__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1


SAPA REDAKSI Assalamualaikum, Wr.Wb Salam Pers Mahasiswa ! Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan ridho-Nya Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya (LPM GS Unsri) berhasil menyelesaikan Tabloid Indralaya Post Edisi XVI, November 2019. Terima kasih yang tak terhingga kepada rekan-rekan yang telah menyumbangkan materi, tenaga, waktu dan pikirannya dalam menerbitkan Tabloid Indralaya Post ini. Tabloid ini adalah produk tabloid terbitan yang ke- 16 dengan men-

gusung tema “Tragedi Kelam di Kampus Kuning�. Secara garis besar, Tabloid ini membahas tentang Tragedi yang terjadi di lingkungan kampus Unsri.

brik selanjutnya, kami menyoroti suara mahasisiwa, kampusiana dan beberapa rubrik lainnya. Semoga dengan apa yang kami sajikan dalam Pada rubrik lapo- tabloid ini dapat menambah ran utama tabloid ini, kami wawasan, meningkatkan memfokuskan pembaha- rasa ingin tahu, serta memsan tentang beberapa ke- berikan informasi yang berjadian yang membuat Un- manfaat dan diterima densri berduka, terkhususnya gan baik oleh pembaca. sejak tahun 2017 hingga Kritik dan saran dari pembtahun 2019 ini. aca sangat kami harapkan demi menjadikan Tabloid Mulai dari mening- Indralaya Post yang lebih gal karena suatu insiden, baik kedepannya. bunuh diri, hingga kecelakaan pernah terjadi di Wassalamualaikum WarahUnsri. Kejadian-kejadian matulahi Wabarakatuh tersebut menyebabkan kerugian fisik maupun materi bahkan merenggut nyawa mahasiswa Unsri. Pada ru- Tiara Winiari

Ilustrasi oleh: Dwi Antoni Sembiring

Redaksi Menerima Tulisan, Opini dan Foto dari Pembaca, Redaksi berhak mengedit tulisan yang akan di muat dengan tidak mengubah maknanya.

Diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya. Pelindung : Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. | Pembina: Ferdiansyah Rivai, Zulkarnain, M.Med.Sc | Pemimpin Umum : Toharuddin | Sekretaris Umum : Mustina Ayu | Bendahara Umum : Jimmi Porwanto | Pemimpin Redaksi : Muslim | Pemimpin Perusahaan: Fajar Satria | Pemimpin Litbang: Viko Oktara | Redaktur Pelaksana : Tiara Winiari | Reporter: Royan Dwi Saputra, Resentri, Rasmauli Aprianita Nainggolan, Anggi Putri Sefri, Vhera Monicha, Fatmawati, Tiara Winiari | Editor : Resentri, Royan Dwi Saputra | Fotografer : Vhera Monicha | Tata Letak : Toharuddin, Fadhlur Rahman, Tiara Winiari | Ilustrator : Dwi Antoni Sembiring, Tiara Winiari, Annisa Ayu Lestari | Desain Sampul : Rasmauli Aprianita Nainggolan | Alamat : Bilik Pers Lantai 1 Gedung Student Center Universitas Sriwijaya, Jalan Raya Palembang - Prabumulih Km.32, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Kontak : 0821 8689 1126 E-Mail : redaksilpmgsunsri@gmail.com

2

Edisi ke-16


KILAS BALIK

U

niversitas Sriwijaya Wisuda Tanpa Papan Karangan Bunga Foto : Kru Gelora Sriwijaya

Papan versitas rangan

karangan bunga menghiasi halaman auditorium UniSriwijaya sebelum dikeluarkan pemberitahuan pelamembawa ataupun menerima karangan bunga

Universitas Sriwijaya (Unsri) merupakan salah satu universitas ternama yang ada di Indonesia, di mana setiap tahunnya Unsri mewisudakan kurang lebih 5000 mahasiswa. Unsri mewisudakan mahasiswa sebanyak enam kali dalam satu tahun, jika setiap wisuda ada sekitar 800 mahasiswa, maka dapat dibayangkan berapa banyak mahasiswa yang menyandang gelar sarjana setiap tahunnya? Setiap wisuda ada banyak bentuk apresiasi seseorang untuk mengucapkan kata selamat, seperti memberikan hadiah, kartu ucapan, bunga, bahkan sebuah papan karangan bunga. Memberikan papan karangan bunga seperti sudah menjadi tradisi untuk mengapresiasi sebuah keberhasilan bahkan suka cita. Tidak hanya keluarga yang boleh memberikan papan karangan bunga, tetapi bisa juga teman, rekan kerja atau bahkan pasangan. Selain untuk memberikan ucapan selamat, papan karangan bunga juga menjadi salah satu akses untuk menyampaikan pesan, baik berupa sindiran maupun pesan aneh lainnya. Papan karangan bunga biasanya juga kita jumpai ketika seseorang wafat sebagai bentuk ucapan duka. Terkadang papan karangan bunga juga diberikan untuk permohonan maaf atas ketidakhadiran seseorang ke acara yang diselenggarakan. Maka dari itu, papan karangan bunga memiliki peran yang cukup penting karena dapat menjadi wadah untuk mengirimkan ucapan. Pernahkah terpikirkan oleh kalian apa jadinya jika wisuda di sebuah universitas tanpa

adanya papan karangan bunga, jelas kurang menarik dan megah bukan? Ya, Itulah yang saat ini terjadi di Unsri. Ada kebijakan yang melarang mahasiswa untuk tidak membawa maupun menerima papan karangan bunga pada saat acara sidang sarjana, yudisium, dan wisuda untuk masuk ke lingkungan kampus. Pada 23 Januari 2019, Rektor Unsri mengeluarkan kebijakan tersebut dengan nomor surat 0032/UN9/SB3. BAK.AK/2019 yang berisikan bahwa mahasiswa yang sedang sidang sarjana, yudisium, wisuda, dan sebagainya, dilarang membawa atau pun menerima papan karangan bunga di sekitaran lingkungan kampus. Kebijakan ini dikeluarkan dengan banyak pertimbangan dari Rektor Unsri. Faktor yang menyebabkan kebijakan ini dikeluarkan yaitu yang pertama papan karangan bunga dianggap mengotori kampus dan memenuhi tempat berlangsungnya acara. Lalu, kebijakan ini juga bertujuan untuk menghindari kesenjangan sosial antar mahasiswa, karena mahasiswa dari kalangan ekonomi atas yang sering diberikan papan karangan bunga oleh rekannya, lain halnya dengan mahasiswa dari kalangan ekonomi bawah. Hal itulah yang menjadi salah satu pertimbangan Rektor untuk mengeluarkan kebijakan tersebut agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Ditambah lagi dengan pesan yang sering tertulis dikarangan bunga dianggap tidak pantas untuk dibaca. Terakhir yaitu pemberian papan karangan bunga bukan merupakan budaya akademik.

Kebijakan ini pertama kali diterapkan pada wisuda ke-140 di Februari 2019, pada saat wisuda tersebut tidak terlihat adanya papan karangan bunga saat acara wisuda berlangsung. Hal itu juga disebabkan oleh pengawasan dari pihak keamanan Unsri untuk melarang masuknya mobil yang membawa papan karangan bunga. Jadi, ketika ada mobil yang membawa papan karangan bunga memasuki lingkungan kampus, pihak keamanan Unsri langsung turun tangan untuk mencegahnya dan meminta papan karangan bunga itu dibawa kembali dan tidak boleh diletakan di lingkungan kampus. Kebijakan yang di tandatangani langsung oleh Rektor banyak menuai pro dan kontra yang terjadi di kalangan mahasiswa. Ada mahasiswa yang menganggap karangan bunga itu tidak menganggu keberlangsungan acara, tetapi ada juga yang menganggap bahwa karangan bunga hanya membuat berantakannya tempat acara karena peletakan papan karangan bunga yang sembarangan. Di balik pro dan kontra yang beredar, mahasiswa Unsri tetap mematuhi kebijakan yang dikeluarkan oleh Rektor tersebut dan sekarang Unsri pun tidak masalah menggelar wisuda tanpa adanya papan karangan bunga. Penulis Editor

: Vhera Monicha : Resentri

Edisi ke-16

3


KAMPUSIANA Olahraga Tepat di Kala Penat

Foto : Kru GS. Suasana pagi dan sore hari di depan Landmark Universitas Sriwijaya, terlihat mahasiswa maupun masyarakat umum sedang berolahraga.

