Issuu on Google+

www.harianjambi.com @harianjambi HarianJambi Telp : (0741) 5912188 (0741) 5912199 info@harianjambi.com

SABTU 22 FEBRUARI 2014

U N T U K

Eceran: Rp. 2.000,Langganan: Rp. 50.000,-

P E R U B A H A N

CHRIS DAN LIAM HEMSWORTH Diincar Jadi Peran Utama Remake 'The Raid' Hal SELEBRITAS, 4

Kritik Keras Wasit, Pellegrini Didakwa Hal TOP SPORT, 13

Anak Sekda Kembali Diperiksa Tim Berangkat ke Medan dan Dikti Cek Ijazah Penyidik Polres Kerinci kembali memeriksa Jeje Biantara, anak Sekda Kota Sungaipenuh Pusri Amsy. Hal ini berkaitan dengan kasus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Sungaipenuh, di mana yang bersangkutan diduga dilaporkan menggunakan ijazah palsu. SAPRIAL, Kerinci KAPOLRES Kerinci AKBP A Mun’im saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemer-

iksaan Jeje Biantara dalam kasus dugaan ijazah palsu yang digunakannya pada saat perek-

rutan CPNS tahun 2013 di Kota Sungaipenuh. “Ya, hari ini Jeje Biantara diperiksa penyidik,” ungkapnya, Sabtu (22/2) pagi. Diketahui, penyidik memanggil anak Sekda tersebut untuk pemeriksaan, di mana sebelumnya Jeje Biantara pernah diperiksa. Ditanya soal Fikar Azami, putra Walikota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri, Kapolres mengatakan bahwa belum ada pemanggilan un-

tuk Fikar. “Untuk Fikar belum dipanggil, hari ini hanya Jeje yang kita panggil. Fikar nanti akan kita frontir dengan terlapor Fendi sebagai pelapor,” ungkapnya. Lebih lanjut, kata Kapolres bahwa pemeriksaan Jeje yang dilakukan penyidik untuk mendapatkan keterangan agar data yang dibutuhkan lengkap. “Ya, pemeriksaan Jeje untuk mendapatkan keterangan lebih

lanjut oleh penyidik,” cetusnya. Sementara, Kasat Reskrim AKP Agus Saleh menambahkan Jeje datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 didampingi dua pengacaranya. “Dia datang sekitar pukul 09.00 bersama dua pengacaranya dan saat ini masih dilangsungkan pemeriksaan,” terangnya. Lebih lanjut, kata dia bahwa dua pengacara Jeje Bintara baca Anak hal 9

KASUS CAKAR-CAKARAN

Dipenjara, Depe Rugi Setengah Miliar

SELAMAT SORE

Mengantung Harap

T

ERHITUNG sudah hampir tiga bulan lamanya bola liar kasus CPNS Kota Sungaipenuh berada di pihak Polres Kerinci, hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Seakan para penegak hukum terkesan ragu-ragu atau justru ada deal di balik penanganan kasus yang melibatkan putra Walikota dan Sekda Kota Sungaipenuh itu. Kecurigaan itu muncul dari kalangan masyarakat luas, akademisi dan pengamat hukum yang menilai proses hukum yang dilakukan aparat Polres Kerinci terkesan terjadi stagnasi alias dingin (membiarkan menjadi kasus basi). Alasan pihak penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat, yang selalu mengatakan pihaknya masih banyak pekerjaan lain termasuk soal Pilkada Kerinci. Bukan rahasia umum lagi jika putra Walikota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri, Fikar Azami terlibat dalam pengaturan kelulusan 200 orang yang dinyatakan lulus sebagai abdi negara tersebut, beredar luas bukti rekaman perbincangan Fikar dan Efendi salah seorang LSM di Kota Sungaipenuh soal tarif untuk menjadi PNS. Namun hingga saat ini, penyidik Polres Kerinci tak pernah meminta keterangan Fikar Azami. Termasuk sang ajudan walikota Hendi Kurniawan yang diduga begitu berperan besar dalam menjaring para calon yang siap bayar untuk diluluskan. Dan Jeje Biantara pengguna ijazah asli tapi palsu, pihak penyidik justru telah jauh-jauh hari menyatakan di berbagai media massa akan melakukan pengecekan kebenaran ijazah yang bersangkutan di Universitas Harapan Bangsa Sumatera Utara, yang menurut logika kurang tepat dan diprediksi tidak akan menemukan apaapa, bagaimana mungkin pihak yang terlibat dalam pemukatan jahat memberikan dan membantu pihak penegak hukum dalam pengusutan kasus yang justru juga akan berdampak pidana ke pihaknya. Pasalnya, universitas ini disebut-sebut memang mengeluarkan ijazah asli dengan nomor ijazah terdaftar di Dikti. Artinya, para pihak yang terlibat dalam praktik jual beli ijazah ini melibatkan banyak pihak yang mempunyai jaringan kuat hingga ke Dikti. Alangkah tergoresnya perasaan anak negeri ini. Di saat mereka yang pontang-panting dan bersusah payah dalam bangku kuliah dengan tetesan keringat orangtuanya hanya untuk menyelesaikan pendidikan, mereka justru sulit mendapatkan pekerjaan. Alangkah nikmatnya sang putra pejabat satu ini, tanpa harus berjuang 4 tahun di bangku kuliah tapi bisa mendadak sarjana dan langsung di PNS-kan. Kini publik hanya bisa menggantungkan harap ke pihak penegak hukum untuk pengusutan kecurangan CPNS Sungaipenuh, hingga ada pihak-pihak yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum demi memenuhi rasa keadilan. -Fiat Justitia Ruat Caelum,- “Hukum harus ditegakkan walau langit akan runtuh,”. (*)

