Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Kamis, 13 Maret 2014

11 Jumadil Awal 1435 H - 13 Jie Gwee 2565

B uah Bibir KPAI Bentuk Gerakan Semesta Perlindungan Anak

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

TBS Tak Dibayar, Masyarakat Blokir Jalan Borneo Tribune, Kubu Raya ”Kami meminta pihak perusahaan untuk segera memberikan kepastian kapan Tandan Buah Segar (TBS) kami akan dibayar. Totalnya ada sekitar Rp2 miliar dimana TBS ini merupakan buah plasma milik empat kelompok tani yang ada di sekitar perusahaan ini,” kata koordinator aksi, Junaidi di Sungai Ambawang, Rabu (12/3). Menurutnya, empat perwakilan kelompok tani tersebut sudah melakukan enam kali pertemuan dengan pihak perusahaan. Namun, sampai sekarang belum menemukan adanya kesepakatan mengenai pembayaran tersebut. ”Selain masalah pembayaran, kami juga meminta kepada pihak perusahaan untuk

Ratusan masyarakat Desa Mega Timur memblokir jalan pada pintu masuk perusahaan sawit PT. BPK karena mereka menuntut pihak perusahaan membayar TBS milik masyarakat yang sudah dua bulan tidak ada kejelasannya. Anak-anak dalam kampanye MENGINGAT pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2014 akan segera digelar, dalam hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berpandangan gelora dan semarak pesta rakyat empat tahunan tersebut banyak melibatkan anak-anak untuk kepentingan politik, oleh karena itu, ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

S uara Enggang POLITIK UANG

P. Florus Kolomnis

MENJELANG Pesta Demokrasi Pemilu Legislatif, 9 April 2014, sudah banyak himbauan para tokoh masyarakat agar rakyat pemilih tidak tergoda politik uang. Bahkan ada himbauan yang disampaikan di rumah ibadah. Mungkin dengan harapan Tuhan lebih mendengarkannya. Apakah himbauan itu akan dilaksanakan oleh rakyat? Atau sekedar himbauan sebagai kewajiban para tokoh untuk mengingatkan rakyat banyak? Siapa yang tahu? ....Ke Halaman -11

Mengikuti Wanita Hamil Seorang bocah laki-laki selalu menangis terisak-isak mengikuti di belakang seorang wanita hamil. Wanita hamil itu akhirnya tak dapat menahan diri lagi, ia segera membalikkan badan dan menanyanya: “Nak, ada apa dengan dirimu?” Anak itu berkata: “Balonku telah hilang, apakah Mbak telah menyembunyikannya di dalam perut Mbak?” Wanita hamil: “????” o

Harry Adryanto

Gubernur : Perkuat Sikap Gotong Royong Desa Borneo Tribune, Melawi Hadirnya Undang-Undang No 6/2014 tentang Desa akan memperkuat kembali sikap rasa gotong royong dan partisipatif masyarakat desa, penguatan nilai kehidupan demokratisasi, serta kemaju-

an dan pemerataan pembangunan di desa akan terdistribusikan dengan baik. “Ini dapat mengurangi tingkat kemiskinan sekaligus menjaga dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, “kata Gu-

Tim Dokkes Kurang Yakin Hasil Otopsi

Jembatan Kapuas III Jadi Agenda Kerja Dewan Baru

Organ Tubuh Nanda Kembali Dikirim Labfor Mabes

Borneo Tribune, Pontianak Harry Adryanto yang selama ini aktif sebagai Jurnalis mempunyai misi utama setelah dilantik menjadi anggota DPRD Kota Pontianak, Selasa (11/3) kemarin. Program-program tersebut akan dilaksanankannya setelah ia sebagai PAW anggota DPRD Kota Pontianak priode 2009-2014 dengan mengantikan Hj Mardiana SH dari PPN, dengan melanjutkan kurang lebih 6 bulan masa kerjanya. ”Program saya kedapan yang hanya sisa 6 bulan masa kerja di dewan ini yaitu persoalaan utama di Kalbar dan khususnya di Pontianak yaitu mengenai pembangunan Jembatan Kapuas III. Dan yang tidak kalah pentingnya persoalan air bersih juga perlu dibenahi,”ujarnya. Karena menurut Herry Daya sapaan akbar bapak empat anak ini mengatakan, persoalan jembatan III ini perlu segera direalisasikan. Dan selama ini minimnya fasilitas jembatan

Borneo Tribune, Pontianak Proses pengungkapan kematian Ramlah alaias Nanda (19) warga Kampung Luar Kecamatan Pontianak Timur, di Garuda Hotel pada tanggal 30 Januari 2014 yang lalu, ternyata terdapat sejumlah kejanggalan, baik itu penyebab kematian Nanda maupun Rahmansyah orang yang ditahan Polresta Pontianak yang diduga sebagai pelaku atas kematian Nanda tersebut, maupun siapa yang merusak dan apa motif perusakan TKP tersebut, Rabu (12/3) kemarin. Sebelumnya kematian ....Ke Halaman -11

bernur Kalbar Drs Cornelis, MH, Selasa (11/3) ketika membuka kegiatan Rapat Kerja Pembinaan Penyelenggraraan Desa dan Kelurahan berlangsung di Pendopo Bupati Melawi.

Tidak Taati Peraturan Lalu Lintas

Polisi Ancam Tindak Tegas Massa Kampanye

....Ke Halaman -11

Ungkap Siapa dan Apa Motif Perusakan TKP

Tamsil Sjoekoer

Andel

Borneo Tribune, Pontianak Kematian Nanda sampai saat ini belum ada titik terangnya. Penyebab kematian Nanda masih mengambang. Tim Dokkes belum meyakini penyebab kematian Nanda, meski sudah melakukan otopsi, dan sampai saat ini juga belum diketahui siapa yang merusak TKP, dan apa motif dari perusakan TKP tersebut, Rabu (12/3) kemarin. Sehingga kedua Paraktisi Hukum Kalbar, Tamsil Sjoekoer dan Andel pun angkat bicara terkait ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Borneo Tribune, Pontianak Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Pontianak mengancam akan menindak tegas, bagi massa kampanye yang tidak tertib berlalu lintas, mulai tanggal 16 Maret 2014 mendatang. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Jovan R Sumual, Rabu (12/3) kemarin. Menurut Kasat Lantas Polresta Pontianak, dalam keadaan apapun, apabila even atau kegiatan apapun, masyarakat harus tetap taat akan peraturan atau tata tertib berlalu lintas, termasuk saat masa kampanye dalam Pemilu 2014. “ Saat kampanye terbuka pada tanggal 16 Maret mendatang, masyarakat yang menjadi tim sukses atau simpatisan pendukung Partai maupun Caleg, harus tertib berlalu lintas, karena banyak terjadi massa kampanye tidak tertib di jalan, kalau dilihat pemilu tahun 2009 lalu,” ungkap Kasat Lantas. Lanjut Kasat Lantas, kemudian pihaknya juga melarang Parpol atau Caleg yang membawa massanya menggunakan mobil bak terbuka, yakni seperti ....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA

Untuk Menghindari Antri Service, Silahkan Booking di (0561) 7170588 Atau (0561) 743777

Kantor Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Singkawang : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Sanggau : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Sintang : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Landak : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

PROMO BESAR-BES di ANZON LAARAN 14 - 15 MaretNDAK 2014

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Kamis, 13 Maret 2014

Borneo T Tribune

2

Wanita Pembersih Alam Oleh: Arnila Yusmianti Saat fajar merentangkan sayapnya, ketika orangorang telah berduduk santai menyantap hikmat hidangan. Nenek Tua menapaki jalan demi jalan menyelusuri kota. Keramaian tak membuatnya enggan untuk merais rezeki demi perut-perut kosongnya, entah kemana sanak saudaranya, yang terlihat hanya ia yang masih tegap berdiri.

Hore… Bentar Lagi Launching Buku Oleh: Sumama “Hore… bentar lagi launching buku”. Itulah kesenangan yang ada sekarang ini di Club Menulis STAIN Pontianak. Sekian kalinya Club Menulis STAIN Pontianak akan melaunching buku. Ini merupakan kesenangan dan kebanggaan untuk aku dan teman-teman yang berada di Club Menulis. Kesibukan sudah mulai terasa karena untuk mempersiapkan akan datangnya hari itu. Mulai dari layout tulisan, ngeprint sampai membuat cover buku itu semua dilakukan sendiri oleh kami yang berada di Club Menulis. Sekitar dua minggu yang akan datang Club Menulis melaunching buku kembali yang bertepatan pada tanggal 25 Maret 2014. Hari Selasa kami telah mempersiapkan buku-buku yang akan dilaunching seperti melayout tulisan, ngeprint dan membuat cover buku. Senang rasanya melihat karya ada di depan mata. Ketika sedang asik-asiknya ngeprint buku aku mendengar yang diucapkan oleh seorang temanku “Ala budak, aku udah punye buku nih. Pasti orang tuaku senang lihat buku ni.” Sambil melawakan bukunya kepada kami. Dengan perkataannya aku bisa menyelami kegembiraan itu. “Asiiik, aku juga punye buku nih.” Ucapku kepadanya yang tak mau kalah. “Eh, kau tu orang lamak di sini. Bagi-bagilah same kamek-kamek yang orang baru ni. Kasik gaklah kesempatan kamek untuk melawakan buku kamek.” ucapnya sambil tertawa. Aku hanya tersenyum saat melihat tingkahnya karena apa yang ia rasakan sama sepertiku ketika melihat buku pertama hingga saat ini. Melihat tingkah teman-teman yang semuanya melawakan buku mereka menjadikan kesibukan masing-masing diantara kami. Sibuk itu antara lain masih ada yang mengedit tulisan, melayout dan ada yang ngeprint buku. Tapi ada yang paling semangat ni ketika Club Menulis mau launching buku, siapa lagi kalau bukan Bang Deplo. “Suma, kapan terakhir ngumpulkan bukunye?” tanyanya kepadaku. “Hari inilah Bang, kalau besok-besok tak terima agik ye.” jawabku sambil gurau. “Besok jaklah ye.” ucapnya lagi. Ya… kasihan juga sih lihat

tegar untuk menjalani hidup ini, dia tak pernah berharap iba terhadap belas kasihan dari orang. Dengan tubuh bungkuknya ia luruskan semangat jiwa raganya demi kelangsungan hidup. Wanita itu sering kusebut wanita perkasa yang pernah kulihat, dengan semangat mudanya membuat aku malu terhadap kekuatan yang kumiliki. Air mata pun takan pernah cukup untuk

Sampah yang menjadi hama untuk orang lain namun baginya sampah adalah sumber pencariannya. Dengan ditemani karung rusak, ia menjelajahi satu demi satu bak sampah yang ada di pinggir jalan, bungkuknya tubuh tak ia hiraukan, kekuatan untuk ia bekerja selalu ia peras meski tubuhnya tak muda lagi. Pagi setiap berangkat kuliah selalu kulihat seorang Nenek yang begitu

wajahnya yang lesu. Haha. Jadi aku iyakan jak. Maaf ya bang Deplo. Eh, tiba-tiba Bang Deplo bilang “Suma tunggu ye Abang print dulu bukunye.” ucapnya lagi. Aku hanya senyum-senyum melihat wajahnya yang panik, lucu juga tuh orang kalau dilihat-lihat. Akhirnya dia pun menemani kami hingga sore di Club Menulis untuk mempersiapkan buku-buku yang akan dilaunching. Sambil menunggu buku yang diprint jadi ada yang membuat kami terhibur dengan tingkahnya Bang Deplo yaitu dengan membacakan puisi yang ada di dalam buku yang ia tulis berjudul “Perempuan di Langit Kosong.” Melihat membacakan puisi aku dan teman senang mendapat hiburan seperti itu. Ada lagi nih yang buat lucu saat mempersiapkan buku, temanku yang bernama Imin alias Muslimin sibuk mencari tulisannya yang hilang. “Suma, tulisan Imin mane yang udah terbit tu?” Sambil mencari-cari tulisannya dalam tumpukan koran. Ade-ade jak Imin ni. “Coba Imin cari tulisannya yang udah dikliping.” jawabku yang sedang sibuk ngeprint buku. “Mana ade Suma, udah Imin cari nih.” Dia sibuknya sambil membolak-balik koran di tangan. “Emang tulisan ape Min?” tanyaku. “Tulisan tentang budaya.” jawabnya lagi. Sekitar satu jam dia mencari tulisan budaya itu tapi tidak ketemu juga. “Uuhhh.” Melihat tingkah teman-teman yang pada sibuk sendiri dengan urusan dan kesenangan mereka, capek pun hilang kalau suasananya seperti ini. Suasana, kesibukan, lembur alias pulang sore tentunya juga melihat tingkah teman-teman yang pastinya akan terus terlihat sampai menjelang launching buku nanti. Asiik deh pokoknya. (*)

meringankan beban hidupnya, merangkul berat demi harga diri yang selalu ia genggam. Usia yang tak pantas lagi untuk bekerja, usia yang sudah saatnya merasakan hari tua, namun tangan dan kakinya tak akan pernah berhenti, sampai kapan..?, entahlah setiap hari yang kulihat tak pernah libur untuknya mengais sampah demi sampai demi keberkahan yang ia cari. Akankah ia berhenti,

atau akan selalu berlanjut, tapi dimana rasa terimakasih kita terhadapnya yang cara tidak langsung membersihkan alam ini, memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang. Sampah yang tak berguna menjadi sesuatu yang selalu ia nanti, menjadi harapannya untuk menanti hari esok. Nenek tua itu tak memperdulikan rasa lelahnya, meski ia sesekali duduk menarik nafas karena bagaimanapun juga ia tak mempunyai

kekuatan penuh seperti dulu, dia hanya seorang nenek tua, yang sudah sepantasnya duduk menimang cucu yang menghirup udara lenggangnya. Wanita itu adalah inspirasi bagiku untuk aku lebih optimis dalam mengarungi hidup meski banyak rintangan yang menghadang tetap menumbuhkan rasa semangat dalam kepercayaan untuk selalu berdiri dengan kaki sendiri. (*)

Ketika Harga Karet tidak Stabil Oleh: Sulastriwati Harga karet di Kalimantan Barat akhir-akhir ini sering mengalami naik turun, hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat di Kapuas Hulu, khususnya di Desa Gerayau yang umumnya pekebun karet. Ketidakstabilan nilai ekonomis ini cukup membuat warga resah, mereka bingung mau protes kemana? Sama siapa? Sehingga masyarakat hanya mampu mengelus dada. Permasalahan ini sangat membebani mereka yang berpenghasilan sepenuhnya dari getah karet tersebut. Selain itu, penghasilan getah di daerah Gerayau juga

tidak begitu memadai seperti di tempat-tempat lain. Hal ini menurut dugaan disebabkan tanah di daerah ini memang

tidak cocok untuk perkebunan karet melainkan lahan di daerah tersebut cocok untuk perkebunan sawit. Karena tidak ada penghasilan lain selain dari getah karet mau tidak mau warga harus bekerja seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain melemahnya nilai ekonomis karet yang membuat masyarakat juga semakin resah adalah harga barang yang sangat tinggi. Harga karet yang hanya Rp. 7.000/kg tidak cukup untuk membeli beras 1kg jika dibandingkan dengan penghasilan mereka saat ini. Lebih parahnya lagi bagi orangtua yang anaknya masih menempuh pendidikan di bangku kuliah. Berbeda dengan harga

karet pada tahun 90-an, 1kg getah karet yang sudah kering mencukupi kebutuhan hidup terutama untuk membeli kebutuhan pokok. Masyarakat sejahtera dengan kondisi perekonomian yang standar, harga barang juga sesuai penghasilan. Jika kita lihat saat ini karet tidak akan mampu menjadi penopang bagi masyarakat yang memerlukan ekonomi dalam jumlah banyak terutama bagi mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Biaya yang lumayan besar untuk pendidikan tidak sebanding dengan harga karet saat ini. Untuk bisa terus bertahan mereka harus mencari pekerjaan tambahan untuk bisa

bertahan di bangku perkuliahan. Bagaimana dengan mereka yang tidak bisa mendapatkan penghasilan tambahan karena tidak ada lapangan pekerjaan? Jalan satusatunya yang bisa mereka lakukan adalah dengan mengatur kebutuhan pokok seperti makanan. Untuk mengurangi pengeluaran warga mengolah sawah selebar mungkin supaya mereka tidak membeli beras. Itulah upaya yang bisa masyarakat lakukan untuk mengatasi masalah ketidakstabilan nilai ekonomis karet. Semoga kelak pemerintah bisa membantu masyarakat menemukan jalan keluar yang tepat dari permasalah yang dihadapi. (*)

