Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Kamis, 28 Februari 2013

17 Rabiul Akhir 1434 H - 19 Chia Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Paryadi Optimis Kalahkan Incumbent Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak BAKAL Calon Wali Kota Pontianak, Paryadi, S.Hut menyatakan dirinya optimis menang dan dapat mengalahkan

Incumbent yang juga pasangannya dalam memimpin 4 tahun terakhir ini, Sutarmidji, SH, M.Hum. Paryadi menjadi akan menjadi kompetitor dalam Pilwako Pontianak 2013 2018 ke depan.

Menurut Paryadi, dirinya menyatakan demikian, karena dirinya juga sudah dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak, dan dirinya maju sebagai Wali Kota, guna membangun Kota Pontianak lebih sejahtera lagi,

dan ada berbagai program yang sudah dikonsepnya, apabila tepilih nanti sebagai Wali Kota Pontianak. ”Saya selaku Calon Wali Kota, saya harus optimis menang, kalau tidak optimis untuk me-

nang ,untuk apa saya maju,” katanya saat disinggung soal Pilwako, Rabu (27/2). Dikatakan Paryadi, Ia sudah mendaftar di PDIP, dan tentunya dengan mendaftar di PDIP,

Paryadi

....Ke Halaman -11

Rakor Lingkungan Hidup Ekoregion Kalimantan 2013

Menteri LH: Turunkan Potensi Pencemaran Lingkungan B uah Bibir Launching Kartu Sehat

....Ke Halaman -11

Viodeogo Borneo Tribune, Pontianak

Zulkarnaen Siregar, SH

S uara Enggang Lembaga Anak Autis

Mar tina Peneliti

PADA tahun 2004, banyak orang tua di Pontianak kesulitan mencari sekolah untuk anak-anak mereka yang mengalami autis. Hal itu dikatakan Pak Adiswara, ketua Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Bina Anak Bangsa, 19 Februari 2013. Pak Adiswara yang sering keluar daerah, memperhatikan kondisi anak-anak autis di Kota Pontianak ....Ke Halaman -11

Buka Lapak Tanpa Barang Dagangan SEORANG wanita berjalan ke sebuah toko. Dia berjalan langsung ke manajer dan bertanya, “Apakah Anda punya buku kecil?” ”Maaf,” kata manajer, “Barangnya sedang habis.” Wanita itu mengangkat bahu, dan bertanya, “Nah, apakah Anda memiliki pensil mekanik?” ”Tidak, kami tidak memilikinya juga,” kata manajer. Wanita itu merasa perutnya keroncongan dan bertanya, “Apakah Anda memiliki keripik kentang? kue?” Manajer mengangkat bahu, “Maaf...” ”Hmmph. Bagaimana dengan sumpit?” kata wanita itu. ”Nggak. Kami tidak punya itu...” ”Nah” kata wanita itu, “Jika Anda tidak memiliki apaapa, kenapa Anda tidak menutup toko?” Manajer mengangkat bahu, “Tidak bisa. Kami tidak memiliki kuncinya...”o

“PADA tahun 2014 nanti, kita harus sudah bisa menurunkan 50 persen beban pencemaran. Tugas kita adalah memastikan kerusakan dan pencemaran lingkungan semakin menurun,” kata Baltahsar Kambuaya, Rabu (27/2), pada Rapat Koordinasi Lingkungan Hidup Ekoregion Kalimantan 2013, di Hotel Kapuas Palace, Pontianak. Balthasar mengakui, dewasa ini lingkungan semakin terancam karena terjadi eksploitasi kepentingan dari berbagai pihak. Untuk mengatasi itu, menurutnya, organisasi-organisasi skala internasional sering ....Ke Halaman -11

KETERANGAN PERS. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Prof. Dr. Balthasar Kambuaya MBA saat memberikan keterangan pers didampingi oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH. Kunjungan Menteri LH ini dalam rangka membuka Rapat Koordinasi Lingkungan Hidup Ekoregion Kalimantan tahun 2013 di Funcion Hall Hotel Kapuas, Rabu (27/02). FOTO Ulla Asri/Borneo Tribune

Peringkat IPM Tugas Bersama

Kapolresta Baru Janji Tidak KKN

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak GUBERNUR Kalbar, Drs Cornelis, MH mengatakan saat ini Provinsi Kalbar berada pada posisi 5 terbawah dari 33 Provinsi di Indonesia. Dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan ini berarti pekerjaan besar yang harus diselesaikan ....Ke Halaman -11

M Zeet Hamdy Assovie

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

AKBP Drs. Hariyanta M.Si

AKBP Drs. Hariyanta, M.Si bersumpah tidak akan melakukan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) selama menjadi Kapolresta Pontianak. Sumpah ini diucapkannya langsung dihadapan seluruh Muspika yang ada di Kota Pontianak, saat Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto mengambil sumpahnya, setelah serah terima jabatan dengan Kombes Pol Muharrom Riyadi, Rabu (27/2). Menurut Kapolda Kalbat Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto, dirinya mengam-

bil sumpah tersebut, bukan hanya dilakukan terhadap Kapolresta Pontianak melainkan seluruh pejabat - pejabat utama Polda Kalbar, apabila melaksanakan sertijab, karna insan Polri, apalagi seorang Perwira Tinggi, tidak boleh melakukan KKN. ”Saya mengambil sumpah tersebut, guna tidak ada satu pun Pejabat maupun anggota Polisi di Polda Kalbar dan jajaran melakukan KKN saat bertugas,” ungkap Kapolda Kalbar. Dikatakan Kapolda, bahwa pergantian pejabat khususnya jabatan Kapolresta Pontianak ini, merupakan suatu ....Ke Halaman -11

Stir Macet, Dhaihatsu Sirion Terjungkal Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya SEBUAH mobil jenis hatchback Daihatsu Sirion dengan nomor polisi KB 1496 XX warna putih berpenumpang dua orang terjungkal di Jalan Arteri Supadio Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2.7/2). Salah satu penumpang mengalami luka ringan di kepala sedangkan satunya lagi hanya mengealami

luka memar di bagian kaki. Keterangan yang dihimpun dilapangan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30. Daihatsu Sirion KB 1496 XX warna putih yang dikendarai Hartoni warga Dusun Nelayan Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak ini melaju kencang dari arah Kota Pontianak hendak menuju ke Bandara Supadio. Namun saat dalam perjalan-

an tiba-tiba supir yang mengendarai Dhaihatsu Sirion itu tidak dapat menggerakan stirnya. Dan akhirya kendaraan itu pun menabrak trotoar Jalan Arteri Supadiio kemudian kendaraan itu pun terbalik diantara parit pembatas trotoar. Dalam insiden kecelakaan ini tak ada korban jiwa. Hanya saja kondisi kendaraan Dhaihatsu yang dikendarai oleh Hartoni mengalami rusak

berat sehingga harus diderek oleh pihak kepolisian guna melakukan proses evakuasi dilokasi kejadian. Dedi yang merupakan penumpang kendaraan Daihatsu Sirion itu pun mengatakan, bahwa kejadiannya sangat cepat. Awalnya ia dari Kota Singkawang hendak pulang ke Ibu Kota Jakarta. “Saya bukan ornag Potianak tetapi saya Kelbar hanya menghadiri pe-

rayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang dan saya asli warga Jakarta,”katanya. Lanjut Dedi mengatakan, sebelum terjadinya kecelakaan ini ia dari Kota Singkawang hendak menuju ke Bandara Supadio Pontianak. Karena pada pukul 16.20 WIB sudah jadwal keberangkatanya menuju Jakarta. Namun saat dalam perjalanan tiba-tiba supir yang ....Ke Halaman -11

4x2 Single Cabin, Bensin Desain modern dan kokoh. Toyota HILUX menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bisnis Anda. Ruang kabinnya yang ergonomik dan nyaman, juga memiliki fitur-fitur lengkap.

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

PROGRAM Kartu Sehat yang merupakan program pro rakyat yang bertujuan untuk mengakomodir persoalan pelayanan kesehatan guna menjawab beragam keluhan masyarakat seputar pelayanan kesehatan di Kota Pontianak telah dilaunching serta dibagikan kepada semua masyarakat

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya menegaskan tugas utama Kepala Daerah dan masyarakat Indonesia adalah menurunkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.


Kamis, 28 Februari 2013

Jelang Pelaksanaan UN 2013

Bupati Minta Pelajar Siapkan Diri Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Bupati KKU, H. Hildi Hamid mengimbau kepada para pelajar KKU yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) terutama SMA untuk lebih serius dalam mempersiapkan diri di dalam menghadapi ujian tersebut. “Kita harus sama-sama berusaha mencapai target lulus seratus persen. Caranya pemerintah membantu melalui dinas pendidikan dan upaya lain. Murid membantu dengan belajar lebih serius. Orangtua bantu mengontrol anak-anak sepulang sekolah dan yang lainnya bantu dengan menciptakan suasana yang mendukung anak-anak untuk tidak banyak berkeliaran di luar. Dan tentunya kita sempurnakan dengan doa,” ujar Bupati Hildi Hamid, dalam roadshow tausiah Ustadzah Tuti Susanti M.

T

Ag, di Masjid Al Qudsi, Rabu (27/2). Menurutnya, dengan dukungan para pelajar SMA, SMP dan SD sederajat untuk mencapai angka kelulusan seratus persen tentu merupakan dukungan yang paling diharapkan oleh Pemerintah KKU. Karena, Hildi menjelaskan banyak pihak yang ‘mencibir’ dengan kebijakan sekolah gratis yang tengah dilakukan di KKU. Oleh karena itu, Hildi Hamid mengharapkan kepada para orang tua agar lebih serius lagi di dalam memberikan motivasi kepada putraputri mereka. “Namun bukan malah justru mengekang anak untuk tidak keluar kamar. Karena mengekang bukan satu solusi. Yang penting adalah memberi motivasi serta pendampingan dan arahan akan justru lebih efektif dalam pencapaian kelulusan seratus persen,” harapnya.

AJUK

ObjekRapat Wisata Kalbar, Rutin Tak Cukup Sekadar Dikagumi Dubes Objek wisata di Kalbar tidak cukup sekadar dikagumi oleh para duta besar yang datang ke daerah ini. Tak cukup pujian diberikan. Kita mengharapkan lebih dari itu, para dubes menyukainya dan berniat datang di kesempatan lain, sekaligus menceritakan keindahan kepada orang di sekitar mereka. Itulah hal yang ingin kita sampaikan kepada para kepala daerah dan juga kepada para pelaksana teknis, seperti Dinas Pariwisata ketika membaca berita media beberapa hari lalu. Seperti diberitakan, media mengungkapkan kekaguman sejumlah duta besar terhadap objek wisata yang ada di Kalbar ini. (Borneo Tribune, Selasa 26/2/2013). Mereka, para pengambil kebijakan harus membuat langkah terobosan untuk mengembangkan objek wisata dan daya dukungnya. Objek wisata alam misalnya, tak cukup sekadar air terjun, atau gunung batu, atau pantai yang landai. Namun, turis harus disuguhkan dengan suguhan yang lain yang lebih mengesankan. Turis tidak cukup disajikan dengan alam yang alami. Mereka memerlukan juga layanan informasi, servis sebagai pelanggan, dan seterusnya. Upaya menjadikan Kalbar sebagai daerah tujuan wisata, seperti pernah digaungkan oleh pemerintah di Kalbar sebelum ini, sayangnya belum menyentuh wilayah itu. Tempat tujuan wisata belum dikemas secara apik sehingga menimbulkan kesan yang khas dan mendalam. Nilai jual objek belum dinaikkan. Kita berharap setelah ini, pemerintah mulai tergerak hatinya untuk dengan lebih serius memikirkan langkah-langkah nyata mengembangkan objek wisata sehingga menjadi tempat tujuan utama yang mengesankan. Semoga pada akhirnya, para dubes tidak lagi sebatas mengatakan mereka kagum. Semoga pada akhirnya, para duber itu menancapkan kerinduan untuk kembali datang mengunjungi objek wisata di sini, dan kemudian mempromosikannya kepada orang lain. (*)

S

ENGET

FPDIP di DPRD Kalbar tolak Raperda Pornografi - Penolakannya atas nama apa ya? Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Dapil dan Alokasi Kursi DPRD KKU dengan penduduk 38.353. Dapil Kayong 3 meliputi Kecamatan Teluk Batang serta Kecamatan Seponti dengan jumlah penduduk mencapai 38.697 jiwa. Dan dapil 4 meliputi Kecamatan Pulau Maya dan Kepulauan Karimata dengan penduduk yang mencapai 17.870 jiwa. ”Dari jumlah kursi per dapil dengan perbandingan jumlah penduduk dapil Kayong I enam kursi, dapil Kayong II tujuh kursi, dapil Kayong III tujuh kursi serta dapil Kayong IV tiga kursi. Sehingga total dua puluh tiga kursi. Dengan dua kursi sisa diambil dari sisa suara. Yakni satu kursi di dapil Kayong II dan satu kursi di dapil Kayong III,” terangnya. Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan kesepakatan final di tataran KPU KKU. Namun hal itu masih harus dikonsultasikan atau diusulkan ke KPU Pusat sebagai usulan. ”Kita usulkan. Jika disetujui, ya perkiraan seperti itu skemannya. Namun jika ditolak berarti ada keputusan terbaru yang nantinya kita sampaikan ke peserta pemilu dan masyarakat,” timpalnya.

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Pemetaan daerah pemilihan serta penetapan alokasi kursi di DPRD KKU terus dimatangkan oleh KPU KKU sebagai salah satu langkah suksesi menjelang pemilu legislative (Pilegs) 2014 mendatang. Konsultasi publik yang menjadi satu tahap dari sederet langkah yang harus dilakukan KPU dan masyarakat yang menjadi pelaku politik dengan melibatkan partai-partai yang lolos dalam verifikasi KPU sebagai peserta pemilu 2014, yang diselenggarakan oleh KPU KKU, di Mahkota Kayong, Selasa (26/2). Ketua KPU KKU, Dedy Efendy, mengatakan berdasarkan daftar agregat kependudukan (DAK) yang diserahkan Pemrov Kalbar ke KPU Kalbar pada 6 Desember tahun lalu, jumlah jiwa di KKU tercatat mencapai 124.935 orang, dimana di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2002 dan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2013, mengisyaratkan jumlah kursi di DPRD KKU sebanyak 25 kursi. ”Dari jumlah itu kita sepakati empat dapil yang akan ada di KKU. Dimana sebelumnya KKU hanya memiliki dua dapil,” terang Dedy Efendy, di Kantor KPU KKU, Rabu (27/2). Dari empat dapil tersebut, yakni dapil Kayong 1 yang meliputi Kecamatan Sukadana dengan jumlah penduduk 30.015. Dapil Kayong 2 meliputi Kecamatan Simpang Hilir

Menara Masjid, seorang pekerja sedang menaiki menara Masjid Agung Al Qudsi Sukadana untuk memperbaiki beberapa kerusakan. Bahkan terdengar kabar bahwa di lokasi yang tidak jauh dari menara itu akan dibangun masjid termegah, yakni Oesman Al Khoir. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

Inspirasi

Belajar Meneliti dari Karl Oleh: Farninda Aditya Senin, 25 Februari kami anggota Club Menulis STAIN Pontianak, dikenalkan oleh Pembimbing kepada Karl. Karl adalah seorang mahasiswa dari Amerika. Ia konsen pada bidang linguistik. Kedatangannya ke Kalimantan Barat untuk melihat bahasa di Kalbar. Sebelumnya, lebih kurang 10 tahu yang lalu, lelaki bertubuh tinggi itu pernah ke Jambi. Pengalaman lapangan itu ia bagi pada kami. Karl mengaku sejak SMP sangat tertarik dengan bahasa. Ia belajar berbagai bahasa ketika itu. Perancis, Spanyol, Afrika Selatan adalah bahasa yang sudah dipelajarinya. Rasa cintanya Karl pada linguistik yang mungkin menjadikan dirinya serius untuk mendalami dunia ini. Bahkan hingga ke hulu Kalimantan Barat. Memakan waktu yang tidak sebentar. Mesti menaiki kendaraan hingga berjam-jam, belum lagi dengan jalan kondisi

jalan yang akan memberikan sensasi yang beda. Tapi, hal tersebut tidak menjadi masalah yang besar buat Karl. Tempattempat yang jauh itulah, ada bahasa yang belum ditulis.. Dan hal itu tampaknya menjadi prinsip Karl dalam penelitiannya. Ditambah lagi penelitian ini berkenaan dengan hal yang disukainya. Belajar bahasa orang lain. Karl mengaku bahwa dirinya adalah Orang yang Suka Tahu. “Saya orang yang ingin tahu yang belum ada. Saya suka tahu dan saya diberkati oleh Tuhan diberi kesempatan ini. Saya tidak tahu kenapa, tapi saya rasa ini berkat. Ya, saya rasa saya orang yang suka tahu”. Jenis bahasa yang belum ada tulisannya menjadi sangat menarik. Lokasi yang jauh tersebut sulit untuk dijangkau sehingga ini pula yang menjadi penyebab tulisan-tulisan tentang bahasa tidak ditemukan, atau sedikit ditemukan. Jika pun ada,

tulisan itu lebih pada data yang berasal dari daerah di dekat kota. Sebagai peneliti, Karl memberikan kami pembelajaran yang penting mengenai pencarian data sebelum dan ketika mencari data di lapangan. Beberapa kali referensi yang ditunjukkan pada beliau, tak banyak ia pilih untuk dibeli atau fotocopy. Hal ini dikarenakan Karl sudah memiliki data tersebut. Data-data itu diakuinya sudah ia miliki dan sudah dalam bentuk digital. Artinya Karl sudah siap dengan kajian pustakanya, beliau sudah siap dengan beragam referensinya sebelum turun ke lapangan. Bahkan buku yang pernah didengarnya tetapi belum dilihat dan dibacanya juga diingat oleh Karl. Dan referensi ini sudah ia simpan di program khusus di Tabletnya yang menampilkan identitas buku, baik dari penulis, editor, penerbit, identitas layaknya daftar pustaka. Hingga kemudian apabila

ia datang ke suatu tempat ia sudah tahu buku apa yang mesti ia cari. Buku yang pernah ia dengar tapi ia belum miliki. dan referensi untuk Kalimantan Barat diakui Karl sudah lebih kurang dari 200 refrens. Selanjutnya hal yang penting menurut Karl adalah menyusun dan menyalin data yang ia dapatkan. Hal ini juga pernah diajarkan oleh Pak Yus, bahwa jika sudah membaca buku atau tulisan yang berkenaan dengan penelitian buatlah tulisan sehingga lebih paham tentang apa yang diteliti. Karl juga mengajari kami tentang berbagi data. Seorang peneliti harus berbaik hati untuk memberi data dengan peneliti lain. Karl memang tidak mengatakan hal tersebut namun ia langsung memperlihatkannya. Karl memberi artikel-artikel yang ditulisnya dan data mengenai bahasa lainnya. Tidak ada yang meminta Karl untuk memberi data tersebut. Namun, mem-

berinya tanpa harus dipinta. Informasi yang ia dapatkan ia bagi-bagi. Karl mengatakan bahwa untuk melakukan penelitian menurutnya mesti melalui tahap demi tahap seperti menaiki tangga. Jika tidak menggunakan tangga maka akan terjatuh, begitulah penelitian mesti menggunakan tangga Ilmu. Jika tidak melewati tangga maka akan terjatuh. Atau menurut Karl lagi, turun ke lapangan namun belum membaca itu artinya melakukan penelitian yang sia-sia. Apa yang dikatakan Karl bukan sekedar bicara saja, sebab sebelum berbicara tentang pengalaman tersebut Karl sudah menunjukkannya. Bukti lainnya ketika Karl menanyakan buku berjudul Memahami Kesukubangsaan di Kalimantan Barat. Buku ini diketahui Karl dari blog milik Penulis, Yusriadi. Karl bilang ia mengetahui buku tersebut setahun yang lalu. (*)

