Page 1

anteseden


Buku Arsip Divisi Profesi dan Karya Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Arsitektur “Gunadharma Institut Teknologi Bandung. Tahun 2019 Ketua Himpunan IMA-G ITB: Farhan Qalbain Iman (G-17) Kabid Keilmuan dan Keprofesian: Muhammad Arkan Haqi (G-17) Kadiv Profesi dan Karya: Fransiskus Asisi Dwinugroho Prasetio (G-17) Anggota Divisi Profesi dan Karya: Apri Surya Hot Parasian S.imbolon (G-17) Aissya Jelitawati (G-17) Josephin Maria Pastika A.(G-17) Keny Wijaya (G-17) Yesaya Christian (G-17) Annissa Zhafira Febriyanti (G-18) Bunga Aninditya Mayang Pourine (G-18) Firqi Alfathani (G-18) Hafidza Fara Hapsari (G-18) Krisna Agustriana (G-18) Nico Lim (G-18) Magang Divisi Profesi dan Karya: Adinda Salsabila (G-19) Alma Aulia Lutfiah (G-19) Desma Siyammalita (G-19) Evelyne (G-19) Fakhrell Saqfan Izzan (G-19) Farras Zharfan Nur (G-19) Irvan Tadarru (G-19) Muhammad Arsy Rizkia Ruslan (G-19) Redemptsia Quinn Elsa Tadeus (G-19) William Chang (G-19)

Tim Penyusun Buku: Fransiskus Asisi Dwinugroho Prasetio (G-17) Bunga Aninditya Mayang Pourine (G-18) Firqi Alfathani (G-18) ii


Antaseden. /an·te·se·den/ /antésédén/ n 1 hal ihwal yang terjadi dahulu (terutama tentang riwayat hidup atau masa lampau seseorang) Maksud dari dibuatnya buku pengarsipan ini adalah agar ada catatan portfolio kerja dari divisi yang bergerak di keprofesian dan pengkaryaan arsitektur (pada tahun 2019 ini Divisi Profesi dan Karya) di IMA-G ITB. Dengan adanya buku arsip, apa yang dilakukan oleh kami dapat menjadi sebuah anteseden pengkaryaan dan keprofesian arsitektur bagi para pembaca di masa depan.

konten Brainstorming 1 G-AWE : Sekretariat IMA-G 3 G-AWE : Design and Build MTI 7 G-AWE : Instalasi Telisik ruang Gaung Bandung 2019 11 architectour 0.1 : visit indobuildtech 2019 15 architectour 1.0 : visit nusae 2019 17 architectour 2.0 : visit studio tonton 2019 19 Open House ITB 2019 21 Kolaborasi Prokarya dan Kabinet KM ITB 25

iii


brainstorming Penulis: Tim penyusun buku Kegiatan brainstorming dilakukan oleh divisi profesi dan karya pada pertemuan perdana divisi tanggal 12 April 2019. Bentuk brainstorming yang dilaksanakan adalah design charrette. Design charrette adalah bentuk kolaborasi desain secara kelompok dalam waktu singkat dimana tiap anggotanya memberikan gagasan-gagasan dan saling menanggapi ide satu sama lain (Karra Pernice, 2013). Tujuan brainstorming ini adalah menemukan bentuk pengkaryaan yang bisa dilakukan divisi selama setahun kepengurusan. Dari hasil brainstorming, ditemukan bahwa anggota divisi merasa pengkaryaan yang perlu dilakukan adalah pengkaryaan fasilitas publik.

anteseden | 1


anteseden | 2


g-awe: sekretariat ima-g Penulis: Tim penyusun buku G-awe Sekretariat IMA-G adalah program kerja G-awe pertama yang dilakukan oleh divisi Profesi dan karya. Kegiatan ini terdiri dari serangkaian proses, mulai dari brainstorming, pengadaan sayembara, pembuatan konsep, perancangan, hingga eksekusi. Brainstorming dilakukan oleh internal divisi profesi dan karya mengenai apa saja yang perlu dikembangkan dari sekretariat IMA-G. Periode brainstorming ini sendiri dilakukan bulan mei 2019. Metode brainstorming yang dilakukan adalah design charrette, setiap orang membuat gagasan di secarik kertas dan orang lain menanggapi gagasan setiap orang. Dari hasil brainstorming tercetus perlu diadakan sayembara pengembangan sekretariat IMA-G berupa kanopi yang dapat menghasilkan perancangan yang lebih konkrit. Pelaksanaan sayembara kanopi sekretariat dilaksanakan bulan mei-juni 2019, dengan juri dari dosen Arsitektur ITB. Namun, karena sayembara sendiri hanya diikuti dua peserta dan proposal desain ditolak oleh prodi maka setelah diadakan diskusi internal divisi profesi dan karya fokus pengembangan sekretariat dialihkan ke pengerjaan mading, rak sepatu, fitting lampu, pengecatan meja besi, dan perbaikan tangga. anteseden | 3

