Page 1

Semarang, 1 September 2011

Perlindungan Yang Tinggi Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang telah menghentar kita hingga di bulan September ini. Dalam bulan ini kita akan merenungkan tema yang sangat penting, yaitu perlindungan yang teguh di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Sebagai ciptaan Tuhan yang ditempatkan Tuhan di muka bumi ini, manusia rentan dengan pelbagai bencana yang bisa menimpa hidupnya. Ada ancaman binatang buas, ada pula ancaman bencana alam. Sementara itu dari sesama manusia kita menghadapi kemungkinan ditipu, dikhianati, dirampok dan dicuri, bahkan disakiti, dan sebagainya. Ke manakah kita akan berlindung? Perlindungan dari manusia bersifat sementara, bahkan tidak jarang bisa mengecewakan kita. Ada pepatah “pagar makan tanaman”, bukan? Artinya, orang yang selama ini kita jadikan tempat berlindung justru mencelakai kita. Oleh sebab itu tetaplah jadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai tempat perlindungan sejati. Maka kehidupan kita akan merasa aman, nyaman, dan penuh damai sejahtera Tuhan. <

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih, Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah.

Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo · Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati · Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito · Sekretaris : Bibit Gunawan · Bendahara : Bambang Santoso · Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Tan Tjiok Tie (TTT), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Dasiman (D), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Rony Chandra (RC), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI) · Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda · Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)

13 ding ngga 50135 i r P 3 J l. arang 056 Sem 024-354 9861 m 5 . 5 p l o.co -3 Te 024 @yaho et Fax. gan_sk rkasih.n il : r

enu

n

n w.si

a

ab :

: w w a Jaw .com sit e Tan y @ g m a i l w eb ang sh

ema

Ru

sina

rkas

ihsm

a


Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa dan Bali

:

6 bulan Rp 33.000,-

12 bulan Rp 65.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 36.000,-

12 bulan Rp 71.000,-

Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381 = Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

= Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


kamis, 1 september 2011

2 Samuel 22:1-7

Dalam Kesesakan Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya. 2 Samuel 22:7

Ketika seseorang mengalami sesak nafas, maka pertolongan pertama yang diberikan adalah oksigen. Bagaimana dengan orang yang mengalami sesak hati karena berbagai masalah yang menekan? Para ahli psikologi memberikan terapi cara untuk mengatasi sesak hati yaitu pergi ke tempat terbuka seperti laut atau pegunungan. Kemudian merentangkan tangan sambil menghirup udara sebanyakbanyaknya dan berteriak sekeras-kerasnya. Yang menjadi pertanyaan apakah masalahnya kemudian menjadi hilang? Memang sesak di dada dapat hilang tetapi masalahnya tetap ada. Ada satu solusi supaya mengalami kelegaan dan masalah pun terselesaikan seperti yang dialami oleh Daud ketika ia mengalami kesesakan karena dikejar-kejar oleh musuh. Apa yang dilakukan oleh Daud? Ia berseru kepada Tuhan dan berteriak minta tolong, karena Daud tahu bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan. Tuhan menjadi tempat ia mengadu yang siap menolongnya. Tuhan tidak diam seperti lautan dan pegunungan yang diam membisu. Terapi yang dilakukan oleh Daud adalah menyanyikan pujian syukur kepada Tuhan. Nas pada ayat 2-4 di atas adalah sebuah pujian dari Daud yang menyatakan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan yang kuat yang mampu memberikan keselamatan. Apa masalah Saudara saat ini yang membuat Saudara merasa tertekan? Datanglah pada Tuhan Yesus. Dia akan mengulurkan tanganNya dan memberikan pertolongan seperti yang pernah Ia katakan, â&#x20AC;&#x153;Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28). (LL)

Cara ampuh ketika berada dalam kesesakan adalah memanggil nama Tuhan Yesus Kristus. Agar orang-orang yang putus asa lari kepada Yesus, Sang Penolong.

-51

ia 50

m Yere


Mazmur 121:1-8

jumat, 2 september 2011

Tuhanlah Penjagamu TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Mazmur 121:5

Hidup kita merupakan perjalanan ziarah. Ziarah ke mana dan ke siapa? Jelas bukan ke negara Israel. Manusia menyebutnya “Holy Land” atau “Tanah Suci”. Memang banyak wisatawan khususnya orang Kristen dan Katolik yang berwisata ke negara Israel. Promosi biro perjalanan bersaing ketat. Ziarah tersebut hanya semata-mata untuk kepentingan bisnis yang bersifat komersil. Perjalanan ziarah hidup kita yang sebenarnya adalah menuju ke kota Yerusalem sorgawi (Wahyu 21:2). Sebagaimana Abraham mengharapkan tiba di kota yang dibangun oleh Allah sendiri (Ibrani 11:10), demikianlah kita yang disebut sebagai keturunan Abraham (Galatia 3:29). Kita yang hidup di dunia ini sebenarnya sedang melakukan perjalanan ziarah ke tempat di mana Tuhan ada. Tempat kita bukan di bumi ini. Dalam perjalanan ziarah tersebut kita diperhadapkan dengan pelbagai macam bahaya. Katakanlah bahaya kesulitan, bahaya kesusahan, bahaya penderitaan, bahaya ancaman roh jahat, bahaya serangan Iblis, bahaya penyakit dan seterusnya. Menghadapi bahayabahaya tersebut, kita membutuhkan Tuhan. Kita butuh perlindunganNya. Kita butuh penjagaan Tuhan, agar perjalanan ziarah kita bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat sejahtera. Itu sebabnya pemazmur tidak meminta pertolongan dari gununggunung atau tempat-tempat lain untuk menjaga perjalanan ziarahnya. Tapi pemazmur tegas-tegas mengatakan, “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi” (Mazmur 121:2). Sudahkah hidupmu diserahkan pada Tuhan? Tuhanlah Penjagamu.(IE)

Bersama Tuhan kita pasti akan tiba di Yerusalem sorgawi

Bapa, mohon tuntunan Engkau dalam perjalanan hidupku.

Yere m

ia 52

-Rat

apan

2


sabtu, 3 september 2011

Mazmur 55 : 1 â&#x20AC;&#x201C; 23

Tidak Dibiarkan Sendiri Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Mazmur 55 : 22

Daud mengalami kekuatiran yang luar biasa. Hidupnya menjadi gelisah dan tertekan karena justru orang kepercayaannya sendiri yang mencela dan menyudutkan. Memang orang bisa menjelek-jelekkan kita, namun jauh lebih menyakitkan apabila itu dilakukan oleh orang yang dekat dengan kita. Itulah kenyataan yang harus dialami Daud. Dalam kegundahan hatinya, dia menjerit dan berseru kepada Tuhan. Saat Daud berseru kepada Tuhan, dia mengalami campur tangan Tuhan. Walau manusia berupaya mencelakakannya, Tuhan meluputkan. Saat pintu-pintu ditutup oleh manusia sekalipun, Tuhan tetap mampu menyatakan pemeliharaan-Nya kepada Daud. Lembah kelam bisa dialami oleh orang benar, namun jikalau Tuhan ada di sana maka kemenangan segera diperoleh. Daud mengatakan bahwa orang benar tidak akan dibiarkan selamanya goyah. Apakah saat ini Saudara hidup dalam tekanan yang berat, jalanjalan nampaknya sudah tertutup? Berserulah kepada Tuhan dengan segenap hatimu. Apabila ada dosa pelanggaran, mohon pengampunanNya. Hiduplah dalam pertobatan, dan nanti-nantikan Tuhan untuk mengulurkan pertolongan-Nya. Sesaat ketakutan bisa menyelinap dalam hati kita, namun jangan pernah izinkan ketakutan itu terus bercokol. Ketakutan akan membuat Saudara menjadi orang yang senantiasa hidup dalam kekuatiran. Berserah kepada Tuhan akan membuat hidup menjadi lega dan ringan, karena beban hidup yang berat telah diambil alih oleh Tuhan Yesus Kristus. Dan dalam persekutuan Saudara dengan Tuhan, justru membuat Saudara mengerti bahwa Tuhan selalu menyertai dalam segala keadaan.(LB)

Penyertaan Tuhan sangat berarti dalam hidup orang percaya. Studi anak-anak Tuhan agar berhasil meraih cita-cita. pan

Rata

3-5


Yohanes 15:9-16

minggu, 4 september 2011

Sobat Setia Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Yohanes 15:13

Dimanakah kita dapat menemukan sahabat yang setia dalam suka dan duka? Tentu sulit bukan? Kalaupun kita menemukan, pasti juga terbatas untuk bisa menjadi sobat yang setia 100%. Karena kita terbatas waktu dan tempat. Lain halnya dengan Tuhan Yesus Kristus, Ia memenuhi syarat menjadi sahabat yang setia. Mengapa? Tuhan Yesus berkomitmen menjadikan kita sahabat-Nya tidak hanya saat kita hidup di dunia ini, namun juga berlanjut sampai kepada kekekalan. Selain itu, Ia tidak pernah meninggalkan dan mengecewakan kita. Ia mau mendengar, memahami dan memberi yang terbaik. Ia juga menghibur dan menguatkan di kala kita dirundung duka. Di dalam Tuhan Yesus Kristus kita dapat mengungkapkan isi hati kita dan dijamin kerahasiaannya. Ia sungguh menerima kita apa adanya dan selalu memiliki waktu memperhatikan kita. Bahkan di dalam Tuhan Yesus Kristus selalu ada nasihat saat kita tidak berjalan sesuai kebenaran firman Tuhan. Kristus juga terbuka dengan kita. Ia memberitahukan kepada kita segala sesuatu yaitu rahasia firman Tuhan yang Ia dengar dari Bapa-Nya. Dia mengasihi kita sepenuhnya dan memperbaharui kasih kita kepada-Nya. Ia rela menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita. Inilah yang mendorong kita mengasihi orang lain karena Ia telah terlebih dahulu mengasihi kita. Kristus adalah sobat yang setia. Hanya kepada-Nya kita dapat datang setiap waktu baik melalui firman yang kita baca atau pun melalui doa sehingga kita dapat mengetahui rencana-Nya dalam hidup kita ketika kita berada dalam keterpurukan, Dia selalu siap menopang kita. KasihNya telah teruji oleh waktu sampai pada kekekalan. Sudahkah Kristus menjadi sobatmu? (AS)

Tidak ada sobat yang setia seperti Tuhan Yesus Kristus.

