Page 1

N O G N E K TA

O

Y A G I G G N I T H A TAN

1 Foto : nasonic DMC-S a P : h lla tu ra Ghozali Qod asio EX-ZS5 Rizqi Irfani : C Text : tullah Ghozali Qodra

ACEH TENGAH


T AKENGON merupakan ibukota Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia.

Tempat tinggal kami selama di Takengon, rumah seorang rekanan

Takengon berada persis di sebelah Danau Laut Tawar, secara geografis berada di daerah tengah dari Provinsi Aceh. Takengon merupakan dataran tinggi yang memiliki hawa sejuk, mungkin lebih tepat jika dikatakan dingin dengan ketinggian sekitar 1200 mdpl. Dengan danau yang luas serta adanya jalan aspal yang mengitari Danau Laut Tawar, memudahkan para wisatawan yang ingin mengelilingi danau laut tawar dengan beragam objek wisata tambahan di tepi danau laut tawar. Ada banyak sekali objek wisata di sekitaran Danau Laut Tawar ini, selain keunikan geologi dan geomorfologinya, legenda dalam masing-masing objek wisata juga semakin menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang datang ke Kota Takengon. Mayoritas penduduk kota takengon adalah suku Gayo, ada juga suku pendatang yaitu Aceh, Minang, Jawa Dll.

Danau kecil di sebelah tempat tinggal rekanan kami,


P otensi perkebunan di Takengon dipengaruhi oleh kedatangan Belanda di masa penjajahan, komoditi utama pertanian di takengon adalah kopi arabika, tembakau dan damar. Kota takengon yang berada di ketinggian 1200 mdpl membuat beberapa tanaman buah dapat tumbuh dengan baik, semisal apel, jeruk, dan alpukat.

Padi menghampar luas menunggu untuk di panen di sekitaran tempat kami

Letak Geografis Kabupaten aceh tengah yang berada di tengah - tengan provinsi Aceh menyebabkan topografi daerah ini berbukit-bukit yang sedikit menghambat akses transportasi ke wilayah lainnya. Sehingga Kabupaten Aceh tengah dimekarkan menjadi Kabupaten Aceh tengah (takengon) dan Aceh Tenggara (Kutacane). Kemudian tahun 2004 Kabupaten Aceh Tengah dimekarkan kembali menjadi Aceh tengah (takengon) dan Kabupaten Bener Meriah (Simpang Tiga Redelong). Sedangkan, Kabupaten Aceh tenggara dimekarkan kembali menjadi Kabupaten Aceh Tenggara (Kutacane) dan Kabupaten Gayo Lues (Blang Kejeren)

Sempat tersasar menuju lokasi, walaupun telah bermandikan keringat namun tetap terasa sejuk


Duduk di samping pak supir merupakan cara paling ampuh untuk mengurangi rasa mual

“dari air panas Bandar Lampahan, Bener Meriah, Aceh, melaporkan� :D hijau sejauh mata memandang

K ami menuju ke pemandian air panas di Bandar Lampahan, Kabupaten Bener Meriah. jarak tempuh sekitar 60 menit dari kota Takengon. pemandangan yang terlewati selama perjalanan menuju pemandian air panas tersebut ternyata memanjakan mata kami. Duduk di muka, bersebelahan dengan pak supir yang bekerja membuat kami lebih nyaman dalam menghilangkan beberapa pertanyaan yang memenuhi ruang pikiran kami. Pemandian air panas dipisahkan oleh tembok tinggi antara ruang untuk perempuan dan laki-laki.


Di siang hari pun jalanan kota Takengon masih terasa lenggang, maklumlah karena Takengon bukanlah kota yang padat

Menyusuri jalan kecil di salah satu sudut di kota takengon

Proses pengeringan biji kopi dengan cara dijemur di bawah terik matahari Kenikmatan kopi takengon telah terkenal, berminat? hubungi saya :D

Langkah kaki akhirnya telah meniggalkan jalan aspal dan beralih ke jalan tanah


Hijau dan biru, dua warna yang menyiratkan kesejukan dan kedamaian

Karena topografi yang berbukit - bukit maka bukanlah suatu hal yang aneh apabila pembuatan jalan membelah bukit seperti ini

Melihat Danau Laut Tawar dari tempat yang lebih tinggi dan lebih jauh

warna hijau kembali memenuhi ruang pandang kami selama beberapa waktu kali ini


S ejenak berhenti di sebuah jembatan untuk melihat karamba ikan yang bertebaran di pinggir Danau Laut Tawar. Ikan yang segar dengan air yang bersih menyita perhatian kami untuk sementara waktu.

