sebagai panjang sebuah batang logam yang terletak di Bureau of Weight and Measures, Sèvres, Paris. Namun pada 1983 para ilmuan telah memutuskan bahwa satuan meter didefinisikan dengan sesuatu yang konstan, yaitu kecepatan cahaya. Sekarang satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh cahaya di ruang vakum dalam 1 per 299792458 detik. Jadi, satu kilogram yang baru mungkin akan didefinisikan berdasarkan fenomena alam semesta yang takan pernah berubah yang dikenal dengan Konstanta Planck. Konstanta Planck adalah suatu fenomena dalam mekanika kuantum yang mengijinkan besaran massa bisa berhubungan dengan energi elektromagnetik. Bagaimana cara kerjanya? Siapa yang tidak kenal dengan rumus populer milik Einstein, E=mc2, dimana E merupakan energi, m adalah massa dan c adalah kecepatan cahaya. Namun terdapat ekspresi lain dari energi yang mungkin kurang populer, yaitu E=hv, ekspresi kuantum pertama dalam sejarah yang dinyatakan oleh Max Planck pada 1900. Dimana v merupakan frekuensi dan h merupakan apa yang kita sebut Konstanta Planck. Sedikit membingungkan mungkin bagi orang awam, namun yang terpenting adalah para ilmuan telah menemukan cara untuk mendefinisikan satuan kilogram berdasarkan kebenaran yang universal.

Media Air #37 | Tahun 2019

23


STUDI LAPANGAN:

TEKNIK KONSERVASI WADUK Studi Lapangan Teknik Konservasi Waduk dilaksanakan pada 20 Oktober 2018 di Arboretum Sumber Brantas dan Waduk Selorejo. Studi Lapangan Teknik Konservasi Waduk diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang upaya-upaya konservasi waduk. Upaya tersebut menyangkut upaya konservasi lahan dan sumber daya air di daerah hulu dan sistem operasi pemeliharaan pada waduk. Arboretum Sumber Brantas, merupakan lokasi yang dikunjungi sebagai gambaran konservasi lahan dan konservasi sumber daya air di daerah hulu Sungai Brantas. Lokasi kedua, Waduk Selorejo, merupakan lokasi yang dikunjungi sebagai gambaran dari sistem operasi dan pemeliharaan yang ada di waduk.

24

Media Air #37 | Tahun 2019

Di Arboretum Sumber Brantas, materi terkait Teknik Konservasi Waduk langsung dijelaskan oleh Dr.Runi Asmaranto ST.,MT. dan Dr. Ery Suhartanto, ST.,MT. selaku dosen pengampu mata kuliah Teknik Konservasi Waduk. Sementara di Waduk Selorejo materi terkait operasi waduk disampaikan langsung oleh perwakilan dari Perum Jasa Tirta. Mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dan kunjungan ke spillway Waduk Selorejo.


STUDI LAPANGAN:

KONSTRUKSI BENDUNGAN

Studi Lapangan Konstruksi Bendungan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2018 di Bendungan Tugu dan Bendungan Wonorejo. Kegiatan diawali dengan pembukaan di Halaman Parkir Gedung Baru Pengairan. Peserta berangkat pukul 02.00 dini hari dengan didampingi perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Pengairan dan dosen, antara lain: Ir. Suwanto Marsudi,MS. dan Rahmah Dara Lufira,ST.,MT.

. Di Bendungan Tugu, peserta diarahkan menuju lapangan dengan APD (Alat Pelindung Diri) yang sudah disiapkan panitia dan mendapatkan penjelasan di tempat. Peserta ditunjukkan secara langsung bagaimana progress konstruksi Bendungan Tugu. Sementara di Bendungan Wonorejo, peserta studi lapangan diberikan materi secara langsung (indoor) oleh petugas.

Studi Lapangan dilaksanakan di Bendungan Tugu, yang terletak di Kabupaten Trenggalek. Kemudian Harapannya, dengan kegiatan ini Briefing kegiatan dan pembagian kemlompok, di dilanjutkan di Bendungan mahasiswa dapat lebih memahami terkait Balai Desa Sumber Brantas, BumiAji. Wonorejo, yang terletak di mata kuliah Konstruksi Bendungan. Kabupaten Tulungagung.