Foto atas: G-awe hari 1 Foto bawah: G-awe hari 2


anteseden | 4


anteseden | 5


Kiri: Hasil submission peserta sayembara kanopi Tengah: Desain pengembangan sekre oleh divisi prokarya

Konsep dan desain dari mading, rak sepatu, dan fitting lampu dikerjakan bersama oleh anggota divisi. Pelaksanaan pengerjaan barang kemudian dilakukan terbuka bagi seluruh Massa-G. Kegiatan pengerjaan barang dilakukan pada tanggal 5-6 September 2019 oleh 35 orang partisipan. Mading tembok dibuat dari mdf dan frame kayu dengan pengolahan lasercut. Mading kolom dibuat dengan woodworking dari kayu pinus dan kawat ram. Rak sepatu dibuat dari pipa pvc yang disatukan oleh cableties. Fitting lampu terbuat dari mdf di lasercut. Pengecatan meja dilakukan dua kali, yaitu lapisan cat dasar dan lapisan coating agar lebih tahan karat. Perbaikan tangga sekre menggunakan kayu meranti bekas untuk membuat dudukan baru di struktur tangga.

anteseden | 6


g-awe: design and build mti Penulis: Tim penyusun buku Design and Build MTI berawal dari ide ketua himpunan MTI Kreyton (TI 16) dan ketua IMA-G Kolbak (AR 16) untuk bekerja sama merancang sekretariat sementara untuk MTI. Sekretariat lama MTI dirobohkan karena bangunan studi pembangunan tempat sekretariat tersebut berada terbakar. Setelah diadakan pertemuan antara kedua pihak dan dibuat nota kesepahaman, Divisi Profesi dan Karya mengadakan rekrutmen terbuka bagi Massa-G. Tim yang dibentuk terdiri atas 8 orang tim desain dan satu orang yang menangani RAB. Setelah tim terbentuk, dibuat desain dan RAB. Proses ini dilakukan pada bulan agustus-september 2019. Setelah desain dan RAB disetujui, dilakukan proses konstruksi yang direncanakan berjalan hingga bulan oktober awal. Namun, karena kendala teknis proses konstruksi baru selesai pada akhir november 2019. Pada bulan tersebut juga dilakukan peresmian Sekretariat MTI.

anteseden | 7

Proses perancangan, presentasi, dan hasil desain sekretariat MTI.


anteseden | 8


Proses pembangunan sekretariat MTI.

anteseden | 9


anteseden | 10


g-awe: instalasi telisik ruang gaung bandung Penulis: Josephin Maria Pastika Tanggal 28 Oktober-1 November 2019 lalu telah berlangsung Telisik Ruang, sebuah eksperimen sosial sebagai bagian dari rangkaian acara Gaung Bandung: Ruang dan Emosi. Sebagian besar pasti telah melihat dan ‘mengalami’ sendiri instalasi-instalasi yang ada di dalamnya, namun bagaimana dengan serangkaian proses di belakangnya? Eksperimen sosial pada Telisik Ruang bertujuan untuk menumbuhkan empati melalui instalasi yang dirancang untuk membangkitkan perasaan dan emosi tertentu bagi pengguna ruang. Perancangan instalasi diarahkan untuk menciptakan perasaan bingung, takut, khawatir, tidak nyaman, dan emosi negatif semacamnya. Hal ini diterjemahkan ke dalam kesan atau impresi ruang untuk selanjutnya ditentukan alur sirkulasi, bentuk instalasi, dan material yang digunakan dengan mempertimbangkan kekuatan serta kesesuaiannya.

anteseden | 11


anteseden | 12


anteseden | 13


Proses pembuatan instalasi telisik ruang..