Tidak berapa lama kemudian, kami segera melanjut-

kan ke daerah yang dinamakan “BUR GAYO”. tempat tersebut merupakan bukit dimana landmark yang membentuk tulisan “GAYO HIGH LAND” berdiri kokoh.


D

itengah perjalanan kami sempat berhenti untuk mengabadikan kota Takengon dari ketinggian. “ayo bang, buruan, di atas lebih mantap pemandangannya� ucap 2 guide dadakan yang mengantarkan kami


itar k e s h Setela pernit 15 me dari jemn jalana mpat te batan ti, n e h r e kami b kami ya akhirn ncapai me telah kami g n a y lokasi tuju em k a n Seje enk n a k markir ebelum s n a a r a tid s e d e uk menuj ikutnya. er gunasi b n a k i bad menga am yang al ratan abut k i t u im tersel


KOTA TAKENGON

dari tempat yang dinamakan BUR GAYO semua terlihat kecil, dan kendaraan yang melintas layaknya semut yang sedang berjalan menuju koloninya


DANAU LAUT TAWAR

yang bersanding serasi dengan kota takengon serta gundukan bukit hijau yang senantiasa memberikan kesan damai dan sejuk setiap kali kami melihatnya


Bercengkrama dengan mereka yang telah dengan ikhlas mengantarkan kami ke tempat yang indah ini #angin.nya dingin banget lho bbrrrr....


GAYO HIGH LAND

sangat susah untuk mengambil gambar secara utuh dari depan, karena tingkat kemiringan tebing didepanya yang bisa dikatakan sangat curam


Senja mulai merona di antara perbukitan, sebuah komando alam agar kami segera kembali ke rumah


Langit yang masih terselimutkan oleh awan mendung tidak sedikitpun mengurangi rasa syukur kami menikmati pemandangan alam yang sangat indah ini


KEBERSAMAAN

saat itu kembali mengalir saat melihat kembali foto ini. berpose di belakang landmark juga dibalik senja


A ir yang jernih di Danau Laut Tawar walaupaun telah berada di area pemukiman membuat sektor perinakan di wilayah ini maju. para peternak ikan cukup menggunakan keramba sederhana dari jaring dan tonggak kayu. terlihat ikan yang sehat dan bersih berenang lincah menghindari tangkapan peternak yang telah dikomando oleh sang pembeli. Kami membeli 2kg ikan mujair dengan harga 25rb/kg. harga yang pantas untuk ikan yang terlihat lezat untuk dipanggang malam ini.


SENJA-MU

kala itu memberikan sebuah cerita yang akan selalu teringat dan dikenang walau kini jarak memisahkan


Ketiadaan sang surya dikala malam semakin membuat udara kota Takengon terasa lebih dingin dibandingkan siang hari. berjalan santai di tepian jalan kota, sesekali terlihat beberapa warga yang mengayuh sepedanya, menyusur dalam gelap menuju tujuan


SUATU PAGI

kami turun di dekat tugu untuk membeli oleh-oleh berupa alpukat, ternyata di sana terbilang mahal akhirnya kami berjalan menuju pasar lainnya


JALAN KAKI

pagi itu cerah dimana biru langit bersanding dengan hijau bukit, membuat tak terasa lelah kaki ini melangkah

Ibu yang berkerudung hitam ini beserta keponakanya yang berbaju merah muda ini, beliau adalah tuan rumah yang menjamu kami dengan sangat ramah. sampai kami kewalahan merasa tidak enak karena jamuan tersebut, bila ada waktu kami berkunjung lagi ya bu.. :D #maklum.biasa.nggembel. :D


Berkeliling pasar tradisional untuk mencari buah alpukat sebagai buah tangan ketika pulang ke tempat perantauan (orang merantau yang merantau). selain buah alpukat, jeruk dan apel juga menjadi komoditi perkebunan di kota takengon.


“DIPILIH DIPILIH DIPILIH”

saya lupa mendapatkan harga berapa perkilo untuk alpukat ini yang jelas saya dan teman saya masing-masing membawa 6 Kg


KEMBALI KE RUMAH

terlebih dahulu untuk berganti kostum, melanjutkan perjalanan berkeliling danau laut tawar


START

Perjalanan dimulai dengan menatap plang yang telah lapuk dimakan waktu dan suhu

“DANAU LAUT TAWAR ADALAH ANUGRAH TUHAN YANG HARUS TERUS.....�

terusan dari kata tersebut tidak dapat terabaca karena sudah terlalu lapuk dimakan cuaca dan usia. tetapi tanpa membaca plang tersebut, saya yakin bahwa dalam nurani kita harus dapat menjaga kelestarian Danau Laut Tawar seisinya beserta sekitarnya, itulah tugas manusia untuk dapat mengerti kenapa Tuhan memberikan anugrah alam yang begitu indah untuk Indonesia.


