Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Sabtu, 10 Mei 2014

10 Rajab 1435 H - 12 Si Gwee 2565

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

DINAS PENDAPATAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Partisipasi Anda Dalam Membayar Pajak Akan Sangat Membantu Keberhasilan Pembangunan Daerah

LOKASI GERAI SAMSAT DISPENDA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PADA KANTOR CABANG PEMBANTU BANK KALBAR

Drs. Cornelis, MH

Frederika Cornelis, S.Pd

Gubernur Kalimantan Barat

Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Kalbar

CAPEM ENTIKONG, Jl. Taya Entikong No. 70-71, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau CAPEM BODOK, Jl. Merdeka No. 40 Sanggau, Telp. (0564) 2026450 Kabupaten Sanggau CAPEM BELITANG, Jl. Dr. Sutomo No. 115, Kabupaten Sekadau CAPEM KAPUAS KANAN HULU, Jl. Kol. Soegiono No. 21, Kabupaten Sintang CAPEM SERAWAI, Jl. Bhayangkara No. 21, Kabupaten Sintang CAPEM SILAT HILIR, Jl. Lintas Selatan, Simpang Laut, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu

R. Taruli Manurung, SE, MM

WD Farida Djarudju Taruli, SP, MM

Kepala Dispenda Prov. Kalimantan Barat

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dispenda Prov. Kalbar

7dari 8 Dapil Kalbar dikuasai PDI Perjuangan

Dua Hari Lagi Dewan Terpilih Ditetapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Umi Rifdiyawaty mengatakan akan menggelar rapat pleno penetapan kursi dan calon terpilih pada Minggu (11/5).

Umi Rifdiyawaty

Borneo Tribune, Pontianak ”Rencananya di Hotel Mercure pada Minggu pukul 10 pagi,” kata Umi di Pontianak, Jumat (9/5). Ia melanjutkan, penetapan tersebut berdasarkan dari perolehan suara Parpol dan calon yang sudah diplenokan pada tanggal 25 April lalu. Dalam penetapan perolehan kursi di parlemenan ini, ujar

Umin, dengan menentukan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) dengan cara membagi seluruh perolehan suara sah Parpol dengan jumlah kursi di setiap daerah pemilihan. ”Kalau perolehan suara partai sama atau melebihi BPP maka partai tersebut akan mendapat kursi,” jelas Umi. Kata Umi, jumlah kursi yang ....Ke Halaman -11

Disbudpar Pontianak Latih Pemandu Wisata Borneo Tribune, Pontianak Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) dan Ekonomi Kreatif Kota Pontianak menggelar pelatihan teknis terhadap 50 orang pemandu wisata 2014 yang ada

di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Demikian hal ini diungkapkan Kepala Disbudpar dan Ekonomi Kreatif Kota Pontianak Hilfira Hamid pada acara tersebut. ”Pentingnya peran pemandu

B uah Bibir

wisata sebagai ujung tombak dalam meningkatkan minat wisatawan baik lokal maupun internasional untuk berkunjung ke Kota Pontianak, sehingga mereka perlu dilatih terkait ....Ke Halaman -11

Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko didampingi Ny Koesni Harningsih Moeldoko, Pangdam Mayjen TNI Abdi Ibrahim Saleh, Mantan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Ridwan dan Danlanud Supadio Kolonel Pnb Tedi Rizalihadi saat tiba di Lanud Supadio. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Panglima TNI Jamin Pilpres Aman Polisi dan TNI Harus Netral Borneo Tribune, Pontianak Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Dr Moeldoko menjamin keamanan di dalam negeri menjelang pelaksanaan Pemilihan Langsung Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) tanggal 9 Juli

2014 mendatang. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena situasi keamaman di dalam negeri sudah sangat kondusif,” kata Jenderal TNI Moeldoko, Kamis (8/5) saat kunjungan kerja di Pontianak.

Dikatakan Jenderal TNI Moeldoko yang juga Mantan Pangdam XII Tanjungpura, seluruh potensi konflik yang ada di dalam negeri sudah diantisipasi, sehingga segenap komponen masyarakat mesti menggunakan hak pilihnya se-

Komisi C Desak Wali Kota Cabut SK

Kepemimpinan Berdasarkan Pancasila

Sri Mulyani dan Boediono Panik Ketika Bertemu Jusuf Kalla

Jusuf Kalla bersaksi MANTAN Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia, Boediono, terlihat panik saat menghadap dia pada 25 November 2008. Menurut JK, kedatangan dua orang tersebut untuk melaporkan masalah Bank Century. ....Ke Halaman -11

Tentara Wajib Berambut Cepak Tentara Amerika memiliki sebuah ketentuan, yaitu semua prajurit tak diperkenankan memelihara rambut panjang. Sedang Jenderal Hecker saat menjabat sebagai Panglima Besar Pasukan NATO telah memelihara rambut yang sangat panjang. ....Ke Halaman -11

Cornelis Pembicara Seminar Nasional di UGM Borneo tribune, Yogyakarta Gubernur Kalbar Cornelis mengaku sangat terhormat, karena telah mendapat undangan dari UGM Yogyakarta, dikatakan kenapa dirinya yang tampil pada Seminar Nasional tersebut, karena dirinya bukanlah seorang Profesor yang selalu menjadi pembicara berdasarkan ilmiah dan kajian, tapi dirinya hanya sebagai debu apabila ditiup akan terbang, itulah pengakuanya dihadapan Mahasiswa UGM Jogja, padahal dirinya tidak pernah minta untuk menjadi pembicara, namun demikian, beliau bersyukur dapat membagikan pengamalan hidupnya dalam meniti Karir sebagai seorang pejabat yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat, kata -kata yang tercetus dari Cornelis saat tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional di Universitas Gajah Mada Jogja, Kamis ( 7/5). Seminar Nasional yang bertemakan “Peran Bupati /

suai hati nurani. ”TNI dan Polri tetap netral menghadapi Pemilu Presiden tanggal 9 Juli 2014 mendatang. Jika ada terbukti yang terlibat, tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ancam Panglima TNI. (Lay).

Borneo Tribune, Pontianak Surat Keputusan (SK) Wali Kota Pontianak Sutarmidji, SH, M.Hum terkait peredaran minol di Kota Pontianak, ditanggapi serius oleh Komisi C DPRD Kota Pontianak, lantaran SK yang dibuat pada tanggal 7 April Tahun 2014 itu tidak memikirkan moral maupun aspek sosial kehidupan masyarakat, melainkan demi menguntungkan Pemerintah dan Pengusaha yang menjual minol di Kota yang berlatar belakang kerajaan Islam di Kalbar ini, Jumat (9/5) kemarin. “Jika memang dasar SK itu dibuat berdasarkan UU No.28 Tahun 2009 tentang Pajak dan ....Ke Halaman -11

Masyarakat Resah Minol Terjual Bebas

Universitas Gajah Mada Jogja berbagai macam jurusan serta staf dekan serta Beberapa orang Bupati/Walikota.

Borneo Tribune, Pontianak Dengan adanya SK Wali Kota Pontianak Sutarmidji, SH, M.Hum yang dikeluarkan pada tanggal 7 April 2014 kemarin, terkait peredaran minol di Kota Pontianak, sejumlah masyarakat merasa resah akan SK tersebut, lantaran dapat dikatakan minol terjual dengan bebas, Jumat (9/5) kemarin. Reza Pahlevi, salah satu masyarakat Kota Pontianak yang diminta tanggapan atas SK tersebut, dirinya berharap Wali Kota Pontianak segera mencabut SK peredaran minol itu, mengingat dampak dari miras atau minol sangat lah negatif.

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Gubernur Kalbar, Cornelis dan Ketua Pusat Studi UGM Prof Sujito saling tukar cinderamata. Walikota dalam kepemimpinan Nasional berdasarkan Pancasila “ di prakarsai Pusat Studi Pancasila UGM Jogja dihadiri para Mahasiswa dari

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat Singkawang Ketapang Sanggau Sintang Landak

: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Sabtu, 10 Mei 2014

Borneo T Tribune

2

Kebersamaan di Balik Masalah Oleh : Fitri Sari Kamis, 08 Mei 2014 setelah mengambil persyaratan yang akan kami penuhi untuk mendapatkan beasiswa pada Club Menulis dan bertanya-tanya seputar beasiswa kepada Kak Ninda. Kami yang datang di Club Menulis adalah Saya , Umi, Putri, Dhila, Yuyun, dan Putri. Setelah paham dengan jawaban yang diberikan oleh Kak Ninda dan selesai ngeprint semua berkas yang kami butuhkan. Kini saatnya menunggu satu teman kami yaitu Kak Siti yang sedang ujian. Melihat Kak Ninda yang sedang sibuk dengan ketikan pada laptopnya membuat rasa penasaran dalam diri saya

untuk mengintip pekerjaan Kak Ninda saat itu. “Ssstt… sssttt, ada yang ngintip nii”. Suara yang sedikit dengan candaan pun terlayang untukku dari Yuyun, ternyata dari tadi Yuyun melihat gelagatku hingga ia mengetahui apa yang sedang kulihat, “Hehee…, “ sahutku dengan nada yang sedikit grogi karena ada rasa segan dengan Kak Ninda dan telah lancang mengintip pekerjaannya. Namun aku memberanikan diri untuk bertanya, “Ini tulisan apa sich Kak ?” dengan rasa penasaran. “Nulis bagus-bagus, biar bisa nulis kayak gini,” komentar Kak Ninda padaku.

Belajar dari Gunung Bemban Oleh: Sulastriwati Indonesia memang terkenal dangan pemandangan alam yang menakjubkan. Hal ini bisa terlihat dari tempat liburan yang saya kunjungi pada hari Sabtu 12 2014. Di tempat itu terlihat gunung menjulang tinggi dan hamparan pohon sawit yang terlihat begitu luas. Nama tempatnya adalah Desa Bemban Kabupaten Kubu Raya. Jarak perjalanannya dari Pontianak sekitar lima jam. Walaupun kondisi jalannya masih belum bagus seperti di Pontianak, perjalanan kami tetap menyenangkan. Jalanan yang masih berupa tanah kuning, namun sudah dirapikan oleh petugas jalan raya dengan sebaik mungkin. Hal ini mereka lakukan supaya mobilisasi di daerah tersebut berjalan lancer, meskipun status jalannya belum aspal. Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, kini rombongan tiba di tempat tujuan yaitu kaki bukit Gunung Bemban. Suasana masyarakat di sana masih sangat sederhana, dan kelihatan agak sepi. Jadi ingat suasana kampung yang berada di ujung Kapuas sana! Jika dibandingkan dengan Kapuas Hulu, suasananya tidak jauh berbeda. Pepohonan yang masih alami serta pekerjaan menorah getah karet yang juga merupakan sumber pencarian masyarakat Desa Bemban. Rasa penasaran akan medan Gunung Bemban semakin merasuk relung jiwa ini. Akhirnya kami memulai perjanan dengan menelusuri kaki bukit. Saat melakukan pendakaian rasa lelah benar-benar menghampiri kaki saya. Dengan perlahan tapi pasti kaki ini melangkan dengan maksud melanjutkan perjalanan supaya bisa segera sampai ke puncak bukit. Dengan nafas yang tidak teratur lagi saya dan temanteman tiba di tengah bukit. Ternyata kami mendaki hanya sampai di tengah gunung saja. Jika mau ke puncak membutuhkan waktu cukup lama dan pastinya tenaga yang benar-benar kuat. Setelah

Karena gelagatku yang asyik membaca apa yang Kak Ninda ketik. Mataku tertuju pada sebuah tulisan dan sudah tidak asing bagiku. Aku pun memutar otakku bukan untuk mengingat nama tersebut namun untuk melayangkan sedikit lelucon pada semua.

Muslikhah yang akrab kami panggil Ika. Ika masuk ke dalam ruangan klub dengan wajah yang galau tampaknya disertai dengan mata yang sembab. Ternyata benar dugaanku. “Dila, semua datanya hilang,” ucapnya pada Dila dan terjadilah pembicaraan diantara mereka berdua. Saya yang dari tadi berada di samping Ika pun bertanya. “Data apa Ka yang hilang ?”. “Data dilaptop Fit”. ucapnya seadanya. “Kok bisa Ka ?” tanyaku kembali. “Tadi itu dipinjam teman kemudian dikembalikannya, eh… datanya sudah hilang, tapi hanya folder Ika, data dia nggak apa-

apa”. ucapnya kali ini dengan nada lirih. Mendengar pernyataan Ika, aku pun terdiam dan berusaha memutar otak untuk berpikir apa penyebab data-datanya bisa hilang begitu saja. Kak Ninda yang sejak tadi sudah terfokus kembali dengan ketikannya pun mulai merasa terganggu dengan pembicaraan kami hingga Kak Ninda pun bertanya. “Kenapa Ka?” “Ini Kak Ninda, data Ika hilang tadi dipinjam teman”. “Data Ika di flasdisk ?” Tanya Kak Ninda Balik “Nggak Kak, datanya di laptop.. tapi yang hilang cuma data Ika yang lain nggak Kak”. “Sudah Ika cek semua

folder ?” tanya Kak Ninda dengan santai “Sudah Kak tapi nggak ada,” Ika coba meyakinkan Kak Ninda. “Coba sini Kakak lihat,” Kak Ninda langsung meraih laptop Ika dan mengotakatiknya. Tak lama setelah itu Kak Ninda tersenyum dan menyerahkan kembali laptop Ika. Karena senyum Kak Ninda membuat kami pun heran. Dengan rasa penasaran Ika langsung menanyakan pada Kak Ninda, “Gemana Kak?” “Udah !” jawab Kak Ninda. “Udah? Ada Kak folder Ika, ketemu?” Ika bertanya dengan nada penasaran “Iya udah, lihat aja situ,” ucap Kak Ninda mengakhiri pertemuan kami. (*)

Opini

Pendidikan Ujung Tombak Perbaikan Oleh Heriansyah

melihat kondisi teman-teman sudah kelelahan kami memutuskan istirahat di sini. Dan lebih menyenangkan lagi adalah, lokasi tempat kami istirahati tidak jauh dari keberadaan air tejun yang ada di bukit tersebut. Kehidupan yang kita jalani saat ini adalah amanah dari Allah. Jika dikaitkan dengan pendakian bukit di atas, saya memiliki gambaran yang bisa menjadi bahan renungan. Dalam hidup ini semua orang memiliki mimpi besar, untuk meraih mimpi tersebut diperlukan usaha dan kerja keras. Puncak keberhasilan itu sudah terlihat sahabat, namun bagaimana usaha yang sudah kita siapkan untuk mencapai kesuksesan itu?. Gambaran seperti kita mendaki bukit. Untuk mencapai puncaknya kita harus menyiapkan tenaga dan mental secara maksimal. Saat fisik lemah, kesempatan mencapai puncak sangat sedikit. Namun sebaliknya, jika fisik dan tenaga kita sudah persiapkan denga baik maka peluang kita mencapai puncak sungguh besar kawan. Inilah kehidupan, penuh dengan tantangan dan rintangan. Duri yang selalu merintangi setiap langkah laki ini. Jalan terjal dan mendaki harus siap kita daki walau semua itu terasa begitu berat. Persiapkan diri untuk menjemput kesuksesan yang sudah terpempang di depan mata. Teruslah berjuang untuk meraih kemenangan dan beranikanlah diri untuk berkorban demi kebahagiaanmu kelak. Belajarlah dari segala makhluk yang ada di sekelilingmu walau terkadang semuanya tidak masuk akal. Inilah hidup… (*)

“Kak, Kakak tau Putusibau itu asalnya dari mana ?” tanyaku pada Kak Ninda, tapi pertanyaanku ini tidaklah membutuhkan jawaban karena aku yang yang menjawabnya dengan : “Ketika suatu pasangan putus maka ia mengeluarkan bau, makanya dinamai Putusibau”. Seketika ruangan itu pecah oleh suara ketawa dari Yuyun dan yang lainnya serta diikuti Kak Ninda yang senyum mendengar pernyataanku. “Oh… bisa- bisa komentar semua” ahhahaha, tentu saja ini lelucon asal-asalan yang aku buat hanya sekedar untuk mencairkan suasana. Tak lama hadirlah salah satu teman kami yaitu Siti

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tanggal 2 Mei 2014 yang lalu, tentu bukanlah sebuah peringatan seremonial belaka. Tetapi ia tentu ingin mengingatkan kita ada apa dengan pendidikan atau apa yang akan diberikan oleh pendidikan? Pendidikan dimaknai usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Tentu harus ada perbaikan dari tahun ke tahun. Hardiknas merupakan pesta bagi mereka yang terlibat dalam dunia

pendidikan, baik itu sebagai pelaku maupun peserta dan memang sewajarnya banyak kegiatan yang bernilai pendidikan bermunculan. Namun, munculnya kegiatan itu bukan hanya sekedar untuk memeriahkan saja tapi kegiatan itu harus dimaknai sebagai ujung tombak perubahan. Langkah awal untuk perbaikan dalam sistem pendidikan adalah memperbanyak kegiatan yang berbaur dengan pendidikan. Sehingga dengan hadirnya suasana pendidikan tentu selepas peringatan Hardiknas orang sudah terbiasa dengan perbaikan untuk

dunia pendidikan. Di Indonesia pendidikan masih dipercayai sebagai ujung tombak perbaikan. Apalagi baru-baru ini terkuak kasus pelecehan seksual terhadap anak didik di Jakarta. Mereka (korban) yang diharapkan untuk membawa perubahan kini harus merasakan sakit, dan takutnya mereka muncul pikiran jera untuk ‘berpendidikan’. Kasus-kasus yang terjadi di dunia pendidikan membuat kita prihatin terhadap bangsa ini, sehingga banyak gebrakan yang dibuat oleh pemerintah maupun semua elemen masyara-

kat dan instansi-instansi yang mengingankan bangsa ini menjadi lebih baik melalui pendidikan. Pendidikan memiliki tujuan yang mulia untuk diketahui dan didapatkan serta diimplementasikan oleh peserta didik. Tujuan akhir pendidikan yang dikemukakan oleh Munir Mursi yang dikutip oleh Abuddin Nata dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam yang mengatakan tujuan umum atau tujuan akhir pendidikan adalah tujuan keagamaan, tujuan pengembangan akal dan akhlak, tujuan pengajaran kebudayaan, tujuan pembinaan kepribadian.

