Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 6 Maret 2013

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

23 Rabiul Akhir 1434 H - 25 Chia Gwee 2564

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Analogi Supir dengan Birokrat di Arab Saudi dan Indonesia (2) Oleh Syarif Ibrahim Alqadrie* PADA setiap musim Haji, negara-negara mengirim Jemaah Haji jumlah besar memiliki kebijakan menggunakan pesawat terbang milik mereka sendiri. Kebijakan ini mendapat prioritas utama dari pemerintah ne-

Jamaah Haji Indonesia asal Kalbar berfoto sejenak. Foto Istimewa

S uara Enggang PERAHU PARTAI

P. Flor us Kolomnis

LAJU-laju perahuku laju Laju cepat seberangi selat, Jangan bimbang dan jangan ragu Kita rebut suara rakyat. Laju cepat seberangi selat Angin dan ombak membantu, Kalau kita bertekad bulat Bangsa ini tetap bersatu. Angin dan ombak membantu Lumba-lumba datang mengiringi, Demokrasi kita memang seru Kejar kekuasaan demi negeri. Lumba-lumba datang mengiringi Burung camar terbang melayang, Orang curang takut tersaingi Gunakan cara politik uang.

gara-negara tersebut untuk mengangkut Jemaah Haji mereka seperti misalnya India, Pakistan, Iran, Irak, Turki, Afghanistan, Kyrgystan, Baluchistan, Turmenistan, Kazaktan, Uzbekistan,Yaman, Malaysia, Maroko, Aljazair, negaranegara Arab lainnya, Nigeria,

negara-negara Afrika lain, dan negara-negara pecahan Uni Sovyet lainnya. Ini lebih menyangkut kepentingan dan harga diri bangsa ketimbang monopoli perdagangan dan jasa. Dari seluruh negara mayoritas Islam, sejak 50 tahunan lalu Indonesia menjadi negara pengi-

rim Jemaah Haji terbesar di dunia. Karena itu, negara ini hendaknya memiliki kebijakan yang memprioritaskan penggunaan perusahaan penerbangan nasionalnya. Kebijakan ini lebih berkaitan pada keuntungan dan kepentingan nasional ....Ke Halaman -11

ZS Optimis Gunakan Perahu Golkar Berbekal niat tulus serta optimisme yang tinggi, kandidat calon Walikota Pontianak, Zulkarnaen Siregar (ZS) mendaftarkan diri ke Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Pontianak, sebagai calon Walikota Pontianak untuk bertarung pada Pemilukada Kota Pontianak, 19 September mendatang.

Heri Mustamin Diprediksi Ikut Maju Andry/Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak “PARTAI Golkar itu adalah partai besar. Tentunya saya sangat mengharapkan agar kader Golkar yang bisa meng-

gunakan perahu Golkar untuk bertarung merebut kursi Walikota Pontianak pada Pemilukada Walikota mendatang. Apalagi dari beberapa Pilkada Kota Pontianak yang telah lalu, belum ada kader

Golkar yang bisa menjadi Walikota Pontianak. Oleh karena itu, inilah saatnya kader Golkar yang berkualitas harus berani tampil dan siap bertarung untuk merebut kursi ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

B uah Bibir Korupsi GOR Melawi

....Ke Halaman -11

Melamar Golkar, calon Walikota Pontianak, Zulkarnaen Siregar, SH berpose bersama para pendukungnya usai melamar sebagai calon Walikota Pontianak

Para Tokoh Diminta Antisipasi Potensi Konflik

Satu Demi Satu Penjahat Dilumpuhkan

GPPI Minta Pemprov Bangun Pelabuhan Internasional

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Viodeogo Borneo Tribune, Pontianak

PEMILIHAN Wali Kota (Pilwako) dan Wakil Walikota (Wawako) Kota Pontianak serta Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kubu Raya (KKR) akan dimulai beberapa bulan kedepan. Kapolresta Pontianak AKBP Drs. Hariyanta M.Si sedini mungkin mengajak para

POLRESTA Pontianak kembali menembak pelaku kejahatan, yakni sebut saja Dabag warga Jalan Tebu Kecamatan Pontianak Barat. Aksi krusial

GABUNGAN Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kalimantan Barat minta kepada Pemerintah Kalbar membangun pelabuhan internasional. Hal itu diungkapkan Baim Rachman, Ketua Umum GPPI Kalbar, pada pengukuhan pengurus GPPI Kalbar, Senin (4/3).

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Jelang Pemilukada Kota Pontianak dan KKR Moch. Djumali

Melawan Preman Jakarta SEORANG pria dari kampung dirampok oleh dua preman di Jakarta dan dia melawan dengan luar biasa. Akhirnya, dua orang preman berhasil menaklukkan dan mengambil dompetnya pria kampung tersebut. Namun alangkah kesalnya dua orang preman tersebut setelah hanya menemukan duit dua puluh ribu rupiah di dompet. Kedua preman itu berkata dengan kesalnya: “Ngapain Lu ngelawan kayak orang mau perang?” Laki-laki dari kampung itupun menjawab dengan polosnya: “Sebab saya takut kalian akan menemukan 2 juta yang tersembunyi di sepatu saya!” Preman: Ciat ciat ciaaaaattt…..#$2#!/@? o

di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Selasa (5/3). FOTO Andry/Borneo Tribune

Kalbar Kehilangan PAD

Dari Bedah Buku Kalbar Berimajinasi (Bagian 2)

Kaalbar SSud udaah PPun unyya K Keemam mamppuan Penulis K ud un Budi Rahman dan Khairul Fuad, saat menjadi pembedah buku Kalbar Berimajinasi, Sabtu (2/3/ 2013). Foto Farninda Aditya/Borneo Tribune

Oleh: Yusriadi PENULISN di Kalbar sudah memiliki kemampuan berkarya. Itulah kesimpulan Budi Rahman, penulis buku Kutukupret saat menjadi pembedah buku Kalbar Berimajinasi di Toko Buku Karisma, Sabtu (2/3/2013). “Dari sudut kualitas, karya dalam buku ini tidak kalah dibandingkan cerpenis-cerpenis yang bukunya beredar hari ini,” tegas Budi.

Bahkan dia menyebutkan penulis ke-2 dalam buku ini yaitu Dedy Ari Asfar yang menulis cerpen berjudul “Agik Idup Agik Ngelaban”, disebut Budi sebagai penulis yang dahsyat. Cerita tentang penebangan kayu di perbatasan Kapuas Hulu – Lubuk Antu, diceritakan secara detail menggambarkan dinamika yang terjadi di balik kongsi illegal loging. Penulis menampilkan isu hukum dan lingkungan. Isu lingkungan merupakan isu

yang penting dan menarik perhatian berbagai pihak belakangan ini. Bahkan sangat relevan dengan situasi Kalbar sekarang ini. Budi mencontohkan, dari 77 komentar di BB yang dibacanya hari Sabtu itu, 50 di antaranya berkomentar soal Pontianak yang sangat panas. Ditambahkan isu lingkungan juga terbaca dari cerpen E. Widiantoro tentang Dukun Tuba. Para penulis menunjukkan bagaimana seharusnya kita ....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

KEPALA Kejaksaan Negeri (Kajari) Sintang, Moch. Djumali mengungkapkan, berdasarkan hasil Audit BPKP terkait dengan dugaan kasus korupsi pembangunan gedung olah raga (GOR) Melawi mencapai Rp 2 miliar. “Secara global kerugian negara dari kasus korupsi pembangunan GOR Melawi tersebut mencapai Rp 2 miliar. Dan ini akan kita rinci secara jelas bagian-bagian anggaran


Rabu, 6 Maret 2013

T

Borneo T Tribune

2

Berdiri di Atas Laut AJUK

Bukan Sekedar Investasi Belum lama ini “Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya pernah berkata, sub sektor perkebunan di Kalbar berperan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar. Peran strategis sub sektor perkebunan juga tidak terlepas dari peran pengusaha perkebunan yang ada di daerah ini. Kekompakan pengusaha perkebunan untuk membangun Kalbar ke arah yang lebih baik sudah terbukti secara nyata. Seperti angka kemiskinan menurun, angka pengangguran berkurang, pendapatan perkapita masyarakat meningkat, dan angka anak putus sekolah berkurang. Kalbar memang surganya sumber daya hasil perkebunan. Seperti kepala sawit, kelapa dalam, karet, kopi, kakao/coklat, lada, sagu, pinang, dan jarak pagar. Dari sekian banyak komoditi yang dikembangkan oleh masyarakat Kalbar, komoditi sawit dan karet yang paling banyak ditanam masyarakat, sehingga paling luas memanfaatkan lahan budidaya tanaman perkebunan di Kalbar. Yakni luas tanam mencapai 1.029.492 hektar. Sedangkan luas perkebunan besar milik swasta dan pemerintah adalah seluas 595.121 hektar yang terdiri dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Dampaknya pun jelas, adanya perkembangan sub sektor perkebunan tentu juga sangat signifikan bagi peningkatan pendapatan pemerintah dan masyarakat. Peningkatan pendapatan bagi pemerintah berarti peningkatan kemampuan pemerintah untuk meningkat pelaksanaan pembangunan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan, peningkatan pendapatan masyarakat berarti peningkatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Sayang, potensi sebesar itu belum bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat lantaran masih menyisakan beragam persoalan di daerah ini. Misalnya infrastruktur jalan, pelabuhan, sistem pemasaran, sampai pada terbatasnya sistem peralatan atau mesin pengolahan hasil perkebunan itu sendiri. Banyak kasus di daerah, masyarakat melakukan penolakan kehadiran perkebunan sawit. Alasannya beragam. Misalnya dugaan penyerobotan lahan dilakukan perusahaan. Bahkan tidak melihat apakah lahan tersebut milik masyarakat atau komunal. Belum lagi masalah ketersediaan dan pemanfaatan lahan sangat kompleks. Dikarenakan peningkatan jumlah penduduk yang pesat dan distribusinya yang tidak merata sehingga daya dukung lahan terlampaui. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kompetisi pemanfaatan lahan yang kurang sehat bagi kepentingan multi sektor yang sering terjadi pemicu terjadinya gangguan usaha perkebunan. Lahan yang digunakan untuk budidaya tanaman perkebunan juga belum diusahakan dalam usaha dan hamparan yang ekonomis, sehingga dapat mengurangi efisiensi dan efektivitas usaha yang pada gilirannya mengurangi nilai tambah bagi petani. Yang paling penting adalah Kalbar belum memiliki pelabuhan bertaraf internasional. Sehingga masyarakat Kalbar belum bisa menikmati pajak ekspor minyak kelapa sawit itu. Itu terjadi karena CPO produksi Kalbar diekspor melalui beberapa pelabuhan ekspor di Jawa dan Sumatera. Yang terjadi selama ini Pemda Kalbar hanya bisa menikmati dari pajak bumi dan bangunan. Hasilnya cukup kecil. Disinyalir pendapatan dari sektor perkebunan sawit baru mencapai Rp 500 pertahun. Jumlah itu kan sangat kecil. Angka segitu tentu tidak sebanding dengan biaya keluaran dari ekspor minyak kelapa sawit mentah di Kalbar. Menurut Data Dinas Kalbar mencapai angka Rp1,3 triliun. Kenyataannya sampai sekarang belum dapat dikembalikan ke provinsi tersebut selaku salah satu penghasil CPO. Yang terjadi hingga kini semua daerah penghasil CPO belum menerima pengembalian biaya keluaran dari ekspor CPO tersebut. Seharusnya biaya keluaran dari ekspor CPO itu dikembalikan ke daerah asal. Bukan mengacu kepada pelabuhan ekspor karena Kalbar tidak tercatat sebagai pelabuhan ekspor. Kalbar masih ekspor CPO lewat Belawan atau Dumai. Sementara pengembalian biaya besaran tersebut penting bagi daerah penghasil CPO. Pemanfaatannya dapat digunakan untuk penerimaan dan pengembangan sektor perkebunan di daerah penghasil. Permasalahan lain yang dialami petani plasma sering terjadi kerusakan sejumlah bagian peralatan mesin pengolahan buah sawit di pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) milik beberapa perusahaan. Hal itu menyebabkan menurunkan kapasitas pengolahan buah milik petani. Banyak kasus ditemukan ada ratusan truk pengangkut buah kelapa sawit terkadang harus antre hingga berhari-hari. Lamanya buah kelapa sawit berada dalam truk, tentu saja membuat kualitas rendeman CPO dalam buah menjadi menurun. Bahkan buah-buah sawit tersebut dipastikan akan membusuk. Busuknya buah sawit tentu saja berpengaruh pada harga beli oleh pihak perusahaan. Terakhir, permasalahan klasik yang sampai sekarang belum terselesaikan adalah kelangkaan pupuk di tingkat petani. Meskipun jumlah quota pupuk dari pemerintah setiap tahunnya selalu meningkat, tetapi permasalahan di lapangan justru sebaliknya. Yakni terjadi kekurangan pasokan pupuk di sejumlah daerah. Pada akhirnya, untuk mencari jalan keluar dari rentetan persoalan di sektor perkebunan tadi jelas tidak bisa mengandalkan tenaga dari pemerintah saja. Butuh dukungan dari semua pihak untuk mencari jalan keluarnya. Sehingga keinginan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan dilakukan dengan sistem pengolahan secara berkelanjutan tentu akan mendatangkan nilai tambah yang besar bagi masyarakat Kalbar pada umumnya.

S

Kayong Utara

ENGET

Sektor Perkebunan Bisa Dongkrak IPM *Pupuk di Kampung Kami Langka Terus Pak Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Masjid Oesman Al Khoir Diklaim Termegah di Kalbar

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Satu lagi catatan sejarah peradaban Islam di Kalbar akan terukir di Negeri Bumi Bertuah, dimana masjid Agung Oesman Al Khoir akan segera dibangun tahun ini. Betapa tidak, masjid yang dibangun di atas laut itu diperkirakan akan menelan dana hingga Rp 30 miliar. Nantinya menjadikan bangunan masjid ini mirip dengan masjid yang ada di Laut Merah. Yakni akan memiliki 4 menara dengan keting-

Hildi Hamid

gian masing-masing mencapai 42 meter. Tidak cukup sampai di situ, masjid dengan sentuhan arsitektur Islam moderen ini akan memiliki sebuah kubah utama dengan nilai kubah mencapai Rp1,8 miliar. “Saat ini tengah persiapan pembangunan pondasi,” kata Bupati KKU, Hildi Hamid yang juga ketua panitia pembangunan masjid Agung Oesman Al Khoir, Selasa (5/3). Masjid yang akan dilapisi dengan batu marmer ini memiliki panjang 50 meter dan lebar 50 meter dengan satu balkon sehingga diperkira-

kan mampu menampung jamaah hingga 2000 orang. “Dari daratan akan dibangun sejenis jembatan yang menghubungkan dengan bangunan masjid,” katanya. Rencananya lokasi bangunan berada di pantai dan mengarah ke laut ini. Begitu sore hari akan langsung dapat melihat pemandangan mata hari terbenam itu di sisi barat masjid. Maka akan semakin memperindah dan kesan mewah bangunan fisik masjid dengan interior yang terbilang mahal sebagai pelengkap fisik bangunan masjid.

Meski dibangun bersebelahan dengan masjid Agung Al Qudsi ini, menurut Hildi Hamid tidak akan menimbulkan kesan persaingan masjid. Justru bangunan masjid Agung Al Qudsi akan dirubah fungsinya menjadi Islamic Centre dan menjadi sebuah pelengkap masjid. Sebagai nilai tambah, halaman masjid ini akan dijadikan sebuah bulova dimana dalam kesempatan tertentu halaman dapat dipergunakan untuk sholat id atau justru acara tabliq akbar yang dapat menampung lebih dari 5.000 jamaah.

Dua Ambulan Apung Siap Beroperasi Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Paradigma Kecamatan Kepulauan Karimata (K3) adalah kecamatan terisolir kini tidak lagi ada. Pasalnya setelah kehadiran deretan pembangunan difokuskan di kecamatan termuda di KKU ini. Yakni akan memiliki ambulan apung yang akan melayani

masyarakat disana, dalam waktu dekat ini. Tidak hanya wilayah daratan yang memiliki ambulan, namun KKU memiliki ambulan yang dapat menjangkau wilayahwilayah kepulauan yang selama ini masyarakat merasa kesulitan jika memerlukan kendaraan empat untuk mendapatkan perawatan atau penanganan medis.

”Kita punya dua speed ambulan, nanti akan difokuskan di puskesmas pelapis dan satu lagi untuk Kecamatan Pulau Maya untuk wilayah Dusun Besar dan sekitarnya,” kata Bupati KKU, Hildi Hamid, Selasa (5/2). Ambulan apung ini akan menjadi fasilitas mobile baik bagi para medis untuk melakukan pelayan di pulau-pulau kecil yang selama

ini belum ada tenaga medisnya atau juga dapat dipergunakan sebagai armada untuk merujuk pasien ke puskesmas dengan fasilitas yang lebih lengkap. “Biaya akan dibebankan ke APBD, sama seperti ambulan yang ada di wilayah daratan, sopir dan biaya operasionalnya pemerintah yang tanggung,” katanya. Jangan lagi anggap disana (K3) lanjut Hildi adalah ke-

camatan terisolir karena untuk akses ke wilayah tersebut banyak armada dan fasilitas yang dapat dipergunakan baik masyarakat di K3 maupun masyarakat di luar K3 yang akan berkunjung di wilayah itu. Terlebih lagi, saat ini akan segera dibangun 3 buah tower Telkomsel yang bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk membangun jaringan telekomunikasi.