BERHENTI

Sejenak diawal waktu perjalanan kami, terlihat sesuatu yang membuat kami terpesona


SENDIRI

Pohon yang cukup besar ini berdiri sendiri di tepian Danau Laut Tawar, Suatu saat akan menjadi rindang sebagai peneduh di kala terik


REFLEKSI

Walaupun sebagian besar langit tertutup awan, namun refleksi pada air danau tetap menawan


T erhenti pada sebuah tebing yang memiliki gua dangkal. membuat kami sedikit ingin berfoto dengan foto yang unik dengan property alam yang indah ini.

MA, AKU SAMPAI #Bukan.Iklan


BERKAH

Di mana air bersih jernih melimpah di situ kita akan mendapatkan berkah


Pemberhentian berikutnya adalah di Gua Loyang Koro. sebuah gua yang berada tepat di tepi danau. kedalaman gua sekitar 100 meter dengan stalakmit dan stalaktit yang menjadi saksi bisu para pengunjung “Loyang = Gua, Koro = kerbau�


LEGENDA

inilah yang beredar di masyarakat takengon seputar gua loyang koro


CAVING TIME Walaupun PLN itu milik negara, tapi PLN tidak cuma -cuma menyediakan listrik untuk kita. Jadi harap maklum apabila ketika masuk ke gua ini kita dikenakan biaya lampu. ^_^


Bang supri keheranan melihat stalaktit :D

Sudah ada stalaktit dan stalakmit yang menyatu menjadi pilar saya lupa apa istilah geologinya,, hehe :D #efek.kuliah.tidur

Butiran air yang mengandung mineral terlihat di ujung stalaktit

kalo yang ini sebentar lagi bakalan jadi pilar #sebentarnya itu tahunan :P


Waduh...sampai jalan jongkok, beruntung juga lampu pada bagian ini sedang bermasalah, jadi pakai flash dari kamera saja untuk menerangi.. hehe

Lampunya sampai dibungkus, biar gak konslet kena tetesan mineral hehe :D

sampai terlihat kristal - kristal di stalaktit ini

stalakmitnya juga sampai kelihatan kristalnya juga :D


PERAHU KUNING

Rasanya mencolok sekali melihat warna tersebut di sekitaran yang didominasi warna hijau


Dia bukan seorang pemahat batu, Dia juga bukan seorang pembuat perahu Namun, ia dapat berfoto dengan batu perahu. #perahu.yang.sekali.celup.langsung.tenggelam.


KEINDAHAN ITU...

terus berlanjut memenuhi ruang pandang kami


HIJAU NAN MEMUKAU Batu besar terselimutkan rumput pinus tegak tertancap kokoh menjulang mendamaikan


REFLEKSI SELALU

Selama beberapa lama kami berkeliling Danau Laut Tawar, kami masih disuguhi oleh refleksi yang memukau


BERSIH ITU INDAH

Tak ada sampah, Tak ada kebisingan, Tak ada corat-coret hanya riak gerakan penghuni danau dan sepoi angin


Saking jernihnya, walaupun hanya menggunakan kamera pocket, tanpa filter polarizer, kami mampu menembus dasar danau untuk kesekian kalinya

AKU DAN KEJERNIHAN


IN THE SILENT

Di hidup ini, aku berdiri, detik yang melaju angin menerpa setiap gerakanya terbiuskan oleh paras alam dentuman detak dalam jiwa membawaku dalam sebuah KEHENINGAN


MENDAMPINGI

fajar terik senja hingga kelam lembab basah kering hingga berlumut sepoi tenang hingga badai pasang hingga surut dalam gundah hingga gulana ketika suka hingga bahagia


NGADEM

Walau di ketinggian 1200 mdpl, sang surya tetaplah menyengat, saatnya mencari butiran-butiran air


KIRI, KIRI TERUS KANAN Parkir yang rapi, biar aman dan nyaman #rapi.gak.rapi.tetap.bayar :D


JERNIHNYA Yuk Mari Brenang


JEPRET TERUS Habiskan baterai, dan juga memori menuju sebuah narsisme :D


GUBUG TUA

Mencari tempat duduk yang teduh dan tak mengganggu jalan


PANJANGNYA

Berderai namun menyatu Bertingkat namun tak terpijak Bergemuruh namun tak riuh

SEJUKNYA

Rasanya nikmat sekali terkena butiran yang terbang di sekeliling kami


Setelah sedikit puas, kami melanjutkan perjalanan melalui sebuah jalan setapak #lihat.sebelah.kiri.tanda.pagar yang berada disamping kami. kata mereka, ada air terjun yang lebih indah dari yang satu ini :D

