24
Sudut Pandang
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Harga Beras Naik Penjual Kurangi Stok “Bu, beli beras Putri 2 kilo ya,” “Sekilonya sekarang Rp 13 ribu, Bu” “Kok mahal ya? Baru waktu ini naik, ya sudah ndak apa-apa. Putri 2 kilo aja ya, Bu”.
D
emikian percakapan singkat yang terjadi antara penjual dan pembeli di Toko Jaya Asih, Denpasar, Rabu (17/1) siang. Pemilik toko kelontong tersebut Nengah Gunasih (48) mengaku saat ini harga beras memang melambung. Dalam sebulan terakhir, harga beras sudah naik dua kali. Sebut saja beras merek Putri Sejati yang pada hari-hari biasa dijual eceran Rp 11.000 per kilo, sekarang sudah di angka Rp 13.000. “Sekitar akhir Desember harga beras Putri naik jadi Rp 11.500, baru seminggu sudah naik lagi jadi Rp 13 ribu,” ucapnya.
Semua jenis beras juga mengalami hal yang sama. Beras C4 yang semula berada di kisaran Rp 10 ribu perkilo naik jadi Rp 10.500, dan naik kembali bertahan di angka Rp 11.500. Demikian juga beras Pis Bolong yang sekarang harganya Rp 12.000. Kondisi ini tak hanya dikeluhkan pembeli namun juga penjual, termasuk Nengah Gunasih. Modal beras dikatakannya paling besar. Dengan modal yang bertambah besar, untungnya sama, hanya Rp 500 per kilo. Karena itu, sekarang ini ia mengaku mengurangi mengambil beras. Ia yang biasanya mengambil beras C4 Bali sebanyak 20 sak, sekarang hanya 10 sak.
Nengah Gunasih menimbang beras untuk pembelian eceran
Pelanggan di tokonya ini lebih banyak membeli beras eceran. Paling banyak membeli beras C4 Bali karena harganya murah. Namun, bagi mereka yang sudah
Sejak naiknya harga beras, stok beras di toko dikurangi
Beralih ke Nasi Sela
Kenaikan harga beras membuat orang harus kreatif untuk mengolah makanan. Salah satu bentukan olahan yang bisa menjadi alternative adalah nasi sela. Nasi sela dibuat dengan campuran beras dan sela (ubi jalar) yang dipotong-potong kotak kecil,kemudian dimasak sampai matang. Nasi sela merupakan kuliner khas Bali yang secara luas telah dijual di pasar. “Mengubah pola makan dari nasi beras menjadi pola konsumsi nasi sela ini atau nasi dengan campuran karbohidrat yang lainnya seperti singkong atau talas tentu ada sedikit kendala terutama pada golongan remaja dan anak-anak. Karena itu perlu dikombinasikan dengan menu yang dapat ditampilkan secara menarik dengan
cita rasa yang dapat diterima oleh semua golongan umur,” ujar Ni Putu Agustini, SKM, M.Si. Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar ini menjelaskan secara
tkh/net
tradisional nasi sela ini sangat cocok disandingkan dengan pepes telengis atau pepes ikan, sayur urap daun singkong, kacang panjang dan kacang merah, ditambah sambel embe (bawang merah goreng) dan cabe. Agustini memberikan contoh sajian menu nasi sela disajikan 1 porsi. Nasi sela 200 gram (nasi 100 gram + sela 100 gram), ayam sisit bumbu terasi 100 gram, pepes telengis + jamur (telengis 25 gram, jamur merang 10 gram), sayur urap (daun singkong 75 gram, kacang tolo 15 gram, taoge 50 gram, kelapa setengah tua 10 gram), jukut ares, buah papaya 100 gram. Menu nasi sela tersebut memiliki kandungan energi 622 Kal, protein 24,7 gram, lemak 17,9 gram, KH
biasa memakai beras Putri tidak seketika beralih ke beras yang lebih murah, walaupun harga Putri naik. “Saya tetap pakai beras Putri, harga naik tidak masalah, toh saya beli sedikit, jadi tidak berasa,” ujar pelanggannya yang lain, Ibu Dewi. Bu Dewi adalah seorang pekerja kantoran. Ia mengaku paginya jarang memasak karena suami juga bekerja dan anak-anak semua sekolah. Untuk sarapan, biasanya menyiapkan yang simpel saja seperti sereal atau membeli jajan juga nasi kuning. Sore hari ketika semua sudah berkumpul, baru biasanya memasak, dan kadang sesekali juga membeli makanan jadi. “Paling banyak saya beli beras 2 kilo, tidak pernah beli sak-sakan, biar tidak kutuan, kan saya juga jarang masak. Pastinya harga beras yang tinggi sekarang
98,2 gram, kalsium 242 mg, zat besi 7,44 mg, vitamin A 470 RE, vitamin C 257,3 mg. Kuliner khas Bali yang juga dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat adalah campuran antara beras dengan jagung atau bisa disebut dengan nasi jagung. Contoh menu nasi jagung terdiri dari nasi jagung 200 gram (nasi beras 100 gram, jagung ketan segar 100 gram), ikan kakap bakar 50 gram, kacang tanah goreng 25 gram, pelecing gonda 100 gram, jukut undis 10 g dan buah semangka 150 gram. Menu nasi jagung tersebut memiliki kandungan energi 857 Kal, protein 28,7 gram, lemak 26,3 gram, KH 130,3 gram, kalsium 248 mg, zat besi 9,56 mg, vitamin A 12 RE dan vitamin C 63,1 mg. “Kedua contoh kuliner Bali yaitu nasi sela dan nasi jagung tersebut dapat disosialisasikan kepada masyarakat khususnya
ini akan terasa bagi mereka yang belinya sak-sakan,” ucapnya. Naiknya harga beras di Desember dikatakan Nengah Gunasih memang selalu terjadi setiap tahunnya. Namun, kali ini kenaikan yang paling tinggi sampai dua kali naiknya. “Biasanya naik hanya sekali saja. Eh, sekarang ini naik lagi naik lagi,” keluhnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, keadaan seperti ini berlangsung selama Desember-Januari. Biasanya masuk di Februari, harga beras akan kembali normal. “Semoga saja harga beras cepat turun ya,” harapnya. Kenaikan harga beras ini, menurut pedagang besar seperti yang dikutip Nengah Gunasih dipicu karena cuaca buruk dan tingginya curah hujan bahkan hingga banjir yang menyebabkan para petani gagal panen. (Inten Indrawati)
Ni Putu Agustini, SKM, M.Si.
kepada remaja. Nilai gizinya tidak kalah dengan menu yang disajikan dengan nasi dari beras. Kandungan zat gizi menu tersebut untuk makan siang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi seorang remaja 30-40 persen,” ujar ahli gizi ini. (Ngurah Budi)
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
Espresso
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
GORO-GORO Ketika putaran ronda oleh warga mula i diberlakukan ada suasana baru. Warga Putu Wijaya dengan semangat menyambutnya. Kesempatan ronda jadi tempat ngobrol dari hati ke hati. Sesuatu yang sudah nyaris hilang karena masing-masing terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Warga yang semula tidak kenal atau tak mau kenal tetangganya, mulai bertegur-sapa. Kesempatan ronda jadi arena gaul. Ternyata bergadang semalaman jadi penyegaran dari rutinitas warga yang membosankan. Bahkan menguntungkan. Banyak warga setelah giliran ronda, terkejut, karena teman rondanya adalah relasi yang gagal dicarinya bertahun-tahun di masyarakat. Ternyata adanya di satu hunian. Tapi, musim bunga itu tidak berlangsung lama. Setelah dua putaran, warga sudah rata saling kenal semua. Muncullah kembali rasa bosan dan lelah. Melek semalam suntuk, direndam lembab malam, rasa
capainya harus diibayar seminggu. Batuk, pilek, asma, dada sesak dan sebagainya mulai mengganggu. Ketika salah seorang warga nyaris kena DB, terjadi anti klimaks. Warga mulai kembali kangen dan merasa lebih damai pada kesibukan pribadinya. Kalau ada giliran ronda, mereka mulai berkilah, repot, ada urusan keluarga, kurang enak badan atau ada upacara. Mereka pun titip tugas pada rekannya. Sekali dua kali, oke. Kalau sering perlu ada kompensasi buat yang menggantikan. Maka diam-diam dan memang didiamkan, muncullah ronda-ronda upahan. Mula-mula sembunyisembunyi. Malu-malu kucing tapi mau. Belakangan ronda pengganti juga malu hati keseringan. Itulah saatnya Ketut kembali muncul sebagai ronda upahan legal. Tak ada yang keberatan. Ketut kemudian menggoreng bola, membawa adik istrinya. Setelah itu, menyusul mantan satpam lain kembali bermunculan. Praktis tim satpam yang diberhentikan kembali mengambil alih tugas pengamanan hunian, utamanya menjaga portal. Sejak itu hunian tak lagi dijaga
2018 warga. Karena itu terjadi perlahanlahan, terasa lembut, wajar, jadi sah. Apalagi menjelang tahun baru. Banyak warga punya acara yang tidak memungkinkan mereka harus begadang “menghadang pencuri yang tak ada”. Itu istilah Pak Made. Amat, tak memberi komentar apa-apa. Ia ikut menggelinding saja, kalau memang seluruh warga menghendaki begitu. Pada malam Tahun Baru, ketika semua orang menunggu waktu menunjuk pukul 00.00, muncul tamu yang ingin bertemu Amat. “Saya tak bisa menanyai tamu itu karena ia tidak berbahasa Indonesia. Makanya saya terpaksa melapor pada Amat,” kata Ketut. “Namanya, susah Pak.” “Siapa?” “Saya tidak bisa mengucapkan, Pak” “Kenapa? Itu tugas kamu. Tanyakan dong!” “Tapi saya tidak mengerti bahasanya, Pak.” “Tanya namanya. Atau suruh nulis. Nah itu kamu tunjukkan kepada Bapak. Begitu caranya menghadapi taamu tak dikenal.” “Saya malu, Pak.”
(4)
“Kenapa malu?” “Kan Bapak yang ngajarin saya, orang Jepang kemaluannya besar, jadi maju!” “Kamu jangan bercanda! Ini bukan saatnya. Sebentar lagi jam 00.00. Tidak ada orang bertamu jam 00.00. Ini saat orang merenung. Sana bilangin dia. Nanti saja sesudah Tahun Baru!” “Bagaimana kalau dia marah, Pak?” “Kamu yang harusnya marah, bukan dia! Sana marahin dia!” “Tapi orang bule, Pak!” Amat terkejut. “Apa? Bule?” “Ya! Bule banget, Pak!” Amat langsung jadi ramah. “Ya sudah, suruh langsung masuk!” Ketut melongo. “Sana, cepat! Suruh masuk!” Ketut makin bengong. “Ketut! Cepat suruh masuk!” “Maaf, Pak, mestinya sejak dua jam yang lalu Bapak bilang begitu!” Amat bingung. “Maksudmu apa?” “Dia sudah datang 2 jam yang lalu. Tapi saya takut melapor ke Bapak. Sebab saya tidak bisa melaporkan siapa dia, kalau Bapak nanya.” “Teman-teman kamu yang lain kan bisa?” “Mereka semua izin mau merayakan Tahun Baru di rumahnya!”
“Jadi kamu sendirian?” “Saya juga sudah menggembok portal mau Tahun Baruan sebentar saja di rumah teman saya.” “Lho kamu meninggalkan tugas?” “Habis Bapak kan bilangin saya kalau tidak bekerja di sini boleh-boleh saja, mau jaga atau tidak, terserah! Ya kan, Pak, ingat? Saya selalu pegang itu. Lalu saya kerjain dia. Akhirnya dia pergi. Tapi tiba-tiba istri saya SMS, anak saya demam. Terpaksa saya pulang. Waktu dia tahu, soal tamu bule itu, saya dimaki-maki. Saya jadi merasa berdosa. Akhirnya saya terpaksa laporan juga ke Bapak. Saya tidak menyangka sama sekali kalau bule boleh masuk, meskipun tak ada keterangan. Apa karena kulitnya putih atau pernah menjajah kita? Maaf, Pak, orangnya sudah kabur, maaf. Jangan-jangan dia sebenarnya sudah bapak tunggu. Ya?” Amat tak bisa menjawab karena terlalu heran. Ketut nampak sama sekali tak menyadari kesalahannya. “Ya, sudah, pokoknya saya sudah laporan, saya pulang dulu lihat Tahun Baruan di TV.” Amat terhenyak. Ia menatap Ketut tajam. Bukan hanya orang macam Ketut belum siap menghadapi perubahan yang begitu cepat, deras melabrak. Ternyata Amat sendiri juga, sama. Pintu rumah terbuka. Bu Amat berteriak: “Cepat Pak! Tahun Baru sudah datang!” “Suksma Ketut!”
Negeri Agraris yang Ironis Kenaikan harga beras yang terjadi dalam sebulan terakhir ini, betul–betul membuat konsumen di Indonesia termasuk di Bali histeris dan menjerit. Boleh jadi ini merupakan kado pahit di awal tahun 2018. Banyak yang bertanya-tanya di negeri yang masih dijuluki negara agraris harga beras selalu menjadi momok menakutkan bagi konsumen, apalagi konsumen kelas bawah sangat merasakan dampaknya. Bahkan penulis melihat sendiri di beberapa pasar tradisional di Bali, sebagian besar ibu-ibu mencibir pulang dari pasar, apalagi kalau bukan persoalan tingginya harga beras. Entah, apakah masih negeri ini pantas diberikan julukan gemah ripah loh jinawi, ungkapan yang sering disematkan pada Indonesia. Kata tersebut memiliki arti yakni kekayaan alam yang berlimpah. Tentunya memiliki stok pangan yang selalu mencukupi. Tapi kenyataan di lapangan konsumen di Indonesia termasuk Bali, yang didominasi ibu-ibu menjerit akibat naiknya
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
harga beras yang sekarang sudah menembus Rp. 12.000 ribuan untuk beras medium di Bali. Belum lagi yang premium harganya lebih mahal lagi. Dampak dari keresahan para pedagang beras, dalam gejolak harga beras yang tidak ramah ini, sejatinya pemerintah memiliki cantolan regulasi masalah beras, berupa HET yang ditetapkan pemerintah lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 sejak 1 September 2017 silam. Dalam beleid tersebut pemerintah menetapkan HET beras di pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp 9.450 per kg untuk beras medium dan Rp 12.800 per kg untuk beras premium. Pemerintah harus memperhatikan nasib konsumen beras, jika tidak mendapatkan perhatian maka dipastikan akan terjadi gejolak yang meluas, mengingat harga beras lumayan tinggi dibandingkan harga bahan pokok lainnya.
I Putu Armaya, S.H.
Pihak pemerintah pun memiliki beberapa alasan terkait, tingginya harganya beras medium karena sejumlah hal seperti faktor cuaca buruk yang menyebabkan sulitnya untuk mengeringkan gabah, permintaan beras yang cukup meningkat namun belum terjadi panen raya, sehingga
harga gabah panen saja sudah di atas harga yang ditetapkan pemerintah dengan kisaran Rp 5.200-Rp 5.500. Dampaknya harga beras di pasaran cenderung lebih banyak ditentukan oleh pedagang, bukan pemerintah apalagi petani. Ketidakberdayaan pemerintah dalam mengendalikan harga beras menjadi ironi tersendiri. Keadaan ini mencerminkan pemerintah seakan tidak berpikir panjang dalam merencanakan impor beras ini. Seharusnya, pemerintah melindungi petani dengan cara mempertahankan harga beras dan gabah selama masa panen raya agar tetap stabil supaya harganya tidak turun. Dengan begini, petani akan diuntungkan dan bisa membalik modal yang
digunakan pada awal musim tanam. Kalaupun perlu impor beras, pemerintah sebaiknya melakukannya ketika persediaan pangan kurang karena para petani di beberapa daerah menderita gagal panen. Impor beras, dalam hal ini, hanya berfungsi sebagai pilar cadangan yang menyangga persediaan beras dalam negeri agar ketahanan pangan nasional tidak goyah di saat persediaan beras lokal semakin jarang. Kalau logikanya terus terbalik seperti selama ini, wajar saja jika Indonesia memang negeri agraris yang ironis. I Putu Armaya, S.H. Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali.
Kata Hati
Sudut Pandang
Kenaikan Harga karena Cuaca Untuk stok beras di Bali tahun 2018 sangat mencukupi. Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, Ni Wayan Kusumawati, S.H., M.Si.
Ni Wayan Kusumawati
26.135 ton, pengadaan 37.281 ton. Jumlah total 63.416 ton. Kebutuhan 36.849 ton. Sisa stok akhir 26.567 ton. Maret, stok awal 26.567 ton, pengadaan 49.493 ton. Jumlah 76.060 ton. Kebutuhan 36.849 ton, sisa stok akhir 39.211 ton. April, stok 39.211 ton, pengadaan 60.371 ton. jumlah 99.582 ton. Kebutuhan 36.849 ton. Sisa stok akhir 62.733 ton. Terkait ketersediaan beras di distributor dan Bulog di Provinsi Bali Januari 2018, beras Bulog stok 8265 ton, beras antar pulau 7500 ton. Total ketersediaan beras 15.765 ton. Sementara prediksi kebutuhan di bulan Januari 9.800 ton. Kusumawati mengatakan, memang di akhir tahun dan awal
I Ada Masalah Supply-Demand a mengatakan, prognosa kebutuhan pokok beras di Bali untuk bulan Januari 2018, dari stok awal 33.692 ton, pengadaan 29,292
Terus meroketnya harga beras membuat banyak pihak bertanyatanya mengingat Kementerian Pertanian menyampaikan beras surplus dan stok aman. Namun faktanya, beras terus merangkak naik. Bahkan kenaikan kali ini dikabarkan sebagai kenaikan tertinggi dari kenaikan harga beras tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya harga beras paling tinggi naik sekitar Rp 1.000 maka kali ini bukan hanya melewati HET beras tapi juga kenaikan bisa mencapai Rp 2000 – Rp 3000. Jakarta misalnya, adalah salah satu daerah yang harga beras mediumnya melonjak tajam bahkan pernah mencapai Rp 13.650 per kg. Padahal HET beras medium untuk Jakarta adalah Rp 9.450. Menanggapi permasalahan ini Agus Pambagyo, pengamat ke-
ton, total jumlah 62.984 ton. Kebutuhan beras bulan Januari 36.849 ton. Sisa stok akhir 26.135 ton. Untuk bulan Februari stok awal
Agus Pambagyo
bijakan publik menyebut, hal ini terjadi karena ada permasalahan pada supply dan demand. “Jika supply tidak terkontrol –karena
Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Beras
macam-macam sebab—sudah pasti harga akan naik. Jika supplydemand lancar, tidak ada campur tangan tengkulak, makelar, dll, maka kondisi akan seimbang tidak ada gejolak ini,” ujar Agus. Dengan kata lain, permasalahan ini terjadi karena adanya persoalan pada supply. Yang mengherankan, Kementerian Pertanian mengklaim bahwa stok beras cukup sehingga tak perlu impor. Sedang Kementerian Perdagangan menyebut stok kurang karenanya perlu impor untuk mengatasi gejolak harga dan kekurangan stok. ”Yang jadi pertanyaan saya, apakah data yang disampaikan Kementerian Pertanian benar? Saya khawatir, jangan-jangan data (Kementan) itu ngawur atau tidak benar. Siapa yang bertugas mencatat data, siapa yang verifikasi data, itu harus dicek, “ papar mantan Wakil Ketua Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ini. Karena, fakta-fakta di lapangan terungkap bahwa banyak permasalahan di berbagai daerah yang memungkinkan terjadinya penurunan produksi beras. Seperti serangan hama wereng, banjir, dll. Kondisi ini menurutnya sangat mengherankan karena adanya ketidaksesuaian. Menurut Agus, permasalahan ini adalah tanggung jawab Kementerian Pertanian ka renanya pihak kementerian harus
bulan Januari ada kenaikan harga sedikit karena faktor cuaca. Namun, peningkatan harga masih landai berkisar Rp 1000 sampai Rp 1500. “Walaupun harga beras meningkat, harganya masih tetap di bawah harga net. Harga beras medium Rp 9350, sementara harga net Rp 9450. Harga beras premium Rp 11 ribu, sedangkan harga net Rp 12.800,” ujarnya. Perbandingan harga beras di pasaran, Pasar Badung beras premium Rp 12.000, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 11.000. Pasar Nyangelan beras premium Rp 11.700, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 10.500. menjelaskannya. “Ini tanggung jawab Kementerian Pertanian,” tegasnya. Mengomentari soal kemungkinan kondisi ini terjadi karena adanya permainan para spekulan agar kran impor beras dibuka, Agus mengatakan, hal itu mungkin saja. “Jadi menurut saya ada dua hal ya. Yang pertama soal data Kementan dan hal kedua adalah kemungkinan permainan spekulan. Ini harus diinvestigasi supaya diketahui kondisi sebenarnya,” imbuhnya. Terkait ulah spekulan, Agus Pambagyo memberi sedikit clue. “Begini ya,coba perhatikan, setiap kali mau Pilkada atau Pemilu, pasti komoditi akan langka. Apakah
23
Pasar Kreneng beras premium Rp 12.000, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 10.500. Pasar Agung beras premium Rp 12.000, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 11.000. Untuk membedakan beras medium dan premium dilihat dari kadar patahnya. Biasanya, beras medium kadar patahnya berkisar sampai 25%. Sedangkan beras premium kadar patahnya hanya 15%. Kusumawati mengatakan, pengendalian harga bahan pokok terus dilakukan dengan pasar murah. Sepanjang tahun 2017 pasar murah sudah dilakukan sebanyak 193 kali. Pasar murah digelar tiap Minggu di hari Jumat pagi. Untuk di perkotaan dilakukan di pasar tradisional. Sementara di desa miskin seperti Trunyan Kintamani dan Pedawa Buleleng. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir karena ketersediaan stok pangan sangat stabil. Ketika terjadi keterlambatan kedatangan beras ke pasar, memang sering membuat harga menjadi naik. Namun, Bulog tetap melakukan pengendalian agar kondisi harga tetap stabil dengan mendistribusikan beras selama keterlambatan distributor. (Wirati Astiti)
itu beras, gula, kedelai, daging, dll, pasti bermasalah. Itu perlu diinvestigasi kenapa begitu,” ucapnya. Sementara itu, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 18 Januari 2017, harga beras medium di seluruh Indonesia masih melebihi HET yang jika dirata-rata Rp 12.050. Di Kalimantan Tengah pernah mencapai kenaikan tertinggi yakni Rp 14.000 per kg, sedang Jakarta Rp 13.600 per kg. Dari angka-angka tersebut terlihat kalau operasi pasar yang dilakukan belum efektif menurunkan harga hingga di bawah atau minimal sama dengan HET. (Diana Runtu)
Kunjungan Tim Jimbaran Bay Beach Tim sales Jimbaran Bay Beach Resort & Spa yang dipimpin Ni Ketut Ekawati (Marketing & Communication Manager) berkunjung ke Redaksi Tokoh di Gedung Pers Bali K. Nadha, Kamis (18/1). Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan keberadaan Jimbaran Bay Beach sekaligus penjajagan kerja sama dengan Tokoh dan Kelompok Media Bali Post.
22
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Becak hanya di Jalanan Kampung
Wajah Pak Samin tampak semringah ketika dikabarkan bahwa becak akan boleh kembali ber operasi. Tak perlu takut razia Satpol PP karena nantinya pengoperasian becak akan diberi payung hukum. Entah ini kemunduran atau bukti keber pihakan pada wong cilik, namun Pak Samin dan teman-temannya tidak peduli, yang penting dia tak harus ‘kucing-kucingan’ lagi dengan Satpol PP. Dia juga tak perlu khawatir becaknya dikandangkan.
Agus Pambagyo
“S
aya baru dengar kabar itu. Semoga memang benar, alhamdulilah. Nggak perlu dikejarkejar Satpol PP lagi. Nggak perlu ngumpet di gang-gang sempit. Bisa ngetem di pinggir jalan nunggu penumpang,”
ungkap Pak Samin, tukang becak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Usia Pak Samin 50 tahun namun –mungkin—karena kerasnya perjuangan mencari sesuap nasi di Ibukota, membuat wajahnya tampak lebih tua dari usianya. Dia sendiri mengaku sudah bolak-balik kena razia Satpol PP dan disita becaknya. Padahal untuk membeli becak dia harus berutang kesana-kemari. “Saya pesan rangka becak dari Tangerang, kemudian dibantu teman-teman merakit becak. Harganya sekitar Rp 1,5 jutaan,” ujarnya. Yang paling apes, becak yang belum lama dibelinya, disita petugas saat razia. “Saat itu saya sedang membawa penumpang, tapi tiba-tiba orang pinggir jalan bilang, ‘bang ada razia becak’. Saya langsung menurunkan penumpang dan kabur. Tapi apes, ketangkap juga. Padahal saya sudah lari ke gang-gang sempit. Rasanya bener-bener apes karena becak itu masih baru dan hasil ngutang,” ungkap Pak Samin yang sehari-hari ngetem
Tetap Kontroversial Tidak semua menerima pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang legalnya penggunaan becak. Ada yang menganggap ini sebagai sebuah kemunduran. Ketika transportasi publik di era sekarang semakin canggih, ketika para pemikir mencari jalan agar transportasi publik Jakarta semakin modern, ide Anies ini dianggap sebagai sebuah kemunduran yang justru mengacak-acak penataan transportasi publik yang telah berjalan. Menurut sejumlah pengamat, jika alasan Gubernur Anies adalah becak masih diperlukan masyarakat karena dapat membawa muatan yang banyak, itu sungguh tidak tepat karena sebagai pengganti becak adalah bajaj yang sampai sekarang masih beroperasi. Agus Pambagyo, pengamat kebijakan publik, meminta Anies agar mengkaji kembali rencananya memperbolehkan becak beroperasi lagi. Sebab peraturan daerah tentang ketertiban umum yang sampai sekarang masih berlaku salah satu pasalnya menyebut tentang pelarangan membuat, merakit, menjual dan memasukkan serta mengoperasikan dan menyimpan becak. “Kalau untuk tourism ya tidak apa-apa, tapi bukan untuk sumber mencari nafkah,” ujarnya dalam diskusi transportasi di Jakarta, baru-baru ini. Seperti Agus, pengamat transportasi Ellen Tangkudung pun menyatakan hal serupa. Menurutnya, becak tidak diperlukan lagi karena untuk jalan-jalan lingkungan ada transportasi lainnya seperti bajaj juga ojek online. Dirinya juga yakin, meski ada pelarangan becak di jalan raya, tetap saja nantinya para tukang becak itu akan masuk ke jalan besar. Apapun kontroversi yang terjadi terkait becak, namun yang pasti sekarang para tukang becak merasa lega karena sumber nafkahnya terbuka lagi. Buah perjuangan mereka ketika berdemo di depan Balaikota tahun 2016 (masa Gubernur Ahok), meminta agar becak diperbolehkan beroperasi lagi, tak sia-sia. Kini, meski belum ada kebijakan resmi, para tukang becak khususnya di Jakarta Utara, sudah berani beroperasi siang hari. Jakarta Utara terdata sebagai daerah yang memiliki tukang becak terbanyak. Sekalipun sudah bolak-balik dirazia, tetap saja angkutan rakyat itu tumbuh dan beroperasi secara sembunyisembunyi. (Diana Runtu) Anies Baswedan
Sosialita Tahun 2017 adalah anugerah bagi keluarga nya dari sebuah per jalanan panjang dan melelahkan. Ketika ia menikmati dengan tulus, ternyata naik turunnya gelombang kehidupan dirasakannya asyik. Putranya. Gung Agus dan putrinya, Gung Ayu telah diwisuda. Begitu juga dengan anak asuhnya, Wawan telah pula diwisu da . Itulah kado terindah yang mendekap keluarga perempuan yang satu ini.
Tini Gorda
Viralkan Good, Trust, and Smart
S
di gang kecil di sekitar Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, menceritakan pengalamannya dua tahun lalu. “Saya nggak berani ngider (keliling) takut ketemu petugas. Jadi biasanya langganan saya ya warga sekitar sini saja yang tahu. Atau kalau ada panggilan langganan, biasanya mereka nelepon ponsel saya, minta diantar atau dijemput. Saya sih lihat-lihat situasi juga dalam beroperasi, tapi kadang nekad, karena dapur harus ngebul,” ucap bapak empat anak ini. Pak Samin hanya salah satu dari sedikit para tukang becak yang karena kebijakan pelarangan becak di semua jalan di Jakarta—temasuk jalan-jalan lingkungan— yang masih bertahan. Kebanyakan para penarik becak itu ada yang beralih ke ojek motor atau bekerja serabutan. Salah satu penarik becak yang beralih menjadi pengojek motor adalah Jangkung (45). Jangkung bercerita, pengalamannya menjadi tukang becak adalah pengalaman pahit dan penuh air mata lantaran selalu dikejar-kejar petugas. Seperti halnya Pak Samin, dia pun bolak-balik
kena razia dan becak hasil utangan pun disita. Walhasil dia terpaksa kerja serabutan untuk membayar utang. Yang lebih sedih lagi, gara-gara becak disita, perekonomian keluarganya jadi terganggu. “Tiap hari ribut mulu (selalu) sama bini (istri). Akhirnya istri saya nggak tahan, minta cerai. Dia pulang ke orangtuanya. Ya sudah, mau gimana lagi memang keadaannya sedang sulit,” ujar Jangkung yang kini sudah kawin lagi. Ketika marak-maraknya ojek online, Jangkung pun terpikir untuk mencoba peruntungan untuk menjadi pengojek. “Awalnya saya sewa motor tetangga saya, bagi hasil. Setelah modal saya cukup, saya beli motor bekas,” ucapnya. Beda dengan menarik becak, penghasilan Jangkung narik ojek online amat lumayan. Dulu setiap bulan Rp 4 jutaan masuk kantongnya, tapi kini setelah banyak pesaing penghasilannya per bulan Rp 3 jutaan. Mengomentari kabar tentang becak diperbolehkan beroperasi lagi, Jangkung mengaku bersyukur dan ikut gembira mendengarnya. Menurutnya,
itu adalah kabar baik untuk temantemannya yang sampai sekarang masih mengoperasikan becak meski sembunyi-sembunyi. Namun, dia sendiri tak berminat lagi untuk kembali menjadi tukang becak. “Wah kalau ditanya apakah saya balik lagi jadi tukang becak, ya enggak lah. Saya sudah senang jadi tukang ojek, hasilnya lumayan banget dibanding narik becak. Saya Cuma ikut senang saja lah ada perubahan peraturan, alhamdulilah teman-teman saya bisa narik lagi dengan tenang,” ujarnya. Kepastian akan kembalinya becak mewarnai transportasi Jakarta disampaikan sendiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut Anies, rencananya becak akan boleh kembali beroperasi namun hanya untuk jalanjalan lingkungan (jalan kampung), tidak boleh ke jalan besar. “Nanti kita bikin payung hukumnya supaya becak bisa beroperasi dengan tenang, tidak takut dikejar-kejar petugas. Tapi itu, ada syaratnya, hanya beroperasi di jalan-jalan kampung,” ujarnya. (Diana Runtu)
AUDENSI PENGUSAHA CLOTHING LINE “JAILBREAK” DI ISTANA MANCAWARNA TAMPAK SIRING
WEDAKARNA DORONG ANAK MUDA HINDU BALI KUASAI BISNIS CLOTHING LINE Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali yang kerap disapa AWK menerima pengusaha muda Bali di Istana Mancawarna Tampak Siring Gianyar untuk memberikan semangat kepada anak muda yang sudah berani untuk menjadi pengusaha. Pada kesempatan itu pengagas clothing line yang berasal dari pemuda Badung itu merupakan lulusan Universitas Mahasaraswati Bali menyampaikan bahwa awalnya dirinya merupakan pencinta music rock n roll luar negeri. Karena begitu menyukai music rock ia pun mendapatkan ide untuk membuat brand sendiri yang ia gagas baru pertama kali yaitu “jailbreak”. Awal dari usahanya tersebut, harga yang ia tawarkan cukup terjangkau dengan kualitas sangat bagus, maupun itu dari segi kualitas ataupun sablon baju. Usaha yang dia buat bersama-sama itupun awalnya banyak tantangan tetapi dengan keyakinan yang kuat untuk bisa membuat, akhirnya pun mereka bisa menawarkan brand sendiri tanpa meniru produk lain. Ia pun menegaskan kenapa memilih menjadi pengusaha, karena persaingan untuk mencari pekerjaan di Bali sudah cukup sulit apalagi menjadi PNS. Putu dan rekan kerjasamanya Dewa mengajak pemuda-pemuda Bali untuk berani mengambil risiko untuk bisa bersaing di dunia kerja. Senator RI Gusti Wedakarna MWS III yang masuk komite III yang membidangi ekonomi kreatif dan kesra sangat mengapresiasi atas keberanian pengusaha muda tersebut. Menurutnya ini gerakan yang patut didukung dan ditiru oleh anak-anak muda khususnya di Bali. Menurut Wedakarna dengan keadaan ekonomi Bali yang terpaku di sektor pariwisata saja, alangkah baiknya anak-anak muda
Dr. Arya Wedakarna MWS III (Senator RI) bersama pengusaha clothing line saat menerima audensi di Istana Mancawarna Tampak Siring.
untuk kreatif didalam pengelola peluang, karena melihat dari keadaan sekarang banyak lulusanlulusan sarjana yang nganggur karena berharap menjadi PNS. Menurutnya sebagai generasi muda jangan bercita-cita jadi PNS saja, mari menjadi pengusaha yang berani mengambil risiko, dan berani bersaing di dunia kerja, ”Saya puji anak muda yang berani mengambil jalan menjadi pengusaha, mari kita kembangkan perekonomian Bali dengan menjadi pengusaha. Siapa bilang pengusaha itu tidak ada hasil, zaman sekarang kalau mau kaya ya jadi pengusaha,” ungkap anggota DPD RI asal Bali itu yang juga merupakan pengagas Sukla.
osoknya sudah tidak asing lagi, ia dikenal selalu mengupayakan berbuat yang terbaik. Karena itu pula pemilik nama lengkap Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H., ini akhirnya menemukan formula Good, Trust, and Smart (GTS). Formulasi GTS dilengkapi simpulan 10 tahun kehilangan sang ayah, Prof. Gorda (alm) menjadikan dirinya seperti saat ini. Kini, di tahun 2018 ia pun memulai langkah baru lagi untuk menyempurnakan formula GTS. Segala tantangan yang akan menyertai dipastikan akan menjadi perjuangannya . “Akan ada lagi “PR Baru’ yang harus diselesaikan dengan baik,” ucap istri dari AA Agung Ngurah Agung ini. Ia juga mengatakan HUT Perak Pernikahan dan HUT Emas dirinya di penghujung tahun silam adalah anugerah. Dikatakan oleh Gung Tini, ‘Good’, sebagai formulasi bahwa seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas dan fungsinya “taat aturan” serta tidak banyak penolakan dalam proses kepemimpinannya di masyarakat. Ketika muncul pertanyaan, mengapa pemimpin itu taat aturan ? Jawabannya tentu, sebab pemimpin harus bisa menjadi suri tauladan. Bagi, pemimpin yang bisa memberikan contoh yang baik akan mudah diikuti oleh bawahannya. Ketua BKOW Provinsi Bali ini menjelaskan pada saat mengawali membuat sebuah aturan main,
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
jika ingin diikuti maka seharusnya dalam prosesnya hendaknya melibatkan secara langsung setiap komponen yang akan menggunakan aturan tersebut. Sehingga, saat pemimpin taat aturan maka ia adalah seorang pemimpin yang
berdaya guna dan tepat guna. ‘Trust’ adalah pengejawantahan atau simbol kepercayaan dari sebuah komitmen yang lahir dari ‘Good ‘dan dilakukan secara konsisten maka seorang pemimpin akan dipercaya hingga timbul ‘Trust’ yang pada akhirnya akan terbentuk role model atau teladan yang akan menjadi panutan dan pasti diikuti. ‘Smart’ merupakan kunci untuk mempertahankan ‘Good’ dan ‘Trust’ melalui tindakan yang ‘Kreatif, Inovatif dan Adaptif’. Seorang pemimpin yang ‘Smart’ selalu mampu mencari berbagai solusi untuk mengembalikan jati diri ‘Good’ dan ‘Trust’. TIGA WARNA Terkait pemilihan warna merah, putih dan hitam dalam konsep GTS, katanya demi menjadikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan fungsi pemimpin. “Hal ini, mengingat ketiga warna ini merupakan
3
warna keseimbangan dan kekuatan dalam menjalani hidup sebagai pemimpin,” ujar Ketua Perdiknas Denpasar ini. Selanjutnya untuk menjadikan formulasi hidup, konsep GTS ini, selain memerlukan waktu yang panjang, tak terhindarkan dari yang namanya tantangan. Namun, kata Gung Tini jika kita sudah biasa melakukan formulasi hidup GTS meski belum sempurna dalam pelaksanaannya, ia yakin kelak bakal menjadi pilihan apabila kita konsisten dan berkesinambungan melakukannya. “Karena kekuatan itulah, aktivitas untuk menyosialisasikan GTS ini dilakukan secara massif. GTS juga harus diviralkan dengan dukungan semua pihak,” tandas Gung Tini. Salah satu langkah untuk memviralkan GTS, rupanya sudah pula dilakukan oleh Gung Tini, dengan menjadikannya sebagai tema dalam sebuah diskusi terbatas, yakni “Perempuan Good Trust Smart (GTS) Mampu Cegah Korupsi untuk Selamatkan NKRI”. Kegiatan ini juga istimewa karena menghadir kan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disamping beberapa narasumber lainnya yang kompeten di bidangnya, bertempat di Ruang Sidang Perd iknas Denpasar, Rabu (17/1).(ard)
4
“Rejeki tak akan tertukar”. Kata-kata bijak ini begitu dicamkan Ajat Ali Bahar untuk menggambarkan ketekunannya pada dunianya, melukis. Yang terpenting kata Ajat, terus dan tekun berkarya, kerja keras. Soal hasil tak perlu dipikirkan, Yang Maha Kuasa sudah mengaturnya. Keyakinan itu lah yang membuat Ajat tetap bertahan di Pasar Seni, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, yang ‘sepi’.