Hemat penulis bahwa dengan tahunya kita keempat tujuan diatas dan tujuan-tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli lainnya paling tidak kita berupaya bagaimana tujuan pendidikan dengan tujuan mulianya bisa diterima dan diamalkan oleh peserta didik. Mari dengan peringatan hardiknas kita lebih memaknai pentingnya peranan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia terlebih lagi menampakan perbaikan pada wajah-wajah pendidikan.(*) Heriansyah adalah Mahasiswa IAIN Pontianak

Manusia Wajib, Manusia Sunnah dan Manusia Haram Oleh Sholihin H.Z. Setiap manusia pasti ingin dikenal sebagai orang yang baik. Orang baik dapat diartikan sebagai orang yang mempunyai sopan santun, orang yang baik dapat diterjemahkan sebagai orang yang sabar, taat dan patuh pada perintah agama. Namun demikian, orang baik sebenarnya belumlah cukup dimaknai sebatas makna seperti di atas, orang yang baik dapat dimaknai secara lebih luas yakni sebagai orang yang bermanfaat, bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan lingkungan yang lebih luas. Orang yang baik adalah orang yang mampu mentransfer nilai-nilai ibadah mahdhah (ibadah dalam arti khusus sebagaimana ketentuannya seperti puasa, zakat, haji) kepada nilai-nilai sosial sebagai dampak dari sikap keberagamaannya. Seseorang yang telah berhaji berarti ia telah siap meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya sebagaimana giat dan uletnya saat ia melaksanakan rukun haji di kota Makkah, demikian juga dapat difahami seseorang yang telah

menunaikan ibadah haji berarti ia menjadi orang yang berinfaq dan mengeluarkan sebagian hartanya karena perjalanan haji yang dilakukannya adalah sebagian mengeluarkan harta yang dimilikinya. Orang yang berpuasa adalah orang yang seharusnya tumbuh simpati dan empati yang terus diasah dan tumbuh terutama pada saat berbuka, ia harus menjadi orang yang peka dengan keadaan lingkungan sosialnya. Demikian juga orang yang mendirikan sholat dengan benar maka seharusnya ia akan memahami makna mentauhidkan Allah dengan sebenar-benarnya, tawadhu dan menjaga lisan dan gerakannya. Mengutamakan pengabdian baru kemudian mengajukan permohonan adalah salah satu makna dari nilai-nilai sholat yang dapat diresapi (Iyya kana’budu wa iyyaka nasta’inu). Sebagai perenungan kita, Allah SWT dalam QS. Al-Mulk/67:2 menyebutkan: “Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kami, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha

Pengampun”. Key word ayat ini adalah bahwa hidup (dengan aktifitas) dan mati (sebagai kepastian) adalah untuk menguji siapa di antara kita yang tergolong ahsan ‘amala (yang paling baik amalnya). Dalam konteks ini, bukan kata siapa yang paling banyak (kuantitas) amalnya tapi siapa yang paling baik (kualitas). Harta yang banyak tidak akan memberikan dampak positif manakala tidak memberikan manfaat bagi sekelilingnya. Ilmu yang dimiliki dengan gelar titel yang berderet tidak akan memberikan pencerahan jika lisan dan sikapnya tidak membuat sekelilingnya aman dan nyaman. Singkatnya, seorang yang baik adalah yang tidak akan menyakiti orang lain, siapapun dia, baik dengan ucapannya apalagi dengan perbuatannya. Muhammad Ainun Najib atau yang dikenal dengan Cak Nun (Emha) membagi jenis manusia kepada tiga jenis yaitu manusia wajib, manusia sunnah dan manusia haram (Prayogi R. Saputra, 2012:120). Manusia wajib adalah manusia yang keberadaannya harus ada

di tengah-tengah masyarakat. Keberadaannya sungguh berarti, kepergiannya mengganjilkan dan kedatangannya menggenapkan. Ia mampu memberikan motivasi bahkan inspirasi bagi lingkungannya. Tipe semacam ini dapat kita temukan di masyarakat. Dan ia memiliki nilai plus dan pengaruh bagi sekelilingnya. Sementara itu ada juga manusia dengan klasifikasi manusia sunnah. Tipe manusia ini adalah manusia yang lebih baik ada di masyarakat namun jika tidak ada juga tidak apa-apa. Dalam konteks ini, keberadaannya akan menambah ghirah dan semangat untuk terus beraktifitas, namun jika tidak ada, sekelilingnya masih mampu untuk berbuat dan beraktifitas. Sedangkan manusia haram adalah manusia yang berkarakter negatif, keberadaannya di tengahtengah masyarakat justru akan membuat masalah. Ia adalah bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi (problem solver). Keberadaannya? Justru lebih baik jika ia tidak ada (Wujuduhu ka adamihi). Dan tipe inipun

ada di tengah-tengah masyarakat kita. Apakah dampak pengklasifikasian ini hanya sebatas ini? Ternyata tidak, sederhananya begini, apa yang anda rasakan jika orang tua anda meninggal dan orang-orang di kemudian hari menyayangkan dan sangat berduka cita atas kepergian orang tua anda, yang disebut adalah berbagai kebaikannya, berbagai amal salehnya dan keberadaannya sebagai manusia wajib. Tetapi apa yang terjadi manakala seseorang yang telah meninggal dunia namun yang disebutnya tentangnya adalah keburukan dan ketidakbermaknaan hidupnya. Termasuk kategori yang manakah kita? Yang pasti siapa yang menabur angin akan menuai badai, dalam bahasa al-Quran, “Barang siapa yang berbuat baik meskipun sebesar biji sawi maka ia akan melihat balasannya dan barang siapa berbuat kejahatan meskipun sebesar biji sawi maka ia juga akan melihat balasannya”.** (8414) Sholihin H.Z. Kepala MTs ASWAJA Kota Pontianak

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, M Taufik, Fery Ade putra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: Mujidi, www.borneotribunecom Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, Rustam, Andri Desi, Toni. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Serba Serbi

Sabtu, 10 Mei 2014

Borneo Tribune, Kubu Raya Bupati Kubu Raya, H. Rusman Ali, SH kembali melakukan pelantikan pejabat struktural eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya, Jumat (9/5) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya. Usai pelantikan, Bupati juga melakukan penantadanganan pakta integritas kepada seluruh pejabat yang dilantik. “Kita berharap, bagi pejabat yang dilantik agar bisa bekerja secara baik

Borneo T Tribune

Bupati KKR Lantik Pejabat Eselon II, III dan IV “ Dalam pelantikan ini kita juga mempertimbangkan berbagai aspek dalam manajemen sumber daya aparatur dan juga mekanisme formal guna penempatan pejabat

sesuai dengan jabatannya masing-masing. Perlu saya ingatkan lagi, pentingnya bagi pejabat yang sudah dilantik untuk selalu berkoordinasi dengan lintas instansi yang ada,” tuturnya. Menurutnya, pelantikan yang dilakukan ini bukanlah suatu fenomena birokrasi yang luar biasa, tetapi merupakan suatu keputusan yang harus diimplementasikan guna memenuhi berbagai tantangan dan kebutuhan yang berkembang pada internal pemerintah sendiri dalam

memberikan pelayanan dan juga tuntutan dari luar sistem birokrasi , yaitu kondisi masyarakat yang berkembang begitu cepat dengan dinamika sosialnya, sehingga menuntut lembaga pemerintah untuk mampu

memberikan respon dengan cepat dan tepat. “Dalam pelantikan ini kita juga mempertimbangkan berbagai aspek dalam manajemen sumber daya aparatur dan juga mekanisme formal guna penempatan pejabat yang

menurut penilaian kami memenuhi syarat dan memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan struktural di Kubu Raya,” jelas Bupati. Meski demikian, Rusman Ali menekankan bahwa pejabat yang dilantik ini

3

bukanlah seperti jabatan kepala daerah memiliki masa jabatan lima tahun, artinya akan ada evaluasi terhadap kinerja. Begitu pula dengan pemberian reward dan punish kepada siapapun sesuai dengan hasil kinerjanya. (Adex)

PANTI ASUHAN MURAH HATI Jl. Trans Kalimantan Km.50 Pontianak - Tayan Kalimantan Barat

YAYASAN CI XIN Rekening : Bank Mandiri 120 000 781 8888 BCA 428 1679729 Rekening ditandatangani 4 orang Pengurus di lokasi : Bpk. Suwandi Hp. 0857 8716 0065 Sukarelawan di Pontianak : Ibu Martha Hp. 0812 5807 8003

Alfred dan Jony, dua abang-adik, dilahirkan oleh ibu mereka yang berasal dari Indonesia di Taiwan. Tidak tahu mengapa setelah ayah mereka meninggal keluarga ayah mereka tidak menerima mereka. Setelah kembali ke Indonesia, ibu mereka tidak berhasil dapatkan pekerjaan yang memadai, bahkan Alfred yang telah kelas empat terpaksa disekolahkan mulai kelas satu. Syukurlah, baik Alfred maupun Jony kemudian bisa ditampung di Panti Asuhan Murah Hati (Ci Xin). Alfred dan Jony hanyalah contoh dari kemalangan yang dihadapi sejumlah anak-anak yang ditampung Panti Asuhan Ci Xin. Mereka menjadi anak-anak Panti Asuhan bukan kesalahan mereka, bahkan mereka lahir ke dalam dunia pun bukan kemauan mereka. Mereka berharap pada belas kasihan Bapak/Ibu sekalian. Melalui uluran tangan Bapak/ Ibu seorang sedikit kiranya mereka bisa bertumbuh besar dan bersekolah dengan baik. Mereka ingin seperti anak-anak lain, menggapai cita-cita. Sesungguhnya ada banyak anak yang memerlukan pertolongan. Dengan seorang ambil bagian sedikit, maka jika kita kumpulkan, ada banyak anak yang bisa kita tolong, kita berikan mereka harapan masa depan yang lebih baik.

Pelatihan Pengelolaan Data Perencanaan Pembangunan Berwawasan Kependudukan Dan Kesejahteraan Rakyat- Rabu 7 mei 2014 di Aula Bappeda Sambas

IPM Kabupaten Sambas Belum Meningkat Secara Signifikan Borneo Tribune, Sambas Asisten I Pemerintahan dan Kemasyarakatan Sayuti,S.Sos dalam acara Pelatihan Pengelolaan Data Perencanaan Pembangunan Berwawasan Kependudukan Dan Kesejahteraan Rakyat, Rabu ( 7/5 ) di Aula Bappeda Kabupaten Sambas menyampaikan berdasarkan data dari Direktorat jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri jumlah penduduk Kabupaten Sambas tahun 2013 sebesar 624.364 jiwa, ini menempatkan Kabupaten Sambas sebagai Kabupaten ke dua yang memiliki jumlah tertinggi penduduknya di Provinsi Kalbar. “ Namun kualitas SDM di Kabupaten Sambas masih rendah, tercermin dari masih rendahnya capaian nilai indeks pembangunan manusia ( IPM ) di kabupa-

ten Sambas dan kedua terendah di Kalbar, “ ungkapnya. Menurutnya jumlah penduduk yang besar tidak selalu menjadi kekuatan pembangunan apabila tidak disertai dengan kualitas SDM yang memadai. Sebaliknya jika kualitasnya rendah maka penduduk yang besar hanya akan menjadi beban pembangunan terutama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. “ Proses perencanaan pembangunan seringkali belum didasarkan atau disinergikan dengan perencanaan kependudukan sehingga faktor penduduk yang memiliki potensi dan kemampuan belum dimanfaatkan secara optimal, “ katanya. “ Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam upaya mewujudkan tersedianya basis data

yang handal agar dapat menciptakan pembangunan berwawasan kependudukan dan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Sambas, “ harap Sayuti. Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya ( Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sambas ). Azmi Rizaldi, S.STP. Mengatakan kegiatan pelatihan pengelolaan data perencanaan berwawasan kependudukan dan kesejahteraan rakyat ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam rangka percepatan peningkatan IPM Kabupaten Sambas, untuk itu diharapkan kepada para peserta dapat mengidentifikasikan permasalahan di setiap bidangnya, sehingga kedepan Kabupaten Sambas dapat membuat program yang lebih tepat sasaran. Dikatakannya bahwa

kegiatan pelatihan ini akan berlangsung selama enam hari mulai dari tanggal 7 mei 2014 dengan diikuti 35 orang peserta yang terdirir dari perwakilan Dinas dan Badan dilingkungan Pemda Kabupaten Sambas seperti Bappeda, Dinas Kesehatan dan Jajarannya, Dinas Pendidikan, Capil, Sosnakertrans, BPPKB, BPMPD, BP4KP, BLH, Dinas Pertanian, Dinas PUCK dan Dinas PU-BM. “ Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Bappeda Kabupaten Sambas dengan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia melalui pendanaan secara sharring kedua belah pihak dengan narasumber atau Tim Pengajar seluruhnya berasal dari Lembaga Demografi UI, seperti DR. Dwini, Bapak Badrun, Ibu Rani dan Bapak Zainul “ ungkapnya.(Amr)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

CMYK

Kemenag Kalbar Sosialisasi Produk Hukum Kemenag Borneo Tribune, Pontianak Dalam rangka menyatukan interprestasi hukum untuk menghindari multi tafsir terhadap peraturan dan perundangundangan, maka Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalbar melalui Subbag Hukum dan KUB menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Produk-produk Hukum Kementerian Agama RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 5-7 Mei 2014 bertempat dihotel Sosialisasi Kapuas Dharma dan di Kabag TU Mustolih saat ikuti oleh 100 orang pesermemberikan arahan kepada ta yang terdiri dari Kepala peserta Sosialisasi ProdukKantor dan Kepala Subbag produk hukum Kemenag RI. Tata Usaha Kantor KemenFOTO Andika Lay/Borneo terian Agama Kabupaten/ Tribune Kota serta Kepala KUA, Pejabat Eselon IV di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar. Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar Helmy, S.HI menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah membuka wawasan hukum pembuat kebijakan dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, mempersiapkan sumber daya manusia pembuat kebijakan agar dapat menuangkan kebijakannya dalam suatu produk hukum yang baik dan benar. “Pemahaman hukum untuk mengoptimalkan pelayanan public dan meningkatkan integritas pembuat kebijakan sehingga terwujud Good governance” kata Helmy sebagaimana Tema Sosialisasi. Dikatakannya, kegiatan Sosialisasi Produk-produk Hukum Kementerian Agama RI dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar tahun 2014 dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar yang diwakili oleh Kabag TU, Drs. H. Mustolih, M.Si. Kabag TU Mustolih menjelaskan setiap kebijakan hukum dilingkungan Kementerian Agama telah banyak mengalami perubahan, oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan setiap pembuat kebijakan dapat memahami perubahan peraturan dan perundang-undangan, sehingga dalam menetapkan kebijakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. ”Pembuat kebijakan dapat menelaah surat-surat hukum dan meneruskannya kepada jajarannya, pembuat kebijakan dapat menyesuaikan kebijakannya terhadap isu yang berkembang dalam masyarakat,” kata Mustolih. Untuk mencapai tujuan sosialisasi ini maka panitia mendatangkan narasumber dari Pengadilan TUN, Kejaksaan Tinggi Pontianak, AkadmisiUntan, dan dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar. (Lay).

Hari Terakhir Satu Siswa Terlambat Ikuti UN Borneo Tribune, Pontianak Hari terakhir Ujian Nasional Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kota Pontianak, dibarengi dengan terlambatnya salah satu siswa SMP di Kota Pontianak. Keterlambatan tersebut, adalah karena siswa bersangkutan terlambat bangun sekolah. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi, keterlambatan hadirnya siswa tersebut dalam mengikuti ujian akhir sekolah baru diketahui oleh pengawas ujian. “Memang ada satu anak yang tidak hadir pada saat ujian IPA, dan setelah dilakukan pengecekan kerumah siswa yang bersangkutan ternyata ia telat bangun pagi,” ujarnya Jumat (9/5). Namun kata Mulyadi, sampai berakhirnya Ujian Nasional tingkat SMP semuanya aman dan tenang. Sehingga diharapkan hasil kelulusan juga bagus, dan bisa lulus 100 persen. “Target kelulusan harus 100 persen,” katanya. lanjutnya, ada empat mata pelajaran yang harus di ujikan terhadap siswa, pertama bahasa Indonesia, kedua Matematika, ketiga Bahasa Inggris dan terakhir mata pelajaran IPA. Adapun peserta ujian tingkat SMP ini terbagi menjadi 8.263 siswa dari 71 SMP, 1.678 dari 27 madrasah tsanawiyah baik negeri maupun swasta, serta enam siswa dari SMP luar biasa. Untuk tingkat SMA sebanyak 9.996 Siswa, dan diikuti ujian tingkat SD tanggal 19 may nanti. (Zrn).

