Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 1 Februari 2013

20 Rabiul Awal 1434 H - 21 Cap Jie Gwee 2563

Walhi Desak Presiden Cabut Izin Pemanfaatan Lahan Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak DIREKTUR Eksekutif Daerah WahanaLingkunganHidupKalbar, Anton P Widjaja, meminta Presiden agar segera mengevaluasi dan

mencabut izin-izin pemanfaatan lahan yang berkonflik dan berpotensikonfliksertamerugikan masyarakatpetanidiIndonesia.Sebab, hal itu kerap menimbulkan konflik di tengah masyarakat. ....Ke Halaman -11

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Pemprov Diminta Dorong Wirausahawan Muda Budi Rahman Borneo Tribune, Pontianak PERAN pengusaha tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menciptakan iklim usaha dan menggerakkan roda perekonomian suatu daerah ataupun bangsa. Kehadiran pengusaha

Drs. Awang Sofian Rozali, M.Si,

yang gigih dan ulet menggerakkan roda perekonomian merupakan factor pengungkit dalam upaya percepatan dan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut sudah diakui dan dirasakan pemerintah. Sederet program dan kebijakan pun telah dirilis guna menambah dan

menumbuhkan minat untuk menjadi wirausahawan di kalangan generasi muda. Teranyar, Kementrian Negara Koperasi da UMKM juga merintis program wirausahawan muda. Senada dengan program pemerintah pusat, kalangan koperasi ....Ke Halaman -11

Calon Penumpang Batavia Galau DUA maskapai yang lebih dulu bangkrut tersebut tidak mengembalikan deposit pembayaran tiket yang telah dikirim oleh oleh pengusaha travel dan calon penumpang.

“Ini mirip sekali dengan kejadian Mandala, dulu waktu Mandala tutup operasi, tak membayar sama sekali deposit calon penumpang yang sudah masuk,” kata salah satu calon penumpang, Kardi, di kantor cabang Batavia Pontianak di

Gubernur Bebaskan Lahan Lamtoro untuk Warga

Tak hanya pengusaha yang dilanda kegalauan atas penetapan status pailit yang menimpa Batavia Air. Namun calon penumpang yang telah mem-booking tiket lebih galau. Pasalnya, kejadian yang terjadi pada Batavia Air sama dengan peristiwa yang pernah terjadi pada Adam Air dan Mandala Airlines.

Achmad Munandar Borneo Tribune, Pontianak

....Ke Halaman -11

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (29/1) lalu melakukan rapat terkait lahan di Kelurahan sungai beliung Rt 01/Rw 05 Kecamatan Pontianak Barat ( Daerah Lamtoro). Hasilnya Pemprov melepaskan lahan sebesar 6 hektar itu untuk masyarakat setempat.

S uara Enggang Sastra, Buku, dan Geliat

Khairul Fuad Kolomnis

AULA Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat begitu gemerlap malam itu, semua lampu ruangan menyala dan semua yang berada di aula tersebut terlihat dengan jelas. Ruangan yang berada di belakang terasa hidup sekaligus saksi bisu bagi kegiatan yang

....Ke Halaman -11

Sat Pol PP Bongkar Bendera Ormas

....Ke Halaman -11

Parpol Diimbau Buat Izin Reklame

B uah Bibir

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Masalah Listrik Perbatasan “DALAM waktu dekat, DPRD Provinsi Kalbar berencana akan memanggil PT. PLN Wilayah Kalbar. Hal itu penting untuk menanyakan kejelasan terkait sudah sejauh mana kerjasama yang telah dilakukan oleh PT PLN yang telah memperluas kerja ....Ke Halaman -11

Ir. H. Prabasa Anantatur, MH

Tips Ketika Mau Ditilang SEORANG pengendara motor yang tidak membawa surat-surat kelengkapan berkendara, di tengah jalan diberhentikan karena ada Razia Kendaraan. Petugas: “Selamat siang, Pak, mohon maaf mengganggu perjalan Anda...” Pengendara: “Siang juga, Pak, gak papa, Pak...” Petugas: “Sedang ada razia surat-surat kelengkapan berkendara, Pak.” Pengendara: “Iya, Pak.” (dengan muka tenang dan cool) Petugas: “Boleh liat surat-surat pak??” (maksudnya SIM/STNK) Pengendara: (dengan entengnya) “Zaman sekarang gak pake surat, Pak, cukup SMS atau BBM saja kan?” Petugas: “??##**!!!” o

PARTAI politik diimbau untuk membuat izin, apabila memasang baliho, bendera dan spanduk, karena apabila tidak membuat izin maka Sat Pol PP Kota Pontianak tidak segan-segan membongkar semua reklame yang terpasang. ....Ke Halaman -11

PADATI. Ratusan calon penumpang maskapai Batavia Air mendatangi kantor Batavia Air. Mereka ingin mencairkan tiketnya yang sudah terlanjur beli. FOTO Yulan Mirza/Borneo Tribune

BPK Temukan Penyelewengan Dana di RSUD Soedarso Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak HASIL pemeriksaan keuangan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Kalbar di RSUD Soedarso,

menemukan ada penyelewengan dana yang dilakukan pihak rumah sakit. Penyelewengan dana tersebut dari retribusi pelayanan kesehatan yang tidak disetor oleh pihak rumah sakit kepada pemerintah daerah.

Puluhan KM Tak Terima Solar Subsidi Pertamina Diminta Surve Kelapangan Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Dalam siaran pers yang disampaikan Humas BPK Perwakilan Kalbar usai penyerahan laporna hasil pemeriksaan di tujuh entensitas di Kalbar, menyebutkan, RSUD Soedarso belum

PULUHAN Kapal Motor (KM) yang beroperasi di Dermaga Pasar Kapuas Besar, ternyata selama dua tahun tidak pernah merasa solar subsidi, sehingga

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Nenek Erlina Tewas Terlindas ‘Phanter’ Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Arteri Supadio, Kamis (31/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Kali ini yang menjadi korban adalah seoarang nenek berusia 54 tahun yakni,Erlina warga Jalan Parit Haji Husin II, Komplek Wahana Bhakti III. Ia tewas setelah terlindas mobil Panther KB 1557 BL. Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya DARI keterangan saksi mata, Robi menyatakan, bahwa korban sebelumnya mengendarai sepeda motor KB 2877 WK. Namun saat dalam perjalanan

tiba-tiba mobil panther KB 1557 BL melaju dengan kecepatan tinggi dan membanting stirnya ke arah kiri jalan dengan tujuan ingin berhenti di tepi jalan Arteri Supadio itu. Namun naas yang didapat ketika mobil itu membanting

stirnya ke kiri arah jalan tiba-tiba tersenggol kendaraan yang korban. Sehingga membuat korban jatuh dari kendaraanya. Bukan hanya itu saja korban yang terlempar dari kendaraanya langsung masuk ke bawah mobil itu. Akibat dari itu, kepala korban

pun tergilas oleh mobil tersebut sehingga membuat korban tewas di lokasi kejadian. ”Jarak antara kendaraan saya dengan ibu ini sekitar 10 meter. Saat itu saya melihat dengan jelas bahwa mobil itu melaju dengan kencang dan tiba-tiba membanting stirnya ke arah kiri jalan, namun saat itu juga mobil tersebut menyerempet ibu ini sehingga membuatnya terlmpar dan masuk kebawah mobil itu. Dan saya juga melihat kepala ibu terlindas oleh mobil yang

menyerempatnya itu,” kata Robi. Robi pun menyebutkan, saat kecelakaan tragis itu terjadi. Ibu itu tidak berboncengan. Selain itu tidak ada juga korban lainya dalam kecelakaan tersebut, hanya saja ibu itu yang tewas setelah tergilas mobil tersebut. “ Tbu itu hanya sendiri tidak ada berboncengan. Ya hanya ibu itu saja yang menjadi korban dalam kecelakaan ini. Selain ibu itu tidak ada korban lagi,”ucapnya. ....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000, Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Ubay KPI/Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak


Jumat, 1 Februari 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

UKM Desa Pulau Kumbang Peroleh Bantuan Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Bupati KKU, H. Hildi Hamid menyerahkan bantuan kepada kelompok masyarakat yang tergabung di dalam usaha kecil mikro (UKM) berupa alat penunjang usaha, di Desa Pulau Kumbang, Kamis, (31/1). Bantuan tersebut, mulai dari mesin parutan kelapa, mesin pres karet, mesin penggiling bumbu, penggiling daging hingga mesin pemecah buah pinang.

Bupati Hildi Hamid berpesan, selain dituntut adanya pengembangan usaha dan peningkatan mutu usaha, dirinya mengharapkan apa yang diberikan pemerintah tersebut dapat ditularkan kepada masyarakat di sekitar. Bahwa pemerintah memberikan perhatian kepada usaha kecil yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan harapan masyarakat akan termotivasi untuk mengikuti dengan turut membuka usaha kecil di lingkungan mereka yang potensial.

Menurutnya, bukan hal yang dipungkiri bahwa usaha kecil yang ada di Indonesia merupakan sektor yang cukup tangguh dalam menopang perekonomian di suatu daerah. Dimana bidang usaha kecil tidak mudah terpengaruh terhadap krisis ekonomi yang sering melanda sendi-sendi perekonomian yang membuat banyak usaha berskala besar terpaksa gulung tikar. “Usaha kecil adalah sektor usaha yang tahan dengan terpaan krisis ekonomi dan justru tetap tumbuh

dan berkembang. Karena itulah perlu terus ditumbuhkan usaha-usaha kecil dimasyarakat dengan memberikan dukungan modal dan keterampilan,” ucap Bupati. Demikian juga dengan koperasi, Bupati sangat mengharapkan bahwa koperasi yang ada di KKU jangan sampai mati suri. Dimana hanya hidup ketika akan mendapatkan bantuan saja dan kemudian mati kembali lantaran tidak adanya keseriusan dari pengurus dan ang-

gotannya. Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM KKU, Ashari A, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk stimulan kepada masyarakat untuk dapat mengembangkan usaha mereka yang selama ini sudah dijalani. ”Bantuan semacam ini akan terus diberikan oleh pemerintah kepada kelompok-kelompok usaha masyarakat dengan melihat konsistensi usaha mereka,” ujarnya.

Bantuan Simbolis, Bupati KKU, H. Hildi Hamid didampingi Kepala Dinas Perindakop-UKM KKU, Ashari A serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ny. Hj Diah Permata saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok masyarakat pemilik usaha kecil. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

Inspirasi Oleh: Khairul Fuad “Para penonton theater satu segera masuk karena pintu theater satu akan segera ditutup”, suara empuk Maria Untu, penyulih suara (dubber) terkenal, mengumumkan seiring Film Habibie Ainun akan segera diputar di sebuah bioskop yang berada di pasar swalayan bilangan Ahmad Yani Pontianak. Film bergenre sejarah (biografi) yang telah ditonton 2,1 juta pasang mata penonton Indonesia dalam rentang 14 hari, entah juga ditonton oleh penonton luar negeri, tentu jumlahnya akan melebihi. Bahkan, para petinggi negara dan partai tidak ingin ketinggalan gaung film ini, yang berbondong-bondong memenuhi tempat duduk bioskop. Film yang telah mengu-

Trayek Batas Kawasan Hutan Hildi Hamid: Pastikan Patok, Bukan Menggeser Patok Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Bupati KKU, H. Hildi Hamid, menegaskan perlu dilakukan pengukuran ulang batas kawasan hutan dengan kawasan peruntukkan lain sehingga tidak terjadi tumpang tindih penggunaan kawasan hutan dengan kawasan lain. “Pastikan patok batas bukan membuat batas baru,” tegas Bupati Hildi Hamid, saat rapat panitia tata batas pembahasan rencana trayek batas wilayah hutan di Mahkota Kayong, Rabu (30/1). Kata Hildi, dalam pematokan batas kawasan diharapkan untuk melibatkan aparatur dusun, desa, kecamatan serta instansi terkait guna memberikan kejelasan hukum terhadap batasbatas yang seharusnya ditetapkan sebagai kawasan hutan atau bukan. Dengan harapan, lanjut Hildi, tidak ada upaya dari masyaralat untuk melakukan penguasaan atas lahan hutan yang masuk di dalam hutan lindung atau hutan lainnya. Hanya dengan alasan sudah ditempati oleh masyarakat. Selain tetap berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dalam pelaksanaan pembatasan tersebut juga

Hildi Hamid harus berpedoman pada Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor:259/Kpts-II/ 2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat seluas 0.179.760. Rencana trayek batas kawasan hutan Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang akan dilakukan tata batas kawasan, meliputi Hutan Lindung Dusun Besar di Kecamatan Pulau Maya, Hutan Sungai Dawak-Sungai Mendawak, Kecamatan Seponti dan Hutan Purang di Kecamatan Simpang Hilir. Rapat panitia tata batas pembahasan rencana trayek batas wilayah hutan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan KKU, Bimbim Parjoko, utusan Balai Pemetaan Kawasan Hutan Wilayah III, Andi Suhandi serta sejumlah pihak terkait termasuk aparatur desa.

“Gula Jawa Berubah Gula Pasir” ras air mata berjutaberjuta masyarakat Indonesia ini dibintangi oleh Reza Rahadian yang memerankan Habibie dan Bunga Citra Lestari yang memerankan Hasri Ainun. Film bersetting Indonesia, tempat kelahiran Rudy, panggilan akrab Habibie dan Jerman, tempatnya menuntut ilmu sekaligus membina keluarga kecilnya. Jalan panjang kehidupannya dan cintanya dengan Hasri Ainun dilayarlebarkan di bioskop dengan apik dalam durasi dua jam. Durasi dua jam cukup mewakili lika-liku cinta dan kehidupan HabibieAinun yang hampir mencapai lima dasawarsa lamanya, yang diakhiri dengan berpulangnya Ainun ke sang pemilik hidup, Allah. Saking galaunya Habibie ditinggal istri tercintanya,

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

sampai berujar kepada sang pemilik hidup, “Terima kasih Allah, Engkau telah ciptakan Ainun untuk Habibie dan Habibie untuk Ainun”. Perjalanan kehidupan yang tidak sekadar hidup, tetapi penuh segalanya yang menjadikan kehidupan itu penuh makna untuk hidup. Perjalanan HabibieAinun seperti gambaran lontaran Habibie kepada Ainun yang dianggap seperti gula jawa yang hitam, sebaliknya beberapa tahun kemudian berubah anggapannya kepada Ainun seperti gula pasir yang putih. Perjalanan kehidupan harus seiring dengan pola perubahan dalam tiap fasenya. Misalnya, Habibie-Ainun di Indonesia, penampilannya seperti layaknya orangorang Indonesia, tetapi saat di Jerman, penampil-

annya harus berubah meniru tradisi orangorang Jerman, khas masyarakat Barat (western). Perubahan menjadi kata kunci ketika mengarungi perjalanan karena bakal menemui suasana, bahkan tradisi yang berbeda dalam fasefasenya. Menyelami suasana dan tradisi yang berbeda hanya dapat disikapi melalui perubahan, dari bayi, anak-anak, sampai dewasa pasti ditandai oleh perubahanperubahan sesuai dengan fase-fase yang dialami. Akan tetapi, komitmen yang kuat atau prinsip menjadi dasar untuk mengusung perubahan selama fase perjalanan tersebut. Kebersamaan HabibieAinun sebagai komitmen atau prinsipnya yang tidak berubah selama kurang lebih lima

dasawarsa, justru meretaskan perubahanperubahan selama perjalanan mereka berdua. Komitmen dan prinsip itu yang kemudian mengantarkan sukses belajar Habibie sebagai pakar pesawat di Jerman dengan dukungan penuh Ainun, serta kebahagiaan keluarganya yang menghasilkan dua putra, Ilham Habibie dan Toriq Habibie. Kesuksesan itu yang kemudian mengantarkan Habibie ke kursi Menristek sekaligus pemimpin Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang pernah menerbangkan pesawat tenaga baling-baling CN235. Selanjutnya, perubahan fase-fase perjalanan itu mengantarkan keduanya pada puncak karier kehidupannya sebagai presiden dan ibu Negara (first lady) Indonesia.