Berolahraga tentunya bukan hal yang asing lagi untuk kita. Olahraga adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia dengan tujuan menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Khususnya bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang mempunyai segudang jadwal dan tugas kuliah, tentunya olahraga sangat diperlukan untuk menghilangkan kepenatan di sela kuliah. Untuk itu, kami merangkum beberapa olahraga yang sering dilakukan mahasiswa Unsri sebagai berikut. 1. Jogging Olahraga ini sangat umum dilakukan di lingkungan kampus karena murah dan mudah. Biasanya jogging dilakukan di jalan sekitar depan Auditorium Unsri. Yesa dari jurusan Pendidikan Dokter Gigi mengatakan jika ia lelah dengan perkuliahan, ia akan meluangkan waktunya untuk jogging. 2. Bersepeda Tentunya anda bertanya-tanya bagaimana cara berolahraga jika tidak mempunyai sepeda? Jangan diambil pusing, di Unsri sudah ada tempat penyewaan sepeda. Sepeda disewakan pada Sabtu-Minggu saat di pagi dan sore hari. Anda dapat menyewa satu unit sepeda gandeng dengan harga Rp 20.000 per jam.

4

Edisi ke-16

3. Futsal Futsal termasuk salah satu olahraga yang paling digemari oleh mahasiswa Unsri, terutama laki-laki. Alasannya dikarenakan mereka memang gemar bermain Futsal dan sering mengikuti perlombaan Futsal. Unsri telah memfasilitasi lapangan Futsal di beberapa fakultas dan satu lapangan yang besar di depan Gedung Rektorat. 4. Basket Hampir sama dengan futsal, Basket termasuk olahraga yang cukup digemari oleh mahasiswa Unsri. Terbukti dengan adanya lapangan basket di beberapa fakultas dan mahasiswa sering menggunakannya untuk berolahraga di sore hari. 5. Pencak Silat Di Unsri juga mewadahi olahraga tradisional asli Indonesia yakni pencak silat. Melalui olahraga ini, kita dapat melestarikan budaya asli Indonesia sekaligus belajar bela diri untuk menjaga diri dari tindak kejahatan yang marak terjadi. Selain itu, pencak silat juga terdiri dari beberapa unsur seperti seni, olahraga, dan kerohanian. Di Unsri sendiri, olahraga ini biasanya dilakukan pada sore hari oleh mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Setia

Hati Terate (PSHT). Selain sebagai kenutuhan bela diri, Risky, anggota PSHT, mengungkapkan bahwa pencak silat selain sebagai kebutuhan bela diri juga sebagai suatu pengembangan diri untuk mencapai suatu prestasi. 6. Panjat Tebing Mahasiswa yang menggemari hal-hal bersifat menantang dan keren sangat disarankan mencoba olahraga panjat tebing. Olahraga panjat tebing merupakan salah satu olahraga alam bebas layaknya mendaki gunung. Bahkan, beberapa mahasiswa datang ke Fakultas Teknik untuk mencoba olahraga yang satu ini. Ayo, bersama-sama kita berolahraga! Sebagai mahasiswa memang sulit membagi waktu atas kesibukan yang ada. Namun, sempatkanlah berolahraga dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di kampus sebagai sarananya. Terapkanlah hidup sehat dengan berolahraga agar kita tetap mempunyai fisik yang bugar serta dapat menjalankan aktivitas dengan lancar. Salam olahraga, Jaya! Penulis Editor

: Tiara Winiari : Resentri


ROLLING

Tragedi Maut di Perguruan Tinggi Indonesia Sumber Foto : Tribunnews.com Perguruan tinggi sejatinya adalah tempat untuk menuntut ilmu dan mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan minat. Namun, ada kalanya tempat untuk menimba ilmu ini malah menjadi tempat berakhirnya nyawa seorang mahasiswa. Hal itu, disebabkan oleh beberapa faktor penyebab seperti kecelakaan, bullying, pembunuhan, dan lainnya. Kasus seperti ini nampaknya sudah menjadi hal biasa di setiap perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Faktor penyebabnya pun tidak jauh berbeda di setiap kasusnya. Berikut rangkuman tragedi mahasiswa meninggal di lingkungan kampus Indonesia.

1. Akseyna Ahad Dori (UI) 26 Maret 2015 lalu ditemukan mayat seorang pemuda mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia (UI). Setelah empat tahun belalu, Mayat yang diketahui bernama Akseyna Ahad Dori ini misteri kematiannya belum juga terungkap. Mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI ini ditemukan tewas menggunakan pakaian hitam berlengan panjang dengan tas coklat. Di dalam tas ranselnya ditemukan lima batu konblok yang diduga untuk menenggelamkan jasad Akseyna. Mahasiswa S1 angkatan 2013 ini awalnya diduga bunuh diri karena depresi. Pada Januari 2015 ia pernah bercerita kepada ibunya bahwa dia merasa kecewa lantaran sebagai juara regional olimpiade biologi, tapi tidak diikutkan ke tingkat nasional. Kemudian, kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya dan hasil penyelidikan disimpulkan bahwa Akseyna Ahad Dori dibunuh.

2. Guntur Suryo Hapsoro (UNS) Mahasiswa asal Universitas Sebelas Maret (UNS) ini meninggal karena jatuh dari lantai empat di gedung V, Fakultas Teknis UNS pada 13 September 2018 lalu. Pihak kepolisian menyatakan tidak ada indikasi pembunuhan yang menyebabkan mahasiswa arsitektur ini tewas. 3. Eko Nur As’adi (UGM) Pada 16 September 2018 yang lalu, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) tewas setelah terjatuh dari lantai dua gedung kampus. Mahasiswa program studi Teknik Mesin Sekolah Vokasi 2016 yang bernama Eko Nur As’Adi ini sedang ada kegiatan mahasiswa di selasar Diploma Teknik Mesin di Sekip. Pada hari kejadian itu, selasar barat tidak cukup untuk menampung mahasiswa sehingga kegiatan pindah ke selasar timur. Saat beberapa mahasiswa pindah melewati selasar selatan dengan memutar, Eko memilih jalan pintas lewat tengah. Ia pun terpeleset, kakinya menginjak asbes hingga jebol dan terjatuh ke lantai satu. Sumber lain mengatakan, Eko terpeleset saat mengambil foto panorama dari atas gedung. Mahasiswa asal Bekasi ini sempat dilarikan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebelum meninggal dunia. 4. RD (UBM) Seorang mahasiswa Universitas Bunda Mulia (UBM) berinisial RD ditemukan tewas di area asrama kampusnya pada 22 Januari 2019 lalu. Ia tewas setelah melompat dari lantai 12 asrama. Menurut Kapolsek Pademangan, Kompol Yulianty, dari rekaman CCTV didapatkan informasi bahwa RD naik sendirian ke lantai 12 dan jasadnya ditemukan di area parkir Hingga kini polisi belum bisa menyimpulkan.

mahasiswa Desain Komunikasi Visual ini tewas karena bunuh diri atau sebab lain. 5. Aldama (ATKP)

