Issuu on Google+

Harian Umum MEDIA GROUP

RABU

KORAN LOKAL TERBAIK DI INDONESIA

26 JUNI 2013 M / 17 SYA’BAN 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

BLSM — Penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) melakukan registrasi di Kantor Pos. Inser: Gusnawati (57) menangis ketika tidak mendapat Kartu Pengaman Sosial (KPS) di Kantor Kelurahan Purus, Padang, Selasa (25/ 6). Warga yang tidak mendapat KPS tidak bisa menerima uang dari BLSM. RIVO

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (QS As Sajdah Ayat 7)

04.58

12.24

15.49

18.26

TERBIT 28 HALAMAN EDISI 235, TAHUN KE 65

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

19.41

KASUS BLM

Terdakwa Fitrizal Kembalikan Dana

SEPTI ANDRIES

PADANG, HALUAN — Sebelum dilaporkan ke pihak kejaksaan, kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Langsung (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok tahun 2006- 2009 telah dicoba diselesaikan secara musyawarah. Terdakwa dalam kasas ini adalah Fitrizal. Hal ini diterangkan Khairul, mantan Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PjOK) saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Padang, Selasa (25/6). Lebih lanjut, Khairul menjelaskan, kasus ini berawal saat adanya temuan penyelewengan dana setoran pinjaman dari kelompok masyarakat. Mendapati hal tersebut pihak PJOK pun berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Antar Nagari (BKAN) dan tim fasilitator dari kabupaten. “Kemudian PJOK, BKAN dan fasilitator pun membuat tim advokasi yang bertugas menginvestigasi dan mengaudit dana,” jelas saksi Khairul. Lebih lanjut, ketua BKAN, Mursal Sain yang ikut menjadi saksi dalam sidang kemarin menjelaskan, saat tim advokasi menginvestigasi, terdakwa Fitrizal Hidayani yang menjabat sebagai bendahara Unit Pengelola Kegiatan (UPK) mengakui kalau dirinya memang ada memakai dana tersebut.

WARGA MISKIN DATANGI KANTOR LURAH

BLSM Tidak Tepat Sasaran DANA BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM mulai disalurkan di Kota Padang. Sayangnya, banyak warga miskin yang tidak mendapatkan bantuan. Sementara dari laporan warga, banyak pula orang yang mampu tapi diberi bantuan. Artinya, BLSM ini tidak tepat sasaran. PADANG, HALUAN — Penyaluran Bantuan Langusung Tunai Masyarakat (BLSM) di

>> TERDAKWA FITRIZAL hal 07 Advertorial

Provinsi Sumatera Barat, terkesan tidak tepat sasaran. Pasalnya, banyak masyarakat Sumbar,

yang seharusnya layak mendapatkan BLSM, malah tidak mendapatkannya. Sebaliknya banyak masyarakat yang seharusnya tidak berhak mendapatkan, malah mendapat BLSM tersebut. Selain itu, jumlah penerima BLSM di Sumbar pun, masih sangat rendah. Data yang didapat Haluan dari Badan Pusat Statistik Sumbar, jumlah penduduk miskin di Sumbar mencapai 397.855 jiwa, atau delapan persen

dari total penduduk Sumbar (data tahun 2012). Sedangkan jumlah penerima BLSM, hanya sekitar 275.431 jiwa (Data Dinas Sosial Pemprov Sumbar). “Mungkin saya berhak mendapatkan dana BLSM itu. Karena, kalau dilihat dari kondisi perekonomian, saya masuk dalam kategori masyarakat sangat miskin. Namun, apa boleh buat, dana BLSM itu tidak diberikan pemerintah kepada saya,” ujar

salah seorang warga Purus, Kelurahan Purus Tengah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Mirawati. Hal senada juga dipaparkan oleh Lurah Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara Zalminur diwakili Kasi Kesos Nasrul. Ia mengatakan, data penerima raskin di Kelurahan Ulak Karang mencapai 415 Kepala Keluarga.

>> BLSM TIDAK hal 07

Pembunuhan di Manggopoh Diduga Bermotif Dendam

Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim (dari kiri ke kanan), saat memukul gendang tanda diresmikannya Pertikabumi V tahun 2013 di Lubuk Minturun, Padang, Selasa (25/6). RIVO SEPTI ANDRIES

DIRESMIKAN MENTERI PERTANIAN RI

AGAM, HALUAN — Satuan Reserse Kriminal Polres Agam masih mengusut penyebab kematian warga Jorong Kubu Anau Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung Rita Susanti (28). Dugaan sementara pembuhan tersebut bermotif dendam. Kasat Reskrim Polres Agam AKP Albert Zai kepada Haluan Selasa (25/ 6) di Lubuk Basung mengatakan, pihak kepolisian sudah meminta keterangan beberapa saksi. Berdasarkan kesimpulan sementara pembunuhan terhadap korban sudah direncanakan dan memiliki unsur

dendam. Sangat kecil kemungkinan pembubuhan tersebut dilakukan oleh orang luar. Sebab, pemukiman di tempat kediaman korban cukup padat. “ Pembunuhan ini bisa jadi dilakukan oleh orang dekat atau tetangga, namun kita belum bisa memastikan. Saat olah tempat kejadian perkara kita sudah melakukan visum luar. Pada tubuh korban terdapat luka pada bagian leher, kemudian luka memar pada bagian pipi, dan mulut mengelurkan busa ,” katanya.

>> PEMBUNUHAN DI hal 07

dimulai sejak Senin (24/6) hingga Minggu (30/6), diikuti 849 peserta dari 30 Kwartir Daerah (Kwarda) se-Indonesia. Terdiri dari 453 pramuka penegak/pandega putera dan 393 pramuka penegak/pandega puteri. Menteri Pertanian RI, Suswono yang juga Anggota Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka didampingi Gubernur Sumbar, Irwan

>> PERTIKABUMI hal 07

PADANG, HALUAN — Aktivitas tambang emas liar (illegal mining) di Kabupaten Solok Selatan ternyata masih saja terjadi. Pelakunya tak hanya perorangan, tapi juga melibatkan perusahaan besar. Jajaran kepolisian pun dibikin muak dengan sikap penambang liar yang tak jera-jeranya. Guna memberantas tambang liar ini, Tim Gabungan jajaran Polres Solsel meringkus 11 pelaku tambang emas liar di base camp PT Geominex di Sungai Batanghari, Selasa (25/6) sekitar pukul

WALIKOTA SAWAHLUNTO DILANTIK

Ali Yusuf-Ismed Pilihan Amran Nur

HASIL RAZIA TIM GABUNGAN POLRES SOLSEL

Pertikabumi Momen Sebelas Penambang Cintai Dunia Pertanian Emas Liar Ditangkap PADANG, HALUAN — Menteri Pertanian RI, Suswono membuka secara resmi Perkemahan Bakti Satuan Karya Tarunabumi (Pertikabumi) Nasional V tahun 2013, Selasa (25/6). Perkemahan yang bertepatan dengan peringatan Hari Krida Pertanian 2013 ini, digelar di SMK Pembangunan Pertanian Negeri Padang dan Balai Benih Induk Hortikultura, Lubuk Minturun, Padang. Pertikabumi V Nasional telah

Amran Nur menyerahkan memori kepada Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto periode 2013 – 2018, setelah dilantik oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Selasa (25/6) . FADILLA JUSMAN

07.20 WIB. Selain itu, tim gabungan juga mengamankan beberapa barang bukti yakni 3 unit ekskavator, 1 unit kapal keruk, dan 1 unit pistol jenis Air Soft Gun yang berisi dua peluru, serta 3 lembar parket warna hijau berisi pasir emas 10 hingga 50 gram. Dari 11 pelaku tersebut di antaranya warga asal Cina yakni Pan Wen Bin (31) dari PT Geominex Solsel, Afrizal

SAWAHLUNTO, HALUAN — Sekitar pukul 11.35 WIB atau satu jam menjelang salat Zuhur, Selasa (35/6) kemarin, jabatan Walikota Sawahlunto berpindah tangan secara sah, dari Amran Nur ke Ali Yusuf, setelah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, atas nama Menteri Dalam Negeri RI melantik pasangan Ali Yusuf – Ismed sebagai kepala daerah Sawahlunto periode 2013 – 2018. Pelantikan yang digelar dalam sidang paripurna Istimewa DPRD Sawahlunto itu, dengan sangat terpaksa, hanya dipimpin satu orang pimpinan DPRD Sawahlunto, yakni Emeldi. Pasalnya, dua dari tiga pimpinan dewan, merupakan pasangan kepala daerah yang terpilih. Meski hanya dipimpin satu orang pimpinan dewan,

>> SEBELAS hal 07

>> ALI YUSUF hal 07

RUU Ormas Batal Disahkan JAKARTA, HALUAN — RUU tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) batal disahkan menjadi UU. Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, Selasa (25/6) menyepakati untuk pengesahan RUU tersebut ditunda hingga tanggal 2 Juli mendatang. “Dalam forum lobi fraksi

disepakati untuk dilakukan tahapan sosialisasi, penyampaian pada seluruh stakeholder bahwa apa yang sudah diusulkan itu diakomodir dalam Pansus. Insya Allah tanggal 2 Juli kita langsung ambil keputusan,” kata Taufik usai memimpin rapat.

>> RUU ORMAS hal 07

48 Ribu Siswa Madrasah Terima BSM............>> 02 Tarif Baru Mulai Berlaku Minggu....................>> 10 Harga Bahan Kue Melonjak............................. >> 15 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

JADIKAN KAKAO BERNILAI JUAL

Petani Kakao Sumbar Harus Inovatif KILAS

PADANG, HALUAN — Untuk meningkatkan nilai tambah petani kakao, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono meminta masyarakat atau kelompok tani, inovatif membuat produk kakao yang bernilai jual tinggi. Sehingga hasil tani kakao tidak hanya dijual mentah, tetapi dalam bentuk produk yang menghasilkan.

Pasar Kauman Segera Rampung LUBUK SIKAPING, HALUAN – Sebanyak 20 petak kios, 2 unit los serta 2 toilet yang saat ini tengah dibangun di Pasar Kauman, Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, pengerjaannya hampir rampung. Pasar Tradisional Kauman yang mulai dibangun akhir April lalu tersebut, segera akan beroperasi tahun ini. Pembangunannya mendapatkan bantuan dana dekonsentrasi dari Kementrian Koperasi dan UMKM senilai Rp 1,3 miliar. Hal tersebut diungkapkan Bupati Pasaman Benny Utama saat meninjau pembangunan Pasar Nagari Kauman, Selasa (25/6). Benny mengatakan, pembangunan Pasar Kauman merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka merevitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada di Pasaman. Dana sebesar Rp 900 juta telah dianggarkan untuk pembangunan pasar tersebut, yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi. Revitalisasi pasar sendiri bertujuan untuk mengembalikan wajah pasar, khususnya pasar tradisional yang selama ini terkesan tidak terawat atau kumuh. Dengan program tersebut, Pemkab Pasaman berharap pasar bersih itu dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Sebanyak enam unit pasar di Pasaman telah mendapat dana revitalisasi pada tahun 2013 ini. (h/rio)

Curi Motor, Widi Diadili PADANG, HALUAN — Widi Rahmat Hidayat (25), warga Jati Koto Panjang, Kecamatan Padang Timur, tertangkap tangan usai beraksi melakukan pencurian sepeda motor. Pemuda ini terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Padang, Selasa (25/6) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada persidangan yang dipimpin majelis hakim Yus Enidar, dengan hakim anggota Mahyudin terungkap bahwa perbuatan yang menyeret terdakwa Widu ke meja hijau ini dilakukannya pada 13 April lalu, di Hotel Sriwijaya Padang. Sebelum melangsungkan aksinya, terdakwa berputar-putar menggunakan sepeda motor dengan rekannya Gles (DPO) untuk mencari mangsa. Anehnya, sepeda motor yang digunakan terdakwa merupakan sepeda motor hasil curian mereka. Terdakwa juga mengaku dalam aksi itu, dia bertugas mengambil sepeda motor. Sementara Gles hanya memantau situasi dari kejauhan. Namun, malang bagi terdakwa, ia berhasil diamankan polisi usai melancarkan aksi tersebut. Sementara Gles langsung melarikan diri saat terdakwa Widi berhasil ditangkap di rumahnya. Atas perbuatan terdakwa ini, pemilik sepeda motor, Rezki Maryunda mengalami kerugian sekitar Rp5 juta. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Beatrix Berlina, menjerat terdakwa melanggar pidana Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP. (h/hel)

DEFILE — Kontingen Sumbar ikut berdefile pada pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) ke VI di Gorontalo, Senin (23/6) malam, di Stadion Kompi Liluwo, Kota Gorontalo. HUMAS

48 Ribu Siswa Madrasah Sumbar Terima BSM PADANG, HALUAN — 48.461 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Sumatera Barat menerima bantuan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam bentuk bantuan siswa miskin (BSM) dari Kementerian Agama. Bantuan tersebtu diperuntukkan bagi pembelian buku dan alat tulis, pembelian baju seragam dan perlengkapan sekolah, pembayaran transportasi ke madrasah, dan keperluan lain yang berkaitan dengan pembelajaran di madrasah. “Diperkirakan cairnya Agustus atau September ini,” kata Asisten II Setdaprov Sumbar Syafrial S didampingi Kepala Biro Bina Sosial Eko Faisal kepada Haluan Selasa (25/6). Dia mengatakan, bantuan tersebut merupakan kompensasi atas kenaikan harga BBM yang diberikan pemerintah untuk masyarakat yang kurang mampu, sehingga terkendala dalam dunia pendidikan.

“Bantuan itu saya rasa amat meringankan masyarakat. Apalagi momen kenaikan BBM itu bersamaan dengan tahun ajaran baru, puasa dan Lebaran. Sehingga kebutuhan masyarakat meningkat, serta harga-harga kebutuhan juga ikut melonjak,” katanya. Dia menyebutkan sebagian besar siswa madrasah di Indonesia terutama juga di Sumbar berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan secara nasional angka keluarga kurang mampu yang menyekolahkan anaknya di madrasah mencapai 40 persen dari seluruh siswa madrasah. Dia mengatakan bantuan yang diberikan secara nasional oleh Kementerian Agama untuk siswa madrasah sebanyak 3.070.514 siswa dengan anggaran mencapai Rp1,4 miliar. Masing-masing jenjang MI, MTs, dan MA mendapat besaran bantuan yang berbeda. Untuk siswa MI, kelas I diberi BSM sebesar Rp245 ribu, kelas II hingga kelas VI dibantu Rp425 ribu. Unutk

jenjang MTs, bantuan bagi siswa kelas I senilai Rp295 ribu, dan kelas II dan III menerima sebesar Rp575 ribu. Sementara untuk jenjang MA bantuan diberikan sebesar Rp700 ribu. Penyaluran katanya langsung dilakukan oleh pemerintah pusat melalui PT Pos Indonesia. Keluarga yang berhak menerima bantuan tersebut adalah mereka yang sudah memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Mekanisme pengusulannya, sekolah yang bersangkutan mendata dan merekap siswa yang keluarganya memiliki KPS, kemudian diusulkan ke Kantor Kemenag di kabupaten/kota untuk selanjutnya diusulkan ke provinsi sebelum ditetapkan sebagai penerima. Setelah disahkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi sebagai penerima BSM dari Kemenag, maka yang bersangkutan sudah bisa mencairkan bantuan tersebut melalui kantor Pos Indonesia. “Prosedurnya seperti itu, tidak ribet,” katanya. (h/cw-sal)

“Mesti ada inovasi, agar produk dari kakao bernilai jual tinggi. Dengan begitu kesejahteraan petani yang kita harapkan tercapai dengan cepat,” katanya usai membuka Seminar Nasional Pengembangan Agribisnis Kakao di Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Selasa (25/6). Mentan menambahkan, saat ini produksi kakao Sumbar merupakan yang terbesar untuk Indonesia bagian barat. Namun, produksi petani masih cenderung kecil, rata-rata hanya 500 kilogram per hektar. “Padahal, jika dikelola dan dikembangkan dengan baik, potensinya bisa melebihi 1,5 ton per hektar,” ujarnya. Suswono menjelaskan, potensi kakao Indonesia sangat besar, dan berpeluang menjadi produsen kakao terbesar di dunia. Saat ini Indonesia merupakan negara ketiga penghasil kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Potensi ekspor juga sangat besar mengingat terjadinya peningkatan konsumsi cokelat dunia sekitar 2,9 persen per tahun. Negara-negara Eropa, Amerika Utara, Asia Timur dan Timur Tengah kini menjadi tujuan utama ekspor kakao. “Selama ini, dari 40 persen kakao kita yang diekspor, hampir seluruhnya adalah biji mentah. Itu merugikan petani kita, karena dibeli dengan harga murah. Tetapi jika sudah dikemas dalam produk siap pakai dan lebih menarik, tentu harganya bisa jauh lebih mahal. Program kita sudah harus ke sana,” katanya. Untuk itu Suswono meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar dan petani kakao di Sumbar untuk segera memulai pengolahan kakao bernilai jual. “Misalnya bisa membuat keripik yang dikombinasikan dengan kakao. Atau jenis makanan daerah lainnya. Inovasi masyarakat saja, nanti pemerintah mendukung melalui pembinaan dan pendanaan,” ujarnya. Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengakui bahwa potensi kakao di Sumbar masih sangat besar. Dia mengatakan pasar ekspor kakao asal Sumbar sudah menembus Eropa dan Timur Tengah. Kini, sudah saatnya pula, pengembangan kakao di Sumbar diarahkan dalam bentuk home industry yang menghasilkan produk-produk bernilai jual tinggi. “Kita memang tengah mengupayakan berdirinya sentra-sentra pengolahan kakao menjadi produk jadi, atau industi rumahan, sehingga petani kakao tidak hanya menjual bijinya, tetapi bisa berproduksi dengan produk yang berdaya saing,” katanya. Dia mengakui dalam upaya pengembangan kakao di Sumbar masih banyak kekurangan. Seperti banyaknya pohon kakao yang tidak produktif, sehingga perlu peremajaan. Begitu pula dengan pembinaan ke petani perlu terus ditingkatkan, dan mengupayakan ditemukannya varietas-varietas kakao unggulan. “Termasuk yang lebih penting itu adalah unit pengolahan kakao di daerah,” tambahnya. (h/cw-sal)

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syahrizal


RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

3


4 SUMBAR LINGKAR Dua Pria Ditangkap Lagi Pesta Sabu PADANG, HALUAN— Tengah asyik pesta narkoba jenis sabu, dua pria dicokok Tim Reserse Narkoba Polresta Padang. Keduanya ditangkap di salah satu rumah tersangka, di Jalan Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Senin (24/6) sekitar pukul 22.00 WIB. Kedua tersangka tersebut yakni Eriyanto panggilan Koi (35) warga Gurun Laweh, dan Zarkasyi panggilan Adek (36) warga Jalan Nan Balimo Laiang, dekat kantor Balai Kota Padang. Dari tangan tersangka ini, petugas mengamankan satu buah bong, tiga buah kantong plastik kecil sisa sabu, sendok, dot, pipet, dan satu buah karet kompeng. Kini tersangka telah diamankan di Mapolresta Padang untuk pengembangan lebih lanjut. Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Emanuel Lase mengatakan, penangkapan terhadap tersangka ini ketika petugas mendapatkan informasi, bahwa ada salah satu rumah tengah pesta sabu. Dari laporan itu, beberapa petugas berpakaian preman langsung menuju ke lokasi dan melakukan pengintaian. Diyakini sedang berpesta, maka petugas mengepung rumah itu, dan langsung masuk ke dalam rumah. Alhasil, dua tersangka ini sedang asyik mengonsumsi sabu. “Kami pun langsung mengelandang mereka ke Maporesta Padang untuk dilakukan pengembangan, membongkar jaringannya,” kata Lase, kemarin (25/6). Dikatakannya, kedua tersangka ini mendapatkan barang dari rekannya. Dan dari informasi itu, petugas masih memburu rekannya yang diduga mengedar narkoba jenis sabu tersebut. (h/nas)

HMI Pasbar Gelar LK II Nasional PASBAR, HALUAN— Kian terbatasnya eksistensi Himpunan Mahasiswa Islan Cabang Pasaman Barat, tak lepas dari persoalan sumber daya manusia. Sehingga, masalah ini menjadi perhatian utama HMI Pasbar, agar dapat diatasi. Terutama melakukan pembinaan kader, yang mampu memahami prinsip perjuangan nilai dasar, dan ideologi. “Kita tidak mempungkiri, aktivitas, pembinaan dan rasa nikmatnya berorganisasi di masa lalu jauh berbeda dengan kondisi yang ada saat ini. Padahal prosesi perkaderan, pembinaan atau kegiatan yang dilaksanakan di masa lalu hampir tidak begitu bberbeda dengan keadaan saat ini,” kata Presideum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pasaman Barat, Masnil, usai menjadi pemateri pada Intermediate Training atau Latihan Kepemimpinan (LK) II HMI tingkat nasional di hotel Angsa Putih, Simpang Ampek, Selasa (25/ 6) kemarin. LK-II HMI tingkat nasional di Pasaman Barat dibuka secara resmi oleh Bupati Pasaman Barat, diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Fadlus Sabi, dimulai hari Sabtu (22/6) malam hingga Sabtu, 29 Juni 2013 depan. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Barat Deni Fernandes. Menurut Masnil, pembinaan terhadap mahasiswa semestinya memberikan manfaat terhadap masyarakat. Termasuk untuk diri kader dan lembaga atau organisasi tempat bernaung. Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Pasaman Barat, Fadlus Sabi, menyampaikan, keberadaan lembaga kemahasiswaan, seperti HMI di kalangan pemerintah daerah adalah aset. “Untuk itu, mari secara bersama tingkatkan hubungan koordinasi, komunikasi dan kerja sama,” sebutnya. (h/gmz)

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

Monumen PDRI Akan Dibangun 1 Agustus PADANG, HALUAN— Pembangunan monumen Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota akan dimulai pada 1 Agustus 2013 nanti. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, saat melakukan rapat

kerja tim teknis bersama Kemenham RI diwakili Direktur Bela Negara Laksamana Sudarsono, dan SKPD terkait di Hotel Grand Innamuara, Selasa (25/6). “Pemprov Sumbar bersama Kabupaten Limapuluh Kota akan melaksanakan pembangunan pada tanggal 1 Agustus 2013 nanti. Pembangunan itu, akan diikuti juga dengan pembangu-

nan tugu diberbagai basis pertahanan PDRI, seperti di Sumpur Kudus, dan Bidar Alam dan daerah lainnya,” ujar Muslim Kasim. Dikatakan, untuk mempercepat segala urusan, baik dokumen, administrasi, dan proses tender, pihak panitia akan melakukan proses tender pada Rabu (26/6) ini. Karena anggaran

untuk pembangunan monument itu, telah telah disediakan DIPA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp20 miliar. Ditambahkan, pembangunan monumen tersebut, direncanakan selesai selama tujuh bulan saja. Hal itu seiring permintaan lima kementerian yang bertanggungjawab atas pembangunan itu, yakni Kementerian Sosial,

Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. “Kami merencanakan pembangunanya bisa selesai hanya dalam waktu tujuh bulan saja. Sehingga, seminar monumen bisa dilaksanakan setelah pembangunan monumen selesai,” tuturnya. (h/wis)

Ratusan Kilogram Narkoba Dimusnahkan

PADANG, HALUAN— Sedikitnya 151,125 kilogram ganja, 412,085 gram sabu, dan tujuh butir ekstasi berhasil diamankan Jajaran Reserse Narkoba Polda Sumbar. Sejumlah barang bukti tersebut dimusnahkan di Halaman Mapolda Sumbar, Selasa (25/6) pagi.

PEMUSNAHAN NARKOBA — Kapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Nur Ali, membakar narkoba jenis sabu-sabu di halaman Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman, Padang, Selasa (26/6). Selain sabu-sabu sejumlah narkoba hasil tangkapan kepolisian seperti ganja juga ikut dibakar. RIVO SEPTI ANDRIES

TERKAIT 22 KASUS YANG DIHENTIKAN

KMSB Siapkan Draf Praperadilan PADANG, HALUAN— Diam bukan berarti dihentikan. Langkah hukum Koalisi Masyarakat Sumatra Barat (KMSB) dalam mengkritisi Kejati Sumbar soal penghentian 22 kasus korupsi di Sumbar terus berjalan. Meski sedikit pelan, KMSB sekarang telah menyelesaikan draf praperadilan. “Kamis, (27/6) KMSB akan merampungkan penyusunan draf dengan pengacara, minggu depan praperadilan sudah kita ajukan ke pengadilan,” kata Vino Oktavia, Direktur LBH Padang, ketika dihubungi Senin (24/6). KMSB hanya akan mempraperadilankan dua kasus dari 22 kasus yang dihentikan Kejati Sumbar. Pertama kasus pengalihan aset Nagari Air Bangis Pasaman Barat dan kasus pengadaan tanah untuk

sarana olahraga di Kota Pariaman. KMSB hanya dapat mempraperadilan dua kasus tersebut karena KMSB tidak bisa mempelajari 20 kasus lainnya lantaran Kejati menolak untuk menyerahkan berkas dan BAP-nya. “Yang akan menjadi pengacara dalam praperadilan nanti adalah saya sendiri (Roni Syaputra-red), Vino Oktavia, Miko Kamal,” kata Direktur LBH Pers Padang, Roni Syaputra, yang juga tergabung dalam KMSB. Kasus ini bermula pada awal Mei lalu. Saat itu pihak Kejati Sumbar mengumumkan penghentian 22 kasus di Sumbar dengan alasan tidak terpenuhinya dua alat bukti dan tidak adanya kerugian negara. Dengan pertimbangan tidak ingin menggantung nasib seseorang tersangka

berlama-lama. Media massa memberitakannya. Sejumlah praktisi dan lembaga hukum serta lembaga sosial lainnya yang tergabung dalam KMSB menganggap alasan pihak Kejati tidak masuk akal. Nasib siapa yang digantung Kejati sementara 13 dari 22 kasus yang dihentikan belum ada tersangkanya. Kemudian kerugian negara mana yang beum ada sedangkan untuk beberapa kasus sudah ada hitungan dari BPKnya. Menanggapi hal tersebut Kajati Sumbar, Ahmad Djainuri mengatakan, penghentian 22 kasus itu sudah melalui berbagai proses. Kejati telah melakukan ekspos selama delapan bulan. Bahkan untuk beberapa kasus ada yang diekspos di Kejaksaan Agung (Kejagung).(h/hel)

LOKAL KURANG

DPRD Nilai Dinas Pendidikan Lalai SOLOK,HALUAN— DPRD Kota Solok menilai Dinas Pendidikan lalai dalam mengantisipasi kebutuhan ruangan kelas dalam memhadapi tahun ajaran baru. Dinilai lalai karena seluruh pembangunan infrastrutktur yang berada pada Dinas Pendidkan sampai hari ini belum satupun yang dilaksakan. Padahal DPRD talah lama menyetujui pebangunan 35 lokal baru dengan anggaran Rp8 milliar pada APBD 2013. “Untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas, DPRD telah menyetujui pembangunan ruang kelas dengan anggaran 8 milliar rupiah pada APBD Kota Solok tahun 2013. Persetujuan itu telah dilakukan pada Bulan Desember tahun 2012 lalu.Namun sangat kami sesalkan sampai hari ini belum satupun ruang kelas itu yang dibangun. Sementara tahun ajaran baru hanya tinggal beberapa hari lagi. ” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Solok,Daswip Petra Dt Manjinjiang Alam di Solok, Senin (24/6).

Dikatakan Daswip Petra, dengan disyahkannya APBD Kota Solok tahun 2013 pada bulan Desember tahun 2012 lalu, seharusnya pembangunan ruang kelas itu sudah bisa dimulai pada bulan Februari. Dan kalau itu dilakukan, maka hari ini semua lokal itu sudah siap semuanya dan sudah bisa digunakan pada tahun ajaran baru. Akan tetapi kenyataannya hari ini tak satupun ruang kelas yang dibangun. Daswip juga mensinyalir ada upaya menggagalkan misi kepala daerah untuk menjadikan Kota Solok sebagai kota pendidikan secara sistemik di lingkungan Dinas Pendidikan. Alasannya, sebelum pengesahan APBD,walikota Solok telah menjamin seluruh kegiatan fisik sudah terlaksana paling lambat pada bulan April kemarin. “Walikota sudah menjamin paling lambat pembangunan fisik dimulai bulan April. Akan tetapi Dinas Pendidikan justru tidak bisa menterjemahkan keinginan kepala daerah.