Catatan dari Bedah Buku Buku Mukasyafah Cinta Pontianak Oleh: Khairunnisa Hari senin tepat pada tanggal 3 Maret 2014, Club Menulis mengadakan bedah buku. Judul buku yang dibedah adalah Mukasyafah Cinta Pontianak karangan Bapak Khairul Fuad. Penulisan buku Mukasyafah Cinta Pontianak menambah deretan karya koleksi buku-buku terbitan Club Menulis, menjadi suatu wajah dari hidup seorang penulis. Yang tidak ada hentinya berkarya, dan berimajinatif dalam segala hal apapun. Acara bedah buku pun dibuka tepat pukul 10:00 Wib, dengan MC, Abang Holi. Mesti terasa ngaret waktunya, namun hari ini suasana di Club Menulis masih saja layaknya seperti keadaan biasa, sabar menunggu kedatanggan sang narasumber sebagai penulis buku. Pada kesempaan ini, saya merasa banyak sesuatu yang baru, dan sempat termenung dalam lamunan menatap potret kehidupan seorang penulis yang mengisi setiap likuliku hidupnya dengan menulis. Layaknya Bapak Khairul Fuad yang berkiprah di dunia menulis, mengukir cerita di setiap kesempatan, hal yang hanya kecil, canda, tawa, tanggis, pilihan, dapat menjadi suatu kisah yang menarik untuk

diceritakan. Tidak hanya itu, penulis buku Mukasyafah Cinta Pontianak ini juga memiliki keistimewahannya tersendiri, sehingga tulisannya terasa telah menjadi ciri khas penulisan. Jadi penulis yang satu ini telah memiliki gaya penulisan yang paten dan permanen, kayak obat aja ni paten J. Buku Mukasyafah Cinta Pontianak, memunculkan gagasan-gagasan kepada saya sebagai pembaca, gagasan bagaimana dalam memahami tulisan, memahami bahasa-bahasa yang digunakan. Hanya dengan membaca judulnya saja buku ini sudah menjadi sangat menarik. Kita dengar apa kata bapak Budi Rahman menjadi pembedah buku hari ini. “Tulisan buku Mukasyafah Cinta Pontianak ini telah menggambarkan keseluruhan bagaimana itu gaya dan cara hidup

sang penulis, bagaimana kebiasaan penulis, di mana tempat kesukaan penulis, kapan waktu-waktu biasa penulis menulis, semua tergambar jelas, nampak berjejer dengan indahnya”. Semuanya Membuat yang membaca buku Mukasyafah Cinta Pontianak terbawa oleh suasana waktu dan tempat kisah tersebut, tulisan yang mengalir seperti air yang jernih indah dilihat dan dirasakan, menujukkan bahwa hidup ini teramat besar rahmatnya, setiap sesuatu hal ihwal baik itu kecil maupun besar sekalipun, hidup itu menyenangkan. Dan aku merasa semangkin semangat dengan apa yang ku hadapi. Apa yang membuat lebih istimewa, yaitu bahasa yang penulis gunakan, kekayaan bahasa yang penulis gunakan, kekayaan tema, semua terangkai dengan indah, rasa rugi dah yang ngak baca buku ini, karena sangat inspiratif dan banyak info yang didapatkan. Pak Nano sendiri adalah sahabatnya sang penulis seorang yang ikut hadir dalam bedah buku hari ini, beliau merupakan seorang sastrawan Kalbar nama Lengkap beliau Nano Basuki, kedekatan buliau dengan penulis sangat terasa di ruangan bedah buku kali ini. Pak Nano memanggil Pak Fuad akrab dengan sebutan Mas Fuad, dan sangat bersaha-

bat, tidak hanya dapat terlihat kebersamaan itu, Pak Nano juga banyak bercerita tentang bagaimana kebiasaan dari sang penulis, yang secara empiris terlihat. Ia mengatakan bahwa sang penulis memiliki Internal Power kebutuhan untuk menulis, sehingga tidak ada hari tanpa menulis, semangat dalam menulis, bila jumpa kerap kali melihat Ohhh ya sedang asik menulis menghadap laptop. Dan fenomena Pak Fuad tadi membuktikan bahwa menulis itu memang suatu yang tak dapat dipisahkan lagi, memang sudah melekat pada diri seseorang yang gemar menulis, suatu kebiasaan, kesenangan, hobby, sehingga menjadi suatu kebutuhan dari hidup seorang penulis.Yang penasaran bagaimana bukunya. Ayo datang dan mari kita baca koleksi buku-buku Club Menulis STAIN Pontianak. Seorang menulis percaya dengan subjeknya, cara menikmati kehidupannya. Menalaah, mengkaji, suatu subjek itu, mengenal lebih baik, lebih dekat . Kak Ninda, Ketua Club Menulis mengatakan bagaimana kesannya dalam membaca buku Mukasyafah Cinta Pontianak mengaku sempat mengarang apa itu maukasyafah, yang menurutnya bahasa yang masih asing, dan tak luput dari kata terinspirasi dalam membaca buku

Mukasyafah Cinta Pontianak. Hari ini saya menjadi banyak mengambil pelajaran dan merasa banyak menemukan manfaat dari bedah buku Mukasyafah Cinta Pontianak, mulai dari Bapak Khairul Fuad sang penulis buku, dari Bapak Budi Rahman, Bapak Nano, dan Kak Ninda, telah memberi kontribusi kepada diri saya untuk terus bersemangat dalam menulis, selalu menjaga konsistensi menulis. Memperkaya dunia tulis menulis, terus menggali dan menggali segala hal mulai dari hal yang dianggap kecil hingga besar. Dan peka terhadap lingkungan, membuat jarak, menimbulkan banyak pertanyaan hingga timbul suatu perbedaan pendapat dan terus mengkaji sehingga menemukan banyak bahan untuk ditulis. Menulis juga tak mudah, seorang menulis sudah sewajibnya menyukai tulisan maksudnya suka membaca, menimbulkan kegemaran membaca, dengan membacalah timbul ide-ide dan bahan untuk dikaji, menuangkan kembali apa yang telah dibaca. Terima kasih atas kontribusinya. Terima Kasih Club Menulis menjadi suatu wajah untuk menulis. Terima Kasih sahabat-sahabat inspiratif J Pontianak, 3 Maret 2014

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, M Taufik, Fery Ade putra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: Mujidi, www.borneotribunecom Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, Rustam, Andri Desi, Toni. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Pemilu 2014

Kamis, 13 Maret 2014

Borneo T Tribune

3

KPU-Parpol Sepakati Jadwal Kampanye Rapum menyepakati jadwal kampanye, kecuali PBB yang tidak memiliki caleg, khususnya Caleg untuk Kabupaten Bengkayang,” demikian dikatakan Erik Amatus, Devisi Sosialisasi

PANTI ASUHAN MURAH HATI Jl. Trans Kalimantan Km.50 Pontianak - Tayan Kalimantan Barat

YAYASAN CI XIN Rekening : Bank Mandiri 120 000 781 8888 BCA 428 1679729 Rekening ditandatangani 4 orang Pengurus di lokasi : Bpk. Suwandi Hp. 0857 8716 0065 Sukarelawan di Pontianak : Ibu Martha Hp. 0812 5807 8003

Alfred dan Jony, dua abang-adik, dilahirkan oleh ibu mereka yang berasal dari Indonesia di Taiwan. Tidak tahu mengapa setelah ayah mereka meninggal keluarga ayah mereka tidak menerima mereka. Setelah kembali ke Indonesia, ibu mereka tidak berhasil dapatkan pekerjaan yang memadai, bahkan Alfred yang telah kelas empat terpaksa disekolahkan mulai kelas satu. Syukurlah, baik Alfred maupun Jony kemudian bisa ditampung di Panti Asuhan Murah Hati (Ci Xin). Alfred dan Jony hanyalah contoh dari kemalangan yang dihadapi sejumlah anak-anak yang ditampung Panti Asuhan Ci Xin. Mereka menjadi anak-anak Panti Asuhan bukan kesalahan mereka, bahkan mereka lahir ke dalam dunia pun bukan kemauan mereka. Mereka berharap pada belas kasihan Bapak/Ibu sekalian. Melalui uluran tangan Bapak/ Ibu seorang sedikit kiranya mereka bisa bertumbuh besar dan bersekolah dengan baik. Mereka ingin seperti anak-anak lain, menggapai cita-cita. Sesungguhnya ada banyak anak yang memerlukan pertolongan. Dengan seorang ambil bagian sedikit, maka jika kita kumpulkan, ada banyak anak yang bisa kita tolong, kita berikan mereka harapan masa depan yang lebih baik.

dan Kampanye Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bengkayang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/3). Erik menjelaskan, dalam pembuatan jadwal kampanye tersebut pihaknya KPU telah melakukan penggodokan selama beberapa hari. Jadwalnya yang dibuat

Kita telah bersama partai Politik telah menyepakati jadwal kampanye, kecuali PBB yang tidak memiliki caleg.

menyesuaikan waktu jadwal yang telah dibuat oleh pusat. “Kita di sini menyesuaikan, namun demikian, semua partai memiliki kesempatan yang sama untuk berkampanye,” kata Erik Erik memberikan gambaran singkat, pada hari pertama kampanye, partai

Nasdem, PKB, PKS dan PDIP menjadi pendahulu. Hari berikutnya adalah Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN. Kampanye terus berlanjut. “Kita berharap kampanye berjalan lancar, pastinya kelancaran itu juga tergantung Parpol sebagai peserta,” kata Eric. (Mu).

Hasil Survei Bisa Salah Borneo Tribune, Jakarta Bertempat di Media Center Komisi Pemilihan Umum, Jln. Imam Bonjol Jakarta, Majalah Indonesia membeberkan lembaga survei bermasalah, yang dikemas dalam diskusi publik bertema “Wajah Survei Politik Indonesia”. Hadir sebagai narasumber, Adrinof Chaniago (Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepsi), Umar S. Bakry (Sekretaris Jenderal Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (Aropi), dan Ade Armando (Majalah Indonesia 2014). Kebutuhan akan survei kian deras saat republik ini menerapkan sistem pemilihan langsung, sejak Pemilihan Umum Kepala Daerah digelar secara bergiliran. Ada ratusan lembaga survei yang tersebar bukan hanya di Jakarta dan diberbagai daerah. Bahkan sebagian lembaga survei merangkap jadi konsultan politik untuk memenuhi kebutuhan.

“Kecendrungan untuk mengakali survei bisa terjadi karena perubahan karakter lembaga penelitian. Lembaga yang semula hanya memusatkan perhatian pada penelitian/survei dan menyajikan data objektif kini bergerak menjadi konsultan politik. Dalam kondisi ini, ada saja konsultan yang menggerakan segala upaya memenangkan klien, kalau perlu dengan merekayasa hasil survei,” tambah Ade. Ade melanjutkan, kondisi ini diperburuk dengan kenyataan bahwa kebutuhan akan survei ini juga melahirkan lembagalembaga peneliti tanpa kualifikasi memadai. Para pengelolanya bisa jadi tak bermaksud jahat atau buruk, mereka hanya melihat ada kebutuhan pasar yang mereka respon dengan mendirikan lembaga yang melayani jasa survei. Bisa dibayangkan, tanpa metode penelitian yang benar.

Kecendrungan untuk mengakali survei bisa terjadi karena perubahan karakter lembaga penelitian. Lembaga yang semula hanya memusatkan perhatian pada penelitian/ survei dan menyajikan data objektif kini bergerak menjadi konsultan politik.

menyepakati jadwal kampanye untuk rapat umum yang akan dimulai pada tanggal 16 Maret mendatang. ‘Kita telah bersama partai Politik telah

Borneo Tribune, Bengkayang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkayang dan sebelas partai Politik di Kabupaten Bengkayang telah

Runyamnya lagi, media massa pun cendrung tak bersikap kritis, acara konferensi pers terkait rilis hasil survei, mereka tak dilengkapi dengan pengeta-

huan memadai untuk bisa mempertanyakan hasil yang lemah secara metodologis. Akibatnya hasil sebuah penelitian yang mengandung cacat logika secara mendasar bisa terpampang sebagai headline di berbagai media massa. “Dua asosiasi pegiat survei di Indonesia, Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepsi) dan Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (Aropi), belum terlalu tegas menegakkan kode etik dan sanksi bagi para anggotanya yang melanggar kode etik penelitian. Kedua pegiat survei ini belum maksimal memberikan pendidikan bagi masyarakat bagaimana mendeteksi dini survei kredibel dan abal-abal,” jelas Ade. Ade menutup, bahwa sebagai kegiatan akademik, survei bisa salah tapi tak boleh bohong, apalagi direkayasa. Survei itu bisnis kepercayaan, kepercayaan itu mahal. Tak bisa dibeli. (*r/haes)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Kamis, 13 Maret 2014

Borneo Tribune, Mempawah Dalam rangka memaksimalkan kemampuan menyimpan dan memelihara arsip atau dokumen yang baik bagi pengelola arsip desa/kelurahan, Pemerintah Kabupaten Pontianak melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pusarda) menggelar sosialisasi/ penyuluhan kearsipan di lingkungan instansi Pemerintah Kabupaten Apalagi sekarang Pontianak. Kegiatan yang menghasudah waktunya dirkan narasumber dari program arsip ini Badan Perpustakaan, Kearsipan, dan masuk ke desaDokumentasi (BPKD) desa, sehingga di Kalimantan Barat ini dalam dua setiap desa diha- dilaksanakan tahap. Pertama di rapkan mampu Kecamatan Sungai Kunyit yang digelar 11 mengelola arsip Maret, serta di Kecamatmereka an Mempawah Hilir dan Mempawah Timur pada 19 Maret mendatang. Khusus di Kecamatan Sungai Kunyit, sosialisasi kearsipan yang berlangsung sehari di Gedung Serbaguna ini diikuti aparatur pemerintahan desa khususnya pengelola administrasi dibagian tata usaha dan kepegawaian dari empat desa, yakni Desa Semudun, Sungai Duri II, Sungai Bundung dan Sungai Kunyit Laut. Ketua panitia yang juga Kasi Arsip Kantor Pusarda Kabupaten Pontianak, Kustinah , menjelaskan kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya membangun sumber daya pengelola kearsipan yang memiliki pengetahuan dasar dan teknis pengelolaan kearsipan dalam rangka memberdayakan kearsipan dilingkungannya, sehingga kearsipan dapat dirasakan keberadaanya sebagai pusat informasi bagi setiap organisasi pemerintah maupun swasta. “Dengan sosialisasi kearsipan ini diharapkan adanya persepsi yang sama dan benar tentang arsip yang nantinya akan meningkatkan atensi pengelola arsip terhadap masalah kearsipan, serta mengambil langkah kongkrit dalam upaya pembenahan manajemen kearsipan di masing-masing instansi,” jelasnya. Sementara itu, Kasubag TU Pusarda Kabupaten Pontianak, Agustina yang mewakili Kepala Pusarda Kabupaten Pontianak, mengatakan pengelolaan arsip yang baik dan sesuai dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, membutuhkan tenaga yang mampu dan terampil, serta mempunyai tanggung jawab dan disiplin yang tinggi. “Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini diharapkan penyelenggara pemerintahan desa dapat menyimpan arsip dengan tertib teratur sesuai ketentuan sangat diperlukan agar memudahkan dalam penemuan kembali apabila diperlukan,” ucapnya. Sedangkan Sekcam Sungai Kunyit, Erfiza, atas nama pemerintah kecamatan mendukung penuh pelaksanaan sosialisasi/penyuluhan kearsipan ini. Ia berharap usai mengikuti kegiatan ini, para aparatur pemerintahan desa dapat mengimplementasikannya di desa masingmasing. “Apalagi sekarang sudah waktunya program arsip ini masuk ke desa-desa, sehingga di setiap desa diharapkan mampu mengelola arsip mereka,” pungkasnya. (JoE).

