Issuu on Google+

cmyk

Borneo Tribune I DEALISME, K EBERAGAMAN

Senin, 18 Februari 2013

DA N

KEBERSAMAAN

www.borneotribune.com

7 Rabiul Akhir 1434 H - 9 Chia Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Imlek Bersama Partai NasDem

SP: Bangun ke-Indonesiaan Kita Perayaan Imlek bersama Partai NasDem yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Sabtu (16/ 2) malam kemarin berlangsung semarak. Ketua Umum DPP Partai NasDem yang hadir langsung memberikan apresiasi dan sekaligus mengingatkan warga Tionghoa untuk tidak membangun eksklusivisme.

S uara Enggang

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Kehadiran Surya Paloh disambut dengan tarian Barongsai perdamaian. Tampak hadir Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem, Iyan Darmadi, Ketua DPP Siti Nurbaya, Bendahara Umum, Frankie Turtan, Pengurus DPP, Kiun Moi, Chatrine Keng, Wakil Sekjen William Jiang, Mantan Kapolda Kalteng, Irjen Pol H Dinar, Hendry Jurnawan serta Ketua DPW Partai NasDem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie, didampingi Sekretaris DPW Michael Yan ....Ke Halaman -11

Imunisasi Alam

....Ke Halaman -11

B uah Bibir

IMLEK Ketua Panitia Imlek Bersama Michael Yan Sriwidodo bersama Pengurus DPP Partai NasDem , Ketua DPW Syarif Abdullah Alkadri, Ketua Umum DPP Surya Paloh saat menghadiri Imlek Bersama Partai NasDem di Gedung PCC. Foto Andika Lay/Borneo Tribune.

Sambangi Masyarakat Kubu Padi

Hari Ini David Daftar ke PDIP Kubu Raya Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

Anggun C Sasmi

Dibenci Guru Anak JAKARTA- Anggun C Sasmi harus berada di Indonesia selama tiga bulan, karena sedang menjadi juri X Factor Indonesia. Alhasil, Anggun yang selama ini tinggal di Perancis harus meninggalkan anak dan suaminya. ”Jadi selama tiga bulan ke depan ini aku akan berada di Indonesia,” kata Anggun saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta.

Menyusuri tanah merah di perkebunan kelapa sawit, dilanjutkan dengan jalan setapak dan berlumpur di sebuah desa utara Kecamatan Kuala Mandor. Rombongan David Maryansyah tak berkeluh kesah dan tetap antusias untuk sampai pada lokasi tujuan. Ialah Parit Bugis, Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor. Rombongan bakal calon bupati Kubu Raya yang terdiri dari tujuh orang masuk ....Ke Halaman -11

Muda: Jangan Serampangan Menilai Hairul Mikrad Borneo Tribune, Pontianak Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menantang Ketua Forum MDG,s Kabupaten Kubu Raya, Syarif Usmulyani untuk menunjukkan data dan fakta sehingga tidak ‘abal-abal’ serta asal-asalan dalam memberikan ‘raport’ kepada jajaran pemerintahannya. Sebelumnya, Usmulyani menilai pembangunan Kabupaten Kubu Raya tidak merata. Ia juga memberi ....Ke Halaman -11

David Maryansyah (kelima dari kiri) bersama tokoh masyarakat Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor beberapa waktu lalu. FOTO Ubay KPI/Borneo Tribune

Antisipasi Kaburnya Tahanan

....Ke Halaman -11

Pembangunan Kubu Raya

HT Jadi Ketua Dewan Pertimbangan Hanura Borneo Tribune, Jakarta Bos MNC Hary Tanoesoedibjo (HT) resmi bergabung ke Hanura. Hary dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura. ”Selamat datang Pak Hary Tanoe di Partai Hanura, selamat datang Pak Hary sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura,” kata Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, dalam sambutannya di pengukuhan HT

Sejumlah Tahanan Dititipkan di Polresta Antrian Panjang Seperti halnya pada hari-hari biasa, sebuah klinik selalu penuh didatangi banyak pasien, dan dokter tetap memeriksa semua pasien secara bergilir dengan tenang. Sesudah menunggu gilirannya kurang lebih selama 2 jam, seorang kakek berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu masuk klinik dengan gerak langkah yang lamban. Begitu melihat bayangan kakek tersebut, petugas penerima pasien klinik itu segera menghampirinya dan menanyanya: “Bapak mau ke mana? Tunggu saja di sini, jangan pergi, tak lama lagi tentu akan sampai giliran Bapak.” ”Kalau aku disuruh menunggu di sini terus, salah-salah bisa mati mendadak. Bagaimanapun aku toh akan mati, maka lebih baik aku mati di rumah saja!”

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak Sejumlah tahanan yang ada jajaran Polsek wilayah hukum Polresta Pontianak dititipkan di jeruji Polresta Pontianak

guna mengantisipasi terjadinya tahanan yang kabur dan melarikan diri. Hal ini pun diutarakan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno S.Ik, belum lama ini. Menurut Kasat Reskrim,

ada beberapa Polsek yang bangunan temboknya kurang kuat untuk menempatkan tahanan. Karena ada beberapa tahanan yang berhasil kabur dengan cara merusak tembok penjara di Polsek. ....Ke Halaman -11

Muda Mahendrawan

Hary Tanoesoedibjo

....Ke Halaman -11

Vania Larissa Wakili Kalbar di Ajang Miss Indonesia Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE MM mengatakan, sebagai warga Kalbar merasa sangat bangga dan bersyukur serta mendukung Vania Larissa, salah satu warga Kalbar yang saat ini telah terpilih sebagai finalis Miss Indonesia tahun 2013.

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak “Semoga prestasi yang dilakukan oleh Vania Larissa ini dapat dijadikan contoh yang baik khususnya bagi para remaja,” kata Christiandy Sanjaya, Jumat (15/2) saat menerima audiensi orang tua Vania Larissa di ruang kerja Wagub. Dikatakan olehnya, saat ini banyak berbagai hal terjadi ....Ke Halaman -11

* * * * *

Harga Terjangkau Hemat Energi (20 Km Lebih/Liter) Ramah Lingkungan Lebih Berkelas Desain Nasional, Kualitas Internasional

AUDIENSI. Yohanes dan Rusmina orang Tua Vania Larissa didampingi Pdt Iwan Luwuk dan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kalbar, Yusri Zainuddin sedang beraudiensi dengan Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya di ruang kerjanya. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Tipe : 1. E (Manual dan Automatic) 2. G (Manual dan Automatic) 3. G TRD (Manual dan Automatic)

Hubungi :

PT. ANZON AUTOPLAZA Jl. Ahmad Yani No. 89 Pontianak, Telp. 0561 - 734280 Jl. Ahmad Yani No. 8 Singkawang, Telp. 0562 - 637000 Jl. Jend. Sudirman Km.1 Sampit - Kalteng, Telp. 0531 - 30666

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

“Andre pulang, hujan!” “Abil jangan main air!” “Hilal jangan main air selokan!” Teriakan seperti itu jamak saya dengar dari tetangga saat melarang anak-anaknya bermain air dari gentong penampung air atau bermain kotor-kotoran dengan mengaduk air selokan dengan kayu. LaDedy Ari Asfar rangan keras pun kerap muncul dari Peneliti orang tua saat anak-anak bermain dengan hujan, sepertinya dapat membuat orangtua gelap dan kehilangan cahaya. Tidak jarang si anak dicubit dan dipukul agar tidak main-main dengan air dan hujan apalagi sampai


Kayong Utara

Senin, 18 Februari 2013

Borneo T Tribune

2

Jelang Pemilukada Bupati KKU 2013

Satu Anggota KPU Mengundurkan Diri Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Menjelang pelaksanaan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati KKU yang akan berlangsung pada 28 Maret mendatang, satu anggota KPU KKU mengundurkan diri. Anggota KPU yang mengundurkan diri tersebut adalah Kuspandiah, S.

Sos yang menyampaikan surat penguduran diri secara resmi kepada ketua KPU KKU Dedy Efendy, SH pada 12 Februari lalu. ”Surat pengunduran diri sudah kami terima,” ujar ketua KPU KKU, Dedy Efendy, belum lama ini. Menurutnya, meskipun sudah disampaikan ke KPU KKU, namun surat pengunduran diri tersebut secara teknis akan diterus-

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

T

Tahun 2013 merupakan tahun politik. Pasalnya hanya menyisakan interval waktu sekitar satu tahunan sebelum pelaksanaan pesta akbar demokrasi Pemilu Legislatif (Pilegs) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 mendatang. Tak pelak, banyak orang menyebut tahun 2013 merupakan tahun politik. Disebut tahun politik, pasalnya di tahun ini tentunya akan banyak sekali para politisi yang selama ini menjabat sebagai anggota legislatif, mulai dari tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/ kota, termasuk anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan berlomba-lomba turun ‘gunung’ untuk kembali menemui rakyat. Tentunya dengan harapan agar mereka dapat kembali ‘mencuri’ simpati maupun dukungan dari rakyat demi melanggengkan kursi empuk mereka di DPR maupun DPD serta kursi-kursi legislatif di daerah. Baik di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seantero Negeri. Rakyat tentu harus cerdas dan boleh jual mahal dengan kehadiran mereka. Pasalnya mereka sangat mengharapkan simpati serta dukungan rakyat pada Pilegs 2014 untuk bisa terpilih kembali menjadi wakil rakyat maupun anggota DPD. Rakyat tentu cerdas dalam memilih serta memilah mana diantara wakil rakyat yang memang benar-benar komitmen serta konsisten dengan apa yang telah dilakukannya untuk rakyat selama menikmati kursi empuk sebagai wakil rakyat. Selain itu rakyat tentu bisa menilai mana wakil rakyat yang memang konsisten turun ke lapangan untuk menyerap beragam aspirasi yang disampaikan masyarakat yang notabene merupakan konstituen mereka dalam kegiatan reses maupun beragam forum pertemuan lainnya. Serta mana wakil rakyat yang selama ini malas melakukan reses dan kerap pergi ke Jakarta maupun ke luar negeri dengan beragam alasan yang tidak masuk di akal. Rakyat dan publik tentu sangat mengharapkan agar para wakil rakyat yang malas melakukan reses serta tidak komitmen dan tidak konsisten dalam membela kepentingan rakyat agar jangan dipilih serta tidak terpilih lagi menjadi wakil rakyat yang terhormat untuk periode mendatang. Karena rakyat tidak membutuhkan para pecundang yang hanya menggerogoti uang rakyat demi kepentingan pribadi maupun kelompok saat menjabat sebagai wakil rakyat. Yang dibutuhkan rakyat Indonesia sekarang ini adalah para negarawan yang tulus ikhlas serta berani memperjuangkan beragam aspirasi rakyat tanpa pamrih.

ENGET

Jangan pilih caleg busuk… - Karena rakyat butuh negarawan… Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

pemilu di KKU ini memang tidak lama lagi, dimana Juni mendatang merupakan bulan terakhir mereka menjabat sebagai anggota KPU diperiode ini. Pasalnya selanjutnya akan dilanjutkan oleh anggota KPU hasil pemilihan ulang. Saat ini anggota KPU KKU yang tersisa adalah ketua KPU Dedy Efendy dan para anggota. Yakni Sy. Usman A, Burhanuddin dan Bujang Asnan. Pleno Terakhir, anggota KPU KKU saat menggelar rapat pleno terakhir secara bersamasama dan lengkap, pasca pengunduran diri Kuspandiah S.Sos. Rapat pleno hanya akan diikuti empat anggota yang tersisa. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

Pasangan SMK Didukung PPP

AJUK

2013, Tahun Politik Rapat Rutin

S

kan ke KPU Provinsi Kalbar untuk mendapatkan jawaban. Karena dalam pengangkatan dan pemberhentian anggota KPU kabupaten kewenangannya berada di KPU provinisi. “Apa jawaban dan langkah selanjutnya masih menunggu teknis dari provinsi,” lanjut Dedy. Sementara itu, posisi dan pekerjaan yang kosong yang ditinggalkan oleh Kuspandiah, S. Sos tersebut, menurut Dedy saat ini menjadi tanggung jawabnya untuk meneruskan atau mendelegasikan kepada anggota lainnya. ”Alasan pengunduran diri tidak ada kaitannya dengan politik atau beban kerja. Namun murni masalah pribadi,” tegasnya. Secara teknis, masa bhakti para penyelenggara

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Pasangan JalianHamdan Harun, boleh tersenyum lega. Pasalnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi bergabung sekaligus memberikan dukungan untuk kemenangan pasangan yang menempuh jalur perseorangan dalam Pemilukada Bupati KKU

2013. PPP secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan independen atau yang lebih dikenal dengan tim Solidaritas Masyarakat Kayong (SMK) untuk merebut kursi Bupati dan wakil Bupati KKU. ”Resmi bergabung saat pencabutan nomor urut pasangan,” kata Ketua DPC PPP KKU, H. Efendi Ahmad, belum lama ini.

Menurut H. Efendi, alasan yang mendasari PPP bergabung dengan tim SMK, karena tim SMK merupakan satusatunya pasangan calon yang menyampaikan permohonan resmi terkait dukungan kepada DPC PPP KKU, provinsi maupun pusat. Dengan adanya surat resmi tersebut dan disyahkan dalam Muscab PPP memutuskan dukungan PPP ke pasangan tersebut.

PPP merupakan partai yang memiliki dua kursi di parlemen KKU, dimana sebelumnya partai berlambang kabah itu sempat menggadanggadang akan mengusung calonnya sendiri. Namun lantaran ada keputusan internal yang tidak merealisasi kabar tersebut. ”PPP akan bergerak melalui kader-kader di lapangan. Mulai PAC hingga ke simpatisan di

seluruh kecamatan,” imbuhnya. H. Efendi Ahmad, menambahkan meskipun calon yang maju sebagai calon Bupati dan wakil Bupati KKU dari jalur perseorangan tidak dibenarkan dicalonkan oleh oleh parpol ke KPU, namun secara dukungan untuk pemenangan hal itu sah-sah saja. Dan hal itulah yang saat ini dilakukan tim SMK dan PPP.

