Issuu on Google+

MAJALAH

PUBLIK Agar Indonesia Lebih Mulia

H Reskan E Awaluddin SE

Mengantar Bengkulu Selatan ke Masa Depan Wawancara: Bupati Bengkulu Selatan H Reskan E Awaluddin SE

Harga Rp25.000,00 (seluruh Indonesia)

Dir Keu PT Mega Eltra |20 Wawancara:

Sudar Wirataatmadja SE Ak MBA

Dirjen Perkebunan |26 Wawancara: Ir Gamal Nasir MS

Edisi 5/I 2011


2 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011


MAJALAH

PUBLIK Pemimpin Redaksi: Gunawan Effendi Pemimpin Perusahaan: Dodi Nopriansyah Staf Redaksi: Teddi Septiadi Muchari R Ardiansyah Erwin Lumenta Syahrul Ramadhan Siregar Sri Budi Utami Angela Dian Putri Fernandus Indra Putra Iwan Taria Amanata Dewan Redaksi: Gunawan Effendi Dodi Nopriansyah Robin Lubron A Hafiz Lintang Sukendar Ruben Tarigan Ganda Maulana Madsanih Kiagus MZ Juriah Pengembangan Usaha: Heri Soetomo Subur Maryanto P Eko Prihartono Reni Larasati Ido Irawan Hermansyah Sirkulasi dan Iklan: Sofwan, Marno, Sukiran Sekretaris Redaksi: Juriah

Penerbit: Prabu Media Utama CV Bank: BNI Manggarai Jakarta Selatan AC No: 0155516030 Alamat Redaksi: Wisma Kopana Jl Raya Pasarminggu Km 18 No 18 Jakarta 12510 Telp: 021 79184601 Fax 021 7983633 email: publik@indogetnetworks.com

DARI KAMI

Kuartal I

embaca, waktu berjalan terus dan nyaris tank terasa kita sudah memasuki akhir kuartal pertama 2011. Banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini yang membuat ketidakpastian semakin tinggi. Namun, hidup manusia memang melekat dengan ketidakpastian. Karena itulah hampir setiap orang ingin mengurangi ketidakpastian. Unik juga jika kita mengingat bahwa salah satu definisi informasi adalah sesuatu yang mengurangi ketidakpastian. Dengan kata lain, awal kepastian dalam kehidupan manusia adalah menggenggam informasi. Nah edisi kali ini penuh dengan informasi yang insya Allah bermanfaat bagi kita bersama. Rubrik Kilas sebagaimana biasa menampilkan realitas kamera untuk menggambarkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi baru-baru ini. Silakan simak agar kita semua tak terlalu mudah lupa dengan informasi yang boleh dibilang sangat melimpah-ruah (spilled over) di berbagai media. Dengan pengalaman dan keahlian, kami meracik dan memilih informasi sebagai sajian khas yang berbeda sesuai dengan kehendak pembaca. Itulah sebabnya kami menampilkan misalnya Kabupaten Bengkulu Selatan, PT Mega Eltra, dan wawancara dengan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Yang paling akhir disebut itu terkait dengan semakin signifikannya peran sektor perkebunan dalam pendapatan devisa negara. Meskipun belum melampaui ekspor minyak dan gas sebagai sumber devisa, ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil) merupakan komoditas non-migas yang paling banyak menyumbangkan devisa, paling tidak dalam lima tahun terakhir. Ini semakin memperkuat keyakinan kita bahwa bidang agribisnis dapat menjadi andalan saat ini maupun di masa depan. Berkaitan dengan itu, Kabupaten Bengkulu Selatan kami tampilkan sebagai salah satu wilayah yang luasnya berkurang sangat besar setelah pemekaran. Akibatnya, luas areal perkebunan kelapa sawit di sana semakin sempit dan kurang memadai untuk mengembangkan perkebunan besar. Kabupaten ini tinggal 20 persen wilayah semula. Sedangkan yang 80 persen terbagi dua menjadi Kabupaten Kaur dan Seluma. “Itu karena yang memimpin Bengkulu Selatan dulu bukan berasal dari sini,� ungkap Bupati H Reskan Effendi Awaluddin SE. Meski begitu, bukankah wilayah yang kecil seperti Singapura dapat lebih mudah dikelola asalkan sumber daya manusianya berkualitas? Modal seperti itulah yang dimiliki oleh Bengkulu Selatan dibandingkan dengan kabupaten pemekarannya. Katakanlah misalnya Bengkulu Selatan memiliki pabrik kelapa sawit yang menampung tandan buah segar dari kabupaten tetangganya? Bukankah Singapura juga banyak menampung produk Indonesia sebelum menjualnya lagi ke pasar global? Nah, di akhir pengantar ini, izinkan kami untuk menampilkan PT Mega Eltra yang sudah mengalami jatuh bangun berkali-kali. Seperti juga bangsa kita, mungkin juga seperti nasib pribadi kita masing-masing, jatuh bangun merupakan dinamika kehidupan yang sebenarnya menarik untuk diikuti. Nasehat tua yang masih relevan dengan jatuh bangun itu: Ketika kita berbahagia, nikmatilah karena hal itu tak akan berlangsung lama. Begitupun ketika kita menghadapi kesulitan, hadapilah, karena itu bukanlah akhir segalanya, dan suatu saat akan berubah menjadi lebih baik. Para investor di pasar modal mengetahui bahwa ketika harga sampai ke titik nadir, maka itulah saatnya harga akan merangkak naik. Sampai jumpa di kuartal II...

Gunawan Effendi Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

3


MAJALAH

PUBLIK Edisi 5/I 2011

10

62 Tahun Bengkulu Selatan

PENTAS PENTAS UTAMA UTAMA EKBIS

4 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

12

Bupati Bengkulu Selatan H Reskan Effendi Awaluddin SE berkisah dalam satu sesi wawancara. Simak perjuangan hingga programnya membangun bumi Sekundang Setungguan.

16

Wakil Bupati Bengkulu Selatan Dr Rohidin Mersyah berlatar belakang kedokteran hewan. Dengan jabatannya sekarang tentu ia harus mengurus manusia.

20 22

Bidang perdagangan sarana produksi pertanian sudah di genggaman. Proyek kelistrikan yang mulai bergairah, plus dukungan industri cat, membuat PT Mega Eltra unik dan menarik.

26

Direktur Keuangan PT Mega Eltra, Drs Sudar Wirataatmadja Ak MBA angkat bicara. Siapa saja yang terkait dengan perkebunan, perlu menyimak wawancara Publik dengan Dr Gamal Nasir MS. Ya, Gamal adalah Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian.


34

Inilah hasil Pemilukada yang berlangsung pada awal 2011. Data berasal dari rekapitulasi KPU setempat disertai tanggal pelaksanaan Pemilukada, pemenang, dan keterangan lain semisal putusan Mahkamah Konstitusi mengenai perselisihan penghitungan suara.

36

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru H Zainul Majdi, yang pernah menjadi Anggota DPR dari Partai Bulan Bintang, kini memimpin Partai Demokrat di provinsinya. Ada resistensi dari kader lama. Biasalah.

38

Memasuki bulan keenam menjadi tersangka, Wali Kota Medan Rahudman Harahap masih belum menjalani proses hukum. Kasusnya terkait korupsi saat ia menjabat Sekda di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

44

Setelah membukukan laba bersih senilai Rp201,65 miliar, PT Pembangunan Perumahan Tbk ingin mengereknya lagi. Target laba 2011 dipatok Rp335 miliar. Dari mana laba berasal?

3 Dari kami 6 Kilas Nasional 7 Kilas Internasional 8 Telegram: Kabar dari Penjuru Nusantara 42 Niaga: RNI dalam Pusaran Korupsi Alkes 46 Politik:

48 Neraca: Inong Malinda 52 Iptek: Apa Kabar Motor Elpiji? 54 Kaji: Malu 56 Lampah: Bukan Sembarang Guci 60 Sohor: Dewi Yull, Marshanda & Ben 62 Prikitiw: P A B R I K Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

5


Kilas Nasional

u Teror bom buku mengguncang publik.

u Harian Australia, The Age, memuat bocoran Wikileaks.

u Ketua DPR Marzuki Alie di tengah kontroversi pembangunan gedung baru DPR.

u Presiden SBY membuka Rapimnas Kadin 2011.

6

u Mantan Dirjen Perkeretaapian Sumino Eko Saputro ditahan KPK terkait kasus hibah Kereta Rel Listrik dari Jepang.

u Yusuf Supendi dalam pusaran kisruh PKS.

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

u Pembobolan dana nasabah Citibank oleh karyawatinya, Inong Melinda, menghebohkan.

u Kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, terbakar.


Kilas Internasional

u Tsunami di Jepang berdampak pula pada kebocoran PLTN.

u Sensus 2011: Penduduk India 1,21 miliar.

u Efek domino demokrasi melanda Libya, Bahrain, Yaman, dan Maroko.

u Warga Manila demo mendukung KB di Hari Perempuan.

u China luncurkan program menekan kesenjangan kaya-miskin .

u Liz Taylor berpulang dalam usia 79 tahun.

u Tiket Olimpiade 2012 London mulai dijual.

u Thein Sein dilantik sebagai presiden sipil pertama di Myanmar. Sebelumnya, purnawirawan AD ini menjabat perdana menteri.

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

7


Telegram Arwin Jadi Tahanan KPK Bupati Siak, Riau, Arwin AS akhirnya ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat, 25 Maret 2011. Arwin dikirim ke Rutan Polda Metro Jaya, tempatnya dititipkan, petang Jumat itu juga. Mengenakan kemeja kotak-kotak, Arwin lebih banyak bungkam menanggapi penahanannya. “Kita ikuti saja proses hukum yang berjalan,” ujarnya. Ia mengaku, selama diperiksa sejak pukul 08.00 WIB, dirinya dicecar perihal pemberian izin pemanfaatan hutan tanaman industri (HTI) kepada beberapa perusahaan di Riau. “Ditanya banyak. Garis besarnya soal HTI,” katanya. “Saya yang menandatangani, untuk perusahaan-perusahaan,” ujarnya menjawab kaitan antara dirinya dan pemberian izin itu. Namun Arwin membantah keterlibatan Gubernur Riau HM Rusli Zainal, dalam kasus yang menyeretnya itu. “Nggak lah,” katanya. Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Siak Arwin AS dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman (IUPHHKHT) di Riau. Selama ini, Arwin tak pernah diproses hukum oleh KPK meskipun sudah dijadikan tersangka, sejak sekitar dua tahun lalu. Selain Arwin, dua tersangka pejabat pemerintah Provinsi Riau yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Bupati Kampar Burhanuddin Husin dan mantan Kadishut Riau Syuhada Tasman. KPK mulai memeriksa Syuhada, meski belum menahannya. Burhanuddin mungkin menyusul. v

Eep Hidayat di Kebon Waru Bupati Subang, Jawa Barat Eep Hidayat dijebloskan ke rumah tahanan Kebon Waru Bandung. Ia tersangkut kasus upah pungut pada 2003 silam. “Hari ini tersangka Eep Hidayat langsung ditahan di Kebon Waru,” kata Kepala Kejati Jawa Barat Sugianto di Gedung Kejati Jawa Barat, Jl RE Martadinata Kota Bandung, Senin, 28 Maret lalu. Ia mengatakan, kedatangan tersangka

8

Eep ke Kejati Jabar untuk melangkapi penyerahan berkas kedua, dari penyidik ke penuntut umum. Sugianto mengungkapkan, alasan menahan tersangka di Rutan Kebon Waru yaitu agar dia tidak melarikan diri dan mempermudah proses penyidikan. “Saya enggan menyebutkan Eep menyerahkan diri. Tapi ia datang dengan cara baik-baik sekarang dia datang tidak mengerahkan massa dan itu yang kita inginkan,” katanya. Eep datang ke Gedung Kejati Jabar Senin pagi. Tak seperti biasanya, ia mendatangi Gedung Kejati Jabar tanpa membawa ratusan massa dan tidak mengenakan iket serta setelan koko hitam yang menjadi ciri khasnya. Bupati Subang ini datang bersama seorang pengawal dan kuasa hukumnya Rohman Hidayat. “Terima kasih kawankawan, hari ini saya datang ke sini (Kantor Kejati Jabar) untuk memenuhi dan menjalani proses hukum dengan baik,” kata Eep di Gedung Kejati Jawa Barat. Ia berjanji, akan menjalani proses hukum yang dihadapi dengan baik tanpa ada demo mengerahkan ribuan PNS Kabupaten Subang. v

Ru’yat Juga di Kebon Waru Usai Bupati Subang dikirim ke Rumah Tahanan Kebon Waru, Bandung, menyusul kemudian Wakil Wali Kota Bogor, Jabar, Achmad Ru’yat masuk ke tempat yang sama. Sementara Eep dijebloskan ke Kebon Waru oleh Kejati Jabar, Ru’yat dikirim ke Kebon Waru oleh Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Joko Siswanto yang memimpin sidang dakwaan tindak pidana korupsi yang melilit Wakil Wali Kota Bogor ini di PN Bandung, Senin, 28 Maret 2011. Ru’yat terpaksa mendekam di Kebon Waru setelah tersandung kasus APBD gate sebesar Rp 6 miliar. Dia dijerat dengan pasal 2-3 UU Tipikor No 31/1999 dengan ancaman maksimal seumur hidup. Usai sidang ia langsung diangkut dengan mobil tahanan pengadilan menuju rutan Kebon Waru. Sekitar satu jam sebelumnya Eep sudah lebih dulu masuk ke rutan itu. v

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Aceng Masuk Golkar Bupati Garut, Jabar, Aceng HM Fikri mengatakan alasan dirinya menjadi kader Partai Golkar untuk kepentingan rakyat. “Saya tidak bermaksud melukai dan mengkhianati hati rakyat Garut, apalagi sebagai batu loncatan menuju pilkada 2014. Ini semata demi kepentingan rakyat,” kata dia. Menurut Aceng, tujuan dirinya bergabung dengan partai politik ini untuk meningkatkan akses pembangunan di wilayahnya. Soalnya selama kepemimpinannya dua tahun ini, dia merasa kesulitan untuk melakukan pembangunan, terutama dalam hal penggiringan dana dari pemerintah provinsi dan pusat. Kesulitan mengakses dana ini diakibatkan oleh tidak adanya keterwakilan politik di tingkat atas. “Di DPR sana kan tidak ada fraksi independen, makanya kita kesulitan mengakses dana pembangunan,” ujarnya. Selain itu, dia juga kerap mengalami benturan di parlemen dalam menentukan kebijakan bagi masyarakat. Soalnya tidak ada dukungan politik langsung yang mengatasnamakan independen atau perorangan. “Ketika ada sesuatu di dalam parlemen yang memerlukan dukungan politik, itu berat sekali bagi saya,” ujarnya. Karena itu dia menganggap bergabungnya dengan partai berlambang beringin ini akan memudahkan dirinya dalam melaksanakan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disinggung alasan kenapa memilih Partai Golkar, Aceng mengaku karena diajak oleh Partai Golkar setelah melakukan musyawarah daerah tingkat provinsi. “Selama ini tidak ada satu pun partai yang mengajak saya kerja sama dan menjadi bagian dari institusinya. Makanya ketika ada tawaran langsung saya terima, tapi bukan karena jabatannya. Ini semata demi kepentingan rakyat,” ujarnya. v

Giliran Sofyan & Hafidz Segera lengser dari jabatannya Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam dan Bupati Nunukan, Kalimantan Timur Abdul Hafidz, akan menghadapi proses hukum. Kepala Kejaksaan Tinggi (Ka-


TELEGRAM | Kabar Singkat dari Penjuru Nusantara jati) Kaltim Faried Harianto pun sudah memerintahkan Asisten Pidana Khusus mengambil alih kasus yang melibatkan dua petinggi di kawasan Kaltim bagian utara itu. “Saya mau ambil alih itu. Sudah terlalu lama tidak selesai-selesai,” ucap Faried pertengahan Maret lalu. Ia juga mengungkapkan sudah memerintahkan Aspidsus menggelar perkara. “Kita mau tahu kasus posisinya seperti apa? Di mana kendalanya dan apa hambatannya,” lanjut Faried. Terpisah Aspidsus Kejati Kaltim Risal Nurul Fitri menambahkan, akan segera memanggil Kajari Nunukan dan Bontang untuk mengekspos perkara itu. “Akan kita ekspos secepatnya,” tambah Risal. Bupati Nunukan Abdul Hafidz tersangkut kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk taman kota seluas 62 hektare senilai Rp7,1 miliar. Sedangkan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam terkait kasus pencairan dana asuransi sekitar Rp 6,4 miliar. v

Para Saksi Ringankan Winasa Para saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Negara, meringankan terdakwa mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa dalam kasus dugaan korupsi. Dari keterangan tiga saksi, masingmasing Gusti Ngurah Muliarta, Nyoman Suryadi dan Gede Sadguna, keterlibatan Winasa dalam pengadaan maupun pembayaran mesin kompos sangat kecil. Saat mendengarkan keterangan dari Muliarta, pertanyaan yang dilontarkan majelis hakim maupun JPU seputar proses pengadaan, pembayaran hingga pemberian dana hibah ke Perusahaan Daerah (Perusda) Jembrana nyaris tidak menyangkut keterlibatan Winasa. Pertanyaan justru terkesan ulangan saat Muliarta menjadi terdakwa untuk kasus yang sama. “Terdakwa tidak pernah memberikan perintah kepada saya soal pembayaran cicilan ke PT Yuasa Sangyo selaku perusahaan tempat pembelian mesin pabrik kompos,” kata Muliarta, mantan Direktur Perusda Jembrana ini. Kepada Muliarta, JPU yang terdiri dari Wayan Sumadana, Ida Ayu Alit dan Raka Arimbawa juga hanya melontarkan beberapa pertanyaan. Sementara keterangan serupa juga disampaikan oleh mantan Kadis PULH

Jembrana I Nyoman Suryadi. Hanya Suryadi sempat mengatakan, dirinya pernah dihubungi lewat telepon oleh Winasa terkait pembayaran cicilan mesin pabrik kompos. “Waktu itu terdakwa bilang ada tagihan cicilan yang harus dibayar dan saya disuruh untuk segera mempersiapkan uang. Katanya, cicilan itu harus segera dibayar agar tidak kena denda,” kata Suryadi, yang juga tersandung dalam kasus ini..v

Nelayan Terpilih Jadi Bupati Memang bukan nelayan sembarangan. Salihi Mokodongan yang unggul dalam pemilihan bupati Bolaan Mangondow, Sulawesi Utara, merupakan pengusaha perikanan yang sukses. Tak ia mengatakan, jika terpilih sebagai Bupati Bolmong, tidak akan melakukan tindakan korupsi. ”Insya Allah saya tidak korupsi. Kalau soal materi saya sudah lebih, jadi tidak berniat korupsilah,” ujar Salihi yang saat ini unggul dengan dukungan 41 persen versi perhitungan cepat. Dia juga mengatakan, mengatakan, menargetkan pemerintahan yang bersih pada 100 hari pemerintahan pertama, jika KPU Bolmong resmi menyatakan dia sebagai Bupati Bolmong terpilih. Misi lain yang akan dia lakukan di Bolmong, lanjutnya, menaikkan indeks pembangunan manusi (IPM) Bolmong. Ini artinya mencakup pada bidang kesehatan, pendidikan dan taraf hidup masyarakat kabupaten tersebut. Sedangkan mengenai kantor pemerintahan menurut Salihi, tergantung kesiapan di Lolak, calon ibu kota baru Bolmong. “Tergantung infrastruktur di Lolak. Saya merupakan pendukung perkantoran dilaksanakan di sana bila sudah siap,” ujarnya.

Tetty-Sonny Mulai Retak? Meski baru beberapa bulan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, kabarnya hubungan antara Tetty Paruntu dan Sonny F Tandayu, mulai retak. Pemicunya adalah soal mutasi pejabat di Minsel akhir Maret 2011. Menurut informasi yang beredar, Wakil Bupati Tandayu tidak dilibatkan dalam rotasi pejabat Satuan Kerja Per-

angkat Daerah (SKPD) itu. Namun Sonny Tandayu mengelak ketika dimintai tanggapannya mengenai soal ini“Biarlah ini menjadi kesempatan untuk masyarakat menilai,” ucap Tandayu kepada sejumlah wartawan akhir Maret lalu. Sedangkan Ketua Tim Pemenangan pasangan Paruntu dan Tandayu yang dikenal dengan singkatan Pantas itu, Robby Sangkoy, mengaku kecewa dengan sikap yang di ambil Bupati. “Pelaksanaan rolling lalu, yang melantik adalah Sekdakab Minsel. Sedangkan Wakil Bupati, hanya menjadi penonton dalam kegiatan ini. Seharusnya, hal seperti ini tak terjadi,” terang ujar Sangkoy Sementara itu, menurut Ketua Forum Pemantau Pendidikan dan Pembangunan (Formip) Minahasa Selatan, Decky Mintje, kondisi seperti ini seharusnya tidak akan terjadi apabila ada saling kordinasi dengan baik. ”Kabar ketidakharmonisan ini sangat tak baik untuk kemajuan Minsel. Untuk itu secepatnya ini diperbaiki,” kata Mintje.

Dabi-Asso Menang di Yalimo Pasangan Er Dabi-Arkelas Asso unggul dalam Pemilukada Yalimo, Papua. Mereka mereaih 48,43 persen suara sah mengungguli dua pasangan kandidat lain pasangan Wasuok D Siep-Jhon W Wilil dan Albert Tulihanuk-Yorim Endama. Kemenangan Er Dabi-Asso disahkan pula dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Yalimo, akhr Maret lalu. Data KPU menyebutkan pasangan nomor urut 2 Er Dabi-Asso meraih 17.853 suara. Sementara pasangan nomor urut satu, Drs. Wasuok D. Siep dan pasangannya Jhon W.Wilil, A.Md.Par memperoleh 6.713 suara atau 18.21 persen dari jumlah pemilih. Sedangkan pasangan nomor urut 3, Albert Tulihanuk, S.Pd.MM dan Yorim Endama,S.Pd memperoleh 12.282 suara atau 33.31 persen dari jumlah pemilih. Ketua KPU Yalimo, Amos Kepno sempat menunda sidang pleno rekapitulasi karena aksi protes. Namun dengan jaminan pengamana dari Polres Jayawijaya, pleno berlangsung juga meskipun hanya dihadiri ketua dan dua komisioner KPU Yalimo.v

Teddi Septiadi Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

9


Pentas

62 Tahun Bengkulu Selatan Pernah menjadi

kabupaten terluas

di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten

induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan

di masa depan?

ada 8 Maret 2011 lalu, Kabupaten Bengkulu Selatan memperingati hari jadinya yang ke-62. Di hari jadi itu Bupati H Reskan Effendi Awaluddin SE memperingatinya dengan resmi sekaligus menandai awal masa baktinya yang prosesnya melalui jalan berliku (lihat wawancara di artikel berikutnya). Setelah melalui perjalanan berliku, yakni pemilihan kepala daerah yang berlangsung hingga tiga kali itu, apakah Bengkulu Selatan dapat berkembang sesuai dengan harapan? *** Sekadar kilas balik, Bengkulu Selatan terbentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan pada 8 Maret 1949 melalui Surat No GB/27/1949, tentang pengangkatan Baksir sebagai Bupati Bengkulu Selatan. Sebelumnya wilayah administrasinya bernama Kabupaten Manna Kaur 1945 1948 dan Kabupaten Seluma Manna Kaur 1948-1949.