CMYK

Jelang Pemilu 2014

Bupati KKR Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Negatif Borneo Tribune, Kubu Raya Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 yang akan berlangsung pada 9 April mendatang, Bupati Kabupaten Kubu Raya mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menciptakan suasana dan kondisi yang aman, demi sukses dan lancarnya pesta demokrasi itu. “Saat ini suhu politik di Kubu Raya sudah mulai meningkat. Para caleg mulai ramai mencari simpati ma-

syarakat,” kata Rusman Ali, Rabu (12/3). Karena itu, dia mengharapkan agar masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu negatif yang sifatnya memprovokasi, yang berdampak terhadap munculnya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Hariyanta, menyampaikan saat ini pihaknya lebih fokus pada pengamanan pemilu

legislatif. Berbagai langkah kesiapan anggota dan deteksi dini gangguan keamanan telah disiapkan polres. Diantaranya simulasi -pengamanan, mulai dari pengamanan kampanye terbuka, pengamanan -massa, -pengamanan TPS saat -pemungutan suara berlangsung, hingga menggelar simulasi mengamankan aksi warga yang ingin mengganggu proses pemungutan suara, serta

Rusman Ali

latihan teknis pengamanan dan penertiban lainnya. “Kami akan terus melakukan pemantauan terkait kondisi dan suasana menjelang pemilu. Harapannya, masyarakat juga ikut serta membantu kepolisian dalam mengamankan jalannya proses pemilu. Salah satunya dengan turut menciptakan situasi aman, tertib dan terkendali, dan melaporkan potensi gangguan keamanan,” katanya. (Adex)

Pangdam Kunjungi BGA Group Borneo Tribune, Pontianak Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh terkesan dengan Program Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) di Metro Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, menyediakan Program Training Center, saat melaksanakan kunjungan ke BGA Group, Senin (10/3). Kedatangan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Ibrahim Saleh dan Rombongan langsung diterima oleh GM Partnership Hernandi R Karli mewakili Managemen BGA Group. Kunjungan diawali di lokasi PNLC (Pundu Nabatindo Learning Center) yang merupakan lembaga untuk pendidikan staf dan karyawan BGA Group. Rombongan juga menyempatkan diri untuk mengunjungi pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) BGA Group. Pangdam dan rombongan diberikan penjelasan mengenai proses pengolahan kelapa sawit mulai dari Tandan

Kunjungi Pangdam Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh didampin Danrem102/Pjg Kolonel Czi Irwan mendapatkan penjelasan dari pihak Managemen PT BGA Group. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

buah segar (TBS) sampai menjadi CPO. “Saya terkesan dengan program BGA dengan adanya training center ini karena dalam mengikuti perkembangan jaman memang perlu disiapkan peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusianya,” kesan singkat Mayjen Ibrahim Saleh saat memasuki area PNLC. Dikatakannya, untuk kemajuan bangsa ini diperlu-

kan kemanunggalan semua lapisan masyarakat. Perusahaan sawit yang mempunyai areal usaha yang luas mempunyai peran penting bagi perkembangan perekonomian masyarakat. Namun untuk mencapai itu semua faktor keamanan perlu dijaga agar dalam menjalankan usaha.bisa berjalan lancar. Dengan kondisi usaha yang aman maka perekonomian di daerah terse-

but semakin berkembang. “Pada saat ini, pengembangan kualitas SDM memang perlu ditingkatkan untuk mengikuti perkembangan jaman. Persis seperti yang sudah dilakukan BGA melalui lembaga Training Centernya,” tegas Pangdam Sementara itu, GM Partnership Hernandi R Karli menyampaikan tentang BGA Group dalam meningkatkan kualitas karyawannya selalu ada pelatihan, untuk peran perusahaan dalam mengembangkan perekonomian melalui program plasma/ kemitraan sudah dijalankan, bahkan sebelum peraturan tentang kewajiban perusahaan menjalankan plasma 20 persen diterbitkan. “Saat ini, realisasi plasma sudah hampir 30 persen dari lahan yang dikerjakan perusahaan merupakan merupakan kebun plasma yang bermitra dengan masyarakat,” kata Hernando R Karli. Untuk bidang pendidikan, menjadi fokus perusahaan dengan adanya sekolah internal perusahaan mulai dari

TK sampai SMA. Meskipun lokasinya berada di dalam kebun namun untuk standar pendidikan sesuai dengan standar nasional. Bahkan sekolah yang ada di BGA sudah menjadi acuan untuk sekolah-sekolah di sekitar perusahaan. “Dalam peningkatan kualitas kerja, perusahaan selalu ada pengembangan pengetahuan dan ketrampilan staf dan karyawannya melalui pelatihan dan training. Hal itu tergambar dari adanya PNLC (Pundu Learning Center) dan KNLC (Kendawangan Learning Center) yang merupakan lembaga untuk pendidikan staf dan karyawan,” jelasnya. Seiring dengan berjalannya waktu banyak prestasi yang sudah diraih BGA Group di antaranya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 Award) untuk zero accident dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Plasma Award dari Gubernur Kalteng, serta Anugrah Peduli Pendidikan dan Kebudayaan. (Lay).

Casis Caba PK Lanud Supadio Uji Fisik Borneo Tribune, Kubu Raya Sebanyak 72 calon siswa Calon Bintara Prajurit karier peserta calon Bintara PK Angkatan Udara Panda (Panitia daerah) Lanud Supadio telah memasuki tahap seleksi samapta A dan B yang dilaksanakan di hanggar Lanud Supadio, Selasa (11/3). Tes Samapta ini guna mengetahui secara umum eksternal fisik para calon, apa lagi penerimaan Calon Prajurit TNI AU kali ini diharapkan mendapatkan calon Prajurit yang memiliki fisik prima dan memiliki tubuh yang sehat, terlebih mempunyai motivasi yang tinggi untuk menjadi anggota TNI AU. Menurut Kadispers

Lanud Supadio Letkol Adm Dedy Hendra Efendi, hasil tes samapta tiaptiap peserta merupakan hasil asli dan murni bukan rekayasa sesuai dengan kemampuan masing-masing calon. “Ini merupakan upaya reformasi birokrasi untuk benar – benar memiliki calon anggota TNI AU yang berkualitas,” kata Letkol Adm Dedy Hendra Efendi. Dijelaskannya, para peserta akan mengikuti serangkaian tes seleksi lagi, diantaranya Screening POM serta seleksi-seleksi bidang berikutnya seperti Mental Ideologi tertulis dan wawancara, ketangkasan dan Postur, kesehatan II, Tes Administrasi dan pantukhir. (Lay).

Latihan Fisik Casis Caba PK Lanud Supadio sedang mengikuti latihan fisik tahap seleksi Samapta A dan B di Hanggar Lanud Supadio. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

TVS Pontianak

: 0812 5626 3889

TVS Ketapang

: 0852 4945 5790

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Merdeka JAYA Motor PTK : 0812 5666 3269

TVS Rasau

: 0857 8722 8838

TVS Sintang

: 0565 2025524

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Tepuai

TVS Singkawang

: 0857 5069 6740

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS

: 0813 4528 6562

CMYK

Empat Desa Dilatih Kelola Arsip

4


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Kamis, 13 Maret 2014

5

Terindikasi Ada Pelanggaran

Pegawai Honorer K2 akan Audiensi ke Bupati Borneo Tribune, Mempawah Tak puas dengan hasil CPNS honorer (K2) yang telah diumumkan, Pegawai honorer yang tergabung dalam Persatuan Honorer Kabupaten Pontianak (PETHA) akan melaksanakan audiensi kepada Bupati Pontianak dalam waktu dekat ini. Menurut Zulkarnaidi, ketua PETHA, hal tersebut merupakan kesepakatan yang diperoleh dari anggota, setelah melihat adanya indikasi pelanggaran dalam penerimaan CPNS untuk tenaga honorer tersebut. “Kita telah mendapatkan bukti pelanggaran, sehingga nantinya dalam waktu dekat akan kita sampaikan langsung ke Bupati Pontianak. Dalam hal ini kami sudah terlebih dahulu menyampaiKetua DPD Partai Golkar, Rahmad Satria, mengajak masyarakat tidak memilih menjadi kaum golongan putih pada Pemilu Legislatif 2014..Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

Golkar Berikan Pendidikan Politik

Jangan Golput, Jadilah Pemilih Rasional Borneo Tribune, Mempawah Pendidikan pemilih bagi para pemilih sanat mutlak dilakukan. Pendidikan pemilih tidak hanya kewajiban Komisi Pemilihan Umum (KPU), tapi kewajiban semua pihak, terutama kepada pemilih pemula. Dan disamping kerumitan proses pemungutan suara, para pemilih juga diharapkan lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Untuk itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya saat pemilihan

umum (pemilu) tahun ini. Serta meminta masyarakat tidak memili menjadi kaum golongan putih (Golput), yang sama artinya tidak mau peduli terhadap nasib bangsa ini. “Pendidikan politik penting bagi masyarakat. Jangan sampai masyarakat menjadi golongan yang tak mau tahu, alias Golput. Golput, sama saja tidak bisa membuat negara ini lebih baik dan mari bersamasama komitmen memerangi politik uang,” kata Rahmad Satria, saat menghadiri penutupan lomba pasalan Maulid Nabi Muhammad

SAW yang dilaksanakan DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak di Kecamatan Sungai Kunyit, Senin malam (10/3), kemarin. Untuk itu, Rahmad, mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih rasional. Pemilih rasional yaitu pemilih yang menggunakan akal pikiran dan hati dalam menentukan pemilihan dan sangat menentukan masa depan bangsa. “Selain Golput ada beberapa lagi kriteria pemilih yaitu pemilih rasional, pemilih kekerabatan, pemilih material, bahkan lebih parah menjadi pelacur politik

yang merupakan musuh semua para Caleg. Namun yang paling baik yaitu tipe pemilih rasional. Pemilih rasional adalah pemilih yang cerdas dalam memilih, mereka melihat kualitas dan kemampuan pemimpin dan wakilnya yang layak dipilih. Mereka memilih bukan karena uang maupun iming-iming para Caleg yang maju,” ungkap Rahmad yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Pontianak. Sedangkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Sy. M. Shaleh, menghimbau warga

agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pemilu. Pilihan politik boleh beda, tapi jangan sampai menimbulkan perpecahan yang mengakibatkan keresahan di masyarakat. “Seluruh Caleg yang dimajukan Parpol, pastilah orang yang telah memenuhi syarat adminitrasi maupun syarat lainnya. Namun tinggal masyarakat lagi untuk menentukan pilihan masingmasing, tapi kita sarankan agar memilih wakil dan pemimpin yang terbaik. Jangan sampai suara menjadi siasia,” katanya.(JoE).

Sungai Kunyit Laut Juara Pasalan Maulid Nabi Borneo Tribune, Mempawah Group Pasalan Asyfah, Sungai Kunyit Laut meraih juara pertama Lomba Pasan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dilaksanakan DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak. Penyerahan Trophy dan uang pembinaan oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, pada acara penutupan, Senin malam (10/ 3), kemarin di Sungai Kunyit. Ketua Panitia, Sy. Muhammad Shaleh, mengucapkan terima kasih kepada 31 group pasalan yang ikut serta dalam lomba pasalan

maulid nabi dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta, sert masyarakat yang mendukung kegiatan ini, yang dimulai sejak 23 Februari-10 Maret, bisa berjalan tertib, aman dan lancar,” kata Sy. Muhammad Shaleh. Selain itu, Sy. Muhammad Shaleh, juga menegaskan DPD Parrtai Golkar akan setiap tahun melaksanakan lomba pasalan maulid nabi. Selain sebagai bentuk rasa cinta kepada kekasih Allah, Nabi Besar Muhammad

SAW. Juga sebagai bentuk melestarikan seni budaya pasalan maulid nabi, khususnya di Kecamatan Sungai Kunyit. “Bahkan lebih utama, sebagai wujud mempererat tali silaturrahmi sesama kita, khususnya umat muslim,” katanya. Sedangkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria mengatakan lomba pasalan maulid nabi, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak setiap setahun sekali. “Setiap tahun, Insya Allah, lomba pasalan maulid nabi

kita laksanakan. Saya ucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga kegiatan berjalan sukses, sampai ditetapkannya para juara,” katanya. Dimana hasil penilaian dewan juri menetapkan Juara 1 diraih grup Asyfah Sungai Kunyit Laut, Juara 2 diraih grup Nurul Hikmah Sungai Bundung, Juara 3 diraih grup Nakatul Mukaramah Sungai Dungun. Sedangkan Juara harapan 1 diraih grup Nurul Hidayah, Juara harapan II diraih grup Al Fattonah Semudun, dan Juara harapan III diraih grup Sahada, Desa Mendalok. Se-

lain itu, Panitia juga menyerahkan 31 Warles kepada seluruh peserta pasalan Maulid Nabi. Sedangkan salah seorang perwakilan peserta, Rita dari Sungai Bundung, mengharapkan lomba pasalan maulid nabi bisa dilaksanakan setiap tahun. “Kami berharap Partai Golkar bisa setiap tahun melaksanakan kegiatan ini. Karena kelompok pasalan maulid nabi di Kecamatan Sungai Kunyit sangat banyak dan bisa tetap bertahan dalam melestarikan kesenian pasalan ini,”Katanya. (JoE).

kan kepada kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pontianak,” katanya. Dimana Zulkarnaidi mengatakan, sebenarnya kejanggalan penerimaan telah terlihat sebelum pelaksanaan tes dimulai. Dimana pada saat pengumuman uji publik, pihaknya tidak melihat adanya masa kerja atau TMT dan Surat Keputusan yang seharusnya ikut disertakan. “Itulah yang awalnya kita lihat ada kejanggalan. Yang ditampilkan hanya nama dan satuan kerja. Padahal seharusnya ditampilkan pula TMT dan Surat Keputusan agar kita tahu masa kerja dari peserta,” jelasnya. Melihat indikasi akan ada adanya kecurangan tersebut, maka pihaknya memutuskan

untuk melaksanakan jalur diplomatis, dengan melaksanakan audiensi dihadapan bupati. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, karena audiensi merupakan jalur yang lebih mengutamakan musyawarah. “Memang di daerah lain kalau kita lihat pegawai honorer melaksanakan demo besar-besaran. Tapi kita tidak inginkan yang demikian. PETHA ingin menyampaikan keberatan atau kejanggalan yang kami temukan dengan jalur audiensi. Kita tidak ingin adanya tindakan anarkis, sebab kita sebagai pegawai honorer Kabupaten Pontianak yang sebagian besar adalah guru harus memberikan contoh yang baik,” pungkasnya.(JoE).