Opini

Uang Bukan Komoditas Oleh: Yulia Ibrahim Minggu lalu saya berbicara tentang riba dalam praktik perbankan, dan hari ini juga masih sedikit menyinggung persoalan riba — karena jika berbicara tentang uang tidak lepas dari persoalan riba. Islam memfungsikan uang sebagai alat tukar dan penyimpan nilai, tetapi uang bukanlah barang dagangan. Mengapa uang berfungsi? Uang menjadi berguna hanya jika ditukar dengan barang yang nyata atau ditukar dengan jasa. Oleh karena itu, uang tidak bisa dijual atau dibeli secara kredit. Orang perlu memahami kebijakan Rasulullah SAW, bahwa tidak hanya mengumumkan bunga atas pinjaman sebagai sesuatu yang tidak sah tetapi juga melarang pertukaran uang dan beberapa benda bernilai lainnya untuk pertukaran yang tidak sama jumlahnya, serta menunda pembayaran jika barang dagangan atau mata uangnya adalah sama. Efeknya adalah mencegah bunga uang yang masuk ke system ekonomi melalui cara yang tidak diketahui. Pandangan ekonomi Islam, uang bukanlah comoditi atau barang, yang dapat dimonopoli atau dikuasai oleh pihak-pihak ter-

tentu. Tetapi uang merupakan milik public (public goods) jadi semua orang berhak memiliki uang yang berlaku di suatu Negara. Sementara barang atau comodity merupakan sesuatu yang dapat dimiliki oleh pribadi atau orang perorang. Orang mengenal secara definisi uang adalah alat ukur dan penyimpan nilai semua barang. Dengan adanya uang maka dapat dilakukan proses jual beli hasil produksi. Dengan uang, hasil produksi dapat ditukar dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Jika dengan sengaja orang menumpuk uang atau tidak dibelanjakan, itu menunjukkan bahwa uang yang ada tidak beredar. Hal ini sama dengan menghalangi proses atau siklus perputaran peredaran uang di pasaran. Jadi proses jual beli tidak dapat dipisahkan dengan uang. Al-Ghazali berpendapat bahwa uang bagaikan kaca, kaca tidak memiliki warna, tetapi ia dapat merefleksikan semua harga. Melihat fungsi uang tersebut, menunjukkan bahwa dalam Islam adanya uang dapat memberikan fungsi kegunaan atau kepuasan kepada pemakainya. Oleh karena itu uang bukanlah suatu komoditas.

Uang itu sendiri tidak memberikan kegunaan akan tetapi fungsi uanglah yang memberikan kegunaan. Di sisi lain Ibnu Taymiyah, lebih tegas menjelaskan bahwa uang adalah sebagai alat tukar dan alat ukur nilai. Melalui uang nilai suatu barang akan diketahui, dan mereka tidak menggunkannya untuk diri sendiri atau dikonsumsi. Hal serupa dikemukakan oleh muridnya Ibnu Qoyyim, uang atau keeping uang tidak dimaksudkan untuk benda itu sendiri, tetapi dimaksudkan untuk memperoleh barang-barang. Dengan demikian secara definitive dapat diajukan bahwa fungsi uang dalam Islam adalah sebagai: pertama, media pertukaran atau alat transaksi. Kedua, untuk keperluan jaga-jaga atau investasi, dan ketiga, sebagai satuan hitung untuk pembayaran. Dan uang sebagai sesuatu yang mengalir dan ia juga merupakan sebagai barang public. Uang disamakan dengan sesuatu yang mengalir, oleh karena itu uang diibaratkan seperti air. Jika air di sungai itu mengalir maka sungar tersebut akan bersih dan sehat dengan air yang jernih. Namun sebaliknya jika air di sungai tersebut tidak mengalir maka

suangai tersebut akan tidak sehat karena berbau dan busuk. Demikian halnya dengan uang. Uang yang berputar untuk produksi akan berputar dan dapat mengakibatkan kemakmuran dan kesehatan ekonomi masyarakat. Sementara, jika uang ditahan maka dapat menyebabkan krisis dan pperekonomian menjadi lesu karena segala bidang ekonomi tidak berjalan dengan baik. Dalam Islam uang harus berputar terus sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Untuk itu, uang perlu diinvestasikan di sector riil. Jika uang disimpan tidak akan mendatangkan apa-apa. Penyimpanan uang sering terjadi pada zaman dahulu dimana masyarakat masih belum terbiasa dengan aktivitas perbankan, namun untuk saat-saat sekarang masyarakat sudah mengenal aktivitas perbankan. Dengan menyimpan uang mereka di bank, maka pihak bank akan menyalurkan dana tersebut ke pihak ketiga atau masyarakat, maka secara otomatis dana tersebut akan produktif dengan diputarkan kembali ke sector riil. Satu hal lagi yang ketentuan yang mengatur keuangan dalam Islam yaitu

penyimpanan uang yang telah mencapai nisab dan haulnya akan dikenakan zakatnya. Zakat ini akan memberikan implikasi yang luar biasa untuk masyarakat luas jika dikelola dengan bijaksana. Selanjutnya uang adalah untuk masyarakat banyak atau milik masyarakat banyak, jadi uang bukan monopoli perorangan. Sebagai barang milik publik, maka siapapun boleh menggunakannya selagi cara yang digunakannya sesuai dengan ketentuan Islam tanpa ada hambatan dari orang lain. Karena uang adalah milik publik maka menumpuk uang sangat di larang, sebab dengan menunpuk uang sama dengan membatasi orang lain menggunakannya. Dari penjelasan di atas, jelas bahwa ada perbedaan antara barang dan uang dilihat dari fungsinya tadi. Dalam praktek kehidupan sehari-hari fungsi uang masih banyak disalahfungsikan dan masih banyak kerancuan dalam kegunaannya. Karena terkadang uang masih disamakan dengan barang atau komoditas dan ia masih dianggap tidak menyalahi nilai-nilai Islam ketika uang itu masih diperjualbelikan. Padahal uang bukanlah barang. Wallahu a’lam.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

3

American Corner Untan 1st Anniversary

Geber Konser Bersama Emily Elbert Oleh: Nur Iskandar GEDUNG American Corner Untan yang bersamaan dengan Perpustakaan tampak semarak dengan Lomba Ranking 1 yang diselenggarakan terkait ulang tahunnya yang pertama di mana jatuh pada 16 Februari. Hampir 100 peserta datang dari berbagai fakultas. Ranking 1 yang diadaptasi dari program televisi swasta nasional ini menggunakan perintah dan jawaban berbahasa Inggris. “Kita kembangkan keterampilan berbahasa Inggris dengan ilmu pengetahuan,” ungkap Direktur American Corner (Amcor) Stella Fransisca. Magister pendidikan Bahasa Inggris yang cukup lama mengabdi di Lab Bahasa sebelum memimpin Amcor menegaskan bahwa mahasiswa diharapkan berkembang optimal. Di mana me-

reka kelak bisa bersaing di tingkat lokal-nasional bahkan internasional. Oleh karena itu tema yang diangkat dalam Ranking 1 adalah tentang Indonesia dan AS. Kegiatan dalam rangka hari ulang tahun pertama (first anniversary) sudah dimulai sejak awal Februari berupa oral presentation (presentasi lisan) setingkat SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Pemenangnya adalah SMA Tunas Bangsa Kabupaten Kubu Raya. Kedua SMKN3 Kota Pontianak dan posisi ketiga diraih SMK Immanuel Kota Pontianak. Kegiatan mendatang adalah jalan sehat dan food festival atau kuliner. Kegiatan di hari Sabtu ini didukung Grand Mahkota, Aston dan Mercure. Termasuk Dharma Wanita Untan maupun Komdef serta Perpustakaan Untan. Amcor. “Kegiatan ini akan dilaksanakan hari Sabtu. Persis di

Direktur Amcor, Dra Stela Fransisca, M.Pd (berkerudung) menyambut kedatangan tetamu di Amcor Untan. FOTO Nur Iskandar/ Borneo Tribune

hari hut Amcor. Mulai pelaksanaannya jam 6 pagi. Jika Anda berminat silahkan daftar secara gratis di Amcor. Tersedia aneka ragam door-

prize dari ketiga hotel sponsor. Utamanya voucher menginap dan makan gratis di sana. Juga lebih dari 60 souvenir tersedia dari Kedubes

AS,” ungkap Stela. Agenda berikutnya ada “information session” seputar beasiswa berprestasi di AS. Workshop PRESTASI ini

pada 5 Maret. Kemudian Anniversary First Amcor Untan ditutup dengan konser dan workshop artis AS, Emily Elbert.

“Tersedia 1500 kursi di Gedung Audit. Konser ini kerjasama Amcor Untan dengan TOP Indonesia,” kata Stela. Penampilan Emily Elbert dan penampilan kebudayaan lokal digeber pada 20 Maret secara gratis. “Masyarakat terbuka. Bagi yang berminat silahkan datang untuk tiket gratis di Amcor. Workshop sehari setelahnya.” Workshop menyoal budaya terutama lirik dan musik bersama Emily Elbert diutamakan kepada para guru kesenian dan wakil siswa. Masih dibuka kesempatan kepada pihak lain yang berminat sesuai motto Amcor: “together we can do more...” (Bersama kita bisa melakukan lebih banyak…) Harapan Stela bahwa pelajar dan mahasiswa Kalbar dapat melakukan penyegaran untuk bahasa Inggris. Kalbar diharapkan bisa lebih besar kiprahnya. o

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

4

Musibah Banjir di Kecamatan Jelimpo

Gubernur dan Ketua PMI Kalbar Sambangi Korban Paska musibah banjir, tanggal 12 Februari lalu, yang menimpa masyarakat Desa Jelimpo, Desa Kayu Ara dan Angin Tembawang Kecamatan Jelimpo, membuat Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH, dan Ketua Palang Merah Indonesia Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S. Pd langsung turun ke lapangan untuk melihat masyarakat yang menjadi korban banjir, menyerahkan bantuan dari pemerintah provinsi dan PMI Kalbar, di halaman Kantor Camat Jelimpo, Sabtu (16/2). Bantuan ini diterima langsung oleh Bupati Landak, Adrianus Sidot, berupa uang Rp 40 juta, satu paket obatobatan, 14 biskuit, 7 ton beras, 600 kaleng ikan sarden, 240 kecap botol, 240 sambal botol, 2.200 mie instan, 78 pack minyak goreng, 60 lembar matras, 10 paket sandang family kods dan 7 paket peralatan dapur dan sekolah. Sedangkan, bantuan dari PMI dan Bank Kalbar, seperti kain sarung, tikar, periuk plastic, beberapa kebutuhan rumah tangga, dan 2 ton beras. Cornelis mengatakan, semua bantuan yang diberikan harus tepat sasaran. Ia mempercayakan kepada Bupati Landak untuk menyerahkan bantuan tersebut kepada korban banjir. Ia mengaku, pemerintah tidak sepenuhnya meme-

nuhi semua kebutuhan masyarakat yang terkena banjir, “Tapi ini adalah rasa kepedulian pemerintah, paling tidak bisa mengurangi serta mengobati sedikit beban penderita yang dialami,” harapnya. Dalam waktu dekat Cornelis juga berencana akan memberikan bantuan alat pemadaman dari CSR Bank Kalbar. Ketua PMI Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S. Pd, usai menyerahkan bantuan mengatakan, akan berusaha memberikan bantuan kepada korban banjir di Jelimpo, “Bantuan tersebut jangan dinilai seberapa yang diberikan, tapi ini salah satu wujud serta kepedulian PMI Kalbar, ke depan PMI Kalbar akan terus berusaha untuk lebih berbuat lagi dalam memberikan pelayanan sosial kemasyarakatan di Kalimantan Barat,” jelas Frederika. Camat Jelimpo, Silvanus Sudiyanto, memberikan apresiasi kepada gubernur dan Ketua PMI Kalbar, yang telah merespon kejadian musibah banjir ini dengan memberikan bantuan. Dijelaskannya, kejadian musibah banjir lalu terjadi secara tiba-tiba pada malam hari. Sebelumnya, kecamatan di empat desa ini diguyur hujan lebat. Kini, warga langsung dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi, salah satunya di Kantor Camat Jelimpo, dan tidak ada korban jiwa. (Nasir Humas Pemprov) o

Pelantikan BKMT

Perempuan Harus Berkiprah Amrul Borneo Tribune, Sambas Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se Kecamatan Tebas, menggelar pelantikan, di Masjid Al-Khairat Puting Beliung, Desa Pusaka, Kecamatan Tebas, Minggu (17/2), dalam rangka pembinaan. Nurpalah terpilih sebagai Ketua BKMT Kecamatan Tebas untuk periode mendatang, untuk melanjutkan tugasnya dalam memberikan pembinaan dan peningkatan kualitas jamaah dengan kegiatan pengajian rutin. Hj. Muazah Al Adawiah, sebagai Ketua BKMT Kabupaten Sambas dan Anggota DPRD Kabupaten Sambas mengatakan, kaum perempuan perlu banyak berkiprah dan meningkatkan kemampuan, kualitas, dan sumberdaya manusia (SDM). “ Mengingat banyaknya persoalan yang dihadapi oleh kaum perempuan saat ini, perempuan masih banyak

FOTO Amrul/Borneo Tribune perlu belajar terutama ilmu agama demi mencapai ridha Allah SWT,“ ungkapnya. Muazah mengatakan, perempuan harus berkiprah di bidang pembangunan dan politik. “BKMT yang merupakan wadah organisasi Islam yang dipelopori oleh kaum perempuan merupakan wadah untuk perempuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, agar perempuan Sambas menjadi perempuan yang solehah dan membangun keluarganya menjadi keluarga yang saleh dan salehah dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,“ harapnya. o

Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, SH, MH memberikan bantuan kepada korban banjir. FOTO istimewa

Dinas PU Kucurkan Rp 5 M untuk Normalisasi Parit Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Kota Pontianak saat ini rawan banjir. Namun, kondisi parit di Kota Pontianak belum optimal dalam menyerap genangan air. Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pekerjaan Umum Bidang Sumber Daya Air bekerja ekstra di tahun 2013 ini, untuk menetralkan saluran air. Pemkot akan menormalisasikan parit di enam kecamatan. Saluran sekunder dan primer juga akan dinormalkan semaksimal mungkin. Saluran air di Kota Pontianak banyak terdapat endapan lumpur, bahkan sebagian saluran tertutup dan tidak berfungsi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengaku, banyak saluran yang tidak berfungsi. Akibat endapan lumpur dan sampah. Jika hujan, maka banyak ditemukan genangan air di sejumlah jalan penting di Kota Pontianak.