D
Inspirasi
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
isebut sepi karena tempat pentas seni dan budaya ini, kian jarang dikunjungi masyarakat. Padahal dulu, di era 70 hingga akhir 80-an, tempat ini adalah salah satu destinasi favorit yang wajib disinggahi setelah berkeliling TIJA. Tapi masa kejayaan itu sudah berlalu. Seiring makin banyaknya tempat hiburan dan kuliner serta pusat-pusat kerajinan, Pasar Seni pun jarang dilirik. Dan itu sangat berdampak bagi para ‘penghuni’ Pasar Seni yakni pengusaha kuliner, kerajinan hingga para pelukis. Mereka yang tak kuat, satu per satu hengkang. Namun Ajat tetap bertahan di sana. “Ada banyak alasannya kenapa saya tetap di sini. Salah satu yang pasti adalah karena saya merasa Pasar Seni telah mengangkat hidup saya. Banyak teman-teman saya yang tak tahan dan menutup kiosnya, tapi saya tidak. Tekun, ulet, kerja keras, itu saja resep nya.” “Buktinya, meski tempat ini terlihat sepi, tapi rejeki ada saja. Seperti yang belum lama saya
Ajat Ali Bahar
Pelukis Pasar Seni yang tetap Bertahan
alami, secara tak terduga datang beberapa orang memborong lukisan saya. Kejadian-kejadian tak terduga ini kerap saya alami,” ungkap Ajat yang telah menjadi pelukis di TIJA sebelum Pasar Seni dibangun 1975. Bertutur tentang dirinya, Ajat mengaku sebenarnya menjadi pelukis bukan lah cita-citanya. “Cita-cita masa kecil saya adalah bekerja di kantor pemerintahan. Pada masa itu kan menjadi PNS sesuatu yang bergengsi, keluarga saya banyak yang jadi PNS seperti kakek, paman, kakak, dll. Sedang melukis itu hanya hobi semata. Tak pernah terpikir itu menjadi profesi yang akan digeluti sekaligus jadi gantungan hidup,” tutur Ajat yang kini berusia 70 tahun. Tapi jalan hidup orang memang tidak ada yang tahu. Citacita itu akhirnya berubah seiring waktu dan pengalaman yang didapat sepanjang hidup. Ajat yang sempat menjadi PNS sebagaimana yang dia cita-citakan, justru meninggalkan kariernya sebagai pegawai negeri dan memilih menekuni hobinya melukis. “Dari lukisan yang dikerjakan karena hobi, bisa menghasilkan uang. Ini membuat saya semakin semangat untuk terus berkarya. Saya juga sempat pameran-pameran. Akhirnya saya memutuskan untuk memperdalam ilmu melukis di Yogyakarta. Kuliah saya di Akademi Pembangunan Masyarakat, saya tinggal, pada-
di bawah. “Suka-duka, itulah kehidupan. Ketika kepahitan datang, ya saya dengan ikhlas menjalaninya saja. Tidak apa-apa. Ketika pendapatan dari melukis tidak lagi seperti dulu, saya tetap biasa.” “Semangat saya untuk tetap melukis, berkarya, tidak surut. Seperti yang saya katakan tadi, rejeki ada yang mengatur, yang terpenting berkerja lah sebaikbaiknya,” ujar Ajat yang terpaksa duduk di kursi roda lantaran belum lama ini kecelakaan sepeda. “Ini sedang proses penyembuhan,” ucapnya. Di bengkel kerja Ajat yang berukuran 3x3 meter, tampak sebuah lukisan indah berukuran besar 2,70 x 2 meter bertema aktivitas di sebuah pura di Bali.
hal tengah skripsi,” ungkat pria yang bernama lengkap Hamjat Ali Bahar. Di Yogja yang terkenal sebagai gudangnya seniman lukis, dia menimba banyak ilmu, salah satunya adalah melukis batik. Sampai suatu ketika ada seorang teman meminta bantuannya membawa sejumlah lukisan ke Ancol karena akan pameran. Tak disangka itulah awal babak baru dalam hidupnya, menjadi seniman Pasar Seni. “Awalnya saya hanya membantu teman bawa lukisan, ternyata akhirnya beberapa bulan kemudian, saya juga ikut berpameran di sana. Dulu belum ada Pasar Seni. Saya dan para pelukis lainnya berpameran di depan Gelanggang Samudera. Pada masa itu respon masyarakat luar biasa. Akhirnya oleh pihak Ancol kami dibangunkan Pasar Seni tahun 1975,” tuturnya. Kehidupan Ajat meningkat seiring dengan berkembang pesatnya Pasar Seni. Ibaratnya, kata Ajat, mendapatkan uang dari melukis mudah. “Boleh dibilang pada masa itu teman-teman saya sesama pelukis hidup sejahtera, bahkan mereka bisa membeli mobil, dll. Pembeli datang dari dalam maupun luar negeri. Jadi terus terang saja masa itu duit saya banyak, baik rupiah maupun dolar,” ungkap pria asal Kandangan, Kalimantan Selatan, ini menceritakan masa kejayaannya. LUKISAN LARIS MANIS Pengunjung lokal seperti tak sayang ‘membuang’ uang untuk membeli lukisan. Padahal harganya lumayan mahal. Tahun 70-an, satu lukisan kecil ukuran 45 x 45 cm, harganya bisa Rp15-20 ribu. Uang sejumlah itu pada tahun 1975 lumayan besar. “Tapi orang (pengunjung) enteng saja, bayar lukisan saya,” katanya tertawa. Suatu ketika, tuturnya, Ciputra –pendiri Taman Impian Jaya Ancol—mampir ke kios Ajat. Rupanya dia begitu tertarik dengan sejumlah lukisan yang terpampang di sana, di antaranya lukisan ba-
tik relief Candi Prambanan dan Borobudur. “Beliau borong enam lukisan saya, dua di antaranya lukisan batik Candi Prambanan dan Borobudur. Saya senang sekali. Waktu itu saya dibayar Rp150 ribu untuk enam lukisan. Uang sebanyak itu di tahun 70-an, tentu amat sangat lumayan. Masa itu harga sepeda phoenix masih Rp7.500 (sekarang harga sepeda phoenix Rp1,3 jutaan-red), bayangkan saja,” ungkap Ajat. Singkat cerita, banyak kesenangan yang dia dapat sepanjang puluhan tahun menekuni profesi sebagai pelukis. Bukan hanya untuk dirinya, tapi dari pendapatannya dia bisa membantu keluarganya. “Orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Ketika saya menjadi PNS orangtua senang. Tapi ketika saya berhenti jadi PNS dan beralih menjadi pelukis, orangtua saya, dalam hal ini ibu saya, tetap mendukung. Ibu saya bilang, apapun yang baik yang menjadi keinginan saya, dia mendukungnya dalam doa,” kata Ajat. “Ibu saya adalah seorang yang bijak,” tambahnya. Namun, tambahnya lagi, tidak selamanya hidupnya bergelimang kesenangan, berkelimpahan uang. Ibarat bola dunia berputar, ada saatnya di atas, tapi ada masanya
Lukisan cantik paduan warna hijau, merah, kuning membuat mata betah terus memandang. Satu hal yang unik dari lukisan Ajat adalah pada pohon yang bertotol-totol. “Itu adalah ciri khas saya . Sebenarnya itu adalah jejak saya sebagai pelukis batik. Dengan ciri itu, saya merasa tidak perlu membubuhkan tanda tangan pada lukisan saya. Orang pasti tahu itu lukisan Ajat,” ujarnya yakin. Tentang pewarnaan, dia mengakui karya Arie Smith, seorang pelukis asal Belanda yang hidup di Bali ( meninggal Maret 2016, usia 103 tahun) banyak mempengaruhinya. Warna-warna lukisan Ari Smith cerah, dominan dengan hijau, merah, kuning. “Pengaruh Ari memang ada pada pewarnaan karya saya. Dulu warna saya agak gelap tapi kemudian berubah kini lebih cerah,” katanya sambil menunjuk sejumlah lukisan yang terpajang di dinding. Menurutnya pengaruh dari pelukis lain bukan hal yang tabu. Ada banyak pelukis terkenal yang juga karyanya terpenguh pada pelukis lainnya. “Suatu ketika pelukis Affandi pernah ditanya wartawan, bahwa karyanya banyak dipengaruhi Van Gogh. Lalu Affan menjawab, iya, memangnya kenapa?”. (Diana Runtu)
Mandalika Menjalankan usaha yang menghindari dan menjauhi riba adalah pilihan yang tepat dalam mengelola bisnis, khususnya bagi pengusaha Muslim. Karena dengan begitu para pengusaha dapat menjalankan usahanya dengan ‘sehat’. Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam Silaturrahmi Nasional 2018, Lariba Islamic Indonesia, di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
U
ntuk mewujudkan usaha bisnis yang sehat dan sesuai dengan ajaran Islam, Majdi yang juga ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu menyarankan para pengusaha Muslim Indonesia untuk membangun dan mengembangkan lembaga atau institusi usaha yang berbasis syariah, baik di bidang perbankan maupun di bidang perniagaan sesuai dengan yang diatur dalam Agama Islam. “Lembaga usaha syariah itu penting dibentuk dan terus
21
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Usaha Sehat, Jauhi Riba
diperkuat pengembangannya, sebagai salah satu upaya nyata dalam membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” demikian menurut Majdi. Dalam kegiatan tersebut, selain mengajak para pengusaha untuk mendirikan lembaga syariah, ia juga mendorong para pengusaha untuk terus berikhtiar meneguhkan komitmen menjalankan transaksi bisnis tanpa unsur riba. Sebab, menurutnya praktik-praktik riba yang selama ini dijalankan oleh sebagian besar para pelaku
bisnis, tidak akan pernah memberikan keuntungan bagi masyarakat. Terlebih, praktik riba tersebut dalam pandangan Islam telah diharamkan oleh Allah SWT. “Kalau Anda membangun Lariba maka Anda sedang meneguhkan komitmen kuat untuk tidak riba,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa komitmen pangusaha yang mengedepankan unsur syariah dalam berbagai transaksi akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. “Kalau ada urat nadi kehidupan, maka dua pilar penopangnya adalah kapital dan ilmu pengetahuan,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa kalau ekonomi dan ilmu dan
teknologi kuat, maka peradaban itu akan kokoh. Karena itu, ia sempat menguraikan salah satu ayat yang isinya mengharamkan riba dan menjadikan zakat sebagai sebuah solusinya. Praktik riba hanya akan memberikan keuntungan atau menambahkan kekayaan pada
aspek kepentingan dunia. Sedangkan zakat, di samping menambah dan menumbuhkan kekayaan di dunia, juga akan menumbuhkan keberkahan untuk akhirat. “Inilah yang disebut oleh Allah SWT sebagai orangorang cerdas,” katanya lantas berharap agar para pengusaha yang berbasis syariah tersebut mampu berporos dengan lebih memperkaya khazanah keilmuan di bidang transaksi syariah. (Naniek I. Taufan)
Gu bern u r NTB , D r. TGH. M. Za i n u l Ma jd i
Maksimalkan Kinerja OPD dan ASN Di era keterbukaan informasi saat ini, pejabat dituntut untuk transparan, terutama dalam menjalankan administrasi dengan penuh keterbukaan sehingga dapat dijalankan dengan sangat baik agar dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ini juga tentu akan menjaga citra positif Aparatur Sipil Negara (ASN) di masyarakat sebagai ASN yang handal dan profesional. “Kerjakanlah segala sesuatu dengan sangat baik, sehingga akan menjadikan ASN yang handal dan profesional di mata masyarakat,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir, H. Rosiadi Sayuti, Ph. D., saat memimpin upacara paripurna NTB Gemilang di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB beberapa waktu lalu. Untuk itu, ia meminta kepada para pejabat yang baru mendapatkan amanah (mutasi) agar memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi calon pemimpin masa depan. Yakni menjadi ASN yang
berkualitas, profesional, mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab di tempat tugas masing-masing. Rosiadi mengingatkan kepada para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Provinsi NTB, agar senantiasa dapat menjadi contoh yang baik kepada bawahannya agar dapat ditiru di lingkungan kerjanya masing-masing. Terutama dalam hal peningkatan kinerja, seperti kedisiplinan dan intelektualitas sebagai dasar utama penilaian seorang atasan. Hal ini sesuai dengan visi Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa depan adalah menuju birokrasi berkualitas dunia. Sebagaimana yang disampaikan Ketua Komisi ASN, Sofian Effendi, yaitu menuju birokrasi yang mampu bersaing, tidak hanya di level nasional namun berkelas dunia. Untuk menyukseskan visi tersebut, Rosiyadi mengungkapkan bahwa peran seorang pimpinan sangatlah penting dan strategis. Pimpinan harus mampu membangun relasi dan hubungan baik dengan semua elemen, terutama dinas
atau instansi terkait dalam rangka optimalisasi kinerja di masing-masing OPD. Karena itulah ia mengajak seluruh pimpinan OPD dan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk memaksimal-
kan kinerja dalam menyukseskan ikhtiar pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan yang diusung dalam visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD Provinsi NTB. (Naniek I. Taufan)
20
Nine
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Sulaksmi Ariati, S.Pd.
Sak-sak Dance Warnai Karyanya Dua hari berturut-turut, minggu lalu Sulaksmi Ariati, S.Pd. sibuk menyiapkan penari-penarinya untuk mengikuti Festival Tari Kreasi Tradisional Bima, se-Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu yang diselenggarakan di Kota Bima. Ia membawa dua karya tarinya berjudul Rimpu dan Doku dalam festival tersebut.
S
ulaksmi yang biasa dipanggil Mimi ini terlihat jeli dalam menggarap karyanya ini, karena ia memadukan tari tradisi dengan kontemporer sehingga karya ini terlihat berbeda dengan tarian-tarian biasa yang selama ini dikenal oleh siswa dan masyarakat umum di Bima. Apalagi intuisi seninya cukup cerdas, karena Mimi mengambil ‘bahan baku’ karyanya itu dari tradisi yang menjadi identitas budaya masyarakat Mbojo (Bima dan Dompu) yakni Rimpu (pakaian khas suku Mbojo semacam jilbab tradisional) dan Doku (alat untuk membersihkan padi dan beras). Warna Sak-sak Dance memang terlihat demikian kuat memberi
pengaruh dalam karya-karyanya itu. Bagaimana tidak, selama 12 tahun Mimi menimba ilmu di sanggar yang dipimpin koreografer handal Nusa Tenggara Barat, Suryadi Mulawarman. Suryadi sendiri mengakui bakat yang dimiliki Mimi. Ia menyebut Mimi sebagai perempuan pekerja keras yang tidak pernah mengenal kata menyerah dan tidak kenal kata tidak bisa. Saat bergabung pertama kali di Sak-sak Dance, sesungguhnya Mimi belum masuk kategori ‘bisa menari’, meski kala itu Mimi sudah menggeluti dunia tari sejak usia SD. Kemauannya yang keras untuk belajar di Sak-sak Dance membuat ia akhirnya mencintai dunia koreografi tersebut, menyertakan perasaannya setiap kali menari.
Sulaksmi dan Abdi bersama anak mereka, dua anak muda yang giat berusaha untuk bisa mandiri
Tari Doku adalah salah satu garapan tari karya Sulaksmi yang tampil pada Festival Tari Tradisional Bima
Itulah kekuatan yang pernah dititipkan oleh Sas-sak Dance kepada bakatnya ini. Ketika menikah, Mimi meninggalkan Mataram dan juga Sak-sak Dance yang sudah membawanya menari ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Solo, Pontianak, Surabaya, Bandung hingga ke luar negeri, Singapura. Ia mengikuti suaminya Abdi Sujadi Alifyan,. S.Pd., ke Bima, tinggal di sebuah kecamatan yang menawarkannya kehidupan berumah tangga selayaknya orang lain. Ia vakum menari lebih dari dua tahun. Ia terputus dengan benang merah koreografi yang selama ini mengolah jiwa seninya. Saat tinggal di desa itulah tidak pernah terlintas dalam pikiran Mimi untuk menari/melatih tari. Dunianya itu serasa hilang. Hal ini sempat membuatnya gelisah dan seperti ‘terpuruk’ tinggal di desa yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk fasilitas untuk berkarya. “Kalau dibilang gelisah, saya sangat gelisah, apalagi di media sosial selalu melihat kawan-kawan
Bawa Warna Baru dalam Koreografi Sejak itulah Mimi membina ekstrakurikuler tari awalnya di SMK Kesehatan Pelita Harapan di Kecamatan Bolo dan beberapa kali tampil dalam acara-acara pernikahan. Bagi Mimi yang sudah terbiasa tampil di panggungpanggung besar, tampil di acara pernikahan pun tidak apa. Ia maknai itu sebagai langkah awal untuk menarik minat anak-anak maupun pelajar dan siswa terhadap tari. Dari sana rupanya minat pelajar cukup besar. Apalagi di kota kecil itu Mimi membawa warna baru dalam dunia koreografi dengan memadukan tradisi dan kontemporer. Mimi akhirnya menjadi pembina juga di sanggar tari SMP Negeri 4 Bolo dan menghasilkan garapan tari berjudul Doku. Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang berlangsung empat
bulan (September-Desember 2017) lalu kembali memberi peluang buat Mimi yang menjadi salah seorang seniman tari di Bima untuk kembali menari dan berlatih bersama para siswa di SMAN 1 Bolo dalam program itu.
Selama empat bulan itulah Mimi kemudian menghasilkan karya tari berjudul Rimpu. Melihat minat yang besar terhadap tari di Kecamatan Bolo, membuat Mimi berencana membuka kursus menari dengan mem-
Sulaksmi saat melatih Sanggar tari sekolah di Kecamatan Bolo Bima
di Mataram tetap berkarya, eksis menari juga sering ke luar daerah seperti dulu, sedangkan saya di Bima, di kecamatan pula, di desa pula, sudah tidak menari lagi,” kata Mimi. Akibat lama tidak menari, tubuh yang biasa diolah ketika mengikuti latihan-latihan juga terasa pegal-pegal. Lengkap sudah ‘penderitaan’ Mimi akibat serasa terputus dengan dunia seni yang selama ini digelutinya.
Dari sanalah, suatu hari Sang Guru Suryadi memberinya semangat untuk menari kembali meskipun di Bima. “Mas Surya menyuruh saya mempraktikkan menari walaupun cuma dengan alat musik Serunai tetapi bisa membuat gerakan yang luar biasa,” katanya. Dalam acara pembinaan sanggar seni itulah di mana Mimi kembali menari di Museum ASI Mbojo di Kota Bima. Suaminya yang melihat aksinya itu rupanya menangkap kegelisahan Mimi. Ia lalu menyarankan agar Mimi mengembangkan bakatnya itu setidaknya di lingkungan tempatnya tinggal di Desa Rato Kecamatan Bolo dan membuat sanggar tari. “Saran pertama belum saya indahkan. Lalu saran kedua kali dan kerinduan saya pada dunia tari, membuat saya mulai ingin menari lagi dan terpikirkan untuk melatih para siswa dalam ekstrakurikuler sekolah,” kata Mimi yang lahir 25 agustus 1986. (Naniek I. Taufan)
Sulaksmi Ariati
buat sanggar untuk mengembankan tari kreasi Mbojo yang lebih berwarna. Meski diakuinya tantangan mengajar tari di kota kecil seperti ini lebih besar dari pada di kota seperti Mataram. Pasalnya, karena anak-anak di tempatnya tersebut jarang bisa menari. Dan kalau pun bisa menari, mereka terbiasa dengan tari tradisional Mbojo. “Jadi terasa sekali mereka awalnya susah untuk mengikuti gerak-gerakan tarian kontemporer saya ajarkan, karena memang gerakan-gerakan tarian yang saya berikan agak berbeda dengan tarian-tarian yang biasa mereka lakukan selama ini,” kata perempuan kelahiran Praya Lombok Tengah ini. Hal ini menjadi faktor olah tubuh sebagai dasar latihannya menjadi lebih lama dibandingkan dengan anak-anak kota yang memang sudah biasa menari. Namun begitu, ia menaruh harapan dengan dibukanya sanggar tari kelak, aktivitas tersebut bisa meramaikan Kecamatan Bolo. “Saya mau membuka kursus tari untuk anak-anak TK sampe remaja. Yaa… niatnya biar meramaikan Bolo dan juga agar anak-anak di
sini punya kegiatan seni,” ujar sarjana Matematika lulusan IKIP Mataram ini. Mimi termasuk anak muda yang tidak bisa diam. Selain mengajar dan membina tari, ia dan suaminya yang memiliki bakat fotografi itu bekerja sama meraih peluang itu. Bersama suaminya yang merupakan Purnapaskib NTB 2005 itulah, di kampungnya tersebut ia juga membuka usaha menarik peluang di bidang fotografi pernikahan. Tidak itu saja, dua anak muda yang memilih bekerja keras untuk hidup mandiri ini juga membuka usaha syuting video untuk berbagai acara seperti pernikahan, membuat nametag, sablon kaos hingga menjual asesoris handphone. Adzkia Multimedia dipilih sebagai nama usaha foto dan syuting pernikahan yang diambil dari nama putri mereka yang baru berusia tiga tahun, Ainun adzkia. Bagi Mimi dan Abdi, hidup di desa bukan berarti tertutup peluang untuk bekerja melainkan memanfaatkan potensi bakat dan hobi secara maksimal dapat membantu untuk bisa hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain. (Naniek I. Taufan)
Inspirasi
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Made Ada
5
Rayakan HUT ke-15 Ada Guna Museum
Hari itu, Selasa (16/1) adalah hari istimewa bagi seorang Made Ada. Dengan wajah sumringah ia tampak bahagia menerima kehadiran tamunya yakni para wisatawan, serta para sahabat yang sengaja dimintanya hadir berbaur dalam keakraban dalam rangka bersama merayakan HUT ke-15 Ada Guna Museum.
M
enurut Made Ada, yang disebut-sebut maestro pematung garuda ini, sebenarnya Ada Guna Museum didirikan pada 31 Desember 2002, yang inspirasinyan diperoleh dari salah seorang Presiden Indonesia, Megawati Soekarno Putri , namun perayaannya baru dilaksanakan kala itu. Menariknya, pada acara yang juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan seniman itu. Made Ada sengaja menyuguhkan sajian budaya melalui pentas seni dengan tarian tradsional Bali yang diiringi gamelan hasil kolaborasi para penabuh lokal dan dari luar negeri. Pemilik Made Ada Gallery ini, karyanya bukan hanya melalang buana tapi juga sudah diakui
dunia , terbukti dengan adanya prasasti dari WIPO (World Intellectual Property Organization) yang berkedudukan di Jenewa, sebagai pengakuan atas kreativitas seni patung garudanya selama ini, yang diletakkannya di salah satu sudut museumnya. Disinggung soal keahliannya, Made Ada menyatakan jika kegiatan mematung diperolehnya secara turun-temurun. Ia sudah melakoninya sejak masih SD, sekitar tahun 1966-an. Bermula dari sang kakek kemudian menurun ke orangtuanya dan kini dirinya adalah generasi ke 3 di keluarganya yang konsisten menggarap kerajinan tangan dalam bentuk berbagai jenis patung dan teristimewa patung garuda dengan ukiran khas Bali. (Sri Ardhini)
Berbagi Ilmu Melalui Kelas Mematung Selanjutnya ia menyebutkan jika apa yang saat ini di m anage-nya, galery dan museum adalah buah dari upayanya sepenuh hati membangun areal apresiasi bagi penikmat karya patung khususnya patung garuda. Terlebih patung
garuda memiliki nilai dan filosofi yang luar biasa di Bali. Karena itu pula patung buatan tangannya bukan hanya ada di istana kepresidenan Indonesia, seperti di istana negara, istana Bogor hingga istana Tampak Siring, tapi juga menjadi salah
satu karya yang terpajang di sejumlah kantor kepresidenan di luar negeri. Bahkan patung garuda dari desa Pakudui ini juga ada bercokol di salah satu museum di Rusia. Made Ada juga mengatakan, bahwa museum yang didirikannya tersebut, di dedikasikannya untuk mengingat perjalanan giat seni patung di Desa Pakraman Pakudui, yang memang identik dengan patung garuda sebagai ikon-nya. Made Ade yang telah menerima berbagai penghargaan di tingkat nasional ini berharap wilayahnya yang telah menjadi sentra kerajinan patung garuda tersebut akan terus berkembang sebagai salah satu tujuan desa wisata garuda yang ramai dikunjungi. Apalagi kini di sepanjang kawasan Pakudui kita bisa melihat berbagai ukuran patung garu-
da. Masyarakatnya sekitarnya juga telah menjadikan kegiatan mematung sebagai salah satu pendapatan utama mereka, sehingga tidak keliru jika dengan potensi yang dimiliki Desa Pakudui, Tegallalang, Gianyar ini kemudian disebut de ngan Garuda Village. Selanjutnya, untuk bisa berbagi kebisaannya mematung bagi siapa saja yang berminta, maka sejak membuka kelas me-
matung (Wood Carving School) yang dibuka untuk umum , sangat ramai di datangi tamu mancanegara. Selain itu Made Ade mengaku selalu siap untuk mengerjakan pesanan patung garuda mulai dari yang ukuran kecil 12 cm sampai dengan 1 meter bahkan hingga 5 meter.ia juga memastikan mengerjakan dengan bahan pilihan atau sesuai pesanana. Begitu juga dengan finishing-nya yang kualitasnya dijaga sedemikian rupa. Ditanya soal kegiatannya mematung dengan hasil yang luar biasa, ia mengatakan mematung harus tenmag dan rileks seperti orang tengah beryoga. Ia juga menyampaika kalau yang namanya seniman ia tidak akab pernah berhenti berkarya selama hidupnya. (Sri Ardhini)
6
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Terus meroketnya harga beras membuat masyarakat menjerit. Kenaikan harga ini sudah terjadi tahun lalu namun hingga awal tahun 2018 bu kannya mereda malah menjadi-jadi. Kalau tahun lalu gejolak di masyarakat belum terlalu terasa lan taran kenaikan masih dirasakan belum signifikan. Namun, ternyata kenaikan itu tidak berhenti bahkan terus meninggi hingga di awal tahun ini.
a j d e t u S e i n n Co
Tegakkan Aturan HET
juga, berasa juga kalau harga naik terus,” ucap Connie yang baru pulang dari berlibur ke Jepang bersama anak dan cucunya. Sebelum terjadi gejolak beras, kalau tidak salah, ungkap Connie lagi, harga beras masih sekitar Rp 8000-an hingga 9000-an. Tapi kini sudah melebihi itu, naiknya lebih dari Rp 1000. “Kan kasi han dong masyarakat. Apalagi masyarakat tak mam
A
rtis senior Connie Sutedja mengaku cukup merasakan kenaikan harga beras yang terus menerus. Kalau dulu, kata pemeran Hajjah Iroh dalam sine tron ‘Tukang Bubur Naik Haji’ biasanya gejolak harga beras tidak ter lalu lama, namun kali ini terasa cukup lama sudah berbulan-bulan bahkan sampai awal tahun ini. “Saya prihatin banget ya, kok bisa begitu. Saya tidak mengonsumsi nasi (beras) tapi orang-orang di rumah saya kan makan nasi. Jadi kan beli beras
Woman on Top
pu, kan itu memberatkan sekali. Beras itu bahan makanan pokok yang harus dijaga betul stabilitas nya,” ujarnya. Bukan hanya masyarakat biasa saja yang mengeluh tapi pedagang makanan pun ‘terjepit’, kata Connie. Pedagang warteg, rumah ma kan padang, misal nya, mereka menge luh. “Mereka (pedagang) ngeluh, beras naik tapi tidak berani naikin harga takut k o n s u m e n nya kabur. Mau nggak mau, keun tungan yang memang tidak banyak, harus makin menurun karena harga jual dagangan tidak naik. Ya mau bagaimana lagi, kan zaman sekarang ekonomi sedang susah, daya beli turun,” ujar Con nie.
Di sisi lain. Connie juga men gomentari ketidaksesuaikan para pejabat negara dalam berkatakata. “Saya bingung tuh, pejabat yang satu bilang stok beras cukup, masyarakat diminta tenang. Eh.. pejabat lain bilang persediaan kurang. Ini mana yang bener sih? Trus, ada kabar akan impor beras,” kata Connie yang sempat populer dengan panggilan ‘Bu Hebring’. “Kalau saya sih sebagai masyarakat biasa, atau juga me wakili masyarakat lainnya, tidak perduli beras dari mana, apakah dari stok persediaan ataukah dari impor, yang penting harga beras tidak memberatkan atau normal lagi. Harga beras turun! Kalau bisa di bawah HET atau sesuai dengan HET. Soal impor, terserah pemerintah karena mereka yang tahu,” ucapnya. Artis yang telah berkiprah di dunia hiburan sejak tahun 1965 ini juga meminta agar pemerintah menegakkan aturan HET beras dengan tegas. “Adanya aturan kan untuk mengatur bukan untuk dilanggar. Jadi jangan hanya men geluarkan aturan tapi juga dimoni tor dan diawasi pelaksanaannya di lapangan,” tegasnya. Sebenarnya pemerintah te
lah menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk setiap daerah. Namun agaknya itu tidak diperdulikan pedagang dengan alasan mereka pun mendapatkan beras dengan harga yang tinggi pula. September 2017 lalu pe merintah menetapkan HET beras untuk Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi adalah medium Rp 9.450/kg dan premium Rp 12.800. Sementara HET berat di NTT, Kalimantan dan Sumatera lain nya (tidak termasuk Sumsel dan Lampung) medium Rp 9.950/ kg dan premium Rp 13.300/kg. HET Maluku dan Papua medium Rp 10.250/kg dan premium Rp 13.600/kg. Pedagang di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, mengaku ke naikan harga beras kali ini lebih tinggi dan lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya kenaikan hanya sekitar Rp1000-an dan itupun tidak lama karena cepat diredam, maka kali ini kenaikan bisa sampai seribu rupiah lebih. Menurut mereka, bukan kemauan pedagang me naikkan harga semaunya, namun karena harga yang mereka beli dari petani pun sudah naik.
Sering kita mendengar orang berbicara tentang ‘ruh’ atau lebih populer dengan kata jiwa. Kira-kira apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika kata itu terdengar di telinga? Banyak orang percaya bahwa kata-kata itu mengartikan sesuatu yang tidak kelihatan dan abadi dalam diri kita. Bahkan saat seseorang sudah wafat, bagian yang yang tidak kelihatan dari manusia ini meninggalkan tubuh dan terus hidup. Kalau kita bedah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), jiwa itu salah satunya adalah berarti ‘ruh’ manusia (yang ada dalam tubuh manusia dan menyebabkan seseorang hidup), nyawa. Belajar otodidak, Nyoman Eriawan sebagai pemilik dari UC Silver sudah bergelut di dunia perhiasan hampir 25 tahun lamanya. Mulai dari perhiasan perak yang hanya masih menjadi home industry. Saat itu semua dilakukan dengan tangan, sampai berkembang menjadi industri perhiasan yang sudah
menggunakan teknologi dan sudah dapat bersaing dengan industri perak di negara-negara lain yang sudah maju. Makin tinggi teknologi yang dipakai, ternyata dapat membuat sebuah perhiasan akan kehilangan ‘ruh’ atau jiwanya. Tuntutan standarisasi kualitas yang tinggi, desain yang inovatif, dan permintaan pasar yang begitu tinggi membuat para industri perhiasan berlomba untuk menciptakan perhiasan yang mendunia. Namun tidak demikian dengan UC Silver, yang sudah menguasai teknologi perhiasan terkini. UC Silver tetap mempertahankan hand made, buatan tangan hasil karya manusia, yang kemudian dimodifikasikan dengan teknologi. Ruh, jiwa, nyawa juga identik dengan kata ‘taksu’. Di Bali, siapa yang tidak kenal dengan ‘taksu’. Masyarakat Bali pada umumnya memandang taksu sebagai kekuatan yang dapat memberi kecerdasan dan kewibawaan kepada pemilik jiwa dan daya pikat bagi karya seni yang dihasilkan. Tanpa ‘taksu’ maka
hasil kaya seni tersebut tidak akan menjadi hidup dan tanpa jiwa. Tanpa ‘taksu’, hasil karya seni belum mampu menggetarkan para penikmat dari hasil karya seni yang dihasilkan. UC Silver yang sudah terkenal dengan desain yang unik dan berkualitas, tetap menjaga ‘taksu’ Bali. Selalu membuat perhiasan dengan mempertahankan hand made yang dimodifikasikan dengan teknologi yang canggih. Melalui tangan-tangan terampil yang memiliki talenta yang lebih dan tetap mempertahankan konten lokal Bali, menjadi kekuatan ruh dari perhiasan yang dihasilkan UC Silver. ‘Ruh’ dari sebuah perhiasan hasil karya UC Silver akan selalu terpancar, dan tentu akan memberikan nilai tersendiri dari sebuah hasil karya manusia itu sendiri. Sungguh menakjubkan, ketika seseorang memakai perhiasan dan kelihatan ruh dari perhiasan yang dikenakannya. Menjadikan aura pemakai dan penikmat dari karya seni itu bercahaya. Bersinar bak cahaya
Seringkali kita men dengar pernyataan dari para ahli bahwa keberadaan obat kimia dan obat herbal adalah hal yang berbeda. Kon disi ini menimbulkan stigma atau pandangan masyarakat bahwa ke duanya berbeda bahkan bertentangan satu de ngan yang lain.
K
ondisi ini tidak ber laku bagi Dra Hj. Kumaiyah. Ia seorang pensiunan guru kimia yang sudah malang melintang mengajar mata pelajaran kimia di berbagai sekolah kejuruan di Surabaya, seperti SMKN 2, SMKN 3, SMKN 5, dan SMK Pelayaran Bhakti Samudra. “Karena dianggap senior, saya beberapa kali dipercaya menjadi ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia,“ ujar Kumaiyah. Pengetahuannya
19
Sembuh berkat Belimbing Wuluh
di bidang kimia menjadi dasar bag inya membuat berbagai produk minuman dan makanan herbal sebagai usahanya. Mulai dari man isan belimbing wuluh, manisan murbai hingga aneka minuman dan sirup. Awalnya Kumaiyah menderita sakit lutut. Walaupun tiap hari dia minum obat dokter sebanyak 145 butir sekali minum tapi dia tidak kunjung sembuh. Sehingga dia tidak bisa sholat, kemudian dia mencoba minum minuman sari belimbing wuluh miliknya dan ternyata dia sembuh total. “Alhamdulilah sejak saat itu lutut saya tidak sakit dan saya bisa melaksanakan sholat lagi, “ tutur Kumaiyah Sejak saat itu, Kumaiyah mem produksi massal minuman bua tanya untuk dijual. Dia merasa lebih yakin lagi ketika tahu bahwa belimbing wuluh memiliki ban yak khasiat untuk pengobatan penyakit seperti menurunkan te kanan darah tinggi, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuh
kan batuk, melancarkan dahak, mencegah kanker, melancarkan pencernaan, melancarkan air seni, menghilangkan rasa sakit, dan antiradang. “Suatu ketika ada murid saya sakit perut, dan saya kasih minum rosella ungu kemudian sembuh,” ujarnya. Produk buatan Kumaiyah di pasarkan dengan cara dititipkan secara konsinyasi di berbagai tempat di Surabaya, antara lain di Siola, Pemerintah Kota, Toko Lapis Kukus, Restauran Gudeg Tugiyo, Masjid Ceng Ho, SMKN 2, Toko Bakpau Chikyen, Hotel Djagalan Raya, Depot Mie Djokja, Kedai Putih, dan Angsle Roni Surabaya Plaza. Pada 2012, ada seorang perempuan pegawai Dinas Per industrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya melakukan pendekatan kepada dirinya. Kumaiyah diajak ke P3E Kedungdoro sambil membawa produk makanan dan minu man buatannya untuk diurus izin Produk Industri Ru
(Diana Runtu)
mah Tangga (PIRT). Kumaiyah kemudian memu tuskan untuk bergabung dengan program Pahlawan Ekonomi (PE) yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya, melalui program PE ini dia dia belajar cara menge mas yang profesional sehingga bisa meng hasilkan produk dengan
Pernah ada turis dari Jepang dan Amerika Serikat khusus datang ke Surabaya hanya untuk membeli produk mi lik Kumaiyah
Dra Hj. Kumaiyah.
kemasan eksklusif. “Walaupun harganya dua kali lipat dari kemasan biasa yaitu 7 ribu untuk kemasan biasa dan 15 ribu untuk kemasan PE, namun produksi dengan kemasan PE bisa laku keras terutama di hotel dan restoran,” jelas Kumaiyah. Dukungan dari Walikota Tri Rismahirini sangat dirasakan oleh Kumaiyah. Tolok ukurnya adalah produk sirup miliknya bukan hanya dikenal tapi sudah dihafal oleh Walikota. Pernah suatu ke tika ada pelaku UKM lain mem bawa produk miliknya di sebuah pameran kemudian ditegur oleh Walikota. Produk minuman dan maka nan herbal tidak hanya dikenal di Surabaya tapi sudah mancanegara.
untuk dibawa pulang ke ne gerinya. Melalui program PE yang diikutinya, Kumaiyah tidak hanya terpilih sebagai 10 besar Tata Rupa angkatan ke-3, tetapi dia juga banyak menerima pesanan dari berbagai tempat. Namun, dia pernah juga menolak permint aan Indomaret untuk menyuplai produknya di 100 gerai jaringan minimarket tersebut, hal ini disebabkan faktor ketersediaan bahan di pasaran dan kemampuan maksimal dalam produksi. “Masih banyak orang berang gapan bahwa semua produk belimbing wuluh selalu rasanya masam, padahal tidak semuanya begitu, “ tutur Kumaiyah. (Nanang Sutrisno)
Semanggi Instan Jadi Incaran
“Ruh” Salam Unique...