Putra

Pangkolan

Penganiayaan yang terjadi di Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar pada 3 Februari 2019 lalu menimpa Aldama Putra Pangkolan. Ia meninggal dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya setelah dianiaya oleh senior. Menurut ayah korban, sehari sebelum anaknya meninggal, Aldama sempat ditelpon tiga kali dari seniornya. 6. Linglzatil Lathifatul Ngafifah (UNILA) Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini meninggal karena jatuh dari lantai dua Gedung J FKIP Universitas Lampung (UNILA) pada 27 April 2019 lalu. Mahasiswa asal Lampung Barat ini terjatuh saat ingin menghadiri seminar pendidikan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan. Ia terjatuh di lubang lantai 2 gedung FKIP. Lubang tersebut berada di dekat pintu keluar ruangan lantai dua gedung tersebut. Itulah sebagian kecil tragedi kematian di dalam kampus yang bisa kami rangkum. Masih banyak lagi kejadian lainnya di dalam kampus yang terjadi, entah itu di Perguruan Tinggi Indonesia maupun luar negeri. Sebagai seorang mahasiswa, kita harus lebih berhati-hati lagi kedepannya. Penulis Editor

: Anggi Putri Sefri : Royan Dwi Saputra

Edisi ke-16

5


SUARA MAHASISWA Mengenai Tragedi Kelam : Apa Kata Mereka ? Alif Muhammad Teknik Informatika 2016

Akibat dari terjadinya tragedi-tragedi itu, disayangkan menyebabkan trauma yang berlarut-larut dari pihak fakultas yang menyebabkan susah untuk melakukan perizinan dalam berkegiatan. Sebagai mahasiswa kita harus banyak mengerti, banyak keadaan dan mandiri untuk tidak bergantung pada birokrat kampus. Karena untuk mengatasi kejadian-kejadian seperti itu tidak bisa 100% dilakukan oleh birokrat kampus, mahasiswa harus bekerja sama.

Mahasiswa harus waspada, berhati-hati menjaga diri dalam setiap keadaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Pihak kampus hendaknya berusaha mengevaluasi setiap kesalahan di setiap kejadian yang terjadi, terutama di lingkungan di dalam kampus. Agar keamanan seluruh warga Unsri terjamin dari setiap masalah diharapkan langsung dicari jalan keluar, agar tidak terulang lagi.

Muchlis Afif Ilmu Komunikasi 2018

Fasilitas kampus masih kurang, apalagi dalam keamanan seperti CCTV dan penerangan jalan. Pengawasan keamanan kurang tepat sasaran, yang diawasi malah kebebasan mahasiswa, padahal banyak orang-orang yang tidak berkepentingan masuk ke dalam kampus dan tindakannya tidak diawasi. Aparatur keamanan kurang diberdayakan. Mahasiswa juga harus sadar diri, kalau bisa dengan fasilitas dan penerangan yang baik, pihak keamanan jangan memberi ruang untuk mahasiswa dan orang-orang melakukan hal-hal negatif. Semoga birokrasi kampus lebih sadar dengan kondisi Muhammad Gulam Zakia nyata di lapangan dan segera melakukan perbaikan. Kimia 2016 Unsri masih sangat kurang terkait pengawasan keamanan. Area kampus yang luas dibandingkan dengan penjagaan yang ada tidak seimbang. Maka akan sangat wajar bila ditemukan titik-titik tanpa pengawasan yang rawan. Pihak birokrat kampus seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman yang optimal kepada segenap civitas akademika, tekanan yang ada menyebabkan mahasiswa rentan mengalami frustrasi. Untuk segenap rekan-rekan mahasiswa teruslah berhati-hati terhadap tingkah laku kejahatan di manapun berada.

Suci Wulandari Pendidikan Ekonomi 2017

Harusnya pengamanan di sekitar kampus oleh pihak keamanan lebih ditingkatkan lagi, ada beberapa aturan yang penerapannya kurang diperketat seperti menggunakan KPM. Namun hal itu dapat dikatakan kembali ke diri masing-masing untuk lebih berhati-hati, walaupun di samping berhati-hati sudah ditakdirkan, dalam segala kegiatan hendaknya mahasiswa memperhatikan aturan yang berlaku. Keamanan sangat perlu ditingkatkan terutama malam hari, dan hendaknya ada satpam di setiap fakultas. Supaya tidak ada lagi kemalingan dan lainnya.

Kita mahasiswa harus berhati-hati dan waspada, peka terhadap situasi yang ada di lingkungan kita dan pihak kampus juga harus ekstra dalam menjaga dan mengawasi daerah kampus, dapat ditunjang dengan menambah fasilitas seperti CCTV, dan fasilitas penerangan di jalan. Mahasiswa harus lebih baik lagi dan berhati-hati dalam melakukan pergaulan. Baik mahasiswa maupun birokrat kampus belum berusaha maksimal dalam menjaga keamanan dan kenyamanan mereka sendiri, hal ini terlihat masih jelas dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Yan Wenli Situmorang, Hama dan Penyakit Tumbuhan 2018

6

Edisi ke-16

Renaldo Gizind Ekonomi Pembangunan 2017

Irene Indah Natalya Tamba Gizi 2018

Mahasiswa secara umum dan keseluruhan, sudah melakukan tindakan dan kontribusi dalam menjaga keamanan. Namun, tingkatannya masih rendah. Hal yang dapat dilakukan dalam upaya memaksimalkan keamanan ini adalah mengawalinya dari diri sendiri, yakni waspada dan tetap berhati- hati saat berada di manapun dan kapanpun. Bagi instansi terkait, peristiwa di atas dapat dijadikan pelajaran ke depan dan diharapkan senantiasa mampu memberikan perlindungan dan keamanan atas semua orang yg terlibat di dalamnya. Terpenting adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa dan berbagai pihak yang terkait dengan bercermin pada setiap peristiwa yg telah menimpa saudara-saudara kita sebelumnya.


INFOGRAFIS

telepon.

Desain Grafis : Vhera Monicha, Toharuddin

Edisi ke-16

7


LAPORAN UTAMA

Kaleidoskop Kejadian Ke Kecelakaan, Hi Beragam kejadian kelam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan di dalam kampus sekalipun. Tanpa memandang siapa dan bagaimana, kejadian kelam ini datang. terhitung sejak tahun 2017 lalu hingga 2019 ini sudah terjadi beberapa kejadian yang membuat Unsri berduka. Mulai dari meninggal karena suatu insiden, bunuh diri, hingga kecelakaan terjadi di Unsri. Berikut sejumlah ulasan mengenai kejadian kelam tersebut : 1. Mahasiswa FP Dihipnotis Lewat Panggilan Telpon Dihipnotis oleh orang tidak dikenal membuat ART yang berasal dari Fakultas Pertanian (FP) harus kehilangan uang 4 juta rupiah. Kejadian ini terjadi pada 2 Maret 2017 lalu melalui panggilan telepon yang diterimanya. ART menjelaskan bahwa saat dirinya sedang menunggu telepon dari dosen, ia dihubungi oleh nomor yang tidak dikenal. ART menyadari bahwa panggilan tersebut adalah modus penipuan, namun di tengah percakapan korban mulai merasa linglung hingga menuruti perkataan pelaku untuk pergi ke ATM dan mentransfer uang ke akun e-cash pelaku. Setelah sadar, korban segera melapor kepada pihak Polisi Resort (Polres) Indralaya, namun pihak kepolisian berkata butuh proses hukum dan memakan waktu yang lama sehingga ART tidak jadi melaporkan kejadian ini. 2. Mahasiswa FKIP Meninggal Saat Pelatihan Organisasi Dua mahasiswa asal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meregang nyawa saat mengikuti pelatihan dasar organisasi yang dilaksanakan di danau Bumi Perkemahan pada 26 Maret 2017 lalu. Kedua korban yang diketahui berinisial Q dan MTH diduga tenggelam di danau tersebut karena tidak bisa berenang. Kejadian ini berawal saat kedua korban sedang mengikuti kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) yang diada-

8

Edisi ke-16

kan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP. Salah seorang saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ONP mengatakan bahwa korban dievakuasi ke klinik Indralaya. Sementara rekan-rekannya saat itu belum dapat memberikan keterangan karena sedang syok. 3. Mahasiswa FKIP Terjatuh dari Apartemen Kejadian yang terjadi pada 6 Februari 2018 menimpa mahasiswa FKIP berinisial MJ. Ia terjatuh dari lantai 4 apartemen Unsri saat hendak mengambil jemuran yang tersangkut di kanopi samping balkon. Menurut saksi mata, Ahmad Firdaus, keadaan kaki korban terhimpit di selokan. Ia pun langsung mengangkat korban yang mengalami luka di bagian betis dan tempurung kaki sebelah kanan. Ranti, penjaga apartemen putra mengungkapkan bahwa keadaan korban terjatuh dalam posisi terduduk sehingga kulit kaki terkelupas dengan tulang kaki yang terlihat.