Wanra di Ponsel Akan Ditambah Komandan Koramil 1207-02/ Pontianak Selatan Kapten Kav Edy Darmadi melakukan pengecekan anggota wanra di halaman Makoramil 1207-02/Pontianak Selatan Kodim 1207/Pontianak, Kamis (14/2). Komandan Koramil 02/Pontianak Selatan Kapten Kav Edy Darmadi mengatakan, selama ini wanra yang ada di Koramil Selatan hanya ada 3 orang, “ Sejak saya menjabat sekarang sudah ada 10 orang wanra, akan terus kita tambah,” katanya. Ia berencana, ke depan akan menambah 20 orang, untuk mendukung tugas-tugas Babinsa di lapangan. Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara memiliki jumlah penduduk yang sangat padat, wilayah pembinaan di setiap desa/kelurahan cukup luas. “Para wanra ini sebagai mitra koramil, mereka secara sukarela dan ikhlas bergabung dengan koramil. Wanra ini kita ambil dari setiap desa dari wilayah binaan Pontianak Selatan,” paparnya. Ia berharap, para Babinsa dalam melaksanakan tugasnya dibantu setiap desanya 2 orang wanra. wilayah teritorial Koramil-120702/Pontianak Selatan mencakup dua kecamatan, yakni Kecamatan Pontianak Selatan dan Kecamatan Pontianak Tenggara. (kodamtanjungpura)o

Borneo Tribune, Pontianak

Edi Rusdi Kamtono. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune “Yang menjadi prioritas adalah di titik dimana kerap terjadi genangan air. Itu yang kerjakan lebih dulu,” ujarnya. Edi mengatakan, pengerjaan normalisasi air ada di beberapa titik, seperti di Jalan M. Yamin, Pattimura, Seroja, dan Jalan Ahmad Dahlan. “Parit Tokaya dan Parit Haji Husin nanti juga akan kita keruk agar lebih lancar,” katanya. Ia menambahkan, normalisasi air tidak hanya dikerjakan di tahun 2013 saja. Normalisasi saluran air merupakan pekerjaan berkelanjutan yang dilaksana-

kan setiap tahun. “Selokan dan parit-parit memang butuh perawatan rutin, dan ini juga perlu dukungan dari masyarakat untuk samasama menjaga saluran air. Percuma kita melakukan normalisasi sedangkan masyarakat masih senang membuang sampah ke parit. Kalau begitu kan kerja percuma,” tuturnya. Dinas PU Kota Pontianak melalui anggaran daerah mengucurkan dana Rp 5 miliar untuk normalisasi parit, seperti pembersihan saluran air, antisipasi kerusakan beton dan pelebaran parit bila dibutuhkan. o

CMYK

CMYK

Borneo Tribune, Landak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

5

Imlek di Kabupaten Pontianak

Tumbuhkan Semangat Kebersamaan Intensitas Belajar Siswa Harus Ditingkatkan

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya oleh masyarakat Kabupaten Pontianak mendapat pujian dari Wakil Gubernur Kalabar, Christiandy Sanjaya. Hal ini, disampaikannya saat menghadiri acara malam Imlek Bersama di Gedung Kartini Mempawah, Sabtu (16/2), kemarin, yang juga dihadiri Bupati Pontianak, Ria Norsan, Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto, Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, kepala dinas instansi, serta tokoh masyarakat Tionghoa se-Kabupaten Pontianak. “Perayaan Imlek di Kabupaten Pontianak sangat semarak sekali. Nuansanya sangat terasa sekali. Apalagi dilaksanaan dengan semangat kebersamaan. Lihat saja, acaranya saja dimulai dengan tarian multi etnis, bahkan dihadiri berbagai unsur masyarakat,” kata Christiandy. Apalagi perayaan Imlek ini memiliki nilai seni budaya yang hendaknya untuk terus dijaga dan ditingkatkan, karena semua merupakan peninggalan yang harus di lestarikan dan dikembangkan. Budaya juga dapat meningkat pendapatan daerah dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, baik dari daerah lain maupun dari luar negeri. “Untuk itu, semangat kebersamaan harus terus ditumbuhkembangkan agar semakin meningkat. Jangan

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

IMLEK BERSAMA Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya memukul gendang pada malam perayaan Imlek bersama di Kabupaten Pontianak. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

ada lagi pertikaan antar etnis, semoga masyarakat kita bersatu padu membangun daerah ini,” katanya. Sementara itu, Bupati Pontianak, Ria Norsan menyampaikan perayaan Imlek bersama yang baru dilaksanakan pertama kali di Kabupaten Pontianak, menunjukan semangat kebersamaan yang sangat besar masyarakat Kabupaten Pontianak, khususnya masyarakat Tionghoa. Sekaligus sebagai bentuk pelestarian kekayaan khazanah budaya milik Kabupaten Pontianak. “Dimana berkat kebersa-

Muda: Nongkrong Warkop, PNS Harusnya Malu Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Nongkrong di warung kopi dan bermain kartu di kantor saat jam kerja yang dilakukan sejumlah oknum PNS di Kabupaten Kubu Raya mendapat perhatian dari Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan. Muda mengatakan oknum PNS yang selalu nongkrong di warung kopi atau bermain kartu di jam kerja harus memiliki rasa malu kepada masyarakat. “Malulah, PNS kan digaji masyarakat,” katanya, saat setelah meresmikan Kantor Desa Sungai Raya Dalam, Minggu (17/2). Muda menuturkan, apa yang dilakukan oknum PNS di jajaran pemerintahnya tidak patut dicontoh dan tidak sepatutnya dilakukan. Karena pada dasarnya berdasarkan PP 53 tahun 2010 tentang kepegawaian sudah jelas jadwal kerja, yakni mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.00 masuk kembali 13.00 berakhir 16.00, kecuali pada Jumat. Untuk menyikapi persoal-

an tersebut, lanjut Muda, Ia akan meminta BKD Kubu Raya untuk menyelidiki dan memverifikasi apakah memang benar ada oknum PNS yang melanggar aturan kerja. “Kita harus memverifikasi informasi itu, karena harus dipilah-pilah mana PNS yang bertugas di lapangan dan mana yang kantoran. Sehingga tidak salah,” ucapnya. Sebelumnya, Kepala BKD Kubu Raya, Noh Syaiman menyatakan dengan tegas bahwa tindakan yang dilakukan oleh PNS itu sudah menyalahi atauran yang ada. dan itu bisa kita berikan sanksi disiplin bagi pegawai yang telah menyalahi aturan tersebut. “Pegawai Negeri Sipil maupun Kepala SKPD di lingkungan Peerintah Kabupaten Kubu Raya dilarang untuk nongkrong di warung kopi pada saat jam kerja. Karena hal itu sudah diatur dalam Perbub. Jika memang hal itu tidak diindahkan juga maka kita akan memberikan sanksi disiplin kepada oknum yang nongkrong itu,” kata M. Noh, Kamis (14/2) lalu. o

maan, persatuan dan kesatuan tanpa melihat adanya perbedaan. khazanah budaya Kabupaten Pontianak harus ditingkatkan dan kita kembangkan bersama-

sama,” katanya. Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Pontianak, Suharjo Lie, yang juga sebagai Ketua MABT

Kabupaten Pontianak, mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah sehingga pelaksanaan perayaan imlek bisa berlangsung meriah dan semarak. o

Masyarakat Diminta Tak Terpancing Provokator Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kapolsek Sungai Raya, AKP Sugiyono menegaskan kepolisian siap mewaspadai potensi gangguan keamanan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kubu Raya pada tahun ini. Pihaknya akan mendeteksi upaya provokasi dan menindak tegas pelaku yang ingin mengacaukan. ”Ya, kami akan amankan jika ada provokator yang akan merusak pesta demokrasi Kabupaten Kubu Raya mendatang,” katanya,

Minggu (17/2). Menurutnya, polisi memiliki tahapan untuk pengamanan massa, terutama pada pelaksanaan Pilkada. Diantaranya, melakukan tindakan pencegahan, mengumpulkan informasi intelijen, dan mendeteksi perusuh. Yang jelas, polisi sudah punya prosedur tetap untuk menindak para perusuh yang kerap berkerumun di antara massa. Dalam situasi Pilkada, para tokoh masyarakat juga pemuka agama sebaiknya menunjukkan peran mereka sebagai tokoh pemersatu.

Selain itu, masyarakat diminta untuk menghubungi polisi jika ada persoalan di lapangan. Untuk mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan terjadi pada saat Pilkada Kubu Raya berlangsung, lanjut Sugiyono mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan mapping area di 17 titik diwilayah hukum Polsek Sungai Raya. “Untuk itu kita menempatkan beberapa anggosta serse kita dalam melakukan pemantauan secara intensif agar tindakan-tindakan kriminalitas itu dapat dicegah,”tuturnya. o

Kantor Desa Serdam Diresmikan Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meresmikan Kantor baru Desa Sungai Raya Dalam Kecamatan Sungai Raya, Minggu (17/2) kemarin. Muda mengatakan sejauh ini memang untuk pembangunan desa ini belum semuanya terakomodir, namun dilakukan bertahap. “Untuk desa-desa yang masih baru tentunya harus bersabar karena sambil berjalan kita juga terus membantu dalam percepatan pembangunan kantor desa,” akunya. Menurut Muda, kantor desa bukanlah hanya sekedar kantor, namun yang paling terpenting setelah ber-

dirinya kantor ini adalah terbangunnya inisiatif-inisiatif menjadikan bagaimana kantor desa ini menjadi pusat informasi dan pusat pelayanan bahkan pusat kegiatan. “Seperti bagaimana kantor desa ini mengakomodir kegiatan PKK, Dasawisma, majelis taklim dan lainnya,” papar Muda. Muda berharap dengan adanya kantor desa ini, masyarakat tak lagi bingung dan malu untuk bertanya dengan hal-hal yang berkaitan dengan aspirasi mereka. “Masyarakat harus menjadikan kantor desa ini layaknya seperti rumah sendiri dalam mengungkapkan aspirasi mereka yang belum terwujud sehingga bisa ditampung dan dilanjutkan tingkab Ka-

bupaten,” harapnya. Sementara itu Kades Sui Raya Dalam, Khairil Anwar mengatakan bahwa pembangunan kantor desa Serdam menggunakan dana swadaya masyarakat. “Kita coba gotong royong kumpulkan dana dari masyarakat secara swadaya. Dibantu juga dari pemerintah, elemen masyarakat serta sumbangan dari Bupati dan Ketua DPRD,” katanya. Berkat bantuan dan swadaya itu, alhasil dalam kurun waktu kurang dari setahun Kantor Kepala Desa Serdam akhirnya terbvangun. “Pola gotong royong kita tanamkan agar kantor ini terbangun. Apalagi ini untuk kepentingan pelayanan masyarakat” tutur Khairil. o

Menghadapi Ujian Nasional (UN), Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pontianak, Herman AP, mengingatkan siswa khususnya kelas tiga, baik tingkat SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA, untuk fokus belajar dan mengurangi kegiatan yang tidak bermanfaat seperti bermain game atau jejaring sosial di internet. “Siswa mesti menjauhFOTO: Johan W / Borneo Tribune kan diri dari hal-hal yang Herman AP dapat mengganggu belajar dan persiapan menghadapi UN. Kalau bisa, pelajar berhenti dululah bermain internet dan game di HP dan Warnet, tingkatkan intensitas belajar dirumah. Orangtua mesti mengawasi sekaligus memotivasi anak agar giat belajar,” katanya. Legislator Partai Golkar ini, juga mengimbau kepada seluruh siswa untuk menjaga kondisi fisik dan psikis, sehingga tetap prima selama menjalani UN, di antaranya dengan makan dan istirahat yang cukup. Selain itu, para pengelola pendidikan, orangtua dan seluruh masyarakat berperan aktif mendukung pelaksanaan UN. “Kondisi fisik yang baik akan mendukung untuk konsentrasi penuh dalam mengerjakan soal. Bahkan kita optimis, dunia pendidikan Kabupaten Pontianak, bakal maju jika semua memberi perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan kita. Apalagi Dinas Pendidikan dan pihak sekolah juga menyelenggarakan try out sebagai persiapan menghadapi UN,” katanya. o

Ketua RT Harus Jadi Inisiator Bagi Warga Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Forum Komunikasi Ketua RT (FKKRT) Se Kubu Raya menggelar rapat konsolidasi di Hotel Randayan Sabtu (16/2). Rapat tersebut dihadiri Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan serta puluhan perwakilan RT setiap kecamatan di Kubu Raya. Dalam acara rapat konsolidasi RT tersebut Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan dengan digelarnya rapat konsolidasi RT ini, para RT bisa meningkatkat kapasitas, persepsi dan pemahamannya kepada masyarakat.”Karena RT ini merupakan pemimpin di tingkat paling bawah tentunya mereka harus bisa membangun inisiatif-inisiatif bersama warganya. Kalau banyak inisiatif tentunya akan ada percepatan pembangunan,” katanya, Percepatan pembangunan tersebut seperti dalam halhal lingkungan, kebersihan, gotong royong, membantu program pemerintah dan lainnya sehingga mereka dengan melakukan inisiatif pastinya program pemerintah juga dapat berjalan dengan baik. “Makanya dengan rapat konsolidasi ini, kita coba menyamakan persepsi agar semakin mempercepat peluang masyarakat,” ujarnya. Muda juga menyinggung insentif yang diterima seluruh ketua RT di Kubu Raya sebesar 50 ribu memanglah masih kecil, namun untuk jumlah RT nya sangatlah banyak. Namun ini tidak menutup kemungkinan jika PAD Kubu Raya terus meningkatkan maka perhatian untuk mereka juga akan diupayakan untuk lebih ditingkatkan.”Namun yang lebih penting ialah para RT bagaimana memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat sehingga tidak ada yang terlantar. Jika semua sudah terwujud, kita upayakan tahun mendatang akan kita tingkatkan insentifnya,” papar Muda. Muda juga menyinggung peran RT dalam menjelang Pilkada Kubu Raya sangat penting dalam memberikan pemahaman pada masyarakat.”Para RT harus matang dan lebih dewasa menyikapi hal ini, jangan sampai ketua RT menjadi pemicu di masyarakat,” ungkap Muda. o