Media Air #37 | Tahun 2019

25


STUDI LAPANGAN:

PENGOLAHAN KUALITAS AIR Studi Lapangan Pengolahan Kualitas Air dilaksanakan pada 9 April 2019 di PDAM Ngagel, PDAM Karangpilang, dan Museum Air. Studi Lapangan Pengolahan Kualitas Air diikuti oleh mahasiswa angkatan 2018, diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kualitas air dan instalasi pengolahannya. Untuk menunjang tujuan tersebut, kegiatan dilaksanakan di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Surabaya. Peserta Studi Lapangan dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok ke PDAM Ngagel, dan satu kelompok lainnya di PDAM Karangpilang. Peserta langsung mendapat materi dari petugas dan ditunjukkan secara langsung instalasi di PDAM. Kegiatan ini didampingi beberapa dosen, diantaranya Ibu Ir. Rini Wahyu Sayekti. MS dan Bapak Dr.Eng. Riyanto Haribowo,ST., MT.

26

Media Air #37 | Tahun 2019


Tertarik dengan Pekan Das Brantas, LSO Kompas FISIP-UB Undang HMP Sebagai Narasumber Yosua Panji Nugraha (P'015), Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat dan Kajian Strategis, sebagai perwakilan HMP menjadi Narasumber dalam Seminar Lingkungan yang diadakan LSO Kompas FISIP-UB.

Pada 07 November 2018, Himpunan Mahasiswa Pengairan diundang sebagai Narasumber dalam Seminar Lingkungan bertema " Lestari dari Hulu dan Hilir" yang diadakan oleh sebuah Lembaga Semi Otonom di bidang outdoor activity dan environmental studies bernama KOMPAS, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya. Adanya undangan ini, menurut rekan-rekan Kompas, dikarenakan mereka tertarik dengan adanya kegiatan periodik yang diselenggarakan mahasiswa dari Teknik Pengairan, yaitu Pekan DAS Brantas. Dalam seminar lingkungan tersebut, Yosua sebagai pemateri, yang juga merupakan salah satu Steering Comitee dalam Pekan Das Brantas XI lalu, memberikan materi terkait kegiatan Pekan Das Brantas. Mulai dari sejarah kegiatan tersebut, tujuan yang ingin dicapai, gambaran kegiatan, dan manfaat yang didapat. Selain HMP, dalam seminar tersebut juga diundang narasumber dari Wild Water Indonesia. Materi disampaikan dalam bentuk presentasi. Dari peserta seminar juga menunjukkan antusiasmenya dengan mengajukan beberapa pertanyaan ke narasumber.

Harapannya,

semoga kegiatan Pekan Das Brantas dan kegiatan HMP lainnya tetap bisa menginspirasi dan memberikan dampak bagi banyak orang.

Media Air #37 | Tahun 2019

27


Ucapan Terima Kasih Himpunan Mahasiswa Pengairan Periode 2018/2019 Ucapan Terima Kasih kepada pihak-pihak berikut yang telah membantu menyukseskan Kompetisi Bangunan Air Indonesia 2019, World Water Day 2019, dan Studi Nasional 2019. Juga pihak-pihak yang membantu secara personal yang tidak dapat dituliskan satu-persatu.

WORLD WATER DAY 2019

28

Media Air #37 | Tahun 2019


KOMPETISI BANGUNAN AIR INDONESIA 2019

BBWS Brantas

STUDI NASIONAL 2019

Media Air #37 | Tahun 2019

29


World Water Campaign (WWC) merupakan salah satu rangkaian kegiatan World Water Day 2019. WWC adalah kampanye untuk merayakan hari air guna menumbuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh elemen masyarakat dengan cara menyuarakan berbagai permasalahan air yang terjadi di Malang Raya dan sekitarnya serta menyampaikan aksi nyata yang sudah dilakukan di "Mono-forestry", agar masyarakat sadar dan tergugah untuk melakukan perubahan melalui kampanye secara langsung kepada publik dan kampanye tidak langsung menggunakan media cetak dan elektronik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyumbangkan pikiran dan aspirasi, serta sebagai bentuk memperjuangkan isu-isu permasalahan air yang selama ini tidak terdengar oleh publik.

WORLD WATER CAMPAIGN

Tujuan dari world water campaign adalah tercapainya pengetahuan tentang hari air dunia dan permasalahan air yang ada di sekitar, serta tersampaikannya pengetahuan tentang hak atas air dan demokrasi atas air.

30

Media Air #37 | Tahun 2019

/ World Water Day 2019 /


22 Maret | Di Universitas Brawijaya Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan aksi berupa sosialisasi, pembagian brosur dan tumblr serta menuliskan pesan atau kesan terhadap air di kain sepanjang 2,5 m. Dan dilanjutkan pawai dan orasi di Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya.