5. Bayi Ditemukan dI Kampus Pada 9 Maret 2018 lalu telah ditemukan seorang bayi di semak-semak belakang Asrama OKI Unsri. Berjenis kelamin laki-laki, bayi ini memiliki berat badan 2,6 kg dan panjang tubuh 46 cm. Bayi tersebut ditemukan oleh S yang saat itu sedang jogging. S

4. Mahasiswa FT Ditemukan Tewas Gantung Diri Kabar duka yang datang dari Fakultas Teknik (FT) merupakan peristiwa kelam yang terjadi pada 20 Maret 2018 lalu. Mahasiswa jurusan Teknik Mesin tersebut ditemukan tidak bernyawa di kamar mandi kontrakannya. Hasil pemeriksaan dari salah satu dokter Klinik Sehat Sejahtera Indralaya menunjukkan adanya bekas jeratan di leher CS yang disebabkan oleh tali pinggang dengan panjang sekitar 30 cm. Subhan, salah satu anggota kepolisian saat itu mengatakan belum dapat memberikan data valid mengenai kejadian ini, dikarenakan tim identifikasi yang belum selesai melakukan olah TKP. Pihak kepolisian juga mengatakan jenazah akan dibawa ke Medan setelah diperiksa lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin Palembang.

kemudian mengajak N untuk membawa bayi tersebut ke apartemen dan dibersihkan oleh penjaga apartemen. Kemudian bayi tersebut dibawa oleh pengurus apartemen ke Klinik Unsri. Dari hasil penyelidikan polisi, polisi menduga ibu dari bayi tersebut berinisial B. Saat itu B yang merupakan mahasiswa Unsri dibawa oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut di bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ogan Ilir. B juga dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut. 6. Sekretariat Ormawa FKIP Kemalingan Bertubi-tubi FKIP mengalami kemalingan pertama di ruang jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan


LAPORAN UTAMA

elam di Unsri, dari Dihipnotis ingga Kemalingan (PMIPA) dengan total kerugian sekitar 80 juta rupiah. Kemudian, kemalingan berlanjut ke sekretariat Organisasi Mahasiswa (Ormawa) seperti BEM KM FKIP, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM FKIP, HimpunanMahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Bahasa Indonesia, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Luar Sekolah (PLS), bahkan mahasiswa dan dosen.

di di Sekretariat HMJ PGSD. Barang yang hilang sound system; 5) 17 Oktober 2018 dosen kehilangan helm; 6) 18 Oktober 2018 Melyanti, mahasiswa FKIP, kehilangan telepon genggam dan dompet. Mahasiswa PLS kehilangan sepatu dan helm; 7) Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) FKIP kehilangan telepon genggam, perkiraan hilang saat Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira); 8) 25 November 2018 terjadi kehilangan di Sekretariat Madani Pers. Barang yang hilang berupa printer, dan 6 helai gamis. Menanggapi kejadian kemalingan ini, pihak Satuan Pengamanan (Satpam) FKIP mengaku tidak merasa bertanggung jawab karena menurut Dadia selaku satpam FKIP, sejak dihilangkannya sistem tiga regu (siang, malam, dan off) kejadian kemalingan mulai terjadi di FKIP. Sedangkan, dari pihak satpam Unsri membantah adanya perubahan sistem tiga regu yang telah diterapkan sejak dulu. Pihak satpam Unsri menyampaikan masih menggunakan sistem tiga regu, tapi ada pertukaran satpam, misalnya bulan ini satpam FKIP berjaga di FKIP, bulan depan di Fakultas Pertanian.

Ilustrasi oleh: Annisa Ayu Lestari

7. Mahasiswa FH Tewas dalam Kecelakaan Motor

Data kehilangan barang adalah sebagai berikut : 1) Sekretariat DPM KM FKIP kehilangan sound system setelah Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2); 2) 9 September 2018 kehilangan terjadi di Sekretariat BEM KM FKIP. Barang yang hilang ialah laptop gubernur mahasiswa FKIP dan kipas angin. Sebelumnya mereka juga kehilangan LCD; 3) 15 Oktober 2018 secara bersamaan, tiga Sekretariat HMJ juga menjadi sasaran maling, antara lain Sekretariat HMJ Matematika, barang yang hilang: sound system dan printer. Sekretariat HMJ PPKN, barang yang hilang kipas angin. Sekretariat HMJ Bahasa Indonesia, barang yang hilang sound system; 4) 16 Oktober 2018 kehilangan terja-

9 April 2019 lalu telah terjadi kecelakaan di Unsri yang mengakibatkan satu korban jiwa dengan inisial NGK dan satu korban kritis berinisial MAM. Kedua korban merupakan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unsri. Menurut keterangan Kepala Unit Laka Lantas Polres Ogan Ilir, Iwan, pengemudi mobil Kijang Raider bewarna hijau yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah pensiunan pegawai Fakultas Pertanian (FP) Unsri berinisial AF. Adapun kronologi kecelakaan dari pihak kepolisian berdasarkan fakta yang didapat adalah: 1) Selasa (9/4) pukul 08.40 WIB, motor Vario warna putih dengan nomor polisi BA 6387 NG datang dari arah pintu masuk gerbang utama Unsri,

2) Sampai di TKP, NGK memperlambat kendaraannya karena ada polisi tidur. 3) Motor yang dikendarai NGK ditabrak Kijang warna hijau dengan nomor polisi BG 1807 UN dari belakang, sehingga pengemudi motor NGK terlindas ban belakang sebelah kanan, 4) Kijang BG 1807 UM tetap berjalan menyeret sepeda motor dan penumpang motor MAM lebih kurang sejauh 30 m. 5) Mobil tetap melaju dengan menyeret motor, dan berhenti setelah menabrak tiang di depan gedung Rektorat Unsri. Tri selaku penyidik menjelaskan dari titik tabrak pertama ke lokasi NGK jatuh sejauh 7,11 m, kemudian dari posisi NGK sampai ke posisi MAM jatuh mengenai trotoar jalan berjarak 27,60 m. Sedangkan, jarak dari posisi MAM hingga ke posisi akhir 19,50 m. Panjang goresan dari titik tabrak sampai ke tiang 70 m. 8. Mahasiswa FMIPA Meninggal Setelah Jatuh dari Lantai 3 Apartemen 14 September 2019 lalu, seorang mahasiswa berinisial IM, mahasiswa Ilmu Kelautan FMIPA Unsri, terjatuh dari lantai 3 apartemen Unsri saat hendak mengambil pakaian yang terjatuh 3 ke kanopi yang ada di lantai 2. IM menginjak kanopi jendela lantai 3. Nahas, kanopi jendela yang menopang tubuhnya pecah, hingga ia terjatuh ke lantai 1. Korban kemudian dibawa oleh Rizal, penjaga Asrama dan Rusunawa, ke rumah sakit. Berdasarkan penuturan dari Meila, dokter yang menangani korban, keadaan IM mengalami penurunan kesadaran akibat adanya kemungkinan pendarahan di dalam otak. Korban kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang untuk penanganan lebih lanjut. Namun, setelah seminggu lebih dirawat, IM mengembuskan napas terakhirnya, Senin (23/9) pukul 19.00 WIB. Penulis Editor