Opini

Kompetensi dan Sukses Usaha Oleh: Ismail Ruslan Idealnya setiap aktivitas manusia selalu mengedepankan aspek kompetensi dan profesionalitas baik dalam pendidikan, ekonomi, politik dan lainnya. Dimensi kompetensi menjadi penting karena aktivitas yang didasarkan atas pertimbangan keahlian akan menghasilkan karya produktif. Sebaliknya, aktivitas yang mengabaikan kompetensi dan “mengagungkan” kedekatan, primordialisme, nepotisme tidak akan menghasilkan karya besar, absurd. Tidak semua orang dewasa ini, mampu mengedepankan aspek kompetensi dan profesionalitas, keduanya memerlukan proses belajar yang panjang, keseriusahan dan kesabaran. Sebagian orang ingin hasil serba instan dan cepat. Argumentasinya karena kedekatan, hubungan kekeluargaan, primordialisme, kemanusiaan menjadi pilihan. Dalam dunia modern yang kompetitif, segala aktivitas manusia baik dalam bidang pendidikan, ekonomi dan politik selalu disyaratkan dan mengedepankan kompetensi dan profesional. Segala aktivitas yang mengabaikan kompetensi dan profesionalitas akan menghasilkan “produk gagal”, mengecewakan, dan kerugian. Pentingnya Kompetensi McClelland (1961) menjelaskan bahwa kompetensi merupakan karakteristik personal seseorang yang dapat mempengaruhi kinerja yang lebih baik. Karakteristik ini meliputi bakat talenta alam, mudah

dikembangkan, kemampuan aplikasi praktis dari bakat dan pengetahuan (informasi yang dibutuhkan untuk pencapaian tugas). Misalnya profesi guru, menuntut calon memiliki kemampuan mengajar dan mendidik, serta harus memiliki latar belakang pendidikan guru. Mengapa? Dunia pendidikan akan kesulitan menghasilkan anak didik cerdas jika gurunya tidak memiliki ilmu untuk mentransfer pengetahuan dan ilmu kepada peserta didik karena tidak kompeten. Demikian juga dalam dunia usaha. Fakor modal dibutuhkan untuk menopang roda usaha. Namun modal saja belum cukup. Pelaku dituntut memiliki pengetahuan dan keahlian pada bidang yang ditekuni. Cut Zurnali (2010) menyatakan dua perbedaan arti kompeteni (competency). Pertama, diekspresikan sebagai perilaku-perilaku dimana seorang individu perlu menunjukkannya. Kedua, diekspresikan sebagai standar minimum dari kinerja. Kompetensi didefinisikan sebagai karakteristik dasar yang mampu membimbing efektifitas dan kinerja yang menonjol. Bagi perusahaan dan dunia pendidikan di negara-negara maju, tenaga pendidik, dan tenaga kerja memiliki standar kompetensi tinggi. Faktor nepotisme, primordialisme dan kedekatan diabaikan. Berbeda pada masyarakat yang hidup di negara berkembang. Dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pelaku usaha memiliki standar yang berbeda-beda. Misalnya

dalam memilih karyawan yang bekerja, ada yang mempertimbangkan kemampuan (kompetensi) secara ketat dan ada juga menggunakan alasan sisi kemanusiaan, kedekatan dan kekerabatan. Sebagian pelaku usaha memilih karyawan berdasarkan latar belakang pendidikan baik pendidikan umum maupun yang keahlian. Ada juga yang memilih karyawan dengan pertimbangan mampu dan terampil dalam bekerja, dan ahli mengelola keuangan dan lainnya. Tidak sedikit pelaku usaha tidak mempertimbangkan aspek kompetensi, tetapi lebih pada alasan kedekatan, hubungan keluarga, atau alasan kemanusiaan seperti mempekerjakan karyawan yang berasal dari kalangan tidak mampu. Pelaku usaha yang tidak menggunakan standar pendidikan dalam penerimaan karyawan juga mampu survive. Bagi mereka yang masuk kelompok ini menilai bahwa pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam bekerja tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal (SLTA atau Perguruan Tinggi), namun juga bisa dilatih. Di sisi yang lain hadir pula pelaku usaha yang mempekerjakan karyawan dengan berkualitas, memiliki minat untuk bekerja yang tinggi hasilnya pun optimal dan hingga kini mampu bertahan. Solidaritas dan Kebersamaan Selain dimensi formal seperti pendidikan, pengalaman dan modal usaha, dimensi lainnya adalah solidaritas dan kebersamaan

penting untuk selalu ada dalam mengelola usaha. Ada pelaku usaha yang mengedepankan aspek keahlian (kompetensi) dalam memilih karyawannya, misalnya pengelola rumah makan dalam memilih koki diutamakan yang berpengalaman dan ahli pada masakan tradisional dan juga masakan modern. Pada bagian yang lain misalnya untuk urusan pembukuan dan keuangan diutamakan lulusan ekonomi yang berpengalaman. Tidak cukup sampai disitu, untuk mengasah kemampuan karyawannya, pemilik usaha selalu memotivasi karyawannya dan melatih dengan menu-menu yang baru dengan mendatangkan koki dari rumah makan lain yang ternama. Tidak semua pemiliki usaha dalam merekrut karyawan mengutamakan aspek kompetensi dengan standar keahlian tertentu, tidak sedikit pengusaha mengutamakan aspek kemanusiaan karena ingin membantu orang yang tidak mampu secara ekonomi dan kekeluargaan. Tentunya pilihan ini mengandung resiko karena pemilik usaha harus memberikan pengetahuan yang dibutuhkan. Untuk mengatasi minimnya ketidakmampuan tersebut pemilik usaha memiliki kiat untuk meningkatkan kualitas karyawan dengan menyertakan karyawan ikut pelatihan-pelatihan baik yang diselenggarakan oleh pihak swasta maupun oleh Dinas tertentu seperti Pariwisata. Demikian juga pemilik usaha keramba ikan harus memliki keterampilan dan

kemampuannya dalam mengelola bisnis ikan mas dan nila. Pengetahuan pembibitan dan pemeliharaan ikan menjadi penting karena jika tidak didasari pada pengetahuan yang benar akan memperoleh kegagalan dan kerugian. Tidak sedikit petani keramba yang “gulung tikar” karena memulai usahanya hanya cobacoba tanpa dibekali pengetahuan yang cukup. Misalnya, untuk membeli bibit ikan saja diperlukan pengetahuan tentang berat ideal ikan produktif, kesehatan ikan atau tidak sakit dan layak jual. Bibit ikan mas dan nila yang bagus dipelihara beratnya minimal 1 ons dengan estimasi masa panennya lebih pendek hanya 23 bulan. Jika bibit ikannya terlalu kecil dan masa pemeliharaannya terlalu lama, terancam gagal panen. Satu hal penting yang perlu dicatat adalah, karyawan yang memiliki kompetensi tidak akan menghasilkan perilaku maksimal yang berorientasi pada pelanggan jika pekerja tersebut tidak diberikan kebebasan, keleluasaan, dan kemandirian dalam mengendalikan pekerjaannya baik yang mencakup keputusan inti berkenaan dengan pekerjaan, kerangka waktu, maupun isi yang berhubungan dengan substansi keputusan (Cut Zurnali, 2010). Artinya, setiap aktivitas usaha memerlukan pelakupelaku usaha yang berkompeten. Namun aspek kebebasan dan kemandirian dalam berkarya menjadi sisi lain yang perlu diperhatikan, karena turut mempengaruhi kesuksesan usaha tersebut. Wallahu A’lam.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Rabu, 6 Maret 2013

Jadi Editor Oleh : Yanto Hujan turun ketika saya dan teman-temannya menari-narikan jemari mereka di atas laptop di ruangan Malay Corner. Tepatnya di ruangan Perpustakaan Lantai 2 sebelah kanan dari pintu masuk Perpustakaan. Di tempat tersebut, beberapa anggota Club Menulis, Farninda Aditya, Marsita Riandini, Nurmiah, Putriana, Khusnul Khotimah, dan Heny, sedang

merangkai kata di depan laptop masing-masing. Di saat itu kami sempat membicarakan tentang buku yang akan dibuat alias digarap oleh Club Menulis. Marsita ditugaskan jadi editor dari buku yang akan digarapnya berdasarkan bahan Lomba “Menulis Cerpen Kilat” yang pernah diselenggarakan Club Menulis untuk pelajar SMA/MA se Kota Pontianak. Yusriadi menjadi editor buku dari bahan

kampanye di MTs al-Ma’arif. “Siapa yang ingin menjadi editor saat berkampanye di MTs al-Jihad ?”. Farninda Aditya langsung merespon pertanyaan tersebut sambil melirik kepada saya. Disambut juga dengan ketawa-ketiwi yang lain. Saya tahu kalau senior ini bermaksud untuk menunjuk saya sebagai editor tulisan saat berkampanye di MTs Al-Jihad. Maklum juga saya merupakan alumni dari MTs

3

al-Jihad. Tapi, saya menolak. “Maaf, saya tidak bisa Kak. Saya bantu Kak Marsita untuk mengetik tulisan kawan –kawan yang ikut lomba Menulis Cerpen Kilat”, ujar saya untuk menghindar supaya tidak jadi editor buku MTs AlJihad. “Alasan aja tuh. Kakak bisa kok sendiri”, sambar langsung Marsita. Kedua senior tersebut tertawa dengan bahagia melihat

saya serba salah. Saya dikerjain. “Siap, mana tulisannya?”, Saya membalas respon mereka. Percuma menolak, karena tidak cukup alas an untuk itu. Dari pada panjang cerita, lebih baik diterima. Siapa takut?! Ketika mendengar perkataan saya mereka yang ada di ruangan tersebut langsung tertawa dan tersenyum dengan senangnya. Terlebih Farninda dan Marsita yang

sangat senang mengerjai orang. Saya tahu maksud kedua seniornya tersebut. Mereka ingin saya bisa menjadi editor. Dan saya juga teringat kata-kata abang tingkatnya yang ada di STAIN Pontianak. “Siap atau tidak siap harus siap. Kapanpun dan dimanapun kita harus selalu siap”, kata Saidina Ali. Jadi, saya langsung terima menjadi editor buku kampanye MTs Al-Jihad. Tapi,

meskipun kurang tahu saya tetap ingin menjadi editor. Saya juga berpikir, “Sebelum mencoba pasti tidak bisa”. “Kalau ada yang bisa dibantu hubungi saya dan temanteman yang ada di sini. Kami siap membantu”, ujar Yusriadi. Yah, di Club Menulis diajari saling tolong menolong. Bahkan, Pembimbing Club pun mau ikut serta membantu kami-kami di Club Menulis.

nah menjadi BPC GMKI Medan masa bakti 2009-2011, koordinator dan sekaligus inisiator kelompok diskusi Solidarity For Human Rights (SA-HAM) 2010. Buku setebal 226 halaman ini dengan judul “Negeri Tanda Tanya” adalah sebuah catatan harian yang dituangkan penulis dengan gaya bahasa yang unik. Uniknya dari buku ini adalah ungkapan penulis yang dibuat sebaik mungkin kedalam sebuah tulisan, dalam isu yang beragam, tetapi tetap memiliki keunikan tersendiri. Satu hal penting yang hendak disampaikan kaitan dengan buku ini adalah bahwa banyak masalah yang terjadi di negeri ini yang ada kaitannya dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), ketidak adilan, kekerasan, partik-praktik kehidupan yang diskriminasi, intoleransi, sosial-politik, koruptor, dan sebagainya semuanya bisa kita temukan jawababnya dalam buku karya Supriadi Purba Margna ini. Supriadi Purba Margana dalam konteks tersebut, buku ini menampilkan isu seputar persoalan bangsa yang menjadi wacana dan tontonan sejak tahun 20112012 yang dilami oleh bangsa ini. Wacana seputar pergolakan di Papua yang mengakibatkan banyak warga dan aparat tewas, kekerasan polisi yang berujung pada penderitaan sayarakat, pelanggaran HAM masa lalu yang terabaikan oleh Negara, hingga keinginan penulis dalam memberikan wacana membagun rasa nasionalisme tatkala bangsa ini sudah mengalami peroalan moral yang sudah terpinggirkan (hyper morality). Satu hal pasti bahwa kita masih melihat ada jalan keluar dari setiap per-

soalan yang menghantui bangsa ini, satu diantaranya adalah dengan masyarakat memperkuat rasa nasionalisme dan membangun sikap kebangsaan. Pertanyaanya adalah bagaimanakah bentuk-bentuk persoalan bangsa ini yang sampai tarah bangsa ini sudah mengalmi persoalan moral yang sudah terpingirkan ?. jawabanya akan kita temukan semua dalam buku ini, buah karya seorang yang pernah menjadi koordinator dan sekaligus inisiator kelompok diskusi Solidarity For Human Rights (SA-HAM) 2010. Aparat dan ancaman praktik kekerasan terhadap masyarakat, gejolak tanah Papua dan hilangnya tanggungjawab Negara, carutmarut kondisi toleransi beragama dan berkeyakinan, pelangaran HAM dan dosa masa lalu yang terabaikan dan hilangnya akal sehat sikap kebangsaan yang semakin luhur. Penulis (Supriadi Purba Margana) memberikan kritikan yang membangun dan rekomendasi setiap isu yang ada tersebut, yaitu tentang pentingnya peran elemen civil-society demi mencari jalan keluar atas banyaknya peroalan yang menhantui bangsa Indonesia, serta tidak bergantung dari inisiatif pemerintah Indonesia semata yang tidak lepas dari kepentingan politis. Kutipan masalah aparat dan penderitaan masyarakat Papua “Polri dan TNI kembali menghebohkan dengan data KontraS yang dibeberkan kepada publik soal oknum kepolisian dan TNI yang mendapat dana tidak sedikit dari PT Freeport berkaitan dengan pengalaman PT Freeport.di antaranya polda Papua 50 orang, polres Mimika 69 orang, Brimob Den A Jayapura 35 orang, Bromod Den B Timika 141 orang, Brimob Polri 1980 dan TNI 160 orang. Dana sebanyak Rp 793.750.000,00 per bulannya. Coba bayangkan bagaimana aparat kemudian tidak membela mati-matian PT Freeport dengan pengamanan yang superketat dan dana yang cukup besar itu”. (hal. 43. Aparat dan penderitaan masyarakat Papua). Buku harian yang bertemakan sosial-politik Indonesia dari kacamata seorang aktivis HAM ini merupakan catatan harian dengan isuisu yang beragam mulai dari

pratik intoleransi beragama, kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, penyalahgunaan kekerasan oleh aparat Negara, sengketa lahan warga vs negara, dan lain-lain merupakan kritik sosial terhadap carut-marut keberlangsungan Negara ini. Buku yang merupakan kumpulan opini ini terbagi kedalam tujuh bagian/bab yang masing-masing bab terdiri dari sub-sub bab secara lebih khusus membahas maslah-masalah sosial-politik yang di hadapi bangsa ini dari tahun 2011-2012. Beberapa kelebihan yang penulis (peresensi) temukan dalam buku dengan judul “Negeri Tanda Tanya” ini adalah pertama buku ini merupakan kumpulan opini yang luar biasa sepanjang hanun 2011-2012, penulis melihat masa-masaa yang sangat banyak terjadi pergolakan di Indonesia seperti yang dijelakan sebelumnya. Kedua, yaitu masalah-masalah yang disampaikan dalam kumpulan opini buku ini bisa membuka mata kita kembali bahwa begitu banyak masalah-masalah sosial-politik, HAM, carut-marut dalam negeri ini. Buku ini juga banyak memberikan arti dan masukan, dan nilai-nilai positif bagi pembaca. Ketiga, yaitu buku ini memuat tulisan popular, kumpulan opini menjadi sebuah buku ini memberikan informasi, wawasan kebangsaan, dan juga dengan dinamika berbangsa dan bernegara. Keempat, yaitu buku ini memberikan pesan moral mengajak semua elemen bangsa Indonesia untuk tidak tinggal diam dalam menyikapi segala segala permasalahan bangsa yang ada, atau setidanya menghindarkan kita dari “kebiasaan lupa” dengan senantiasa membangun kesadaran berbangsa dan bernegara yang kritis. Beberapa kelemahan juga ditemukan dalam buku ini, yaitu pembaca cepat bosan membacanya bahkan ada yang melihat isi bukunya langsung bilang malas mau baca, karena buku ini menyajikan tulisan yang padat dan panjang tanpa adanya selingan atau bagian pembatas dengan menampilkan kutipan-kutipan secukupnya. Memberikan ilustrasi kongret, foto-foto atau gambar. Mungkin karena buku ini merupakan kumpulan opiniopini penulis jadi disajikan semuanya dalam bentuk tu-

lisan yang padat. Buku ini banyak memberikan manfaat bagi pembaca dan memberikan arti, masukan, nilai-nilai positif. Buku yang di beri judul “Negeri Tanda Tanya” ini menjadi sebuah buku yang memberikan informasi, wawasan kebangsaan dan juga dinamika berbangsa dan bernegara, bisa membuka mata pembaca mengenai peroalan carut-marut negeri ini seperti dijelaskan sebelumnya. Buku ini juga mengajak mengajak semua elemen bangsa Indonesia untuk tidak tinggal diam dalam menyikapi segala segala permasalahan bangsa yang ada, atau setidaknya menghindarkan kita dari “kebiasaan lupa” dengan senantiasa membangun kesadaran berbangsa dan bernegara yang kritis. Buku yang merupakan catatan harian yang bertemakan sosial-politik Indonesia dengan memotret persoalan-persoalan di negeri ini sepanjang tahun2011-2012 ini wajib dibaca oleh para pengkritis hukum dan politik, yang peka terhadap masalahmasalah sosial, para penegak HAM, pejabat Negara, aparat, pemerintah, dan para generasi muda atau intelektual muda saat ini yang memengang peranan penting di negeri ini kerena di tangan merekalah masa depan bangsa ini. Buku ini juga merupakan kritikan sosial-politik terhadap carut-marut negeri ini jadi wajib di baca oleh semua orang, kita semua yang peduli dan senantiasa membangun kesadaran berbangsa dan bernegara yang kritis. Sebagai sebuah buku harian yang terfokuskan ini, buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dicerna kaum awam sekalipun, dan fokus terhadap inti permasalahanya. Tinjauan bahasanya mudah dipahami, dengan bahasa yang sederhana dan tidak berbelit-belit. Pesan moral dalam buku setebal 226 halaman ini mengajak semua elemen bangsa Indonesia untuk tidak tinggal diam dalam menyikapi segala segala permasalahan bangsa yang ada, atau setidanya menghindarkan kita dari “kebiasaan lupa” dengan senantiasa membangun kesadaran berbangsa dan bernegara yang kritis. ***