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

Traffic Light Tak Berfungsi

Lampu Merah Labrak Terus

Sudah dua pekan traffic light di persimpangan Jalan Jend. Sudirman, RA. Kartini dan Bambang Ismoyo tidak berfungsi, sehingga arus lalu lintas terkesan sedikit semrawut

Rudi Borneo Tribune, Singkawang Sudah dua pekan terakhir traffic light di persimpangan Jl. Jend. Sudirman, RA. Kartini dan Bambang Ismoyo

tidak berfungsi, sehingga arus lalu lintas terkesan sedikit semrawut. Pasalnya, sejak lampu merah ini tidak hidup, banyak sekali ditemukan pengendara dari Jalan Bambang Ismoyo ke arah

pasar maupun pengendara dari Jend. Sudirman hendak ke arah RA. Kartini memilih menerobos langsung tanpa memperhatikan tugu yang berada di tengah persimpangan. “Seharusnya, pengendara harus mengitari tugu itu dulu, jangan seenaknya langsung menerobos persimpangan jalan,” ujar Joko, warga sekitar. Terlebih lagi, lanjut Djoko, pada saat jam sibuk. Yang mana anak-anak pelajar sedang pulang sekolah selalu bersamaan dengan jam perkantoran yang sedang beristirahat. “Sering di simpang itu hampir terjadi kecelakaan, karena masingmasing pengendara tidak ada yang mau mengalah,” kesal Djoko. Kabid Perhubungan Darat, Dishubkominfo Singkawang, Bambang Sutrisno, saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait masalah tersebut. o

Musim Hujan, Jaga Kebersihan Lingkungan Rudi Borneo Tribune, Singkawang Beberapa hari terakhir ini, hujan mengguyur di Kota Singkawang. Warga pun diminta waspada dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Biasanya pada musim penghujan, selain membuat genangan air, juga mengundang penyakit yang bisa menyerang warga. Kabid P2PL Dinas Kesehatan Singkawang, A. Kismed, mengingatkan kepada warga untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan rumahnya masing-masing. Yang mana di

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

Kismed lingkungan rumahnya terdapat semak yang cukup rimbun, agar selalu dibersihkan. Tujuannya agar tidak menjadi sarang nyamuk. Kemudian, pinta Kismed, kepada

warga diingatkan untuk menggalakkan gerakan 3 M, yakni menutup, menguras dan menimbun benda-benda yang menjadi sarang dan tempat bertelurnya bagi nyamuk. Menurutnya gerakan 3 M itu adalah cara yang paling mudah untuk mencegah penyebaran penyakit DBD. Terpisah, Camat Singkawang Barat, Burhanuddin menambahkan, curah hujan beberapa hari ini cukup tinggi, mengajak warganya rutin melakukan gotong-royong di lingkungan sekitar. Yang mana ada saluran yang tersumbat, sebaiknya segera dibersihkan. Agar saluran air menjadi lancar. o

6

Imlek Bersama Bengkayang Meriah Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Imlek bersama di Gedung Pancasila Bengkayang, Sabtu (16/2) berlangsung meriah. Ratusan warga tumpah di lokasi yang dihadiri Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon beserta sejumlah pejabat Forkompida Bengkayang. Imlek bersama ini dimulai sekitar pukul 19.00-23.00 diramaikan dengan beragam

pertunjukan. Ada tarian Melayu, Dayak, hingga atraksi wushu yang diperagakan para pendekar muda. Pertunjukan membuat takjub para penonton. Berdecak kagum seraya memberikan tepuk tangan saat masing-masing pertunjukan berlangsung ataupun saat berakhir. Kekaguman pengunjung pada malam perayaan imlek bersama itu juga tertuju pada kembang api. Aneka bunyi-bunyian dentuman kecil di angkasa memberikan

semangat lain. Semangat menyongsong tahun baru yang lebih sukses. Dalam Imlek bersama tersebut, Ketua Panitia Imlek, Maksar Alek menuturkan pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemkab yang telah memberikan bantuan dan dukungan. “Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah mendukung,” kata Maksar dalam sambutan singkatnya. Wakil Bupati Bengkayang mengatakan Imlek merupa-

kan agenda tetap tahunan. Agenda tersebut perlu didukung karena bagian dari kekayaan suatu bangsa. Selebihnya ia memberikan ucapan selama tahun baru Imlek bagi warga yang merayakan. Saat acara akan berakhir, Agustinus diminta untuk membagikan hadiah kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan panitia. Diantaranya lomba fashion show anak-anak dan remaja, lomba fotografi dan beragam perlombaan lainnya. o

Wakil Bupati Bengkayang, Sekda Bengkayang, Forkopimda foto bersama dengan para pemenang lomba Foto: Mujidi/ Borneo Tribune

Gaji Karyawan PT MISP Sesuai UMK Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Manajemen PT MISP di Kabupaten Bengkayang memaparkan bahwa semua karyawan yang bekerja telah mendapatkan gai ataupun upah sesuai dengan ketetapan pemerintah yakni Upah

Minimum (UMK) Kabupaten Bengkayang. “Semua karyawan kita telah diupah sesuai dengan ketentuan UMK,” kata M. Hardi Kusuma, koordinator manajer PT MISP Kabupaten Bengkayang saat ditemui di lokasi perkebunan PT MISP, beberapa waktu lalu. UMK untuk Kabupaten

Bengkayang kurang lebih Rp 1.350.000. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang baru mencapai lebih dari Rp 900.000.“Alhamdulillah semua karyawan sudah kita gaji sesuai dengan ketentuan pemerintah itu,” kata Hardi lagi. Ia menambahkan, secara keseluruhan, jumlah karyawan yang bekerja di PT

MISP kurang lebih sebanyak seribu empat ratus orang. Pekerja tersebut di MISP 1 dan MISP 2. Pekerja ada yang harian, borongan dan ada juga yang bulan. “Sampai saat ini, belum ada keluhan karyawan soal gaji. Kalaupun nanti ada keluhan, akan kita bicarakan bersama sama,” kata Hardi. o

Pelajar Borneo Rayakan Imlek Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Imlek di Kabupaten Bengkayang bukan saja dirayakan di rumah warga Tionghoa atau dilakukan secara bersama sama di Gedung Pancasila. Tetapi Imlek ber-

sama itu juga menjadi hak sejumlah lembaga untuk melaksanakannya. Contohnya, pengelola SMA Borneo bersama para pelajarnya berencana untuk merayakan Imlek bersama. Semua siswa bahu membahu untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

“Semua siswa kita harapkan berpartisipasi untuk perayaan Imlek bersama ini,” kata Hieronimus, Wakil Kepala Sekolah SMA Borneo Bagian Kesiswaan. SMA Borneo dikenal sebagai salah satu sekolah yang rutin melaksanakan kegiatan keagamaan. Bukan hanya

pada perayaan Imlek, saat perayaan Natal, maka sekolah ini juga merayakan natal, begitu juga Idul Fitri, maka SMA Borneo juga merayakan Idul Fitri bersama. “Natal bersama ini kita rencanakan besok, (Selasared),” kata Hiero memberikan penjelasan. o

Cegah DBD, Warga Lakukan Fogging Rudi Borneo Tribune, Singkawang Sedikitnya 60 KK di Blok BTN Kowina Indah, Kelurahan Sungai Wie, Kecamatan Singkawang Tengah dilakukan pengasapan (fogging) oleh Pemkot guna mengantisipasi penyebaran wabah penyakit deman berdarah

dengue (DBD), Minggu (17/2). Ketua RT 13, RW 04, Kowina Indah Singkawang, Gunanto menyebutkan, tujuan dilakukan fogging ini, untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit DBD. Khususnya di daerah Kowina Indah. Karena, kata Gunanto, di Kowina Indah ini sudah ada seorang warga yang terserang penyakit

DBD. “Warga itu kebetulan adalah anak saya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter pada rumkit DKT seminggu lalu, anak saya positif menderita DBD,” ujarnya. Agar penyakit DBD ini tidak semakin menyebar luas, kata Gunanto, maka dirinya berinisiatif untuk melakukan fogging di daerahnya.

“Saya ajukan fogging ini ke Lurah setempat, kemudian Lurah meneruskannya ke Dinas Kesehatan. Alhamdulillah, permohonan saya diterima untuk dilakukan fogging pada pagi ini,” ungkapnya senang. Kondisi terakhir anak Gunanto sudah dinyatakan sehat dan bisa bermain-main kembali dengan teman sebaya. o


Landak-Sanggau Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

Inspirasi

Tetap Bekerja di Usia Tua Marsita Riandini Jam menunjukkan pukul 16.00 waktunya saya pulang ke rumah setelah seharian berada di kampus. Hari ini memang jadwal rutin pertemuan Club Menulis. Sebagian teman sibuk menyelesaikan karya mereka. Adapula yang tengah sibuk mengedit tulisan. Senang rasanya bisa berada dengan orang-orang yang berkarya. Bukan untuk mengambol ria agar mendapat pujian tapi ini sebuah apresiasi atas semangat kawan-kawan. Saya menunggu angkutan umum menuju Jalan Penjara. Di dalam oplet ada dua orang penumpang. Beliau berusia lebih dari 40 tahun. Seorang diantaranya sedang menggendong sebuah pengeras suara dengan sebuah DVD yang berukuran kecil. Bapak ini tampak ada kelainan di matanya. Jika dilihat sepintas tak ada yang bermasalah di matanya. Namun bila melihat dari cara ia naik dan berjalan selalu dipimpin. Saya menyimpulkan bapak itu buta. Sedangkan yang satunya lagi, beliau usianya lebih tua kira-kira lima puluh tahun lebih. Beliaulah yang memimpin temannya untuk berjalan dan menaiki angkutan. Mereka memang pengamen. Saya melihat beliau menghitung lembaran dan kepingan rupiah yang mereka terima. Aku iba melihatnya. Sampai kapan kedua bapak tersebut bekerja sebagai pengamen. Di usianya yang terbilang tak muda lagi. Tapi itulah kehidupan. Meski berjuang bila tak ingin kalah dengan kebutuhan yang datang menyerang. Lama perjalanan saya tiba untuk naik ke angkutan kedua menuju rumah. Kebetulan di situ ada seorang ibu . Saya pun mengobrol dengan ibu itu. Nama Bu Sena. Dari pembicaraan kami , kuketahui beliau ternyata bekerja di sebuah gudang semen . Tugasnya adalah memilah batu dari semen, kemudian memasukkan debu semen ke dalam karung yang sudah disediakan. Setiap harinya Bu Sena berangkat dari rumah jam 7 pagi dan pulang paling awal jam 4 siang. Kadang kala ia pergi lebih siang sebab angkutan untuk menuju tempat kerja lama dinanti. Perharinya Bu Sena biasa memperoleh gaji minimal 35 ribu. Sistem upahnya menggunakan sistem borongan. Setiap karung yang diisi dihargai dengan 600 rupiah. Setiap harinya ia bisa menghasilan 70 karung. Jadwal kerja pun terbilang fleksibel. Para pekerja yang terdiri dari empat orang wanita yang khusus memasukkan semen in bisa datang dan pulang sesuka hati. Dalam artian mereka bisa datang lebih siang dari biasa atau menambah jam kerja. Semakin banyak jam kerja, maka semakin banyak karung yang dimuat, akan semakin banyak pula uang yang akan diterima. Wanita berusia lima puluh tahun lebih ini tampak masih kuat. Meski anak-anak mereka sudah melarang untuk bekerja, tapi ia tetap tak ingin berpangku tangan. Ia katakan bahwa hal tersebut mungkin disebabkan ia sudah biasa bekerja berat sejak ia masih usia remaja. Menebas, beladang udah menjadi teman dalam kesehariannya dulu. Tak heran pekerjaannya sekarang ini bisa dilaluinya dengan mudah. Hemm,, Saya kagum akan semangat Bu Sena, Saya kagum dengan semangat kedua bapak tadi. Tak ingin berpangku tangan jika mereka masih bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan jerih payah yang mereka hasilkan. Sungguh luar biasa. Sore, 12 Februari 2013 Perjalanan Pulang

Inf TEL nfoo HO HOTEL

7

Sudah Ada Jaksa Pengacara Negera di Landak Borneo Tribune, Ngabang Seluruh instansi Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negera (BUMN) yang ada di Kabupaten Landak tidak perlu repot-repot lagi untuk menyewa pengacara di saat berhadapan dengan masalah hukum. Sebab di Landak sendiri sejak Januari lalu sudah berdiri Kantor Jaksa Pengacara Negara di Pos Pelayanan Hukum yang berada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngabang. Tidak hanya instansi Pemerintah dan BUMN saja, TNI/Polri

dan semua pelayanan yang menyangkut Pemerintah di Landak inipun bisa memanfaatkan Pos Pelayanan Hukum tersebut ketika berperkara dengan hukum. Apalagi bantuan hukum yang diberikan tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis. Sebagai klien pertama pada Pos Pelayanan Hukum tersebut yakni PTPN XIII Kebun Ngabang. Menurut Kepala Kejari Ngabang, Robert P. Sitinjak, Pos Pelayanan Hukum tersebut sudah mendapat surat

kuasa khusus dari Manajer PTPN XIII Kebun Ngabang sebagai Jaksa Pengacara Negara. “Dengan demikian seluruh permasalahan hukum yang dihadapi PTPN XIII Kebun Ngabang sudah dikuasakan kepada kami. Artinya, kami berkewajiban untuk menyelesaikan permasalahan hukum tersebut,” ujar Robert, Jumat (15/ 2) di kantornya. Dijelaskannya, maksud dan tujuan dibentuknya Kantor Jaksa Pengacara

Negara ini yaitu untuk melakukan pengamanan terhadap asset Negara. Apalagi PTPN XIII yang merupakan BUMN, seluruh asset dan modalnya milik Negara. “Lahan perkebunannya juga milik Negara. Sehingga nanti ke depan PTPN XIII akan menghadapi masalah lahan, masalah batas wilayah, konflik sosial dengan masyarakat, perebutan lokasi lahan dan permasalahan lain. Sementara itu PTPN XIII Kebun Ngabang inipun tidak memiliki peja-

