Page 1

HARIAN

Harian Bhirawa Ditunjuk kembali sebagai sarana pengumuman iklan tender/lelang pemerintah di seluruh Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur No.188/343/ KPTS/013/2006

harian_bhirawa@yahoo.com bhirawa_indragiri@yahoo.com suratkabar_harianbhirawa

IKLAN/ LANGGANAN

031-5615454

Surat Kabar Harian Bhirawa

Harga Langganan Rp 55.000/bulan Eceran Rp 3.000

www.harianbhirawa.co.id

Mata Rakyat Mitra Birokrat

Senin Kliwon, 11 NOVEMBER 2019

AGENDA HARI INI 11 November 2019

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Di Ruang Kerja

Wagub Emil Elestianto Dardak

Di Ruang Kerja 

Sekdaprov Heru Tjahjono Di Ruang Kerja

Ket : Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu

BPK Klarifikasi Pemberitaan Berjudul ‘BPK Temukan Desa Fiktif di Jatim’ Surabaya, Bhirawa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Timur memberikan klarifikasi terkait pemberitaan Harian Bhirawa, yang berjudul ‘BPK Temukan Desa Fiktif di Jatim’ pada edisi, Jumat (8/11). BPK Perwakilan Jawa Timur menyatakan tidak pernah memberi pernyataan “selama pemeriksaan, ditemukan ada desa fiktif di Jatim”, dan “penambahan desa tersebut sejak adanya dana desa digelontorkan”, seperti yang diberitakan pada halaman 11. Kepala Perwakilan Harry Purwaka hanya menyatakan akan meneliti apakah ada pertambahan jumlah desa sebelum dan setelah program dana desa.  ke halaman 11

humas pemprov jatim

Presiden RI Joko Widodo menyerahkan anugerah gelar pahlawan nasional kepada keluarga almarhum KH Masjkur di Istana Negara, Jumat (8/11).

Setelah KH Masjkur, Tiga Tokoh Jatim Diusulkan Pahlawan Nasional

humas pemprov jatim

Gubernur Jatim Khofifah bersama Forkopimda melihat foto pahlawan nasional KH Masjkur yang baru saja ditetapkan Preside RI sebagai pahlawan ke-22 asal Jatim, Minggu (10/11).

Gubernur Khofifah bersama Sekdaprov Heru Tjahjono dan Bupati Maryoto Birowo saat meninjau lokasi Pasar Ngunut yang baru saja terbakar, Sabtu (9/11) dini hari.

Pemprov Bantu Bangun Kembali Pasar Ngunut

Tulungagung, Bhirawa Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan Pemprov Jatim bakal membantu Pemkab Tulungagung dalam membangun kembali Pasar Ngunut yang terbakar hebat pada, Jumat (8/11) petang. Pembangunan kembali Pasar Ngunut itu akan menggunakan skema sharing anggaran antara APBD Provinsi Jatim dan APBD Kabupaten Tulungagung.  ke halaman 11

MITRA

Paling Terkesan PPDB MENJADI bagian di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, rupanya memberikan pengalaman yang paling berkesan bagi Indah Andayati. Selama dua setengah tahun mendapat amanah menjadi Kepala Bina Prestasi (akhir 2017) hingga Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) di akhir tahun 2018 - akhir Oktober 2019, proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) lah yang menjadi pengalaman dan cerita yang paling berkesan bagi wanita berusia 58 tahun. Dibanding memimpin UPT Bina Prestasi, diakui Indah memimpin bidang TIKP justru lebih berat. karena menyangkut kepentingan banyak orang.  ke halaman 11

Indah Andayati

Sentil

Empat Desa ‘Hilang’ di Sidoarjo Masih Terima Dana Desa - Tenang, dana jadi Silpa kok tak ikut hilang Pemprov Bantu Bangun Kembali Pasar Ngunut - Semoga bisa segera terbangun Cawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Paparkan Visi Misi - Menunggu visi misi cawali berikutnya yang lebih greget

Pemprov, Bhirawa Salah satu tokoh asal Jatim telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Dia adalah alamrhum KH Masjkur salah satu anggota BPUPKI (Badan Penye-

lidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang tercatat sebagai pahlawan ke-22 asal Jatim. Penganugerahan gelar pahlawan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden

RI Joko Widodo di istana negara kepada keluarga almarhum dan didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jum’at (8/11).  ke halaman 11

Empat Desa ‘Hilang’ di Sidoarjo Masih Terima Dana Desa Pemprov Pastikan Tak Ada Desa Fiktif di Jatim

DPRD Jatim, Bhirawa Empat desa di Kabupaten Sidoarjo yang ‘hilang’ akibat terendam lumpu Lapindo ternyata hingga 2020 masih menerima anggaran dana desa. Penyebabnya, empat desa tersebut masih belum dihapus oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sehingga oleh Kementerian Keuangan masih tetap mendapat jatah dana desa.

Keempat desa tersebut yakni Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Desa Ketapang di Kecamatan Tanggulangin, Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin dan Desa Besuki di Jabon. “Ada 4 desa yang ter-

dampak lumpur Lapindo. Dan oleh Kemendagri belum dihapus, sehingga oleh Kementerian Keuangan tetap mentransfer di 4 desa itu,,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jatim,

Ir Moch Yasin, saat ditemui Bhirawa disela hearing di Komisi A DPRD Jatim, Minggu (10/11). Meski demikian, Yasin menjamin transferan dana desa tersebut menjadi Silpa yang tidak digunakan. “Kami jamin dana desa itu tidak dimanfaatkan oleh 4 desa itu. Sehingga tetap menjadi dana desa Silpa yang tidak digunakan. Jadi ada di rekening Pemkab tidak memang merealisasikan,” lanjutnya.  ke halaman 11

Sah, APBD 2020 Surabaya Tembus Rp10,3 Triliun

Surabaya, Bhirawa Rapat Paripurna DPRD Surabaya, Minggu (10/11), telah mengesahkan Raperda APBD Tahun 2020 menjadi peraturan daerah (Perda). Rapat paripurna berlangsung monumental, karena pengesahan RAPBD dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan. Tak hanya itu, nuansa rapat paripurna juga terkesan berbeda dari pelaksanaan di waktu-waktu sebelumnya, karena seluruh anggota DPRD, beserta jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan kalangan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) mengenakan pakaian dan atribut perjuangan. Sebelum penandatangan berita acara persetujuan bersama antara Wali Kota Surabaya, Tri  ke halaman 11

Hearing Komisi A Tertutup, Kebut Pembahasan APBD Jatim 2020

gegeh bagus setiadi/bhirawa

Hearing Komisi A DPRD Jatim bersama OPD Pemprov dilaksanakan secara tertutup, Minggu (10/11).

DPRD Jatim, Bhirawa Hearing yang dilakukan Komisi A DPRD Jatim rupanya kedodoran menjelang pengesahan APBD 2020 yang digedong 21 November 2019. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya hearing diluar jam kerja bersama seluruh OPD Pemprov Jatim pada Sabtu hingga Minggu (9-10/11).  ke halaman 11

Gubernur Lakukan Peletakan Batu Pertama RTLH di Tulungagung

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat Rapat Paripurna DPRD Surabaya yang mengesahkan Raperda APBD Tahun 2020. Dengan disahkan raperda ini, kekuatan APBD Surabaya mencapai Rp10,3 triliun.

Tulungagung, Bhirawa Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Sabtu (9/11). Pembangunan RTLH ke-74 di Tulungagung ini merupakan kerjasama antara Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya.  ke halaman 11

Cerita Adel Yahzunka, Puteri Batik 2019 Asal Situbondo

Usung Batik Biota Laut, Siap Bersaing dalam Pemilihan Putri Batik Jatim Pemkab Situbondo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) baru saja sukses menyelenggarakan kontes pemilihan putri batik tahun 2019. Melalui serangkaian pemilihan dan seleksi yang cukup panjang dan ketat, akhirnya terpilih putri batik Situbondo 2019 bernama Adel Yahzunka. Wanita ini sehari-hari tercatat sebagai siswa Kelas XII IPA-2 di SMAN 1 Panji Kabupaten Situbondo. Sawawi, Kabupaten Situbondo

Usai terpilih sebagai putri batik 2019, Adelpanggilan karib Adel Yahzunka, Kamis (7/11), mengikuti serangkaian kegiatan belajar mengajar di almamaternya, SMAN 1 Panji, Kabupaten Situbondo. Adel yang memiliki paras ayu itu cukup lancar melayani pertanyaan satu-persatu dari Bhirawa. Mulai awal mengikuti kontes hingga lolos ke babak final, dengan mulus dikisahkan oleh Adel. Putri pasangan Mohammad Ali Fitriyanto-Tri Wahyuni harus menyisihkan 50 pasangan untuk meraih status puteri batik Situbondo 2019. “Ya

harus mengikuti dengan serius sejak dari tahapan awal,” ujar Adel. Menurut Adel, ada banyak kesan selama ia mengikuti tahapan menjadi puteri Batik Situbondo 2019. Selain harus memahami tipikal pasangannya, putera Batik bernama Haykal, Adel harus banyak menguasai berbagai terapan ilmu tentang batik. Mulai pilihan corak batik yang akan diusung dalam penilaian juri, Adel harus piawai menerjemahkan arahan dari guru pembinanya, Rury Dewi Umborowati.  ke halaman 11

sawawi/bhirawa

Adel Yahzunka, siswa SMAN 1 Panji Kabupaten Situbondo bersama Haykal, saat meraih juara putra-putri Batik Situbondo 2019.


Senin Kliwon, 11 November 2019

EKSEKUTIF

Halaman 2

Cawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Paparkan Visi Misi Fokus Atasi Kemacetan dan Kembangkan Perekonomian Warga Menjelang Pilwali Surabaya pada 2020 mendatang, Calon Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mulai mempersiapkan diri dengan memaparkan visi misinya membangun Kota Surabaya kedepan. WS sapaan akrabnya mulai memaparkan sejumlah visi misi yang akan diunggulkan menuju L1 untuk menjadikan Surabaya membanggakan, berdaulat, berdikari, dan berbudaya. “Kami akan terus melanjutkan keberhasilan pembangunan selama ini dan meratakan pembangunan itu untuk seluruh warga Surabaya,” jelas WS saat ditemui wartawan di Hotel Bumi, Surabaya Minggu (10/11). Julukan Kota Pahlawan yang melekat erat di Surabaya juga menjadi perhatiannya. Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya dinilai masih kurang menunjukkan identitasnya.

Untuk itu ia berencana membangun monumen pahlawan beserta sejarah kepahlawanannya untuk menunjukkan nuansa kepahlawanan di setiap sudut kota baik. Tak hanya pahlawan Nasional yang akan dibangunkan monumen, pahlawan lokal Kota Surabaya juga akan dibangunkan monumen untuk mengingatkan masyarakat tentang spirit kepahlawanan di Surabaya. Di bidang kebudayaan, WS menginginkan akan membangunkan sentra kebudayaan dan aspirasi rakyat baik di Balai Pemuda dan THR. Di bidang olah raga, ia menginginkan akan membangun GBT menjadi arena sport center yang

berkonsep futuristik tanpa meninggalkan konsep sejarah dari Bung Tomo yang telah menjadi salah seorang penyemangat arek-arek Surabaya dalam melawan penjajah. Apalagi menurutnya Surabaya sangat berpeluang untuk menjadi salah satu venue piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Oleh karenanya perlu ada karakter khusus yang melekat pada GBT dan kampung-kampung di Surabaya menjadi Kota bola. “Konsep GBT itu nanti akan jadi sport center internasional kalau dilihat dari atas ada background Bung Tomo yang selama ini kalau kita lihat gambar Bung Tomo itu kan ada gambar merah putih melingkar,” kata pria yang juga menjadi panpel Persebaya ini. Untuk mengatasi masalah kemacetan, WS juga sudah merancang

konsep subway yang menghubungkan hingga tiap wilayah baik di utara, selatan, barat dan timur yang akan diintegrasikan dengan angkot yang tanpa tarif untuk mengantarkan menuju stasiun subway terdekat. “Koridor-koridor kampung akan kita buat feeder yang namanya lyn atau angkot yang sekarang mati suri itu akan kita buat gratis dan itu sudah masuk pembiayaan APBD,” tegas politisi asal PDIP ini. “Sehingga supirnya bisa hidup, pengusahanya bisa hidup, masyarakatnya punya pilihan (transportasi),” tambahnya. Di bidang infrastruktur, dirinya berencana membangun rusun yang akan mendekatkan antara rumah dan tempat bekerjanya agar masyarakat yang bekerja tidak perlu melewati tengah kota sehingga akan mengurai kemacetan.

andre/bhirawa

Calon Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mulai mempersiapkan diri dengan memaparkan visi misinya membangun Kota Surabaya kedepan di Hotel Bumi, Minggu (10/11).

Selain itu juga akan meratakan pembangunan infrastruktur, SDM, dan Ekonomi dengan alokasi anggaran minimal 50-100 juta per RT pertahun. Di bidang pariwisata dirinya juga akan merevitalisasi kawasan cagar budaya dan peninggalan surabaya menjadi destinasi wisata sejarah baru.

Dengan visi misinya itu, dirinya yakin seluruh warga di Kota Surabaya semakin merasa memiliki kotanya dan memakmurkan masyarakat hingga di titik pelosok Kota Pahlawan. “Kita yakin lima tahun lagi seluruh titik di Surabaya akan merasa sebagai warga Kota Surabaya,” pungkasnya. [dre]

Pemkab Sumenep Terapkan Kebijakan Diversifikasi Pangan Sumenep, Bhirawa Pemerintah Kabupaten Sumenep mengeluarkan kebijakan diversifikasi pangan dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan di kabupaten berlambang kuda terbang ini.

arif yulianto/bhirawa

Bupati Mundjidah Wahab saat berdialog dengan warga yang rumahnya ditempeli stiker Bansos, Sabtu pagi (09/11).

Pemkab Lakukan Stikerisasi Rumah Penerima Bansos Jombang, Bhirawa Pemerintah Kabupaten Jombang mulai melakukan penempelan stiker (stikerisasi) di rumah-rumah warga penerima Program Bantuan Sosial (Bansos) di Desa Wringin Pitu dan Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Sabtu pagi (09/11). Pantauan di lapangan, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab bersama Wakil Bupati Jombang, Sumrambah serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait program ini melakukan penempelan stiker secara simbolis di dua rumah warga di Desa Wringin Pitu, dan dua rumah warga di Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan, penempelan

stiker dimaksudkan agar masyarakat mengetahui jika rumah yang ditempeli stiker merupakan rumah yang mendapatkan Program Bansos. “Ini adalah untuk verifikasi sekaligus validasi agar masyarakat mengetahui dan data-datanya jelas,” ujar Bupati Jombang di lokasi penempelan stiker di Desa Catak Gayam, Mojowarno, Jombang. Selain itu, Bupati melanjutkan, penempelan stiker Bansos tersebut juga dimaksudkan jika ada rumah warga sudah tidak sesuai dengan kriteria penerima Bansos namun masih mendapatkan bantuan, maka yang bersangkutan akan malu sehingga bantuan bisa diberikan kepada yang lebih berhak (dialihkan). “Jadi ini termasuk kita memberikan kepada masyarakat agar tidak ada

kecemburuan yang mana yang mestinya tidak berhak mendapatkan bantuan, dengan adanya stiker, maka diserahkan kembali agar diberikan kepada yang berhak,” lanjut Bupati. Disinggung terkait apakah stiker yang ditempel tersebut rawan terjadi kerusakan ataupun sengaja dirusak, Bupati menjawab, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena ada banyak pendamping Program Bansos di lapangan yang dibantu oleh perangkat desa untum memantau keberadaan program tersebut termasuk diantaranya terkait keberdaan stiker. “Data juga masih tetap ada. Jadi kalau memang nanti itu rusak, ya nanti akan diganti,” tandasnya. Saat ini dari informasi yang disampaikan Bupati Jombang, dari total sekitar 86 ribu penerima Program Bansos di Ka-

bupaten Jombang pada tahun 2019 ini, empat diantaranya mengaku telah mengundurkan diri sebagai penerima program. Oleh karenanya kata dia, dengan adanya penempelan stiker penerima Bansos tersebut diharapkan ada rasa malu bagi warga yang sudah tidak berhak mendapatkan bantuan, sehingga bantuan bisa dialihkan kepada warga lain yang lebih berhak mendapatkan Program Bansos dari pemerintah. Sementara itu, Buchori (48), warga Catak Gayam Kecamatan Mojowarno yang rumahnya ditempeli stiker Bansos mengaku dirinya merupakan penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir. [rif]

Malang, Bhirawa Rencana pembangunan Malang Creative Centre (MCC) yang digagas oleh Wali Kota Malang, H. Sutiaji, sudah dimasukan pada APBD tahun 2020, menuai pro dan kontra. Pasalnya ada sejumlah masyarakat yang keberatan jika pemkot Malang membangun MCC, sementara persoalan lain yang lebih mendesak masih sangat banyak.

Untuk memastikan pembangunan MCC ini, bisa berlangsung DPRD Kota Malang memberikan catatan khusus. Seperti yang disampaikan oleh Wiwik Sukesi, anggota Komisi B DPRD Kota Malang itu, mengemukakan pembangunan MCC sebenarnya belum mendesak. Tetapi pihaknya tidak bisa menghilangkan dari dokumen APBD, lantaran sudah di bahas oleh DPRD sebelumnya.

“Ini sudah masuk APBD, meskipun kami tidak ikut membahas, tetapi anggaran sebesar itu, kami harus bisa memastikan bahwa pembangunan MCC, secara prosedur hukum tidak ada masalah, dan pengelolaannya jelas,”tegas wanita yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan itu. Karena itu, menurut dia, persetujaun yang diberikan tersebut, dengan berbagai syarat, yang pertama adalah perencanaan. Dari sisi perencanaan

pembangunan gedung dengan delapan lantai untuk kepentingan umum di Kota Malang itu, harus dipertimbangkan tingkat efektifitasnya. Makanya, lanjut dia, Detail Enggineering Desaign (DED) juga harus diberikan Pemkot dengan jelas, pada Bulan Desember mendatang. Bersamaan daengan analisa dampak linkungan (Andal ) dan analisa dampak lalu lintas ( andal lalin). [mut]

Dewan Tak Keberatan Rencana Pembangunan MCC

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, salah satu kebijakan yang sesuai untuk diterapkan dalam mencapai kemandirian pangan itu adalah diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan merupakan suatu proses penganekaragaman pangan atau upaya peningkatan konsumsi pangan dengan prinsip gizi seimbang. Sejak tahun 2016 hingga tahun 2018 dari semua komoditi di Kabupaten Sumenep mengalami penurunan luas areal tanam, kecuali komoditi kedelai yang mengalami peningkatan yang sangat signifikan di tahun 2018 yaitu sebesar 424,06 persen. “Pada tahun 2016 luas tanam padi mencapai 60 ribu hektar. Sementara di tahun 2018 berkurang menjadi 20.175 hektar. Artinya, dari tahun ke tahun terus ada penurunan luas lahan tanam,” kata Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, Minggu (20/21). Ia menyampaikan, penurunan luas areal tanam itu disebkan terjadinya anomali iklim atau kemarau panjang dan terjadinya alih fungsi lahan yang terjadi setiap tahun. Dengan demikian, perlu adanya upaya komprehensif dan sistematis guna meningkatkan diversifikasi pangan

terutama pangan lokal. Saat ini terjadi permasalahan pangan dan gizi termasuk akses terhadap pangan terutama di kepulauan. Selain itu, konsumsi pangan masyarakat saat ini masih didominasi karbohidrat dari padi-padian dengan skor PPH sebesar 39,3 diatas standart nasional yaitu sebesar 25,0. “Sementara pemamfaatan pangan lokal masih rendah. Dapat di lihat pada skor PPH tahun 2018 untuk umbiumbian hanya sebesar 2,2 persen, padahal standart nasional sebesar 2,5 persen,” urainya. Ditambahkan, masyarakat dalam mengkonsumsi protein dari sumber pangan hewani masih di bawah standart. Pada yahun 2018 skor PPH seebsar 21,5, padahal standart nasional sebesar 24. Namun, secara umum kualitas konsumsi masyarakat tahun 2018 sudah ada peningkatan dengan skor PPH konsumsi sebesar 97,2. Melihat kondisi tersebut perlu adanya penguatan komitmen dan kerja keras semua stakeholder dilingkungan Pemkab Sumenep, termasuk dari dewan ketahanan pangan Kabupaten diujung timur Pulau Madura ini agar kondisi ini tidak semakin memburuk. [sul]

Pemuda Muhammadiyah Bantu Program Pemerintah Tulungagung, Bhirawa Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap Pemuda Muhammadiyah di Tulungagung untuk senantiasa selalu membantu program pemerintah. Program pemerintah tersebut sesuai dengan visi dan misi organisasi Pemuda Muhammadiyah yang bertujuan membawa kemanfaatan bagi masyarakat. Demikian dikatakan Pj Sekda Tulungagung, Sukaji, saat acara pelantikan pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (8/11) malam. “Pemuda adalah aktor perputaran kemajuan bangsa. Karena itu, kami minta untuk membantu program-program pemerintah,” ujarnya. Sukaji menyebut sebagai organisasi, Pemuda Muhammadiyah diharapkan terus berperan aktif dalam menyuskseskan pembangunan di Indonesia, khususnya di Tulungagung. Utamanya, dalam program yang bermanfaat bagi masyarakat. “Pemuda harus menjadi pelopor untuk berkemajuan,” tandasnya. [wed]

Upacara Hari Pahlawan, Jadilah Pahlawan Masa Kini Pemkot Surabaya menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-74 dan Hari Kesehatan Nasional ke-55 di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Minggu (10/11). Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir dalam upacara ini, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya, veteran, dan pekerja sosial masyarakat. Hadir juga sebagai peserta upacara ribuan pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Surabaya. Di sela-sela upacara, awalnya dibacakan pesan-pesan Pahlawan Nasional. Diantaranya Nyi Ageng Serang, Jenderal Sudirman, Moh. Yamin, Teuku Nyak Arif, Abdul Muis, Pattimura, Silas Papare, Bung Tomo, Gubernur Suryo, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, R.A Kartini, Ki Hajar Dewantara, dan I Gusti Ngurah Rai. Kemudian, acara diisi

dengan mengheningkan cipta selama satu menit. Upacara kemudian dilanjut dengan amanat pembina upacara yang dibacakan oleh inspektur upacara. Dalam amanatnya, Wali Kota Risma membacakan pidato Menteri Sosial. Ia menyampaikan bahwa setiap Hari Pahlawan, warga Indonesia diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Pada pertempuran tersebut, rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin

menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia. “Peristiwa Perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri,” kata dia membacakan amanat dari Menteri Sosial. Karena itu, ia berpesan bahwa semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut, hendaknya perlu terus ditumbuhkembangkan di dalam hati sanubari segenap insan Warga Negara Indonesia. Melalui momentum ini, diharapkan masyarakat lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan. “Sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita Bung Karno yang menyatakan bahwa hanya bangsa yang menghar-

zainal ibad/bhirawa

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forpimda saat menggelar upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Surya Balai Kota Surabaya.