Catatan Harian Sosial-Politik Indonesia

Oleh: Adelbertus Asisi Negeri Tanda Tanya ?, sebuah buku yang sangat unik kembali hadir dihadapan kita semua untuk membuka mata dan pikiran kita tentang sebuah Negeri di mana kita berpijak sekarang ini yang penuh tanda Tanya ?. buku karya Supriadi Purba Margana ini merupakan kumpulan tulisan (opini) yang pernah terbit di media seperti harian Analisa, Medan Bisnis, Sinar Indonesia Baru (SIB), Hariasn Waspada, Sumut Pos, Metro Siantar, batamtoday.com, Harian Online Kabar Indonesia, wabidinstitute.com, rima news.com, dll, sejak tahun 2011-2012 dan juga yang diterbitkan oleh blog pribadi penulis supriadipurba @ blogspot.com serta di

Judul Buku Penulis Penerbit Tahun terbit Tempat terbit Cetakan Tebal buku

: Negeri Tanda Tanya ? : Supriadi Purba Margana : Kesaint Blanc Publishing : 2012 : Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat 1064, Indonesia : pertama November 2012 : 226 halaman

kompasiana (media kreatif kompas grup). Supriadi Purba Margana lahir di Salit Simalen, Tanah Karo 18 Juli 1987. Menyelesaikan sekolah dasar di SD Inpres Kuta Kepar-Salit, Tanah Karo (1999), SMP Xaverius 1 Kabanjahe (2002), SMA Xaverius Kabanjahe (2005) dan pendidikan terakhir di Universitas Sumatra Utara (USU) Jurusan Ilmu Sejarah (S1) tamat tahun 2010. Saat

ini sedang bekerja di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) Sumatra Utara. Selain itu juga aktif menulis di beberapa media di Sumatra Utara sejak tahun 2009. Selama masih aktif sebagai mahasiswa, penulis pernah menjabat sebagai Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Komisariat Fakultas Sastra, Universitas Sumatra Utara masa bakti 2007/2008, per-

Peresensi,Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak.

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Rabu, 6 Maret 2013

4

Munsin Lamar PDIP dan Partai Demokrat Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Untuk memastikan maju pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sanggau periode 2013-2018, Kepala Badan Pembangunan dan Pengelolan Perbatasan dan Daerh Tertinggal, Moses Hermanus Munsin melamar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat.

”Saya daftar di PDIP dan Partai Demokrat. Dua minggu lalu berkasnya sudah dikembalikan ke partai,” kata Moses Hermanus Munsin, Senin (4/3) saat ditemui usai menghadiri Pelantikan Pengurus GPPI di Hotel Mercure Pontianak. Kata MH Munsin yang juga Kepala Badan Pembangunan Perbatasan dan Daerah Tertinggal Kalbar, walau dirinya telah melamar ke PDIP dan Partai Demo-

krat tanpa pasangan Wakilnya, namun dirinya belum memastikan kepastian maju atau tidaknya, karena semua ini akan dikembalikan kepada mekanisme masing-masing partai yang akan menggodoknya. “Kita sudah mendaftar, tapi partai akan menggodok lagi, karena saya tidak bisa menentukan berpasangan sama siapa. Kita yang melamar, partai yang menentukan,” jelasnya.

Munsin juga mengaku, siap melepaskan jabatan Kepala Badan Pembangunan Perbatasan dan Daerah Tertinggal, apabila dirinya resmi menjadi Calon Bupati Kabupaten Sanggau, karena semua ini bergantung partai yang menentukan calonnya untuk maju pada Pilbup mendatang. “Saya akan mundur dari jabatan saya. Bukan hanya karena mencalonkan saya mundur, tapi saya tahun de-

pan sudah pensiun. Saya maju bukan karena jabatan, tapi karena telah terpanggil untuk membangun Sanggau,” ujarnya Kabupaten Sanggau, lanjutnya, merupakan Kabupaten yang sangat berat, dan merupakan daerah tertinggal bukan hanya satu sektor saja, tapi sangat lengka. Karena dirinya pernah dipercayakan oleh Gubernur Kalbar untuk menjabat sebagai Penjabat Bupati

Sanggau sampai Bupati definitif terpilih. “Saat saya dilantik, bukan sekarung duit yang saya terima, tapi beban tugas dan tanggung jawb yang luar biasa sangat berat. Kalau saya dipercaya silakan, kalau tidak jangan, sebab saya tahu Kabupaten Sanggau sangat berat,” kata Munsin yang beberapa kali menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten maupun Sekda Provinsi ini. o

Moses Hermanus Munsin. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

KPU Sambas Seleksi PPK

Taman Agrowisata merupakan sarana pendidikan dan merupakan wahana beramain bagi anak-anak yang diresmikan oleh Ketua TP PKK Kota Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Taman Agrowisata sebagai Sarana Pendidikan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Minimnya ruang bermain bagi anak-anak mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya menyediakan sarana taman bermain bagi mereka. Taman bermain yang disediakan di Taman Agrowisata di Jalan Parit Pangeran ini juga menjadi sarana pendidikan budidaya Aloevera, anggrek dan ikan hias yang bernuansa alam dilengkapi peralatan outbond sederhana bagi anak-anak dengan hiasan grafiti ditemboknya. Taman Agrowisata selain tempat bermain anak-anak juga terdapat beberapa

hanggar budidaya tanaman hias, tanaman buah-buahan serta ikan hias di Taman Agrowisata. Suasana di taman ini cukup sejuk dan asri untuk dikunjungi sebagai tempat bersantai sekaligus melihat koleksi tanaman dan ikan hias yang dimiliki Taman Agrowisata di bawah pengelolaan UPTD Agrobisnis Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Ny Lismaryani Sutarmidji, menuturkan dengan diresmikan Taman Agrowisata ini masyarakat umum bisa menggunakannya, baik itu untuk wisata maupun camp-

ing atau kemah di kawasan ini. “Taman ini juga bisa dimanfaatkan untuk menggelar kontes-kontes tanaman, perlombaan kicau burung atau sarana bermain anakanak,” kata Ny Lismaryani Sutarmidji, usai meresmikan Taman Agrowisata, Selasa (5/3). Kata Lismaryani, tahun ini pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak akan mengembangkan kawasan agrowisata di enam kecamatan. “Dengan memberikan bantuan bibit tanaman lengkeng dan sirsak masingmasing sebanyak 250 tanaman,” jelasnya.

Dirinya berharap, Lurah dan Camat ikut serta mensukseskan program yang digulirkan TP PKK Kota Pontianak melalui penyeleksian lokasi dan memenuhi persyaratan yang ditentukan serta memonitor perkembangannya. “Kawasan agrowisata ini ditujukan untuk menghasilkan buahbuahan sebagai sumber vitamin keluarga,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak, Hidayati mengatakan, taman agrowisata ini dikemas dalam satu paket yakni sebagai tempat budidaya tanaman dan ikan hias, taman bermain anak serta sarana olahraga

bernuansa alam dengan udara yang segar. “Selain itu juga sebagai tempat promosi dan pemasaran bagi ketiga komoditi yakni ikan hias, anggrek dan lidah buaya,” Hidayati. Kendati untuk masuk Taman Agrowisata ini tidak dikenakan biaya atau gratis, namun ia berharap masyarakat terutama yang berkunjung secara rombongan membeli beberapa tanaman atau ikan hias untuk membantu masyarakat sekitar yang telah membudidayakannya. “Kita juga membantu memasarkan hasil budidaya tanaman dan ikan hias masyarakat sekitar,” pintanya. o

Upaya menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu dan peraturan KPU Nomor 3 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pemilu, DPR, DPD dan DPRD tahun 2014, KPU Kabupaten Sambas melakukan Seleksi Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 19 Kecamatan. Ketua KPU Kabupaten Sambas, Su’aib S.Pd, mengatakan terkait dengan pemilu legislative yaitu memilih DPR, DPD dan DPRD KPU Sambas melaksanakan seleksi Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Seleksi ini dilakukan pada seluruh kecamatan di Kabupaten Sambas, yaitu tes tertulis dan seleksi wawancara yang diadakan di sepuluh Kecamatan, Senin (4/3) di Balairung Sari Kantor Bupati Sambas diikuti oleh 19 Kecamatan di Kabupaten Sambas. Kata Su’aib proses ini diharapkan bisa berlangsung lancar, sukses dan aman sampai di gelarnya pemilihan umum legislatif 2014. “Kami dari tingkat KPU Kabupaten Sambas selaku penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan tes ini baik dari pemerintah kabupaten, kecamatan maupun pihak lain dan para peserta yang mengikuti tes ini,” katanya. Su’aib menambahkan, Senin, 4/3 telah diadakan kegiatan berupa tes wawancara yang diikuti sepuluh kecamatan. Sisanya sebanyak Sembilan kecamatan akan dites wawancara pada hari berikutnya. “Ini dikarenakan untuk melakukan tes wawancara dari 19 Kecamatan dalam waktu satu hari, memang tidak cukup waktunya, untuk itu tes selanjutnya akan dilaksanakan pada hari berikutnya” jelasnya. Ketua Pokja KPU Kabupaten Sambas, Suyono, S.Sos mengatakan dalam tes wawancara akan berlangsung selama dua hari, nantinya soal-soal yang menjadi pusat pertanyaan dalam interview tersebut, yaitu berupa soal-soal seputar kepemiluan dari KPU Pusat, soal tes yang berkaitan dengan kewilayahan dari KPU Kabupaten Sambas dan lebih spesifik mengenai Pemilu untuk tahun 2014 mendatang, “ jelasnya. o

Petugas KPU menyerahkan hasil tes seleksi ujian PPK kepada 5 pengarah KPU Kabupaten Sambas. Foto Amrul/Borneo Tribune

CMYK

CMYK

Amrul Borneo Tribune, Sambas


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Rabu, 6 Maret 2013

5

Perusahaan Tambang Batu Diingatkan Taati Aturan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

TAMBANG Disperindagkoptamben bersama perwakilan perusahaan tambang di Kabupaten Pontianak melaksanakan rapat koordinasi. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

BKD Gelar Diklat Teknis Bendaharawan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Assisten Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Pontianak, Abdullah, Senin (4/3), kemarin membuka

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Bendaharawan Daerah yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pontianak, di Loka Latihan Kerja Usaha Kecil Menengah (LLK-UKM)

Jamkesmas Jadi Keluhan Warga Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmah H Latif mengatakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang menjadi program pusat, mulai menjadi keluhan warga masyarakat karena warga yang seharusnya mendapat kartu Jamkesmas justru tidak menerima. “Banyak warga yang mengeluhkan program Jamkesmas di wilayahnya yang dinilai tidak merata. Bahkan beberapa warga yang tidak lagi mendapat kartu Jamkesmas menilai pemerintah selama ini tidak jeli dalam melihat kondisi ekonomi masyarakat,” ungkapnya. Hal ini, diungkapkan Legislator Hanura ini, karena dirinya banyak menerima laporan dari masyarakat soal pendistribusian kartu Jamkesmas. Dimana sebelumnya warga yang menerima, tahun 2013 tidak masuk dalam penerima kartu Jamkesmas. “Seharusnya pendataan

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pontianak. Pada kesempatan tersebut, Abdullah saat membacakan sambutan Bupati Pontianak, Ria Norsan, mengatakan bidang kebendaharaan menjadi fokus sorotan Pemerintah Kabupaten Pontianak dalam rangka menuju kepemerintahan yang baik dan bersih. Hal ini terjadi karena pada bidang ini rentan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme. “Karenanya bendaharawan harus memiliki kemampuan di dalam mengelola keuangan mulai dari penyusunan anggaran sampai mempertanggungjawabkan anggar-

an tersebut secara benar,” katanya. Untuk menyikapinya, maka diperlukan aparatur pemerintah yang memiliki kompetensi bidang maupun kompetensi teknis, bersih bersih, jujur, amanah, wibawa, dan produktif serta mempunyai kepekaan terhadap tugas dan tanggung jawab. “Diklat dikatakan sebagai suatu proses input, output, dan outcome. Oleh karenanya output dan outcome dari diklat bendaharawan daerah ini diharapkan adanya perubahan kinerja dan produktivitas kerja yang dihasilkan oleh aparatur pemerintahan menjadi lebih baik ke depan,” kata Abdullah. o

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben) Kabupaten Pontianak, Selasa (5/3) kemarin, melaksanakan rapat koordinasi dengan 6 perusahaan tambang yang menggunakan bahan peledak. Kasus ini sempat menjadi keluhan warga Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. Pertemuan tersebut, juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalbar dan Polres Pontianak. Dimana Kabid Pertambangan dan Energi Disperindagkoptamben, Ya’Helmizar, menjelaskan pertemuan tersebut dalam rangka memberikan masukan dan upaya pengawasan terhadap perusahaan pertambang-

rena kita ingin persoalan pertambangan batu ini, tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ungkapnya. Sedangkan Proyek Manager PT. Sulenco Wibawa Perkasa, Arman M Adiko mengungkapkan aktivitas perusahaan yang sempat menjadi keluhan warga, telah diselesaikan secara musyawarah dan mufakat secara kekeluargaan. Bahkan perwakilan warga dan perusahaan dengan disaksikan pihak kepolisian, sudah menandatangani surat kesepakatan bersama. “Persoalan yang sempat dikeluhkan warga, sudah tak ada masalah lagi. Karena sudah ada surat kesepakatan bersama. Dan kita selalu mentaati aturan prosuder dan bersedia mengurangi daya ledak pada batu yang dikerjakan, sehingga tidak meresahkan warga masyarakat,” kata Arman. o

Siap Menangkan Partai NasDem Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Program Partai NasDem sangat menyentuh hati masyarakat. Tak mengumbar janji tapi memberikan bukti. Salah satunya program santunan duka bagi kader yang meninggal dunia. Dimana hal ini, dibuktikan langsung dengan penyerahan santunan duka kepada Aceng (52), Warga Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, yang merupakan Kader Partai NasDem, dimana istrinya tercintanya Radiah Ibrahim (53) meninggal dunia karena terserang sesak nafas. “Istri saya sakit menda-

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Rahmah H Latif warga yang layak menerima Jamkesmas harus dilakukan secara cermat dan teliti, serta sesuai syarat-syarat warga yang benar-benar membutuhkan. Jadi tidak menimbulkan permasalahan ini, bahkan pelayanan warga yang menggunakan kartu Jamkesmas juga kurang maksimal,” ungkapnya. o

an batu yang menggunakan bahan peledak, agar melaksanakan aktivitas perusahaan sesuai prosuder dan ketentuan hukum yang berlaku. “Saya mendapat informasi adanya keluhan masyarakat dari media massa, karena selama ini tak ada laporan yang langsung masuk ke kantor kami. Sehingga kami melaksanakan rapat koordinasi ini, agar setiap perusahaan pertambangan batu menggunakan bahan peledak sesuai prosuder. Sehingga tidak menimbulkan keresahan warga,” kata Ya’Helmizar. Lanjutnya lagi, jika perusahaan batu yang menggunakan bahan peledak, tidak mentaati prosuder. Pihaknya secara tegas akan meninjau ulang izin, bahkan sampai mencabut izin pertambangan. “Hasil pertemuan ini, setiap tiga bulan dinas dan perusahaan tambang akan melakukan rapat koordinasi. Ka-

Aceng dan Ahmad

dak, tiba-tiba sesak nafas badannya panas dingin. Saat akan dibawa ke rumah sakit, istri saya menghembuskan nafas,” kata Aceng, yang berprofesi sebagai petani. Aceng sendiri tidak menyangka akan menerima santunan dari Partai NasDem sebesar Rp 1 juta. Karena memang sebelumnya ia mengetahui Partai NasDem memiliki program santunan bagi para anggotannya. “Ternyata program itu, tidak hanya sebuah janji tapi memberikan bukti nyata. Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Partai NasDem. Dan saya siap membantu memenangkan Partai NasDem,” kata Aceng.