24 Maret | Di Car Free Day Ijen Malang Kegiatan yang dilakukan masih sama yakni melakukan aksi berupa sosialisasi pembagian brosur dan Tumblr bersama PDAM Kota Malang. Kegiatan dilanjutkan pawai dan orasi serta mobilisasi panitia untuk pemasangan plang dan pembersihan selokan di daerah Sukun Malang.

Media Air #37 | Tahun 2019

31


Mono-Forestry adalah serangkaian acara yang berisi sosialisasi kepada masyarakat hulu sungai Brantas dilanjutkan dengan aksi nyata berupa reboisasi. Harapannya dari kegiatan ini masyarakat menjadi sadar akan tanggung jawab mereka untuk menjaga ekosistem alam sekitar. Tujuan dari Mono Forestry adalah terwujudnya pengetahuan terhadap pentingnya menjaga sumberdaya air yang berkelanjutan, serta tercapainya reboisasi sebagai benteng alami untuk menjaga hulu sungai Brantas.

MONOFORESTRY 32

Media Air #37 | Tahun 2019

/ World Water Day 2019 /


22 Maret | Sosialisasi

Pada 22 Maret, kegiatan diisi dengan sosialisasi pada warga terkait permasalahan air di sekitar Desa Giripurno. Materi disampaikan oleh Bapak Dr. Runi Asmaranto ST.,MT. (Dosen Teknik Pengairan) , Bapak Suwanto, SE. (Kepala Desa Giripurno) , dan Mas Aris Faudin (Perwakilan LSM). Warga mengikuti kegiatan dengan antusias dan menyampaikan banyak aspirasi serta pertanyaan pada pemateri.

23 Maret | Reboisasi

23 Maret, kegiatan diisi dengan reboisasi atau penanaman pohon bersama masyarakat sekitar Desa Giripurno dan adik-adik TK.

Media Air #37 | Tahun 2019

33


HYDROFEST adalah suatu festival tematik untuk mengekspresikan permasalahan air dari berbagai aspek kegiatan yang terdiri dari talkshow sebagai media untuk memberikan informasi kepada partisipan yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, sehingga materi yang disampaikan mudah dipahami. HYDROFEST - diharapkan dapat melibatkan berbagai kalangan masyarakat, serta mampu menjadi pionir acara untuk kegiatan world water day selanjutnya.

HYDRO FEST 34

Media Air #37 | Tahun 2019

Tujuan dari hydrofest adalah ditemukannya solusi alternatif yang menjawab permasalahan keairan di malang raya, serta sasaran menjadi tahu dan paham tentang pentingnya keberlanjutan sumberdaya air

/ World Water Day 2019 /


Diselenggarakan 31 Maret 2019, di UB TV, Gedung Rektorat Lantai 2, Universitas Brawijaya, Malang KEYNOTE SPEAKER Ir. Muhammad Amir Hamzah, MM.

MODERATOR TALKSHOW Mirzah Ardiansyah

Perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

SAMBUTAN Dr.Ir. Pitojo Tri Juwono, MT. Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

SAMBUTAN Muhammad Rizky P.

SAMBUTAN Yayang Saputra

Ketua Pelaksana World Water Day 2019

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pengairan

Narasumber :

A

Ir. Saroni Soegiarto, ME. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas

F

Alshya Sekar Amaranggana Wibowo Putri Indonesia Jawa Timur 2018

B

Zainal Alim, ST., MT. Kepala SPI – Perum Jasa Tirta 1

G

Ir. Bambang Irianto Penggagas Glintung Go-Green

C

H

Dr. Daru Setyorini, S.Si, M.Si. Research and Program Development Ecoton

D

Ir. Susilo Budi Wacono Kadep Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perum Perhutani Jatim M. Chori, S.Sos, M.Si. Kepala BAPPEDA Kota Batu

I

Aris Faudin Ketua Komunitas Nawakalam Gemulo

E

Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS. Rektor Universitas Brawijaya 2014-2018

J

Robby Triatmono Hilo Green Community

A

B

C

D

E

F

G

H

I

Media Air #37 | Tahun 2019

J

35


Talkshow : Permasalahan Krisis Air, Kebijakan, dan Solusinya.