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
matahari yang membuat kehidupan lebih indah dengan kekuatan pancaran cahaya yang dimilikinya. Tentu mulai penasaran. Apa saja yang akan kami tulis untuk kolom ini selanjutnya. Nantikan tulisan kami setiap dua minggu sekali, kami akan hadir di kolom ‘I AM UNIQUE’ yang membagi informasi secara detail tentang UC Silver. Bagaimana cara memilih kualitas perhiasan. Apa dan dari apa saja bahannya, bagaimana gambaran keunikannya, apa saja hasil karya, bahkan sampai filosofi keunikan dari masing-masing karya yang tercipta, dan lain sebagainya. Ada yang penasaran juga tempatnya dimana? Silakan langsung kunjungi tempat produksi dan gallery kami di Jalan Raya Batu Bulan Gg Candrametu Nomor 1 Batu Bulan Gianyar 80582. Telepon (0361) 461511 Atau kunjungi website kami di www.uc-silver.com I am Unique I am Happy UC Silver Bali info@ucsilverbali.com
Semanggi suroboyo, makanan khas Surabaya yang terdiri dari sayuran se manggi yang disiram bumbu kacang dan dilengkapi dengan kerupuk puli. Kini keberadaannya sangat populer di masyarakat mendampingi rujak cingur dan lontong balap yang juga merupakan makanan asli Surabaya. Keluarga Aminah yang tinggal di Sawo no 17 RT 2 RW 2 Kelurahan Beringin Kecamatan Sambikerep Surabaya ini merupakan keluarga yang menekuni usaha produksi semanggi, mulai dari neneknya, ibunya sampai de ngan dirinya semuanya ber jualan semanggi. Pada awalnya Aminah berjualan semanggi dan jamur tiram, dia berjualan semanggi dengan harga 12.000 per porsi. Namun sejak 2011 dia fokus hanya berjualan semanggi saja. “Tahun 2011 saya gabung di Pahlawan Ekonomi (PE) untuk menambah ilmu, mentor saya di PE inilah yang meyakin kan saya untuk mengembangkan bisnis semanggi,” kata Aminah. Di program PE, Aminah tidak
hanya mendalami cara pengeringan se manggi yang sudah dilakoninya, tetapi juga diajari cara mengemas semanggi kering dan menjualnya secara online. Keyakinan Aminah untuk berusaha di bidang semanggi semakin menguat saat kegiatan launching produk semanggi miliknya dihadiri oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. “Selama ada kemauan dan siap bekerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan “ pesan Tri Rismaharini kepada Aminah. Berkat kerja keras dan ketekunan da lam menjalankan usaha berjualan semang gi, kini Aminah melalui merek dagang Selendang Semanggi dia mampu m e
raup omzet penjualan sebesar Rp 15 juta sampai 30 juta per bulan. Tidak hanya itu, dia juga meraih ber bagai penghargaan best of the best dari PE yaitu tahun 2015 dan 2017. Pada 10 Desember 2017 Aminah menerima penghargaan dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia di Jakarta. Dia juga berhak memperoleh pembinaan berupa uang modal sebesar Rp 8.500.000. “Alhamdulilah semua izin mulai dari PIRT, Halal dan Paten sudah saya penuhi,“ kata istri M. Fauzi ini. Produk semanggi instan milik Aminah dipasarkan dengan cara dititipkan di Siola, Pemerintah Kota, Bhek Putra, dan Sudi Mampir di Genteng, serta melayani pembelian secara online. Semanggi milik Aminah sudah dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Jakarta , Banten, Riau , dan Kalim antan. “Semanggi kering dalam kemasan menjadi incaran karena tombo kangen untuk orang Surabaya di luar kota dan luar pulau “ ujar ibu dari Andi Mu hammad Firdaus dan Hilmi Hendra Kusuma ini.
Aminah
Mempunyai resto khusus semanggi yang berada di tengah areal kebun se manggi merupakan keinginan dan impian tersendiri dari Aminah. Ke depan dia juga ingin mengembangkan inovasi untuk ber jualan varian baru yaitu pentol semanggi, nugget semanggi, kerupuk semanggi dan rengginang semanggi. “Semoga varian ini bisa sukses seperti semanggi instan yang saya jual dalam ke masan menarik seharga Rp 50.000 untuk 6 porsi,” jelas Aminah. (Nanang Sutrisno)
18
Life Story
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Harga Anggur Hijau Anjlok Sejak beberapa tahun belakangan, petani di wilayah Kecamatan Gerokgak mulai membudidayakan tanaman anggur hijau. Komoditas ini menjadi salah satu unggulan Buleleng karena hasil panennya disalurkan ke perusahaan wine di Bali. Tentu hal ini mengangkat derajat anggur Buleleng di pasaran.
S
alah seorang petani anggur di Kecamatan Gerokgak, Jro Mangku Putu Suarjana mengaku prosfek anggur hijau memang sangat menjanjikan. Petani setempat sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan setempat. Dari luas lahan 40 hektar dengan modal 5 Juta Rupiah, petani memperoleh keuntungan sekitar 30 Juta Rupiah sekali panen. Tentu keuntungan tersebut dapat diraih jika harga jual anggur hijau sesuai dengan harga harapan petani yakni 7.500 Rupiah per kilogram. Namun sayang saat ini harga anggur hijau benar-benar anjlok dan membuat petani meringis. Hal ini dikarenakan dari tiga musim
panen dalam setahun, hanya dalam dua musim panen saja hasil panen petani diserap oleh perusahaan. Meskipun telah melakukan kerjasama namun tidak adanya perjanjian tertulis, sehingga beberapa kali terjadi perubahan perjanjian. Kondisi itu pun tak pelak merugikan petani anggur. Jro mangku Putu Suarjana mengatakan terpaksa menjual murah hasil panen kebun, den-
gan harapan bisa balik modal. Pada musim panen saat ini misalnya. Komoditas petani tidak diserap perusahaan. Dampaknya, petani harus menjual hasil panen mereka dengan harga ekstra murah. Saat dijual ke perusahaan, anggur mereka biasanya dijual dengan harga Rp 7.500 per kilogram. Kini saat tak terserap perusahaa n, hasil panen hanya dijual Rp 3.500
per kilogram. “Perusahaan tidak datang. Hanya penyotek (calo, Red) yang datang. Ketimbang tidak dapat sama sekali, diminta harga segitu, ya kami berikan. Biar modal bisa balik saja,” kata Suarjana. Sementara harapan men dapat untung, terpaksa dikubur dalam-dalam. Menurut Suarjana, perusahaan hanya berani mengambil hasil panen dua kali da-
lam setahun. Padahal petani berharap, hasil panen itu bisa diserap hingga tiga kali dalam setahun. “Harapan kami, mudah-mudahan pemerintah bisa memperjuangkan petani seperti kami ini. Biar kami tidak digantung. Paling tidak dicarikan pasar, agar kami bisa dapat untung juga,” tandasnya.
melaut dirinya lebih fokus dengan usaha lain. Selain menjadi nelayan, rupanya sejak beberapa tahun belakangan, Nyoman membuka warung ikan bakar persis di sebelah PPI Sangsit, Buleleng. “Ya kalau lagi libur saya memang habiskan waktu di warung saja,” ujarnya. Dirinya menambahkan, sejak memiliki warung, hasil melautnya ia gunakan untuk kebutuhannya di warung. Meskipun tidak setiap hari, namun dari sekali melaut dirinya mengaku memperoleh tangkapan hingga 50 kg. Bahkan jika dirasa berlebih, dirinya dapat menjual hasil tangkapannya kepada orang lain. “Hasil tangkapan saya gunakan untuk di warung, kalau memang ikan yang tidak saya dapatkan, saya beli lagi di tempat lain,” jelasnya. Cuaca buruk yang melanda laut Buleleng beberapa hari belakangan memang sangat mempengaruhi perekonomian masayarakat yang menggantungkan hidup dari hasil melaut. Bahkan menurut Nyoman, beberapa rekan sesama nelayan yang tidak bisa melaut lagi terpaksa mengambil pekerjaan sampingan untuk menyambung hidup. “Teman-teman lain ada yang menjadi buruh ketika tidak bisa melaut, ya ganti pekerjaan sementara,” imbuhnya. Bahkan menurutnya, beberapa nelayan yang sangat paham dengan siklus alam sudah mengantisipasi dampak cuaca buruk dengan menyisihkan sebagian pendapatannya. Mereka menyisihkan pendapatan untuk tetap bisa menyambung hidup ketika tidak bisa melaut seperti sekarang ini. “Semua nelayan sudah paham, antisipasinya dengan menabung untuk tetap menyambung hidup,” tutupnya. (Wiwin Meliana)
Dua tahun yang lalu, Mardin tiba-tiba terserang stroke. Tubuhnya sebagian lumpuh. Ia hanya bisa duduk di kursi roda. Seluruh aktivitasnya dilakukan di atas kursi roda terutama sejak setahun terakhir. Tiap sore ia selalu duduk menatap Gunung Rinjani yang berdiri tegak di hadapannya. Dari sorot mata Mardin yang tinggal di kaki Rinjani bagian utara itu, seperti ada penyesalan dalam hidupnya.
M
cari Mardin,” ujar Rida, kakak iparnya tempat Mardin tinggal di Bima dulu. Menurut Rida, Mardin lebih kelihatan cuek saja tanpa melayani para gadis itu secara berlebihan. “Ngakunya kawan saja,” imbuh Rida. Mardin tidak terlalu menanggapi aksi pendekatan para gadis itu karena sesungguhnya ia telah memiliki kekasih di Lombok. Mereka menjalin hubungan jarak jauh dan berencana menikah dua tahun lagi. Suatu hari Rida menerima surat dari tukang pos. Surat dari kekasih Mardin itu langsung diserahkan kepada Mardin saat ia pulang dari kantor. Awalnya surat itu ia simpan begitu saja di atas meja tamu. Mardin memilih makan terlebih dahulu. Menjelang istirahat sembari masuk kamar Mardin mengambil surat dari meja tamu dan membacanya di kamar. Malam itu berlalu biasa saja di mata Rida. Saat Mardin ke kantor esok pagi, ketika membersihkan rumah, Rida menemukan surat tersebut di tempat sampah. “Pantas wajah Mardin kurang senang saat ke kantor,” kata Rida. Ia pun membaca surat tersebut. Isinya cukup mengejutkan, kekasih Mardin
Sudut Pandang
Nyoman Widiarta dengan kesibukannya ketika tidak melaut
7
Hilang sebelum Ijab Kabul
asa lalu Mardin memang terbilang suram. Ia meninggalkan dosa yang sangat menyakitkan bagi sebuah keluarga di Bima Nusa Tenggara Barat puluhan tahun lalu. Mardin yang kala itu tiba-tiba menghilang telah meninggalkan rasa malu bagi keluarga Mardiana calon pengantinnya pada hampir 30 tahun yang lalu. Tahun 1987 Mardin yang berasal dari pulau Jawa itu hijrah ke Bima mengikuti kakaknya yang bekerja di sana. Berbekal ijazah SMA Pertanian kepada kakaknya ia mengungkapkan niat untuk bekerja di Bima. Ia pun mencoba ikut tes pegawai negeri di tahun 1988. Memang karena memiliki dasar cerdas, Mardin lulus dalam satu kesempatan ikut tes itu. Jadilah ia pegawai negeri di Bima. Sejak itu hidupnya pelan-pelan mulai dibangun. Usia 25, Mardin sudah tampak mapan. Gaya berpakaian yang parlente, ditambah wajah yang lumayan tampan serta berpenghasilan tetap membuat Mardin disukai oleh para gadis. “Kalau tidak salah, setahu saya ada empat gadis yang sering ke rumah
Cuaca Buruk Nelayan tak Melaut Cuaca laut belakangan ini sangat sulit ditebak, gelombang pasang beberapa hari terakhir sering terjadi. Jika kondisi ini diabaikan maka berpotensi menimbulkan kecelakaan laut. cuaca buruk yang mulai melanda perairan di Buleleng membuat sebagian nelayan menghentikan aktivitas melautnya. Sebagai gantinya, nelayan mencari pekerjaan sampingan hingga memperbaiki peralatan tangkap yang rusak. Perahu atau alat tangkap lainnya sejak cuaca buruk telah diungsikan untuk menghindari terjangan ombak pasang yang bisa saja menghayutkan peralatan nelayan. Sementara itu, beberapa nelayan dengan perahu kecil tetap melaut jika kondisi cuaca memungkinkan. Umumnya, perahu berkapasitas kecil tersebut berlayar tidak terlalu jauh sehingga ketika ombak tidak besar dan angin tidak terlalu kencang nelayan tetap bisa melaut. Dampak dari cuaca buruk juga dirasakan oleh Nyoman Widiarta salah seorang nelayan di wilayah Desa Pabean Sangsit. Dalam keseharian untuk menyambung hidup Nyoman mengahabiskan waktunya untuk menangkap ikan. Akan tetapi sudah beberapa bulan dirinya tidak melaut lantaran cuaca buruk dan gelombang pasang yang tidak menentu. “Ya saya selalu lihat situasi, kalau memang memungkinkan saya akan berangkat (melaut), tapi kalau tidak lebih baik jangan,” ungkapnya. Nyoman yang sejak kecil sudah bersahabat dengan laut paham benar dengan keadaan laut di desanya. Menurutnya, cuaca buruk memang selalu tejadi setiap tahun memasuki bulan Januari hingga akhir Februari. Sehingga ketika libur
(Wiwin Meliana)
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
telah meratiq, menikah dengan laki-laki pilihan orangtuanya. Sejak itulah Mardin yang pendiam itu agak berubah. Ia sering keluar rumah dan pulangnya malam. Sampailah pada suatu hari seorang perempuan datang kepada Rida menangis dan menceritakan kesedihannya. “Perempuan itu menangis di depan saya dan menceritakan semua kesedihannya,” ujar Rida. Perempuan ini rupanya pacar Mardin. Dia satu dari empat gadis yang sering menarik perhatian Mardin. “Dia mengaku hamil dan harus menikah dengan Mardin. Kalau tidak ia bisa dibuang oleh keluarganya,” kata Rida. Kabar ini akhirnya disampaikan oleh Rida kepada suaminya yang kemudian mengajak Mardin bicara baik-baik tentang hal itu. Mardin menolak mengaku meski perempuan itu datang berkali-kali. Karena perutnya makin membuncit, pacar Mardin ini terpaksa memberitahu orangtua dan keluarganya yang terkejut mendengarnya. Akhirnya ketika telunjuk mengarah ke Mardin, orang tua dan keluarganya segera mendatangi suami Rida sebagai kakak Mardin. “Keluarganya sudah bawa parang,” kata Rida yang sempat gemetaran melihat keluarga perempuan itu datang dengan wajah marah. Keluarga ini merasa tersinggung karena Mardin menolak mengakui. Akhirnya kakak Mardin memberi jaminan kalau Mardin akan bertanggung jawab dan menikahi pacarnya itu. Dengan sangat terpaksa akhirnya Mardin bersedia. Persiapan pun mulai dilakukan. Sampai tiba
hari H. Mardin sudah memakai jas warna biru sedangkan pacarnya memakai kebaya berwarna krem. Penghulu dan saksi nikah sudah siap di rumah calon mempelai perempuan. Tetamu juga sudah siap menyaksikan ijab kabul. Namun sampai satu jam waktu berlalu dalam menunggu itu, Mardin dan keluarganya tidak juga tiba di acara ijab kabul. “Saya sama suami saya sudah kelabakan di rumah. Mardin tiba-tiba menghilang,” kata Rida. Mereka mau ke lokasi acara tidak mungkin tanpa Mardin. Sampai akhirnya satu setengah jam kemudian, keluarga pacarnya itu datang
ke rumah Rida menanyakan Mardin. “Saya menceritakan hal yang sebenarnya. Dari pada suami saya dimarahmarahi bahkan diancam oleh keluarga si perempuan itu.” ujarnya. Akhirnya pencarian dilakukan hampir seharian tetapi Mardin tak kunjung ditemukan, sampai akhirnya pernikahan itu batal. “Sejak itu kami tidak pernah tau kabar Mardin,” kata Rida. Mardin seperti menghilang. Ia hanya pergi dengan jas pengantin saja meninggalkan pekerjaannya di Bima. Kakaknya sendiri tidak mengetahui kabar Mardin sampai 20 tahun kemudian mendapat kabar Mardin telah menikah dengan seorang gadis yang tinggal di kaki gunung Rinjani. “Sampai hari ini kami tidak tahu kisah pelarian Mardin karena ia tidak pernah ingin menceritakannya,” kata Rida. Tapi menurut istrinya Mardin merasa bersalah dengan peristiwa itu. Ia juga tidak mengetahui kabar apakah perempuan itu berhasil melahirkan dan membesarkan anaknya atau tidak. Itulah yang membuat di hari tuanya. Mardin yang kini berusia 58 tahun itu terlihat murung. (Naniek I. Taufan)
tkh/net
Tekan Kerugian Seminimal Mungkin
Harga beras di Kabupaten Buleleng mulai merangkebijakan impor beras nantinya malah membuat harga beras dari petani semakin anjlok. Dirinya kak naik. Tentu kondisi ini mulai dikeluhkan pedagang mengatakan tidak masalah jika pemerintah mengambil kebijakan tersebut asalkan nantinya melalui disejumlah pasar di Buleleng. Mereka pun terpaksa ikut pihak terkait harga beras dari petani dapat dibeli dengan harga sewajarnya. “Itu kebijakan dari menaikkan harga beras sesuai kondisi pasar. Dampaknya, atas kami hanya masyarakat kecil hanya meminta ketika musim panen raya tiba harga beras dari pembeli yang biasanya mencari beras dalam kemasan 10 petani tidak anjlok,” pungkasnya. kilogram terpaksa mengurangi jumlah permintaan menjadi 5 kilogram. IMPOR BERAS UNTUK STABILKAN HARGA Dampak kenaikan harga beras juga sangat dirasakan Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng Ketut Suparto oleh salah seorang pengepul beras di pasar Banyuasri, tak menampik meningkatnya harga beras di pasaran. Jauh dari HET, harga beras medium merangHwa Hwa yang beberapa hari belakangan mulai mendapat kak naik berkisar antara Rp 11.500 hingga Rp 12.000 sedangkan kenaikan harga beras premium komplain dari pembeli. Kenaikkan harga beras menurutnya mencapai Rp 13.000 hingga Rp 13.500 per kilogramnya. Kecendrungan kenaikan harga beras dipicu oleh kelangkaan beras akibat belum masuk masa menurutnya dipicu karena berkurangnya stok pangan secara nasional akibat belum memasuki panen. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya pun mencapai masa panen. 20% hingga memicu inflasi pada bulan Januari ini. Suparto menambahkan dari kenaikan tersebut pemerintah pusat dan daerah berkomitmen Perempuan kelahiran Singaraja ini menambahkan jika untuk menekan harga. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar beberapa waktu lalu di dua HET yang dipatok oleh pemerintah untuk beras medium tempat yaitu pasar Banyuasri dan pasar Anyar di Buleleng. Sebanyak 3 ton beras di dua tempat adalah Rp 9.450 per kilogram. Akan tetapi saat ini pihaknya tersebut didistribusikan kepada pedagang dan distributor dalam operasi pasar tersebut. Dengan menjual beras medium dengan harga eceran Rp 12.800 per harga jual Rp 8.900 per kilogramnya, diharapkan para pedagang dapat menjual kilogram, sedangkan untuk kelas premium yang awalnya Rp kepada konsumen sebesar Rp 9.350 per kilogram sehingga dapat dijual dibawah 245 ribu tiap 25 kilogramnya naik menjadi Rp 285 ribu tiap HET. “Dari operasi pasar tersebut beras medium utamnya sudah mencapai 25 kilogram. Itu berarti untuk ecerannya berkisar antara harga normal,” ungkapnya. Hwa Hwa Rp 11 ribu sampai dengan Rp 13 ribu per kilogramnya. “Ya Dengan adanya stok pangan berkurang secara nasional pemerintah pusat itu kan harga patokan dari pemerintah tapi kenyataannya ada gak barang yang harganya segitu berencana untuk melakukan impor beras kurang lebih 5.000 ton. Kebijakan sekarang?” ungkapnya. tersebut memicu kekhawatiran pihak petani yang akan memasuki musim Hwa Hwa yang telah menjadi pengepul beras selama 20 tahun ini tahu betul kondisi panen raya. Atas kondisi ini, Suparto menegaskan bahwa impor beras yang saat ini terjadi. Kenaikan harga beras memang rutin terjadi ketika memasuki bulan dilakukan dengan tujuan untuk menstabilkan harga jika stok pangan November hingga akhir Februari. Sehingga sebagai seorang pedagang dirinya harus berkurang. “Impor beras ini tidak secara langsung didistribusipintar melihat kondisi untuk menekan kerugian seminimal mungkin. Baginya kenaikan kan kepada pedagang melainkan dipercayakan kepada Bulog,” harga beras membuat dirinya tidak berani membeli beras dalam jumlah banyak, hal jelasnya. ini dikarenakan jika harga mulai turun tetapi persedian beras miliknya masih banyak Kebijakan impor beras dirasa tidak akan merugikan petani maka akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. “Dari tahun ke tahun kami sebab beras yang dimpor adalah beras dengan kualitas mememang selalu temukan kondisi ini sehingga kami berusaha untuk menekan dium sedangkan hasil panen petani menghasilkan beras segala bentuk kerugian,” jelasnya. dengan kualitas premium. Maka dari kecil kemungkinan Kedepannya, Hwa Hwa selaku pedagang berharap pengaruhnya impor beras ini terhadap penjualan petani agar pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga nanti. Kualitas beras premium yang dihasilkan oleh beras. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tak petani tetap akan laku dan mendapat peluang harga mungkin dirinya akan kesulitan menjual beras. Terkait di pasaran. “Kita pantau terus, dan Bulog akan drop dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan impor beras di pasaran untuk menekan kenaikan, makanya beras sebagai upaya untuk memenuhi kekurangan beras, kami data pedagang dan pengepul. Dengan begitu, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Menurutnya, kebijakan kami harapkan harganya bisa normal sesuai dengan impor beras ditakutkan akan berdampak terhadap HET, yakni Rp 12.250 per kilogram untuk kelas hasil panen petani yang tinggal sebentar lagi. Meskipun premium sedangkan untuk medium Rp 9.450,” Ketut Suparto hanya sebagai pedagang dirinya ikut merasa prihatin jika tandasnya. (Wiwin Meliana)
8
Bunda & Ananda
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Beragam Metode “Taklukkan” Anak
Griya
G
Ni Made Simpen, S.Pd.
kondisi seperti itu, sejak dini si anak dibentuk karakternya untuk bisa berbagi dengan teman, saling menghargai, sabar mengantre menunggu giliran, dsb. ANAK KURANG KONSENTRASI Dari pengalamannya selama 13 tahun menjadi guru TK, Made Simpen melihat anak-anak yang kurang konsentrasi adalah anak yang ingatannya masih lekat dengan kejadian-kejadian yang dialami kemarinnya atau sebelum
Mengelompokkan benda sesuai dengan warna, bentuk, dan ukuran
Mengenalkan nama-nama buah, bentuk buah, rasa buah dan mengajak anak-anak untuk terbiasa makan buah setiap hari
berangkat ke sekolah. Karena itu, ia selalu memberikan kesempatan pada anak untuk menceritakan pengalamannya kemarin atau pengalamannya berangkat ke sekolah. “Ada anak yang bercerita menemukan binatang sapi, anjing. Ada juga yang bercerita ketika sudah jalan ada hujan. Banyak yang bisa saya gali dari cerita pagi anak-anak ini,” ungkapnya. Memberikan kesempatan anak bercerita itu dikatakannya hal yang sangat menyenangkan bagi anak karena anak akan merasa bersemangat dan merasa dihargai usahanya berangkat ke sekolah. Selain itu, dengan mendengar celotehan pagi anak tersebut dikatakan Made Simpen sebagai upaya menyegarkan suasana agar anak tak terlalu terkejut dengan kegiatan-kegiatan di sekolah yang akan diikutinya. Karakter anak berbeda-beda,
Ramainya pemasaran pintu gebyok khas Jepara di Bali membuat beberapa pelaku usaha melirik peluang ini. Salah satunya Putu Aryawati (46), pemilik artshop Dedek’s di Jalan By Pass Ngurah Rai, Padang Galak, Sanur, Denpasar-Bali. Bu Putu-sapaan akrabnya bersama suami membuka artshop ini sekitar tahun 2013, khusus menjual pintu gebyok.
Mendampingi anak-anak bermain
daya tangkap dan ketertarikan anak pada suatu hal juga berbeda. Kadangkala ada anak yang masih bengong ketika kegiatan sekolah sedang berlangsung. Jika sudah begini, biasanya Made Simpen akan mendekati dan menjelaskan berulang-ulang pada anak serta memancing bicaranya dengan beberapa pertanyaaan seputar kegiatan yang akan dilakukan. Ada juga anak yang berkeliling terus tidak mau duduk. “Untuk menghadapinya, saya terapi dengan menyembunyikan tempat
duduknya dan meminta anak untuk mencarinya sampai ketemu. Sehingga, anak tidak akan mengulangi lagi dan takut kehilangan tempat duduknya,” kisahnya. Sementara bagi anak yang masih asyik ngobrol dengan temannya saat kegiatan sekolah berlangsung, diajaknya berkomunikasi untuk melakukan kegiatan dulu agar nantinya bisa cepat istirahat. “Metode-metode seperti itu cukup ampuh untuk menghandel anak-anak,” ucapnya. (Inten Indrawati)
Mendongeng Lima Menit
anak ingusan dari dasar laut
Seorang petani miskin hidup sehari-hari dari menjual bunga ke pasar. Pada suatu hari, ketika dalam perjalanan ke pasar, ia beranganangan, bunga-bunga yang indah, harum dan segar itu akan laris. Namun sial, tak seorang pemMade Taro beli pun yang datang. Ia menyadari nasib untung tak bisa diraih. “Dari pada kubawa pulang,” demikian bisik hatinya, “Lebih baik bunga-bunga itu kupersembahkan kepada Raja Naga yang bersemayam di dasar laut.” “Wahai, Raja Naga! Dengan tulus kupersembahkan bunga-bunga ini kepadamu! Semoga bermanfaat!” teriaknya dari pinggir laut. Tiba-tiba angin kencang bertiup. Laut membuncah dan ombak besar bergulung-gulung. Dari ombak itu muncul seorang gadis cantik. Serunya, “Wahai, petani miskin! Aku tahu kau hidup dalam kekurangan. Apalagi tidak punya keturunan. Raja Naga menghadiahkan seorang anak laki-laki yang akan mengubah nasibmu!” Betapa gembiranya petani itu! Ia mengambil anak yang tampan itu. Setelah memperhatikan dengan saksama, ternyata anak laki itu ingusan. Dari hidungnya meleleh lendir tak henti-hentinya. “Bagaimana cara hamba memelihara anak berlendir ini, wahai gadis yang cantik?” tanyanya. “Gampang benar! Suapi dia saus udang setiap hari!” jawab gadis cantik itu. Dalam perjalanan pulang, petani yang rianggembira itu membeli saus udang di pasar dengan uang recehan miliknya yang terakhir. Sesampai di rumah ia mendudukkan anak ingusan itu di atas kursi reot, sambil menyuapkan saus udang ke mulutnya. Setelah kenyang, anak laki itu menahan napas, lalu tiba-tiba bersin. “Aaaship…! Aaaship..!” Apa itu? Lendir yang muncrat ke lantai seketika menjadi emas perak.
Singkat cerita, petani miskin itu makin rajin membeli saus udang ke pasar, dan makin rajin menyuapi anak kesayangannya. Dalam waktu singkat petani itu berubah nasib. Ia membangun rumah mewah, membeli tanah luas, dan mendirikan banyak perusahaan. Ia mengangkat karyawan-karyawan untuk memelihara rumah, menggarap tanah dan mengurus perusahaan. Ia juga mengangkat beberapa pembantu untuk membeli saus udang di pasar dan menyuapi si anak laki ingusan itu. Sungguh, petani miskin itu sekarang berubah penampilan. Tidak lagi sebagai petani miskin penjual bunga, tetapi sebagai majikan yang berpakaian mewah dan diiringi pembantu-pembantu silih berganti. Dan… ia tidak lagi ke pasar membeli saus udang dan tidak lagi menyuapi si anak laki ingusan itu. Tanpa disadari di rumah mewah itu lambat laun terjadi perubahan. Anak laki ingusan itu menolak setiap pembantu yang meyuapinya. “Tidak! Aku ingin petani itu yang membeli sendiri saus udang ke pasar dan menyuapiku setiap hari!” demikian ronta anak itu. Mendengar laporan para pembantu, majikan kaya itu marah-marah. “Hai, Anak Ingusan! Kau jangan sombong dan manja! Pembantu-pembantu itu anak buahku. Aku yang menyuruhnya membeli saus udang dengan uangku sendiri. Aku yang menyuruhnya menyuapimu. Sekarang aku sibuk mengurus perusahaanku, dan tidak sempat mengurusmu!” Berhari-hari, berminggu-minggu si Anak Ingusan itu tidak mau disuapi oleh pembantu. Badannya kurus dan tenaganya lemah. Namun si petani mewah itu bukan berbelas kasihan, tetapi tambah jengkel. Ketika kemarahannya memuncak, ia menggotong anak ingusan itu ke pantai. “Kau bikin repot saja! Sekarang kau kukembalikan ke dasar laut!” Ia ayunkan anak laki itu berkali-kali, lalu pada saat yang tepat ia lemparkan anak itu ke tengah laut. Majikan kaya itu berlenggang menuju rumahnya yang mewah. Apa yang didapatinya? Di situ berdiri sunyi sebuah gubuk reot. Di sekitarnya berserakan bunga-bunga yang layu.
17
Pintu Gebyok masih Diminati
Dunia anak memang penuh warna. Gelak tawa, canda ceria, dan tangisan bercampur menjadi satu. Selanjutnya, untuk menjadi guru TK pun memerlukan kesabaran ekstra. Secara tak langsung, dalam mengajar dan mendidik anak-anak usia prasekolah ini, guru TK juga dituntut memiliki strategi khusus untuk bisa “menaklukkan” anak-anak. “Banyak tantangan dalam menghadapi anak TK, tapi astungkara selalu bisa mengatasinya. Yang penting sabar dan tidak memaksa anak,” ujar Ni Made Simpen, S.Pd. uru di TK Kumara Sari V Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan ini menuturkan permasalahanpermasalahan yang kerap terjadi, seperti anak yang tidak mau ditinggal oleh orangtuanya. Setiap guru dikatakannya memiliki cara dan metode yang berbeda. “Kalau saya, cara mengatasi anak yang tidak mau ditinggal oleh orangtuanya adalah membujuk dan memberikan tugas atau meminta anak melakukan sesuatu. Seperti meminta anak membantu menyiapkan bahan ajar, memimpin berdoa, dll. Itu agar perhatian anak teralihkan. Ketika si anak mulai tenang, dia akan mau ditinggal dan mengikuti kegiatan,” paparnya. Yang paling sering terjadi di dunia anak-anak adalah berebutan mainan. Terlebih di sekolah tempatnya mengabdi ini jumlah mainannya terbatas. Satu mainan direbut banyak anak. Kalau sudah begini, Made Simpen biasanya menerapkan aturan dadakan cara mainnya dengan hitungan 1 sampai 10, kemudian diganti oleh anak yang lainnya. Begitu seterusnya. Dan kalau memungkinkan, anak diarahkan ke mainan lainnya. “Tapi kalau anak suka sekali dengan mainan ayunan atau kuda-kudaan, dia lebih memilih menunggu antrean,” ucapnya. Tanpa disadari, dalam kondisi-
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
I
Putu Aryawati
a mengisahkan, sebelumnya sampai sekarang memiliki artshop kerajinan batu hitam (lahar) di Ketewel. “Dan, artshop ini baru buka sekitar 5 tahun lalu karena waktu itu pintu gebyok lagi booming. Tapi sekarang pemi-
natnya sudah menurun, rata-rata hanya 2 pintu yang terjual dalam seminggu. Makanya sejak 2 bulan terakhir, selain pintu gebyok, kami juga menjual furniture,” tutur Bu Putu. Pintu-pintu gebyok itu diakuinya didatangkan dari Jepara, Jawa Tengah. Ada juga pintu gebyok Bali yang dikerjakan oleh pengerajin ukir Ketewel. Baik pintu gebyok Jepara maupun pintu gebyok Bali memiliki kualitas yang sama karena keduanya memakai material kayu jati. Dari segi harga, diakui Bu Putu, pintu gebyok Bali lebih mahal dari pintu gebyok Jepara, dikarenakan ongkos tukang ukir Bali lebih mahal. Selisihnya bisa sampai Rp 1,5
juta. Sebagai perbandingan, pintu gebyok Jepara yang panjangnya 1,5 meter dibandrol dengan harga Rp 5 juta. Sementara untuk pintu gebyok Bali dengan ukuran yang sama berada di kisaran angka Rp 6,5 juta. Meski demikian, pintu gebyok Bali masih tetap diminati dengan pertimbangan-pertimbangan khusus dari konsumen. “Kelebihan pintu gebyok Bali ada di desain dan ukirannya yang lebih rapi. Ada beberapa konsumen yang tahu detail tentang ini,” ucap ibu dua anak ini. Peminat pintu gebyok ini pun dari beragam kalangan, yakni warga pribumi dan ekspatriat, untuk di rumah pribadi, juga vila. (Inten Indrawati)
16
Edukasi
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Kemajuan teknologi tidak bisa ditahan. Teknologi makin hari makin canggih dan memungkinkan manusia untuk melakukan apa saja. Sepanjang yang dilakukan itu merupakan hal yang positif, tentu akan bermanfaat bagi masyarakat.