gai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar,” katanya. Menurutnya, menjadi Pahlawan Masa Kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia,

dalam bentuk aksi - aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI. Seperti tolong menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu

ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya. Wali Kota Risma kembali berpesan, bahwa mometum Hari Pahlawan ini juga harus dimaknai dengan wujud nyata. Caranya, dengan terus membangun negeri menuju Indonesia maju. Hari Pahlawan kiranya bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai akifitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan. “Dengan menjadikan diri kita sebagai Pahlawan masa kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu marilah kita terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia,” katanya. [iib]


LEGISLATIF

Senin Kliwon, 11 November 2019

Halaman 3

Adi Sutarwijono: Kita Warisi Spirit Kebangsaan dalam Kebhinekaan Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, Hari Pahlawan mengingatkan peristiwa heroik arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Arek-arek Suroboyo berasal dari berbagai suku, golongan dan lapisan menjadi satu dalam perjuangan, dengan prinsip merdeka atau mati. “Hari ini kita mengenang pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945, yang tercatat sebagai pertempuran sangat berani. Hari ini kita mengenang jasa para pahlawan yang telah mendarmabaktikan hidupnya bagi kemerdekaan Indonesia,” kata Adi

Sutarwijono, usai Upacara di Balai Kota Surabaya, Minggu (10/11). Ia melanjutkan, generasi sekarang mewarisi kemerdekaan itu. “Kita warisi spirit kebangsaan dengan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam ideologi Pancasila, dalam semangat kebhinekaan,” kata Adi. Dilanjutkan, Kota Surabaya saat ini sudah berkembang semakin

maju. Pembangunan tidak pernah henti dari tahun ke tahun. “Kita jaga Surabaya sebagai “rumah bersama” yang aman dan damai,” kata Adi. Upacara Hari Pahlawan di Balai Kota Surabaya diwarnai drama kolosal pertempuran 10 Nopember. Drama diisi pakaian adat dari berbagai wilayah, yang mencerminkan kebhinekaan Indonesia. Sementara itu, dalam amanatnya, Wali Kota Risma membacakan pidato Menteri Sosial. Ia menyampaikan bahwa setiap Hari Pahlawan, warga Indonesia diingatkan kem-

DPRD Jombang Gelar Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan R-APBD Jombang Tahun 2020 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menggelar rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Jombang tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Jombang Tahun 2020 yang disampaikan oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab di hadapan anggota DPRD Kabupaten Jombang. Rapat paripurna dilangsungkan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jombang, Jumat malam (08/11). Rapat Paripurana dipimpin secara langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas’ud Zuremi. Tampak hadir mendampingi Bupati Jombang, Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Ahmad Jazuli, serta para Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab memberikan aresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota DPRD Jombang yang hadir pada paripurna tersebut sehingga terselenggara Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan atas Ranca-

andre/bhirawa

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono bersama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya berfoto bersama usai upacara memperingati hari Pahlawan di Balai Kota Surabaya, Minggu (10/11).

bali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. “Peristiwa Perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang

begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri,” kata dia membacakan amanat dari Menteri Sosial. Karena itu, ia berpesan bahwa semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut,

hendaknya perlu terus ditumbuh kembangkan di dalam hati sanubari segenap insan Warga Negara Indonesia. Melalui momentum ini, diharapkan masyarakat lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan. “Sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita Bung Karno yang menyatakan bahwa hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar,” katanya. Selain itu, momen Peringatan Hari Pahlawan ini diharapkan d a p a t m e m b a n g k i t k a n s e m angat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sebagaimana tema peringatan hari pahlawan masa kini. [dre]

Dewan Kabupaten Probolinggo Soroti AKB-AKI dan Stunting arif yulianto/bhirawa

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan APBD Jombang tahun 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jombang, Jumat (08/11). ngan Peraturan Daerah tentang Ang- Jombang tahun anggaran 2020, dalam garan Pendapatan dan Belanja Dae- melaksanakan pembangunan yang rah Kabupaten Jombang tahun 2020. merupakan hasil Musrenbang. “Semoga Rapat Paripurna ini dan “Untuk memaksimalkan kemampertemuan-pertemuan selanjutnya puan keuangan daerah, maka RKPD nanti dalam rangka mencermati disusun berdasarkan prioritas pemRancangan Peraturan Daerah ten- bangunan,” jelas Bupati. tang Anggaran Pendapatan dan Setelah Bupati Jombang, Hj MunBelanja Daerah tahun anggaran 2020, djidah Wahab membacakan Nota dapat berjalan lancar dan mampu Penjelasan Rancangan Anggaran memberikan umpan balik dalam Pendapatan dan Belanja Daerah proses perencanaan dan pelak- Kabupaten Jombang tahun 2020, sanaan pembangunan serta pe- Ketua DPRD Jombang, Mas’ud nyelenggaraan pemerintahan ke Zuremi menyampaikan, paripurna depannya,” kata Bupati Jombang. bakal dilanjutkan dengan paripurnaDikatakan Bupati, APBD meru- paripurna berikutnya dengan agenpakan intrumen kebijakan fiskal yang da seperti Pemandangan Umum utama bagi pemerintah daerah yang Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten memuat prioritas pembangunan dan Jombang serta Pendapat Akhir target yang akan dicapai sesuai Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten sumber daya yang tersedia. Jombang terkait Raperda Kabupaten “Penetapan prioritas yang dilak- Jombang tentang APBD Kabupaten sanakan pembangunan, merupakan Jombang tahun 2020. tanggung jawab pemerintah daerah “Mari bersama-bersama menuju untuk meningkatkan kesejahteraan tanggal 11 November 2019 yang akan masyarakat,” tambah Bupati Jombang. datang, dalam Pandangan Umum kita, Bupati menambahkan, R-APBD betul-betul cermat, kita betul-betul Kabupaten Jombang tahun 2020 me- memahami, kita betul-betul menyamrupakan implementasi Rencana Kerja paikan pertanyaan-pertanyaan yang Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten sesuai dengan koridor yang ada. Ini Jombang yang berisi program dan adalah tugas kita semua,” pungkas kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Mas’ud Zuremi. [rif/adv]

Probolinggo, Bhirawa Upaya Pemkab Probolinggo untuk mengurangi angka stunting sudah banyak dilakukan. Meski begitu, upaya tersebut masih tetap mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Probolinggo. Itu terlihat saat dewan kembali menggelar rapat paripurna. Rapat parpurna tersebut agendanya penyampaian laporan hasil kegiatan Badan Anggaran (Banggar) Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. Saat penyampaian itulah dewan juga menyoroti terkait stunting dan tingginya angka kematian bayi (AKB) dan dan angka kematian ibu (AKI) . Karena itu, pada 2020 dengan disetujuinya R-APBD 2020 nanti, dewan meminta pemda fokus dan serius untuk menangani hal itu. Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Jon Junaidi. Dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko. Segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat ikut

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo.

wiwit agus pribadi/ bhirawa

hadir. Begitu juga perwakilan BUMD dan BUMN di Kabupaten Probolinggo. Saat dikonfirmasi mengenai saran banggar, Wakil Ketua Dewan, Oka Mahendra Jatikusuma dari Golkar, Minggu (10/11) mengatakan, di Kabupaten Probolinggo sejatinya memang tinggi mengenai angka kematian ibu dan bayi serta stunting. Karena itu, pada 2020 pihaknya meminta agar pemkab lebih fokus untuk menangani hal itu. “Untuk ke depan harus lebih fokus. Terutama pencegahannya. Sehingga, angka kematian ibu dan bayi itu bisa berkurang. Caranya yaitu meningkatkan SDM. Sehingga, warga banyak mengerti mengenai itu,” katanya.

Begitu juga mengenai stunting, lanjut pria yang akrab disapa Oka itu. Ia menjelaskan, di Probolinggo memang ada perbedaan data. Yaitu pusat dengan daerah. Namun, tentunya pihaknya lebih mempercayai yang dari daerah. Pasalnya, data itu didapat dari posyandu yang ada di setiap desa. “Tetapi juga tidak boleh lupa mengenai ukuran. Ini penting. Timbangan yang dilakukan di posyandu dikhawatirkan tidak standar. Sehingga, tidak valid memberikan data. Karena itu, perlu adanya standardisasi. Sejauh ini sudah lumayan dengan penurunan dari 17 persen menjadi 16 persen,” ungkapnya. [wap]

Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur

Pentingnya Pemahaman Pakem Dalam Dunia Pewayangan Dalam memperingati Hari Wayang Nasional, Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Dalang Muda Tahun 2019 selama tiga hari mulai Kamis (7/11) – Sabtu (9/11), di UPT Taman Budaya Jatim, di Surabaya. Saat membuka kegiatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono itu mengingatkan pentingnya pemahaman pakem-pakem dalam dunia pewayangan bagi para dalang muda. Seperti para dalang senior agar lebih berhati-hati dan telaten dalam menurunkan ilmunya serta memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada juniornya. Hal tersebut dikarenakan dalang muda saat ini termasuk dalam kategori generasi milenial, dan masalah ‘Pakem’ adalah satu landasan penting yang harus ditanamkan ke setiap dalang muda. “Saya menitip kepada Pepadi (Persatuan Dalang Indonesia), dalam memberikan pengajaran dalang, cukup ‘pakem’nya saja, tidak perlu ilustrasi,” kata Heru. Pakem yang dimaksud adalah soal kaya akan filosofi, makna serta petuahpetuah tentang kehidupan yang diharapkan, yakni bisa disampaikan tak hanya kepada generasi saat ini, namun generasi mendatang. Sekdaprov juga menegaskan, pemahaman ‘pakem’ tanpa tambahan ilustrasi itu tidak bermaksud untuk

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono didampingi Kadisbudpar Jatim Sinarto meninjau ruang pameran yang bertema 'Ayang-Ayang

Foto-Foto Sanjoto Prijo Djatmiko UPT Taman Budaya Jatim

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono didampingi Kadisbudpar Jatim Sinarto usai menancapkan gunungan sebagai petanda dimulainya Festival Dalang Muda Jatim Tahun 2019. mengurangi daya kreativitas para kembali ke wayang, tetap harus seluruhan. Lakon sebagai akumulasi dalang muda. Namun sebagai upaya pada pakemnya,” katanya. kompetensi dalang ketika dalang tetap menjaga originalitas cerita yang Dikatakannya, pembukaan festival menguasai suatu cerita atau catur/ disampaikan melalui wayang. tahunan ini sebagai salah satu bentuk wacana terdiri janturan/deskripsi, Para dalang muda diharapkan bisa konsistensi Pemprov Jatim dalam pocapan/narasi, ginem/dialog karakter lebih memahami dahulu pakem dasar melestarikan warisan budaya leluhur. tokoh, mengekplorasi suluk vokal dalam dunia pewayangan, sebelum Dirinya berharap ‘dalang’ bisa berkibar dalang, melakukan dodokan keprakan, mengembangkan kreatifitas mereka hingga akhir hayat. hingga gending/karawitan,” ujarnya. melalui kreasi atau kolaborasi dengan Sebelumnya Ketua Juri Festival Dalang Sementara itu, festival yang berkesenian modern yang lain. Muda Jatim, Suyatno mengatakan, langsung 7-9 November 2019 ini diikuti “Mereka boleh melakukan inovasi diraihnya pemenang kali ini penilaiannya 17 dalang muda. Dalam pembukaan dalam sebuah pagelaran, pada saat berpijak pada unsur pedalangan dan Festival Dalang Muda tersebut juga goro-goro lalu campursarian boleh, pembobotannya yang lebih menentukan. terdapat momen flashmob atau tarian atau mungkin campursari dengan “Pembobotan paling tinggi pada masal berupa Tarian Remo Bolet yang o r k e s t r a j u g a b o l e h . T a p i j i k a ‘garap lakon’ yang mencakup ke- ditampilkan ratusan siswa sanggar tari

Pentingnya Profesionalisme Dalang Kegiatan Festival Dalang Muda ini perlu diselenggarakan pada setiap tahunnya, dikarenakan dengan cara inilah maka generasi saat ini memiliki rasa ketertarikan untuk meningkatkan kemampuan dengan mau dinilai dan kritisi, supaya sadar akan profesionalisme itu sangat penting. “Profesionalisme itu sangat penting, tanpa memberanikan diri untuk dinilai dan dikritis, maka jalan untuk profesional tidak gampang utnuk dicapai. Kami berteman dengan ISI Solo dan ISI lainnya menemani perjalanan dalang jatim yang akan berkarir menuju kemampuan yang profesional,” kata Kepala Disbudpar Jatim, Sinarto. Sinarto juga meminta pepadi (Persatuan Pedalang Indonesia) yang ada di kabupaten.kota harus memahami permasalahan pentingnya untuk menjadi profe-

sionalisme. “Bukannya beradu untuk mengalahkan, tetapi festival ini untuk mengendalikan diri menjadi orang yang profesional. Kalau tidak profesional, pasti akan kalah didalam persaingan,” ujarnya. Persaingan pedalangan, lanjutnya, tidak hanya dalam dunia pedalangan saja. “Pesaing dalang, tidak hanya teman dalang. Tetapi kesenian lainnya akan berebut pasar dalam masyarakat, yang diisi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Kehadiran dalang dibutuhkan jika dalang itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya,” katanya. Ia berharap, masyarakat bisa menerima produk yang dihasilkan dalam Festival Dalang Muda Jatim. “Sehingga masyarakat mampu merespon dalang yang bagus dan mengarah pada peningkatan kesejahteraan dalang itu sendiri,” tutupnya. [rac*]

Lima Dalang Penyaji Terbaik (non Rangking) Festival Dalang Muda Tahun 2019 -Mujahid Bintang B dari Kabupaten Ngawi dengan lakon “Adon-Adon Jago Wiratha”. -Grendy Damara Zulfar Syah dari Kabupaten Magetan dengan lakon “Karna Kawekas”. -Bagus Mustika Aji dari Kabupaten Gresik dengan lakon “Prasetya Dharma Sang Dewabrata”. -Yuricho Fajarus Shodiq dari Kabupaten Trenggalek dengan lakon “Karna Tanding”. -Dimas Dwipa Surya dari Kabupaten Pasuruan dengan lakon “Rabine Dasamuka”.

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono didampingi Kadisbudpar Jatim Sinarto meninjau stan UKM Wayang. dari sekitaran Taman Budaya, mulai kiman dan Cipta Karya (PRKPCK) Jatim dari usia SD hingga perguruan tinggi Mohammad Rudy Ermawan. Pada hari terakhir, menutup Festival Dalang Muda melebur menjadi satu. Ikut hadir di acara tersebut, Kadis- Tahun 2019 diselenggarakan pula budpar Jatim, Sinarto dan Kepala Dinas Wayang Kulit Periodik, menampilkan Ki Perumahan Rakyat, Kawasan Pemu- Rudi Gareng. [rac*]

Kadisbudpar Jatim Sinarto menyerahkan penghargaan pada kelima dalang muda terbaik Jatim tahun 2019.


OPINI

Senin Kliwon, 11 November 2019

Halaman 4

Sejarah Pemuda Santri Pertahankan Kedaulatan Bangsa

Tajuk

Pahlawan Jaga Kerukunan SPIRIT juangberkebangsaan patut senantiasa digelorakan pada momentum Hari Pahlawan. Perang Surabaya, 10 November 1945, menjadi tekad bersama mempertahankan kedaulatan negara bangsa (nation state) yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Segala bentuk penindasan akan dilawan melalui aksi nyata bersama. Tak terkecuali melawan in-toleransi, dan radikalisme (kanan maupun kiri), yang mengancam cita-cita proklamasi. Penjajahan ekonomi, politik, dan adu domba oleh bangsa barat, pada masa lalu, merupakan radikalisme yang nyata. Begitu pula adu domba (devide et impera), merupakan intoleranyang brutal. Meng-anggap bangsa Indonesia sebagai inferior (lebih rendah)merupakan rasisme sistemik. Maka sejak abad ke-16, berbagai pangeran dan raja dari suku-suku di seantero Indonesia telah mengobarkan anti-penjajahan. Perlawanan bangsa terjajah, berujung pada perang (gerilya) 10 November 1945 di Surabaya. Kelompok NICA (Nederlandsch Indie Civiele Administratie, klaim sebagai pemerintahan Hindia Belanda), coba menyusup. NICA mengintimidasi tentara Jepang, sekaligus menebar hoax adu-domba.Hari-hari setelah proklamai 17 Agustus 1945, dipenuhi perebutan kekuasaan. Termasuk perebutan gedung-gedung pemerintahan. Peranakan Belanda merasa “superior” karena didukung AFNEI. Sebagai pemenang Perang Dunia II, Sekutu mengirim AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies). Diberi kewenangan melucuti senjata tenta Jepang. Sekaligus menyerahkan kembali Indonesia menjadi Hindia Belanda di bawah kendali NICA. Misi AFNEI telah menyimpangdari perjanjian Sekutu dengan Jepang. Seharusnya, Indonesia diserahkan secara utuh kepada SEAC (South East Asia Command) di bawah Laksamana Mounbatten, dan Jenderal Blomoy (dari Australia). Rakyat arek-arek Suroboyo, menyerang warga Belanda, karena dendam lama ratusan tahun. Sampai komandan pasukan Inggris meminta bantuan presiden Soekarno menghentikan perang kota. Mata dunia terbuka. Setidaknya, melalui catatan Thomas Stamford Raffles, bahwa kolonialisme oleh Belanda dijalankan dengan prasangka buruk terhadap pribumi.Belanda dapat mempertahankan kekuasaan di Indonesai melalui politik adu domba. Bersyukur, spirit proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, menggelora kuat. Hari-hari pasca Proklamasi, sangat tidak mudah, karena NICA tidak mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia. Peranakan Belanda juga berebut menduduki gedunggedung aset pemerintah. Juga terjadi persaingan kekuasaan, antara Residen (pemerintah pribumi) dengan peranakan Belanda. Jepang tidak berdaya. Perang makin meluas. Kalangan pemuda yang tergabung dalam Laskar Hizbullah, meminta fatwa ulama tentang perang mempertahankan proklamasi kemerdekaan. Hal yang sama juga dilakukan Presiden Soekarno, mendatangi kediaman hadratus syeh KH Hasyim Asy’ary, di Jombang.Diperoleh fatwa, bahwa perang jihad fi sabilillah mempertahankan kemerdekaan, sebagai fardlu ‘ain. Menjadi kewajiban semua penduduk, laki dan perempuan. KH Hasyim Asy’ary mengundang ulama NU se-Jawa dan Madura, menjadikan fatwa jihad fi sabilillah, sebagai resolusi resmi. Informasi tentang resolusi jihad, disosialisasi melalui pengajian di kampung-kampung. Naskah Resolusi jihad dimuat di koran harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi, Jumat Legi, 26 Oktober 1945.Efek resolusi jihad, perang kota makin meluas, sampai komandan pasukan Inggris(Brigjen Mallaby) terbunuh. Inggris membalas, mengerahkan seluruh kekuatan, memborbardir Surabaya dari udara, laut, dan kavaleri darat. Lebih dari sepuluh ribu rakyat gugur sebagai syuhada’. Serta korban jiwa tentara Inggris (dan India) sekitar lima ribu personel. Perang besar 10 November 1945di Surabaya, menjadi perhatian internasional. Secara berangsur-angsur Inggris tidak mendukung kembalinya NICA sebagai penjajah. Masyarakat internasional memfasilitasi perundingan sebagai pengakuan proklamasi kemerdekaan. Sampai Indonesia berdaulat mutlak.Namun walau telah berlalu 74 tahun silam, sesungguhnya, perang belum selesai. Masih terdapat perangperang baru. Juga sediajihad melawan in-toleran, radikalisme, dan isu rasis politik adu-domba. [*]

Pahlawan Kesantunan Nasional Seorang remaja bernama Abdul Hamid, berguru di pesantren Tegalsari, Ponorogo, diasuh kyai Hasan Besari. Ke-gandrungan pada kitab kuning, Abdul Hamid melanjutkan belajar tafsir Al-Quran pada kyai Baidlowi, Bagelen, Bantul. Abdul Hamid, kelak, memberontak kepada penjajah Belanda. Mengobarkan Perang Jawa yang dahsyat (tahun 1825–1830).