Yehe z

kiel

1-4

Orang-orang yang kesepian menemukan Kristus sebagai sahabat sejatinya.


senin, 5 september 2011

Nehemia 6:1-9

Allah Yang Bela Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami. Nehemia 6:16

Salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah rasa aman. Aman dalam bekerja, aman dalam perjalanan, aman dalam menyimpan harta benda, dan juga aman dalam pelayanan. Itulah sebabnya banyak orang menggunakan jasa pengamanan, memasang alat-alat pengaman, dan juga mempunyai pengacara atau pembela khusus apabila ada orang yang berurusan dengan hukum. Nehemia sedang melakukan pekerjaan besar, yaitu membangun kembali tembok Yerusalem yang sudah roboh. Pekerjaan sekaligus pelayanan itu dilakukannya bersama dengan rekan-rekan sebangsanya yang mengasihi Tuhan dan umat-Nya. Namun niat yang baik itu memperoleh tantangan yang tidak mudah. Ada orang-orang yang tidak suka, yaitu Sanbalat, Tobia, dan Gesyem. Mereka mengancam akan menggagalkan rencana yang mulia itu dengan pelbagai cara, bahkan ada ancaman pembunuhan terhadap Nehemia. Apa tindakan Nehemia dalam menghadapi ancaman itu? Ia tetap percaya bahwa Allah yang dilayaninya adalah Allah yang membelanya. Ia tetap mengerjakan pekerjaan besar tersebut bagi Tuhan. Jadi, Nehemia percaya bahwa Tuhan pasti melindunginya. Oleh sebab itu ia tidak gentar. Ia tetap bekerja dengan sekuat tenaga (ayat 9). Ia juga tidak gentar terhadap ancaman pembunuhan yang ternyata penuh rekayasa (ayat 13). Adakah Saudara sedang diliputi pelbagai ketakutan dan keresahan? Ada ancaman dari orang lain yang mau mengganggu rumah tangga, pekerjaan, studi, dan pelayanan Saudara? Yakin dan percayalah bahwa sebagaimana Tuhan membela Nehemia, Ia pun akan membela Saudara. Kita aman dalam lindungan-Nya. Tetaplah berkarya bagi Dia! (PF)

Karena ada Allah yang membela, ketakutan pun menjadi sirna. Agar setiap anak Tuhan tidak hidup lagi dalam pelbagai bentuk ketakutan.

kiel

z Yehe

5-9


Yohanes 10:11-16

selasa, 6 september 2011

Gembala Yang Baik Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Yohanes 10:11

Istilah â&#x20AC;&#x153;Gembalaâ&#x20AC;? pada umumnya dikenakan untuk menyebut seseorang yang memiliki pekerjaan menjaga dan memelihara ternak agar tercukupi segala kebutuhannya. Di kalangan orang-orang Yahudi istilah gembala merupakan hal yang biasa, karena sebagian besar penduduk Yahudi hidup sebagai gembala. Bahkan istilah ini sering dikaitkan dengan tugas sosok seorang pemimpin. Hanya saja kita diingatkan supaya tidak memilih sosok gembala upahan yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan kebutuhan domba yang digembalakan. Tuhan Yesus Kristus dalam pelayanannya menggunakan istilah gembala untuk menyebut diri-Nya sendiri. Hal ini tentu memiliki tujuan yang tidak jauh dari definisi gembala pada umumnya. Pertama, Ia ingin supaya diri-Nya dikenal manusia dan manusia dikenal-Nya sehingga manusia mendapatkan perhatian yang baik atas setiap kebutuhannya, karena hanya Dialah yang sanggup memberikan pemeliharaan yang sempurna atas roh, jiwa dan tubuh manusia. Kedua, Tuhan Yesus ingin supaya manusia mendapatkan rasa aman, jauh dari gangguan sekelilingnya. Ketiga, Ia tidak hanya memberikan kebutuhan makan, minum dan perteduhan serta rasa aman, tetapi memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Bahkan kebaikanNya diberikan kepada domba lain yang bukan dari kandang. Jika kita menghendaki pemimpin sejati baik dalam hidup sekarang ini maupun hidup yang akan datang, terimalah Tuhan Yesus sebagai Gembala atas hidupmu. Ia akan senantiasa membimbingmu menuju pada kehidupan yang tenang dan nyaman di tengah badai kehidupan ini. (ADL)

Hanya Tuhan Yesuslah yang mampu menyediakan kebutuhanmu. Yehe z

kiel

10-1

Orang-orang yang belum mendapatkan sosok gembala yang baik menemukan Tuhan Yesus Kristus. 3


rabu, 7 september 2011

Mazmur 121:1-8

Tak Pernah Tertidur Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Mazmur 121:4

Mungkin kita pernah bertanya dalam hati atau bahkan terlontar dengan kata-kata, â&#x20AC;&#x153;Benarkah Tuhan itu adaâ&#x20AC;? atau â&#x20AC;&#x153;benarkah Tuhan itu hidup dan berkuasa?â&#x20AC;? Pertanyaan semacam ini biasanya timbul dari seseorang yang menghadapi masa-masa sulit. Mungkin sudah berdoa sambil berpuasa untuk memohon pertolongan Tuhan, tetapi pertolongan itu tidak kunjung datang. Ketika menghadapi persoalan, pemazmur melayangkan matanya ke gunung-gunung dan bertanya dari manakah datang pertolongan itu. Pemazmur menemukan jawabannya. Ternyata pertolongan itu datangnya dari Tuhan. Apakah ia sedang membayangkan atau sedang membuat suatu cerita yang tidak nyata? Tidak! Mengapa? Karena Allah yang ia percayai adalah Allah yang tidak pernah terlelap atau pun tertidur. Ia menjaga umat-Nya. Tuhan menjadi naungannya. Matahari dan bulan tidak menyakitinya. Itu artinya Tuhan menjaga sepanjang hari baik siang maupun malam dua puluh empat jam sehari. Dia tidak pernah berhenti mengawasi kita untuk meluputkan kita dari kecelakaan. Jadi jelas seluruh hidup kita dijaga oleh Tuhan. Keraguan bisa timbul dalam diri kita, tetapi Allah tidak pernah ragu untuk menjaga kehidupan kita. Ia melihat setiap saat dan memperhatikan setiap waktu. Ia mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Ketika kita berjalan sendirian Tuhan menemani kita, ketika kita sedang terlelap Tuhan tetap terjaga. Yang dituntut dari kita adalah percaya kepada-Nya, menyerahkan diri sepenuhnya dan menunggu setiap keputusan-Nya. Ia akan memberi jawab ketika kita bertanya, dan mengulurkan tangan-Nya ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya. Sebagai Penjaga, Ia tentu saja waspada terhadap apa yang ada di sekeliling kita untuk melindungi kita.(D)

Percaya kepada Allah sepenuhnya akan merasakan pertolongan-Nya. Ya Tuhan berikan kepadaku hati yang selalu mempercayai-Mu.

kiel

z Yehe

6

14-1


Bilangan 35:9-15

kamis, 8 september 2011

Kota Perlindungan Maka haruslah kamu memilih beberapa kota yang menjadi kota-kota perlindungan bagimu, supaya orang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana. Bilangan 35:11

Apa yang dimaksud dengan kota perlindungan? Tuhan menuntun Musa untuk mendirikan beberapa kota perlindungan. Maksudnya kota yang dikhususkan untuk melindungi warga dari ancaman kematian. Bagi warga yang berbuat salah tanpa disengaja yang menyebabkan kematian seseorang, dia perlu mencari perlindungan dari ancaman pihak keluarga yang akan melakukan pembalasan. Misalnya, beberapa orang sedang bekerja menebang pohon di suatu hutan. Tiba-tiba mata kapak seseorang terlepas saat menebang pohon. Mata kapak terlempar mengenai kepala temannya. Seketika itu juga temannya tewas. Agar dia terhindar dari pembalasan pembunuhan atas kesalahannya tersebut, dia perlu tinggal di kota perlindungan. Di kota tersebut dia akan terhindar dari ancaman pembunuhan. Namun kota perlindungan hanya berlaku bagi mereka yang melakukan kesalahan yang tak disengaja yang mengakibatkan kematian seseorang. Apabila sengaja melakukan pembunuhan, kota perlindungan tidak berlaku. Pembunuh tetap akan dibunuh. Tidak ada jaminan perlindungan. Kita bersyukur bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah perlindungan kita. Segala kesalahan kita, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja telah ditebus oleh darah-Nya di kayu salib. Hukuman maut tidak menimpa kita. Sebaliknya kita diberi jaminan hidup kekal. Di dunia tidak ada tempat perlindungan yang aman selain di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Sebab itu serahkanlah hidup Saudara sekarang juga pada Tuhan Yesus Kristus.(IE)

Tuhan Yesus Kristus adalah tempat perlindungan yang aman. Bapa, lindungi aku dalam hidup sehari-hari.

Yehe z

kiel

17-1

9


jumat, 9 september 2011

Hakim-hakim 16:23-31

Pemulihan di Ujung Jalan Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu. â&#x20AC;Ś Hakim-hakim 16:29

Simson adalah seorang tokoh Alkitab yang fenomenal. Ia ditetapkan oleh Allah sebagai seorang nazir, yaitu seorang yang dikhususkan bagi Allah. Rambutnya tidak boleh terkena pisau cukur, dan di situlah letak kekuatan Simson secara fisik. Dengan kekuatannya itu ia mampu memperoleh kemenangan dan memporakporandakan musuhnya, bangsa Filistin. Sayangnya, kekuatan fisik Simson tidak diimbangi dengan kekuatan moral. Ia mudah jatuh cinta terhadap perempuan, termasuk terhadap Delila, seorang perempuan Filistin. Delila dijadikan alat oleh bangsa Filistin untuk memperdaya Simson. Sehingga berkat rayuannya, Simson membuka rahasia kekuatannya yang terletak pada ketujuh tokong rambutnya. Mereka pun memotong ketujuh tokong rambut itu dan kekuatan fisik Simson pun sirnalah. Ia diperlakukan sebagai tawanan, diolok dan dipermalukan. Untunglah Simson kemudian sadar. Roh Tuhan kembali memberi kekuatan kepadanya seiring dengan pertumbuhan kembali ketujuh tokong rambutnya. Kekuatan fisik pun kembali ia peroleh. Ia merangkul kedua pilar besar gedung di mana ia dipermalukan, kemudian meruntuhkannya. Ia memang mati bersama dengan musuhnya yang berada dalam gedung itu, tetapi mati dalam pemulihan. Jumlah musuh yang mati pada akhir hidup Simson lebih banyak dari pada semasa hidupnya. Mari kita belajar dari kehidupan Simson ini, jangan memberi kesempatan kepada musuh, yaitu Iblis. Kita harus hati-hati dengan segala rayuannya. Apabila kita sadar bahwa kita keliru, segeralah berbalik kepada Tuhan, dan Ia akan memulihkan kehidupan kita. Tak ada kata terlambat untuk memperoleh pemulihan dari Tuhan. (TTT/PF)

Penderitaan karena dipulihkan oleh Tuhan masih lebih ringan dari pada penderitaan dosa yang tak terselesaikan.