Untuk Buku Sejumlah siswa sedang konsentrasi mencurahkan ide ke atas kertas saat mengikuti workshop kepenulisan di MTs Aswaja Pontianak Sabtu (16/2/2013). Kegiatan yang digelar kerja sama Aswaja, Club Menulis dan Tiga Mandiri ini merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan budaya menulis di kalangan siswa MTs Aswaja. Hasil karya siswa kelak akan dibukukan. Foto Yusriadi/ Borneo Tribune

bat hukum atau biro hukum. Biasanya mereka menyewa pengacara jika bermasalah dengan hukum,” jelasnya. Dibentuknya Kantor Jaksa Pengacara Negara pada Kejari Ngabang ini pun kata Robert, untuk menghemat biaya guna menyewa pengacara. Sebab semua anggaran yang ditimbulkan ditanggung oleh Kejari Ngabang. “Apalagi kami merupakan Jaksa Pengacara Negara yang dibayar oleh Negara. Dengan demikian, semua permasalahan hukum yang dialami oleh klien kami sudah diserahkan kepada Kantor Jaksa Pengacara Negara. Kamipun di Kejari Ngabang sudah ada Pos Pelayanan Hukum untuk Kantor Jaksa Pengacara Negara tersebut. Seragamnyapun berbeda dengan pegawai di Kejari Ngabang. Kita punya seragam khusus yakni seragam pengacara,” katanya. Ia menambahkan, Pos Pelayanan Hukum tersebut juga melayani masyarakat umum. “Hanya saja untuk masyarakat umum, kami hanya memberikan konsultasi hukum secara lisan saja. Kami tidak bisa mendampingi masyarakat umum tersebut untuk di Pengadilan,” tandasnya.(Amat Dasa/ Free)

Pagi-pagi Pegi ke TOPI Oleh: Om Nules Ari yang ditunggu-tunggu Joni pon sampailah: ari Minggu. Ade yang nak ditengoknye di ari libor tu. Persis seperti keterangan datok Heri yang kerap dipanggelnye dengan name Tok Ambok. Sebenarnye antare Joni, Heri dan Tok Ambok maseh keluarge. Tepatnye Joni sepupu dua’ kali same Heri. Emak si Jon dengan bapak si Heri tu sepupu sekali. Naek ke atas agek antare Tok Ambok datoknye Heri dengan Nek Ento neneknye si Jon adek beradek. Benar

ni, adek beradek kandong. Jadi keakraban dua’ bujang tu bukan sekedar bekawan, tapi’ besepupu gak. Joni rumahnye di sebelah ulu, sedangkan Heri di sebelah laot. Jaraknye lebeh kurang sekilo. Joni naet sepeda pagi-pagi sekire jam enam. Die dah bepekat nak nengok Program Nukler di Pusdiklat TOP Indonesia macam yang dikatekan Tok Ambo tempo sari sewaktu Joni bekalot ribot program nukler, dan waktu itu Heri tengah nyuci motor baru walaupon sekon hen (second hand). Joni ngincah sepedanye dengan besiol-siol. Die ni

budaknye periang dan suke maok tau. Kalok ade yang baru, die maok tau paleng dolok. Rasenye tak sah kalok die ketinggalan gesah. Maoknye die tulah yang tukang buat kesah. Macam die ngeribotkan ade nukler masok kote Pontianak tempo hari. Rasenye sih wajar gak Joni besiol-siol di pagi yang maseh belom nampak matahari tu, sebab die sebenarnye susah tidok tadi’ malam. Pikirannye bertanyaktanyak, misalnye macam mane ye program nukler tu? Kok banyak budak kecik ye pesertanye? Macam mane gurunye? Pokoknye beranakpinaklah pertanyaan di dalam kepala si Jon. Rase ingen taunye tu menari-nari. Surok sanak surok sinek. Melompat sanak melompat sinek. Sampai lewat tengah malam belom gak bise tidok die, sampailah pagi ari. Make pantas die besiol-siol kerne sekawanan pertanyaan yang meledak-ledak di batok kepalaknye akan terjawab tuntas. Persis kate Tok Ambok, bahwe kalok kau maok tau, pegilah langsong ke TOPI nengok dengan mate kepalak sorang. Joni keluar rumah dengan sepedanye mesti lewat geretak. Geretak ini menghubongkan antare rumahnye dengan badan jalan di seberang sanak. Paret yang dilewati’ sereng disebot orang dengan Paret Kongsi. Jalanan di depan rumah sebelah paret itu jalanan umom. Belom aspal. Maseh tanah liat. Tapi dah mantap dah tuh...

15 menet Joni ngincah sepedanye, akhernye sampai gak die di depan rumah Heri. Rumah Heri maseh tetutop pintunye. Temasok pintu warong yang ade di depan rumah tapi ade di pingger. Warong kayu’ beratap daon. Mungken orang maseh tidok. Joni nyenderkan sepedanye di dindeng warong, lalu naek ke rumah tinggi si Heri. Die ngetok pintu dan ngucapkan salam. Bapak Heri, Wak Cak keluar. Pintu dibuka’. Salam pon dijawab. “Masoklah Jon. Heri maseh di kamar. Maok ke mane ni pagi-pagi?” ”Ndaaak,” jawab Joni. ”Masak ndak?” kate Wak Cak. Joni diam jak. ”Orang Dayak jak kalok kite tanya’ maok ke mane die bilang nak ke ulu atau ilek. Orang Batak kalok ditanya’ maok ke mane, die bilang pegi kerje, jelas. Nilah orang Melayu ni, kalok ditanya’ suke tak jelas. Mane nak maju suku kite kalok tujuan kitak jak tadak jelas?!” Wak Cak ngomel-ngomel di pagi butak. Persis kayak radio rosak. Ngerase tak tahan kenak batunye di pagi ari, Joni ngelabor masok ke kamar Heri. Kebetolan kamar Heri cume semeter dari pintu utame. Maklom anak bujang ditempatkan uwaknye di bagean depan supaya jadi satpam atau sekuriti. Jadi petugas pos kamleng. Heri yang sedang bebaju’ di dalam rupenye nyimak semua omongan uwaknye. Die ngulom senyom jak. Rupenye die ndengar Joni kenak omelkan bapaknye.

”Ngape tadak kao bilang jak kite nak ke Pusdiklat TOPI?” ”Ndaaak.” ”Eh endak agek ndak agek. Perak gak kao ni Jon. Sarapan ape kao tadi’?” ”Belom nyarap bat. Ndak ade napsu. Tidok pon aku tak bise...” ”Wa, gawat. Bise selap kao nanti kalok tak berisi perot tu...” ”Ndaak...” ”Yaken kao?” ”Ndaak...” ”Malar ndak jak jawab kau ni. Nanti kau jadi orang yang ndak-endak.” Heri memantapkan jambolnye. Budak Pontianak satu ni jangan tanyak agek soal penampelan. Die neces. Perlente. Nuron uwaknye gak. Setelah jambolnye oke, Heri dah siap nak meninggalkan kamar. Tapi die bilang, “Ape gik yang belom ye?” Die macam mamang kredit ngitong utang. Untok ini Joni geleng-geleng kepala’ sambel nyeletok, “Minyak wangi?” ”Oh iye bat...amper aku lupak.” Minyak wangi yang disebotnye dengan parfum tuh pon disemprotkannye ke bagean-bagean utame. Mulai dade, lengan, pinggang sampai ke pantat. Waktu nyemprot ke pantat tuh—eh ditonggetkannye pulak ke arah muke si Joni—maken senget Joni dibuatkannye. “Ape agik ye? Serase belom pas ni nak berangkat?” Heri beritong. Ini udah. Itu udah, lalu? ”Sapu tangan kalek?” Joni tambah geleng-geleng nengok sepupunye tu dah ngalah-ngalahkan perempuan agek. “Dahlah yok nantek telat kite ke Pusdiklat TOPI...” ”Tenang jak bat, kite kan pake motor...bise ngebot.” Usai dandan, dua’ sepupu ni pametan dengan Wak Cak. Ciom tangan dan ngucapkan salam. Waktu itu emak Heri lagi keluar ke warong care’ kue untuk nyarap. Kue kesukaannye tu putu pireng Wak Niang. Motor yang baru dicuci semalam diidopkan. Tokcer. Dengan mbace doa bismillahi amantubillahi watawakkaltu ‘alallahi bedua’ bedesut ke Purnama. Pas jam tujo dah sampai ke lokasi. Di lokasi nampak dah bekumpol pulohan orang. Semuenye tampak penoh semangat. (besambong ye...)


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

8

Macet sepanjang 5 kilometer di ruas jalan rusak dari Batang Tarang menuju Simpang Tayan, Kabupaten Sanggau, Minggu (17/2). FOTO Istimewa

Dewan Sekadau Keluhkan Jalan Provinsi Rusak Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Kondisi jalan negara dari Semuntai-Sanggau, Sanggau-Sosok, dan Sosok-Batang Tarang-Simpang Tayan, hingga kini masih dalam kondisi rusak. Dari rusa ringan, sedang dan berat. Rusaknya jalan dikeluhkan semua pihak mulai dari masyarakat biasa, hingga anggota DPRD Sekadau. Politisi asal Sekadau Paulus Subarno mengaku kecewa rusaknya jalan, dan tak ada tindakan dari pemerintah. “Jalan dari batas Sekadau-Sanggau-Sosok-Batang-Tarang hingga ke Simpang Tayan, seperti tak bertuan. Di mana tanggung jawab pemerintah yang berwenang,”? keluhnya, Minggu (17/2).

Karena jalan rusak, kata Paulus Subarno, menyebabkan barang sembako langka karena pasokan tersendat dari Pontianak menuju lima kabupaten di wilayah di timur Kalbar, seperti Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu. “Sembako dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya di 5 Kabupaten akan lumpuh, jika kerusakan jalan ini dibiarkan. Harus ada solusi lain untuk memperbaiki jalan tersebut,” ungkapnya. Lanjut Subarno, kalau memang anggaran tidak ada, mestinya Pemerintah Provinsi Kalbar bisa membuat kebijakan lain demi meningkatkan pelayanan publik seperti menangani kerusakan jalan negara tersebut. Kebijakan yang dimaksud adalah kerjasama antar Pemerintah Daerah Kalbar dan pihak perusahaan per-

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

kebunan kelapa sawit menangani jalan rusak itu.”Perusahaan perkebunan sawit di sekitar pasti mau membantu, asal ada kebijakan dari kepala daerah, atau sumbangan pihak ke tiga,” timpalnya. Subarno mengharapkan perjuangan anggota DPRD Kalbar mencari solusi dan diajukan ke Kementerian Departemen Pekerjaan Umum. “Kita sangat mengharapkan bapak-bapak dewan provinsi bisa mencari solusi permasalahan ini ke Departemen PU di pusat. Cek dulu ke lapangan,” tegasnya. Sementara itu, kondisi jalan negara arah Sekadau persis di Semuntai menuju Sanggau juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Parahnya lagi, jalan dari Semuntai menuju Penyeladi bahkan sampai di Kota Kabupaten Sanggau juga mengalami kerusakan parah berlubang. Sudah kerap kali kendaraan truk pengangkut sembako terjebak di lubang di sekitar Dusun Penyeladi, atau di Desa Semuntai. Warga di Sanggau-Sekadau terutama

mereka yang rutin melewati jalan itu setiap hari hanya bisa pasrah, karena belum ada tindakan khusus dari pemerintah maupun dari pihak berkompeten. Karenanya, Paulus Subarno mengeluh lantaran jika berurusan ke Pontianak memerlukan waktu berjamjam ke dari Sekadau menuju Sanggau akibat kerusakan jalan di Semuntai-Sanggau. Belum lagi butuh waktu panjang dan melewati jalan rusak sampai di Kecamatan Tayan. “Dari Sekadau ke Sanggau saja perlu waktu 2 jam lebih, padahal kalau jalan bagus, paling hanya 40 menit saja. Apalagi kalau ke Pontianak bisa sampai 6-7 jam, bahkan lebih,” bebernya. Karenanya, Subarno berpendapat perbaikan jalan cukup prioritas bila dibandingkan pelebaran jalan dari Sanggau-Sekadau menurut rencana Pemerintah. “Perbaikan jalan ini sifatnya urgent. Tolong Pemerintah Provinsi Kalbar secepatnya menangani kerusakaan jalan itu, jangan dibiarkan bisa-bisa jalan putus,” te-

gasnya. Dia menyatakan sejak agustus 2012 lalu sudah ada informasi kucuran dana dari pemerintah pusat ke Pemerintah Provinsi Kalbar untuk perawatan jalan dari Tayan-Sosok-SanggauSekadau. Namun sangat disayangkan, sejauh ini belum ada tanda-tanda pelak-

saaan pekerjaan dilapangan. Subarno meminta agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat benar-benar mempertimbangkan keluhan dari masyarakat soal kerusakan jalan tersebut. Karena menurutnya, saat ini roda transportasi darat satu-satunya sarana trans-

portasi pendukung perekonomian masyarakat di wilayah timur Kalbar. “Sekarang alat transportasi sudah kurang pakai motor air. Karena itu, jalan menjadi alat untuk memperlancar roda perekonomian. Jadi kalau jalan rusak, bagaimana urusan mau lancar,” tandasnya. o

Warga Harapkan Pembangunan Jembatan Sekonau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Warga di Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu masih mengandalkan perahu tradisional untuk mobilitas menyeberang sungai Sekadau yang lebarnya kurang lebih 50 meter. Tidak tersedia fasilitas jembatan untuk menyeberang sungai Sekadau menjadi kendala sarana transportasi di desa ini. Sungai Sekadau cukup deras airnya bila pasang. Di sana sebuah perahu ukuran lebar 1 meter, dan panjang 8 meter untuk fasilitas warga di sana sehari-hari baik untuk anak-anak berpergian sekolah, dan beraktivitas kerja. Kepala Desa Sekonau Iok, mengatakan dulu pernah terjadi kecelakaan pada waktu warga setempat menyeberang menggunakan perahu. “Yang punya motor tak bisa berenang, syukur ia diselamatkan warga, tapi motornya tiga hari kemudian baru ketemu di dasar sungai,” kisahnya di Sekonau, beberapa waktu lalu. Kondisi ini memang sungguh memprihatinkan apalagi disaat air sungai pasang air mengalir cukup deras dan bisa menyeret perahu bersama penumpangnya jika nakhoda perahu tidak perpengalaman. Bila menyeberang perahu ditarik meng-