MARI BERFOTO Tidak ada larangan berfoto apalagi untuk mengabadikan keindahan saat itu


Berjalan sekitar 20 menit dari air terjun pertama berbalik badan, dan semua lelah terasa hilang se #lihat.ke.depan mentara .capek.lagi

DARI SEBUAH KETINGGIAN


Keberuntungan belum memihak kami, hilangnya jalan menuju air terjun lainnya membuat kami tidak dapat menikmati deburan dari air terjun yang kata ‘guide’ lebih indah dari air terjun yang pertama kami datangi tadi #ya.sudah.turun.lagi :D

LELAH

biarkan aku sejenak melepas kata “LELAH”


Betapa segarnya ketika raga tersentuh oleh kejernihan ini menghapus panas, lelah dan juga rasa kecewa :D


MAMPIR WARUNG

Tenaga telah turun jauh dari pertama menginjakkan kaki di sini sebaiknya isi ulang dulu agar tetap bersemangat :D


PADI

Sesuatu yang indah.mp3


Di antara deburan ombak dikelilingi hembusan angin Di bawah naungan awan Mencari Rizki-Nya

PANTAI BINTANG


SADAR KAMERA

Namun tak berpose


DI SINI NEGERI KAMI

Tempat padi terhampar, samuderanya kaya raya


KENAPA DISEBUT PANTAI BINTANG ?

Anda bisa melihat ombaknya, untuk sebuat danau ini terasa besar, karena di daerah BINTANG ini diapit oleh perbukitan yang tinggi nan sempit sehingga membuat kecepatan angin yang melewatinya lebih kencang daripada daerah biasanya


Biasanya, pada setiap bulan Agustus, diadakan pacuan kuda di Takengon. Pesertanya tidak hanya berasal dari Takengon saja, namun dari luar daerah juga datang, selain untuk ikut memeriahkan juga unjuk gigi kemampuan kuda pacuan mereka

SUPER HORSE

HITAM GAGAH BERANI


KESETIAAN

Sudah beberapa tahun ini saya lewatkan bersamanya ketika derasnya hujan rintangan maupun teriknya cobaan dalam keseharian hidup ini terimakasih tas punggungku yang telah memudar oleh guratan hidup ini :D #bukan.promosi.merek


l seperti ini Pasti anda pernah melakukan ha Melompat dan terjepret asi :P seakan anda manusia anti gravit

LEVITASI


NOT SUPERMAN

E L P O E P Y R A N I D R O T JUS ola Mencoba sedikit berp #dunia.air. ##dolpinoo...

a

pikir di luar dunia bias


Beda rombongan, dengan kami tentunya satu tujuan Berwisata... ahahay... :D

BUS P

ARIW

ISAT

A


GURATAN HIJAU

Pagar alam berupa bukit yang masih memiliki “rambut� dan juga hewan mungil yang tak malu berkicau


BANJIR EUY

Sisa hu j belum an tempo har tereva porasi i masih sempur na


PUTRI PUKES

Di dalam gua yang terdapat persis di pinggir Danau Laut Tawar ini, hidup sebuah legenda tentang PUTRI PUKES. Setiap kita masuk, akan dikenakan biaya tiket masuk yang sudah termasuk biaya untuk seorang narator yang akan bercerita tentang benda - benda yang ada di dalam gua ini. Legenda PUTRI PUKES telah melegenda dengan berberapa versi namun tidak berbeda jauh antara cerita yang satu dengan cerita yang lain. saat kami berkunjung, narator sedang mengalami batuk ringan, sehingga beliau bercerita begitu cepat namun tetap diselingi suara batuknya semoga sekarang sudah sembuh ya pak narator, kami ingin mendengar ceritanya lagi biar komplit :D


Dari Belakang

PUTRI PUKES

Dari depan

saat itu sang ibu dari putri pukes berpesan, “Nak, sebelum kamu melewati rawa (danau laut tawar) itu, jangan kamu menoleh kebelakang�. Sang putri pun berjalan dengan menangis

Alkisah ada seorang gadis yang bernama putri pukes, be-

sambil menghapus air matanya yang keluar terus menerus.

