Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Sabtu, 2 Februari 2013

21 Rabiul Awal 1434 H - 22 Cap Jie Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Kenegarawanan Tokoh Besar Kalbar

OSO Calonkan Cornelis Mendagri

Silaturahmi bersama Gubernur Kalimantan Barat dan Rapat Pleno I MABMKB di Rumah Melayu (1/2) kemarin siang berlangsung sangat istimewa. Selain dihadiri sejumlah tokoh besar, juga berisi komitmen kuat membangun persada Kalbar yang pluralis dan harmonis. Nur Iskandar Borneo Tribune, Pontianak BENAR ungkapan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar Prof Dr H Chairil Effendy, MS bahwa Rapat Pleno I di Rumah Melayu kali ini berlangsung sangat istimewa. Istimewa karena di tengah padatnya agenda kerja Gubernur Kalbar, Drs Cornelis,

Kalbar Tuan Rumah Rakernas HIPMI

MH yang baru saja dilantik Mendagri pada 14 Januari, Ia masih bisa hadir. ”MABM merasa terhormat karena dari sekian banyak organisasi sosial kemasyarakatan, MABM pertama dikunjungi Gubernur yang notabene Ketua Umum Dewan Adat Dayak. Hal ini kami junjung tinggi

Sisa Primashinta Borneo Tribune, Jakarta

....Ke Halaman -11

S uara Enggang Semangat Menulis

Yusriadi Redaktur Borneo Tribune

SAYA mengeluarkan buku dari dalam tas ransel yang saya bawa, satu per satu. Setelah itu, saya mengeluarkan buku dari dalam tas jinjing yang dibawa Ninda. Semua buku saya letakkan di atas meja. Seperti ditunjuktunjuk kepada para peserta diskusi ....Ke Halaman -11

PERSAHABATAN. Jabat tangan dan “cipika-cipiki” antara Oesman Sapta Odang (OSO) kepada sahabat karibnya Gubernur Drs Cornelis, MH di Balairung Sari Rumah Melayu, Majelis Adat Budaya Melayu, Jumat (1/2) siang. Pertemuan keduanya dalam memenuhi undangan silaturahmi serta Rapat Pleno I MABMKB. FOTO Nur Iskandar/Borneo Tribune

Golkar Tunggu Survey KETUA Harian DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar, H. Gusti Hersan Aslirosa, menegaskan DPD Partai Golkar Kota Pontianak sudah mempersiapkan kader internal maupun eksternal serta masyarakat yang berpotensi mempunyai elektabilitas ....Ke Halaman -11

H. Gusti Hersan Aslirosa

Permintaan Terakhir SEORANG terpidana mati dibawa ke lapangan eksekusi. ”Hari ini adalah hari yang terakhir bagimu. Kamu boleh mengajukan kamu masih ada permintaan apa?” tanya sang hakim. ”Aku ingin sekali makan buah mangga.” Jawab si terpedana. Hakim: “Namun sekarang kan masih belum sampai musimnya buah mangga?” Terpidana: “Ah, itu ngga masalah, aku bisa menunggu kok...”o

KABAR segar terdengar dari Jakarta. Setelah melalui presentasi dan proses biding yang ketat, akhirnya Kalimantan Barat dipercaya menjadi host Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Kabar terpilihnya Kalbar sebagai tuan rumah even bergengsi di kalangan pengusaha muad nasional ini disampaikan delegasi BPD HIPMI yang turut serta menghadiri proses biding di Jakarta. Setelah melakukan persiapan internal serta koordinasi bersama berbagai pihak sejak tahun 2012 untuk mendukung terwujudnya Kalimantan Barat sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional – (Rakernas) HIPMI, akhirnya BPD HIPMI Kalimantan Barat yang ....Ke Halaman -11

Narkoba Jenis Baru Beredar di Pontianak Bentuk Kapsul Berisikan Jelly

B uah Bibir

Drs Cornelis, MH

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak NARKOBA jenis baru beredar di Kota Pontianak. Narkoba tersebut berbentuk kapsul dan di dalamnya berisi jelly. Dan ini ditemukan pada tanggal 9 Bulan Juni 2012 saat Polresta Pontianak melakukan penangkapan terhadap Tersangka atas nama Ulin. Dan diduga Narkoba jenis ini sudah beredar di Kota Pontianak, hal ini dikatakan oleh Kasat Narkoba Polresta Pontianak AKP Dhani, Jumat (1/2). Menurut Kasat Narkoba Polresta Pontianak, Kota Pontianak ini sudah pernah beredar narkoba jenis baru, yakni berbentuk kapsul yang berisikan jelly, dan sebelumnya Ia juga bukan Kapsul tersebut bukan lah Narkoba, lan-

Kompol Boy Samola Jabat Wakapolres Sanggau WAKAPOLRES SANGGAU. Kapolresta Pontianak saat melepas jabatan Kompol Boy Samola sebagai Kasat Lantas Polresta Pontianak. Selanjutnya Kompol Boy Samola menjabat sebagai Wakapolres Sanggau, FOTO Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SEJUMLAH pejabat Polresta Pontianak mengalami pergantian. Kompol Boy Samola, Kompol Ichsan,

AKP Jajang dan AKP Hariyanto. Keempat pejabat ini digantikan sejumlah pejabat, dan pergantian pejabat pun berlangsung Sertijab yang dilaksanakan di Aula Polresta Pontianak serta dipimpin ....Ke Halaman -11

PLN Kekurangan Pasokan BBM Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya MENYIKAPI pemadaman listrik bergilir di beberapa minggu ini. Manajer PLN Sektor Kapuas Wilayah Kalbar, Idaman, ST mengatakan, terkait beberapa hari ini listrik sering padam. Itu karena pasukan BBM ke PLN sangat minim. “Kalau masalah daya sudah relatif aman. Hanya saja kita kekurangan BBM. Hingga dengan terpaksa kita harus melakukan pemadaman bergilit,” ujar Idaman didampingi oleh DM Komunikasi dan Hukum PLN Wilayah Kalbar, M. Doing di ruang kantornya, Jumat (1/2). Menurutnya, pihak PLN sendiri sudah menghubungi pihak Pertamina untuk memenuhi pasokan BBM yang terbilang kurang itu. Sementara dari

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Paryadi Hadiri Maulid Nabi di Pasar Lelong Puluhan pedagang lelong yang berlokasi di Pasar Tengah, Jumat (1/2) sore kemarin menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Uniknya peringatan maulid digelar di salah satu los di Pasar Tengah, tepatnya di los pakaian lelong yang berapitan dengan los pedagang emas. Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak PERINGATAN yang dibilang dadakan karena persiapannya hanya empat hari tersebut di-

hadiri ratusan pedagang. Terdiri dari laki-laki dan perempuan. Bahkan, los pasar lelong tersebut dihias dengan umbulumbul yang terbuat dari pita lembut di sepanjang los.

Kesan pertama saat memasuki lokasi peringatan maulid tak seperti pasar, sebab kebanyakan pedagang menutup dagangannya dan bersamasama mempersiapkan peri-

ngatan tersebut. Dari jalan belakang pos polisi Jalan Tanjungpura, belok ke los pedagang emas, terdapat baliho berukuran sedang dengan tulisan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Dan di sepanjang los tersebut telah berjejer buahbuahan aneka jenis yang telah ditata pada sebuah piring. Wakil Walikota Pontianak Paryadi yang hadir di lokasi acara sekitar jam dua siang

kemarin seluruh lokasi sudah steril. Melewati barisan buahbuahan, Paryadi masuk ke los pasar di depan toko emas Mawar. Di situlah pusat acara. Kehadiran Paryadi disambut dengan salawat Nabi yang memang telah dilantunkan oleh pedagang yang hadir. Selanjutnya Paryadi ikut bersamasama melantunkan pujian atas Nabi. Pada kesempatan itu ....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1 HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Oesman Sapta


Kayong Utara

Sabtu, 2 Februari 2013

KKU Belajar Pengalaman KLB DBD

Satu Desa, Satu Mesin Fogging Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Belajar dari pengalaman terkait kasus demam berdarah dengue (DBD) di KKU yang sempat menyandang status kejadian luar biasa (KLB), Pemerintah KKU berencana memfasilitasi mesin mesin fogging di setiap desa di seantero ‘Negeri Bertuah’. “Kita siapkan dulu tenaganya tahun ini, baru selanjutnya disiapkan alatnya,”

ujar Bupati KKU, H. Hildi Hamid, belum lama ini. Alasan yang mendasari Bupati agar setiap desa memiliki mesin fogging, lantaran selama ini pihak dinas yang memiliki keterbatasan tenaga dan prasarana untuk menjangkau setiap desa membuat ada kesan terlambat dalam penanganan kasus DBD di KKU. Menurut Hildi Hamid, dengan adanya mesin fogging di setiap desa, Pemerintah melalui Dinas Kese-

hatan hanya memberikan pelatihan dan penanganan jika terjadi kasus di suatu desa. Dan petugas yang telah dibimbing dapat melakukan tindakan pencegahan sambil menunggu petugas dari kabupaten. “Tidak ada yang bisa disalahkan. Karena kasus banyak terjadi di lokasi yang berbeda dan jauh sehingga penanganan menjadi sering terlambat. Sudah dua atau tiga kasus baru defogging. Jadi ke depan hal ini jangan sampai terjadi jika di desa

sudah ada mesin fogging sendiri,” tegasnya. Selain mempersiapkan tenaga untuk dipersiapkan sebagai operator mesin fogging, Bupati mengharapkan masyarakat untuk selalu menerapkan hidup sehat di rumah. Dengan menjaga lingkungan terutama tempat-tempat penampungan air. “Dimana pun mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dan itu dapat dimulai dari rumah tangga,” ingat Bupati Hildi Hamid.

Borneo T Tribune

2

4400 Pelajar KKU Siap Hadapi UN Bupati: Target 100 Persen dan Jujur Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Sedikitnya 4400 pelajar, mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat di seantero KKU siap mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2013. Hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Bupati KKU, H. Hildi Hamid. Pasalnya selain tetap menargetkan kelulusan 100 persen di semua jejang pendidikan, orang nomor satu di jajaran Pemerintahan KKU itu juga menuntut kejujuran. Baik dari peserta maupun penyelenggara UN di KKU. “Target seratus persen itu boleh ditargetkan. Namun kelulusan dengan ni-

lai yang jujur itu mutlak harus dijadikan pegangan,” tegas Hildi Hamid. Menurutnya, walau secara peringkat kelulusan KKU berada di peringkat bawah jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Namun hal itu bukan menjadi satu tolak ukur. Karena secara standar persaingan KKU belum memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang sudah setara dengan daerah lain yang lebih dahulu mekar atau menjadi kabupaten. Namun, sambung Hildi Hamid, KKU boleh berbangga. Pasalnya dari tahun ke tahun peningkatan jumlah peserta ujian dan semakin kecilnya angka anak tidak sekolah di KKU.

“Hal ini merupakan prestasi yang menggemberikan. Dari prestasi memang masih tertinggal, tapi kita terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dan itu pertanda kita terus mengalami peningkatan. Bahkan kita mendapat apresiasi dari Untan sebagai penyelenggara ujian terbaik dari tingkat kejujuran hingga teknis pelaksanaan,” lugasnya. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan KKU, pada 2013 tercatat 2016 pelajar tingkat SD/MI, 1484 pelajar SMP/MTs, 765 pelajar SMA/MA dan 1806 pelajar SMK. Jumlah tersebut jauh meningkat dari tahun 2012, dimana jumlah peserta ujian hanya mencapai 3063 pelajar saja.

Inspirasi

Dari Diskusi LSB Oleh: Khairul Fuad Aula Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat begitu gemerlap malam itu, semua lampu ruangan menyala dan semua yang berada di aula tersebut terlihat dengan jelas. Ruangan yang berada di belakang terasa hidup sekaligus saksi bisu bagi kegiatan yang tengah di helat malam itu. Ruangan aula itu digunakan oleh Lingkar Studi Budaya (LSB) untuk kembali meretas kegiatan yang selama ini telah dihelat. Kegiatan itu diselenggarakan pada 29 Januari 2013 dengan mengambil tajuk Seni, Sastra, Kepenulisan Apa Kabarmu? Geliat Seni, Sastra, Kepenulisan di Pontianak Kalbar. Seperti kegiatan-kegiatan yang telah dihelat, ajang pemikiran tetap menjadi arus utama untuk mendudukkan idealistis bagi lingkup Kalbar di tengah pragmatis yang mengglobal. Pemikiran sastra di Kalbar menjadi ajang yang semakin menghangatkan suasana malam itu di aula Balai Bahasa. Sastra sejak lama telah menjadi bagian sejarah bagi Kalimantan Barat, bahkan borneo secara keseluruhan. Kehangatan sastra di aula itu dipantik oleh puisi berjudul Doa yang dibacakan Nano L. Basuki, guru sekaligus pegiat sastra. Kegiatan itu dimoderatori oleh Dewi Juliastuty, peneliti pertama Balai Bahasa Prov. Kalbar. Kehangatan pertama dihembuskan oleh Musfeptial, peneliti muda sastra Balai Bahasa Prov. Kalbar, dengan melontarkan pemikiran sejarah sastra modern Kalimantan Barat. Menurutnya, sejarah sastra modern Kalimantan Barat diawali pada 1950-an dengan kemunculan karya-karya Munawar Kalahan dan Yusach Ananda. Kemudian, perkembangan selanjutnya terlihat pada 1970-an dengan kemunculan karya Aan Kawitsar dan Tulus Sumaryadi sampai pada era kekinian dengan karya-karya anggota Club Menulis STAIN Pontianak. ia juga

Sastra, Buku, dan Geliat

Peserta diskusi LSB foto bersama. Foto Ahmad Asma DZ menyebutkan bahwa kegiatan yang ditempuh oleh Pay Jarot Sujarwo dengan kampanye menulis di sekolah-sekolah, merupakan cara yang menggairahkan bagi perkembangan sastra Kalbar. Selanjutnya, Musfeptial memandang perlunya keberadaan media untuk memublikasikan karya-karya sastra. Ia mencontohkan media Borneo Metro underbow Harian Borneo Tribune, yang pernah memberi ruang untuk sastra, hanya sayangnya kini telah hilang dari peredaran. Selain itu, ia menyinggung mengenai penghargaan sastra kepada para sastrawan Kalbar, ia menilai bahwa beberapa tahun ini tidak ada penghargaan dari pemerintah untuk dunia sastra Kalimantan Barat. “Pemerintah seharusnya memberikan penghargaan kepada Pay Jarot Sujarwo atas inisiatifnya kampanye menulis di sekolah-sekolah”, tandasnya. Semakin hangat suasana

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

ketika Yusriadi, mentor kepenulisan sekaligus dosen, menyebarkan bukubuku anggota Club Menulis STAIN Pontianak di bawah penyeliaannya di atas meja. Ia menunjukkan buku-buku mutakhir karya Club Menulis, termasuk karya sastra, seperti Balada Santri dan Mengejar Matahari. Tidak cukup sampai di situ, Yusriadi dengan Club Menulis mendorong terjadinya budaya menulis di luar komunitasnya, terbukti beberapa karya di luar komunitasnya ikut diperlihatkan, seperti kumpulan puisi dan cerpen mahasiswa STKIP, anak-anak sebuah Madrasah Tsanawiyah di Pontianak, anakanak sebuah sekolah di Kubu Raya. Yusriadi secara legowo mengakui bahwa karyakarya Club Menulis masih jauh dari kualitas yang diidealkan. Akan tetapi, dari sisi kuantitas ditunjukkan deret kemunculan buku-buku yang sangat menggembirakan. Menu-

rutnya, kualitas itu nomor sekian, yang penting berkarya dulu. Progresifitas dari kualitas ditunjukkan nantinya melalui proses budaya menulis yang ingin dikembangkan. Terbukti melalui proses, tulisan-tulisan anggota Club Menulis telah diterbitkan oleh penerbit di Yogyakarta. Ditambah, Yusriadi menerapkan ilmu lokal Kalimantan Barat dan menulis bareng-bareng dalam proses kepenulisan di Club Menulis. Karya wisata ke suatu tempat di Kalimantan Barat, kemudian menghasilkan sebuah buku. Strategi yang diambil Yusriadi menuai hasil karena salah satu buku Club Menulis menjadi informasi awal sebuah penelitian meskipun tidak sampai menjadi rujukan. Dengan demikian, lambat-laun Club Menulis jadi diingat oleh masyarakat luas. Selanjutnya, saya sendiri lebih menyoroti kepada sastra sufistik yang berkembang di Kalimantan

Barat. Kreatifitas para sastrawan Kalbar dalam hal sufistik menunjukkan arah perkembangan sufisme secara global, yaitu sufisme sunni dan sufisme falsafi. Sufisme sunni menyaran kepada ajaran agama atau mempertimbangkan syariah, sedangkan sufisme falsafi terdapat keterpengaruhan dengan budaya Helenistik Yunani. Dengan demikian, para sastrawan Kalbar menunjukkan geliat sastra sufistik yang berarti. Setelah pemaparan para pembicara, acara malam itu juga disemarakkan dengan pembacaan cerpen oleh Redia Yosian yang mengambil setting masa penjajahan Kolonial di Indonesia. Kreatifitas sastra terbukti dapat menyatu dengan aspek apapun, termasuk sejarah. Kemudian, kehangatan semakin memuncak ketika bermunculan pertanyaan dan pernyataan dari pemaparan-pemaparan yang telah disajikan. Di antaranya, Budi