: Royan Dwi Saputra : Resentri

Edisi ke-16

9


EDITORIAL

Tragedi di Kampus Kuning Jika mendengar kata tragedi, terbayang oleh kita sebuah peristiwa mengerikan yang berakhir dengan ketidakbahagiaan. Peristiwa seperti kecelakaan, pencurian, pembunuhan, dan peristiwa menyedihkan lainnya tentu meninggalkan kesan mendalam baik bagi yang mengalami ataupun yang ditinggalkan. Kehilangan, dirugikan, serta takut akan terus menghantui bila teringat akan tragedi tertentu. Peristiwa berujung tragis tidak memandang siapa dan di mana terjadinya. Bayangkan bagaimana menyeramkannya apabila peristiwa tersebut menimpa kita saat kita sedang bepergian, bersantai, atau belajar. Tragedi itu datang dengan tiba-tiba dan tidak ada siapapun yang dapat menyangkalnya. Berbicara tentang tragedi, berarti berbicara tentang nasib dan takdir tuhan. Semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini memang sudah ditentukan, layaknya takdir yang tidak dapat diubah dan nasib yang dapat diubah. Keterkaitan kedua hal ini dengan tragedi sangat erat, apabila itu adalah nasib berarti kita beruntung masih dapat merubahnya.

kepala rumah tangga yang artinya ada tanggungan yang harus mereka tunaikan. Kesejahteraan para pihak keamanan juga harus menjadi fokus, karena dengan memberikan sebuah penghargaan, pihak keamanan merasa bahwa mereka harus memberikan yang terbaik juga agar terjadi timbal balik yang baik antara pihak birokrat dengan pihak keamanan. Dalam hal menjaga keamanan kampus, kita sebagai mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk menjaga serta merawat kampus, agar saat kita berada di dalamnya kita dapat merasa aman dan nyaman. Jangan hanya berpangku tangan, kemudian menyalahkan pihak birokrat karena keamanan yang menjadi hak kalian terganggu oleh pihak luar.

Berikutnya, kehidupan kampus yang menyebabkan salah seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT) ditemukan meninggal gantung diri di kamar indekosnya. Tidak ada yang tahu apa penyebab pasti mengapa mahasiswa tersebut mengakhiri hidupnya secara tragis. Kehidupan kampus adalah tentang bagaimana kita bisa menjalankan kehidupan sendiri untuk sebagian mahasiswa, karena terpisah dari orang tua atau yang Universitas Sriwijaya (Unsri) contohnya, yang seharusnya dikenal dengan merantau. Dengan adanya tugas dari dosen, menjadi tempat menuntut ilmu malah menjadi tempat terjadin- mengolah keuangan, organisasi, dan lain-lain, tentunya menjaya tragedi. Entah sudah berapa tragedi yang terjadi di kampus di beban tersendiri bagi para mahasiswa. kuning ini, mulai dari kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal, gantung diri di kamar indekos, dan lain sebagainya. Beratnya kehidupan kampus memang sudah terbentuk seDiawali dengan tragedi kecelakaan yang menimpa dua orang demikian rupa sehingga kita tidak bisa menghindar sama sekamahasiswi Fakultas Hukum (FH) di kawasan Gedung Rek- li. Yang dapat kita lakukan adalah yakin bahwa dalam setiap torat. Dalam tragedi tersebut satu korban menemui maut dan kesulitan yang kita alami, akan selalu ada jalan kemudahan satu lainnya kritis. Kenapa kejadian seperti ini dapat terjadi di yang mengantarkan kita pada kesuksesan. Yang Maha Pencipdalam kampus yang notabenenya sudah ada pihak yang men- ta tidak akan memberi kita ujian di luar kemampuan umatnya. jaga keamanan dan keselamatan. Menilik kronologi kejadian, Jika ada masalah, alangkah baiknya dibagi dengan teman yang terdapat seorang pensiunan pegawai Fakultas Pertanian (FP) bisa dipercaya atau berdoalah agar hati tenang. Memang beyang menabrak mereka. Bagaimana peran pihak keamanan da- ban sebagai mahasiswa bukan perihal sepele. Banyak yang halam memeriksa siapa yang masuk ke kawasan Unsri? Apakah rus dikorbankan, mulai dari uang, tenaga, pikiran, hingga rindu dengan memakai tanda pengenal dapat meminimalisir kejadian kampung halaman. seperti ini? Keamanan Unsri perlu diperketat agar yang keluar masuk Menjadi mahasiswa bukan seperti bayangan kita ketika makampus dapat terkontrol melalui tanda pengenal tersebut. Sudah sih duduk di bangku sekolah, seperti memakai pakaian bebas, menjadi kewajiban pihak keamanan untuk melakukan hal seperti masuk kelas sebebasnya, nongkrong di kafe atau mal, dan kememeriksa setiap kendaraan dan orang yang keluar masuk ka- nikmatan lainnya. Tidak sebatas itu, menjadi mahasiswa adalah wasan kampus. Pemeriksaan ini dimaksudkan agar yang masuk beban yang harus kita pikul karena di sana ada amanah dari dan keluar Unsri hanya orang-orang yang memiliki kepentingan. orang tua kita agar kita dapat meraih gelar sarjana. Memang Lantas bagaimana dengan masyarakat sekitar yang menjadikan berat, tapi tidak seharusnya kita memilih untuk menyerah bahUnsri sebagai tempat mata pencaharian dan bermain mereka? kan mengakhiri nyawa dengan tragis. Bukankah mereka akan kecewa? Tragedi di atas hanya sebagian kecil contoh tragedi yang Sebenarnya larangan untuk masyarakat sekitar yang masuk pernah terjadi di kampus kuning ini. Sebagai mahasiswa kita ke kawasan Unsri dapat diakali dengan membuat aturan, yang perlu bijaksana dalam bersikap dan berhati-hati dalam menenhanya memperbolehkan masyarakat sekitar masuk saat perkuli- tukan setiap langkah. Walaupun tidak ada yang mengetahui kaahan usai atau pada hari libur saja. Namun, peran pihak kea- pan dan di mana sebuah tragedi akan terjadi, setidaknya kita manan juga tidak boleh dilupakan karena sejatinya mereka yang harus terus waspada bukan malah berkeluh kesah tanpa alabertanggungjawab atas keamanan di kampus kita ini. pihak bi- san. rokrat juga tentunya harus melek atas kejadian ini serta memperhatikan keperluan para pihak keamanan. selain bertanggung jawab atas keamanan unsri, mereka juga memiliki peran sebagai Penulis : Redaksi

Ilustrasi oleh: Dwi Antoni Sembiring

10

Edisi ke-16


PRESTASI

Dari Kendala Jadi Juara Pengurus Sriwijaya Eco Periode 2018/2019

Sriwijaya Eco dalam mengikuti ajang Indonesia International Motor Show di Jakarta Foto : Sriwijaya Eco