36

Media Air #37 | Tahun 2019


Penampilan dari Triaksara dan KBMP

Stand Up Comedy : HIFZI KHOIR

Media Air #37 | Tahun 2019

37


KOMPETISI BANGUNAN AIR INDONESIA 2019

10 Finalis KBAI 2019 Kegiatan Kompetisi Bangunan Air Indonesia 2019, merupakan kompetisi tahunan Teknik Pengairan yang menginjak pelaksanaan di tahun ketiga. Tahun ini, Kompetisi Bangunan Air Indonesia mengusung tema "Inovasi Perbaikan dan Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai Sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Air Guna Mengurangi Resiko Banjir di Perkotaan Berbasis Sustainable Development". Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 - 13 April 2019 di Gedung Teknik Pengairan Universitas Brawijaya. Kompetisi ini juuga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

38

Media Air #37 | Tahun 2019

Kegiatan setelah tahap seleksi proposal adalah presentasi bagi 10 finalis terpilih. Finalis tersebut antara lain berasal dari : Institut Teknologi Nasional Bandung, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Negeri Malang. Dalam kegiatan Grand Final, selain presentasi, ke-sepuluh finalis juga melaksanakan penilaian maket, pameran maket, field trip, dan Gala Dinner. Tidak lupa, pengumuman juara disampaikan saat kegiatan Gala Dinner.


11 April Hari pertama, 11 April 2019, diawali dengan Kegiatan Pembukaan. Grand Final KBAI 2019 ini dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT. selaku Dekan Fakultas Teknik. Serta sambutan yang disampaikan oleh Ketua Jurusan Teknik Pengairan, Ibu Dr. Ir. Ussy Andawayanti, MS. dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pengairan Periode 2018 - 2019, Yayang Saputra. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan hiburan berupa tari tradisional yang ditampilkan oleh Triaksara Pengairan. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan Technical Meeting bagi para finalis.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan unboxing maket. Peserta diperkenankan untuk mengecek dan memperbaiki maket apabila ada kekurangan atau kerusakan, sebelum pelaksanaan penilaian maket dan poster pada 12 April 2019.

Media Air #37 | Tahun 2019

39


12 April 12 April 2019, kegiatan diisi dengan presentasi, penilaian maket dan poster, serta pameran maket dan poster. Presentasi dilaksanakan berdasarkan nomor urut yang sudah diperoleh pada saat undian urutan presentasi di Technical Meeting sebelumnya.

Finalis secara bergantian melaksanakan presentasi dan penilaian maket serta poster. Setelah pelaksanaan penilaian maket-poster, ruangan Auditorium Tirta Utama dibuka untuk pameran. KBMP dapat melihat hasil karya masing-masing finalis dan bertanya seputar karya yang dilombakan.

40

Media Air #37 | Tahun 2019


13 April 13 April 2019, pada pagi hingga sore hari para finalis berkesempatan untuk mengikuti Field Trip ke tempat wisata yang ada di Kota Malang.

13 April malam hari, dilanjutkan dengan Gala Dinner. Triaksara Pengairan menampilkan Tari Kecak sebagai pembuka. Kemudian para finalis melihat tayangan dokumentasi selama mereka mengikuti rangkaian kegiatan Grand Final KBAI 2019. Puncak dari kegiatan malam tersebut adalah Pengumuman Juara KBAI 2019. Berdasarkan keputusan juri, didapat Juara I yang diraih oleh Universitas Brawijaya, Juara II diraih oleh Institut Teknologi Bandung, Juara III diraih oleh Universitas Brawijaya, Juara Harapan I diraih oleh Universitas Brawijaya, dan Maket Terfavorit diraih oleh Institut Teknologi Nasional Bandung.

Media Air #37 | Tahun 2019

41


Kegiatan Studi Nasional 2019 dilaksanakan pada 22 April 2019 sampai dengan 25 April 2019, bertempat di Provinsi Bali. Kegiatan studi nasional tahun ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2015. Dalam melaksanakan kegiatan Studi Nasional, mahasiswa didampingi oleh beberapa dosen, antara lain: Bapak Muhammad Nurjati Hidayat, ST., M.Eng, ; Bapak Dr.Eng. Riyanto Haribowo,ST., MT. ; Bapak Bambang Winarta , ST., MT., Ph.D. ; Bapak Jadfan Sidqi Fidari, ST., MT. ; Bapak Hari Siswoyo, ST., MT. ; Bapak Dr. Sumiadi, ST., MT., Ibu Dian Candrasasi, ST,MT ; dan Ibu Dr.Ir. Ussy Andawayanti, MS.