D
alam hal keagamaan, penyebarluasan makna hari raya merupakan contoh nyata. Selama ini masih ada yang belum paham tentang makna hari raya. Inilah yang kemudian melatarbelakangi Putu Ayu Astraningsih bersama
Manfaatkan Teknologi untuk Pahami Agama
Ni Luh Arick Istriyanti untuk membuat lagu “Siwa Ratri” yang dinyanyikan Ayu Saraswati. Lagu ini video klipnya bisa disaksikan di You Tube dan Facebook. Saat diluncurkan sebelum malam Siwa Ratri (15/1), sudah lebih dari 30 ribu yang menyaksikannya. “Tanpa Mbok Ayu Saraswati yang menyanyikan lagu ini, mungkin lagu ini tidak bakal dikenal. Awalnya lagu ini dibuat di kamar dengan petikan gitar. Setelah ketemu Mbok Ayu, kami banyak berdiskusi dan melakukan perubahan hingga jadilah seperti
Guru harus Kuasai Teknologi
Maria Eleonora Angelina
“Tabungan” Kesehatan Masa Depan Rahman, Ayu Saraswati, dan Ayu Astra
saat ini,” ujar Astra. Lagu “Siwa Ratri” ini didedikasi untuk masyarakat sebagai persembahan dan bersifat ngayah. Namun, mereka mempersiapkan semuanya dengan maksimal. Astra ingin mengingatkan masyarakat Hindu tentang makna Siwa Ratri dengan tiga komponen, yakni jagra, upawasa, dan monobrata. Ayu Saraswati pun berharap lagu “Siwa Ratri” bisa diterima masyarakat Bali khususnya umat Hindu sebagai peneman saat melaksanakan Siwa Ratri. Ia pun memohon semoga lagu ini mendapat berkah dari Dewa Siwa di malam Siwa Ratri. “Lagu ini merupakan alunan hati untuk
Dewa Siwa, mohon pengampunan, agar alam semesta mendapat kedamaian,” ujar penyanyi yang juga Operational Manager Krishna Holding Company ini. Menurut Ketua Pramusti Bali I Gusti Ngurah Murthana, hadirnya lagi religious dari Ayu Saraswati ini sangat tepat. “Hadirnya lagu “Siwa Ratri” ini momennya tepat dengan Siwa Ratri. Lagu ini diperlukan masyarakat sebagai media hiburan sekaligus peningkatan pemahaman agama. Selama ini yang sudah ada lagu tentang Galungan. Semoga ada lagi lagu-lagu lain yang bermuatan pemahaman agama. Ini merupakan bahan pendidikan untuk
masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Rahman ini. Ia menambahkan, lagu ini bisa menjadi penyemangat untuk anak muda karena unsur pendidikannya tinggi. “Semoga single ini jadi jembatan Ayu Saraswati untuk buat album baru. Mari bangkitkan musik Bali dengan manfaatkan teknologi. Sekarang kita lebih mudah promosikan karya melalui YouTube, Facebook, i-Tunes dan media digital lainnya. Ini yang harus kita dorong, sisi negatif berupa pembajakan diabaikan saja. Yang penting seniman dan musisi bisa berkarya untuk menghibur dan mendidik masyarakat,” tegasnya. (Ngurah Budi)
I Nyoman Lastra (kiri) dan I Gusti Agung Gede Manguningrat
Perkembangan teknologi yang makin cepat ini juga diakui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Gusti Agung Gede Manguningrat. Hal ini diungkapkan disela-sela kegiatan Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi Guru Berbasis Data Perencanaan, Sabtu (20/1). “Sekarang zaman sudah canggih. Semua bisa diakses dengan ponsel. Ada kabupaten yang sudah melaksanakan perencanaan berbasis elektronik. Kami pun ke depannya akan mengarah ke sana. Sebelum itu dilaksanakan, tentu kami harus siap dengan dengan SDM kami. Misalnya, guru-guru yang mengirimkan rencana kegiatan yang berkaitan dengan sertifikasi melalui online, prosesnya bisa dipantau. Untuk bisa sampai ke arah itu, tentu para guru harus siap dengan pemanfaatan teknologi. Berikutnya aplikasinya juga harus kuat, jangan mudah dibobol,” tegas Manguningrat. Sebagai langkah awal, ia mengatakan sistem keuangan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung menggunakan e-banking. Semua transaksi dilakukan melalui rekening sehingga meminimalkan transaksi tunai. Pembayaran tunjangan sertifikasi guru pun melalui rekening bank. Sementara itu, I Nyoman Lastra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali mengatakan guru itu personal kunci dalam mencerdaskan anak bangsa. “Tumpuan harapan terletak pada guru. Guru adalah aktor yang bersentuhan langsung dengan generasi bangsa. Karena itu kami selalu mendorong profesionalisme guru melalui sertifikasi,” ungkapnya. Lastra menjelaskan fungsi Kementerian Agama membina guru agama dan menyiapkan kurikulum, menyiapkan buku ajar, menyiapkan guru, menyiapkan pengawas, dan membayar sertifikasi. “Sertifikasi bukan hanya untuk kesejahteraan, tapi untuk mendorong guru lebih fokus mendidik dan mengajar. Tujuan akhirnya mencerdasakan anak bangsa dan berakhlak mulia,” tegasnya. Terkait terobosan di bidang teknologi informasi, ia mengakui sangat perlu. Sekarang tidak bisa lagi konvensional, semua memanfaatkan teknologi. Teknologi percepat proses dan lebih efektif. “Kami selalu mendorong kesiapan guru untuk paham teknologi. Guru itu mau tidak mau harus mau dan kuasai teknologi. Sekarang banyak media pembelajaran berbasis IT. Guru jangan sampai ketinggalan,” ujar Lastra. (Ngurah Budi)
Dara
Kantor Kemenag Badung Gelar Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi Guru Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung pengalaman itu, agar tidak terjadi kasus lagi, mohon menggelar Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi para guru memeriksa nomor rekening bank, apakah Guru Berbasis Data Perencanaan. Kegiatan yang masih hidup atau sudah mati,” ungkapnya. diikuti 20 guru SMP, 20 guru SMA/SMK, dan 10 Proses pengurusan sertifikasi ini memerlukan Pengawas di Kabupaten Badung ini dilaksanakan waktu. Dari perencanaan, penganggaran, hingga penSabtu (20/1) aula Kantor Kementerian Agama Kacairan itu memerlukan proses. Jangan sampai hal-hal bupaten Badung. Sosialisasi bertema “Transparansi yang kecil menjadi penghambat dalam proses ini. Penganggaran Sertifikasi Guru Berbasis Data PerenKegiatan sosialisasi ini juga bertujuan meningcanaan Guna Akuntabilitas Anggaran yang Relevan”. katkan profesionalisme guru diikuti dengan pening“Ini merupakan kegiatan awal tahun yang bertujuan katan kesejahteraan para guru. Sejumlah narasumber untuk mempercepat serapan, biar nanti tidak menumdihadirkan untuk menyukseskan acara ini. Karena puk di akhir tahun. Kegiatan ini juga menjadi bagian itu Manguningrat berpesan, semua peserta mengikuti dari tatap muka kami dengan para guru. Makin sering kegiatan dengan baik. kita bertemu dan bersilaturahmi, makin bagus ko“Untuk berikutnya, tiap kegiatan di Kantor Kemenmunikasi kita. Kita saling kenal satu sama lain. Perlu terian Agama Kabupaten Badung akan menghadirkan diingat juga, memperkuat keakraban merupakan cikal motivator yang akan memberikan motivasi untuk kita bakal kerukunan,” ujar I Gusti Agung Gede Manguninsemua,” tegasnya. (wah) grat, Kepala Kantor Kementerian Agama Badung saat membuka acara. Sosialisasi kepada para guru ini juga menjadi momen untuk mengingatkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk melengkapi sertifikasi. Jangan sampai TPG ini menjadi kemelut atau berkasus. Manguningrat menceritakan pengalaman dirinya saat bertugas di Jembrana, diperiksa pihak kejaksaan karena dugaan “menyimpan dana sertifikasi”. “Saya jelaskan, Kantor Kementerian Agama hanya menyimpan arsip kertas. Uang sertifikasi langsung dimasukkan ke Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi Guru Berbasis Data Perencanaan rekening guru. Belajar dari dilaksanakan Sabtu (20/1) aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung
Sehat itu cantik. Namun, polusi udara yang semakin meningkat di lingkungan tempat tinggal kita menyebabkan berbagai macam penyakit seperti flu, batuk, timbulnya jerawat, rambut rontok, dan stres. Disertai dengan gaya hidup yang tidak sehat mengakibatkan penyakit-penyakit itu menjadi makin serius seperti kolesterol, diabetes, darah tinggi, hingga kanker.
M
elihat hal itu, seorang entrepreneur muda bernama Maria Eleonora Angelina, STP menginovasi berbagai macam jus buah-buahan yang diolah dengan teknologi canggih bernama Frutamix. Kemampuan alumnus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini telah diasah sejak berada di bangku kuliah bidang Teknologi Pangan dan Gizi. Frutamix mulai dijual sejak Mea, sapaan akrab Maria berada di semester 5, saat sedang mengerjakan ujian akhir mata kuliah Teknologi Pengolahan Nabati. Alasannya memilih untuk inovasi produk minuman berbahan alami ini adalah kecintaannya akan gaya hidup sehat. Awalnya, Frutamix hanya memiliki 4 macam rasa, namun seiring berjalannya waktu, diluncurkan beberapa rasa baru yang semakin disukai pelanggan. Hingga saat ini,
Frutamix makin berkembang dan telah didistribusikan di berbagai supermarket di Surabaya dan juga beberapa tempat kebugaran. “Banyak warga Surabaya-Sidoarjo yang berlangganan Frutamix untuk dikirimkan ke rumah setiap hari. Konsumsi jus alami yang rutin seperti ini merupakan “tabungan” kesehatan di masa depan,” ucap dara kelahiran Surabaya, 12 Desember 1994 yang menerima gelar “Mahasiswa dengan Prestasi Akademik Terbaik” dengan IPK 3,91 dan “Mahasiswa Aktif Berprestasi” oleh almamaternya pada 28 Juni 2017 lalu. Untuk lebih menambah varian produk, Mea segera meluncurkan Frutamix rasa baru, produk jus dengan komposisi kandungan buah bit. Buah bit adalah umbi dari akar tanaman bit atau disebut Beta vulgaris, dengan bentuk bulat dan berwarna merah keunguan. Meskipun daunnya bisa di masak untuk dijadikan
sayur, buah bit lebih dikenal umbinya yang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dari berbagai hasil jurnal yang telah dikaji, buah bit kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk mencegah bahkan menyembuhkan berbagai penyakit serius seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Kandungan nitrat dalam buah bit ini dapat menurunkan tekanan darah. “Menurut berbagai penelitian, minum jus bit dapat memelihara kesehatan jantung,” ujar Mea.Ia menambahkan dirinya telah menetapkan untuk menjalani gaya hidup sehat seperti berolahraga seminggu 6x dan mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Olahraga yang dilakukannya pun beragam, mulai dari yoga, berenang, gym, lari, dan RPM (bersepeda). Kecantikan alami hanya dapat diperoleh dengan gaya hidup sehat. Sejak rutin minum jus yang diracik dengan komposisi khusus ini, satupun jerawat tidak pernah muncul bahkan mendapatkan “bonus” turunnya berat badan hingga mencapai 2,5 kg. Disamping itu, badan terasa lebih bugar, wajah lebih merona, dan rambut tidak mudah rontok seperti dulu. (Lely Yuana)
Warna Dies Natalis Stikes Buleleng III
Miliki Ciri Spirit Generasi Muda Menuju Pada Kompetensi Guna meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan antara mahasiswa, Dosen dan warga kampus Stikes Buleleng menggelar Dies Natalis III. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua STIKES Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si., ditandai dengan pelepasan balon dan tabuh baleganjur di lapangan Stikes Buleleng, Rabu (27/12) 2017. Ditemui seusai acara seremonial, Made Sundayana mengatakan Dies Natalis III merupakan ajang promosi sekaligus menjalankan sebuah program dan evaluasi diri sebuah lembaga. Acara puncak Dies Natalis yang diselenggarakan pada 9 Januari 2018, diawali dengan Seminar Nasional pada 26 Desember lalu. “Multi kegiatan kami selenggarakan dengan gelar seni dan menghadirkan bintang tamu berlangsung penuh kekeluargaan dengan unjuk kebolehan hingga upacara puncak dengan mengundang para alumni dan orang tua dan wali mahasiswa. Melalui tema Dies Natalis STIKES Buleleng Kita Wujud Nyatakan Militasi Tenaga Kesehatan yang Berkarakter dan Berkompetensi maka Stikes Buleleng mampu menjawab tantangan para alumni dan orang tua mahasiswa. “Kami tunjukkan bahwa perkembangan lembaga sangat pesat dan manajemennya teruji untuk menghasilkan sebuah lulusan yang berkompeten yang siap berlaga di dunia kerja baik Nasional maupun Internasional,” jelasnya. Dengan rasa memiliki dan semangat generasi muda
kesehatan dan jengah membangun diri, semua panitia inti dan pelaksana bergandeng bersama demi sebuah hasil kerja yang sukses pelaksanaan Dies Natalis ke 3 STIKES Buleleng. Ciri dan Warna penting bagi DIES kali ini akuntabel yang nampak jelas kualitas manajemen perjalanan STIKES Buleleng benar – benar di uji langsung oleh para alumni, orang Tua / Wali mahasiswa. dan warga kampus hendaknya terus meningkatkan kompetensi serta memahami bahwa hal ini adalah merupakan sebuah evaluasi diri dan lembaga dalam memajukan lembaga dan terus menambah MOU dengan Negara lain. Inilah sebuah cemeti indah dan suci yang harus diwujudnyatakan dengan sebuah kompetensi guna menjawab harapan masyarakat dengan mengimplementasi “Renstra STIKES Buleleng” yang lengkap dengan SOP dan hasil kerja sebuah lulusan yang berkompeten dengan kerja sama dan kepedulian yang solid. (Win)
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
9
10
Mozaik
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Memberikan motivasi kepada banyak orang sudah biasa dilakukan Aqua Dwipayana. Berbagai kalangan mulai perbankan hingga militer pernah mendapat kiat sukses berkomunikasi. Selasa (16/1) lalu, pe nulis buku “The Power of Silaturahim. Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” ini membagikan kiatnya di hadapan mahasiswa Universitas Mahendradata (Unmar) di Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno, Denpasar.
Aqua Dwipayana
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Senyum Tulus Ikhlas Bahagiakan Orang agar Gus Marhen menjadi guru saya,” ungkapnya. Ia menambahkan mahasiswa yang hadir di acara tersebut beruntung karena ada orang
S
ebelum mengadakan sharing de ngan para mahasiswa, Aqua diajak berkeliling Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno oleh Gus Marhen, pemilik museum. Koleksi berbagai buku tentang Bapak Proklamator RI ini ada di museum. Baginya ini hal yang mengagumkan dan sangat luar biasa. “Pak Gus Marhen ini “orang gila” yang luar biasa. Koleksi buku-buku dan lukisan tentang Bung Karno lebih banyak dibanding yang ada di Blitar. Bung Karno boleh wafat tetapi nilai-nilai Bung Karno tetap hadir di hati masyarakat Indonesia. Saya salut de ngan apa yang dilakukan Gus Marhen dan saya mohon izin
Style
Aqua
Dwi pa y a n a
seperti Gus Marhen dan ber untung mendapat kesempatan untuk mendapat tambahan ilmu motivasi khususnya tentang komunikasi. Dari hasil penelitian, dalam sehari, orang ratarata berkomunikasi 80%. Dari persentasi itu, 93% menggunakan komunikasi nonverbal dan 7% komunikasi verbal. “ Tu h a n m e m b e r i w a k t u yang sama untuk semua orang, 24 jam. Pertanyaannya, meng apa ada yang sukses dan tidak sukses. Yang membedakan orang sukses dan tidak sukses adalah manajemen waktu,” tegasnya. Ia memaparkan dalam hidup ini harus punya sifat menjadi pemenang. Kalau jadi pecundang salahkan diri sendiri. Sejak terjadi pembuahan, kita sudah menjadi pemenang. Dari jutaan sel sperma, hanya satu yang jadi. Ka r e n a i t u , d a l a m kehidupan ini jadilah pemenang. Kalau mau sukses, harus jadi pemenang dan lebih dari yang lain. Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 ini memaparkan ada tiga nilai yang wajib
Pahami Kekuatan Diri Sendiri Aqua Dwipayana merupakan motivator yang sudah banyak membagikan ilmunya. Semua itu diraih melalui perjalanan panjang. Sedari muda, ia merantau untuk kuliah di Malang, Jawa Timur sembari bekerja sebagai wartawan. Baginya hidup itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Untuk meraih kesuksesan, harus punya keyakinan. Banyak hal yang ia dapatkan ketika bergelut di dunia jurnalistik. Salah satunya networking (jaringan). “Kalau tidak jadi wartawan, saya tidak akan bisa punya akses langsung ke orang-orang hebat. Ini nilai plusnya. Banyak teman banyak manfaat,” tegas pria yang juga pernah bekerja di PT Semen Cibinong hingga akhirnya memilih karier sebagai motivator
komunikasi dengan bayaran Rp 30 juta per jam ini. Kepada para mahasiswa Unmar, ia memberikan tips. Bagi yang kuliah dan aktif organisasi, ikuti kegiatan organisasi sampai semester 4. Setelah itu fokus kuliah dan magang. Magang penting, karena saat itulah kesempatan menggali ilmu di dunia kerja dan mendapatkan surat magang. “Tunjukkan kinerja saat magang dan jangan asalasalan. Satu lagi, jangan kejar IPK tinggi, tapi kuasai pelajaran. Orang sukses tidak ditanya berapa IPK dan kuliah dimana. Orang sukses karena paham kekuatan dirinya sendiri. Karena itu kalian wajib punya target dan resolusi,” tegas pria yang juga penulis buku “Berhenti Kerja Semakin Kaya” ini. Tiap ada kesempatan seperti diskusi, seminar, dan sebagainya, bertanyalah. Manfaatkan kesempatan untuk mendapatkan ilmu. Jangan takut salah. Kepada mahasiswa yang ingin berbisnis, modal utamanya bukan uang. Modal utamanya diri sendiri dan kejujuran. Agar orang tertarik dengan jasa dan produk yang mau dijual, kuasailah jasa dan produk itu. Cari tahu juga tentang kompetitor, apa kelebihan dan kekurangannya. “Bagi saya, kunci kesuksesan itu jaga, pelihara, kembangkan, dan tingkatkan silaturahim, perbanyak networking, tiap ada amanah, optimalkan dan maksimalAqua Dwipayana memberikan tips komunikasi kepada mahasiswa kan,” jelas Aqua. (Ngurah Budi)
Gaya Etnik Alam Aqua Dwipayana menyerahkan kenang-kenangan buku kepada peserta diskusi
dimiliki manusia sukses yakni 3K, Kredibilitas, Komitmen, dan Konsisten. Selain 3K tersebut, orang sukses juga rendah hati. Bagi Aqua, orang sukses itu memiliki rezeki yang berupa kesehatan baik, punya banyak teman, dapat amanah dari ba nyak orang, dan memiliki materi. Materi disebutkan terakhir karena materi itu hanya titipan. Orang mati tidak akan mem bawa materinya, tetapi membawa amal dari perbuatannya. “Jangan pernah merasa takut tidak dihargai manusia. Yang perlu kita takutkan adalah tidak dihargai Tuhan. Seringkali logika Tuhan tidak sama dengan logika manusia. Orang dihargai karena bisa menghargai diri sendiri. Lalu, hargai orang lain. Jangan menyepelekan orang lain ka rena sama dengan menyepelekan Tuhan,” ungkap suami dari Retno Setiasih dan ayah dari Alira Vania Putri Dwipayana (Ara) dan Savero Karamiveta Dwipayana (Ero) ini.
Dalam berkomunikasi, di ingatkan untuk saling menghargai orang. Apapun latar belakang orang itu tidak masalah. Intinya adalah, kita harus menjaga hati tetap bersih, jangan pernah balas dendam, dan selalu berpikiran positif. Berkomunikasi yang baik juga harus dibarengi dengan senyum tulus ikhlas karena senyum itu membahagiakan orang. Aqua yang selalu meng utamakan silaturahim ini berpesan, berkomunikasi itu jangan hanya saat perlu saja. “Sesuai dengan hasil disertasi saya yang kemudian menjadi buku, silatu rahim itu sangat penting. Karena itu jaga, pelihara, kembangkan, dan tingkatkan silaturahim. Ja ngan pas ada perlunya saja baru menghubungi. Bagi saya, semua orang adalah guru bagi saya. Guru itu harus dihormati. Guru itu punya nilai lebih karena tiap saat belajar, belajar, dan belajar,” tegas doktor komunikasi lulusan Universitas Padjajaran, Bandung ini. (Ngurah Budi)
Aqua Dwipayana bersama Gus Marhen
Inspirasi bisa datang dari mana saja. Hal ini juga yang terjadi pada Bu Bara, pemilik Bara Silver di Celuk. Karena itu pula, ia tak pernah kehabisdan ide untuk membuat karya-karya yang baru dengan tidak lupa mengedepankan unsur budayanya.
S
eperti pada koleksi Bara Silver berikut ini. Beberapa desainnya terinspirasi dari cerah serta keindahan lukisan kain prada, yang memunculkan kesan mewah yang
cukup kental. Kemudian, dipadukan dengan desain uniknya ukiran rumah Bali disertai image etnik yang kuat. Menariknya, kerajinan tangan berbahan perak ini bisa digunakan dalam dua fungsi, yakni sebagai kalung atau bros.
Selain itu Bu Bara juga menyentuh alam, mengangkat uniknya akar pohon yang tidak beraturan tapi mampu memberi kehidupan, berani dan kuat. Kemudian, model unik lainnya, inspirasinya dari tanah yang subur dengan pepohonannya hingga jamur pun bertumbuh. Begitu juga dengan inspirasi dari kehidupan manusia ketika bergandengan tangan apapun bisa menjadi lebih indah, sebagaimana tampilan pemakai aksesori kali ini, keren unik, eksotik dan berkelas. (Sri Ardhini)
15
14
Cantik, Muda, dan Bersinar
Salah satu tanda kulit yang sehat adalah kulit itu lembab, tidak berminyak dan juga tidak kering. Selain itu, kulit juga terbebas dari nodanoda hitam atau pigmentasi. Demikian disampaikan dr. kadek Dewitini, dokter konsultan Miracle Aesthetic Clinic Denpasar pada acara “Unveil Your Glamorous Beauty”, di Rumahan Bristo & Creative Home Living di kawasan Jalan Teuku Umar, Denpasar.
A
Jelita
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
cara yang digarap bersama Gallery Kohinoor serta beberapa desainer tersebut, dihadiri oleh para entrepreneur muda dan beberapa selebgram Denpasar ini berlangsung hangat, meriah dan glamor sebagaimana tema yang diusung. Para tamu yang hadir antusias mendengarkan edukasi kesehatan yakni tips-tips dalam merawat kulit agar tetap terlihat muda bersinar dan tampil cantik secara menyeluruh. Dikatakan oleh dokter Dewitini bahwa dalam hingar bingar kerja terkadang seorang pekerja seringkali lupa merawat dirinya. Pengaruh hormon dan pola hidup
Upik Rustiah
berbagi informasi tentang peeling dan laser. Sesi ini juga dilengkapi dengan demo langsung sala satu perawatan peeling terbaik yakni
Miracle Diamond Peel Plus. Selain itu dokter Dewitini juga berbagi tentang Miracle MD Laser Skin Rejuvenation, yang salah satu manfaatnya untuk mengatasi problem pigmentasi seperti melasma, freckles, dan lentigines sekaligus meremajakan kulit. “Miracle memang selalu hadir dengan inovasi dan terobosan perawatan kulit yang sesuai dengan keperluan wanita Indonesia. Jika kita peduli dengan penampilan, perawatan wajah merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhatikan,” ujar Upik Rustiah,
Clinic Manager Miracle Denpasar. Dikatakannya bahwa di acara itu para tamu undangan juga mendapat suguhan fashion show dan Beauty Make Up Tutorial. Sementara Miracle Renon selain memperkenalkan perawatan dan produk terbaiknya, juga memberikan penawaran menarik bagi para tamu undangan untuk dapat merasakan perawatan atau produk Miracle hemat hingga 50% untuk Miracle Diamond Peel Plus, Miracle MD laser Skin Rejuvenation dan Facial Dermavita serta produk pilihan lainnya. “Nah, sangat sesuai dengan tema acaranya “Unveil Your Glamorous Beauty, para tamu undangan benar-benar mendapatkan ilmu kecantikan from head to toe,” pungkas Upik. (Sri Ardhini)
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
11
Rutin Olahraga Cegah Migren Anda sering sakit kepala? Jangan dianggap sepele. Bisa saja Anda terserang migren. Apa itu migren?
jerawat bahkan sampai timbul flek-flek hitam. Kondisi kulit yang demikian dipastikan bakal mengganggu penampilan. Karena itulah, lanjutnya kehadiran Miracle Denpasar di tengah-tengah para pengusaha muda Denpasar adalah juga untuk
yang tidak sehat menjadi penyebab timbulnya masalah kesehatan pada kulit wajah, seperti kulit kusam, kering atau ber-
Bugar
S
taf Pengajar Divisi Nye ri dan Nyeri Kepala Bagian/SMF Neurologi Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah, dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp S.(K) mengatakan migren adalah suatu istilah yang digunakan untuk nyeri kepala primer, berupa nyeri kepala berulang dengan manifestasi serangan selama 4-72 jam. Karakteristik migren yaitu nyeri pada mata dan dahi satu sisi kepala, terasa berdenyut dengan intensitas sedang atau berat, bertambah berat dengan aktivitas fisik yang rutin dan diikuti dengan mual dan atau fotofobia dan fonofobia. “Fotofobia adalah intensitas nyeri meningkat apabila terkena sinar matahari sedangkan fonofobia adalah nyeri dirasakan memberat apabila mendengar suara keras atau bising. Sampai sekarang penyebab pasti migren belum diketahui. Perubahan tingkat neurotransmitter di dalam otak dianggap berperan sebagai penyebab migren,” jelasnya. Ia menyebutkan, migren merupakan nyeri kepala episodik yang sering terjadi. Prevalensi dalam satu tahun sekitar 18% pada wanita, 6% pada laki-laki dan 4% pada anak-anak. Sebagian besar pasien mengalami serangan migren pada tiga dekade pertama hidupnya, tetapi beberapa juga menglami serangan pada dekade keempat maupun kelima.
“Beberapa faktor atau kondisi diduga sebagai pencetus serangan migren antara lain menstruasi biasa pada hari pertama menstruasi atau sebelumnya akibat perubahan hormonal, wanita dengan kehamilan trimester pertama mengalami keluhan migren lebih sering dan berat dan membaik seiring bertambahnya umur kehamilan,” ujarnya. Selain itu, penyebab lainnya, bisa karena puasa dan terlambat makan, makanan misalnya alkohol, cokelat, susu, keju dan buah-buahan serta bahan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), cahaya kilat dan berkedip, banyak tidur atau kurang tidur, faktor keturunan dan faktos psikologis seperti kecemasan, marah dan sedih. Ia mengatakan, migren apabila tidak diterapi akan berlangsung selama 4-72 jam setelah itu akan menghilang tetapi bisa kambuh kembali. Migren klasik terdiri dari 4 fase yaitu fase prodromal, fase aura tampak seperti kilatan cahaya atau terasa berkunang-kunang, fase nyeri kepala dan fasepostdromal. Jika sakit/nyeri kepala terjadi secara terus menerus maka harus dicari kemungkinan penyebab lain. Beberapa kondisi juga bisa menyebabkan nyeri kepala terus menerus seperti nyeri kepala karena ketegangan otot dan nyeri kepala cluster atau akibat nyeri kepala sekunder yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh penyakit lainnya seperti sinusitis, hipertensi, hipoglikemi, pascacedera kepala traumatika, infeksi otak, epilepsi, serangan stroke, bahkan juga tumor atau keganasan pada otak. “Nyeri akibat migren biasanya sangat mengganggu. apabila terjadi sera
Rutin berolahraga salah satunya berenang mencegah migren
dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp S.(K)
ngan saat aktivitas seperti menyetir sebaiknya segera berhenti karena bisa membahayakan,” saran dr. Eka Widyadharma. HINDARI ALKOHOL DAN ROKOK Ia juga menyarankan, minum kopi bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan migren. Kopi mengandung kafein yang merupakan salah satu zat tambahan pada obat migren. Tidur pada ruangan gelap dan tenang juga sangat membantu mengurangi keluhan migren. Pemijatan pelipis dan minum air putih atau jahe hangat juga bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan. Jika memiliki obat penghilang
rasa sakit bisa dikonsumsi dan bila tidak membaik dapat segera menghubungi dokter atau dokter spesialis saraf. Migren dapat dicegah dengan cara mengidentifikasi faktorfaktor yang mencetuskan migren, mengelola faktor pencetus secara efektif, menghindari gaya hidup yang memperburuk migren seperti minum alkohol dan merokok. “Menjaga kualitas dan kuantitas tidur serta menghindari stres. Jangan malas melakukan olahraga ringan seperti aerobik karena olahraga ringan dapat membantu mengurangi ketegangan dan menangkal stres,” sarannya untuk pencegahan migren. Terkadang, olahraga dilapor kan bisa memicu terjadinya migren pada beberapa orang, namun, olahraga yang rutin dan teratur bisa mengurangi frekuensi serangan migren dan intensitasnya. “Berenang rutin merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk mencegah dan mengurangi serangan migren. Manfaat olahraga untuk migren adalah meningkatkan mood dan perasaan Anda, menurunkan kepekaan Anda terhadap rasa sakit karena olahraga melepaskan hormon endorfin yang diproduksi di otak, mempromosikan pola tidur yang sehat yang juga menurunkan tingkat stres,” ujarnya. Ia mengatakan, sampai saat ini
belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan migren. Obatobatan yang tersedia saat ini tidak efektif untuk menyembuhkan migren. “Perilaku hidup sehat seperti olahraga teratur, mengatur pola makan yang berimbang, istirahat cukup dan jangan lupa bersyukur dan berdoa memegang peranan penting. Kombinasi konsumsi obat di bawah pengawasan dokter dan perilaku hidup sehat merupakan kondisi paling ideal untuk mencegah dan mangatasi migren,” saran alumnus Spesialis Saraf dan Master of Science Ilmu Kedokteran Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini. Pengobatan migren lebih ditujukan untuk mengurangi keluhan, menurunkan frekuensi serangan dan mencegah kekambuhan. “Untuk mengurangi keluhan bisa mengkonsumsi obat-obat penghilang rasa sakit. Apabila nyeri berlanjut bisa berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat-obat khusus migren dan juga akan memberikan obat untuk pencegahannya. Disamping obat-obatan, akupuntur, aromaterapi, relaksasi dan biofeedback juga bisa dilakukan untuk mengobati serangan migren,” kata lelaki yang kini sedang menempuh pendidikan S-3 Ilmu Kedokteran Unud ini. (Wirati Astiti)
Kuliner Belum Makan kalau Bukan Nasi Daging Panggang Negeri Ginseng 12
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Pola konsumsi pangan masyarakat pada umumnya khususnya di Bali terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Karbohidrat dapat dipenuhi dari beras, singkong, jagung, roti, mie dll.; protein dapat dipenuhi dari telor, ayam, daging sapi, teri dll.; lemak dapat dipenuhi dari minyak kelapa, margarine, santan dll.; vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari sayuran seperti wortel, bayam, kangkung dan buah-buahan seperti pepaya, mangga, jeruk manis, anggur, semangka, dll.
Bagi pecinta masakan Korea, pasti tidak asing dengan Samgyeopsal. Ini adalah masakan Korea berupa daging babi yang dipanggang, dibumbui, langsung dimakan. Daging yang dipakai biasanya bagian perut babi yang berlemak dan tebal. Samgyeopsal diartikan tiga lapis daging karena bagian perut babi yang dimasak itu seperti memiliki tiga lapisan.
P
roses pemanggangan dilakukan dengan pemanggangan kecil di atas meja. Cara manggang daging ini seperti lazimnya memanggang daging. Daging dibolak-balik sampai matang. Saat memasak, daging tidak perlu dibumbui. “Samgyeopsal enaknya dimakan bersama daun selada dan irisan bawang putih mentah digulung lalu celupkan ke pasta pedas. Panasnya daging dibungkus daging
segar, ditambah saus pedas… enaknya,” ungkap Gung Seri, seorang pecinta kuliner Negeri Ginseng ini. Ia mengaku sudah mencoba samgyeopsal di beberapa restoran Korea yang ada di Denpasar dan Badung. Selain menikmati daging panggang khas Korea ini, Gung Seri juga menjadikan tteokbokki sebagai peneman. Ttteokbokki adalah penganan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan
“G
erakan Masya rakat Hidup Sehat (Germas) merupakan salah satu program pemerintah yang menganjurkan untuk mengonsumsi sayur dan
manis. Penganan ini berbentuk batang atau silinder. (Ngurah Budi)
Agusjaya Mataram
buah minimal 100 gram setiap kali makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes. Ahli gizi ini menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dapat ditentukan secara individu atau menggunakan angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Seorang remaja putri berumur 17 tahun dengan berat badan 50 kg dan tinggi badan 165 cm, untuk mempertahankan kesehatan yang optimal memerlukan energi 2200 Kal, protein 50 g, vitamin A 600 RE, vitamin C 75 mg, besi 26 mg, kalsium 1000 mg. Kebutuhan zat gizi tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan untuk satu kali makan misalnya makan siang, dapat disajikan menu yang terdiri dari nasi sebanyak 200 gram, ayam bakar 150 gram, plecing
kangkung 100 gram, buah pepaya 100 gram dan es teh manis. Nasi per 100 gram yang merupakan sumber karbohidrat atau energi mengandung zat gizi terdiri dari energi 178 Kal, protein 2,1 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 40,6 gram, Besi 0,50 mg, kalsium 5,0 gram. “Untuk menggantikan nasi dengan bahan makanan nonberas seperti singkong, ubi jalar jagung, roti, mie dsb. yang dikonsumsi sehari-hari secara rutin akan memerlukan perubahan pola makan. Seseorang ada yang
Kemilau Cincau Hitam
Menikmati Samgyeopsal
Pangsit Korea Korea juga punya kudapan berupa pangsit yang disebut Mandu. Mandu dibuat dari adonan tepung dan berisi daging yang dibumbui. Dari beberapa referensi, mandu merupakan jenis masa-
kan yang berasal dari Tiongkok dan masuk ke Korea sejak zaman Dinasti Goryeo (935-1397). Saat ini mandu dimakan di tiap musim dingin dan perayaan tahun baru Seollal atau tahun baru Imlek. Adonan mandu dibuat dengan
Mandu
13
cara dilipat seperti pangsit pada umumnya. Bahan yang dimasukkan, antara lain daging, sayuran, jamur, tahu dan sebagainya. Mandu ada yang direbus, dikukus, dan digoreng. “Mandu ini enak dimakan selagi hangat sambil minum teh,” ujar Dewi Yuni, yang juga pecinta kuliner dan drama Korea saat ditemui di sebuah restoran Korea di Renon. (Ngurah Budi)
Siapa yang tidak mengenal minuman es cincau. Selain rasanya yang menyegarkan, es cincau juga bermanfaat untuk menjaga pencernaan, mengatasi panas dalam, darah tinggi, diare, melawan tumor, dan mencegah diabetes. Cincau pun termasuk minuman tradisional yang bisa diterima oleh berbagai kalangan konsumen, baik tua maupun muda. Karena menyukai minuman berbahan cincau, maka terlintas dalam pikiran Giono, warga Kapas Madya Surabaya untuk mengembangkan bisnis minuman hitam ini. Dengan menggunakan label bisnis Es Caola 99, Giono mulai berjualan Es Caola 99 di sebuah lapak dipinggir jalan. Ada 2 varian rasa yang ditawarkan yaitu original dan susu. Setelah setahun bergelut dengan waktu, dagangan Giono pun laris manis. Bahkan saat musim hujan pun dagangan es cincau tetap laku. Hal ini disebakan karena rasanya yang khas menggunakan bahan dari gula aren. “Es cincau buatan Mas Giono rasanya enak dan tidak menyebabkan batuk,“ tutur Sicha Arini, seorang pelanggan tetap Harga jual es cincau terbilang murah. Yang original Rp 2500 dan yang plus susu Rp 3000. “Alhamdulilah saya bisa tembus omzet sampai Rp 400.000 perhari, dengan asumsi keuntungan 40% sampai 50%,” ungkap Giono. Pesanan es cincau pun mengalir dari berbagai tempat setiap bulannya. Berbagai acara seperti reuni, arisan seminar bahkan sampai acara hajat pernikahan pun dilayani oleh Giono. Untuk mengembangkan bisnisnya tersebut, Giono ingin menambah satu lapak lagi untuk jualan es cincau di Surabaya Giono juga memotivasi agar generasi muda di Surabaya bisa memulai wirausaha. Banyak yang bisa dijual dan dikembangkan. “Tidak perlu ragu ataupun malu berwirausaha, prinsipnya daripada wira wiri lebih baik kita wira usaha,” ujar alumnus STM Pembangunan Negeri Surabaya ini. (Nanang Sutrisno)
Ikan Patin Bumbu Kuning
Sarwan Bahan: 500 gr : ikan patin, bersihkan 2 batang : serai, ambil putihya, potong-potong 2 sdm : air jeruk nipis 3 lembar : daun salam Daun pisang dan lidi (buat menyemat) secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 3 butir
Halus : : bawang merah : bawang putih : kemiri sangrai
7 buah : cabe rawit 1 buah : cabe merah besar 1 ruas jari : kencur 2 ruas jari : jahe 3 ruas jari : kunyit bakar 1 sdm : gula merah halus Garam, kaldu bubuk secukupnya
patin dalam daun pisang dan masukkan daun salam, lalu semat, lakukan sampai ikan habis. - Kukus ikan patin selama 30 menit, matang, sajikan. Lebih nikmat kalau dibakar.
Puding Cokelat Aprikot
Vla Aprikot: 50 gr : buah aprikot kaleng 110 ml : air buah apricot ½ sdm : tepung maizena, larutkan air
50 gr
: gula pasir pasta merah secukupnya
Cara Membuat: Campur bahan jadi satu lalu rebus sampai mendidih. Masukkan dalam cetakan, dinginkan atau bekukan. Vla: Blender bahan buah apricot bersama air dan gula pasir, lalu tambahkan tepung maizena dan pasta merah, aduk merata, masak sampai mengental, dinginkan. Sajikan pu ding cokelat dengan vla apricot.
Nasi putih
26 mg, dan besi 0,6 mg. Kentang 100 gram mengandung energi 71 Kal, protein 1,7 gram, lemak 0,5 gram, karbohidrat 16,2 gram, kalsium 9 mg, dan besi 0,6 mg. “Perubahan perilaku mengonsumsi pangan nonberas harus diikuti pemahaman tentang kandungan zat gizinya. Dengan bertambahnya wawasan masyarakat tidak menutup kemungkinan akan terjadi perubahan pola konsumsi pangan dengan variasi bahan pangan nonberas,” ujar Agusjaya. (Ngurah Budi)
Puding Alpukat Susu Bahan: 450 ml : air 200 gr : daging buah alpukat, haluskan 1 bungkus : agar-agar warna hijau 200 ml : susu kental manis 100 gr : gula pasir ½ sdt : vanili bubuk pewarna hijau secukupnya
Cara Membuat: - Lumuri ikan patin dan garam, remasremas, diamkan selama 10 menit lalu masukkan ikan patin juga irisan serai dalam bumbu halus, aduk-aduk merata. - Bungkus tiap ikan
Bahan: 1 bungkus : agar-agar warna cokelat 50 gr : gula pasir 100 ml : susu cokelat 400 ml : air
mengaku kalau belum makan nasi terasa belum makan, walaupun sudah makan bakso atau ketupat tahu,” ujar dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar ini Hal ini dapat diupayakan dengan memberikan informasi mengenai kandungan zat gizi beberapa bahan makanan nonberas. Nasi 100 gram dapat ditukar dengan singkong 100 gram atau nasi jagung 100 gram atau ubi jalar 150 gram atau kentang 200 gram. Jagung 100 gram mengandung energi 142 Kal, protein 5,0 gram, lemak 0,7 gram, karbohidrat 30,3 gram, kalsium 5 mg dan besi 0,80 mg. Singkong 100 gram mengandung energi 118 Kal, protein 0.6 gram, lemak 0.2 gram, karbohidrat 28,4 gram, kalsium 25 mg dan besi 0,53 mg. Ubi jalar putih 100 gram mengandung energi 106 Kal, protein 1,5 gram, lemak 0,6 gram, karbohidrat 24,0 gram, kalsium
Cara Membuat: - Blender alpukat dan air hingga halus dan tercampur. Masukkan agar-agar, gula dan susu kental manis, lalu rebus sampai mendidih. - Masukkan dalam cetakan, biarkan dingin lalu masukkan dalam lemari pendingin. - Siap dipotong-potong, sajikan.