A

bdul Hamid, tak lain, adalah Pangeran Diponegroro. Sewaktu lahir, ibunya memberi nama Mustahar. Sedangkan ayahnya, Hamengkubuwono III, memberinya nama Raden Mas Antawirya. Sebagai pewaris tahta Kasultanan (dan telah diberi mandat), ia memiliki nama (dan gelar) Abdul Hamid CokroAmirul Mu’mininSayyidin Panatagama Kalifatullah Tanah Jawa. Namun ia menolak tahta, karena merasa bukan putra dari permaisuri. Ia juga tidak tinggal di keraton, melainkan di kastil nenek buyutnya, di kampung Tegalrejo. Perang Jawa, gerilya selama 5 tahun, memerlukan biaya sekitar 20 juta gulden. Belanda kehilangan 8 ribu tentara berkebangsaan Eropa, 7ribu berkebangsaan Jawa dan Melayu. Tetapi korban pada pasukan Pangeran Diponegopo, juga sangat banyak. Total korban masyarakat Jawa sebanyak 200 ribu jiwa. Sehingga usai perang, warga Yogya bagai berkurang separuh. Itu perang paling dahsyat di dunia sepanjang abad XIX (19). Sebelum Pangeran Diponegoro, pengobar jihad fi sabilillah yang dahsyat, dikobarkan oleh Patih Unus. Pada tahun 1513, telah menyerbu Portugis di Malaka. Patih Unus, bernama asli Abdul Qadir bin Muhammad Yunus bin Syeh Khaliqul Idris. Ia memiliki trahhabaib (keturunan Kanjeng Nabi Muhammad ke-21). Kapten kapal Portugis, Fernao Peres, dalam surat (bertanggal 22 Pebruari 1513) yang ditujukan kepada penguasa Portugis, bercerita kehebatan jung (kapal induk) milik Patih Unus. Tembakan meriam besar Portugis bisa menjangkau jung, tetapi tidak tembus. Jung Patih Unus tetap utuh, karena berlapis besi tiga susun.Patih Unus gugur sebagai syahid pada penyerangan kedua, tahun 1521. Kepemimpinan tentara gabungan kerajaan Demak–Cirebon, diserahkan kepada Fatahilah, pemuda asal Pasai (Aceh).Juga berdarah habaib, dan menantu Raden Fatah pula. Berebut Negeri Makmur Tahun 1527, Fatahilah, berhasil mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa. Sekaligus mengubah nama

Jihad (berjuang) oleh santri secara angkat senjata selalu sambung menyambung. Pada awal abad ke-20, perjuangan dilanjutkan oleh Teuku Umar. Ketika meletus perang Aceh melawan daerah menjadi JayakarBelanda(tahun 1873), ta (Jalan Kemenangan). Umar masih berusia 19 Oleh : Tanggal penaklukan (22 tahun. Berdasar catatan seYunus Supanto Juni) Sunda Kelapa oleh jarah, pada 30 Maret 1896, Fatahilah, diperingati seTeuku Umar “disersi” dari bagai hari Jakarta. Daerah dinas kemiliteran Belanda. Sunda Kelapadibangun Dengan membawa pasukan plus 800 pada abad ke-5 oleh Tarumanegara, raja pucuk senjata api, 25 ribu butir peluru, Sunda. Pada abad ke-12 telah menjadi 500 kilogram amunisi, dan uang 18 kawasan pelabuhan yang makmur. Baribu dolar. nyak didatangi pedagang China, India, Setiap zaman memiliki tantangan dan Timur Tengah. Negeri Nusantara, jihad yang berbeda. Berdasar gramnegeri makmur, gemah ripah loh jinawi, mar Arab, kata “jihad” harus termenjadi incaran kolonialisme barat. dapat tantangan. Bersyukur, masa Berbagai komoditas porselen, kopi, kini di Indonesia terdapatperingatan sutera, anggur, wangi-wangi-an hingga HariPahlawan (10November),bagai kuda, diperdagangkan. Dari kerajaan men-dokumentasi-kan perang melawan se-Nusantara diperdagangkan rempahtentara Sekutu yang diboncengi NICA rempah.Pada tahun 1619, JP Coen (Be(Belanda). Karena nyata-nyata NICA landa) datang menyerbu, dan membakar ingin bercokol kembali meng-kolonialhabis kota Jayakarta yang dibangun isasi bangsa Indonesia.“Merdeka atau Portugis. Di atas puing-puing kota, JP Mati,” menjadi jargon perang Surabaya, Coen mendirikan kota baru, diberi nama 10 November 1945. Batavia. Penjajahan Belanda, dimulai. Sebagian wilayah (terutama IndoPerang SabilillahSurabaya nesia timur) masih dikuasasi Portugis, Hari perang Surabaya berkait erat yang menjajah secara brutal. Sering dengan Hari Santri, 22 Oktober 1945. memicu perang. Di Ternate, muncul Yakni, pernyataan“Resolusi Jihad”oleh panglima belia (usia 30 tahun), berkalangan Ulama se-Jawa dan Madura. nama Pangeran Baabullah, anak Sultan Resolusi Jihad diberitakan koran harian Khairun. Sejak remaja telah belajar Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi, ilmu agama, sekaligus digembleng keJumat Legi, 26 Oktober 1945. Karena militer-an. Pada tahun 1570, Portugis keterbatasan sarana komunikasi saat malah membunuh Sultan Khairun pada itu, berita tentang Resolusi Jihad, baru jamuan makan di rumah gubernur. diterbitkan setelah ulama Yogyakarta Pangeran Baabullah yang dilantik pulang dari Surabaya. menjadi raja baru Ternate, segera mengHari-hari setelah proklamasi 17 obarkan jihad fi sabilillah melawan PorAgustus 1945, warga Belanda di Suratugis. Tidak butuh waktu lama, seluruh baya menunjukkan arogansi. Bekas benteng Portugis bisa dikuasai pribumi. pejabat Hindia Belanda yang melariHanya menyisakan kastil gubernur Lokan diri ke Australia (dan mendirikan pez de Mesquita. Pangeran Baabullah, NICA), kembali berlayar menuju Indotidak menumpas habis keluarga Portunesia.Realita kedaulatan negara bangsa gis, karena sebagian telah berkeluarga (nation state) yang terancam penjajahan dengan pribumi. kembali, menjadi keprihatinan menJihad di Ternate, adalah perang dalam kalangan ulama. Maka, ulama Soya-soya (pembebasan negeri). Memem-fatwa-kan resolusi jihad. Wajib nang besar. Kastil gubernur Lopez, diberperang angkat senjata, bertaruh jiwaisolasi, tidak dapat berhubungan dengan raga, dan harta). dunia luar selama 5 tahun. Keluarga Pada klausul “Mengingat,” terdapat gubernur yang sudah menyerah, juga tiga kondisi riil yang menjadi pertimtidak dihabisi. Hanya diminta segera bangan. Dua diantaranya tentang meninggalkan Ternate. Seluruh teritokekejaman dan kejahatan penjajahan, rial Indonesia Timur, dipersatukan di dan pelanggaran kedaulatan terhadap bawah kekuasaan Sultan Baabullah. negara merdeka (Indonesia). Pertama, Bahkan Sultan Baabullah, tercatat dinyatakan,“Bahwa oleh pihak Belanda sebagai perintis hubungan diplomatik (NICA) dan Jepang yang datang dan dengan Inggris. berada di sini telah banyak sekali di-

jalankan banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman umum.” Pertimbangan kedua,“Bahwa semua yang dilakukan oleh semua mereka itu dengan maksud melanggar Kedaulatan Republik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali menjajah di sini,... .” Resolusi berpuncak pada klausul“memutuskan,”yang menyatakan,“Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.” Berselang sehari setelah terbit koran Kedaulatan Rakyat (27 Oktober), perang besar terjadi di Surabaya. Sepanjang hari-hari, sejak 27 Oktober 1945, benar-benarangkatsenjata. Berperangjihad (bertaruh jiwa, dan harta) mempertahankankemerdekaan yang telahdiproklamirkantigabulansebelumnya.Tiada perang 10 November 1945, tanpa resolusi jihad ulama. Proklamai kemerdekaan 17 Agustus 1945 belum diakui dunia, ditolak NICA. Indonesia di ujung penjajahan kembali. Resolusi jihad, dan perang Surabaya (10 November 1945) sudahberlalu74 tahun. Yang mengkhawatirkan, adalah teladan ke-negarawan-an semakin krisis. Hampir seluruh pejabat publik telah terkotak-kotak dalam “sekte” ke-parpol-an. Yang tidak satu parpol dianggap musuh, diserang melalui hoax (dan fitnah) di media sosial. Maka kini, diperlukan re-orientasispirit kejuangan kerukunan nasional, termasuk melalui peringatan Hari Pahlawan, dengan kontemplasi, dan istighotsah doa bersama. Kebersamaan dalam doa (diantaranya pembacaan shalawatNariyah). Jihad, masih perlu digalanguntuk mempertahankan kerukunan bangsa Indonesia yang bhinneka (plural). Kerukunan, termasuk tidak menista dalam medsos, menjadi pilar kemajuan negara bangsa. Kerukunan akan meng-gelora-kan kesetiaan, sedia berkorban dengan model jihad sesuai zaman. Terutama bersamasama meraih cita-cita proklamasi, yang tercantum dalam konstitusi. UUD pada mukadimah alenia keempat, menyatakan, “membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia danuntuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa ... .” Wartawan senior, penggiat dakwah sosial politik

Refleksi Hari Pahlawan, 10 November 2019

Revitalisasi Spirit Kepahlawanan “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (Bung Karno, 1966)

S

etiap tanggal 10 November sering dikenal dan kita peringati sebagai hari Pahlawan. Tanggal itu merupakan tonggak yang paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, terutama arek-arek Suroboyo dalam mengusir kolonialisme penjajah dari bumi pertiwi. Pekik Allahu Akbar tersebut mampu menggelorakan semangat kepahlawanan; patriotisme dan nasionalisme rakyat Indonesia dalam menggusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Saat ini merdeka dari kolonialisme penjajah asing sudah terlewati dan selesai. Namun bernahkah kita sudah merdeka dalam arti yang sesungguhnya? Merdeka dari penjajahan fisik perang memang ya, tapi kita belum merdeka dari yang lainya, terutama merdeka dari korupsi dan merdeka dari penjajahan ekonomi. Di zaman kemerdekaan seperti sekarang ini yang paling kita butuhkan adalah bukan pahlawan yang angkat senjata karena memang musuh besar kita bukanlah orang-orang yang bersenjata, melainkan pahlawan-pahlawan bangsa yang bernurani besar yang mampu berjuang secara konsisten dan tanpa pamrih untuk membebaskan negeri ini dari berbagai problem multidimensional. Begitu juga dengan semangat HARIAN

PENDIRI : Alm. H. Moch. Said PENASIHAT HUKUM: Poerwanto, SH, MH

nasionalisme bangsa kita. Semangat nasionalisme yang dibangun dengan susah payah, penuh dengan pengorbanan darah dan air mata oleh para pahlawan dan para founding father juga saat ini sedang mengalami degradasi. Nasionalisme sosial, politik, budaya, ekonomi dan kemanan bangsa kita pelan-pelan dan pasti terkikis seiring dengan munculnya persoalan multidimensional bangsa ini yang tak kunjung reda. Penjajahan ekonomi dan korupsi adalah dua dari sekian masalah besar yang akan menjadi ancaman serius bagi bangsa kita dalam membangun negara yang maju dan berdaulat jika tidak disikapi secara serius Penjajahan konvensional yang paling membahayakan negeri ini ke depan adalah ancaman penguasaan asset-asset ekonomi strategis Indonesia oleh pihak asing, dan perampokan uang negara yang berlangsung secara sistematis, struktural, dan masif. Di bidang ekonomi, misalnya, saat ini asing kini menguasai sekitar 70%-80% asset Negara, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga pertambangan. Sebut saja misalnya; asset di industry perbankan, bangsa asing menguasai lebih dari 50%. Begitu pula di sector migas dan batu baru 70%-75%, telekomunikasi sekitar 70%. Lebih parah lagi adalah pertambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasai asing mencapai 80%-85%. Asset negara yang masih kurang dari 50% yang dikusai asing hanya sector perkebunan dan pertanian. Namun demikian, bukan tidak mungkin, dua

sector yang berkait denkategori tanpa aturan gan hajat hidup orang hukum, karena selalu banyak tersebut pun ada praduga pemaka–pelan tapi pasti- juga ian kekuasaan untuk akan jatuh ke tangan mencapai suatu tujuan asing . Pendek kata, kita selain dari tujuan yang yang memiliki sumber tercantum dalam pedaya alam yang begitu limpahan kekuasaan berlimpah, tapi semua tersebut. Berbicara itu hingga kini didaulat terkait dampak koruOleh : oleh perusahaan asing psi, sebenarnya tidak Umar Sholahudin atau orang indonesia ansich berkaitan deyang menjadi cukungngan kerugian keuannya orang asing atau gan negara namun kaum predator. Hal ini jangkauanya sangat memicu kekhawatiran nasional, dan luas. Adanya kemiskinan, kekurangjika tidak ada dukungan dan kebijakan an sumber daya alam, bencana alam, nasional yang pro rakyat, maka lambat kemerosotan moral adalah salah laun seluruh asset negara akan jatuh satu penyakit yang berasal dari kata ke tangan asing. Dan ujungnnya, “korupsi”. Potensi kerugian negara ketahanan nasional kita akan semakin akibat korupsi sudah mencapai puterancam. luhan trilujh rupiah. Persoalan lain yang tak kalah Berdasarkan data yang dimiliki parah dan menggerogoti bangsa ini Direktorat Jenderal Otonomi Daerah adalah masalah korupsi. Dalam arti (Otda) Kementerian Dalam Negeri luas, pola pada arti sempit “Korupsi (Kemendagri) dari tahun 2005 hingga “, korupsi seperti panu yang sudah Agustus 2014, terdapat 3.169 anggota menjamuri seluruh tubuh Republik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Usaha-usaha untuk memberantas- (DPRD) terlibat kasus korupsi baik nya, baik yang bersungguh-sungguh di tingkat provinsi maupun kabumaupun yang hanya sekadar menjadi- paten atau kota. Berdasarkan data kanya komoditas politik nasional atau Kemendagri, dari tahun 2004-2017 internasional, sudah berulangkali di- terdapat 392 kepala daerah yang lakukan. Tapi seperti biasa, setiap usa- tersangkut kasus hukum. Dari jumlah ha, seruan itu diawali selalu dengan itu, 313 kepala daerah tersangkut tanda seru dan diakhiri dengan tanda kasus korupsi. Angka ini akan terus tanya besar. Pandangan tentang koru- meningkat menyusul hasil tangkapan psi memiliki beragam perspektif. Da- baru dari KPK dalam satu tahun lam Perspektif sosiologis, H. A. Brasz terakhir. Terakhir adalah Walikota (1963) memasukan korupsi dalam Medan Dzulmi Eldin yang terkena

operasi tangkap tangan (OTT) KPK, karena kasus jual beli jabatan. Dalam daftar KPK, Eldin ini menjadi pasien KPK yang ke 120. Sejak penerapan otonomi daerah, sekitar 70 persen dari total kepala dan wakil kepala daerah diseret ke meja hijau. Anehnya, data statistik itu tidak membuat efek jera pejabat-pejabat lain. Meskinpun penjajahan fisik atau kolonialisme asing sudah berakhir dan kita kini sedang berusaha untuk mengisi kemerdekaan, namun bukan berarti kita tidak membutuhkan para pahlawan-pahlawan baru untuk mengatasi berbagai problem bangsa ini yang cukup krusial. Tantangan dan ancaman bangsa ini bukan dari penjajahan fisik, namun penjajahan non fisik seperti masalah kemiskinan, penguasaan aseet Negara oleh asing, dan masalah korupsi. Masalah terakhir ini yang menjadi rakyat dan negeri ini loyo, miskin, dan tak berdaya dan bahkan mengancam sendisendi kehidupan masyarakat dan negeri ini. Sendi-sendiri kehidupan negeri ini menjadi rapuh, lumpuh, tak mampu bangkit apalagi maju. Inilah bentuk penjajahan gaya baru yang coba dipraktikkan oleh pihak asing dan komprador asing di Indonsia dan tentunya kondisi ini akan menjadi ancaman serius bagi semangat nasionalisme Indonesia dan pembangunan bangsa yang berdaulat. Kedaulatan nasional mudah dipengaruhi bahkan diintervensi oleh pihak asing. Dengan melihat realitas, kita bagaikan hidup di

bawah pengaruh dan tekanan asing, tidak bisa lepas (baca: merdeka) dari segala bentuk penjajahan asing, terutama penjajahan politik, korupsi, dan ekonomi. . Mantan Presiden Soekarno pernah mengatakan; jika ingin membangun nasionalisme bangsa yang kuat, maka harus dibangu, tiga pilar atau yang dikenal dengan Trisakti, yakni: 1) Berkemandirian dalam Ekonomi; 2) Berkedaulatan dalam Politik; dan 3) Berkepribadian dalam Kebudayaan. Problem nasional ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama para pemimpin dan generasi muda bangsa ini. Bagaimana membangun kembali spirit kepahlawanan dan semangat nasionalisme baru Indonesia menuju negara yang maju dan berdaulat?. Nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme pada masa kini perlu diaktualisasikan kembali, dan direvitalisasi dalam bentuk sikap, perilaku dan tindakan yang lebih nyata. Negeri ini membutuhkan pahlawanpahlawanan otentik yang berjuang dan berkorban untuk negeri tanpa pamrih. Bangsa ini membutuhkan pahlawan-pahlawan bangsa yang berani melawan dominasi dan hegemoni asing atas kekayaan sumber daya alam Indonesia dan asset dan melawan penyakit korupsi. Dosen Sosiologi FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Mahasiswa S3 FISIP Unair, Surabaya

PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB : Nawang Esthi Lestari PEMIMPIN REDAKSI : Wahyu Kuncoro SN WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : Wawan Triyanto REDAKTUR PELAKSANA: Gatot Suryo Widodo KOORDINATOR LIPUTAN : Bambang WN, Zainal Ibad REDAKTUR: Choirul Anam, Anangsyah Isfianto, Sufendi Dimyati, Andre Endrayana Sasmita, Helmi Supriyatno, Reporter : M. Ali, Siti Sulistiani, Rachmat Caesar BSW, Zainal Ibad, Adit Hananta Utama, Abed Nego, Gegeh Bagus Setiadi, Diana Rahmatus Sholichah Fotografer: Trie Diana Indahwati Malang: M. Taufiq, Kabupaten Malang : Cahyono Nor Rochmah, Kota Batu: Anas Bachtiar, Kediri: Ervan Kholis, Pasuruan : Hilmi Husein, Pamekasan: Syamsuddin, Lumajang: Dwi Wismo Wardono, Probolinggo: Wiwit Agus Pribadi Jember: Effendi, Sampang: Nur Cholis, Sumenep: Agus Irianto, Samsul Arifin, Bondowoso: Samsul Tahar, Situbondo: Sawawi, Tulungagung: Hadi Sucipto, Wiwieko Dh, Ponorogo: Yanuar Lamongan: Suprayitno, Jombang: Romadlon, Fathoni, Mojokerto: Hasan Amin, Kariyadi Sidoarjo: Ali Kusyanto, Hadi Sujitno, Achmad Suprayogi Gresik: Kerin Ikanto, Rokim, Tuban: Khoirul Huda Madiun: Sudarno, Blitar: Hartono, Nganjuk: Ristika, Bojonegoro: Achmad Basir, Trenggalek: Wahyu Asmoro, Jakarta: Tjitjik Rahayu. Direktur Utama: Nawang Esthi Lestari, Direktur Umum: Wahyu Kuncoro SN, Direktur Keuangan Mira Damayanti Komisaris Utama: Sugeng Praptoyo, Komisaris: Bambang WN, Hasan Amin, Suprayitno, Malang: Gatot Soekardi, Ratna Nirmala, Lumajang: Didit Nur Jadit, Bondowoso: Hasto Pramudyo, Manager Produksi, Sirkulasi dan Periklanan: Sri Eddy Haryanto, Manajer Keuangan: Anangsyah Isfianto, Administrasi Keuangan: Etti Sri Kustini, Sri Poernomo, Sekretaris Perusahaan: Rani Cholyvianti, Sirkulasi: Titiek Yuliati (Koordinator), Andi Basuki, Nike Kusumawati, Utomo Pagon, Distribusi: Tatok Arly (Koordinator), Suparto, Mulyadi, Pracetak:Ali Sulkan (Koordinator), Danu Setiawan, Achmad Tauriq Imani, Trisno purnomo, Onny Agung S, Oki Abdul Sholeh. Sekuriti: Saiful Hidayat, Akhmad Mukhdor Daniyal Alamat Kantor Pusat/Iklan/Redaksi: Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031- 561-5454, Fax : 031-561-9009, Email Iklan: bhirawa_indragiri@yahoo.com, Email Redaksi: harian_bhirawa@yahoo.com Sirkulasi: Jalan Pengenal 5, Surabaya (60174), Telp : 031- 547-0650 (3 lines), Fax : 031-534-3359, Email Sirkulasi: bhirawasirkulasi@yahoo.com Bhirawa Online : http://www.harianbhirawa.co.id Bank: Bank Mandiri (BBD Jembatan Merah) Surabaya, No. Rek:140.0080000053, Percetakan: PT Media Nusantara Press, Kawasan Industri SIER, Jl. Rungkut Industri III No.49, Surabaya SIUPP: Nomor 159/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986, 22 April 1986.

Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 7.500/baris (maksimal 5 baris), Iklan Tender/Lelang Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display warna (FC) Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display hitam putih (BW) Rp.7.500/mm kolom. Harga belum termasuk PPn 10%.


PELAYANAN PUBLIK Tunggakan Klaim BPJS di RSUD Jombang Rp 60 M Halaman 5

Senin Kliwon, 11 November 2019

Jombang, Bhirawa Terhitung mulai bulan Juni, Juli, dan Agustus 2019, klaim pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mencapai 36, 5 Milyar Rupiah. Jumlah tersebut masih ditambah klaim pada bulan Oktober dan November 2019 sekitar 25 Milyar Rupiah, sehingga jika ditotal, tunggakan klaim yang seharusnya dibayar pihak BPJS kepada RSUD Jombang sekitar 60 Milyar Rupiah.