Anggota keluarga kita yang telah jauh dari Tuhan agar berbalik kepada-Nya.

kiel

z Yehe

2

20-2


Ibrani 12:25-28

sabtu, 10 september 2011

Tak Tergoncangkan Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Ibrani 12:28

Hampir setiap hari media elektronik atau surat kabar menyajikan berita-berita tentang kondisi dunia ini yang penuh dengan goncangangoncangan seperti bencana-bencana baik oleh alam maupun ulah manusia, goncangan ekonomi, politik, dan sebagainya. Keadaan tersebut membuat manusia merasa hidupnya tidak nyaman. Itulah dunia, tempat kita berpijak. Tentu semua yang terjadi di dunia ini atas seizin Tuhan. Tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Di dalam ayat 26 dikatakan bahwa satu kali lagi Allah akan menggoncangkan bukan hanya bumi tetapi juga langit. Itu artinya bahwa goncangan-goncangan di bumi ini sudah terjadi berkali-kali. Akan terjadi goncangan yang terakhir baik bumi maupun langit yang sangat mengerikan menandai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Seluruh pemerintahan atau kerajaan di dunia ini akan tergoncang, para pemimpinnya akan tumbang. Ke mana kita akan berlindung di hari yang dahsyat itu? Bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak perlu takut menghadapinya, karena Allah sudah menyediakan tempat kediaman yang abadi yaitu Kerajaan Sorga, di mana pemimpinnya adalah Allah sendiri, Tuhan Yesus Kristus, Raja segala raja. Penulis kitab Ibrani mengajak kita untuk mengucap syukur karena Allah sudah menyediakan bagi kita Kerajaan yang tak tergoncangkan. Di sorga kita akan menikmati kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera. Oleh sebab itu sementara berada di bumi ini, jaga iman kita supaya tidak tergoncang oleh keadaan dunia ini dan tetap setia beribadah dengan penuh hormat dan takut kepada Allah. (LL)

Sekalipun dunia bergoncang, imanku tidak bergoncang.

Orang Kristen tetap setia mengiring Tuhan Yesus Kristus.

Yehe z

kiel

23-2

5


minggu, 11 september 2011

Keluaran 14:1–31

Bisa Diandalkan Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Keluaran 14 : 21

Seseorang berkata: “Pak, saya sangat kecewa pada bos di kantor, karena pada saat saya membutuhkan uang dan berharap dia bisa membantu, ternyata tidak satu peser uang pun yang diberikan.” Orang itu kecewa karena berpikir bahwa bosnya adalah orang kuat dan pasti bisa menolong dia, namun ternyata tidak mau menolongnya. Dalam hidup ini, banyak pihak yang bisa membuat hati kita kecewa! Oleh karena itu janganlah mengharap kepada manusia secara berlebihan. Setelah keluar dari Mesir, bukan berarti semua kesulitan sudah berlalu dari kehidupan bangsa Israel. Bangsa Israel mengalami situasi yang menegangkan, bahkan mengancam nyawa mereka. Tentara Firaun dengan kekuatan militer penuh mengejar bangsa Israel yang nampak sudah terpojok karena tidak bisa lari ke kanan atau ke kiri lagi. Sedangkan di hadapan mereka ada Laut Teberau yang tak mungkin diseberangi. Sepanjang hidup ini selalu ada kesulitan bahkan marabahaya yang bisa mengancam. Hidup manusia seringkali berhadapan dengan situasi “kritis”. Sakit parah dan dokter sudah angkat tangan, pekerjaan yang bangkrut, rumah tangga yang carut marut, hutang yang menumpuk dan seterusnya. Siapakah yang mampu dan mau mengulurkan tangan memberikan pertolongan dalam situasi yang kritis ini? Hanya nama Tuhan yang perlu Saudara ingat! Mata Tuhan mengawasi dengan waspada kehidupan anak-anak-Nya, Tuhan tidak membiarkan kita hancur. Terbukti, melalui Musa, Tuhan mengadakan mujizat yaitu menguakkan air laut itu. Terbentuklah jalan di tengah laut yang bisa dilalui umat Israel sehingga mereka selamat. Saudara, kita memiliki Yesus yang dapat diandalkan. Percayalah, Ia akan bertindak! (LB)

Tidak akan kecewa orang-orang yang mengandalkan Tuhan. Anak-anak Tuhan yang bergumul dengan masalah pekerjaan.

kiel

z Yehe

8

26-2


Mazmur 71:1-24

senin, 12 september 2011

Tempat Berteduh Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. Mazmur 71:3

Beberapa tahun yang lalu saya pernah bertamu ke rumah seorang rekan, yang adalah seorang pengusaha. Di kantornya ada sebuah foto yang cukup besar. Nampak di foto itu sang pengusaha sedang bersalaman dengan salah seorang jendral. Namun beberapa tahun kemudian saya ke sana lagi, dan foto itu sudah tidak ada lagi. Saya bertanya, â&#x20AC;&#x153;Kau letakkan di mana fotomu bersama dengan jendral itu?â&#x20AC;? Ia berkata bahwa foto itu sudah ditaruh di gudang, sebab sang jendral sudah pensiun. Banyak usaha dilakukan orang guna mengamankan dan melindungi hidupnya, juga harta benda yang dimilikinya, termasuk mencari perlindungan dari orang-orang yang cukup berpengaruh. Namun perlu diketahui bahwa perlindungan semacam itu bersifat sementara. Pemazmur menjadikan Tuhan Allahnya sebagai tempat berteduh dan kubu pertahanannya, sebab Tuhan itu kekal dan Mahakuasa. Tuhan mengajar Pemazmur sejak kecil (ayat 17) dan sampai masa tua, pemazmur rindu dekat dengan Allah (ayat 18). Sepanjang hidup pemazmur penuh dengan pergumulan dan tantangan yang bisa membuatnya jatuh sempoyongan. Tetapi Tuhan menghidupkan kembali semangatnya yang telah pudar (ayat 20). Itulah kesaksian nyata bagi mereka yang mau berteduh pada Tuhan. Memulai setiap hari dengan doa dan merenungkan firman Tuhan, meminta perlindungan dan tuntunan-Nya. Di mana-mana dan kapan saja bisa muncul sesuatu yang tidak terduga dalam hidup ini. Namun jika kita berteduh dari angin dan badai kehidupan di bawah kepak sayap Tuhan, kita pun aman dan tentram.(PF)

Di bawah kaki Tuhanku, di situ hatiku teduh.

Yehe z

kiel

29-3

Agar semua orang percaya menjadikan Tuhan Yesus saja sebagai tempat perteduhannya 2


selasa, 13 september 2011

Roma 8:31-35

Tuhan Di Pihak Kita Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Roma 8:31

Kita bersyukur atas firman-Nya yang berkata, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Jelas jawabannya, tidak ada yang mampu melawan kita. Apakah yang melawan kita berupa penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, pelbagai bahaya dan seterusnya, semuanya tidak akan dapat mengalahkan kita. Karena bukan kita yang menghadapinya tapi Tuhan sendiri. Sewaktu Saulus dengan orang-orangnya menganiaya orang-orang Kristen, Saulus mendengar suara Tuhan, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah 9:4). Yang dianiaya adalah orangorang Kristen, namun dibalik orang Kristen tersebut sebenarnya adalah Tuhan sendiri. Berarti Tuhan berada di pihak orang Kristen. Saulus berhadapan dengan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Jelas Saulus tidak akan mampu mengalahkan Tuhan. Saulus tidak akan mampu mengalahkan atau melenyapkan orang Kristen yang hidup benar di hadapan Tuhan dan manusia. Tuhan menaklukkan Saulus. Hasilnya, Saulus bertobat. Namanya berubah menjadi Paulus. Selanjutnya Paulus memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus dan mendirikan gereja di sejumlah tempat. Kekristenan semakin berkembang. Di abad pertama, orang-orang Kristen menghadapi pelbagai aniaya berat. Banyak yang mati syahid. Artinya mereka mati di dalam iman yang kokoh. Tidak menyangkal Tuhan Yesus Kristus. Tidak berontak. Tidak angkat senjata memerangi orang-orang yang menganiayanya. Tuhan ada di pihak orang Kristen. Bukannya kekristenan punah, sebaliknya kekristenan bertumbuh memenuhi isi dunia. Puji Tuhan. (IE)

Kita berani karena Tuhan di pihak kita.

Terima kasih Tuhan atas penyertaan-Mu. kiel

z Yehe

5

33-3


Ibrani 6:9-20

rabu, 14 september 2011

Pengharapan Hidup Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir. Ibrani 6:19

Media massa saat-saat ini memuat banyak berita tentang â&#x20AC;&#x153;Masih adakah harapan untuk Indonesia?â&#x20AC;? Pertanyaan ini muncul mengingat orang-orang yang duduk dalam pemerintahan kita terlibat korupsi. Sekalipun mereka sudah disumpah jabatan menurut kepercayaan mereka, namun janji yang telah diucapkan untuk mengabdi kepada rakyat dengan mudah diabaikan demi uang. Manusia dapat mengingkari janjinya, sekalipun ia sudah disumpah. Berbeda dengan Allah yang bersumpah untuk memberkati Abraham. Allah tidak dapat mengingkari perjanjian-Nya dengan Abraham. Seperti halnya dengan Abraham, Allah juga telah mengikatkan diri-Nya dengan sumpah kepada kita. Hal ini dilakukan Allah agar kita tahu bahwa Allah tak pernah berdusta dan kita dapat mempercayai Allah dengan sungguh-sungguh tanpa meragukan janji-Nya. Itulah mengapa pengharapan kita kepada Tuhan diibaratkan seperti sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Apabila kita menaruh harapan kepada Tuhan, maka kita dapat dengan yakin dan tidak kuatir karena Allah sendiri telah bersumpah kepada diriNya. Ini dibuktikan dengan Kristus putra-Nya yang tunggal yang telah diutus ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Janji Allah digenapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus yang menjadi korban tebusan bagi dosa seluruh umat manusia. Alkitab mencatat bahwa Abraham menanti dengan sabar sampai ia memperoleh apa yang dijanjikan Allah. Tuhan mau kita tidak ragu terhadap janji Allah seperti halnya Abraham yang bersabar sampai janji-Nya digenapi dalam hidup kita. Janji Tuhan bagi kita adalah bahwa Ia takkan membiarkan kita mengarungi hidup ini sendiri. Ia selalu menyertai kita untuk memberi kekuatan dan rahmat-Nya bagi kita. Taruhlah harapan Saudara kepada Tuhan, karena Ia tak pernah mengecewakan. (YL)

Pengharapan dalam Tuhan adalah pengharapan yang sejati. Tuhan ajarku berharap selalu kepada-Mu.