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Kamis, 28 Februari 2013

3

Lomba O2SN Oleh: Heru Agustin SMPN 1 Teluk Batang, Kayong Utara Pada waktu itu saya ikut perlombaan O2SN bersama teman-teman. Saya ikut perlombaan bola voli. Saya berlatih bersama teman-teman. Setelah itu, saya berlatih sendiri di rumah. Saya ingin sekali bisa meraih juara 1. Akhirnya waktu pun tiba. Saya dan teman-teman akhirnya pergi ke Sukadana untuk mengikuti O2SN yang berlangsung di sana. Saya dan teman tiba di Sukadana. Kami menginap di sebuah sekolahan di depan Hotel Mahkota Kayong, sekolah itu bersih dan enak dipandang. Keesokan harinya saya dan teman masih berlatih. Setelah itu saya dan teman-teman bersiap-siap untuk menghadapi perlombaan bola voli yang berlangsung sore hari. Sesampainya di lapangan saya dan teman-teman melihat beberapa SMP yang ada di Kayong Utara. Saat saya sampai di lapangan voli, saya dan temanteman menunggu, menunggu SMP lain yang main dulu. Saat-saat menunggu untuk berlomba, saya pergi ke warnet yang terletak di depan lapangan. Warnet itu berada di dalam mobil. Akhirnya, kami pun berlomba. Kami melawan SMPN 1 Pulau Maya. Kami berlombalomba untuk menang. Walau akhirnya kami kalah. Akhirnya kami tidak bisa mendapatkan Juara 1 karena kami sudah kalah melawan SMPN 1 Pulau Maya. Tapi kami tidak menyerah untuk mendapatkan juara. Kami bermain lagi untuk mendapatkan juara 3 atau juara harapan atau disebut juara 4. Saya dan teman-teman melawan SMPN 3 Sungai Paduan. Waktu pun tiba. Saya dan teman-teman sudah sampai di lapangan, lebih dahulu dari pada SMPN 3 Sungai Paduan. Akhirnya, SMPN 3 Sungai Paduan pun datang. Kami pun bertanding untuk mendapatkan juara. Satu set kemenangan kami. Setelah itu satu set lagi untuk kemenangan SMPN 3 Sungai Paduan. Akhirnya satu set lagi untuk kemenangan kami. Berarti sekolah kami, SMPN 1 Teluk

Batang dapat juara 3. Yang mendapat juara 1 dari perwakilan SMPN Seponti , juara 2 dari perwakilan SMPN Pulau Maya. Setelah kami menang mendapatkan juara 3 kami pun ke pantai untuk menyenangkan diri. Di sana kami bermain bola kaki dan bola voli. Di sana kami bersenang-senang. Hari menjelang sore. Kami pun pulang dari pantai. Kemudian, malam harinya saya menonton teman saya yang ikut O2SN, yaitu seni musik, seni tari, vokal group dan penyanyi solo. Sesampai di sana, kami pun duduk dan untuk lainnya duduk juga. Setelah itu, kami pun makan. Lalu saya dan teman-teman pergi ke kantor dinas di Sukadana. Di sana ramai sekali. Kami mendapatkan banyak piala dan piagam, salah satu yang paling banyak menjuarai adalah OSN. Untuk seni mendapatkan 8 piala dan untuk olahraga mendapatkan 1 piala, 3 medali. Berarti kami menjuarai 11 kategori, 8 untuk OSN dan 4 untuk O2SN. Kami pun menerimanya. Setelah itu saya dan temanteman pulang dari perlombaan O2SN dan OSN. Kami sangat senang bisa bianyak menjuarai perlombaan. Dari kesimpulan di atas, untuk menjadi juara, kita harus banyak berlatih dan berdoa, karena kalau kita banyak berlatih dan banyak berdoa, kita akan bisa menjadi juara. (*)

Sejumlah guru mengikuti workshop penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan Yayasan Insan Kampus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kayong Utara, di SMPN 1 Teluk Batang, akhir pekan lalu. Foto Yusriadi/ Borneo Tribune.

Guru Menulis

Guru adalah Pelayan Oleh: Abdias Pewang SD Filial PT. Cipta Usaha Sejati ( CUS ), Teluk Batang PAHLAWAN tanpa tanda jasa, ungkapan inilah yang

dilekatkan pada diri seorang guru. Profesi guru adalah profesi mulia sehingga begitu banyak orang yang berminat untuk mengeluti profesi ini. Dikatakan mulia karena guru merupakan seorang pendidik yang yang menanamkan nilai-nilai pengeta-

huan dan menanamkan moral dan nilai agama sesuai dengan agama yang dianut masing-masing peserta didik. Guru juga merupakan seorang pelayan dalam ilmu pengetahuan, sekaligus merupakan panggilan jiwa untuk melayani.

Para pendahulu menyandang status pahlawan tanpa tanda jasa menjalani tugas dengan sepenuh hati dan atas dasar panggilan jiwa untuk mencerdaskan sekaligus memasyarakatkan ilmu pengetahuan. Ungkapan di atas saat ini hanya menjadi

PENGUMUMAN BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI, LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TVRI KALIMANTAN BARAT UNTUK MENJADI: - NEWS READER - ANCHOR - NEWS CHASTER - HOST - PRESENTER PERSYARATAN 1. S1 SEMUA JURUSAN (COPY IJAZAH ) 2. PRIA TINGGI BADAN MIN. 160 CM DAN WANITA MIN. 155 CM 3. USIA MINIMAL 23, MAX. 27 TAHUN 4. SEHAT JASMANI DAN ROHANI 5. BERPENAMPILAN MENARIK 6. MENGUASAI BAHASA INGGRIS 7. TIDAK BUTA WARNA KIRIM CV LENGKAP ANDA DISERTAI FOTO UKURAN POSTCARD BERWARNA DAN CLOSE UP, KE SEKRETARIAT PANITIA DENGAN ALAMAT: TVRI STASIUN KALBAR JL. AHMAD YANI NO 60 PONTIANAK TELP. 0561 - 735993 AKHIR PENDAFTARAN 28 FEBRUARI 2013 INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI PANITIA CAP POST / STEMPEL POST

Selebrasi. Alim salah satu pemain Futsal TK Mujahidin Pontianak melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang lawan. Ia salah satu top skor sementara (27/2) dengan 7 Gol pada laga Futsal antar TK se kota Pontianak Selatan. Pada pertandingan ini berkesudahan dengan skor 2-2 antara TK Mujahidin dan TK Harapan Indah dan dilanjuti adu pinalti dengan kemenagan TK Mujahidin 3-1. FOTO Fahmi Ichwan Borneo Tribune

KEMBANGKAN KREATIVITAS ANDA BERSAMA KAMI, TVRI KALBAR SATU DALAM KEBERAGAMAN

slogan yang biasa. Dari ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa kini guru menjadi pahlawan yang harus berjasa. Berjasa karena guru selalu menuntut kesejahteraan yang luar biasa tanpa diimbangi dengan etos kerja dan kemampuan, serta kemauan yang kuat untuk mencerdaskan anak bangsa. Beberapa sekolah di pedalaman yang saya temui memiliki kekurangan tenaga guru dan ada guru yang menyadang status PNS lebih lama di kota dari pada bertugas yang seyogianya itu tugas utamanya. Rasa ketidakadilan inilah yang membuat sekolah di pedalaman menjadi jauh dari harapan yang seharusnya. Jika terus dibiarkan keadaan seperti ini pendidikan gratis yang menjadi program pemerintah tidak akan memiliki kualitas, dan sumberdaya manusia yang handal. Untuk mencapai sumberdaya dan kualitas dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masayarakat untuk mengawasi proses/sistem yang sudah berjalan. Sampai hari ini pemerintah masih bersikap lunak kepada para oknum guru yang malas, dan bahkan tetap memberikan tunjangan terpencil, dengan berlatar belakang PNS. Pemberian tunjangan ini terasa tidak adil bagi mereka guru-guru non PNS yang setiap hari mengajar. Seharusnya pemberian tunjangan ini harus didasarkan pada tingkat keaktifan, dan bukan karena status kepegawaian. Untuk mengatasi persoalan ini, seharusnya pemerintah menindak tegas oknum guru yang malas, serta memberi bimbingan dan motivasi yang berkelanjutan kepada guru-guru yang sungguhsungguh menjalankan tugas dan kewajiban. Mungkin tindakan ini akan mengembalikan guru pada jalan mulia yang dipilihnya: memberikan pelayanan terbaik.

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa� ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

3

Selasa, 26 Februari 2013


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Kamis, 28 Februari 2013

4

DAK2 Sambas Capai 622.757 jiwa PKPU 5/2013 Pedoman KPU Amrul Borneo Tribune, Sambas KPU Kabupaten Sambas menyelenggarakan rapat koordinasi dan konsultasi publik tentang daerah pemilihan dan alokasi kursi setiap daerah pemilihan anggota DPRD Kabupaten Sambas, Rabu (27/2), di Aula Rapat Kantor KPU Kabupaten Sambas dalam rangka pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota tahun 2014. Ketua KPU Kabupaten Sambas, Su’aib, S. Pd mengatakan, dalam penyusunan daerah pemilihan anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, memperhatikan prinsip berdasarkan PKPU 5 tahun 2013 pasal 3, tentang kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang propors-

ional, proporsionalitas, berada dalam cakupan wilayah yang sama (coterminous), harus tercakup seluruhnya dalam suatu daerah pemilihan anggota DPR. “Begitupula dengan daerah pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota yang terbentuk dari satu, beberapa dan/atau bagian kecamatan harus tercakup seluruhnya dalam suatu daerah pemilihan anggota DPRD provinsi,” ujarnya. Dikatakannya, penyusunan daerah pemilihan harus memperhatikan daerah pemilihan yang sudah ada pada pemilu tahun 2009, kecuali apabila alokasi kursi pada daerah pemilihan tersebut melebihi 12 kursi atau bertentangan dengan keenam prinsip. Kemudian, PKPU 5 tahun 2013 pasal 4 berdasarkan data kependudukan yang di-

gunakan untuk penetapan jumlah kursi dan daerah pemilihan anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/ kota adalah data jumlah penduduk yang tercantum dalam Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2). Ia mengatakan, Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) Kabupaten Sambas sejumlah 622.757 jiwa. Kecamatan Sambas jumlah penduduknya ada 52.764 jiwa, Kecamatan Teluk Keramat jumlah penduduknya 72.745 jiwa, Kecamatan Jawai ada 49.009 jiwa, Kecamatan Tebas 84.076 jiwa, Kecamatan Pemangkat 57.280 jiwa, Kecamatan Sejangkung 26.565 jiwa, Kecamatan Selakau 37.395 jiwa, Kecamatan Paloh 27.881 jiwa, Kecamatan Sajingan Besar 10.538 jiwa, Kecamatan Subah 21.559, Kecamatan Galing 22.685 jiwa, Kecamatan Tekarang 17.218 jiwa, Kecamatan Semparuk

29.966 jiwa, Kecamatan Sajad 13.255 jiwa, Kecamatan Sebawi 19.721 jiwa, Kecamatan Jawai Selatan 23.492 jiwa, Kecamatan Tangaran 25.731 jiwa, Kecamatan Salatiga 18.865 jiwa dan Kecamatan Selakau Timur 12.012 jiwa. Dalam simulasi tata cara penyusunan daerah pemilihan dan perhitungan alokasi kursi setiap daerah pemilihan anggota DPRD Kabupaten Sambas, untuk Dapil 1 termasuk Kecamatan Sambas, Sejangkung, Subah, Sajad dan Sebawi. Kemudian Dapil Sambas 2 termasuk dalam Kecamatan Pemangkat Selakau, Semparuk, Salatiga dan Selakau Timur, untuk Dapil 3 Sambas termasuk dalam Kecamatan Tebas, dan Tekarang, Dapil Sambas 4 yaitu Kecamatan Teluk Keramat, Paloh, Sajingan Besar, Galing dan Tangaran serta Dapil Sambas 5 yakni Kecamatan Jawai dan Jawai Selatan. o

Ketua KPU Kabupaten Sambas, Su’aib, S. Pd sedang menyampikan laporannya. FOTO Amrul/Borneo Tribune//

DYSE Ajak Mahasiswa Wujudkan Ide Bisnis

PLAKAT Walikota Pontianak, H. Sutarmidji menyerahkan cinderamata kepada Kepala Program Studi Strategi Perang Semesta, Letkol Inf. Eko Aswari. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Mahasiswa Unhan Kunjungi Pemkot Andika lay Borneo Tribune, Pontianak Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan), Rabu (27/2), melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Unhan merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi di bidang pertahanan dan bela negara, serta pendidikan profesi. Kunjungan kerja ini dalam rangka studi lapangan, dan rombongan mahasiswa Unhan ini terdiri dari ka-

langan TNI AU, AD, AL dan sipil yang mengenyam pendidikan di universitas tersebut, langsung diketuai Kepala Program Studi Strategi Perang Semesta, Letkol Inf Eko Aswari dan dosen Unhan, Dr. MD La Ode, langsung diterima Walikota Pontianak, H. Sutarmidji beserta jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah di ruang rapat walikota. Sutarmidji menilai, keberadaan Unhan sangat baik dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat yang berminat untuk mengenyam pendidikan di sana untuk kajian-kajian ketahanan

nasional. “Tadi kita juga sudah bertukar pikiran, dan saya juga paparkan apa yang perlu mereka ketahui dan mudahmudahan kondisi-kondisi itu bisa dikaji untuk perbaikan-perbaikan tata kelola pemerintahan, baik daerah maupun pusat,” kata Sutarmidji. Ia berharap, dengan kunjungan mahasiswa Unhan ini mampu mencarikan solusi untuk tata kelola pemerintahan yang baik dan benar di dalam masyarakat yang majemuk, masyarakat plural dan heterogen. “Harus ada kajian-kajian

strategis di masyarakat yang sering terjadi konflik, daerah yang pernah terjadi konflik dan di daerah yang terdiri dari multi etnis. Itu perlu manajemen yang baik,” jelasnya. Ia menyatakan, tahun ini Pemkot akan membuka kesempatan bagi staf yang berminat mengikuti pendidikan di Unhan. “Tahun ini kita tawarkan kepada staf kita ikut tes masuk Unhan, mudah-mudahan ada yang lulus. Ini penting untuk membaca atau menyusun strategi pembangunan dalam masyarakat yang plural,” timpalnya. o

Groupe Danone Indonesia mengumumkan pemenang Danone Young Social Entrepeneur 2013 pada acara Country Final DYSE 2013 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (27/2). Acara tersebut diikuti lima tim finalis yang lolos ke tahap semi final dari total 23 semi finalis yang datang dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Program DYSE (Danone Young Social Entrepreneur) merupakan inisiatif dari Groupe Danone Indonesia yang mengajak para mahasiswa untuk menciptakan perubahan melalui ide bisnis sosial yang mereka rancang, yang kemudian dipresentasikan di hadapan para dewan juri. Para finalis mendapatkan kesempatan mewujudkan ide bisnis sosial secara nyata melalui bantuan permodalan dan beasiswa. Dalam DYSE, setiap tim peserta yang beranggotakan lima orang mahasiswa berperan sebagai Board of Director dari sebuah unit bisnis sosial baru yang mereka rancang sendiri. ”Para mahasiswa ini diha-

ide bisnis sosial mereka untuk mewujudkan perbaikan ekonomi di negeri ini”, ujar Evan Indrawijaya, Human Resource Director PT. Sari Husada, Groupe Danone Indonesia. Melalui kompetisi DYSE ini, Danone ingin menularkan komitmennya kepada para mahasiswa terbaik di Indonesia, untuk dapat menciptakan ide-ide perubahan yang baik di lingkungan mereka sendiri melalui bisnis sosial mereka. DYSE mempunyai visi yang sejalan dengan dual commitment Danone dalam menjalankan bisnisnya, yakni berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan sosial. “Kompetisi ini merupakan sebuah tantangan bagi para mahasiswa untuk menghasilkan aksi nyata dalam membantu perubahan ekonomi ke arah yang lebih baik. Melalui kompetisi ini, kita dapat melihat berbagai gagasan cemerlang mengenai bisnis sosial dari para cikal bakal penerus bangsa ini,” ujar Goris Mustaqim, pendiri ASGAR Muda Foundation yang juga menjadi juri dalam Danone Young Social Entrepreneur 2013.(rilis) o