“Kutukupret” Rahman, dari Borneo Tribune, melontarkan beberapa pertanyaan tentang tips bagaimana mengembangkan karya sastra, menjadikan tulisan menjadi buah bibir, dan mengangkat khazanah lokal ke dalam tulisan. Pertanyaan itu menggairahkan suasana meski malam beranjak larut dan memunculkan pernyataan-pernyataan lain. Misalnya, Pradono merasa perlu membangun kemandirian sastra secara lokalitas dengan dukungan berbagai pihak, sastra di Kalbar yang sering ia sebut, tidak lagi monopoli Pontianak. Ia mencontohkan Singkawang yang sedang didorongnya, rencananya akan diramaikan dengan peluncuran sebuah antologi cerpen. Dalam diskusi tersebut muncul informasi bahwa daerahdaerah lain tengah menggeliat greget sastranya. Sementara itu, Dedy Ari Asfar, peneliti bahasa, mengambil sikap hati-hati terhadap penilaian sufistik

pada sebuah karya sastra. Menurut hematnya, diperlukan kajian secara holistik wacana sastra seorang sastrawan sehingga didapat simpulan sufistik di dalam karya-karyanya. Ia mencontohkan karya Hamzah Fansuri termasuk dalam sastra sufistik karena telah melalui kajian mendalam. Demikian juga, Khatib Ahmad al-Sambasiy termasuk di dalam sastra sufistik jika karyanya dipandang sebagai sastra kitab. Sikap kehati-hatian ini ditunjukkan ketika lontaran sufistik pada cerpen Gunta Wirawan pada sebuah penilaian. Pay Jarot Sujarwo yang dari tadi diam membisu, akhirnya buka suara. Ia seperti merasa lega terhadap apa yang selama ini dilakukan, bermunculan kegiatan yang bergayungsambut dalam dunia tulismenulis. Pay sering dipanggilnya, menawarkan sikap progresifitas dalam kegiatan bersastra sehingga didapatkan kualitas karya yang mungkin sering diabaikan. Menurutnya, bedah karya merupakan langkah yang harus diambil sehingga karya itu memiliki tingkat kualitas yang diinginkan, jika perlu diterbitkan kembali dengan edisi revisi. Dalam perkembangan sastra secara implisit setali tiga uang dengan Pradono, ia mendorong perkembangan sastra Borneo dalam tingkat lokal, bahkan akan mencakup tingkat internasional, Negara serumpun. Kegiatan yang dimotori oleh LSB di aula Balai Bahasa dihadiri selain namanama di atas, juga dihadiri oleh Ahmad Asma Dz, Jimmy S Mudya, Ilham yang masih memiliki energi untuk sastra di kalbar. Tidak ketinggalan juga, penulis-penulis muda yang ikut menyemarakkan kegiatan malam itu, termasuk Widi dari Ketapang. Ketapang juga menunjukkan tren positif geliat sastra yang menggembirakan. Para anggota Club Menulis juga tampak hadir mengikuti irama kegiatan itu sampai titik penghabisan. Sudut Kantor 310113

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Sabtu, 2 Februari 2013

3

Tubuh Olivia Culpo Terkecil DELAPAN kali menangani busana resmi Miss Universe, Anne Avantie tahu betul bagaimana proporsi tubuh para ratu sejagad. Menurutnya, Olivia Culpo merupakan Miss Universe dengan tubuh yang paling kecil. Tubuh molek dan indah sudah pasti dimiliki oleh seorang Miss Universe. Meski berasal dari latarbelakang berbeda, namun dipastikan jika Miss Universe memiliki tubuh yang proporsional. Namun, ada yang berbeda dengan Miss Universe 2012 Olivia Culpo. Wanita berusia 20 tahun ini memiliki tinggi badan sekira 170 sentimeter. ”Iya, memang Olivia ini badannya paling kecil dari yang sebelum-sebelumnya,” tutur Anne. Selama delapan tahun menangani busana resmi Miss Universe, Anne sudah paham benar bagaimana karakteristik tubuhnya. ”Sebelum-sebelumnya kan selalu tinggi dan agak berisi badannya, tapi kali ini memang lebih kecil,” tutupnya.

Tren Gigi Gingsul Diminati Remaja Jepang BEBERAPA tren kecantikan di Jepang memang terkadang membuat orang mengernyitkan dahi. Salah satunya, tampilan yaeba atau gigi gingsul. Senyum indah kerap diidentikkan dengan gigi yang putih dan rapi. Tak heran jika banyak orang yang ingin meratakan giginya dengan meng-

gunakan kawat gigi. Namun, remaja di Jepang justru ramai-ramai membuat gigi gingsul di klinik gigi dan kecantikan. Penampilan ini dikenal dengan istilah yaeba. Dalam bahasa Jepang, artinya gigi yang tak berlapis atau gigi ganda. Penampilan ini iden-

tik dengan taring lancip yang letaknya agak maju ke depan. Uniknya, tampilan seperti ini justru banyak menuai respons positif dari pria. Alasannya, senyum yang tak sempurna ini justru berkesan cute dan atraktif. Seperti dilansir Dailymail, sejumlah klinik gigi di Jepang

menciptakan efek ini dengan menempelkan lapisan permanen, maupun non-permanen pada gigi. Untuk mendapatkan tampilan ini, para remaja tersebut tak ragu merogoh kocek sekira Rp3,3 juta. Bagaimana dengan Anda, tertarik dengan tren ini?

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo T Tribune

Sabtu, 2 Februari 2013

4

Narkoba Merajalela di Indonesia NARKOBA masih merajalela di Indonesia, bahkan bukan hanya masuk tubuh warga sipil, melainkan sudah sampai ke tubuh aparat penegak hukum, seperti Polri, hakim. Tidak hanya itu, barang haram ini juga sudah merambah ke pelajar, legislatif, pemerintahan, hingga istana negara, seperti diberitakan salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, Jumat (1/2). Kepala BNNP Provinsi Kalbar Brigjend Pol Sugeng Heryanto mengatakan narkoba harus dilawan bersama–sama, tidak bisa sendiri. Aparatur penegak hukum dan aparatur pemerintahan bersama–sama melawan peredaran barang

haram ini dengan mengutamakan koordinasi lebih lanjut. “Kami selalu menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, guna menyadarkan masyarakat Kalbar, kemudian saya juga memberikan instruksi kepada seluruh jajaran BNNK yang ada di Kalbar untuk selalu sinergi dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba,” katanya. Dikatakan Sugeng, Kalbar merupakan tempat transit peredaran narkoba dari negara lain dan negara sendiri. Terbukti dari beberapa kasus yang sudah berhasil diungkap, seperti kasus 6 kilogram sabu dan 28 kilogram sabu dari Malaysia. Maka, ia selalu mengajak masyarakat untuk memerangi narkoba yang kini

semakin menjadi-jadi. “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk memerangi narkoba, karena apabila semua masyarakat Kalbar memerangi narkoba dan peredarannya, maka peredaran narkoba di Kalbar dapat diminimalisir. Sehingga generasi yang akan datang sehat dan berprestasi tanpa narkoba,” imbaunya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar mengatakan, pengungkapan kasus terbesar di tahun 2012 lalu adalah pengungkapan ka-

sus masuknya sabu 28 kilogram dari Malaysia, kemudian 3,8 kilogram sabu dari Jakarta. Dimana dalam kasus ini terbukti Kalbar menjadi pusat transit peredaran narkoba. “ Kami selalu menindaklanjuti informasi yang diberikan masyarakat, maka dari itu jika ada yang mengetahui peredaran narkoba di Kalbar ini, langsung informasikan kepada Polres setempat atau langsung ke Polda Kalbar, karena informasi tersebut akan diselidiki dan ketika benar dan tepat informasi terse-

but, kami akan melakukan mengambil tindakan tegas, dan selain itu kami juga akan merahasiakan yang memberikan informasi. Jadi jangan takut untuk memberikan informasi atau laporan,” ungkap Mukson Munandar. Dikatakan Mukson, razia pekat dan razia rutin yang dilakukan Polda Kalbar dan jajaran, bukan hanya untuk menekan angka masuknya barang–barang ilegal, ranmor, sajam dan kejahatan konvensional lainnya, melainkan menekan angka peredaran narkoba.

Amrul Borneo Tribune, Sambas

CMYK

Wagub: Potret Keberhasilan dan Kelemahan Pemerintah

termasuk temuan yang berpotensi kerugian daerah/ negara. Wagub berpesan agar kegiatan yang telah dilakukan BPK mampu memberikan motivasi yang lebih, dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan APBD ke arah yang lebih baik lagi. Kepala Perwakilan BPK RI Kalbar Ir. Adi Sudibyo, MM, mengatakan penyerahan LHP BPK RI Semester II Tahun 2012 merupakan amanah pasal 23 E Ayat (2) UUD 1945, pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 dan Pasal 6 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 tahun 2006. Dalam kesempatan tersebut diserahkan 7 entitas pemeriksaan atas belanja daerah yang telah dilaksanakan, yaitu Provinsi Kalimantan Barat, Kota Singkawang, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Sambas, yang telah dilaksanakan oleh Perwakilan BPK RI Kalbar pada November dan Desember tahun 2012 lalu dan diterima langsung oleh masing-masing kepala daerah dan pimpinan DPRD provinsi, kabupaten/kota yang bersangkutan. Disampaikannya hasil pemeriksaan Semester II Tahun 2012 ini, akan mendukung pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah yang akan segera dilaksanakan pemeriksaan pendahuluannya. Adi Sudibyo berharap agar temuan-temuan yang ada dapat segera ditindaklanjuti, demi baiknya tata kelola keuangan daerah dan menghindari financial distress di masa yang akan datang. Menurutnya, kegagalan dalam pengelolaan keuangan daerah bisa mempengaruhi terhadap penilaian BPK RI atas penyajian keuangan pemerintah daerah. (ruslanhumasprov) †

sabu dan ekstasi,” ungkap AKBP Harun. Ia sangat terkejut akan berita yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, lantaran peredaran narkoba sudah masuk istana negara. “ Bukan hanya aparat penegak hukum saja yang dimasuki peredaran narkoba, bahkan istana negara masuk, jadi narkoba ini harus kita perangi, karena dengan kita perangi narkoba, maka perlahan– lahan peredaran tersebut semakin terminimalisir,” ungkapnya. †

Puluhan Tahun Pangkalan Bemban Terisolasi

Penyerahan LHP Semester II Tahun 2012

Borneo Tribune, Pontianak PENCEGAHAN dan pemberantasan korupsi telah menjadi satu fokus utama Pemerintah Indonesia pasca reformasi. Hal terpenting yang harus dilaksanakan adalah bagaimana upaya mencegah terjadinya korupsi, dan mengutamakannya sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 20122014, dimana strategi pertama adalah melaksanakan upaya-upaya pencegahan. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Christiandy Sanjaya, SE. MM dalam sambutannya pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2012 dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, di Aula BPK RI Perwakilan Kalbar, Rabu (30/1), mengatakan agenda yang dilaksanakan oleh BPK RI Perwakilan Kalbar merupakan salah satu potret dari keberhasilan maupun kelemahan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, dalam melaksanakan program dan kegiatan guna mencapai visi dan misi sebagaimana yang dicita-citakan. Wagub menambahkan, beberapa upaya telah dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti LHP BPK RI dimaksud dengan membuat rencana aksinya walau bersumber dari Pra LHP, seperti menginstruksikan kepada para pimpinan SKPD untuk segera menindaklanjuti, serta mengingatkan kembali baik secara lisan maupun tertulis dalam merespon perkembangan LHP, secara kontinyu selalu mengikuti perkembangan LHP BPK RI dan temuan APIP lainnya

Jadi jika memang ditemukan narkoba saat kepolisian melakukan razia, maka akan diproses pihaknya. Kepala BNNK Pontianak AKBP A. Harun AR, mengatakan peredaran narkoba sudah semakin menggila di Indonesia, termasuk Kota Pontianak. Ia mengatakan, hasil tes urine di Pertamina yang sudah dilakukan sebelumnya hanya satu orang yang terindikasi, kini bertambah dua orang, maka jumlah keseluruhan berjumlah tiga orang. “Ketiga orang ini positif mengonsumsi narkoba jenis

PRIHATIN Kepala Desa Pangkalan Bemban Kecamatan Selakau menunjukkan kondisi jalan dan jembatan di desanya yang sangat memprihatinkan. FOTO Amrul/Borneo Tribune.

WARGA Pangkalan Bemban mengeluhkan jalan dan jembatan yang hingga kini tidak beraspal. Sejak dibukanya desa tersebut puluhan tahun lalu, masih menyisakan batubatu kerikil tajam yang kerap dilewati masyarakat, anak-anak sekolah cenderung tidak menggunakan sepatu, hanya beralaskan sandal dan bertelanjang kaki, karena khawatir dengan memakai sepatu akan cepat rusak. Ketika hari hujan tiba, jalan menjadi becek, anakanak sekolah dan guru pun terhambat melaksanakan tugasnya. Kepala Desa Pangkalan Bemban Harni H. R, mengatakan kepada Harian Borneo Tribune, jembatan yang ada hanya menggunakan batang pohon kelapa, ia mengatakan, pembangunan jalan di desanya termasuk daerah yang ter-

isolasi, jauh ketinggalan dari desa-desa lain. “Jalan Pangkalan Bemban merupakan tepi jalan Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas, kurang lebih 3 kilometer jaraknya dari pusat Kota Selakau, keadaan tersebut sudah berlangsung cukup lama sampai sekarang,” ujarnya. Jumlah jiwa di desanya mencapai 600 kepala keluarga. Menurutnya, masyarakat setempat sangat memerlukan jalan untuk akses pendidikan di kala hujan tiba. “Kalau hujan jalan menjadi becek itulah yang menjadi kendala kita di desa,” tuturnya. Ia sangat mengharapkan instansi terkait dapat membenahi jalan dan jembatan walaupun bukan aspal, yakni berupa penimbunan. “Kira-kira jalan yang belum diaspal kurang lebih 12 kilometer dari Pasar Selakau ke desa kami dan untuk jembatan hanya menggunakan pohon kelapa,” jelasnya. †

Kodam XII/Tpr Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Borneo Tribune, Kubu Raya KOMANDO Daerah Militer XII/Tpr menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas Makodam XII/Tpr, Rabu (30/1). Peringatan Maulid Nabi kali ini mengangkat tema “Kita jadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan motivasi juang dan profesionalisme prajurit TNI dalam mengabdi kepada bangsa dan negara“. Kegiatan diikuti oleh seluruh anggota Makodam XII/ Tpr dan ibu pengurus persit, undangan dan masyarakat sekitar. Uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan pence-

ramah Ustadz Syekh Handran Faloga. Dalam kesempatan tersebut Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Robby Win hadir dalam sambutannya menyampaikan sebagai pengikut Rasulullah, patut mengintropeksi, merenung dan bertanya, apakah sudah mengikuti ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari atau belum, keberadaan kita sebagai bagian dari lingkungan dimana kita berada, bermanfaat untuk kebaikan dan kemajuannya, bukan justru menjadi sumber masalah bagi lingkungan dimana kita berada. Perjuangan Rasulullah yang dilandasi sikap disip-

lin, moral yang baik, kesungguhan dan keikhlasan inilah, yang harus diyakini dan menjadi inspirasi untuk berbuat sesuatu yang bermakna dalam hidup untuk kepentingan keluarga dan masyarakat. “Mari kita mantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sehingga kita mampu melakukan kebaikan-kebaikan dan halhal yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, satuan, serta bangsa dan negara, sebagaimana dicontohkan dan ditauladankan serta diajarkan Nabi Muhammad SAW,” pesannya. Ustadz Syekh Handran Faloga dalam ceramahnya

menyampaikan, hikmah yang diambil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW salah satunya adalah silaturrahmi. “Karena dengan silaturahmi dapat memurahkan rezeki dan panjang umur. Selain itu kita mengingat kembali sejarah Nabi Muhammad SAW sejak beliau dilahirkan, kemudian diangkat menjadi Nabi dan Rasul, bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW telah mendatangkan rahmat untuk seluruh alam, serta dalam rangka pembinaan umat untuk lebih memahami tentang ajaran Islam,” paparnya. Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi merupakan

manifestasi atau wujud rasa syukur kepada Allah SWT, dengan diturunkannya ajaran Islam oleh Rasulullah SAW dapat membawa kedamaian bagi umat manusia di seluruh muka bumi. Ia juga berharap kepada seluruh prajurit, undangan dan masyarakat yang hadir untuk mampu meneladani sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah. Mampu mengambil dan melaksanakan apa yang sudah dicontohkan Nabi Besar Muhammad SAW dan diterapkan dalam kehidupan di kedinasan, dalam berumah tangga dan dalam kehidupan sehari-hari. (http:// www.kodam-tanjungpura. mil.id) †

Jumat Bersih Tingkatkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Borneo Tribune, Singkawang DETASEMEN Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa menggelar Jumat bersih di Desa Naram Singkawang Utara. Aksi gerakan nasional Indonesia bersih merupakan program pemerintah dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Untuk itu, Mabrigif 19/Kh dalam me-

laksanakan kegiatan binter terbatas bekerjasama dengan masyarakat sekitar pangkalan dengan membuat program Jumat bersih. Brigif 19/Kh, dalam melaksanakan kegiatan Jumat bersih di Desa Naram KecamatanSingkawang Utara dengan sasaran pembersihan kiri kanan

jalan dan parit sekitarnya sepanjang 400 meter dengan melibatkan personel TNI-AD 46 orang (Mabrigif 19/Kh- 30 orang, Koramil 16 orang) dan masyarakat sebanyak 40 orang. Manfaat dari hasil Jumat bersih yang dirasakan oleh masyarakat adalah terbukanya saluran air yang tersumbat, yang selama ini

menghambat proses drainase terutama saat musim hujan. Adapun maksud dari kegiatan Jumat bersih ini disamping menciptakan suasana bersih dan asri juga terkandung maksud untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar pangkalan, dalam rangka meningkatkan ke-

manunggalan TNI dan Rakyat. Kegiatan Jumat bersih ini dilaksanakan tanggal 1 Februari 2013, hadir dalam kegiatan tersebut antara lain unsur pimpinan dari TNI, aparat daerah dan tokoh masyarakat Desa Naram Kecamatan Singkawang Utara. (http://www. kodamtanjungpura.mil.id) †