Warga Dusun Sekonau, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu menggantungkan aktifitas mereka dengan perahu. FOTO Istimewa gunakan seutai tali berukuran kecil yang dipasang diseberang sungai ke seberang satunya. Dijelaskan Iok, per hari, tak kurang dari 50-an warga yang rutin melakukan aktifitas menyeberang sungai ini. Namun yang paling menghawatirkan para pelajar SD asal Dusun Cuka Hilir yang bersekolah di SD 13 Sekadau Hulu yang persis berada di Desa Sekonau. “Anak-anak SD itukan tidak bisa berenang, kalau terjadi apa-apa resikonya tidak tanggung-tanggung bisa menjadi korban, bersyukur sekarang belum pernah kejadian untuk anak-anak kita,” ucapnya khawatir. Selain menyulitkan roda transportasi untuk anakanak pelajar, belum ada fisik Jembatan diakui sejumlah warga di Desa ini cukup sulit mengangkut hasil pertanian. “Terlebih kalau ada warga yang sakit, kita juga kesulitan membawanya nyeberang,” kenangya. Desa Sekonau berjarak sekitar 9 kilometer dari Kota Rawak, ibu kota Kecamatan Sekadau Hulu. Seko-

nau bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, kendati kendaraan harus ditinggal diseberang Sungai Sekadau sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan perahu di desa ini. Desa Sekonau terdiri dari empat dusun, masing-masing Dusun Sekonau, Dusun Cuka Hilir, Bayur, Segiam. Sementara jumlah penduduk yang tinggal di Desa Sekonau lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK). Pemerintah Desa, kata Iok, tidak pernah diam menanggapi hal sepenting ini. Berkali-kali rencana usulan pembangunan jembatan ini sudah dibahas dalam Musyarawah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), dan Musrenbang Kabupaten. Namun belum ada jawaban pasti atas usulan Desa tersebut. “Kita tidaklah berharap bangunan jembatan megah dan permanen, yang penting jembatan aman dipakai menyeberang dan bisa dipakai dalam waktu lama,” tandasnya. o


Senin, 18 Februari 2013

Sintang-Melawi

Borneo Tribune

9

Melawi Diusulkan Didirikan Gudang Dolog Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MESKI sudah lama terbentuk sebagai kabupaten, Melawi hingga kini belum memiliki Depot Logistik (Dolog). Selama ini tempat persediaan cadangan beras untuk Melawi masih menumpang di gedung Dolog di Sintang. “Makanya kita ingin memperjuangkan agar Melawi bisa didirikan gedung Dolog, karena selama ini kita masih menumpang di Sintang.

Termasuk juga di sejumlah kabupaten yang baru. Seperti Kubu Raya, Kayong Utara dan Sekadau,” kata anggota DPR RI Dapil Kalbar, Sukiman, baru-baru ini. Menurutnya, dirinya meminta agar bupati dari setiap kabupaten tersebut membuat usulan agar bisa dibangun gudang beras. Selain di kabupaten, juga perlu dibangun gudang untuk penampung sementara di tingkat kecamatan. Apalagi upaya swasembada pangan juga terus dilakukan di berbagai daerah dimana salah satu upaya de-

ngan melakukan cetak sawah baru di sejumlah wilayah. “Sehingga nantinya beras petani bisa dibeli mereka. Jadi kita untuk beras raskin tak perlu lagi mengimpor. Cukup beli beras petani dan nanti juga dikembalikan lagi kepada para penerima raskin,” papar Sukiman. Apalagi selama ini data penerima raskin, sebagian besar merupakan petani juga. Sehingga beras tersebut akan kembali ke petani. Sukiman mengungkapkan, selama ini seringkali beras petani jarang terbeli dengan

alasan kualitas beras yang kurang atau banyak patah. “Tentu kita harus ambil kebijakan, kita bantu alat pengolahan seperti yang ada di Ketapang. Mesin ini bagus, sehingga kualitas beras bisa lebih baik,” katanya. Saat ini, kata Sukiman, DPR RI sedang menggodok RUU Perlindungan Pemberdayaan Petani. Kedepannya petani bisa mendapatkan perlindungan. Sehingga bila para petani gagal panen, mereka bisa dibantu, bisa dari benih maupun untuk operasional. o

Ketua DPC PKB Melawi, H Firdaus, saat memberikan sambutannya pada Muscab III PKB Melawi. FOTO: Ist

Muscab III DPC PKB Melawi Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Salah satu perumahan warga di Singkawang dilakukan fogging guna mencegah penyebaran penyakit DBD di lingkungan warga sekitar. FOTO: Rudi/Borneo Tribune

SEBAGAI salah satu partai politik peserta pemilu yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai memanaskan mesin politiknya. Yakni dengan menyusun strategi menjelang Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Tak terkecuali, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Melawi yang sudah mulai melakukan konsolidasi hingga ditingkat bawah. Melalui hasil Musyawarah Cabang (Muscab) ke- III DPC PKB Melawi, Sabtu (16/2) di aula Limur Bernaung, para pengurus, kader dan simpatisan partai besutan Muhaimin Iskandar ini menargetkan satu fraksi di DPRD Melawi pada Pileg 2014 mendatang. Tampak hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Melawi,Panji, Sekjen DPW PKB Kalbar, Andi Syafei, para petinggi partai politik, para pimpinan anak cabang (PAC) PKB serta simpatisan. “Target kita ingin satu fraksi, setiap dapilnya harus ada perwakilan. PKB milik kita bersama, dan kita ingin berbagi serta berbuat untuk rakyat, kita ingin tunjukkan meskipun saat ini PKB baru satu kursi saja tapi kita ingin ada peningkatan,” ungkap ketua terpilih, DPC PKB Melawi, Firdaus.

Perkokoh Kader, Target 1 Fraksi Lebih lanjut Firdaus katakan bahwa target satu fraksi bukanlah hal yang berlebihan. Dan PKB sangat optimis. Salah satu cara yang sedang dilakukan PKB ialah dengan memperkokoh soliditas kader sebagai ujung tombak keberhasilan partai. Selain itu juga, PKB terus melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat dan membuka diri bagi siapa saja yang ingin bergabung ke rumah PKB. “Kader-kader PKB yang memiliki potensi, akan kita dorong untuk mencapai tuju-

an partai. Begitu pula untuk 30 persen keterwakilan perempuan yang telah diamanatkan. PKB juga memberi ruang yang sama bagi kaum hawa dalam berpolitik dan kita sudah mempersiapkannya,” bebernya. Firdaus menjelaskan, PKB adalah partai yang unik karena tidak membeda-bedakan latar belakang agama maupun suku. Untuk itu dirinya berharap kepada masyarakat untuk tidak ragu dengan PKB. “Yang jelas PKB siap berkompetisi pada pemilu nanti,” tegas Firdaus.o

Korban Kebakaran Butuh Uluran Tangan Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MESKI tidak ada korban jiwa pada bencana kebakaran di Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh tersebut, namun kerugian secara materi yang dialami oleh para korban kebakaran tersebut sangat besar. Karena tempat usaha dan tempat tinggal mereka yang hangus terbakar. Sementara itu, penyebab kebakaran yang menghanguskan 50 bangunan tersebut hingga kini masih dilakukan penyelidikan oleh pihak Kepolisian. “Sampai sekarang sejumlah korban kebakaran di Kota

Baru masih sangat mengharapkan bantuan. Karena saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang menghanguskan tempat tinggal mereka hanya bisa membawa pakaian yang saat itu melekat di badan,” kata Camat Tanah Pinoh, Hamidun, belum lama ini. Diterangkan, akibat bangunan yang selama ini menjadi tempat tinggal para korban hangus terbakar, maka sampai sekarang para korban kebakaran masih mengungsi atau numpang tinggal di rumah keluarga dan rumah penduduk di sekitar lokasi kebakaran. “Karena hanya tinggal baju yang melekat di badan saja yang tersisa, maka para warga korban kebakaran ini sangat membutuhkan berbagai bantuan seperti kasur, selimut dan pakaian terutama seragam sekolah seperti pakaian Pramuka,” terangnya. Disampaikan, untuk membantu meringankan beban para korban bencana ini, beberapa tempat sudah banyak berdiri posko penanggulangan korban bencana kebakaran Kota Baru termasuk di sekitar lokasi kebakaran. “Ada juga organisasi-organisasi yang mengkoordinir beberapa orang relawan yang mau membantu para korban kebakaran, untuk melakukan penggalangan dana,” terangnya. Dijelaskan, adapun bantuan yang sangat diharapkan oleh para korban bencana kebakaran saat ini adalah bantuan bahan material untuk mendirikan tempat tinggal mereka, sebagai pengganti tempat tinggal mereka yang telah terbakar. “Kita juga sudah berpikir, tidak mungkin lah mereka selamanya harus menumpang ditempat keluarga atau tempat tetangga, mereka tetap membutuhkan tempat tinggal baru,” jelasnya. Hamidun juga menjelaskan, dari hari pertama kejadian kebakaran, dari manamana memang mengalir bantuan kepada para korban kebakaran, baik dari masyarakat Kota Baru maupun masyarakat dari beberapa kecamatan tetangga, termasuk dari pemerintah kabupaten Melawi, serta unsur Muspida yang ada di Melawi ini. “Oleh karena itu, saya sebagai Camat Tanah Pinoh menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan Pemda Melawi yang telah peduli dengan korban bencana kebakaran di Kota Baru ini,” pungkasnya. o


Kapuas Hulu

Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

10

Sebagian Warga Perbatasan Nyaris Tak Kenal Rupiah Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Uang Ringgit Malaysia banyak digunakan masyarakat perbatasan untuk keperluan seharihari dalam memenuhi kebutuhan hidup. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

BUKAN hanya produk dan kendaraan ilegal yang marak beredar di wilayah perbatasan. Tetapi sebagian masyarakat perbatasan menggunakan uang ringgit Malaysia untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada sebagian masyarakat yang tidak mengenal rupiah. Pernyataan ini dikemukakan oleh Hermanus Jamayung Camat Puring Kencana ketika berbincang dengan Borneo

Tribune, beberapa waktu lalu. “Di sini rata-rata masyarakat lebih menggunakan ringgit untuk keperluan sehari-hari, bahkan ada yang tak mengenal rupiah. Karena memang produk yang beredar kebanyakan produk dari Malaysia, jadi jika ditukar dengan ringgit. Uang kita ibaratnya tidak ada nilainya ketimbang nilai uang ringgit. Tukaran satu ringgit sama dengan tiga ribu rupiah,” ungkapnya. Lebih lanjut Jamayung menuturkan ada juga yang tidak mengenal rupiah da-

lam artian dalam bentuk nominalnya atau nilai uangnya. Yang tidak mengenal sama sekali masyarakat yang sudah memiliki umur alias tua. Mereka kata Jamayung lebih kenal dengan ringgit. “Ada orang tua yang sama sekali tidak mengenal rupiah, mereka lebih mengenal ringgit,” cetusnya. Dijelaskannya bahwa rata-rata alasan masyarakat perbatasan menggunakan ringgit karena kebanyakan yang mereka gunakan sehari-hari merupakan produk dari negara tetang-

ga Malaysia. Mereka menganggap dengan mengunakan ringgit lebih mempermudah mereka, mencari nafkah Malaysia. “Memang bukan rahasia umum lagi kalau di perbatasan, baik itu terkait mata uang hingga produk-produk dan kendaraan yang terkadang juga membantu kehidupan masyarakat perbatasan hingga kini. Ini benarbenar nyata bahwa hingga detik ini masih ada masyarakat yang tidak mengenal apa itu rupiah, mereka lebih tahu dengan ringgit,” pungkasnya. o

Toko Emas Buana Putussibau Nyaris Terbakar Timotius Borneo Tribune, Putussibau SEBUAH tokoh emas yang terletak Jalan Diponegoro Komplek Pasar Pagi Putussibau, nyaris terbakar. Peristiwa yang hampir menghanguskan toko emas Buana ini terjadi sekitar pukul 21.10 wib, Sabtu (16/ 2).