Dapat berprestasi tentu menjadi dambaan semua mahasiswa, entah itu di bidang akademik maupun non akademik, baik itu di tingkat nasional ataupun internasional. Semuanya tentu memberi rasa bangga tersendiri bagi mereka yang memenangkan lomba tersebut. Permasalahan yang lumrah dihadapi dalam proses mencapai prestasi tentunya banyak sekali, mulai dari dana, tenaga, hingga mengorbankan waktu kuliah. Namun, semua kendala dapat memicu kita untuk berpikir kritis dalam menyiasati semua kendala itu. Sriwijaya Eco, sebuah klub otomotif yang berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Sriwijaya (Unsri), mereka membuktikan bahwa dengan banyak kendala yang dialami, mereka masih dapat memberikan prestasi. Salah satu prestasi mereka adalah pada April 2019 lalu, Sriwijaya Eco telah meluncurkan mobil listrik yang mereka rakit sendiri dengan nama “Pempek Balap 03�. Pada peluncuran mobil listrik tersebut, Wakil Rektor (WR) III Unsri, Mohammad Zulkarnain, datang secara langsung untuk menghadiri acara tersebut. Tidak hanya itu, mobil-mobil rakitan tangan anak jurusan mesin Unsri ini sudah berhasil menorehkan prestasi di ajang perlombaan Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) dan Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI). KMHE sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam skala nasional, memperlombakan mobil kreasi mahasiswa dalam hal efisiensi energi dari berbagai lembaga pendidikan tinggi. Catatan prestasi tersebut antara lain pada ajang KMHE 2014 di Malang, mereka berhasil berada di posisi keempat untuk kate-

gori proto bensin. Kemudian, KMLI adalah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Bandung (Polban) setiap tahunnya, dengan beberapa kategori perlombaan seperti uji daya tanjak, akselerasi, pengereman, slalom, balap kecepatan, dan efisiensi. Pada ajang KMLI 2017, Sriwijaya Eco juga berhasil menyabet juara kedua untuk kategori daya tanjak. Klub yang berdiri pada tahun 2013 ini diketuai oleh Tri Hanggora, mahasiswa jurusan Teknik Mesin 2016. Klub ini berdiri karena adanya inisiasi dari para pendiri, mereka memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif dan disalurkan dengan membuat sebuah klub yang juga bergerak di bidang otomotif. Alasan lain terbentuknya klub ini adalah karena dengan latar belakang pendidikan sarjana yang notabenenya teori bukan praktik, mereka merasa perlu adanya sebuah wadah yang dapat menguji teori tersebut. Hingga saat ini, Sriwijaya Eco telah memiliki sekitar 40 anggota yang terlibat langsung dalam setiap pembuatan mobil karya Sriwijaya Eco. Mereka memastikan bahwa semua mobil yang telah mereka buat adalah 100 persen murni hasil rakitan tangan mereka sendiri. Proses perakitan sebuah mobil dapat memakan waktu berbulan-bulan. Dimulai dari riset terlebih dahulu, kemudian masuk ke tahap pelaksanaan yang terdiri dari pembuatan model mobil melalui aplikasi, membagi tugas per tim yang terbagi menjadi divisi body, chassis, engine, electrical, dan non teknis. Setiap divisi saling berkoordinasi dalam menciptakan sebuah mobil yang diinginkan. Tahapan riset tidak hanya dilakukan di awal proses pembuatan saja, tetapi juga pasca perlombaan karena dengan mengoreksi kekurangan

yang dimiliki mobil sebelumnya, dapat menjadi suatu bahan perbaikan untuk mobil berikutnya. Panjang proses perakitan tentunya dihadapkan juga dengan berbagai kendala. Kasus yang terjadi di Sriwijaya Eco adalah mereka masih mengalami kesulitan dalam hal pendanaan untuk riset mobil mereka. Mereka mengakui bahwa untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain dari pengajuan proposal ke pihak Dekanat Fakutas Teknik (FT) dan Rektorat Unsri, mereka juga mencari sponsor yang mau membiayai proyek, serta menggunakan keuangan pribadi dari masing-masing anggota yang dikumpulkan secara kolektif. Pendanaan yang sudah mereka terima dapat dikatakan cukup besar, namun untuk bersaing mereka pastinya membutuhkan dana lebih agar dapat menjadi juara umum di setiap perlombaannya. Untuk dukungan terhadap klub ini, Sriwijaya Eco didukung penuh oleh seluruh elemen kampus. Baik dari Dekanat FT hingga Rektorat Unsri, mereka mendukung secara penuh kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Teknik Mesin ini. Harapan dari Sriwijaya Eco sendiri adalah adanya dana yang dikhususkan untuk riset, karena dengan riset ini mobil yang diciptakan dapat menjadi optimal dan memiliki performa yang maksimal. Selain itu, besar harapan Sriwijaya Eco untuk dapat menjajal perlombaan di tingkat internasional karena mereka sangat ingin membawa nama Unsri ke ajang internasional suatu hari nanti.

Penulis Editor

: Royan Dwi Saputra : Resentri Edisi ke-16

11


RESENSI Perjalanan yang Menghangatkan Mama Uci (Marsha Timothy), Papa Irfan (Ibnu Jamil), dan Sam (Maisha Kanna) yang tinggal di dekat pantai.

Kulari ke Pantai merupakan film tentang anak-anak yang digarap oleh produser Mira Lesmana dan Sutradara Riri Riza, yang telah mencetak film anak-anak legendaris lainnya seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi. Dengan popularitas yang dibawa oleh produser dan sutradaranya, mengantarkan Film Kulari ke Pantai menjadi film yang ditunggu-tunggu pada 2018 lalu. Apalagi dengan kenyataan bahwa film anak-anak sudah jarang menghiasi layar bioskop Indonesia, terlebih lagi film ini tayang di waktu libur sekolah. Cerita dibuka dengan adegan sebuah keluarga yang tinggal di Rote, Nusa Tenggara Timur. Keluarga ini berisikan

Mama Uci dan Sam mempunyai rencana untuk melakukan perjalanan darat menuju G-Land di kawasan Timur pulau Jawa untuk bertemu peselancar idola Sam. Akan tetapi, keluarga ini terlebih dahulu berangkat ke Jakarta untuk hadir di acara ulang tahun nenek Sam. Sam pun bertemu kembali dengan sepupu nya Happy yang diperanan Lil’li Latisha. Pertemuan mereka menimbulkan persitegangan karena Happy menganggap sepupunya sebagai bocah kampung yang ketinggalan zaman. Happy ialah anak ibukota yang hidup dikelilingi teknologi seperti telepon genggam dan lingkungan ‘geng hits’-nya, sedangkan Sam yang telah lama hidup jauh dari hiruk pikuk kota dan lebih suka bermain dengan alam. Akibat perdebatan itu, Ibu Happy (Karina Suwandi) meminta izin agar Happy ikut dalam perjalanan Sam dan mamanya agar hubungan kedua sepupu tersebut kembali baik.

Perpisahan yang cukup lama dan perbedaan lingkungan yang berbeda membuat jarak Sam dan Happy kini seperti dibatasi dengan sekat. Perbedaan kedua anak tersebut menjadi penuh tantangan. Mereka juga berhadapan dengan kejadian tak terduga. Akan tetapi, perjalanan darat dengan mobil menyajikan kisahnya sendiri. Film ini lebih banyak mengajak penonton untuk melihat sebuah cerita dari sisi sang anak. Namun, di akhir film, kita juga diajak untuk melihat dari sudut pandang orang dewasa, dimana Uci dan kakaknya berdamai dengan konfilik batin mereka. Dengan durasi film hampir dua jam, kita diajarkan bahwa dengan menghabiskan waktu bersama dengan seseorang bisa membangun kedekatan dan kepercayaan. Maisha dan Lil’li mengajak penonton belajar saling peduli, menghargai, memahami dan menerima satu sama lain. Kedua tokoh utama film ini sama-sama mempunyai karakter yang kuat dan menonjol . Mereka berhasil menyampaikan kisah yang apik dengan

pesan didalamnya. Film ini dieksekusi dengan baik dan sederhana, tapi meninggalkan kesan yang kuat. Akan tetapi, film ini hanya menyajikan emosi dan kehidupan dari anak-anak perempuan. Sehingga anak laki-laki tidak bisa menyelami kisah ini terlalu dalam. Bagi para penonton yang bukan anak-anak, kisah ini melemparkan kembali para penonton ke ingatan masa kecilnya. Kita diingatkan juga bahwa sebuah perjalanan bisa menjadi momen untuk merefleksikan diri. Kulari ke Pantai sukses menyajikan kisah kehidupan yang dituturkan sangat manis dan menghangatkan. Film ini juga menghadirkan bintang-bintang pendukung yang turut mewarnai cerita ini, seperti Dodit Mulyanto, Suku Dani, Sissy Prescillia, dll. Selain itu, mata kita juga dimanjakan dengan suguhan keindahan alam Indonesia yang luar biasa.