10 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Berdasarkan Kesepakatan Masyarakat Rakyat pada 7 Juni 2005, dikuatkan oleh Perda No 20 tanggal 31 Desember 2005 dan diundangkan dalam Lembaran Daerah No 13 Tanggal 2 Januari 2006 Seri C, maka 8 Maret ditetapkan sebagai hari jadi Bengkulu Selatan. Selanjutnya berdasarkan Undang- undang Nomor 03 Tahun 2003, Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Seluma dan Bengkulu Selatan. Itulah salah satu soalnya. Jika semula Bengkulu Selatan memiliki wilayah luas, menurut Reskan, Bengkulu Selatan tinggal 20 persen dari luas sebelumnya. “Yang 40 persen sudah menjadi Kabupaten Seluma, dan 40 persen lagiadalah wilayah Kabupaten Kaur,� ujarnya. Dengan pemekaran itu, bagaimana peluang pengembangan Bengkulu Selatan? Untuk jelasnya, kondisi geografis mungkin pintu masuk yang baik.


P E NT A S | 62 Tahun Bengkulu Selatan

u Anak-anak muda Bengkulu Selatan, harapan masa depan. Bengkulu Selatan terletak di sebelah Barat Bukit Barisan. Luas wilayah administrasinya mencapai lebih kurang 1.186,10 kilometer persegi (menurut BPN Kabupaten Bengkulu Selatan). Letak persisnya merentang dari titik 4 derajat 10 menit hingga 4 derajat 34 menit Lintang Selatan dan 102 derajat 48 menit hingga 103 derajat 17 menit Bujur Timur. Di sebelah utara, Kabupaten Bengkulu Selatan berbatasan dengan Kabupaten Seluma sepanjang ± 40 km. Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 47,96 km. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kaur sepanjang 43 km dan di sebelah barat berbatasan dengan Lautan Hindia 40,52 km. Berdasarkan topografinya, Kabupaten Bengkulu Selatan terletak pada tiga ruas. Ruas pertama, ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut dan terklasifikasi sebagai daerah low land (dataran rendah) seluas 50,93 persen dari total wilayah. Ruas kedua, 100 - 1000 meter di atas permukaan laut dan terklasifikasi sebagai daerah bukit, rentang luasnya mencapai 43 persen. Jalur ketiga, terletak di sebelah Utara - Timur sampai ke puncak Bukit Barisan luasnya mencapai 6,07 persen. Melihat kondisi itu, maka potensi Bengkulu Selatan sudah tampak: Bidang kelautan, pertanian, dan kehutanan. Sementara, flora dan faunanya dapat dikembangkan menjadi objek wisata karena kelangkaannya. Katakanlah seperti bunga kibut, bunga Raflesia arnoldy/ bunga bangkai. Sedangkan faunanya yang

termasuk langka adalah harimau sumatera, siamang, beruang, maupun rusa Di samping itu, berbagai potensi alam dapat dikembangkan menjadi tempat rekreasi/ wisata seperti air terjun geluguran, air terjun tiga tingkat, pantai wisata Pasar Bawah, Gua Suruman, dan juga Danau Ulu Seginim. Sementara jumlah penduduknya, menurut hasil Sensus Penduduk 2010 adalah 142.722 jiwa, terdiri dari 71.896 laki-laki dan 70.826 perempuan. Boleh jadi jumlah penduduk perempuan yang lebih sedikit menunjukkan terjadinya migrasi warga ke daerah lain. Sebagian besar penduduk terkonsentrasi di ibu kota kabupaten dan sekitarnya: wilayah Manna, Pasar Manna, dan Kota Manna, yakni mencapai lebih dari 57 ribu orang atau sekitar 40 persen dari total penduduk. Ini juga menunjukkan bahwa kehidupan perkotaan mulai mendominasi kehidupan kabupaten ini. Dari 158 desa dan kelurahan di bengkulu Selatan, kawasan Manna dan sekitarnya hanya mencakup 37 wilayah setingkat. Dengan kata lain, 23 persen wilayah Bengkulu Selatan dihuni oleh 40 persen warga. Ini semakin menguatkan kesimpulan bahwa kehidupan perkotaan semakin kuat di kabupaten ini. Satu wilayah kecamatan lain yang termasuk padat penduduknya adalah Pino Raya yang dihuni oleh sekitar 17 ribu jiwa. Dengan kenyataan bahwa Pino Raya memiliki wilayah transmigrasi, maka kecamatan ini tampak sebagai kawasan berpotensi untuk produksi pertanian,

tanaman pangan, dan juga peternakan. Namun, sebagian besar penduduk Bengkulu Selatan bekerja di sektor pertanian perkebunan. Dari Laporan Dinas Pertanian dan Peternakan pada 2009 luas beberapa jenis tanaman perkebunan utama antara lain kelapa sawit 11.834 ha dengan produksi 97.952 ton. Patut dicatat bahwa produktivitas sawit di Bengkulu Selatan rata-rata mencapai 8,2 ton tandan buah segar per ha yang berarti masih di bawah rata-rata nasional yang sudah mencapai belasan malah puluhan ton per ha. Melihat potensi sawit yang produktivitasnya masih bisa meningkat, tak mengherankan jika ada investor yang ingin membuka pabrik kelapa sawit. “Namun saya tak dapat memenuhinya karena mereka menginginkan lahan yang luas, dan tak ada lagi” kata Reskan. Selanjutnya ia lebih menginginkan perkebunan sawit di sini dikelola oleh rakyatnya. “Biar saja berkembang dengan potensi kami sendiri,” ungkapnya. Sementara itu kebun kopi di Bengkulu Selatan mencapai luas 3.055 ha dan menghasilkan 1.830 ton. Lantas karet 4.119 ha dan menghasilkan 4.486 ton, dan cokelat 1.437 ha yang menghasilkan panenan 600 ton. Secara umum produktivitas lahan perkebunan di Bengkulu Selatan masih harus ditingkatkan sehingga pendapatan dari perkebunan pun akan meningkatkan kesejahteraan warga. Begitu pula potensi perikanan di kabupaten ini. Produksi perikanan laut pada 2009 di Bengkulu Selatan mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 1.800 ton dengan nilai Rp34,2 miliar rupiah. Sedangkan untuk perikanan darat produksinya juga meningkat menjadi 963,39 ton dengan nilai Rp17,341 miliar rupiah. Belum terhitung potensi peternakan, sarang walet, atau madu hutan. Tambahan pula bidang lain semisal industri agribisnis dan perdagangan serta jasa yang terkait. Ringkasnya, banyak potensi yang belum tergarap optimal. Wilayah yang menyempit seharusnya lebih memudahkan pengelolaannya. Namun, itu semua tergantung pemimpin dan masyarakat Bengkulu Selatan sendiri. Meningkatkan produktivitas adalah kata kuncinya.v GE/Dodi Nopriansyah

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

11


P E NT A S | H Reskan E Awaluddin SE

upati Bengkulu Selatan, Bengkulu, H Reskan Effendi Awaluddin SE melalui jalan berliku untuk duduk di jabatannya sekarang. Proses Pemilukada kabupatennya berlangsung hingga tiga putaran. “Jika sampai empat putaran, saya tidak akan mengikutinya,” kata dia. Melalui perjuangan di Mahkamah Konstitusi, akhirnya ia ditetapkan sebagai bupati terpilih. Setelah menjadi Bupati, bagaimana rencananya membangun Kabupaten Bengkulu Selatan yang penuh tantangan? Simak wawancaranya dengan Dodi Nopriansyah: Seperti apa pengalaman Anda mengikuti pemilukada Bengkulu Selatan? Ringkas cerita, Pemilukada Bengkulu Selatan itu berlangsung pada 2008. Namun, baru pada 2010 lalu prosesnya selesai. Pada tahap awal, bertarunglah sembilan pasang. Putaran pertama, kami, pasangan Reskan Effendi-Rohidin Mersyah menang, masuk putaran kedua dengan perolehan 21 persen suara. Yang lain, 14, sembilan, Pak Bupati incumbent enam persen, Pak Dirwan tujuh persen. Lantas bagaimana putaran kedua? Kita kembali bertarung, saya masih tetap dengan modal 20,86 persen, Pak Dirwan 14 persen. Jadi, finalnya pasangan saya dan pasangan Dirwan. Sejak awal saya yang berasal dari birokrasi ini tidak diunggulkan. Ada Bupati petahana (incumbent), ada Dirwan Ketua DPRD. Akhirnya putaran kedua saya kalah. Saya dapat 48 koma sekian persen, Dirwan dapat 51 koma sekian persen. Apakah ada permainan? Terasa memang dan jelas betul. Tapi saya pada saat itu berkomentar, sudahl-

ah. Karena sudah capek kan? Kalah tidak jadi masalah. Sudahlah. Tapi pasangan kami didesak oleh tim pemenanngan. Mereka bilang seharusnya kita yang menang. Di daerah pemilihan ini kita menang, kenapa hasil akhirnya kalah. Begitu juga di beberapa daerah pemilihan lainnya. Maka berangkatlah kita ke Mahkamah Konstitusi. Kira-kira tiga hari sebelum batas pendaftaran tutup, kami berangkat. Ternyata urusan di Jakarta agak merepotkan. Baru pukul 09.00 di hari penutupan saya bertemu dengan pengacara, pukul 17.00 pendaftaran perkara tutup. Akhirnya pukul 11.00 kita berhasil mendaftarkan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Bengkulu Selatan. Pengacara saya itu Pak Andi (Dr Andi M Asrun). Setelah selesai pendaftaran, kami pulang ke Manna (ibu kota Bengkulu Selatan). Persiapan menghadapi sidang. Bagaimana proses sidang di MK? Begitu perkara dibuka di MK. Terbongkar semuanya. Baik itu hitungan yang salah terbongkar, status Dirwan pernah terpidana terbongkar. Sebelumnya masyarakat Manna sebenarnya

H Reskan E Awaluddin SE

“Prioritas Saya Mewujudkan Janji-janji Semasa Kampanye”

12 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011


P E NT A S | H Reskan E Awaluddin SE

sudah tahu semua itu, tapi belum ada yang mempersoalkan. Selanjutnya MK memutuskan pemilihan kepala daerah ulangan, Pak Dirwan tidak boleh ikut lagi. Saya sudah optimistik, tapi itulah KPU Bengkulu Selatan, yang sudah kalah dalam putaran pertama masih bisa ikut lagi. Maka ada delapan pasang yang akan bertarung lagi. Kemudian? Kami bertarung ulang. Hasilnya, saya unggul lagi dengan 30,18 persen menurut perhitungan tim pemenangan yang mengumpulkan data dari setiap TPS. Sehari sebelum pengumuman resmi, malamnya sudah ada ucapan selamat pukul 23 malam. Tapi apa yang terjadi? Apa yang terjadi? Besoknya angka saya turun, turun, turun lagi. Menurut KPU dalam plenonya akhirnya angka perolehan saya adalah 29,92 persen. Saya bilang tidak mungkin karena kami semua mengikuti perhitungan suara. Sampai bertengkar kami di depan muspida waktu itu. Saya sangat emosional waktu itu. Tapi banyak yang menahan saya. Pak Kapolres, dan yang lain-lainnya bilang: “Pak Bowo (panggilan Reskan), sabar. Jangan sampai memukul.� Kalau memukul kan lain

ceritanya, jadi pidana. Akhirnya kusalami KPU. Tapi, besoknya saya balik ke Jakarta untuk ke MK lagi. Bagaimana selanjutnya? Saya berangkat ke Jakarta tuntutannya tidak banyak. Putaran pertama saya menang. Pengacara Pak Dirwan, Arteria Dahlan, juga sudah mengetahui. Putaran kedua saya menang, walaupun saya kalah. Kenapa saya katakan menang? Lawan saya yang dikalahkan, berarti saya yang menang. Putaran ketiga saya menang. Di MK pun saya menang. Maka pada tahap ini saya bilang, dengan hormat, jika Pemilukada Bengkulu Selatan ini diulang hingga keempat kalinya, saya tidak akan ikut. Silakan siapa saja yang mau dilantik, silakan. Tanggapan KPU setelah kemenangan di MK sebenarnya bagaimana? Ya mereka konsekuen. Mereka OK-OK saja. Jadi, dengan tuntutan saya yang tidak mau ikut lagi kalau ada putaran keempat, majelis hakim tampaknya bingung. Salah seorang majelis hakim menyatakan, tidak ada tuntutan seperti itu, yang menyatakan tidak mau lagi bertarung. MK ini kan memutuskan bukan berdasarkan kasihan. Hakim MK Ibu Maria bilang, ajukan dulu tuntutan,

nanti majelis hakim MK yang mengurus. Ia juga bilang, masa sudah dua tahun proses Pemilukada ini tidak selesaiselesai. Yang aneh lagi bagi saya, kata Ibu Hakim itu, yang menang sudah tidak mau lagi bertarung. Yang kalah ini malah mau bertarung terus. Jadi, kapan selesainya? Anda sendiri bagaimana tanggapannya? Saya bilang, pokoknya Bu, dengan hormat saya tidak akan ikut lagi jika Pemilukada ini diulang untuk keempat kalinya. Saya sudah capek, masyarakat Bengkulu Selatan juga begitu. Juga saya dengar masyarakat sudah bosan dan tidak mau memilih lagi. Sebenarnya saya sudah menang, tapi karena dimainkan itulah proses Pemilukada Bengkulu Selatan menjadi berlarut-larut. Maka saya bilang, saya relakan saja Bu Hakim. Mau dilantik Pak Ramlan silakan, mau dilantik Pak Dirwan silakan, mau dilantik Pak Gusnan, silakan. Saya tidak mau menuntut, dan saya tak akan ikut lagi Pemilukada kalau empat kali diadakan. Sudah, sidang lagi dan saya menang. Permohonan saya dikabulkan. Dua kali saya menang di MK. Rangkaian pengalaman saya ini langka, jarang ada proses Pemilukada yang seperti ini. Sekarang ini bocoran-bocoran, ini cerita belakangan, entah ya atau tidak.

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

13


P E NT A S | H Reskan E Awaluddin SE teringat lagi obrolan canda-canda saat itu. Maka ketika saatnya Pemilukada di Bengkulu Selatan tiba, saya sikapi candacanda itu dengan mencalonkan diri dalam Pemilukada di kabupaten ini.

Kabarnya, putaran pertama itu saya sudah menang di KPU. Putaran kedua juga saya menang. Sebenarnya bukan saya hebat, tapi masyarakat Bengkulu Selatan mengenal saya. Saya itu memang sering turun ke tengah masyarakat sejak dulu. Sebenarnya bagaimana ceritanya sehingga Anda maju sebagai calon Bupati? Pada 2000 lalu, ada pemilihan gubernur Bengkulu. Saya mendukung Pak Kukun (Kurnia Utama) nomor urut lima. Pak Kukun ini kakak orang tua isteri saya. Karena Pak Kukun tinggal di kabupaten lain (Lebong), kalau kampanye di Manna, ya datang ke rumah saya. Tapi, Pak Kukun tidak lolos putaran kedua. Nah di putaran kedua, saya mendukung Agusrin nomor urut 3 karena dia itu orang Manna. Dalam perjalanan persiapan putaran kedua, Agusrin itu menyatakan salut sama saya karena begitu banyak yang mengenal saya. “Alangkah banyak yang mengenal kamu. Kamu saja yang maju, saya nggak,� kata Agusrin bercanda saat itu. Tanggapan Anda? Saya bilang sama Agusrin, tak usahlah berbicara begitu. Selanjutnya saya juga bilang kepada Agusrin, kalau kamu jadi Gubernur kan saya bisa mencalonkan diri sebagai Bupati di Bengkulu Selatan. Nah, akhirnya Agusrin menang. Setelah Agusrin dilantik menjadi gubernur, saya

Sepertinya tidak terlalu serius nih pencalonannya? Serius atau tidak, slogan saya dalam Pemilukada Bengkulu Selatan itu memang agak aneh. Slogannya berbunyi Kekalu Jadi Bupati. Dalam bahasa Indonesia mungkin siapa tahu menjadi bupati, insya Allah menjadi bupati. Seperti itulah. Masyarakat sudah ada yang menyarankan ganti saja slogannya. Tapi kata-kata itulah yang menurut saya pas. Kita berharap dan berusaha. Kalau slogannya Harus Menjadi Bupati, kesannya sombong atau nekat. Mungkin slogan itu juga yang menyentuh warga Bengkulu Selatan. Filosofi kekalu itu apa? Ya kita bukan ngotot ingin menjadi Bupati. Kekalu itu juga dapat diartikan siapa tahu rakyat percaya kepada saya. Setelah terpilih menjadi Bupati, bagaimana Anda melihat kilas balik pembangunan di Bengkulu Selatan? Kesimpulan saya, pembangunan kabupaten itu memerlukan semangat pemimpinnya. Kalau pemimpin kabupaten tidak semangat mengembangkan kabupatennya, maka kabupaten itu akan ketinggalan. Tapi bukan berarti saya sekarang memimpin ini Bengkulu Selatan langsung tidak ketinggalan. Bukan begitu. Masih banyak syarat yang harus terpenuhi. Pada zaman sekarang ini faktor pendekatan pemimpin dan kepercayaan kepada pemimpin akan ikut berpengaruh terhadap pembangunan kabupaten. Saya bisa kemukakan contohnya. Contohnya? Ada kisah salah satu kantor instansi pemerintah di Kabupaten Bengkulu Selatan ini. Beberapa tahun lalu mereka mengembalikan dana. Mereka mendapat bantuan dana tapi proyeknya tidak mereka realisasikan dengan berbagai alasan. Mungkin karena takut ada kasus, waktu yang terlalu mendesak, tidak ada lokasinya, ya karena tidak siaplah, jadi, mereka kembalikan dana itu. Sekarang,

14 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

ketika kami meminta dana itu, ada data mereka pernah mendapat dana itu. Jadi, permintaan kami sekarang ini masih harus dipelajari dulu. Apa artinya pengembalian dana itu? Ini soal karakter pemimpinnya dalam mengemban kepercayaan dan amanat yang sudah ia sandang. Pemimpin yang sudah mengemban kepercayaan seharusnya berani mengambil sikap untuk membangun daerahnya. Kalau pemimpinnya tidak berani, meskipun sudah mendapat kepercayaan, tetap tidak akan maju daerah itu. Buktinya, dana yang sudah disediakan saja dikembalikan. Kira-kira begitulah. Berani di sini bukan asal berani, melainkan bertanggung jawab atas kepercayaan yang ia emban. Dari pengalaman itu, sikap kepemimpinan Anda bagaimana? Maka saya anjurkan kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah, juga para anggota Dewan, jika ada peluang dari pusat untuk mengembangkan daerah ini, kita harus memanfaatkannya secara optimal. Misalnya, ada beberapa tokoh asal Manna di Jakarta berinisiatif untuk membantu pengembangan daerah ini. Ya saya buatkan SK percepatan pembangunan. Saya ajak Kepala Dinas PU dan beberapa SKPD untuk terlibat di dalamnya. Memang belum terlihat titik terangnya, tapi mudah-mudahan 2-3 bulan ke depan sudah kelihatan karena tahun anggaran


P E NT A S | H Reskan E Awaluddin SE kan baru mulai. Nama Anda kan Reskan Effendi, tapi masyarakat Bengkulu Selatan lebih mengenal Anda sebagai Pak Bowo? Ceritanya, saya ini pegawai negeri yang harus mencari penghasilan tambahan. Jadi, saya masih berkebun, beternak, berusaha sampinganlah. Ketika anak pertama saya lahir, saya beri nama Wibowo. Kemudian saya buka toko, namanya Toko Wibowo, buka perusahaan juga pakai nama Wibowo. Masyarakat di sini biasa memanggil Anda dengan nama anak sulungnya, maka saya lebih mengenal saya dengan nama Pak Bowo, bapaknya Wibowo.

garah ke perkotaan, yaitu Manna dan sekitarnya. Ke barat dibatasi laut, ke timur hutan lindung, ke Selatan sudah menjadi Kabupaten Kaur, dan ke utara sudah menjadi Seluma. Areal perkebunan kita berkurang, juga ada hutan lindung. Kondisi alamnya berbukit-bukit. Untuk memanfaatkan laut, jarak wilayah penangkapan ikan itu sudah menghabiskan sekian banyak bahan bakar sehingga para nelayan sulit mengimbangi pengeluaran bahan bakar dengan hasil tangkapan. Jadi bagaimana? Untuk membangun perkebunan besar kelapa sawit misalnya, lahan kita

Apa saja program Anda sebagai Bupati? Yang jelas, saya akan berusaha mewujudkan janji-janji semasa kampanye dulu. Ketika itu saya banyak mendapat bisikan agar menjadikan pembangunan pembangkit listrik di Aek Manna sebagai salah satu janji kampanye. Maklum Bengkulu Selatan ini masih krisis listrik. Saya akan berusaha mewujudkan proyek pembangkit listrik ini. Kalaupun bukan di masa saya, paling tidak ada rintisan saya untuk membangun pembangkit ini. Sejauh ini perkembangannya bagaimana? Saya sudah ke sana ke mari, ke Jakarta juga. Ternyata para investor sudah mulai survei. Ini selaras dengan arah pembangunan kelistrikan kita yang memprioritaskan pembangkit tenaga surya, angin, dan air. Bahan bakar minyak kita, batu bara kita, kayu kita kan makin sedikit. Memang masih ada alternatif pengembangan biodiesel. Kalau setiap rumah tangga memiliki dua ha kebun sawit, hasilnya bisa kita jadikan bahan bakar juga. Bagaimana Anda melihat potensi ekonomi Bengkulu Selatan? Sebelum dimekarkan, Bengkulu Selatan ini merupakan Kabupaten paling luas di Provinsi Bengkulu. Kabupaten Seluma dan Kaur dulu merupakan wilayah Bengkulu Selatan. Nah setelah pemekaran, Bengkulu Selatan mendapat wilayah yang sudah berkembang men-

sudah sangat terbatas. Oleh sebab itu saya anjurkan melalui para camat agar masyarakat sendiri yang mengupayakan lahannya, apakah itu yang luasnya dua, tiga, atau empat hektare, buka kebun sendiri saja. Ada pengusaha yang mau membangun pabrik kelapa sawit di sini, tapi membutuhkan lahan luas. Saya sulit memenuhinya. Biarkan saja rakyat yang berkebun, bisa sawit atau karet. Wilayah perkebunan yang luas sudah menjadi kabupaten Seluma dan Kaur. Tambang batu bara dan pelabuhan juga masuk wilayah Seluma. Manna ini mendapat wilayah kotanya saja.