Dalam perjalanan kepresidenan Habibie tetap ditunjukkan komitmen atau prinsip kebersamaan walaupun kebersamaan antarkeluarga menjadi korban. Bahkan, gonjang-ganjing politik yang menerpa perjalanan kepresidenannya tidak menyurutkan kebersamaan mereka berdua. Kebersamaan itu tetap terjaga apik sampai lengsernya Habibie dari kursi RI 1. Akhirnya, kebersamaan itu terasa begitu menyentuh jiwa kala Hasri Ainun tidak kuasa lagi melawan rasa sakit yang selama ini dialaminya, berujung berpulangnya ke pangkuan sang pemilik hidup pada sebuah rumah sakit di Jerman. Prosesi wafatnya dari Jerman sampai Indonesia tidak terlepas dari jangkuan Habibie sebagai gambaran kebersamaan itu. Perjalanan

perubahan ternyata tidak berarti mengubah semuanya, tetapi ada satu yang tidak dapat diubah, yaitu komitmen atau prinsip sebagai pondasi perubahan Secara implisit, Habibie-Ainun ingin menyatakan bahwa kebersamaan suami-istri harus tetap dijaga untuk dapat melakukan dan merasakan perubahanperubahan dalam fase perjalanannya. Sebagai rasa kebersamaan, Ainun dalam keadaan sakit masih menyempatkan menulis beberapa obat untuk suaminya dan Habibie pun rela diperingatkan oleh istrinya untuk istirahat walau posisi presiden masih disandangnya. Gula Jawa berubah menjadi gula pasir, tetapi tetap gula yang substansinya sama, yaitu manis rasanya. Sudut Kantor 280113

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo T Tribune

Jumat, 1 Februari 2013

4

Hanura Pilih Srikandi Maju Pilwako JELANG pemilihan walikota Pontianak mendatang, DPC Partai Hati Nurani

Rakyat (Hanura) Kota Pontianak kini tengah melakukan komunikasi politik ke sejumlah partai politik. Diharapkan, hasil dari komunikasi politik tersebut dapat meloloskan salah

Bupati Panggil SKPD Ekspose Temuan Target Capai WTP

CMYK

Amrul Borneo Tribune, Sambas SEKRETARIS Inspektorat Daerah Kabupaten Sambas, H. Budiman, SE, MM ditemui di ruang kerjanya, di Aula Kantor Bupati Sambas, bertekad akan mencapai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), terkait rapat tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan (BPK). Ia mengatakan, Bupati atau Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Sambas mengambil inisiatif untuk memanggil kepala SKPD. “Bagaimana menindaklanjuti masalah tersebut yang mana masalah tersebut merupakan jalan kita untuk mencapai WTP. Untuk itu Sekda mengambil inisiatif agar temuan-temuan itu diekspose supaya SKPD ini tahu,” ujarnya. Ia berharap dengan adanya ekspose dapat menindaklanjuti temuan dari pemeriksaan untuk mencapai apa yang diinginkan Bupati ataupun Pemda Sambas dalam mencapai WTP. “Itulah kunci dari perte-

satu kader Partai Hanura yang terbaik yang juga merupakan Ketua DPC Partai Hanura Kota Pontianak, Uray Henny Novita untuk menjadi bakal calon walikota ataupun wakil walikota. Ketua Badan Pemenang Pemilu DPD Partai Hanura Provinsi Kalbar, Ibrahim Chandra menyebutkan Partai Hanura mendukung sepenuhnya jika salah satu kader terbaiknya ingin maju di dalam pemilihan walikota yang akan datang. Majunya Uray Henny Novita dinilai sah-sah saja. “Masyarakat Kota Pontianak seharusnya dapat berbangga mengingat calon

dari perempuan maju di dalam pilwako. Uray Henny Novita merupakan Srikandi terbaik,” terang Ibrahim, di sela-sela Rakercab X DPC Partai Hanura Kota Pontianak di Hotel Kini, Kamis (31/1) kemarin. Namun, kata Ibrahim, majunya Uray Henny Novita di dalam pilwako yang akan datang itu, Partai Hanura akan melakukan mekanisme partai yang berlaku. Mengingat, jumlah kursi Partai Hanura di DPRD Kota Pontianak hanya tiga kursi dan itu tidak mencukupi untuk mengusungnya. Karena, sambung dia, untuk mengusung di dalam pilwako itu harus minimal tu-

juh kursi. “Kita sangat membutuhkan jumlah kursi yang cukup dalam memenuhi calon kader terbaik dari Partai Hanura untuk pencalonan di dalam pilwako yang akan datang. Tapi saya yakin, teman-teman dari Partai Hanura yang ada di Kota Pontianak tidak akan tinggal diam. Baik itu membangun komunikasi politik ataupun sharing,” terang dia. Ibrahim berharap siapa pun yang menjadi calon walikota dan wakil walikota harus disikapi dengan iklim demokrasi. Ketua DPC Partai Hanura Kota Pontianak, Uray Henny

Novita menjelaskan dirinya siap bertarung di dalam pilwako Pontianak yang akan datang. Namun Uray Henny Novita menyadari untuk mencapai hal tersebut, pihaknya harus melakukan komunikasi politik ke sejumlah parpol. “Untuk sementara parpol yang telah dilakukan komunikasi itu masih kita rahasiakan. Namun, ada lima parpol yang telah kita lakukan komunikasi politik khususnya kepada parpol yang memiliki jumlah kursi yang kecil di DPRD Kota Pontianak,” ucap Uray Henny Novita, yang juga merupakan Ketua Srikandi Provinsi Kalbar ini.

Untuk pendekatan komunikasi politik ke parpol besar, sambung Uray Henny Novita, pihaknya juga akan melakukan hal tersebut. Namun, kata Uray, pihaknya kini tengah melakukan pendekatan komunikasi politik secara intens kepada parpol yang telah dijajaki. “Kita apresiasi terhadap keinginan masyarakat apakah ingin maju menjadi KB 1 A atau KB 2 A. Akan tetapi, kita memiliki mekanisme partai yang berlaku. Mengingat sejumlah kader muda dari Partai Hanura ingin berkancah di dalam berpolitik,” pungkas Uray Henny Novita. †

Cornelis Tolak Dicalonkan

H. Budiman, SE, MM Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Sambas Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

muan tindak lanjut kemarin. Karena salah satu syarat untuk mencapai WTP adalah penyelesaian tindak lanjut. jadi Bupati Sambas cepat tanggap kemudian instansi terkait yang ada temuan dari pemeriksaan baik BPK, inspektorat dan APIP (Aparat Pengawasan Internal Pemerintah) lainnya cepat ditangani,“ ungkapnya. Ia berharap, dari hasil pertemuan dapat bermanfaat dan permasalahan segera dapat diselesaikan serta ditindaklanjuti demi mencapai opini yang diinginkan oleh seluruh kepala daerah khusus Pemda Sambas. †

ARAHAN Ketua PD KBPPP Kalbar yang juga Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH menyampaikan arahannya pada Musda III KBPPP Kalbar. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak KETUA Pimpinan Daerah Keluarga Besar Putra Putri Polri (PD KBPPP) Kalbar, Drs. Cornelis, MH yang juga

Gubernur Kalbar menolak dicalonkan kembali pada Musyawarah Daerah (Musda) III KBPP Polri Kalbar, di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (30/1). “Untuk periode ini, saya rasa sudah cukuplah, saya

tidak mau dicalonkan kembali lagi. Saya merasakan, ada calon pengganti saya untuk memimpin KBPPP Polri,” kata Cornelis, pada Pembukaan Musda III KBPP Polri. Dikatakannya, walau tidak bersedia lagi dicalonkan untuk dipilih kembali sebagai Ketua PD KBPP Polri Kalbar, namun ia tetap akan masuk dalam susunan Pengurus PD KBPP Polri Kalbar pada periode mendatang. “Mungkin sebagai pembina, penasehat saja,” ucap Cornelis. Pada Musda ini, Ketua PD KBPPP menyerahkan semuanya kepada kader-kader muda KBPPP dalam memimpin organisasi ini, karena kader muda masih energik, masih memiliki semangat tinggi untuk memimpin organisasi ini. “Siapapun nanti yang terpilih dalam Musda ini sebagai Ketua PD KBPPP Kalbar, saya siap mendukung. Saya juga tidak memiliki calon dalam Musda ini. Semua kader memiliki hak dan kewajiban yang sama, untuk dipilih dan memilih,” jelasnya. Tujuan organisasi ini adalah untuk membangun persamaan, dan saling kenal,

saling tahu dimana anakanak polisi berada. Semua OKP yang terdaftar di Kesbangpol itu wajib dibina oleh Gubernur, sehingga apa yang sudah dinyatakan tadi betul-betul diwujudkan di dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, bermasyarakat, berorganisasi serta membangun persatuan dan kesatuan. “KBPPP harus menjadi contoh bagi masyarakat di Kalbar,” ujarnya. Ia meminta ketua PD terpilih nanti dapat menanamkan jiwa korsa, sehingga apa yang dinamakan setia itu betul-betul dilaksanakan dengan setia kepada bangsa dan negara. “Setia itu bukan hanya di bibir saja, tapi harus kitab tanamkan. Kita harus saling menghargai, menghormati, toleransi sesama masyarakat, terhadap sesama, keluarga,” ajaknya. Dirinya juga meminta maaf, apabila dalam menjalankan roda organisasi KBPPP selama kepemimpinannya banyak yang belum bisa diperbuat untuk kemajuan KBPPP Kalbar, namun apa yang menjadi visi dan misi KBPPP ini telah diimplementasikan dalam pelaksanananya. †

Sat Pol PP Bongkar Bendera Ormas Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak PARTAI Politik diimbau untuk membuat izin apabila memasang baliho, bendera dan spanduk, karena apabila tidak membuat izin maka Sat Pol PP Kota Pontianak tidak segan-segan membongkar semua reklame yang terpasang. Demikian disampaikan Kasi P3 Sat Pol PP Kota Pontianak Rachmat Prayitno, usai membongkar ratusan bendera ormas yang ter-

letak di Jalan Veteran dan A. Yani I, Kamis (31/1). Menurutnya, ia dan pihaknya sudah menertibkan sebanyak 142 bendera ormas yang ada di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan A. Yani I. Lantaran pihaknya sudah memberikan peringatan atas kesalahan berdirinya bendera-bendera ormas, yakni tidak memiliki izin. “Sebelumnya pihak Ormas berjanji akan membongkar sendiri pada malam harinya, namun karena tidak dibongkar, akhirnya kita pun menertibkannya secara pak-

sa,” tegas Rachmat. Dikatakannya, bendera ormas yang dibongkar tersebut telah melanggar Perwako No 3 Tahun 2009 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Reklame Non Komersial. “ Dengan penertiban kita kali ini, kita juga mengimbau seluruh Parpol saat menjelang Pilwako, Pileg, Pilpres yang berlangsung di tahun 2013 dan 2014 ini, lantaran pasti ada yang memasang berbagai reklame non komersil, jadi diharapkan membuat izin telebih dahu-

lu,” imbaunya. Dikatakannya, pengurusan perizinan reklame non komersil, yakni di BP2T, kemudian peletakan tempat pemasangan reklame juga diatur tempatnya. Jadi tidak sembarang tempat. “ Jadi kita komitmen dan kita akan bertindak sesuai dengan tupoksi kita, dan kita tidak akan tebang pilih, siapapun yang memasang reklame kemudian melanggar Perwako, maka kami akan membongkar dan menyita reklame tersebut,” tegasnya. †

CMYK

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak


Jumat, 1 Februari 2013

Mempawah-Kubu Raya

Sambut Imlek, Pemkab Gelar Pasar Murah Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Imlek 2564 Tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Pontianak melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan Energi (Disperindagkoptamben) menggelar Pasar Murah di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kamis (31/1) kemarin. Pasar murah tersebut dihadiri langsung Setda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana, Assisten II, Ismail, Kepala Disperindagkoptamben, Darwin serta anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Eddy Sugito. Pasar murah tersebut, dilaksanakan di tiga titik, yaitu Sekretariat Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh (BPA-SP), Pasar Seliung Dalam, dan Desa Sungai Purun Kecil. Pada kesempatan tersebut, Setda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana mengatakan pasar murah rutin digelar oleh Pemda mengantisipasi kenaikan harga Sembako menjelang perayaan Hari Raya Imlek.

Hal ini, juga dilaksanakan disetiap peringatakan hari raya umat agama lainnya. “Pasar murah digelar sebagai bentuk kepedulian Pemda untuk membantu warga yang berpenghasilan rendah dalam menyambut hari raya Imlek. Karena biasanya menjelangan kegiatan hari besar keagamaan harga kebutuhan Sembako meningkat,” katanya. Lanjutnya lagi, dengan adanya pasar murah diharapkan dapat meringankan beban hidup warga Kabupaten Pontianak, khususnya etnis Tionghoa yang akan melaksanakan Hari Raya Imlek nanti. “Pasar murah punya misi untuk membantu meringankan beban masyarakat yang berpenghasilan rendah, karena pasar murah dirasakan dapat membantu masyarakat,” katanya. Sedangkan Kepala Disperindagkoptamben, Darwin mengatakan pasar murah tak hanya dilaksanakan di Kecamatan Sungai Pinyuh, tapi juga dilaksanakan di lima kecamatan lainnya di daerah pesisir yaitu Kecamatan Mempawah Hilir dan Kecamatan Mempawah Timur, Kecamatan Segedong,

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Tiga pondok pesantren (Potren) di Kabupaten Pontianak, Kamis (31/1) kemarin menerima bantuan buku bacaan dan ilmu pengetahuan dari Perpustakaan Provinsi Kalbar, melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip (Perusda) Kabupaten Pontianak, yang diserahkan secara simbolis Kepala Kantor Perusda Kabupaten Pontianak, Johana Sari Margiani. “Selain tiga Pontren yang menerima bantuan buku yaitu Potren At Taufikiyah Desa Nusapati, Potren Al Muklisin Desa Antibar dan Potren Al Qomar. Kami juga menyerahkan bantuan buku kepada Perpustakaan Kecamatan Sungai Pinyuh dan

PASAR MURAH Setda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana, menggelar pasar murah menyambut imlek di Kecamatan Sungai Pinyuh. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Kecamatan Siantan dan Kecamatan Sungai Kunyit dengan waktu yang berbeda. “Kecamatan Anjongan, Toho dan Sadaniang, memang tak dilaksanakan pasar murah karena sudah dilaksanakan pada menyambut Hari Raya

Natal dan Tahun Baru,” katanya. Adapun sembako yang dijual dalam satu paket yaitu beras 2 kg, gula 2 kg, teribu 1 kg, susu 2 kaleng, mentega 2 sachet, minyak goreng 1 liter dan kacang tanah 1 kg.

Dimana harga setiap komoditi dijual dibawah harga pasar. “Pemda memberi subsidi sebesar 40 persen. Misal harga besar perkilo Rp 10 ribu, maka di pasar murah dijual perkilo Rp 6 ribu,” katanya. †

nya tak bisa serantak kita laksanakan. Namun kita berusaha bertahap sehingga semua desa dan kelurahan, serta kantor kecamatan ada perpustakaan,” katanya. Untuk itu, Johana sangat mengucapkan terima kasih kepada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalbar, yang sangat mendukung program Perusda Kabupaten Pontianak, sehingga bisa semakin berkembang. “Saya berharap kerjasama dengan semua pihak demi kemajuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa ini terus terjalin dengan baik. Saya juga mengajak dan menghimbau masyarakat agar memanfaatkan perpustakaan yang ada baik di desa, kecamatan maupun perpustakaan umum lainnya disetiap kecamatan,” katanya. †

BUKU BACAAN Kepala Kantor Perusda Kabupaten Pontianak, Johana Sari Margiani saat menyerahkan bantuan buku bacaan secara simbolis kepada Sekcam Sungai Sungai Pinyuh, Daeng Dicky. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Dewan Bantah Musrenbang Desa Tidak Diakomodir Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Masdar AR membantah kalau legislatif tidak mengakomodir hasil musrenbangdes seperti yang dituding oleh sejumlah kepala desa. Menurutnya, kewenangan musrenbang itu berada di tangan eksekutif. Dimana setiap camat diberi instruksi untuk mengundang kepala desa menggelar musrenbangdes yang kemudian hasilnya dibawa ke

musrenbangcam hingga musrenbang kabupaten. Disini, legislatif juga diundang membahasnya untuk menjadi KUA PPAS yang kemudian tertuang dalam APBD. Sementara dari pihak legislatif sendiri dijelaskan dia disebut dengan pokokpokok pikiran yang merupakan hasil dari reses setiap anggota di daerah pemilihannya masing-masing. ”Pokok-pokok pikiran inilah bagian dari musrenbang itu. Itu pun melihat dari kebutuhan dan kemampuan

5

Bupati Bantu Masjid Babul Jannah Parit Banjar Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

Tiga Pontren Terima Bantuan Buku Perpustakaan Koperasi Primata di Pasir Wan Salim. Adapun jumlah buku yang diserahkan disetiap perpustakaan sebanyak 1000 buku dengan 500 judul,” kata Kepala Kantor Perusda, Johana, usai menyerahkan bantuan buku secara simbolis. Lanjutnya lagi, bantuan buku bacaan tak lain diharapkan warga masyarakat untuk gemar membaca untuk menambah wawasan sehingga tidak ketinggalan informasi dan ilmu pengetahuan yang terus maju dan berkembang. “Bahkan untuk perkembangan perpustakaan desa, Pemda juga telah menganggarkan dana sharing 2013 untuk pengadaan buku-buku di perpustakaan desa, perpustakaan umum, khusus dan perpustakaan rumah ibadah. Walaupun semua-

Borneo T Tribune

keuangan daerah. Akan tetapi lebih diprioritaskan hasil ajuan musrenbang sehingga ada sinkronisasi antara pokok-pokok pikiran dan musrenbang,” ucapnya ketika ditemui diruangannya Kamis (31/1). Memang Masdar memaklumi jika kepala desa ada yang kecewa karena selama ini mereka merasa musrenbang yang digelar sia-sia saja karena kurang terakomodir. “Wajar saja mereka kecewa karena musrenbang hanya dianggap formalitas saja. Kalau pun

ada tapi sedikit,” tuturnya. Meskipun demikian ia berharap kepala desa dapat bijak menyikapi musrenbang karena berkaitan dengan pembangunan di daerah yang dipimpinnya. Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Usman mengaku prihatin usulan musrenbang kurang diakomodir. Namun demikian ia berharap tidak gegabah mengambil sikap mengingat ini merupakan cikal bakal pembangunan yang merupakan aspirasi dari tingkat RT/ RW, dusun

hingga desa. Sementara terkait dengan pokok-pokok pikiran anggota dewan, Usman menjelaskan bahwa itu merupakan usulan yang tidak terakomodir di APBD. “Memang sepatutnya disondingkan dengan aspirasi masyarakat yang diusulkan dalam musrenbang. Itu saya jalankan di daerah pemilihan saya. Kalau di dapil lain saya tidak tahu bagaimana polanya. Tapi saya yakin teman-teman di dewan tetap membangun komunikasi dengan RT/RW dan kepala desa,” jelasnya. †