Yehe z

kiel

36-3

8


kamis, 15 september 2011

1 Tawarikh 21:1-17

Begitu Dekat â&#x20AC;Ś Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Lukas 15:20

Kisah Dick Hoyt dan puteranya yang bernama Rick Hoyt telah menginspirasi banyak orang. Sebagai seorang ayah, Dick, yang pensiunan dari Air National Guard, dengan pangkat letnan kolonel, bersama dengan Rick mengikuti lomba marathon di Boston, Amerika Serikat, pada tahun 1981. Dick mendorong kursi roda yang diduduki Rick, karena mengalami kelumpuhan otak (cerebral palsy) sejak kecil. Meskipun mereka tidak tampil sebagai pemenang, namun kasih seorang ayah yang besar terhadap puteranya ini menjadi berkat bagi banyak orang. Perumpamaan yang Tuhan Yesus ajarkan tentang anak yang hilang menggambarkan kasih seorang ayah yang tetap mau menerima anaknya, sekalipun sang anak telah menyakiti hatinya. Kasih sang ayah terhadap anaknya ini akhirnya mampu memulihkan hubungan yang sebelumnya retak. Hubungan di antara mereka begitu dekat. Sang ayah merangkul anaknya. Itulah gambaran Bapa sorgawi yang mengasihi kita. Jika selama ini kita telah jauh dari Tuhan, dan berpikir bahwa ia telah membuang kita, buanglah jauh-jauh pemikiran semacam itu. Kasih Allah begitu besar bagi kita sehingga Ia mau agar kita kembali kepada-Nya dan melekat erat dalam pelukan kasih-Nya. Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal telah diberikan agar kita bisa kembali kepada-Nya. Ia tidak pernah menolak kita, seberapa kotor dan baunya kehidupan kita karena dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Segeralah kembali kepada Tuhan selagi ada kesempatan. Dunia yang pernah memberikan kenikmatan sesaat tidak bisa menyelamatkan kita, bahkan menjerumuskan kita lebih dalam. Sebaliknya, hanya kasih Allah Bapa di dalam Yesus Kristus yang mengangkat kita dan menerima kita kembali.(MI/PF)

Ketika kegelapan dunia semakin pekat, kepada Allah kita harus melekat. Rekan-rekan yang meninggalkan imannya kepada Tuhan Yesus kembali kepada-Nya

kiel

z Yehe

1

39-4


Mazmur 62:1-13

jumat, 16 september 2011

Gunung Batu Keselamatan Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku,aku tidak akan goyah. Mazmur 62:3

Ada satu kebutuhan batin manusia yang dicari oleh semua orang. Kebutuhan itu bernama 'rasa aman'. Terkadang seseorang rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi mendapatkan rasa aman ini. Dari cara yang logis sampai kepada cara yang magis pun ditempuhnya. Cara logis yang umum adalah dengan membuat tembok sekeliling rumah yang tinggi dan berkawat duri; memasang alarm mobil; kunci ganda untuk sepeda motor/toko/pintu gerbang; petugas keamanan yang memakai rompi anti peluru, dan sebagainya. Semua itu sah-sah saja sebagai bentuk sikap waspada dan berjaga-jaga. Tetapi jika motivasi kita dalam berjaga-jaga tersebut adalah karena rasa takut yang berlebihan, itu yang tidak boleh. Apalagi mencari rasa aman dengan cara magis atau kuasa gelap, dengan cara menyimpan jimat-jimat, ilmu kebal, mantera-mantera, dan sejenisnya. Hal ini jelas perbuatan yang sia-sia dan mendatangkan hukuman Tuhan (Yesaya 47:10-15). Berbeda dengan Daud, rasa aman yang dimilikinya bukan dari perkara-perkara seperti tersebut di atas tetapi dia dengan tegas berkata, â&#x20AC;&#x153;Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.â&#x20AC;? (Mazmur 62:2). Daud memercayakan hidupnya secara penuh kepada Tuhan sebagai gunung batu keselamatannya. Marilah kita belajar mempercayakan hidup kita pada Tuhan saja. Perlindungan Tuhan adalah perlindungan yang sejati dan tidak akan goyah. Kalau saat ini Saudara sedang merasakan ketakutan dengan masalah yang Saudara hadapi, datanglah kepada Tuhan Yesus Kristus, â&#x20AC;&#x153;Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.â&#x20AC;? (Mazmur 37:5). (DI)

Rasa aman yang sejati adalah bila kita berada dekat dengan Tuhan. Yehe z

kiel

42-4

Supaya semua orang Kristen menyandarkan hidupnya hanya pada Tuhan Yesus Kristus saja. 4


sabtu, 17 september 2011

Ibrani 10:19-23

Jaminan Hidup Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita. Sebab Ia yang menjanjikannya, setia. Ibrani 10:23

Pihak-pihak asuransi banyak yang menawarkan berbagai jaminan asuransi. Mereka juga menawarkan segala keuntungan yang akan didapat oleh para nasabah. Bagaimana pun asuransi menawarkan jaminan, kita sadar bahwa itu pun ada batasnya. Hal ini berbeda dengan jaminan hidup yang Tuhan janjikan. Tuhan menjanjikan suatu pengharapan yang pasti karena Ia adalah sumber pengharapan itu sendiri. Saat kita mengambil keputusan untuk percaya kepada-Nya, pengharapan kita tidak akan lenyap. Berbeda saat kita menaruh harapan pada dunia ini, teman, saudara atau pun sesuatu di luar Tuhan, maka kekecewaanlah yang akan kita dapatkan. Ada jaminan Tuhan yaitu tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Sebagai sumber pengharapan, Kristus sudah berjanji memberikan Roh Kudus sebagai Penghibur disaat kita dalam penderitaan, bahkan ia berjanji akan menyertai kita untuk selama-lamanya. Kebangkitan Kristus telah memberikan jaminan akan kehidupan kekal. Karena Dia hidup, kita pun akan menikmati hidup kekal. Dialah penjamin kehidupan kekal bagi kita. Tuhan berjanji akan datang dan tinggal bersama dengan setiap orang yang mengasihi Dia dan menuruti firman-Nya. Dalam ketaatan melakukan firman Tuhan, kehadiran Tuhan nyata bagi orang tersebut tiaptiap waktu. Jika Kristus telah memberikan jaminan hidup bagi setiap kita yang sungguh-sungguh percaya dan mengasihi-Nya, apakah yang kurang lagi? Tidak ada! Dialah penjamin kehidupan kita. Sumber Pengharapan, dan Sumber Penghiburan. Tak ada ketakutan dan kekuatiran karena Tuhan yang menjamin kehidupan kita adalah setia.(AS)

Jaminan hidup yang pasti hanya ada pada Kristus saja.

Agar setiap orang percaya atas jaminan hidup yang Tuhan janjikan.

kiel

z Yehe

8

45-4


Lukas 1:30-33

minggu, 18 september 2011

Nama Yang Berkuasa Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Lukas 1:31

Biasanya orang tua memberikan nama pada anak-anaknya memiliki arti dan tujuan tertentu. Ada yang hidupnya sesuai dengan namanya, tetapi ada pula yang sama sekali tidak sesuai atau jauh dari makna dan tujuan ketika nama diberikan. Belum lagi ketika jabatan dan gelar melekat pada nama tersebut, pengaruh nama menjadi semakin kuat. Demikian pula nama Yesus. Nama ini diberikan oleh Allah sebelum Yesus lahir. Nama “Yesus” mempunyai arti “Sang Pembebas” atau “Yang Menyelamatkan.” Oleh karena itu Yusuf dan Maria memberikan nama yang sudah dititipkan Allah kepadanya. Nama ini bukanlah sekedar nama, melainkan satu nama yang sangat berkuasa. Sebagai buktinya, Pertama, nama Yesus sangat efektif bagi pelayanan murid-murid-Nya dan orang percaya untuk mengusir roh-roh jahat, dan menyembuhkan orang-orang sakit dan kelemahan (Matius 10:1). Kedua, nama ini diperkenalkan kepada murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya ke sorga sebagai nama yang berkuasa di dunia dan di sorga, yang berarti tidak ada nama lain yang diberikan oleh Allah yang harus disembah kecuali nama Tuhan Yesus Kristus (Matius 28:18). Ketiga, Nama ini tidak bisa dipakai secara sembarangan karena bisa mendatangkan hukuman bagi yang tidak menghargai, seperti yang dialami oleh anak-anak Skewa (Kisah Para Rasul 19:14-16). Nama Tuhan Yesus Kristus adalah nama yang berkuasa dan memberi pengharapan bagi orang yang percaya. Oleh sebab itu panggilah nama-Nya. Percayalah dan taatilah segala firmanNya. (ADL)

Tidak ada nama yang layak disembah selain nama Tuhan Yesus Kristus.

Dan

iel 1

-3

Orang-orang yang membutuhkan pertolongan memanggil nama Tuhan Yesus Kristus.


senin, 19 september 2011

Amsal 4:20-27

Jagalah Hatimu Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23

Salomo menasihatkan agar kita menjaga hati kita. Sebab dari hati terpancar kehidupan. Dalam bahasa Inggris, kata “Life” dapat diartikan “kehidupan”. Akhir huruf pada kata “Life” adalah “e”. Huruf “e” ini bisa berarti “eternity” atau “kekekalan” dan bisa berarti juga “evil” atau “kejahatan”. Dengan demikian kata “Life” bisa berarti “Life for eternity” artinya “kehidupan untuk kekekalan” atau “Life for evil” artinya “kehidupan untuk kejahatan”. Jadi dari hati seseorang terpancar dua macam kehidupan, kekekalan atau kejahatan. Mari kita simak sabda Tuhan Yesus. Kata-Nya, “dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Matius 15:19). Jelas tampak hati yang memancarkan kejahatan melulu. Kehidupan yang jahat berakibat masuk ke dalam hukuman abadi yaitu api neraka (Wahyu 21:8). Agar hati tidak memancarkan hal-hal yang jahat, kita butuh penyucian dari Tuhan Yesus Kristus. Darah-Nya menebus kita dari dosa yang menguasai hati kita. Selanjutnya hati kita perlu diisi oleh firmanNya. Oleh firman-Nya, hati kita dibersihkan setiap hari agar dari hati kita terpancar kehidupan yang baik, berkenan dan menyukakan hati Tuhan. Pancaran kehidupan yang baik akan memberkati kehidupan di sekeliling kita. Sudahkah kita menjaga hati kita? Apabila masih dijumpai benihbenih kejahatan di dalam hati kita, mohonlah kepada Tuhan Yesus Kristus untuk melenyapkannya. Di dalam Kristus, hati kita akan ditaburi benih-benih yang baik yang bersifat abadi.(IE)

Hati manusia hanya bisa dibersihkan oleh firman-Nya.

