Page 1

24

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

Espresso

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

GORO-GORO P e n g gajian satpam untuk menjaga komplek hunian dihentikan. Dinilai tidak menguntungkan. Warga mePutu Wijaya mutuskan menjaga sendiri lingkungan, secara bergantian ronda. “Wah! Ini namanya set back sejarah,” gerutu Pak Made,”kembali ke zaman primitif!” “Kita kan baru mencoba beradaptasi dengan zaman. Keadaan sudah berubah. Sekarang maling, teroris, radikalis sudah sampai ke kita, banyak. Kita mesti tanggapi sesuai dan selayaknya supaya harmoni terpelihara. Desa-kala-patra kan sudah mengajarkan begitu. Masak kita sekarang ngotot memaksakan kebiasaan lama: ronda bergiliran, dengan alasan tradisi. Kuno! Tradisi itu kebiasaan baik yang sesuai dengan desa-kala-patra, jadi memang harus dipertahankan. Terutama untuk melawan budaya impor  yang merusak. Tapi  kebiasaan yang sudah tidak cocok dengan zaman lagi, itu tradisi lapuk, itu harus dibuang!” Amat mengerti. “Aku sepikiran dengan Pak Made yang biasanya jadi musuhku  dalam berdebat mengenai kebijakan hidup bermasyarakat,” kata Amat mewejang Ketut yang datang curhat, lantaran kehilangan pekerjaannya. “Tapi perubahan dalam kehidupan

masyarakat kita berlangsung meloncatloncat. Kaget-kagetan. Kemajuan materi yang tidak didukung kesiapan mental, menimbulkan banyak cacat yang merugikan. Kalau hantam kromo saja terus maju, bisa buyar. Misalnya, karena sudah punya. uang orang membangun, habis tanah dijadikan bangunan. Atau beli motor, mobil. Tapi tidak bisa dan tidak mau memelihara. Setelah setahun bangunan dan barang-barang rusak. Makanya perlu ditahan sedikit, bahkan kadang-kadang seperti nyetir mobil, atret dulu untuk dapat awalan belok. Itu bukan set bact. Tapi mengambil ancang-ancang untuk meloncat terbang! Paham?” Ketut yang datang untuk minta perlindungan bengong. Bukan saja tak mengerti juga kurang mendengarkan. “Kamu bukan dipecat, Tut,” kata Bu Amat, menghibur,” Tidak ada yang dipecat. Hanya memang warga memutuskan untuk kembali berswadaya. Ya, kan, Pak? Menjaga keamanan komplek oleh warga sendiri kembali. Maksudnya agar warga rajin lagi bergotong-royong memikirkan hunian sendiri. Jadi begitu. Ketut tidak perlu merasa bersalah atau malu. Tidak usah minta maaf lagi, sudah dimaklumi. Apalagi pencurinya sudah ditangkap dan barang yang hilang kembali. Malah untung ada pencurian itu, sehingga Pak Joko yang ternyata polisi itu berhasil membekuk perusuh yang sudah lama dikejar polisi. Jadi sebenarnya kamu berjasa Tut. Hanya

2018 jangan lagi suka pacaran, ingat karmapala. Dengerin ibu, perempuan itu diajak menderita, mau kok, asal kamunya baik. Tapi kalau kamu suka pacaran, itu, wah, payah! Pernah dengar ada laki-laki waktu bangun, itunya sudah hilang dipotong istrinya, karena sebel suaminya pacaran terus?” Amat menghampiri. “Sudah, Bu, Ketut lagi stres jangan ditakut-takuti begitu.” “Masak begitu saja stres Tut? Bapak dulu difitnah suka memakai mobil Bos untuk ngompreng, sampai dipecat! Tapi Bapak tidak apa-apa! Kamu begitu saja stres!” Ketut heran. “Bapak pernah dipecat, Bu?” “Karena fitnah! Akhirnya setelah Bapak dipecat, dia yang jadi sopir Bos. Tiap hari mobil Bos dipakai ngompreng!” “Begitu, Bu?” “Tiap hari! Padahal dulu Bapak kan baru sekali ngompreng, itu pun karena terpaksa! Ya, kan, Pak?!” “O, jadi Bapak juga pakai mobil Bos ngompreng?” “Ya, tapi kan hanya sekali, sebab .. .” “Sudah, Bu! Ketut ini stres bukan karena berhenti jadi satpam.” “O, ya? Karena apa?” “Karena, Nyoman, pacarnya, bunting!” Bu Amat kaget. “O, begitu! Betul itu Tut?” Ketut menunduk sambil menjawab

(3)

lirih. “Tapi bukan saya sendiri, Bu ... .” Bu Amat berdiri, marah dan kecewa. ‘Dasar lelaki! Rasain karma-pala! Suruh dia pulang, Pak, jangan jadi konsultan perbuatan maksiat!” Bu Amat langung bergegas ke dapur sambil ngomel. “Awas Pak, kalau berani ikut ketularan  Ketut, aku potong!” Ketut shok. “Wah. Saya jadi malu, Pak!” “Bagus, kalau kamu masih punya rasa malu. Itu tandanya kamu masih normal. Orang Jepang memupuk rasa malu dalam batinnya. Karena kemaluannya besar itu, mereka maju!” Ketut tertawa. “Lho, kok ketawa?” “Bapak bisa saja!” “Ini serius, Tut! Tapi kamu jangan niru-niru kemaluan besar, sebab kamu bukan orang Jepang. Paling banter nanti kepalamu yang besar! Mengerti?” Ketut menahan ketawanya. “Mengerti, Pak.” “Ketut, dengerin. Sebagai satpam, kamu bukan menolong warga di sini untuk menjaga keamanan. Bukan! Kalau menolong, itu suka-suka kamu melakukannya. Tidak dilakukan juga tak apa. Menjadi satpam itu bekerja. Di sini kamu bekerja! Urusan pribadi kamu tidak boleh dibawa-bawa. Kalau masih dibawa artinya kamu tidak siap bekerja. Untuk itu kamu dibayar dengan gaji! Bukan dengan budi atau ucapan terimakasih! Bukan!  Bekerja berarti bertugas dan punya kewajiban. Kalau tidak dilakukan kamu ditegor, dipotong gaji atau dikeluarkan.  Kamu kelihatannya belum siap bekerja, hanya siap terima gaji! Betul?!”

“Mengerti, Pak!” “Banyak orang malah berani membayar asal dia dapat pekerjaan, tahu?!” “Bagaimana mau bayar, saya tidak punya uang, Pak.” “ Kamu mau beli pekerjaan apa?” “Itu si Nyoman minta ganti rugi kalau saya putusin.” “O, jadi kamu ke mari mau meras, Bapak?” “Saya mau pinjam seratus juta saja.” Amat kaget. “Seratus juta? Gila! Untuk apa?” “Saya mau beli motor untuk ngojek.” “Seratus juta cukup untuk beli mobil bekas tahu!” “Saya mau beli tiga motor.” “Tiga? Kamu mau jadi agen?” “Satu untuk adik istri saya. Yang dua untuk saya.” “Dua motor untuk kamu?” “Yang satu untuk serep, Pak, supaya terus mengalir.” “Gombal! Bapak bukan bank. Nih tak kasih 5 juta. Lebih baik pulang. Bantu istri kamu jualan nasi jenggo, kan sudah jalan!” Amat mengulurkan uang 50 ribu. Ketut tak mau menerimanya. Bu Amat terdengar datang. “Pakkkk!” Ketut cepat mengambll uang dari tangan Amat, lalu terus pergi. Bu Amat muncul. “Pakk jangan dikasih uang!” “Nggak!” “Mana dia? Bapak kasih uang?” “Tidak. Kenapa?” “Bu Made di sebelah bilang, Nyoman kawin lari sama sopir. Ketut bohong!” Amat menarik nafas panjang. “Aku tahu! Itulah sedihnya. Sekarang orang kita di sini juga sudah ikut-ikutan tidak malu-malunya lagi berbohong!”

PENTINGNYA PEMAHAMAN MAKNA HIDUP BAGI KELUARGA

Sepintas hidup ini seperti lahir, tumbuh dewasa, kawin, punya anak, tua, lalu mati. Begitu juga, bila malam tiba, kita pergi ke tempat tidur, besoknya kita bangun, usia kita dikatakan telah bertambah sehari. Di sisi lain hari kematian juga mendekat. Makin hari usia kita bertambah, kesempatan kita hidup makin berkurang, dan hari kematian semakin mendekat dan itu pasti terjadi. Ini adalah drama panjang dimana hidup ini terus dikikis hari demi hari, jam demi jam, bahkan detik demi detik hingga drama itu ber-ending kematian. Sadar atau tidak, dengan makin mendekatnya kematian itu, kita justru mengangankan masa depan yang kita sebut cita-cita. Walaupun kita terus berdoa untuk diberi umur panjang, tetapi hari kematian terus mendekat. Namun demikian kita terus menganggap diri kita hidup selamanya dan kita terus tergerus menggapai masa depan dengan menempuh pendidikan, mencari pekerjaan yang menjanjikan, membangun rumah, kawin, membeli kendaraan, mengunjungi tempat hiburan, dan sesekali jadi pejabat, apakah begini arti hidup dan masa depan itu ? Tidak, masa depan kita bukan semata menempuh pendidikan untuk pekerjaan yang menjanjikan, membangun rumah, kawin, mengumpulkan harta,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

pelesir, memperoleh kedudukan, dan yang terpenting adalah memiliki moralitas, mental yang baik dan kuat agar kita selalu siap menghadapi masalah dan ancaman penderitaan. Hidup ini tidak bisa lepas dari ancaman yang selalu siap menjadikan diri kita sebagai objek penderitaan. Bagaimana kita mengatakan kalau kehidupan di bumi ini tidak menderita? Apakah ada orang yang bisa menolak datangnya penyakit, usia tua dan kematian? Setiap saat penderitaan itu bisa terjadi pada siapa saja yang hidup di bumi ini. Mereka bisa terancam kelaparan, tertindas, ketidakadilan, kemarahan, kehilangan, diganggu, dibohongi, difitnah, dibunuh, disantet, cerai, pemerasan, kerja paksa, perkosaan, tsunami, gempa, banjir, gunung meletus, dan semua itu bisa datang setiap saat menyuguhkan penderitaan. Apa yang salah di dunia ini, ada begitu banyak orang pintar, pendidikan maju, dan ketegangan dunia juga tidak pernah reda, banyak terjadi konflik hingga pertikaian dalam rumah tangga tidak pernah berhenti. Lalu apa sebenarnya arti makna hidup di dunia ini? Bila kita mau menyadari, dan membuka batin kita, bukankah setiap orang dihadapkan pada ancaman penderitaan. Bukankah yang harus kita bangun dan kita kuatkan adalah penanaman pendidikan kasih sayang (divine love), moralitas dan

I G.N. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag, M.M.

mental yang baik dan kuat agar bisa tabah menghadapi ancaman penderitaan, dan bukan sebaliknya kita banyak mengonsumsi masa depan yang penuh persaingan yang memicu ego sehingga bisa memicu bertambahnya derita hidup. Sayangnya kita belum pernah mendengar ada sekolah kasih sayang (divine love of school), yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan (human values) yang bisa menumbuhkan kebaikan moral dan mental

secara berkesinambungan. Karena itu mari kita memulai pertama–tama menanamkan pemahaman akan arti hidup pada keluarga dengan menyadarkan bahwa sesungguhnya setiap orang dihadapkan pada ancaman penderitaan, setidak–tidaknya menghadapi penyakit, usia tua, dan perpisahan selamanya menuju kematian. Jangan kita anggap mereka yang berpenampilan keren dengan mobil mewah tidak disentuh penderitaan, dan kadang mereka memiliki tingkat kegelisahan yang lebih tinggi untuk memenuhi keinginannya yang begitu tinggi dan banyak. Dengan melihat orang lain juga menderita janganlah menambah lagi deritanya. Bila kita sudah banyak melakukan kebaikan, lupakanlah selamanya agar tidak membuat pikiran cacat atau ternoda oleh harapannya. Bila kita ingin bahagia dan damai, kembangkan kasih sayang (divine love), tumbuhkan mental dan moral yang baik secara berkesinambungan, dan selaraskan antara keinginan dan kemampuan.

Jangan biarkan anak–anak dididik untuk mendapat kebahagiaan dengan mengejar kekayaan dan kekuasaan, dan bila itu yang diandalkan di dunia yang kejam, tentu penderitaanlah yang akan hadir. Janganlah malas, sebab malas adalah sumber kejahatan. Jangan cengeng dan belengih bila dihadapkan penderitaan, dan ingat bukan hanya diri kita saja yang punya kesulitan tetapi orang lain juga punya kesulitan untuk memenuhi angannya. Dan ingat, pada akhirnya hanya moralitas dan mental saja yang bisa diajak menuju alam masa depan, alam kematian, dan sisa harta yang kita peroleh paling bisa memicu sengketa warisan, dan tidak sedikit yang menyisakan dosa bila itu didapat dengan cara korupsi. Mari maknai hidup ini untuk mengembangkan moralitas dan mental yang baik agar selamat mencapai masa depan. I Gusti Ngurah Bagus Suryawan, S.T., S.Ag, M.M. Pensiunan Telkom

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung ­Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­­Faksi­mile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Mama Zaman Now harus Update Pengetahuan Mama zaman now dan mama zaman old, sesungguhnya beda di waktu saja. “Makna seharusnya, mama zaman now dan zaman old sama saja, dimana seorang ibu adalah orang yang memiliki kewajiban untuk menjadi contoh untuk anaknya dan menjaga anak-anaknya,” ujar Sagung Rat Mudiani.

N

amun, memang ia mengakui, di zaman now, masih banyak ibu yang terlalu terbawa arus globalisasi sehingga terlalu asyik main teknologi dan lupa kewajiban pokok sebagai mama yang sesungguhnya seperti rajin memasak di rumah, contohnya. “Sekarang ini kebanyakan para ibu sudah malas masak dan mengajak anaknya keluar untuk memilih dan membeli saja, padahal dengan memasak di rumah dapat meningkatkan harmonisasi keluarga,” ucapnya. Sementara menurut Gita Sunarwulan, Senior Manager and Leasing Bali Collection, mama zaman now selalu eksis di media sosial. Semua kegiatan diunggah di media sosial, selalu hang out

di tempat kekinian. “Mama zaman now paham sekali, tempat yang happening, trend mode yang hit, gosip terkini, akun IG gosip, dan aplikasi foto yang bikin cantik dan muda,” kata Gita. Lain lagi menurut Suci, perempuan usia 35 tahun ini. Ia menilai, mama zaman now harus selalu update. Artinya, walaupun mama zaman now tidak bekerja hanya sebagai ibu rumahtangga, paling tidak dia harus tahu, apa isu terkini, misalnya, siapa calon yang maju dalam Pilkada Bali. Artinya, walaupun sering menonton televisi jangan hanya tahu soal gosip artis. Mama juga harus soal perkembangan ilmu pengetahuan, terutama cara mengasuh anak di zaman now tidak lagi mendikte tapi jadikan anak sebagai teman.

Gita Sunarwulan

Sagung Rat Mudiani

Ia juga menilai, ibu yang tidak bekerja juga harus tetap merawat diri, tidak hanya wanita karier yang harus bersolek. “Berdandan itu wajib karena untuk menunjang sosialisasi dalam pergaulan. Paling tidak tahulah, apa pakaian yang harus dipakai pergai sehari-hari atau ke menghadiri undangan,” kata ibu dua anak ini.

Suci melihat, banyak sekali ibu-ibu yang sudah tidak peduli aturan pakaian. Kadang yang paling lucu, kata Suci, tidak peduli tubuhnya gemuk tetap saja memakai celana pendek, karena mengikuti tren mode. Padahal, kata Suci, sudah kebablasan. Begitu juga, para ibu-ibu sudah tidak malu-malu lagi memakai celana pendek jalan ke mal,

Beda Usia Beda Pola Asuh Menjadi mama merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Pola asuh seorang mama berpengaruh besar pada pengembangan potensi yang dimiliki anak. Seorang mama juga harus terus belajar dan memperbaiki diri dalam pengasuhan anak.

Menurut Luh Mila Trisna Dewi, S.Pd., M.Pd., tantangan utama para mama saat ini adalah perubahan dunia yang sangat cepat termasuk perubahan dari masa lalu hingga sekarang atau masa yang akan mendatang. Salah satu perubahan yang terjadi seiring perkembangan zaman adalah pola asuh anak. Mengasuh anak yang sudah terdampak kemajuan teknologi tidak akan sama dengan pola asuh anak zaman dulu. Anak begitu mudah mengakses teknologi sehingga mama zaman now juga harus terus belajar khususnya tentang pola asuh anak yang mengikuti perubahan dunia agar anak-anak diajarkan untuk memberdayakan teknologi, Pembantu Dekan II di STKIP Agama Hindu Singaraja ini juga mengatakan pola asuh anak juga sangat tergantung dari usia anak itu sendiri. Seorang mama tidak bisa menerapkan pola asuh anak balita terhadap anak yang usianya menginjak remaja. Saat ini perempuan kelahiran Bondalem Luh Mila Trisna Dewi 27 Agustus 1981 terse-

but sudah memiliki 4 orang anak dengan usia berbeda. “Ini merupakan tantangan menjalankan dua peran sekaligus. Selain menjalankan peran sebagai mama kita juga harus bisa menjadi teman bagi anak,” jelasnya. Menurut Mila, peran sebagai orangtua memang selalu ia jalankan dengan baik saat mendidik, menjadi panutan, dan melindungan anak. Tetapi, peran seorang teman juga dirinya lakoni ketika mengasuh anak yang mulai belajar mandiri. “Saya juga punya anak yang beranjak ABG, mereka mulai punya dunianya sendiri,” imbuhnya. Mila menambahkan peran mama sebagai teman bagi anak dirasa lebih efektif untuk mencari tahu perkembangan anak. Anak tidak akan sungkan bercerita tentang apa yang sedang ia rasakan dan alami. “Bagaimana sih seorang teman itu, maka anak-anak juga akan nyaman bercerita apa saja dengan mamanya,” imbuh pemilik SGB Boutiq ini. Pe r e m p u a n y a n g h o b i nonton dan mendengarkan musik ini juga mengaku terus melakukan update cara mendidik dan menerapkan pola asuh anak. Dirinya sering sharing dengan teman-teman yang memiliki anak seusianya. Dia sangat terbuka kepada teman-temannya yang juga memiliki anak. Keterbukaan

Ni Made Laheri

itu untuk saling berbagai dan mencari solusi seputar pola pengasuhan. BERIKAN SOLUSI TERBAIK Peran seorang mama juga dirasakan oleh Ni Made Laheri. Berbeda dengan Mila, perempuan yang akrab disapa Laheri ini memiliki dua putra yang usianya sudah menginjak dewasa. Peran seorang mama ketika anak menjadi dewasa dirasa tidak mudah lagi karena memenuhi kewajiban seorang mama tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan finasial saja. Menurutnya memberikan pendidikan dan mewujudkan cita-cita anak merupakan peran seorang mama zaman sekarang. “Keluarga adalah segalanya, anak merupakan prioritas utama. Mewujudkan cita-cita anak adalah tujuan hidup saya sebagai

23

pergi bersama teman-temannya menganggap diri selera kekinian. Padahal, kata Suci, aturan berpakaian juga perlu diperhatikan dan harus mengandung unsur kesopanan. Sebenarnya kata Suci, seorang ibu tetaplah ibu, walaupun zaman berubah. Yang perlu diketahui, dengan perkembangan zaman, para ibu harus juga berbenah diri artinya meningkatkan kualitas diri. Itu tidak hanya melulu di dapat dunia pendidikan dan pekerjaan. “Untuk menjadi ibu rumahtangga juga tugas mulia, asal dia selalu meng-update pengetahuannya. Alias tidak gaptek. Tahu yang namanya internet, tahu cara menggunakan ponsel dan berselancar di dunia maya,” kata pegawai hotel ini. Apalagi, kata Suci, dengan pesatnya perkembangan teknologi, para ibu harus bisa mengawasi anak-anak mereka saat berselancar di internet. “Kalau gaptek jadi tidak tahu apa yang anak-anak mereka lakukan di internet,” kata Suci. Ia menilai, di zaman now, justru seorang ibu lebih banyak tantangan. Selain para ibu harus mengasuh dan mendidik anak dengan baik, mereka juga dituntut tahu perkembangan teknologi. “Jadi kalau ibu zaman now tidak mau belajar, bakal ketinggalan,” kata Suci. (Wirati Astiti)

seorang mama,” ungkap pemilik Lahery Beauty Salon ini. Perempuan kelahiran Seririt 2 Maret 1974 ini mengaku jika anak-anaknya diberi kebebasan dan dipercaya dalam memutuskan segala sesuatu. Namun, tugas seorang mama adalah mengarahkan jika dirasa apa yang menjadi tujuan anak tersebut kurang tepat. “Saya selalu mendukung apa yang menjadi keputusan anak, hanya saja selalu mengingatkan dan beri nasehat seperlunya,” tambah istri dr. Gde Handra tersebut. Memiliki anak yang saat ini sudah menekuni profesi dokter memberi tantangan tersendiri baginya. Memiliki pengalaman selama puluhan tahun sebagai istri dokter, membuat Laheri banyak tahu mengenai penyakit, obat-obatan bahkan berbagai kondisi pasien. Sehingga ketika anaknya bercerita masalah pekerjaan dirinya bisa mengimbangi. Meskipun tidak memiliki latar belakangan pendidikan di bidang kesehatan akan tetapi Laheri banyak belajar dari pengalaman sehingga bisa memberikan solusi terbaik bagi anak yang mengalami masalah dalam pekerjaanya. Hal tersebut membuat anak menjadi lebih sering berkonsultasi dan berkomunikasi dengan mamanya. “Anak sering curhat tentang pekerjaan, waktu itu dia bermasalah di bidang kejiwaan. Dia sering konsultasi dan saya berikan cara-cara memperlakukan pasien dengan karakter yang berbeda,” tandasnya. (Wiwin Meliana)


22

Kasus perceraian artis masih tetap marak dan selalu menjadi sorotan masyarakat. Yang menyedihkan dari kejadian itu selain perceraian itu sendiri juga karena anaklah yang selalu menjadi korban.

S

Sosialita

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

alah satu yang paling menghebohkan adalah bercerainya pasangan Atalarik Syach-Tsania Marwa. Pernikahan keduanya yang berlangsung pada 2012 lalu akhirnya berakhir di Pengadilan Agama Cibinong pada Agustus tahun lalu. Namun meski sudah bercerai lima bulan lalu namun permasalah­ an pasangan yang berbeda usia 18 tahun ini ternyata belum selesai. Tsania Marwa (26) tak bisa ber­ temu dengan kedua buah hatinya, Syarief Muhammad Fajri dan Aisyah Shabira, yang kini tinggal bersama Atalarik. Tsania mengaku telah berupaya untuk bisa ber­ temu dua anaknya namun akses seolah tertutup. Padahal sebagai

Rita Pranawati

ibu kandung, dia sudah merasa sangat rindu. Karena tak tahan dan merasa terombang-ambing, akhirnya pekan lalu artis yang namanya melejit sejak membintangi sin­ etron ‘Putri Yang Tertukar’ ini bersama kuasa hukumnya, Bob Harun, mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan kasusnya, pekan lalu. “Sudah terlalu lelah ya, sudah minta dengan baik-baik, secara kekeluargaan, juga telah melalui lembaga-lembaga, namun tidak berhasil. Karena itu sekarang kita melapor kepada yang berwa­ jib. Tujuannya adalah hanya agar mendapat porsi yang sama hak asuh sebagaimana ibu kandung lainnya di dunia,” ungkap Bob.

Berikan yang Terbaik untuk Anak Marwa juga mengenakan blaz­ er putih dan dress hitam menya­ takan hal senada. “Kita fokus pada agenda ini. Kita berharap yang positif. Saya yakin semua orang bisa menilai. Semua langkah yang saya ambil ini hanya semata-mata untuk satu tujuan mendapatkan hak kembali sebagai seorang ibu. Saya berharap keinginan saya yang sangat simple dan mendasar ini dapat ditegakkan,” ungkap Marwa tegas. Ketika diingatkan tentang anak-anaknya, runner up Gadis Sampul 2005 ini pun dengan sedih menyatakan dirinya sudah sangat merindukan kedua anaknya. “Teman-teman (wartawan) tahu perjalanan saya ini sudah cukup

Jangan Curhat di Medsos Menurut psikolog klinis, merasa dijelek-jelekkan. Ini Kasandra Putranto, ada ba­ harus dihindari,” ujar ­wanita nyak kasus perceraian yang kelahiran 1968 ini seraya kemudian berbuntut pada menyarankan agar orangtua ditutupnya akses bertemu yang bercerai jangan sampai anak-anak oleh ayah maupun melibatkan anak dalam kon­ ibunya. Sebenarnya, ujar flik mereka karena itu akan mantan finalis Abang-None melukai anak. Jakarta ini, hak pengasuhan Di sisi lain, Kasandra anak jangan diterjemahkan juga mengingatkan tentang semata-mata sebagai hak kege­m aran curhat kasus­ kare­n a pengertian sebe­ nya di media sosial tanpa narnya adalah kewajiban asuh berpikir tentang dampak atau tugas mengasuh. yang ditim­b ulkan dari “Masyarakat menerje­ curhatannya. “Dengan mahkannya sebagai hak yang medsos orang bisa ber­ seringkali menjadi pengertian ekspresi. Biasanya me­ berbeda, seolah-olah itu ada­ mang mereka merasa lah hak orangtua, hak ayah lega setelahnya. Tapi Kasandra Putranto atau hak ibu. Padahal sebe­ mereka lupa dampak narnya itu adalah hak anak dari ungkap­annya di untuk bisa bertemu dengan medsos. Kalau mereka bukan orangtuanya untuk bisa mendapat pemenuhan tokoh publik, mungkin orang tidak tahu. kebutuhan yang sesuai dengan usianya dan ke­ Tapi kalau dia tokoh publik atau anak-anak butuhannya. Hak anak karena dia memerlukan tokoh pu­blik, ini bisa memunculkan prokasih sayang orangtuanya juga perhatian,” papar kontra. Karena ada banyak orang yang bisa Kasandra. ikut membaca dan memberikan komentar, lalu muncul juga haters yang tidak paham. Jadi Jika kasus ini terus meruncing yang berbun­ sebaiknya tidak dilakukan,” ujarnya. tut pada ditutupnya akses bertemu, ini akan mungkin menyakiti hati anak, anak bisa terluka Kasandra tetap menyarankan agar kedua be­ karenanya. Apalagi kalau sampai melibatkan lah pihak yang bercerai tetap menjaga silaturah­mi anak dalam konflik ini. Semisal membuat anak utamanya adalah demi kepentingan anak. Juga, harus memilih. Ditambah lagi, dalam banyak sarannya, agar masing-masing mena­h­an­ egonya kasus kata Kasandra, terkadang pasangan yang dan hanya berpikir demi kebaikan anak. “Jadi bercerai menyampaikan hal negatif tentang hak-hak anak ini harus dipenuhi untuk bertemu pasangan lainnya. baik dengan ibunya atapun bapaknya. Jadi ini kembali kepada kebesaran hati pihak-pihak yang “Kondisi seperti ini harusnya sangat dihindari. bercerai, harus mampu menahan egonya dan Karena anak adalah setengah ayah-setengah semaksimal mungkin berbuat yang terbaik untuk ibu. Kalau dia, baik ayah ataupun ibu men­ anaknya,” ucap Kasandra. (Diana Runtu) jelekkan yang lainnya, itu sebenarnya si anak

panjang. Saya sebenarnya tidak mau seperti ini tapi tidak ada pilihan saya harus menjalani ini. Saya sungguh tak menduga akan sepanjang ini. Tapi nggak apa-apa, saya tetap bersyukur masih diberi kesehatan juga mendapat dukung­ an dari keluarga juga temanteman,” ungkapnya. Melapor ke Bareskrim Polri dirasakan sebagai solusi ketika sejumlah cara yang ditempuh untuk bisa bertemu anak, men­ tok. Sebelumnya ada bantuan dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) untuk memediasi pertemuan Marwa dengan kedua anaknya. Namun belakangan sepertinya KPAI tidak lagi mem­ bantu. Karena itulah pihak Marwa melapor ke polisi. Rita Pranawati dari KPAI menyebut, kewenangan me­ nentukan hak asuh adalah pengadilan. Sampai kini pihaknya belum tahu keputusan apa yang diambil pengadilan. “Waktu itu kami membantu pro­ ses hak akses ber­ temu dan itu sudah terjadi. Saat itu

Marwa—juga ada Atalarik— bertemu dengan kedua anaknya. Saya dengar kabarnya kasus itu banding, jadi belum ada putusan pengadilan,” ujar Rita. Meskipun demikian, Rita mengingatkan bahwa pengasuh­ an anak tidak akan pernah be­ rakhir hanya karena berakhirnya perkawinan orangtua. Karena itu ia mengimbau agar kedua belah pihak memenuhi hak-hak anak mereka, saling menghormati satu dan lainnya serta memberi yang terbaik untuk anaknya. “Kasus ini kan belum selesai di pengadilan. Belum putus kuasa asuh anak jatuh pada siapa. Na­ mun begitu kami mengimbau agar akses bertemu diberikan. Kita ingatkan agar orangtua memenuhi hak-hak anak. (Diana Runtu)

Tsania Marwa dan Atalarik saat masih mesra

Ayu Dewi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

3

Koleksi Langsung Dibeli

M

emulai bisnis dari hobi memang sangat menyenangkan. Hal ini yang dirasakan Kadek Ayu Hetty Indra Dewi, S.S. Karena kecintaannya ter­

hadap dunia fashion, maka pada 2008 ia pun merealisasikannya de­ngan mendirikan ‘Jegeg Bagus Butik”. Kiprahnya makin terpacu dengan dukung­ an dari sang suami, I Komang Gede Arsana,