Sedangkan Ahmad (53), warga Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh yang juga menerima santunan duka. Dimana anak tercintanya, Ahmad Amin (34), meninggal dunia karena terserang tumor otak. Dia juga tidak menyangka akan menerima santunan dari Partai NasDem. “Sebelumnya saya beserta keluarga diajak bergabung di Partai NasDem, lalu mengisi fomulir anggota Partai NasDem. Saya juga tak menyangka akan menerima santunan duka ini, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Saya bahkan berkomitmen memenangkan Partai NasDem,” ungkapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Rabu, 6 Maret 2013

Warga Sing-Bar Antusias Rekam e-KTP

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

Burhanudin

Debu Tanah Galian C Cemari Rumah Rudi Borneo Tribune, Singkawang Sejumlah warga di wilayah Rt 57 Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, mengeluhkan debu tanah yang telah mencemari rumah mereka. Apalagi, setelah beberapa hari tak turun hujan, debu tanah beterbangan hingga memasuki rumah warga. Ketua Rt 57, Marsianus Kodim, membenarkan keluhan warga tersebut, lantaran setelah tidak turun hujan sepekan

Rudi Borneo Tribune, Singkawang Hampir setiap hari, kantor Kecamatan Singkawang Barat selalu didatangi oleh warga setempat. Diperkirakan sekitar 20 an warga dalam dalam setiap harinya itu, guna melakukan perekaman e-KTP. Perekaman e-KTP tahun 2012 lalu, diulur kembali oleh Pemerintah Pusat, melalui surat edaran Gubernur Kalbar, hingga perpanjangan perekaman itu berakhir pada Oktober 2013 mendatang. Dimana perpanjangan untuk perekaman e-KTP tersebut, bertujuan masih banyak warga yang belum melakukan perekaman. Terutama, bagi warga kota ini, yang sebelumnya berada di luar kota, seperti menjadi TKI dan sebagainya. Menurut Camat Singkawang Barat, Burhanudin, nyaris setiap harinya kantor Kecamatan Singkawang Barat ramai didatangi oleh warga setempat, guna melakukan perekaman e-KTP. Dalam setiap harinya, sambung Camat Barat ini, diperkirakan sekitar 20 an warga mendatangi kantor Kecamatan. Selain itu, seluruh staf yang bertugas di Kecamatan Singkawang Barat, selalu siap melayani warga yang melakukan perekaman. “Untuk itu, saya sebagai Camat Singkawang Barat, mengimbau kepada warga setempat, bagi yang belum melakukan perekaman eKTP agar segera melakukan perekaman di kantor Kecamatan masing-masing. Karena, batas perekaman e-KTP berakhir pada Oktober 2013 ini,” saran Burhanudin. o

6

ini, membuat debu-debu tanah beterbangan hingga memasuki rumah warga, termasuk rumah milik pak RT ini. Dikatakan Kodim, akibat kondisi jalan yang rusak parah itu, membuat debu-debu tanah beterbangan hingga memasuki ruangan rumah warga. Kondisi itu, disebabkan aktivitas angkutan Galian C lalu lalang di wilayah tersebut. “Sejak lama warga di sini mengeluhkan debu-debu tanah itu, padahal sudah jelas aktivitas Galian C lah penyebabnya. Namun, hingga

Debu tanah galian C hantui rumah warga sekitar

Dayak di Nyarumkop Gelar Ritual Bo’k Panyangohotn sedag memimpin upacara adat Sam-sam (bo’k) atau tolak bala, Minggu (3/3/ 2013). Upacara ini dilakukan masyarakat Dayak di Nyarumkop untuk menghindari mereka dari bala bencana sampar setelah musim buah berakhir. FOTO Rudi/ Borneo Tribune

Rudi Borneo Tribune, Singkawang Masyarakat Dayak sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya leluhur. Tradisi yang diturunkan oleh para leluhur itu, tetap terus dipertahankan sebagai wujud cinta, dalam rangka mempertahankan tradisi lisan. Bagian dari wujud serta rasa cinta terhadap warisan budaya leluhur warga Dayak ini, Minggu (3/3) kemarin,

Siswa Menulis

Pengalamanku di Sekolah Oleh: Dimas Triono Siswa Kelas VII C SMPN 1 Teluk Batang, KKU Di pagi hari aku bergegas mandi dan menggosok gigi dan bersiap-siap untuk pergi sekolah menggunakan sepeda bersama teman-teman. Di perjalanan kami sangat senang karena di hari itu, kami sedang ada kegiatan yaitu SKJ. Sesampainya di sekolah kami melakukan kegiatan SKJ bersama. Saya sangat suka SKJ karena bagi saya SKJ itu menyenangkan dan membuat kita menjadi lebih sehat. Selesai SKJ kami mendapatkan tugas, yaitu membersihkan sampah di sekitar surau di kantin. Saya pun mengambil sampah satu per satu untuk dibuang di tempat sampah. Selesai itu saya dan teman-teman beristirahat. Sesudah istirahat, saya dan teman-teman berkumpul sambil bercerita-cerita. Tidak lama kemudian lonceng sekolah berbunyi, yang menandakan bahwa siswa harus berkumpul di lapangan untuk mendengarkan pengumuman. Tidak lama kemudian saya dan teman-teman dipanggil untuk maju ke depan dan masuk ke ruang kelas VIII C. Ternyata kami disana diberi pelajaran tentang manfaatnya menulis dan lain-lain. Dan kami ditanya oleh Pak Yusriadi, apa yang suka kami baca. Saya menjawab, suka membaca tentang sejarah. Tidak lama kemudian kami pun disuruh untuk membuat sebuah cerita. Boleh tentang pengalaman, cerpen, fabel, cerita hayalan dan lain-lain. Saya pun bergegas membuat cerita tentang pengalaman hari ini, dan akhirnya selesai. Ternyata membaca dan menulis itu sangat menyenangkan karena dengan menulis otomatis kita akan lebih suka membaca. Dan lebih banyak buku yang kita baca, maka akan lebih banyak pengetahuan yang kita dapat. o

masyarakat Dayak dari Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, mengadakan ritual adat, yang biasa disebut oleh warga setempat adalah Samsam (bo’k) atau bahasa ngetrendnya tolak bala. Sam sam, jika di tanah pulau Bali menyebutnya dengan kata Nyepi. Ritual bo’k pada bulan ini, disebut sebagai Bo’k Pangkorokng. Yang berarti, membersihkan kampung, agar terhindar dari penyakit, diakibatkan oleh berakhirnya musim buah tahunan. Madu Kusuma, yang bertugas sebagai panyangohotn (pembaca doa) pada ritual Bo’k Pangkorokng menjelaskan, kalau Sam sam atau bo’k itu dilakukan dalam rangka membersihkan kampung agar terhindar dari penyakit/sampar. “Sampar itu diakibatkan oleh berakhirnya musim buah tahunan, seperti durian, langsat, rambutan, tampuy, rambai dan sebagainya,” terang Kusuma. Pada tradisinya, sambung Kusuma, khusus masyarakat Dayak percaya bahwa kulit hasil dari buah tahunan itu, bisa mengakibatkan datangnya penyakit/wabah, sehingga dapat menyerang penduduk kampung. Selain itu, Bo’k Pangkorokng, juga dilakukan sebagai ucapan terima kasih atas hasil buah-buahan yang dihasilkan, juga berharap semoga pada tahun berikutnya mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. “Ritual Bo’k pangkorokng dilaksanakan antara Januari sampai Maret, dan pelaksanaan itu setelah musim buah tahunan berakhir,” terang Kusuma. Sebelum Bo’k dilaksanakan, lanjutnya, sehari sebelum ritual adat digelar, dan diyakini pelaksanaan ritual itu khusus di tempat keramat, untuk di Nyarumkop tempat keramat itu berada pada sebuah gunung, tepatnya berdampingan dengan gunung poteng, tempat ini di sebut sebagai Padagi Gantikng. Kegiatan ritual kemarin dihadiri oleh Pengurus Adat

detik ini aktivitas galian C tersebut tak bisa ditertibkan oleh instansi terkait,” ungkap Kodim. Akibat dari debu tanah itu, kata Kodim, tidak menutup kemungkinan akan merusak saluran pernapasan warga setempat. Untuk itu, dia berharap intansi terkait segera melakukan penertiban. “Setelah aktivitas galian C itu ditertibkan, barulah warga bisa bernapas lega. Namun, jika tidak, warga akan terus dihantui debudebu tanah yang beterbangan itu,” kata Kodim. o

di Kelurahan Nyarumkop, juga hadir Ketua Gerakan Peduli Masyarakat (GPM) Kota Singkawang, Marsianus Kodim. Kodim terlihat hikmat mengikuti prosesi ritual, yang dipimpin oleh Madu Kusuma. Untuk menduduki tempat keramat ini, hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Dari Jalan Nek Usun, kemudian melewati jalan penuh dengan jurang terjal, lantaran letaknya berada di puncak gunung, dan di jumpai beberapa anak sungai. Di kaki gunung itu didapati bekas-bekas perkampungan masyarakat Dayak pada masa lalu, dan hal itu ditandai dengan berbagai macam tanaman bunga puring tumbuh disekitar itu. Konon menurut ceritanya, bantang/rumah panjang dulunya berdiri disekitar perkampungan lama tersebut, dan tidak jauh dari Lubuk Silibun, tempat ini disebut Kamar oleh masyarakat setempat. Sementara untuk sampai pada tempat ritual, sekitar 15 menit dilalui dengan berjalan kaki, dari arah lubuk Silibun, dan di tempat ritual akan dijumpai satu pohon besar, bersis berada didepan 14 pantak disekitar pendagi. Disekitar pantak itu pula, tumbuh daun juang dimana nantinya berfungsi sebagai salah satu media pelengkap dalam ritual Bo’k, begitu juga dengan bambu tumiang nantinya digunakan bersamaan dengan daun juang. Yang dipasang pada pintu rumah warga. Daun juang dan bambu tumiang itu, nantinya berfungsi sebagai tanda bahwa kampung tersebut sedang melaksanakan Bo’k. Sementara 14 pantak di lokasi pandagi diyakini oleh warga setempat sudah berumur ratusan tahun. Dari ke-14 pantak itu, terdiri dari pantak batu dan hasil pahatan kayu. Yang konon menurut legendanya, ke-14 pantak tersebut mewakili orang yang dianggap pemberani, pahlawan, panglima dan berjasa bagi masyarakat Dayak di sekitarnya pada masa itu.

Ke-14 pantak ini, terdapat sebuah pantak terlihat lebih mencolok, dari bentuknya yang agak tinggi, juga selalu diberi ikatan kain merah, sebagai petanda ada warga yang mengadakan ritual di tempat tersebut. Pantak yang terlihat mencolok itu, juga diberi nama pantak Nek Rampe. Singkat ceritanya, dimana dahulunya Nek Rampe adalah sosok orang yang paling jago, serta pemberani dan dianggap sebagai panglima pada masa bakayo (head hunter). Setelah prosesi ritual berlangsung, sang panyangohotn Madu Kusuma melepaskan ayam putih di sekitar lokasi keramat tersebut, dan kemudian dilanjutkan dengan penggambilan air tawar berasal dari tempayan tua tersedia di sekitar pantak. Air tawar ini, nantinya akan dibagi kepada masingmasing rumah warga, pembagian itu bersamaan dengan beras yang dimasukan dalam plastik, kain putih, daun juang dan daun bambu tumiang. Sementara pada malam sebelum pagar kampung ditutup, diadakan lagi ritual pada lokasi pantak kampung, pantak ini berada di depan masuk perkampungan. Bo’k biasanya dimulai pukul 22.00 atau pukul 23. 00 Wiba pada malam, hingga sampai pagi, siang dan ketemu malam lagi dan berakhir pada subuh hari berikutnya. Selain itu, selama ritual Bo’k berlangsung, masyarakat setempat tidak boleh beraktifitas seperti biasanya, tetapi warga hanya berdiam diri di dalam rumah masing-masing, dan tidak boleh keluar masuk kampung, juga dilarang ribut selama Bo’k berlangsung. Namun, jika ada warga yang melanggar pantangan itu, maka nantinya akan dikenakan hukum adat sesuai dengan kesalahan dan ketentuan peraturan adat setempat, untuk itu selama kegiatan ritual dilaksanakan, pada persimpangan kampung sudah diberi tanda khusus. o

Kolom

Inilah Nukler Oleh: Om Nules Pagi Minggu yang ditunggu-tunggu Jojon alias Joni tu dah sampai di depan mate. Ape gik kalok bukan soal rase ingen taunye soal program nukler. Sekarang gak ni, di depan dua’ bijik bola matenye tu terpampang acare mbuat nukler. Acare mbuat nukler yang tecogok di depan mate Joni same Heri dimulai dengan ketekejotan die soal parker sepeda-motor yang rapi jali. Kedua’ soal kebersehannye. Di mane-mane tadak ade sampah beserakan. Sebaleknye, bise kite bekace sakeng bersehnye. Di mane-mane banyak kotak sampah. Di kotak sampah tu ade tulesannye: sampah kereng, sampah basah. Ketige, di depan mate Joni ngan Heri ade sekelompok budak-budak kecik belajar Bahase Inggres. Jumlahnye diitong Joni pakai jari-jari tangannye: satu, dua’, tige, empat…eee sampai 50 orang! Mantap gak wak. Ramai benaaar… Kerne ramai budak-budak tu belajar, make ketike die njawab pertanyaan gurunye, macam njawab, “Gud moning student?” Tak pelak ageklah. Jawaban mereke serentak, “Gud moning tu, Om!” Nggelegar. Macam nak pecah gendang telinge…Sampai-sampai Joni nutop telingenye ngan kedua’ telapak tangannye. Lalu tetundok-tundok bejalan untok begabong. Arah gerak jalan dua’ anak mude tu disambot Pak Guru dan Bu Guru di Pusdiklat TOP Indonesia. Kedatangannye disambot dengan muke senyom seireng gelegar bahase Inggres kerumonan budak-budak yang melingkar di depan papan tules. Papan tules tu bediri di teras rumah sedangkan budak-budak tu dudok di lantai beralaskan tikar. Serulah pokoknye. “Dari mane dan nak ketemu siape ni bang?” Betanyaklah Pak Guru kepade Joni ngan Heri. “Kame’ memang nak ke sinek Pak e. Katenye di sinek ade ngajarkan budak-budak bagaimane mbuat nukler? Betolkeh?” Begitu’ kate Joni sambel tebungkokbungkok ngomong petande die tu njage sopan santonnye. Sakeng santonnye Jojon pon ngulorkan tangan nak besalaman. Salaman yang disambot pon diteroskannye ngan ciom tangan. Gaye nyiom tangan Joni aleas Jojon diikote’ Heri. Sebab dua’ sepupu ni same-same njage sopan santonnye. Maklom same-same cucu-cicet Tok Ambok di Sungai Raye Dalam. Siape tadak kenal? Soal gimane cucu-cicet Tok Ambok, nantek gaklah ana ceritekan. Pokoknye ikotek jak jalan cerite Joni ngan Heri di Pusdiklat TOP Indonesia kerne die mao’ tau soal program nukler. Bahkan nak daftar jadi peserte. “Ayo masoklah. Sile dudok di sinek…” Begituklah sambong Bu Guru yang tak laen tak bukan adelah bini dari Pak Guru tu. Bu Guru bename Anti ni ngajak tamutamunye dudok di kursi kayu’ tak jaoh dari kelas budak-budak tu belajar. Dan tampaknye Pak Guru bename Idros tu pon setuju gak. Sebab die dah macam Bapak Presiden mbukakkan telapak tangannye sambel menyilekan tetamunye ke arah kursi kayu’ tuh. Bahase isyarat ni gampang dipahame’ Joni same Heri. Lalu keduaknye pegi ke kursi warne kuning akebat cat pernis tu. Keduaknye dudok ngan sopan diikutek Bu Anti dan Pak Idros. “Maok tau program nukler ke? Memang benar di sinek kamek bedua’ ni ngajarkan budak-budak sekitar rumah ini mbuat nukler. Pakai bahase Inggres sebagai pengantarnye. Tapi bukan nukler bom atom yang ngeledakkan Kote Hiroshima ngan Nagesaki di Jepang taon 1945 tu. Tapi program nukler ni singkatan dari program nules tapi keler. Nules tapi berseh. Nules yang mudah dipahamek orang. Tadak bekabot dan gelap gulite…Baet pakai bahase kite maokpon bahase Inggres.” Heri ngan Jojon ngangguk-angguk kepalaknye. Bedua’ saleng lirek. Ngulom-ngulom senyom. Matenye tekelap-kelep macam budak kesukean dikasekkan semanet aleas bom-bom, atau permen. “Hm benar kate Tok Ambok,” saot Heri. “Boleh keh kamek ikot program nukler di sinek ni Pak?” sambong Jojon, eh Joni. “Boleh boleh boleh,” pungkas Pak Idros dah macam Upen-Ipen. “Ikot yak begabong dudok same ngan budak-budak di kelas tebukak tu. Tapi sebelom begabong, isik lok lah absen dan selembar formulir. Mulai hari ini ikotlah ngan program nukler di sinek. Grates!” kate Pak Idros. Doh betape senangnye ati Joni same Heri. Sebab keduaknye memang hobi nules. Hobi jalan-jalan. Hobi ngumpol same budak-budak. Jugak suke belajar cakap Inggres. Koloplah, eh kloplah dah. Joni pagi ini makai baju’ kegemarannye. Yaitu baju’ kaos. Baju’ kaos yang ade kerahnye. Pon ade gak koceknye. Soal ngape die suke makai baju’ kaos bekerah dan bekocek, ‘a nantek ana ceritekan. Begituk gak dengan sekondannye Heri yang saban ari suke benar makai baju’ kemeje kotak-kotak. Juga’ ade koceknye. Kebiasean Heri ini jaoh hari sebelom Jokowi suke makai baju’ kotak-kotak sampai gare-gare baju’ kotak-kotak yang dijual untok kampanye itulah bujor aros Jokowi njadi Gubenor DKI. (besambong) *


Rabu, 6 Maret 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Antisipasi Konflik, Perlu Sosialisasi Borneo Tribune, Ngabang Konflik perkebunan kelapa sawit yang terjadi beberapa bulan terakhir ini antara masyarakat Desa Simpang Kasturi dengan Perusahaan, masyarakat kecamatan sebangki Karangan dengan Perusahaan dan Kecamatan Meranti Desa Ampadi dengan perusahaan perlu ditangani. Selain itu, agar konflik tidak terjadi di kemudian hari, sosialisasi perlu dilakukan. “Konflik perkebunan dan pertambangan yang terjadi disebab oleh kurangnya sosialisasi dari Pemerintah dan Penegak Hukum,” ungkapkan Kabid Pertambangan Marcelina.A.A,beberapa waktu lalu. Marcelina, mengatakan timbulnya konflik itu adalah adanya ketidaksinambungan antara beberapa pihak, dan itu juga konflik-konflik yang terjadi belakangan ini membuat pihak investor ragu-ragu menanam sahamnya. Pasalnya, sering dipicu terjadinya masalah atau konflik antara kedua bahkan ketiga kubu yang saling bertikai, yakni masyarakat dengan perusahaan bahkan dengan pihak Pemerintah. Seperti halnya konflik masalah pertambangan, biasanya ini itu dipicu masalah pencemaran air limbah yang berimbas ke masyarakat. “ Ini sangat rentan sebab kalau dilihat di manamana sepanjang aliran sungai sudah tercemar oleh penambang emas tampa izin (PETI)”, papar Marcelina. Menurut Yusuf, S.Th. dari LSM Forum Peduli Polisi Republik Indonesia (FPPRI), persoalan yang tak kunjung ditertibkan oleh pihak-pihak yang bersangkutan bahwa seharusnya melakukan peninjauan di lapangan agar tahu apa masalah yang timbul di masyarakat. “Kuncilnya pada sosialisasi awal apakah ditinjau atau belum”, kata Yusuf. Ditambahkan, masalah PETI, seharusnya bisa segera diambil tindakan. Secara hukum itu ilegal dan berdampak pada lingkungan oleh sebab itu kegiatan tersebut yang menimbulkan konflik serta pencemaran, maka jangan sampai hal ini dibiarkan terus menerus oleh pihak aparat penegak hukum. “ diharapkan untuk menindak tegas oknum-oknum yang dinyatakan merugikan masyarakat”, harap Yusuf. (Yohanes.J/Free).