CMYK

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Sabtu, 2 Februari 2013

5

Bupati ‘Berdagang’ Sembako Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bupati Pontianak, Ria Norsan mengimbau bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak keturunan etnis Tionghoa agar merayakannya Tahun Baru Imlek 2564 pada 10 Februari secara sederhana. “Merayakan Imlek jangan terlalu berlebihan, jangan sampai usai Imlek utang menumpuk. Rayakanlah Imlek secara sederhana,” kata Norsan, saat pasar murah di Gedung Thien Hew Mempawah, Jumat (1/2), kemarin. Lanjutnya lagi, melalui perayaan Tahun Baru Imlek 2564 ini diharapkan agar dapat dijadikan momentum SEMBAKO Bupati Pontianak, Ria Norsan menjual sembako bagi warga Tionghoa Kecamatan Mempawah Hilir dan Timur yang akan merayakan Imlek. FOTO : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

Bayi Satu Hari Ditinggalkan di Depan Rumah Warga Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Warga Tanjung Pasir Sidokmukti RT 01 RW 05 Dusun Karya Bersama Desa Kuala Mandor A Kecamatan Kuala Mandor B tiba-tiba heboh ditemukannya seorang

bayi mungil perempuan di depan rumah salah seorang warga, Haji Arbei pada Jumat (1/ 2) malam. Si bayi diperkirakan baru berumur satu hari karena tali pusarnya masih melekat panjang, belum dipotong dan dalam keadaan diikat. Saat itu Haji Arbei selesai menunaikan salat magrib. Ia

pun kemudian ingin keluar rumah. Namun diluar, tibatiba ia terperanjat dan terkejut sayup-sayup mendengar tangisan suara bayi. Kondisi bayi mungil ini dalam keadaan sehat. Kabar ini pun merebak. Kontan membuat seisi kampung berdatangan. Beragam

komentar pun terlontar dari warga yang menyaksikan. Kebanyakan warga mencela sang ibu yang tega meninggalkan darah dagingnya sendiri. Hingga kini sang ibu belum ditemukan rimbanya. Warga pun ditemani Kepala Desa Kuala Mandor A, Nursalam melaporkan kejadi-

an itu ke Mapolsek Kuala Mandor B. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, baik warga maupun Kepala Desa belum dapat diwawancarai karena sedang menjalani pemeriksaan polisi hingga larut malam. “Saya masih di kantor polisi. Nanti selesai lah ya,” kata Nursalam singkat. o

Demokrat Cari Kandidat Populer Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kubu Raya membuka pendaftaran Cabup maupun Wabup Kubu Raya di Sekretariat DPC Demokrat Jalan Adisucipto. Ketua DPC Demokrat Kubu Raya Ir. Usman didampingi Ketua Panitia Penerimaan Cabup dan Wabup Kubu Raya YBE Setiawan mengungkapkan untuk DPC

Demokrat Kubu Raya mulai 1 Februari 2013 memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin mendaftarkan untuk menggunakan Partai Demokrat menjadi perahu mereka. “Kali ini kita memang dipinta oleh DPD Demokrat Kalbar untuk segera membuka pendaftaran Cabup dan Wabup, karena untuk partai kita memang terbuka bagi siapa pun yang ingin mendaftar akan kita akomodir sepanjang memenuhi syarat yang telah diten-

tukan, selain itu juga kita saat ini memang tengah mencari figure-figur yang bisa mendongrak suara Demokrat nantinya,” katanya, Jumat (1/2). Menurutnya, untuk pendaftaran sendiri dari Partai Demokrat, prosesnya pendaftaran akan berlangsung selama dua minggu yang dimulai dari pengambilan berkas. Sementara untuk pengembalian berkas sendiri diberi waktu satu minggu. Lanjut Usman, karena

Partai Demokrat hanya memiliki empat kursi di DPRD Kubu Raya, maka dalam hal ini partai Demokrat tidak berani jauh membangun koalisi dengan partai-partai lain karena berkaitan dengan kebijakan partai. “Namun kita berharap, bakal calon yang mendaftar di DPC Demokrat Kubu Raya. Maka kita berharap kepada merekalah yang melengkapi persentase suara untuk mencukupi,” paparnya. Namun dari Demokrat sendiri kepopuleran seorang

figur dalam meraih persentase suara merupakan suatu kriteria dari Partai Demokrat Kubu Raya. Selain memang berdasarkan persyaratan bagi Cabup maupun Cawabup yang ingin menggunakan perahu, dari Partai Demokrat Kubu Raya juga melakukan pengsurvean terhadap calon Bupati tersebut “Survey kita lakukan setelah proses pendaftaran telah dilaksanakan nanti, karena survey ini sangat menentukan,” ungkapnya. o

Karyawan PT WBA Tuntut Tunjangan PHK Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Puluhan karyawan PT WBA kembali mendatangi Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Mereka menuntut pihak perusahaan membayarkan tunjangan PHK. “Sebenarnya ini pertemuan antara perusahaan dan karyawan untuk memediasikan permasalahan yang selama ini terjadi. Namun sudah tiga kali pertemuan pihak perusahaan tidak pernah menampakan diri,” kata coordinator Karyawan, Sukardi, Jumat (1/2). Sukardi menjelaskan, ka-

rena sudah tiga kali pertemuan dan pihak perusahaan tidak pernah menghadiri dan sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan, maka proses selanjutnya adalah pihaknya meminta kepada Dinsosnakertrans untuk menghitung berapa total tunjangan yang harus dibayarkan perusahaan untuk setiap karyawan sesuai dengan masa kerja. Sukardi mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan hak-hak karyawan yang selama ini tidak pernah diperhatikan pihak perusahaan. Yang mana selama dua tahun ini perusahaan dengan semaunya membiarka karyawan hidup dengan status

yang tidak jelas. “Sudah dua tahun ini kehidupan kita tidak jelas, dan yang sangat menyakitkan pihak perusahaan seakaan tidak ingin tahu apa yang terjadi dengan kami,” ucapnya. Sukardi menegaskan, setelah setelah pertemuan dengan Dinsosnakertrans dan mendapatkan perhitungan berapa total tunjangan PHK yang harus dibayarkan perusahaan. Maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah mengajukan kasus tersebut kepada Pengadilan Hubungan Industri (PHI). Sukardi berharap, proses gugatan yang diajukan nantinya dapat diproses

cepat dan dapat dimenangkan pihaknya. Dengan keputusan pengadilan itu, maka tidak ada pilihan yang dapat diambil perusahaan kecuali membayar hak-hak karyawan yang selama ini tidak pernah diperhatikan. “Tunjangan itu hak kami, maka sudah sewajarnya hak-hak itu diperjuangkan,” tegasnya. Sementara itu, salah seorang karyawan, Minarti mengaku dirinya sudah bekerja di PT WBA selama 13 tahun. Dan selama dua tahun terakhir ia dan suaminya tidak bekerja dan tidak ada kejelasan dari perusahaan terkait apakah ia dan karyawan lainnya masih bekerja

atau tidak. Minarti merasa pimpinan perusahaan tidak memiliki hati nurani. Karena telah membiarkan karyawan hidup tanpa kejelasan. Selama dua tahun pula tidak mendapatkan hak-hak yang harus dipenuhi perusahaan. “Dua tahun ini kami tidak menerima gaji,” tuturnya. Minarti berharap, kepada pihak perusahaan agar dapat memenuhi kewajibannya kepada karyawan. “Kami tetap menuntut hak kami, yakni tunjangan yang harus dipenuhi perusahan. Setidaknya dengan tunjangan itu kami bisa meneruskan hidup,” harapnya. o

untuk lebih mempererat semangat kebersamaan dan saling hormat menghormati terutama antar anggota keluarga yang merayakannya. “Jadikan momentum untuk meningkatkan rasa solidaritas, senasib sepenanggungan, tenggang rasa dan bahu membahu bersama etnis lainnya guna mempercepat keberhasilan pembangunan di daerah ini,” katanya. Sedangkan untuk masyarakatnya yang berasal asal etnis lain, Norsan meminta untuk menghargai dan

menghormati warga yang merayakan Imlek. Ia mengimbau warga Tionghoa, tidak melakukan tindakan negatif seperti permainan judi, yang biasanya menjadi tradisi dalam menyambut Imlek. “Antara yang merayakan dan tidak merayakannya, harus selain harga menghargai. Dan saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2564 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak. Gong Xi Pa Chai. Semoga kita semua semakin makmur di tahun ini,” katanya. o

Pemda Gelar Hiburan Rakyat Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Tepat 5 Februari mendatang, Pemerintah Kabupaten Pontianak memperingati dua hari besar daerah, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Provinsi Kalimantan Barat dan HUT ke-50 Pemindahan Ibukota Kabupaten Pontianak dari Pontianak ke Mempawah. Sejumlah agenda daerah mulai dipersiapkan memeriahkannya, diantaranya upacara bendera, pameran pembangunan, hiburan dan permainan rakyat, hingga peresmian sejumlah proyek pembangunan. “Banyak agenda yang dipersiapkan Pemkab Pontianak memeriahkan HUT Pemindahannya. Salahsatunya hiburan rakyat yang direncanakan digelar di Halaman Kantor Bupati Pontianak, 5 Februari mendatang,” Kata Kabag Humas dan Protokoler, Setda Kabupaten Pontianak, Suwanda. Selain hiburan rakyat, Pemkab Pontianak juga akan melaksanakan pameran pembangunan di Halaman Kantor Bupati Pontianak, yang akan dibuka Bupati Pontianak, Ria Norsan, usai upacara. “Setelah itu, Pak Bupati beserta pejabat Pemkab Pontianak akan meresmikan sejumlah proyek pembangunan, yang ditandai dengan peresmian Gedung Poli Rawat Jalan, di RSUD dr Rubini Mempawah,” jelasnya. Lebih lanjut Suwanda mengungkapkan, rangkaian pelaksanaan kegiatan memeriahkan dua hari besar daerah itu sudah dimulai sejak 1 Februari mendatang, yakni pertandingan olahraga seperti futsal, bola voli, jalan sehat, dan lain sebagainya. “Bagi masyarakat yang ingin hadir menyaksikan malam hiburan rakyat di Halaman Kantor Bupati Pontianak, kami persilahkan. Karena acara hiburan memang diperuntukkan bagi masyarakat,” katanya. o

Satpam RSUD Rubini Diamankan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Manajemen dan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rubini Mempawah, geger mendengar aksi pencurian LCD komputer milik PT. Askes, berhasil diungkap Tim Reskrim Polres Pontianak. Sang pelaku, ternyata orang dalam, petugas satuan keamanan (Satpam) honor berinisial Ta (25), warga BTN GOR Mempawah. Tersangka diamankan dan langsung dilakukan pemeriksaan di Mapolres Pontianak. Kapolres Pontianak, Sigit Dedy Purwadi melalui Kasat Reskrim, Edy Haryanto kepada para wartawan, membenarkan diamankannya tersangka Ta atas tindak pencurian LCD komputer milik PT. Askes di RSUD dr Rubini Mempawah. “Pelaku mudah menjalankan aksinya, karena yang bersangkutan adalah petugas satpam setempat dan masih berstatus tenaga honor,” jelas Edy. Pencurian itu terjadi pada Sabtu (19/1) pukul 04.00 WIB. Menurut pengakuan Ta, sebelum melakukan pencurian, ia sempat pulang ke rumahnya untuk mengambil tas dan kembali bekerja di rumah sakit. Begitu dirasa aman, Ta membawa kabur satu unit LCD merk Lenovo warna hitam milik PT. Askes yang bernilai sekitar Rp 1 juta. “Pengakuan tersangka, LCD curian tidak untuk dijual, melainkan untuk dipakai sendiri. Pun demikian, kita masih terus mendalami kasus ini, termasuk mengaitkannya dengan sejumlah kasus pencurian uang dan barang-barang milik pasien di RSUD dr Rubini Mempawah,” tegas Edy. o


Bengkayang Borneo Tribune

Sabtu, 2 Februari 2013

6

Usaid-Kinerja Evaluasi Rencana Kerja Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Lokal Public Service Spesialist (LPSS) Bengkayang mewakili Kinerja-Usaid melakukan pertemuan bersama tim teknis dari Bappeda Bengkayang, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Pemkab dan media untuk melakukan evaluasi kerja selama MBS diterapkan 2012 yang bakal dilanjutkan pada 2013. Sekaligus juga membahas akan dimulainya pro-

gram kesehatan. Pertemuan di ruang rapat Kantor Bappeda, Kamis (31/ 1) ini dihadiri langsung Nasthain Gasba dari LPSS, Kepala Bappeda, Obaja, Heni Januarti sebagai Kabid Sosbud Bappeda, Kabid Pendidikan Dasar, Godelivus, Kabag Humas, Albinus Alep, Sekretaris Dinas Kesehatan, Lebertus didampingi beberapa Kasi. LPSS memberikan gambaran singkat capaian untuk program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang telah dilakukan Orga-

nisasi Mitra Pelaksana (OMP) selama tahun 2012. Diperkirakan, pencapaian program sebesar enam puluh persen. Kemudian, karena kecilnya capaian program tersebut, program MBS ini akan diperkuat kembali pada tahun 2013. “Apabila tahun 2012, MBS itu dilaksanakan langsung oleh OMP, maka untuk tahun 2013 ini kita akan didampingi konsultan individual, atau dikenal dengan short time technical assistance (STTA),” kata Nasthain memberikan penjelasan.

GAMABASIS Perkenalkan UNTAN Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Kegiatan dharma bhakti mahasiswa (GAMABASIS), salah satu program kerja dari HIMBIO FKIP UNTAN, sebuah program kerja mahasiswa saat melaksanakan PKM di beberapa sekolah melakukan kegiatan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini diwujudkan dalam Kegiatan Dharma Bakti Mahasiswa yang dilaksanakan setiap tahun. GAMABASIS oleh tujuh mahasiswa ini bertempat di SMP PGRI Bengkayang se-

jak (28/01/2013) dan beberapa sekolah lainnya. Delvi mahasiswa UNTAN mengatakan salah satu tujuan dari Gamabasis ini adalah memperkenalkan FKIP UNTAN kepada masyarakat luas. “Salah satu tujuan kami adalah memperkenalkan Untan kepada masyarakat, terutama FKIP,” katanya saat ditemui di gedung SMP PGRI Bengkayang, Rabu (31/1). Bersamaan, Ibnu Talib, pendamping team kegiatan GAMABASIS ini menyampaikan HIMBIO FKIP UNTAN baru berusia 5 tahun, tepatnya terbentuk

Libertus Perintahkan Jajaran, Tingkatkan Kinerja Borneo Tribune, Singkawang Kadis Hubkominfo Singkawang, Libertus meminta kepada jajarannya untuk meningkatkan kinerja melalui langkah dan strategi dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti surat Walikota FOTO: Rudi / Borneo Tribune Singkawang Nomor 500/ Libertus 038/Ekon-C tanggal 25 Januari 2013 tentang upaya peningkatan pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi di Kota Singkawang. “Upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama, untuk itu diperlukan program dan strategi yang baik serta menjalin koordinasi antar pemangku kepentingan dan dilakukan suatu upaya bersama. Sehingga terwujudnya pertumbuhan ekonomi dan terkendalinya inflasi di daerah,” katanya. Terkait dengan itu, Dishubkominfo akan melakukan aksi bersama sesuai dengan tupoksinya. Yakni di sektor jaringan jalan, izin trayek, terminal, traffic light, rambu lalu lintas, pengujian kendaraan bermotor, telekomunikasi, pos giro, TIK, diseminasi informasi dan sebaginya. Liber menegaskan, seluruh jajarannya diharapkan agar dapat melaksanakan kegiatan aksi bersama sesuai tupoksi, sehingga persoalan dan masalah yang ada dapat di atasi secara cepat dan tepat. “Selanjutnya, kami akan melakukan evaluasi melalui rapat dan melaporkan secara berkala. Minimal 3 bulan sekali hasil kinerja sesuai tupoksi yang kemudian direkap dan dilaporkan pada walikota,” kata Libertus. (Freelancer/ Rudi) o

