Page 1


Ini Tina. Tina mau main bola di halaman.


Bola ditendangnya ke arah dinding sehingga mental kembali.


Senangnya menangkap bola pantul dari dinding.


Sekarang Tina mau menendang bola ke belakang. “Duung…!”


Aaah‌ ternyata bolanya masuk ke kolam ikan. Tina terciprat air kolam.


Oh, baju Tina basah.


Tina mau ganti baju. Dia masuk ke dalam Rumah.


Tina mencuci tangan lalu mengambil baju yang bersih. Baju itu berwarna biru.


Tina mau main bola lagi. “Lho mana bolaku?” tanya Tina. Bola Tina tidak ada di kolam. “Duuk…duuk…!” Suara apa itu?


Siapa itu sedang main bola Tina? Itu Lulu, tetangga Tina.


“Ini bolaku!”seru Tina. “Tapi aku menemukannya di dalam kolam”, jawab Lulu. Tina dan Lulu berebut bola.


Tina dan Lulu jatuh bersamaan. Tina marah. Demikian juga Lulu.


Tina merasa sedih karena dia dan Lulu bertengkar. Lulu juga sedih karena Tina marah padanya. Mereka diam dan saling membelakangi. Suasananya tidak enak.


“Lulu, gimana kalau kita main bola bersama?” tanya Tina. Lulu tersenyum malu. “Terimakasih Tina. Maaf ya tadi aku mengambil bolamu”.


Tina dan Lulu bermain bola bersama. Mereka bermain lempar tangkap bola.


“Tina, yuk ke rumahku. Aku punya kue enak�, kata Lulu. Lulu dan Tina makan kue bersama di teras rumah Lulu. Ada juga teh hangat. Mereka berdua merasa senang bisa berteman kembali.


Hari sudah siang, Tina mau pulang. “Daaag…Lulu. Besok kita main bola lagi ya. Terimakasih kue dan tehnya”, kata Tina berpamitan. “Daaag…Tina”, sahut Lulu tersenyum.


Tina pulang ke Rumah dengan hati senang.


Tina & Lulu  

Buku ini saya tulis untuk anak saya Liza, ketika dia berusia 5 tahun (2002) dan sedang belajar membaca