Page 1

EDISI : 175 TAHUN LXIII

SABTU 5 NOVEMBER 2011 M / 8 DZULHIJAH 1432 H

HARGA ECERAN

Rp2500

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN

ANTARA

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. (QS An Nisaa’ 4:175)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISHA

04.39 12.01 15.22 18.04 19.15

WIB WIB WIB WIB WIB

http://www.pkpu.or.id

TINJAU BANJIR—Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim didampingi Bupati Pesisir Selatan meninjau lokasi banjir di Pasir Putih Kambang Barat dan Kecamatan Lengayang, Jumat (4/11).

REFLEKSI

Investor di Negeri Tekor Oleh: Alwi Karmena SUMATERA BARAT adalah negeri yang paceklik akan investasi. Kalau diibaratkan “lapau”, daerah awak ini bagai lapau yang redup dan balangau, sementara investor adalah orang belanja. Berpikir dua kali orang datang belanja kemari. Sementara lapau lapau tetangga, seperti “Lapau Riau”, “Kadai Jambi”, bahkan “Toko Sumsel”, bersilingkit orang berjualbeli. Tak terambik-ambik-an pesanan orang dek penggalas. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi di daerah (lapau) tetangga, luar biasa pesatnya. Naik turun jakun-jakun awak dek menciragut. Membincangkan kondisi negeri awak dengan negeri tetangga serasa pekerjaan awak membelah buluh. Yang satu, daerah orang, diangkat, disanjung-sanjung, yang satunya lagi, kampung halaman awak, diinjak di telapak kaki. Pahit dan ngilu di dalam. Tapi, apa yang akan disurukkan lagi? Tidak bersuluh batang pisang, tapi bersuluh bulan dan matahari, bergelanggang mata rang banyak.

„ Bersambungke Halaman 11

SUPLAI MAKANAN TERHAMBAT

Korban Banjir Pessel Terancam Kelaparan PALEMBAYAN-MATUR PUTUS

Sicincin-Malalak Longsor Lagi

PADANG, HALUAN — Material longsoran sebelumnya belum selesai disingkirkan, ruas jalan Sicincin-Malalak kembali longsor pada Jumat dini hari (4/11). Lokasinya berdekatan dengan titik longsor kemarin, sebelum Bukit Apit dari arah Sicincin. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas Jalan SicincinMalalak, Rina Kumala Sari kepada Haluan Jumat (4/11), di

Bungkus Rokok Bergambar

K

EMASAN rokok bergambar seperti di atas itulah yang direncanakan pemerintah dalam setiap bungkus rokok, namun hal mendapat tentangan keras dari para perokok di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyambut gembira putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan uji materiil terkait pasal tentang rokok dalam UU Kesehatan. MK menegaskan kewajiban bagi produsen rokok untuk menampilkan gambar akibat bahaya merokok pada kemasan produknya. Lebih lanjut, Kemenkes akan segera membakukan aturan dalam bentuk Peraturan

Setelah rumah mereka terendam dan rusak akibat banjir, kini para korban dan masyarakat lainnya di Pesisir Selatan terancam kelaparan. Meski bantuan sudah mulai berdatangan, namun terhambat karena jalan putus.

Padang menyebutkan, hujan deras yang tiada henti menyebabkan tebing di sekitar ruas jalan alternatif ini longsor lagi. Longsor kedua ini tak jauh dari lokasi longsoran kemarin dan material pun kembali menutupi badan jalan. Tetapi Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar sudah mengeluarkan „ Bersambung ke Halaman 10

KESULITAN BIAYA, HARI INI AKAN DIBAWA PULANG

Nyawa Gadiza Tergantung Ventilator Laporan:

MEIDELLA SYAHNI

„ Bersambung ke Halaman 11

TIDAK TERBIT Hari Minggu, 6 November 2011 besok bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1432 H dan merupakan hari libur nasional. Karena itu, Harian Haluan tidak terbit. Haluan terbit kembali Senin, 7 November 2011 seperti biasa. Pelanggan dan relasi agar maklum. PIMPINAN

PAINAN, HALUAN —Korban banjir dan masyarakat lainnya di Pesisir Selatan terancam kelaparan pascabanjir bandang. Soalnya, selain telah merusak lahan perekonomian warga, suplai bahan makanan terhambat akibat kendaraan tidak bisa masuk ke kawasan bagian selatan daerah itu. Kecamatan yang teancam kelaparan itu adalah Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Tapan

DELLA

GADIZA Latifa dengan ventilator atau alat bantu pernapasan. Jika alat ini dicabut, diperkirakan anak ini hanya mampu bertahan 15 menit. Hari ini kedua orangtuanya berencana membawa pulang karena biaya tak ada lagi.

Gadiza Latifa, gadis kecil berumur setahun dua bulan ini tak akan bisa bertahan tanpa bantuan alat pernapasan yang dalam dunia medis disebut ventilator.

APSHA PRISTHIA

KORBAN BANJIR

Doa dan Puisi untuk Tia “barangkali di laut ini cinta bakal diputus, surut pasang antara jarak, antara mata yang lembab akan meniadakan pandang sejauh pulau. di jauh yang entah, di sajak yang ke berapa kita akan menemui luka, padahal hujan telah jadi begitu berat. hari ini mata Tia yg basah bakal tersenyum di bibir laut” (Yori Kayama, 2011)

hingga Lunang Silaut. Memasuki hari kedua pasca banjir bandang, truk pengankut sembako tertahan sebelum lokasi jalan putus. Berdasarkan pantauan Haluan hari Jumat (4/11), sejumlah harga kebutuhan pokok mulai meroket termasuk BBM. Bahkan di Sungai Tunu Kecamatan Ranah Pesisir, korban banjir bandang sudah menahan

YORI Kayama adalah penulis sajak. Sajak yang tak diberi judul itu ditulis di tengah nuraninya tak kuasa mena-

„ Bersambung ke Halaman 11

„ Bersambung ke Halaman 11

Kepastian Hukum Investasi Harus Ada di Sumbar

SELANG-SELANG menjalar di tubuh mungilnya tak mampu ia anjakkan. Karena tak ada biaya, kedua orangtuanya membawa pulang anaknya hari ini. Gadis sekecil itu berpeluh menahan sakit. Dan menangis. Matanya yang bulat bersih tak berbinar lagi. Hidupnya sangat tergantung pada peralatan mekanistis itu. Jika peralatan itu dilepas, Gadiza Latifa hanya mampu bertahan 15 menit. Sebelumnya, kedua orangtua Gadiza Latifa membawa ke RSUP M Djamil, tapi ditolak karena ruangan penuh.

PADANG, HALUAN — Kasus penyerobotan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar terhadap kawasan bisnis Basko Hotel dan Mall, cukuplah sekali itu terjadi. Pemerintah semestinya harus memberikan kepastian hukum untuk setiap investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Pandangan itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Sumbar Rizanto Algamar terkait masalah klaim lahan oleh PT KAI sehingga mengerahkan ratusan karyawan merusak dan memancang areal Basko Hotel dan Mall yang sesungguhnya sudah memiliki sertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Jangan sampai setelah investasi dilakukan, lalu ada masalah-masalah yang dilakukan secara tidak elegan. Bahkan cenderung membuat karakter dari investor terciderai oleh tindakan itu,” kata Rizanto. Setiap saat pemerintah selalu mencari investor, agar yang bersangkutan mau menanamkan modalnya di daerah. Jika dalam kenyataannya perlakuan terhadap investor, tidak sesuai

„ Bersambung ke Halaman 11

„ Bersambung ke Halaman 10

Bubarkan Pengadilan Tipikor di Daerah

JAKARTA, HALUAN — Banyaknya terdakwa korupsi yang dibebaskan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di daerah, membuat lembaga peradilan itu disorot berbagai pihak. Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD bahkan menyatakan Pengadilan Tipikor di daerah sebaiknya dibubarkan dan dikembalikan ke Pengadilan Umum. “Perlu dipikirkan untuk segera menghapus pengadilan Tipikor di daerah, dan dikembalikan ke pengadilan umum,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/11). Mahfud percaya bahwa hakim di daerah lebih profesional dan masih banyak pengadil di daerah yang bersih. “Tipikor di daerah justru semakin merusak dan menganggap korupsi sebagai hal yang wajar,” ucapnya, menegaskan. Mahfud menilai Pengadilan Tipikor di daerah justru lebih buruk kualitasnya, selain banyak koruptor dibebaskan, para hakim ad hoc di Tipikor daerah juga banyak yang tidak punya pengalaman sebagai jaksa atau hakim, dan tidak punya pemahaman tentang hukum yang substantif. “Tipikor di daerah itu kadang-kadang orang pengangguran, „ Bersambung ke Halaman 11


2 UTAMA

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

TIANG LISTRIK JTM RUBUH

12 Pelanggan Terganggu

PADANG, HALUAN — Suplai listrik untuk sekitar 12 ribu pelanggan PLN di kawasan Kambang dan Balai Selasa, Kabupaten Pesisir Selatan terganggu akibat rubuhnya tiang listrik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) di lokasi banjir bandang Pasir Putih, Kambang, Kamis (3/11). Kemarin, Tim Siaga PLN dari Cabang Padang masih bekerja keras untuk memperbaiki jaringan tersebut. Aset PLN yang terganggu di lokasi bencana yaitu 4 tiang JTM hanyut dan 6 tiang JTM lagi kondisinya miring. Sedangkan satu tiang JTM di Bukit Punai Balai Selasa patah, karena ada pohon yang tumbang. “Kerugian aset PLN akibat bencana di Pasir Putih Kambang ini mencapai Rp275 juta. Tapi, sekarang kita belum bicara kerugian dulu, namun bagaimana perbaikan bisa cepat selesai, sehingga listrik masyarakat di Kambang dan Balai Selasa ini bisa pulih kembali,” kata Asisten Manager Teknik, PLN Cabang Padang, Joni Putra didampingi Asisten Manager SDM dan ADM, Hasri Yelfi kepada Haluan di ruang kerjanya, Jumat (4/11). Dia mengatakan, akibat bencana di Pessel tersebut, tiang JTM yang rubuh merupakan jaringan atau line utama suplly listrik ke kawasan Kambang dan Balai Selasa. Makanya, dampaknya besar sekali terhadap pemadaman pelanggan di kawasan tersebut yaitu sekitar 12 pelanggan, atau mencapai sepertiga pelanggan Pessel yang mencapai 45 ribu pelanggan. Untuk pemulihan listrik Balai Selasa tersebut, kata Joni, PLN Cabang Padang langsung turun tangan melaksanakan perbaikan dengan menurunkan Tim Pemulihan Listrik Bencana Passel. Tim yang diturunkan yakni Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan). Tim ini disebut juga tim “Kopasus” PLN, karena berada di garda terdepan dalam pemulihan listrik di daerah bencana. Tim PDKB yang beranggotakan 12 petugas tersebut langsung diberangkatkan Jumat (4/11) pagi, kemudian ditambah 12 petugas teknis PLN Cabang Padang. Sebelumya sesaat terjadi bencana, tim teknis PLN di Ranting Kambang dan Balai Selasa juga sudah turun untuk mengamankan aset yang masih bisa diselamatkan. “Pada pekerjaan pemulihan listrik di Pessel ini, kami menargetkan dengan keadaan atau kerusakan sekarang, perbaikan bisa dilaksanakan satu hari. Namun target ini bisa tercapai jika kondisi cuaca mendukung serta debit air sungai sudah turun. Sebab, pekerjaan perbaikan ini juga tergantung cuaca, apalagi dasar tiang sudah tak ada lagi, karena terseret arus sungai. Solusi lain untuk empat tiang yang rubuh ini, mungkin nantinya kami menggunakan tiang portal (sementara),” tambahnya. (h/vid)

Gedung Dishut Diterjang Badai

PADANG, HALUAN — Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Padang Kamis (3/11) malam, menerjang gedung Dinas Kehutanan Sumbar di Jalan Raden Saleh. Atap gedung utama dan gedung di sayap kiri, persisnya di sebelah Kejaksaan Tinggi Sumbar, beterbangan disapu badai. Kuatnya tiupan angin menyebabkan atap terangkat bersamaan dengan kayu-kayu penopangnya (kasau). Semua berterbangan ke sana kemari memenuhi halaman depan dan samping kantor tersebut. Sekretaris Dinas Kehutanan Sumbar, Ir Hersum Pedris, MM kepada Haluan Jumat (4/11), usai memindahkan barang-barang yang masih dapat dimanfaatkan menyebutkan, petugas jaga melaporkan bahwa angin bencana puting beliung itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB Kamis malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena memang tidak ada aktifitas di kantor malam itu. Sementara petugas jaga kantor tersebut, berada di tempat yang aman di ruang jaga persis

di gerbang masuk kantor Dinas Kehutanan Sumbar. Namun kerugian materil akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp500 juta. “Seluruh peralatan elektronik yang berada di kedua gedung itu basah oleh air, begitu juga lemari penyimpangan dokumen dan arsip kantor. Hanya meja kursi yang dapat dimanfaatkan kembali,” katanya. Dari pantauan Haluan di lapangan, bagian atap gedung utama yang diterbangkan badai berada pada bagian samping, tepatnya di ruangan Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan (PPH). Di ruangan ini air mengalir bagai sungai kecil meski ketinggian hanya air semata kaki. Sementara gedung di sayap kiri, di samping Kejaksaan Tinggi Sumbar yang ditempati Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), atapnya tak tersisa lagi. Semua disapu badai. Meski demikian, aktifitas di

DEVIE

BADAI — Gedung utama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat diterjang badai, atap dan kasau bangunan lepas dari kedudukannya.

kantor itu tetap berjalan seperti biasanya. Kecuali sebagian pegawai yang ruangannya rusak akibat badai, terlihat sibuk memindahkan barang-barang yang masih dapat

digunakan. Untuk sementara, mereka akan berkantor di rumah dinas yang diperuntukkan bagi Kepala Dinas Kehutanan. “Untuk sementara pegawai

Bidang PPH dan Bidang RHL akan berkantor di rumah dinas Kepala Dinas Kehutanan. Rumah itu memang tidak ditempati Kepala Dinas,” katanya. (h/vie)

PTSP dan PDAM Serahkan Hewan Kurban

PADANG, HALUAN — PT Semen Padang (PTSP) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang kembali menyerahkan bantuan hewan kurban untuk masyarakat lingkungan pada Hari Raya Idul Adha 1432 H/2011. PTSP menyerahkan hewan kurban sebanyak 43 ekor sapi dan 5 ekor kambing, sedangkan PDAM

menyerahkan hewan kurban sebanyak 26 ekor yang terdiri dari 9 ekor sapi dan 17 ekor kambing. ”Alhamdulillah, jumlah kurban kita naik tahun ini, dimana tahun lalu hanya 41 ekor sapi. Bahkan, 5 ekor kambing ini merupakan bantuan kurban dari ibu-ibu FKIK-SP,” kata Direktur Utama PTSP, Munadi Arifin saat

penyerahan hewan kurban tersebut di Lapangan Cubadak, Komplek PTSP Indarung Padang, Jumat (4/11). Penyerahan hewan kurban dilaksanakan secara simbolis oleh Dirut Munadi Arifin kepada Camat Lubuk Kilangan, Andre A. Algamaar. Kemudian diikuti masing-masing Direktur Produksi

Hermanto Khatib Salat Idul Adha di Dharmasraya PADANG, HALUAN — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hermanto Tanjung, dijadwalkan akan menjadi khatib Salat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Makmur, Tabek, Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, Minggu (6/11). Demikian dijelaskan staf anggota DPR RI ini, Ilhamsyah Mirman kepada Haluan. Menurut Ilham, kegiatan di Dharmasraya ini merupakan serangkaian kegiatan reses anggota Komisi II DPR RI ini. Hermanto yang berasal dari Pariaman ini tampil di senayan menggantikan Irwan Prayitno yang duduk sebagai gubernur Sumbar periode 2010-2015.

“Banyak kegiatan ustad (Hermanto,red) selama reses ke daerah pemilihan. Masa reses ini akan dimanfaatkan beliau untuk menampung aspirasi di bawah (masyarakat) untuk disampaikan ke pusat. Saya pikir, ini merupakan HERMANTO kesempatan baik bagi warga untuk menyampaikan aspirasinya,”sebut mahasiswa Pascasarjana UNP ini. Setelah menjadi khatib di Dharmasraya dan menampung aspirasi warga di daerah itu, akan melanjutkan safari menampung

aspirasi ke berbagai daerah di Sumbar, seperti ke Padangpanjang mengikuti agenda Tabligh Akbar denganwarga PKDP. Kegiatan ini dilanjutkan Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan ke Kota TANJUNG Sawahlunto serta ke Kabupaten Sijunjung. “Ustad juga melakukan kegiatan temu ramah di Padang, termasuk dengan PPNSI di akhir kegiatannya sebelum kembali bertugas ke Jakarta pada Minggu, 13 November 2011,”kata Ilham lagi. (h/mat)

Toto Sudibyo, Direktur Litbang dan Operasional, Agus Boing Nurbiantoro, Sekper Firdaus serta Ny. Agus B. Nurbiantoro dari Forum Komunikasi Istri Karyawan (FKIK-SP) kepada masingmasing ketua KAN Luki, KAN Pauh dan KAN Limau Manih. “Penyerahan sapi kurban ini merupakan salah satu agenda rutin tahunan Semen Padang, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berada di sekitar lingkungan perusahaan. Ini juga bagian dari kegiatan CSR perusahaan di bidang agama, karena ini juga upaya melaksanakan syiar agama Islam di lingkungan Perusahaan,” kata Munadi didampingi Kepala Biro Humas Daconi dan Jon Peri dari Biro CSR Semen Padang. Sapi kurban ini diserahkan langsung kepada Pengurus Mesjid/ Mushalla atau melalui Camat/ Lurah untuk disembelih pada jadwal yang telah ditetapkan oleh masing-masing masjid/musala. “Selain untuk masyarakat sekitar perusahaan di ring 1 (Luki dan Pauh), kemudian ring 2 (Kota Padang seperti Kuranji dan Pampangan), hewan kurban ini

juga kami serahkan untuk daerah miskin di Kepulauan Mentawai serta Perwakilan Dumai dan Jakarta,” tambahnya. Ketua KAN Lubuk Kilangan Basri Dt Rajo Usali menyampaikan terimakasih atas kepedulian yang tinggi dari PT Semen Padang terhadap lingkungannya. Hal senada juga disampaikan Camat Lubuk Kilangan, Andree A. Algamar. “PTSP telah banyak berperan dan membantu masyarakat selama ini. Kegiatan CSRnya bergerak di berbagai bidang, salah satunya penyerahan hewan kurban ini,” katanya. Kurban PDAM Sementara itu, di pelataran parkir kantor pusat PDAM Padang, perusahaan daerah milik Kota Padang itu juga menyerahkan sebanyak 26 ekor hewan kurban. Penyerahan hewan kurban ini juga kegiatan rutin tahunan PDAM, sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat lingkungan serta kawasan intake perusahaan air bersih masyarakat tersebut. Kedepan, lanjut Azhar, diupayakan untuk bisa menambah bantuan hewan kurban, minimal 15 ekor sapi. (h/vid)

Ya Allah, Selamatkanlah Bundaku LAPORAN: HARIDMAN KAMBANG

HARI Jumat (4/11), pukul 12.00 WIB, Tim Search and Rescue (SAR) dari jarak 200 meter di tengah laut melambaikan tangan. Lambaian itu pertanda salah satu korban telah ditemukan. Lambaian itu membuat ribuan orang yang ada di Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang terpana. Kemudian, Tim disonsong sejumlah nelayan dan masyarakat lainnya. Perahu karet warna oranye itu ditarik ke pantai. Sanak-saudara korban hilang diterjang banjir pada Kamis (3/11) tampak gusar menunggu. Mereka belum tahu siapa gerangan, sosok mayat yang dibawa Tim SAR. Setelah perahu itu tiba di bibir pantai rupanya, dia adalah Nesa (10). Gadis kecil yang dikabarkan hilang pada pagi buta dua hari lalu itu kondisinya sangat menggenaskan. Biji matanya pada bagian kanan, tampak terbudur, mungkin tertusuk benda keras. Kemudian di dadanya tampak mengelupas. Dari mulut siswi SD Lakuak itu tampak keluar darah segar. Tim SAR menemukan Nesa

anak Sii (45) yang juga korban bajir bandang hilang tersebut, dalam keadaan mengambang di lautan. Tepatnya persis di depan jalan putus Pasir Putih Kambang. Mengetahui, bahwa mayat itu adalah Nesa, maka kakanya Nini (14), siswi SMP Lubuk Sarik tidak dapat menahan tangis. Ia meraung mendekap tubuh adiknya tersebut. Seluruh masyarakat yang menyaksikan kejadian itu terharu. Ribuan orang yang ada di sekitar itu hanya bisa diam dan terpaku melihat Nini yang telah kehilangan kedua orang tuanya. “Ya Allah, meski adikku ditemukan

telah meninggal, saya berharap ibunda tercinta bisa selamat,” kata Nini, kemudian tangis kembali pecah. Tidak hanya Nini, kerabat korban yang lainnya juga tampak tak kuasa menahan tangis. Pantai Pasir Putih Kambang siang itu benar benar memilukan dan berurai air mata. Korban dikuburkan hari itu juga di Ujung Padang, Rangeh. Bertarung dengan Maut Menurut keterangan Agung (12), ia, Nesa dan Ibunya Sii pada malam bencana itu sama-sama berjuang melawan maut. Namun takdir berkata lain, di tengah kepanikan, Agung terpisah dari ibu dan adiknya. “Jalan di Pasir Putih malam itu telah terputus menjadi tiga bagian. Bagian utara telah tebentuk aliran air yang sangat besar, dan tidak mungkin dilewati, sementara di bagian selatan rumah jalan juga sudah putus di hondoh air,” kata Agung. Saat itu, ia belum terpisah dari ibunya karena masih merasa aman bisa berlindung pada sebatang pohon mangga. Namun kelamnya pagi itu, Agung tidak bisa melihat kondisi sekeliling. Sekeliling hanya ada gelap, dan dentuman keras rumah warga

yang roboh diterjang air. “Sejumlah pohon di semping kami mulai bertumbangan, tidak lama warga lain berteriak untuk segera lari dari pohon mangga itu. Hanya dalam waktu sekejab, ibunda berteriak bahwa sang adik terlepas di tengah kepanikan. Ibu berupaya mencari dan menyelamatkan Nesa. Tapi kami yang ada di situ tidak melihat apa apa, yang bisa dipedomani hanyalah suara,” katanya. Dalam kepanikan itu, Anto (34) warga yang juga terjebak di kepungan air dan reruntuhan itu mengetahui bahwa reruntuhan dan ancaman semakin dekat. Anto berupaya meraih Agung, untuk menyelamatkan diri, sehingga akhirnya ia selamat. “Saya juga berharap, ibunda bisa selamat. Kami tidak punya siapa siapa lagi. Ayah sudah lama meninggal, sekarang ibunda ditelan banjir. Mudahmudahan ada keajaiban untuk ibu. Ya Allah selamatkanlah bundaku,” katanya menitikkan air mata. Meski telah berhasil menemukan jasad Nesa, masyarakat di Pasir Putih Kambang minta kepada Tim SAR tetrap berkerja keras mencari korban yang belum ditemukan. Soalnya, Tim

JASAD Nesa (10), ditemukan Tim Sar pada Jumat (4/11) di laut depan Pasir Putih Kambang.

penyelamat dari pemerintah itu, menurut masyarakat lebih banyak koordinasi dan breefing daripada turun melakukan pencarian. Sri Handoyo (40), warga Pasir Putih menyebutkan, pada hari Kamis, Tim SAR hanya turun selama dua jam saja, selebihnya lebih banyak di darat sambil duduk duduk. “Bahkan, kami pada Jumat pagi pernah memintaTim untuk turun, namun jawaban Tim SAR, mereka perlu koordinasi. Ini membuat kami jengkel, padahal, jika turun kita

berharap korban bisa segera ditemukan,” kata Sri Handoyo. Dikatakannya, dengan terus melakukan pencarian, mana tau korban masih berada di sekitar lokasi kejadian. “Atau, mungkin ada korban yang masih bisa bertahan di air menggunakan benda untuk mengapung,” katanya. Hingga tulisan ini diturunkan, korban banjir di Kambang, baru ditemukan satu orang. Sementara dua orang lain masih belum jelas nasibnya. „


NASIONAL 3

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

ANTARA

LINGKAR Korban Banjir Butuh Makanan JAKARTA, HALUAN-Warga masyarakat korban banjir di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini membutuhkan bantuan makanan menyusul peralatan memasak mereka tidak bisa digunakan akibat terendam air. “Sebanyak 20 kepala keluarga di Desa Rawa Mulya yang rumahnya terendam banjir belum menerima bantuan dari pemerintah, padahal satiap hari mereka butuh makan,” kata Kepala Desa Rawa Mulya Jumadi di Mukomuko, Jumat. Ia mengatakan, sejak bencana alam banjir merendam rumah warga di daerah itu Kamis (3/ 11), sampai saat ini bantuan dari pemerintah belum mereka terima. Padahal setiap hari warga yang menjadi korban banjir membutuhkan makan dan tempat tinggal sementara untuk berlindung. Menurut dia, sejak bencana banjir melanda desa itu, warga korban banjir terpaksa mengungsi di rumah warga lain di desa itu yang lebih tinggi. “Kami atas nama pimpinan desa meminta supaya warga setempat membantu korban banjir untuk sementara ini, apalagi ada diantaranya anak-anak,” kata dia. Ia menjelaskan, saat ini kondisi air sudah mulai surut namun belum semua rumah bisa ditempati oleh warga korban banjir. “Sekitar 15 rumah yang lantai semen sudah mulai dibersihkan, tetapi sekitar lima rumah yang lantai tanah belum bisa ditempati,” kata dia. Di tempat terpisah Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Suyoso membenarkan, belum diserahkan bantuan kepada warga korban di Desa Rawa Mulya karena disibukkan mengurus korban banjir lainnya di desa-desa yang terparah kena bencana tersebut. Namun, kata dia, bukan berarti dikesampingkan, tetap pihaknya pada hari ini (4/11) akan menyalurkan bantuan tersebut. Menurut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi denggan Kementerian Sosial dan bidang sosial Provinsi Bengkulu untuk meminta tambahan bantuan sarden dan logistik lainnya yang habis digunakan di Desa Tanjung Alai. Sedangkan beras, kata dia, masih tersedia di gudang instansi itu dan kemungkinan mencukupi sampai tiga hari ke depan. “Bantuan yang bisa kami salurkan kepada korban banjir saat ini beras kepada warga korban banjir sedangkan bantuan lain menunggu alokasi dari provinsi dan pusat,” ujarnya.(ant))

Walhi Tolak Keberadaan PT API JAKARTA, HALUAN — Wahana Lingkungan Hidup menolak keberadaan PT Anugra Pertama Inspriasi (API) di Bengkulu karena lokasi usahanya berada pada habitat gajah, harimau Sumatra dan satwa dilindungi lainnya. “Kami sangat menyesalkan Kementerian Kehutanan memberikan izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Alam (IUPHHKA) pada kawasan hutan produksi terbatas dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko,” kata Direktur Eskutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu Zenzi, Jumat. Ia mengatakan, kawasan tersebut sebetulnya sudah diusulkan Balai Konservasi sumber Daya Alam (BKSDA) sejak lima tahun lalu untuk kuredor gajah liar dari kawasan pusat latihan gajah Sebelat ke hutan Taman Nasional Krinci Seblat (TNKS) daerah itu. Namun nyatanya pemerintah cenderung mendahulukan kepentingan politik dan ekonomi tapi mengenyampingkan perlindungan terhadap sawat liar yang populasinya nyaris punah sekarang ini. Hal itu sangat bertentangan dengan tujuan perlindungan terhadap satwa liar karena habitat satwa itu terus dikurangi baik oleh perambah maupun pemegang izin resmi dari pemerintah. “Kalau nyali pemerintah tetap memperhatikan nasib satwa liar sekarang sudah terbatas habitatnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meninjau ulang izin PT API tersebut,” tandasnya. Informasi yang dihimpun dari warga sekitar kawasan itu menyebutkan, PT API sudah bergerak melakukan penebangan kayu bahkan sudah dikeluarkan melalui Kecamatan Napal Putih, Ketahun, Bengkulu Utara. Provinsi Bengkulu secara umum tidak layak menjadi produksi kayu karena sebagain besar kawasan hutannya adalah daerah aliran sungai, dengan tofograpinya berbukit-bukit. Namun adanya kebijakan mengarah pada kepentingan ekonomis, maka kayu alam di Bengkulu diberikan izin resmi untuk ditebang meskipun dalam kawasan itu tempat hidup hewan dilindungi. Kawasan hutan Bengkulu hingga saat ini sebagian besar dirambah mmasyarakat dan dijadikan perkebunan besar swasta, setelah itu diberikan izin resmi untuk diambil kayunya, cukup memprihatinkan, ujarnya. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Risman Sipayung mengatakan, PT API mendapat Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Alam (IUPHHKA) di Provensi Bengkulu, dengan luas wilayah oprasinya mencapai 33.070 Ha dalam kawasan Hutan Produksi Tetap. (ant)

JEMBATAN PUTUS — Seorang warga menyaksikan jembatan bambu darurat yang putus diterjang banjir lahar dingin di aliran Sungai Pabelan Desa Progowati, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, Kamis. Sedikitnya lima jembatan darurat di aliran sungai Pabelan putus diterjang banjir lahar dingin Merapi yang terjadi pada Senin.

HEBOH VOTE KOMODO

New7Wonders

Serang Balik

JAKARTA, HALUANPengakuan dari orang kedua di New7Wonders (N7W), Jean Paul de la Fuente, menuai banyak tanya setelah gencar berita kebohongan lembaga itu.

“Pejabat Indonesia itu sangat marah dan menyerang kami dengan tuduhan-tuduhan palsu,” kata dia dalam diskusi jarak jauh dengan wartawan di Gedung PMI, Jumat (4/11). Jean mengatakan ada oknum yang sengaja melakukan tindakan tertentu pada organisasi N7W supaya masyarakat tidak percaya. “Yang jelas tuduhantuduhannya itu salah,” kata dia. New7Wonders pernah bekerja sama dengan seorang pejabat Indonesia selama dua tahun. Pejabat itu bertindak sebagai suporter official committee. Namun di tengah perjalanan ada ketidaksesuaian tindakan pejabat itu dengan ketentuan dan prinsip N7W. Akhirnya N7W memutuskan hubungan kerja sama tersebut. “Tidak menghormati kesepakatan dan aturan main,” katanya. Jean menolak menjelaskan secara terperinci perlakuan pejabat yang dianggap tidak sesuai itu. Ia mengatakan pejabat itu pernah membawa rombongan ke kantornya di Zurich, Swiss, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kunjungan rahasia itu untuk menyelidiki keberadaan N7W. “Ini cara tidak bijak dan baik, memakai uang pemerintah untuk membawa rombongan, menginvenstigasi yang tidak benar. Terserah masyarakat Indonesia yang mempertanyakan itu, kami tidak pernah diserang oleh Pemerintah Indonesia, tapi hanya elemen tertentu dalam pemerintahan itu,” kata Jean. Pengacara pejabat itu juga telah mengirim surat protes pencabutan kerja sama kepada N7W. Tapi surat itu tidak dibalas karena mereka menganggap itu bukanlah kewajiban. Apalagi pengacara itu dibayar pakai uang pemerintah. “Kalau dibalas akan banyak uang negara Indonesia yang keluar,” katanya. “Aku

Supir Busway Akan Digaji Rp5 Juta

JAKARTA, HALUAN-Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta tengah merencanakan untuk meningkatkan gaji supir TransJakarta 2,5 kali lipat. Gaji mereka akan naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 5 juta. “Ini adalah bentuk perbaikan pelayanan sekaligus kesejahteraan para pramudi,” ujar Kepala BLU TransJ, M Akbar, Jumat. Jenjang pendidikan yang tinggi juga menjadi persyaratan pramudi TransJ. Syarat pramudi adalah Sarjana (S1). “Kalau S1 diberi gaji Rp 2 juta, mereka tidak akan mungkin tertarik,” ujar Akbar. Pihaknya berharap para supir Busway punya motivasi

lebih baik dengan adanya kenaikan gaji tersebut. Jika pramudi digaji Rp 5 juta, mereka akan berpikir dua kali untuk bekerja tidak profesional. Kalau dipecat, ia akan sulit cari pekerjaan dengan gaji setinggi itu. Kenaikan gaji ini juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan yang disebabkan kelalaian supir. “Kenaikan upah supir Busway masih membutuhkan waktu dikarenakan perlu adanya perubahan dari segi regulasi dan administrasi,” ujar Akbar. Kontrak dan peraturan perlu dikaji sebelum dapat diubah. (rep)

telah membaca surat Duta Besar Indonesia di Swiss, sangat tidak masuk akal, padahal Dubes itu belum pernah mengklarifikasi persoalan dengan mereka. Di Swiss ini bukan tindakan yang baik,” katanya. Ketenaran JK Sementara itu Ketua Pendukung Pemenangan Komodo (P2Komodo) Emmy Hafild mengaku menggunakan nama besar Jusuf Kalla untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih komodo sebagai bagian tujuh keajaiban dunia yang baru. “Kami menumpang ketenaran Bapak. Kami yang datang ke beliau,” ujar dia dalam keterangan pers di Gedung Palang Merah Indonesia Pusat, Jumat. Keterlibatan Kalla memang diakui Emmy memberikan dampak nyata dalam pemungutan suara Pulau Komodo. Dari yang per harinya dulu hanya ratusan kini melonjak hingga ratusan ribu. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengaku bergabung dengan tim pemenangan Komodo sejak 30 September 2011. “Saya bukan duta besar komodo pemerintah. Saya duta besarnya Emmy,” ujar dia. “Tapi ini kesepakatan yang bagus.” Menurut Kalla, masalah keterlibatannya atau masalah biaya pesan pendek tak perlu diributkan lagi. “Kok soal Rp 1 diributkan, Rp 1 memang penting tapi tidak usah diributkan,” ujar dia. Kalau memang butuh bukti bahwa ada peningkatan jumlah turis ke Pulau Komodo, Kalla menuturkan ada. “Sekarang terus meningkat datanya,” ujar dia. Tapi memang, ia melanjutkan, nantinya turis yang datang ke Pulau Komodo memang harus dibatasi untuk menjaga kelestarian habitat alami kadal purba ini. Kalla pun menuturkan yayasan New7Wonders ini tidak main-main. Ia menunjukkan slide gambar sejumlah pemimpin negara yang ikut kompetisi New7Wonders de n g an pi mpi n an yayas an New7Wonders. “Masak segitu orang-orang terkenal dibohongi, apalagi yang ini nih (menunjuk Benjamin Nentanyahu-pemimpin Israel) paling susah dibodohi,” kata dia. (dn/ti)

PENDIDIKAN

95,6 Persen Dana Rehab Tersalurkan

JAKARTA, HALUAN — Dana rehabilitasi kelas rusak berat bagi sd yang sudah tersalur 63,9 persen dari Rp617 miliar dan untuk smp yaitu 95,6 persen dari 128,9 miliar, kata Staf Ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi. Taufik Hanafi mengatakan dalam jumpa pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, Jumat, sejak peluncuran program perbaikan sekolah pada 3 Oktober 2011, kegiatan rehabilitasi fisik bangunan sekolah sudah berjalan di 193 SD dan 143 SMP, seluruh

tanah air. “Penyaluran dana perbaikan kepada sekolahsekolah (SD dan SMP) dapat berjalan lancar apabila rekening sekolah yang dikirimkan pihak sekolah berstatus aktif dan jelas. Sayangnya, masih ada sekolah yang mengirim nomor rekening bank yang sudah tidak berlaku. Hal ini menjadi salah satu hambatan bagi penyaluran dana,” terang Taufik. Sementara itu, Direktur Pembinaan SMP Kemdikbud, Didik Suhardi menerangkan, kemajuan perbaikan fisik sekolah hingga saat ini mencapai 18 persen untuk SD dan 50 persen

untuk SMP. “Di Serang, perbaikan sudah sekitar 40-50 persen. Menurut perkiraan, akhir November 2011 pengerjaan akan selesai,” jelas Didik. Didik pun menjelaskan Kemdikbud akan memantau sekolah-sekolah yang telah diperbaiki untuk mencegah kemungkinan adanya pemungutan dana pembangunan sekolah kepada para murid oleh pihak sekolah saat tahun ajaran baru nanti. Sesuai aturan pemakaian anggaran oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sisa anggaran perbaikan sekolah rusak berat, harus dikembalikan paling lambat 15 Desember 2011. (ant)

75 Pertimbangan “Jawablah Hayati!” “Bagaimana...yang akan baik kata ninik mamak saja...saya menurut!” “Alhamdulillah,” ujar yang hadir. Doa pun dibacakan! Apakah lagi jalan yang lain yang harus dipilihnya lain daripada itu. Dia menyerah kepada takdir, terpaksa mungkir akan janjinya yang terdorong, sebagaimana kebanyakan anak-anak perempuan yang lain juga, sebab yang memutuskan janji bukan dia, hidupnya tersangkut dengan keluarganya. Pengharapan Yang Putus Berdebar-debar darah di dada Zainuddin seketika datang sepucuk surat yang teralamat kepadanya dari Datuk...di Batipuh, lantaran surat itu vonis nasib yang akan ditempuhnya. Lama baru dibukanya, karena sebelum dibuka isi surat itu lebih dahulu telah meresap ke dalam jiwa, yang mendatangkan was-was. Setelah dibukanya, kenyataan isinya itu amat dingin dan ringkas saja. Kepada orang muda Zainuddin, di Padang Panjang Surat anak muda telah kami terima dan mafhum kami apa isinya. Tetapi karena negeri Minangkabau beradat, bulat kata dengan mufakat, maka kami panggillah kaum keluarga Hayati hendak memusyawarahkan hal permintaan orang muda itu. Rupanya bulat belum segolong, picak belum setapik di antara kami semuanya, artinya belum sepakat. Oleh sebab kayu yang bercabang tidak bisa dihentakkan, maka kami tolaklah permintaan orang muda, dengan mengatakan terus terang bahwa permintaan ini tiada dapat kami kabulkan. Lebih dan kurang, harap supaya dimaafkan. Datuk... Garang, dll. Mengalir keringat dingin di keningnya

Ilustrasi Marwan

sehabis surat itu dibacanya. Menyesal dia, padahal dari dahulu sudah disangkanya juga bahwa permintaannya tidak akan terkabul, sebab negeri Minangkabau beradat. Terasa malu yang sebesar-besarnya, terasa perasaan yang mesti tersimpan dalam hati tiap-tiap manusia, bahwa dia tidak mau dihinakan. Minangkabau negeri beradat, seakan-akan hanya di sana saja adat yang ada di dunia ini, di negeri lain tidak. Padahal kalau memang negeri Minangkabau beradat, belum patut orang seperti dia hendak ditolek dengan jalan yang begitu saja. Permintaan bisa terkabul dan bisa tidak, tetapi tidak ada hak bagi yang menolak buat menyindir pula kepada orang yang ditolaknya. Apabila pintu yang dilaluinya bukan pintu “belakang” tetapi pintu muka, tiba tampak muka, berjalan tampak punggung. ***

Way of Life!