Apakah ada terobosan yang dapat Anda kemukakan? Ya kita akhirnya berpikir menjadikan Manna sebagai kawasan pendidikan dan pariwisata. Untuk pariwisata, Manna paling dekat ke Sumatera Selatan dibandingkan Kaur dan Seluma, misalnya. Dengan kondisi jalan yang buruk, dari Manna ke Tanjung Sakti, Sumatera Selatan, hanya dua jam. Ke Palembang, jika jalan normal hanya empat jam. Oleh sebab itu saya sudah berbicara dengan pemerintah provinsi. Jika mereka mau bantu Manna, perbaiki jalan menuju Tanjung Sakti. Dengan begitu, kita bisa menjadi kawasan wisata untuk masyarakat Sumatera Selatan. Warga Lahat, Pagaralam, dan sekitarnya di Sumatera Selatan kalau mau melihat laut kan datang ke Manna. Lantas kita jadikan Manna sebagai kota transit bisnis dari Bengkulu ke Sumatera Selatan dan ke luar Sumatera. kalau mau ke luar Sumatera dari Bengkulu melalui Lampung, kan harus lewat Manna. Lewat Sumsel, lewat Manna muncul di Baturaja. Terobosan lain? Sebenarnya Anggota DPRD di Bengkulu Selatan ini sering mempersoalkan luas wilayah Bengkulu Selatan yang menyempit. Lantas mereka mempersoalkan perbatasan dengan kabupaten Kaur dan Seluma. Sekarang saya bilang kepada para anggota Dewan agar mereka tak perlu mempersoalkan lagi perbatasan. Yang perlu dipersoalkan adalah luas kabupaten induk yang tidak boleh lebih kecil dari luas kabupaten pemekaran. Ini yang terjadi di Bengkulu Selatan. Jadi kita ingin memperjuangkan revisi Undang-Undang terkait pemekaran kabupaten. Satu poin saja untuk keadilan, bahwa kabupaten induk tidak boleh lebih kecil dari kabupaten pemekaran. Berapa penyusutan Bengkulu Selatan setelah pemekaran? Ya Bengkulu Selatan ini tinggal 1/5 dari luas asalnya. Seluma dan Kaur masingmasing 2/5 dari wilayah Bengkulu Selatan sebelum pemekaran. Sebagai perbandingan, Bengkulu Selatan itu dari ujung ke ujung hanya 40 km. Sementara untuk Seluma saja, dari ujung ke ujung harus ditempuh dua jam lebih, hampir tiga jam. Jadi ada yang janggal dan terasa kurang adil di sini. v

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

15


P E NT A S | Wakil Bupati Dr Rohidin Mersyah

Dr Rohidin Mersyah:

Meningkatkan Pola & Kualitas Layanan Wakil Bupati Bengkulu Selatan Dr Rohidin Mersyah yang berlatar belakang kedokteran hewan kini harus out of the box dari disiplin ilmunya. Ya, sebagai Wakil Bupati, ia harus mengurus manusia, yaitu warga Bengkulu Selatan.

D

i mata Rohidin, sebagai kabupaten induk Bengkulu sudah cukup memadai, terutama di bidang SDM, baik itu di birokrasi pemerintahan maupun masyarakat di sektor formal, sektor swasta, maupun tokoh masyarakatnya. “Malah ke depan yang kita harapkan dan menjadi fokus adalah pertama, peningkatan kualitas layanan kesehatan.” ujarnya. Menurut dia, Bengkulu Selatan sudah memiliki rumah sakit daerah, puskesmas di setiap kecamatan sudah ada, puskesmas pembantu sudah banyak, puskesdes pun sudah hampir di seluruh desa. Jadi, sambungnya, ke depan fokusnya adalah bagaimana meningkatkan layanan kepada masyarakat. Kualitas layanan itu, kata Rohidin, dimulai dari perilaku petugas medis dan paramedis agar masyarakat mendapatkan layanan yang terbaik. “Jadi itulah yang ingin kita ubah: Pola layanan dan kualitas layanannya termasuk ketersediaan dokter spesialis,” tandasnya. Yang kedua, kata dia, adalah pendidikan. Sama seperti kesehatan tadi. Sekolah di Bengkulu Selatan sudah lengkap dengan gurunya, di semua tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Gedung sekolahjuga layak untuk digunakan proses belajar mengajar. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas lulusan dan kemandirian siswa. “Kemudian meningkatkan karakter,

agar mereka menjadi generasi muda yang berbudaya, memiliki bekal ketakwaan sehingga ketika melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan terjun mereka sudah mendapat bekal memadai,” ucapnya. Yang ketiga, ia melihat pentingnya upaya pemberdayaan kelas menengahbawah. Fokusnya pengusaha kecil dan mikro (UKM) termasuk pengolahan hasil perkebunan. “Kita punya kebun, tapi bukan skala besar, melainkan perkebunan rakyat yang luasnya 1-3 hektar per keluarga. Nah bagaimana caranya berhimpun apakah dalam koperasi mapun kelembagaan-kelembagaan petani, gapoktan dan sebagainya,” kata dia. Dengan begitu petani memiliki daya tawar yang lebih tinggi, baik kepada sumber modal maupun nanti kepada pengolahan hasil perkebunan. Perkebunan yang paling menghasilkan adalah kelapa sawit. Tapi kabupaten ini belum memiliki pengolahan, pabrik CPO. Kalau bisa direalisasikan, kata Rohidin, petani bisa langsung menyalurkan hasil panennya ke pengolah sehingga meningkatkan harga jual tandan buah segar sawitnya. Kemudian ia melihat potensi garis pantai Bengkulu Selatan yang panjangnya sekitar 60 km. Untuk sektor budidaya perikanan, kata dia, tampaknya sulit

16 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

karena langsung berhadapan dengan samudera berombak besar. Sedangkan untuk penangkapan teknologinya harus lebih tinggi yang mungkin belum terjangkau oleh nelayan Bengkulu Selatan. Alternatifnya adalah pengembangan pariwisata pantai. “Bengkulu Selatan memiliki 2-3 lokasi yang ideal, cukup baiklah, yaitu pantai Pasar Bawah, Pantai Bekenang, dan Pantai Muara Kedurang,” kata Pak Wakil Bupati ini. Tiga lokasi itu yang prospeknya dinilai cukup bagus, paling tidak untuk regional Sumatera Bagian Selatan. “Yang dari Pagar Alam, Lahat, dan Lubuk Linggau (kota dan kabupaten di Sumsel) itu sudah mulai ke sini jika libur,” ujarnya. Yang bisa dilakukan sekarang oleh Pemkab, kata dia adalah penataan pantai, agar jangan sampai rusak terkena abrasi, misalnya. Fasilitas penginapan juga mulai ditata. “Untuk kelas hotel memang belum ada. Adanya penginapan sederhana, wisma. Untuk tiga lokasi itu akan kita kembangkan sesuai dengan kebutuhan para wisatawan,” lanjutnya sambil menambahkan pariwisata juga peluang pemasaran hasil pertanian. Menanggapi gagasan itu, Kepala Humas dan Protokol Pemkab Bengkulu Selatan Lesman Hawardi SPd sangat mendukungnya. “Mudah-mudahan pasangan Reskan dan Rohidin ini yang terbaik untuk Bengkulu Selatan,” ucapnya. v

u Lesman Hawardi SPd.


Kepada Segenap Warga dan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten BENGKULU SELATAN

Mengucapkan

TERIMA KASIH Atas Partisipasi Aktif, Bantuan Moril serta Materiil, dalam Menyukseskan Peringatan Hari Jadi Ke-62 KABUPATEN BENGKULU SELATAN 8 Maret 2011 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

17


PENTAS | Rangkaian Acara HUT Ke-62 Bengkulu Selatan

u Unsur Muspida yang hadir dalam upacara HUT Ke-62 Bengkulu Selatan.

u Bupati H Reskan E Awaluddin SE memimpin upacara HUT Ke-62 Bengkulu Selatan, 8 Maret 2011.

u Penghargaan untuk yang berprestasi .

u Para penari siap berpentas.

u Sidang Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-62 Bengkulu Selatan.

18 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

u Wakil Bupati Bengkulu Selatan Dr Rohidin Mersyah dan isteri.


PENTAS | Rangkaian Acara HUT Ke-62 Bengkulu Selatan

u Bupati dan yang mewakili Gubernur.

u Tumpengan HUT Ke-62 Bengkulu Selatan.

u Sekapur sirih.

u Seni bela diri tradisi Bengkulu Selatan. u Tokoh masyarakat Bengkulu Selatan.

u Bersama jajaran sipil dan militer.

u Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan.

u Tak akan ada acara. tanpa ibu-ibu.

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

19


Utama

PT Mega Eltra

Meningkatkan Kinerja Bidang perdagangan sarana produksi pertanian sudah di genggaman. Proyek kelistrikan yang mulai bergairah, plus dukungan industri cat, agaknya, segera mengantarnya sebagai pemimpin segmen pasar.

PT Mega Eltra memang entitas bisnis yang menarik.

empat terhantam krisis moneter pada 1998 lalu, PT Mega Eltra yang sebagian besar sahamnya (98,73 persen) kini dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) dan sisanya oleh PT Rekayasa Industri, melanjutkan perjalanan panjangnya yang diwarnai pasang surut. Pasang surutnya memang panjang. Harap maklum, perusahaan ini merupakan bagian dari nasionalisasi perusahaan-perusahan Hindia Belanda pasca kemerdekaan Indonesia. Rangkaian nasionalisasi itu membuat NV Electro Import, anak perusahaan Vanden Berg & Co NV, yang mulai beroperasi pada 1940 berubah menjadi PT Yuda Electro. Yuda Electro inilah cikal bakal Mega Eltra. Mega Eltra saat itu menjadi BUMN di bawah Departemen Perdagangan. Selanjutnya, pada 1977 pemerintah menyuntikkan modal dengan menambah bidang bisnis lainnya, yaitu perdagangan. Sejak saat itu perusahaan ini menggunakan nama Mega Eltra. Nah, pada 1998, pemerintah sebagai pemegang saham memutuskan Mega Eltra menjadi bagian dari holding PT Pusri

20 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

bersama dengan lima BUMN pupuk lainnya. Status BUMN pun berubah menjadi subsidiary dengan nama Mega Eltra. Dari sini, terlihat upaya integrasi dan sinergi antara holding dan anak-anak perusahaan secara vertikal maupun horisontal. Tak mengherankan kini bidang perdagangan, khususnya pupuk, mendominasi bisnis Mega Eltra. Terlebih lagi, pasca krisis 1998, proyek-proyek kelistrikan tiarap. “Pasang surut itu adalah pengalaman bagi perusahaan untuk berkembang,� ungkap Direktur Keuangan Mega Eltra Drs Sudar Wirataatmadja Ak MBA. Menurut dia, bidang-bidang bisnis Mega Eltra yang beragam, bukanlah kendala untuk maju. Bersama Direktur Utama Fauzi Yusuf dan Direktur Operasi Muhammad Romli HM, Sudar yang dilantik menjadi Direktur Keuangan pada akhir 2010 itu kini mengemban amanat untuk meningkatkan kinerja PT Mega Eltra. “Dengan perkembangan lingkungan bisnis nasional maupun global, yang diperlukan adalah kompetensi sumber daya manusia perusahaan,� lanjutnya. Lantas ia menunjuk contoh Astra


U T A M A | PT Mega Eltra Meningkatkan Kinerja mengikuti proyek bernilai triliunan. Jika berpengaruh terhadap harga migas. ImpInternasional yang semula bergerak di likasinya industri pupuk pun terpengaruh proyek listrik juga sudah dalam genggaindustri perakitan otomotif namun kini man, tak pelak Mega Eltra mungkin dapat karena bahan bakunya gas. Maka harga mendiversifikasi usahanya ke bidang lain menambah jumlah anak perusahaan komoditas kelolaan Mega Eltra dapat semisal pertambangan dan perkebunan. ikut bergejolak dan menimbulkan potensi khususnya di bidang kelistrikan. Soal kompetensi SDM memang. Anak perusahaan yang ada sekarang rugi. “Tapi jika bisa mengelola dan memNah, kata Sudar, kompetensi itulah adalah PT Sigma Utama, industri cat perhitungkan risiko, potensi rugi malah salah satu kekuatan Mega Eltra saat ini. spesifik bidang protective dan decorative menjadi peluang menjual produk dan “Baik perusahaannya maupun SDM-nya coating yang memiliki segmen khusus menghasilkan keuntungan,” lanjutnya. sudah sangat berpengalaman. Kekuaseperti industri maritim dan properti Hal-hal seperti inilah, kata dia, yang tannya sudah dikenal orang, company besar semisal GOR Bung Karno, Senayan. perlu melekat pada SDM Mega Eltra. image-nya sudah terbentuk,” tandasnya. Sinergi dengan sesama BUMN tentu saja “Jadi, hemat saya, Mega Eltra itu harus Namun, ia mengakui beban utang merupakan strategi yang lebih memukuat dalam bisnis dengan didukung oleh jangka panjang akibat krisis moneter lalu dahkan penetrasi masih berdampak pasar cat spesial ini. hingga kini. BerunJika semua tung, ujarnya, bidang yang ditanada rescheduling ganinya mengalami (penjadwalan ulang) kemajuan, lantas dari pemerintah dan apa sebenarnya mendapat persetucore business Mega juan dari KementeEltra? Sejak lama rian Keuangan. pun pertanyaan itu Tambahan pula, sudah muncul. dengan kompeSudar mengakui, tensi SDM yang “memang ada yang memadai, Mega Elbertanya, apa sebetra berharap dapat narnya core busilebih bersaing pada ness Mega Eltra? Abad XXI ini. Sudar Ada perdagangan, bercerita, dengan jasa konstruksi, dan kegiatan trading industri cat yang yang mendomitak berhubungan nasi saat ini, Mega satu sama lain.” Ke Eltra memerlukan depan, kata dia, personel yang seSudar Wirataatmada, Fauzi Yusuf, dan Muhammad Romli HM Mega Eltra memang mangat kompetisinya harus memilih core business utama yang analisis risiko,” kata Sudar. tinggi. menjadi unggulan Begitu pula dengan kondisi dalam Ini memang berbeda dengan holding Lantas mengapa sepertinya Mega negeri. Di dalam negeri, tidak semua Pusri dan perusahaan industri pupuk Eltra tampak low profile? Sederhana calon pembeli barang Mega Eltra siap yang stabilitasnya lebih tinggi karena saja penjelasannya: Bisnis Mega Eltra dengan Surat Kredit Berdokumen Dalam bergerak di sektor produksi. “Mereka lebih bersifat Business to Business (B to Negeri (SKBDN), tak semua perusahaan kan punya pabrik. Tapi Mega Eltra harus B, antarperusahaan), bukan ritel yang mau memberikan jaminan bank (bank mencari barang dan pembeli. Jadi aktivilangsung berhubungan dengan masyarguarantee). Dengan kondisi ini, jika tasnya memang lebih berat,” ucapnya. akat luas. Mencari barang tentu harus menemu- Mega Eltra berhenti oleh kendala itu, Yang lebih mengenal Mega Eltra kan yang terbaik dalam pengertian paling pendapatan dapat berkurang. Sebaadalah pelanggannya. Katakan PT Perkeliknya, jika transaksi tanpa ada jaminan, kompetitif. Jika salah beli, margin bisa bunan Nusantara, Pertamina, Telkom, risikonya di bidang pembayaran. jadi rendah, malah bisa-bisa rugi. Sebab PLN, atau perusahan asing semisal ChevBagaimana dengan bidang kelistriitulah, kata Sudar, meski personel Mega ron Indonesia. Begitulah kenyataannya. kan? Rupanya, di bidang ini justru Mega Eltra sudah berpengalaman, masih perlu Jadi, sebenarnya potensi bisnis Mega Eltra sedang menggeliat. “Kami sudah improvisasi agar mudah beradaptasi dan Eltra sungguh menjanjikan. Tinggal mengantisipasi kondisi bisnis yang sangat dapat proyek di Kalimantan. Nilainya bagaimana mengelolanya hingga potensi sekitar Rp 122 miliar. Portofolio proyek cepat berubah. itu benar-benar menjadi aktual layaknya sedang dikerjakan nilainya mencapai Sebagai contoh, Mega Eltra tak dapat korporasi unggul pada umumnya. sekitar Rp 200 miliar. Yang paling besar mengelakkan pengaruh global semisal krisis di Timur Tengah, Afrika Utara, mu- di Cianjur, proyek jaringan,” ungkapnya v GE/Dodi Nopriansyah sambil mengungkapkan minat Mega Eltra lai dari Tunisia, Mesir, dan Libya, yang

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

21


U T A M A | Wawancara Drs Sudar Wirataatmadja Ak MBA

Bebenah Struktur Keuangan Drs Sudar Wirataatmadja Ak MBA Direktur Keuangan PT Mega Eltra erbekal pengalaman puluhan tahun di industri pupuk, Drs Sudar Wirataatmadja Ak MBA kini menduduki posisi Direktur Keuangan PT Mega Eltra. Apa strategi bisnis direktur yang sebelumnya menjabat Corporate Secretary PT Pupuk Kujang ini? Simak wawancaranya dengan Dodi Nopriansyah berikut: Bagaimana Anda memandang PT Mega Eltra sebagai sebuah Korporasi? PT Mega Eltra adalah sebuah perusahaan yang berdiri pada 28 Desember 1970 dengan nama PT Mega Electro. Jika kita tilik ke belakang, cikal bakal PT Mega Eltra berawal dari NV Electro Import, anak perusahaan dari perusahaan Belanda, Vanden Berg & Co NV, yang didirikan pada 1940. NV Electro Import bergerak dalam bidang kelistrikan dan peralatan teknik. Terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai nasionalisasi, maka NV Electro Import menjadi milik pemerintah Indonesia dan berganti nama menjadi PT Yuda Electro.

Selanjutnya? Pada kurun waktu antara 1965-1970 terjadi beberapa kali perubahan status dan nama. Pada 1977, dengan penambahan modal dan bidang usaha perdagangan oleh pemerintah, berubah lagi namanya menjadi PT Mega Eltra (Mesin, Gaya, Electro dan Trading) di bawah Departemen Perdagangan. Melalui Peraturan Pemerintah RI No 34 Tahun 1998 tentang "Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Modal Saham PT Pupuk Sri-

22 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011


U T A M A | Wawancara Drs Sudar Wirataatmadja Ak MBA widjaja" dan RUPS Luar Biasa PT Mega Eltra pada 23 Maret 1999, PT Mega Eltra resmi menjadi anggota holding PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Diikuti kemudian pada 2000, PT Rekayasa Industri menanamkan modalnya di PT Mega Eltra. Itulah sekilas perusahaan ini. Apa saja bidang bisnis Mega Eltra? Pada saat ini, bidang usaha PT Mega Eltra dikelompokkan menjadi tiga core business, yaitu: Perdagangan, Jasa Konstruksi, dan Industri Cat. Dalam menjalankan usahanya, seluruh jajaran PT Mega Eltra menerapkan Quality Management dan prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Government). Dari tahun ke tahun seluruh jajaran sepakat untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam praktik bisnisnya yang meliputi Transparancy, Independence, Accountability, Responsibility dan Fairness (TIARF). Dengan didukung Sumber Daya Manusia handal dan jaringan bisnis di 12 kota di seluruh Indonesia PT Mega Eltra telah berhasil meningkatkan kinerjanya dari tahun ke tahun dengan rata-rata kenaikan sekitar 11,80 persen dalam periode 2000-2010. Sebagai Direktur Keuangan, bagaimana pandangan Anda mengenai Mega Eltra? Di dalam struktur organisasi PT Mega Eltra, Direktorat Keuangan membawahkan antara lain bagian keuangan dan sumber daya manusia. Jika melihat analisis SWOT PT Mega Eltra, sebagai Direktur keuangan PT Mega Eltra, saya akan melakukan pembenahan struktur keuangan perusahaan dengan cara pembenahan manajemen cash, piutang dan persediaan dan melakukan revisi loan agreement sebagai tindak lanjut rescheduling utang yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan. Selain itu? Hal lain yang dapat dilakukan untuk mendongkrak kinerja perusahaan adalah meningkatkan modal kerja melalui sinergi dengan pabrikan pupuk di bawah naungan PT Pusri (Persero), juga melaksanakan kegiatan secara efisien di seluruh lini perusahaan melalui Cost Reduction Program. Selanjutnya melakukan

optimalisasi asset yang dimiliki oleh perusahaan, melaksanakan pengendalian risiko terintegrasi dengan anggaran perusahaan (Risk Based Budgeting). Lantas meningkatkan produktivitas karyawan, salah satunya dengan cara meningkatkan kualitas SDM sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh masing-masing fungsi perusahaan. Salah satu peluang bagi Mega Eltra adalah proyek elektrifikasi 10.000 megaWatts. Bagaimana Mega Eltra menangani peluang ini? Sebagai informasi, Jasa Konstruksi PT Mega Eltra masuk dalam golongan perusahaan besar (yang memiliki sertifikasi Mechanical Electrical grade 7) sehingga dapat melaksanakan proyek di atas Rp50 miliar dan mempunyai pengalaman menangani pekerjaan Transmisi 500 KV. Dalam menyikapi peluang proyek 10.000 megawatts, PT Mega Eltra akan melakukan seleksi dan berfokus pada pekerjaan transmisi, gardu induk, dan pengembangan di pekerjaan pembangkit. Bagaimana kekuatan Mega Eltra di bidang kelistrikan? Meskipun PT Mega Eltra telah berpengalaman di bidang Jasa Konstruksi khususnya pada kelistrikan sejak 1940, hingga saat ini PT Mega Eltra konsisten dalam menguatkan dan mempertahankan kekuatan intemal. Mega Eltra mempunyai tenaga ahli di bidang Mechanical Electrical yang sudah mendapat sertifikasi sebagai persyaratan untuk mengikuti pekerjaan di proyek-proyek PT PLN dan tenaga ahli lainnya seperti dalam bidang sipil, electrical, mecahanical dan lainlain. Dengan demikian dalam penanga-

nan setiap proyek senantiasa mengutamakan kualitas yang baik dan harga bersaing serta tepat waktu. Komitmen tersebut bertujuan agar kepuasan pelanggan terpenuhi. Mega Eltra juga bergerak di bidang pemasaran sarana produksi pertanian. Apa yang dapat Anda kemukakan mengenai bisnis ini? Mega Eltra kan mempunyai tiga core business. Nah, pemasaran sarana produksi pertanian adalah bidang usaha yang kami kelompokkan dalam core business perdagangan. Di dalam bidang usaha perdagangan, distribusi pupuk merupakan penghasil terbesar penjualan PT Mega Eltra. Sebagai anggota holding PT PUSRI (Persero), PT Mega Eltra memiliki kemampuan dan sumber daya yang baik dalam perindustrian pupuk di sektor pangan, sektor perkebunan maupun perdagangan global. Hal ini semua didukung jaringan bisnis berupa kantor cabang yang tersebar seluruh Indonesia. Adapun jenis-jenis pupuk yang diperdagangkan adalah Urea, TSP, KCL, Phonska, NPK, SP-36, Kieserite Borat, Kaptan dan Nutrismart. Bagaimana Mega Eltra menangani bisnis pupuk itu? PT Mega Eltra memiliki komitmen kuat dalam perdagangan pupuk untuk mendukung tercapainya enam tepat sasaran yaitu: tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, tepat mutu dan tepat waktu. Pemasaran sarana produksi pertanian yang lain adalah kimia agro yang berjenis herbisida. Sejak 2009. PT Mega Eltra telah memproduksi herbisida dengan merk Rodap, Posamin dan Boris.