Meski si jago merah tidak sempat mengamuk, namun membuat warga setempat keluar berhamburan kepanikan terlihat dari raut wajah mereka. Selang beberapa menit kemudian petugas dari PT PLN Rayon Putussibau langsung mendatangi lokasi dan mengamankan kabel-kabel yang menyebabkan timbulnya titik api. Menurut saksi mata,

Adrianus Susanto (27) awalnya tercium aroma seperti kabel terbakar, namun mereka belum menghiraukan. Selang beberapa menit kemudian terlihat gumpalan asap dari tokoh emas yang tidak jauh dari warung kopi tempatnya minum. ”Saya sudah menduga aroma tersebut kabel terbakar, dan ternyata benar. Setelah gumpalan asap keluar, api pun terlihat menyalah dari dalam tokoh emas

Buana,” ungkap Susanto, Sabtu (16/2). Hal senada juga ditambahkan warga lain, Safei, yang kebetulan berkunjung di warung kopi yang tidak terlalu jauh dari tokoh emas buana. Menurut Safei, kejadian tersebut seketika terjadi, dan api sudah menyala, untungnya belum sempat membesar menghanguskan tokoh emas tersebut. Begitu juga dituturkan, Jojon, dirinya mengaku ter-

sentak kaget melihat api yang sudah menyala dari dalam tokoh emas Buana. Memang menurut Jojon sebelumnya tercium aroma bau kabel terbakar, tidak lama kemudian keluar gumpalan asap yang disusul api. “Saya sempat menyiram api tersebut menggunakan ember, untung saja apinya tidak sempat membesar. Kalau api sempat membesar ruko ini semua pasti habis terbakar,”tandasnya. o

Petugas PLN sedang mengecek kabel yang sempat menimbulkan api. Tampak sejumlah warga yang terlihat panik. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Akhlak Pengaruhi Siswa Dalam Prestasi Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( l07.05 l07.55 l11.10 l14.35 l16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( l07.00 l07.55 l11.55 l15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( l07.30 l11.35 l15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( l08.00 l12.55 l17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

AKHLAK di pribadi siswa menjadi benteng dalam menghindari pergaulan negatif seperti konsumsi narkoba. Tetapi dengan akhlak baik dapat membentuk karakter siswa dalam meraih prestasi. “Prestasi tidak akan ada apa-apanya, tanpa disertai akhlak dan karakter yang dapat membentuk moral siswa itu sendiri. Penting mendahulukan pembinaan dan menanamkan akhlak kepada anak-anak. Setelah

mereka punya akhlak, baru prestasi,” kata Yuliati Kepala SMP Negeri 07 Kedamin, Sabtu (16/2). Selain itu, akhlak juga bermanfaat untuk membentengi siswa pada hal-hal yang negatif lainnya. Apalagi kata Yuliati teknologi sudah masuk hingga kekalangan pelajar, jangan sampai disalah gunakan. Oleh karenanya, Yuliati berharap dukungan dari masyarakat dan para orang tua dalam menjadikan kaum pelajar khususnya yang ada di SMP Negeri 07 Kedamin, menjadi pelajar yang menjadi kebanggaan semua

pihak. Yuliati bertekad akan mengubah visi misi, yang biasanya prestasi dulu, diubah menjadi akhlak, karakter baru prestasi. “Keberhasilan siswa juga dalam meraih prestasi bukan semata-mata dari pihak sekolah. Namun tidak terlepas dari dukungan masyarakat, lingkungan dan yang paling penting orang tua, karena anak-anak lebih banyak waktunya di rumah dan di lingkungan masyarakat. Menurut saya pengaruh lingkungan juga akan mempengaruhi siswa,” ungkapnya. o

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan

INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris: 1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Senin, 18 Februari 2013

SP: Bangun ke-Indonesiaan Kita Sriwidodo, Pengurus 14 DPD se Kalbar. Kehadiran Surya Paloh i Kota Pontianak selain membuka Rapimwil VII juga spesial merayakan Tahun Baru Imlek bersama warga Tionghoa. Lagu Indonesia Raya yang diiringi lantunan Kecapi dan dimainkan warga Tionghoa mampu membangkitkan rasa kebangsaan dan mengentar patriotisme masyarakat yang hadir. Ini mendapatkan perhatian khusus dari Surya Paloh. “Saya rasa, menaruh kekaguman dan berbesar hati, berbangga hati. Ini memberikan jawaban kepada siapapun juga yang bertanya. Inilah kecintaan warga Tionghoa terhadap bangsa dan negara Indoensia ini,” puji Surya Paloh saat memulai kata

sambutannya memuji alunan apik musik Kecapi. Ditegaskan Surya Paloh, hal itulah menjadi komitmen kebangsaan yang hidup dalam pluralisme, Kebinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun satu juga merupakan pita, perintah, sistem dan nilai kebangsaan yang dimiliki. “Indonesia Raya dengan aneka ragam budaya dan suku yang kita miliki merupakan satu karunia Tuhan untuk Bangsa Indonesia. Untuk harus kita jaga, kita hormati, maka Indonesia Raya dari hari ke hari akan menjadi kuat,” jelasnya. Dikatakan Surya Paloh, Indonesia membutuhkan semangat kesatuan, sudah tidak ada lagi antar suku bangsa bertikai, saling mencemooh karena perbedaan

HT Jadi Ketua Dewan Pertimbangan Hanura latar belakang suku, maupun agama. “Kita harus mampu membuktikan Ke-Indonesiaan Kita. Penghormatan terhadap keanekaragaman itu dengan semangat pluralisme itu dan yang dibutuhkan adalah satu semangat Ke-Indonesia-an yang mempersatukan kita sesama anak bangsa,” kata Surya Paloh itonasi khasnya. Dirinya juga mengajak masyarakat Tionghoa untuk menyayangi Bangsa ini. “Cintailah negeri kita ini, tidak ada yang salah dengan negeri kita ini, tidak ada yang salah bangsa ini, kalaupun masih ada kekurangan itu bukan kesalahan negeri ini, tapi yang salah adalah yang mengurus negeri ini. Tidak ada perbedaan hak, tidak ada perbedaan tanggung jawab. Kita jangan terjebak

kepada perbedaan suku dan agama. Ini komitmen Partai NasDem, komitmen untuk tetap menjaga semangat pluralisme, semangat kebangsaan kita,” ujarnya. Ditegaskan kembali Surya Paloh, , Partai NasDem tetap meneguhkan komitmen sebagai garda terdepan pembela pluralisme dan keutuhan bangsa. Siapapun yang mencoba merusak tatanan kehidupan, harmonisasi kehidupan, semangat pluralisme yang ada di negeri ini, maka jiwa dan raga partai NasDem dipertaruhkan untuk menghadapi kelompok yang menganggu. “Hilangkan sifat pengkotakkotakan antar sesama etnis di antara kita, karena sifat itu hanya akan menghancurkan persaudaraan antar sesama kita,” ingatnya. o

Hari Ini David Daftar ke PDIP Kubu Raya ke pedalaman kampung meski saat ini sempat diguyur hujan. Sehingga jalanan yang masih tanah liat becek. Hampir sekitar 7 kilo meter rombongan menyusuri jalan becek tersebut. Kalaupun ada jalan yang sudah di semen dengan lebar hanya tiga jengkal, namun jalan cor semen tersebut sudah banyak yang retak dan hancur. Sesekali, David Maryansyah beserta rombongan turun dari kendaraan roda dua dan memilih jalan kaki. Perjalanan tujuh kilo meter ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam lamanya. Sebuah perjalanan di luar normal. Tak lain penyebabnya adalah infrastruktur yang belum tersentuh oleh pembangunan. Namun perjuangan menyusuri jalan yang becek tersebut terhapus dengan sambutan yang ramah dan antusias masyarakat desa setempat. Sekitar pukul 21.00 malam beberapa waktu lalu, rombongan sudah berada di lokasi tujuan, yakni Parit Bugis, Desa Kubu Padi. Meski terbilang sudah agak larut, namun antusias warga menyambut kedatangan bakal calon bupati Kubu Raya ini sangatlah tinggi. Bersilaturahmi di sebuah rumah penduduk, hampir ratusan orang bertahan dan ikut bersilaturahmi

dengan kandidat yang dikenal tegas dan ramah ini. “Saya merasakan apa yang bapak rasakan soal infrastruktur di sini (Parit Bugis). Mungkin di musim kemarau, jalan tak terlalu rusak. Tapi di musim penghujan, tentunya sangatlah bahaya dan becek,” ujar David Maryansyah mengawali pembicaraannya di hadapan masyarakat yang hadir. Kehadiran David Maryansyah ke tempat tersebut merupakan inisiatif salah satu warga. Karenanya, di tempat tersebut sangat antusias menemui David Maryansyah yang datang menggunakan sepeda motor dan berpakaian kemeja batik merah tua, dan bersarung tersebut. “Saya ingin menyesuaikan, saya yakin di tempat ini masyarakat sarungan, makanya saya ikut sarungan,” Kata David dengan nada sedikit berguyon kepada warga. Kepada masyarakat, David mengatakan Kubu Raya yang daerahnya terbelah oleh banyak sungai harus mengambil tindakan berani. Yakni harus membangun infrastruktur jalan. Sebab hal itu menjadi pendorong kemajuan ekonomi. Pernyataan tersebut disambut suka cita oleh ma-

yakin, Usmulyani tidak mengetahui bahwa luas Kubu Raya 700 ribu lebih hektar dengan penduduk 500 ribu lebih. “Tidak bisa dibandingkan dengan Kota Pontianak yang luasnya 11 ribu hektar, tidak lebih besar dengan DesaPunggur Kecil. Kalau dibandingkan pun sangat aneh karena Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi sudah dibangun negara sejak dulu. Masak hanya Sungai Kakap dan Sungai Raya yang berkembang. Tampak tidak turun langsung ke kecamatankecamatan lainnya apalagi ke pelosok desa,” tukas Muda. Muda mempersilahkan lihat sendiri perubahan pembangunan yang sudah dilakukan dan sedang berlangsung saat ini. “Lihat saja langsung ke daerah, ada tidak pembangunan. Coba li-

masuk Hanura di Kantor DPP Partai Hanura di Jalan Tanjung Karang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/ 2/2013). Wiranto yakin kehadiran Hary Tanoe dapat mendongkrak semangat juang kader Hanura. Dia yakin Hanura bisa bangkit di Pemilu 2014. “Kehadiran Pak Hary Tanoe menjadi fresh blood, darah segar yang akan membakar semangat perjuangan seluruh kader Hanura,” tegasnya sembari tersenyum. Hary Tanoe sendiri siap bersama Wiranto membangun Hanura. Dia yakin Hanura akan banyak bicara di Pemilu 2014. “Saya yakin Partai Hanura akan besar dan berhasil,” tegas Hary yang mengenakan jaket Hanura war-

na oranye dan bertuliskan nomor 10 ini. Setelah Hary Tanoesodibjo, Hanura juga bersiap menyambut keluarga baru dari partai lain. Ketum Hanura Wiranto menyebut setidaknya ada lima partai yang akan merapat ke partainya. Petinggi kelima partai yang akan bergabung itu hadir dalam perkenalan Hary Tanoe di kantor DPP NasDem, Jl Tanjung Karang, Minggu (17/2/2013). Lima partai itu adalah PPRN, PDP, PPDI, dan NasRep. “Beberapa partai lain juga ada, tapi masih bersifat akan bisa diumumkan, atau bisa belum diumumkan, masih rahasia, karena dalam proses,” kata Wiranto.

Wiranto mengatakan komunikasi dengan partaipartai yang akan bergabung dengan Hanura terus dilakukan. Hanura akan menyambut semua pihak yang berminat bergabung. “Partai Hanura menerima teman-teman yang akan bergabung dengan tangan terbuka,” ujar mantan Panglima TNI itu. Di kesempatan yang sama, Hary Tanoe juga menyatakan ormas Persatuan Indonesia yang akan dideklarasikannya siap bekerja sama dengan Hanura. Bukan sebagai sayap partai, namun akan bahu membahu bersama partai barunya itu. “Perindo akan bekerja sama dengan Hanura, khususnya dalam melayani masyarakat menengah ke bawah,” ujar Hary Tanoe. o

giaan dan kesenangan tidak bisa diukur sama dengan cara kita sebagai orangtua. Bermain air dan kotor-kotoran mungkin satu cara anakanak mendapatkan kebahagiannya. Bagi saya membiarkan anak bermain air, kotor-kotoran, dan hujan-hujanan merupakan sebuah imunisasi alam. Imunisasi alami yang akan membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat. Anak menjadi imun terhadap penyakit karena tidak terlalu dimanja dengan rasa khawatir dan proteksi higienis yang alay. Padahal, menurut ahli kesehatan jika kondisi anak terlalu higienis anak-anak tidak mendapatkan banyak paparan bakteri yang berbeda. Hal ini melemahkan sistem imun tubuh anak sehingga anak rentan serangan penyakit. Mungkin saatnya kita membiarkan saja anak bermain air atau hujan-hujanan kalau dia memang sedang mau. Ketika anak sedang mau berarti ada kekuatan pada diri anak yang akan melindunginya. Jadi, biarkan anak mendapatkan imunisasi alam dengan menghilangkan rasa khawatir sembari mengawasinya bermain. Bukankah kita juga pernah kecil, dulu mungkin kita sering bermain bola saat hujan atau bermain bola dengan cucur keringat lantas terjun ke sungai untuk mandi. Bahkan, kita pernah bermain-main dengan lumpur ketika kecil. Alhamdulillah tidak terjadi

apa-apa, bukan? Kita justru jarang sakit karena sudah bersahabat dengan air, lumpur, dan hujan. Lihat saja anak pemintaminta di lampu merah yang dingin-kedinginan saat hujan dan panas-kepanasan saat matahari menunjukkan kegarangannya. Saya sedih sekaligus kagum dengan daya tahan tubuh mereka. Seorang sahabat pernah berujar “Anak kite mane tahan, kena ujan rintik-rintik jak pilek. Tapi budakbudak tu tahan,” kata seorang teman saat kami sama-sama melintas dan menyaksikan anak jalanan yang ada di salah satu sudut lampu merah Kota Pontianak. Fenomena ini membuktikan bahwa anakanak di sudut lampu merah itu telah diimunisasi oleh alam. Imunisasi yang sudah terbukti dan teruji keampuhannya. Imunisasi alam sangat murah dan jangan ditakuti karena terbukti membuat imun tubuh anak menjadi lebih baik. Anak menjadi tidak mudah diserang penyakit. Kini saatnya anak-anak kita pun harus diimunisasi oleh alam, bukan? Jangan takut membiarkan anak bermain hujan dan kotor-kotoran karena satu jalan alternatif anak-anak tidak rentan terserang penyakit. Bahkan, dapat menjadikan anak lebih kreatif dan cerdas mengenal diri dan lingkungan sekitarnya. Met Ultah Hilali Rabbani Al-Asfar, 16 Februari 2013 o

Imunisasi Alam

syarakat. Salah satunya M. Siri tokoh desa tersebut. Menurutnya, langkah maju dan pantang mundur bagi sosok David dalam Pilkada nanti adalah wajib. Dan dirinya beserta masyarakat sekitar siap mendukung langkah tegas majunya David Maryansyah. Begitu juga dengan salah satu pemuda yang hadir di silaturahmi tersebut. Firman mengatakan, keinginan masyarakat sekitar adalah baiknya infrastruktur jalan. Sedang yang lain, masyarakat bisa mengusahakan dengan bekerjasama dan bisa juga pribadi. “Jalan yang utama. Sebab sangat tidak mungkin masyarakat akan mampu membangun jalan secara swadaya. Dengan apa yang dikatakan oleh Pak David, kami sangat mendukung,” ujar pemuda Dayak di Desa Kubu Padi ini. Hari Ini Mendaftar Telah lama menyeruak ke kalangan masyarakat Kubu Raya, bahwa David Masryansyah akan maju sebagai calon Bupati Kubu Raya. Langkah ini ternyata betul-betul hampir menjadi pasti. Kader PDI Perjuangan Kota Pontianak ini, dipastikan akan maju bersaing dengan sang incumbent, Muda Mahendrawan. Hari ini, tim sukses Kubu