Dalam kegiatan Studi Nasional 2019 ini, peserta mengunjungi beberapa tempat, antara lain Balai Penelitian dan Pengembangan Pantai, Instalasi Pengolahan Air Limbah Suwung, Proyek Normalisasi Waduk Muara, dan Museum Subak. Beberapa kegiatan selain kunjungan adalah Temu Alumni, Malam Keakraban, , kunjungan ke pusat oleh-oleh, dan wisata ke Pantai Pandawa. Setiap peserta Studi Nasional dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan Buku Panduan Studi Nasional 2019.

STUDI NASIONAL 2019

42

Media Air #37 | Tahun 2019


Kunjungan ke Balai Litbang Pantai, pada 22 April 2019, diawali dengan penjelasan oleh petugas melalui tayangan video. Kamudian dilanjutkan dengan penjelasan secara langsung di laboratorium.

Kunjungan ke IPAL Suwung, pada 23 April 2019. Peserta dibagi menjadi 2 kloter, secara bergantian mendapat materi di ruangan dan melihat langsung bak-bak dan instalasi yang ada.

Kunjungan ke Waduk Muara pada 24 April 2019, peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Peserta diperlihatkan tayangan dan maket proyek, serta berkeliling di lokasi proyek.

Kunjungan ke Museum Subak, 23 April 2019, peserta disambut dengan tayangan dokumenter tentang Subak, kemudian diajak berkeliling museum dengan diselingi materi dari petugas.

Temu Alumni di Hotel Inna Sindhu, Bali.

Malam Keakraban

Wisata ke Pantai Pandawa, Bali.

Media Air #37 | Tahun 2019

43


LSO : TRIAKSARA Triaksara adalah unit kegiatan mahasiswa di Teknik Pengairan yang mewadahi mahasiswa dalam bidang kesenian. Triaksara diambil dari kata tri yang artinya tiga dan aksara adalah huruf, kalau dalam mitologi Hindu, Triaksara itu huruf suci agama Hindu yaitu AU-M (OM). Jika diambil dari sudut pandang Triaksara FT-UB, tiga kata suci tersebut adalah A-R-T (ART) yang berarti seni. Pada tanggal 5 Oktober 2018 lalu telah terjadi pergantian kepengurusan yang baru dengan Richarta Vicho sebagai ketua umum Triaksara periode 2018/2019, “Jika dirasakan, unuk saat ini asik-asik saja, kalau dijalani sejauh ini, susah untuk diungkapkan.� ujarnya. Menurutnya, seni itu adalah kebebasan dalam berkarya serta juga untuk mencari passion dan jati diri setiap insan. Vicho juga menambahkan bahwa di Triaksara ini bernuansa freedom, yang berarti setiap orang bebas untuk berkarya, meng-explore diri, dan semua hal yang berkaitan dengan seni tanpa ada batasan. Meskipun Triaksara sempat vakum beberapa tahun sebelumnya, namun Triaksara sekarang menjadi satu-satunya LSO (Lembaga Semi Otonom) di Teknik Pengairan yang bergerak di bidang kesenian. Dalam kepengurusan periode ini, salah satu program kerjanya yaitu Lomba Cipta Karya Puisi yang diadakan oleh Departemen Eksternal Triaksara merupakan yang telah berhasil dilaksanakan dimana peserta pada lomba ini adalah KBMT.

Vicho berharap Triaksara dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Triaksara di sini pure untuk berekspresi, kita bica cari kebebasan dan refreshing dari tugas besar. Jangan pernah terkotak-kotakkan dengan urusan lainnya, jadilah diri sendiri, karena kamu unik dengan sendirinya, be yourself.� tutur Vicho.

44

Media Air #37 | Tahun 2019


FORMITA merupakan singkatan dari “Forum Mahasiswa Teknik Pengairan”. FORMITA adalah unit kegiatan yang bergerak dalam bidang keagamaan islam di Universitas Brawijaya, khususnya jurusan Teknik Pengairan. Pada tanggal 5 Oktober 2018, terjadi pergantian kepengurusan periode 2017/2018. Dengan diadakan acara tersebut, menandakan dimulainya masa kepengurusan baru yang akan dipimpin oleh Harjuna Purwanto sebagai Ketua Umum FORMITA FT-UB periode 2018/2019. Dan pada tanggal 1 November 2018 terbentuk Staff FORMITA Kabinet Kerjasama periode 2018/2019.