Naik Dango di Bumah Betang Saham Borneo Tribune, Ngabang Pelaksanaan acara Naik Dango Kabupaten Landak yang ke-28 tahun diperkirakan pada bulan Mei mendatang akan dipusatkan di rumah betang Saham. Hal ini diungkapkan Kadis Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Parawisata, Lukas Kanoh.M.M, 2/3 kemarin di ruang kerjanya. Lukas Kanoh menerangkan, untuk teknis pelaksanaan Naik Dango Kabupaten Landak dilaksanakan oleh dewan Adat Kecamatan di bawah koordonasi Dewan Adat Kabupaten Landak melalui panitia. Dinas Pemuda hanya memfasilitasi. Kedudukannya sebagai panitia pengarah. “ Sebetulnya acara Naik Dango adalah acara masyarakat Dayak, kami hanya memfasilitasi dan juga kami merencana menggabungkan beberapa kegiatan seperti ikatan sport sepeda atau balap sepeda, seminar dialog,” papar Lukas Kanoh. (Yohanes.J/Free)

HO TEL HOTEL

Cegah Laka Masal

Polres Landak Gelar Razia Gabungan

Borneo Tribune, Ngabang Satuan Lalu Lintas Polres Landak yang dipimpin langsung Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Landak AKP Sunarno melakukan razia kendaraan, Selasa (5/3) kemarin. Berpusat di terminal Ngabang, razia kendaraan ini merupakan gabungan bersama Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Landak. Adapun tujuan razia ini digelar untuk mencegah terjadinya kecelakaan masal akibat kendaraan yang sudah tidak layak jalan. AKP Sunarno saat ditemui di sela-sela razia berlangsung mengatakan,”yang kita razia saat ini adalah kendaraan angkatan barang, angkutan penumpang atau bis dan trevel. Kendaraan yang kita razia bersama pihak perhubungan kita cek apakah kendaraan tersebut layak jalan. Adapun yang kita periksa seperti rem, lampu sen, kondisi ban serta hal lain yang me-

nyangkut kelayakan jalan kendaraan dan keselamatan penumpangnya,”ungkap Sunarno. Kepada supir lanjut Sunarno,”Kita juga lakukan pemeriksaan surat suratnya seperti SIM dan surat kendaraan seperti STNK dan BPKB. Tapi kita lebih memprioritaskan pada pengecekan kelayakan jalan kendaraan dan supir. Ini dimaksudkan agar kendaraan yang digunakan dan supir kendaraan itu sendiri selama melakukan angkutan dapat mempertanggungjawabkan khususnya bagi keselamatan penumpang,” ujarnya. Kasat Lantas Polres Landak AKP Sunarno mengharapkan kepada penguna kendaraan khususnya para supir seperti bis agar tidak menaikan penumpang ke atas kap, dan seluruh pemilik kendaraan baik itu jasa angkutan barang, penumpang. Dia juga mengingatkan jenis trevel agar dapat

menganti ban yang sudah gundul serta selalu memeriksa dan menservis kenda-

raannya seperti kelayakan rem, lampu sen, lampu utama dan hal lain yang me-

nyangkut keselamatan penumpang. (Kiriman Slamet Ardiansyah)

Siswa Aswaja, guru dan kepala sekolah foto bersama piala yang mereka peroleh saat lomba dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad di SMAN 1 Sungai Kakap. Foto Istimewa.

MTs ASWAJA Raih Tujuh Piala Sorak gembira siswa-siswi MTs ASWAJA bergema di SMAN 1 Sui. Kakap, saat pengumuman lomba tingkat SMP/MTs seKec. Sui. Kakap Minggu, 3 Maret 2013, dalam rangka Maulid Nabi Muhammad yang digelar oleh Rohis SMAN 1 Sui. Kakap. Dari enam cabang lomba, siswasiswi MTs ASWAJA membawa pulang 7 piala dengan dominasi pada masing-masing cabang lomba. Cabang lomba tersebut adalah drama dengan tema Meraih Impian Melalui Pendidikan (Juara 1), Cabang MTQ Putri (Juara 3, Nur Azizah), Pidato Putri (Juara 2, Ani Saputri), Puisi Putra (Juara 1, Rizky Chandra dan Juara 2 atas nama Wahyu Fathanah), Puisi Putri (Juara 1, Aulia Saputri dan Juara 2 atas nama Sri Sabaniah). Hanya dua cabang lomba yang lepas dari MTs ASWAJA yaitu LCT dan Kaligrafi, namun demikian MTs ASWAJA ditetapkan sebagai sekolah dengan membawa piala terbanyak.

Menurut Pembimbing Lomba, Dasta Haryansyah didampingi Yeri Deswanto, Afryan dan Ahmad Mansyur, masing-masing cabang dipersiapkan oleh pelatihnya tidak lebih dari dua minggu meskipun ada cabang lomba yang sudah teruji dengan mendapatkan juara terbaik juga yaitu cabang puisi. Ditambahkan juga oleh Yeri Deswanto bahwa diharapkan kegiatan ini menjadi agenda tahunan sebagai ajang uji bakat dan mental siswa-siswi SMP/ MTs khususnya MTs ASWAJA. (Rilis)


Sekadau Borneo Tribune

Rabu, 6 Maret 2013

8

FOTO: Internet

Diduga Banyak Depot Tak Kantongi Izin Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindangkop dan UKM) Kabupaten Sekadau akan menata depot isi ulang air minum mineral yang tak berizin. Sejauh ini Disperindagkop dan UKM menilai di anta-

ranya tak mengantongi izin resmi standar higenis yang ditetapkan pemerintah. Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sekadau melalui Sekretaris Disperindangkop dan UKM Joko Dwi Haryono, mengatakan penertiban perizinan depot isi ulang air minum tak berizin adalah upaya perlindungan konsumen yang natobene masyarakat.

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

“Ini adalah upaya Pemkab Sekadau bersama instansi terkait. Kita segera tertibkan depot isi ulang air minum tidak berizin. Konsumen mengeluh dengan yang tak berizin ini,” kata Joko, saat sosialisasi syarat-syarat pembuatan rekomendasi depot air minum di Hotel Multi, Selasa kemarin (5/3). Joko katakan, data Disperindangkop dan UKM Kabupaten Sekadau mencatat hingga kini baru 14 izin depot yang ada, dan 2 izin air minum dalam kemasan (AMDK). Sementara sisanya adalah tak berizin dan mesti ditertibkan. “Kami persilahkan bagi

Depot yang mengantongi ijin melanjutkan usahanya, sementara yang belum berizin cepatlah memohon perijinan,” tegasnya. Dasar penertiban depot air minum dijelaskannya, berdasarkan keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 651/MPP/Kep/ 10/2004, tentang persyaratan teknis depot air minum dan perdagangan. Berdasarkan hal tersebut, kata Joko, ingin agar depot yang sudah standar bisa melayani dan melindungi konsumen. “Karena air minum itu langsung bersentuhan dengan kehidupan kita. Maka

Tak Memiliki Izin Depot Isi Ulang Air Minum Menjamur Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Sejumlah konsumen di Kota Sekadau kini mengaku resah dengan menjamurnya jumlah depot isi ulang air minum mineral. Bahkan konsumen mensinyalir puluhan depot isi ulang air minun banyak tak berizin sebagaimana yang ditetapkan pemerintah memiliki tanda daftar industri (TDI) dan Tanda Daftar Usaha Perdaganan serta yang paling urgen memiliki standar mutu dan higienisan air mineral. “Kita sebagai konsumen tentu khawatir soal air minum isi ulang ini. Kita tidak tahu apakah isi ulang higienis atau bukan,” ucap Zainul, seorang konsumen, Selasa (5/3). Zainul bahkan cukup khawatir legalitas deplot isi ulang air minum di Kota Sekadau. Dia menilai sejauh ini depot pengisian ulang air minum memang belum tertata rapi. Malahan, banyak di antaranya yang menjual bebas air minum isi ulang di toko-toko kelontong. “Tentunya kita meragukan isi air gallon. Jangan pula konsumen beragapan murah lalu dibeli, namun lihat dulu kehigenisannya. Ini tentunya menjadi perhatian penting

oleh dinas terkait,” harap Zainul. Dia khawatir air minum isi ulang yang mengantongi ijin dan memiliki label sengaja dioplos oleh depot tak bertanggung jawab. Salah seorang pengusaha depot isi ulang air minum, Tia, mengakui sangat setuju dengan rencana Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindangkop dan UKM) Kabupaten Sekadau yang akan mewajibkan perizinan untuk depot isi ulang. “Saya setuju sekali soal rencana mewajibkan perizinan depot, itu harus. Hanya distribusi air isi ulang dari depot yang tolong dikaji lagi oleh Pemda,” sarannya. Dinas Perindangkop dan UKM Kabupaten Sekadau tak main-main dengan depot tak berizin alias ilegal. Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sekadau, lewat Sekretaris Disperindangkop dan UKM, Joko Dwi Haryono, menegaskan pihaknya akan melakukan penertiban perizinan Depot isi ulang air minum di Kabupaten Sekadau. “Data kita sampai sekarang mencatat baru ada 14 depot berizin, dan 2 ijin untuk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Sementara sisanya adalah tak berizin,” kabarnya. o

dari itu kelengkapan perizinan sangat diperlukan mengingat asas kesehatan konsumen yang natobene adalah masyarakat kita,” katanya. Joko imbau, apabila pihak pengusaha ingin membuka usaha pembuatan depot air minum mestinya mengikuti prosedur perizinan yang sudah ditentukan oleh Pemkab Sekadau. Prosedur penerbitan perizinan yaitu dimulai dari tingkat desa, kecamatan, Dinas Kesehatan, Lingkungan Hidup, Dispenda, perizinan terpadu, Disperindangkop dan UKM. Sementara itu, salah seorang konsumen, Zainul

mengakui dirinya cukup khawatir dengan menjamurnya deplot isi ulang air minum dikota Sekadau. Dia menilai sejauh ini depot pengisian ulang air minum memang belum tertata rapi. Malahan, banyak di antara toko-toko kelontong yang menjual bebas air minum isi ulang. “Tentunya kita meragukan kehigenisan air galon (air minum isi ulang, red). Ini tentunya menjadi perhatian penting oleh dinas terkait,” harap Zainul. Zainul khawatir air minum isi ulang yang mengantongi izin dan memiliki logo sengaja dioplos oleh depot tak bertanggung jawab. Ka-

renanya, dia berharap Pemkab mengkaji lebih dalam soal distribusi air minum isi ulang ke tingkat konsumen apakah nantinya hanya bisa dibeli di depot isi ulang atau toko yang menjual galon isi ulang mendapat surat resmi dari Dinas Perindangkop dan UKM. Selain membahayakan konsumen, Depot isi ulang tak mengantongi izin bisa dituntut miliaran rupiah apabila ada konsumen yang menjadi korban apabila ketika mengkonsumsi air minum isi ulang tak layak. “inilah yang menjadi perhatian kita sangat penting. Mohon dukungan dari pelaku usaha,” imbau Joko. o

Lima Kursi DPRD Sekadau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Sekadau baru-baru kemarin sudah membahas penambahan anggota legislatif pada Pemilu 2014 mendatang. Dipastikan secara global ada penambahan 5 kursi untuk anggota DPRD Kabupaten Sekadau periode 2014-2019 mendatang. Ketua KPU Kabupaten Sekadau Subandrio, mengatakan pihaknya sudah mem-

bahas alokasi kursi per Daerah Pemilihan (dapil) di masing-masing, yaitu dapil I Kecamatan Sekadau Hilir, dapil II Sekadau Hulu, Nanga Taman, Nanga Mahap dan dapil III Kecamatan Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu. Subandrio merinci alokasi kursi per dapil I, semula dari 7 anggota DPRD menjadi 9 atau bertambah 2 kursi, untuk dapil II semula dari 11 kursi menjadi 12 atau bertambah 1 kursi, dan dapil III semula 7 kursi menjadi 9 anggota. Pada periode 2009-2014

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau sebanyak 25 orang dari tiga dapil. Artinya jika alokasi kursi bertambah nanti dipastikan anggota DPRD terpilih periode 20142019 menjadi 30 kursi. Subandrio utarakan, tahapan proses pemilu tahun 2014 hingga kini terus berjalan sesuai prosedur. Pada 8-9 April 2013 mendatang rencananya KPU akan menentukan Daftar Calon Sementara (DCS) untuk calon legislatif yang sudah mendaftar Pemilu 2014 mendatang. o

Marak Pencurian Ikan KRI Barakuda 633 Amankan Pulau Karimata dan Laut Natuna Viodeogo Borneo Tribune, Pontianak Untuk mengamankan semakin maraknya pencurian ikan dan kecelakaan laut, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Barakuda untuk alur sektor Pulau Karimata dan Laut Natuna. Sejak hari Jum’at (1/3), KRI Barakuda yang dikomandai Mayor Laut (P) Alfred D Mathews bersandar di Lanal, Pontianak “KRI Barakuda baru beroperasi di wilayah barat ALKI 1 perairan Kaliamantan Barat untuk mengantisipasi pencurian ikan secara ilegal,” kata Alfred D Mathews. Dari laporan yang masuk ke KRI Barakuda, menurutnya, aktivitas pencurian ikan secara ilegal, masih tergolong tinggi. Walau tak bisa merinci secara pasti, hampir kebanyakan yang ma-

suk ke perairan Pulau Karimata dan Laut Natuna berasal dari nelayan Vietnam dan Thailand. “Ilegal fishing memang banyak menimbulkan masalah yaitu pencurian ikan, yang merupakan kekayaan sumber daya laut kita, yang dibawa keluar negeri ini. Persoalan lain, timbul konflik dengan nelayan kita sendiri,” tuturnya. Alfred mengakui, kapal-kapal nelayan asing tersebut memiliki peralatan yang cukup canggih untuk mendeteksi keberadaan ikan di perairan Indonesia. Dikatakannya, kesulitan menangani masuknya nelayan asing ke laut Indonesia, karena kita belum memiliki perangkat satelit mendeteksi kapal-kapal asing. “Karena masih banyak tangkapan-tangkapan, asumsinya pasti banyak juga mereka ini masuk ke sini. Kita belum tahu bera-

pa persis jumlah mereka. Kalau kita punya satelit, bisa menghitung berapa jumlah mereka,” kata Alfred. Sementara itu, kata Alfred, keberadaan KRI Barakuda menuju Laut Natuna masih bisa diandalkan. Walaupun ombak di perairan tersebut, sekarang berdasarkan laporan adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, mencapai 5-6 meter, KRI Barakuda mampu menembus ganasnya ombak. Satu kapal dengan panjang 60 meter itu dan 55 personil di KRI Barakuda dinilainya, sudah cukup mengarungi aktivitas di perairan. “Kita punya persenjataan 40 mm dan 20 mm dan landasan helikopter untuk memperluas jangkauan operasi sepanjang 250 ribu mil, “ tuturnya.