Bersihkanlah hatiku oleh firman-Mu. 6

el 4-

Dani


2 Samuel 13-14, 30-32

selasa, 20 september 2011

Tuhan Adalah Perisaiku Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Mazmur 3:4

Menjadi orang yang baik tidak berarti tidak memiliki musuh. Buktinya Daud, seorang yang hatinya baik, tetapi ia dimusuhi oleh banyak orang. Bahkan anaknya sendiri yang bernama Absalom melakukan kudeta karena ingin menjadi raja menggantikan kedudukan ayahnya. Sebagai ayah, Daud tahu sifat jahat anaknya. Untuk mensukseskan rencanaya, Absalom tidak segan-segan berencana membunuh ayahnya sendiri. Dengan terpaksa Daud harus pergi melarikan diri meninggalkan istana dan menyembunyikan diri. Sepanjang perjalanan itu Daud menangisi apa yang telah dilakukan anaknya. Posisi Daud benar-benar sulit. Para tentara dan rakyat berbalik memihak Absalom, termasuk penasihat Daud yang bernama Ahitofel. Mereka mau menggulingkan pemerintahan dengan cara membunuh Daud. Berada di posisi yang sulit dan nyawa terancam membuat Daud tak berdaya. Tetapi di saat itulah, Daud merasakan Tuhan berpihak kepadanya. Daud merasakan perlindungan Tuhan yang luar biasa. Tuhan menjadi perisainya. Tuhan memberikan kemenangan dalam peperangan. Ketika ia berseru kepada Tuhan agar nasihat Ahitofel digagalkan, doanya dijawab oleh Tuhan. Walupun Daud tidak menginginkan kematian Absalom, tetapi Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Daud berkabung dan ia menangisi kematian Absalom. Mungkin saat ini ada orang-orang yang tidak suka dengan keberadaan Saudara? Mereka iri hati, berkhianat dan ingin menyingkirkan Saudara? Berserulah kepada Tuhan, maka Tuhan akan bertindak. Ia adalah perisai kita, maka ia pasti melindungi kita dari orang-orang yang memusuhi kita. (LL)

Tuhan adalah perisaiku, aku tidak takut menghadapi musuh.

Dan

iel 7

-9

Orang-orang yang hatinya dipenuhi dengan iri hati bertobat.


Yesaya 49:1–7

rabu, 21 september 2011

Terjamin ….Namun, hakku terjamin pada Tuhan dan upahku pada Allahku. Yesaya 49 : 4

Yesaya adalah nabi Tuhan yang giat dan gigih mewartakan pesan Tuhan dan nubutan bagi umat percaya. Dia yakin bahwa sejak dari kandungan ibunya, Tuhan telah memanggil dia. Tuhan mengurapi dan mengutusnya untuk menyampaikan banyak pesan firman Tuhan yang tegas dan keras. Ungkapan Yesaya menyatakan bahwa mulutnya seperti pedang yang tajam untuk menyampaikan sabda Tuhan. Yesaya sudah berjuang keras untuk menjadi hamba Tuhan di tengah-tengah suku-suku Yakub dan mengumpulkan orang-orang Israel. Bukankah itu prestasi yang sangat gemilang? Berbahagialah setiap orang yang gigih seperti Yesaya dalam turut serta melakukan pekerjaan Allah. Tuhan mengkokohkan peran orang-orang seperti Yesaya dengan cara mempercayakan tugas yang lebih besar. Firman Tuhan berkata: “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa..” Bangsa-bangsa akan melihat keselamatan dari Allah melalui umatNya. Dapatkah kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa, sehingga raja-raja akan melihat perbuatan Allah yang dahsyat? Mengapa tidak? Oleh kemurahan dan perkenan Tuhan hal itu dapat terjadi. Yesaya meyakini panggilan yang mulia ini, sehingga dia konsisten menunaikan tugas pelayanannya di tengah umat Tuhan dan Tuhan yang menggenapi seiring ketaatan hamba-hanba-Nya. Marilah kita dengardengaran akan panggilan Tuhan yang jauh lebih besar dari apa yang kita pikir dapat lakukan. Selanjutnya, sebagai orang-orang yang melakukan kehendak-Nya kita berkata: “Hakku terjamin pada Tuhan dan upahku pada Allahku.” Yesaya berjerih lelah untuk Tuhan, tidak disertai pamrih dari manusia. Mari kita meneladaninya.(LB).

Aman apabila Tuhan menjamin hidup ini.

Para hamba Tuhan dalam berjuang untuk Injil.

-12

el 10

Dani


Amsal 4:1-27

kamis, 22 september 2011

Aku Dijaga-Nya Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya. Amsal 4:6

Seorang ibu yang baik dan mengasihi anak-anaknya, akan selalu menjaga di saat mereka sakit. Saya melihat adanya pengorbanan yang sangat besar di mana orang tua siang dan malam bergantian menjaga anaknya di rumah sakit hingga anak itu pulih. Sayangnya sesudah pulih ada orang tua yang tidak lagi menjaga anaknya. Anaknya tidak dijaga dari kesukaannya membeli jajanan yang kotor, dari kenakalan di luar batas yang bisa membuatnya sakit atau terluka. Jauh lebih baik menjaga sebelum anak sakit dari pada menjaga saat ia sakit, bukan? Salomo yang menuliskan tentang hikmat dalam bacaan Alkitab kita hari ini mengajak kita agar tidak meninggalkan hikmat, melainkan mengasihi dan memeliharanya. Itu harus dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kita tidak keliru dalam hidup ini. Dengan hikmat itu kita memperoleh kemuliaan Tuhan (ayat 9). Langkah kita tidak terhambat dan tidak tersandung (ayat 12). Yang dimaksud dengan “hikmat” di sini bisa berarti tiga hal. Pertama, “hikmat” itu bisa berarti didikan orang tua yang baik kepada anak-anaknya. Jika mereka menaatinya, mereka lolos dari jebakan kesenangan dunia ini. Kedua, “hikmat” itu adalah firman Allah. Firman Allah memberi hikmat kepada kita agar kita waspada dan tidak jatuh dalam dosa, serta menuntun kita kepada keselamatan oleh iman di dalam Yesus Kristus (2 Timotius 3:15). Ketiga, “hikmat” itu adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri yang tinggal di dalam hidup kita oleh Roh Kudus-Nya, sebagai Gembala yang baik yang menjaga kita (1 Korintus 1:24). Jadi tetaplah memegang didikan orang tua yang baik, firman Tuhan, dan Tuhan Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik sehingga kita aman dijaga-Nya.(PF)

Saat Tuhan menjaga kita, kita terluput dari segala bahaya.

Hose

Agar Tuhan menjagai anak-anak kita dari pergaulan yang buruk.

a 1-

4


jumat, 23 september 2011

Mazmur 23

Aman dan Nyaman Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Mazmur 23:1

Suatu kali saya berkesempatan pergi ke pedesaan di Minahasa, Sulawesi Utara. Saya diajak pergi ke sebuah bukit. Dari bukit itu saya bisa melihat danau, hutan dan sawah. Anginnya sejuk dan juga udaranya begitu segar. Suasana begitu hening dan yang terdengar adalah bunyi desir angin serta dedaunan. Saya memandang sekeliling, merentangkan tangan dan menghirup kesegaran udara di situ dalam-dalam. Waktu itu dalam hati saya membatin â&#x20AC;&#x153;Seakan di sini tidak terkena imbas krisis global, seperti potongan sorga yang tercecer.â&#x20AC;? Mungkin seperti itu pula gambaran yang diberikan oleh pemazmur ketika ia membayangkan dirinya sebagai seekor domba yang sedang dituntun oleh Tuhan sebagai gembalanya (Mazmur 23:1). Ia dibaringkan di hamparan padang rumput yang hijau (Mazmur 23:2). Tak hanya tempat berbaring yang nyaman tapi juga untuk berisitirahat dan mendapat makanan. Setelah makan ia pun dibawa ke air yang tenang. Saya membayangkan itu seperti sungai-sungai di pedesaan yang masih jernih dan semua orang mengambil air dari situ untuk semua keperluan seharihari. Suara gemericiknya menjadi simfoni yang meneduhkan. Pemazmur mengatakan bahwa itu semua â&#x20AC;&#x153;menyegarkan jiwakuâ&#x20AC;? (Mazmur 23:3). Seperti itulah gambaran pengalaman dan perasaan yang dialami oleh orang yang membiarkan dirinya digembalakan oleh Tuhan. Mempercayakan diri pada Sang Gembala sejati memberi ketenangan dalam menghadapi perjalanan kehidupan. Bukan berarti terlepas dari semua persoalan, namun ketika persoalan itu datang, kita tetap memiliki rasa aman dan nyaman karena tahu bahwa Tuhan sendirilah yang menjadi Gembala kita. Pengalaman kita dibaringkan dan dibimbing itulah yang akan terus membuat kita mempercayakan diri pada tuntunan-Nya.(RC)

Apakah aku sudah belajar berlindung pada Sang Gembala? Ya Tuhan gembalakanlah hidupku. a 5-9

Hose


Ester 7:1-10

sabtu, 24 september 2011

Terlindung Dari Yang Jahat Sembunyikanlah aku terhadap persepakatan orang jahat, terhadap kerusuhan orang-orang yang melakukan kejahatan. Mazmur 64:3

Kisah menarik tentang perlindungan Tuhan terhadap orang yang ingin mencelakai umat-Nya tercatat dalam kitab Ester. Diceritakan tentang seorang yang memiliki kedudukan tinggi di kerajaan Media Persia bernama Haman. Ia ingin membinasakan semua orang Yahudi yang dibuang di negeri Babel. Ia berhasil membujuk Raja Ahasyweros untuk mengeluarkan surat perintah yang isinya bahwa setiap orang harus berlutut dan sujud kepada Haman. Bagi mereka yang tidak menaati perintah tersebut akan dibinasakan. Sementara itu ada seorang Yahudi yang menjadi pegawai raja bernama Mordekhai. Ia adalah satu-satunya pegawai raja yang tidak mau mengikuti perintah tersebut. Inilah kesempatan emas bagi Mordekhai untuk mewujudkan rencananya. Tetapi Mordekhai yang sangat mencintai bangsanya, berusaha menolong mereka dari ancaman kematian. Apa usaha Mordekhai dalam menghadapi ancaman tersebut? Ia menyatukan hati dengan Ester, anak saudara ayahnya yang merupakan permaisuri Raja Ahasyweros. Mereka mengajak orang Yahudi berpuasa guna memohon pertolongan Tuhan. Di saat genting itulah Tuhan turut campur tangan. Ester mendapat perkenan raja, sehingga ia memiliki kesempatan untuk menceritakan kejahatan Haman. Ester juga berhasil menarik kembali surat perintah tersebut. Pada akhirnya, Haman digantung di tiang yang dia buat sendiri, yang rencananya ia buat untuk menggantung Mordekhai. Itulah perlindungan Tuhan kepada umat-Nya. Tuhan tidak tinggal diam ketika ada orang berbuat jahat kepada kita. Dengan cara-Nya yang ajaib, Ia melindungi dan melepaskan kita dari yang jahat. (LL)

Tuhan melindungi umat-Nya dari segala kejahatan.