JAKARTA - Dewi Perssik (Depe) resmi menjadi tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, sejak Kamis (13/2) lalu. Pedangdut yang dikenal dengan goyang gergaji tersebut divonis tiga bulan masa tahanan akibat kasus cakar-cakaran dengan Julia Perez (Jupe). Jika diukur dari waktu, Depe, sapaan akrab Dewi akan melenggang keluar rumah tahanan pada 13 Mei mendatang. Sebagai seorang entertainer ternama, Dewi tentunya memiliki jadwal manggung yang padat, baik itu off air maupun on air di televisi. Lantas bagaimana nasib pekerjaannya yang sudah terlanjur m a s u k dalam jadwal? M e n u rut Fannie, manajer Dewi Perssik, di Bulan Maret, Dewi sudah kebanjiran order untuk manggung, termasuk men-

jadi bintang tamu acara televisi. “Total off air sudah ada lima tempat dan on air dua kali dalam sehari selama satu bulan,” ujar Fannie. Masih menurut Fannie, untuk acara on air di televisi, sebenarnya Sang Artis sudah mendapatkan tawaran hingga tiga kali dalam satu hari selama satu bulan. “Namun karena khawatir kelelahan, makanya saya terima hanya dua dalam satu hari,” ujarnya lagi. Sementara, Fany menjelaskan, pihak manajemen sudah menjadwalkan Dewi untuk pergi ke Ukraina, Belgia dan umrah di April hingga Mei 2014. “Jadi April dan Mei memang kebetulan tidak menerima tawaran manggung karena sudah direncanakan ke luar negeri. Ke Ukraina dan Belgia, Depe mau belajar tari,” terangnya lagi. Informasi yang diperoleh dari event organizer yang per

EDWIN EKA PUTRA/HARIAN JAMBI

DIGUYUR HUJAN: Kondisi Kota Jambi pada salah satu kawasan Jalan Ir H Juanda, Mayang Mangurai, Kecamatan Kotabaru yang sempat diguyur hujan, Sabtu (22/2) pagi. Kota Jambi hampir satu bulan tak diguyur hujan.

NARKOBA

Polisi Tangkap Bandar Narkoba MUARABUNGO - Kerja keras Satuan Reserse Narkoba Polres Bungo dalam membasmi pengguna serta pengedar narkoba di Kabupaten Bungo patut diacungi jempol. Pengedar barang haram jenis sabu-sabu kembali dibekuk Jumat malam (21/2), di Jalan BTN KM 03 Kelurahan Sungai Mengkuang Kecamatan Rimbo Tengah. Tersangka Taupik Hidayat (28), warga Blok C Perumnas Kecamatan Rimbo Tengah berhasil dibekuk bersama barang bukti dua bungkus plastik yang diduga berisi narkoba jenis sabu-sabu. Berawal dari laporan masyarakat setempat, Satuan Reskrim Narkoba Polres Bungo berhasil mengamankan tersangka dengan barang bukti

NICO/HARIAN JAMBI

Taupik Hidayat 2 bungkus plastik yang berisi narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,58 gram serta satu unit handphone yang diduga digunakan untuk melakukan transaksi narkoba tersebut.

Tersangka berhasil diamankan tanpa ada perlawanan pukul 23.00 WIB dipinggir Jalan Lintas Sumatera KM 03 arah Bangko Kelurahan Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Budiyono, melalui Kanit Lidik I Aiptu Edi Tasrif membenarkan, bahwa telah diamankan satu tersangka yang diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu beserta sejumlah barang bukti. “Ia, kita amankan berdasarkan laporan masyarakat setempat, kita berhasil baca Polisi hal 9

Dewi Persik

baca Dipenjara hal 9


22 02 2014 sore