TVS Pontianak TVS Rasau TVS Singkawang

: 0812 5626 3889 : 0857 8722 8838 : 0857 5069 6740

TVS Ketapang TVS Sintang TVS BM Sintang

Pontianak Jadi Daerah Percontohan Borneo Tribune, Pontianak Kota Pontianak patut berbangga lantaran menjadi percontohan daerah yang mempublikasikan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bagi daerah-daerah lainnya. Hasil Musrenbang tersebut bisa dilihat di website resmi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yakni di www.pontianakkota.go.id. Hal itu menjadi salah satu tujuan Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Unit Kerja Presidan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menggelar roadshow TEPPAUKP4 di Kota Pontianak. Roadshow ini digelar di 29 kabupaten/kota se-Indonesia termasuk Kota Pontianak. Selain hasil Musrenbang, Kota Pontianak juga telah mempublikasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Bantuan Sosial (bansos) di media cetak sejak beberapa tahun lalu. Asisten Kepala UKP4 Oktana Yudha Sakti mengapresiasi inovasiinovasi yang dilakukan Kota Pontianak dalam segala bidang. Dengan inovasi-inovasi tersebut menjadi nilai jual bagi Kota Pontianak sebagai daerah yang menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya. ”Ada tiga hal yang menjadi poin bagaimana partisipa-

Wali Kota Pontianak H Sutarmidji dan Asisten Kepala UKP4 Oktana Yudha Sakti saat memberikan keterangan persnya. Foto Slamet

si masyarakat dan transparansi bisa efektif dan efisien berjalan di daerah yakni komitmen, kepedulian dan kepemimpinan,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (9/5) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak. Ia menjelaskan, tugas TEPPA secara umum yakni melakukan pengawasan penyerapan anggaran, percepatan penyerapan anggaran dan melakukan fasilitasi, baik itu terkait dengan peraturan, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa serta terutama terkait kebijakan di daerah. “Selama ini yang kita lakukan itu adalah secara periodik kita meminta data realisasi keuangan dan fisik dari kementerian, provinsi dan kabupa-

ten/kota. Dan khusus untuk kabupaten/kota itu baru dimulai sejak tahun 2013,” ungkap Oktana. Selain di pusat, TEPPA juga dibentuk di provinsi yang bertugas mengkoordinasikan kabupaten/kota. Sedangkan di kabupaten/kota juga ada TEPPA kabupaten/kota yang secara periodik melaporkan serapan baik fisik maupun keuangan. ”Dan melaporkan dalam hal ini tidak dalam bentuk laporan tetapi cukup masuk ke dalam sistem kami, melaporkan angkanya, persentasenya dan progresnya seperti apa,” terangnya. Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyambut baik dibentuknya TEPPA mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. De-

ngan adanya TEPPA, diharapkan penyerapan anggaran di daerah sesuai jadwal yakni per triwulan. ”Triwulan pertama oke lah tidak bisa mencapai 25 persen. Tapi setidak-tidaknya bisa sampai 10 hingga 15 persen. Triwulan kedua seharusnya sudah mencapai 40 persen. Begitu seterusnya triwulan ketiga dan keempat,” paparnya. Diakuinya, masalah penyerapan anggaran yang rendah bukan dikarenakan APBD murni tetapi lebih disebabkan adanya dana transfer dari pusat seperti Dana Alokasi Khusus (DAK). ”Dana DAK dikirim ke daerah cepat, tapi petunjuknya itu kadang datangnya telat misalnya bulan Oktober. Kapan lagi mau dilakukan

tendernya. Itu yang terkadang jadi masalah,” ucapnya. Dia menilai, penyerapan anggaran tidak hanya sekadar perencanaan tetapi juga terkait aturan. Aturan tersebut kadang menjadi penghambat rendahnya serapan anggaran. ”Aturan-aturan sebenarnya yang menghambat. Jadi aturannya harus diregulasi,” imbuhnya. Penyerapan anggaran di Kota Pontianak dinilainya sudah cukup baik karena tahun lalu penyerapan anggaran mencapai 93 persen lebih. Dalam penerapan anggaran, Pemkot Pontianak menganut anggaran berimbang dan tidak ada defisit. ”Bahkan SILPA tahun ini lebih rendah dari prediksi kita dan itu bagus,” pungkas Midji. Kegiatan roadshow TEPPA UKP4 ini bertujuan memberikan informasi pertisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan daearah, sehingga masyarakat akan memperoleh manfaat yang optimal dalam rangka pelaksanaan APBD. Selain itu mendorong pemerintah daerah untuk berkomitmen mewujudkan langkah-langkah partisipasi masyarakat dalam hal instrumen hukum aspek-aspek partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah serta koordinasi dengan kelompok masyarakat yang terorganisir. (Slt)

BPKP Sosialisasi Probity Audit PBJ Borneo Tribune, Ketapang Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat melakukan sosialisasi Probity Audit (kejujuran) Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), terhadap Satuan Perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Ketapang. Sosialisasi Probity Audit Pengadaan Barang/Jasa yang menghadirkan tim dari BPKP Provinsi Kalbar, yaitu Agus Saragih, Dedy Tyahyanto,Ajis Khusori, Desky Ferdiansyah, serta SKPD di lingkungan Pemkab Ketapang, bertempat diruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Kamis,(8/5). Bupati Ketapang Drs. Henrikus M.Si melalui Plt. Sekda Drs. Mahyudin.M.si mengatakan secara umum Pemkab Ketapang telah melakukan nota kesepahaman dengan BPKP tentang Probity Audit pengadaan barang dan jasa (PBJ), yang ditandatangani sejak bulan April lalu. “ Proses probýty audýt yang di mulaý dari kejujuran sudah di landasý undangundang saya harapkan proses probýty audit dilakukan disetiap SKPD “, katanya. Dalam kesempatan Itu Plt. Sekda Mahyudin mengharapkan setiap SKPD dapat memanpaatkan sosiali-

: 0852 4945 5790 : 0565 2025524 : 0852 5260 1948

Namun diingatkan Agus tidak semua PBJ dilakukan Probity Audit hanya PBJ senilai 200 juta keatas, dan menyangkut beberapa jenis BPJ yang harus dilakukan Probity Audit kriteria yang dimaksud seperti pelayanan dasar masyarakat, melibat-

Tim BPKP Provinsi Kalbar sedang memaparkan materi pada jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Ketapang, bertempat diruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Kamis,(8/5)

sasi dari BPKP Kalbar untuk bertanya langsung tentang proses probýty audýt agar dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan jasa sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku dan SKPD nantinya tidak terjerat proses hukum. Perwakilan BPKP Kalimantan Barat Agus Saragih mengatakan Probity Audit Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). dilakukan karena audýt dýlaksanakan dengan pendekatan probýty (kejujuran) untuk memastýkan bahwa seluruh ketentuan telah di ýkutý dengan jujur dan berýntegrýtas sehýnggga dapat mencegah terjadýnya penyýmpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Lebih lanjut Ia

TVS Pinoh TVS Putussibau TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4557 8321 : 0821 5125 9567 : 0813 4540 2238

memaparkan tujuan Probity Audit dilakukan untuk memastikan tujuan BPJ telah sesuai dengan ketentuan yang mengaturnya, memastikan proses BPJ mampu melindungi pihak-pihak yang berkepentingan, memastikan penawaran yang masuk dinilai berdasarkan kriteria yang sama memelihara tingkat kepercayaan publik dan tender, meyakinkan keputusan yang dibuat terhindar dari tuntutan hukum, dan menciptakan akunstabilitas dalam dalam proses pengadaan barang dan jasa. “Implentasi Probity Audit pada pengadaan barang dan jasa pada tahap perencanaan dan persiapan, pemilihan penyediaan barang dan jasa, pelaksanaan kontrak dan tahap pemanfaatan, “. kata Agus Saragih.

kan kepentingan masyarakat, memiliki sejarah latar belakang yang kontroversial, berhubungan dengan permasalahan hukum, melekat resiko tinggi bersifat kompleks,bernilai relatif besar, terkait dengan issu politik. (Marte/Kontributor)

Fakultas Teknik Untan Gelar Paskah Oikemene 2014 Borneo Tribune, Pontianak Khususnya untuk para mahasiswa Katolik dan Kristen di Fakultas Tehnik (FT) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak kembali menggelar Paskah Oikumene 2014. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para mahasiswa namun para dosen serta Pastor dan Pendeta juga ikut dalam perayaan Paskah Oikumene yang di pusatkan di aula FT Untan di Pontianak. ”Penyelenggaraan Perayaan Paskah Oikumene 2014 ini, kita laksanakan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan bagi FT Untan kegiatan rohanian ini merupakan agenda tahunan mahasiswa/i Kristiani FT Untan Pontianak,”papar Ketua panitia perayaan Paskah Oikumene 2014 FT Untan, Titus Andri L.Tobing. Ia sangat berharap kegiatan ini dapat meningkatkan dan mempertebal keimanan serta pendekatan diri khususnya bagi para mahasiswa/i di FT Untan Pontianak yang menganut agama Kristiani. (Slt)

TVS Merdeka JAYA Motor PTK : 0812 5666 3269 TVS Tepuai : 0813 4528 6562

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS

CMYK

Hindari Multi Tafsir

4


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

5

Anak-anak Kalbar Terancam Jadi Korban Seksual Borneo Tribune, Kubu Raya Anak-anak di bawah umur di Kalimantan Barat (Kalbar)terancam tidak aman. Dimana kasus kejahatan seksual terus meraja rela. Bahkan dari tahun ke tahun kasus itu kerap mengalami peningkatan yang sangat drastis. Berdasarkan data KPID Kalimantan Barat, untuk tahun 2013 terjadi 56 kasus kejahatan anak di bawah umur. Dari 56 kasus itu terdapat 15 kasus pelecehan seksual terhadap anak. Sementara pada tahun 2014, terhitung sejak Januari 9

Mei ini terdapat 30 kasus. Dari 30 kasus itu 85 persennya adalah korban kejahatan seksual. ”Ini menunjukkan bahwa tidak hanya di kota-kota besar kejahatan seksual itu terjadi. Bahkan di Kalbar sendiri kasus itu semakin mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke tahunnya,” kata Wakil Ketua KPID Kalimantan Barat, Hasana S. Pd di Gardenia Resort Sungai Raya, Jumat (9/5). Dia pun mengatakan, pihaknya dalam menangani kasus-kasus anak di bawah

umur itu tidak bermain di ranah hukum. Namun pihaknya lebih mengedepankan pendampingan terhadap para korban pelecehan seksual itu sendiri. “Hal yang paling penting itu penanganan kasus anak di bawah umur itu harus lebih mengedepankan pendampingan secara intensif. Hal itu pun dilakukan agar para korban seksual tidak mengalami tekanan mental yang begitu mendalam,”katanya. Tidak hanya itu, psikologis para korban juga akan kita periksa, sejauh mana korban mengalami trauma.

Karena hal itu penting kita ketahui, dimana para korban ini merupakan anak bawah umur yang masa depanya masih panjang. “Yang kita harapkan korban tidak mengalami depresi begitu mendalam dengan apa yang terjadi pada dirinya dan itu hal penting yang harus kita tanamkan terhadap para korban pelecehan seksual itu. Karena apa bila korban masih mengingat dan mengenang masa lalunya yang begitu suram dan pahit. Maka diperkirakan bisa berdampak negatif disaat ia dewasa nantinya,” ujarnya.

Dalam mengenani kasus ini, kata dia pihaknya mendapatkan statement tegas dari Prisiden Indonesia, SBY. Dimana SBY dalam pidatonya akan mengeluarkan Inpres untuk kejahatan tentang kekerasan dan perilaku seksual terhadap anak-anak di bawah umur. “Ketika Inpres itu keluar, maka Inpres itu pun akan menyebar keseluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dan segala jenis kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur dapat dijerat dengan hukum yang sesuai perbuatannya,” tuturnya.

Pramuka se Kalbar Ikuti Perkajusami Hut Machan Borneo Tribune, Mempawah Memperingati HUT ke-26 Gugus Depan 01.031-01.032 Opu Daeng Manambon-Utin Chandramidi (Machan) pangkalan SMA Negeri 2 Mempawah. Selama empat hari, sekolah ini menggelar perkemahan dan kegiatan kepramukaan bagi penggalang dan penegak yaitu Perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu (Perkajusami) yang dibuka langsung Ketua Kwarcab Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, Kamis (8/5), kemarin, yang juga Kak Mabiran Mempawah Hilir, Rochmad Effendy, bersama unsur muspika, serta Ketua Komite SMAN 2 Mempawah Hilir, Rubijanto. Ketua Kwarcab, Rahmad Satria, dalam sambutan-

Perkajusami Ketua Kwarcab Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, saat membuka perkemahan Hut Machan Pangkalan SMAN 02 Mempawah Hilir. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

nya meminta pelaksanaan HUT Gudep Machan ini bisa berlangsung tertib, aman dan bisa mencapai sasaran seperti harapan bersama. Peserta juga diminta bertanding secara

jujur dan sportif, serta berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. “Kalah menang itu biasa yang terpenting bisa menjalin kekompakan dan keber-

samaan antara anggota pramuka dan gugus depan,” katanya. Bahkan Rahmad juga berharap, melalui HUT Machan ini bisa menuntun generasi muda agar mengisi hari-ha-

rinya dengan pelbagai kegiatan positif dan penuh edukasi demi masa depannya. “Mari melalui kegiatan ini kita semakin menunjukkan eksistensi gerakan pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi generasi muda,” pungkasnya. Dimana Perkajusami tersebut, diikuti sekitar 851 anggota pramuka dari 27 gugus depan penegak dan penggalang yang berasal dari Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Bengkayang, Sambas dan Kabupaten Pontianak. Sedangkan untuk perlombaan meliputi semaphore, formasi sandi, kolone tongkat, hasta karya serta sejumlah lomba lainnya. (JoE).

5 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kades KKR Audiensi ke DPRD Borneo Tribune, Kubu Raya Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Kubu Raya meminta pemkab setempat segera mencairkan gaji kepala desa yang sudah lima bulan ini belum dicairkan. ”Sudah lima bulan ini gaji kami, selaku kepala desa belum lagi dicairkan. Baru tahun ini terjadi seperti ini, makanya kami menuntut hak kami,” kata Wakil Ketua 1 Apdesi Kubu Raya, Musa. Menurutnya, Apdesi Kubu Raya sudah beraudiensi dengan Bupati, bahkan juga sudah bertemu dengan Pemdes, namun sampai sekarang belum juga membuahkan hasil. “Mereka selalu beralasan karena masalah teknis, karena belum melakukan pemecahan rekening. Padahal anggarannya itu sudah ada,” tuturnya. Musa menyatakan, gaji untuk kepala desa di Kubu Raya per bulan hanya Rp1.250.000. Meski demikian pihaknya tetap meminta hak dari kepala desa karena

telah menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak pemerintahan. Terkait hal itu, pada hari ini Apdesi Kubu Raya mendatangi DPRD setempat untuk meminta fasilitasi guna percepatan pembayaran gaji kades. Di tempat yang sama, Ketua Apdesi Kubu Raya, Matlias menambahkan, bukan hanya gaji kepala desa saja yang belum dicairkan, tetapi staf desa bahkan dusun juga belum dibayarkan. “Biasanya gaji itu dibayarkan setiap dua bulan sekali, bahkan tiga bulan sekali. Namun kali ini sudah lima bulan belum juga cair,” katanya. Meski tidak menghambat kinerja pemerintah desa, namun dia berharap Pemkab Kubu Raya bisa segera mencairkan gaji itu sebagai bentuk penghargaan pemkab terhadap kinerja mereka. Sementara itu menanggapi permasalahan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo menjelaskan ketika dilakukannya audiensi dirinya mengetahui

bahwa penundaan gaji para perangkat desa sering kali terjadi tiap tahunnya. “Yang kita ketahui untuk anggaran pembiayaan gaji para perangkat desa sudah ada, jadi tidak ada alasan untuk mereka tidak mendapatkan hak mereka,” tegasnya. Ia menjelaskan, ketika adanya penundaan pencairan gaji tersebut pastinya ada sistem maupun pola-pola birokrasi yang mesti di evaluasi karena menurut informasi yang pihaknya ketahui gaji para perangkat desa mulai dari kepala desa hingga jajaran-jajaran dibawahnya sering kali dirapel. ”Kita tidak ingin penundaan itu terjadi kembali, karena pada dasarnya anggaran untuk pembiayaan tersebut selalu ada dan kita merasakan zholim ketika anggaran tersebut ada namun kenapa mesti harus dirapel sampaisampai yang terakhir ini lima bulan lamanya, karena kita yakini mereka juga membutuhkannya, kita akan mendorong pihak pemdes dan DPPKAD untuk mem-

perbaiki sistem maupun pola yang menjadi kendala keterlambatan pembiayaan gaji tersebut,” ujar Sujiwo. Di tempat yang sama, Plt Kepala BPMPD Kabupaten Kubu Raya, Ismail Kasim mengatakan pihaknya merespon atas apa yang dikeluhkan baik itu para kepala desa maupun jajaran di bawahnya. “Kita telah melakukan pengajuan ke DPPKAD pada tanggal 6 Mei kemarin, dan Insya Allah hari ini (8 Mei-red) untuk gaji yang belum terbayarkan sudah masuk ke rekening masing-masing kepala desa,” katanya. Dirinya mengungkapkan keterlambatan-keterlambatan yang saat ini terjadi diakuinya mengenai administrasi yang perlu dibenahi kedepan. “Saat ini mekanisme yang ada untuk dana yang dicairkan melalui DPPKAD sedangkan mengenai administrasinya melalui BPMPD, sedangkan data yang masuk seperti data kepala desa pastinya dinamis dan bisa berubah, nah proses

itulah yang terkadang menyebabkan keterlambatan pencairan gaji,” akuinya. Mengenai pencairan dikatakannya, memanglah tidak bisa sembarang untuk mengeluarkan dana tersebut, perlulah ketelitian dimasing-masing aspek dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku dan pihaknya berjanji akan membenahi sistem yang ada dan meningkatkan kinerja dari sebelumnya. ”Kita berjanji untuk segera membenahi sistem yang ada agar tidak terjadi lagi penundaan-penundaan sebelumnya,” ujarnya. Ia menambahkan untuk pencairan gaji para kepala desan dan perangkat dibawahnya itu, pihaknya akan mencairkan untuk yang tiga bulan terlebih dahulu baru sisanya dua bulan menyusul. “Untuk yang tiga bulan anggaran yang dikeluarkan sebesar 19 Milyar lebih dari total jumlah pembayaran yang harus dikeluarkan selama lima bulan yaitu 25 Milyar lebih,” ungkapnya. (Adex)

Ia pun menilai, tidak hanya di ibukota maupun di kota-kota besar lainnya pelecehan seksual terhadap anak itu terjadi. Melainkan di Kalimantan Barat (Kalbar) sendiri dari tahun ke tahun korban pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur semakin meningkat tajam. “Jadi, kejahatan seksual itu terjadi tidak hanya di kota besar bahkan kejahatan itu telah meluas bahkan marak terjadi di seluruh provinsi yang ada di indonesia,” ungkapnya. Selain itu , ia pun menya-

rankan kepada orang tua apabila mengetahui anakanaknya menjadi korban pelcehan seksual apa pun bentuknya segera melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Karena apabila tidak dilakukan proses hukum maka akan banyak korban pelecehan seksual yang akan terjadi di Kalbar ini. “ Kita mengharapkan pro aktif orang tua maupun masyarakat Kalbar pada khususnya untuk membantu menekan angka kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur,”tuturnya. (Adex)