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

23


U T A M A | Wawancara Drs Sudar Wirataatmadja Ak MBA Seperti halnya bidang usaha distribusi pupuk, penjualan herbisida dilaksanakan di kantor-kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kombinasi bisnis Mega Eltra di bidang kelistrikan dan agribisnis ini agak unik. Bagaimana Anda menjelaskan hal ini? Jika kita mellhat sejarah berdirinya PT Mega Eltra, memang semula perusahaan ini bergerak dalam bidang kelistri-

Pada awal berdirinya perusahaan, sesuai core business yang ditetapkan pada saat itu, PT Mega Eltra banyak bergerak di bidang yang berkaitan dengan kelistrikan. Setelah ditambah satu bidang usaha yaitu perdagangan pada 1977, maka secara bertahap bidang usaha perdagangan mulai berkembang. Perlu diingat bahwa perusahaan telah mengalami pasang surut dalam melakukan usaha. Selain persaingan usaha yang semakin kompetitif, krisis moneter yang melanda tanah air dan dunia juga berpengaruh dalam bisnis. Sebelum krisis moneter melanda, porsi pekerjaan per bidang usaha relatif sama. Tapi saat krisis melanda, ada kebijakan pemerintah yang menunda pekerjaan kelistrikan. Sebagai tambahan informasi, pelanggan PT Mega Eltra adalah PLN. Pada saat itu pekerjaan yang masih memungkinkan adalah perdagangan. Bagaimana kondisi pasca krisis moneter? Nah, pasca krisis moneter, kelistrikan mulai bangkit kembali hingga saat ini. Jika melihat nilai penjualan PT Mega Eltra pada 2009, secara persentase, perolehan terbesar dihasilkan dari bidang perdagangan sebesar 66 persen, kemudian jasa konstruksi (termasuk pekerjaan jasa konstruksi kelistrikan) sebesar 29 persen dan industri cat sebesar lima persen.

kan. Pada 1977, perusahaan ini memperoleh tambahan modal dari pemerintah. Selain penambahan modal, pemerintah juga menambahkan bidang usaha baru hasil dari likuidasi PT Pembangunan Niaga, yaitu bidang usaha trading. Maka nama perusahaan yang semula PT Mega Electro (singkatan dan Mesin, Gaya dan Electro), setelah penambahan bidang usaha perdagangan menjadi PT Mega Eltra (Mesin, Gaya, Electro dan Trading). Bidang apa yang paling banyak dikerjakan oleh Mega Eltra?

Saham Mega Eltra dimiliki oleh Pusri dan Rekayasa Industri. Bagaimana hubungan kerja dengan dua induknya itu? Saham terbesar PT Mega Eltra dimiliki oleh PT PUSRI yaitu 38.759 lembar saham atau 98,73 persen dan 500 lembar saham atau 1,27 persen oleh PT Rekayasa Industri. Sebagaimana program Pemerintah tentang sinergi antarperuaahaan BUMN dan anak perusahaan di bawahnya, PT Mega Eltra dan induknya, Pusri dan Rekayasa Industri, secara aktif mendukung program itu. Selain efisiensi, manfaat lain sinergi tersebut adalah optimalisasi laba holding. Mega Eltra juga memiliki perusahaan cat. Bagaimana perkembangan anak perusahaan ini? Perusahaan cat yang dimiliki oleh PT

24 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Mega Eltra dikeloka oleh anak perusahaan yang bernama PT Sigma Utama. Produk cat yang dihasilkan utamanya adalah heavy duty protective coating and painting untuk keperluan kelautan, perkapalan, dan bangunan lepas pantai atau MOPC (Marine, Offshore and Protective Coating). Selain itu ada yang berjenis cat dekoratif dan abrassive blasting & inhibitor. Perkembangan PT Sigma Utama pada 2010 mempunyai tren meningkat baik dari produksi maupun penjualannya. Upaya-upaya untuk meningkatkan PT Sigma Utama terus digalakkan. Selain bersinergi, sebagai induknya, PT Mega Eltra juga mengupayakan terobosan pasar di lingkungan PT Pusri (Persero) dan di lingkungan perusahaan BUMN lainnya. Pada 2010 penjualan cat mencapal 102,6% dari proyeksi. Akan tetapi ke depan, PT Mega Eltra mengupayakan penambahan modal kerja sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan. Apakah ada arah baru perusahaan setelah pelantikan Direksi baru pada akhir 2010 lalu? PT Mega Eltra dalam lima tahun terakhir memiliki kinerja yang membaik. Namun demikian pertumbuhannya tidak signifikan. Maka langkah yang kami rencanakan sebagai Direksi baru antara lain adalah lebih mengoptimalkan peran perusahaan untuk bersinergi dengan holding dan perusahaan BUMN lainnya, revitalisasi bisnis, menuntaskan masalah-masalah keuangan dan asset, serta meningkatkan kapasitas produksi. Jadi, visi menjadi perusahan yang memiliki keunggulan daya saing berkelanjutan dalam bidang usaha Perdagangan Barang dan Jasa dapat segera tercapai. Prestasi apa yang menjadi target Mega Eltra pada 2011 ini? Prestasi yang menjadi target Mega Eltra pada 2011 dituangkan dalam RKAP dengan sasaran perusahaan yaitu tercapainya target penjualan naik 12,4 persen dari realisasi 2010. Sedangkan laba setelah pajak pada 2011 ini diproyeksikan naik sebesar 34,5 persen dari 2010. Mega Eltra juga menargetkan pada tahun ini menjadi perusahaan dengan kategori Sehat A. v


Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

25


EkBis

Ir Gamal Nasir MS

“Kita Harus Berani!� anyak yang kurang menyadari, kinerja

sektor perkebunan Indonesia semakin menunjukkan peran signifikan dalam

pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, sebagaimana biasa, sejumlah isu negatif juga muncul terkait sektor ini. Majalah Publik mewawancarai Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ir Gamal Nasir MS, mulai dari program-programnya sampai dengan soal kampanye negatif terhadap produk sawit dan juga konflik perusahaan perkebunan dengan masyarakat di sekitarnya. Berikut petikannya: Masyarakat umum biasanya malihat perkebunan dari bebarapa komoditas yang menonjol semisal kelapa sawit, karet, teh, dan tebu. Sebenarnya, komoditas apa saja yang menjadi perhatian Ditjen Perkebunan? Pembangunan perkebunan 20102014 akan lebih difokuskan pada 15 komoditas unggulan nasional, yaitu karet, kelapa sawit, kakao, kelapa, jarak pagar, teh, kopi, jambu mete, lada, cengkih, kapas, tembakau, tebu, nilam, dan kemiri sunan.

26 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Menurut Anda, bagaimana perkembangan menonjol terakhir mengenai komoditas-komoditas selain yang populer di mata awam itu? Ditjen Perkebunan salain mengembangkan 15 komoditas unggulan, juga mengembangkan komoditas spesifik dan komoditas potensial lainnya dangan dana yang bersumber dari APBN, APBD I, dan APBD II. Komoditas perkebunan mempunyai peran sebagai penghasil devisa negara, sumber pendapatan, penciptaan lapangan kerja, mendorong agribisnis dan agroindustri serta pengembangan wilayah. Berdasarkan itu maka prospek pengembangan komoditas perkebunan masih cukup bagus sejalan dangan meningkatnya permintaan pasar sebagai akibat pertumbuhan penduduk, misalnya industri farmasi dan kosmetik sejalan dengan kecenderungan masyarakat menggunakan produk-produk alami. Demikian juga kecenderungan parmintaan produk-produk organik dan specialty, berkembangnya industri makanan dan minuman, serta berkembangnya agrowisata berbasis perkebunan. Pengembangan komoditas perkebunan masih dimungkinkan karena masih banyak lahan potensial yang ditunjang tersedianya paket teknologi terapan sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan. Dari data yang tersedia, luas areal dan produksi perkebunan relatif naik-turun. Apa saja faktor utama yang mempengaruhi naik-turun keduanya? Naik-turun luas areal dan produksi tanaman perkebunan disebabkan 0Ieh adanya alih fungsi lahan serta kondisi tanaman tua atau tidak produktif, sehingga dilakukan peremajaan dengan tanaman perkebunan atau tanaman lainnya. Pada umumnya produktivitas tanaman perkebunan rakyat per ha jauh lebih rendah dibandingkan dengan


EKBIS | Ir Gamal Nasir MS: Kita Harus Berani!

u Bersama Menteri Pertanian Dr Suswono dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho ST. produktivitas per ha tanaman perkebunan besar. Di samping itu, untuk mutu hasil pada umumnya perkebunan rakyat juga lebih rendah. Memperhatikan hal tersebut, perkebunan-perkebunan besar mempunyai kewajiban teknis turut membina perkebunan rakyat di sekitarnya. Selain itu, untuk peningkatan produksi perkebunan rakyat terus dilaksanakan kegiatan-kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan penyuluhan atau bimbingan teknis, pengadaan sarana serta pengolahan dan pemasaran hasil. Peningkatan produksi juga dilakukan melalui intensifikasi, ekstensifikasi, rehabilitasi dan perbaikan sarana produksi. Pemeliharaan tanaman yang baik dan teratur, diterapkan juga dengan sistim panen yang lebih sempurna serta penggunaan sistem stimulasi dan jenis tanaman unggul serta peningkatan dalam bidang kultur teknis, seperti pemeliharaan tanaman yang lebih baik, pemakaian bibit unggul, pemberian pupuk yang lebih tepat dan teratur, serta peningkatan usaha pemberantasan hama tanaman. Bagaimana kebijakan umum Ditjen Perkebunan tentang perbenihan, sarana produksi, budidaya, serta perlindungan lahan dan produksi komoditas-komoditas tersebut? Kebijakan umum pembangunan perkebunan adalah mensinergikan

seluruh sumber daya perkebunan dalam rangka peningkatan daya saing usaha, nilai tambah, produktivitas dan mutu produk melalui partisipasi aktif masyarakat perkebunan, juga penerapan organisasi modern yang berlandaskan kepada ilmu pengetahuan dan teknologi serta didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan dimaksudkan untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi yang didukung oleh penyediaan benih bermutu, sarana produksi, perlindungan dan penanganan gangguan usaha serta pelayanan organisasi secara optimal. Untuk mewujudkan kebijakan umum tersebut ditempuh antara lain melalui dukungan penyediaan benih unggul bermutu dan sarana produksi serta penguatan kelembagaan perbenihan dan sarana produksi perkebunan. Terkait perlindungan dan penanganan gangguan usaha, saat ini ada yang mempersoalkan UU Perkebunan dengan mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Tanggapan Anda? Kalau yang dipersoalkan adalah luasan minimum dan maksimum areal

perkebunan, itu sudah ada aturannya. Soal lain, kalau tidak salah yang mengajukan uji materi ingin ada penghilangan sanksi terhadap gangguan perkebunan. Bagaimana mungkin pelanggaran hukum tanpa sanksi? Justru UU itu mewajibkan perkebunan besar membantu para petani di sekitarnya. Transfer teknologi dan keterampilan harus berjalan, dan sudah berjalan meskipun belum memuaskan kita. Uji materi itu dilatarbelakangi banyaknya konflik antara masyarakat di sekitar perkebunan dengan perusahaan. Bagaimana peta konflik itu? Petanya begini, karena otonomi daerah, yang mengeluarkan izin itu kan pemerintah di daerah. Daftar konfliknya ada di Ditjen dan cukup menumpuk, tapi wewenang kami hanya bisa mengimbau dan mengkoordinasikan agar semua mengikuti peraturan. Kembali ke soal pengembangan sektor perkebunan, apa saja prioritasnya? Prioritas kegiatan ini adalah menyediakan sumber bahan tanaman perkebunan melalui pembangunan dan pemeliharaan kebun induk atau kebun sumber benih serta penguatan kelembagaan usaha

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

27


EKBIS | Ir Gamal Nasir MS: Kita Harus Berani! (usaha perbenihan kecil maupun besar) dan kelembagaan UPJA (unit pelayanan jasa alat dan mesin) perkebunan. Sinergitas dukungan perlindungan perkebunan dan penanganan gangguan usaha terus dilakukan, hal ini dimaksudkan untuk memfasilitasi pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan penanganan gangguan usaha perkebunan (GUP). Prioritas kegiatan ini adalah menurunkan luas serangan OPT, pelatihan petani melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SL-PHT), penurunan titik api untuk kebakaran lahan dan kebun, penanganan kasus gangguan usaha perkebunan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Selain itu, pola partisipatif dalam pengembangan perkebunan perlu dilanjutkan karena dinilai cukup berhasil, dimana pemerintah hanya menyediakan bibit unggul melalui penyediaan kebun entries desa dan tenaga pendamping. Khusus mengenai kelapa sawit, selama ini hal krusial yang mengemuka adalah produktivitas per hektar lahan perkebunan kita masih di bawah Malaysia. Apa penjelasannya? Masih rendahnya tingkat produktivitas terutama perkebun rakyat (PR) yang belum menerapkan GAP (Good Agriculture Practice) masih banyak menggunakan benih asalan bahkan palsu. Industri hilir belum berkembang, hal ini terkait ekspor Indonesia sebagian besar (64 persen) masih dalam bentuk produk primer (CPO, crude palm oil, minyak sawit mentah). Sedangkan Malaysia, ekspor CPO-nya hanya sekitar 31-32 persen. Masih terbatasnya infrastruktur seperti jalan kebun, jalan produksi dan pelabuhan serta berbagai kebijakan yang tidak kondusif dengan terbitnya berbagai peraturan daerah (Perda), berbagai pungutan, PPN dan juga pajak ekspor.

Informasi dari lapangan, sudah tersedia benih sawit dari Costa Rica yang dapat menghasilkan tandan buah segar hanya dalam waktu 24 bulan. Bagaimana perkembangan benih sawit lokal sejauh ini? Perkembangan benih sawit lokal sudah sangat berkembang untuk men-

dukung pengembangan kelapa sawit di Indonesia. Pada saat ini telah ada delapan sumber benih resmi yang telah ditetapkan pemerintah yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit, PT PP London Sumatera Indonesia, PT Socfin Indonesia, PT Dami Mas Sejahtera, PT Tunggal Yunus Estate, PT Bina Sawit Makmur, PT Tania Selatan dan PT Bakti Tani Nusantara. Jadi para

28 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

pekebun sawit sebetulnya sudah terjamin stok benihnya. Bagaimana produksi dan kualitas benih lokal kita? Rencana produksi pada 2010 sebesar 155 juta kecambah dengan 35 varietas unggul. Varietas-varietas yang dilepas sesudah 2000 dengan materi induk yang lebih baik dan akan mulai berbuah mulai 14 bulan setelah tanam dan mulai dipanen 22 bulan tergantung varietasnya. Dengan menggunakan varietas baru dan mengikuti cara budidaya yang baik, pada tanaman menghasilkan (TM1) dapat diperoleh 6-7 ton per ha. Potensi produksi pada umur 6-9 tahun sekitar 25,9-32 ton per ha per tahun. Beberapa sumber benih memang menggunakan materi induk asal Costa Rica. Benih yang materi induknya asal Costa Rica kalau pemeliharaannya sesuai cara budidaya yang baik dapat menghasilkan pada umur 24 bulan. Dalam rangka mendukung perkembangan industri benih kelapa sawit terutama dalam memfasilitasi kegiatan pemuliaan tanaman untuk mendapatkan benih unggul bermutu kelapa sawit, Dirjen Perkebunan berinisiatif membangun Kebun Koleksi Sumber Daya Genetik di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Selain itun juga memfasilitasi eksplorasi sumber daya genetik kelapa sawit seperti ke Kamerun, Angola dan Brazil. Perbenihan jelas terkait dengan aspek penelitian dan pengembangan (research & development). Secara umum, bagaimana perkembangan litbang perkebunan kita dewasa ini? Penelitian dan pengembangan perkebunan saat ini termasuk penelitian dan pengembangan perbenihan dilaksanakan oleh Balai atau Pusat Penelitian Lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian


EKBIS | Ir Gamal Nasir MS: Kita Harus Berani! dan Pengembangan Pertanian (untuk komoditas selain yang dikerjakan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara, RISPA). RISPA menangani komoditas kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, kina dan tebu), dan perusahaan swasta. Kegiatan penelitian sangat mendukung pengembangan perkebunan terutama dalam penyediaan benih unggul baik benih sumber maupun benih sebar.

sistematis dan terus-menerus. Mencermati adanya berbagai tantangan tersebut, maka menjadi penting bahkan mendesak adanya upaya serupa untuk menghadapi meluasnya kampanye negatif ini, baik di dalam negeri, sesama negara produsen atau bersama seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini harus mampu menjangkau seluruh proses produksi kelapa sawit, baik yang sudah dibangun, apalagi yang akan dilanjutkan pengembangannya.

Nah, penyebarannya bagaimana? Ditjen Perkebunan memfasilitasi pelepasan varietas sehingga benih unggul yang dihasilkan itu tersebar di komunitas perkebunan selain mendorong varietas unggul lokal menjadi benih bina. Pada 2010 telah difasilitasi tiga kali sidang Tim Penilai dan Pelepas varietas. Hasilnya, kita melepas dua varietas kelapa sawit, tiga varietas kelapa kopyor, empat varietas kopi, kakao, cengkih, tembakau, mete, dan kemiri satu varietas, serta tebu empat varietas. Isu lingkungan senantiasa menyertai perkembangan komoditas perkebunan yang menonjol semisal kelapa sawit. Bagaimana Anda memandang hal ini ? Kita maklumi sajalah. Walaupun Indonesia kondisinya serba cukup mendukung untuk perluasan perkebunan, khususnya kelapa sawit, saat ini di masyarakat internasional sedang berlangsung meluasnya pemahaman dan sensitivitas terhadap isu-isu pelestarian lingkungan yang memandang perkebunan kelapa sawit Indonesia menyebabkan kerusakan lingkungan dan hutan, kerusakan keragaman hayati, serta berkurangnya habitat satwa yang dilindungi. Kampanye negatif sejumlah LSM baik tingkat nasional maupun internasional itu berlangsung melalui berbagai langkah dan cara yang cukup terencana,

Upaya riilnya bagaimana? Implementasinya melibatkan semua pemangku kepentingan sesuai dengan fungsi masing-masing, yang dikenal dengan kampanye green product kelapa sawit. Untuk maksud tersebut, sebagai bagian dari langkah yang ditempuh adalah melaksanakan seminar dan pertemuan dengan Pemerintah, Parlemen, Konsumen, dan LSM pada 2008 di Belanda, Inggris, dan Belgia, sedang pada 2009 di Amerika (Sacramento, Washington), dan pada 2010 di Helsinki (Finlandia), Brussel (Belgia), Australia, juga

Roma (Italia). Untuk dalam negeri, telah dilaksanakan sosialisasi pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Jakarta dan provinsi-provinsi sentra pengembangan kelapa sawit. Jadi kita sibuk setelah ada kampanye negatif? O tidak. Sebenarnya penerapan pembangunan berkelanjutan bukan atas tekanan atau permintaan pihak manapun melainkan merupakan sikap dasar bangsa Indonesia. Pemerintah sejak dulu telah mengembangkan program pembangunan berkelanjutan bahkan jauh sebelum munculnya isu-isu negatif tentang CPO. Sebagai misal, pada Program PIR telah berlaku ketentuan pembangunan berkelanjutan tersebut, yaitu layak secara ekonomi, layak secara sosial serta ramah lingkungan. Konsepsi pola PIR adalah membantu masyarakat miskin, masyarakat lokal di sekitar wilayah proyek.Dalam pelaksanaannya harus tunduk dan patuh dalam menerapkan kaidah-kaidah konservasi. Dunia internasional mengkampanyekan Rountable Sustainable Palm Oil, RSPO. Sementara kita ingin ISPO, Indonesian Sustainable Palm Oil. Bagaimana ini? Kita harus berani membuat standard sendiri. Kenapa kita penghasil sawit terbesar sejak dua tahun lalu, tapi tidak berani membuat standard sendiri? Indonesia sedang menyusun Sistem Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia Berkelanjutan atau ISPO itu. ISPO yang nantinya menjadi pedoman bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit dalam mengelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Dalam konsep ISPO tersebut tujuh kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, secara umum meliputi sistem perizinan dan manajemen

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

29


EKBIS | Ir Gamal Nasir MS: Kita Harus Berani! Apakah RSPO ada manfaatnya? Menurut mereka, manfaatnya antara lain menjamin komitmen perusahaan untuk memproduksi kelapa sawit berkelanjutan sesuai dengan prinsip dan kriteria RSPO. Ada juga janji imbalan untuk yang menerapkan RSPO antara lain insentif harga (premium price) untuk CPO yang telah mendapat sertifikat. Perkebunan mana saja yang telah mendapat sertifikat RSPO di Indonesia? Sejauh ini ada lima perusahaan perkebunan di Indonesia yang telah mendapat sertifikat RSPO, yaitu PT Musimas, PT Hindoli (Cargill), PT London Sumatera, PTPN III, dan PT Bakrie Plantation. Di samping itu, kebun plasma PIRTRANS PT Hindoli di Sumatera Selatan, merupakan perkebunan rakyat pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang telah memperoleh sertifikat RSPO.

perkebunan, penerapan pedoman teknis budidaya dan pengolahan kelapa sawit, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, tanggung jawab terhadap pekerja, tanggung jawab perusahaan terhadap individu dan komunitas, pemberdayaan kegiatan ekonomi masyarakat, dan komitmen terhadap perbaikan ekonomi berkelanjutan. Bagaimana pula pendapat Anda mengenai RSPO? RSPO adalah asosiasi nirlaba yang mempersatukan pemangku kepentingan dari tujuh sektor industri minyak kelapa sawit — perkebunan kelapa sawit,

pengelola dan penjual minyal sawit, penghasil produk konsumen, pengecer, bank dan investor, LSM lingkungan hidup dan LSM sosial, untuk mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk minyak sawit berkelanjutan. Ini dibentuk untuk menjawab tuntutan global akan minyak nabati yang diproduksi secara berkelanjutan. Tapi, sifatnya sukarela. Tujuan RSPO mempromosikan produksi dan penggunaan minyak sawit berkelanjutan melalui kerja sama di sepanjang rantai pasok (supply chain) dan dialog terbuka dengan para pemangku kepentingan (stakeholders).

30 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Indonesia kabarnya Iebih menginginkan penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Apa saja yang dapat Anda kemukakan menyangkut hal ini? Sebenarnya ISPO mirip dengan RSPO, beberapa hal hampir sama dan sama sekali tidak ada pertentangan. Seperti sudah saya bilang, Indonesia akan menerapkan ISPO yang akan menjadi kewajiban bagi seluruh pelaku usaha perkebunan kelapa sawit. ISPO berisi kumpulan peraturan tentang perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang wajib diikuti oleh pelaku usaha. Sebuah perusahaan di Indonesia apabila sudah memperoleh sertifikasi ISPO berarti semua peraturan sudah dipenuhi, berarti perkebunannya sudah sustainable. Dengan ISPO menunjukkan bahwa Indonesia berdaulat menentukan sendiri apa yang harus dilakukan dalam menentukan sustainable atau tidak. ISPO secara bertahap akan disosialisasikan ke seluruh dunia sehingga semua paham dan diakui oleh dunia. Karena dunia sudah berada di era globalisasi, apa strategi perkebunan kita yang dominan di sektor hulu (upstream, produksi), namun lemah di sektor hilir (downstream, industri dan perdagangan) dalam


EKBIS | Ir Gamal Nasir MS: Kita Harus Berani! posisi tawar di pasar internasional? Untuk mencapai sasaran, mewujudkan visi, misi dan tujuan, serta mengimplementasikan kebijakan pembangunan perkebunan selama periode 2010-2014, strategi pembangunan pertanian 20102014 yang dikenal dengan Tujuh Gema Revitalisasi menjadi strategi umum pembangunan perkebunan 2010-2014. Komponen tujuh gema revitalisasi dan penjelasannya secara garis besar adalah revitalisasi lahan, revitalisasi perbenihan, revitalisasi infrastruktur dan sarana, revitalisasi sumber daya manusia, revitalisasi pembiayaan patani, revitalisasi kelembagaan patani, dan revitalisasi teknologi serta industri hilir.