Kembalikan Fungsi Taman Kota Borneo Tribune, Singkawang Warga di kota ini kembali menyinggung masalah fungsi dari keberadaan taman kota. Dikhawatirkan sejumlah taman kota disalahgunakan. Seperti menjadi lokasi mesum. Seperti yang ada di Taman Gayung Bersambut (GB), sebelumnya taman kota itu menjadi bahan perbincangan kalangan warga di kota ini. Pasalnya, fasilitas umum itu, disalahgunakan oleh remaja ABG untuk berbuat maksiat. Selain itu, warga juga kerap kali memergoki remaja ABG menegak minuman keras (miras) di taman kota, Jalan Firdaus, depan kantor Walikota Singkawang itu. Bahkan, dengan santai para ABG itu menegak miras, tanpa ada rasa malu, atau pun risih terhadap pengunjung taman lainnya. Untuk mensterilkan taman kota ini, warga meminta pihak Kecamatan Singkawang merealisasikan pemasangan CCTV di lokasi taman. Rencana Camat Barat, Buharnudin memasang CCTV dilokasi taman direspon positif masyarakat kota ini. Namun, warga berharap, rencana itu tidak hanya tinggal rencana. Tetapi rencana itu, harus terwujud, agar taman kota itu benar-benar pada fungsi semestinya. “Kita sangat menginginkan taman kota itu berfungsi semestinya, dan bukan untuk tempat maksiat. Untuk pengawasanya, Camat Barat kan pernah merencanakan, bakal pasang CCTV, dan itu adalah salah satu solusinya,” kata Apen, warga Singkawang. (Freelancer/Rudi) o

pada 24 Mei 2005. Meski usianya masih tergolong muda, namun telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi anggota, khususnya kepada masyarakat. Semua kegiatan yang dilaksanakan merupakan rangkaian dari kegiatan GAMABASIS yang berorientasi pengabdian pada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan tentang bahaya narkoba, cara hidup sehat, motivasi belajar kepada siswa dan cara menghadapi UAS/UAN. Kegiatan ini dilakukan hanya dalam 5 hari dari tanggal 28 Januari sampai 3 Februari 2013. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar. “Ini semua berkat kerja keras dari teman-teman panitia dan peserta, bantuan dari dinas-dinas terkait, sponsor, dosen pembimbing dan senioren prodi pendidikan FKIP UNTAN,” katanya mengakhiri. o

Nasthain menambahkan, hal yang harus dilakukan untuk MBS adalah mengupas kembali sejauh mana sekolah mitra melakukan janji pelayanan yang telah disepakati ebrsama. Kemudian, untuk tahun 2013, perluasan kemitraan ke sekolah lain akan dilakukan. “Kami menginginkan MSB ini terus berjalan di Kabupaten Bengkayang. Kalau bisa, pelayanan MBS itu diperluas ke sekolah lainnya,” kata Godelivus menambahkan pentingnya perluasan program MBS tersebut. Ia juga menginformasikan akan segera dilaksanakan program kesehatan di Kabupaten Bengkayang. Apabila merujuk pada kesepakatan kontrak kerja, kesehatan tersebut dibuka 1 Februari 2013. “OMP pelaksanaan sudah

Evaluasi Kerja Usaid-Kinerja FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

ditunjuk, dan kita yang ada di Bengkayang siap saja,” terang Nasthain lagi. Sesuai dengan berita acara dan surat penunjukan yang dikeluarkan Kadis Ke-

sehatan Bengkayang 16 Juli 2012 oleh Drs. Luter Wongkar, Apt, M. Kes, program kesehatan itu akan dilaksanakan di tiga puskesmas di tiga kecamatan.

“Puskesmas yang ditunjuk Dinas Kesehatan itu adalah, Puskesmas Bengkayang, Puskesmas Sungai Raya dan Puskesmas Seluas,” kata Nasthain. o

Pelajar Bengkayang terpaksa naik ke atas kap kendaraan umum untuk pulang sekolah. Saat pelajar berebut mendapatkan kendaraan, sebuah bis sekolah terparkir selama berminggu- minggu di sebuah lokasi Taman Kota Bengkayang. FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

18 Warga Ikuti Sunatan Massal Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Bengkayang 2013 dimanfaatkan untuk berbagi kasih dengan warga kurang mampu di Bengkayang. Sedikitnya 18 warga mengikuti sunatan massal, Rabu (30/1) di komplek Mesjid Agung Bengkayang. Kepala TU Kementerian Agama Bengkayang. H. Miraj mengatakan, kaum dhuafa yang mengikuti sunatan massal tersebut berasal dari beberapa daerah yang tersebar di beberapa kecamatan di Bengkayang. “Yang mengikuti sunatan massal kali ini, ada yang berasal dari Kecamatan Teriak, Kecamatan Bengkayang, Kecamatan Ledo dan beberapa kecamatan lainnya,” kata Miraj. Program sunatan massal yang dilakukan Kementerian

Sunatan Massal FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

Agama Bngkayang berlaku untuk semua penganut agama yang ada di Bengkayang. Jadi wajar apabila dalam

sunatan massal itu diikuti mereka yang beragama Islam, Katolik dan Protestan. “Masing-masing agama

kita ambil enam orang. Cuma untuk peserta dari agama Budha dan Hindu yang tidak ada,” jelasnya.

Dalam sunatan massal kali ini diikuti anak-anak hingga pria yang menginjak dewasa. Evansius Agung misalnya, ia baru berusia empat tahun sembilan bulan. Ia berasal dari sebuah desa terpencil di Kecamatan Ledo. Saat mengikuti sunatan massal, Agung didampingi ibunya. “Kami merasa terbantu dengan sunatan massal ini. Kami tidak dikenakan biaya. Kalau kami sunat di puskesmas, maka uang yang harus kami keluarkan untuk membayar bisa mencapai dua ratus ribu rupiah,” kata ibu Agung. Diantara 18 orang yang mengikuti sunatan massal itu, ada dua diantaranya yang sudah berusia lebih dari lima belas tahun. Mereka adalah Eka, 16 tahun dan Gonjales berusia lebih 15 tahun. “Kami mau sunat bang. Kami ndak malu kok walau sudah besar,” kata Eka saat ditemui. o

Stop Peredaran Miras Borneo Tribune, Singkawang Peredaran minuman keras (miras) jenis arak dan lainnya kian meresahkan warga. Pasalnya, peredaran miras mudah diperoleh di sejumlah tempat. “Saat ini peredaran miras kian marak. Itu buktinya, ada anak kandung tega menghabisi nyawa bapak

kandungnya sendiri, dan kejadian itu disebabkan pengaruh miras,” kata seorang warga, Nn. Dia meminta, kepada petugas Pemkot untuk segera mensterilkan peredaran miras di kota ini. Mengingat warga sangat resah, dan khawatir ada jatuh korban lagi, akibat pengaruh miras, se-

perti kejadian sebelumnya. “Kita minta aparat berwenang kota ini, untuk segera menertibkan pedagang miras yang ada di kota ini. Kita takut, akibat miras itu, akan kembali menelan korban,” tegas Nn. Tidak hanya itu, ia juga mengakui kerap kali memergoki kalangan anak muda,

sedang meneguk miras di taman kota, seperti di Gayung bersambut. Padahal, mereka ini adalah generasi penerus bangsa. Namun apa jadinya, jika sejumlah kalangan anak muda, sudah berani mengkonsumsi miras. Jika hal it terus dibiarkan, maka sebagian besar gene-

rasi penerus bangsa ini, akan terjerumus terhadap hal negatif. “Jika sudah terbiasa meneguk miras, maka dengan mudahnya pengaruh negatif itu datang. Kalau kebiasaan buruk seperti ini tidak dicegah, maka akan sulit untuk dihentikan,” katanya mengakhiri. (Freelancer/Rudi) o

Awasi Bangunan Rumah Kost Borneo Tribune, Singkawang Bangunan rumah kost tumbuh bak jamur di Singkawang. Bila pembangunan rumah kost tidak dibarengi dengan pengawasan, bukan tidak mungkin pemilik bangunan tidak memiliki izin pendirian, maupun izin usaha dari pemerintah setempat. Dampaknya, bangunan rumah kost dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh si penyewa. Pasalnya, banyak

sumber menyebutkan, sebagian besar rumah kost di kota ini, dimanfaatkan sebagian oknum untuk kepentingan yang tak lazim. Salah seorang sumber, sebut saja Kumbang menyebutkan sebagian rumah kost diantaranya disewa oleh pelajar. Namun, ironisnya, remaja putri yang berstatus pelajar tersebut, memiliki rumah, juga orangtuanya berdomisili di Singkawang.

Sumber juga bingung terhadap pelajar yang menyewa rumah kost tersebut. Padahal, kedua orang tua si pelajar berdomisili di kota ini. Bahkan, orang tua dari si pelajar itu sendiri, tidak mengetahui, jika anaknya menyewa sebuah kost. Apalagi si penyewa tidak setiap hari menghuni tempat kost tersebut. Untuk itu, sumber yang enggan identitasnya dikorankan ini berharap

Pemkot melakukan pengawasan terhadap pendirian bangunan rumah kost di kota ini. Selain rumah kost itu terdata, juga harus jelas status izinnya. Begitu pula untuk pemilik kost untuk tidak menyewakan kost mereka kepada pelajar yang masih tinggal di sekitar kota ini. Apa lagi kedua orang tuang si pelajar masih ada. Tujuannya untuk menghindari hal negatif akan timbul dibenak

warga, jika ada pelajar putri asal Singkawang tinggal di kost. Sementara itu, sumber dari kepemerintahan kota ini, juga tak ingin namanya disebutkan mengatakan, masih banyak rumah kost yang belum terdata. Kendalanya, sebagian rumah kost itu berada di pinggiran pusat kota. Juga sulit untuk dideteksi keberadaan bangunannya. (Freelancer/ Rudi) o


Sabtu, 2 Februari 2013

Berusia 29 Tahun, SMA Don Bosco Rayakan Ultah Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau SMA Don Bosco merayakan hari ulang tahunnya ke-29 Kamis (29/1) belum lama ini. Kegiatan ini juga sekaligus memperingati hari pelindung sekolah Santo Yohanes Don Bosco Kabupaten Sanggau. Peringatakan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi. Serta dimeriahkan berbagai perlombaan karya seni oleh siswa-siswi SMA Don Bosco. Dalam sambutannya, Paolus mengatakan bahwa Pemerintah Daerah memberikan apresiasi terhadap kemajuan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sanggau, termasuk SMA Don Bosco. Pemda Paolus mengucapkan selamat merayakan hari ulang tahun sekolah serta memperingati hari pelindung sekolah. ”Selamat pula kepada para pengelola sekolah serta kepada dewan guru karena telah banyak meraih prestasi dan sekolah juga telah mendapatkan akreditasi A dalam penilaian berbagai kegiatan akademik sekolah,” katanya. Paolus mengingatkan bahwa maju mundurnya suatu sekolah ataupun dunia pendidikan adalah perlunya kerjasama semua. “Kepada guru binalah dan didiklah anak didiknya bidang pengetahuan dan keterampilan serta tanamkan iman dan ahlak mulia kepada sianak sehingga anak didik terhindar dari pergaulan bebas, kenakalan remaja dan norkoba serta hal negatif lainya yang dapat mengancam juga merusak masa depan sianak. Dan dalam hal ini juga ikut keterlibatan orang tua untuk membina dan mengawasi anaknya supaya terhindar dari hal-hal yang negatif,” ujarnya. ”Kepada siswa-siswi bersemangatlah bersekolah, giatlah belajar dan raihlah prestasi untuk menggapai cita-cita, sebab sampai saat ini sudah banyak sekali alumnus Don Bosco yang berhasil dan sukses dalam pekerjaan serta dunia usaha lainnya,” tambahnya. Kadis Dikpora Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot, mengatakan acara tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri baik para guru maupun para muridnya dalam memperingati hari ulang tahun atau memperingati hari pelindung. ”Kalau dilihat dari perjalanan SMA Don Bosco sudah cukup panjang dan banyak prestasi yang diraih maka tingkatkan prestasi tersebut dengan baik. Teruslah kembangkan dunia pendidikan sehingga dapat menghasilkan generasi yang handal dan berkualitas di era moderen ini. Kepada dewan guru bersemangatlah dan bekerja samalah memajukan dunia pendidikan sesuai bidang ilmunya masing-masing. Sebab pemerintah daerah selama ini terus mendorong kemajuan sekolahsekolah yang ada di Kabupaten Sanggau agar maju dan berkualitas serta dapat bersaing dengan daerah lainnya,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Badan Karya Kapusin Sanggau, Pastor Egiono,Ofm.Cap, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan kebersamaan dalam intensi memperingati 29 tahun Don Bosco berkarya dan sekaligus memperingati hari pelindungnya Don Bosco. ”Tanpa terasa sudah 29 tahunnya SMA Don Bosco berkarya dan di usia 29 tahun merupakan usia yang tidak muda lagi namun sudah mapan dalam berkarya, berikut harapan Sang Don Bosco agar kaum generasi muda semakin maju dan mandiri, mempunyai daya intelektual yang tinggi dan bersemangat serta dapat meraih cita-citanya. Terus bertumbuh, berakar dan berbuah dalam karya hidupnya sebab pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula,” harapnya. Kepala SMA Don Bosco, Drs. Martinus Bok menambahkan, kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun SMA Don Bosco dan bersamaan memperingati Hari Pelindung Sekolah St.Yohanes Don Bosco yang sering di sebut Don Bosco.

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Polres Landak Lelang BBM Hasil Sitaan 2012 Borneo Tribune, Ngabang Polres Landak, Kamis (31/ 1) siang kemarin bertempat di aula Polmas Mapolres Landak melakukan lelang beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah, premium dan solar. Adapun total BBM yang dilelang pada saat itu sebanyak minyak tanah 4936 liter, premium 1491 liter dan solar 9814. Sedangkan peserta yang ikut dalam lelang tidak kurang dari 8 pengusahan. Jalannya lelang dilakukan oleh petugas Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Hartanto,SE . Dan dari Polres Landak dihadiri oleh Kasat

Reskrim AKP Alber Manurung. Hartanto petugas lelang kepada peserta lelang mengatakan barang yang dilelang adalah objek yang dilelang ini apa adanya. ”Sebelun lelang kita telah menjelaskan kepada peserta bahwa objek yang dilelang ini apa adanya. Jadi kita menganggap peserta sudah mengecek artinya tidak membeli kucing dalam karung. Jika ada kesalahan informasi dalam hal ini bukan tanggung jawab dari pihak kami,”ujar Hartanto. Sebelum pelelangan dimulai para peserta juga diberi penjelasan tentang tata cara pelelangan yang harus ditaati

seluruh peserta. Disebutkan dalam penjelasan tersebut bahwa seluruh BBM yang dilelang tidak semua berada di Mapolsek Ngabang dan dititipkan di luar. Untuk itu Kasat Reskri kepada peserta lelang memberi tahukan selain harga lelang setiap jenis BBM yang telah ditetapkan para pemenang lelang juga nantinya akan dikenakan biaya sewa ataupun penitipan serta diharuskan membayar lunas seluruh administrasi sebelum membawa hasil lelangnya paling lambat 3 hari setelah hasil lelang yang sah diumumkan. Adapun hasil lelang BBM Polres Landak pada saat itu, yaitu lelang 2300 liter Mita

terjual Rp 14.100.000 yang dimenagkan Thomas dari Ngabang. 1027 liter jenis premium terjual seharga Rp 4.750.000 dimenagkan Thomas. 568 liter Solar terjual Rp 2.700.000 dimenangkan oleh Dermawan Sanggau . 1278 liter Mita seharga Rp 6.100.000 Thomas. 1144 liter Mita terjual dengan harga Rp 3. 535. 000 juga oleh Thomas. Sementara itu 9050 liter Solar terjual dengan harga Rp 40.950 000 yang berhasil dimenangkan oleh Hardiansyah. Namun untuk 214 liter Mita batal dilelang karena tidak memenuhi persyaratan. Terakhir 464 liter premium juga terjual Rp 2.200.000 yang dimenangkan oleh Tromas.

Sehingga total hasil penjualan 74.435.000. ”Hasil lelang ini akan dimasukan ke dalam kas negara. Kami tidak bertanggung jawab atas barang yang dilelang bila barang tersebut lain dari yang dimaksud. Karena sebelumnya peserta lelang telah diberitahukan barang yang dilelang apa adanya,” ujar Hartanto. Sementara itu Kasat Reskrim AKP Alber Manurung kepada wartawan usai pelelengan barang bukti (BB) sitaan pada tahun 2012 berupa BBM mengatakan, walaupun BB sitaan ini telah dilelang akan tetapi kasus ini tetap akan dilanjuti hingga ke meja hijau.

Keberatan Muatan, Truk Pasir Masuk Jurang Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Truk bermuatan pasir dengan nomor polisi KB 9860 HF akhirnya harus masuk jurang di wilayah Sanggau Permai Kelurahan Ilir Kota Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, Kamis (31/1) sekitar pukul 17.30 WIB dikarenakan keberatan muatan dan los gigi. Supir truck, Wandi (31) mengatakan, truk yang dikendarainya tersebut, ketika itu mengalami los gigi dan

Opini

menyebabkan truk tiba-tiba mundur ke belakang ketika melewati jalanan terjal menuju Sanggau Permai. ”Padahal saya pas naik makai gigi satu, tapi tiba-tiba los gigi, mungkin karena berat juga, tidak mampu menanjak, truk kemudian mundur dan langsung masuk ke dalam jurang,” ujarnya. Wandi menuturkan, truk tersebut sempat terseret kebelakang sejauh sekitar 80 meter sebelum akhirnya menabrak tiga semen balok pembatas jalan dan masuk ke

dalam jurang. Wandi menambahkan, pasir tersebut rencananya akan dibawa ke Sanggau Permai, karena ada yang memesan untuk membuat batako. Tidak lama kemudian, kemacetan kecil pun terjadi. Bahkan kejadian tersebut menjadi tontonan warga sekitar dan para pengendara yang kebetulan lewat. Dua orang petugas lalu lintas dari kepolisian tampak membantu melakukan penertiban lalu lintas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Magi dan Ekonomi (Bagian 2)

Oleh: Ismail Ruslan Mantra itu juga dipergunakannya (dibacakan) untuk mengobati orang yang sakit. Doa yang dibacakannya sebenarnya hanya untuk orang yang beragama Islam saja karena banyak mengandung dan bersumber ayat-ayat alqur’an. Namun atas dasar ingin menolong dan dharurat, misalnya keluarga dan orang yang sakit datang ke rumah dan meminta tolong diri, dukun tidak bisa menolak. Kondisi inilah yang membuat dilematis, alasan kare-

na ingin menolong dan menyelamatkan nyawa pasien harus dilakukan, walaupun dengan bacaan berbeda. Mantra itu juga bisa mengobati pasien kena penyakit gondok, dengan menggunakan blau dan cuka, kemudian dituliskan di gondok itu dengan tulisan seperti tulisan pada kertas yang digunakan untuk orang Cina saat sembahyang. Sebelum mengobati, biasanya dukunnya akan memeriksa dulu “emek” (baca: nadi) telapak tangan, telapak kaki, jadi tidak boleh dilakukan tanpa pengetahuan yang lengkap.