Raya Baru (jargon David Maryansyah) akan mendatangi secretariat PDI Perjuangan Kubu Raya. Menurut salah satu Timses, Arifin. Dalam pendaftaran yang akan dilakukan hari ini , jagoannya tersebut akan diantar oleh ratusan pendukungnya. “Hari ini kita akan ambil formulir ke PDI Perjuangan,” ungkapnya singkat. Arifin menambahkan, David Maryansyah akan diantar oleh ratusan masyarakat dari sembilan kecamatan di Kubu Raya. Bukan hanya dari kalangan orang tua. Namun berbagai lapisan masyarakat. “Pemuda-pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat akan ikut serta pada hari ini,” tuturnya. Salah satu pemuda yang mencatatkan namanya akan ikut serta mengantar David Maryansyah ke Sekretariat PDI Perjuangan, Ali mengatakan. Dirinya akan terus mendukung dan mendorong mewujudkan David Maryansyah menjadi Bupati Kubu Raya. “Kalau pilkada yang lalu ada selorohan pilih yang muda. Maka pada pilkada tahun ini saatnya yang betul-betul muda menjadi kepala daerah. Jadi bukan hanya sebatas muda saja,” pungkasnya. o

hat dan bandingkan perkembangan dari titik awal pemekaran hingga lima tahun proses itu berjalan. Memangnya Pemkab Kubu Raya tidak bekerja apa, kemana dana APBD larinya kalau tidak digunakan untuk membangun. Sudah berapa banyak sekolah dibangun dan direhab, berapa Puskesmas yang sudah meningkat statusnya, Pustu, Polindes dan Poskesdes yang dibangun? Kita menolak membangun rumahsakit karena ingin mendekatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan sampai ke desa bahkan ke dusun. Boleh saja menilai dan kami siap berdebat, jangan cuma berani di koran dan pertanggungjawab pernyataannya. Jangan omong doing,” ketus Muda. Mengenai guru PNS yang bilang hanya satu, Muda

bertanya di sekolah dan didaerah mana? “Tunjukan kepada kami. Mengerti tidak merumuskan dan metodologi MGDs. Masalah buta huruf, kalo sudah terlanjur buta huruf dan usianya diatas 40-50 tahun itu memang sudah ada, apa masalahnya? Kecuali generasi sekarang tidak boleh ada yang buta huruf. Kalau lima tahun ini ada anak sekarang yang tidak sekolah, itu memang tanggungjawab Pemkab Kubu Raya,” ucap Muda keras. Ternyata kata Muda, Usmulyani merupakan salah satu pejabat di PT Angkasa Pura, yang mengurus bandara Supadio. “Kita juga sedih dengan bandara yang belasan hektar saja belum beres, masyarakat Kalbar terutama penumpang juga masih banyak yang menngeluh mengenai pelayanan di bandara. Kita juga heran masalah kebisingan, saluran air yang tidak tuntas. Banyak keluhan banjir yang disampaikan masyarakat, bagaiaman cara kelola lingkungannya bagaimana?” kata Muda lugas. Bila ingin menilai, tegas Muda harus dilengkapi data dan informasi yang valid, terukur dan sesuai metodologinya. “Paling mudah itu bandingkan saja sebelum pemekaran dengan pembangunan pasca menjadi daerah otonom baru. Lihat saja langsung ke daerah, jangan pakai katanya. Saya merasa penilaian tersebut tidak memiliki standar penilaian, tak terukur serta tidak dilengkapi data-data. Ini yang buta huruf atau yang buta data. Kita terbuka untuk dikritik, kita memahami kritik sebagai motivasi tetapi bukan kritikan serampangan. Jangan cari sensasi dan popularitas tanpa data yang jelas,” pungkas Muda. o

Muda: Jangan Serampangan Menilai rapor merah kepada Dinas Pendidikan yang dianggap belum mampu menyelesaikan persoalaan pendidikan, Dinas Kesehatan yang belum mampu meningkatkan layanan kesehatan, Dinas Bina Marga dan Perairan, serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan yang tidak mampu membangun infrastruktur yang baik bagi akses daerah terpencil. “Saya sangat prihatin dengan penilaian tersebut, terkesan tidak ada pembangunan di Kubu Raya. Sebagai orang yang mengaku ketua forum MGDs seharusnya tidak seenaknya memberikan penilaian. Tidak serampangan dan tendesius. Tendensinya aneh. Memahami tidak kondisi dan konteks Kubu Raya,” ucap Muda. Dikatakan Muda, dirinya

11

berani main-main dengan genangan air dan selokan di jalanan utama depan rumah. Hardikan dan teriakan keras kerap menyertai larangan itu. Mungkin ini wujud rasa sayang orangtua kepada anak. Kita mungkin terlalu khawatir anak akan mendapat kuman dan penyakit alih-alih memang sedang malas untuk mengawasi anak bermain. Pilihan sederhana tentu memanggilnya untuk tidak bermain dengan hujan, air selokan, dan apalagi berkotor-kotoran dengan genangan air di depan rumah. Padahal, mungkin kalau kita membiarkan sejenak sembari mengawasi anak bermain dengan hujan dan kotoran akan membuat anak belajar dari alam sekitar mereka. Anak mendapat kesempatan menjadi cerdas karena berguru langsung dengan alam. Rasa khawatir anak bakal jatuh sakit menghantui kita lebih banyak daripada nilai positif dan manfaat yang diperoleh anak saat bermain dengan alam. Kita kadang terlalu posesif saat melihat anak-anak bermain-main dengan air dan hujan. Kita terlalu sayang dan khawatir anak bakal pilek dan demam atau jangan-jangan ada alasan tersembunyi kita yang memang malas untuk membersihkan anak-anak akibat bermain kotor-kotoran. Padahal, kalau kita mau memahami dunia anakanak sesunguhnya cara anak-anak mencari kebaha-

Vania Larissa Wakili Kalbar di Ajang Miss Indonesia akibat ulah orang yang tidak bertanggungjawab, masalah kenakalan remaja, masalah Narkotika dan berbagai hal negatif yang dapat merugikan banyak pihak. Maka dari itu dengan apa yang dilakukan oleh Vania Larissa ini, dapat kita ambil sisi baiknya, yaitu membuktikan bahwa masih banyak warga dalam hal ini remaja yang memiliki talenta yang luar biasa dan sangat berprestasi. ”Saya sangat berharap, masyarakat Kalbar khususnya Pontianak dapat mendukung agar Vania dapat kembali mengharumkan nama Provinsi Kalbar ditingkat Nasional sebagai juara Miss Indonesia yang sebelumnya, Vania ini pernah menjadi Juara pertama pada gelar Indonesia Good Talent pada tahun 2010 yang lalu,” ajak Wagub.

Sementara itu, Yohanes, ayah Vania, mengatakan maksud kunjungannya menemui Wagub adalah ingin menyampaikan bahwa selain bersilaturrahmi sekaligus juga ingin memberi tahukan kepada Wagub, bahwa ada salah satu warga Kalbar (Vania Larissa) yang mewakili Provinsi Kalbar saat ini sedang mengikuti salah satu kegiatan di tingkat Nasional untuk menjadi Miss Indonesia. ”Kalau memang berhasil menjadi juara, tentunya Vania akan mewakili Indonesia pada ajang Miss World yang akan berlangsung di Bali tahun 2013 ini juga,” kata Yohanes. Untuk itulah Yohanes beserta keluarga melalui Wagub, mohon kepada pihak Pemerintah Daerah maupun seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan do,a ser-

ta dukungannya kepada Vania Larissa agar dapat kembali mengharumkan nama Kalbar ditingkat Nasional. “Saya sampaikan kepada masyarakat Kalbar yang ingin mendukung Vania dapat mengirimkan dukungannya melalui sms, ketik MI spasi KALBAR kirim ke 6288,” jelasnya. Kepala Dinas Pariwisata Kalbar, Yusri Zainuddin, menyampaikan dukungannya dan sangat mengapresiasi kepada Vania untuk menjadi Miss Indonesia. “Kita berharap, Vania menjadi juara di Miss Indonesia ini, dan akan mewakili Indonesia pada pemilihan Miss World ÿyang akan diselenggarakan di pulau Dewata Bali. Kita harapkan, kalau harapan ini bisa terwujud, sudah dipastikan mata dunia akan terutuju ke Kalbar,” harap Yusri Zainuddin. o

Sejumlah Tahanan Dititipkan di Polresta “Maka dari itu, kita memback up tahanan yang ada di Polsek, dan ke Polsek jika merasa ragu, sebaiknya dititipkan di Polresta Pontianak,” ungkap Kasat. Dikatakan Kasat, beberapa kasus tahanan yang berhasil melarikan diri, yakni dengan cara merusak tembok dengan menggunakan besi, dan ketika berhasil menjebol. Tahanan pun kabur. “Dan tahanan yang kabur,

sampai saat ini masih dalam pengejaran Polresta Pontianak dan jajaran. Jadi saya berharap untuk tahanan yang ada di Polsek polsek saat ini maupun di Polresta dijaga oleh anggota, jangan sampai kecolongan,” tambahnya. Kasat mengimbau kepada seluruh jajaran, bahwa Polresta Pontianak menerima titipan tahanan dalam kasus apapun yang ada di

Polsek, yakni selama tempat tahanan di Polresta Pontianak tidak kepenuhan. Karena apabila merasa di Polsek bangunannya kurang aman, sebaiknya di Polresta Pontianak saja. Lebih jauh lagi Kasat mengatakan, bahwa sudah ada beberapa tahanan dari sejumlah Polsek yang dititipkan di Polresta Pontianak. Yakni guna tahanan tidak bisa melarikan diri. o

Dibenci Guru Anak Karena keberadaannya di Indonesia membuat anak Anggun, Kirana harus bolakbalik Perancis-Indonesia. Pelantun “Bayang-bayang Ilusi” itupun mengaku di-

benci guru anak-anaknya, karena membuat jadwal sekolah sang buah hati menjadi terganggu. “Karena aku selama tiga bulan di Indonesia, anak-

anakku kan datang setiap dua minggu sekali. Sudah gitu disuruh bolos lagi. Gue jadi disebelin gitu sama guru-gurunya, hehe,” kata Anggun tertawa. o


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Reuni Bersama Perkabem entuk wujud kebersamaan dan kekeluargaan, warga Tionghoa asal Mempawah yang berdomisili di Jakarta yang bergabung dalam Perhimpunan Keluarga Besar Mempawah Kalbar (Perkabem), Minggu (17/2), kemarin melaksanakan perayaan Imlek sekaligus reuni, di Restoran Raja Kuring, Jalan Kakap No 5, Jakarta Utara. Acara tersebut, dihadiri langsung Bupati Pontianak, Ria Norsan beserta istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pontianak, Hj. Erlina Ria Norsan. Semangat Imlek dengan nuansa kebersamaan ini diwarnai saling bercengkrama sesame anggota Perkabem, baik tua, muda dan anak-anak. Inilah wujud persaudaraan dan kekeluargaan masyarakat Tionghoa Mempawah di Jakarta, yang masih tetap terjaga di tanah rantau. Pada kesempatan tersebut, Ketua Perkabem, Asean mengatakan merayakan Imlek bersama suka

B

12

Senin, 18 Februari 2013

Kebersamaan Warga Tionghoa di Jakarta cita besar, bertemu berkumpul dalam keceriaan warga Perkabem. Baik warga Mempawah dan yang berdomisili di Jakarta. “Saya memberi apresiasi terhadap rombongan warga dari Mempawah yang datang serta Bupati Pontianak, Ria Norsan, Ketua Dewan Penghormatan Perkabem, Pak Robin serta Pimpinan Cabang Bank Kalbar, Solihin Agus yang hadir pada acara ini,” katanya. Sedangkan salah seorang warga Mempawah, Lim Pau Khim yang sudah 31 tahun berdomisili di Jakarta, mengatakan selain merayaan Imlek bersama, reuni yang dilaksanakan Perkabem, sebagai wadah pelepas rindu dan saling tukar informasi warga Tionghoa Mempawah yang tinggal di Jakarta. “Perkabem ini, wadah pemersatu warga Tionghoa Mempawah yang tinggal di Jakarta. Acara ini, setiap tahun kami laksanakan,” katanya. Sedangkan Bupati Pontianak, Ria Norsan menga-

takan Ia setiap tahun diundang panitia untuk menghadiri reuni Perkabem. Bahkan dirinya sangat merespon positif adanya Perkabem di Jakarta. “Semangat kebersamaan dan kekeluargaan warga Tionghoa asal Mempawah ini, sangat luar biasa. Bahkan mereka memiliki kepedulian sosial sangat tinggi, karena hampir setiap tahun menggelar kegiatan sosial juga di Mempawah,” kata Norsan. Ketua Panitia Reuni Bersama Perkamben, Cori mengatakan reuni ini, semata-mata mempererat tali silaturrahmi dan kebersamaan. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan panitia, sehingga pelaksanaan reuni berlangsung sangat luar biasa,” katanya. Sedangkan malam sebelumnya Sabtu (16/2), kemarin, warga Tionghoa Kabupaten Pontianak juga melaksanakan Imlek bersama di Gedung Kartini Mempawah, yang dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya. o

Bupati Pontianak, Ria Norsan menyerahkan angpau kepada orang tua warga Tionghoa di Reuni Perkabem.

FOTO dan NARASI: Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Ketua TP Penggerak PKK, Hj Erlina Ria Norsan disambut hangat pengurus Perkabem.

Bersama pengurus Perkabem.

Bupati Pontianak, Ria Norsan, memberikan kata sambutan.

Menyaksikan atraksi Barongsai.

Bersama tokoh Perkabem

Warga Tionghoa Mempawah di Jakarta yang meramaikan reuni bersama Perkabem.

Bernyanyi bersama pengurus Perkabem.

Wakil Gubernur Kalbar, Chirstiandy Sanjaya, memukul gendang saat menghadiri Imlek bersama di Gedung Kartini Mempawah Warga Tionghoa Mempawah yang juga turut hadir. CMYK


Harian Borneo Tribune 18 Februari 2013