“Rasanya setelah diberi amanah jadi ketua formita, yang pertama takut. Karena ini tanggung jawab yang besar buat dakwah di Teknik Pengairan, jadi dari saya sendiri harus memperbaiki diri juga dari segi akhlak, ilmu amal, dll.” ujar Harjuna, ketua umum FORMITA periode 2018/2019. Dengan visi “Meningkatnya pemahaman dan penerapan aqidah serta ukhuwah islamiyah Keluarga Besar Mahasiswa Pengairan FT-UB”, pada periode ini FORMITA telah berhasil menjalankan beberapa program kerjanya. Misalnya, Poster Kajian, Kongres (Kumpul Ngaji Bersama) pada tanggal 20 Desember 2018, Kajian Muslimah pada tanggal 8 Maret 2019, Live Instagram Murottall, Dakwah in Social Media, Mabar TL (Mari Belajar Tahsin Tilawah) pada tanggal 13 Februari 2019, serta pengadaan jaket.

LSO : FORMITA Media Air #37 | Tahun 2019

45


SAINS DAN PANDANGAN SEBELAH MATA MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP PENCEGAHAN DINI BENCANA ALAM Indonesia “Sahabat” Bencana. Dewasa ini, Ibu Pertiwi sering sekali dilanda bencana alam. Berdasarkan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) tercatat telah terjadi setidaknya 2.436 kejadian bencana yang terjadi di Indonesia selama tahun 2018. Jumlah itu masih dapat bertambah hingga akhir tahun 2018 mengingat data tersebut dirilis pada 14 Desember 2018. Sebenarnya sudah sangat tidak mengherankan jika Indonesia sering dilanda bencana alam, mengingat Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang dilewati Garis Khatulistiwa, dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, dan juga Benua Asia dan Benua Australia sebagai “pembatas” dan tidak lupa pula ring of fire. Sehingga bencana alam pun seperti sudah menjadi “kawan”. Bencana alam lingkup hidrometeorologi paling dominan, mulai dari puting beliung, banjir, kebakaran hutan dan lahan, erupsi, tanah longsor, gempa bumi, gelombang pasang dan abrasi, hingga tsunami, semua sering terjadi di Indonesia. Bahkan bencana ini kemungkinan besar akan terus terjadi dan berulang, mengingat kondisi wilayah Indonesia seperti yang sudah saya simpulkan pada paragraf ke-2. Indonesia “Cocoklogi” dan Abai Terhadap Ilmu Sains. Indonesia memiliki kondisi yang sedemikian rupa sehingga bencana alam sudah menjadi “sahabat” sedari kita lahir dan menjejak kaki di Ibu Pertiwi ini, tapi sayangnya pencegahan dan penanggulangan masih begitu minim sekali. Sering kita dengar bahwa bencana alam selalu ditanggapi dengan pasrah bahwa itu semua adalah garis takdir Tuhan. Memang tidak salah, meski tak seluruhnya salah, sebab Tuhan-pun juga memberikan manusia akal pikiran agar digunakan dengan baik. Misal kita ambil contoh banjir akibat luapan sungai. Di daerah yang masih begitu kental dengan mitos, banjir seringkali dicocoklogikan dengan kemunculan hewan-hewan mistis semisal buaya putih, kura-kura, dan biawak. Hal itu jelas di luar nalar, meskipun itu merupakan mitos yang benar tidaknya tidak dapat kita sanggah karena itu merupakan kepercayaan. Begitupula ketika hujan terus menerus dan kemudian banjir datang tiba-tiba, kemudian Tuhan dijadikan “alibi” atas datangnya musibah tersebut. Bisa jadi justru kita sendiri yang abai terhadap kondisi alam.