Malah sebliknya menyiapkan bom waktu dengan mengulur-ngulur pembangungan.” ujar Daswip. Dijelaskan Daswip, yang dimakssud dengan bom waktu itu adalah pemberian citra negatif terhadap kepala daerah saat penerimaan siswa baru. Bakal bayak siswa yang tak tertampung dengan alasan keterbatasan ruang kelas. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidkan Kota Solok,Drs.Umar mengakui kalau pembangunan ruang kelas belum satupun yang dilaksanakan. Namun demikian Umar membantah kalau Dinas Pendidkan sengaja mengulur-ngulur pembangunannya, apalagi menyiapkan bom waktu untuk kepala daerah. Saat ini,kata Umar. pembangunan 35 ruang kelas masih dalam tahap persiapan administrasi. Diperkirakan lima belas hari lagi sudah memasuki tahap tender, kemudian baru dilaksanakan pembangunanya.(h/cw-eri)

Barang bukti itu merupakan hasil dari seluruh pengungkapan kasus tindak pidana narkoba, pada awal bulan hingga Juni tahun 2013. Selain barang haram itu, juga dimusnahkan peralatan sabu berupa bong. Dari sejumlah barang bukti yang dimusnahkan tersebut, di antaranya dari Dit Res. Narkoba Polda Sumbar 20,285 kilogram ganja dan 306,145 gram sabu serta 7 butir pil ekstasi, Polresta Padang 2,17 kilogram ganja, Polres Bukittinggi 3 kilogram ganja, Polres Padang Pariaman 169,96 gram ganja dan 2,69 gram sabu, Polres Pariaman 33,72 ganja dan 1,37 gram sabu. Kemudian Polres Pasaman 76,336 kilogram ganja, Polres Agam 6,28 kilogram ganja dan 59,45 gram sabu, Polres Payakumbuh 28,957 kilogram ganja, Polres Padang Panjang 11,186 kilogram ganja, dan Polres Dharmasraya 53,57 gram sabu. Semua barang bukti yang di musnahkan tersebut berdasarkan dari surat telegram Kapolda Sumbar ST/679/V/2013, dan pelaksanaan kegiatan barang bukti narkoba di dukung oleh DIPA Dukungan Operasional Dit. Res Narkoba Polda Sumbar. Kapolda Sumbar Brigjen Pol. Nur Ali mengungkapkan, di tahun ini ada kecenderungan peningkatan untuk mengungkap kasus narkoba. Pada pertengahan tahun ini saja, sudah 197 kasus yang ditangani, dibanding dengan tahun 2012 lalu yakni sekitar 370 kasus. Sebab dari barang bukti narkoba yang berhasil disita oleh Jajaran Polda Sumbar tahun ini ada sekitar empat ratus lebih baik jenis ganja, sabu, peratalan, serta prekusor narkotika. Semua barang bukti tersebut dimusnahkan hari ini (kemarin,red). Pemusnahan barang bukti narkoba tersebut sesuai dengan Pasal 91 ayat (1), (2), dan (3) Undang-undang No 53 tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-undang No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. “Barang bukti tindak kejahatan yang sudah memiliki putusan hukum tetap ini dimusnahkan untuk menghindari penyalahgunaan,” jelasnya usai pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Sumbar, kemarin (25/6). Dia mengatakan, Sumbar tidak saja transit peredaran narkoba, namun juga telah menjadi pasar sindikat nakorba, hal ini terungkap berdasarkan hasil pengungkapan kasus jaringan pelaku dari Dit Res. Narkoba Polda Sumbar, namun juga beberapa PolresPolres yang ada di Sumbar. Delapan Titik Jaga Ketat Dari sisi geografis wilayah hukum Sumbar terletak sangat strategis peredaran gelap narkoba. Dimana Sumbar berbatasan dengan wilayah Sumut, Riau, Jambi dan Bengkulu. Terkait titik jalur masuk dan beredarnya narkoba di wilayah Sumbar ini cukup strategi, karena perbatasan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Dari perbatasan tersebut ada delapan jalur titik rawan pintu masuk barang haram tersebut. Dari titik jalur tersebut yakni di Bandara International Minangkabau (BIM), dan Pelabuhan Teluk Bayur Padang, perbatasan Silaping dengan Madinah, perbatasan Lubuk Sikaping dengan Gunung Agung Provinsi Sumut, perbatasan Panggkalan dengan Bangkinang, perbatasan Muarao Labuah dengan Kabupaten Kerinci, perbatasan Sungai Rumbai dengan Muaro Bungo Provinsi Jambi, dan perbatasan Indra Puro dengan Muko-Muko Provinsi Bengkulu. Polda Sumbar terus melakukan upaya untuk mencegah serta memutuskan masuknya barang terlarang baik ganja, maupun sabu ke Sumbar. Selain itu, peningkatan kewaspadaan agar tidak menjadi korban narkoba. “Jajaran Polda Sumbar mempeketat masuknya barang terlarang ke Sumbar. Ada beberapa perbatasan yang diawasi pihak kepolisian,” ungkapnya. Kegiatan pemusnahan barang bukti Narkoba di wilayah Sumbar yang digelar di Mapolda Sumbar dihadiri sejumlah Jajaran Polda Sumbar, TNI-AD, AL dan AU, Dinas Pendidikan Sumbar, Jajaran Kejaksaan Tinggi Sumbar, dan tokoh masyarakat. (h/nas)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman: Jefli


OPINI 5

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

Pencitraan Negeri Impian Evaluasi Pemegang KPS enyaluran dana ‘Balsem’ atau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) hari pertama telah dilaksanakan di seluruh provinsi di Tanah Air. Namun penyaluran di hari pertama tersebut baru diselenggarakan di ibukota provinsi saja. Di Kota Padang penyaluran BLSM hari pertama dilaksanakan di tiga Kantor Pos di Kecamatan Padang Utara. Masing-masing Kantor Pos Ulak Karang, Kantor Pos Alai dan Kantor Pos Jalan Khatib Sulaiman. Syarat yang harus ditunjukkan warga saat mengambil BLSM adalah Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Masing-masing pemegang kartu KPS mendapatkan dana BLSM sebanyak Rp 300 ribu. Dana tersebut diberikan dua bulan sekaligus, per bulan Rp 150 ribu. Dana BLSM berikutnya akan dibagikan dua bulan ke depan. Penyaluran BLSM hari pertama di Kota Padang disaksikan oleh Wakil Walikota Padang Mahyeldi. Lokasi penyaluran dana BLSM yang didatangi Mahyeldi adalah Kantor Pos Jalan Khatib Sulaiman, Padang. Di tempat ini penyaluran dana BLSM berjalan dengan lancar. Antrean tidak begitu panjang dan warga pemegang KPS tampak tenang dan senang menerima dana bantuan kompensi pengurangan subsidi BBM tersebut. Meski proses penyaluran BLSM pada hari pertama berjalan lancar dan tertib, namun bukan berarti penyaluran BLSM di Kota Padang luput dari masalah. Sejumlah warga miskin mengeluh mereka tidak menerima KPS dan tidak tercatat sebagai penerima BLSM, padahal mereka adalah keluarga miskin yang selama ini menerima beras raskin (beras miskin). Kondisi itu diantaranya dikeluhkan oleh Sumiati (53), warga miskin di Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji. Sumiati mengaku tidak menerima KPS sebagai syarat bagi penerima BLSM yang harus ditunjukkan kepada petugas Kantor Pos Indonesia saat pengambilan BLSM. Padahal Sumiati tercatat sebagai penerima raskin. Ibu lima orang anak tersebut ingin protes, karena merasa berhak mendapatkan dana BLSM. Menurut Sumiati kenaikan harga BBM (premium dari Rp4.500 ke Rp6.500, solar dari Rp4.500 menjadi Rp5.500) semakin menyulitkan ekonomi keluarganya. Sebab seluruh bahan kebutuhan pokok harganya ikut melambung. Sementara bantuan yang dijanjikan, tidak didapatkannya. Beberapa warga miskin dan kurang mampu lainnya di Kelurahan Lubuk Lintah, Kelurahan Anduring dan Kelurahan Andalas juga mengungkapkan bahwa mereka tidak menerima KPS, sehingga mereka tidak bisa meminta dana BLSM di Kantor Pos Indonesia. Di provinsi lain, penyaluran BLSM juga tidak tepat sasaran. Ada warga tergolong mapan secara ekonomi seperti pegawai negeri sipil (PNS) juga mendapatkannya. Lebih anehnya lagi ada warga telah meninggal, juga menerima KPS. Kondisi itu terjadi di daerah Aceh Besar dan Aceh Barat. Sejumlah penerima BLSM saat menjemput dana yang Rp 300 ribu itu tampak memakai perhiasan emas yang sangat mencolok. Juga tidak sedikit jumlah penerima raskin yang mengendarai sepeda motor, bahkan mobil pribadi. Mengingat maraknya ketidakadilan pada penyaluran KPS yang menjadi syarat pengambilan dana BLSM di Kantor Pos Indonesia, maka data-data masyarakat penerima KPS mesti diupdate dan dievaluasi kembali. Warga miskin yang belum tercatat atau terdata sebagai penerima BLSM mesti dimasukkan ke dalam data base. Tentunya sangat menyakitkan bagi warga miskin yang tidak mendapatkan BLSM. Di satu sisi mereka dihadapkan dengan kenaikan harga BBM yang sangat mencekik, plus kenaikan harga barang yang gila-gilaan. Sementara di sisi lain mereka tidak mendapatkan dana BLSM yang nota bene sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM yang mereka hadapi. Jika ada penyelewengan dilakukan oknum petugas di dalam pendataan dan pembagian KPS, maka pemerintah mesti bertindak tegas. Sebab dampak yang ditimbulkan dari penyelewengan tersebut sangat fatal. Seperti yang dikhawatirkan pemerintah, kenaikan harga BBM menyebabkan masyarakat yang selama ini kehidupan perekonomiannya berada pada level menengah bisa jatuh kepada kelompok masyarakat miskin. Lagi-lagi, perlu diawasi dengan ketat, jangan sampai dana BLSM dijadikan alat oleh parpol tertentu untuk menarik simpatik masyarakat. Karena tidak tertutup kemungkinan pendataan warga penerima BLSM dimanipulasi oleh oknum dari parpol tertentu, sehingga yang tercatat sebagai penerima hanya kader parpol tersebut. Jika itu yang terjadi, harus dibongkar ke akar-akarnya. Mudah-mudahan pada penyaluran BLSM tahap kedua, tidak terjadi lagi hal-hal yang dikeluhkan berbagai pihak di atas. Semoga..**

P

„ Ali Yusuf- Ismed Pilihan Amran Nur „ Pilihan warga Sawahlunto juga „ UNP Makin Dekat ke Tangga Juara „ Sukses MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto WPU / Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Pemimpin Perusahaan: Indra Helmi

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Redaktur Pelaksana: Syamsu Rizal

Penerbit: Litbang & Online Media: Eko Yanche E PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP Koordinator Minggu: David Ramadian No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 Koordinator Liputan: Rudi Antono 1985 tanggal 19 November 1985. Manajer Cetak: Mardius Caniago

OLEH: BAMBANG SOESATYO Anggota DPR RI paya pencitraan pemerintah sudah tak lagi bermanfaat. Rakyat menerjemahkan semua pencitraan sebagai upaya penyesatan karena bertolak belakang dengan realitas kehidupan. Ukuran kinerja pemerintah sederhana: cukup pangan, papan, sandang, jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, asupan gizi keluarga. Ada rasa aman atau ketertiban umum. Hukum benar-benar ditegakkan yang kini terus menurun. Rasa keadilan rakyat pun sudah tercabik-cabik karena kualitas penegakan hukum yang buruk. Masyarakat di sejumlah daerah konflik merasa pemerintah dan institusi penegak hukum tidak pernah hadir ketika mereka terperangkap dalam persoalan sengketa agraria yang berpotensi memicu konflik horizontal. Ketika masyarakat berhadap-hadapan dengan kekuatan bisnis yang besar, alatalat negara justru tidak independen karena cenderung berpihak pada pemodal. Ini tampak begitu nyata dalam tragedi berdarah di Mesuji maupun konflik agraria di daerah lain. Moral pemerintahan SBYBoediono memerangi korupsi pun praktis sudah rontok. Sekarang hanya ada perang semu melawan komunitas koruptor. Negara sudah kehilangan konsistensi dalam perang melawan korupsi. Pemerintah tidak all out melindungi KPK dari upaya pelemahan yang dilakukan dengan berbagai cara. Menyikapi buruknya kinerja institusi penegak hukum, pemerintah hanya bisa prihatin. Padahal, pemerintah punya wewenang dan kapa-

U

sitas untuk membenahinya. Akan tetapi, karena wewenang itu tidak digunakan, memburuknya kualitas penegakan hukum tak terhindarkan. Itu sebabnya proses hukum terhadap sejumlah kasus besar, seperti skandal Bank Century dan mafia pajak, tidak berkepastian. Setiap kali didesak menggunakan wewenangnya memperbaiki koordinasi dan sinergi antar-institusi penegak hukum, pemimpin negara selalu menghindar dengan argumentasi tidak ingin mengintervensi. Kini, argumentasi seperti itu sudah dilihat sebagai pencitraan yang kurang tepat. Intervensi terhadap bawahan yang lamban menyelesaikan tugasnya jelas tidak sama dengan intervensi proses hukum. Begitu pun di bidang ekonomi dan kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi lebih ditopang konsumsi dalam negeri. Revitalisasi sektor pertanian dan tanaman hanya sampai pada konsep, sehingga kebergantungan pada bahan pangan impor terus meningkat. Keinginan mempercepat pembangunan infrastruktur pun sebatas wacana di forumforum seminar. Kemiskinan tak kunjung berkurang. Angka pengangguran masih tinggi. Kalau tolok ukurnya kesejahteraan rakyat, kinerja pemerintahan terbilang mengecewakan. Sebaliknya, jika acuannya data statistik menurut teori ekonomi, SBYBoediono masih mungkin diacungi jempol. Masalahnya, mana yang ingin dilihat? Realitas kehidupan mayoritas rakyat atau sekadar memaknai data statistik versi pemerintah (Biro Pusat Statistik)? Lebih akurat jika melihat dan merasakan rakyat, per individu maupun

kelompok, melakoni hidup keseharian. Dengan cara seperti itu, bisa dilihat langsung fakta dan realitas yang belum tentu tecermin dalam statistik. Sebab, di dunia nyata, bisa dilihat komunitas tertentu yang bekerja sangat keras agar bisa terhindar dari kelaparan. Yang lain masih berkutat untuk keluar dari level miskin, sementara kelompok pekerja yang tidak berpenghasilan tetap berjibaku agar tetap mampu memenuhi kebutuhan minimum, termasuk menjaga kesehatan dan membiayai pendidikan anak-anak di sekolah negeri. Tengok saja, target pertumbuhan ekonomi direvisi dari 6,8 persen menjadi 6,3 persen. BPS menyebutkan hingga Februari 2013, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,17 juta jiwa (5,92 persen), dan jumlah penduduk miskin berdasarkan data Kementerian Sosial per Februari 2013 tercatat 28,59 juta orang. Kalau klaim BPS dan Kemensos itu dihadapkan dengan data tentang program beras untuk warga miskin (raskin) dan jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) yang berhak mendapatkan raskin, gambaran kemiskinan terjungkirbalikkan. Untuk tahun ini, program raskin menyediakan beras bersubsidi bagi 15.530.897 RTS-PM dengan kondisi sosial ekonomi terendah (kelompok miskin dan rentan miskin). Katakanlah minimal per RTSPM beranggotakan empat orang. Maka, jumlah warga miskin sebenarnya bisa lebih dari 63 juta jiwa. Maka, angka kemiskinan versi pemerintah bukan hanya tidak realistis, tetapi jelas-jelas lebih bertujuan pencitraan. Sementara itu, utang semakin menggunung. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang

sampai April 2013 mencapai 2.023,72 triliun. Kalau ditambah kebutuhan APBN Perubahan 2013, yaitu subsidi BBM dipangkas dan program BLSM, maka diperlukan tambahan utang dari World Bank 200 triliun. Maka total utang menjadi sekitar 2.200 triliun. Ironisnya, sejauh ini, pemerintah membayar bunga obligasi rekap menggunakan dana APBN, yang sebagian besar diperoleh dari pajak. Artinya, pajak yang seharusnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pengadaan ataupun perbaikan, fasilitas pembangunan sarana dan prasarana, subsidi bagi masyarakat kurang mampu, dan sebagainya, malah untuk mencicil bunga utang. Sebenarnya, rapuhnya postur APBN 2013 ini bukan saja karena semakin membengkaknya subsidi anggaran BBM dari 193,8 triliun menjadi 209,9 triliun atau naik 16,1 triliun, namun juga karena kegagalan pemerintah dari sisi pendapatan negara karena pajak kuartal I hanya mencapai 8 persen. Padahal tahun 2012 mencapai 20 persen. Jadi, dapat disimpulkan karena pemerintah gagal mencapai target pendapatan negara dan gagal menghemat, maka cara paling mudah adalah dengan memangkas subsidi dan menambah utang. Sumber daya energi juga masih salah urus karena sama sekali belum ada perubahan yang signifikan untuk menempatkan bangsa yang berdaulat atas sumber daya energinya. Bahkan, dari gelagat dan beberapa kebijakan terkait sektor energi, pemerintahan malah membuat nilai-nilai kedaulatan energi semakin runtuh, padahal SBY pernah menjadi menteri yang mengurusi energi. Kini, dari hulu hingga hilir, pengelolaan sektor energi

karut-marut. Dari total kekayaan migas, hampir 75 persennya dikuasai asing. Akibatnya, industri-industri domestik yang masih beroperasi dengan memanfaatkan BBM dan gas kadang harus susah payah menjaga ketersediaan bahan bakarnya. Menyangkut BBM semakin tidak memihak rakyat. Patokan harga international (MOPS) yang menjadi acuan harga domestik telah membuat harga BBM melambung. Sementara itu, liberalisasi dan peran Pertamina yang tak memiliki kekhususan lagi, membuat persoalan BBM semakin pelik. Selain itu, pemerintah juga belum mampu mengurangi kebergantungan pada energi konvensional. Bahkan, kian hari, permintaan terhadap energi konvensional semakin meningkat. Padahal, negaranegara lain sudah mulai memanfaatkan energi alternatif, seperti panas bumi, air, dan juga angin. Pemerintah telah keliru menata pangan nasional karena sebagai bangsa agraris dan kaya sumber daya alam harus menggantungkan semua kebutuhan pangan pada luar negeri mulai dari beras, kedelai, jagung, tepung, singkong, kentang, bawang, gula, hingga garam. Wajar bila pencitraan dimaknai sebagai upaya menyesatkan pemahaman publik terhadap kinerja pemerintah. Rakyat tidak bisa terus dininabobokkan dengan janjijanji atau klaim sepihak mengenai kinerja progresif pemerintah di bidang ekonomi, hukum, sosial, politik, dan keamanan. Rangkaian pencitraan bukanlah mesin yang mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan membersihkan birokrasi yang korup. Jika pencitraan terus dikedepankan, Indonesia hanya akan menjadi negeri impian.

masyarakat masih bergantung pada pertanian, maka land reform merupakan variabel kebijakan negara yang sifatnya mempersempit jurang kesenjangan dimaksud. Dengan demikian, terbangunlah satu rasa, satu bangsa, serta negara Korea Selatan dan Taiwan. Kondisi ini membangunkan spirit gotong royong yang hasilnya luar biasa: peningkatan mutu sumber daya manusia dan institusi negara yang melahirkan kapabilitas negara menjadikan negara dan rakyatnya berkelas dunia. Dunia menamakan model developmental state yang sukses. RRC menjadi model dengan latar belakang, kebijakan, serta proses perubahan yang berbeda dengan Jepang, Korea, dan Taiwan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan dengan paham sosialismekomunisme yang relatif unik, RRC sekarang berubah menjadi negara dengan kekuatan ekonomi, politik, dan militer yang disegani dunia. Fondasi utama yang dibangun sejak awal revolusi adalah pedesaan dan pertanian, di mana pada masa lalu sebagian besar penduduknya berada di sini serta sebagian besarnya miskin dan kelaparan. Kebijakan lompatan jauh ke depan ternyata memberi dampak terhadap terjadinya kematian rakyat RRC akibat kelaparan, penyakit, dan kemiskinan yang mencapai puluhan juta jiwa. Kebijakan Deng Xiaoping, yang menata kembali per-

tanian dan pembangunan pedesaan, menghasilkan perubahan luar biasa, yaitu dari kelaparan ke kelimpahan pangan, dari keterpurukan ekonomi ke kekuatan ekonomi dunia, dan dari ketertutupan politik ke keterbukaan menghadapi tantangan global. Dalam pertemuan diskusi yang diselenggarakan YAPARI, 3 Juni 2013, di Bogor, Prof Dr S.M.P. Tjondronegoro, sesepuh ilmu sosiologi pedesaan kita, dengan nada yang serius menyatakan bahwa “nilai-nilai idealisme 1945 sekarang ini, selain sudah luntur, juga sudah jatuh ke tanah”. Diskusi yang banyak menyoroti lemahnya politik pembangunan pertanian dan tak terlihatnya kepentingan jangka panjang menjadi perhatian penting dalam politik pembangunan nasional. Hubungan pusat dengan daerah tak menunjukkan adanya sinergi, melainkan lebih banyak menggambarkan pengkotakanpengkotakan dengan ego sendiri-sendiri. Situasi di atas memicu pemikiran penulis tentang cerita-cerita sejarah bahwa hanya sifat dan sikap kesatria suatu bangsa dan negara yang akan menyelamatkan negara dan bangsa dari suatu kehancuran. Cerita itu terjadi sejak zaman kejayaan Majapahit, pembentukan bangsa dan negara Jepang, serta menjadi negara majunya Korea Selatan dan Taiwan, apalagi lahirnya RRC modern yang menguasai dunia. Sekarang kita pun sangat memerlukan hadirnya Kesatria Pembangunan. *

Kesatria Pembangunan OLEH: AGUS PAKPAHAN Ekonom Kelembagaan asyarakat dunia sekarang banyak mengkaji mengapa negaranegara di Asia Timur pada akhir abad ke-20 banyak mencapai kemajuan. Negara yang dimaksudkan mencakup Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Cina (RRC), dan Taiwan. Pada pertengahan 1980-an, di Amerika Serikat, juga telah banyak dibahas mengapa mahasiswa yang berasal dari negara-negara tersebut juga hebat dalam sains dan matematika, sehingga menyebabkan kekhawatiran bagi penguasaan ilmuilmu dasar di Amerika Serikat. Beruntung bagi masyarakat dunia, karena kebijakan yang memenangkan perdebatan pada waktu itu adalah kebijakan Amerika yang terbuka. Hal ini pun tentunya menambah kesempatan bagi masyarakat dunia, khususnya kaum cerdik cendekia Asia Timur, untuk belajar di Amerika Serikat, yang masih merupakan pusatnya ilmu pengetahuan dan teknologi dunia hingga sekarang. Keterbukaan Amerika Serikat ini sangat penting untuk dikemukakan, mengingat kemajuan negara-negara di Asia Timur pada dasarnya adalah keberhasilan dari bangsa di kawasan ini dalam memanfaatkan “lautan” ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan beragam produk yang bernilai tinggi

M

yang diperlukan dunia. Kemajuan di negara-negara tersebut merupakan manifesto kemajuan manusianya. Jadi, bukan hasil dari ekspor sumber daya alam, seperti minyak bumi, hasil hutan, atau hasil lautnya. Mengapa mereka bisa melompat menjadi bangsa yang cerdas atau penuh komitmen untuk kemajuan bangsa dan negaranya? Kemajuan Jepang bukan hasil perjuangan yang singkat. Sifat dan sikap kesatria bangsa Jepang dibentuk pada tahun 1200-an dengan lahirnya Bushido atau kaum Samurai. Pada awal tahun 1600-an, ketika bangsa-bangsa Eropa masuk ke Asia, bangsa Jepang menjalankan kebijakan pintu tertutup. Meski demikian, untuk mengetahui kemajuan yang terjadi di Barat serta mendapatkan pelajaran dari Barat secara langsung, Jepang memberikan hak tinggal di Jepang yang dimonopoli Belanda. Jalur Holland-BataviaJepang hidup, bukan hanya interkoneksi ekonomi, tapi juga ilmu pengetahuan. Posisi Jepang beruntung karena bukan dalam posisi koloni Belanda. Pembenahan persatuan dan kesatuan Jepang juga diwujudkan melalui reposisi petani dan pertanian pada posisi kedua setelah Samurai. Jadi, pertanian berada di atas perdagangan dan industri.

Amartya Sen—ekonom dunia—menyebutkan, pada 1912, publikasi di Jepang sudah lebih banyak daripada publikasi di Inggris dan Amerika Serikat. Pada awal 1930an, Jepang sudah memproduksi mobil walaupun hasilnya belum laku di pasar Barat. Namun, 50 tahun kemudian, Toyopet kualitas 1930-an sudah menjadi kualitas Lexus yang tak kalah bersaing dengan mobil buatan Barat. Korea Selatan dan Taiwan menunjukkan geliat belakangan. Sifat kesatria pemimpin bangsa ini berawal dari keinginan melepaskan diri dari situasi masa lalu yang telah menjajah dirinya. Pada 1920, bangsa Taiwan jauh lebih miskin dibanding bangsa Indonesia atau Filipina. Bahkan bangsa Filipina pada tahun itu merupakan bangsa terkaya di ASEAN. Kemerdekaan bagi Korea Selatan dan Taiwan diartikan sebagai memutus penjajahan masa lalu, yang sebenarnya sama dengan kalimat pertama dalam UUD 1945: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang menerjemahkan arti memutus dari penjajahan masa lalu itu dengan mengartikannya sebagai mempersempit jurang kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat. Mengingat, pada masa itu, sumber kesejahteraan

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani. Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Rahmat Hidayat, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Elfa Fuadiansyah, Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Sirkulasi), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http:// www.harianhaluan.com

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


6

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

RS TMC dan Yayasan Nurul Ilmi Laksanakan Sunatan Massal s

ebanyak seratus lebih anak-anak mengikuti sunatan masal di Rumah Sakit Tamar Medical Centre (TMC), Kota Pariaman, Selasa (25/6). Acara sunatan yang dimulai dari pagi itu, membuat ruangan tunggu Rumah Sakit TMC dipenuhi oleh anakanak yang akan dikhitan. Mereka didampingi oleh orang tuanya. Ketua pelaksana, Hj Ismiar, S.Pd mengatakan, acara ini terlaksana berkat kerja sama antara Yayasan Nurul Ilmi dengan Rumah Sakit TMC. Peserta yang datang sangat banyak, panitia tidak menyangka akan semeriah ini. “Semula, panitia menargetkan sekitar 50 orang saja, tapi masih ada yang

datang dan ingin anaknya ikut sunatan massal, akhirnya kita terima juga,” ujarnya. Dikatakannya, seluruh peserta sunatan masal ini berasal dari Kota Pariaman. “Sekarang ini masyarakat sangat antusias mengantarkan anaknya untuk mengikuti sunatan massal. Insya Allah untuk tahun depan, tetap dilaksanakan lagi dengan jumlah peserta yang lebih banyak dari sekarang,” jelas Hj Ismiar. Sementara itu, Komisaris Rumah Sakit TMC, Kota Pariaman, dr. Syafruddin Tamar, Sp. Pd, KKV Finasm, mengatakan acara sunatan yang diadakan adalah untuk memberikan

pelajaran bagi anak-anak yang disunat, agar kelak menjadi sebagai orang yang bermanfaat bagi orang lain. “Didalam hidup ini, bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain, semoga dengan acara sunatan masal ini, anak-anak kalau sudah besar bisa berbuat bagi masyarakat luas,” jelasnya. Wali Kota Pariaman, Mukhlis, R mengatakan, ia sangat mengapresiasi acara sunatan masal yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit TMC bersama Yayasan Nurul Ilmi, karena telah membantu masyarakat Kota Pariaman pada umumnya, karena sunatan massal ini sudah meringankan beban bagi keluarga yang kurang mampu. (Adv)

Hj Ismiar, S.Pd Ketua pelaksana

Syafruddin Tamar, Sp.PD KKV Finasm

Komisaris Rumah Sakit TMC

dr. Siti Hanafiah Bahri, S.PS Direktur Rumah Sakit TMC

Untuk Keluarga Kurang Mampu DIREKTUR Rumah Sakit Tamar Medical Centre (TMC), Kota Pariaman, dr, Siti Hanafiah Bahri, S. PS mengatakan, acara sunatan massal ini untuk keluarga yang kurang mampu, baik yang datang dari Kota Pariaman maupun luar Kota Pariaman. “Untuk sekarang, hanya anak-anak masyarakat Kota Pariaman yang kurang mampu yang mengantarkan anak-anaknya untuk bersunat. Jumahnya ternyata sangat banyak,” jelasnya. Dikatakannya, pelaksanaan sunatan massal ini adalah salah satu kepedulian Rumah Sakit TMC terhadap masyarakat yang kurang mampu. “Dengan diadakan sunatan massal ini berarti kita telah mengurangi beban orang tua yang tidak mampu,” ujarnya. Dijelaskannya, Rumah Sakit TMC ini adalah Rumah Sakit Islam dengan pelayanan cepat yang islami. “Motto Rumah Sakit TMC ini adalah “Your Healthy Is Our Happines”,” kata Siti Hanafiah Bahri. Kemudian katanya, acara sunatan masal juga disponsori oleh Bank Nagari, Tiga Serangkai, wali murid serta donatur dan pihak Rumah Sakit TMC. “Selain acara sunatan massal, pihak TMC dan Yayasan Nurul Ilmi juga sedang mengadakan pelatihan bahasa Inggris untuk guru dan tenaga kesehatan. Pelatihan ini juga terbuka untuk masyarakat luas,” ulasnya. (Adv)

KOMISARIS Rumah Sakit TMC, Syafruddin Tamar, Sp.PD KKV Finasm duduk bersama.

KOMISARIS Rumah Sakit TMC Syafruddin Tamar, Sp.PD KKV Finasm dan Direktur Rumah Sakit TMC dr. Siti Hanafiah Bahri, SALAH seorang anak-anak peserta sunatan massal memberikan S.PS (pakai kaca mata) foto bersama dengan Ny. Reni Mukhlis jempol untuk Rumah Sakit TMC.

KOMISARIS Rumah Sakit TMC Syafruddin Tamar, Sp.PD KKV Finasm memberikan bingkisan kepada anak-anak peserta sunatan massal.