Agamanya Pengusaha Itu Uang Borneo Tribune, Jakarta

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan agama atau kiblat dari seorang pengusaha adalah uang. Hal ini dikatakan Dahlan saat menasehati seorang wanita muda yang berprofesi sebagai pengusaha di acara d’Preneur di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (27/2). “Pengusaha itu agamanya

uang!,” tutur Dahlan. Dahlan mengatakan, seorang pengusaha pemula sebaiknya berpikir fokus pada bagaimana membesarkan usahanya sendiri. Setelah besar dan usahanya sangat kuat, baru seorang pengusaha boleh berpikir yang lebih luas untuk kepentingan masyarakat. “Memikirkan diri sendiri saja dahulu nanti kalau jadi pengusaha besar anda bisa pikirkan daerah kecil

(kembangkan usaha di daerah),” cetusnya. Dahlan tengah membagi pengalamannya dengan beberapa orang terpilih dalam acara d’Preneur (detik entrepreneur), yang merupakan Talk Show menghadirkan narasumber entrepreneur Indonesia secara eksklusif dan santai. Peserta dapat berinteraksi, bertanya dan berdiskusi secara langsung mengenai kiat sukses, prospek bisnis dan peluang usaha terkini. (dtc)o

CMYK

CMYK

Borneo Tribune, Jakarta

ruskan melakukan SWOT analysis, menentukan strategic direction, action plan serta profit & loss estimate untuk ide bisnis sosial yang mereka ajukan,” ujar Kusuma Adisaputra, Project Leader Danone Young Sosial Entrepreneur 2013. Bisnis sosial itu sendiri memiliki peran besar dalam upaya mengatasi masalah sosial. Saat ini, bisnis sosial dilihat sebagai salah satu alternatif model bisnis yang bisa memperkaya pilihan dan membuka dimensi baru di dunia bisnis. Bisnis sosial tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan semata, tetapi juga dapat memecahkan masalah sosial melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Faktor utama yang dibutuhkan dalam membangun bisnis sosial adalah kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif. Sebuah gagasan inovatif dapat menarik minat penyandang dana untuk memberikan bantuan modal pada ide bisnis sosial tersebut. “Karena itu, dengan menyandang semangat dan dual komitmen Danone terhadap kemajuan sosialekonomi, kami mengajak para mahasiswa untuk ikut berperan serta melalui ide-


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Kamis, 28 Februari 2013

Bantuan Korban Kebakaran Terus Mengalir Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bantuan buat korban kebakaran di Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong Kabupaten Pontianak terus mengalir. Selasa (26/2), kemarin giliran Ketua TP PKK dan PMI Kabupaten Pontianak, Hj. Erlina Ria Norsan mengunjungi sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan barang dan uang tunai kepada para korban. Bantuan diterima secara langsung para korban musibah kebakaran di Aula Kantor Desa Sungai Purun Besar. Bantuan yang diberikan TP PKK dan PMI Kabupaten Pontianak, yakni berupa beras, mie instan, serta bantuan dana uang tunai sebesar Rp 12 juta. “Saya turut bersedih dan berduka cita karena kebakaran ini luar biasa, sampai memakan korban jiwa. Se-

BANTUAN Ketua TP PKK dan PMI Kabupaten Pontianak, Hj. Erlina Ria Norsan menyerahkan bantuan sembako dan dana kepada korban kebakaran di Desa Sungai Purun Besar. FOTO : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

moga keluarga yang ditinggal dan korban kebakaran yang lainnya diberikan ketabahan. Dan kami hanya bisa membantu seadanya dan tidak bisa berbuat banyak. Semoga semua ini, bisa bermanfaat,” kata Ketua TP PKK dan PMI Kabupaten Pontianak, Hj. Erlina Ria

Norsan, didampingi Asisten II Setda yang juga sebagai Wakil Ketua PMI Kabupaten Pontianak, H. Ismail, serta pengurus TP PKK Kabupaten Pontianak. Selain itu, Erlina, juga berpesan kepada korban kebakaran untuk menyerahkan segala yang terjadi kepada

Tuhan Yang Maha Esa. “Mungkin ini cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Saya berharap semuanya bisa bersabar dan bisa bangkit kembali menghadapai tantangan ke depannya,” kata Erlina. Kepala Desa Sungai Purun Besar, Muhammad Sani mengatakan bantuan terhadap

korban musibah kebakaran terus mengalir, baik dari Pemda Kabupaten Pontianak, Pemda Provinsi, serta para pengusaha, perusahaan dan darmawan. “Kita bersyukur perhatian terhadap korban kebakaran sangat besar sekali. Bahkan Gubernur Kalbar, Cornelis, juga langsung memberikan bantuan. Saya rasa, semuanya sangat membantu dan meringankan beban warga kami yang mengalami musibah kebakaran ini,” katanya. Menanggapi bantuan sosial yang terus mengalir, Akung (34) salah seorang korban yang selamat dari kebakaran maut mengatakan atas nama keluarga dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Bantuan sedikit banyak sangat meringankan beban kami,” katanya. o

Seragam Olahraga Untuk PAUD Insan Cerdas Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

SERAGAM OLAHRAGA Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Susanto menyerahkan bantuan seragam olahraga bagi siswa PAUD Insan Cerdas Senggiring, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Menunjang proses belajar mengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Insan Cerdas, Jalan Raya Senggiring, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Susanto, Rabu (27/2) kemarin, menyerahkan bantuan seragam olahraga bagi 24 siswa PAUD Insan Cerdas. “Kita ingin membantu aktifitas belajar mengajar di PAUD Insan Cerdas. Bantuan seragam olahraga ini, diharapkan semakin memotivasi semangat bekajar dan mengajar para guru PAUD Insan Cerdas,” katanya. Bahkan Legislator PDI Perjuangan ini, mengaku salut terhadap pengurus PAUD Insan Cerdas, dengan bangunan sekolah yang sangat sederhana dengan berdinding papan dan beratap daun, namun semangat mengajar dan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. “Hal seperti ini, sangat perlu kita dukung. Apalagi saya memiliki komitmen untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pontianak,” katanya. Sedangkan Kepala PAUD Insan Cerdas, Maryuana mengucapkan terima kasih atas perhatian besar anggota DPRD Kabupaten Pontianak. Sehingga para siswa PAUD Insan Cerdas memiliki seragam olahraga. “Sekolah kami, beru berjalan 2 tahun dan baru Desember 2012 mendapat surat izin opersional dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pontianak. Alhamdullilah, hari ini siswa kami dapat memiliki seragam olahraga gratis atas bantuan bapak Susanto,” katanya. o

Komisi B Tuding PT KA Langgar Amdal Achmad Munandar Borneo Tribune, Sungai Raya Komisi B DPRD Kubu Raya menemukan dugaan pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh PT KA sebuah perusahaan yang memiliki izin penebangan hutan mangrove di Desa Kubu Kecamatan Kubu. “Yang kami temukan bahwa PT Kandelia Alam telah menyalahi aturan Amdal yang diberikan yakni membuat kanal-kanal baru,” ungkap Amri anggota Komisi B DPRD Kubu Raya, Rabu (26/2).

Temuan pelanggaran itu disebutkan Amri ketika anggota Komisi B dan dinas terkait melakukan sidak ke kawasan hutan mangrove yang menjadi areal penebangan PT Kandelia Alam di Desa Kubu Kecamatan Kubu belum lama ini. “Inikan sangat membahayakan. Selain merusak ekosistem yang ada bahkan lambat laun akan menciptakan sungai-sungai baru. Jelas ini telah menyalahi prosedur,” tegasnya. Padahal disebutkan Amri dalam dokumen Amdal yang diterbitkan tidak ada menye-

butkan untuk membuat kanal atau sungai. “Apalagi Direktur PT Kandelia Alam telah mengakui kesalahannya. Dia mengatakan akan melakukan revisi terhadap Amdal yang lama. Aturan seperti apa ini. Sudah dikerjakan baru direvisi. Aneh seperti ini,” tuturnya. Nada yang sama dilontarkan juga Subandi Dolet yang merupakan anggota Komisi B lainnya. Ia menilai prilaku dari PT Kandelia Alam ini tidak bisa ditolerir. “Memang dokumen Amdalnya diterbitkan tapi realisasi di lapangan justru tidak sesu-

ai. Alasan mereka sebagai akses untuk membawa bahan baku. Padahal itu tidak dibolehkan,” tuturnya. Tak hanya itu dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Kandelia Alam disebutkan legislator PPP dapil Kubater ini bahwa penebangan hutan mangrove bahkan tidak mengikuti ketentuan dari radius bibir sungai. Seperti yang diamanahkan UU Kehutanan Nomor 41 tahun 1999 bahwa radius penebangan minimal 100 meter dari bibir sungai. “Namun yang terjadi justru sangat dekat sekali dari bibir

sungai,” imbuhnya. Subandi juga menyayangkan dari dinas terkait tidak melakukan pengawasan ketat terhadap PT Kandelia Alam yang dianggap telah melanggar undang-undang. “Sama juga ini ada pembiaran dari dinas terkait,” tegasnya. Syaiful Anwar anggota Komisi B mengungkapkan bahwa TP4L menyayangkan sikap PT Kandelia Alam yang selalu tidak berkoordinasi dan komunikasi dengan Pemkab. “Karena itu kami akan ke Kemenhut minta agar operasi PT Kandelia Alam distopkan,” tegasnya. o

5

Mari Konsumsi Pangan Segar Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bupati Pontianak, Ria Norsan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak agar mengkonsumsi pangan segar serta memperhatikan produk pangan yang belum memenuhi persyaratan keamanan pangan. “Keamanan pangan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan manusia, akan tetapi juga menentukan nilai ekonomi dari bahan pangan itu sendiri. Maka diperlukan peFOTO: Johan W / Borneo Tribune nanganan keamanan paRia Norsan ngan yang optimal,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan. Ini disampaikan ketika membuka sosialisasi penanganan keamanan pangan segar di Aula Kantor Bupati Pontianak, Rabu (27/2), kemarin. Acara ini dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh (BKPPP) Kabupaten Pontianak. Untuk itu, Bupati berharap melalui sosialisasi yang dilaksanakan masyarakat memiliki pemahaman yang sama dalam mewujudkan keamanan pangan. Selain itu, bisa membantu menyebarluaskan informasi tentang keamanan pangan dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap masyarakat dalam penanganan keamanan pangan. “Dengan mengkonsumsi pangan segar tentu pola hidup akan sehat. Maka warga juga harus teliti saat membeli jenis-jenis makanan. Seperti ikan, daging, sayur dan buahbuahan. Karena biasanya ada pedagang yang nakal menggunakan bahan kimia untuk mengawet barang yang dijualnya. Untuk itu, harus ada kesadaran dan pemahaman akan pentingnya keamanan pangan bagi masyarakat dan pelaku usaha makanan, sehingga pangan yang dijual aman dikonsumsi oleh konsumen,” ungkapnya. o

Kebutuhan Air Bersih Belum Terpenuhi Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Kubu Raya hingga saat ini belum mampu dipenuhi oleh PDAM Kabupaten Kubu Raya. Dari 400 ribu jiwa, baru 60 ribu jiwa yang dapat terpenuhi. Kepala Bidang Teknis PDAM Kabupaten Kubu Raya, Urai Wisata tidak memungkiri jika kebutuhan air bersih bagi warga masih belum mampu terpenuhi pihaknya. Menurutnya, baik boster dan Instalansi pengolalaan air (IPA) yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi dan Pusat yang tersebar di beberapa titik, yakni di Rasau Jaya dengan kapasistas sepuluh liter per detik baru mampu melayani 800 pelanggan, di Kuala Dua dengan kapasitas boster sepuluh liter per detik melayani 800 pelanggan, pembangunan ibu kota kecamatan IKK di Desa Mekar Baru Sungai Ambawang dengan kapasitas 20 liter per detik melayani 1600 pelanggan. Selain itu, lanjut dia IPA yang ada di Kecamatan Sungai Kakap yang berkapasitas sepuluh liter per detik untuk melayani 800 pelanggan, IPA di Kecamatan Sungai Ambawang dengan kapasitas 20 liter per detik yang akan melayani 1600 pelanggan, dan IKK Kuala Dua berkapasitas sepuluh liter per detik yang dapat melayani 800 pelanggan, Rasau Jaya sepuluh liter per detik yang akan melayani 800 pelanggan, dan yang sedang dibangun di Kuala Mandor B dengan kapasitas sepuluh liter per detik melayani 800 pelanggan. “Ini semua masih belum mampau memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya, Senin (26/2). Dia mengatakan untuk boster yang dibangun di Sungai Raya Dalam oleh Pemerintah Provinsi, hingga saat ini belum dapat difungsikan. Karena sejak pembangunan hingga selesai belum dilakukan serah terima dari provinsi ke PDAM Kabupaten Kubu Raya. “Untuk Kecamatan Sungai Raya kebutuhan air bersih yang sudah terpenuhi sudah mencari 27 persen. Dan dari total 400 ribu jiwa, 60 ribu jiwa sudah menikmati air bersih dengan 12 ribu sambungan air,” katanya, Selasa (26/2). Dia mengakui untuk memenuhi kebutahan air bersih pihaknya mengalami beberapa kendala, seperti kekurangan anggaran untuk mengembangan pengelolaan air bersih yang lebih besar, dan daerah Kabupaten Kubu Raya sangat sulit untuk mencari sumber air baku. “Kita paham memang anggaran APBD harus dibagi dengan instansi lain. Sementara untuk membangun pengelolaan air bersih membutuhkan dana yang cukup besar,” tuturnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Kamis, 28 Februari 2013 RALAT Pada Berita yang berjudul nama Bupati Bengkayang Jadi Kedok Penipuan terdapat kesalahan redaksi, tertulis “Untuk itu diimbau agar warga dan siapapun untuk mempercayai kedok penipuan yang mengatasnamakan bupati.” Semestinya “Untuk itu diimbau agar warga dan siapapun untuk tidak mempercayai kedok penipuan yang mengatasnamakan bupati.” Terimakasih Redaksi

KPUParpol Bicarakan Dapil

Berkedok Lembaga Audit Peras Kepala Sekolah Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Kepala Dinas Pendidikan Bengkayang menyesalkan aksi penipuan yang dilakukan sekelompok orang kepada pihak sekolah dengan mengatasnamakan lembaga tertentu. ‘Kita menyesalkan aksi penipuan yang mereka lakukan dengan mengatasnamakan lembaga terten-

tu,” kata Silverius Sinoor, Kadis Pendidikan Bengkayang, beberapa waktu lalu. Sebagai pemberitaan sebelumnya, ada dua sekolah yang berada di daerah pantai utara menjadi korban penipuan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan lembaga tertentu. Lembaga itu mengaku sebagai lembaga yang berwenang untuk memeriksa keuangan BOS dan BSM.

Setelah beberapa jam melakukan investigasi, baik untuk data, siswa, guru dan ke pihak sekolah, sekelompok orang itu meminta sejumlah uang kepada pihak sekolah dengan kisaran Rp 2-3 juta rupiah. “Kita meminta kepada pihak sekolah jeli melihat dan menilai lembaga yang masuk ke sekolah dengan mengatasnamakan lembaga resmi. Terlebih lembaga yang masuk itu meminta biaya ter-

Pemkab Siap Tangani PBB-P2 Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

FOTO: Mujidi / Borneo Tribune

Eddy A

Untuk melakukan kampanye, kita juga meminta kepada parpol untuk menyampaikan pemberitahuan

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkayang dan partai politik (parpol) di Bengkayang duduk bersama untuk membicarakan daerah pemilihan (dapil) Bengkayang. Pertemuan bersama itu dilaksanakan di Kantor KPU Bengkayang, Rabu (27/2). Partai Politik yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PPP, PKB, HANURA, Gerindra, PKS, NASDEM, Golkar dan PAN. Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh TNI, Polri dan Pemkab. ‘Pertemuan kita salah satunya membicarakan jumlah daerah pemilihan di Kabupaten Bengkayang,” kata Eddy A, Ketua KPU Bengkayang. Dalam pertemuan bersama, perbincangan hangat terjadi, ada parpol yang mengusulkan empat dapil dan ada juga yang mengusulkan lima dapil. “Dalam pertemuan bulan ada keputusan, karenanya kita minta kepada parpol untuk mengusulkan secara tertulis dan disampaikan besok, (Kamis-red). Selain membicarakan daerah pemilihan, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan pemberitahuan kepada parpol terkait jadwal kampanye yang sudah boleh dilakukan. Tentunya kampanye yang diperbolehkan itu sesuai dengan ketentuan. “Untuk melakukan kampanye, kita juga meminta kepada parpol untuk menyampaikan pemberitahuan,” jelas Eddy. o

tentu,” kata Sinoor. Sinoor menegaskan, selama ini Pemkab tidak menunjuk lembaga lain untuk melakukan pemeriksaan dana BOS dan BSM. “Selama ini, lembaga yang memeriksa dana BOS dan BSM hanya BPKP. Selain itu, tidak ada lagi lembaga yang berwenang. Jadi, apabila ada lembaga lain, legalitas lembaga tersebut harus dipertanyakan,” ucapnya. o

Pemkab Bengkayang melalui Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkayang menyatakan siap untuk melaksanakan penarikan Pajak Bumi dan Bangun Sektor Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) yang akan dilimpahkan pemerintah pusat secara penuh ke Pemkab 1 Januari 2014 mendatang. Pernyataan siap itu diutarakan langsung Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkayang, Aleksius, saat ditemui pada pelaksanaan sosialisasi pengalihan PBB-P2 di Lala Hotel, Rabu (27/2). Untuk mempersiapkan pelaksanaan PBB-P2 di Bengkayang, Dinas Pendapatan Kabupaten Bengkayang terus melakukan sosialisasi, salah satunya dengan melakukan validasi data wajib pajak ke seluruh kecamatan. “Sosialisasi validasi data yang telah kita lakukan adalah Kecamatan Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan dan Kecamatan Capkala. Besok, (Kamis-red), akan kita lakukan di Kecamatan

Sosialisasi Pengalihan PBB-P2 FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

Bengkayang, Teriak, Lumar dan Sungai Betung. Selanjutnya, validasi akan kita lakukan ke kecamatan lainnya,” kata Aleksius lagi. Aleksius menjelaskan, mendukung pelaksanaan penarikan PBB P2 secara penuh tersebut, Pemkab telah membuat perda terkait dengan PBB P2. Mendukung Perda, tahun ini juga akan dirumuskan peraturan bupati (Perbup) dan SOP. Sosialisasi dibuka Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon dengan dihadiri Rukijo selaku Direktur Pajak Daerah dan Retrebusi Daerah Direktorat