Kuliner Belum Makan kalau Bukan Nasi Daging Panggang Negeri Ginseng 12
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Pola konsumsi pangan masyarakat pada umumnya khususnya di Bali terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Karbohidrat dapat dipenuhi dari beras, singkong, jagung, roti, mie dll.; protein dapat dipenuhi dari telor, ayam, daging sapi, teri dll.; lemak dapat dipenuhi dari minyak kelapa, margarine, santan dll.; vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari sayuran seperti wortel, bayam, kangkung dan buah-buahan seperti pepaya, mangga, jeruk manis, anggur, semangka, dll.
Bagi pecinta masakan Korea, pasti tidak asing dengan Samgyeopsal. Ini adalah masakan Korea berupa daging babi yang dipanggang, dibumbui, langsung dimakan. Daging yang dipakai biasanya bagian perut babi yang berlemak dan tebal. Samgyeopsal diartikan tiga lapis daging karena bagian perut babi yang dimasak itu seperti memiliki tiga lapisan.
P
roses pemanggangan dilakukan dengan pemanggangan kecil di atas meja. Cara manggang daging ini seperti lazimnya memanggang daging. Daging dibolak-balik sampai matang. Saat memasak, daging tidak perlu dibumbui. “Samgyeopsal enaknya dimakan bersama daun selada dan irisan bawang putih mentah digulung lalu celupkan ke pasta pedas. Panasnya daging dibungkus daging
segar, ditambah saus pedas… enaknya,” ungkap Gung Seri, seorang pecinta kuliner Negeri Ginseng ini. Ia mengaku sudah mencoba samgyeopsal di beberapa restoran Korea yang ada di Denpasar dan Badung. Selain menikmati daging panggang khas Korea ini, Gung Seri juga menjadikan tteokbokki sebagai peneman. Ttteokbokki adalah penganan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan
“G
erakan Masya rakat Hidup Sehat (Germas) merupakan salah satu program pemerintah yang menganjurkan untuk mengonsumsi sayur dan
manis. Penganan ini berbentuk batang atau silinder. (Ngurah Budi)
Agusjaya Mataram
buah minimal 100 gram setiap kali makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes. Ahli gizi ini menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dapat ditentukan secara individu atau menggunakan angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Seorang remaja putri berumur 17 tahun dengan berat badan 50 kg dan tinggi badan 165 cm, untuk mempertahankan kesehatan yang optimal memerlukan energi 2200 Kal, protein 50 g, vitamin A 600 RE, vitamin C 75 mg, besi 26 mg, kalsium 1000 mg. Kebutuhan zat gizi tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan untuk satu kali makan misalnya makan siang, dapat disajikan menu yang terdiri dari nasi sebanyak 200 gram, ayam bakar 150 gram, plecing
kangkung 100 gram, buah pepaya 100 gram dan es teh manis. Nasi per 100 gram yang merupakan sumber karbohidrat atau energi mengandung zat gizi terdiri dari energi 178 Kal, protein 2,1 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 40,6 gram, Besi 0,50 mg, kalsium 5,0 gram. “Untuk menggantikan nasi dengan bahan makanan nonberas seperti singkong, ubi jalar jagung, roti, mie dsb. yang dikonsumsi sehari-hari secara rutin akan memerlukan perubahan pola makan. Seseorang ada yang
Kemilau Cincau Hitam
Menikmati Samgyeopsal
Pangsit Korea Korea juga punya kudapan berupa pangsit yang disebut Mandu. Mandu dibuat dari adonan tepung dan berisi daging yang dibumbui. Dari beberapa referensi, mandu merupakan jenis masa-
kan yang berasal dari Tiongkok dan masuk ke Korea sejak zaman Dinasti Goryeo (935-1397). Saat ini mandu dimakan di tiap musim dingin dan perayaan tahun baru Seollal atau tahun baru Imlek. Adonan mandu dibuat dengan
Mandu
13
cara dilipat seperti pangsit pada umumnya. Bahan yang dimasukkan, antara lain daging, sayuran, jamur, tahu dan sebagainya. Mandu ada yang direbus, dikukus, dan digoreng. “Mandu ini enak dimakan selagi hangat sambil minum teh,” ujar Dewi Yuni, yang juga pecinta kuliner dan drama Korea saat ditemui di sebuah restoran Korea di Renon. (Ngurah Budi)
Siapa yang tidak mengenal minuman es cincau. Selain rasanya yang menyegarkan, es cincau juga bermanfaat untuk menjaga pencernaan, mengatasi panas dalam, darah tinggi, diare, melawan tumor, dan mencegah diabetes. Cincau pun termasuk minuman tradisional yang bisa diterima oleh berbagai kalangan konsumen, baik tua maupun muda. Karena menyukai minuman berbahan cincau, maka terlintas dalam pikiran Giono, warga Kapas Madya Surabaya untuk mengembangkan bisnis minuman hitam ini. Dengan menggunakan label bisnis Es Caola 99, Giono mulai berjualan Es Caola 99 di sebuah lapak dipinggir jalan. Ada 2 varian rasa yang ditawarkan yaitu original dan susu. Setelah setahun bergelut dengan waktu, dagangan Giono pun laris manis. Bahkan saat musim hujan pun dagangan es cincau tetap laku. Hal ini disebakan karena rasanya yang khas menggunakan bahan dari gula aren. “Es cincau buatan Mas Giono rasanya enak dan tidak menyebabkan batuk,“ tutur Sicha Arini, seorang pelanggan tetap Harga jual es cincau terbilang murah. Yang original Rp 2500 dan yang plus susu Rp 3000. “Alhamdulilah saya bisa tembus omzet sampai Rp 400.000 perhari, dengan asumsi keuntungan 40% sampai 50%,” ungkap Giono. Pesanan es cincau pun mengalir dari berbagai tempat setiap bulannya. Berbagai acara seperti reuni, arisan seminar bahkan sampai acara hajat pernikahan pun dilayani oleh Giono. Untuk mengembangkan bisnisnya tersebut, Giono ingin menambah satu lapak lagi untuk jualan es cincau di Surabaya Giono juga memotivasi agar generasi muda di Surabaya bisa memulai wirausaha. Banyak yang bisa dijual dan dikembangkan. “Tidak perlu ragu ataupun malu berwirausaha, prinsipnya daripada wira wiri lebih baik kita wira usaha,” ujar alumnus STM Pembangunan Negeri Surabaya ini. (Nanang Sutrisno)
Ikan Patin Bumbu Kuning
Sarwan Bahan: 500 gr : ikan patin, bersihkan 2 batang : serai, ambil putihya, potong-potong 2 sdm : air jeruk nipis 3 lembar : daun salam Daun pisang dan lidi (buat menyemat) secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 3 butir
Halus : : bawang merah : bawang putih : kemiri sangrai
7 buah : cabe rawit 1 buah : cabe merah besar 1 ruas jari : kencur 2 ruas jari : jahe 3 ruas jari : kunyit bakar 1 sdm : gula merah halus Garam, kaldu bubuk secukupnya
patin dalam daun pisang dan masukkan daun salam, lalu semat, lakukan sampai ikan habis. - Kukus ikan patin selama 30 menit, matang, sajikan. Lebih nikmat kalau dibakar.
Puding Cokelat Aprikot
Vla Aprikot: 50 gr : buah aprikot kaleng 110 ml : air buah apricot ½ sdm : tepung maizena, larutkan air
50 gr
: gula pasir pasta merah secukupnya
Cara Membuat: Campur bahan jadi satu lalu rebus sampai mendidih. Masukkan dalam cetakan, dinginkan atau bekukan. Vla: Blender bahan buah apricot bersama air dan gula pasir, lalu tambahkan tepung maizena dan pasta merah, aduk merata, masak sampai mengental, dinginkan. Sajikan pu ding cokelat dengan vla apricot.
Nasi putih
26 mg, dan besi 0,6 mg. Kentang 100 gram mengandung energi 71 Kal, protein 1,7 gram, lemak 0,5 gram, karbohidrat 16,2 gram, kalsium 9 mg, dan besi 0,6 mg. “Perubahan perilaku mengonsumsi pangan nonberas harus diikuti pemahaman tentang kandungan zat gizinya. Dengan bertambahnya wawasan masyarakat tidak menutup kemungkinan akan terjadi perubahan pola konsumsi pangan dengan variasi bahan pangan nonberas,” ujar Agusjaya. (Ngurah Budi)
Puding Alpukat Susu Bahan: 450 ml : air 200 gr : daging buah alpukat, haluskan 1 bungkus : agar-agar warna hijau 200 ml : susu kental manis 100 gr : gula pasir ½ sdt : vanili bubuk pewarna hijau secukupnya
Cara Membuat: - Lumuri ikan patin dan garam, remasremas, diamkan selama 10 menit lalu masukkan ikan patin juga irisan serai dalam bumbu halus, aduk-aduk merata. - Bungkus tiap ikan
Bahan: 1 bungkus : agar-agar warna cokelat 50 gr : gula pasir 100 ml : susu cokelat 400 ml : air
mengaku kalau belum makan nasi terasa belum makan, walaupun sudah makan bakso atau ketupat tahu,” ujar dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar ini Hal ini dapat diupayakan dengan memberikan informasi mengenai kandungan zat gizi beberapa bahan makanan nonberas. Nasi 100 gram dapat ditukar dengan singkong 100 gram atau nasi jagung 100 gram atau ubi jalar 150 gram atau kentang 200 gram. Jagung 100 gram mengandung energi 142 Kal, protein 5,0 gram, lemak 0,7 gram, karbohidrat 30,3 gram, kalsium 5 mg dan besi 0,80 mg. Singkong 100 gram mengandung energi 118 Kal, protein 0.6 gram, lemak 0.2 gram, karbohidrat 28,4 gram, kalsium 25 mg dan besi 0,53 mg. Ubi jalar putih 100 gram mengandung energi 106 Kal, protein 1,5 gram, lemak 0,6 gram, karbohidrat 24,0 gram, kalsium
Cara Membuat: - Blender alpukat dan air hingga halus dan tercampur. Masukkan agar-agar, gula dan susu kental manis, lalu rebus sampai mendidih. - Masukkan dalam cetakan, biarkan dingin lalu masukkan dalam lemari pendingin. - Siap dipotong-potong, sajikan.
14
Cantik, Muda, dan Bersinar
Salah satu tanda kulit yang sehat adalah kulit itu lembab, tidak berminyak dan juga tidak kering. Selain itu, kulit juga terbebas dari nodanoda hitam atau pigmentasi. Demikian disampaikan dr. kadek Dewitini, dokter konsultan Miracle Aesthetic Clinic Denpasar pada acara “Unveil Your Glamorous Beauty”, di Rumahan Bristo & Creative Home Living di kawasan Jalan Teuku Umar, Denpasar.
A
Jelita
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
cara yang digarap bersama Gallery Kohinoor serta beberapa desainer tersebut, dihadiri oleh para entrepreneur muda dan beberapa selebgram Denpasar ini berlangsung hangat, meriah dan glamor sebagaimana tema yang diusung. Para tamu yang hadir antusias mendengarkan edukasi kesehatan yakni tips-tips dalam merawat kulit agar tetap terlihat muda bersinar dan tampil cantik secara menyeluruh. Dikatakan oleh dokter Dewitini bahwa dalam hingar bingar kerja terkadang seorang pekerja seringkali lupa merawat dirinya. Pengaruh hormon dan pola hidup
Upik Rustiah
berbagi informasi tentang peeling dan laser. Sesi ini juga dilengkapi dengan demo langsung sala satu perawatan peeling terbaik yakni
Miracle Diamond Peel Plus. Selain itu dokter Dewitini juga berbagi tentang Miracle MD Laser Skin Rejuvenation, yang salah satu manfaatnya untuk mengatasi problem pigmentasi seperti melasma, freckles, dan lentigines sekaligus meremajakan kulit. “Miracle memang selalu hadir dengan inovasi dan terobosan perawatan kulit yang sesuai dengan keperluan wanita Indonesia. Jika kita peduli dengan penampilan, perawatan wajah merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhatikan,” ujar Upik Rustiah,
Clinic Manager Miracle Denpasar. Dikatakannya bahwa di acara itu para tamu undangan juga mendapat suguhan fashion show dan Beauty Make Up Tutorial. Sementara Miracle Renon selain memperkenalkan perawatan dan produk terbaiknya, juga memberikan penawaran menarik bagi para tamu undangan untuk dapat merasakan perawatan atau produk Miracle hemat hingga 50% untuk Miracle Diamond Peel Plus, Miracle MD laser Skin Rejuvenation dan Facial Dermavita serta produk pilihan lainnya. “Nah, sangat sesuai dengan tema acaranya “Unveil Your Glamorous Beauty, para tamu undangan benar-benar mendapatkan ilmu kecantikan from head to toe,” pungkas Upik. (Sri Ardhini)
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
11
Rutin Olahraga Cegah Migren Anda sering sakit kepala? Jangan dianggap sepele. Bisa saja Anda terserang migren. Apa itu migren?
jerawat bahkan sampai timbul flek-flek hitam. Kondisi kulit yang demikian dipastikan bakal mengganggu penampilan. Karena itulah, lanjutnya kehadiran Miracle Denpasar di tengah-tengah para pengusaha muda Denpasar adalah juga untuk
yang tidak sehat menjadi penyebab timbulnya masalah kesehatan pada kulit wajah, seperti kulit kusam, kering atau ber-
Bugar
S
taf Pengajar Divisi Nye ri dan Nyeri Kepala Bagian/SMF Neurologi Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah, dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp S.(K) mengatakan migren adalah suatu istilah yang digunakan untuk nyeri kepala primer, berupa nyeri kepala berulang dengan manifestasi serangan selama 4-72 jam. Karakteristik migren yaitu nyeri pada mata dan dahi satu sisi kepala, terasa berdenyut dengan intensitas sedang atau berat, bertambah berat dengan aktivitas fisik yang rutin dan diikuti dengan mual dan atau fotofobia dan fonofobia. “Fotofobia adalah intensitas nyeri meningkat apabila terkena sinar matahari sedangkan fonofobia adalah nyeri dirasakan memberat apabila mendengar suara keras atau bising. Sampai sekarang penyebab pasti migren belum diketahui. Perubahan tingkat neurotransmitter di dalam otak dianggap berperan sebagai penyebab migren,” jelasnya. Ia menyebutkan, migren merupakan nyeri kepala episodik yang sering terjadi. Prevalensi dalam satu tahun sekitar 18% pada wanita, 6% pada laki-laki dan 4% pada anak-anak. Sebagian besar pasien mengalami serangan migren pada tiga dekade pertama hidupnya, tetapi beberapa juga menglami serangan pada dekade keempat maupun kelima.
“Beberapa faktor atau kondisi diduga sebagai pencetus serangan migren antara lain menstruasi biasa pada hari pertama menstruasi atau sebelumnya akibat perubahan hormonal, wanita dengan kehamilan trimester pertama mengalami keluhan migren lebih sering dan berat dan membaik seiring bertambahnya umur kehamilan,” ujarnya. Selain itu, penyebab lainnya, bisa karena puasa dan terlambat makan, makanan misalnya alkohol, cokelat, susu, keju dan buah-buahan serta bahan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), cahaya kilat dan berkedip, banyak tidur atau kurang tidur, faktor keturunan dan faktos psikologis seperti kecemasan, marah dan sedih. Ia mengatakan, migren apabila tidak diterapi akan berlangsung selama 4-72 jam setelah itu akan menghilang tetapi bisa kambuh kembali. Migren klasik terdiri dari 4 fase yaitu fase prodromal, fase aura tampak seperti kilatan cahaya atau terasa berkunang-kunang, fase nyeri kepala dan fasepostdromal. Jika sakit/nyeri kepala terjadi secara terus menerus maka harus dicari kemungkinan penyebab lain. Beberapa kondisi juga bisa menyebabkan nyeri kepala terus menerus seperti nyeri kepala karena ketegangan otot dan nyeri kepala cluster atau akibat nyeri kepala sekunder yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh penyakit lainnya seperti sinusitis, hipertensi, hipoglikemi, pascacedera kepala traumatika, infeksi otak, epilepsi, serangan stroke, bahkan juga tumor atau keganasan pada otak. “Nyeri akibat migren biasanya sangat mengganggu. apabila terjadi sera
Rutin berolahraga salah satunya berenang mencegah migren
dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp S.(K)
ngan saat aktivitas seperti menyetir sebaiknya segera berhenti karena bisa membahayakan,” saran dr. Eka Widyadharma. HINDARI ALKOHOL DAN ROKOK Ia juga menyarankan, minum kopi bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan migren. Kopi mengandung kafein yang merupakan salah satu zat tambahan pada obat migren. Tidur pada ruangan gelap dan tenang juga sangat membantu mengurangi keluhan migren. Pemijatan pelipis dan minum air putih atau jahe hangat juga bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan. Jika memiliki obat penghilang
rasa sakit bisa dikonsumsi dan bila tidak membaik dapat segera menghubungi dokter atau dokter spesialis saraf. Migren dapat dicegah dengan cara mengidentifikasi faktorfaktor yang mencetuskan migren, mengelola faktor pencetus secara efektif, menghindari gaya hidup yang memperburuk migren seperti minum alkohol dan merokok. “Menjaga kualitas dan kuantitas tidur serta menghindari stres. Jangan malas melakukan olahraga ringan seperti aerobik karena olahraga ringan dapat membantu mengurangi ketegangan dan menangkal stres,” sarannya untuk pencegahan migren. Terkadang, olahraga dilapor kan bisa memicu terjadinya migren pada beberapa orang, namun, olahraga yang rutin dan teratur bisa mengurangi frekuensi serangan migren dan intensitasnya. “Berenang rutin merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk mencegah dan mengurangi serangan migren. Manfaat olahraga untuk migren adalah meningkatkan mood dan perasaan Anda, menurunkan kepekaan Anda terhadap rasa sakit karena olahraga melepaskan hormon endorfin yang diproduksi di otak, mempromosikan pola tidur yang sehat yang juga menurunkan tingkat stres,” ujarnya. Ia mengatakan, sampai saat ini
belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan migren. Obatobatan yang tersedia saat ini tidak efektif untuk menyembuhkan migren. “Perilaku hidup sehat seperti olahraga teratur, mengatur pola makan yang berimbang, istirahat cukup dan jangan lupa bersyukur dan berdoa memegang peranan penting. Kombinasi konsumsi obat di bawah pengawasan dokter dan perilaku hidup sehat merupakan kondisi paling ideal untuk mencegah dan mangatasi migren,” saran alumnus Spesialis Saraf dan Master of Science Ilmu Kedokteran Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini. Pengobatan migren lebih ditujukan untuk mengurangi keluhan, menurunkan frekuensi serangan dan mencegah kekambuhan. “Untuk mengurangi keluhan bisa mengkonsumsi obat-obat penghilang rasa sakit. Apabila nyeri berlanjut bisa berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat-obat khusus migren dan juga akan memberikan obat untuk pencegahannya. Disamping obat-obatan, akupuntur, aromaterapi, relaksasi dan biofeedback juga bisa dilakukan untuk mengobati serangan migren,” kata lelaki yang kini sedang menempuh pendidikan S-3 Ilmu Kedokteran Unud ini. (Wirati Astiti)
10
Mozaik
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Memberikan motivasi kepada banyak orang sudah biasa dilakukan Aqua Dwipayana. Berbagai kalangan mulai perbankan hingga militer pernah mendapat kiat sukses berkomunikasi. Selasa (16/1) lalu, pe nulis buku “The Power of Silaturahim. Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” ini membagikan kiatnya di hadapan mahasiswa Universitas Mahendradata (Unmar) di Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno, Denpasar.
Aqua Dwipayana
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Senyum Tulus Ikhlas Bahagiakan Orang agar Gus Marhen menjadi guru saya,” ungkapnya. Ia menambahkan mahasiswa yang hadir di acara tersebut beruntung karena ada orang
S
ebelum mengadakan sharing de ngan para mahasiswa, Aqua diajak berkeliling Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno oleh Gus Marhen, pemilik museum. Koleksi berbagai buku tentang Bapak Proklamator RI ini ada di museum. Baginya ini hal yang mengagumkan dan sangat luar biasa. “Pak Gus Marhen ini “orang gila” yang luar biasa. Koleksi buku-buku dan lukisan tentang Bung Karno lebih banyak dibanding yang ada di Blitar. Bung Karno boleh wafat tetapi nilai-nilai Bung Karno tetap hadir di hati masyarakat Indonesia. Saya salut de ngan apa yang dilakukan Gus Marhen dan saya mohon izin
Style
Aqua
Dwi pa y a n a
seperti Gus Marhen dan ber untung mendapat kesempatan untuk mendapat tambahan ilmu motivasi khususnya tentang komunikasi. Dari hasil penelitian, dalam sehari, orang ratarata berkomunikasi 80%. Dari persentasi itu, 93% menggunakan komunikasi nonverbal dan 7% komunikasi verbal. “ Tu h a n m e m b e r i w a k t u yang sama untuk semua orang, 24 jam. Pertanyaannya, meng apa ada yang sukses dan tidak sukses. Yang membedakan orang sukses dan tidak sukses adalah manajemen waktu,” tegasnya. Ia memaparkan dalam hidup ini harus punya sifat menjadi pemenang. Kalau jadi pecundang salahkan diri sendiri. Sejak terjadi pembuahan, kita sudah menjadi pemenang. Dari jutaan sel sperma, hanya satu yang jadi. Ka r e n a i t u , d a l a m kehidupan ini jadilah pemenang. Kalau mau sukses, harus jadi pemenang dan lebih dari yang lain. Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 ini memaparkan ada tiga nilai yang wajib
Pahami Kekuatan Diri Sendiri Aqua Dwipayana merupakan motivator yang sudah banyak membagikan ilmunya. Semua itu diraih melalui perjalanan panjang. Sedari muda, ia merantau untuk kuliah di Malang, Jawa Timur sembari bekerja sebagai wartawan. Baginya hidup itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Untuk meraih kesuksesan, harus punya keyakinan. Banyak hal yang ia dapatkan ketika bergelut di dunia jurnalistik. Salah satunya networking (jaringan). “Kalau tidak jadi wartawan, saya tidak akan bisa punya akses langsung ke orang-orang hebat. Ini nilai plusnya. Banyak teman banyak manfaat,” tegas pria yang juga pernah bekerja di PT Semen Cibinong hingga akhirnya memilih karier sebagai motivator
komunikasi dengan bayaran Rp 30 juta per jam ini. Kepada para mahasiswa Unmar, ia memberikan tips. Bagi yang kuliah dan aktif organisasi, ikuti kegiatan organisasi sampai semester 4. Setelah itu fokus kuliah dan magang. Magang penting, karena saat itulah kesempatan menggali ilmu di dunia kerja dan mendapatkan surat magang. “Tunjukkan kinerja saat magang dan jangan asalasalan. Satu lagi, jangan kejar IPK tinggi, tapi kuasai pelajaran. Orang sukses tidak ditanya berapa IPK dan kuliah dimana. Orang sukses karena paham kekuatan dirinya sendiri. Karena itu kalian wajib punya target dan resolusi,” tegas pria yang juga penulis buku “Berhenti Kerja Semakin Kaya” ini. Tiap ada kesempatan seperti diskusi, seminar, dan sebagainya, bertanyalah. Manfaatkan kesempatan untuk mendapatkan ilmu. Jangan takut salah. Kepada mahasiswa yang ingin berbisnis, modal utamanya bukan uang. Modal utamanya diri sendiri dan kejujuran. Agar orang tertarik dengan jasa dan produk yang mau dijual, kuasailah jasa dan produk itu. Cari tahu juga tentang kompetitor, apa kelebihan dan kekurangannya. “Bagi saya, kunci kesuksesan itu jaga, pelihara, kembangkan, dan tingkatkan silaturahim, perbanyak networking, tiap ada amanah, optimalkan dan maksimalAqua Dwipayana memberikan tips komunikasi kepada mahasiswa kan,” jelas Aqua. (Ngurah Budi)
Gaya Etnik Alam Aqua Dwipayana menyerahkan kenang-kenangan buku kepada peserta diskusi
dimiliki manusia sukses yakni 3K, Kredibilitas, Komitmen, dan Konsisten. Selain 3K tersebut, orang sukses juga rendah hati. Bagi Aqua, orang sukses itu memiliki rezeki yang berupa kesehatan baik, punya banyak teman, dapat amanah dari ba nyak orang, dan memiliki materi. Materi disebutkan terakhir karena materi itu hanya titipan. Orang mati tidak akan mem bawa materinya, tetapi membawa amal dari perbuatannya. “Jangan pernah merasa takut tidak dihargai manusia. Yang perlu kita takutkan adalah tidak dihargai Tuhan. Seringkali logika Tuhan tidak sama dengan logika manusia. Orang dihargai karena bisa menghargai diri sendiri. Lalu, hargai orang lain. Jangan menyepelekan orang lain ka rena sama dengan menyepelekan Tuhan,” ungkap suami dari Retno Setiasih dan ayah dari Alira Vania Putri Dwipayana (Ara) dan Savero Karamiveta Dwipayana (Ero) ini.
Dalam berkomunikasi, di ingatkan untuk saling menghargai orang. Apapun latar belakang orang itu tidak masalah. Intinya adalah, kita harus menjaga hati tetap bersih, jangan pernah balas dendam, dan selalu berpikiran positif. Berkomunikasi yang baik juga harus dibarengi dengan senyum tulus ikhlas karena senyum itu membahagiakan orang. Aqua yang selalu meng utamakan silaturahim ini berpesan, berkomunikasi itu jangan hanya saat perlu saja. “Sesuai dengan hasil disertasi saya yang kemudian menjadi buku, silatu rahim itu sangat penting. Karena itu jaga, pelihara, kembangkan, dan tingkatkan silaturahim. Ja ngan pas ada perlunya saja baru menghubungi. Bagi saya, semua orang adalah guru bagi saya. Guru itu harus dihormati. Guru itu punya nilai lebih karena tiap saat belajar, belajar, dan belajar,” tegas doktor komunikasi lulusan Universitas Padjajaran, Bandung ini. (Ngurah Budi)
Aqua Dwipayana bersama Gus Marhen
Inspirasi bisa datang dari mana saja. Hal ini juga yang terjadi pada Bu Bara, pemilik Bara Silver di Celuk. Karena itu pula, ia tak pernah kehabisdan ide untuk membuat karya-karya yang baru dengan tidak lupa mengedepankan unsur budayanya.
S
eperti pada koleksi Bara Silver berikut ini. Beberapa desainnya terinspirasi dari cerah serta keindahan lukisan kain prada, yang memunculkan kesan mewah yang
cukup kental. Kemudian, dipadukan dengan desain uniknya ukiran rumah Bali disertai image etnik yang kuat. Menariknya, kerajinan tangan berbahan perak ini bisa digunakan dalam dua fungsi, yakni sebagai kalung atau bros.
Selain itu Bu Bara juga menyentuh alam, mengangkat uniknya akar pohon yang tidak beraturan tapi mampu memberi kehidupan, berani dan kuat. Kemudian, model unik lainnya, inspirasinya dari tanah yang subur dengan pepohonannya hingga jamur pun bertumbuh. Begitu juga dengan inspirasi dari kehidupan manusia ketika bergandengan tangan apapun bisa menjadi lebih indah, sebagaimana tampilan pemakai aksesori kali ini, keren unik, eksotik dan berkelas. (Sri Ardhini)
15
16
Edukasi
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Kemajuan teknologi tidak bisa ditahan. Teknologi makin hari makin canggih dan memungkinkan manusia untuk melakukan apa saja. Sepanjang yang dilakukan itu merupakan hal yang positif, tentu akan bermanfaat bagi masyarakat.
D
alam hal keagamaan, penyebarluasan makna hari raya merupakan contoh nyata. Selama ini masih ada yang belum paham tentang makna hari raya. Inilah yang kemudian melatarbelakangi Putu Ayu Astraningsih bersama
Manfaatkan Teknologi untuk Pahami Agama
Ni Luh Arick Istriyanti untuk membuat lagu “Siwa Ratri” yang dinyanyikan Ayu Saraswati. Lagu ini video klipnya bisa disaksikan di You Tube dan Facebook. Saat diluncurkan sebelum malam Siwa Ratri (15/1), sudah lebih dari 30 ribu yang menyaksikannya. “Tanpa Mbok Ayu Saraswati yang menyanyikan lagu ini, mungkin lagu ini tidak bakal dikenal. Awalnya lagu ini dibuat di kamar dengan petikan gitar. Setelah ketemu Mbok Ayu, kami banyak berdiskusi dan melakukan perubahan hingga jadilah seperti
Guru harus Kuasai Teknologi
Maria Eleonora Angelina
“Tabungan” Kesehatan Masa Depan Rahman, Ayu Saraswati, dan Ayu Astra
saat ini,” ujar Astra. Lagu “Siwa Ratri” ini didedikasi untuk masyarakat sebagai persembahan dan bersifat ngayah. Namun, mereka mempersiapkan semuanya dengan maksimal. Astra ingin mengingatkan masyarakat Hindu tentang makna Siwa Ratri dengan tiga komponen, yakni jagra, upawasa, dan monobrata. Ayu Saraswati pun berharap lagu “Siwa Ratri” bisa diterima masyarakat Bali khususnya umat Hindu sebagai peneman saat melaksanakan Siwa Ratri. Ia pun memohon semoga lagu ini mendapat berkah dari Dewa Siwa di malam Siwa Ratri. “Lagu ini merupakan alunan hati untuk
Dewa Siwa, mohon pengampunan, agar alam semesta mendapat kedamaian,” ujar penyanyi yang juga Operational Manager Krishna Holding Company ini. Menurut Ketua Pramusti Bali I Gusti Ngurah Murthana, hadirnya lagi religious dari Ayu Saraswati ini sangat tepat. “Hadirnya lagu “Siwa Ratri” ini momennya tepat dengan Siwa Ratri. Lagu ini diperlukan masyarakat sebagai media hiburan sekaligus peningkatan pemahaman agama. Selama ini yang sudah ada lagu tentang Galungan. Semoga ada lagi lagu-lagu lain yang bermuatan pemahaman agama. Ini merupakan bahan pendidikan untuk
masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Rahman ini. Ia menambahkan, lagu ini bisa menjadi penyemangat untuk anak muda karena unsur pendidikannya tinggi. “Semoga single ini jadi jembatan Ayu Saraswati untuk buat album baru. Mari bangkitkan musik Bali dengan manfaatkan teknologi. Sekarang kita lebih mudah promosikan karya melalui YouTube, Facebook, i-Tunes dan media digital lainnya. Ini yang harus kita dorong, sisi negatif berupa pembajakan diabaikan saja. Yang penting seniman dan musisi bisa berkarya untuk menghibur dan mendidik masyarakat,” tegasnya. (Ngurah Budi)
I Nyoman Lastra (kiri) dan I Gusti Agung Gede Manguningrat
Perkembangan teknologi yang makin cepat ini juga diakui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Gusti Agung Gede Manguningrat. Hal ini diungkapkan disela-sela kegiatan Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi Guru Berbasis Data Perencanaan, Sabtu (20/1). “Sekarang zaman sudah canggih. Semua bisa diakses dengan ponsel. Ada kabupaten yang sudah melaksanakan perencanaan berbasis elektronik. Kami pun ke depannya akan mengarah ke sana. Sebelum itu dilaksanakan, tentu kami harus siap dengan dengan SDM kami. Misalnya, guru-guru yang mengirimkan rencana kegiatan yang berkaitan dengan sertifikasi melalui online, prosesnya bisa dipantau. Untuk bisa sampai ke arah itu, tentu para guru harus siap dengan pemanfaatan teknologi. Berikutnya aplikasinya juga harus kuat, jangan mudah dibobol,” tegas Manguningrat. Sebagai langkah awal, ia mengatakan sistem keuangan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung menggunakan e-banking. Semua transaksi dilakukan melalui rekening sehingga meminimalkan transaksi tunai. Pembayaran tunjangan sertifikasi guru pun melalui rekening bank. Sementara itu, I Nyoman Lastra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali mengatakan guru itu personal kunci dalam mencerdaskan anak bangsa. “Tumpuan harapan terletak pada guru. Guru adalah aktor yang bersentuhan langsung dengan generasi bangsa. Karena itu kami selalu mendorong profesionalisme guru melalui sertifikasi,” ungkapnya. Lastra menjelaskan fungsi Kementerian Agama membina guru agama dan menyiapkan kurikulum, menyiapkan buku ajar, menyiapkan guru, menyiapkan pengawas, dan membayar sertifikasi. “Sertifikasi bukan hanya untuk kesejahteraan, tapi untuk mendorong guru lebih fokus mendidik dan mengajar. Tujuan akhirnya mencerdasakan anak bangsa dan berakhlak mulia,” tegasnya. Terkait terobosan di bidang teknologi informasi, ia mengakui sangat perlu. Sekarang tidak bisa lagi konvensional, semua memanfaatkan teknologi. Teknologi percepat proses dan lebih efektif. “Kami selalu mendorong kesiapan guru untuk paham teknologi. Guru itu mau tidak mau harus mau dan kuasai teknologi. Sekarang banyak media pembelajaran berbasis IT. Guru jangan sampai ketinggalan,” ujar Lastra. (Ngurah Budi)
Dara
Kantor Kemenag Badung Gelar Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi Guru Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung pengalaman itu, agar tidak terjadi kasus lagi, mohon menggelar Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi para guru memeriksa nomor rekening bank, apakah Guru Berbasis Data Perencanaan. Kegiatan yang masih hidup atau sudah mati,” ungkapnya. diikuti 20 guru SMP, 20 guru SMA/SMK, dan 10 Proses pengurusan sertifikasi ini memerlukan Pengawas di Kabupaten Badung ini dilaksanakan waktu. Dari perencanaan, penganggaran, hingga penSabtu (20/1) aula Kantor Kementerian Agama Kacairan itu memerlukan proses. Jangan sampai hal-hal bupaten Badung. Sosialisasi bertema “Transparansi yang kecil menjadi penghambat dalam proses ini. Penganggaran Sertifikasi Guru Berbasis Data PerenKegiatan sosialisasi ini juga bertujuan meningcanaan Guna Akuntabilitas Anggaran yang Relevan”. katkan profesionalisme guru diikuti dengan pening“Ini merupakan kegiatan awal tahun yang bertujuan katan kesejahteraan para guru. Sejumlah narasumber untuk mempercepat serapan, biar nanti tidak menumdihadirkan untuk menyukseskan acara ini. Karena puk di akhir tahun. Kegiatan ini juga menjadi bagian itu Manguningrat berpesan, semua peserta mengikuti dari tatap muka kami dengan para guru. Makin sering kegiatan dengan baik. kita bertemu dan bersilaturahmi, makin bagus ko“Untuk berikutnya, tiap kegiatan di Kantor Kemenmunikasi kita. Kita saling kenal satu sama lain. Perlu terian Agama Kabupaten Badung akan menghadirkan diingat juga, memperkuat keakraban merupakan cikal motivator yang akan memberikan motivasi untuk kita bakal kerukunan,” ujar I Gusti Agung Gede Manguninsemua,” tegasnya. (wah) grat, Kepala Kantor Kementerian Agama Badung saat membuka acara. Sosialisasi kepada para guru ini juga menjadi momen untuk mengingatkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk melengkapi sertifikasi. Jangan sampai TPG ini menjadi kemelut atau berkasus. Manguningrat menceritakan pengalaman dirinya saat bertugas di Jembrana, diperiksa pihak kejaksaan karena dugaan “menyimpan dana sertifikasi”. “Saya jelaskan, Kantor Kementerian Agama hanya menyimpan arsip kertas. Uang sertifikasi langsung dimasukkan ke Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi Guru Berbasis Data Perencanaan rekening guru. Belajar dari dilaksanakan Sabtu (20/1) aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung
Sehat itu cantik. Namun, polusi udara yang semakin meningkat di lingkungan tempat tinggal kita menyebabkan berbagai macam penyakit seperti flu, batuk, timbulnya jerawat, rambut rontok, dan stres. Disertai dengan gaya hidup yang tidak sehat mengakibatkan penyakit-penyakit itu menjadi makin serius seperti kolesterol, diabetes, darah tinggi, hingga kanker.
M
elihat hal itu, seorang entrepreneur muda bernama Maria Eleonora Angelina, STP menginovasi berbagai macam jus buah-buahan yang diolah dengan teknologi canggih bernama Frutamix. Kemampuan alumnus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini telah diasah sejak berada di bangku kuliah bidang Teknologi Pangan dan Gizi. Frutamix mulai dijual sejak Mea, sapaan akrab Maria berada di semester 5, saat sedang mengerjakan ujian akhir mata kuliah Teknologi Pengolahan Nabati. Alasannya memilih untuk inovasi produk minuman berbahan alami ini adalah kecintaannya akan gaya hidup sehat. Awalnya, Frutamix hanya memiliki 4 macam rasa, namun seiring berjalannya waktu, diluncurkan beberapa rasa baru yang semakin disukai pelanggan. Hingga saat ini,
Frutamix makin berkembang dan telah didistribusikan di berbagai supermarket di Surabaya dan juga beberapa tempat kebugaran. “Banyak warga Surabaya-Sidoarjo yang berlangganan Frutamix untuk dikirimkan ke rumah setiap hari. Konsumsi jus alami yang rutin seperti ini merupakan “tabungan” kesehatan di masa depan,” ucap dara kelahiran Surabaya, 12 Desember 1994 yang menerima gelar “Mahasiswa dengan Prestasi Akademik Terbaik” dengan IPK 3,91 dan “Mahasiswa Aktif Berprestasi” oleh almamaternya pada 28 Juni 2017 lalu. Untuk lebih menambah varian produk, Mea segera meluncurkan Frutamix rasa baru, produk jus dengan komposisi kandungan buah bit. Buah bit adalah umbi dari akar tanaman bit atau disebut Beta vulgaris, dengan bentuk bulat dan berwarna merah keunguan. Meskipun daunnya bisa di masak untuk dijadikan
sayur, buah bit lebih dikenal umbinya yang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dari berbagai hasil jurnal yang telah dikaji, buah bit kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk mencegah bahkan menyembuhkan berbagai penyakit serius seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Kandungan nitrat dalam buah bit ini dapat menurunkan tekanan darah. “Menurut berbagai penelitian, minum jus bit dapat memelihara kesehatan jantung,” ujar Mea.Ia menambahkan dirinya telah menetapkan untuk menjalani gaya hidup sehat seperti berolahraga seminggu 6x dan mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Olahraga yang dilakukannya pun beragam, mulai dari yoga, berenang, gym, lari, dan RPM (bersepeda). Kecantikan alami hanya dapat diperoleh dengan gaya hidup sehat. Sejak rutin minum jus yang diracik dengan komposisi khusus ini, satupun jerawat tidak pernah muncul bahkan mendapatkan “bonus” turunnya berat badan hingga mencapai 2,5 kg. Disamping itu, badan terasa lebih bugar, wajah lebih merona, dan rambut tidak mudah rontok seperti dulu. (Lely Yuana)
Warna Dies Natalis Stikes Buleleng III
Miliki Ciri Spirit Generasi Muda Menuju Pada Kompetensi Guna meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan antara mahasiswa, Dosen dan warga kampus Stikes Buleleng menggelar Dies Natalis III. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua STIKES Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si., ditandai dengan pelepasan balon dan tabuh baleganjur di lapangan Stikes Buleleng, Rabu (27/12) 2017. Ditemui seusai acara seremonial, Made Sundayana mengatakan Dies Natalis III merupakan ajang promosi sekaligus menjalankan sebuah program dan evaluasi diri sebuah lembaga. Acara puncak Dies Natalis yang diselenggarakan pada 9 Januari 2018, diawali dengan Seminar Nasional pada 26 Desember lalu. “Multi kegiatan kami selenggarakan dengan gelar seni dan menghadirkan bintang tamu berlangsung penuh kekeluargaan dengan unjuk kebolehan hingga upacara puncak dengan mengundang para alumni dan orang tua dan wali mahasiswa. Melalui tema Dies Natalis STIKES Buleleng Kita Wujud Nyatakan Militasi Tenaga Kesehatan yang Berkarakter dan Berkompetensi maka Stikes Buleleng mampu menjawab tantangan para alumni dan orang tua mahasiswa. “Kami tunjukkan bahwa perkembangan lembaga sangat pesat dan manajemennya teruji untuk menghasilkan sebuah lulusan yang berkompeten yang siap berlaga di dunia kerja baik Nasional maupun Internasional,” jelasnya. Dengan rasa memiliki dan semangat generasi muda
kesehatan dan jengah membangun diri, semua panitia inti dan pelaksana bergandeng bersama demi sebuah hasil kerja yang sukses pelaksanaan Dies Natalis ke 3 STIKES Buleleng. Ciri dan Warna penting bagi DIES kali ini akuntabel yang nampak jelas kualitas manajemen perjalanan STIKES Buleleng benar – benar di uji langsung oleh para alumni, orang Tua / Wali mahasiswa. dan warga kampus hendaknya terus meningkatkan kompetensi serta memahami bahwa hal ini adalah merupakan sebuah evaluasi diri dan lembaga dalam memajukan lembaga dan terus menambah MOU dengan Negara lain. Inilah sebuah cemeti indah dan suci yang harus diwujudnyatakan dengan sebuah kompetensi guna menjawab harapan masyarakat dengan mengimplementasi “Renstra STIKES Buleleng” yang lengkap dengan SOP dan hasil kerja sebuah lulusan yang berkompeten dengan kerja sama dan kepedulian yang solid. (Win)
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
9
8
Bunda & Ananda
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Beragam Metode “Taklukkan” Anak
Griya
G
Ni Made Simpen, S.Pd.
kondisi seperti itu, sejak dini si anak dibentuk karakternya untuk bisa berbagi dengan teman, saling menghargai, sabar mengantre menunggu giliran, dsb. ANAK KURANG KONSENTRASI Dari pengalamannya selama 13 tahun menjadi guru TK, Made Simpen melihat anak-anak yang kurang konsentrasi adalah anak yang ingatannya masih lekat dengan kejadian-kejadian yang dialami kemarinnya atau sebelum
Mengelompokkan benda sesuai dengan warna, bentuk, dan ukuran
Mengenalkan nama-nama buah, bentuk buah, rasa buah dan mengajak anak-anak untuk terbiasa makan buah setiap hari
berangkat ke sekolah. Karena itu, ia selalu memberikan kesempatan pada anak untuk menceritakan pengalamannya kemarin atau pengalamannya berangkat ke sekolah. “Ada anak yang bercerita menemukan binatang sapi, anjing. Ada juga yang bercerita ketika sudah jalan ada hujan. Banyak yang bisa saya gali dari cerita pagi anak-anak ini,” ungkapnya. Memberikan kesempatan anak bercerita itu dikatakannya hal yang sangat menyenangkan bagi anak karena anak akan merasa bersemangat dan merasa dihargai usahanya berangkat ke sekolah. Selain itu, dengan mendengar celotehan pagi anak tersebut dikatakan Made Simpen sebagai upaya menyegarkan suasana agar anak tak terlalu terkejut dengan kegiatan-kegiatan di sekolah yang akan diikutinya. Karakter anak berbeda-beda,
Ramainya pemasaran pintu gebyok khas Jepara di Bali membuat beberapa pelaku usaha melirik peluang ini. Salah satunya Putu Aryawati (46), pemilik artshop Dedek’s di Jalan By Pass Ngurah Rai, Padang Galak, Sanur, Denpasar-Bali. Bu Putu-sapaan akrabnya bersama suami membuka artshop ini sekitar tahun 2013, khusus menjual pintu gebyok.
Mendampingi anak-anak bermain
daya tangkap dan ketertarikan anak pada suatu hal juga berbeda. Kadangkala ada anak yang masih bengong ketika kegiatan sekolah sedang berlangsung. Jika sudah begini, biasanya Made Simpen akan mendekati dan menjelaskan berulang-ulang pada anak serta memancing bicaranya dengan beberapa pertanyaaan seputar kegiatan yang akan dilakukan. Ada juga anak yang berkeliling terus tidak mau duduk. “Untuk menghadapinya, saya terapi dengan menyembunyikan tempat
duduknya dan meminta anak untuk mencarinya sampai ketemu. Sehingga, anak tidak akan mengulangi lagi dan takut kehilangan tempat duduknya,” kisahnya. Sementara bagi anak yang masih asyik ngobrol dengan temannya saat kegiatan sekolah berlangsung, diajaknya berkomunikasi untuk melakukan kegiatan dulu agar nantinya bisa cepat istirahat. “Metode-metode seperti itu cukup ampuh untuk menghandel anak-anak,” ucapnya. (Inten Indrawati)
Mendongeng Lima Menit
anak ingusan dari dasar laut
Seorang petani miskin hidup sehari-hari dari menjual bunga ke pasar. Pada suatu hari, ketika dalam perjalanan ke pasar, ia beranganangan, bunga-bunga yang indah, harum dan segar itu akan laris. Namun sial, tak seorang pemMade Taro beli pun yang datang. Ia menyadari nasib untung tak bisa diraih. “Dari pada kubawa pulang,” demikian bisik hatinya, “Lebih baik bunga-bunga itu kupersembahkan kepada Raja Naga yang bersemayam di dasar laut.” “Wahai, Raja Naga! Dengan tulus kupersembahkan bunga-bunga ini kepadamu! Semoga bermanfaat!” teriaknya dari pinggir laut. Tiba-tiba angin kencang bertiup. Laut membuncah dan ombak besar bergulung-gulung. Dari ombak itu muncul seorang gadis cantik. Serunya, “Wahai, petani miskin! Aku tahu kau hidup dalam kekurangan. Apalagi tidak punya keturunan. Raja Naga menghadiahkan seorang anak laki-laki yang akan mengubah nasibmu!” Betapa gembiranya petani itu! Ia mengambil anak yang tampan itu. Setelah memperhatikan dengan saksama, ternyata anak laki itu ingusan. Dari hidungnya meleleh lendir tak henti-hentinya. “Bagaimana cara hamba memelihara anak berlendir ini, wahai gadis yang cantik?” tanyanya. “Gampang benar! Suapi dia saus udang setiap hari!” jawab gadis cantik itu. Dalam perjalanan pulang, petani yang rianggembira itu membeli saus udang di pasar dengan uang recehan miliknya yang terakhir. Sesampai di rumah ia mendudukkan anak ingusan itu di atas kursi reot, sambil menyuapkan saus udang ke mulutnya. Setelah kenyang, anak laki itu menahan napas, lalu tiba-tiba bersin. “Aaaship…! Aaaship..!” Apa itu? Lendir yang muncrat ke lantai seketika menjadi emas perak.
Singkat cerita, petani miskin itu makin rajin membeli saus udang ke pasar, dan makin rajin menyuapi anak kesayangannya. Dalam waktu singkat petani itu berubah nasib. Ia membangun rumah mewah, membeli tanah luas, dan mendirikan banyak perusahaan. Ia mengangkat karyawan-karyawan untuk memelihara rumah, menggarap tanah dan mengurus perusahaan. Ia juga mengangkat beberapa pembantu untuk membeli saus udang di pasar dan menyuapi si anak laki ingusan itu. Sungguh, petani miskin itu sekarang berubah penampilan. Tidak lagi sebagai petani miskin penjual bunga, tetapi sebagai majikan yang berpakaian mewah dan diiringi pembantu-pembantu silih berganti. Dan… ia tidak lagi ke pasar membeli saus udang dan tidak lagi menyuapi si anak laki ingusan itu. Tanpa disadari di rumah mewah itu lambat laun terjadi perubahan. Anak laki ingusan itu menolak setiap pembantu yang meyuapinya. “Tidak! Aku ingin petani itu yang membeli sendiri saus udang ke pasar dan menyuapiku setiap hari!” demikian ronta anak itu. Mendengar laporan para pembantu, majikan kaya itu marah-marah. “Hai, Anak Ingusan! Kau jangan sombong dan manja! Pembantu-pembantu itu anak buahku. Aku yang menyuruhnya membeli saus udang dengan uangku sendiri. Aku yang menyuruhnya menyuapimu. Sekarang aku sibuk mengurus perusahaanku, dan tidak sempat mengurusmu!” Berhari-hari, berminggu-minggu si Anak Ingusan itu tidak mau disuapi oleh pembantu. Badannya kurus dan tenaganya lemah. Namun si petani mewah itu bukan berbelas kasihan, tetapi tambah jengkel. Ketika kemarahannya memuncak, ia menggotong anak ingusan itu ke pantai. “Kau bikin repot saja! Sekarang kau kukembalikan ke dasar laut!” Ia ayunkan anak laki itu berkali-kali, lalu pada saat yang tepat ia lemparkan anak itu ke tengah laut. Majikan kaya itu berlenggang menuju rumahnya yang mewah. Apa yang didapatinya? Di situ berdiri sunyi sebuah gubuk reot. Di sekitarnya berserakan bunga-bunga yang layu.
17
Pintu Gebyok masih Diminati
Dunia anak memang penuh warna. Gelak tawa, canda ceria, dan tangisan bercampur menjadi satu. Selanjutnya, untuk menjadi guru TK pun memerlukan kesabaran ekstra. Secara tak langsung, dalam mengajar dan mendidik anak-anak usia prasekolah ini, guru TK juga dituntut memiliki strategi khusus untuk bisa “menaklukkan” anak-anak. “Banyak tantangan dalam menghadapi anak TK, tapi astungkara selalu bisa mengatasinya. Yang penting sabar dan tidak memaksa anak,” ujar Ni Made Simpen, S.Pd. uru di TK Kumara Sari V Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan ini menuturkan permasalahanpermasalahan yang kerap terjadi, seperti anak yang tidak mau ditinggal oleh orangtuanya. Setiap guru dikatakannya memiliki cara dan metode yang berbeda. “Kalau saya, cara mengatasi anak yang tidak mau ditinggal oleh orangtuanya adalah membujuk dan memberikan tugas atau meminta anak melakukan sesuatu. Seperti meminta anak membantu menyiapkan bahan ajar, memimpin berdoa, dll. Itu agar perhatian anak teralihkan. Ketika si anak mulai tenang, dia akan mau ditinggal dan mengikuti kegiatan,” paparnya. Yang paling sering terjadi di dunia anak-anak adalah berebutan mainan. Terlebih di sekolah tempatnya mengabdi ini jumlah mainannya terbatas. Satu mainan direbut banyak anak. Kalau sudah begini, Made Simpen biasanya menerapkan aturan dadakan cara mainnya dengan hitungan 1 sampai 10, kemudian diganti oleh anak yang lainnya. Begitu seterusnya. Dan kalau memungkinkan, anak diarahkan ke mainan lainnya. “Tapi kalau anak suka sekali dengan mainan ayunan atau kuda-kudaan, dia lebih memilih menunggu antrean,” ucapnya. Tanpa disadari, dalam kondisi-
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
I
Putu Aryawati
a mengisahkan, sebelumnya sampai sekarang memiliki artshop kerajinan batu hitam (lahar) di Ketewel. “Dan, artshop ini baru buka sekitar 5 tahun lalu karena waktu itu pintu gebyok lagi booming. Tapi sekarang pemi-
natnya sudah menurun, rata-rata hanya 2 pintu yang terjual dalam seminggu. Makanya sejak 2 bulan terakhir, selain pintu gebyok, kami juga menjual furniture,” tutur Bu Putu. Pintu-pintu gebyok itu diakuinya didatangkan dari Jepara, Jawa Tengah. Ada juga pintu gebyok Bali yang dikerjakan oleh pengerajin ukir Ketewel. Baik pintu gebyok Jepara maupun pintu gebyok Bali memiliki kualitas yang sama karena keduanya memakai material kayu jati. Dari segi harga, diakui Bu Putu, pintu gebyok Bali lebih mahal dari pintu gebyok Jepara, dikarenakan ongkos tukang ukir Bali lebih mahal. Selisihnya bisa sampai Rp 1,5
juta. Sebagai perbandingan, pintu gebyok Jepara yang panjangnya 1,5 meter dibandrol dengan harga Rp 5 juta. Sementara untuk pintu gebyok Bali dengan ukuran yang sama berada di kisaran angka Rp 6,5 juta. Meski demikian, pintu gebyok Bali masih tetap diminati dengan pertimbangan-pertimbangan khusus dari konsumen. “Kelebihan pintu gebyok Bali ada di desain dan ukirannya yang lebih rapi. Ada beberapa konsumen yang tahu detail tentang ini,” ucap ibu dua anak ini. Peminat pintu gebyok ini pun dari beragam kalangan, yakni warga pribumi dan ekspatriat, untuk di rumah pribadi, juga vila. (Inten Indrawati)
18
Life Story
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Harga Anggur Hijau Anjlok Sejak beberapa tahun belakangan, petani di wilayah Kecamatan Gerokgak mulai membudidayakan tanaman anggur hijau. Komoditas ini menjadi salah satu unggulan Buleleng karena hasil panennya disalurkan ke perusahaan wine di Bali. Tentu hal ini mengangkat derajat anggur Buleleng di pasaran.
S
alah seorang petani anggur di Kecamatan Gerokgak, Jro Mangku Putu Suarjana mengaku prosfek anggur hijau memang sangat menjanjikan. Petani setempat sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan setempat. Dari luas lahan 40 hektar dengan modal 5 Juta Rupiah, petani memperoleh keuntungan sekitar 30 Juta Rupiah sekali panen. Tentu keuntungan tersebut dapat diraih jika harga jual anggur hijau sesuai dengan harga harapan petani yakni 7.500 Rupiah per kilogram. Namun sayang saat ini harga anggur hijau benar-benar anjlok dan membuat petani meringis. Hal ini dikarenakan dari tiga musim
panen dalam setahun, hanya dalam dua musim panen saja hasil panen petani diserap oleh perusahaan. Meskipun telah melakukan kerjasama namun tidak adanya perjanjian tertulis, sehingga beberapa kali terjadi perubahan perjanjian. Kondisi itu pun tak pelak merugikan petani anggur. Jro mangku Putu Suarjana mengatakan terpaksa menjual murah hasil panen kebun, den-
gan harapan bisa balik modal. Pada musim panen saat ini misalnya. Komoditas petani tidak diserap perusahaan. Dampaknya, petani harus menjual hasil panen mereka dengan harga ekstra murah. Saat dijual ke perusahaan, anggur mereka biasanya dijual dengan harga Rp 7.500 per kilogram. Kini saat tak terserap perusahaa n, hasil panen hanya dijual Rp 3.500
per kilogram. “Perusahaan tidak datang. Hanya penyotek (calo, Red) yang datang. Ketimbang tidak dapat sama sekali, diminta harga segitu, ya kami berikan. Biar modal bisa balik saja,” kata Suarjana. Sementara harapan men dapat untung, terpaksa dikubur dalam-dalam. Menurut Suarjana, perusahaan hanya berani mengambil hasil panen dua kali da-
lam setahun. Padahal petani berharap, hasil panen itu bisa diserap hingga tiga kali dalam setahun. “Harapan kami, mudah-mudahan pemerintah bisa memperjuangkan petani seperti kami ini. Biar kami tidak digantung. Paling tidak dicarikan pasar, agar kami bisa dapat untung juga,” tandasnya.
melaut dirinya lebih fokus dengan usaha lain. Selain menjadi nelayan, rupanya sejak beberapa tahun belakangan, Nyoman membuka warung ikan bakar persis di sebelah PPI Sangsit, Buleleng. “Ya kalau lagi libur saya memang habiskan waktu di warung saja,” ujarnya. Dirinya menambahkan, sejak memiliki warung, hasil melautnya ia gunakan untuk kebutuhannya di warung. Meskipun tidak setiap hari, namun dari sekali melaut dirinya mengaku memperoleh tangkapan hingga 50 kg. Bahkan jika dirasa berlebih, dirinya dapat menjual hasil tangkapannya kepada orang lain. “Hasil tangkapan saya gunakan untuk di warung, kalau memang ikan yang tidak saya dapatkan, saya beli lagi di tempat lain,” jelasnya. Cuaca buruk yang melanda laut Buleleng beberapa hari belakangan memang sangat mempengaruhi perekonomian masayarakat yang menggantungkan hidup dari hasil melaut. Bahkan menurut Nyoman, beberapa rekan sesama nelayan yang tidak bisa melaut lagi terpaksa mengambil pekerjaan sampingan untuk menyambung hidup. “Teman-teman lain ada yang menjadi buruh ketika tidak bisa melaut, ya ganti pekerjaan sementara,” imbuhnya. Bahkan menurutnya, beberapa nelayan yang sangat paham dengan siklus alam sudah mengantisipasi dampak cuaca buruk dengan menyisihkan sebagian pendapatannya. Mereka menyisihkan pendapatan untuk tetap bisa menyambung hidup ketika tidak bisa melaut seperti sekarang ini. “Semua nelayan sudah paham, antisipasinya dengan menabung untuk tetap menyambung hidup,” tutupnya. (Wiwin Meliana)
Dua tahun yang lalu, Mardin tiba-tiba terserang stroke. Tubuhnya sebagian lumpuh. Ia hanya bisa duduk di kursi roda. Seluruh aktivitasnya dilakukan di atas kursi roda terutama sejak setahun terakhir. Tiap sore ia selalu duduk menatap Gunung Rinjani yang berdiri tegak di hadapannya. Dari sorot mata Mardin yang tinggal di kaki Rinjani bagian utara itu, seperti ada penyesalan dalam hidupnya.
M
cari Mardin,” ujar Rida, kakak iparnya tempat Mardin tinggal di Bima dulu. Menurut Rida, Mardin lebih kelihatan cuek saja tanpa melayani para gadis itu secara berlebihan. “Ngakunya kawan saja,” imbuh Rida. Mardin tidak terlalu menanggapi aksi pendekatan para gadis itu karena sesungguhnya ia telah memiliki kekasih di Lombok. Mereka menjalin hubungan jarak jauh dan berencana menikah dua tahun lagi. Suatu hari Rida menerima surat dari tukang pos. Surat dari kekasih Mardin itu langsung diserahkan kepada Mardin saat ia pulang dari kantor. Awalnya surat itu ia simpan begitu saja di atas meja tamu. Mardin memilih makan terlebih dahulu. Menjelang istirahat sembari masuk kamar Mardin mengambil surat dari meja tamu dan membacanya di kamar. Malam itu berlalu biasa saja di mata Rida. Saat Mardin ke kantor esok pagi, ketika membersihkan rumah, Rida menemukan surat tersebut di tempat sampah. “Pantas wajah Mardin kurang senang saat ke kantor,” kata Rida. Ia pun membaca surat tersebut. Isinya cukup mengejutkan, kekasih Mardin
Sudut Pandang
Nyoman Widiarta dengan kesibukannya ketika tidak melaut
7
Hilang sebelum Ijab Kabul
asa lalu Mardin memang terbilang suram. Ia meninggalkan dosa yang sangat menyakitkan bagi sebuah keluarga di Bima Nusa Tenggara Barat puluhan tahun lalu. Mardin yang kala itu tiba-tiba menghilang telah meninggalkan rasa malu bagi keluarga Mardiana calon pengantinnya pada hampir 30 tahun yang lalu. Tahun 1987 Mardin yang berasal dari pulau Jawa itu hijrah ke Bima mengikuti kakaknya yang bekerja di sana. Berbekal ijazah SMA Pertanian kepada kakaknya ia mengungkapkan niat untuk bekerja di Bima. Ia pun mencoba ikut tes pegawai negeri di tahun 1988. Memang karena memiliki dasar cerdas, Mardin lulus dalam satu kesempatan ikut tes itu. Jadilah ia pegawai negeri di Bima. Sejak itu hidupnya pelan-pelan mulai dibangun. Usia 25, Mardin sudah tampak mapan. Gaya berpakaian yang parlente, ditambah wajah yang lumayan tampan serta berpenghasilan tetap membuat Mardin disukai oleh para gadis. “Kalau tidak salah, setahu saya ada empat gadis yang sering ke rumah
Cuaca Buruk Nelayan tak Melaut Cuaca laut belakangan ini sangat sulit ditebak, gelombang pasang beberapa hari terakhir sering terjadi. Jika kondisi ini diabaikan maka berpotensi menimbulkan kecelakaan laut. cuaca buruk yang mulai melanda perairan di Buleleng membuat sebagian nelayan menghentikan aktivitas melautnya. Sebagai gantinya, nelayan mencari pekerjaan sampingan hingga memperbaiki peralatan tangkap yang rusak. Perahu atau alat tangkap lainnya sejak cuaca buruk telah diungsikan untuk menghindari terjangan ombak pasang yang bisa saja menghayutkan peralatan nelayan. Sementara itu, beberapa nelayan dengan perahu kecil tetap melaut jika kondisi cuaca memungkinkan. Umumnya, perahu berkapasitas kecil tersebut berlayar tidak terlalu jauh sehingga ketika ombak tidak besar dan angin tidak terlalu kencang nelayan tetap bisa melaut. Dampak dari cuaca buruk juga dirasakan oleh Nyoman Widiarta salah seorang nelayan di wilayah Desa Pabean Sangsit. Dalam keseharian untuk menyambung hidup Nyoman mengahabiskan waktunya untuk menangkap ikan. Akan tetapi sudah beberapa bulan dirinya tidak melaut lantaran cuaca buruk dan gelombang pasang yang tidak menentu. “Ya saya selalu lihat situasi, kalau memang memungkinkan saya akan berangkat (melaut), tapi kalau tidak lebih baik jangan,” ungkapnya. Nyoman yang sejak kecil sudah bersahabat dengan laut paham benar dengan keadaan laut di desanya. Menurutnya, cuaca buruk memang selalu tejadi setiap tahun memasuki bulan Januari hingga akhir Februari. Sehingga ketika libur
(Wiwin Meliana)
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
telah meratiq, menikah dengan laki-laki pilihan orangtuanya. Sejak itulah Mardin yang pendiam itu agak berubah. Ia sering keluar rumah dan pulangnya malam. Sampailah pada suatu hari seorang perempuan datang kepada Rida menangis dan menceritakan kesedihannya. “Perempuan itu menangis di depan saya dan menceritakan semua kesedihannya,” ujar Rida. Perempuan ini rupanya pacar Mardin. Dia satu dari empat gadis yang sering menarik perhatian Mardin. “Dia mengaku hamil dan harus menikah dengan Mardin. Kalau tidak ia bisa dibuang oleh keluarganya,” kata Rida. Kabar ini akhirnya disampaikan oleh Rida kepada suaminya yang kemudian mengajak Mardin bicara baik-baik tentang hal itu. Mardin menolak mengaku meski perempuan itu datang berkali-kali. Karena perutnya makin membuncit, pacar Mardin ini terpaksa memberitahu orangtua dan keluarganya yang terkejut mendengarnya. Akhirnya ketika telunjuk mengarah ke Mardin, orang tua dan keluarganya segera mendatangi suami Rida sebagai kakak Mardin. “Keluarganya sudah bawa parang,” kata Rida yang sempat gemetaran melihat keluarga perempuan itu datang dengan wajah marah. Keluarga ini merasa tersinggung karena Mardin menolak mengakui. Akhirnya kakak Mardin memberi jaminan kalau Mardin akan bertanggung jawab dan menikahi pacarnya itu. Dengan sangat terpaksa akhirnya Mardin bersedia. Persiapan pun mulai dilakukan. Sampai tiba
hari H. Mardin sudah memakai jas warna biru sedangkan pacarnya memakai kebaya berwarna krem. Penghulu dan saksi nikah sudah siap di rumah calon mempelai perempuan. Tetamu juga sudah siap menyaksikan ijab kabul. Namun sampai satu jam waktu berlalu dalam menunggu itu, Mardin dan keluarganya tidak juga tiba di acara ijab kabul. “Saya sama suami saya sudah kelabakan di rumah. Mardin tiba-tiba menghilang,” kata Rida. Mereka mau ke lokasi acara tidak mungkin tanpa Mardin. Sampai akhirnya satu setengah jam kemudian, keluarga pacarnya itu datang
ke rumah Rida menanyakan Mardin. “Saya menceritakan hal yang sebenarnya. Dari pada suami saya dimarahmarahi bahkan diancam oleh keluarga si perempuan itu.” ujarnya. Akhirnya pencarian dilakukan hampir seharian tetapi Mardin tak kunjung ditemukan, sampai akhirnya pernikahan itu batal. “Sejak itu kami tidak pernah tau kabar Mardin,” kata Rida. Mardin seperti menghilang. Ia hanya pergi dengan jas pengantin saja meninggalkan pekerjaannya di Bima. Kakaknya sendiri tidak mengetahui kabar Mardin sampai 20 tahun kemudian mendapat kabar Mardin telah menikah dengan seorang gadis yang tinggal di kaki gunung Rinjani. “Sampai hari ini kami tidak tahu kisah pelarian Mardin karena ia tidak pernah ingin menceritakannya,” kata Rida. Tapi menurut istrinya Mardin merasa bersalah dengan peristiwa itu. Ia juga tidak mengetahui kabar apakah perempuan itu berhasil melahirkan dan membesarkan anaknya atau tidak. Itulah yang membuat di hari tuanya. Mardin yang kini berusia 58 tahun itu terlihat murung. (Naniek I. Taufan)
tkh/net
Tekan Kerugian Seminimal Mungkin
Harga beras di Kabupaten Buleleng mulai merangkebijakan impor beras nantinya malah membuat harga beras dari petani semakin anjlok. Dirinya kak naik. Tentu kondisi ini mulai dikeluhkan pedagang mengatakan tidak masalah jika pemerintah mengambil kebijakan tersebut asalkan nantinya melalui disejumlah pasar di Buleleng. Mereka pun terpaksa ikut pihak terkait harga beras dari petani dapat dibeli dengan harga sewajarnya. “Itu kebijakan dari menaikkan harga beras sesuai kondisi pasar. Dampaknya, atas kami hanya masyarakat kecil hanya meminta ketika musim panen raya tiba harga beras dari pembeli yang biasanya mencari beras dalam kemasan 10 petani tidak anjlok,” pungkasnya. kilogram terpaksa mengurangi jumlah permintaan menjadi 5 kilogram. IMPOR BERAS UNTUK STABILKAN HARGA Dampak kenaikan harga beras juga sangat dirasakan Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng Ketut Suparto oleh salah seorang pengepul beras di pasar Banyuasri, tak menampik meningkatnya harga beras di pasaran. Jauh dari HET, harga beras medium merangHwa Hwa yang beberapa hari belakangan mulai mendapat kak naik berkisar antara Rp 11.500 hingga Rp 12.000 sedangkan kenaikan harga beras premium komplain dari pembeli. Kenaikkan harga beras menurutnya mencapai Rp 13.000 hingga Rp 13.500 per kilogramnya. Kecendrungan kenaikan harga beras dipicu oleh kelangkaan beras akibat belum masuk masa menurutnya dipicu karena berkurangnya stok pangan secara nasional akibat belum memasuki panen. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya pun mencapai masa panen. 20% hingga memicu inflasi pada bulan Januari ini. Suparto menambahkan dari kenaikan tersebut pemerintah pusat dan daerah berkomitmen Perempuan kelahiran Singaraja ini menambahkan jika untuk menekan harga. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar beberapa waktu lalu di dua HET yang dipatok oleh pemerintah untuk beras medium tempat yaitu pasar Banyuasri dan pasar Anyar di Buleleng. Sebanyak 3 ton beras di dua tempat adalah Rp 9.450 per kilogram. Akan tetapi saat ini pihaknya tersebut didistribusikan kepada pedagang dan distributor dalam operasi pasar tersebut. Dengan menjual beras medium dengan harga eceran Rp 12.800 per harga jual Rp 8.900 per kilogramnya, diharapkan para pedagang dapat menjual kilogram, sedangkan untuk kelas premium yang awalnya Rp kepada konsumen sebesar Rp 9.350 per kilogram sehingga dapat dijual dibawah 245 ribu tiap 25 kilogramnya naik menjadi Rp 285 ribu tiap HET. “Dari operasi pasar tersebut beras medium utamnya sudah mencapai 25 kilogram. Itu berarti untuk ecerannya berkisar antara harga normal,” ungkapnya. Hwa Hwa Rp 11 ribu sampai dengan Rp 13 ribu per kilogramnya. “Ya Dengan adanya stok pangan berkurang secara nasional pemerintah pusat itu kan harga patokan dari pemerintah tapi kenyataannya ada gak barang yang harganya segitu berencana untuk melakukan impor beras kurang lebih 5.000 ton. Kebijakan sekarang?” ungkapnya. tersebut memicu kekhawatiran pihak petani yang akan memasuki musim Hwa Hwa yang telah menjadi pengepul beras selama 20 tahun ini tahu betul kondisi panen raya. Atas kondisi ini, Suparto menegaskan bahwa impor beras yang saat ini terjadi. Kenaikan harga beras memang rutin terjadi ketika memasuki bulan dilakukan dengan tujuan untuk menstabilkan harga jika stok pangan November hingga akhir Februari. Sehingga sebagai seorang pedagang dirinya harus berkurang. “Impor beras ini tidak secara langsung didistribusipintar melihat kondisi untuk menekan kerugian seminimal mungkin. Baginya kenaikan kan kepada pedagang melainkan dipercayakan kepada Bulog,” harga beras membuat dirinya tidak berani membeli beras dalam jumlah banyak, hal jelasnya. ini dikarenakan jika harga mulai turun tetapi persedian beras miliknya masih banyak Kebijakan impor beras dirasa tidak akan merugikan petani maka akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. “Dari tahun ke tahun kami sebab beras yang dimpor adalah beras dengan kualitas mememang selalu temukan kondisi ini sehingga kami berusaha untuk menekan dium sedangkan hasil panen petani menghasilkan beras segala bentuk kerugian,” jelasnya. dengan kualitas premium. Maka dari kecil kemungkinan Kedepannya, Hwa Hwa selaku pedagang berharap pengaruhnya impor beras ini terhadap penjualan petani agar pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga nanti. Kualitas beras premium yang dihasilkan oleh beras. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tak petani tetap akan laku dan mendapat peluang harga mungkin dirinya akan kesulitan menjual beras. Terkait di pasaran. “Kita pantau terus, dan Bulog akan drop dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan impor beras di pasaran untuk menekan kenaikan, makanya beras sebagai upaya untuk memenuhi kekurangan beras, kami data pedagang dan pengepul. Dengan begitu, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Menurutnya, kebijakan kami harapkan harganya bisa normal sesuai dengan impor beras ditakutkan akan berdampak terhadap HET, yakni Rp 12.250 per kilogram untuk kelas hasil panen petani yang tinggal sebentar lagi. Meskipun premium sedangkan untuk medium Rp 9.450,” Ketut Suparto hanya sebagai pedagang dirinya ikut merasa prihatin jika tandasnya. (Wiwin Meliana)
6
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Terus meroketnya harga beras membuat masyarakat menjerit. Kenaikan harga ini sudah terjadi tahun lalu namun hingga awal tahun 2018 bu kannya mereda malah menjadi-jadi. Kalau tahun lalu gejolak di masyarakat belum terlalu terasa lan taran kenaikan masih dirasakan belum signifikan. Namun, ternyata kenaikan itu tidak berhenti bahkan terus meninggi hingga di awal tahun ini.
a j d e t u S e i n n Co
Tegakkan Aturan HET
juga, berasa juga kalau harga naik terus,” ucap Connie yang baru pulang dari berlibur ke Jepang bersama anak dan cucunya. Sebelum terjadi gejolak beras, kalau tidak salah, ungkap Connie lagi, harga beras masih sekitar Rp 8000-an hingga 9000-an. Tapi kini sudah melebihi itu, naiknya lebih dari Rp 1000. “Kan kasi han dong masyarakat. Apalagi masyarakat tak mam
A
rtis senior Connie Sutedja mengaku cukup merasakan kenaikan harga beras yang terus menerus. Kalau dulu, kata pemeran Hajjah Iroh dalam sine tron ‘Tukang Bubur Naik Haji’ biasanya gejolak harga beras tidak ter lalu lama, namun kali ini terasa cukup lama sudah berbulan-bulan bahkan sampai awal tahun ini. “Saya prihatin banget ya, kok bisa begitu. Saya tidak mengonsumsi nasi (beras) tapi orang-orang di rumah saya kan makan nasi. Jadi kan beli beras
Woman on Top
pu, kan itu memberatkan sekali. Beras itu bahan makanan pokok yang harus dijaga betul stabilitas nya,” ujarnya. Bukan hanya masyarakat biasa saja yang mengeluh tapi pedagang makanan pun ‘terjepit’, kata Connie. Pedagang warteg, rumah ma kan padang, misal nya, mereka menge luh. “Mereka (pedagang) ngeluh, beras naik tapi tidak berani naikin harga takut k o n s u m e n nya kabur. Mau nggak mau, keun tungan yang memang tidak banyak, harus makin menurun karena harga jual dagangan tidak naik. Ya mau bagaimana lagi, kan zaman sekarang ekonomi sedang susah, daya beli turun,” ujar Con nie.
Di sisi lain. Connie juga men gomentari ketidaksesuaikan para pejabat negara dalam berkatakata. “Saya bingung tuh, pejabat yang satu bilang stok beras cukup, masyarakat diminta tenang. Eh.. pejabat lain bilang persediaan kurang. Ini mana yang bener sih? Trus, ada kabar akan impor beras,” kata Connie yang sempat populer dengan panggilan ‘Bu Hebring’. “Kalau saya sih sebagai masyarakat biasa, atau juga me wakili masyarakat lainnya, tidak perduli beras dari mana, apakah dari stok persediaan ataukah dari impor, yang penting harga beras tidak memberatkan atau normal lagi. Harga beras turun! Kalau bisa di bawah HET atau sesuai dengan HET. Soal impor, terserah pemerintah karena mereka yang tahu,” ucapnya. Artis yang telah berkiprah di dunia hiburan sejak tahun 1965 ini juga meminta agar pemerintah menegakkan aturan HET beras dengan tegas. “Adanya aturan kan untuk mengatur bukan untuk dilanggar. Jadi jangan hanya men geluarkan aturan tapi juga dimoni tor dan diawasi pelaksanaannya di lapangan,” tegasnya. Sebenarnya pemerintah te
lah menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk setiap daerah. Namun agaknya itu tidak diperdulikan pedagang dengan alasan mereka pun mendapatkan beras dengan harga yang tinggi pula. September 2017 lalu pe merintah menetapkan HET beras untuk Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi adalah medium Rp 9.450/kg dan premium Rp 12.800. Sementara HET berat di NTT, Kalimantan dan Sumatera lain nya (tidak termasuk Sumsel dan Lampung) medium Rp 9.950/ kg dan premium Rp 13.300/kg. HET Maluku dan Papua medium Rp 10.250/kg dan premium Rp 13.600/kg. Pedagang di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, mengaku ke naikan harga beras kali ini lebih tinggi dan lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya kenaikan hanya sekitar Rp1000-an dan itupun tidak lama karena cepat diredam, maka kali ini kenaikan bisa sampai seribu rupiah lebih. Menurut mereka, bukan kemauan pedagang me naikkan harga semaunya, namun karena harga yang mereka beli dari petani pun sudah naik.
Sering kita mendengar orang berbicara tentang ‘ruh’ atau lebih populer dengan kata jiwa. Kira-kira apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika kata itu terdengar di telinga? Banyak orang percaya bahwa kata-kata itu mengartikan sesuatu yang tidak kelihatan dan abadi dalam diri kita. Bahkan saat seseorang sudah wafat, bagian yang yang tidak kelihatan dari manusia ini meninggalkan tubuh dan terus hidup. Kalau kita bedah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), jiwa itu salah satunya adalah berarti ‘ruh’ manusia (yang ada dalam tubuh manusia dan menyebabkan seseorang hidup), nyawa. Belajar otodidak, Nyoman Eriawan sebagai pemilik dari UC Silver sudah bergelut di dunia perhiasan hampir 25 tahun lamanya. Mulai dari perhiasan perak yang hanya masih menjadi home industry. Saat itu semua dilakukan dengan tangan, sampai berkembang menjadi industri perhiasan yang sudah
menggunakan teknologi dan sudah dapat bersaing dengan industri perak di negara-negara lain yang sudah maju. Makin tinggi teknologi yang dipakai, ternyata dapat membuat sebuah perhiasan akan kehilangan ‘ruh’ atau jiwanya. Tuntutan standarisasi kualitas yang tinggi, desain yang inovatif, dan permintaan pasar yang begitu tinggi membuat para industri perhiasan berlomba untuk menciptakan perhiasan yang mendunia. Namun tidak demikian dengan UC Silver, yang sudah menguasai teknologi perhiasan terkini. UC Silver tetap mempertahankan hand made, buatan tangan hasil karya manusia, yang kemudian dimodifikasikan dengan teknologi. Ruh, jiwa, nyawa juga identik dengan kata ‘taksu’. Di Bali, siapa yang tidak kenal dengan ‘taksu’. Masyarakat Bali pada umumnya memandang taksu sebagai kekuatan yang dapat memberi kecerdasan dan kewibawaan kepada pemilik jiwa dan daya pikat bagi karya seni yang dihasilkan. Tanpa ‘taksu’ maka
hasil kaya seni tersebut tidak akan menjadi hidup dan tanpa jiwa. Tanpa ‘taksu’, hasil karya seni belum mampu menggetarkan para penikmat dari hasil karya seni yang dihasilkan. UC Silver yang sudah terkenal dengan desain yang unik dan berkualitas, tetap menjaga ‘taksu’ Bali. Selalu membuat perhiasan dengan mempertahankan hand made yang dimodifikasikan dengan teknologi yang canggih. Melalui tangan-tangan terampil yang memiliki talenta yang lebih dan tetap mempertahankan konten lokal Bali, menjadi kekuatan ruh dari perhiasan yang dihasilkan UC Silver. ‘Ruh’ dari sebuah perhiasan hasil karya UC Silver akan selalu terpancar, dan tentu akan memberikan nilai tersendiri dari sebuah hasil karya manusia itu sendiri. Sungguh menakjubkan, ketika seseorang memakai perhiasan dan kelihatan ruh dari perhiasan yang dikenakannya. Menjadikan aura pemakai dan penikmat dari karya seni itu bercahaya. Bersinar bak cahaya
Seringkali kita men dengar pernyataan dari para ahli bahwa keberadaan obat kimia dan obat herbal adalah hal yang berbeda. Kon disi ini menimbulkan stigma atau pandangan masyarakat bahwa ke duanya berbeda bahkan bertentangan satu de ngan yang lain.
K
ondisi ini tidak ber laku bagi Dra Hj. Kumaiyah. Ia seorang pensiunan guru kimia yang sudah malang melintang mengajar mata pelajaran kimia di berbagai sekolah kejuruan di Surabaya, seperti SMKN 2, SMKN 3, SMKN 5, dan SMK Pelayaran Bhakti Samudra. “Karena dianggap senior, saya beberapa kali dipercaya menjadi ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia,“ ujar Kumaiyah. Pengetahuannya
19
Sembuh berkat Belimbing Wuluh
di bidang kimia menjadi dasar bag inya membuat berbagai produk minuman dan makanan herbal sebagai usahanya. Mulai dari man isan belimbing wuluh, manisan murbai hingga aneka minuman dan sirup. Awalnya Kumaiyah menderita sakit lutut. Walaupun tiap hari dia minum obat dokter sebanyak 145 butir sekali minum tapi dia tidak kunjung sembuh. Sehingga dia tidak bisa sholat, kemudian dia mencoba minum minuman sari belimbing wuluh miliknya dan ternyata dia sembuh total. “Alhamdulilah sejak saat itu lutut saya tidak sakit dan saya bisa melaksanakan sholat lagi, “ tutur Kumaiyah Sejak saat itu, Kumaiyah mem produksi massal minuman bua tanya untuk dijual. Dia merasa lebih yakin lagi ketika tahu bahwa belimbing wuluh memiliki ban yak khasiat untuk pengobatan penyakit seperti menurunkan te kanan darah tinggi, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuh
kan batuk, melancarkan dahak, mencegah kanker, melancarkan pencernaan, melancarkan air seni, menghilangkan rasa sakit, dan antiradang. “Suatu ketika ada murid saya sakit perut, dan saya kasih minum rosella ungu kemudian sembuh,” ujarnya. Produk buatan Kumaiyah di pasarkan dengan cara dititipkan secara konsinyasi di berbagai tempat di Surabaya, antara lain di Siola, Pemerintah Kota, Toko Lapis Kukus, Restauran Gudeg Tugiyo, Masjid Ceng Ho, SMKN 2, Toko Bakpau Chikyen, Hotel Djagalan Raya, Depot Mie Djokja, Kedai Putih, dan Angsle Roni Surabaya Plaza. Pada 2012, ada seorang perempuan pegawai Dinas Per industrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya melakukan pendekatan kepada dirinya. Kumaiyah diajak ke P3E Kedungdoro sambil membawa produk makanan dan minu man buatannya untuk diurus izin Produk Industri Ru
(Diana Runtu)
mah Tangga (PIRT). Kumaiyah kemudian memu tuskan untuk bergabung dengan program Pahlawan Ekonomi (PE) yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya, melalui program PE ini dia dia belajar cara menge mas yang profesional sehingga bisa meng hasilkan produk dengan
Pernah ada turis dari Jepang dan Amerika Serikat khusus datang ke Surabaya hanya untuk membeli produk mi lik Kumaiyah
Dra Hj. Kumaiyah.
kemasan eksklusif. “Walaupun harganya dua kali lipat dari kemasan biasa yaitu 7 ribu untuk kemasan biasa dan 15 ribu untuk kemasan PE, namun produksi dengan kemasan PE bisa laku keras terutama di hotel dan restoran,” jelas Kumaiyah. Dukungan dari Walikota Tri Rismahirini sangat dirasakan oleh Kumaiyah. Tolok ukurnya adalah produk sirup miliknya bukan hanya dikenal tapi sudah dihafal oleh Walikota. Pernah suatu ke tika ada pelaku UKM lain mem bawa produk miliknya di sebuah pameran kemudian ditegur oleh Walikota. Produk minuman dan maka nan herbal tidak hanya dikenal di Surabaya tapi sudah mancanegara.
untuk dibawa pulang ke ne gerinya. Melalui program PE yang diikutinya, Kumaiyah tidak hanya terpilih sebagai 10 besar Tata Rupa angkatan ke-3, tetapi dia juga banyak menerima pesanan dari berbagai tempat. Namun, dia pernah juga menolak permint aan Indomaret untuk menyuplai produknya di 100 gerai jaringan minimarket tersebut, hal ini disebabkan faktor ketersediaan bahan di pasaran dan kemampuan maksimal dalam produksi. “Masih banyak orang berang gapan bahwa semua produk belimbing wuluh selalu rasanya masam, padahal tidak semuanya begitu, “ tutur Kumaiyah. (Nanang Sutrisno)
Semanggi Instan Jadi Incaran
“Ruh” Salam Unique...
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
matahari yang membuat kehidupan lebih indah dengan kekuatan pancaran cahaya yang dimilikinya. Tentu mulai penasaran. Apa saja yang akan kami tulis untuk kolom ini selanjutnya. Nantikan tulisan kami setiap dua minggu sekali, kami akan hadir di kolom ‘I AM UNIQUE’ yang membagi informasi secara detail tentang UC Silver. Bagaimana cara memilih kualitas perhiasan. Apa dan dari apa saja bahannya, bagaimana gambaran keunikannya, apa saja hasil karya, bahkan sampai filosofi keunikan dari masing-masing karya yang tercipta, dan lain sebagainya. Ada yang penasaran juga tempatnya dimana? Silakan langsung kunjungi tempat produksi dan gallery kami di Jalan Raya Batu Bulan Gg Candrametu Nomor 1 Batu Bulan Gianyar 80582. Telepon (0361) 461511 Atau kunjungi website kami di www.uc-silver.com I am Unique I am Happy UC Silver Bali info@ucsilverbali.com
Semanggi suroboyo, makanan khas Surabaya yang terdiri dari sayuran se manggi yang disiram bumbu kacang dan dilengkapi dengan kerupuk puli. Kini keberadaannya sangat populer di masyarakat mendampingi rujak cingur dan lontong balap yang juga merupakan makanan asli Surabaya. Keluarga Aminah yang tinggal di Sawo no 17 RT 2 RW 2 Kelurahan Beringin Kecamatan Sambikerep Surabaya ini merupakan keluarga yang menekuni usaha produksi semanggi, mulai dari neneknya, ibunya sampai de ngan dirinya semuanya ber jualan semanggi. Pada awalnya Aminah berjualan semanggi dan jamur tiram, dia berjualan semanggi dengan harga 12.000 per porsi. Namun sejak 2011 dia fokus hanya berjualan semanggi saja. “Tahun 2011 saya gabung di Pahlawan Ekonomi (PE) untuk menambah ilmu, mentor saya di PE inilah yang meyakin kan saya untuk mengembangkan bisnis semanggi,” kata Aminah. Di program PE, Aminah tidak
hanya mendalami cara pengeringan se manggi yang sudah dilakoninya, tetapi juga diajari cara mengemas semanggi kering dan menjualnya secara online. Keyakinan Aminah untuk berusaha di bidang semanggi semakin menguat saat kegiatan launching produk semanggi miliknya dihadiri oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. “Selama ada kemauan dan siap bekerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan “ pesan Tri Rismaharini kepada Aminah. Berkat kerja keras dan ketekunan da lam menjalankan usaha berjualan semang gi, kini Aminah melalui merek dagang Selendang Semanggi dia mampu m e
raup omzet penjualan sebesar Rp 15 juta sampai 30 juta per bulan. Tidak hanya itu, dia juga meraih ber bagai penghargaan best of the best dari PE yaitu tahun 2015 dan 2017. Pada 10 Desember 2017 Aminah menerima penghargaan dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia di Jakarta. Dia juga berhak memperoleh pembinaan berupa uang modal sebesar Rp 8.500.000. “Alhamdulilah semua izin mulai dari PIRT, Halal dan Paten sudah saya penuhi,“ kata istri M. Fauzi ini. Produk semanggi instan milik Aminah dipasarkan dengan cara dititipkan di Siola, Pemerintah Kota, Bhek Putra, dan Sudi Mampir di Genteng, serta melayani pembelian secara online. Semanggi milik Aminah sudah dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Jakarta , Banten, Riau , dan Kalim antan. “Semanggi kering dalam kemasan menjadi incaran karena tombo kangen untuk orang Surabaya di luar kota dan luar pulau “ ujar ibu dari Andi Mu hammad Firdaus dan Hilmi Hendra Kusuma ini.
Aminah
Mempunyai resto khusus semanggi yang berada di tengah areal kebun se manggi merupakan keinginan dan impian tersendiri dari Aminah. Ke depan dia juga ingin mengembangkan inovasi untuk ber jualan varian baru yaitu pentol semanggi, nugget semanggi, kerupuk semanggi dan rengginang semanggi. “Semoga varian ini bisa sukses seperti semanggi instan yang saya jual dalam ke masan menarik seharga Rp 50.000 untuk 6 porsi,” jelas Aminah. (Nanang Sutrisno)
20
Nine
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Sulaksmi Ariati, S.Pd.
Sak-sak Dance Warnai Karyanya Dua hari berturut-turut, minggu lalu Sulaksmi Ariati, S.Pd. sibuk menyiapkan penari-penarinya untuk mengikuti Festival Tari Kreasi Tradisional Bima, se-Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu yang diselenggarakan di Kota Bima. Ia membawa dua karya tarinya berjudul Rimpu dan Doku dalam festival tersebut.
S
ulaksmi yang biasa dipanggil Mimi ini terlihat jeli dalam menggarap karyanya ini, karena ia memadukan tari tradisi dengan kontemporer sehingga karya ini terlihat berbeda dengan tarian-tarian biasa yang selama ini dikenal oleh siswa dan masyarakat umum di Bima. Apalagi intuisi seninya cukup cerdas, karena Mimi mengambil ‘bahan baku’ karyanya itu dari tradisi yang menjadi identitas budaya masyarakat Mbojo (Bima dan Dompu) yakni Rimpu (pakaian khas suku Mbojo semacam jilbab tradisional) dan Doku (alat untuk membersihkan padi dan beras). Warna Sak-sak Dance memang terlihat demikian kuat memberi
pengaruh dalam karya-karyanya itu. Bagaimana tidak, selama 12 tahun Mimi menimba ilmu di sanggar yang dipimpin koreografer handal Nusa Tenggara Barat, Suryadi Mulawarman. Suryadi sendiri mengakui bakat yang dimiliki Mimi. Ia menyebut Mimi sebagai perempuan pekerja keras yang tidak pernah mengenal kata menyerah dan tidak kenal kata tidak bisa. Saat bergabung pertama kali di Sak-sak Dance, sesungguhnya Mimi belum masuk kategori ‘bisa menari’, meski kala itu Mimi sudah menggeluti dunia tari sejak usia SD. Kemauannya yang keras untuk belajar di Sak-sak Dance membuat ia akhirnya mencintai dunia koreografi tersebut, menyertakan perasaannya setiap kali menari.
Sulaksmi dan Abdi bersama anak mereka, dua anak muda yang giat berusaha untuk bisa mandiri
Tari Doku adalah salah satu garapan tari karya Sulaksmi yang tampil pada Festival Tari Tradisional Bima
Itulah kekuatan yang pernah dititipkan oleh Sas-sak Dance kepada bakatnya ini. Ketika menikah, Mimi meninggalkan Mataram dan juga Sak-sak Dance yang sudah membawanya menari ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Solo, Pontianak, Surabaya, Bandung hingga ke luar negeri, Singapura. Ia mengikuti suaminya Abdi Sujadi Alifyan,. S.Pd., ke Bima, tinggal di sebuah kecamatan yang menawarkannya kehidupan berumah tangga selayaknya orang lain. Ia vakum menari lebih dari dua tahun. Ia terputus dengan benang merah koreografi yang selama ini mengolah jiwa seninya. Saat tinggal di desa itulah tidak pernah terlintas dalam pikiran Mimi untuk menari/melatih tari. Dunianya itu serasa hilang. Hal ini sempat membuatnya gelisah dan seperti ‘terpuruk’ tinggal di desa yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk fasilitas untuk berkarya. “Kalau dibilang gelisah, saya sangat gelisah, apalagi di media sosial selalu melihat kawan-kawan
Bawa Warna Baru dalam Koreografi Sejak itulah Mimi membina ekstrakurikuler tari awalnya di SMK Kesehatan Pelita Harapan di Kecamatan Bolo dan beberapa kali tampil dalam acara-acara pernikahan. Bagi Mimi yang sudah terbiasa tampil di panggungpanggung besar, tampil di acara pernikahan pun tidak apa. Ia maknai itu sebagai langkah awal untuk menarik minat anak-anak maupun pelajar dan siswa terhadap tari. Dari sana rupanya minat pelajar cukup besar. Apalagi di kota kecil itu Mimi membawa warna baru dalam dunia koreografi dengan memadukan tradisi dan kontemporer. Mimi akhirnya menjadi pembina juga di sanggar tari SMP Negeri 4 Bolo dan menghasilkan garapan tari berjudul Doku. Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang berlangsung empat
bulan (September-Desember 2017) lalu kembali memberi peluang buat Mimi yang menjadi salah seorang seniman tari di Bima untuk kembali menari dan berlatih bersama para siswa di SMAN 1 Bolo dalam program itu.
Selama empat bulan itulah Mimi kemudian menghasilkan karya tari berjudul Rimpu. Melihat minat yang besar terhadap tari di Kecamatan Bolo, membuat Mimi berencana membuka kursus menari dengan mem-
Sulaksmi saat melatih Sanggar tari sekolah di Kecamatan Bolo Bima
di Mataram tetap berkarya, eksis menari juga sering ke luar daerah seperti dulu, sedangkan saya di Bima, di kecamatan pula, di desa pula, sudah tidak menari lagi,” kata Mimi. Akibat lama tidak menari, tubuh yang biasa diolah ketika mengikuti latihan-latihan juga terasa pegal-pegal. Lengkap sudah ‘penderitaan’ Mimi akibat serasa terputus dengan dunia seni yang selama ini digelutinya.
Dari sanalah, suatu hari Sang Guru Suryadi memberinya semangat untuk menari kembali meskipun di Bima. “Mas Surya menyuruh saya mempraktikkan menari walaupun cuma dengan alat musik Serunai tetapi bisa membuat gerakan yang luar biasa,” katanya. Dalam acara pembinaan sanggar seni itulah di mana Mimi kembali menari di Museum ASI Mbojo di Kota Bima. Suaminya yang melihat aksinya itu rupanya menangkap kegelisahan Mimi. Ia lalu menyarankan agar Mimi mengembangkan bakatnya itu setidaknya di lingkungan tempatnya tinggal di Desa Rato Kecamatan Bolo dan membuat sanggar tari. “Saran pertama belum saya indahkan. Lalu saran kedua kali dan kerinduan saya pada dunia tari, membuat saya mulai ingin menari lagi dan terpikirkan untuk melatih para siswa dalam ekstrakurikuler sekolah,” kata Mimi yang lahir 25 agustus 1986. (Naniek I. Taufan)
Sulaksmi Ariati
buat sanggar untuk mengembankan tari kreasi Mbojo yang lebih berwarna. Meski diakuinya tantangan mengajar tari di kota kecil seperti ini lebih besar dari pada di kota seperti Mataram. Pasalnya, karena anak-anak di tempatnya tersebut jarang bisa menari. Dan kalau pun bisa menari, mereka terbiasa dengan tari tradisional Mbojo. “Jadi terasa sekali mereka awalnya susah untuk mengikuti gerak-gerakan tarian kontemporer saya ajarkan, karena memang gerakan-gerakan tarian yang saya berikan agak berbeda dengan tarian-tarian yang biasa mereka lakukan selama ini,” kata perempuan kelahiran Praya Lombok Tengah ini. Hal ini menjadi faktor olah tubuh sebagai dasar latihannya menjadi lebih lama dibandingkan dengan anak-anak kota yang memang sudah biasa menari. Namun begitu, ia menaruh harapan dengan dibukanya sanggar tari kelak, aktivitas tersebut bisa meramaikan Kecamatan Bolo. “Saya mau membuka kursus tari untuk anak-anak TK sampe remaja. Yaa… niatnya biar meramaikan Bolo dan juga agar anak-anak di
sini punya kegiatan seni,” ujar sarjana Matematika lulusan IKIP Mataram ini. Mimi termasuk anak muda yang tidak bisa diam. Selain mengajar dan membina tari, ia dan suaminya yang memiliki bakat fotografi itu bekerja sama meraih peluang itu. Bersama suaminya yang merupakan Purnapaskib NTB 2005 itulah, di kampungnya tersebut ia juga membuka usaha menarik peluang di bidang fotografi pernikahan. Tidak itu saja, dua anak muda yang memilih bekerja keras untuk hidup mandiri ini juga membuka usaha syuting video untuk berbagai acara seperti pernikahan, membuat nametag, sablon kaos hingga menjual asesoris handphone. Adzkia Multimedia dipilih sebagai nama usaha foto dan syuting pernikahan yang diambil dari nama putri mereka yang baru berusia tiga tahun, Ainun adzkia. Bagi Mimi dan Abdi, hidup di desa bukan berarti tertutup peluang untuk bekerja melainkan memanfaatkan potensi bakat dan hobi secara maksimal dapat membantu untuk bisa hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain. (Naniek I. Taufan)
Inspirasi
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Made Ada
5
Rayakan HUT ke-15 Ada Guna Museum
Hari itu, Selasa (16/1) adalah hari istimewa bagi seorang Made Ada. Dengan wajah sumringah ia tampak bahagia menerima kehadiran tamunya yakni para wisatawan, serta para sahabat yang sengaja dimintanya hadir berbaur dalam keakraban dalam rangka bersama merayakan HUT ke-15 Ada Guna Museum.
M
enurut Made Ada, yang disebut-sebut maestro pematung garuda ini, sebenarnya Ada Guna Museum didirikan pada 31 Desember 2002, yang inspirasinyan diperoleh dari salah seorang Presiden Indonesia, Megawati Soekarno Putri , namun perayaannya baru dilaksanakan kala itu. Menariknya, pada acara yang juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan seniman itu. Made Ada sengaja menyuguhkan sajian budaya melalui pentas seni dengan tarian tradsional Bali yang diiringi gamelan hasil kolaborasi para penabuh lokal dan dari luar negeri. Pemilik Made Ada Gallery ini, karyanya bukan hanya melalang buana tapi juga sudah diakui
dunia , terbukti dengan adanya prasasti dari WIPO (World Intellectual Property Organization) yang berkedudukan di Jenewa, sebagai pengakuan atas kreativitas seni patung garudanya selama ini, yang diletakkannya di salah satu sudut museumnya. Disinggung soal keahliannya, Made Ada menyatakan jika kegiatan mematung diperolehnya secara turun-temurun. Ia sudah melakoninya sejak masih SD, sekitar tahun 1966-an. Bermula dari sang kakek kemudian menurun ke orangtuanya dan kini dirinya adalah generasi ke 3 di keluarganya yang konsisten menggarap kerajinan tangan dalam bentuk berbagai jenis patung dan teristimewa patung garuda dengan ukiran khas Bali. (Sri Ardhini)
Berbagi Ilmu Melalui Kelas Mematung Selanjutnya ia menyebutkan jika apa yang saat ini di m anage-nya, galery dan museum adalah buah dari upayanya sepenuh hati membangun areal apresiasi bagi penikmat karya patung khususnya patung garuda. Terlebih patung
garuda memiliki nilai dan filosofi yang luar biasa di Bali. Karena itu pula patung buatan tangannya bukan hanya ada di istana kepresidenan Indonesia, seperti di istana negara, istana Bogor hingga istana Tampak Siring, tapi juga menjadi salah
satu karya yang terpajang di sejumlah kantor kepresidenan di luar negeri. Bahkan patung garuda dari desa Pakudui ini juga ada bercokol di salah satu museum di Rusia. Made Ada juga mengatakan, bahwa museum yang didirikannya tersebut, di dedikasikannya untuk mengingat perjalanan giat seni patung di Desa Pakraman Pakudui, yang memang identik dengan patung garuda sebagai ikon-nya. Made Ade yang telah menerima berbagai penghargaan di tingkat nasional ini berharap wilayahnya yang telah menjadi sentra kerajinan patung garuda tersebut akan terus berkembang sebagai salah satu tujuan desa wisata garuda yang ramai dikunjungi. Apalagi kini di sepanjang kawasan Pakudui kita bisa melihat berbagai ukuran patung garu-
da. Masyarakatnya sekitarnya juga telah menjadikan kegiatan mematung sebagai salah satu pendapatan utama mereka, sehingga tidak keliru jika dengan potensi yang dimiliki Desa Pakudui, Tegallalang, Gianyar ini kemudian disebut de ngan Garuda Village. Selanjutnya, untuk bisa berbagi kebisaannya mematung bagi siapa saja yang berminta, maka sejak membuka kelas me-
matung (Wood Carving School) yang dibuka untuk umum , sangat ramai di datangi tamu mancanegara. Selain itu Made Ade mengaku selalu siap untuk mengerjakan pesanan patung garuda mulai dari yang ukuran kecil 12 cm sampai dengan 1 meter bahkan hingga 5 meter.ia juga memastikan mengerjakan dengan bahan pilihan atau sesuai pesanana. Begitu juga dengan finishing-nya yang kualitasnya dijaga sedemikian rupa. Ditanya soal kegiatannya mematung dengan hasil yang luar biasa, ia mengatakan mematung harus tenmag dan rileks seperti orang tengah beryoga. Ia juga menyampaika kalau yang namanya seniman ia tidak akab pernah berhenti berkarya selama hidupnya. (Sri Ardhini)
4
“Rejeki tak akan tertukar”. Kata-kata bijak ini begitu dicamkan Ajat Ali Bahar untuk menggambarkan ketekunannya pada dunianya, melukis. Yang terpenting kata Ajat, terus dan tekun berkarya, kerja keras. Soal hasil tak perlu dipikirkan, Yang Maha Kuasa sudah mengaturnya. Keyakinan itu lah yang membuat Ajat tetap bertahan di Pasar Seni, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, yang ‘sepi’.
D
Inspirasi
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
isebut sepi karena tempat pentas seni dan budaya ini, kian jarang dikunjungi masyarakat. Padahal dulu, di era 70 hingga akhir 80-an, tempat ini adalah salah satu destinasi favorit yang wajib disinggahi setelah berkeliling TIJA. Tapi masa kejayaan itu sudah berlalu. Seiring makin banyaknya tempat hiburan dan kuliner serta pusat-pusat kerajinan, Pasar Seni pun jarang dilirik. Dan itu sangat berdampak bagi para ‘penghuni’ Pasar Seni yakni pengusaha kuliner, kerajinan hingga para pelukis. Mereka yang tak kuat, satu per satu hengkang. Namun Ajat tetap bertahan di sana. “Ada banyak alasannya kenapa saya tetap di sini. Salah satu yang pasti adalah karena saya merasa Pasar Seni telah mengangkat hidup saya. Banyak teman-teman saya yang tak tahan dan menutup kiosnya, tapi saya tidak. Tekun, ulet, kerja keras, itu saja resep nya.” “Buktinya, meski tempat ini terlihat sepi, tapi rejeki ada saja. Seperti yang belum lama saya
Ajat Ali Bahar
Pelukis Pasar Seni yang tetap Bertahan
alami, secara tak terduga datang beberapa orang memborong lukisan saya. Kejadian-kejadian tak terduga ini kerap saya alami,” ungkap Ajat yang telah menjadi pelukis di TIJA sebelum Pasar Seni dibangun 1975. Bertutur tentang dirinya, Ajat mengaku sebenarnya menjadi pelukis bukan lah cita-citanya. “Cita-cita masa kecil saya adalah bekerja di kantor pemerintahan. Pada masa itu kan menjadi PNS sesuatu yang bergengsi, keluarga saya banyak yang jadi PNS seperti kakek, paman, kakak, dll. Sedang melukis itu hanya hobi semata. Tak pernah terpikir itu menjadi profesi yang akan digeluti sekaligus jadi gantungan hidup,” tutur Ajat yang kini berusia 70 tahun. Tapi jalan hidup orang memang tidak ada yang tahu. Citacita itu akhirnya berubah seiring waktu dan pengalaman yang didapat sepanjang hidup. Ajat yang sempat menjadi PNS sebagaimana yang dia cita-citakan, justru meninggalkan kariernya sebagai pegawai negeri dan memilih menekuni hobinya melukis. “Dari lukisan yang dikerjakan karena hobi, bisa menghasilkan uang. Ini membuat saya semakin semangat untuk terus berkarya. Saya juga sempat pameran-pameran. Akhirnya saya memutuskan untuk memperdalam ilmu melukis di Yogyakarta. Kuliah saya di Akademi Pembangunan Masyarakat, saya tinggal, pada-
di bawah. “Suka-duka, itulah kehidupan. Ketika kepahitan datang, ya saya dengan ikhlas menjalaninya saja. Tidak apa-apa. Ketika pendapatan dari melukis tidak lagi seperti dulu, saya tetap biasa.” “Semangat saya untuk tetap melukis, berkarya, tidak surut. Seperti yang saya katakan tadi, rejeki ada yang mengatur, yang terpenting berkerja lah sebaikbaiknya,” ujar Ajat yang terpaksa duduk di kursi roda lantaran belum lama ini kecelakaan sepeda. “Ini sedang proses penyembuhan,” ucapnya. Di bengkel kerja Ajat yang berukuran 3x3 meter, tampak sebuah lukisan indah berukuran besar 2,70 x 2 meter bertema aktivitas di sebuah pura di Bali.
hal tengah skripsi,” ungkat pria yang bernama lengkap Hamjat Ali Bahar. Di Yogja yang terkenal sebagai gudangnya seniman lukis, dia menimba banyak ilmu, salah satunya adalah melukis batik. Sampai suatu ketika ada seorang teman meminta bantuannya membawa sejumlah lukisan ke Ancol karena akan pameran. Tak disangka itulah awal babak baru dalam hidupnya, menjadi seniman Pasar Seni. “Awalnya saya hanya membantu teman bawa lukisan, ternyata akhirnya beberapa bulan kemudian, saya juga ikut berpameran di sana. Dulu belum ada Pasar Seni. Saya dan para pelukis lainnya berpameran di depan Gelanggang Samudera. Pada masa itu respon masyarakat luar biasa. Akhirnya oleh pihak Ancol kami dibangunkan Pasar Seni tahun 1975,” tuturnya. Kehidupan Ajat meningkat seiring dengan berkembang pesatnya Pasar Seni. Ibaratnya, kata Ajat, mendapatkan uang dari melukis mudah. “Boleh dibilang pada masa itu teman-teman saya sesama pelukis hidup sejahtera, bahkan mereka bisa membeli mobil, dll. Pembeli datang dari dalam maupun luar negeri. Jadi terus terang saja masa itu duit saya banyak, baik rupiah maupun dolar,” ungkap pria asal Kandangan, Kalimantan Selatan, ini menceritakan masa kejayaannya. LUKISAN LARIS MANIS Pengunjung lokal seperti tak sayang ‘membuang’ uang untuk membeli lukisan. Padahal harganya lumayan mahal. Tahun 70-an, satu lukisan kecil ukuran 45 x 45 cm, harganya bisa Rp15-20 ribu. Uang sejumlah itu pada tahun 1975 lumayan besar. “Tapi orang (pengunjung) enteng saja, bayar lukisan saya,” katanya tertawa. Suatu ketika, tuturnya, Ciputra –pendiri Taman Impian Jaya Ancol—mampir ke kios Ajat. Rupanya dia begitu tertarik dengan sejumlah lukisan yang terpampang di sana, di antaranya lukisan ba-
tik relief Candi Prambanan dan Borobudur. “Beliau borong enam lukisan saya, dua di antaranya lukisan batik Candi Prambanan dan Borobudur. Saya senang sekali. Waktu itu saya dibayar Rp150 ribu untuk enam lukisan. Uang sebanyak itu di tahun 70-an, tentu amat sangat lumayan. Masa itu harga sepeda phoenix masih Rp7.500 (sekarang harga sepeda phoenix Rp1,3 jutaan-red), bayangkan saja,” ungkap Ajat. Singkat cerita, banyak kesenangan yang dia dapat sepanjang puluhan tahun menekuni profesi sebagai pelukis. Bukan hanya untuk dirinya, tapi dari pendapatannya dia bisa membantu keluarganya. “Orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Ketika saya menjadi PNS orangtua senang. Tapi ketika saya berhenti jadi PNS dan beralih menjadi pelukis, orangtua saya, dalam hal ini ibu saya, tetap mendukung. Ibu saya bilang, apapun yang baik yang menjadi keinginan saya, dia mendukungnya dalam doa,” kata Ajat. “Ibu saya adalah seorang yang bijak,” tambahnya. Namun, tambahnya lagi, tidak selamanya hidupnya bergelimang kesenangan, berkelimpahan uang. Ibarat bola dunia berputar, ada saatnya di atas, tapi ada masanya
Lukisan cantik paduan warna hijau, merah, kuning membuat mata betah terus memandang. Satu hal yang unik dari lukisan Ajat adalah pada pohon yang bertotol-totol. “Itu adalah ciri khas saya . Sebenarnya itu adalah jejak saya sebagai pelukis batik. Dengan ciri itu, saya merasa tidak perlu membubuhkan tanda tangan pada lukisan saya. Orang pasti tahu itu lukisan Ajat,” ujarnya yakin. Tentang pewarnaan, dia mengakui karya Arie Smith, seorang pelukis asal Belanda yang hidup di Bali ( meninggal Maret 2016, usia 103 tahun) banyak mempengaruhinya. Warna-warna lukisan Ari Smith cerah, dominan dengan hijau, merah, kuning. “Pengaruh Ari memang ada pada pewarnaan karya saya. Dulu warna saya agak gelap tapi kemudian berubah kini lebih cerah,” katanya sambil menunjuk sejumlah lukisan yang terpajang di dinding. Menurutnya pengaruh dari pelukis lain bukan hal yang tabu. Ada banyak pelukis terkenal yang juga karyanya terpenguh pada pelukis lainnya. “Suatu ketika pelukis Affandi pernah ditanya wartawan, bahwa karyanya banyak dipengaruhi Van Gogh. Lalu Affan menjawab, iya, memangnya kenapa?”. (Diana Runtu)
Mandalika Menjalankan usaha yang menghindari dan menjauhi riba adalah pilihan yang tepat dalam mengelola bisnis, khususnya bagi pengusaha Muslim. Karena dengan begitu para pengusaha dapat menjalankan usahanya dengan ‘sehat’. Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam Silaturrahmi Nasional 2018, Lariba Islamic Indonesia, di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
U
ntuk mewujudkan usaha bisnis yang sehat dan sesuai dengan ajaran Islam, Majdi yang juga ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu menyarankan para pengusaha Muslim Indonesia untuk membangun dan mengembangkan lembaga atau institusi usaha yang berbasis syariah, baik di bidang perbankan maupun di bidang perniagaan sesuai dengan yang diatur dalam Agama Islam. “Lembaga usaha syariah itu penting dibentuk dan terus
21
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Usaha Sehat, Jauhi Riba
diperkuat pengembangannya, sebagai salah satu upaya nyata dalam membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” demikian menurut Majdi. Dalam kegiatan tersebut, selain mengajak para pengusaha untuk mendirikan lembaga syariah, ia juga mendorong para pengusaha untuk terus berikhtiar meneguhkan komitmen menjalankan transaksi bisnis tanpa unsur riba. Sebab, menurutnya praktik-praktik riba yang selama ini dijalankan oleh sebagian besar para pelaku
bisnis, tidak akan pernah memberikan keuntungan bagi masyarakat. Terlebih, praktik riba tersebut dalam pandangan Islam telah diharamkan oleh Allah SWT. “Kalau Anda membangun Lariba maka Anda sedang meneguhkan komitmen kuat untuk tidak riba,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa komitmen pangusaha yang mengedepankan unsur syariah dalam berbagai transaksi akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. “Kalau ada urat nadi kehidupan, maka dua pilar penopangnya adalah kapital dan ilmu pengetahuan,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa kalau ekonomi dan ilmu dan
teknologi kuat, maka peradaban itu akan kokoh. Karena itu, ia sempat menguraikan salah satu ayat yang isinya mengharamkan riba dan menjadikan zakat sebagai sebuah solusinya. Praktik riba hanya akan memberikan keuntungan atau menambahkan kekayaan pada
aspek kepentingan dunia. Sedangkan zakat, di samping menambah dan menumbuhkan kekayaan di dunia, juga akan menumbuhkan keberkahan untuk akhirat. “Inilah yang disebut oleh Allah SWT sebagai orangorang cerdas,” katanya lantas berharap agar para pengusaha yang berbasis syariah tersebut mampu berporos dengan lebih memperkaya khazanah keilmuan di bidang transaksi syariah. (Naniek I. Taufan)
Gu bern u r NTB , D r. TGH. M. Za i n u l Ma jd i
Maksimalkan Kinerja OPD dan ASN Di era keterbukaan informasi saat ini, pejabat dituntut untuk transparan, terutama dalam menjalankan administrasi dengan penuh keterbukaan sehingga dapat dijalankan dengan sangat baik agar dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ini juga tentu akan menjaga citra positif Aparatur Sipil Negara (ASN) di masyarakat sebagai ASN yang handal dan profesional. “Kerjakanlah segala sesuatu dengan sangat baik, sehingga akan menjadikan ASN yang handal dan profesional di mata masyarakat,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir, H. Rosiadi Sayuti, Ph. D., saat memimpin upacara paripurna NTB Gemilang di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB beberapa waktu lalu. Untuk itu, ia meminta kepada para pejabat yang baru mendapatkan amanah (mutasi) agar memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi calon pemimpin masa depan. Yakni menjadi ASN yang
berkualitas, profesional, mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab di tempat tugas masing-masing. Rosiadi mengingatkan kepada para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Provinsi NTB, agar senantiasa dapat menjadi contoh yang baik kepada bawahannya agar dapat ditiru di lingkungan kerjanya masing-masing. Terutama dalam hal peningkatan kinerja, seperti kedisiplinan dan intelektualitas sebagai dasar utama penilaian seorang atasan. Hal ini sesuai dengan visi Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa depan adalah menuju birokrasi berkualitas dunia. Sebagaimana yang disampaikan Ketua Komisi ASN, Sofian Effendi, yaitu menuju birokrasi yang mampu bersaing, tidak hanya di level nasional namun berkelas dunia. Untuk menyukseskan visi tersebut, Rosiyadi mengungkapkan bahwa peran seorang pimpinan sangatlah penting dan strategis. Pimpinan harus mampu membangun relasi dan hubungan baik dengan semua elemen, terutama dinas
atau instansi terkait dalam rangka optimalisasi kinerja di masing-masing OPD. Karena itulah ia mengajak seluruh pimpinan OPD dan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk memaksimal-
kan kinerja dalam menyukseskan ikhtiar pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan yang diusung dalam visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD Provinsi NTB. (Naniek I. Taufan)
22
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Becak hanya di Jalanan Kampung
Wajah Pak Samin tampak semringah ketika dikabarkan bahwa becak akan boleh kembali ber operasi. Tak perlu takut razia Satpol PP karena nantinya pengoperasian becak akan diberi payung hukum. Entah ini kemunduran atau bukti keber pihakan pada wong cilik, namun Pak Samin dan teman-temannya tidak peduli, yang penting dia tak harus ‘kucing-kucingan’ lagi dengan Satpol PP. Dia juga tak perlu khawatir becaknya dikandangkan.