Mantra ini juga bisa mengobati anak-anak yang terkena penyakit kermot (bintikbintik merah di bagian tubuh manusia). Sang dukun juga pernah mengobati calon pengantin perempuan yang kena penyakit gatalgatal, diobati dengan menggunakan bawang merah 3 buah. Adapun bacaan: Bismillah 4, shalawat tunggal, kemudian digosokkan ke seluruh badan perempuan itu. Bacaan lainnya dibaca 3 kali: Aku tahu asal kau,

Ulat bulu dari rambut nabi adam dan siti hawa. Rambut itulah yang menjadi ulat bulu dan membuat gatal-gatal Nelayan yang akan menangkap ikan dengan cara menjaring, menjala atau memancing juga memiliki “mantra”. Mantranya : Bismillah….. Assalamu’alikum Nabi Allah Khaidir. Aku numpang mencari rezeki di wilayah kekuasaanmu. Assalamu’alikum Putri Lenon. Berilah sisa permainan engkau kepadaku.. Nelayan meyakini bahwa nabi Allah Khaidir adalah “penguasa” di laut yang memiliki “kekuasaan” untuk memberikan sumber daya alam di air seperti ikan, udang dan hewan lainnya. Dengan argumentasi itu pula, nelayan berdoa agar diberikan “sisa permainan” (ikan laut atau ikan sungai) kepada mereka. Adapun Putri Lenon juga diyakini sebagai “putrinya” Nabi Khaidir yang juga memiliki “kekuasaan” yang sama sebagaimana Nabi Khaidir untuk memberikan rezeki kepada mereka. Praktik magi jenis ini juga dilakukan oleh pelaku usaha lainnya di bidang kuliner. Para pelaku usaha meyakini bahwa jika ingin dagangannya laris maka perlu dijampi atau dibacakan matra. Adapun bacaannya yang biasa diucapkan : Wama ramaita Iz Ramaita Walakinnallaha Rama Teks tersebut bersumber bukan dari dukun namun merupakan ayat al-qur’an (Surah Al-Anfal ayat 17) yang diyakini memiliki “kekuatan” atau “khasiat” untuk berdagang. Teks ini dapat ditemukan di kalangan pembuat “kue kampung”. Adapun prosesinya, pembuat kue membaca jampi tersebut dengan air mineral sebagai media, kemudian air tersebut dicampurkan dengan “adonan” kue yang akan dimasak.

Bacaan ini juga digunakan pedagang sebagai penglaris ikan yang akan dijual. Caranya, air aqua tersebut dibacakan jampi-jampi kemudian disiramkan ke ikan tersebut. Pelaku-pelaku usaha juga membentengi diri mereka dengan magi yang disebut magi protektif. Magi jenis ini misalnya digunakan untuk menyembuhkan orang sakit, menagih hutang, melindungi dalam perjalanan usaha atau bepergian. Bacaan ini berfungsi sebagai penjaga diri agar terhindar dari marabahaya atau orang yang akan berniat jahat. Allah di depanku Muhammad di belakangku Jibril di kananku Ijrafil di kiriku Mantra itu dibaca saat akan keluar rumah dengan berjalan kaki atau mengendarai mobil atau motor. Hal ini dimaksudkan sebagai do’a kepada Allah untuk menjaga diri agar terhindar dari bahaya, orang yang berniat jahat kepadanya, atau bahaya binatang dan lainnya. Pelaku-pelaku usaha ada juga yang melakukan magi destruktif yang digunakan untuk menghalangi kompetitor dalam persaingan usaha, atau bisa juga digunakan dengan cara mencederainya. Adanya ilmu yang digunakan disebut “ilmu Bungkam”, biasanya digunakan untuk membungkam lawan atau musuh yang ingin mencederai atau bermaksud tidak baik kepada kita. Ilmu Bungkam ini juga digunakan oleh kalangan usaha untuk berkompetisi dalam dunia bisnis, seperti kompetisi untuk menguasai suatu produk, menguasai suatu wilayah Selain itu ada juga digunakan oleh kalangan kontraktor untuk kompetisi proyek pemerintah. Dalam melakukan tindakan ekonomi pelaku-pelaku usaha selain berpedoman pada aspek “rasional” juga menggunakan magi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.Wallahu A’lam..


Sekadau Borneo Tribune

Sabtu, 2 Februari 2013

8

Guru Bersertifikasi Tambah Jam Mengajar Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Sedikitnya, 500 lebih tenaga guru dari berbagai penjuru wilayah di Kabupaten Sekadau yang mendapat sertifikasi. Guru-guru disertifikasi mulai dari tingkatan baik itu guru SD, SMP, dan SMA. Kendati begitu, guru yang sudah mendapat sertifikasi memiliki beban dan tanggungjawab besar dalam mendidik murid. Alasannya, tanggung jawab yang dibebankan adalah penambahan

waktu balajar yang standar rata-rata per minggu kurang dari 20 jam, kini diwajibkan menjadi sekurangnya 24 jam mengajar per minggu. Kepala dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau Djemain Burhan, mengatakan sertifikasi guru sudah dilaksanakan sejak tahun 2009 sampai Sekarang. Menurutnya, sejak tahun 2009-2012 sudah lebih 500 guru yang mendapat sertifikasi. “Sejak 2009 hingga 2012 ada lebih 500 guru di Sekadau yang mendapatkan

sertifikasi. Guru yang lulus sertifikasi juga dibebankan tambahan waktu mengajar,” ujar Djemain, di kantornya belum lama ini. Djemain memastikan sejak tahun 2009 hingga 2012, jumlah guru yang mendapatkan sertifikasi selalu ada penambahan pada tiap tahun ajaran. Penambahan ini dikarenakan makin banyak guru yang sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi. Data dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sekadau mencatat, secara ke-

seluruhan anggotanya terdapat lebih dari 3.000 guru, baik itu guru swasta dan negeri. Menurut Djemain, tidak semua guru itu memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi. “Guru yang mendapatkan sertifikasi ini tersebar dari semua jenjang mengajar. Mereka mulai dari tingkat SD hingga SMA, namun ada juga yang belum memenuhi syarat,” paparnya. Dikatakannya, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikasi. Untuk

guru-guru baru, syaratnya harus S-1 atau D4. Sedangkan guru-guru yang sudah lama mengajar atau sudah berumur sekitar 50 tahun, mendapatkan kelonggaran tidak harus S-1. “Untuk guru-guru yang sudah tua misalnya yang berumur di atas 50 tahun, memang ada aturan masalah persyaratan sertifikasi, pendidikannya tidak masalah asalkan mereka lulus test sertifikasi. Tapi, semuanya tetap harus lulus test sertifikasi oleh lembaga independen. SKnya pun dari pusat langsung,”

ungkap Djemain. Mengajar Minimal 24 Jam Perihal beban kerja guru dan ketentuan jam wajib mengajar bagi guru terhitung mulai tahun pelajaran 2011/2012. Pembagian tugas beban kerja guru paling sedikit 24 jam tatap muka per minggu, kecuali yang mendapat tugas tambahan yang diperhitungkan sebagai beban kerja, sesuai dengan PP 74 Tahun 2008, pasal 15 ayat 3. Berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut, da-

lam implementasinya mengindikasikan bahwa semua guru, baik yang telah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat harus memenuhi jam wajib mengajar minimal 24 jam. Pemenuhan jam wajib mengajar terkait erat dengan pengajuan PAK yang rencananya akan diberlakukan tahun 2013. Agar pengajuan PAK tidak terkendala, pihak sekolah harus sudah merancang dari sekarang agar jam wajib mengajar guru minimal 24 jam per minggu. o

Akhirnya, Jembatan Ilong-Sei Buaya Dapat Dilewati Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Jembatan Sungai Merian di Desa Kumpang Ilong dan Jembatan Sungai Buaya yang menjadi nadi transportasi menuju Kecamatan Belitang Hulu sejak beberapa pekan terakhir sudah dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. “Enak lah sekarang tidak mutar lagi dari SP 8, kalau dari ilong ke Balai Sepuak juga terasa lebih dekat,” kata Liang seorang sopir. Jembatan Merian Desa Kumpang Ilong adalah satu dari jembatan gerder berkontruksi beton melintasi Sungai merian selebar 7 meter, menuju wilayah Kecamatan Belitang Hulu. Jembatan ini dibangun dari dana penanggulangan bencana daerah yang dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Sekadau pada tahun 2009/ 2010. Akhirnya, di 2013 ini, warga Belitang Hulu dapat melintasi jembatan tersebut walau masih timbunan tanah dan belum diaspal. “Cuma yang kendala kalau hujan takut licin lewat tim-

bunan,” timpal Liang, seraya berharap bisa diaspal mendatang. Sebelumnya, warga juga mendesak agar pembangunan rampung. “Harapan kita jembatan ini secepatnya selesai. Apalagi sekarang tidak ada jembatan darurat, kalau tidak hati-hati pakai motor lewat kolong jembatan bisa bocor kepala kita,” kata Tius, warga Belitang Hulu. Tius berharap ada solusi ke depan guna mempercepat pembangunan jembatan menyeberang sungai merian itu rampung, karena sungai tidak terlalu besar, tidak juga terlalu lebar, tetapi konstruksinya cuku tinggi. “Semoga setelah pak Bupati meninjau lansung, mendapat solusi terbaik,” harap Tius. Jembatan jenis gerder pondasi baja ini memiliki ukuran panjang 35 m x 7 meter lebar ini memakan biaya senilai Rp 5,439 miliar. Dana untuk realisasai pekerjaan jembatan merian ini tahap 1 yang dipagukan dari dana hibah APBN 2010 untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,903 miliar. o

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

Jembatan Merian di Desa Kumpang Ilong Kecamatan Belitang Hulu sedang dikerjakan dan sekarang sudah bisa dipergunakan warga. FOTO: Dok/Borneo Tribune

Jumar: Tambah Waktu Praktik di Bengkel Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Kepala SMK Negeri 1 Sekadau, Jumar, mengungkapkan pihak sekolah kini sedang berupaya menambah waktu praktik untuk siswa siswi jurusan sepeda motor, untuk mengasah keterampilan revarasi sepeda motor. Menurutnya, peluang revarasi (montir) sepeda motor cukup berpotensi ka-

rena hampir 95 persen penduduk Sekadau memiliki kendaraan roda dua. “Kita harapkan lulusan jurusan teknik sepeda motor SMK N 1 Sekadau punya nilai plus. Seperti dokter ada spesialis, maka lulusan SMK N 1 Sekadau ini juga bisa menjadi spesialis, yakni spesialis sepeda motor Honda,” kata Jumar, di SMK Negeri 1 Sekadau, Kamis kemarin. Jumar mengungkapkan, ide itu terkait menciptakan

lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dikatakannya, untuk peluang usaha revarasi masih terpusat di ibu kota, baik kabupaten maupun ibu kota kecamatan. “Dengan keterampilan yang dimiliki para lulusan dari kerjasama ini, kita harapkan para lulusan kita nanti bisa bekerja di seluruh bengkel AHM dan bila perlu buka usaha bengkel sendiri di daerahnya masing-masing,” ulas Jumar.

Wakil Bupati Sekadau Rupinus menyambut positif upaya yang digalakkan oleh SMK Negeri 1 Sekadau “Ini membantu Pemerintah Daerah dalam mengembangkan dunia pendidikan di Sekadau,” ungkapnya. Menurut Rupinus, masalah pendidikan tidak hanya tanggung jawab pihak sekolah, tapi juga tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan pihak swasta juga dibutuhkan mengingatkan

kemampuan pemerintah dalam hal penganggaran bidang pendidikan terbatas. Sementra itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sekadau Agustinus Agus menganggap kerjasama yang dilakukan SMK N 1 Sekadau dengan AHM sebuah langkah bijak yang positif. “Harapan saya bisa menjadi contoh bagi perusahaan yang lain,” tandasnya. o

Bisnis Manufaktur Kamboja Berubah (1) Michelle Tolson PHNOM PENH (IPS) – BISNIS ekspor Kamboja dalam proses perubahan akibat pergeseran manufaktur di Asia. Sebuah terbitan bisnis di negara itu melaporkan pertumbuhan yang tak diduga pada sektor “mesin dan peralatan transportasi” dan berspekulasi bahwa itu “mungkin sepeda.” Namun ketika Kamboja masuk dalam 10 besar eksportir sepeda ke Uni Eropa pada 2012, ini mendorong Asosiasi Manufaktur Sepeda Eropa (EBMA) untuk menyelidikinya. Pada 2011, 366.000 sepeda dieskpor dari Kamboja ke Uni Eropa tapi “pada paruh pertama 2012 negara itu berhasil mengeskpor sepeda hampir tiga kali lipat ke Uni

Eropa. Total ekspor Kamboja mencapai 520.000 unit dalam enam bulan pertama 2012 dibandingkan periode yang sama pada 2011 sebanyak 140.000 unit,” menurut Bikeeu.com. EBMA mengetahui bahwa perusahaan sepeda sudah memindahkan produksi mereka ke Kamboja dari Thailand dan China lantaran kenaikan biaya. Langkah itu diperkirakan menghemat 14 persen pajak. Sebuah skema menguntungkan bagi Negara-Negara Tertinggal (LDCs) di bawah Skema Generalisasi Preferensi (GSP) yang dikenal sebagai perjanjian Semuanya Selain Senjata (EBA). EBA memungkinkan negara-negara dalam daftar 48 LDCs untuk mengekspor produk-produk bebas bea ke Uni Eropa, kecuali senjata dan amunisi.

Diperkenalkan awal 2011, ia meningkatkan 53 persen pertumbuhan ekspor ke negara-negara Eropa pada tahun itu, membuat Uni Eropa jadi rekanan ekspor kedua terbesar bagi Kamboja setelah AS, menurut warta bisnis lokal. Peningkatan biaya di China dan Thailand sebagian dikaitkan dengan kenaikan upah. Upah minimum di Thailand baru-baru ini naik 300 baht per hari (Rp 95 ribu) dan gaji di China pada bisnis ini meningkat hingga 400 dolar (Rp 3,8 juta) per bulan. Sebaliknya, upah minimum di Kamboja cuma 61 dolar (sekitar Rp 600 ribu) per bulan. Strongman and A & J –terdaftar sebagai anak perusahaan Atlantic Cycle Co.– dilaporkan awalnya membuka pabrik di Kamboja pada 2005.