Sambut Pemilu 2014, Pemkab KKR Satukan Langkah dan Persepsi Borneo Tribune, Kubu Raya Pesta demokrasi tidak lama lagi akan berlangsung. Berbagai tahapan maupun program-program dan jadwal Pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 telah ditetapkan, untuk menyambut hal tersebut pemerintah Kabupaten Kubu Raya beserta pihak Kepolisian Kalimantan Barat dan lembaga –lembag terkait melakukan pertemuan guna menyatukan persepsi dan pemahaman bersama dalam menjaga kondusifitas di Kubu Raya selama pelaksanaan Pesta Demokrasi 5 tahunan itu. .Wakil Bupati Kabupaten Kubu Raya, Hermanus mengajak seluruh elemen maupun seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kabupaten Kubu Raya ini untuk menciptakan situasi yang kondusif saat pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 9 April mendatang. “Membangun pemahaman bersama dan Sinergisitas dalam menciptakan situasi yang kondisif itu, tidaklah serta merta bisa dilakukan oleh Pemerintah ataupun pihak Kepolisian itu sendiri. Melainkan perlu juga bantuan dari masyarakat itu sendiri dalam menciptakan situasi yang nyaman , aman dan kondusif,”katanya. Ia pun mengatakan, dalam kegiatan ini kita secara bersama-sama untuk menyatukan langkah dan persepsi bersama guna menjaga ketertiban dan kondusifitas di Kubu Raya. Sehingga kegitan dan agenda pemilu dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Jika sudah satu langkah dan satu presepsi, maka apa yang kita harapkan dalam pesta demokrasi yang akan datang ini dapat membuahkan hasil yang di inginkan,”uajrnya. Dia pun mengharapkan dengan adanya kegiatan tersebut akan dapat bertdampak poisitif dan meningkatkan kesadaran semua pihak untuk ikut terlibat secara bersama-sama menjaga lingkungannya masing-masing sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing. “Kita harapkan masyarakat Kubu Raya tidak mudah terpancing isu-isu yang dapat menyesatkan kita. Hindari segala bentuk gesekangesekan yang terjadi sehingga saat pesta demokrasi itu berlangsung,”tuturnya. (Adex)


Bengkayang Borneo Tribune

Kamis, 13 Maret 2014

6

Orgil yang Dititipkan ke RSJ Tanggung Jawab Siapa? Anggota Satpol PP Jadi Jaminan Borneo Tribune, Singkawang Anggota Satpol PP Kota Singkawang, Ari Widodo, Selasa (12/3) pagi, mendatangi Dinas Kesehatan. Maksud kedatangannya adalah meminta rekomendasi terhadap seorang pria yang dititipkannya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) lantaran di-

duga mengalami gangguan jiwa dan keberadaannya meresahkan warga yang tinggal di Bagak Sahwa, Kecamatan Singkawang Utara. “Dia (orgil) kita amankan pada Selasa (11/3) sekitar pukul 23.00 wib, karena sudah meresahkan warga setempat,” ujar Widodo kepa-

da sejumlah wartawan. Meresahkan yang dimaksud Widodo, lantaran pria yang tidak diketahui asal usulnya itu selalu meminta makanan dan minuman kepada warga. “Kalau tidak dikasih, orgil tersebut mengambil sendiri,” terangnya. Disamping itu, orgil terse-

but selalu mencari tempat tidur di masjid dan suka merobek-robek kertas sambil merokok. “Kita amankan untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kebakaran, terlebih musim kemarau sekarang ini,” jelasnya. Namun, saat dibawa ke

RSJ, lanjut Widodo, pihak rumah sakit meminta jaminan KTP dirinya, sebagai pertanggungjawaban orgil yang dititipkan. “Pihak rumah sakit memberikan waktu 3x24 jam, jika hari ini (kemarin) tidak ada solusinya, maka orgil tersebut akan menjadi tanggung jawab saya,”

pungkasnya. Dalam kesempatan itu, Kadis Kesehatan Kota Singkawang, A. Kismed memberikan penjelasan, berdasarkan hasil keputusan rapat akhir bersama Pemkot, direncanakan pasien-pasien jiwa maupun kusta yang statusnya KTP

Singkawang maupun yang tidak jelas asal usulnya, akan ditanggung oleh Pemkot Singkawang. “Namun, untuk lebih jelasnya, RSJ dipersilahkan untuk menghubungi Kabag Kesra Pemkot Singkawang, Hendra Yusra,” sarannya kepada Widodo. (RH)

Muslimin: Kebocoran Sabtu, Karnaval Pemilu Damai Pipa Bukan Pada Pekerjaan Tata Kota Singkawang

Muslimin

Ibarat atap Rumah mengalami kebocoran, tentu hal tersebut kita utamakan untuk memperbaikinya. Jadi benar apa yang dikatakan Pak Wali, jika air bersih harus dinomorsatukan

Borneo Tribune, Singkawang Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital. Terlebih pada musim kemarau sekarang ini. “Ibarat atap Rumah mengalami kebocoran, tentu hal tersebut kita utamakan untuk memperbaikinya. Jadi benar apa yang dikatakan Pak Wali, jika air bersih harus dinomorsatukan,” ujar Muslimin, Kadis Tata Kota, Pertanahan dan Cipta Karya Kota Singkawang. Berkenaan dengan statemen yang dikatakan Direktur PDAM Gunung Poteng Singkawang, Kristina Killin pada salah satu media yang ada di Kalbar, bahwa telah terjadi kebocoran pada pekerjaan Dinas Tata Kota Provinsi dan Singkawang, Muslimin membantah. Katanya, hal

tersebut bukan merupakan pekerjaannya. “Namun yang dimaksud Kristina adalah pekerjaan Satker Provinsi,” timpalnya. Dijelaskan Muslimin, berangkat dari pekerjaan IPA 50 yang berada di Semelagi, Kecamatan Singkawang Utara yang dikerjakan oleh Satker Dinas Tata Kota Provinsi. Mereka juga membangun pipa distribusi dengan diameter 300, 250, 200, 150, 100, dan 75. Setelah dibangunnya itu, lanjut Muslimin, pihaknya menyambung jaringan pipa pada tahun 2013 kemarin, pada titik pipa 150 hingga ke simpang Kuala Jalan Pelangi. “Ternyata, setelah dilakukan uji coba, kebocoran itu bukan terletak pada pekerjaan kita. Tetapi terletak pada pekerjaan Provinsi,” jelasnya. Mengenai kebocoran itu, pihaknya sudah beberapa kali mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Kepala Satker Provinsi untuk segera diperbaiki. “Namun yang diperbaiki mereka hanyalah pada pipa 300, 250 dan 200. Sedangkan untuk pipa 150, sampai sekarang belum diperbaiki oleh mereka. Sehingga pada saat uji coba terakhir kita pada minggu lalu, masih ditemui kebocoran pada titik pipa 150 sebanyak 22 titik. Kita sudah minta kepada Provinsi untuk memperbaikinya,” ujar Muslimin. Jadi, timpal Muslimin lagi, apa yang dikatakan Kristina itu tidaklah benar, karena kebocoran itu bukan terletak pada pekerjaan Dinas Tata Kota Singkawang. Justru apa yang pihaknya lakukan itu, sudah memberikan kontribusi kepada PDAM, karena banyaknya pelanggan yang memasang sambungan pada pipa tersebut. (RH)

Dusun Sentalang Perlu SD Mini Borneo Tribune, Bengkayang Kondisi anak -anak Dusun Sentalang Desa Setia Budi Kecamatan Sungai Betung begitu memprihatinkan. Fasilitas umum yang dimiliki sangat terbatas termasuk sarana untuk bidang pendidikan, kesehatan dan penerangan. ‘Khusus untuk pendidikan, anak Sentalang harus berjalan lima kilo meter untuk belajar di SD terdekat,” demikian dikatakan Santo, penggiat

LSM Manso Borneo Kabupaten Bengkayang saat ditemui, Rabu (12/3). Karena jauhnya SD yang ada, Santo mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk membangun SD mini berbentuk filial. “SD mini filial itu artinya SD yang menginduk ke SD terdekat, SD terdekat adalah SD Melaboh,” jelas Santo yang mengaku mengetahui kondisi dusun Sentalang. Santo menegaskan,

pentingnya membangun SD mini bersifat filial di Sentalang itu pastinya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Sentalang. SDM yang kemudian bisa diandalkan untuk membawa Kabupaten Benkayang kea rah yang lebih maju. “Pastinya, pembangunan SD mini itu sangat bermanfaat untuk mendongkarak IMP Kabupaten Bengkayang yang saat ini berada pada peringkat sebelas,” ujar Santo. (Mu)

Borneo Tribune, Singkawang Sesuai dengan jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang, pada tanggal 15 Maret mendatang akan menggelar karnaval pemilu damai yang bakal diikuti oleh 12 partai politik yang menjadi peserta pemilu. ”Acara itu akan digelar pada hari Sabtu (15/3) siang sekitar pukul 13:00 wib, yang mana sebelumnya akan digelar deklarasi damai 12 parpol di halaman kantor KPU, dan selanjutnya pada pukul 14:00 wib, barulah dimulai karnaval,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang, Ramdan. Menurutnya, untuk banyaknya orang yang akan mengikuti karnaval damai itu tidak dibatasi, namun yang dibatasi adalah

kendaraannya, karena satu parpol hanya boleh mengikut sertakan paling banyak 4 buah mobil pick up tertutup atau terbuka. ”Satu parpol hanya mengikutsertakan paling banyak empat unit pick up, dan tidak boleh membawa kendaraan lain seperti truk, apalagi kendaraan roda dua karena memang tidak diperbolehkan untuk ikut karnaval,” jelasnya. Sebelum hari H, kata Ramdan, masing-masing parpol harus mendaftarkan nomor polisi kendaraan yang nantinya akan mengikuti karnaval ke KPU yang selanjutnya dari KPU, nomor polisi kendaraan itu akan diserahkan ke Polres Singkawang. Daftar nomor polisi itu, sebutnya, memang sesuai dengan kesepakatan sehingga karnaval nantinya berjalan dengan tertib,

karena dikhawatirkan ada kendaraan lain yang juga turut ikut ke acara karnaval, sehingga dapat diketahui kendaraan mana yang secara resmi ikut, dan yang tidak resmi karena dapat dilihat dari nomor polisi kendaraan. Sedangkan untuk rute karnaval, katanya, start diawali dari Kantor KPU, kemudian masuk ke Jalan A. Yani, belok kanan ke Jalan Alianyang, selanjutnya belok kanan masuk ke Jalan Bambang Ismoyo, selanjutnya ke Jalan Kalimantan, Jalan Sejahtera, dan berlanjut ke Jalan P. Diponegoro. Kemudian kembali lagi ke Jalan A. Yani, belok kanan ke Jalan Dr. Sutomo, dan finis di Kantor KPU. Menurut Ramdan, kegiatan karnaval tersebut, bertujuan untuk mengkampanyekan

pelaksanaan pemilu damai kepada setiap parpol sekaligus memperkenalkan caleg dari setiap parpol. “Selain itu juga ada partisipasi partai dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan terciptanya komitmen kampanye damai dan tertib oleh Parpol peserta Pemilu,” tuturnya. Disamping itu, Ramdan juga mengingatkan kepada parpol terkait dengan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang harus disampaikan kepada pihak kepolisian. “Jadi setiap Caleg yang mau berkampanye, harus mendapatkan STTP dari pihak kepolisian, meskipun itu ranahnya polisi, namun kita selaku pihak penyelenggara, harus senantiasa mengingatkan,” pungkasnya. (RH)

W. SUWITO, SH., MH. & KELUARGA Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya :

THE SIAM IM Usia 71 Tahun

Ibunda dari AMENG (TJIN SAN MIN) Meninggal Pada Hari Rabu, Tanggal 12 Maret 2014 Pukul 06.00 WIB Di Kediaman Jl. Siaga, Gg. Siaga Mitra No. 30 O Disemayamkan Di Rumah Duka St. Michael Dimakamkan Tanggal 14 Maret 2014 Di Pemakaman Katolik St. Yosef, Sui Raya Semoga amal baiknya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin


Kamis, 13 Maret 2014

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

N Sakau di Rumah

BNNK Sanggau Lakukan Pembinaan Borneo Tribune, Sanggau Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau kembali menemukan anak di bawah umur yang ketergantungan terhadap narkotika. Anak tersebut berinisial N (14) yang ternyata sudah putus sekolah dari salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Sanggau.

Kepala BNNK Sanggau, Nurwignyo mengatakan bahwa begitu mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah dengan melakukan pembinaan dan memanggil orangtua dari anak tersebut. ”Anak berinisial N (14) tersebut merupakan anak putus sekolah dari salah satu seko-

lah yang ada di Sanggau. Yang bersangkutan tersangkut kasus narkotika jenis extacy sejak Januari 2014,” ujarnya Rabu (12/3) kemarin. Nurwignyo menuturkan bahwa N diketahui mendapat barang haram tersebut dari rekan-rekannya. Barang tersebut disuplai dari Pontianak. N masih tergolong

dalam kategori pemakai. ”Si N ini kategorinya sebatas pemakai dan tidak mengedarkan. Asal muasal ketergantungannya masih dalam pengembangan BNNK Sanggau,” ungkapnya. Nurwignyo mengungkapkan bahwa N ternyata sering bertengkar dengan orangtuanya. “Usianya masih anak-

anak. Memang di rumah si anak ini sering cek-cok dengan orang tuanya. Orang tua ini bukan berlatar belakang mampu. Awalnya diketahui saat si anak terlibat cekcok. Si anak diketahui sedang sakau karena pengaruh pil extacy yang digunakannya pada malam harinya dengan rekan-rekan sebayanya. Yang membuat saya miris, ternyata rekan-rekan kumpulnya juga sangat dekat dengan

miras, lem dan lain-lain,” jelasnya. Melihat hal tersebut, BNNK Sanggau segera menindaklanjuti dengan melakukan pembinaan. N juga diwajibkan untuk lapor ke BNNK sebagai langkah pengawasan. Pihaknya tidak bisa mengikutkan N ke therapy and rehability program dikarenakan usianya yang masih anak-anak. ”Kita wajibkan lapor ke

BNNK Sanggau. Kalau mau diikutkan Terapi dan Rehabilitasi belum bisa karena tidak memenuhi syarat umur. Kita berikan penekanan kepada orangtuanya agar mengawasi anaknya. Tapi kita bisa lakukan upaya wajib lapor, pengawasan dan pengobatan yang sifatnya emergency. Sementara itu alternatif penanganan yang dilakukan oleh kita,” pungkasnya. (rtn)

ngunan bangsa dan negara Republik Indonesia, “ ingatnya. Selanjutnya dikatakan, pelayanan bagi masyarakat yang membayar pajak sangat dipermudah, setiap hari jam kerja masyarakat bisa langsung membayar pajak di kantor Samsat atau bagi masyarakat yang jauh jarak tempuhnya untuk turun ke Ngabang bisa mendatangi Gerai terdekat, di Pahauman, Mandor dan Karangan. “ Dengan mendatangi Gerai terdekat, kalau tadi seumpamanya ongkos untuk turun ke Ngabang sudah bisa digunakan untuk membayar pajak kendaraan yang dimiliki. Dengan dibukanya Gerai pada tiga Kecamatan

tersebut adalah untuk memberikan kemudahan, sehingga yang tadi terasa jauh menjadi dekat. Masyarakat dapat membayar pajak kendaraan pada Gerai terdekat. Jadi tidak ada alasan terlalu jauh, karena pembayaran pajak kendaraan bisa dilakukan pada Gerai terdekat, “ papar Nasdiansyah. Ia menambahkan, terkait dengan digelarnya razia penertiban pajak kendaraan, hal tersebut dalam upaya melakukan penertiban dan peringatan bagi wajib pajak kendaraan yang terhutang setelah jatuh tempo. Razia penertiban pajak bukanlah penilangan, tapi penertiban pajak kendaraan. “ Bagi wajib pajak yang belum bayar pajaknya dapat langsung

bayar. Jika pada saat razia belum juga punya duit, maka wajib pajak harus membuat surat pernyataan maximal tiga hari harus dapat melunasi pajak kendaraannya, dengan jaminan perjanjian ini, STNKnya di tahan oleh pihak Samsat, sampai pajaknya lunas barulah STNKnya di kembalikan kepada pemiliknya, “ jelasnya. Nasdiansyah menerangkan, kecuali pada saat razia yang digelar ini juga terjaring pemilik kendaraan yang tidak punya SIM, tidak memiliki surat kepemilikan kendaraan, atau tidak memiliki kaca spion, lampu, pengendara tidak pakai helm, maka hal itu menjadi kewenangan pihak Kepolisian untuk melakukan penilangan. (Syah)

Samsat Ngabang Razia Pajak Kendaraan

Warga Jangan Golput

Razia penertiban pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Ngabang. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune Borneo Tribune, Ngabang Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Ngabang, hari Selasa dan Rabu secara kontinyu menggelar razia penertiban pajak kendaraan bermotor. Nasdiansyah, Kepala kantor Samsat Ngabang, Selasa, (11/3) di kantornya mengatakan, razia adalah ben-

tuk peringatan bagi wajib pajak terhutang. “ Masih terdapat kelalaian masyarakat yang membayar pajak kendaraannya, oleh sebab itu kita ingatkan dengan salah satunya menggelar razia penertiban pajak kendaraan bermotor, “ ucapnya. Dari catatan Samsat Ngabang, kesadaran masya-

rakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup berarti, hanya saja terus diingatkan dengan salah satunya menggelar razia secara rutin setiap hari Selasa dan Rabu. Diakuinya, kepemilikan kendaraan bermotor seirama dengan pertambahan

pendudukan dan aktivitas masyarakat, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. “Atas kepemilikan itu kita minta kepada masyarakat agar dapat melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak kendaraan bermotor, sebab pajak yang dibayar itu adalah untuk kepentingan bersama, yaitu untuk kepentingan pemba-

Borneo Tribune, Ngabang Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Landak, menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan politik kepada masyarakat bertempat di aula Dinas Kesehatan Landak, Selasa lalu. Sosialisasi diikuti para pemilih pemula dan kaum gender.Tema yang diangkat dalam sosialisasi ini adalah, “ Melalui kegiatan sosialisasi/penyuluhan pendidikan politik masyarakat, mari kita dukung dan sukseskan Pemilu 2014 dengan mendatangi TPS pada tanggal 9 april 2014.” Di sela kegiatan, Kepala Kantor Kesbangpol Landak, Supiran mengharapkan kepada peserta agar dapat menjadi garda terdepan untuk mendorong peran serta masyarakat untuk mensuksekan pemilu 2014 dengan menda-