S.S., pemilik Kubu di Uma Villa ini. “Awal usaha kami kala itu bergerak dalam penyediaan keperluan pakaian adat Bali, mulai dari kebaya, kamen endek atau songket, saput, udeng. Tersedia juga aneka aksesoris baik itu bros termasuk kipas serta berbagai kelengkapannya seperti clutch bag, sandal dan yang lainnya,” tutur Ayu Dewi, Ketua Asosiasi Mode Badung (AMB) ini. Ibu tiga anak ini mengatakan semua tersedia di butiknya. Produksi mereka disiapkan untuk pria dan wanita, anak-anak, remaja hingga orangtua. ‘One stop shopping’ menjadi konsep Butik Jegeg Bagus. “ Kami juga melayani seragam kantor atau instansi-instansi. Produksi kami selama ini tidak terlepas dari bahan dasar endek atau tenun ikat,” ucap Ketua Kelom­ pok Jepun Bali yang ber­alamat di Desa Pere­renan, Banjar Delod Padonan yang berhasil memperoleh bantuan pelatihan menenun lengkap beserta peralatan tenun yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan

AMB sebagai Wadah Kreativitas Asosiasi Mode Ba­dung (AMB) dibentuk pada Februari 2017. Tujuannya adalah sebagai wadah untuk berkumpul dan berkreativitas bagi para desainer serta UKM yang ada di Badung. Hal ini se­iring dengan Program Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang berorientasi pada kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat khususnya para pelaku UKM yang ada di Kabupaten Badung. Begitu disampaikan Ayu Dewi saat ditanya mengenai keberadaan AMB. Ia mengatakan bahwa melalui PPNSB, dilaksanakan pengembangan JAS (Jagapati, Angantaka, Sedang), sebagai sentra budaya dan industri kerajinan. “Karenanya, para pelaku UKM diharapkan mampu tumbuh dan berkembang ditengah pertumbuhan pariwisata Kabupaten Badung yang cukup pesat,” ucap ibu dari Ni Putu Davalynda Chandra Putri Arsanthi, Komang Nararya Bayu Acyuta, Ketut Dahayu Aurora Jasmine ini. Kehadiran AMB, selain sebagai wadah bagi para pelaku UKM dan desainer lokal untuk berkreativitas. AMB mengembangkan misi pelestarian kebudayaan serta pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Badung, terutama kerajinan lokal. “Dalam program dan kegiatan tahun 2017, tahun pertama berdirinya AMB sudah mulai menggaungkan tenun ikat “endek “ dengan ‘endek motif jepun’ sebagai maskot Kabupaten Badung,” terang penyuka warna hitam-putih ini . Kain endek diolah dan didesain oleh para desainer lokal menjadi busana siap pakai, yang pertama kali dtampilkan pada acara Pemilihan Jegeg Bagus Badung 2017 pada 22 April 2017, di di Puspem Badung. “ Kemudian pada September 2017 , AMB mengikuti parade festival dan pameran yang dikemas dalam acara “Kuta Sea Sand Land” di pantai Kuta. Pada November 2017 AMB diberikan kepercayaan mengisi acara fashion show pada ajang bergengsi “Legian Beach Festival (LBF) ” ke - 10 di Pantai Legian,” papar Ayu Dewi. Pada ajang LBF itu juga, lanjut Ayu Dewi, AMB mengeluarkan beberapa desain yang bertemakan “Resort Wear” dengan bahan ‘endek jepun’. Pada bulan yang sama pula , AMB kembali dipercaya membuka dan mengisi acara pameran dan fashion show dalam rangka memperingati HUT Mangupura dengan tema “Office Look”. Menurut Ayu Dewi, dengan beberapa kegiatan tersebut,

­ iharapkan AMB dapat membantu menyejahterakan para penenun d di Kabupaten Badung dengan ikut serta mempromosikan hasil tenun ikat melalui karya dan olahan desainer lokal. “Oleh karena itu melalui program dan kegiatan yang dilakukan setiap tahun oleh AMB, bersinergi dengan pemerintah dan swasta diharapkan ada pemberdayaan masyarakat Badung secara berkelanjutan seiring dengan program PPNSB Kabupaten Badung yakni “ Dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat menuju Badung yang Santhi dan Jagadhita,” cetus penghobi mendesain dan traveling ini. Tahun 2018, AMB masih fokus pada promosi dan pengembangan tenun ikat binaan Kabupten Badung yang berpusat di desa Getasan, Petang. “Rencana tahun ini juga ada tambahan binaan tenun ikat di Desa Pererenan, Mengwi. Sedangkan untuk kegiat­an pameran UKM dan fashion show, sebagai ajang promosi tenun ikat Badung terus berjalan seiring kegiatan yang dilaksanakan pemerintah dan swasta. Kami juga telah mengawali tahun 2018 dengan persembahyangn dan aksi sosial,” ujar pemilik motto “Keep Smile and Never Give Up” ini. (ard)

Anggota Asosiasi Mode Badung

Tenaga Kerja Badung ini. Ayu Dewi juga menyampaikan jika koleksi atau desainnya di tahun 2017 lalu, sudah beberapa kali diikutsertakan dalam acara fashion show. “Malah beberapa koleksi yang saya keluarkan langsung dibeli penonton pada acara show tersebut dan bahkan ada yang memesan khsusus dengan size yang berbeda,” kata bungsu dari enam bersaudara anak pasang­ an Ni Ketut Landri dan Nyoman Tinggal Adnyana ini. Ia menambahkan customer yang datang ke butiknya bukan hanya masyarakat lokal, namun juga para tamu mancanegara yang tertarik dan menyukai tenunan lokal serta kebaya Bali. (ard)


4

Sungguh luar biasa ­ketahanan fisik dan ­mental Fani Wahyudi ­dalam menghadapi penyakit kanker yang membelitnya sejak usia awal Sekolah Menengah ­Pertama. Ia bukan saja mampu tegar menjalani puluhan kemoterapi yang menyakitkan tapi juga mampu menjadi inspirasi bagi sesama penderita kanker lainnya.

P

Inspirasi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

adahal untuk melakukan kontrol ke dokter di Rumah Sakit Cipto Mangukusumo, Jakarta Pusat, Fani dan ayahnya harus menempuh perjalanan antara 1,5-2 jam dari Pamulang,Tangerang Selatan. Itu pun mereka berkendaraan motor. “Kalau lalu lintas tak terlalu ramai, naik motor bisa sekitar 1,5 jam, tapi kalau lalu lintas padat apalagi kalau macet, bisa sekitar 2 jam bahkan lebih. Tapi Fani, alhamdulilah kuat dan mau menjalani semua itu,” ungkap sang ayah, Wahyudi, yang sangat bersyukur kepada Tuhan atas kekuatan yang diberikan kepada anaknya. Awalnya, Fani dan Ayahnya bertemu Tokoh di Museum Mandiri saat sedang menghadiri sebuah acara. Saat itu penampilan Fani tidak seperti orang yang tengah menyandang penyakit berat. Dia tampak sehat. Barulah ketika pembawa acara menyebut namanya sebagai seorang penderita kanker, sontak hadirin terkejut dan menoleh padanya. Dan Fani pun lantas tersenyum. “Kami baru saja dari RS Cipto, Fani habis menjalani kemoterapi,” ungkap Wa h y u d i , s a n g a y a h . “Sebenarnya habis menjalani kemo cukup melelahkan bagi Fani, namun anak saya sangat bersemangat dan ingin datang ke acara ini,” ucap Wahyudi kepada Tokoh, yang lantas mendapat anggukan Fani. Meskipun lelah, kata Wahyudi, karena anaknya bersemangat maka dia pun ikut semangat mendukung sang anak. Apapun yang bisa membuat anaknya gembira dan semangat, dirinya akan mendukung. Fani bertutur dia terdiagnosa menderita kanker ketika baru saja naik kelas dua SMP.

Perjuangan Fani Wahyudi Melawan Kanker

Sebelumnya dia sudah merasa tidak beres pada tubuhnya. “Saya sudah merasa ada yang tak beres ketika tidak mendapat haid secara teratur, kadang duaatau tiga bulan sekali baru dapat. Saya bingung. Padahal kakak saya, Fina Komala--kebetulan kami terlahir kembar—mendapat haid teratur. Perut saya juga makin lama makin membesar,” ungkap Fani yang dibenarkan oleh sang ayah. Wahyudi mengaku –karena ketidakpahaman-- awalnya dia dan istrinya tidak terlalu mengacuhkan keluhan sang anak soal haid tak teratur. Itu terjadi

F a n i Wa h y u d i

pada 2014. Namun perubahan pada fisik Fani makin mencurigakan, bukan saja perutnya yang makin membesar seperti orang hamil, tapi juga tubuhnya yang tambah kurus padahal banyak makan. “Istri saya, mama Fani, kemudian memeriksa perut Fani, ternyata keras juga ada bejolan. Akhirnya ke Puskesmas yang kemudian dirujuk ke RSUD terdekat. Dari sanalah diketahui –hasil USG— bahwa di rahim Fani ada massa. Oleh RSUD kemudian dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan,” papar pengusaha konveksi yang mengaku sebelumnya sempat menempuh pengobatan alternatif. Namun tidak ada perbaikan justru kondisi anaknya semakin parah. Dari pemeriksaan di RS Fatmawati itu lah akhirnya diketahui kalau Fani positif menderima kanker ovarium atau disebut germ cell tumors yang sudah stadium empat. “Kankernya sudah menyebar, dokter bilang sudah stadium empat,” kata Wahyudi yang selalu mendampingi sang anak setiap kali berobat. Menurut data, germ cell tumors ovarium merupakan tumor primer ovarium yang berasal dari selsel germinal primitif. Kasus ini cukup banyak terjadi pada anak-anak maupun dewasa muda. Penyebab pasti dari germ cell tumors ovarium ini belum diketahui jelas, namun beberapa studi telah menunjukkan bahwa hal ini ada hubungannya dengan etiologi genetik. DIVONIS DOKTER TAK ADA HARAPAN HIDUP Sebenarnya, ungkap Wahyudi, pada 2014 itu dokter sempat memvonis umur anaknya tidak lama lagi. “Mendengar itu saya menangis sejadi-jadinya. Dokter bilang saya harus tabah. Saya berdoa minta pertolongan Tuhan, dan terjawab, Tuhan memberi kekuatan kepada anak saya yang ternyata mampu bertahan sampai sekarang. Ini keajaiban Tuhan. Manusia dapat berbicara apa saja, be-

Mandalika

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Kampung Wisata Halal Diresmikan

Belasan stand makanan dan jajanan, mulai dari makanan khas Sasak seperti olah-olah, jangan kelaq ares, sate pusut sampai jajanan pasar dijajakan di sepanjang Jalan Merpati Karang Jangkong. Ini adalah bagian dari kegiatan peresmian Kampung Wisata Halal di Karang Jangkong Kota Mataram.

W

isata halal bukan hanya soal halal haramnya makanan, tapi juga bagaimana perilaku masyarakatnya yang bisa menerima dengan baik wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Hal ini dite-

gaskan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si. saat meresmikan Kampung Wisata Halal “Kangkong” di jalan merpati Karang Jangkong Cakranegara Mataram, Minggu lalu. Ia mendukung lahirnya kelompok Darwis (sadar wisata) yang telah menggagas pusat

Peresmian Kampung Wisata Halal Kangkong Mataram

Fani Wahyudi bersama ayahnya

rencana apa saja, tapi Tuhan lah yang menentukan,” tutur Wahyudi yang tak putus-putusnya bersyukur atas karunia Tuhan. Seperti yang diungkapkan banyak orang, tutur Wahyudi, Fani adalah anak luar biasa. Dia mampu tegar menjalani semua proses pengobatan, padahal orang dewasa pun belum tentu mampu menjalaninya. Wahyudi sendiri mengaku dirinya selaku ayah yang selalu setia mendampingi anaknya berobat, merasa sangat pedih melihat apa yang harus dijalani anaknya. “Saya sedih juga bangga melihat Fani yang berupaya tetap tegar menjalani semua proses ini. Waktu di RS Fatmawati dia telah menjalani 27 kemoterapi, sedang di RS Cipto ini dia sudah menjalani 36 kemo. Jadi total sudah 63 kali kemo sejak dia didiagnosa mengidap kanker 2014,” jelas bapak empat anak itu. Beruntungnya, kata Wahyudi, Fani menjadi peserta BPJS mandiri sehingga sebagian pengobatannya ditanggung BPJS. Tidak ditanggung semuanya karena ada pengobatan-pengobatan tertentu yang harus juga dibayarkan oleh keluarga pasien. Jadi, tambahnya, biaya yang dikeluarkannya untuk pengobatan anak tersayang terbilang cukup besar. Selama ini, lanjutnya, kehidupan perekonomiannya ditopang oleh usaha konveksi yang lumayan maju. Produk garmennya bahkan telah ekspor ke mancanegara. “Bisnisnya berjalan cukup baik. Jadi hasilnya bisa untuk menambah biaya pengobatan Fani,” tambahnya. Dia juga merasa bersyukur karena ada banyak pihak yang bersimpati untuk ikut membantu, salah satunya adalah Lusia Kiroyan, pengusaha yang juga aktivis sosial. “Dulu mbak Lusi sempat bantu acara peng-

21

galangan dana sehingga bisa menambah uang pengobatan Fani,” tambahnya. “Mbk Lusi juga membantu dalam memberi motivasi agar Fani bisa tetap kuat dan tegar,” ujarnya. Sepekan kemarin, lanjut Wahyudi, Fani tidak kontrol ke rumah sakit lantaran anaknya merasa lelah dan ingin istirahat. “Karena terakhir pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil yang baik, kebetulan juga Fani mengeluh capai dan ingin beristirahat, jadi kami sepekan ini tidak kontrol. Baru Senin nanti kontrol ulang untuk melihat perkembangan,” ungkapnya. Satu hal yang menjadi ganjalan bagi Wahyudi adalah penyebaran kanker yang sudah mencapai pembuluh darah dan itu, kata Wahyudi mengulang pernyataan dokter, sulit ditangani. “Kalau di bagian lain sudah mengecil tapi yang di pembuluh darah, itu menyulitkan. Dokter bilang berat. Tapi dokter juga memberi harapan karena ternyata ada juga pasien yang sama (pembuluh darah) mampu bertahan hingga kini. Bahkan pasien itu kini sudah kuliah. Jadi yang penting jalani saja proses pengobatan dengan baik,” ungkap Wahyudi. Jadi dirinya pun berpikir, selain berusaha juga berdoa meminta kesembuhan dari Tuhan. “Saya mohon dukungan doanya. Kalau Tuhan berkehendak, apa yang tak mungkin terjadi pasti bisa terjadi. Dokter bilang berat. Tapi kalau Tuhan bilang bisa ya pasti bisa” “Saya menyikapi kondisi ini, pertama saya percaya adanya Allah. Yang kedua, yang selama ini saya jalani, disamping Fani seperti ini banyak yang lebih parah dari Fani. Yang ketiga adalah saya yakin setiap penyakit pasti ada obatnya,” ujar Wahyudi yang menyatakan tetap optimis anaknya bisa sembuh. (Diana Runtu).

Wakil Gubernur NTB di kampung Wisata Halal Kangkong Mataram

Rotasi Guru untuk Penyegaran Pola Kerja

Sebanyak 217 guru dan kepala sekolah seNTB, minggu lalu dirotasi secara serempak. Pemerintah Provinsi NTB merotasi 153 kepala sekolah SMA/SMK dan SLB yang merupakan promosi dan rotasi biasa, serta 64 orang kepala sekolah yang dikembalilan menjadi guru biasa  karena sebelumnya sudah menjabat sebagai kepala sekolah dua periode berturut-turut yaitu dua kali empat tahun sebagaimana yang diatur dalam Permendiknas nomor 28 tahun 2010. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 153 orang kepala sekolah baru tersebut,

dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., P.hD. di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, hari Rabu minggu lalu. “Jabatan kepala sekolah dan guru itu sangat strategis, karena merupakan garda terdepan untuk perubahan dan peningkatan derajat pendidikan,” ungkap Rosiady. Menurutnya, pergantian dan rotasi jabatan Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri seNTB dimaksudkan sebagai upaya penyegaran pola kerja. Rosiady juga menjelaskan bahwa kepala sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekolah. Pola kepemimpinananya akan sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan kemajuan sekolah. Oleh karena itu dalam pendidikan modern, kepemimpinan kepala sekolah merupakan jabatan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan. Sebelum pelaksanaan pelantikan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB lebih dulu telah mengadakan seleksi Kepala Sekolah yang cukup ketat, dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB melantik 153 Kepala Sekolah dalam rotasi serentak proses yang panjang. 217 Guru dan Kepala Sekolah se-Nusa Tenggara Barat

(Naniek I. Taufan)

kegiatan kampung wisata halal “Kangkong” di lingkungan Karang Jangkong Kota Mataram yang menyajikan beragam produk industri kerajinan rakyat, produk seni budaya dan kuliner.  Amin berharap agar kampung wisata halal itu akan dapat  menjadi inspirasi dan motivator bagi lingkungan lainnya dalam memajukan wisata halal di seluruh wilayah NTB. “Terutama menjadi pilot project dalam meningkatkan kreativitas seni budaya dan kuliner khas daerah dalam mendukung perkembangan pariwisata halal ke depannya,” ujarnya. Menurut Amin dengan berkembangnya sektor pariwisata maka akan membuat semua sektor lainnya akan ikut bergerak dalam meningkatkan kesejahteraan  ekonomi masyarakat. “Kegiatan seperti sekarang ini saya lihat sangat strategis,” ujarnya. Sembari mengungkapkan bahwa besarnya berkomitmen bersama dalam

memajukan industri pariwisata NTB, kini telah menunjukkan hasil nyata, berupa pertumbuhan industri pariwisata di NTB mengalami kenaikan sebesar 22 persen. Senada dengan Wagub, Anggota DPD RI perwakilan NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, S.H. berharap hal-hal kreatif dan bermanfaat seperti ini dapat didukung penuh oleh pemerintah daerah. Ia mengatakan bahwa kegiatan bermanfaat dan kreatif seperti ini bisa dilihat sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat membantu pemerintah mewujudkan kemajuan di sektor pariwisata. “Saya minta ibu-ibu kreatif yang ada di lingkungan Karang Jangkong Mataram ini bisa menularkan kegiatan ini kepada generasi muda agar kegiatan ini dapat terus berlanjut. Saya juga berharap pemerintah daerah dan stakeholders terkait akan terus mendukung kegiatan baik ini,” katanya. (Nanaiek I. Taufan)

Ragam kuliner khas Lombok disajikan dalam Kampung Wisata Halal Karang Jangkong


20

Nine

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Gerakkan UKM Perempuan

“Mewujudkan kualitas dan peran SDM Perempuan Pelopor melalui pelatihan sosial ekonomi masyarakat berbasis gender”. Begitu bunyi spanduk yang terpampang di showroom UKM yang menggerakkan para perempuan sebagai anggotanya di Dusun Tapot Timur Desa Bili Bante, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Spanduk ini rupanya bekas pelatihan yang dilakukan oleh para perempuan dari Bangka Belitung beberapa waktu lalu di showroom yang dikelola oleh Hj. Zaenab.

H

ari itu showroom ini dikunjungi oleh tiga dinas di Provinsi NTB, yakni Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB. Adalah Hj. Putu Selly Andayani yang mengajak dua kepala dinas lainnya itu, Dra. Baiq Eva Nurcahya Kepala Dinas Perindustrian dan Drs.H.Lalu Saswadi, M.M., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB untuk melihat langsung progresivitas UKM-UKM yang ada di NTB. Sinergitas dinas pemerintahan seperti ini memang sangat diperlukan oleh UKM khususnya UKM-UKM yang menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan seperti di Rumah UKM Putri Rinjani Bili Bante ini yang membina dan memberdayakan puluhan kelompok perempuan untuk memproduksi berbagai camilan dan kerajinan khas Lombok lainnya. Menurut Selly Andayani, sinergitas program memang sangat dibutuhkan agar tidak terjadi tumpang tindih di antara tiga dinas yang notabene berhubungan lang-

sung dengan bidang UKM seperti ini. Perhatian dan dukungan dari ketiga dinas yang menjadi wakil pemerintah daerah, tentu saja sangat dibutuhkan oleh UKMUKM khususnya yang banyak memberdayakan perempuan agar terjadi peningkatan kualitas dan kesejahteraan perempuan di Nusa Tenggara Barat. Bisa dibayangkan di sebuah desa seperti Bili Bante yang

Produk hasil karya anggota UKM yang dijual di Rumah UKM Puteri Rinjani

awalnya para ibu rumah tangga dan para wanita eks TKW yang pasif tak memiliki aktivitas apa pun, kini nyaris semua bergerak

membenahi kehidupannya dengan memiliki aktivitas yang dapat memberikan mereka penghasilan. Para perempuan yang tadinya hanyalah ‘pasrah’ pada rezeki yang seadanya yang diberikan oleh suami mereka yang pekerja serabutan atau pun petani, kini sudah bisa memiliki aktivitas yang positif. Mereka bahkan ada yang bekerja dari rumah masing-masing. “Usaha dan kemauan yang seperti inilah yang harus benar-benar kita dukung dengan maksimal,” ujar Selly. Po t e n s i s u m b e r daya alam yang berlimpah ruah di desa ini dilihat oleh Hj. Zaenah sebagai peluang yang baik untuk memberdayakan para perempuan khususnya ibu ru-

mah tangga di lingkungan sekitarnya. Hasil produksi singkong di desa ini yang jumlahnya sangat banyak dan cenderung dibuangbuang ketika panen tiba. Begitu juga dengan jagung yang berlimpah namun tidak ada yang beli bahkan jika panen tiba tidak dapat menghasilkan uang secara maksimal karena murah, juga cabe yang dibuang-buang saking murah harganya akibat overproduksi. “Saya pikir sumber daya ini sayang kalau dibuang-buang percuma seperti itu, lalu saya mulai dari mengolahnya menjadi olahan camilan yang sederhana seperti kripik,” kata Hj. Zaenab yang mulai memberdayakan perempuan di Bili Bante sejak tahun 2011. (Naniek I. Taufan)

Hj. Zaenab

Masukkan UKM ke Ishop NTB Memang tidak mudah mengajak orang untuk berubah dengan cepat. Jatuh bangun dirasakan oleh perempuan lulusan SMP ini terutama pandangan rasa tidak percaya orang lain bahwa ia akan bisa berhasil menggerakkan para ibu rumah tangga ini. Namun semangat dan perjuangannya itu tidak pernah surut. Ia jalani aktivitasnya pelan-pelang mengajak ibu-ibu rumah tangga yang ratarata berusia muda namun terlihat

menua sebelum waktunya itu, untuk mau memberdayakan diri masing-masing agar dapat bermanfaat setidaknya bagi ekonomi keluarga. Berawal dari Dusun Tapot Bili Bante, itulah Hj. Zaenab terus mengembangkan bahkan sampai ke banyak kecamatan di Lombok Tengah dan Lombok Barat. Para perempuan ini diajak terlibat dalam berbagai produksi camilan khas, seperti tortilla jagung, stik,

Dinas Perdagangan Provinsi NTB melakukan foto produk UKM yang masuk ke Ishop NTB

krupuk dan juga membuat sambal cengeh khas Lombok. Kini sudah puluhan kelompok perempuan di Lombok Barat dan Lombok Tengah khususnya yang melakukan aktivitas membuat camilan khas Lombok. Itu berarti ratusan perempuan sudah memiliki pekerjaan dan mendapat penghasilan ada 10 perempuan. Hal inilah yang membuat Dinas Perdagangan Provinsi NTB memberi perhatian kepada UKM-UKM. Ketika melakukan kunjungan ke Rumah UKM Puteri Rinjani ini, Selly Andayani langsung menyerahkan sebuah mesin parut kelapa yang juga bisa difungsikan sebagai mesin multifungsi, untuk menggiling bumbu dan tepung guna mendukung usaha pemberdayaan perempuan di UKM ini. Melihat perkembangan baik dari UKM ini Dinas Peridustrian dan juga Dinas Koperasi dan UMKM telah menyiapkan beberapa bantuan yang nanti akan diberikan untuk pengembangan usaha pemberdayaan perempuan ini. Tidak hanya Rumah UKM Puteri Rinjani yang menjadi perhatian ketiga dinas ini melainkan

Sudut Pandang

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Tidak Mengekang, Tidak Membiarkan

Anak-anak zaman sekarang berbeda dengan anak zaman dulu. Dulu si anak kalau orangtuanya sudah melotot, langsung nunduk, tidak berani menatap wajah orangtua. Kalau sekarang, orangtua melotot si anak tak sungkan menatap wajah orangtua dengan tatapan tajam.

K

alau dulu orangtua bilang tidak, anak akan diam tanpa berani bertanya kenapa. Kalau sekarang, orangtua tidak cukup hanya berkata tidak tapi harus memberi penjalasan kenapa tidak boleh. Bahkan kadang harus berdebat dengan anak tentang masalah itu. Begitu kata seorang pengamat pendidikan tentang profil anak zaman now. Menangani anak zaman now, kata pengamat itu, tidak bisa seperti zaman dulu. Pola komunikasinya berbeda. Orangtua harus juga ‘update’ situasi. Tidak mengekang tapi juga tidak membiarkan. Yang terpenting adalah komunikasi dan pengawasan. Hal tersebut disetujui oleh Iis Dahlia, pedangdut papan atas yang memiliki dua anak yang telah beranjak besar. Dari pernikahannya dengan Dadang Indradjaja, dikaruniai satu putri yakni Salshadilla Juwita hampir 20 tahun. Sedang dari pernikahannya dengan Satrio Dewandono, dikaruniai seorang putra yakni Devano Danendra yang kini berusia 15 tahun. Mengasuh anak zaman sekarang, kata Iis, gampang-gampang susah, harus tahu triknya supaya hubungan orangtua dan anak tetap baik. “Aku sih tarik ulur aja ya, nggak ngekang tapi juga nggak membiarkan. Aku utamakan komunikasi supaya anak tak ragu mengungkapkan apapun masalahnya. Termasuk soal pacar, misalnya. Selain komunikasi, pengawasan penting sekali,” ungkap Iis. Pelantun tembang hits ‘Tamu Tak Diundang’ ini juga bersyukur meskipun anak-anaknya terlahir sebagai ‘anak-anak zaman now’ , istilah yang sekarang tengah populer untuk menyebut generasi zaman kini, mereka masih terbilang penurut dan mau mendengar apa yang dinasehati orang tua. “Salah

satu yang aku sering nasehati adalah hati-hati memilih teman, memilih lingkungan bergaul. Ini bukan membatasi ya tapi memilih pergaulan,” ungkap mantan juri D’Academy seraya menambahkan dalam mendidik anak-anaknya dia selalu mendiskusikan dengan suaminya. Masalah pergaulan memang menjadi salah satu penekanan bagi Iis dalam mengingatkan anak-anaknya karena dia sebagai ibu juga berasal dari kalangan entertainment, paham benar tentang pergaulan anak zaman sekarang. Tak ingin anak-anaknya terjerumus pada sesuatu yang buruk maka ia tak bosan mengingatkan. “Kalau khawatir ya ada lah, namanya juga seorang ibu. Tapi aku percaya pada mereka,” ucapnya. Yang penting tambahnya, adalah pengawasan. Masalah pendidikan (sekolah) anak, kata Iis, juga menjadi perioritas yang diperhatikan. Anakanak boleh berkegiatan apapun asalkan positif namun tak boleh abai dengan sekolahnya karena itu adalah yang utama. “Selain pendidikan sekolah juga pendidikan agama itu penting untuk mereka. Keduanya menjadi prioritas bagi anak-anak,” tambah Iis. Seperti halnya Iis, Yuni Shara pun menekankan masalah pendidikan pada kedua putranya, Cavin Obrient Salomo Siahaan (16) dan Cello Obient Siahaan (13). Menurut penyanyi lagulagu lawas ini, seperti halnya dirinya yang dulu dididik orangtunya untuk mandiri, itu juga yang diterapkan pada kedua anaknya. Kemandirian, tidak manja dan disiplin, ajaran itu juga didapat Yuni dari sang ibu, Rochma Widadiningsih yang membesarkan dirinya juga Krisdayanti, sebagai single mom. “Saya ajarkan anak-anak untuk hidup mandiri, tidak manja,

Dinas Perdagangan Provinsi NTB turun ke UKM-UKM mengecek langsung ketersediaan bahan baku guna membantu proses pemasaran melalui IShop NTB

juga UKM-UKM yang ada di NTB. Bahkan untuk membantu pemasaran yang lebih luas dan global Dinas Perdagangan Provinsi NTB memasukkan UKM-UKM ini ke Ishop NTB. Karena itulah, Selly Andayani berkepentingan turun langsung ke ukm-ukm untuk memastikan bahwa produk mereka sesuai standar untuk dimasukan ke Ishop. “Setidaknya mereka harus memastikan ketersediaan bahan baku karena jangan sampai ada pemesanan kemudian mereka tidak siap,” ujar Selly. Hari itu Dinas Perdagangan NTB juga sekaligus turun un-

tuk melakukan sesi pemotretan terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh Rumah UKM Puteri Rinjani. Foto harus terlihat seperti aslinya agar konsumen tidak kecewa. Karena itulah Dinas Perdagangan NTB juga memberikan studio foto mini kepada beberapa UKM untuk membuat foto-foto produk mereka yang akan dimasukan ke website Ishop NTB. Beberapa UKM lain menjadi target kunjungan dinas-dinas ini untuk memajukan UKM di NTB, termasuk UKM Sasak Maiq di Dusun Senteluk Senggi Lombok Barat. (Naniek I. Taufan)