Rabu, 6 Maret 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Jembatan Sungai Perembang Belum Diperbaiki

Rakit Jadi Transportasi Seberangkan Kendaraan Bermotor

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh JEMBATAN Sungai Perembang yang putus akibat tendangan arus sungai pada tahun lalu, ternyata hingga kini belum diperbaiki. Padahal jembatan tersebut merupakan jembatan yang menghubungkan ke beberapa desa di Kecamatan Pinoh Selatan. Temenggung Jalur Sungai Mangat, Amin Ungai me-

ngatakan, jembatan Sungai Perembang merupakan salah satu jembatan yang berada diruas jalan yang menghubungkan tiga desa yang berada di Kecamatan Pinoh Selatan. Yaitu Desa Landau Garong, Sungai Bakah dan Nyanggai. “Jembatan tersebut putus pada tahun 2012 lalu, akibat tendangan arus sungai setelah terjadi hujan lebat di wilayah tersebut,” ungkap Amin Ungai, belum lama ini.

Menurutnya, sejak jembatan tersebut putus, belum ada upaya dari pemerintah untuk membangun kembali jembatan tersebut sehingga akses transportasi di ruas jalan yang menghubungkan ke tiga desa dijalur tersebut menjadi terhambat. “Kalau untuk kendaraan roda dua masih bisa melewati sungai tersebut, karena masih ada jembatan gantung. Walaupun kondisinya sudah tua lantaran se-

jak dibangun sekitar tahun 1993 tersebut belum pernah direhap,” terangnya. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, sambung dia, karena tidak ada jembatan alternatif lain, terpaksa diseberangkan dengan menggunakan rakit yang dibuat khusus oleh warga yang menggunakan bahan dari bambu. “Karena rakit tersebut dibuat secara swadaya oleh warga dan ada warga yang menunggunya sehingga se-

kali menyeberangan mobil harus membayar Rp 50 ribu dan bila pulang pergi (PP) mengeluarkan biaya sebesar Rp 100 ribu,” jelasnya. Dijelaskannya, walaupun masih ada jembatan gantung yang bisa digunakan untuk melewati sungai yang berada di Dusun Perembang, Desa Landau Tubu, namun saat melewatinya dengan menggunakan kendaraan roda dua masih terasa was-was. Karena jembatan tersebut terasa ber-

Desa Melingkat Krisis Air Bersih WARGA Desa Melingkat, Khususnya di Dusun Jantak I, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang belakangan terakhir mengalami krisis air bersih. Hal tersebut disebabkan karena sarana air bersih yang sudah pernah dibangun tidak berfungsi lagi. “Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, selama ini kami hanya bisa memanfaatkan air hujan. Jadi kalau terjadi musim kemarau maka kebutuhan air

bersih untuk warga Jantak di sini tidak ada. Sementara air sungai sudah tidak layak konsumsi lagi, karena sudah tercemar,” ungkap Kepala Dusun Jantak I, Sabang, Selasa(5/3). Sabang menambahkan, kondisi tersebut sudah berkali-kali disampaikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Sintang serta anggota DPRD Kabupaten Sintang. Namun sama sekali tidak ada tanggapan. “Beberapa kali kami sudah menyampaikan kondisi sarana air bersih yang sudah pernah dibangun, namun tidak

Mereka itu jika ada maunya saja perlu dengan masyarakat. Ketika sudah duduk menjadi anggota dewan lupa dan pura-pura lupa

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

berfungsi lagi karena sudah banyaknya peralatan seperti pipa yang pecah dan bocor, tapi belum ada tanggapan,

baik dari pemerintah maupun DPRD Sintang,” keluh Sabang. Menurut Sabang, sebelumnya sudah dialiri air bersis yang bersumber dari Bukit Kempas. Namun sudah beberapa tahun aliran air tidak berfungsi lagi. Akibat banyak jaringan pipa yang rusak dan airnya juga tidak cukup untuk dibagikan kepada masyarakat sehingga air hanya mampu mengalir sampai Dusun Jantak 2. Dengan tidak adanya tanggapan dari pemerintah, sambung dia, warga masyarakat juga menyampaikan kekece-

waannya terhadap para anggota DPRD Kabupaten Sintang, khususnya Dapil 4. Yakni, Kayan Hilir dan Kayan Hulu yang sampai hari ini tidak mendengarkan aspirasi masyarakat. “Mereka itu jika ada maunya saja perlu dengan masyarakat. Ketika sudah duduk menjadi anggota dewan lupa dan pura-pura lupa,” cetusnya. Sabang mengharapkan di masa mendatang Pemerintah Kabupaten Sintang dapat memperhatikan masyarakat yang sangat memerlukan air bersih untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. †

goyang saat dilewati. “Oleh karena itu, kita berharap kepada pemerintah supaya segera membangun kembali jembatan di sungai tersebut agar akses transportasi diruas jalan menuju tiga desa ini kembali lancar seperti sebelumnya,” harapnya. Tak hanya itu, Amin Ungai menambahkan, jembatan yang dibangun oleh pemerintah di lokasi tersebut sudah beberapa kali putus akibat tendangan

arus sungai. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan apabila pada suatu saat dibangun kembali jembatan di lokasi tersebut supaya perencanaan dapat dilakukan secara lebih matang. “Bila membangun kembali jembatan di lokasi tersebut, upayakan dibuat perencanaan yang matang. Supaya jembatannya kuat dan tidak mudah putus seperti jembatan yang pernah dibangun sebelum-sebelumnya,” pungkasnya. †

Masyarakat Swadaya Perbaiki Jembatan Landau Siling Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh JEMBATAN Landau Siling, di Kecamatan Sayan yang merupakan penghubung ke Kota Baru yang ambruk akibat dam truk bermuatan pupuk milik salah satu perusahaan perkebunan sawit, kini diperbaiki masyarakat secara swadaya dengan kayu seadanya. Warga berharap pihak perusahaan bisa melakukan perehaban jembatan sehingga menjadi jembatan yang kokoh dan tahan lama. “Jembatan tersebut kan ambruk akibat dam truk yang membawa pupuk salah satu perusahaan perkebunan sawit yang melebihi kapasitas dari pada kekuatan jembatan. Namun warga yang memperbaikinya secara swadaya untuk sementara waktu. Jadi kita minta pihak perusahaan bertanggung jawab untuk memperbaikinya hingga jembatan itu benar-benar tahan,” ungkap salah se-

orang warga jalur Sungai Pinoh, Ichsan, belum lama ini. Walau diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat, jembatan tersebut masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Namun jika tidak segera diperbaiki secara permanen, tentu kerusakan jembatan yang pernah ambruk tadi akan kembali rusak. “Kita meminta kepada seluruh lapisan yang menggunakan jembatan tersebut sebagai infrastruktur penghubung, termasuk kepada pihak perusahaan untuk sama-sama memperhatikan serta merawat jalan dan jembatan tersebut. Sehingga melaluinya pun merasa nyaman,” harapnya. Dirinya mengharapkan pemerintah agar bisa melakukan perawatan terhadap jembatan tersebut setiap tahun melalui UPJJ. Dengan begitu kerusakan yang terjadi segera ditangani dan tidak menimbulkan masalah serta keluhan dari masyarakat. †

ARDIN Siap Sukseskan Pembangunan Ekonomi Bangsa Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Jembatan Landau Siling, yang sempat ambruk dan diperbaiki masyarakat secara swadaya. FOTO: Istimewa

Pasca Kebakaran Pasar Inpres

Dana Pembangunan Kios Darurat Rp 1,4 Miliar

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang TERNYATA anggaran untuk pembangunan kios darurat yang diperuntukkan bagi para pedagang yang kehilangan tempat dagangannya pasca kebakaran Pasar Inpres Sintang yang menelan dana miliaran rupiah serta pembayaran yang akan dilaksanakan sesuai dengan hasil pekerjaan. “Alokasi dana pembangunan kios darurat korban kebakaran Pasar Inpres Sintang mencapai Rp 1,4

miliar. Dan untuk pembayaran akan kita lakukan sesuai hasil pekerjaan bangunannya. Jadi jika biaya pembangunan tersebut tidak mencapai dengan alokasi yang sudah kita anggarkan akan kita kembalikan ke kas daerah,” ujar Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Joni Sianturi, belum lama ini. Joni menuturkan bahwa alokasi dana yang dianggarkan tersebut selain untuk pembangunan fisik kios juga diperuntukan untuk instalasi listrik ditiap masing-masing kios.

“Untuk pemasangan instalasi listrik, anggarannya cukup besar. Oleh sebab itu maka kita harus dilakukan penganggaran,” jelasnya. Masalah dana Rp 1,4 miliar, lanjut Joni, diperoleh dari dana tanggap darurat. Dengan sistem pembangunan yang menggunakan penunjukan langsung (PL). Dalam aturan tentang tanggap darurat itu bisa dilakukan penunjukan langsung, karena sifatnya darurat,” terangnya. Pembangunan kios darurat, kata Joni, murni dari pemerintah kabupaten.

Para pedagang tidak akan dipungut biaya sepeser pun sampai bangunan permanen selesai. “Target kami pembangunan selesai dalam dua minggu. Mudahmudahan satu minggu ke depan bangunan sudah bisa difungsikan,” ucapnya. Sementara waktu, lanjut Joni, kios darurat yang dibangun sebanyak 95 unit. Namun tidak menutup kemungkinan bakal ditambah bila bangunan sebanyak 95 unit tersebut belum bisa menampung para korban secara keseluruhan. “Secara keseluruhan jumlah kios yang terbakar se-

banyak 212 unit. Kita lihat dulu apakah jumlah kios yang kita bangun sekarang ini menampung atau tidak. Kalau memang tidak, kita usahakan bangunan kios ditambah,” bebernya. Joni mengimbau kepada para pedagang yang bakal menempati kios darurat agar tidak tertipu apabila ada calo yang memungut biaya sewa. “Khusus untuk kios darurat tidak ada pemungutan biaya. Pemerintah kabupaten menggratiskan, terkecuali bila bangunan permanen sudah selesai dan difungsikan,” tandasnya. †

SEBAGAI salah satu mitra pemerintah dalam melaksanakan pengadaan serta distribusi barang, Asosiasi Rekanan dan Distributor Indonesia (Ardin ) menempati posisi strategis dalam upaya mewujudkan komitmen perekonomian kerakyatan serta sebagai inkubator bagi pengusaha kecil dan menengah, termasuk sebagai salah satu penggerak untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di dalam masyarakat, khususnya generasi muda. ”Kita sangat berharap usaha kecil, menengah dan koperasi yang ada di Melawi perlu selalu dijaga, dikukuhkan, dikembangkan dan ditingkatkan. Untuk itu, Ardin siap untuk membuat MoU dengan Pemkab Melawi untuk menyukseskan pembangunan ekonomi bangsa,” ujar Ketua ARDIN Melawi, Ahmadi, di ruang kerjanya, Selasa (5/3). Menurutnya, status ARDIN adalah perkumpulan kesamaan profesi pengusaha rekanan pengadaan barang/jasa pemerintah dan distributor sebagai wahana perjuangan kepentingan anggota, mitra pemerintah dan masyarakat. Dan salah satu fungsi penting dari ARDIN adalah pusat informasi, konsultasi dan pendampingan anggota dalam rangka pelelangan barang/ jasa pemerintah dan swasta.

“Fungsi kita (Ardin, red) juga merupakan mitra pemerintah, instansi penegak hukum, masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam rangka mendorong terwujudnya pemerintah yang bersih dan tata kelola pemerintahan yang baik (Clean Goverment & Good Governance) untuk kemajuan Negara dan Bangsa Indonesia. Terlebih saat ini Melawi sedang dalam arah pembangunan,” katanya. Kata dia, ARDIN memiliki beberapa tujuan penting. Seperti menghimpun, membina dan mengembangkan potensi para pengusaha rekanan pengadaan barang/jasa distributor yang ada di daerah sehingga menjadi lebih tangguh, profesional dan mandiri. Kemudian, ARDIN mengembangkan jiwa dan semangat patriotisme dalam berusaha yang berintikan moral, etika bisnis dan norma luhur bangsa Indonesia. Serta mewujudkan tatanan perekonomian nasional dengan iklim usaha yang sehat, dinamis, dan demokratis. Sekaligus berperan serta secara aktif menyukseskan pembangunan ekonomi bangsa yang kuat dan berdaya saing tinggi dalam suatu tatanan ekonomi pasar dalam percaturan perekonomian global. ”Kerjasama yang akan kita jalin ini akan sangat bermanfaat untuk para investor yang akan menanamkan modalnya di Melawi dan kami siap menjadi fasilitator,” ucap Ahmadi. †


Rabu, 6 Maret 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Lagi, Perampok Bersenjata Tajam Beraksi di Kapuas Hulu LAGI-lagi perampokan menggunakan senjata tajam kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, pada bulan Januari lalu permampokan menggunakan senjata api beraksi di Kecamatan Silat Hilir. Tidak tanggung-tanggung korbanya sekarat masuk rumah sakit. Kejadian serupa kini terjadi lagi di Desa Buak Limbang Kecamatan Pengkadan, kerugian diperkirakan sekitar puluhan juta rupiah. Ironisnya lagi, saat ini korban perampokan tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau. Awalnya, Sam Chuan (40) tahun korban perampokan, sedang tidur dirumahnya bersama Merry Susanti (23) istrinya dan Febri (5) putranya, di Desa Buak Limbang, pada Senin (4/03) dini hari sekitar pukul 02.00 wib. Sam Chuan mengaku terbangun dengan suara dari pintu dapur, saat bangun dirinya langsung melihat bayangan sesorang melintas. Namun Sam Chuan kira itu bayangan istrinya. Tiba-tiba muncul beberapa orang dari arah kamar, karena malam itu Sam Chuan mengaku tidak tidur dikamarnya, langsung berusaha melukai dirinya, namun karena Sam Chuan mash menggunakan selimut serangan pelaku hanya mengenai pelipis mata kirinya.

“Saya sempat melakukan perlawanan, dan saat itu istri dan anak saya juga langsung terbangun, namun dengan menggunakan senjata tajam, pelaku terus berusaha melukai, beberapa kali perlawanan akhirnya saya dicekik hingga tak berdaya, istri saya berusaha juga teriak namun dipegang mulutnya dan ditusuk menggunakan obeng tangan istri saya, bahkan anak saya juga tekena pukulan dirusuknya,” tutur Sam Chuan korban perampokan, saat ditemui Borneo Tribune, di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, Selasa (5/ 03). Lebih lanjut, Sam Chuan mengungkapkan, setelah terjadi perlawanan, kawanan perampok tersebut lari, namun istrinya sempat berteriak meminta pertolongan warga, atas bantuan warga satu orang pelaku berhasil diamankan dan di ikat warga setempat, dan saat ini sudah diamakan di Polsek Pengkadan. “Saya melihat ada dua, namun sepatu yang ketinggalan itu terdapat tiga pasang, dan menurut pengakuan salah satu pengaku tersebut, pernah kerumah saya, dia mengaku tukang sales kue, kami sekeluarga selaku korban perampokan meminta agar kasus ini diusut setuntas-tuntasnya dan dikenai hukuman yang berlaku,” pintanya. Sementara itu ditempat terpisah, AKBP Dhani Kristianto Kapolres Kapuas Hulu

melalui Kasat Resrim AKP Ola’an Siahaan membenarkan bahwa terjadi kejadian tersebut, pihaknya mengaku langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. “Ada satu orang tersangka tertangkap tangan oleh masyarakat dan sudah kami amankan, pelaku tersebut berinsisal ER berasal dari Jember Jawa Timur, baru satu bulan tinggal di Simpang Silat, menurut pengakuan Er mereka melakukan aksi tersebut sebanyak empat orang, dan kasus ini terus kita kembangkan hingga tuntas, pelaku akan dijerat pasal 365 KUHP dengan pidana 7 tahun kurungan penjara,” tegasnya. †

Saya melihat ada dua, namun sepatu yang ketinggalan itu terdapat tiga pasang, dan menurut pengakuan salah satu pengaku tersebut, pernah kerumah saya, dia mengaku tukang sales kue, kami sekeluarga selaku korban perampokan meminta agar kasus ini diusut setuntas-tuntasnya dan dikenai hukuman yang berlaku

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Sam Chuan terbaring di RSUD Ahamad Diponegoro Putussibau salah satu korban perampokan menggunakan senjata tajam. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

M. Sainihadi: Pendaftaran Caleg 2014 Pada 9 April 2013 Timotius Borneo Tribune, Putussibau KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kapuas Hulu, saat ini disibukan dengan berbagai kegiatan dalam persiapan Pemilihan Legislatif yang akan dilaksanakan pada Tahun 2014 mendatang. Sesuai jadwal yang ditetapkan pendaftaran Calon Legislatif (Caleg) akan dibuka pada tanggal 9 April 2013 mendatang.