Situsweb pemerintah yang mendata investasi di negara itu menunjukkan tiga pabrik sepeda berada di “zona Tai Seng” di provinsi Svay Reing – A & J, Atlantic Cycle Co., dan Smart Tech– serta pabrik sepeda keempat, Best Way Industry, berada di ‘zona Manhattan’ di Svay Reing. Zona Ekonomi Khusus (SEZ), menurut laporan USAID, menawarkan penunjang probisnis bagi para investor, birokrasi yang cepat, pajak rendah, upah murah, kemudahan berbisnis, serta penduduk “usia muda dan berpendidikan.” Laporan itu mendata 1.500 buruh dalam industri gowes. Upah minimum bulanan buruh pabrik sebesar 60 dolar, atau 33 sen per jam, yang mengharuskan bekerja enam hari seminggu agar bisa menerima 60 dolar per bulan itu. Ter-

hitung sejak 2008, upah tak pernah naik selama empat tahun terakhir. Media lokal baru-baru ini mengungkapkan kenaikan upah minimum bagi pabrik garmen lantaran kekurangan buruh. Seluruh pabrik telah pindah dari China dan Vietnam ke Kamboja, dan tak cukup buruh di negara itu. Departemen sosial mendesak kenaikan upah tapi minta serikat buruh menyepakati jumlahnya –dengan mengusulkan upah antara 93 dolar hingga 150 dolar per bulan. Translated by Fahri Salam Edited by Budi Setiyono Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS AsiaPasifik


Pengurus Desa Tak Transparan Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PERSOALAN sengketa lahan yang terjadi di wilayah Kancing 2 sebenarnya tak akan terjadi bilamana komunikasi antara masyarakat dan PT Rafi Kamajaya Abadi berjalan lancar. Selama ini, ada miss komunikasi kedua belah pihak yang diakibatkan oleh tidak transparannya pengurus desa yang seharusnya berperan sebagai Malin Foto Eko Susilo/Borneo Tribune mediator antara warga Kancing 2 dan PT Rafi. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPRD Melawi, Malin yang juga merupakan legislator asal wilayah Belimbing. “Seharusnya persoalan ini tak akan berbelit-belit karena sebenarnya sejak lama masyarakat setempat sudah menginginkan adanya perusahaan berinvestasi di wilayah mereka. Warga Kancing 2 juga tidak menolak bermitra dengan PT Rafi, bahkan setahun lalu mereka juga yang menginginkan adanya investor masuk ke tempat mereka,” katanya saat menghubungi Borneo Tribune, kemarin. Malin mengungkapkan keberadaan perusahaan dinilai oleh masyarakat bisa memberikan keuntungan bagi mereka, mulai dari keberadaan infrastruktur yang lebih baik seperti jalan serta bisa membuka lapangan pekerjaan. “Hanya mediatornya yaitu para pengurus desa ini yang tidak jalan. Sehingga masyarakat yang sebenarnya menunggu masuknya investor malah tidak mendapatkan kejelasan terkait dengan bagaimana prosedur, perjanjian kerjasama serta kesepakatan dari perusahaan karena kekurangtransparan para pengurus tersebut,” ucapnya. PT Rafi dalam pertemuan dengan masyarakat yang dilakukan pada November tahun lalu sebenarnya juga sudah menyepakati 13 usulan warga Kancing 2 yang disampaikan dalam pertemuan itu. Hanya tidak ada tindak lanjut dari kesepakatan yang diusulkan ke perusahaan hingga hari ini. “Padahal masyarakat tentunya menunggu pihak perusahaan bagaimana proses bermitra antara warga dengan perusahaan. Apa yang akan diberikan oleh PT Rafi bila nantinya mereka mendapatkan lahan. Apa yang akan didapat oleh masyarakat,” terang Malin. Legislator PDI Perjuangan ini pun menjelaskan bahwa sebenarnya hanya titik terang dari perusahaan yang ingin diharapkan oleh masyarakat. Mulai dari kesepakatan perusahaan untuk membangun infrastruktur di desa Sepan Tonak, khususnya di wilayah Kancing 2, serta soal perjanjian pembagian lahan untuk masyarakat. “Selama ini kesepakatan belum ada namun tiba-tiba saja ada aktivitas penebangan kayu dilahan masyarakat. Makanya masyarakat tentu jadi marah karena kesepakatan belum ada, perusahaan sudah beraktivitas,” katanya. Malin juga mengungkapkan akibat ketidakjelasan pengurus desa dan mediator antara warga dan perusahaan menyebabkan apa yang seharusnya disampaikan perusahaan kepada warga terkait hak dan kewajiban mereka tak sampai kepada warga Kancing 2. “Mulai dari soal kompensasi lahan, serta kompensasi kayu mengingat lahan di wilayah Kancing 2 menyimpan potensi ribuan kubik kayu. Hal ini tak pernah diketahui warga, karena pengurus desa tak pernah menyampaikan ke mereka. Pas masyarakat mendatangi perusahaan yang beraktivitas di lahan barulah semua itu terbuka,” ucapnya. Ia berharap nantinya perusahaan, pihak ketiga yang melakukan penebangan kayu (PT CMP) dan masyarakat bisa kembali duduk satu meja untuk menentukan kesepakatan. Masyarakat juga menuntut agar pengusur atau mediator dapat diganti karena selama ini mereka tidak serius memperjuangkan masyarakat. “Persoalan ini dibicarakan bersama kembali dan 13 kesepakatan yang dituntutkan oleh masyarakat yang sebenarnya sudah disanggupi perusahaan juga ditindaklanjuti. Sekarang yang terpenting adalah transparansi terutama terkait dengan pembagian lahan dan diperjelas apa saja hak dan kewajiban perusahaan serta apa hak dan kewajiban masyarakat nantinya,” harapannya. Sementara itu, salah satu perwakilan masyarakat Kancing 2, Kentong mengungkapkan terkait dengan uang kompensasi lahan oleh PT Rafi kepada masyarakat Kancing 2 juga sudah ditolak masyarakat karena ada perbedaan jumlah luas lahan yang disampaikan kepala dusun dengan pihak perusahaan. “Ada selisih 17,69 hektar. Kadus juga kurang terbuka dengan masyarakat. Kami menginginkan transparansi baik dari pengurus desa maupun perusahaan yang akan beraktivitas. Kalau memang dari awal komunikasi yang dilakukan baik, maka tidak akan sampai seperti ini,” ungkapnya. †

Wanita Lajang Ditemukan Tewas di Penginapan Polisi : Tak Ada Tanda-Tanda Kekerasan Wakapolres Melawi bersama Kasat Reskrim melihat langsung mayat wanita yang ditemukan di Penginapan Kasuari. FOTO: Eko Susilo/ Borneo Tribune

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh SUSIANA Maulana Ningsih, wanita muda berusia 27 tahun ditemukan tewas di dalam kamar penginapan Kasuari, Nanga Pinoh. Mayat wanita tersebut pertama

kali ditemukan resepsionis penginapan pada Kamis (31/ 1) sekitar pukul 16.30. Penemuan mayat ini pun sempat menghebohkan masyarakat di sekitar penginapan sehingga menyebabkan banyaknya warga yang berkumpul di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

sapi beku untuk keperluan industri dan hotel restoran dan katering (horeka),” kata dia, di Jakarta, Jumat 1 Februari 2013. Syukur menjelaskan, alokasi untuk impor daging sapi kebutuhan industri sebesar 19.400 ton dalam bentuk jenis daging CL65 (kandungan daging 65 persen) dan CL85 (kandungan daging 85 persen). Sedangkan kuota daging untuk horeka, tercatat sebanyak 12.600 ton. ”Untuk industri pengolahan, mereka (Indoguna) mendapatkan kuota sebanyak 15 persen atau

Hingga berita ini dibuat, belum diketahui apa penyebab Susiana meninggal di kamar penginapannya. Dari hasil visum yang dilakukan oleh RSUD Melawi, juga tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau overdosis penggunaan obat tertentu. “Korban ditemukan dalam

kondisi baik, berpakaian lengkap dan tak ada tanda kekerasan. Bahkan tak ada obat-obatan di dalam kamar tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Joko Sulistiono yang ditemui Jumat kemarin. Susiana sendiri diperkirakan, Susiana belum lama meninggal saat pertama kali ditemukan oleh resepsionis. Dari keterangan resepsionis kepada polisi, kamar 203 yang menjadi tempat ditemukannya Susiana sudah di check out oleh pemiliknya. Namun, Susiana merencanakan akan memperpanjang sewa kamar penginapan. “Saat jam 14.00, resepsionis mengecek ke kamar yang bersangkutan dan bertanya kepada Susiana apakah akan memperpanjang kamar, dan ia menjawab disuruh tunggu hingga pukul 16.00. Saat itu kondisi korban masih hidup,” terang Joko. Kemudian, resepsionis yang dirahasiakan namanya tersebut juga kembali me-

ngecek kamar 203. Dan saat itulah ia melihat kondisi Susiana yang sudah tak lagi bernyawa. Mengetahui hal itu, penginapan kemudian berinisiatif untuk melaporkan hal tersebut kepada aparat kepolisian. “Ditemukan dalam keadaan terlentang. Kita belum temukan hal-hal yang mencurigakan dari dalam kamarnya. Yang ada di kamar juga hanya ada barang-barang korban, seperti pakaian, tas dan dompet,” jelas Joko. Satreskrim Polres Melawi sendiri masih akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dengan memanggil sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga. Yang baru dipanggil hingga Jumat kemarin adalah dari pihak penginapan Kasuari. “Kita akan tanya kepada keluarganya, apakah mungkin ia menderita penyakit tertentu. Nantinya juga sejumlah saksi yang mengenal dekat korban juga akan kita periksa,” pungkasnya. †

Anggaran PNPM Melawi Meningkat Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh ALOKASI dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan untuk Melawi 2013 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Alokasi PNPM tahun ini sebesar Rp 17.350 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 15.050 miliar. Kabid BPMPDKBP Melawi, Sukardi, mengatakan anggaran dana PNPM-MD untuk Melawi pada 2013 ini mengalami sedikit pening-

katan. Yakni untuk tahun 2013 ini alokasi dana PNPM dari dana APBN sebesar Rp 15.755 miliar, dan APBD sebesar Rp 1,595 miliar. Total Rp 17.350 miliar. Sedangkan pada tahun 2012, alokasi dana dari APBN sebesar Rp 13,545 miliar dan dari APBD sebesar Rp 1.505 miliar. Sementara alokasi dana PNPM untuk tiap kecamatan 2013 ini, untuk Kecamatan Belimbing sebesar Rp 1,1 miliar, Belimbing Hulu sebesar Rp 800 juta, Ella Hilir sebesar Rp 3,1 miliar, Menukung sebesar Rp 3,2 miliar, Nanga Pinoh sebesar Rp

1 miliar, Pinoh Selatan sebesar Rp 800 juta, Pinoh Utara sebesar Rp 3,1 miliar, Sayan sebesar Rp 900 juta, Sokan sebesar Rp 1,2 miliar, Tanah Pinoh sebesar Rp 1,1 miliar dan Tanah Pinoh Barat sebesar Rp 1,050 miliar. “Dari dana yang dialokasikan tiap kecamatan tersebut, 25 persen untuk kegiatan non fisik yakni untuk simpan pinjam perempuan, sedangkan 75persen untuk kegiatan fisik. Dana yang dialokasikan untuk setiap kegiatan maksimal Rp 350 juta,” terangnya.

Dijelaskan, penentuan kegiatan PNPM pada tahun 2013 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya pada tahun sebelumnya ditentukan berdasarkan ranking. Sementara pada tahun ini berdasarkan hasil proses integrasi di desa yang mengacu kepada Rencana Program Jangka Menengak Desa yang dibahas melalui Musrenbang desa. “Usulan prioritas pembangunan dari hasil Musrenbang tingkat desa tersebut nantinya dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan. Dimusrenbang tingkat keca-

matan semua usulan dari desa disatukan disana,” jelasnya. Dari hasil Musrenbang tingkat kecamatan, PNPM akan melihat prioritas mana yang kegiatan bisa didanai menggunakan dana PNPM dan kegiatan mana yang tidak bisa didanai PNPM. “Kalau kegiatan yang bisa didanai PNPM, kegiatan tersebut akan dilaksanakan oleh PNPM. Sementara kegiatan yang tidak bisa menggunakan dana PNPM tentu bisa menggunakan dana lain seperti dari APBD,” pungkasnya. †

Longsor di Agam, Korban Tewas ke-19 Ditemukan Satu lagi satu korban longsor di Kampung Dadok, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera barat, ditemukan tim SAR, Jumat sore, 1 Febuari 2013. Dengan penemuan ini, korban tewas akibat longsor di kawasan itu menjadi 19 orang. Disampaikan Heriyanto, relawan dari Sekber Pencinta Alam Sumbar, korban adalah seorang perempuan dan teridentifikasi bernama Nursidah (40). Lokasi korban ditemukan tak jauh dari penemuan mayat keluarganya. “Jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.05 WIB,” katanya. Dengan ditemukanya Nursida, tim SAR memperkirakan masih ada satu korban lagi yang tertimbun material longsor yang terjadi pada Minggu dinihari, 27 Januari 2013.

Longsor juga mengakibatkan 12 unit rumah rusak dan melukai sembilan orang lainnya. Setelah hari keenam kejadian longsor, aktivitas

Indoguna Dapat Jatah Impor 3.447 Ton Daging Sapi KEMENTERIAN Pertanian menyatakan PT Indoguna Utama hanya mendapatkan jatah impor sekitar 3.447 ton dari total kuota impor daging sapi industri 2013 sebesar 80 ribu ton. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, menjelaskan bahwa pada tahun ini total impor daging adalah sebesar 80 ribu ton. “Itu terdiri dari 48 ribu ton sapi Bakalan dan 32 ribu ton daging

9

2.995 ton dan kuota tiga persen atau 452 ton untuk hotel, restoran, dan katering. Jadi, total semua mencapai 3.447 ton,” ujarnya. Ia menambahkan, selain Indoguna Utama, ada 67 perusahaan lainnya yang mendapatkan jatah kuota daging sapi impor untuk memenuhi kekurangan pasokan daging sapi lokal yang ada di dalam negeri. Seluruh perusahaan importir daging sapi telah terdaftar sebagai importir terdaftar (IT) di Kementerian Perdagangan. Mekanisme pemberian kuota pun ditentukan

warga di Kampung Dadok, sudah mulai normal. Kebanyakan korban masih menunggu relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah. Dengan cara kerja

bakti, warga membuat tempat berlindung dari bekas bangunan rumah mereka yang rusak. Warga berharap bantuan untuk perbaikan rumah

cepat datang, karena akses jalan sudah terbuka sejak kemarin. Sementara jaringan listrik juga sudah mulai diaktifkan. (VIVanews) †

FOTO. Int

Warga Kancing 2 Siap Bermitra

Borneo T Tribune

dengan beberapa kriteria yang ditetapkan pemerintah dan diketahui semua importir. ”Penilaian berapa mereka mendapatkan kuota ditentukan kriteria, seperti kapasitas gudang, kinerja impor tahun lalu, pengalaman melakukan importasi daging, penyerapan sapi lokal, ketersediaan alat angkut khusus sapi, dan apakah mereka memiliki kontrak dengan horeka dan industri,” tutur Syukur. (VIVanews) †

Polisi Tangkap Pelaku Judi Online Rp4 Miliar DIREKTORAT Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menangkap pelaku judi melalui media online. Penangkapan berlangsung di perumahan Puri Indah Kembangan, Jakarta Barat. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Agus Rianto, mengatakan dalam kasus ini polisi menetapkan seorang tersangka berinisial Ken, 29 tahun. “Kegiatan ini sudah beroperasi sejak 2011 lalu,” kata Agus di

Jakarta, Jumat 1 Februari 2013. Agus menuturkan jenis judi yang dilakukan tersang-

Kegiatan ini sudah beroperasi sejak 2011 lalu

Sabtu, 2 Februari 2013

Sintang-Melawi

ka adalah judi mickey mouse, bola tangkas, dengan menggunakan fasilitas internet.

“Omset perminggu Rp3 miliar sampai dengan Rp4 miliar,” ujarnya. Barang bukti yang disita antara lain komputer jinjing, modem, buku bank, buku catatan rekap, telepon genggam dan lainnya. Atas perbuatan tersebut, penyidik telah menahan dan menjerat tersangka dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, dengan denda Rp25 juta. (VIVanews) †


Sabtu, 2 Februari 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Bupati : Tuntaskan Batas Desa dan Lakukan Pemetaan

Sejumlah ruas jalan menuju daerah perbatasan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu sudah di aspal terutama dari Kota Putussibau menuju Kecamatan Badau. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

PERSOALAN batas desa bahkan batas suatu wilayah di daerah kerap kali menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Apalagi saat ini tengah maraknya sejumlah investor masuk. Untuk di Kapuas Hulu sendiri masih banyak desa dan kecamatan yang belum menuntaskan batas wilayahnya. Hal tersebut menjadi sorotan dari Abang Muhammad Nasir selaku Bupati Kapuas Hulu. Saya tekankan para Kepala Desa dan para Camat untuk segera menuntaskan batas desa dan kecamatannya, sehingga program pembangunan yang masuk dapat berjalan lancar,” kata Nasir saat melantik sejumlah Kepala Desa di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu, belum lama ini. Menurut Nasir, roda pembangunan dan sejumlah program pemerintah akan

Tuntaskan Jalan Puring Kencana Telan Dana Rp 4 Milyar Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Ana Mariana FOTO Timotius/Borneo Tribune

PEMBANGUNAN jalan menuju Kecamatan Puring Kencana di daerah perbatasan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu diperkirakan tahun 2013 ini akan tuntas. Jalan yang bersatatus jalan kabupaten tersebut mendapat dana dari Dana Alokasi

Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 4 milyar. “Memang Jalan Puring Kencana tersebut berstatus jalan kabupaten, namun jika mengandalkan dana dari APBD kita, kapan jalan tersebut bisa tuntas. Karena dana kita terbatas, untungnya ada kuncuran DAK untuk perbatasan dari Pemerintah Pusat. Sehingga menurut saya, tahun ini jalan Puring Kecana tersebut bisa tuntas,” kata Ana Mariana Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kapuas Hulu, Jum’at (1/2). Meskipun tahun sebelumnya ditangani melalui Dinas Bina Marga, namun untuk tahun ini DAK perbatasan untuk Jalan Puring Kencana tersebut ditangani oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu. “Jadi karena sudah ada DAK perbatasan tersebut, kami tidak

menganggarkannya pada tahun ini, karena tidak mungkin kan tumpang tindih,” cetusnya. Menurut Ana, jalan yang masih rusak itu sekitar 4 kilometer yaitu dari Sungai Antuk menuju ke Langau yang merupakan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sintang. Rata-rata ruas jalan menuju Jalan Puring Kencana sudah ditangani tahun sebelumnya dari 56 kilometer lebih, sekitar 4 kilometer lagi yang mengalami rusak cukup serius. “Saya minta masyarakat bersabarlah, sebenarnya kami ingin tangani melalui UPJJ. Karena sudah teranggarkan melalui dana APBN yiatu DAK perbatasan sehingga kami pun tidak mungkin menanganinya lagi. Meskipun jalan tersebut jalan kabupaten tetapi karena berada di perbatasan jelas boleh melalui dana APBN yaitu DAK perbatasan, dan kita juga merasa terbantu,” tutur Ana.

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Bahkan rencananya, tahun ini Dinas Bina Marga dan Pengairan akan memperhatikan sejumlah jembatan di daerah Puring Kencana. Beberapa jembatan tersebut akan dibangun menggunakan bally, yaitu jembatan berpondasi atau rangka besi.