Material portal yang dipilih adalah bambu dengan sambungan menggunakan asdrat dan baut. Untuk interior menggunakan kain tule yang digambar dengan teknik stensil membentuk serangkaian aksi serta bambu yang ditata saling melintang membentuk lorong yang mengecil di ujungnya. Kain tule dipilih sebagai penggambaran pikiran --yang tidak nyata-- yang kalut dan berlebihan. Sedangkan bambu pada instalasi kedua sebagai penggambaran seseorang yang terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan. Instalasi ini dikerjakan selama seminggu oleh staf divisi artistik Gaung Bandung, beberapa staf profesi dan karya, serta panitia Gaung Bandung massa-G lain. Portal-portal bambu dan beberapa kain tule digunakan lagi dalam Pameran Ruang dan Emosi yang merupakan puncak acara Gaung Bandung: Ruang dan Emosi. Pameran ini menampilkan hasil dari Telisik Ruang dan beberapa karya massa-G yang berhubungan dengan tema.

anteseden | 14


architectour 0.1: visit indobuildtech 2019 Penulis: Tim penyusun buku Pada tanggal .24 Maret 2019 dilakukan kunjungan ke event Indobuildtech 2019. Acara ini merupakan pameran teknologi bangunan terbesar di Indonesia. Sebanyak 30 peserta massa-G mengikuti kegiatan kunjungan ini. Kegiatan kunjungan dimaksudkan untuk memberikan wawasan lebih luas bagi massa-G terkait dengan pengetahuan konstruksi, material, furnitur, eksibisi karya arsitektural, instalasi, dan teknologi perancangan terbarukan. Selain melakukan kunjungan, peserta juga mengumpulkan berbagai sampel dan booklet yang direncanakan akan menjadi perpustakaan material milik prodi Arsitektur ITB.

anteseden | 15


Foto Bersama

Stand Pameran

Sampel Material

anteseden | 16


architectour 1.0: nusae Penulis: Bunga Aninditya Mayang Pourine Pada hari rabu, 14 agustus 2019, IMA-G mengadakan architectour ke Nusae Studio Environmental & Graphic Design. Kunjungan ini dilakukan untuk memahami kaitan antara keprofesian arsitektur dengan desain grafis.

Penjelasan dari Nusae

Nusae Studio Environmental & Graphic Design sudah berdiri sejak tahun 2013. Prinsipalnya adalah Pak Andi Rahmat. Beberapa proyek yang ditangani oleh studio ini adalah Perihal Andramartin, signage Alun - Alun Bandung dan Buzz Allianz Interior and Signage. Pada kesempatan kali ini, Nusae memperkenalkan Environmental design yaitu desain - desain yang diletakkan di lingkungan dan wujudnya berinteraksi langsung dengan pengguna. Prinsip dasar dari proyek proyek yang dikerjakan oleh nusae adalah connecting the unseen yakni mengkomunikasikan hal hal yang tidak terlihat dari lingkungan dengan manusia. Secara lebih spesifik, connecting the unseen adalah menghubungkan kultur, konteks, manusia, lingkungan dengan bisnis. Penerapan prinsip ini terlihat secara nyata dengan komposisi bentuk environmental graphic yang diterapkan dipengaruhi oleh karakter arsitektural. Kreatifitas desain grafis yang luas, dapat dibatasi oleh teknis - teknis arsitektural. Oleh karena itu, karakter dari desain grafis yang dibuat untuk sebuah lingkungan arsitektural tidak akan jauh dari fungsi dan wujud bangunan yang ada.

anteseden | 17

Koleksi pekerjaan Nusae


Penjelasan dari Nusae

Foto Bersama

anteseden | 18


architectour 2.0: studio tonton Penulis: William Chang Pada architectour November lalu, kami mengunjungi Studio Tonton milik Pak Anthony Liu. Studio ini berada di perumahan Paramount Hill Golf Gading Serpong, dan terletak tidak jauh dari gerbang utamanya. Sesampainya di sana, kami disambut dengan hangat oleh tim Studio Tonton dan diajak mengelilingi Studio. Sebelum memasuki kompleks bangunan di dalam, kita bisa mendengar suara air mancur yang sengaja dipasang untuk mengalahkan suara mobil di luar karena keterbatasan tembok. Terdapat juga sebuah passageway yang berdinding dan beratap akrilik. Di sini terdapat nama-nama dari tiap anggota tim Studio Tonton. Melewati area ini di balik sebuah sliding door dan nampaklah seluruh kompleks bangunan Studio Tonton. Salah satu bangunan yang menarik di Studio Tonton adalah bangunan berisi sunken room dan area display maket. Elevasinya lebih rendah dibanding tanah di luarnya, sehingga vista dari dalam adalah perspektif dari bawah. Walaupun menarik, keputusan ini menghasilkan konsekuensi berupa bekas rembesan air di lantai ruangan tersebut. Area display maket adalah model bangunan hasil karya Studio Tonton yang dapat dilihat oleh pengunjung. Bangunan terbaru di Studio Tonton adalah bangunan ruang salju dan “rumah burung�. Di dalam bangunan ruang salju terdapat sebuah massa geometri segitiga sebagai bentuk estetika dan permainan geometri dan ruangan yang berisi salju sintetis dan pohon kecil untuk memberikan pengalaman musim anteseden | 19