5

Iis Dahlia bersama anaknya

Foto: kapanlagi.com

Yuni Shara bersama kedua anaknya

tidak tergantung pada orang lain. Mereka juga diajarkan tentang menghargai uang. Itu sudah saya ajarkan pada mereka sejak kecil. Jadi misalnya ke sekolah, tidak harus naik mobil pribadi tapi bisa juga naik kendaraan umum atau ojek,” ungkap Yuni yang juga mengutamakan komunikasi dan diskusi dengan anak-

anaknya tentang berbagai hal. Komunikasi dan diskusi, kata Yuni adalah hal yang sangat penting. “Itu saya biasakan pada mereka. Jadi kerap kali saya minta pendapat mereka tentang berbagai hal. Saya selalu tanya, bagaimana abang (panggilan untuk Cavin), bagaimana Cello. Dengan begitu selain komunikasi terjalin

juga mereka sebagai anak merasa dihargai,” ungkap pelantun ‘Hilang Permataku’, yang baru-baru ini meluncurkan buku ‘Yuni Shara Waktu Terbaik Adalah Saat ini’. Sejauh ini, meski pergaulan anak muda zaman sekarang tampak mengerikan, namun Yuni tidak merasa khawatir. “Anak-anak saya lebih suka di rumah. Mereka bukan tipe anak yang suka nge-mall (nongrong di pusat perbelanjaan). Anak-anak, dari pada main di luar, malah lebih suka mengajak teman-temannya main ke rumah,” ujar Yuni yang menjadi lebih mudah mengawasi kegiatan anak-anaknya. “Saya menempatkan diri sebagai ibu juga sahabat bagi anak-anak,” ungkap Yuni yang dipanggil ‘Bunda’ oleh anak-anaknya. (Diana Runtu)

Mama Zaman Now Jaga Keharmonisan Rumah Tangga

Ibu –ibu sekarang ini adalah masa remaja, dirinya harus tetap perempuan hebat. Mereka bisa menjaga interaksi langsung dan membereskan hampir semua lebih dekat dengan anak. “Saya pekerjaan rumah mulai dari A harus siap dan punya waktu untuk sampai Z. Seorang ibu pantas mendengarkan cerita dan curhatan disebut wonder woman. Conanak, ” ujar Ketua TP PKK Kota tohnya, ibu bisa berperan menjadi Denpasar ini. Sesibuk apapun, ia seorang dokter, ketika salah satu harus bisa mengatur waktu untuk anggota keluarga sakit. Apakah ngobrol dari hati ke hati dengan itu batuk, panas , pilek, mereka putrinya diserta perhatian yang biasanya akan menyampaikan ke dibungkus cinta kasih melalui pelupada ibunya. Ibu bisa cepat serta kan, dekapan dan ciuman sayang. tanggap memberikan pertolongan “Interaksi yang disertai sentuhan pertama, sebelum ke dokter. Bekasih itu, lanjutnya tidak mungkin gitu disampikan IA Selly D. Mantra, diperoleh anak dari gadget atau istri Wali Kota Denpasar. kemajuan IT lainnya,” lanjut ibu Selly mengatakan seorang yang dikenal sangat energik ini. ibu juga bisa bertindak sebagai Berikutnya Selly Mantra yang IA Selly D. Mantra perawat dari menjaga pola makan, telah memiliki empat orang cucu menata menu masakan juga mengatur asupan lain- ini, menyatakan dirinya juga harus bisa sebagai nya untuk keluarga. Ibu juga seorang manajer yang nenek zaman now. Untuk bisa menjadi sosok nenek mumpuni dalam mengelola keuangan keluarga. zaman now, maka ia harus memahami beberapa Bahkan seorang ibu, dalam suatu waktu bisa meng- hal, diantaranya tidak membedakan antara menantu gantikan tugas sang ayah. dan anak. Tidak ikut campur urusan pendidikan Sebagai istri dari IB Rai D. Mantra, orang nomor cucu. “Pasangan pasutri muda saat ini kesibukannya satu di Kota Denpasar ini, dengan padatnya jadwal tergolong tingkat tinggi, baik urusan karier maupun tugas sang suami, maka ada beberapa kegiatan kesibukan usaha mereka. Maka sebagai nenek porsi salah satunya menghadiri wisuda putra –putrinya, saya ada pada saat kedua orangtua cucu saya tengah bisa ditanganinya sekaligus memberikan penger- beraktivitas . Inilah saatnya saya sebagai peran pentian perihal ketidakhadiran ayah mereka. “Bukan dukung mengisi waktu kebersamaan dengan cucu– hanya itu terkadang juga urusan kondisi kendaraan, cucu tersayang,” ucapnya sambil mengatakan posisi genteng bocor pun mesti bisa ditangani,” cetusnya nenek adalah sebagai back up merengkuh cucunya sembari tersenyum. dengan contoh sikap positif dan beretika. Bagi seorang ibu hebat atau ibu cerdas yang Ketua TP PKK Kota Denpasar ini menambahkan, juga bisa disebut ‘mama zaman now’, Selly Mantra tahun 2018 ini di Denpasar segera hadir tempat mengatakan menjaga keharmonisan keluarga di untuk anak muda bisa bebas curhat. Tempat ini zaman milenial yang menghadirkan anak zaman akan dilengkapi mobil hingga bisa berkeliling ke now, kuncinya adalah komunikasi dua arah, yakni sekolah atau bisa hadir di acara car free day. “Hal tatap muka. Generasi muda sudah ada di lingkaran ini kami hadirkan mengingat kondisi di Denpasar kecanggihan teknologi. Apalagi katanya, anak-anak yang persoalannya bukan hanya makin banyak sekarang jauh lebih canggih ketimbang orangtuanya. dan kompleks tapi juga tantangannya. Jika merMalah tak bisa diingkari terutama kedekatan mereka eka sudah menuangkan unek-uneknya, akan bisa dengan teknologi ini, orangtua justru banyak belajar mengurangi rasa sesak di hatinya dan lebih lapang dari sang anak. Meski demikian, yang namanya untuk melangkah dengan mentalitas yang terjaga. gadget dengan beragam informasinya yang melesat Harapannya mereka juga lebih bisa memanfaatkan tidak dapat menggantikan keberadaan dan peran teknologi dengan tepat dan bijaksana dengan meseorang ibu, orangtuanya. nekan sebaran status yang tidak kondusif di media Selly Mantra juga mengakui konsekuensi mama sosial,” jelas salah satu Perempuan Inspiratif Tokoh zaman now, khususnya yang memiliki anak tengah di 2016 ini . (Sri Ardhini).


6

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Dezire Mulyani

Woman on Top

SOP Mitigasi Bencana Kondisi Gunung Agung yang hingga kini masih me­ nyandang status level IV (Awas) mempengaruhi berba­ gai sektor, tak terkecuali pariwisata. Karenanya, Pe­ merintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar serta pelaku pariwisata (steakholder) meng­ upayakan berbagai cara untuk menjamin keberadaan wisatawan di Denpasar.

S

alah satunya dengan membuat Standard Ope­r ation Procedure (SOP) Mitigasi Bencana ketika adanya kemungkinan penutupan Bandara Ngurah Rai, Denpasar akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung. Hal tersebut diungkapkan Kadis Pariwisata Kota Denpasar, M.A. Dezire Mulyani. Dezire mengatakan, saat ini pihaknya bersama Bali ­Tourism Hospitality (BTH) tengah melakukan finalisasi terhadap SOP Mitigasi Bencana seandainya terjadi penutupan­ Bandara Ngurah Rai akibat ak-

tivitas vulkanik Gunung Agung. “Saat ini SOP Mitigasi Bencana tentang penanganan wisatawan jika terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai akibat adanya aktivitas Gunung Agung sedang difinalisasi dan SOP tersebut telah dilakukan simulasi beberapa waktu lalu, saat ini hanya menunggu untuk ditetapkan saja,” kata Dezire. Dinas Pariwisata Kota Denpasar yang bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar juga telah menandatangani MoU sehingga wisatawan yang berada di Kota Denpasar saat bandara ditutup tetap mendapatkan pelayanan

Juanda di Jawa Timur. “Nantinya, untuk menuju bandara di luar Bali, wisatawan akan dikumpulkan di Hotel Inna Grand Bali Beach untuk selanjutnya bersamasama menuju bandara terdekat yang dituju,” ung­ kapnya.

Desire menambahkan, saat ini zona bahaya Gunung Agung hanya berada di radius 8 km hingga 10 km sektoral. Kota Denpasar relatif tergolong aman bagi wisatawan untuk berwisata. “Jadi wisatawan yang berada di Kota Denpasar tidak perlu panik jika terjadi kemungkinan terburuk terhadap aktivitas Gunung Agung, dan Pemkot Denpasar sudah siap terhadap kemungkinan terburuk serta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” tegasnya. (Asmara)

yang maksimal. “Seperti halnya memberikan fasilitas penginapan selama satu malam secara gratis dan memberikan harga terendah yang berlaku ketika wisatawan hendak memperpanjang kunjunganya di Bali saat bandara ditutup,” jelas Dezire. Selain penginapan, Pemkot Denpasar yang bekerjasama dengan Perkumpulan Angkutan Wisatawan Bali (PAWIBA) turut menyediakan layanan transportasi secara gratis menuju bandara terdekat, seperti Bandara Internasional Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bandara Banyuwangi di Jawa Timur, dan Bandara

Your Service Your Attitude Salam Senyum... “Bu Sri, bisa minta tolong karyawan kami didampingi”.... Suara seorang Ibu dari seberang terdengar lirih di handphone saya. Ia seperti benar-benar berharap agar dapat bekerja sama dengan kami, sebuah lembaga pelatihan pengembangan sumber daya manusia “Sri Sumahardani Academy”, yang saya dirikan beberapa tahun lalu. Dengan niat membantu agar ilmu, pengetahuan, wawasan dan pengalaman dapat selalu menginspirasi orang lain, tentu dengan senang hati saya menerima tawaran tersebut. Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya mereka yang akan saya dampingi adalah pemenang kontes layanan dari sebuah BUMN. Yang tentu dari kemampuan mereka baik dari segi knowladge maupun cara melayani pelanggan sudah tidak diragukan lagi. Namun mengapa hal tersebut dianggap belum cukup ketika mereka akan menjadi role model di daerahnya masing-masing? Pembaca setia Dhani’s Art In Service, setiap orang yang sudah memahami dengan baik tentang service layanan, maka akan dapat menjawab pertanyaan di atas dengan mudah. Ketika seorang pelaku layanan sudah baik menjalankan SOP (standart operational procedure), dan mereka tidak mempunyai fondasi yang kuat untuk melayani orang lain, maka mereka tidak ubahnya seperti robot yang dikendalikan oleh sebuah

remote control. Semua yang dilakukan persis seperti program yang ada di mesin. Sebenar­nya apa kendala ketika pelaku layanan berbuat tak ubahnya seperti mesin/robot? Yang jelas, di saat dihadapkan suatu permasalah­an dan hal tersebut tidak ada dalam program, maka standar layanan akan tidak dapat terlaksana dengan baik. Spontanitas untuk reaksi terhadap pelanggan tidak akan terlihat. Karena mereka seakan tidak memiliki naluri melayani. Terlepas dari tulisan di atas, banyak pelaku usaha yang khususnya bergerak di bidang jasa, mulai berlomba memperbaiki layanan untuk meningkatkan pendapatan bisnis mereka. Segala macam usaha telah dilakukan. Mulai dari mengubah sistem, melaksanakan pendidikan standar melayani, dan banyak membuat terobosan-terobosan terbaru sesuai era digital saat ini. Namun kembali lagi, sungguh percuma ketika orang yang dianggap cerdas, pintar, dan bahkan menang dalam ajang/kontes layanan. Tapi dia tidak dapat menjadi ambassador, tidak bisa menjadi role model dari layanan. Attitude,... perilaku..... Inilah yang sebenarnya penentu pemenang di dunia layanan. Bukan hanya mengandalkan kehebatan di pengetahu­ an/knowledge. Melayani... kalau lebih ekstrim saya berpendapat seperti ini. Di saat orang sudah mempunyai attitude yang baik, sebenarnya dia sudah menjadi pelaku

layanan yang baik. Bahkan tidak harus repot-repot mengikuti pelatihan standar melayani pelanggan. Pernahkah kita melihat sebuah warung menjual sayuran yang selalu ramai dikunjungi pembeli? Padahal tidak jauh dari tempat itu ada warung yang menjual barang yang sama, namun sepi dari pengunjung? Hal ini se­r ing saya temukan di daerah tempat tinggal saya. Seorang ibu penjual sayur, sangat ramah dan mempunyai attitude yang luar biasa. Dia tidak pernah lepas dari senyum. Melayani para pembeli selalu dengan cekatan dan bersemangat. Dia terkenal dengan sosok yang selalu memakai kata minta tolong, mohon maaf, terima kasih, dan silakan. Dia terkenal tidak pernah berbohong dengan keadaan barang yang dijualnya. Seandainya sayur itu sudah datang kemarin sore, dan kurang segar, dia akan bilang seperti apa adanya. Dia juga terkenal dengan selalu perhatian dengan pelanggannya. Dan, masih banyak lagi perilaku baik yang selalu dia lakukan. Apakah penjual tadi bersekolah atau mengikuti pelatihan standar melayani dengan baik? Jelas jawabannya tidak. Tapi saya yakin, layanan yang dilakukan dirasakan sangat nyaman oleh pelanggannya. Yang mendasari layanan penjual sayur itu adalah attitude-nya yang luar biasa. Kalau sudah demikian, sudah saatnya kita harus kembali mengutamakan attitude. Karena, kalau kita tidak mempunyai attitude yang baik, layanan yang kita berikan akan terasa hambar seperti

seorang pelaku layanan yang tidak punya jiwa melayani. Jadi, kembali lagi, ... sangat meng­ apresiasi instansi yang sudah meng­ hubungi kami untuk memberikan pen­ cerahan terhadap sang jawara layanan. Dengan harapan mereka nanti akan menjadi pemenang sejati dalam layanan. Dimana para pelaku layanan yang bukan hanya mengandalkan kehebatan di knowledge, tapi yang lebih penting bagaimana mere­ka mempunyai attitude yang luar biasa. Sehingga mereka sangat tepat untuk menjadi role model layanan di tempat mereka berkarya dan mencari nafkah. Yaaaa... merekalah jawara sejati dalam layanan naninya. Semoga selalu menjadi yang terbaik. Your service , your attitude. Mari kita lakukan. Ingin membaca tulisan saya dalam bentuk buku? Silahkan dapatkan buku karya saya “SERVICE A LA CARTE”. Dan materi ini juga terdapat dalam pelatih­ an yang saya beri judul SERVE WITH LOVE. Bagaimana dapat mengetahui dan menerapkan ‘SERVE WITH LOVE’ di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi manajemen kami dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT (In House Training) atau workshop dan seminar seperti apa yang Bapak/Ibu perlukan. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Perjalanan hidup manusia membawa nasibnya sendiri. Tidak semua manu­ sia mempunyai nasib yang baik dan tidak semua manusia mem­ punyai nasib buruk. Adakalanya manusia mengalami perubah­ an nasib seiring ­dengan usaha keras yang dilakukannya.

M

uhammad Mustakim atau Mustakim Patih yang akrab dipanggil dengan Mr. Kim, lahir dan besar di daerah Bangil Kabupaten Pasuruan. Dia menyelesaikan pendidikannya di SMK Achmad Yani Bangil Kabupaten Pasuruan. Setelah lulus sekolah, Mustakim langsung bekerja di PLN Pasuruan, tidak lama pindah kerja di Telkom Pasuruan kemudian pindah kerja di sebuah perusahaan laundry besar dan ternama yang pelanggannya kebanyakan merupakan perusahaan penghasil pakaian merk ternama seperti Larusso, Osella, dan Walrus. Tidak puas bekerja di bidang laundry, Mustakim melamar kerja di Graha Residence. Disini dia meng­ awali kariernya sebagai cleaning

Dulu Cleaning Service Kini Residence Manager service, kemudian ditempatkan di koperasi karyawan, dipindah lagi ke Departemen Food And Beverage dari helper, cook I, cook II hingga mencapai chef. “Saya benar-benar menjalani karier saya dari bawah, mulai dari Scued yang tugasnya mencuci peralatan masak dengan menggunakan air panas hingga pekerjaan memasak semuanya sudah pernah saya jalani,” ungkap Mustakim. Saat Intiland Group yang merupakan induk perusahaan Graha Residence mengadakan seleksi penyaringan untuk mengisi ­formasi Koordinator Food And Beverage. Mustakim menempati urutan nomor 3 dari 11 orang yang lolos penyaringan. Setelah beberapa bulan menempati posisi HRD, Mustakim pun diangkat sebagai Koordinator. Sebagai Koordinator Food and Beverage, Mustakim tidak hanya sukses menciptakan varian menu baru seperti Rawon dan Bebek Kendil, tetapi dia mampu menciptakan gebrakan pecel Rp 1.000 yang berimbas terlampauinya pendapatan penjualan makanan dan minuman yang telah ditargetkan oleh perusahaan yaitu 5%. “Prestasi ini membuat gaji saya

Mustakim

dinaikkan sampai 4 kali dalam setahun,“ kata Mustakim bangga. Gaji yang besar dan fasilitas yang cukup rupanya tidak membuat perasaan Mustakim menjadi nyaman, perte­ ngahan 2013 Mustakim malah punya keinginan untuk mundur dari perusahaan. Hal ini diperkuat dengan adanya kebijakan perusa-

haan untuk rasionalisasi terhadap karyawannya, Mustakim memilih keluar untuk menggantikan temannya yang seharusnya terkena rasionalisasi. “Ibu teman saya mendatangi saya, memohon agar anaknya tidak sampai terkena rasionalisasi,“ jelas Mustakim dengan menitikkan air mata. Banyak tawaran dari hotel kepada Mustakim tapi semuanya ditolak Mustakim. Rupanya keinginan Mustakim untuk berwirasasta sudah bulat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk mewujudkan keinginan berwiraswasta tersebut, Mustakim membuka warung chinese food yang bernama Djoejogane Pak Rete di daerah Simorejo Sari Gang B. Warung ini sangat laris sekali, walaupun resmi buka pukul 16.30 tapi pukul 16.00 sudah banyak yang antri. Warung yang mengusung konsep suasana dan menu hotel seperti aneka nasi seperti nasi goreng, nasi imut, aneka mie, aneka telur dan aneka jamur ini paling lama buka sampai pukul 20.00 karena semua menu sudah habis terjual. Tak puas hanya membuka wa­ rung, Mustakim mengambil alih Lorong Café di daerah Dukuh Ku-

Tak Gentar Hadapi Persaingan Ibadah umroh menjadi primadona. Penyebabnya, karena daftar tunggu calon jemaah haji saat ini hingga 25 tahun. Kondisi ini sudah terasa sejak 10 tahun lalu. Tak ada pilihan lagi, bagi jemaah yang ingin beribadah ke Mekah pilihan satusatunya melaksanakan ibadah haji kecil yang biasa disebut umroh. Travel pengurusan haji pun kebanjiran calon jemaah umroh. Kepala Cabang PT Pesona Mozaik Sugeng Nurdianto Wahyudi, berpikir praktis bagaimana meyakinkan calon jemaah melalui Google. ‘’Saat itu, saya hanya berpikir

bagaimana masyarakat dengan mudah menemukan informasi biaya umroh. Dengan mengetik di Google, umroh murah Surabaya,’’ kata Sugeng, pekan lalu. Ide cara memasarkan umroh murah, kata dia, didapat setelah mengikuti pelatihan marketing berbasis IT selama 2 hari dengan biaya Rp 10 juta, pada 2012. Pelatihan yang diikuti saat itu dengan biaya sendiri, tetapi untuk kepentingan memasarkan ibadah umroh, produk kesehatan. Ternyata, hasilnya sangat ampuh ketika diterapkan. ‘’Dengan membuat kata sandi umroh murah Surabaya, penjelasan tentang biaya umroh dari kantor saya muncul di pencarian terpo­ puler di Google. Dengan pemasar­ an model IT banyak calon jemaah yang tertarik untuk kemudian mendaftarkan diri,’’ ujarnya. Biasanya, setelah mendapat informasi melalui Google, calon jemaah kemudian datang ke kantor PT Pesona Mozaik di Giant Maspion Square Surabaya. Dalam satu bulan, PT

Kepala Cabang PT Pesona Mozaik, Sugeng Nurdianto Wahyudi, memberikan sosialisasi tentang umroh murah Surabaya. tkh/Patrik Cahyo L

Pesona Mozaik yang membawahi 22 kantor cabang ini memberangkatkan jemaah umroh 2-3 kali. Minimal 45-90 jemaah dalam satu kali pemberangkatan. Ada tiga paket umroh yang ditawarkan. Yakni, paket hemat, reguler dan VIP. Paket hemat biaya umroh antara Rp 19 juta – Rp 20 juta. Paket reguler Rp 21 juta – ­­Rp 25 juta. Paket VIP harganya Rp 25 juta – Rp 30 juta. ‘’Masing-masing paket hanya berbeda pada penginapan dan penerbangan saja,’’ ujar suami dari Indah Hari Ningsih ini. Sebagian besar jemaah umroh yang tergabung dalam PT Pesona Mozaik, berasal dari Jatim, Jateng, Kalteng, Bali dan NTB. Yang menarik, pada setiap pemberangkatan, sekitar 80% calon jemaah umroh diperoleh dari pemasaran online. Sedangkan sisanya 20%, berasal dari referensi jemaah umroh yang sudah berangkat. Adapun jemaah umroh sangat beragam. Mulai dari kalangan menengah bawah, atas, pejabat, anggota dewan. ‘’Bila saya persentase untuk jamaah menengah bawah 60% dan menengah atas 40%,’’ kata bapak tiga anak ini. Menyinggung persaingan, lelaki kelahiran Malang, 12 Mei 1975 ini mengatakan, sedikitnya ada sepuluh perusahaan sejenis. Meski demikian, pihaknya tak gentar menghadapi persaingan. Karena pihaknya berprinsip selama bersaing secara sehat dan tidak akan mengambil jemaah dari pesaing. Adapun perusahaan travel

haji/umroh lainnya, seperti Ebad Wisata, Safira, Saudaraku, Arofah Minah, Armina Reka, Linda Jaya, Mabroroh. Semua pesaing, kata dia, merupakan perusahaan besar dan memiliki kantor pusat di Jakarta. Hanya Travel Linda Jaya yang berkantor pusat di Surabaya. (Bambang Wili)

19

pang dan membuka warung mobil untuk berjualan nasi yang mangkal di daerah Ketintang. Pengelolaan warung mobil sepenuhnya dikelola oleh anak-anak asuhnya dari panti asuhan. “Anak-anak dari panti asuhan itu saya bawa ke Surabaya untuk dilatih dan diajari berjualan di ­warung mobil,” ujar Mustakim Untuk meningkatkan pemasar­ an dan membuka jaringan di antara para Usaha Kecil Menengah (UKM), Mustakim bersama dengan Moestar Affandi dan Banu Putra membentuk wadah UKM yang bernama Group Wirausaha Mandiri (GW Man). GW Man sudah banyak melakukan kegiat­a n pembinaan UKM, baik seminar, bazaar, maupun pelatihan. Saat ini Mustakim dipercaya oleh Hotel Djagalan Surabaya untuk mengelola hotel keluarga yang memiliki 24 kamar ini, berbagai terobosan dan gebrakan dilakukan oleh Mustakim dan manajemen ­untuk meningkatkan okupansi hotel. Mulai memperbaiki service, menata banquet hingga mengadakan kegiatan kopi darat dengan UKM, mengadakan event tahun baru, dan napak tilas jejak pahlawan. Hotel Djagalan yang pernah kondang di tahun 1960an, kini mulai menggeliat dan dikenal kembali oleh masyarakat. Mustakim disela-sela kesibuk­ annya, masih menyempatkan diri untuk melatih masyarakat membuat aneka saus dengan varian saus ala thai, saus lada hitam, saus salad, dan aneka pentol ­dengan varian pentol bledeg, pentol jamur, pentol jamur mozzarella, dan pentol durian. “Saya hanya ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat, apapun yang terbaik untuk masyarakat pasti saya lakukan,“ kata Mustakim. (Nanang Sutrisno)


18

Life Story

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Kubu Alam

Pariwisata tampaknya masih menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat Buleleng pada khususnya. Selain didukung keindahan alam, Buleleng juga memiliki budaya dan adat istiadat yang begitu unik untuk dikembangkan. Potensi inilah yang digali oleh jiwa-jiwa kreatif untuk dikemas menjadi objek wisata baru.

S

alah satu desa yang te­ngah menggali potensi yang dimiliki adalah Tigawasa. Merupakan salah satu desa Bali Aga yang terdapat di Buleleng, Tigawasa dikenal sebagai desa wisata dengan adat istiadat yang masih sangat kental. Selain itu, Tigawasa juga dikenal sebagai penghasil bambu sehingga sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai perajin. Bahkan melimpahnya tanam­an bambu menjadikan Desa Tigawasa sebagai ikon kerajinan anyaman bambu di Buleleng. Kali ini Desa Tigawasa menawarkan objek wisata yang berbeda, tepatnya di Dusun Wanasari dengan memanfaatkan pemandangan indahnya kota Singaraja, sejumlah masyarakat kreatif yang tergabung dalam kelompok Kubu Alam (KuAl) memanfaatkan potensi tanaman bambu menjadikannya destinasi wisata berkonsep alam yang diberi nama Kubu Alam Desa Tigawasa yang dibangun di lahan milik warga. Hanya dengan donasi Rp 10.000 per orang

pengunjung bisa menikmati indahnya Kubu Alam. Keberadaan objek wisata Kubu Alam ini merupakan yang pertama di Desa Tigawasa dan membawa pilihan suasana baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Buleleng. Karena selain bisa mengabadikan moment indah dan alami sembari menikmati pemandangan Kota Singaraja dari ­ketinggian, juga bisa menikmati berbagai kuliner khas Desa Tigawasa di rumah bambu. Selain itu beberapa kerajinan khas Desa Tigawasa dipajang di salah satu tempat yang disediakan khusus untuk bisa dijadikan oleh-oleh. Tidak heran objek wisata yang baru dibuka seminggu lalu ini sudah menuai kunjungan wisatawan asing tidak terkecuali masyarakat lokal. Gede Widarma salah satu pengelola Objek Wisata Kubu Alam mengatakan objek wisata ini diba­ ngun atas pemikiran kelompok yang terdiri dari 5 orang masyarakat desa Tigawasa. Kemunculan ide tersebut dari lokasi dibangunnya Kubu Alam yang merupakan jalur pariwisata. Sehingga setiap harinya mobil-mobil pariwisata lalu lalang untuk mengantarkan turis berhenti untuk melihat pemandangan atau matahari terbenam di sore hari. Memanfaatkan peluang tersebutlah, Widarma dan kawan-kawan berisiatif untuk membangun objek wisata. “Wisatawan yang berkunjung ke Desa Tigawasa biasanya mencari kerajinannya akan tetapi dengan adanya objek wisata ini tentu menjadi hal baru bagi wisatawan untuk dikunjungi,”tuturnya. Disisi lain, Kadek Sudarmika yang juga tergabung dalam Kelompok Kubu Alam yang juga sebagai  pemilik lahan di Kubu Alam mengatakan objek wisata

Kubu Alam merupakan objek wisata yang sangat cocok digunakan sebagai tempat selfie. Bahkan dengan konsep alam, semua spot selfie dibangun menggunakan bambu yang merupakan ikon desa. Hal ini selain untuk memberikan kesan unik dan alami, juga sebagai upaya menonjolkan potensi yang dimiliki desa. “Disini kebanyakan perajin bambu selain itu banyak potensi bambu jadi konsep kami ambil dari sana,”jelasnya. Ia menambahkan, selain menghadirkan sejumlah tempat selfie, tempat ngopi dan pameran kerajinan dari bambu, di Kubu Alam juga menyediakan tempat untuk wisatawan yang ingin belajar menganyam. “Saya buat satu rumah bambu untuk memajang kerajinan bambu dari masyarakat kita, ada yang sudah jadi dan yang setengah jadi, khusus yang setengah jadi kita berikan kesempatan untuk wisatawan yang ingin mencoba membuat anyaman,” imbuhnya.  Sementara itu untuk fasilitas pendukung, seperti toilet dan parkir kendaraan akan dirancang sedemikian rupa untuk kenyamanan pengunjung. Selain itu sebagai objek wisata baru, agar bisa memenuhi kategori sapta pesona yang dianjurkan dari Dinas Pariwisata pihaknya tetap memprioritaskan keamanan dan kenyamanan dengan melakulan pengecekan dan perawatan rutin. “Kami tetap lakukan pengecakan keamanan apalagi bambu hanya mampu bertahan selama empat tahun, tapi kami akan rutin cek demi kenyamanan pengunjung,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Begitu banyak sejarah-sejarah penting yang pernah terjadi di Nusantara yang tetap bisa diyakini dan dipercaya melalui sebuah buku catatan sejarah maupun situs-situs peninggalan sejarah. Tentu, upaya ini dilakukan untuk tetap mengenalkan dan mendekatkan peristiwa sejarah serta perjuangan pahlawan kepada generasi muda. Buleleng menjadi salah satu wilayah yang menyimpan banyak perjalanan sejarah penting di Indonesia. Berbagai tempat bersejarah, budaya, dan warisan tak benda masih terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Kepala Dinas Kebudayaan Putu Tastra Wijaya mengatakan Buleleng memiliki berbagai aset sejarah yang hingga kini masih tetap dijaga. Bahkan pemerintah pun begitu komitmen untuk melestarikan berbagai aset sejarah yang ada. Bahkan Pemkab Buleleng telah menggagas salah satu wilayah yang menjadi rekam jejak perjalanan cinta presiden Indonesia pertama dengan Nyoman Rai Srimben menjadi kawasan Promosi Sukarno Heritage dan akan dipromosikan menjadi cagar budaya dan pariwisata Buleleng. Hal ini juga sebagai salah satu upaya Pemkab untuk mendekatkan sejarah kepada masyarakat utamanya masyarakat Buleleng. Tidak hanya itu, Tastra juga mengatakan tengah mempersiapkan proses pembangun museum Sunda Kecil y a n g berada di Eks.