Adakah antisipasi untuk menghadapi kecenderungan global itu? Ya, kita berupaya meningkatkan daya adaptasi dan inovasi seluruh pelaku usaha agribisnis perkebunan sehingga mampu memanfaatkan peluang usaha secara efesien dan berdaya saing dengan tetap memperhatikan kelestariaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kita juga perlu memberdayakan subsistem hulu dan memperkuat subsistem hilir

Misalnya? Kita kan sudah menerapkan intercropping atau tumpangsari. Intercropping tanaman pangan dapat dilakukan terutama pada tanaman perkebunan yang belum menghasilkan sebelum kanopinya menjadi penghalang. Selain itu, kita dapat mendiversifikasi lahan perkebunan misalnya integrasi sawit dan peternakan sapi, kakao-kambing, karet-jagung. Tinggal bagaimana harmonisasi program kerja antar dinas dan instansi terkait di daerah-daerah.

Itu kan masih terlalu luas, apakah ada strategi yang spesifik? Ya memang. Untuk perkebunan, strategi khususnya adalah peningkatan produksi dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan, pengembangan komoditas, peningkatan dukungan terhadap sistem ketahanan pangan, investasi usaha perkebunan, pengembangan sitem manajemen informasi dan manajemen perkebunan, pengembangan SDM, pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha, juga pengembangan dukungan terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Apa yang dapat Anda gambarkan mengenai kondisi sektor perkebunan Indonesia di era perdagangan bebas yang disertai dengan kemungkinan krisis pangan? Kondisi komoditas perkebunan Indonesia sampai 5-10 tahun mandatang masih sangat menjanjikan. Alasannya, budidaya tanaman perkebunan merupakan usaha tani yang sangat potonsial bagi pertumbuhan industri dan perekonomian nasional. Sektor ini bisa menyerap banyak tenaga kerja, dari tingkat petani, produksi, maupun tingkat pemasaran. Potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia kita sangat mungkin mengembangkan serta meningkatkan kualitas pengembangan sub sektor perkebunan. Peningkatan pendapatan untuk sub sektor perkebunan perlu dilakukan, karana menunjang kelangsungan hidup rakyat dan negara ini.

Untuk dalam negeri, bagaimana mensinkronkan swasembada pangan dan komoditas perkebunan? Kita kan tidak ego sektoral. Kita ikut kebijakan nasional. Pangan itu komoditas utama dan komoditas politis. Kalau kita kurang beras dan mengimpor biasanya kan jadi polemik. Beras, jagung, kedelai, daging sapi, kita ingin swasembada. Itu pasti didukung perkebunan. Perkebunan juga berperan penting dalam membangun ketahanan pangan, karena di samping dapat maningkatkan panghasilan dan daya beli masyarakat terhadap bahan pangan, juga dapat meningkatkan ketersediaan pangan malalui optimalisasi panggunaan lahan perkebunan.

guna penciptaan nilai tambah dan daya saing usaha perkebunan dangan partisipasi penuh dari masyarakat perkebunan serta penerapan organisasi modern yang bardasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita juga akan selalu berusaha meningkatkan kinerja sub sektor perkebunan mulai dari pendekatan berorientasi peningkatan produksi hingga pendekatan pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkalanjutan dan terdesentralisasi

O ya, Anda kan duduk di Dewan Komisaris PTPN V. Mengapa pada 2010 PTPN V tidak masuk ke daftar BUMN yang labanya berlipat? Kembali lagi ke soal komposisi tanaman. Kebanyakan lahan sawit PTPN V itu eks plasma, perkebunan rakyat yang sedang turun produktivitasnya karena usia tanaman sudah tua. Sementara pabrik PTPN V banyak dipasok oleh lahan plasma itu. PTPN lain memiliki karet, PTPN V kan tidak. Jadi programnya memang harus replanting PTPN V itu, di samping membina petani plasma agar produksinya meningkat dan kapasitas pabriknya terpenuhi. Jangan dilupakan juga bahwa PTPN lain memiliki karet yang harganya sedang naik jauh lebih tinggi dari sawit. Jadi tidak mengherankan jika kinerja keuangan PTPN yang memiliki karet sedang bagus sekarang ini. Tapi, tetap saja PTPN V pun harus lebih meningkatkan kinerjanya.v GE

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

31


Meet up in the warm of Mahakam

nantikan produk terbaru kami di arena PENAS XIII TENGGARONG MAJALAH

PUBLIK Agar Indonesia Lebih Mulia

082111494636

32 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011


SUKSESKAN Pekan Nasional Kontak Tani & Nelayan Andalan

Melalui pemberdayaan dan penguasaan teknologi tepat guna, kita kembangkan daya saing perekonomian nasional dalam rangka peningkatan pendapatan petani nelayan.

Keluarga Besar

MAJALAH

PUBLIK Agar Indonesia Lebih Mulia

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

33


P E R S A D A | Yang Terpilih dalam Pemilukada Agustus-November 2010

Persada

Yang Terpilih dalam Pemilukada 2011

Tgl

Prov/Kota/Kab

Pasangan Terpilih

Partai Pendukung

∑ Suara

07/01

Tasikmalaya

Uu Ruzhanul Ulum Ade Sugianto

PPP, PDIP, PAN

263.099 32,25

10/01

Karimun

Nurdin Basyirun-Aunur Rafiq

Koalisi Besar

81.521

21/01

Kota Batam

Ahmad Dahlan-Rudi

PD, PKB

103.868 34

Dikuatkan MK

09/01

Grobogan

H Bambang Pudjiono SH H Icek Baskoro SH

PG, Gerindra, PKS

296.047 41,35

Dikuatkan MK

24/01

Kutai Barat

Ismael Thomas-Didik Effendi

PDI P, PAN, PD, Gerindra

40.512

Dikuatkan MK

30/01

Cianjur

Tjetjep Muchtar Soleh-Suranto

PD, PAN, PKS, PBB

Tgl

Prov/Kota/Kab

Pasangan Terpilih

02/02

Kota Gunung Sitoli

Martinus Lase-Aroni Zendrato

Nias Utara

Edwar Zega-Fangato Lase

Nias Barat

Adrianus Aroziduhu Gulo SH MH Hermit Hia

10/02

Partai Pendukung

%

92,2

45

Pilkada Ulang sebagian

∑ Suara

%

Keterangan

26.899

51

Satu putaran Satu putaran Dikuatkan MK

12.842

36,76 33,89

Kep Natuna

Ilyas Sabli-Imalko

PD, Hanura, PDK

12.824

Tj Jabung Timur

Zumi Zola - Ambo Tang

PAN,

58.019

Pelalawan

M Harris-Marwan Ibrahim

51.296

41

Rokan Hulu

Achmad-Hafith Syukri

80.466

35,33

Nunukan

Basri-Hj Asmah Gani

PG, PKS, Gerindra, Patriot 32.281

44,02

24/02

Kota Balikpapan

HM Rizal Effendi SE Heru Bambang SE

129.087

27/02

Kota Tangerang Selatan

Airin Rachmi Diany Benyamin Davnie

241.797

16/02

34 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Keterangan

51,67

Satu PutaranDikuatkan MK

Putaran kedua Dikuatkan MK


P E R S A D A | Yang Terpilih dalam Pemilukada Agustus-November 2010

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

35


P E R S A D A | Tuan Guru Berlabuh di Demokrat

Tuan Guru Berlabuh di Demokrat Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru H Zainul Majdi, yang pernah menjadi Anggota DPR dari Partai Bulan Bintang, kini memimpin

Partai Demokrat di provinsinya. Ada resistensi dari kader lama.

Biasalah.

36

Kegagalan Partai Bulan Bintang menembus electoral threshold pada Pemilu 2009 lalu membuat politisi PBB Nusa Tenggara Barat Tuan Guru H M Zainul Majdi yang juga gubernur provinsi ini mencari partai baru. Zainul adalah mantan politisi Partai Bulan Bintang (PBB) yang pernah menjadi anggota Komisi X DPR dari Fraksi PBB periode 1999-2004. Akhirnya Gubernur NTB itu berlabuh di Partai Demokrat. Bukan itu saja, Gubernur Zainul pun terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat dalam Musyawarah Daerah II, di Mataram, Minggu, 3 April 2010. Pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat itu hanya berlangsung dalam waktu 41 menit sejak Wakil Ketua Umum PartaiDemokrat Jhoni Allen membuka sidang pemilihan hingga penutupan. Pemilihan berlangsung di Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram, dan pada saat yang bersamaan terjadi aksi unjuk rasa belasan orang kader dan simpatisan Partai Demokrat NTB di depan hotel,

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

yang diwarnai aksi bakar bendera partai. Gubernur NTB periode 2008-2013 yang merupakan pendatang baru di kepengurusan Partai Demokrat itu juga langsung mengenakan atribut partai Demokrat, seusai terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTB periode 2010-2015. TGH M Zainul Majdi atau yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) itu juga merupakan Pemimpin Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan (NW), organisasi Islam terbesar di NTB, yang lahir di Pancor, Lombok Timur, NTB, 31 Mei 1972. Gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 38 tahun lebih itu merupakan doktor ilmu tafsir Al-Quran Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Usai Musda II Partai Demokrat NTB itu, kepada wartawan Zainul mengaku tertarik bergabung dengan Partai Demokrat karena merasa partai itu mengemban visi nasional dan religius. "Saya pikir itu bagus bagi NTB dan Indonesia ke depan, karena akan ada prilaku politik yang religius dan santun. Saya apresiasi kepada teman-teman pengurus


P E R S A D A | Tuan Guru Berlabuh di Demokrat Partai Demokrat yang secara kompak memilih saya, dan itu meyakinkan saya untuk berkiprah," ujarnya. Zainul juga mengaku akan berjuang semaksimal mungkin untuk menjadikan Partai Demokrat di NTB yang lebih fungsional atau lebih nyata kemanfaatannya untuk masyarakat. Menyinggung adanya aksi protes dari sejumlah keder Partai Demokrat yang tidak menghendaki pendatang baru memimpin partai itu, karena akan mengabaikan jasa-jasa kader partai yang sekian lama berjuang, Zainul mengaku tidak berkewenangan mengomentarinya. "Saya tidak dalam posisi mengomentari itu. Tapi, semangat dari Ketua Umum Partai Demokrat bahwa ini partai terbuka, partai yang ingin menghimpun seluruh potensi Indonesia, untuk itu saya menyambut baik," ujarnya. Zainul juga membantah tudingan dirinya hendak memanfaatkan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018. "Bukan tipe saya begitu, bukan tipe saya. Teman-teman juga tahu prosesnya sejak awal," ujar dia. Nah, soal memanfaatkan ini adalah wacana dari kader lama PD di NTB yang menentang Zainul masuk ke partai langit biru ini. Penolakan itu antara lain berbentuk unjuk rasa yang digelar oleh ratusan massa yang mengatasnamakan Koalisi Kader dan simpatisan partai demokrat (KKSPD) NTB. Aksi unjukrasa kader dan simpatisan partai yang telah memenangkan paket SBY-Boediyono tersebut tepat di depan kantor DPD partai Demokrat NTB, Jl Panji Tilar, Seruni Ampenan, Jumat, 1 April 2011. Dalam aksi penolakan terhadap pencalonan H. Zainul Madji, sempat terjadi aksi “anarkis” angkat meja yang dilakukan oleh salah satu simpatisan pada saat sedang dilakukan dialog antara perwakilan massa aksi (simpatisan) dengan Burhanudin ST, wakil ketua DPD partai Demokrat NTB yang juga selaku sekretaris OC dalam Musda. Selain berorasi mereka juga membawa beberapa pamflet dan spanduk besar yang bertuliskan isi dari tuntutan mereka,”Tolak Zainul Madji sebagai Ketua Demokrat,”. Mereka pun mengutuk keras sikap dari oknum DPP Demokrat

yang mengatasnamakan instruksi Partai Demokrat untuk mendukung Zainul Madji, dan meminta kepada dewan kehormatan agar menindak oknum tersebut karena terindikasi menerima suap. Para kader dan simpatisan itu mempunyai alasan tersendiri mengapa mereka menolak pencalonan Zainul Madji, hal ini dikarenakan merupakan sebagai salah satu strategi politik menjelang menghadapi Pemilukada 2013 mendatang. Menurut koordinator aksi, Kamsiah, mengatakan, bahwa penolakan itu dilakukan karena untuk menjadi ketua partai demokrat hanya dijadikan sebagai alat untuk menghadapi pemilukda 2013 mendatang. ”Kami menolak apabila PD hanya dijadikan sebagai alat untuk menghadapi pemilukada tanpa ada keinginan besar untuk memajukan partai kedepannya,”ucap salah satu kader partai

demokrat dari Lombok Tengah, dalam orasinya. Karena itu, para kader dan simpatisan Partai Demokrat yang berasal dari berbagai wilayah tersebut meminta kepada Zainul Madji, untuk lebih memusatkan diri untuk menjadi gubernur dalam membangun NTB, karena sampai saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi oleh masyarakat NTB, dan masih banyak janji-ianji Zainul Majdi, yang belum terealisasi, diantaranya masalah pendidikan dan kesehatan. Mereka juga mempertanyakan kenapa harus Zainul Madji, padalah menurut penilaian mereka masih banyak kader dari Partai Demokrat yang layak dan pantas untuk dijadikan sebagai ketua untuk memimpin partai tersebut kedepan. Kamsiah menambahkan. Kenapa harus memilih orang luar, loncat pagar, menjadi ketua DPD PD padahal masih banyak kader yang sudah berjuang untuk memajukan partai demokrat di NTB ini yang layak untuk menjadi pemimpin,”Kenapa kami dilupakan kenapa harus orang dari luar,”tegasnya saat melakukan dialog dengan wakil ketua DPD PD Burhanudin ST. Dalam dialog yang sempat memanas tersebut, perwakilan kader dan simpatisan ini juga sempat mempertanyakan Tatib Musda, terkait dengan keanggotaan, siapa yang bakal dicalonkan dalam musda. Bahkan, para kader dan simpatisan partai pendukung hingga dua kali SBY menjadi presiden RI ini, mengancam akan membakar kartu anggota mereka jika saja Zainul Madji, tetap juga dicalonkan dalam Musda. ”Jika ini tetap akan dilakukan maka kami akan mengambil tindakan berupa pembakaran kartu anggota,”ucap salah satu Kader militan PD NTB Lalu Saparudin. Sementara itu saat ditemui, Wakil Ketua DPD NTB Partai Demokrat, Burhanudin ST, mengatakan, aspirasi yang disampaikan oleh para kader dan simpatisan tersebut semuanya akan ditampung. Toh Musda sudah berlangsung mulus meskipun ada aksi massa. Tuan Guru pun berlabuh di Demokrat. Persoalannya memang, rombongan Tuan Guru mungkin ikut dan mengkhawatirkan para kader lama PD di NTB. v Teddi Septiadi

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

37


P E R S A D A | Rahudman Masih Bertahan

Rahudman Masih Bertahan Memasuki bulan keenam menjadi tersangka,

Wali Kota Medan Rahudman Harahap masih belum menjalani proses hukum. Kasusnya terkait korupsi saat ia menjabat Sekda di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pada mulanya adalah pelimpahan berkas dugaan korupsi korupsi tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Tahun Anggaran 2005 sebesar Rp1,5 miliar. Kasus ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan dengan terdakwa mantan Bendahara Kas di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Tapsel Amrin Tambunan. Dari hasil pengembangan penyelidikan ternyata Sekretaris Daerah Tapsel, yang kala itu dijabat oleh Rahudman Harahap, terlibat dalam kasus ini. Maka sejak akhir 2010, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan Rahudamn yang kini menjabat Wali Kota Medan, sebagai tersangka kasus yang sama “Hingga awal November 2010 lalu, kita mengajukan permohonan izin ke Presiden SBY untuk proses pemeriksaan dalam kasus TPAD melalui Kejagung. Kemudian pada pertengahan Januari 2011, tim penyidik telah menemukan in-

38 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

dikasi korupsi APBD tahun 2005 dengan kerugian negara sebesar Rp13,8 miliar,� ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sution Usman Adji. Atas temuan kedua ini, pihak Kejati melaporke Kejaksaan Agung. Setelah itu, pihak Kejagung meminta agar Kejati melengkapi laporan dugaan korupsi APBD 2005 senilai Rp 13,8 milliar ini disatukan dengan dugaan korupsi TPAPD dengan kerugian negara senilai Rp1,5 miliar sehingga nantinya sekali jalan dalam proses pemeriksaannya. Hingga saat ini pihak kejaksaan telah melengkapinya untuk permohonan izin pemanggilan dan pemeriksaan kembali kepada Presiden SBY, melalui Kejagung. Lebih lanjut dikatakan Kajati, meski menunggu surat izin pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Rahudman dari Presiden, kasus pemeriksaan terus berjalan. Dalam kasus Amrin Tambunan, Rahudman Harahap sempat menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi dana


P E R S A D A | Rahudman Masih Bertahan tunjangan aparatur pemerintah desa Tapanuli Selatan, di Pengadilan Negeri Padang Sidimpuan, awal Januari lalu. Rahudman menjadi saksi karena pada 2004 menjabat Sekda di Tapanuli Selatan. Rahudman hadir menjadi saksi setelah Amrin Tambunan, tersangka kasus ini, mengembalikan dana itu. Dalam kesaksiannya, Rahudman membenarkan dana tunjangan aparatur pemerintah desa memang ada. Tapi dia tak ingat kapan dana itu dicairkan. Sedangkan Sution menyatakan, memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Sekdakab Tapanuli Selatan itu. Apalagi, mereka menemukan bukti baru penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tapsel 2005- 2006 senilai Rp13,8 miliar. “Saya tidak akan mungkin mundur, karena publik menunggu ini. Saya pasti akan selesaikan kasus ini,” ujarnya. Sution menegaskan, temuan korupsi baru senilai Rp13,8 miliar itu tidak hanya diketahui penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, tapi Inspektorat Kejaksaan Agung (Kejagung). Itulah sebabnya mereka semakin mantap untuk menuntaskan kasus ini. “Kita masih menempuh prosedur, karena posisinya (Rahudman) saat ini pejabat publik dan kepala daerah, maka kita usulkan surat izin ke Presiden. Tapi, jika dalam 60 hari tidak keluar, sesuai undang-undang kita berwenang memeriksa,”tambahnya. Perhitungan 60 hari itu diperoleh sejak kasus tersebut digelar di hadapan Sekretariat Kabinet dan institusi terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kejagung, akhir Februari lalu. Jika dinilai sudah layak dan sesuai, maka surat izin tersebut disampaikan ke Presiden. Sution mengaku langkah hukum seperti ini pernah dilakukannya saat menjabat Kajati Sumatera Barat (Sumbar). Pada waktu itu, Wali Kota Padang tersangkut kasus korupsi.“Jadi ini pun kemungkinan tidak ada masalah, bisa

kita lakukan,” tukasnya. Terkait kedudukan Rahudman sebagai pengurus di salah satu partai politik,Sution menegaskan,hal itu bukan hambatan baginya.Langkah tegas yang ditunjukannya semata mata murni karena penegakan hukum.“Tidak ada dendam saya dengan dia (Rahudman).Tidak ada persoalan lain, ini murni penegakan hukum. Nggak mungkin saya tutupi sesuatu yang memang salah,” timpalnya pula. Penyidikan kasus tersebut juga atas restu dari Kejagung, sebab kasus tersebut terus dipantau dan diminta memperdalam penyelidikannya. “Doakan saja, saya minta dukungan masyarakat agar saya selesaikan kasus ini dengan cepat,” tandasnya. Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Rahudman Harahap ini pun mendapat tanggapan serius dari DPR RI. Komisi III DPR RI berencana akan membahas kasusnya dengan Kejagung. Kejati pun telah mengirimkan kembali datadata lain ke Kejagung guna melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya. Menurut Sution Usman Adji, data yang dikirimkan itu untuk melengkapi yang telah dikirimkan ke Kejagung. “Itu untuk keperluan Kejagung dalam pembahasan kasusnya di Komisi III DPR RI,” kata Sution. Sembari menunggu surat izin pemeriksaan, Kejati melakukan ekpose perkara di Kejagung, dan

terkuak jumlah dana dugaan korupsi itu menjadi bertambah Rp13,8 miliar berdasarkan temuan Inspektorat Pemprovsu. Proses pemeriksaan Wali Kota Medan Rahudman Harahap oleh Kejatidalam kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Kabupaten Tapsel TA 2005 sebesar Rp1,5 miliar ini memang masih terkendala surat izin pemeriksaan dari Presiden. Padahal, ambang batas waktu yang ditentukan sudah lewat. Ada dugaan orang nomor satu di Kota Medan itu melakukan lobi-lobi politik di Jakarta, agar kasus yang disangkakan kepadanya diperlambat. Ketua Korps Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi Sumatera Utara (Kompaksu), Aulia Rahman, meminta instansi yang menangani kasus ini perlu melakukan pengawasan dan pengintaian terhadap gerak-gerik Rahudman Harahap. “Jika dalam 60 hari tidak keluar izin Presiden, sesuai Undang-Undang, Kejati berwenang memeriksa dan menahannya. Apapun ceritanya, Kejati harus gerak cepat,” kata Aulia Rahman. Sution Usman Adji mengaku sudah mendengar upaya lobi politik terhadap instansi terkait di Jakarta. Sution juga mengaku dirinya tidak takut dicopot karena menentang Kejagung dalam kasus ini. “Siapapun yang nantinya menjabat sebagai Kajati, pasti akan melanjutkan kasus Rahudman ini karena telah menjadi perhatian publik di Sumut,” katanya. Disinggung Sekretaris Kabinet (Seskab) sengaja memperlambat pengajuan surat izin pemeriksaan Rahudman ke Presiden. “Saya siap mundur, kalau memang nantinya kasus ini sengaja diperlambat oleh pihak Seskab,” tegasnya. Sution mengungkapkan, sejauh ini pihakya belum mendapat intervensi dari Kejagung ataupun dari pihak Seskab dalam penanganan kasus ini. Tapi tampakanya penantian masih berlangsung. v Dodi

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

39


Advertorial

B

eberapa waktu lalu Walikota Prabumulih, Sumatera Selatan, Drs H Rachman Djalili MM dan Wakil Walikota Ir Ridho Yahya MM menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Panti Asuhan Riyadhul Kholishin, di Jl Jenderal Sudirman tepatnya di belakang Radio Pentas atau samping Kantor Ranting PLN Prabumulih Cabang Lahat. Selain melakukan peletakan batu pertama, suami Hj Herawati ini juga ikut menyumbang secara pribadi pembangunan panti asuhan milik Yayasan Islam Maliki Kota Prabumulih, berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta. Sementara wakilnya, Ridho Yahya membantu menyumbang berupa bahan material batu bata sebanyak 5000 buah. Dalam kata sambutannya, Rachman Djalili mengharapkan pembangunan sarana dan prasarana ini dapat berjalan dengan baik ter-

40 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Prabumulih Hir


rau Yatim Piatu

Advertorial masuk mampu menciptakan generasi yang islami dan pintar di kemudian harinya dari panti asuhan tersebut. “Disamping itu saya juga ingin mengingatkan kepada panitia pembangunannya, agar lebih meninggikan lagi pembangunan lantai gedung panti asuhan minimal 75 cm dari permukaan tanah. Maksudnya supaya tidak dimasuki air dan lebih tinggi dari badan jalan,� sarannya yang langsung diikuti aplaus tepuk tangan tanda setuju dari tamu undangan dan panitia pembangunan panti asuhan. Selain dihadiri istri Wako dan Wawako Prabumulih, acara yang dimeriahkan oleh alunan merdu vocal group nasyid remaja dan shorafal anam ibu – ibu Yayasan Islam Maliki Kota Prabumulih, juga dihadiri perwakilan Polres Prabumulih, Zipur II/ Dam Sriwijaya, Pertamina EP Region Sumatera, dan Bank-bank yang beroperasi di Kota Prabumulih serta tamu undangan lainnya.v

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

41


Niaga RNI dalam Pusaran Korupsi Alkes

PT Rajawali Nusantara Indonesia sudah disebut-sebut dalam kasus korupsi alat kesehatan yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. RNI menang tender, tetapi menyerahkan pelaksanaan proyek ke perusahaan keluarga Tanoesoedibjo.

anjutan proses hukum pengadaan alat kesehatan (alkes) yang sedang dalam penanganan Komisi Pemberantasan Korupsi membawa-bawa nama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), sebuah Badan Usaha Milik Negara yang memiliki usaha agribisnis dan alat kesehatan sekaligus. Boleh jadi KPK juga akan menelusuri apakah RNI terlibat dalam rangkaian korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi dan mantan pejabat tinggi Kementerian Kesehatan serta kelompok usaha kelolaan keluarga Tanoesoedibjo. Kasus ini merupakan pengembangan penyidikan dari kasus pengadaan serupa di Kementerian Kesejahteraan Rakyat yang kala itu dipimpina oleh Aburizal Bakrie. Mantan Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) Sutedjo Joewono menjadi tersangka dan sudah ditahan. Direktur Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan Ratna Dewi Umar yang berstatus tersangka mengakui keberadaan RNI sebagai rekanan pengadaan alkes untuk penanganan outbreak flu burung di instansinya pada 2006. Bersama RNI, ada dua perusahaan BUMN lain yang ikut berpartisipasi dalam tender. RNI pemenangnya.