Arif Yulianto/ Bhirawa

Loket pelayanan BPJS di RSUD Jombang.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran mengatakan, untuk klaim dari RSUD Jombang kepada pihak BPJS bulan Juni, Juli, dan Agustus2019 sudah mengalami jatuh tempo dan sudah ada berita acaranya, namun hingga saat diwawancarai sejumlah wartawan, kemarin, Pudji Umbaran mengatakan, klaim tersebut masih belum dibayar oleh pihak BPJS. ”Kalau kita total dalam tiga bulan itu, kurang lebih sekitar 36, 5

Milyar. Belum lagi tambahan susulan-susulan yang lain,” ujar Pudji Umbaran. Pudji Umbaran melanjutkan, pihaknya membuat estimasi jika per bulan ada klaim BPJS sebesar 12, 5 hingga 13 Milyar Rupiah, maka pada bulan Oktober dan November 2019 juga terdapat klaim pembayaran BPJS yang ada di RSUD Jombang sebesar kurang lebih Rp 25 Miliar. ”Kalau kita total semuanya

ya mungkin hampir 60 Milyar yang belum dibayar BPJS,” ungkapnya. Tentunya jika ada keterlambatan pembayaran klaim BPJS seperti itu, Pudji Umbaran menambahkan, RSUD Jombang juga mengalami gangguan pada ‘cash dan flow’ di rumah sakit tersebut karena dalam melakukan pelayanan juga membutuhkan modal. ”Modal yang paling utama adalah kefarmasian, mamin pasien, kemudian operasional rumah sakit, dan gaji karyawan kan nggak bisa ditunggak. Dan itu harus kita belanjakan setiap saat,” lanjut dia. Sehingga ketika ada keterlambatan pembayaran klaim oleh pihak BPJS, sambung Pudji, pihaknya akhirnya juga mengalami keterlambatan pembayaran pembelian kefarmasian, alat kesehatan, yang berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Pihaknya berharap kepada pihak BPJS agar segera melakukan pembayaran tunggakan. Pudji Umbaran juga menandaskan, pihaknya sudah melakukan langkah advokasi kepada pihak BPJS Mojokerto, namun jawaban yang diterima bahwa, belum ada kuncuran anggaran ulang dari Pemerintah Pusat yang berakibat adanya keterlambatan pembayaran. “Memang dalam beberapa kesempatan BPJS menyampaikan mereka ada program yang namanya SCF yakni dana talangan dari bank yang ditunjuk oleh BPJS untuk bisa memberikan dana talangan, tetapi pada rumah sakit pemerintah ada beberapa hambatan, harus membayar bunganya. Belum lagi biaya-biaya di luar bunga itu kan masih ada. Dan itu nilainya tidak mencukupi ketika ada denda yang dibayar oleh mereka,” bebernya.[rif]

LINTAS PELAYANAN

1.909 Warga Kanor Bojonegoro Terima Sertifikat Program PTSL Bojonegoro, Bhirawa Sebanyak 1.909 sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2019 warga Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro diserahkan langsung oleh Pemkab Bojonegoro, bertempat di Lapangan Desa Temu, kemarin. Dalam acara tersebut, hadir juga Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ninik Susmiati selaku perwakilan Bupati Bojonegoro, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro Yeri Agung Nugroho, Forkopimca Kanor dan beberapa tamu undangan lainya. Kepala Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Sentot Pramono, mengaku masyarakat Desa Temu sangat antusias warga untuk mendaftar dalam program pemerintah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat Temu yang mendatangi balai desa untuk mendaftarkan guna mendapatkan sertifikat kepemilikan tanah. “Ada 1.909 warga di Desa Temu yang mendapatkan sertipikat bukti kepemilikan tanah dari pemeritah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019,” ungkapnya. Menurutnya, sebelumnya dari pihak desa telah menyosialisasikan program PTSL ini kepada Masyarakat. Bahkan warga yang mendaftar dalam program ini juga sangat banyak. “Masyarakat sangat antusias dengan progam ini, saya juga berterimakasih kepada Pemkab, Forkopimca, TNI, Polri dan tentunya masyarakat Desa temu yang ikut mensukseskan progam ini,” terang Sentot. Sementara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ninik Susmiati mengatakan, program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini merupakan program strategis nasional, dalam rangka memberikan kepastian hukum dan fakta atas kepemilikan bidang tanah. Sebab tanah merupakan aset yang sangat berharga dan bernilai. “Dalam program penyerahan sertifikat hari ini, jumlah yang mendapatkan sertifikat di Desa Temu sebanyak 1.909 dan menjadikan Desa Temu sudah tuntas dalam hal PTSL,” ujar Nini Susmiati. Menurutnya, dengan diserahkannya sertifikat tanah tersebut, maka akan berdampak positif bagi warga dalam memperoleh status tanah yang jelas. “Saya yakin ini bentuk kesungguhan Pemerintah dalam memberikan program setrategis,” katanya. Lanjut Anik, mantan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro ini, acara ini juga dalam rangka meminimalisir dan mencegah hal yang tidak diharapkan maka pemerintah meluncurkan program PTSL. ”Tanah yang kita miliki dilindungi oleh adanya sertfikat, dan dalam proses pengurusannya sangat mudah dan murah. Selain itu program PTSL ini mudah, karena petugas yang mendatangi masyarakat untuk dilakukan pendataan dan penataan tanah,” terangnya.[bas]

Wakil Ketua IKAL Lemhannas Komisariat Jatim Dr Ir Wahid Wahyudi MT didampingi Sekretaris IKAL Jatim Mamiek Djatmiko saat menyerahkan bantuan di Liponsos, Keputih Surabaya, Minggu (10/11) kemarin.

Momentum Peringati Hari Pahlawan

Alumni Lemhannas Jatim Baksos Peduli Liponsos Surabaya, Bhirawa Membangun ketahanan nasional bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya dengan membangun kebersamaan yang dilandasi cinta dan peduli dengan sesama. Spirit inilah yang melandasi Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Provinsi Jawa Timur (Jatim), menyelenggarakan bakti sosial (Baksos) di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), Keputih, Surabaya, Minggu (10/11) kemarin. “Ancaman dan gangguan ketahanan nasional akan bica dicegah kalau

kita bisa saling bergandeng tangan,” kata Wakil Ketua IKAL Jatim Dr Ir Wahid Wahyudi, MT yang memimpin kegiatan baksos kemarin. Menurut Wahid Wahyudi, kegiatan baksos merupakan bentuk perhatian IKAL Jatim terhadap kelompok masyarakat yang butuh perhatian, sehingga bisa mengurangi kesenjangan sosial dalam masyarakat. “IKAL Jatim merasa peduli dan terpanggil untuk bersamasama berperan memecahkan permasalahan bangsa. Salah satunya melalui baksos peduli Liponsos ini,”

kata Wahid Wahyudi. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa timur ini menambahkan melalui Baksos ini, IKAL Jatim ingin berbagi cinta, kebahagiaan dan senyuman dengan saudara saudara di Liponsos. Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris IKAL Jatim Mamiek Djatmiko menambahkan beberapa kegiatan yang dilakukan dalam baksos tersebut di antaranya merapikan jalur air dari PDAM ke filter air minum dan jalur ke tandon air bersih. Kemudian pemasangan pipa air

Wali Kota Minta Penguatan Program Sanitary Landfill di TPA Supit Urang Malang, Bhirawa Wali Kota Malang, Sutiaji, akhir pekan kemarin, melakukan sidak pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Sidak dilakukan untuk mendapatkan gambaran dari titik himpun akhir sampah.

“Produksi sampah kota Malang, sangatlah tinggi. Ada tidak kurang 600 ton/hari dari berbagai sumber. Mencermati kota kita adalah kota urban, kota yang sangat diminati untuk dikunjungi dan juga dijadikan pilihan untuk bertempat tinggal, berusaha hingga menempuh pendidikan, maka

ke depan volume sampah akan semakin tinggi dan pasti jadi masalah tersendiri kalau tidak ada langkah penanganan dan pengelolaan secara terpadu,” tutur Sutiaji. Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun dan melakukan edukasi secara

terus menerus tentang budaya bersih, melakukan langkah pemilahan jenis sampah mulai tingkat rumah tangga, tertib waktu pengambilan sampah dan tentu tidak berperilaku membuang sampah tidak pada tempatnya. Ia mendorong DLH Kota Malang untuk menguatkan secara

terus menerus model TPA dengan sistem penguraian (usefull system). “Artinya (ke depan) tidak ada lagi pola sampah ditumpuk ditimbun, begitu terus terusan, dan berganti dengan mendaur atau menjadikan sampah itu sebagai energi yang terbarukan (terurai),” pinta Sutiaji.[mut]

minum, pembuatan area jemuran, pembuatan gutter untuk jalur pembuangan air kotor, pemasanagan rangka besi untuk jemuran dan pemasangan speaker ke barak-barak untuk theraphy music, lengkap dengan amplifier. Selain bantuan berupa pembangunan insfrastruktur, IKAL Jatim juga menyerahkan bantuan lain berupa pembasmi lalat, minyak kayu putih, scabicid/scabimite (salep untuk kurap dan kudis), malation/cynoff (obat fogging nyamuk) dan baygon cair. Ada lagi kran air, tali tampar jemuran, sapu lidi, cat besi hitam, thinner, cat tembok putih, plakat tulisan air minum dengan logo IKAL Jatim, air mineral dan gelas dengan logo IKAL.”Momentum Hari Pahlawan ini sengaja kami pilih sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan. Kalau pahlawan sudah berjuang memperebutkan kemerdekaan. Maka generasi saat ini harus tetap berjuang untuk mewujudkan kesejahterasaan bersama,” kata Notaris yang dikenal aktif dikegiatan-kegiatan sosial ini.[why]

PELAKSANA PUBLIK

Non ASN Pembersih Sampah Pasar di Sidoarjo Dicover Dua BPJS Para tenaga pembersih sampah yang ada di 19 unit pasar di Kabupaten Sidoarjo, mulai tahun 2019 ini juga akan dicover dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka yang termasuk tenaga harian lepas (THL) atau pegawai non ASN yang berada di lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo tersebut, Jumlahnya ada sebanyak 172 orang. Kepala Bidang Pasar, Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Nawari SH, mengatakan pekerjaan para THL non ASN ini beresiko dengan kesehatan mereka. Karena tiap hari mereka berkutat dengan sampah pasar yang bau dan kotor. “Tanpa para THL ini, kondisi unit pasar yang ada di Sidoarjo akan sangat kotor. Karena itu keberadaan mereka sangat kami butuhkan,” kata Nawari, ditemui saat kegiatan sosialisasi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, di Kan-

tor Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Jumat (8/11) akhir pekan lalu. Para THL non ASN tenaga pembersih sampah pasar ini, kata Nawari, bekerja di 19 unit pasar yang ada di 17 kecamatan. Khusus di Kec Jabon, tidak ada unit pasarnya. Menurut alilus/bhirawa Nawari, untuk THL yang pria THL non ASN tenaga pembersih sampah di pasar di Kabupaten Sidoarjo dicover BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. tiap hari membersihkan samNawari, juga termasuk untuk pihaknya selain memberikan pah-sampah sampai yang bera- kitar kantor unit pasar saja. Fasilitas BPJS Kesehatan dan anak dan istri mereka. Khusus fasilitas BPJS Kesehatan dan da di sudut-sudut pasar dan TPS di pasar. Sedangkan THL yang BPJS Ketenagakerjaan yang tenaga pembersih sampah yang BPJS Ketenagakerjaan juga perempuan, membersihkan se- diberikan tersebut, lanjut ada di TPS pasar, kata Nawari, menganggarkan sebulan sekali

untuk kebutuhan minum susu. Dimaksudkan untuk menjaga kesehatan mereka. Edi, salah satu tenaga THL pembersih sampah pasar, yang ditemui disela-sela kegiatan sosialisasi BPJS tersebut merasa bersyukur ada perhatian dari Pemkab Sidoarjo. Edi, yang bertugas membersihkan sampah di pasar Wadung Asri Kec Waru, mengatakan semoga fasilitas BPJS kesehatan akan bermanfaat bagi dirinya. Karena setiap hari pekerjaannya bersentuhan dengan sampah yang kotor dan bau yang banyak mengandung penyakit. “Yang berat itu membersihkan sampah yang basah yang berbau, apalagi sampai muncul ada belatungnya. Tapi karena sudah jadi tugas, tetap kita bersihkan,” kata Edi, yang mengaku sudah 10 tahun menjadi tenaga pembersih

sampah di pasar. Apalagi sebentar lagi menjelang musim hujan. Kondisi sampah-sampah di pasar akan semakin parah dan sulit untuk membersihkannya. Di pasar Wadung Asri itu, kata Edi, setiap harinya sampah pasar yang diangkut ke TPA Jabon sebanyak 1 truk. Karena pasar ini menurutnya ramai. Karena penduduk di sana padat. Dalam kesempatan berbeda, Kepala BKD Kabupaten Sidoarjo, Ridho Prasetyo SSTP, mengatakan mulai Bulan Oktober 2019 kemarin, semua jenis pegawai non ASN yang ada di Kab Sidoarjo dicover dengan fasilitas BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. “Tujuaanya, untuk memberikan dan meningkatkan kesejahteraan bagi para non ASN di Sidoarjo,” katanya.[kus]


PENDIDIKAN, KEBUDA

Halaman 6

Senin Kliwon, 11

Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Bentuk Ekosistem Inovator Resmikan Laboratorium Virtual Reality ITS Surabaya, Bhirawa Menristekdikti dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro meresmikan laboratorium Virtual Realty (VR) Intitute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Minggu (10/ 11). Ia berharap ini merupakan langkah dalam mengembangkan research and development serta inovasi yang bisa mengoptimalkan penggunaan VR. "Meskipun populer di dunia entertainment (hiburan) tapi kami ingin tak hanya berhenti menjadi entertainment saja. Tapi juga menjadi kekuatan peneliti di Indonesia untuk menghasilkan produk yang lebih lanjut,'' ungkap Prof Bambang. Pasalnya, lanjutnya, dari VR sendiri pemanfatannya bisa menyasar ke berbagai sektor. Seperti kesehatan, kedokteran dan pengembangan proses manufakture. Di samping itu juga bisa digunakan untuk proses pembelajaran dan penelitian. "Maka dari pada membawa kelompok mahasiswa ke pabrik maka akan lebih baik, dibuat filmnya dulu dan mahasiswa cukup menggunakan VR di ruang kelasnya. Karena dengan VR ini kita bisa melakukan penelitian atau eksplorasi tanpa harus berada ditempatnya,'' jelasnya. Menurutnyaa, VR menjadi salah satu alat atau instrumen yang paling banyak digunakan dalam era revolusi industri 4.0. Maka bertepatan dengan Hari Pahlwan yang jatuh pada 10 Nopember ini, Prof Bam-

bang juga meminta agar para mahasiswa dan dosen untuk menjadi pahlawan di bidang teknologi. Yang terpenting, inovasi itu bisa memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong akademisi untuk mem-

bentuk ekosistem dalam melahirkan inovasi. Hal itu terkait dengan harapannya untuk menghasilkan inovator lebih banyak target Indonesia maju 2045. Maka dalam program kerja lima tahun kedepan, pihaknya fokus dalam menggarap integrasi research, penelitian dan inovasi. "Kami ingin mendorong ekosistem yang melahirkan inovasi. Karena kami lihat untuk menjadi negara maju 2045 kita harus mengubah konsep ekonomi kita dari efisiensi driven ekonomy menjadi inovation driven economy,'' tegasnya. Sementara itu, anggota laborato-

Diana Rahmatus Sholichah/bhirawa

Menristek dan Kepala BRIN, Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro ketika mengelilingi kampus ITS melalui alat Virtual Reality.

rium VR ITS, Thomas Ari Krisdianto menuturkan nantinya, laboratorium akan diperuntukkan bagi multi departemen. Sehingga diharapkan semua departemen berinduk pada yang tertarik dengan dunia VR. Terlebih dalam lingkup kampus, VR akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Selain itu, juga bisa digunakan untuk perawatan dan sistem operasional enginering. Misalnya mereka yang bekerja di pembangkit tenaga listrik bisa mempelajari sistem yang bekerja dalam pembangkitnya lewat VR. Kemudian, mereka bisa menentukan masa pemeliharaan, kerusakan dan deteksi. "VR sendiri sebenarnya metode berkomuniasi dengan visual dan rasa. Karena ada getaran, ada motion yang bisa dirasakan. Dan mempunyai view 360 derajat supaya kita bisa berjalan. Jadi memang sangat interaktif,'' urainya. Thomas juga menuturkan, ada empat tema yang akan dikerjakan dalam laboratorium VR nantinya. Yakni biomedik, berbasis mobil dengan sistem thor yang dimiliki ITS, pembangkit tenaga listrik dan layanan di dalam ITS. "Rencana kedepan kami ingin dunia VR lebih personal dinikmati dan aplikatif. Ke depan kita juga aknn mengembangna suhu dalam VR agar bisa dirasakan,'' pungkas dia. [ina]

Rektor Unair, Prof Nasih menjadi inspektur

Maknai Pahlawan Surabaya, Bhirawa Tepat pada peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 Nopember 2019 ini mempunyai makna yang berbeda bagi Universitas Airlangga (Unair). Pasalnya, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Unair yang ke 65 tahun. Upacara dihelat di depan Gedung Rektorat Kampus C. Rektor Unair, Prof Dr Moh Nasih dalam pidatonya mengatakan, peringatan Hari Pahlawan itu sepatutnya digunakan untuk menghargai jasa para pahlawan yang

telah gugur serta melanjutkan perjuangan dengan caranya masing-masing. Menjadi pahlawan di masa kini tidaklah harus dengan turun ke medan laga dan berdarah - darah mengusir penjajah. "Hanya dengan berbekal kaos oblong, seperti kawan - kawan semuanya, mungkin juga dengan celana gombor, dan bahkan hanya dengan bersarung kumal, kita semua bisa menjadi pahlawan,'' ujar Prof Nasih. Lebih lanjut, ada banyak cara yang bisa dilaku-

LIPUTAN

SMPN 1 Situbondo, Satu Satu

BANGKU POJOK

Ajarkan Kejujuran, Beri Pendidi

BPCB Temukan Struktur Bangunan Purbakala di Songgokerto Kota Batu, Bhirawa Kota Batu masih memiliki potensi adanya bangunan yang disinyalir sebagai peninggalan purbakala. Hal ini diketahui dengan ditemukannya sudut - sudut struktur bangunan purbakala di Punden Rondo Kuning oleh Tim penggalian Badan Pelestarian Cagar Budaya Trowulan (BPCB Trowulan) Jawa Timur (Jatim). Kini BPCB meneliti adanya potensi hubungan Punden Rondo Kuning dengan Candi Songgoriti yang ada di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Kasi Sejarah Purbakala, Dinas Pariwisata, Kota Batu, Noerad AP menjelaskan, dari temuan sudut bangunan di sekitar Punden Rondo Kuning ini membuat tim memperkirakan adanya candi ukuran luas 6 kali 6 meter. Temuan ini diperoleh setelah tim melakukan lima hari penggalian hingga Hari Jumat (8/11). "Penggalian ini melanjutkan penggalian tahun lalu dimana waktu itu masih terbatas hingga penggalian tidak bisa menyeluruh,'' kata Noerad saat dikonfirmasi, Minggu (10/11). Ia menjelaskan, Tim BPCB juga menemukan lantai dasar struktur bangunan di sisi selatan dan utara. Pondasi struktur bangunan di sisi utara terdapat empat lapis, sementara di sisi selatan tinggal satu lapisan namun masih tertata bagus. Hal ini membuat tim memperkirakan adanya bangunan candi yang belum bisa diungkap dalam penggalian yang telah dilaksanakan tahun 2018 lalu. Dalam temuan kali ini, tim menemukan struktur bangunan, sudut-sudut candi yang berada di bawah reruntuhan batu bata. Temuan tersebut berada di bawah tanah lapisan bekas letusan vulkanik gunung berapi. "Temuan strukturnya sama dengan tahun lalu, batu bata zaman pra Majapahit, perkiraan masa Kerajaan Singasari. Tahun lalu kita temukan struktur bangunan yang ambruk, di bawah reruntuhan itu kita temukan struktur bangunan seperti pondasi yang tertata,'' jelas Noerad. [nas]

anas bahtiar/bhirawa

Tim BPCB saat melakukan penggalian di sekitar area Punden Rondo Kuning yang ada di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Jumat (8/11) lalu.

Bupati Madiun, H Ahmad Dawami memberikan sambutan pada acara Jambore RAPI ke 39 di Waduk Benis Widas Saradan Kab Madiun, Minggu (10/11).

Bupati Sambut Jambore RAPI ke-39 di Waduk Bening Widas Saradan Kabupaten Madiun, Bhirawa Bersama RAPI (Pendiri Radio Antar Indonesia) Kita Selamatkan Bumi, inilah tema Jambore Rapi ke 39 yang terselenggara di Waduk Bening Widas Saradan, Minggu (10/11). Bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Madiun, membuat RAPI ingin menyelenggarakan Jambore di Kabupen Madiun dan atas seizin Bupati Madiun, H Ahmad Dawami. Jambore ini merupakan bentuk solidaritas anggota RAPI yang selalu kompak dan siap menjadi salah satu bagian dari pelayan masyarakat untuk saling bantu membantu. Kejadian bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Madiun RAPI waktu itu, merupakan aksi anggota RAPI untuk Solid memberikan bantuan dan tanpa perintah dari Bupati Madiun. RAPI langsung memberikan insiatif untuk membantu Kabupaten Madiun, dengan hal ini bupati memberikan aprisiasi kepada RAPI. Sehingga bupati ingin bertemu personel RAPI se - Indoensia di Kabupaten Madiun, maka saat inilah jambore RAPI ke 39 dilaksanakan di tempat Wisata

GALERI

Waduk Bening Widas. Jambore RAPI ke-39 di Kabupaten Madiun ini juga bermaksud untuk mengenalkan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia. Karena Jambore Rapi diikuti anggota RAPI se - Indonesia. Dari Aceh hingga Papua anggota RAPI menghadiri Jambore RAPI ke-39. Dengan bertambahnya usia Kepedulian terhadap bangsa dan negara ingin selalu ditingkatkan, In sya Alah kiprah dan dharma bhakti RAPI menjadikan sebagaian dari ibadah dan selalu terus memperjuangkan kala RAPI. Bupati mengucapkan terimakasih karena telah menggelar Jambore ke - 39 RAPI di Kabupaten Madiun dan telah mengenalkan Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia pada anggota RAPI se-indonesia. Kabupaten Madiun memiliki 14 perguruan silat dengan beranggotakan sekitar 250 ribu orang yang tersebar di seluruh indonesia. Sehingga bupati berkeiinginan RAPI juga mengenalkan bahwa Kabupaten Madiun sebagaj Kampung Pesilat, tidak hanya kepada anggotanya saja namun di seluruh Indonesia. [dar]

SMPN 1 Situbondo, tercatat sebagai satu satunya SMP di Kota Santri Situbondo yang mendapat kunjungan istimewa dari KPK RI, Jumat (8/11). Sekolah yang kini dinahkodai Tatik Krisnawati itu menjadi salah satu SMP yang memasukkan (insersi) pendidikan anti korupsi pada semua Mata Pelajaran (Mapel) yang diajarkan kepada siswa setempat. Dalam kunjungan KPK diwakili Kepala Satgas Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pemda, Guntur Kusmiyano bersama staf Anisa Rahmadani. Menurut Kasek SMPN 1 Situbondo, Tatik Krisnawati, pendidikan anti korupsi di semua Mapel sudah berjalan dengan baik sesuai dengan harapan KPK. Artinya, pelaksanaan insersi pendidikan anti korupsi sudah berjalan sebagaimana mestinya. "Saat KPK melakukan Monev memberikan penilaian yang baik terhadap pelaksanaan insersi pendidikan anti korupsi. Terutama pada mata pelajaran PKN, matematika dan bahasa indonesia,'' terang Tatik Krisnawati.

Tatik memastikan, SMPN 1 Situbondo sudah merealisasikan pembelajaran dan pendidikan anti korupsi pada semua Mapel. Selain itu, Pendidikan anti korupsi juga sudah dimasukkan dalam silabus dan RPP sekolah. Maka diharapkan dengan diselipkan di semua Mapel, siswa SMPN 1 Situbondo kedepan akan memiliki berlaku adil, jujur, bertanggung jawab serta disiplin. "Kami berharap kedepannya para siswa bisa terhindar dari korupsi. Khusus untuk contoh pendidikan kejujuran siswa dilarang menyontek kepada temannya saat mengerjakan soal soal ujian. Artinya semua tugas harus murni dikerjakan sendiri,'' pungkas Tatik seraya mengakui SMPN 1 Situbondo siap mewujudkan sembilan karakter kepada semua siswa seperti ditekankan KPK. Disisi lain, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) KPK Bidang Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pemda, Guntur Kusmiyano menegaskan, kedatangan tim anti rasuah di Situbondo ini dalam rangka monitoring penerapan insersi pendidikan

anti korupsi di S do. Kegiatan in lanjut dari lokus kan anti korupsi dengan roadshow korupsi dimana jadi salah satu tu "Jadi secara u telah kami dorong terimplementas

Kepala SMPN

Duk

Tatik Krisnawati Kasek SMPN 1 Situbondo saat mendampingi staf Kasatgas KPK, Anisa Rahmdani usai melihat proses kegiatan belajar mengajar anti korupsi.