Agus Pambagyo
“S
aya baru dengar kabar itu. Semoga memang benar, alhamdulilah. Nggak perlu dikejarkejar Satpol PP lagi. Nggak perlu ngumpet di gang-gang sempit. Bisa ngetem di pinggir jalan nunggu penumpang,”
ungkap Pak Samin, tukang becak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Usia Pak Samin 50 tahun namun –mungkin—karena kerasnya perjuangan mencari sesuap nasi di Ibukota, membuat wajahnya tampak lebih tua dari usianya. Dia sendiri mengaku sudah bolak-balik kena razia Satpol PP dan disita becaknya. Padahal untuk membeli becak dia harus berutang kesana-kemari. “Saya pesan rangka becak dari Tangerang, kemudian dibantu teman-teman merakit becak. Harganya sekitar Rp 1,5 jutaan,” ujarnya. Yang paling apes, becak yang belum lama dibelinya, disita petugas saat razia. “Saat itu saya sedang membawa penumpang, tapi tiba-tiba orang pinggir jalan bilang, ‘bang ada razia becak’. Saya langsung menurunkan penumpang dan kabur. Tapi apes, ketangkap juga. Padahal saya sudah lari ke gang-gang sempit. Rasanya bener-bener apes karena becak itu masih baru dan hasil ngutang,” ungkap Pak Samin yang sehari-hari ngetem
Tetap Kontroversial Tidak semua menerima pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang legalnya penggunaan becak. Ada yang menganggap ini sebagai sebuah kemunduran. Ketika transportasi publik di era sekarang semakin canggih, ketika para pemikir mencari jalan agar transportasi publik Jakarta semakin modern, ide Anies ini dianggap sebagai sebuah kemunduran yang justru mengacak-acak penataan transportasi publik yang telah berjalan. Menurut sejumlah pengamat, jika alasan Gubernur Anies adalah becak masih diperlukan masyarakat karena dapat membawa muatan yang banyak, itu sungguh tidak tepat karena sebagai pengganti becak adalah bajaj yang sampai sekarang masih beroperasi. Agus Pambagyo, pengamat kebijakan publik, meminta Anies agar mengkaji kembali rencananya memperbolehkan becak beroperasi lagi. Sebab peraturan daerah tentang ketertiban umum yang sampai sekarang masih berlaku salah satu pasalnya menyebut tentang pelarangan membuat, merakit, menjual dan memasukkan serta mengoperasikan dan menyimpan becak. “Kalau untuk tourism ya tidak apa-apa, tapi bukan untuk sumber mencari nafkah,” ujarnya dalam diskusi transportasi di Jakarta, baru-baru ini. Seperti Agus, pengamat transportasi Ellen Tangkudung pun menyatakan hal serupa. Menurutnya, becak tidak diperlukan lagi karena untuk jalan-jalan lingkungan ada transportasi lainnya seperti bajaj juga ojek online. Dirinya juga yakin, meski ada pelarangan becak di jalan raya, tetap saja nantinya para tukang becak itu akan masuk ke jalan besar. Apapun kontroversi yang terjadi terkait becak, namun yang pasti sekarang para tukang becak merasa lega karena sumber nafkahnya terbuka lagi. Buah perjuangan mereka ketika berdemo di depan Balaikota tahun 2016 (masa Gubernur Ahok), meminta agar becak diperbolehkan beroperasi lagi, tak sia-sia. Kini, meski belum ada kebijakan resmi, para tukang becak khususnya di Jakarta Utara, sudah berani beroperasi siang hari. Jakarta Utara terdata sebagai daerah yang memiliki tukang becak terbanyak. Sekalipun sudah bolak-balik dirazia, tetap saja angkutan rakyat itu tumbuh dan beroperasi secara sembunyisembunyi. (Diana Runtu) Anies Baswedan
Sosialita Tahun 2017 adalah anugerah bagi keluarga nya dari sebuah per jalanan panjang dan melelahkan. Ketika ia menikmati dengan tulus, ternyata naik turunnya gelombang kehidupan dirasakannya asyik. Putranya. Gung Agus dan putrinya, Gung Ayu telah diwisuda. Begitu juga dengan anak asuhnya, Wawan telah pula diwisu da . Itulah kado terindah yang mendekap keluarga perempuan yang satu ini.
Tini Gorda
Viralkan Good, Trust, and Smart
S
di gang kecil di sekitar Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, menceritakan pengalamannya dua tahun lalu. “Saya nggak berani ngider (keliling) takut ketemu petugas. Jadi biasanya langganan saya ya warga sekitar sini saja yang tahu. Atau kalau ada panggilan langganan, biasanya mereka nelepon ponsel saya, minta diantar atau dijemput. Saya sih lihat-lihat situasi juga dalam beroperasi, tapi kadang nekad, karena dapur harus ngebul,” ucap bapak empat anak ini. Pak Samin hanya salah satu dari sedikit para tukang becak yang karena kebijakan pelarangan becak di semua jalan di Jakarta—temasuk jalan-jalan lingkungan— yang masih bertahan. Kebanyakan para penarik becak itu ada yang beralih ke ojek motor atau bekerja serabutan. Salah satu penarik becak yang beralih menjadi pengojek motor adalah Jangkung (45). Jangkung bercerita, pengalamannya menjadi tukang becak adalah pengalaman pahit dan penuh air mata lantaran selalu dikejar-kejar petugas. Seperti halnya Pak Samin, dia pun bolak-balik
kena razia dan becak hasil utangan pun disita. Walhasil dia terpaksa kerja serabutan untuk membayar utang. Yang lebih sedih lagi, gara-gara becak disita, perekonomian keluarganya jadi terganggu. “Tiap hari ribut mulu (selalu) sama bini (istri). Akhirnya istri saya nggak tahan, minta cerai. Dia pulang ke orangtuanya. Ya sudah, mau gimana lagi memang keadaannya sedang sulit,” ujar Jangkung yang kini sudah kawin lagi. Ketika marak-maraknya ojek online, Jangkung pun terpikir untuk mencoba peruntungan untuk menjadi pengojek. “Awalnya saya sewa motor tetangga saya, bagi hasil. Setelah modal saya cukup, saya beli motor bekas,” ucapnya. Beda dengan menarik becak, penghasilan Jangkung narik ojek online amat lumayan. Dulu setiap bulan Rp 4 jutaan masuk kantongnya, tapi kini setelah banyak pesaing penghasilannya per bulan Rp 3 jutaan. Mengomentari kabar tentang becak diperbolehkan beroperasi lagi, Jangkung mengaku bersyukur dan ikut gembira mendengarnya. Menurutnya,
itu adalah kabar baik untuk temantemannya yang sampai sekarang masih mengoperasikan becak meski sembunyi-sembunyi. Namun, dia sendiri tak berminat lagi untuk kembali menjadi tukang becak. “Wah kalau ditanya apakah saya balik lagi jadi tukang becak, ya enggak lah. Saya sudah senang jadi tukang ojek, hasilnya lumayan banget dibanding narik becak. Saya Cuma ikut senang saja lah ada perubahan peraturan, alhamdulilah teman-teman saya bisa narik lagi dengan tenang,” ujarnya. Kepastian akan kembalinya becak mewarnai transportasi Jakarta disampaikan sendiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut Anies, rencananya becak akan boleh kembali beroperasi namun hanya untuk jalanjalan lingkungan (jalan kampung), tidak boleh ke jalan besar. “Nanti kita bikin payung hukumnya supaya becak bisa beroperasi dengan tenang, tidak takut dikejar-kejar petugas. Tapi itu, ada syaratnya, hanya beroperasi di jalan-jalan kampung,” ujarnya. (Diana Runtu)
AUDENSI PENGUSAHA CLOTHING LINE “JAILBREAK” DI ISTANA MANCAWARNA TAMPAK SIRING
WEDAKARNA DORONG ANAK MUDA HINDU BALI KUASAI BISNIS CLOTHING LINE Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali yang kerap disapa AWK menerima pengusaha muda Bali di Istana Mancawarna Tampak Siring Gianyar untuk memberikan semangat kepada anak muda yang sudah berani untuk menjadi pengusaha. Pada kesempatan itu pengagas clothing line yang berasal dari pemuda Badung itu merupakan lulusan Universitas Mahasaraswati Bali menyampaikan bahwa awalnya dirinya merupakan pencinta music rock n roll luar negeri. Karena begitu menyukai music rock ia pun mendapatkan ide untuk membuat brand sendiri yang ia gagas baru pertama kali yaitu “jailbreak”. Awal dari usahanya tersebut, harga yang ia tawarkan cukup terjangkau dengan kualitas sangat bagus, maupun itu dari segi kualitas ataupun sablon baju. Usaha yang dia buat bersama-sama itupun awalnya banyak tantangan tetapi dengan keyakinan yang kuat untuk bisa membuat, akhirnya pun mereka bisa menawarkan brand sendiri tanpa meniru produk lain. Ia pun menegaskan kenapa memilih menjadi pengusaha, karena persaingan untuk mencari pekerjaan di Bali sudah cukup sulit apalagi menjadi PNS. Putu dan rekan kerjasamanya Dewa mengajak pemuda-pemuda Bali untuk berani mengambil risiko untuk bisa bersaing di dunia kerja. Senator RI Gusti Wedakarna MWS III yang masuk komite III yang membidangi ekonomi kreatif dan kesra sangat mengapresiasi atas keberanian pengusaha muda tersebut. Menurutnya ini gerakan yang patut didukung dan ditiru oleh anak-anak muda khususnya di Bali. Menurut Wedakarna dengan keadaan ekonomi Bali yang terpaku di sektor pariwisata saja, alangkah baiknya anak-anak muda
Dr. Arya Wedakarna MWS III (Senator RI) bersama pengusaha clothing line saat menerima audensi di Istana Mancawarna Tampak Siring.
untuk kreatif didalam pengelola peluang, karena melihat dari keadaan sekarang banyak lulusanlulusan sarjana yang nganggur karena berharap menjadi PNS. Menurutnya sebagai generasi muda jangan bercita-cita jadi PNS saja, mari menjadi pengusaha yang berani mengambil risiko, dan berani bersaing di dunia kerja, ”Saya puji anak muda yang berani mengambil jalan menjadi pengusaha, mari kita kembangkan perekonomian Bali dengan menjadi pengusaha. Siapa bilang pengusaha itu tidak ada hasil, zaman sekarang kalau mau kaya ya jadi pengusaha,” ungkap anggota DPD RI asal Bali itu yang juga merupakan pengagas Sukla.
osoknya sudah tidak asing lagi, ia dikenal selalu mengupayakan berbuat yang terbaik. Karena itu pula pemilik nama lengkap Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H., ini akhirnya menemukan formula Good, Trust, and Smart (GTS). Formulasi GTS dilengkapi simpulan 10 tahun kehilangan sang ayah, Prof. Gorda (alm) menjadikan dirinya seperti saat ini. Kini, di tahun 2018 ia pun memulai langkah baru lagi untuk menyempurnakan formula GTS. Segala tantangan yang akan menyertai dipastikan akan menjadi perjuangannya . “Akan ada lagi “PR Baru’ yang harus diselesaikan dengan baik,” ucap istri dari AA Agung Ngurah Agung ini. Ia juga mengatakan HUT Perak Pernikahan dan HUT Emas dirinya di penghujung tahun silam adalah anugerah. Dikatakan oleh Gung Tini, ‘Good’, sebagai formulasi bahwa seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas dan fungsinya “taat aturan” serta tidak banyak penolakan dalam proses kepemimpinannya di masyarakat. Ketika muncul pertanyaan, mengapa pemimpin itu taat aturan ? Jawabannya tentu, sebab pemimpin harus bisa menjadi suri tauladan. Bagi, pemimpin yang bisa memberikan contoh yang baik akan mudah diikuti oleh bawahannya. Ketua BKOW Provinsi Bali ini menjelaskan pada saat mengawali membuat sebuah aturan main,
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
jika ingin diikuti maka seharusnya dalam prosesnya hendaknya melibatkan secara langsung setiap komponen yang akan menggunakan aturan tersebut. Sehingga, saat pemimpin taat aturan maka ia adalah seorang pemimpin yang
berdaya guna dan tepat guna. ‘Trust’ adalah pengejawantahan atau simbol kepercayaan dari sebuah komitmen yang lahir dari ‘Good ‘dan dilakukan secara konsisten maka seorang pemimpin akan dipercaya hingga timbul ‘Trust’ yang pada akhirnya akan terbentuk role model atau teladan yang akan menjadi panutan dan pasti diikuti. ‘Smart’ merupakan kunci untuk mempertahankan ‘Good’ dan ‘Trust’ melalui tindakan yang ‘Kreatif, Inovatif dan Adaptif’. Seorang pemimpin yang ‘Smart’ selalu mampu mencari berbagai solusi untuk mengembalikan jati diri ‘Good’ dan ‘Trust’. TIGA WARNA Terkait pemilihan warna merah, putih dan hitam dalam konsep GTS, katanya demi menjadikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan fungsi pemimpin. “Hal ini, mengingat ketiga warna ini merupakan
3
warna keseimbangan dan kekuatan dalam menjalani hidup sebagai pemimpin,” ujar Ketua Perdiknas Denpasar ini. Selanjutnya untuk menjadikan formulasi hidup, konsep GTS ini, selain memerlukan waktu yang panjang, tak terhindarkan dari yang namanya tantangan. Namun, kata Gung Tini jika kita sudah biasa melakukan formulasi hidup GTS meski belum sempurna dalam pelaksanaannya, ia yakin kelak bakal menjadi pilihan apabila kita konsisten dan berkesinambungan melakukannya. “Karena kekuatan itulah, aktivitas untuk menyosialisasikan GTS ini dilakukan secara massif. GTS juga harus diviralkan dengan dukungan semua pihak,” tandas Gung Tini. Salah satu langkah untuk memviralkan GTS, rupanya sudah pula dilakukan oleh Gung Tini, dengan menjadikannya sebagai tema dalam sebuah diskusi terbatas, yakni “Perempuan Good Trust Smart (GTS) Mampu Cegah Korupsi untuk Selamatkan NKRI”. Kegiatan ini juga istimewa karena menghadir kan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disamping beberapa narasumber lainnya yang kompeten di bidangnya, bertempat di Ruang Sidang Perd iknas Denpasar, Rabu (17/1).(ard)
2
Espresso
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
GORO-GORO Ketika putaran ronda oleh warga mula i diberlakukan ada suasana baru. Warga Putu Wijaya dengan semangat menyambutnya. Kesempatan ronda jadi tempat ngobrol dari hati ke hati. Sesuatu yang sudah nyaris hilang karena masing-masing terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Warga yang semula tidak kenal atau tak mau kenal tetangganya, mulai bertegur-sapa. Kesempatan ronda jadi arena gaul. Ternyata bergadang semalaman jadi penyegaran dari rutinitas warga yang membosankan. Bahkan menguntungkan. Banyak warga setelah giliran ronda, terkejut, karena teman rondanya adalah relasi yang gagal dicarinya bertahun-tahun di masyarakat. Ternyata adanya di satu hunian. Tapi, musim bunga itu tidak berlangsung lama. Setelah dua putaran, warga sudah rata saling kenal semua. Muncullah kembali rasa bosan dan lelah. Melek semalam suntuk, direndam lembab malam, rasa
capainya harus diibayar seminggu. Batuk, pilek, asma, dada sesak dan sebagainya mulai mengganggu. Ketika salah seorang warga nyaris kena DB, terjadi anti klimaks. Warga mulai kembali kangen dan merasa lebih damai pada kesibukan pribadinya. Kalau ada giliran ronda, mereka mulai berkilah, repot, ada urusan keluarga, kurang enak badan atau ada upacara. Mereka pun titip tugas pada rekannya. Sekali dua kali, oke. Kalau sering perlu ada kompensasi buat yang menggantikan. Maka diam-diam dan memang didiamkan, muncullah ronda-ronda upahan. Mula-mula sembunyisembunyi. Malu-malu kucing tapi mau. Belakangan ronda pengganti juga malu hati keseringan. Itulah saatnya Ketut kembali muncul sebagai ronda upahan legal. Tak ada yang keberatan. Ketut kemudian menggoreng bola, membawa adik istrinya. Setelah itu, menyusul mantan satpam lain kembali bermunculan. Praktis tim satpam yang diberhentikan kembali mengambil alih tugas pengamanan hunian, utamanya menjaga portal. Sejak itu hunian tak lagi dijaga
2018 warga. Karena itu terjadi perlahanlahan, terasa lembut, wajar, jadi sah. Apalagi menjelang tahun baru. Banyak warga punya acara yang tidak memungkinkan mereka harus begadang “menghadang pencuri yang tak ada”. Itu istilah Pak Made. Amat, tak memberi komentar apa-apa. Ia ikut menggelinding saja, kalau memang seluruh warga menghendaki begitu. Pada malam Tahun Baru, ketika semua orang menunggu waktu menunjuk pukul 00.00, muncul tamu yang ingin bertemu Amat. “Saya tak bisa menanyai tamu itu karena ia tidak berbahasa Indonesia. Makanya saya terpaksa melapor pada Amat,” kata Ketut. “Namanya, susah Pak.” “Siapa?” “Saya tidak bisa mengucapkan, Pak” “Kenapa? Itu tugas kamu. Tanyakan dong!” “Tapi saya tidak mengerti bahasanya, Pak.” “Tanya namanya. Atau suruh nulis. Nah itu kamu tunjukkan kepada Bapak. Begitu caranya menghadapi taamu tak dikenal.” “Saya malu, Pak.”
(4)
“Kenapa malu?” “Kan Bapak yang ngajarin saya, orang Jepang kemaluannya besar, jadi maju!” “Kamu jangan bercanda! Ini bukan saatnya. Sebentar lagi jam 00.00. Tidak ada orang bertamu jam 00.00. Ini saat orang merenung. Sana bilangin dia. Nanti saja sesudah Tahun Baru!” “Bagaimana kalau dia marah, Pak?” “Kamu yang harusnya marah, bukan dia! Sana marahin dia!” “Tapi orang bule, Pak!” Amat terkejut. “Apa? Bule?” “Ya! Bule banget, Pak!” Amat langsung jadi ramah. “Ya sudah, suruh langsung masuk!” Ketut melongo. “Sana, cepat! Suruh masuk!” Ketut makin bengong. “Ketut! Cepat suruh masuk!” “Maaf, Pak, mestinya sejak dua jam yang lalu Bapak bilang begitu!” Amat bingung. “Maksudmu apa?” “Dia sudah datang 2 jam yang lalu. Tapi saya takut melapor ke Bapak. Sebab saya tidak bisa melaporkan siapa dia, kalau Bapak nanya.” “Teman-teman kamu yang lain kan bisa?” “Mereka semua izin mau merayakan Tahun Baru di rumahnya!”
“Jadi kamu sendirian?” “Saya juga sudah menggembok portal mau Tahun Baruan sebentar saja di rumah teman saya.” “Lho kamu meninggalkan tugas?” “Habis Bapak kan bilangin saya kalau tidak bekerja di sini boleh-boleh saja, mau jaga atau tidak, terserah! Ya kan, Pak, ingat? Saya selalu pegang itu. Lalu saya kerjain dia. Akhirnya dia pergi. Tapi tiba-tiba istri saya SMS, anak saya demam. Terpaksa saya pulang. Waktu dia tahu, soal tamu bule itu, saya dimaki-maki. Saya jadi merasa berdosa. Akhirnya saya terpaksa laporan juga ke Bapak. Saya tidak menyangka sama sekali kalau bule boleh masuk, meskipun tak ada keterangan. Apa karena kulitnya putih atau pernah menjajah kita? Maaf, Pak, orangnya sudah kabur, maaf. Jangan-jangan dia sebenarnya sudah bapak tunggu. Ya?” Amat tak bisa menjawab karena terlalu heran. Ketut nampak sama sekali tak menyadari kesalahannya. “Ya, sudah, pokoknya saya sudah laporan, saya pulang dulu lihat Tahun Baruan di TV.” Amat terhenyak. Ia menatap Ketut tajam. Bukan hanya orang macam Ketut belum siap menghadapi perubahan yang begitu cepat, deras melabrak. Ternyata Amat sendiri juga, sama. Pintu rumah terbuka. Bu Amat berteriak: “Cepat Pak! Tahun Baru sudah datang!” “Suksma Ketut!”
Negeri Agraris yang Ironis Kenaikan harga beras yang terjadi dalam sebulan terakhir ini, betul–betul membuat konsumen di Indonesia termasuk di Bali histeris dan menjerit. Boleh jadi ini merupakan kado pahit di awal tahun 2018. Banyak yang bertanya-tanya di negeri yang masih dijuluki negara agraris harga beras selalu menjadi momok menakutkan bagi konsumen, apalagi konsumen kelas bawah sangat merasakan dampaknya. Bahkan penulis melihat sendiri di beberapa pasar tradisional di Bali, sebagian besar ibu-ibu mencibir pulang dari pasar, apalagi kalau bukan persoalan tingginya harga beras. Entah, apakah masih negeri ini pantas diberikan julukan gemah ripah loh jinawi, ungkapan yang sering disematkan pada Indonesia. Kata tersebut memiliki arti yakni kekayaan alam yang berlimpah. Tentunya memiliki stok pangan yang selalu mencukupi. Tapi kenyataan di lapangan konsumen di Indonesia termasuk Bali, yang didominasi ibu-ibu menjerit akibat naiknya
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
harga beras yang sekarang sudah menembus Rp. 12.000 ribuan untuk beras medium di Bali. Belum lagi yang premium harganya lebih mahal lagi. Dampak dari keresahan para pedagang beras, dalam gejolak harga beras yang tidak ramah ini, sejatinya pemerintah memiliki cantolan regulasi masalah beras, berupa HET yang ditetapkan pemerintah lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 sejak 1 September 2017 silam. Dalam beleid tersebut pemerintah menetapkan HET beras di pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp 9.450 per kg untuk beras medium dan Rp 12.800 per kg untuk beras premium. Pemerintah harus memperhatikan nasib konsumen beras, jika tidak mendapatkan perhatian maka dipastikan akan terjadi gejolak yang meluas, mengingat harga beras lumayan tinggi dibandingkan harga bahan pokok lainnya.
I Putu Armaya, S.H.
Pihak pemerintah pun memiliki beberapa alasan terkait, tingginya harganya beras medium karena sejumlah hal seperti faktor cuaca buruk yang menyebabkan sulitnya untuk mengeringkan gabah, permintaan beras yang cukup meningkat namun belum terjadi panen raya, sehingga
harga gabah panen saja sudah di atas harga yang ditetapkan pemerintah dengan kisaran Rp 5.200-Rp 5.500. Dampaknya harga beras di pasaran cenderung lebih banyak ditentukan oleh pedagang, bukan pemerintah apalagi petani. Ketidakberdayaan pemerintah dalam mengendalikan harga beras menjadi ironi tersendiri. Keadaan ini mencerminkan pemerintah seakan tidak berpikir panjang dalam merencanakan impor beras ini. Seharusnya, pemerintah melindungi petani dengan cara mempertahankan harga beras dan gabah selama masa panen raya agar tetap stabil supaya harganya tidak turun. Dengan begini, petani akan diuntungkan dan bisa membalik modal yang
digunakan pada awal musim tanam. Kalaupun perlu impor beras, pemerintah sebaiknya melakukannya ketika persediaan pangan kurang karena para petani di beberapa daerah menderita gagal panen. Impor beras, dalam hal ini, hanya berfungsi sebagai pilar cadangan yang menyangga persediaan beras dalam negeri agar ketahanan pangan nasional tidak goyah di saat persediaan beras lokal semakin jarang. Kalau logikanya terus terbalik seperti selama ini, wajar saja jika Indonesia memang negeri agraris yang ironis. I Putu Armaya, S.H. Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali.
Kata Hati
Sudut Pandang
Kenaikan Harga karena Cuaca Untuk stok beras di Bali tahun 2018 sangat mencukupi. Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, Ni Wayan Kusumawati, S.H., M.Si.
Ni Wayan Kusumawati
26.135 ton, pengadaan 37.281 ton. Jumlah total 63.416 ton. Kebutuhan 36.849 ton. Sisa stok akhir 26.567 ton. Maret, stok awal 26.567 ton, pengadaan 49.493 ton. Jumlah 76.060 ton. Kebutuhan 36.849 ton, sisa stok akhir 39.211 ton. April, stok 39.211 ton, pengadaan 60.371 ton. jumlah 99.582 ton. Kebutuhan 36.849 ton. Sisa stok akhir 62.733 ton. Terkait ketersediaan beras di distributor dan Bulog di Provinsi Bali Januari 2018, beras Bulog stok 8265 ton, beras antar pulau 7500 ton. Total ketersediaan beras 15.765 ton. Sementara prediksi kebutuhan di bulan Januari 9.800 ton. Kusumawati mengatakan, memang di akhir tahun dan awal
I Ada Masalah Supply-Demand a mengatakan, prognosa kebutuhan pokok beras di Bali untuk bulan Januari 2018, dari stok awal 33.692 ton, pengadaan 29,292
Terus meroketnya harga beras membuat banyak pihak bertanyatanya mengingat Kementerian Pertanian menyampaikan beras surplus dan stok aman. Namun faktanya, beras terus merangkak naik. Bahkan kenaikan kali ini dikabarkan sebagai kenaikan tertinggi dari kenaikan harga beras tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya harga beras paling tinggi naik sekitar Rp 1.000 maka kali ini bukan hanya melewati HET beras tapi juga kenaikan bisa mencapai Rp 2000 – Rp 3000. Jakarta misalnya, adalah salah satu daerah yang harga beras mediumnya melonjak tajam bahkan pernah mencapai Rp 13.650 per kg. Padahal HET beras medium untuk Jakarta adalah Rp 9.450. Menanggapi permasalahan ini Agus Pambagyo, pengamat ke-
ton, total jumlah 62.984 ton. Kebutuhan beras bulan Januari 36.849 ton. Sisa stok akhir 26.135 ton. Untuk bulan Februari stok awal
Agus Pambagyo
bijakan publik menyebut, hal ini terjadi karena ada permasalahan pada supply dan demand. “Jika supply tidak terkontrol –karena
Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sekretariat: Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Beras
macam-macam sebab—sudah pasti harga akan naik. Jika supplydemand lancar, tidak ada campur tangan tengkulak, makelar, dll, maka kondisi akan seimbang tidak ada gejolak ini,” ujar Agus. Dengan kata lain, permasalahan ini terjadi karena adanya persoalan pada supply. Yang mengherankan, Kementerian Pertanian mengklaim bahwa stok beras cukup sehingga tak perlu impor. Sedang Kementerian Perdagangan menyebut stok kurang karenanya perlu impor untuk mengatasi gejolak harga dan kekurangan stok. ”Yang jadi pertanyaan saya, apakah data yang disampaikan Kementerian Pertanian benar? Saya khawatir, jangan-jangan data (Kementan) itu ngawur atau tidak benar. Siapa yang bertugas mencatat data, siapa yang verifikasi data, itu harus dicek, “ papar mantan Wakil Ketua Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ini. Karena, fakta-fakta di lapangan terungkap bahwa banyak permasalahan di berbagai daerah yang memungkinkan terjadinya penurunan produksi beras. Seperti serangan hama wereng, banjir, dll. Kondisi ini menurutnya sangat mengherankan karena adanya ketidaksesuaian. Menurut Agus, permasalahan ini adalah tanggung jawab Kementerian Pertanian ka renanya pihak kementerian harus
bulan Januari ada kenaikan harga sedikit karena faktor cuaca. Namun, peningkatan harga masih landai berkisar Rp 1000 sampai Rp 1500. “Walaupun harga beras meningkat, harganya masih tetap di bawah harga net. Harga beras medium Rp 9350, sementara harga net Rp 9450. Harga beras premium Rp 11 ribu, sedangkan harga net Rp 12.800,” ujarnya. Perbandingan harga beras di pasaran, Pasar Badung beras premium Rp 12.000, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 11.000. Pasar Nyangelan beras premium Rp 11.700, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 10.500. menjelaskannya. “Ini tanggung jawab Kementerian Pertanian,” tegasnya. Mengomentari soal kemungkinan kondisi ini terjadi karena adanya permainan para spekulan agar kran impor beras dibuka, Agus mengatakan, hal itu mungkin saja. “Jadi menurut saya ada dua hal ya. Yang pertama soal data Kementan dan hal kedua adalah kemungkinan permainan spekulan. Ini harus diinvestigasi supaya diketahui kondisi sebenarnya,” imbuhnya. Terkait ulah spekulan, Agus Pambagyo memberi sedikit clue. “Begini ya,coba perhatikan, setiap kali mau Pilkada atau Pemilu, pasti komoditi akan langka. Apakah
23
Pasar Kreneng beras premium Rp 12.000, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 10.500. Pasar Agung beras premium Rp 12.000, beras medium Rp 9350, beras cap IR 64 Rp 11.000, beras lokal Rp 11.000. Untuk membedakan beras medium dan premium dilihat dari kadar patahnya. Biasanya, beras medium kadar patahnya berkisar sampai 25%. Sedangkan beras premium kadar patahnya hanya 15%. Kusumawati mengatakan, pengendalian harga bahan pokok terus dilakukan dengan pasar murah. Sepanjang tahun 2017 pasar murah sudah dilakukan sebanyak 193 kali. Pasar murah digelar tiap Minggu di hari Jumat pagi. Untuk di perkotaan dilakukan di pasar tradisional. Sementara di desa miskin seperti Trunyan Kintamani dan Pedawa Buleleng. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir karena ketersediaan stok pangan sangat stabil. Ketika terjadi keterlambatan kedatangan beras ke pasar, memang sering membuat harga menjadi naik. Namun, Bulog tetap melakukan pengendalian agar kondisi harga tetap stabil dengan mendistribusikan beras selama keterlambatan distributor. (Wirati Astiti)
itu beras, gula, kedelai, daging, dll, pasti bermasalah. Itu perlu diinvestigasi kenapa begitu,” ucapnya. Sementara itu, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 18 Januari 2017, harga beras medium di seluruh Indonesia masih melebihi HET yang jika dirata-rata Rp 12.050. Di Kalimantan Tengah pernah mencapai kenaikan tertinggi yakni Rp 14.000 per kg, sedang Jakarta Rp 13.600 per kg. Dari angka-angka tersebut terlihat kalau operasi pasar yang dilakukan belum efektif menurunkan harga hingga di bawah atau minimal sama dengan HET. (Diana Runtu)
Kunjungan Tim Jimbaran Bay Beach Tim sales Jimbaran Bay Beach Resort & Spa yang dipimpin Ni Ketut Ekawati (Marketing & Communication Manager) berkunjung ke Redaksi Tokoh di Gedung Pers Bali K. Nadha, Kamis (18/1). Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan keberadaan Jimbaran Bay Beach sekaligus penjajagan kerja sama dengan Tokoh dan Kelompok Media Bali Post.
24
Sudut Pandang
Edisi 988/ 22 - 28 januari 2018
Harga Beras Naik Penjual Kurangi Stok “Bu, beli beras Putri 2 kilo ya,” “Sekilonya sekarang Rp 13 ribu, Bu” “Kok mahal ya? Baru waktu ini naik, ya sudah ndak apa-apa. Putri 2 kilo aja ya, Bu”.
D
emikian percakapan singkat yang terjadi antara penjual dan pembeli di Toko Jaya Asih, Denpasar, Rabu (17/1) siang. Pemilik toko kelontong tersebut Nengah Gunasih (48) mengaku saat ini harga beras memang melambung. Dalam sebulan terakhir, harga beras sudah naik dua kali. Sebut saja beras merek Putri Sejati yang pada hari-hari biasa dijual eceran Rp 11.000 per kilo, sekarang sudah di angka Rp 13.000. “Sekitar akhir Desember harga beras Putri naik jadi Rp 11.500, baru seminggu sudah naik lagi jadi Rp 13 ribu,” ucapnya.
Semua jenis beras juga mengalami hal yang sama. Beras C4 yang semula berada di kisaran Rp 10 ribu perkilo naik jadi Rp 10.500, dan naik kembali bertahan di angka Rp 11.500. Demikian juga beras Pis Bolong yang sekarang harganya Rp 12.000. Kondisi ini tak hanya dikeluhkan pembeli namun juga penjual, termasuk Nengah Gunasih. Modal beras dikatakannya paling besar. Dengan modal yang bertambah besar, untungnya sama, hanya Rp 500 per kilo. Karena itu, sekarang ini ia mengaku mengurangi mengambil beras. Ia yang biasanya mengambil beras C4 Bali sebanyak 20 sak, sekarang hanya 10 sak.
Nengah Gunasih menimbang beras untuk pembelian eceran
Pelanggan di tokonya ini lebih banyak membeli beras eceran. Paling banyak membeli beras C4 Bali karena harganya murah. Namun, bagi mereka yang sudah
Sejak naiknya harga beras, stok beras di toko dikurangi
Beralih ke Nasi Sela
Kenaikan harga beras membuat orang harus kreatif untuk mengolah makanan. Salah satu bentukan olahan yang bisa menjadi alternative adalah nasi sela. Nasi sela dibuat dengan campuran beras dan sela (ubi jalar) yang dipotong-potong kotak kecil,kemudian dimasak sampai matang. Nasi sela merupakan kuliner khas Bali yang secara luas telah dijual di pasar. “Mengubah pola makan dari nasi beras menjadi pola konsumsi nasi sela ini atau nasi dengan campuran karbohidrat yang lainnya seperti singkong atau talas tentu ada sedikit kendala terutama pada golongan remaja dan anak-anak. Karena itu perlu dikombinasikan dengan menu yang dapat ditampilkan secara menarik dengan
cita rasa yang dapat diterima oleh semua golongan umur,” ujar Ni Putu Agustini, SKM, M.Si. Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar ini menjelaskan secara
tkh/net
tradisional nasi sela ini sangat cocok disandingkan dengan pepes telengis atau pepes ikan, sayur urap daun singkong, kacang panjang dan kacang merah, ditambah sambel embe (bawang merah goreng) dan cabe. Agustini memberikan contoh sajian menu nasi sela disajikan 1 porsi. Nasi sela 200 gram (nasi 100 gram + sela 100 gram), ayam sisit bumbu terasi 100 gram, pepes telengis + jamur (telengis 25 gram, jamur merang 10 gram), sayur urap (daun singkong 75 gram, kacang tolo 15 gram, taoge 50 gram, kelapa setengah tua 10 gram), jukut ares, buah papaya 100 gram. Menu nasi sela tersebut memiliki kandungan energi 622 Kal, protein 24,7 gram, lemak 17,9 gram, KH
biasa memakai beras Putri tidak seketika beralih ke beras yang lebih murah, walaupun harga Putri naik. “Saya tetap pakai beras Putri, harga naik tidak masalah, toh saya beli sedikit, jadi tidak berasa,” ujar pelanggannya yang lain, Ibu Dewi. Bu Dewi adalah seorang pekerja kantoran. Ia mengaku paginya jarang memasak karena suami juga bekerja dan anak-anak semua sekolah. Untuk sarapan, biasanya menyiapkan yang simpel saja seperti sereal atau membeli jajan juga nasi kuning. Sore hari ketika semua sudah berkumpul, baru biasanya memasak, dan kadang sesekali juga membeli makanan jadi. “Paling banyak saya beli beras 2 kilo, tidak pernah beli sak-sakan, biar tidak kutuan, kan saya juga jarang masak. Pastinya harga beras yang tinggi sekarang
98,2 gram, kalsium 242 mg, zat besi 7,44 mg, vitamin A 470 RE, vitamin C 257,3 mg. Kuliner khas Bali yang juga dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat adalah campuran antara beras dengan jagung atau bisa disebut dengan nasi jagung. Contoh menu nasi jagung terdiri dari nasi jagung 200 gram (nasi beras 100 gram, jagung ketan segar 100 gram), ikan kakap bakar 50 gram, kacang tanah goreng 25 gram, pelecing gonda 100 gram, jukut undis 10 g dan buah semangka 150 gram. Menu nasi jagung tersebut memiliki kandungan energi 857 Kal, protein 28,7 gram, lemak 26,3 gram, KH 130,3 gram, kalsium 248 mg, zat besi 9,56 mg, vitamin A 12 RE dan vitamin C 63,1 mg. “Kedua contoh kuliner Bali yaitu nasi sela dan nasi jagung tersebut dapat disosialisasikan kepada masyarakat khususnya
ini akan terasa bagi mereka yang belinya sak-sakan,” ucapnya. Naiknya harga beras di Desember dikatakan Nengah Gunasih memang selalu terjadi setiap tahunnya. Namun, kali ini kenaikan yang paling tinggi sampai dua kali naiknya. “Biasanya naik hanya sekali saja. Eh, sekarang ini naik lagi naik lagi,” keluhnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, keadaan seperti ini berlangsung selama Desember-Januari. Biasanya masuk di Februari, harga beras akan kembali normal. “Semoga saja harga beras cepat turun ya,” harapnya. Kenaikan harga beras ini, menurut pedagang besar seperti yang dikutip Nengah Gunasih dipicu karena cuaca buruk dan tingginya curah hujan bahkan hingga banjir yang menyebabkan para petani gagal panen. (Inten Indrawati)
Ni Putu Agustini, SKM, M.Si.
kepada remaja. Nilai gizinya tidak kalah dengan menu yang disajikan dengan nasi dari beras. Kandungan zat gizi menu tersebut untuk makan siang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi seorang remaja 30-40 persen,” ujar ahli gizi ini. (Ngurah Budi)
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com