Pelabuhan Buleleng pada tahun 2018. Museum Sunda Kecil akan menyimpan benda-benda yang lebih spesifik. Tidak hanya benda, bahkan gambar-gambar, buku serta cerita tentang Buleleng yang pernah menjadi pusat pemerintahan di Bali juga turut menjadi koleksinya. Dari berbagai upaya untuk tetap pelestarian tersebut, maka pihaknya menargetkan tahun 2019 Buleleng masuk kategori Kota Pusaka Dunia. Lebih jauh Tastra mengungkapkan untuk dapat masuk sebagai Kota Pusaka tentu harus dipersiapkan dengan segala hal yang matang. “Di Bali sudah ada beberapa daerah yang masuk sebagai Kota Pusaka. Tahun ini kita akan fokuskan dalam pembangunan museum dulu tahun 2019 baru kita akan fokus ke Kota Pusaka,” jelasnya. Untuk dipahami Kota Pusaka adalah kota yang didalamnya terdapat kawasan cagar budaya dan atau bangunan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai penting bagi kota, menempatkan penerapan kegiatan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kotanya. Tastra menambahkan untuk meraih predikat sebagai kota pusaka warisan dunia tersebut, setidaknya harus memenuhi tiga atribut yang meliputi, bangunan tua, pusaka alam yang unik dan indah serta nilai-nilai budaya yang menjadi karakter kuat bagi sebuah kawasan yang diusulkan. (Wiwin Meliana)

DPRD Kabupaten Buleleng Tinjau Program Kerja Disnakertrans Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng Ir. Gede Wisnaya Wisna mengunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng sebagai bentuk sinergitas antara lembaga DPRD dan eksekutif. Kunjungan kali ini terkait dengan program-program strategis dan inovatif guna meningkatkan peran serta Dinaskertrans dalam menyukseskan pembangunan dibidang ketenagakerjaan di tahun 2018. Diterima di ruang kerjanya, Rabu (10/1) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng, Dwi Priyanti memaparkan beberapa program dan inovasi di antaranya pengakreditasian UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) yang dimiliki sehingga para calon pencari kerja sudah memiliki sertifikat kompetensi dibidangnya masing-masing sebagai salah satu persyaratan dalam melamar suatu pekerjaan. “Kami berupaya agar pemerintah atau lembaga-lembaga yang terkait membantu menyingkronkan antara pencari kerja dan pemberi kerja,” jelas Dwi Priyanti. Pihaknya juga sudah melakukan upaya-upaya kerjasama dengan berbagai pengusaha baik yang ada di Kabupaten Buleleng maupun yang diluar Kabupaten Buleleng guna dapat memfasilitasi para pencari kerja dengan perusahaan yang akan mempekerjakan. Dengan kedatangan Komisi IV yang membidangi ketenagakerjaan, pihaknya akan terus menjalin

Uang bukan Segalanya

Buleleng Targetkan Predikat Kota Pusaka

Wisata Selfie Pertama di Tigawasa

Komisi IV DPRD Buleleng melakukan kunjungan ke Disnakertrans

kerjasama baik selama ini dan berharap kedepan lembaga Dewan dapat memberikan dukungan dalam upaya-upaya peningkatan SDM bagi para pencari kerja di Kabupaten Buleleng sesuai dengan tugas dan fungsi serta kewenangan lembaga Dewan. Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng menyatakan apresiasi dan dukungannya

kepada Disnakertrans Kabupaten Buleleng dalam hal membuka peluang kerja yang seluas-luasnya kepada masyarakat Buleleng. Pihaknya juga memberikan dukunga utamanya dibidang anggaran serta pengawasan dan evaluasi terhadap program-program yang ada di Disnakertrans. Gede Wisnaya Wisna berharap kedepan program-program strategis seperti kegiatan Jobfair agar lebih digiatkan lagi serta melibatkan pengusaha-pengusaha baik yang ada di kabupaten Buleleng maupun yang di luar Kabupaten Buleleng. “Kami berharap program Disnakertrans ke depan dapat menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi para pencari kerja yang ada di Kabupaten Buleleng.” jelasnya. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi terhadap program-program pelatihan yang dirancang oleh Disnakertrans yang selama ini sudah berjalan dengan baik dengan melakukan kerjasama dengan para pengusaha terkait dengan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan sehingga pelatihan-pelatihan yang diberikan bagi calon pencari kerja dapat terserap dan tersalurkan dengan baik oleh para pengusaha sesuai dengan bidan dan kopetensinya masing-masing. “Pelatihan yang dilakukan sudah menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh pencari kerja sehingga calon pencari kerja ini dapat disalurkan dan tepat sasaran,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

7

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Di depan minuman dingin yang baru setengah diminumnya, Anggi (55) tiba-tiba beranjak pergi. Kata pemilik warung, sudah satu jam dia duduk di situ dengan wajah sedih setelah menceritakan kisah sedih yang baru menimpanya kepada Rani, si pemilik warung.

I

a memang kelihatan seperti orang bingung. Bagaimana tidak, bertubi-tubi masalah kini menimpanya. Menurut Rani yang mengenal baik Anggi juga saudara sepupu Anggi ini, ada baiknya mengambil hikmah dari perjalanan hidup perempuan asal Pulau Sumbawa ini. Hidup bergelimang uang ketika masih aktif bekerja di salah satu BMUN terkemuka sempat dilaluinya. Apalagi suaminya juga seorang pegawai perusahaan swasta dengan penghasilan yang di atas rata-rata. Menggabungkan gaji berdua itu, sungguhlah banyak. Hidupnya ada di atas rata-rata orang biasa. Dari sana ia memiliki beberapa mobil dan fasilitas lainnya. Ia juga membuka usaha rumah makan yang sangat laris. Jadi penghasilannya makin bertambah. Anggi memiliki lima anak yang ketika sekolah dan kuliah dihujani uang dan fasilitas yang cukup. Pendeknya semua berjalan seperti impian banyak orang. Namun, lihatlah apa yang terjadi setelah 25 tahun kemudian. Sejak menikah Anggi menikmati semua kehidupannya itu bersama suami dan anakanaknya. Tetapi di tengah gelimang uang itu, sebagai seorang muslim Anggi dan suaminya tidak banyak melakukan ibadah sesuai perintah agamanya. Hidupnya seperti hanya untuk mencari uang. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi kelima anaknya yang juga tidak banyak mengenal ibadah. Ia membangun keluarga yang hanya mengenal uang. Pendidikan anak-anaknya juga tidak berlangsung mulus. Mereka tidak terbiasa dengan hidup yang berjuang sehingga ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah ya mereka keluar. Sementara yang masih

tetap kuliah menghabiskan waktu hingga 7 tahun. Sangat lama memang. “Anggi dan suaminya sa­ngat

jarang terlihat duduk bersama keluarga untuk berdiskusi tentang pendidikan anakanak atau pun untuk saling memberi nasehat,” ujar Rani. Kehidupan keluarga berjalan tanpa komunikasi yang baik. Semua cenderung asyik sendiri-sendiri dan semua masalah selesai dengan uang. Anggi hanya asyik dengan keluarganya. Ia tidak terlalu banyak menanam kebaikan pada saudara-saudaranya. Ia adalah pribadi yang lebih suka memberi kepada orang lain dibandingkan kepada saudara-saudaranya. Salah satu faktor yang membuat hari ini hidup Anggi penuh dengan masalah adalah karena ia tipe yang tidak mau mendengar nasehat orang lain. Pun dari saudara. Rani mengaku beberapa kali tahu bahwa Anggi selalu bertengkar dengan saudaranya ketika dinasehati. Anggi cenderung mengambil semua keputusan sendiri. “Apa yang diputuskannya itulah yang dilaksanakannya. Meski saudara-saudaranya yang merasa keputusan itu tidak tepat sudah menasehatinya, ia tetap pada apa yang diputuskannya,” kata Rani. Karena itulah banyak hal tentang hidupnya yang akhirnya tidak diketahui oleh saudaranya. Anggi lebih suka berjalan sendiri

dengan apa yang diputuskannya. Ia hanya akan bercerita pada saudaranya ketika mengalami kemalangan dari apa yang sudah dijalani berdasarkan keputusan itu. Sampailah akh-

tkh/net

irnya ternyata bisnis yang dijalankan Anggi selama ini satu persatu jatuh. Kondisi keuangannya pun menurun drastis. Uang pensiun yang diterima bersama suaminya lebih dari satu

miliar pun akhirnya lenyap untuk membayar utang-utangnya. Itu pun hanya Anggi yang tahu. Yang pasti tidak seorang pun anaknya apalagi saudaranya yang tahu uang tersebut ke mana larinya. Hanya dalam tempo enam bulan Anggi sudah mengeluh akibat tak lagi memiliki banyak uang untuk menopang kehidupannya. Padahal kini ia membutuhkan banyak uang untuk sekolah anak bungsunya yang akan menyelesaikan pendidikannya dua tahun lagi. A n a k anaknya yang sudah menikah juga tidak bisa membantunya. Tidak satu pun anak yang memiliki pekerjaan tetap yang bisa menghasilkan gaji bulanan. Anak pertamanya yang laki-laki mengandalkan gaji istrinya. Anak kedua perempuan mengandalkan gaji suami yang hanya pegawai biasa. Lalu anak ke tiga dan ke empat masih menganggur setelah menyelesaikan kuliahnya yang teramat panjang hingga tujuh tahun.

Anak-anaknya yang sudah menikah pun masih meminta bantuan padanya untuk keperluan biaya hidup sementara ia tak lagi memiliki penghasilan yang besar seperti dulu. Hari ini Anggi baru merasakan bagaimana ia tidak pernah menyiapkan anakanaknya untuk hidup dengan cara berjuang dan mengatur manajemen kehidupannya dengan baik. Jauh dari agama membuat mereka seperti jauh dari jalan keluar. Tabungannya pun sudah tiada. Hari ini ia hanya mengandalkan usaha warung nasi yang tidak besar penghasilannya. Anaknya yang akan lulus sekolah kini tengah membutuhkan biaya puluhan juta. Sedangkan anak yang lain meminta bantuan untuk kebutuhan hidupnya. Musibah yang paling hebat yang kini tengah menimpanya yang menambah bebannya adalah anak keempatnya terpaksa menikah dengan pembantu. Kabar itu baru seminggu lalu diterimanya. “Anggi tidak mau cerita lebih banyak soal itu. Ia masih mencari tahu keberadaan anaknya sekarang. Kalo ditanya tentang itu dia langsung pergi kayak tadi,” kata Rani. (Naniek I. Taufan)


8

Bunda & Ananda

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Jangan “Kudet” dan “Gaptek” Perkembangan anak zaman sekarang atau istilah kekiniannya “anak zaman now” tak bisa disamakan dengan anak zaman dulu. “Anak zaman now adalah anak yang tumbuh pada zaman yang sudah menyediakan semua fasilitas dan kemudahan kehidupan sehari-hari sebagai sarana bertumbuh dan berkembang dalam zaman yang semakin maju, zaman dimana batas-batas sosial termasuk batas geografis sudah bukan lagi menjadi kendala dalam berkomunikasi. Anak zaman now memperoleh semua kemudahan itu semua dibandingkan dengan anak zaman old,” jelas pengamat sosial Drs. Drajat Wibawa, M.Si.

A

nak zaman now tumbuh dan berkembang dalam dunia yang sudah pasti berbeda dengan zaman old. Namun demikian, Bowo—demikian sapaan akrabnya mengatakan hal ini tidak lantas berarti bahwa anak zaman now menjadi rentan, lemah dan hanya bergantung pada fasilitas lingkungan mereka, sebab tantangan yang mereka hadapi juga sudah berubah. Aspek komunikasi virtual (bukan komunikasi sosial secara langsung/direct social communication) mengemuka sejalan dengan berkembang-pesatnya jaringan internet yang saat ini sangat mudah diakses dengan harga yang murah. Contohnya saja, hanya dengan paket harian internet Rp 5.000 seseorang sudah mendapatkan akses internet sebesar 50MB. Sejalan dengan pesatnya perkembangan internet, pertumbuhan media sosial (social media) menjadi semakin pesar pula, bahkan pada zaman now bisa dipastikan seorang anak punya beberapa akun media sosial dan bisa dipastikan pula tiada hari tanpa meng-update akun medsos mereka. Dalam hal ini tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Beberapa aspek yang dilihat Bowo menguntungkan adalah terbukanya akses pergaulan sosial secara lebih luas. Anak zaman now bisa dipastikan bisa mengembangkan kemampuan/skill bahasa asing dengan cepat melalui sarana internet. Entah medsos, maupun konten dan sarana hiburan terbaru, dan juga terbukanya akses pada ilmu pengetahuan secara luas. Namun demikian, banyak pakar juga sudah menyatakan banyaknya kelemahan dan kerugian yang bisa berdampak pada anak zaman now yang hidup dengan dukungan komunikasi-virtual. Di antaranya, anak zaman now menjadi lebih “mager” (males gerak), lebih betah di kamar atau di belakang laptop/gadget. “Masuknya mereka ke dunia internet yang tanpa batas juga berpotensi risiko bagi anak-anak yang belum siap (atau disiapkan oleh orang yang lebih dewasa, orang tua atau guru). Di dunia internet yang serba terbuka, seorang anak yang belum siap dan tidak mendapat pendampingan dari orang dewasa juga rentan menjadi korban para ‘predator anak’ seperti yang terjadi pada kasus pedophilia yang sedang marak belakangan ini,” imbuh Bowo yang kini aktif bekerja di bidang security risk management, United Nation.

Karena itu, ia menegaskan pendampingan orang dewasa (orangtua /guru/mentor) merupakan kata kunci. Pendampingan yang dimaksud, bukan sematamata membuat batasan atau larangan bagi anak-anak. Larangan memang perlu, misalnya jatah waktu menyendiri dengan gadget atau laptop mereka dibatas pada jam-jam tertentu, dengan pemahaman bahwa dia masih perlu melakukan tugastugas lain yang perlu dikerjakan. Semisal belajar, mengerjakan PR dan sebagainya. Disiplin pemanfaatan waktu masih tetap diperlukan, meski bagaimanapun juga anak-anak masih akan berusaha untuk mencuricuri waktu. Namanya juga anak dengan kenakalan khas mereka. Dalam mendisiplinkan penggunaan waktu kepada anak yang dipentingkan adalah anak mengerti alasan yang disampaikan orang dewasa. Jadi bukan hanya dengan “pokoknya tidak boleh”. PAHAMI ANAK ZAMAN NOW Aspek lain yang penting bagi orang dewasa dalam memahami anak zaman now adalah, belajarlah mengerti apa yang sedang terjadi pada zaman now. Jangan “kudet” alias kurang update, sehingga tidak tertinggal oleh perkembangan informasi yang serba cepat. Dan jangan pula “gaptek”, pelajarilah dunia anak zaman now termasuk dunia internet lengkap dengan dunia medsos-nya, termasuk juga pernak-pernik mengenai peralatan zaman now, laptop, internet dan gadget. “Jangan terbalik, karena biasanya malah si ibu yang menanyakan kepada anak-anaknya bagaimana merubah ini dan itu, bagaimana cara mencari berita ini dan itu. Atau justru terbalik, orang dewasa dan orangtua yang lebih aktif di dunia internet dan medsos melebihi anak zaman

panutan, contoh bagi anak-anak zaman now. “Celakanya pada zaman now nih, orang dewasa kebanyakan justru menjadi contoh negatif bagi anak-anak zaman now. Dan parahnya lagi, semua fenomena ini mudah diakses oleh anak zaman now, sehingga mereka bisa menjadi galau, tidak menemukan figur teladan dalam masa pertumbuhan mereka,” bebernya. Untuk itu, sebagai orang dewasa atau orangtua, Bowo mengingatkan banyakb a n yaklah bergaul d a n

now,” ungkap mantan Kepala Bagian Psikologi Polda Bali periode 2007-2009 ini. Lalu bagaimana dengan orangtua yang gaptek (gagap teknologi)? Bowo menyarankan para orangtua untuk belajar dan membuka diri kepada sesama orang dewasa jangan bertanya kepada anak. Dan yang paling penting menurutnya adalah, bagaimana pun orang dewasa, khususnya orangtua harus tetap bisa menjadi teladan,

berkomunikasi dengan anak-anak Anda. Jangan biarkan mereka menjelajah dunia seorang diri dan Anda tetap asik pula menjelajah dunia Anda sendiri. “Ketika berbicara dengan anak-anak, perlu ikuti prinsip, berkomunikasi secara sejajar, selevel dengan anak-anak (anak dan remaja). Jangan gunakan pendekatan “vertikal” dengan konten utama “nasihat”, karena itu yang membuat anak mulai membuat jarak dengan Anda,” tandasnya. (Inten Indrawati)

Drs. Drajat Wibawa, M.Si.

Mendongeng Lima Menit

TIDAK DAPAT DIPASTIKAN

Made Taro

Seorang tuan tanah mengajak anak angkatnya melihat ratusan hektar sawah miliknya. “Lihat, Anakku! Di hamparan sawahku sekarang sedang tumbuh padi. Setelah panen nanti, akulah petani yang terkaya,” kata

sang Ayah bangga. Anak yang baru saja tamat dari sekolah agama itu menjawab, “Tidak dapat dipastikan, Ayah! Siapa tahu besok atau lusa hujan lebat turun, lalu merendam padi-padi itu sehingga mati. Ayah tidak pasti menjadi orang kaya.” Sang Ayah mengernyitkan dahi, namun ia diam saja. Ia tidak mengira anak angkatnya bisa berkata aneh seperti itu. Beberapa minggu kemudian, tuan tanah itu mengajak sang anak melihat hamparan sawahnya lagi. “Nah, sekarang lihat Anakku! Perkiraanmu salah. Tidak ada hujan lebat turun dan padi-padi itu sekarang telah menguning. Sebentar lagi panen tiba. Maka akulah petani yang terkaya.” “Tidak dapat dipastikan, Ayah! Siapa tahu, besok atau lusa, angin topan bertiup kencang sehingga merusak padi-padi itu. Ayah tidak dapat memastikan diri menjadi orang kaya.” “Dari mana kau mendapat teori seperti itu? Akan kubuktikan nanti, setelah panen, padi-padi

itu kusimpan di dalam lumbung besar, lalu kujual ke kota-kota besar. Maka akulah yang terkaya. Setelah itu kita akan makan enak,” jawab sang ayah bernada keras, suatu pertanda ia sedang marah. “Tidak dapat dipastikan, Ayah! Besok atau lusa, padi-padi itu dimakan ribuan tikus, sehingga tak ada beras yang dimasak, berarti kita tidak akan makan enak.” Sang Ayah makin jengkel mendengar jawaban aneh sang Anak. Ia menyuruh pelayannya memasak nasi dan lauk-pauk yang enak, kemudian menghidangkannya di atas meja. Sambil makan, mereka berdua berbincang-bincang mengenai kekayaan sang ayah. Sedang asyiknya makan, sang Ayah berkata, “Teorimu semua salah! Terbukti sekarang, tak ada hujan lebat, tak ada angin topan, tak ada ribuan tikus. Akulah yang terkaya, dan kita makan dengan enak.” “Tunggu dulu, Ayah! Hal itu tidak dapat dipastikan!” Belum selesai sang anak melanjutkan perkataannya, sang ayah marah, lalu menampar tangan kanan sang Anak yang sedang menyuapkan nasi ke mulutnya.” Pang! Nasi dalam kepalan tangan itu jatuh ke lantai. Sang Anak memungutnya kembali, sambil berkata, “Terbukti sekarang, Ayah! Padi yang seharusnya menjadi makanan enak itu, sekarang terasa tidak enak, karena keyakinan yang tidak dilandasi kebijaksanaan. Segalanya tidak dapat dipastikan. Manusia hanya berusaha, Tuhanlah yang menentukan.” (Thailand)

Griya

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

17

Teratai, Tanaman Air Berbunga Indah Teratai merupakan salah satu tanaman air berbunga indah. Bunganya sendiri berbentuk besar dan menarik dengan banyak kelopak. Memiliki beragam warna, ­se­perti pink kemerah-merahan, putih, ungu, kuning. Benangsarinya berwarna kuning dan memenuhi bagian kelopak. Daunnya berbentuk lembaran dan mengapung atau menonjol di atas permukaan air.

T

eratai tumbuh di lumpur pada air menggenang, seperti kolam yang dangkal, rawa-rawa dan ladang yang basah. Di musim penghujan seperti sekarang ini, ada kekhawatiran beberapa konsumen akan risiko pot tanaman itu menjadi pertumbuhan jentik nyamuk. “Jika ada lumpur, jentik nyamuk malah tidak bisa berkembang disana. Yang perlu dikhawatirkan justru potpot kosong dengan air bersih yang menggenang,” ujar Ima, pemilik stan bunga Eka Sari di kawasan Jakan Hayam Wuruk, Denpasar.

Tanaman teratai dikatakannya akan tumbuh bagus saat musim panas. Yang unik, masa mekar bunga ini antara jam 09.00 sampai 16.00. “Jika sore menjelang malam, kelopak bunganya akan men guncup dan mekar kembali pada pagi keesokan harinya,” jelas perempuan asal Surabaya yang sudah 20 tahun menggeluti bisnis tanaman bersama suaminya ini. Masa mekar bunga teratai itu sendiri hanya berkisar 5-7 hari untuk jenis teratai biasa. Seperti, teratai putih, teratai ungu, teratai pink, teratai kuning emas, dan teratai kuning sudamala.

Sementara untuk jenis teratai saraswati, masa mekarnya bisa sampai 2 minggu. Teratai saraswati ini dijelaskan Ima memang agak spesial. Selain mahkota bunganya indah berwarna pink, keberadaannya pun terbatas. Ini dikarenakan pembibitannya berbeda dengan pembibitan teratai jenis biasa. “Teratai biasa dibibit dari bunganya. Ketika bunga layu biasanya masih ada yang mentol, itulah yang dibibit, meski tak semua bisa dibibit. Kalau teratai saraswati, pembibitannya dari bongkolnya yang beranak sendiri,” jelas Ima. Karena itu pula, harga teratai saraswati ini bisa 3 kali lipat dari teratai biasa. “Tanaman teratai biasa Rp 75 ribu per pot, teratai saraswati bisa Rp 250 sampai Rp 300 ribu,” imbuhnya. Untuk pemeliharaan tanaman teratai ini, Ima men jelaskan cukup melakukan pemupukan 1 minggu sekali, dan air harus tetap meng-

genang. Perlu diperhatikan juga, teratai yang hidupnya di media lumpur ini, ketika lumpurnya sudah habis, sebaiknya diganti dengan lumpur sawah.

“Lumpur sawah lebih subur karena tidak tercemar jika dibandingkan dengan lumput got,” ucapnya. (Inten Indrawati)


16

Edukasi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Mama Zaman Now sebagai Bentuk Aktualisasi Diri Saat ini, istilah zaman now sudah latah melekat tak hanya pada anak, namun juga pada mama, dan segala sesuatunya yang menunjukkan kekinian. Semisal, mama zaman now. Psikolog Putu Widiastiti Giri mengatakan, istilah ini merefleksikan terobosan atau gaya hidup terkini dalam menjalani peran sebagai seorang ibu di era digital seperti saat ini.

I

stilah kekinian ini menggambarkan seorang ibu tidak hanya memiliki rutinitas di rumah atau hanya seputar keluarganya, tetapi aktivitasnya semakin bervariasi, bahkan ada yang mampu berkontribusi ke lingkup masyarakat. Munculnya istilah mama zaman now juga

Psikolog Putu Widiastiti Giri

erat kaitannya dengan pola pengasuhan untuk kids zaman now. Secara umum, kids zam a n n o w merujuk pada generasi muda (dalam hal ini, anak) yang menunjukkan perilaku seperti individu pada t a h a p perkembangan dewasa atau kebiasaan unik yang belum dialami generasi sebelumnya di masa itu. Sebagai bentuk protes terkait perilaku tersebut, muncul istilah kerennya kids zaman now. “Oleh karena itu, peran orangtua dari kids zaman now tentu sangat penting, salah satunya mama zaman now,” tegasnya. Perbedaan mama zaman now dengan mama zaman old, dijelaskan Asti—demikian sapaan karibnya, berkaitan dengan peman-

faatan teknologi di era digital. Keunikan mama zaman now dapat dirangkum dalam karakteristiknya. Pertama, kesempatan yang lebih ekspresif untuk mendokumentasikan segala pengalamannya, termasuk pengalaman bersama anak. Melakukan dokumentasi pribadi dengan gadget maupun aplikasi sosial media yang tersedia menjadi hal yang menarik untuk dijadikan rutinitas. Keuntungan bagi mama zaman now adalah adanya memori dalam bentuk visual, baik berupa tulisan, foto, hingga video terutama dalam pengalaman bersama anak. Informasi ini akan sangat bermanfaat untuk pengalaman mengasuh anak sekaligus merekam tumbuh kembang anak. Dengan adanya fitur sharing ke publik juga memungkinkan masyarakat luas untuk mengetahui rutinitas yang dimiliki oleh Mama Zaman Now. Karakteristik kedua, adanya peningkatan rasa percaya diri dalam menjalani peran sebagai ibu oleh mama zaman now. Faktor pendukungnya adalah kemudahan dalam akses terhadap informasi terkini, memperoleh panutan (role model), dan tips and tricks menghadapi tantangan seharihari sebagai ibu. Dengan adanya kemudahan akses informasi inilah, terbangun persepsi bahwa menjadi ibu tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya. Terlebih lagi, adanya figur yang dijadikan panutan yang sering melakukan sharing jitu mengenai peran ibu akan menjadi kisah inspiratif. Selain itu, informasi yang tersaji dengan kaya ini juga menjadi “teman setia” bagi mama zaman now untuk tidak pantang menyerah dalam melakukan tugas esensial sebagai ibu, khususnya dalam pengasuhan anak di keluarga. Karakteristik lainnya, mama zaman now lebih memilih melakukan sesuatu yang lebih praktis dalam rutinitasnya sehari-hari. Sebagai contoh, ketika tidak sempat memasak, dapat memesan secara online melalui aplikasi. Tidak jarang, mama zaman now lebih kreatif dalam menemukan solusi untuk permasalahan yang ditemuinya. Misalnya, ketika ingin mengenal keseharian anaknya, dapat menjadi “teman” dengan sosial media milik anaknya. Selain itu, kreasi juga muncul dalam hal penampilan, perawatan, dan pilihan aktivitas yang membuat

mama zaman now lebih nyaman mengaktualisasikan dirinya. AKTUALISASI DIRI Dari kaca mata psikologi, Asti mengaitkannya dengan teori hirarki kebutuhan yang diutarakan oleh Maslow. Ia menjelaskan, adanya usaha untuk menunjukkan identitas sebagai mama zaman now dapat dihubungkan dengan adanya kebutuhan untuk diakui sebagai bagian dari tren mama zaman now. Misalnya, mama zaman now selalu memiliki update kegiatan setiap hari yang diketahui netizen. Terlebih lagi ketika pengakuan itu dibuktikan melalui adanya sejumlah simbol “setuju” atau komentar netizen di unggahan miliknya. Hal ini mampu meningkatkan rasa keberhargaan diri seorang mama zaman now. Bentuk dukungan lain yang dapat diterima mama zaman now adalah adanya kepedulian dari netizen terhadap pengalaman penting dalam hidupnya. Ketika memiliki pengalaman yang menyenangkan, mama zaman now membayangkan akan mendapatkan apresiasi. Begitu juga sebaliknya, ketika mengalami pengalaman kurang menyenangkan, mama zaman now lebih mudah memperoleh dukungan moril dari sekitarnya. Identitas sebagai mama zaman now juga memberikan kesan bahwa ada prestasi versi terkini yang mengagumkan dari peran seorang ibu. Sebagai contoh, kelompok arisan yang diikuti oleh seorang ibu meluaskan manfaatnya dengan membuat kegiatan bakti sosial bagi pengungsi bencana alam. Upaya ini membuktikan bahwa ada ranah yang mendukung pengembangan diri mama zaman now, atau istilah kerennya aktualisasi diri. Sudut pandang lain yang juga dapat dilihat adalah adanya dorongan untuk mengikuti pengaruh sosial dari julukan mama zaman now. Seakan-akan ada norma sosial yang bersifat tidak tertulis bahwa seluruh ibu masa kini adalah mama zaman now. Sementara itu, bagi ibu yang “ketinggalan zaman” justru dianggap aneh. Oleh karena itu, solusi teraman adalah mengikuti gaya mama zaman now, meskipun kurang sesuai dengan dirinya. Namun, Asti mengingatkan ada beberapa hal yang perlu disikapi lebih lanjut oleh mama zaman now. Pertama, adanya kesepakatan tentang privasi dalam internal keluarga. Sejauh mana informasi tentang rutinitas sehari-hari yang di-share ke publik. Mengingat, pada zaman now justru informasi dari sosial media dapat dipergunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, bersikap waspada dengan menetapkan batasan

mengenai privasi menjadi mutlak untuk dilakukan. Selain itu, perlu disepakati juga tentang pada kondisi seperti apa dokumentasi pribadi tersebut dianggap nyaman oleh seluruh anggota keluarga. Sebagai contoh, apakah disetujui ketika pengambilan video ketika anggota keluarga sedang makan bersama? Upaya ini dilakukan agar jangan sampai ada anggota keluarga yang keberatan dan mempengaruhi keharmonisan yang telah terjalin baik sebelumnya. Kedua, tetap menjadi teladan bagi keluarga, utamanya anak, terlepas dari identitas sebagai mama zaman now. Sebagai contoh, mengucapkan tolong ketika ingin meminta bantuan kepada orang lain dan disertai dengan terima kasih ketika telah dibantu. Teladan, bukan hanya sebatas kata-kata, tetapi juga contoh dalam hal perilaku. Ketiga, tetap berpikir openminded terhadap informasi yang diterima, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kritis ketika ingin digunakan untuk menyelesaikan persoalan tertentu. “Dengan kemudahan dalam hal akses informasi, mama zaman now memiliki alternatif penyelesaian masalah yang lebih beragam. Tantangannya adalah bagaimana menentukan dari sejumlah informasi atau masukan tersebut agar tepat guna ketika diterapkan,” ujar lulusan Fakultas Psikologi UI yang kini praktik di Biro Konsultasi Psikologi Pradnyagama ini. Di samping itu, mengantisipasi efek “terbawa perasaan” atau baper atas komentar netizen terhadap hal yang di-share oleh Mama Zaman Now. Tentunya, pengelolaan emosi menjadi bekal penting untuk terhindar dari stres yang berasal dari komentar yang tidak sesuai harapan. Tetap menikmati momen kebersamaan dengan keluarga maupun orang terdekat adalah hal keempat yang dapat diperhatikan mama zaman now. Dengan kemudahan untuk melakukan dokumentasi pribadi, tetaplah usahakan untuk membuat asyik suasana tanpa gadget atau sering disebut quality time. Mungkin pernah dengar tentang “Era digital ini tampak seperti mendekatkan yang jauh, tetapi menjauhkan yang dekat”? Harapannya, kalimat ini dapat menjadi pedoman untuk mengakrabkan suasana baik ketika bertemu langsung maupun dengan perantara gadget. “Terlepas dari sebutan mama zaman now, peran orangtua selalu menjadi pendukung utama tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, tetap menjadi teladan, menebar kasih, dan menonjolkan hal positif dari tren mama zaman now, merupakan sesuatu yang esensial,” tandasnya. (Inten Indrawati)

Dara

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Dode Rama

Lebih Suka Buat Prank

Media sosial membawa pengaruh yang luar biasa untuk perkembangan berbagai sektor kehidupan. Salah satunya sektor ekonomi. Melalui media sosial, I Dewa Gede Rama Ganacharya Agung meraup pundi-pundi Rupiah melalui videovideo singkat di Instagram.