dingin. Rumah burung sendiri adalah julukan untuk toilet laki-laki yang dibangun tinggi sehingga memiliki pemandangan terbuka. Kedua bangunan baru tersebut memainkan elevasi untuk memberikan suasana yang berbeda. Bangunan-bangunan di Studio Tonton menggambarkan preferensi arsitektural Pak Anthony. Rancangannya memiliki ciri khas yaitu elemen-elemen arsitekturnya yang dibuat “semenghilang/se-melebur mungkin”, berrarakter ringan, tipis, maupun transparan. Usaha initerlihat pada lampu gantung di taman yang sengaja ditopang menggunakan tali besi, kaca transparan sebagai dinding, skylight pada plafon, dan desain kolom yang ramping dan berwarna putih. Dahulu, Studio Tonton hanya terdiri dari satu bangunan meeting room, satu bangunan studio atau work station, dan sebuah taman (pepohonan, meja, dan kursi) di tengah kompleks. Bertambahnya karyawan dan keperluan kerja mengakibatkan ekspansi massa-massa bangunan baru. Seiring waktu, Studio Tonton semakin berani untuk mengeluarkan lebih banyak uang demi mengejar value “semenghilang mungkin”. Custom-made menjadi kata kunci dari usaha Studio Tonton mencapai hal itu. Pengerjaan modifikasi ini meliputi lantai dan pelapis plat galvanis, besi profil penahan kaca, dan furnitur-furnitur di dalam bangunan. Seusai mengelilingi Studio Tonton, kami mendapat sambutan dari Pak Anthony. Ia bercerita mengenai konsep desain Studio Tonton. Desainnya menganut keselarasan alam dimana tidak satupun pohon dari tapak asli ditebang untuk membangun Studio Tonton. Vegetasi ini dijadikan unsur “pengindah” tapak. Beliau juga menekankan bahwa meski Studio Tonton terletak persis di seberang padang golf hijau yang indah, ia tidak ingin terlalu mengandalkan pemandangan itu dan secara pragmatis langsung mendesain setiap massa bangunan Studio Tonton menghadap pemandangan tersebut. Baginya, Studio Tonton dan keadaan alam di dalamnya pada sendirinya harus bisa menghadirkan suasana yang nikmat dan indah bagi pengunjungnya. anteseden | 20


open house itb 2019 Penulis: Muhammad Arkan Haqi Investasi mesin CNC baru yang dilakukan oleh program studi arsitektur ITB mulai memasuki pada proses Digital Fabrication. Dimana produk yang dirancang sepenuhnya diproduksi dengan mesin komputer. Tim pada project kali ini diminta untuk memanfaatkan salah satu mesin yang ada pada gedung arsitektur yaitu CNC, 3D Printing, dan lasercutting. untuk ditampilkan pada rangkaian acara open house ITB 2019 di Aula Barat ITB. Tim ini memilih untuk menggunakan mesin CNC milling dengan tujuan untuk membuat suatu arsitektur sederhana yang dapat dinikmati oleh orang banyak. Pada awalnya tim mencoba untuk mengekplor bentuk dari sebuah rangkaian geometri-geometri yang disusun, seperti studio gubahan ruang dan bentuk. Beberapa geometri telah dicoba seperti segi enam, persegi, lingkaran dan didapatkan pola geometri segitiga yang dihubungkan degan suatu sambungan berbentuk S. Dari pola tersebut dicobalah dibuat suatu bentuk yang dapat dibentuk dari modul tersebut menggunakan maket studi. Kenapa maket? Karena dengan maket proses desain menjadi lebih cepat dan nyata serta mendapat kemungkinan yang tidak didapat dengan menggunakan komputer. Setelah bentuk didapatkan dari mulai dicobalah untuk membuat suatu prototipe modul dengan skala asli. Bahan yang digunakan merupakan triplek 6mm, 12mm, dan 16mm. Setelah itu dicoba dengan membuat bentuk seutuhnya perlahan-lahan satu per satu. Namun pada keberjalanannya saat setengah bentuk telah dirangkai, lendut yang dihasilkan sangat besar dan dapat mebuat material tersebut patah. Oleh karena itu setelah menganalisis gaya yang bekerja pada instalasi tersebut diputuskan untuk menambahkan kawat sebagai penahan dari gaya lendut tersebut. Pada proses terakhir yaitu memasang bentuk pohon tersebut kepada kolom segitiga yang telah berdiri. Pada proses ini butuh kekuatan, kesabaran, dan ketelitian untuk menyatukannya kepada kolom tersebut.