Posyandu Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Borneo Tribune, Mempawah Pos pelayanan terpadu (Posyandu) memiliki peran penting dan strategis. Selain sebagai wadah memantau kesehatan bayi, balita dan ibu hamil, Posyandu juga menjadi tempat alih informasi serta pembinaan keterampilan masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Bina Kesehatan dan Farmasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Pontianak, Sahaerul Faridin, saat melakukan penilaian lomba penilaian Posyandu, di Posyandu Bungawali, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (6/5), kemarin. “Posyandu merupakan ujung tombak dalam upaya peningkatan kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, kita melakukan penilaian terhadap posyandu, agar dalam pelaksanaan kerjanya sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu terciptanya derajat kesehatan masyarakat,” katanya. Menurut dia, beberapa indikator penilaian diantaranya pengetahuan kader, keaktifan posyandu, tanaman obat keluarga (toga), program terintegrasi dinas lain menjadi indikator utama dalam suksesnya suatu posyandu dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat. “Untuk Posyandu Bungawali, hasilnya sangat memuaskan, karena terlihat camat beserta aparatnya bekerjasama dengan kader di bawah. Hasil ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Semoga keadaan Posyandu saat ini, bisa bersaing dengan Posyandu di kabupaten/ kota lainnya,” ungkapnya. Dalam pelaksanaan penilaian di 14 posyandu di 14 Kecamatan tersebut, lanjut Sahaerul, pihaknya tidak hanya melaksanakan penilaian, namun juga akan mengevaluasi dan melaksanakan pembinaan agar kualitas posyandu kedepan akan lebih baik. “Dan keikutsertaan Kabupaten Pontianak mengikuti lomba ini juga bukan semata-mata mengejar juara, melainkan untuk melihat keberadaan Posyandu yang menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat,” jelasnya. Saerul juga menjelaskan tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan posyandu serta melakukan pembinaan terhadap apa yang masih perlu ditingkatkan, seperti tingkat partisipasi masyarakat, dan kesadaran akan pentingnya pemantauan status gizi. “Dengan demikian, diharapkan dapat terindentifikasi kendala-kendala maupun permasalahan yang ditemui di lapangan dengan tindak lanjut perbaikan secara bersama-sama, baik pembinaan secara lintas sektor maupun lintas program,” ucapnya. Sedangkan Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal, mengatakan, sebelum penilaian pihaknya sudah mempersiapkan seluruh komponen terkait yang ada di kecamatan terkait item yang diperlukan dalam penilaian. “Kita mengadakan pertemuan awal dan melibatkan seluruh UPT terkait. Setelah pertemuan, maka komitmen kita bangun dan melakukan pembinaan secara berkelanjutan,” ungkapnya.(JoE).


Bengkayang Borneo Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

Kelurahan Bukit Batu Wakili Kalbar Lomba LBS Tingkat Nasional

Tim Penilai Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Nasional mengunjungi Jalan Trisula, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah / Foto Rudi Borneo Tribune

Borneo Tribune, Singkawang Tim Penilai Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Nasional mengunjungi Jalan Trisula, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, Jumat (9/5). Mereka menilai Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, yang

terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Nasional. Ketua tim penilai LBS tingkat nasional, Drg Ratna Farida memberi selamat kepada Kelurahan Bukit Batu. Sebab, kelurahan itu baru pertama kali mengikuti

ajang LBS, namun langsung masuk nominasi di tingkat nasional. ”Hal itu tidak lepas dari dukungan Tim Penggerak PKK Kota Singkawang yang sangat bersemangat,” katanya. Dia berpesan, setiap Kelompok Kerja (Pokja) PKK harus saling membantu untuk menyukseskan LBS. Pi-

haknya ingin agar masyarakat sadar, bahwa lingkungan bersih dan sehat merupakan kebutuhan dan menjadi budaya. Sementara Camat Singkawang Tengah, Mardalini memaparkan, ada sejumlah program yang telah dilaksanakan LBS Kelurahan Bukit Batu. Diantaranya

satu siswa, satu ekor ikan sebagai perwujudan program pemberantasan jentik-jentik yang melibatkan pelajar Sekolah Dasar dengan memelihara ikan di penampungan air, baik di lingkungan sekolah, maupun tempat tinggal. ”Selain itu, masyarakat setempat juga menggalakkan lumbung hidup keluarga dengan memanfaatkan pekarangan untuk ditanami tanaman obat dan sayuran. Mereka juga mengolah sampah organik diolah menjadi pupuk, beternak sapi dan mengolah limbah sapi menjadi biogas,” kata Mardalini. Di tempat yang sama, Asiten Pemerintahan dan Kesra Seta Kota Singkawang, Arman Suyono mewakili Walikota Singkawang mengatakan, lingkungan bersih dan sehat merupakan salah satu implementasi dalam mewujudkan hak asasi manusia yang patut dihargai dan diperjuangkan oleh semua pihak. ”Oleh sebab itu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota dan jajaran sektor terkait termasuk lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, swasta dan dunia usaha untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat,” kata Arman. (RH)

Yonif 641/Raider Laksanakan Garjas Priodik Borneo Tribune, Singkawang Prajurit Kompi Markas dan Kompi Bantuan Yonif 641/R melaksanakan tes kesegaran jasmani Periodik I TA. 2014. Batalyon Infanteri 641/Raider melaksanakan Tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik I Tahun 2014 di Lapangan Mayonif 641/Raider pada hari Selasa dan Rabu (6-7 Mei kemarin). Pada pelaksanaan Tes Garjas ini diikuti oleh seluruh personel Kima dan Kipan-Infanteri 641/Raider dengan penuh semangat. Kegiatan Garjas ini langsung diawasi oleh Komandan Batalyon Infanteri 641/ Raider, Letkol Inf Heri Budi Purnomo, S.I.P, beserta beberapa orang anggota Jasrem. Kegiatan ini diawali dengan pengecekan tensi darah, gerakan peregangan serta pemanasan dilanjutkan dengan Garjas. Dalam kesempatan itu Danyonif menyampaikan,

kepada para prajurit dalam melaksanakan kegiatan agar mengutamakan faktor keamanan, laksanakan dengan penuh semangat dan loyali-

tas yang tinggi sehingga dapat hasil yang maksimal yaitu minimal nilai 65. Kegiatan kesegaran jasmani periodik yang merupakan

program yang harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit TNI AD yang tujuannya adalah untuk mengukur hasil pembinaan jasmani yang di-

lakukan oleh satuan selama 6 bulan terakhir dan merupakan tolak ukur prajurit dalam melaksanakan tugas ke depannya. (RH)

Bengkayang Buka Audisi Putri Pariwisata Borneo Tribune, Bengkayang Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkayang membuka peluang bagi para putri untuk mengikuti ajang pemilihan Putri Pariwisata Bengkayang tahun 2014. Kasi Promosi, Frans Wijaya saat ditemui menuturkan, ajang pemilihan Putri Pariwisata Kabupaten Bengkayang tahun 2014 itu dimulai dengan membuka masa pendaftaran. ”Pendaftaran dilaksanakan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Waktunya mulai tanggal 8 Mei sampai 15 Mei,” kata Frans. Frans menambahkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para calon peserta, yaitu, asli warga negara indonesia, usia minimal 18 tahun maksimal 24 tahun, tinggi minimal 165, belum menikah dan memiliki anak, lulus sekolah menengah atas, bebas narkotika, obatobat terlarang serta HiV/AIDS. ”Dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang,” jelas Frans. Persyaratan lain adalah, belum pernah memenangkan kejuaraan sejenis di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Berdomisili di Kabupaten Bengkayang sesuai dengan KTP, sehat jasmani dan rohani, dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, fasih berbahasa Inggris, mampu menerangkan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Bengkayang, mandiri dan berinisiatif, berkepribadian baik, cerdas, cantik dan ramah. ”Persyaratan point satu sampai delapan tersebut mutlak. Pengumuman audisi tanggal 16 Mei dengan dua orang kontestan terpilih bersifat final,” terang Frans. (Mu)

Tertibkan Lalu Lintas

Polres Gelar Razia Pagi Sore Borneo Tribune, Bengkayang Kenyamanan, keamanan dan kelancaran berlalu lintas merupakan hal yang diharapkan. Namun demikian masih banyak warga yang tidak mengindahkan kenyamanan dan keamanan tersebut. Sebagai contoh di jalan-jalan utama di Kota Bengkayang. Ditemukan masih banyak warga yang melanggar aturan lalu lintas. Warga melalui jalan yang tidak semestinya dilalui dan dengan jelas dilarang melalui rambu-rambu. ”Jalan Migang itu misalnya. Jalan itu hanya satu arah dan diperuntukkan bagi kendaraan dari kota Pontianak. Tapi sampai sekarang kebanyakan warga masih melanggar,” jelas Wakapolres Bengkayang, Kompol Rudi Dwihartono beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya salah jalan, permasalahan lain yang kerap dilanggar adalah masih banyaknya pengguna kendaraan khususnya roda dua yang tidak menggunakan kelengkapan berkendara. ”Kita prihatin dengan kondisi seperti ini,” kata Rudi. Sebagai upaya menekan pelanggaran berlalu lintas tersebut, Rudi menegaskan pihak polres melalui bagian lalu lintas melakukan razia kendaraan secara terus menerus dalam kurun waktu satu bulan. ”Dalam satu hari itu, kita menggelar razia pagi dan sore. Pusat penertiban yang kita lakukan di wilayah pasar,” terang Rudi. (Mu).

DPD Walubi Singkawang Gelar Perayaan Waisak Bersama

Prajurit 641/ Raider melaksanakan Tes Kesegaran Jasmani Periodik I TA. 2014 / Foto Rudi Borneo Tribune

Membaca Harus Dijadikan Budaya Borneo Tribune, Mempawah Mengembangkan minat budaya baca dikalangan pelajar, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kabupaten Pontianak, Kamis (8/5), kemarin, melaksanakan lomba pidato tingkat SMA sederajat di Halaman Kantor Perpusda. Acara tersebut, dibuka Asisten III Setda Kabupaten Pontianak, Abdullah, mewakili Bupati Pontianak. Dimana Abdullah, menga-

6

takan minat dan kebiasaan membaca dikalangan pelajar dan masyarakat sudah terlihat menggembirakan, hal ini dapat dilihat masyarakat dan pelajar yang antusias untuk berkunjung ke perpustakaan. “Kebiasaan membaca itu harus dimulai sejak usia dini sehingga membaca bukan hanya sekedar kebiasaan tetapi merupakan suatu budaya dan kebutuhan hidup,” katanya.

Lanjutnya lagi, peran dan fungsi perpustakaan yang begitu penting perlu tetap terus didukung dan senantiasa selalu ditingkatkan, baik jenis dan kwalitas lombanya. Begitu juga dengan pemerintah akan tetap mendorong dan mendukung pertumbuhan pelayanan perpustakaan sampai kepelosok desa. “ Semoga kegiatan ini dapat memacu para pelajar untuk senantiasa meningkatkan kegemaranya dan ke-

mauannya mengetahui perkembangan pengetahuan melalui membaca, apalagi di perpustakaan,” katanya. Sedangkan Kepala Perpusda Kabupaten Pontianak, Johana Sari Margiani, mengatakan tujuan kegiatan untuk menumbuhkembangkan minat dan budaya kebiasaan membaca dikalangan pelajar dan masyarakat pada umumnya serta memotivasi pelajar dan masyarakat un-

tuk senantiasa selalu berkunjung ke Perpustakaan dan membaca buku guna menambah ilmu pengetahuan yang dimiliki. “Jumlah peserta yang mendaftar ada 28 orang. Kemungkinan jumlahlah bertambah. Kita berharap melalui lomba pidato ini, dapat memicu para pelajar untuk berprestasi dan mengembangkan budaya membaca dalam kehidupan seharihari,” katanya.(JoE).

Borneo Tribune, Singkawang DPD Walubi Kota Singkawang akan menggelar perayaan Waisak bersama. “Ini program pertama kalinya sejak Walubi Singkawang dilantik. Karena itu pada Waisak ke 2558, kita akan menggelar perayaan Waisak bersama,” kata Ketua DPD Walubi Kota Singkawang, Tjhin Jiu Siu. Tjhin Jiu Siu mengungkapkan, perayaan Waisak kali ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebagai mitra pemerintah, katanya, maka perayaan Waisak tahun ini langsung di bawah Walubi. “Tahun ini akan dikelola langsung di bawah DPD Walubi Kota Singkawang. Sedangkan kepanitiannya sudah di-SK-kan,” jelasnya. Adapun serangkaian kegiatan dalam Waisak bersama nanti, jelas Tjhin Jiu Siu, dimulai dari donor darah, kerja bakti, perayaan Waisak di Lapas Klas II B Kota Singkawang dan pembagian paket bagi masyarakat kurang mampu secara door to door. Kegiatan itu akan dimulai pada 10 Mei (hari ini), dengan agenda kegiatan kerja bakti di sepanjang Jalan Tsafiudin dan Hermansyah. “Sementara kegiatan donor darah akan dimulai pada 11 Mei, Waisak di Lapas 22 Mei, dan dilanjutkan dengan pembagian paket untuk masyarakat yang kurang mampu pada 11-14 Mei,” jelasnya. Menurut Tjhin Jiu Siu, pembagian paket dengan cara door to door adalah untuk mencegah jangan sampai bantuan yang diberikan itu tidak tepat sasaran. Sesuai dengan tema, kata Tjhin Jiu Siu yakni “Kembangkan Cinta Kasih Untuk Kebahagian Semua Makhluk”. Maka dari itu, pihaknya mengharapkan umat Budha di Kota Singkawang, dengan kesadarannya bisa ikut ambil bagian demi kebersamaan dan mempererat persaudaraan antar umat beragama di Kota Singkawang. (RH)


Sabtu, 10 Mei 2014

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Bangga SMAN 1 Ngabang Raih ISO 9001-2008 Borneo Tribune, Ngabang Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Ngabang, Asoardi Ador, Kamis, (8/5), di Ngabang, mengatakan kebanggaannya karena SMAN

1 Ngabang dapat meraih sertifikat ISO. Kebanggaan bagi dunia pendidikan di Landak, sebab tidak gampang untuk meraih sertifikat tersebut, berbagai tahapan

Diskoperindag Kesal

Los Pasar Tradisional Tidak Ditempati PKL Borneo Tribune, Ngabang Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Landak, Marius Baneng, kesal dengan PKL, karena banyak los pasar tradisional Dara Itam tidak ditempati. Karenanya, Koperindag akan segera melakukan pengecekan di kawasan pasar tersebut. Demikian Marius Baneng mengatakan saat ditemui di kantornya Kamis (8/5). Menurutnya, bangunan sebagai tempat usaha yang dibangun Pemerintah, dengan tujuan memfasilitasi masyarakat yang memiliki usaha sehingga ini dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat. Marius mengatakan kalau memang los tersebut tidak ditempati, kita akan panggil siapa pemiliknya, kita tanya apakah masih akan jualan di situ atau tidak, kalau memang tidak dimanfaatkan, maka los itu akan kita berikan dengan pedagang lain yang juga sudah masuk dalam daftar tunggu. ” Dengan dimanfaatkannya los ini harapan dari Pemerintah tidak lain, usaha yang dilakukan oleh masyarakat ini akan dapat berkembang dengan baik, termasuklah peningkatan tarap perekonomian masya-

Marius Baneng, Kadis Koperindag. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune rakat itu sendiri, “ paparnya Menanggapi masih banyaknya masyarakat khususnya pedagang kaki lima yang masuk dalam daftar tunggu, dan ke depan apakah juga akan difasiltasi oleh Pemda. Marius mengatakan, modal utama untuk bisa membangun kawasan pasar rakyat adalah lahan yang sudah dimiliki oleh Pemda, sebab jika tidak maka bangunan tersebut tidak akan dapat dilakukan. ” Sebenarnya bisa saja kita ajukan lagi pembangunan pasar, tetapi ’kan syarat utama lahan untuk membangun pasar ini adalah lahan yang sudah dimiliki oleh Pemda, sedangkan kalau di Kota Ngabang sendiri untuk mendapatkan lahan sudah susah. Kalau memang lahan itu sudah ada kita sebenarnya tidak kesulitan,” terangnya. (Syah)

harus dilalui. Asoardi Ador mengatakan sertifikat ISO 9001-2008 merupakan sebuah pengakuan dari Badan Sertifikasi terhadap baiknya manajemen mutu pendidikan yang dijalankan di sekolah. SMAN 1 Ngabang sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001-2008. “Penting dari diraihnya sertifikat ini adalah pengimplementasian manajemen sekolah yang tertata dan berjalan dengan baik di sekolah ini,” kata Kepsek yang memiliki Akreditasi A ini. Dikatakannya, Sertifikat ISO ini hanya sebagai pengakuan. Namun yang terpenting yakni implementasinya. “ Sebelum mendapatkan sertifikat SMM ISO 90012008, kami sudah melakukan berbagai tahapan. Diantaranya, melakukan sosialisasi kepada seluruh dewan guru dan karyawan akan pentingnya penerapan administrasi yang baik. Setelah

Asoardi Ador menunjukan Sertifikat ISO 9001-2008 yang diraih oleh SMAN 1 Ngabang. FOTO Istimewa itu, mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) penulisan dokumen ISO. Kemudian, diadakan audit

eksternal oleh WMM selama dua hari,” jelasnya. Setelah diaudit tambahnya, SMAN 1 Ngabang di-

nyatakan berhasil. “Dengan diraihnya ISO 9001-2008 ini, saya berharap siswa lulusan SMAN 1 Ngabang

mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, dengan penerapan sistem manajemen mutu ini, seluruh kegiatan yang dilakukan sekolah harus terakomodasi sesuai standar internasional,” harapnya. Berharap, dengan diraihnya sertifikat ISO itu, nantinya sekolah bisa tertib administrasi dan kepuasan bagi pelanggan. “Saya pun berharap sekolah harus lebih baik lagi, terutama mendata seluruh dokumen sekolah yang belum lengkap, agar terarsip dengan baik, menegakkan disiplin guru dan siswa, menata lingkungan sekolah agar kelihatan bersih dan hijau, sampai kepada mendengarkan keluhan siswa dengan pelayanan yang diberikan. Apalagi hanya SMAN 1 Ngabang yang pertama mendapat sertifikat ISO dari sekolah yang ada di Landak ini,” ucapnya bangga.(Syah)

Wujudkan Sanggau Bersih

Wabup Berikan Semangat pada Petugas Kebersihan Borneo Tribune, Sanggau Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot belum lama ini mengumpulkan para petugas kebersihan dan pertamanan di Kota Sanggau untuk memberikan semangat guna mewujudkan Visi Sanggau Maju dan Terdepan yang tercantum dalam tujuh pokok fikiran (brain image) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau yang salah satunya adalah Sanggau Bersih. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di lantai I Kantor Bupati Sanggau, dihadiri sekitar 89 orang petugas kebersihan yang tersebar di berbagai pelosok kota Sanggau.