42 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

“Peserta tender BUMN semua. Ada Biofarma, Indofarma dan RNI,” ungkap Ratna melalui penasihat hukumnya LLM Samosir pertengahan Maret 2011 lalu. Pernyataan Ratna melalui penasihat hukumnya semakin memperjelas dugaan keterlibatan PT Prasasti Mitra dalam kasus ini. Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan Ferry Wibisono, sempat mengungkap dugaan keterlibatan PT Prasasti Mitra dalam kasus korupsi proyek pengadaan itu. PT Prasasti dengan Direktur Utamanya Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, kata Ferry, diduga terlibat dalam subkontrak dengan RNI. “Awalnya RNI memenangi kontrak, cuma tidak bekerja. Nah, akhirnya PT ini yang mengerjakan (PT Prasasti Mitra),” ujarnya. Persaoalannya, lanjut Ferry, tercium adanya mark-up (penggelembungan harga) alkes oleh PT Prasasti Mitra. Penunjukkan PT Prasasti MItra sebagai rekanan, lanjut Ferry, pun dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku alias melalui penunjukkan langsung. Tidak hanya itu, proyek alat kesehatan yang telah merugikan negara sebesar Rp32 miliar itu, juga tak lepas dari prak-


N I A G A | RNI Dalam Pusaran Korupsi Alkes tik manipulasi. PT Prasasti Mitra, diduga turut serta bekerja sama memanipulasi alkes yang akan dialokasikan. Caranya dengan menyertakan sejumlah alat kesehatan yang justru tak berhubungan dengan penanganan wabah flu burung, antaranya alat bedah medik. Dalam penanganan kasus flu burung, alkes sederhana yang diperlukan antara lain pelindung dari penularan, perlengkapan infus, dan keperluan injeksi. Namun, ada juga yang mahal. Yang mahal inilah rupanya sasaran mark-up atau penggelembungan harga. Alkes yang diduga digelembungkan itu antara lain berupa bronchoscopy merk Olympus buatan Jepang, dengan harga kontrak satu unitnya diperkirakan Rp 538 juta u Ferry Wibisono. dan harga subkontraknya Rp529,9 juta. Namun ternyata harga agennya hanya kembali alat-alat yang sama kepada Rp 168 juta. Selisihnya mencapai Rp370 RSUD yang sebelumnya sudah pernah juta. Sedangkan untuk alat ini, Depkes menerima. Jadi alkes itu sudah tidak saat itu membutuhkan sekitar 11 unit. diperlukan karena sudah tersedia. Contoh lain yaitu, alat defibrillaSelanjutnya, dalam proyek pengadaan tor criticare buatan USA, diperkirakan ini dicurigai adanya suap. “(Dari manipuharga kontraknya Rp103 juta dan harga lasi itu) berakibat muncul kickback atau subkontrak Rp101 juta. Ternyata harga suap,” kata sumber di KPK. agennya hanya Rp30,6 juta, markup 237 Dalam kasus ini KPK telah menetappersen atau Rp 72 juta. Untuk alat tersekan dua orang tersangka yakni, Sekretaris but Depkes membutuhkan 25 unit. Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bina Barang-barang itu didistribusikan ke Pelayanan Medik (Yanmedik) Kementeri100 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) an Kesehatan Mulya A Hasyim. Ketika itu di beberapa Provinsi kawasan Indonesia Mulya menjabat sebagai Sesditjen, berTimur seperti Sulawesi, Kalimantan, tanggung jawab dalam pengadaan yang Papua, dan Maluku. anggarannya telah digelembungkan. Selain mark up, modus korupsi juga Terdapat pula nama mantan Direktur dilakukan melalui upaya pengiriman Bina Pelayanan Medik Dasar Kemenkes

Ratna Dewi Umar. Ratna ditetapkan sebagai tersangka dalam posisinya selaku kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen dalam pengadaan alkes dan perbekalan. Dari kedua nama tersangka tersbut, KPK sedikit bersikap sedikit tertutup. Hal itu, dilihat dari penetapan tersangka Ratna Dewi Umar yang ditutup selama satu tahun. Ratna, ditetapkan tersangka pada Mei tahun 2010 dan baru diketahui publik pada 3 Maret 2011. KPK sendiri beralasan ditutupinya penetapan tersangka lantaran sedang melakukan proses penyidikan. KPK pun belum menetapkan tersangka dari pihak rekanan. “Sedang dalam proses,” ujar sumber KPK lainnya. Apakah rekanan itu termasuk juga RNI, atau hanya Prasasti Mitra saja sebagai kontraktor? KPK pun belum menjelaskan. Namun muncul pertanyaan, mengapa RNI yang notabene mengikuti tender kemudian menyerahkan pelaksanaan proyek ini sepenuhnya kepada Prasasti Mitra? Kemudian, apa bentuk dan isi kontrak kerja sama antara pemenang tender dan subkontraktornya, dalam hal ini RNI dan Prasasti Mitra? Itu semua masih memerlukan waktu untuk mengetahuinya. Di sisi lain, Direktur Penyidikan KPK Ferry Wibisono yang sudah menguasai masalah ini malah ditarik kembali Ke Kejaksaan Agung. Jadi?v

GE

u Ratna Dewi Umar.

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

43


N I A G A | PP Mengejar yang Rp335 Miliar Itu

Mengejar yang Rp335 Miliar Itu

Setelah membukukan laba bersih senilai Rp201,65 miliar,

PT Pembangunan Perumahan Tbk ingin mengereknya lagi. Target laba 2011 dipatok Rp335 miliar.

Dari mana laba berasal?

P

T Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) membukukan laba bersih Rp 201,65 miliar sepanjang 2010, angka ini naik 23,51 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp 163,2 miliar. Laporan Keuangan yang keluar pertengahan Maret lalu menjelaskan, meski ada peningkatan laba bersih, laba bersih per saham dasar perseroan turun tipis menjadi Rp 42 per lembar dari sebelumnya Rp 43 per lembar pada tahun sebelumnya. Naiknya laba bersih ini disumbang dari naiknya pendapatan perseroan atas kontrak-kontrak baru serta beban perseroan yang turun. Pendapatan perseroan naik dari Rp 4,2 triliun di tahun 2009 menjadi Rp 4,4 triliun di 2010. Perseroan juga mencatata kenaikan aset di akhir 2010 menjadi Rp 5,4 triliun, dari sebelumnya Rp 4,1 triliun per 2009. Perusahaan konstruksi pelat merah itu melangsungkan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) pad Februari 2010 di harga Rp 580. Selanjutnya PTPP menargetkan laba bersih di 2011 sebesar Rp 335 miliar atau naik 66 persen terhadap estimasi laba bersih 2010. Target ini Seiring dengan proyeksi maraknya industri konstruksi pada tahun itu semisal pembangunan jalan, pelabuhan, termasuk proyek-proyek ramah lingkungan.

44 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011


N I A G A | PP Mengejar yang Rp 335 Miliar Itu

u Dirut PT PP Ir Musyanif. Beberapa antaranya adalah perluasan pelabuhan Tanjung Priok, pembangunan pelabuhan baru di Jawa Timur, jalan tol dan jalan non tol serta proyek pembangkit listrik tenaga batu bara dan panas bumi (geothermal) yang ramah lingkungan. Perseroan juga memproyeksikan pendapatan di 2011 senilai Rp 8,4 triliun, ditopang dari sisa kontrak (carry over) di 2010 sebesar Rp 6 triliun serta kontrak baru, yang merupakan kontribusi dari proyek konstruksi reguler sekitar 75

persen dan dari proyek EPC berkisar 25 persen. PTPP juga mengincar proyek-proyek dari BUMN infrastruktur di antaranya dari Pelindo, Angkasa Pura, Bukit Asam serta proyek-proyek EPC dari PLN. "Kami optimistis memperoleh kontrak baru naik dua kali lipat karena beberapa proyek besar yang semula diproyeksikan dapat diperoleh tahun lalu pada kenyataannya mengalami penundaan ke 2011," kata Direktur Utama PTPP Musyanif. Tahun ini, BUMN konsturksi itu menargetkan order book sebesar Rp 22 triliun yang terdiri dari kontrak baru Rp 16 triliun dan kontrak carry over sebesar Rp 6 triliun. Pada 2011 industri konstruksi tampaknya masih bergairah sebagaimana terlihat masih tingginya kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air dengan tersedianya dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011 untuk konstruksi dan infrastruktur sebesar Rp 128 triliun serta tersedianya opportunity pada Public Private Partnership (PPP) 20102014 sebesar Rp 417 triliun. Untuk menopang operasinya, PP juga menerbitkan surat utang jangka menengah, medium term notes (MTN), senilai Rp100 miliar dengan jangka waktu 18 bulan terhitung mulai 28 Februari 2011. Surat utang ini akan jatuh tempo pada 28 Agustus 2012. Menurut Musyanif , penawaran terbatas ini dilakukan oleh PT Mandiri Sekuritas. Perseroan juga mencatat total kontrak baru sepanjang Januari 2011 sebesar Rp

1,29 triliun. Kontrak baru dihasilkan oleh beberapa proyek konstruksi. Salah satu proyek itu adalah jalan bypass di kawasan industri Banggai, Luwuk, Sulawesi Tengah senilai Rp242 miliar. Pemilik proyek ini adalah Donngi Senoro Banggai LNG yang akan mengeksplorasi gas di sana. Jika sesuai rencana, gas dari lapangan Donggi-Senoro akan berproduksi pada kuartal 1 dan 2 tahun 2013. Ditjen Migas Kementerian ESDM telah menyerahkan tiga opsi pengembangan lapangan Donggi-Senoro yaitu 100 persen untuk domestik, 100 persen untuk ekspor, serta kombinasi domestik dan ekspor. Keputusan itu akan diambil dalam sidang kabinet. Untuk mengembangkan lapangan ini diperlukan dana 3,7 miliar dollar AS dengan perincian 1,7 miliar dollar AS untuk pengembangan hulu dan 2 miliar dollar AS untuk sektor hilir. Dengan perkiraan nilai tukar rupiah terhadap dollar Rp 10.000, maka biaya yang diperlukan sekitar Rp 37 triliun. Saat ini ada tiga perusahaan yang berminat membeli gas Donggi-Senoro yaitu PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Panca Amara Utama (PAU). Ketiga perusahaan itu, membutuhkan pasokan gas sekitar 211 MMSCFD. Proyek PP lainnya adalah simpang susun Kebon-Jeruk Tangerang milik PT Jasa Marga. Nilai proyeknya mencapai Rp118 miliar.vGE/Dodi

PROYEK PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN TBK 2011 No 1

2

3

4

Nama Proyek Proyek Konstruksi Jalan Raya Bypass Kawasan Industri Banggai Sulawesi Tengah Proyek Penambahan Lajur Ruas Simpang Susun Kebon Jeruk Tangerang (Km07+500 - Km25+300) sepanjang 18,8 km Proyek Pembangunan Hotel The Terrace Bali Paket Pekerjaan Struktur Persiapan host APEC 2013 Proyek Combined Cycle Power Plant (EPC) 120 MW

Pemilik PT Donggi Senoro LNG, konsorsium Mitsubishi, PT Medco dan PT Pertamina. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

Nilai Proyek Rp242 miliar

PT Teras Nirwana Bali

Rp43 miliar

PT PLN

Rp889 miliar

Rp118 miliar

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

45


Politik

Menelisik RUU Pemilukada

Rancangan Undang-Undang tentang pemilihan kepala daerah sedang dibahas. Selain pemilihan

gubernur melalui DPRD, apa lagi usulan pemerintah?

einginan pemerintah merombak sistem pemilihan kepala daerah benar-benar diwujudkan dalam Rancangan UndangUndang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah. RUU inisiatif pemerintah yang sedang disusun itu tidak hanya menetapkan pemilihan Gubernur oleh DPRD, tetapi juga memisahkan pemilihan kepala daerah dan wakilnya. Pemerintah menginginkan pemilihan hanya dilakukan untuk kepala daerah, sedangkan wakil kepala daerah diangkat langsung. ”Penyusunan RUU ini didasarkan pada ketentuan pasal 18 ayat (4) UUD 1945 yang menetapkan bahwa gubernur, bupati, walikota sebagai kepala pemerintah daerah dipilih secara demokratis. Dalam hal ini, tidak ada amanat konstitusi tentang pemilihan wakil kepala daerah,” kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, Senin, 4 April 2011.

46 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Menurut Gamawan, sebaiknya pemilihan kepala daerah tanpa wakil. Karena fakta selama ini telah menunjukan bahwa pejabat nomor satu dan wakil sering tidak kompak atau ada disharmoni seusai pilkada. Konflik seperti ini sering menghambat pemerintahan karena keduanya sama-sama mendapat amanat langsung dari rakyat. ”Konflik antara kepala daerah dan wakilnya akan bisa dihindari jika posisi wakil melalui pengangkatan,” kata Gamawan. Soal pemilihan gubernur oleh DPRD, Gamawan beralasan kepala pemerintahan untuk provinsi diperankan sebagai dual role. Yakni gubernur sebagai kepala daerah sekaligus wakil pemerintah pusat di wilayah provinsi, sehingga sistem pemilihannya tidak harus sama dengan bupati atau walikota. Rancangan UU yang merupakan revisi atas UU No 32/2004 tentang Pemer-


P O L I T I K | Memilih Langsung atau Titip DPRD intahan Daerah ini juga memperketat persyaratan calon kepala daerah, yakni tidak dalam status terdakwa, tidak sedang menjabat (petahana), dan tidak memiliki hubungan darah dengan petahana. ”Artinya, anak dan istri kepala daerah tidak boleh dicalonkan,” kata Gamawan. Bila muncul sengketa hasil pilkada, lanjut Gamawan, ada dua lembaga peradilan yang berwenang menangani. Yakni Mahkamah Agung untuk pemilihan gubernur, dan Mahkamah Konstitusi untuk pemilihan bupati atau walikota. Bila terkait dengan putusan tata usaha negara, dilaksanakan oleh PTUN setingkat di atasnya. ”RUU ini sedang diharmonisasi, untuk selanjutnya dimintakan amanat presiden sebelum dikirim ke DPR,” ujar Gamawan. Anggota Komisi II DPR, Abdul Malik

Mengenai usulan Pemerintah yang menginginkan pemilihan gubernur lewat DPRD, fraksi-fraksi partai besar menolak usul itu, kecuali Fraksi Partai Demokrat. Dimasukkannya pasal tersebut, menurut Kementerian Dalam Negeri, karena gubernur hanya memiliki level otonomi terbatas. Pemerintah pun menganggap pemilihan melalui DPRD meminimalisir politik uang serta menekan biaya pemilu. Namun Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Chairuman Harahap mengatakan, alasan-alasan tersebut tak dapat membenarkan pengembalian sistem pemilihan gubernur oleh DPRD seperti di masa lalu. "Tidak bisa begitu. Jika dipilih lewat DPRD berarti hanya oleh sekelompok orang saja," ujarnya. Menurutnya, pemilihan gubernur langsung oleh rakyat lebih

Haramain menyatakan dukungan terhadap klausul larangan bagi calon kepala darah yang masih ada hubungan darah dengan petahana. ”Karena sudah pasti ada penyalahgunaan wewenang dalam proses pencalonan anggota keluarga,” kata Malik. Politisi muda PKB ini meminta pemerintah mempertegas larangan bagi kepala daerah yang sudah menjabat dua periode menjadi calon wakil kepala daerah. Hanya, soal pemisahan pemilihan kepala daerah dengan wakilnya, Malik mendesak Mendagri memikirkan soal legitimasi sang wakil ketika harus menggantikan posisi kepala daerah yang berhalangan. ”Jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” kata Malik.

demokratis karena menyuarakan langsung suara per individu tanpa perantara sekolompok orang. Dia pun tak sepakat dengan alasan pemerintah yang menyatakan, sistem ini mampu meminimalisir politik uang pada pemilihan gubernur. Menurutnya, politik uang hanya bisa diatasi dengan penegakan hukum. "Tidak akan berpengaruh sistem ini terhadap praktek politik uang. Harus menegakkan secara tegas aturan-aturan hukum untuk mencegah politik uang," tegasnya. Sejalan dengan hal tersebut, Fraksi PDIP pun mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan kembali draf yang berisi pengembalian sistem pemi-

lihan gubernur lewat DPRD. Menurut Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP, Ganjar Pranowo, pemilu dan pemilu kada adalah satu-satunya kesempatan rakyat untuk menentukan secara langsung pilihan hatinya. "Penentuan kebijakan lainnya, rakyat kan tidak bisa ikut menentukan. Misalnya pertimbangan untuk menaikkan anggaran gaji. Ini satu-satunya kesempatan rakyat, malah mau dikembalikan ke DPRD." Dia pun meragukan sistem tersebut dapat menekan biaya pemilu kada maupun mengurangi praktek politik uang. Menurutnya, hal ini justru memperbesar "permainan" di DPRD. "Tolong pemerintah hati-hati, pertimbangkan masak-masak. Tidak ada jaminan biaya lebih kecil. Bisa jadi lebih besar, karena pemilu legislatif daerah kan masih langsung, jadi kemungkinan DPRD untuk 'bermain' ya di pemilihan gubernur," terangnya. Efisiensi biaya Pemilukada, ujarnya, dapat dilakukan dengan cara pembatasan biaya kampanye. Ganjar pun mempertanyakan potensi menang bagi calon independen, jika sistem ini jadi diterapkan. Kekuatan nonpartisan menurutnya tipis kemungkinan akan menang. Padahal calon independen mempunyai potensi suara dari pemilih nonpartai, sehingga akan ada representasi suara yang tidak terakomodir. Di sisi lain, Fraksi Partai Demokrat sepakat dengan draf yang diusulkan pemerintah. Menurut anggota Komisi II dari Fraksi Demokrat, Ignatius Mulyono, pemilihan gubernur akan lebih efektif dan efisien jika melalui DPRD. Pemilihan calon pun, menurutnya, akan lebih selektif jika melalui DPRD. "Usulan pemerintah ini dapat dipertimbangkan. Tapi ini masih akan kita dalami dan lihat dasarnya," ujar Ketua Badan Legislasi DPR itu.v

GE/Dodi

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

47


Neraca

Inong Malinda dan Pernik-perniknya Kaya, cantik,

awet muda pula. Pasti banyak yang menginginkan hal serupa. Tapi, siapa mau mengalami hidup di penjara seperti

Inong Malinda?

Muncul di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Senin, 4 April 2011, Inong Malinda Dee, 47, tampak seperti saksi ketimbang tersangka. Mengenakan setelan blus pin dengan kerudung hitam, tersangka pembobol belasan hingga puluhan miliar dana di rekening nasabah Citibank itu tampak segar. Tapi toh ia mengaku sakit ketika diajak ke kantor tempat ia berkantor selama puluhan tahun. Inong Malinda Dee batal dibawa ke Kantor Citibank Landmark, Jakarta Selatan, untuk pengembangan kasus yang menjeratnya. Ia tiba-tiba merasa tak enak badan alias sakit saat sedang menuju ke tempat tujuan. "Tadi sudah di tengah jalan. Kita balik lagi," kata

48 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

pengacara Malinda, Halapancas Simanjuntak. Menurut Simanjuntak, kliennya kini sedang istirahat di lantai 12 gedung TNCC. Biasanya Inong menjalani pemeriksaan di gedung tersebut. Namun, saat itu, penyidik tengah rapat. Simanjuntak menjelaskan seharusnya Inong ke kantor Citibank untuk pengembangan penyidikan. Kedatangannya juga sekaligus memastikan status Inong sebagai karyawan bank tersebut. Pengacara Inong mengatakan hingga kini kliennya belum dipecat dari Citibank. Terakhir ia menjabat Senior Relationship Manager di bank tersebut. Sedangkan pihak Citibank menyatakan sudah memecatnya sejak Februari lalu.


N E R A C A | Inong Malinda dan Pernik-perniknya "Kami sudah memberhentikan dia," kata juru bicara Citibank, Ditta Amahorseya. Satu bulan sebelum kasusnya terungkap ke publik, Malinda telah dicopot dari jabatannya sebagai Senior Relationship Manager di Citibank. Namun, kata Simanjuntak, Malinda masih berstatus sebagai karyawan. “Tapi nonjob,” ujar Simanjuntak. Ia mengatakan, kliennya telah bekerja di Citibank selama 20 tahun lebih. Ia membantah kalau Malinda telah dipecat oleh Citibank. “Statusnya karyawan belum ada surat pemutusan pemecatan. Nggak ada suratnya,” ujarya. *** Malinda diduga menggelapkan uang nasabah kemudian memindahkan uang tersebut ke sejumlah rekening lain yang kemudian berakhir ke rekening miliknya. Awalnya polisi menduga kerugian yang diderita nasabah dan Citibank sekitar Rp 17 miliar. Namun dari harta-harta yang disita diduga hasil kejahatan tersebut melebihi angka itu. Sejauh ini polisi telah memeriksa belasan saksi yang diduga mengetahui mengenai sepak terjang dari Inong.