anteseden | 21


Pohon modular di Stand SAPPK ITB.

anteseden | 22


anteseden | 23


Bagian Kiri: Permodelan sketchup dan prototyping Bagian Tengah: Assembling dan percobaan pemasangan pohon secara utuh

Setelah seluruh bagian terpasang, barulah arsitektur tersebut dapat dinikmati. Ternyata akibat dari bentuk tersebut modul tersebut tetap dapat bergoyang sedikit ibaratkan pohon yang terkena angin. Sesuatu yang tidak diperkirakan namun menjadi suatu arsitektur yang dapat dinikmati. Setelah bentuk didapatkan dari mulai dicobalah untuk membuat suatu prototipe modul dengan skala asli. Bahan yang digunakan merupakan triplek 6mm, 12mm, dan 16mm. Setelah itu dicoba dengan membuat bentuk seutuhnya perlahan-lahan satu per satu. Namun pada keberjalanannya saat setengah bentuk telah dirangkai, lendut yang dihasilkan sangat besar dan dapat mebuat material tersebut patah. Oleh karena itu setelah menganalisis gaya yang bekerja pada instalasi tersebut diputuskan untuk menambahkan kawat sebagai penahan dari gaya lendut tersebut. Pada proses terakhir yaitu memasang bentuk pohon tersebut kepada kolom segitiga yang telah berdiri. Pada proses ini butuh kekuatan, kesabaran, dan ketelitian untuk menyatukannya kepada kolom tersebut. Setelah seluruh bagian terpasang, barulah arsitektur tersebut dapat dinikmati. Ternyata akibat dari bentuk tersebut modul tersebut tetap dapat bergoyang sedikit ibaratkan pohon yang terkena angin. Sesuatu yang tidak diperkirakan namun menjadi suatu arsitektur yang dapat dinikmati.

anteseden | 24


kolaborasi prokarya & kabinet km itb Penulis: Tim penyusun buku Divisi Prokarya oleh Kemenkoan Karya Inovasi Kabinet KM ITB diajak untuk bekerja sama dalam pengembangan taman bermain anak-anak di perkampungan padat Babakan Siliwangi, Bandung. Lokasi taman tersebut berjarak sekitar 500 meter dari kompleks ITB Ganesha. Bentuk kegiatan yang dilakukan bersama adalah pertemuan dengan warga, pembuatan gagasan-gagasan pengembangan taman, dan penyampaian gagasan yang diusulkan oleh divisi prokarya kepada kabinet KM ITB dan warga setempat.

anteseden | 25


Foto Atas: Pertemuan dengan kemenkoan Foto Bawah: Pertemuan dengan warga Babakan Siliwangi Kegiatan ini dimulai pada bulan November 2019 awal melalui pertemuan antara divisi prokarya dan kemenkoan untuk penjelasan kegiatan. Divisi prokarya diminta untuk membuat konsep dan gagasan untuk perbaikan kondisi taman yang terbengkalai dan kotor. Pada pertemuan selanjutnya, divisi prokarya menyampaikan konsep-konsep taman bermain yang akan dibuat dan montase desain yang digagas kepada kemenkoan. Konsep desain yang dibawakan oleh divisi prokarya adalah taman bermain berkelanjutan yang dapat mengembangkan motorik dan kreativitas anak. Aspek berkelanjutan dicapai dengan mengubah lantai perkerasan eksisting menjadi rumput atau grassblock dan disediakannya area berkebun komunal. Pengembangan motorik dan kreativitas anak diwadahi dalam wahana bermain dari material bekas yang multifungsi. Setelah pertemuan dengan kemenkoan, pada bulan desember divisi mengikuti pertemuan dengan warga di masjid setempat untuk meminta tanggapan dan masukan. Dari warga didapat masukan berupa keterbatasan kondisi tapak seperti raman longsor dan padatnya kondisi rumah sehingga konsep hijau berupa water catchment pada taman sulit diterapkan. Namun, warga menyukai konsep wahana permainan anak yang terbuat dari barang bekas sehingga dapat menghemat biaya konstruksi apabila diterapkan.

anteseden | 26


Kondisi Eksisting

Usulan Desain

Usulan Desain

anteseden | 27


Profile for Fransiskus Asisi Dwinugroho Prasetio

anteseden  

Buku arsip Divisi Profesi dan Karya Ikatan Mahasiswa Arsitektur "Gunadharma" Institut Teknologi Bandung Tahun 2019.

anteseden  

Buku arsip Divisi Profesi dan Karya Ikatan Mahasiswa Arsitektur "Gunadharma" Institut Teknologi Bandung Tahun 2019.

Advertisement