Hose

a 10

-14

Kerjasama yang baik antar hamba Tuhan, majelis dan jemaat agar terlindung dari yang jahat


minggu, 25 september 2011

Mazmur 121:1-7

Cara Tuhan Melindungi Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Mazmur 121 : 7

Menjelang masuk kota Temanggung mobil yang biasanya tidak pernah rewel, hari itu tiba-tiba mogok. Sang bapak yang ingin segera sampai ke tujuan di kota tersebut menjadi jengkel dan sedikit mengeluh. Lebih jengkel lagi, ketika montir yang diminta untuk membetulkan mobil nampak berlambat-lambat dalam bekerja. Singkatnya, setelah dicek ternyata hanya selang ke tangki bahan bakar tersumbat sehingga dengan mudah dibersihkan dan mobil dapat dijalankan kembali. Sang bapak merasa waktunya terbuang sia-sia gara-gara mobil yang mogok dan montir yang menjengkelkan. Namun setelah dia membawa mobil melaju ke dalam kota, betapa terkejutnya dia melihat suasana kota yang mencekam. Orang memberitahu bahwa terjadi kerusuhan di kota itu. Mendengar hal ini, sang bapak baru sadar dan mohon ampun karena telah menggerutu saat mobilnya mogok. Hidup manusia rentan terhadap berbagai marabahaya dan kejahatan. Musibah pun sewaktu-waktu bisa mencelakakan hidup siapa saja. Namun demikian, penyertaan Tuhan bisa diandalkan bahkan tatkala kita tidak menyadari ternyata Dia tetap mengawasi dan melindungi. Pemazmur pernah bergumul dan bertanya dari mana datangnya pertolongan? Dan dia menemukan jawabannya ada di dalam Tuhan Allah sendiri. Apakah yang menjadi kekuatiran Saudara hari-hari ini? Tuhan sanggup menghindarkan Saudara dari marabahaya dan kecelakaan. Tuhan juga sanggup menjaga hidup Saudara dari berbagai kesulitan yang datang bertubi-tubi. Percayakan hidup ini dengan lebih baik kepada Tuhan Sang Penjaga dan Pemelihara Saudara. (LB)

Aman dalam lindungan Tuhan.

Untuk orang-orang yang menghadapi tekanan dalam pekerjaannya.

-3

1 Yoel


Roma 1:28-32

senin, 26 september 2011

Perbaruilah Akal Budimu Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, …Roma 12:2

Bacaan ayat tersebut di atas berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini….” Pertanyaannya, ada apa dengan dunia? Penelusuran mengenai dunia, Kitab Suci menulis beberapa fakta penting yang perlu kita perhatikan. Pertama, dunia atau lebih tepat bumi tempat manusia hidup ternyata merupakan tempat Iblis. Firman-Nya berkata, “Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya” (Wahyu 12:9). Iblis yang berada di bumi bekerja keras untuk membuat manusia menyembah kepadanya. Saat mencobai Tuhan Yesus, Iblis menyatakan, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud menyembah aku” (Matius 4:9). Menjadi serupa dengan dunia berarti sujud menyembah Iblis. Kedua, dunia ini berisi pelbagai keinginan yang berlawanan dengan kehendak Bapa di sorga. Kitab Suci berkata, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (I Yohanes 2:16). Menjadi serupa dengan dunia berarti melakukan apa yang menjadi keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Berpihak pada dua fakta penting tersebut di atas, kita diperintahkan oleh firman Tuhan agar jangan menjadi serupa dengan dunia. Kita diminta memperbarui akal budi kita. Pembaruan menghasilkan perubahan. Perubahan yang membawa hidup kita sesuai kehendak Allah dan mampu membedakan apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Sebab itu perbaruilah akal budimu.(IE)

Pembaruan akal budi membawa perubahan

Amo

s 1-4

Ubahlah hidupku ya Tuhan melalui pembaruan akal budiku.


selasa, 27 september 2011

Ulangan 20:1-20

Musuh Dikalahkan Sebab TUHAN, Allahmu Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberi kemenangan kepadamu. Ulangan 20:4

Pada masa kini banyak penulis menghasilkan buku-buku tentang kiat-kiat praktis: berbisnis lewat internet, menjaga keharmonisan keluarga, bekerja dalam teamwork, dan sebagainya. Manusia selalu mencari cara untuk menjadikan hidupnya berhasil. Tuhan juga memberikan kepada umat-Nya cara agar dapat mengalahkan musuh. Pertama, memiliki kemantapan hati (ayat 1). Mereka tidak perlu takut terhadap banyaknya kereta dan kuda, sebab Tuhan yang menyertai mereka jauh lebih kuat! Kedua, memperoleh arahan rohani (ayat 2). Ada imam yang berdiri dan memberikan penguatan iman dan arahan rohani tentang kemenangan yang sudah pasti jadi milik mereka. Ketiga, harus fokus (ayat 5-9). Musuh hanya dapat dikalahkan jika seluruh tentara fokus pada peperangan itu sendiri, dan konsentrasi tidak terganggu oleh hal-hal lain. Keempat, bernegosiasi (ayat 10-13). Umat Tuhan harus memberi kesempatan kepada musuh untuk berdamai. Ini penting agar mereka tidak termakan emosi dan korban yang sia-sia. Kelima, tidak berkompromi dengan dosa (ayat 16). Bahasa Perjanjian Lama â&#x20AC;&#x153;menumpasâ&#x20AC;? harus diartikan sebagai tindakan yang tidak berkompromi dengan dosa. Ketika kita bersikap lunak terhadap dosa, musuh tidak akan dapat dikalahkan. Keenam, tidak merusak lingkungan (ayat 19-20). Musuh kita adalah Iblis dan kedagingan dalam diri kita. Lakukan keenam hal di atas, yaitu: mantap hati, mengerti firman, fokus, tidak emosional, tidak berkompromi dengan dosa, dan tidak merusak apa yang tidak perlu. Maka kemenangan ada dipihak kita, karena Tuhan yang menyertai kita. (PF)

Kita lebih dari Pemenang, sebab Tuhan berada di depan.

Agar semua orang percaya mengalami kemenangan dalam hidupnya.

s 5-9

Amo


Yesaya 66:10-14

rabu, 28 september 2011

Dalam Dekapan Kasih-Nya â&#x20AC;?Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu;...â&#x20AC;? Yesaya 66:13

Hari sudah larut malam, namun di sebuah rumah masih terlihat tiga orang anak kecil masih bermain dengan riangnya. Tiba-tiba lampu rumah padam, serentak tiga anak tadi berteriak-teriak ketakutan. Hal tersebut membuat ibu mereka terkejut dan lari ke arah anak-anaknya dan serta merta mendekap mereka bertiga. Sang ibu mengatakan: â&#x20AC;?Jangan takut nak, kan ada ibu.â&#x20AC;? Seketika itu juga teriakan mereka berhenti, karena ada perasaan nyaman saat berada dalam dekapan ibu mereka. Yesaya memberi gambaran tentang kasih Allah bagaikan kasih seorang ibu. Ketika umat-Nya mengalami penindasan, kehidupan yang suram, merasa terancam, takut dan gelisah; Allah membelai, menghibur, bahkan menggendong mereka dengan kehangatan seorang ibu sehingga mereka merasa nyaman. Demikian pula ketika mereka kehilangan kekuatan, lapar dan haus secara rohani, Allah memberikan air susu-Nya yang berlimpah untuk diminum (Yesaya 66:12). Perkataan Yesaya ini sungguh sangat menyentuh karena Allah tampil sebagai seorang ibu yang mengerti betul akan kebutuhan anak-anaknya. Seringkali kita hidup dalam kekuatiran karena jauh dari dekapan dan belaian kasih sayang orang-orang yang kita kasihi. Mereka sering tidak mengerti pergumulan kita. Itu sebabnya kita sering merasa berjalan seorang diri dan mengalami kesepian. Namun ketahuilah bahwa mereka juga memiliki keterbatasan dan pergumulan tersendiri. Lebih baik kita bersandar kepada kasih Allah yang berkenan menerima keberadaan diri kita apa adanya dan mampu menyelesaikan setiap pergumulan kita. Percayalah saat kita berada dalam rangkulan kasih-Nya, maka segala kekuatiran kita akan segera sirna. (LP)

Dalam dekapan kasih Tuhan, hidupku pasti terjaga aman. Orang-orang yang hidup dalam ketakutan.