PENCORETAN DAPIL

KPU Siap Buka-bukaan JAKARTA, HALUAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan, bersedia mengikuti semua mekanisme hukum yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). KPU juga siap mengeluarkan data dan penjelasan mengenai alasan mencoret partai di sebuah dapil.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah menjelaskan, jika memang kemudian diketahui melakukan kesalahan, maka bisa saja terjadi perubahan. Tetapi Ferry cukup yakin proses verifikasi yang

MENANG — Pasangan Calon Wali Kota Bandung Ridwan Kamil - Oded M Danial (Rido) memenangi pilkada Kota Bandung 2013 dalam hitung cepat yang dirilis Jaringan Suara Indonesia (JSI), kemarin. ROL

dilakukan KPU terhadap bacaleg telah dilakukan sesuai prosedur. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain mengatakan, KPU memang harus bijaksana dalam menyikapi tuntutan parpol terkait pencoretan dapil. “Calon yang tidak memenuhi syarat itu taruhannya besar. Masak mengorbankan dapil, tak berkeadilan,” ujarnya, Selasa (25/6). Sebelumnya, Bawaslu optimis sengketa pemilu terkait pencoretan dapil bisa diselesaikan dengan mediasi saja. Dikatakan, partai politik yang dinyatakan KPU tidak memenuhi syarat di beberapa dapil, bisa mengajukan sengketa pemilu ke Bawaslu. Saat ini, ada empat partai, Partai Gerindra, PAN, PPP, dan PKPI, yang masih dalam tahap melengkapi gugatan. (h/rol) >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


SAMBUNGAN 7

RABU RABU, 25 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

Terdakwa Fitrizal ............. Dari Halaman. 1 “Terdakwa dari awal memang mengakui dan berjanji akan mengganti. Awalnya kami tidak ingin melaporkan masalah ini ke ranah hukum, namun karena mantan ketua UPK Hasnul Aiman yang diduga ikut menyelewengkan dana tidak mau mengaku, akhirnya kami laporkan juga,” kata saksi Mursal. Seorang saksi lainnya, Desri, yang ikut terlibat dalam pengelolaan dana mengaku, hasil investigasi tim advokasi tidak jauh berbeda dengan hasil audit yang dilakukan Inspektorat daerah Kabupaten Solok tertanggal 28

Oktober 2010 yang merugikan keuangan negara sekitar Rp297,5 juta atas kasus ini. Untuk terdakwa Fitrizal diduga menyelewengkan dana sekitar Rp82 juta. Sementara Hasnul Aiman diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya senilai Rp214,9 juta. “Fitrizal mengaku dan mengembalikan semua dana yang diselewengkan. Fitrizal juga menerangkan kalau Hasnul bersama istrinya juga ada memakai dana BLM senilai Rp214.9 juta untuk kepentingan pribadi Hasnul,” kata Desri. Keterangan saksi Desri, Khairul

dan Mursal tidak jauh berbeda dengan keterangan dua saksi lainnya, Dasril dan Gusti Zulfadli, orang yang ikut terlibat dalam pengelolaan PNPM. Di sisi lain, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya dijelaskan, untuk mantan ketua UPK, Hasnul Aiman juga jadi tersangka dalam kasus ini. Ia didakwa dalam berkas terpisah dan sekarang masih dalam penyidikan. Dalam waktu dekat berkas Hasnul akan segera dilimpahkan ke pengadilan.(hel)

Pembunuhan di ............... Dari Halaman. 1 Korban diperkirakan meninggal akibat jeratan pada leher, namun belum ada kepastian jeratan tersebut berasal dari benda apa. Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum bagian dalam. Ia menjelaskan, pelaku pembunuhan mengarah kepada orang terdekat. Kesimpulan sementara ini diambil berdasarkan dari kondisi rumah korban yang masih dalam keadaan rapi. Tidak ada upaya pelaku menggeledah isi rumah. Selain itu, dalam waktu yang bersamaan anak bungsu korban tidur dalam kamar. “ Kami memperkirakan korban merupakan satu-satunya target

yang menjadi sasaran pelaku. Setelah Rita dibunuh timbul niat untuk mengambil perhiasan yang korban pakai. Sedikitnya ada sekitar 25 gram emas, berupa cincin, gelang, dan kalung korban yang dipakai ikut raib,” jelas Albert. Dikatakannya, korban tinggal di rumah dengan dua orang anaknya. Satu orang pelajar sekolah dasar berusia delapan tahun, dan satu orang lagi masih berusia dua tahun. Sementara suami Rita bekerja di Malyasia. Peristiwa pembunuhan diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB Senin. Anak pertama sedang main layangan, sementara anak yang bungsu dalam kondisi tidur. Pembubuhan korban diketahui jelang Magrib oleh tetangga yang

mendengar tangisan anak korban. Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan. Suami korban sudah pulang dari Malaysia. Mereka baru berpisah selama dua belas hari ini. Namun polisi belum bisa meminta keterangan suami korban karena masih dalam berduka. Dari ketarangan suami Rita mudah-mudahan bisa mendapatkan titik terang. Berita sebelumnya, telah terjadi pembunuhan Senin sore dengan korban Rita Susanti (28) warga Jorong Kubu Anau Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Korban dibunuh kemudian dimasukkan ke dalam ember penampungan air. (h/yat)

Pertikabumi Momen .......... Dari Halaman. 1 Prayitno, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar dan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumbar, Muslim Kasim yang juga Wakil Gubernur Sumbar memukul gendang tanda dimulainya kegiatan itu, disaksikan Ketua Pinda Saka Tarunabumi Sumbar Arzal, unsur Muspida Sumbar dan para peserta. Lingkungan sekolah yang luas dan jauh dari keramaian itu pun, mendadak menjadi hingar binger dengan keriangan para peserta perkemahan. Suswono dalam sambutannya mengatakan, Pertikabumi adalah momentum meningkatkan semangat generasi muda yang tergabung pada gerakan pramuka sana tarunabumi untuk lebih mencintai dunia pertanian dan mendukung pembangunan pertanian. “Ke depan, Pertikabumi diharapkan terus menjadi ajang meningkatkan semangat darma bakti adik-adik pramuka khususnya dibidang pertanian. Selain itu adik-

adik pramuka menjadi kader pembangunan masa depan,” katanya. Selama ajang Pertikabumi, akan digelar kegiatan keagamaan, upacara dan apel, kegiatan olahraga, kegiatan persaudaraan/kegiatan permainan tradisional, malam Bhineka Tunggal Ika dan bumbung/ kotak pramuka peduli. Selain itu, juga melaksanakan bakti krida tanaman pangan, bakti krida hortikultura, bakti krida perkebunan, bakti krida peternakan bakti krida perikanan. Dunia pertanian menunggu adik-adik pramuka untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian. Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan, pemberdayaan dan penumbuhan minat generasi muda pada sektor pertanian sejalan dengan revitalisasi gerakan pramuka. Sebagaimana yang digalakkan melalui pembinaan generasi muda pertanian melalui satuan karya pramuka (Saka) Tarunabumi. “Dengan wadah saka tarunabumi kita wujudkan pendidikan

karakter, kepribadian, dabn budi pekerti luhur untuk menjadi kader pembangunan pertanian yang handal dimasa depan,” katanya. Kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk membangun pertanian dimasa depan. Dengan terus menumbuhkembangkan kecintaan di dunia pertanian melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Sementara Muslim Kasim menyebutkan, kegiatan pramuka mestinya diaktifkan di setiap sekolah, karena pramuka sejati adalah seorang yang bergiat dan bermanfaat bagi lingkungannya. Ia akan menjadi teladan ditengah kehidupan orang banyak. Karena kegigihan dan keterampilannya bisa jadi motivasi bagi masyarakat untuk berkembang. “Seorang siswa yang menjadi anggota pramuka, akan menjadi anak yang mandiri. Karena di pramuka mereka diajarkan untuk bekerja sama, bekerja sama-sama dan kreativitas,” katanya. (h/cwlex)

BLSM Tidak ................... Dari Halaman. 1 Namun, yang mendapat dana BLSM hanya 315 KK. “Kalau memang penerima BLSM itu diambil dari data penerima raskin, kenapa warga saya hanya mendapat 315 KK saja, dan bagaiman nasib 100 KK yang tidak mendapat BLSM itu?,” tanya Nasrul. Menurut penilainnya, banyak penerima dana BLSM di Kota Padang, yang tidak layak untuk mendapatkan dana BLSM tersebut. “Lihat saja, penerima BLSM itu banyak yang datang dengan menaiki motor-motor baru, dan penampilan keren. Wajar tidak mereka menerima BLSM itu?,” terangnya lagi. Saat dimintai keterangan, Kepala Dinas Sosial Pemprov Sumbar Abdul Gafar mengatakan, penentuan penerima dana BLSM itu, diambil dari data penerima raskin yang dibuat oleh BPS Sumbar. Namun, data tersebut masih dikirim ke Pusat, dan penerima bantuan itu, langsung dikirim pemerintah pusat melalui Pos Indonesia. “Jadi, secara teknik, kami tidak bisa berbuat banyak. Karena, kuota penerimanya langsung dari pusat,” tukasnya. Dikatakan, untuk masyarakat miskin yang merasa berhak, dan tidak mendapat bantuan BLSM tersebut, maka warga yang bersangkutan bisa melaporkannya ke unsur pemerintah setempat untuk dikirimkan ke pusat. Dan setelah melaporkannya, maka unsur pemerintah akan memberikan surat keterangan miskin. Namun, untuk mendapatkan BLSM, warga masih menunggu kartu dari pusat. “Begitu juga sebaliknya. Warga yang merasa tidak berhak mendapatkan BLSM tersebut, bisa melaporkannya ke pihak pemerintah setempat sehingga, dan BLSM tersebut, benar-benar tepat sasaran,” harapanya. Datangi Kantor Lurah Puluhan warga Purus, Kelurahan Purus Tengah, Kecamatan Padang Parat, Kota Padang, yang tidak mendapatkan dana BLSM, mendatangi Kantor Lurah Purus Tengah, Selasa (25/6). Mereka mempertanyakan data yang dipakai oleh pemrintah dalam menentukan penerima dana BLSM. Karena, mereka menilai banyak

warga yang berhak mendapatkan bantuan, akhirnya tidak mendapatkan bantuan. “Kami sangat berhak untuk mendapatkan dana BLSM itu. Namun, kami tidak mendapatkannya. Oleh karena itu, kami meminta pihak kelurahan untuk mengajukan, dan mendata ulang penerma BSLM di Purus Tengah ini,” ujar Wirati (33). Dikatakan, banyak penerima BLSM di Purus Tengah yang tidak berhak menerimanya. Karena, sebagian besar warga yang menerima adalah warga yang tergolong mampu. “Kalau tidak percaya lihat saja langsung ke rumah warga yang menerima BLSM. Banyak warga yang menerima dana BLSM itu, yang memiliki mobil, dan rumah yang sangat layak. Namun, kami yang miskin ini tidak mendapatkan dan BLSM itu,” tuturnya lagi. Air mata seorang ibu tak terbendung ketika sejumlah wartawan media cetak dan elektronik datang. Tangisnya membanjiri pipi yang hiasi garis-garis wajah itu. “Caliak lah ko nak, ambo ado KTP, ado foto kopi kartu konpensasi BBM tahun nan lampau, surek miskin ado, manarimo pulo raskin, tapi ndak ta daftar di KPS ko do,” ujarnya Gunawati (57), sambil mengusap air matanya dengan kain kecil seukuran telapak tangan itu. Masyarakat yang tidak terdaftar itu meminta agar diadakan pendaftaran ulang agar mereka bisa mendapatkan uang dari BLSM. Sekretaris Kelurahan Nursin Husin mengatakan, data yang terdaftar di Kelurahan Purus ada 305 Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang mendapat KPS. Sedangkan data baru dari kelurahan, terdapat tambahan sebanyak 500 kk miskin. “Kami tidak tau dimana terjadi kesalahannya, dulu waktu pendataan BPS saat menyuluhan data raskin tercatat lebih 800 kk, dan berkemungkinan data itu yang diambil lalu diolah lagi tanpa di kordinasikan dengan kelurahan,” ungkap Nursin Dia menambahkan, nasib orang yang tidak menerima BLSM lebih parah dari pada orang yang mendapat BLSM. Pihak kelurahan akan berkordinasi dengan kecamatan. “Kami berencana akan berkor-

dinasi dengan camat, karena kita tidak tahu kemana akan melaporkannya lagi, semua data itu dari pusat,” terangnya. Hal yang berbeda terlihat ketika sejumlah masyarakat penerima KPS antre menunggu panggilan di Kantor Pos Jalan Khatib Sulaiman, Padang. Mereka duduk di bangku yang disediakan oleh pihak pos itu, siang menjelang, satu persatu Kantor Pos yang menjadi tempat pembagian BLSM itu mulai penuh oleh masyarakat penerima uang konpensasi itu. Yarni (52), salah seorang warga penerima BLSM terlihat tersenyum setelah menerima uang BLSM, dia juga mengungkapkan, uang Rp300. 000 yang didapatnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya terutama setelah harga BBM naik namun dia tetap bersyukur. “Uang ini hanya bertahan sampai seminggu, karena kebutuhan sembako sudah mahal, ditambah anak anak sudah masuk ajaran baru, tapi tidak apa-apa saya tetap bersyukur,”ucapnya kepada Haluan. KPS Belum Merata Pembagian BLSM masih belum merata, Kota Padang menjadi kota pertama di Sumatera Barat yang baru membagikan BLSM pun masih belum menyeluruh, pembagian hanya ada di Kelurahan Ulak Karang Utara. “Kami mohon maaf karena saat ini kami baru bisa membagikannya di Ulak Karang Utara. Selain itu untuk mengantisipasi kerumanan massa, kami bagi tiga titik bayar yaitu, Kantor Pos Khatib Sulaiman, Ulak Karang, dan Kantor Pos Alai. Diharapkan dengan ini masyarakat tidak terlalu lama menunggu,” terang Suhatman Kepala Ritel PT Pos Area Sumbar, Riau, Jambi. Dia juga menjelaskan, pihaknya yakni PT Pos akan membuka pelayanan BLSM dari pagi jam kerja hingga jam 17.00 WIB. Sedangkan pembagian untuk di daerah berkemungkinan akan dibagikan pada tanggal 1 Juli, hal itu disebabkan oleh banyaknya alamat yang dituju tidak sesuai dengan data. “Banyak alamat yang kami tuju berbeda seperti ada rumah yang tidak punya nomor,” paparnya. (h/ wis/rvo)

BUKAN PADA SINGAPURA DAN MALAYASIA

SBY Harus Minta Maaf pada Rakyat JAKARTA, HALUAN — Pernyataan resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta maaf kepada pemerintah Singapura dan Malaysia terkait kabut asap dari Riau, terus menuai kecaman. Ketua Fraksi Partai Hanura Syarifuddin Sudding menilai permintaan maaf Presiden telah mengerdilkan bangsa Indonesia di mata internasional. “Permintaan maaf SBY itu tidak elegan dan telah mengerdilkan bangsa kita sebagai bangsa yang besar,” ujar Sudding di Kompleks Parlemen, Selasa (25/6). Sudding menuturkan, persoalan asap dari kebakaran hutan ini seharusnya menjadi persoalan lintas batas negara. Pemerintah Indonesia, lanjutnya, tidak perlu menyalahkan diri atas kebakaran itu. Sudding pun mendesak agar penyebab kebakaran diusut secara tuntas. Sedangkan Anggota Dewan Daerah Walhi Riau, Indra Jaya, mengatakan permintaan maaf SBY kepada kedua pemerintah negara tetangga tersebut

telah melukai hati masyarakat. Pasalnya, masyarakat Riau jelasjelas penderita langsung dari bencana ini, namun presiden seolaholah tidak menganggap keberadaan mereka. “Harusnya presiden meminta maaf kepada rakyat sendiri, terutama masyarakat Riau, “ kecamnya, di Jakarta, Selasa (25/6). Menurut investigasi Walhi, bencana kabut asap tersebut tidak bisa dilepaskan dari kegiatan investor-investor asing dari Singapura dan Malaysia di daerah itu. Terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam, Ruslan, mempertanyakan pidato permohonan maaf Presiden SBY kepada negara tetangga Singapura dan Malaysia itu. Menurut Ruslan, harusnya SBY meminta maaf kepada rakyat sendiri. Lebih penting, lanjut Ruslan, pemerintah dapat menindak perusahaan yang terlibat dalam kebakaran hutan di Sumatera sehingga ke depan tak terjadi kembali kejadian serupa.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Riau, Rico Saputra, di Jakarta Selasa, menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Riau terjadi setiap tahun, namun tidak ada upaya serius dari pemerintah dalam mengantisipasi kebakaran tersebut. Berdasarkan perhitungan Walhi, terdapat 5.627 titik api yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, yaitu sekitar Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Sekitar 300 titik api yang ada di Riau tahun ini justru berada di wilayah konsesi hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan. Hal ini menunjukkan, proses pengeluaran izin dari pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan pembakar lahan di provinsi ini memang tidak memiliki kajian yang memadai. Karena alasan itulah, Walhi menyampaikan somasinya kepada Presiden SBY, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Pemprov Riau, dan Polri. (h/dn/vvn/ rel)

Sebelas Penambang .......... Dari Halaman. 1 (35) operator Komatsu, Bujang Junar (33) warga Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dhamasraya, Juneldi (44) warga Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Kemudian Dino Mulyadi (27), warga Jorong Timbulun, Kelurahan Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solsel, Sri Handdoko (45) warga Jorong Gudam, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Ameh, Kabupaten Tanah, dan Refianto (26) warga Sungai Gabut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Kapolda Sumbar Brigjen Pol Noer Ali melalui Kapolres Solsel AKBP Nanang Putu mengungkapkan, semua pelaku yang berhasil ditangkap tersebut kini telah diamankan di Polres Solok Selatan untuk diproses lebih lanjut. Diceritakan Nanang, awal penangkapan itu ketika puluhan petugas yang tergabung dari Polres Solsel dan Polsek Sangir Batanghari melakukan razia terhadap pelaku penambang emas liar di lokasi Batu Laung, Kanagarian Lubuk Ulang Aling Selatan aliran sungai

Batanghari, Kecamatan Sangir Batanghari, Kabupaten Solsel, sekitar pukul 02.15 WIB. Petugas langsung melakukan penyusuran di lokasi tersebut. Akan tetapi, para pelaku berhasil melarikan diri ke arah gunung karena diduga telah mengetahui kedatangan petugas. Walaupun demikian, petugas berhasil mengamankan 2 unit ekskavator merek Caterpilar dan Doosan di lokasi, karena ditingalkan oleh operatornya. “Dua alat berat tersebut ditinggalkan di lokasi kejadian. Hanya saja alat komputer ekskavator tersebut kami amankan dan telah berada di Polres Solok Selatan,” kata Nanang, saat dihubungi Haluan melalui telepon genggamnya, Selasa (25/6) siang. Tidak sampai di situ, razia tersebut dikembangkan ke sekitar aliran Sungai Batanghari. Alhasil sekitar pukul 07.20 WIB, petugas kembali berhasil mengamankan 1 unit alat berat di base camp PT. Geominex, dan para pelaku penambangan emas liar lainnya. “Dari tangan Afrizal ini, kami mengamankan satu buah pistol jenis Air Soft Gun yang berisi dua butir

peluru,” ujarnya. Selain itu, lanjut Nanang, di base camp tersebut juga ditemukan 1 kapal keruk dengan operator warga asal Cina tersebut, serta pengawas kapal bernama Bujang. Juga ditemukan 3 lembar parket warna hijau berisi pasir emas 10 hingga 50 gram dari tangan Juneldi, Dino, Handoko, dan Refianto. “Dari 11 pelaku yang diamankan tersebut antara lain sebagai pengawas kapal dan operator alat berat. Kami akan terus melakukan razia di wilayah hukum Solsel ini terkait kasus illegal mining hingga tidak ada lagi satu pun pelaku yang berani untuk menambang secara ilegal,” ungkapnya. Ditambahkan Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi, razia yang dilakukan di Solsel ini sesuai dengan perintah Kapolda Sumbar untuk terus memberantas semua pelaku penambang emas liar. “Razia ini tidak sampai di sini saja dilakukan, dan akan tetap diteruskan sehingga para pelaku illegal mining tidak ada lagi untuk menguras emas secara ilegal di aliran Sungai Batanghari,” jelas Syamsi. (h/nas)

RUU Ormas ................... Dari Halaman. 1 Menurut Taufik, secara prinsip semua aspirasi dari seluruh ormas beberapa poin sudah diakomodir secara garis besar dalam konteks bernegara dan berbangsa, yang tidak merugikan negara. “Kalau kemudian ada ormas yang tidak mau diaudit dalam kaitan aspek pertanggungjawaban akuntabilitas keuangan kan tidak lucu juga,” kata politisi PAN itu. Dijelaskan Taufik, RUU Ormas yang merupakan inisiatif DPR itu pembahasannya sudah terlalu lama, yaitu sudah 2 tahun lebih. “DPR melihat bahwa ini perlu ditata ulang karena di UU 85 yang lalu, jedanya sudah terlalu jauh. Sudah terjadi pergantian rezim, sekarang sudah reformasi sehingga perlu ada semacam perubahan RUU Ormas,” jelasnya. Secara terpisah Ketua Pansus RUU Ormas A. Malik Haramaian (PKB) menyatakan terkejut dengan penundaan pengesahan RUU ormas tersebut, karena selama ini dinilainya represif. “Selama ini masyarakat menyebut sebagai RUU yang represif dan mengancam demokrasi. Pasal mana

yang dikatakan represif dan mengancam demokrasi itu?,tolong tunjukkan. RUU ormas ini penting, dan ormas memang harus diatur, apalagi terkait pendanaan asing,” tegas politisi PKB ini dalam diskusi RUU Ormas di Pressroom DPR, kemarin. Wakil Sekjen PBNU Enceng Sobirin yang juga jadi pembicara dalam diskusi menyarankan Pansus RUU Ormas dalam pembahasannya melibatkan kalangan kampus, tokoh masyarakat dan ormas agar menghasilkan rumusan yang lebih baik. “RUU Ormas ini secara filosofis sangat penting untuk pengintegrasian Ormas dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ormas seperti NU dan Muhammadiyah ini sudah teruji dalam mempertahankan NKRI. Karena itu, kalau parpol membusuk pun, Ormas bisa menjadi penyangga NKRI,” tandas Enceng Sobirin. PBNU kata Enceng, mempersoalkan ormas yang berbadan hukum dan tak berbadan hukum. Ormas yang bisa diatur itu adalah ormas yang berbadan hukum. “Kalau ada ormas tidak berbadan

hukum, maka tak bisa bebas di negara ini, sehingga perlu diatur dengan hukum. Tapi, orang asing juga tak bisa membuat ormas. Namun NU dan Muhammadiyah tak bisa disamakan dengan ormas yang baru,” katanya. Mengapa orang asing tak bisa membuat ormas, menurut Enceng karena ormas itu tujuannya antara lain untuk memperjuangkan nilainilai berbangsa dan bernegara. Berbeda dengan perkumpulan, himpunan, maupun LSM yang mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan tujuannya sendiri. “Bahkan ormas itu diikuti masyarakat sesuai dengan pemahaman agama, ideologi, dan keyakinan masing-masing,” ujarnya. Ronald Rofriandri dari PSHK menilai, yang diatur oleh RUU Ormas termasuk terorisme itu sudah diatur dan tersebar aturannya dalam KUHP. “Problemnya ada pada cara pandang negara terhadap ormas. Seperti juga dana asing sebenarnya tak relevan diatur dalam RUU ini, karena yang lebih berbahaya adalah investasi asing di perusahaan yang bisa merusak lingkungan. (h/sam)

Ali Yusuf ....................... Dari Halaman. 1 pelaksanaan pelantikan kepala daerah Sawahlunto, tetap berjalan dengan lancar tanpa kendala. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam sambutannya mengharapkan, cita-cita pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, harus terus dilaksanakan dan diwujudkan. Meski bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan semangat pembangunan antara eksekutif dan legislatif, hal itu akan dapat terealisasi. Sepuluh tahun lalu, lanjut Irwan, Sawahlunto merupakan kota tambang yang hampir ditinggalkan warga masyarakatnya. Namun, melalui tangan Amran Nur bersama dua wakilnya dalam dua periode kepemimpinan, nama Sawahlunto kembali terngiang di tingkat nasional. Ali Yusuf bersama Ismed mengaku siap untuk melanjutkan pembangunan Sawahlunto di segala sector. Mulai dari pariwisata sebagai unggulan, pertanian, perkebunan, hingga pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan generasi penerus ‘Kota Arang’. “Insya Allah, tentunya dengan dukungan semua lapisan ma-

syarakat kami siap untuk melanjutkan pembangunan Sawahlunto ke depan,” terang Ali Yusuf, usai menerima ucapan selamat dari seribuan pengunjung yang datang dalam pelantikan tersebut. Mantan Walikota Sawahlunto, Amran Nur kepada Haluan mengaku sangat puas atas kinerja yang dilaksanakannya dalam sepuluh tahun terakhir. Katanya sambil tersenyum, tidak percuma pulang kampung. Amran Nur memang terlihat sangat gembira usai pelantikan kepala daerah yang baru tersebut. Wajar saja, kepala daerah yang dilantik Ali Yusuf dan Ismed merupakan kepala daerah pilihannya. Kegembiraan itu terlihat kental ketika Amran Nur bersama Emnidar sang istri, akan meninggalkan lokasi pelantikan. “Awas, mantan walikota mau lewat,” ujar Amran berlalu sambil tersenyum. Usai pelantikan, Amran Nur langsung menuju rumah dinas walikota. Dengan Toyota fortuner tunggangannya, Amran Nur membawa beberapa barang yang masih tertinggal di rumah yang telah 10

tahun ditempatinya itu. Amran Nur memang telah siap untuk meninggalkan rumah dinas walikota Sawahlunto. Beberapa hektar lahan perkebunan kakao, karet dan peternakan ayam, yang dibangunnya semenjak beberapa tahun lalu, telah menanti untuk dikelola. Sementara itu, Erizal Ridwan, mantan wakil walikota, dan lima tahun terakhir setia mendampingi Amran Nur, meski kalah dalam Pilkada yang digelar 16 Mei 2013 lalu, tetap datang dalam pelantikan tersebut. Dengan jiwa besarnya, Ketua DPD Partai Golkar Sawahlunto yang maju dalam Pilkada berpasangan dengan Ketua DPC PPP Sawahlunto Emeldi, tetap menampilkan senyumnya dan memberikan ucapan selamat terhadap pasangan Ali Yusuf dan Ismed. Pelaksanaan Pilkada dan pelantikan kepala daerah terpilih telah selesai. Masyarakat pun kembali beraktivitas seperti sedia kala, sembari menunggu gebrakan baru pemimpin baru Kota Sawahlunto.(h/ dil)

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : Jefli


8

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

Dibawah terik matahari, ribuan pendukung HAMAS tetap setia .

HENDRI ARNIS

dr MAWARDI

LAPANGAN GUNUNG SEJATI JADI LAUTAN MANUSIA

HAMAS Dijodohkan Allah untuk Padang Panjang Lapangan Gunung Sejati yang menjadi lokasi kampanye putaran ke tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang, H Hendri Arnis, BSBA dan dr H Mawardi Samah, MKM (HAMAS), serta merta berubah menjadi lautan manusia. Sekitar 7 hingga 8 ribuan massa pendukung pasangan dengan nomor urut 5 ini, tampak membanjiri lapangan sepak bola yang berlokasi di Kelurahan Ganting, Padang Panjang Timur itu. “Pertemuan dan perjodohan kami (Hendri Arnis dan dr Mawardi), adalah ketentuan dari Allah SWT. Jika Allah SWT meridhoi dan masyarakat memberikan amanah kepada kami, maka Insya Allah Padang Panjang akan menjadi ladang pengabdian. Dengan semangat baru, mari kita bangun kota yang kita cintai ini menjadi lebih baik dan lebih maju,” kata cawako Hendri Arnis didampingi cawawako dr Mawardi menyapa ribuan pendukungnya. Melihat tingginya antusias dan animo masyarakat Padang Panjang untuk hadir pada rangkaian kegiatan kampanye pasangan yang diusung koalisi Partai Golkar, PKB, PKS dan PBB ini, seperti telah memberikan gambaran nyata, jika sesungguh-

nya masyarakat Kota Padang Panjang sangat butuh dan rindu akan hadirnya sosok pemimpin yang benar-benar dekat, dicintai dan mengerti dengan kebutuhan rakyatnya. “Kami akan mengabdi dan melayani dengan sepenuh hati. Maka apapun hasilnya nanti, itulah ketentuan dari Allah. Yang terpenting, kita harus sama-sama menyatukan tekad dan membulatkan hati untuk Padang Panjang yang lebih baik. Bersama HAMAS, Insya Allah bersama kita wujudkan pemerintahan yang amanah, untuk menjadikan masyarakat Kota Padang Panjang yang aman dan sejahtera,” teriak Hendri yang disambut riuh tepukan pendukungnya. Hendri mengatakan, jika kelak mereka terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota

Padang Panjang periode 20132018, mereka berjanji akan mewujudkan pemerintahan yang benar-benar pro rakyat dan akan turun langsung untuk memperhatikan masyarakat. HAMAS ujar Hendri, tidak menginginkan ada lagi masyarakat Padang Panjang yang hidup dalam belenggu kemiskinan. “Masyarakat Padang Panjang harus sejahtera, harus berpendidikan baik, sehat jasmani dan rohani. Sumber daya manusia harus terus ditingkatkan. Kami tidak hanya sekedar bicara dan berjanji, tapi kami akan memberikan bukti. Mari kita kubur seluruh kelam di masa lalu dan bersama HAMAS, kita jemput impian yang jauh lebih baik,” papar Hendri. Dalam orasinya, Hendri juga berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para pahlawan kebersihan, pahlawan pendidikan dan para tenaga medis yang telah mengabdi dan mendedikasikan diri mereka untuk Kota Padang Panjang. Intinya, ujar Hendri, kesejahteraan harus dirasakan dan harus menjadi

milik seluruh masyarakat, tanpa kecuali.