berapa versi mengatakan dia dijodohkan, ada juga yang men-

Karena tidak kuasa menahan rasa sedih, putri pukes lupa akan

gatakan dia menjalin hubungan yang tidak direstui oleh orang

pesan yang dikatakan oleh ibunya tadi. Tanda disadari, putri

tuanya. Sudah menjadi tradisi jika mempelai wanita harus

pukes menoleh ke belakang, tiba-tiba putri pukes langsung

ikut tinggal bersama suami. ketika tiba saat dimana putri

berubah menjadi batu. konon, terkadang batu putri pukes

pukes dibawa oleh suaminya,

masih menangis dan mengeluarkan air mata


SUMUR BESAR

Kenapa dinamakan “SUMUR BESAR”? karena diameternya bisa dibilang cukup besar. sumur ini berkedalaman sekitar 2-3 meter #seingat.dan.se-asal.ukur.saya :D konon sumur ini akan kering dan terisi air dalam siklus waktu selama tiga bulan. air yang terdapat pada sumur ini dipercaya memiliki beberapa macam khasiat, seperti menjaga kesehatan, menambah rezeki dll :D

MATA MERAH

sudah tahu kan kenapa disebut “MATA MERAH” ini berada jauh dari pijakan kaki saya, sekitar 5 meter masuk kedalam gua kecil pada sudut 45 derajat dari tatapan lurus mata saya. konon gua ini dapat tembus sampai ke isak (baca bagian goa loyang koro), lagi - lagi saya kurang memperhatikan dan menyimak cerita pak narator tentang kisah “MATA MERAH” ini


PERKAKAS

konon inilah peralatan yang digunakan untuk memasak oleh puteri pukes. karena pada zaman dulu masih bercorak berburu dan meramu peralatan ini sudah melekat erat sehingga tidak akan goyang bila cuma dipegang :D

“BATU 1000 MAKNA” ini konon digunakan sebagai permainan pada zaman dahulu. bila anda bisa sedikit berimajinasi, maka anda bisa menemukan ikan, unta, kalimantan, burung, dll imajinasi saya kurang kuat, sehingga pakai “DLL aja” :P

1000 MAKNA

BATU WAJAH

Ini terdapat pada tangga menuju pintu keluar dari gua bila anda memotretnya tanpa menggunakan flash #berarti tangan anda harus stabil maka anda akan menemukan pemandangan batu yang menyerupai wajah manusia

Ini juga terdapat pada salah satu dinding gua bagian atas, namun dalam posisi terbalik, sebuah guratan batu yang membentuk lafalz “ALLAH” menempel di dinding gua putri pukes

LAFALZ ALLAH


BERTAPA

pasti anda sudah tahu digunakan untuk apa tempat ini #hanya.model.bukan.petapa.sungguhan. :P


Di sebuat sudut gua menjelang pintu keluar, terdapat sebuah tulisan yang terbaca

BEREZIN

Dalam Bahasa Indonesia “TERIMA KASIH�

Terucap terima kasih kepada mereka berempat, putra dari Tanah Tinggi Gayo yang dengan ramah telah mengantarkan kami dari dinginya air danau hingga panasnya air kopi dari mentari pagi hingga jingga senja semoga suatu saat nanti kita dapat berjumpa lagi ya... ^_^


PETA LOKASI

Berikut peta lokasi yang kami buat secara mental map tanpa tepat koordinatnya, walupaun meleset, tapi kami jamin tidak akan meleset jauh sekali :D

Kota Takengon

Putri Pukes

Gua Loyang Koro Air terjun Mengaya

Peta : Google maps mapcarta

Bintang


SEKIAN DAN TERIMA KASIH Akhirnya selesai juga sedikit pengalaman saya ketika melakukan sebuah perjalanan ke Kota Takengon Kota dingin namun hangat akan sebuah kisah

llah om u t a c odr press. m Q zali .word mail.co o h G aliq 8@g z o gh aliq8 z gho Semua foto yang terpampang disini merupakan koleksi pribadi ketika kami melakukan perjalanan ke Kota Takengon Semua informasi yang tertulis di dalam sini hanyalah pengetahuan dasar kami tentang kota takengon beserta beberapa informasi yang kami dapatkan di lapangan, baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan. informasi juga kami dapatkan dari para guide kecil kami yang sangat bersemangat bercerita tentakng kota mereka :D. jadi informasi yang kami sampaikan dalam ebook ini rentan sekali dengan kesalahan bila ada kesalahan dalam informasi yang terdapat dalam ebook ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan akan kami revisi bila kami menemukan informasi yang valid dan sesuai dengan fakta di lapangan. tidak lupa kami mengharapan saran dan kritik para pembaca agar kedepannya akan lebih baik dari edisi kali ini

Takengon Tanah Tinggi Gayo  

Menceritakan secara santai kisah kami ketika berkunjung ke Kota Takengon di Aceh Tengah. Berwisata berkeliling danau sembarii menikmati keje...

Advertisement