Kunjungan K Bumi Salawat Na rangka menduku ab Situbondo ya melaunching pe rupsi kepada s unggulan ini dilak ab Situbondo, se mitmen Bupati d bondo atas suks insersi pendidika tingkat sekolah P SMP di Kota Situ Menurut Kepa kan dan Kebuday

PRESTASI

SMAMITA Hadirkan Veteran untuk Mengajar Seputar Perjuangan Kemerdekaan Suasana jam pelajaran di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo berbeda dengan biasanya. Pada hari biasa para siswa mengikuti prosesi belajar mengajar dengan para gurunya, kali ini mereka harus mendengarkan pelaran sejarah/perjuangan para veteran yang telah membela tanah air selama satu jam. Oleh: Achmad Suprayogi, Kabupaten Sidoarjo

achmad suprayogi/Bhirawa

Peltu (Purn) Rusbadi sedang memberikan motivasi kepada siswa kelas X IPA 1.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 Nopember 2019, juga untuk menumbuhkan semangat berjuang para pelajar untuk meraih kesuksesan. Disamping itu juga untuk memberikan motivasi para pelajar agar mengenal para pelaku sejaran secara langsung. Para Veteran yang hadir di Smamita diantaranya Peltu

(Purn)Rusbadi, Kalijaten, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang tak lain Ketua Ranting Veteran Taman. Selain itu ada Serma (Purn) Djuremi, Serma (Purn) Subandi dan Mayor (Purn) Isprijadi. Para siswa Smamita ini mengikuti pelajaran dan pengajarnya para veteran selama satu jam secara bergantian di setiap kelas. Sebelumnya, para veteran ini juga ikut upacara di halaman Smamita dan diberi

bingkisan berupa bingkisan "Para siswa harus belajar sungguh - sungguh. Karena kini sudah merdeka. Beda dengan di masa muda saya. Jangankan sekolah membuat perkumpulan saja dilarang. Itu berlangsung hampir 350 tahun selama penjajahan Belanda,'' ungkap Peltu (Purn) Rusbadi di hadapan siswa dan siswi kelas X IPA 1, Jumat (8/11) pagi. Tidak hanya itu, kata Rusbadi, kini posisi orang luar negeri sama dengan pelajar Indonesia termasuk di Smamita. Seharusnya pelajar Smamita bisa sebanding dengan pelajar di luar negeri. ''Berbeda pada jaman penjajahan diama saat berperang kita kalah persenjataan. Belanda dan Jepang sudah pakai senjata otomatis

pejuang Indonesia masih menggunakan senjata kokangan dan bamboo runcing. Belum lagi kalau jadi tawanan dipekerjakan siang malam tanpa upah,'' kenangnya. Suasana pelajaran di dalam kelas selama satu jam itu tampak makin terasa perjuangan kemerdekaan. Apalagi, para siswa Smamita juga mengenakan pakaian ala pejuang sebelum Tahun 1945 silam. Mereka juga terlihat sangat antusias mengikuti cerita perjuangan dari para veteran. Usai mengkuti pelajaran Albadi Asad Maulana siswa kelas XI IPS 3 mengaku sangat senang mengikuti pelajaran tadi, karena lebih tahu mendalam tentang perjuangan para pahlawan dulu sangat panjang sekali. [*]


AYAAN

1 November 2019

& OLAHRAGA

Halaman 7

Kenang Jasa Pahlawan, Siswa SD Kedungrejo Bacakan Puisi di Tugu 1O November Jombang, Bhirawa Sebagai salah satu bentuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjasa merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia, Vanesa Dinda Rosiliah, salah seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang membacakan puisi bertema pahlawan tepat di bawah Tugu 10 November di Desa Kedungrejo, Megaluh, Jombang, Sabtu malam (9/11). Vanesa mengatakan, seorang pahlawan merupakan orang yang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ''Agar negara Indonesia tetap Jaya,'' tutur Vanesa sembari menunjukkan puisi yang ditulisnya di selembar kertas. Pembacaan puisi oleh Vanesa dan beberapa temannya itu merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan 10 November yang digagas gabungan komunitas Pramuka dari Dewan Kerja Ranting Megaluh, Dewan Kerja Ranting Plandaan, Dewan Kerja Ranting Ngusikan, Karang Taruna Desa Ke-

Diana Rahmatus Sholichah/bhirawa

upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

dungrejo serta sejumlah elemen. Sebelumnya, para siswa juga diajak untuk melakukan napak tilas sejarah ke Masjid Kedungrejo yang berjarak kurang dari 100 meter dari Tugu Kedungrejo. Menurut cerita yang berkembang, masjid itu dibangun sekitar tahun 1890 dan dulunya merupakan tempat berkumpulnya Laskar Bar Jemuwah, laskar Pangeran Diponegoro yang ada di Jombang. Pertemuan mereka lakukan setiap Shalat Jumat berjamaah di masjid itu. Setelahnya, para siswa diajak untuk menonton pemutaran film perang 10 November 1945 di Tugu 10 November Kedungrejo. Kuswartono, salah seorang Pembina Pramuka pada acara itu menjelaskan, dipilihnya acara peringatan Hari Pahlawan di Tugu 10 November di Desa Kedungrejo karena tugu tersebut merupakan tugu bersejarah. "Ini Tugu Hayam Wuruk 10 November. Jadi tugu ini sejarahnya titik akhir daripada radius 90 kilometer dari Surabaya yang disebutkan dalam Resolusi Jihad pada waktu perang 10 Novem-

Prof Nasih juga menegaskan, dengan menyelesaikan studi tepat waktu, dapat memberikan kesempatan bagi orang lain untuk dapat belajar di Unair. Ia menilai kesempatan menjadi pahlawan, terbuka lebar untuk semuanya. Dan berpesan, untuk memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa serta meninggalkan hal - hal yang tidak berguna dan sia - sia. "Bertanggung jawab dalam mengemban jabatan juga merupakan salah satu sikap menjadi pahlawan,'' lanjut dia. [ina]

KHUSUS

kariyadi/bhirawa

Tampak Kegiatan siswa SMA di Mojokerto.

SMP yang Dikunjungi KPK RI

ikan Anti Korupsi Semua Mapel

SMPN 1 Situboni sebagai tindak festival pendidiyang dibungkus w jelajah bus anti Situbondo menuan rumah. umum apa yang g bulan lalu sudah si dengan baik.

Tinggal kita melihat dari sisi pendidikan formalnya. Dalam hal ini bagaimana implementasi pendidikan anti korupsi harus masuk di mapel pendidikan karakter bangsa,'' tegas Guntur. Guntur juga menjelaskan, implementasi pendidikan anti korupsi tak hanya melibatkan pendidikan umum semata tetapi juga

melibatkan pendidikan yang ada di bawah naungan Kemenag. Untuk Situbondo, sesuai dengan data yang ada juga terdapat banyak Ponpes, sehingga KPK ingin melihat sejauh mana implementasi pendidikan karakter pendidikan anti korupsi yang dijalankan di Ponpes Kabupaten Situbondo berjalan dengan baik. [awi]

pakan para santri dari Hadratus Syaikh, KH Hasyim Asy'ari (Mbah Hasyim) yang terlibat dalam perang melawan sekutu pada tanggal 10 November 1945. [rif]

arif yulianto/bhirawa

Pemutaran film peristiwa 10 November 1945 di Tugu 10 November Kedungrejo, Megaluh, Jombang, Sabtu malam (09/11).

Ratusan Sekolah Swasta di Mojokerto Belum Terima BPOPO

n di Hari Pahlawan kan untuk menjadi seorang pahlawan, khususnya bagi para mahasiswa. Misalnya, sebut Prof Nasih dengan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi orang - orang tercinta, almamater, kemanusiaan serta nusa dan bangsa. "Menjadi pahlawan itu mudah, tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, golongan, partai, maupun kekuasaan demi meraih kekayaan pribadi juga merupakan salah satu cara menjadi pahlawan di masa kini,'' tegasnya.

ber 1945,'' terang Kuswartono. Kuswartono melanjutkan, di Desa Kedungrejo, Megaluh, Jombang dan sekitarnya pada waktu dahulu, banyak sekali Laskar Hisbullah yang meru-

Mojokerto, Bhirawa Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Mojokerto kelipungan soal anggaran operasional. Hal ini karena Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk lembaga SMA/ SMK swasta di Mojokerto ternyata belum cair dari Pemprov Jatim. Bantuan dana penunjang Program Pendidikan Gratis Berkualitas (Tistas) itu masih belum dicairkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Dana bantuan sebagai ganti Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) itu lebih dulu diterimakan kepada lembaga negeri pada tahap pertama September lalu. Setidaknya

Pemprov telah mengucurkan anggaran Rp9,3 miliar yang diterima 23 SMA/SMK Negeri di Kabupaten/ Kota Mojokerto. Muhammad Suwanto, Kasi Pendidikan SMA/SMK Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto mengatakan, pencairan BPOPP untuk SMA/SMK swasta masih diproses di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Jatim. Dan saat ini hanya tinggal menunggu diterbitkannya Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). "Kalau SP2D sudah keluar, secara otomatis (pencairan) akan langsung disebar ke lembaga,'' jelasnya. [kar]

Dinas Pendidikan Sidoarjo Butuh Tambahan Guru ABK Sidoarjo, Bhirawa Masih ada sekitar 56 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang perlu mendapat pendidikan formal di UPT Anak Berkebutuhan Khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Sehingga masih membutuhkan ruang kelas baru dan guru pendamping ABK. Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Yahlul Yussar, Jumat (8/11) lalu mengatakan, maish diperlukan penambahan ruang kelas baru untuk menampung siswa berkebutuhan khusus yang masih di luar. Selain itu juga masih diperlukan penambah jumlah guru khusus. "Untuk mencari guru khusus sebagai pendidik siswa yang khusus ini tidak mudah. Sehingga Dinas Pendidikan harus mengupayakan sesegera mungkin,'' ujar anggota

dewan termuda ini. Sekolah siswa berkebutuhan khusus Sidoarjo ini, Jumat pekan lalu Mendapatkan Kunjungan Kerja dari Menteri Australia Barat Bp Peter C

Tinley didampingi Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, SH MHum bersama Zahlul Yussar, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo dan jajaran terkait. Kunjungan ini untuk melihat

Kunjungan Kerja dari Menteri Australia Barat Bp Peter C Tinley didampingi Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, SH MHum bersama Zahlul Yussar, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo dan jajaran terkait.

perkembangan dan kemajuan pendidikan anak berkebutuhan khusus, di UPTD ABK Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu, Zahlul Yussar Anggota DPRD paling muda itu, mengajak masyarakat menyadari tentang pentingnya kesehatan dan pendidikan pada ABK, serta memahami tanda tanda umum ABK. Selain itu, Zahlul Yussar juga mengajak para orang tua agar memberi peluang anak ABK mengenal lingkungan sosial dan berolahraga, serta memberikan kesempatan kepada ABK untuk mengembangkan potensi yang dimiliki karena tidak mustahil akan menghasilkan prestasi yang gemilang. Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja dilanjutkan dengan meninjau fasilitas dan sarana serta kegiatan pembelajaran untuk ABK. [hds]

Sambut Piala Dunia, Ribuan Arek Suroboyo Percantik GBT sawawi/bhirawa

1 Situbondo Tatik Krisnawati bersama Kadispendik Achmad Junaidi saat mendampingi Kasatgas KPK RI Guntur Kusmiyano dan staf Anisa Rahmadani.

kung Pendidikan Antikorupsi, Pemda Keluarkan Perbup Nomor 22/2019

KPK RI ke Kota ariyah juga dalam ung upaya Pemkang secara resmi ndidikan anti kosiswa. Program ksanakan Pemkebagai wujud kodan Wabup Situsesnya program an anti korupsi di PAUD SD hingga ubondo. la Dinas Pendidiyaan (Kadispend-

ikbud) Kabupaten Situbondo, Achmad Junaidi, program ini bertujuan untuk pembenahan perilaku siswa sejak dini. Ada beberapa lembaga SD dan SMP yang sudah menjalankan program pendidikan anti korupsi diantaranya SD Al Abror dan SMPN 1 Situbondo. "Dengan adanya Perbup Nomor 22 Tahun 2019 ini kami bersama siswa dan dunia pendidikan akan termotivasi untuk ikut mensukseskan program pendidikan anti korupsi sejak dini,'' papar mantan Kadisnakertrans Kabupaten Situ-

bondo itu. Masih, kata Junaidi, dirinya menangkap sinyal dengan melaunching kegiatan insersi tentang pendidikan anti koprupsi untuk tingkat PAUD Dikmas dan SMP, akan memiliki dampak yang baik bagi siswa karena juga diselipkan di dalam kurikulum sekolah. Mantan Kabag Perekonomian itu menegaskan, pemberian pelajaran anti korupsi sejak dini diharapkan siswa akan memiliki pemahaman yang lengkap tentang pencegahan korupsi. [awi]

Surabaya, Bhirawa Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan orang telah memadati area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang terletak di Jl Jawar, Kecamatan Pakal, Surabaya. Mereka merupakan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, TNI, Polri, komunitas, serta supporter sepak bola yang akrab disapa Bonek. Mereka terlihat membaur melakukan kerja bakti massal untuk mempercantik stadion yang terletak di wilayah Surabaya Barat itu. Tak hanya bersih-bersih, mereka juga melakukan pengecatan trotoar dan pemotongan rumput di luar Stadion GBT. Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kota Surabaya, Kanti Budiarti mengatakan, kerja bakti massal ini merupakan agenda rutin jajaran Pemkot Surabaya setiap Hari Jumat pagi. Namun, untuk di wilayah Surabaya Barat, kerja bakti dipu-

satkan di area Stadion GBT. "Jumlah personil sekitar seribu orang, mereka terdiri dari beberapa OPD, kecamatan, kelurahan, TNI dan Polri,'' kata Kanti saat ditemui di sela kegiatan kerja bakti di Stadion GBT, Jumat (8/11). Kanti menjelaskan, kerja bakti di area Stadion GBT terbagi menjadi tiga titik zona. Kegiatannya yakni, melakukan pengecatan trotoar, penyapuan jalan depan GBT serta pemotongan rumput. ''Selain di wilayah Surabaya Barat, kami tetap melakukan kerja bakti di lokasi yang lainnya, Surabaya Utara, selatan dan timur. Yaitu dikonsentrasikan untuk pembersihan saluran dan sungai dalam rangka mengantisipasi datangnya musim hujan,'' ujarnya. Menariknya, dalam giat kerja bakti massal yang berada di Stadion GBT ini, juga diikuti oleh para supporter sepak bola yang akrab disapa Bonek.

Menurut Kanti, supporter sepak bola ini juga antusias mengikuti kerja bakti. Hal ini sebagai bentuk dukungan dan kecintaan terhadap Stadion GBT yang ditunjuk menjadi salah satu venue Piala Dunia U -

Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan melakukan kerja bhakti mempercantik Stadion GBT.

Gerak Jalan Palapa Rangkaian Hari Jadi Pamelasan ke-489 Pamekasan, Bhirawa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengadakan lomba gerak Jalan Pamekasan Larangan Pamekasan (Palapa). Gerak Jalan memperingati Hari Jadi Pamekasan ke-489, dilepas Sekdakab, Ir Totok Hartono, di area Taman Arek Lancor. Gerak jalan menempuh jarak 20,6 Km yang selalu bertepatan Hari Pahlawan 10 Nopember ini, diikuti 56 regu terdiri kelompok putra 50 regu dan putri enam regu. Start dan finish ke lokasi Arek Lancor, juga diikuti peserta perorangan sebanyak 105 orang. Sekdakab Pamekasan, Totok Hartono menyampaikan, lomba gerak jalan Palapa ini untuk mengenang masa peluncuran Satelit Palapa. Selain itu, gerak jalan ini untuk menelusuri jejak para pejuang. "Mereka yang telah berjasa besar dalam memperjuangkan kemerdekaan negara kita Indonesia. Dan napak tilas ini, tentunya juga menye-

hatkan jasmani dan rohani,'' ucapnya. Menurutnya, Gerak Jalan Palapa sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu setelah 30 tahun lamanya tidak ter-

Sekdakab Pamekasan, Totok Hartono saat melepas Peserta Lomba Gerak Jalan Palapa di Monumen Arek Lancor. samsudin/bhirawa

laksana. Gerak jalan ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas penghargaan Kabupaten Layak Pemuda yang diterima oleh Pemkab Pamekasan dari

20 tahun 2021 mendatang. "Untuk Bonek ini tentunya ikut berpartisipasi pengecatan dalam rangka menyambut Piala Dunia U20. Kita melakukan pembersihan dalam rangka kesiapan,'' jelasnya. [iib]

Kemenpora RI, beberapa waktu lalu. "Even ini untuk olah raga, tentunya ini sebagai wadah silaturrahim bagi masyarakat Pamekasan,'' terangnya. [din]

GELANGGANG

Ikut Lari LUSI 10K, Berhadiah Ratusan Juta Sidoarjo, Bhirawa Warga Negara Indonesia yang mempunyai hobi lari, bisa memanfaatkan kesempatan emas mengikuti Kejuaraan LUSI 10 K, yang berhadiah total ratusan juta. Kegiatan yang digelar Dinas Kepemuda Olah Raga dan Pariwisata Kab Sidoarjo itu, akan digelar pada 1 Desember 2019 mendatang. Kepala Disporapar Kab Sidoarjo, Drs Joko Supriyadi, mengatakan para pecinta olah raga lari di Indonesia, bisa memanfaatkannya. Mereka bisa mulai mendaftarkan diri mulai 13 hingga 27 November 2019. "Pendaftaran ini gratis. Syaratnya cuma berbadan sehat. Pendaftar bisa datang langsung ke Kantor Disporapar Kab Sidoarjo, Jl Sultan Agung Nomor 34 Sidoarjo,'' kata Joko Supriyadi, Minggu (10/11) kemarin, saat dihubungi. Start lari nanti akan dimulai dari Jl Ponti Sidoarjo atau depan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada pukul 06.00 WIB. Finish juga di lokasi yang sama. Medali akan diberikan kepada 100 peserta yang masuk garis finish untuk semua kategori. Kategori lari LUSI 10 K ini, kata Joko, diantaranya kategori pelajar putra/putri Sidoarjo, kategori umum, TNI/Polri putra/ putri dan kategori elit atlet putra/putri. [kus]


Senin Kliwon, 11 November 2019

JATIM MEMBANGUN

Halaman 8

Penanganan Situs Kumitir Tetap Perhatikan Hak Tanah Rakyat Kab Mojokerto, Bhirawa Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Fitra Arda, serta Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Andi Muhammad Said, melakukan audiensi untuk membahas kelanjutan temuan situs Kumitir, di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Andi Muhammad Said pada statementnya menyatakan bahwa, temuan ini akan ditelusuri lebih lanjut dengan tetap memperhatikan status kepemilikan tanah, serta hak apa saja yang harus diterima masyarakat. “Situs Kumitir berupa batu yang diperkiraan seluas 400mx400m. Posisinya belum terdeteksi, apakah ini termasuk dalam pusat kerajaan Majapahit. Kita sudah melaksanakan penggalian berjarak 100 meter. Rencana ke depan, akan kita telusuri lebih dalam. Tentu dengan tetap memperhatikan hak milik tanah dan hak apa saja yang diterima masyarakat,” terang Andi. Menindaklanjuti banyaknya temuan sejarah yang ditemukan terbaru di Kabupaten Mojokerto, Direktur PCBM Fitra Arda, mene-

kankan agar temuan ini segera didaftarkan pada dinas terkait, agar bisa diverifikasi ODCB (Objek yang Diduga Cagar Budaya). Harapanya agar objek tersebut terus lestari, dan memberi manfaat bagi semua. “Kawasan cagar budaya banyak memberi manfaat, khususnya dalam peningkatan tambahan pendapatan dari masyarakat sekitar lokasi. Situs-situs yang ditemukan, perlu mendapat verifikasi agar terlindungi dengan baik,” kata Fitra. Sejalan dengan banyaknya dukungan maupun usulan pihak terkait, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyatakan dukungannya secara penuh. Mengingat image Kabupaten Mojokerto yang dikenal sebagai pusat kerajaan Majapahit di masa lalu, wabup berharap agar semua situs baik yang

KELANA JATIM

Musim Penghujan, Dinkes Bojonegoro Imbau Waspadai Penyakit DBD Bojonegoro,Bhirawa Memasuki musim hujan pada November 2019 ini rentan menimbulkan berbagai macam penyakit. Untuk masyarkat dihimbau untuk selalu waspada akan hal tersebut. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, dr Ahmad Hernowo mengatakan, penyakit yang rentan menyerang masyarakat pada musim hujan ini Demam Berdarah Dengue (DBD). “ Awal musim penghujan, agar masyarakat dapat waspada dan berhati-hati gejala Demam Berdarah Dengue (DBD),” ungkap Plt Kepala Dinkes Kabupaten Bojonegoro, dr Ahmad Hernowo, kemarin (10/11) . Dilanjutkan Ahmad Hernowo, sebelum terjadi peningkatan kasus penyakit DBD masyarakat diminta selalu waspada dengan terus melakukan pembersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.[bas]

sudah maupun masih dalam tahap pencarian, dapat mengangkat nama Majapahit agar makin dikenal luas. Ia juga berharap agar Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Pusat, segera melaksanakan tindak lanjut secara menyeluruh terkait temuan situs ini. Termasuk titik koordinat ODCB. Karena kebetulan temuan situs Kumitir, berada pada lahan produksi batu bata merah oleh masyarakat sekitar yang berstatus sewa. “Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus support (temuan situs Kumitir). Saya berharap Pemerintah Provinsi dan Pusat, segera menetapkan tindaklanjut masalah zona/titik koordinat. Sebab lahan ini sebelumnya juga digunakan sebagai lahan kerja masyarakat untuk produksi bata merah,” kata wabup Pungkasiadi. Senada dengan wabup, perwakilan masyarakat Kumitir turut menyampaikan aspirasi terkait status lahan temuan situs. Warga berharap apabila tanah temuan situs dibebaskan, harus diadakan komunikasi yang intens antara pemerintah dengan warga masyarakat.[kar]

Wabup Pungkasiadi bersama rombongan BPCB Jatim meninjuu lokasi penemuan situs Kumitir.