KUALITAS MEGA EKSPOR KAPASITAS MEGA ANGKUT MESIN IRIT BAHAN BAKAR MEGA RESPONSIF SUKU CADANG MEGA EKONOMIS INVESTASI MEGA UNTUNG

0jt, t s/d 3 n u o c s Di ,99% nga 3 u /b n a g DP rin

jt-an 5 , 2 DP

PT. ELANG PERKASA MOTOR : Jl. Khatib Sulaiman No.87 Padang Telp. (0751) 7051422, 7051423 Kantor Cabang : = PAYAKUMBUH : Telp. (0752) 91795 = DHARMASRAYA : Telp. (0754) 71245 HARI MINGGU / LIBUR SHOWROOM TETAP BUKA

TERUJI LINTAS

BENUA


4 OPINI

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Haluan Kita Menuju Aur Kuning yang Bersih dan Tertib KEBIJAKSANAAN Pemko Bukittinggi untuk membersihkan dan menertibkan Terminal Aur Kuning belakangan ini patut diapresiasi para pengunjung pasar dan terminal itu. Pasalnya selama ini sudah terlalu banyak keluhan masyarakat pengunjung dan para pebelanja di pasar konveksi terbesar Sumatera itu. Keluhan itu antara lain sulitnya parkir lantaran tidak teraturnya angkutan umum yang menggunakan space terminal. Campur aduk antara kendaraan pribadi yang diparkir dengan angkutan umum dalam pribadi membuat keruwetan. Sementara di luar terminal selama ini kondisi yang tak kalah ruwet juga terjadi. Jika sekali waktu Anda ke Bukittinggi lalu ke pasar konveksi Aur Kuning terutama di akhir pekan, maka suasana sumpek dan macet akan anda dapatkan. Bahkan sekedar numpang lewat pun apabila Anda dari arah Jambu Air hendak menuju simpang Tanjung Alam via Aur Kuning, tingkat kesabaran harus dikendalikan agar tidak menjadi emosi. Angkutan kota dengan santai ‘ngetem’ di depan terminal padahal jalan yang sudah kecil karena dibuat dua jalur begitu penuh sesak oleh kendaraan. Kembali ke dalam terminal, maka selain tidak tertibnya parkir juga leluasanya pedagang kaki lima menggelar dagangan. Kabarnya itulah yang menjadi alasan sopir angkot kenapa mereka lebih suka ‘ngetem’ di luar terminal dibanding menunggu penumpang di selasar terminal. Walhasil kalaupun tetap juga bisa mengakses pasar koveksi, pengunjung tak urung ngedumel juga dalam hatinya. Dengan demikian salah satu dari pantangan pariwisata yakni ‘tidak nyamannya pengunjung’ dimiliki Bukittinggi. Sejak sepekan ini pembersihan PKL di dalam terminal Aur Kuming berlanjut ke arah tidak dibolehkannya kendaraan angkutan umum mangkal di luar terminal. Kebijakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi Asri Bakar ini (jika berhasil) tentu membikin lega pengunjung Bukittinggi. Kita pun mendukung upaya dia yang bertekat akan melakukan manajemen baru di Terminal Simpang Aur Kuning Bukittinggi demi menertibkan semua angkutan umum baik Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun kendaraan pribadi yang beraktifitas menaikan dan menurunkan penumpang di luar terminal. Ke depan, selain juga melakukan penertiban PKL di area terminal, maka kita juga berharap Pemko Bukittinggi juga menata layanan terhadap calon penumpang PO Bus AKDP dan AKAP. Kalau calon penumpang sudah nyaman di dalam terminal, buat apa lagi mencari di luar terminal? Saat ini masih banyak bus atau PO yang menaikan dan menurunkan penumpang di luar terminal Simpang Aur Kuning, sehingga sepanjang jalan raya mulai dari Terminal Simpang Aur sampai ke Simpang Jambu Air, muncul terminal-terminal bayangan. Akibatnya, jalur lalu lintas di sekitar terminal menjadi macet dan terlihat tanpa ada pengaturan. Dengan sudah dikosongkan terminal dari aktivitas PKL dan parkir kenderaan pribadi baik roda dua maupun empat, fungsi terminal akan kembali sebagaimana mestinya. Kita yakin, dengan aturan serta manajemen yang baru ini dipastikan terminal kembali keposisi semula sebagai tempat menaikan dan menurunkan penumpang. Tapi jangan ‘tertib’ ini panas-panas tahi ayam. Setelah ini, harus dilakukan pengawalan secara ketat sehingga 30 tahun kemudian bisa bertahan aman dan bersih. Dan dana untuk penertiban itu sudah dianggarkan sebesar Rp500 juta tidak mubazir. Terminal seperti Aur Kuning tentu saja berbeda dengan terminal lainnya di beberapa kota di Sumatera Barat. Sebab dia berperan ganda sebagai pusat pasar grosir juga untuk perdagangan konveksi. Jelas, terminal Aur Kuning tidak sekedar ‘menangguk’ retribusi bagi pemenuhan kocek PAD Bukittinggi melainkan terminal yang ‘mengundang’ calon pembeli bagi perdagangan konveksi terbesar di Sumatera ini. Kalau terminalnya sebagai ‘pengundang’ maka ia harus dibuat senyaman mungkin. Selama ia terganggu dan memberikan layanan yang tidak nyaman kepada pengunjung maka selama itu pula arus pembeli ke pasar Aur Kuning juga terganggu. Paling tidak apabila ada pasar alternatif lain di daerah loain yang bisa memberikan kenyamaan melebihi dari apa yang diperoleh dari jasa terminal Aur Kuning Bukittinggi ini.***

„ Banjir di Pesisir Selatan masih berlanjut „ Mestinya lebih cepat lebih baik „ Hujan lebat ganggu suplai PDAM Padang „ Pribahasanya: mati ayam dalam lumbung padi

Haluan Aspirasi

082170625544/ 08163253248

Banjir Painan POTRET nyata Haluan : “Jalan di Painan baralah dihondoh aie lalu…jalan di Fukushima dihantam tsunami ndak bagai alahe…” (jiko jalan duto angku buek: yo rancak pai studi banding ka Japang!). “17 ribu rumah terendam di Pessel” (ee..balun sabanyak Lapindo. Asal Naro tanang : Pambagian tantu ado…basabar sajolah!). +6281374899***

Minyak Tanah Langka

MINYAK tanah langka itu biasa, yang luar bisa kendaraan Dinas gampang dapat BBM bersubsidi bisa untuk raun-raun bersama keluarga di hari libur, ya nggak. +6281374687***

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

NAN KODO BASA

Makna Simbolis Hari Raya Kurban

OLEH: DONNY SYOFYAN Dosen Universitas Andalas, Padang

Tak lama lagi, umat Islam di seluruh dunia bakal merayakan Hari Raya Idul Adha. Beberapa masa ini kita didera oleh pelbagai musibah yang menghantam bumi pertiwi; tsunami di Aceh, letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, dan banjir di Wasior, Papua. Karenya, Hari Raya Kurban saat ini seyogianya menjadi momen yang tepat bagi segenap anak bangsa untuk refleksi diri guna melakukan langkahlangkah konstruktif dalam rehabilitasi fisik, sosial dan batin memaknai musibah dan cobaan yang tak kunjung menghampiri Ibu Pertiwi ini. Hal ini bisa diinisiatifi dengan memaknai kembali pesan-pesan simbolis yang terkandung pada Hari Raya Kurban. Pada Hari Raya Kurban, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, tasbih dan tahlil. Gema ini bukan semata-mata untuk bersuka ria dan berpesta pora, tetapi merupakan refleksi ketakjuban seorang hamba akan kemahakuasaan Allah swt, kekaguman atas kehebatanNya, dan penyerahan diri secara total akan kemahakuasaan-Nya. Mereka yang mampu menyembelih hewan kurban, disertai dengan merenungi diri masing-masing (muhasabah bin nafsihi), sudah sejauh mana kita konsekuen dan konsisten dalam pelaksanaan seruan ilahi. Kurban adalah bentuk ibadah yang dilakukan dengan cara menyembelih hewan. Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Menurut penelitian para antropolog, selain dalam ajaran Islam, dalam masyarakat tertentu juga dijumpai tradisi berkurban dengan menyembelih hewan. Sejak zaman paleolithic, dalam masyarakat primitif di Asia dan Afrika, bahkan masyarakat maju Jepang pun telah dijumpai praktik berkurban hewan. Dalam masyarakat Yunani kuno juga dikenal istilah Hierieia

(ouranic god) dan Shagia (othonic god) yang merupakan persembahan hewan kurban. Di kalangan umat Hindu dikenal juga kurban hewan yang pelaksanaannya diawasi oleh kaum Brahmana. Tujuan kurban yang dilakukan oleh masyarakat tersebut sangat beragam. Ada yang meyakininya sebagai bentuk suguhan (bribe) atau persembahan (offerings) kepada Tuhan agar Tuhan tidak marah dan murka. Ada juga yang meyakini sebagai tambahan kekuatan yang diperuntukkan bagi dewa dan dirinya. Pada hemat saya, Hari Raya Kurban meniscayakan sebentuk kearifan simbolis karena salah satu kekuatan Idul Kurban berada pada fungsi legitimasi simbolisnya. Ibadah kurban, seperti halnya ibadah haji, bersifat simbolik. Di dalamnya, terkandung beberapa makna spiritual yang amat dalam. Pertama, sebagai ungkapan syukur kepada Allah swt. Kewajiban pelaksanaan ibadah kurban tidak lain dimaksudkan sebagai ungkapan syukur terhadap pelbagai nikmat yang telah diberikan kepada hambaNya yang beriman dan berislam (QS. Al Kautsar: 1-3). Abdullah Yusuf Ali, seorang otoritas terkemuka dalam ilmu tafsir, menyatakan bahwa sebagai ungkapan syukur maka bacaan takbir ketika menyembelih hewan kurban itu justru lebih penting daripada penyembelihan kurban itu sendiri (The Holy Qur’an: Translation and Commentary, No. 2810). Kedua, sebagai suguhan cinta kasih dan simpati kepada kaum lemah. Ibadah kurban dalam Islam tidak sama dengan

dengan upacara persembahan dalam agama-agama lain. Hewan kurban tidak dibuang dia altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di air sungai. Daging kurban itu justru untuk dinikmati oleh pelaku kurban itu sendiri dan orang-orang miskin di sekitarnya (QS alHajj: 28). Hanya saja, komitmen sosial terhadap kaum fakir miskin ini seyogianya tidak berlangsung di hari Idul Adha, tapi dimanifestasikan dalam wujud kepedulian dan pemberian terhadap kaum lemah secara tulus. Namun demikian, kebutuhan fakir miskin tidak hanya sekarat daging yang bersifat santunan (karitatif). Apalagi ibadah kurban itu sendiri adalah bentuk ‘pengurbanan’ yang dilakukan sesaat dan cenderung seremonial. Amat sedikit di negara kita gerakan maksimal orang-orang kaya yang bersedia mengorbankan harta untuk kepentingan pendidikan bagi anak-anak terlantar dan tidak mampu. Tidak sedikit di antara mereka yang berotak jenius dan brilian terpaksa harus menyandang gelar drop out lantaran ketiadaan biaya. Jauh lebih penting, bukan sekadar daging yang mereka butuhkan, tetapi kepedulian, perhatian dan motivasi yang mereka harapkan untuk membangun masa depan yang lebih berarti. Sikap simpati terhadap kaum lemah ini berperan meneguhkan wujud kesalehan sosial yang memang sangat dibutuhkan pada hari ini. Kesalehan sosial ini pada gilirannya bakal menginternalisasikan format teologi transformatif, di mana kebenaran agama terletak pada komitmennya pada solidaritas kemanusiaan dan emansipasi sosial yang dianut oleh pemeluknya. Lewat segenap hidupnya, Nabi saw telah menunjukkan bahwa panggilan sebagai nabi dan rasul tidak sekadar kultus dan ritual. Beliau mengajarkan bahwa risalah kenabian yang sebenarnya adalah panggilan keberpihakan dan aksi advokasi kepada manusia yang dipinggirkan oleh sistem yang menindas,

mengisap, membutakan dan menulikan masyarakat. Dr Ahmad Zaki Yamani dalam Al-Asysyari’ah al-Khalidah wa Musykilah al-‘Ash r menjelaskan bahwa nyaris semua ibadah dalam Islam tidak dapat dilepaskan dari efek sosialnya. Sementara Dr. Yusuf Al-Qaradhawi dalam Hadyu al-Islam Fatawi Mu’ashirah membolehkan bagi yang meninggal berkurban dengan nilai uang, apabila masyarakat bersangkutan tidak lagi membutuhkan daging. Namun, kendala penguatan efek sosial ibadah kurban tersebut sangat kompleks dan beragam. Ia tidak hanya butuh pemahaman yang benar tapi juga keberanian untuk menentang arus serta kekuatan untuk meluruskannya. Tidak berlebihan dikatakan kiranya bahwa semakin tinggi kedudukan politik dan kemapanan ekonomi seseorang merupakan indikasi semakin kokohnya keimanan seseorang jika kelebihan itu dimanfaatkan untuk memperkuat tali horisontal kemanusiaan. Beragama yang hanya dengan niat dan hati, tanpa kekuatan dan kemampuan untuk meluruskannya, sesungguhnya dikategorikan selemah-lemahnya iman! Ketiga, sebagai simbol dari kesediaan kita untuk melawan dan mengenyahkan segala sesuatu yang akan menjauhkan diri kita dari jalan Allah swt, bisa dalam wujud harta, tahta ataupun hal-hal lainnya yang amat kita cintai dan kerap membuat kita tak sanggup berkata benar. Maka, kurban merefleksikan kemerdekaan kita melawan nafsu kita sendiri. Kemerdekaan ini fungsional mengantarkan kita pada kesadaran tauhid dalam menjalani ujian yang amat berat. Keteladanan Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah swt untuk menyembelih putra tercinta Nabi Ismail mengajarkan bahwa keberhasilan untuk mencapai puncak keinsafan tauhid berkorelasi linear dengan kesanggupan seseorang dalam menundukkan kekuatan rasional dan membebaskan diri dari tipuan pengalaman-pengalaman indrawi, baik dalam kapasitas-

nya sebagai ayah yang harus menyayangi putranya maupun selaku suami yang baru saja menyambut kehadiran Ismail sebagai hadiah terbesar dari istrinya. Kehidupan modern yang sarat dengan dominasi kekuatan rasional-ilmiah dan kedigdayaan empirik-teknologis seringkali melenakan kita bahwa kemampuan akal itu terbatas dan bahwa kekuatan indrawi itu sewaktu-waktu dapat menipu kita untuk mencapai kebenaran. Pengalaman agama pada kehidupan seharihari memperlihatkan bahwa gangguan dua kekuatan itu dirasakan lebih berat melebihi gangguan setan. Keduanya datang dari dalam diri kita sendiri. Kita lupa bahwa akal dan pengalaman empirik yang benar adalah akal dan pengalaman empirik yang beroleh bimbingan ilahi. Dalam masyarakat, kita menobatkan seseorang menjadi pahlawan karena ada begitu banyak hal yang ia berikan kepada masyarakat. Takdir seorang pahlawan menyebutkan bahwa ia tidak pernah berpikir dan hidup dalam lingkup dirinya sendiri. Ia telah melampaui batasbatas kebutuhan bilogis dan psikologisnya. Batas-batas kebutuhan itu telah hilang bahkan lebur dalam kebutuhan kolektif masyarakatnya di mana segenap pikiran dan jiwanya tercurahkan. Di sinilah pengorbanan menemukan ruang artikulasinya, mendapatkan medium pembiakan yang fertil dan produktif. Sayyid Quthb mengatakan, “Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi, orang yang hidup sebagai orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati selaku orang besar.” Semoga pemaknaan simbolis Hari Raya Kurban ini makin memperkokoh bangunan solidaritas dan komitmen kita yang tidak sekadar diretorikakan, tetapi betul-betul dilaksanakan guna mendapatkan pertlongan Allah swt dalam melewati masa-masa sulit pascamusibah. Amin.

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Pemimpin Redaksi: Zul Effendi, Pemimpin Perusahaan: Irfan Jasri, Wakil Pemimpin Redaksi: Eko Yanche Edrie, Dewan Redaksi : H. Hasril Chaniago (Ketua), Zul Effendi, Eko Yance Edrie, Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Koordinator Liputan: Aci Indrawadi, Koordinator Liputan Daerah: Syamsu Rizal, Asisten Koordinator Liputan: Rudi Antono, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Perdana Putra, Rahmatul Akbar, Reporter Padang: Gusni Yenti Putri, David Ramadian, Gustedria, Haswandi, Andika Destika Khagen, Ade Budi Kurniati, Suswinda Ningsih, Mice Angelasari, Devi Diani, Defil, Nasrizal Koresponden: Syamsuardi S, Jon Indra, Ridwan (Bukittinggi), Dedi Salim, Trisnaldi (Pariaman/Padang Pariaman), Ilham Yusardi, Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert (Payakumbuh/Limapuluh Kota), Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina (Pasaman), Miazuddin, Kasra Scorpi (Agam), Iwan DN, Darwin Danin, Maison (Padang Panjang), Yuldaveri, Emrizal, Aldoys (Tanah Datar), M. Junir, Gusmizar (Pasaman Barat), Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman (Pesisir Selatan), Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago (Kabupaten Solok/Kota Solok), Icol Dianto (Solok Selatan), Alamsyah Halim, Fadilla Jusman (Sawahlunto), Azneldi (Sijunjung), Ferry Maulana (Dharmasraya), Biro Jakarta: Syafruddin Al (Koordinator), Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: Yon Erizon Tim Kerja Usaha: Isbadri Bakri (Koordinator Sirkulasi), Nofriza Zaniyar, Alfarino Ikhsan (Koordinator Promosi), koordinator Iklan : Yunasbi, Tata Letak/Desain: Andri Idra (Koordinator), Syafrizal, Nurfandri, Rahmad Doni, Rahmi, David Fernanda, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi Jamal, Keuangan : Bedhendri, Kasir : Desy, TI : Teguh, Pra Cetak : Sawal Marjuni.HRP, Mai Hendri, Syamsul Hidayat, Cetak : Mardianto (Koordinator), Elvin Devino, Afandi, Rudi Kurniawan, Prasetyo, Jecky Jekcson. Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: FC: Rp25.000/mm kolom, Produk BW: Rp 10.000/mmkolom, Spot Colour: Rp20.000/mmkolom, Display: Rp 10.000/mmkolom, Sosial BW: Rp 8.000/mmkolom, Sosial FC: Rp 15.000/mmkolom, Iklan Mini(Max 1kolom X50mm) Rp 100.000/1 kali muat, Iklan Baris: Rp 10.000/baris Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com


SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

01. Man. City 02. Man. United 03. Newcastle 04. Chelsea 05.Tottenham 06. Liverpool 07. Arsenal 08. Norwich 09. Stoke City 10. Queens PR 11.Aston Villa 12 West Brom 13 Everton 14.Sunderland 15.Swansea 16.Wolverhampton 17.Fulham 18.Bolton 19.Wigan Athletic 20.Blackburn

10 10 10 10 9 10 10 10 10 10 10 10 9 10 10 10 10 10 10 10

9 7 6 6 6 5 5 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 1 1

1 2 4 1 1 3 1 4 3 3 6 2 1 4 3 2 4 0 2 3

0 1 0 3 2 2 4 3 4 4 2 5 5 4 4 6 4 8 7 6

(36-8) (27-12) (15-8) (23-15) (18-14) (14-10) (20-21) (14-15) (8-13) (7-17) (13-13) (9-13) (10-13) (13-10) (11-15) (9-17) (13-12) (13-27) (6-17) (13-23)

28 23 22 19 19 18 16 13 12 12 12 11 10 10 12 8 10 6 5 6

Jadwal Pertandingan Sabtu, 5 November 2011 Newcastle Vs Everton 19.45 WIB (Global TV) Arsenal Vs West Bromwich 22.00 WIB Aston Villa Vs Norwich C 22.00 WIB Blackburn R Vs Chelsea 22.00 WIB (MNC TV) Liverpool Vs Swansea 22.00 WIB Manc. United Vs Sunderland22.00 WIB (Global TV) Minggu, 6 November 2011 Queen PR.Vs Manc. City 00.30 WIB (MNC TV) Wolverhampton Vs Wigan 20.30 WIB (Global TV) Bolton W Vs Stoke City 22.00 WIB

01 Juventus 02 Udinese 03 Lazio 04 AC Milan 05 Napoli 06 Catania 07 Siena 08 Cagliari 09 Palermo 10 Parma 11 Fiorentina 12 Genoa 13 AS Roma 14 Bologna 15 Atalanta 16 Chievo 17 Inter Milan 18 Novara 19 Lecce 20 Cesena

9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9

5 5 5 5 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 2 2 1 1 0

4 3 3 2 2 5 4 4 1 0 3 3 2 1 3 3 2 4 2 3

0 1 1 2 3 1 2 2 4 5 3 3 4 5 2 4 5 4 6 6

(15-7) (11-3) (12-8) (19-14) (13-7) (12-12) (11-6) (9-9) (11-11) (12-17) (10-8) (13-12) (11-11) (8-13) (12-12) (7-11) (11-16) (12-17) (7-16) (3-12)

19 18 18 17 14 14 13 13 13 12 12 12 11 10 9 9 8 7 5 3

Jadwl Pertandingan Minggu, 6 November 2011 Palermo Vs Bologna Novara Vs AS Roma Genoa Vs Inter Milan AC Milan Vs Catania Atalanta Vs Cagliari Cesena Vs Lecce Chievo Vs Fiorentina Lazio Vs Parma Udinese Vs Siena

00.00 WIB 02.45 WIB 18.30 WIB 21..00 WIB 21.00 WIB 21.00 WIB 21.00 WIB 21.00 WIB 21.00 WIB

(Indosiar)

Senin, 7 November 2011 Napoli Vs Juventus 02.45 WIB

01. Madrid 02. Barcelona 03. Levante 04. Valencia 05. Sevilla 06. Malaga 07. Espanyol 08. Real Betis 09. Osasuna 10. Bilbao 11. Atletico 12.Vallecano 13. Villarreal 14. Zaragoza 15. Mallorca 16. Sociedad 17. Gijon 18. Granada 19. Getafe 20. Santander

10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10

1 0 1 1 1 4 5 5 2 3 3 4 4 5 5 6 6 6 5 5

(32-6) (32-4) (17-7) (15-7) (11-8) (12-14) (8-13) (11-14) (13-17) (17-12) (12-11) (10-13) (9-17) (12-20) (6-15) (8-14) (8-14) (4-12) (7-13) (9-13)

Jadwal Pertandingan Minggu, 6 November 2011 Mallorca Vs Sevilla 00.00 WIB Real Betis Vs Malaga 02.00 WIB Levante Vs Valencia 04.00 WIB Real Madrid Vs Osasuna18.00 WIB Granada Vs Santender 22.00 WIB Zaragoza Vs Gijon 22.00 WIB

(TV One) (TV One) (TV One) (TV One)

Senin, 7 November Espanyol VS Villareal Vallecano Vs Sociedad Bilbao Vs Barcelona Getafe Vs Atl. Madrid

8 7 7 6 4 5 5 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 1 0

1 3 2 3 5 1 0 0 5 4 4 3 4 3 3 2 2 2 4 5

2011 00.00 WIB (TV One) 00.00 WIB 02.00 WIB (TV One) 04.00 WIB (TV One)

25 24 23 21 17 16 15 15 14 13 13 12 10 9 9 9 8 8 7 5

BLACKBURN ROVERS VS CHELSEA

The Blues Berupaya Bangkit LONDON, HALUAN — Chelsea tengah terpuruk setelah menelan dua kekalahan beruntun. The Blues akan berupaya untuk bangkit dengan meraih kemenangan kala bertandang ke markas Blackburn Rovers.

Di Ewood Park, Sabtu (5/11/ 2011) malam WIB, Chelsea akan menyambangi Blackburn. Hanya kemenangan yang diincar oleh anak asuhan Andre Villas-Boas itu. Tiga angka yang diperoleh akan menjaga kans untuk tetap berada di dalam perburuan gelar juara bersama para rival sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim pasca kalah menyakitkan dari Arsenal pada akhir pekan lalu. Tidak hanya itu saja, kemenangan akan memberikan modal buat John Terry dkk. untuk melakoni laga berat dengan menjamu Liverpool di Stamford Bridge dua pekan lagi. Secara statistik, Blackburn

bukan tandingan Chelsea. Dalam 10 pertemuan terakhirnya, Chelsea memenangi tujuh kali di antaranya, dua kali seri dan cuma sekali kalah, itu pun terjadi di Piala Carling yang mana "Si Biru" kalah lewat adu penalti dua tahun lalu. Sedangkan dalam dua pertandingan terakhirnya di kandang lawan, Chelsea juga belum pernah kalah. Pertemuan terakhirnya, The Rovers dipermalukan 1-2 setelah gol Benjani Mwaruwari dibalas dua gol dari Nicolas Anelka dan Branislav Ivanovic. Namun, walau punya rekor apik, Chelsea selayaknya tetap waspada. Blackburn kini sedang berjuang untuk mentas dari zona degradasi sehingga tentu saja Michel Salgado dkk. akan berjuang sangat keras untuk memperoleh nilai. Performa Chelsea kini sedang mengalami penurunan. Meski demikian, Andre Villas-Boas masih percaya diri timnya akan segera kembali ke jalur kemenangan. The Blues saat ini sedang dalam situasi yang tak terlalu bagus. Dalam empat pertandingan terakhir mereka hanya meraih satu kemenangan.

Terakhir Frank Lampard dkk. hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Genk di matchday 4 Liga Champions tengah pekan ini. Tak kunjung meraih hasil positif, Villas-Boas tak kehilangan rasa percaya dirinya. Ia yakin timnya punya semangat untuk melewati periode negatif ini. "Ketika sesuatu tidak berjalan dengan cara kami, kami tidak bisa senang dengan apa yang sedang terjadi," ujar pelatih asal Portugal ini seperti dikutip oleh Sky Sports. "Minggu ini yang telah berlalu, dan hasil yang kami peroleh, tidak mengurangi kepercayaan diri kami," imbuh Villas-Boas. "Ada semangat yang positif dalam tim. Ada momentum negatif yang sedang kami lewati," tambahnya. Sadar tuntutan pada klub sebesar Chelsea adalah memenangi gelar, Villas-Boas menyatakan keinginannya untuk segera kembali ke jalur kemenangan. Terlebih pemilik Chelsea, Roman Abramovich masih memberikan dukungan padanya. "Saat ini, dia (Abramovich) baik," tutur pelatih 34 tahun ini. "Kami tidak menghindari kewa-

jiban untuk memenangi gelar. Kami ingin menang sesegera mungkin," tutupnya. Di saat yang bersamaan Arsenal menjamu West Bromwich Albion. Setelah memenangi Derby London kontra Chelsea, The Gunners tengah berada di puncak performa sehingga niscaya tak sulit untuk mengalahkan lawannya itu. Namun perlu diingat bahwa West Brom terbukti bukan tim yang mudah dikalahkan oleh tim arahan Arsene Wenger ini. Dalam dua pertandingan terakhir di Emirates, Arsenal kalah sekali dan menang sekali. Sementara di Merseyside, Liverpool akan kedatangan tim promosi, Swansea City. Laga itu akan menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak awal tahun 1990. Liverpool butuh melanjutkan hasil bagus untuk menjaga peluang kembali ke big four. Masih di waktu yang sama, sang juara bertahan, Manchester United bakal menjamu Sunderland di Old Trafford. Tidak ada pilihan bagi Wayne Rooney dkk. selain memenangkan pertandingan demi menjaga jarak dengan Manchester

City di pucuk klasemen. Namun The Black Cats nyatanya cukup sulit dikalahkan oleh The Red Devils. Di lima pertemuan terakhirnya di kandang sendiri, MU menang tiga kali dan dua di antaranya seri. Kemenangan terakhir MU terjadi pada akhir tahun lalu dengan skor 2-0. Memainkan partai berikutnya, City akan berkunjung ke Loftus Road untuk melawn Queens Park Rangers (QPR). Melihat performa meyakinkan yang ditunjukkan mereka, The Citizens layak untuk membawa poin penuh. Akan tetapi, QPR pastinya tidak akan menyerah. Kemenangan positif atas Chelsea beberapa pekan lalu akan memberikan motivasi ekstra buat anak asuh Neil Warnock ini untuk menyulitkan tim besar seperti City. Pertandingan cukup tricky justru dialami oleh Tottenham Hotspur yang akan berhadapan dengan Fulham di Craven Cottage. Di kandang sendiri, Fulham pernah menghancurkan Spurs 4-0 di ajang Piala FA musim lalu meskipun Spurs mempermalukan mereka 12 di pertemuan sebelumnya. (net)

Juve Diintai Tiga Tim JAKARTA, HALUAN — Juventus adalah satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Seri A. Di giornata 10, usaha Bianconeri menjaga catatan tak terkalahkan itu akan berbaur dengan upaya bertahan di pucuk klasemen. Sampai dengan giornata 9, Juve bercokol di pucuk klasemen Seri A dengan poin 19 berkat lima kemenangan dan empat hasil imbang. Dalam lajunya itu Juve di antaranya sudah sukses menunukkan dua tim tangguh, AC Milan dan Inter Milan. Milan sang juara bertahan dipukul 20 pada giornata 5 dan pada giornata 9 lalu giliran Inter yang dibekuk di Giuseppe Meazza 1-2. Pada giornata 10, ujian tak kalah berat menunggu si 'Nyonya Tua'; Napoli menanti di Stadio San Paolo, Senin (7/11/2011) dinihari WIB. Napoli, yang finis ketiga di Seri A

musim lalu, memang sedang menjalani laju buruk setelah mencicipi dua kekalahan beruntun--dari Catania di Seri A dan dari Bayern Munich di Liga Champions--tetapi

Juve tak boleh meremehkan lawannya itu. Faktanya, Juve memang belum pernah bisa menundukkan Napoli lagi di kancah Seri A, sejak menang 1-0 lewat gol Claudio Marchisio pada 1 Maret 2009--pada 14 Januari 2010, Juve pernah melibas Napoli

3-0, tapi itu terjadi di Coppa Italia. Jika Juve tersandung, Udinese, Lazio dan Milan, yang berada di bawahnya siap memanfaatkan peluang. Udinese, yang menempati posisi dua dengan selisih satu poin dari Juve, akan berusaha bangkit pasca kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid di Liga Europa, Jumat (4/11/2011) dinihari, dengan menghadapi Siena. Lazio, yang menempati posisi tiga dengan poin setara Udinese, akan berusaha menjaga laju positif, usai menang 3-0 atas Cagliari di Seri A dan 1-0 atas FC Zurich di Liga Europa, tatkala menjamu Parma. Milan sementara itu, akan diuji Catania setelah sebelumnya mencatatkan empat kemenangan beruntun pasca kekalahan atas Juve. Milan kini menghuni posisi empat dengan poin 17.(net)

Christiano Ronaldo Gol ke 100 di El Real LYON—Cristiano Ronaldo menorehkan sebuah catatan brilian bersama Real Madrid. Pada laga melawan Olympique Lyon di Liga Champions, ia mencetak gol ke-100 bersama Madrid. Pada laga yang berlangsung di Stade de Gerland tersebut, Ronaldo mencetak dua gol dan Madrid menang 2-0 tanpa balas berkat golgol darinya. Kedua gol CR7 datang dari bola mati, satu berasal dari tendangan bebas sementara yang lainnya dari tendangan penalti. Hebatnya, catatan 100 gol itu diciptakan Ronaldo hanya dalam rentang 105 pertandingan saja. "Setiap gol adalah spesial. Yang membuatnya lebih spesial lagi adalah jika gol itu bisa membantu tim menang," ujar Ronaldo seperti dilansir Eurosport. "Itulah yang ingin saya lakukan di setiap pertandingan. Saya bahagia untuk tim dan bahagia untuk gol yang saya cetak juga," lanjutnya. (net)


6 OLAHRAGA

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Wim Tekankan Permainan Kombinasi Pemain Timnas

Aceh Kirim Pesepakbola Muda ke Paraguay BANDA ACEH, HALUAN — Pemerintah Aceh berencana mengirimkan atlet sepak bola remaja yang akan direkrut dalam sebuah tim dan di sekolahkan di Paraguay pada 2012. "Rencana merekrut lagi remaja untuk di sekolahkan dan dilatih sepak bola ke Paraguay itu sudah ada, namun semuanya tergantung pada situasi dan kondisinya ke depan," kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Jumat. Hal itu disampaikan seusai kegiatan penyambutan dan "peusijuk" (tepungtawari) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN) Azwar Abubakar. Saat ini, kata dia, terdapat sebanyak 18 pemain sepak bola usia remaja asal Aceh mengecap pendidikan selama tiga tahun di Paraguay. Mereka dijadwalkan kembali ke tanah air November 2011. "Kalau rencana pengiriman itu terealisasi 2012, maka Aceh telah memiliki tim tangguh sepak bola yang diharapkan mampu mengukir prestasi tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional," kata Irwandi Yusuf. Ia menyebutkan, program rencana pengiriman kembali tim sepak bola remaja ke Paraguay nanti tentunya akan berbeda teknis rekrutmen dari sebelumnya. "Artinya, ke depan kami akan menyeleksi di Aceh selama enam bulan sebelum diberangkatkan ke Paraguay. Hal itu bertujuan agar calon pemain yang akan dikirim benar-benar bibit berkualitas," kata dia menjelaskan. Selain itu, Gubernur menambahkan, pihaknya berencana agar pengiriman calon pemain "timnas" Aceh yang akan di sekolahkan di Paraguay tersebut benarbenar berpotensial dan bebas dari unsur KKN. Jadi, ujarnya, persiapan untuk sebuah tim yang solid dan potensial itu harus berdasarkan seleksi ketat sejak sebelum mereka diberangkatkan. "Mereka yang dikirim itu benar-benar aset berkualitas dan tidak mengecewakan," tambah Gubernur Irwandi Yusuf. Sementara itu, informasi berkembang menyebutkan sebanyak 18 remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama tiga tahun di Paraguay, dijadwalkan tiba di Aceh pada 9 November 2011.(ant)

SOLO, HALUAN — Pelatih Kepala Tim Nasional Senior Indonesia Wim Rijsbergen memberikan materi latihan dengan menekankan permainan kombinasi antarpemain di pemusatan latihan Stadion Manahan Solo, Jumat. "Materi pemain timnas Jumat ini, ditekankan pada permainan kombinasi pemain kepada Bambang Pamungkas dan kawankawan," kata Wim usai latihan di Stadion Manahan Solo. Pelatih Wim mencoba melakukan kombinasi pemain lini depan antara Christian Gonzales dengan Greg Nwokolo dan Boaz Solossa dengan Bambang Pamungkas. Menurut Wim, kombinasi pemain depan tersebut untuk menentukan pemain yang akan diturunkan menghadapi kesebelasan Qatar, pada 11 November 2011 di Doha. Namun, kata dia, hingga sekarang timnas secara detail belum dapat menentukan formasi dari 11 pemain yang siap diturunkan melawan Qatar. Menurut Wim, materi latihan hari ini, melakukan uji coba

pertandingan 11 pemain melawan 11 pemain. Hal itu, untuk mencari dan menentukan kombinasi dari pemain depan, tengah, dan belakang. "Kondisi pemain selama ini tidak masalah karena pemain menunjukan kapasitas dan kemampuan yang terbaiknya," katanya. Menurut dia, khusus menghadapi Qatar, timnas belum ada komposisi yang terbaik karena masih akan ada pemain yang masuk bergabung. "Kondisi performa pemain latihan hari ini sudah maksimal untuk bermain," kata Wim. Wim menjelaskan, dirinya memang akan membawa timnas ke bentuk gaya permainan seperti klub Barcelona. Latihan memang akan mengarah ke sana. Permainan 'ball position' dan pergerakan pemain tanpa bola

Sriwijaya FC Akan Ikuti Kompetisi Resmi PSSI

SKUAT Sriwijaya FC musim lalu PALEMBANG, HALUAN — Sriwijaya Football Club (SFC) akan mengikuti kompetisi resmi PSSI yang tetap menjalankan statuta FIFA, kata Pembina SFC, H Alex Noerdin. "Sriwijaya FC akan mengikuti kompetisi resmi yang digelar oleh PSSI. Tapi, tentunya kompetisi yang sesuai dengan statuta FIFA," ujar Alex, di Palembang, Jumat. Meskipun telah memberikan pernyataan, tapi Alex tidak menyebutkan bahwa kompetisi

yang dimaksud itu merupakan Liga Primer/Prima Indonesia (LPI). "Saya serahkan semuanya kepada manajemen klub, karena mereka yang mengurus SFC selama ini," ujar dia. Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin mengatakan, hingga kini manajemen klub belum mendaftarkan diri untuk bergabung dengan LPI sebagai kompetisi resmi PSSI.

"SFC belum mengambil keputusan karena masih menunggu instruksi Presiden Klub H Dodi Reza Alex, serta dewan pembina. Rencananya akan digelar rapat RUPS PT SOM selaku menajamen SFC," ujar dia. Menurut dia, sementara ini SFC masih tetap memegang komitmen bersama 13 klub lainnya yang tergabung dalam Kelompok 14, untuk menolak bergabung dengan LPI karena menilai telah terjadi pelanggaran statuta FIFA. Kelompok 14 mulai memikirkan alternatif lain, yakni dengan mengikuti Liga Super Indonesia sebagai kompetisi

yang eksis dalam tiga musim terakhir. "Sejauh ini kami masih berada di kubu 14 dan belum mendaftarkan diri ke LPI," ujar dia pula. Hendri mengungkapkan, SFC masih menyoroti keputusan PSSI yang memasukkan 6 klub tambahan tanpa melalui prosedur dan aturan berkompetisi, sehingga mendapatkan protes dari 18 klub peserta. "Kondisi inilah yang dinilai Hendri bersama kubu 14, tidak sesuai statuta FIFA. Kami berharap PSSI mau kembali ke jalan yang benar," kata dia.(ant)

nggak sempat baca

klik kami di www.harianhaluan.com

LOWONGAN GELOMBANG KE DUA Perusahaan Perkebunan yang terbesar di Daerah PekanBaru, Jambi serta Palembang , membutuhkan tenaga survey pemetaan untuk ditempatkan Di Wilayah Kepulauan Riau , Jambi, Sumatera selatan , melalui TOPOGRAPHY TRAINING CENTRE BUKITTINGGI, jika anda yang kami cari, memiliki kepribadian yang menarik, ramah, energik, berkomitmen serta semangat kerja yang tinggi.Mari bergabung untuk posisi:

1.PLANNING SURVEY 2.WATER MANAJEMENT Persyaratan Umum: 1. Melampirkan copy Ijazah terakhir 1 lembar 2.Wanita / Pria umur 18 ~ 27 Tahun 3. Pendidikan Min SLTA sederajat 4.Pengalaman Tidak diperlukan 5.Bagi yang lulus seleksi akan diadakan pelatihan selama 2 bulan di Topography Training Centre Bukittinggi 6.Diutamakan bagi warga yang kurang mampu dibuktikan dengan surat keterangan 7.Pas foto warna 3 x 4 sebanyak 4 lembar 8.Foto copy KTP 9.Foto copy KartuKeluarga

Lamaran diantar langsung pada hari kerja dari tanggal 24 Oktober 2011 ke Topography Training Centre Jalan Veteran No.202 Jirek, Bukittinggi Telp. ( 0752.33891 ) Layanan SMS ( 0813 6311 6527 )

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : CANON NP 6050 CANON IR 5000 CANON IR 6000 CANON IR 5020 CANON IR 6020 CANON IR 8500 CANON IR 6570 CANON IR 2200 CANON IR 3300 CANON IR 8500 = Rp.