Penulis Editor

: Anggi Putri Sefri : Resentri

Melangkah Meraih Kesuksesan Judul Penulis Penerbit Jumlah Halaman Edisi

: : : : :

Young On Top, 40 Kunci Sukses di Usia Muda Billy Boen PT Bentang Pustaka 245 Halaman Kedua, Cetakan Pertama, Agustus 2017

“Kalau bisa sukses pada usia muda, kenapa mesti nunggu tua?" adalah prinsip yang dimiliki oleh Billy Boen dalam berkarir dan menjadi dasar penulisan buku ini. Young On Top Updated - 40 Kunci Sukses di Usia Muda, merupakan buku versi terbaru dan lebih lengkap dari seri Young On Top sebelumnya. Buku ini terdiri dari tujuh bagian: Who You Are, The Common Senses, The Common Practice, The Tips & Tricks, The Art of Management, The Art of Leadership, dan The Next Level. Buku ini berisi panduan mengenai langkah-langkah yang bisa diikuti untuk sukses dan agar kamu tahu apa yang harus kamu lakukan untuk menggapai impianmu pada masa muda. Lewat bahasa yang

12

Edisi ke-16

ringan dan mudah dimengerti, Billy Boen memadukan pengalaman pribadi dan pengalaman orangorang sukses lainnya yang bisa kamu jadikan inspirasi. Buku Young On Top Updated adalah buku bertema self improvemnet, yang mana di dalamnya terdapat 40 kunci sukses yang dapat menjadi pegangan bagi siapa saja yang ingin meraih keberhasilan di usia muda. 40 kunci sukses ini terkait hal-hal mendasar yang tidak boleh diabaikan oleh anak-anak muda zaman sekarang. Billy Boen mengupas seputar pentingnya membangun motivasi, keyakinan, optimisme, dan menemukan passion. Tak hanya itu,

ia juga menjabarkan pentingnya mengembangkan sikap agar tidak lekas berpuas diri atas apa yang telah didapatkan dan bagaimana menyikapi berbagai permasalahan. Billy Boen menulis buku dengan bahasa ringan dan sederhana agar mudah dicerna oleh anak muda. Buku ini tak memberi kesan menggurui dan menyajikan kisah inspiratif Billy Boen sendiri maupun orang lain. Billy Boen mengajak kaum muda untuk berani bermimpi besar dan keluar dari zona nyaman serta memiliki integritas dalam bekerja. Billy Boen mengajak pembaca untuk segera beraksi dan memulai langkah awal untuk meraih sukses mulai saat ini. Setiap orang pasti mempunyai mimpi yang ingin dicapai dalam hidupnya. Kalau orang lain mencapai mimpinya pada usia 50 tahun, bukan berarti kamu juga harus mencapai mimpi kamu di umur tersebut. Semua tergantung dari seberapa kuat keinginan

dan usaha kamu untuk mencapai kesuksesan yang ingin kamu raih. Apa arti sukses menurutmu? Apa yang ingin kamu capai dalam hidup ini? Sukses dalam bidang apa? Apa pun jawabanmu, jadikan buku ini panduan kamu untuk bisa sukses pada usia muda. Kita semua pastinya ingin berhasil meraih impian dan kesuksesan kita selagi masih muda. Untuk mencapai hal itu, perlu kerja keras dan komitmen untuk selalu berusaha sebaik-baiknya dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Penulis Editor

: Anggi Putri Sefri : Resentri


KOMIK

1

2

3

4

5

6

7

8

Ilustrasi oleh : Tiara Winiari dan Annisa Ayu Lestari Edisi ke-16

13


SASTRA

Kisah Cinta Awal terbentuknya Pulau Kemaro Pulau kemaro adalah pulau yang terletak sekitar 6 km dari jembatan Ampera. Pulau ini merupakan delta kecil yang ada di Sungai Musi. Banyak cerita-cerita rakyat yang berisi kisah awal mula terbentuknya pulau ini yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Sumatera Selatan, terkhususnya Palembang. Cerita rakyat paling terkenal adalah kisah cinta dan terbuangnya harta dari saudagar cina. Alkisah pada zaman, dahulu Kota Palembang merupakan salah satu pusat perdagangan. Pada saat itu hiduplah seorang raja yang memimpin kerajaan Sriwijaya. Selain sebagai pusat perdagangan, kerajaan Sriwijaya juga terkenal akan putra-putrinya yang cantik jelita serta tampan rupawan. Salah satu putri raja yang paling tekenal bernama Siti Fatimah, sang putri terkenal karena kecantikannya dan kebaikan hatinya. Setiap hari Siti Fatimah selalu menyempatkan diri pergi ke pasar sekedar melihat-lihat atau sedikit berbelanja. Banyak para pemuda berbondong-bondong mengagumi kecantikan dan keelokan sang Putri, namun tidak satupun dari mereka yang dapat menaklukan hati Putri. Lagi pula Raja juga menaruh pasangan ideal untuk sang putri. “Kelak jika kau sudah dewasa maka kau akan menikah dengan pemuda yang kaya raya,” ujar sang raja kala itu. Siti Fatimah sebagai anak hanya mengikuti saja apa kemauan orangtuanya. Sejauh ini belum ada satu pemuda pun yang berhasil menjadi pasangan ideal keinginan Raja untuk putri tercintanya. Pagi itu kerajaan kedatangan tamu dari negeri Cina bernama Tan Bun Ann. Tan Bun Ann adalah seorang Putra Raja dari Negeri Cina yang hendak berniaga di Negeri Sriwijaya. Sebelum berniaga Tan Bun Ann wajib menghadap kerajaan untuk meminta persetujuan serta

14

Edisi ke-16

perlindungan.

jaannya.

“Hormat hamba baginda! Di luar ada seorang saudagar yang hendak menghadap,” seorang pengawal menghadap raja untuk menyampaikan maksud Tan Bun Ann.

“Tidak Raja, hamba murni untuk berdagang,” ungkap Tan Bun Ann dengan sungguh-sungguh.