Oba

ja 1

- Yu

nus

4


kamis, 29 september 2011

2 Timotius 2:1-13

Kerja Keras Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 2 Timotius 2:6

Di mana-mana banyak orang yang “gila kerja” (workaholic). Ada yang bekerja hingga lebih dari 12 jam sehari demi mengejar harta benda, hingga meninggalkan ibadah, melupakan kesehatan, dan menelantarkan keluarga. Alkitab tidak pernah menyuruh kita untuk menjadi “gila kerja” semacam itu. Firman Tuhan mengajar kita bekerja keras, dan itu tidak sama dengan “gila kerja”. Apa yang dimaksud dengan “bekerja keras”? Pertama, bekerja sesuai dengan ukuran kasih karunia dalam Yesus Kristus (ayat 1). Itu berarti bahwa setiap orang telah diberi kemampuan dalam dirinya. Itulah yang harus dimaksimalkan, dan tidak melakukan hal-hal yang di luar kemampuannya. Kedua, bekerja dengan mendelegasikan beberapa pekerjaan kepada orang lain yang dapat dipercaya (ayat 2). Jika pekerjaan mulai menumpuk, ajak rekan lain untuk membantu atau rekrut karyawan lebih banyak, agar berkat yang kita terima juga bisa mereka nikmati. Ketiga, bekerja keras berarti melakukan pekerjaan yang berkenan kepada tuan kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus (ayat 3-4). Artinya, jangan hanya karena uang kita melakukan pekerjaan yang melanggar hukum negara dan hukum Tuhan. Keempat, bekerja keras berarti menaati peraturan yang ada (ayat 5), termasuk peraturan tentang kesehatan, keluarga, ibadah, dan sebagainya. Dengan keempat prinsip di atas, maka pekerjaan dan kehidupan kita diberkati Tuhan. Ketika Ia berkenan atas hidup kita: berkat jasmani mengalir, keharmonisan keluarga terjalin, ibadah dan pelayanan berkembang, dan karir pun meningkat. Bahkan, nama Tuhan Yesus Kristus dipermuliakan. (PF)

Hanya orang yang bekerja keras hidupnya terangkat ke atas. Agar semua orang percaya tidak bermalas-malas. a 1-5

Mikh


Yosua 1:1â&#x20AC;&#x201C;18

jumat, 30 september 2011

Jangan Lengah â&#x20AC;&#x153;â&#x20AC;Śjanganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Yosua 1:7b

Kecelakaan lalu lintas terjadi seringkali karena pengemudi yang lengah. Mobil bisa berjalan menyimpang gara-gara lengah yang berakibat fatal. Orang bisa luka bahkan nyawa melayang gara-gara kelalaian pengguna jalan. Yosua mendapat tugas yang besar dari Tuhan Allah untuk membawa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dan merebut tanah kanaan. Janji penyertaan dan kemenangan Tuhan berikan kepada Yosua. Namun semua itu tidak secara otomatis terjadi, tetapi perlu peran serta Yosua untuk mencapai kemenangan itu. Yosua harus waspada dan tidak menengok ke kanan atau ke kiri supaya perjalanan yang ditempuhnya berhasil. Orang Kristen perlu meneladani sikap Yosua yang tidak coba-coba mencari pertolongan dari manusia atau kekuatan di luar Tuhan. Nampaknya, perintah Firman Tuhan inilah yang menjadi kunci meraih janji kemenangan yang Tuhan berikan. Selain itu, Yosua diperintahkan agar merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Artinya firman Tuhanlah satu-satunya penuntun perjalanan hidupnya. Bagaimana dengan Saudara sebagai orang Kristen? Dalam memperjuangkan kebahagiaan rumah tangga; dalam meniti karier; dalam pendidikan anak-anak, apakah firman Tuhan selalu menjadi penuntun dan arah satu-satunya? Menyedihkan sekali apabila mendengar ada orang Kristen yang imannya labil, lalu mulai minta pertolongan kuasa-kuasa dunia/Iblis. Kekuatan-kekuatan di luar Tuhan menyebabkan perjalanan hidup orang itu akan menyimpang seperti mobil yang melaju tetapi keluar dari jalur. Jangan biarkan hidup Saudara melaju menyimpang dari jalan Tuhan agar tidak celaka. Renungkan firman Tuhan siang dan malam, maka perjalanan hidup Saudara akan berhasil. (LB)

Firman Tuhan memberi arah hidup agar tidak tersesat.

Mikh

a6-

Pergaulan remaja/pemuda Kristen agar dalam terang Tuhan.

Nah

um

3


Artikel Lepas

Oleh : Pdt.

Agus Sutrisno, S.Th. & Pdt. Petrus F. Setiadarma, M.Div.


Dalam Alkitab, istilah “gunung” biasanya dihubungkan dengan kestabilan dan keagungan, baik politis maupun moral. Mazmur 125:2 menyatakan kepada kita bahwa sebagaimana gunung-gunung mengelilingi kota Yerusalem, demikianlah Tuhan melingkupi umat-Nya dari sekarang sampai selama-lamanya. Gunung-gunung yang ada di Israel menempati sebagian besar Tanah Perjanjian dan menunjukkan berkat Tuhan atas umat-Nya. Gunung tidak hanya menyimbolkan berkat Tuhan (Maz. 133:3), tetapi juga kekuatan bagi yang lemah, penghiburan bagi yang lelah, dan kelepasan atau keluputan umat Tuhan dari bahaya (Kej. 19:17,19; Mat. 24:16). Di samping itu ada beberapa peristiwa khusus yang berlangsung di atas gunung. Hukum Taurat yaitu Sepuluh Perintah Allah (Dasatitah) diberikan di atas gunung (Kel. 19:11). Pengukuhan perjanjian juga dilakukan di atas gunung (Kel. 24:12, 9-11; 34:7-8). Berikut ini ada 9 (sembilan) buah gunung yang berkenaan dengan beberapa peristiwa penting dalam Alkitab. 1. Gunung MORIA Gunung Moria (Ibr. ‰ È ¯ ?Ó , artinya “diperhatikan TUHAN”) disebutkan 2 (dua) kali di Perjanjian Lama. Lokasi gunung ini berada tepat di mana kota Yerusalem berada. Gunung Moria berada 740 meter di atas permukaan laut.

Pertama, berkenaan dengan Abraham yang diperintahkan oleh Allah untuk mengorbankan anaknya, Ishak (Kej. 22:9-14). Di situ Allah menguji ketaatan Abraham agar ia mau mempersembahkan putera tunggalnya, Ishak sebagai korban bakaran. Abraham lulus dalam ujian itu. Saat ia mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya, berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya agar ia jangan membunuh Ishak. Allah berkata bahwa Abraham telah lulus dalam ujian takut dan taat kepada-Nya. Kedua, merupakan tempat di mana Raja Salomo mendirikan Bait Suci, yaitu rumah TUHAN. Di sana pula TUHAN telah menampakkan diri kepada Daud, ayahnya (2 Tawarikh 3:1. Karena itu sebagian literatur Yahudi menyebut Gunung Moria sebagai tempat pengajaran (teaching place), tempat penuh kegentaran (place of fear), tempat yang berlimpah mur (place of myrrh), tempat penyembahan (land or worship), dan tempat penuh visi (land of vision). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Gunung Moria merupakan simbol mengenai hal yang diperhatikan Tuhan, yaitu ketaatan dan penyembahan kepadaNya. 2.

Gunung SINAI atau Gunung HOREB Gunung Sinai (berasal dari kata


“sin”, yaitu dewa bulan bangsa Sumeria) disebut juga Gunung Horeb (yang artinya “panas” yaitu mengacu pada matahari). Dengan demikian gunung ini disebut juga Gunung Matahari dan Bulan. Ada pula yang mengatakan bahwa istilah “Sinai” mengacu pada kata Ibrani yang berarti “semak”, yaitu semak belukar yang menyala yang dilihat Musa. Ada beberapa peristiwa penting yang dikaitkan dengan Gunung Sinai atau Gunung Horeb ini. Pertama, di sinilah TUHAN menampakkan diri kepada Musa di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Di sinilah TUHAN menyatakan nama-Nya yang kudus yaitu YHWH, dan mengutus Musa untuk pergi menghadap Firaun dan selanjutnya memimpin umat Tuhan keluar dari perbudakan di Mesir (Kel. 3:1-4:17). Kedua, di gunung inilah Allah m e m b e r i k a n H u k u m Ta u r a t (Dasatitah) kepada umat Israel melalui Musa (Kel. 19:11). Ketiga, tempat ke mana Elia disuruh pergi oleh TUHAN sesudah ia memperoleh kekuatan karena makanan dan minuman yang disediakan oleh TUHAN. Saat itu Elia mengalami depresi karena ancaman Izebel, isteri Raja Ahab. Elia meminta agar TUHAN mencabut nyawanya. Tetapi TUHAN tidak mengabulkan permohonannya itu, bahkan TUHAN menjumpainya secara khusus di Gunung Horeb itu, yang disebut juga sebagai Gunung

Allah. Di sinilah Elia memperoleh tugas untuk mengurapi Hazael sebagai Raja Aram, Yehu sebagai raja Israel, dan Elisa sebagai penggantinya (1 Raja 19:1-18). Dapat disimpulkan bahwa Gunung Sinai atau Horeb merupakan lambang dari pengenalan yang benar akan Allah dan firman-Nya, serta penugasan dari Allah bagi kita yang mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya. 3.

Gunung NEBO Gunung Nebo (Ibr.?· ¯‰? , Har Nevo, artinya “ketinggian”) berada pada sekitar 817 meter di atas permukaan laut, berlokasi di daerah Moab, yang kini adalah negara Yordania. Pemandangan dari puncaknya memberikan panorama yang indah, di mana bisa terlihat Tanah Perjanjian, Lembah Yordan, kota Tepi Barat atau Yerikho, dan saat hari cerah juga bisa nampak kota Yerusalem. Di sinilah umat Tuhan berkemah di penghujung perjalanan mereka keluar dari Mesir sebelum memasuki Tanah Perjanjian (Ul. 32:49). Dari salah satu puncaknya, yaitu Pisga, Musa, dapat memandang seluruh Ta n a h Pe r j a n j i a n . I a t i d a k diperbolehkan Allah memasuki negeri yang penuh dengan air susu dan madu itu. Musa hanya diizinkan melihatnya. Dengan demikian Gunung Nebo menjadi lambang dari akhir perjalanan hidup seseorang.


4. Gunung KARMEL Gunung Karmel merupakan suatu pegunungan dengan rentang sekitar 15 km, terletak 1.700 kaki di atas permukaan laut, sejajar dengan Laut Tengah dan Lembah Yisreel. Kota Haifa berada di sana yang digambarkan “indah dan berbuah lebat”. Adanya sisa-sisa kuil, altar dan goa orang Kaanan menunjukkan banyaknya berhala yang disembah di lengkungan gunung Karmel. Di sini Nabi Elia memperoleh kemenangan besar atas nabi-nabi Baal (1 Raja 18:19-39), di mana api TUHAN turun menyambar persembahan korban di atas mezbah yang dibangun oleh Elia. Kemenangan itu mendatangkan sorak sorai umat Tuhan, “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” (1 Raja 18:39). Berarti Gunung Karmel merupakan lambang dari hidup berkemenangan di dalam kuasa Tuhan. 5.

Gunung LIBANON Gunung Libanon sebagai sebutan geografis untuk pegunungan Libanon, yang dikenal sebagai pegunungan Libanon Barat. Nama “Libanon” berasal dari akar kata “labhen” yang berarti “menjadi putih”, karena salju yang menutupi puncak-puncaknya hampir sepanjang tahun (Yer. 18:14). Gunung Libanon merentang di seluruh negeri sepanjang sekitar 160 km, sejajar dengan pantai Laut Tengah dengan puncak tertinggi pada 3.088 m. Libanon secara

historis telah didefinisikan oleh pegunungan, yang menyediakan perlindungan bagi penduduk setempat. Gunung-gunung dikenal karena ek dan hutan pinus. Juga, di lereng gunung Libanon terdapat rumpun sisa terakhir dari pohon aras yang terkenal. Bangsa Fenisia menggunakan hutan dari gunung Libanon untuk membangun armada kapal mereka dan untuk perdagangan dengan tetangga mereka di kawasan Mediterania Timur. Alkitab menyatakan bahwa di Libanon banyak pohon aras (1 Raja 4:33; Maz. 92:13; Hosea 14;5). Pohon aras berdiri tegak menjulang tinggi, yang dijadikan sebagai simbol hidup orang benar. Pohon aras banyak manfaatnya. Demikianlah hendaknya hidup orang benar, menjadi berkat bagi banyak orang. 6.