“Nah untuk sejumlah jembatan tahun ini memang kita yang menangani, sebab selain jalan. Masih ada sejumlah anak sungai yang perlu dibangun jembatan, yang jelas jalan menuju Kecamatan Puring Kencana ini tahun ini tuntas,” tandasnya. †

Jangan sampai terjadi konflik dimasyarakat hanya karena batas desa, segera tuntaskan dan lakukan pemetaan, ini tugas para Kades dan Camat

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

berjalan baik apabila persoalan ditingkat desa juga bisa segera dituntaskan, salah satunya yaitu masalah batas desa. Apalagi untuk Desa yang baru dimekarkan. “Jangan sampai terjadi konflik dimasyarakat hanya karena batas desa, segera tuntaskan dan lakukan pemetaan, ini tugas para Kades dan Camat,” tegasnya. Oleh karenanya, Nasir berpesan agar para Kepala Desa benar-benar serius dalam menjalankan tugasnya. Sebagai pemimpin di desa Kades mesti memiliki etika dan wibawa baik itu untuk koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan maupun dengan Pemerintah di Kabupaten. “Jangan terlena dengan suatu jabatan, namun laksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, selesaikan segera batas desa kemudian lakukan pemetaan. Sehingga tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari, sehingga program pembangunan dan roda pembangunan pun juga akan berjalan dengan lancar,” tandasnya. †

Alexander: Promosikan Wisata dan Budaya Hingga Keluar Negeri Timotius Borneo Tribune, Putussibau KOMITMEN Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengembangkan potensi wisata dan seni budaya tidak main-main. Selain menggelar sejumlah event-event besar promosi potensi wisata dan budaya akan dilaksanakan baik itu di dalam negeri hingga ke luar negeri. Salah satunya akan dilaksanakan promosi pada kegiatan Sosekmalindo di Kuching, Malaysia dalam waktu dekat ini. Kepala Disbudpar Kabupaten Kapuas Hulu Alexander Rombonang mengatakan bahwa selain promosi yang akan terus dilakukan, pihaknya juga akan melakukan pembinaan untuk pengembangan seni dan budaya.

Alexander Rombonang FOTO Timotius/Borneo Tribune

“Tahun ini kita fokuskan promosi dan pembinaan, dan saya rasa dalam promosi kita juga sangat perlu mengangkat seni budaya yang kita miliki. Rencananya akan kita promosikan potensi wisata alam dan seni budaya kita ini di Sosekmalindo April atau Juni mendatang. Kita akan promosikan objek wisata Rumah Betang,” ucap Rombonang, di ruang kerja-

nya, Jum’at (1/2). Ada pula, Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) di Pontianak, Disbudpar Kapuas Hulu juga akan mengikuti petunjukan seni di Taman Mini Indonesia. Nanti promosi di sana, bersama provinsi lain dari Kalimantan secara bergantian menjadi tuan rumah dalam pameran tersebut. Agenda lain, tanggal 27 s/ d 30 April 2013 ini juga akan mengikuti Pekan Budaya Dayak di Jakarta yang akan dibuka langsung oleh Presiden. “Jadi selain kita berupaya terus mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata dan seni budaya kita. Kami juga terus melengkapi diri baik itu saranan dan prasarana baik itu untuk wisata alam maupun seni budaya terutama dalam pengembangan seni budaya. Sehingga kita tetap komitmen dalam mengembangkan potensi yang kita miliki,” tegasnya. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Sabtu, 2 Februari 2013

PLN Kekurangan Pasokan BBM hasil konfirmasi PLN dengan pihak pertamina terakhir, ini. Diperkirakanÿ sekitar tanggal 4 February BBM sudah dimuat ke PLN. “Paling lambat itu tanggal 4 February pasokan BBM untuk PLN sudah dapat dari pihak pertamina,” katanya. Ia pun menambahkan, untuk mesin PLN yang membutuhkan bahan bakar minya itu, Mesin bahan bakar MFO, dan ini bahan bakarnya kita ambil dari Pertamina sekitar 62 persen, sebanyak 400 KL/hari. Sedangkan HSD beli BBM ke PT AKR sekitar 38 persen, sebanyakÿ300 KL/hari. “Kita beli BBM ini ke PJ AKR Karena Pertamina sendiri membatasi BBM-nya. Hingga kita harus membeli

BBM ke PT AKR,” terangnya. Lanjut ia mengatakan, bahwa keterlambatan BBM untuk pasokan PLN Kalbar itu dikarenakan oleh cuaca. “Kalau yang saya tahu dari informasi pihak Pertamina. Karena cuaca dilaut tidak mendukung. Hingga harus di tunda, kata sih tanggal 4 February, pasokan BBM sudah masuk,” ungkapnya. Menurutnya, untuk cadangan BBM kita masih cukup. Dan itu pun hanya bisa bertahan hingga lima hari. Sementara tinggal 2 hari lagi. “Mudah-mudahan BBM tanggal 4 sudah ada. Kalau untuk sementara cukup. Tetapi terpaksa kita rem, dengan mematikan secara bergilir,” jelasnya. Saat disinggung mengenai

Narkoba Jenis Baru Beredar di Pontianak yang dipioritaskan untuk dimatikan lampunya apakah lampu di rumah tangga dan perusahaan atau perlemen, lanjut dia mengatakan, yang Pastinya kalau siang kita matikan rumah tangga. Sedangkan malam baru hotel, kantor, dan usaha lainnya. Karena mereka itu pasti ada mesin genset sendiri. “Dalam satu hariÿ hanya selama 1 jam sudah hidup kembali. Kalau lewat dari pada itu, berarti ada masalah baik trapo, mesin, dan jaringan putus,” katanya. Ia pun menyatakan, dengan tegas bahwa taliÿ tali kawat layang-layang sangat mengangu sekali bagi PLN. Karena akibatnya jaringanjaringan kita sering menga-

lami kerusakan. “Sangat menggangu, beberapa hari ini salah satu penyebab utama lampu padam, lebih dari satu jam karena tali kawat layang-layang,” tuturnya. Ia mengatakan, untuk penangganan dari layanglayang tersebut, pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa pihak terkait dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat yang suka bermain layangan di area jaringan listrik. “Kita sangat berharap, kepada pemerintah untuk membuat Perda layangan. Karena kalau kita lihat masyarakat kita belum sadar terhadap layangan. Pada hal akibat dari tali kawat layangan tersebut, merugikan semua pihak,” harapnya.

Kompol Boy Samola Jabat Wakapolres Sanggau langsung oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi, Jumat (1/2). Sebelumnya Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Boy Samola S.Ik kini digantikan oleh Kompol Ichsan, dan Kasat Sabhara Polresta Pontianak Kompol Ichsan digantikan oleh Kompol Ongki S. Gunawan, Kapolsek Sungai Raya, AKP Jajang digantikan oleh AKP Sugiono, Kapolsek Timur AKP Haryanto digantikan AKP A. Rachman. Dalam serah terima jabatan ini, sejumlah pejabat yang digantikan mendapat jabatan Promosi, dimana Kompol Icshan sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara kini menjabat sebagai Kasat Lantas, dan sebelumnya Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Boy Samola kini beliau mendapat jabatan promosi sebagai Wakapolres Sanggau. Menurut Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi, peragntian pejabat di Polresta Pontianak kali ini, merupakan suatu hal yang biasa, lantaran pergantian pejabat Polri merupakan suatu Refresh atau penyegaran di Polresta Pontianak, jadi tidak ada satu

pun pejabat yang dipindahkan karena kejelekan selama bertugas. “Kompol Boy Samola Kasat Lantas kita yang lama, kini menjabat sebagai Wakapolres Sanggau, sedangkan yang menggantikannya adalah Kasat Sabhara yang lama, yakni Kompol Ichsan, sedangkan yang menggantikan Kompol Ichsan adalah Kompol Ongki. Kemudian diikut dua Kapolsek yang juga diganti, yakni Kapolsek Timur dan Sungai Raya,” ungkap Kapolresta Pontianak. Kapolresta Pontianak juga menambahkan bahwa ada satu perwira yang akan menjabat sebagai Wakasat Reskrim yang baru, yakni AKP Mulia Kuswicaksono S.Ik, lantaran Wakasat Reskrim yang lama menjabat sebagai Kapolsek Sungai Raya, yakni menggantikan AKP Jajang. “AKP Mulia Kuswicaksono sebelumnya merupakan Kasat Narkoba Polres Singkawang, dan kini menjabat sebagai Wakasat Reskrim Polresta Pontianak mendampingi Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno S.Ik di Sat Reskrim,” katanya. Lebih jauh lagi Kapolresta

Pontianak mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama atas pengabdian selama ini di Polresta Pontianak dan mengucapkan selamat datang kepada pejabat baru, dan diharapkan kepada pejabat yang baru pula, untuk bertugas dengan baik dan melayani masyarakat Pontianak dengan baik dalam menjaga Kamtibmas di Kota Pontianak. Sementara itu Kompol Boy Samola S.Ik, dirinya mengatakan bahwa Ia kini telah menjabat sebagai Wakapolres Sanggau, dan Ia juga mengatakan, dirinya bukanlah pejabat yang baru di Sanggau, lantaran sebelumnya Ia sudah menjabat di Sanggau sebagai Kasat Lantas, dan kini Ia mengabdikan dirinya lagi untuk warga Sanggau. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Pontianak, dan diharapkan kedepannya masyarakat Kota Pontianak lebih baik lagi dalam mentaati peraturan lalu lintas. Terutama dalam kelengkapan surat dan kelengkapan saat mengendarai, kemudian di Sanggau nanti saya berharap masyarakat Sanggau dapat bekerja sama dengan Polres Sanggau dalam

menjaga Kamtibmas” ujar Boy Samola. Sedangkan mantan Kasat Narkoba Polres Singkawang AKP Mulia Kuswicaksono yang kini mejabat sebagai Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, dirinya mengatakan bahwa Ia sebagai Wakasat Reskrim baru di Polresta Pontianak meminta kepada masyarakat Kota Pontianak untuk saling bahu membahu dengan kepolisian dalam menjaga Kamtibmas. “ Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian merupakan suatu langkah untuk menekan serta mengungkap suatu tindak kejahatan, jadi keterlibatan masyarakat dalam kinerja Polri saat menjalan tugas sangat dibutuhkan, karena tanpa masyarakat kami sebagai insane Polri tidak akan bisa,” pungkas AKP Mulia Kuswicaksono. Selain itu Kuswicaksono juga mengatakan bahwa Ia sebelumnya juga pernah bertugas di Polresta Pontianak yakni pada tahun 2009, namun saat itu Jabatannya adalah Kanit Reskrim dengan Pangkat Iptu dan kini kembali lagi ke Polresta Pontianak menjadi Wakasat Reskrim.

OSO Calonkan Cornelis Mendagri dengan sikap mendukung sepenuhnya program pembangunan di mana dipimpin oleh Gubernur terpilih Drs Cornelis, MH,” ungkap Chairil yang disambut tepuk tangan meriah lebih dari 200 hadirin. Tampak hadir Ny Frederika Cornelis, Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM, Kadis Pertanian Ir H Hazairin, MS, Kadis Peternakan Ir H Manaf, Dirut Bank Kalbar Drs H Sudirman HMY, MM, asisten setda Lensus Kandri, Kartius dan tokoh masyarakat Melayu. Chairil juga menyanjung kesediaan hadir tokoh nasional kelahiran Kalbar Oesman Sapta. “Beliau ini tidak diragukan lagi kapasitasnya karena Wakil Ketua MPR RI periode lalu sehingga pikiran-pikirannya mencakup nasional dan internasional.” Tepuk tangan meriah kembali memenuhi ruangan Balairung Sari. Acara didahului dengan doa, dan setelah sambutan Ketua Umum MABM Chairil dilanjutkan dengan “pencerahan” yang disampaikan oleh Oesman Sapta. “Beliau ini bukan sekedar tokoh, tetapi tokoh yang semua hurufnya besar!” Demi mendengarkan pujian Chairil seperti ini tepuk tangan pun membahana dan disambut senyum khas pria kelahiran Sukadana yang akrab disapa OSO. OSO singkatan dari Oesman Sapta Odang. OSO tampil dengan gaya-

nya yang khas, ceplas-ceplos, polos, dan kini cenderung relijius. Bahkan ketika dia mengungkapkan persaudaraan antara suku walaupun berbeda agama di masa Nabi Muhammad di Madinah, matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar, dan nyaris saja air matanya bergulir. “Bahwa kita semua ini bersaudara. Ini bukan kata saya, tapi kata Quran,” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah hadirin. “Di Kalbar ini kita sudah tidak melihat suku, etnis dan agama lagi. Kita membangun secara bersama-sama. Setuju tidak?” retorikanya. Pertanyaan ini disambut dengan koor, “Setujuuu...!” OSO menceritakan bahwa masa lalu ayahnya sudah disungkup Jepang. Kakeknya Demang Achmad asal Sumbar “disembelih” Jepang di depan sekolah putri (Suster) sehingga terkubur di Mandor. Sedangkan ayahnya, “Pak Boceng” diselamatkan Panglima Burung. Untuk itulah OSO bersumpah bahwa dia akan menjaga persahabatan dengan masyarakat Dayak. “Sampai kapan pun Melayu dan Dayak tidak boleh berkelahi,” ungkapnya. Kita semua bersaudara. Kita harus bersatu untuk maju. Di mata OSO, Cornelis adalah sahabatnya sejak kecil di Sukadana-Ketapang. Persahabatan itu terjalin sejak usia kanak-kanak sekira 8 tahun sampai masa kini. “Pak

Cornelis sudah berproses. Dia didengarkan anggota kabinet hingga presiden karena pikiran dan pembelaannya kepada daerah Nusantara sangat keras dan cerdas. Beliau calon Menteri Dalam Negeri,” imbuhnya. OSO mengurai pentingnya strategi. Bahwa Cornelis setelah menjabat dua periode sebagai gubernur tidak akan mungkin mencalonkan diri lagi sehingga generasi muda bisa menyusun strategi. Sedangkan Gubernur Cornelis bisa menyusun strategi yang lebih tinggi, yakni menjadi Mendagri. Untuk pernyataan keras OSO ini lagilagi tepuk tangan mengembang. Sementara Cornelis di meja VIP tampak mengulum senyum. Tiba giliran Sang Orator berpidato, Gubernur Cornelis tampak anggun. Pidatonya tidak meledak-ledak. Dengan tenang dan datar dia menyanjung MABM dan OSO. Dia menyampaikan bahwa OSO sudah bukan level nasional, tapi internasional. Pengalamannya sudah sangat luas sehingga dia kerap mendapatkan nasehat. Misalnya jangan begini dan begitu. “Jangan tambah istri, nanti seperti Aceng,” ungkapnya disambut gelak tawa hadirin. Cornelis juga dengan santai menyebut OSO dengan Man Boceng. Man Boceng adalah panggilan OSO masa kecil hingga masa nakal-nakalnya di Pasar Tjiplak.

Cornelis di dalam orasinya tidak menyinggung usulan dirinya dari OSO untuk menjadi Mendagri, namun dia minta dukungan agar bisa membangun daerah secara tepat, cepat, dan profesional. Dia ingin bekerja sebagai Bapak Kalbar yang tidak lepas dari sekat etnis dan agama, melainkan dia menjalankan sumpah jabatan, menjalankan UUD dan program pemerintah. Kata Cornelis yang berbaju jas lengkap dengan dasi merah, jika mau jujur, sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam lima tahun terakhir ini. Baik perbatasan, infrastruktur, ekonomi, politik, keamanan, sampai investasi. Cornelis menyebut setelah periode keduanya, siapa saja boleh naik sebagai calon. “Jawa ya monggo, Bugis monggo, China monggo, siapa saja ya monggo asalkan memenuhi syarat-syaratnya,” ungkapnya disambut tepuk tangan sangat meriah. Di sela pidato Gubernur yang bernas, hadirin berbisik, “Ternyata Cornelis yang Dayak, bisa lebih Jawa dari orang Jawa ya...” Yang jelas di Balairung Sari 150-an hadirin menikmati orasi-orasi tokoh besar kenegarawanan. Semoga ke depan, dengan keberhasilan pembangunan Kalbar yang pluralis dan harmonis terus melahirkan tokoh-tokoh besar. Tokoh-tokoh negarawan. *

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK KB 5406 KS NR: MH1JB9129CK927505 NM: JB91E-2917504 A/N ACUAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 3834 KH NR: MH1JBC12XBK275182 NM: JBC1E-2262635 A/N ALI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN

KEHILANGAN BPKB, KB 5169 KE NK: MH328DO028K224383 NS: 28D-225340 AN: MAULUDIN Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi.

Mjd

STNK KB 2768 KE NR: MH1HB71148K498520 NM: HB71E-1494064 A/N LUSIA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

11

STNK KB 5243 KF NR: MH1JBC110AK531190 NM: JBC1E-1526742 A/N NORIMAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 5368 KD NR: MH34D70028J885418 NM: 4D7885446 A/N SOFIA H. Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 2945 KJ NR: MH1JBE111BK207839 NM: JBE1E-1211797 A/N BERBANAS ADUNG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 2565 KC NR: MH1HB31146K595013 NM: HB31E-1584088 A/N K. KUTIS, S.Pd Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

taran tidak ada narkoba berbentuk tersebut. Namun kebingungannya tersebut juga sama dialami oleh BPPOM Kota Pontianak, lantaran BPPOM belum pernah melihat narkoba jenis tersebut. “Ketika BPPOM melakukan uji laboratorium, ternyata kapsul tersebut merupakan Narkoba, yakni mengandung MDMA dimana reaksi pengonsumsi kapsul tersebut sama dengan reaksi apabila orang mengonsumsi ekstasi, kemudian kita pun memproses hukum tersangka tersebut,” katanya. Lanjut AKP Dhani, pihaknya berhasil mengamankan Narkoba jenis baru terse-

but, yakni sebanyak 43 Butir Kapsul yang mengandung MDMA, dimana Tersangka atas nama Ulin mendapatkan Narkoba jenis baru ini dari salah satu Bandar Narkoba di wilayah Kecamatan Pontianak Timur. “Modus pelaku dalam membentuk Narkoba jenis baru ini, yakni dengan cara membeli Kapsul kosong di apotek-apotek yang terdapat di Kota Pontianak, kemudian Zat yang mengandung MDMA berbentuk jelly tersebut dimasukan ke dalam Kapsul tersebut kemudian diedarkan,” ujar Kasat Narkoba. Dikatakan Kasat, di Kota Pontianak ini baru pertama

kali ditemukan Narkoba bentuk seperti itu, dan sampai saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait peredaran Narkoba baru tersebut. “Kita mengimbau kepada masyarakat untuk berhati hati dan waspada dari peredaran narkoba jenisÿ baru tersebut, karena bentuk narkoba ini seperti Kapsul obat biasa namun di dalamnya berisikan narkoba, dan jika masyarakat ada menemukan Narkoba jenis baru ini, mohon diinformasikan kepada Polresta Pontianak, karena pasti akan ditindak lanjuti,” Imbau Kasat Narkoba Polresta Pontianak AKP Dhani.