“Di sektor lain, kami juga menjanjikan jika pupuk tidak akan hilang di Kota Padang Panjang. Semua kebutuhan petani akan kita penuhi. UMKM dan industri kreatif warga akan terus kita tumbuh kembangkan. Semua, semata untuk mewujudkan masyarakat Padang Panjang yang makmur, maju dan sejahtera,” terang Hendri.

Hendri Arnis bersama Ny Hj Maria Veronica, menyumbangkan lagu untuk menghibur para pendukung HAMAS.

dr Mawardi pada kesempatan yang sama menambahkan, kemenangan HAMAS kelak, adalah kemenangan seluruh masyarakat Padang Panjang. Bukan kemenangan pribadi, bukan kemenangan golongan dan bukan kemenangan sekelompok orang. HAMAS dengan mengusung spirit perjuangan “Semangat Baru” jelasnya, akan selalu bersama masyarakat untuk mewujudkan harapan bersama. “Mari kita wujudkan rasa cinta terhadap kampung halaman. Untuk itu, mari kita satukan hati, bulatkan tekad dan yakini pilihan, nomor 5

dari Padang Panjang, nomor 5 untuk Padang Panjang,” teriak Mawardi. Selain dibanjiri ribuan massa, kader, simpatisan dan segenap pendukung HAMAS, kampanye putaran ketiga pasangan muda berpengalaman itu, juga tampak dihadiri seluruh ketua partai pendukung, niniak mamak dan beberapa tokoh nasional yang juga tampil sebagai juru kampanye. Diantaranya anggota DPR RI, Azwir Dainy Tara, Darul Siska, Nasrullah Nukman, Hendra Saputra dan tokoh adat AS Dt Bagindo. (ryan syair)

Ibu kandung dan segenap keluarga besar Hendri Arnis, ikut hadir untuk memberikan dukungan kepada HAMAS.

AZWIR DAINY TARA, ANGGOTA DPR RI

“Saya, Anda, Semua Cinta HAMAS” JURU kampanye pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang Hendri Arnis- dr Mawardi Samah (HAMAS), H Azwir Dainy Tara dalam orasinya mengatakan, HAMAS adalah kolaborasi dua anak muda yang cerdas, berkarakter dan berpengalaman. Secara tegas, Azwir menyatakan kecintaannya pada pasangan nomor urut 5 itu. “Saya cinta HAMAS. Saya yakin, Anda dan kita semua yang berada di sini, juga sama-sama mencintai HAMAS. Untuk itu, mari bersama-sama pula kita dukung, kita antar dan kita menangkan HAMAS pada tanggal 4 Juli nanti,” imbau Azwir. Sebelumnya, politisi senior PKS, H Nasrullah Nukman juga menekankan hal yang sama. Dikatakan Nasrullah, kedatangan seluruh masyarakat, kader dan segenap simpatisan pendukung HAMAS ke lokasi kampanye, adalah wujud dari kecintaan masyarakat Kota Padang Panjang terhadap pasangan Hendri Arnis- dr Mawardi. “Sesuai dengan 5 pilar perjuangan HAMAS, bahwa kemenangan yang akan diraih adalah kemenangan dengan

cinta, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja harmoni. Insya Allah, aura kemenangan itu sudah berada di tangan HAMAS dan semoga akan menjadi milik HAMAS. Allahu akbar,” teriak Nasrullah. Secara berturut-turut, juga tampil sebagai juru kampanye pasangan HAMAS, diantaranya tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, AS Dt Bagindo dan Ketua DPC PBB Hendra Saputra. Secara serempak, mereka juga menyerukan beberapa alasan penting bagi masyarakat untuk memilih HAMAS. “Sosok Hendri Arnis sebagai seorang berlatar belakang pengusaha dan berpengalaman di pemerintahan dengan jabatan sebagai Wakil Bupati Tanah Datar, sangat tepat untuk memimpin kota ini bersama-sama dengan dr Mawardi, yang tak lain seorang birokrat handal, bersih dan teruji dengan pengalamannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang sejak 2008 lalu,” ujar Hendra. Sementara Ketua Tim Pemenangan HAMAS, H Ryan Diovella yang ditemui terpisah, menghaturkan ribuan terima kasih dan

apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran, partisipasi, antusias dan rasa kecintaan yang telah ditunjukkan masyarakat kepada pasangan HAMAS. Meski di bawah terik matahari ujar Ryan, namun tak sedikitpun menyurutkan hasrat masyarakat untuk hadir guna menyatakan kecintaan dan dukungan mereka terhadap HAMAS. “Semoga kecintaan masyarakat yang diwujudkan dengan kehadiran dan dukungan yang telah diberikan hari ini, menjadi awal yang baik untuk kemenangan HAMAS dan kemenangan seluruh masyarakat Padang Panjang,” tandas Ryan. Sebelumnya, Minggu (23/ 6) ujar Ryan, kampanye tertutup HAMAS di GOR Akhyar Adam Kelurahan Ekor Lubuk, juga terlaksana dengan aman, tertib dan lancar. Diilustrasikan, kapasitas ruangan yang hanya bisa menampung sekitar 200-an pengunjung, seperti tak kuasa membendung luapan massa pendukung HAMAS, yang datang dari seluruh penjuru Padang Panjang. “Saya yakin, semua adalah berkat kecintaan masyarakat terhadap HAMAS,” kata Ryan. (**)

Cawako Hendri Arnis menyapa ribuan pendukungnya yang menghadiri kampanye di Lapangan Gunung Sejati.

Sekitar 7 ribuan massa pendukung HAMAS, membanjiri Lapangan Gunung Sejati pada kampanye putaran ketiga, Selasa kemarin.

Sekitar dua ribu massa pendukung HAMAS, menghadiri kampanye tertutup di GOR Akhyar Adam Ekor Lubuk, Minggu lalu. >> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syahrizal


RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

WAWAKO TINJAU PENYALURAN HARI PERTAMA

30.380 RTS Terima BLSM

PEMBAGIAN BLSM—Wakil Walikota Padang Mahyeldi didampingi Kepala Area II Ritel dan Properti PT. Pos Indonesia (Sumbar, Riau, Kepri) Suhatman melihat persyaratan untuk mengambil dana BLSM dari salah seorang warga penerima BLSM di Kantor Pos Jl. Khatib Sulaiaman, Selasa (25/6). HUMAS

PADANG, HALUAN—Penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) hari pertama di Kota Padang, dilaksanakan di 3 Kantor Pos di Kecamatan Padang Utara. Masingmasing Kantor Pos Ulak Karang, Kantor Pos Alai dan Kantor Pos Jl. Khatib Sulaiman. Wakil Walikota Padang Mahyeldi, SP saat meninjau pembagian BLSM di Kantor Pos Jl. Khatib Sulaiman, Selasa (25/6) mendapatkan tidak adanya antrean panjang warga penerima BLSM. “Pembagian BLSM berjalan lancar. Ini sangat sesuai dengan harapan kita. Diharapkan warga penerima bisa menggunakan dana tersebut untuk hal yang bermanfaat

dan bukan untuk konsumtif,” ujar Mahyeldi. Sementara pembagian BLSM di kecamatan lainnya sedang dipersiapkan. Saat ini PT. Pos Indonesia tengah mengatur wilayah dan tempat pembagian untuk mempermudah akses warga penerima BLSM, serta menghindari terjadinya penumpukkan warga dan antrean panjang. Di kesempatan yang sama,

Kepala Area II Ritel dan Properti PT. Pos Indonesia (Sumbar, Riau, Kepri), Suhatman menjelaskan, hari pertama pembagian BLSM kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) di daerah Sumbar baru dilakukan di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Padang Utara. Begitu juga dengan Propinsi Riau dan Kepulauan Riau, pembagian BLSM hari pertama dilakukan di ibu kota propinsi masing-masing. “Untuk Kota Padang, penerima BLSM berjumlah 30.380 RTS. Data tersebut berdasarkan pada Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dimiliki warga,” terang Suhatman. Pembagian BLSM tahap I sebesar Rp300.000 akan

dilakukan sampai bulan September tahun ini, di seluruh Kantor Pos yang ditunjuk sebagai tempat pembagian BLSM. “Lokasi pembayaran BLSM akan disebar di beberapa titik, sesuai dengan jumlah penerima BLSM di masing-masing kelurahan dan kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses warga dan kelancaran penyaluran BLSM,” terang Suhatman. Sementara itu, Bustami salah seorang warga penerima BLSM menjelaskan, dana BLSM yang diterimanya akan digunakan untuk keperluan sekolah anaknya dan untuk menambah modal usaha. “Dana bantuan ini akan saya gunakan untuk biaya

sekolah anak dan tambahan modal usaha. Untuk pengambilan dana ini, saya harus membawa Kartu Keluarga, KTP, dan KPS,” tambah Bustami. Warga Miskin Tidak Terima BLSM Jika sebagian warga berbahagia mendapatkan dana BLSM dan sudah merencanakan penggunaan dana itu, maka disudut kota lainnya terpapar pandangan memiriskan. Pasalnya, kompensasi kenaikan harga BBM ini tidak bisa dinikmati Sumiati (53). Warga kurang mampu di Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji ini mengaku, tidak menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) bagi pemerina BLSM. Padahal dia tercatat sebagai penerima raskin. Ibu 5 orang anak ini ingin protes, karena merasa berhak mendapatkan BLSM. “Saya ingin protes, kenapa saya tidak dapat bantuan itu. Saya ini orang susah, dan saya tercatat sebagai pemerina raskin,” katanya kepada Haluan Selasa (25/06). Ia menambahkan, kenaikan harga BBM semakin menyulitkan ekonomi keluarganya. Sebab seluruh bahan kebutuhan pokok harganya melambung. Sementara bantuan yang dijanjikan, tidak didapatkannya. “Saya tidak tahu tentang bantuan itu. dan tidak ada petugas kelurahan yang datang memberitahu,” ujarnya. Beberapa warga lain yang dikategorikan kurang mampu saat di temui Haluan di Kelurahan Lubuk Lintah, Kelurahan Anduring dan Kelurahan Andalas juga mengungkapkan hal senada. Saat dikonfirmasi kepada Sekretaris Lurah Lubuk Lintah, Pari mengaku tidak tahu soal pembagian BLSM itu. (h/mg-jen/vie)

9

MTQ MAHASISWA NASIONAL XIII

UNP Makin Dekat ke Tangga Juara PADANG, HALUAN— Medali emas sudah didepan mata kontingen Universitas Negeri Padang (UNP). Pasalnya, dua kafilahnya berhasil masuk perempat final pada dua cabang lomba, yakni Debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ajang MTQ Mahasiswa Nasional XIII. “Alhamdulillah kafilah UNP berhasil lolos ke perempat final dalam dua cabang berbeda, yaitu cabang Debat Bahasa Arab, dan Lomba Debat Bahasa Inggris,” ujar Humas UNP Amril Amrir kepada wartawan, Selasa (25/6). Dikatakan, untuk babak perempat final Debat Bahasa Arab akan digelar Selasa (25/6). Sedangkan Lomba Debat Bahasa Inggris, akan digelar di Gedung Serbaguna FT UNP Rabu (26/6). Sementara cabang lomba lainnya, masih menunggu hasil dari pihak panitia lokasi yang bersangkutan. “Mekipun Debat Bahasa Arab digelar Selasa (25/ 6) ini, namun untuk pengumumannya akan diumumkan Rabu (26/6). Dan untuk Debat Bahasa Inggris, tetap diumumkan Rabu itu juga,” ungkapnya lagi. Hifzil dan Tilawatil Quran Dilombakan di Unand Pada hari kedua, Universitas Andalas (Unand) memperlombakan dua cabang, yakni Hifzil dan Tilawatil Quran. Pada cabang Hifzil, sebanyak 114 peserta bertarung pada babak kedua penyisihan Hifzil 1 juz. Pada babak penyisihan pertama, Senin (24/6), jumlah peserta hanya 60 orang. Hari ini, Rabu (26/6), dilanjutkan dengan Hifzil 2 juz yang diikuti oleh 63 peserta. Sedangkan Hifzil 5 juz diikuti sebanyak 47 peserta yang dilaksanakan Kamis (27/6). Menurut Ketua Panitera Cabang Hifzil, Abdullah Saggaf, total peserta Hifzil juz 1, 2 dan 3 sebanyak 224 orang. “Kamis (27/6) besok akan diumumkan 6 peserta yang lulus final Hifzil yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan. Peserta yang lolos ke final akan berlaga Jum’at (28/6),” katanya. Untuk kategori peninilaian, kata Abdullah Saggaf, peserta cabang Hifzil 1 juz menghapal juz 1 atau juz 30, sedangkan Hifzil 2 juz menghapal juz 1 dan juz 2, sementara Hifzil 5 juz menghapal juz 1 sampai juz 5. Sementara itu, cabang Tilawatil Quran yang diadakan di Auditorium Unand, diikuti 126 peserta. Sama seperti cabang Hifzil, akan diambil 6 peserta untuk berlaga di babak final. Yaswirman, Wakil Ketua Panitia MTQ Nasional Tingkat Mahasiswa yang ke XIII mengatakan, jumlah juri adalah sebanyak 88 orang. “Setiap cabang ada 9 juri yang menilai, kecuali cabang kaligrafi hanya dinilai oleh 5 juri,” ujarnya. Panitia Tambah Jumlah Kafilah Ada yang berbeda di hari kedua MTQ Mahasiswa Nasional XIII . Karena pada hari kedua, panitia menambah enam kalifah di tiga cabang lomba. Penambahan itu, yakni tiga kafilah di cabang Lomba Fahmil Quran, tiga kafilah di Syahril Quran, dan satu kafilah di Tartil Quran. “Dengan penambahan enam kafilah itu, maka jumlah kafilah yang berlomba di MTQ MN XIII Padang, menjadi 140 kafilah,” ujar Humas UNP Amril Amir. Dikatakan, salah satu alasan penambahan kafilah itu, karena sebelumnya kafilah yang bersangkutan sudah mendaftar menjadi peserta MTQ Mahasiswa Nasional XIII. Namun, karena keterbatasan penerbangan, kafilah tersebut akhirnya terlambat sampai ke Padang. “Jadi, enam kafilah itu sudah mendaftar, namun mereka terlambat sampai ke Padang. Jadi, secara administrasi mereka sah untuk mengikuti MTQ Mahasiswa Nasional XIII ini,” terangnya. (h/wis/mg-dib)

>> Editor : Devi Diany

Penata Halaman: Syahrizal


10 PA D A N G

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

WARGA KELUHKAN ONGKOS NAIK

Tarif Baru Mulai Berlaku Minggu LINGKAR

PADANG, HALUAN—Pemko dan Organda Padang sudah sepakat, kenaikan tarif angkutan kota (Angkot) dan bus kota pada kisaran 26-29 persen. Tarif angkutan jarak 0-5 km misalnya, naik dari Rp1.100 menjadi Rp1.490 (dibulatkan Rp1.500) atau naik 26 persen.

Penjara Bukan Solusi Korban Narkoba PADANG, HALUAN—Penjara bukan solusi ampuh untuk para pengguna narkoba guna mengajak mereka kembali ke jalan yang benar. Yang paling penting adalah upaya penyadaran yang dilakukan untuk menyelamatkan masa depan mereka. “Begitu pesan Presiden RI dalam pidatonya pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2013, di Jakarta. Hal itu pula yang akan kita lakukan,” kata Kepala BNNP Sumbar, Arnowo di Padang Senin (25/6). Bagi korban narkoba, solusinya bukan lapas tapi adalah pusat-pusat rehabilitasi. Konsepnya bukan dihukum tapi diselamatkan. Justru di lingkungan itu terjadi pertobatan dan akhirnya kembali ke jalan yang benar. Untuk itu pemerintah memberikan penghargaan bagi mereka yang dengan niat baiknya membantu para pecandu dalam rehabilitasi. Presiden juga berpesan, katanya, masyarakat yang termasuk korban narkotika agar tidak salah menanganinya dengan penyembuhannya melalui rehabilitasi. “Anak-anak kita yang menjadi korban narkoba, sudah kehilangan masa lalu dan masa kininya. Jangan sampai mereka kehilangan masa depannya,” ujar Arnowo mengutip sambutan Presiden RI. (h/vie)

PATUNG TAU-TAU—Seorang siswa pramuka dari Sulawesi Selatan menunjukan hasil kerajinan tangan berupa Patung Tau-tau di Perkemahan Pertikabumi, Lubuk Minuturun, Padang, Selasa (25/6). Patung tersebut di pamerkan dalam pameran budaya Pertikabumi V. RIVO SEPTI ANDRIES

Pejabat Eselon II dan III Wajib Laporkan Kekayaan PADANG, HALUAN—Pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemko Padang wajib melaporkan harta kekayaannya. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Walikota Padang No.59.A tahun 2013, tentang Penetapan Pejabat yang Diwajibkan Menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di lingkungan Pemko Padang. Walikota Padang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Setdako Padang, Corry Saidan dalam sambutannya saat Sosialisasi LHKPN di

lingkungan Pemko Padang, Selasa (25/6) mengatakan, salah satu sasaran utama tuntutan reformasi birokrasi yang digulirkan adalah mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih dari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Pemerintah pun mengeluarkan Inpres No.5 tahun 2004, tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Inpres No.5 tahun 2004 ini, kemudian ditindaklanjuti Pemko Padang dengan SK Walikota No.59.A tahun 2013. Seluruh pejabat eselon II dan III diwajibkan melaporkan

harta kekayaannya. Kita harapkan para pejabat ini dapat memberikan data dengan jujur dan benar,” kata Coory Saidan. Ke depan, semua pejabat struktural maupun fungsional di lingkungan Pemko Padang akan diwajibkan melaporkan harta kekayaannya. Seperti tertuang dalam edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB No.SE/03/M.PAN/01/2005 tentang LHKPN. Dikatakan, dengan adanya LHKPN ini bagi penyelenggara negara, maka

dapat dijadikan sebagai deteksi dini agar setiap penyelenggara negara. Agar pejabat mempunyai kesadaran dan tanggung jawab, termasuk didalamnya beberapa hak-hak yang diperoleh berkenaan dengan jabatan yang diembannya. Sedangkan Ketua Panitia Sosialisasi LHKPN, Saiful menyebutkan, sosialisasi dengan tema “Dengan Pengisian LHKPN, Mari Kita Ciptakan Penyelenggara Negera Yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi , dan Nepotisme di Pemerintah Kota Padang”,

dihadiri peserta 138 orang dari seluruh SKPD di lingkungan Pemko Padang. “Tujuan sosialisasi ini agar seluruh pejabat eselon II dan III, bisa secara benar dan jujur menyampaikan laporan harta kekayaannya. Ini adalah wujud dari komitment kita bersama menciptakan pemerintah yang baik, bersih, transparan dan akuntabel. Apalagi kita semua telah menandatangi pakta integritas, dan pencanangan gerakan anti korupsi dan pemakaian PIN Saya Anti Sogok,” katanya. (h/vie/rel)

Unand Jalin Kemitraan dengan 8 PTS PADANG, HALUAN—Sebagai komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, Universitas Andalas (Unand) Padang mengembangkan kemitraan/kerjasama dengan delapan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatra Barat. Sebagai realisasi dari kemitraan tersebut, maka pada tahun 2013 ini dilaksanakan Ujian Masuk Bersama (UMB) dengan menggandeng delapan PTS. Masing-masing Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Muhamadiyah Sumatera Barat (UMSB), Institut Teknologi Padang (ITP), STIE Dharma Andalas, Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY), STMIK Indonesia, Universitas Taman Siswa dan Universitas Islam Sumatera Barat. “Kemitraan yang kita jalin, kita wujudkan dengan menggelar UMB dengan 8 PTS tahun 2013 ini,” ujar Wakil Rektor IV Unand, Prof.Helmi saat ditemui Haluan di ruang

kerjanya, Selasa (25/06). Menurut Helmi, pendaftaran UMB dibuka mulai 1-18 Juli 2013. Seleksi akan dilakukan berdasarkan nilai hasil Ujian Nasional (UN). “Tanpa ujian tertulis. Sedangkan pengumuman hasilnya pada 20 Juli 2013, jam 16.00 WIB. Bisa dilihat di laman web,” terangnya. Helmi menambahkan, tujuan pokok kemitraan Unand dengan PTS adalah untuk meningkatkan mutu pengelolaan dan pelayanan pendidikan, meningkatkan mutu lulusan agar mampu bersaing dalam dunia kerja, meningkatkan akses dan kesempatan anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas, dan meningkatkan kerjasama dalam pengembangan ilmu pengetahun dan riset-riset strategis. Sedangkan ruang lingkup kemitraan yang dijalin dengan PTS itu adalah, audit dan evaluasi sistem

penjaminan mutu sekali sentuhan, dan program peningkatan kualitas dan perbaikan akreditasi program studi. Lalu program peningkatan atau perbaikan proses pembelajaran yang terdiri dari, review dan penyusunan kurikulum standar, perbaikan kualitas pembelajaran, pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia untuk dosen dan tenaga pendidikan, program kerja sama dalam pengembangan imu pengetahun dan riset-riset strategis dan program kerjasama dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat. “Semoga dengan kerjasama yang kita lakukan dapat memberikan pendidikan tinggi yang lebih baik dan berkontribusi untuk pencapaian misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2025, dengan menghasilkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif,” ungkapnya. (h/mg-jen)

Wakil Rektor IV Unand, Prof.Helmi. IST

Untuk jarak 5-10 km dari Rp1.800 menjadi Rp 2.340 (dibulatkan Rp2.500) atau naik 29 persen. Jarak 10-15 km dari Rp2.300 menjadi Rp2.890 (dibulatkan Rp3.000) atau naik 29 persen. “Demikian kesepakatan anggota DPRD Padang, Dinas Perhubungan dan Organda Kota Padang usai diskusi panjang di gedung DPRD Padang, Sabtu lalu,” kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Padang, Yul Akhyari Sastra. Dalam pertemuan itu, usulannya untuk menaikkan tarif angkutan sebesar 30 persen, tidak disetujui. Dia pun tidak membantah, jika di lapangan sebagian pengusaha angkutan sudah menaikan tarif secara sepihak, akibat keterlambatan penetapan tarif. Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Raju Mendrofa saat dihubungi Haluan menyesalkan sikap sebagian sopir angkot yang sudah menaikkan tarif. Karena tarif resmi itu mulai berlaku Minggu (30/6) mendatang. Jika tarif resmi diumumkan, masih ada para sopir yang memungut ongkos lebih dari tarif tersebut, pihaknya akan menindak dengan tegas. “Jika masih ada sopir yang menaikan tarif melebihi dari tarif yang ditentukan nanti, kita akan tindak tegas, kapan perlu kita cabut buku KIR nya,” tegas Raju. Warga Keluhkan Ongkos Naik Meski secara resmi ongkos

belum dinaikkan, tapi sejumlah sopir angkot sudah menaikkan tarif. Beberapa warga baik mahasiswa maupun ibu rumah tangga yang ditemui Haluan Senin (25/6), mengaku kesal karena para sopir telah menaikan ongkos angkot. Sebab para sopir meminta ongkos 50 persen dari ongkos sebelumnya. “Kita ikuti aturan sajalah. Kenaikan tarif angkot kan belum diumumkan secara resmi. Apalagi kenaikan tarif itu semuanya saja,” ungkap Salma, salah satu mahasiswa UNP dengan nada kesal. Diakui Salma, kenaikan BBM tentu akan diikuti kenaikan ongkos angkot. Tapi mestinya menunggu dulu pengumuman resmi dari pemerintah. Penumpang lainnya, Fadly mengungkapkan, jika ulah sebagian sopir sangat merugikan masyarakat. Dia pun meminta Pemerintah Kota Padang segera menertibkan para sopir yang menaikan tarif secara sepihak tersebut. “Memang kita pahami kalau para sopir juga terbebani dengan kenaikan harga BBM, tapi kebijakan mereka menaikan tarif angkot secara sepihak ini merugikan masyarakat,” ungkapnya. Semantara dari pantauan Haluan kemarin (25/6), angkot jurusan Pasar Raya-Lubuk Buaya nekat meminta ongkos kepada penumpangnya, Rp4.000. Sedangkan ongkos lama hanya Rp2.000. Berarti sopir meminta ongkos dua kali lipat dari biasanya. (h/cw-hri/cw-oos)

HASIL PSB ONLINE TAHAP I

Kuota SMP dan SMK tak Terpenuhi PADANG, HALUAN—Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online Tahap I, telah berakhir Senin (24/ 6). Hasilnya pun langsung diumumkan Selasa (25/6). Sebanyak 14.665 peserta dinyatakan lolos. Total peserta SMP dan SMK yang lulus ini, tidak mencapai daftar kuota yang ditetapkan. Karena dari 7.690 kuota untuk SMP, yang terpenuhi hanya 7.618. Sedangkan untuk SMK hanya terpenuhi 3.331 dari 4.017 kuota yang ditetapkan. Hanya SMA yang memenuhi kuota yang ditetapkan yakni 3.716 orang. Demikian dikatakan Kepala UPT Pengumpulan Pengolahan Data Pokok Pendidikan Teknologi Informasi (P2 Dapodik TI) Disdik Padang, Syuhadi saat dihubungi Haluan, Selasa (25/6). Sebanyak 14.665 peserta yang lulus adalah hasil seleksi dari total pendaftar sebanyak 23.429, terdiri dari SMP sebanyak 12.966, SMA 6.561, dan SMK 3.902. SMP dan SMK belum mencukupi kuota yang ditetapkan. “Sekolah yang kuotanya yang tak terpenuhi karena peminatnya kurang adalah SMP 36 dan SMP 37, selanjutnya SMK 10 dan SMK 7,” katanya. Bagi peserta yang lulus, dapat mendaftar ulang mulai 25-27 Juni. Bagi peserta yang tidak lulus, diperbolehkan mendaftar pada PSB Online tahap kedua yang dijadwalkan selama 2 hari, pada 28-29 Juni. Sedangkan hasilnya diumumkan 30 Juni. Penting diketahui, tegas Syuhadi, peserta yang sudah lulus PSB Online tahap I tidak boleh lagi mendaftar pada tahap II. Dan lagi, jika pada tahap I peserta mempunyai tiga pilihan sekolah untuk dipilih salah satunya, maka peserta tahap II hanya boleh memilih 1 pilihan sekolah. Pada pendaftaran PSB Online tahap I, tercatat beberapa sekolah yang paling banyak pendaftarnya. Yakni SMA 4 sebanyak 2.038 dan SMP 13 sebanyak 1.811 pendaftar. Sedangkan untuk SMK dihitung dari jurusan. Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK 3 paling banyak pendaftarnya, yakni sebanyak 522 orang, sedangkan yang diterima hanya 96 orang. Dan Jurusan Akomodasi Perhotelan di SMA 9 sebanyak 524 orang, namun yang diterima hanya 155 orang. (h/mg-dib)

>> Editor: Devi Diany

>> Penata Halaman: Syahrizal


RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

IKLAN 11


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

PEMKO KECOLONGAN

Spanduk Rokok Bertebaran PAYAKUMBUH, HALUAN — Meskipun Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh nomor 15 tahun tentang Kawasan Tanpa Rokok telah disahkan, di sejumlah titik strategis dalam Kota Payakumbuh masih saja bertebaran spanduk iklan rokok.