D

ode sapaan akrab pria yang saat ini tengah mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha ini mengatakan bahwa berkat keisengannya saat ini Instagramnya telah diikuti 147 ribu follower. Dode mulai dikenal setelah memparodikan lagu Despacito yang versi Bali. Melalui akun DodeChannel tentu pengguna instagram sudah tidak asing lagi dengan karya-karya pria satu ini. Bahkan saat ini Dode sedang digandrungi oleh remaja-remaja

di Pulau Dewata. “Dari sana viral videonya sampai akhirnya bikin video seperti sekarang,” jelasnya. Selain video komedi, Dode juga membuat karya dengan kategori prank dan challenge untuk melibatkan langsung followernya. Pria kelahiran Denpasar 15 Oktober 1994 mengaku jika kategori prank lebih banyak peminatnya dibanding kategori lain. Selain itu, kategori ini juga dirasa membuat dirinya memiliki cirri khas dan berbeda dari selebgram lain. “Orang-orang

Peluncuran All New Terios Awal tahun 2018 menjadi momen bagi Daihatsu untuk meluncurkan All New Terios di Bali. Acara peluncuran dilaksanakan Sabtu (6/1) di Mal Bali Galeria, Kuta. Deputy Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto yang didampingi Marketing Planning & Sales Operation Dept. Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Tri Mulyono; Marketing Product Planning Development Head PT Astra Daihatsu Motor Takao Kunita dan Koordinator Astra Daihatsu Wilayah Bali Tulus Pambudi mengatakan produk terbaru Daihatsu ini dipasarkan dengan harga yang bahkan lebih murah dari Terios keluaran 2017. All New Terios merupakan SUV seven seater yang sudah dinantikan konsumen. Harganya bersaing bahkan ada varian yang lebih murah dari Terios sebelumnya. Ini bisa terjadi karena di Daihatsu, selalu mengupayakan efisiensi sehingga bisa memotong biaya produksi. (Ngurah Budi)

lebih suka konten prank, sehingga saya rajin upload dan penonton saya semakin banyak,” imbuhnya. Padahal ide membuat prank ia dapatkan dari berbagai sumber di Youtube dan saat ini banyak orang yang juga ikut membuat video prank. Bahkan video-video komedi yang ia bagikan di media sosial tidak pernah jauh-jauh dari kepribadiannya. Dode yang dalam kesehariannya kocak, suka bercanda dan mudah bergaul dengan sangat enjoy dalam setiap materi pranknya. “Memang awalnya hanya iseng-iseng tetapi akhirnya memang sesuai dengan karakter saya dan saya suka bisa menghibur orang,” ungkapnya. Bahkan Dode tidak pernah tanggung-tanggung dalam menghibur dengan selalu menampilkan ekspresi wajah yang aneh dan lucu dalam setiap videonya. “Jika secara karakter yang membuat karya saya berbeda adalah dalam video saya menekankan pada hal-hal konyol dan kadang cenderung terlihat bodoh untuk saya tampilkan,” papar pria yang sering dikometari karena tahi lalatnya. Setiap karya baik berupa parody, Prank, dan challenge yang ia buat tentu tidak semua mendapat respon positif dari pengguna media sosial. Karyanya yang lebih menekankan pada hal-hal konyol rupanya tidak semua dapat diterima dengan baik penyampaiannya. Maka dari itu, ke depan Dode akan mengurangi konten materi yang dirasa menjadi hal-hal aneh jika ditonton. “Saya lihat banya kalangan pelajar sebagai pengguna media sosial maka hal yang berbau tidak sopan untuk dikurangi. Saya ingin menekankan pada hiburan saja dan pesan-pesan untuk memotivasi dan menjadi contoh yang baik untuk penonton,” harapnya. Dode juga punya misi membawa vibrasi positif terhadap anak-anak muda melalui karyanya. Dengan video berdurasi pendek Dode ingin mengajak anak muda untuk samasama berkreatifitas dan menggunakan kemajuan tehknologi sebagai ajang kreativitas dan membuka wawasan secara positif. Dode juga mengakui melalui akun instagramnya, ia semakin banyak memiliki relasi dan diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat lainnya seperti pengusaha dan produser. “Hal yang paling utama dan penting bagi saya memiliki banyak teman dan membangun relasi,” ucapnya. Bahkan dari relasi tersebut dirinya mendapat banyak tawaran endorese berbagai produk mulai dari HP, baju, makanan dan lain-lain. “Banyak dari relasi menggunakan jasa saya sebagai pengiklan produk mereka. Lumaya hasilnya bisa nambah uang jajan dan kuliah,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

9


10

Kreasi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Ayu Saraswati

iernya sebagai penyiar radio Swara Widya Besakih di Karangasem hingga pindah ke beberapa radio lain. Dari dunia radio, ia masuk ke dunia tarik suara. Lagu “Megantung tanpa Cantel” merupakan lagu perdana perempuan kelahiran 27 Mei 1979 ini. Untuk album solo pertamanya berjudul “Sing Bani Mati”. Lagu-lagu Ayu Saraswati yang sudah akrab di telinga penggemar lagu Bali, diantaranya “Duka Lara” dan “Mebunga-bunga”. Ibu dari Sathya Saskara ini juga kerap duet dengan Eka Jaya dan Raka Sidan.

Alunan Hati

“Siwa Ratri” Perempuan yang satu ini multitalenta. Ia dikenal ­sebagai penyanyi, MC, ­dalang, wanita karier, dan ibu. Ia adalah Ayu Saraswati. Di awal tahun 2018, Ayu menghadirkan single terbarunya berjudul “Siwa Ratri”. Peluncuran single ini disesuaikan dengan momen Siwa Ratri yang jatuh pada Senin (15/1).

A

yu menuturkan proses kreatif lagu mulai ketika ia didatangi temannya. “Ada teman saya namanya Astra datang ke rumah memperdengarkan lagu ciptaannya. Lagu ini sudah isi musik. Saya bilang lagunya bagus. Ternyata dia minta saya yang nyanyi. Saya mau asalkan boleh mengubah musik dan beberapa liriknya. Astra oke,” ungkapnya. Penyanyi yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Ayu Yuliani ini lalu menghubungi Dek Artha sebagai arranger. Setelah musiknya jadi, Ayu langsung take vocal. “Take vocal pukul 21.00 setelah saya selesai rapat di Buleleng.

Mozaik

Setelah jadi, saya merasa ada yang kurang. Perlu ada suara sesendon sebagai sentuhan relijius karena lagu ini nuansanya relijius. Saya minta tolong Bli Anom Ranuara dari Batanbuah Kesiman untuk dibuatkan kata-kata yang pas,” ujar Operational Manager Krishna Holding Company ini. Setelah mendapatkan katakata, Ayu mencari orang yang pas untuk melantunkannya. “Saya cari Mbok Nik Suasti untuk melantunkan sesendon dan palawakya. Perlu perjuangan juga untuk menemukan Mbok Nik karena saya kehilangan nomor ponselnya dan tidak tahu rumahnya. Akhirnya kami bisa ketemu dan membahas lagu ini. Mbok Nik setuju untuk mengisi suara dan kami pun take

(Ngurah Budi)

vocal hingga jadilah single ini,” ujar Ayu. Peraih penghargaan Gita Denpost Award dan Bali Music Award ini berharap lagu “Siwa Ratri” bisa diterima masyarakat Bali khususnya umat Hindu sebagai peneman saat melaksanakan Siwa Ratri. Ia pun memohon semoga lagu ini mendapat berkah dari Dewa Siwa di malam Siwa Ratri. Lagu ini merupakan alunan hati untuk Dewa Siwa, mohon pengampunan, agar alam semesta mendapat kedamaian. Ayu Saraswati mengawali kar-

Pentingnya Public Speaking Bisa berbicara memukau di depan umum bisa dikatakan gampang-gampang susah. Gampang jika kita memiliki rasa percaya diri dan tidak takut atau berani saat akan melakukannya. Menjadi susah, ketika kita merasa tidak percaya diri dan cemas. Rasa percaya diri adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang berbicara di publik atau di depan umum. Demikian terungkap saat Sri Sumahardani memberikan materi “Public Speaking” pada Woman & Career Passion Community, Kamis (11/1), di Hotel Neo, Denpasar. Pada ‘Exclusive Program’ persembahan ‘Sri Sumahardani Academy’ yang dihadiri sekitar 20 wanita karier di Bali tersebut

juga terungkap bahwa ada lima poin alasan kenapa ‘public speaking’ atau berbicara di depan umum itu penting. Memiliki passion, percaya diri, dapat menikmati keadaan saat sedang menjadi public speaker dan antusias terhadap audience. Pada pertemuan yang pesertanya memang dibatasi tersebut, dipaparkan dan dikupas dengan lugas oleh penulis buku ‘Service A La Carte’ ini tentang magic word, pesona nada suara, bahasa tubuh hingga beberapa rahasia bagaimana seorang pembicara atau public speaker bisa menguasai audiencenya dengan rangkaian kalimat di awal juga diakhir sebuah pertemuan, yang memiliki peran kuat dalam kegiatan public speaking.

Masih di acara itu juga, Sri Sumahardani mengingatkan bahwa dalam sebuah komunikasi, yang memegang peran terbesar adalah bahasa tubuh (gesture), baru kemudian disusul dengan nada suara dan kata-kata yang digunakan. Karenanya ia pun dengan gamblang menyampaikan apa upaya atau bentuk latihan yang harus dilakukan agar memiliki public speaking skill yang baik, kemampuan komunikasi yang andal hingga pesan tersampaikan sebagaimana yang diinginkan. Diantaranya, peserta disarankan untuk berlatih sebanyak-banyak dengan membaca cepat, membaca puisi, bercerita dan bernyanyi, yang di dalamnya sudah termasuk kata , nada dan bahasa tubuh.

Sesungguhnya, kata Sri Sumahardani yang paling penting dalam berbicara di depan umum adalah ‘rasa percaya diri yang tinggi’. Namun, pada kenyataannya kita seringkali dihantui oleh beragam rasa takut, seperti takut ditolak, takut berbicara karena mencemaskan respon audience dan kecendrungan kita yang seringkali fokus pada kemungkinan yang negatif, apakah itu takut ditertawakan dan rasa khawatir jika nantinya tidak memuaskan serta kecemasan lainnya menjadikan kita gemetar, pucat, gugup, sesak nafas hingga sakit perut. Sebelum menyilakan peserta berlatih tampil, public speaker yang dikenal dengan Salam 3 SP. Salam Senyum Sang Penyihir itu menyampaikan jika image seseorang mulai terbentuk dari awal. Awal yang baik sangat mempengaruhi kesuksesan berbicara. Kemudian ia pun segera memberikan sebuah tips untuk mengatsi rasa takut yakni dengan menyisihkan waktu 5-15 menit untuk

rileks. Menutup mata dan memvisualisasikan para audience. Lihat diri kita sedang berdiri tenang, santai, dan tersenyum. Dengan gagah dan penuh percaya diri menyampaikan materi. Dan, kita dapat mendengar tepuk tangan yang mengapresiasi penyajian kita yang powerfull. Setelah sesi tanya-jawab, salah satu Perempuan Inspiratif Tokoh 2016 ini membagikan berbagai tips dari pengalamannya. Sri Sumahardani mewajibkan setiap peserta untuk praktik langsung sebagai public speaker. Para wanita karier yang hadir di program khusus tersebut pun mampu mengatasi dan mengusir rasa takut dalam diri, mengubah fokus yang semula masih bersifat internal menuju kepada audience atau eksternal. Akhirnya rata-rata peserta berhasil memvisualisasikan kemampuan public speaking mereka dengan percaya diri , berenergi hingga memiliki performa yang baik. (Sri Ardhini)

Style

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Modis dengan Maxi Dress

Pekan ini Tokoh memilih menyajikan koleksi terbaik dari merek ‘Kanashee’. Berbagai macam desain yang menarik dari Shintya Setiawan ini diantaranya berupa busana gipsy maxi dress, komono red maxi dress, v neck blouse hingga sabrina blouse . Karya indah dan bahan

yang berkualitas menjadikan desain-desainnya sangat applicable bagi semua kalangan, mulai remaja hingga dewasa. Begitu juga dengan warna yang dipilihnya mengesankan elegan dan menawan. Berikutnya pemilihan warna yang cerah akan memberikan nuansa yang modern , energik serta mewah pada maxi dress yang kini memang tengah populer. Menurut sang perancang yang juga seorang dokter ini,

rancangannya yang berbahan cotton, viscous dan silk dapat dikenakan untuk berba ga i kegia tan seperti acara santai, acara keluarga, hang out, arisan hingga kegiatan semi resmi seperti cocktail party.

(Sri Ardhini)

15


14

Jelita

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Mengenal Produk Perawatan dan Kecantikan Bersama Natalia Kosmetik

Hingga saat ini Toko Natalia Kosmetik, ­ di kawasan Pertokoan Kertha Wijaya, menyediakan produk kecantikan yang bisa digunakan merawat hingga mempercantik tampilan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mulai dari pewarna rambut sampai kuteks pewarna kuku.

M

enurut Natalia, sang pemilik Toko Kosmetik, untuk produk perawat­ an sehari-hari, ia banyak pilihan sesuai dengan yang diperlukan. Misalnya untuk wajah tersedia skincare berupa face wash, milk cleanser, fresh toner/micellar water, massage cream, peeling

merek produk koleksinya yakni Tulljye, Poppy Darsono, MS Glow, Ristra, Tjefuk, Biokos, ­Latulipe, Mirabella, PIXY, Sari Ayu, Wardah, Mustika Ratu, ­Ranee, Ponds , Inez, Maybelline, Silky Girl, Garnier, dan Loreal, dan yang lainnya. “Khusus untuk perawatan wajah sehari-hari kami ada sabun

cream, masker wajah, serum wajah, cream pagi, cream malam dan sunblock. Masih untuk wajah, namun yang sifatnya decorative, tersedia eyeliner, lipstick, blush on, eyeshadow, mascara, eyebrow, bulu mata palsu, eyelash extention, concealer, hi-light, shading, countor, shimmering, finishing touch,face mist, base make up, moisturizer, BB cream, CC cream, bedak ( two way cake, compact dan loose powder, cushion dan face oil.) Selanjutnya, produk perawat­ an badan tersedia; sabun mandi, lulur badan, body masker, body lotion, body cream, body butter, parfume/body mist, hingga deodorant. Untuk tangan dan kaki ada produk manicure, pedicure, nail polish, nail remover, vitamin kuku, kuku palsu, nail gel dan perlengkapan nail art. “Berbagai merek produk nail polish juga bisa dipilih, mulai dari Revlon, LA girl, OPI, Silky Girl, Wet’n Wild, PIXY, Pokari, Carla, dan masih banyak lagi yang lainnya,” tutur Natalia sambil menyebut beberapa

wajah, yang biasa digunakan pagi hari pada saat mandi, untuk mengangkat kotoran dan sel kulit mati serta minyak berlebih di wajah. Kemudian day cream, yang diperlukan pada pagi hingga sore hari serta saat bepergian,

Natalia

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

11

Empat Asana Sehat untuk Perempuan

Tak punya waktu melakukan olahraga di luar, Anda bisa melakukannya di rumah. Ada beberapa gerakan ­asana yoga yang sangat baik untuk kesehatan perempuan.

A

nda bisa memulai dengan tahap pelanpelan dan melakukan sesuai kemampuan. Dengan kerutinan berlatih, mulailah tingkatkan gerakan menjadi sempurna dan lakukan delapan kali tiap gerakan. Ibu Kirana, seorang guru yoga Ananda Marga yang berusia 67 tahun berbagi tips sehat melakukan gerakan asana yoga. Ada empat

gerakan dasar yang bisa dilakukan. Walaupun hanya empat, gerakan ini sangat bermanfaat dan membuat para perempuan menjadi sehat dan enerjik. Ia menekankan, lakukan gerak­a n yang aman dan nyaman, artinya, ketika tubuh Anda merasakan sakit, saat melakukan gerakan, jangan dipaksa. Anda bisa mencoba lagi berikutnya. Ia juga mengingatkan, jangan

lupa lakukan tarik napas dan hembuskan napas lewat hidung saat melakukan gerakan. Tujuannya, agar gerakan tersebut juga memberi manfaat bagi organ pernapasan dan jantung. Kirana juga menegaskan, untuk sehat secara fisik dan psikis, sebaiknya lakukan pola makan yang sehat, istirahat cukup, tidak stres, dan ada tiga kunci motivasi untuk tahun 2018 yang disebutkannya. “Lakukan kejujuran, jadilah volunteer, dan jadikan penderitaan sebagai aset kekayaan,” ujar perempuan yang sangat bersemangat di usia senjanya ini. (Wirati Astiti)

3.Dirgapranam Duduk bersimpuh tangan ke atas sambil tarik napas, dan keluarkan napas saat menurunkan kepala dan tangan. Usahakan kedua tangan menempel pada sisi telinga saat tangan diturunkan. Manfaat menguatkan bagian dalam organ perempuan, baik untuk yang sering sakit saat menstruasi.

color melting golden blonde 2018

untuk melembabkan kulit dan melin­d unginya dari dehidrasi. Ada juga night cream, yang digunakan malam hari, saat kondisi wajah dalam keadaan bersih, yakni satu jam sebelum tidur. Selanjutnya ada Serum, yang pemakaiannya sebelum

cream siang atau cream malam, yang fungsinya memaksimalkan pemakaian cream sebelumnya demi hasil yang maksimal,” papar Natalia. Diingatkan pula oleh Natalia, untuk hasil yang terbaik, semua jenis produk hendaknya disesuai-

kan dengan jenis kulit. Satu hal penting lainnya yang ditekankannya adalah sebaiknya kita rajin membersihkan wajah dari make up ketika sudah selesai beraktivitas dan jangan lupa melakukan perawatan facial seminggu sekali untuk meregenerasikan kulit. (Sri Ardhini)

Model dan Warna Rambut Terkini Pixie bob hairstyle 2018.

Bugar

Berikutnya, Natalia mengatakan jika ia juga menyediakan produk perawatan rambut mulai dari bagian luar hingga perawatan dan pengobat­ an untuk menangani masalah rambut di bagian dalam. Mulai keperluan perawatan biasa, seperti sampo, conditioner, creambath, vitamin rambut hingga masker, serum dan hair tonic. Selain itu, tersedia pula bermacam-macam produk pewarna rambut, di antaranya beberapa warna rambut orang Asia, seperti black, blue black, brown, dark brown, dan medium brown. Sedangkan mengenai tren pewarnaan rambut, dikatakannya saat ini yang banyak dicari adalah warna cokelat ke mocha serta pengaplikasian colour melting. “Cokelat ke mocha adalah cokelat yang ada pantulan warna ungu kemerahan tapi tidak terlalu jelas pantulannya atau samar-samar saja tapi cenderung ke cokelat. Sedangkan colour melting adalah pengaplikasian tiga warna atau lebih di satu batang rambut pada satu kepala,” tuturnya. Natalia juga menjelaskan jika tekstur pelurusan ada dua, yaitu: straight/lurus dan smoothing/pelurus­ an. Perbedaannya, straight hanya lurus biasa sedangkan smoothing

1.Yoga Mudra Asana ini dilakukan dengan cara duduk bersila kemudian kedua tangan dikaitkan di belakang punggung. Kemudian pelan-pelan turunkan kepala sampai menyentuh lantai. Saat kepala turun hembuskan napas lewat hidung saat menaikkan kepala tarik napas lewat hidung. Lakukan sampai 8 kali. Manfaat asana ini sangat bagus untuk pencernaan dan perut. 4. Buterflly pose atau pose kupu-kupu Pose gerakan yoga ini bermanfaat dalam membakar lemak pada perut, paha, dan juga kaki. Jika Anda ingin mempunyai kaki ramping, posisi ini menjadi suatu cara yang tepat untuk mendapatkan hal itu. Caranya duduk bersila dengan telapak kaki kanan dan kiri disatukan. Peganglah dengan kedua tangan Anda serta duduk dengan dengan posisi tegak lurus. Kemudian pelanpelan, turunkan badan sampai menyentuh lantai. Manfaat asana ini sangat bagus untuk organ pencernaan dan organ dalam perempuan.

akan terlihat lurus lebih alami atau seperti lurus aslinya. Produk untuk rambut yang tersedia adalah : matrix, loreal, makarizo, vitality, tera de verde/ilvasto dan masih banyak lagi. Selanjutnya Natalia juga menyebutkan beberapa alat yang perlu dimiliki untuk styling rambut di antaranya : Catok pelurusan, catok curly keriting, sisir catok dan hair dryer. (Sri Ardhini)

(Wirati Astiti)

Tren warna terbaru, coklat ke mocha

2.Bhujangasana Merupakan satu gerakan yoga untuk mengecilkan perut sekaligus menguatkan tulang belakang. Bagi mereka yang memiliki masalah pada punggung latihan ini bisa menjadi terapi untuk mengurangi sakit pada tulang belakang. Bhujangasana sering disebut dengan cobra pose karena gerakannya mirip ular cobra. Posisi tengkurap, letakkan tangan di matras tepat di bawah bahu atau bisa juga sedikit lebih ke depan tergantung kelenturan tulang punggung. Lalu angkat atas tubuh Anda dengan kekuatan otot punggung. Lakukan gerakan tersebut sehingga kepala terangkat ke atas. Manfaat membuka punggung, dada, bahu, tulang belakang, dan bagian perut, memperkuat punggung dan memberi energi dan dianggap dapat merangsang fungsi organ bagian perut dan meredakan stres.


12

Kuliner

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Aneka Kudapan di Musim Hujan Roti Canai

Musim hujan membuat orang memilih beraktivitas di dalam ruangan. Salah satunya dengan menikmati kuliner. Minuman hangat mulai dari kopi, teh, hingga susu jadi pilihan tepat saat cuaca dingin. Jangan biarkan minuman itu sendirian. Berikut ini aneka kudapan yang bisa dinikmati saat musim hujan.

Untuk memulai awal tahun 2018, Restaurant Jempiring Aston Denpasar Hotel & Convention Center mengundang para pecinta makanan dan minuman dengan menu Oriental Cuisine.

M

Roti ini sangat dikenal masyarakat India. Bentuknya pipih karena dibuat dengan cara diputar hingga tipis kemudian dilipat dan dipanggang. Ada juga memasaknya dengan menebarkan adonan setipis mungkin di atas pemanggangan. Roti canai juga dikenal dengan nama roti prata. Roti ini makin nikmat dengan saus kari. Paduan rempah-rempah dengan aroma menyengat ini akan membuat makan kudapan jadi semangat. Kini banyak tersedia rumah makan maupun warung yang menyediakan menu roti canai, salah satunya Warung 63 di Jalan Veteran, Denpasar.

enu yang dihidangkan terdiri dari Steamed Minced Seafood with Chinese Dressing sebagai makanan pembuka. Ada tiga potong zucchini atau timun Jepang yang masing-masing diisi dengan udang, cumi, ikan, dan sayuran yang semuanya dicampur dan dibentuk seperti bakso. Makanan utamanya Chinese Barbecue Chicken, paha ayam tanpa tulang yang dipanggang dan disajikan di atas mi goreng dengan bok choy dan tidak lupa dengan saus barbecue ala Negeri Tirai Bambu yang siap untuk memenuhi selera para tamu. “Sebagai hidangan penutup, kami menyajikan Es Jamur Salju,

Membuat martabak

Martabak Dimsum

Dimsum merupakan makanan khas Tionghoa. Biasanya dimsum dijadikan kudapan sebelum menu utama. Ciri khas dimsum adalah tempatnya berupa anyaman bambu. Satu porsi biasanya berisi tiga hingga empat kudapan. Aneka dimsum yang bisa dinikmati bersama teh panas di antaranya siomay, hakau, xiao long bao, ceker ayam, bak pao, dan spring roll. Dimsum Manan di Jalan Buluh Indah, Denpasar merupakan salah satu lokasi untuk menikmati kudapan hangat ini.

Kudapan yang satu ini awalnya banyak ditemukan di Arab Saudi. Kini pedagang martabak bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia termasuk Bali. Martabak ada dua jenis, martabak telur/asin yang terbuat dari campuran daging dan telur serta martabak manis (terang bulan) yang berbahan coklat dan kacang. Warung 63 menjadikan martabak sebagai kudapan andalan. Campuran sayur dan telur ini dibungkus dengan adonan tepung. Cara koki memainkan adonan kerap menjadi atraksi menarik. Adonan yang lebar ini kemudian dimasukkan campuran sayur dan telur lalu

menu ini terdiri dari puding, lengkeng, kecie, dan kurma china yang disajikan dingin se-

hingga melengkapi kesegaran setelah menyantap hidangan utama,”uUngkap Komang Suarsih, Pastry Chef di Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Untuk melengkapi menu Oriental Cuisine, bartender menyajikan tiga pilihan minuman

yang terdiri dari dua minuman dingin. Shanghai, minuman ini berbahan dasar teh hitam dan dicampur dengan daun mint, jeli, dan simple syrup. Guangzhou merupakan minuman yang proses pembuatannya adalah di-floating, bahannya sendiri terdiri dari blueberry, hazelnut, ginger ale, whip krim, dan keju sehingga memiliki rasa yang se-

Rajungan Saus Tiram Pedas

Martabak

dibungkus seperti melipat kertas. Selanjutnya kudapan dibolak-balik di atas minyak panas. Martabak sangat nikmat disertai dengan acar ataupun saus kari.

Sarwan Bahan: 750 gr : rajungan, bersihkan 3 sdm : saus pedas 2 sdm : saus tiram 1 sdm : saus tomat 200 ml : air 2 ruas jari : jahe, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk, dan minyak secukupnya

Serabi

Dulu serabi hanya dijual di pasar tradisional. Kini generasi “zaman now” bisa menikmati serabi di kafekafe, di antaranya Soerabi Nyonya

di Jalan Buluh Indah, Denpasar. Ada pilihan aneka serabi manis, serabi asin, hingga serabi premium. Mau serabi polos juga ada.

Bumbu 7 buah 3 siung 3 buah 5 buah

halus : : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar : cabe rawit

Cara Membuat : Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan air dan rajungan yang sudah dicuci bersih agak dibelah, lalu masukkan saus tomat, saus sambal, saus tiram, aduk merata. Masukkan garam,

gula, kaldu bubuk, masak sampai matang dan bumbu meresap. Angkat, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan daun ketumbar.

Bahan : 750 gr : ikan patin potong-potong 2 sdm : air jeruk nipis 2 lembar : daun jeruk 1 sdt : garam 10 buah : cabe rawit 1 buah : tomat potong-potong 2 batang : serai, ambil putihya dan cincang halus 300 ml : santan Minyak secukupnya buat meng­ goreng

Bumbu Halus : 8 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 3 ruas jari : jahe 3 ruas jari : kunyit bakar 3 butir : kemiri sangrai 1 sdt : ketumbar sangrai 5 buah : cabe rawit 2 buah : cabe kriting Daun jeruk secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk secu-

gar dan lembut di mulut. Bagi para pecinta minuman hangat, tersedia Tianjin, dengan campuran coklat bubuk, susu segar, vanilla, dan simple syrup sehingga menjadikan minuman ini tepat untuk dinikmati di sore ataupun pagi hari. Menu Oriental Cuisine ini berlaku selama Januari – Maret 2018. (Ngurah Budi)

Tungku untuk memasak serabi

kupnya

Cara Membuat : Lumuri ikan dengan irisan air jeruk dan garam, diamkan selama 10 menit, lalu goreng hingga kecokelatan, tiriskan. Tumis bumbu halus bersama irisan serai hingga harum, lalu masukkan cabe rawit utuh dan gorengan ikan patin. Aduk merata, masukkan santan, aduk-aduk, lalu ungkep sampai santan agak berkurang. Angkat, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng

Ikan Gabus Bumbu Kluwek

Bahan : 700 gr : ikan gabus, bersihkan, sayat-sayat punggungnya 2 sdm : air jeruk nipis 2 batang : serai, memarkan 2 lembar : daun salam 2 ruas jari : lengkuas, memarkan 400 ml : santan encer 200 ml : santan kental 2 sdm : air asam jawa Minyak secukupnya

Aneka dimsum

13

Patin Goreng Bumbu Bacem

Serabi Ini merupakan kudapan khas Indonesia yang banyak ditemukan di Jawa. Ada yang menyebut serabi dan ada soerabi. Serabi yang biasanya dimasak dengan topping gula merah cair kini sudah mengalami inovasi. Serabi bisa dipadukan dengan topping mesis, keju, fla berbagai rasa, dan saus pedas.