46

Media Air #37 | Tahun 2019


Kita ambil saja contoh bahwa pendirian bangunan di bantaran sungai begitu banyak dan kurang sekali penindakan. Jika kita memerhatikan, semua itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1991 Tentang Sungai. Atau marilah kita ambil contoh lainnya seperti pengurangan bahan dalam konstruksi perencanaan tanggul penahan banjir. Uang yang didapat tak seberapa dibandingkan dengan kerugian yang muncul akibat jebolnya tanggul dikemudian hari kelak. Juga penggunaan tata guna lahan yang begitu tak memerhatikan cakupan air hujan. Lantas jika sudah demikian bencana ada karena siapa? Sudah? atau butuh contoh lain. Oke mari kita ambil contoh lain yang agak berat, gempa bumi dan tsunami misalnya. Di Indonesia gempa bumi dan tsunami cukup sering terjadi, tapi malangnya sangat sedikit pembelajaran mengenai mitigasi bencana tersebut. Alih-alih memberikan edukasi dan wawasan pencegahan dini, bisa-bisa malah dibilang penebar ketakutan, sok peramal, atau bahkan dicap mendahului kehendak Tuhan. Padahal dalam dunia Engineering/Sains pencegahan dini dapat dilakukan dengan ilmu statistika di mana probabilitas (peluang) terjadi adalah hasil perhitungan dari peristiwa yang pernah terjadi. Seperti yang pernah dikatakan Sudjiwo Tedjo bahwa dunia ini seperti Teori Fraktal yaitu ketidakteraturan yang teratur. Apa korelasinya? Bahwa ilmu statistik pun juga menggunakan data angka-angka dengan beragam rumus. Kita tidak bisa bilang bahwa itu tepat benar 100% tetapi dari sana kita bisa mencari gambaran jika ada kejadian bencana dengan probabilitas tinggi kita dapat berjagajaga dan melakukan pencegahan dini agar tidak menimbulkan kerugian di segala bidang. Selanjutnya, penelitian yang tak sebentarpun dianggap hanya angin lalu dan dipandang sebelah mata, contohnya saja riset mengenai potensi tsunami di Pandeglang, Banten. Riset tersebut dilakukan oleh Pak Widjo Kongko selaku peneliti dari BPPT (Badan Pengkajian Dinamika Pantai dan Penerapa Teknologi) di mana riset itu disampaikan pada Bulan April 2018. Meski terkesan “ngawur� karena tinggi gelombang diperkirakan mencapai 57 meter, tetapi dalam penyampaiannya beliau berkata bahwa hal tersebut masih perlu dikaji lagi. Pada Kamis (5/4/2018) BMKG menggelar konferensi pers khusus menanggapi mengenai hasil penelitian ini. BMKG menyatakan temuan simulasi dari Widjo masih perlu dikaji lebih lanjut. "Pada kasus hasil kajian potensi tsunami di Pandeglang peneliti BPPT sebenarnya tidak melakukan prediksi tapi mencoba mengungkap potensi yang masih perlu dikaji lebih lanjut berbasis data ilmiah yang lebih memadai karena penelitian tersebut tidak menyebutkan kapan akan terjadinya sehingga dalam hal ini masyarakat agar tetap tenang," kata BMKG. (detik.com) Kemudian agak “bertepatan� riset tersebut benar dan terjadi meski tak setinggi 57 meter tetapi tsunami di Pandeglang, Banten dan sekitarnya tersebut memakan banyak korban pada akhir Desember 2018 lalu. Itu hanya contoh kecil mengenai beberapa bencana di Indonesia yang sebelumnya diriset dengan Ilmu Sains yang kemudian hanya dianggap sebagai prediksi tak berdasar, prediksi asal-asalan, dan dipandang sebelah mata.

Media Air #37 | Tahun 2019

47


Begitupula, penanganan bencana dan pencegahan kembali sepertinya masih dipandang sebelah mata. Di mana para peneliti masih kurang begitu banyak dan kurang begitu dirangkul, padahal sudah hal wajib bahwa yang dapat mengolah tanah sendiri adalah pemilik tanah itu sendiri. Berkaca pada Jepang, mitigasi bencana di sana begitu baik, bahkan disetiap saluran televisi memiliki rubrik prakiraan cuaca. Hal tersebut cukup membantu bagi penduduk Jepang, bukan sebagai wadah untuk menakut-nakuti, tapi sebagai sarana prepare segala kondisi. Mungkin jika itu diterapkan di Indonesia hanya akan ditertawai saja. Padahal dalam ilmu engineering khususnya di Teknik Pengairan, prakiraan cuaca adalah sesuatu yang dapat dipelajari dalam mata kuliah Hidrometeorologi. Alat-Alat Teknis, Operasional, dan Perawatan Indonesia memang sedang berkembang, terutama dalam bidang IPTEK-nya, begitupula dengan alat-alat yang dilakukan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana. Sangat disayangkan, beberapa alat-alat atau fasilitas yang sudah ada kurang mendapat perawatan yang layak. Contohnya saja seperti tanggul penahan banjir, di beberapa daerah di Indonesia, tanggul penahan yang dibuat dari bronjong dan diisi oleh batu-batuan dilepas dan diambil batunya, padahal hal tersebut dapat mengurangi kekuatan dan kekompakan struktur batuan penahan. Demikian pula dengan beberapa pintu air di saluran drainase atau irigasi, skrup, baut dan halhal lainnya diambil untuk kemudian dijual, padahal hal tersebut dapat mengurangi sistem kerja pintu air. Tak hanya masyarakat yang patut dievaluasi, pun “pemilik” dari barang-barang tersebut juga harus melakukan penyuluhan dan juga perawatan secara berkala. Tak sedikit pula laporan dari masyarakat bahwa saluran drainase sudah mulai rusak dan jika hujan air meluap tetapi disatu sisi pemerintah hanya berkata: “akan segera kami tinjau dan lakukan perbaikan.” Selain itu faktor pendidikan dan pengenalan mitigasi bencana harus dilakukan sejak dini. Kita lihat saja di Jepang, mitigasi bencana sudah dikenalkan sejak kecil, mulai dari sekolahsekolah, bukan baru dikenalkan pada perkuliahan terlebih lagi di jurusan yang bersinggungan dengan sains saja.