Semarakkan Maulid Nabi, Pemkab Gelar Parade Ancak Agung Situbondo, Bhirawa Guna untuk ikut memeriahkan kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW, Pemkab Situbondo mengadakan parade ancak agung Jumat malam (8/11). Selain mengadakan parade ancak

agung, Pemkab Situbondo juga menggelar doa dan dzikir bersama dengan menghadirkan kiai kharismatik asal Kota Situbondo KHR Kholil Syamsul Arifin yang juga pengasuh pondok pesantren Wali Songo. Parade ancak agung dilepas oleh

KEHILANGAN TULUNGAGUNG HILANG STNK, Honda, th. 2014, Merah, AG 4413 RAO, a/n. Syaifudin, Dsn. Ngrawan, Ds. Tunggangri, Kalidawir – T.Agung No. 6450/IMB/BI-IV/2019 HILANG STNK, Yamaha, AG3812 SH, Mujiono/Wiwik Sri Sukarti, Dsn/Ds. Jeli, Karangrejo – T.Agung No. 6451/IMB/BI-IV/2019 HILANG STNK, Yamaha, AG 4384 SH, a/n. A Anik Kanifiyah, Ds. Jeli, Karangrejo – T.Agung No. 6452/IMB/BI-IV/2019 HILANG STNK, Suzuki, th. 1987, Blue Green, AG 937 RO, a/n. Saman , Ds. Sobontoro, Boyolangu – T.Agung No. 6453/IMB/BI-IV/2019 HILANG STNK, AG 2770 SA, a/n. Mulyani, RT 2/1 Ds. Sumberingin Kidul, Ngunut – T.Agung No. 6454/IMB/BI-IV/2019 HILANG STNK, AG 4471 RX, a/n. Ulfa Fidiatur Rohmah, RT 2/1 Panjerejo, Rejotangan – T.Agung No. 6455/IMB/BI-IV/2019 HILANG STNK, AG 5875 RBZ, a/n. Finsamaya Alkhudlory, Jl Mastrip II/24 RT 2/ 6 Kel. Jepun – T.Agung No. 6456/IMB/BI-IV/2019

kariyadi/bhirawa

sawawi/bhirawa

Salah satu OPD Pemkab Situbondo ikut menampilkan ancak agung pada puncak peringatan maulid nabi Muhammad SAW, Jumat malam (8/11).

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama Wakil Bupati Yoyok Mulyadi serta Ketua DPRD Situbondo Edi Wahyudi. Tak hanya itu, seluruh pimpinan OPD yang ada di lingkungan Pemkab Situbondo bersama para Kepala Desa dan masyarakat umum ikut membawa nasi tumpeng. “Nasi tumpeng itu dimakan secara bersama sama di alun-alun Situbondo, setelah usai mengikuti doa dan dzikir,” tegas Kabag Humas dan Protokol Pemkab Situbondo. Parade ancak agung rutin diadakan setahun sekali dengan disaksikan ribuan masyarakat Situbondo yang datang dari berbagai sudut desa maupun kota. Masyarakat tampak sangat antusias saat menyaksikan kegiatan parade ancak agung yang dimulai dari depan Gedung Bhayangkara Polres Situbondo hingga menuju alun-alun Situbondo. Sementara itu Bupati Situbondo

Dadang Wigiarto mengatakan pelepasan peserta ancak agung dalam rangka untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. “Ini merupakan kegiatan budaya masyarakat Situbondo yang kelestariannya harus dipertahankan,” ujar Bupati Dadang. Masih kata Bupati Dadang, tradisi ancak agung dilaksanakan oleh masyarakat Situbondo secara turun menurun dalam beberapa tahun terakhir ini. Agar tradisi ancak agung ini tidak cepat punah, akunya, Pemerintah Kabupaten Situbondo mengambil inisiatif untuk terus mengadakan parade ancak agung setiap setahun sekali. “Memang kami rutin menggelar kegiatan ini setiap tahun sekali,” papar Bupati Dadang. Di sisi lain, kegiatan parade ancak agung mendapatkan penjagaan secara ketat oleh ratusan personil gabungan Polres Situbondo, Kodim, Dishub dan Satpol PP. [awi}

Mojokerto Jadi Percontohan Pertanian Nasional Mojokerto. Bhirawa Setelah Kecamatan Mojosari menjadi pilot projek pompanisasi lahan produktif untuk Padi. Kini giliran Kecamatan Bangsal dipilih oleh Kementan RI. Sebagai tempat pembibitan kedelai varietas unggul baru. Yang panen perdananya dilakukan balit bangtan Kementan RI.yang dikemas dalam Temu Lapang & Panen Benih Sumber Varietas Unggul Baru (VUB) Kedelai yang berlangsung di area persawahan Dusun Seno Desa Sidomulyo Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto, Jum’at (08/11). Dalam laporannya Kepala Badan Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi ( Balitkabi) Balitbang Kementan RI, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, MS, menyampai-

kan kemampuan penyediaan kedelai lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri hanya berkisar 35-40%, kedelai lokal diketahui memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibanding varietas impor. Kedelai lokal memiliki kandungan protein lebih tinggi, untuk dibuat tempe rasanya lebih gurih/ enak, untuk bahan tahu lebih tinggi rendemennya, lebih menyehatkan transgenik/GMO dan varietas kedelai tertentu yakni Devon menjadi bahan pangan fungsional karena mengandung senyawa antioksidan yakni isoflavon cukup tinggi. Untuk itu kepada para petani agar semangat untuk menanam kedelai perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Diharapkan dengan dukungan Pemerintah

Daerah dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang Kementerian Pertanian RI dapat meningkatkan gairah petani untuk berusaha tani kedelai. Mengingat dari data sumbangan luas panen dan produksi ini, maka wilayah Jawa Timur merupakan wilayah penyumbang produksi kedelai terbesar utama di tingkat nasional, yang wajib didukung pengembangan pertanian kedelainya. Salah satu wilayah yang berpotensi adalah Kabupaten Mojokerto. Dipilihnya Mojokerto sebagai salah satu wilayah pengembangan perbenihan dan peningkatan produksi kedelai, karena merupakan wilayah dengan kondisi agroekologi, sosial ekonomi masyarakat, dan respon Pemerintah yang sangat baik.

Pengembangan perbenihan kedelai di wilayah ini diharapkan dapat menjadi sentra produksi (industri) benih kedelai, untuk memenuhi salah satu kebutuhan benih kedelai bermutu se-Jawa Timur.jelasnya Lebih lanjut dijelaskan Dr. Yuliantoro di lahan seluas 20, 5 ha ini, ditanam 7 (tujuh) varietas kedelai terbaru yakni Dena 1 seluas 5 ha, Dena 2 seluas 4 ha, 3 Derap 1 seluas 0,5 ha, Dega 1 seluas 1,5 ha, Detap 1 seluas 4 ha, Anjasmoro 95 ha, dan Devon 1 seluas 4 ha, yang ditujukan untuk produksi benih kedelai kelas BD (Benih Dasar) sebagai benih sumber untuk selanjutnya diturunkan/ diproduksi menjadi benih kelas di bawahnya yakni BP (Benih Pokok 1 dan 2) serta BR (Benih Sebar), BR1 hingga BR 4.jelasnya.[min]

Night Surfing Pantai Wedi Awu, Terobosan Baru Kembangkan Wisata Kab Malang, Bhirawa Kabupaten Malang kini telah memiliki lokasi Night Surfing atau selancar air malam. Sedangkan lokasi olahraga surfing malam tersebut, di Pantai Wedi Awu, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Sehingga Pantai Wedi Awu itu, sebagai satu-satunya di Jawa Timur (Jatim) yang bisa digunakan surfing di malam hari. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, Minggu (10/11), kepada wartawan mengatakan Night Surfing di Pantai Wedi Awu merupakan terobosan baru untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Malang. Sehingga dengan kita buka Night Surfing tersebut, maka diharapkan wisatawan yang datang tidak hanya dari lokal saja, yang bisa menikmati surfing malam, namun wisatawan asing pun juga bisa menikmatinya. Dengan terobosan pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang, kata dia, dengan membuka Night Surving di Pantai Wedi Awu, maka hal ini akan merangsang peselancar air dari berbagai negara. Dan ini sudah dibuktikan, bahwa Pantai Wedi Awu juga sudah menggelar Malang Beach Festival (MBF), dan pada bulan November 2019 ini, kita selenggarakan MBF yang ke tiga kalinya. Sedangkan MBF kita gelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupat-

en Malang Ke 1259. ”Event MBF tersebut juga untuk mengenalkan Pantai Wedi Awu kepada masyarakat luas. Sebab, Pantai Wedi Awu merupakan satu-satunya pantai di Jatim yang dapat digunakan untuk olagraga surfing pada malam hari. Dan istimewanya lagi di pantai tersebut, bisa dilakukan peselancar mulai dari pemula, intermediate maupun profesional,” ungkapnya. Selain itu, kata Made, peselancar tidak perlu jauh-jauh ke tengah laut untuk mencari ombak. Karena dari jarak 10-20 meter dari bibir pantai, peselancar sudah bisa mendapatkan ombak. Karena pesisir Pantai Malang Selatan dikenal dengan gelombang ombak tinggi. Sehingga dirinya berharap, pada tahun mendatang dapat

diselenggarakan lagi dengan kemasan yang lebih baik. Sedangkan Pantai Wedi Awu tidak hanya memiliki gelombang laut yang bisa digunakang untuk olahraga surfing, tapi juga memiliki keindahan alamnya yang tidak kalah dengan pantaipantai yang ada di Indonesia. “Di Indonesia pantai yang bisa digunakan untuk Night Surfing, seperti Pantai Keramas yang ada di Bali, dan Pantai Wedi Awu yang ada di wilayah Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Sehingga dengan adanya peselancar bisa berselancar di malam hari di Pantai Wedi Awu, maka akan menyedot pengunjung wisatawan, terutama yang suka berselancar air,” tuturnya. [cyn]

cahyono/bhirawa

Pantai Wedi Awu di Desa Purwodadi, Kec Tirtoyudo, Kab Malang bisa digunakan peselancar pada malam hari


JATIM MEMBANGUN Mobdin Bekas Anggota DPRD Segera Dilelang Senin Kliwon, 11 November 2019

Kab Malang, Bhirawa Lelang mobil dinas milik Pemkab Malang akan dilakukan, karena usianya sudah di atas 10 tahun. Masyarakat bisa mengikuti lelang mobdin eks operasional DPRD Kabupaten Malang tersebut dengan mengikuti sejumlah prosedur yang ditentukan. Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (10/11), usai sebagai inspektur upacara dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November, di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, menyatakan dalam pelelangan mobdin tersebut, akan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 93/PMK.06/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Dan pelelangan mobdin Pemkab Malang ini, nan-

tinya akan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). “Mobdin yang akan kita lelang jumlahnya puluhan, dari berbagai jenis kendaraan. Sedangkan jika mobdin yang tidak terpakai dibiarkan, selain akan mengalami kerusakan, juga akan membebani APBD karena adanya biaya perawatan. Dan dari hasil lelang mobdin tersebut, akan dimasukkan ke kas daerah,” ujarnya.

Halaman 9

Sanusi menjelaskan, saat ini masyarakat dipermudah dengan pelayanan online terkait lelang mobdin di website Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, yang kini ada di portal lelang.go.id. Sehingga siapa pun bisa ikut lelang, dan siapa saja memiliki kesempatan untuk ikut dan memenangkan lelang barang milik negara. Sebab selama ini, masih ada masyarakat yang beranggapan, jika lelang aset milik negara prosesnya rumit dan berbelit. “Jadi dalam lelang mobdin aset milik Pemkab Malang, tidak ada prioritas untuk mendapatkan mobdin, meski itu pejabat maupun staf tetap harus ikut

proses pelelangan yang sudah diatur dalam Permenkeu,” paparnya. Di sisi lain, Sanusi juga menegaskan, jika pada tahun 2020, dirinya tidak akan melakukan pengadaan mobdin baru untuk operasional dibeberapa OPD di lingkungan Pemkab Malang. Sehingga kendaraan yang ada sekarang ini untuk dimaksimalkan dan ditingkatkan perawatannya secara berkala, agar mobdin yang selama ini sebagai operasional tetap layak pakai. Sehingga dirinya meminta kepada OPD yang menggunakan mobdin agar melakukan perawatan secara berkala. [cyn]

yoyok cahyono/bhirawa

Puluhan mobdin operasional bekas Anggota DPRD Kab Malang yang akan dilelang oleh Pemkab Malang, yang kini terparkir di halaman Kantor Pemkab Malang, di Jalan Merdeka Timur, Kec Klojen, Kota Malang

KELANA JATIM

SWA Ciptakan Ibu-ibu Muda Jadi Wirausaha Baru Sidoarjo, Bhirawa Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) baru yang digagas oleh Pengurus Daerah Aisyiyah Sidoarjo setahun yang lalu terus mengalami peningkatan. Sudah sekitar 300 wirausaha muda yang berkembang. Kini SWA dibuka untuk tahun kedua di tahun 2019 ini dengan sasaran ibu-ibu muda yang masih produktif. Kondisi tersebut, terlihat saat PD Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo menggelar Talkshow Muslimah bersama motivator Drs Sambit Wahyudiojo dan artis Oki Setiana Dewi, pada Minggu (10/11) di Aula SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Selain talkshow juga dilakukan gelar hasil produksi para wirausaha muda yang sudah berjalan dengan baik. Ketua PD Aisyiyah Sidoarjo ST Zubaidah Syafi’i usai membuka acara mengatakan ada sekitar lima ratus warga Aisyiyah dan masyarakat umum yang turut mengikuti talk show ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan lagi semangat ibu-ibu Aisyiyah maupun di luar Aisyiyah, agar kemampuan enterpreunernya bangkit kembali. ”Karena semangat usaha ibu-ibu inikan naik turun dan anginanginan. Kalau sudah kumpul sama teman-temannya semangat, tapi kalau sudah di rumah sudah tidak semangat lagi. Makanya kita buat perkumpulan wirausaha ini, agar ibu-ibu kembali semangat berwirausaha. Dan Aisyiyah akan mendampingi ibuibu dalam berwirausaha,” kata Zubaidah. Masih menurut Zubaidah, dengan kegiatan talk show ini, diharapkan perempuan akan bisa berkarya mandiri dan tidak menggantungkan nasibnya kepada suami. Karenanya, pada pelaksaan talkshow sesi kedua yang menghadirkan artis Oki Setiana Dewi, akan diberikan materi tentang Khadijah di era millenial. “Khadijah inikan sosok yang mandiri dan kuat dengan wirausahanya. Karenanya kita ingin agar ibu-ibu bisa berwirausaha sendiri, dan tidak hanya menggantungkan nasibnya kepada sang suami,” jelas Zubaidah. [ach]

Akibat Kecerobohan, Sehari Tiga Kejadian Kebakaran Nganjuk, Bhirawa Kebakaran yang terjadi selama sehari di wilayah Kabupaten Nganjuk seluruhnya akibat kecerobohan. Akibatnya satu bangunan sekolah dasar, kandang sapi dan rumpun pohon bambau terbakar hingga mengakibatkan kerugian material. Kebakaran gedung sekolah dasar menimpa SDN Sumbetkepuh I Kecamatan Tanjunganom, sekira pukul 12.30 WIB. Sebelum kebakaran terjadi, Sutrisno (30)membakar di sekitar gedung SDN Sumberkepuh I. Setelah itu ditinggal begitu saja dan tidak ditunggui. Karena tiupan angin yang cukup besar, api menjalar dan membakar dinding bagian belakang gedung SD. Hingga merembet ke atap gedung SDN Sumebrkepuh I yang terbuat dari kayu. Melihat api yang sudah membesar dan kepulan asap yang tebal satu warga melapor ke Babinsa Sumberkepuh dan ke pos pantau Damkar Kecamatan Tanjunganom. Sekitar 1 jam, api yang membakar bangunan SDN Sumberkepuh I dapat dipadamkan oleh 1 unit mobil pemadam kebakaran denagn dibantu warga. Kemudian di hari yang sama api juga melalap kandang sapi milik Subandi (61) di Desa Nglaban Kecamatan Loceret. Sekira pukul 12.30 Suwarti (50) istri Subandi pada saat ke dapur telah melihat api yang membakar kandang kandang sapi ukuran 3x5 meter mulai membesar. Melihat itu Suwarti teriak dan memberitahu suami dan warga sekitar untuk memadamkan api. Selanjutnya salah satu warga melaporkan hal tersebut ke kantor desa dan diteruskan ke Damkar. Damkar tiba di lokasi melaksanakan pemadaman dan pendinginan sampai api benar-benar padam. Sedangkan kejadian terakhir kebakaran rumpun bambu Dusun Sudimoro Desa Tiripan Kecamatan Brebek sekitar pukul 16.00wib. Kebakaran rumpun bambu milik Damin (59)

wiwit agus pribadi/bhirawa

Wali kota Hadi buka rangkaian PTD 2019.

Ribuan Warga Banjiri Probolinggo Tempoe Doeloe Probolinggo, Bhirawa Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin membuka event Probolinggo Tempoe Doeloe (PTD) dan Pasar Rakyat Maulid Nabi 2019, di Stadion Bayuangga, kota setempat, Sabtu (9/11) petang. Didampingi Wakil Wali Kota, Kepala Disbudpar dan Forkopimda, Wali Kota membuka resmi dengan memukung gong tujuh kali. Sejak pembukaan, nuansa Probolinggo Tempoe Doeloe 2019 akan tersaji hingga 16 November nanti. Setelah membuka acara, Wali Kota turun panggung, dan membagi Mangga khas Kota Probolinggo dari gunungan Mangga. Serta membagibagikan gratis kupon doorprize hadiah Umroh dan dua sepeda motor. Wali Kota sangat membanggakan Event Tempo Doeloe ini sebagai kekayaan event Pemkot Probolinggo.

Wali Kota mengatakan, event jadul ini sudah digelar ketiga. Tiap tahun Pemkot menggelar Event Probolinggo Tempoe Doeloe ini, agar masyarakat kota Probolingo mengenal budaya nenek moyangnya. Event yang digelar Pemkot Probolinggo bekerjasama dengan Diskop Pemprov Jatim, Udara Comm Probolinggo dan DMR Production Surabaya ini, juga bermanfaat membentengi budaya lokal agar tidak pudar. “Disamping itu dimaksudkan untuk mengenang dan melestarikan budaya tempo dulu. Termasuk juga mengedukasi anak-anak kita, karena kita sudah sibuk mau mendongeng kepada anak-anak atau mengajari dolanandolanan jaman dulu,” paparnya. Semua kegiatan kalau dilihat kurangnya, pasti ada kurangnya. “Untuk itu, media kami harapkan juga memandang segi positifnya, agar

siapapun senang berkunjung ke kota Probolinggo,” tegasnya. Probolinggo Tempoe Doeloe (PTP) dan Pasar Rakyat Maulid Nabi 2019, diikuti 60-an stand jadul dari OPD Pemkot Probolinggo, komunitas jadul, kuliner lawas termasuk stand UKM binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Pemprov Jatim. Sedangkankan area Pasar Rakyat Maulid Nabi 2019 yang disponsori Herbangin, menghadirkan 80-an stand tenda kerucut serta 200-an area PKL ber-KTP Probolinggo. Event Probolinggo Tempo Doeloe yang digelar di Alun-Alun Kota Probolinggo, rupanya menjadi daya tarik bagi kawula muda. Generasi milenial ini menjadikan event Probolingggo ‘jadul’ sebagai ajang berswafoto alias selfie. Probolinggo tempo doeloe itu tercermin dari bangunan-bangunan berdinding gedek, atap rumbia, dan pe-

nerangan strongking atau lampu teplek yang membuat suasana menjadi remangremang. Tak hanya stand dan aneka kuliner jadul, mainan anak jadul juga ditampilkan. Termasuk musik jadul, dan ada juga sejumlah mobil serta alat transportasi lawas terpajang di lokasi. Dibukanya event Probolinggo Tempo Doeloe ini menurut Kadisbudpar Kota Probolinggo, Tutang Aribowo merupakan bagian dari upaya Pemkot Probolinggo dalam pengembangan wisata dan ekonomi kreatif dengan konsep jadul. Ribuan warga datangi gelaran ini, bahkan banyak kaum milenial yang hadir menyukainya. Terbutkti yang datang dan swa foto di setiap stan ada anak-anak muda. Semua hal yang belum pernah dilihatnya sebelumnya mendapat perhatiannya. Ini menarik dan akan kami firalkan tambah Nia salah satu pengunjung dari luar kota. [wap]

Jelang Peringatan HJT Ke-726

Bupati Ziarah ke Makam Pahlawan dan Leluhur Tuban Tuban, Bhirawa Usai menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2019, Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda, melakukan ziarah ke makam pahlawan dan dilanjutkan ziarah ke sejumlah makam leluhur Tuban sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Tuban ke-726 tahun, Minggu (10/11). Sejumlah makam leluhur yang dikunjungi diantaranya Makam Sunan Bonang, makam Ronggolawe di kelurahan Sidomulyo, makam Bupati Tuban ke-22 Bambang Su-

djono Putro Desa Boto, makam Bupati Tuban pertama, Dandhang Wacana di Desa Prunggahan Wetan, Makam Sunan Bejagung Lor di Desa Bejagung, makam Brawijaya V kelurahan Gedongombo, Semanding dan terakhir makam Maulana Malik Ibrahim Asmoro Qondhi desa Gesikharjo, Palang. Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengungkapkan ziarah makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan mendoakan kepada para leluhur yang ada di Kabupaten Tuban. Sebab berkat

jasa para leluhur tersebut, Tuban bisa mencapai usianya yang ke-726 Melalui ziarah makam pahlawan dan leluhur, lanjut Bupati, dapat merefleksikan perjuangan dari pendahulu yang telah berkorban demi bangsa Indonesia dan meletakkan pondasi Kabupaten Tuban. Selain itu, untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme. “Serta napak tilas sejarah di Kabupaten Tuban karena bangsa yang besar adalah yang menghargai pahlawannya,” ungkapnya.

Bupati Huda juga berharap kesejahteraan masyarakat yang merata di Kabupaten Tuban. Pemerataan kesejahteraan ini dirasa mulai dari PNS, Non-PNS, perangkat desa, dan masyarakat. “Tidak hanya itu, juga terus meningkatkan pelayanan masyarakat yang semakin baik,” imbuhnya. Untuk diketahui, kegiatan rutin digelar tiap tahun ini diikuti Sekda Kabupaten Tuban, Kepala BNNK Tuban dan seluruh pimpinan OPD di kabupaten Tuban. [hud]

Serahkan SK Kemenkumham, Bupati Fadeli Ajak PSHT Jaga Kondusifitas Daerah Forum Pimpinan Daerah Lamongan mengundang secara husus para warga dan pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.