KEHILANGAN STNK KB 5093 KH NR: MH1JBB210BK095029 NM: JBB2E1093941 A/N FRANSISKUS HERMES Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 3145 LJ NR: MH335D003BJ032007 NM: 35D032100 A/N ELIADI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

“ Saat ini kita belum mengetahui nama-nama Caleg yang akan maju pada Pileg 2014 mendatang, sebab pendaftaran Caleg baru akan dibuka pada tanggal 9 April 2013, saat ini kami masih melakukan berbagai persiapan alam mensukseskan pelaksanaan Pileg tersebut,” kata Muhammad Sainihadi, Ketua KPUD Kabupaten Kapuas Hulu ditemui Borneo Tribune, Senin (4/03) kemarin. Menurut Sainihadi,

STNK KB 3362 TD NR: MH8B841CABJ522772 NM: G420ID582800 A/N SUSILIA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 3199 YM NR: MH8CF48NABJ236246 NM: F4A9-ID-236118 A/N MA LI KIAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Politik, bahwa Kapuas Hulu dibagi menjadi 3 daerah pemilihan, kalaupun ada yang keberatan silahkan menyurati KPU, disertai dengan alasan dan pertimbangannya, namun yang jelas kami saat ini sedang melakukan persiapan dan dengan beberapa tahapan untuk mensukseskan Pileg mendatang, harapan kami Pileg 2014 mendatang bisa berjalan lancar, aman tertib dan berkualitas,” tandasnya. †

Muhammad Sainihadi FOTO Timotius/Borneo Tribune

KEHILANGAN

Gallery

Telp. 0561-577868

saat ini pihaknya telah masuk dalam tahapan pembentukan Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) dan masih dalam tahap seleksi.dan saat ini juga dalam tahap pemutahiran data pemilih, Sementara itu untuk Dapil masih dalam tahap penyusunan untuk usulan ke KPU Provinsi, setelah ada penetepan Dapil baru kemudian akan dilakukan pendaftaran Caleg. “ Untuk Dapil sudah disepakati oleh Partai

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Dikeluhkan Warga, Dalam Semalam, Listrik Byar Pet Berkali-kali Timotius Borneo Tribune, Putussibau WARGA Kota Putussibau kembali mengeluhkan pelayanan PT.PLN Rayon Putussibau, pasalnya dalam semalam listrik yang menjadi kebutuhan vital masyarakat mengalami byar per berkali-kali. Berbagai pertanyaan timbul dari masyarakat, sebab kendala yang dihadapi PLN beberapa waktu lalu melakukan pemadaman listrik karena stok BBM tidak mencukupi, sehingga terjadi pemadama bergilir, namun semalam Senin (4/03) mulai sekitar pukul 18.30 wib sudah

mengalami byar pet. Rahadi (45) salah satu warga Kota Putussibau mengatakan bahwa akhirakhir ini masyarakat Kota Putussibau dan sekitarnya, tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari PT. PLN Rayon Putussibau. “ Tentu saja kita merasa tidak nyaman, kondisi listrik kita sering byar pet, beberapa waktu lalu say abaca Koran, katanya PLN kesulitan pada stok BBM jenis solar, terjadilah pemadaman bergilir, sebelumnya lagi katanya ada gangguan jaringan, mungkin masyarakat masih memahami, namun jika sudah dalam semalam terjadi byar pet

berkali-kali, apa lagi penjelasan dari PLN,” kesalnya. Rahadi selaku pelaggan PLN meminta agar pihak PLN Rayon Putussibau membenahi dan meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. jangan sampai kata Rahadi alasan yang sama selalu dilontarkan pihak PLN, sementara solusi dari kendala yang dihadapi selama ini tidak ada. “ Yang jelas harapan kita kinerja PLN harus lebih baik, apalagi ini memasuki masa Ujian pelajar, jangan sampai karena listrik byar pet menganggu persiapan anak-anak yang ingin belajar terganggu,” pungkasnya. †

IKLAN BARIS Service Mobil

Dicari

Peluang Usaha

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

Dijual Bangunan

Peluang Bisnis

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336 DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977 Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Rabu, 6 Maret 2013

Analogi Supir dengan Birokrat di Arab Saudi dan Indonesia (2)

Penulis Kalbar Sudah Punya Kemampuan

bukan pada monopoli yang mengorbankan mutu dan standar pelayanan dan keselamatan internaional. Transportasi Udara Haji Dalam musim haji 2012, sebagian terbesar Kloter dari Jemaah Haji Indonesia menggunakan pesawat terbang perusahaan Saudi Arabian Airlines (SAA) dan France Airline System (FAS), Perancis. Perusahaan kedua ini sebagian menggunakan nama Perusahaan Garuda Indonesia Airways (GIA). Hanya beberapa Kloter menggunakan GIA. Jarak terbang dari Batam ke Jedah memakan waktu sekitar 8 jam. Dengan jarak tempuh seperti itu, pesawat kami, SAA yang berangkat dari Batam Sabtu, 6 / 10 pukul 23.30 diperkirakan sampai pukul 07.30 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB) atau sekitar 03.30 pagi Waktu Arab Saudi (Saudi Arabian Time/SAT) 6 Oktober 2012, karena ada selisih waktu 4 jam antara kawasan WIB dengan SAT. Berbeda dengan penerbangan internasional lainnya, pada penerbangan kali ini penumpang hanya mendapat makanan 2 kali yang disajikan berupa menu Indonesia sehingga tidak mengurangi selera makan Jamaah Haji Indonesia yaitu nasi sebagai makanan utama. Sepanjang perjalanan penumpang tidak disajikan pertunjukan TV dan radio program berita atau hiburan umum, melainkan program santapan rokhani petunjuk tentang beribadah Haji. Program TV radio seperti ini sangat membantu meningkatkan pemahaman tentang perhajian secara menyeluruh kepada para calon jemaah yang tidak penuh mengikuti Manasik Haji. Secara umum pelayaan di dalam pesawat (on board services) dari perusahaan SAA belum dapat menyaingi pelayanan yang diberikan oleh para Pramugari/ Pramugara GIA atau perusahaan penerbangan swasta Indonesia lainnya, dari segi baik kesopanan, keramahtamaan ala Timur maupun kualitas makanan yang disediakan. Kelemahan dan kekalahan bersaing GIA dari perusahaan

bersahabat dengan alam. Kesimpulan ini lahir dari pengamatan lalu terhadap karya yang diterbitkan di dalam buku ini. Buku ini memuat 27 karya penulis di Kalbar. “Saya membaca bagian pertama dan bagian terakhir buku ini. Saya melihat kemampuan penulis Kalbar tidak kalah dibandingkan penulis luar,” katanya. Bahkan Budi menyebutkan karya-karya di dalam 302 halaman di buku ini

penerbangan asing, antara lain seperti SAA, Malaysian Airline System (MAS), France Airline System (FAS), dan Perusahaan Penerbangan Nasional Belanda (KLM) dan Perusahaan Thailand Airlain System (TAS) terletak pada pelayanan di darat (on ground services) yang berbelit-belit dan harga tiket pesawat (airfare ticket) yang tidak mampu bersaing. Pelayanan Standar dan Persiapan Ihram Sesampai di Bandara Udara (Bandara) Internasional, King Abdul Aziz (KAA), Jedah, pengurusan keimigrasian dan Bea Cukai, berjalan lancar, tetapi pelaksanaannya tetap melalui standar keamanan internasional seperti berlaku pada berbagai Bandara Internasional besar lainnya antara lain di Eropah, Amerika Utara, Malaysia, Thailand dan Jepang. Proses yang memakan waktu agak lama adalah persiapan para Jamaah Haji berkaitan dengan prosedur ritual, seperti antara lain mandi, membersihkan tubuh dari segala kotoran dan najis (mandi Ihram), mengambil air sembahyang (wudhu), sholat Subuh berjamaah, dan memakai pakaian Ihram untuk laki-laki (pakaian serba putih). Pakaian Ihram terbagi dua bagian yaitu pertama berfungsi sebagai kain yang dipakai dari pinggang sampai batas bawah betis, dan kedua sebagai pembungkus badan dan belakang. Lakilaki, pemakainya, tidak diperbolehkan menggunakan pakaian dalam dan jahitan apapun. Mereka hanya diberbolehkan memakai sandal jepit dan tidak memakai kaos atau sepatu. Sebaliknya, perempuan diharuskan menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan aurat, kecuali muka dan telapak tangan. Bahkan mereka dianjurkan untuk memakan kaos kaki dan sarung tangan (Kewajiban menutup aurat seperti ini, berdasarkan Mashab Syafei dan Hanafi, diharapkan agar mereka tidak bersentuhan dengan laki-laki yang membatalkan wudhu. Namun, ketentuan ini tidak berlaku bagi Mashab Maliki dan

Hambali, kecuali bersentuhan dengan disengaja). Setelah itu, semua Jamaah Haji Kloter 17, termasuk rombongan kami, diharuskan melalui proses ritual terakhir yang dilaksanakan di halaman Bandara KAA, yaitu sholad sunat Ihram yang dilaksanakan sendiri-sendiri. Proses ini berlangsung lebih cepat karena bukan saja rombongan 10 yang berjumlah 45 orang sangat disiplin dalam menggunakan waktu tetapi juga kami telah diminta sebelumnya oleh Ketua Rombongan kami, Ustadz H. Abdul Karim, untuk mandi bersih-bersih sebagai syarat berpakain Ihram di Batam, dan bukan di Bandara KAA. Langkah ini dimaksud agar kesehatan kami tidak dipengaruhi oleh cuaca ekstrem di Mekah: temperatur pada tengah malam - subuh hari bisa mencapai 10 - 15 derajad dan sepanjang siang 35 - 40 derajad C. Tip dan Karakter Supir Proses akhir yang harus dilakukan setibanya di Bandara KAA adalah menunggu bis yang akan membawa kami ke Kota Mekkah Munawarah. Rombongan kami berjumlah 45 orang menggunakan bis nomor 10 (nomor ini diperoleh sejak di Batam dan akan dipergunakan selama berada di Tanah Suci). Sambil menunggu bis, seluruh anggota dari rombongan 1sampai 10 berjumlah 450 orang dalam Kloter 17 dengan teratur membentuk 10 barisan (rombongan kami mendapat bus terakhir). Dari 10 bis yang membentuk konvoi, bis yang kami gunakan tidak sebaik bisbis lainnya dalam penampilan secara fisik. Namun, itu tidak menjadi masalah sama sekali. Faktor yang menyebabkan tertundanya perjalanan ke Mekkah adalah perangai supir yang tidak mau segera memberangkatkan bisnya sebelum kami memberi tip sebesar 50 Rial Saudi. Kami berkeberatan dengan caranya meminta tip dengan menunda keberangkatan. Tidak seperti sebagian orang Jepang, kami, sebagai orang Indonesia, tak banyak rewel soal tip. Karenanya keberatan ini dapat

dimengerti karena biaya bis sudah termasuk dalam biaya haji sebesar Rp. 30 juta itu. Selain itu, tip selalu timbul setelah proses kerja berlangsung. Akhirnya, masalah sepele bagi kebanyakan orang Indonesia itu dapat diselesaikan dengan baik, ketika seorang ibu berumur 60 -an pensiunan guru SMA Negeri, menyodorkan 50.00 Rial kepada Ketua Rombongan untuk diberikan kepada Sang Supir. Serta merta Sang Supir berubah menjadi ramah. Setelah kami menunggu di halaman Bandara KAA selama hampir 1 « jam, Sang Supir segera menjalankan bisnya dan berusaha mengejar 9 bis yang telah berada jauh di depan. Analogi Supir dan Profesional Sang Supir adalah seorang Arab pendatang. Ia tidak mau berusaha menyesuaikan diri, walau ia telah berada di Kota Makkah lebih dari 15 tahun. Tampaknya tidak sedikit jumlah supir berkarakter seperti itu di Indonesia. Blue Bird adalah salah satu dari hanya beberapa dari jumlah puluhan perusahaan taksi di Jakarta yang mengharumkan nama Indonesia, karena supir mereka berkarakter terpuji. Perilaku buruk seperti itu mungkin dianggap “wajar” bagi mereka yang berprofesi sebagai supir bis, oplet, truks, lori, angkutan kota atau desa (Angkotdes) atau angkutan umum (Angkum) lainnya. Namun, banyak orang dari berbagai berprofesi dapat disamakan dengan supir bis berkarakter seperti itu. Mereka tidak mau berusaha mengubah karakter dan perilaku yang lebih pragmatis dan mementingkan diri sendiri tanpa menoleh sedikitpun pada kepentingan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Semoga Allah SWT mengubah hati kami setelah kembali dari Tanah Suci agar kami lebih memilih kesucian dan kemuliaan daripada kekuasaan yang tidak bermartabat dan tidak juga sepi dari keserakahan dan pamrih. *Alqadrie, Dosen FISIPOL UNTAN, dan Pengamat Bidang Filsafat Agama Islam dan Sosiologi Agama

mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Pontianak. “Kalau masih banyak masyarakat Kota Pontianak yang protes terhadap belum meratanya pembangunan, maka pemimpin itu belum berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Dan menjadi pemimpin itu jangan cepat merasa hebat, sementara di lapangan masih banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang ketidakadilan pembangunan. Jadi Pemerintah itu harus mau dikritik, diprotes dan tidak boleh marah, apalagi sampai mengancam. Karena, insya Allah, saya tidak pernah takut dengan ancaman. Saya hanya takut dengan Allah SWT,” lugasnya. Dalam kesempatan itu, mantan wartawan ini menegaskan bahwa jangan sampai terjadi friksi-friksi di tubuh Partai Golkar terkait adanya dua kader Golkar yang sama-sama ingin mencalonkan diri sebagai calon Walikota Pontianak dengan menggunakan perahu Partai Golkar. “Jangan sampai ada blokblok di tubuh Partai Golkar. Saya dan Pak Firman Muntaco adalah sama-sama kader terbaik Partai Golkar. Saya mendukung Beliau, begitu juga sebaliknya. Yang penting tahun ini harus Golkar

yang memimpin Kota Pontianak, siapapun orangnya,” ucap Zulkarnaen Siregar. Heri Mustamin Diprediksikan Maju Sebanyak lima Bakal Calon (Balon)yang akan meramaikan Pilwako dan wawako Pontianak yang sudah mendaftar di DPD Golkar, dimana DPD Golkar masih menunggu Balon lainnya, karena penutupan pada tanggal 11 Maret 2013, Selasa (5/3). Menurut Koordinator Pendaftaran Balon Wako dan Wawako DPD Partai Golkar, Syamsul Hadi, pembukaan pendaftaran Balon Wako dan Wawako dalam Pilwako dan Wawako 2013 - 2015 mendatang, dimulai sejak tanggal 2 Maret dan ditutup pada tanggal 11 Maret mendatang. “Untuk saat ini baru 5 Balon yang mendaftar di DPD Golkar, untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, namun kita masih menunggu sampai tanggal 11 mendatang, kemungkinan ada Balon baru yang mendaftar lagi,” ungkap Syamsul Hadi. Dikatakan Syamsul Hadi, nantinya Balon - balon yang mendaftar ini, akan diseleksi secara mekanisme Partai Golkar, dimana berkas berkas pendaftaran akan diserahkan kepada pimpinan DPD, kemudian dari pimpinan akan menyerahkan kepada Provinsi dan selanjutnya diserahkan

kepada DPP pusat. “Dimana nantinya, akan dilihat dari rangking surve DPP terhadap para Balon, siapa yang layak untuk diusungkan sebagai Wako dan Wawako nantinya,” jelas Syamsul. Lanjut Koordinator Pendaftaran DPD Golkar, sudah ada yang menghubungi via telepon untuk mendaftar, jadi kemungkinan masih ada Balon lagi nantinya. “Kemungkinan Pimpinan DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Heri Mustamin akan maju sebagai Wali Kota, di mana saat ini Heri Mustamin lagi di Jakarta, dan kemungkinan tiga hari lagi akan pulang ke Kota Pontianak,” tegasnya. Lebih jauh lagi, Syamsul Hadi juga mengatakan, bahwa saat pulangnya pimpinan DPD Partai Golkar dari Jakarta, maka DPD Partai Golkar akan membuat statmen kepada media, terkait pimpinan yang diprediksikan maju sebagai Balon Wali Kota Pontianak. Selain itu, dirinya mengatakan, bahwa ada 21 nama sudah di surve oleh Tim DPD Partai Golkar Pontianak, yang akan diusung untuk maju sebagai Wako dan Wawako, namun nantinya keputusan akan ditetapkan oleh DPP Golkar, yang akan maju kedepannya.

Tak hanya kasus dugaan korupsi pembangunan gedung olah raga (GOR) Melawi saja yang akan dilimpahkan ke pengadilan pada tahun ini, namun Kajari mengharapkan kasus lain juga bisa segera menyusul. “Pemberkasannya untuk dapat dilimpahkan serta dapat rampung pada tahun 2013. Adapun kasus tersebut adalah PNPM Melawi. Kita target tiga berkas kasus bisa dilimpahkan tahun ini,” tegas Kajari Sintang. Dirinya menambahkan, penanganan kasus dugaan korupsi di Sintang dipastikan akan terus berjalan. Kendati

jumlah personil kejaksaan tidak sebanding dengan banyaknya kasus yang ditangani. Meski dia tidak menampik jika keadaan demikian turut menjadi tantangan tersendiri di dalam penyelesaian kasus dugaan korupsi. “Koordinasi dengan BPKP serta BPK intes dilakukan. Koordinasi tersebut dilaksanakan sesuai dengan porsi kasusnya. Seperti pembangunan Dermaga Serawai, kita minta audit dengan BPK. Jadi ada kasus yang diaudit oleh BPKP serta ada kasus yang BPK mengauditnya,” terangnya. (Endang Kusmiyati/ Borneo Tribune)

Korupsi GOR Melawi yang dikorupsi secara bertahap,” tegas Kajari Sintang, Moch. Djumali, Selasa(5/3). Djumali menambahkan bahwa pihaknya bersama dengan tim BPKP sudah melakukan pemanggilan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Melawi untuk mempertanggungjawabkan kerugian Negara dari pembangunan GOR Melawi tersebut. “Saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju Sintang. Kita akan langsung menggelar penandatanganan dari Kepala Dinas PU Melawi sebagai penanggung jawab pembangunan gedung tersebut,” timpalnya.