Wabup photo bersama dengan para petugas kebersihan

Ontot mengatakan, petugas kebersihan merupakan pekerjaan yang mulia karena tidak semua orang mau dan bisa berbuat. Untuk itu para petugas harus dapat melaksanakan tugas secara ikhlas dan bertanggung jawab apa yang telah dikerjakan dan bekerja secara profesional. ”Karena jika dikerjakan dengan baik dan benar maka akan mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya. Ontot pun berharap, ke depannya khususnya di bagian kebersihan dapat mencari cara atau memformulasikan daur ulang sampah agar dapat digunakan kembali. (rtn)

Tips Memilih Model Celana Jeans Wanita Sesuai Bentuk Tubuh SEBELUMNYA saya pernah membagikan kepada anda sebuah 5 model celana jeans untuk wanita, dan untuk kesempatan sekarang saya juga akan membagikan kepada anda sebuah model celana jeans untuk wanita, akan tetapi untuk sekarang khusus sesuai dengan bentuk tubuh anda. Seperti yag kita tahu bahwa model dari sebuah celana semakin hari semakin banyak saja, tidak hanya dari modelnya, dari warna dan juga bahannya pun sekarang sangat beragam , terutama untuk model celana wanita. Di Indonesia sendiri model celana wanita yang sekarang banyak sekali di gunakan untuk berpergian ke luar rumah yaitu model celana jeans, dan untuk model celana jeans sendiri banyak sekali modelnya dan juga tipenya. Banyak sekali para wanita yang salah menggunakan tipe atau juga model celana jeans, karena mereka tidak tahu bentuk tubuh mereka. Sebenarnya bentuk tubuh sangat mempengaruhi pada saat menggunakan baju atau juga celana, seperti contohnya wanita yang mempunyai badan gemuk pastinya sangat berbeda model celana atau juga bajunya dengan wanita yang mempunyai badan normal. Oleh karena itu anda seharusnya tahu terlebih dahulu bentuk tubuh anda, sebelum anda memakai baju atau juga celana jeans. Terutama untuk anda yang mempunyai badan yang lebih alias gemuk, sebenarnya untuk anda yang mempunyai badan gemuk sangat

tidak dianjurkan untuk anda memakain celana jeans yang ketat, karena bentuk tubuh anda yang tidak seimbang akan terlihat dan tercetak, akan tetapi jika anda ingin sekali memakai model celana jeans, anda bisa memilih model celana jeans yang agak longgar di bawahnya. Nah untuk lebih lengkapnya di bawah ini ada daftar model celana jeans yang sesuai dengan bentuk tubuh wanita. 1. Untuk Wanita yang Mempunyai Badan Tinggi Sama seperti bentuk tubuhnya, ketika anda mempunyai badan tubuh tinggi, anda bisa memakai model celana jeans model panjang sampai mata kaki, hindarilah model jeans pendek atua juga model jeans yang mengerucut dibagian bawah. Anda akan terlihat seksi ketika anda menonjolkan kaki - kaki anda yang panjang dengan model jeans yang panjang juga, khusus untuk anda yang memiliki tubuh tinggi anda bisa memakai tipe jeans boot-cut. Tipe ini sangat cocok untuk tubuh anda yang tinggi. 2. Untuk Wanita yang Mempunyai Badan Mungil Untuk anda yang mempunyai tubuh mungil atau pendek hindarilah model celana jeans yang panjang dan juga yang ketat dari bagian bawah. Atau juga model jeans yang digulung anda harus menghindari hal tersebut, karena tubuh anda akan kelihatan pendek. Dari segi warna pun untuk anda yang mempunyai badan mungil

hindari jeans yang berwarna terang. Dan yang cocok untuk badan mungil yaitu jenis celana jeans dengan model lurus atau boot cut dan berwarna gelap akan membuat kaki anda terlihat lebih. 3. Untuk Wanita yang Mempunyai Pinggul Kecil dan Pantat Datar Mempunyai pantat yang datar mungkin akan mengganggu anda dalam memilih model celana, terutama celana jeans, karena model celana jeans kebanyakan ketat, akan tetapi ada beberapa model yang sangat cocok untuk anda yang mempunyai pinggul kecil dan juga pantat yang datar, yaitu pilihlah jeans dengan warna terang serta potongan pinggang yang rendah. Model seperti ini akan membuat penampilan focus pada pinggul dan bokong, serta menonjolkan bentuk pergelangan kaki, sehingga akan membuat sosok anda terlihat lebih berlekuk

dan feminim. 4. Untuk Wanita yang Mempunyai Pinggul Besar Untuk anda yang mempunyai pinggul besar, anda bisa memlih model celana jeans yang mempunyai saku di belakannya, dan saku tersebut harus besar, dan kalau bisa pilihlah saku yang bisa menutupi pinggul kanan dan kiri anda, karena dengan begitu anda bisa menyamarkan pinggul anda yang besar. Model celana jeans yang cocok bagi anda untuk pinggul besar yaitu, jeans dengan pinggang yang rendah dan warna gelap. Model jeans yang perlu anda hindari adalah jeans yang ketat, dengan ujung yang mengecil karena itu akan membuat anda terlihat gemuk. 5. Untuk Wanita yang Mempunyai Tubuh Gemuk Mungkin ini adalah bentuk tubuh yang tidak di inginkan oleh kebanyakan

wanita, yaitu badan yang gemuk, karena banyak sekali model celana jeans yang tidak cocok untuk tubuh seperti diatas tadi. akan tetapi ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketuka anda ingin sekali menggunakana celana jeans yaitu, pilihlah model jeans yang tidak terlalu ketat dan juga tidak terlalu longgar, yang penting sedang saja untuk tubuh anda, dan juga pilihlah bahan jeans yang tips, karena akan membuat anda mempunyai bentuk yang bagus. Sekedar mengingatkan saja bahwa model jeans dengan pinggang rendah akan membuat anda terlihat pendek, sedangkan jeans dengan pinggang yang tinggi akan membuat anda terlihat lebih jenjang. Mungkin itu tadi beberapa model jeans yang sesuai dengan bentuk tubuh wanita, perlu di ingatkan kembali bahwa model celana entah itu bertipe apa saja, jika tidak sesuai dengan bentuk tubuh yang kita miliki akan terliahat aneh dan juga tidak bagus ketika di kenakan oleh anda, terlebih lagi hal tersebut akan merusak fashion apa yang anda pakai seperti baju atau juga sepatu anda. Jadi intinya tahu dulu bentuk tubuh anda seperti apa, dan pilihlah model celana yang bagus terutama untuk celana jeans yang sekarang banyak sekali digunakan oleh kaum muda di Indonesia. (Int).


Sekadau Borneo Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

Perketat Pengawasan Tata Kelola Perusahaan Perkebunan

60 Rumah Warga Teribang Sudah ‘Tersengat’ Listrik

Martinus, S.Sos. foto Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

Borneo Tribune, Sekadau Tata kelola investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sekadau dianggap penting untuk dievaluasi. Pasalnya, pengelolaan perkebunan oleh para investor saat ini dianggap kurang berpihak pada masyarakat dan aspek lingkungan. Padahal aspek sosial dan lingkungan, dan taraf hidup masyarakat di sekitar perkebunan cukup penting diperhatikan. Demikian diungkapkan ketua komisi B DPRD Sekadau, Martinus. Menurut Martinus, evaluasi penting dilakukan agar pengelolaan perkebunan tidak serampangan. Sejauh ini, investor perkebunan cenderung terkesan kurang memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar dan aspek kelestarian lingkungan. Aspek lingkungan misalnya, banyak ditemui di daerah yang terdapat Perusahaan Perkebunan kelapa sawit terjadi pencemaran lingkungan utamanya seperti sungai. Martinus menegaskan, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang diwajibkan Pemerintah yang menjadi persyaratan diterbitkannya ijin investasi perkebunan mesti betul-betul ditaati oleh investor. “Amdal menentukan hal-hal teknis dalam praktik investasi perkebunan. Misalnya berapa jarak minimal penggarapan lahan dari bibir sungai. Itu ada ketentuannya. Sementara, kita lihat bahkan sampai bibir sungai pun ditanami sawit. Ini jelas tidak berbasis lingkungan,” sebutnya. Selain itu, aspek sosial juga kerap diabaikan dalam praktik penanaman modal bidang perkebunan. Hampir di setiap daerah yang terdapat perusahaan perkebunan kelapa sawit terdapat permasalahan antara manajemen perusahaan dengan masyarakat sekitar atau petani sawit. “Kesenjangan sosial masih kerap kita temui. Mestinya hubungan antara investor dengan masyarakat lokal dinamis. Kita berharap ini bisa diperhatikan,” tambahnya. Martinus turut menyayangkan longgarnya pengawasan terhadap praktik pengelolaan investasi perkebunan di Sekadau. “Harus diawasi ketat system pengelolaan Perusahaan Perkebunan ini. Jika ada hal-hal yang tidak pada tempatnya jangan segan-segan memberi tindakan tegas,” pinta Martinus. (Mto).

8

Yemmi. foto Istimewa

Borneo Tribune, Sekadau Masyarakat Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir saat ini sudah menikmati penerangan listrik dari sengatan mesin PLN. Warga Teribang senang bukan kepalang latantaran sudah puluhan tahun warga Teribang mendambakan penerangan listrik dari PLN. Kepala Desa Seberang Kapuas, Yemmi Ibrahim mengatakan, masyarakat Teribang sudah menikmati penerangan listrik PLN sejak satu bulan terakhir. Setidaknya sudah 60 kepala keluarga yang sudah mendapat penerangan listrik di Dusun yang dekat dengan goa Lawang Kuari itu. “Sudah satu bulan terakhir

menyala. Lebih kurang 60 KK yang sudah berlangganan listrik di Teribang,” ujar Yemmi kepada wartawan, Rabu (7/5). Terkabulnya impian warga Teribang untuk mendapat penerangan listrik tak lepas dari peran aktif Pemerintah Desa Seberang Kapuas. Pemdes, kata Yemmi, selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengupayakan agar Teribang dapat secepatnya dialiri listrik PLN. “Kita selalu follow up, koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti PLN supaya pengajuan listrik di Teribang bisa terealisasi secepat mungkin. Dan Alhamdulillah sekarang sudah menyala,” tutur Yemmi. Yemmi turut menyampai-

kan rasa terimakasihnya kepada pihak-pihak terkait yang berperan dalam upaya merealisasikan pemasangan jaringan listrik di Teribang. “Mewakili masyarakat saya sampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu,” ucapnya. Meski demikian, Yemmi mengakui belum semua wilayah Desa Seberang Kapuas sudah mendapat penerangan listrik PLN. Masih ada beberapa dusun yang sama sekali belum ada listrik seperti Dusun Selabi dan Dusun Kelulut. Pemdes Seberang Kapuas pun sudah kembali mengajukan pemasangan listrik untuk Dusun Selabi. Proposal pengajuan sudah disampaikan ke PLN area

Sanggau beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk Dusun Kelulut, pengajuan akan disampaikan dalam waktu dekat. “Selabi sudah diajukan, Kelulut akan diajukan dalam waktu dekat. Di Kelulut lebih kurang ada 40-an KK,” beber Yemmi. Yemmi berharap, pengajuan yang disampaikan bisa menyusul Teribang dan dikabulkan oleh PLN. “Mudah-mudahan bisa terealisasi juga,” harapnya. Sebelumnya, warga Teribang hanya mengandalkan satu unit mesin diesel pribadi sebagai pembangkit listrik untuk menerangi rumah-rumah warga. Itupun hanya saat malam hari. Sekarang, listrik sudah menyala siang malam. (Mto).

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

Bupati Sekadau, Simon Petrus bersama Ibu, Ny. Scolastika Simon Petrus melayat korban meninggal Lakalantas, Efren Gandi (45) di RSUD Sekadu siang kemarin. Selain bupati dan ibu, ratusan kerabat korban juga turut melayat.// foto Istimewa

Mobil Box Tabrak Sepeda Motor Lakalantas Sebabkan Korban Meninggal Borneo Tribune, Sekadau Kasus Kecelakaan Lalu Lintas hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Sekadau. Kamis siang sekira pukul 13.00 WIB (8/5) kecelakaan terjadi dijalan SekadauSintang tepat KM 8. Kecelakaan terjadi antar mobil box KB 9180 QL yang dikendarai Musliadu (28) menabrak sebuah sepeda motor KB 3753 VO ditabrak dari arah belakang. Kasat Lantas Polres Sekadau melalui Kanit Laka, Bripka Winarto membernarkan kejadian tersebut. Kronologis kejadian, menurut catatan pihak kepolisian pada pukul 13.00 WIB, mobil box KB 9180 QL yang dikendarai Musliadu (28) melanjut dari arah Sintang menuju dalam kota Sekadau. “Mobil Box satu arah menabrak sepeda motor KB 3753 VO dikendarai Efren Gandi (45) yang berboncengan dengan

Marselus Dawi (29) dari arah belakang. Mobil box remnya blong dan tidak dapat menahan lajunya mobil sehingga menabrak sepeda motor itu,” papar Winarto. Kedua korban mengalami luka. Efren Gandi mengalami luka berat, sedangkan Marcelinus Dawi mengalami luka-luka di bagian tangan, kaki kiri dan kanan. “Korban Efren Gandi sempat dilarikan ke RSUD, karena mengalami luka berat dia dinyatakan meninggal oleh medis di RSUD Sekadau. sementara, temannya, Marselus Dawi masih dirawak intensif. Supir Mobil box, Musliadi diamankan ke Mapolres Sekadau bersama Mobil Bok dan Sepeda Motor Korban,” jelas Winarto. Untuk proses lanjutan akan ditangani unit laka lantas Polres Sekadau dan korban meninggal akan di bawa pihak keluarga. Bupati Sekadau, Simon

Petrus dan Ny. Scolastika Simon Petrus lasung menuju RSUD mendegar kejadian duka yang menimpa, Efren Gandi (45). Selain Bupati bersama Istri ratusan kerabat korban berdatangan ke RSUD. Korban meninggal Efran Gandi, adalah warga Desa Semadu, Kecamatan Belitang Hilir. Menurut pihak keluarga, jenazah korban akan dikebumikan dan dibawa ke kampung halamnnya, Kamis sore kemarin. Sementara itu, Marselus Dawi salah satu korban yang mengali luka ringan masih tampak syok. Ia ditangani intensif oleh medis diruang IGD RSUD Sekadau. “Saya dibonceng. Saya terkejut saat merasa hamtaman mobil box dari arah belakang,” cerita Marselus seraya mengucapkan terima kasih lansung mendapat pertolongan dari warga bersama pihak Kepolisian.(Mto).

Prihatin Kerap Terjadi Lakalantas Borneo Tribune, Sekadau Kasus kecelakaan lalu lintas di Sekadau memang kerap terjadi dijaluar sutera. Yang cukup memperihatinkan, kecelakaan lalulintas kerap merenggut korban jiwa. Kami siang kemarin (8/5), Lakalantas terjadi dijalur sutera jalan Sekadau-Sintang tepat di KM 8 setelah mobil box menabrak sebuah sepeda motor dari arah belakang. “Saya cukup perihatin sering terjadi kecelakaan di Sekadau ini. Sangat disayangkan kalau sampai terjadi kecelakaan sampai korban meninggal. Berkendaraa tertib dan aman memang harus menjadi perhatian kita semua,” kata Amir seorang warga kepada Borneo Tribune, dijumpai pasar Sekadau, Kamis sore. Amir berharap kesadaraan berkendara dapat digalakkan semua pihak supaya meminimal terjadi kecelakaan. Kesadaraan yang harus ditanamkan menurutnya, adalah bagaimana berkendara aman dan selamat. “Intinya jangan gebut. Dan ingat selalu berdo’a sebelum berpergian menggu-

nakan sepeda motor dan mobil,” sarannya bijak. Pihak Kepolisian menaruh perhatian khusus terhadap kasus Lakalantas di Sekadau. Berbagai upaya kampanye lalu lintas aman. Misalnya, dengan mencanangkan forum Keselamatan Lalu Lintas bersama instansi terkait dan komunitas motor, memasang spanduk imbauan-imbauan aman berkendara. Januari 2014 lalu, Polres Sekadau melakukan Apel untuk mencanangan Gernas Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas di wilayah tugas Polres Sekadau. Kapolres Sekadau, AKBP Agus Triatmaja SH, S.Ik mengatakan pencanangan keselamatan berlalu lintas merupakan salah satu strategi pihak kepolisian dalam mengajak anggota komunitas motor untuk taat dan patuh dengan aturan berlalu lintas. “Kepada para komunitas kendaraan bermotor di Kabupaten Sekadau supaya dapat menjadi contoh atau figure dalam tertib berlalu lintas kepada masyarakat,” kata Agus. (Mto).

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

KLH Berupaya Kampanyekan Peduli Lingkungan Sehat Borneo Tribune, Sekadau Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau melaukan berbagai upaya mengampanyekan lingkungan hidup yang sehat, aman dan asri. Salah satu upaya yang dilakukan KLH yakni menggelar pemilihan Duta Lingkungan Hidup Tahun

2014. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar instansi tersebut. “Tujuan pemilihan duta lingkungan hidup ini adalah untuk menyeleksi calon-calon orang-orang yang mempunyai jiwa dan kepedulian

terhadap lingkungan hidup, termasuk mempunyai pemahaman dan wawasan terhadap permasalahan-permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Sekadau,” ujar Yoseph Yustinus, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Sekadau kepada sejumlah

wartawan di kantornya, beberapa hari lalu. Agenda tahunan pemilihan duta lingkungan hidup, lanjut Yoseph sangat penting dilakukan dalam upaya melestarikan lingkungan. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan konsep bumi hijau.

“Kita berharap semua peserta yang ikut dalam pemilihan ini bisa menjadi agen dalam mengkampanyekan lingkungan hidup yang baik dan sehat kepada masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah atau tempatnya bekerja,” pungkas Yoseph. (Mto).


Sintang-Melawi Borneo Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

9

Balita Pengidap Tumor Kornea Butuh Uluran Tangan Borneo Tribune, Nanga Pinoh Gadis Erwinda Deslatif anak dari pasangan Erwin dan Atik, warga Gang. Garuda, Dusun Suka Maju, Desa Batu Begigi, Kecamatan Tanah Pinoh (Kota Baru), kini hanya bisa pasrah ketika didiagnosa dokter terkena tumor kornea

mata sebelah kanan. Erwinda sendiri baru berusia tiga tahun dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Apalagi sang ayah juga hanya bekerja sebagai supir truk sehingga tak cukup untuk pengobatan sang buah hati keduanya itu.

Program PNPM Harus Tepat Sasaran Borneo Tribune, Nanga Pinoh Guna membantu laju pembangunan di daerah, Pemerintah Pusat setiap tahun meluncurkan dana melalui Program Nasional Pemberdayaan MasyarakatMandiri Perdesaan (PNPM-MD) sehingga pelaksanaan dari PNPM harus tepat sasaran. “Pelaksanaan pembangunan melalui PNPM merupakan peluang bagi pemerintah desa untuk memajukan pembangunan di desanya. Di samping melaksanakan kegiatan pembangunan melalui APBD,” ucap anggota DPRD Kabupaten Melawi, Malin, belum lama ini. Menurutnya, dirinya memang lebih tertarik dengan pelaksanaan pembangunan seperti pola yang dilaksanakan oleh PNPM. Sebab, pelaksanaan pembangunan melalui PNPM lebih kepada pemberdayaan masyarakat yang memang menjadi target dari sasaran pembangunan. “Masyarakat yang mengajukan, mereka juga yang melaksanakannya. Bahkan mereka juga dilibatkan dalam melakukan pengawasan. Maka dari itu, laksanakan program tersebut dengan masimal dan tepat sasaran sehingga dampak dari pembangunan tersebut bisa terlihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat itu sendiri,” tuturnya. Kata dia, apabila program tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar, memang tidak ada alasan dalam pelaksanaannya tidak tepat sasaran. Sebab seperti apa yang dikatakan tadi, masyarakat yang merencanakan, mengajukan dan mereka juga yang melaksanakan proyek tersebut. “Sekarang tinggal bagaimana pemerintah desa memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga peran aktif dari pemerintah desa diharapkan untuk bisa membaca peluang dan potensi-potensi yang ada di desanya,” harapnya. Di samping itu agar dalam pelaksaannya bisa tepat sasaran, harus ada sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama dalam melihat permasalahan-permasalahan yang ada di pedesaan maupun pembangunan yang akan menjadi skala perioritas terkait realisasi pelaksanaan PNPM tersebut. “Karena itu sebuah perencanaan yang matang merupakan kunci utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah,” ucapnya. (eko)

Reboisasi Kawasan Hutan Terus Berlanjut Borneo Tribune, Nanga Pinoh Guna menjaga stabilitas lingkungan, pemerintah terus melakukan rehabilitasi atau reboisasi di lokasi kawasan hutan. Setidaknya pada tahun ini, ada ratusan hektar lahan di Kabupaten Melawi yang akan direboisasi atau dilakukan pengkayaan tanaman. Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan (KSDH), Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Melawi, Wito Mulyono mengatakan, pada tahun ini ada beberapa kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang dilakukan oleh Dishutbun Kabupaten Melawi. Diantaranya, kegiatan dari dana APBN akan dilakukan rehabilitasi seluas 400 hektar. “Kegiatan tersebut melakukan pengkayaan rebosisasi di hutan lindung Bukit Mancung, Desa Nyanggai, Kecamatan Pinoh Selatan,” ujar Kepala Bidang KSDH, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Melawi, Wito Mulyono, belum lama ini. Wito melanjutkan, dari dana bagi hasil juga akan dilakukan reboisasi di lahan seluar 400 hektar. Lokasinya menyebar di tiga desa. Yaitu masing-masing 100 hektar, di Desa Bina Jaya dan Desa Pelinggang, Kecamatan Pinoh Selatan serta 200 hektar, di Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Nanga Pinoh. “Khusus di Desa Kenyikap, kegiatan tersebut lokasinya di kawasan hutan produksi untuk melakukan perlindungan terhadap sumber air bersih yang berada di Pancur Aji,” ucapnya. Selain itu, ada kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembuatan hutan rakyat. Lokasinya juga akan menyebar dibeberapa desa yang ada di Kabupaten Melawi. Namun hingga kini tempatnya belum ditetapkan karena sekarang masih dalam proses perencanaan. “Pada pembuatan hutan rakyat ini, total lokasinya 120 hektar. Kegiatan baru dimulai tahun ini di Kabupaten Melawi,” terangnya. Menurutnya, ada lagi kegiatan yang bersumber dari dana provinsi, untuk lahan seluas 80 hektar. Kegiatan tersebut juga pembuatan hutan rakyat. Rencana lokasinya di Kecamatan Pinoh Utara dan Ella Hilir. “Kalau untuk pembuatan kebun bibit rakyat (KBR) pada tahun ini hanya untuk sembilan kelompok tani. Masing-masing KBR membuat 25 ribu batang bibit, karena target KBR minimal tiap menimal membuat 25 ribu batang bibit,” paparnya. (eko)

Tetangga Erwinda, Kamarul pun merasa iba dengan kondisi anak yang masih balita tersebut. Dengan penyakit tumor yang membuatnya terpaksa kehilangan pandangan pada mata sebelah kanan tersebut, Kamarul berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya operasi Erwinda. “Saya berpikir dengan melakukan penggalangan bisa membantu Erwinda. Hari ini saya sudah berbicara dengan sebuah organisasi Kopal di Kota Baru untuk melaksanakan penggalangan dengan turun ke lapangan langsung,” ungkap Kamarul, selaku insiator penggalangan dana. Tetangga Erwinda pun baru mengetahui bahwa Erwinda mengidap penyakit tumor kornea sekitar satu bulan yang lalu ketika melihat bagian mata Erwinda semakin parah. “Kami baru tahu sebulan yang lalu, sebab kondisi penyakit itu semakin parah pada bulan lalu,” jelasnya. Kamarul mengisahkan,

Gadis Erwinda Deslatif, bersama orang tuanya di kediamannya. Erwinda yang baru berusia tiga tahun mengidap penyakit tumor kornea pada mata sebelah kanan dan membutuhkan bantuan biaya untuk operasi pengangkatan tumor tersebut. FOTO: Istimewa

dari cerita orang tuanya, Erwinda sebenarnya pernah dibawah berobat ke rumah

sakit Soedarso, di Pontianak dengan menggunakan biaya pribadi. Namun pihak rumah

sakit tidak berani berbuat apa-apa karena usianya masih sangat kecil.

“Saat ini penyakitnya semakin parah. Dan sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan dan bantuan pemerintah agar penyakit anak itu bisa dioperasi. Kami sangat prihatin melihat kondisi anak itu. Apalagi dengan kondisi ekonomi keluarganya juga tidak mampu,” ucapnya. Saat ini penggalangan dana dengan turun langsung ke lapangan baru dilakukan di sekitar Kota Baru saja. Sebelumnya penggalangan hanya dilakukan melalui via SMS dan BBM saja agar para dermawan bisa mendatangi langsung ke kediaman anak itu. “Saya berharap di Nanga Pinoh juga ada kelompok organisasi yang mau membantu melakukan penggalangan dana untuk anak ini. Jika ada yang mau datang lansung ke kediaman anak itu pun sangat lebih baik sehingga bisa melihat langsung kondisi anak tersebut dan ikut membantu meringankan beban Erwinda,” harapnya. (eko)

CPNS Jangan Cepat Minta Pindah Tugas Borneo Tribune, Nanga Pinoh 103 CPNS hasil seleksi tahun lalu telah menerima SK pengangkatan. Wakil Bupati Melawi, Panji mengharapkan agar seluruh CPNS benar-benar menunjukkan niatnya mengabdikan diri sebagai aparatur negara serta menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Dengan diterimanya SK pengangkatan dan penempatan CPNS, saya berharap kepada para CPNS nanti bisa menjadi PNS yang punya motivasi. Maksudnya adalah yang pertama tentu ingin mengabdikan diri kepada daerah, bangsa dan Negara,” ujar Wakil Bupati Melawi, Panji, belum lama ini. Menurut Panji, meskipun hal itu hanya sebuah teori tetapi prakteknya juga tidak bisa disangkal, karena menjadi PNS berarti menjadi anggota dari sebuah organisasi Negara. Karena PNS adalah karyawan organisasi

Negara. “Nah selain dari apa yang menjadi teori sebuah organisasi keperintahan dalam kaitannya dengan pembangunan dan pemerintahan, tentunya kami juga berharap mereka memiliki motivasi pribadi, bukan hanya karena tugas mereka bekerja, bukan karena gaji mereka bekerja atau karena dapat bayaran,” lugasnya. Tapi yang penting untuk diperhatikan, kata Panji, melaksanakan tugas bukan semata-mata karena ada tanggungjawab secara administrasi semata, melainkan karena tanggungjawab moral terhadap daerah sendiri serta terhadap bangsa dan Negara. Mengabdikan diri dengan penuh ketulusan tidak terlalu terpengaruh oleh suasana dan kondisi kiri maupun kanan. Menjadi pegawai berarti menjadi abdi Negara, menjadi tangan kanan pelayan buat masyarakat. “Nah ini ada kaitannya

dengan persoalan keimanan. Kita diutus di dunia ini untuk memberikan sesuatu yang terbaik. Kalau memiliki motivasi seperti itu, maka apapun tantangan dan masalah yang dihadapi, kita bisa tenang. Kita terus bisa melewatinya dengan baik,” jelasnya. Yang kedua, kata Panji, setelah berada ditempat tugas, jangan sampai jarang berada ditempat tugas. Jangan sampai baru diangkat menjadi CPNS, sebentar sudah minta pindah. Seolah-olah Melawi ini menjadi batu loncatan. Wabup tentu tidak berharap CPNS dengan mentalitas yang seperti itu. Tentunya ketika sudah menyanggupi menjadi PNS di Melawi, sebelumnya tentu sudah tahu dengan kondisi Melawi serta tanggungjawab segala macam. “Nah jalankanlah itu dengan baik. Bukan berarti tidak boleh pindah tapi semua itu ada aturannya, ada pro-

sedur dan mekanisme dan ada syarat-syarat apa yang harus dipenuhi. Masa kerja seperti apa baru boleh pindah,” lugasnya. Menurut Panji, sebenarnya minta pindah tempat tugas itu memang merupakan hak setiap pegawai. Selama memang semua persyaratan itu terpenuhi dan tidak ada yang diterobos. Dan hal itu tentu tidak masalah. “Jangan baru bertugas satu atau dua bulan sudah minta pindah ke kota. Bahkan sudah langsung minta pindah keluar kabupaten. Hal seperti itu tentunya tidak diharapkan,” tegasnya. Panji menambahkan, tantangan PNS ke depan memang makin hari makin banyak, bahkan makin kompleks. Tetapi wabup percaya secara kualitas CPNS yang baru diangkat sekarang adalah orang-orang yang berkualitas. Jadi yang harus diperhatikan oleh para CPNS, pertama siap belajar dan bela-

jar dalam menimba ilmu. “Upayakan untuk menyempurnakan diri harus selalu ada dan jangan pernah merasa sudah cukup,” ucapnya. Selain itu, dia juga berharap kepada para CPNS, menjadi pegawai jangan hanya sebatas secara tupoksi menjadi tanggungjawab utama, tetapi panggilan pengabdian. Tidak hanya itu ketika berada ditengah masyarakat, diharapkan menjadi pegawai yang tanggap terhadap persoalan sosial, sejauh boleh tampil disitu. “Kalau memang bukan wilayah dan kewenangan kita, ya tentu tidak usahlah. Apalagi secara administratif kepegawaian, secara normatif kemasyarakatan, dimana kita berada diharapkan kita bisa punya peran sebagai pegawai yang peduli, pegawai yang tanggap terhadap situasi dan kondisi yang ada di sekitarnya,” harapnya. (eko)

Masyarakat Tebing Karangan Pertanyakan Lahan Plasma Borneo Tribune, Nanga Pinoh Masuknya perkebunan kelapa sawit, di Desa Tebing Karangan, Kecamatan Nanga Pinoh memberi angin segar bagi masyarakat setempat dalam upaya percepatan pembangunan dan ketersedian lapangan pekerjaan. Namun sayangnya, menurut Kepala Desa Tebing Karangan, Sekoi hingga sekarang masyarakat setempat masih belum mengetahui secara pasti berapa luas lahan sawit untuk lahan Plasma. Di lain sisi, pihak perusahaan PT Satria Manunggal Sejahtera (SMS) sudah mulai menggarap buah pasir, di Desa Tebing Karangan tersebut.

“Ya, kita minta pihak perusahaan terbuka soal lahan plasma yang ada di wilayah Desa Tebing Karangan. Karena sebagai kepala desa, saya belum ada mendapatkan informasi yang jelas. Hal ini harus segera diselesaikan agar tidak timbul persoalan baru. Apalagi buah pasir mulai dipanen perusahaan. Supaya tidak saling curiga,” ujar Kepala Desa Tebing Karangan, Sekoi, belum lama ini. Sekoi mengaku, sangat bersyukur dan mendukung penuh masuknya perusahaan sawit di Desa Tebing Karangan. Hal itu dibuktikan dengan penyerahan lahan

yang dilakukan oleh warga Tebing Karangan dengan luas sekitar 400 hektar lebih. “Wajar jika kami bertanya berapa luas lahan plasma di daerah kami. Kalau kami tidak mendukung masuknya perusahaan, mana mungkin sejak awal ada warga yang menyerahkan lahan. Kami juga tidak memungkiri bahwa banyak hal positif yang kami rasakan sejak masuknya perusahaan di daerah kami. Salah satunya warga kami banyak yang bekerja di perusahaan tersebut,” bebernya. Menanggapi hal tersebut, Senior Asisten LA & CD PT SMS, Wawan Suwandi mengatakan, terkait persoalan

lahan plasma di wilayah Desa Tebing Karangan sebenarnya hanya kurangnya komunikasi saja. Lantaran, di Desa Tebing Karangan sendiri ada pergantian kepala desa yang baru. Namun yang jelas, pihak perusahaan tetap berkomitmen membangun kemitraan yang baik dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. “Untuk Desa Tebing Karangan sudah tidak masalah. Pihak perusahaan tetap mengacu pada aturan ataupun hasil kesepakatan bersama pihak pemerintah desa. Memang kalau ikuti HGU yang diberikan BPN, lahan plasma itu perayon. Dimana

satu rayon bisa lebih dari satu desa,” ucap Wawan saat dikonfirmasi melalui via telepon, Kamis (8/5). Untuk Desa Tebing Karangan, dari total lahan kurang lebih 400 hektar, lahan Plasmanya sekitar 75 hektar. Wawan juga menjelaskan bahwa nanti ada koperasi yang akan mengelolanya secara bersama-sama. “Atas nama perusahaan, kami juga sangat mengharapkan adanya dukungan penuh dari semua pihak. Termasuk kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan dan kemajuan yang lebih baik di Kabupaten Melawi,” harapnya. (eko)

Boediono Tak Tahu Ada Bank Selain Century Ajukan FPJP

JAKARTA - Wakil Presiden sekaligus mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono, mengaku tidak mengetahui adanya bank lain yang mengajukan bantuan likuiditas dengan bantuan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) saat krisis

global terjadi tahun 2008. Dia mengaku, hanya diberi tahu jika Bank Century mengajukan FPJP yang akhirnya diberikan Bank Indonesia (BI). ”Saya tidak ingat ada bank lain, barangkali di tingkat permohonan ada, tapi tidak ditindaklanjuti karena syaratnya tidak memenuhi atau masalah lain,” kata Boediono, saat bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Boediono, memperkirakan, mungkin ada bank lain yang mengajukan FPJP. Namun, ditolak karena tidak memenuhi syarat. “Jadi yang saya tahu adalah Bank Century ini yang mengajukan permohonan yang lain tidak mengajukan permohonan atau belum mengajukan tidak memenuhi persyaratan, kan itu dengan PBI yang baru,” tegasnya. Menurut dia, untuk memberikan FPJP, Rapat Dewan Gubernur BI harus mengu-

bah PBI Nomor 10/26/2008 tentang FPJP bagi bank umum. Di mana diatur syarat bank yang akan mengajukan FPJP harus memiliki CAR 8 persen dan aset kredit yang dapat dijadikan agunan FPJP memenuhi kriteria kolektibilitas lancar selama 12 bulan terakhir diubah menjadi CAR minimum positif dengan kolektibilitas lancar tiga bulan seperti dimuat PBI 10/ 30/PBI/2008. ”Penurunan CAR

diprediksi akan terjadi hampir semua bank karena situasinya gawat oleh sebab itu diusulkan diturunkan untuk PBI yang baru,” jelasnya. Dia berdalih, pihaknya punya alasan tersendiri untuk menyelamatkan Bank Century, meski tergolong bank kecil. “Soal nilai aset yang kecil dan lain-lain ini yang membuat kami Dewan Gubernur merasa tidak klop, kami koreksi dan memang ada dampak sistemik,” tandasnya. (okezone)


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

10

Ribuan Pelajar Gunakan Sepeda Motor Ke Sekolah Polisi Siap Tindak Asalkan Ada Solusi Borneo Tribune, Pontianak Keselamatan pelajar di Kota Pontianak sangat terancam. Pasalnya, tercatat ribuan pelajar di Kota Pontianak menggunakan sepeda motor pergi dan pulang sekolah. Kondisi ini diperparah lagi dengan sikap orang tua dan pemerintah terkesan tidak peduli. Faktanya dapat dilihat dengan kasat mata, hampir tiap hari pelajar mengalami kecelakaan di jalan. Bukan

hanya di Kota Pontianak tapi terjadi di daerah. Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Jovan R Sumual saat dikonfirmasi terkait hal ini, dirinya tidak menapik. Dirinya membenarkan banyaknya pelajar di Kota Pontianak maupun Kubu Raya mengendarai sepeda motor saat pergi dan pulang sekolah. “Saya mengatakan ini memang terjadi, dan ini lah fakta yang terjadi setiap

hari, bisa dilihat berapa banyak pengendara sepeda motor tingkat pelajar di Kota Pontianak maupun Kubu Raya, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA,” jelas Kompol Jovan R Sumual. Jovan menegaskan, pihaknya tidak pernah membiarkan para pelajar yang menggunakan sepeda motor saat pergi dan pulang sekolah. Bahkan pihaknya siap melakukan penindak terhadap

Lembaga Studi Mahasiswa Islam Al-Istiqomah Mengelar Semai 2014 Borneo Tribune, Pontianak Lembaga Studi Mahasiswa Islam (LSMI) AlIstikomah Fakultas Tehnik (FT) Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu (10/5) bertampat di Masjid Al-Muhtaddin Untan dan Masjid Raya Mujahidin Pontianak serta. Di Musholla AlIstiqomah FT Untan, akan menhelar Semarak Istiqomah (Semai) 2014. ”Kegiatan Semai 2014 LSMI Al-Istiqomah tahun 2014 ini digabungkan dengan Tabligh Akbar selama 2 hari yang dimulai dari tanggal 10-

11 Mei 2014,”ungkap Ketua panitian Semai FT Untan,Eggi Candra Jumat (9/5) Kegiatan itu sendiri menurut Eggi dijadwalkan yaitu pada tanggal 10 Mei 2014, mulai pukul 08. 00 Wib hingga pukul 11.00 Wib akan digelar Tausiah Akbar dengan peserta para Dosen dan Mahasiswa bertampat di Mesjid Al-Muhtaddin yang berada diKompleks Untan. ”Nah pada pukul 19,00 Wib sampai pukul 21.00 Wib kita lanjutkan dengan kegiatan Tabligh Akbar yang dipusatkan di Masjid. Raya Mujahidin

Pontianak,”ujarnya. Sedangkan pada hari Minggu lanjut Eggi, pada tanggal 11 Mei 2014 mulai pukul 09.00 Wib sampai 11.00 Wib acara Semai 2014 akan digelar Kajian khusus mahasiswa terkait Itiqomah yang akan di pusatkan di Musholla Al-Istigomah FT Untan. ”Kita berharap, kegiatan Semai 2014 ini dapat dimanfaatkan dengan bagi para mahasiswa khususnya dari FT Untan dalam lebih mengenal Islam dan lebih mempertebal keimanan Islamnya,”pungkas Eggi. (Slt)

KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KAPUAS HULU PROPINSI KALIMANTAN BARAT

Pengumuman UKL – UPL Rencana Pembangunan APMS Dalam rangka memenuhi Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 2012 Tentang Izin lingkungan , bersama ini diumumkan bahwa Sdr.AGUS NADI ( PT.DANAU SENTARUM JAYA ) selaku pemrakarsa Kegiatan, akan melakukan studi UKL -UPL kegiatan pembangunan APMS Terapung Lokasi Sempadan Sungai Kapuas Desa Gudang Hilir Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Terkait dengan rencana tersebut, diharapkan masyarakat dapat Memberikan tanggapan / saran / dan masukan tertulis dalam waktu 7 ( tujuh ) hari kerja ,Sejak tanggal diumumkan kepada :

PT.DANAU SENTARUM JAYA JL.Rahadi Usman No.8 Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu Prop.Kalimantan Barat

KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KAPUAS HULU JL.K.S Tubun No.108 Putussibau

ribuan pelajar tersebut. “Saya siap, kapan dan di mana pun untuk menindak ribuan pelajar yang menggunakan sepeda motor ini, pertanyaanya setelah saya menindak apa ada solusi atau tidak untuk anak anak ini,” tegasnya. “Proses hukum tanpa mencapai tujuan sesungguhnya (efek jera dan ada solusi,red) sama juga bohong,” sambungnya. Jovan menuturkan, ketika pihaknya mengambil tindakan yang tegas terhadap para pelajar yang menggunakan sepeda motor, juga

harus ada solusinya. “Kalau memang solusinya ada untuk para pelajar ini setelah saya tindak semuanya, besok (hari ini) pasti saya tindak semuanya, namun pastikan semuanya ada solusinya,”tuturnya. Dikatakan Jovan, ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pihak kepolisian saja, melainkan semua pihak harus bersama - sama menyikapi hal ini dengan serius. “Ini harus ditanggapi dengan seriusm tupoksi masing - masing sudah ada, sekarang mau atau tidak memberikan solusi untuk

para pelajar ini,” katanya. “Kasian para pelajar kalau mengalami kecelakaan saat hendak menimba ilmu di sekolah maupun saat pulang,” sambungnya lagi. Jovan juga mengatakan, solusi yang tepat, para pelajar ini tidak menggunakan sepeda motor maka pemerintah memberikan fasilitas angkutan umum, misalnya Bus Sekolah, tentunya Bus Sekolah juga secara kuantitas cukup digunakan untuk mengantar pelajar ini pergi dan pulang dari sekolah tidak lah sedikit, tentunya harus sesuai dengan jumlah

pelajar yang ada di Kota Pontianak maupun Kubu Raya. “ Hanya Pelajar SMP dan SMA yang menggunakan sepeda motor, tinggal hitung saja berapa jumlah pelajarnya, berikan fasilitas angkutan umum tadi,” terang Jovan dalam memberikan solusi. “ Mau atau tidak pelajarnya untuk naik angkutan umum, ya harus mau, kalau tidak mau, harus minta antar orang tuanya, jangan membawa kendaraan sendiri,”terangnya lagi. (Zrn).

Ratusan Dus Barang Ilegal Terus Diproses Borneo Tribune, Pontianak Kasus ratusan kotak yang berisi ikan gembung, sosis, daging ayam beku, daging sapi beku yang berasal dari Malaysia yang ditangkap oleh intel korem 121 oleh Pasi Intelrem 121 ABW, Mayor Inf Hendri Napitupulu 16 mei 2013 lalu kasusnya hingga terus diproses. Barang illegal tersebut diketahui oleh BPOM Kalbar adalah milik Hengki warga Pontianak, di mana tercatat sekitar 89 kotak ikan jenis kembung, sosis ayam 199 kotak, daging ayam beku 150 kotak, daging sapi beku 40 kotak, yang semuanya berasal dari Malaysia, kemudian sebanyak 75 kotak daging sapi beku asal Aus-

tralia yang diangkut menggunakan truk oleh AB (55) dari Balai Karangan, Entikong, Kabupaten Sanggau. Menurut Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak Corry Panjaitan, kasus pidananya kepemilikan ratusan kotak berisi makanan asal Malaysia tersebut masih dibuat berita acaranya. “Hengki Pemilik barangbarang tersebut sudah dua kali ditangkap, pertama kali kasusnya sudah P 21 tahap satu, dan tinggal tahap dua yakni penyerahan tersangka,” ujarnya Jumat (9/5). Sedangkan untuk kasus yang kedua ini yang sempat ditangkap oleh Pasi Intelrem 121 ABW, Mayor

Inf Hendri Napitupulu 16 Mei 2013 lalu, kepala BPOM Pontianak mengaku hingga saat ini tersangka tersebut masih masih dibuat berita acaranya. Mengenai keterlambatan proses ke ranah hukum, Kepala BPOM Pontianak ini mengaku tidak ada intervensi dari pihak manapun agar kasus tersebut tidak dinaikan ke Pengadilan. Ia menyatakan, bahwa pihaknya masih membutuhkan proses. “Proses tersebut adalah kerjasama dengan Korwas Polda dan pihak Jaksa penuntut Umum Kejati Kalbar. Jadi semuanya masih dalam proses,” terang dia. Diakuinya, dalam mela-

kukan proses untuk Hengki tersebut pihaknya mengakui sulit untuk mendatangkan tersangka. Berbagai alas an yang diberikan oleh tersangka maupun pihak pengacaranya, dengan dalil bahwa tersangka sedang di luar kota dan hal itulah yang membuat proses pidananya terlambat. “Tapi kasus ini sudah setahun di BPOM serta sudah P 21 dan tahap satu, yang kasusnya sudah ada ditangan Kejati,” aku dia. Namun sebagian barangbarang tersebut lanjut dia, sudah dimusnahkan karena barang tersebut sudah lama. Pemusnahan barang bukti tersebut, setelah ada putusan dari Kajari untuk dimusnahkan.(Zrn).

TMMD ke-92 dan Bhakti TNI Tahun 2014

BKKBN-Kodam Tanjungpura Gelar Rakor Revitalisasi Program Kependudukan

Borneo Tribune, Pontianak Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan jajaran Kodam XII Tanjungpura menggelar rapat koordinasi teknis revitalisasi program kependudukan, Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga terkait TMMD ke92 dan bhakti TNI Tahun 2014. Kepala Asisten Teritorial

Kasdam Tanjungpura Kol (Inf) Sigit Haryono saat rapat di Makodam Tanjungpura, Kubu Raya, menuturkan, TNI mendukung program pembangunan kependudukan dan keluarga sebagai bagian dari pertahanan serta keamanan negara. ”Selain itu, juga bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat karena Pembangunan tidak hanya berbentuk fisik, seperti jalan, saluran atau jembatan, tetapi juga non fisik,” ujar Sigit Haryono yang mewakili Pangdam Tanjungpura Mayjen TNI Ibrahim Saleh itu, Kamis (8/5). Ia menambahkan, di tingkat pusat, juga telah dilaku-

kan rapat serupa sebagai tindak lanjut untuk kegiatan TMMD di seluruh Indonesia. ”Dalam satu tahun, ada dua kali, pada Mei dan Oktober,” imbuhnya. Di Kalbar sendiri lanjutnya, kegiatan dipusatkan di lingkungan Kodim Mempawah dan Sanggau. Adapun peserta yang dilibatkan dalam kegaitan ini, yaitu sebanyak 450 Babinsa. Babinsa semuanya ini telah mendapat pelatihan terkait advokasi, pergerakan dan informasi program KB dan kependudukan. Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Mustar menam-

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

bahkan, adanya keterlibatan TNI diharapkan akan memperluas jangkauan advokasi dan pelayanan ke masyarakat. ”Terutama mereka yang ingin ber-KB, tapi tidak terjangkau karena jarak yang jauh, tinggal di daerah terpencil, atau pedalaman dan pulau terluar,” ujarnya. Ia mencontohkan pelibatan babinsa yang dapat mengisi celah kekosongan penyuluh KB dari tingkat desa hingga RW. ”Sehingga diharapkan menjadi dukungan yang sangat kuat dengan melibatkan TNI,” selanya lagi. Mustar kembali mengatakan, kerja sama BKKBN dan TNI yang sudah berlangsung sejak lima tahun lalu telah memberi kemajuan dalam program KB dan kependudukan. (Slt)

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

IKLAN BARIS Langganan Koran

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi (085245247955). Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946). Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Biro Kapuas (085654585775)

Hulu:

Herdi

Biro Ketapang: Aldi (08971600688) Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Service Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

11

Lapas Pontianak Gandeng Ombudsman Wilayah Bebas Korupsi Pontianak- Memenuhi tuntutan publik terkait tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, Kemenkum dan HAM RI telah mencanangkan program Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di intansi yang bernaung di bawahnya. Tak terkecuali di Kalimantan Barat. Komitmen untuk menciptakan zona WBK juga tampak diimplementasikan Lapas Kelas IIA Pontianak. Sebagai langkah awal, lembaga Pembina para narapidana ini menggandeng lembaga negara pengawas eksternal, Ombudsman RI Perwakilan Kalbar. Bertempat di Aula Lapas IIA Pontianak, penandatanganan kerjasama pengawasan pelaksanaan pakta integritas di lingkungan Lapas Klas IIA Pontianak dilakukan, Jumat (8/5), kemarin. Disaksikan Kepala Divisi Pemasyarakaran Kanwil Hukum dan Ham Kalbar, Enny Purwaningsih, SH, MH, kegiatan penandatanganan berjalan lancar. Pada kesemoatan ini Kasi Pemasyarkaatan menyambut positif penandata-

nganan MoU antara Lapas IIA dan Ombudsman RI Perwakilan Kalbar tersebut. Menurutnya hal ini merupakan tuntutan yang tak bisa dielakkan lagi. “Sudah saat saatnya kita melaksanakan pemerintahan yang bersih dan melayani,” ujar Enny. Dijelaskan olehnya, Kementrian Hukum dan HAM sudah menjadikan program WBK (Wilayah Bebas Korupsi) sebagai acuan dan referensi di seluruh instansi yang bernaung di bawahnya. Enny juga berharap dengan Ombudsman sebagai pengawas, pihaknya bisa meningkatkan pelayanan masyarakat, khususnya kepada keluarga warga binaan. Pada kesempatan tersebut Enny meminta pegawai Lapas yang bertugas untuk menaati jam kerja, agar dapat memenuhi tugas dan kewajiban. Ia juga berpesan agar petugas dapat menjaga nama baik. “Kita arahnya akan memberikan pelayanan masyarakat yang baik. Outcome dan outputnya juga jelas,” ujar Enny. Kepala Ombudsman RI Per-

wakilan Kalbar, Agus Priyadi mengapresiasi langkah Lembaga Pemasyarakatan menjalin kerjasama dengan lembaganya di bidang pengawasan. Sebagai lembaga negara pengawas penyelenggaraaan pelayanan publik, Ombudsman berkepentingan untuk turut mewujudkan pelayanan publik yang baik di lingkungan Lapas Klas IIA Pontianak. “Kita berharap dengan kerjasama ini pelayanan publik di Lapas Klas II A ini semakin membaik. Tidak ada lagi pungli dan praktik-praktik illegal yang merusak citra lembaga pemasyarakatan,” ujar Agus. Sementara itu, Kalapas Klas IIA Pontianak, Sunarto mengaku optimis kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi lembaganya. Dengan program ini, pihaknya bersama Ombudsman akan berupaya menegakkan pakta integritas menuju Lapas bebas korupsi. “Kita berharap dalam pelaksanaan tugas selanjutnya tidak ada lagi praktik-praktik ilegal, baik pungli maupun penyimpangan prosedur,” ujar Sunarto.

Dua Hari Lagi Dewan Terpilih Ditetapkan Kepala Lapas Kelas II A Pontianak dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar menandatangani MoU pengawasan pelaksanaan pakta integritas di lingkungan Lapas IIA Pontianak. Foto Istimewa

Disbudpar Pontianak Latih Pemandu Wisata pemandu wisata,” paparnya, Jumat(9/5) Pelatihan pemandu wisata tersebut diberikan kepada agen dan biro perjalan wisata, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kepariwisataan, pengemudi taksi, pengelola kapal wisata, dan pengelola objek wisata yang ada di Kota Pontianak, selama dua hari, 9-10 Mei 2014. Iya juga mengungkapkan, para pemandu wisata ini nan-

tinya berperan penting dalam memajukan pariwisata, karena merekalah yang menjelaskan tentang Pontianak ke wisatawan Adapun sebagai narasumber pada pelatihan tersebut, diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak dan Ketua Himpunan Perahu Wisata Indonesia Kota Pontianak. “Kita berikan teori pada hari pertama dan besok peserta pelatihan akan kita bawa me-

ngunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Pontianak atau praktek langsung sambil latihan,” ujarnya Dia menilai, kegiatan itu mendapat respon positif dari para peserta. Seperti yang diungkapkan Jacky Indra siswa SMK Negeri 5 Jurusan Perhotelan yang baru pertama kali mengikuti kegiatan pelatihan itu. “Saya harap dari pelatihan ini bisa mendapat pengetahuan dan bekal untuk menjadi

pemandu wisata yang kompeten,” ujarnya. Sementara itu, hal senada juga diakui oleh, Selly dari PT Jumboland Tour and Travel. Ia m e n g u n g k a p k a n ketertarikannya dengan pelatihan teknis pemandu wisata itu. “Saya ingin menggali lebih dalam lagi tentang seluk beluk pemandu wisata ini, untuk memajukan pariwisata. Dengan harapan akan membawa kebaikan untuk perusahaan bersangkutan,” tandasnya. (Slt)

Komisi C Desak Wali Kota Cabut SK Restribusi Daerah, itu memang benar dan berdampak positif bagi Pemerintah dalam mendapatkan PAD, kemudian juga menguntungkan para pengusaha yang menjual minol. Bagaimana dengan dampak penjualan minol secara bebas seperti ini, apakah sudah dipikirkan Pemerintah atau Wali Kota,”jelas Anggota Komisi C DPRD Kota Pontianak H. Mad Nawir. “ Pemerintah boleh mendapatkan PAD sebanyak mungkin, namun jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan itu (PAD,red), lantaran minol dianggap haram bagi sejumlah kalangan, dan juga merusak moral serta menjadi pemicu kejahatan, kalau karena ini minol ini terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, siapa yang mau bertanggung jawab,” sambungnya. Menurut H. Mad Nawir, Perda, Perwa maupun SK yang ada di suatu pemerintahan tidak boleh bertentangan kebijakan yang lebih tinggi, yakni seperti Peraturan Pemerintah (PP) pusat, Peraturan Menteri maupun Undang -

undang, jika itu bertetangan Perda, Perwa maupun SK dapat dicabut. “ Didalam Peraturan Menteri, PPÿ sudah jelas terkait minol, bahwa pemerintah harus mengawasi dan membatasi peredaran minol, bukan memberi kelonggaran atas peredaran minol ini, seharus SK Wali Kota lebih mempertegaskan atas pembatasan penjualan minolnya, dna tidak boleh bertentangan dengan PP maupun Peraturan Menteri,” jelasnya lagi. “ Kalau SK ini lebih memperlonggar, tentu ini terlihat berdampak positif bagi pengusaha yang menjual minol, khususnya pengusaha tempat hiburan malam, dan Pemerintah juga mendapatkan keuntungan melalui PAD, tanpa memikirkan dampaknya yang sangat negatif, ini lebih banyak mudarotnya ketimbangkan manfaatnya, jadi kebijakan itu bukan asal keluar, melainkan harus dipertimbangkan secara matang,” sambungnya. Bahkan dirinya, lanjut Mad Nawir, berharap SK ini dica-

but secepat mungkin, karena dampaknya, penjualan minol di Kota Pontianak akan meraja rela. “ Ingat daerah Kalbar, termasuk Kota Pontianakmasih rawan apa yang dinamakan konflik, dan kita mengetahui miras atau minol dapat memicu hal tersebut, dengan adanya SK ini, maka akan membuat suatu permasalahan baru di Kota Pontianak, terutama mengenai keamanan Kota,”ujarnya. Selain itu Mad Nawir juga menegaskan, SK Wali Kota Pontianak tersebut, tidak dapat membatalkan apa yang ada di dalam Perda yang mengatur tentang peredaran minol di Kota Pontianak, dan diharapkan seluruh perizinan penjualan minol di kaji ulang lagi, terutama di tempat hiburan malam. “ Di dalam Perda yang mengatur tentang peredaran minol di Kota Pontianak, minol tidak boleh diperjualbelikan, apabila masih berada di radius 500 meter dari pemukiman warga, tempat menimba ilmu (Sekolah maupun Perguruan Tinggi),

serta seluruh tempat Ibadah, (Masjid, Surau, Gereja, Kelenteng dan semua tmepat ibadah, tetapi apa sampai saat ini tempat hiburan malam masih saja menjual minol dilingkungan yang sudah dilarang di dalam Perda,” tegasnya. Jika lihat dari Perda, lanjutnya lagi, itu sudah jelas, Pemerintah membatasi tempat penjualan minol, gelanggang olahraga, rumah beliar, tempat permainan ketangkasan,ÿ panti pijat, tidak boleh menjual minol, melainkan hotel berbintang saja, itu pun minum di tempat. “ Perda jelas sudah melarang atau membatasi tempat penjualan minol di Kota Pontianak, tetapi SK Wali Kota Pontianak yang keluar tahun 2014 ini, malah membiarkan atau memberikan kebebasan serta memperlonggar pengusaha minol untuk menjual minol sebanyak mungkin di Kota ini, dengan tujuan mendapat PAD semata, ada apa ini, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kerusakan moral dalam skala besar di Kota ini,” tambahnya.(Zrn).

Masyarakat Resah Minol Terjual Bebas “ Saya selaku masyarakat Kota Pontianak, meminta agar minol tidak dijual bebas, yang katanya di mini market pun diizinkan, kan ini bisa bahaya, kalau anak - anak yang beli, bagaimana, siapa yang bertanggung jawab, apa pemilik mini market mau tanggung jawab,” pintanya. Reza juga meminta, jika memang dalam UU atau PP minol harus diperjualbelikan di Negara ini, khususnya di Kota Pontianak, diharapkan untuk tidak di tempat - tempat yang terbuka untuk umum, yang bisa didapat dengan mudah dan sebagainya. “ Kalau bisa benar - benar dibatasi penjualan minol di Kota ini, karena jika terjual

bebas dan mudah didapat siapapun bisa mengonsumsinya, dan siapapun bisa merasakan dampak negatifnya,” pintanya lagi. Sementara itu Zulkarnaen warga Kecamatan Pontianak Barat, juga merasakan keresahan tersebut, lantaran akibat dari miras atau minol, seperti bir maupun arak serta sebagainya berjenis minol, jika dikonsumsi secara berlebihan dan mudah didapat, maka dampaknya sangat tidak baik. “Kami, bagi umat muslim, itu sangat diharamkan untuk dikonsumsi, selain itu dampak dari miras atau minol itu sangat bahaya. Banyak orang ribut atau kelahi karena mi-

numan keras, kemudian banyak terjadi tindak kejahatan juga karena minuman haram itu, kalau gara - gara minol Kota ini tidak aman, mengapa harus diizinkan,”ujar Zulkarnaen. Berdasarkan pantuan Borneo Tribune, jika dilihat dengan SK Wali Kota Pontianak terkait peredaran minol, semua tempat yang diizinkan di dalam SK tersebut, memang sudah menjual minol, baik itu di mini market, super market, Caf‚, Karaoke, Diskotik (Klab Malam), Hotel. Bahkan di warung kopi dan kios ÿyang ada di Kota Pontianak ini pun ada yang menjual minol. Berdasarkan pantauan juga

kawasan elit terbuka untuk umum dalam penjualan minol di Kota Pontianak, yakni di kawasan Jalan Budi Karya, terlihat sejumlah Caf‚ - caf‚ malam dengan hiburan suara music dangdut, menjual minol sebanyak mungkin terhadap masyarakat yang datang, bahkan minumnya di tempat terbuka pula, anehnya tidak ada yang melarang hal tersebutm baik itu Pemerintah, Penegak Perda (Sat Pol PP). Bahkan sempat di tahun 2013, gara - gara mengonsumsi miras secara berlebihan terjadi keributan di kawasan Jl. Budi Karya, antar sesama pengunjung Caf‚ - Caf‚ penjual minuman haram itu.(Zrn).

ada terbagi habis di setiap daerah pemilihan. “Kemudian baru menentukan calon terpilih di partai yang mendapat kursi tersebut dengan melihat peringkat perolehan suara masing-masing calon,” ujarnya. Berdasarkan rapat pleno tanggal 25 April, dari delapan

daerah pemilihan di Kalbar, tujuh diantaranya dikuasai oleh PDI Perjuangan. Yakni di Dapil I (Kota Pontianak), Dapil II (Kabupaten Pontianak dan Kubu Raya), Dapil III (Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang), Dapil V (Kabupaten Landak), Dapil VI (Ka-

bupaten Sanggau dan Sekadau), Dapil VII (Kabupaten Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu), dan Dapil VIII (Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara). Sementara itu, PDI Perjuangan hanya kalah tipis di Dapil IV (Kabupaten Sambas) oleh PAN. (Slt)

Disbudpar Pontianak Latih Pemandu Wisata Cornelis tampil sebagai pembicara dipodium dengan gaya yang ÿselalu membuat orang terpukau, salah satu sambutan hangat dan aplosan dari Mahasiswa Universitas Gajah Mada. “Saya tidak menyajikan makalah seperti para profesor, tapi saya akan memberikan pengalaman hidup mulai dari tenaga Honor di Kantor Gubernur, jadi Camat dan Bupati hingga menjadi Gubernur, semuanya itu tekad yang ada berdasarkan jiwa Pancasila,” tegasnya. Memang Pancasila adalah pandangan hidup bangsaÿ dan dasar negara Republik Indonesia, juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat, Setiap Pemimpin harusÿ menjadikanÿ pengamalan Pancasilaÿ sebagai pejuangan utama dalam kehidupan masyarakat. Pemimpin yang berjiwa Pancasila adalah kepemimpinan yang membawa masyarakat dalam kesadaran berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila. Seorang Pemimpin, Pancasila harus menjadi jiwa dan sandaran yang terpatri, melaksanakan

Pancasila dengan sungguhsungguh, seorang pemimpin selalu dengan teguh mengamalkan sila sila Pancasila dengan sempurna, memiliki jiwa religiositas sesuai dengan sila pertama Pancasila, selalu menanamkanÿ jiwa-jiwa keadilan dalam setiap aspek, bersikap toleran dan terbuka sebagai jalan untuk mempersatukan semua unsur perbedaan yang ada, “Jelas Cornelis ÿCornelis menjelaskan, masyarakat sangat membutuhkan seorang pemimpin yang menjadi panutan sekaligus sebagai pemandu agarÿ bisa hidup damai, makmur dan sejahtera. Kehadiran pemimpin sangat diperlukan, guna mempersatukan serta mengelolaÿ berbagai potensi konflik yang ada dalam bingkai kebersamaan, sehingga bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan, disadari betapa tidak mudahnya menjadi seorang pemimpin, tidak sembarang orang tampil menjadi pemimpin, kecuali melalui serangkaian ujian kepemimpinan dari sederhana hingga yang rumit. Mengakhiri paparannya, Gubernur dua periode ini, ber-

pesan kepada generasi muda khususnya Mahasiswa UGM, mempersiapkan diri dengan berbagai ilmu yang dibarengiÿ budi dan ahlak yang baik, tampilah menjadi seorang pemimpin dimasa depan dengan dijiwai Pancasilaÿ untuk melaksanakan tugas dalam memberi pengabdian kepada Bangsa, Negara dan masyarakat, ”pintanya. ÿÿSelain Gubernur Cornelis sebagai pembicara Seminar Nasional tersebut, jugaÿ Prof.Dr.Sri Edi Swasono (Guru Besar Ekonomi UI ), Prof. Dr.Miftah Toha,MPA ( Guru Besar Magister Administrasi Publik UGM),ÿ Prof. Dr.Tadjudin Noer Effendi ( Guru Besar Sosiologi UGM), P r o f . D r. I r. H . M . Nu r d i n Abdullah M.Agr ÿBupati Bantaeng Sulawesi Selatan serta Prof.Dr.H.Djohermansya Djoghan,MA. Usai acara Gubernur juga menyerahkan Cinderamata berupa sebuah buku Gubernur yang berjudul ÿMenembus Batas (Rekam Jejak Gubernur dan buku jejak langkah Sang Orator yang diterima ÿKetua Pusat Studi Pancasila UGM Prof Sujito. (*r/nas)

Tentara Wajib Berambut Cepak Seorang prajurit AS yang dilarang memelihara rambut panjang melihat gambar Jenderal Hecker berambut panjang di dalam sebuah majalah bergambar, ia segera merobeknya dan menempelkannya di pintu kantor Komandan Kompi yang melarangnya memelihara rambut panjang. Un-

tuk menyatakan protes, ia membuat sebuah gambar tanda panah menunjuk rambut Jenderal Besar dan menulis sebaris kalimat: “Lihatlah rambutnya yang panjang ini!” Setelah melihat “surat protes” yang ditulis lain dari yang lain ini, Komandan Kompi tidak memanggil dan mendamprat

prajurit yang marah karena diperlakukan tak adil itu, melainkan dengan sengaja memperpanjang “tanda panah” tersebut dan menunjuk tanda pangkat di leher baju Panglima Besar itu, lalu menulis sebaris kalimat di bawah ini: “Lihatlah baik-baik gelar jabatannya!” o

Sri Mulyani dan Boediono Panik Ketika Bertemu Jusuf Kalla “Dilaporkan setelah ditalangin. Mereka melaporkan sedikit tegesa-gesa, sedikit panik, baru melaporkan saat itu,” ujar JK ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis 8 Mei 2014. JK yang bersaksi untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur BI, Budi Mulya, mengatakan baru mengetahui soal Century empat hari setelah Sri Mulyani dan Boediono menghadap. Namun, JK menegaskan sama sekali tidak mengetahui proses awal hingga pemerintah memutuskan untuk

memberikan dana talangan. “Saya tahu empat hari kemudian. Waktu dilaporkan tanggal 13 (November 2008) hanya dikatakan kalah kliring. Itu biasa, kalau itu, bank diatasi oleh pemiliknya,” katanya. Diketahui, penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik diputuskan melalui rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada 21 November 2008 dini hari. Rapat itu dihadiri Ketua KSSK Sri Mulyani, Boediono, dan Sekretaris KSSK, Raden Pardede. Dalam persidangan sebe-

lumnya, Sri Mulyani mengaku hanya diberi waktu 4,5 jam oleh BI untuk memutuskan menyelamatkan Bank Century atau menutup bank itu. Penyetoran dana penyertaan modal sementara (PMS) atau dikenal dengan bail out dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 24 November 2008. Hingga tanggal 24 Juli 2009, PMS yang diberikan seluruhnya mencapai Rp6,762 triliun. Jumlah PMS yang diberikan pun meningkat tajam dari yang semula hanya Rp632 miliar. (vvn/one)


CMYK

Borneo Tribune

Sabtu, 10 Mei 2014

www.borneotribune.com

12

Perum Bulog Beli Beras Petani Lokal Borneo Tribune, Pontianak Sedikitnya 4.200.000 kilogram beras lokal asal petani Kalbar dibeli Perum Bulog Divisi Regional Kalbar pada 2014 ini. Menurut Kepala Perum

Bulog Divisi Regional Kalbar Karyawan Gunarso, pembelian beras lokal langsung dari petani ini dapat merangsang daya tanam petani di Kalbar. Pembelian beras lokal itu berjumlah 4.200.000 kilo-

gram pada 2014 itu berasal dari semua petani asal Kalbar. Namanya jaringan ‘Semut Bulog’,” kata Karyawan Gunarso, Jumat (9/5). Hal itu dilakukan , kata Wawan dengan hasil kerja

sama penggilingan kecil, dan kelompok tani setempat, selain itu juga ada program Onfarm. Onfarm adalah kerja sama antara Bulog dengan kelompok tani semua kabupate/kota di

KalimantanBarat ini. “Pembelian beras lokal ini akan memberikan keuntungan bagi petani lokal,” jelasnya. Selain itu juga guna menekan biaya. “Ongkos juga murah,” katanya.

SPESIFIKASI

Ir. H. Prabasa Anantatur, MH pimpin rapat paripurna DPRD bahas Raperda Usul Ekesekutif. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, H. M. Zeet Assovie disertai jajaran Kepala SKPD Provinsi Kalimantan Barat.

KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

HUBUNGI:

YONGKY

TYPE 45 & 70

0852 4551 2773 Denah Lokasi POM BENSIN

DENAH T 45

DENAH T 70

Keraton Kadariah

Jl. Ya’ M Sabran Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

Jl. Tanjung Raya

RS YARSI

Sebab berasnya dikonsumsi langsung oleh penerima Raskin,” jelasnya. Untuk kebutuhan beras rakyat miskin (Raskin) di Kalbar ini mencapai 40.000 ton dalam setahun ini. Raskin tersebut, juga untuk dibagikan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). “Yang jumlahnya sebanyak 233ribu di wilayah ini,” jelas Wawan. Lebih lanjut Wawan menekan pada yang lebih penting adalah perputaran uang di Kalimantan Barat ini dari hasil pembelian beras lokal itu. Harga beli beras untuk Raskin dari Perum Bulog sebesar Rp 6.600 per kilogram dari petani. “Kemudian disalurkan kepada RTSM dengan harga tebus Rp 1.600 per kilogram. Dengan asumsi yang sama, perputaran uang untuk petani di Kalimantan Barat meningkat menjadi Rp 27 miliar ,” kata Wawan. Dijelaskannya, jika Bulog membeli beras petani lokal Kalbar, maka akan mempengaruhi perekonomian di Kalbar dan membantu masyarakat di Kalbar juga.. Sementara menurut, Rusnani, yang terbiasa membeli beras Bulog ini menyatakan, selama 11 tahun lebih ia membeli beras Bulog. Beras Bulog kualitasnya sangat bagus, dan harga terjangkau. Tujuan membeli beras Bulog ini pun, ia mengaku untuk dikonsumsi keluarganya saja. “Pokoknya semua jenis beras Bulog ini saya beli. Setiap minggu saya beli diatas puluhan kilogram,” kata Rusnani. (Lay).

Dewan Provinsi Sikapi 3 Raperda Diajukan Eksekutif

BERAS LOKAL. Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat, Karyawan Gunarso saat menunjukan produk Bulog beras lokal di Kalimantan Barat.. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKA ALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

Dikatakannya, pembelian beras lokal tersebut diharapkan dapat merangsang petani di wilayah ini semangat menanam padi. “Tentunya ada kebanggaan tersendiri bagi masyarkat setempat.

HUBUNGI: 277CGF67l24B691B3l2760E2D0 l26256CD4l27784388l25A4D307l29FCA785 l26189504l2643C1CDl7623BD45l2962A491 lPIN

Borneo Tribune, Pontianak Usai beberapa hari sebelumnya Wakil Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan 3 (tiga) buah Rancangan Peraturan Daerah yang meliputi Raperda tentang Retribusi Jasa Umum, Raperda tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Raperda tentang Pembangunan Kepemudaan dalam Rapat Paripurna. Maka pada Rabu (07/05) DPRD Provinsi Kalimantan Barat kembali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Barat terhadap 3 (tiga) buah Raperda tersebut diatas. Rapat paripurna DPRD kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir. H. Prabasa Anantatur, MH. Hadir dalam rapat paripurna tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, H. M. Zeet Assovie diser-

tai jajaran Kepala SKPD Provinsi Kalimantan Barat. Pimpinan Sidang yang juga legislator Partai Golkar tersebut mengatakan guna menindaklanjuti Penyampaian Penjelasan Gubernur Kalbar terhadap 3 (tiga) buah Raperda yang disampaikan dalam Rapat Paripurna, Senin (05/05) yang lalu, maka sesuai mekanisme yang diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPRD, penyampaian penjelasan tersebut akan ditindaklanjuit dengan pemandangan umum dari fraksi-fraksi yang ada. Selanjutnya dengan telah disampaikannya Pemandangan Umum Fraksi-fraksi tersebut, diharapkan Gubernur kembali harus menyampaikan Jawabannya atas Pemandangan Umum yang telah disampaikan oleh Fraksi-fraksi tersebut, pungkas Prabasa mengakhiri sambutannya. (*r)

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

CV. DUTA UTAMA ADITYA Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199


Harian Borneo Tribune 10 Mei 2014