Bupati Pontianak Ria Norsan menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta dari Pemerintah Kabupaten Pontianak dan Rp 25 juta dari dana pribadi kepada pengurus Masjid Babul Jannah, Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu pekan lalu saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun 1434 H di masjid tersebut. Dalam sambutannya Bupati Pontianak, Ria Norsan yang hadir bersama istri, Erlina mengajak para jemaah untuk selalu mensyukuri nikmat dari Allah taala berupa kesehatan dan usia. Bupati pun meminta para jemaah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. “Kita harus banyak bershalawat agar kelak mendapatkan safaatnya.” Katanya. Dan pada kesempatan itu, juga bupati mengingatkan masyarakat Desa Parit Banjar khususnya jemaah Masjid Babul Jannah agar selalu menjaga tali silaturahmi dan persatuan serta kesatuan. Terlebih dengan akan digelarnya pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Pontianak di tahun 2013 ini. “Kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai gara-gara pilkada beda pilihan kemudian terjadi permusuhan. Jaga silaturahmi. Jaga keamanan dan ketertiban desa kita,” ungkapnya. Serta tak lupa mengajak seluruh masyarakat Desa Parit Banjar untuk selalu menciptakan situasi kondusif yang dapat mendukung proses pembangunan daerah. “Kalau ada masalah besar mari kita kecilkan, dan kalau ada masalah kecil kita musyawarahkan. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan,” katanya. †

Draft LKPJ Mulai Dibahas Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Jajaran SKPD yang ada di Kabupaten Kubu Raya mulai membahas draft Laporan Kerja dan Pertanggung Jawaban pemerintah daerah tahun 2012. “Hari ini, seluruh SKPD yang ada di Kubu Raya berkumpul dan membahas LKPj yang menjadi agenda rutin setiap tahunnya, sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja pemerintah daerah dan seluruh SKPD yang ada , sesuai amanat UU nomor 32 tentang pemerintahan,” kata Asisten I Bagian Hukum dan Pemerintahan, Setda Kubu Raya, Agus Supriadi di Gardenia, Kamis (31/1). Dia mengatakan dalam pembahasan tersebut, setiap SKPD yang ada diberikan penguatan agar bisa melaporkan berbagai program yang sudah dilaksanakan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Diharapkan, dari LKPj tersebut, dapat diketahui berbagai permasalahan yang dihadapi oleh setiap SKPD maupun pencapaian program yang telah dilakukan. “Untuk itu, kita harapkan setiap SKPD yang ada bisa menyampaikan laporan dengan baik, agar ketika LKPj ini sudah diserahkan kepada DPRD untuk ditelaah, tidak ada kesalahan dalam penyampaiannya,” tuturnya. Agus juga menyampaikan kepada setiap SKPD yang ada agar bisa melampirkan berbagai penghargaan dan prestasi yang telah di dapat, terhadap berbagai program yangtelah dilakukan. Menurutnya, hal itu sangat penting, karena dari LKPj itu nantinya akan menjadi penilaian maju dan mundurnya kinerja pemerintahan, baik dari pemeirntah provinsi maupun pusat. Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, Kabupaten Kubu Raya terus melakukan pembenahan diri untuk menjadi kabupaten yang terdepan dan berkualitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu seluruh SKPD harus diberikan pembekalan dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban . “Kubu Raya sebagai daerah otonom yang usianya masih baru, diperlukan langkah-langkah strategis dan terarah untuk dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan secara efisien dan efektif,” kata Muda. Menurutnya, untuk mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik. Untuk itu kepala daerah mempunyai kewajiban melaporkan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah dan laporan LKPJ kepada DPRD. †


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 1 Februari 2013

Sambut Imlek, Pemkab Gelar Pasar Murah Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Imlek 2564 Tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Pontianak melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan Energi (Disperindagkoptamben) menggelar Pasar Murah di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kamis (31/1) kemarin. Pasar murah tersebut dihadiri langsung Setda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana, Assisten II, Ismail, Kepala Disperindagkoptamben, Darwin serta anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Eddy Sugito. Pasar murah tersebut, dilaksanakan di tiga titik, yaitu Sekretariat Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh (BPA-SP), Pasar Seliung Dalam, dan Desa Sungai Purun Kecil. Pada kesempatan tersebut, Setda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana mengatakan pasar murah rutin digelar oleh Pemda mengantisipasi kenaikan harga Sembako menjelang perayaan Hari Raya Imlek.

Hal ini, juga dilaksanakan disetiap peringatakan hari raya umat agama lainnya. “Pasar murah digelar sebagai bentuk kepedulian Pemda untuk membantu warga yang berpenghasilan rendah dalam menyambut hari raya Imlek. Karena biasanya menjelangan kegiatan hari besar keagamaan harga kebutuhan Sembako meningkat,” katanya. Lanjutnya lagi, dengan adanya pasar murah diharapkan dapat meringankan beban hidup warga Kabupaten Pontianak, khususnya etnis Tionghoa yang akan melaksanakan Hari Raya Imlek nanti. “Pasar murah punya misi untuk membantu meringankan beban masyarakat yang berpenghasilan rendah, karena pasar murah dirasakan dapat membantu masyarakat,” katanya. Sedangkan Kepala Disperindagkoptamben, Darwin mengatakan pasar murah tak hanya dilaksanakan di Kecamatan Sungai Pinyuh, tapi juga dilaksanakan di lima kecamatan lainnya di daerah pesisir yaitu Kecamatan Mempawah Hilir dan Kecamatan Mempawah Timur, Kecamatan Segedong,

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Tiga pondok pesantren (Potren) di Kabupaten Pontianak, Kamis (31/1) kemarin menerima bantuan buku bacaan dan ilmu pengetahuan dari Perpustakaan Provinsi Kalbar, melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip (Perusda) Kabupaten Pontianak, yang diserahkan secara simbolis Kepala Kantor Perusda Kabupaten Pontianak, Johana Sari Margiani. “Selain tiga Pontren yang menerima bantuan buku yaitu Potren At Taufikiyah Desa Nusapati, Potren Al Muklisin Desa Antibar dan Potren Al Qomar. Kami juga menyerahkan bantuan buku kepada Perpustakaan Kecamatan Sungai Pinyuh dan

PASAR MURAH Setda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana, menggelar pasar murah menyambut imlek di Kecamatan Sungai Pinyuh. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Kecamatan Siantan dan Kecamatan Sungai Kunyit dengan waktu yang berbeda. “Kecamatan Anjongan, Toho dan Sadaniang, memang tak dilaksanakan pasar murah karena sudah dilaksanakan pada menyambut Hari Raya

Natal dan Tahun Baru,” katanya. Adapun sembako yang dijual dalam satu paket yaitu beras 2 kg, gula 2 kg, teribu 1 kg, susu 2 kaleng, mentega 2 sachet, minyak goreng 1 liter dan kacang tanah 1 kg.

Dimana harga setiap komoditi dijual dibawah harga pasar. “Pemda memberi subsidi sebesar 40 persen. Misal harga besar perkilo Rp 10 ribu, maka di pasar murah dijual perkilo Rp 6 ribu,” katanya. o

nya tak bisa serantak kita laksanakan. Namun kita berusaha bertahap sehingga semua desa dan kelurahan, serta kantor kecamatan ada perpustakaan,” katanya. Untuk itu, Johana sangat mengucapkan terima kasih kepada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalbar, yang sangat mendukung program Perusda Kabupaten Pontianak, sehingga bisa semakin berkembang. “Saya berharap kerjasama dengan semua pihak demi kemajuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa ini terus terjalin dengan baik. Saya juga mengajak dan menghimbau masyarakat agar memanfaatkan perpustakaan yang ada baik di desa, kecamatan maupun perpustakaan umum lainnya disetiap kecamatan,” katanya. o

BUKU BACAAN Kepala Kantor Perusda Kabupaten Pontianak, Johana Sari Margiani saat menyerahkan bantuan buku bacaan secara simbolis kepada Sekcam Sungai Sungai Pinyuh, Daeng Dicky. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Dewan Bantah Musrenbang Desa Tidak Diakomodir Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Masdar AR membantah kalau legislatif tidak mengakomodir hasil musrenbangdes seperti yang dituding oleh sejumlah kepala desa. Menurutnya, kewenangan musrenbang itu berada di tangan eksekutif. Dimana setiap camat diberi instruksi untuk mengundang kepala desa menggelar musrenbangdes yang kemudian hasilnya dibawa ke

musrenbangcam hingga musrenbang kabupaten. Disini, legislatif juga diundang membahasnya untuk menjadi KUA PPAS yang kemudian tertuang dalam APBD. Sementara dari pihak legislatif sendiri dijelaskan dia disebut dengan pokokpokok pikiran yang merupakan hasil dari reses setiap anggota di daerah pemilihannya masing-masing. ”Pokok-pokok pikiran inilah bagian dari musrenbang itu. Itu pun melihat dari kebutuhan dan kemampuan

Bupati Bantu Masjid Babul Jannah Parit Banjar Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

Tiga Pontren Terima Bantuan Buku Perpustakaan Koperasi Primata di Pasir Wan Salim. Adapun jumlah buku yang diserahkan disetiap perpustakaan sebanyak 1000 buku dengan 500 judul,” kata Kepala Kantor Perusda, Johana, usai menyerahkan bantuan buku secara simbolis. Lanjutnya lagi, bantuan buku bacaan tak lain diharapkan warga masyarakat untuk gemar membaca untuk menambah wawasan sehingga tidak ketinggalan informasi dan ilmu pengetahuan yang terus maju dan berkembang. “Bahkan untuk perkembangan perpustakaan desa, Pemda juga telah menganggarkan dana sharing 2013 untuk pengadaan buku-buku di perpustakaan desa, perpustakaan umum, khusus dan perpustakaan rumah ibadah. Walaupun semua-

5

keuangan daerah. Akan tetapi lebih diprioritaskan hasil ajuan musrenbang sehingga ada sinkronisasi antara pokok-pokok pikiran dan musrenbang,” ucapnya ketika ditemui diruangannya Kamis (31/1). Memang Masdar memaklumi jika kepala desa ada yang kecewa karena selama ini mereka merasa musrenbang yang digelar sia-sia saja karena kurang terakomodir. “Wajar saja mereka kecewa karena musrenbang hanya dianggap formalitas saja. Kalau pun

ada tapi sedikit,” tuturnya. Meskipun demikian ia berharap kepala desa dapat bijak menyikapi musrenbang karena berkaitan dengan pembangunan di daerah yang dipimpinnya. Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Usman mengaku prihatin usulan musrenbang kurang diakomodir. Namun demikian ia berharap tidak gegabah mengambil sikap mengingat ini merupakan cikal bakal pembangunan yang merupakan aspirasi dari tingkat RT/ RW, dusun

hingga desa. Sementara terkait dengan pokok-pokok pikiran anggota dewan, Usman menjelaskan bahwa itu merupakan usulan yang tidak terakomodir di APBD. “Memang sepatutnya disondingkan dengan aspirasi masyarakat yang diusulkan dalam musrenbang. Itu saya jalankan di daerah pemilihan saya. Kalau di dapil lain saya tidak tahu bagaimana polanya. Tapi saya yakin teman-teman di dewan tetap membangun komunikasi dengan RT/RW dan kepala desa,” jelasnya. o

Bupati Pontianak Ria Norsan menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta dari Pemerintah Kabupaten Pontianak dan Rp 25 juta dari dana pribadi kepada pengurus Masjid Babul Jannah, Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu pekan lalu saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun 1434 H di masjid tersebut. Dalam sambutannya Bupati Pontianak, Ria Norsan yang hadir bersama istri, Erlina mengajak para jemaah untuk selalu mensyukuri nikmat dari Allah taala berupa kesehatan dan usia. Bupati pun meminta para jemaah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. “Kita harus banyak bershalawat agar kelak mendapatkan safaatnya.” Katanya. Dan pada kesempatan itu, juga bupati mengingatkan masyarakat Desa Parit Banjar khususnya jemaah Masjid Babul Jannah agar selalu menjaga tali silaturahmi dan persatuan serta kesatuan. Terlebih dengan akan digelarnya pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Pontianak di tahun 2013 ini. “Kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai gara-gara pilkada beda pilihan kemudian terjadi permusuhan. Jaga silaturahmi. Jaga keamanan dan ketertiban desa kita,” ungkapnya. Serta tak lupa mengajak seluruh masyarakat Desa Parit Banjar untuk selalu menciptakan situasi kondusif yang dapat mendukung proses pembangunan daerah. “Kalau ada masalah besar mari kita kecilkan, dan kalau ada masalah kecil kita musyawarahkan. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan,” katanya. o

Draft LKPJ Mulai Dibahas Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Jajaran SKPD yang ada di Kabupaten Kubu Raya mulai membahas draft Laporan Kerja dan Pertanggung Jawaban pemerintah daerah tahun 2012. “Hari ini, seluruh SKPD yang ada di Kubu Raya berkumpul dan membahas LKPj yang menjadi agenda rutin setiap tahunnya, sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja pemerintah daerah dan seluruh SKPD yang ada , sesuai amanat UU nomor 32 tentang pemerintahan,” kata Asisten I Bagian Hukum dan Pemerintahan, Setda Kubu Raya, Agus Supriadi di Gardenia, Kamis (31/1). Dia mengatakan dalam pembahasan tersebut, setiap SKPD yang ada diberikan penguatan agar bisa melaporkan berbagai program yang sudah dilaksanakan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Diharapkan, dari LKPj tersebut, dapat diketahui berbagai permasalahan yang dihadapi oleh setiap SKPD maupun pencapaian program yang telah dilakukan. “Untuk itu, kita harapkan setiap SKPD yang ada bisa menyampaikan laporan dengan baik, agar ketika LKPj ini sudah diserahkan kepada DPRD untuk ditelaah, tidak ada kesalahan dalam penyampaiannya,” tuturnya. Agus juga menyampaikan kepada setiap SKPD yang ada agar bisa melampirkan berbagai penghargaan dan prestasi yang telah di dapat, terhadap berbagai program yangtelah dilakukan. Menurutnya, hal itu sangat penting, karena dari LKPj itu nantinya akan menjadi penilaian maju dan mundurnya kinerja pemerintahan, baik dari pemeirntah provinsi maupun pusat. Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, Kabupaten Kubu Raya terus melakukan pembenahan diri untuk menjadi kabupaten yang terdepan dan berkualitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu seluruh SKPD harus diberikan pembekalan dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban . “Kubu Raya sebagai daerah otonom yang usianya masih baru, diperlukan langkah-langkah strategis dan terarah untuk dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan secara efisien dan efektif,” kata Muda. Menurutnya, untuk mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik. Untuk itu kepala daerah mempunyai kewajiban melaporkan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah dan laporan LKPJ kepada DPRD. o


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 1 Februari 2013

Bupati: Pemimpin Harus Punya Visi Membangun Seorang pemimpin harus memiliki visi misi sebagai kerangka kerja. Visi misi itu tentu bertujuan untuk membangun dan menjadi pegangan selama menjadi pemimpin. Hal itu dikatakan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot di hadapan 45 anggota pramuka saat mengikuti Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat) Kwarcab Bengkayang, 30-31 Januari, di Sekretariat Kwarcab Bengkayang. “Visi dan misi merupakan panduan wajib bagi seorang pemimpin. Pemimpin bekerja sesuai dengan visi misi yang dirumuskan. Dengan visi misi itu, target seorang pemimpin akan terlihat,” jelas Bupati. Bupati hadir kurang lebih selama satu jam. Dia memberikan wejangan mulai pukul 08.00-09.00. Bupati tampil dengan seragam khas pramuka. Baju coklat muda berpadu dengan celana coklat tua. Dengan posisi berdiri, bupati terus memberikan motivasi kepada peserta untuk terus belajar dan berlatih bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Baik sebagai pemimpin diri sendiri ataupun sebagai pemimpin organisasi. Bagi pemimpin di Indonesia, ada empat pilar yang

Adat Berlaku untuk Pasangan Selingkuh Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Bupati Bengkayang foto bersama para anggota Pramuka yang mengikuti Dianpinsat FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

harus dipegang teguh dan tidak boleh ditinggalkan. Keempat hal itu mencakup, Pancasila, Undang- Undang Dasar 1954, (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. “Empat pilar ini harus dipegang. Ini dasar seorang pemimpin khusus para pemimpin di Indonesia,’ terang dia. Dalam pertemuan tersebut, bupati juga memberikan gambaran ciri lain yang harus dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang baik harus bisa mengayomi orang yang dipimpin. “Mengayomi itu seperti memberikan keamanan dan kenyamanan bagi mereka yang dipimpin,” ujar Bupati.

DPRD Dukung Hibah Mobdin untuk Ambulan Borneo Tribune, Singkawang Rencana hibah mobil dinas (mobdin) Pemkot Singkawang untuk dijadikan mobil ambulans mendapat dukungan masyarakat Singkawang. Sebelumnya sejumlah warga mengira pemberian hibah mobil dinas untuk operasional mobil ambulan menggunakan anggaran dari Pemkot. FOTO: Rudi / Borneo Tribune “Pro dan kontra masaMuhammadin lah hibah mobil dinas Pemkot, dihibahkan kepada masyarakat untuk operasional mobil ambulan itu jangan dipermasalahkan,” kata Muhamaddin, anggota DPRD Kota Singkawang. Ia justru mengajak Pemkot Singkawang agar mau menghibahkan mobdin Pemkot itu, untuk operasional masyarakat, yaitu mobil ambulans. Dari pada mobdin itu harus dilelang, hasil lelangnya pun tidak seberapa. “Saya sangat mendukung dan menyetujui Pemkot menghibahkan mobdin itu untuk operasional mobil ambulans bagi warga, ketimbang harus dilelang,” pungkas Muhamaddin. Ia menyarankan, mobdin itu bisa dihibahkan kepada warga di 5 kecamatan. Yakni, Singkawang Timur, Utara, Tengah, Selatan dan Barat. Sehingga warga tidak perlu repot lagi menggunakan ambulans dari rumah sakit. “Selain bermanfaat bagi warga, hibah mobdin itu dapat meringankan biaya warga yang membutuhkan,” katanya. Agar hibah mobdin itu terlaksana dengan baik, kata dia, biaya operasionalnya tidak menggunakan anggaran dari Pemkot. Mobdin itu bisa dihibahkan kepada yayasan, masjid, gereja dan tapekong di tiap kecamatan. “Nantinya yayasan dan rumah ibadah inilah yang bertanggung jawab atas biaya operasionalnya, seperti perawatan mesin dan lain-lain,” saran dia. (Freelancer/ Rudi) o

Seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan berbicara. Berbicara pada dirinya sendiri dan juga berbicara kepada yang dipimpin terkait program yang akan disampaikan. ‘Mulai sekarang, kalian adalah calon pemimpin, dan tidak menutup kemungkinan

bisa menjadi bupati. Karena kalian calon seorang pemimpin, kalian harus bisa berbicara di hadapan mereka yang kalian pimpin nantinya,” terangnya. Ridwan Mas, Wakil KetuaTiga Kwarcab Bengkayang, mengatakan Dianpinsat itu bertujuan un-

tuk melatih anggota pramuka sebagai pemimpin. Dianpinsat diikuti 45 peserta dari seluruh sekolah tingkat SMA se-Bengkayang. ‘Kegiatan ini aka berakhir sore ini (Kamis, red). Selama dua hari ini kegiatan berjalan dengan baik,” katanya saat ditemui. o

Exposure Sukses Menapak Bumbung Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Exposure, sebuah Komunitas fotografer yang memiliki keperdulian terhadap sosial budaya dan pariwisata sekaligus sebagai pencinta alam. Komunitas Exposure memiliki visi-misi untuk menyajikan citra positif ke dunia luar terkait potensi budaya dan kekayaan alam Bengkayang. Meskipun demikian Exposure juga memaksimalkan performa terbaik terhadap kearipan lokal sehingga menjadi kontribusi objek wisata elegan bagi dunia pariwisata dan budaya agar dikenal hingga ke manca negara. “Menapak Bumbung” Menjadi tema dalam agenda perjalan exposure di daerah yang masih terisolir. Jumat tanggal 25 Januari 2013, perjalanan dimulai pada pukul 06:00 dari kota Bengkayang, menggunakan kendaraan roda dua. Team Expsure dipimpin oleh Jamli Panago dengan jumlah sembilan anggota seperti Desta Trauser, Jemy Haryanto, Zul.MS, Waton Jepret, Eko pangeran Kodok, Iqbal Hambali, Rio dan Ahie. Exposure meluncur dengan wa-

jah berseri-seri penuh penasaran menanti hadirnya kisah baru dengan rentetan makna dari perjalanan “Menapak Bumbung” dengan tujuan sosial mengangkat potensi yang ada di Desa Bengkawan yang jauh dari kemajuan ibu kota. “Kegiatan kami (ExposureRed) lakukan selama 3 Hari, dan kepada anggota komunitas fotografer, Saya berikan kebebasan untuk mengambil dokumentasi sesuai kebutuhan asalkan mereka jeli,” Jelas Jamli Panago, Ketua Korlap Exposure, Rabu (30/1). Lanjutnya, tekad yang bulat melepas penat dari hirukpikuk kota di Bengkayang membuat kami (Exposure) melupakan waktu tempuh yang mencapai 8 jam lamanya. Meskipun demikian cerita memiliki kepuasan tersendiri tentang perjalan dibalik mulurnya waktu perjalanan, yakni kemacetan Motor tempel yang disediakan panitia penjemputan rusak di tengah perjalanan. Agenda pertama yaitu mengunjungi pemukiman tradisional di Sungai Biang Dusun Kerumik memiliki keunikan tersendiri, yakni sebuah perumahan penduduk dari bahan alami hasil

hutan seperti bambu serta kulit kayu yang dibuat sebagai dinding dan lantai. Adis selaku Kepala Dusun Kerumik, menyambut kehadiran team exposure, mengajak komunitas fotografer keliling perkampungan mengambil dokumentasi. Perkampungan kerumik dengan jumlah 47 Kepala keluarga ini mayoritas sebagai petani. Daerah yang masih terisolir ini ternyata memiliki potensi alam yang kaya menjadi sumber penghasilan warga, hanya saja hasil pertanian tidak dapat dijual, karena akses transportasi masih menggunakan sampan. “Warga disini menggunakan sampan, karena belum ada jalan darat menuju ke Kota,” kata Kepala Dusun memberikan kritikan. Di tempat yang sama, Ayul, mantan Kadus berharap pemerintah memperhatikan keluhan yang dialami warganya. Sebagai tokoh masyarakat ia berharap transportasi menjadi prioritas, karena kemerdekaan hampir ratusan tahun ini belum dirasakan pembangunannya. “Kami merasa belum merdeka, jalan dan penerangan adalah kebutuhan mendasar jika suatu daerah ingin maju,” ungkapnya. o

Sebagian besar masyarakat Dayak di Bengkayang masih memegang teguh adat istiadat yang secara turun menurun dianut. Mereka sadar, adat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang harus dijaga dan dipertahankan. Adat merupakan sebuah aturan yang harus dipatuhi secara bersama. Adat itu bermaksud mengatur prilaku warga agar tidak menyimpang dari norma kemanusiaan yang beradab. Sebagai pengatur norma prilaku, tentunya adat ini juga berlaku bagi warga, baik laki-laki ataupun wanita yang berselingkuh dengan istri ataupun suami orang lain. Adat bisa dilakukan apabila ada kesepakatan dua belah pihak. Besarnya adat juga tergantung kesepakatan pengurus adat tersebut. “Sebagai pihak kepolisian, kita menghormati jalur adat yang ditempuh oleh masyarakat adat. Bila tidak bisa diselesaikan dengan adat, maka kita tidak bisa menahan warga untuk melapor ke pihak yang berwajib sebagai salah satu bentuk penyelesaian,” kata Kapolsek Sungai Betung Kabupaten Bengkayang, Ipda . B Ginting. Sebagai Kapolsek, Ginting merasa selama ini pihaknya terbantu dengan penyelesaian masalah yang dilakukan dengan adat. Dalam satu bu-

lan terakhir untuk wilayah Kecamatan Sungai Betung, ada dua permasalahan yang terjadi di tengah warga yang diselesaikan secara adat. Permasalahan pertama berupa pemukulan dan permasalahan kedua adalah kasus perselingkuhan. Kebetulan, Kamis (31/1) dilaksanakan acara adat untuk menyelesaikan permasalahan selingkuh yang dilakukan oknum pegawai di Bengkayang dengan seorang wanita yang notabene sebagai istri sah dari seorang warga. Acara adat disaksikan seluruh warga dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa. Dalam acara adat tersebut, mereka yang bermasalah terpaksa membayar adat yang telah ditentukan oleh pengurus adat dan disepakati secara bersama sama. “Dalam adat ini, hal yang tidak bisa ditinggalkan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan ritual adat, seperti beras biasa, beras pulut, ayam, tempayan dan juga babi yang harus dikorbankan,” kata salah seorang warga yang ikut menyaksikan ritual adat tersebut. Dalam tulisan ini, kasus perselingkuhan tersebut, baik pelaku, desa ditiadakan. Berhubung permintaan kepala desa dan warga dengan alasan sebagai wujud untuk menjaga nama baik. “Kepada wartawan yang hadir, harus masalah ini jangan dipublikasikan,” terang Kepala Desa. o

Warga memanggang seekor babi . Babi tersebut bagian dari denda dari adat FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

Awang Ajak PNS Masuk KPN Sinka

Helm PNS Raib Saat Parkir di Pemkot Borneo Tribune, Singkawang Kepada warga maupun PNS Pemkot Singkawang harus waspada dan berhati-hati menyimpan helm kesayangan. Pasalnya, Kamis (31/1) pagi, seorang PNS mengalami kehilangan helm yang diletakkan di atas kendaraan roda dua di aeral parkir Pemkot Singkawang. “Aneh, baru jak 1 jam saya memarkirkan motor di sini, saat hendak ke luar ternyata helm saya yang baru dibeli seminggu yang lalu itu sudah raib dari motor. Kok bisabisanya di sekitar kantor walikota ini ada maling helm,” kesal PNS tersebut yang namanya tidak mau dikorankan. Hal serupa itu juga, pernah dialami karibnya, juga PNS Pemkot Singkawang. Namun kejadian itu, sudah terbilang cukup lama, ada sekitar 5 bulan lalu. “Untuk itu kepada pengguna kendaraan diharapkan menyimpan helm di tempat yang aman. Dan kepada para tukang parkir juga harus ekstra ketat menjaga setiap gerak-gerik orang yang mencurigakan,” kata Yanto, warga Singkawang, yang kebetulan ada urusan di Kantor Pemkot. (Freelancer/Rudi) o

6

Koperasi Pegawai Negeri Sinka menggelar sosialisasi program layanan Bapertarum PNS dan PT. BTN Cabang Pontianak di Balairung Kantor Walikota Singkawang, Kamis (31/1)

Borneo Tribune, Singkawang Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Sinka menggelar sosialisasi program layanan Bapertarum PNS dan PT BTN Cabang Pontianak di Balairung Kantor Walikota Singkawang, Kamis (31/1). Ketua KPN Sinka, Deni mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana Pemkot bekerjasama KPN Sinka untuk membawa perubahan bagi pegawai negeri. Yakni rencana pembangunan perumahan KPN untuk pegawai negeri Pemkot bekerjasama dengan Bapertarum dan PT. BTN. Di tempat yang sama, Walikota Singkawang, Awang Ishak menyebutkan

PNS di Singkawang berjumlah 5 ribuan. Sementara yang baru masuk menjadi anggota KPN Sinka baru sekitar 59 persen. Awang meminta PNS untuk masuk KPN Sinka. Ia juga menekankan, dalam pembangunan rumah nantinya “Jangan asal jadi, asal ada. Semuanya tidak asal-asalan, karena tidak memecahkan masalah. Malah yang ada justru menambah masalah kemudian hari,” katanya. Tidak lupa juga disampaikan, dalam membangun perumahan harus disediakan air bersih untuk setiap rumah yang akan dibangun. (Freelancer/Rudi) o

Vee Production Gelar Festival Lagu Mandarin Borneo Tribune, Singkawang Dalam rangka memeriahkan Perayaan Imlek dan Festival CGM 2013, Vee Production Adv Singkawang bakal menggelar Festival Music Lagu Mandarin dan Fashion Show bergema khusus remaja dan dewasa di Taman Burung Singkawang, 24-25 Februari 2013.

Ketua Pelaksana, Agus Rahmadi menjelaskan kegiatan ini akan mengambil tema “Sikapi dengan Positif, Ekspresikan dengan Inovatif.” Maksud dari tema itu, kata Agus, pertama, akan terciptanya opini masyarakat tentang perlunya kegiatan ini sebagai pemacu kreativitas untuk generasi

muda. Kedua, terwujudnya kegiatan yang dapat membangun mental generasi muda ke arah yang lebih baik. Ketiga, merupakan sebuah terobosan baru sebagai sasaran pengembangan bakat mencapai jenjang popularitas. Dan kelima, merupakan sebuah terobosan yang fungsional untuk mencapai

sasaran yang positif. “Pada intinya, tujuan dari kegiatan itu guna untuk menumbuhkan semangat para kawula muda dalam berkarya khususnya dalam nada. Serta meminimalisir permasalahan kalangan generasi muda mudi di wilayah Singbebas dan sekitarnya,” kata Agus.

Bagi yang berminat, panitia akan membuka pendaftaran lomba 5- 20 Februari 2013. Masing-masing peserta lomba lagu mandarin akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 75 ribu. Sedangkan untuk fashion show dikenakan biaya Rp 100 ribu. (Freelancer/ Rudi) o


Jumat, 1 Februari 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Redam Konflik Dua Poktan

Bupati Landak Lakukan Mediasi

Borneo Tribune, Ngabang Bupati Landak Dr. Adrianus Asia Sidot, M.Si didampingi Wakil Bupati Herculanus Heriadi, SE, Ketua DPRD Landak Heri Saman,SH.MM, Sekda Drs Ludis, serta Kapolres Landak, Selasa (30/1) bertempat di aula kecil kantor Bupati menggelar mediasi untuk menyelesaikan pertikaian sengketa lahan yang terjadi antara kelompoak Tani

(Poktan) Perintis dengan Poktan Persomma dari daerah Mandor. Berlarut-larutnya kisruh persengketaan lahan ini menurut pemaparan Bupati di ruang mediasi kedua belah pihak, hal ini telah diusahkan peneyelesaianya di tingkat pemerintahan Desa. Namun sengketa tersebut masih belum dapat diselesaikan dengan baik. “Seperti yang saya ketahui

Terpeleset, Bocah 4 Tahun Tenggelam Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Akibat terpeleset saat bermain di pinggiran gertak sungai, David bocah berusia 4 tahun ditemukan tewas tenggelam di Sungai Kapuas di depan rumahnya di wilayah kedesaan Pudu Kelurahan Beringin Kapuas Kabupaten Sanggau, Kamis (31/ 1) sekitar pukul 11.30 WIB. David diketahui anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Edi (30) dan Yuliati (32). Edi mengatakan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB yang ketika itu David bersama abangnya, Melvin (8) sedang menunggu sebuah speed di gertak. Lantaran dirinya akan pergi bersama sang ayah ke daerah Mapai Kecamatan Kapuas untuk mengantar baju pesanan pelanggan. Sementara anak bungsunya Kiyori (2) sengaja ditinggal bersama ibunya di rumah. Edi menuturkan, waktu itu dirinya memang berencana akan pergi ke Mapai, untuk membawa baju pesanan salah seorang pelanggannya. Edi memang berniat untuk mengajak kedua anaknya itu untuk turut serta mendampinginya. Karena mungkin sangat senangnya diajak pergi oleh sang ayah, David dan Malvin langsung bersiap diri di tepian sungai menunggu speed yang akan membawanya. ”Sebelum pergi, saya ke warung dulu sebentar untuk membeli solar dan obat untuk ibu saya. Setelah pulang ke rumah, saya lihat anak-anak sedang main di tepi Sungai. David pun tergelincir. Saya langsung melompat dari rumah, saya kejar ke bawah, langsung nyebur ke sungai, saya cari tidak dapat. Sekitar sepuluh menit tidak ketemu. Kalau saja saya dapat tangkap tadi, pastinya tidak kayak gini ceritanya,” ujarnya. Edi mengaku sangat terpukul dengan kepergian anaknya, David. Jenazah David langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Penyeladi. Sementara itu, Kapolres Sanggau, AKBP Winarto menghimbau kepada masayarakat agar lebih berhati-hati saat hendak ke sungai. Terutama saat membawa anak-anak. Awasi anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini. ”Dengan kejadian ini kita semua harus lebih mawas diri dengan keberadaan anak-anak. Jangan sampai lengah saat mereka bermain atau melakukan hal lain di tepian sungai karena arus sedang deras. Saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga tersebut,” pungkasnya.

HO TEL HOTEL

pertikaian ini telah diusahakan di tingkat pemerintahan desa. Karena belum selasai dibawa ke tingkat kecamatan dan belum selesai juga maka kasus ini dibawa ke tingkat Kabupaten. Jadi pertikaian ini sudah lama terjadi bahkan nyaris terjadi bentrok antar ke dua poktan ini. Kalau hal ini terjadi saya tidak rela warga saya saling membunuh satu dengan yang lain,” tegas Adrianus. Untuk itu lanjut Bupati, kepada kedua poktan yang bertikai pada acara mediasi kepada kedua poktan ini untuk memberikan masukan letak persoalan kepada tim mediasi tentang letak persoalan menurut persi masingmasing. Masukkan ini kata Bupati, agar tim mediasi da-

pat memberikan jalan keluar kepada kedua poktan dengan tidak merugikan kedua belah pihak. Bupati selain meminta masukan dari kedua poktan, ia juga mendapat masukan dari Muspika Kecamatan Mandor, para kades, tokoh masyarakat serta memberi kesempatan kepada Ketua dan anggota DPRD Landak dan pihak Polres untuk memberi saran dan pendapat. Usai mendengar masukan dari ke dua Poktan dan saran pendapat dari berbagai elemen. Kepada warga yang bertikai Bupati menyarankan agar masyarakat akan selalu dapat menahan diri dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul. Apa lagi hingga menimbul-

Saat Mediasi Di Aula Kecil Kantor Bupati Landak foto Amat Dasa Borneo Tribune kan konflik sesama warga itu suatu dapat diselesaikan desendiri. ngan melakukan dialog dan “Saya tidak menginginkan dengan hati yang dingin. Ok, terjadinya konflik antara sesaya sudah mendapat masuksama warga saya. Segala sean dari kedua belah pihak

serta saran pendapat dari Ketua dan Anggota DPRD dan Polres Landak. Namun untuk meneyesaikan masalah ini saya harapkan beri kami tim mediasi ini paling lambat tiga bulan menyelesaikannya,” pintanya. Ditambahkan, agar tidak terjadi persoalan baru Bupati mengharapkan kepada semua pihak untuk tidak melakukan kegiatan sementara di lahan yang masih disengketakan baik itu dari masyarakat maupun pihak investor yaitu Manurung Cs. “Sementara itu kami akan mengambil langkah-langkah dalam penyesesaian masalah, khususnya penetuan batas ,”tandasnya.(Amat Dasa/ freelancer)