FIRMA HUKUM

W. SUWITO, SH & ASSOCIATES Advocates and Legal Consultans

Jln. Purnama, Ruko Pinangsia Purnama No. 1 Pontianak, Telp. (0561) 737171 Fax. (0561) 737222 E-mail : wilhelm_s2@yahoo.com, http://www.suwitoassociates.com

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya :

YOHANES SAKAI, SH Usia 68 TTahun ahun Meninggal Pada Hari Rabu, Tanggal 12 Maret 2014 Di RSU Soedarso Disemayamkan Di Jalan Apel Gg. Timun 2 Dimakamkan Tanggal 13 Maret 2014, Pukul 10.00 WIB Di Pemakaman Kristen Oekomene Km.13 Kakap Semoga amal baiknya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin. Tertanda,

-

W. Suwito, SH., MH. (Advokat) Fo Yuni S. (Direktur Firma) H. R. Sarbani, SH., MH. (Advokat) Sri Nurliza, SH. (Advokat) I Sen, SH. (Advokat) Kristian, SH. (Advokat) Drs. Antonius, SH (Advokat)

-

Rusdi Luwie, SH., MH. (Advokat) Eka, SH. (Advokat) Bagus Subekti, SH. (Assisten Advokat) Marcelina Lin, SH. (Assisten Advokat) Desi, SH. (Assisten Advokat) Hely Sugianto, SH. (Assisten Advokat) Andi Dewi Juwita, SH. (Assisten Advokat)

Sosialisasi pendidikan politik yang digelar Kantor Kesbangpol Landak. FOTO Istimewa tangi TPS pada tanggal 9 April 2014. Supiran meminta para peserta harus bisa memberikan pengertian kepada masyarakat di sekitar lingkungannya betapa pentingnya suara yang diberikan pada Pemilu 2014, untuk memilih DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, dan DPD. “ Masyarakat tidak boleh Golput, “ katanya. Supiran mengingatkan kepada masyarakat pemilih, jangan sampai salah dalam memberikan hak suaranya, surat suara jangan sampai rusak. “ Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, dan mendorong peran serta mayarakat untuk mensukseskan pemilu 2014 dan

pemilu Presiden dan wakil Presiden 2014,” terangnya. Kepada Borneo Tribune, Supiran mengatakan,kegiatan sosialisasi ini digelar di lima Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Landak, yaitu Dapil 1 Kecamatan Ngabang-Jelimpo. Dapil 2 Kecamatan Sengah Temila –Mandor- Sebangki. Dapil 3 Kecamatan Mempawah Hulu- Menjalin dan Sompak. Dapil 4 Kecamatan Menyuke- Banyuke Hulu dan Meranti. Dapil 5 Kecamatan Air Besar- Kuala Behe. Berperan sebagai Narasumber dalam sosialisasi ini adalah KPU Landak, Panwaslu Landak, Polres Landak, Bagian Pemerintahan Setda Landak dan Kesbangpol Landak.(Syah)

Kades Antan Rayan dan Tolok

Komitmen Bangun Jalan dan Jembatan

Borneo Tribune, Ngabang Kades Antan Rayan, Mardono, dan Kades Tolok, Supardi, menunjukkan komitmennya untuk membangun jalan dan jembatan. Menurutnya, jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian yang mutlak diperlukan oleh semua elemen masyarakat, merupakan program prioritas yang harus diperjuangkan pembangunannya, terlebih untuk menghubungkan daerah yang terisoliasi sehingga dapat dilalui alat transportasi. Dia berharap, dengan dibangunnya jalan dan jembatan itu, tentunya pelayanan publik kepada masyarakat Desa dapat berjalan dengan baik. Keduanyan ber-

janji akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Keduanya juga meminta bantuan masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa. “Program membangun fasilitas jalan yang menghubungkan dari dusun ke dusun di Desa Tolok menjadi prioritas kita. Demikian juga jalan lingkungan Desa memang sangat diperlukan,” ucap Supardi. Diakuinya, saat ini Desa Tolok memang belum berkembang, mudah-mudahan selama 6 tahun kedepan Desa Tolok menjadi lebih maju. Karenanya Supardi berharap dukungan dan kerjasama masyarakat untuk bersama membangun Desa Tolok. (Syah)


Sekadau Borneo Tribune

Kamis, 13 Maret 2014

8

Bupati Buka Musyawarah PPNI Sekadau PPNI Pilih Ketua Baru Borneo Tribune, Sekadau Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sekadau menggelar musyawarah Rabu kemarin (12/3). Musyawarah yang lansung diagendakan pemilihan ketua PPNI Kabupaten Sekadau periode

2014-2019 itu lansung dibuka Bupati Sekadau Simon Petrus. Hadir dalam agenda itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr. Andi Jap, Kadis Kesehatan sekadau Kabupaten Sekadau, dr.Wirdan Mahzumi, ketua PPNI

Sekadau, Budi Mustika, sejumlah pengurus dan anggota PPNI Sekadau, dan sejumlah perawat. Dalam arahannya, Bupati menyampaikan pesan agar para perawat bisa menjalankan tugasnya dengan baik memberikan pelayanan kepada masyarakat didaerahnya bertugas. Selain itu, bupati

juga berharap perawat yang tergabung dalam organisasi PPNI supaya bisa bekerja professional dan bertanggungjawab menjalankan tugas-tugasnya. “Pemkab tentu memberikan apresiasi kepada bapak ibu perawat yang sudah menjalankan tugas-tugasnya. Berilah pelayanan baik kepada masya-

rakat kita untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sekadau,” pesan Bupati ketika membuka kegiatan, Rabu. Selain itu Bupati berharap organisasi PPNI sebagai wadah utama mengakomodir berbagai kegiatan positif para perawat, baik kegiatan sosial dan kegiatan lainnya. Oleh se-

bab itu, pengurus PPNI diharapkan bisa saling berkomunikasi merancang berbagai kegiatan positif kedepan. “Diharapkan agar organisasi PPNI juga semakin eksis seperti organisasi lain,” harap Bupati. Dalam agenda itu, digelar pemilihan ketua dan Pengurus PPNI Kabupaten Sekadau mas-

sa bhakti 2014-2019, karena pengurus sebelumnya sudah berahir masa jabatan. Informasi dari panitia kegiatan sore kemarin, pemilihan ketua dan pengurus PPNI massa bhakti 2014-2019 dipercaya kepada Subagio, S.KM, mengantikan Budi Mustika, S.KM ketua PPNI yang lama. (Mto).

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Aktivitas SPBU di Sekadau tampak normal saat tak ada kendala distribusi BBM.//foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Sidak SPBU Bocor Saat Sidak, Antrean Normal Stok BBM tersedia Borneo Tribune, Sekadau Upaya penertiban di sejumlah SPBU oleh aparat kepolisian bersama Satpol PP dan sejumlah instansi pemerintah menindaklanjuti hasil pertemuan di DPRD Sekadau pada Senin (10/3) lalu sepertinya bocor. Pasalnya, hampir di setiap SPBU yang disatroni petugas tidak terlihat antrean panjang kendaraan bermuatan jeriken ataupun truk-truk yang biasanya menumpuk di sekitar SPBU. Di SPBU KM 4 jalan Sintang misalnya, saat petugas gabungan tiba SPBU tampak sepi. Yang terlihat hanya antrean kendaraan roda dua dan empat yang ingin mengisi BBM untuk kendaraan pribadi mereka.

Empat unit tempat pengisian BBM seperti premium, solar dan pertamax pun dibuka, tak seperti hari-hari sebelumnya dimana stok kerap kosong melompong, antrean kendaraan pun semraut. Kuat dugaan, pengelola SPBU telah mengetahui bahwa akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas sehingga punya waktu untuk mengatur seolah-olah pelayanan di SPBU berjalan normal. Padahal, beberapa hari sebelumnya SPBU tersebut selalu ramai dengan antrean truktruk dan pick-up bermuatan jeriken. Stok BBM, terutama solar dan premium juga kerap kosong melompong. Banyak konsumen yang mengeluhkan

buruknya pelayanan SPBU tersebut. Namun, melihat aktivitas SPBU normal begitu akan dilakukan pemeriksaan, dugaan bocornya informasi tak dapat disangkal. “Biasanya kosong, tumben hari ini ada minyak. Saya baru tahu kalau ada pemeriksaan dari polisi, mungkin informasinya bocor makanya stok tersedia,” sebut salah seorang pengendara sepeda motor yang enggan identitasnya dipublikasikan. Namun, ia bersyukur dengan adanya pemeriksaan tersebut. “Kalau tidak begini, susah dapat minyak di SPBU. Mudah-mudahan setelah ini bisa lebih baik pelayanannya,” ucapnya sambil berlalu.(Mto).

Polres Komit Bersihkan Narkoba Anggotanya Borneo Tribune, Sekadau Kepolisian resort Sekadau menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba. Belum lama ini, Polres membekuk tiga orang pengedar dan pemakai narkoba di Sekadau. Selain terus memburu peredaran barang haram itu di publik, internal Polres tak luput dari perhatian. “Belum lama ini kita melakukan tes urin terhadap 18 pengawas di Pores, termasuk saya. Hasilnya, semua yang diperiksa negatif,” kata Wakapolres Sekadau Kompol Yohanes Andis, baru-baru ke-

marin. Rencananya, tes urin akan dilakukan kepada semua anggota Polres Sekadau secara mendadak. Hal itu, menurut Andis, mempertegas bahwa Polres tidak main-main dalam pemberantasan Narkoba. Untuk mewujudkan tekad tersebut, internal Polres haruslah terlebih dahulu dipastikan bersih. Namun, Andis belum memastikan kapan tes urin berikutnya akan dilakukan. “Kita masih kekurangan sarana prasarana untuk melakukan tes. Kemarin saja alat-alatnya dibeli secara swadaya,” ujar Andis. Andis mengaku sampai hari

ini belum menerima informasi jika ada anggota Polres Sekadau yang mengkonsumsi Narkoba. “Mudah-mudahan anggota kita bersih semua,” harap Andis. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Masih segar di ingatan, beberapa tahun lalu salah seorang anggota Polres Sekadau bahkan kedapatan menjadi pengedar obat terlarang itu. “Tentu kita tidak ingin sejarah terulang kembali. Makanya, saya tegaskan lagi bahwa Polres Sekadau sangat berkomitmen membasmi Narkoba,” tutupnya. (Mto).

Sekadau Butuh Perguruan Tinggi Regular BorneoTribune, Sekadau Tingginya animo masyarakat Sekadau untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan akademisi. Untuk menyandingkan animo masyarakat dengan tempat kuliah memang perlu ada wadah universitas regular. Salah seorang akademisi asal Selalong I Kecamatan Sekadau Hilir, Yovinus menilai tingginya animo itu sudah selayaknya dijawab dengan kehadiran perguruan tinggi yang bersifat reguler di Sekadau. “Kita melihat masyarakat sangat berminat menempuh pendidikan di jenjang kuliah. Kami melihat, sudah saatnya di Sekadau didirikan perguruan tinggi reguler untuk mengakomodir minat masyarakat di dunia pendidikan,” nilai Yovinus, dua hari lalu. Pria yang berprofesi sebagai dosen di salah satu PTS di Sintang itu menganggap perguruan tinggi bidang administrasi adalah yang paling tepat untuk didirikan di Sekadau saat ini. Hal itu mengingat Kabupaten Sekadau merupakan daerah yang sedang berkembang dan membutuhkan banyak membutuhkan tenaga kerja di bidang administrasi semisal administrasi perkantoran, administrasi niaga dan administrasi publik. “Sekarang perusahaan-perusahaan sudah banyak, kebutuhan PNS juga semakin tahun semakin meningkat. Bidang administrasi sangat cocok dengan perkembangan Kabupaten Sekadau saat ini,” argumen Yovi. Secara admnistrasi, persyaratan untuk mendirikan perguruan tinggi setingkat sekolah tinggi di Sekadau menurut Yovi sudah memadai. Saat ini, penyandang gelar doktor sudah cukup banyak, demikian pula lulusan S2. Menurutnya, kesiapan SDM itu sudah cukup untuk mendukung pendirian sebuah sekolah tinggi. “Tapi juga perlu dukungan masyarakat untuk mendorong lahirnya perguruan tinggi reguler di Sekadau,” tuntas Yovi. (Mto).


Sintang-Melawi Kamis, 13 Maret 2014

Borneo T Tribune

Kemendagri Klarifikasi Administrasi Teknis Kewilayahan PKR

Juni atau Juli, RUU PKR Akan Dibahas Borneo Tribune, Sintang KEMENTERIAN Dalam Negeri kembali mengutus tim untuk melakukan klarifikasi administrasi dan teknis kewilayahan terkait dengan pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR). Tim ini dipimpin langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Gunawan. Rombongan bertandang ke Kabupaten Sintang dan melakukan pengecekan terhadap sejumlah persyaratan administrasi, di pendopo kediaman Bupati Sintang. Selanjutnya Bupati membawa tim dari Otda untuk mendatangi sejumlah fasilitas yang memang dipersiapkan serta dibutuhkan Pemerintahan Provinsi Kapuas Raya bila terbentuk kelak. “Intinya kita hanya melakukan klarifikasi administrasi dan teknis kewilayahan. Untuk administrasi kita cek apakah sejumlah persyaratan administrasi seperti yang telah disampaikan ada atau tidak,” ujar Dirjen Otda, Gunawan usai melakukan pengecekan sejumlah dokumen PKR, di Pendopo Bupati, Selasa (11/3). Salah satu data administrasi yang diklarifikasi

Koordinator PKR Milton Crosby menunjukan peta wilayah Kapuas Raya kepada dirjen Otda dari Kemendagri. Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune adalah pernyataan Bupati kabupaten pendukung PKR tentang sumbangan dana untuk pemerintahan PKR kelak. Termasuklah pernyataan keberadaan ibu kota sebagai pusat pemerintahan, kelayakan untuk menjadi ibukota provinsi

dan sejumlah data lainnya. “Kami ini jadi hanya seperti memotret saja. Kami akan laporkan fakta-fakta yang ada di lapangan kepada pimpinan. Jadi layak atau tidaknya itu kewenangannya ada dipimpinan,” papar Gunawan.

Sementara itu, Bupati Sintang yang juga koordinator pembentukan PKR mengatakan, RUU PKR baru akan dibahas sekitar Juni atau Juli mendatang. RUU PKR sendiri akan dibahas bersama sejumlah undang-undang lain yang

memang ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Pilpres. “Kalau PP 78 itu urusan pemerintah, karena memang Bupati tidak bisa mengurus gubernur. Dalam tata pemerintahan kan memang begitu, karena gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah,” jelasnya. Menurut Milton Crosby, semua perlengkapan administrasi yang harus diklarifikasi oleh tim dari Kemendagri telah dicek. Jika pun ada satu dua yang hilang, maka menurutnya wajar. Karena perjalanan pemekaran PKR telah memakan waktu selama 8 tahun. “Dukungan dari Pemerintah Pusat sudah ada, Ampres sudah ada. Jadi sekarang bolanya sudah di pusat. Nanti akan dilakukan pertemuan tri partid. Yaitu antara DPD, DPR dan pemerintah dalam hal ini Kemendagri untuk membahas tentang PKR,” ucap Bupati Sintang. Hal teknis lainnya, menurut Milton akan segera disiapkan. Termasuklah rumah jabatan calon gubernur dan kendaraan dinas. (end) †

KPU Batasi Jumlah Kendaraan Peserta Parpol

Karnaval Kampanye Damai 2014, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pengurus parpol peserta Pemilu serta pihak yang terkait seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Panwas dan instansi terkait lainnya. “Rapat tersebut untuk menyepakati hal-hal yang berkenaan dengan kegiatan karnaval. Seperti batas maksimal jumlah pengerahan masa dan jumlah kendaraan yang mengikuti pawai,” ujar Ketua KPU Kabupaten Melawi, Yovinus. Menurutnya, dari rapat yang dilaksanakan pada Rabu (12/3) telah dihasilkan suatu kesepakatan bersama

Agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan protokol, peserta karnaval akan dilepas satu persatu dengan diberi jarak waktu

Borneo Tribune, Nanga Pinoh KPU Kabupaten Melawi merencanakan akan menggelar Karnaval Kampanye Damai yang akan diikuti oleh seluruh partai politik peserta Pemilu pada 15 Maret mendatang. Guna menjaga ketertiban dan keamanan pada pelaksanaan karnaval, KPU akan membatasi jumlah masa dan kendaraan yang mengikuti kegiatan kampanye damai tersebut. Ketua KPU Kabupaten Melawi, Yovinus mengharapkan, untuk menjaga keamanan pada pelaksanaan karnapal parpol atau kampanye damai menjelang Pemilu Legeslatif 9 April

bahwa saat karnaval nanti setiap parpol dibatasi penggunaan mobil maksimal 5

buah dan penggunaan kendaraan roda dua (motor) maksimal 12 buah. “Sedangkan jumlah orangnya, khusus di dalam mobil maksimal 5 orang dan di atas motor maksimal 2 orang,” jelasnya. Ada pun rute perjalanan kegiatan karnaval nanti, dimulai dari Stadion Olahraga Raden Temenggung Setia Pahlawan Nanga Pinoh, lalu melintasi jalan juang menuju arah Polres dan memutar di Terminal Sidomulyo lalu kembali ke Stadion. “Agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan protokol, peserta karnaval akan dilepas satu persatu dengan diberi jarak

waktu,” terangnya. Namun demikian, Yovinus tetap mengimbau kepada parpol maupun massa simpatisan supaya ikut serta menjaga kemanan dan ketertiban saat pelaksanaan karnaval nanti agar kegiatan tersebut tidak mengganggu kepentingan umum. “Kami minta kepada parpol untuk menjaga massanya dan harus tertib lalu lintas saat pelaksanaan kampanye damai nanti. Karena bagaimana pun nantinya masyarakat akan menilai sendiri partai dan caleg mana yang bisa menarik simpati masyarakat,” ujarnya. (eko) †

9

Investor Swasta Minati Pembangunan PLTA Melawi Borneo Tribune, Nanga Pinoh SATU investor swasta nasional yang bergerak dibidang pembangkit listrik berbasis energi terbarukan menyatakan minatnya untuk membangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Melawi. Melalui bendera PT. Tirta Wangi Power, perusahaan ini merencanakan untuk mengembangkan, membangun dan mengoperaskan PLTA dengan membuat bendungan di Sungai Pinoh. Hal tersebut dipaparkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Melawi, Sudiyanto yang ditemui di Pendopo Bupati Melawi, kemarin. “PT. Tirta Wangi Power ini sudah menyampaikan ekspos mereka pada kita, dimana ada keinginan mereka untuk membangun PLTA, di Desa Senempak, Kecamatan Nanga Pinoh tepatnya pada alur sungai Pinoh,” terangnya. Sudiyanto menjelaskan, saat ini perusahaan tersebut memang belum memiliki izin prinsip untuk memulai aktivitas mereka di Melawi. Oleh karena itu, paparan ekspos yang disampaikan oleh perwakilan PT. Tirta Wangi Power dilakukan agar bisa mendapatkan izin tersebut. “Yang terpenting adalah paparan dari mereka. Kalau sudah dapat izin prinsip, barulah mungkin mereka akan melakukan studi kelayakan serta perencanaan pembangunan PLTA di wilayah Senempak,” terangnya. Pembangunan pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan, kata Sudiyanto, saat ini memang sudah menjadi tren dunia mengingat semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dan batu bara yang selama ini menjadi sumber utama energi. Pemanfaatan sungai sebagai sumber energi listrik bagi Kabupaten Melawi memang memungkinkan mengingat Melawi memiliki dua sungai besar dengan debit air yang besar. “Kalau melihat paparan mereka, PLTA yang dibangun di Sungai Pinoh cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kabupaten Melawi, bahkan mungkin juga dibagikan ke kabupaten tetangga. Namun tentu untuk perencanaan ini, tidak bisa Distamben sendiri, tapi juga harus duduk bersama instansi lainnya yang terkait,” timpalnya. Termasuk soal bagaimana teknis membendung Sungai Pinoh, dikatakan Sudiyanto, tentu hal tersebut lebih dipahami oleh PT. Tirta Wangi Power. Apalagi rencana PLTA tersebut berdampak pada pemukiman masyarakat di sekitar bendungan nantinya. “Mereka katanya sudah survei dan nanti tentu akan bermitra dengan pihak lain. Sambil studi kelayakan, mereka pun bersosialisasi dengan masyarakat setempat,” terangnya. Studi kelayakan rencana pembangunan PLTA di Senempak sendiri, memang bukan pertama kalinya diajukan oleh investor luar. Sebelumnya, Sudiyanto mengungkapkan sudah ada perusahaan atas nama PT Borneo yang bahkan sudah mengantongi izin prinsip di tahun 2011, namun ternyata tak ada lagi aktivitas lanjutannya. “Kini PT. Tirta Wangi Power ternyata juga berminat untuk membangun PLTA di tempat yang sama. Tentu akan dilihat bagaimana tindak lanjut dan keseriusan mereka,” ucapnya. Berdasarkan proposal Rencana Pengembangan PLTA Pinoh oleh PT. Tirwa Wangi Power, lokasi DAM memang akan dibangun di Desa Senempak. Estimasi debit untuk PLTA Pinoh mencapai 220 meter kubik per detik. Maksimal kapasitas daya yang dihasilkan, yakni mulai dari 46 MW-92 MW. Hanya memang dampak pembendungan Sungai Pinoh menyebabkan ada 2.125 hektar areal genangan air bila tinggi DAM didesain 30 meter dan lebar DAM mencapai 215 meter. Sedangkan bila tinggi DAM didesan setinggi 35 meter dengan lebar 240 meter, maka daerah yang tergenang lebih luas mencapai 2.888 hektar. Dua alternatif utama untuk pengembangan PLTA dengan kapasitas 46 MW dan 55 MW dengan tipe pengembangan reservoir (bendungan atau waduk). (eko)†

Kepala DPPKAD dan Kabag Organisasi Dilantik Borneo Tribune, Nanga Pinoh BUPATI Melawi, Firman Muntaco, Rabu (12/3) melantik dua pejabat eselon IIb dan IIIa di Pendopo Bupati Kabupaten Melawi. Dua pejabat yang dilantik adalah Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Melawi, Ramdha Suhaimi serta Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi, S Siringoringo. Ramdha sendiri sebelumnya sudah menjabat sebagai Plt Kepala DPPKAD sehingga pelantikan tersebut hanya merupakan proses untuk mendefinitifkan posisinya sebagai pejabat eselon II. Sedangkan Siringoringo, mantan Sekretaris KPU menjabat posisi baru sebagai Kabag Organisasi. Firman Muntaco seusai melantik kedua pejabat tersebut menjelaskan, proses mutasi dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi jabatan yang memang telah lowong selama beberapa waktu. “Saya ingatkan bahwa saudara sudah menandatangani pakta integritas. Sehingga siap dihukum bila memang melakukan kesalahan. Saat ini kita akan selalu menegakkan pengawasan dan pembinaan ter-

hadap pegawai. Bila salah, harus selalu siap dicopot dari jabatannya,” tegas Bupati Melawi.

Kepada Ramdha yang menjabat sebagai Kepala DPPKAD, Firman mengingatkan bahwa terdapat

banyak tantangan dan hambatan dalam melaksanakan tugas sebagai kepala instansi yang mengatur

pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena itu, dirinya meminta agar Kepala DPPKAD yang baru bisa

menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta menjaga profesionalitas. “Ingat jangan sampai

Pelantikan, Bupati Melawi, Firman Muntaco melantik Kepala DPPKAD Kabupaten Melawi serta Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Melawi. Foto: Eko Susilo/Borneo Tribune

membelakangi pimpinan. Jangan laju atau mendahului kebijakan Bupati,” lugasnya. Sedangkan, bagi Kabag Organisasi Setda Kabupaten Melawi yang baru, Firman juga mengingatkan agar pejabat yang baru bisa melakukan koordinasi dengan baik dengan pejabat yang ada di atasnya, seperti Asisten dan Sekda. “Administrasi harus baik. Karena korupsi dimulai dari ketidakberesan administrasi,” Ingatnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Firman mengingatkan para jajarannya di Sekretariat Daerah, baik level Kabag, Asisten hingga Sekda agar proses penandatanganan berbagai surat menyurat dapat dilihat dan diseleksi dengan sebaik-baiknya. Mana yang harus ditangani Bupati, mana yang hanya di tingkat Sekda dan mana yang bisa ditangani oleh Asisten. Sebelum sampai ke Bupati juga sudah benar-benar dicek dan ditelaah baik oleh Asisten Setda maupun Sekda. “Oleh karena itu, bagi saya seorang asisten ini bagaikan benteng bagi Bupati. Jangan sampai surat yang sudah ditandatangani Bupati malah memunculkan masalah baru,” paparnya. (eko) †


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Kamis, 13 Maret 2014

10

Hadapi Pemilu 2014, PORSENI Se-Kapuas Hulu Pemkab Gelar Rakor Resmi Dibuka Borneo Tribune, Putussibau PEMERINTAH Kabupaten Kapuas Hulu secara resmi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah

dan Sosialisasi dalam rangka pemantapan suksesi Pemilu DPR, DPD dan DPRD. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupa-

KPUD: Persiapan Pemilu di Kapuas Hulu Sudah 85 Persen Borneo Tribune, Putussibau PELAKSANAAN Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan tanggal 9 April 2014 sudah didepan mata, berbagai upaya sejumlah pihak terkait melakukan sosialisasi agar pelaksanaan Pemilu bisa berjalan aman tertib lacar dan berkualitas. Bahkan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kapuas Hulu sedang gencar-gencarnya melakukan persiapan. “ Untuk persiapan Pemilu saat ini sudah sekitar 85 persen, hanya saja kita masih menunggu kedatagan pengiriman logistic dari Pusat, sekarang kita sudah lakukan distribusi logistik ke 23 kecamatan yang ada di Kapuas Hulu, hanya ada beberapa logistic yang belum kita terima dari Pusat,” jelas Ketua KPUD Kapuas Hulu kepada Wartawan, Rabu (12/03). Terkait surat suara, menurut Lisma sudah disortir dan dilipat, sekarang digudang sudah dilakukan penyortiran tahap kedua. “ Kita pisahkan kategori ke-

ti Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir yang dilaksanakan di Indoor Volly Kota Putussibau di jalan Gajah Mada, Rabu (12/03). Tampak hadir Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Ade Muhammad Zulkifli,Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana, Dandim 1206 Putussibau Let.Kol.Inf Vivin, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Mahyudi, Ketua KPUD Kapuas Hulu, Lisma Rolizma, Ketua Panwaslu Kapuas Hulu, Sabni, sejumlah Pimpinan

SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu, seluruh Kepala Desa dan Camat se-Kapuas Hulu, Ketua FKUB Kapuas Hulu, H. Muhammad Kusyairi, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir berpesan agar dalam pelaksanaan Pemilu mendatang keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Ka-

puas Hulu harus tetap terjaga. Selain itu Nasir juga meminta kepada semua pihak terutama pihak terkait untuk terus melakukan sosialisas dalam rangka mensukseskan Pemilu mendatang. “ Tentunya pelaksanaan pemilu 9 April 2014 mendatang harus terus disosialisasikan, saya juga meminta para caleg dan parpol ikut serta mensosialisasikan Pemilu mendatang, jangan sampai ada masyarakat yang tidak tahu bagimana

cara menggunakan hak pilih,”ujarnya. Usai kegiatan ditemui Wartawan, Ketua KPUD Kapuas Hulu, Lisma Roliza mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung diselenggarakannya Rakor tersebut. “ Intinya kami sangat menyambut baik kegiatan pemerintah ini sebab mereka sebagai fasilitas, kebetulan saya pemateri dalam kegiatan ini saya akan sampaikan bagaimana surat suara yang sah dan bagaimana tata cara

perhitungan di TPS,” jelasnya. Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Kapuas Hulu , Sabni juga mengungkapkan hal yang sama bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan Rakor tersebut apalagi dihadiri seluruh kades dan camat se-kapuas Hulu. “Alhamdulillah, dari Panwaslu diberikan kesempatan dalam menyampaikan materi, dan ini memang sangat kita harapkan ,”tandasnya. (Timo) †

Ketua KPUD Kapuas Hulu Lisma Roliza FOTO: dok/Borneo Tribune

mungkinan surat suara yang rusak sebab kita masih menunggu dari pusat, sedangkan jumlah surat suara sebanyak jumlah DPT ditambah 2 persen,”cetusnya. Ditambahkannya, ada beberapa logistic yang belum didistribusikan ke kecamatan diantaranya segel, dan formulir. Sehingga diharapkan semuanya bisa berjalan aman dan lancer. “Tetapi yang jelas persiapan sudah 85 persen,”pungkasnya. (Timo) †

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Pelaksanaan Rakor daerah dan sosialisasi dalam rangka pemantapan suksesi pemilu DPR, DPD dan DPRD yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu di Indoor Volley Kota Putussibau. Foto: Timotius/ Borneo Tribune

Kepengurusan FKUB Kapuas Hulu Dikukuhkan

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Bupati Kapuas Hulu saat mengukuhkan kepengurusan FKUB Kapuas Hulu periode 2012-2017. Foto: Timotius/Borneo Tribune Borneo Tribune, Putussibau KEPENGURUSAN Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas Hulu periode 20122017 resmi dilantik, Ketua FKUB yang dijabat oleh H. Muhammad Kusyairi bersama kepengurusannya ini dikukuhkan secera resmi oleh Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir disela-sela kegiatan Rakor daerah dan sosialisasi dalam rangka pemantapan suksesi Pemilu DPR, DPD dan DPRD yang dilaksanakan di Indoor Volly Kota Putussibau, Rabu (12/03). Ditemui Wartawan usai pengukuhan, Ketua FKUB

Kapuas Hulu H. Muhammad Kusyairi mengungkapkan bahwa sesuai dengan tugas dan fungsi FKUB, diantaranya setiap bulan pihaknya akan mengadakan rapat atau dialog, kemudian FKUB akan menerima aspirasi dari masing-masing tokoh agama, setelah itu aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan umat beragama barulah kemudian pimpinan umat beragama masing-masing yag menyampaikan kepada umatnya, selain itu, FKUB akan memberikan rekomendasi dalam setiap pendirian rumah ibadah. Terkait Pemilu, dikata-

kan Kusyairi pihaknya sudah memanggil tokoh agama yang ada disetiap kecamatan, dan telah disampaikan pesan-pesan dari ketentuan yang ada, untuk melakukan pemilu yang cerdas, pemilu damai dan pemilu berkualitas. “Yang jelas kita menghimbau kepada seluruh elemen agar dalam pelaksanan Pemilu ini dapat dilaksanakan etika berpolitik yang santun dan membawa kedamaian, kalau kita sudah berdamai kita enak beribadah hidup rukun berdampingan, dan harus terus diutamakan keamanan dan kerukunan,” ujarnya. (Timo) †

IKLAN BARIS Langganan Koran

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi (085245247955). Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946). Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Biro Kapuas (085654585775)

Hulu:

Herdi

Biro Ketapang: Aldi (08971600688) Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Service Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Kamis, 13 Maret 2014

Organ Tubuh Nanda Kembali Dikirim Labfor Mabes Nanda di Garuda Hotel pada tanggal 30 Januari 2014, sempat ditutup - tutupi, bahkan tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh pihak Garuda Hotel, namun setelah muncul pemberitaan di media cetak dan laporan yang dibuat Jainah atas kematian anaknya tersebut pada hari Senin (10/2) yang lalu, kepolisian pun baru mulai melakukan penyelidikan, guna melakukan pengungkapan. Sejumlah saksi langsung dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, terutama orang terdekat Nanda, atas nama Putri dan Beben, kemudian pemeriksaan juga dilakukan terhadap Resepsionis, Securty dan Belboy Garuda Hotel. Pasca memeriksa sejumlah saksi, tepat pada hari Sabtu (15/2) atas permintaan Polresta Pontianak, Tim Forensik Dokkes Polda Kalbar pun menggelar otopsi Jasad Nanda di pemakaman Muslim di Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur, di mana otopsi tersebut dihadiri langsung Kanit Ekonomi ÿ(Unit II) Sat Reskrim Polresta. Penyebab kematian Nanda pun terungkap, yakni setelah Jasad Nanda diotopsi Tim Forensik Dokkes Polda Kalbar, kemudian terbongkarnya penyebab kematian Nanda itu, diumumkan langsung kepada publik melalui media cetak, tepat pada hari Selasa (18/2) yang lalu, oleh Kanit Unit II (Ekonomi) Iptu Kemas M.S Arifin. Di mana saat dikonfirmasi terkait hasil otopsi Jasad Nanda oleh Tim Forensik Dokkes Polda Kalbar, Kanit Ekonomi (Unit II) Iptu Kemas M. S Arifin, membenarkan hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik pada hari Sabtu (15/2), memang sudah keluar

dan pihaknya baru saja menerima secara resmi dari Dokkes Polda Kalbar. “ Baru kami terima dan secara resmi hasilnya dari Dokkes Polda Kalbar, menyatakan bahwa Nanda meninggal di Garuda Hotel bukan karena sakit, melainkan karena tindak kekerasan,” tegas Kanit Unit II Sat Reskrim Polresta Pontianak. Menurut Kemas, dalam pemeritaan yang terbit pada tanggal 19 Februari 2014 yang lalu, tindak kekerasan yang menyebabkan Nanda meninggal dunia tersebut, adalah tindak kekerasan benda tumpul, di mana tanda kekerasan tersebut ada, yakni tepat di pelipis mata kanan dan tempurung kepala Nanda, sehingga menyebabkan pendarahan dan rusaknya otak, dan membuat Nanda meninggal dunia. “ Ada tanda kekerasan benda di beberapa bagian tubuh Nanda, yakni seperti tempurung kepala, pelipis mata sebelah kanan Nanda, akibat kekerasan tersebut mengakibatkan terjadinya pedarahan di kepala dan membuat rusak otak, serta memuat Nanda meninggal dunia, di mana ini diketahui dari hasil otopsi yang dilakukan Dokkes Polda Kalbar,”jelas Iptu Kemas. Lanjut Iptu Kemas, jadi jika dikatakan Nanda meninggal dunia karena sakit, itu tidak benar, karena memang ada tindak kekerasan terhadap Nanda dan membuat Nanda meninggal dunia. Dikatakan Kemas, kekerasan benda tumpul pada bagian tubuh Nanda tersebut, banyak kemungkinan yang bisa digunakan orangÿ yang diduga pelaku tindak kekerasan tersebut. “Alat yang digunakan untuk pelaku bisa tangan kosong

atau pun kayu, namun ini masih dugaan kita, yang jelas saya tegaskan disini Nanda meninggal bukan karena sakit, melainkan karena tindak kekerasan,” katanya. Sementara itu Rahmansyah, yang diduga sebagai pelaku yang membuat Nanda tewas, sebelumnya sudah dilakukan penangkapan dan penahanan oleh Sat Reskrim Polresta Pontianak, yakni pada tanggal 15 dan 16 Februari, Rahmansyah orang yang terakhir bersama Nanda saat itu. Rahmasnyah pun dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP, yakni tentang penganiaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia, di mana ancamannya diatas lima tahun penjara dan Rahmasnyah pun ditetapkan sebagai tersangka. Namun informasi yang berhasil didapat dilapangan, ternyata pihak kepolisian kembali mengirim organ tubuh Nanda ke Labfor Mabes Polri, guna memastikan kematian Nanda, lantaran penyebab kematian Nanda belum diyakini dokter. Setelah berkas disiapkan, dan memasuki tahap I, yakni pelimpahan berkas ke kepada Kejaksaan, dan Jaksa yang ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Valentino. Kapolresta Pontianak Kombes Pol Drs. Hariyanta, M.Si, saat dikonfirmasi terkait, pengiriman organ tubuh Nanda ke Labfor Mabes Polri, Senin (10/3) kemarin, dirinya membenarkan bahwa organ tubuh Nanda dikirim ke Labfor Mabes Polri, lantaran kemungkinan besar dokter yang melakukan otopsi sebelumnya, belum meyakini penyebab kematian Nanda tersebut. “ Kemungkinan Dokter be-

TBS Tak Dibayar, Masyarakat Blokir Jalan lum meyakini atas kematian Nanda setelah dilakukan otopsi beberapa waktu lalu, maka dari itu dikirim lagi untuk diketahui penyebab kematian sebenarnya, karena kepolisian tidak bisa menerka nerka kematian Nanda itu penyebabnya apa, lantaran polisi bukan ahli dibidang itu, melainkan dokter lah sebagai saksi ahli yang dapat menyimpulkan itu,” jelas Kapolresta. “ Namun proses hukumnya tetap berjalan, dan tersangka atas nama Rahmansyah masih dilakukan penahanan,” jelas Kapolresta. Padahal sebelumnya sudah jelas, Kanit Ekonomi (Unit) II Sat Reskrim Polresta Pontianak, menegaskan hasil otopsi yang didapatnya dari Tim Forensik Dokkes Polda kalbar, kematian Nanda bukan karena sakit, melainkan karena tindak kekerasan dari beda tumpul. Sementara itu Kabid Dokkes Polda Kalbar, saat hendak dikonfirmasi terkait hasil otopsi yang dilakukan pihaknya atas Jasad Nanda pada tanggal 15 Februari yang lalu, dirinya mengatakan belum sempat untuk diwawancarai. “ Saya sedang sibuk, jadi belum sempat,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Rabu (12/3) sekitar pukul 09.45 Wib. Bahkan informasi yang didapat, rekaman CCTV yang diamankan Polresta Pontianak dari Garuda Hotel, hingga saat ini belum dibuka oleh Polresta Pontianak, di mana dari CCTV tersebut, pasti akan diketahui, berapa lama Nanda dan seorang laki - laki di dalam kamar, tempat Nanda tewas tersebut, terus siapa - siapa saja yang mengangkat jenazah Nanda juga akan ketahuan dari Kamar Hotel itu. (Zrn)

KPAI Bentuk Gerakan Semesta Perlindungan Anak Rabu, 12 Maret 2014 KPAI resmi membentuk gerakan semesta perlindungan anak. Bertempat di Jalan Teuku Umar 10-12, Menteng, Jakarta Pusat, melalui Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh diungkapkan, tujuan pendeklarasian ini untuk penguatan jejaring kemitraan demi mensinergikan strategi perlindungan anak. Menurutnya, terbentuk forum ini fokus dan menyoroti beberapa persoalan perlindungan anak, antaranya pelaksanaan kampanye ramah anak, pengawasan persiapan pemberlakuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Selain itu, pengawasan pemenuhan hak anak minoritas dan hak agama anak, pengawasan pelaksanaan pengasuhan alternatif di panti asuhan, pengawasan pencegahan pornografi anak serta perlindungan anak dari dampak rokok dan napza. “Jadi forum diskusi ini untuk membedah isu perlin-

dungan anak yang mendesak segera memperoleh perhatian dan penanganannya,” kata Asrorun Ni’am, Rabu 12 Maret 2014. Asrorun menambahkan, hal ini juga berkaitan dengan menyambut pesta demokrasi Indonesia tahun 2014 yang sudah di depan mata, baik pemilu legislatif dan pemilihan presiden. KPAI berpandangan persoalan ini banyak terindikasi akan syarat dengan pelanggaran, keterlibatan anak dalam aktivitas kampanye dan politik, yang lebih disorotnya. Sama halnya, ketika merujuk pada poin a Pasal 15 UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, hal ini sangat bersebrangan untuk melibatkan anak-anak berkampanye dalam bentuk apapun. “Jelas sekali, setiap anak memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Oleh sebab itu, KPAI bersikap mendorong terlaksananya kampa-

nye yang mencerdaskan dan edukatif, tidak melibatkan anak dalam aktivitas politik, mewujudkan calon legislatif yang memahami isu-isu perlindungan anak,” katanya Selanjutnya, Asrorun menilai, persiapan pemberlakuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SSPA) seharusnya sudah diberlakukan pada tahun 2014 ini, mengingat Undang-undang No 11 Tahun 2012. Akan tetapi, pada dukungan perangkat teknis terhadap pemberlakuan UU SPPA masih minim, terlihat dari sedikitnya dukungan struktur dan aparatur terhadap persiapan pemberlakuan UU ini. “Kami mendesak untuk segera diberlakukan, mengingat amburadulnya penanganan anak berhadapan dengan hukum (ABH) di Indonesia, yang masih berideologi pemenjaraan anak. Masih ada harapan tertumpang dalam UU SPPA yang mengusung asas keadilan restoratif, dan diversi yang diha-

rapkan menjadi tiang sistem peradilan yang lebih mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, itu penting,” katanya. Hal senada diungkapkan oleh Seto Mulyadi, pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini berharap dibentuknya deklarasi ini bisa lebih mensinergikan koordinasi antara Komnas Anak dan KPAI, “Ya, jangan sampai ada persaingan dan konflik di antara keduanya, mengingat kepentingannya kan sama, untuk memperjuangkan hak anak” ujarnya. Menurut Kak Seto, untuk kedepannya, ketika pesta pemilu 2014 digelar, dan presiden baru terpilih, pentingnya membentuk perlindungan anak dalam struktur kabinet, agar kekerasan terhadap anak-anak bisa berkurang. “Harusnya nanti, Kementrian Perlindungan Anak bisa dibentuk dalam bentuk kabinet, siapapun presidennya,” katanya. (vnn)

Ungkap Siapa dan Apa Motif Perusakan TKP pengungkapan kematian Nanda yang belum jelas tersebut. Menurut Tamsil Sjoekoer, jika memang pada tanggal 30 Januari 2014, Ramlah alias Nanda merupakan korban, dan meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar, di salah satu kamar di Garuda Hotel dan sedang berduaan dengan seserang, kemudian kematian itu tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian, apalagi sudah diketahui pihak Hotel, misalnya security, itu merupakan salah satu langkah yang tidak dapat dibenarkan. “Security yang mengetahui, harus melaporkan kepada pihak kepolisian, apalagi Security itu merupakan Satuan Pengamanan (Satpam) yang sudah dilatih, sebelum ditugaskan untuk melakukan penjagaan disuatu tempat, apalagi yang melatih Satpam itu kan, adalah pihak kepolisian, tentunya sudah dibekali sejumlah ilmu tentang pengamanan,”jelas Tamsil Sjoekoer. Lanjut Tamsil Sjoekoer, jika pula, security Garuda Hotel mengetahui kematian remaja tersebut, namun tidak melaporkan, malah ikut mengangkat jasad remaja tersebut dan membawa ke rumah sakit, itu merupakan suatu hal yang dapat dikatakan telah merusak TKP, sehingga dapat mengaburkan penyelidikan

yang dilakukan pihak kepolisian. “Kalau saat kejadian langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian, itu merupakan tindakan yang dibenarkan, karena dari TKP lah kepolisian dapat melakukan identifikasi terhadap Jasad remaja itu maupun TKP, dan sjeumlah barang yang mencurigakan yang ada di dalam kamar itu, tetapi kalau sudah dirusak TKP nya, maka kasus kematian itu seperti dikaburkan, atau menjadi samar samar,”jelasnya. Dikatakan Tamsil, kepolisian harus mendalami hasil pemeriksaan terhadap Securty yang ikut membawa jasad korban ke rumah sakit, karena disini harus jelas, apakah memang disuruh atau memang sengaja mengangkat jasad itu, tanpa meberitahukan kepada pihak kepolsiian terlebih dahulu. “Polisi harus lebih dalam lagi, pemeriksaan terhadap security harus lebih detail, banyak pertanyaan yang akan muncul, mengapa dia mengangkat, apakah disuruh atau kemauan sendiri, terus mengapa tidak lapor polisi, kemudian apa tujuan dari mengangkat Jasad remaja itu, banyak pertanyaan, tapi ini tergantung dari pihak kepolisian,” katanya. Kemudian, lanjut Tamsil

lagi, apakah orang yang diduga sebagai pelaku dan ditahan saat ini, bersama - sama dengan Securty mengangkat serta membawa Jasad remaja itu ke rumah sakit, jika memang tersangka dan security bersama - bersama membawa Jasad remaja itu ke rumah sakit, maka security dapat dijerat dengan pasal 55 dan 56 KUHP, yakni atas keikut sertaannya. “Jika security bersamasama dengan tersangka membawa jasad korban ke rumah sakit, dari Hotel Garuda, security itu dapat dijerat dengan pasal 55 dan 56 KUHP dengan pasal utamanya dijerat terhadap tersangka, karena itu sudah termasuk turut serta, pertma mengaburkan penyelidikan kepolisian, yang kedua kematian itu tidak dilaporkan kepada kepolisian, padahal security itu tahu, tapi malah diam dan ikut bersama-sama dengan tersangka,”jelasnya lagi. Sementara itu Andel, SH, MH yang juga merupakan praktisi hukum Kalbar, asas praduga tak bersalah harus tetap diutamakan, namun jika memang kejadian, korban meninggal di kamar saat bersamaan dengan seseorang, seseorang itu harus diamankan pihak kepolisian terlebih dahulu. “ Orang yang bersama kor-

11

ban saat itu harus diamankan terlebih dahulu, namun karena tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian, bahkan ditutupi dan TKP pun sudah rusak, harusnya kepolisian mencari siapa perusak TKP itu, dan apa motif dari orang yang merusak TKP itu, jadi harus lebih dalam lagi kepolisian melakukan penyelidikan,” jelas Andel. Andel juga mengatakan, TKP itu suatu tindak pidana, tidak boleh dimasuki atau disentuh ÿsiapa pun, dan orang yang mengetahui adanya seseorang mati dalam keadaan tidak wajar, seperti dugaan remaja yang meninggal di Garuda Hotel tersebut, harus meberitahukan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian. “Seseorang atau lebih yang mengetahui adanya ketidakwajaran atas kematian seserang, orang itu harus melaporkan kepada pihak kepolisian, sehingga kepolisian bisa melakukan identifikasi terhadap Jasad atau mayat tersebut, bukannya malah membawa rumah sakit dan menutupi kematiannya, seolah - olah tidak ada tejadi apa - apa, karena itu telah merusak TKP, tentunya TKP yang sudah dirusak, akan membuat kepolisian sulit melakukan penyelidikan,”tambahnya yang sepaham dengan Tamsil Sjoekoer. (Zrn)

membeli buah TBS kami dengan harga yang sesuai, lantaran pihak perusahaan hanya mau membeli dengan harga Rp1.500. Padahal, harga pasaran sawit saat ini sekitar Rp1.800, jelas saja perbedaannya jauh dari harga tersebut dan ini yang membuat kami merasa diperlakukan tidak adil oleh perusahaan,” tuturnya. Tidak hanya itu, masyarakat juga menyesalkan pihak perusahaan yang membeli TBS dari luar lantaran pihak luar berani menjual dengan harga murah. Karena merasa kecewa dengan pihak perusahaan, masyarakat akhirnya memutuskan untuk memblokir jalan dan melarang truk yang memuat TBS dari luar untuk masuk ke perusahaan. ”Kami masih menunggu tanggapan dari perusahaan, jika tidak ada solusi dari perusahaan, kami akan tetap melakukan pemblokiran ini,” katanya.

Ditempat yang sama, Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Sudy mengharapkan agar masyarakat yang melakukan aksi tersebut untuk tidak anarkis. “Kita hargai aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini sebagai bentuk mendapatkan hak mereka. Namun, kita harapkan agar masyarakat jangan anarkis agar tidak berurusan dengan hukum,” katanya. Kades Sungai Ambawang, Adam menyatakan, apa yang dilakukan oleh masyarakatnya merupakan suatu hal yang wajar untuk mendapatkan hak mereka. ”Ini merupakan hak dari masyarakat karena mereka merasa dipermainkan oleh pihak perusahaan. Namun, sebagai kepala desa, saya tetap meminta agar masyarakat bisa mengikuti prosedur yang benar dengan tidak anarkis,” katanya. Sementara itu, Ketua KUD Mekar Lestari, Desa Mega Timur, Jauhari Ja’far menyata-

kan sebagai mitra dari PT.BPK pihaknya juga merasa sangat kecewa. Pasalnya, selama ini perusahaan itu justru lebih memilih membeli TBS dari luar dibanding membeli dari masyarakat sekitar. ”Ini semua disebabkan oleh pihak komersial PT. BPK yang tidak adil dalam menentukan harga beli TBS. Untuk harga jual TBS dari anggota KUD Mekar Lestari ini Rp1.850, namun pihak komersial PT. BPK menentukan harga yang berbeda-beda untuk setiap suplyer dan ini yang membuat masyarakat geram,” katanya. Jauhari yang juga anggota DPRD Kubu Raya meminta agar pihak perusahaan, khususnya pihak komersial untuk adil terhadap masyarakat, agar hal itu tidak berlarut-larut. ”Kalau selisih harga Rp100 saja, mungkin masyarakat masih torelir. Namun, kalau bedanya sampai Rp300 jelas ini akan merugikan masyarakat,” kata Jauhari. (Adex)

Gubernur : Perkuat Sikap Gotong Royong Desa Dikatakannya, keberanian Pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang Desa baru ini merupakan sikap yang sangat berani, karena pemerintah berpikir betapa pentingnya peran desa dalam proses pembangunan, sekaligus memberdayakan masyarakat desa sebagai objek pembangunan. ”Desa akan dialokasikan danaÿ anggaran berkisar 5 juta sampai 1,5 milyar akan membuat desa cepat berkembang, diharapkan pembangunan yang terfokus di desa menjadi semangat dan rasa gotong royong masyarakat dengan turut partisipasi dalam proses pembangunan.” jelasnya. Jumlah Desa ÿdiseluruh Indonesia sekitar 73.000 dan 8.000 Kelurahan, belum di-

tambah beberapa daerah pemekaran baru, ini menjadi salah satu kekuatan dan modal dalan pembangunan, apabila desa kuat, kecamatan kuat, kabupaten kuat serta provinsi kuat, maka indonesia menjadi negara yang kuat serta maju sejahtera. ”Dengan kebijakan baru tentang pengaturan kembali tentang desa diatas, maka diharapkan seluruh jajaran para Camat, Kepala Desa dan ketua BPD serta seluruh warega masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Melawi untuk menyatukanÿ komitmen kebersamaan, terutama dalam rangka pencapaian visi pembangunan Kalimantan Barat untuk mewujudkan Masyarakat Kalbar yang beriman, Sehat, Cerdas, Berbudaya dan

Sejahtera,” jelasnya. Kata Cornelis, dengan UU Desa baru diharapkan, segala pembangunan akan cepat tercapai guna meraih hidup yang lebih baik, lebih maju dan sejahtera, terlepas dari jeratan kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan dan sebagainya. Berbagai program yang diarahkan ke desa seperti PNPM Mandiri Pedesaan, PPNPM Generasi perlu terus didukung pula oleh Pemerintah Kabupaten dengan menyediakan dana sharing yang memadai berupa PAP. ”Keterlibatan Bupati serta pihak ÿterkait harus aktif dalam memberikan kesempatan dan menjamin keberlangsungan berbagai hasil yang dicapai warga masyarakat,” ujar Cornelis. (Lay)

Polisi Ancam Tindak Tegas Massa Kampanye Truk, Mobil Pick Up. “ Kita juga melarang massa kampanye yang dibawa menggunakan mobil back terbuka, karena itu membahayakan massa kampanye itu sendiri, dan kejadian sudah pernah terjadi, di mana terdapat salah satu massa kampanye yang meninggal dunia pada tahun 2009 yang lalu,” jelasnya. Dikatakan Jovan pula, tata tertib bagi massa kempanye yang menggunakan kendaraan roda dua, yakni seperti tetap menggunakan helm, tidak ugal - ugalan saat berlalu lintas, kemudian tetap mematuhi rambu - rambu lalu lintas, terutama traffick light.

“ Massa kampanye harus tetap menggunakan helm, tidak ada yang tidak pakai helm, semuanya harus pakai helm, tidak ugal - ugalan dan tetap memetahui peraturan lalu lintas,’ katanya. Kompol Jovan pun mengimbau kepada semua Parpol dan Caleg yang akan melakukan kampanye terbuka pada tanggal 16 Maret 2014 mendatang, di mana Parpol dan Caleg diharapkan tetap mengimbau massa kampanye atau simpastisan pendukung, utnuk tetap tertib berlalu lintas. “ Kita minta kepada Parpol dan Caleg untuk menyampaikan kepada seluruh pendukung-

nya, atau massa kampanye untuk mentaati peraturan lalu lintas, karena jika tidak mentaati peraturan lalu lintas, misalnya seperti ugal - ugalan dan sebagainya, dapat menimbulkan kecelakaan, dan itu akan menimpa terhadap pengedara lainnya, atau sesama massa kampanye itu sendiri,”imbau Jovan. Ditegaskan Jovan, jika memang masih saja ada massa kampanye yang melanggar peraturan lalu lintas, pihaknya akan mengambil tindakan tegas, berupa tilang dan mengamankan kendaraan dari massa kampanye itu sendiri. (Zrn)

dibagikan oleh suruhan partai A. Tetapi dia mengaku suruhan partai B. Maka partai B mungkin kena semprit. Padahal itu fitnah. Ada juga janji politik, akan memberikan imbalan setelah terpilih. Sesungguhnya ini juga politik uang. Namun kasus seperti ini lebih sulit diproses dengan hukum. Karena penerimanya belum jelas. Istilah hukum: tidak dapat tertangkap tangan; mungkin hanya tertangkap telinga dan mulut. Fenomena politik uang hampir selalu terjadi pada Pemilu di negara-negara di mana masih banyak rakyatnya miskin dan bermentalkan peminta-minta. Dalam kondisi negara seperti itu, rakyat berpikir, “Inilah kesempatan untuk memperoleh sedikit uang dari kaum kaya.” Lagipula, “Kalau nanti mereka sudah duduk sebagai politikus, mereka tidak akan ingat kita.” Maka para rakyat yang suara mereka sudah dibayar, lebih mudah menerima perilaku korupsi. Mereka menerima bahwa korupsi hanyalah usaha pengembalian investasi yang telah ditanamkan oleh para politikus.

Oleh sebab itu, dosa politik uang tidak boleh hanya ditimpa-beratkan kepada para politikus. Rakyat jelas ikut bersalah. Kalau pemberian ditolak oleh rakyat, maka tidak terjadi politik uang. Bukankah pemberi tidak punya kuasa memaksa orang menerima pemberiannya? Ada juga rakyat pintar-bodoh kurang jelas. Pemberian apa saja dari Caleg mereka terima. Tetapi ketika memilih, mereka bebas. Masih agak pintar. Mereka lupa bahwa Caleg itu akan korupsi kelak. Korupsi itu mengikutkan mereka sebagai korban. Jadi agak bodoh juga mereka itu. Kecuali dalam kasus seperti kisah nyata berikut ini: Seorang caleg menjamu masyarakat sekampung makan dan minum. Di penghujung acara dia hadirkan seorang dukun yang dikenal sakti. Dukun langsung mengadakan ritual bersumpah. “Siapa yang sudah makan dan minum pemberian Bapak Caboh ini, dan nanti tidak memilih dia, akan bengkak perut sampai mati.” Warga kampung tercekam ketakutan dan kompak 100% memilih Bapak Caboh. Haiyaaa!***

POLITIK UANG Politik uang dimaksudkan untuk memperoleh dukungan suara rakyat pemilih dengan imbalan sejumlah materi tertentu. Bukan hanya uang tunai. Boleh juga barang-barang, yang untuk pengadaannya memerlukan uang. Pemberian mesin genset, pesawat televisi, pemasangan jaringan listrik, pemasangan ledeng, ikan segar, kopi, gula, baju kaos, topi, alat olah raga, telur ayam, mie instant, nasi bungkus, kerupuk, dan sebagainya, yang bertujuan menukar suara pemilih jelas termasuk politik uang. Kalau menggunakan uang tunai, kita mengenal istilah serangan fajar. Tetapi tidak harus dibagikan pada waktu subuh sampai fajar. Namun pasti menjelang hari H pemilihan. Cara membagikannya tentu saja lihai, sehingga tidak mudah tercium oleh para Pengawas Pemilu. Kalaupun tercium, Pengawas tidak dapat mengenal itu bau siapa dan apanya. Lebih rumit lagi masalahnya, kalau pembagian uang politik itu dilakukan untuk memfitnah partai politik tertentu atau calon anggota legislatif tertentu. Misalnya, uang

Jembatan Kapuas III Jadi Agenda Kerja Dewan Baru ini dirasakan sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan kemajuan ekonomi di wilayah Pontianak Utara ini. “Untuk itu, saya minta agar pembangunan Jembatan Kapuas III dapat segera terealisasikan. Dan saya yang nanti akan turun ke lapangan

juga untuk melihat kesiapan pembangunannya,” ujarnya. Sementara itu, Ahmad Bustomi saat ditanya apa program dirinya setelah dilantik. Ia mengatakan dirinya akan terus melanjutkan programprogram yang telah dirintis oleh pendahulunya.

“Saya tentu saja melanjutkan program yangÿ di bidangi Komisi D, dimana saya akan duduki nanti. Saya berharap di Komisi D ini kita sama-sama saling mendukung program kerja yang ada dan saling membantu,” tandasnya. (Slt)


CMYK

Borneo Tribune

Kamis, 13 Maret 2014

www.borneotribune.com

OJK Beri Keringanan Pungutan untuk Pengembang Produk Keuangan Daerah Borneo Tribune, Jakarta Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1 A Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Retno Ici, Selasa 11 Maret 2014, menyatakan bahwa lembaga keuangan yang mengembangkan produk keuangannya di daerah akan diberikan keringanan pungutan. Retno menjelaskan, langkah ini merupakan salah satu upaya OJK dalam menumbuhkan industri keuangan di Indonesia, khususnya di daerah. ”Jika mengembangkan produk lembaga keuangan mikro, khususnya di daerah, pungutannya bisa diturunkan sekitar 20 persen,” ujar Retno di Jakarta. Dalam peraturan pemerintah tentang pungutan OJK kepada industri keuangan, ia melanjutkan, lembaga keuangan juga diberi keringanan dalam memenuhi kewajibannya membayar pungutan yang ditetapkan OJK, asal sesuai dengan ketentuan. ”Jadi, dalam kondisi perusahaan kesulitan keuangan, tarifnya bisa disesuaikan hingga nol persen,” kata Retno. Meskipun OJK menarik pungutan, Retno menegaskan, besarannya akan disesuaikan. Selanjutnya, jika sudah memenuhi kebutuhan operasional, tarif pungutannya juga dapat disesuaikan. ”Pungutan yang dikenakan bisa diturunkan hingga nol persen. Meski demikian, OJK dalam menurunkan tarif harus tetap berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” kata dia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pungutan oleh Otoritas Jasa Keuangan di antaranya disebutkan bahwa OJK dapat menyesuaikan tarif pungutan bagi masing-masing institusi yang mengalami kesulitan keuangan atau pemberesan hingga nol persen. Selain itu, sebagian atau seluruh industri jasa keuangan yang tidak mampu mempertahankan kesehatannya atau kesulitan keuangan, penyesuaian tarif juga hingga nol persen. Sementara itu, OJK juga memprioritaskan pengembangan produk atau daerah tertentu. Untuk itu, penyesuaian tarif hingga 25 persen. (vvn/art)

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta.

Sisa 6 Bulan Masa Kerja

Dua Anggota DPRD Kota Pontianak Jalani PAW Borneo Tribune, Pontianak Melalui rapat paripurna Istimewa masa sidang pertama DPRD Kota Pontianak, Selasa (11/3) bertempat diruang sidang, DPRD Kota Pontianak mengambil pengucapan sumpah/janji dua anggota DPRD

SPESIFIKASI PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKA ALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

HUBUNGI:

YONGKY

TYPE 45 & 70

0852 4551 2773 Denah Lokasi POM BENSIN

DENAH T 70

Keraton Kadariah

Jl. Ya’ M Sabran Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

DENAH T 45

12

Jl. Tanjung Raya

RS YARSI

Kota Pontianak Pergantian Aantar Waktu (PAW) tahun 2009-2014. Hadir dalam rapat paripurna istimewa tersebut, Ketua DPRD dan para wakil Ketua serta anggota DPRD Kota Pontianak, Wakil Walikota Pontianak, FKPD Kota Pontianak, Sekda, Ketua KPU, Ketua Panwaslu, Sekwan pimpinan Parpol dan para pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak, serta para undangan lainnya. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak H Arif Joni Prasetyo dan diikuti seluruh yang hadir dengan aman dan lancar. Sebelum diambil pengucapan sumpah/janji, pemimpin rapat H Arif Joni Prasetyo membacakan keputusan Gubernur Kalbar terkait PAW. Arif mengatakan, sesuai dengan hasil rapat pimpinan DPRD Kota Pontianak, Senin 10 Maret 2014 maka ditetapkan rapat paripurna hari ini (kemarin-red) adalah pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan anggota DPRD Kota Pontianak PAW. ”Atas nama Ahmad Bustomi S.fIL.I dari PKNU dan atas nama Harry Adryanto dari Partai Persatuan Nasional,” ungkapnya. Adapun proses PAW lanjut Arif, telah sesuai dengan mekanisme yang telah diatur

Suasana pengambilan sumpah/janji . Foto : Slamet A/Borneo Tribune. dalam peraturan DPRD Kota Pontianak nomor 2 tahun 2011 tentang tata tertib DPRD Kota Pontianak pasal 47,48, 51 dan 52. “Secara khusus pada pasal 52 ayat 6 yang berbunyi sebelum memangku jabatannya anggota DPRD PAW mengucapkan sumpah/janji yang pengucapannya dipandu oleh pimpinan DPRD,”ujarnya. Ketentuan yang seperti lanjut Arif lagi, telah diatur dalam Undang-undang tata tertib tersebut mengacu pada perundang-undangan diantaranya UU nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD. Kedua UU nomor 27 tahun 2009 tentang susunan kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD, ke tiga UU nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah sebagai mana yang telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU nomor 12 tahun 2008, empat peraturan pemerintah nomor 16 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD. Adapun peresmian pemberhentian dan peresmian pengangatan PAW anggota DPRD Kota Pontianak ujar Arif, adalah berdasarkan kepada satu keputusan Gubernur Kalbar nomor 167/PEM/2014 tanggal 6 Maret 2014 tentang

peresmian pemberhentian Bahasan, SH dan peresmian Ahmad Bustomi,S.Fil.i PAW anggota DPRD Kota Pontianak. Meresmikan secara hormat Bahasan,SH dari kedudukannya sebagai anggota DPRD Kota Pontianak, dari PKNU dan meresmikan pengangkatan Ahmad Bustomi sebagai anggota DPRD Kota Pontianak PAW melanjutkan sisa masa jabatan terhitung dari tanggal pengucapan sumpah. Kedua, keputusan Gubernur Kalbar nomor 168/PEM/2014 tanggal 6 Maret 2014 tentang peresmian pemberhentian Hj Mardiana SH dan peresmian Hari Adryanto PAW anggota DPRD Kota Pontianak. Meresmikan secara hormat Hj Mardiana SH dari kedudukannya sebagai anggota DPRD Kota Pontianak, dari PPN dan meresmikan pengangkatan Hari Adryanto sebagai anggota DPRD Kota Pontianak PAW melanjutkan sisa masa jabatan terhitung dari tanggal pengucapan sumpah. ”Dengan mengikuti semua proses tahapan administrasi hingga dikeluarkannya keputusan Gubernur Kalbar tersebut, maka pada prinsipnya PAW dua anggota DPRD Kota Pontianak pada hari ini sudah memnuhi azas legalitas

formal,”ujarnya tegas. Adapun kronologis terjadinya PAW ke dua anggota DPRD Kota Pontianak dipaparkan Arif, ia mengatakan, Pimpinan DPRD menyampaikan nama DPRD yang diberhentikan karena PAW dan meminta nama calon penganti PAW kepada KPU Kota Pontianak. KPU Kota Pontianak menyampaikan nama calon penganti PAW kepada Pimpinan DPRD. Kemudian, paling lambat 7 hari sejak menerima nama calon penganti PAW dari KPU Kota Pontianak, Pimpinan DPRD menyampaikan nama anggota DPRD yang diberhentikan dan nama calon penganti PAW kepada Gubernur Kalbar melalui Kepala Daerah. Paling lanbat 7 hari sejak menerima nama calon penganti PAW dari KPU Kota Pontianak, Kepala Daerah menyampaikan nama anggota DPRD yang diberhentikan dan nama calon penganti PAW kepada Gubernur Kalbar. Selanjutnya paling lambat 14 hari sejak menerima nama anggota yang diberhentikan dan nama calon penganti PAW dari Kepala Daerah. Gubernur meresmikan pemberhentian dan penganggatannya dengan keputusan Gubernur.(Slt)

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

CV. DUTA UTAMA ADITYA Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199

Harian Borneo Tribune 13 Maret 2014  

Harian Borneo Tribune 13 Maret 2014

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you