“Suruh dia masuk wahai pengawal," tanpa basa-basi Raja langsung menyilakan tamunya menghadap langsung. “Baik baginda, hamba undur diri,” pengawal itu membukukkan badan dan pamit memanggil tamu di luar sana yang sedang menunggu. Selagi menunggu pengawal kerajaan meminta izin Tan Bun Ann melihat dari kejauhan, ia berdecak kagum akan pesona Bumi Sriwijaya. Kerajaan yang damai, istana yang indah, serta orang-orang luar hilir mudik ke tempat ini. Dia membandingkan dengan kerajaannya memang tidak jauh berbeda, namun di sini tidak ada perkelahian saling berebut kekuasaan. Selagi Tan Bun Ann terkagum-kagum, pengawal tadi datang dan pengawal pribadi Tan Bun Ann langsung menyadarkannya. “Hormat hamba Saudagar, rombongan dipersilakan masuk,” mendengar itu Tan Bun Ann tersenyum semringah, serta merta dia dan beberapa orang bergegas masuk mengikuti pengawal. Sesampainya Ia di depan raja, Tan Bun Ann langsung menyampaikan maksudnya kepada Raja. “Wahai Raja, hamba dari Negeri Cina ingin berniaga di Negeri Sriwijaya. Hendaknya Raja bisa memberi izin kepada kami.” Raja meneliti penampilan saudagar ini benarkah ia hanya ingin berdagang atau ia ingin menyerang kerajaannya. “Benarkah kau tidak ada maksud lain selain berdagang, wahai Saudagar?” Sebagai seorang Raja ia wajib melindungi kera-

Sejenak Raja berpikir, setelah beberapa menit hening Raja kembali buka suara. “Baiklah, saya mengizinkan tetapi hasil berniaga kalian separuhnya adalah milik kerajaan. Setiap bulan kau harus menyetor hasil itu kekerajaan. "Bagaimana, apa kau sanggup wahai anak muda?” Sebenarnya ini cukup merugikan bagi Tan Bun Ann, tetapi apa boleh buat Ia sudah jatuh hati kepada negeri ini, “Baiklah, hamba menyetujuinya.” Para pengawal yang setia mendampingi Tan Bun Ann hanya terperangah. Ada dari mereka tidak menyetujui kesepatakan itu. Namun, apa boleh buat pimpinan mereka telah menyetujui semuanya. “Kau boleh menetap disini beserta rombonganmu.” ** Setelah kesepakan itu Tan Bun Ann resmi menetap dan berniaga di Bumi Sriwijaya. Ia juga telah membuka beberapa toko di pasar yang menjual pakaian dan perhiasan. Banyak para gadis mendatangi tokonya hanya sekedar berkenalan dan tebar pesona menarik perhatian sang Putra dari Cina. “Putri, saya dengar di ujung sana sebelah barat ada toko pakaian milik Saudagar Cina. Katanya di sana menjual pakaian berkualitas,“ ujar salah satu dayang Siti Fatimah, kala itu mereka sedang berjalan menyusuri area pasar. “Mari kita kesana dayang, kita lihat pakaian yang dijual Saudagar dari Cina itu,” Siti Fatimah serta rombongan mendatangi toko milik Tan Bun Ann. Melihat rombongan ga-

dis-gadis yang datang, Tan Bun Ann tampak lengah, Ia kira gadis-gadis biasanya yang selalu menggoda dirinya. Namun, setelah rombongan bergerak mendekat, Tan Bun Ann langsung terpesona akan sosok gadis di antara dayang-dayang itu. Kecantikan yang satu ini benar-benar memikat sang Putra Cina. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama, begitu pun dengan Siti Fatimah. Putri raja Sriwijaya ini juga dibuat terkagum-kagum dengan ketampanan Tan Bun Ann. Ia jatuh hati seketika itu. “Selamat siang pemilik toko, apa kami bisa mengunjungi tokomu dan mencari beberapa helai pakaian?” suara lembut Siti Fatimah mengalun di pendengaran Tan Bun Ann. “Ya, kau boleh memilih apa saja disini,” tanpa basa-basi, Tan Bun Ann menyilakan sang Putri masuk. Pandangan mereka sejenak beradu, sontak saja Siti Fatimah menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah. “Siapa dia?” gumam Tan Bun Ann. ** Setelah merenung dan berpikir keras semalaman, Tan Bun Ann tahu siapa gadis itu. Ia adalah putri tercantik kerajaan. Sejak pertemuan pertama itu, Tan Bun Ann dan Siti Fatimah kembali dipertemukan di beberapa kesempatan. Seperti saat Tan Bun Ann menyerahkan separuh penghasilannya dan di perayaan pesta rakyat. Mereka jatuh cinta, kadang mereka bertemu dengan sembunyi-sembunyi. Tak ingin sang pujaan diambil orang, maka sore itu Tan Bun Ann pergi menghadap ke kerajaan. “Ampun raja, Tan Bun Ann menghadap,” Raja mengernyitkan dahi melihat Tan Bun Ann, pasalnya ini belum akhir bulan untuk menyerahkan hasil.


SASTRA

“Ada apa kau menghadap? Bukankah seharusnya akhir bulan nanti waktumu menyerahkan hasil?” “Hamba kali ini menghadap perihal urusan pribadi baginda,” Tan Bun Ann berusaha membangkitkan kembali keberaniannya. “Apa itu? sebutkan saja,” raja tidak mau bertele-tele. “Hamba jatuh cinta dengan Siti Fatimah, Putri baginda” Mendengar itu Raja sontak terkejut, tetapi ia tahu bahwa pemuda ini adalah pemuda kaya raya. “Baiklah saya mengizinkan, kau menikahi putriku, tetapi sebelum pernikahan terjadi kau wajib menyerahkan 7 guci berisi emas,” Tan Bun Ann menyanggupi persyaratan itu. Siti Fatimah yang mendengar lamaran Tan Bun Ann untuknya

tersenyum bahagia, sudah terbayang kehidupan mereka kelak. Siang itu juga, Tan Bun Ann mengirimkan pesan kepada ayahnya, untuk meminta 7 guci berisi emas. Raja menyetujui namun beliau tidak dapat datang langsung menyaksikan pernikahan putranya, karena ada urusan kerajaan. Raja Cina mengirimkan emas-emas itu melalui pengawal kerajaan. Zaman itu sangat rawan perampokan di wilayah perairan seperti bajak laut, maka Raja Cina mengakalinya dengan memasuki sawi asin ke dalam guci yang berisi emas. Benar saja ,para bajak laut itu berhasil dikelabuhi. Emas-emas itu berhasil didatangkan ke Bumi Sriwijaya, betapa senangnya Tan Bun Ann saat itu. Bergegas ia ke pelabuhan menyambut guci pesanannya. Sesampainya di tepi pelabuhan, Tan Bun Ann memeriksa guci-guci itu tetapi yang ia dapat hanya sawi-sawi asin yang sudah membusuk.

Dengan gusar ia berteriak “Kemana emas-emas itu hah?” semua yang di sana hendak menjawab namun karena marah Tan Bun Ann langsung melempar guci-guci itu, namun ada satu guci yang saling beradu dan pecah sehingga isinya keluar berhamburan. Melihat isi guci itu adalah emas batangan yang ia inginkan, dengan perasaan menyesal Tan Bun Ann terjun hendak menyelamatkan emas untuk sang pujaan hati. Setelah beberapa menit, Tan Bun Ann tidak muncul ke permukaan, dengan cemas satu orang pengawal ikut terjun ke sungai menyusul Tan Bun Ann. Beberapa menit pengawal itu tak juga muncul ke permukaan sama seperti Tan Bun Ann. Maka segera saja pengawal lainnya mengadukan hal ini kepada Siti Fatimah. “Apa yang terjadi? Dimana kanda?” tidak ada satupun yang berani buka suara, dengan berurai air mata Siti Fatimah berlari ke tepian pelabuhan.

Ia berkata, ”Jika timbul gundukan tanah disini, maka anggaplah itu sebagai kuburanku,” setelah berkata demikian, Siti Fatimah menceburkan dirinya ke dalam sungai. Seperti yang lainnya, ia pun tidak juga muncul ke permukaan, yang ada muncul beberapa gundukan tanah di area tempat sang Putri menceburkan diri. Sedangkan raja menyesalkan kejadian itu dan bersedih selama berbulan-bulan. Sejak saat itulah gundukan yang lama kelamaan meluas menjadi sebuah pulau diberi nama Pulau Kemaro yang artinya Pulau Kering. Dinamakan demikian karena walaupun terjadi air pasang pulau ini akan tetap mengapung, tidak tenggelam. *Adaptasi cerita rakyat Palembang Penulis

: Fatmawati

Edisi ke-16

15


Baca juga majalah Edisi IX

Profile for Gelora Sriwijaya LPM

Tabloid Indralaya Post Edisi XVI  

Tabloid Indralaya Post Edisi XVI  

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded