Page 1

EDISI 17 / th.II / Februari - Maret 2011


Pemerintah Kota Denpasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Denpasar

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011) Kepala Sekolah ttd Drs. I Nyoman Winatha, M.Hum

Pemerintah Kota Denpasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Denpasar

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011) Kepala Sekolah ttd Drs. A. A. Gede Rimbya Temaja, M.Ag

Komite Sekolah ttd Drs. IGM Budhy Suryawan, M.Si

Pemerintah Kabupaten Bangli Dinas Kesehatan Jalan Brigjen Ngurah Rai, Nomor 28 Bangli

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011)

Kepala Dinas ttd Dr. I Gusti Ngurah Rai

Pemerintah Kabupaten Karangasem Kecamatan Manggis Desa Antiga Kelod

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011) Kepala Desa ttd I Ketut Deresta, SH


Tajuk PENDIDIKAN merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia, pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas, dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global, sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia, untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak hak azasi manusia, untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha pengembangan sumber daya manusia (SDM), walaupun usaha pengembangan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal (sekolah). Tetapi sampai detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan sistematis, programatis dan berjenjang. Kemajuan pendidikan dapat dilihat dari kemampuan dan kemauan dari masyarakat, untuk menangkap proses informatisasi dan kemajuan teknologi. Karena Proses informatisasi yang cepat karena kemajuan teknologi semakin membuat horizon kehidupan didunia semakin meluas, dan sekaligus semakin mengerut. Hal ini berarti berbagai masalah kehidupan manusia menjadi masalah global atau setidak – tidaknya, tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kejadian dibelahan bumi yang lain, baik masalah politik, ekonomi, maupun sosial. Sejalan dengan hal tersebut, Tilaar menyatakan bahwa, “Kesetiakawanan sosial umat manusia semakin kental, hal ini berarti kepedulian umat manusia terhadap sesamanya semakin merupakan tugas setiap manusia, pemerintah dan sistem pendidikan nasional. Selanjutnya dikatakan pula

PENDIDIKAN bahwa pendidikan bertugas, untuk mengembangkan kesadaran akan tanggung jawab setiap warga Negara terhadap kelanjutan hidupnya, bukan saja terhadap lingkungan masyarakat dan Negara, juga umat manusia”. (H.A.R Tilaar , 2004 : 4). Berdasarkan pernyataan di atas, bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, setiap manusia akan selalu membutuhkan dan berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai segi kehidupan. Kesetiakawanan sosial yang merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembelajaran, mempunyai peranan yang sangat kuat bagi individu untuk berkomunikasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan hidupnya. Dalam proses pelaksanaannya di lapangan, kesetiakawanan sosial diwujudkan melalui interaksi antarmanusia, baik individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. Interaksi antar manusia dapat terjadi dalam berbagai segi kehidupan di belahan bumi, baik dibidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik budaya, dan sebagainya. Interaksi di bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan masyarakat, guru dengan guru, guru dengan masyarakat disekitar lingkungannya. Apabila dicermati proses interaksi siswa dapat dibina dan merupakan bagian dari proses pembelajaran, seperti yang dikemukan oleh Corey (1986) dalam Syaiful Sagala (2003 : 61) dikatakan bahwa, “Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola, untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi - kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu”. Selanjutnya Syaiful Sagala, menyatakan bahwa pembelajaran mempunyai dua karakteristik, yaitu “Pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Kedua, dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan

Perintis : (Alm) Dewa Ngakan Gunayana, Pembina : Drs. I Dewa Made Subrata,SH.,M.Pd, Pemimpin Umum / Penanggung Jawab : A. A Gede Dharma Putra, Pemimpin Redaksi / Wakil Penanggung Jawab : Dewa Ngakan Udiana, Sekretaris Redaksi : Yuli Indriyani, Redaktur Pelaksana : I Nyoman Susarjana, SE, Koordinator Peliputan : Dony Parera, Reporter : Arifin, Suwardi, I Nyoman Suada, Sumadi, Drs. Bogi Subiyanto, I Gede Supartha, Marketing & Promosi : Maria (Manajer Marketing), Titin, Lasmie, Dinartin, Lilik Sinawasih, Keuangan: Pande Ketut Juliasih, Desainer / Lay Out : Agus Ryan, Sirkulasi : Ahun

meningkatkan kemampuan berfikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri“. (Syaiful Sagala, 2003 : 63 ). Dari uraian diatas, proses pembelajaran yang baik dapat dilakukan oleh siswa baik didalam maupun diluar kelas, dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman- temannya secara baik dan bijak. Dengan intensitas yang tinggi serta kontinuitas belajar secara berkesinambungan, diharapkan proses interaksi sosial sesama teman dapat tercipta dengan baik dan pada gilirannya mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain, walaupun dalam perjalanannya mereka saling berbeda pendapat yang pada akhirnya mereka saling menumbuhkan sikap demokratis antar sesama. Paradigma metodologi pendidikan saat ini disadari atau tidak telah mengalami suatu pergeseran dari behaviourisme ke konstruktivisme, yang menuntut guru dilapangan harus mempunyai syarat dan kompetensi, untuk dapat melakukan suatu perubahan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas. Guru dituntut lebih kreatif, inovatif, tidak merasa sebagai teacher center, menempatkan siswa tidak hanya sebagai objek belajar tetapi juga sebagai subjek belajar, dan pada akhirnya bermuara pada proses pembelajaran yang menyenangkan, bergembira dan demokratis yang menghargai setiap pendapat sehingga pada akhirnya substansi pembelajaran benar-benar dihayati. Sejalan dengan pendapat tersebut diatas, pembelajaran menurut pandangan konstruktivisme adalah, “Pembelajaran dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit ) dan tidak sekonyong-konyong. Pembelajaran bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat, manusia harus mengkonstruksi pembelajaran itu dan membentuk makna melalui pengalaman nyata”, (Depdiknas,2003:11). Implementasi pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran diwujudkan dalam bentuk pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Center). Guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar sedemikian rupa, sehingga siswa bekerja sama secara gotong - royong (cooperative learning). SemogA

Penerbit : PWII (Persatuan Wartawan Independence Indonesia) Korwil Bali, Penasehat Hukum : I Made Duana, SH, Alamat Redaksi : Jalan Sakura II, Gang Jempiring, Nomor 1 X, Prigi, Br. Serongga Tengah, Serongga, Gianyar 80511 Bali - Indonesia, Telp / Fax : 0361 – 8511875, 081 337 700199, E-mail : redaksi_nuansadewata2010@yahoo.com, www.nuansadewata. blogspot.com Kontak Iklan : Jalan Sidakarya, Nomor 27, Sesetan, Denpasar – Bali, Telp / Fax : 0361 - 8700491, 081 236 60023, E-mail : marketing_nuansadewata2010@yahoo.com

Nuansa Dewata terbit setiap satu bulan sekali, dan ganti biaya cetak per-bulan sebesar Rp.15.000,-. Nuansa Dewata terbit sejak 01 Desember 2004 Wartawan Nuansa Dewata dalam menjalankan tugas jurnalistiknya membawa tanda pengenal, dan tidak dibenarkan meminta atau menerima susuatu dari sumber berita.

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

3


Sajian Utama

Mendiknas: Try-Out Online Tunggu Evaluasi TELKOM baru saja menggelar Try Out Ujian Nasional online, salah satu tujuannya adalah untuk mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mencapai ngkat kelulusan yang lebih nggi. Adapun untuk implementasinya, Kementerian Pendidikan Nasional sendiri menunggu hasil evaluasi try out online tersebut. “Kita tunggu hasil evaluasi (try out online). Pokoknya, kalau anggaran nggak usah ditanyakan. Berapa butuhnya, nanti saya bayar, kita kan punya anggaran triliunan,” kata Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional di Jakarta. Sekedar diketahui, Try Out UN Online ini sudah dilaksanakan mulai tahun 2010 tahun lalu, sementara Try Out baru dilakukan di Wilayah Barat, melingkupi Sumatera, Jabodetabek, dan Jawa Barat. Ermady Dahlan, Direktur Network dan Solu on (NWS) Telkom mengatakan, tak menutup kemungkinan untuk menjangkau seluruh daerah di Tanah Air. “Tapi, dak sekarang. Kita lakukan secara bertahap. Indonesia kan luas.

Try Out Gratis Via Internet Diluncurkan UJIAN Nasional (UN) sudah di depan mata, para pelajar yang akan menghadapi UN pun mulai cemas dan panas dingin menghadapi soal - soal ujian. Namun, kini para siswa dimudahkan dengan mengakses Try Out On Line gratis yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional. Try Out untuk sekolah menengah atas dibuka mulai bulan lalu, dan rencananya akan terus dilakukan hingga 20 Maret mendatang. Semua jenis mata ujian disiapkan, dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matema ka, Fisika, Geografi, Kimia, Ekonomi, Biologi, hingga Sosiologi. Cukup dengan mengklik tryout.telkomspeedy.com atau primagamaplus.com. Kurangnya sosialisasi membuat sebagian besar siswa dak mengetahui try out gra s via internet itu. selain itu, jaraknya pun terlalu dekat dengan jadwal UN. Karena untuk siswa SMA, ujian akan digelar pada 22 Maret mendatang. Meski demikian tentu lebih baik terlambat dari pada dak sama sekali, Selamat belajar.  suwardi/net

4

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

Coba bayangkan ada berapa jumlah sekolah di negara kita. Kalau langsung diterapkan ke semua daerah, bisa modar jaringan kita,” kata Ermady. Namun, Ermady mempunyai harapan besar agar program yang merupakan inisia f Telkom ini dapat menjadi program ru n Kemendiknas. “UN secara resmi akan dilakukan mulai tanggal 22 Maret nan , ar nya nggal nggal 10 hari lagi. Ya, kita tunggu program ini efek f atau dak nan ,” ucapnya. Menurutnya, jika evaluasi nan , hasilnya cukup memuaskan, pemerintah akan coba menerapkannya secara nasional. “Kalau nggak efek f, lalu para siswa dipaksa untuk ikut Try Out online, begitu mereka nggak lulus, nan yang diprotes Telkom, yang disalahin Telkom,” kata Ermady. Karena itu, menurut Ermady, sekarang ini waktunya tepat sekali mengingat UN baru akan dimulai 10 hari lagi. “Kalau ini dak efek f, kita coba di level SMP (Sekolah Menengah Pertama). Nan kita kaji lagi bagaimana hasil evaluasinya,” ucapnya.  suwardi/net

Mohammad Nuh

Distribusi Soal Try Out Dikawal Ketat Polisi KEPALA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd mengatakan, pendistribusian soal - soal “Try Out” ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Atas / Sekolah Menengah Kejuruan ke kabupaten dan kota di Bali, diangkut dengan sembilan mobil dan dikawal ketat oleh aparat kepolisian. “Pada se ap mobil akan disiagakan masing-masing seorang polisi, dua orang tenaga pengawas dari Disdikpora Bali, dan satu orang petugas dari Percetakan Bali tempat soal ‘Try Out’ atau uji coba Ujian Nasional dicetak tersebut,” katanya. “Se ba di Disdikpora kabupaten dan kota, pada Sabtu (29/1) lalu soal-soal uji coba Ujian Nasional itu akan langsung didistribusikan kepada Sekolah Menengah Atas / Sekolah Menengah Kejuruan yang siswa-siswanya tercatat sebagai peserta Ujian Nasional tahun pelajaran 2010/2011. Drs. Ida Bagus Anom mengatakan, pelaksanaan uji coba UN untuk jenjang pendidikan SMA digelar 31 Januari hingga 4 Februari, sedangkan uji coba UN SMK digelar 31 Januari hingga 2 Februari 2011,” katanya. Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd mengatakan, selama proses pencetakan soal-soal uji coba UN juga dikawal ketat aparat. Meskipun hanya

diposisikan sebagai ujian pemantapan, namun sistem pengamanan proses pencetakan soalsoal itu setara dengan pengamanan proses pencetakan soal-soal UN. “Selama 24 jam, proses pencetakan soal maupun penyimpanan soal-soal ujicoba UN, yang sudah tercetak dijaga ketat oleh dua orang polisi dari Polda Bali,” ucapnya. Pe n ga m a n a n e kst ra ketat d e n ga n melibatkan aparat kepolisian itu, kata Drs. Ida Bagus Anom, guna menangkal terjadinya kebocoran soal. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan pengawas dari Disdikpora Provinsi Bali untuk “mem-back up” kinerja aparat kepolisian. “Ketatnya pengamanan proses pencetakan soal-soal tersebut untuk membuk kan bahwa Pemprov Bali, benar-benar memfungsikan uji coba UN untuk mengukur kesiapan siswa dalam menghadapi UN yang sesungguhnya,” ujarnya. Dengan standar pengamanan setara UN ini, kami berharap dak ada lagi pihak-pihak yang nan nya menyangsikan validitas atau akurasi hasil try out UN,” katanya. Drs. Ida Bagus Anom menambahkan, pihaknya juga menginstruksikan kepada Kepala Disdikpora se-Bali agar mengawal pelaksanaan “try out” UN secara op mal.  susarjana


Bali Gelar Try Out MESKI banyak pihak menolak ujian nasional (UN), siswa di seluruh Pulau Bali dak peduli, bahkan mereka sangat serius mempersiapkan diri agar tragedi ke daklulusan tahun kemarin dak terulang kembali. Untuk mengetahui kesiapan para siswa menghadapi ujian nasional (UN) yang dilaksanakan April mendatang, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali menggelar Try Out atau ujian pemantapan bagi peserta UN di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan. Ujian pemantapan digelar serentak di seluruh Bali mulai Senin (9/2) lalu hingga Jumat (13/2). Sedangkan ujian pemantapan untuk SMK, digelar mulai Senin (9/2) hingga Rabu (11/2) lalu. Tercatat 39.080 orang siswa, terdiri dari 271.123 orang siswa SMA/MA dan 11.957 orang siswa SMK mengiku ujian pemantapan tersebut. Ditemui saat mendampingi Wakil Gubernur Bali, Drs. Anak Agung Puspayoga memantau pelaksanaan

Try Out UN di SMA Dwijendra, pada Senin (9/2) lalu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Provinsi Bali, Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd mengatakan, bahwa pe ataupun materi soal ujian pemantapan disusun sesuai dengan pedoman soal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Teknis pelaksanaannya pun disesuaikan dengan UN yang sesungguhnya. Termasuk, pemberlakuan dua model soal ujian untuk satu kelas. ”Hasil try out ini sangat penting untuk mengetahui kesiapan para siswa menghadapi UN yang sesungguhnya,” ujarnya. Drs. Ida Bagus Anom, M.Pd menambahkan, materi soal ujian pemantapan, sama dengan materi yang di-UNkan. Hanya saja, bobot atau tingkat kesulitan pengerjaan soal sengaja diperberat. Dengan strategi ini, pihaknya akan bisa mengevaluasi pada bidang pelajaran apa saja siswa Bali berpeluang ”tersandung” sehingga membuat mereka gagal menamatkan pendidikannya.  dony

Dispen Mantapkan Persiapan UN 2011 MENJELANG pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2011, Dinas Pendidikan Kota Pare – Pare mulai melakukan persiapan, dan pemantapan pelaksanaan Ujian Nasional 2011. Sejalan dengan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Propinsi Sulawesi Selatan tentang kesiapan daerah dalam menghadapi UN 2011. Pendataan siswa calon peserta Ujian Nasional, baik untuk jenjang SD / MI / SDLB, SMP / MTs / SMPLB dan SMA / MA / SMK / SMALB telah selesai dilaksanakan, dan telah dikirimkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Propinsi, yang selanjutnya akan diverifikasi dan untuk ditetapkan da ar nomina f peserta UN. Persoalan teknis yang masih dihadapi hanya persoalan administrasi pendataan yang belum lengkap, seper penulisan nama, lampiran STTB dan da ar nilai, nisn siswa. Namun secara umum kesiapan awal telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, untuk menyiapkan pelaksanaan UN Tahun 2011 di Kabupaten dan Kota seSulsel, pada 10 Januari 2011 telah dilaksanakan pemantapan pendataan peserta Ujian Nasional 2011, bertempat di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Propinsi Sulsel. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sulsel, Drs. H. A. Patabai Pabokori dalam arahannya

menekankan pen ngnya data yang akurat dari daerah, bagi daerah yang belum menyelesaikan pendataan tersebut masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan hingga 14 Januari 2011. ”Ujian Nasional adalah pekerjaan yang sudah sering kita lakukan, jadi dak perlu lagi harus diarahkan, kita harus tahu apa yang harus dilakukan, sesuaikan dengan petunjuk-petunjuk yang ada, dan insya allah akan berjalan dengan baik”, harapan Kadisdikpora Provinsi Sulsel. Pedoman Operasional Standar untuk pelaksanaan UN 2011 memang belum ada, tetapi daerah Kabupaten dan Kota dapat mempelajari Permendiknas 45 dan 46 Tahun 2010, sebagai dasar acuan pelaksanaan UN 2011. Dan diharapkan sekolah sudah dapat menyebarluaskan kisi-kisi untuk UN 2011. Persoalan teknis perhitungan nilai dan kelulusan UN 2011, sepenuhnya dapat dipelajari pada permendiknas tersebut diatas, dan juga disertakan simulasinya untuk itu, diharapkan kepada Dinas Pendidikan kabupaten dan Kota segera mempersiapkan segalanya. Termasuk menyiapkan data-data tentang nilai rapor siswa calon peserta UN 2011, baik jenjang SD hingga SMA dan sederajat, mempersiapkan penetapan sekolah penyelenggara, menetapkan pani a penyelenggara dan pengawas UN, melakukan sosialisasi UN 2011.  suparta

SISWA SMA, SMK dan Madrasah Alliyah (MA), mengiku Try Out Ujian Nasional yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali. Tercatat 42.783 siswa SMA, SMK dan Madrasah Alliyah (MA), di seluruh Bali, mengikuti Try Out Ujian Nasional. Try Out ini berlangsung 4 hari, kecuali SMK 3 hari, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matema ka dan Bahasa Inggris, ditambah Biologi, Kimia dan Fisika di Program IPA, Sosiologi, Geografi dan Ekonomi di Program IPS, serta Sastra Indonesia, Sejarah Budaya atau Antropologi dan Bahasa Asing di Program Bahasa. Ke p a l a D i n a s Pe n d i d i ka n Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali, Drs. Ida Bagus Anom, MM seusai memantau di SMK Negeri 1 dan SMA Negeri 8 Denpasar mengatakan, Try Out adalah persiapan Ujian Nasional yang akan dilaksanakan Bulan April mendatang. Pihaknya menilai, ngkat kesulitan dalam Ujian Nasional kali ini rela f nggi, mengingat se ap mata pelajaran dibagi menjadi 5 paket soal. Oleh karena itu, Ia berharap, seluruh Sekolah dan Siswa di Bali, terus memantapkan persiapan, agar memperoleh hasil memuaskan pada Ujian Nasional. Lebih lanjut, Drs. Ida Bagus Anom, MM menyatakan, pelaksanaan Ujian Nasional hari pertama di seluruh Bali, secara umum berjalan lancar dan tanpa hambatan. Kadisdikpora menambahkan, selain ngkat SMA, SMK dan SMA, Try Out Ujian Nasional juga akan dilaksanakan untuk ngkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) selama 4 hari, mulai tanggal 7 Februari mendatang. Kepala SMA PGRI 2 Denpasar, Komang Saputra kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik mengatakan, pelaksanaan Try Out cukup efektif, terutama untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran yang di Unas-kan. Sedangkan untuk persiapan di internal SMA PGRI 2 Denpasar, dilaksanakan 2 kali ujian persiapan dan les pengayakan. Ia berharap dengan berbagai persiapan yang dilakukan, seluruh peserta Ujian Nasional disekolahnya yang berjumlah 306 siswa bisa lulus 100%.  dony

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

Sajian Utama

Try Out Unas SMA, SMK & MA

5


Sajian Utama AKP. I Nyoman Sudiasa, SH

Etika Berlalu Lintas Masuk Kurikulum ETIKA berlalu lintas sangat pen ng diajarkan di sekolah untuk memberikan pengetahuan tentang tata cara berlalu lintas yang benar kepada siswa, apalagi sebagian besar kecelakaan kendaraan bermotor di Yogyakarta justru dialami anak sekolah. Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas Mapolres Bangli, AKP. I Nyoman Sudiasa, SH seijin Kapolres Bangli kepada Nuansa Dewata di kantornya. Menurutnya, e ka berlalu lintas bagi pelajar di Kabupaten Bangli perlu diberikan pembinaan karena banyak siswa yang belum menger tentang tata cara berkendara di jalan raya, yang mampu mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara di jalan raya. Pihaknya, tengah melakukan rekayasa kurikulum pembelajaran e ka berlalu lintas agar dapat terintegrasi dengan mata pelajaran lain, seper Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan serta Ilmu Pengetahuan Alam, serta juga Ilmu Pengetahuan Sosial. Polres Bangli berupaya meningkatkan disiplin lalulintas sejak dini pada anak anak sekolah, melalui pembelajaran khusus dan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. ”Kepolisian Resor Bangli akan melakukan sosialisasi dengan pihak - pihak sekolah mengenai etika berlalu lintas yang baik dan benar,” kata Kasat Lantas Polres Bangli, AKP. I Nyoman Sudiasa, SH.

Agar sosialisasi dapat lebih mengena, kata AKP. I Nyoman Sudiasa, SH jika tidak ada perubahan dan kendala, peraturan lalu lintas segera masuk dalam kurikulum dunia pendidikan. Menurutnya, jika mata pelajaran lalu lintas masuk dalam kurikulum tentunya dapat meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran berlalu lintas pada masyarakat sejak dini. “Pengguna sepeda motor pun sepertinya masih meremehkan helm. Faktanya, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang dak menggunakan helm,” tegas AKP. I Nyoman Sudiasa, SH. Materi peraturan lalu lintas itu bakal menjadi mata pelajaran khusus bagi siswa, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). AKP. I Nyoman Sudiasa, SH menambahkan usulan memasukkan materi pelajaran lalu lintas ke dalam kurikulum sekolah, sudah disetujui bersama pemerintah ke Departemen Pendidikan. Bentuk materi pembelajaran antara lain memahami UU Lalu Lintas, e ka berlalu lintas, sadar kecelakaan, cara menolong korban kecelakaan, dan melapor ke kepolisian. Tujuannya, lanjut AKP. Sudiasa, SH agar para siswa bisa memahami tugas - tugas dari kepolisian dan kewajiban berkendaraan bermotor di jalan raya. Untuk tim pengajar,

kata AKP. Sudiasa, jajaran Polres Bangli bakal memperbantukan personilnya ke sekolah - sekolah. ”Nantinya hal ini hanya bersifat sementara, selanjutnya akan dilakukan guru sekolah masing - masing, dan mereka (guru) bakal dididik khusus tentang materi berlalu lintas yang baik,” pungkas AKP. Sudiasa, SH.  udiana

Pelajaran Antikorupsi harus Masuk Kurikulum Sekolah WAKIL Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Sutan Bathoegana mendukung masuknya mata pelajaran antikorupsi pada kurikulum sekolah mulai 2011. ”Saya kira kita semua harus mendukung rencana Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) untuk hal itu,” katanya di Jakarta. Kalau perlu, kata Sutan Bathoegana, juga dibarengi dengan mata pelajaran Budi Peker . ”Ini pen ng, agar nan kita dapat menghasilkan anak - anak Bangsa Indonesia yang an korupsi, sekaligus mempunyai budi peker yang baik serta ber ngkah laku sesuai dengan e ka, akhlak, dan moral budaya bangsa kita,” katanya. Secara terpisah Anggota Komisi X DPR RI

6

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

yang juga dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh meminta hal ini digencarkan dan disosialisasikan secara besar - besaran termasuk melalui media massa. ”Seper pak Sutan, saya setuju ditambah dengan pendidikan budi peker . Malah, budi peker inilah sesungguhnya dasar utamanya,” kata mantan Putri Indonesia tersebut. Dalam kaitan ini, Angelina menganggap sangat mendesak pendidikan dan pengajaran berkaitan dengan peningkatan disiplin di segala bidang. Ini memang bagiannya budi peker jadi, kita bentuk generasi baru yang lebih dan semakin berdisiplin, apakah itu disiplin berlalu lintas, menghargai ketepatan waktu dan menepa janji,

membangun tenggang rasa termasuk budaya antre, belajar hidup dalam keberagaman,” ungkapnya. Angelina menambahkan, model pramuka dan aktivitas ’outbond’ merupakan alternatif pendidikan terbaik untuk pembentukan budi peker luhur serta karakter bangsa. ”Juga yang tidak kalah pentingnya menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, patriotisme dan spirit kebangsaan melalui berbagai modal pendidikan yang memasukkan unsurunsur kearifan lokal, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, wisata pelajar ke kawasan perbatasan atau pulau terluar, menikma alam indah ciptaan Tuhan dan seterusnya,” urainya.  susarjana/net


Renungan

Bimbingan Berdasarkan Pancasila BIMBINGAN mempunyai peran yang amat pen ng dan strategis dalam perjalanan B a n g s a I n d o n e s i a s e ca ra keseluruhan, manusia Indonesia yang dicita-citakan adalah manusia pancasila dengan ciri-ciri sebagaimana yang terjabar dalam P-4 sebanyak 36 bu r bagi Bangsa Indonesia, pancasila merupakan dasar Negara, pandangan hidup, kepribadian bangsa dan idiologi nasional. Sebagai bangsa, pancasila menuntut Bangsa Indonesia mampu menunjukkan ciriciri kepribadiannya ditengah-tengah pergaulan dengan bangsa lain. Bimbingan sebagai bagian yang dak terpisahkan dari pendidikan dan mempunyai tanggung jawab, yang amat besar guna mewujudkan manusia pancasila karena itu seluruh kegiatan bimbingan di Indonesia dak lepas dari pancasila. D i a wa l a b a d ke - 2 0 b e l u m a d a konselor disekolah, pada saat itu pekerjaanpekerjaan konselor masih ditangani oleh para guru. Gerakan bimbingan disekolah m u l a i b e r ke m b a n g s e b a ga i dampak dari revolusi industri, dan keragaman latar belakang para siswa yang masuk ke sekolah - sekolah negeri. Tahun 1898 Jesse B. Davis, seorang konselor di Detroit mulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA, dan pada tahun 1907 dia memasukkan program bimbingan di sekolah. Pada waktu yang sama para ahli yang juga mengembangkan program bimbingan diantaranya Eli Weaper, Frank Parson, E.G Will Amson, Carlr, Rogers. Eli Weaper pada tahun 1906 menerbitkan buku tentang “memilih suatu karir” dan membentuk komite guru pembimbing disetiap sekolah menengah di New York. Kamite tersebut bergerak untuk membantu para pemuda dalam menemukan kemampuan, dan belajar tentang bimbingan menggunakan kemampuan dalam rangka menjadi seorang pekerja yang produktif. Frank Parson dikenal sebagai “Father of The Guedance Movement in American Education”, mendirikan biro pekerjaan tahun 1908 di Boston Massachussets, yang bertujuan membantu pemuda dalam memilih karir uang didasarkan atas proses seleksi secara ilmiyah, dan mela h guru untuk memberikan pelayanan sebagai koselor. Bradley (John J.Pie Trafesa et. al., 1980)

Oleh : Drs. I Dewa Made Subrata, SH., M.Pd menambah satu tahapan dari tiga tahapan tentang sejarah bimbingan menurut S ller yaitu sebagai berikut Vocational Exploration tahapan yang menekankan tentang analisis individual dan pasaran kerja; Metting Individual Needs tahapan yang menekankan membantu individu agar mee ng memperoleh kepuasan kebutuhan hidupnya, perkembangan BK pada tahapan ini dipengaruhi oleh diri dan memecahkan masalahnya sendiri; Transisional Professionalism tahapan yang memfokuskan perhatian kepada upaya profesionalisasi konselor; Situasional Diagnosis tahapan sebagai periode perubahan dan inovasi pada tahapan ini memfokuskan pada analisis lingkungan dalam proses bimbingan dan gerakan cara-cara yang hanya terpusat pada individu.

Di Amerika Serikat bimbingan dimulai pada abad ke-20 di Amerika dengan didirikannya suatu Vocational Bureau tahun 1908 oleh Frank Parsons, yang untuk selanjutnya dikenal dengan nama The Father Of Guidance yang menekankan pen ngnya se ap individu diberikan pertolongan, agar mereka dapat mengenal atau memahami berbagai perbuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya, dengan tujuan agar dapat dipergunakan secara intelijensi dengan memilih pekerjaan yang terbaik yang tepat bagi dirinya. Menurut Arthur E. Trax and

Robert D North, dalam bukunya yang berjudul “Techniques of Guidance”, (1986), disebutkan beberapa kejadian pen ng yang mewarnai sejarah bimbingan diantaranya pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, mbul suatu gerakan kemanusiaan yang meni kberatkan pada kesejahteraan manusia dan kondisi sosialnya, gerakan ini membantu Vocational Bureau Parsons dalam bidang keuangan agar dapat menolong anak-anak muda yang dak dapat bekerja dengan baik. Agama pada rohaniman berpandangan bahwa, dunia adalah dimana ada pertentangan yang secara terus menerus antara baik dan buruk. Aliran kesehatan mental mbul dengan tujuan perlakuan yang manusiawi terhadap penderita penyakit jira, dan perhatian terhadap berbagai gejala, ngkat penyakit jiwa, pengobatan, dan pencegahannya, karena ada suatu kesadaran bahwa penyakit ini bisa diobati apabila ditemukan pada ngkat yang lebih dini. Gerakan ini mendorong para pendidik untuk lebih peka terhadap masalah-masalah gang guan kejiwaan, rasa tidak aman, dan kehilangan iden tas diantara anakanak muda. Perubahan dalam masyarakat akibat dari perang dunia 1 dan 2, pengangguran, depresi, perkembangan IPTEK, w a j i b b e l a j a r, m e n d o r o n g beribu-ribu anak untuk masuk s e ko l a h ta n p a m e n ge ta h u i untuk apa mereka bersekolah. Perubahan masyarakat semacam ini mendorong para pendidik untuk memperbaiki se ap anak sesuai dengan kebutuhannya, agar mereka dapat menyelesaikan pendidikannya dengan berhasil. Gerakan mengenal siswa sebagai individu gerakan ini erat sekali kaitannya dengan gerakan tes pengukuran, bimbingan diadakan di sekolah disebabkan tugas sekolah untuk mengenal atau memahami siswa-siswanya secara individual. Karena sulitnya untuk mengenal atau memahami siswa secara individual atau pribadi, maka diciptakanlah berbagai teknik dan instrument diantaranya tes psikologis dan pengukuran. Penulis adalah, Dosen IKIP Saraswati Tabanan, Bali & Pengamat Hukum dan Pendidikan & Ketua Dewan Kehormatan PWII Prov. Bali.

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

7


Sosok

DR. I Made Suarta, SH., M.Hum IKIP PGRI Bali dari awal berdirinya memang belum menikmati ‘booming’ mahasiswa, namun sejak beberapa tahun belakangan indikasi ke arah itu mulai nampak.

P O P U L A S I mahasiswanya semakin banyak dari tahun ke tahun terutama mahasiswa ‘fresh’, hal itu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mulai memperbaiki kesejahteraan para pendidik. Sejalan dengan upaya perbaikan nasib menjadi tenaga pendidik, hal mana tidak terjadi di masa silam sebelum turunnya kebijakan tersebut. Mengantisipasi akan adanya bomming mahasiswa di masa - masa mendatang, sebagai pucuk pimpinan ter nggi di IKIP PGRI Bali, Rektor Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum mulai merancang sejumlah agenda yang dituangkan dalam bentuk program jangka pendek dan jangka panjang, sesuai jabatan yang diembannya selama menjabat PR 2 sebelum diangkat menjadi Rektor tahun 2010 lalu tersebut dibagi ke dalam beberapa bidang seperti Bidang Akademik yakni mengkaji kurikulum, statuta, secara konsisten demi melanjutkan evaluasi diri dalam menyongsong akreditasi program study. Lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dosen dosen sesuai jurusannya masing – masing, yang berdampak ganda terkait dengan dirinya berupa kenaikan pangkat dan kelembagaan. Sejalan dengan itu tentu adanya perbaikan dalam hal peningkatan kesejahteraan Dosen Yayasan IKIP PGRI Bali. Para Dosen yang mengabdi di IKIP PGRI Bali terdiri dari Dosen PNS yang DPK (dipekerjakan), Dosen Yayasan

dan Dosen Honorer. Di bidang kelembagaan terkait dengan struktur, reposisi, pembaharuan sistem, management keuangan, home base dosen terutama Dosen Yayasan. Lebih jauh dipaparkan Dr. Suarta yang ak f di berbagai organisasi di luar kampus ini menjelaskan, bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kuan tas dan kualitas buku perpustakaan IKIP PGRI Bali agar para mahasiswa dan Dosen dapat menambah wawasan mereka, dengan buku (bacaan) di luar buku pegangan yang wajib secara kurikuler dan literatur. Lalu, menggalang kerjasama dengan pihak ke 3 seper R.R.I Denpasar, Perpustakaan Nasional di Teuku Umar dan Lembaga lainnya. Meningkatkan sarana dan prasarana belajar bagi para mahasiswa berupa laboratorium, microteaching (Bahasa, Matematika dan Biologi). Dan terakhir penataan organisasi kemahasiswaan seperti HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), dan unit Kegiatan Mahasiswa serta Kesejahteraan Mahasiswa melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. Selain itu ada lomba karya tulis mahasiswa dan agenda - agenda penting lainnya semasa jabatannya. Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang direncanakan akan melakukan Bedah Rumah Keluarga Miskin, program KKN bedah rumah ini mungkin pertama kali dilaksanakan oleh perguruan nggi manapun di Indonesia.  Dony

Nama Tempat/Tgl Lahir Alamat Tlp Rumah/HP

: : : :

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum Denpasar, 25 Oktober 1962 Jalan Dukuh Sari Gang Kaliasem 11 Sesetan, Densel 0361 221042 / 0811386571

PENDIDIKAN SD SMP SMA Perguruan Tinggi

: : : :

SD Nomor 2 Sesetan, lulus tahun 1975. SMP INMINDAM, lulus tahun 1979. SMPP Negeri Denpasar, lulus tahun 1982. - S1 Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP PGRI BALI, lulus 1988 - S1 Hukum Perdata Universitas Mahendradatta, lulus 1994. - S2 Linguistik (Wacana Sastra) Faksas Unud, lulus 2003. - S3 Linguistik Faksas (Wacana Sastra) Unud, lulus 2009.

PRESTASI / JABATAN INTERNAL (DI LINGKUNGAN IKIP PGRI BALI) - Ketua Program D2 PGTK Periode 2004 – 2008 diperpanjang sampai 2010. - Pembantu Rektor II Periode 2006 – 2010 - Rektor Periode 2010 – 2014. EKSTERNAL (di luar IKIP PGRI BALI) - Ketua Koperasi Taman Sari thn 1998 – sekarang. - Ketua Koperasi Coblong Pamor thn 2005 – sekarang. - Pembina Yayasan Dharma Sunu Mandare thn 2008 – sekarang. - Pembina YPLP Dasmen PGRI Bali thn 2011 – sekarang.

8

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011


Sosok

Drs. I Gusti Ngurah Wijana, MM., M.Pd

BERBICARA mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat pen ng dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama - sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut, melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pela han bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gianyar, Drs. I Gusti Ngurah Wijana, MM., M.Pd kepada Nuansa Dewata mengatakan, mengingat sekolah sebagai unit pelaksana pendidikan formal terdepan d e n g a n b e rbagai keragaman potensi anak didik, yang memerlukan layanan pendidikan yang beragam, kondisi

lingkungan yang berbeda satu dengan lainnya, maka sekolah harus dinamis dan krea f dalam melaksanakan perannya untuk mengupayakan peningkatan kualitas atau mutu pendidikan. Hal ini akan dapat dilaksanakan jika sekolah dengan berbagai keragamannya itu, diberikan kepercayaan untuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan anak didiknya. Walaupun demikian, agar mutu tetap terjaga dan agar proses peningkatan mutu tetap terkontrol, maka harus ada standar yang diatur dan disepakati secara secara nasional untuk dijadikan indikator evaluasi keberhasilan peningkatan mutu tersebut (adanya benchmarking). Pemikiran ini telah mendorong munculnya pendekatan baru, yakni pengelolaan peningkatan mutu pendidikan di masa mendatang, harus berbasis sekolah sebagai ins tusi paling depan dalam kegiatan pendidikan. Pendekatan ini, kemudian dikenal dengan manajemen peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah (School Based Quality Management), atau dalam nuansa yang lebih bersifat pembangunan (developmental) disebut School Based Quality Improvement. Sekolah harus mampu menterjemahkan dan menangkap esensi kebijakan makro pendidikan, serta memahami kondisi lingkunganya (kelebihan dan kekurangannya) untuk kemudian melalui proses perencanaan, sekolah harus memformulasikannya ke dalam kebijakan mikro dalam bentuk program - program prioritas yang harus, dilaksanakan dan dievaluasi oleh sekolah yang bersangkutan sesuai dengan visi dan misinya masing - masing. Sekolah harus menentukan target mutu untuk tahun berikutnya, dengan demikian sekolah secara mendiri tetapi masih dalam kerangka acuan kebijakan nasional dan ditunjang dengan penyediaan input yang memadai, memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan sumber daya yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan masyarakat. Lebih lanjut Drs. I Gusti Ngurah Wijana, MM., M.Pd menyatakan, bervariasinya kebutuhan siswa akan belajar, beragamnya ke b u t u h a n g u r u dan staf lain dalam pengembangan profesionalnya, b e r b e d a ny a l i n g ku n ga n

sekolah satu dengan lainnya dan ditambah dengan harapan orang tua atau masyarakat akan pendidikan yang bermutu bagi anak, dan tuntutan dunia usaha untuk memperoleh tenaga bermutu, berdampak kepada keharusan bagi se ap individu terutama pimpinan kelompok harus mampu merespon dan mengapresiasikan kondisi tersebut di dalam proses pengambilan keputusan. Ini memberi keyakinan bahwa di dalam proses pengambilan keputusan, untuk peningkatan mutu pendidikan mungkin dapat dipergunakan berbagai teori, perspektif dan kerangka acuan (framework) dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat terutama yang memiliki kepedulian kepada pendidikan. Karena sekolah berada pada bagian terdepan dari pada proses pendidikan, maka diskusi ini memberi konsekwensi bahwa sekolah harus menjadi bagian utama di dalam proses pembuatan keputusan, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Sementara, masyarakat dituntut par sipasinya agar lebih memahami pendidikan, sedangkan pemerintah pusat berperan sebagai pendukung dalam hal menentukan kerangka dasar kebijakan pendidikan, strategi ini berbeda dengan konsep mengenai pengelolaan sekolah yang selama ini kita kenal. Dalam sistem lama, birokrasi pusat sangat mendominasi proses pengambilan atau pembuatan keputusan pendidikan, yang bukan hanya kebijakan bersifat makro saja tetapi lebih jauh kepada hal - hal yang bersifat mikro. Sementara sekolah cenderung hanya melaksanakan kebijakan - kebijakan tersebut yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, lingkungan Sekolah, dan harapan orang tua. Drs. I Gusti Ngurah Wijana, MM., M.Pd menegaskan, antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan, akan tetapi agar proses yang baik itu tidak salah arah, maka mutu dalam ar an hasil (ouput) harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah, dan harus jelas target yang akan dicapai untuk se ap tahun atau kurun waktu lainnya. Berbagai input dan proses harus selalu mengacu pada mutu hasil (output) yang ingin dicapai. Dengan kata lain tanggung jawab sekolah dalam school based quality improvement bukan hanya pada proses, tetapi tanggung jawab akhirnya adalah pada hasil yang dicapai. Untuk mengetahui hasil atau prestasi yang dicapai oleh sekolah terutama yang menyangkut aspek kemampuan akademik atau â€?kognitifâ€? dapat dilakukan benchmarking (menggunakan titik acuan standar, misalnya NEM oleh PKG atau MGMP). ď ş udiana

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

9


Sosok Perkembangan Koperasi di Indonesia SEJAK lama Bangsa Indonesia telah mengenal kekeluargaan dan kegotongroyongan yang dipraktekkan oleh nenek moyang Bangsa Indonesia, kebiasaan yang bersifat nonprofit ini, merupakan input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan dasar atau pedoman pelaksanaan Koperasi. Menurut Ketua Dekopinda Kabupaten Klungkung yang juga Manajer Koppas Srinadi, I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM kepada Nuansa Dewata mengatakan, kebiasaan - kebiasaan nenek moyang yang turun - temurun tersebut dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia di antaranya, adalah Arisan untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, paketan, mitra cai dan ruing mungpulung daerah Jawa Barat, Mapalus di daerah Sulawesi Utara, kerja sama pengairan yang terkenal dengan Subak untuk daerah Bali, dan Julo - julo untuk daerah Sumatra Barat merupakan sifat - sifat hubungan sosial, nonprofit dan menunjukkan usaha atau kegiatan atas dasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan. Bentuk - bentuk ini yang lebih bersifat kekeluargaan, kegotongroyongan, hubungan sosial, nonprofit dan kerjasama disebut Pra Koperasi. Pelaksanaan yang bersifat

10

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

pra-koperasi terutama di pedesaan masih dijumpai, meskipun arus globalisasi terus merambat ke pedesaan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia, berbagai penemuan di bidang teknologi (revolusi industri) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan dunia ekonomi menjadi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal (kapitalisme). Kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan baru tersebut, dengan sebaik - baiknya untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya, hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas yang dak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis atau liberal memberikan keuntungan yang sebesar - besarnya kepada pemilik modal, dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah. Lebih lanjut I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM menjelaskan, dalam kemiskinan dan kemelaratan ini, muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi. Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal dengan nama Koperasi Rochdale di bawah pimpinan Charles Howart. Di Jerman, Frederich Willhelm Raiffeisen dan Hermann Schulze memelopori Koperasi Simpan Pinjam. Di Perancis, muncul tokoh - tokoh koperasi seperti Charles Fourier, Louis Blance, dan Ferdinand Lassalle. Demikian pula di Denmark. Denmark menjadi Negara yang paling berhasil di dunia dalam mengembangkan ekonominya melalui koperasi. Kemajuan industri di Eropa akhirnya meluas ke negara - negara lain, termasuk Indonesia. Bangsa Eropa mulai mengembangkan sayap untuk memasarkan hasil industri, sekaligus mencari bahan mentah untuk industri mereka. Pada permulaannya kedatangan mereka murni untuk berdagang, nafsu serakah kaum kapitalis ini akhirnya berubah menjadi bentuk penjajahan yang memelaratkan masyarakat. Bangsa Indonesia, misalnya dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad dan setelah itu dijajah Jepang selama 3,5 tahun. Selama penjajahan, Bangsa Indonesia berada dalam kemelaratan dan kesengsaraan, penjajah melakukan penindasan terhadap rakyat dan mengeruk hasil yang sebanyak - banyaknya dari kekayaan alam Indonesia. Penjajahan menjadikan perekonomian Indonesia terbelakang, masyarakat diperbodoh sehingga dengan mudah menjadi mangsa penipuan

dan pemerasan kaum lintah darat, tengkulak, dan tukang ijon. Koperasi memang lahir dari penderitaan sebagai mana terjadi di Eropa pertengahan abad ke-18, di Indonesia pun koperasi ini lahir sebagai usaha memperbaiki ekonomi masyarakat yang ditindas oleh penjajah pada masa itu. Untuk mengetahui perkembangan koperasi di Indonesia, sejarah perkembangan koperasi Indonesia secara garis besar dapat dibagi dalam “dua masa” yaitu masa penjajahan dan masa kemerdekaan. Pada masa penjajahan Belanda, gerakan koperasi pertama di Indonesia lahir dari inisa f tokoh R. A. Wiriaatmadja pada tahun 1986. Wiriaatmadja, pa h Purwokerto (Banyumas) ini berjasa menolong para pegawai, pedagang kecil dan petani dari hisapan lintah darat melalui koperasi. Beliau dengan bantuan E. Sieberg, Asisten Residen Purwokerto, mendirikan Hulpen Spaar Bank. Cita - cita Wiriaatmadja ini juga mendapat dukungan dari Wolf van Westerrode, penggan Sieberg. Mereka mendirikan koperasi kredit sistem Raiffeisen. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga (koperasi konsumsi). Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi. Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) di Surabaya. Partai Nasional Indonesia (PNI) di dalam kongresnya di Jakarta berusaha menggelorakan semangat kooperasi, sehingga kongres ini sering juga disebut “kongres koperasi”. I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM menegaskan, berdasarkan peraturan ini rakyat dak mungkin mendirikan koperasi karena mendirikan koperasi harus mendapat izin dari gubernur jenderal, akta dibuat dengan perantaraan notaris dan dalam bahasa Belanda, ongkos materai sebesar 50 golden, hak tanah harus menurut hukum Eropa, harus diumumkan di Javasche Courant yang biayanya juga nggi. Peraturan ini mengakibatkan munculnya reaksi dari kaum pergerakan nasional dan para penganjur koperasi. Oleh karena itu, pada tahun 1920 pemerintah Belanda membentuk “Panitia Koperasi” yang diketuai oleh J. H. Boeke. Pani a ini ditugasi untuk meneli mengenai perlunya koperasi.  udiana/susarjana


Makalah

Peranan Utama Pers Nasional Pada Era Reformasi DA L A M usaha mencapai keberhasilan pembangunan nasional, ditingkatkan kegiatan p e n e ra n ga n d a n p e ra n a n m e d i a m a s s a . Kegiatan penerangan dan media massa bertugas menggelorakan semangat pengabdian terhadap perjuangan bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan, mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional serta menyadarkan bangsa akan kemutlakan peran ak fnya dalam pembangunan. Hal ini dilakukan melalui motivasi untuk ikut membangun di kalangan rakyat, dengan demikian rakyat merasa ikut memiliki dan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan pembangunan yang merupakan hasil bersama dari pemerintah dan rakyat. Oleh karena itu, komunikasi sosial Oleh : DEWA NGAKAN UDIANA yang bersifat terbuka, terarah, jujur, bebas dan bertanggung jawab perlu dibina dan dipupuk baik Pemimpin Redaksi antara pemerintah dan masyarakat maupun antar Nuansa Dewata golongan sosial dan profesi serta warga masyarakat itu sendiri. Pembicaraan tentang pers, biasanya terkait dengan tugas jurnalis, pemburu berita atau wartawan. Dunia pers nasional juga bertumbuh semakin meluas sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi (iptek), dan dukungan sumber daya jurnalis yang semakin berkompeten. Pertumbuhan teknologi informasi saat ini sangat mempengaruhi, bagaimana peranan utama pers nasional dengan dukungan berbagai sumber daya material yang telah memadai. Sehingga peranan pers nasional pada era reformasi, semakin terbuka lebar dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Pers nasional bisa menjadi ajang edukasi (pembelajaran), bagi segenap masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Insan pers nasional berperanan besar memberikan pendidikan e ka atau moral, dengan menyuguhkan berita, informasi, atau hiburan yang bersifat mendidik dan mengasah kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual seluruh komponen masyarakat. Sebagai bagian dari media massa, baik cetak ataupun elektronika, pers nasional mempunyai posisi strategis dalam melakukan koreksi terhadap kebijakan publik yang telah dicanangkan agar berlangsung secara efek f dan efisien. Sikap profesional insan pers nasional juga diperlukan untuk mendukung kebijakan yang telah diprogramkan dengan baik bagi kepen ngan publik. Sikap independensi pers nasional mendapat ujian berat ke ka harus menayangkan berbagai problema sosial, yang muncul ditengah masyarakat yang majemuk. Melalui komitmen kerja yang konsisten, se ap insan pers dapat berperanan dalam memberikan kontrol sosial yang berimbang dan obyek f, menurut penyampaian sudut pandang yang holis k dan terpadu. Perkembangan pers nasional pada era reformasi, kini telah tersebar luas dengan bermacam unit jaringan jurnalisme yang terbentuk. Selamat memperinga Hari Pers Nasional yang dirayakan pada tanggal 09 Februari 2011. Semoga seluruh insan pers nasional, baik yang tergabung dalam dewan pers nasional maupun komisi penyiaran publik, dapat mengembangkan peranan utamanya dengan citra sikap profesional dan independen, bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan bersama. Peran Pers Dalam Negara Demokrasi adalah negara yang mengikutsertakan par sipasi rakyat dalam pemerintahan, serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara. Salah satu hak dasar rakyat yang harus dijamin adalah kemerdekaan menyampaikan pikiran, baik secara lisan maupun tulisan. Pers adalah salah satu sarana bagi warga negara untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat serta memiliki peranan pen ng dalam negara demokrasi. Pers yang bebas dan

bertanggung jawab memegang peranan pen ng dalam masyarakat demokra s, dan merupakan salah satu unsur bagi negara dan pemerintahan yang demokra s. Menurut Miriam Budiardjo, bahwa salah satu ciri negara demokrasi adalah memiliki pers yang bebas dan bertanggung jawab. Sedangkan, In dari demokrasi adalah adanya kesempatan bagi aspirasi dan suara rakyat (individu) dalam mempengaruhi sebuah keputusan. Dalam demokrasi juga diperlukan par sipasi rakyat, yang muncul dari kesadaran poli k untuk ikut terlibat dan andil dalam sistem pemerintahan. Pada berbagai aspek kehidupan di negara ini, seja nya masyarakat memiliki hak untuk ikut serta dalam menentukan langkah kebijakan suatu Negara. Pers merupakan pilar demokrasi keempat setelah ekseku f, legisla f dan yudika f. Pers sebagai kontrol atas ke ga pilar itu dan melandasi kinerjanya dengan check and balance, untuk dapat melakukan peranannya perlu dijunjung kebebasan pers dalam menyampaikan informasi publik secara jujur dan berimbang. Disamping itu pula untuk menegakkan pilar keempat ini, pers juga harus bebas dari kapitalisme dan poli k. Pers yang dak sekedar mendukung kepentingan pemilik modal, dan melanggengkan kekuasaan poli k tanpa memper mbangkan kepen ngan masyarakat yang lebih besar. Kemungkinan kebebasan lembaga pers yang terkapitasi oleh kepen ngan kapitalisme dan poli k tersebut, mendorong semangat lahirnya ci zen journalism. Is lah ci zen journalism untuk menjelaskan kegiatan pemrosesan dan penyajian berita oleh warga masyarakat bukan jurnalis profesional, aktivitas jurnalisme yang dilakukan oleh warga sebagai wujud aspirasi dan penyampaian pendapat rakyat inilah yang menjadi latar belakang bahwa, ci zen journalism sebagai bagian dari pers merupakan sarana untuk mencapai suatu demokrasi. Wajah demokrasi sendiri terlihat pada dua sisi. Pertama, demokrasi sebagai realitas kehidupan sehari - hari, kedua, demokrasi sebagaimana ia dicitrakan oleh media informasi. Di satu sisi ada citra, di sisi lain ada realitas. Antara keduanya sangat mungkin terjadi pembauran, atau malah keterputusan hubungan. Ironisnya yang terjadi sekarang justru terputusnya hubungan antara citra dan realitas demokrasi itu sendiri. Is lah yang tepat digunakan adalah simulakrum demokrasi, yaitu kondisi yang seolah - olah demokrasi padahal sebagai citra ia telah mengalami deviasi, distorsi, dan bahkan terputus dari realitas yang sesungguhnya. Distorsi ini biasanya terjadi melalui citraan - citraan sistema s oleh media massa. Demokrasi bukan lagi realitas yang sebenarnya, ia adalah kuasa dari pemilik informasi dan penguasa opini publik. Proses demokra sasi disebuah negara dak hanya mengandalkan parlemen, tetapi juga ada media massa, yang mana merupakan sarana komunikasi baik pemerintah dengan rakyat, maupun rakyat dengan rakyat. Keberadaan media massa ini, baik dalam kategori cetak maupun elektronik memiliki cakupan yang bermacam - macam, baik dalam hal isu maupun daya jangkau sirkulasi ataupun siaran. Akses informasi melalui media massa ini sejalan dengan asas demokrasi, dimana adanya tranformasi secara menyeluruh dan terbuka yang mutlak bagi negara yang menganut paham demokrasi, sehingga ada persebaran informasi yang merata. Namun, pada pelaksanaannya, banyak faktor yang menghambat proses komunikasi ini, terutama disebabkan oleh keterbatasan media massa dalam menjangkau lokasi - lokasi pedalaman. Keberadaan radio komunitas adalah salah satu jawaban dari pencarian solusi, akan permasalahan penyebaran akses dan sarana komunikasi yang menjadi perkerjaan media massa umum. Pada perkembangannya radio komunitas telah banyak membuk kan peran pen ngnya di tengah persoalan pelik akan akses informasi dan komunikasi, juga dalam peran sebagai kontrol sosial dan menjalankan empat fungsi pers lainnya. SemogA

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

11


Opini Sekilas Bimbingan Konseling

Oleh : Dra. Ni Nyoman Tirta SEJARAH bimbingan dan konseling di Indonesia, Pelayanan Konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962, namun BK baru diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya, jadi perkembangan BK semakin mantap pada tahun 2001. Perkembangan bimbingan dan konseling sebelum kemerdekaan pada masa ini merupakan masa penjajahan Belanda dan Jepang, para siswa dididik untuk mengabdi demi kepen ngan penjajah. Dalam situasi seperti ini, upaya bimbingan dikerahkan. Bangsa Indonesia berusaha untuk memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan, salah satunya adalah taman siswa yang dipelopori oleh K. H. Dewantara yang menanamkan nasionalisme di kalangan para siswanya. Dari sudut pandang bimbingan, hal tersebut pada hakikatnya adalah

dasar bagi pelaksanaan bimbingan. Dalam bidang pendidikan, pada dekade 40-an lebih banyak ditandai dengan perjuangan m e re a l i s a s i ka n ke m e rd e ka a n m e l a l u i pendidikan. Melalui pendidikan yang serba darurat manakala pada saat itu di upayakan secara bertahap, memecahkan masalah besar antara lain melalui pemberantasan buta huruf. Sesuai dengan jiwa pancasila dan UUD 45, hal ini pulalah yang menjadi fokus utama dalam bimbingan pada saat itu. Di dekade 50-an bidang pendidikan menghadapi tentangan yang amat besar yaitu, memecahkan masalah kebodohan dan keterbelakangan rakyat Indonesia. Kegiatan bimbingan pada masa dekade ini lebih banyak tersirat dalam berbagai kegiatan pendidikan, dan benar - benar menghadapi tantangan dalam membantu siswa disekolah agar dapat berprestasi. Di dekade 60-an beberapa peris wa pen ng dalam pendidikan pada dekade ini adalah ketetapan MPRS tahun 1966 tentang dasar pendidikan nasional, lahirnya kurikulum SMA gaya Baru 1964, lahirnya kurikulum 1968 dan lahirnya jurusan bimbingan dan konseling di IKIP tahun 1963. Keadaan diatas memberikan tantangan bagi keperluan pelayanan bimbingan dan konseling disekolah. Pada dekade 70-an dalam dekade ini bimbingan diupayakan aktualisasinya melalui penataan legalitas sistem, dan pelaksanaannya. Pembangunan pendidikan terutama diarahkan kepada pemecahan masalah utama pendidikan yaitu pemerataan kesempatan belajar, mutu, relevansi, dan efisiensi. Pada dekade ini, bimbingan dilakukan secara konseptual, maupun secara operasional. Melalui upaya ini semua pihak telah merasakan apa, mengapa, bagaimana,

dan dimana bimbingan dan konseling. Dekade 80-an nah pada dekade ini, bimbingan ini diupayakan agar mantap. Pemantapan terutama diusahakan untuk menuju kepada perwujudan bimbingan yang professional. Dalam dekade 80an pembangunan telah memasuki Repelita III, IV, dan V yang ditandai dengan menuju lepas landas. Beberapa upaya dalam pendidikan yang dilakukan dalam dekade ini diantaranya penyempurnaan kurikulum, penyempurnaan seleksi mahasiswa baru, profesionalisasi tenaga pendidikan dalam berbagai ngkat dan jenis, penataan perguruan nggi, pelaksnaan wajib belajar, pembukaan universitas terbuka, akhirnya Undang – Undang Pendidikan Nasional. Beberapa kecenderungan yang dirasakan pada masa itu adalah kebutuhan akan profesionalisasi layanan, keterpaduan pengelolaan, sistem pendidikan konselor, legalitas formal, pemantapan organisasi, pengmbangan konsep – konsep bimbingan yang berorientasi Indonesia. Meyongsong era Lepas landas mempunyai makna sebagai tahap pembangunan yang ditandai dengan kehidupan nasional, atas kemampuan dan kekuatan sendiri khususnya dalam aspek ekonomi. Ciri kehidupan lepas landas ditandai dengan keberadaan dan berkembang atas dasar kekuatan dan kemampuan sendiri, maka ciri manusia lepas landas adalah manusia yang mandiri secara utuh dengan ga kata kunci yakni mental, disiplin, dan integrasi nasional yang diharapkan terwujud dalam kemampuannya menghadapi tekanan – tekanan zaman baru, yang berdasarkan peradaban komunikasi informasi.  Penulis adalah, Guru SMAN 1 Sukawati, Gianyar.

Konseling Terapeutik

Oleh : Dra. Sang Ayu Nistriani

12

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

KURIKULUM BP yang sedang dikembangkan adalah Kurikulum 1984, yang tampaknya masih berorientasi pada konseling terapeutik (kuratif). Sehingga dalam mengimplementasikan layanan BP pun masih banyak diwarnai oleh pendekatan yang bersifat terapeu k (kuratif), pada kurikulum 1984 ada upaya untuk menekankan Bimbingan Karier sebagai substansi Bimbingan dan Penyuluhan. Di lapangan ternyata banyak yang keliru dalam menafsirkannya seolah-olah Bimbingan Karier merupakan bidang yang terpisah dari Bimbingan dan Penyuluhan, sehingga orang sering menyebutnya sebagai BP atau BK. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan nama Bimbingan dan Penyuluhan menjadi Bimbingan dan Konseling, bersamaan dengan itu pula mulai diperkenalkan sebutan Guru Pembimbing (sebutan resmi untuk petugas bimbingan dan konseling), menggan kan sebutan Guru BP, namun ada juga yang menyebutnya Guru

BK. Dalam mengimplementasikan Kurikulum 1994, dikembangkan konsep Pola 17 sebagai kerangka kerja Bimbingan dan Konseling. Pada Kurikulum 1994 telah meletakkan dasar untuk mengembangkan konseling dengan paradigma pencegahan dan pengembangan, sehingga dalam mengimplementasikan layanan Bimbingan dan Koseling dak harus difokuskan untuk selalu “mengejar-ngejar kasus” semata. Suka dan duka menyertai perjalanan penulis selama menjadi Guru atau Pembimbing, rasa suka dan bahagia muncul tatkala penulis berhasil membantu para siswa untuk bisa menjalani kehidupannya lebih baik. Terlebih jika ada orang tua yang sengaja datang ke sekolah, hanya untuk sekedar menyampaikan rasa terima kasih atas hasil bimbingan yang telah dilakukan terhadap putera-puterinya. Sebaliknya, rasa sedih dan duka muncul ke ka penulis gagal memberikan bantuan kepada siswa, yang terpaksa harus tidak naik kelas atau dikeluarkan garagara melakukan pelanggaran tata tertib sekolah.


F U N G S I Bimbingan Konseling, sebagaimana yang kita ketahui b a h w a ko n s e l o r sekolah berfungsi untuk menangani masalah yang ada d i s e ko l a h , b a i k berupa kekerasan fisik maupun non fisik yang dilakukan oleh siswa atau siswa Oleh : sekolah. Disinilah Suwardi peran bimbingan Wartawan konseling diperlukan Nuansa Dewata untuk membimbing atau menangani, menasehati siswa yang terlibat dalam suatu masalah, Bimbingan Konseling merupakan suatu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya, dan siswa pada khususnya di sekolah. Menurut Sertzer dan Stone, bimbingan merupakan proses membantu orang perorangan untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya. Sedangkan konseling sendiri berasal dari kata la n “Consilum” yang berar “dengan” atau “bersama” dan “mengambil” atau “memegang”. Maka dapat dirumuskan sebagai memegang atau mengambil bersama. Adapun beberapa fungsi dari bimbingan konseling yaitu Fungsi Pemahaman yaitu, fungsi bimbingan dan konseling membantu konseling agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya), dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseling diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruk f. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengan sipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya

tidak dialami oleh konseling. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseling tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseling, dalam rangka mencegah terjadinya ngkah laku yang dak diharapkan, diantaranya bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obatobatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex). Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseling, konselor dan personel Sekolah atau Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan, dalam upaya membantu konseling mencapai tugastugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kura f, fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseling yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan Remedial Teaching. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseling memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerjasama dengan pendidik lainnya di dalam

Perdebatan dan adu argumentasi dengan rekanrekan kerja seringkali terjadi, tatkala dalam rapat kenaikan kelas atau pelulusan harus mengambil keputusan untuk menentukan nasib siswa yang berada pada jurang “degradasi”. Upaya advokasi yang dilakukan memang seringkali menimbulkan kontraversi dengan rekan-rekan kerja, tetapi itulah resiko jabatan yang harus dijalani. Begitu juga, rasa nelangsa dan prihatin muncul ketika guru-guru mata pelajaran menerima tunjangan Kelebihan Jam Mengajar, sedangkan guru pembimbing terpaksa harus gigit jari. Walaupun pada akhirnya penulis bersama dengan rekan-rekan guru pembimbing lainnya, berhasil meyakinkan sekolah bahwa

guru pembimbing pun berhak atas tunjangan Kelebihan Jam Mengajar. Perjalanan selama menjadi guru pembimbing telah memberikan pengalaman dan kebanggaan tersendiri bagi penulis, tahun 2004 muncul Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang kemudian pada tahun 2006 direvisi dengan hadirnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sangat disesalkan, di tengah-tengah gelegar reformasi pendidikan dan pembelajaran tersebut, ternyata suara tentang bimbingan dan konseling semakin sayup-sayup dan nyaris dak terdengar. Sehingga penulis dan juga rekan-rekan konselor di lapangan, seper kehilangan pegangan dan arah untuk menyikapi berbagai perubahan yang

maupun di luar lembaga pendidikan. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah atau Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseling. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseling, pembimbing atau konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseling secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah atau Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseling. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseling agar dapat, menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruk f. Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseling sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseling, supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga, dapat mengantarkan mereka kepada ndakan atau kehendak yang produktif dan normatif. Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseling dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang op mal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseling. Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseling supaya dapat menjaga diri, dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi konseling ini adalah memfasilitasi konseling agar terhindar dari kondisi yang akan menyebabkan penurunan produk vitas diri, pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakulta f (pilihan) sesuai dengan minat konseling. 

Opini

Fungsi Bimbingan Konseling

terjadi. Untuk menyiasa keadaan dan berbagai persoalan yang menghinggapi profesi konseling saat ini, akhirnya sampailah pada satu pemikiran untuk menulis ar kel pendek ini, dengan harapan dapat dijadikan sebagai media komunikasi secara virtual, khususnya dengan seluruh rekan-rekan konselor dimana pun berada dan juga masyarakat lainnya, untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, sehingga profesi konseling tetap bisa memberikan manfaat bagi kehidupan dan kemajuan pendidikan di negeri yang kita cintai ini.  Penulis adalah, Pengamat Sosial & Guru Tetap Yayasan SMA Dwi Jendra Gianyar & TU Fakultas Ekonomi Universitas Ngurah Rai.

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

13


Nuansa Sekolah SMPN 2 Semarapura Lestarikan Seni Budaya Bali PENTINGNYA mengembangkan mata pelajaran muatan lokal seni budaya dan adat istiadat Bali juga dilontarkan Kepala SMP Negeri 2 Semarapura, I Made Arnawa, S.Pd., MM materi pelajaran untuk memperkenalkan siswa kepada seni budaya Bali itu juga diselipkan dalam m ata p e l a j a ra n Pe n ge m b a n ga n Diri, pada mata pelajaran itu, siswa diperkenalkan dengan tata cara pembuatan bebantenan, berbagai sarana upacara atau upakara Hindu dan sejenisnya. Selain itu, katanya, siswa juga diperkenalkan dengan tradisi sastra yang mulai asing di kalangan generasi muda Bali seperti nyurat lontar (menulis di atas daun lontar - red) dan beragam jenis kesenian langka lainnya. ’’Mata pelajaran itu memang kental dengan misi pelestarian seni budaya Bali, jadi dengan mengemas mata pelajaran itu dalam kur kurikulum sekolah, pa paling tidak kami sud menggulirkan sudah up upaya pelestarian ya tidak berhenti yang dalam tataran wacana semata. W laupun harus Wa d i a ku i , a k t i v i ta s p pelestarian yang k kami lakoni masih dalam wujud yang sangat s sederhana,’’ kata K Kepala SMP Negeri 2 S e m a ra p u ra , I Made Arnawa, S.Pd., MM. I Made Arnawa, S.Pd., MM. Menurut I Made Arnawa, S.Pd., MM ada manfaat ganda yang bisa dipe k siswa dari penyelenggaraan mata pelajaran muatan lokal seni budaya Bali itu. Di samping sedari awal memperkenalkan mereka dengan ragam ak vitas yang akan mereka jumpai ke ka terjun ke masyarakat, mata pelajaran ini juga merupakan media yang sangat representa f untuk menyemai kearifan - kearifan lokal yang menjiwai perikehidupan manusia Bali. Saat mereka dicekoki tata cara pembuatan penjor, misalnya, mereka diwajibkan bekerja secara berkelompok. Sistem kerja seper ini mengharuskan mereka bisa bekerja sama satu sama lain untuk menghasilkan karya terbaik. Apalagi, hasil karya itu akan dievaluasi

14

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

karena merupakan salah satu materi penilaian untuk mengisi nilai rapor mereka. Dalam konteks ini, ak vitas itu sesungguhnya secara dak langsung akan membiasakan mereka bekerja dalam satu team work yang terpadu, yang merupakan salah satu implementasi dari kearifan lokal Bali saguluk sagilik salunglung sabhayantaka. Semangat kebersamaan itu juga tercermin dengan utuh ke ka mereka dihadapkan dengan materi pelajaran ngeracik lawar (meramu makanan khas Bali-red), maupun membuat sarana upacara atau upakara lainnya. ’’Jadi, mata pelajaran itu

yang bisa digali dan dikembangkan dari mata pelajaran tersebut. Mata pelajaran merupakan pikal ak vitas kebersamaan yang lazim kita jumpai di lingkungan banjar atau desa pakraman saat mempersiapkan upacara maupun hari-hari besar keagamaan Hindu,’’ ujar I Made Arnawa, S.Pd., MM. I Made Arnawa, S.Pd., MM menambahkan, mata pelajaran muatan lokal itu dak hanya diiku oleh siswasiswa beragama Hindu semata. Meskipun dak bersifat paksaan, siswa-siswa non-Hindu ikut tergerak mendalami pelajaran itu dengan kesadaran sendiri. Pasalnya, mereka menyadari bahwa mereka hidup di tengah-tengah masyarakat Bali yang mayoritas pemeluk Hindu. Walaupun tidak ikut terlibat dalam ritual keagamaan, mereka kerapkali ikut mempersiapkan sarana-sarana upacara atau upakara itu sebagai wujud solidaritas mereka terhadap rekan-rekan Hindu. Dengan begitu, mereka menilai tidak ada salahnya mengetahui tata cara pembuatan sarana-sarana upacara atau upakara kenda dak secara mendetail. ’’Dalam konteks ini, par sipasi mereka lebih di kberatkan sebagai media untuk mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan,’’ ujar I Made Arnawa, S.Pd., MM. Kepribadian suatu bangsa dapat

dak semata mendidik siswa menjadi terampil, tetapi juga bisa difungsikan sebagai media untuk mempererat rasa kebersamaan di antara mereka. Mendidik mereka untuk berinteraksi satu sama lain dan mengembangkan sikap toleransi karena kemampuan mereka bekerjasama juga merupakan penentu apakah hasil karya mereka layak dihargai dengan nilai bagus atau tidak. Sejatinya, banyak sekali nilai - nilai kearifan lokal

dilihat dari bagaimana kebudayaan bangsa tersebut. ”Bila kebudayaan yang ada nggi dan beradab, maka bangsa itu akan memiliki suatu kepribadian luhur dan berderajat tinggi. Demikian halnya bangsa Indonesia yang berkepribadian luhur. Kebudayaan bangsa ini harus selalu bercermin pada Pancasila. Pancasila telah mengantongi semua kepen ngan masyarakat, suku, agama, ras, dan adat is adat,” pungkasnya.  susarjana


Dewa Gede Sugianyar, S.Pd

Cetak Siswa Berprestasi DENGAN jumlah siswa 117 orang siswa, yang terbagi menjadi kelas VII 47 orang siswa, kelas VIII 33 orang siswa dan IX 37 orang siswa menjadikan Sekolah Menengah Pertama Santi Yasa Petak, Gianyar ini menjadi pusat pendidikan yang mampu melahirkan pelajar yang intelek, berketerampilan, berpekerti mulia, dan bersikap posi f dalam menciptakan generasi penerus yang handal dalam segala bidang, dan dapat bersaing dalam era globalsasi. Itulah hal serius yang menjadi visi sekolah ini. Dengan berdasarkan kepada visi sekolah yang baik, SMP Santi Yasa, Petak, Gianyar dengan mendidik siswa dan siswi melalui proses pengajaran dan pembelajaran terkini, menyelaraskan program peningkatan ilmu dari masa ke masa, menjadikan sekolah sebagai taman ilmu, berusaha menyediakan suasana pengajaran dan pembelajaran yang nyaman, pelayanan khusus terhadap siswa yang berprestasi, memberikan mo vasi untuk selalu berwawasan global dan menggali potensi siswa sehingga memiliki kecakapan. Kepala SMP Santi Yasa Petak, Gianyar, Dewa Gede Sugianyar, S.Pd didampingi KTU SMP San Yasa Petak Ni Ketut Suriasih menyatakan, gempuran arus globalisasi yang mahadahsyat akan mengikis jati diri manusia Bali, seni budaya Bali nan adiluhung itu pun ikut - ikutan tergerus. Tak kuasa membendung gemerlap ’’budaya’’ globalisasi yang menawarkan beragam gaya hidup yang serba prak s, instan, materialistis dan individualistis. Belakangan ini, nada - nada pesimisme itulah yang kerap terngiang dan menghamparkan kecemasan yang memanjang. Sebentuk kecemasan yang cukup berdasar mengingat realitas yang ada memang mengisyaratkan generasi muda Bali makin ’’berjarak’’ dengan seni budaya warisan leluhurnya. Sebelum mimpi buruk tentang lenyapnya seni budaya Bali nan adiluhung itu menjelma nyata, segenap komponen masyarakat Bali wajib melakukan upaya-upaya penyelamatan. Salah satunya, memperkenalkan khazanah seni budaya itu kepada generasi muda Bali sejak usia dini. Dan, jenjang pendidikan formal dinilai

merupakan tempat yang sangat ideal untuk kepentingan itu. Apalagi, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang diterapkan saat ini sejatinya memberikan keleluasaan yang sangat lapang kepada pihak sekolah, untuk menumbuh kembangkan segala potensi maupun muatan lokal yang ada di wilayahnya. ”Dalam konteks ini, komitmen pelestarian seni budaya termasuk adat istidat Bali itu sesungguhnya sudah menemukan saluran yang tepat, media untuk memperkenalkan seni budaya secara intensif kepada generasi muda itu bisa dikemas dalam mata pelajaran tersendiri seperti mata pelajaran Pengembangan Diri maupun diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain seper Bahasa Bali dan Pendidikan Budi Peker ,” jelas Kepala SMP San Yasa Petak, Gianyar, Dewa Gede Sugianyar, S.Pd. Lebih lanjut dijelaskan, jika keleluasaan yang ditawarkan KTSP ini bisa dimanfaatkan dengan baik, maka kita dak usah terlalu risau seni budaya Bali nan adiluhung akan mati pelan - pelan lantaran gagal mencetak generasi pewaris. Sebab, proses alih generasi itu seja nya sudah digelindingkan lewat bangku pendidikan formal seperti yang kami lakukan disini. Tampaknya, pemberlakuan KTSP dimaknai sebagai momentum berharga oleh sejumlah sekolah di Bali untuk meneguhkan komitmen pelestarian seni budaya Bali. Di SMP San Yasa Petak, Gianyar misalnya, keterampilan budaya Bali dijadikan salah satu materi utama pada mata pelajaran Pengembangan Diri. Selama setahun penuh, seluruh siswa dari kelas I hingga kelas III diperkenalkan dengan seni budaya Bali secara intensif. Keterampilan itu dak sekadar mengasah keterampilan mereka dalam menari Bali, menabuh, makidung dan ak vitas berkesenian lainnya yang sudah lumrah diajarkan di bangku sekolah selama ini. Namun, sudah ’’menjamah’’ ak vitas - ak vitas yang jauh lebih kompleks. Misalnya, mereka sudah diperkenalkan dengan tata cara pembuatan bebantenan, ngulat klakat, sanggar agung dan beragam sarana upacara atau upakara Hindu. Dengan kemasan mata pelajaran muatan lokal seper ini, para siswa

Nuansa Sekolah

SMP Santi Yasa Petak

seja nya telah dipersiapkan secara terstruktur dan tersistema s untuk terjun ke masyarakat adat. Sebab, apa yang mereka pelajari di bangku sekolah itu akan sangat bermanfaat begitu mereka harus kembali ke tengah-tengah masyarakat untuk ngayahang banjar atau desa pakraman. Kecanggihan teknologi itu ibarat pisau bermata dua, di antara beragam hal - hal posi f yang ditawarkannya, kecanggihan teknologi juga menyimpan banyak ’’lorong hitam’’ jika manusia tidak bijaksana memanfaatkan kecanggihan teknologi itu. ’’Sebagai contoh sederhana, teknologi komputer bisa menggiring anak bersikap individualistis karena mereka hanya bersosialisasi dengan perangkat elektronik semata. Tetapi, bukan berar kami mengharamkan kemajuan teknologi. Hal itu tetap pen ng bahkan bersifat mutlak. Agar siswa kami dak sampai tersesat di lorong hitam itu, mereka tetap wajib dibekali dengan pendidikan budi pekerti juga pemahaman tentang seni budaya Bali yang mengandung beragam kearifan lokal,’’ tegas Dewa Gede Sugianyar, S.Pd. Guru yang saat ini aktif mengajar di SMP San Yasa Petak, Gianyar adalah Dewa Gede Sugianyar, S.Pd guru IPS, Eko; Desak Putu Ngurah, S.Pd guru IPS dan PPKN; Ni Putu Warningsih, S.Ag guru IRT; A. A Gede Rai Laba, guru Matema ka; I Made Suji, S.Pd guru OSAI; Ngakan Made Sucipta, S.Ag guru Bahasa Daerah dan Agama; Drs. I Gus Putu Nuraga, guru IPA dan Biologi; A. A Gede Putra Raka, S.Pd guru Penjaskes; Ni Made Siman, S.Pd guru Matema ka; I Wayan Merta Jaya, S.Pd guru Bahasa Indonesia; Ni Made Murdani, S.Pd guru Tikom dan Bahasa Indonesia; A. A Istri Dewi Masrini, S.Pd guru Bahasa Indonesia; I Ketut Parwata, S.Pd guru Budi Peker ; I Ketut Subudi, S.Pd guru Keterampilan; Desak Made Sri Wulandari, S.Pd guru IPS; Ni Nyoman Misi, guru Agama; Desak Ketut Sri Wahyuni, S.Pd guru Bahasa Inggris; Dewa Komang Surya Wibawa, S.Sn guru tembang; I Ketut Winartha, guru BK; Dewa Gede Beratha, S.Pd guru IPA; Dewa Ayu made Diantari, S.Pd guru Bahasa Inggris; I Putu Yudi Antara, S.Pd guru Kertakes.  udiana

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

15


Nuansa Sekolah Drs. I Made Gede Putra Wijaya, SH., M.Si

US Sebaiknya Paralel Dengan UN INTERVAL waktu antara US (Ujian Sekolah) dan UN (Ujian Nasional) sebaiknya diatur Pemerintah agar pararel sehingga “mood” para peserta masih tinggi. Pernyataan ini dikemukakan Drs. I Made Gede Putra Wijaya, SH., M.Si Kepala Sekolah SMK PGRI I Badung di Latu Gerih Abiansemal Badung beberapa waktu lalu. “Sebaiknya US pararel dengan UN artinya jeda waktunya berdekatan, “katanya. Namun, meskipun nan nya pada saat pelaksanaan US dan UN ternyata berselang jauh waktunya, pihaknya tetap mempersiapkan psikologis para siswanya supaya mereka tetap berkonsentrasi. Diingatkannya agar mereka juga tidak menyepelekan US yang kelak mempengaruhi nilai UN. Dengan UN system 5 paket seper saat ini maka para peserta UN harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Anehnya, meskipun UN bakal dilakukan dengan system

5 paket, namun try out (ujian pemantapan) tingkat provinsi yang sudah dilaksanakan untuk ngkat SLTP dan SLTA/SMK dengan system 4 paket “Mungkin Pemprov sudah aterlanjutr menyusun materi soal dengan system 4 paket. ‘Kan baru belakangan diputuskan system 5 paket. Jadinya, walaupun system 5 paket, toh sama saja karena dengan 1 atau 2 paket pun jika dilaksanakan dengan murni maka dak ada siswa yang bebuat curang seperti ngerepek atau nyontek. “Kata Putra Wijaya yang juga pemilik SMK PGRI 1 Badung yang terletak di tempat yang strategis diapit lahan persawahan itu. Sekedar diketahui, SMK PGRI I Badung sejak awal didirikan pada tahun 1990 mengkhususkan diri sebagai Sekolah Kejuruan Pariwisata dengan status Terakreditasi A. Sebagai Sekolah Kejuruan Pariwisata, SMK PGRI I Badung membuka 2 jurusan yakni : Jurusan Akomodasi Perhotelan dan tata Boga.

Pada tahun ajaran baru 2011 ini akan membuka Jurusan TI (Teknologi Informatika). Dengan membuka satu lagi Jurusan baru diharapkan minat para calon siswa akan semakin tinggi untuk masuk dan menimba ilmu di sekolah ini. Fasilitas belajar yang cukup lengkap sangat menunjang proses belajar mengajar di sekolah yang dikelilingi areal persawahan sehingga udara nampak sejuk di ruang terbuka seper itu. Wartawan anda yang bertandang kesana bertepatan dengan ak fitas siswa yang lagi praktikum. Aroma masakan dari ruang prak kum membuat perut minta diisi. Saat ini menurut penjelasan Kasek Putra Wijaya, SMK PGRI I Badung berdiri di atas lahan milik sendiri seluaus 46 are “Kelak akan diperluas lagi dan mudah-mudahan tahun ini sudah bisa terealisasi sehingga nan nya jalan akses ke sekolah bisa juga lewat arah mur ke jembatan Jalan Utama Sibang Abiansemal. “Jika apa yang direncanakan Putra Wijaya benar-benar terwujud, maka SMK PGRI I Badung semakin strategis menyongsong masa depan pendidikan bagi putra/putri Badung Utara.  dony

Persami Sarana Efektif Membangun Karakter PRAMUKA dipercaya sebagai sarana yang efek f, untuk membangun karakter dan kepemimpinan Bangsa Indonesia, dengan melalui berbagai pelatihan dan disiplin yang terkandung dalam gerakan pramuka, tentunya diharapkan akan lahir generasi muda yang berkepribadian dan berdisiplin guna melanjutkan tongkat kepemimpinan Bangsa Indonesia kedepan. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gianyar yang juga Ketua Kwar r Cabang Gianyar, Drs. I Gus Ngurah Wijana, MM., MPd kepada Nuansa Dewata mengatakan, kegiatan Persami ini (Perkemahan Sabtu dan Minggu) Pramuka yang dibuka Bupa Gianyar, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawa , M.Si mengawali kegiatan pramuka di Kabupaten Gianyar. Kegiatan Persami ini melibatkan pramuka di penegak, dan selanjutnya kegiatan akan secara ru n dilaksanakan mulai dari ngkat siaga, penggalang dan penegak. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mempraktekkan pendidikan karakter dan memberikan keterampilan bagi para siswa, yang tujuannya dak lain agar mereka memiliki tanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, daerah serta nusa dan bangsa,” jelas Drs. I Gus Ngurah Wijana, MM., MPd. Melalui kegiatan ini pihaknya memberi

16

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

contoh bagaimana membentuk karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari, ini dikarenakan dalam pramuka didapat pengetahuan bermasyarakat dan bernegara, melalui kegiatan pramuka diharapkan akan tumbuh sikap dan jiwa patrio sme. Pembukaan Persami penegak se-Kwartir Cabang Gianyar ini juga disertai dengan kegiatan penanaman pohon, persami kali ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Bukit Ja Gianyar. Acara diiku 43 sekolah mulai dari ngkat SMP, SMA dan SMK Negeri di kabupaten Gianyar, keseluruhan peserta yang terlibat sekitar 500 orang. Bupati Gianyar, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawa , M.Si menyatakan, pramuka telah terbukti berperan dalam dunia pendidikan khususnya dalam penguatan karakter para peserta didik. Melalui kegiatan pramuka ini diharapkan akan tumbuh generasi muda yang unggul dalam pembangunan. “Kegiatan Persami ini bukan hanya diisi dengan perkemahan saja, tetapi juga kegiatan posi f lainnya,” jelas Tjok Ace. Tentunya Pemerintah Kabupaten Gianyar akan sangat mendukung segala kegiatan kepramukaan, mulai dari materi hingga pembinaan. Pemerintah juga tengah melakukan program perbaikan sekretariat guna mendukung segala kegiatan.  suwardi

Drs. I Gusti Ngurah Wijana, MM., MPd


SEBANYAK 1.550 siswa miskin ngkat SMA/SMK di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten memperoleh subsidi pendidikan gra s. “Pemerintah Kabupaten Lebak sudah mengalokasikan subsidi bebas biaya pendidikan bagi siswa miskin pada jenjang SMA/SMK,” kata Kepala Bidang SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lebak, H Asep Komar. Asep mengatakan, jumlah siswa miskin yang menerima subsidi pendidikan tercatat 1.550 orang. Mereka menerima dana sebesar Rp50.000 untuk biaya sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP) rutin bulanan. Karena itu, pihaknya berharap siswa miskin yang menerima subsidi bebas biaya pendidikan dapat meningkatkan angka par sipasi kasar (APK) dan angka par sipasi murni (APM). Selama ini APK dan APM jenjang SMA/ SMK di Kabupaten Lebak masih di bawah rata-rata nasional 60 persen. “Kita ke depan berharap APK dan APM bisa mencapai di atas rata-rata nasional,” katanya. Dia menyebutkan, Pemkab Lebak pada 2011 hanya mampu memberikan subsidi biaya pendidikan sebanyak 1.550 orang, padahal siswa miskin yang mengajukan mencapai 4.450 orang. “Saya berharap tahun ke depan kuota ssiwa miskin yang menerima subsidi lebih banyak lagi,” katanya.  susarjana/net

Pemerintah Akan Hilangkan Diskriminasi Sisdiknas MENTERI Pendidikan Nasional RI, M. Nuh mengatakan pemerintah akan menghilangkan diskriminasi sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Menteri mengatakan hal itu saat menghadiri ”haul” ke-29 almarhum KH. Abdul Chamid di Pondok Pesantren Salafiyah Kebonsari, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Ia menjelaskan sesuai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan umum dan agama, keduanya masuk dalam sistem pendidikan nasional. Namun, kata dia, dalam kenyataannya ada anak yang telah bertahun-tahun telah ”mondok” di pesantren, tetapi tetap dianggap belum sekolah. ”Hal itu dak adil. Diskriminasi sistem pendidikan tersebut harus dihilangkan,” kata mendiknas. Menteri berjanji mulai tahun ini Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama akan duduk bersama membahas dua sistem pendidikan tersebut ke dalam sistem pendidikan nasional. Dijelaskan, untuk menertibkan sitem pendiikan di pondok pesantren, pemerintah akan membentuk ins tusi ”muadalah” yang fungsinya sebagai lembaga penyetaraan jenjang pendidikan di pondok pesantren. Sehingga lembaga tersebut akan melakukan pener ban secara administra f, baik waktu

belajar, serta kurikulum pondok pesantren. Penegasan mendiknas tersebut sejalan dengan program yang telah dilaksanakan Pemerintah Daerah Jawa Timur yang telah memprogramkan peningkatan pendidikan diniyah di pondok pesantren. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di depan para kiai mengungkapkan, ia bersama Wakil Gubernur Jawa timur, Saifullah Yusuf yang berjanji saat kampanye ingin mewujudkan program pendidikan ”diniyah” sesuai program para kiai di Jawa Timur. Untuk mendukung program peningkatan pendidikan ”diniyah”, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menganggarkan sebesar Rp100 miliar.  susarjana/net

ASEAN dan Republik Of Korea International Academic Conference 2011 BALI dikenal luas masyarakat dunia sebagai daerah tujuan wisata (DTW) yang eksotik, disebut juga Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura dan sederet atribut lainnya. Berbagai atribut yang sematkan bagi Bali yang merupakan “Ikon” Pariwisata ditanah air ini tidak lantas membuat sosok Rektor Universitas Mahendradata, Dr. Shri I Gst Ngr. Arya Wedakarna M. Wedastraputra Suyasa ini puas. Dia ingin menjadikan Bali dengan sebutan lain selain yang sudah populer dikenal masyarakat pariwisata dunia. Tentu hal itu berhubungan dengan posisinya sebagai kaum cerdik cendekia. Mengapa tidak ?. Hal itu dibuk kan lewat keunggulan par siswa/siswi SLTP dan SLTA di Bali pada UN tahun 2010 lalu yang meraih Juara I Nasional mengugguli provinsi-provinsi lain di Bumi Nusantara sehingga mendapat apresiasi dan pujian dari Presiden SBY pada saat membuka Pesta Seni Bulan Juni tahun lalu. Terinspirasi oleh hasil UN itulah maka di benak Wedakarna yang bercita-cita agar menjadikan Bali sebagai Pulau Pusat Ilmu Pengetahuan (The Island of Science). Rektor yang menyandang predikat Doktor termuda di Indonesia ini memang ak f dalam berbagai aktifitas baik sebagai seorang intelek di kampus maupun sebagai poli si salah satu partai demi memperjuangkan kepentingan Bali dan Indonesia di ngkat regional, nasional maupun internasional. Sebagai cendekiawan muda Hindu, Wedakarna miris melihat bangsa ini yang menurut hasil survey SDM bangsa ini termasuk paling rendah ke 3 diantara Bangsa-bangsa ASEAN, karena itu melalui keterlibatannya secara ak f apalagi ditunjuk sebabagai host (tuan rumah) dalam ASEAN dan Republik Of Korea Interna onal Academic Conference 2011 yang berlangsung di Inna Grand Bali Beach sanur (9 s/d 11 Februari 2011) diharapkan memberikan kontribusi yang posi f bagi kawasan ini dalam hal pengetahuan. Mengapa ? Karena lewat konferensi yang lebih banyak berbicara tentang kaum imigran

inilah diharapkan menelorkan sumbangsih yang amat penting untuk didedikasikan kepada pemerintah di regional ASEAN untuk kebijakan-kebijakan yang lebih humanis bagi kaum imigran. Sumbang pendapat dari ajang berkumpulnya kaun intelek bergelar Doktor dan Profesor dari berbagai ins tusi Perguruan Tinggi terkemuka di kawasan ASEAN dan Kortea ini amat menarik untuk ditelaah agar dapat diimplementasikan. Sebutlah beberapa diantaranya yang tampil sebagai pembicara seper : Prof. Filomena Aquilar dari Ateneo University, Prof. Marshidi Sirat dair University Sains Malaysia, Assac Prof. Dr. Ho Kong Chong dari Na onal University of Singapore, Dr. Jakrit Shangkhamane dari Chulalongkorn University, Prof. Cho Byong Hee dari Seoul National University, serta dari negeri kita sendiri sebagai host adalah Dr. Inosentius Samsul Dosen Pasca Sarjana Universitas Mahendradata. Kehadiran 110 par sipan dalam konferensi ini kiranya membawa dampak yang signifikan bagi Bali khususnya Rektor Shri Wedakarna yang bercita-cita menjadikan Bali sebagai pusat Ilmu Pengetahuan. Donny Parera wartawan Nuansa Dewata (ND) berkesempatan menemui Rektor Shri Wedakarna (SW) di sela-sela jadwal konferensi yang padat. Wawancara singkat selama kira-kira 15 menit itupun berlangsung. Berikut petikannya. ND : Anda dipercaya sebagai “host” konferensi berskala interna onal ini, sebesar apa nilai strategisnya bagi Universitas Mahendaradata dan mengapa mereka justru memilih Universitas Mahendradata dan bukan Universitas yang berstatus negeri seperti Unud atau yang lainnya di Indonesia ? SW : ‘Anda tahu, semua itu karena sejarah. Background Universitas Mahendradata (dahulu Universitas Marhaen) memang didirikan oleh ayahanda kami sendiri yang seorang pejuang. Mereka mungkin lebih mengenal mengenai Universitas Mahendradata senan asa dikaitkan dengan Sang Poklamator Soekarno. Kami juga mendirikan The Soekarno Center. Jadi mereka membaca literatur dan informasi yang mendetail tentang Universitas Mahendradata sehingga menunjuk kami sebagai host. Ke depan kita mencanangkan pada tahun 2020 kaum remaja Bali paling minim 50 persennya bergelar Starata I. ND : (Berdecak Kagum). Lalu, untuk kepentingan ASEAN secara keseluruhan khususnya Indonesia dan juga peran Korea sebagai mitra di kawasan ini bagaimana anda melihatnya dan mengapa memilih Korea ? padahal masih ada negara lain yang jauh lebih maju dari negari “ginseng” itu seper Jepang misalnya ? SW : Dalam perspek f ASEAN umumnya dan Indonesia khususnya penyelenggaraan konferensi ini diadakan di Bali untuk menunjukkan jadi diri bangsa ini kepada dunia. Paling dak kita bisa meningkatkan spirit asia di kawasan ini. Lalu, mengapa kita memilih Korea karena negara itu lebih produk f dalam menggalang kerjasama dalam bidang peneli an, pemberian beasiswa, dan dipandang sebagai salah satu negara maju di ASIA.  dony

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

Nuansa Sekolah

1.550 Siswa Miskin Peroleh Subsidi Pendidikan Gratis

17


Nuansa Pendidikan Guru Sewaka dan Sewaka Guru D I DA L A M ranah Untuk masyarakat Sasak di pendidikan, satuan bahasa Lombok lain lagi memaknai kata guru merupakan kata yang dak guru tersebut. Salah satu entri asing lagi. Di ranah pendidikan kata guru di Lombok dimaknai pula ada dikotomi guru-murid dari persepek f adat dan budaya atau guru-siswa. Ar kata guru yakni ada orang yang secara adat dalam konteks itu dimaknai ditokohkan, dijadikan panutan, sebagai pengajar atau pendidik. dan dimuliakan namanya Tuan Siswa atau murid adalah orang Guru. Satuan bahasa Tuan Guru yang diajar oleh guru. Jarang adalah sebuah predikat untuk sekali orang mau menelaah seseorang. Konsekuensi logis satuan bahasa guru itu sebagai dari sebuah predikat, secara sebuah predikat yang melekat psikologis ada tanggung jawab pada seorang guru. Untuk itu, moral kepada masyarakat. pada kesempatan ini akan Sebuah tanggung jawab yang dicoba ditelaah makna predikat berat memang, tetapi sangat s at u a n b a h a s a g u r u d a r i mulia. Oleh : berbagai perspek f, terutama Lain adat dan budaya I Ketut Jirnaya telaah sastra dan budaya. Lombok memaknani salah satu Dosen Sastra Jawa Kuna Tujuan dari telaah predikat entri kata guru, lain pula di FS Unud guru dari beberapa perspek f, dalam komunitas masyarakat agar para guru pengajar di sekolah memiliki Bali. Masyarakat Bali dikenal dengan masyarakat wawasan tentang jati dirinya dan memiliki yang beragama Hindu dan berbahasa Bali. tanggung jawab yang sesuai dengan makna Menurut Kamus Bali-Indonesia Beraksara predikat tersebut. Belakangan ini sering muncul La n dan Bali yang terbit tahun 2008, satuan fenomena seorang guru yang didemo oleh bahasa kata guru dibagi menjadi 5 buah (Guru siswa atau masyarakat karena ulah guru yang I-V). Masing-masing kata dasar guru tersebut melakukan kekerasan terhadap anak didik. memiliki beberapa entri lagi. Demikian juga sering terjadi kasus pelecehan Kata dasar yang berarti dan disamakan seksual terhadap siswanya maupun terhadap dengan kata guru dalam bahasa Indonesia anggota masyarakat. adalah guru pengajian. Kata guru pengajian Arti kata guru secara definitif dan baku merupakan salah satu dari catur guru di dalam dapat dilihat pada kamus. Di dalam Kamus ranah agama Hindu yaitu guru rupaka ‘ibu-bapa’, Umum Bahasa Indonesia (KUBI) dijelaskan kata guru pengajian ‘guru pengajar’, guru wisesa guru berar orang yang mengajari orang lain ‘pemerintah’, dan guru swadiaya ‘Tuhan’. Akibat baik di sekolah atau bukan. Dari kata guru, lahir dari masuknya kata guru ke ranah adat, agama, beberapa entri seper guru agama, guru kontrak, dan budaya di Bali, satuan bahasa kata guru sampai ke ranah sastra yakni pepatah ‘guru di Balilah paling banyak memiliki entri kata. Di kencing berdiri, murid kencing berlari’. Seluruh dalam ranah agama Hindu dikenal ada salah satu masyarakat Indonesia sebagai masyarakat Bhatara ‘dewa’ bernama Bhatara Guru. Beliau pemakai bahasa Indonesia akan tahu ar kata adalah nama lain dari Dewa Siwa. Di dalam guru seper yang terdapat dalam KUBI itu. sarana upacara ritual, ada yang bernama sajen

Dosen ISI Denpasar Pentas Wayang di India

18

T I M Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang terdiri atas dua mahasiswa dan dua dosen akan mementaskan wayang pada kegiatan bertaraf internasional bertajuk ”Bali Puppets Meet India Puppets” di India. ”Dua dosen, yakni I Ketut Kodi yang juga dalang wayang kulit, Sekretaris Jurusan Pedalangan I Nyoman Sukerta serta dua mahasiswa Jurusan Pedalangan, masing-masing I Bagus Brata Natyam dan I Made Sukarsa,” kata Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S di Denpasar. Prof. Dr. I Wayan Rai S mengatakan, m ISI Denpasar sudah berangkat ke India pada Selasa (8/2) untuk mengiku kegiatan yang digelar ”The Cra Council of India” berlangsung di Lalit Kala Academy, Chennai, selama 10 hari, 9-18 Februari 2011. Tim kesenian Bali dalam kegiatan tersebut akan menyuguhkan pagelaran wayang kulit dengan dalang I Ketut Kodi yang dikenal sebagai sosok dalang ternama multi talenta karena memiliki suara yang khas.

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

tumpeng guru, yaitu tumpeng yang di puncaknya terdapat sebu r telur yang sudah matang. Demikian banyaknya entri kata guru di Bali sampai masuk ke ranah komunikasi. Apabila ada orang memanggil guru atau ru artinya mereka bukan memanggil seseorang yang berprofesi sebagai guru dalam ar an pengajar. Mereka sebenarnya memanggil pamannya atau bapaknya karena di Bali satuan bahasa guru juga berar orang tua yaitu paman atau bapak kandungnya. Panggilan guru yang berar paman atau bapak banyak terjadi di daerah Karangasem dan Buleleng. Apapun ar satuan bahasa kata guru sebagai kata dasar maupun entri kata dari kata guru tersebut, ada makna mulia dan terhormat. Dari sini sering kita mendengar kata ‘tugas guru sangat mulia dan luhur’, kata guru dianggap akronim dari kata gu yang patut di-gugu dan ru yang patut di ru. Entah siapa yang memberi makna kata guru itu berar yang patut di-gugu dan patut di ru, dak ada yang mengetahui. Apabila kita perha kan kosa kata gugu bukanlah kosa kata bahasa Indonesia, tetapi kosa kata bahasa Bali yang ar nya dipercaya. Mungkin ini merupakan pencarian makna kata guru melalui kirata basa. Model pencarian makna kirata basa yaitu kebebasan menghubung-hubungkan kata itu, namun ar kata itu masih kontekstual. Ini merupakan kearifan lokal orang Bali. Seper kata swarga ‘surga’ dikatan dari kata suar ‘sinar’ dan ga-galang ‘terang’. Jadi dikatakan kapan perasaan, ha , atau pikiran itu terang benerang, ada se k pun kegelapan, maka itulah surga ‘kesenangan abadi’. Ada lagi yang mengurai kata swarga itu dari su-arga. Su ‘baik, senang’, dan arga ‘puncak’. Jadi kapan kesenangan perasaan ha atau pikiran itu berada pada puncaknya, itulah surga. Jadi antara intepretasi makna kata swarga yang pertama dan kedua masih kontekstual. 

Pengiriman tim kesenian tersebut ke India atas undangan dari pani a pelaksana kegiatan dan koordinator CCI sebelumnya sempat berkunjung ke ISI Denpasar untuk memantapkan keberangkatan tim ke India. Menurut Rai, selain menunjukkan kebolehan di bidang wayang, dosen dan kedua mahasiswa itu juga akan tampil sebagai pembicara dalam sebuah seminar dengan menunjukan teknik dan cara pembuatan wayang kulit. Selain itu juga mengadakan pementasan wayang untuk menghibur masyarakat India serta pementasan kolaborasi dengan seniman asal Kerala, Andhra Pradesh, Karnataka, Thailand. Prof. Rai berharap, peranserta ISI Denpasar dalam kegiatan itu mampu memberikan citra posi f terhadap lembaga pendidikan nggi seni di Bali ke masyarakat internasional. Pihaknya cukup bangga mendapat kesempatan berperanserta dalam kegiatan di India itu karena wayang merupakan bagian dari agama Hindu dan dak bisa terlepas dari budaya India, seper kisah Mahabharata dan Ramayana.  dony


Oleh: Drs. I Ketut Ardana, M.Pd Dekan FP IPS IKIP Saraswa Tabanan SESUAI dengan Tema yang diangkat pada Pesamuan Madya Siswa Hindu ke-7 yakni: Siswa Hindu Bali Agen Potensial Pengembang Ilmu Pengetahuan dan Agama dalam Mewujudkan Bali sebagai Pulau Ilmu Pengetahuan. Tema tersebut sangat relevan dengan keadaan zaman saat ini, yaitu makin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sehingga arus komunikasi dan informasi sudah dak ada sekat pembatas. Informasi apapun sangat mudah untuk diakses melalui jaringan internet. Di samping itu, Bali telah dikenal oleh masyarakat dunia sebagai Pulau Dewata, Pulau Sorga, Pulau Seribu Pura yang memiliki panorama alam yang indah dan penduduknya sangat ramah sehingga menarik para wisatawan nusantara maupun manca negara berkunjung ke Bali untuk menikma alam yang indah dan berbagai atraksi seni budaya tradisional Bali. Kemudian, ada suatu gagasan untuk mewujudkan Bali sebagai Pulau Ilmu Pengetahuan merupakan suatu pemikiran yang sangat cemerlang. Oleh karena penduduk Pulau Bali mayoritas beragama Hindu yang dalam hidup kesehariannya berlandaskan nilai-nilai ajaran Veda, maka ilmu pengetahuan yang utama yang sepatutnya dikembangkan pada se ap pribadi orang Bali Hindu adalah ilmu pengetahuan spiritual (rohani) yang bersumber pada Kitab Suci Veda, sebagai landasan untuk mengembangkan budaya spiritual dan pariwisata spiritual, di samping harus pula menguasai ilmu pengetahuan material dan teknologi yang dibutuhkan untuk membangun Bali. Dengan demikian, nantinya Bali akan dikenal bukan hanya sebagai Pulau Sorga atau Pulau Dewata saja, tetapi juga akan dikenal sebagai Pulau Spiritual, sehingga akan banyak orang-orang suci, para sadhu, para acarya, para spiritualis dunia, pemerha moralitas dan kemanusiaan akan berkunjung dan mengadakan studi banding ke Bali. Seperti dijelaskan dalam Kitab Suci Bhagavadgita (IV.33): “Wahai penakluk musuh (Arjuna), korban suci yang dilakukan dengan pengetahuan lebih baik dari pada hanya mengorbankan harta benda material. Wahai Putra Prtha, bagaimanapun, maka segala jenis korban suci yang terdiri atas pekerjaan memuncak dalam pengetahuan rohani”. Lebih lanjut dalam sloka 36 disebutkan,

bahwa: ”Walaupun engkau dianggap sebagai orang yang paling berdosa di antara semua orang yang berdosa, namun apabila engkau berada di dalam kapal pengetahuan rohani, engkau akan dapat menyeberangi lautan kesengsaraan”. Pertanyaan yang mendasar yang harus dijawab adalah apakah generasi muda (pemuda dan pelajar Bali) Hindu mampu untuk mewujudkan Pulau Bali sebagai Pulau Ilmu Pengetahuan Rohani atau Pulau Spiritual? Hal-hal apa saja yang seharusnya diperbuat oleh Generasi Muda Hindu untuk mewujudkan Pulau Bali sebagai Pulau Spiritual? Untuk menjawab pertanyaan ini, dak cukup ruang jika dibahas pada session ini saja. Dalam kesempatan yang baik ini, yang akan dibahas adalah bagaimana cara untuk mewujudkan Bali sebagai Pulau Spiritual yakni, selain menuntut ilmu pengetahuan se nggi- ngginya, kemudian salah satunya adalah menjadilah generasi muda Hindu yang berkarakter. Kemampuan Dasar Manusia Dr. vishwanath P. Sing (1995) menyatakan, bahwa manusia mempunyai lima aspek kepribadian yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan yakni fisik, intelek, emosional, psikis dan spiritual. Hasil yang dapat dicapai dengan pembinaan fisik adalah ndakan yang benar (right action). Hasil yang dicapai dengan pembinaan intelek adalah manusia dapat mengembangkan budi baik dan menunjukkan kebenaran. Jika emosi dapat dikendalikan secara seimbang, manusia akan mengalami keseimbangan ba n atau kedamaian. Jika aspek psikis atau kejiwaan dapat berkembang secara sempurna, maka muncul kasih sayang kepada semua ciptaan Tuhan. Kasih adalah energy psikis dan bukanlah emosi. Kemudian spiritual dapat menjadikan manusia menjadi manusia yang utuh dan berintegritas. Aspek spiritual dapat digiatkan manakala aspek lainnya dapat berkembang dan berpadu secara selaras. Nilai yang terlihat dalam aspek ini adalah sifat yang welas kasih, keyakinan yang kokoh kepada Tuhan dan sifat tanpa kekerasan. Secara singkat dapat dikatakan, sesuai dengan ajaran Bhagavadgita, bahwa manusia terdiri atas badan jasmani (panca mahabhuta), badan halus (suksma sarira) terdiri atas budhi (kecerdasan), manah (pikiran), dan ahangkara (ego palsu), dan jiwa atau roh (atman). Diumpamakan seperti sebuah kereta ditarik oleh lima ekor kuda. Kereta adalah badan jasmani; lima ekor kuda adalah panca indra;

tali kekang kuda adalah pikiran; kusir kereta adalah kecerdasan; dan penumpang adalah sang roh (atman). Sang roh (sang diri seja ) memiliki sifat atau kemampuann yang sangat luar biasa yakni, bersifat sat cit ananda. Jadi secara kualitas sang roh sama dengan Tuhan; tetapi secara kuan tas berbeda dengan Tuhan, sang roh sangat kecil dan Tuhan Maha Besar (acintya abhedabheda tattva). Menurut pandangan Hindu tubuh manusia terdiri atas berbagai lapisan yang membentuk satu kesatuan yang disebut dengan Panca Maya Kosa. Keseja an diri kita adalah Atma yang terbungkus dalam lima buah selaput, yaitu: Annamaya kosa atau selaput yang terdiri atas bahan makanan yang sering disebut dengan badan fisik. Annamaya kosa pada dasarnya mengendalikan dan mempengaruhi unsur prthivi (tanah), apah (air), agni (api) yang berturut-turut berpusat pada ga cakra yang paling bawah, yaitu: Muladhara Cakra, Svadhisthana Cakra, dan Manipura Cakra. Pranamaya kosa adalah lapisan kedua berupa lapisan nafsu dan daya hidup (prana). Lapisan ini merupakan vayu (angin) dan akasa (ether) sebagai kekuatan atau energy yang mampu memberi energy kepada tubuh manusia. Pusat pengendaliannya berada pada cakra tengah yaitu Anahata Cakra dan Visuddha Cakra. Pengendalian nafas atau pranayama tidak hanya akan mampu membangunkan tenaga dalam tetapi juga mencuci batin. Manomaya kosa berupa lapisan pikiran yang membungkus jiwa. Lapisan ini memungkinkan manusia dapat berpikir. Vijnanamaya kosa merupakan selaput pembungkus jiwa berupa akal budhi atau kecerdasan. Selaput ini memungkinkan manusia memiliki ilmu pengetahuan, kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik (viveka). Kemampuan berpikir dari otak manusia sangat ditentukan oleh kesempurnaan fungsi vijnanamaya kosa. Anandamaya kosa merupakan selaput yang paling halus, terdiri atas himpunan kebahagiaan. Bila seseorang senan asa merasa bahagia, selalu tersenyum, ber ngkah laku harmonis, mbul cinta kasih yang murni, maka dapat dipas kan bahwa seseorang telah berhasil membangunkan lapisan anandamaya kosa-nya. Dalam lapisan ini bersemayam karakter kedewataan, maka orang yang bersangkutan akan memiliki pikiran, perkataan dan perbuatan yang selaras, gerak-gerik dan tutur katanya sangat menyenangkan. Inilah potensi yang luar biasa yang dimiliki manusia dan dapat diaktualisasikan atau diwujudkan. 

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

Nuansa Pendidikan

Menjadi Generasi Muda Hindu Yang Berkarakter

19


Nuansa Desa

Langgahan Bangun Terowongan Air Swadaya DESA Langgahan, sebuah desa yang sejuk di kawasan Kintamani, dengan letak di kaki gunung Penulisan di ke nggian 940 meter dari permukaan laut, merupakan desa yang memiliki banyak potensi di bidang Agri cultural. Dipimpin oleh seorang kepala desa yang sangat I Made Adnyana bijak dan mendukung kesejahteraan warganya yakni I Made Adnyana. Saat ini Desa Langgahan, telah membangun sebuah terowongan air swadaya sepanjang 10 km. Sebuah proyeh yang cukup besar untuk ukuran Desa Langgahan, yang diperuntukkan irigasi pertanian,mandi dan juga cuci para warganya sepanjang 10 km secara swadaya. Menurut Kades, I Made Adnyana,yang memimpin 1150 penduduk,dengan 264 kepala keluarga dengan luas 370 ha, proyek ini menelan biaya sekitar Rp. 1.855.000.000,- yang memakan waktu pengerjaan 3 tahun, dari 2006-2009. Terowongan ini dibuat untuk mengalirkan air dari Desa Binyan yang memiliki letak lebih tinggi dari Desa Langgahan, sehingga airnya akan bermanfaat sangat besar untuk irigasi dan keperluan mandi cuci warga Langgahan. Desa Langgahan sendiri yang juga penghasil padi,kopi,dan jagung hibrida ini sebenarnya susah memiliki sumber mata air yang cukup besar yaitu Petirtha Pelisan, tetapi karena letaknya yang jauh lebih rendah dari tempat pemukiman maupun areal persawahan , maka sumber air dak dapat dimanfaatkan oleh Desa

20

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

Langgahan, tetapi bermanfaat untuk desa – desa sekitar yang letaknya lebih rendah bahkan sampai ke Gianyar. Suatu contoh yang sangat bagus yang diajarkan oleh alam untuk saling memberi. Seper yang juga dituturkan oleh Bapak Klian Subak, I Ketut Sudiawan, dengan debit air 0,5 kubik per de k, saat ini Terowongan Air tersebut masih membutuhkan dana sekitar 500 juta lagi untuk untuk memperbaiki bagian air yang macet akibat tertimbun longsoran tanah sepanjang 800 meter di dalam terowongan. Sampai saat ini belum ada Dana Bantuan dari Pemerintah untuk melakukan perbaikan dan perawatan terowongan air swadaya ini.Kades Langgahan sangat berharap, bahwa pemerintah lebih cepat memberikan bantuan untuk biaya perbaikan dan perawatan terowongan tersebut. Dengan adanya terowongan air sepanjang 10 km ini,banyak manfaat yang dapat diperoleh warga Langgahan. Irigasi untuk tanaman padi,cabe,jagung dan tanaman lainnya menjadi lancar. Bukan hanya itu,dengan debit air yang cukup berlimpah ini,masyarakat juga bisa memanfaatkan untuk budidaya di bidang perikanan. Telah ada 7 Paket bantuan dari Dinas P2 Kabupaten Bangli, dengan rincian : 5 kelompok/Paket untuk budidaya Ikan Nila dan 2 Kelompok/Paket untuk budidaya Ikan Lele. Cuma sayang bantuan ini masih dalam jumlah kecil. Padahal dengan lokasi yang sangat memungkinkan untuk pengembangan lebih maksimal dan keberadaan irigasi yang mendukung, budidaya perikanan ini akan sangat

menaikkan taraf hidup warga Langgahan dan bisa menyerap tenaga tenaga kerja. Apalagi kebutuhan ikan Lele untuk wilayah Bali saat ini masih besar. Ayo siapa yang mau ambil peluang di Desa Langgahan! Yang tidak kalah menarik, di Desa yang memiliki Terowongan Air sepanjang 10 km ini,juga masih memiliki sekitar 100 ekor kijsng yang hidup tentram di hutan warga Langgahan. Keberadaan kijang- kijang ini sangat dilindungi oleh warga dari perburuan. Suatu bentuk kehidupan Tri Hita Karana yang benar-benar membumi di Desa Langgahan. ď ś maria


Nuansa Ekonomi Koppas Srinadi Laksanakan RAT KETUA Pengurus Koppas Srinadi, Drs. Ngakan Made Nata didampingi Manajer Koppas Srinadi, I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM kepada Nuansa Dewata mengatakan, penyampaian laporan pertanggungjawaban

I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM

pengurus ini dilaksanakan adalam rangka memenuhi anggaran dasar koperasi, khususnya BAB V Pasal 21 yang mengamanatkan kepada pengurus untuk menyelenggarakan rapat anggota, mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas selama tahun buku, mengajukan rancangan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan belanja koperasi tahun berikutnya. Untuk pelayanan simpan pinjam tetap dengan menggunakan sistem jemput bola disamping juga pelayanan di kantor, dan unit grosir pelayanan langsung ke warung – warung dengan menggunakan mobil kanvas. Untuk tetap memo vasi dan partisifasi anggota, pihak koperasi tetap mengadakan undian berhadiah yang dilakukan setiap enam bulan sekali. Menyangkut bidang usaha tahun 2010 masih sama seper tahun 2009 Koperasi Pasar Srinadi Klungkung mengelola beberapa unit usaha diantaranya, Unit Simpan Pinjam, Unit Grosir, Unit Swalayan Mini, Unit Percetakan dan Konveksi, Unit Toko Swalayan Bangunan. Lebih lanjut Drs. Ngakan Made Nata menyatakan, dengan perolehan SHU Rp2.010.740.281,- dibandingkan dengan tahun lalu Rp1.842.787.339,- mengalami peningkatan Rp167.952.942,- atau 9.11% dan dibandingkan dengan rencana tahun 2010 Rp1.982.644.127,- terjadi peningkatan Rp28.096.154 (1.42%). Peningkatan ini

disebabkan oleh peningkatan terhadap penyajian laporan penjualan, peningkatan jasa keuangan secara keseluruhan. pinjaman dan peningkatan Pihaknya sangat yakin pendapatan non operasional. bahwa audit Kantor Akuntan Te r j a d i n y a p e n i n g k a t a n Publik I Wayan Ramantha efisiensi yaitu penghematan memberikan dasar memadai efisiensi HPP barang dan untuk menyatakan pendapat, j a s a , b e b a n p e m a s a ra n menurutnya laporan dan penghematan beban keuangan yang disebutkan administrasi dan umum. diatas menyajikan secara ”Laporan keuangan yang wajar dalam semua hal yang dilaporkan pada RAT ini secara meterial. ”Posisi keuangan mendetail dan teknis dalam Koperasi Pasar Srinadi tanggal pelaksanaan RAT pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, 14 dan 16 Januari 2010, telah dan hasil usaha serta laporan mendapatkan audit dari arus kas untuk tahun yang I Wayan Candra, SH., MH Akuntan Publik dalam hal ini berakhir pada tanggal tersebut KJA Kertha Yasa Provinsi Bali, sesuai dengan prinsip akuntasi dengan opini sama seper tahun yang lalu yaitu yang berlaku secara umum,” pungkas Pimpinan wajar tanpa pengecualian,” jelas Drs. Ngakan Kantor Akuntan Publik I Wayan Ramantha, Prof. Made Nata. Dr. I Wayan Ramantha, MM., Ak., CPA. Menurut Pimpinan Kantor Akuntan Bupa Klungkung, I Wayan Candra, SH., MH Publik I Wayan Ramantha, Prof. Dr. I Wayan menyatakan, RAT disamping untuk mengevaluasi Ramantha, MM., Ak., CPA kepada Nuansa perkembangan koperasi yang dicapai, dalam Dewata mengatakan, pihaknya telah mengaudit kurun waktu tahun 2010 dan merencanakan neraca Koperasi Pasar Srinadi Klungkung pada program kerja untuk tahun 2011 serta rencana 31 Desember 2010 dan 2009, serta laporan anggaran pendapatan belanja tahun 2011. hasil usaha dan laporan hasil usaha dan laporan RAT juga dapat digunakan untuk memberikan arus kas untukl tahun yang berakhir pada masukan sebagai bahan per mbangan pengurus tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah dalam melaksanakan program kerja untuk tanggungjawab manajemen koperasi, tanggung tahun 2011, tentunya hal ini pen ng dilakukan jawab KAP I Wayan Ramantha terletak pada karena koperasi berlandaskan asas kekeluargaan penyataan pendapat atas laporan keuangan yang kegiatannya berdasrkan prinsip koperasi berdasarkan audit KAP I Wayan Ramantha. sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyar, demi KAP I Wayan Ramantha melaksanakan tercapainya kesejahteraan seluruh anggotanya. audit berdasarkan standar auditing yang Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten ditetapkan Ins tut Akuntan Publik Indonesia, Klungkung dalam mendorong perkembangan standar tersebut mengharuskan pihaknya koperasi diantaranya, menyelenggarakan merencanakan dan melaksanakan audit agar pelatihan manajemen dan kewirausahaan memperoleh keyakinan memadai bahwa, kepada KUKM, melaksanakan pembinaan laporan keuangan bebas dari salah saji material. langsung kepada koperasi, terutama yang baru tumbuh atau baru berdiri dan koperasi yang masih lemah d i d a l a m p e ny e l e n g ga ra a n administrasi dan usahanya. Memberikan bantuan modal melalui program penyertaan modal kepada gerakan koperasi, agar senan asa berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan anggota modal sendiri dalam pengelolaan usahanya. ”Pihaknya percaya kepada Koppas Srinadi, yang telah mampu mengelola dengan baik sehingga mampu m e w u j u d ka n p e n i n g ka t a n Suatu audit melipu pemeriksaan atas dasar perolehan SHU (sisa Hasil Usaha) sebesar pengujian, buk – buk yang mendukung jumlah Rp2.010.740.281 yang cukup tinggi yakni dan pengungkapan dalam laporan keuangan. mencapai diatas rencana dengan likwiditas Audit juga meliputi penilaian atas prinsip mencapai 172%, solvabilitas 108% dan akuntasi yuang digunakan dan es masi signifikan rentabilitas 22% dalam kisaran angka yang yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian standar,” jelasnya.  susarjana

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

21


Artikel

Sekilas Imlek Tionghoa S E J A R A H I m l e k ka u m tetap dilangsungkan. Sementara Tionghoa yang belum seberapa perayaan tahun baru masehi, dak banyak diketahui orang semeriah tahun baru Imlek disaat memang sangat dimaklumi, itu. Sampai sekarangpun, perayaan sejarah Imlek kian ramai dicari tahun baru Imlek tersebut masih khususnya di Indonesia, semenjak meriah dilaksanakan, termasuk di diresmikannya Hari Raya Imlek ini kalangan masyarakat Tionghoa di (kalau tidak salah oleh mantan daerah ini. Zaman dahulu se ap presiden RI, Bpk Gus Dur). Dari akhir tahun, menjelang pergan an kitab - kitab tua berbahasa tahun baru, akan muncul sejenis mandarin, bahwa perayaan binatang buas yang namanya tahun baru Imlek bukanlah tradisi “Nian Show” yang siap memangsa sekarang, akan tetapi sudah apa saja yang dijumpainya, bintang diwariskan ratusan tahun yang ini muncul setahun sekali, persis di lalu. Dan perayaan itu awalnya akhir tahun, menjelang awal tahun Oleh : dimulai dari daratan Tiongkok, baru Imlek. AA. Gede Dharma Putra seper yang ditulis DR. Kai Kuok Nian Show bermakna (nian) PU Nuansa Dewata Liang, dalam bukunya berjudul tahun (show) binatang dan dalam Fes val Tradisi Budaya Tionghoa. penanggalan Imlek dilambangkan Memang banyak versi yang menceritakan awal dengan dua belas jenis binatang, yakni dikenal tradisi perayaan tahun baru Imlek, sesuai dengan dengan shio, shio Naga, Ular, Kuda, Kambing, daerah asalnya, namun yang lebih populer yakni Monyet, Ayam, Anjing, Babi, Tikus, Kerbau, dimulai pada masa Kaisar Chin Che Huang. Macan dan Kelinci. Kembali pada kisah Nian Show Tahun baru Imlek dirayakan di daratan yang ditaku oleh orang - orang zaman dahulu, Tiongkok sudah sejak ribuan tahun yang lalu, maka ada sebuah tradisi dalam lingkungan bahkan ada versi lain yang menyebutkan keluarga Tionghoa, yakni menjaga keselamatan sebelum Kaisar Chin Che Huang pun sudah keluarga dari ancaman Nian Show. Dimana, dirayakan, hanya masih belum merata di pada saat itu, semua pintu dan jendela harus masyarakat, antara lain pada masa Huang Ti Yu ditutup rapat, sambil menantikan hari maut (2698 BC). Hanya pada masa Kaisar Chin Che itu berlalu. Sehingga banyak warga yang cemas Huang, sudah merata di masyarakat Tiongkok, jika menunggu detik - detik akan memasuki dengan semangat persatuan dan kesatuan. Dan tahun baru Imlek, dikhawatirkan Nian Show pada masa revolusi Xin Hai, pada 10 Oktober datang. Pergan an tahun ini juga menjadikan 1911 yang dicetuskan oleh DR. Sun Yat Sen, seluruh keluarga berkumpul di rumah, mereka yang terkenal dengan ideologinya San Min Cu I membuat acara di lingkungan keluarga mereka (three principles of the people) yang mengubah masing - masing. perayaan tahun baru imlek menjadi Festival Namun, kedatangan Nian Show ternyata Musim Semi (Kuo Chun Ciek). Bahkan, fes val terhen , selang beberapa tahun dak pernah ini resmi ditetapkan oleh pemerintah sebagai datang lagi. Hal ini membuat rasa takut dan hari besar nasional, yang akan dirayakan se ap cemas di masyarakat menjadi hilang, masyarakat tahun dan tahun baru imlek dirayakan secara menjadi leluasa dan bebas merayakan pergan an resmi mengiku tahun baru masehi. tahun Imlek dengan bergembira, anak - anak Walaupun sudah dirubah namanya sejak pesta kembang api, dan berbagai ungkapan tahun 1911, lantaran perayaan tahun baru Imlek rasa kegembiraan itu diwujudkan. Dari tahun ke sudah memasyarakat, sudah membudaya ribuan tahun, Nian Show yang dipercayai menakutkan tahun di masyarakat, yang dirayakan secara turun itu, terkikis dan rakyat pun lega, sampai - sampai temurun, sehingga perayaan tahun baru Imlek dak ingat lagi dengan budaya menutup pintu

22

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

dan jendela pada akhir tahun. Bahkan, banyak warga yang pesta maupun mengadakan acara menyambut pergantian tahun yang mereka nan kan itu, dalam pikiran mereka dak ada lagi Nian Show. Memang, Nian Show dak pernah muncul lagi bahkan sudah hilang rasa takut tersebut. Padahal, jika Nian Show datang, warga dak tahu dengan kedatangannya tersebut dan ia juga dak dapat diduga. Setelah terlupakan, ternyata Nian Show pernah muncul sekali, dalam suatu perayaan Imlek. “Nian Show mendadak muncul kembali, binatang buas itu dengan serta merta menyerang dan memangsa semua makhluk yang ditemuinya,” jelas XF Asali yang baru-baru ini menyampaikan kisah Imlek tersebut. Tentu saja kedatangan Nian Show yang secara ba - ba itu membuat warga panik dan terkejut. Tidak disangka-sangka, ternyata Nian Show yang dikira sudah dak ada lagi, muncul kembali. Kecuali ada beberapa rumah yang terhindar, karena kebetulan rumah tersebut ada pesta, yang di depan pintunya digantung kain merah, dinding ditempel kertas merah Suang-shi, anggota rumah tersebut berpakaian merah. Konon, Nian Show itu tidak memangsa mereka yang berpakaian merah tersebut. Bahkan, ada beberapa orang warga yang sedang bermain mercon, terhindar dari mangsa Nian Show, karena mendengar bunyi petasan. Dengan adanya kejadian tersebut, maka dapat disimpulkan Nian Show takut kepada yang berwarna merah dan bunyi petasan. Sejak itu, demi keselamatan bersama, pada se ap akhir tahun dan menyambut tahun baru, digantung kain merah di depan rumah, digantung lampion merah, di dinding ditempel keratas merah, disertai tulisan dan kalimat puisi yang indah. Demikian juga bunyi petasan - petasan, dimaksud untuk mengusir nian show. Kabarnya, sekarang ini nian show memang tidak datang, tetapi ia tidak menjelma dalam bentuk binatang, tapi dalam bentuk hawa jahat. Karena itu, se ap orang harus dapat menolak hawa jahat tersebut, dengan melakukan sembahyang serta memasang penangkal berupa kain merah, memasang mercon dan berpakaian merah. 


dan dibawa ke sebuah altar nggi, pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda - mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo - santo yang asal - muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki - paroki tertentu. Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ke ka burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa, For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa

Sisa - sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valen nus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valen ne (14 Februari), di mana pe dari emas diarak dalam sebuah prosesi

inilah dikirim pada hari Santo Valen nus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya). Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran, catatan pada hari valen ne dan memanggil pasangan Valen ne mereka. Sebuah kartu Valen ne yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah Bri sh Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

Artikel

M E N G E N A I H a r i Va l e nt i n e , m i to s Valen ne’s Day atau asal muasal Hari Valen ne, menurut berbagai sumber on the net, ternyata hari valen ne (hari kasih sayang) memiliki sejarah yang rancu. Dugaan yang beredar memiliki beberapa Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valen n tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka. Hubungan hari raya kasih sayang (valentine) dak jelas bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya dak ada yang diketahui mengenai mar r - mar r ini namun, hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valen nus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia, yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

mengenai santo Valen nus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa: Sore hari sebelum santo Valen nus akan ma sebagai mar r (mati syahid), ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis ”Dari Valentinusmu”. Ke ka serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valen nus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam. Pada kebanyakan versi legendalegenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai mar r. Valen ne adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih ha nya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila. Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberka salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valen ne tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman ma dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valen ne malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan. Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini se ap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valen ne.  dony/net

23


Seni

&

Budaya

Jika diperhatikan secara dan perbedaan akan selalu seksama tujuan dari filosofis posi f apabila manusia dapat Hari Raya Nyepi, tetap memberikan proporsi dengan mengandung arti dan makna akal dan budi yang sehat. Brata yang relevan dengan tuntutan Penyepian adalah untuk umat masa kini dan masa yang akan yang telah mengkhususkan diri datang. Melestarikan alam dalam bidang kerohanian, hal sebagai tujuan utama upacara ini dimaksudkan agar nilai-nilai Tawur Kesanga, yang tentunya Nyepi dapat dijangkau oleh merupakan tuntutan hidup seluruh umat Hindu dalam masa kini dan yang akan datang. segala tingkatannya, karena Bhuta Yajùa (Tawur Kesanga) agama diturunkan ke dunia mempunyai arti dan makna bukan untuk satu lapisan untuk memo vasi umat Hindu masyarakat tertentu. Oleh : secara ritual dan spiritual, Pe l a ks a n a a n u p a c a ra Pande Ketut Juliasih agar alam senan asa menjadi menurut Weda Sruti merupakan sumber kehidupan di dunia ini. sumber dari segala sumber Tawur Kesanga juga berar melepaskan ajaran Hindu, Weda Sru berasal dari Hyang Maha sifat-sifat serakah yang melekat pada diri Suci atau Tuhan Yang Maha Esa (divine origin). manusia, jadi pengertian ini dilontarkan Mantra Weda Sru dak dapat dipelajari oleh mengingat kata �tawur� berar mengembalikan sembarang orang, karena mantra-mantranya ada atau membayar. Sebagaimana kita ketahui, yang bersifat pratyaksa (yang membahas obyek manusia selalu mengambil sumber-sumber alam yang dapat diindra langsung oleh manusia), untuk mempertahankan hidupnya, perbuatan ada yang bersifat adhyatmika, membahas aspek mengambil akan mengendap dalam jiwa atau kejiwaan yang suci (atma) dan ada yang bersifat dalam karma wasana. Perbuatan mengambil paroksa, yaitu yang membahas aspek yang dak perlu diimbangi dengan perbuatan memberi, dapat diketahui setelah disabdakan maknanya yaitu berupa persembahan dengan tulus oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tingkatan isi Weda ikhlas. Mengambil dan memberi perlu selalu yang demikian itu menyebabkan maharsi Hindu dilakukan agar karma wasana dalam jiwa yang telah samyajnanam, membuat buku-buku menjadi seimbang. Ini berar Tawur Kesanga untuk menyebarkan isi Weda Sru agar mudah bermakna memo vasi keseimbangan jiwa, nilai dicerna dan dipahami oleh se ap orang yang inilah tampaknya yang perlu ditanamkan dalam hendak mempelajarinya. Kitab yang merupakan penjabaran Weda Sruti ini adalah Upaveda, Vedangga, Itihasa dan Purana. Semua kitab ini tergolong tafsir (human origin). Salah satu unsur dari kelompok kitab Vedangga adalah Jyotesha, kitab ini disusun kira-kira 12.000 tahun sebelum masehi yang merupakan periode modern Astronomi Hindu (India). Dalam periode ini dibahas dalam lima kitab yang lebih sistimatis dan merayakan pergan an Tahun Saka. ilmiah yang disebut kitab Panca Siddhanta Menyimak sejarah lahirnya, dari merayakan yaitu Surya Siddhanta, Paitamaha Siddhanta, Tahun Saka kita memperoleh suatu nilai Wasista Siddhanta, Paulisa Siddhanta dan kesadaran dan toleransi yang selalu dibutuhkan Romaka Siddhanta. Dari Penjelasan ringkas ini umat manusia di dunia ini, baik sekarang kita mendapat gambaran bahwa astronomi maupun pada masa yang akan datang. Umat Hindu sudah dikenal dalam kurun waktu Hindu dalam zaman modern sekarang ini yang cukup tua, bahkan berkembang serta adalah seper berenang di lautan perbedaan, mempengaruhi sistem astronomi Barat dan persamaan dan perbedaan merupakan kodrat. Timur. Prof. Flunke dalam bukunya Ancient Persamaan dan perbedaan pada zaman Calenders and Constellations (1903) menulis modern ini tampak semakin eksis dan bukan bahwa, Rsi Garga memberikan pelajaran kepada merupakan sesuatu yang nega f, persamaan orang-orang Yunani tentang astronomi di abad

24

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

pertama sebelum masehi, lahirnya Tahun Saka di India jelas merupakan perwujudan dari sistem astronomi Hindu tersebut di atas. Eksistensi Tahun Saka di India merupakan tonggak sejarah yang menutup permusuhan antar suku bangsa di India. Sebelum lahirnya Tahun Saka, suku bangsa di India dilanda permusuhan yang berkepanjangan. Adapun suku-suku bangsa tersebut antara lain Pahlawa, Yuehchi, Yuwana, Malawa dan Saka. Sukusuku bangsa tersebut silih bergan naik tahta menundukkan suku-suku yang lain, suku bangsa Saka benar-benar bosan dengan keadaan permusuhan itu. Arah perjuangannya kemudian dialihkan, dari perjuangan politik dan militer untuk merebut kekuasaan menjadi perjuangan kebudayaan dan kesejahteraan. Karena perjuangannya itu cukup berhasil, maka suku Bangsa Saka dan kebudayaannya benarbenar memasyarakat. Tahun 125 Sebelum Masehi dinas Kushana dari suku bangsa Yuehchi memegang tampuk kekuasaan di India. Tampaknya, dinas Kushana ini terketuk oleh perubahan arah perjuangan suku bangsa Saka yang dak lagi haus kekuasaan itu. Kekuasaan yang dipegangnya bukan dipakai untuk menghancurkan suku bangsa lainnya, namun kekuasaan itu dipergunakan untuk merangkul semua suku-suku bangsa yang ada di India, dengan mengambil puncak-puncak kebudayaan tiap-tiap suku menjadi kebudayaan kerajaan (negara). Pada tahun 79 Masehi, Raja Kaniska I dari dinas Kushana dan suku bangsa Yuehchi mengangkat sistem kalender Saka menjadi kalender kerajaan. Semenjak itu, bangkitlah toleransi antar suku bangsa di India untuk bersatu padu membangun masyarakat sejahtera (Dharma Siddhi Yatra). Akibat toleransi dan persatuan itu, sistem kalender Saka semakin berkembang mengiku penyebaran Agama Hindu. Pada abad ke-4 Masehi Agama Hindu telah berkembang di Indonesia, sistem penanggalan Saka pun telah berkembang pula di Indonesia. Itu dibawa oleh seorang pendeta bangsa Saka yang bergelar Aji Saka dari Kshatrapa Gujarat (India) yang mendarat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 456 Masehi. Demikianlah awal mula perkembangan Tahun Saka di Indonesia. Pada zaman Majapahit, Tahun Saka benar-benar telah eksis menjadi kalender kerajaan. Di Kerajaan Majapahit pada se ap bulan Caitra (Maret), Tahun Saka diperinga dengan upacara keagamaan. Di alun-alun Majapahit, berkumpul seluruh kepala desa, prajurit, para sarjana, Pendeta Siwa, Budha dan Sri Baginda Raja. Topik yang dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang peningkatan moral masyarakat. ď ş Penulis adalah, Pengamat Sosial dan Anak tinggal di Bali.


Seni

P E R AYA A N Tahun Saka pada Bulan Caitra ini dijelaskan dalam Kakawin Negara Kertagama oleh Rakawi Prapanca pada Pupuh VIII, XII, LXXXV, LXXXVI - XCII. Di Bali, perayaan Tahun Saka ini dirayakan dengan Hari Raya Nyepi berdasarkan petunjuk Lontar Sundarigama dan Sanghyang Aji Swamandala. Hari Raya Nyepi ini dirayakan pada Sasih Kesanga se ap tahun, biasanya jatuh pada bulan Maret atau awal bulan April. Beberapa hari sebelum Nyepi, diadakan upacara Melas atau Melis dan ini dilakukan sebelum upacara Tawur Kesanga. Upacara Tawur Kesanga dilangsungkan pada lem kesanga. Keesokan harinya, pada tanggal apisan sasih kadasa dilaksanakan brata penyepian. Setelah Nyepi, dilangsungkan Ngembak Geni dan kemudian umat melaksanakan Dharma San . Tujuan hidup di dunia ini adalah, untuk muwujudkan kesejahteraan lahir batin atau jagadhita dan moksha merupakan tujuan agama Hindu. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, umat Hindu wajib mewujudkan empat tujuan hidup yang disebut Catur Purusartha atau Catur Warga yaitu dharma, artha, kama dan moksha. Empat tujuan hidup ini dijelaskan dalam Brahma Sutra, 228, 45 dan Sarasamuscaya 135. Menurut Agama Hindu, tujuan hidup dapat diwujudkan

Budaya

Oleh : Ni Ketut Suriasih

b e rd a s a r ka n ya j ñ a Tu h a n (Prajapati), Manusia (Praja) dan Alam (Kamadhuk) adalah tiga unsur yang selalu berhubungan berdasarkan yajña. Hal ini tersirat dalam makna Bhagavadgita III, 10: manusia harus beryajña kepada Tuhan, kepada alam lingkungan dan beryajña kepada sesama. Tawur kesanga menurut petunjuk lontar Sanghyang Aji Swamandala adalah termasuk upacara Butha Yajña. Yajña ini dilangsungkan manusia dengan tujuan membuat kesejahteraan alam lingkungan, dalam Sarasamuscaya 135 (terjemahan Nyoman Kajeng) disebutkan, untuk mewujudkan Catur Warga, manusia harus menyejahterakan semua makhluk (Bhutahita). ”Matangnyan prihen tikang bhutahita haywa tan mâsih ring sarwa prani”, ar nya oleh karenanya, usahakanlah kesejahteraan semua makhluk, jangan tidak menaruh belas kasihan kepada semua makhluk. ”Apan ikang prana ngaranya, ya ika nimitang kapagehan ikang catur warga, mâng dharma, artha kama moksha”, artinya karena kehidupan mereka itu menyebabkan tetap terjaminnya d h a r m a , a r t h a , ka m a d a n moksha. Di dalam Agastya Parwa ada disebutkan tentang rumusan Panca Yajña dan di antaranya dijelaskan pula tujuan Butha Yajña yakni ”Butha Yajña namanya tawur dan mensejahterakan tumbuh-tumbuhan”, Dalam Bhagavadgita III, 14 disebutkan, karena makanan, makhluk hidup menjelma, karena hujan tumbuhlah makanan, karena persembahan (yajña) turunlah hujan, dan yajña lahir karena kerja. Dalam kenyataannya, kita bisa melihat sendiri, binatang hidup dari tumbuh - tumbuhan, manusia mendapatkan makanan dari tumbuh - tumbuhan dan binatang. Dengan demikian jelaslah, tujuan Butha Yajña melestarikan lingkungan hidup, yaitu Panca Maha Butha dan sarwaprani. Upacara Butha Yajña

&

Perayaan Tahun Saka Pada Bulan Caitra

pada tilem kasanga bertujuan memotivasi umat Hindu secara ritual, untuk senan asa melestarikan alam lingkungan. Dalam lontar Eka Pratama dan Usana Bali disebutkan, Brahma berputra ga orang yaitu Sang Siwa, Sang Budha dan Sang Bujangga. Ketiga putra beliau ini diberi tugas untuk amr sta akasa, pawana, dan sarwaprani. Oleh karena itu, pada saat upacara Tawur Kesanga, upacara dipimpin oleh tiga pendeta yang disebut Tri Sadaka. Beliau menyucikan secara spiritual ga alam ini Bhur Loka, Bhuwah Loka dan Swah Loka. Sebelum dilaksanakan Tawur Kesanga, dilangsungkanlah upacara Melasti atau Melis, tujuan upacara Melasti dijelaskan dalam lontar Sanghyang Aji Swamandala sebagai berikut Anglukataken laraning jagat, paklesa letuhing bhuwana. Yang artinya melenyapkan p e n d e r i t a a n m a s y a ra k a t , melepaskan kepapaan dan kekotoran alam. Lontar Sundarigama menambahkan bahwa tujuan Melasti adalah amet sarining amerta kamandalu ring telenging sagara. Yang ar nya: mengambil sari-sari air kehidupan (Amerta Kamandalu) di tengah - tengah samudra. Jadi tujuan Melasti adalah untuk menghilangkan segala kekotoran diri dan alam

serta mengambil sari - sari kehidupan di tengah Samudra. S a m u d ra a d a l a h l a m b a n g lautan kehidupan yang penuh gelombang suka – duka, dalam gelombang samudra kehidupan itulah, kita mencari sari - sari kehidupan dunia. Pada tanggal satu sasih kadasa, dilaksanakanlah brata penyepian, brata penyepian ini dijelaskan dalam lontar Sundarigama sebagai berikut ”....enjangnya nyepi amati geni, tan wenang sajadma anyambut karya sakalwirnya, agenigeni saparanya tan wenang, kalinganya wenang sang wruh ring tattwa gelarakena semadi tama yoga ametitis kasunyatan”. Yang artinya: ”....besoknya, Nyepi, tidak menyalakan api, s e m u a o ra n g t i d a k b o l e h melakukan pekerjaan, berapiapi dan sejenisnya juga tak boleh, karenanya orang yang tahu hakikat agama melak-sanakan samadhi tapa yoga menuju kesucian”. Tu j u a n u t a m a b r a t a penyepian adalah untuk menguasai diri, menuju kesucian hidup agar dapat melaksanakan dharma sebaik - baiknya menuju keseimbangan dharma, artha, kama dan moksha.  Penulis adalah, Pengamat Sosial & KTU SMP Santiyasa, Petak, Gianyar & TU Fakultas Sospol Universitas Ngurah Rai.

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

25


Ragam Bupa mengingatkan agar lebih meningkatkan inovasi, meski dalam situasi ketatnya anggaran dan aturan yang ada. Hal yang mendapat perha an serius dari Bupati, adalah dengan telah dilakukannya pendataan hotel dan restoran di Kabupaten Gianyar, istansi terkait diminta untuk memanfaatkan data dalam pener ban perizinan di Kabupaten Gianyar. Selain itu, Bupa juga menekankan pengawasan terhadap pemasangan reklame yang dak sesuai ketentuan, sehingga dak menimbulkan persoalan dikemudian hari.  suwardi

Denpasar Kobarkan Gerakan 3M

Tiga Tahun Kepemimpinan AS

Bupati Minta Maaf atas Kekurangannya TANGGAL 21 Februari mendatang, tepat ga tahun pasangan Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si dan Dewa Made Sutanaya, SH menjabat sebagai Bupa dan Wakil Bupa Gianyar. Selama setengah periode lebih masa jabatan, banyak pencapain telah diraih oleh paket pimpinan Gianyar periode 20082013 ini. Kontrak kerja, yang tertuang dalam tujuh program unggulan telah berjalan sesuai dengan koridornya. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan nasional bidang pembangunan yang diraih Kabupaten Gianyar, dimana salah satunya adalah penghargaan Millenium Development Goals (MDGs) Januari 2011, bersama sembilan kabupaten dan kota seIndonesia. Dari delapan kriteria dalam MDGs, lima di antaranya erat kaitannya dalam penurunan kemiskinan. Terlepas dari berbagai keberhasilan yang telah diraih, tidak menutup kemungkinan berbagai kesalahan yang tentunya tidak disengaja dilakukan. Berkaitan dengan hal itu, Bupa dan Wakil Bupa Gianyar memohon maaf, atas ke dakmampuan dan kekurangan dalam menjalankan pemerintahan selama ini. Bupati Gianyar, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawa , M.Si menyatakan hal tersebut saat memimpin apel minggu pertama di halaman Kantor Bupa Gianyar. Berkenaan dengan hal tersebut berbagai kekurangan yang ada, telah dilakukan evaluasi untuk mewujudkan peningkatan pembangunan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar. Dihadapan seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar,

26

edisi 17 / th. II / Februari - Maret 2011

K EG I ATA N menguras, menutup dan mengubur (3 M) yang melibatkan peranserta masyarakat dinilai sangat efek f dalam menekan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Denpasar dan sekitarnya. ”Kegiatan 3 M bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, sekaligus memberantas jentik nyamuk aedes aegypti,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini. Pemerintah Kota Denpasar menurut Luh Putu Sri Armini dalam menyambut hari jadi Pemkot Denpasar ke-19 pada 27 Februari 2011 mencanangkan Bulan Bak Gerakan 3 M. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat penyakit DB di Bali selama 2010 tercatat 10.556 kasus meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang tercatat 5.500 kasus. Kasus tersebut merenggut 20 korban jiwa atau ”case fatality rate 0,23 persen, jauh lebih kecil dari angka secara nasional. DB di Bali masih tergolong penyakit endemis, karena hampir se ap tahun penyakit berbahaya itu muncul, bahkan ditemukannya tahun 1973.  dony Awasi Pelaksanaan Prona 2011

Badung Mendapat Quota 2250 Sertifikat

PEMERINTAH Pusat memberikan Quota Prona untuk Pemkab Badung Tahun Anggaran

(TA) 2011 ini sebanyak 2250 ser fikat prona. Sebelumnya, pada TA 2010 lalu pemerintah telah mengalokasikan 1000 ser fikat prona. Lonjakan Quota Prona pada TA 2011 ini tentu sangat menggembirakan Pemkab Badung. Itu berarti lebih banyak lagi lahan yang bisa disertifikasi, walaupun hingga saat ini belum ditetapkan Kelurahan atau Desa mana saja yang mendapatkan Prona, namun berkaca pada pelaksanaan Prona TA 2010 lalu yang diindikasikan adanya pungutan di luar ketentuan sehingga harus benar - benar steril dari niatan oknum yang tidak bertanggung jawab. “Untuk mengawal pelaksanaan Prona tahun ini sangat diharapkan Pemkab Badung bersama DPRD Kabupaten Badung, LSM, Lurah atau Kades Tokoh Masyarakat dan rekan - rekan wartawan duduk bersama dan ikut serta mengawasi,” ujar Kepala Kantor BPN Badung, Ir. Andry Novy Jandry kepada Nuansa Dewata di kantornya. Andry berpendapat demikian lantaran, pelaksanaan Prona tahun lalu pihaknya dituding melakukan pungutan liar oleh Anggota DPRD Bali, dalam pengurusan Prona yang jelas - jelas menurut aturan hal itu dak boleh dilakukan karena memang diberikan secara gra s oleh pemerintah. Terkait pungutan liar yang ditemukan Anggota DPRD Bali, hal itu telah dibantah Wabup Kabupaten Badung, I Ketut Sudikerta baru - baru ini. “Kami sudah cek ke lapangan kesimpulannya dak ada pungli atau korupsi, dalam kaitan pelaksanaan prona seper yang dikeluhkan warga,” tegasnya. Lebih lanjut menurut Andry, dalam hal ini memang pihaknya dak memungkiri adanya biaya - biaya yang bakal dipersiapkan oleh pemilik tanah yang mendapatkan Prona. Namun biaya - biaya tersebut diperuntukkan bagi kuasa pemilik tanah yang diser fikasi. “Kan logikanya pemilik tanah harus menunjuk beberapa orang yang bertindak sebagai kuasa untuk mengurus. Apa mereka ( p a r a ku a s a ) ket i ka menjalankan tugasnya seperti menghadiri sidang, mengukur dan sebagainya tidak perlu makan dan minum, serta uang transport?” tanyanya. Meski demikian Andry menegaskan, sekalipun tidak bisa dihindari adanya biaya - biaya semacam itu tetapi, tetap dalam koridor yang jelas peruntukannya sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. “Ar nya biaya - biaya itu semua sesuai kesepakatan, antara pemilik tanah dan kuasa serta dak boleh memberatkan,” pintanya.  dony


PAKAR HERBALIS SUPRANATURAL

SPESIALIS PENYAKIT KANKER DAN TUMOR TANPA OPERASI

TABIB ABU HUSEIN

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011)

Koperasi Pegawai Negeri

"Bina Sejahtera" Alamat : Kantor Bupati Badung

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011) Ketua ttd I Nyoman Predangga, SH., MM

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011) Pemimpin Umum/Penanggung Jawab ttd Anak Agung Gede Dharma Putra

Pemimpin Redaksi/Wakil Penanggung Jawab ttd Dewa Ngakan Udiana, SP., MBA

Kepanitiaan Diklat Nasional Persatuan Wartawan Independence Indonesia Provinsi Bali Berita DOR.com, Nuansa Dewata

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011) Pemimpin Umum/Penanggung Jawab ttd Anak Agung Gede Dharma Putra

Pemimpin Redaksi/Wakil Penanggung Jawab ttd Dewa Ngakan Udiana, SP., MBA

Tahun Baru Caka 1933 (5 Maret 2011) Ketua Panitia ttd Drs. I Dewa Made Subrata, SH., M.Pd

Sekretaris Panitia ttd Dewa Ngakan Udiana, SP., MBA


ke KOPERASI

MELAYANI DENGAN HATI

 Simpan Pinjam dan Perumahan  Penjualan Grosir dan Kanvas  Penjualan Eceran/ Swalayan  Percetakan dan Konveksi Toko Swalayan dan Bangunan Tanpa disadari beragam transaksi dan pelayanan telah terhubung oleh Koppas Srinadi Profesional, Jujur dan Pelayanan Prima menghubungkan kita dengn ribuan nasabah melalui transaksi pada unit-unit usaha.

BERSAMA KAMI BANGKITKAN EKONOMI KERAKYATAN

KOPPAS SRINADI BH: No.29/BH/PAD KWK.22/III/96

Klungkung

Jl. Mahoni Semarapura Kelod Telp/Fax: (366) 22705

www.beritador.com

NUANSA DEWATA_02  

panduan karier & pendidikan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you