Pelatihan Adat untuk Generasi Muda PAYAKUMBUH, HALUAN — Sebanyak 76 generasi muda dari 8 kenagarian di 5 kecamatan se-Kota Payakumbuh ikuti Pelatihan Adat Bagi Generasi Muda. Kegiatan pelatihan ini dibidangi oleh Bagian Kesra Setdako Payakumbuh bekerjasama bekerjasama dengan LKAAM Kota Payakumbuh. Mengambil tempat di aula kantor bersama LKAAM, PKK dan MUI Sawah Padang Kota Payakumbuh, kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh H. Benni Warlis, MM, Selasa (25/6). Kegiatan pelatihan adat tersebut akan berlangsung selama dua hari ke depan dan pada pembukaannya turut dihadiri oleh Wakil Ketua LKAAM Kota Payakumbuh Erpan Joni Dt. Tan Mamad Nan Kayo dan Kabag Kesra Kota Payakumbuh Yonrefli. Hadir selaku pembicara adalah Buya H. Bagindo M Letter, Sayuti Dt. Rajo Pangulu Ketua LKAAM Propinsi Sumatera Barat, Indra Zahur Dt. Rajo Simarajo Ketua LKAAM Payakumbuh, Ismed Fauzi Dt. Mangkuto pengurus LKAAM Propinsi Sumbar serta Ir. Sevindra Juta M.Si Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadyah Kota Payakumbuh. Sekdako Benni Warlis dalam sambutannya menyampaikan masyarakat Minangkabau merupakan masyarakat yang unik dimana filosofi kehidupan yang diyakini adalah perpaduan antara nilai-nilai adat dan nilai-nilai agama. (h/smt)

PEMBANGUNAN — Ruas Jalan Aziz Haily yang baru diresmikan sehubungan HUT Kabupaten Limapuluh Kota Februari 2013 lalu, kini memasuki tahap pengecoran yang disebut ruas I komplek kantor Bupati di Kota Sarilamak. SYAFRILNITA

Pelanggaran Perda Nomor 15 tahun 2011 tersebut mendapat sorotan serius dari masyarakat Kota Payakumbuh. Salah satunya, Nedi Rinaldi yang dikenal sebagai advokat serta pemerhati Kota Payakumbuh. “Perda sudah ada. Tetapi kok iklan rokok dibiarkan dipasang di Kota Payakumbuh? Dalam Perda Kawasan Tanpa Rokok telah ditegaskan untuk tidak memproduksi atau membuat, menjual, menyelenggarakan iklan, mempromosikan rokok di Kawasan Tanpa Rokok. Ini berarti Pemko Payakumbuh kecolongan. Menurutnya, seharusnya tim penegak perda seperti SatpolPP harus jeli terhadap hal-hal yang telah melanggar perda,

seperti pemasangan spanduk rokok tersebut . Sementara itu, Kepala Satpol-PP Kota Payakumbuh Fauzi Firdaus yang dihubungi Haluan mengaku akan segera mencopot spanduk dari perusahaan rokok yang terpasang di sejumlah titik di Kota Payakumbuh. “Memang, pemasangan spanduk rokok bertentangan dengan Perda Nomor 15 tahun 2011. Karena pengeroyokan beberapa anggota terhadap saya kemarin ini, saya belum sempat memerintahkan anggota untuk mencopot spanduk tersebut. Tapi dalam waktu dekat spanduk-spanduk rokok yang terpasang itu segera kami copot,” ujar Fauzi. (h/ddg)

Jalan Aziz Haily Mulai Dibangun SARILAMAK,HALUAN — Pembangunan jalan ke komplek kantor Bupati Limapuluh Kota yang diberi nama jalan Prof Azis Haily, akhir Juni ini sudah memasuki tahap pengecoran. Kepala Dinas PU kabupaten Limapuluh Kota Ir. Edward, Kabid Bina Marga Afrizal dan Hanasrul yang dijumpai Selasa siang (25/6)

menyebutkan, jalan yang telah terbuka dan pakai tiang listrik itu dicor beton (rigit) tahun anggaran 2013 ini, tapi baru untuk satu jalur. “Pada jalur kanan, Pemkab Limapuluh Kota bakal membangun kantor Bappeda yang parmanen, hingga untuk pendisbusian bahan bangunan tak menggangu jalur yang sudah dibangun,” kata Ha-

nasrul lagi. Selain pengecoran jalan Aziz Haily itu juga dikerjakan jalan Hulu Air Landai kecamatan Harau, Simpang Kapuak–Taeh Bukit kecamatan Mungka, jalan Sitanang–Taram kecamatan Harau, serta jalan IKK ( Ibu kota Kabupaten ) dari Sarilamak menuju Lubuak Batingkok dengan total dana Rp 6,3

milyar lebih. Kecuali jalan Aziz Haily, jalain tersebut telah memasuki tahapan laston ( lapisan beton ) dikerjakan PT Divana Reka Konstruksindo dan PT Pebana Adi Sarana Padang. “Khusus jalan Sarilamak–Lubuak Batingkok atau jalan IKK sepanjang 5,4 Km, hanya tinggal laston,” jelasnya. (h/snt)

BENI PUTRA

Jualan Gelas Keramik, Untung Melimpah ASAL mau bekerja dan memanfaatkan peluang serta situasi, banyak cara untuk meraih keuntungan. Seperti peluang menjelang masuk puasa Ramadhan saat ini dan Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Beni Pitra memanfaatkan peluang ini dengan berjualan

barang pecah–belah di pinggir trotoar yang tidak pakai pejalan kaki. Beni mulai berjualan cangkir, gelas, piring, mangkok nasi, mangkok miso, soto dan lainnya sejak awal Juni 2013 lalu di perempatan jalan Payakumbuh–Lintau serta

BENI berjualan gelas keramik dengan untung melimpah. SYAFRILNITA

jalan Sicincin dan Simpang SMK3 ( SMKK ). Beni Pitra warga Sicincin Hilir, kecamatan Payakumbuh Timur ini, cukup banyak meraih penghasilan. “Omzet kini mencapai sekitar Rp2,5 juta sehari. Untungnya lumayan besar ,” jelasnya se-

waktu diwawancarai Haluan, Selasa kemarin. Barang – barang pecah belah yang dijual Beni, dibeli di kota Bukittingi dan ada pula yang dikirim induak samang dari Jakarta. Dengan penghasilan yang terus meningkat itu, lelaki yang masih lajang ini mulai pula berfikir untuk menikah seusai Idul Fitri nanti. Beni mengaku tidak menyangka usaha menjual berbagai jenis gelas keramik yang dipajangnya di perempatan jalan Sicincin. Sebab dipersimpangan tersebut juga ikut belanja warga dari Sijunjung, Lintau kabupaten Tanah Datar, serta warga yang lalulalang di lokasi jualannya. Sukses Beni juga diiringi pedagang sejenis di simpang Labuh Basilang , Payolansek ( dekat lampu merah ), serta di Tanjung Pati kecamatan Harau kabupaten Limapuluh Kota. (h/snt/li)

>> Editor: Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Habli


AGAM 13

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

KAPOLDA SUMBAR

Konflik Harus Diredam dengan Cerdas AGAM, HALUAN— Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Brigjen Pol Nur Ali meminta aparat kepolisian Polres Agam untuk senantasa mengutamakan kepentingan masyarakat, dalam setiap pengamanan permasalahan yang bisa memicu konfilik. Demikian dikatakan Kapolda Sumbar Birgjen Pol Nur Ali saat melakukan kunjungan kerja di Mapolres Agam, Selasa (25/6) sore. Menurutnya, setiap daerah pasti memimiliki permasalahan yang bisa memicu konflik. Oleh sebab itu, pihak kepolisian harus bisa meredam dengan cerdas setiap persoalan sehingga tidak menimbulkan konflik, dan kekeresaan di tengah masyarakat. “ Kabupaten Agam memiliki daerah yang cukup luas. Memiliki beragam permasalahan antara masyarakat dengan pihak swasta. Polisi tidak boleh terlibat, maupun mengambil keuntungan dalam permasalahan tersebut. Anggota kepolisian harus menjadi pihak penengah,” katanya. Ia menjelaskan, polisi bisa dikatakan gagal menjaga ketertiban masyarakat apabila ia melibatkan diri dalam konflik yang terjadi. Jika polisi terlibat niscaya permaslahan pasti akan berlarut-larut, cukup banyak kasus yang bisa dijadikan contoh dalam persoalan ini. Menurutnya, Jika ada itikad baik setiap persoalan pasti bisa diselesaikan. Selain itu, masalah yang berkembang tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Muspida tidak bisa bekerja sendri, begitu jaga dengan kepolisian. Diperlukan kerjasama antara setiap institusi pemerintahan. Sementara itu Kapolres Agam AKBP Asep ruswanda mengatakan, pontensi konfik di Kabupaten Agam cukup tinggi. Saat ini masih ada beberapa masalah yang bisa memicu konflik masih dalam proses hukum. Namun demikian Polres Agam terus berupaya maksimal meredam setiap potensi masalah yang bisa berujung konflik. “Saya pastikan Polres Agam selalu berada pada posisi yang tepat dalam setiap pengamanan masalah yang ada di Agam,” katanya. Dikatakan Asep Ruswanda, secara keseluruhan wilayah hukum Polres Agam dalam kondisi kondusif. Jumlah tidak kriminal tahun 2013 hingga Mei tercatat sebanyak 150 kasus, 76 kasus di antaranya sudah diselesaikan, sementara sisianya masih dalam proses hukum. “Penanganan kasus kriminal pada tahun 2013 hingga Mei sudah 50 persen. Kita terus bekerja maksimal dalam setiap penanganan kasus,”jelasnya. (h/yat)

Provinsi Nilai Kinerja Pemkab Agam

SALAM— Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Brigjen Pol Nur Ali disambut di Mapolres Agam. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Agam Indra Catri, Selasa (25/6). RAHMAT HIDAYAT

AGAM, HALUAN — Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik Provinsi Sumatra Barat diketuai Hasben Hendri melakukan penilaian terhadap kinerja Pemkab Agam melalui ekspos Bupati Agam di Kantor Bupati setempat, Senin(24/6). Dalam penilaian itu bupati memaparkan tujuh program inovasi cerdas yang disingkronkan dengan visi, Agam Mandiri Beprestasi yang Madani. Ketujuh program tersebut adalah gerakan taharah mesjid, gerakan wc bersih, gerakan Maghrib Mengaji, festifal Ramadan, Agam Menyemai, ikhlas berzakat, dan Jamkesda mandiri. Pelayanan untuk mendukung program dilandasi dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, sikap santun dan prilaku yang baik terhadap masyarakat. Prgram itu akan memacu lajunya pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan secara berkelanjutan. Untuk menyukseskannya dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan media pers, perantau dan pihak swasta lainnya. Sementara itu Ketua Tim Penilai, Hasben Hendri, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi positif terhadap pembangunan di Kabupaten Agam dan diharapkan laporan yang diberikan ini ditampilkan secara apa adanya sehingga nanti tim memberikan penilaian yang objektif. (h/ks)

JELANG RAMADAN

PLN Lubuk Basung Minimalisir Gangguan Jaringan AGAM, HALUAN— PLN Rayon Lubuk Basung bakal memasang kawat berisolasi pada kawasan yang dinilai rawan dengan gangguan jaringan yang disebabkan oleh alam. Kepala PLN Rayon Lubuk Basung Hendriansyah kepada Haluan Senin ( 24/6) di Lubuk Basung mengatakan, kawat berisolasi akan dipasang pada wilayah yang diperkirakan sering terjadi gangunan akibat perubahan cuaca, antara lain Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara, Batu Kambing Kecamatan Tanjung Raya, dan Air Tigo Raso Kecamatan Tanjung Raya. Ia menjelaskan, hampir 90 persen

ganguan jaringan listrik pada luas daerah layanan PLN Rayon Lubuk Basung disebabakan oleh ganguan alam. “Dalam waktu dekat kita akan mengganti kawat biasa dengan kawat yang berisolasi meliputi beberapa wilayah yang rawan dengan gangguan tersebut. Panjang kawan berisolasi yang bakal dipasang lebih kurang 3,5 kilo meter,” katanya. Pemasangan kawat berisolasi

berfungsi untuk meminimalisir terjadinya ganguan jaringan yang bisa menyebabkan pemadaman arus listrik. “Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Kebutuhan listrik pada masa ini cukup tinggi. Kita tidak menginginkan terjadi pemadaman arus listrik akibat gangguan jaringan yang dipicu oleh cuaca buruk,” ungkapnya. Selain mengganti dan mema-

sang kawan berisolasi PLN Lubuk Basung juga akan melakukan pangkas pohon yang dinilai bisa membahayakan jaringan PLN Rayon Lubuk Basung. Menurutnya, hampir sebagaian besar gangguan jaringan yang terjadi disebabkan oleh pohon tumbang, atau akibat reruntuhan dahan pohon yang diterpa angin kencang. “ Batang kayu yang bisa menyebabkan ganguan jaringan akan kita pangkas, pelaksanannya

>> Editor : Afrianita

tetap atas izin pemilik pohon,” jelas Hendriansyah. Dikatakannya, selama ini masyarakat sering mengeluhkan pemadaman. Hendriansyah mengatakan, PLN tidak akan memadamkan arus listrik tanpa sebab. Wilayah Agam terdiri dari perbukitan, banyak jariangan yang terletak pada tempat rawan. Jika terjadi gangguan, untuk memperbakinya PLN harus memadamkan arus listrik. (h/yat)

>> Penata Halaman : Jefli


14

SIJUNJUNG

Empat Jabatan Camat Diserahterimakan SIJUNJUNG, HALUAN —Bupati Sijunjung Yuswir Arifin menghadiri serah terima jabatan camat secara marathon. Jabatan camat yang diserahterimakan tersebut masing-masing, Camat IV Nagari, Camat Koto VII, Camat Tanjung Gadang dan Camat Kamang Baru. Camat IV Nagari diserahterimakan dari pejabat lama, Roni Sudirman kepada pejabat baru, Riki Mainaldi Neri.Camat Koto VII diserahterimakan dari Aprisal kepada Roni Sudirman. Kemudian Camat Tanjung Gadang dari pejabat lama, Endi Nazir kepada pejabat baru, Aprisal. Sementara Camat Kamang Baru, dari Bobby Roespandi kepada, Endi Nazir. Sertijab yang berlangsung secara terpisah di empat tempat selain dihadiri Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin dan sejumlah kepala SKPD juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ny.En Yuswir Arifin, Walinagari dan undangan lainnya. Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dalam sambutannya, mengatakan, camat sebagai perpanjangan tangan bupati harus bisa membuat berbagai terobosan dalam pembangunan.Dan terobosan itu diharapkan berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Selain piawai dalam membuat terobosan, sambungnya, camat juga bisa berkoordinasi dengan forum pimpinan kecamatan dalam mencapai tujuan. Dan yang tidak kalah pentingnya, dukungan dari masyarakat. Sebab, keberhasilan yang diraih camat tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Sejalan dengan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sijunjung, Ny.En Yuswir Arifin juga melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan IV Nagari, Koto VII, Tanjung Gadang dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kamang Baru. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ny.En Yuswir Arifin, mengatakan, gerakan PKK bertujuan memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga terwujudnya keluarga yang bahagia dan sejahtera. Untuk terciptanya keluarga sejahtera, kata Ny.En Yuswir Arifin, perlu meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Karena itu, dia meminta Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan membuat program kerja yang dapat menyentuh masyarakat, seperti hatinya PKK dan sekaligus memfungsikan dasa wisma sesuai dengan 10 program pokok PKK. Selain membuat program, Ny.En Yuswir Arifin juga menghimbau Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan untuk berkoordinasi dengan instansi terkait yang ada di kecamatan, sekaligus mensingkronkan program tersebut dengan PKK Nagari.(h/azn)

RABU RABU, RABU RABU,1926JUNI JUNI2013 2013MM 10 17SYA’BAN SYA’BAN1434 1434HH

Lansek Manih

SELAMA 7 TAHUN

Penyerapan BLM Sudah Mencapai Rp5,86 Miliar PADANG, HALUAN — Sejak tahun 2006 hingga 2012, penyerapan dana bantuan langsung masyarakat (BLM) yang berasal dari Dana Urusan Bersama (DUB) dan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) sudah mencapai Rp5.862.500.000.

Muchlis Anwar

TANDATANGANI — Bupati Sijunjung Yuswir Arifin menandatangani berita acara serah terima jabatan Camat Kamang Baru dari pejabat lama, Bobby Roespandi kepada pejabat baru Endi Nazir, di gedung UDKP Kamang Baru, Jumat lalu. AZNELDI

Masyarakat Diminta Pertahankan Tradisi Bakaua SIJUNJUNG, HALUAN — Bupati Sijunjung Yuswir Arifin mengajak warga di daerah untuk terus mempertahankan tradisi atau alek bakaua yang digelar setiap panen, dan akan turun ke sawah. “Tradisi bakaua ini perlu dipertahankan dan dilestarikan,” ajak Yuswir Arifin di hadapan masyarakat Nagari Sungai Lansek dalam acara bakaua di lokasi perkaulan adat, Kamis lalu. Dihadiri Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi, Kepala

SKPD, camat dan Muspika Kecamatan Kamang Baru, bupati juga meminta masyarakat agar mengisi acara bakaua adat yang digelar setiap habis panen, dan akan turun ke sawah ini, sebaiknya juga diisi dengan kegiatan kesenian tradisional yang ada di nagari, seperti penampilan kesenian tradisional silat dan taritarian yang ada di nagari ini. Pasalnya, tradisi bakaua adat yang juga merupakan pesta anak nagari ini, bisa dijadikan sebagai tempat untuk mempromosikan

kesenian anak nagari, termasuk kuliner dari nagari. Penampilan kesenian dan kuliner ini, dimaksud, untuk memperkenalkan kembali seni budaya kepada masyarakat, dengan harapan generasi muda akan mencintai seni dan budaya yang dimiliki. “Saya berharap acara bakaua adat atau pesta anak nagari ini, juga dijadikan sebagai ajang untuk mempromosikan kesenian dan kuliner yang ada di nagari ini,” harap Yuswir Arifin.(h/azn)

“Tujuh tahun pelaksanaan P2KP di Kabupaten Sijunjung, penyerapan dana BLM yang berasal dari DUB dan DDUB mencapai Rp5.862.500.000,” kata Wakil Bupati Sijunjung, Muchlis Anwar pada acara lokakarya review program penanggulangan kemiskinan PNPM Mandiri Perkotaan di Kabupaten Sijunjung, di aula Bapeda setempat, Kamis lalu. Selain pelaksanaan program tersebut, sambungnya, di daerah ini juga telah dilaksanakan kegiatan penanggulangan terpadu (paket) dengan dana sebesar Rp9.016.578.000. Termasuk program ND/PLPBK (penataan lingkungan permukiman berbasis komunikasi). Bahkan, katanya, dalam penilaian pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat – mandiri perkotaan (PNPM-MP) juga telah diluncurkan kegiatan pening-

>> Editor : Nova Anggraini

katan penghidupan masyarakat berbasis komunitas (PPMK) dengan dana BLM sebesar Rp100.000.000 per KBM.”Dana itu sebagai prestasi bagi BKM/ LKM yang telah melaksanakan kegiatan pinjaman bergulir dengan baik,” jelasnya. Sementara, untuk menjaga pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan program, setiap tahun pemerintah juga mengalokasikan dana untuk kegiatan pelatihan di setiap nagari/kelurahan.Total dananya sebesar Rp10.000.000. Dana sebesar itu, untuk melatih relawan, BKM, UP dan pemerintahan nagari. Berbicara di hadapan Kepala SKPD, forum BKM, BKM dan Pemerintahan Nagari, Muchlis Anwar mengatakan, PNPM-MP yang dulu dikenal dengan P2KP, keberadaannya dimulai sejak tahun 1999 lalu. Dan program ini, sebutnya, merupakan suatu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemda dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan. Di samping itu, pelaksanaan program ini juga diarahkan untuk mendukung upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) dan pencapaian sasaran Millennium Development Goals (MDGs).(h/azn)

>> Penata Halaman: Rahmi


EKONOMI BISNIS 15

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

Bambu Busana Diskon 50 Persen PADANG, HALUAN—-Menyambut bulan suci ramadan, Toko Bambu Busana memberikan diskon dari 20 persen hingga 50 persen. Adapun yang diberikan diskon adalah pakaian jadi laki-laki/perempuan, tas, gaun, travel bag, jaket, busana, bed cover, gorden, kebaya dari dalam negeri maupun luar negeri. Yusneti, (47 tahun) pemilik Bambu Busana menyatakan, harga

Wedding Organizer Q Production, Hadir di Padang PADANG, HALUAN— Q’ Production Wedding Organizer hadir di Kota Padang untuk mewujudkan helatan perkawinan. Sebab, kegiatan sakral yang hanya dialami sekali dalam seumur hidup itu, harus perlu dipersiapkan dengan sematang mungkin. Maka dari itu, Q’ Production hadir guna memenuhi kepuasan pada pelanggan yang akan melaksanakan perhelatan perkawinan dengan cara cepat. Dalam satu Wedding Organizer tersebut mampu mencakupi semua kebutuhan. Mulai dari penyediaan gedung, makanan, sound system, hingga penyelenggaraan tiket bagi anggota keluarga yang berada di luar kota. “Hadirnya Wedding Organizer yang saya dirikan ini di Kota Padang, setidaknya mampu memudahkan masyarakat yang kesulitan dalam menggelar acara perayaan perkawinan,” kata Owner Q’ Production Wedding Organizer ucap Rizky, saat ditemui di acara pertamanya di UPI Convention Center, Minggu (23/6). Dikatakannya, Wedding Organizer yang berhasil membuat kejutan pada acara pertamanya di UPI ini, berada di Jalan Ganting No.16, Kecamatan Padang Timur. Selain itu, untuk konsep acara, diserahkan kepada pelanggan dan sesuai dengan keinginan dari pemilik helatan. “Yang ingin mengadakan helatan bisa langsung mendatangi kantor kami. Dan untuk tema acaranya, kita serahkan sepenuhnya kepada pelanggan. Kepuasaan pelanggan adalah kebahagiaan kami,” ungkapnya. (h/nas)

spesial yang diberikan kepada pelanggan adalah bentuk berbagi bersama menyambut bulan suci ramadan. Produk yang didiskon bukan saja produk dalam negeri tapi juga produk luar negeri. Produk yang dijual dijamin tidak mengecewakan pelanggan. “Harga diskon yang diberikan bermacam-macam dan produk barang yang bervariasi. Seperti harga

pakaian jadi dari Rp275 ribu bisa menjadi Rp150 ribu, travel bag impor yang biasa Rp850 ribu menjadi Rp450 ribu” jelas pemlik bamboo busana ini. Salah seorang pelanggan Bambu Busana, Aisyah (36 tahun) menyatakan, pihaknya sengaja datang ke bambu busana karena promo diskon yang disampaikan tetangganya. Apalagi promo diskon

dengan barang berkualitas impor yang disediakan di bambu busana. “Belanja di bambu busana dengan barang impor memberikan promo besar-besaran. Tentunya menjadi pilihan dalam belanja berkualitas. Karena belanja kualitas impor sangat jarang didiskon besar-besaran” jelasnya Yang berminat belanja berkualitas baik produk dalam negeri maupun luar

Yusneti (47 tahun) sedang melayani pelanggan yang membeli busana dengan diskon hingga 50 persen. ALEX negeri dapat datang di Jalan Bambu No 1 Ujung Gurun, Padang,

atau menghubungi nomor handphone 081267111222. (h/cw-lex),

JELANG RAMADAN DAN LEBARAN

Harga Bahan Kue Melonjak PADANG, HALUAN— Jelan bulan puasa dan Idul Fitri, harga bahanbahan kue seperti telur ayam, tepung dan gula mulai melonjak.

Pantauan Haluan, Selasa (25/ 6) di Pasar Raya Padang, harga telur satu papan (salapiak, red) mencapai Rp32.000 hingga Rp34.000 tergantung kepada besar dan kecilnya ukuran telur ayam tersebut. Kalau dihitung-hitung per butir dijual dengan harga Rp1.300. Salah seorang pedagang telur

ayam yang berda di pasar raya Padang Blok 1 lantai 1, Tinah mengatakan, harga telur ayam melonjak sudah 3 hari terakhir. Menurut Tinah, hal ini juga pengaruh dari kenaikan harga BBM sebesar 35 persen dari pemerintah. “Biasanya satu papan Rp28.000 atau paling tinggi

Rp32.000. Namun kini harga telur ayam naik. Naiknya harga BBM membuat harga telur ayam juga naik, “jelas Tinah. Menurut Tinah, permintaan telur ayam saat ini meningkat walaupun mahal. Memang awal kenaikan BBM pembeli sepi. Akan tetapi sudah dua hari lebih

HARGA TELUR NAIK— Eti (48) menyusun telur ayam yang akan dijualnya di Pasar Raya, Padang, Senin (24/6). Setelah harga BBM naik, harga telur ayam ikut naik dari sebelumnya hanya Rp26.000 per kilo menjadi Rp31.000 per kilonya. RIVO SEPTI ANDRIES

keputusan pemerintah menaikkan harga BBM masyarakat sudah bisa menerimanya, serta sesuai dengan waktunya juga. “Saat ini memang dibutuhkan. Mau tidak yang mau yang akan membuat kue butuh telur ayam,”jelas Tinah. Sementara itu, untuk harga gula dan tepung juga ikutan naik. Karena kedua bahan tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat kue lebaran. Penjual tepung dan gula, Fajar mengatakan tepung baru naik hari ini. “Tepung baru naik hari ini. Biasanya tepung sekilo Rp11.000 sekarang sudah naik Rp12.000 sedangkan untuk gula Rp13.000 bisanya Rp12.000,”ungkap Fajar. Fajar memprediksikan gula akan terus naik, sebab menjelang bulan puasa serta lebaran ini kebutuhan gula masyarakat meningkat juga. Apalagi ditambah dengan penjual pabukoan juga melonjak. “Kayaknya gula akan naik, sebab kebutuhan gula menjelang ramadan dan bulan puasa itu tinggi. Untuk membuat teh dan penjual pabukoan yang berbahan manis,”tutup Fajar.(h/cw-oos)

Usaha Kecil BUYUNG SI TUKANG JAM

Jam Kehidupan Kini Semakin Pudur

BUYUNG (47). Buyung menggeluti dunia jam sudah dari tahun 1992. Kini, zaman terus berubah, keadaan juga ikut berubah sehingga kehidupan Buyung yang pada awalnya bisa mengukur kehidupan dengan jam akhirnya semakin hari semakin pudur.OSNIWATI PADANG, HALUAN—Tidak punyai ijazah karena tidak sekolah dan tidak mempunyai keterampilan lain merupakan beban mental tersendiri bagi sebagian orang. Sehingga apapun yang dilakukan tidak akan bernah berhasil, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri saja susah apalagi kebutuhan keluarga. Tetapi tidak begitu adanya dengan tukang jam yang satu ini, Buyung (47). Buyung memang tidak sekolah, tetapi dia mempunyai keterampilan dalam memperbaiki jam yang rusak. Serta banyak tahu dengan seluk beluk dunia jam tangan, termasuk jam yang berkualitas. Namun, apa daya jika yang diperbaiki itu semakin lama semakin tidak ada saja yang datang untuk memperbaiki jam tangan tersebut. Sementara hidup terus berlanjut, menurut Buyung itu adalah

resiko hidup, karena kecanggihan teknologi saat ini sudah banyak yang tidak menggunakan jam dalam mempedomani waktu. Karena fungsi jam sudah beralih. “Kalau dahulu fungsi jam itu benar-benar pada tempatnya, kalau sekarang fungsi jam sudah berubah ke gaya atau kelas seseorang. Makanya kadang orang enggan membeli jam yang sembarangan kalau sudah rusak jarang yang mau memperbaiki,” jelas Buyung. Buyung yang menggeluti dunia jam sudah puluhan tahun, dimulai dari tahun 1992. Semenjak keadaan Pasar Raya masih bisa untuk menggantungkan harapan, serta harapan anak dan istrinya. Zaman terus berubah, keadaan juga ikut berubah sehingga kehidupan Buyung yang pada awalnya bisa mengukur kehidupan

dengan jam akhirnya semakin hari semakin pudur. “Semua berawal dari alih fungsi jam. Dahulu orang menggunakan jam sebagai acuan dalam melihat waktu, sekarang sudah berubah ke gaya hidup dan tidak kalah pentingya keberadaan Handpone genggam (Hp). Hp sudah bisa mewakili keberadaan jam tangan. Jadi anak muda dan remaja sekarang jarang yang menggunkan jam. Kalau rusak beli lagi, kan harga jam murah mulai dari Rp25.000, jika diperbaiki memakan dana Rp15.000 kebanyak berpikir lebih baik beli baru saja” terang Buyung. Buyung memang seorang yang tangguh dan tidak punya pilihan lain. Kenapa demikian, karena tidak ada yang bisa dikerjakan selain bergelut dengan jam. Tetapi, kadang waktu malangnya sehari tidak ada yang dikerjakan selain termenung dan menghitung orang lewat. Buyung yang berada di depan Toko Mas Singgalang Jaya di Pasar Raya Padang, harus terus menata hidup. Kalau tidak dapurnya tidak akan berasap lagi. Menurut Buyung, dahulu yang datang ke pasar Raya banyak yang dari luar kota, jika jam mereka rusak dibawa sekalian belanja ke Padang. Dengan keyakinan itu, Buyung tetap berada di depan etalase jam bekasnya setiap hari. Mulai dari jam 8 pagi hingga senja. Kalau ada reski disyukuri oleh Buyung kalau tidak dapat diharapkan besok masih ada. Walaupun setiap

bulan Buyung wajib membayar distribusi kepada Dinas Pasar sebanyak Rp45.000. Yang membuat Buyung bertahan adalah semangat anak-anaknya untuk sekolah. Untuk mendukung hal itu, dia menyediakan batrai jam dan suku cadang jam, kalau tidak ada yang memperbaiki jam menurut Buyung paling tidak yang membeli batrai setiap hari pasti ada. “Kalau tidak adapun orang yang memperbaiki jam yang membeli suku cadang dan membeli jam setiap hari pasti ada. Batrai jam itu mulai dari harga Rp10.000 sampai Rp15.000,”ungkapnya lagi. Kehidupan Buyung memang penuh semangat dan tidak patah arang. Karena hidup yang didambakan buyung adalah hidup apa adanya tanpa tekanan dari pihak-pihak lain. Menurut Buyung, dengan menjalani hidup seperti itu, Buyung sudah bahagia. Kebaikan hati pemilik toko yang mengizinkannya untuk berdagang di depan tokonya semoga dibalas oleh tuhan saja. “Kalau sekilas kami dianggap sebagai pengganggu pemilik toko, tetapi yang punya toko walaupun harganya miliaran rupiah. Mereka berhati mulia, kami tetap bercanda dan pemilik toko itu tidak pernah meng usik kami. Itu juga yang membuat saya betah di pasar ini, karena rasa manusianya manusia yang ada di pasar memang terpilih juga. Tidak ada rasa dengki dan irinya, kepada pengganggu seperti kami,”tutup Buyung. (h/oos)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


16

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

OTOMOTIF

Mobil Murah Honda Bernama Satya? JAKARTA, HALUAN—Setiap kali ditanya soal mobil murah, Honda selalu tidak mau menjawab dengan detil. Namun, setidaknya titik terang sudah mulai terlihat. PT Honda Prospect Motor (HPM) mendaftarkan nama mobil baru Kementerian Perindustrian, pada hari ini Rabu (19/6) dan masih dalam tahap proses. Nama itu Brio Satya. Apakah ini nama mobil murah Honda? Seperti diketahui pemerintah menginginkan untuk nama mobil murah, sebaiknya menggunakan nama Indonesia. Toyota dan Daihatsu sudah memilih nama Agya dan Ayla. Agya berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti cepat, follow, speed dan Ayla berarti Cahaya. Sementara Satya jelas-jelas nama Indonesia juga. HPM mendaftarkan nama tipe Honda Brio Satya DD1 mesin kapasitas 1.200 cc sebanyak 5 varian, yakni A (transmisi manual), E (transmisi manual dan otomatis), dan S (transmisi manual dan otomatis). Dengan mesin 1.200 cc berarti mengalami penurunan dari mesin Brio standar yakni 1.300 cc. Jika melirik spesifikasi mesin Honda Brio Satya memang sangat pas dengan Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 2013. Namun belum tahu bagaimana konsumsi BBM-nya, apakah sesuai dengan keinginan pemerintah yakni konsumsi BBM di atas 20 km dengan 1 liter bahan bakar. Sayang, PT Honda Prospect Motor (HPM) belum bisa dihubungi terkait nama Brio Satya di TPT Kemenperin. Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy sebelumnya mengatakan akan bermain LCGC dengan mesin terbaru dimana sesuai regulasi pemerintah. HPM tengah mempertimbangkan mengembangkan mesin baru agar lebih kompetitif dengan para pesaingnya di Tanah Air. (h/dtk)

PAMURAH ELEKTRIK & ELEKTRONIK

Beli Tak Beli Tetap Thank You PADANG, HALUAN — Pamurah elektrik dan elektronik semakin diminati dan dicari oleh masyarakat. Karena memberikan harga kompromi dan harga spesial kepada pembelinya.