Keuangan. Rukijo menjelaskan, dalam rangka pengalihan PBB-P2, hingga tahun 2013 ini sudah ada 123 daerah yang melaksanakan pemungutan. Satu daerah, yaitu Kota Surabaya, telah melakukan pemungutan di tahun 2011, dengan potensi penerimaan sebesar 435 miliar lebih, atau kurang lebih 5,7% dari penerimaan total. 17 Daerah atau sekitar 3,5% telah melaksanakan pemungutan di tahun 2012, dengan potensi penerimaan total sebesar 1,01 triliun lebih atau setara 13,4% potensi penerimaan seluruh pemerintah dae-

rah. Berikutnya, di tahun 2013 terdapat 105 daerah atau sekitar 21,3% yang melaksanakan pemungutan, dengan potensi sebesar 4,47 triliun atau setara 58,9% penerimaan total. Di tahun depan ada 153 daerah (31,1%) yang melaksanakan pemungutan dengan total penerimaan sebesar 1,13 triliun atau sebesar 14,9%. Sisanya ada 82 daerah (16,7%) yang Raperdanya masih dalam proses, dan 134 daerah (27,2%) lainnya yang belum menyusun Raperda, masingmasing dengan potensi sebesar 178 miliar dan 359 miliar lebih atau setara dengan 2,4% dan 4,7% dari penerimaan total. Jadi sampai tanggal 20 Februari 2013, baru 276 (56,1%) daerah yang telah siap memungut, dengan potensi penerimaan total sebesar 7,06 triliun atau setara dengan 92,9% potensi keseluruhan. Sosialisasi pengalihan PBB-P2 di Kabupaten Bengkayang yang dimulai sekitar pukul sembilan diikuti seluruh Camat se Kabupaten Bengkayang, Kepala Desa dan Sekretaris beserta beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Bengkayang. o

Poktan Kamaru’Ku Puas Atas Hasil Panen Menkokesra, Agung Laksono saat meninjau stand pada acara launching program Pandu Gerbang Kampung dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Terpadu Singkawang, di Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, belum lama ini FOTO: Rudi/ Borneo Tribune

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Tidak ada usaha yang tidak akan berhasil. Jika usaha itu dikerjakan dengan serius. Usaha itulah yang dilakukan sejumlah anggota Poktan Kamaru’ku, Kelurahan Nyarumkop, Singkawang Timur. Yakni berhasil menyulap lahan terlantar menjadi lahan produktif pertanian. Semula lahan seluas 100 hektare di daerah tersebut adalah hutan belantara dan di aeral tersebut dikelilingi pepohonan dan rawa. Siapa sangka, berkat usaha yang digeluti kelompok ini, hutan tersebut berhasil disulap menjadi hamparan lahan pertanian. Sekarang warga sekitar telah menikmati manfaat langsung dari lahan pertanian yang mereka garap berkat binaan dari Gerakan Peduli Masyarakat (GPM) Singkawang. Saat ini masyarakat dinaungi Poktan Kamaru’ku sudah melakukan panen

padi untuk kedua kalinya. Dimana semenjak lahan tersebut dikerjakan dengan bantuan pendanaan dari pemerintah pusat, melalui program percetakan sawah dan di fasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Singkawang. Pantauan Borneo Tribune, Selasa (26/2) sejumlah anggota Poktan Kamaruku sibuk mengangkut hasil panen mereka menggunakan kendaraan roda 4 bak terbuka yang disiapkan oleh Ketua GPM, Marsianus Kodim, sekaligus sebagai penanggung jawab pekerjaan. Terbukti puluhan karung goni berisi gabah, satu persatu dinaikkan pada kendaraan. Kemudian diangkut menuju rumah-rumah masing-masing pemilik padi. Keiatan tersebut dilakukan secara bergiliran, hingga puluhan karung goni hasil panen selesai diangkut. Radi (55),salah satu anggota Poktan mengaku senang, lantaran sudah 2 kali bisa menikmati hasil kerja kerasnya selama ini. Sebagai rakyat biasa, dia hanya bisa mengucapkan sepenggal bahasa ‘terima kasih’ kepada Dinas Pertanian dan Ke-

hutanan Kota Singkawang, dimana sudah membantu mereka dalam membuka lahan pertanian di wilayah tempat tinggalnya. “Ucapan terimakasih sebesar-besarnya, kepada ketua GPM Kota Singkawang, Marsianus Kodim. Karena kerja keras beliau, pekerjaan Poktan ini dirintis. Dimana dalam 1 tahunan ini, keberhasilan dapat dirasakan, walaupun banyak tantangan dialami ,” kata Radi. Senada pula diungkapkan Titing (38) menurutnya, Marsianus Kodim adalah sosok yang kerap kali mengingatkan kepada mereka, agar lahan-lahan yang sudah dibagi dan segera dikerjakan itu, jangan sampai dijual. “Karena, pesan beliau, kasihan nanti kepada anak cucu kalian,” ujar Titing mencontohkan perkataan Kodim . Ketua GPM, Marsianus Kodim, mengatakan, setelah panen ini selesai, Poktan akan segera mengerjakan lahan itu kembali. “Pengerjaan itu nantinya sebagai persiapan untuk penanaman padi pada tahap berikutnya, sekarang bibit dan pupuk sudah kita siapkan, dan dalam waktu dekat ini,

kita sudah menyiapkan 2 alat berupa mesin semprot ukuran besar, untuk membersihkan,” ungkap Kodim. Ia juga berpesan kepada petani, agar warga tidak tergoda untuk menjual lahan pertanian yang sudah dibagikan. Di sisi lain, sebagai bukti kepemilikan para petani, dia akan membuat sertifikat gratis dan itu nantinya akan diberikan kepada anggota yang berprestasi. “Itu kita lakukan, sebagai rangsangan bagi mereka agar secara terus menerus mengerjakan lokasinya masingmasing,” ujarnya. Disela-sela kesibukanya, Kodim sedikit menyentil pemberitaan yang menyudutkan dirinya beberapa waktu yang lalu. Kata dia, jika Poktan binaanya itu dituding gagal panen, namun dibalik itu tidak mungkin Dinas mau memberikan bantuan kepada Poktan melalui GPM. “Karena keberhasilan itu ada, maka kita akan mendapat bantuan lagi, terutama dalam bentuk pengairan berupa irigasi. Dan itu berdasarkan hasil Monep yang Dinas lakukan belum lama ini,” katanya. o

6

Warga Tuding, Galian C Bikin Jalan Rusak Rudi Borneo Tribune, Singkawang Penghujung Jalan K.S Tubun kian terabaikan. Pernyataan itu pun diakui oleh Ketua RT 57, Kelurahan Roban, Singkawang Tengah, Marsianus Kodim. Dia yakin persis, dan masih tajam pada ingatan, pada saat dirinya mengajukan perbaikan jalan tersebut. Saat itu masih dipimpin Walikota Awang Ishak, 10 tahun silam. Atas pengajuan itu pula, sambung Kodim, pemerintah pusat menganggarkan untuk perbaikan jalan tersebut. Namun, tidak berapa lama, kondisi jalan kembali rusak. Kerusakan itu pula, disebabkan oleh aktivitas kendaraan angkutan material galian C. Ia sendiri prihatin melihat kondisi jalan itu, namun apa daya, lebih baik dia berharap, untuk sementara jalan itu jangan diperbaiki. Lantaran, selama ini yang merusak jalan, atau yang lebih banyak menggunakan jalan itu adalah angkutan galian C. Dinas terkait segera menertibkan aktivitas galian C di sekitar wilayah itu. Dan, jika aktivitas galian C di wilayah itu sudah ditertibkan, baru dipersilahkan kepada pemerintah untuk memperbaikinya. “Untuk sementara biarkan saja jalan itu rusak, hingga menunggu dinas terkait menertibkan galian C di lokasi itu, jika tidak ditertibkan, maka langkah untuk perbaikan jalan akan percuma saja, toh nantinya kembali merusak,” kata Kodim. Secara pribadi, dia turut mendukung perbaikan jalan di penghujung K.S Tubun tersebut, namun apa daya, jika aktivitas galian C masih berkeliaran di lokasi itu. Akibatnya, jalan cepat rusak, juga debu-debu tanah hingga masuk pada rumah warga setempat. “Jadi sudah sepantasnya jalan itu diperbaiki, tetapi tunggu dulu, hingga Pemkot setempat menertibkan galian C illegal itu. Jangan sampai timbul konflik sosial antara warga dengan usaha galian C,” harap Kodim. o

Usaha Pembibitan Lele Sangkuriang Menjanjikan Rudi Borneo Tribune, Singkawang Usaha pengembangan ikan air tawar kian dilirik oleh sejumlah warga di Kota Singkawang. Salah satunya, ikan air tawar jenis lele sangkuriang. Selain pangsa pasar menjanjikan. Jenis ikan ini banyak digemari oleh pecinta kuliner di kota ini. Hal tersebut membuat banyak warga memelihara baik itu untuk konsumsi pribadi, mau pun dijajaki sebagai bisnis kuliner. Saat ini, sejumlah warga meyakini usaha memelihara ikan lele jenis sangkuriang itu, dipastikan tidak bakalan rugi. Tak ayal, banyak warga mencoba membuka usaha pengembangan jenis ikan tersebut pada lahan tertentu. Melihat usaha pengembangan itu kian menjamur, salah seorang warga di kota ini, Tjong Sung Djun membangun sebuah pembibitan ikan air tawar jenis lele sankuriang. Berawal menjajaki usaha itu, A Djun sapaan akrabnya hanya sekedar mencoba-coba saja. Berawal dia hanya membuat beberapa kolam untuk ikan lele sangkuriang, yang terdapat di pekarangan rumahnya Jalan Alianyang, Gg. Duta Mas, Singkawang Barat. Namun, melihat bisnis itu tiada matinya, dia berencana membangun sebuah pembibitan khusus lele sangkuriang. Pada akhir 2012 lalu, A Djun membangun sebuah pembibitan lele sangkuriang di Jalan SagataniSaumbang, Kelurahan Sejangkung, Singkawang Selatan, tepatnya sekitar 10 kilo meter dari pusat kota ini. Saat ini, terdapat ribuan bibit lele sangkuriang milik Sung Djun, sudah dipesan oleh warga yang berasal dari berbagai daerah di Kalbar. Ribuan bibit lele kerap kali dipesan itu, membuat penghasilan dirinya, hingga jutaan rupiah per minggu. Belajar dari salah satu tempat pembibitan lele sangkuriang di Maja Lengka, luar kota ini, A Djun mendapatkan sertifikat perkembangbiakan lele dari dinas terkait. Sehingga usaha pembibitan lele miliknya itu, terus berkembang dan dipastikan berkualitas. Saat disambangi Borneo Tribune, pada sebuah tempat pembibitan lele sangkuriang milik A Djun di Jalan Sagatani, dia mengatakan, hasil dari pembibitan lele miliknya itu, mampu membangun tempat pembibitan lebih luas lagi. “Tiap hari ada saja warga yang datang, guna membeli bibit lele disini. Bibit lele ini kita kawinkan sendiri, melalui induk lele yang kita beli dari Majalengka,” terangnya. Untuk penghasilan, tambahnya, lumayan menghasilkan. Dalam seminggu, hasil dari pembelian bibit lele miliknya itu, bisa menghasilkan jutaan rupiah. Memang, awal dari pengembangan pembibitan miliknya itu, memerlukan kesabaran. “Tapi tidak perlu menunggu lama, nanti hasilnya akan kelihatan. Lantaran usaha ini tiada matinya, selagi ada kemauan, pasti akan menuai hasilnya,” tutur A Djun bersemangat. o

Usaha pembibitan lele sangkuriang milik Tjong Sung Djun alias A Djun di Jalan Sagatani, Singkawang Selatan FOTO: Rudi/Borneo Tribune


Kamis, 28 Februari 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

O2SN dan FLS2N Kecamatan Entikong Dibuka

Paolus: Latih Potensi dan Kemampuan serta Jaga Sportifitas

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Selasa (26/2) kemarin membuka langsung Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau di lapangan sepak bola Kecamatan Entikong. Pembukaan tersebut juga

dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Amen, AR serta undangan lainnya. Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali oleh Wakil Bupati Sanggau. O2SN dan FLS2N tersebut diikuti oleh masing-masing perwakilan siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA dan SMK

yang ada di wilayah Kecamatan Entikong. Dalam sambutannya, Paolus Hadi mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan digelarnya pelaksanaan kegiatan O2SN dan FLS2N di Kecamatan Entikong. Dimana tidak hanya diikuti oleh para siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD), tapi sekarang sampai ketingkat SMP, SMA dan SMK. ”Karena melalui olah raga tersebut dapat dijadikan mo-

Tahun 2012

40 Kelompok Tani Dapat Bantuan Hibah KUB Borneo Tribune, Ngabang Sepanjang tahun 2012 tahun jumlah bantuan social berupa bantuan hibah kepada masyarakat Kabupaten Landak adalah sebanyak 40 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dari Pemerintah Pusat. Demikian dikatakan Kabid Sosial Dinas Sosial Landak, Aloysius, Selasa (27/2) di ruang kerjanya kemarin menyebutkan tidak ada bantuan sosial atau bantuan hibah lagi dari Pemerintah Pusat selain dari bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang senilai 800.000.000 (delapan ratus juta Rupiah) sepanjang tahun 2012. Dari 13 kecamatan di kabupaten Landak, 9 kecamatan yang mendapatan bantuan hibah sesuai pengajuan proposal kelompok tani, yang diantarannya kecamatan Sengah Temila 7 Desa, Kecamatan Mempawah Hulu 5 Desa, Kecamatan Mandor 4 Desa, Kecamatan Air Besar 5 Desa, Kecamatan Menjalin 4 Desa, Kecamatan Menyuke 1 Desa, Kecamatan Ngabang 5 Desa,

Kecamatan Kuala Behe 5 Desa, dan Kecamaatan Kecamatan Sebangki. Bantuan social berupa hibah dari Pemerintah Pusat, setiap satu kelompok masyarakat yang terdiri dari 10 orang mengajukan permohonan proposal sesuai dengan kebutuhan kelompok. Aloysius mengatakan, 40 Kelompok Usaha Bersama yang terdiri satu kelompok sepuluh orang pada tahun 2012 mengajukan permohonan diantaranya ada yang mengajukan Ternak babi, Ternak Ayam, Ternak Sapi, Ternak Ikan, Bibit karet unggul dan mengajukan kios BBM. “Dari 40 kelompok Usaha Bersama (KUB) masingmasing kelompok mendapat bantuan sebesar 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) dan pada bulan Desember 2012 yang lalu kelompok Usaha Bersama menerima uang secara cash melalui rekening kelompok tani tani masing-masing,” ungkapnya. Bantuan yang secara hibah diberikan kepada masyarakat kelompok tani yang

HO TEL HOTEL

diberikan cuma-cuma pastilah harus bermanfaat bagi kelompok tani tersebut dan tidak boleh disalahgunakan. Dtambahkan Aloysius, uang yang sudah diterima pada Desember 2012 tahun lalu maka pada tahun 2013 setiap kelompok sudah melaksanakan program tersebut dan nanti dari Dinas Sosial akan melakukan monitoring dan mengecek data kelompok mana yang serius dan mana yang tidak serius. “ Kami akan mengecek serta memonitoring kegiatan kelompok usaha bersama setiap kelompok sejauh mana keseriusan mereka dan apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan oleh oknum kelompok maka kami akan memberi surat tembusan kepada Pemerintah Provinsi agar dilakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” papar Aloysius. Aloysius menyebutkan untuk tahun 2013 sekarang pihaknya dari Dinas Sosial lagi menunggu program apa yang berikan oleh Pemerintah Pusat kepada masyarakat Kabupaten Landak. “Kami dari Dinas Sosial masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat.” (Yohanes.J/Free)

mentum untuk melakukan pembinaan dan pengkaderan atau pembibitan bagi atlit disetiap cabang olah raga dan seni yang dipertandingkan,” ujarnya. Paolus pun berharap, melalui ajang O2SN dan FLS2N tingkat Kecamatan Entikong ini dapat lebih meningkatkan prestasi olah raga bagi atlit dalam menghadapi event-event yang lebih tinggi dalam rangka memupuk bakat dan minat para siswa-siswi dibidang seni.

”Kesenian merupakan wujud budaya dan cerminan karakter bangsa,” ungkapnya. Dalam ajang O2SN dan FLS2N tahun 2013, setiap Kecamatan untuk melaksanakan O2SN dan FLS2N yang merupakan agenda rutin sebagai persiapan menghadapi O2SN dan FLS2N tingkat Kabupaten yang dilaksanakan pada bulan Maret 2013 mendatang dan tingkat Provinsi pada bulan Mei 2013 mendatang.

O2SN dan FLS2N tingkat Kecamatan Entikong pada tahun 2012 lalu berada pada peringkat atau rangking kedua setelah Kecamatan Kapuas. Oleh karena itu, Paolus berpesan agar terus dibina dan dijaga. Bila perlu raih juara satu, sebagai tanda kemajuan dalam prestasi olah raga dan seni. ”Semuanya itu perlu keterpaduan dalam hal pelaksanaan pembinaan para atlit-atlit olah raga maupun seni, baik disekolah maupun

organisasi pembina cabangcabang olah raga maupun seni. Kepada para siswasiswi yang mengikuti pertandingan, untuk dapat memanfaatkan ajang lomba sebagai salah satu wadah untuk melatih potensi dan kemampuan yang dimiliki dan tetap menjaga sportifitas dalam pertandingan, serta yang tidak kalah pentingnya juga adalah dalam upaya melatih keberanian, sikap, mental dan sensitifitas yang positif,” pungkasnya.