Menurut Kajari Sintang, untuk penetapan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan GOR Melawi tersebut akan ditetapkan setelah penandatanganan pertanggungjawaban dari Kepala Dinas PU Melawi. “Untuk target pelimpahan kasus dugaan korupsi Melawi ke Pengadilan dilakukan pada tahun 2013. Kami optimis mampu merealisasikan itu. Dengan memperincikan kalau kasusnya akan dilimpahkan dengan dua berkas. Pasalnya proyek tersebut berjalan dengan empat tahap penganggaran,” lugasnya.

nya pada buku cerpen ini. Menurutnya, kumpulan cerpen ini memperlihatkan sisi yang lengkap dari sisi imajinasi. Sisi imajinasi yang bermuatan intelektualitas sangat nyata pada sejumlah cerpen dalam buku ini. Seperti juga Budi Rahman, Fuad menyebutkan cerpen Dedy Ari Asfar sarat dengan sisi intelektual. Cerpen ini berdasarkan riset. (Bersambung)

PERAHU PARTAI Burung camar terbang melayang Pohon nipah di dekat muara, Kalau suka gunakan politik uang Rakyat juga yang akan sengsara. Pohon nipah di dekat muara Monyet bersantai memeluk anak, PEMILU untuk kita bersuka ria Pilih wakil yang cerdas dan bijak. Monyet bersantai memeluk anak Pasir di pantai terhampar merata, Meski partai semakin banyak Tetaplah setiap setia pada Pancasila. Pasir di pantai terhampar merata Anak biawak tidur berjemur, Hindari segala perbuatan tercela Tunjukan kemanusiaan yang luhur. Anak biawak tidur berjemur

Burung bangau mengintai di perdu, Nasib bangsa kita yang atur Pemimpin jujur membuat maju. Burung bangau mengintai di perdu Kodok kecil melompat lari, Kita mesti laksanakan PEMILU Langkah politik kelola negeri. Kodok kecil melompat lari Daun sagu berkibar-kibar, Kembangkan budaya bangsa ini Dengan politik yang adil dan benar. Daun sagu berkibar-kibar Buah kemiri terbelah dua, Sampai kapan rakyat bersabar Kalau korupsi masih menggila. Buah kemiri terbelah dua Jatuh ke tanah berguguran, Kita perlu politik beretika Semua partai taat aturan. Jatuh ke tanah berguguran Ikan bandeng makan kelekap, Kampanye busuk dihindarkan

Buktikan kita bangsa beradab. Ikan bandeng makan kelekap Pohon bakau berakar tunjang, Perahu partai meluncur mantap Penumpangnya bernyanyi riang. Pohon bakau berakar tunjang Seekor penyu berjalan lambat, Pemimpin harus bersemangat juang Buat keputusan yang pro rakyat. Seekor penyu berjalan lambat Bunga tanjung jatuh bertebaran, Melanggar sumpah itu khianat Kepada diri, sesama dan Tuhan. Bunga tanjung jatuh bertebaran Burung tekukur bersiul merdu, Bawa politisi ke kursi kekuasaan Partai memang ibarat perahu.**

GPPI Minta Pemprov Bangun Pelabuhan ”Tertundanya pembangunan pelabuhan internasional, membuat daerah ini kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan asli daerah dari sektor pajak eskpor,” kata Baim Rachman. Menurutnya, bila tak pelabuhan internasional tak terwujud, maka Kalimantan Barat akan tidak akan merasakan terus tingginya penyerapan pajak ekspor dari hasil perkebunan dari tahun

ke tahun seperti CPO. ”Justru yang menikmati pajak adalah provinsi lain yang telah memiliki pelabuhan internasional dan menjadi pintu ekspor,” terangnya. Jumlah ekspor komoditi perkebunan Kalimantan Barat tahun 2012 mencapai 1.380.000 ton. Dari jumlah itu, sekitar 1.100.000 merupakan komoditi crude palm oil cpo. ”Berdasarkan data

kuantitatif terhadap potensi pengembangan sektor perkebunan di provinsi ini dari potensi lahan garapan 3.200.000 hektare. Data terakhir menyebutkan sekitar 1.619.000 hektar yang telah dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan,” ucapnya. Sedangkan dari jumlah itu baru sekitar 28,28 persen atau setara dengan 750.000 hektare yang telah dimanfaatkan sebagai perkebunan kelapa sawit.

Para Tokoh Diminta Antisipasi Potensi Konflik

ZS Optimis Gunakan Perahu Golkar Walikota Pontianak,” tegas calon Walikota Pontianak, Zulkarnaen Siregar, di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Selasa (5/3). Anggota DPRD Provinsi Kalbar dari daerah pemilihan (dapil) Kota Pontianak ini menambahkan, sejauh ini pihaknya intens membangun komunikasi politik dengan berbagai pihak. Mulai dari DPD Partai Golkar Kota Pontianak, DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar, termasuk mambangun komunikasi politik dengan DPP Partai Golkar serta beberapa parpol lainnya. “Alhamdulillah, selain intens melakukan berbagai pertemuan dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari RT, RW serta tokoh masyarakat maupun tokoh agama di Kota Pontianak, saya juga intens membangun komunikasi politik dengan berbagai pihak serta parpol lainnya. Insya Allah, saya optimis bisa menggunakan perahu Golkar untuk merebut kursi Walikota Pontianak,” lugasnya. Zulkarnaen Siregar tidak menafikan bahwa memimpin Kota Pontianak itu bukan merupakan perkara mudah. Namun demikian, sambung dia, berbekal semangat juang yang tinggi serta komitmen yang jelas dibarengi dengan beragam program pro rakyat, dirinya optimis akan

sebagai karya fenomenal dan karya ini juga monumental. Kelahiran karya ini menunjukkan bahwa penulis Kalbar bisa membangun kolaborasi dan menghasilkan sebuah buku yang perdana secara bersama-sama dan akan terus dikenang. “Dari sudut manapun saya lihat buku ini keren,” ujarnya. Sementara itu pembedah lainnya, Khairul Fuad juga memperlihatkan apresiasi-

11

tokoh masyarakat dan tokoh etnis untuk bersama sama menjaga Kamtibmas selama berlangsungnya gawe politik tersebut. Menurut Kapolresta Pontianak AKBP Hariyanta, Polresta Pontianak menjeleang Piwako Pontianak dan Pilbup KKR, sebentar lagi segera berlangsung, untuk menciptakan kondisi yang kondusif, dimana saat ini Polresta Pontianak sudah menjalankan Operasi Panah 2013. “Operasi Panah 2013 ini berlangsung, guna menciptakan kondisi yang aman, terutama dalam mengantisipasi kejahatan konvesional. Yakni guna menangkap pelaku - pelaku kejahatan,” katanya, Selasa (5/3) Lanjut Hariyanta Kapolresta yang lahir di Klaten ini, dirinya mengatakan untuk mengantisipasi rawan Konflik selama

pemilukada berlangsung, dirinya meminta kepada para Tokoh masyarakat dan Tokoh Etnis yang ada di Kota Pontianak dan KKR, untuk bersama - sama mengantisipasi konflik tersebut. “Saya yakin konflik bukanlah yang diinginkan masyarakat, dan saya yakin pula, masyarakat akan bersama - sama dengan pihak kepolisian mengantisipasi rawan konflik tersebut,” ujarnya. Dikatakan Kapolresta, untuk menjaga Kamtibmas di Kota Pontianak dan KKR, guna menjadi daerah yang kondusif dalam keadaan apapun, itu perlu secara bersama - sama untuk menjaganya. “Untuk pengamanan sendiri, Polresta Pontianak akan diback up Kodim, dan saya sendiri sudah berbicara langsung dengan Dandimnya. Selain itu kita juga berharap dari masyarakat juga, untuk sama -

sama menjaga Kamtibmas,” timpal Kapolresta. Kapolresta pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak terprovokasi dengan hal hal yang melemahkan kekondusifan daerah, karena Pemilukada bukan waktunya untuk berkonflik, melainkan mensuksesan pesta demokrasi, guna membangun daerah menjadi yang lebih baik lagi. “Masyarakat Kota Pontianak maupun KKR, saya berharap selama berlangsungnya Pilwako Pontianak serta Pilbup KKR, masyarakat untuk tidak terprovokasi, guna tidak terjadinya konflik etnis atau pun sosial yang dilibat - libat dalam Pemilukada. Dan mari kita jaga bersama daerah kita tercinta guna menjadi daerah yang aman dan damai, serta kondusif,” imbau Kapolresta Pontianak, AKBP Hariyanta.

Satu Demi Satu Penjahat Dilumpuhkan penjahat ini terhenti setelah ditembak polisi. Kepolisian terpaksa menembak, lantaran saat ditangkapÿIa menggunakan sajam serta hendak melarikan diri. Dabag merupakan pelaku pencurian di Jalan Tabrani Ahmad No. 3, dimana aksi pencurian yang dilakukan Dabag terjadi pada tanggal 17 Februari 2013. Sehingga Dabag pun menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Pontianak dan jajaran. Dan tepat berlangsungnya Operasi Panah 2013, dengan sasaran pelaku 3C, dan mengantisipasi kejahatan di Kota Pontianak, yakni pada hari Minggu (3/ 4) sekitar pukul 23.00 Wib, Dabag berhasil ditangkap di Gang Bersama 1 Jalan Sawo Kecamatan Pontianak Barat.Dimana saat hendak dilakukan penangkapan, Dabag membawa senjata tajam dan mau melarikan diri dari pihak

kepolisian, akhirnya Dabag pun terpaksa ditembak, yakni untuk dilumpuhkan. Setelah ditembak, Dabag pun langsung dilarikan ke RS. Bhayangkara Polda Kalbar, guna mendapatkan perawatan medis. Kasat reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno S.Ik, membenarkan penangkapan terhadap Dabag, lantaran Dabag telah melakukan pencurian di Jalan Tabrani Ahmad. Dimana Dabag saat itu berhasil membawa barang berharga milik korban, yakni seperti satu buah Laptop, satu unit HP, Camera Digital, cincin emas, empat buah pancing. “Modus yang dilakukan Dabag dalam melakukan pencurian, yakni dengan cara merusak ventelasi pintu belakang, di mana saat itu korban tidak ada di rumah.” ungkap Kompol Puji, Senin (4/3). Dikatakan Puji, dalam

menjalankan aksinya tersebut, Dabag membawa sajam, untuk melukai korban apabila ada perlawanan. Dan pada saat ditangkap Dabag juga membawa sajam dan hendak melarikan diri, sehingga dilumpuhkan dengan tembakan. “Dabag, terpaksa kita tembak, karena membawa sajam dan membahayakan anggota, selain itu Dabag juga mau melarikan diri. Danÿ Dabag saat ini sedang dirawat di Dokkes Polda Kalbar, kemudian dilakuakn pemeriksaan, gunaÿ dilakukan pengembangan TKP lainnya,” tegas Kasat. Ditegaskan Kasat, Dabag ini dijerat dengan pasal 363 KUHP, selain itu juga dikenakan undang - undang darurat, karena membawa sajam untuk melancarkan aksinya, barang bukti atas penangkapan terhadap Dabag, yakni satu unit HP milik korban.


CMYK

Seremonial

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Rabu, 6 Maret 2013

Tantangan dan Prospek Perkebunan di Kalbar

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Usah perkebunan saat ini, maupun masa yang akan datang menghadapi tantangan yang cukup berat, selain menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemanasan global serta tuntutan pembangunan perkebunan berkelanjutan, tantangan lain adalah membantu pemecahan kemiskinan dan pengangguran. “Kata kunci keberhasilan pembangunan perkebunan di era yang penuh persaingan ini adalah bagaimana kita dapat mensinergikan seluruh potensi sumber daya yang ada, sehingga perkebunan akan

menjadi sumber pendapatan dan kesejahteraan bangsa,” kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Senin (3/ 4) di Pontianak. Dikatakannya, sinergi sumberdaya pemerintahPengusahan-Masyarakat akan dapat menyatukan energi dan menyerasikan langkah strategis operasional, guna menyelesaikan permasalah dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan perkebunan. “Kita perlu mengevaluasi kinerja selama ini untuk mendapatkan umpan balik dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan dan tantangan yang ada secara profesional, guna memperkokoh landasan

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan

pembangunan perkebunan yang sudah ada,” jelasnya. Usaha perkebunan di Indonesia telah mengalami perjalanan sejarah yang cukup panjang. Dalam perja-

lanan ini, Menteri Pertanian yakin telah mengalami pasang surut dengan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi. Untuk itu, telah banyak penga-

laman penting yang dapat dijadikan pegangan dalam menyongsong masa depan yang penuh dengan perubahan dan persaingan. “Capaian kinerja subsektor perkebunan tahun 2012 cukup baik. Capaian kinerja produksi komoditas unggulan perkebunan tahun 2012 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 2,11 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2011,” ujarnya. Kata Rusman, sampai dengan Triwulan III tahun 2012, kontribusi PDB subsektor perkebunan terhadap sektor pertanian (diluar kehutanan dan perikanan) atas dasar harga berlaku meningkat dari

19,9 persen tahun 2011 menjadi 21,52 persen tahun 2012. “Untuk PDB atas dasar konstan 2000 meningkat dari 18,6 persen tahun 2011 menjadi 24,36 persen tahun 2012,” rincinya. Sedangkan neraca perdagangan 12 komoditi unggulan perkebunan sampai triwulan III tahun 2012 sebesar 24,70 miliar US dollar mengalami peningkatan bila dibandingkan pada triwulan III tahun 2011 yang besarnya 21,74 miliar US dollar. Demikian juga, lanjut dia, penyerapan tenaga kerja di sub sektor perkebunan juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2011 dari 20,72 juta men-

jadi 21,12 tahun 2012. Indikator kinerja sub sektor perkebunan tahun 2012 mengindikasikan kebijakan yang kita laksanakan sudah berada pada jalur yang benar (on the right track), dan kita juga tidak bisa kesampingkan masih adanya dinamika lapangan yang harus kita perbaiki. “Kita tidak boleh lagi melaksanakanya secara business as usual, tapi harus diikuti dengan berbagai upaya terobosan dalam rangka percepatan pelaksanaan dan kualitas kegiatan, serta mampumenjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat yang memerlukan penyelesaian segera,” ingatnya. o

Dharma Pertiwi Gelar Pertandingan Volly Ball Rayakan HUT Ke-49 Dharma Pertiwi Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Pertiwi Ke-49 telah dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya, mengunjungi rumah Pintar di Perbatasan Entikong, mengunjungi POS Gabma Malaysia-Indonesia. Kegiatan dipimpin langsung Ketua Dharma Pertiwi Daerah L Ny. Dra. Hj. Euis Ridwan. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan senam aerobic dilanjutkan pertandingan olah raga Bola Volly berlangsung di Hanggar Lanud Supadio Pontianak, Jum’at (1/3) lalu. Kegiatan pertandingan yang diikuti oleh ibu-ibu TNI antara lain, Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tpr, Pia Ardiyagarini, Jalasenastri yang tergabung dalam organisasi Dharma Pertiwi Daerah L Kalimantan Barat. Ketua Dharma Pertiwi Darah L Ny. Dra. Hj. Euis Ridwan, didampingi Wakil Ketua Dharma Pertiwi Daerah L, melakukan pemukulan bola pertama bertanda pertandingan bola Volly HUT ke-49 Dharma Pertiwi dimulai. Pertandingan yang berlangsung dilapangan Bola Volly Hanggar Lanud Supadio Pontianak, untuk pertandingan pertama tim Bola Volly PIA berhadapan dengan Jalasenastri yang dimenangkan oleh tim PIA. Sedangkan Tim Persit KCK PD XII/Tpr berhadapan denganTim Jalasenastri yang dimenangkan oleh Persit KCK PD XII/Tpr. Pada babak final pertandingan Tim Bola Volly Persit KCK PD XII/Tpr yang berhadapan langsung dengan PIA berjalan cukup seru, Kedua tim saling kejar mengejar poin, cuaca yang cukup panas membuat para pemain menggunakan taktik dan tehnik sehingga tidak terlalu menguras tenaga. Hingga pada set ketiaga Persit KCK PD XII/Tpr harus mengakui keunggulan Tim Pia Ardiyagarini yang meraih sebagai juara I pada HUT Ke-49 Dharma Pertiwi Daerah L. o

FOTO BERSAMA Pengurus Dharma Pertiwi sebelum melaksanakan petandingan berkesempatan untuk foto bersama. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune.

Credit Union Pancur Kasih Salurkan Bantuan Untuk Korban Anggota Borneo Tribune, Jelimpo

Gedung sekolah Jelimpo yang terendam banjir beberapa waktu lalu.

Bencana alam banjir yang dialami masyarakat Jelimpo, Kabupaten Landak pertengahan Februari lalu membuat Kopdit Credit Union (CU) Pancur Kasih Pontianak menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Bantuan yang berupa makanan dan minuman

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

yang diberikan untuk meringankan korban banjir selama berada di pengungsian. Penyerahan bantuan secara langsung diwakili Manager Area II, Kandinus Yanto, selaku perwakilan CU Pancur Kasih kepada Camat Jelimpo, Silvanus Sudiyanto tepat pada hari pertama banjir, 12 Februari 2013. Hal ini dilakukan seba-

gai bentuk solidaritas dan kepedulian CU Pancur Kasih terhadap korban banjir, karena mayoritas penduduk disana merupakan anggota CU Pancur Kasih. Bencana banjir yang terjadi membuat hampir seluruh warga yang rumahnya terendam banjir harus mengungsi ke tempat penampungan. Menurut para warga banjir kali ini meru-

pakan banjir yang cukup besar karena tahun-tahun sebelumnya masyarakat tidak diharus untuk mengungsi ke tempat penampungan. Kandinus Yanto berharap, melalui bantuan dari berbagai pihak segala keperluan dan kebutuhan makanan dan minuman untuk pengungsi dapat teratasi. (*r/Humas CU PK). o


Harian Borneo Tribune 6 Maret 2013