Bahkan polisi juga sudah menetapkan teller Citibank yang menjalankan perintah Inong sebagai salah satu tersangka. Dalam keterangan sebelumnya Kadiv Humas Mabes Polri , Anton Bachrul Alam mengungkapkan bahwa selama bekerja di Citibank selama 20 tahun, Malinda kerap memperhatikan transaksi nasabah utama atau prioritas. Isteri pemain iklan, Andhika Gumilang itu mempelajari ke mana nasabah melakukan transfer atau kegiatan perbankan lainnya. Dan selama tiga tahun terakhir, Malinda juga dibantu teller untuk mentransfer dana nasabah ke bank lain. “Di bank itu uangnya diendapkan dulu baru masuk ke perusahaan milik dia,” ujar Anton. Selama menjalankan kejahatannya, Malinda diduga tidak hanya menggunakan satu modus saja. Dan untuk mengungkap modus itu, penyidik akan melakukan rekonstruksi, sedangkan bank melakukan audit untuk mengetahui jumlah dana yang dikuras Malinda. “Lama terendus karena nasabah prioritas memiliki uang banyak. Diambil Rp 2 miliar saja belum tentu ketahuan,” ujar dia. Polisi menjerat Malinda dengan Pasal 49ayat 1 dan 2 UU no 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU no 10

tahun 1998 tentang Perbankan dan atau Pasal 6 UU no 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU no 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU no 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. “Malinda dengan sengaja melakukan pengaburan transaksi, pencatatan tidak benar pada voucher, slip, transfer, penarikan dana milik nasabah untuk pindahkan ke beberapa rekening yang dikuasai dia,” kata Anton. Namun, bukan substansi kasus pembobolan bank itu yang menyebar ke publik. Kehidupan pribadi Malinda tampaknya menjadi komoditas empuk bagi media, dan tentu saja publik menyukainya. Katakanlah misalnya foto-foto Malinda dengan pose anak muda yang sudah menyebar ke mana-mana. Lantas harta benda sitaan juga hubungannya dengan Andhika Gumilang, bintang iklan rokok itu. Itu semua tampaknya terkait dengan nasabah pelapor yang merasa dirugikan Malinda. *** Pertengahan Januari lalu seorang nasabah melapor ke pimpinan Citibank. Rupanya pelapor ini adalah seorang perwira tinggi polisi yang rekening Citigold-nya menyublim. Usut punya usut, perwira polisi ini rupanya sempat terkait dengan Malinda yang kala itu menjadi relationship manager di Citibank cabang Landmark, Jakarta Selatan. Karena nasabahnya seorang polisi, tak mengherankan jika penyidikan dapat berlangsung detail hingga ke persoalan-persoalan pribadi. Ini misalnya, gaji Malinda mencapai puluhan juta rupiah dan bonus per triwulan dapat mencapai ratusan juta. Namun ternyata, itu semua belum cukup untuk menopang gaya hidup jetset Malinda.

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

49


N E R A C A | Inong Malinda dan Pernik-perniknya Hal tersebut dibuktikan dengan laporan pembobolan yang ditujukan pada diri wanita berusia 47 tahun yang dikenal suka melakukan permak wajah dan bodi tersebut hingga menyeretnya untuk berurusan dengan polisi. “Dalam data kami, dia handle sekitar 400-an nasabah. Itu yang terakhir dari hasil penyidikan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam. Dari sekitar 400 nasabah tersebut, baru tiga orang yang resmi melaporkan kerugian uangnya ke Citibank dan ditindaklanjuti ke Bareskrim Polri. Jika satu orang nasabah mempercayakan uang dan asetnya untuk dikelola Malinda Rp 1 miliar saja, maka minimal ada dana Rp 400 miliar yang sudah ditangani istri bintang iklan Andhika Gumilang itu. Kepercayaan itu yang pada akhirnya disalahgunakan oleh Malinda dengan menggelapkan uang nasabah. Menurut Anton, gaji Malinda di Citibank tergolong besar, yakni sekitar Rp 40-70 juta sebulan. “Itu belum termasuk bonusbonusnya,” tambahnya. Tak heran kemewahan bukanlah barang baru bagi Malinda. Sayangnya wanita yang hidup menjanda dan diberitakan menikah ‘siri’ dengan artis Andhika Gumilang tersebut ternyata memiliki ‘nafu’ yang tinggi serta selera yang setara dengan milyuner. Terbukti penelusuran polisi mengungkapkan bahwa Inong membeli empat mobil mewahnya hanya dalam kurun waktu 10 bulan. Diketahui pula, aliran dana yang dijarah oleh Malinda Dee ternyata mengalir sampai jauh. Menurut penelusuran polisi hingga saat ini tercatat sudah 30 rekening yang dicurigai menjadi ‘bak’ penampung hasil jarahan Malinda terhadap nasabahnasabahnya. ‘’(Kami) Sudah memblokir 30 rekening pada beberapa bank,’’ kata Direktur Ekonomi Khusus, Bareskrim Mabes Polri Brigjen (Pol) Arief Sulistyo. Rekening-rekening ini diduga milik Malinda dan rekan-rekannya yang terkait dalam komplotan tersebut. Kini rekening tersebut telah diblokir dan dijadikan bukti untuk menguatkan tuduhan penggelapan yang dialamatkan polisi pada perempuan 47 tahun itu. ‘’Ada rekening yang sudah diblokir senilai Rp 11 miliar tapi masih perlu kami kaji lagi,’’

tambahnya. Karena itulah kata Arief, pihaknya kini tengah bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengendus timbunan harta Inong. Termasuk juga menyelidiki dugaan harta perempuan seksi itu di luar negeri. “Langkah untuk memudahkan, (kita) kerja sama dengan PPATK untuk trashing (menelusuri) kemana saja aliran dana itu apakah ada yang keluar negeri,’’ tambahnya. Sebelumnya, polisi juga telah menyita mobil-mobil mewah dari sejumlah lokasi. Setidaknya empat mobil mewah perempuan 47 tahun itu telah disita petugas. Antara lain Ferarri merah tipe Scuderia dan California, Hammer T3 dan Marcedes Benz. Mobil-mobil mewah ini ditaksir seharga Rp 15 miliar lebih. Dua Ferrari itu adalah Ferrari F-430 Scuderia berwarna merah dengan nomor polisi B 5 DEE dan Ferrari jenis California warna merah dengan nomor polisi B 125 DEE. Sedangkan satu Mercedes itu adalah tipe E 350 berwarna putih dengan nomor polisi B 467 QW. Satu harga mobil itu ditaksir mencapai Rp6 hingga Rp7 miliar. Sebelumnya, penyidik juga telah menyita mobil Hummer dengan nomor polisi B 18 DIK dan mobil Mercy dari tangan Malinda. Hummer itu sehari-hari dipakai oleh sang suami, AG sedangkan mobil Mercy dipakai sang anak. Selain itu sebuah Apartemen yang tak kalah mewahnya juga disita. Polisi menduga hunian elit di kawasan Sudirman, Jakarta itu juga terkait aksi kejahatan yang diduga didalangi Malinda.

50 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Dari hasil penyelidikan polisi sebagian besar kemewahan yang dimiliki Malinda itu tak dibeli tunai. Tumpukan harta itu dibeli secara kredit tergantung hasil ‘’jarahan’’ yang diperoleh Malinda dari nasabah bank tempatnya bekerja. ’’Apartemen itu sama pembeliannya dengan mobil-mobil ini, jadi dibeli dengan cara kredit, kemungkinan (apartemen) akan disewakan kemudian untuk bayar mobil,’’ kata Brigjen Arief. Mobil-mobil mewah itu misalnya dibeli satu persatu dengan jalur kredit atas nama dirinya dan suami dan anakanaknya. ‘’ Rupanya tidak dibeli cash. Hummer atas nama saudara Andhika Gumilang dibeli dengan cara perjanjian leasing,’’ tambahnya. Nah, hubungan dengan Andhika ini juga simpang-siur tampaknya. Informasi awal, ia adalah suaminya. Belakangan, advokat Simanjuntak menyatakan Andhika adalah anak angkat Malinda. “Saya jadi laywer ibu sejak 2009 sampai saat ini. Waktu 2009, saya dikenalin ibu, kalau dia anak angkat angkatnya, bukan suaminya,” kata Simanjuntak. Sebelumnya, pihak Polri menyatakan bahwa Andhika Gumilang adalah suami Malinda, hasil pernikahan siri’. Soal itu, Simanjuntak menyatakan, “Tanya saja kepada yang bersangkutan (Andhika).” Namun, ia mengakui bahwa saat penangkapan Malinda pada 23 Maret 2011, Andhika juga berada di lokasi, apartemen The Capital Residence, Kawasan bisnis SCBD Jakarta. “Penangkapan itu pada pagi hari. Kami baru tahu sorenya. Lalu, kita ket-


N E R A C A | Inong Malinda dan Pernik-perniknya

emu di Bareksiem. Ya, waktu ditangkap ibu lagi bareng Andhika,” ungkapnya. Lantas siapa suami Malinda? Simanjuntak menyebut nama Agus Ali sebagai suami perempuan bankir itu. Agus Ali, kata Simanjuntak, adalah seorang pengusaha dan memiliki showroom mobil mewah di Jakarta. “Suaminya Agus Ali, itu masih suami yang sah,” ujar Simanjuntak. Meski tidak tinggal seatap, Agus Ali dan Malinda masih terikat tali pernikahan. Saat ini keduanya pasangan itu tengah memproses perceraian. “Masih dalam proses,” kata sang advokat. Simanjuntak mengaku pada 2009 sempat dikenalkan oleh Malinda kepada Andhika. Saat itu, Malinda mengaku jika Andhika adalah anak angkatnya. Sejauh ini, belum ada klarifikasi langsung dari Malinda soal apa status hubungannya dengan Andhika, bintang iklan rokok itu. *** Malinda Dee tiga tahun lalu masih tinggal di rumah mantan suaminya Agus Ali yang terletak di Jalan Tebet Barat X Nomor 29, Jakarta Selatan. Rumah dua lantai dengan pagar tinggi, dan bercat hijau tersebut merupakan warisan dari orang tuanya Agus, bukan milik wanita pembobol uang Citibank yang saat ini ramai dibicarakan orang. Seorang warga yang ditemui di dekat rumah Agus mengatakan kalau Malinda sudah sejak tiga tahun lalu kabur meninggalkan suaminya Agus Ali. “Mereka sudah pisah, tetapi surat

cerainya belum ada. Malinda kabur tiga tahun lalu,” kata tetangga Agus yang enggan disebutkan namanya. Ia pun membenarkan bahwa rumah yang terletak di Jalan Tebet Barat X tersebut masih ditempati Agus Ali yang tiada lain mantan suami Malinda. “Iya benar itu rumah Pak Agus. Ia tinggal di sana. Tetapi mungkin ia tidak akan bicara, karena bukan urusannya,” tambah pria berkulit putih tersebut. Sang tetangga pun menjelaskan, kalau Agus masih suka bersosialisasi dengan tetangga di sekitarnya, berbeda dengan Malinda, menurutnya mantan istri Agus tersebut tertutup dan tidak pernah bergaul. “Dia (Malinda) orangnya tertutup,” imbuhnya. Agus Ali tiga tahun lalu pernah menjadi pengusaha mobil mewah. Tapi sejak 2009 ia sudah tidak lagi menjalankan bisnis tersebut. “Sekarang ia sudah tidak bisnis itu lagi,” ucapnya. Kemudian ia pun menunjukkan rumah Malinda yang ditempati saudaranya tak jauh dari rumah Agus. Menurut dia rumah Malinda dekat Pos Polisi Tebet. Setelah ditelusuri di sana ada dua rumah satu di berpagar putih dengan tulisan akan disewakan, satu lagi beratap genteng warna hijau. Tetapi kedua rumah tersebut belum bisa dipastikan dan belum mendapatkan konfirmasi siapa pemiliknya. Tetangga Agus pun memberitahukan bahwa Malinda memiliki sebuah bengkel mobil di kawasan Tebet. Begitu ditelusuri, tak satu orang pun yang mau membuka mulut tentang bengkel yang tak jauh

dari stasiun kereta api Tebet. Boleh jadi, masih banyak aset Malinda yang belum diketahui rimbanya. *** Berbeda dengan rumah tangganya yang centang perenang, karir Malinda boleh dibilang mulus. Lulus dari SMA Bulungan, Jakarta, Malinda kuliah di Universitas Trisakti Jurusan Arsitektur Lansekap selama setahun. Selanjutnya ia pindah ke fakultas ekonomi di kampus yang sama. Di fakultas inilah, menurut salah seorang temannya, Malinda mulai gaul dan berdandan. “Dia bergabung dengan ‘mahasiswa Barbie’,” katanya. Ini sebutan untuk mahasiswi yang kuliah dengan dandanan seperti hendak ke pesta. Dari Trisakti, Malinda bekerja sebagai account officer di Citibank, di gedung Landmark, Jakarta. Ia menikah dengan pengusaha Agus Ali, yang memberinya tiga anak. Anak sulung Malinda kini kuliah di Australia. Menurut polisi, Malinda membeli sebuah apartemen di Sydney untuk ditempati anaknya itu. Di Citibank, karier Malinda terus menanjak hingga menjadi manajer. Jabatan terakhirnya setelah 22 tahun bekerja adalah Vice President Senior Relationship Manager Citigold, dengan gaji sekitar Rp 60 juta saban bulan. Malinda dipercaya mencari dan berhubungan dengan nasabah premium, yang punya rekening di atas Rp 500 juta. *** Itulah pernak-pernik Inong Malinda yang sejauh ini mulai terkuak ke hadapan publik. Boleh jadi banyak yang semula membayangkan betapa nikmatnya menjadi kaya seperti Malinda --terlepas dengan cara apa kekayaan itu diperoleh. Namun, kekayaan Malinda memang harus dipertukarkan dengan banyak hal. Sebut saja misalnya keharusan operasi plastik demi menjaga penampilan di depan umum yang pada gilirannya bertujuan untuk menjaga kekayaan. Tapi hidup memang pilihan. Setelah lebih dari 22 tahun menjadi bankir, Malinda harus mengalami hidup di sel dan menghadapi sangkaan kriminal. Ia sudah tahu konsekuensi perbuatannya. Sama seperti kita mengetahui konsekuensi kejahatan sambil berharap itu tak pernah harus kita hadapi.v GE

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

51


Iptek Apa Kabar Sepeda Motor Berbahan Bakar Elpiji? Sudah terdengar beberapa tahun lalu,

sepeda motor berbahan bakar elpiji di Indonesia masih dalam

tahap uji coba. Di Cina

sudah meluncur di jalan raya.

isah sepeda motor berbahan bakar elpiji di Indonesia sebenarnya sudah terdengar sejak akhir 2008. Kala itu produsen sepeda motor PT Inti Kanzen Motor (Kanzen) menyiapkan produksi dan pemasaran sepeda motor hibrid berbasis bensin dan elpiji. Malah Kanzen menargetkan dapat meluncurkannya ke pasar domestik pada 2009. "Kami sedang mengurus 17 paten dari komponen sepeda motor hibrid tersebut," kata Preskom IKM Rini M Soemarno di sela-sela "Jakarta MotorCycle Show 2008". Ia menjelaskan, sejak Oktober 2008 Kanzen mengurus hak paten 17 komponen sepeda motor hibrid tersebut ke Direktorat

52 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Azazi Manusia (Depkumham, kini Kementerian Hukum dan HAM). "Kalau hak patennya sudah keluar, kami akan segera memasarkan sepeda motor hasil inovasi anak bangsa tersebut," ujar mantan Menperindag di era Presiden Megawati Soekarnoputri itu. Menurut Rini, sejumlah komponen hasil inovasi para insinyur lokal itu harus dipatenkan agar bisa menjadi kebanggaan Indonesia. Selain dipatenkan di dalam negeri, ia juga berencana mematenkan komponen tersebut di luar negeri. Sejumlah komponen yang sedang diurus patennya di Ditjen antara lain switcher (alat untuk mengganti sistem bensin atau gas), permukaan alat penampung elpiji, alat pengisi elpiji, komponen belakang sepeda motor, dan lain-lain. "Sepeda motor hibrid tersebut dikembangkan untuk membantu menciptakan udara yang lebih bersih dan menahan efek pemanasan global. Selain itu, sepeda motor hibrid tersebut lebih irit, karena selain menggunakan bensin juga menggunakan elpiji," ujarnya. Menanggapi kekhawatiran masyarakat akan bahaya penggunaan elpiji pada sepeda motor, Rini mengatakan sepeda motor berbahan bakar elpiji dan bensin itu aman, karena elpiji tidak akan meledak, seperti kejadian pada


I P T E K | Apa Kabar Sepeda Motor Berbahan Bakar Elpiji? kompor, karena jauh dari api. "Kami mungkin akan menempelkan stiker pada motor tersebut bahwa dilarang merokok saat mengendarai sepeda motor. Tapi sangat jarang orang mengendarai sepeda motor sambil merokok," ujarnya. Namun, ia belum bersedia menjelaskan berapa perkiraan harga sepeda motor hibrid tersebut. Tahun berlalu, namun ternyata produk Kanzen hibrid itu belum tampak meluncur masal di jalan-jalan raya. Yang terjadi malah munculnya inovasi sejenis dari sejumlah daerah di Indonesia yang menerapkan penggunaan elpiji sebagai bahan bakar seped motor. Budi Sunarto, pendiri Koperasi Serba Usaha (KSU) Agro Makmur, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, misalnya mulai menguji coba penggunaan elpiji untuk bahan bakar sepeda motor. Hasil uji cobanya, satu kg elpiji mampu menjalankan sepeda motor sejauh 100 kilometer sampai 200 kilometer. Jarak tempuh sejauh itu akan bergantung pada beban penumpang dan kelandaian jalan yang ditempuh. Menurut dia, elpiji tidak bisa sertamerta dialirkan begitu saja ke ruang pembakaran mesin sepeda motor. Jika dilakukan asal-asalan, percikan api pada ruang pembakaran akan merembet menuju sumber elpiji, meledaklah tabung elpiji itu. Budi mengatakan, kuncinya terletak pada membran. Membran terbuat dari tabung besi yang berfungsi menyimpan stok elpiji sebelum masuk ruang pembakaran melalui karburator. Kemudian karburator itu dimodifikasi. Tidak terlampau rumit memodifikasinya, tinggal menanggalkan fungsi pelampungnya. Fungsi pelampung di gantikan dengan membran itu. �Hanya dua hal itu yang harus dilakukan. Jangan sekali-kali mencoba mengalirkan elpiji langsung menuju ruang pembakaran melalui karburator. Percikan api akan menjalar ke mana-mana, tabung elpiji akan meledak,� kata Budi. Untuk uji kelayakan membran, Budi dibantu peneliti dari Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Suryadi. Menurut Suryadi, prinsip kerja membran menggantikan fungsi pelampung dengan mem-

pertimbangkan fleksibilitas bahan. Membran dibuat dengan tabung besi berdiameter 8 sentimeter dengan panjang sekitar 4 sentimeter. Pada permukaan atas dan bawah tabung membran diberikan lapisan karet. Supaya tidak bocor, permukaan karetdilapisi dengan pelat besi tipis. Dari tabung membran itu disediakan katup penyaluran gas ke karburator. Menurut Suryadi, dalam pengujian kelayakan membran, daya tahan terhadap tekanan dipersyaratkan minimal mencapai 12 bar. Ini untuk mengantisipasi kekuatan tekanan elpiji yang berasal dari tabung elpiji. Batas kemampuan menahan pada membran 12 bar itu untuk melampaui tekanan pada tabung elpiji yang hanya 10 bar.

u Sepeda motor elpiji buatan Temanggung. Setelah elpiji mengalir ke karburator menuju ruang pembakaran, akan dibaurkan dengan udara. Mengenai komposisinya, secara umum pada sepeda motor bensin berbanding 1 untuk kapasitas bensin dengan 13 sampai 15 kapasitas udara. Menurut Budi, berbeda halnya dengan komposisi yang dibutuhkan pada elpiji dengan udara. Komposisinya berbanding 1 untuk kapasitas elpiji dan 5 sampai 18 kapasitas udara. Rinciannya demikian. Untuk start atau menyalakan mesin motor, dibutuhkan komposisi 1 untuk elpiji dan 5 untuk udara (1 : 5). Selanjutnya, untuk mesin menyala stasioner dengan kom-

posisi 1 : 8. Menuju akselerasi mesin komposisinya naik 1 : 12 dan menjadi 1 : 18 saat berjalan normal. Selanjutnya, pada pertengahan 2010, sejumlah siswa SMK Negeri 1 Sarirejo, Lamongan, Jawa Timur memamerkan sepeda motor berbahan bakar elpiji di Lamongan Plaza. Aris, guru SMK Negeri 1 Sarirejo, menjelaskan, uji coba para siswa itu menggunakan tabung elpiji ukuran 3 kg dipasang di belakang tempat duduk dan dilengkapi plat besi sebagai penguat agar tidak jatuh. "Dengan elpiji ukuran 3 kg itu sepeda motor dapat menempuh perjalanan sejauh 400 kilometer dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam," kata dia. Di Temanggung, Jawa Tengah, Sri Suryana Dwi Atmaja, guru Madrasah Aliyah Negeri, juga berhasil membuat terobosan baru dalam penggunan bahan bakar elpiji untuk sepeda motor. Terobosan itu adalah mempertahankan karburator sebagai peranti pengabut bahan bakar. “Jadi bila sewaktu-waktu ingin beralih kembali kepremium bisa dilakukan dengan mudah,� ujar Suryana. Ada beberapa penyesuaian komponen yang dibutuhkan, agar sepeda motor tersebut dapat menggunakan bahan bakae gas elpiji. Selain tabung gas itu sendiri, dan selang regulator, juga dibutuhkan sebuah converter yakni alat untuk mengukur gas. Converter gas tersebut dia ciptakan sendiri. Alat tersebut juga diperlukan sebagai penyeimbang angin yang masuk kedalam karburator. Menurut Sri Suryana, total yang dikeluarkan untuk melakukan eksperimen tersebut sekitar Rp2 juta. Namun setelah menemukan hitungan yang pas, ia mengklaim dapat memodifikasi kendaraan serupa dengan biaya lebih murah sekitar Rp1 juta. Masih ada contoh inovasi serupa di daerah lain. Pertanyaannya, kapan produk seperti itu mendapat standarisasi dan dapat dijual secara komersial? Harap maklum, sepeda motor sejenis dengan tampilan yang menarik dan sudah diproduksi secara masal, sudah terlihat sejak 2009 di Shanghai,China, kota terpadat penduduknya di dunia, dengan populasi hampir 20 juta orang.v

Suharyanto Supardi

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

53


Kaji

a hafiz lintang

MALU Hadist dari At-Tirmidzi yang diterima dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda: Malulah kamu sekalian kepada ALLAH Swt dengan sebenar-benarnya malu.