28 juta

BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

ANTARA

LATIHAN TIMNAS - Sejumlah pemain timnas melakukan latihan menghadapi Pra Piala Dunia di Stadion Manahan, Solo, Jumat (4/11). diperagakan. "Materi bola sentuhan satu dua kali oleh pemain diperagakan itu mengarah permainan Barcelona," kata Wim. Menyinggung timnas melawan Qatar merupakan pertandingan terakhir bagi pelatih

asal Belanda tersebut, kata Wim, karena hal itu menentukan perkembangan Tim Indonesia bisa dikatakan bagus atau tidak. Apakah hal tersebut akan memengaruhi jabatan Wim sebagai pelatih, jika tim

PSSI gagal, kata dia, dirinya tidak peduli dengan hal tersebut. "Saya melatih timnas tidak dalam tekanan. Jika Indonesia ingin memajukan timnya harus sesuai program seperti ini," kata Wim.(ant)

Aturan Kejuaraan Antarkecamatan Direvisi

PADANG, HALUAN –— Jelang menggelar turnamen PSP antar kecamatan se kota Padang , panitia pelaksana mengadakan rapat membahas beberapa perubahan pada Jumat (4/11) di Sekretariat PSP Padang Komplek GOR Haji Agus Salim. Perubahan yang dibahas yakni, pemain yang akan ikut dalam kejuaraan sepakbola antar kecamatan, merupakan kelahiran 1990 sampai tahun 1992. Sebelumnya dalam aturan pemain yang akan berpartisipasi kelahiran 1991-1992. Marianto panitia pemandu bakat dan pengesahan pemain mengatakan perubahan aturan ini dilakukan karena beberapa

kecamatan menyampaikan keluhan bahwa mereka kesulitan mendapatkan pemain berkualitas dari tahun 19911992 tersebut. “Kita menerima masukan dari beberapa kecamatan yang mengatakan sebaiknya aturan pemain dirobah,” ujarnya. Sementara itu Pembina Kejuaraan Sepakbola antar kecamatan Nofiardi menyetujui perubahan pemain tersebut, menurutnya, pemain kelahiran tahun 1991-1992 diprioritaskan untuk menghadapi Porprov XII di Kabupaten Lima Puluh Kota. Nofiardi menambahkan, jika pelaksanaan kejuaraan ini berjalan dengan lancar, tentu

akan menjadi agenda tahunan. Karena dengan banyaknya kejuaraan, bakat pemain muda akan terlihat. Hal senada dikatakan, wakil Ketua Panitia Edityawarman mengatakan turnamen ini bukan sekedar seremonial belaka, namun juga mencetak sejarah dan melahirkan karya baru dalam pesepakbolaan Kota Padang. Editiawarman mengatakan ada sedikit perubahan dalam memberikan surat pernyataan. Pihaknya menyampaikan surat pernyataan keikutsertaan kecamatan yang semula diserahkan 5 November karena lebaran diundur menjadi 7 November mendatang. (h/rio)


OLAHRAGA 7

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Pertanyaan: Saya seorang calon ibu yang sedang mengandung 2 bulan. Olahraga favorit saya adalah renang dan biasanya saya lakukan dua minggu sekali. Apakah aktifitas renang berbahaya bagi janin bayi secara umum? Gaya renang yang bagaimana yang cocok bagi saya. Tolong informasinya lebih lanjut. Thanks GSC Sri – Padang 0888 6776 XXXX Jawaban : Banyak manfaat yang bisa didapat oleh ibu hamil dari olahraga renang. Agar lebih maksimal, tetap lakukan aktifitas renang selama proses kehamilan dan gaya renang yang dianjurkan bagi ibu hamil adalah gaya dada, bebas dan punggung. G Sports Center (GSC) memiliki instruktur renang yang telah bersertifikat dalam pengarahan ibu hamil selama proses renang. Instruktur GSC menganjurkan teknik renang yang baik selama proses kehamilan adalah sebagai berikut: Gaya dada · Termasuk dasar dalam berenang, tidak perlu banyak tenaga dan gerakan berlebihan di pinggang dan perut · Lakukan pelan-pelan. Hati-hati saat melakukan gerakan kaki menendang, jangan disentak atau terlalu kuat menendang kea rah belakang · Luncurkan gaya dada membuat posisi tubuh anda streamline (lurus di permukaan air). Ini meringankan ketegangan di punggung akibat perut membesar · Ambil napas saat mengangkat kepala, lalu buang napas saat meluncur di dalam air, membantu melatih pernapasan saat bersalin kelak · Gerakan kaki berirama untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi kaki bengkak akibat peredaran darah yang kurang lancer · Gerakan tangan mengayuh, melatih otot tangan dan melenturkan otot yang kaku Gaya bebas · Aman, sebab gerakannya pelan dan tidak memerlukan tenaga berlebihan di pinggan dan perut · Gerakan kaki disesuaikan kekuatannya, jangan terlalu dihentak atau terlalu cepat · Gerakan tangan yang memutar satu per satu bergantian, membantu menguatkan oto tangan, bahu dan punggung, sehingga anda siap mengatasi pertambahan bobot saat proses kehamilan berlangsung · Pengaturan napas juga sangat membantu melatih pernapasan, agar siap menghadapi persalinan normal Gaya punggung · Tidak dianjurkan jika anda belum meguasai teknik dasar secara benar. Apabila anda yakin dengan gaya ini maka silahkan dilakukan · Lakukan di pertengahan trisemester 2 sampai trisemester 3, untuk mengatasi pengaruh pertambahan bobot perut terhadap bagian tubuh yang lain. · Posisi terlentang di atas permukaan, membuat tubuh anda relaks · Gerakan tangan bergantian memutar ke belakang, melatih otot-otot lemah di daerah tangan, bahu dan punggung · Gerakan kaki disesuaikan dengan kemampuan, tidak terlalu cepat dan tidak memakai berlebihan. Gerakan kaki gaya punggung sama seperti gaya bebas Gaya kupu-kupu · Hindari gaya kupu-kupu, sebab banyak hentakan tenaga yang menggunakan daerah pinggang dan pinggul. · Juga banyak menguras tenaga otot perut ketika mengangkat badan untuk mengambil napas. · Keseluruhan gerakan ini akan dikhawatirkan berakibat kurang baik terhadap perkembangan janin secara khusus · Sebaiknya, tanya kepada dokter kandungan apabila anda ingin tetap melakukan gerakan ini untuk mengetahui sejauh mana kekuatan rahim dan kondisi janin agar tetap termonitor secara baik Selamat mencoba!!!

Punya pertanyaan Terkait Olahraga, Kirimkan Pertanyaan Anda melalui SMS ke 0878-95-144409

PADANG, HALUAN — Sebanyak 12 peboling disiapkan Pengurus Provinsi Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumatera Barat untuk menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII-2012 di Pekanbaru, Riau, 11 17 Desember 2011.

"Ada 12 peboling yang terdiri atas enam putra dan enam putri untuk dipersiapkan menghadapi kejurnas pra PON di Pekanbaru," kata Pelatih Tim Boling Sumbar Jasman Heri di Padang, Jumat. Ia menyebutkan, peboling putra yang saat ini menjalani pemusatan latihan tersebut yakni, Udrizal, Edy Suryanto, Arizal Arif, Afrial, Agusri, dan Jaka Darmawan. Sementara itu, untuk putri yakni, Delviati, Zulfidarni, Ivo Silvana, Yasmaini Yasin, Yetriwati, serta Suharlis. Lebih lanjut Jasman mengatakan, dalam babak kualifikasi tersebut akan memperebutkan 10 medali emas dari lima nomor yang dipertandingkan, yakni tunggal, Ganda, tim-3, all event, dan kelas master Ia menambahkan, selain menjalani pemusatan latihan, persiapan yang saat ini dijalani peboling Sumbar juga meliputi taktik dan

strategi bertanding serta membangun mental saat menjalani pertandingan. Selain itu, menjalani latihan di Padang, tim Sumbar juga menggelar latihan ditempat pelaksanaan ajang kualifikasi tersebut yakni di Lintasan 88 Hokki Bowling Center di Pe-

kanbaru, Riau. Latihan di lintasan tersebut katanya, hal yang sangat penting, karena selain tempat pelaksanaan kejurnas pra PON, juga lintasan tersebut merupakan lintasan sintetis, dan butuh penyesuain saat pertandingan nantinya. "Selama ini, Tim Boling Sumbar

hanya menggunakan lintasan dari kayu, jadi butuh penyesuain bagi atlet karena saat pertandingan lintasan yang digunakan terbuat dari bahan sintetis," katanya. Ia menambahkan, dalam menghadapi ajang tersebut, lawan terberat yang akan dihadapi tim ranah minang yakni peboling dari

DKI Jakarta dan Jawa Barat, yang selama ini atletnya juga masuk dalam Tim Merah Putih untuk SEA Games 2011. Namun katanya, dengan segala persiapan yang matang saat ini diharapkan, kontingen Sumbar mampu meloloskan atletnya sebanyak mungkin di PON 2012.(ant)

Waketum KONI Sambut Rencana G Sports Centre

PADANG, HALUAN — Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar bidang Pembinaan Prestasi Ardianto menyambut baik rencana pembangunan hall bulutangkis berstandar internasional oleh investor karena banyak sarana untuk pengembangan olahraga ini yang rusak akibat gempa. Hal ini dikatakannya ketika dimintai tanggapan oleh Haluan terkait rencana manajemen G Sports Centre membangun fasilitas olahraga yang lengkap,

termasul hall bulutangkis. Menurut Ardianto, pihaknya mengaku atlet bulutangkis Sumbar yang kesulitan mencari tempat untuk sarana berlatih. Kalaupun ada, itu harus disewa. “Atlet memang butuh lapangan berstandar internasional agar bisa beradaptasi dengan sebuah kompetisi, baik nasional maupun internasional,”katanya yang dihubungi melalui telepon. Ia juga berharap agar kerjasama dengan G Sports Center bisa

ditindaklanjuti dengan baik. Terpisah, GA Manager G Sports Center Heppis Wendry mengakui, adanya pembicaraan dengan KONI Sumbar tentang rencana penggunaan fasilitas latihan untuk atlit badminton. Karena G Sports Center memiliki lapangan badminton yang menggunakan Gerflor Taraflex yang merupakan standar BWF (Badminton World Federation) yang memiliki 3 lapangan yang terletak di lantai dua. Gerflor Taraflex adalah

material permukaan lapangan yang terbuat dari karet keras, namun elastic, dengan ketebalan 5 sampai 7 millimeter. Material ini di impot langsung oleh G Sports Center dari Prancis. “Lapangan yang kita miliki sama persis seperti lapangan badminton untuk kejuaraan dunia. Kita sengaja mengambil konsep yang sama agar yang berlatih di lapangan G Sports Center ini dapat merasakan bermain di lapangan yang sudah berstandar BWF. Dan untuk jam

operasionalnya setiap hari dari pukul 7 pagi hingga pukul 1 dini hari. Di sini kita juga meminjamkan raket badminton secara gratis dan untu setiap kali transaksinya akan mendapatkan 1 buah shuttlecock. Untuk pembelian shuttlecock tambahan bisa dibeli di G Pro Shop dengan berbagai merek terkenal” jelasnya seraya menyebut G Sports Center juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang lain dengan standar internasional pula. (h/win)

Politeknik Gelar Kejuaraan Pencak Silat

PADANG, HALUAN — Politeknik Negeri Padang gelar kejuaraan pencak silat se Sumatera pada Pekan Kreativitas Mahasiswa yang dihelat mulai Senin 15 hingga Jumat 19 November mendatang. Pada kegiatan yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali ini, selain kejuaraan pencak silat antar mahasiswa, Politeknik juga menggelar antar SMA se Sumbar. Hal ini sekaligus dimak-

sudkan untuk promosi, kepada SMA-SMA Sumatera Barat. Sedikitnya ada 50 Perguruan Tinggi di Sumatera serta 70 SMA Sumbar diundang oleh PNP untuk menyemarakkan acara tersebut. Diungkapkan Effendi Rasyd asisten Pembantu Direktur III Politeknik Negeri Padang, kejuaraan ini digelar sekaligus untuk persiapan atlet PNP jelang menghadapi Pekan Olahraga

dan Seni Mahasiswa Indonesia (Porsemi) yang akan dihelat di Palembang 2012. “Kami sudah mendapat izin dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk menggelar kejuaraan ini. Disamping itu PB IPSI juga bersedia untuk memberikan piala untuk masing-masing juara,” terangnya. Pembina Pencak Silat Politeknik ini menambahkan, pada

kejuaraan tersebut akan dipertandingkan sembilan nomor (dari AI) untuk putra, dan tujuh nomor (dari A-G) untuk putri. PNP juga bekerja sama dengan Pengprov IPSI Sumbar dalam menyediakan wasit, juri, serta kesehatan. “Sistem penilaian, kami memakai sistem perhitungan secara digital yang dibuat sendiri oleh empat mahasiswa semester lima Politeknik jurusan Elektronika yang juga tergabung

dalam tim Robotik PNP. Namun saat ini kami masih terkendala dengan penyelesaian alat tersebut. Mudah-mudahan sebelum kejuaraan dimulai alat tersebut telah selesai,” lanjutnya. Kejuaraan ini sendiri akan digelar selama tiga hari yakni pada 15, 16, 17 November mendatang, yang akan dihelat di dua gelanggang gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Politeknik Negeri Padang. (h/rio)

XXVI Ayo SEA GamesIndonesia

Medali Emas Dihargai Rp200 Juta

JAKARTA, HALUAN — Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, pemerintah menyiapkan bonus Rp200 juta bagi atlet peraih emas dalam ajang SEA Games ke26, Rp50 juta untuk peraih perak dan Rp30 juta untuk perunggu. "Dan bonus ini utuh, tidak dibagi-bagi. Misalnya untuk bulu tangkis tunggal dapat Rp200 juta, maka pemain dobel juga masingmasing Rp200 juta, bukan Rp200 juta di bagi dua," katanya seusai acara penerimaan obor api SEA Games di halaman Istana Wapres,

Jakarta. Ia menambahkan, diharapkan dengan bonus yang disamaratakan tersebut mampu memicu dan merangsang para atlet SEA Games untuk mampu menyumbangkan meas dalam ajang bergengsi negara-negara ASEAN tersebut. Ia mengatakan, target SEA Games kali ini sebagai juara umum. Sedangkan untuk emas dia mengharapkan mampu meraih 25 persen atau lebih dari seluruh cabang olahraga yang diselenggarakan. Menurut dia,

persiapan Indonesia saat ini telah matang. Seluruh arena penyelenggaraan, menurut dia, juga telah siap, begitu pula dengan para atlet yang akan bertanding. Ia menambahkan, pada pembukaan SEA Games yang akan diselenggarakan di Jakabaring, Palembang, akan dihadiri langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara itu, Wakil Presiden Boediono dalam pesannya saat melepas para atlet SEA Games ke-26, Jumat, mengingatkan,

. . AAM ALZUNAZ ANUGRAH MANDIRI

INOVATED TECHNOLOGIES

THE RIGHT PIPE FOR YOUR BUILDING

Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada SEA Games ke-10 pada 1979, SEA Games ke-15 pada 1987 dan SEA Games ke19 pada 1997 dan ketiganya menjadi juara umum. Untuk itu, Wapres meminta agar para talet mampu mempersembahkan prestasi tertingginya untuk kejayaan negara. Sementara itu, pada SEA Games ke-26 di Indonesia kali ini yang dijadwalkan dibuka pada 11 November dan berakhir pada 22 November mendatang, akan diselenggarakan di dua tempat yaitu Palembang, Sumatera

Selatan, sebagai tempat pembukaan dan Jakarta untuk pertandingan beberapa cabang olahraga. SEA Games kali ini akan mempertandingkan 44 cabang olahraga dan memperebutkan 542 medali emas. Tahun ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah yang keempat kalinya dalam ajang dua tahunan pertandingan olah raga antarnegaranegara ASEAN tersebut. Indonesia kali ini mengikutsertakan 1.058 atlet diberbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.(ant)

PT. ALZUNAZ ANUGRAH MANDIRI Jl. Veteran No. 98 Padang 25115 Telp. 0751 - 811 687 Fax. 0751 - 241 52 e-mail : alzunaz_anugrahmandiri@yahoo.co.id

PIPA STERIL

COLLEGE

LANGSUNG BEKERJA DI HOTEL BINTANG 5 MALAYSIA

PROGRAM SINGKAT 1-3 bulan tamat langsung bekerja di Hotel Bintang 5 di Malaysia dengan gaji standar Luar Negeri.

Jl. Nipah No.10 Telp. 0751-28685 / 7841709 / 8500258 Hp. 081363500284

EAST WEST

LET'S GO !!! BERGABUNG DENGAN EWC (East West College) Lembaga Pendidikan Perhotelan di Negeri 9 Malaysia

HOT AND COLD WATER SYSTEM MADE IN ITALY

Hubungi Kantor Pemasaran Kami:

E .W

NGGAK LULUS UMPTN !? ANDA NGGAK PERLU PUTUS ASA.. SIAPAPUN ANDA... BELUM BEKERJA...

TO DI P E BR Li & R R ng am O A ku a PAND ng h an

Pertanyaan 1 SALAM olahraga! Sebelum futsal berkembang seperti saat ini, kita pernah mendengar sepakbola pantai dan sudah ada kejuaraan resminya. Pertanyaan saya apakah futsal itu sepakbola pantai yang dipindahkan ke dalam ruangan? Trim’s Saryoni – Padang Panjang 0813 7468 XXXX Jawaban 1 Sepakbola pantai pada dasarnya terinspirasi dari sepakbola acrobat yang dilakukan di pantai Brazil, dengan Peraturan Baku Sepakbola Pantai dibuat pada tahun 1992. Penggunaan lapangan dengan pasir yang lembut dengan teknik sepakbola tingkat tinggi, dengan kebanyakan bola melambung di udara sepanjang permainan dan setiap pemain bermain sampai limit kemampuan terbaik mereka dalam permainan teknik individu-biasanya banyak terjadi atraksi tendangan salto dan sundulan terbang. Yang paling menarik adalah suasana pertandingan di dalam dan luar lapangan, terutama pada saat istirahat ketika musik dan hiburan tari dimainkan untuk menghibur para pemain dan penonton dengan segala atribut pakaian pantai. Luas lapangan adalah 28 x 37 m, yang mana setiap pemain dapat menendang bola dari titik sudut manapun sehingga banyak terciptanya atraksi gol rata-rata 3-4 menit setiap menitnya dengan tendangan kea rah gawang setiap 30 detik! Satu tim terdiri dari 10 pemain dengan 5 pemain utama berada di lapangan. Pemain utama dapat diganti setiap waktu dan tidak dibatasi setiap pemainnya. Sepakbola pantai menggunakan sistem “Golden Goal” pada saat perpanjangan waktu dan melakukan tendangan penalti apabila kedudukan angka masih seri. Selalu ada pemenang dalam setiap game. Kesimpulannya adalah sepakbola pantai bukanlah futsal. Dari material lapangan, jumlah total pemain dan peraturan dasarnya pun berbeda. Untuk lebih jelasnya, info tentang sepakbola pantai dapat diakses di http://andrtux.files.wordpress.com/2010/01/ beach-soccer-laws-of-the-game.pdf

12 Peboling Disiapkan ke Pra PON

Uang kuliah bisa dicicil setelah bekerja. Tunggu apa lagi...

RA !!! DAFTAR SEGE

EAST WEST COLLEGE

Contact Person :

Pak Cik : 0812 675 9909 Pak Zul : 0813 7494 5555


8

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 8 DZULKAIDAH 1432 H

Tempatkan Anggaran Tidak Terduga di BPBD PADANG, HALUAN-Anggota Komisi I DPRD Sumbar Rizanto Algamar minta anggaran tidak terduga, ditempatkan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar. Agar ketika terjadi bencana atau musibah, proses pencairan dana tersebut lebih mudah dan cepat. Tanpa harus menunggu gubernur, untuk menandatangani pencairan dana penanggulangan bencana. “Kenapa harus ditempatkan pada instansi terkait atau BPBD, karena instansi itu yang menangani masalah penanggulangan bencana secara langsung. Kalau tidak ada anggaran, tentu kerjanya jadi tersendat, menunggu gubernur dulu,” katanya, Jumat (4/11) via telepon. Sebagai daerah rawan bencana, pemerintah selalu dituntut untuk selalu siap dan siaga. Tidak hanya siap dari aspek mentalitas masyarakat, tapi juga kesiapan dari segi anggarannya. Artinya, ketika dalam penanggulangan itu butuh dana, maka dananya tidak digelontorkan saja. “Saya sudah berulang kali menyampaikan, agar dana itu ditempatkan di BPBD. Karena memang badan itu yang menanggulangi bencana,” sebutnya. Jika dilihat dari georgrafis, maka bencana dapat mengancam masyarakat dari berbagai sisi. Apakah itu yang namanya gempa, tsunami, banjir bandang, ataupun yang namanya longsor. “Daerah pesisir misalnya, rawan akan gempa dan tsunami. Agar semua terlaksana dengan baik, maka logistik dan anggaran harus siap semuanya,” ujarnya. Anggaran tidak terduga dialokasikan, memang untuk dana taktis penanggulangan bencana. Dana ini langsung ditangani oleh gubernur, ketika ingin digunakan. Tahun ini dialokasikan sekitar R7 miliar, dan juga ada bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Begitu juga dana dari BNPB, yang bantuannya mencapai Rp1 miliar, itu juga harus diletakan di BPBD Sumbar,” ujarnya. Menangani masalah bencana, katanya diperlukan komitmen semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Baik pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota. “Intinya letakan segala sesuatunya pada tempatnya. Jika anggarannya untuk bencana, maka letaknya harus di instansi terkait. Lagi pula ada aturannya,” kata politisi PDIP itu. (rud)

AIR PDAM MACET

Banjir Bandang Jebol Bendungan

LUBUK BASUNG, HALUAN—Hujan lebat sejak Kamis (3/11) menyebabkan bendungan air pada sumber air PDAM Agam di Silasuang, Lubuak Sao, Kecamatan Tanjung Raya, jebol. Sementara pipa pada reservoar air di Hulu Banda tersumbat. Akibatnya, aliran air ke rumah pelanggan macet. Menurut Direktur PDAM Agam, Hadi Suryadi, SH, Jumat (4/11) pagi, karyawan PDAM Agam langsung melakukan goro perbaikan bendung yang jebol, dan setelah itu membenahi penyumbatan pipa pada sumber air di Hulu Banda. “Jumat sore diperkirakan pekerjaan selesai, dan air bis mengalir lagi ke rumah pelanggan,” ujar Hadi. Bendung di Silasuang jebol akibat banjir bandang. Sampai kini belum mendapat perbaikan menurut semestinya. Pihak PDAM Agam baru mampu memperbaikinya secra darurat, belum permanen. Untuk perbaikan bendung (gunung-gunung bendung) yang jebol tersebut dibutuhkan biaya cukup besar. PDAM Agam tidak memiliki dana untuk itu. Walau demikian, Hadi mengatakan sudah mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemkab Agam melalui Dinas PU Agam. Namun sampai TERANCAM AMBRUKPerhatian Pemko jangan hanya tersedot ke pedagang Pasar Raya Padang saja.Di pelosok kota banyak persoalan yang butuh perhatian Pemko, bahkan anakanak SD Negeri 37, Kelurahan Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah kini terancam. Sebanyak lima ruang kalas di SD N 37 Sungai Bangek ini terancam ambruk karena tidak kunjung direhab total akibat gempa 30 September 2009. DODI

saat ini ternyata permohonan tersebut belum terkabul juga. Beberapa pekan terakhir hujan memang sering mengguyur Agam, terutama kawasan Lubuk Basung dan sekitarnya. Bencana berskala besar memang belum ada, namun sudah banyak longsoran kecil tebing jalan menimbun badan jalan. Kerusakan jalan terparah terjadi Sarasah, Sitanang,kecamatan Ampek Nagari. Sekitar 10 meter badan jalan terban masuk kali di sisi timur jalan. Hubungan Sitanang-Batu Kambing praktis terputus, bila menggunakan mobil. Jalan tersebut hanya tersisa untuk dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Korban bencana akibat hujan dan angin kencang dua pekan terakhir antara lain rusaknya bangunan rumah akibat tertimpa pohon tumbang. Kemudian seekor sapi betina yang sedang bunting mati disambar petir di Simpang

ANTARA

PADANG BANJIR-Sejumlah anak bermain bola di jalan yang terendam banjir di Kelurahan Lubuk Buaya, Koto Tangah, Padang, Sumbar, Jumat (4/11). Sejumlah rumah di daerah itu terancam tenggelam akibat rusaknya saluran air (drainase). Data Dinas Pekerjaan Umum Padang, dari 78,65 kilometer drainase di kota itu, 30 persen di antaranya mengalami rusak parah.

Ampek, Lubuk Basung. Hujan lebat Kamis (3/11) juga menimbulkan kerusakan rumah warga Cacang, Kecmatan Tanjung Mutiara,akibat tertimpa pohon tumbang. Namun berapa kerugian akibat bencana ter-

sebut,belum diperoleh informasi. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulanan Bencna Daerah (BPBD) Agam, Drs. Martias Wanto Dt. Maruhun, didampingi Kasi Kedaruratan Asri Bujang, SP, mengingatkan

segenap warga Agam untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrim seperti saat ini bisa sja mengundang bencana. Agam rawan bencana longsor, galodo, banjir, angin kencang, dan gelombang pasang.(msm)

Sijago Merah Lahap Dua Rumah

SOLSEL, HALUAN — Dua rumah papan (nonpermanent) yang terletak di Jorong Durian Tarung Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir hangus dimamah sijago merah, Kamis (3/ 11) sekitar pukul 19.00 wib. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Rumah kontrakan milik pasangan Rokan (50) dan Yusma Wilis (45) warga Durian Tarung itu hanya tinggal puing sisa kebakaran. Sementara 7 jiwa yang mengontrak tak bisa menyelamatkan barang-barangnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp.75 juta. Belum diketahui penyebab pasti kejadian itu. Dari penjelasan

masyarakat, api membesar begitu cepat dari rumah yang dikontrak Eka (23). “Kami melihat api sudah membesar dari rumah kontrakan itu, kami berhamburan membantu menjinakan api,” ujar Kasul Munami Kepala Jorong Durian Tarung. Kejadian bermula ketika eka sedang berkunjung ke rumah tetangganya ridwan karena menunggu kakak dan adiknya pulang berjualan fried chicken. Ketika ia keluar mendengar teriakan warga, ternyata teriakan kebakaran yang terjadi di rumah kontraknya. Ia panik dan hanya bisa menyelamatkan anaknya Dewi yang masih kecil.

Tak satupun perhiasan dan tabungan yang terselamatkan, api kian membesar warga juga kebingungan karena tidak tahu menghubungipemadam kebakaran. Barulah petugas pemadam dating setelah ada yang mengasih tahu, namun kedatangan petugas hanya bisa membatasi daya jangkau api. Rumah hangus dan api tidak menjalar lebih jauh. Kini, korban menginap di rumah warga, bantuan mengalir dari warga berupa pakaian, selimut dan makanan. Bupati Peduli Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria didampingi Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Tran-

smigrasi Putra Nusa, Sekretaris DinsosnakertransSyamsuirman beserta staf, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel Harri Fidrian, Sekretaris BPBD Alwis beserta staf menunjungi lokasi kebakaran di Jorong Durian Taruang, Jumat (4/11). Dalam kunjungan itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait menyerahkan beragam bantuan kebutuhan rumah tangga, peralatran dapur, peralatan tidur dan bahan sembako. Korban yang tercatat tiga kepala keluarga itu juga mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp.1 juta perkepala keluarga.(icol)


RIAU DAN KEPRI 9

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

LINGKAR Enam Polisi Dipecat NONGSA, HALUAN — Sebanyak enam anggota Polda Kepri dipecat tidak hormat, dan 12 orang anggota lainnya siap dipecat menunggu keputusan Kapolda Kepri, Brigjen Raden BW. “Mereka melakukan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono kepada wartawan kemarin. Para anggota yang dipecat tidak hormat itu katanya, berasal dari sejumlah satuan kerja (Satker) di jajaran Polda Kepri. Dan untuk agenda pemecatan itu sendiri dilakukan dimasing-masing satker penempatan anggota yang bersangkutan. Dari informasi yang diperoleh di lapangan, enam orang anggota yang terdiri dari dua orang berasal dari anggota brigade mobil (brimob), dua personil dari Polresta Barelang dan dari masing-masing Polres Bintan dan Polres Lingga. Keenam anggota ini sudah menjalani prosesi upacara pencopotan dan penghentian dari keanggotaan. “Kalau yang 12 orang lagi, sudah menjalani sidang. Dan sedang diajukan ke pimpinan (Raden BW-red),” ujar salah seorang perwira di Bidang Propam Polda Kepri yang tidak ingin disebutkan namanya. Dikatakannya dalam proses untuk pengajuan penghentian dari keanggotaan, melalui sejumlah prosedur. Awalnya mengikuti sidang yang memutuskan atas tindakan penggaran yang dilakukan oleh anggota yang bersangkutan. Dan setelah dinyatakan kesalahan yang dilakukan vatal, katanya, maka diputuskan penghentian. “Sebanyak 12 orang sudah menjalani sidang. Dan hasil sidang itu menyatakan penghentian dari keanggotaan. Dan surat ini sudah ada di meja Kapolda. Tetapi biasanya sudah 99 persen di pecat,” ujarnya.(hk/doz)

Pelebaran Jalintim Terkendala Cuaca PEKANBARU, HALUAN — Proyek pelebaran Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Provinsi Riau terhambat cuaca buruk berupa hujan deras, yang mengakibatkan pengerjaan diprediksi lebih lambat dari target semula. “Kendala pengerjaan proyek adalah cuaca karena terus hujan selama dua minggu terakhir ini,” kata Koordinator Pelaksana Proyek dari PT Adhi Karya, Junaidi di ruas Jalintim Sumatera di Kabupaten Bengkalis, Jumat (4/11). Adhi Karya merupakan kontraktor pengerjaan pelebaran bahu jalan dari daerah Kadis hingga Duri. Lokasi pengerjaan tepatnya di Kilometer 111+150 hingga 111+800. Menurut Junaidi, hujan deras yang kerap datang tak terduga membuat pengerjaan cukup terkendala. Akibatnya, ia memperkirakan target penyelesaian proyek pada akhir Desember 2011 sulit untuk dipenuhi. Proyek tersebut mulai dikerjakan pada bulan Juli lalu. “Kemungkinan besar penyelesaian proyek akan mundur sekitar seminggu,” katanya. Jalintim Sumatera merupakan jalan negara yang merupakan akses transportasi lintas provinsi dari Riau ke Sumatera Utara dan Jambi. Adhi Karya melakukan pelebaran jalan dengan konstruksi beton selebar 3,5 meter, sehingga ruas jalan tersebut nanti akan mencapai 10,5 meter. Proyek tersebut dibiayai dari dana pemerintah pusat melalui APBN secara bertahap selama tiga tahun sejak tahun ini. Total seluruh panjang jalan yang akan diperlebar mencapai 22 Km dengan nilai kontrak induk sekitar Rp67,52 miliar. Sedangkan, alokasi dana pada tahun ini sekitar Rp27,39 miliar untuk pelebaran jalan sepanjang 7,34 Km. Secara keseluruhan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan dana untuk Program pembangunan Jalan Nasional Tahun Anggaran 2011 di Provinsi Riau untuk pemeliharaan dan pembangunna jalan baru sepanjang 1.137,42 Km dan jembatan 8.255,5 meter. Sesuai dengan Rencana Strategis 2009-2014, seluruh jalan nasional harus memenuhi lebar jalan 2-7-2 meter untuk lintas timur. Paket pelebaran jalan tahun anggaran tahun ini adalah sepanjang 43,43 Km.(hr/ant)

Kekurangan Sapi Teratasi PEKANBARU, HALUAN — Kekurangan Sapi kurban sebanyak 895 ekor pada Idul Adha 1432 Hijriah telah teratasi dengan masuknya para pedagang musiman ke Kota Pekanbaru. Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kota Sentot D Prayitno bahwa, jumlah sapi kurban yang diafkir pada tahun 2011 ini sebanyak 6 ekor, pada tahun 2010 lalu tim dari Distan Kota Pekanbaru ada sebanyak 18 ekor sapi kurban yang tidak layak dijual. Sedangkan jumlah Sapi kurban yang lebih besar lagi yaitu pada tahun 2009 lalu. “Ini pertanda kesadaran para pedagang musiman terhadap kesehatan Sapi kurban sudah mulai meningkat. Jumlah sapi kurban yang diafkir terus mengalami penurunan setiap tahunnya,” kata Sentot D Prayitno, Jumat (4/11). Sebanyak 6 ekor sapi kurban yang tidak layak dijual untuk dijadikan kurban pada Idul Adha 1432 H pada tahun 2011 ini ujar Sentot, disebabkan yaitu, ada satu ekor Sapi yang dinyatakan kurus dan 5 sapi yang lainnya belum cukup umur. Sapi yang dijadikan hewan kurban seharusnya minimal berumur 2 tahun. Kebutuhan hewan kurban untuk Kota Pekanbaru sebanyak 7.510 ekor yang terdiri dari, Sapi kurban sebanyak 4.562 ekor, Kerbau 532 ekor dan Kambing 2.416 ekor. Idealnya kebutuhan Sapi kurban yang harus dipenuhi untuk perayaan Idul Adha yaitu sebanyak 4.562 ekor, akan tetapi stok Sapi yang tersedia hanya 3.687 ekor, sehingga Kota Pekanbaru masih kekurangan sebanyak 895 ekor Sapi. (hr/war)

Harga Beras di Batam akan Terus Melonjak

BATAM, HALUAN — Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau memperkirakan harga beras di kota tersebut masih akan terus mengalami kenaikan hingga awal 2012. “Saat ini kenaikan sudah sekitar Rp5.000-Rp10.000 per karung untuk semua kualitas. Saya perkirakan hingga awal 2012 nanti masih akan terus mengalami kenaikan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Ahmad Hijazi di Batam, Jumat (4/11) Sebagai daerah “zero” produksi, lanjutnya, sekitar 90 persen kenaikan harga beras di Batam dipengaruhi oleh persediaan secara nasional. “Pemenuhan kebutuhan beras di Batam sangat tergantung dari daerah lain dan beras impor. Karena saat ini secara nasional sedang paceklik maka kenaikan tidak dapat dihindari. Saya sudah melakukan pengecekan ke Pasar Induk Cipinang dan memang terjadi kenaikan Rp5.000-Rp10.000 per karung,” katanya. Selain itu, Hijazi menambahkan, banjir yang terjadi di Thailand juga mempengaruhi harga beras di Batam, karena

rencana impor pemerintah batal. “Walaupun Batam tidak mengimpor langsung dari Thailand, namun kenaikan tahun ini juga dipengaruhi oleh banjir yang melanda Thailand yang mengakibatkan pembatalan ekspor beras oleh Thailand pada Indonesia,” lanjutnya. Disperindag menjamin persediaan beras di Batam mencukupi hingga akhir tahun, meskipun harganya terus mengalami kenaikan. “Persediaan di Batam saat ini masih sekitar 20.000 ton lebih. Sampai akhir tahun tidak akan ada masalah,” tutur Ahmad. Pedagang di Pasar Tradisional Kota Batam mengatakan kenaikan sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. “Beras mengalami kenaikan bervariasi dari Rp5-12 ribu/karung sejak sekitar satu bulan yang lalu,” kata pedagang sembako Pasar Mitra Raya, Sulaiman. Sulaiman mengatakan, kenaikan terjadi pada beras produksi dalam negeri dan impor asal Thailand.(hk/ant).

Satsus Tipikor Dilantik

PEKANBARU, HALUAN — Berdasarkan SK Kajati nomor 135/N.4/Fs/10/2011, sebanyak 25 jaksa di lingkungan Kejaksaan tinggi (Kejati) Riau, Kamis (3/11) secara dilantik menjadi anggota satuan khusus (Satsus) penanganan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) Mereka dilantik, dan diambil sumpahnya oleh Kajati Riau, Babul Khoir di aula Gedung Kejati di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Pada acara pelantikan tersebut, Kajati meminta kepada seluruh anggota Satsus yang baru saja dilantik tersebut untuk bisa menjalankan tugas sesuai Tupoksi yang diberikan, yaitu melakukan penyelidikan, pen_yidikan, penuntutan dan melaksanakan putusan pengadilan atau eksekusi. Ia juga mengingatkan agar bagi para anggota satsus yang barus saja disumpah untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya agar hati-hati jangan sampai termakan sumpah, karena ini akan menyangkut keselamatan dunia dan di akhirat.”Hindari makan sumpah, karena ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan kalian baik di dunia maupun akhirat,”pesannya. Selain itu ia juga meminta agar anggota Satsus untuk

memberikan yang terbaik terhadap institusi kejaksaan ini. “Institusi kita sedang dalam sorotan masyarakat, buktikan kepada mereka kalau kita pantas untuk dipercaya dalam penegakan hukum di Indonesia ini,”tegasnya. Usai acara pelantikan, Kasi_penkum dan Humas Kejati Andri Ridwan yang menjadi salah satu anggota Satsus tersebut menyebutkan, Satsus ini dibentuk khusus untuk menangani kasus korupsi yang dimotori oleh bidang Pidana Khusus (Pidsus). Untuk Satsus ini langsung dibawah naungan Kajati Riau. Di samping itu ia juga menjelaskan bahwa Satsus ini terdiri dari empat sektor yang diantaranya adalah sektor perbankan dan keuangan, sektor pengadaan barang dan jasa, sektor informasi dan teknologi serta sektor pelayanan umum. “Dipastikan dengan keberadaan Satsus ini salah satunya akan sangat mempermudah pihak Kejari dalam menangani kasus korupsi di daerah. Sebab, seluruh keterbatasan yang selama ini dialami oleh Kejari itu akan bisa ditangani atau diambil alih oleh Satsus,” jelasnya. (hr/uta)

SUTANA

Di sejumlah titik di Kota Tanjungpinang, Kepri kembali dilanda banjir yang cukup tinggi dan lebih parah, Jumat (4/11). Terlihat sejumlah pengendara terjebak di genangan air

SUTANA

HARGA DAGING — Harga Daging dan sayuran masih stabil menjelang Hari Raya Idul Adha dipasar Kota Tanjungpinang, Kepri. Tetapi harga beras diperkirakan akan terus naik hingga awal 2012 mendatang

PERTAMA DI SUMATERA

SPBU Baloi Sediakan Solar Nonsubsidi

BATAM, HALUAN — Setelah mengantongi persetujuan dari banyak pihak yang terkait, tentang pemberlakukan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, akhirnya pemakaian SPBU solar nonsubsidi diresmikan oleh pihak Pertamina dan Pemerintah Kota Batam, Kepri, Jumat (4/11). SPBU 14.294.712, yang berada di Jalan Yos Sudarso, Baloi Indah Batam, merupakan satu-satunya SPBU di Kota Batam yang ditunjuk. SPBU itu yang dianggap memenuhi standar dalam penjualan solar nonsubsidi. Wakil Walikota Batam Rudi mengatakan, SPBU 14.294.712 itu memiliki lokasinya sangat tepat. Karena truk-truk pengangkut barang industri paling banyak beroperasi di sepanjang Jalan Yos Sudarso Selain itu, SPBU 14.294.712 memiliki fasilitas yang memadai, peralatannya lengkap dan pelataran SPBU yang luas, yang bisa mengantisipasi terjadinya kemacetan di Jalan Yos Sudarso. Setelah dilakukan pengkajian, SPBU ini diperkirakan SPBU yang bisa menampung antrian panjang truk-truk, ketika akan melakukan pengisian BBM. Ia juga mengharapkan, para pelaku bisnis atau masyarakat yang telah sukses, agar tetap bermurah hati menerima kebijakan ini. Kebijakan demi kepentingan masyarakat Batam keseluruhan. Menghindari terjadinya kelangkaan solar di Kota Batam hingga akhir tahun 2011 ini. Pemberlakuan solar nonsubsidi bagi pelaku industri, hanya bersifat sementara. Yakni hingga akhir tahun 2011 ini. Atau hingga kuota solar untuk Batam tetap terjaga. Selama ini, 40 persen kuota solar untuk Kota Batam hanya dihabiskan oleh pelaku industri. Sementara masyarakat biasa hanya 60 persen saja. General Manger Fuel Retail Marketing Regional I Sumbagut, Gandhi Sriwidodo,

mengapresiasi tim gabungan dari Komponen Muspida, Hiswana dan Pertamina yang telah membantu, menjaga ketersediaan BBM Bersubsidi di Kota Batam. Sehingga dapat disalurkan sesuai dengan kuota APBN tahun 2011, serta tepat sasaran peruntukannya. Solar nonsubsidi ini di berikan langsung oleh Pertamina kepada Kota Batam dan jumlahnya tidak akan terbatas. Artinya solar bersubsidi yang masih dijual sekarang, merupakan solar sisa dari kuota untuk Kota Batam selama 2011. SPBU Baloi pertama di kawasan Sumatera yang khusus menyediakan bahan bakar solar Non Subsidi. Hal ini merupakan sebagai implementasi surat edaran Walikota Batam Nomor 562/Perindagesdm- ESDM/X/ 2011, tanggal 24 Oktober tentang Pengendalian dan Pengawasan Pendistribusian BBM bersubsidi di Kota Batam. Surat itu menyebutkan, kendaraan bermotor atau alatalat berat yang dipergunakan untuk menunjang kegiatan industri pertambangan, proyek kontruksi, kehutanan, perkebunan (bukan usaha kecil), antara lain trailer/prime mover truck As 2 dan As 3, truck crane, dump truck/mixer dan kendaraan industri lainnya bukan pengguna BBM bersubsidi, dan tidak dibenarkan membeli, menggunakan BBM bersubsidi, dan harus membeli/ penggunakan BBM non subsidi (BBM harga keekonomian) pada Lembaga Penyalur atau SPBU non subsidi. SPBU ini dilengkapi dengan 2 pompa dan 4 nozzle produk solar non subsidi yang akan khusus diperuntukkan bagi kendaraan penunjang industri dengan harga keenomian atau harga solar non subsidi yang ditetapkan Rp8.850 per liter. Untuk menjaga komitmen dalam pelaksanaan surat edaran Walikota Batam tersebut, Pertamina akan terus melaksanakan koordinasi dengan Muspida dan melaksanakan

perencanaan strategis untuk penambahan SPBU khusus solar non subsidi. Untung Rp250 per Liter Kabid SPBU, Saliran Minyak dan Gas (Migas) Kepulau Riau, Asep Maulana, mengatakan, untung yang didapatkan oleh pihak SPBU ketika menjual solar non subsidi ini adalah Rp250 per liter. Untung tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan yang didapatkan SPBU ketika menjual solar bersubsidi yang hanya Rp200 per liter. “Jadi lebih tinggi lebih tinggi Rp50,” katanya. Pasrah Tapi Tak Rela Meski pun berberat hati, para pelaku industri dan pengusaha angkutan terpaksan menerima kebijakan ini. Ibarat pepatah mengatakan, “pasrah tapi tak rela”. Harus bagaimana lagi, demi kepentingan bersama, kebijakan ini tetap diterima dengan sabar. Mudah-mudahan apa yang dijanjikan Pemko ditepati. Yang mana tahun depan solar bersubsidi tetap dijual kepada para pelaku industri. Karena jika terus-membeli BBM non subsidi, pelaku industri sangat merasa diberatkan. Perusahaan akan diberatkan dengan mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk beroperasi. Tapi biar bagaimana pun, dengan adanya kebijakan ini, yang akan kena dampaknya nanti adalah masyarakat juga. Otomatis, jika kebijakan ini berlangsung lama, harga barang akan melambung tinggi. Karena jumlah biaya untuk menciptakan barang-barang industri tersebut juga tinggi. Tahap pertama dengan adanya kebijakan solar non subsidi, pengusaha angkutan akan menaikkan tarif angkutan sebesar 40 persen dari biasnya. Walaupun belum dinaikkan, namun ancang-ancang kearah sana sudah ada. Sekali pertemuan lagi, kesepakatan akan diambil.”Waktunya belum tau pasti, namun kemungkinan kenaikan itu tetap akan dilakukan,” ujar Wakil Ketua Kadin Batam. (hk/dfl)

MENELUSURI DESA TERPENCIL DI SIAK

SIAK, HALUAN — Desa Teluk Lanus di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau terbilang merupakan salah satu pemukiman penduduk sangat terisolasi di tepian Selat Malaka, alur perniagaan global teramai di dunia. Kendati begitu, menurut salah satu warga Sungai Apit, Jai, (44), Kamis (3/11), desa ini memiliki sejumlah keunikan, karena di kawasan itu banyak ditemui ornamen peninggalan sejumlah perusahaan perkayuan dan pertambangan kelas dunia. “Satu hal lagi, di desa

Teluk Lanus Kaya dengan Berbagai Keunikan

terpencil dan terisolasi ini, dapat dijumpai sebuah miniatur tugu proklamasi. Tetapi uniknya, tertulis teks proklamasi tertanggal 24 Desember 1994 (bukan 17 Agustus 1945). Lucu khan,” jelasnya. Di bagian tengah tugu tersebutlah, terukir teks proklamasi di atas sebuah batu berukuran lebih kurang setengah meter kali setengah meter. “Yang semakin unik dari tugu tersebut, pada plakat peresmiannya ditandatangani bukan oleh orang kita, tetapi namanya Zelnon Effendi tertanggal, tertanggal 27 Desember 1994,” ujar Jai lagi.

Posisi desa ini, benar-benar terpencil dan terisolasi, jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, serta benar-benar susah dijangkau. Pasalnya, transportasi umum ke dan dari kawasan ini hanya menggunakan ‘pompong’. Itu pun hanya sekali jalan, dan tidak setiap hari. Teluk Lanus ini merupakan satu dari 15 desa dan kelurahan di Kecamatan Sungai Apit dan terletak terujung dari kecamatan tersebut, mengarah ke Selat Malaka. “Dengan menggunakan ‘pompong’ (perahu tradisional rakyat tempatan) kita akan

melewati Selat Lalang yang memakan waktu tempuh sekitar tujuh jam,” tuturnya. Namun, lanjutnya, jika air pasang menentang arus, waktu perjalanan bisa lebih lama, yakni sekitar 10 jam. Bekas Perusahaan Jepang Jai menuturkan, Teluk Lanus diambil dari dua buah kata, yaitu Teluk dan Lanus. Kata teluk karena posisi kampung tersebut berada di sebuah teluk (persis di tanjung kecil di dalam kawasan selat itu). Sedangkan Lanus berasal dari sebuah nama sungai kecil yang ada di daerah tersebut, yaitu Sungai Lanus. Dulu di

daerah tersebut berdiri sebuah perusahaan Jepang bernama Tri Omas. Tri berarti tiga, sedangkan Omas singkatan tiga induk konsorsium gabungan tiga perusahaan, yaitu, Ozi, Mitzui dan Alas. Perusahaan dari negeri matahari terbit (Jepang) tersebut, bergerak di bidang penebangan kayu, untuk dijadikan bahan baku mebel, kayu lapis dan lain sebagainya. Perusahaan ini berdiri tahun 1969 dan tutupnya pada tahun 1974 itu. Mereka mempekerjakan ribuan karyawan, berasal dari berbagai daerah yang ada di Nusantara ini.

“Dahulunya perkampungan tersebut sangat maju dan ramai penduduknya. Di lingkungan perusahaan tersebut memiliki berbagai fasilitas umum yang disediakan oleh perusahaan untuk menunjang kesejahteraan para karyawannya,” tutur Jai. Namun, setelah perusahaan angkat kaki dari daerah tersebut, para karyawan tidak pulang ke kampung halaman. Mereka masih tetap di sana dengan pekerjaan sehari-hari membabat hutan. “Tetapi, kini situasi berubah 180 derajat. Mereka pun hidup dari bertani dan berkebun. Masalahnya, me-

reka menghadapi kesulitan memasarkan hasil usahanya, karena alat transportasi ke daerah lain jarang ada,” ungkapnya. Kalau pun kebetulan ada perahu berukuran sedikit besar yang merapat, itu sangat tidak menentu, dan memerlukan biaya melebihi hasil jual dari produk pertanian dan perkebunan mereka. “Posisi mereka sebetulnya sangat vital di garis terdepan perbatasan laut Nusantara, sehingga memerlukan atensi khusus. Mereka bisa menjadi citra kita di Selat Malaka,” lanjutnya.


10 LUAR NEGERI LINGKAR Aksi Solidaritas Bebaskan Palestina GAZA, HALUAN—PM Palestina Ismail Haniya mengatakan aksi solidaritas merupakan strategi terbaik untuk membebaskan Palestina dan hak-haknya. Saat berbicara usai shalat Jumat kemaren di Masjid Asy-Syati Raya, Haniya menegaskan Israel tidak akan pernah rela meninggalkan Palestina walau satu jengkal pun. Untuk itu, aksi solidaritas akan membantu Palestina untuk mendapatkan haknya. “Saya kira blokade terhadap Gaza pasti akan berakhir dengan aksi solidaritas bangsa-bangsa dunia yang mendukung rakyat Palestina,” kata Haniya kepada relawan Miles of Smiles yang baru saja tiba di Gaza, seperti dikutip infopalestina.com, Jum’at (4/11). “Kami menghargai kedatangan kalian ke sini. Inilah Palestina, sepanjang sejarah dia tetap satu dan bersatu untuk umat,” tegas Haniya. PM Haniya juga menyambut baik kapal relawan dari Turki dan mengecam tindakan pembajakan Israel terhadap tersebut. Ia pun meminta kepada dunia agar bersikap tegas terhadap Israel. “Saat ini, kita sedang memblokade Israel dan para penjajah lainnya,” papar Haniya.(rep)

Israel Hadang Kapal Bantuan GAZA, HALUAN— Aktivis Palestina menuding Israel kembali menghadang dua kapal bantuan dari Irlandia dan Kanada yang membawa bantuan ke Jalur Gaza. Kedua kapal itu mengangkat sauh dari dari pelabuhan Turki pada Rabu, sebagaimana warta Xinhua. Kapal-kapal tersebut membawa 27 orang aktivis pro-Palestina dari sembilan negara. Tak hanya itu, kedua kapal juga mengangkut sejumlah bantuan logistik untuk kemanusiaan. “Perjalanan kapal-kapal itu merupakan bentuk kontinuitas melawan blokade maritim Israel,” kata aktivis Amjad Al-Shawa. Seorang aktivis pro-Palestina Rami Abdu mengatakan akan ada pemberangkatan kapalkapal kemanusiaan lebih banyak lagi andai pelarangan oleh Israel itu makin menggila. Menurut jadwal, kedua kapal akan memasuki perairan Gaza pada Jumat (18/ 11/2011) pagi. Tapi, laporan radio Israel menunjukkan Angkatan Laut (AL) Israel akan memblokade perjalanan tersebut. Israel bakal mencegah kapal-kapal itu membuang sauh ke Jalur Gaza. Sementara, seorang aktivis pro-Palestina Rami Abdu mengatakan akan ada pemberangkatan kapal-kapal kemanusiaan lebih banyak lagi andai pelarangan oleh Israel itu makin menggila. “Kapal-kapal kemanusiaan akan makin banyak yang bertolak dari pelabuhan Turki dan Yunani,” katanya. Pada Mei 2010, Israel memblokade perjalanan kapal berbendera Turki, Mavi Marmara. Insiden berdarah itu menewaskan delapan aktivis warga negara Turki. (kcm)

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

HARI INI PUNCAK IBADAH HAJI

Jutaan Calhaj Bergerak ke Arafah

MEKKAH, HALUAN—Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji, wukuf, yang jatuh pada Sabtu ini , 5 November (9 Dzulhijjah), jutaan jemaah haji mulai bergerak ke Padang Arafah. Mereka berangkat sejak Jumat pagi (4/11).

Umat Islam di muka bumi sangat juga dianjurkan menunaikan puasa Arafah hari ini. Ssebagaimana terdapat dalam riwayat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang puasa Arafah: “Saya berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.(HR Muslim) “Jemaah Jumat pagi ini ini mulai berangkat ke Arafah untuk melaksanakan Wukuf,” ujar Kepala Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina Abu Haris Mutohar di kantor Misi Haji Indonesia di Mekah, Arab Saudi, Jumat. Pemerintah Indonesia telah menyediakan bus-bus yang berangkat dengan jadwal ketat. Para calon haji akan berangkat dari pemondokan atau maktab. Jumlah maktab sebanyak 72. “Setiap maktab pemberangkatannya dibagi menjadi 2 atau 3 gelombang pemberangkatan,” ujarnya seperti dikutip Media Center Haji. Yang tiga perjalanan, akan berangkat sebelum salat Jumat, setelah salat Jumat, dan malam hari. Sedangkan yang dua perjalanan lagi, berangkat setelah salat Jumat dan malam hari. Para calon haji yang berangkat sebelum tengah hari dianjurkan oleh pemerintah untuk membawa bekal makan siang. Soalnya, pemerintah baru akan menyediakan makan siang di Arafah pada Jumat malam. Sebagian kelompok jemaah haji malah memilih bermalam dulu di Mina pada Jumat, 4 November (8 Dzulhijjah). Mereka ingin melaksanakan sunah Nabi Muhammad SAW, yakni melaksanakan sunah Tarwiyah. Dulu, nabi bermalam di Mina sebelum masuk ke Arafah. Ibadah wukuf dimulai dari sesudah Dzuhur hingga Magrib. Jemaah haji dianjurkan banyak berzikir, dan berdoa di Padang Arafah. Nabi Muhammad SAW dulu berzikir di bawah terik matahari. Umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah Arafah hari Sabtu ini. Untuk orang-orang tua dan yang sakit, pemerintah menyediakan tenda-tenda sederhana. Tenda-tenda besar bisa menampung 2.500 hingga 3.000 orang, sedangkan yang bentuknya kecil-kecil disekat hingga bisa diisi 10 orang. Di Arafah, logistik, termasuk beras juga sudah siap. Sekitar 222.000 calon haji Indonesia akan segera berada di Padang Arafah untuk melakukan ibadah wukuf dan kemudian melanjutkan ke berbagai daerah lainnya seperti Muzdalifah dan kemudian kembali ke Mekah un untuk akhirnya kembali ke daerahnya masing-masing di tanah air. Sementara itu, Ketua DPR Marzuki Alie memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar semua calon haji Indonesia diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan semua rukun dan wajib haji, khususnya menjelang puncak haji, wukuf di Padang Arafah. “Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar semua jemaah haji Indonesia diberikan kemudahan dan kelancaran,” katanya dalam keterangan persnya , Jumat petang. Menteri Agama Suryadharma Ali beserta para pejabat Kementerian Agama serta Ketua DPR Marzuki Ali serta sejumlah wakil rakyat lainnya sedang naik haji dan memantau penyelenggaraan ibadah haji. (dn/ant)

ANTARA

PERSIAPAN ARAFAH- Suasana malam hari di tenda untuk jamaah Indonesia di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, Kamis malam . Persiapan tenda dan katering di Arafah telah selesai dan siap digunakan jamaah Haji saat wukuf pada puncak haji.

DIMATA EROPA DAN AS

ASEAN Bagai Gadis Seksi

JAKARTA, HALUAN—Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bagaikan gadis seksi bagi negaranegara Eropa dan Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Irmawan Emir Wisnandar, di Jakarta, Jumat. “Jadi mereka (Eropa dan AS) ingin melamar karena (ASEAN) merupakan salah satu wilayah yang tidak terkena dampak krisis ekonomi yang terjadi AS dan Eropa,” katanya di sela-sela peluncuran publikasi yayasan Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) yang berjudul “Komunitas ASEAN untuk Semua: Mengeksplorasi Ruang Lingkup bagi Keterlibatan Masyarakat Sipil.” Irmawan mengatakan, Eropa dan AS berminat untuk terlibat di

ASEAN berdasarkan stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan yang ada di regional itu. Keterlibatan itu menandakan bahwa ASEAN makin berarti penting bagi mereka. “Itulah mengapa sekarang banyak publikasi yang dibuat oleh organisasi semacam FES ini yang bertujuan untuk lebih mengenal dan memetakan apa yang dapat mereka lakukan sebagai kontribusi ASEAN Community 2015,” kata Irawan. Publikasi mengenai ASEAN, menurut Irawan, akan membantu negara-negara anggota perhimpunan itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakatnya tentang keberadaan ASEAN khususnya pilar sosialbudaya. “Jadi, apa yang dihasilkan oleh FES ini tentu akan membantu kami mempromosikan ASEAN di masyarakat,” kata Irawan.

Publikasi FES tersebut menguraikan keragaman Komunitas SosialBudaya ASEAN terutama hubungan masyarakat sipil dengan negara yang berdasarkan sistem politik, situasi sejarah, dan kompleksitas masyarakat dari negara-negara yang berbeda. Direktur Kantor FES untuk Kerjasama Regional di Asia, Stefanie Elies, mengatakan bahwa satu cara yang menentukan keterlibatan lebih luas dalam pilar Komunitas SosialBudaya ASEAN yaitu pengembangan masyarakat sipil dan hubungannya dengan ASEAN melalui proses keterlibatan yang konstruktif. Publikasi, yang lebih menyoroti arti penting masyarakat sipil itu, mengidentifikasi berbagai kecenderungan umum dan kejanggalan sebagai gambaran regional terhadap masyarakat sipil di Asia Tenggara. (ant)

Sicincin-Malalak ........................Sambungan dari Hal.1 peringatan, agar pengguna jalan tidak melewati ruas jalan Sicincin-Malalak di saat hujan yang terus menerus mengguyur daerah itu. Namun nyatanya, masih saja ada pengguna jalan yang nekad menembus rute Sicincin-Malalak ini. “Sampai saat ini, hujan masih mengguyur daerah itu. Kami sudah memasang papan peringatan agar pengguna jalan tidak melewati jalan ini di saat hujan, namun masih ada masyarakat yang melintas di sana,” katanya. Sedangkan bagi masyarakat yang bermukim di kawasan ini diminta meningkatkan kewaspadaannya saat melintas di ruas jalan tersebut. Kondisi cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi, dikhawatirkan dapat berakibat fatal, mengundang kecelakaan bila pengendara tetap nekad melintas di Sicincin-Malalak. Meski demikian, petugas dan alat berat selalu disiagakan di daerah itu. Bahkan, alat berat ditambah jumlahnya, semula hanya ada 1 loader kini ditambah 1 unit lagi

dan didukung 1 unit escavator untuk menyingkirkan material longsor yang memenuhi badan jalan sepanjang 15 meter dan tingginya tumpukan mencapai 3 meter. Longsoran yang terjadi Jumat dini hari itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Dikatakan Rina, pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan berjalan agak lambat karena material tersebut tidak bisa dibuang ke samping atau ke jurang karena di bawahnya adalah pemukiman penduduk. Material longsor harus diangkut ke lokasi lain yang agak jauh dari titik penumpukan dan bukan kawasan pemukiman. “Kita belum dapat membersihkan jalan sepenuhnya karena pembuangan material longsor mesti diangkut ke tempat lain. Namun ruas jalan ini sudah dapat dilalui terutama kendaraan roda dua,” terang Rina. Palembayan-Matur Akibat hujan lebat kemarin, selain jalan Sicincin-Malalak, jalan Palembayan-Matur juga longsor. Hubungan kedua daerah terputus. Kepala Badan Penanggulangan

Bencana Daerah (BPBD) Agam Martias Wanto Datuak Maruhun mengatakan, tidak ada kendaraan yang bisa melintasi di jalur Palembayan-Matur, karena alat berat belum bisa bekerja untuk membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan. Sementara itu, banjir bah melanda Sipisang Nagari Nan Tujuh, Kecamatan Palupuh. Camat Palupuh M Arsyid yang dihubungi Haluan mengatakan, hingga sore kemarin, warga Sipisang bergotong royong untuk membuat aliran baru untuk mengaliri banjir yang datang dari luapan Sungai Guntuang. Mengenai sawah penduduk yang terendam, dia telah menginstruksikan, UPT Dinas pertanian Palupuh untuk mendata berapa kerugian masyarakat. “ Kerugian gagal panen seluas 1,5 hektare senilai Rp10 juta dan biaya untuk perbaikan dam sawah di pinggir batang air Batu Baronjong Sipisang diperkirakan Rp20 juta. Jadi, sementara total kerugian masyarakat Rp30 juta,” kata M Arsyid. (h/viejon)

Kepastian Hukum ......................Sambungan dari Hal.1

*Isi diluar tanggung jawab Penerbit.

dengan harapan, tidak heran, banyak investor yang enggan dan malas masuk ke Sumbar. Ia melihat, masalah yang terjadi mestinya diselesaikan secara baikbaik. Sesuai dengan kondisi faktual di lapangan, dengan dukungan fakta hukum. Paling tidak jika memang ada masalah, katanya dapat diselesaikan atau dicarikan solusi yang tepat. “Jadi tidak berupa gangguan seperti itu. Karena masalah tersebut harus dilihat secara komprehensif,” kata anggota Fraksi PDIP DPRD Sumbar itu. Dunia usaha Sumbar dan Padang khususnya, tidak dapat dilepaskan dari investasi dari luar. Termasuk investasi yang dilakukan oleh orang Sumbar sendiri. Jika investor asal Sumbar saja diperlakukan seperti itu, bagaimana dengan investor dari luar. Kecuali memang ada hal-hal di luar ketentuan. “Masalah aset memang banyak di daerah kita, tapi semuanya dapat diselesaikan secara baik-baik. Contoh saja aset pemerintah provinsi (pemprov) Sumbar, yang banyak tersebar di beberapa tempat,” ujarnya.

Ia mengharapkan, agar Pemko Padang memberi kenyamanan pada dunia investasi. Apalagi dengan kondisi daerah yang rawan bencana, banyak investasi lari ke luar. Ketika ada yang mau menanamkan modalnya, itu adalah suatu keberanian dan perlu diberi apresiasi. Tidak hanya itu, harus ada kepastian hukum dan rasa kenyamanan bagi investor. Begitu juga disebutkan oleh Zulkifli Jailani, anggota Komisi I DPRD Sumbar. Segala sesuatu yang menyangkut aspek hukum, ada prosedurnya. Mekanisme hukumnya sudah ada dan tinggal menjalankan saja lagi. “Termasuk kepastian hukum yang memakai sertifikat HGU dan sebagainya. Jika ada pihak merasa dirugikan, dapat ditempuh cara yang lebih baik,” katanya. Ia mengharapkan, kedua belah pihak dapat duduk bersama dan menyelesaikan masalah itu secara baik-baik. Siap Fasilitasi Sementara Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil khawatir pertikaian antara salah satu investor Sumbar, Basko Group dan PT. KAI Sumbar

belakangan ini mempengaruhi investor yang lain yang akan atau telah berinvestasi di Sumbar. Ia tidak ingin ada masalah yang menyebabkan dunia usaha di daerah ini terganggu. “Menurut saya Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak mungkin mengeluarkan sertifikat dengan gegabah. Jika memang sudah ada sertifikat dari BPN maka hak kepemilikan sebelumnya atas bangunan kan tidak bisa diakui lagi. Oleh karena itu harus dilihat dulu secara jernih legalitasnya, siapa yang teledor sehingga masalah ini bisa terjadi. Untuk itulah semua pihak yaitu PT. KAI, Basko Group dan BPN sendiri harus duduk bersama meluruskan hal ini, “ ujarnya saat dihubungi Haluan, Jum’at (4/11). Di samping itu Yultekhnil juga menyatakan DPRD siap menjadi fasilitator untuk menyelesaikan masalah ini. “DPRD siap menjadi penengah jika dibutuhkan. Tapi yang jelas kita tidak ingin mengganggu dunia investasi di Sumbar. Karena secara tidak langsung ini juga akan mempengaruhi dunia usaha yang telah berjalan dengan baik selama ini,” katanya. (h/rud/dla)


11

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Doa dan Puisi .............................Sambungan dari Hal.1 Bubarkan Pengadilan.................Sambungan dari Hal.1 han galau (luka). Seorang sahabatnya hilang dibawa arus air di Kambang, Pesisir Selatan. Seperti dalam sajak, sahabatnya bernama Tia, lengkapnya Apsha Pristhia. “Kita sama bersekolah di SMAN 1 Lengayang,” ujarnya. Jalan berbeda ditempuh setelah menamatkan pendidikan atas. Tia mengambil jalur pendidikan di bidang kesehatan, jurusan D3 Kebidanan di Darma Lanbaw Padang, sementara Yori lebih tertarik dengan dunia imajinasi. Tia menyelesaikan pendidikannya pada 2011. Rencananya, penobatan kelulusan itu akan dilaksanakan pada 9 November 2011. Nasib berkata lain, Tia tak sempat menikmati hari bahagianya itu. Banjir besar di Kambang memupus semua harapannya. Yori punya firasat sebelum kejadian itu terjadi. “Seminggu ini saya mengikuti facebooknya. Saya mengartikan ada cinta yang kuat dan hati yang resah,” ujarnya berfilosofi. Dalam akun Thia Boaii, ia menulis “Banjir akan segera menghampiri

kota kecilku.” Sebelumnya ditulis di wall, “Besok pagi udah ke padang lagii…capekk bolak balik…huuft.” Kegalauan soal banjir telah diprediksi sebelumnya. “Entah darimana datang keyakinannya itu,” kata Yori. Ada cerita menarik yang membuatnya berkesan. Masih dalam minggu kemarin, Tia memasang foto profilnya dengan ‘agak berani’. Yori menasehatinya dengan bahasa yang halus. Sebelum kejadian itu, foto profilnya diganti dengan foto menggunakan jilbab. Dan, kata hufft yang ditulisnya di dinding facebook kemudian berarti ia tak perlu lagi bolak-balik ke Padang. Tia tak akan lelah lagi, seperti yang dikeluhkannya. Insiden yang menimpa Tia didapat Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Lengayang 2008 ini dari temanteman seangkatannya. Diceritakan Yori, kejadiannya berlangsung pukul 03.00 dini hari. Saat itu air telah mulai masuk ke pemukiman penduduk. Tia dan orang tuanya Imai Dana (orang tua laki-laki) dan Rita Zahara

(orang tua perempuan) beserta dua orang adiknya mencoba menyelamatkan diri, mencari tempat yang tak terkena banjir. Air masih berarus deras ketika Tia dan keluarganya berdiri di depan rumahnya. “Ketika itulah ia terseret. Tempatnya berdiri di depan rumahnya itu runtuh dibawa air,” ujarnya. “Dan, Mamanya tak sempat memegang tangan Tia,” sambungnya menahan haru. Padahal, menurut Yori, paginya Tia akan kembali ke Padang, sesuai dengan rencana yang ia sampaikan. Saat mengetahui Tia hilang, teman-temannya datang dari Padang. Mereka berusaha mencari keberadaannya, yang hingga kini belum ditemukan. Orang tua Tia tak hentihentinya menangis. Selain rumah yang hancur, mereka juga kehilangan anak sulungnya. Teman-teman sesama kuliah bersama dosen juga berdatangan. Mereka menggelar doa bersama pada Jumat (4/11). Mereka berharap, gadis berparas manis itu dilapangkan jalannya, ditemukan jasadnya. (andika d khagen)

Investor di Negeri ........................Sambungan dari Hal.1 Awak memang semakin hari semakin terpuruk. Sudahlah sumber daya alam tak berpotensi ekonomis alias tak produktif, sumber daya manusia yang mengasuh kondisi permodalannya pun “tragis”. Lihatlah perjanjian-perjanjian kerja sama, semuanya seperti tergaing. Tergantung tak bertali. Pernah mengerdip, tapi tak kunjung menyala. Betapapun kepala daerah merontaktojak melambai lambai investor, begitu orang singgah secercah. Baru sedikit menyemai kecambah, masyarakat dan pemerintah langsung berulah. Ada yang mematah, ada pula yang datang menadah, seperti minta sedekah. Diberi, susah, tak diberi payah. Akhirnya, tak tahan, mereka segera “tabang hambur”, menyumpah-nyumpah sambil meludah. Beberapa investor telah merasakan betapa carut-marutnya kondisi penanaman modal di daerah ini. Baru mereka memperlihatkan kesungguhan, keberadaan mereka seperti tak lagi dilindungi. Investor yang sudah mengucurkan uang, dibiarkan terganggu dengan berbagai problematis. Bahkan, (maaf) seolaholah dibiarkan(dinikmati?) dia teraniaya. Contoh yang paling signifikan, Basko Grup, yang secara nyata memperlihatkan buah semangatnya bergemuruh di negeri orang. Konon, dengan berbagai janji memberi fasilitas, beberapa tahun lalu, Basko diundang oleh “petinggi petinggi” senior daerah ini. Terbit minat beliau melihat kiprah pengusaha “urang awak” ini membangun kampung orang. Betapa tidak. Kiprahnya itu terbukti ikut menopang derap ekonomi masyaraat

yang menanjak. Disapalah Basko. Dipinang kepeduliannya. Diketuk pintu hati pengusaha awak kreatif ini. Bangun juolah di kampuang awak Bas. Pulanglah. Kito permudah urusan birokrasi dan sagalo macamnyo. Indak kaado nan mahalang doh. Awak di kampuang awak. Basko datang. Dengan ikhlas dan yakin akan penerimaan orang kampungnya. Dia langsung membuktikan dirinya. “Urang Minang nan mambangun ranah Minang”. Lihatlah contoh konkretnya, Basko membuat kawasan redup lengang, jadi terang benderang. Dibangunnya mall besar. Hotel berbintang lima. Terserap olehnya ratusan tenaga kerja yang kesemuanya putra-putri daerah. Ratusan miliar investasi ditanam. Bak bunga yang selalu disiram, ianya mekar, berkembang. Ini baru awal. Banyak lagi yang akan dibangunnya. Tapi, kita lihat dengan kasat mata, kemaren siang. Ada bisikan angin prahara di langit kota. Ratusan orang, entah siapa yang merangsang, “tanpa “hek” dan “hok”, datang mencucukkan pancang. Tak tahulah, kenapa mereka jadi demikian taburansang? Padahal, ada polisi, ada keamanan, berdiri seolaholah tak ambil perduli. Suasana panas dan nyaris mendidih. Sebuah ancaman “perang” terkangkang. Untung tangan tak sempat terjambau. Kaki tak sempat menendang. Di ruang kerjanya Basko tersedak. Matanya membinar. Mungkin dia sedih. Tapi, yang pasti, dia kecewa. Kecewa berat. Betapa tidak? Areal tempat usahanya diganggu. Menurut hematnya, selama ini dia tak pernah menggangu orang. Di kampunya, dia

rasa dipermalukan. Tamu-tamu hotelnya dan pengunjung mall yang sedang menikmati kenyamanan istirahat dan berbelanja, terganggu. Areal mana telah mengubah wajah Padang. Terancam oleh seratusan orang yang membawa palu dan godam. Tanpa salam. Sebuah plang larangan “Dilarang masuk” ditegakkan dengan kokoh. Dilarang masuk ke tempat orang membayar kenyamanan? Duh. Sudah demikian benarkah buntunya alur mufakat kini? Sehingga, sekelompok orang dari institusi resmi sekelas PT KAI perlu datang seperti orang berdemonstrasi. Padahal, ada jalur resmi. Kalau masalah tanah, ada Dinas Pertanahan. Masalah hukum, ada pengadilan. Kita bukan orang orang liar mentah yang bertindak mendahulukan otot. Kita orang-orang intelek, yang bertindak berdasarkan otak. Kita badunsanak. Kalau mendahulukan musyawarah, tak ada kusut yang tak selesai. Tak ada keruh yang tak terjernihkan. Mari, duduk satu meja. Ambil carano, cabik sirih, getaplah pinang. Lapangkan dada, dinginkan kepala. Percayalah. Tidak uang yang akan membuat awak terbelah berbahala. Tapi, pengertian. Saudaraku di KAI Sumbar. Sepengetahuan ambo, dan banyak pengamat ekonomi berpandangan sama, Basko itu penanam modal yang beritikad baik pada daerah kelahirannya (kampuang awak). Dia sudah berbuat. Ada yang tersendat. Selesaikan saja semuanya dengan cermat. Jangan hadapi dunsanak dengan mata merah dan menggeritihkan geraman. „

Nyawa Gadiza, ...........................Sambungan dari Hal.1 Orangtua Gadiza Latifa berharap di RSUP M Djamil Padang karena mungkin biayanya tak mahal. Tampaknya si miskin dilarang sakit sedang menggayuti nasib keluarga yang memang tak berada ini. Setelah ditolak di berbagai rumah sakit, kini Gadiza Latifa dirawat RS Siti Rahmah Padang. Di sini biaya peralatan untuk menyambung napasnya, mahalnya tak tanggung-tanggung. Jika perawatan tak diteruskan dan alat bantu dicabut Gadiza Latifa hanya akan bertahan bernafas selama 15 menit. Begitu kata dokter. Dalam sehari, keluarga ini harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah agar peralatan itu tetap berada di tubuh Gadiza Latifa. Besok Idul Adha, namun Riri Mardiasti, ibu Gadiza Latifa, sama sekali tak bisa merasakan suasana hari pengorbanan itu di kampungnya. Tak ada pula yang bisa ia sisihkan untuk dikorbankan pada hari penuh berkah itu nanti. Kini, yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana, Gadiza Latifa, anak semata wayangnya yang baru berumur setahun dua bulan, bisa terlepas dari selang-selang dan alat bantu pernafasan yang kini melilit di tubuh mungil itu. “Dulu Gadiza anak yang lincah dan sangat aktif. Hingga usianya mencapai lima bulan ia masih terlihat sangat sehat. Berat badannya mencapai tujuh kilogram. Tapi memasuki bulan ke enam hingga bulan ke delapan ia mulai sakit. Awalnya demam tinggi diikuti step selama satu jam,” ujar Riri Mardiasti, dalam bincang-bincang dengan Haluan di RS Siti Rahmah, Jumat (4/11). Setelah mengalami step, Riri dan suami membawa gadis kecilnya ke dukun. “Kata dukun ada gangguan setan,” kata perempuan muda berusia 22 tahun ini. Setelah dibawa ke dukun, Gadiza Latifa memang membaik. Namun normalnya kondisi Gadiza hanya berjalan satu bulan saja.

Setelah itu, kondisi anak semata wayangnya itu kembali menurun. Tubuhnya semakin melemah bahkan kedua matanya mulai kehilangan fokus. Tak bisa melihat dengan normal lagi. Sang ayah, Bastian Antoni, kemudian beralih ke dokter spesialis. Berganti dokter kondisi Gadiza tak kunjung membaik. Bahkan kini dokter memonis kalau gadis kecilnya tak bisa lagi melihat dengan normal. Orangtua mana yang tega melihat anaknya terus menderita. Dengan sisa upaya dan harta yang dimiliki Anton dan Riri membawa Gadiza Latifa ke rumah sakit daerah di Tapan, Pesisir Selatan. Rumah sakit kecil ini menyatakan tidak sanggup menangani Gadiza Latifa, lalu pihak RS Tapan merujuknya ke RS Painan. Masih dengan alasan sama, RS Painan meminta Anton membawa anaknya ke rumah sakit M Djamil Padang. Tak disangka hal sama terjadi. Pihak Rumah Sakit M Djamil, rumah sakit terbesar di Sumatera Barat, memintanya pindah ke Rumah Sakit Siti Rahmah di kawasan Aia Pacah, Padang. “Katanya ICU di sana (RS. M Djamil-red) penuh, Gadiza Latifa tak bisa dirawat di ruangan lain, harus di ICU. Jadi mereka minta Gadiza Latifa dibawa ke sini,” tuturnya. Jadilah kini, gadis mungil itu terbaring dengan bantuan alat mesin pernapasan di sana sini. Ventilator yang dipasang dari mulut kecil Gadiza Latifa, belum lagi selang makanan yang harus dipasang di hidungnya. “Karena ia datang dalam keadaan shock, maka juga harus pakai pemicu jantung,” tambah Anton, bapaknya. Namun berada di ruangan ICU RS Siti Rahmah membawa masalah baru bagi pasangan yang baru menikah dua tahun ini. Biaya pemakaian alat bantu pernapasan, selang makanan dan alat picu jantung ini sama sekali tidak murah. Baru

dua hari di RS Anton sudah harus membayar biaya perawatan Rp5 juta lebih. Sementara Anton yang sehariharinya jadi buruh karet ini sudah tiga minggu tidak mencari karet karena harus bolak-balik mencarikan uang perawatan Gadiza Latifa. Ditambah lagi musim penghujan, pekerjaannya semakin seret. Sejauh ini, RS hanya mampu memberi tindakan dengan peralatan medis dan obat-obat standar atau obat generik saja. Sementara Riri, istri Anton, seperti tak mampu menghadapi kenyataan yang harus dihadapi anak gadis pertamanya. Berkali-kali sejak ia mengetahui kondisi anaknya ia langsung jatuh pingsan. Berkali-kali tak sadarkan diri, sementara Gadiza harus dirawat di RS Siti Rahmah, Riri sempat dirawat di RS M Djamil. Sang ayah otomatis kebingungan menghadapi situasi yang semakin berat ini. “Mungkin kami masih bisa bertahan sampai besok (Sabtu, 5/ 11). Kami sudah tak punya biaya lagi. Untuk pembayaran lima juta diawal saja kami sudah meminjam kepada tetangga dan menggadaikan semua yang bisa digadaikan,” tutur Anton. Suara Anton semakin melemah ketika ia mengatakan tak sanggup menghadapi kenyataan membawa anaknya pulang, sementara ia tahu anaknya tak akan bertahan tanpa bantuan alat-alat medis tersebut. “Menurut dokter dan perawat di sini, jika alat-alat ini dicabut dari tubuh Gadiza Latifa, ia hanya akan bertahan paling lama 15 menit untuk bernapas, setelahnya…,” Anton tak sanggup melanjutkan. Tak ada yang lebih buruk bagi Anton dan Riri selain mengetahui umur anaknya di dunia bisa saja mereka perkirakan. “Kini kami hanya mengharapkan ada donator yang bersedia membantu Gadiza Latifa agar ia bisa memiliki umur yang lebih panjang,” tutupnya. (h/dla)

ikut tes disitu, lobi sana-sini, jadi hakim ad hoc Tipikor daerah. Pengawasan lemah, kolusi di daerah lebih mudah, sistem seleksinya juga abal-abal,” papar Mahfud. Untuk itu, Mahfud berharap Pengadilan Tipikor itu tetap satu saja di Jakarta karena Pengadilan Tipikor di daerah justru semakin mengacaukan sistem hukum. Dia mengungkapkan bahwa Pengadilan Tipikor di daerah, dibentuk secara tiba-tiba dan dikembangkan dari putusan MK tentang KPK. “Pada 19 Desember 2006, MK membuat putusan bahwa Pengadilan Tipikor Jakarta itu inkonstitusional karena dibentuk hanya berdasar pasal 53 Undang-undang Pemberantasan Korupsi. Jadi MK memerintahkan agar memberi bentuk hukum kepada Pengadilan Tipikor Jakarta dalam waktu tiga tahun. MK tidak memerintahkan membentuk di daerah,” ungkapnya. Menjelang 3 tahun, lanjutnya, Undang-undang ini tidak dibuat-buat dan beberapa bulan sebelum masa tenggang itu berakhir, lalu dibuat dan dikembangkan dibentuk Pengadilan di daerah, padahal itu bukan perintah MK. “DPR dan pemerintah berkreasi agar dibentuk saja di setiap daerah. Nah malah kacau seperti sekarang,” ujarnya. Mahfud mengatakan bahwa menghapus Pengadilan Tipikor di

daerah tidak melawan putusan MK, yakni melakukan revisi UU. “Pejabat-pejabat di daerah itu tetap bisa diadili di Jakarta seperti yang sekarang, yang tidak sempat diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta, dikembalikan ke pengadilan biasa menggunakan Undang-undang Korupsi, tapi pengadilannya biasa, hakimnya biasa, dan murah, mutunya lebih terjamin karena lebih profesional,” jelasnya. Dihentikan Sementara Beda dengan Mahfud, sebelumnya Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho meminta pengadilan Tipikor di daerah yang akan dibuka dipending terlebih dahulu, sembari menanti investigasi yang dilakukan oleh Mahkamah Agung terhadap para hakim Tipikor di daerah. Akan tetapi, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari mengatakan, untuk memperbaiki upaya pemberantasan korupsi sebenarnya bukan dengan membubarkan Pengadilan Tipikor. “Ide pembubaran itu perlu dikaji. Bukan Pengadilan Tipikornya yang harus dibubarkan, tetapi human resource-nya, SDM-nya yang harus dibenahi,” ujar Feri Amsari, kepada detikcom, Jumat (4/11). Hampir senada dengan Amsar, Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan bahwa Pengadilan Tipikor di

daerah cukup dihentikan sementara sambil dievaluasi. “Kalau melihat fakta tipikor daerah banyak membebaskan koruptor, maka harus segera dievaluasi dan untuk sementara segera dihentikan dulu,” katanya. Jasin menegaskan, penghentian sementara ini bisa dilakukan sampai proses evaluasi terhadap hakim selesai. “Sambil menunggu kesiapan tersedianya hakim-hakim yang lurus, jujur, berintegritas,” imbuhnya. Juru bicara KPK Johan Budi menambahkan, pembubaran pengadilan Tipikor daerah merupakan domain Mahkamah Agung. Namun dia setuju perlu ada evaluasi terhadap hakim, terutama dari sisi integritas, remunerasi, dan pengawasan. “Kalau memang begitu, alternatif dipusatkan di Jakarta tapi kapasitasnya harus diperbesar,” terangnya. Evaluasi Sementara itu, Ketua KPK Busyro Muqoddas mengajak mengajak Mahkamah Agung (MA) melakukan evaluasi segera untuk menyikapi masalah banyaknya terdakwa korupsi yang dibebeskan oleh pengadilan Tipikor daerah. Bukti terakhir adalah divonis bebasnya 4 dari 15 terdakwa korupsi dana operasional APBD Kutai Kartanegara senilai Rp 2,98 miliar oleh majelis hakim ad hoc Pengadilan Tipikor di Samarinda, Kalimantan Timur. (h/sal/ant)

Korban Banjir .............................Sambungan dari Hal.1 tidak makan semenjak banjir melanda. Harga beras, sudah mencapai Rp15.000 per gantang di beberapa kecamatan. Sementara minyak tanah di Kambang, Balai Selasa dan Air Haji terpantau dijual pedagang seharga Rp8.000 hingga Rp9.000 per liter. Sementara BBM sudah langka semenjak hari pertama banjir. Di beberapa tempat, untuk bertahan hidup, korban banjir mengkonsumsi mie instan. “Akibat tingginya air di pemukiman warga, menyebabkan harta benda, termasuk bahan makan tidak bisa diselamtakan. Bahkan di sini ketinggian air mencapai lima meter,” ujar Ison (45), warga Sungai Tunu. Menurutnya, warga korban banjir di Sungai Tunu hingga hari kedua tidak bisa melakukan aktivitas perekonomian. Sawah yang siap untuk dipanen sudah habis dihondoh banjir. Disekeliling Nagari Sungai Tunu, yang terlihat hanyalah lumpur tebal. “Kami baru bisa makan untuk pengganjal perut pada hari Kamis sore, itu pun hanya dengan mie instan, bukan nasi,” katanya. Sementara warga Rantau Simalenang, Air Haji, hingga kini juga masih mengonsumsi mie instan, karena beras dan persediaan makanan disana juga telah habis disapu banjir. Warga korban banjir disini, untuk sementara masih banyak yang menumpang dirumah warga atau tetangga yang terbilang aman. Tanpa Penerangan Di Posko bencana alam Pasir Putih Kambang, korban banjir tidak memiliki penerangan yang representatif, misalnya diesel atau listrik. Soalnya, semenjak kejadian banjir, tiang listrik di kawasan itu banyak yang tumbang, sehingga tidak dialiri listrik. “Kami disini butuh penerangan untuk melakukan aktifitas di malam hari. Yah paling tidak untuk urusan di pengungsian. Tidak adanya penerangan menyebabkan kami kesulitan untuk melakukan hal hal penting,” kata Can (60), korban banjir bandang. Disebutkannya, malam pertama, mereka hanya menggunakan lilin dan lampu minyak Sekarang minyak tanah sudah langka di pasaran. Untuk itu, para korban banjir meminta ke pemerintah segera memulihkan penerangan. Pantauan Haluan, di Lengayang hingga Jumat malam, lampu PLN belum nyala.

Terancam Diserang Penyakit Di Kambang, selain tidak ada lampu, tempat tinggal yang tidak representatif menyebabkan warga rentan terserang penyakit. Kini warga korban banjir belum memiliki tempat tinggal yang layak, bahkan diantara mereka ada yang masih menumpang diteras rumah warga. Jumlah warga Pasir Putih Kambang yang butuh segera tempat tinggal sekitar 120 KK. Data dari Posko, 21 rumah hancur, 57 rusak berat dan sebagian rusak ringan. Dirikan Posko Tim Relawan Rumah Zakat Padang mendirikan dua posko untuk penanggulangan bencana banjir di Pasir Putih Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dan memberikan beberapa bantuan kepada korban banjir yang tinggal di tempat pengungsian, Jumat (4/11). Menurut koordinator Tim Siaga Bencana Nurmansyah, bantuan yang disalurkan itu berupa susu, biskuit, kornet Superqurban sebanyak 900 kaleng,obat-obatan, selimut, pembalut wanita, dan pakaian. Sedangkan di posko kedua dijadikan dapur umum yang menyediakan kebutuhan korban. Tim ini juga menyalurkan kebutuhan lainnya, seperti tenda dan selimut. “Daerah Pasir Putih Kambang telah kami survey sebelumnya, dan daerah ini belum tersentuh bantuan, karena akses ke lokasi terputus akibat dahsyatnya banjir bandang melanda kawasan ini. Rencananya kami akan bertugas selama tiga hari, tetapi bisa lebih, tergantung perkembangannya nanti,” ujar Nurmansyah. Tim Relawan Rumah Zakat ini kami bagi dua kelompok, yang pertama sebagai tim pionir yang kebetulan orangnya berdomisili dekat dengan lokasi banjir, yang bertugas mengumpulkan semua kebutuhan korban. Sedangkan kelompok kedua bertugas menyalurkan bantuan. Kegiatan ini dilaksanakan sejak Kamis, 3 November 2011 lalu. Sementara itu, Koordinator Tim Pionir Relawan Rumah Zakat, Rika Mandasari mengatakan, saat ini korban tewas berjumlah empat orang, tiga diantaranya merupakan warga Kecamatan Lengayang, yakni Isnaidarni (40), Naisya (8), Santia (22). Sementara, satu korban tewas lainnya berasal dari Kecamatan Ranah, Dusun Padang Laban, namun belum diketahui identitasnya. “Kami telah berkoordinasi dengan BPBD

untuk mendata jumlah korban dan kerusakan. Saat ini ada sekitar 52.123 warga korban banjir yang mengungsi di enam Kecamatan Kabupaten Pessel. Saat ini, berbagai Tim SAR masih melakukan evakuasi korban di masing-masing kecamatan,” ujar Rika. Wagub Bantu Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim kemarin datang ke lokasi menyerahkan bantuan dana Rp50 juta, 5 ton beras, 900 kaleng sarden, family kits 120 buah, tikar 300 lembar, selimut 125 lembar, Peralatan dapur 100 paket, Kids Ware 120 paket, juga menyampaikan pesan Ketua BNPB Pusat Syamsul Muarif yang turut berduka dan mememberikan bantuan Rp500 juta untuk penanggulangan bencana banjir di Pessel. Sementara Ketua DPRD Ir. Yulteknil juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta dan ditambah beberapa anggota DPRD dapil 2 sebesar Rp10 juta. Selanjutnya rombongan melakukan peninjauan kelokasi bencana di Pasir Putih Kambang Barat dan Kecamatan Lengayang. Ikut hadir dalam kesempatan itu Kepala BPBD Sumbar Ir. Hermensyah, Kepala Biro Bina Sosial Abdul Gafar, SE,MM, beberapa anggota DPRD dapil 2, dan beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan. Bupati Pessel Nasrul Abit menyampaikan, lokasi yang terkena dampak bencana banjir terdapat pada 7 kecamatan, dengan ketinggian genangan air antara 0,5 – 1.5 meter. Jumlah pengungsi 52.315 jiwa. Korban 6 orang hanyut (hilang) dan baru 3 orang korban meninggal di Lengayang, sementara yang lain masih dalam pencarian. Hingga saat ini masih ada 4 titik lokasi yang terisolasi yakni, Silaut V, VI, Base Camp. PT Incasi Raya dan Lunang III. Dan saat ini 18.000 siswa yang belum bisa mengikuti proses belajar mengajar, karena sekolahnya terendam lumpur setinggi 40 cm. Kerugian sementara lebih kurang 99,6 Milar, yang terdiri dari jalan negera 750 meter terban, jalan kabupaten 3000 meter, Irigasi 23 unit, Sekolah 27 unit terendam, rusak berat 9 unit, rumah masyarakat yang terkena 10.219 unit, rumah ibadah terendam 43 unit, rusak berat 24 unit, Jalan kampong/usaha tani 1250 meter, jembatan 6 buah. (h/har/wan)

Bungkus Rokok ..........................Sambungan dari Hal.1 Pemerintah tentang produksi, distribusi, dan pemasaran produk tembakau. “Kami tentu sangat lega mendengar keputusan itu,” kata Menteri kesehatan Endang Sedyaningsih dalam rilisnya kepada kepada pers, Jumat (4/10) Pasal tentang rokok dan aturan pemasaran produk tembakau menjadi polemik panjang dan keras di tengah masyarakat yang sebagian menghendaki ada aturan yang lebih tegas terhadap kontrol pemasaran produk berisiko kesehatan ini. Sebagian lain, diwakili kalangan produsen, petani, dan pekerja ladang tembakau, menggugat UU yang dianggap tidak adil itu. Ketua DPRD Temanggung Bambang Sukarno mengajukan gugatan uji materiil kepada MK mempersoalkan pemakaian kata ‘zat adiktif’ pada tembakau. Gugatan sudah diajukan sejak tahun lalu dan baru diputus MK Rabu (02/11), dengan penolakan

gugatan. Temanggung dikenal sebagai salah satu penghasil utama tembakau di Indonesia. Menurut hakim MK, pengenaan kata adiktif pada pasal tersebut tidak bersifat diskriminatif, sementara dua hakim konstitusi berpendapat sebaliknya dan memberikan dissenting opinion. Tunggu Sidang Kabinet “Semua pihak sudah mendukung, tinggal sedikit isu yang belum sepakat,” Endang Sedyaningsih. Pasal lain terkait tembakau yang diputuskan hakim MK adalah penegasan agar setiap kemasan rokok kini diberi imbuhan gambar peringatan bahaya merokok, bukan cuma tulisan seperti selama ini. Setahun setelah UU Kesehatan disahkan, akhir tahun 2009 pemerintah mestinya telah selesai menyusun Peraturan Pemerintah sebagai petunjuk pelaksanaan UU tersebut. Namun karena tersandera kontroversi pengawasan tembakau,

aturan tersebut sampai saat ini belum lagi terdengar pembahasannya. Menkes membantah pembahasannya terhenti akibat desakan sejumlah pihak. “Kita sudah persiapkan dan tinggal dirapatkan saja di hadapan sidang kabinet terbatas,” kata Endang. Presentasi itu belum jadi dilangsungkan, lanjut Endang, karena menunggu kelengkapan waktu dan kesediaan pihak terkait dalam hal ini pada sidang kabinet. Endang juga membantah ada sikap terpecah pemerintah dalam memandang isu tembakau. “Semua pihak sudah mendukung, tinggal sedikit isu yang belum sepakat,” Endang menambahkan tanpa menjelaskan apa isu yang belum disepakati tersebut. Pemuatan gambar bahaya merokok pada bungkus rokok sudah umum diterapkan di sejumlah negara maju, seperti Australia dan negaranegara Eropa. (Sumber: bbc)


12

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H


13

SABTU , 5 NOVEMBER 2011 M / 8 DZULHIJAH 1432 H

Puting Beliung Hantam Rumah Warga

PADANG, HALUAN — Tampaknya bencana seolah tak lepas dari Ranah Minang. Setelah banjir dan disertai badai dan angin kencang, yang melanda Pesisir Selatan, kali ini angin angin puting beliung menghantam Kota Padang. Selain puting beliung itu, beberapa kawasan di Kota Tercinta ini juga terendam banjir. Puting beliung yang menghantam beberapa titik lokasi perumahan warga, Purus dan Asrama Polisi Alai, Kamis (3/ 11) malam itu telah merusak 5 unit rumah warga. Keempat rumah warga pun tergenang air karena atap rumah sudah lepas. Padang sepekan ini dilanda hujan berkepanjangan. Puting beliung terjadi sekitar pukul 23.00 WIB yang datang bersamaan dengan hujan lebat. Tak ada korban jiwa. Kerugian material diperkirakan puluhan juta. Dari data yang dihimpun Haluan, kerusakan rumah warga hanya ditemukan di bagian kawasan Purus, Kecamatan Padang Barat dan Asrama Polisi, Kelurahan Alai, Kecamatan Padang Utara. Salah seorang warga purus yang menjadi korban angin Puting Beliung Kelli mengatakan, rumah kontrakannya yang terbuat dari kayu ini mengalami rusak berat dan tidak layak pakai lagi. Bahkan mereka terpaksa menumpang ke sebuah rumah petak yang tidak jauh dari rumahnya. Atap rumahnya terbang dan semua barang-barangnya basah akibat hujan deras, Kamis (4/ 11) malam itu. Ditambah lagi material kayu yang berjatuhan dari atap menghimpit barangbarang mereka.

“Saat itu saya sedang berkumpul di dalam rumah. Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar suara angin dari kejauhan. Namun suara itu terasa aneh didengar seperti suara angin ribut. Semakin lama suara angin tersebut semakin mendekat dan tiba-tiba langsung menerbangkan atap rumah, sehingga kami pun langsung berlari lari keluar rumah. Dari luar rumah, saya melihat atap rumah terbang,” kata Kelli dengan wajah duka kepada Haluan, Jumat (4/3). “Kejadian angin kencang ini ada sekitar seperempat jam lamanya.” Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budi Erwanto mengungkapkan, akibat peristiwa tersebut sedikitnya ada empat rumah yang rusak yakni tiga rumah di kawasan Purus dan Pasar Pagi, dan satunya di Asrama Polisi Alai. “Yang di kawasan Asrama Polisi Alai ini rumahnya tersebut rusak diakibatkan ditimpa kayu,” kata Budhi. Dijelaskannya, peristiwa tersebut terjadi hanya dalam waktu dua jam, dimana kejadian pertama di kawasan Purus dan berselang tiga jam kemudian terjadi di kawasan Asrama Polisi yang mengakibatkkan tumbangnya satu pohon tua yang berumur ratusan tahun.

“Dengan adanya kejadian ini kami langsung menurunkan 10 personil ke lokasi kejadian malam itu juga,” ujarnya. Sementara itu, Pejabat Sementara (PJS) Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Deno Indra Firmansyah menyebutkan, pihaknya telah menyerahkan bantuan tenda kepada korban puting beliung yang ada di kawasan Purus, Jumat. “Jenis bantuan tersebut berupa empat buah tenda jenis terpal ukuran 16x16 meter untuk tempat berteduh dan dua buah tenda Arab (tenda dum) untuk istirahat bagi warga yang terkena musibah. Namun, untuk logistik diserahkan kepada Dinas Sosial,” ungkapnya. (h/nas)

DIHANTAM PUTING BELIUNG — Rumah warga di Purus Padang terlihat tak beratap lagi karena kuatnya hantaman puting beliung yang terjadi Kamis (4/11) malam.

DENI PRIMA

Buddha Tzu Chi Bagikan 1.500 Karung Beras WALIKOTA Padang, Fauzi Bahar didampingi Ketua Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Barat, Widya K Lawrenzi menyerahkan langsung bantuan berupa beras kepada masyarakat miskin yang tinggal di kawasan Purus Kota Padang. TEDDY

PADANG, HALUAN — Kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat kembali ditunjukkan pada pendistribusian beras yang mereka sebut beras cinta kasih sebanyak 1.500

karung yang diperuntukkan pada 1.500 warga miskin yang tinggal kawasan Purus, Padang Barat, Jumat (4/11). Beras seberat 20 kg itu, kata wakil Ketua Buddha Tzu Chi Sumatera

Barat, Chaidir berasal dari Negara Taiwan. Selain beras, yayasan amal tersebut juga mendistribusikan celengan bambu sebanyak 100 buah yang ditujukan untuk menghimpun dana kemanusiaan. Beras yang dibagikan bagi masyarakat miskin itu kata Chaidir merupakan yang pertama tahun ini di Sumatera Barat. Meski yang pertama, namun Buddha Tzu Chi telah menyiapkan alokasi sebanyak 160 ton bagi Kota Padang. Walikota Padang, Fauzi Bahar yang turut dalam kegiatan tersebut memberikan aplaus kepada Buddha Tzu Chi yang secara rutin selalu memberikan bantuan kepada masyarakat tak hanya di Kota Padang, tapi juga di seluruh Sumatera Barat bahkan seluruh pelosok dunia.

Fauzi Bahar dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi terhadap pendistribusian celengan bambu yang diharapkan bisa dijadikan tempat bagi masyarakat untuk berbagi dengan sesama. “Untuk menyumbang, jangan dilihat banyaknya uang yang dimasukkan tapi kepedulian kita untuk turut meringankan beban masyarakat lainnya,” imbuhnya. Kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang hadir langsung dengan ketua umumnya, Widya K Lawrenzi, Walikota berharap untuk tidak bosan memberikan bantuan kepada masyarakat. Karena pemerintah dengan anggaran yang masih terbatas, masih belum bisa secara maksimal memberikan perkuatan ekonomi pada masyarakat. (h/ted/ade)


14 PADANG

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

BANJIR KOTA PADANG

Polresta

0751-22317

Damkar

0751-92113

DPRD

0751-690960

BPBD

0751-91547

Walikota

0751-92202

RSUD

0751-93550

Pengaturan Air Sangat Buruk

PADANG, HALUAN — Komisi III DPRD Kota Padang menilai, banjir yang melanda Kota Padang setelah diguyur hujan berimbas dari buruk sistem drainase dan riol di Kota Padang.

LINGKAR Mita Dijual Keluar Daerah PADANG, HALUAN — Dengan harga Rp9.000 per liter, memicu bagi spekulan untuk membawa minyak tanah keluar Sumatera Barat. Jatah minyak tanah untuk Sumbar langka. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Hiswana Migas, dan Pertamina telah merespons permintaan minyak tanah oleh Pemko Padang sebanyak 30 persen dari kuota sebesar 560 kilo liter per hari, namun ternyata minyak tersebut masih juga sulit ditemukan di tengah masyarakat. “Dari hasil rapat yang kami lakukan dengan Pertamina dan Hiswana Migas, disinyalir minyak tanah di Kota Padang yang kuotanya mencapai 186,7 kilo liter per hari dilarikan pihak tak bertanggung jawab ke luar daerah,” kata Zabendri, Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Kota Padang, pada Haluan, Jumat (4/11). Menurut Zabendri, indikasi itu bisa dengan mudah terlihat dengan sulitnya menemukan minyak tanah di pasaran dan juga pangkalan. Selain itu, adanya sejumlah penangkapan oleh aparat kepolisian terhadap sejumlah warga yang membawa hasil minyak tanah tersebut dengan jeriken ke daerah lain. Sinyalemen itu, kata Zabendri, bukan tanpa alasan sama sekali, dimana kalau di Sumatera Barat dan Kota Padang harga minyak tanah rata-rata hanya Rp4.500 per liter, namun di luar provinsi yang tak disubsidi, harganya mencapai Rp9.000 per liter. “Itulah salah satu alasan mengapa banyak minyak tanah dari Sumbar dilarikan ke luar daerah,” imbuhnya. Untuk mengantisipasi hal itu, Disperindag bekerja sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas akan memaksimalkan pengawasan serta meminta aparat kepolisian melakukan kontrol ketat di daerah-daerah perbatasan seperti di Pasaman, Limapuluh Kota, Dharmasraya, Solok Selatan dan Pesisir Selatan. (h/ted)

SMP 14 Padang Potong Hewan Kurban

Padang, Haluan—Pada Idul Adha 10 Zulhidjah 1432 H tahun ini, SMP 14 Padang untuk pertama kalinya menggelar pemotongan hewan kurban. Meski baru pertama kali, namun pihak sekolah mampu menghimpun dua ekor sapi plus satu ekor kambing yang anggarannya berasal dari kepala sekolah, majelis guru, pegawai dan komite sekolah. “Alhamdulillah, tahun ini kami bisa melakukan ibadah kurban. Dan peserta kurban berasal dari kalangan sendiri,” kata kepala sekolah SMP 14 Padang, Yunaldi SPd, MM pada Haluan, Jumat (4/11). Karena peserta kurban adalah warga sekolah, maka pemotongan hewan kurban pun dilakukan di sekolah. Tepatnya di lapangan sepak bola yang berada di bagian belakang sekolah. Khatib Idul Adha Masjid Taqwa Muhammadiyah Jalan Bundo Kanduang Padang, menetapkan Buya Al Amin S Sos, MM sebagai khatib pada salat Idul Adha 1432 H pada Minggu (6/11). Sementara itu di Musala Palm Pelangi, Kompleks Pelangi Indah, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, khatib salat Idul Adha adalah Prof Dr H Tamrin Kamal, MA. (h/ted)

menambah ukuran permanen

ANTARA

DIRENDAM BANJIR — Warga berbelanja dan beraktivitas seperti biasa di sebuah kedai sayur-sayuran yang direndam banjir di kawasan Aia Pacah, Kamis (3/11). Akibat hujan turun sejak Rabu (2/11), sejumlah kampung dan pemukiman terendam banjir karena tidak berfungsinya saluran air dan sungai.

Ancaman Banjir Masih Besar

PADANG, HALUAN — Masyarakat Sumatera Barat diminta waspada pada bulan September, Oktober, November dan Desember, karena cuaca di bulan tersebut sangat tidak bersahabat bahkan bisa memakan korban jiwa jika tidak waspada. “Berdasarkan perkiraan, pada bulan September, Oktober, November dan Desember curah hujan cukup tinggi dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Bahkan, saking tingginya curah hujan dapat menyebabkan longsor dan banjir,” kata Kepala Observasi dan Informasi BMKG Padang Syafrizal kepada Haluan, Jumat (5/11).Curah hujan yang cukup tinggi tersebut, juga diiringi

dengan badai atau angin kencang. Jadi, diharapkan kepada masyarakat yang akan keluar rumah untuk berhati-hati. Dan, jika cuaca buruk lebih baik diurungkan. “Sebab, jika cuaca buruk maka untuk daerah rawan longsor seperti Lembah Anai dan Ngarai Sianok sangat beresiko. Bahkan, jalan pun bisa licin akibat curah hujan yang tinggi,” katanya. Berhati-hati Sementara itu, Walikota Padang Fauzi Bahar mengimbau, warga Kota Padang pada musim hujan dan badai yang masih berlangsung saat ini agar menghindar tinggal di lerenglereng bukit dengan kemiringan 30 derejat. Karena, sewaktu-

waktu bisa saja datang bencana alam seperti longsor, pohon tumbang dan yang lainnya. “Selain itu, kepada camat dan lurah, agar mengingatkan warganya yang tinggal di lereng bukit untuk selalu waspada dengan fenomena alam yang terjadi saat ini. Bahkan saya menegaskan, jangan mendirikan rumah atau bermukim di lereng- lereng bukit , karena sangat berbahaya,” katanya kepada Haluan, Jumat. Sekitar lereng perbukitan Kecamatan Padang Selatan, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Kuranji, Koto Tangah dan wilayah lainnya merupakan lokasi yang rawan bencana. (h/ade)

KANWIL KEMENAG DAN FKUB

Kerukunan Beragama Cukup Baik PADANG, HALUAN —Kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama harus selalu dijaga dan dipelihara seluruh elemen masyarakat di Sumatera Barat. Kerukunan tersebut akan menjadi mahal bilamana terjadi konflik antar_elemen yang bisa menghancurkan tatanan kehidupan sosial sebagaimana pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia. “Karena kerukunan ter_sebut bisa menjadi barang mahal, maka sebelum itu menjadi besar, maka harus selalu dipelihara agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan hidup damai dan rukun, tentu akan memudahkan kita untuk bersosialisasi dengan siapa pun juga,” kata Ismail Usman, Kakanwil Kemenag Sumbar, saat bertemu dengan Pengurus Forum Kerukunan Antar-Umat Beragama (FKUB) Sumatera Barat, Kamis (3/11) di Padang.

FKUB sebagai elemen perekat kerukunan kata Ismail Usman, memiliki peran penting dan strategis untuk memastikan adanya kenyamanan dan ketenangan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing. “FKUB harus bisa menjadi pengawal yang baik agar kerukunan tetap terwujud,” timpalnya. Kakanwil yang didampingi Kabag Humas, M Rifki menyebutkan, trauma yang dialami masyarakat di sejumlah daerah yang pernah berseteru terkait kepercayaan masih terus membekas hingga sekarang. Dan hal itu, tidak boleh terulang kembali apalagi di Ranahminang yang terkenal dengan demokrasinya. Bagi Kementerian Agama, KUB merupakan sebuah elemen penting dalam rencana strategis Kemenag ke depan. Karena visi dan misinya sama dengan Kemenag yang menginginkan terciptanya kerukunan antar umat beragama, kehidupan yang aman dan damai. “Kami dari Kanwil kemenag Sumbar memberikan apresiasi

yang tinggi dengan adanya komitmen bersama dari seluruh pengurus FKUB dalam memberikan dukungan penuh untuk bersama-sama melestarikan kerukunan antar umat beragama di Sumatera Barat,” tuturnya. Terkait harapan dan keinginan dari Kakanwil Kemenag Sumbar itu, ketua FKUB Syamsumir Syaibun Dt. Putih mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya senantiasa mengedepankan metode dialogis untuk menyelesaikan persoalan umat. “Metode ini insyaallah terbukti mampu menyelesaikan segala persoalan umat beragama dengan kepala dingin dan hati yang ikhlas. Semoga ke depan Ranah Minang tetap dalam keadaan penuh kedamaian,” harapnya. Dalam audiensi itu, FKUB Sumbar juga menghadirkan H Yulius Said, Prof Duski Samad, Adi Bermasa, Zainal MS, Zainal Tazar, H Yunizar Paraman, H Yournoli Latief, H Suhefri. Pnt Ginting (Kristen), Sumarjono (Katolik) dan Romo Sudharmo mewakili komunitas Buddha. (h/ted)

“Perawatan terhadap dua “perangkat” anti banjir itu, yaitu drainase dan riol masih lemah dan diminta, beberapa SKPD seperti Dinas TRTB, Dinas PU dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk segera mengambil tindakan,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Hadison kepada Haluan Jumat (4/11). kapasitas drainase dan riol di Kota Padang sudah tidak mampu menampung curah hujan yang cukup tinggi. Apalagi, semakin berkembangnya pembangunan komplek perumahan membuat Pemko Padang perlu meninjau ulang kembali kapasitas drainase yang ada. “Selain itu, aksi pengerukan drainase juga jarang. Sementara, komplek perumahan semakin berkembang. Akibat, pengerukan jarang dilakukan. Sehingga, drainase bisa saja tersumbat oleh sampah rumah tangga, atau limbah lainnya, menyebabkan banjir bisa cepat terjadi,” kata kader PKS ini. Menurutnya, hampir seluruh kawasan di Kota Padang memiliki sistem drainase yang memprihatinkan. Beberapa kawasan yang perlu pembenahan drainase seperti kawasan Jati, Muaro dan Purus. Sebab, kawasan tersebut sering terjadi banjir setelah diguyur hujan. “Perlu koordinasi yang kuat antar lintas SKPD, misalnya Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) yang memberi izin untuk pembangunan perumahan. Disini, mereka perlu jeli melihat daya tampung drainase serta jarak drainase. Tapi, saat ini hal itu masih belum dilakukan,” katanya. Sementara itu Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Jamasri mengatakan, hendaknya SKPD jangan sering lempar tanggung jawab khususnya SKPD terkait pembenahan drainase dan riol. Ia juga menilai, kondisi riol dan drainase di Kota Padang jauh dari layak. Akibatnya, saat ini Kota Padang menjadi langganan banjir. Dia juga mengecam keras, alasan minimnya anggaran dalam menjaga kebersihan. Seperti, yang sering dikeluhkan SKPD saat pembahasan anggaran. Dampaknya bisa dilihat, kebersihan lingkungan sudah tak lagi terjaga. Permasalahan lingkungan Kota padang saat ini juga terbilang komplit. Mulai dari pencemaran udara dan air, hingga masalah sampah yang ada di sejumlah kawasan di Kota Padang,” katanya. “Ini perlu dibenahi bersama. Masalah lingkungan, tak hanya menjadi masalah satu atau dua SKPD saja, tapi semua dari DPRD pun harus terlibat agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya. Terkait longsor, ia juga mengimbau aparat Pemko Padang tidak lepas tangan dalam menindaklanjuti. Meski longsor terjadi disekitar jalan milik provinsi, setidaknya pemko perlu ikut membenahi kawasan tersebut. Terutama sebagai antisipasi untuk masa mendatang. “Setidaknya, camat setempat perlu memberi warning kepada pengguna jalan agar lebih was-

pada,” tegasnya. Sedangkan Kepala Dinas PU Kota Padang Hermen Peri ketika ditanyakan beberapa waktu yang lalu pernah mengatakan, drainase Kota Padang kurang terkelola dengan baik, akibat minimnya anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan dan perawatan drainase agar berfungsi dengan baik dalam menyalurkan air. Karena itu, ketika hujan mengguyur, banjir segera akan merendam beberapa bagian kota ini. Kurangnya perawatan darainase selama ini, karena minimnya dana perawatan dan perbaikan drainase itu dalam APBD Kota Padang. Bahkan, dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Haluan, dari tahun 2005 anggaran pemeliharaan drainase sebesar Rp750 juta, tahun 2006 naik menjadi Rp1,3 miliar, tahun 2007 turun menjadi Rp1,03 miliar, tahun 2008 turun lagi menjadi Rp671 juta, tahun 2009 turun lagi menjadi Rp419 juta, tahun 2010 naik menjadi Rp470 juta dan tahun 2011 diperkirakan hanya ada Rp250 juta saja. Jadi ditengah keterbatasan dana, jelas pengelolaan dan perawatan drainase tidak bisa dilakukan secara maksimal. Akibatnya bisa dilihat sendiri, hujan sedikit sudah banjir, sebab air tidak bisa mengalir dengan baik. Selain masalah keterbatasan anggaran, berbagai permasalahan juga dihadapi Pemko Padang dalam mengelola drainase tersebut. Diantaranya, banyak saluran masuk air (inlet) yang tertutup karena rusak akibat gempa lalu, kemudian di saluran drainase juga banyak jaringan listrik, PDAM, dan telepon sehingga menghambat kelancaran air. Tidak itu saja, secara topografi, ketinggian Kota Padang banyak yang hanya 0-2 meter saja dari permukaan laut, sehingga saat pasang naik, juga mengakibatkan pengaruh terhadap genangan air. Saluran drainase di Kota Padang saat ini, untuk saluran primer sepanjang 50.579 meter, saluran sekunder 29.395 meter. Saluran di kawasan perumahan sepanjang 3.486 meter dan yang belum tertangani dengan baik sepanjang 3.406 meter. Agar terkelola dengan baik, Kota Padang butuh dana besar untuk pengelolaan drainase ini. Setidaknya dana yang dibutuhkan untuk pembangunan drainase baru sebesar Rp156 miliar, peningkatan saluran sebesar Rp139 miliar dan pemeliharaan dan perawatan sebesar Rp2 miliar. Namun karena keterbatasan dana, hanya bisa mengimbau agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam perawatan saluran drainase tersebut. Untuk itu, hendaknya masyarakat untuk dapat selalu bergotong royong membersihkan drainase di sekitarnya. Selain itu, juga minta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran drainase yang mengakibatkan tersumbatnya saluran tersebut.(h/ade)


PADANG 15

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

TERKENDALA CUACA

LINGKAR

Rekonstruksi Pembunuhan Digelar di Mapolres

Jaringan PDAM Masih Terganggu PADANG, HALUAN—Pemulihan suplai air bersih untuk wilayah utara Kota Padang terkendala kondisi alam. Sebab, hingga kemarin (4/11) debit air Sungai Latung masih tinggi, sehingga menyulitkan petugas PDAM Padang melakukan perbaikan terhadap komponen IPA Latung yang mengalami kerusakan. Pendistribusian air bersih PDAM Padang terganggu sejak Kamis (3/11) setelah hujan lebat mengguyur Kota Padang. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Latung di Lubuk Minturun yang menjadi andalan produksi air bagi PDAM tak bisa beroperasi, karena kawasan intake-nya dipenuhi lumpur dan material kasar seperti kerlikil dan bebatuan. Gangguan air bersih ini dialami wilayah utara Kota Padang mulai dari kawasan Komplek Taruko, Bumi Minang yang berada di Kuranji hingga ke wilayah Air Tawar, Tabing, Tunggul Hitam, Lapai dan Siteba. dan Lubuk Buaya. “Kami mohon maaf kepada masyarakat atas gangguan ini. Petugas kami sudah bekerja keras di lapangan untuk perbaikan. Bahkan, tubuh mereka diikat tali tambang, untuk keselamatan, karena debit air sungai masih tinggi. Ini murni faktor alam, kami minta masyarakat bersabar,” kata Direktur Teknik PDAM Padang, Edwar.(h/vid)

PADANG, HALUAN— Rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di depan kawasan Pasar Raya, depan Toko Serba Lima Ribu, Padang, Rabu (28/9) lalu digelar di Gedung Tuah Sakato Mapolresta Padang, Jumat (4/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Tak digelarnya reka ulang kasus ini di lokasi kejadian menuru Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang Kompol Bambang Suharyono karena terkendala cuaca. “Hujan tak kunjung reda,” katanya kemarin. Sebanyak 15 adegan diperagakan tersangka Eldo (21), warga Aur Duri dan Saiful Rahman (20) warga Gurun Laweh, Lubuk Begalung. Sementara korban Ardiandes ( 20) di pe ran k an ol e h Nof ri z al . Kegiatan itu juga dihadiri penyidik, dan beberapa petugas Reskrim Polresta Padang, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan pengacara tersangka, Erizal. “Reka ulang ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang segera dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Bambang. Terungkap, pembunuhan dilakukan tersangka Eldo dan Saiful dengan dengan menusukan pisau ke bagian punggung korbannya Ardiandes. Pemicunya hanya persoalan sepele, yakni saling ejek. Tetapi saat itu mereka tengah mabuk. Kemudian pelaku yang merasa sakit hati, langsung menusuk korban dengan pisau hingga tewas. Kejadian ini terjadi pada Rabu (28/ 9) sekitar pukul 20.00 WIB. Dan hanya berselang 16 jam kemudian petugas menciduk kedua tersangka di salah satu rumah masyarakat di kawasan Air Camar, Kecamatan Padang Selatan. (h/nas)

Empat Remaja Diciduk Polisi PADANG, HALUAN—Empat remaja diringkus Tim Reskrim Polsek Lubuk Begalung di rumahnya Jalan Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota usai mencuri di rumah seorang pegawai Negeri Spil (PNS) Diklat SPN Padang Besi Rosmainarnur (45), Kamis (3/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Keempat pemuda ini masing-masing Andi (20), Diva (24), Imam (20), dan Ucok (14). Dari tangan mereka ini didapati barang bukti diduga hasil pencurian yakni DVD, TV, dan peralatan rumah lainnya. Para tersangka ini warga Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung ini tertangkap hanya beberapa jam, setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Begalung. Kanit Reskrim Polsek Lubeg Ipda Berry Juana Putra mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Kamis (3/11), sekitar pukul 07.00 WIB, ketika saat korban sedang tidak berada di rumah. Kemudian pelaku masuk ke dalam rumah tersebut dan membawa lari DVD, TV dan peralatan rumah lainnya. Namun saat tersangka ini keluar dari rumah itu dan melarikan diri dengan menggunakan dua sepeda motor milik mereka, korban tiba dan sempat melihat ciriciri indentitas pelakunya. Korban membiarkan mereka pergi dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubeg. Dari informasi tersebut Jajaran Polsek Lubeg langsung melakukan pencarian terhadap para tersangka. (h/nas)

Iklan Baris

DENI PRIMA

RAWAN KECELAKAAN-Meski ada tanda larang berbelok di Jalan Juanda, tetapi sejumlah pengendara tetap nekat menerobosnya, termasuk seorang oknum polisi, Jumat (4/11). Padahal kondisi ini bisa memicu terjadinya kecelakaan.

Residivis Tertangkap Simpan Sabu-Sabu

PADANG, HALUAN—Pernah menghuni lembaga permasyarakatan, tampaknya tak membuat Anton (25) jera. Warga Jalan Runtuh Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung ini, Kamis (3/ 11) sekitar pukul 16.00 WIB kembali berurusan dengan polisi terakait kasus penyalahgunaan narkoba. Ia ditangkap di rumahnyadi Jalan Runtuh Pampangan. Di rumah itu polisi mendapati satu paket besar sabu-sabu seharga Rp1,5 juta, dan satu paket kecil seharga Rp500 ribu sebagai barang bukti. Kepala Unir Reskrim Polsek Lubeg Ipda Berry Juana Putra mengatakan, terungkapnya kasus ini dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya dalam beberapa hari terakhir. Tersangka ditengarai kembali terlibat mengedarkan

ANDA BUTUH DANA CEPAT Pick Up Karimun Splash APV

DP 2,5jt-an DP 6jt-an DP 6jt-an DP 7jt-an

Swift SX4 Vitara

DP 8jt-an DP 9jt-an DP 18jt-an

Proses cepat, data bisa dijemput menerima tukar tambah

RIZALUL FIQRI,S.Psi

Jaminan BPKB Motor, Mobil & Truck, Proses 1 hari cair, aturan ringa, bunga rendah

081363001111

Hub : HERIANTO, 085278614040

Smart

Iklan Baris Rp. 20.000,- / terbit

ASTRA INTERNASIONAL-DAIHATSU

"OKTOBER CERIA" MILIKI Xenia DP 9jt-an, SEGERA Angsuran 3Jt-an MOBIL sudah termasuk angsuran 1, Asuransi all risk, subsidi rate 2,15jt DAIHATSU Bonus Kaca Film, Console Box dan aksesories lainnya ANDA Hub :

FERRY - ASTRA

PIN BB : 32E4252D

082173140240 / 0751 - 9846138

= PROPERTI

Sekarang paket air bersih ada pilihan Rp.13 Jt

Rp.9 Jt

Rp.6 Jt

Syarat ketentuan berlaku

AYO BURUAN!!!

Kalau bisa pakai PVC, Ngapain pakai besi Atau Rp. 1,5 Jt per batang (Pipa Gyp)

Hub : CV. BUDDY SUMUR BOR Komp. Gando Permata Cendana Mata Air Blok F No. 04 Padang (Depan Lapangan Voly) Gando Permata Telp. (0751) 765601 HP. (0751) 8212111, HP. 081266015111

Star

Dent

Removal

Mengembalikan Penyok (Pentok) Tanpa Proses Pengecatan dlm Waktu Singkat Mobil Anda Akan Kembali Mulus HANYA

15 MENIT SAJA

Joko (Jo) 0821 7457 1144 Jl. Ujung GurunNo. 147 Padang

PAKET TOYOTA AVANZA E AVANZA G AVANZA S INOVA YARIS HILUX PU

DP. 18.793.000 DP. 20.816.000 DP. 22.308.000 DP. 29.462.000 DP. 23.187.000 DP. 17.800.000

Menerima : Salon Mobil Interior Eksterior Menghilangkan Baret Baret Halus CP : Remon : 081374962345, (0751) 9815553 Jl. Ujung Gurun No. 147

ALJUFRI

081374991979 / 0751 7855179

=

= OTOMOTIF

=

ELEKTRONIK

= PAPAN BUNGA PERESMIAN = PAPAN BUNGA PERNIKAHAN = PAPAN BUNGA DUKA CITA = BUNGA KALUNG, DLL

Kantor : Jl. Bandar Purus No. 72 Padang Telp. (0751) 8210666,22272 Fax. (0751) 27389 HP. 081263307033, 081809907272

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK BA.3813.BC An. Nizar Z.

STNK BA.5845.WB An. Firdaus. 1 SIM A Sumbar, 1 SIM C Sumbar, 1 KTP Padang, 1 Kartu ATM BRI An. Fajriko. Hilang di sekitar Mesjid Muhammadan Padang. Bagi yang menemukan harap lapor ke pos polisi terdekat.

Bagi yang menemukan harap lapor ke pos polisi terdekat.

KOMPLEK BANDARA TABING, JL. HAMKA PADANG Telp. (0751) 4488700 - 703, Fax. (0751) 4488704 Email Divisi Iklan : iklan_haluan@yahoo.com

BONUS KARPET DASAR & SARUNG JOK

Hubungi

DIJUAL TANAH

Begalung menuju Teluk Bayur.

Pasang Iklan Anda disini ...

Padang

SHM, Luas 7.000m2, Lokasi Gurun Laweh Kalumbuk Kec. Nanggalo. Ada Rumah & Durian Unggul Nasional. Hub : HP. 08126708098

Hilang di sekitar Lubuk

dari laporan warga bahwa ada seorang pemuda menyimpan narkoba. Dari laporan tersebut petugas pun melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi kejadian. Ternyata benar setelah diselidiki dan ditemukan tersangka sedang berada di lantai II rumahnya. Saat penangkapan berlangsung tidak ada perlawanan bagi tersangka, sebab petugas menemukan barang bukti. Karena mendapatkan bukti tersebut tersangka digiring ke Mapolresta Padang untuk pemeriksaan selanjutnya. Pada petugas ia mengakui, barang bukti itu miliknya yang ia dapati dari seseorang yang saat ini dalam penyelidikan petugas. Kini tersang-ka mendekam di tahanan Mapolresta Padang untuk pengembangan lebih lanjut. (h/nas)

ANGS 3.733.000 ANGS 4.146.000 ANGS 4.458.000 ANGS 5.907.000 ANGS 4.642.000 ANGS 4.600.000

ELOK Florist

CV. BUDDY SUMUR BOR

Ditambahkannya, tersangka sudah pernah tertangkap dalam kasus yang sama dan telah menjalani hulumannya dan Anton ini telah lama mengedar barang tersebut dari tahun 2007. Namun, tersangka ini ternyata tidak jera dengan bisnis haram yang dijalaninya. Tim Satuan Narkoba Polresta Padang menciduk tersangka Andre (27), pengedar sekali-gus pemakai narkoba jenis ganja di rumahnya Jalan Jala Utama Gang Loko Pampangan, Kecamatan Lubeg, Kota Padang, Senin (1/11) dinihari. Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka adalah satu garis ganja kering yang bernilai Rp300 ribu yang disimpan di dalam lemari tersangka terletak di kamarnya lantai II. Penangkapan itu berawal

Otomotif

Smart

Rp. 20.000,- / terbit Elang Perkasa Motor Discount s/d 30jt, DP ringan/bunga 3,99%

sabu-sabu. Untuk itu gerak-geriknya diintai petugas. Beberapa petugas berpakaian preman langsung melakukan penyelidikan ke rumahnya. Tak lama kemudian, saat petugas memastikan tersangka berada dalam rumah, sehingga anggota pun langsung masuk ke dalam rumah dan menangkap tersangka tanpa perlawanan. “Saat dilakukan penggerebekan kami didapatkan barang bukti tersebut di ruang tamu rumahnya. Kemudian kami menggiring tersangka ke Polsek Lubeg beserta barang bukti,” kata Berry. Pengakuan tersangka kepada petugas, sabu tersebut didapatkan dari luar Kota Padang dan hingga kini pelaku yang menjual barang tersebut masih dalam buruan kepolisian.

KOMPUTER ALAT KOMUNIKASI = FASHION = BIRO JASA = RUPA RUPA = INFO BISNIS =

PUSAT GIPSUM Produksi, Distributor, Papan Gipsum Rangka Metal, Aksesoris, Lis Profil Gipsum Melayani Siap Pasang dalam dan luar kota

Pasang Iklan Anda disini ... KOMPLEK BANDARA TABING, JL. HAMKA PADANG Telp. (0751) 4488700 - 703, Fax. (0751) 4488704 Email Divisi Iklan : iklan_haluan@yahoo.com

temukan juga e-paper kami di

www.harianhaluan.com sahabat informasi online ANDA

Jl. Andalas No.7 ptk 1 Simp. Haru Padang Telp. (0751) 38573 / 38555 Jl. By Pass Baru Km.9,5 No.2 Padang Telp. (0751) 495411 / 495412 Jl. By Pass Baru Km.11 Balai Baru Padang Telp. (0751) 497403 / 497406

www.harianhaluan.com


16 SUMATERA LINGKAR PLN Akan Bangun 150 Tower BENGKULU, HALUAN — PLN Bengkulu akan membangun sebanyak 150 titik tower untuk menyalurkan listrik dari Pekalongan, Kabupaten Kepahiang ke gardu induk Air Sebakul, Kota Bengkulu. “Kita sudah memprogramkan akan membangun sebanyak 150 titik tower untuk menyalurkan listirk dari PLTA Musi, Kepahiang ke Kota Bengkulu,” kata salah seorang pejabat PLN Bengkulu, Muhodan, di Bengkulu, Kamis. Namun, pemasangan tower ini masih menunggu pembangunan gardu induk Air Sebakul, Kota Bengkulu. Sebab, tower tersebut dibangun untuk menyalurkan listrik dari PLTA Musi ke Kota Bengkulu. Karena itu, PLN Bengkulu berharap pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan gardu induk di Air Sebakul dapat diselesaikan tim sembilan dan Pemkot Bengkulu dalam waktu dekat. Dengan demikian, awal 2012 nanti, pembangunan gardu induk Air Sebakul sudah bisa dilaksanakan. “Kalau soal dana pemasangan tower dan gardu induk tidak ada masalah karena sudah disiapkan PLN, termasuk ganti rugi lahan tersebut,” ujarnya. Sebenarnya, kata Huhodan, PLN berharap proses ganti rugi lahan penduduk sudah dapat diselesaikan pada pertengahan 2011, sehingga pembangunan gardu induk di Air Sebakul sudah dapat direalisasikan. Namun, kenyataanya proses ganti rugi belum dapat dilaksanakan karena belum ada kesepakatan besaran harga ganti rugi tanah masyarakat yang terkena proyek tersebut. Karena itu, pihaknya berharap kepada tim sembilan segera membuat kesepakatan dengan pemilik lahan, sehingga ganti ruginya dapat kita bayarkan dalam waktu dekat. Dengan demikian, pembangunan gardu induk milik PLN di Air Sebakul dapat direalisasikan, sehingga pada 2012 gardu tersebut, sudah dapat difungsikan sesuai harapan masyarakat. “Jika gardu induk Air Sebakul sudah difungsikan, maka kekurangan daya listrik di Kota Bengkulu sebesar 4 megawatt (MW) dapat diatasi dengan baik, sehingga tidak ada lagi pemadaman listrik di daerah itu,” ujarnya.(ant)

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Surplus Beras Tak Hentikan Program Raskin

JAMBI, HALUAN — Pemerintah akan tetap memberikan bantuan beras bersubsidi bagi keluarga miskin kendati produksi beras baik tingkat nasional maupun daerah mengalami surplus.

Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Jambi, Wastono di Jambi, Kamis mengatakan, beras untuk keluarga miskin (Raskin) merupakan bagian program ketahanan pangan yang

dicanangkan pemerintah. “Program tersebut sebagai upaya memenuhi hak dasar masyarakat miskin terhadap kebutuhan pangan,” katanya. Ia menyebutkan, secara nasional 31,02 juta atau sebesar

ANTARA

SONGKET TAPANULI — May Simorangkir (43) mengerjakan tenunan kain songket khas Tapanuli disalah satu stand pameran Usaha Mikro Kecil (UMK) Bank Sumut ke-50 di Medan, Sumut, Rabu (2/11). Harga jual kain songket khas daerah Tapanuli itu berkisar Rp 1 juta hingga Rp3 juta tergantung motif dan jenis.

‘3,30 persen termasuk kelompok masyarakat miskin yang lemah dalam mengakses kebutuhan pangan. Untuk itu pemerintah akan tetap memberikan bantuan subsidi berupa raskin pada kelompok masyarakat tersebut, kendati produksi mengalami surplus. Raskin adalah hak orang miskin, untuk itu semua pihak yang memiliki tanggung jawab dan wewenang harus menyampaikannya pada kelompok tersebut yang disebut rumah tangga sasaran (RTS). Ia menjelaskan, Perum Bulog hanya berwenang menyalurkan Raskin sampai ke titik distribusi (TD) selanjutnya tugas dan wewenang pemerintah daerah setempat untuk menyalurkannya pada RTS. Keberhasilan dalam penyaluran Raskin sangat tergantung pada kerja sama serta dukungan dari berbagai pihak terkait, untuk itu sosialisasi, pengawasan harus terus ditingkatkan. Perum Bulog selain bertugas menyalurkan Raskin juga ditugaskan pemerintah sebagai stabilator pangan nasioanal dalam ketahanan pangan, seperti menyimpan cadangan beras yang sewaktu-waktu digunakan untuk operasi pasar (OP) bila terjadi lonjakan harga. “Bulog akan selalu memantau harga dan kondisi beras di pasaran, agar bisa diambil langkah bila terjadi kelangkaan atau lonjakan harga tidak terkendali,” kata Wastono. (ant)

Muslim Tidak Berkurban Dilarang Masuk Masjid

Stok Beras Makin Aman MEDAN, HALUAN — Badan Urusan Logistik Sumatera Utara sudah menyelesaikan proses bongkar beras impor asal Vietnam sebanyak 6.400 ton sehingga stok bahan pangan utama di daerah itu makin aman. “Beras impor itu sudah semua dibongkar dan masuk gudang Bulog. Stok semakin aman atau ada 63.000 ton,” kata Humas Bulog Sumut, Rusli, di Medan, Jumat. Stok beras sebanyak 63.000-an ton itu bisa untuk lima bulan alokasi kebutuhan daerah itu yang per bulannya mencapai 12.700 ton. Dengan makin amannya stok atau bisa hingga untuk awal 2012, Bulog tidak mengkhawatirkan kalau terjadi lonjakan permintaan beras komersial atau permintaan operasi pasar (OP) beras. Bulog juga tidak khawatir dengan belum terlaksananya pembelian beras petani lokal dan dari jarak jauh yang sebanyak 20.000 ton akibat harga jual di petani yang masih di atas harga pembelian pemerintah, katanya. Dia mengakui, total beras impor yang sudah diterima Sumut mencapai 14.800 ton. Beras impor itu masuk dalam dua kali pengiriman yakni di September sebanyak 8.400 ton dan akhir Oktober 6.400 ton. Menurut Rusli, Sumut memang direncanakan mendapat jatah beras impor sebanyak 15.000an ton. “Kalau berdasarkan rencana jatah itu, maka Sumut kemungkinan tidak menerima lagi pasokan beras impor itu karena sisa jatah hanya sekitar 200an ton,” katanya. Namun, mengingat Sumut menjadi salah satu pintu gerbang keluar masuk stok beras untuk ketahanann pangan nasional, tidak tertutup juga kemungkinan ada beras impor masuk lagi.“Semua itu tergantung keputusan pemerintah pusat,” katanya. Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Room.S, mengatakan, produksi gabah kering giling Sumut pada angka ramalan III 2011 diperkirakan sebesar 3.611.244 ton atau naik sebesar 28.942 ton dibanding produksi angka tetap 2010 sejumlah 3.582.302 ton. Peningkatan produksi disebabkan bertambah luasnya areal dan hasil panen dari 2009. Areal padi Sumut bertambah dari 754.674 hektare menjadi 757.184 hektare di tahun 2011, sedangkan hasil per hektare mengalami kenaikan juga dari 47,47 kwintal per hektare menjadi 47,69 kwintal per hektare. “Produksi padi Sumut memang tren meningkat sejak 2009 yang masih 3.527.899 ton, meski areal padi justru turun dari 2009,’katanya. Pada 2009, areal padi masih 768.407 hektare, sementara di angka ramalan (Aram) III 2011 tinggal 757.184 hektare. (ant)

MEULABOH, HALUAN — Cendekiawan Muslim Indonesia di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengecam umat Islam yang tidak melaksanakan kurban di lebaran Idul Adha 1432 H di kawasan itu apabila sudah memiliki kemampuan membeli seekor kambing. “Apabila seorang sudah memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka nabi mengharamkan orang tersebut untuk shalat di mesjid. Ini penegasan dari Nabi Muhammad SAW,” kata ketua Ikatan Cendikiawan Muslim

Indonesia (ICMI) Aceh Barat, Dr Syamsuar Basyariah, di Meulaboh kamis. Ia menjelaskan dalam kegiatan ibadah kurban itu terdapat tiga aspek yang menjadi dasar diwajibkan kurban bagi umat muslim yang sudah mampu walau hanya membeli seekor kambing, yakni pendidikan, sosial dan keimanan. Jelasya, dari sisi pendidikan kurban melatih umat muslim saling memberikan ilmu bagi keturunannya dengan giat melaksanakan ibadah, dari aspek sosial daging kurban dibagikan bagi fakir

miskin sementara ujian keimanan seorang muslim diukur dari keihklasannya menyalurkan harta benda. Sebut Syamsuar, selayaknya tradisi kurban tersebut dijadikan kebudayaan bagi umat islam agar dapat membudidaya penting di sebuah daerah sehingga setiap orang yang memiliki kemampuan menjadi seorang yang bijak, adil dan ta’at agama. “Secara komplek kurban itu mengandung berbagai aspek positif bagi seseorang dan selayaknya memang tradisi ini dijadikan

Perahu Nelayan Tak Dilengkapi Navigasi MEDAN, HALUAN — Banyak nelayan tradisional di pesisir timur Sumatera Utara saat melaut sulit mendeteksi titik koordinat perbatasan perairan Indonesia dengan Malaysia, karena kapal dan perahu mereka tidak dilengkapi alat navigasi. “Masih banyak nelayan tradisional hanya mengandalkan peralatan sederhana, dan belum dilengkapi alat navigasi,” kata Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut I Belawan Brigjen TNI (Mar) Bambang Soesilo di Medan, Kamis. Ia mengatakan hal itu ketika ditanya seputar penangkapan nelayan tradisional asal pesisir timur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang tergolong gencar dilakukan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) sejak beberapa bulan terakhir. Menurut dia, tindakan penangkapan terhadap nelayan tradisional Indonesia seyogyanya tidak perlu terjadi bila para petugas patroli keamanan laut Malaysia memahami kondisi keterbatasan peralatan yang terdapat pada perahu maupun kapal nelayan tersebut. Dugaan pelanggaran batas perairan Malaysia oleh nelayan tradisional semata-mata disebabkan oleh faktor peralatan navigasi yang mereka miliki. “Sebenarnya cukup diusir saja, mengingat masalahnya sangat seder-

kebudayaan yang lebih melekat ditengah umat islam,” imbuhnya. Kata Rektor Sekolah Tinggi Agam Islam ini untuk berkurban tidak hanya dapat dilakukan sendiri namun ada kemudahan dapat juga dilakukan secara bersama sehingga beban itu tidak dirasa berat. Karenanya untuk memberikan contoh yang baik bagi generasi islam di bumi Teuku Umar dan Pantai Barat selatan Aceh, seluruh mahasiswa yang meniti jenjang pendidikan di tempatnya akan diintruksikan menyampaikan

imbauan terhadap pentingnya kurban itu. Terlebih kegiatan ini hanya satu kali dalam setahun dilaksanakan dan waktunya hanya empat hari sehingga untuk pelaksanaannya perlu digendakan secara baik terutama dalam mendapatkan hewan kurban. “Yang terpenting kita semua bisa melaksanakan, masalah diterima atau tidaknya ibadah itu oleh Allah, bukan urusan kita, karena kita hanya diwajibkan melaksanakan apabila sudah sampai pada masanya,” pungkasnya. (ant)

Pusri Naikkan Kuota Pupuk

hana, karena para nelayan itu masih terbatas dalam peralatan navigasi,” katanya. Kendati demikian, dia mengakui bahwa nelayan saat melaut perlu dilengkapi alat navigasi modern berupa “global positioning system” atau “GPS”. Khusus dalam menyikapi masalah penangkapan terhadap nelayan tradisional Indonesia oleh petugas patroli keamanan laut (Kamla) Malaysia, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) lebih mengedepankan langkah diplomatik. “Dalam hal menyikapi masalah penangkapan nelayan tradisional, kami mengupayakan langkah diplomatik,” kata Bambang. Selain itu, pihaknya juga senantiasa berkoordinasi dengan unsur terkait, seperti Gugus Keamanan Laut (Guskamla) dan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Armada Barat TNI-AL. TNI-AL terus melakukan pengamanan di sepanjang wilayah perbatasan perairan Indonesia dengan negara tetangga, termasuk di sekitar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Selat Malaka. Gugus tugas pengamanan di wilayah perbatasan tersebut bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya berbagai ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.(ant)

BANDAR LAMPUNG, HALUAN — PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang telah menaikkan kuota pupuk yang dialokasikan di Provinsi Lampung sebesar 70 persen atau naik 10 persen dari sebelumnya. “Kuota pupuk untuk kebutuhan petani hingga tahun 2012 mendatang telah dipenuhi oleh PT Pusri sehingga ditambah sebesar 10 persen dari target alokasi sebelumnya 60 persen,” ujar Wakil Gubernur Lampung, MS Joko Umar Said, usai membuka Kejuaraan Daerah Karate di GOR Saburai Bandarlampung, Kamis. Menurutnya, pemenuhan pupuk subsidi itu diadakan untuk menunjang peningkatan produksi pertanian akan terus diupayakan agar seluruh sektor di bidang itu dapat terpenuhi. “Pusri telah meningkatkan kuota pupuk sebesar 10 persen menjadi 70 persen dari data sekitar 60 persen,” ujar dia. Ia menerangkan, pihak Pusri telah melakukan penambahan sehingga diharapkan dapat menunjang peningkatan produksi pertanian hingga tahun 2012. Joko menjelaskan, masalah ketahanan pangan, pemerintah harus penuh memperhatikan kebutuhan petani, agar jangan sampai terjadi krisis pangan di tingkat daerah. “Namun, pemerintah memiliki keterbatasan dalam pemenuhan pupuk petani, karena itu menggalakkan kembali pupuk organik adalah satu solusi nyata yang bisa dilakukan oleh petani itu sendiri,” ujar dia. Sebelumnya, Direktur Utama PT. Pupuk

Sriwijaya (Pusri) Palembang Eko Sunarko mengatakan siap mendukung program peningkatan pangan di Lampung asalkan alokasi pupuk untuk wilayah tersebut ditambah. “Alokasi pupuk subsidi untu pertanian di Lampung hanya sekitar 340 ribu ton dari kebutuhan 512 ribu ton,” ungkat Eko Sunarko dalam dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, di Bandarlampung. Menurutnya, alokasi tersebut tidak mencukupi penyebaran pupuk di 2.476.957 hekatare areal pertanian di Lampung. “Kami meminta pada bapak-papak komisi VI yang hadir saat ini, agar menganggarkan tambahan pengadaan pupuk di Lampung demi terjaganya Lampung sebagai penyumbang beras nasional,” ujar dia. Apalagi, menurutnya, pada November dan Desember permintaan akan pupuk bersubsidi cenderung meningkat karena musim tanam pada bulan tersebut. Berdasarkan data rekapitulasi penyaluran pupuk urea bersubsidi hingga Oktober 2011 telah mencapai 252.402 ton atau setara dengan 74 persen dari alokasi yang tersedia. Dengan rincian Lampung Selatan 34.932 ton, Pesawaran 16.619 ton, Lampung Tengah 51.911 ton, Lampung Timur 34.676 ton, Bandarlampung 1.284 ton, Tanggamus 13.606 ton, Pringsewu 7.099 ton, Lampung Barat 10.592 ton, Metro 1.543 ton, Tulangbawang 19.618 ton, Tulangbawang Barat 10.508 ton, Mesuji 12.135 ton, Lampung Utara 20.401 ton dan Waykanan 17.873 ton. (ant)

Investor Taiwan Lirik Sektor Perikanan ANTARA

PARA pekerja menata beras yang baru dipasok di gudang Bulog Aceh, Desa Lambaro, Kab. Aceh Besar,Aceh, Kamis (3/11). Bulog Aceh memiliki stok beras hingga november sekitar 55 ribu ton, cukup untuk kebutuhan enam bulan mendatang, sedangkan target pengadaan 2011 sebanyak 45.000 ton, baru tercapai 30.289 ton atau sekitar 75 persen.

BENGKULU, HALUAN — Investor asal Taiwan berminat mengembangkan potensi perikanan laut di perairan Bengkulu, dan mulai membahas rencana investasi. “Investor Taiwan memang sudah lama melirik potensi perikanan laut kita, sejak 2006, tetapi baru saat ini melakukan kunjungan langsung ke Bengkulu,” kata Asisten II Sekretaris Provinsi Bengkulu Zainal Abidin di Bengkulu, Jumat. Ia mengatakan hal itu usai menerima rombongan Indonesia-

Taiwan Goodwil Asociation yang dipimpin Ketua Asosiasi Ahmadi Hasan Malik. Pemerintah Provinsi Bengkulu pada 2006 telah menandatangani nota kesepahaman dengan asosiasi tersebut dengan komitmen kerjasama di sektor perikanan. Namun, krisis global yang terjadi pada 2007 membuat rencana tersebut tidak ditindaklanjuti dan nota kesepahaman yang berlaku selama lima tahun itu akan berakhir pada 2011.

“Untuk itu hasil pembicaraan hari ini adalah rencana memperbaharui nota kesepahaman yang dibuat pada 2006 dan mereka berencana berkunjung lagi ke Bengkulu,” tambahnya. Zainal mengatakan pada nota kesepahaman kedua tersebut, investor asal Taiwan berniat menambah dua bidang kerjasama investasi. Selain sektor perikanan laut, investor itu juga berminat mengeksplorasi potensi tambang biji besi dan batu bara.

Sementara itu Ketua IndonesiaTaiwan Goodwill Asociation Ahmadi Hasan Malik mengatakan rencana investasi tersebut mendapat respon positif dari pemerintah Bengkulu. “Yang pertama, kami akan memperbaharui nota kerjasama yang hampir berakhir masa berlakunya karena ada beberapa sektor lain yang menarik minat pengusaha Taiwan seperti tambang biji besi dan batu bara,” katanya. Ia mengatakan untuk potensi perikanan laut, Taiwan memilih

Bengkulu karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dimana perairan Bengkulu juga termasuk dalam lintasan ikan tuna. Selain mengeksplorasi potensi perikanan laut dalam, potensi pasir biji besi di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur juga menarik minat investor. “Kami menargetkan pemasukan untuk Bengkulu mencapai Rp3 triliun hingga Rp5 triliun dari tiga sektor yakni perikanan, tambang biji besi dan batu bara,” katanya. (ant)


EKONOMI DAN BISNIS 17

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Tips Membeli Sprei PADANG, HALUAN — Sebelum membeli sprei dan bed cover di toko ada baiknya diperhatikan tips dari toko “Menara” di fase dua Pasar Raya Padang. Sesuaikan sprei dan bed cover dengan ruang tidur. Pembeli harus mengetahui ukuran tempat tidurnya, agar sprei atau bed cover yang dibeli bisa terpakai. Pastikan juga pada si penjual membefrikan jaminan jika ukuran sprei atau bed cover tidak sesui bisa dikembalikan lagi. Ada beberapa jenis bahan yang ada si pasaran untuk sprei atau bed cover. Pilihlah sprei dari bahan katun. Katun berasal dari serat kapas yang sifatnya merupakan insulator yang baik. Jenis kain ini sangat cocok dipakai di daerah tropis seperti Indonesia karena kesan adem dan mudah menyerap keringat. Selain itu, serat katun juga dapat menyerap warna dengan baik sehingga motif yang bisa dihasilkan sangat beragam dengan warna yang cemerlang dan tahan lama. Namun kain katun mudah kusut dan mengalami penyusutan setelah dicuci, usahakan menyetrikanya agar tidak mudah susut.(h/win)

SPREI SI PENUTUP KASUR

Bisnis yang Awet Sepanjang Masa

PADANG, HALUAN — Kamar tidur akan menjadi lebih indah dilihat, bila kasur atau spring bed diberi alas (sprei) dan penutup (bed cover) yang menarik. Hal ini menjadi peluang bisnis baru di kota Padang, karena semakin banyak orang yang ingin mempercantik kamar tidurnya.

LINGKAR

XL Luncurkan Layanan 3G+ JAKARTA, HALUAN — PT XL Axiata Tbk mulai memberikan layanan data HotRod 3G+. Layanan ini memungkinkan pelanggan dapat menikmati data (video) streaming yang lebih cepat; semakin jarangnya SMS dan BBM yang pending sehingga pesan menjadi lebih jelas; dan layanan telepon seluler yang lebih jernih. Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, layanan untuk menyediakan data yang lebih canggih dan murah lebih memenuhi kebutuhan masyarakat. “HotRod 3G+ merupakan bagian dari inisiatif XL untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas pengalaman berkomunikasi yang lebih baik,” kata Hasnul di Jakarta, Jumat (4/11). Sejumlah inisiatif telah dilakukan dalam era baru telekomunikasi yang lebih berbasis pada layanan data ini. Antara lain adalah meningkatkan kualitas jaringan yang mampu memfasilitasi kebutuhan akses layanan data dan internet yang cepat, mudah, murah, dan luas daya jangkaunya. Dalam mendukung peningkatan kualitas jaringan, saat ini XL sudah didukung dengan ketersediaan infrastruktur BTS (Base Transceiver Station) sebanyak 26.245 BTS (2G/3G). Selain itu XL juga mengalokasikan pengeluaran investasi (belanja modal) sebesar 6 Triliun di tahun 2011, yang mana lebih dari separuhnya dialokasikan untuk mendukung layanan data. Adapun untuk proses modernisasi jaringan ini juga sudah dilakukan sejak tahun 2009 dan pengerjaannya dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan pelanggan. Sejumlah kota bahkan hampir seluruh BTS-nya sudah ditingkatkan menjadi 3G, antara lain Medan dan Badung (Bali). XL juga menghadirkan layanan jaringan inovatif 3,75 G. Layanan yang hanya ada di XL ini akan mampu menghantarkan pelanggan untuk lebih cepat, jelas, dan jernih dalam mengunduh/mengunggah data. Tidak hanya itu, melalui 3,75 G XL akan tetap mampu memberikan layanan dengan tarif murah. (h/trn)

WINDA

SPREI — Bisnis sprei merupakan bisnis yang tetap awet sepanjang masa. Seperti yang telah dilakoni Jhon, yang selama bertahun-tahun menjual sprei di toko H. Zoel di Pasar Raya Padang.

AMELTA SPREI

Selalu Ikuti Tren Membuat Sprei

PADANG, HALUAN — Usaha pembuatan maupun penjualan sprei tidak memiliki musiman untuk meraup keuntungan. Hanya saja mempunyai musiman model atau pun bentuk. “Mesti tidak memiliki musiman dalam penjualan yang cukup mendatangkan keuntungan secara mendadak, namun sprei ini merupakan bahan kebutuhan dalam rumah tangga,” kata Mery, pemilik sekaligus pembuatan sprei di Toko Amelta, Simpang Rambutan Balai Baru Padang, Jumat (4/11). Lanjutnya, sprei yang telah ia buat agar tidak ketinggalan jaman atau tak laris nantinya, maka segera mungkin cepat dipasarkan. “Karena selera masyarakat sangat berbeda-beda, namun mereka lebih cenderung mengikuti tren yang sedang berkembang saat ini,” paparnya. Dikatakan Mery, sebelum membuat sprei, ia lebih cenderung menanyai model atau dasar kain yang lebih disukai pembeli, kepada pemilik toko tempat ia memasarkan sprei. Seperti saat ini, para ibu rumah tangga lebih menyukai sprei ukuran double yang dilapis busa halus. Sehingga, ketika digunakan untuk menutup kasur (bed) terkesan tebal atau empuk. Selanjutnya, sprei bujang atau

lebih terkenal dengan sprei untuk ukuran bed satu orang. Dasar kain yang sangat diminati diantaranya katun. “Dasar kain yang licin tak mungkin diminati mereka, karena kurang memberi kenyamanan. Apalagi sprei yang tidak memiliki karet pada tiap sudut kasur,” ulasnya. Fungsi karet pada sudut sprei sebagai penyepit di kasur, agar sprei tidak mudah lepas atau kusut. Sprei yang cantik itu yang bisa menempel pas di tempat tidur, jadi kalau perlu ukur kembali panjang, lebar, dan tinggi kasur. “Maka, sebaiknya sprei yang diinginkan itu dibuat ketimbang dibeli siap, kebanyakan kesalahan order adalah pada tinggi sprei, karena beberapa orang tidak paham dengan tinggi kasur yang dimiliki sehingga seringkali kekecilan dan sprei mudah lepas, atau kedodoran,” ulasnya lagi. Selanjutnya,model sprei yang berendo atau terjuntai dengan hiasan jahit yang menarik. “Sprei seperti ini lebih dicenderungi kaum wanita,” ulasnya. Untuk memuaskan pembeli agar tetap menjadi pelanggan spreinya, Mery lebih sering up date model dan dikemas dalam bentuk catalog. “Jadi, jika ada pembeli yang memesan sprei, kita cukup memperlihatkan model sprei, lalu

ke rumahnya untuk mengukur kasurnya,” ujarnya lagi. Bahan dasar pembuat sprei tersebut didatangkan dari Pulau Jawa atau membelinya langsung ke Pasar Tanah Abang. “Kalau dilihat dari pemasaran, masyarakat lebih suka terhadap bahan dasar buatan China dan Korea, ketimbang bahan dasar lokal. Alasannya, selain bagus, harga per meternya terbilang murah,” tutur Mery. Untuk bahan dengan kualitas standar sekitar Rp30 ribu per meter. Dilanjutkannya, dalam satu hari itu ia sanggup membuat sprei sebanyak tiga buah. “Setidaknya membutuhkan sekitar 50 meter kain, walaupun banyak potongan yang tersisa dari pembuatan bantal atau guling atau pun spreinya, itu sangt jarang sekali bisa dijahir kembali. Karena kita mesti menyesuaikan sisi bentuk, otomatis kita membutuhkan helaian kain kembali,” katanya. Semakin banyak helaian kain atau jumlah mater kain yang digunakan, maka semakin tinggi pula harganya. Begitu juga dengan tingkat kesulitan serta pernak-pernik atau hiasan sprei yang digunakan. Setelah jadi, sprei-sprei tersebut dipasarkan di Pasar Raya Padang atau ke luar daerah seputar Sumbar. (h/mce)

Sprei, masih menjadi idola di Kota Padang dibandingkan bed cover. Pasalnya iklim Padang yang cenderung panas membuat bed cover kurang diminati. Tidak hanya itu, harga bed cover juga jauh lebih mahal dibandingkan sprei. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pedagang sprei dan bed cover di Pasar Raya Padang, Toto pada Haluan Jumat (4/11) Diakuinya penjualan di tokonya “Mekar” lebih didominasi oleh penjualan sprei dibandingkan bed cover. Perbandingannya bisa 5 berbanding 1 untuk penjualannya. “Masih banyak yang cari seprai dibandingkan bed cover. Mungkin karena orang sini belum terbiasa dengan bed cover. Di Padang iklimnya panas, jadi jarang yang pake bed cover, mereka cuma beli sprei saja,” ujarnya Toto menuturkan, untuk keuntungan dia mangambil masih sewajarnya saja. Karena sprei dan bed cover bukanlah kebutuhan pokok yang setiap hari diganti. P a l i n g b a n y a k p e l angannya membeli speri satu kali dalam satu bulan, jadi keuntungan yang diambilnya berkisar 20 hingga 30 persen saja. Untuk mode, Toto lebih mempercayakan pada adiknya yang juga berjualan sprei di Cipadu Jakarta. Biasanya adiknya akan mengirimkan catalog padanya dan barulah lelaki asal Pariaman ini memilih mana yang akan diordernya. Kemudian adiknya yang membeli dan mengirimkan barang berdasarkan orderan. Sementara itu, penjual sprei dan bed cover lainnya Jhon mengatakan, penjualan sprei tidak ada musimnya, kadang laris manis kadang sepi. Namun untuk bed cover diakuinya banyak dibeli pada sebelum atau sesudah lebaran dan biasanya lebih banyak yang membeli untuk keperluan pernikahan. Jhon mengaku minimal satu kali sebulan dia membeli sprei ataupun bed cover, langsung ke Jakarta

atau Pekalongan, tempat langganannya. Meskipun bisa sistem pesan namun Jhon lebih memilih pergi sendiri agar bisa memilih model dan bahan yang bagus. Lelaki ini mengaku lebih memilih merogoh kocek sedikit lebih dalam untuk ongkos bolak balik Jakarta Padang. Pertimbangannya adalah, ongkos kirim lamanya dalam perjalanan dan kepuasan memilih bahan sendiri dinilainya seimbang dengan ongkos perjalanannya. Untuk harga jual sprei di toko “H.Zoel” miliknya Jhon mematok harga berkisar Rp60 ribu hingga Rp130 ribu, tergantung model, merek dan bahan spreinya. Untuk merek seprai ia menyedia berbagai merek terkenal hingga yang kualitas sedang. “Tergantung dari merek, bahan spreinya dan ukurannya. Selain terkenal, bagus dan besar tentu saja harganya semakin mahal,” jelasnya. Diakuinya yang paling laris saat ini adalah merek yang sudah dikenal masyarakat seperti, My Love, Kintakun dan Internal. Sedangkan untuk bahan sprei, ada beberapa jenis bahan yang ada di pasaran yang paling popular dicari adalah bahan katun. Dasar katun diminati karena jenis kain ini sangat cocok dipakai di daerah tropis seperti Kota Padang karena terasa lebih dingin dan mudah menyerap keringat. Sementara itu untuk motif banyak yang memilih motif bunga dan kotak-kotak karena lebih sederhana. Di grosir seprai Dina menuturkan dalam dua minggu dia bisa menjual satu sampai tiga kodi sprei yang berukuran kecil maupun besar pada pelanggannya. Biasanya pelanggan yang banyak mengambil adalah pelanggannya dari luar kota. “Biasanya pedagang enceran dari luar kota seperti Pasaman dan Solok bahkan Painan. Harga 1 kodi sprei ukuran kecil itu Rp2.100.000, dan ukuran besar Rp3.200.000,” katanya. (h/win)

Bank Nagari Serahkan Dua Ekor Sapi Kurban

ISTIMEWA

DIREKTUR Pemasaran Bank Nagari Indra Wediana menyerahkan sapi kurban dari Bank Nagari kepada pengurus masjid yang ada di dekat Bank Nagari.

PADANG, HALUAN — Bank Nagari menyerahkan dua ekor sapi kurban untuk dua masjid di lingkungan Kantor Pusat Bank Nagari, Jl. Pemuda Padang, Jumat (4/ 1 1 ) . K e d u a m as j i d y a n g mendapat bantuan sapi kurban tersebut adalah Masjid Nurul Wasilah, Jl. Koto Marapak dan Masjid Al Muqamah, Jl. Ujung Pandan. “Bantuan sapi qurban ini rutin dilakukan Bank Nagari setiap tahunnya pada saat Idul Adha. Dananya berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) atau program

bina lingkungan,” ujar Direktur Pemasaran Bank Nagari Indra Wediana yang menyerahkan langsung kedua sapi tersebut kepada para pengurus masjid. Saat itu, Indra didampingi oleh Corporate Secretary Bank Nagari Yondrival, Kepala Divisi TI Hamdani, Bagian Umum Muslim Zeboa dan Humas Idrianis. Sedangkan dari Mesjid Nurul Wasilah diwakili Yanuar Noerdin dan dari Masjid Al Muqomah sapi diterima oleh pengurus masjid Syahrial Oki. “Setiap tahun Bank Nagari selalu memberikan bantuan

sapi qurban untuk masjid kami. Kami sangat berterimakasih dan bersyukur, atas kepedulian bank kita ini. Mudah-mudahan Bank Nagari semakin besar dan semakin tinggi pula perhatiannya pada masyarakat lingkungannya,” kata Syahrial Oki senada halnya dengan Yanuar Nurdin. Kinerja Bank Nagari Sementara itu Indra Wediana menyebutkan bahwa per Oktober 2011 ini, asset Bank Nagari telah bertumbuh menjadi Rp12,6 Triliun. Hingga akhir tahun ini, asset diperkirakan bertahan pada kisaran

angka tersebut. “Sedangkan dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat atau Dana Pihak Ketiga totalnya mencapai Rp10,9 Triliun. Dengan jumlah pembiayaan capai Rp9,6 Triliun,” tutur Indra. Untuk LDR/Loan to Deposit Ratio atau rasio jumlah pinjaman terhadap tabungan tergolong cukup tinggi yakni sekitar 86 persen. Ini berarti jumlah tabungan yang disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit juga tinggi. Kemudian untuk realisasi

dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan mencapai Rp365 miliar dengan jumlah nasabah sekitar 10.800 orang. Untuk syariah, menurut pria yang juga Direktur Syariah Bank Nagari itu, jumlah pembiayaan mencapai Rp597 miliar, naik signifikan dibandingkan Januari 2011 yang hanya Rp260 miliar. “Sedangkan untuk asset syariah hingga Oktober mencapai Rp615 miliar dari jumlah akhir tahun sebelumnya yang hanya Rp265 miliar,” ungkapnya lagi lebih jauh. (h/ita)


18 EKONOMI DAN BISNIS LINGKAR Harga Gula Kristal Putih Naik Tipis JAKARTA, HALUAN — Setelah dalam beberapa hari terakhir, harga gula kristal putih berbahan baku tebu (plantation white sugar) cenderung menurun, Jumat (4/11), terjadi kenaikan sangat tipis. Seperti dilansir London Futures Exchange (LIFFE), harga gula Kristal putih naik tipis dari USD 680,30 per ton FOB (harga di negara asal, belum termasuk biaya pengapalan dan premium ) menjadi USD 681,00. PT Perkebunan Nusantara XI (Persero), Jumat (4/11/2011) juga mencatat Jumat (4/ 11) mulai terjadi arus balik meski dengan besaran sangat tipis. Isyarat tersebut setidaknya terungkap dalam transaksi di Bursa Berjangka London, Kamis (3/11/2011), harga untuk pengapalan Desember 2011 naik USD 0,70 dibanding hari sebelumnya sehingga menjadi USD 681,00 per ton FOB (harga di negara asal, belum termasuk biaya pengapalan dan premium). Kondisi serupa juga terjadi untuk penyerahan bulan-bulan berikutnya : Maret 2012 = USD 654,50 (naik USD 5,10), Mei USD 641.80 (naik USD 1,90), Agustus USD 632,80 (naik USD 0,70), dan Oktober 2012 = USD 626,80 (naik USD 1,20). Kondisi yang sama atau naik dibanding hari sebelumnya juga terjadi pada gula kristal mentah (raw sugar) di Bursa Berjangka New York untuk Kamis (3/11/2011) semuanya menunjukkan penurunan. (h/trn)

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Es Krim Ubi Jalar Makin Laris

MATUR, HALUAN — Es krim produksi Kelompok Tani (Keltan) Melati Maju Bersama, Nagari Matur Mudik itu, semakin laris di pasaran.

MIAZUDDIN

ES KRIM — Es krim ubi jalar memang enak. Dalam gambar nampak seorang ibu sedang menikmati es krim ubi jalar produksi Keltan Melati Maju Bersama, Matur Mudiak, Kecamatan Matur, ketika produk tersebut dipromosikan dalam acara pembukaan penanaman bibit pohon penghijauan di Ambun Tanai, Matur, Rabu (26/10).

Payung, Diburu di Musim Hujan PADANG, HALUAN — Memasuki musim penghujan, payung dan jas hujan yang paling banyak diburu. Omset para pedagang juga melonjak hingga 100 persen dari biasanya. Hal ini diungkapkan oleh pedagang payung di Pasar Raya Nova pada haluan Jumat

(4/11) Tidak hanya payung dan jas saja bahkan kelengkapan perlindungan saat hujan juga menjadi incaran konsumen seperti sepatu boot. “Omset meningkat bisa sampai 100 persen dibanding bukan musim hujan. Apalagi hujannya saat

WINDA

PAYUNG laris saat hujan

ini tidak menentu, pagi panas, siangnya hujan, jadi banyak yang beli payung dadakan,” jelasnya. Lain lagi dengan pengendara motor mereka lebih cendrung memilih, model jas hujan. Ada yang setelan celana panjang dengan jaketnya, ada juga jas hujan yang lazim dipakai pengendara. Sedangkan untuk pekerja lapangan yang mengharuskannya tetap beraktivitas di tengah derasnya hujan, umumnya menggunakan jas hujan lengkap dengan sepatu boot-nya. “Untuk yang ini juga tersedia satu setelan, Dari beberapa model jas hujan yang ia jual, semuanya memiliki fungsi masing-masing. Tapi jas hujan ini modelnya memang tidak banyak, justru warna yang bervariatf,” ujarnya lagi. Sementara itu untuk harga,

Nova mengaku, ada kenaikan, karena dari distibutornya harga payung dan jas hujan juga naik. Harga payung yang dijualnya berkisar dari Rp15 ribu sampai Rp45 ribu. Namun yang laris manis adalah payung dengan

kualitas murah. “Yang belanja payung biasanya orang yang kelupaan bawa payung, jadi beli payung sekedarnya saja karena sudah punya payung,” jelasnya lagi. (h/win)

Kini es krim dari ubi jalar itu sudah merambah pasar daerah tetangga Agam, seperti Bukittinggi dan sekitarnya. Bahkan juga sudah ada permintaan dari Pasaman dan Pasaman Barat, seperti diungkapkan Camat Matur, Helton, SH, Jumat (4/11) di ruang kerjanya. Harga yang bersaing, dan citarasa khas nan lezat, merupakan keunggulan produk kaum ibu Matur Mudiak tersebut. Ada 4 rasa unit dari es krim tersebut,yang sulit digambarkan dengan kata-kata, seperti diakui para konsumen. “Enak, lezat, entah apalagi kata yang pas untuk menggambarkan citarasa es krim dri ubi jalar ini,” ungkap salah seorang penikmat es krim tersebut dari Lubuk Basung, yangmengaku bernama Adi (25). Ketua Keltan Melati Maju Bersama, Sumarni, mengakui pesanan kian bejibun. Namun ia tidak mau gegabah dengan kualitas produk Keltan yang dipimpinnya. Kualitas produk sudah menjadi komitmen segenap anggota Keltan. “Menjaga kualitas tetap bagus sudah merupakan komitmen kami,” ujarnya. Kini Keltan tersebut sedang merencanakan produksi besarbesaran.untuk itu diperlukan

peralatan yang memadai, seperti perlengkapan produksi, peralatan untuk kemasan, dan tenaga kerja handal. Di sisi lain juga dipersiapkan tenaga pemasaran profesional. Tenaga kerja yang ada saat ini baru sebatas anggota Keltan. Untuk melangkah ke industri menengah, dibutuhkan tenaga kerja terampil dan profesional. “Tahap awal kami akan melatih anggota Keltan dalam bidang peningkatan kualitas, kemasan, dan manajemen perusahaan serta keuangan,” ujar Helton. Yang sangat mendukung usaha tersebut, menurut Helton, bahan baku berupa ubi jalar banyak terdapat di Kecamatan Matur. Kalaupun nanti perlu tambahan, tak masalah, karena Matur dekat dengan Bukittinggi dan Agam belahan timur, sebagai penghasil ubi jalar. Es krim buatan Sumarni dan kawan-kawan dijual hanya Rp1.000 per pot. Harga tersebut terbilang murah, dan terjangkau segenap kalangan. Ke depan, Keltan tersebut juga akan mengembangkan aneka makanan khas Matur, seperti dodol labu, keripik labu, dan aneka makanan lezat dari labu, kacang tanah, dan ubi jalar. (h/msm)

RIKI

Jual Kerupuk Palembang Keliling untuk Hidup SOLSEL, HALUAN — Demi mencari nafkah keluarga, Riki (27) pedagang Kerupuk Palembang keliling harus merelakan berjauhan dengan anak dan istrinya. Warga yang menetap di Pandan Ujung Solok itu menjajahi dagangannya ke beberapa perkantoran dinas. Riki meninggalkan keluarga sampai 15 hari lamanya, sementara istrinya Lesi dan anaknya Rehan yang baru berumur 3,5 tahun ditinggal di kampung halaman. “Saya senang berjualan keliling, di samping

dapat mengunjungi berbagai daerah, saya juga gak suntuk menunggu di kedai,” katanya saat diwawancarai Haluan di salah satu kantor dinas Solsel. Kerupuk ikan yang biasa ia sebut kerupuk palembang itu dijual dari kantor ke kantor, pasar ke pasar dan terkadang menelusuri perkampungan. “Saya bawa satu karung yang mencapai 2000 bungkus, harga jual kerupuk berkisar dari Rp10 ribu untuk tiga bungkus,” jelasnya. Dari penjualan itu, biasanya pria asal

Sumatera Selatan ini mendapatkan keuntungan sebesar Rp.50 ribu. “Untung hanya sedikit, dapat belanja untuk beberapa hari tapi hati saya senang,” ucapnya. Kesulitannya dalam menjual kerupuk keliling terkendala pada transportasi. Dikatakannya, motor sudah ada tapi masih baru dan belum keluar nomor polisinya. “Kini masih naik transportasi umum, memang sulit juga karena jarak perkantoran agak berjauhan, sementara saya harus menyandang karung kerupuk ini,” ujarnya.(h/col)


WANITA DAN KELUARGA 19

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

MENU

Semur Kambing Bahan: 250 gram daging kambing, potong sesuai selera 5 cm kayu manis 5 buah cengkeh 4 siung bawang putih 8 butir bawang merah 4 butir kemiri 1 sdm ketumbar 1 sdt jinten kecap Bango Cara Membuat: 1. Haluskan bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar dan jinten. Tumis bumbu sampai halus dan matang 2. Tambahkan cengkeh dan kayu manis 3. Masukkan daging yang telah dipotong-potong 4. Tambahkan kecap Bango dan sedikit air 5. Masak hingga matang. (kpl)

Memilih Celana Jeans untuk Ibu Hamil SIAPA bilang ibu hamil tak bisa tampil sporty dengan celana jeans? Apalagi saat ini di pasaran banyak tersedia celana jeans khusus ibu hamil. Bagaimana memilihnya? Berikut tipsnya: * Sebaiknya pilih model wide-leg maternity jeans . Selain nyaman, juga membuat Anda terlihat lebih tinggi. * Lupakan model legging dengan bagian bawah menempel ketat di betis, sekalipun model ini ada yang didesain untuk ibu hamil. Model ini tidak akan terasa nyaman, dan membuat Anda merasa sesak. * Pastikan celana ini cukup longgar di bagian selangkangan sehingga sirkulasi udara di area tersebut tetap lancar dan mencegah kelembaban yang menyebabkan jamur. * Pilih yang bahannya tidak terlalu keras. Bahan denim lebih disarankan karena lebih lembut. Sebaiknya cuci dulu beberapa kali sehingga bahannya tidak keras lagi saat dipakai. * Sebaiknya pilih celana jeans dengan kancing di samping yang bisa dibesarkecilkan sesuai ukuran perut. Model ini lebih rapi daripada model serut di depan. * Ada juga celana jeans model kantung kanguru di depan. Kalau menginginkannya sebaiknya cukup beli satu karena celana model ini tidak bisa dipakai lagi setelah melahirkan. * Sebaiknya celana jeans hanya dipakai sesekali saja kalau ada acara tertentu seperti piknik atau jalan-jalan ke mal. Jangan memakainya setiap hari, apalagi untuk ke kantor. (kcm)

BETTY DESNITA SAWIR

Berantas Korupsi JIKA dirujuk dari sisi nilai penghasilan yang dikantongi, tentu wanita kelahiran 1964 itu akan memilih bertahan pada profesinya sebagai advokad. Namun, keinginan untuk memberantas korupsi, menuntut Betty Desnita Sawir memilih untuk terjun menjadi salah satu hakim tindak pidana korupsi. “Kalau dari sisi pendapatan dan pemasukan, tentu lebih besar sebagai advokad. Namun panggilan untuk memperbaiki negeri ini, membimbing saya untuk mengikuti tes menjadi hakim tipikor,” ujar Betty ketika ditemui Haluan, Selasa (1/11). Betty Desnita Sawir merupakan salah satu wanita keturunan Sawahlunto, yang menggeluti dunia hukum, dan mengembangkan diri sebagai wanita dengan profesi sebagai advokad di negeri Lancang Kuning. Jebolan jurusan hukum Universitas Lancang Kuning tahun 1989 itu, mempercayai meskipun begitu sulitnya pemberantasan korupsi, namun upaya meminimalisir tindak pidana korupsi tentu dapat diupayakan secara bertahap. Terjun sebagai advokad di tahun 1997, ibu tiga anak itu merupakan satu dari sebagian kecil wanita yang berprofesi sebagai advokad. Meski dunia advokasi begitu banyak didalami etnis Batak, namun nyali Betty tidak surut dan gentar, dengan

kebundokandungannya. “Kalau Batak, biasanya suaranya yang besar. Namun terkadang nyali mereka tidak sekuat suara mereka. Banyak juga yang menyangka saya dari Batak, namun kalau sudah dengar suara mereka langsung berkesimpulan saya dari Sumatera Barat,” tutur Betty. Saat ini, Betty masih menjabati posisi sebagai Ketua Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Provinsi Riau, yang telah diembannya semenjak tahun 2006 lalu. “Karena diamanahkan sebagai hakim tipikor, dan masa jabatan hampir berakhir. Saya akan serahkan jabatan ketuya AAI ini kepada teman-teman,” ujarnya. Kini istri dari Elta Efni itu tinggal menunggu waktu saja. Usai lebaran idul adha mendatang, Betty akan langsung mengemban tugasnya sebagai hakim tipikor di Provinsi Jambi. Meski begitu sibuk dengan dunia hukum yang digelutinya, Betty tetap menyisihkan waktu untuk anak-anaknya. Wajar saja,

perhatian yang diberikannya membuat ketiga anaknya, untuk mengikuti jejaknya di dunia hukum. “Ketiga anak kami, memilih dan mendalami jurusan hukum. Padahal, kami tidak meminta mereka untuk mengikuti jejak kami. Sebab, kami menghargai sebuah pilihan,” tambah-nya (h/ dil)

Enyahkan Sikap Penghambat Karir

SIKAP apa saja yang dapat menghambat kemajuan karir anda? Simak, dan segera buang jauh agar tidak jadi batu sandungan dalam karir anda. Enggan meningkatkan skill Banyak bidang-bidang keahlian yang berkembang menjadi lebih maju dan komplek. Apabila kita enggan belajar dan meningkatkan keahlian, maka kita akan tertinggal jauh Pesimis Orang yang selalu pesimis menjadi tidak berani mengambil risiko dan mudah putus asa setiap menghadapi rintangan. Hal ini membuat orang tersebut menjadi tidak percaya diri setiap kali ingin melakukan sesuatu yang lebih buat kemajuan karirnya. Malas bekerja keras Jalan utama memajukan karir adalah dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Menjalani pekerjaan dengan

penuh antusias dan mengerahkan segala potensi yang kita miliki pasti akan menampakan hasil positif dari pada bekerja dengan setengah hati. Mudah putus asa Kita pasti akan dihadapkan banyak tantangan dan hambatan dalam mengejar kemajuan karir. Sejatinya apaila kita pahami, ada peluang di setiap hambatan yang kita alami. Hanya kita harus lebih jeli dalam menangkap peluang tersebut. Buang jauh-jauh sifat gampang menyerah dan berputus asa. Mudah tertekan Dalam dunia kerja kita tidak bisa menghindari tugas-tugas yang harus segera dirampungkan. Anda harus bisa memanage perasaan ketika mendapat banyak tanggung jawab. Jangan mudah merasa tertekan atau takut tidak dapat menyelesaikannya dengan baik. (perempuan.com)

Dampak Positif Ibu Bekerja

PERAN ganda yang sering dijalankan para ibu untuk bekerja pasti bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Meski sulit dijalani, namun para ibu bekerja pasti berjuang keras untuk menemukan keseimbangan dalam keluarga dan karier mereka. Ketika semua keseimbangan yang diharapkan itu belum terjadi, pasti ada perasaan bersalah karena merasa menelantarkan keluarganya. Namun, tak perlu berkecil hati, karena sebenarnya karier ganda Anda justru mengajarkan berbagai hal positif bagi anak. Tanggung jawab. Menjalankan dua pekerjaan sekaligus dengan sebaik-baiknya dan tanpa keluhan, sebenarnya mengajarkan rasa tanggung jawab kepada anak. Ketika anak sudah cukup mengerti tentang kesibukan Anda untuk bekerja, biarkan anak tahu berbagai hal yang positif dari bekerja, sehingga anak akan berpikir bahwa bekerja itu menyenangkan. Bekerja keras. Imbalan yang diperoleh dari bekerja adalah uang. Tak heran jika para ibu pekerja ini juga berperan menjadi seorang penyelamat ekonomi keluarga,

Membuat Pria jadi Penurut

BILA pasangan Anda adalah tipe yang susah diatur dan selalu saja mengajak Anda bertengkar saat mendiskusikan sesuatu, jangan tutup browser ini dan lanjutkan membaca setiap kalimat hingga akhir. Lisa Hayes, adalah seorang penulis YourTango senior mengatakan dibutuhkan strategi, kesabaran dan ketelatenan. Berikut, Lisa membagikan 5 langkah membuat pria jadi penurut yang bisa Anda coba praktekkan. 1. Abaikan saja dia Jangan memaksa. Untuk membuatnya menjadi sosok yang penurut Anda tak boleh memaksa dan membuatnya merasa tersudut. Yang harus Anda lakukan adalah, tidak

menyuruhnya melakukan sesuatu, tetapi berilah contoh... contoh dan contoh... Saat kemudian ia masih tak juga berubah, abaikan dia! Jangan hiraukan dan jangan tunjukkan kemarahan apapun. Saat demikian, pria akan menyadari ketidak hadiran Anda, kediaman Anda, yang membuat dia mengerti bahwa seharusnya ia melakukan sesuatu hal (seperti yang Anda sarankan). 2. Berikan reward dan pujian Jangan pelit memberikan mereka hadiah atau pujian saat mereka melakukan hal yang mengagumkan. Minimal pelukan dan ciuman yang

dapat membuat mereka merasa dihargai, akan meningkatkan kepercayaan diri mereka. 3. Hemat perkataan Anda Ia tak akan pernah menjadi sosok penurut bila Anda tak berhenti mengoceh tentang sesuatu hal. Tidak! Anda yang harus berubah! Gunakan sedikit kata saat Anda ingin menyampaikan sesuatu, padat, jelas dan efektif. Jangan emosi, rendahkan suara Anda, dan ulangi setidaknya 3 kali. 4. Saat anjing dikejar, maka ia akan lari Dan demikian pula pria. Saat kita mengejar dan menekannya, maka ia akan berusaha lari dari

kita. Bermodal kepercayaan, Anda harus memberikan mereka ruang yang cukup untuk bergerak. Di sisi lain, Anda membelai dan merayunya agar tetap berada di sisi Anda sehingga Anda bisa mengawasinya tanpa ia merasa terkekang. 5. Ingin hasil yang instant? Lebih baik Anda tetap single Pria adalah manusia yang punya perasaan dan bisa berpikir, sehingga kita tak bisa memaksa dan mengubahnya dalam hitungan jari. Bila Anda memang tak siap untuk bersabar dan menjalankan strategi di atas, lebih baik cari pria yang penurut atau stay single saja. (kpl)

terutama bagi para orangtua tunggal. Meski masih kecil, anak-anak sudah mampu mengetahui adanya hubungan antara pekerjaan dengan uang, dan uang untuk membeli berbagai benda. Hal ini secara tidak langsung menjadi pembelajaran bagi mereka bahwa semuanya bisa diperoleh jika bekerja keras. Anak akan lebih berhati-hati terhadap permintaan mereka, dan lebih menghargai apa yang mereka miliki. Role model. “Sebagai seorang ibu yang bekerja, Anda adalah seorang contoh dan teladan bagi anak-anak, terutama anak perempuan. Ibu yang bekerja menginspirasi anak perempuan untuk bekerja lebih keras untuk menyelesaikan berbagai masalah, dan menghadapi tantangan yang berat bagi perempuan di masa depan Cinta keluarga. Ketika seorang ibu mengurangi waktunya di rumah untuk bekerja di kantor, dikhawatirkan anak akan kehilangan perhatian dari orangtuanya, dan berubah menjadi anak yang nakal. “Fakta membuktikan bahwa perkembangan anak lebih dipengaruhi oleh kesehatan emosional keluarga, dan cara mendidik anak yang tepat. (kcm)


20

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

ASHANTY

ULTAH ke-28 Tahun

S

iapa yang tidak kenal dengan nama Ashanty. Kekasih Anang Hermansyah ini menjadi populer sejak menggantikan Syahrini sebagai pasangan duet Anang. Sosoknya yang bersahaja rupanya berhasil meluluhkan hati Anang dan para penggemarnya. Alhasil, dia pun cepat diterima oleh pecinta musik. Lahir pada 4 November 1983, ikon Chat & Date ini tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-28 pada hari ini, Jumat (04/11). Apa saja yang unik tentang Ashanty, simak ulasan berikut ini! 1. Sejak kecil, Ashanty sudah akrab dengan kehidupan di luar negeri. Pasalnya, Ashanty kecil sempat mengunjungi dan tinggal di berbagai negara seperti Srilanka, Pakistan, Afganistan, Nigeria, New

York dan Belanda. 2. Karena usia yang terpaut jauh dengan kakak-kakaknya, Ashanty dan kakak laki-lakinya kerap dikira sebagai sepasang kekasih, terutama saat jalan berdua dengan salah satu kakak laki-lakinya. 3. Menjadi penyanyi adalah citacita Ashanty sejak kecil. Namun demikian, keinginan itu sempat ditentang karena ayah Ashanty ingin dirinya menjadi diplomat. 4. Jauh sebelum berkecimpung di dunia entertainment, Ashanty sempat mengikuti ajang Abang None Jakarta. Sejak itulah dia mulai banyak mendapat tawaran sebagai model. Pada akhirnya, dia berhasil menjadi ikon Chat & Date. 5. Di balik kepribadiannya yang terlihat kalem, ternyata Ashanty itu sosok yang sangat memperhatikan penampilan lho! Dia harus yakin bahwa dirinya tampil sempurna, terutama saat manggung. 6. Ashanty memang bukan orang yang manja. Kepribadiannya ini

NIA RAMADHANI

Malas Dandan Sejak Hamil KEHAMILAN dipercayai membawa kebiasaankebiasaan yang tidak biasa dilakukan ibunya. Artis Nia Ramadhani yang baru mengandung sekitar sembilan minggu, mengaku menjadi tidak suka berdandan sejak kehamilannya. “Ini lihat saja, jadi malas dandan begini,” ungkap Nia Ramadhani yang saat itu memang tanpa mengenakan make up apapun. Nia yang dijumpai di acara Headline Manajemen di Qi Lounge Tower, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (2/11/2011) malam, mengaku kegiatannya tidak banyak terhambat oleh kehamilan, namun memang dirasakan sedikit malas dan suka tidur-tiduran. Tanda-tanda ngidam juga belum dirasakannya. “Alhamdulillah, kehamilan ini nggak menghambat apa-apa. Kalau sekarang malah masa-masanya malas keluar rumah. Buat makan-makan nggak ada masalah. Belum yang aneh-aneh. Enggak terlalu gila pingin banget,” ungkapnya. Sementara soal rencana kelahiran, Nia belum mendiskusikan dengan sang suami, Ardie Bakrie dan memang dirasakan belum saatnya membahas hal itu. namun untuk rutinitas, selama ini memang ada dokter langganan. “Belum tahu ya lahirin di mana, kita lihat saja pas akhir-akhirnya kali ya. Kalau kandungannya sudah gede baru bisa ditentukan ya. Saya pilih dokter yang dari awal perawat saya. Dari masa sebelum hamil sampai sekarang,” ungkapnya.(kpl)

akhirnya membuatnya ingin selalu turun tangan sendiri dalam mengerjakan apapun. Sayangnya, dia seringkali melupakan kesehatan kala sudah asyik dengan kegiatannya. 7. Karena sosok Ashanty yang menurut Anang Hermansyah sangat bersahaja, mantan suami Krisdayanti itu sempat mengungkapkan bahwa dirinya ingin Ashanty jadi bidadari untuk keluarga Anang. 8. Ashanty pernah menjadi pembicaraan publik karena tampil dengan bulu mata sangat tebal seperti yang biasa ditampilkan Syahrini. 9. Pelantun tembang Dulu ini sempat mengungkapkan bahwa dia ingin kostum yang lucu-lucuan untuk preweddingnya dengan Anang nanti. 10. Tentunya sudah banyak orang tahu bahwa di usianya yang tergolong masih muda, Ashanty memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Selamat ulang tahun, Ashanty! Sukses selalu! . ( k p l )


Sawahlunto All Star Tantang Indonesia All Star SAWAHLUNTO, HALUAN — Jika tidak ada aral melintang, Hari Ulang Tahun (HUT) Sawahlunto ke 123 tahun, akan dimeriahkan dengan pertandingan sepak bola persahabatan, antara Sawahlunto All Star berhadapan dengan Indonesia All Star. Indonesia All Star yang dibeking para pemain top tahun 70 hingga 80-an di antaranya Riky Yakoby, Eri Kiswanto, Rahmat Darmawan ditantang Sawahlunto All Star yang diperkuat Walikota Sawahlunto, Amran Nur, Wakil Walikota, Erizal Ridwan, Ketua DPRD Sawahlunto, Ali Yusuf, Subandi, Rafi Junaifi, Adri Yusman, dan pemain usia di atas 50 tahun lainnya. “Saat ini kami hanya menunggu kepastian dari Riky Yakobi, bagaimana kesiapan para pemain Indonesia All Star,” ujar Panitia HUT Sawahlunto, Seksi Olahraga, Rafi Junaifi ketika ditemui Haluan, Kamis (3/11). Rafi mengatakan, rencana tersebut sudah disampaikan beberapa bulan lalu, kepada Riky Yakobi yang kebetulan sering bolak-balik Sawahlunto Jakarta, karena melatih sekolah sepakbola di ‘Kota Arang’. Waktu pelaksanaan sendiri, lanjut Rafi, akan dilakukan menjelang 1 Desember 2011. dipastikan, katanya, laga ini akan menyedot perhatian yang sangat besar dari pecinta bola. Sebab, jarang-jarang skuadron Indonesia era tujuhpuluhan berlaga di luar pulau Jawa..(h/dil)

Pemko Sawahlunto Serius Kelola Pariwisata

SAWAHLUNTO, HALUAN — Anggota Komisi IV DPRD Sumbar kunjungi kawasan kota lama dan beberapa objek wisata di Sawahlunto. Keseriusan Sawahlunto dalam mendongkrak pariwisata terlihat dari investasi dan promosi wisata yang dilaksanakan.

Perusda untuk Genjot PAD

FADILLA JUSMAN

SAWAHLUNTO, HALUAN — Menggenjot pendapatan asli daerah, Pemerintah Kota Sawahlunto berkeyakinan pendirian perusahaan daerah (Perusda), sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan sumber PAD untuk masa mendatang. Perusda yang direncanakan tersebut bernama Bumi Sawahlunto Sejahtera. Rencanakannya, Perusda ini akan bergerak di bidang pertambangan dan industri, yang masih memiliki potensi besar untuk diolah. “Memang pemerintah ingin mendirikan perusahaan daerah yang memiliki izin sendiri, baik itu untuk menambang batu bara langsung, atau pun menjadi kontraktor dari perusahaan-perusahaan tambang yang telah ada saat ini,” ujar Kepala Dinas Perindagkop Sawahlunto Syafriwal ketika dihubungi Haluan melalui telepon genggamnya, Rabu (2/11). Syafriwal mengatakan tujuan utama dari pendirian perusahaan daerah itu, untuk meningkatkan sumber pendapatan bagi pemerintah, tentu dengan tujuan akhir semakin meningkatnya anggaran untuk pembangunan daerah sendiri. Pendirian perusahaan daerah, lanjutnya, dinilai sebagai salah satu usaha dalam mendapatkan sumber pendapatana baru bagi daerah, dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. “Untuk landasannya, berdasarkan UU Nomor 32 tahun 2004, yang memberi wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah menurut asas dan tugasnya,” ujar Syafriwal. Pemberian otonomi itu, tentu saja ditujukan dan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pendapatan daerah. (h/dil)

Musisi 5 Benua di SIMFes 2011

SAWAHLUNTO, HALUAN — Jika dalam Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) pertama tahun 2010, sukses dengan musisi dari enam negara, SIMFes kedua 2011, direncanakan akan diikuti musisi dan pemusik dari lima benua. Pemerintah Kota Sawahlunto, menyatakan tetap komit untuk mendukung pelaksanaan SIMFes 2011, sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT Sawahlunto ke 123 tahun. “SIMFes akan tetap dilaksanakan. Apalagi, SIMFes 2010 terbilang sukses dan menyedot perhatian yang sangat besar,” ujar Walikota Sawahlunto Amran Nur, Kamis (3/ 11). Peserta berasal dari Mexico (benua Amerika), Kamerun (benua Afrika), Melbourne (benua Australia), Belgia (benua Eropa), Taiwan, Uzbekhistan, Korea Selatan dan Indonesia (benua Asia). (h/dil)

WALIKOTA Sawahlunto Amran Nur ketika mendampingi rombongan Komisi IV DPRD Sumbar di Museum Gudang Ransum Sawahlunto.

JALAN DIRESMIKAN

Lunto Timur Kini Sudah Bisa Ditempuh Mobil MESKI hanya dengan kondisi seadanya, ruas jalan Dusun Polak Datar Desa Kubang Tangah menuju Dusun Tigo Tingka Desa Lunto Timur diresmikan Walikota Sawahlunto Amran Nur dengan pengguntingan pita. Dua tiang penyangga yang terbuat dari kayu seukuran jempol tangan setinggi satu meteran, disambungkan dengan tali plastik yang melintang jalan, dan digantungi beberapa patahan bunga. Tidak berselang lama, gunting yang disediakan wargapun langsung digunakan Amran Nur yang didampingi Ketua DPRD Sawahlunto, Ali Yusuf dan Sekdako Zohirin Sayuti serta Ketua Komisi A DPRD ‘Kota Arang’ Yuswir. Tali plastik yang putus akibat guntingan Amran Nur pun sebagai tanda jalan baru hasil gotong royong dan bantuan dana dari pemerintah Sawahlunto itu resmi digunakan untuk berbagai kegiatan warga Lunto Timur. “Alhamdulillah, jalan ini memberikan kelapangan bagi kami untuk masuk dan ke luar dusun. Sudah sangat lama kami mendambakan jalan ini,” ujar Wagino, tokoh masyarakat Lunto Timur Kecamatan Lembah Segar di hadapan Amran Nur. Jalan yang dulunya hanya berukuran satu meteran yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, kini mulai bisa dilalui roda empat. Meskipun sebenarnya jarak jalan yang terbuka itu sekitar setengah kiloan. Kalau bisa, lanjut Wagino yang didampingi Dasril warga setempat, jalan tersebut dapat ditambah lagi panjangnya sekitar tiga kiloan. Sehingga, masyarakat Lunto Timur khususnya Dusun Tigo Tingka semakin mudah untuk menjangkau tanah perkebunan dan ladangladang mereka. Untuk masalah tanaman mau-

POTRET

PASANGAN pengrajin tenun songket, Erma dan Jamarin tetap bertahan dengan profesinya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. FADILLA JUSMAN

21

KOMISI IV DPRD SUMBAR

LINGKAR

SAWAHLUNTO, HALUAN — Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Agaknya ungkapan itu tidak berlaku bagi keluarga Erma dan Jamarin.

SAWAHLUNTO

Menuju K ota W isata Utama Tambang berbudaya Kota Wisata

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

pun tanah yang terlintasi, lanjut Wagino yang diamini para warga lain, warga setempat siap untuk tidak diganti rugi. Asalkan, pemerintah mau memberikan bantuan untuk pembukaan jalan baru. “Kalau untuk tanaman atau tanah sekalipun, kami siap untuk tidak diganti rugi. Termasuk, jika ada perusahaan telekomunikasi yang mau memasang tower, kami silahkan untuk datang, kami jamin tidak ada ganti rugi,” tambah Dasril. Untuk arus komunikasi, Dasril sendiri mengatakan, kawasan Lunto Timur, khususnya di daerah tempatnya bermukim, masih kesulitan. Jaringan sinyal masih saja putus dan hilang timbul. Sehingga, untuk bisa berkomunikasi menggunakan handphone, harus mencari tempat yang agak tinggi. Baik Wagino maupun Dasril mengatakan, jika jalan baru dibuka lebih jauh lagi, akan sangat membantu masyarakat. Selain itu, juga ada potensi alam lainnya yang bisa dimanfaatkan warga untuk mening-

katkan pendapatan pemutar roda perekonomian. “Sekitar dua kilometer ke depan dari jalan ini, terdapat bebatuan untuk bahan keramik, serta batu marmer. Untuk pembangunan polongan, kami memanfaatkan bebatuan yang ada tersebut,” ujarnya. Selain itu, Wagino dan Dasril juga mengharapkan jalan yang sudah terbuka untuk dilakukan pengerasan. Sebab, ketika hujan datang jalan mereka berganti dengan aspal lumpur, yang tidak bisa dilewati. Menanggapi hal itu, Walikota Sawahlunto Amran Nur mengatakan akan membantu warga setempat dengan bantuan beberapa jam alat berat. “Silahkan nanti hubungi pihak Dinas Pekerjaan Umum, untuk melanjutkan pembukaan jalan ini,” ujar Amran. Ketua DPRD Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan, akan memperjuangkan dan mempertahankan program pembukaan jalan menuju kawasan pertanian dan perkebunan. (h/fadilla jusman)

FADILLA JUSMAN

WALIKOTA Sawahlunto Amran Nur meresmikan jalan baru yang menghubungkan Dusun Tigo Tingka Lunto Timur ke Desa Kubang Tangah.

Rombongan Komisi IV DPRD Sumbar, Deddi Edwar, Abel Tasman, Ermawati Tanjung, Irdinansyah Tarmizi dan Harwan itu, didampingi langsung Walikota Sawahlunto, Amran Nur dan Ketua DPRD Sawahlunto, Ali Yusuf, serta Kepala Dinas Pariwisata, Medi Iswandi. Kunjungan awal para legislator tingkat provinsi itu, dilakukan ke Kawasan Kandih Resort. Objek wisata yang berdiri di bekas tambang itu, diakui para wakil rakyat tersebut membawa perubahan bagi Sawahlunto. “Kami lihat, Sawahlunto sudah mulai memetik hasil dari sektor pariwisata. Memang hal itu tidak terlepas dari semangat dan keinginan kepala daerahnya untuk bangkit dan berubah,” terang Irdinasyah Tarmizi di sela-sela kunjungannya. Irdinasyah bersama rekanrekannya, juga mengunjungi kawasan Museum Gudang Ransum. Kawasan yang dulu-

nya merupakan lokasi jamuan makan bagi ribuan pekerja paksa itu, kini menjadi saksi sekaligus bukti perkembangan sejarah tambang batubara di Kota Sawahlunto. Rombonganpun mengelilingi dan melihat langsung satu per satu peninggalan sejarah tambang batu bara Sawahlunto, serta bukti sejarah berupa foto maupun alat-alat tambang. Walikota Sawahlunto, Amran Nur mengatakan aset berupa peninggalan sejarah tambang Sawahlunto ini memiliki nilai jual yang begitu tinggi dalam sektor pariwisata Sawahlunto. Gudang Ransum bukan hanya objek wisata semata, namun juga bagian dari sektor pendidikan sejarah sendiri. “Bukti sejarah ini juga bagian dari wisata pendidikan, yang semestinya diketahui oleh generasi Sawahlunto maupun Indonesia di masa mendatang,” ujar pria yang telah dua kali menjabat sebagai kepala daerah ‘Kota Arang’ itu.(h/dil)

Keterwakilan Perempuan di DPRD Cukup Tinggi

SAWAHLUNTO, HALUAN — Keterwakilan kaum perempuan pada lembaga legislatif di Kota Sawahlunto terbilang besar, dibandingkan dengan lembaga yang sama di daerah lain. Setidaknya 20 persen atau empat kursi legislatif diduduki kaum hawa dari 20 kursi DPRD Sawahlunto yang tersedia. Perempuan saat ini dinilai bukan lagi alat politik, yang hanya sekedar untuk mendongkrak dan penambah lumbung suara partai dalam merebut kursi di lembaga legislatif. “Perempuan saat ini bukan sekedar alat atau mesin politik. Hal itu terjadi seiring dengan meningkatnya pemahaman perempuan akan politik itu sendiri,” ujar Wakil Walikota Sawahlunto, Erizal Ridwan, ketika membuka Pelatihan Peningkatan SDM Perempuan di Bidang Politik dan Organisasi Wanita seKota Sawahlunto, Kamis (3/ 11). Sebagai orang yang juga berkecimpung dalam dunia politik, Erizal melihat perempuan lebih tekun dan lebih sabar dalam berpolitik. Apalagi, perempuan juga lebih rajin dibandingkan dengan kaum lelaki. Ketiga hal itu, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Sawahlunto itu, menjadi nilai jual dan daya

tarik bagi seorang politisi perempuan dalam berpolitik. Selain itu, kaum perempuan juga memiliki aspirasi, yang hanya diketahui oleh perempuan sendiri. Dalam pelatihan yang diikuti lebih dari 70 peserta itu, Ketua Panitia Pelaksana, Harmonis mengatakan pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan sumber daya wanita, serta wawasan perempuan dalam perpolitikan. Selain itu, lanjut wanita yang menjadi sebagai Kasi Pemberdayaan Perempuan Kantor Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana itu, juga diprogramkan pembentukan Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Kota Sawahlunto masa jabatan 2011 – 2016. “Mudah-mudahan dengan kehadiran KPPI Kota Sawahlunto ini, akan menjadi wadah yang mampu berbuat dan meningkatkan wawasan bagi perempuan dalam berpolitik,” ujar Harmonis. Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Ombilin itu, hadir anggota DPD-RI Emma Yohana sebagai nara sumber. “Perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam berpolitik. Selain itu, perempuan memiliki keunggulan dalam hal menahan emosi, serta menangkap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Emma.(h/dil)

PENGRAJIN SONGKET

Pasangan suami istri pengrajin tenun songket ini, seluruh anaknya justru memilih berjualan ale-ale, makanan tradisional khas Silungkang,

Erma dan Jamarin Merindu Pewaris ketimbang menjadi pengrajin songket. Dari enam anaknya yang masih hidup, tidak seorang pun yang mengikuti jejak Erma dan Jamarin sebagai pengrajin tenun songket Silungkang. Padahal, Erma dan Jamarin membesarkan seluruh anaknya dengan uang hasil kerajinan tenun songket yang mereka lakukan. Bayangkan saja, Erma yang kini sudah berusia 72 tahun sudah menekuni kerajinan tenun semenjak usia 15 tahun. Sedangkan sang suami, Jamarin yang kini telah menginjak usia 78 tahun, sudah bertenun semenjak masa lajangnya. “Dulu sebelum anak-anak kami bekerluarga, seluruhnya mencoba bertenun. Bahkan tidak mereka saja, anak-anak tetangga juga banyak yang belajar tenun dengan kami,”

ujar Erma dan Jamarin ketika ditemui Haluan, di kediamannya di ruas jalan Dusun Polak Datar Kubang Tangah Kecamatan Lembah Segar, Rabu (2/11). Namun, semenjak seluruh anak mereka berkeluarga, anak-anaknya itu mengalih profesi ke pekerjaan lain. Enam dari tujuh anaknya yang masih hidup, seluruhnya kini mengadu untung menjadi pembuat ale-ale Silungkang. Erma mengatakan, semenjak usia remaja hingga saat ini, dalam mengembangkan kerajinan songket dia telah mampu membuat lebih dari 25 motif. Namun demikian, hasil yang diperoleh memang tidak terlalu menjanjikan untuk kehidupan yang lebih. Mungkin, masih kata Erma, hal itu pulalah yang membawa seluruh anak-anak untuk mencari profesi

lain yang lebih menjanjikan ekonomi yang lebih baik. Wanita yang kini telah keriputan itu, dengan kaca mata di tangan, menuturkan, dalam sepekan dia dan sang suami bisa menyelesaikan dua lembar songket. Keduanya dijual dengan harga Rp200 ribu per helai. Keuntungan yang diperoleh, ujar Jamarin menambahkan, sekitar Rp110 ribu per lembar. Sehingga dalam sepekan pasangan suami istri ini bisa mengantongi pendapatan bersih Rp220 ribu. Meski dengan pendapatan yang terbilang minim atau jauh di bawah upah minimum provinsi (UMP), kedua insan yang telah berada di usia senja itu, mengaku tetap bahagia, dengan rezeki yang mereka dapatkan. “Cukuplah untuk makan dan minum kami berdua. Berapalah

biaya makan kami yang sudah tua ini. Sisa dari biaya hidup, kami juga bisa membelikan makanan ringan untuk cucu-cucu yang datang. Kami akan tetap bertahan dengan kerajinan tenun ini hingga akhir nanti,” terang Jamarin. Jamarin sendiri mengaku, sudah tidak bisa lagi mengolah sawah yang ada di belakang rumah mereka. Selain tenaga yang kini telah berkurang, air yang mengaliri sawah juga tidak ada. Sehingga, beberapa piring sawah yang dimiliki hanya bisa ditumbuhi rumput liar. Kalaupun ditanami dengan ubi, Jamarin malah mengeluhkan serbuan hama babi, yang membuat ubi-ubinya tidak bisa dipanen. Sehingga, ia memutuskan untuk membiarkan sawahnya terlantar begitu saja. (h/dil)


22 BUKITTINGGI DAN AGAM LINGKAR DBD Serang Dua Bocah di Gulai Bancah BUKITTINGGI, HALUAN — Dua orang bocah beradik-kakak, terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gulai Bancah, Nagari Gaduik, Kabupaten Agam, yang berbatasan langsung dengan wilayah administratatif Kota Bukittinggi. Warga di Komplek Perumahan Gulai Bancah kini cemas, karena sejauh ini belum ada tindakan pengasapan dari pihak Pemkab Agam. Dua bocah itu, masing-masing Raesa (5,5) dan kakaknya M Jihad (11), adalah putra-puteri dari pasangan Efi dan Yanti. Keduanya terserang DBD sejak Senin lalu, dan sampai kemarin masih terbaring di ruang VVIP RSAM Bukittinggi. Raesa yang mendapat serangan serius, kemarin telah melewati masa kritis, namun tetap dalam perawatan intensif di rumah sakit tersebut. Sementara abangnya M Jihad, sampai kemarin badannya relatif masih panas. Keadaan kritis yang menimpa putera-putri keluarga Efi ini, cukup mengkhawatirkan warga Gulai Bancah. Namun warga sangat menyayangkan tidak adanya tindakan pencegahan dari pihak Pemkab Agam. “Ini kan sudah sejak Senin. Keluarga Efi sudah mati kecemasan karena putera-puterinya terserang DBD. Kita sangat khawatir dengan keadaan ini. Namun Pemkab Agam ternyata masih belum juga bertindak,” ujar Mon, salah seorang warga Gulai Bancah lainnya. Bupati Agam Indra Chatri yang telah menerima laporan ini kemarin, menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pengasapan di kawasan Gulai Bancah yang merupakan komplek perumahan staf Pemkab Agam. Namun hingga sore kemarin, tindakan pengasapan atau fogging ternyata belum juga dilakukan. Bupati juga mengharapkan, agar masyarakat tetap waspada dan terus berupaya melakukan pembersihan setiap genangan yang potensial menjadi sarang nyamuk aides agepti, pembawa penyakit berbahaya itu. Sementara itu, Amril Anwar yang juga warga Gulai Bancah, kepada Haluan mengaku sudah berulangkali memberitahukan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. Namun, hingga saat ini, dinas tersebut masih belum juga melakukan tindakan pengasapan. “Saya sudah beritahukan pihak Dinas Kesehatan. Mereka mengatakan agar segera melakukan pengasapan di komplek perumahan Gulai Bancah. Namun laporan tersebut ternyata tidak direspon dengan cepat,” kata Amril Anwar. (h/sms)

NET

Warga di Komplek Perumahan Gulai Bancah, Nagari Gaduik, Kabupaten Agam, cemas, karena dua warganya terserang demam berdarah dengue (DBD). Sayangnya sejauh ini belum ada tindakan pengasapan atau fogging dari pihak Pemkab Agam. Tampak kegiatan fogging pada salah satu lokasi beberapa waktu lalu.

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

Bukittinggi Segera Punya Rusunawa

BUKITTINGGI, HALUAN — Tahun 2012, Bukittinggi bakal segera punya rumah susun sederhana sewa atau lebih dikenal dengan rusunawa. Informasi tersebut disampaikan Asisten II Setdako Bukittinggi Ismail Djohar di DPRD Bukittinggi, Jumat (4/11).

NET

RUSUNAWA - Jika tak ada halangan, tahun 2012 mendatang Bukittinggi akan punya rumah susun sederhana sewa atau rusunawa. Dana untuk pembangunannya berasal dari bantuan Kementerian Perumahan Rakyat sebesar Rp12 miliar. Tampak rusunawa yang telah berdiri di kawasan Purus, Kota Padang.

KURAS ISI TOKO MILIK JURAGAN SENDIRI

Remaja Asal Palembayan Ditangkap Satpam

BUKITTINGGI, HALUAN — Diduga mencuri di toko juragannya sendiri, yakni toko milik Hendri di lantai I tahap I pasar Aur Kuning, tersangka JH (21), asal Palembayan, Kabupaten Agam, ditangkap petugas Satpam setempat, Jumat (4/11) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Barang bukti yang berhasil diamankan petugas Satpam Aur Kuning, berupa 8 potong baju dan 1 helai celana Levis senilai Rp750 ribu. Ikut diamankan sebuah kantong plastik hitam yang digunakan tersangka untuk menyimpan barang curiannya. Kepala Satpam Aur Kuning, Hasanuddin Sutan Rajo Bujang, kepada Haluan Jumat siang kemarin menjelaskan, bahwa penangkapan tersangka JH dilakukan setelah melewati kerja keras selama 6 jam, dari magrib hingga tengah malam. Sebab, tambah Rajo Bujang, pengintaian telah dilakukan petugas terhadap tersangka JH sejak Kamis (3/11) sore lalu. Masalahnya,

petugas patroli melihat gelagat mencurigakan dari diri JH, yang sengaja meletakkan kantong plastik yang diduga berisi pakaian baru di dekat tong sampah, tidak jauh dari toko milik Hendri. Ditambahkan Rajo Bujang, kepastian dugaan pencurian yang dilakukan JH akhirnya dibuktikan saat mereka membuka kantong plastik hitam yang diletakan JH di dekat tong sampah tersebut setelah ia pulang. “Ternyata benar. Kantong itu berisi 8 helai baju dan 1 potong celana Levis. Mengetahui itu adalah hasil curian, baju dan celana yang ada di dalam kantong tersebut langsung diamankan petugas ke kantor Satpam. Sementara kantong plastik yang sama kembali diisi petugas dengan sampah dan diletakkan kembali ke tempat semula. Petugas sangat yakin, malam harinya JH pasti akan mengambilnya kembali,” kata Rajo Bujang. Meski harus melakukan pengintaian selama 6 jam, bahkan hingga

larut malam, usaha dan kerja keras mereka ternyata tidak sia-sia. Akhirnya yang dinanti datang juga. Tengah malam, tersangka JH datang sendirian secara diam-diam ke dekat tong sampah dimana pada sore harinya ia telah meletakkan kantong plastik berisi pakaian hasil curiannya. “Tanpa menyadari bahwa isi kantong palstik hitam itu telah diganti dengan sampah, tersangka JH dengan bergegas berlalu pergi meninggalkan tempat penyimpanan barang curiannya. Namun di tengah jalan, tersangka JH langsung dicokok dan diamankan petugas dan selanjutnya langsung dibawa ke kantor,” urai Rajo Bujang. Dari tengah malam hingga pagi, tersangka JH diperiksa petugas Satpam. Akhirnya ia mengakui perbuatannya yakni telah mencuri isi toko juragannya sendiri. Petugas Satpam kemudian langsung menyerahkan tersangka ke Mapolsek Bukittinggi untuk menjalani proses hukum selanjutnya. (h/jon)

Tradisi Makan Gulai Bukek di Palembayan

AGAM, HALUAN — Mulai Minggu (6/11) sampai Selasa (8/11), masyarakat Nagari Ampek Koto Palembayan “bagadang” makan gulai bukek daging korban di 10 rumah ibadah, masjid dan musala. Belasan ekor sapi korban akan dijadikan gulai khas Palembayan itu untuk di makan bersama pada hari raya Idul Adha. Gulai bukek adalah gulai

dengan kuah kental seperti kuah sate. Gulai tersebut merupakan gulai adat yang harus disuguhkan dalam helat perkawinan dan pada hari lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha. Dalam helat perkawinan, gulai bukek biasanya dicampur dengan pisang muda atau nangka alias cubadak. Tapi gulai bukek untuk hari raya Idul Adha, tidak ada campuran lain selain berisi daging semata.

“Di nagari ini, sebagian besar daging koban digulai bukek pada rumah-rumah ibadah untuk dimakan bersama. Sebagian lagi kemudian dibagikan ke rumah-rumah penduduk. Tradisi seperti itu telah berlangsung sejak dulu,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat, M. Nur Dt Indo Marajo, kepada Haluan, Jumat (4/11) kemarin. Asal-muasal tradisi makan gulai bukek itu karena dulu hewan korban sedikit sehingga tidak cukup untuk dibagikan ke rumah-rumah penduduk. Agar semua warga kebagian daging korban, maka dibuatlah kesepakatan di nagari untuk menjadikan daging korban digulai bukek dan kemudian dimakan bersama-sama. Nasi bungkus untuk memakan gulai bukek dibawa oleh ibu-ibu yang berada di lingkungan rumah ibadah.

Dalam acara makan gulai bukek, siapa saja boleh datang. Bahkan perantau Palembayan yang berada di berbagai daerah di Sumbar biasanya juga akan pulang kampung untuk makan gulai bukek. Dulu kegiatan gulai bukek dilakukan pada hari Idul Adha. Tapi kini karena hewan korban semakin banyak, kegiatan makan gulai bukek ditambah menjadi 3 hari, yang dilakukan secara bergilir. Salah seorang pengurus Musala Padang Datar, Jasril mengatakan, di musala itu tahun ini disembelih 3 sekor sapi. Separohnya akan dijadikan gulai bukek. Acaranya sendiri akan digelar pada hari Senin (7/11) mendatang. Masih di Nagari Ampek Koto Palembayan, yakni di Jorong Banban, daging korban dibagi-bagikan kepada setiap orang, bukan kepada setiap

keluarga seperti di tempattempat lain. Sehingga keluarga yang banyak anggotanya, otomatis akan memperoleh daging korban dalam jumlah banyak juga. Kondisi itu membuat warga berpesta daging korban di hari raya Idul Adha. Apalagi di jorong yang berpenduduk hanya sekitar 300 orang itu, hewan korban sembelihan setiap tahun cukup banyak. Masalahnya, perantau Banban termasuk yang di Malaysia, melakukan penyembelihan korban di kampung halamannya. Menurut Ketua Adat Palembayan, M. Dt Rajo Nan Panjang, tradisi makan gulai bukek dan membagi daging korban di hari raya Idul Adha juga mempunyai fungsi sosial yakni merekatkan hubungan silaturahim antar warga masyarakat. (h/ks)

Bantuan rusunawa tahun 2011 didapat Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dari Kementerian Perumahan Rakyat. Bantuan rusunawa berupa satu twin block dengan 4 lantai sebanyak 90 unit itu, rencananya akan dibangun Pemko Bukittinggi di Bukik Cegek, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang. “Ini hanya baru pemberitahuan. Anggarannya sebesar Rp12 miliar dari bantuan APBN. Pelaksanaan tendernya tahun 2012. Sekarang sudah dimulai pemetaan lokasi. Pengajuan pembangunan rusunawa sebenarnya sudah diajukan Pemko Bukittinggi sejak tahun 2009 lalu, namun gagal. Tahun 2010 juga gagal. Baru pada tahun 2011 ini ada jatah. Karena jumlah penduduk Bukittinggi sudah melebihi ketentuan yaitu 4.000 jiwa lebih,” ungkap Asisten II Setdako Bukittinggi Ismail Djohar di hadapan anggota Komisi A, B dan C DPRD Bukittinggi kemarin. Dikatakannya, untuk awal pelaksanaan pembangunan, pihak pemko sudah melakukan pemetaan lahan dengan anggaran sebesar Rp400 juta. “Kalau yang Rp12 miliar dari APBN itu hanya untuk pembangunannya. Penduduk yang berhak menempati rumah sewa itu nanti, adalah mereka yang ratarata berpenghasilan Rp2,5 juta per bulan,” tambahnya. Menanggapi rencana pembangunan rusunawa itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Bukittinggi M. Nur Idris meminta Pemko Bukittinggi mengkaji rencana tersebut secara matang. “Apakah kita betul-betul sudah membutuhkan rusunawa? Kemudian harus pula dikaji soal peralihan status tanah. Sebab

dulu tanah di Bukik Cegek itu diperuntukkan untuk tempat pemakaman umum (TPU). Namun rencana itu gagal karena ada penolakan dari masyarakat setempat. Selanjutnya sempat ada wacana akan digunakan untuk rumah singgah kepresidenan. Namun rencana itu juga gagal. Sekarang rencananya akan dibangun pula rusunawa. Untuk itu perlu kajian matang Bro,” ungkap Idris dengan bahasa gaul anak muda zaman sekarang. Menurut politisi dari PAN ini, DPRD bakal mendukung rencana rusunawa dengan syarat harus dikaji dulu masalah pengalihan aset tanah pemda, dan sarana pendukungnya, seperti air, listrik dan transportasi. Jangan sampai karena ketersediaan sarana tidak dikaji terlebih dahulu, penghuni rusunawa tersebut ternyata tidak ada, dan berakibat mubazir. “Demikian juga dengan mekanisme penempatannya. Apa kriteria masyarakat yang bisa menyewa? Jangan hanya sekedar mengambil sewa lalu disewakan kembali. Akhirnya jadi ajang bisnis oknum pejabat tertentu. Lalu perlu dikaji penyerahannya dari negara ke daerah bagaimana? Apakah hasil retribusi dari hasil sewa rusunawa akan dikembalikan ke pemerintah pusat atau ke pemda,” tanya putra Simawang Tapian Danau Singkarak itu pula. Tidak saja itu, tambah Idris, aspek hukum terkait rusunawa seperti peraturan daerah juga harus dibuat. “Disamping masalah hukum, juga harus dilihat dana pendampingnya. Jangan sampai lebih besar pasak dari pada tiang atau hanya mahajan tuah sajo,” urainya panjang lebar. (h/jon)

PASCAPEMBERSIHAN PKL

Bus Tak Boleh Mangkal di Luar Terminal

BUKITTINGGI, HALUAN — Untuk menertibkan semua mobil angkutan umum, baik Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP), Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun angkutan umum lainnya yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal, Kepala Dinas Pehubungan Kota Bukittinggi, Asri Bakar, bertekad akan menerapkan manajemen baru di Terminal Simpang Aur Kuning Bukittinggi. “Setelah kita melakukan penertiban PKL di area terminal, maka kita juga akan tata angkutan umum dengan manajemen baru. Masing-masing bus akan menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal, sehingga tidak ada lagi bus AKAP, AKDP serta angkutan lainnya yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal. Seperti di depan RM Simpang Raya hingga depan SMA Negeri 3,” kata Asri Bakar, Kamis (3/11) malam di sela-sela kegiatan penertiban PKL di terminal simpang Aur Kuning. Menurutnya, saat ini masih banyak diantara bus atau PO

yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal Simpang Aur Kuning. Akibatnya, di sepanjang jalan raya mulai dari Terminal Simpang Aur sampai ke Simpang Jambu Air, muncul terminal-terminal bayangan. Akhirnya, jalur lalu lintas di sekitar terminal menjadi macet dan terlihat tanpa pengaturan. “Kita akan coba tata dengan baik. Sebab terminal sudah dikosongkan dari aktivitas PKL dan parkir kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat,” ” katanya. Ia sangat yakin, dengan aturan serta manajemen yang baru, area terminal akan dibagi untuk lokasi masing-masing PO. Dengan demikian, dapat dipastikan terminal akan kembali ke posisi semula sebagai tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. “Kita yakin, semua PO akan masuk terminal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Sebab lokasi area terminal yang selama ini dipakai untuk PKL dan parkir kendaraan pribadi, kini sudah lapang kembali,” katanya. (h/jon)


LINGKAR Kafilah Payakumbuh, Targetkan Lima Besar PAYAKUMBUH, HALUAN — Kafilah Kota Payakumbuh berkekuatan 53 qori dan qoriah, targetkan lima besar dalam MTQ Sumatera Barat ke-34, yang akan ditabuh di Kabupaten Dharmasraya selama sepekan, mulai 21-28 November mendatang. Target lima besar yang dicanangkan, untuk merobah posisi Payakumbuh dalam MTQ Sumbar dua tahun lalu, yang hanya berada di peringkat ke-11 dari 19 kota/kabupaten di Sumatera Barat. “Tahun ini, kita datang memperbaiki prestasi, bukan hanya sekedar datang untuk meramaikan iven religius ini,” ungkap Asisten II Setdako Payakumbuh H. Yanuar, yang akan memimpin Kafilah Kota Batiah ini. Walikota H. Josrizal Zain dan Wawako Syamsul Bahri, sudah memerintahkan kami, untuk mampu mewujudkan obsesi lima besar tu,” tambah Yanuar. Dikatakan, saat Kota Payakumbuh menjadi tuan rumah MTQ Sumatera Barat ke-32, tahun 2007 lalu, Payakumbuh mampu mencatat prestasi ganda. Sukses prestasi dengan menempati urutan ketiga dalam klasemen umum dan juga sukses dalam penyelenggaraan. Tapi, dua tahun berikutnya, pada MTQ yang sama di Pasaman, posisi Payakumbuh melorot ke peringkat ke-11. Sebuah catatan kelabu yang harus diperbaiki, ucap walikota dan wawako, sebagaimana dikutip Yanuar. Karena itu, seluruh qori dan qoriah yang membawa bendera Payakumbuh dalam iven ini, dikatakan, sudah punya pandangan dan sikap yang sama. “Mudah-mudahan target papan atas ini, mampu kita wujudkan, tegas Yanuar. Pelaksana Harian Kabag Kesra Setdako Payakumbuh, Devitra,. S. Sos. M.Si, ketika dihubungi mengatakan, persiapan Payakumbuh dalam menghadapi MTQ Sumbar itu, jauh lebih baik dari sebelumnya. Seluruh qori dan qoriah, hasil seleksi MTQ Tingkat Payakumbuh, menjalani pemusatan latihan di bawah pelatih pilihan dan diawasi langsung pengurus LPTQ Payakumbuh. Dalam MTQ nanti, Payakumbuh akan ambil bagian dalam 10 cabang lomba. Yaitu, tilawah Alquran, tartil, tahfiz, khottil, sharhil, fahmi, kitab standar, tafsir, menulis kandungan Alquran dan kutbah Jumat. (h/smt)

SD Pius, SMP 1, SMK 2 Juara Umum BTSB-SC PAYAKUMBUH, HALUAN — Pramuka SD Pius, SMPN 1 dan SMKN 2 Payakumbuh, keluar sebagai juara umum dalam Lomba Best Of The Best Batiah Scouting Competition (BOBB) V/ 2011, yang berlangsung di Buper SMKN 2 Bulakan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat, dan berakhir Minggu (30/10) lalu. Sekdako Payakumbuh H. Irwandi, SH selaku Kakwarcab Pramuka Payakumbuh, didampingi Sekretaris Kwarcab Iwan SE, di Balaikota Payakumbuh, Jumat (4/11) menginformasikan, pelaksanaan lomba BOBB antar tingkatan pramuka SD (gugus depan), SLTP (penggalang) dan SLTA (penegak) itu, dalam rangka meningkatkan mutu gerakan Pramuka di Jajaran Kwartir Cabang 0314 Payakumbuh. Kegiatan tahunan itu, dikatakan, mampu mendorong pertumbuhan kegiatan Pramuka pada seluruh sekolah. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, lomba BOBB tahun ini, diikuti seluruh sekolah di kota ini. Hasil lengkap lomba BOBB, tingkat SD (gugus Depan), pertandingan tarik tambang, pememang I/II/III masing-masing SDN 21, SD Pius dan SDN 12. Nasionalism games, pemenang I/II/III, SDN 39, SDN 21 dan SDN Pius. Paduan suara, pemenang I/II/III SD Pius, SDN 29 dan SD RJ. We are the Best, pemenang I/II/III, SDN 04, SD RJ dan SDN 05. Pionering, pemenang I/II/III, SD RJ, SD Pius dan SDN 66. P3K, pemenang I/II/ III, SD RJ, SDN 11 dan SDN 34. PBB Bertongkat, pememang I/II/III, SD Pius, SDN 29 dan SDN 30. Lomba BOBB tingkat Pramuka Penggalang, lomba nasionalism games, pemenang I/II/III, MTsN Koto Nan Gadang, SMPN 8, dan SMPN 7. Lomba Paduan Suara, pemenang I/II/III, SMPN 3, SMPN 1, dan MTsN Koto Nan Gadang. Lomba We Are The Best, pemenang I/II/III, SMPN 1, MTsN Koto Nan Gadang, dan SMPN 3. Pionering, pemenang I/II/III, SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 6. Lomba P3K, pemenang I/II/III, SMPN 6, MTsN Koto Nan Gadang, SMPN 1. Lomba PBB bertongkat, pemenang I/II/III SMPN 1, MTsN Koto Nan Gadang dan SMPN 3. (h/smt)

Prof. DR. H. Syafruddin Nur Khatib Idul Adha 1432 H PAYAKUMBUH, HALUAN — Kawasan Tugu Adipura, di pertigaan Jalan Sudirman, Jalan Sukarno-Hatta dan Jalan A. Yani di jantung kota Payakumbuh, akan jadi pusat pelaksanaan salat Idul Adha 1432 H di Payakubuh, Minggu (6/11). Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kota ini, menetapkan guru besar IAIN Imam Bonjol Padang, Prof. DR. H. Syafruddin Nurdin, MPd, sebagai khatib. Sedangkan, imam Ustadz Idham Khalid dari Yonif 131 BS Kota Payakumbuh. Ketua PHBI Payakumbuh Drs. Syafruddin, di Balaikota Payakumbuh, menginformasikan, Jumat (4/11), Idul Adha 1432 H, jatuh pada 10 Dzulhijah atau 6 November 2011, serentak diseluruh Tanah Air. “Kita bersyukur, peringatan Hari Raya Kurban ini, tidak terjadi perbedaan harinya di Indonesia,” ucap Syafruddin. Warga kota, terutama umat Islam, diajak untuk beramairamai menjalani salat Idul Adha di kawasan Tugu Adipra. Dikatakan, jika hari hujan, salat Idul Adha akan dipindahkan ke masjid terdekat, seperti Masjid Taqwa Parak Batuang, Masjid Ansharullah Muhammadyah dan Masjid Jamiak Payakumbuh serta sejumlah masjid lainnya di pusat kota. Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, Wakil Walikota H. Syamsul Bahri, Sekdako H. Irwandi, SH bersama Ketua DPRD Wilman Singkuan, S.Sos, anggota Muspida beserta pimpinan SOPD di jajaran pemko, akan ikut bersama warga menunaikan salat Idul Adha di kawasan Tugu Adipura. Sabtu (5/11) malam, sesudah salat Isya, PHBI bersama jamaah masjid di 76 kelurahan se-Kota Payakumbuh, akan melakukan takbiran keliling kota, guna menyemarakkan Idul Adha. Dalam rombongan takbiran ini, juga akan ikut rombongan pemerintahan kota dan kecamatan, dipimpin Walikota H. Josrizal Zain dan Wawako Syamsul Bahri. (h/smt)

PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA 23 Kambing Berbunga untuk Wartawan Meski dikalahkan wartawan, ia mengaku jalinan silaturahim antara pihak Kodim 0306 50 Kota dengan wartawan sudah sangat baik. ”Saya bangga, wartawan menang. Meski tim saya kalah, tetapi kemenangan ini kemenangan bersama. Masing-masing ada kelebihan. Kalau di meja domino, kita ya, kalah ini,” ungkap Isdon Handoko dengan senyum dikulum. Tim wartawan yang dipimpin Koordinator Balai Wartawan Doddy Sastra menantang para

PAYAKUMBUH, HALUAN — Seekor kambing putih betina yang dikalungi bunga, akhirnya harus jatuh ke tangan tim Balai Wartawan Payakumbuh, usai duel hebat dengan Kodim 0306 50 Kota di Makoramil 01 Payakumbuh, Rabu (2/11) lalu. Tim Balai Wartawan menang duel domino 5-3 atas tim Kodim dalam rangka HUT TNI ke-66 itu. Dandim 0306 50 Kota, Letkol Inf Isdon Handoko mengaku sangat puas atas permainan timnya.

perwira TNI berduel di meja domino. Strategi dan taktik wartawan untuk perang yang satu ini ternyata jauh lebih canggih. Hasil 5-3 yang menutup kemenangan wartawan menjadi bukti kecanggihan strategi tersebut. ”Kambing yang disediakan khusus oleh Pak Dandim dan sudah kita terima untuk kemenangan ini, Insya Allah akan kita gunakan untuk kegiatan wartawan juga,” tukas Doddy Sastra didampingi sekretarisnya Taufik. (h/dod)

DODI SYAHPUTRA

DANDIM 0306 Limapuluh Kota - Letkol Isdon Handoko - kiri - menyerahkan hadiah kambing etawa untuk tim wartawan.

Serangan Virus Terhadap Kakao Meluas

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Serangan virus helopeltis dan hama penggerek buah pada tanaman kakao di Kabupaten Limapuluh Kota semakin meluas.

DODI SYAHPUTRA

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

AMAN — Meski sejumlah daerah di Sumatera Barat ditimpa musibah longsor dan banjir, hingga Jumat (4/ 11) kawasan Kelok Sembilan dilaporkan masih aman.

Pangkalan dan Kelok Sembilan Masih Aman

PANGKALAN, HALUAN — Kawasan Pangkalan yang menjadi sorotan bahaya longsor dan banjir, sampai hari ini masih aman terkendali. Camat Pangkalan Koto Baru, Arwital, ketika dikonfirmasi Jumat (4/11) mengatakan, sejauh ini belum ada kejadian yang berbentuk bencana alam. “Semoga kondisinya akan tetap begitu. Sebab, sepanjang jalan mulai dari Koto Alam sampai ke Manggilang itu sangat rawan longsor dari tebing yang terjal,” ungkap camat yang dikenal berdedikasi tinggi kepada masyarakatnya ini. Untuk daerah Kecamatan Harau, yang meliputi kawasan jalan negara di Kelok Sembilan, kawasan ini juga menjadi jalur yang terhitung mencemasan bagi pengendara yang menuju Riau atau sebaliknya. Jawaban sebaliknya justru diterima dari KasatLantas Polres Limapuluh Kota, AKP Mendrofa. Menurutnya, tidak ada yang rawan di kawasan jalan negara menuju batas Riau

tersebut. “Untuk apa Anda tanya-tanya. Tidak ada yang rawan. Tidak ada. Pokoknya tidak ada!” ungkap KasatLantas ini. Seperti malas melayani pertanyaan Haluan, AKP Mendrofa menyebutkan agar Haluan tidak lagi bertanya-tanya. “Ada lagi yang mau Anda tanyakan? Pokoknya aman-aman saja. Oke!” tegasnya via handphone. Sementara itu, untuk kawasan Kecamatan Pangkalan Koto Baru, menurut Arwital telah lama dilakukan koordinasi dengan pihak terkait. Surat edaran pun sudah diterbitkan dan diantarkan ke masing-masing wali nagari. Surat edaran yang berisi kehati-hatian dan kesiapsiagaan bencana serta jalur koordinasi sudah diberikan. Camat Pangkalan Koto Baru berharap tidak ada lagi kesalahan pemahaman dalam koordinasi. Masalahnya, beberapa waktu lalu, sempat terjadi longsor di beberapa lokasi

di Kecamatan Pangkalan. Lalu, diisukan bahwa Camat Arwital tidak melaporkan masalah tersebut langsung ke Bupati Alis Marajo. “Sudahlah, ini kan hanya miss persepsi. Saya justru telah melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota. Sebab itu garisan koordinasinya,” ujar Arwital. Lalu, kalau hal ini tidak ditanggapi, jadi salah siapa? Makanya, Arwital sendiri berpesan agar komentar apapun dan tindakan resmi harus sesuai dengan petunjuk teknis kerja. Laporan bencana harus diantarkan ke BPBD, bukan ke bupati. Kawasan rawan longsor sepanjang Jalan Negara di Kawasan Koto alam hingga ke Mangilang selalu menjadi perhatian dari pihak Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Laporan dan tindakan akan dikoordinasikan dari nagari ke camat lalu ke pihak BPBD Limapuluh Kota. (h/dod)

Residivis dengan “BB” 1,5 Kg Ganja Ditangkap TARAM, HALUAN — Hotel prodeo yang penuh derita harus dimasuki kembali oleh Afnilson atau Son (33), residivis yang kini menjadi tersangka pemilik ganja 1,5 kg. Warga Jorong Sipatai, Kenagarian Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, ditangkap polisi di dekat tempat tinggalnya. Polisi sudah lama mengintai tersangka. Sejak keluar dari LP Pekanbaru tahun 2010 lalu, pria dengan dua istri dan tujuh anak ini, segala aktifitasnya sudah diintai polisi. Residivis ini memang dicurigai melakukan aktifitas kepemilikan dan penjualan ganja. Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, selain pemakai, tersangka ternyata juga sekaligus berperan sebagai bandar narkotika kelas I jenis ganja. Senin awal pekan lalu, langkah Son harus dihentikan oleh aparat Satnarkoba Polres Limapuluh Kota.

Saat diperiksa, ternyata Son menyembunyikan sepaket ganja kering di saku belakang celananya. Rencananya, ganja itu akan diantarkannya ke seorang pembeli. Entah siapa gerangan. Rencananya untuk mengantarkan ganja itu ke calon pembeli kontan buyar. Sang istri memintanya mengantarkan ke Pasar Taram. Son yang mengaku bekerja sebagai buruh kasar ini, ternyata tidak menyadari kalau ia sudah menjadi target operasi dari Satnarkoba Polres Limapuluh Kota. Ia pun akhirnya dibekuk petugas di dekat Pospol Taram. Selain barang bukti di saku belakang celana, polisi juga menemukan bukti ganja kering lainnya di rumah tinggal tersangka. Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto, diwakili Kasat Narkoba AKP Amral bersama Paur

Humas Iptu Datuak Marajo mengatakan, barang bukti sitaan ganja kering totalnya berjumlah 1,5 kg. Bersama ganja, juga disita sebuah timbangan, handphone, serta barang bukti lainnya. Polisi menggelar barang bukti dan tersangka, Kamis (3/11) kemarin di Mapolres di Sarilamak, Limapuluh Kota. Akhirnya, tersangka mengakui bahwa ganja ini diperolehnya dari seseorang bernama Joy, melalui perantara kurir perempuan bernama Rita. ”Ganja ini saya jemput sendiri ke Pekanbaru dengan sepeda motor. Rita telah menunggunya di Pekanbaru,” aku Son. Malang bagi Son, setiba di rumahnya, atas info masyarakat kemudian ia dibekuk polisi. Hukuman 15 tahun penjara mengancam tersangka sebab melanggar pasal 111 dan 113 UU RI NO 35 tahun 2009 tentang narkotika. (h/dod)

Diperkirakan, puluhan hektare tanaman kakao masyarakat petani daerah ini yang terserang virus tersebut yang tersebar di sejumlah nagari pada beberapa kecamatan. Diantara penyebaran serangan virus tersebut terdapat di perkebunan masyarakat pada Kecamatan Guguak, Akabiluru, Lareh Sago Halaban serta kecamatan lain. Akibatnya, saat ini produksi kakao di Limapuluh Kota ditenggarai menurun. Namun data pastinya belum diperoleh. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Limapuluh Kota, M. Yunus, melalui Kabid Pengembangan Kelembagaan dan Air, Saffirman, ketika dihubungi di kantornya kemarin menuturkan, penyebab serangan virus itu diduga sebagian akibat kurang seriusnya petani memelihara tanaman kakaonya. Menurut dia, untuk penanggulangan pemberantasan virus, alternatif yang dianjurkan adalah memelihara semut hitam di batang kakao. Semut hitam tersebut biasanya akan memakan telur virus, sehingga tidak berkembang ke batang yang belum terimbas. Selain itu, dilaksanakan SLPHT (sekolah lapang pemberantasan hama terpadu) kakao. SLPHT sudah dilakukan pada dua kelompok tani di Nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru dan Nagari Kurai, Kecamatan Suliki. Pada dua keltan itu diberikan bantuan gunting untuk memangkas dahan kakao yang tidak diperlukan. “Kecenderungan petani selama ini, dalam berkebun kakao kurang memperhatikan pemangkasan tersebut. Selain itu, bibit asalan juga berpengaruh terhadap penyakit,” ulas Saffirman. Dikatakan, pemangkasan itu sangat penting untuk meransang buah di batang. Meskipun dilakukan pemupukan berkali-kali, tapi kalau pemangkasan tidak diperhatikan, semua itu tetap tidak akan bermanfaat. Sebab pemangkasan tersebut sebagai pemicu merangsang tumbuhnya bunga di batang kakao yang punya kualitas buah sangat baik. “Untuk pengembangan tanaman kakao di Kabupaten Limapuluh Kota, sejumlah kelompok tani daerah ini memperoleh dana berbantuan pusat sebesar Rp400 juta pada lahan yang dikelola seluas 100 hektare. Masing masing kelompok tani mengelola 10 hektare lahan,” ujar Saffirman menginformasikan. Petani yang menerima bantuan itu diantaranya berlokasi di Maek, Kecamatan Bukik Barisan 2 kelompok, Gurun Kecamatan Harau 1 kelompok, Gunung Omeh 1 kelompok, Lareh Sago Halaban 1 kelompok, Guguk 1 kelompok dan 4 kelompok lagi berada kecamatan lain. Sebagian sudah mulai menanam dengan bibit kakao unggul. “Jika seluruhnya berproduksi, ditambah dengan kakao masyarakat yang produktif sekitar 1.546,85 hektare dengan produksi mencapai 2,7 ton per tahun, maka lima tahun ke depan Limapuluh Kota diharapkan bakal menjadi kabupaten kakao. Prediksi itu belum termasuk tanaman kakao yang kurang produktif seluas 1.488, 85 hektare, yang bila direhabilitasi juga akan menghasilkan produksi yang melimpah,“ sebutnya. (h/zkf)

Perantau Potensial Bangun Kampung Halaman

LIMAPULUHKOTA, HALUAN — Potensi perantau sangat besar dalam membangun kampung halaman. Sebab para perantau tersebut, disamping mempunyai ilmu pengetahuan yang memadai, juga mempunyai kemampuan keuangan, sebagai pejuang yang handal dibanding masyarakat yang berada di kampung halaman. Hal itu diungkapkan pemuka masyarakat Nagari VII Koto Talago, E. Dt. Tumbi menjawab Haluan di Payakumbuh, kemarin. Para perantau asal nagari ini, banyak yang berdomisili di Riau, Jakarta dan Bandung. Bahkan banyak pula yang sudah bergabung dalam Gonjong Limo. Sebagian dari mereka setiap hari raya Idul Fitri juga selalu pulang ke kampung. Diantara para perantau tersebut, ada yang telah berinisiatif

membantu anak kemenakan di berbagai bidang, seperti pendidikan. Mereka juga telah memikirkan kemajuan kampung halaman, dengan berbagai kegiatan yang berdampak positif kepada peningkatan kualitas SDM, maupun ekonomi masyarakat di kampung halaman. Untuk masa mendatang, diperlukan uluran tangan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, untuk memberikan informasi kepada perantau secara keseluruhan, baik yang berdomisili di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Batam, guna menjalin kerja sama dengan perantau tersebut. Pemerintah sebaiknya mendata seluruh ikatan-ikatan keluarga nagari dan kecamatan di daerah ini, supaya bisa diketahui sekaligus mewujudkan komunikasi dengan mereka.

“Jika potensi mereka peroleh lalu dimanfaatkan secara baik, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun mendatang, perekonomian masyarakat Limapuluh Kota meningkat sekaligus diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di daerah ini,“ ujar E. Dt. Tumbi, didampingi pemuka masyarakat Ampang Gadang, Edlen Syarkawi. Ketua Gonjong Limo Bandung, Prof. DR. Erman Mawardi, putra VII Koto Talago, didampinggi oleh M. Aziz, putra Sungai Kamunyang, pernah melaksanakan pertemuan dengan unsur Pemkab Limapuluh Kota sebelumnya ketika pulang kampung. “Para perantau asal Limapuluh Kota, tetap berkeinginan membantu pembangunan di kampung halaman,” tuturnya. Program yang dilakukan

selama ini, khususnya dari perantau Gonjong Limo Bandung. Diantaranya peningkatan SDM generasi muda, terutama pelajar yang telah menduduki bangku kuliah maupun yang akan memasuki bangku kuliah. Caranya, dengan memberikan semacam kursus-kursus, pelatihan dan keterampilan. Sehingga anak-anak yang akan masuk perguruan tinggi, dapat diterima di perguruan tinggi yang mereka inginkan. Sebab di tangan generasi muda yang berilmu dan bertaqwalah kesejahteraan itu akan didapat. Sebab dialah nantinya yang akan melanjutkan cita-cita generasi tua. Begitu juga dengan pemberdayaan masyarakat, perantau Gonjong Limo dikatakan sangat peduli sekali, terutama terhadap masalah pertanian dan pekerbunan yang telah dilaksa-

nakan memberikan bantuan bibit coklat tahun lalu, tuturnya. Hal senada juga diungkapkan aktivis Forum Peduli Nagari, Yudilfan Habib. Apalagi jika melihat potensi lahan pertanian dan perkebunan di Limapuluh Kota, masih luas yang belum tergarap, termasuk di Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak. Saat ini di nagari tersebut sudah ditanam berbagai jenis tanaman perkebunan dan holtikultura pada lahan terlantar dan sawah tadah hujan, seperti kakao, ubi kayu, kacang-kacangan, pisang, ubi kayu yang sudah menghasilkan setiap tahun. Hal tersebut merupakan suatu solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, karena tidak membutuhkan biaya yang besar, dan harga jualnya juga di atas rata-rata. (h/zkf)


24 SUMATERA BARAT LINGKAR Shadiq Dinilai Tim Nasional BATUSANGKAR, HALUAN — Tim penilai kinerja bupati tingkat nasional, Citra Bhakti Abdi Negara, melakukan penilaian ke Tanah Datar sejak, Kamis (3/11) kemarin. Rombongan yang dipimpin Arief Santoso, S. Sos dari Kementerian Dalam Negeri, pada hari pertama penilaian di gedung Indojolito, menjelaskan tujuan penilaian dan mendengarkan ekspos Bupati Tanah Datar, terkait upaya yang telah dilakukan Pemkab Tanah Datar terhadap pelaksanaan pelayanan publik. Ketua tim, Arief Santoso menjelaskan, penilaian kinerja bupati bertujuan agar pemerintah bersama-sama meningkatkan pelayanan masyarakat untuk mencapai tujuan negara, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Dari ekpos yang disampaikan, Bupati M. Shadig menjelaskan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan pelayanan kepada masyarakat. Terutama terhadap masyarakat kurang mampu dalam sektor ekonomi, pendikan, kesehatan dan pertanian yang menjadi pokok persoalan masyarakat Tanah Datar yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Penduduk Tanah Datar yang pada umumnya petani, untuk mendukung peningkatan produksi masasalah irigasi, bibit dan pupuk, tidak terlepas dari pantauan pemerintah. Bila ada keluhan masyarakat, pemerintah siaga turun ke lapangan untuk memecahkan permasalahnya. Yang tidak kalah pentingnya, saat sekarang ini adalah masalah pendidikan. Wujud keberpihakan Pemkab Tanah Datar terhadap kualitas pendikan dan keluarga kurang mampu dari segi ekonomi tetapi mampu untuk melanjutkan pendidikan, maka pemerintah Tanah Datar selama ini mengantarkan semua keluarga miskin seperti itu duduk di perguruan tinggi favorit di Indonesia. Demikian juga dengan masalah kesehatan. Pemerintah telah bekerjasama dengan rumah sakit daerah terbaik di Sumatera Barat untuk memerima rujukan pasien dari keluarga miskin asal Tanah Datar yang biayanya sepenuhnya ditanggung pihak Pemkab Tanah Datar. Keberpihakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam penyelenggaraan pembangunan manusia, terutama bagi keluarga kurang mampu, dan semakin membaiknya pelayanan publik di bawah kepemimpinan M. Shadiq, menjadi tolak ukur bagi masyarakat Tanah Datar untuk memilih kembali M. Shadiq Pasadigoe menjadi Bupati Tanah Datar yang kedua kalinya. Berpasangan dengan Wakil Bupati Hendri Arnis, pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada 2009 dengan memperoleh suara 61 persen. Perolehan sebesar itu merupakan perolehan suara tertinggi di Sumbar. (h/ydv)

SABTU, 5 NOVEMBER 2011 M 8 DZULHIJAH 1432 H

DILANYAU BANJIR

Ratusan Rumah di Pasbar Terendam PASBAR, HALUAN — Akibat tingginya curah hujan di di Sumatera Barat, yang juga melanda Kabupaten Pasaman Barat, sejak beberapa hari belakangan, ratusan rumah di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Pasbar dilaporkan terendam luapan air Muaro Sasak dan air pasang.

SEBAGIAN warga bahkan mengungsi ke luar Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, dan sebagian lagi masih bertahan di rumah masing-masing. Jumat (4/11) kemarin, Wakil Bupati Pasbar H. Syahrul Dt Marajo, bersama Kepala BPBD Pasbar Asgiarman SH, langsung turun ke Sasak bersama wartawan guna meninjau ratusan rumah yang terendam banjir akibat luapan Muaro Sasak. Namun dilaporkan tidak ada korban jiwa atau ternak. Hingga Jumat malam, air sudah mulai berangsur surut. “Kita siagakan kapal karet untuk kebutuhan warga. Sejumlah petugas BPBD juga siaga di lapangan,” ujar Asgiarman kepada Haluan kemarin malam. Di lapangan, masyarakat sebagian tetap berjaga-jaga di depan teras rumah mereka. Tapi sebagian lagi sudah melaksanakan tugas dengan normal. Bahkan ada warga yang memanfaatkan kondisi banjir untuk memancing ikan. Meski hujan hingga kemarin telah reda, namun masyarakat tetap diimbau pemerintah daerah untuk waspada. Pasokan pangan di beberapa kawasan banjir masih aman. “Belum ada yang kekurangan pangan, kalau ada warga yang membutuhkan pertolongan transportasi, kita standby kan personil BPBD di sini,” ujar Wabup H. Syahrul. Tidak saja di Sasak, sejak Rabu lalu di Nagari Kinali yang dilanda banjir, kemarin ditambah pula pada daerah

Batang Saman, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman. Kalau di Sasak ratusan rumah terendam, tinggi hingga sepinggang orang dewasa, sementara di Batang Saman puluhan rumah dimasuki air dan jalan raya tergenang hingga menyulitkan kenderaan lewat. Tinggi air di jalan lebih selutut orang dewasa. Pantauan Haluan ke lokasi, penyebab banjir adalah akibat meluapnya sungai Batang Saman. Selain rumah, lahan sawit, kebun jagung dan padi juga rusak di lanyau banjir juga. Ditaksir kerugian yang timbul akibat bencana banjir kali ini mencapai ratusan juta rupiah. “Warga sudah ada yang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara korban jiwa belum ada laporannya yang kita terima,” ujar Kepala Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Pasbar, Asgiarman kemarin. Sejauh ini, diperkirakan ada sekitar 450 rumah warga yang terendam banjir. Mengantisipasi bencana karena cuaca ekstrim itu, personil BPBD Pasbar, kata Asgiarman langsung disiagakan. Seluruh alat juga di stand by-kan. “Kita siap meluncur jika pada setiap titik bencana,” imbuhnya. Dinas Perhubungan Pasbar mengatakan hal yang sama. Kadishub, Mardani mengatakan, pihaknya sudah menempatkan personilnya di setiap titik musibah banjir, terutama dilokasi jalan raya yang tergenang air. “Seperti yang

Anggota DPRD Kota Solok Serahkan 3 Sapi Kurban KETUA DPRD Kota Solok Yutriscan menyerahkan sapi kurban pada Zubir Can, pengurus Masjid Al Amin, Simpang Rumbio, Jumat (4/11). ALFIAN

SOLOK, HALUAN — Anggota DPRD Kota Solok menyerahkan 3 ekor sapi kurban kepada 3 orang pengurus masjid di Kota Solok dalam suatu acara sederhana di SD Gawan, Kelurahan Tanah Garam, Jumat (4/11) sore. Ke-3 ekor sapi kurban yang diserahkan itu diterima masingmasing pengurus masjid, yakni

Masjid An Nur Pasar Pandan Air Mati, Masjid Al Amin Simpang Rumbio dan Masjid Al Ihklas Tanjung Paku. Penyerahan sapi kurban itu dilakukan Ketua DPRD Kota Solok Yutriscan, Wakil Ketua Zul Fadli dan Jon Hendra, disaksikan anggota DPRD lainnya. “Sapi kurban yang diserahkan untuk disembelih pada

hari raya kurban itu berasal dari tabungan anggota DPRD selama setahun. Menjelang masuknya hari raya Idul Adha, tabungan anggota DPRD dihitung, yang akhirnya berhasil membeli 3 ekor sapi,” ujar ketua kegiatan Nasril In. Tiap tahun, anggota DPRD menabung sejumlah uang yang diperuntukan untuk kegiatan

JUNIR

BANJIR — Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini menyebabkan air di Muaro Sasak meluap. Akibatnya, ratusan rumah masyarakat di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie terendam banjir.

terjadi di Aia Gadang, kita stand by kan personil di sana untuk mengatur lalulintas, agar tidak terjadi kemacetan panjang karena banjir,” tukasnya. Ditambahkan Mardani, mengantisipasi kejadian-kejadian musibah, Dishub Pasbar saat ini sudah menyiapkan personil dan alat-alat, seperti kenderaan gardan dua untuk dipergunakan pada kondisi darurat nantinya. “Kita juga mengintensifkan

kurban. Bahkan pada tahun sebelumnya, sapi kurban langsung diserahkan di kantor DPRD. Namun untuk hari raya kurban tahun ini, langsung diserahkan di lokasi oleh pimpinan DPRD. Ketua DPPRD Kota Solok Yutriscan usai penyerahan sapi mengaku salut dengan niat ikhlas anggota DPRD untuk menabung, yang diniatkan untuk membeli sapi kurban. Kapan perlu jumlah tabungan setiap bulan itu ditingkatkan lagi sehingga jumlah sapi yang bisa dibeli akan lebih besar lagi. Dengan demikian daging yang diserahkan untuk warga juga bisa lebih merata. “Meski pada hari raya Idul Adha tahun 2011 ini, baru 3 masjid yang dilayani, namun pada Idul Adha tahun depan, kapan perlu 6 masjid bisa dikirim sapi kurban. Tentunya masjid yang belum dapat bagian pada tahun-tahun sebelumnya,” jelas Yutriscan. (h/alf)

kordinasi dengan BPBD Pasbar dan Kapolres. Semuanya bersiaga mengantisipasi bencana,” ujarnya. Bupati Pasbar, Baharuddin R yang dihubungi secara terpisah mengatakan, bencana yang setiap saat mengancam, apalagi pada kondisi cuaca ekstrim saat ini, harus dicermati pihak-pihak terkait dengan maksimal. Warga juga diminta untuk selalu waspada. “Jika terjadi bencana, warga diminta segera melapor ke pemerintah atau

polisi, agar secepatnya dilakukan penangan,” katanya. Dinas terkait, kecamatan dan nagari hingga jorong, kata bupati, juga harus meningkatkan koordinasi termasuk dengan pihak kepolisian. Sehingga bila terjadi bencana, dengan cepat bisa diatasi dan diambil kebijakan. “Jangan sampai warga terabaikan, apalagi terisolasi karena bencana itu,” tegas bupati. (h/nir)

Illegal Logging di Tanah Datar Kembali Meningkat

BATUSANGKAR, HALUAN— Kegiatan pembalakan tanpa izin (illegal logging) dan aktifitas angkutan hasil hutan di kawasan daerah Rimbo Tangah yang berbatasan dengan Nagari Tanjung Bonai dan Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara kembali meningkat. Seperti yang dikatakan tokoh masyarakat Lubuk Jantan, Buya (48) kepada Haluan Jumat (04/11), modus operandi yang dilakukan oleh kelompok pelaku ini masih sama, yakni dilakukan pada tengah malam sampai dini hari dengan mengunakan mobil bak kayu colt diesel. Kegiatan ini membuat geram masyarakat yang merasakan adanya keterlibatan para pelaku usaha kayu di Lintau dengan oknum-oknum tertentu. “Kegiatan ilegal tersebut

dilakukan oleh okmun masyarakat yang sering dilakukan pada dini hari setiap Kamis. Dan hal ini sangat meserahkan masyarakat. Padahal kita ketahui kalau larangan oleh pemerintah daerah untuk melakukan aktifitas di hutan belum dicabut bupati,” ujar Buya ketika ditemui Haluan di sekitar kawasan tempat penumpukan kayu di Jorong Mawar 2 Nagari Lubuk Jantan. Kasus perambahan hutan yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar belakangan ini, ujar Buya, menjadikan Lintau menjadi salah satu daerah yang rawan terhadap kegiatan aktifitas illegal logging. Ini dibuktikan dengan keluarnya intruksi bupati agar pengeluaran Surat Keterengan Asal Usul Kayu (SKAU) di Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara dilarang. “Walaupun sudah dila-

kukan sosialisasi oleh pihak terkait, namun semua itu tidak membuat jenuh para pelaku. Kami harap seluruh komponen pemerintah dan aparat hukum dapat melakukan pengawasan di sepanjang jalan menuju ke Rimbo Tangah ini. Setidaknya sampai intruksi itu benar benar dicabut,” tambah Buya. Menyikapi permasalahan ini, Kabid Kehutanan Distanhutbun Tanah Datar, Refriasel, mengakui jika intruksi Bupati Tanah Datar sampai saat ini masih berlaku dan dalam proses pencabutan. “Sebagai pihak yang berkompeten, kami akan melakukan pengawasan terhadap aktifitas yang dilakukan oleh para pelaku tersebut. Namun para pelaku masih bisa main kucing-kucingan disaat kita tengah melakukan patroli,” tambah Refriasel. (h/doy)

Haluan 05 November 2011  

Haluan 05 November 2011

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you