HARGA GROSIR—Barang-barang elektrik dan elektronik yang disediakan dijamin murah dan terjangkau. Karena memberikan harga grosir kepada pelanggan.Toko Pamurah Elektrik dan Elektronik Jalan Gajah Mada 8,9,10 Padang. ALEX

Adapun yang dijual Pamurah Elektrik dan elektronik adalah alatalat listrik, lampu , kabel, barang elektronik, assesoris listrik, yang serba lengkap. Gazali (48 tahun) pemilik Pamurah Elektrik dan Elektronik saat ditemui menyatakan, usaha toko listriknya selain mengecer, grosir juga ngampas ke kabupaten/ kota. Barang-barang elektrik dan elektronik yang disediakan dijamin murah dan terjangkau. Karena memberikan harga grosir kepada pelanggan. Selain itu, jenis-jenis alat elektrik dan elektroniknya lengkap, ada teknisi yang akan memperbaiki barang-barang tersebut. Dan memberikan pelayanan yang maksimal dengan motto, beli tak beli tetap thank you. “Kita selalu memberikan keper cayaan kepada pembeli dengan memberikan harga grosir kepada pembeli. Menghormati pembeli

>> Editor : Afrianita

dengan motto, beli tak beli tetap thank you” ungkapnya Sementara itu Abidin (55 tahun) saat berbelanja di Pamurah Elektrik dan Elektronik menyatakan, telah berlangganan sejak dua tahun yang lalu. Hal itu dikarenakan harga yang diberikan memberikan keyakinan kepada pelanggan. Karena harganya spesial dan istimewa memberikan harga grosir. “Harga yang ditawarkan benarbenar harga grosir dan menjamin kualitas barang. Ditambah dengan jika ada kerusakan ada teknisi yang memperbaikinya” jelasnya. Bagi yang ingin belanja barangbarang elektrik maupun elektronik dapat langsung datang ke Jalan Gajah Mada 8,9,10 Padang. Selain itu, bagi yang ingin bekerja sama dengan Pamurah Elektrik dan Elektronik dapat menghubungi nomor telepon 0751-7054721 atau 081267778110.(h/cw-lex)

>> Penata Halaman: Jefli


RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

Ancelotti Merapat ke Santiago Bernabeu

MADRID, HALUAN — Real Madrid mengumumkan Carlo Ancelotti telah resmi ditunjuk menjadi manajer baru mereka. Ancelotti menggantikan posisi Jose Mourinho, yang

kini sudah menangani Chelsea. Rumor bahwa Ancelotti akan menjadi manajer baru Madrid sudah berlangsung selama beberapa waktu. Bahkan sempat terjadi tarik-ulur lantaran Paris Saint-Germain tidak mau melepas manajer berkebangsaan Italia itu. Baru Selasa (25/6) ini, kepastian itu akhirnya diumumkan. Ancelotti diumumkan sebagai manajer mereka untuk tiga musim ke depan.

17

"Real Madrid akan memperkenalkan Ancelotti sebagai pelatih tim utama pada Rabu, 26 Juni. Dia akan menjadi pelatih tim utama selama tiga musim ke depan," tulis statemen yang dikeluarkan Madrid di situs resmi mereka. "Perkenalannya akan berlangsung pukul 1.00 siang di Santiago Bernabeu. Setelahnya, Carlo Ancelotti akan hadir di hadapan media untuk melakoni konferensi pers." Ancelotti, 54 tahun, sudah melatih di tiga negara berbeda selama kariernya. Spanyol jadi negara yang keempat. Dia sudah pernah memenangi Liga Champions bersama AC Milan sebanyak dua kali. Plus trofi juara liga bersama Chelsea, PSG, dan juga Milan sendiri.(h/net)

SPANYOL MENANG — Pemain Ghana (putih) Yiadom Boakye berebut bola dengan pemain Spanyol U20 Saul pada penyisihan grup Piala Dunia U-20 yang dimenangi Spanyol 1-0. FIFA

PIALA DUNIA U-20

Spanyol ke 16 Besar ISTANBUL, HALUAN — Langkah gemilang tim senior ternyata juga diikuti tim Spanyol U-20. Tim muda La Rojita ini mendapatkan tiket babak 16 besar Piala Dunia U-20 setelah mengatasi perlawanan Ghana dengan skor tipis 1-0. Jese Rodriguez menjadi pahlawan kemenangan Spanyol pada pertandingan di Ali Sami Yen Arena, Istanbul,

Selasa (25/6) dinihari WIB. Jese mencetak gol semata wayang La Rojita pada menit ke-13.

Berkat kemenangan ini, Spanyol kokoh di puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin dari dua partai dan dipastikan lolos ke babak 16 besar. Sementara itu, Ghana yang selalu kalah berada di urutan terbawah. Pada pertandingan Grup A lainnya, Prancis bermain imbang 1-1 dengan Amerika

Serikat. Prancis lebih dulu memimpin lewat penalti Yaya Sanogo pada menit ke-48, tapi AS selamat dari kekalahan berkat gol Daniel Cuevas pada menit ke-85. Prancis kini menempati posisi kedua klasemen dengan empat poin, sementara AS ada di bawahnya dengan satu poin.(h/net)

>> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18 OLAHRAGA

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

SP Tak Lakukan Perubahan

Persipura Akhirnya Alami Kekalahan

PADANG, HALUAN — Setelah mengalahkan PSIR Rembang, Rabu (26/6) sore ini Semen Padang FC akan melanjutkan tour of duty menghadapi tuan rumah Persema di Stadion Gajayana, Malang.

MARTAPURA, HALUAN — Persipura Jayapura gagal memetik poin saat melakukan lawatan ke kandang Barito Putra di lanjutan Indonesia Super League (ISL). Tim Mutiara Hitam kalah tipis 0-1 dari tim 'Bekantan Hamuk'. Babak pertama laga yang berlangsung di Stadion Demang Lehman, Martapura, Selasa (25/6) sore WIB, berakhir dengan skor kaca mata alias 0-0. Kemenangan tuan rumah dipastikan saat laga memasuki injury time. Gol tuan rumah itu tercatat atas nama Yongki Ari Wibowo. Dengan hasil positif ini, Barito Putra pun mampu mempertahankan rekor tak pernah kalah selama berlaga di kandang, sekaligus memberi kekalahan pertama untuk Persipura di musim ini. Barito Putra mempunyai rekor 13 kali tak terkalahkan di kandang dengan catatan 12 kali menang dan sekali seri. Dengan tambahan tiga angka ini, Laskar Antasari juga berhasil naik satu tingkat ke posisi lima klasemen. Mengumpulkan 46 poin sama dengan koleksi Mitra Kukar, mereka menempati posisi lebih baik karena unggul selisih gol. Sementara bagi Persipura, kekalahan ini tak berpengaruh pada posisi mereka di klasemen. Boaz Salossa dkk. masih memuncaki klasemen dengan koleksi 64 poin. (h/net)

Liverpool Full Team ke Jakarta JAKARTA, HALUAN — Liverpool akan membawa tim intinya saat melawat ke Indonesia dalam tur pramusim mereka pada 20 Juli mendatang. Fans bisa bertemu pemain-pemain terbaiknya termasuk kapten Steven Gerrard dan striker Luis Suarez. Hal tersebut disampaikan oleh duta sekaligus mantan pemain The Reds, Robbie Fowler, dalam jumpa pers untuk tur Liverpool tersebut di Senayan City, Jakarta, Selasa (25/6) siang. "Ya, Liverpool akan datang dengan membawa pemain inti. Saya pastikan Suarez akan datang. Karena dia masih menjadi pemain Liverpool yang masih terikat kontrak selama tiga tahun. Selain itu, Gerrard akan datang dan pemain-pemain lainnya," ujar Fowler. "Karena ini adalah pre-season, kebugaran pemain tidak masalah. Tapi yang pasti Liverpool akan membawa pemain-pemain hebatnya ke sini," sambungnya. "Saya sangat terkesan dengan keramahan orang-orang Indonesia. Sayangnya, saya tidak bisa bermain. Tapi saya yakin Liverpool akan senang bermain di Indonesia," tambah Fowler yang pernah beberapa kali mengunjungi Indonesia itu. Liverpool akan bertanding melawan Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno pada 20 Juli mendatang. Kickoff akan dimulai pukul 20.30 WIB. Selain pertandingan, Liverpool juga akan menggelar coaching clinic serta meet and greet.(h/net)

KE KEJURNAS — Setelah dilepas secara resmi oleh Ketum Pengprov Perkemi Sumbar, Syamsu Rahim ke Kejurnas, para atlet berfoto bersama di GOR Beladiri, Komplek GOR H Agus Salim, Selasa (25/6). RAKHMATUL AKBAR

KEJURNAS KEMPO DI BOGOR

Perkemi Sumbar Kirim 35 Kenshi PADANG, HALUAN — Sebanyak 35 kenshi terbaik Sumbar diberangkatkan ke Bogor,Jawa Barat guna melakoni Kejurnas Kempo mulai akhir Juni ini di Gedung Padjajaran. Dilepas langsung Ketum Pengprov Perkemi (Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia) Sumbar, Syamsu Rahim, para atlet akan diberangkatkan dalam dua fase penerbangan, mulai Selasa (25/6) malam dan Rabu (26/6) pagi. Didampingi Sekum Pengprov Perkemi Sumbar Indra Jaya, Syamsu Rahim yang juga Bupati Solok mengatakan keikutsertaan Sumbar di ajang Kejurnas ini merupakan bagian pembinaan, sekaligus melihat potensi atlet. “Iven ini juga bisa dijadikan sebagai tolak ukur bagi kenshi kita sebelum terjun di PON. Jika ingin berprestasi di PON, mereka harus

sering mengikuti kejuaraan nasional untuk mematangkan teknik, fisik dan mental mereka. Dengan segala keterbatasan yang kita miliki hendaknya tidak menjadi suatu alasan untuk tidak berprestasi,” harapnya seraya memberikan bantuan bagi kontingen. Sosok yang peduli Kempo sejak masih berkarir di Sawahlunto ini berharap para kenshi bisa memanfaatkan ajang ini sebagai ajang menambah pengalaman, sekaligus meningkatkan kemampuan kenshi menghadapi iven yang lebih besar, seperti PON. Sebelumnya, di Dispora Sumbar, 35 kenshi ini berpamitan dengan Kadispora Priadi Syukur dan jajaran. Dari jumlah sebanyak itu, lima kenshi difasilitasi oleh Dispora Sumbar. Menurut Priadi kempo merupakan salah satu cabang olahraga andalan Sumbar.

Ia berharap, lewat iven ini bisa dijadikan evaluasi dari persiapan dan latihan yang dilakukan selama ini. “Kita memfasilitasi cabang kempo, bukan berarti kita tidak memperhatikan cabang yang lain. Kita masih memiliki keterbatasan dana, jadi untuk sekarang kita fasilitasi dulu cabang olahraga yang berpotensi meraih medali di PON,” kata Priadi Syukur saat pelepasan, kemarin. Priadi berharap, atlet bisa bertanding serius dan membawa prestasi yang gemilang saat pulang nanti. “Dengan prestasi, kita berharap bisa menggugah hati para pengambil keputusan untuk mencari solusi permasalahan dana kita selama ini,” harapnya yang didampingi Ketua pelaksana program cabang andalan, Astronel.(h/mat)

Tak surut, Laskar Bukik Indaruang ini tetap memancang target poin penuh di laga away terakhirnya pada putaran pertama Indonesian Premier League (IPL) 2013 ini. “Seluruh pemain insya allah fit dan siap bertarung. Untuk penentuan siapa yang akan diturunkan, kami akan tentukan Rabu besok (hari ini ,red). Tapi besar kemungkinan, starting eleven tak akan berubah dibanding dengan pertandingan sebelumnya saat menghadapi PSIR Rembang,” sebut Pelatih Kepala Jafri Sastra yang dihubungi wartawan dari Padang, Selasa (25/6) kemarin. Dalam sesi latihan terakhir, Selasa pagi pemain digenjot untuk menjaga komposisi serangan dan bertahan, termasuk antisipasi serangan balik lawan. Dalam latihan itu, pemain sekali lagi diminta untuk tetap fokus dan konsentrasi pada pertandingan, tanpa mempedulikan skuad lawan. “Walaupun lawan turun dengan pemain muda dan kemungkinan kemampuan Semen Padang ada di atas mereka, kami tekankan untuk anak-anak untuk tetap fokus karena itu penting untuk memenangkan pertandingan,” katanya. Sementara itu, Persema berpikir realistis menatap pertandingan kandang kali ini. Pelatih Persema Rudi Hariantoko mengibaratkan pertemuan pasukannya dengan Semen Padang seperti kurcaci melawan raksasa. “Ya itulah kenyataannya Mas, kami berpikir realistis saja. Siapa sih yang tidak

ingin menang? Tapi ini lawannya Semen Padang, tim yang kuat segala-galanya. Semoga saja nanti ada mukjizat untuk Persema,” kata Rudi, Selasa (25/6) pada situs resmi LPIS Diakui mantan pemain Arema dan Gelora Dewata ini, target paling masuk akal bagi Agung Dwi Jaksono dan kawan-kawan adalah menahan imbang Semen Padang. Dia menilai Semen Padang merupakan tim dengan materi pemain sempurna. Legiun lokal mereka kelas timnas, sementara pemain asingnya di atas rata-rata. “Wilson Junior, Esteban Vizcarra dan Hyu Yun Koo, tiga-tiganya bagus. Ada lagi David Pagbe di belakang,” ujarnya. Sebaliknya Persema tidak bisa tampil komplet karena Dodit Fitrio terkena akumulasi kartu kuning, sementara Nehemia Martin dan Piter Mandibodibo sedang membela tim Kota Malang di ajang Porprov Jatim. Sebagai solusi, Rudi kembali memasang Joko Prayitno untuk mengisi posisi Dodit. Striker muda itu bakal bertandem dengan M Kamri. Lalu, Saiful Indra Cahya ditarik sedikit ke belakang untuk menggantikan peran Nehemia sebagai pemain bertahan. “Kim Kurniawan juga sudah pindah ke Thailand. Apa yang bisa saya lakukan adalah memaksimalkan pemain yang ada. Saya berharap fighting spirit anakanak muda Persema bisa mengimbangi tim tamu” tutupnya. (h/mat)

Inkanas Sumbar Ingin Hasil Terbaik di Giatnas PADANG, HALUAN — Ketua Kontingen Inkanas Sumbar ke ajang Giatnas, Mukhtar Anwar tak memancang target muluk-muluk. Saat dilepas ke Bengkulu yang jadi host Giatnas yang bermaterikan Kejurnas, Ujian DAN dan Gashuku Nasional, Mukhtar menyebutkan kontingen Sumbar ingin mencapai hasil yang lebih baik.

"Untuk kali ini kami tentu saja akan mencoba meraih yang lebih baik. Tapi kami sadar persaingan tingkat nasional ini sangat berat, dan itu tidak akan mudah di raih. Jadi kami akan berusaha sekuat tenaga," sebut ketua kontingen, Mukhtar Anwar. Capaian kegiatan sebelumnya tahun 2012 lalu di Bandung, Sumbar nangkring

di posisi tujuh dengan raihan 12 medali emas. Karenanya untuk gelaran kali ini Sumbar menargetkan capaian yang lebih baik. Ketua Harian Pengda Inkanas, Apris Hamid, saat melepas kontingen Inkanas Sumbar yang berkekuatan 114 orang itu di sekretariat Inkanas Sumbar berpesan agar karateka menjaga disiplin

selama mengikuti kejuaraan. Didampingi Sekretari Umum Inkanas Sumbar Indra Yurmansyah, Apris Hamid membakar semangat juang atletnya dengan menyebut yang dikirim ini adalah atlet terbaik dari Sumbar.”Kalian yang terbaik dari Sumbar. Tapi jika tidak displin, kalian tidak akan meraih prestasi yang telah ditaregtkan," tukasnya.

Kejurnas Inkanas V ini memperebutkan Piala Kapolri dan diselenggarakan di Bengkulu, 27-29 Juni mendatang. Pada Kejurnas V ini, Inkanas Sumbar menargetkan untuk melebihi prestasi yang didapat pada kejurnas IV 2012 Bandung. Saat itu kontingen Inkanas Sumbar berada pada peringkat tujuh dengan raihan 12 medali emas. (h/mat)

HARI PERTAMA KEJURDA TAEKWONDO

Kontingen Tanah Datar dan Padang Berbagi Emas PADANG, HALUAN — Kontingen Taekwondo Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang berbagi emas pada hari pertama gelaran Kejurda Senior Taekwondo di Sport Hall Kampus II Universitas Bung Hatta di Aie Pacah, By Pass, Selasa (25/6). Dari lima emas yang disediakan, dua daerah itu masing-masing memboyong dua keping, dan sekeping lainnya direbut taekwondoin Dharmasraya.

Medali emas Tanah Datar diperoleh dari Desi Yulia Handayani yang turun di kelas under 46 Kg. Di final, Desi mengalahkan taekwondoin putri Pesisir Selatan, Marcelia Retno dan perunggu jatuh ke tangan karateka Padang Panjang, Ceria P dan Agam, Rizka Tama. Medali emas lainnya diperoleh Tanah Datar dari nomor poomsae (jurus) melalui taekwondo putri, Fransisca,

menyisihkan taekwondoin Pasaman, Heni Cania yang harus puas dengan medali perak. Sedangkan untuk perunggu kembar direbut Putri Alifani (Padang) dan Dedi Widya Alifani asal Limapuluh Kota. Lalu, dua medali emas Padang itu disabet Nanda Fajar Chakti di kelas under 54 kg putra setelah mengalahkan Dian Eriswanda asal Kota Solok. Perunggu kembar direbut

Haris Azhari (Kabupaten Solok) dan Hadi Rafliano (Agam). Satu emas lainnya diboyong taekwondoin Ridho Harry Putra di kelas under 87 kg putra. Perak dibukukan Syfrizal Koto (Pasaman) dan perunggu ganda Jufriadi Kabupaten Solok dan Fairuz Zikri Syam asal Payakumbuh. Dharmasraya meraih emas lewat atlet Feliyanto Chandra di nomor poomsae putra. Perak direbut Andi Putra (Padang) dan perunggu bersama Elang Elmajid (Payakumbuh) dan M. Ibnu Rafki asal Pasaman. Kejurda ini sendiri dibuka Sekdaprov, Ali Asmar me-

wakili Gubernur. Pembukaan itu juga dihadiri Ketum TI Handrianto dan Kadispora Sumbar Priadi Syukur, Kabid Olahraga Prestasi, Astronel, Kabid Pembudayaan Olahraga, Rafli Efendi, serta Ketua panpel Edmondantes yang juga Kasi Tenaga Keolahragaan pada Dispora Sumbar itu. "Saya akan laporkan kegiatan ini kepada gubernur agar bisa jadi kalender tetap, karena bisa dijadikan sarana penyaringan bibit muda. Dengan demikian, kegiatan ini nantinya bisa dianggarkan setiap tahunnya melalui Dispora.," kata Ali Asmar. (h/mat)

TITUS Bonai, salah satu skuad Semen Padang yang berkontribusi banyak bagi tim. RIVO SEPTI ANDRIES

PSP Yakin Masih Punya Peluang PADANG, HALUAN — PSP Padang akan melakoni partai penentuan di Grup III, Divisi 1 PSSI menghadapi tuan rumah PSBL Bandar Lampung, Rabu (26/6). Pandeka Minang butuh hasil seri saja untuk lolos dan tuan rumah PSBL Bandar Lampung perlu poin penuh untuk bisa mengkudeta Persiju Sijunjung dari puncak klasemen, sekaligus memastikan lolos ke fase knock out. Pelatih PSP, Herry Syarif tak mau sesumbar untuk mengalahkan PSBL yang notabene akan mendapat dukungan dari suporternya di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung. “Peluang kita fifty-fifty untuk

>> Editor : Rakhmatul Akbar

bisa lolos,”katanya saat dihubungi Haluan, terkait persiapan timnya menghadapi tuan rumah di pertandingan kelima Grup III Divisi 1 PSSI. Menurut Herry, kendati punya peluang untuk memenangkan pertandingan, minimal seri agar bisa lolos dari fase grup, ia tetap mempersiapkan anak-anak asuhnya menghadapi laga penting ini. Seluruh pemain dalam kondisi fit dan siap diterjunkan, termasuk Imran “Uban”Hadi yang sempat absen saat PSP ditahan Persepak Payakumbuh 33. “Imran Hadi siap diturunkan juga,” sebutnya. Saat Imran Hadi absen membela PSP, roh pertandingan yang ada pada tim hilang karena fungsinya belum optimal tergantikan. Hasilnya, PSP bermain imbang 3-3. Berbeda jika Imran tampil. Tim dari ibukota Sumbar ini berhasil meraup poin penuh saat mengalahkan PS Pasbar 3-0, PS PLN Jambi 3-0 dan menghentikan laju tim se daerah, Persiju Sijunjung 1-0. Sementara itu, tuan rumah PSBL diperkirakan berada dalam kondisi onfire menyusul kemenangannya atas Persepak Payakumbuh 3-1, Selasa (25/6) sore. Dengan kemenangan ini, PSBL punya koleksi nilai 8 dan berada di posisi tiga. Sedangkan PSP berada di posisi kedua, dikudeta Persiju Sijunjung yang menang 7-0 dari PS Pasbar. Kedua tim ini punya nilai yang sama, 10, namun Persiju lebih produktif dari PSP.(h/mat) >> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


RABU, 26 JUNI 2013 M 7 SYA’BAN 1434 H

19

WAKIL Gubernur Sumbar Muslim Kasim melepas peserta gerak jalan dalam rangka Hari Keluarga XX Tingkat Prov.Sumbar dan HUT IBI ke 62 Tingkat Prov.Sumbar di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar.

JALAN SEHAT BERLANGSUNG MERIAH

BkkbN Dorong Peningkatan Kualitas Keluarga di Sumbar ISTRI Wakil Gubernur menyerahkan hadiah doorprize saat acara gerak jalan kepada Kepala Perwakilan BKKBN Prov.Sumbar.

GUNA memperingati Hari Keluarga XX Tingkat Provinsi Sumbar, perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Sumbar, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumbar, serta Pemerintah Provinsi Sumbar, Kota Padang, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) se-Kota Padang menggelar berbagai rangkaian acara. Salah satu dari rangkaian acara tersebut, yakni menggelar gerak jalan, Minggu (23/6) lalu. Gerak jalan itu, sekaligus rangkaian acara peringatan HUT IBI ke-62 Tingkat Sumbar. Acara gerak jalan itu, dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, dan diikuti langsung oleh Kepala Perwakilan BkkbN Sumbar dr H Ahmad

Rozali Namursa, MBA M Epid, Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Gafar, Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, dan berbagai kepala SKPD terkait lainnya. Dalam kesempatan itu, Kepala BkkbN Sumbar dr H Ahmad Rozali Namursa, MBA M Epid mengatakan, dalam peringatan Hari Keluarga XX tingkat Provinsi Sumbar yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2013 nanti, seluruh masyarakat Sumbar diharapkan kembali mengingat makna, dan arti penting sebuah keluarga. Dimana keluarga adalah miniatur, dan pilar suatu bangsa dalam mengembangkan pembagunan yang berkelanjutan. Selain itu, keluarga memiliki peran sebagai entitas terkecil dalam pembentukan kehidupan KETUA Dharmawanita Perwakilan BKKBN Prov.Sumbar Ny. Nova Rozali menyerahkan bantuan sembako kepada karyawan dilingkungan Perwakilan BKKBN Prov.Sumbar.

PARA peserta gerak jalan tampak antusias mengikuti kegiatan.

KEPALA Perwakilan BKKBN Prov.Sumbar dan Ketua TP PKK Prov.Sumbar dialog interaktif di TVRI dan Padang TV dengan Tema Hari Keluarga XX Tingkat Prov.Sumbar.

bermasyarakat. Sehingga, kemajuan dan keberhasilan suatu bangsa, harus diawali dengan peningkatan kualitas kehidupan keluarga. “Jadi, kalau ingin meningkatkan kualitas keluarga, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, maka Program Keluarga Berencana adalah aspek yang paling penting untuk digalakkan. Karena program KB itu tidak hanya sekedar untuk membatasi kelahiran, namun bertujuan juga untuk meningkatkan kualitas anak,” ujar Ahmad Rozali Namursa. Tidak jauh berbeda dengan paparan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, diwakili Kepala Dinas Sosial Sumbar, Abdul Gafar. Ia

mengatakan, peringatan Hari Keluarga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para keluarga Indonesia umumnya, dan Sumbar khususnya, untuk selalu memperbaiki kualitas kehidupannya secara berkelanjutan. Sehingga, sebuah keluarga bisa menjadi tangguh dalam menghadapi berbagai permasalahan, dan tantangan yang melingkupi kehidupan. “Kalau dilihat realita saat ini, kualitas penduduk Sumbar sangat jauh ketinggalan dengan daerah lain. Oleh karena itu, saya berharap, masyarakat bisa paham dan peduli untuk memperbaiki kualitas dan kuantitasnya. Caranya tidak lain, yakni dengan menerapkan dan menyuk-

seskan program KB yang telah dicanangkan oleh BkkbN,” imbuhnya. Dikatakan, khusus untuk IBI Sumbar, ia berharap di usia IBI yang ke-62 itu, maka IBI diharapkan lebih meningkatkan keprofesionalan dalam profesinya tersebut. Sehingga, di waktu yang akan datang, tingkat kesehatan, program berencana, bisa lebih sukses lagi. “Selain ikut andil dalam mensukseskan program Keluarga Berencana, IBI juga diharapkan bisa terus menurunkan angka kematian ibu di Sumbar. Dimana, beberapa tahun terakhir, angka kematian ibu di Sumbar masih tinggi dibandingkan daerahdaerah lainnya di Indonesia,” tuturnya ***

ASISTEN II Prov.Sumbar menyerahkan hadiah doorprize kepada salah satu peserta gerak jalan dari BPPr & KB Prov.Sumbar.

TIM Kesehatan sedang melakukan Pelayanan alat kontrasepsi Vasektomi di mobil pelayanan KB.

DIREKTUR Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Drs. Suyono Hadinoto, M.Sc menjadi narasumber dalam acara Seminar Eksekutif Pembangunan Berwawasan Kependudukan Tingkat Prov.Sumbar.

PESERTA Seminar Eksekutif Pembangunan Berwawasan Kependudukan Tingkat Prov.Sumbar bertanya kepada para narasumber.

PERTANDINGAN olah raga antar bidang di lingkungan Perwakilan BKKBN Prov.Sumbar dalam menyambut Hari Keluarga XX Tingkat Prov. Sumbar Tahun 2013.