Magi dan Ekonomi (Bagian 1) Oleh: Ismail Ruslan Tindakan ekonomi yang dilakukan masyarakat tidak hanya bisa dimaknai dengan pendekatan ekonomi an sich, namun dapat juga menggunakan cara pandang sosiologi ekonomi. Dalam teori ekonomi semua jenis barang atau hewan selama tidak dilarang oleh undang-undang boleh diperjualbelikan. Namun tidak semua pedagang muslim mau berbisnis barang atau hewan seperti daging babi, daging anjing dan lainnya. Mungkin, dalam kontek teori ekonomi pilihan itu merugikan, karena tidak memanfaatkan peluang usaha apalagi jika permintaannya (demand) tinggi. Dalam kontek sosiologi ekonomi, pilihan pedagang muslim untuk tidak berbisnis barang “haram” karena memiliki dasar argumentasi, bahwa agama Islam melarang berbisnis binatang yang diharamkan oleh Al-Qur’an dan AlHadits. Fenomena lainnya yang penulis amati adalah maraknya tindakan ekonomi yang dilakukan masyarakat dengan cara beragam seperti menggunakan” magi” dengan tujuan tertentu. Fenomena Magi (Magic) dalam ekonomi diantaranya dilakukan oleh nelayan (pedagang ikan), pedagang rumah makan, kontraktor, dan pelaku usaha lainnya. Fenomena ini akan penulis maknai dalam perspektif sosiologi ekonomi. Penelitian tentang Magi Penelitian tentang magi tidak hanya dilakukan oleh peneliti di Indonesia, misalnya Hermansyah (2010) yang meneliti tentang ilmu Ghaib di Kalimantan Barat khususnya di kawasan Embau Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian tentang magi (ilmu ghaib) terutama di Semenanjung juga pernah dilakukan misalnya Skeat (1967), Gimlette (1971a), Winstedt (1920, 1982), Endicott (1970), dan Haron Daud (2010). Ada juga penelitian tentang sihir oleh Bowen yang meneliti tentang masyarakat Gayo Aceh yang menemukan bahwa magi berbentuk sihir (sorcery) berfungsi sebagai sarana menghindar konflik terbuka. Peneliti lainnya adalah Ellen yang mengkaji sihir pada masyarakat Nuaulu, Seram berpandangan bahwa magi dalam bentuk ilmu sihir digunakan untuk mencelakai musuh. Pemakaian magi sangat terkait dengan hubungan sosial mereka. Demikian juga Macwell yang menatakan bahwa magi Melayu dipenga-

ruhi oleh unsur-unsur ArabIslam dan Hindu (Hermansyah, 2010). Magi dan Ekonomi Tindakan ekonomi dengan menggunakan magi tidak terbatas pada lapisan masyarakat dengan pendidikan rendah, atau masyarakat miskin yang berpenghasilan minimum. Praktek ini juga dilakukan oleh masyarakat terdidik dengan profesi yang beragam, misalnya kontraktor, bisnisman, bahkan politisi. Kepercayaan pada kekuatan supranatural, dan meminta bantuan berupa do’a kepada tokoh spiritual untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan juga dilakukan oleh masyarakat berpendidikan tinggi dan orang terpelajar. Misalnya, masih ada orang yang percaya dan melakukan aktifitas penggandaan uang dengan menggunakan jasa paranormal. Padahal tidak mungkin uang digandakan oleh seseorang atau lembaga yang tidak berwenang. Tindakan seperti ini juga dilakukan untuk memperoleh kesuksesan dalam usaha dengan melakukan tindakan-tindakan magi dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain (konsumen) agar tertarik dan berminat untuk melakukan transaksi yang menguntungkan biasa dikenal “magi produktif”. Magi jenis ini digunakan pada tindakan yang bernilai ekonomis dan menguntungkan. Bentuk magi yang dilakukan ‘dukun” atau tokoh spritual tersebut dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti dengan cara memberikan bacaan-bacaan yang disusun dan dirangkai

kemudian dibaca pada saat melakukan aktivitas ekonomi. Bentuk lainnya, pelaku usaha mempercayakan sepenuhnya kepada “dukun” atau tokoh spiritual untuk merekayasa dengan tindakan tertentu. Magi jenis produktif ini juga dilakukan untuk menangkap ikan di Sungai, di laut atau berdagang di pasar, meminta hujan, bahkan juga percintaan. Teks bacaan mantra yang dibacakan oleh tokoh spiritual bersumber dari berbagai macam, ada yang bersumber dari warisan guru. Misalnya mantra bagi orang yang akan melaksanakan hajatan, takut terjadi hujan maka mantranya mengucapkan ‘bismillah’ sebanyak 4 kali. Teks ini bersumber dari hadits nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dan diyakini oleh pelaku usaha memiliki “kekuatan” untuk melindungi diri. Bismillahi Ash Syafi Bismillahi Al Ma’ani Bismillahi Al Kafi Bismillahi Alladzi Laa Yadhurru Ma’Asmuhu Syaiun Fil Ardhi Wala Fi Assamai Wahuwassamiun A’lim (H.R. Abu Daud) Biasanya, tokoh spiritual membaca bismillah sebanyak 4 kali, kemudian dilanjutkan dengan mengalihkan awan dengan menggunakan telunjuk dan arahkan awan tersebut sesuai dengan keinginan agar menjauh dari lokasi yang diminta. Mantra ini dibaca pada saat akan menebar jaring, menjala atau memancing ikan atau udang. Mantra yang dibaca tidak sama antara satu nelayan dengan

lainnya, karena gurunya juga berbeda. Untuk memperoleh hasil tangkapan yang banyak, nelayan tidak hanya bermodalkan bacaan mantra saja, atau meyakini seratus persen kekuatan mantra tersebut. Ada juga nelayan yang menilai bahwa mantra adalah sebatas pengetahuan dan menjadi spirit untuk bekerja, lebih dari itu, nelayan harus memiliki pengetahuan tentang kondisi alam, dan menguasai “ilmu alam” untuk menuntun dalam mencari rezeki. Misalnya, pada saat berada di lautan dan suasana angin kencang, nelayan mampu membaca gejala alam tersebut dengan melihat pergerakan ikan, jika melompat ke kanan kita harus ikut arah ikan tersebut, jika tidak mengikuti “petunjukan” ikan tersebut akan kena badai. Dalam pandangan nelayan, ada beberapa jenis hewan laut (sungai) yang me-

miliki instik akan perubahan cuaca seperti ikan blanak, tenggiri, layur, udang, kepiting. Contoh lain, jika memasukkan kepiting dalam karung, dan terus bergerak-gerak, hal ini pertanda akan terjadi perubahan cuaca (akan hujan). Apabila berada di tengah lautan untuk mengetahui air pasang atau surut, sedangkan tidak kelihatan tepi dengan cara melihat bintang, misalnya bintang timbang, bintang blatik. Jika air pasang maka posisi bintang timbang kepala ke atas, jika air surut maka kepalanya ke bawah. Jika posisi bintang blatik miring maka air akan surut, jika posisinya tegak maka akan panas. Demikian juga jika ingin mengetahui, apakah waktu sudah larut malam dengan cara melihat bintang, jika jumlah bintang di langit semakin banyak, maka pertanda malam semakin larut. Wallahu A’lam…..

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 2614 LG NK: MH35D9002AJ680163 NS: 5D9-680257 AN: A’AN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 8323 L NK: MHKP38A1JAK017323 NS: DG60604 AN: SULIYANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

NGL

STNK, KB 4138 LJ NK: MH35D9204BJ360143 NS: 5D9-1359329 AN: JOKI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

NGL

STNK, KB 2986 LK NK: MH328D40DBJ494051 NS: 28D-3494163 AN: RUDIANTO ULANG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 3956 LF NK: MH1JBC114AK646987 NS: JBC1E-1646783 AN: ANCING Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 3335 LF NK: MH1JBC11X9K477828 NS: JBC1E-1476013 AN: MUSLIMIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4027 LG NK: MH1JBC122AK087349 NS: JBC1E-2091045 AN: SAJIRAM Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4020 LE NK: MH31S70059K508951 NS: 1S7-509009 AN: M. AKIAM.S Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4450 LJ NK: MH1JBE11XBK2202203 NS: JBE1E-1218538 AN: A’Y CARA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4489 LK NK: MH35D9204CJ533153 NS: 5D9-1533231 AN: KAMIR Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

NGL

NGL

STNK, KB 3438 LI NK: MH1JBE111BK091607 NS: JBE1E-1091734 AN: NULI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

NGL

NGL

STNK, KB 3690 LI NK: MH1JBE118BK082922 NS: JBE1E-1088137 AN: ROMA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4569 LJ NK: MH1JF5120BK179884 NS: JF51E-2171675 AN: AKONG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2409 LJ NK: MH331B003BJ856523 NS: 31B-856677 AN: IDRUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 1 Februari 2013

8

Pol PP-Polisi Incar Aktivitas PETI Kapolres: Keluarga Pejabat Jangan Jadi Pemodal Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Hukum Kabupaten Sekadau akan terus tertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Sekadau bekerjasama dengan jajaran Polres Sekadau. Selasa (29/1) kemarin, tim operasi berhasil mengamankan satu set mesin dompeng dan satu orang pengawas lapangan, Sh, dari lokasi PETI di Empait, Dusun Kelampuk, Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman. Kapolres Sekadau AKBP Andreas Widi Handoko, kepada sejumlah wartawan, mengatakan selama ini para pekerja PETI sudah dilakukan tindakan secara persuasif baik melalui Polres, Polsek, Sat Pol PP, Pemerintahan Desa dan jajaran Pemerintah Daerah. Hanya saja, pekerja tambang emas ilegal tak mengindahkan upaya pendekatan dan pembinaan tersebut. “Imbauan yang diberikan tidak digubris oleh para pelaku pekerja PETI. Bahkan pembinaan yang dilakukan langsung di lokasi kerja dan dibubarkan, tapi besok lusa kembali bekerja,” tutur Kapolres. Bahkan, dirinya juga mengingatkan agar para pejabat yang merasa memiliki keluarga atau sanak saudara yang saat ini melakukan aktifitas penambangan emas di wilayah hukum Polres Sekadau agar menasehati keluarganya untuk berhenti bekerja. “Jangan malah ikut jadi pemodal atau bermain dibelakang layar, akan saya tindak dan bisa dikenakan

pasal mendukung kegiatan yang salah,” tegasnya. Rabu kemarin, Polres Sekadau bersama Sat Pol PP dan Pemerintah Kecamatan melakukan oprasi PETI di Wilayah Nanga Taman, Nanga Mahap. Belum diketahui arah sasaran PETI di Kecamatan mana yang menjadi target dari operasi yang dilancarkan Polres Sekadau. Dalam operasi Kapolres mengeluarkan perintah kepada jajaranyan agar tim operasi yang dipersenjatai senjata api lengkap amunisi peluru tajam, jika terjadi perlawan oleh para pekerja PETI dilapangan agar diambil langkah penindakan sesuai dengan Standar Oprasional (SOP) protap penggunaan Senpi sampai pada tindakan akhir Tembak di tempat jika dinilai mengancam keselamatan petugas Sementara itu, Sh di hadapan Kapolres dan Waka Polres Sekadau mengakui kegiatan PETI di Dusun Kelampuk sudah berlangsung 14 hari sampai dengan dilakukan operasi kemarin. “Saya hanya pengawas lapangan, Pemilik modal dan mesin adalah AK,” ucapnya. Dikatakannya, jumlah mesin yang bekerja sebanyak 4 set. Untuk operasional BBM solar didapat dari kios di Kecamatan Nanga Taman sebanyak 20 liter untuk setiap mesin. Untuk hasil yang didapat per hari bervariasi dari 3-5 gram emas dari setiap mesin. “Kami juga bekerja di tanah milik pribadi bos (AK),” ucapnya. Sh sendiri merupakan seorang pensiunan PNS yang saat ini memiliki tanggungan kepada istri dan lima orang anak. Tiga di antaranya sedang melanjutkan kuliah di Pontianak. Ia beker-

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

ja untuk AK dengan upah sebesar Rp 100.000 per hari sebagai pengawas lapangan. o

Aparat Kepolisian melakukan pembinaan kepada warga yang melakukan aktivitas PETI di Sekadau beberapa waktu lalu. Hanya sayang, pemilik modal PETI masih tak mengubris perlakuan persuasif itu. FOTO: Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Pengusaha Kayu Nekad Palsukan SKAU Polres Amankan 450 Batang Kayu Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Tertarik berbisnis kayu lokal, H Samsul, seorang warga Pontianak yang berdomisili di Nanga Taman, nekat memalsukan Surat Keterangan Asal Usul Kayu (SKAU). Surat-surat SKAU disiapkannya sebanyak satu bundel blanko atau sebanyak 50 balanko SKAU kosong itu dicetak rapi tinggal diisi dan ditandatangani Kades sesuai dengan asal usul kayu. Kepada wartawan di Mapolres Sekadau, Rabu Siang (30/1) Samsul mengakui blanko kosong itu hasil mencetak sendiri. “Saya cetak sendiri, diperbolehkan dalam Undang-Undang kehutanan,” ucapnya. Bisnis kayu lokal olahan kini memang cukup menjanjikan dan dipercaya dapat meraup uang lebih mudah. Pasalnya kebutuhan kayu lokal di Sekadau maupun di luar daerah meningkat tajam pasca persediaan kayu lokal menipis. Peluang inilah yang membuat diakui Samsul tergiur melakukan perbuatan ilega. “Saya beli kayu dari warga yang menebang pohon durian di ladang, karet mereka, hendak saya jual ke Pontianak ke PT Usaha Lestari,” ucap Samsul mengakui. Jajaran Polres Sekadau melalui Satuan Reserse Kriminal senin (28/1) kemarin berhasil mengamankan 6 truk kayu durian dan 450 batang balok kayu campuran durian di dua tempat yang berbeda Kecamatan Nanga Mahap. Kecurigaan polisi menguat karena bukti dokumen asal usul kayu berupa SKAU tidak lengkap. Kapolres Sekadau AKBP

Andreas Widi Handoko, kepada sejumlah wartawan di Mapolres Sekadau, Rabu (30/1), mengatakan temuan ratusan batang kayu durian ini ditemukan satuan Reskrim Polres Sekadau Senin lalu, di Kecamatan Nanga Mahap tepat berada di bantaran Sungai Mahap. Enam unit truk bermuatan kayu durian juga lansung ditahan oleh jajaran Reskrim Polres Sekadau saat melakukan operasi ke Kecamatan Nanga Mahap. “Kayunya dibawa dengan 6 truk dari arah Desa Cenayan, Nanga Mahap, saat ditanya surat-suratnya supir mengatakan di Nanga Taman,” jelas Widi. Sementara Polsek Kota Sekadau, Selasa malam, juga berhasil mengamankan satu truk kayu durian yang melintas dalam Kota Sekadau saat akan menuju Pontianak. Kepolisian menduga truk bermuatan kayu durian itu asal Kecamatan Naga Taman. “Informasi dari Kapolsek kota, kayu berasal dari Desa Tapang Tinggang, dokumen SKAU nya di keluarkan Desa Nanga Taman,” terangnya. Kapolres menyebutkan berdasarkan keterangan para pemilik dan penebang kayu, nama tercatat sebagai pemodal dan pembeli adalah, Tr, Mc dan Ms. Ketiga pembeli yang diduga juga sebagai cukong kayu Durian di Kecamatan Nanga mahap ini dijanjikan Kapolres akan segera di gelandang ke Mapolres Sekadau untuk dimintai keterangan dan proses lanjutan. “Ada beberapa nama pembeli yang memberi modal untuk para pemilik dan pebenebang kayu dan pemilik kayu mengolah kayu durian masing-masing pemi-

AKBP A Widihandoko. FOTO: Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

lik,” ujar Widi. Dari keterangan para supir diketahui kayu-kayu durian dalam bentuk olahan balok berukuran 10 cm x12 cm yang diangkut dengan truk dengan nomor polisi masing-masing, KB 9388 M, KB 9469 B, KB 9333 B, KB 9389 M, KB 9366 M, KB 9333 BQ ini adalah milik H Samsul Rabu siang kemarin. Bersamaan, H Samsul juga di gelandang ke Mapolres Sekadau untuk dimintai keterangan mengenai asalusul kayu yang ia beli. Bisnis kayu Durian diakui Samsul sudah berlangsung cukup lama. Meski demikian ia mengakui bahwa untuk kayu-kayu durian asal Naga Mahap dan Nanga Taman tak hanya dirinya sendiri yang beroperasi sebagai pembeli, namun masih ada beberapa pembeli lainnya. “Saya jual ke Pontianak, nanti di pontianak SKAU ya dimatikan dan diganti dengan NACO untuk dapat masuk dalam peti kemas dan dikirim ke pulau Jawa,” timpalnya. Jajaran Polres Sekadau masih mendalami kasus tersebut, sejumlah pemilik kayu dan pembeli masih menjalani pemeriksaan di Mapolres kemarin. o