Semangat Menulis Lingkar Studi Budaya (LSB), Selasa (29/1/2013) malam. Saya mendengar komentar dari arah peserta. Tetapi tidak terlalu jelas. Ketika saya dipersilakan moderator diskusi malam itu, Dewi Juliastuty, tanpa basa basi, saya menunjukkan satu per satu buku itu. Saya mengangkatnya dan menyebutkan judulnya. Cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk itu, sebelum akhirnya saya menyampaikan ulasan dan pandangan tentang penulis dan karya mereka. Melagak. Mungkin iya, jika melihatnya dari kaca mata negatif. Tetapi, kalau melihat dari kacamata positif, tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat. Untuk mengingatkan bahwa kami sudah melakukan sesuatu, bagaimana dengan Anda. Ya, memang tujuan saya adalah ingin menunjukkan kepada peserta bukti munculnya gairah kepenulisan di kalangan warga Kalbar sekarang ini. Saya ingin memberitahukan bahwa warga Kalbar sedang bersemangat

dalam berkarya. Puluhan buku sudah lahir. Dan, dalam waktu dekat ini, juga puluhan lain akan menyusul. Saya sangat bersemangat menunjukkan hal itu. Bagaimanapun karya-karya yang kini lahir harus diberikan apresiasi: saya memiliki mulut untuk menyampaikan pujian. Maka, pujian itulah yang saya bisa sumbangkan. Saya juga berharap peserta diskusi, dan kini orang yang membaca tulisan ini, saya harapkan dalam memberikan apresiasi juga. Bagi yang bisanya hanya memberikan pujian, maka pujilah. Hargailah. Bagi yang bisa memberikan sumbangan dengan kebijakan, maka sumbangkanlah kebijakan itu untuk pengembangan budaya menulis. Bagi mereka yang bisa menyumbangkan materi dan fasilitas untuk kegiatan kepenulisan, maka sumbangkanlah materi dan fasilitas. Aneka sumbangan itu akan menyuburkan dan menumbuhkembangkan budaya menulis. Kalau budaya menulis berkembang, bu-

daya ilmu berkembang. Kalau ilmu berkembang peradaban akan berkembang. Masyarakat yang beradab akan menemukan jalan terbaik menuju kemakmuran. Bukankah kita semua ingin masyarakat beradab dan makmur? Kita tentu tidak ingin melihat yang sebaliknya. Karya-karya yang lahir dikritik dan dicarikan kelemahannya. Kritik, meskipun sebenarnya tujuannya baik: agar yang dikritik semakin maju, namun, sering kali menurut ahli pendidikan kritik itu membuat orang tidak percaya diri. Orang yang tidak percaya diri sulit mencapai kemajuan. Dalam contoh menulis, orang yang mengeritik karena karya orang lain tidak bagus, berarti dia mengabaikan proses dan latihan. Padahal, seharusnya dia menyadari bahwa semua keterampilan hanya bisa dicapai melalui proses. Tidak ada seorang pun serta merta memiliki keahlian menulis. Tidak ada orang yang tidak berlatih menulis, tulisannya ‘bagus’.

Golkar Tunggu Survey yang tinggi untuk disurvey sebagai kandidat calon walikota Pontianak yang akan diusung oleh parpol besutan Aburizal Bakrie ini dalam pesta akbar demokrasi Pilwako Pontianak 2013. “Sebagai pemenang kedua di Kota Pontianak, Partai Golkar tentunya ingin maju sebagai Walikota dan tidak sebagai wakil Walikota. Karena Golkar sebagai partai produsen kader,” tegas H. Gusti Hersan Aslirosa, kemarin. Mantan Ketua DPRD Kota Pontianak ini menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil survey

yang tengah dilakukan guna mencari figur yang mempunyai elektabilitas tinggi sehingga mempunyai kekuatan untuk bertarung pada Pilwako mendatang. “Kita tunggu saja hasilnya. Karena Insya Allah, survey Golkar tidak hanya 1 kali. Bahkan mungkin akan dilakukan survei 3 kali dalam rangka mencari figur yang betul-betul mempunyai elektabilitas yang kuat untuk bertarung pada Pilwako yang akan datang,” lugasnya. Hersan mencontohkan kader Partai Golkar yang berpotensi menjadi calon Walikota Pontianak.

Diantaranya, Zulkarnaen Siregar, SH (Anggota DPRD Provinsi Kalbar), Firman Muntaco, SH, MH (Bupati Melawi), Adang Gunawan, SE (Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar), Ir. H. Zulfadhli (DPR-RI), Toni Herianto (Mantan Sekda Kota Pontianak) serta Heri Mustamin (Anggota DPRD Kota Pontianak). Sementara figur eksternal yang dilirik oleh Partai Golkar. Diantaranya, Syarif Ismail Alkadrie (Asisten Sekda Pemkot), Edi Rusdi Kamtono, Asia Jaya, Harso dan lain sebagainya. (Andry/ Borneo Tribune)

Paryadi Hadiri Maulid Nabi di Pasar Lelong juga, Paryadi diberi kesempatan menyampaikan sambutan. Salah satu yang disampaikan Paryadi yakni perilaku Nabi sebagai pedagang yang jujur. Serta senantiasa ingat kepada Tuhannya setiap saat.

Usai acara, acara yang dibuntuti awak media tersebut mengatakan kepada wartawan soal rencana renovasi Pasar Tengah yang saat ini tengah digodok konsep bangunan dan anggarannya.

“Kalau melihat fisik bagian bawah, pasar sudah sangat aman dari banjir dan sudah cor. Tinggal memperbaiki atasnya. Nanti akan sama-sama dibicarakan bersama pedagang,” ujar Paryadi.

Kalbar Tuan Rumah Rakernas HIPMI diketuai oleh Arief Kamatresna beserta tim berhasil memperoleh suara terbanyak dalam dukungan pelaksanaan Rakernas HIPMI melalui Rapat bersama BPP HIPMI di kantor pusat HIPMI - Gedung Palma One, Kuningan, Jakarta, Jumat, (1/2) kemarin. Bersama timnya, Henray Nugroho, Muh. Rizal Edwin, M Rifal, Urgyen Rinchen Sim, Tri Utami S, Sisa Primashinta, Erman Morolu dan beberapa pengurus lain-

nya, mereka melakukan presentasi di depan lebih dari 50 pengurus BPP HIPMI. Dengan memaparkan berbagai alasan kesiapan Kalbar sebagai tuan rumah HIPMI. Hal yang paling utama adalah peluang usaha dan investasi yang besar akan terjadi di Kalimantan Barat. “Kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat Kalbar untuk menyambut lebih dari 1.000 peserta Rakernas HIPMI dari seluruh Indonesia akan semakin membuk-

tikan bahwa kita siap membantu percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakarat Kalbar dari berbagai sektor,” ujar Ketu Umum BPD HIPMI Kalbar, Arfi Kamatresna.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK KB 5373 KK NR: MH35D9204CJ651565 NM: 5D9-1651656 A/N ALEXANDER VIKNO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 4238 KB NR: MH1JB51166K484573 NM: JB51E-1480302 A/N FRANSISKA W. Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 4409 KS NR: MH335D004BJ032586 NM: 35D032619 A/N NURUL HUDA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 4590 KJ NR: MH350C001BK246651 NM: 50C-243594 A/N ARIF BUDIAWAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 4892 TG NR: MH328D40DBJ331662 NM: 28D3331519 A/N SUSANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 2923 TI NR: MH314D203BK324827 NM: 14D1324484 A/N TINI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

KEHILANGAN STNK KB 1062 K NR: KF40-043543 NM: 5K-0402336 A/N SUKIMAN NG. Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

HN


CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Meriahkan HUT Ke 56 Pemprov Kalbar Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 56 Pemerintah Provinsi Kalbar, Selasa (29/1) lalu, Komando Daerah Militer (Kodam) XII Tanjungpura ikut berpartisipasi dengan menggelar berbagai pertandingan dan perlombaan. Salah satunya perlombaan yang digelar adalah senam Poco-poco yang berlangsung di halaman Kantor Pemuda dan Olahraga Kalbar. Dari 23 peserta lomba, Kodam XII/Tpr menurunkan enam tim poco-poco yang terdiri dari 2 Tim khusus wanita dan 4 Tim campuran. Dua tim wanita tersebut adalah tim dari KOWAD, Denkav 2-BC, 2 Tim diwakili Persit Kartika Chandra Kirana, Yonif 643/ Wns dua Tim Persit Kartika Chandra Kirana. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalbar Hj Utin Kusumawaty mengatakan, kegiatan perlombaan pocopoco yang dilaksanakan ini

Sepekan menjelang perayaan Hari Imlek 2564, Jumat (1/2) Anggota dan Pengurus Pemadam Kebakaran (PMK) Mitra Bhakti di jalan Siam, Pontianak berbenah dengan membersihkan papan nama orgnisasi di sekretariatnya. Setelah pembersihan papan plank nama, pengurus berencana akan mendeko-

merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-56 Pemerintah Provinsi Kalbar. “Poco-poco adalah olah raga masyarakat, untuk itu mari kita sukseskan dan bugarkan Indonesia dengan berolah raga,” kata Hj Utin Kusumawaty, saat membuka acara perlombaan poco-poco. Dijelaskannya, saat pembukaan pendaftaran senam poco-poco, penserta hanya di ikuti 12 peserta. Tetapi saat technical meeting peserta yang mendaftarkan bertambah menjadi 23 peserta. Para peserta dibagi menjadi dua katagori. Katagori I peserta campuran dua lelaki empat putri, kata gori II khusus putri. Satu persatu para peserta saling memperlihatkan kemampuan baik gerakan, dan variasi-variasi senan poco-poco yang ditampilkan. Dari 23 Peserta Kodam XII/Tpr meraih juara 4 baik kata gori 1 maupun katagori 2 dengan memperoleh hadiah uang pembinaan. o

JUARA HARAPAN Peserta Kowad Kodam XII Tanjungpura saat meraih juara Harapan Senam Pocopoco mendapat ucapan Selamat dan Sukses. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

rasi hiasan terkait dengan perayaan imlek, seperti lampion, ucapan selamat hari Imlek, bahkan gantungan nanas. Dekorasi Imlek ini merupakan rutinitas Pengurus memperindah Pokso PMK Mitra Bhkti, selain itu, pengurus juga mendekorasi setiap sudut sekretarit Posko pada moment keagamaan lainnya. Semangat perayaan Imlek begitu terasa saat melangkahkan kaki ke area

Sekretariat PMK Mitra Bhakti, sejumlah toko yang berada disisi kanan dan kiri Sekretariat sudah menjajakan berbagai pernak-pernik khas Imlek dengan warna khasnya merah dan emas. Menurut Ketua Pemadam Kebakaran Mitra Bhakti, Gouw Eng Cuan, pemasangan berbagai aksesoris yang didominasi warna merah ini merupakan rangkaian perayaan tahun baru Imlek 2564, pada 10 Februari mendatang. o

DKPP dan Bawaslu Perlu Pedoman Hukum Beracara Borneo Tribune, Pontianak

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, Selasa (29/1), mengemukakan perlu ada pembahasan khusus untuk menyusun hukum beracara dalam penanganan sengketa Pemilu di DKPP dan Bawaslu sebagai pedoman bagi para pihak untuk proses penyelesaian pelanggaran Pemilu. “Perlu ada pembahasan khusus mengenai hukum beracara dan juga mengenai aspek penanganan pidana berkenaan dengan urusan kepemiluan ini. Meskipun di undang-ndang sudah dirumuskan tindak pidana pemilu tetapi tidak secara mudah kita menanganinya dalam praktik. Ada saja yang perlu kita bicarakan bersama,” kata Jimly dalam diskusi rapat pimpinan Polri tahun 2013 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Selasa (29/1) sore. Diskusi dalam Rapim Polri 2013 menghadirkan Ketua DKPP, Ketua Bawaslu Muhammad, Komisioner KPU Sigit P, Wakapolri Komjen (Pol) Nanan Sukarna dengan moderator A Wahyurudhanto dari PTIK. Rapim Polri tersebut dihadiri seluruh Kapolda dan petinggi Polri se Indonesia. Tujuan diskusi tersebut adalah menyamakan persepsi para penyelenggara Pemilu dengan petugas pengamanan yakni Polri menjelang dan saat Pemilu 2014 mendatang. Dikatakan Jimly, koordinasi dan inisiatif untuk membuat pe-

Sabtu, 2 Februari 2013

Kodam XII Gelar Lomba Poco-Poco

Jelang Imlek, PMK Mitra Bhakti Berbenah Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

nyelenggaraan Pemilu 2014 lebih baik bisa berasal darimana saja. Termasuk untuk bersama merumuskan pembahasan pedoman hukum beracara dalam penanganan sengketa Pemilu di DKPP maupun Bawaslu. Sengketa Pemilu yang diputuskan DKPP kata Jimly, tidak bisa diperkarakan lagi baik perdata, pidana maupun PTUN. Sebab sesuai undang-undang pembentukan DKPP, bahwa putusan perkara sengketa pemilu yang ditangani DKPP

12

bersifat final dan mengikat. Hal ini dikatakan Jimly, berkenaan ada kasus yang telah diputuskan oleh DKPP diperkarakan lagi oleh pihak-pihak yang tidak puas ke kepolisian. “Pada dasarnya DKPP sama dengan polri. Kalau DKPP menangani soal etika, Polri soal pidana. Jadi yang menjadi objeknya adalah perbuatan yang melanggar kode etik dan pertanggungjawabannya itu individual. Bukan institusi penyelenggara pemilu,” kata Jimly (*r/bawasluri). o

Melayani servis bengkel dan suku cadang asli TVS Motor Borneo Tribune, Pontianak

Kepuasan konsumen untuk mendapatkan pelayanan servis bengkel dan kemudahan mendapatkan suku cadang asli TVS Motor bagi pengguna sepeda motor TVS merupakan komitmen dan hal utama bagi PT TVS Motor Company Indonesia. Selama ini konsumen sepeda motor TVS dapat menikmati layananan servis bengkel dan mendapatkan suku cadang asli sepeda motor TVS melalui bengkel dealer resmi TVS Motor yang telah berjumlah 130 outlet dan juga di bengkelbengkel kemitraan TVS Motor yang berjumlah 500 bengkel di seluruh Indonesia. TVS Motor terus meningkatkan pelayanan untuk kepuasan konsumennya, kini memiliki terobosan bekerja sama dengan outlet bengkel Mr. Montir. Setiap konsumen sepeda motor TVS dapat melakukan servis bengkel seperti di bengkel resmi TVS dan mendapatkan suku cadang

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

TVS Motor Bekerja Sama Dengan Mr. Montir asli sepeda motor TVS di bengkel Mr. Montir yang berjumlah lebih dari 40 outlet di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Bandung, Cirebon, Purwokerto dan Magelang. Bahkan kupon servis gratis dari setiap pembelian sepeda motor TVS dapat diterima di outlet-outlet bengkel Mr.Montir tersebut. Setiap mekanik outletoutlet Mr.Montir juga mendapatkan pelatihan mekanik secara berkala yang diadakan secara standar oleh PT TVS Motor Company Indonesia. “PT TVS Motor Company

Indonesia selalu berusaha memberikan yang terbaik dan mengedepankan kepuasan konsumennya. Kini, selain di bengkel-bengkel dealer TVS Motor dan di bengkel kemitraan, konsumen sepeda motor TVS dapat menikmati layanan bengkel berkualitas dan mendapatkan suku cadang sepeda motor TVS di outlet bengkel Mr.Montir. Kami akan terus menambah jaringan layanan servis, yang tentunya seiring dengan bertambahnya jaringan dealer TVS Motor di seluruh Indonesia,” ujar Willy Chengappa, Head of Sales

& Service PT TVS Motor Company Indonesia. Untuk setiap pembelian TVS Apache RTR 160 dan 180 cc, sport unggulan TVS Motor mendapatkan 5x servis gratis, 2x oli gratis TVS Tru4 dan filter oli serta 3x diskon 50% untuk setiap pembelian oli TVS Tru4. PT TVS Motor Company Indonesia juga melayani konsumen sepeda motor TVS melalui TVS iCare Call Center dengan cakupan nusantara melalui no.telpon 0800 1 900 700, yang dapat dihubungi setiap Senin s/d Minggu pk. 08.00 – 17.00. (*r)o

Pelatihan Para Montir dalam melayani servis bengkel dan ketersediaan suku cadang asli TVS Motor.


Harian Borneo Tribune 2 Februari 2013