Gunung HERMON Gunung Hermon berada pada ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut, dan merupakan gunung yang tertinggi di Israel, panjangnya sekitar 21 kilometer dan tingginya 2,8 kilometer. Gunung ini pernah disakralkan oleh para penyembah Baal dan ilah Kanaan lainnya dan disebut Baal-Hermon (Hakim 3:3). Hal ini juga dikenal dengan kehidupannya yang liar (Kid. 4:8). Hal itu juga nampak dalam hubungannya dengan Gunung Tabor (Maz. 89:13) dan dengan Yordan (Maz, 42:6). Tetapi justru di gunung ini


pulalah, Simon Petrus membuat suatu pengakuan iman yang luar biasa terhadap Tuhan Yesus Kristus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” (Mat. 16:16). Hermon merupakan batas wilayah utara daerah yang direbut Israel dari orang Amori (Ul. 3:8; Yos. 11:17 dst). Puncaknya umumnya ditutupi oleh salju sepanjang tahun, menyebabkan adanya embun yang melimpah, bertentangan sama sekali dengan kekeringan tanah di daerah itu (mungkin karena itulah pemazmur menulis dalam Mazmur 133:3), dan esnya mencair menjadi sumber air yang besar bagi sungai Yordan. Gunung Hermon menjadi lambang dari kehidupan yang dekat dengan Tuhan, dengan tingkat kerohanian yang tinggi, yang mampu mengalirkan banyak berkat bagi orang lain.

jaman, yang tidak dilupakan oleh Yahwe dalam saat kehinaan (Yes. 49:14-15). Ada beberapa hal penting berkenaan dengan gunung Sion ini. Pertama, makam Raja Daud berada di sini. Kedua, di sini pula terletak kamar loteng di mana Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya makan Perjamuan Paskah bersama (Luk. 22:19, 20). Ketiga, diduga di sini pula ke-120 murid bersekutu bersama pada hari Pentakosta dan dipenuhi oleh Roh Kudus, sehingga mereka menjadi saksi Kristus yang penuh kuasa. Dalam Perjanjian Baru “Sion” menyatakan tentang penyembahan baru yang benar kepada Allah yang telah ada di dalam Kristus (Ibr. 12:22) dan “Yerusalem Baru” yang Kristus dan orang-orang tebusan-Nya akan tinggal bersama-sama (Why. 14:1).

7.

8.

Gunung SION Gunung Sion adalah gunung yang berada pada sudut baratdaya kota tua Yerusalem. Bahkan pernah berada dalam lingkungan tembok Kota Tua. Dalam tulisan di Mazmur dan Ratapan, kata “Sion” ditemukan kira-kira 150 kali, dan dihubungkan dengan bukit tempat tinggal Tuhan dan dengan keseluruhan Yerusalem (Yes. 60:14) sebagai pusat tujuan ziarah (Yeremia 31:6). Para penghuninya dijuluki “puteri Sion” (2 Raja 19:21). Selanjutnya, kata “Sion” terutama berarti Yerusalem sebagai kota keselamatan di akhir

Gunung TABOR Gunung Tabor yang berbentuk kerucut dan indah pernah menjadi batas antara kediaman Suku Isakhar dan Suku Zebulon (Yos. 19:22). Gunung itu secara mengagumkan merentang dari dataran Yisreel hingga beberapa kilometer tenggara Nazaret. Di gunung ini juga pernah dijadikan ritual agama kafir (Hos. 5:1). Nama “Tabor” berarti “pilihan” atau “terpisah.” Gunung ini diduga merupakan lokasi di mana Tuhan Yesus Kristus mengalami kemuliaan, di mana Ia berbicara dengan Musa


dan Elia, dan terdengar pernyataan dari sorga, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat. 17:1-13). J a d i , g u n u n g Ta b o r menggambarkan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus, dan kesediaan kita untuk mendengarkan dan menaati firman-Nya. 9.

Gunung atau Bukit ZAITUN Gunung atau bukit Zaitun sejajar dengan sisi timur Yerusalem dan menjulang 76 meter di atas lokasi Bait Suci. Lokasi gunung ini terpisah dari Yerusalem oleh lembah Kidron. Namanya dikaitkan dengan tanaman zaitun yang menutup lengkungan gunung atau bukit ini. Di sisi timur terletak kota Betania di mana Tuhan Yesus menyatakan kasih-Nya kepada Maria, Marta dan Lazarus (Yoh. 11:44).

Di bukit ini pula Tuhan Yesus meratapi kota Yerusalem, dan di kaki gunung ini terletak taman Getsemani, di mana Ia berdoa kepada Bapa-Nya sebelum Ia menyerahkan diri untuk ditangkap, dan disalibkan (Luk. 22:39-46). Gunung ini memiliki beberapa puncak, yang salah satunya adalah tempat di mana Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga (Luk. 24:50, 51). Nabi Zakharia menubuatkan bahwa di akhir zaman Ia akan datang kembali dengan menjejakkan kaki-Nya di bukit Zaitun, di mana gunung itu akan menjadi dua, membentuk sebuah lembah yang besar, dan Ia datang untuk memerintah (Zakh. 14:4). Jadi bukit Zaitun memberikan gambaran tentang penderitaan yang menghasilkan kemenangan dan mahkota kemuliaan. <

Kepustakaan : Douglas J.D. (ed.) 1992 Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid I dan II. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF. Haag, Herbert. 1992 Kamus Alkitab. Flores: Penerbit Nusa Indah. Internet http://www.wikipedia.com/ Myers, Allen C. (Ed.), 1987 The Eerdmans Bible Dictionary. Grand Rapids, Michigan: Wm. B. Eerdmans Publishing Company. Packer, J.I. 2003 Ensiklopedi Fakta Alkitab Jilid 1 dan II. Malang: Penerbit Gandum Mas. Ralat Sinar Kasih Edisi Agustus 2011 Renungan pada tanggal 12 Agustus 2011 alinea terakhir, baris ketiga tertulis “menyingkirkan” yang benar adalah “memikirkan”. Demikian kesalahan telah diralat.


Allahku Dahsyat dan Ajaib Dessy K.S. Wiyono - Semarang

Syalom, Aku ingin menyaksikan kedahsyatan dan keajaiban Tuhan yang telah kualami. Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menolongku sehingga aku dap at lulus SMA dengan nilai yang baik di tahun 2011 ini. Puji Tuhan! Aku merasa lega sudah berhasil menyelesaikan SMA, namun ada satu hal yang membuatku kuatir yaitu mengenai pendidikan beri-kut-nya. Aku ingin dapat masuk ke Fakulas Kedokteran (FK) di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pada awalnya, aku bersama beberapa teman yang juga ingin masuk Fakultas Kedokteran memiliki kesempatan untuk mengikuti SNMPTN Jalur Undangan yang pendaftarannya diatur oleh sekolah di mana kami dapat masuk PTN yang kami inginkan tanpa tes dan hanya melihat prestasi kami saja. Kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Hari demi hari berlalu, aku terus berdoa dan berserah pada Tuhan hingga hari pengumuman pun tiba yaitu pada pertengahan bulan Mei 2011. Aku mencoba berpikir optimis dan kemudian membuka hasilnya melalui internet. Ternyata Tuhan belum menghendaki aku dan temanku yang memiliki ranking pertama diterima di jalur tersebut. Ada rasa kecewa, sedih dan marah bercampur menjadi satu, karena dari sekolahku hanya satu yang diterima yang rankingnya di bawah kami. Namun, aku mencoba belajar untuk tetap mengucap syukur pada Tuhan. Aku percaya pada firmanya yang tertulis dalam Pengkhotbah 3:11, â&#x20AC;&#x153;Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.â&#x20AC;? Aku kembali berpikir positif yaitu bahwa Tuhan menginginkan aku belajar kembali untuk mengingat pelajaran-pelajaran SMA guna mengikuti SNMPTN Ujian Tertulis.


Aku pun mendaftar dan hanya ada waktu kurang dari dua minggu untuk mempersiapkan ujian tersebut. Aku terus berdoa dan meminta kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus turun untukku. Aku yakin akan firman-Nya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Hari ujian pun tiba, ujian berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, aku lalui ujian dengan penuh semangat walaupun tipe soal yang diujikan sangat sulit dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Aku berdoa dan mengucap syukur dan berterimakasih untuk bimbingan Tuhan serta meminta hikmat kembali untuk hari berikutnya. Pada hari kedua, ternyata soal-soal yang kuhadapi tidak lebih mudah dari hari yang pertama. Ujian pun selesai, mulai muncul rasa pesimis karena cukup banyak soal yang tidak sempat aku kerjakan. Tetapi aku tetap mengucap syukur dan percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Setiap hari aku berdoa meminta mujizat Tuhan. Hari pengumuman pun tiba, pada hari itu aku mengikuti ibadah di Healing and Deliverance Ministry (HDM). Aku berdoa pada Tuhan dan aku percaya bahwa Tuhan sudah membukakan jalan bagiku. Aku merasakan penyertaan-Nya dalam hidupku. Aku begitu yakin bahwa bersama-Nya, aku akan menuai kemenangan. Sungguh dahsyat dan ajaib mujizat-Nya! Ketika aku melihat pengumuman, namaku tertulis di sana. Aku diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip). Aku benar-benar mengucap syukur kepada Tuhan karena sangat tidak mudah untuk diterima di sana. Sungguh besar anugerah Tuhan pada anak-anakNya. Ketika kita bersungguh-sungguh dan percaya kepada-Nya, maka Ia akan memberikan yang terbaik untuk kita meskipun terkadang harus melalui proses yang panjang. Tuhan selalu mengerti segala jerih payah kita dan Ia selalu punya rencana yang indah untuk setiap kita. Tak lupa aku juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah ikut mendukung dalam doa. Tuhan memberkati. <


berkat-berkat tuhan

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


berkat-berkat tuhan

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

Sinar Kasih September 2011  

Renungan Harian Sinar Kasih Edisi April 2011 published by Gereja Isa Almasih Jemaat Pringgading

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you