Oriental Cuisine Awali Tahun 2018

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Bumbu 7 buah 4 siung 3 butir 90 gr

Halus : : bawang merah : bawang putih : kemiri : daging kluwek, rendam air panas

2 ruas jari : kunyit bakar 2 ruas jari : jahe 1 sdm : ketumbar 7 buah : cabe rawit 2 buah : cabe merah besar Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya

Cara Membuat : Lumuri ikan gabus dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 10 menit, lalu goreng sampai matang, tiriskan. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, lengkuas dan bahan-bahan lainya hingga harum, lalu masukkan gorengan ikan gabus dan santan encer, air asam jawa, diamkan sampai mendidih dan bumbu meresap. Masukkan santan kental, aduk perlahan masak agar santan tidak pecah dan mendidih, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


12

Kuliner

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Aneka Kudapan di Musim Hujan Roti Canai

Musim hujan membuat orang memilih beraktivitas di dalam ruangan. Salah satunya dengan menikmati kuliner. Minuman hangat mulai dari kopi, teh, hingga susu jadi pilihan tepat saat cuaca dingin. Jangan biarkan minuman itu sendirian. Berikut ini aneka kudapan yang bisa dinikmati saat musim hujan.

Untuk memulai awal tahun 2018, Restaurant Jempiring Aston Denpasar Hotel & Convention Center mengundang para pecinta makanan dan minuman dengan menu Oriental Cuisine.

M

Roti ini sangat dikenal masyarakat India. Bentuknya pipih karena dibuat dengan cara diputar hingga tipis kemudian dilipat dan dipanggang. Ada juga memasaknya dengan menebarkan adonan setipis mungkin di atas pemanggangan. Roti canai juga dikenal dengan nama roti prata. Roti ini makin nikmat dengan saus kari. Paduan rempah-rempah dengan aroma menyengat ini akan membuat makan kudapan jadi semangat. Kini banyak tersedia rumah makan maupun warung yang menyediakan menu roti canai, salah satunya Warung 63 di Jalan Veteran, Denpasar.

enu yang dihidangkan terdiri dari Steamed Minced Seafood with Chinese Dressing sebagai makanan pembuka. Ada tiga potong zucchini atau timun Jepang yang masing-masing diisi dengan udang, cumi, ikan, dan sayuran yang semuanya dicampur dan dibentuk seperti bakso. Makanan utamanya Chinese Barbecue Chicken, paha ayam tanpa tulang yang dipanggang dan disajikan di atas mi goreng dengan bok choy dan tidak lupa dengan saus barbecue ala Negeri Tirai Bambu yang siap untuk memenuhi selera para tamu. “Sebagai hidangan penutup, kami menyajikan Es Jamur Salju,

Membuat martabak

Martabak Dimsum

Dimsum merupakan makanan khas Tionghoa. Biasanya dimsum dijadikan kudapan sebelum menu utama. Ciri khas dimsum adalah tempatnya berupa anyaman bambu. Satu porsi biasanya berisi tiga hingga empat kudapan. Aneka dimsum yang bisa dinikmati bersama teh panas di antaranya siomay, hakau, xiao long bao, ceker ayam, bak pao, dan spring roll. Dimsum Manan di Jalan Buluh Indah, Denpasar merupakan salah satu lokasi untuk menikmati kudapan hangat ini.

Kudapan yang satu ini awalnya banyak ditemukan di Arab Saudi. Kini pedagang martabak bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia termasuk Bali. Martabak ada dua jenis, martabak telur/asin yang terbuat dari campuran daging dan telur serta martabak manis (terang bulan) yang berbahan coklat dan kacang. Warung 63 menjadikan martabak sebagai kudapan andalan. Campuran sayur dan telur ini dibungkus dengan adonan tepung. Cara koki memainkan adonan kerap menjadi atraksi menarik. Adonan yang lebar ini kemudian dimasukkan campuran sayur dan telur lalu

menu ini terdiri dari puding, lengkeng, kecie, dan kurma china yang disajikan dingin se-

hingga melengkapi kesegaran setelah menyantap hidangan utama,”uUngkap Komang Suarsih, Pastry Chef di Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Untuk melengkapi menu Oriental Cuisine, bartender menyajikan tiga pilihan minuman

yang terdiri dari dua minuman dingin. Shanghai, minuman ini berbahan dasar teh hitam dan dicampur dengan daun mint, jeli, dan simple syrup. Guangzhou merupakan minuman yang proses pembuatannya adalah di-floating, bahannya sendiri terdiri dari blueberry, hazelnut, ginger ale, whip krim, dan keju sehingga memiliki rasa yang se-

Rajungan Saus Tiram Pedas

Martabak

dibungkus seperti melipat kertas. Selanjutnya kudapan dibolak-balik di atas minyak panas. Martabak sangat nikmat disertai dengan acar ataupun saus kari.

Sarwan Bahan: 750 gr : rajungan, bersihkan 3 sdm : saus pedas 2 sdm : saus tiram 1 sdm : saus tomat 200 ml : air 2 ruas jari : jahe, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk, dan minyak secukupnya

Serabi

Dulu serabi hanya dijual di pasar tradisional. Kini generasi “zaman now” bisa menikmati serabi di kafekafe, di antaranya Soerabi Nyonya

di Jalan Buluh Indah, Denpasar. Ada pilihan aneka serabi manis, serabi asin, hingga serabi premium. Mau serabi polos juga ada.

Bumbu 7 buah 3 siung 3 buah 5 buah

halus : : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar : cabe rawit

Cara Membuat : Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan air dan rajungan yang sudah dicuci bersih agak dibelah, lalu masukkan saus tomat, saus sambal, saus tiram, aduk merata. Masukkan garam,

gula, kaldu bubuk, masak sampai matang dan bumbu meresap. Angkat, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan daun ketumbar.

Bahan : 750 gr : ikan patin potong-potong 2 sdm : air jeruk nipis 2 lembar : daun jeruk 1 sdt : garam 10 buah : cabe rawit 1 buah : tomat potong-potong 2 batang : serai, ambil putihya dan cincang halus 300 ml : santan Minyak secukupnya buat meng­ goreng

Bumbu Halus : 8 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 3 ruas jari : jahe 3 ruas jari : kunyit bakar 3 butir : kemiri sangrai 1 sdt : ketumbar sangrai 5 buah : cabe rawit 2 buah : cabe kriting Daun jeruk secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk secu-

gar dan lembut di mulut. Bagi para pecinta minuman hangat, tersedia Tianjin, dengan campuran coklat bubuk, susu segar, vanilla, dan simple syrup sehingga menjadikan minuman ini tepat untuk dinikmati di sore ataupun pagi hari. Menu Oriental Cuisine ini berlaku selama Januari – Maret 2018. (Ngurah Budi)

Tungku untuk memasak serabi

kupnya

Cara Membuat : Lumuri ikan dengan irisan air jeruk dan garam, diamkan selama 10 menit, lalu goreng hingga kecokelatan, tiriskan. Tumis bumbu halus bersama irisan serai hingga harum, lalu masukkan cabe rawit utuh dan gorengan ikan patin. Aduk merata, masukkan santan, aduk-aduk, lalu ungkep sampai santan agak berkurang. Angkat, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng

Ikan Gabus Bumbu Kluwek

Bahan : 700 gr : ikan gabus, bersihkan, sayat-sayat punggungnya 2 sdm : air jeruk nipis 2 batang : serai, memarkan 2 lembar : daun salam 2 ruas jari : lengkuas, memarkan 400 ml : santan encer 200 ml : santan kental 2 sdm : air asam jawa Minyak secukupnya

Aneka dimsum

13

Patin Goreng Bumbu Bacem

Serabi Ini merupakan kudapan khas Indonesia yang banyak ditemukan di Jawa. Ada yang menyebut serabi dan ada soerabi. Serabi yang biasanya dimasak dengan topping gula merah cair kini sudah mengalami inovasi. Serabi bisa dipadukan dengan topping mesis, keju, fla berbagai rasa, dan saus pedas.

Oriental Cuisine Awali Tahun 2018

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Bumbu 7 buah 4 siung 3 butir 90 gr

Halus : : bawang merah : bawang putih : kemiri : daging kluwek, rendam air panas

2 ruas jari : kunyit bakar 2 ruas jari : jahe 1 sdm : ketumbar 7 buah : cabe rawit 2 buah : cabe merah besar Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya

Cara Membuat : Lumuri ikan gabus dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 10 menit, lalu goreng sampai matang, tiriskan. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, lengkuas dan bahan-bahan lainya hingga harum, lalu masukkan gorengan ikan gabus dan santan encer, air asam jawa, diamkan sampai mendidih dan bumbu meresap. Masukkan santan kental, aduk perlahan masak agar santan tidak pecah dan mendidih, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


14

Jelita

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Mengenal Produk Perawatan dan Kecantikan Bersama Natalia Kosmetik

Hingga saat ini Toko Natalia Kosmetik, ­ di kawasan Pertokoan Kertha Wijaya, menyediakan produk kecantikan yang bisa digunakan merawat hingga mempercantik tampilan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mulai dari pewarna rambut sampai kuteks pewarna kuku.

M

enurut Natalia, sang pemilik Toko Kosmetik, untuk produk perawat­ an sehari-hari, ia banyak pilihan sesuai dengan yang diperlukan. Misalnya untuk wajah tersedia skincare berupa face wash, milk cleanser, fresh toner/micellar water, massage cream, peeling

merek produk koleksinya yakni Tulljye, Poppy Darsono, MS Glow, Ristra, Tjefuk, Biokos, ­Latulipe, Mirabella, PIXY, Sari Ayu, Wardah, Mustika Ratu, ­Ranee, Ponds , Inez, Maybelline, Silky Girl, Garnier, dan Loreal, dan yang lainnya. “Khusus untuk perawatan wajah sehari-hari kami ada sabun

cream, masker wajah, serum wajah, cream pagi, cream malam dan sunblock. Masih untuk wajah, namun yang sifatnya decorative, tersedia eyeliner, lipstick, blush on, eyeshadow, mascara, eyebrow, bulu mata palsu, eyelash extention, concealer, hi-light, shading, countor, shimmering, finishing touch,face mist, base make up, moisturizer, BB cream, CC cream, bedak ( two way cake, compact dan loose powder, cushion dan face oil.) Selanjutnya, produk perawat­ an badan tersedia; sabun mandi, lulur badan, body masker, body lotion, body cream, body butter, parfume/body mist, hingga deodorant. Untuk tangan dan kaki ada produk manicure, pedicure, nail polish, nail remover, vitamin kuku, kuku palsu, nail gel dan perlengkapan nail art. “Berbagai merek produk nail polish juga bisa dipilih, mulai dari Revlon, LA girl, OPI, Silky Girl, Wet’n Wild, PIXY, Pokari, Carla, dan masih banyak lagi yang lainnya,” tutur Natalia sambil menyebut beberapa

wajah, yang biasa digunakan pagi hari pada saat mandi, untuk mengangkat kotoran dan sel kulit mati serta minyak berlebih di wajah. Kemudian day cream, yang diperlukan pada pagi hingga sore hari serta saat bepergian,

Natalia

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

11

Empat Asana Sehat untuk Perempuan

Tak punya waktu melakukan olahraga di luar, Anda bisa melakukannya di rumah. Ada beberapa gerakan ­asana yoga yang sangat baik untuk kesehatan perempuan.

A

nda bisa memulai dengan tahap pelanpelan dan melakukan sesuai kemampuan. Dengan kerutinan berlatih, mulailah tingkatkan gerakan menjadi sempurna dan lakukan delapan kali tiap gerakan. Ibu Kirana, seorang guru yoga Ananda Marga yang berusia 67 tahun berbagi tips sehat melakukan gerakan asana yoga. Ada empat

gerakan dasar yang bisa dilakukan. Walaupun hanya empat, gerakan ini sangat bermanfaat dan membuat para perempuan menjadi sehat dan enerjik. Ia menekankan, lakukan gerak­a n yang aman dan nyaman, artinya, ketika tubuh Anda merasakan sakit, saat melakukan gerakan, jangan dipaksa. Anda bisa mencoba lagi berikutnya. Ia juga mengingatkan, jangan

lupa lakukan tarik napas dan hembuskan napas lewat hidung saat melakukan gerakan. Tujuannya, agar gerakan tersebut juga memberi manfaat bagi organ pernapasan dan jantung. Kirana juga menegaskan, untuk sehat secara fisik dan psikis, sebaiknya lakukan pola makan yang sehat, istirahat cukup, tidak stres, dan ada tiga kunci motivasi untuk tahun 2018 yang disebutkannya. “Lakukan kejujuran, jadilah volunteer, dan jadikan penderitaan sebagai aset kekayaan,” ujar perempuan yang sangat bersemangat di usia senjanya ini. (Wirati Astiti)

3.Dirgapranam Duduk bersimpuh tangan ke atas sambil tarik napas, dan keluarkan napas saat menurunkan kepala dan tangan. Usahakan kedua tangan menempel pada sisi telinga saat tangan diturunkan. Manfaat menguatkan bagian dalam organ perempuan, baik untuk yang sering sakit saat menstruasi.

color melting golden blonde 2018

untuk melembabkan kulit dan melin­d unginya dari dehidrasi. Ada juga night cream, yang digunakan malam hari, saat kondisi wajah dalam keadaan bersih, yakni satu jam sebelum tidur. Selanjutnya ada Serum, yang pemakaiannya sebelum

cream siang atau cream malam, yang fungsinya memaksimalkan pemakaian cream sebelumnya demi hasil yang maksimal,” papar Natalia. Diingatkan pula oleh Natalia, untuk hasil yang terbaik, semua jenis produk hendaknya disesuai-

kan dengan jenis kulit. Satu hal penting lainnya yang ditekankannya adalah sebaiknya kita rajin membersihkan wajah dari make up ketika sudah selesai beraktivitas dan jangan lupa melakukan perawatan facial seminggu sekali untuk meregenerasikan kulit. (Sri Ardhini)

Model dan Warna Rambut Terkini Pixie bob hairstyle 2018.

Bugar

Berikutnya, Natalia mengatakan jika ia juga menyediakan produk perawatan rambut mulai dari bagian luar hingga perawatan dan pengobat­ an untuk menangani masalah rambut di bagian dalam. Mulai keperluan perawatan biasa, seperti sampo, conditioner, creambath, vitamin rambut hingga masker, serum dan hair tonic. Selain itu, tersedia pula bermacam-macam produk pewarna rambut, di antaranya beberapa warna rambut orang Asia, seperti black, blue black, brown, dark brown, dan medium brown. Sedangkan mengenai tren pewarnaan rambut, dikatakannya saat ini yang banyak dicari adalah warna cokelat ke mocha serta pengaplikasian colour melting. “Cokelat ke mocha adalah cokelat yang ada pantulan warna ungu kemerahan tapi tidak terlalu jelas pantulannya atau samar-samar saja tapi cenderung ke cokelat. Sedangkan colour melting adalah pengaplikasian tiga warna atau lebih di satu batang rambut pada satu kepala,” tuturnya. Natalia juga menjelaskan jika tekstur pelurusan ada dua, yaitu: straight/lurus dan smoothing/pelurus­ an. Perbedaannya, straight hanya lurus biasa sedangkan smoothing

1.Yoga Mudra Asana ini dilakukan dengan cara duduk bersila kemudian kedua tangan dikaitkan di belakang punggung. Kemudian pelan-pelan turunkan kepala sampai menyentuh lantai. Saat kepala turun hembuskan napas lewat hidung saat menaikkan kepala tarik napas lewat hidung. Lakukan sampai 8 kali. Manfaat asana ini sangat bagus untuk pencernaan dan perut. 4. Buterflly pose atau pose kupu-kupu Pose gerakan yoga ini bermanfaat dalam membakar lemak pada perut, paha, dan juga kaki. Jika Anda ingin mempunyai kaki ramping, posisi ini menjadi suatu cara yang tepat untuk mendapatkan hal itu. Caranya duduk bersila dengan telapak kaki kanan dan kiri disatukan. Peganglah dengan kedua tangan Anda serta duduk dengan dengan posisi tegak lurus. Kemudian pelanpelan, turunkan badan sampai menyentuh lantai. Manfaat asana ini sangat bagus untuk organ pencernaan dan organ dalam perempuan.

akan terlihat lurus lebih alami atau seperti lurus aslinya. Produk untuk rambut yang tersedia adalah : matrix, loreal, makarizo, vitality, tera de verde/ilvasto dan masih banyak lagi. Selanjutnya Natalia juga menyebutkan beberapa alat yang perlu dimiliki untuk styling rambut di antaranya : Catok pelurusan, catok curly keriting, sisir catok dan hair dryer. (Sri Ardhini)

(Wirati Astiti)

Tren warna terbaru, coklat ke mocha

2.Bhujangasana Merupakan satu gerakan yoga untuk mengecilkan perut sekaligus menguatkan tulang belakang. Bagi mereka yang memiliki masalah pada punggung latihan ini bisa menjadi terapi untuk mengurangi sakit pada tulang belakang. Bhujangasana sering disebut dengan cobra pose karena gerakannya mirip ular cobra. Posisi tengkurap, letakkan tangan di matras tepat di bawah bahu atau bisa juga sedikit lebih ke depan tergantung kelenturan tulang punggung. Lalu angkat atas tubuh Anda dengan kekuatan otot punggung. Lakukan gerakan tersebut sehingga kepala terangkat ke atas. Manfaat membuka punggung, dada, bahu, tulang belakang, dan bagian perut, memperkuat punggung dan memberi energi dan dianggap dapat merangsang fungsi organ bagian perut dan meredakan stres.


10

Kreasi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Ayu Saraswati

iernya sebagai penyiar radio Swara Widya Besakih di Karangasem hingga pindah ke beberapa radio lain. Dari dunia radio, ia masuk ke dunia tarik suara. Lagu “Megantung tanpa Cantel” merupakan lagu perdana perempuan kelahiran 27 Mei 1979 ini. Untuk album solo pertamanya berjudul “Sing Bani Mati”. Lagu-lagu Ayu Saraswati yang sudah akrab di telinga penggemar lagu Bali, diantaranya “Duka Lara” dan “Mebunga-bunga”. Ibu dari Sathya Saskara ini juga kerap duet dengan Eka Jaya dan Raka Sidan.

Alunan Hati

“Siwa Ratri” Perempuan yang satu ini multitalenta. Ia dikenal ­sebagai penyanyi, MC, ­dalang, wanita karier, dan ibu. Ia adalah Ayu Saraswati. Di awal tahun 2018, Ayu menghadirkan single terbarunya berjudul “Siwa Ratri”. Peluncuran single ini disesuaikan dengan momen Siwa Ratri yang jatuh pada Senin (15/1).

A

yu menuturkan proses kreatif lagu mulai ketika ia didatangi temannya. “Ada teman saya namanya Astra datang ke rumah memperdengarkan lagu ciptaannya. Lagu ini sudah isi musik. Saya bilang lagunya bagus. Ternyata dia minta saya yang nyanyi. Saya mau asalkan boleh mengubah musik dan beberapa liriknya. Astra oke,” ungkapnya. Penyanyi yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Ayu Yuliani ini lalu menghubungi Dek Artha sebagai arranger. Setelah musiknya jadi, Ayu langsung take vocal. “Take vocal pukul 21.00 setelah saya selesai rapat di Buleleng.

Mozaik

Setelah jadi, saya merasa ada yang kurang. Perlu ada suara sesendon sebagai sentuhan relijius karena lagu ini nuansanya relijius. Saya minta tolong Bli Anom Ranuara dari Batanbuah Kesiman untuk dibuatkan kata-kata yang pas,” ujar Operational Manager Krishna Holding Company ini. Setelah mendapatkan katakata, Ayu mencari orang yang pas untuk melantunkannya. “Saya cari Mbok Nik Suasti untuk melantunkan sesendon dan palawakya. Perlu perjuangan juga untuk menemukan Mbok Nik karena saya kehilangan nomor ponselnya dan tidak tahu rumahnya. Akhirnya kami bisa ketemu dan membahas lagu ini. Mbok Nik setuju untuk mengisi suara dan kami pun take

(Ngurah Budi)

vocal hingga jadilah single ini,” ujar Ayu. Peraih penghargaan Gita Denpost Award dan Bali Music Award ini berharap lagu “Siwa Ratri” bisa diterima masyarakat Bali khususnya umat Hindu sebagai peneman saat melaksanakan Siwa Ratri. Ia pun memohon semoga lagu ini mendapat berkah dari Dewa Siwa di malam Siwa Ratri. Lagu ini merupakan alunan hati untuk Dewa Siwa, mohon pengampunan, agar alam semesta mendapat kedamaian. Ayu Saraswati mengawali kar-

Pentingnya Public Speaking Bisa berbicara memukau di depan umum bisa dikatakan gampang-gampang susah. Gampang jika kita memiliki rasa percaya diri dan tidak takut atau berani saat akan melakukannya. Menjadi susah, ketika kita merasa tidak percaya diri dan cemas. Rasa percaya diri adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang berbicara di publik atau di depan umum. Demikian terungkap saat Sri Sumahardani memberikan materi “Public Speaking” pada Woman & Career Passion Community, Kamis (11/1), di Hotel Neo, Denpasar. Pada ‘Exclusive Program’ persembahan ‘Sri Sumahardani Academy’ yang dihadiri sekitar 20 wanita karier di Bali tersebut

juga terungkap bahwa ada lima poin alasan kenapa ‘public speaking’ atau berbicara di depan umum itu penting. Memiliki passion, percaya diri, dapat menikmati keadaan saat sedang menjadi public speaker dan antusias terhadap audience. Pada pertemuan yang pesertanya memang dibatasi tersebut, dipaparkan dan dikupas dengan lugas oleh penulis buku ‘Service A La Carte’ ini tentang magic word, pesona nada suara, bahasa tubuh hingga beberapa rahasia bagaimana seorang pembicara atau public speaker bisa menguasai audiencenya dengan rangkaian kalimat di awal juga diakhir sebuah pertemuan, yang memiliki peran kuat dalam kegiatan public speaking.

Masih di acara itu juga, Sri Sumahardani mengingatkan bahwa dalam sebuah komunikasi, yang memegang peran terbesar adalah bahasa tubuh (gesture), baru kemudian disusul dengan nada suara dan kata-kata yang digunakan. Karenanya ia pun dengan gamblang menyampaikan apa upaya atau bentuk latihan yang harus dilakukan agar memiliki public speaking skill yang baik, kemampuan komunikasi yang andal hingga pesan tersampaikan sebagaimana yang diinginkan. Diantaranya, peserta disarankan untuk berlatih sebanyak-banyak dengan membaca cepat, membaca puisi, bercerita dan bernyanyi, yang di dalamnya sudah termasuk kata , nada dan bahasa tubuh.

Sesungguhnya, kata Sri Sumahardani yang paling penting dalam berbicara di depan umum adalah ‘rasa percaya diri yang tinggi’. Namun, pada kenyataannya kita seringkali dihantui oleh beragam rasa takut, seperti takut ditolak, takut berbicara karena mencemaskan respon audience dan kecendrungan kita yang seringkali fokus pada kemungkinan yang negatif, apakah itu takut ditertawakan dan rasa khawatir jika nantinya tidak memuaskan serta kecemasan lainnya menjadikan kita gemetar, pucat, gugup, sesak nafas hingga sakit perut. Sebelum menyilakan peserta berlatih tampil, public speaker yang dikenal dengan Salam 3 SP. Salam Senyum Sang Penyihir itu menyampaikan jika image seseorang mulai terbentuk dari awal. Awal yang baik sangat mempengaruhi kesuksesan berbicara. Kemudian ia pun segera memberikan sebuah tips untuk mengatsi rasa takut yakni dengan menyisihkan waktu 5-15 menit untuk

rileks. Menutup mata dan memvisualisasikan para audience. Lihat diri kita sedang berdiri tenang, santai, dan tersenyum. Dengan gagah dan penuh percaya diri menyampaikan materi. Dan, kita dapat mendengar tepuk tangan yang mengapresiasi penyajian kita yang powerfull. Setelah sesi tanya-jawab, salah satu Perempuan Inspiratif Tokoh 2016 ini membagikan berbagai tips dari pengalamannya. Sri Sumahardani mewajibkan setiap peserta untuk praktik langsung sebagai public speaker. Para wanita karier yang hadir di program khusus tersebut pun mampu mengatasi dan mengusir rasa takut dalam diri, mengubah fokus yang semula masih bersifat internal menuju kepada audience atau eksternal. Akhirnya rata-rata peserta berhasil memvisualisasikan kemampuan public speaking mereka dengan percaya diri , berenergi hingga memiliki performa yang baik. (Sri Ardhini)

Style

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Modis dengan Maxi Dress

Pekan ini Tokoh memilih menyajikan koleksi terbaik dari merek ‘Kanashee’. Berbagai macam desain yang menarik dari Shintya Setiawan ini diantaranya berupa busana gipsy maxi dress, komono red maxi dress, v neck blouse hingga sabrina blouse . Karya indah dan bahan

yang berkualitas menjadikan desain-desainnya sangat applicable bagi semua kalangan, mulai remaja hingga dewasa. Begitu juga dengan warna yang dipilihnya mengesankan elegan dan menawan. Berikutnya pemilihan warna yang cerah akan memberikan nuansa yang modern , energik serta mewah pada maxi dress yang kini memang tengah populer. Menurut sang perancang yang juga seorang dokter ini,

rancangannya yang berbahan cotton, viscous dan silk dapat dikenakan untuk berba ga i kegia tan seperti acara santai, acara keluarga, hang out, arisan hingga kegiatan semi resmi seperti cocktail party.

(Sri Ardhini)

15


16

Edukasi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Mama Zaman Now sebagai Bentuk Aktualisasi Diri Saat ini, istilah zaman now sudah latah melekat tak hanya pada anak, namun juga pada mama, dan segala sesuatunya yang menunjukkan kekinian. Semisal, mama zaman now. Psikolog Putu Widiastiti Giri mengatakan, istilah ini merefleksikan terobosan atau gaya hidup terkini dalam menjalani peran sebagai seorang ibu di era digital seperti saat ini.