Forpimda Lamongan bersama warga PSHT Pusat Madiun saat bersilaturrahmi di Pendopo Lokatantra.

alimun hakim/bhirawa

Ratusan warga yang hadir tidak lain untuk meneguhkan komitmen merawat kondusifitas daerah dengan selalu menebarkan rasa persaudaraan yang menjadi dasar PSHT yang berpusat di Madiun ini. Mas Moerdjoko Ketua Umum Pusat Madiun - pun hadir secara langsung dalam agenda silaturrahmi tersebut. “Kita sebagai keluarga besar PSHT wajib mendukung semua program - program pemerintah karena kita bagian dari masyarakat harus ikut menciptakan negara

yang aman , adil dan makmur”Tutur Mas Moerdjoko Ketua Umum PSHT Pusat Madiun di Pendopo Lokatantra Lamongan kemarin. Kedatangan Ketua Umum Pusat Madiun juga dalam rangka menyerahkan lisensi dan hak paten PSHT Pusat Madiun dari Kemenkunham.”Kami menyerahkan lisensi dan hak paten PSHT Pusat Madiun dari Kemenkumham”Ungkapnya. Mas Moerdjoko menambahkan, dengan dasar Pancasila dan UUD 1945 , PSHT

dengan tegas menolak Radikalisme untuk tetap tegaknya NKRI, Indonesia sangat majemuk dengan beragam . “Kami mengharapkan saudara - saudara harus bisa membawa watak dan jiwa PSHT yakni menjadi insan yang berbudi luhur”Imbuh Mas Moerdjoko. Sementara itu Bupati Fadeli merasa bangga karena Lamongan memiliki PSHT sebagai organisasi silat terbesar dan mampu meraih sejumlah prestasi.”Saya merasa bangga Lamongan memiliki PSHT sebagai perguruan pancak silat terbesar dan banyak sekali prestasi yang diraih. Namun kharus tetap rendah hati.Saya

mengajak PSHT agar ikut menciptakan rasa aman dan kondusif di Kab. Lamongan”Kata Fadeli. Fadeli menjelaskan,Dari penanganan konflik sosial salah satunya Lamongan yang terbaik, dengan banyaknya konflik kita bisa selesaikan dengan baik mulai tingkat desa s.d kecamatan seperti halnya kita telah melaksankan pilkades serentak th 2019 yang berjalan aman dan lancar. Senada dengan hal itu Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono Dandim mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk selalu menebarkan persaudaraan. [aha]


EKONOMI

Senin Kliwon, 11 November 2019

Halaman 10

Semen Indonesia Optimalkan Pasar Ekspor ke Cina Bali, Bhirawa PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) bertekad menggarap serius potensi pasar ekspor ke Cina. Upaya ini harus dilakukan mengingat pasar domestik saat ini masih mengalami tekanan akibat over kapasitas dan adanya penurunan serapan pasar. GM of Corporate Communication Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan untuk pertama kalinya, Semen Indonesia mendapatkan pembeli semen dari China lantaranya adanya kekurangan pasokan semen di negara tersebut yang diperkirakan akibat adanya pemberhentian pabrik untuk sementara karena isu lingkungan. “Memang ini menjadi peluang buat kami untuk masuk pasar China, tapi kami masih belum tahu kontinu-

itasnya ke depan bagaimana, karena ini masih sangat baru dan ekspornya sedikit sekali,” katanya saat Media Gathering, Jumat (8/11) malam. Menurut Sigit, untuk mendorong penjualan di pasar ekspor, sejauh ini perseroan masih akan fokus pada pasar di kawasan utama Asia Selatan seperti Bangladesh, India Sri Lanka, termasuk di Asia Tenggara ada Filipina dan Timor Leste dan juga Maladewa yang merupakan pasar baru. Sigit menyebut, tren kinerja ekspor sepanjang Januari – September 2019 mengalami peningkatan baik Semen Indonesia maupun PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI atau bekas Holcim) yang tumbuh 7%. “Nah, sampai akhir tahun ini Semen Indonesia maupun SBI akan ditolong oleh pasar ekspor baru,” imbuhnya.

Sigit menjelaskan, kondisi pasar semen nasional saat ini pun mengalami penurunan 2%. Hal ini pun mempengaruhi penjualan perseroan yang juga turun sampai 4,9% sampai September 2019. “Seperti yang kita tahun, di semester I ada agenda pemilu yang membuat sejumlah proyek wait and see, lalu setelah pemilu juga masih menunggu siapa pemerintah terpilih, dan menunggu kebijakan,” katanya. Perseroan berharap di kuartal 4/2019 ini, ekonomi bisa kembali bergairah dan proyek-proyek bisa berjalan lagi agar produksi semen bisa terserap pasar, apalagi kapasitas produksi Semen Indonesia saat ini mencapai total 51 juta ton setelah mengakusisi Holcim, ditambah pabrik semen di Vietnam sehingga jumlahnya mencapai 53 juta ton.[why]

Emil Dardak saat menerima plakat dari Heppy Trenggono.

Gerakan Beli Indonesia

Strategi Nasional Ketahanan Ekonomi dari Krisis Gobal Surabaya, Bhirawa Di negeri kita Indonesia ini gudangnya orang pintar dan kreatif. Hanya saja, kadang tidak dipedulikan, bahkan hasil karyanya tidak sedikit yang tidak dilirik dan dihargai apa alagi dibeli. Akibatnya banyak dari mereka ini yang berputus asa dan malas untuk melalukan sesuatu karena dari bangsa dan kawannya sendiri tidak menghargai. Mereka lebih menyanjung-nyanjung hasil karya luar negeri. Demikian pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono di selasela Talkshow bertajuk Beli Indonesia yang digelar oleh Gerakan Beli Indonesia di arena DBL Surabaya, Sabtu (9/ 11) kemarin. Menurutnya, pemuda Jatim khususnya yang tergabung dalam wadah Gerakan Beli Indonesia siap berkreasi dan inovasi produk yang dibutuhkan asal ada yang membeli. “Jangan sampai para pemuda ini kecewa terus menerus karena hasil karyanya tidak ada yang menghargai, jangankan luar negeri bangsanya sendiri saja masih belum bisa menghargain-

ya,’’ ungkap Heppy. Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak yang hadir pada kesempatan tersebut langsung memberi tanggapan yang positif, pihak Pemprov akan membeli dengan mewajibkan atas PNS. “Kita akan memulainya dari sepatu dahulu, tapi tolong kualitasnya yang baik agar tidak kecewa,” ungkap Emil. Jika apa yang dicanangkan ini nanti berjalan dan berhasil, maka ke depan Indonesia akan ada perubahan bahkan ada secercah sinar yang terang memayungi Jatim ke depan.

Sebagai bangsa ke 4 terbesar di dunia, bangsa Indonesia memiliki bekal kekayaan alam yang sangat berlimpah dan jumlah penduduk yang besar sebagai bekal membangun. Ketika menyampaikan pledoi ‘Indonesia Menggugat’ di depan pengadilan Hindia Belanda di Bandung tahun 1930, Presiden Sukarno mengingatkan bangsa Indonesia kala itu, bahwa jika tidak segera bangkit maka akan terjadi penjajahan di Indonesia dalam 4 (empat) bentuknya. Pertama, Kekayaan alam Indonesia akan dikeruk oleh bangsa Iain. Kedua, Bahan mentah Indonesia akan dijadikan alat bangsa lain demi industri industri mereka. Ketiga, Indonesia hanya akan dijadikan sebagai pasar untuk produk-produk bangsa Iain. Keempat, Indonesia akan dijadikan |adang untuk para kapitalist asing. “Adakah peringatan bung Karno pada tahun 1930 itu kita lihat hari ini?” ungkap Emil.[ma]

Sehari, Masyarakat Butuh Daging Ayam 13 Ton Situbondo, Bhirawa Animo masyarakat Kota Santri akan kebutuhan ayam potong tergolong tinggi. Bagaimana tidak, warga Kota Situbondo butuh ayam potong sedikitnya 13 ton setiap harinya. Jumlah ini tidak didukung oleh peternak ayam potong di Situbondo yang masih sangat kecil. Dari kalkulasi yang ada, kini jumlahya sangat tidak sebanding dengan kebutuhan daging ayam ada di pasaran.

Menurut Plt Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo, Muhammad Hasanuddin Riwansia, tingginya animo permintaan ayam potong ditingkat pasaran sangat tidak sebanding dengan jumlah peternak ayam potong yang ada di Kabupaten Situbondo. Ini karena, ujar Udin-panggilan akrab Muhammad Hasanuddin Riwansia- setiap harinya peternak Situbondo hanya mampu mem-

produksi 5.119 kg atau setara 5,119 ton. “Yang kami ketahui saat ini untuk memenuhi kebutuhan daging ayam di Situbondo masih di topang dari pasokan luar daerah Situbondo,” tegas Udin. Masih kata Udin, jumlah kebutuhan ayam daging di Situbondo memang cukup besar. Terbukti, ungkapnya, untuk kebutuhan hari-hari besar akan suplai ayam potong tergolong meningkat hingga 4-6 kali lipat dari kebutuhan biasanya.[awi]

5 Lokasi Bersejarah di Surabaya yang Kini Menjelma Menjadi Museum Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Ada banyak lokasi bersejarah yang terawat dengan baik, bahkan kini menjadi museum sehingga mampu memberikan edukasi atau informasi bagi generasi muda. Beberapa di antaranya juga berkaitan dengan tokoh-tokoh besar bangsa ini. Cus, berikut 5 lokasi bersejarah di Surabaya yang kini menjelma menjadi museum:

Museum HOS Tjokroaminoto Museum HOS Tjokroaminito merupakan rumah tinggal pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto beserta keluarganya. HOS Tjokroaminito adalah guru bangsa sehingga banyak tokoh-tokoh besar yang belajar dan berdiskusi hingga tinggal di rumah itu. Mulai Samaoen, Alimin, Darsono, Tan Malaka hingga Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Pada 27 November 2017, museum ini diresmikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai salah satu destinasi wisata sejarah. Pengunjung dapat melihat ruang tidur dan ruang tamu keluarga HOS Tjokroaminoto, hingga kamar tempat menginap Ir. Soekarno ketika masih bersekolah.

·Alamat : Jl. Peneleh Gg. VII No.29 - 31, Peneleh, Genteng ·Jam Operasional ·Selasa – Minggu : 09.00 – 17.00 ·Senin : TUTUP ·Gratis

Museum Dr. Soetomo Museum Dr. Soetomo adalah museum khusus yang menampilkan riwayat hidup Dr Soetomo, tokoh pergerakan sekaligus salah satu pendiri organisasi Boedi Oetomo. Diresmikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada November 2017, museum ini bertempat di kompleks Pendopo Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jalan Bubutan No. 85-87 Kota Surabaya. Museum Dr. Soetomo menyimpan 328 koleksi berupa alat-alat kesehatan dan foto-foto.

Alamat : Jl. Bubutan No.85-87, Bubutan ·Jam Operasional ·Senin - Jum’at : 08.00 – 16.00 ·Sabtu - Minggu : 07.00 – 15.00 ·Gratis

Museum Surabaya Museum WR. Soepratman

·Alamat : Jl. Mangga No.21, Tambaksari ·Jam Operasional ·Selasa – Minggu : 09.00 – 17.00 ·Senin : TUTUP ·Gratis

Dibangun pada abad ke-20, rumah ini ditempati oleh pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf (W.R.) Soepratman setelah pindah dari Pemalang ke Surabaya pada 1937. Tidak sendiri, ia juga tinggal di rumah ini bersama Ny. Rokijem (saudari W. R. Soepratman) beserta keluarga. Rumah sederhana ini memiliki dua kamar utama, dengan satu ruang tamu, satu kamar kecil, dan satu ruangan dapur. Pengunjung dapat melihat dan menikmati koleksi-koleksi yang berhubungan dengan W. R. Soepratman di rumah ini. Koleksi-koleksi tersebut tersebar di sejumlah ruangan.

Museum Sepuluh Nopember Tugu pahlawan didirikan pada 10 November 1951 dan diresmikan pada 10 Novem· Alamat : Jl. Pahlawan ber 1952 oleh Presiden pertama RI, Ir. · Jam Operasional Soekarno. Tujuannya, untuk mengenang · Senin – Kamis : 08.00 – 15.00 sejarah perjuangan para pahlawan kemer: 08.00 – 14.00 · Jumat dekaan bangsa Indonesia dalam pertem· Sabtu & Minggu : 07.00 – 14.00 puran 10 November 1945 di Surabaya. · Hari Besar Keagamaan LIBUR Pada 10 November 1991 mulai dibangun · Tiket Rp. 5000/orang Museum Sepuluh November dengan luas · Pelajar/mahasiswa GRATIS 1.366 meter persegi pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah di areal Komplek Tugu Pahlawan. Museum ini diresmikan oleh Presiden RI ke-4, KH. Abdul Rahman Wachid pada 19 Februari 2000.

·Alamat : Jl. Tunjungan 1-3 Gedung Siola Lantai 1 ·Jam Operasional ·Selasa – Minggu : 09.00 – 21.00 ·Senin : TUTUP ·Gratis

Museum Kota Surabaya berisi sekitar 1.000 benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Kota Surabaya dari waktu ke waktu. Museum yang berlokasi di lantai 1 Gedung Siola ini dibuka mulai 3 Mei 2015. Gedung Siola sendiri merupakan bangunan cagar budaya yang menjadi saksi bisu pertempuran 10 Nopember di Surabaya. Sedangkan koleksi Museum Surabaya sangat beragam, mulai dari foto daftar Walikota Surabaya sejak zaman kolonial Belanda, Jepang sampai sekarang; arsip kependudukan sejak tahun 1837; pakaian petugas pemadam kebakaran sejak zaman Belanda; hingga alat transportasi tradisional Surabaya, becak.


SAMBUNGAN

Senin Kliwon, 11 november 2019

BPK Klarifikasi Pemberitaan Berjudul ‘BPK Temukan Desa Fiktif di Jatim’

Sambungan hal 1 Harry Purwaka saat menggelar workshop “Apa dibalik Opini?” pada 6 November 2019 menjelaskan, opini yang diberikan BPK atas laporan keuangan suatu entitas merupakan pernyataan profesional mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan. Oleh karena pembahasannya cukup spesifik, BPK menganggap media perlu memahami arti dari opini tersebut. Sebagai salah satu sumber informasi, media massa dinilai memiliki peran penting dalam menyajikan informasi yang benar dan dapat dipahami masyarakat. Media massa juga menjadi perpanjangan tangan BPK dalam memberitakan output BPK berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Harapannya, wartawan dapat menerjemahkan hasil pemeriksaan BPK menjadi berita yang mudah diterima oleh masyarakat sehingga hasil pemeriksaan BPK dapat dipahami dengan benar. Kepala BPK Jatim Harry Purwaka menyebut bahwa peme­ riksaan BPK terhadap laporan keuangan bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. Pemeriksaan keuangan merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan oleh BPK setelah pemerintah pusat/daerah menye­rahkan laporan keuangan un-audited kepada BPK, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 55 dan 56. “Dalam media workshop kali ini, kami ingin membagi pengetahuan mengenai proses pemeriksaan keuangan yang dilakukan BPK sehingga menghasilkan apa yang dinamakan opini,” katanya. Harry menerangkan bahwa jenis pemeriksaan BPK terdiri dari pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Pemeriksaan keuangan bertujuan memberikan opini, pemeriksaan kinerja memberikan rekomendasi, sedangkan PDTT memberikan simpulan. “Khusus PDTT yang berupa pemeriksaan investigatif dan penghitungan kerugian negara, prosesnya ditangani langsung oleh Auditorat Utama Investigasi pada BPK RI Pusat yang dibentuk sejak November 2016,” jelas dia. [geh]

l

Pemprov Bantu Bangun Kembali Pasar Ngunut

Sambungan hal 1 “Rencana pembangunan kembali Pasar Ngunut perencanaannya oleh Pemkab Tulungagung dengan proses sharing APBD Kabupaten Tulungagung dengan APBD Provinsi Jatim,” ujar Gubernur Khofifah saat berkunjung ke lokasi kebakaran Pasar Ngunut, Sabtu (9/11) dini hari. Gubernur Khofifah saat itu didampingi Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono dan Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. Ia mengaku prihatin dengan terbakarnya Pasar Ngunut yang membuat 800 pedagang tidak bisa berjualan lagi. Soal dana sharing untuk pembangunan kembali Pasar Ngunut, Gubernur Khofifah memaparkan anggarannya akan melalui Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jatim. “Menunggu perubahan APBD 2020 dulu. Karena APBD 2020 sudah dibahas oleh DPRD. Mungkin bulan Juli 2020 (APBD Perubahan) bisa dibahas,” tuturnya. Ditanya tentang estimasi dana untuk membangun kembali Pasar Ngunut, Gubernur Khofifah menyatakan dimungkinkan sebesar Rp 48 miliar. Dana tersebut bisa dibantu Pemprov Jatim sebanyak separuhnya atau lebih. “Prosentasenya bisa fifty-fifty (sama rata) atau (Pemprov) lebih besar lagi,” terangnya. Selain itu, mantan Menteri Sosial RI ini juga meminta Pemkab Tulungagung untuk segera membuat tempat penampungan sementara bagi pedagang, sehingga mereka dapat berjualan kembali. “Tempat penampungan sementara bagi pedagang menurut Pak Bupati akan dibangun di sini (jalan samping timur pasar),” ucapnya. Hal yang sama dikatakan Bupati Maryoto Birowo. Ia menyebut akan membuat tempat penampungan sementara bagi pedagang di tempat yang ditunjuk oleh Gubernur Khofifah. “Kami sedang menginventarisir pedagang yang terkena kebakaran. Nantinya kami juga akan bantu mereka dengan bantuan modal UMKM atau KURK,” paparnya. Bupati Maryoto Birowo belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran Pasar Ngunut. Yang pasti menurut dia, dalam kebakaran tersebut api melalap sampai 70 persen areal Pasar Ngunut. Sedang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah, menyebut ada opsi relokasi bagi para pedagang Pasar Ngunut. Yakni di bangunan Pasar Hewan. Ia menyatakan para pedagang nantinya akan difasilitasi untuk menempati lokasi Pasar Hewan tersebut. “Kami sudah survei, cukup ada los darurat untuk pedagang. Yang penting bisa jualan dulu. Untuk Pasar Hewan bisa dipindah ke Boyolangu,” katanya. Sementara itu, Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran Pasar Ngunut. Ia mengungkapkan penyelidikan lebih jauh terkait kebakaran akan dilakukan oleh Labfor Polda Jatim yang rencananya datang ke lokasi Pasar Ngunut pada Minggu (10/11) kemarin. “Kami belum bisa menafsirkan apa penyebabnya. Apa karena arus pendek listrik atau yang lainnya,” katanya. Sejauh ini pihak kepolisian sudah meminta ketarangan sejumlah saksi terkait kebakaran Pasar Ngunut. Termasuk orang-orang yang mengerti denah atau situasi Pasar Ngunut dan pemilik kios. [wed] l

Paling Terkesan PPDB

Sambungan hal 1 Wanita yang baru purna tugas tepat pada 31 Oktober lalu ini bahkan mengungkapkan jika ia ingin melupakan proses PPDB yang saat itu mengalami gejolak penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. “Pada akhirnya kalau ketemu rekan kerja kadang ingin melupakan (PPDB). Tapi kok selalu ingin diceritakan,” ungkapnya. Lama di Badan Diklat Jatim sebagai orang keuangan, membuat Indah khawatir akan kemampuannya di dunia pendidikan Jawa Timur. Bahkan ia mengakui jika dirinya nol potol dengan peta kerja dinas pendidikan. Namun harapan besar justru diperlihatkan oleh Kepala Dindik Jatim yang saat itu masih dijabat Saiful Rachman. Menurut Indah, pak Saiful lah yang membuat ia percaya diri. “Waktu itu yang membawa saya ke sini (Dindik Jatim) ya Pak Saiful (Saiful Rachman Kepala Dindik Jatim 2017-2019). Saya sempat mengatakan kebeliau jika pekerjaan yang paling sangat saya takutkan adalah PPDB. Karena berhadapan langsung dengan masyakat dan menyangkut orang banyak. Tapi beliau memotivasi dan ingin saya berkembang. Pas diminta ngisi Kepala UPT TIKP dan kena PPDB ini bikin saya deg-degan,” ujar dia. Namun, rasa deg-degan dan khawatir itu rupanya tidak bertahan lama. wnaita kelahiran Surabaya 31 Oktober 1961 ini harus purna tugas (pensiun) dengan meninggalkan harapan besar bagi kemajun di bidang TIKP. “Saya berharap pengganti saya nanti lebih baik dari saya. Dan memng dibutuhkan orang-orang yang punya kemampuan di bidang teknologi,” paprar dia. Setelah purna tugas, Indah ingin menikmati perannya sebagai seorang nenek. Ia juga berencana untuk mendirikan sekolah PAUD atau TK. [ina] l

Empat Desa ‘Hilang’ di Sidoarjo Masih Terima Dana Desa l

Sambungan hal 1

Pihaknya pun telah meng­ usulkan kabupaten tersebut untuk menghapus keempat desa tersebut. “Kita sedang mengusulkan kabupaten untuk menghapus desa itu. Tapi ada pertimbangan yang dibahas lebih jauh,” tambahnya. Pemprov Jatim, lanjut Yasin, memastikan jika di provinsi pa­ ling ujung timur Pulau Jawa ini tidak ada desa fiktif atau desa yang tidak ada penduduknya. “Memastikan tidak ada penilapan dana desa akibat adanya desa fiktif,” ungkapnya. Yasin mengatakan, anggaran dana desa untuk 2020 di Jatim naik menjadi Rp7,6 triliun. Jumlah itu naik Rp2 miliar dari tahun 2019 yang hanya berkisar Rp7,4 triliun. Kenaikan anggaran dana desa ini ditujukan untuk pengembangan ekonomi desa.