Sekali Lagi, Indonesia Masih Harus Belajar.

48

Di tengah-tengah kondisi Indonesia yang rawan bencana alam, sungguh kita diberi anugerah yang luar biasa oleh Tuhan, baik berupa sumber daya alamnya ataupun sumber daya manusianya. Namun bisa kita lihat, dari sumber daya manusia yang begitu berlimpah, berapa persen yang sudah memasuki tahap manusia dengan wawasan IPTEK? Mungkin kita sebagai mahasiswa harus lebih sering “merakyatkan” ilmu kita, agar mudah dipahami oleh orang awam, mudah diimplementasikan di kehidupan seharihari. Seperti kata Ir. Dwi Priyantoro, MS. yang merupakan dosen senior di Jurusan Teknik Pengairan, bahwa Indonesia tidak kekurangan insinyur dan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang bisa mengimplementasikan ilmunya dengan bahasa sederhana di masyarakat umum.

Media Air #37 | Tahun 2019


Sumber gambar : kampoengilmu.com

Tidak bisa dipungkiri, riset dan penelitian di negara ini kurang begitu diminati, mungkin salah satu penyebabnya adalah kurangnya “memasyarakatkan” bahasa sains. Terlebih lagi penjabaran-penjabaran ilmiah agar tak bersinggungan dengan hal-hal sensitif, semisal agama dan kepercayaan. Kita ambil contoh prakiraan cuaca, riset potensi gempa, ataupun banjir. Ketika kita menjabarkan prakiraan cuaca, riset potensi gempa, ataupun banjir, yang menjadi pertanyaan di masyarakat pasti, “kenapa bisa seperti itu dan apakah itu benar terjadi?” Nah, sebagai mahasiswa yang berkecimpung di dunia sains, selayaknya kita memberikan penjabaran bahwa hal-hal tersebut (prakiraan cuaca, riset potensi gempa ataupun banjir) adalah hasil perhitungan dari data-data yang diolah sehingga menghasilkan peluang-peluang terjadi. Selain itu pasti akan ada pernyataan atau bahkan pertanyaan; “Kok bisa sampai memikirkan/memprediksi hal yang belum terjadi, apa itu tidak menyalahi kehendak Tuhan?”. Jika boleh jujur, saya akan menjawab tidak, sebab hal tersebut hanyalah perkiraan, entah tepat ataupun tidak, entah terjadi ataupun tidak, sebab tujuan dari ilmu sains sendiri adalah membantu kehidupan umat manusia. Bukan memprediksi, tapi menanggulangi jika hal tersebut (bencana alam) terjadi agar tidak terjadi kerugian di berbagai sektor. Seperti yang pernah dikatakan oleh Dr. Eng. Donny Harisuseno, ST., MT. ketika kelas Hidrologi, bahwa dalam perencanaan dengan menggunakan debit rencana baik kala ulang 10 tahun atau 100 tahun, kita tidak menentukan kapan terjadinya potensi debit puncak, tapi sebagai bentuk penanggulangan atau mencegah debit puncak itu terjadi. Bagaimanapun semua kehendak Tuhan, tetapi tugas manusia adalah berusaha dengan segala akal pikiran yang merupakan anugerah dari Tuhan.

Oleh : Dani Pranantya (P'015) - dari berbagai sumber

Media Air #37 | Tahun 2019

49


Salah satu dokumentasi Kegiatan Penyambutan Wisudawan/Wisudawati


NO

Water

e f i L O N No Blue nO Green


media air

Profile for hmpftub

MEDIA AIR #37  

Media Air merupakan majalah resmi dari Himpunan Mahasiswa Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pada periode HMP 2018-2019 majala...

MEDIA AIR #37  

Media Air merupakan majalah resmi dari Himpunan Mahasiswa Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pada periode HMP 2018-2019 majala...

Profile for hmpftub
Advertisement