KTT Rakyat Tuntut Solidaritas dan Kedaulatan (Habis) Marianela Jarroud Z. Menurut Pascual, slogan yang dipilih untuk KTT resmi, “Aliansi untuk Pembangunan Berkelanjutan demi Mempromosikan Investasi yang Bersifat Sosial dan Lingkungan”, menjadi peringatan bagi banyak orang dan organisasi sosial karena “ia memprioritaskan isu investasi, sekalipun memenuhi syarat “pertimbangan sosial dan lingkungan”. Ini akan jadi pertemuan dua tahunan EU-LAC ketujuh sejak para pemimpin dari dua kawasan mulai bertemu di Rio de Janeiro pada 1999. Tapi pertemuan tahun ini di Santiago menandai sebuah awal baru, karena untuk kali pertama kawasan Amerika Latin dan Karibia berpartisipasi melalui Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), yang baru-baru ini membentuk lembaga antarpemerintah untuk integrasi politik. Lembaga regional baru itu, dibentuk pada 2010, akan menyelenggarakan KTT pertamanya dengan Uni Eropa di Santiago pada Jan 2627. Tuan rumah berharap, dari 33 negara anggota CELAC, 24 presiden akan menghadiri KTT itu, bersama 17 kepala negara dari total 27 negara Uni Eropa, selain otoritas Uni Eropa. Sebagai ketua sementara CELAC, Chile juga akan menjadi tuan rumah KTT resmi pertama lembaga regional itu pada Januari 27-28, di mana Kuba akan mengambil-alih jabatan ketua. Sejauh ini CELAC baru menghelat dua pertemuan besar: satu di Meksiko pada 2010, di mana lembaga itu dibentuk, dan satu lagi di Venezuela pada 2011, di mana ia mulai beroperasi. Menurut data lembaga ekonomi global dari Kementeriaan Luar Negeri Chile, perdagangan CELAC-Uni Eropa meningkat dengan tingkat tahunan rata-rata 13 persen dari tahun 2002 hingga 2011, sebesar 276 miliar dolar pada 2011, naik 23,9 persen dari 2010. Namun KTT itu akan berlangsung di tengah krisis ekonomi dan keuangan dari blok Eropa, yang sedang berjuang dengan kebijakan penghematan ketat yang diberlakukan Brussels dan negara-negara terkena krisis paling parah. Strategi ini dipandang masyarakat sipil di kedua kawasan sebagai kemunduran serius bagi keadilan sosial dan demokrasi. “Eropa sedang menderita krisis yang mempengaruhi negara-negara maju. Sementara Amerika Latin juga menghadapi kesulitan tertentu, terutama dengan kehadiran perusahaan multinasional,” ujar Pascual, yang juga ketua Asosiasi Organisasi Nonpemerintah Chili, kepada IPS. Yang memperburuknya, kata dia, ada tambahan “tekanan dari beberapa lembaga pendanaan internasional.” Bagi Pascual, KTT Rakyat 2013 memiliki kepentingan lebih besar dalam momen bersejarah itu bahwa masyarakat sipil global hidup. “Jika ada istilah umum untuk mencirikan kedua benua hari ini adalah mobilisasi massa dari masyarakat sipil mereka,” katanya. Bukan karena ia adalah mobilisasi sosial terbesar pertama yang menyerukan model alternatif, kembali ke tahun 1998, tapi “kami pernah membayangkan skenario seperti ini, di mana kedua benua dimobilisasi, bangkit melawan ketidakadilan dan menolak kebijakan (neoliberal).” Pada tahun itu, para aktivis dan organisasi sosial dari seluruh dunia berkumpul di kota Seattle, AS, untuk melawan pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang dihelat di sana. KTT Rakyat akan dimulai Jumat, 25 Januari, dengan berpawai melalui jalan-jalan Santiago, dan puncaknya pentas seni dan budaya di Plaza de Armas, alun-alun umum kota. Dari Jumat sampai Sabtu siang, organisasi masyarakat sipil akan menggelar 85 kegiatan, diikuti rapat pleno untuk membahas empat tema kunci KTT ini: demokrasi, partisipasi dan kedaulatan rakyat melawan kekuasaan korporasi, hak-hak manusia dan buruh melawan privatisasi sektor publik, hidup layak dan hak Ibu Bumi melawan komodifikasi alam dan kehidupan, serta integrasi dan solidaritas rakyat melawan ketidakadilan sosial. KTT Rakyat 2013 juga akan fokus pada investasi, gender, dan masyarakat adat sebagai isu alternatif. Bagi antropolog Juan Carlos Skewes, pertemuan ini, yang diselenggarakan bersamaan dengan pertemuan pemerintahan, memberi kontribusi berharga bagi pertemuan resmi itu karena mereka menawarkan visi alternatif.o Translated by Fahri Salam, Edited by Budi Setiyono Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik


Borneo T Tribune

Batas Desa Masih Sumir

HUT Melawi, Pemkab Gelar Ragam Kegiatan

Masuk Perusahaan, Baru Muncul Konflik Perbatasan

SEJAK dilakukan pemekaran desa pada tahun 2007/ 2008 lalu, masih banyak desa yang belum memiliki batas wilayah yang jelas. Baik batas wilayah antar desa pemekaran maupun batas wilayah antara desa induk dengan desa pemekaran. Akibatnya sering kali munculnya permasalahan yang mengangkut tapal batas antar desa. Utamanya

setelah adanya investor atau perusahaan yang masuk ke desa tersebut. Menurut Kepala Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara, Anam Sukmayadi, bahwa sejak pemekaran desa tahun 2007/2008 yang lalu, tapal batas antar desa memang masih banyak yang belum jelas, karena saat dilakukan pemekaran belum ditentukan dimana letak tapal batasnya. Tokoh masyarakat yang akrab disapa H. Anam ini mencontohkan belum jelas-

nya tapal batas antar desa tersebut juga dialami oleh desa Tekelak yang merupakan desa induk dari dua desa yang ada di kecamatan Pinoh Utara, yakni tapal batas dengan desa Melawi Kiri dan tapal batas dengan desa Kompas Raya. “Belum jelasnya tapal batas antar desa ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Pinoh Utara, namun hampir terjadi diseluruh kecamatan se kabupaten Melawi,” ungkapnya. Diterangkan, persoalan

tapal batas antar desa ini terjadi karena ketika dilakukan pemekaran desa pada tahun 2007/2008 yang lalu terlalu banyak kepentingan politik, bahkan banyak desa yang memang dipaksakan untuk dimekarkan. “Semestinya saat pengajuan pemekaran desa, sudah ditentukan atau ditetapkan dimana letak tapal batas antar desa. Peletakan tapal batas tersebut pun tidak bisa hanya dibuat di atas meja, namun harus disesuaikan dengan kondisi riil di

Bupati Letakkan Batu Pertama

Pembangunan Gereja IFGF GISI Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang BUPATI Sintang, Milton Crosby kembali melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja. Kali ini bupati melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja Internasional Full Gospel Fellowship Gereja Injil Seutuh Internasional (IFGF GISI) Sintang di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Sintang. Gembala IFGF GISI Sintang, dr. Ridwan Toni Pane, pada sambutannya, mengatakan IFGF GISI sudah berdiri di kabupaten Sintang sejak 7 tahun lalu, namun untuk ibadahnya selalu berpindahtempat dikarenakan belum ada gedung gereja. “Puji Tuhan ada anak Tuhan yang sumbangkan tanahnya untuk gereja, sehingga pada hari ini kita dapat menyaksikan peletakan batu

Bupati meletakkan batu pertama pembangunan gereja IFGI GISI di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Sintang. FOTO: Ist pertama oleh pak bupati,” ungkapnya. Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Timotius pada laporannya mengatakan pembangunan gedung gereja ini berukuran 30 x 12 meter persegi memiliki 3 lantai dan dianggarkan dengan dana Rp 4 miliar sampai final. Namun panitia baru memiliki dana

sebesar Rp 300 juta. Akan tetapi hal itu menurutnya tidak menyurutkan niat untuk membangun rumah Tuhan ini. “Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” ucapnya. Sementara itu Pastur, Ir. Paulus perwakilan Jakarta yang juga merangkap konsultan bangunan saat persentase mengatakan bangunan

gereja ini nanti akan dibangun 3 lantai, lantai dasar akan di jadikan aula, lantai kedua dijadikan ruang rapat dan lantai ketiga di jadikan gereja, jadi gedung ini nanti akan diberi nama Graha Mulia. Bupati Sintang, Milton Crosby, pada sambutannya mengatakan pemerintah Kabupaten Sintang memberikan apresiasi tinggi atas pembangunan gedung gereja atau gedung Graha Mulia ini. ”Ini bangunan yang modern, selain untuk beribadah juga bisa dipakai masyarakat umum”. Bupati juga berpesan kepada konsultan bangunan agar pondasi bawahnya harus di perhatikan mengingat tanah yang akan dibangun agak rawa dan bangunan akan berlantai tiga. “Ini semua harus di perhatikan, karena bangunan ini nantinya harus mencapai 30 tahun masa pakainya,” ingatnya. †

Perhatikan Kesehatan Masyarakat dan Karyawan

PT. SHP Bantu Peralatan Puskesmas Serawai

Jajaran manajemen PT.SHP saat melakukan pengecekan fasilitas kesehatan di puskesmas Serawai Foto: Ist Borneo Tribune, Sintang BERTEMPAT di Puskesmas Serawai, 30 Januari, Mr. Soh See Hong selaku General Manager PT Sumber Hasil Prima, didampingi Yohanes, Corporate Social Responsibility (CSR) Manager PT Sumber Hasil Prima dan Mikael Onny, CSR Regional Manager PT Agro Harapan Lestari Jakarta melakukan penyerahan secara simbolis dukungan perusahaan kepada puskesmas. “Program ini dikerjasama-

kan dengan puskesmas dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan karyawan perusahaan sesuai motto perusahaan Tumbuh Berkembang Bersama Masyarakat”, kata Mr. Soh See Hong ketika menyerahkan bantuan peralatan puskesmas secara simbolis kepada Dr. C. Hendra, mewakili Bapak Heri, Kepala Puskesmas Serawai pada Kamis (31/2). Ditambahkan Yohanes sejumlah peralatan dan peker-

jaan yang dilakukan perusahaan sebagai dasar program ini, diantaranya pengecatan gedung puskesmas, pembuatan instalasi air bersih, tempat tidur pasien, tabung oksigen dan regulatornya, dan sterilisator. “Kedepan, kami akan terus memfasilitasi puskesmas ini dengan beberapa jenis pekerjaan lagi, diantaranya penimbunan halaman, tempat parkir, tong sampah, system drainase, gudang sampah, instalasi listrik, pembuatan bangku ruang tunggu pasien, pengecatan, pekerjaan dek, rekruitmen tenaga cleaning service (karyawan perusahaan yang dipekerjakan di puskesmas) dan lain-lain sesuai kebutuhan” ujar Yohanes. Menurut Yohanes program ini merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen perusahaan untuk tumbuh kembang bersama masyarakat didaerah ini. “Puskesmas Serawai merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan masyarakat didaerah ini, yang menjadi tempat rujukan ke RSUD Sintang, pasien harus dengan jalur sungai (speed boat) dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Ini beresiko terhadap pasien. Karena itulah, kami di peru-

sahaan, dalam kerangka menjamin keselamatan karyawan dan masyarakat setempat mencoba melakukan sesuatu. Tidak hanya Serawai, kedepan kami juga akan bekerjasama dengan Puskesmas Ambalau,” ujar pria yang akrab dipanggil Lancui ini. Sementara Frans EBY, Humas Assist Manager mengatakan program ini bagian dari upaya perusahaan bermitra dengan masyarakat setempat. “Kami disini menjalankan program kemitraan inti plasma dengan konsep 70:30, karena itu harapannya program seperti ini berjalan dengan baik sesuai dengan perkembangan perusahaan” ujarnya. Di tempat yang sama, Dr. C. Hendra, mewakili Kepala Puskesmas Serawai menyambut baik program ini. “Kami senang dan bangga, perusahaan dapat membantu beberapa fasilitas yang sangat kami butuhkan. kerjasama seperti inilah yang kami harapkan, tentu juga dengan beberapa perusahaan lain yang beroperasi di daerah ini karena kesehatan masyarakat merupakan tanggungjawab semua pihak” ujarnya. (rilis) †

lapangan,” terangnya. Sementara yang terjadi, karena terlalu banyak bermuatan unsur kepentingan politik saat akan melakukan pemekaran desa tersebut, sehingga hal-hal yang sangat penting seperti penetapan tapal batas antar desa menjadi terabaikan, yang penting dimekarkan dulu. “Dalam persoalan ini, anggota dewan periode lalu, terutama yang terlibat di dalam tim pemekaran desa tentunya tidak bisa lepas tangan, karena ini tanggung jawab mereka yang terlibat dalam pemekaran desa,” jelasnya. Dikatakan, dalam penyelesaian tapal batas antar desa yang hingga kini masih banyak yang belum ada kejelasan tersebut memang harus melibatkan beberapa orang anggota Dewan periode lalu terutama sekali bagi mereka yang terlibat langsung dalam proses pemekaran desa tersebut. “Persoalan ini memang harus segera dituntaskan, karena ini salah satu upaya untuk mengurangi konflik sosial antar desa terkait masalah tapal batas tersebut,” ucapnya. Sementara yang di khawatirkan oleh Anam, apabila tapal batas antar desa ini tidak segera dibenahi, kedepan akan banyak konflik sosial di tengah masyarakat, terlebih lagi dengan telah banyaknya investor perkebunan kelapa sawit yang masuk ke Melawi. “Persoalan tapal batas yang sering kali muncul ke permukaan, rata-rata di desa-desa yang wilayahnya telah dimasuki perusahaan perkebunan. Kalau tidak ada masuk perusahaan mungkin, tidak ada yang mempermasalahkan tapal batas wilayah tersebut,” pungkasnya. †

Usai pelaksanaan senam dilanjutkan kegiatan bagi-bagi sejumlah doorprize melalui kupon berhadiah Imansyah Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh DALAM Rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemprov Kalbar ke-56 dan HUT Pemkab Melawi ke-9, berbagai kegiatan akan digelar. Asisten I Setda Melawi, Imansyah mengatakan, sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan HUT Pemprov Kalbar dan Pemkab antara lain dilaksanakan senam bersama di halaman Kantor Bupati Melawi pada tanggal 1 Februari 2013. “Usai pelaksanaan senam dilanjutkan kegiatan bagibagi sejumlah doorprize melalui kupon berhadiah,” ujarnya. Selain itu, ada juga pertandingan olah raga tenis meja memperebutkan piala dan uang pembinaan kepada juara I hingga juara IV. Kategori yang dipertandingkan adalah beregu putra antar instansi, tunggal putri antar instansi dan organisasi wanita, beregu putra tingkat pelajar (SMP, SMU/ SMK) dan pertandingan dimulai tanggal 1 Februari 2013 sore yang mengambil lokasi di halaman Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Melawi. Pertandingan ini direncanakan di-

buka oleh Bupati Melawi, Firman Muntaco. “Puncak acara peringatan HUT ini digelar pada tanggal 4 Februari 2013 melalui upacara di halaman kantor Bupati Melawi dilanjutkan dengan acara ramah tamah,” ujar Imansyah. Ia pun meminta agar semua instansi pemerintah dan swasta termasuk sekolah untuk memasang umbul-umbul atau spanduk. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama, bergandengan tangan membangun Kalbar dan melalui HUT Pemkab Melawi ke-9 agar bisa lebih baik lagi, maju, dan lebih bisa lagi bersaing baik di tingkat provinsi maupun nasional. Rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Melawi hendaknya terpatri dalam dada, tercermin dalam sikap dan mewujud dalam laku setiap diri pribadi masyarakat Melawi. “Dengan usia Melawi yang telah mencapai sembilan tahun, rasa cinta dan bangga terhadap daerah ini harus diaplikasikan dalam kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas sesuai dengan potensi dan profesi masing masing, sehingga menjelma dalam implementasi dan karya nyata,” pungkasnya. †

Masyarakat Tionghoa Sintang Siap Sambut Imlek Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang DALAM rangka menyambut Imleks, 10 Februari mendatang, warga Tionghoa Sintang telah mempersiapkan berbagai kegiatan. Kamis (31/1) panitia terlihat sibuk membersihkan dan memasang aneka jenis dekorasi di kelenteng yang akan digunakan untuk menggelar berbagai ritual Imlek. Ada yang terlihat tengah memandikan patung, di sisi lain panitia yang dibentuk juga tengah sibuk mempersiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan perayaan Imlek. “Konsep perayaan tahun ini tidak jauh berbeda dengan konsep-konsep perayaan Imlek pada tahun lalu”, ungkap Li Meo Fo, Ketua Kelenteng Hati Mulia Pekong Sungai Durian Sintang pada (31/1). Li Meo Fo juga menuturkan harapannya, agar pe-

rayaan Imlek yang dijadikan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hikmat dan anugerah Yang Maha Kuasa kepada manusia. Bersyukur atas segala

Harapan kita usaha bisa menjadi lebih baik dan lancar, hidup aman dan tenteram terjalin di masyarakat Sintang ini

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

9

Jumat, 1 Februari 2013

Sintang-Melawi

pekerjaan dan kelancaran dalam berusaha selama setahun lalu dan mohon kelimpahan dan berkatNya pada setiap usaha dan kegiatan serta pekerjaan 2013. “Harapan kita usaha bisa menjadi lebih baik

dan lancar, hidup aman dan tenteram terjalin di masyarakat Sintang ini”, terangnya. Lebih lanjut dijelaskanya bahwa pada hari Senin (4/2) mendatang, pihaknya akan mengadakan kegiatan pemandian patung. Kemudian di hari Sabtu (9/2) akan ada acara khusus malam hari raya Imleks yang juga diadakan di tiap kelenteng di Sintang. “Di Sintang ada empat kelenteng tersebar di beberapa tempat, yaitu, Kelenteng Hati Mulia, Kelenteng Sambu Kuanti, Kelenteng Sambu Ciong Kiun, dan Kelenteng Sambu Kuan Im. Di harapkan kepada semua umat Konhucu di Sintang ini telah siap merayakan hari yang sangat bermakna bagi kita semua, agar menjadi meriah dan bermakna bagi kehidupan kita serta Kabupaten Sintang semakin maju pembangunannya dan aman kehidupan masyarakatnya”, harapnya. †

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya.

Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888

Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Jumat, 1 Februari 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Razali: Dusun Batu Bekulit Masih Terisolir

Timotius Borneo Tribune, Putussibau MASIH ada daerah di wilayah Kecamatan Bunut Hulu hingga saat ini belum tersentuh pembangunan infrastrktur khususnya jalan. Malahan untuk menuju sejumlah desa dan dusun

saja harus menempuh perjalanan kaki dan mengandalkan jalur sungai. Salah satunya yaitu akses dari Desa Nanga Dua menuju Desa Batu Tiga. Bahkan dari Dusun Landau Kaloi

FOTO Timotius/Borneo Tribune

Razali

menuju Dusun Batu Bekulit tidak ada alternatif lain selain berjalan kaki. “Dusun Batu Bekulit yang terletak di Desa Batu Tiga ini masih sangat terisolir, satu-satunya jalan menuju Dusun Batu Bekulit tersebut harus melintasi jalan setapak dan berjalan kaki, dan saya rasa ini harus menjadi perhatian serius oleh Pemerintah,” ungkap Razali Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (31/1). Dijelaskanmya, dari Desa Nanga Dua menuju Dusun Landau Kaloi Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu tersebut masih bisa ditembus menggunakan jalur sungai. Itupun jika kondisi sungai tidak kering, namun dari Dusun Landau Kaloi menuju Dusun Batu Bekulit sama sekali tidak ada pilihan,

hanya menggunakan jalan setapak. Oleh karena itu, Razali mengharapkan adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk membangun jalan dari Desa Nanga Dua menuju Desa Batu Tiga tembus hingga ke Dusun Batu Bekulit, sehingga daerah di Kecamatan Bunut Hulu tersebut tidak lagi terisolir. “Minimal kendaraan roda dua bisa masuk, dari tahun ketahun masyarakat setempat menanti uluran tangan Pemerintah Daerah. Sayangnya pada anggaran tahun 2013 ini tidak masuk dalam anggaran karena dana terbatas, namun mewakili masyarakat saya sangat berharap dapat teranggarkan pada APBD tahun 2014, dan diprioritaskan. Kasihan masyarakat di sana,” cetusnya. †

Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Rajuliansya memperlihatkan kolam yang berisi ikan semah. Dengan harapan bisa dilakukan juga oleh masyarakat Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Budaya Ikan Semah Miliki Prospek Cerah Timotius Borneo Tribune, Putussibau TIDAK ada hal yang tidak mungkin jika ada kemauan, begitu juga halnya dengan membudidayakan ikan air tawar khususnya ikan

Sekda: Penyusunan SOP Harus Dipatuhi

Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk mewujudkan tujuan reformasi birokrasi perlu komitmen serta kerja keras dari berbagai pihak

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu saat membuka sosialisasi Peraturan Bupati Kapuas Hulu tentang penyusunan SOP di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/ Borneo Tribune

Timotius Borneo Tribune, Putussibau SEKRETARIS Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Ir. H. Muhammad Sukri secara resmi membuka sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kantor Bupati Kapuas Hulu, Kamis (31/1). H Muhammad Sukri me-

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

ngatakan bahwa reformasi birokrasi telah menetapkan delapan area perubahan yang terdiri dari organisasi, tata laksana, peraturan perundang-undangan, SDM, aparatur, pengawasan, akuntabilitas, pelayananan publik, pola pikir dan budaya kerja. “Ke delapan area perubahan tersebut faktor keberhasilan ketatalaksanaan mencerminkan dengan penerapan standar dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur. Pemerintah Daerah merupakan prioritas utama di mana implementasi SOP merupakan hal yang mendesak dalam menata administrasi Pemerintah,” kata Sukri. Menurut Sukri, bahwa manajemen pemerintahan tang berstandarisasi dapat diwujudkan melalui penciptaan sistem dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efesien, dan terukur. SOP merupakan serangkaian instruksi tertulis

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

yang dibakukan yang memuat gambaran tetang apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukan, serta hasil apa yang akan diperoleh dengan memperhatikan karakteristik penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Ditambahkannya, apabila SOP diterapkan dengan tepat akan berdampak baik dalam tata kelola Pemerintahan Daerah seperti membentuk sistem kerja dan aliran kerja yang teratur, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan, menggambarkan bagaimana tujuan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku, menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan kegiatan berlangsung sebagai sarana tata urutan dari pelaksanaan dan pengadministrasian pekerjaan harian dan sebagai metode yang ditetapkan menjamin konsistensi dan proses kerja yang sistematik dan menetapkan hubungan timbal balik antar satuan kerja. ”Memang tidak semudah membalikan telapak tangan, untuk mewujudkan tujuan reformasi birokrasi perlu komitmen serta kerja keras dari berbagai pihak,” tandasnya. †

semah. Selama ini masyarakat Kapuas Hulu selalu dihantui bahwa ikan semah tidak bisa dibudidayakan di kolam, tetapi ternyata ikan ini juga sama dengan ikan lainnya, cocok dipelihara di kolam. “Karakteristik masyarakat kita selama ini selalu ikutikutan, yang lain pelihara ikan siluk ikut, semuanya ikan siluk. Padahal ikan ini, juga memiliki nilai jual tinggi. Masyarakat juga selalu terpengaruh bahwa ikan semah tidak mungkin bisa hidup di kolam. Buktinya, sekitar 1.500 ekor ikan semah saya, sampai saat ini masih hidup di kolam ukuran 4x8 meter,” kata Rajuliansyah, Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (31/1), saat berbincang dengan Borneo Tribune. Menurutnya, masyarakat Kapuas Hulu harus bisa baca peluang dalam meningkatkan perekonomian, karena tidak terlalu memakan biaya yang mahal, dan tidak harus membuat kolam dalam ukuran yang besar. “Ini saran saya bagi masyarakat bacalah peluang, karena tidak mungkin masyarakat kecil harus budidaya ikan siluk yang harga pemeliharaanya juga cukup mahal, buat kolam saja sudah berapa. Tetapi jika ikan semah ini cukup kolam ukuran kecil, dan saya yakin masyarakat juga bisa melakukannya, asalkan ada kemauan” tutur Rajuliansyah. Dikatakannya, ikan semah merupakan ikan yang memiliki nilai jual cukup tinggi, sebab satu kilonya seharga Rp 750.000. Menurutnya masyarakat jangan berpikir muluk-muluk memaksakan diri dalam membudidayakan jenis ikan yang memakan dana cukup besar. “Selama ini masyarakat membudidayakan ikan bawal, ikan banden, padahal ikan semah yang merupakan ikan air tawar yang ada di Kapuas Hulu jauh lebih mahal dari pada ikan-ikan air tawar yang merupakan program pemerintah saat ini,” terangnya. Rajuliansyah kali ini meminta agar Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Perikanan dapat memperhatikan peluang yang

Selama ini masyarakat membudidayakan ikan bawal, ikan banden, padahal ikan semah yang merupakan ikan air tawar yang ada di Kapuas Hulu jauh lebih mahal dari pada ikan-ikan air tawar yang merupakan program pemerintah saat ini

Dusun Batu Bekulit yang terletak di Desa Batu Tiga ini masih sangat terisolir, satu-satunya jalan menuju Dusun Batu Bekulit tersebut harus melintasi jalan setapak dan berjalan kaki, dan saya rasa ini harus menjadi perhatian serius oleh Pemerintah

dapat dikerjakan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya dalam membudidayakan ikan air tawar yang memiliki nilai jual tinggi itu. “Masyarakat juga harus memperisiapkan diri dalam menghadapi pasar bebas ini dengan dibukanya Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau harus ada produk yang disiapkan, salah satunya ya, membudidayakan ikan semah. Memelihara ikan semah tidak serumit yang selama ini orang bayangkan, umpannya saja pakai pelet, jika pun saat budidaya ada yang mati masih bisa dimakan, tetapi kalau siluk jika sudah mati tidak akan bisa dijual,” tuturnya. Atas terobosan yang dilakukannya itulah, Rajuliansyah memberanikan diri mengajak masyarakat Kapuas Hulu untuk mengubah pola pikir dan membaca peluang usaha yang bisa dijangkau masyarakat hingga lapisan kebawah. “Saya mengajak masyarakat membudidayakan ikan semah karena saya sendiri sudah membuktikanya, dan saya minta masyarakat jangan suka ikut-ikutan terpengaruh dengan yang lainnya, akan tetapi bacalah peluang usaha sesuai kemampuan dengan hasil yang memuaskan, ikan semah cocok hidup di kolam, silahkan masyarakat mencobanya,” ajak pria, dari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kapuas Hulu ini. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Jumat, 1 Februari 2013

Walhi Desak Presiden Cabut Izin Pemanfaatan Lahan Pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Walhi Kalbar tersebut adalah atas tindakan kekerasan dan penangkapan aktivis Walhi, SHI dan petani dalam aksi bersama di Mapolda Sumatera Utara Selatan. “Tindakan aparat kepolisian yang melakukan pemukulan dan penangkapan terhadap petani dan aktivis dalam aksi solidaritas petani merupakan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prinsip penanganan aksi massa,” jelas Anton, kemarin.ÿ Lanjut dia, atas tindakan represif aparat kepolisian Sumatera Selatan khususnya dan seluruh aparat kepolisian di seluruh Indone-

sia dalam menangani konflik agraria, maka Walhi Kalimantan Barat pun menyatakan sikap. “Mendukung penuh perjuangan petani Ogan Ilir dan seluruh petani di Indonesia dalam melindungi dan mempertahankan lingkungan hidup, hak atas tanah, serta sumber-sumber kehidupannya. Hak rakyat atas tanah dan sumberdaya alam dilindungi UUD 1945, khususnya Pasal 33,” ucap dia. Katanya lagi, Presiden RI harus segera melakukan evaluasi dan mencabut izinizin pemanfaatan lahan yang berkonflik dan berpotensi konflik serta merugikan masyarakat petani

di Indonesia. Ia juga mendesak Kapolri untuk membebaskan seluruh petani dan aktivis yang ditahan di Mapolda Sumatera Selatan tanpa syarat, serta meminta pertanggungjawaban Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolres Ogan Ilir atas tindakan kriminal mereka dalam penanganan konflik agraria di Sumatera Selatan. Anton juga meminta, KOMNAS HAM, Kompolnas dan LPSK untuk segera melakukan investigasi cepat dan segera mengeluarkan rekomendasi atas hasil investigasi kasus ini. “Kami juga turut mende-

sak Kapolda Kalimantan Barat untuk meningkatkan kapasitas seluruh anggotanya dalam memahami dan menangani konflik agraria di Kalimantan Barat,” pinta dia. Kejadian yang memicu aksi simpati dari berbagai elemen aktivis di Indonesia bermula dari ditangkapnya 26 petani dari Serikat Petani Sriwijaya dan sejumlah aktivis ketika melakukan aksi di Mapolda Sumatera Selatan, Selasa (29/1). Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumatera Selatan, Anwar, juga turut ditangkap dan mengalami penganiayaan dari aparat kepolisian yang membuat kepalanya terluka.

maka hal ini tidak menutup kemungkinan akan berimplikasi terhadap persoalan nasionalisme masyarakat yang berdomisili di kawasan perbatasan tersebut. “Kita khawatir persoalan keterbatasan energi listrik yang terjadi di kawasan perbatasan akan mempengaruhi jiwa nasionalisme masyarakat setempat. Karena Malaysia yang menyuplai pasokan listrik ke daerah perbatasan melalui PLN. Semestinya PLN yang harus mengakomodir kebutuhan energi listrik masyarakat setempat, bukan malah memasok listrik dari Malaysia lantas menjualnya kepada masyarakat di kawasan perbatasan,” lugasnya. Oleh karena itu, setelah

nantinya melakukan pemanggilan terhadap PLN Wilayah Kalbar terkait persoalan keterbatasan listrik di kawasan perbatasan Kalbar, pihaknya ingin bersama-sama PLN Kalbar menghadap Pemerintah Pusat guna mencarikan solusi cerdas terkait persoalan krisis energi listrik di kawasan perbatasan Kalbar. “Kita mengharapkan Pemerintah Pusat agar lebih perhatian lagi terhadap beragam persoalan di kawasan perbatasan Kalbar, termasuk persoalan keterbatasan energi listrik. Bukankah daerah perbatasan merupakan beranda depan NKRI?!,” ucap Prabasa Anantatur. (Andry/Borneo Tribune)

Masalah Listrik Perbatasan sama dengan Sarawak Energy Berhard (SEB) di Kalimantan Barat. Kerjasama itu untuk interkoneksi dan pembelian energi listrik di kawasan perbatasan,” tegas Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Prabasa Anantatur, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, baru-baru ini. Menurut Prabasa, pihaknya ingin tahu sejauh mana isi perjanjian kerjasama tersebut. Jangan sampai setelah disepakati, ternyata hal itu malah merugikan Kalbar. Apalagi sudah diketahui bersama untuk perbatasan Badau (Kabupaten Kapuas Hulu) dan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, sudah dilakukan penandatanganan “Heads of Agreement” antara PLN dan SEB

dalam proyek interkoneksi jaringan Sarawak-Kalbar. Legislator Partai Golkar ini berpendapat, kerjasama listrik lintas batas itu merupakan langkah besar yang harus diketahui oleh semua pihak. Bahkan tidak menutup kemungkinan di masa mendatang Kalbar yang akan memasok listrik ke Sarawak. “Kita tahu. Bagian Kalimantan banyak batu bara. Potensi-potensi untuk pembangkit hidro atau energi lain yang menghasilkan listrik,” terangnya. Mantan Bupati Sambas ini khawatir, apabila persoalan keterbatasan energi listrik di kawasan perbatasan tidak segera dicarikan solusi konkret oleh Pemerintah,

Gubernur Bebaskan Lahan Lamtoro untuk Warga Dalam rapat yang dilaksanakan itu, hadir juga Camat Poontianak Barat, Lurah Sungai Beluing. Kepala Biro Hukum Provinsi Kalbar,Kartius Eselon III dan hadir juga dari Perwakilan BPN Kota Pontianak,serta Kepala Bidang Pemegang Aset Provinsi Kalbar. Dari pantauan di lapangan, selain intansi terkait yang hadi dalam rapat itu turut hadir juga Ketua RT 01/RW 05 dan tokoh-tokoh masyarakat setempat yang masuk dalam permasalahan lahan itu. Ketua Tim Permohonan Peyerahan Sertifikat Tanah (P2ST), Andi Hamza SE menyatakan dengan tegas bahwa masyarakat daerah Lamtoro Kecamatan Pontianak Barat diminta tidak cemas dan was-was dalam memikirkan lahan yang mereka duduki saat ini. Karena hasil dari keputusan rapat yang dilaksanakan

pada, Selasa (29/1). Lahan di daerah Lamtoro itu akan segera dibebaskan secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat. “Jadi saya rasa masyarakat tidak perlu cemas. Dan ragu-ragu lagi akan kehilangan lahannya.˜ Dimana Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam waktu dekat ini akan segera melepaskan lahan yang tadinya merupakan aset Pemprov Kalbar kini dapat menjadi milik masyarakat setempat,” kata Andi Hamza, Kamis (31/1), kemarin. Ia pun menambahkan, bahwa sebelum Pemrov Kalbar menyatakan bahwa lahan Lamtoro itu akan dibebaskan untuk masyarakat setempat, pihaknya membentuk sebuah tim yakni, P2ST. Setelah terbentuknya tim ini pihaknya melakukan pertimbangan-pertimbangan terhadap Pemprov Kalbar. Dan hasil-

nya Gubernur Kalimantan Barat, beramanah kepada Ketua Tim, bahwa lahan itu akan segera dibebaskan untuk masyarakat setempat. “Kita sebelumnya telah melakukan pertimbanganpertimbangan dan hasilnya Gubernur Kalbar menanggapi permasalahan ini dan mengambil kebijakan bahwa lahan itu akan segera dibebaskan untuk masyarakat. Meskipun lahan itu masih merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,”ungkapnya.˜ Disebutkannya juga, sebelum adanya rencana dibebaskannya lahan itu. Pihaknya juga telah melakukan pertemuan di Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Dan hasilnya Komisi A itu memberikan dukungan penuh kepada kita. Dan apa yang kita sampaikan terkait lahan itu Komisi A siap memperjuangkan nasib rakyatnya. “ Kita melakukan

pertemuan terhadap Komisi A itu pada tanggal 10 Juni 2012. Dan dalam hal ini Komisi mendukung penuh dan siap memperjuangkan nasib rakyatnya,”tutur Andi Hamza.˜ Lanjut, Andi Hamza mengatakan, dalam pembebasan lahan itu juga dibenarkan oleh tim BPK yang secara langsung turun kelapangan untuk meninjau situasi dilapangan. Dan hasilnya memang sudah seharusnya lahan itu diserahkan kepada masyarakat. Karena dari temuan tim BPK sudah tidak ada lagi lahan kosong untuk ditempati masyarakat setempat. “Di daerah itu, sudah dilengklapi fasilitas-fasilitas seperti,˜ sarana pendidikan, sosial, tempat ibadah. Berkaca dari temuan itulah BPK menyatakan memang sudah seharusnya lahan itu dibebaskan untuk masyarakat ,”katanya.

nya mengetahui pergantian itu hanya melalui Batavia Air bukan dengan kuasa hukum. Hadib juga cukup menyesalkan keputusan pengadilan yang menetapkan pailit. Seharusnya, lanjuHadib, keputusan itu diberikan jangka waktunya. Sehingga jangan langsung memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional maskapai tersebut. “Jadi masyarakat khususnya pembeli tiket mengetahui. Sehingga mereka tidak membeli lagi tiket Batavia Air. Tetapi keadaan seperti ini, membuat kita sebagai konsumen menjadi rugi,”ucap dia. Hal senada pun disampaikan pembeli tiket maskapai Batavia Air lainnya, Anton. Menurut warga Pontianak Kota, ia diminta untuk mencantumkan nomor rekening dan foto copi KTP untuk mengurus administrasi pembayaran dari manajemen Batavia Air. “Kami sebagai konsumen hanya menuntut hak agar tiket tujuan saya ke Jakarta seharga Rp 780 ribu itu dapat dikembalikan,”ucap dia. Hal serupa disampaikan Simangunsong. Ia yang datang awal di Kantor Cabang Batavia Air Pontianak, akhirnya kecewa dengan hasil keterangan dari karyawan. Karena pihak manajemen maskapai Batavia Air itu tidak bisa menjanjikan

uang akan dikembalikan. “Untuk pembayaran juga, kami tidak tahu. Padahal saya sudah membeli tiket dua minggu lalu dan rencananya esok berangkat ke Ambon transit Jakarta,” paparnya. Berdasarkan reportase di lapangan, kantor maskapai Batavia Air di Jalan Merdeka, Pontianak itu mendapat penjagaan dari pihak kepolisian. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi dari tindakan yang tidak diinginkan. Mereka berjaga mulai pagi hingga sore hari. Di tempat terpisah, pimpinan Batavia Air perwakilan Pontianak, Tia mengaku sejauh ini pihaknya tidak berhak memberikan keputusan dalam pengembalian tiket kepada calon penupang. Sebab, lanjutnya, yang memiliki wewenang itu adalah dari PT Batavia pusat. ”Kita hanya melayani pendataan bagi para pemegang tiket dengan menunjukan bukti tiket, KTP dan nomor rekening. Setelah itu, kita kirimkan ke pusat. Apalagi hal ini sudah diserahkan ke kurator atau penilai aset. Sehingga pihaknya tidak memiliki kewenangan terhadap masalah ini,” papar dia. Namun, kata Tia lagi, pihaknya tetap akan menjembatani para calon penumpang untuk meminta haknya atas pengembalian uang tiket.

Calon Penumpang Batavia Galau meminta kejelasan. Bahkan di kawasan tersebut dijaga sejumlah polisi. Pegawai yang ada memilih mekap di dalam dengan menutup pintu. Baru sekitar pukul setengah tiga sore kantor dibuka dengan pelayanan pengaduan calon penumpang yang telah membeli tiket. Pengaduan tersebut, tak langsung dilakukan ganti rugi, namun hanya sebatas pendataan ulang bagi calon penumpang. Pihak Batavia memberikan syarat kepada calon penumpang yang akan klaim melengkapi kode booking tiket, foto kopi KTP, dan nomor rekening. Calon penumpang lain, Tri Projo yang bekerja di Pengadilan Negeri Pontianak dari sedikit sinar cerah dengan didata ulang oleh Batavia setiap calon penumpang, hanya berharap ada pengembalian uang yang telah ia keluarkan. “Satu saja harapan saya, uang dikembalikan. Mungkin ini sama dengan kawan-kawan yang lain,” ungkapnya. Begitu juga Melani, yang telah memesan tiket untuk keberangkatan hari ini tujuan Yogyakarta berjumlah lima tiket, penuh harap pihak Batavia punya itikad baik mengembalikan uang calon penumpang. Melani menceritakan, dirinya mengetahui kabar ditutupnya maskapai penerbangan Batavia Air

dari berita di televisi dan dari keterangan pihak Batavia di bandara Supadio. Uang yang dikeluarkan Melani dari booking tiket Batavia sebanyak 5 buah tersebut berjumlah lebih dari Rp 3 juta. “Kalau pengembalian saya belum pernah, tapi kalau voucer penerbangan akibat delay sudah pernah. Tapi sangat kami harapkan saat ini pengembalian,” ujar Melani. Muhammad Hadib mengutarakan dirinya sudah terlanjur membeli tiket keberangkatannya menuju ke Jakarta untuk menghadiri wisuda anaknya. Namun setelah mendengar keputusan pailit, ia membatalkan lalu memutuskan mendatangi kantor Batavia Air. “Kita sudah terlanjur membeli tiket. Mau berangkat sudah tidak bisa. Seharusnya secara administrasi bisa mengurus pergantian keuangan di Kantor Cabang Batavia Air Pontianak. Tapi kami diminta untuk melakukannya, melalui kuasa hukum di Jakarta,” jelas dia saat ditemui di parkiran kantor Batavia Air cabang Pontianak, Kamis (31/1) kemarin. Hadib menambahkan jawaban dari manajemen kantor Batavia Air cabang Pontianak membuat para penumpang berang. Sebab, lanjut Hadib, masyarakat khususnya pembeli tiket maskapai Batavia Air ha-

11

Nenek Erlina Tewas Terlindas ‘Phanter’ Dari pantauan di lapangan, puluhan kendaraan dan warga setempat berhamburanÿ keluar untuk menyaksikan kondisi korban yang mengalami kecelakaan tragis itu. dan dengan cepat juga warga setempat beserta aparat kepolisian lalu lintas melakukan proses evakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Boy Samola membenarkan kecelakaan tragis yang menyebabkan seorang nenek tewas di lokasi kejadian. Namun sampai saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan saksi-saksi mata atas peristiwa kecelakaan itu. “Ya memang tadi sekitar pukul 10.30 WIB memang benar ada kecela-

kaan yang menyebabkan nenek tewas dilokasi kejadian. Namun untuk lebih jelas kronologisnya pihaknya masih mengumpulkan saksisaksi mata dalam peristiwa kecelakaan itu,”kata Boy.˜ Boy menambahkan, untuk saat ini supir yang mengendarai mobil panther KB 1557 BL itu sudah diamankan di Mapolresta Pontianak guna dimintai keteranganya. “Supir sudah kita amankan di Polresta. Dan saat ini juga supir itu sedang menjalani pemeriksaan petugas kita. Kita akan lihat apakah ini kelalaian dari supir atau ada penyebab lain kecelakaan ini. Yang jelas kita tetap akan melakukan proses sesuai hukumnya,” tegas Boy.

Di tempat terpisah, Iskandar Usman yang merupakan suami dari korban meminta kepada pihak kepolisian agar pelaku yang menabrak istrinya itu diproses sesuai hukum yang berlaku. “Saya minta polisi proses hukum orang yang menabrak istri saya,” tutur Iskandar seraya menangisi jenazah istrinya di Rumah Sakit Soedarso Pontianak. Ia pun mengatakan, dalam mengendarai sepeda motor istrinya itu tidak pernah memacu kendaraanya hingga 60 km keatas. “Paling laju istri saya mengendarai sepeda motor itu 40 km. Lebih dari itu tidak pernah. Tapi kenapa kejadian ini menimpa istrinya,” katanya dengan nada sedih.

Pemprov Diminta Dorong Wirausahawan Muda dan dunia usaha di Kalbar juga mendorong tumbuhnya minat menjadi wirausahawan di kalangan generasi muda. Seprti diungkapkan Ketua Dekopinwil Kalbar, Drs. Awang Sofian Rozali, M.Si, Kamis, (31/1), kemarin. Ia berharap pemerintah provinsi turut mendukung pemerintah pusat dan mendorong upaya melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru yang bisa menggerakkan roda perekonomian daerah secara lebih dinamis. “Seperti diakui banyak pihak, suatu negara akan mengalami pertumbuhan dan kemajuan ekonomi yang positif jika memiliki kelompok pengusaha minimal dua persen dari populasi penduduknya. Ini yang mestinya menjadi concern kita bersama untuk memperbaiki posisi dan pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Ketua Dekopinwil Kalbar ini. Berangkat dari asumsi di atas, Awang berharap pemerintah provinsi bersama stake holder terkait turut mendorong lahirnya enclave

baru pengusaha muda Kalbar yang tangguh dan berdikari. Melalui stimulus dan program-program pengembangan kapasitas dan kapabilitas pengusaha muda, Awang optimis ekonomi Kalbar dapat bertumbuh secara signifikan manakala program dapat dirancang, dikelola dan didampingi dengan pembinaan dan pengawalan yang simultan. “Saya pikir dengan mencetak pengusaha-wirausahawan baru, nantinya level IPM Kalbar juga akan ikut terdongkrak. Sebab salah satu indikator IPM itu kan selain faktor, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur juga dipengaruhi tingkat pendapatan dan kesejahteraan warga,” ujar pria yang juga seorang legislator ini. Awang berharap, dorongan dan dukungan Pemprov Kalbar terhadap upaya mencetak wirausahawan baru nantinya tak sekedar pendekatan formal yang bersifat proyek. Namun lebih dari itu, Pemprov diharapkan bisa memberikan ban-

tuan permodalan dan membuka pasar untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan para pengusaha baru tersebut. Di level nasional para pengambil kebijakan menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi memerlukan dukungan investasi. Pada kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif akan sulit menarik investasi. Untuk itu, keterbatasan investasi perlu diarahkan pada upaya mengembangkan wirausaha baru, yang notabene adalah UKM, karena memiliki ICOR yang rendah dengan lag waktu yang singkat. Jika pemerintah mampu mengalokasikan dana yang memadai dan tepat sasaran untuk UMKM melalui Lembaga Keuangan yang ada, maka akan dapat mendorong lahirnya usaha mikro dan kecil sebanyak 6,67 juta orang dan mampu menghasilkan tambahan PDB sebesar 28,67 Triliun (ADH 1993) yang setara dengan 6,45% pertumbuhan ekonomi nasional.

BPK Temukan Penyelewengan Dana sepenuhnya melaksanakan operasional sesuai dengan Peraturan Pemerintan Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Serta perda Provinsi Kalbar Nomor 4 tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Perda Provinsi Kalbar Nomor 12 Tahun 2005 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan. Selain pendapatan retribusi pelayanan kesehatan yang tidka disetor ke kas daerah, BPK juga menemukan tiga pelanggaran lainnya, yakni pengajuan tagihan kalian layanan kesehatan kepada pihak penjamin terlambat, penge-

lolaan tagihan biaya pelayanan kesehatan kepada pihak ketiga selaku penjamin tidak tertib, dan realisasi belanja jasa pelayanan kesehatan tahun 2011 sampai 2012 bulan agustus tidak sesuai ketentuan. “Hasil pemeriksaan kinerja di RSUD masih kurang efentif, hal ini tercermin dalam tahapan-tahapan pelaksanaan program yang tidak tertib. Seperti perencanaan, pelaksanaan pelaporan, monitoring, dan evaluasi,” ungkap Kepala BPK Perwakilan Kalbar Adi Sudibyo. Menurut Adi, temuan-temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh rumah sakit dan entensitas lain-

nya yang masih ada kesalahan. Sebab, bila tak segera diperbaiki maka akan mempengaruhi raport daerah atau entitas yang sebentar lagi akan dilaksanakan penilaian. Selain menyoroti soal bulan berjalan dengan baiknya kinerja di rumah sakit Soedarso, Adi Sudibyo juga mengingatkan kepada seluruh entensitas agar segera melakukan konekting sebelum pelaksanaan e-adudit. Menurut Adi, BPK telah memasang agen konsolidasi atau konekting di tiga entitas. Yakni di Pemerintah Provinsi Kalbar, Kota Pontianak, dan Kabupaten Sanggau.

Puluhan KM Tak Terima Solar Subsidi harus membeli eceran di kios - kios, yakni dengan harga per liter 7000, Kamis (31/1). Menurut Mahmud (42) warga Lingga Kabupaten Kubu Raya, selaku Nahkoda KM. APA KABAR tujuan Pulang Pergi (PP) dari Pontianak - Pancaroba Sungai Ambawang, dirinya sudah selama dua tahun ini menggunakan solar non subsidi, karena di Stasiuan Pengisian Bahan Bakar Terapung (SPBT) sering kosong, sehingga Ia terpaksa membeli di eceran. “ Kalau di pengisian terapung, kita hanya membayar Rp.4.800 saja tetapi kalau eceran kita harus membayar

per liternya 7000, jadi ini mengakibatkan pendapatan kita berkurang,” katanya. Dikatakannya, bukan hanya Ia yang mengeluhkan hal ini, melainkan seluruh Nahkoda KM yang ada di Dermaga Pasar Kapaus Besar. Dimana di Pasar Kapuas Besar ini terdapat kurang lebih 20 KM yang beroperasi. “ Kita berharap Pertamina melihat kondisi ini, karena kalu berlarut - larut seperti ini, maka akan menghambat transportasi jalur peraiaran, dan ini bisa melumpuhkan pekerjaan kami,” ujarnya. Selain itu juga ditambahkan oleh Heri Rifa’i selaku

pemilik Kapal, juga mengeluhkan hal ini, sehingga Ia meminta kepada pihak yang berkompeten dalam hal ini bertanggung jawab atas hak - hak subsidi yang tidak tersalurkan kepada penerima, karena sudah dua tahun Ia dan Nahkodanya tidak menggunakan Solar Subsidi. “ Jika ini terus berlangsung seperti, kami akan melayangkan surat kepada Pertamina, Komisi C DPRD Provinsi Kalbar, Gubernur Kalbar, Polda Kalbar, dan lain sebagainya, dan kami harapkan ada tindak lanjut dari semua pihak,” tutur Heri Rifa’i.

Sat Pol PP Bongkar Bendera Ormas Hal ini disampaikan langsung Kasi P3 Sat Pol PP Kota Pontianak Rachmat Prayitno, seusai membongkar ratusan bendera ormas yang terletak di Jalan Veteran dan A. Yani I, Kamis (31/1). Menurut Rachmat Prayitno, Ia dan pihaknya sudah menertibkan sebanyak 142 bendera Ormas yang ada di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan A. Yani I. Lantaran pihaknya sudah memberikan peringatan atas kesalahan berdirinya bendera-bendera yang tidak memiliki izin itu. “Sebelumnya pihak Ormas berjanji akan membongkar

sendiri pada malam harinya, namun karena tidak dibongkar, akhirnya kita pun menertibkannya secara paksa,” tegas Rachmat. Dikatakan Rachmat, bahwa bendera ormas yang kita bongkar tesebut, lantaran melanggar Perwako no 3 Tahun 2009, yakni tentang Tata Cara Penyelenggaraan Reklame Non Komersial. “Dengan penertiban kita kali ini, kita juga mengimbau seluruh Parpol saat menjelang Pilwako, Pilleg, Pilpres yang berlangsung di tahun 2013 dan 2014 ini, lantaran pasti ada yang memasang berbagai reklame non

komersil, jadi diharapkan membuat izin telebih dahulu,” imbaunya. Dikatakannya, pengurusan perizinan reklame non komersil, yakni di BP2T, kemudian peletakan tempat pemasangan reklame juga diatur tempatnya. Jadi tidak sembarang tempat. “Jadi kita komitmen dan kita akan bertindak sesuai dengan Tupoksi kita, dan kita tidak akan tebang pilih, siapapun yang memasang reklame kemudian melanggar Perwako, maka˜ kami akan membongkar dan menyita reklame tersebut,” tegas Rachmat Suprayitno.


CMYK

Moment & Activity

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Anugerah Perbankan Award 2012

Jumat, 1 Februari 2013

Tujuh Trofi BUAT BANK KALBAR elaksa asa tercurah di persada Bumi Khatulistiwa. Hal ini membuncah di pelataran Candi Perambanan yang bertuah. Berlatar belakang kisah sejarah betapa Nusantara adalah bangsa besar. Telah lahir karya-karya monumental. Dan berlatar keagungan Candi Perambanan di antara Solo dan Jogja, hasil karya putraputri terbaik Bumi Khatulistiwa membuncah. Melimpah ruah penghargaan yang diberikan sebagai buah dari kinerja yang fokus, tanggung jawab, dan teladan kepemimpinan. Mulai dari memimpin diri sendiri, kelompok kerja, hingga Chief Executive Officer (CEO) maupun pembina—dalam hal ini Gubernur Kalimantan Barat. Tujuh trofi dipersembahkan bagi 4 juta penduduk Borneo Barat—Zamrut Khatulistiwa. Seusai tarian eksotik Ramayana, Dewan Juri

S

Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH menerima kehadiran Dirut Bank Kalbar, Drs H Sudirman HMY, MM di kediaman dinasnya Istana Rakyat, Pendopo Gubernur, Kamis (30/1) siang. Gubernur Cornelis memperhatikan trofi yang diterimanya sebagai Pembina BPD dan BUMD Terbaik 2012.

mengumumkan bahwa Bank Kalbar tampil sebagai jawara CEO terbaik perbankan tahun 2012 dengan kategori aset di bawah Rp 10 triliun. Begitupula nama Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH. Dia dinobatkan sebagai Pembina Bank Pembangunan Daerah terbaik sekaligus Pembina BUMD terbaik tahun 2012. Gubernur Cornelis bersamaan posisinya dengan Gubernur DKI Jokowi. Sedangkan CEO Bank Kalbar Drs H Sudirman HMY, MM bersanding dengan CEO Bank DKI, Bank Jawa Tengah, Bank Sumatera Barat, dan Bank Sumatera Utara. Tujuh trofi dalam genggaman. Piagam menjadi pajangan. Namun dada tidak membusung, congkak dan sombong. Sebaliknya spirit dan semangat tidak pernah surut dan susut. Terus meminta masukan, kritik dan saran yang konstruktif. Trofi itu simbol pengaku-

an belaka. Simbol yang esensinya bahwa prestasi yang sudah diraih serta piagam yang dapat dibaca oleh mata siapa saja senantiasa mengingatkan bagi kita semua untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas. Yakinlah prestasi demi prestasi akan terus lahir dari bank terbesar di persada Bumi Khatulistiwa berikut derivat jejaring atau networkingnya... Ketika hati kita membuncah melihat putra-putri terbaik Khatulistiwa berkarya, maka teriring doa kehadirat-Nya, semoga semuanya menjadi berkah dalam ridha Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah. Semoga service excellent merebak di mana-mana. Sejak teller sampai nasabah yang berujung kepada keberhasilan pembangunan mewujudkan kesejahteraan. Going concern sekaligus sustainable growth. Tumbuh. Berkembang. *

Dirut Bank Kalbar, Drs H Sudirman HMY, MM (kedua kika) satu dari 3 CEO terbaik nasional 2012 tampil sebagai narasumber talkshow di Ball Room Sheraton Hotel. Pertumbuhan ekonomi merupakan tema yang diusung.

Keceriaan menerpa CEO terbaik sebagai para pemenang. Mereka pemimpin terpilih dari 2000-an BUMD seluruh Indonesia.

Anugerah CEO Terbaik diterima Dirut Bank Kalbar Drs H Sudirman HMY, MM .

Bank Kalbar terima ucapan selamat atas reputasi kinerja sebagai terbaik 2012 dengan nilai aset di bawah Rp 10 triliun.

Direksi dan Komisaris Utama Bank Kalbar di Forum Sheraton Hotel Jogjakarta.

Komisaris Utama Bank Kalbar Drs H Murdjani Abdulah mewakili Gubernur Kalbar karena sedang mengikuti rapat bersama Presiden RI menerima Award Pembina BPD dan Pembina BUMD Terbaik.

Kerja keras hantarkan Gubernur Cornelis borong dua penghargaan. CMYK

Award 2012 dimeriahkan dengan teater berlatar belakang Candi Prambanan.

MC Ide-ku Business Review di Panggung Balet Prambanan.

Seratusan undangan memenuhi Panggung Balet, Candi Prambanan sebagai saksi Anugerah Perbankan 2012 yang digelar Business Review pada Senin (28/1) malam.


Harian Borneo Tribune 1 Februari 2013