Dinas Komunikasi dan Telekomunikasi Belum Merekomendasikan PT.Telekomunikasi Borneo Tribune NgabangDikatakan oleh Ependi, kadis Perhubungan Komunikasi dan Telekomunikasi kabupaten Landak sepekan yang lalu, bahwa sejauh ini pihak kontraktor yang mendirikan tower diKabupaaten landak belum ada satupun pihak kontraktor yang mendirikankan menara tower telekomunikasi datang ke Dinas Telekomunikasi ini. Banyaknya berdiri menara tower telokomunikasi yang ada dikabupaten landak sebenarnya perlu diketahui bahwa dari Dinas Komunikasi dan Telekomunikasi sampai saat ini belum merekomendasikan perusahaan Telekomunikasi yang mendirikan menara tower dikabupaten landak. Oleh sebab itu kami pertanyakan legalitas perizinannya sebab tower-tower Telekomnikasi yang berdiri sampai saat ini

tidak mengantongi izin sebab berdasarkan undangundang nomor 55 tahun 1999 tentang pembentukan kabupaten landak (Lembaran Negara Repoblik Indonesia tahun 1999 nomor 183, dan tambahan lembaran Negara Repobik Indonesia Nomor 3904) dan Peraturan Daerah kabupaten Landak nomor 10 Tahun 2001 tentang Retribusi Perizinan tertentu. Artinya kalau mengacu pada undangundang tersebut bahwa tower-tower yang ada sudah cacat hukum, paparnya pada media ini. Menurut Minbar selaku kepala Kantor Pelayanan prizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) melalui Andi Ependi bagian pengolahan data Ijin Membuat bangunan (IMB) pada senin (25/2) kemarin, mengakui seluruh tower telekomunikasi yang berdiri dikabupaten landak belum semuanya memiliki

izin. Sebenarnya sebelum mendirikan menara Telekomunikasi pihak kontraktor terlebih dahulu memenuhi ketentuanketentuan yang telah ditetapkan dan petunjukpetunjuk Dinas PUP,BAPPEDA,dan Badan Lingkungan Hidup dikabupaten Landak. Setelah itu fisik bangunan harus sesuai dengan gambar yang telah disahkan. Apabila pembangunan telah memenuhi ketentuanketentan fisik bangunan sudah mencapai 100 persen, maka surat izin mendirikan bangunan tetap baru dapat diterbitkan dengan terlebih dahulu mengembalikan surat izin mendirikan bangunan sementara. “ berdasarkan data di kantor Pelayanan Perizinan Tertapu Satu Pintu sampai saat ini, tower-tower yang ada dikabupaten Landak semuanya belum ada izinnya

cuman hanya satu yang sudah terdaftar tetapi sampai sekarang belum melengkapi persyaratan dan belum diproses. Dan data sementara yang kami terima dari sekian banyak menara tower Telekomunikasi yang berdiri salah satunya yang terdaftar adalah menara tower Telekomuniasi Telkomsel di daerah Dusun Singkut Buluh Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila dengan luas bangunan 3.600M2, luas tanah 400 m2 dengan status tanah SKT.oleh karna itu menara tower Telekomunikasi yang berdiri dikabupaten landak yang belum ada izinnya memang perlu dibicarakan oleh pihak legislative maupun pihak Eksekutif kendati menara tower adalah omset PAD Kabupaten Landak yang cukup besar oleh sebab itu perlu dibabas Maupun ditindak,Akunya.(yohanes.J)

Kapling Dibagikan Setelah Kebun Produksi Mata Borneo landak- berdasarkan data yang diambil dari Kadis Perkebunan dan kehutanan Kabupaten Landak Alpius pada (13/2) kemarin, menyebutkan sebanyak 50 Perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Landak. Dari ke 50 Perusahaan ada satu perusahaan yang dipegang oleh Badan Usaha Mi-

lik Negara (BUMN) Persero yakni perusahaan PTPN XIII Ngabang. Dari 49 Perusahaan yang swasta murni, ada beberapa perusahaan yang sudah mengajukan rendemen kapling untuk masyarakat. Dalam Peraturan daerah nomor 2 tahun 2011 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 10

tahun 2008 tentang penyelenggaraan usaha perkebunan yang mengatur tentang pola kemitraan yang dijadikan aturan kewajiban bagi suatu perusahaan perkebunan minimal menyiapkan lahan perkebunan untuk rakyat 20 persen dan itu dibuat berdasarkan persepakatan masyarkat dengan pihak perkebunan. “ makanya sejak awal kita harapkan posisi kawan maupun harus dikawal, jangan sampai kita tergiur dengan tawaran yang diiming-imingi sesuatu oleh perusahaan yang nantinya tidak menguntungkan rakyat dan akan menimbulkan konflik, Sebelumnya melakukan, seyogianya masyarakat memberikan tawaran yang wajar minimal perusahaan menyiapkan 70 per 30,” Papar ALpius. Ada beberapa macam pola, tambah Alpius, yang pertama adalah pola kemitraan penyiapan dibidang prasaranan produksi tahap pembangunan awal perkebunan, kemitraan dibidang produksi patok kebun, pola kemitraan apakah model hibah, bagi hasil, atau model kredit dan itu harus dipahami oleh masyarakat, kadang-kadang kami (dinas) belum sepenuhnya tahu bagaimana model kesepakatan antara masyarakat dengan perusahaan karna wadah persepakatan itu melalui koperasi, oleh sebab itu karna perjanjian perusahaan arus berhati-hati, jangan kita terbujuk oleh rayuan, imingiming , karna nantinya akan menyusahkan petani sendiri atau anggota koperasinya dan hal itu jangan sampai terjadi, dan waktu itulah kita membaca bentuk persepakatan kelompok-kelompok dari pasal perpasal supaya petani tidak dirugikan. “ pembagian kapling perkebunan kepada masyarakat adalah sejak kebun berproduksi, ada tahapan sebelum pembagian kapling, tahapan pertama, yang mana inti dan yang mana plasma karna sebelum dibuat hak guna usaha (HGU) ini harus

diverifikasi, dilihat awal lahan yang di GRTT siapa yang pemilik lahan awal dan dilihat data-datanya supaya jangan sampai terjadi orang yang tidak di GRTT mendapat lahan, itu akan menimbulkan cemburu social dengan masyarakat setempat dan bisa saja terjadi akibat permainan ini orang lain dapat. Oleh sebab itu harus hati-hati karna ini bisa terjadi pada saat verifikasi. Dan kedua dari hasil kebun apakah layak atau tidak, janganj sampai perusahaan serahkan barang-barang yang tidak layak karna standar perkebunan minimal 135 batang perhektare dan kita harus cek dan ricek apakah benar, dan itulah yang di verifikasi yang memerlukan waktu cukup lama. Tapi persyaratan untuk melakukan konpersi kapling harus petani mengajukan melalui kelompok kepada dinas Perkebunandan dan kepada Bupati, “. Akunya. Dari 49 perusahaan swasta murni yang sudah mengajukan plasma atau kapling diantaranya adalah perusahaan PPI dan perusahaan PP tapi persoalannya ijin lokasinya salah, oleh sebab itu perusahaan PPI dan PP masih dalam tahap verifikasi. “ pada prinsipnya perusahaan yang masuk dikabupaten Landak harus bersungguh-sungguh, jangan hanya mau perinvestasi yang memberi giuran kemasyarakat begini begono tapi ujungujungnya merugikan masyarakat dan kedua jangan terlalu banyak masalah social sebab kalau terlalu banyak masalah social dan terlalu besar biayanya akan menjadi beban masyarakat petani, sebab kalau semakin besar biayanya seyogianya yang tadinya 10 tahun kembali yang bisa bayar seluruhnya tapi kalau biayanya besar dan bisa saja menjadi 15 tahun dan itukan akan merugikan rakyat itu sendiri, “ Ujar Alpius. (Yohanes.)


Sekadau Borneo Tribune

Kamis, 28 Februari 2013

8

Tantangan Globalisasi

Bupati: Masyarakat Bekali Keterampilan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Jembatan menuju Desa Sungai Antu, Kecamatan Belitang Hulu yang ambruk. Jembatan lama dimanfaatkan warga untuk menyeberang.

Bupati Sekadau Simon Petrus Bupati Sekadau, berharap masyarakat terlebih giat menyiapkan diri berbagai bekal keterampilan di tengah arus globalisasi dijaman yang serba canggih sekarang ini. Untuk menuju keginginan tersebut tentunya diperlukan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Caranya adalah dengan bersekolah dan belajar. “Pengetahuan tidak bisa diperoleh jika tidak sekolah. Dengan kita bersekolah maka hidup kita bisa diubah, untuk itu penting bersekolah,� ajaknya, beberapa waktu lalu. Simon juga mengajak masyarakat yang sudah memiliki keterampilan atau talenta yang mereka miliki dapat dibagikan kepada sahabat yang lain,� tuturnya. o

Wabup: Warga Proaktif Sampaikan Aspirasi Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Wakil Bupati Sekadau Rupinus berharap warga di tingkat desa lebih proaktif menyampaikan aspirasi pada agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan. Dengan begitu usulan warga yang disampaikan

secara aspiratif dan urgen mempercepat jangkauan pembangunan di berbagai wilayah di Bumi Lawang Kuari. "Sehingga nanti usulan yang disampaikan adalah usulan yang berdasarkan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan dalam arti ada skala prioritasnya," jelas Rupinus, ketika membuka kegiatan Musrenbang, di Kecamatan Belitang, Rabu

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

(27/2). Dijelaskannya, Musrebang yang dilaksanakan setiap tahun merupakan amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004, tentang sistem perencanaan nasional, secara berkelanjutan. Untuk itu dalam merumuskan kebijakan pembangunan di segala bidang, dengan melibatkan semua stakholder nantinya mampu dijalankan dengan singkron dan tepat sasaran. Karena itu Wabup berharap Musrenbang yang dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi sampai pada tingkat nasional bisa mengakomodir rencana pembangunan di daerah sesuai dengan visi misi Pemerintah Daerah di masing-masing wilayah. Kendati demikian, semua usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat di tingkat dusun dalam agenda musrenbang desa, kecamatan, hingga ke kabupaten tidaklah semua terakomodir karena dana yang dimiliki pemerintah terbatas. Wabup kemudian mengimbau agar pada saat Musrenbang semua pihak dapat hadir bersama membahas rencana pembangunan. "Kita berharap tidak ada usulan yang disampaikan melalui jendela. Kalau kita mau Musrenbang ini berha-

Kegiatan Musrenbang di aula Kantor Camat Belitang, Rabu (27/2). Foto: Bagus Kosminto/Borneo Tribune sil, mari kita duduk satu meja, mulai dari tingkat bawah. Termasuk juga wakil rakyat harus hadir, sehing-

ga usulan yang disampaikan bisa singkron," tambahnya. Tampak hadir dalam Musrenbang itu, Camat Keca-

matan Belitang Miki Hermanto, Kadis Kesehatan, Perwakilan dari masingmasing SKPD, para Kepala

Desa di Kecamatan Belitang, tokoh masyarakat, pemuda, agama organisasi masyarakat lainnya. o

5 Tanaman Pangan Potensial Dibudidayakan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sekadau Adrianto Gondokusumo mengatakan 5 jenis tanaman pangan yang potensial dibudidayakan seperti padi, jagung, singkong, sagu, umbi, dan kacang-kacangan. Menurut Adrianto sudah ada warga lokal yang melirik budidaya tanaman pangan jenis jagung. Melihat ada inisiatif begitu, kata dia, pihaknya sangat mendukung apa yang akan diusahakan petani. "Kita bahkan sangat mendukung sekali kalau ada masyarakat yang berinisiatif mengembangkan tanaman pangan

seperti jagung ini," katanya sembari mengatakan ada beberapa petani sudah konsultasi dan meminta dukungan kepada bidang di dinasnya. Sementara itu, beberapa petani sayur di Sekadau kini mulai melirik tanaman kedelai. Umumnya kedelai matang atau kering di Sekadau digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat tempe dan tahu. Salah seorang petani, Kion, berpendapat tanaman jenis kedelai berpotensi ditanam di kampungnya di daerah Belitang. Selain memiliki potensi dibudidaya, harga jual kedelai yang lumayan tinggi antara Rp 9.000-Rp 12.000 per kg. Dia menilai pemasaran

kedelai lebih mudah dibandingkan jenis sayuran biji-bijian lainnya seperti kacang tanah. "Tanaman kedelai mungkin gampang dirawat, saya ingin mencoba mengembang tanamannya. Harga kedelai per kilogram juga tinggi," ungkapnya di Sekadau, belum lama ini. Ia menuturkan, yang membuat dirinya tertarik menanam kedelai karena memiliki harga yang cukup ekonomis, pasaran yang mudah, dan tahan lama. Kebutuhan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun, namun produksinya terus menurun di dalam negeri. Penyebabnya tanaman kedelai hanya dijadikan tanaman sela (sampingan) oleh petani. "Kedelai jangan lagi

dikatakan sebagai tanaman sela tapi menurut saya harus jadi tanaman nomor 3 selain padi," kata Kion. Data Bulog Tahun 2012 mencatat terjadi penyusutan 8,4% lahan kedelai. Dari total itu, lahan kedelai tahun 2012 hanya 600.000 hektar. Menurut Bulog, kalau kedelai ditanam secara intensif di beberapa daerah subur mampu memproduksi 3 ton/hektar. Data Bulog juga mencatat Tahun 2012, produksi kedelai dalam negeri hanya mencapai 779.800 ton. Tanaman Kedelai dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering (ladang). Penanaman biasanya dilakukan pada akhir musim penghujan, setelah panen padi. Pengerjaan tanah

biasanya minimal. Biji dimasukkan langsung pada lubang-lubang yang dibuat. Biasanya berjarak antara 20-30 cm. Penugalan tanah dilakukan pada saat tanaman remaja (fase vegetatif awal), sekaligus sebagai pembersihan dari gulma dan tahap pemupukan fosfat kedua. Menjelang berbunga pemupukan kalium dianjurkan walaupun banyak petani yang mengabaikan untuk menghemat biaya. Menurut Kion, ilmu budidaya tanaman kedelai akan secara tersendiri didapat apabila sudah mempraktekkannya. "Dasarnya sama dengan tanaman lain, yang penting menurut saya kita rajin," katanya. o


Kamis, 28 Februari 2013

Sintang-Melawi

Borneo Tribune

9

BPBD Berikan Bantuan Korban Kebakaran Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh BANTUAN terhadap korban kebakaran Pasar Kota Baru memang terus mengalir dari berbagai pihak. Mulai dari jajaran instansi di Pemkab Melawi, maupun oleh swasta dan sejumlah masyarakat yang peduli terhadap korban kebakaran. Badan Penanggulangan Ben-

cana Daerah (BPBD) Melawi juga ikut memberikan bantuan, apalagi mengingat tugas utama instansi tersebut adalah membantu bila adanya musibah dan bencana alam termasuk peristiwa kebakaran. “Bencana yang terjadi di Kota Baru berupa kebakaran menjadi perhatian seluruh elemen di Melawi. Kita sangat apresiasi dengan uluran tangan dari mereka

yang telah membatu warga korban kebakaran. Kita selalu institusi pemerintah yang memang menangani hal ini jelas ikut membantu,” kata Ketua Pelaksana BPBD Melawi Jhon Murkanto, belum lama ini. Diterangkan, bantuan yang diberikan pada korban kebakaran berupa barang tanggap cepat darurat. Yakni dari APBD Kalbar dan APBN yang dialokasikan

BPBD Melawi guna menangani bencana di daerah ini. “Kita memberikan bantuan sebanyak dua kali, pertama pada tanggal 5 Februari 2013 dan 20 Februari 2013. Kita berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban korban kebakaran Kota Baru,” ucapnya. Bantuan tahap pertama diberikan 10 buah matras, makanan siap saji sebanyak 100 bungkus. Lalu 96 kaleng

sarden. Selain itu, diberikan pula 50 kilogram gula, selimut 50 lembar, sarung 30 helai, kain juga 30 helai. Termasuk pula 5 kompor gas, mie instan 50 dus dan kopi sebanyak 50 bungkus. Bantuan kedua, diberikan 58 helai pada warga korban kebakaran, bersamaan dengan 80 dus mie instan dan minyak goreng 47 bungkus. Termasuk pula kopi bubuk sebanyak 60 bungkus dan

sarden 180 kaleng juga diberikan. “Bantuan tersebut khusus melalui BPBD Melawi, belum termasuk yang diberikan oleh Setda Pemkab Melawi dan dinas, badan serta kantor lingkungan Pemkab Melawi. Tentunya jumlahnya lebih banyak,” paparnya. Dia pun berharap, agar dari dana bencana pihak provinsi maupun pusat bisa

mengalokasikan untuk bantuan bangunan fisik bagi korban kebakaran. Karena, menurut Jhon, banyak warga yang membutuhkan bantuan fisik tersebut. “Bencana hebat ini jelas menghanguskan harta benda korban. Banyak diantara mereka yang tidak memiliki apaapa lagi. Sehingga, mereka sangat memerlukan kebutuhan rumah untuk meneruskan hidup,” pungkasnya. o

Camat Tebelian Petakan Desa Rawan Konflik Pilkades Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

TOLAK KOMITMEN PALSU Dengan mengenakan hiasan kepala burung enggang yang mewakili masyarakat Kalbar, sekelompok massa yang mengatasnamakan diri mereka Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kalimantan Barat menggelar aksi unjukrasa dibundaran tugu Digulis Untan, Selasa (26/02). Mereka menolak lima komitmen palsu dari SM yang salah satunya adalah berjanji melindungi hutan alam dan gambut namun urung dilakukan. FOTO Ulla Asri/Borneo Tribune

Peran Domestik Jangan Penghambat Pengetahuan Perempuan Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh BUKAN sebuah isapan jempol belaka. Bahwa, perempuan merupakan ujung tobak dalam pembangunan. Oleh sebab itu perempuan harus memiliki pengetahuan agar bisa mendidik generasi-genari muda yang berkualitas sebagai penerus estafet pembangunan. “Pendidikan kepada kaum perempuan di Melawi, baik itu secara formal ataupun non formal harus ditingkatkan.. Bayangkan saja, jika seorang perempuan tidak berpendidikan bagaimana akan menghasilkan genera-

B Saragih Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune

si yang berkualitas, bagaimana ia akan membangun bangsa menunjang perekonomian, berfikir dan bertindak secara bijaksana,” tegas

Kartika Sari Astuti, salah seorang pengamat sosial, hukum dan perempuan Kabupaten Melawi kepada Borneo Tribune baru-baru ini. Lebih lanjut Mantan Anggota DPRD Melawi ini mengungkapkan perempuan butuh pendidikan dan pengetahuan dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Perempuan selain sebagai poros generasi, ditangannyalah generasi baru itu dididik. Tidak logis jika arus pengetahuan untuk perempuan terhambat karena masalah peran domestik yang harus dilakukannya. Justru arus utama pengetahuan itu seharusnya ditujukan kepa-

da perempuan terlebih dahulu. Karena baik tidaknya pola pendidikan para ibu ini akan sangat tergantung pada tingkat pengetahuan dan pendidikan yang dimilikinya. “Jika kita tidak berpendidikan maka kita akan hidup, tapi buta pengetahuan dan yang sangat menyedihkan wajah kemiskinan justru identik dengan wajah perempuan,” ujarnya. Apabila ingin mengakhiri kemiskinan dan kebodokan, harus melalui tangan perempuan. Oleh karena itu perempuan harus memiliki pendidikan dan keterampilan. Sehingga dengan kemampuan tersebut perempuan bisa merubah kondisinya. Pendi-

dikan disini tidak hanya mencakup pendidikan formal saja, tapi tidak kalah pentingnya adalah pendidikan non formal yang dapat diperoleh diluar sekolah seperti penyuluhan dan pelatihan organisasi dan kelompok yang bersifat majemuk maupun keagamaan. “Jadi pemberdayaan kaum miskin otomatis pemberdayaan kaum perempuan, untuk itu pemberantasan kemiskinan harus dititik beratkan kepada kaum perempuan dan apabila hal ini kita abaikan, apapun upaya yang dilakukan untuk menekan kemiskinan dan kebodohan tidak akan pernah berhasil,” pungkasnya. o

Bangun Ekonomi Keluarga dengan Wiraswasta Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MASIH rendahnya kreativitas pemberdayaan potensi sumber daya alam (SDA), membuat sebagian orang berlomba-lomba untuk be-

KEHILANGAN SURAT PENTING An. RAFAEL ALI S Berupa 1 (Satu) Sertifikat Tanah Hak Milik No. 695 Tahun 2001 Dengan Luas 200 Meter Persegi (AN 843681/14.05.06.03.1.00695) NIB No. 14.05.06.03.00475 Surat Ukur Tanggal : 21 Mei 2001 (No. 473/Paal/2001) Sertifikat tersebut dinyatakan sudah tidak berlaku lagi sesuai No.STPLKB/140/II/2013/Sek.Np

kerja di perusahaan atau instansi pemerintah. Padahal, menurut Ismi Susianto salah seorang pengusaha batako Nanga Pinoh menilai tidak sedikit masyarakat yang berhasil mengembangkan perekonomian keluarga melalui wiraswasta. Menurutnya, di Melawi masih banyak potensi SDA yang bisa di kembangkan oleh masyarakat untuk membangun perekonomian keluarga. Yang sudah nyata saat ini cukup berpotensi, adalah perkebunan karet. Tidak menutup kemungkinan, juga dapat dikembangkan komoditi perkebunan dan pertanian lainnya. ”Sebenarnya, karet sudah lama kita kenal. Sayang, belum banyak masyarakat

yang mengembangkan perkebunan karet secara serius. Yang ada sekarang, hanya sebagai usaha samping saja,” katanya, ketika ditemui Borneo Tribune dikediamannya kemarin. Lebih lanjut Bapak dua anak ini menuturkan bahwa, rendahnya kreativitas dalam mengembangkan potensi SDA, salah satu faktornya karena belum ada jiwa wiraswasta yang dimilik masyarakat. Sehingga potensi yang ada di sekitar kita, tidak mampu dikembangkan. Maka tidak heran, sebagian berlomba-lomba untuk bisa bekerja perusahaan atau instansi pemerintah. ”Menurut pendapat saya, apapun bentuk pekerjaan, jika dilakukan dengan baik

dan ulet, mudah-mudahan bisa berhasil. Yang penting punya perencanaan matang serta didukung dengan manajemen yang baik pula dalam pengelolaannya. Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah usaha,” jelasnya, sembari memberikan motivasi bagi kaum muda untuk berwirausaha. Ismi melihat bahwa Melawi memiliki peluang untuk pengembangan usaha di bidang pertanian. Disamping lahan yang terbentang luas, juga didukung oleh kondisi pasar yang cukup menjanjikan. Misalnya, karet, saat ini harganya sudah membaik. Di Pinoh, para pengumpul membeli dengan harga Rp 10-11 ribu/kg untuk kualitas A. Potensi lainnya ada-

lah tambak ikan dan kebun sayur-sayuran. Ikan dan sayur, diperlukan dan dibutuhkan setiap hari. Soal dana untuk modal, bukanlah hal sulit jika kita memiliki tekat kuat untuk berwirausaha. Pemerintah sudah memberikan perhatian para pelaku usaha salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). ”Itu artinya, pasarnya sudah jelas, sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita. Belum lagi jika kita melihat dalam sektor properti ataupun pengembang. Tentu banyak peluang usaha di situ. Misalnya bisnis batako, mebel, pasir dan sebagainya,” pungkas Ismi. o

SEJUMLAH desa di wilayah Kecamatan Sungai Tebelian akan menggelar pemilihan kepala desa 2013 ini. Terkait hal itu, Camat Sungai Tebelian telah melakukan pemetaan sejumlah desa yang dinilai rawan konflik, sehingga dirinya harus hadir dan memantau langsung proses pemilihan tersebut. “Saya sedang di Desa Merarai satu pandan, yang sedang melakukan pemilihan Pilkades. Sampai saat ini masih kondusif dan proses berjalan lancar sampai pada perhitungan suara,” kata Berrnad Saragih, Camat Sungai Tebelian, Selasa (26/2). Selain Desa Merarai satu, beberapa desa yang juga akan melakukan pilkades antara lain desa Merarai dua dan desa Kajang Baru. “Kami memang sudah petakan sejumlah desa yang kami khawatirkan akan timbul konflik pada proses Pilkades. Oleh karena itu pada saat pilkades itu saya pastikan akan sempatkan diri untuk datang memantau langsung,” jelasnya. Namun secara rinci Saragih tidak menyebutkan desa mana saja yang masuk dalam pemetaan sebagai daerah yang rawan konflik. Ia hanya menyebutkan salah satunya Desa Merarai Satu dan Merarai Dua.

B Saragih Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune

“Saya berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya, tidak ada tekanan sehingga keamanan dan hasil Pilkades bisa lebih berkualitas,” ujarnya. Setelah Desa Merarai Satu, menurutnya ia juga akan memastikan hadir pada proses Pilkades di Desa Merarai Dua yang rencana di helat pada April mendatang. Ia juga menilai upaya panitia Pilkades untuk menggelar bedah visi dan misi cakades sebagai langkah maju. Namun ia meminta agar panitia bisa memberikan jaminan bahwa hal itu tidak akan memicu masalah di masyarakat. “Saya pesankan kepada panitia agar tidak membawa kegiatan bedah visi dan misi itu ke arah yang berbau SARA. Karena saya khawatir itu bisa menimbulkan masalah,” tegasnya. o

Megawati: Kenapa Terus Impor Jika Indonesia Penghasil Minyak? PRESIDEN RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, mengharapkan semangat membangun kemandirian ekonomi nasional. Sesuai pasal 33 UUD 1945, tujuan itu diharapkan dapat terwujud secara nyata melalui kebijakan-kebijakan pemerintah. ”Sepanjang kita merdeka, saya melihat, sebenarnya tujuan kita ini mengolah segala sesuatu yang disebutkan di dalam pasal 33 Undang Undang Dasar 45,” ujar Megawati dalam seminar bertajuk “Migas untuk Kemandirian Energi” yang diselenggarakan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 27 Februari 2013, Namun, menurut Megawati, ada hal yang amat menggelitik. “Apakah benar telah berjalan secara maksimal dan sesuai dengan konstitusi kita?,” katanya. Keresahan yang dirasakan Megawati terkait implementasi UUD 1945 pasal 33 itu terutama menyangkut impor bahan bakar minyak (BBM) untuk konsumsi masyarakat, dan kebutuhan industri yang masih terus terjadi. Padahal, Indonesia adalah negara peng-

hasil minyak. ”Saya tidak pakai bertele-tele, ke mana kok terus impor? Saya berpikir, berarti kan (minyak) dibawa dulu, disaring dulu, dijual untuk kita, dan dicap dengan nama impor,” kata Megawati. Oleh karena itu, Megawati mengharapkan ada perubahan aturan terkait pengolahan minyak bumi dan gas demi mendukung kemandirian nasional di bidang ekonomi. UU Migas, menurut dia, mengatur industri di sektor energi secara menyeluruh. “Undang-undangnya itu harus komprehensif hulu ke hilir,” kata Megawati. Megawati berharap revisi terhadap UU Migas dapat menghasilkan keberpihakan yang lebih besar terhadap kepentingan nasional untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumber-sumber energi. “Undang-undang Migas jangan malu-maluin merah putihnya dong. Itu bagusnya undang-undang hanya di atas kertas, tapi dalam kenyataannya tidak bisa mengimplementasikan pasal 33. Itu akan omong kosong,” kata Megawati. (VIVAnews) o


Kapuas Hulu

Borneo Tribune

Kamis, 28 Februari 2013

10

Tembus ke Kaltim

Lintas Timur Telan Dana Rp 280 Milyar JALAN lintas timur Kabupaten Kapuas Hulu yang tembus Kalimantan Timur menelan dana sekitar Rp 280 milyar. Jalan itu berada di lingkaran pulau Kalimantan. Demikian dikatakan Abang Muhammad Nasir selaku Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, baru-baru ini. “Selain letak yang strategis, Kapuas Hulu

Saya yakin beberapa tahun ke depan Kapuas Hulu akan mengalami perkembangan dan kemajuan yang cukup pesat

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

nantinya akan lebih mudah diakses karena berada di tengah-tengah

lingkar Kalimantan. Diharapkan jalan dapat membuka akses perkembangan dan kemajuan Bumi Uncak Kapuas,” jelasnya. Bahkan Kapuas Hulu yang berada di daerah perbatasan, memiliki juga tempat yang startegis. Di mana pengembangan industri ke depan akan menjadi prioritas ditambah lagi hadirnya sejumlah investor. “ Saya yakin beberapa tahun ke depan Kapuas Hulu akan mengalami

perkembangan dan kemajuan yang cukup pesat,” cetusnya. Hanya saja, Nasir meminta agar masyarakat Kapuas Hulu terus mendukung program pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah telah berupaya untuk terus melakukan pembangunan, salah satunya akses jalan Kapuas Hulu menembus Kalimantan Timur. Ini salah satu kepedulian pemerintah” pintanya. o

Bangun Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Semitau Timotius Borneo Tribune, Putussibau KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Harison mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membangun Rumah Sakit tipe D di Kecamatan Semitau. Pembangunan rumah sakit tersebut menelan dana sekitar Rp 25 milyar dari dana pemerintah pusat melalui Kemkes. “Rumah Sakit yang akan dibangun tahun ini di

Kecamatan Semitau merupakan Rumah Sakit Pratama yang memiliki 50 tempat tidur rawat inap. Saat ini dalam tahap pembehasan lahan, pola pembangunannya dikerjakan oleh Pemerintah Pusat. Kita terima gedung dan peralatannya hanya saja kita diminta fasilitas penunjang. Seperti rumah dokter dan rumah petugas kesehatan,” jelas Harison, Selasa (26/2) kemarin. Meskipun sama-sama memiliki tipe D, namun Rumah Sakit Semitau berbeda dengan Rumah

Harison FOTO Timotius/Borneo Tribune

Sakit Bergerak di Kecamatan Badau. Sebab untuk Rumah Sakit Bergerak di daerah perbatasan semua biaya opersional dibiayai oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk Rumah Sakit Pratama Semitau Pemrintah Pusat hanya menyediakan bangunan dan fasilitas fisik, selebihnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Bahkan petugas medis untuk Rumah Sakit Pratama Semitau nantinya akan sama dengan Rumah Sakit Bergerak Badau, dengan memiliki dokter spesialis dua orang, dokter umum tiga orang dan

memiliki tenaga kesehatan sebanyak 23 orang dan tidak boleh ditambah, karena merupakan Rumah Sakit tipe D. “Jika nanti Rumah Sakit Pratama itu sudah beroperasi maka Puskesmas Semitau akan berkosentrasi pada tugas kesehatan prepentif dan akan banyak turun-turun ke masyarakat, sama halnya dengan Puskesmas Kecamata Badau. Dengan adanya Rumah Sakit Bergerak tersebut pelayanan kesehatan rawat inap tidak lagi di Puskesmas Badau, namun akan difokuskan di Rumah Sakit Bergerak,” cetusnya. Harison berharap, dengan perhatian pemerintah terhadap bidang kesehatan di Kabupaten Kapuas Hulu nantinya benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. “Saya rasa masyarakat sangat-sangat terbantu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk berobat, jadi bidang kesehatan merupakan salh satu prioritas pembangun dari Pemerintah,” tandasnya. o

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( l07.05 l07.55 l11.10 l14.35 l16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( l07.00 l07.55 l11.55 l15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( l07.30 l11.35 l15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( l08.00 l12.55 l17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Sebuah pisang milik Agus Warga Kampung Parjurit membuat heboh warga di Kampung Parjurit Kelurahan Hilir Kantor, Kecamatan Putussibau Utara. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Inspektorat Awasi Instansi Reguler Timotius Borneo Tribune, Putussibau SALAH satu tugas dan fungsi Inspektorat dalam menjalankan program prioritasnya yaitu dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara regular setiap bulannya pada setiap instansi yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. “Setiap bulannya kita lakukan pengawasan secara regular bahkan kita juga melakukan evaluasi, ini salah satu program prioritas inspektorat,” kata Kepala Inspektorar Kabupaten Kapuas Hulu, melalui Sekretaris Mus Supardi, Rabu (27/2).

Tidak hanya melakukan pengawasan secara administrasi dan melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan keuangan, namun menurut Supardi pihaknya juga melakukan pembianaan terhadap seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sesuai Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai. “Kinerja pegawai di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu sudah mulai bagus. Jika pun ada yang tidak baik hanya persentase kecil saja, sepanjang masih kita bisa lakukan pembinaan maka akan kita bina. Namun jika sudah tidak menghiraukan

juga sudah pasti ada saksinya sesuai PP No 53 Tahun 2010 tersebut,” jelasnya. Untuk itu, Suryadi mengharapkan kinerja instansi di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu terus ditingkatkan. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan serta evaluasi dalam mengatisipasi penyimpangan-penyimpangan. “Harapan kita PNS dalam menjalankan tugas dan fungsinya dapat mentaati aturan yang berlaku baik itu tetang kedisiplinan kepegawaian maupun tentang tertib adminstrasi serta peningkatan pelayanan,” pungkasnya. o

IKLAN BARIS Service Mobil

Dicari

Peluang Usaha

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

Dijual Bangunan

Peluang Bisnis

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336 DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977 Dijual tanah, 364 M2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris: 1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Kamis, 28 Februari 2013

11

Lembaga Anak Autis yang tidak tertangani dengan baik. Saat itu, Pak Adiswara merupakan pengawai negeri bagian perencanaan di Bapeda Kota Pontianak yang menangani bidang pendidikan. Kala itu dia berkunjung ke Jakarta, dia bertemu dengan para orang tua yang mengobati anaknya mengalami autis di Rumah Sakit Harapan Kita. Sebagian besar mereka berasal dari Pontianak. Dasar itulah, akhirnya Pak Adis membangun pondok kecil atas izin dari Dinas Tata Kota. Pada awalnya, Pak Adis bertukar pikiran dengan Kepala Dinas Tata Kota tentang pembukaan lembaga yang menangani anak-anak terapi. Saat itu, tenaga pengajarnya pun didatangkan dari Jogyakarta dan Surabaya. Selain itu, tenaga pengajar lokal dimanfaatkan dan dibina secara baik. Setelah lembaga pendidikan dan pelatihan itu dibentuk, orang tua sangat respon sekali dengan alasan lebih dekat daripada harus ke Jakarta. Pada tanggal 9 Mei 2004 terbentuklah Pusat Terapi Autis dari skop kecil. Semakin lama Pusat Terapi Autis ini semakin berkembang sehingga orang tua mengeluh kepada lembaga bahwa anakanak mereka mau sekolah umum tetapi ditolak. Atas dasar keluhan-keluhan para orang tua murid itulah, Pak Adis mengakomodir keinginan mereka. Pak Adis mengadakan rapat, diundanglah Dinas Pendidikan, maka terbentuklah suatu Yayasan Bina Anak Bangsa yang langsung dinotariskan pada saat itu. Baru setelah terbentuk Sekolah Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus, ada naungan sekolah baru tersebut dikembangkanlah ke sekolah. Saat ini, sudah ada sekolah berkebutuhan khusus di Pontianak. Setelah ada sekolah berkebutuhan khusus itu, yayasan mulai menangani dari prasekolah atau mulai dari individu satu-satu anak sampai tingkat kepala sekolah, prasarana sekolah dari TK, SD, SMP, dan SMA yang berkebutuhan khusus. Di tengah perjalanan itu, pihak yayasan dituntut orang tua lagi bahwa anak-anak mere-

ka yang layak mempunyai kemampuan dasar dan stik normal walaupun kelihatan sedikit berbeda tetapi kemampuan intelegensinya normal itu bagaimana. Kemudian Yayasan dan Dinas mendirikan sekolah khusus atau bina sekolah dasar khusus untuk ujian nasionalnya. Kemudian yayasan tersebut merekrut muridnya ketika ada anak yang memang prasekolah dasar berkebutuhan khusus yang sudah siap di sekolah umum dan barulah diikutkan ujian nasional. Ada 2 model sekolah berkebutuhan khusus namanya SLB dan Sekolah Dasar Khusus. Dikatakan khususnya karena menggunakan kurikulum nasional yang dianjurkan dinas pendidikan tetapi teknik belajarnya berbeda. Lemah letihnya murid berbeda, jumlah anak terbatas (hanya 8 orang) dengan satu guru. Yayasan juga mengklasifikasi anak karena tidak semua anak punya intelegensi yang bagus. Dilihat dari perkembangannya, kemampuan bakatnya, seperti musik, olah raga, dan lain-lain. Jadi tidak memaksakan semata-mata intelegensi anak berkebutuhan khusus itu tetapi melihat aspek-aspek lain arahnya mau ke mana. Penempatan anak di kelas ditentukan oleh kompetensi atau kemampuan anak berkelompok. Di dalam kelas ada pencampuran atau penempatan anak yang masih labil dan anak yang sudah tenang, tentu saja setelah d i k e l o m p o k k a n . Pengelompokkan itu tidak berdasarkan usia tetapi berdasarkan kompetensi si anak. Bisa saja usia 8,9,10,12, dan 14 tahun menjadi satu kelompok. Penanganan awal anak autisme itu penting sekali untuk membentuk prilaku. Masuk SD yayasan juga sangat selektif untuk memasukkan anak ke sekolah dasar, kalau tidak tetap isolasi menggunakan teknik satu anak satu guru/terapi. Bukan berdasarkan usia, tetapi melihat kemampuan dan kesiapan mereka berkelompok. Karena sekolah itu pada dasarnya bagaimana hidup berkelompok, misalnya anak

yang belum siap berkelompok itu hidup sendiri dalam 5 menit saja masih susah apalagi berkelompok. Mereka untuk berbaris saja masih diatur terus. Dulu untuk berbaris satu anak satu guru. Perlu kesabaran untuk melatih anak di yayasan ini. Jika guru tidak sabar dalam menangani anak di yayasan tersebut maka mereka (guru) tidak akan betah. Apalagi guru yang bertempramen tinggi alias emosian tidak akan tahan menjadi guru atau terapi di yayasan tersebut. Untuk mengetahui penggunaan atau pemerolehana bahasa anak autisme tidak hanya merekam, tetapi diperlukan observasi dan interaksi langsung terhadap mereka. Berinteraksi terhadap anak autis diperlukan koordinasi yang baik dengan para terapi secara terus-menerus karena waktu sangat berarti bagi mereka (orang tua, anak, dan terapis). Kehadiran orang lain (selain terapis dan si anak autis) akan mengganggu mereka. Jika tidak bekerja sama hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi dan hal ini akan berdampak pada kesetabilan peserta didik. Orang tua akan merasa dirugikan dalam hal ini karena kita sudah menggangu ketenangan belajar dan terapi anak mereka. Bagaimanapun mereka sudah berkorban waktu dan biaya yang cukup banyak. Dalam pengamatan, perlu pengaturan waktu yang tepat disetiap jenjangnya. Ratarata anak biasanya mengeluarkan kata-kata pada usia 3 tahun. Perkembangan tehnologi saat ini sangat membantu orang tua yang anaknya mengalami autisme (penanganan anak autis). Saat ini, anak autis dengan usia 7 tahun sudah bisa sekolah dasar. Dulu, usia anak 7-8 tahun belum bisa berbicara apa-apa dan belum masuk sekolah. Orang tua sudah semakin jeli saat ini, usia 2 tahun yang anaknya mengalami kelainan langsung ditangani secara cepat yaitu konsultasi. Keberhasilan anak yang mengikuti terapi tergantung juga sama orang tuanya. Artinya program di sekolah tidak akan berjalan lancar ka-

lau di rumah tidak mengikuti pola yang sama. Orang tua harus menyediakan atau meluangkan waktu cukup untuk anak-anak mereka. Jika orang tua sibuk, anak diserahkan kepada pengasuh, itu akan memakan waktu yang cukup lama dan keberhasilan sangat tipis untuk penanganan anak autis. Peran orang tua sangat dominan selain tempat terapisnya. Jadi keberhasilan si anak karena ada kesinambungan usaha yang dilakukan antara sekolah dan di rumah. Di tempat terapis hanya beberapa jam sedangkan di rumah banyak sekali waktu yang bisa digunakan. Menurut ketua lembaga tersebut mengutif ahli terapis, sedikitnya diperlukan waktu 40 jam dalam seminggu untuk menangani anak autis. Penanganan untuk anakanak yang bermasalah (autis) diperlukan 2-3 guru atau terapis. Sudah mengalami masalah fisik, kekakuan badan, dan itu sangat berpengaruh sekali terhadap mereka. Untuk kekakuan badan itu perlu physioterafi dan mereka belum bisa berkomunikasi sama sekali. Memang perlu penangangan serius dan kesabaran yang tinggi. Masalah kebahasaan yang dikeluarkan oleh anak autis tidak hanya bahasa yang keluar dari mulut mereka tetapi semua aspek yang ada pada mereka mempunyai arti. Untuk berkomunikasi, guru harus memancing mereka secara satu-satu dulu sampai pada stiknya. Untuk memancing berkomunikasi perlu hati-hati karena emosi mereka cukup tinggi ketika harus mengikuti atau mendengarkan ucapan terapi. Mereka akan membanting benda-benda yang ada di sekelilingnya. Oleh karena itu, menangani anak usia dini yaitu 2-3 tahun lebih mudah (enak) daripada usia tinggi. Pak Adis pernah menangani anak usia 12 tahun. Satu guru melatih anak itu untuk membuka mulut sambil mengucapkan ‘a..a..a’, sedang guru yang satunya memegani tangan si anak agar tidak memukul guru yang melatihnya itu. Kata-kata yang diajarkan oleh si guru tidak didengar sama sekali oleh mereka, te-

Paryadi Optimis Kalahkan Incumbent berharap diusung, sehingga menjadi partai yang berkoalisi seperti Pilgub kemarin, yakni antara PDIP dan Partai Demokrat. “Kita harus optimis jika kita telah mendaftar, namun ada mekanisme - mekanise dan kebijakan partai menentukan siapa yang diusung untuk maju sebagai Wali Kota, seperti halnya saya mendaftar ke PDIP,” ungkap Wakil Wali Kota Pontianak yang siap mera-

maikan pesta Demokrasi dalam Pilwako Pontianak mendatang. Mengenai Partai Demokrat sendiri apakah Ia yakin akan merestui dirinya maju sebagai Wali Kota, Paryadi mengatakan, bahwa awal Maretÿ nanti, Ia akan berkomunikasi secara politik dengan Demokrat yang marupakan partai nya sendiri, kemudian itu nantinya juga ada kebijakan dari partai, yakni seperti surve dan

lain sebagainya. “Saya sudah dikenal oleh warga Kota Pontianak, dan saya siap maju sebagai Wali Kota, dan ada standar dalam penentuan sebagai Kandidat di Partai Demokrat, yakni melalui surve dan mekanisme lainnya,” tambahnya. Lebih jauh lagi dirinya mengatakan, yang dibutuhkan Kota Pontianak saat ini, yakni bagaimana pemimpinan dapat memba-

ngun Pontianak lebih seejahtera dan mengurangi angka kemiskinan. Sedangkan saat disigung siapa yang akan menjadi pasangannya nanti, dirinya mengatakan, bahwa itu nanti seiring juga dengan surve yang dilakukan oleh Partai, karena untuk menentukan Wako dan Wawako yang diusung, butuh proses dan mekanisme untuk diusungkan sebagai kandidat.

Kamtibmas,” tambahnya. Sementara itu Kapolresta Pontianak yang baru saja di lantik, AKBP Hariyanta mengatakan, dirinya siap menjalan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolresta Pontianak. Dan apa yang menjadi PR Kapolresta yang lama, akan Ia tuntaskan selama Ia menjabat. “Melaksanakan perintah kapolda,melaknjutkan kebijakan pejabat yang lama, serta melakukan evaluasi, guna menuju langkah perbaikan, dalam melayani, mengayomi dan melindungi ma-

syarakat, sehingga terbentuk Kota yang kondusif,” tegasnya. Dirinya juga mengatakan, berikan kesempatan kepadanya dalam menjaga Kamtibmas, dan tingkat kriminalitas yang sedang berani dan meningkat di Kota Pontianak, harus turun. “Kasus - kasus yang menjadi belum terungkap seperti kasus pembunuhan, dikepimpinan saya harus terungkap, karena kasus kasus yang menjadi PR harus dituntaskan,” timpalnya.

Kapolresta Baru Janji Tidak KKN penyegaran di tubuh Polri, karena setiap kepemimpinan seseorang itu berbeda. “Masyarakat Kota Pontianak, dan saya selaku Kapolda Kalbar, beserta stekholder yang ada di Kota Pontianak berharap, kepada Kapolresta yang baru dilantik ini, untuk menjaga kondusifnya Kota Pontianak ini, sehingga masyarakat rasa aman dan nyaman saat beraktifitas,” harap Kapolda Kalbar. Dikatakan Kapolda Kalbar, tingkat keamanan yang ada di Kota Pontianak

merupakan barometer atau kiblat dari tingkat keamanan di wilayah Kalbar ini. Maka dari itu Ia mati - matian dan melakukan gebrakan dalam menjaga Kamtibmas di Kota Pontianak ini. “Jeleknya keamanan di Kota Pontianak, berarti jelek juga keamanan, berarti ini bukan hanya tanggung jawab Kapolresta saja, melainkan tanggung jawab saya sebagai Kapolda Kalbar, dan saya berharap Kapolresta yang baru dapat membuat suatu gebrakan dalam menjaga

Stir Macet, Dhaihatsu Sirion Terjungkal mengendarai Dhaihatsu Sirion itu berteriak bahwa stirnya tidak mau bergerak. ”Si supir teriak stirnya tidak mau bergerak katanya. Mendengar itu saya sangat panik dan mencoba membantu supir itu membanting stir karena kendaraan kami sudah menabrak trotoar. Dan tiba-tiba kendaraan ini pun jungkir balik dan setelah saya berhasil keluar sudah dalam posisi terbalik begini kendaraanya,” ujarnya. Semetara Hartoni yang merupakan supir mengatakan Dhaihatsu yang dikendarainya mengalami suatu kendala teknis yakni pada bagian stir. Saat ken-

daraan ini melaju stir tidak dapat digerakan sama sekali. Sehingga membuat dirinya sangat panik akan hal itu. Kemudian kendaraannya pun menabrak trotoar yang ada di Jalan Arteri Supadio ini. “Saya juga tidak tahu mengapa stirnya tidak mau bergerak kekirin dan kekanan. Padahal dari Kota Singkawang hingga ke Kota Pontianak tidak ada masalah. Namun saat mau sampai ke Bandara stirnya tidak mau bergerak stelah saya melewati sebuah tikungan yang ada di jalan ini,” tuturnya. Saat disinggung mengenai kecepatan saat insiden kecelakaan tersebut terjadi,

lanjut Hartoni pun mengatakan, saat itu ia melaju dengan kecepatan sekitar 70 km. “Iya masih dalam posisi kecepatan 70 km stir saya tidak bisa digerakan. Saya sudah tidak bisa mengurangi kecepatan karena saat itu saya sangat panik sekali,” jelasnya. Ia pun mengatakan, bahwa kendaraan Dhaihatsu Sirion yang dikendarainya itu masih baru. “Ya mobil ini masih baru. Bisa dilihat KBnya saja masih merah yakni, KB 1496 XX,”katanya. Dari pantauan di lapangan dalam insiden kecelakaan ini belum bisa dipastikan penyebab kecelakaan itu apakah disebabkan

tapi mereka tidak tuli. Mereka tidak tuli akan tetapi mereka kesulitan mengeluarkan kata-kata itu. Biasanya ada anak yang suka menangis maka suaranya akan dibentuk oleh si terapi. Si terapi akan membiarkan dulu dia menangis agar melepas suaranya. Hal ini baik untuk treatment apa yang akan dilakukan oleh terapi. Kalau ada sesuatu yang keluar (suara), akan dilanjutkan dengan program berikutnya. Dengan adanya suara pada anak itu, menjadi aset bagi terapis untuk melatih mereka. Apa yang mereka bisa, itulah yang akan ditindaklanjuti. Salah satu contoh anak yang mengalami kemajuan pesat di lembaga tersebut adalah Jason. Dia sudah masuk sekolah dasar. Dia tidak hanya autis tetapi hiperaktif. Anak seperti ini, ketika berbicara tidak melihat pada lawan bicaranya. Pada saat ini, anak autis dan

hiperaktif masih ada yang dikurung di rumah. Seharusnya mereka tidak diperlakukan seperti itu, tetapi mereka diarahkan dan dilatih hidup berkelompok walaupun dalam pengawasan yang ketat oleh orang tua dan guru atau terapis. Berbeda dengan anak hipo, mereka sangat lemah, baik itu berbicara maupun berinteraksi (kecendrungan diam dan tidak mau berkomunikasi). Lebih gampang membentuk anak hiperaktif daripada hipo. Anak hiperaktif daya tangkapnya lebih cepat. Biasanya apa yang terapi lakukan mereka akan mengulangi sendiri sebelum mereka diperintah melakukan ulang kembali. Anak hiperaktif itu banyak bertingkah, cuwek, tidak mau memperhatikan apa yang diarahkan oleh terapisnya, tetapi mereka merekam dengan baik. Untuk pemerolehan bahasa anak autisme tentu agak sulit dan berbeda-beda. Ting-

katan (intermedite) mereka dalam mengeluarkan huruf, kata, dan kalimat sangat bervariasi tergantung mereka berada di level apa. Untuk memudahkan pemerolehan bahasa itu perlu berkoordinasi dengan TU dan terapisnya. TU dipandang tahu tentang keberadaan mereka di yayasan itu karena mereka mengetahui datadata autis yang di asuh pada lembaga tersebut. Mereka juga mengetahui kedalaman dan pengetahuan anak autis yang ada di sana dan bagaimana mereka berinteraksi. Secara garis besar, anakanak autis yang berada di lembaga itu berasal dari kelangan menengah ke atas, tetapi bukan berarti kalangan menengah ke bawah tidak bisa di terapi dan sekolah di lembaga itu. Martina Peneliti Balai Bahasa Prov. Kalbar

Menteri LH: Turunkan Potensi Pencemaran mengadakan konferensi tingkat dunia dengan tujuan untuk merubah paradigma sebuah megara yang masih memiliki kekayaan alam, agar terbentuk sustainable development lingkungan. Konsep sustainable development memiliki 3 konsep, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Titik berat pembangunan sekarang diakuinya di bidang ekonomi. Dampak yang timbul seperti di pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua menjadi daerah yang tereksploitasi. “Kita dituntut untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu. Kita harus benarbenar lakukan keseimbangan. Khusus Kalimantan menjadi sorotan dunia karena memiliki kekayaan yang luar biasa besar. Berdasarkan data Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), 41% cadangan batubara ada di Kalimantan, 9 % cadangan minyak dan 11 % gas bumi nasional juga ada di Kalimantan,” tuturnya. Dikatakannya, pada Peraturan Pemerintah No 12

Tahun 2007, poin utamanya adalah Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) menjadi komponen penting. Kalau Amdal perusahan tidak benar dipatuhi, harus dicabut ijinnya. “Itu cukup tegas, bila tak ada ijin usaha tanpa amdal. Kita cabut,” terangnya. Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup, kata Balthasar, dari 1.000 perusahaan perkebunan yang mendapat ijin, hanya 300 perusahaan yang memenuhi syarat clean, clear, dan green dari Kementerian Lingkungan Hidup. ÿTerpisah, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis tegaskan, Kalimantan menjadi harapan dunia bukan hanya Indonesia saja untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. Kalimantan Barat sendiri, kata Cornelis memiliki 1,5 juta Ha sebagai paruparu dunia. “Dengan julukan Heart of Borneo ada komitmen menyelamatkan bumi kita,” tegasnya. Terkait berbagai izin mu-

lai dari pertambangan dan perkebunan, Cornelis tegaskan Pemerintah Daerah Kalbar memberikan izin ketat supaya tanah Khatulistiwa tidak tereksploitasi. ”Kalbar hanya memberikan izin pertambangan bauksit. Kami tidak menerima perusahaan pertambangan batubara dan emas. Emas yang potensial tidak boleh diganggu,” ungkapnya. Sementara itu, di sektor izin perkebunan, Cornelis mengarahkan menanam karet ketimbang sawit. Alasannya, menanam sawit itu repot karena harus mendirikan pabrik kebun sawit lagi. Cornelis kesal ketika perusahaan perkebunan sawit mendapatkan izin pembukaan lahan tetapi yang terjadi perusahaan malah mengambil lahan yang tak boleh ditanami sawit di luar izin. Jatah untuk perkebunan sawit tersedia untuk Kalbar perkebunan sawit tersedia 500.000 ribu Ha dari cadangan hutan Kalbar yang mencapai 9 juta Ha.

Launching Kartu Sehat di seantero Kota Pontianak. “Alhamdulillah, saya telah melaunching program Kartu Sehat untuk mengakomodir persoalan pelayanan kesehatan bagi semua masyarakat Kota Pontianak. Saya terharu melihat animo masyarakat yang begitu tinggi serta antusias menyambut program Kartu Sehat ini. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang mendoakan serta secara spontan mendukung setiap gerak dan langkah saya menuju kursi Walikota Pontianak pada Pilwako Kota Pontianak yang akan berlangsung pada tanggal 19 September mendatang,” ujar kandidat calon Walikota Pontianak, Zulkarnaen Siregar, SH, Rabu (27/2). Anggota DPRD Provinsi Kalbar dari daerah pemilihan (dapil) Kota Pontianak ini menambahkan, program kartu sehat yang merupakan program pro rakyat ini diharapkan mampu menjawab beragam keresahan serta kesulitan yang selama ini dialami oleh rakyat kecil ketika hendak berobat ke rumah sakit milik Pemerintah. “Insya Allah, apabila saya dipercaya oleh masya-

rakat Kota Pontianak untuk memimpin kota ini, maka tidak ada lagi orang yang sakit maupun orang yang mau berobat mengeluh serta dipersulit dengan beragam surat menyurat administrasi ketika hendak berobat ke rumah sakit. Cukup dengan menggunakan Kartu Sehat, semuanya gratis. Mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan dokter serta mengambil obat di apotek, semuanya gratis. Bahkan kalau harus diopname di rumah sakit atau terpaksa harus dilakukan operasi di Jakarta, semua biayanya akan digratiskan dan ditanggung oleh Pemerintah Kota Pontianak,” tegas Zulkarnaen Siregar. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan Kartu Sehat ini, Zulkarnaen Siregar menambahkan, silahkan datang langsung di kediamannya di Jalan Putri Dara Hitam, Gang Tani II. “Kalau yang ada sekarangkan kartu Jamkesmas. Yaitu, Jaminan Kesehatan ‘Bekemas’. Uang rakyat dikemas oleh oknum pejabatnya. Kalau program Kartu Sehat ini benar-benar untuk rakyat. Yakni dari rak-

yat untuk rakyat. Dan program Kartu Sehat ini pasti akan saya implementasikan. Bahkan tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mengimplementasikan program pro rakyat ini. Apalagi saya sudah membuat surat pernyataan di atas materai serta disaksikan oleh para RT serta RW di seluruh Kota Pontianak,” lugasnya. Wakil rakyat ini menegaskan, apabila Allah SWT serta masyarakat Kota Pontianak merestui dan pada akhirnya dirinya terpilih menjadi Walikota Pontianak. “Saya akan terjun langsung ke masyarakat dalam memimpin Kota Pontianak. Bahkan 80 persen waktu serta jam kerja saya akan berada di lapangan untuk memantau serta menyerap langsung beragam aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Jadilah pemimpin yang betul-betul merakyat dan bukan menjadi pemimpin yang hanya duduk manis di singasana setiap hari. Tidak melihat serta tidak mengetahui kesusahan serta beragam keluhan yang dirasakan oleh rakyatnya,” ucap Zulkarnaen Siregar. (Andry/Borneo Tribune)

Peringkat IPM Tugas Bersama oleh stirnya atau kelalaian dari supir yang mengandarai Dhaihatsu Sirion itu. Namun untuk mengetahui penyebabnya terlihat pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan itu. Dan supir juga akan menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian guan mengetahui penyebab kecalakaan tersebut.

bersama, baik pemerintah, maupun seluruh komponen masyarakat kalbar. “Status IPM Kalbar pada posisi 28 dari 33 Provinsi ini merupakan sebuah ironi, karrena faktanya status proporsi penduduk miskin Kalbar di banding dengan Provinsi lain relative lebih baik, yakni berada pada rangking 11 dari 33 Provinsi, tapi capaian ini berban-

KEHILANGAN

KEHILANGAN

BPKB KB 3547 KF NR: MH330C0029J475464 NM: 30C-475475 A/N MARTA Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi. MJD

BPKB KB 5239 KH NR: MH335D003BJ029439 NM: 35D-029471 A/N LUKAS Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi. MJD

ding dengan status IPM Kalbar,” kata Cornelis, sebagaimana disampaikan Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assoviem Selasa (26/2) di Pontianak Dikatakan olehnya, masalah IPM yang menempatkan Provinsi Kalbar berada pada posisi 28 dari 33 Ptovinsi adalah masalah serius dan sekaligus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah provinsi, maupun Kabupaten/Kota. “Kita harus menerapkan model kerja kemitraan yang strategis dan komprehensif untuk menjawab perbaikan IPM. Prioritas utama sasaran adalah kelompok anakanak,” jelasnya.

Pemerintah percaya, masih menurutnya dalam sambutan ini, upaya-upaya strategis dalam percepatan IPM akan dapat diperbaiki setidaknya 3 tahun kedepan dapat naik 3-5 poin dari saat ini 69,53 menjadi 73 poin sampai dengan 75 poin pada tahun 2015. Tentunya, kerjasaman lintas SKPD, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota bersama LSM, Lembaga Keagamaan, lembaga Profesi, serta masyarakat luas, termasuk Perguruan Tinggi/ Akademisi dan forum anak. “Saya yakin kita pasti dapat memperbaiki stutus IPM Kalbar dalam 2 tahun kedepan ini.” Ingatnya.


CMYK

dengan jumlah harta dan tuan ini tidak sebanding dan dirinya juga yakin, banlai besar kecil bantuan ini, korban untuk tidak menijaya juga meminta kepada Sementara, Ateng TanKK,” jelasnya. korbn kebakaran untuk 12 dan disumbangkan kepda naga, kita sisikan 21 juta bn jiwa. Habis permainan Purun dan merengkut korbakaran di Desa Sungai “Kali ini ada musibh kekat yang membutuhkan. bangkan kepada masyarapermainan naga dan disummenisihkan sebagian hasil ini, Pengurus Naga Siaga dan dari perolehan angpao kan berkah berupa angpao, Go Meh, selalu mendapatdalam memeriahkan Cap mainan naga yang digelar Dikatakannya, dalam perkebakaran. nai kepada para korban rahkan bantuan uang tuAteng Tanjaya usai menyedam Kebakaran Siaga diwakili Penasehat Pemakata Kwee Lay Hok yang ban kebakaran di Desa ini,” an dari kami kepada kornyak bantuan. “Ini bantusangat membutuhkan baban, para korban masih untuk semua warga kormemang tidak mencukupi kepada korban kebakaran Bantuan yang diberikan bakaran. rahkan kepada korban kela Desa langsung menyenerima bantuan ini, KepaHM Sani, dan setelah mePurun Besar Muhammad pada Kepala Desa Sungai langan hadir langsung keKwee Lay Hok yang berhadam Kebakaran Siaga, ga mewakili Ketua PemaPemadam Kebakaran Siasung diserahkan Penasehat da korban kebakaran langPeyerahan bantuan kepakorban kebakaran. la Keluarga yang menjadi Rp 21 juta kepada 12 Kepanyalurkan bantuan sebesar Kabupaten Kubu Raya memadam Kebakaran Siaga, kebakaran, Rabu (27/2) Pebantuan kepada korban tergugah, dan memberikan membuat berbagai pihak dalam satu ruko tentu yang menewaskan 4 orang 2) pekan lalu pukul 00.00 ten Pontianak, Kamis (21/ matan Segedong, Kabupangai Purun Besar, KecaDusun Nelayan, Desa Surumah dan toko (ruko) di Pasca terbakarnya 12 Borneo Tribune, Pontianak Andika Lay

untuk kegiatan formal maupun informal dengan motif dan model yang trendy Remaja dan Anak-anak bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Menyediakan kain dan busana batik eksklusif

busana batik bagi Anda dan Keluarga Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Tribune. Lay/Borneo FOTO Andika Purun Besar. Desa Sungai Aula Kantor HM Sani di Muhammad Besar Sungai Purun Kepala Desa an kepada korban kebakarrahkan bantuan Tanjaya menyeSiaga Ateng Kebakaran Pemadam Penasehat BANTUAN lam musibah kebakaran di an sebelumnya, kalau daSeperti pada pemberitaludes terbakar. bangu ruko mereka yang honan IMB dalam membagi mereka dalam permotuk mempermudah izin Kabupaten Pontianak unminta kepada Pemerintah karan Kota Pontianak mejuga Ketua Forum Kebaini, Ateng Tanjaya yang pasca terbakarnya 12 ruko Dalam upaya pemulihan Pontianak. madam Kebakaran Kota jaya yang juga Senior Pebah ini,” kata Ateng Tanharus bangkit dari musidalam kesedihan, meraka (korban red) tidak larut “Saya harap, mereka membantu sesasama. keiklasan Pengurus untuk tuan ini merupakan bentuk korban jiwa, namun, ban-

gota keluarga, Amoi, Jong hianto beserta 2 orang angtewas terpanggang, Noplorang anggota keluarganya lamatkan, sementara 4 ga, Bong Bun Shui terseta 4 orang anggota keluargota keluarga, Atun beserga, Fendy dan 2 orang angta 4 orang anggota keluararga, Bong Sui Chan beserdan 5 orang anggota keluanggota keluarga, A On ga, Ibrahim beserta 6 orang ma 9 orang anggota keluarranya, Ng Sui Khim bersayang rukonya ludes diantaPara korban kebakaran Asiak, Akhong dan Yanti. panggang Chin Khiun Fa, korban yang tewas terpanggang, dan keempat yang ditemukan tewas terkan 4 orang Sekeluarga Segedong, juga menewasPurun Besar, Kecamatan tepi jalan raya Desa Sungai

HM Sani. o karan,” kata Muhammad an ini kepada korban kebayang menyalurkan bantukasih kepada dermawan an mengucapkan terima mewakili korban kebakarkorban kebakaran. “Saya manfaat dan berguna bagi dan bantuan ini sangat berkepada korban kebakaran bantuan berupa uang tunai yang telah menyalurkan kasih kepada dermawan run Besar jugaberterima Kepala Desa Sungai PuMuhammad HM Sani. Desa Sungai Purun Desar gal 4 orang,” kata Kepala 55 jiwa, dan korban meningtinggal dengan jumlah jiwa yang kehilangan tempat “Ada 11 Kepala Keluarag luarga. beserta 4 orang anggota kegota keluarga, Ma Tjuk Fa Sen Phin dan 4 orang ang-

sung, karena yang membayar yang akan berdampak langDealer saja, tapi konsumen ratkan, bukan hanya kepada BBNKB ini sangat membeDikatakannya, kenaikan PT Anzon Autoplaza. pertemuan, di ruang Rapat lasa (26/2) saat menggelar plaza, Lim Gek Khiang, SeDirektur PT Anzon AutoAspenda Kalbar yang juga Kalbar,” kata juru bicara bangan terbesar bagi PAD Kita juga memberikan sumna ini, kita tidak dilibatkan. prov Kalbar, kok ada rencabesok. “Kita mitranya Pemnaik 2,5 persen per 1 Maret berlakukan tarif BBNKB rencana pemerintah memKalbar sangat menyesalkan raan Daerah (Aspenda) Asosiasi Pengusaha KendaMenyikapi rencana ini, media di Kota Pontianak. waktu lalu kepada beberapa dispenda Kalbar, beberapa ruli Manurung SE MM, Kasar 0,75 persen,” kata R Ta-

PAD tidak tercapai, malah dibatalkan, karena target pa bulan saja dan Perda ini dan berjalan hanya beberamenerapkan tarif BBNKB ada beberapa Provinsi yang Aspenda juga beralasan, tercapai,” ucap Akhiang. tarif ini, target PAD akan ini. Apa dengan kenaikan dampak kenaikan BBNKB masukan-masukan terhdap dilibatkan, kita bisa berikan rif BBNKB. “Kalau kita dalam rencana kenaikan taAspenda tidak dilibatkan tinggi, dan rencana ini, raan bermotor adalah terkarena, selama PAD kendapeningkatan PAD Kalbar, tarif BBNKB adalah untuk Alasan Pemprov menaikan men,” jelasnya. jutkannya kepada konsuprov, dealer hanya melanyang menjadi rencana Pemlam permasalahan ini. “Apa nya perpanjang tangan dakonsumen juga, Dealer habiaya BBNKB ini adalah

tarifnya naik, maka banyak menjadi kebutuhan. Kalau barang mewah, tapi sudah kebawah, mobil itu bukan jenis CC nya. Kalau CC 2000 “Kita minta dibedakanlah bebankan masyarakat. dongkrak PAD tapi memcana ini bukan untuk menlau tarifnya naik, maka rendibutuhkan masyarakat kayang komersial yang banyak Aspenda meminta, mobil pembelian mobil baru. baru, maupun penundaan batalkan pembelian mobil konsumen yang sudah memdampak luas, dan sebagian an tarif ini akan sangat berDijelaskannya lagi kenaikBBNKB itu naik,” sesalnya. an, tapi tiba-tiba kok tarif ga saat ini tidak ada jawabtuk meninjau kembali hingkeberatan dan meminta unbahasan ini. Tahun lalu kita tidak dilibatkan dalam pemkenaikan ini, apalagi kita “Kita keberatan dengan terjadi penurunan.

Pemadam Kebakaran Siaga Salurkan Bantuan alat berat masih tetap sebementara tarif untuk alattinggi sebesar 20 persen. Senyerahan pertama paling netapkan tarif BBNKB pehun 2009 pasal 12 yang meacu pada UU Nomor 28 Ta“Penyesuaian tarif ini meng2010 tentang Pajak Daerah. ma Perda Nomor 8 Tahun revisi atau perubahan pertamor 2 Tahun 2012 sebagai aturan Daerah (Perda) NoHal ini sesuai dengan Peryakni 10 persen. persen dari tarif sebelumnya lai 1 Maret 2013 ini naik 2,5 yang akan diberlakukan muroda dua atau lebih tahun ini tama atau kendaraan baru NKB) bagi penyerahan perKendaraan Bermotor (BBtarif baru Bea Balik Nama nakan kebijakan pengenaan vinsi Kalbar akan melaksaRencana Pemerintah Pro-

Nomor 034/IDI-WIL/KALWilayah Kalimantan Barat Ikatan Dokter Indonesia Rekomendasi Pengurus ngan dibuktikan adanya perundang-undangan desarkan pada peraturan mantan Barat telah didaGubernur Provinsi KaliCalon Gubernur dan Wakil meriksaan kesehatan bagi limantan Barat merasa petua dan Anggota KPU KaTeradu I dan II selaku Keannya dalam sidang, Dalam jawaban bantahmantan Barat tahun 2012. pala Daerah Provinsi KaliUmum dalam Pemilu KePenyelenggara Pemilihan Barat dan melanggar asas rah Provinsi Kalimantan Calon Pemilu Kepala Daeriksaan Kesehatan Bakal sanakan Tahapan Pemetidak cermat dalam melakyang diduganya telah lalai, diyawati sebagai Teradu, mil , dan Anggota Umi Rifmantan Barat AR. Muzadukan Ketua KPU Kalisebagai Pengadu, menga(TNI) Yanda Zaihifni Ishak wirawan Mayor Jenderal Armyn Ali Anyang, PurnaKonsultan Hukum dari DKPP-PKE-II/2013 dengan cakan Putusan No. 11/ ra Pemilu (DKPP) membaKehormatan Penyelengga2 pukul 14.00 WIB, Dewan Dalam sidang Selasa 26/

Borneo Tribune, Pontianak

Anggota KPU Provinsi Kadu II selaku Ketua dan bahwa Teradu I dan Teranyimpulkan antara lain du, dan Teradu, DKPP meyang disampaikan Pengakumen, dan bukti-bukti memeriksa bukti-bukti dodan keterangan Teradu, du, memeriksa jawaban meriksa keterangan Pengauraikan diatas, setelah mesidangan sebagaimana diatas fakta-fakta dalam perBerdasarkan penilaian tan Barat Tahun 2012. Wakil Gubernur KalimanBakal Calon Gubernur dan Kesehatan Menyeluruh Dokter untuk Pemeriksaan an Rumah Sakit dan Tim 019/2012 tentang PenetapNomor 41/kpts/KPU-ProvProvinsi Kalimantan Barat lam Surat Keputusan KPU kemudian ditetapkan datan Barat Tahun 2012 yang Wakil Gubernur KalimanBakal Calon Gubernur dan sus Kesehatan Pasangan tang Tim Pemeriksa Khutanggal 15 Juni 2012 tenIDI-WIL/KALBAR/V/2012 limantan Barat Nomor 036/ ter Indonesia Wilayah Kadasi Pengurus Ikatan Dokhatan jiwa, dan Rekomentempat pemeriksaan keseyang di Pontianak sebagai dan RS Khusus Jl. Ali Anmeriksaan kesehatan fisik tianak, sebagai tempat peso di Jl. Dr. Soedarso, Pondasikan RSUD Dr. Soedarni 2012 yang merekomenBAR/VI/2012 tanggal 7 Ju-

2013. (Humas DKPP) o umum pada Selasa, 26 Februari sidang kode etik terbuka untuk Putusan ini dibacakan dalam naan Putusan ini. untuk mengawasi pelaksaUmum Republik Indonesia Pengawas Pemilihan rintahkan kepada Badan dang-undangan. (4) Memeketentuan peraturan perunlenggara Pemilu ini sesuai wan Kehormatan Penyenindaklanjuti Putusan Deblik Indonesia untuk mesi Pemilihan Umum Repumerintahkan kepada KomiKalimantan Barat. (3) MePemilihan Umum Provinsi tua dan Anggota Komisi masing-masing sebagai Keatas nama Umi Rifdiyawati zammil, M.Si dan Teradu II atas nama Drs. A.R. Mulitasi nama baik Teradu I seluruhnya. (2) Merehabiduan Para Pengadu untuk tuskan: (1) Menolak pengasebut di atas, DKPP memungan dan kesimpulan terBerdasarkan pertimbaPemilihan Umum. Kode Etik Penyelenggara 1 Tahun 2012 tentang 11 Tahun 2012, dan Nomor mor 13 Tahun 2012, Nomor Penyelenggara Pemilu Nodan Dewan Kehormatan ngawas Pemilihan Umum, milihan Umum, Badan Peturan Bersama Komisi Peyang diatur dalam Peragara Pemilu sebagaimana garan kode etik penyelengbukti melakukan pelanglimantan Barat tidak ter-

sotnya PAD kita,” ingatnya. ini akan berdampak meropulau Kalimantan, kondisi daftaran pertama di luar men akan melakukan penpersen. Yang jelas, konsuhingga saat ini masih 10 Polda Jatim yang berlaku Jaya, Polda Jabar, maupun BBNKB. “Polda Metro rapkan tarif 10 persen bagi

ujarnya. o tapi PAD justru merosot,” naikan tarif BBNKBnya, beberapa Provinsi yang mekita tidak mau belajar dari plat luar Kalteng. “kenapa ngat didominasi mobil berhingga Provinsi Kalteng sadi beli diluar Kalteng, seProvinsi Kalteng, mobilnya Kondisi ini sudah terjadi di

KPU Kalbar DKPP Rehabilitasi Ketua dan Anggota mantan yang masih menevinsi di luar Pulau KaliKalbar, karena banyak Proakan masuk ke Provinsi raan berplat luar Kalbar dampak maraknya kendalanjutkan, maka akan berkalau rencana ini tetap diAspenda juga berharap pintanya. konsumen yang terkejut,”

FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Direktur PT Anzon Autoplaza Lim Gek Khiang saat menggelar pertemuan.

Ikut Dilibatkan Aspenda : Kita Tidak

Borneo Tribune, Pontianak Andika Lay

Seremonial www.borneotribune.com

CMYK

Borneo Tribune

12

Kamis, 28 Februari 2013


Harian Borneo Tribune 28 Februari 2013