U

Ukuran malu yang dibuat manusia bergantung pada standard nilai yang terpatri di dada masing-masing individu. Namun, dengan berjalannya waktu, ukuran malu dapat bergeser, bergantung pada sejauhmana terkontaminasinya standard nilai yang ada pada masingmasing individu. Pada awal kemerdekaan, bangsa ini (Indonesia) belum begitu diwarnai korupsi, kolusi, nepotisme, sex bebas, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ini disebabkan sibuk bahu membahu mencapai kemerdekaan. Budaya malu masih sangat kental dirasakan karena nilai moral & etika masih dilandaskan pada nilai-nilai agama, khususnya Islam, dan belum terkontaminasi dengan berbagai bentuk budaya asing, dan masih terkendalinya kesempatan-kesempatan untuk berbuat suka-suka gua. Aroma malu sedemikian dominan, takut dan malu bila diketahui berbuat hal-hal yang tidak baik menurut lingkungan, masyarakat, maupun Tuhan, sehingga bangsa ini terkenal dengan ramah-tamah, tulus, ringan-tangan dan gotong-royong. Sangat jauh dari sifat-sifat yang berlandaskan kapitalisme, komunisme, sosialisme dan ismeisme lain bentukan manusia.

54 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Di dalam perjalanan mengisi kemerdekaan terbukalah berbagai bentuk dan jenis kesempatan, dengan berbagai cara memperolehnya, baik dengan niat membangun- mengisi kemerdekaan, maupun hanya untuk memuaskan hawa nafsu, dan juga ada yang hanya menjadi tunggangan setan yang terkutuk. Yang semula malu melakukan korupsi, sex bebas, berbagai bentuk pelecehan dan lainnya, dimulai dengan sedikit demi sedikit dan akhirnya menjadi bukan hanya tidak malu, elainkan dianggap sudah sebagai budaya, sungguh sangat menyedihkan. Sungguh saat ini malu hanya ada dalam kamus dan sejarah bangsa ini. Sirnanya standard nilai yang dilandasi agama, sirna pulalah malu pada bangsa ini. Sudah tidak malu lagi berdusta, menipu, mengakali, menyakiti, menzalimi dan semua bentuk perbuatan terkutuk setan yang terkutuk, bahkan sangat jauh melebihinya karena setannya berbentuk manusia. Hal ini terjadi dari segala lapisan, baik pemimpin maupun rakyat, pria maupun wanita, sungguh sangat memalukan. Mungkin masih ada sebagian kecil sekali rakyat, yang masih punya malu sehingga bangsa ini belum sepenuhnya diazab ALLAH Swt.v


Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

55


Lampah

Bukan Sembarang Guci

M

Objek wisata Guci,

di Tegal, masih menjadi favorit bagi mereka yang melewati perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tempat singgah yang nyaman

memang.

Mengherankan jika orang Tegal, Jawa Tengah, tak mengenal kawasan Guci. Soalnya, bukan orang Tegal pun banyak yang berkunjung ke kawasan pemandian air panas dengan belerang rendah itu. Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci berada di kaki Gunung Slamet. Lokasi tepatnya adalah kawasan Guci, Kecamatan Bumi Jawa, di lereng Gunung Slamet bagian utara, berbatasan dengan Kabupaten Brebes dan Pekalongan. Secara geografis Guci termasuk wilayah Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Luas objek wisata ini tak kurang dari 210 hektar. Menurut legenda yang sudah berusia ratusan tahun, air panas Guci berasal dari air yang diberikan Walisongo kepada orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah bagian barat di sekitar Tegal. Karena air itu ditempatkan di sebuah guci (poci),

56 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

dan berkhasiat mendatangkan berkah, masyarakat kemudian menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci. Oleh sebab air pemberian wali itu sangat terbatas, pada malam Jumat Kliwon, salah seorang wali menancapkan tongkat saktinya ke tanah. Atas izin Tuhan, mengalirlah air panas dengan kan dungan belerang rendah ini. Nah, sampai saat ini, lokasi Pemandian Guci berupa air terjun hangat yang mengalir deras dari atas bukit,banyak mendapat kunju ngan, apalagi pada malam Jumat Kliwon sebagaimana legenda berabad-abad lalu itu. Pengunjung yang mandi di tempat pemandian air panas motivasinya antara lain untuk mendapat berkah. Konon, kalau mandi pada jam dua belas malam di Guci sambil memohon sesuatu, permohonan apapun akan dikabulkan. Sepanjang perjalanan menuju obyek wisata Pemandian Air Panas Guci, pen-


L A M P A H | Bukan Sembarang Guci

gunjung akan disuguhi pemandangan elok: hamparan sawah serta perkebunan sayur dan bawang merah yang mendominasi sepanjang kanan dan kiri jalan. Sekitar lima kilometer sebelum lokasi, tampak vilavila dan pemondokan berjejer rapi di pinggir jalan yang disewakan untuk menampung para pengunjung yang ingin bermalam. Keistimewaan Pemandian Air Panas Guci adalah airnya yang panas dan jernih, tidak berbau, dan tidak berwarna. Guci memiliki 25 pancuran air panas dengan suhu yang berbeda. Para pengunjung meyakini bahwa air panas pancuran Guci dapat menyembuhkan segala penyakit. Pada pemandian umum yang disebut pancuran 13, berjarak sekitar satu kilometer di atasnya, terdapat air terjun dengan air dingin bernama Air Terjun Jedor. Dinamai begitu karena dulu tempat di sekitar air terjun setinggi 15 meter itu dimiliki seorang lurah yang bernama Lurah Jedor. Setiap malam Jumat Kliwon, di tempat ini diadakan ritual mandi bersama yang diikuti oleh pengunjung dari berbagai daerah. Menurut legenda setempat, obyek wisata ini dijaga oleh seekor naga yang menempati sebuah gua di lereng Gunung Slamet. Naga itulah yang memberikan khasiat pada pancuran Pemandian Air Panas Guci. Dari manapun pengunjung berasal, untuk mencapai guci patokan pertamanya adalah terminal bus Tegal. Setelah sampai di Terminal Tegal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum (minibus) menuju Desa Tuel yang memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Sebelum sampai Tuel, kita akan melalui kawasan Lebaksiu, kampung halaman para pedagang martabak telor yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Dari Tuel, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bak terbuka menuju Guci.

Dengan kendaraan tersebut, perjalanan sekitar 30 menit dengan ongkos Rp5.000 pengunjung dapat sampai tempat wisata yang sungguh menarik ini. Untuk memasuki kawasan Guci pengunjung cukup membayar Rp3.100 bagi pengunjung dewasa. Sedangkan bagi anak-anak, dikenakan tarif Rp2.250. Untuk rombongan yang membawa mobil siapkan biaya parkir Rp. 4.000. Lalu kita harus berjalan kaki menuju ke tempat pemandiannya.Untuk para wanita lebih asyik untukmengenakan sepatu atau sandal yang nyaman karena perjalanan yang kita lalui menanjak. Jika Anda letih dan merasa tidak berminat untuk jalan-jalan, Anda dapat menyewa kuda untuk berkeliling dan melihat air terjun. Cukup dengan uang Rp15.000 Anda dapat menikmati pemandangan tanpa merasa lelah dan sekaligus bisa belajar menunggang kuda. Hendak bermalam? Di tempat wisata ini telah tersedia berbagai macam fasilitas seperti penginapan, wisata hutan (wanawisata), kolam renang air panas, lapangan tenis, lapangan sepakbola, hotel, vila, dan bumi perkemahan. Jangan lupamembawaoleh-oleh kalau pulang. Di sini Anda dapat membeli sayuran segar dengan harga murah seperti wortel, kol, selada air, tomat, sawi, buah pisang dan alpukat. Atau makanan kecil khasnya, sate manisan ceremai. v Teuku M Azhar/Fadhly

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

57


Periferal

Bagaimana Tidur Anda?

S

aat ini, masyarakat dan gaya hidup modern kita membutuhkan jam kerja lebih lama, shift kerja yang lebih banyak, dan ketersediaan barang dari tengah malam hingga pagi hari sehingga mengurangi rata-rata waktu tidur dengan peningkatan kelelahan dan kantuk di siang hari yang berlebihan. Selain itu, pekerjaan yang menimbulkan stres, dan tekanan emosional lainnya berdampak pula terhadap kualitas dan kuantitas tidur. Kurang tidur berefek merusak pada berbagai sistem dengan perubahan terdeteksi di jalur metabolik, endokrin dan kekebalan tubuh. Terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur berhubungan dengan hasil kesehatan buruk, termasuk kematian total, diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan pernapasan, obesitas pada anak dan orang dewasa, dan kesehatan pribadi yang rendah. Hubungan antara lama tidur dan kejadian vaskular adalah berbentuk U, artinya kurang tidur dan tidur berlebihan sama berisiko. Setiap orang membutuhkan waktu tidur yang berbeda-beda. Lamanya tidur yang dibutuhkan tergantung usia masingmasing. Karena itu jangan heran, kalau bayi lebih banyak tidur dibandingkan

orang dewasa. Ingin mengetahui lebih banyak mengenai kebutuhan tidur bayi maupun orang dewasa dan manfaatnya, berikut ini penjelasannya Usia 0-2 bulan Bayi yang usianya baru mencapai dua bulan, umumnya membutuhkan tidur 12 sampai 18 jam setiap hari. Usia 3-11 bulan Pada usia ini, bayi membutuhkan waktu tidur 14 jam sampai 15 jam setiap hari, termasuk tidur siang. Masa-masa itu sangat penting bagi kehidupan mereka. Tidur yang cukup akan membuat tubuh dan otak bayi berkembang baik dan normal. Usia 3-5 tahun Di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur 11 jam sampai 13 jam, termasuk tidur siang. Ini sangat penting. Sebab, menurut penelitian anak usia di bawah lima tahun yang kurang tidur, akan berpengaruh pada status obesitas di kemudian hari. Usia 5-10 tahun Anak-anak usia sekolah ini mem-

58 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

butuhkan waktu tidur 10 jam sampai 11 jam. Menurut penelitian, anak yang tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, dapat menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memiliki masalah pada perilaku di sekolah. Penelitian telah menunjukkan. Usia 10-17 tahun Menjelang remaja sampai remaja, mereka membutuhkan tidur harian antara 8 jam dan 9 jam. Studi menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur, lebih rentan terkena depresi, tidak fokus, punya nilai sekolah yang buruk, bahkan kecelakaan mobil. Dewasa Orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7 jam hingga 9 jam setiap hari. Para dokter menyarankan bagi mereka yang ingin hidup sehat untuk menerapkan aturan ini pada kehidupannya. Menurut penelitian, orang yang mengalami kekurangan tidur 1-2 jam setiap hari atau tidur tidak teratur akan meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan peradangan dalam tubuh serta meningkatkan nafsu makan sehingga berisiko obesitas.v


MAJALAH

PUBLIK Agar Indonesia Lebih Mulia

Sangat Menghargai dan Berterima Kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penerbitan edisi keempat ini:

PTPN III

M E D I A L I N TA S

INFO

KARO

SIMALEM

BeritaEkspres.Com

PIJAR JAKARTA

www.indogetnetworks.com

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

59


Sohor

Dewi Yull Calon Wali Kota

B

agaimana jika Dewi Yull menjadi calon Wali Kota Cirebon? Survei membuktikan, artis ini paling populer untuk pemilihan wali kota Januari 2013 mendatang. Berdasarkan survei yang dilakukan Yayasan Komunitas untuk Penataan Kebijakan Publik dan Lingkungan Hidup (Komunal) Jakarta, popularitas Dewi Yull hanya bisa dikalahkan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, H. Sunaryo H.W. Menurut Direktur Komunal Hery Susanto, ibaratnya Dewi Yull menjadi wakil wali kota atau sekadar juru kampanye pun, tetap menjadi faktor penentu kemenangan. "Pendeknya, kalau Dewi Yull bener-bener berminat, tinggal menyiapkan infrastruktur dan amunisi politik, kemungkinan besar jadi," katanya akhir Maret lalu. Menurut Hery, survei yang dilakukan terhadap 408 responden dari berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, suku, pekerjaan dan agama, terhadap 14 nama tokoh, popularitas Dewi Yull mencapai 79 persen. "Urutan kedua ditempati Sunaryo HW yang mendapat 68 persen. Nasrudin Azis yang juga Ketua DPRD Kota Cirebon menempati urutan ketiga dengan 49 persen. Kepala BKPP Ano Sutrisno menempati urutan keempat dengan perolehan 42 persen dan kelima mantan Wakil Wali Kota Agus Lawafier menempati urutan kelima dengan perolehan 37 persen," katanya. Nama lain yakni, Suryana/mantan Ketua DPRD Kota Cirebon/PDIP (28 persen), Edi Suripno/Ketua DPC PDIP Kota Cirebon (20 persen), Priatmo Adji/PDIP (12 persen), Sunarko

60 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Rasidin (10 persen). Kemudian, Hasanudin Manap/Sekda Kota Cirebon (9 persen), Abdullah/Ketua DPD PKS Kota Cirebon (8 persen), Azrul Zuniarto/PKS (6 persen), Eman Sulaeman/PKB (5 persen) dan Wawan Wanija/Ketua DPD PAN Kota Cirebon (4 persen). Popularitas Dewi Yull yang asli Cirebon, sebagai selebritis papan atas, rupanya masih menjadi faktor penentu. Sementara itu, anggota KPU Kota Cirebon Subhan Alba yang juga hadir pada kesempatan tersebut, mencatat, pada pilwalkot 2008 lalu, nama Dewi Yull memang sempat santer disebut. "Namun karena kendala kendaraan politik, akhirnya tidak bisa masuk dalam bursa pencalonan," katanya. Namun saat ini, menurut Hery, kendala kendaraan politik, tampaknya bukan lagi menjadi hambatan bagi Dewi Yull. "Selain bisa melalui jalur independen dengan modal 22.000 suara dukungan, hubungan kekerabatan Dewi Yull dengan Ketua Bapilu Partai Hanura Yudy Chrisnandi bisa menjadi jembatan. Saat ini, Partai Hanura memiliki tiga kursi di DPRD Kota Cirebon, tinggal berkoalisi dengan partai lain untuk bisa menjadi lima kursi, agar bisa mencalonkan," jelasnya. Namun, diakui Hery, survei tersebut barulah survei awal yang tidak menentukan. "Ini ibaratnya baru pemanasan, sehingga komposisi nama-nama bisa saja berubah, karena memang proses penjaringan juga belum mulai. Berdasarkan jadwal di KPU Kota Cirebon, pemungutan suara untuk memilih wali kota, direncanakan tanggal 6 Januari 2013 dan pelantikan pada 16 April 2013. v


S O H O R | Dewi Yul-Marshanda dan Ben Kasyafani

Marshanda Nikah Muda

M

enjadi pengantin baru, membuat Marshanda canggung. Pesinetron ini masih kaget jika bangun tidur, di sebelahnya ada Ben Kasyafani yang telah menikahinya. "Jangankan waktu bangun tidur, waktu mau tidur saja ngeliat ada Ben, agak takjub tapi senang karena dia memang suami aku,"ucap Marshanda. Lantas, apa yang dilakukan Marshanda dan suaminya mengisi hari di awal pernikahannya ini? Punya rencanakah saat malam pertama pengantin mereka? Ternyata mereka menjalaninya tanpa rencana rinci. Setelah akad nikah, mereka bersantai menonton DVD bersama. "Biasa saja, kita di rumah istirahat, nonton DVD terus tidur. Ya pokoknya seperti pasangan suami isteri pada umumnya saja. Nggak canggung sih,"ujar Ben Kasyafani, Pembawa acara dan VJ MTV yang telah lama pacaran dengan pesinetron Marshanda itu akhirnya mengakhiri masa lajangnya, Sabtu, 2 April 2011. Ben yang beradarah Palembang dan Marshanda berdarah Padang sudah resmi menjadi suami-isteri setelah Ben mengucapkan ijab kabul didepan penghulu KUA Menteng H Sukarna. Sebagai saksi dari Ben adalah H Agum Gumelar sedangkan wali nikah Marshanda, Irsan Mansyur Rianton Sofyan Datuk Ampek Marshanda yang mantan kekasih Baim Wong ini sangat lega, akad nikah berlangsung lancar dengan mas kawinnya berupa uang senilai Rp24. 200.100.

Setelah resmi menjadi pasangan suami isteri, pasangan selebriti Marshanda dan Ben Kasyafani ternyata tidak ingin langsung berbulan madu. Mereka sepakat untuk menundanya sementara waktu demi menyelesaikan proyek yang saat ini sedang berjalan. “Sekarang kami prioritaskan untuk melaksanakan kewajiban masing-masing,” kata Ben. Maklum. Ia masih memiliki kontrak kerja menjadi pemandu acara di salah satu stasiun televisi swasta. Sedangkan Caca, sapaan akrab Marshanda, harus menyelesaikan kuliah serta syuting sinetron terbaru. Begitu kesibukan selesai, kata Ben, dia tidak akan menunggu lama-lama untuk bulan madu. “Kami akan berbulan madu di tempat yang spesial. Pokoknya kejutan,” katanya. Pasangan ini melaksanakan akad nikah di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat. Usai melaksanakan ijab kabul, Ben mengatakan, “Perasaan saya lebih dari senang. Sejak pertama bertemu Caca, saya memang punya keinginan untuk menikah dan sekali saja. Alhamdulillah, pernikahan kami berjalan lancar dan hikmat sesuai rencana.” Sedangkan Caca, mengaku deg-degan sejak pagi menjelang pernikahan. “Kemarin-kemarin biasa saja. Tapi pas tadi pagi kok rasanya deg-degan juga,” kata artis yang tenar lewat sinetron ‘Bidadari’ ini. Meski menikah di usia muda, 21 tahun, Caca mengaku betul-betul bahagia dengan statusnya barunya ini. Semoga saja bahagia terus Ca...v

Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

61


Prikitiw Pabrik P

Gunawan Effendi

aruh pertama 70-an. Belum ada jalan tol Jagorawi antara Jakarta dan Bogor yang baru dibuka pada akhir dasawarsa itu. Meski belum ada jalan tol, banyak pabrik berdiri kala itu. Nama pabrik-pabrik itu banyak yang berakhiran tex. Ya, artinya pabrik tekstil. Teringat salah satu namanya misalnya Pancatex di jalan antara Bogor-Jakarta yang masih bukan tol. Lantas ada juga Unitex, lokasinya antara Bogor dan Ciawi yang juga belum dihubungkan oleh jalan tol. Kedua pabrik itu sangat dikenal di Bogor. Mereka seperti berpromosi dengan bus antar-jemput pekerjanya yang bertuliskan nama masing-masing pabrik. Umumnya mereka memiliki tiga shift (pagi-siang-malam). Tentu saja banyak lelaki dan perempuan, kebanyakan anak muda Bogor, yang menjadi penumpang bus itu. Ketika ada satu pekerja naik, satu lainnya turun. Ketika jalan tol Jagorawi mulai beroperasi, semakin banyak pabrik berdiri di kiri-kanannya. Mulai dari pabrik tapioka dan pabrik kerupuk yang ketika dijemur memantulkan cahaya menyilaukan mata hingga pabrik bercerobong asap besar-besar, juga pabrik semen, di samping yang ujungnya tex tadi kian banyak. Ada juga pabrik yang terkenal dengan nama Great River yang mungkin terilhami sungai Ciliwung di seberang pabrik, atau mungkin ingin menyaingi Great Wall di Cina sana. Saat itu belum terlintas bayangan tentang industrialisasi dan deindustrialisasi, atau angkatan kerja, unemployment, eksporimpor, maupun konsep-konsep ekonomi lainnya. Sekarang yang seperti itu seperti makanan yang menjadi kunyahan. *** Sayangnya, sekarang, ketika kesadaran tentang ekonomi meningkat, situasi sudah berubah jauh. Sekarang jalan tol Jagorawi masih membentang. Tapi jarang pabrik baru berdiri di kiri kanannya. Malah pembangunan jalan tol dan pendirian pabrik baru saat ini sepertinya sama-sama mandek. Paling tidak, sudah beredar kabar bahwa dalam suatu rapat Wakil Presiden Boediono yang kalem itu tak urung meninggi suaranya ketika mendengar pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) di ujung timur Jawa Barat terus tersendat. Pantas saja Wakil Presiden berang, sebab sebagian besar jalan tol yang dirancang di masa pemerintahannya memang mangkrak alias terbengkalai. Soal tersendatnya pembangunan jalan tol tampaknya bukan sekadar terkait track record atau nama baik pribadi Boed, melainkan implikasi jalan tol dan perekonomian. Seperti cerita di awal tadi, jalan tol meningkatkan mobilitas barang dan juga manusia. Artinya ekonomi bergerak, termasuk berdirinya pabrik-pabrik tadi.

62 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011

Dua raksasa ekonomi yang terhitung baru bangkit di awal abad XXI ini, Cina dan India, memang menandai pertumbuhan ekonominya dengan semakin panjangnya ruas tol yang dibangun. Menurut Jeffrey D Sach, seorang ekonom terkemuka, pembangunan jalan tol Indonesia lebih dulu 10 tahun dari Malaysia dan 12 tahun dari China. Sekarang panjang tol Malaysia melampaui 6.000 km dan China malah 90.000 km. Sementara Indonesia masih belum mencapai 1.000 km. Rasanya jumlah pabrik itu sama saja perbandingannya. Jalan tol dan pabrik tampaknya memang berbanding lurus. Semakin panjang jalan tol, semakin banyak pula pabrik berdiri. Lepas dari mana yang lebih dulu, apakah jalan tol mendorong pendirian pabrik atau malah pabrik yang mendorong pembangunan tol, keduanya menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Namun, di tengah mangkraknya pembangunan jalan tol, ada sedikit hiburan ketika sebuah pabrik pengolahan minyak sawit mentah, crude palm oil (CPO) milik Sinar Mas (SMART) diresmikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada akhir Maret lalu di Marunda, Bekasi, Jawa Barat. Mudah-mudahan saja pabrik-pabrik lain menyusul. *** Nah, soal CPO sekarang. Sudah 2-3 tahun belakangan ini CPO merangkak naik menjadi komoditas ekspor yang menghasilkan devisa terbesar setelah minyak dan gas. Migas sejak Orde Baru memang selalu paling besar. Tapi CPO? Itu adalah rekor baru yang berarti melampaui tekstil dan produk tekstil, karet, bahkan devisa pariwisata yang menjadi tradisi di tahuntahun sebelumnya. Tapi, karet belakangan harganya membumbung. Daya tarik ekspor karet tentu saja akan meningkat dengan kenaikan harga itu. Produksi karet pun agaknya akan dipacu oleh kenaikan harga komoditas ini di pasar internasional. Warga Polygon, permukiman elite di Palembang, Sumatera Selatan, tentu tak akan protes dengan aroma karet olahan yang kian menumpuk di pabrik yang menjulang tak jauh dari lokasi kompleks eksklusif itu. Sayang di luar Jawa, hanya Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan yang memiliki jalan tol. Itu pun relatif pendek. Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak bercita-cita membangun tol ruas Balikpapan-Samarinda. Tapi, di Jawa saja mangkrak. Apalagi jika mengingat pasokan listrik yang belum juga memadai. Jika pembangunan jalan tol dan pasok listrik masih memprihatinkan, ya jangan harap pabrik semakin banyak seperti di Bogor paruh pertama tahun 70’an itu.v


63 Majalah Publik - Edisi 5/I 2011



Majalah Publik Edisi 5 - 2011