I

stilah kekinian ini menggambarkan seorang ibu tidak hanya memiliki rutinitas di rumah atau hanya seputar keluarganya, tetapi aktivitasnya semakin bervariasi, bahkan ada yang mampu berkontribusi ke lingkup masyarakat. Munculnya istilah mama zaman now juga

Psikolog Putu Widiastiti Giri

erat kaitannya dengan pola pengasuhan untuk kids zaman now. Secara umum, kids zam a n n o w merujuk pada generasi muda (dalam hal ini, anak) yang menunjukkan perilaku seperti individu pada t a h a p perkembangan dewasa atau kebiasaan unik yang belum dialami generasi sebelumnya di masa itu. Sebagai bentuk protes terkait perilaku tersebut, muncul istilah kerennya kids zaman now. “Oleh karena itu, peran orangtua dari kids zaman now tentu sangat penting, salah satunya mama zaman now,” tegasnya. Perbedaan mama zaman now dengan mama zaman old, dijelaskan Asti—demikian sapaan karibnya, berkaitan dengan peman-

faatan teknologi di era digital. Keunikan mama zaman now dapat dirangkum dalam karakteristiknya. Pertama, kesempatan yang lebih ekspresif untuk mendokumentasikan segala pengalamannya, termasuk pengalaman bersama anak. Melakukan dokumentasi pribadi dengan gadget maupun aplikasi sosial media yang tersedia menjadi hal yang menarik untuk dijadikan rutinitas. Keuntungan bagi mama zaman now adalah adanya memori dalam bentuk visual, baik berupa tulisan, foto, hingga video terutama dalam pengalaman bersama anak. Informasi ini akan sangat bermanfaat untuk pengalaman mengasuh anak sekaligus merekam tumbuh kembang anak. Dengan adanya fitur sharing ke publik juga memungkinkan masyarakat luas untuk mengetahui rutinitas yang dimiliki oleh Mama Zaman Now. Karakteristik kedua, adanya peningkatan rasa percaya diri dalam menjalani peran sebagai ibu oleh mama zaman now. Faktor pendukungnya adalah kemudahan dalam akses terhadap informasi terkini, memperoleh panutan (role model), dan tips and tricks menghadapi tantangan seharihari sebagai ibu. Dengan adanya kemudahan akses informasi inilah, terbangun persepsi bahwa menjadi ibu tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya. Terlebih lagi, adanya figur yang dijadikan panutan yang sering melakukan sharing jitu mengenai peran ibu akan menjadi kisah inspiratif. Selain itu, informasi yang tersaji dengan kaya ini juga menjadi “teman setia” bagi mama zaman now untuk tidak pantang menyerah dalam melakukan tugas esensial sebagai ibu, khususnya dalam pengasuhan anak di keluarga. Karakteristik lainnya, mama zaman now lebih memilih melakukan sesuatu yang lebih praktis dalam rutinitasnya sehari-hari. Sebagai contoh, ketika tidak sempat memasak, dapat memesan secara online melalui aplikasi. Tidak jarang, mama zaman now lebih kreatif dalam menemukan solusi untuk permasalahan yang ditemuinya. Misalnya, ketika ingin mengenal keseharian anaknya, dapat menjadi “teman” dengan sosial media milik anaknya. Selain itu, kreasi juga muncul dalam hal penampilan, perawatan, dan pilihan aktivitas yang membuat

mama zaman now lebih nyaman mengaktualisasikan dirinya. AKTUALISASI DIRI Dari kaca mata psikologi, Asti mengaitkannya dengan teori hirarki kebutuhan yang diutarakan oleh Maslow. Ia menjelaskan, adanya usaha untuk menunjukkan identitas sebagai mama zaman now dapat dihubungkan dengan adanya kebutuhan untuk diakui sebagai bagian dari tren mama zaman now. Misalnya, mama zaman now selalu memiliki update kegiatan setiap hari yang diketahui netizen. Terlebih lagi ketika pengakuan itu dibuktikan melalui adanya sejumlah simbol “setuju” atau komentar netizen di unggahan miliknya. Hal ini mampu meningkatkan rasa keberhargaan diri seorang mama zaman now. Bentuk dukungan lain yang dapat diterima mama zaman now adalah adanya kepedulian dari netizen terhadap pengalaman penting dalam hidupnya. Ketika memiliki pengalaman yang menyenangkan, mama zaman now membayangkan akan mendapatkan apresiasi. Begitu juga sebaliknya, ketika mengalami pengalaman kurang menyenangkan, mama zaman now lebih mudah memperoleh dukungan moril dari sekitarnya. Identitas sebagai mama zaman now juga memberikan kesan bahwa ada prestasi versi terkini yang mengagumkan dari peran seorang ibu. Sebagai contoh, kelompok arisan yang diikuti oleh seorang ibu meluaskan manfaatnya dengan membuat kegiatan bakti sosial bagi pengungsi bencana alam. Upaya ini membuktikan bahwa ada ranah yang mendukung pengembangan diri mama zaman now, atau istilah kerennya aktualisasi diri. Sudut pandang lain yang juga dapat dilihat adalah adanya dorongan untuk mengikuti pengaruh sosial dari julukan mama zaman now. Seakan-akan ada norma sosial yang bersifat tidak tertulis bahwa seluruh ibu masa kini adalah mama zaman now. Sementara itu, bagi ibu yang “ketinggalan zaman” justru dianggap aneh. Oleh karena itu, solusi teraman adalah mengikuti gaya mama zaman now, meskipun kurang sesuai dengan dirinya. Namun, Asti mengingatkan ada beberapa hal yang perlu disikapi lebih lanjut oleh mama zaman now. Pertama, adanya kesepakatan tentang privasi dalam internal keluarga. Sejauh mana informasi tentang rutinitas sehari-hari yang di-share ke publik. Mengingat, pada zaman now justru informasi dari sosial media dapat dipergunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, bersikap waspada dengan menetapkan batasan

mengenai privasi menjadi mutlak untuk dilakukan. Selain itu, perlu disepakati juga tentang pada kondisi seperti apa dokumentasi pribadi tersebut dianggap nyaman oleh seluruh anggota keluarga. Sebagai contoh, apakah disetujui ketika pengambilan video ketika anggota keluarga sedang makan bersama? Upaya ini dilakukan agar jangan sampai ada anggota keluarga yang keberatan dan mempengaruhi keharmonisan yang telah terjalin baik sebelumnya. Kedua, tetap menjadi teladan bagi keluarga, utamanya anak, terlepas dari identitas sebagai mama zaman now. Sebagai contoh, mengucapkan tolong ketika ingin meminta bantuan kepada orang lain dan disertai dengan terima kasih ketika telah dibantu. Teladan, bukan hanya sebatas kata-kata, tetapi juga contoh dalam hal perilaku. Ketiga, tetap berpikir openminded terhadap informasi yang diterima, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kritis ketika ingin digunakan untuk menyelesaikan persoalan tertentu. “Dengan kemudahan dalam hal akses informasi, mama zaman now memiliki alternatif penyelesaian masalah yang lebih beragam. Tantangannya adalah bagaimana menentukan dari sejumlah informasi atau masukan tersebut agar tepat guna ketika diterapkan,” ujar lulusan Fakultas Psikologi UI yang kini praktik di Biro Konsultasi Psikologi Pradnyagama ini. Di samping itu, mengantisipasi efek “terbawa perasaan” atau baper atas komentar netizen terhadap hal yang di-share oleh Mama Zaman Now. Tentunya, pengelolaan emosi menjadi bekal penting untuk terhindar dari stres yang berasal dari komentar yang tidak sesuai harapan. Tetap menikmati momen kebersamaan dengan keluarga maupun orang terdekat adalah hal keempat yang dapat diperhatikan mama zaman now. Dengan kemudahan untuk melakukan dokumentasi pribadi, tetaplah usahakan untuk membuat asyik suasana tanpa gadget atau sering disebut quality time. Mungkin pernah dengar tentang “Era digital ini tampak seperti mendekatkan yang jauh, tetapi menjauhkan yang dekat”? Harapannya, kalimat ini dapat menjadi pedoman untuk mengakrabkan suasana baik ketika bertemu langsung maupun dengan perantara gadget. “Terlepas dari sebutan mama zaman now, peran orangtua selalu menjadi pendukung utama tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, tetap menjadi teladan, menebar kasih, dan menonjolkan hal positif dari tren mama zaman now, merupakan sesuatu yang esensial,” tandasnya. (Inten Indrawati)

Dara

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Dode Rama

Lebih Suka Buat Prank

Media sosial membawa pengaruh yang luar biasa untuk perkembangan berbagai sektor kehidupan. Salah satunya sektor ekonomi. Melalui media sosial, I Dewa Gede Rama Ganacharya Agung meraup pundi-pundi Rupiah melalui videovideo singkat di Instagram.

D

ode sapaan akrab pria yang saat ini tengah mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha ini mengatakan bahwa berkat keisengannya saat ini Instagramnya telah diikuti 147 ribu follower. Dode mulai dikenal setelah memparodikan lagu Despacito yang versi Bali. Melalui akun DodeChannel tentu pengguna instagram sudah tidak asing lagi dengan karya-karya pria satu ini. Bahkan saat ini Dode sedang digandrungi oleh remaja-remaja

di Pulau Dewata. “Dari sana viral videonya sampai akhirnya bikin video seperti sekarang,” jelasnya. Selain video komedi, Dode juga membuat karya dengan kategori prank dan challenge untuk melibatkan langsung followernya. Pria kelahiran Denpasar 15 Oktober 1994 mengaku jika kategori prank lebih banyak peminatnya dibanding kategori lain. Selain itu, kategori ini juga dirasa membuat dirinya memiliki cirri khas dan berbeda dari selebgram lain. “Orang-orang

Peluncuran All New Terios Awal tahun 2018 menjadi momen bagi Daihatsu untuk meluncurkan All New Terios di Bali. Acara peluncuran dilaksanakan Sabtu (6/1) di Mal Bali Galeria, Kuta. Deputy Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto yang didampingi Marketing Planning & Sales Operation Dept. Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Tri Mulyono; Marketing Product Planning Development Head PT Astra Daihatsu Motor Takao Kunita dan Koordinator Astra Daihatsu Wilayah Bali Tulus Pambudi mengatakan produk terbaru Daihatsu ini dipasarkan dengan harga yang bahkan lebih murah dari Terios keluaran 2017. All New Terios merupakan SUV seven seater yang sudah dinantikan konsumen. Harganya bersaing bahkan ada varian yang lebih murah dari Terios sebelumnya. Ini bisa terjadi karena di Daihatsu, selalu mengupayakan efisiensi sehingga bisa memotong biaya produksi. (Ngurah Budi)

lebih suka konten prank, sehingga saya rajin upload dan penonton saya semakin banyak,” imbuhnya. Padahal ide membuat prank ia dapatkan dari berbagai sumber di Youtube dan saat ini banyak orang yang juga ikut membuat video prank. Bahkan video-video komedi yang ia bagikan di media sosial tidak pernah jauh-jauh dari kepribadiannya. Dode yang dalam kesehariannya kocak, suka bercanda dan mudah bergaul dengan sangat enjoy dalam setiap materi pranknya. “Memang awalnya hanya iseng-iseng tetapi akhirnya memang sesuai dengan karakter saya dan saya suka bisa menghibur orang,” ungkapnya. Bahkan Dode tidak pernah tanggung-tanggung dalam menghibur dengan selalu menampilkan ekspresi wajah yang aneh dan lucu dalam setiap videonya. “Jika secara karakter yang membuat karya saya berbeda adalah dalam video saya menekankan pada hal-hal konyol dan kadang cenderung terlihat bodoh untuk saya tampilkan,” papar pria yang sering dikometari karena tahi lalatnya. Setiap karya baik berupa parody, Prank, dan challenge yang ia buat tentu tidak semua mendapat respon positif dari pengguna media sosial. Karyanya yang lebih menekankan pada hal-hal konyol rupanya tidak semua dapat diterima dengan baik penyampaiannya. Maka dari itu, ke depan Dode akan mengurangi konten materi yang dirasa menjadi hal-hal aneh jika ditonton. “Saya lihat banya kalangan pelajar sebagai pengguna media sosial maka hal yang berbau tidak sopan untuk dikurangi. Saya ingin menekankan pada hiburan saja dan pesan-pesan untuk memotivasi dan menjadi contoh yang baik untuk penonton,” harapnya. Dode juga punya misi membawa vibrasi positif terhadap anak-anak muda melalui karyanya. Dengan video berdurasi pendek Dode ingin mengajak anak muda untuk samasama berkreatifitas dan menggunakan kemajuan tehknologi sebagai ajang kreativitas dan membuka wawasan secara positif. Dode juga mengakui melalui akun instagramnya, ia semakin banyak memiliki relasi dan diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat lainnya seperti pengusaha dan produser. “Hal yang paling utama dan penting bagi saya memiliki banyak teman dan membangun relasi,” ucapnya. Bahkan dari relasi tersebut dirinya mendapat banyak tawaran endorese berbagai produk mulai dari HP, baju, makanan dan lain-lain. “Banyak dari relasi menggunakan jasa saya sebagai pengiklan produk mereka. Lumaya hasilnya bisa nambah uang jajan dan kuliah,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

9


8

Bunda & Ananda

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Jangan “Kudet” dan “Gaptek” Perkembangan anak zaman sekarang atau istilah kekiniannya “anak zaman now” tak bisa disamakan dengan anak zaman dulu. “Anak zaman now adalah anak yang tumbuh pada zaman yang sudah menyediakan semua fasilitas dan kemudahan kehidupan sehari-hari sebagai sarana bertumbuh dan berkembang dalam zaman yang semakin maju, zaman dimana batas-batas sosial termasuk batas geografis sudah bukan lagi menjadi kendala dalam berkomunikasi. Anak zaman now memperoleh semua kemudahan itu semua dibandingkan dengan anak zaman old,” jelas pengamat sosial Drs. Drajat Wibawa, M.Si.

A

nak zaman now tumbuh dan berkembang dalam dunia yang sudah pasti berbeda dengan zaman old. Namun demikian, Bowo—demikian sapaan akrabnya mengatakan hal ini tidak lantas berarti bahwa anak zaman now menjadi rentan, lemah dan hanya bergantung pada fasilitas lingkungan mereka, sebab tantangan yang mereka hadapi juga sudah berubah. Aspek komunikasi virtual (bukan komunikasi sosial secara langsung/direct social communication) mengemuka sejalan dengan berkembang-pesatnya jaringan internet yang saat ini sangat mudah diakses dengan harga yang murah. Contohnya saja, hanya dengan paket harian internet Rp 5.000 seseorang sudah mendapatkan akses internet sebesar 50MB. Sejalan dengan pesatnya perkembangan internet, pertumbuhan media sosial (social media) menjadi semakin pesar pula, bahkan pada zaman now bisa dipastikan seorang anak punya beberapa akun media sosial dan bisa dipastikan pula tiada hari tanpa meng-update akun medsos mereka. Dalam hal ini tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Beberapa aspek yang dilihat Bowo menguntungkan adalah terbukanya akses pergaulan sosial secara lebih luas. Anak zaman now bisa dipastikan bisa mengembangkan kemampuan/skill bahasa asing dengan cepat melalui sarana internet. Entah medsos, maupun konten dan sarana hiburan terbaru, dan juga terbukanya akses pada ilmu pengetahuan secara luas. Namun demikian, banyak pakar juga sudah menyatakan banyaknya kelemahan dan kerugian yang bisa berdampak pada anak zaman now yang hidup dengan dukungan komunikasi-virtual. Di antaranya, anak zaman now menjadi lebih “mager” (males gerak), lebih betah di kamar atau di belakang laptop/gadget. “Masuknya mereka ke dunia internet yang tanpa batas juga berpotensi risiko bagi anak-anak yang belum siap (atau disiapkan oleh orang yang lebih dewasa, orang tua atau guru). Di dunia internet yang serba terbuka, seorang anak yang belum siap dan tidak mendapat pendampingan dari orang dewasa juga rentan menjadi korban para ‘predator anak’ seperti yang terjadi pada kasus pedophilia yang sedang marak belakangan ini,” imbuh Bowo yang kini aktif bekerja di bidang security risk management, United Nation.

Karena itu, ia menegaskan pendampingan orang dewasa (orangtua /guru/mentor) merupakan kata kunci. Pendampingan yang dimaksud, bukan sematamata membuat batasan atau larangan bagi anak-anak. Larangan memang perlu, misalnya jatah waktu menyendiri dengan gadget atau laptop mereka dibatas pada jam-jam tertentu, dengan pemahaman bahwa dia masih perlu melakukan tugastugas lain yang perlu dikerjakan. Semisal belajar, mengerjakan PR dan sebagainya. Disiplin pemanfaatan waktu masih tetap diperlukan, meski bagaimanapun juga anak-anak masih akan berusaha untuk mencuricuri waktu. Namanya juga anak dengan kenakalan khas mereka. Dalam mendisiplinkan penggunaan waktu kepada anak yang dipentingkan adalah anak mengerti alasan yang disampaikan orang dewasa. Jadi bukan hanya dengan “pokoknya tidak boleh”. PAHAMI ANAK ZAMAN NOW Aspek lain yang penting bagi orang dewasa dalam memahami anak zaman now adalah, belajarlah mengerti apa yang sedang terjadi pada zaman now. Jangan “kudet” alias kurang update, sehingga tidak tertinggal oleh perkembangan informasi yang serba cepat. Dan jangan pula “gaptek”, pelajarilah dunia anak zaman now termasuk dunia internet lengkap dengan dunia medsos-nya, termasuk juga pernak-pernik mengenai peralatan zaman now, laptop, internet dan gadget. “Jangan terbalik, karena biasanya malah si ibu yang menanyakan kepada anak-anaknya bagaimana merubah ini dan itu, bagaimana cara mencari berita ini dan itu. Atau justru terbalik, orang dewasa dan orangtua yang lebih aktif di dunia internet dan medsos melebihi anak zaman

panutan, contoh bagi anak-anak zaman now. “Celakanya pada zaman now nih, orang dewasa kebanyakan justru menjadi contoh negatif bagi anak-anak zaman now. Dan parahnya lagi, semua fenomena ini mudah diakses oleh anak zaman now, sehingga mereka bisa menjadi galau, tidak menemukan figur teladan dalam masa pertumbuhan mereka,” bebernya. Untuk itu, sebagai orang dewasa atau orangtua, Bowo mengingatkan banyakb a n yaklah bergaul d a n

now,” ungkap mantan Kepala Bagian Psikologi Polda Bali periode 2007-2009 ini. Lalu bagaimana dengan orangtua yang gaptek (gagap teknologi)? Bowo menyarankan para orangtua untuk belajar dan membuka diri kepada sesama orang dewasa jangan bertanya kepada anak. Dan yang paling penting menurutnya adalah, bagaimana pun orang dewasa, khususnya orangtua harus tetap bisa menjadi teladan,

berkomunikasi dengan anak-anak Anda. Jangan biarkan mereka menjelajah dunia seorang diri dan Anda tetap asik pula menjelajah dunia Anda sendiri. “Ketika berbicara dengan anak-anak, perlu ikuti prinsip, berkomunikasi secara sejajar, selevel dengan anak-anak (anak dan remaja). Jangan gunakan pendekatan “vertikal” dengan konten utama “nasihat”, karena itu yang membuat anak mulai membuat jarak dengan Anda,” tandasnya. (Inten Indrawati)

Drs. Drajat Wibawa, M.Si.

Mendongeng Lima Menit

TIDAK DAPAT DIPASTIKAN

Made Taro

Seorang tuan tanah mengajak anak angkatnya melihat ratusan hektar sawah miliknya. “Lihat, Anakku! Di hamparan sawahku sekarang sedang tumbuh padi. Setelah panen nanti, akulah petani yang terkaya,” kata

sang Ayah bangga. Anak yang baru saja tamat dari sekolah agama itu menjawab, “Tidak dapat dipastikan, Ayah! Siapa tahu besok atau lusa hujan lebat turun, lalu merendam padi-padi itu sehingga mati. Ayah tidak pasti menjadi orang kaya.” Sang Ayah mengernyitkan dahi, namun ia diam saja. Ia tidak mengira anak angkatnya bisa berkata aneh seperti itu. Beberapa minggu kemudian, tuan tanah itu mengajak sang anak melihat hamparan sawahnya lagi. “Nah, sekarang lihat Anakku! Perkiraanmu salah. Tidak ada hujan lebat turun dan padi-padi itu sekarang telah menguning. Sebentar lagi panen tiba. Maka akulah petani yang terkaya.” “Tidak dapat dipastikan, Ayah! Siapa tahu, besok atau lusa, angin topan bertiup kencang sehingga merusak padi-padi itu. Ayah tidak dapat memastikan diri menjadi orang kaya.” “Dari mana kau mendapat teori seperti itu? Akan kubuktikan nanti, setelah panen, padi-padi

itu kusimpan di dalam lumbung besar, lalu kujual ke kota-kota besar. Maka akulah yang terkaya. Setelah itu kita akan makan enak,” jawab sang ayah bernada keras, suatu pertanda ia sedang marah. “Tidak dapat dipastikan, Ayah! Besok atau lusa, padi-padi itu dimakan ribuan tikus, sehingga tak ada beras yang dimasak, berarti kita tidak akan makan enak.” Sang Ayah makin jengkel mendengar jawaban aneh sang Anak. Ia menyuruh pelayannya memasak nasi dan lauk-pauk yang enak, kemudian menghidangkannya di atas meja. Sambil makan, mereka berdua berbincang-bincang mengenai kekayaan sang ayah. Sedang asyiknya makan, sang Ayah berkata, “Teorimu semua salah! Terbukti sekarang, tak ada hujan lebat, tak ada angin topan, tak ada ribuan tikus. Akulah yang terkaya, dan kita makan dengan enak.” “Tunggu dulu, Ayah! Hal itu tidak dapat dipastikan!” Belum selesai sang anak melanjutkan perkataannya, sang ayah marah, lalu menampar tangan kanan sang Anak yang sedang menyuapkan nasi ke mulutnya.” Pang! Nasi dalam kepalan tangan itu jatuh ke lantai. Sang Anak memungutnya kembali, sambil berkata, “Terbukti sekarang, Ayah! Padi yang seharusnya menjadi makanan enak itu, sekarang terasa tidak enak, karena keyakinan yang tidak dilandasi kebijaksanaan. Segalanya tidak dapat dipastikan. Manusia hanya berusaha, Tuhanlah yang menentukan.” (Thailand)

Griya

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

17

Teratai, Tanaman Air Berbunga Indah Teratai merupakan salah satu tanaman air berbunga indah. Bunganya sendiri berbentuk besar dan menarik dengan banyak kelopak. Memiliki beragam warna, ­se­perti pink kemerah-merahan, putih, ungu, kuning. Benangsarinya berwarna kuning dan memenuhi bagian kelopak. Daunnya berbentuk lembaran dan mengapung atau menonjol di atas permukaan air.

T

eratai tumbuh di lumpur pada air menggenang, seperti kolam yang dangkal, rawa-rawa dan ladang yang basah. Di musim penghujan seperti sekarang ini, ada kekhawatiran beberapa konsumen akan risiko pot tanaman itu menjadi pertumbuhan jentik nyamuk. “Jika ada lumpur, jentik nyamuk malah tidak bisa berkembang disana. Yang perlu dikhawatirkan justru potpot kosong dengan air bersih yang menggenang,” ujar Ima, pemilik stan bunga Eka Sari di kawasan Jakan Hayam Wuruk, Denpasar.

Tanaman teratai dikatakannya akan tumbuh bagus saat musim panas. Yang unik, masa mekar bunga ini antara jam 09.00 sampai 16.00. “Jika sore menjelang malam, kelopak bunganya akan men guncup dan mekar kembali pada pagi keesokan harinya,” jelas perempuan asal Surabaya yang sudah 20 tahun menggeluti bisnis tanaman bersama suaminya ini. Masa mekar bunga teratai itu sendiri hanya berkisar 5-7 hari untuk jenis teratai biasa. Seperti, teratai putih, teratai ungu, teratai pink, teratai kuning emas, dan teratai kuning sudamala.

Sementara untuk jenis teratai saraswati, masa mekarnya bisa sampai 2 minggu. Teratai saraswati ini dijelaskan Ima memang agak spesial. Selain mahkota bunganya indah berwarna pink, keberadaannya pun terbatas. Ini dikarenakan pembibitannya berbeda dengan pembibitan teratai jenis biasa. “Teratai biasa dibibit dari bunganya. Ketika bunga layu biasanya masih ada yang mentol, itulah yang dibibit, meski tak semua bisa dibibit. Kalau teratai saraswati, pembibitannya dari bongkolnya yang beranak sendiri,” jelas Ima. Karena itu pula, harga teratai saraswati ini bisa 3 kali lipat dari teratai biasa. “Tanaman teratai biasa Rp 75 ribu per pot, teratai saraswati bisa Rp 250 sampai Rp 300 ribu,” imbuhnya. Untuk pemeliharaan tanaman teratai ini, Ima men jelaskan cukup melakukan pemupukan 1 minggu sekali, dan air harus tetap meng-

genang. Perlu diperhatikan juga, teratai yang hidupnya di media lumpur ini, ketika lumpurnya sudah habis, sebaiknya diganti dengan lumpur sawah.

“Lumpur sawah lebih subur karena tidak tercemar jika dibandingkan dengan lumput got,” ucapnya. (Inten Indrawati)


18

Life Story

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Kubu Alam

Pariwisata tampaknya masih menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat Buleleng pada khususnya. Selain didukung keindahan alam, Buleleng juga memiliki budaya dan adat istiadat yang begitu unik untuk dikembangkan. Potensi inilah yang digali oleh jiwa-jiwa kreatif untuk dikemas menjadi objek wisata baru.

S

alah satu desa yang te­ngah menggali potensi yang dimiliki adalah Tigawasa. Merupakan salah satu desa Bali Aga yang terdapat di Buleleng, Tigawasa dikenal sebagai desa wisata dengan adat istiadat yang masih sangat kental. Selain itu, Tigawasa juga dikenal sebagai penghasil bambu sehingga sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai perajin. Bahkan melimpahnya tanam­an bambu menjadikan Desa Tigawasa sebagai ikon kerajinan anyaman bambu di Buleleng. Kali ini Desa Tigawasa menawarkan objek wisata yang berbeda, tepatnya di Dusun Wanasari dengan memanfaatkan pemandangan indahnya kota Singaraja, sejumlah masyarakat kreatif yang tergabung dalam kelompok Kubu Alam (KuAl) memanfaatkan potensi tanaman bambu menjadikannya destinasi wisata berkonsep alam yang diberi nama Kubu Alam Desa Tigawasa yang dibangun di lahan milik warga. Hanya dengan donasi Rp 10.000 per orang

pengunjung bisa menikmati indahnya Kubu Alam. Keberadaan objek wisata Kubu Alam ini merupakan yang pertama di Desa Tigawasa dan membawa pilihan suasana baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Buleleng. Karena selain bisa mengabadikan moment indah dan alami sembari menikmati pemandangan Kota Singaraja dari ­ketinggian, juga bisa menikmati berbagai kuliner khas Desa Tigawasa di rumah bambu. Selain itu beberapa kerajinan khas Desa Tigawasa dipajang di salah satu tempat yang disediakan khusus untuk bisa dijadikan oleh-oleh. Tidak heran objek wisata yang baru dibuka seminggu lalu ini sudah menuai kunjungan wisatawan asing tidak terkecuali masyarakat lokal. Gede Widarma salah satu pengelola Objek Wisata Kubu Alam mengatakan objek wisata ini diba­ ngun atas pemikiran kelompok yang terdiri dari 5 orang masyarakat desa Tigawasa. Kemunculan ide tersebut dari lokasi dibangunnya Kubu Alam yang merupakan jalur pariwisata. Sehingga setiap harinya mobil-mobil pariwisata lalu lalang untuk mengantarkan turis berhenti untuk melihat pemandangan atau matahari terbenam di sore hari. Memanfaatkan peluang tersebutlah, Widarma dan kawan-kawan berisiatif untuk membangun objek wisata. “Wisatawan yang berkunjung ke Desa Tigawasa biasanya mencari kerajinannya akan tetapi dengan adanya objek wisata ini tentu menjadi hal baru bagi wisatawan untuk dikunjungi,”tuturnya. Disisi lain, Kadek Sudarmika yang juga tergabung dalam Kelompok Kubu Alam yang juga sebagai  pemilik lahan di Kubu Alam mengatakan objek wisata

Kubu Alam merupakan objek wisata yang sangat cocok digunakan sebagai tempat selfie. Bahkan dengan konsep alam, semua spot selfie dibangun menggunakan bambu yang merupakan ikon desa. Hal ini selain untuk memberikan kesan unik dan alami, juga sebagai upaya menonjolkan potensi yang dimiliki desa. “Disini kebanyakan perajin bambu selain itu banyak potensi bambu jadi konsep kami ambil dari sana,”jelasnya. Ia menambahkan, selain menghadirkan sejumlah tempat selfie, tempat ngopi dan pameran kerajinan dari bambu, di Kubu Alam juga menyediakan tempat untuk wisatawan yang ingin belajar menganyam. “Saya buat satu rumah bambu untuk memajang kerajinan bambu dari masyarakat kita, ada yang sudah jadi dan yang setengah jadi, khusus yang setengah jadi kita berikan kesempatan untuk wisatawan yang ingin mencoba membuat anyaman,” imbuhnya.  Sementara itu untuk fasilitas pendukung, seperti toilet dan parkir kendaraan akan dirancang sedemikian rupa untuk kenyamanan pengunjung. Selain itu sebagai objek wisata baru, agar bisa memenuhi kategori sapta pesona yang dianjurkan dari Dinas Pariwisata pihaknya tetap memprioritaskan keamanan dan kenyamanan dengan melakulan pengecekan dan perawatan rutin. “Kami tetap lakukan pengecakan keamanan apalagi bambu hanya mampu bertahan selama empat tahun, tapi kami akan rutin cek demi kenyamanan pengunjung,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Begitu banyak sejarah-sejarah penting yang pernah terjadi di Nusantara yang tetap bisa diyakini dan dipercaya melalui sebuah buku catatan sejarah maupun situs-situs peninggalan sejarah. Tentu, upaya ini dilakukan untuk tetap mengenalkan dan mendekatkan peristiwa sejarah serta perjuangan pahlawan kepada generasi muda. Buleleng menjadi salah satu wilayah yang menyimpan banyak perjalanan sejarah penting di Indonesia. Berbagai tempat bersejarah, budaya, dan warisan tak benda masih terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Kepala Dinas Kebudayaan Putu Tastra Wijaya mengatakan Buleleng memiliki berbagai aset sejarah yang hingga kini masih tetap dijaga. Bahkan pemerintah pun begitu komitmen untuk melestarikan berbagai aset sejarah yang ada. Bahkan Pemkab Buleleng telah menggagas salah satu wilayah yang menjadi rekam jejak perjalanan cinta presiden Indonesia pertama dengan Nyoman Rai Srimben menjadi kawasan Promosi Sukarno Heritage dan akan dipromosikan menjadi cagar budaya dan pariwisata Buleleng. Hal ini juga sebagai salah satu upaya Pemkab untuk mendekatkan sejarah kepada masyarakat utamanya masyarakat Buleleng. Tidak hanya itu, Tastra juga mengatakan tengah mempersiapkan proses pembangun museum Sunda Kecil y a n g berada di Eks.