“Saya yakin kehadiran dana desa dapat mendorong pengembangan kewirausahaan atau entrepreneurship yang ada di Jatim. Tahun 2020 memang ada penambahan anggaran yakni menjadi Rp7,6 triliun yang sebelumnya dapat Rp7,4 triliun,” ujarnya. Yasin menegaskan, bahwa jumlah desa di Jatim masih sama sejak digelontornya dana desa tahun 2015 dari pemerintah pusat yakni 7.724 desa. Per desa bisa menerima Rp900 juta sampai Rp1 miliar. “Jumlah desanya tetap yaitu 7.724 desa hingga sekarang. Per desa dapat Rp900 juta dan tahun depan bisa mendapatkan Rp950 juta hingga Rp 1 miliar lebih. Kalau berdasarkan proporsi itu paling minim Rp700 dan paling tinggi Rp1 miliar lebih,” jelasnya. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kata Yasin, telah berkirim surat kepada bupati/wali kota untuk melaku-

kan optimalisasi dana desa. Sebagaimana yang diatur dana desa itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Maka, Bu Gubernur lebih menginginkan fokus dana desa untuk pengurangan kemiskinan, pencegahan stunting dan pe­ ningkatan ekonomi masyarakat pedesaan. Infrastruktur sudah terpenuhi, Sehingga kedepan, peningkatan SDM dan pemberdayaan masyarakat lebih ditingkatkan,” pungkasnya. Sementara, Ketua Komisi A DPRD Jatim, Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio membenarkan akan ada penambah­an anggaran dana desa di tahun 2020. “Informasi memang dinaikkan ya, tapi naiknya berapa kami belum tahu. Tapi menurut saya sesuai dengan subtansi sana kalau selama ini bagus dengan adanya dana desa demi kemajuan desa,” katanya. [geh]

anggaran rakyat,” katanya saat ditemui disela hearing. Meski demikian, Hadi mene­ gaskan bahwa pihaknya sudah menghandel dan membackup tugas-tugas Komisi A DPRD Jatim. Menurut dia, komisi A bukanlah milik perseorangan saja. “Secara etika politik, saya rasa itu kebijakan politik masing masing, ya. Kalau bicara wakil rakyat mestinya mengedepankan kepentingan rakyat. Tapi kalau ada prsoalan pribadi itu wilayah yang tidak bisa kita sentuh karena itu hak sebagai anggota pribadi,” terangnya. Pembahasan APBD 2020 kali ini diakui Hadi sangatlah mepet. Sebab, agenda DPRD diikuti dengan kunjungan dan kegiatankegiatan partai. “Untuk pembahasan kita diberi waktu sangat

mepet. Mangkanya komisi A ambil waktu saat libur. Mau tidak mau, komisi A walaupun hari libur kita terjang. Karena ini juga menyangkut masalah masyarakat jatim, kalau sampai terjadi antara komisi dengan mitranya tidak membahas anggaran saya rasa yang dirugikan masyarakat Jatim,” papar Hadi. Hearing Komisi A ini pun dilakukan secara tertutup dalam pembahasan APBD 2020 dengan dihadiri sejumlah OPD Pemprov Jatim. “Maaf mas tertutup ya mas,” kata salah satu orang berpakaian batik hijau sembari kembali menutup pintu Komisi A DPRD Jatim. Ditanya lebih jauh hearingnya membahas terkait apa,”membahas APBD 2020,” tambahnya. [geh]

gratis bagi lansia dan anak yatim di Kantor Kelurahan Kutoanyar. Mantan Menteri Sosial RI ini memaparkan pengobatan mata gratis bagi warga yang menderita katarak merupakan upaya Pemprov Jatim untuk menurunkan angka kebutaan pada tahun 2023 yang kini angkanya masih 4,3 persen. Di atas rata-rata nasional yang hanya 3 persen. “Target kami Jatim pada tahun 2023 sudah bebas dari kebutaan utamanya akibat katarak. Ini memang agak bombastis,” tuturnya. Namun demikian, lanjut dia, berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jatim agar target bebas kebutaan pada tahun 2023 tercapai. Salah satunya dengan terus melakukan penyisiran warga yang

menderita katarak untuk dilakukan pengobatan bekerjasama dengan komisi mata daerah (komatda). Selain melakukan kegiatan peletakan batu pertama di titik 74 dan pemberian sembako di Kelurahan Kutoanyar, diselenggarakan pula acara gowes bareng yang pemberangkatannya dilakukan Heru Tjahjono. Acara gowes bareng ini mendapat apresiasi yang meriah dari masyarakat Tulungagung. Tak kurang dari 2.000 peserta ikut memeriahkan gowes bareng tersebut. Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menyatakan rasa terima kasihnya pada Gubernur Khofifah yang telah berkunjung ke Tulungagung. [wed]

Hearing Komisi A Tertutup, Kebut Pembahasan APBD Jatim 2020 l

Sambungan hal 1

Diketahui, hearing selama di hari terakhir ini tidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Jatim, Istu Hari Subagio. Tidak hadir Istu dikarenakan ada urusan pribadi di luar Provinsi Jatim. Alhasil, hearing kali ini dipimpin oleh Wakilnya yakni Bayu Airlangga dan Hadi Dediansyah. Wakil Ketua Komisi A Hadi Dediansyah mengaku tidak ha­ dirnya Ketua Komisi A sudah ada izin sebelumnya dan kepada anggota lainnya. “Ketua Komisi A sudah pamit. karena ada wisuda purnatugas di Magelang, sudah izin ke kami karena beliau juga merupakan momentum satu kali dalam seumur hidup, makanya memilih itu daripada membahas

Gubernur Lakukan Peletakan Batu Pertama RTLH di Tulungagung l

Sambungan hal 1

“Untuk Tulungagung, ini pembangunan RTLH yang ke-74. Masih banyak titik-titik lainnya yang dibangun di seluruh Jatim. Seperti yang kemarin juga di Lamongan,” ujar Gubernur Khofifah. Menurut dia, Pemprov Jatim tidak hanya bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya dalam membangun RTLH, tetapi juga dengan yang lainnya. Seperti dengan Danlamtamal di 10.000 titik. Selain melakukan peletakan batu pertama RTLH milik Sumini itu, Gubernur Khofifah yang di Tulungagung didampingi Sekdaprov Heru Tjahjono tersebut juga melakukan pemberian bantuan sembako dan pengobatan mata

Halaman 11

Setelah KH Masjkur, Tiga Tokoh Jatim Diusulkan Pahlawan Nasional

Sambungan hal 1 Siapa lagi setelah KH Masjkur? Sejumlah tokoh asal Jatim yang telah berjasa terhadap bangsa Indonesia dinilai layak untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Salah satunya ialah KH Aburrahman Wahid alias Gusdur yang lahir di Jombang dan menjadi Presiden ke-IV RI. Kedua, Letkol Infanteri (Anumerta) Mohammad Sroedji yang lahir di Bangkalan dan gugur di Jember pada pertempuran tahun 1949 dan telah mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo tahun 2016. Ketiga adalah Raden Trunojoyo seorang bangsawan Madura yang telah memiliki gelar Panembahan Maduretno. Gubernur Khofifah mengakui, banyak tokoh asal Jatim yang dinilai layak untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional. Saat ini, yang masih tahap diusulkan adalah tiga tokoh tersebut. “Saya kemarin juga sudah mengomunikasikan ke Tim TP2DP dan Tim Dewan Gelar, saya sampaikan kami (Jatim) masih punya banyak tokoh yang mungkin bisa mendapat gelar pahlawan,” tutur Khofifah ditemui usai memimpin upacara Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (10/11). Khofifah mengakui, area pergerakan di Jatim itu dari dulu menjadi bagian penentu dalam memperoleh kemerdekaan dan mempertahankannya. Ada pahlawan nasional dari Blitar, Pasuruan, Jombang, Malang, dan Surabaya yang lebih banyak. “Yang agak surprise dari Sampang, Halim Perdana Kusuma. Ini menjadi penting untuk kita terus melakukan diseminasi tentang kepahlawanan, keperintisan, kejuangan yang mana memang tiada perjuangan tanpa pengorbanan,” tutur Khofifah. Mengutip ungkapan Gus Dur, Khofifah mengatakan siapapun yang hidup harus siap berjuang, setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan, setiap pengorbanan besar pahalanya. “Ending-nya, pahala yang besar dari setiap pengorbanan,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut. Terhadap anugerah gelar pahlawan yang diberikan kepada KH Masjkur, Khofifah sebelumnya mengakui bahwa tokoh tersebut patut diteladani. Sosoknya dinilai berjasa besar terhadap bangsa dan negara, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. “Pengabdian beliau seutuhnya untuk negara ini, baik secara fisik maupun pemikirannya. Beliau juga mengabdikan dirinya untuk umat lewat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam di tanah air,” terangnya. Penganugerahan K.H Masjkur sebagai pahlawan nasional, kata Khofifah, atas usulan masyarakat, sejarawan, dan pemerintah yang melihat perjuangan dan jasa-jasanya. Dukungan juga datang dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi baik di Jatim maupun luar Jatim. Pemberian gelar ini diajukan melalui bupati/wali kota atau gubernur kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial yakni Menteri Sosial. Selanjutnya Menteri Sosial mengajukan permohonan usul pemberian gelar kepada presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. “Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja tapi melalui perjuangan dan pengorbanan luar bisa para pendahulu kita,” tutur mantan Menteri Sosial RI ini. Selayaknya, lanjut Khofifah, nilai-nilai perjuangan KH Masjkur harus tertanam dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. l

Menjadi Pahlawan Masa Kini Hari Pahlawan tahun ini mengusung tema ‘Aku Pahlawan Masa Kini’. Masih menurut Khofifah, pahlawan masa kini dapat dilihat dari apa yang dilakukannya terhadap bangsa. Ada yang punya passion membersihkan sungai, membersihkan sampah plastik, menjaga lingkungan hidup, mendidik anak-anak, menjauhkan dari narkoba, mengajak tidak menyebar hoaks dan seterusnya. Itu adalah bentuk dalam membela NKRI. “Yang kita perangi saat ini narkoba, yang kita perangi kebodohan, kemiskinan, yang kita perangi hoaaks dan sesuatu yang bisa memprovokasi dan berpotensi memecah belah bangsa,” tutur Khofifah. [tam]

Sah, APBD 2020 Surabaya Tembus Rp10,3 Triliun l

Sambungan hal 1

Rismaharini dan DPRD Surabaya. Delapan fraksi yang ada di DPRD menyampaikan pandangannya atas jawaban Wali Kota berkaitan dengan RAPBD Tahun 2020 sebelumnya. Pekik “Merdeka” terucap berkali-kali dari para juru bicara fraksi ketika akan membacakan pandangannya. Teriakan “Merdeka” itu langsung disambut para undangan yang hadir di rapat paripurna. “Saya atas nama pemerintah kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada segenap pimpinan dan anggota dewan, karena telah menyetujuai APBD 2020, tepat di tanggal 10 Nopember ini,” Ucap Wali Kota Risma. “Teknik penyusunan Raperda tentahg APBD Tahun 2020 sesuai

dengan Undang-Undang 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan pelaksanaannya,” sebutnya. Perempuan pertama yang menjabat Wali Kota di Surabaya ini tak lupa juga menyampaikan penghargaan setinggitingginya atas saran dan masukan dari kalangan dewan saat pembahasan RAPBD. Ia menilai, saran dan masukan tersebut sebagai upaya meningkatkan kinerja dalam mengoptimalisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kemudian mengoptimalisasi pemenuhan layanan dan fasilitas publik, serta traansparansi anggaran yang tentu membawa kemanfaatan bagi masyarakkat dan pembangunan Kota Surabaya ke depannya,” katanya. Wali Kota Risma mengatakan,

raperda APBD Kota Surabaya Tahun 2020 beserta lampirannya akan disampaikan ke Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan evaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Usai Rapat Paripurna, suasana ga­ yeng penuh keakraban nampak antara Wali Kota Risma dengan kalangan dewan. Sebelum keluar ruangan, Wali Kota Risma dan para anggota dewan, serta forpimda yang hadir di rapat paripurna melakukan foto bersama. Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, usai memimpin rapat paripurna mengatakan, bahwa pengesahan RAPBD Kota Surabaya tahun 2020 menjadiAPBD bersejarah, karena berbarengan dengan Peringatan Hari Pahlawan. “Setelah tadi pagi, kita ikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Balai

Kota. Kemudian beralih ke sini, penetapan APBD Tahun 2020. Ini menurut saya, monumental,” katanya. Adi menyebut, kekuatan anggaran APBD Kota Surabaya Tahun 2020 sebesar Rp. 10,3 triliun. Dari jumlah itu, alokasi paling besar untuk Bidang Pendidikan, sekitar 21 persen. “Untuk urusan pendidikan, mulai dari saran-prasarana, infrastruktur pendideikan, biaya pendidikan gratis dan guru,” jelasnya. Kemudian, anggaran lainnya yang besarannya terbesar kedua adalah di Bidang Kesehatan. Di bidang layanan kesehatan ini, alokasi anggarannya mencapai 10 persen dari total APBD 2020. “Ketiga infrastruktur, termasuk yang digunakan untuk persiapan Piala Dunia U-20 Tajun 2021, yang anggarannya sekitar Rp. 100 Milyar,” pungkasnya. [dre.iib]

Usung Batik Biota Laut, Siap Bersaing dalam Pemilihan Putri Batik Jatim l

Sambungan hal 1

“Saya sangat bersyukur karena akhirnya berhasil mencapai prestasi tertinggi di tingkat Kabupaten Situbondo. Semoga kedepan capaian ini bisa memberikan semangat bagi teman saya di SMAN 1 Panji,” aku Adel. Masih kata Adel, ada banyak tahapan yang harus di lalui Adel selama mengikuti seleksi Puteri Batik Situbondo 2019. Mulai tes kecerdasan, penguasaan mata pelajaran dan kemampuan penguasaan soal batik khas Situbondo harus dipahami dengan benar oleh Adel. Berbekal arahan dan bimbingan Kepala Sekolah Said Ripin Bukarya dan guru pembina, semua menjadi nilai plus bagi penampilan Adel selama mengikuti seleksi. “Atas capaian prestasi ini saya berharap semoga kedepan bisa mengemban tugas dengan lebih baik. Baik itu tugas sebagai wakil Kabupaten Situbondo maupun menuju seleksi Provinsi Jatim,” ucap Adel. Adel sangat yakin, dengan prestasinya itu kedepan bisa ditiru atau dilanjutkan oleh adik kelasnya dalam

pencapaian predikat Puteri Batik 2019. Bahkan, Adel berharap tahun 2020 mendatang bisa menularkan ilmunya kepada adik kelas sehingga sama sama meraih prestasi yang lebih prestisius lagi. Apa yang telah diraih selama ini, lanjut Adel, akan ia tularkan secara disiplin kepada penerusnya di SMAN 1 Panji Situbondo. “Mulai saat ini saya sudah sedikit membocorkan ilmu yang harus dikuasai oleh para adik kelas. Ini penting agar nanti saat ikut kontes yang sama bisa kembali meraih juara sebagai puteri Batik Situbondo,” terang Adel. Untuk meraih prestasi ini, tandas Adel, dirinya juga harus menguasai tentang berbagai ilmu non IPA seperti PPKN, ilmu nalar dan ilmu penguasaan publik (publik speaking). Saat ini saja, tegas Adel, ia juga mulai mempersiapkan untuk meraih penghargaan yang lebih tinggi pada tingkat Provinsi Jatim untuk lomba yang sama. “Intinya saya sudah harus siap bersaing di tingkat Provinsi Jatim bersama Haykal (pasangan putera batik asal SMAN 2 Situbondo),” papar Adel. Sementara itu pembina sekaligus pendamping Adel dalam event pemi-

lihan Puteri Batik Situbondo 2019, Rury Dewi Umborowati menimpali, ada banyak persiapan yang dilakukan, satu diantaranya melakukan pemilihan siswa siswi yang terkait dengan kriteria calon putera puteri Batik. Tak hanya itu, imbuh Rury, ia kemudian melakukan seleksi internal sehingga mengerucut menjadi empat calon yakni ada tiga calon puteri batik dan satu calon putera batik. “Kami diinternal SMAN 1 Panji melakukan seleksi awal sekitar 10-15 siswa siswi. Kami juga melibatkan guru Seni sehingga diambil keputusan empat siswa terbaik,” ucap Rury. Wanita yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Panji itu menambahkan, seleksi itu wajib dilakukan sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh Disperdagin Kabupaten Situbondo, sehingga bulat mengirim empat siswa untuk berlaga dalam pemilihan Putera Puteri Batik tingkat Kabupaten Situbondo. Setelah itu, aku Rury, anak didiknya harus menjalani pelatihan dan pembekalan dengan peserta yang lain terkait apa saja yang harus dilakukan. “Sampai kemudian diputuskan empat siswa

dari SMAN 1 Panji lolos untuk tingkat Kabupaten Situbondo,” paparnya. Rury kembali menuturkan, SMAN 1 Panji sepakat mengambil tema batik biota laut plus corak khas kerang asli Kabupaten Situbondo untuk menarik minat dan penilaian dari tim juri yang terdiri dari Dinas Pariwisata, Dewan Kesenian Situbondo serta dari tim unsur yang lain. Untuk itu kedepan, aku Rury, pihaknya secara serius mulai mempersiapkan untuk mengikuti event yang sama di tingkat Provinsi Jawa Timur. “Puteri Batik SMAN 1 Panji ini akan mewakili Kabupaten Situbondo di tingkat Provinsi Jatim. Jadi mulai sekarang sudah harus mempersiapkan secara serius bersama Disperdagin Kabupaten Situbondo,” ujarnya. Rury berharap kepada Adel, sejak saat ini harus lebih menguasai pengetahuan tentang batik dan budaya Situbondo serta memahami wawasan budaya Nusantara Indonesia. Sebab, tegas Rury, selain harus bisa mempertahankan prestasi yang baru pertama kali diraih SMAN 1 Panji, status Puteri Batik kedepan harus menjadi pendorong siswa yang lain untuk meraih prestasi lain.[*]


Senin Kliwon, 11 November 2019

Halaman 12

Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Menjadi Pahlawan Tak Harus Angkat Senjata di Medan Perang Gubernur Khofifah Tegaskan Semua Orang Bisa Jadi Pahlawan Momentum peringatan Hari Pahlawan menjadi kesempatan tak sekadar untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan. Lebih dari itu, momentum ini penting untuk memupuk kembali rasa cinta terhadap bangsa dan negara lewat berbagai pengabdian yang bisa dilakukan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, semua orang bisa menjadi pahlawan di era kekinian. Syaratnya, memiliki semangat dan perjuangan yang luar biasa dalam mengabdikan diri melalui profesi masing-masing secara bertanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. "Tidak harus terjun ke medan perang dengan angkat senjata. Siapa saja bisa jadi pahlawan dengan catatan nilai-nilai kepahlawanan tersebut terimplementasi secara nyata dan terwujud dalam tindakan sehari-hari," ungkap Khofifah usai upacara Peringatan Hari Pahlawan di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (10/11). Diungkapkan, zaman dulu, makna kepahlawanan adalah mereka yang berperang melawan penjajah atau orang - orang yang ikut berperan memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Tantangan yang dihadapi terpampang nyata yaitu penjajahan dari bangsa lain. Era kini, lanjut Khofifah, tantangan yang dihadapi bukan lagi penjajahan secara fisik, tetapi bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan besar dan kompleks yang dapat merongrong bangsa ini. Menurutnya, selama bisa memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa, maka orang tersebut layak disebut sebagai pahlawan masa kini. "Musuh kita saat ini adalah kemiskinan, kesenjangan sosial, kebodohan, kerusakan lingkungan, dan pengangguran. Belum lagi ditambah narkoba, trafficking, radikalisme, teror-

isme, KKN dan lain sebagainya. Inilah medan juang kekinian dan kita harus bersama-sama memeranginya," ujarnya. Khofifah menambahkan, musuh lain yang tidak kalah berbahayanya di era digital saat ini adalah anasir yang dapat memecah belah bangsa yang bergerilya menggunakan senjata kabar bohong (hoax). Mereka sengaja menebar jaring kabar bohong dengan tujuan mengadu domba anak bangsa dengan isu SARA. Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November tersebut, Gubernur Khofifah juga bersilaturahmi dengan para veteran, perintis kemerdekaan serta keluarga pahlawan serta memberikan santunan dan bingkisan khusus. Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga memimpin apel kehormatan dan renungan suci (AKRS) dalam rangka Hari Pahlawan 10 November di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Surabaya, tepat pukul 00.00 WIB, Minggu dini hari. Saat pembacaan Naskah AKRS, Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim mengajak para peserta apel untuk memberikan penghormatan sebesar-besarnya pada para kusuma bangsa yang bersemayam di TMP Sepuluh Nopember. Sebanyak 3.376 TNI, Polri, dan ASN serta pejuang dan 53 Pahlawan tidak dikenal dimakamkan di TMP Sepuluh Nopember. AKRS dalam rangka memperingati Hari Pahlawan diikuti sebanyak 188 peserta yang berasal dari TNI, Polri, Wanita TNI dan Polwan, Pramuka, Linmas, Mahasiswa , Korsik Korem 084/ BJ, Korpri, pelajar SMU dan SMA, dan organisasi pemuda serta FKPPI. Tampak di barisan kehormatan AKRS yaitu , Wakil Gubermur Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, Kajati, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Kasgartap 3 Surabaya, Danlatamal V Surabaya serta Sekdaprov Jatim. [tam]

Gubernur Jatim Khofifah didampingi Wagub Emil dan Forkopimda Jatim melihat foto-foto pahlawan nasional asal Jatim usai mengikuti upacara Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan, Minggu (10/11).

Gubernur Jatim bersama Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim turun dari podium menyapa para peserta usai memimpin upacara.

Gubernur Khofifah memberikan santunan kepada veteran dan janda perintis di sela upacara peringatan Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan, Minggu (10/11).

Wali Kota beserta Forkopimda mengikuti upacara.

Semangat Hari Pahlawan, Wali Kota Ajak Pemuda Banggakan Bangsa Melalui Karya Kota Kediri, Bhirawa Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri, Minggu (10/11). Bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar berpesan agar pemuda memaknai kebhinekaan dan kebersamaan lalu menjadikannya sebagai pandangan hidup. "Kita ini bhineka tunggal ika jadi harus maju bersama-sama dan saling mengisi. Sehingga tidak terpecah-pecah. Kita juga harus bersatu memajukan bangsa khususnya untuk generasi muda. Kita bisa saling mengisi dan saling berkolaborasi," ujarnya usai mengikuti Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri. Dengan semangat Hari Pahlawan, walikota yang akrab disapa Mas Abu ini mengajak generasi muda untuk membuat karya. "Sekarang ini bagaimana khususnya anak muda membang-

Bersama Kapolresta Kediri dan Ketua DPRD Kota Kediri Wali Kota menabur bunga di makam pahlawan.

Wali Kota berjabat tangan dengan Kapolresta Kediri.

gakan Bangsa Indonesia melalui karya. Kita mesti mengisi Hari Pahlawan ini dengan karya-karya kita karena pahlawan sudah berjuang mati-matian dengan nyawanya untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia," ajaknya. Sebelumnya, Pemerintah Kota Kediri telah menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-74 di Halaman Balaikota Kediri. Upacara Hari Pahlawan ini mengambil tema "Aku Pahlawan Masa Kini". Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya,

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana membacakan pidato Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P. Batubara. Upacara diikuti oleh ratusan ASN, TNI, Polri, pelajar dan mahasiswa. Hadir dalam kegiatan ini Forkopimda Kota Kediri, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kediri Nekky Budwi Sunu, para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, dan perwakilan organisasi wanita Kota Kediri. [adv.humas.van]

Profile for Harian Bhirawa

binder11nov19  

binder11nov19