STAND PPKS Keluarga Bahagia Perwakilan BKKBN Prov.Sumbar dipadati beberapa remaja yang ingin mengetahui informasi tentang bahaya pernikahan usia dini. >> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman: Rahmi


20

PESISIR SELATAN

LINGKAR Satpol PP Siap Amankan Ramadan PAINAN, HALUAN — Satpol PP Pesisir Selatan siap mengamankan praktik atau kegiatan yang akan mengganggu keamanan dan kekhusukan umat muslim melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan tahun 2013 mendatang. “Terutaman terkait dengan penyakit masyarakat dan kegiatan lainnya yang dapat mengganggu umat muslim melaksanakan ibadah,” kata Zulfian Afrianto, Kepala Satpol PP Pessel. Ia mengatakan, khusus untuk penyakit masyarakat, misalnya judi,minuman keras dan sejumlah penyakit lainnya, intensitas pengawasannya akan diperketat. Satpol PP akan terus melakukan razia ke tempat-tempat yang dicurigai akan terlaksananya praktik dimaksud. “Untuk itu tim SK-5 Pessel yang terdiri dari Pol PP, TNI, Polri akan terus membagun komunikasi, baik di intern SK-5 maupun dengan masyarakat,” katanya menjelaskan. Dikatakannya, sejumlah persiapan menghadapi pengamanan pada saat bulan suci Ramadan telah dilakukan. Termasuk dengan menyosialisasikan edaran bupati mengadapi bulan suci Ramadan. Jadi yang terpenting adalah, bagaimana tugas ini mendapat dukungan dari masyarakat Pesisir Selatan. Selain itu, Satpol PP juga akan menindak rumah makan atau warung yang makanan yang menggelar dagangan di siang hari. Tidak ada alasan bagi rumah makan untuk beroperasi di siang hari. “Jadi selama Ramadan tidak diperkenankan rumah makan atau kedai tempat minum untuk buka, atau melayani konsumen. Ini demi menghargai saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” katanya. Ia menghimbau, kepada pengelola rumah makan, mereka yang tidak berpuasa untuk menghargai masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa. “Jangan makan, minum merokok di tempat umum selama bulan suci Ramadan,” katanya. (h/har)

Jelang Ramadan, Indo Jalito Gelar Sunatan Massal PAINAN, HALUAN — Organisasi Perantau Perempuan Minang Indo Jalito konsisten menyelenggarakan program sosial kemasyarakatan di kampung halaman. Semenjak terbentuk hingga kini organisasi tersebut selalu turun ke kampung halaman untuk menyelenggarakan kegiatan sosial, salah satunya sunatan massal. Ketua Indo Jalito Nuning Hardiman kepada Haluan di Kambang pekan lalu menyebutkan, organisasi perantau Minang tersebut merupakan organisasi perantau perempuan Minang yang pertama dengan struktur organisasi yang lengkap. “Organisasi ini memiliki bidang-bidang, setiap bidang memiliki kaitan yang sangat erat dengan kampung halaman. Misalnya bidang kesenian, sosial kemasyarakatan dan lain lain,” katanya. Menjelang Ramadan tahun 2013 ini Indo Jalito turun ke kampung halam membawa kegiatan sosial berupa sunatan massal. Sunatan massal tahun ini terkonsentrasi di Pesisir Selatan, Solok dan Pariaman. “Khusus Pesisir Selatan, Indo Jalito memfokuskan kegiatan sunatan massal di Puskesmas Kambang Kecamatan Lengayang. Tidak kurang dari 120 anak mendapat sunatan gratis melalui kegiatan ini,” katanya menjelaskan. Disebutkan Nuning, kegiatan sosial kemasyarakatan yang diagendakan Indo Jalito merupakan salah satu bentuk kepedulian perantau Minang terhadap kampung halaman. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meringankan beban masyarakat miskin yang ada di daerah ini. “Di Pesisir Selatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Kegiatan sosial kemasyarakat pertama berlangsung pada tahun 2011 lalu, yakni berupa bantuan kepada masyarakat korban banjir bandang,” katanya menjelaskan. Sementara itu Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit menyebutkan, pemerintah menyambut baik kegiatan sosial yang diselenggarakan perantau. Kegiatan perantau di kampung halaman perlu diapresiasi oleh masyarakat Pesisir Selatan. (h/har)

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

Banda Sapuluah

‘Pasar Tumpah’ Hambat Lalu Kendaraan di Jalan Nasional PAINAN, HALUAN — Menjelang bulan Ramadan tahun ini, pengguna jalan nasional di Pessel masih dihadapkan pada persoalan pasar tumpah pada sejumlah titik.

Sejumlah pasar tumpah telah menghambat laju kendaraan di jalan nasional. Berdasarkan pantauan Haluan, Pasar Surantiah menunjukkan peningkatan pengunjung yang sangat besar dari biasanya, akibatnya bagian jalan nasional disesaki pengunjung. Bagian pinggir jalan di Pasar Surantiah dimanfaatkan pedagang untuk menggelar dagangannya, juga telah memicu padat dan tersendatnya lalu lintas di jalan nasional tersebut. Di kawasan ini sering kendaraan terjebak macet hingga ratusan meter, baik dari arah Padang maupun dari arah Bengkulu. “Pemerintah telah berupaya mengalihkan kendaraan ke jalur belakang pasar, namun persoalannya sering terjadi di pintu masuk jalan alternatif,” ujar Salman, Sekcam Sutera. Sementara itu di Pasar Kambang hari Sabtu lalu, juga terjadi kemacetan akibat pasar tumpah. Jalan nasional semenjak pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB selalu diwarnai antrean panjang dan macet. Kendaraan tidak dapat bergerak cepat. Tumpahan pasar terlihat sepanjang seratus meter dari Pasar Kambang hingga Pasar Baru Lakitan.

SUNATAN MASSAL — Nasrul Abit didampingi Nuning, Ketua Indo Jalito, saat menyaksikan kegiatan sunatan massal di Lengayang, pekan lalu. Di sini memang tidak ada jalur alternatif. Maka kendaraan sering terjebak macet. Namun puncak pasar tumpah diperkirakan akan terjadi menjelang Ramadan. Karena pada saat itu pengunjung akan mencari

berbagai kebutuhan menghadapi awal puasa. Pemerintah telah melakukan sejumlah pembenahan di Pasar Kambang, misalnya perluasan pasar dan penataan tempat berdagang. “Namun pada waktu

PASCAKENAIKAN BBM

Ongkos Angkutan Umum Tak Terkendali PAINAN, HALUAN — Penumpang kendaraan umum di Pesisir Selatan (Pessel) mengeluh pasca naiknya BBM. Bahkan semenjak BBM naik, ongkos angkutan umum dari Pessel ke Padang tidak terkendali. Tanpa ada keputusan dari pemerintah pemilik kendaraan menaikkan harga seenak perutnya saja. Rusyanto (27), warga Silaut yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Padang menyebutkan, hari pertama naiknya BBM, ongkos ke Padang dari Silaut menggunakan angkutan umum liar, naik seratus persen. “Biasanya saya hanya membayar Rp100 ribu ke Padang dari Silaut, namun sehari pasca BBM naik, ongkos ke Padang mencapai Rp200 ribu. Angkutan resmi dari sini tidak ada,” katanya menjelaskan. Meski demikian menurutnya, harga ongkos ke Padang tidaklah sama. Pada beberapa angkutan

sopir ada yang memungut biaya lebih rendah yakni sekitar Rp180 ribu. Namun ada pula yang hanya mengutip sebsar Rp170 ribu. “Jadi tidak ada harga yang pasti terkait ongkos Padang Silaut. Yang kita inginkan adalah setelah BBM naik, ada kepastian harga atau ongkos dari Pessel ke Padang,” katanya menjelaskan. S e m e nt a r a it u, p a nt a ua n Haluan, tarif angkutan umum dari sejumlah kecamatan di Pessel ke Padang dipatok dengan harga yang tidak sama antar satu angkutan umum dengan yang lain. Kenaikan tarif bukan berdasarkan aturan tetapi berdasarkan kenaikan BBM. Dari Lengayang ke Padang, tarif travel (liar-red) dipatok sopir Rp50 ribu di hari pertama kenaikan BBM, meski ada yang hanya mengutip Rp45 ribu. Selanjutnya dari Sutera, agen maupun sopir mematok tarif dengan kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.(h/har)

waktu tertentu, tetap saja pasar tumpah terjadi akibat pengunjung membludak,” kata warga di Kambang. Titik pasar tumpah lainnya terjadi di Pasar Air Haji, Punggasan, Pasar Inderapura,

Pasar Painan, Pasar Tarusan, Pasar Barung Barung Belantai, Pasar Amping Parak, Pasar Lakitan, Pasar Balai Selasa. Titik yang tergolong lancar hanya di Pasar Batang Kapas dan Pasar Tapan. (h/har)

Sejumlah Objek Wisata Berbenah Jelang Ritual Balimau PAINAN, HALUAN — Objek wisata yang akan menjadi tujuan saat balimau tahun 2013 mulai berbenah. Objek wisata Pessel diperkirakan akan diserbu pengunjung pada hari balimau tahun ini. Objek yang biasanya selalu menjadi tujuan balimau tersebut adalah Air Terjun Bayang Sani di Bayang, Air Terjun Timbulun Painan, Air Terjun Malepang Tapan dan Jembatan Akar Bayang Utara. Ego (33), pengelola Jembatan Akar menyebutkan, saat ini memang belum terjadi peningkatan jumlah pengunjung di lokasi wisata Titian Akar. Peningkatan pengunjung terjadi beberapa hari menjelang balimau. Oleh karena itu ia tengah mempersiapkan kawasan itu bersama masyarakat untuk menyambut pengunjung. Sementara Rudi (35), warga yang tinggal dekat air terjun Malepang menyebutkan, kawasan ini juga menjadi

tujuan wisatawan. Mereka biasanya melaksanakan aktivitas mandi bersama di kawasan objek wisata tersebut. “Hari libur atau hari besar nasional lainnya kawasan ini dipadati pengunjung,” katanya menjelaskan. Kepala Dinas Pariwisata Pessel, Nazwir menyebutkan, lonjakan pengunjung di objek wisata Pesisir Selatan akan mencapai puncaknya pada hari balimau. “Pada hari itu, titik yang akan menjadi konsentrasi massa berada di Jembatan Akar, Bayang Sani, Kapolo Banda Koto Kandih, Timbulun Painan dan Malepang Tapan,” katanya. Dikawal Petugas Sementara itu personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pesisir Selatan akan disiagakan di sejumlah objek wisata pemandian untuk tujuan pengamanan lokasi pemandian yang

diprediksi bakal ramai dikunjungi sehari menjelang puasa. “Untuk langkah pengamanan, kita akan turunkan personel di seluruh objek wisata yang diprediksi akan dipadati pengunjung,” kata Zulfian, Kepala Satpol PP Kabupaten Pesisir Selatan. Dikatakannya, setiap tahun keramaian selalu terjadi di sejumlah objek wisata pemandian. Pengamanan akan dilakukan bersama gabungan tim dari Kepolisian dan TNI serta unsur kepemudaan di lokasi wisata. Beberapa lokasi wisata yang diprediksi akan dibanjiri pengunjung seperti Objek Wisata Pemandian Kayu Gadang di Koto XI Tarusan dan Bayang Sani serta Jembatan Akar di Kecamatan Bayang. Disebutkannya, kenyamanan pengunjung dan kelancaran lalu lintas menjadi prioritas pengamanan Satpol PP bersama tim gabungan lainnya. (h/har)

tembok sedikit, namun akan lebih diperbanyak jendela kaca. Konstruksi seperti ini, akan membantu bila bencana stunami tiba. Secara teori konstruksi bangunan seperti itu akan menyebabkan air menghantam kaca, sehingga air tidak tertahan oleh bangunan, dan tidak pula merobohkan bangunan. Sementara dilantai dua digunakan untuk penyelamatan masyarakat disekitarnya bila bencana itu datang. ke 86 lokasi telah memenuhi persyaratan tempat untuk dijadikan shelter,” katanya lagi. Untuk pembangunan satu unit shelter tersebut bisa menelan biaya sekitar Rp 1,2 Milyar. Rampungkan Jalur Evakuasi Target Pesisir Selatan 2014 adalah merampungkan pembangunan jalan evakuasi tsunami. Mulai dari rambu rambu hingga fasilitas dan kelayakan jalan untuk jalur evakuasi. Berdasarkan keterangan Kepala Dinas PU Pesisir Selatan Ir. Ichsanusataruddin,

jalan evakuasi tersebut rata rata adalah jalan yang sebelumnya juga telah dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Jalan yang masih dibangun secara swadaya inilah yang akan di rampungkan pada 2014. Jalan yang menjadi fokus penyelesaian tersebut menurut Ichsan adalah jalan SMA Kapuh, Jalan Muaro Jambu Bukit Putus, Jalan Damar Rumput ke Lopon di Pancung Soal, Api Api ke Kapuh, Jalan Ujung Air ke Padat Karya. Selain itu juga jalan dari Kampung Baru ke Muaro Batang Kapas, Jalan Ampaleh ke Sumedang Balai Selasa, serta sejumlah jalan lainnya. Kini jalan dasar sudah ada, tinggal lagi peningkatan mutu jalan dan lebar jalan yang layak untuk sebuah jalur evakuasi. Jalur evakuasi tersebut, tahun 2010 sudah mulai digarap. Hanya saja karena keterbatasan anggaran belum tuntas, maka dilanjutkan hingga tahun 2011.***

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman: Rahmi

Melihat dari Dekat Kesiapan Pessel Hadapi Bencana Oleh: Haridman Kambang PESISIR Selatan, salah satu kabupaten dengan potensi ancaman bencana alam terbesar di Sumatera Barat. Bahkan nyaris semua jenis ancaman bencana alam ada di daerah ini. Sebut saja gempa bumi dan tsunami, setidaknya separuh warga Pessel berada dekat dengan garis pantai. Selanjutnya ancaman banjir bandang, longsor, air pasang, badai topan, kebakaran rumah dan lahan serta ancaman lainnya. Demikian kompleknya ancaman bencana alam menyebabkan pemerintah setempat bekerja keras untuk persiapan menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja. Khusus berbicara ancaman gempa bumi dan tsunami, pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan komitmen untuk tetap membangun prasarana penyelamatan, shelter atau jalur evakuasi bencana meski

secara bertahap pada daerahdaerah yang berada disepanjang garis pantai. Namun sejauh mana realisasinya ini belum bisa diukur. Langkah ternyar yang dilakukan pemerinta Pesisir Selatan adalah menjadikan beberapa nagari sebagai nagari siaga bencana. Pesisir Selatan saat ini, memiliki tiga nagari siaga bencana tsunami diantaranya nagari Sago, Salido dan Surantiah. Alasan pemerintah memilih ketiga nagari ini dijadikan proyek percontohan nagari siaga disebabkan keterbatasan pemerintah untuk menyediakan sarana penyelamatan. Maka karena tiga nagari ini memiliki daerah ketinggian yang bisa dijadikan sebagai tempat evakuasi, ditetapkanlah kawasan itu sebagai pilot projek. Dengan dijadikanya tiga nagari ini sebagai nagari siaga bencana, sehingga pmerintah

daerah bisa melakukan sosialisai secara langsung kepada masyarakat melalui simulasisimulasi yang dilakukan, Diketiga nagari telah dipersiapkan bukit atau daerah ketinggian yang mudah dijangkau oleh masyarakat saat bencana itu mengancam. Ditiga tempat ini, kawasan ketinggian dijadikan sebagai shelter, kemudian sarana utama lain adalah jalan menujua ketinggian tersebut. Ambil contoh pada Sutera, disini jalan menuju kawasan penyelamatan telah dipasangi rambu rambu sebagai penunjuk arah shelter. Hanya saja akses menuju shelter yang berada di Amping Parak itu masih sangat buruk kondisinya. Jalan masih terdiri dari jalan kampung tanpa pengerasan, persoalan lain jalan menuju shelter juga terbilang sangat kecil. Usaha lain yang dilakukan Pemkab melalui dinas terkait, selalu mengingatkan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan menanggapi perubahan

cuaca yang ekstrem saat ini. Secara bertahap upaya itu sudah dilakukan, terutama pada daerah yang dinilai rawan. Namun bila dilihat secara giografis, hampir ratarata daerah ini dikatakan rawan, sebab memang berada di sepanjang garis pantai. Butuh 86 Shelter Selain itu Pesisir Selatan ajukan 86 bangunan sekolah di sebelas kecamatan untuk dijadikan shelter. Usulan pembangunan shelter tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Shelter saat ini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Pesisir Selatan yang bermukim di pinggir pantai, mengingat daerah ini rawan bencana gempa diiringi tsunami. Keberadaan tempat penyelamatan ini amat berharga bila daerah ini di hantam tsunami. Karena Pesisir Selatan secara teori sangat rawan Tsunami, maka pemerintah melalui dinas PU telah melakukan sejumlah pengkajian

untuk membangun shelter di sebelas kecamatan. Maka dari 11 kecamatan, kecuali Bayang Utara telah dilakukan verivikasi terhadap 86 shelter di Pesisir Selatan. Kesemuanya berada dekat dengan pinggiran pantai dan letaknya sangat strategis untuk penyelamatan. Hingga kini 86 lokasi yang dijadikan shelter tersebut adalah gedung sekolah dasar, gedung SLTP, SLTA dan sejumlah bangunan pemerintah lainnya. Hingga kini bangunan yang didata PU sebagai tempat penyelamatan tersebut belum satupun yang layak digunakan shelter, harus ada pembangunan anjutan atau bangun ulang gedung dimaksud. 86 titik yang akan dijadikan shelter tersebut memang akan mengalami perombakan total. Konsep yang akan dipakai nanti adalah, bangunan sekolah atau tempat yang di jadikan shelter akan dijadikan dua tingkat. Pada lantai bawah konstuksi dinding dari


F I G U R A 21

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

DI USIA 48 TAHUN

JUARAI ARAB IDOL

Ginanjar Akhirnya Menikah

Assaf Persembahkan untuk Palestina KEMENANGAN Mohammad Assaf di ajang Arab Idol yang digelar di Lebanon, seakan membawa angin segar di kalangan masyarakat Palestina. Assaf mampu memberikan kado terindah di tengah kesedihan rakyat Palestina. Kemenangan Assaf dalam ajang menyanyi langsung disambut antusias oleh masyarakat d e n g a n merayakannya di jalur Gaza. S u a r a Assaf terbilang m a m p u membuat semua orang terpana, begitu pun

pujian yang tak kunjung berhenti dari para juri. Baginya kemenangan ini, dilaluinya dengan penuh dengan perjuangan dimana saat audisi dirinya harus menyelinap masuk jalur gaza, dan dirinya sempat tidak kebagian nomor pendaftaran audisi. “Terimakasih untuk semua yang telah mendukung saya, dan a k u persembahkan kemenangan ini untuk masyarakat Palestina,” ucap Assaf pemuda berusia 22 tahun. (h/ prc)

STATUS baru kini telah dimiliki oleh komedian Ginanjar (48), setelah resmi meminang Susi Riyanti (27) pada Sabtu (22/6?2013). Pernikahan ini sudah dinantikan oleh Ginanjar selama 48 tahun, sama dengan usianya saat ini. Perbedaan usia antara Ginanjar dengan Susi terbilang sangat jauh, namun ini bukanlah suatu halangan bagi mereka untuk membina rumah tangga. Personil “Empat Sekawan” ini memberikan maskawin berupa perhiasan emas seberat 27 gram. Perkenal Ginanjar dengan Susi, berawal

ketika Ginanjar tengah ada jobs di Tenggarong, Kalimantan Timur. Tidak butuh waktu lama bagi Ginanjar dan Susi untuk melaju ke pelaminan. Pernikahan ini merupakan pernikahan pertama bagi Ginanjar, pasalnya selama 48 tahun dirinya sangat betah melajang. Padahal teman-temanya di Empat Sekawan sering sekali menjodohkan dirinya dengan berbagai perempuan, agar Ginanjar melepas masa lajangnya namun upaya tersebut selalu kandas. Hingga pada akhirnya Ginanjar pun menemukan sendiri pujaan hatinya. (h/prc)

BUNGA CITRA LESTARI

Selalu Tampil Modis MENJADI ibu, menurut Bunga bukan artinya tidak memperhatikan penampilan. Bagi wanita yang beberapakali menjadi ikon produk kecantikan ini, tampil modis akan tetap dijaga sampai kapan pun. Saat tampil menyanyi di peluncuran album barunya, Bunga berpakaian merah-merah, termasuk sepatunya. Bahkan, ia tampak seksi, karena bajunya agak terbuka di bagian perut. “Aku rasa umur itu nggak menjadi patokan untuk orang bisa mengikuti fashion itu sendiri asalkan fashion itu sesuai dengan umurnya, jangan sampai membuat terlihat terlalu tua atau mungkin sudah tua tapi memaksakan diri terlihat masih belasan tahun, kalau buat aku yang pantes saja,” ujar Bunga. (h/trb)

Kondisi Robby Tumewu Semakin Drop MENGALAMI serangan stroke untuk kedua kalinya pada Kamis lalu, Robby Tumewu terpaksa menjalani operasi pada otaknya pada Minggu (23/6) RS. Pondok Indah Jakarta. Serangan kedua ini terbilang lebih parah dari stroke yang pertama ia alami. Pada serangan stroke untuk kedua kalinya ini, Robby sampai tidak sadarkan diri dan mengalami pendarahan pada

>> Editor : Ade Budi Kurniati

otaknya. Operasi yang kemarin dilakukan, berjalan dengan lancar. Namun pihak medis masih mengatakan bahwa Robby harus menjalani masa kritisnya kurang lebih satu minggu. Kondisi Robby pasca operasi sempat mengalami penurunan. Saat ini Robby pun sudah dipindahkan ke ruang dan pihak dokter pun terus memantau kondisi Robby. (h/prc)

>> Penata Halaman: Rahmi


22

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

UMMY SOLOK WISUDA KE-40

Menghasilkan Lulusan yang Mampu Bersaing U niversitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok kembali melakukan wisuda sarjana yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Kubuang Tigo Baleh, Kota Solok, Selasa (25/6). Wisuda sarjana yang dilakukan Rektor UMMY Prof. DR. Elfi Sahlan Ben, Apt, itu dihadiri ketua yayasan, dan dewan penyantun Prof. DR. Ir. Fachri Ahmad, M.Sc. Wisuda ke-40 tahun 2013 ini ditandai penyerahan ijazah, dan pemindahan jambul oleh rektor, serta dekan masingmasing fakultas dan dilaksanakan dalam sidang senat UMMY Solok yang terdiri dari program sarjana, dan program diploma. Jumlah wisudawan dan wisudawati yang di wisuda sebanyak 174 orang. Diantaranya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 133 orang, Fakultas Pertanian 7 orang, Fakultas Ekonomi 25 orang, dan Fakultas Hukum 9 orang. Sejak berdirinya UMMY Solok pada tahun 1984, maka jumlah alumni terus bertambah. Kini jumlah keseluruhan alumni UMMY Solok sekitar 4.805 orang. Alumni UMMY sudah mengabdi pada bangsa dan negara. Mereka tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu alumni UMMY yakni Afrizal Malik menjabat Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua. Alumni lain, juga pernah menjadi Wakil Bupati Darmasraya, sekretaris daerah (Sekda), dan berbagai jabatan penting lainnya. Dihadapan wisudawan dan wisudawati, Rektor Elfi Sahlan Ben mengatakan,

wisudawan perlu berbangga saat ini karena sudah mampu menyelesaikan studi tepat waktu. Namun kebanggaan itu, jangan puas dengan ilmu yang diperoleh dan gelar Strata 1 (S1) yang dimiliki. Perjalanan masih panjang, dan peluang untuk melanjutkan ke program S2 masih terbuka lebar. Namun yang jelas, kini wisudawan dan wisudawati memasuki dunia kehidupan baru di masyarakat yang kompleks. Kehidupan yang penuh kompetisi itu tidak perlu dicemaskan, karena setiap lulusan sudah dibekali pengetahuan dan keterampilan. Dengan kecerdasan spritual, intelektual, sosial, dan ekonomi, rektor yakin seluruh lulusan mampu berintegrasi diri dengan lingkungan. Sebuah universitas memproduksi kaum intelektual dan calon pemimpin bangsa. Tak terkecuali bagi UMMY Solok sendiri, yang berusaha menghasilkan lulusan yang mampu bersaing, dan memiliki karakter intelektual yang bisa dibanggakan. Untuk menuju kompetisi itu, pihaknya berusaha menjadikan UMMY sebagai kebanggaan masyarakat Solok, dan terus melakukan berbagai terobosan serta bekerjasama dengan pihak lain. Sejalan dengan itu, UMMY Solok didukung dengan 4 fakultas dan 12 program studi (Prodi). Keseluruhan prodi itu sudah terakreditasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2012. Dalam waktu dekat UMMY akan menambah 8 program studi lagi. Penambahan prodi itu,

tak lain untuk menjawab permintaan masyarakat. Kemajuan lain yang dicatat UMMY Solok, menerima bantuan program hibah pengembangan perguruan tinggi swasta tahun 2013, yang sudah ditandatangani kontraknya tanggal 12 Juni lalu, di Dirjen Dikti di Jakarta dengan nilai dana Rp1 miliar. Dana itu, untuk membangun UMMY ke depan baik kampus maupun sarana lainnya. Dalam upaya peningkatan lulusan, menurut rektor, UMMY Solok didukung 132 orang staf pengajar yang terdiri dari 83 orang dosen, dan 49 orang tenaga kependidikan. Para dosen itu, ada yang berpendidikan S2 dan Doktor. Dosen yang lulus sertifikasi menunjukkan UMMY Solok

telah diakui Dikti. Dari 174 orang wisudawan dan wisudawati, 4 orang dinyatakan lulusan terbaik

yakni Rela Refia dari FKIP dengan IPK 3.94, Yandri dari Faperta dengan IPK 3,56, Rija Yanti dari Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,63, dan Syamsuwiza dari Fakultas Hukum dengan IPK 3,48. (h/alf)

SEJUMLAH dekan, dosen, dan dewan penyantun UMMY Solok menyanyikan lagu Indonesia raya sebelum dimulainya acara wisuda sarjana UMMY Solok.

Prof. DR. Elfi Sahlan Ben, Apt Rektor UMMY

TIGA orang perwakilan wisudawan mengucapkan janji wisuda saat dilaksanakan wisuda UMMY Solok, Selasa (25/6).

>> Editor : Nova Anggraini >> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

LINGKAR Kota Pariaman Sudah Punya 97 Lembaga PAUD PARIAMAN, HALUAN — Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pariaman berkembang baik, dan hingga kini tidak kurang dari 97 lembaga PAUD sudah berdiri. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Kanderi kepada Haluan, Jumat (24/6), menyebutkan, lembaga PAUD yang sudah berdiri itu pada dasarnya sudah memiliki izin dan yang izinnya sudah kedaluwarsa sudah diperbarui. “Perkembangannya cukup lumayan, karena hampir di setiap desa/kelurahan punya lebih dari satu sampai dua lembaga PAUD,” katanya. Jumlah lembaga PAUD di satu desa yang lebih dari satu atau dua PAUD, tidak masalah, karena izin yang dikeluarkan untuk mendirikan sarana tersebut juga melihat kepada kebutuhan. Soal biaya PAUD, kata Kanderi, kebanyakan ditanggung sendiri oleh yayasan yang mendirikannya, karena mayoritas lembaga PAUD yang ada sekarang adalah PAUD swasta. Pemerintah kota, katanya, dalam hal membantu gerak kegiatan PAUD, juga memberi bantuan dalam bentuk insentif kepada pengelola PAUD dan pendidik PAUD, dan itu sudah direalisasikan. Biaya untuk PAUD tahun lalu dianggarkan Pemerintah Kota Pariaman melalui APBD, sebesar Rp690 juta. Sekarang, tahun 2013 menjadi Rp730 juta. Terjadi peningkatan, itu karena adanya penambahan PAUD. Hingga sekarang guru PAUD sudah lebih kurang 500 orang. (h/tri)

31 Kepala Desa Dilantik PARIAMAN, HALUAN — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kota Pariaman Lanefi menjelaskan, sampai hari Rabu (19/6), sudah 31 kepala desa yang dilantik. Lanefi kepada Haluan, Kamis (19/6), lebih lanjut mengungkapkan, tahun 2013 ini ada 35 kepala desa yang dilantik. Namun 31 kepala desa sudah dilantik, dan 4 kades yang belum dilantik akan segera dilakukan pelantikannya. Kepala desa yang belum dilantik, yakni Mangguang (Pariaman Utara), Pauh Timur (Pariaman Tengah). Kampung Baru Padusunan (Pariaman Timur) dan Desa Kampung Apar (Pariaman Selatan). Lanefi juga menyebutkan, ada kades yang maju ke pemilihan legislatif di Kota Pariaman. Hingga kini baru dua kades yang mengajukan surat permohonan berhenti, yaitu Kades Naras Hilir Jonasri dan Kades Ampalu Arizal SPd. Cuma dua ini yang sudah diproses pemberhentiannya dan penggantinya sudah ada dari perangkat desa bersangkutan, sebagai Pjs. Pjs kades, tugasnya sama dengan tugas kepala desa sebelumnya. Di samping itu, dia juga harus memfasilitasi pembentukan pemilihan kepala desa yang baru. (h/tri)

Aneka Lomba Meriahkan HAN PARIAMAN, HALUAN — Lomba mewarnai gambar, gerak dan lagu serta baca ayat pendek, mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini di Kota Pariaman. Kegiatan tersebut dilaksanakan dua hari, 21-22 Juni, di Pantai Gandoriah. Menurut Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Pria Sapta Mulya, lomba itu bertujuan di samping untuk menumbuhkan kreativitas anak, juga melihat implementasi ilmu yang dilakukan pengelola PAUD terhadap anak didiknya. Sementara itu Walikota Pariaman, Mukhlis R, mengatakan, Kota Pariaman ke depan harus maju. Untuk itu anak-anak yang handal sebagai generasi penerus harus disiapkan dari sekarang. Salah satu bentuk persiapan itu adalah juga lomba kreativitas. Sifat-sifat kreatif dan inovatif, katanya, harus ditanamkan sejak usia kanak-kanak, agar mereka kelak bisa menjadi generasi muda Kota Pariaman yang punya karakter dan punya jati diri dengan akhlak mulia yang siap menghadapi tantangan masa depan sebagai penerus pembangunan. Momentum peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan, kata Mukhlis jangan hanya menjadi seremonial, tetapi hendaknya juga menjadi titik tolak untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak dalam memenuhi hak-hak-nya, sesuai amanah UndangUndang Perlindungan Anak.(h/tri).

Walikota Hadiri ‘Batagak Kudo-kudo’ Musala PARIAMAN, HALUAN — Walikota Pariaman Mukhlis R, mengapresiasi pembangunan Musala Riyadhastul Amal yang dibangun secara swadaya di Dusun Selatan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kamis (20/6). Alek batagak kudo-kudo Musala Riyadhatul Amal tersebut, mendapat perhatian penuh dari masyarakat termasuk para kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kota Pariaman. Menurut ketua musala, Sofyan, ukuran musala yang dibangun 11 X11 meter. Kondisi kini masih terkerangka, belum ada dinding dan jendela. Pembangunannya sudah menelan biaya Rp328 juta, dari swadaya masyarakat. Diharapkan, pada bulan puasa ini, musala bisa dipakai. Untuk pembangunan musala masih dibutuhkan dana Rp80 juta. Walikota Pariaman berharap, nantinya musala ini bisa digunakan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga bisa dipergunakan sebagai tempat pengembangan ilmu agama Islam. Begitupun dengan kelancaran pembangunan, Mukhlis R merasa yakin, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat, pembangunan Musala Riyadhatul Alam akan bisa cepat selesai. (h/tri)

Sabiduak Sadayuang

KOTA PARIAMAN

23

Mesin Pengolah Air Bersih Belum Beroperasi Maksimal PARIAMAN, HALUAN — Water Treatment Plane (WTP) atau mesin pengolah air bersih Kota Pariaman di Cubadak Mentawai, hingga saat ini belum bisa beroperasi maksimal dan melayani permintaan masyarakat akan air bersih, karena masih menambah pemasangan dua mesin pompa air dan menunggu perda. Kepala UPTD Air Bersih kota Pariaman Subali kepada Haluan, Jumat (24/6), menyebutkan, secara fisik WTP itu sudah bisa beroperasi, tetapi untuk memasang sambungan ke rumah warga, perlu aturan, dan sudah dibahas di DPRD pada awal Juni 2013, dan kini tinggal persetujuan Pansus DPRD. Water Treatment Plane itu memang dibangun tahun 2010 dengan dana APBN. Setelah beberapa waktu diujicobakan, ternyata ada perlu perbaikan, seperti pipa yang bocor ketika uji coba, dan sudah diperbaiki. Uji coba itu dilakukan karena akan berpengaruh kepada penerimaan air ke rumah-rumah warga nantinya. “Sebelum ada keluhan, kita benar-benar melakukan cek ulang, agar semua menjadi baik dan lancar,” katanya. Sambungan ke rumah warga bisa dilakukan, kalau peraturan yang sudah dibahas DPRD Kota Pariaman yang sudah di tangan Pansus itu disetujui. Di sini menyangkut biaya dan harga, seperti biaya pemasangan sambungan ke rumah warga, biaya air per kubik yang harus dibayar pelanggan, jika sudah

LOMBA CIPTA MENU — Walikota Pariaman Mukhlis R didampingi Ketua PKK Pariaman Reni Mukhlis R, mencicipi makanan di lomba menu B2SA. TRISNALDI

Lomba Cipta Menu Nonberas Digelar PARIAMAN HALUAN — Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Kota Pariaman Tahun 2013, digelar di halaman Rumah Tabuik Subarang, Senin (24/6). Lomba diikuti oleh Tim Penggerak PKK dan Kelompok Wanita Tani desa/kelurahan utusan kecamatan dan merupakan pemenang lomba serupa antar desa di masing-masing kecamatan sebelumnya. “Lomba juga sebagai sosialisasi menu B2SA kepada masyarakat yang menggunakan bahan baku non beras dan

oke, pekerjaan sambungan rumah (SR) segera dikerjakan. Kini, WTP dapat tambahan dua pompa distribusi heat 60 meter. Pompa tersebut bantuan provinsi Sumbar, kini juga sedang

non terigu,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman, Syaiful Rizal di sela-sela lomba. Keterampilan mengolah bahan makanan non beras dan non terigu, tentu bisa menggoda selera yang akhirnya dapat membantu peningkatan ekonomi keluarga. “Lomba diharapkan juga akan lebih melahirkan kreatifitas ibu-ibu dan generasi muda dalam mengolah menu B2SA,” kata Syaiful. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, tiap tahun juga mengadakan

dilaksanakan pembuatan rumah pompanya. Total sambungan rumah (SR) yang bisa dilayani WTP, 2.500 sambungan. Dari jumlah tersebut belum ada yang terpasang, tetapi

Pariaman Selatan Juara Umum MTQ V PARIAMAN, HALUAN — Kontingen Kecamatan Pariaman Selatan meraih juara umum MTQ V Kota Pariaman tahun 2013 yang dilaksanakan di Sungai Pasak, dari tanggal 21 hingga 23 Juni 2013 lalu. Dan juara umum sebelumnya, Kecamatan Pariaman Timur, meluncur ke rangking IV. Kontingen Pariaman Selatan yang berkekuatan 63 orang, terdiri dari 30 qari dan qariah, 20 pelatih dan official serta lima pendamping, memang tampil gemilang. Agaknya motto “Kami datang ke medan laga untuk berjuang semampunya, mengembalikan kisah dan cinta lama yang selalu tampil sebagai jawara dari MTQ kabupaten sampai ke tingkat kota”, tak sia-sia. Pariaman Selatan tampaknya memang punya prestasi gemilang di ajang MTQ tersebut. Dari catatan yang ada, kontingen kecamatan ini 3 kali meraih juara umum MTQ tingkat kabupaten/ kota dan 2 kali juara umm MTQ tingkat Kota Pariaman pada MTQ I dan II. MTQ III tahun 2013 tersebut, meriah.

lomba ini di mana pesertanya berasal dari provinsi, kabupaten/kota se Indonesia. Menurut Walikota Pariaman Mukhlis R, yang membuka lomba, pangan merupakan hal sangat penting, dan strategis dalam kelangsungan hidup manusia. Penganekaragaman makanan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dan Muhklis juga mengajak warga kota untuk mengolah menu B2SA menjadi bahan konsumsi yang mantap dan bisa menjadi makanan khas daerah. (h/tri)

sudah banyak yang daftar. Sumber air dari Batang Pariaman di daerah irigasi Santok. Selama ini, kebutuhan air bersih di Kota Pariaman dikelola

PDAM Kabupaten Padang Pariaman dan dengan adanya WTP tersebut, persoalan air bersih di Kota Pariaman diharapkan bisa teratasi nantinya. (h/tri)

Pengusaha Bordir dan Sulaman Ikut Pelatihan Modifikasi Desain

Pada acara pembukaan ditampilkan diantaranya pawai ta’aruf dan pemukulan beduk oleh Walikota Pariaman Mukhlis R, Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Prov.Sumbar, H. Ismail Usman, yang bersama rombongan datang ke acara pembukaan itu sekaligus memberi sambutan. Begitupun masyarakat Kota Pariaman, terutama yang berada di lokasi kegiatan MTQ berlangsung, antusias menyaksikan kegiatan, termasuk ketika berlangsungnya acara pembukaan di halaman Kantor Camat Pariaman Timur sebagai tempat pusat kegiatan. Sebagaimana disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Kota Pariaman, Bakhtiar kepada Haluan, kontingen dari Pariaman Tengah menduduki rangking II, Pariaman Utara III dan Pariaman Timur IV. Sekda Kota Pariaman Armen menyerahkan piala bergilir kepada kontingen juara umum, diterima Camat Syafrinal dengan penuh kegembiraan, di acara penutupan kegiatan tersebut. (h/tri)

PARIAMAN, HALUAN — Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kota Pariaman menggelar Pelatihan Modifikasi Desain Sulaman Bordir Kota Pariaman, untuk pengusaha bordir dan sulaman di gedung pondok indah, Kota Pariaman. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Koperindag Sumiramis mewakili Walikota Pariaman. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 24 hingga 26 Juni 2013. Selama kegiatan, peserta dipandu dua instruktur yaitu, Yenni Idrus dan Weni Helmita, dari Jurusan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Pelatihan berguna untuk meningkatkan kreativitas dan mutu desain industri sulaman bordir. Memang desain yang ditampilkan diakui tidak ketinggalan mode, tetapi untuk memenangkan persaingan perlu

inovasi terhadap desain, sehingga sulaman dan bordir yang ditampilkan di pasaran selalu menjadi menu utama bagi konsumen. Gelar Pameran Sumiramis meyebutkan juga, serangkaian dengan HUT Kota Pariaman tahun ini, digelar kegiatan Pameran Pembangunan dan Piaman Ekspo tahun 2013 di Terminal Jati Pariaman, yang dilaksanakan tanggal 25 Juni hingga 2 Juli 2013. Pameran pembangunan tersebut diramaikan 50 stan, ditambah stan PKL, yang diharapkan bisa lebih menyemarakkan kegiatan tersebut. Daerah luar Kota Pariaman, juga sudah ada yang mendaftar ikut ambil bagian dalam pameran tersebut, termasuk dari Kota Sibolga. Sementara BUMN dan BUMD, tak ketinggalan tampil di ajang pameran dan Piaman Ekspo itu.(h/tri)

Walikota Sampaikan Penjelasan LKPj Akhir Jabatan

KETUA DPRD Kota Pariaman Ibnu Hajar, didampingi Wakil Ketua Mardison Mahyuddin, ketika menerima nota penjelasan LKPj Walikota Pariaman Mukhlis R, periode 2008-2013 di acara Rapat Paripurna DPRD, Senin (24/6). TRISNALDI PARIAMAN, HALUAN — Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyampaikan nota penjelasan Laporan Keterangan Pertang-

gungjawaban (LKPj) Akhir Masa Jabatan periode 2008-2013 dalam rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman, Senin (24/6). Dan

rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD, Ibnu Hajar. Sesuai Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 dan Peraturan Oemerintah Nomor 6 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan, pengangkatan dan pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, bahwa Kepala daerah wajib menyampaikan LKPj akhir masa jabatannya kepada DPRD. “Untuk memenuhi peraturan itulah LKPj tersebut disampaikan melalui sidan paripurna sekaligus merupakan keterangan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD tahun 2008 sampai dengan awal tahun 2013,” kata Mukhlis R. LKPj yang disampaikan meliputi kebijakan pemerintah daerah, visi dan misi, strategi dan arah kebijakan serta prioritas daerah selama dia memimpin Kota Pariaman. Selain itu dalam LKPj yang

disampaikan juga terkait dengan kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah dalam kurun lima tahun terakhir. Salama kurun waktu lima tahun 2008 s/d 2013 penyelenggaraan pembangunan telah berjalan dengan baik, banyak peningkatan di segala sektor pembangunan. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah indikator kinerja pembangunan yang cenderung meningkat. Hal itu bisa dilihat salah satunya dari realisasi pendapatan daerah, tahun 2008 hanya Rp303,9 miliar tahun 2012 meningkat menjadi Rp416,2 miliar. Rincian, PAD tahun 2008 Rp13,4 miliar menjadi Rp17,6 miliar di tahun 2012. Dana Perimbangan Tahun 2008 Rp288,4 miliar menjadi Rp351,4 miliar tahun 2012. Begitu juga pada lain-lain pendapatan yang sah, juga

meningkat dari Rp10,6 miliar menjadi Rp47,6 miliar pada tahun 2012. Dalam kesempatan tersebut, walikota juga menyampaikan Nota Penjelasan 9 (sembilan) Rancangan Peraturan Daerah Kota Pariaman tahun 2013. Di antara Ranperda itu adalah, Ranperda tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan, Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan, Ranperda Penanaman Modal, Tentang Pembentukan Susunan Organisai dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Ranperda tentang Pengolahan Sampah. Ketua DPRD Kota Pariaman, Ibnu Hajar, menerima LKPj tersebut secara simbolis, disaksikan segenap anggota DPRD Kota Pariaman, Asisten II Sukardi, Kepala SKPD, camat, lurah dan kepala desa se-Kota Pariaman. (h/tri)

>> Editor : Nova Anggarini

>> Penata Halaman: Rahmi


24

RABU RABU, 26 JUNI 2013 M 17 SYA’BAN 1434 H

LINGKAR 6 Siswa Kabupaten Limapuluh Kota ke BNN SARILAMAK, HALUAN — Enam siswa dari tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Limapuluh Kota akan mengikuti lomba baca puisi yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, akhir Juni mendatang di kantor BNN Payakumbuh. Keenam siswa tersebut, merupakan siswa pilihan yang telah memenangkan lomba baca puisi tingkat SMP dan SMA yang diadakan Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Limapuluh Kota, beberapa waktu lalu, di objek wisata Aka Barayun, Lembah Harau. “Pemenang lomba baca puisi tingkat kabupaten kali ini, berhak untuk mengikuti sekaligus mewakili kabupaten Limapuluh Kota dalam lomba puisi yang diadakan Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh akhir Juni mendatang,” ungkap Iyut Fitra, selaku juri dalam lomba baca puisi KPAD Kabupaten Limapuluh Kota kepada Haluan beberapa waktu lalu. Keenam siswa tersebut, ungkapnya, merupakan juara pemuncak dalam lomba baca puisi yang diadakan KPAD Kabupaten Limapuluh Kota, yakni juara 1, 2 dan 3 untuk masing-masing tingkat. “Dari 100 peserta SMA dan SMP yang ikut lomba baca puisi kemarin ini, terpilih juara 1, 2 dan 3 dari masing-masing tingkat yang akan mewakili Kabupaten Limapuluh Kota,” kata sastrawan asal Luak Limopuluah itu. Untuk tingkat SMA, siswa tersebut yakni Sindi Santia, Rahmi Fitria Dewi dan Olga Mairesta. Sedangkan untuk tingkat SMP yakni, Aina Alfia Roza (SMPN 1 Guguak), Nurul Latifa (MTsN Dangung-Dangung) dan Qori’ah Aprilia (SMPN 4 Kecamatan Payakumbuh). Sementara itu, Indra Mulyadi, Kepala KPAD Kabupaten Limapuluh Kota mengatakan, penyelenggaraan lomba baca puisi ini sesuai UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan UU nomor 43 tahun 2007 tentang pengaturan pembudayaan kegemaran membaca. Ia berharap, dengan adanya lomba baca puisi ini, lahir penyair-penyair muda dan andalan Kabupaten Limapuluh Kota. (h/ddg)

Perkembangan SMA 1 Akabiluru Cukup Pesat PILADANG, HALUAN — Perkembangan SMA N 1 Akabiluru dalam 4 tahun terakhir cukup pesat dari segi jumlah siswa. Tahun 2009/2010 jumlah siswa sebanyak 435 orang. Jumlah ini berkembang menjadi 462 orang siswa pada tahun 2010/2011, 465 orang siswa pada tahun 2011/ 2012, serta 504 orang siswa pada tahun ajaran 2012/2013. Saat berdiri SMA N 1 Akabiluru bernama SMA Piladang, kemudian menjadi SMA Kecamatan Payakumbuh dan terakhir setelah Kecamatan Payakumbuh dimekarkan menjadi Kecamatan Akabiluru, dan SMA-nya juga berganti nama menjadi SMA N 1 Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota. Kecamatan Akabiluru meliputi Piladang, Batuhampar, Sari Laweh, Suayan Tinggi dan Suayan Randah, serta Pauh Sangik. “Dari 160 siswa kelas XII yang ikut UN (ujian nasional) lulus 100 persen,” kata Syahril, Wakil Kepala SMA N 1 Akabiluru kepada Haluan, Selasa pekan lalu. Jumlah rombongan belajar (rombel) juga berkembang dari 13, 14 dan terakhir sekarang menjadi 17 dan memiliki guru tetap 42 orang. SMA Akabiluru juga punya guru tidak tetap 8 orang, pegawai tetap 3 orang, serta pegawai tidak tetap 6 orang. Untuk menunjang mata pelajaran akademis, selain ruang kelas, juga sudah punya 1 perpustakaan, labor kimia, musala. Kebutuhan yang belum dimiliki untuk menunjang aktivitas siswa adalah labor biologi, labor fisika, labor bahasa, laboratorium komputer, tambahan 5 ruang kelas, rehabilitasi 10 ruang, ruang multimedia, ruang UKS dan aula. “Tak kalah penting, kita juga butuh 1 buah gudang, pengadaan komputer, alat labor bilogi, fisika, kimia, serta pengadaan mebel,” katanya. Kekurangan peralatan tak mengurangi aktivitas siswa untuk berprestasi, baik akademik maupun non akademik sebagai penunjang. Dalam olimpiade sains matematika, siswa sekolah ini juara I tingkat kabupaten, dan non akademik juara I silat tingkat Sumbar 2010/2011, olimpiade geografi juara I Kabupaten Limapuluh Kota sampai ke tangga nasional. Pada nomor atletik, lompat tinggi juara I Limapuluh Kota, berhasil juara I tingkat Sumatera Barat. Dalam olahraga ini kata Afrizal lagi, mulai dari lari 100 meter, lempar lembing, lompat jauh, bulutangkis, pencak silat, tenis meja, lomba baris berbaris, serta dalam seni baca puisi, nyanyi pop Minang, lomba randai, serta lomba busana. Dari sejumlah pertandingan olahraga dan seni itu, siswa SMA 1 Akabiluru yang terkenal dalam dendang saluang “ratok Suayan” ataupun “Suayan Balenggek” di Piladang. Namun, lomba randai dan lomba busana, hanya 5 besar. “Tahun-tahun mendatang, kami bertekad untuk meraih prestasi akademik dan non akademis lebih baik lagi,” ujarnya. (h/snt)

SMP 5 Pangkalan Kekurangan Guru dan Pegawai Kantor KOTO ALAM, HALUAN — SMP 5 Pangkalan kekurangan guru. Dari 10 orang guru yang mengajar di SMP tersebut, hanya 3 orang yang sudah memiliki SK PNS, lainnya masih honor. Demikian disampaikan Kepala SMP N 5 Koto Alam Yusdinal, Haluan, Selasa (4/6). “Kami memiliki seorang pegawai kantor, itupun masih tenaga honor. Guru dan pegawai kantor masih menjadi beban Komite Sekolah,” ujarnya. SMP negeri ini kini memiliki sebanyak 6 ruang kelas. “Kalau tak ada aral melintang, SMP 5 Pangkalan bakal dapat tambahan ruang kelas baru sebanyak 1 ruang lagi,” kata Ketua Komite Syahrial Dt. Majo. SMP N 5 Pangkalan yang dirintis sejak 2007 dan mulai belajar sejak tahun 2008, terletak di daerah Koto Tangah Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru, berjarak sekitar 1 km dari jalan Raya Sarilamak – Pangkalan. Bicara tentang prestasi kelulusan cukup baik. Dari 27 siswa yang ikut UN 2013, sebanyak 26 orang lulus. Tahun 2013 ini SMP N 5 Pangkalan memiliki 122 siswa. (h/snt)

CLASS MEETING -— OSIS SMP N 2 Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota mengadakan pertandingan sepak bola dan bola voli antar sekolah di tingkat Sumbar pada kegiatan class meeting. dadang

Kemajuan Prestasi Pendidikan Limapuluh Kota Luar Biasa SARILAMAK, HALUAN — Prestasi dunia pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Buktinya, tingkat kelulusan siswa, baik dari tingkat SD hingga SMA, terjadi kemajuan yang sangat signifikan. Untuk tingkat SD saja, kelulusan 6.589 peserta UN dari 369 SD di Kabupaten Limapuluh Kota, mampu berada di peringkat 2 Sumbar . Bahkan, 20 SD diantaranya berada di peringkat 50 besar dari ribuan SD lainnya di tingkat Sumbar. Begitupun untuk kelulusan tingkat SMP. Pada kelulusan 2012 lalu, Kabupaten Limapuluh Kota nyaris berada di nomor urut buncit dari 19 kota dan kabupaten. Tetapi di tahun 2013 ini, sekitar 4.800 peserta UN yang tersebar di 75 SMP, kelulusan siswanya mengalami peningkatan yang sangat tajam, yakni berada di peringkat 11 dari 19 kota dan kabupaten. Meningkatnya kelulusan siswa ini, juga dirasakan di tingkat SMA. Di tahun lalu, kelulusan siswa SMA hanya berada di peringkat 12, tetapi di tahun ini, Kabupaten Limapuluh Kota mampu berada di nomor urut 8 atau naik 4 peringkat dan sesuai dengan target yang diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota. “Kami yakin, apa yang kami kerjakan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apapun isu yang berkembang saat ini terkait dinas pendidikan, biar penegak hukum yang memprosesnya. Yang penting, pendidikan di

kabupaten Limapuluh Kota ini jangan sampai terabaikan dan hendaknya terus menunjukkan perubahan ke arah yang lebih maju,” tutur Kadisdik Pemkab Limapuluh Kota Desri kepada Haluan. Tak hanya tingkat kelulusan siswa, di segi perlombaan, baik di tingkat provinsi serta nasional, pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota selalu menang dengan membawa prestasi yang menggembirakan. Contonya saja, di tingkat provinsi, Kabupaten Limapuluh Kota berhasil keluar sebagai Juara 3 Olimpiade Sains dan Seni Nasional (O2SN). Dilanjutkan prestasi berikutnya, Juara 2 di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Untuk O2SN tingkat nasional yang bakal dilangsungkan di Balikpapan, Kalimantan Timur, 30 Juni-6 Juli mendatang, tiga atlet siswa Limapuluh Kota juga diutus ikut, yakni Rindhy R dari SMA 1 Suliki (cabang karate kelas kumite +53 kg putri), Rita Indrian dari SMA 1 Guguak (cabang Pencak Silat Kelas Tanding F) dan Nindie Non S, SMA 1 Suliki (cabang bulutangkis putri). “Semua peningkatan pendidikan yang diraih ini, tak terlepas dari kinerja guru, kepala sekolah, pengawas dan dinas pendidikan serta peran dari orangtua siswa. Kami dari dinas pendidikan wajib mengutamakan kualitas dan mutu pendidikan sesuai dengan visi misi Bupati AlismarajoAsyirwan Yunus,” ungkap Desri. Untuk memacu dan perataan pendidikan Kabupaten

Limapuluh Kota, kata putra asal Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh itu, berbagai upaya dan terobosan dilakukan, asalkan tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Seperti, penambahan 9 sekolah baru untuk tingkat SMA hingga tahun 2015 nanti. Bahkan satu dari SMA tersebut menerapkan pendidikan boarding school, yakni berupa sekolah siswa berprestasi atau sekolah unggulan yang terletak di pusat ibukota Kabupaten Limapuluh Kota. “Untuk perataan pendidikan ini, ditargetkan di tiap kecamatan harus memiliki satu SMA. Dan hingga tahun 2015 nanti, 13 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, telah memiliki SMA. Awalnya pendidikan warga di kawasan jauh hanya tamat SMP, untuk ke depan mereka sudah bisa melanjutkan ke SMA dan itu harus ada dukungan dari masyarakat,” ungkap kadisdik yang mudah senyum itu. Di tahun ini saja, tambahnya, 3 dari 9 sekolah yang direncanakan tersebut telah direalisasi pembangunannya, yakni SMAN 2 Harau (sistem pendidikan boarding school), SMAN 1 Bukit Barisan dan SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Bahkan untuk tahun ajaran 2013/2014 nanti, sekolah tersebut sudah bisa difungsikan untuk proses belajar mengajar. “Keberhasilan ini, perlu diapresiasi. Ini bukti keseriusan Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota yang telah berupaya ,” ungkap Zukron, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. (h/ddg)

SMP N 2 HALABAN

Class Meeting Dimeriahkan Pertandingan Sepak Bola dan Bola Voli SARILAMAK, HALUAN — Untuk mengisi waktu luang setelah mengikuti ujian semester, OSIS SMP N 2 Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota mengadakan pertandingan sepak bola dan bola voli antar sekolah di tingkat Sumbar. Sebanyak 8 klub sepak bola dan 6 klub bola voli yang berasal dari SMP di 4 kabupaten/kota di Sumbar, ambil bagian dalam kegiatan class meeting tersebut, beberapa hari yang lalu, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Payakumbuh. “Kegiatan class meeting dengan mengundang sejumlah sekolah di Sumbar, merupakan ide dari OSIS SMP N 2 Halaban. Sebelumnya, SMP N 2 Halaban selalu diundang untuk mengikuti perlombaan, baik sepak bola ataupun bola voli. Dan pada kesempatan sekarang ini, giliran pihak kami yang mengundang sekolah lain,” tutur Kepala SMP N 2 Lareh Sago Halaban Nirnasasti SPd, MMPd. Dalam pertandingan sepak bola, pada babak penyisihan pertama, tuan rumah berhasil menaklukkan SMP asal Kabupaten Tanah Datar, di mana SMPN 2 Halaban menang telak 4-1 atas SMPN 5 Lintau. Sedangkan, pada pertandingan lainnya, MTsN Halaban menang 4 -2 setelah adu pinalti melawan SMPN 2 Lintau. Awalnya, pertandingan antara MTs asal Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kabupaten Tanah Datar ini, kedua klub meraih angka sama, yakni 1-1. Untuk tuan rumah seri B, harus mengakui kekuatan lawan, sehingga klub B dari SMPN 2 Lareh Sago Halaban tak berhasil

mencetak satu gol pun dari lawannya, yakni SMPN 3 Lareh Sago Halaban dengan skor akhir 0-2. “Sekolah kita memiliki 2 klub sepak bola, yakni klub A dan B. Untuk klub B tak berhasil maju ke babak berikutnya, setelah dikalahkan SMPN 3 Lareh Sago Halaban,” tutur M Syafei, pelatih sepak bola dari SMP N 2 Lareh Sago Halaban. Pertandingan antara klub SMP asal Kota Payakumbuh, yakni SMP N 3 Payakumbuh dikalahkan oleh klub sepak bola dari SMP N 1 Luak dengan skor 2-3, sehingga SMPN 1 Luak berhasil maju ke babak berikutnya. Pada babak perempat final, tuan rumah berhasil menaklukkan SMP N 1 Luak tanpa balas dan mengakui kekuatan dari klub SMP N 2 Lareh Sago Halaban. Dengan skor 4-0, membawa tuan rumah ke babak final. Begitupun pertandingan SMP N 3 Lareh Sago Halaban tak berkutik setelah dikalahkan MTs Lareh Sago Halaban dengan skor 0-2. Sehingga MTs Halaban berhasil melaju ke babak final melawan SMP N 2 Halaban. Dalam babak final, tuan rumah berhasil mengalahkan MTs Lareh Sago Halaban dengan skor 3-0. Dengan demikian, SMPN 2 Lareh Sago Halaban berhasil membawa piala lepas dari kepala sekolah setempat. Pada pertandingan bola voli putri, ada 6 klub yang bertanding, yakni SMPN 1 Luak, SMPN 2 Lareh Sago Halaban, SMPN 2 Harau, SMPN 2 Lintau, SMPN 2 Sijunjung dan SMPN 24 Sijunjung. (h/snt)

Desi Kurnia Putri Ikut Jambore Pramuka Internasional

Desi Kurnia

SARILAMAK, HALUAN — Ketekunan Desi Kurnia Putri giat dan tekun mengikuti latihan pramuka, berbuah hasil. Dia mendapat tiket ikut jambore internasional di Pulau Bintan Kepulauan Riau, 26-30 Juni 2013. Desi yang bergabung bersama 7 orang pramuka penggalang Kwarda Sumatera Barat yang ikut membela nama Pramuka Indonesia di ajang internasional itu, merasa bahagia dan senang. Sebelum ikut jambore internasional ini, Desi pernah ikut jambore ranting, cabang dan jamboree daerah Sumatera Barat. Jelang Desi berangkat, Senin (24/6), dari BIM Padang, Sabtu 22 Juni, Mia, begitu Desi Kurnia Sari disapa, dilepas oleh Camat Payakumbuh Drs Rachmad Hidayat, Kasmir (Kakwaran) yang juga Kepala UPT

Pendidikan Kecamatan Payakumbuh, Zulfajri (Ketua Harian) dan sejumlah pembina lainnya. Anak ketiga dari 4 bersaudara pasangan Zulkarni dan Yenti Afrida, yang kini duduk di kelas VII SMP N 4 Kecamatan Payakumbuh di Taeh Bukit, adalah juara umum semester II dan pernah juara III Story Telling tingkat Kabupaten Limapuluh Kota. Dia juga pernah juga menjadi juara mendongeng berbahasa Inggris, sehingga tak akan begitu kaku berkomunikasi dengan para peserta lain di jambore internasional. Puteri Taeh Bukit ini juga sering berkomunikasi dan bicara dengan orang asing, karena tempat tinggalnya di Jalan Talago Kecamatan Payakumbuh, berada tak jauh dari lokasi landing paragliding >> Editor : Nova Anggraini

Bukit Topuang, yang memang sering didatangi penggemar olahraga paralayang dari Inggris, Rusia, Jerman, Malaysia, Polandia, Singapura dan lainnya. Kesempatan ikut jambore internasional juga akan dimanfaatkan gadis penggemar rendang padang, serta senang tari dan nyanyi ini, untuk menimba ilmu pengetahuan. Terpilihnya Mia sebagai utusan Sumatera Barat dari Kabupaten Limapuluh Kota, adalah buah kerja keras dan ketekunan latihan pramuka sejak bangku SD. “Dari pramuka cukup banyak yang kita raih, mulai ditempa etika sebagai pembentuk karakter, juga meningkatkan kecerdasan, rasa kebersamaan, serta kekuatan fisik menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya. (h/Syafril Nita) >> Penata Halaman :Rahmi


Haluan 26 Juni 2013