Pelabuhan Buleleng pada tahun 2018. Museum Sunda Kecil akan menyimpan benda-benda yang lebih spesifik. Tidak hanya benda, bahkan gambar-gambar, buku serta cerita tentang Buleleng yang pernah menjadi pusat pemerintahan di Bali juga turut menjadi koleksinya. Dari berbagai upaya untuk tetap pelestarian tersebut, maka pihaknya menargetkan tahun 2019 Buleleng masuk kategori Kota Pusaka Dunia. Lebih jauh Tastra mengungkapkan untuk dapat masuk sebagai Kota Pusaka tentu harus dipersiapkan dengan segala hal yang matang. “Di Bali sudah ada beberapa daerah yang masuk sebagai Kota Pusaka. Tahun ini kita akan fokuskan dalam pembangunan museum dulu tahun 2019 baru kita akan fokus ke Kota Pusaka,” jelasnya. Untuk dipahami Kota Pusaka adalah kota yang didalamnya terdapat kawasan cagar budaya dan atau bangunan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai penting bagi kota, menempatkan penerapan kegiatan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kotanya. Tastra menambahkan untuk meraih predikat sebagai kota pusaka warisan dunia tersebut, setidaknya harus memenuhi tiga atribut yang meliputi, bangunan tua, pusaka alam yang unik dan indah serta nilai-nilai budaya yang menjadi karakter kuat bagi sebuah kawasan yang diusulkan. (Wiwin Meliana)

DPRD Kabupaten Buleleng Tinjau Program Kerja Disnakertrans Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng Ir. Gede Wisnaya Wisna mengunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng sebagai bentuk sinergitas antara lembaga DPRD dan eksekutif. Kunjungan kali ini terkait dengan program-program strategis dan inovatif guna meningkatkan peran serta Dinaskertrans dalam menyukseskan pembangunan dibidang ketenagakerjaan di tahun 2018. Diterima di ruang kerjanya, Rabu (10/1) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng, Dwi Priyanti memaparkan beberapa program dan inovasi di antaranya pengakreditasian UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) yang dimiliki sehingga para calon pencari kerja sudah memiliki sertifikat kompetensi dibidangnya masing-masing sebagai salah satu persyaratan dalam melamar suatu pekerjaan. “Kami berupaya agar pemerintah atau lembaga-lembaga yang terkait membantu menyingkronkan antara pencari kerja dan pemberi kerja,” jelas Dwi Priyanti. Pihaknya juga sudah melakukan upaya-upaya kerjasama dengan berbagai pengusaha baik yang ada di Kabupaten Buleleng maupun yang diluar Kabupaten Buleleng guna dapat memfasilitasi para pencari kerja dengan perusahaan yang akan mempekerjakan. Dengan kedatangan Komisi IV yang membidangi ketenagakerjaan, pihaknya akan terus menjalin

Uang bukan Segalanya

Buleleng Targetkan Predikat Kota Pusaka

Wisata Selfie Pertama di Tigawasa

Komisi IV DPRD Buleleng melakukan kunjungan ke Disnakertrans

kerjasama baik selama ini dan berharap kedepan lembaga Dewan dapat memberikan dukungan dalam upaya-upaya peningkatan SDM bagi para pencari kerja di Kabupaten Buleleng sesuai dengan tugas dan fungsi serta kewenangan lembaga Dewan. Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng menyatakan apresiasi dan dukungannya

kepada Disnakertrans Kabupaten Buleleng dalam hal membuka peluang kerja yang seluas-luasnya kepada masyarakat Buleleng. Pihaknya juga memberikan dukunga utamanya dibidang anggaran serta pengawasan dan evaluasi terhadap program-program yang ada di Disnakertrans. Gede Wisnaya Wisna berharap kedepan program-program strategis seperti kegiatan Jobfair agar lebih digiatkan lagi serta melibatkan pengusaha-pengusaha baik yang ada di kabupaten Buleleng maupun yang di luar Kabupaten Buleleng. “Kami berharap program Disnakertrans ke depan dapat menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi para pencari kerja yang ada di Kabupaten Buleleng.” jelasnya. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi terhadap program-program pelatihan yang dirancang oleh Disnakertrans yang selama ini sudah berjalan dengan baik dengan melakukan kerjasama dengan para pengusaha terkait dengan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan sehingga pelatihan-pelatihan yang diberikan bagi calon pencari kerja dapat terserap dan tersalurkan dengan baik oleh para pengusaha sesuai dengan bidan dan kopetensinya masing-masing. “Pelatihan yang dilakukan sudah menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh pencari kerja sehingga calon pencari kerja ini dapat disalurkan dan tepat sasaran,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

7

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Di depan minuman dingin yang baru setengah diminumnya, Anggi (55) tiba-tiba beranjak pergi. Kata pemilik warung, sudah satu jam dia duduk di situ dengan wajah sedih setelah menceritakan kisah sedih yang baru menimpanya kepada Rani, si pemilik warung.

I

a memang kelihatan seperti orang bingung. Bagaimana tidak, bertubi-tubi masalah kini menimpanya. Menurut Rani yang mengenal baik Anggi juga saudara sepupu Anggi ini, ada baiknya mengambil hikmah dari perjalanan hidup perempuan asal Pulau Sumbawa ini. Hidup bergelimang uang ketika masih aktif bekerja di salah satu BMUN terkemuka sempat dilaluinya. Apalagi suaminya juga seorang pegawai perusahaan swasta dengan penghasilan yang di atas rata-rata. Menggabungkan gaji berdua itu, sungguhlah banyak. Hidupnya ada di atas rata-rata orang biasa. Dari sana ia memiliki beberapa mobil dan fasilitas lainnya. Ia juga membuka usaha rumah makan yang sangat laris. Jadi penghasilannya makin bertambah. Anggi memiliki lima anak yang ketika sekolah dan kuliah dihujani uang dan fasilitas yang cukup. Pendeknya semua berjalan seperti impian banyak orang. Namun, lihatlah apa yang terjadi setelah 25 tahun kemudian. Sejak menikah Anggi menikmati semua kehidupannya itu bersama suami dan anakanaknya. Tetapi di tengah gelimang uang itu, sebagai seorang muslim Anggi dan suaminya tidak banyak melakukan ibadah sesuai perintah agamanya. Hidupnya seperti hanya untuk mencari uang. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi kelima anaknya yang juga tidak banyak mengenal ibadah. Ia membangun keluarga yang hanya mengenal uang. Pendidikan anak-anaknya juga tidak berlangsung mulus. Mereka tidak terbiasa dengan hidup yang berjuang sehingga ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah ya mereka keluar. Sementara yang masih

tetap kuliah menghabiskan waktu hingga 7 tahun. Sangat lama memang. “Anggi dan suaminya sa­ngat

jarang terlihat duduk bersama keluarga untuk berdiskusi tentang pendidikan anakanak atau pun untuk saling memberi nasehat,” ujar Rani. Kehidupan keluarga berjalan tanpa komunikasi yang baik. Semua cenderung asyik sendiri-sendiri dan semua masalah selesai dengan uang. Anggi hanya asyik dengan keluarganya. Ia tidak terlalu banyak menanam kebaikan pada saudara-saudaranya. Ia adalah pribadi yang lebih suka memberi kepada orang lain dibandingkan kepada saudara-saudaranya. Salah satu faktor yang membuat hari ini hidup Anggi penuh dengan masalah adalah karena ia tipe yang tidak mau mendengar nasehat orang lain. Pun dari saudara. Rani mengaku beberapa kali tahu bahwa Anggi selalu bertengkar dengan saudaranya ketika dinasehati. Anggi cenderung mengambil semua keputusan sendiri. “Apa yang diputuskannya itulah yang dilaksanakannya. Meski saudara-saudaranya yang merasa keputusan itu tidak tepat sudah menasehatinya, ia tetap pada apa yang diputuskannya,” kata Rani. Karena itulah banyak hal tentang hidupnya yang akhirnya tidak diketahui oleh saudaranya. Anggi lebih suka berjalan sendiri

dengan apa yang diputuskannya. Ia hanya akan bercerita pada saudaranya ketika mengalami kemalangan dari apa yang sudah dijalani berdasarkan keputusan itu. Sampailah akh-

tkh/net

irnya ternyata bisnis yang dijalankan Anggi selama ini satu persatu jatuh. Kondisi keuangannya pun menurun drastis. Uang pensiun yang diterima bersama suaminya lebih dari satu

miliar pun akhirnya lenyap untuk membayar utang-utangnya. Itu pun hanya Anggi yang tahu. Yang pasti tidak seorang pun anaknya apalagi saudaranya yang tahu uang tersebut ke mana larinya. Hanya dalam tempo enam bulan Anggi sudah mengeluh akibat tak lagi memiliki banyak uang untuk menopang kehidupannya. Padahal kini ia membutuhkan banyak uang untuk sekolah anak bungsunya yang akan menyelesaikan pendidikannya dua tahun lagi. A n a k anaknya yang sudah menikah juga tidak bisa membantunya. Tidak satu pun anak yang memiliki pekerjaan tetap yang bisa menghasilkan gaji bulanan. Anak pertamanya yang laki-laki mengandalkan gaji istrinya. Anak kedua perempuan mengandalkan gaji suami yang hanya pegawai biasa. Lalu anak ke tiga dan ke empat masih menganggur setelah menyelesaikan kuliahnya yang teramat panjang hingga tujuh tahun.

Anak-anaknya yang sudah menikah pun masih meminta bantuan padanya untuk keperluan biaya hidup sementara ia tak lagi memiliki penghasilan yang besar seperti dulu. Hari ini Anggi baru merasakan bagaimana ia tidak pernah menyiapkan anakanaknya untuk hidup dengan cara berjuang dan mengatur manajemen kehidupannya dengan baik. Jauh dari agama membuat mereka seperti jauh dari jalan keluar. Tabungannya pun sudah tiada. Hari ini ia hanya mengandalkan usaha warung nasi yang tidak besar penghasilannya. Anaknya yang akan lulus sekolah kini tengah membutuhkan biaya puluhan juta. Sedangkan anak yang lain meminta bantuan untuk kebutuhan hidupnya. Musibah yang paling hebat yang kini tengah menimpanya yang menambah bebannya adalah anak keempatnya terpaksa menikah dengan pembantu. Kabar itu baru seminggu lalu diterimanya. “Anggi tidak mau cerita lebih banyak soal itu. Ia masih mencari tahu keberadaan anaknya sekarang. Kalo ditanya tentang itu dia langsung pergi kayak tadi,” kata Rani. (Naniek I. Taufan)


6

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Dezire Mulyani

Woman on Top

SOP Mitigasi Bencana Kondisi Gunung Agung yang hingga kini masih me­ nyandang status level IV (Awas) mempengaruhi berba­ gai sektor, tak terkecuali pariwisata. Karenanya, Pe­ merintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar serta pelaku pariwisata (steakholder) meng­ upayakan berbagai cara untuk menjamin keberadaan wisatawan di Denpasar.

S

alah satunya dengan membuat Standard Ope­r ation Procedure (SOP) Mitigasi Bencana ketika adanya kemungkinan penutupan Bandara Ngurah Rai, Denpasar akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung. Hal tersebut diungkapkan Kadis Pariwisata Kota Denpasar, M.A. Dezire Mulyani. Dezire mengatakan, saat ini pihaknya bersama Bali ­Tourism Hospitality (BTH) tengah melakukan finalisasi terhadap SOP Mitigasi Bencana seandainya terjadi penutupan­ Bandara Ngurah Rai akibat ak-

tivitas vulkanik Gunung Agung. “Saat ini SOP Mitigasi Bencana tentang penanganan wisatawan jika terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai akibat adanya aktivitas Gunung Agung sedang difinalisasi dan SOP tersebut telah dilakukan simulasi beberapa waktu lalu, saat ini hanya menunggu untuk ditetapkan saja,” kata Dezire. Dinas Pariwisata Kota Denpasar yang bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar juga telah menandatangani MoU sehingga wisatawan yang berada di Kota Denpasar saat bandara ditutup tetap mendapatkan pelayanan

Juanda di Jawa Timur. “Nantinya, untuk menuju bandara di luar Bali, wisatawan akan dikumpulkan di Hotel Inna Grand Bali Beach untuk selanjutnya bersamasama menuju bandara terdekat yang dituju,” ung­ kapnya.

Desire menambahkan, saat ini zona bahaya Gunung Agung hanya berada di radius 8 km hingga 10 km sektoral. Kota Denpasar relatif tergolong aman bagi wisatawan untuk berwisata. “Jadi wisatawan yang berada di Kota Denpasar tidak perlu panik jika terjadi kemungkinan terburuk terhadap aktivitas Gunung Agung, dan Pemkot Denpasar sudah siap terhadap kemungkinan terburuk serta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” tegasnya. (Asmara)

yang maksimal. “Seperti halnya memberikan fasilitas penginapan selama satu malam secara gratis dan memberikan harga terendah yang berlaku ketika wisatawan hendak memperpanjang kunjunganya di Bali saat bandara ditutup,” jelas Dezire. Selain penginapan, Pemkot Denpasar yang bekerjasama dengan Perkumpulan Angkutan Wisatawan Bali (PAWIBA) turut menyediakan layanan transportasi secara gratis menuju bandara terdekat, seperti Bandara Internasional Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bandara Banyuwangi di Jawa Timur, dan Bandara

Your Service Your Attitude Salam Senyum... “Bu Sri, bisa minta tolong karyawan kami didampingi”.... Suara seorang Ibu dari seberang terdengar lirih di handphone saya. Ia seperti benar-benar berharap agar dapat bekerja sama dengan kami, sebuah lembaga pelatihan pengembangan sumber daya manusia “Sri Sumahardani Academy”, yang saya dirikan beberapa tahun lalu. Dengan niat membantu agar ilmu, pengetahuan, wawasan dan pengalaman dapat selalu menginspirasi orang lain, tentu dengan senang hati saya menerima tawaran tersebut. Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya mereka yang akan saya dampingi adalah pemenang kontes layanan dari sebuah BUMN. Yang tentu dari kemampuan mereka baik dari segi knowladge maupun cara melayani pelanggan sudah tidak diragukan lagi. Namun mengapa hal tersebut dianggap belum cukup ketika mereka akan menjadi role model di daerahnya masing-masing? Pembaca setia Dhani’s Art In Service, setiap orang yang sudah memahami dengan baik tentang service layanan, maka akan dapat menjawab pertanyaan di atas dengan mudah. Ketika seorang pelaku layanan sudah baik menjalankan SOP (standart operational procedure), dan mereka tidak mempunyai fondasi yang kuat untuk melayani orang lain, maka mereka tidak ubahnya seperti robot yang dikendalikan oleh sebuah

remote control. Semua yang dilakukan persis seperti program yang ada di mesin. Sebenar­nya apa kendala ketika pelaku layanan berbuat tak ubahnya seperti mesin/robot? Yang jelas, di saat dihadapkan suatu permasalah­an dan hal tersebut tidak ada dalam program, maka standar layanan akan tidak dapat terlaksana dengan baik. Spontanitas untuk reaksi terhadap pelanggan tidak akan terlihat. Karena mereka seakan tidak memiliki naluri melayani. Terlepas dari tulisan di atas, banyak pelaku usaha yang khususnya bergerak di bidang jasa, mulai berlomba memperbaiki layanan untuk meningkatkan pendapatan bisnis mereka. Segala macam usaha telah dilakukan. Mulai dari mengubah sistem, melaksanakan pendidikan standar melayani, dan banyak membuat terobosan-terobosan terbaru sesuai era digital saat ini. Namun kembali lagi, sungguh percuma ketika orang yang dianggap cerdas, pintar, dan bahkan menang dalam ajang/kontes layanan. Tapi dia tidak dapat menjadi ambassador, tidak bisa menjadi role model dari layanan. Attitude,... perilaku..... Inilah yang sebenarnya penentu pemenang di dunia layanan. Bukan hanya mengandalkan kehebatan di pengetahu­ an/knowledge. Melayani... kalau lebih ekstrim saya berpendapat seperti ini. Di saat orang sudah mempunyai attitude yang baik, sebenarnya dia sudah menjadi pelaku

layanan yang baik. Bahkan tidak harus repot-repot mengikuti pelatihan standar melayani pelanggan. Pernahkah kita melihat sebuah warung menjual sayuran yang selalu ramai dikunjungi pembeli? Padahal tidak jauh dari tempat itu ada warung yang menjual barang yang sama, namun sepi dari pengunjung? Hal ini se­r ing saya temukan di daerah tempat tinggal saya. Seorang ibu penjual sayur, sangat ramah dan mempunyai attitude yang luar biasa. Dia tidak pernah lepas dari senyum. Melayani para pembeli selalu dengan cekatan dan bersemangat. Dia terkenal dengan sosok yang selalu memakai kata minta tolong, mohon maaf, terima kasih, dan silakan. Dia terkenal tidak pernah berbohong dengan keadaan barang yang dijualnya. Seandainya sayur itu sudah datang kemarin sore, dan kurang segar, dia akan bilang seperti apa adanya. Dia juga terkenal dengan selalu perhatian dengan pelanggannya. Dan, masih banyak lagi perilaku baik yang selalu dia lakukan. Apakah penjual tadi bersekolah atau mengikuti pelatihan standar melayani dengan baik? Jelas jawabannya tidak. Tapi saya yakin, layanan yang dilakukan dirasakan sangat nyaman oleh pelanggannya. Yang mendasari layanan penjual sayur itu adalah attitude-nya yang luar biasa. Kalau sudah demikian, sudah saatnya kita harus kembali mengutamakan attitude. Karena, kalau kita tidak mempunyai attitude yang baik, layanan yang kita berikan akan terasa hambar seperti

seorang pelaku layanan yang tidak punya jiwa melayani. Jadi, kembali lagi, ... sangat meng­ apresiasi instansi yang sudah meng­ hubungi kami untuk memberikan pen­ cerahan terhadap sang jawara layanan. Dengan harapan mereka nanti akan menjadi pemenang sejati dalam layanan. Dimana para pelaku layanan yang bukan hanya mengandalkan kehebatan di knowledge, tapi yang lebih penting bagaimana mere­ka mempunyai attitude yang luar biasa. Sehingga mereka sangat tepat untuk menjadi role model layanan di tempat mereka berkarya dan mencari nafkah. Yaaaa... merekalah jawara sejati dalam layanan naninya. Semoga selalu menjadi yang terbaik. Your service , your attitude. Mari kita lakukan. Ingin membaca tulisan saya dalam bentuk buku? Silahkan dapatkan buku karya saya “SERVICE A LA CARTE”. Dan materi ini juga terdapat dalam pelatih­ an yang saya beri judul SERVE WITH LOVE. Bagaimana dapat mengetahui dan menerapkan ‘SERVE WITH LOVE’ di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi manajemen kami dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT (In House Training) atau workshop dan seminar seperti apa yang Bapak/Ibu perlukan. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Perjalanan hidup manusia membawa nasibnya sendiri. Tidak semua manu­ sia mempunyai nasib yang baik dan tidak semua manusia mem­ punyai nasib buruk. Adakalanya manusia mengalami perubah­ an nasib seiring ­dengan usaha keras yang dilakukannya.

M

uhammad Mustakim atau Mustakim Patih yang akrab dipanggil dengan Mr. Kim, lahir dan besar di daerah Bangil Kabupaten Pasuruan. Dia menyelesaikan pendidikannya di SMK Achmad Yani Bangil Kabupaten Pasuruan. Setelah lulus sekolah, Mustakim langsung bekerja di PLN Pasuruan, tidak lama pindah kerja di Telkom Pasuruan kemudian pindah kerja di sebuah perusahaan laundry besar dan ternama yang pelanggannya kebanyakan merupakan perusahaan penghasil pakaian merk ternama seperti Larusso, Osella, dan Walrus. Tidak puas bekerja di bidang laundry, Mustakim melamar kerja di Graha Residence. Disini dia meng­ awali kariernya sebagai cleaning

Dulu Cleaning Service Kini Residence Manager service, kemudian ditempatkan di koperasi karyawan, dipindah lagi ke Departemen Food And Beverage dari helper, cook I, cook II hingga mencapai chef. “Saya benar-benar menjalani karier saya dari bawah, mulai dari Scued yang tugasnya mencuci peralatan masak dengan menggunakan air panas hingga pekerjaan memasak semuanya sudah pernah saya jalani,” ungkap Mustakim. Saat Intiland Group yang merupakan induk perusahaan Graha Residence mengadakan seleksi penyaringan untuk mengisi ­formasi Koordinator Food And Beverage. Mustakim menempati urutan nomor 3 dari 11 orang yang lolos penyaringan. Setelah beberapa bulan menempati posisi HRD, Mustakim pun diangkat sebagai Koordinator. Sebagai Koordinator Food and Beverage, Mustakim tidak hanya sukses menciptakan varian menu baru seperti Rawon dan Bebek Kendil, tetapi dia mampu menciptakan gebrakan pecel Rp 1.000 yang berimbas terlampauinya pendapatan penjualan makanan dan minuman yang telah ditargetkan oleh perusahaan yaitu 5%. “Prestasi ini membuat gaji saya

Mustakim

dinaikkan sampai 4 kali dalam setahun,“ kata Mustakim bangga. Gaji yang besar dan fasilitas yang cukup rupanya tidak membuat perasaan Mustakim menjadi nyaman, perte­ ngahan 2013 Mustakim malah punya keinginan untuk mundur dari perusahaan. Hal ini diperkuat dengan adanya kebijakan perusa-

haan untuk rasionalisasi terhadap karyawannya, Mustakim memilih keluar untuk menggantikan temannya yang seharusnya terkena rasionalisasi. “Ibu teman saya mendatangi saya, memohon agar anaknya tidak sampai terkena rasionalisasi,“ jelas Mustakim dengan menitikkan air mata. Banyak tawaran dari hotel kepada Mustakim tapi semuanya ditolak Mustakim. Rupanya keinginan Mustakim untuk berwirasasta sudah bulat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk mewujudkan keinginan berwiraswasta tersebut, Mustakim membuka warung chinese food yang bernama Djoejogane Pak Rete di daerah Simorejo Sari Gang B. Warung ini sangat laris sekali, walaupun resmi buka pukul 16.30 tapi pukul 16.00 sudah banyak yang antri. Warung yang mengusung konsep suasana dan menu hotel seperti aneka nasi seperti nasi goreng, nasi imut, aneka mie, aneka telur dan aneka jamur ini paling lama buka sampai pukul 20.00 karena semua menu sudah habis terjual. Tak puas hanya membuka wa­ rung, Mustakim mengambil alih Lorong Café di daerah Dukuh Ku-

Tak Gentar Hadapi Persaingan Ibadah umroh menjadi primadona. Penyebabnya, karena daftar tunggu calon jemaah haji saat ini hingga 25 tahun. Kondisi ini sudah terasa sejak 10 tahun lalu. Tak ada pilihan lagi, bagi jemaah yang ingin beribadah ke Mekah pilihan satusatunya melaksanakan ibadah haji kecil yang biasa disebut umroh. Travel pengurusan haji pun kebanjiran calon jemaah umroh. Kepala Cabang PT Pesona Mozaik Sugeng Nurdianto Wahyudi, berpikir praktis bagaimana meyakinkan calon jemaah melalui Google. ‘’Saat itu, saya hanya berpikir

bagaimana masyarakat dengan mudah menemukan informasi biaya umroh. Dengan mengetik di Google, umroh murah Surabaya,’’ kata Sugeng, pekan lalu. Ide cara memasarkan umroh murah, kata dia, didapat setelah mengikuti pelatihan marketing berbasis IT selama 2 hari dengan biaya Rp 10 juta, pada 2012. Pelatihan yang diikuti saat itu dengan biaya sendiri, tetapi untuk kepentingan memasarkan ibadah umroh, produk kesehatan. Ternyata, hasilnya sangat ampuh ketika diterapkan. ‘’Dengan membuat kata sandi umroh murah Surabaya, penjelasan tentang biaya umroh dari kantor saya muncul di pencarian terpo­ puler di Google. Dengan pemasar­ an model IT banyak calon jemaah yang tertarik untuk kemudian mendaftarkan diri,’’ ujarnya. Biasanya, setelah mendapat informasi melalui Google, calon jemaah kemudian datang ke kantor PT Pesona Mozaik di Giant Maspion Square Surabaya. Dalam satu bulan, PT

Kepala Cabang PT Pesona Mozaik, Sugeng Nurdianto Wahyudi, memberikan sosialisasi tentang umroh murah Surabaya. tkh/Patrik Cahyo L

Pesona Mozaik yang membawahi 22 kantor cabang ini memberangkatkan jemaah umroh 2-3 kali. Minimal 45-90 jemaah dalam satu kali pemberangkatan. Ada tiga paket umroh yang ditawarkan. Yakni, paket hemat, reguler dan VIP. Paket hemat biaya umroh antara Rp 19 juta – Rp 20 juta. Paket reguler Rp 21 juta – ­­Rp 25 juta. Paket VIP harganya Rp 25 juta – Rp 30 juta. ‘’Masing-masing paket hanya berbeda pada penginapan dan penerbangan saja,’’ ujar suami dari Indah Hari Ningsih ini. Sebagian besar jemaah umroh yang tergabung dalam PT Pesona Mozaik, berasal dari Jatim, Jateng, Kalteng, Bali dan NTB. Yang menarik, pada setiap pemberangkatan, sekitar 80% calon jemaah umroh diperoleh dari pemasaran online. Sedangkan sisanya 20%, berasal dari referensi jemaah umroh yang sudah berangkat. Adapun jemaah umroh sangat beragam. Mulai dari kalangan menengah bawah, atas, pejabat, anggota dewan. ‘’Bila saya persentase untuk jamaah menengah bawah 60% dan menengah atas 40%,’’ kata bapak tiga anak ini. Menyinggung persaingan, lelaki kelahiran Malang, 12 Mei 1975 ini mengatakan, sedikitnya ada sepuluh perusahaan sejenis. Meski demikian, pihaknya tak gentar menghadapi persaingan. Karena pihaknya berprinsip selama bersaing secara sehat dan tidak akan mengambil jemaah dari pesaing. Adapun perusahaan travel

haji/umroh lainnya, seperti Ebad Wisata, Safira, Saudaraku, Arofah Minah, Armina Reka, Linda Jaya, Mabroroh. Semua pesaing, kata dia, merupakan perusahaan besar dan memiliki kantor pusat di Jakarta. Hanya Travel Linda Jaya yang berkantor pusat di Surabaya. (Bambang Wili)

19

pang dan membuka warung mobil untuk berjualan nasi yang mangkal di daerah Ketintang. Pengelolaan warung mobil sepenuhnya dikelola oleh anak-anak asuhnya dari panti asuhan. “Anak-anak dari panti asuhan itu saya bawa ke Surabaya untuk dilatih dan diajari berjualan di ­warung mobil,” ujar Mustakim Untuk meningkatkan pemasar­ an dan membuka jaringan di antara para Usaha Kecil Menengah (UKM), Mustakim bersama dengan Moestar Affandi dan Banu Putra membentuk wadah UKM yang bernama Group Wirausaha Mandiri (GW Man). GW Man sudah banyak melakukan kegiat­a n pembinaan UKM, baik seminar, bazaar, maupun pelatihan. Saat ini Mustakim dipercaya oleh Hotel Djagalan Surabaya untuk mengelola hotel keluarga yang memiliki 24 kamar ini, berbagai terobosan dan gebrakan dilakukan oleh Mustakim dan manajemen ­untuk meningkatkan okupansi hotel. Mulai memperbaiki service, menata banquet hingga mengadakan kegiatan kopi darat dengan UKM, mengadakan event tahun baru, dan napak tilas jejak pahlawan. Hotel Djagalan yang pernah kondang di tahun 1960an, kini mulai menggeliat dan dikenal kembali oleh masyarakat. Mustakim disela-sela kesibuk­ annya, masih menyempatkan diri untuk melatih masyarakat membuat aneka saus dengan varian saus ala thai, saus lada hitam, saus salad, dan aneka pentol ­dengan varian pentol bledeg, pentol jamur, pentol jamur mozzarella, dan pentol durian. “Saya hanya ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat, apapun yang terbaik untuk masyarakat pasti saya lakukan,“ kata Mustakim. (Nanang Sutrisno)


20

Nine

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Gerakkan UKM Perempuan

“Mewujudkan kualitas dan peran SDM Perempuan Pelopor melalui pelatihan sosial ekonomi masyarakat berbasis gender”. Begitu bunyi spanduk yang terpampang di showroom UKM yang menggerakkan para perempuan sebagai anggotanya di Dusun Tapot Timur Desa Bili Bante, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Spanduk ini rupanya bekas pelatihan yang dilakukan oleh para perempuan dari Bangka Belitung beberapa waktu lalu di showroom yang dikelola oleh Hj. Zaenab.

H

ari itu showroom ini dikunjungi oleh tiga dinas di Provinsi NTB, yakni Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB. Adalah Hj. Putu Selly Andayani yang mengajak dua kepala dinas lainnya itu, Dra. Baiq Eva Nurcahya Kepala Dinas Perindustrian dan Drs.H.Lalu Saswadi, M.M., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB untuk melihat langsung progresivitas UKM-UKM yang ada di NTB. Sinergitas dinas pemerintahan seperti ini memang sangat diperlukan oleh UKM khususnya UKM-UKM yang menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan seperti di Rumah UKM Putri Rinjani Bili Bante ini yang membina dan memberdayakan puluhan kelompok perempuan untuk memproduksi berbagai camilan dan kerajinan khas Lombok lainnya. Menurut Selly Andayani, sinergitas program memang sangat dibutuhkan agar tidak terjadi tumpang tindih di antara tiga dinas yang notabene berhubungan lang-

sung dengan bidang UKM seperti ini. Perhatian dan dukungan dari ketiga dinas yang menjadi wakil pemerintah daerah, tentu saja sangat dibutuhkan oleh UKMUKM khususnya yang banyak memberdayakan perempuan agar terjadi peningkatan kualitas dan kesejahteraan perempuan di Nusa Tenggara Barat. Bisa dibayangkan di sebuah desa seperti Bili Bante yang

Produk hasil karya anggota UKM yang dijual di Rumah UKM Puteri Rinjani

awalnya para ibu rumah tangga dan para wanita eks TKW yang pasif tak memiliki aktivitas apa pun, kini nyaris semua bergerak

membenahi kehidupannya dengan memiliki aktivitas yang dapat memberikan mereka penghasilan. Para perempuan yang tadinya hanyalah ‘pasrah’ pada rezeki yang seadanya yang diberikan oleh suami mereka yang pekerja serabutan atau pun petani, kini sudah bisa memiliki aktivitas yang positif. Mereka bahkan ada yang bekerja dari rumah masing-masing. “Usaha dan kemauan yang seperti inilah yang harus benar-benar kita dukung dengan maksimal,” ujar Selly. Po t e n s i s u m b e r daya alam yang berlimpah ruah di desa ini dilihat oleh Hj. Zaenah sebagai peluang yang baik untuk memberdayakan para perempuan khususnya ibu ru-

mah tangga di lingkungan sekitarnya. Hasil produksi singkong di desa ini yang jumlahnya sangat banyak dan cenderung dibuangbuang ketika panen tiba. Begitu juga dengan jagung yang berlimpah namun tidak ada yang beli bahkan jika panen tiba tidak dapat menghasilkan uang secara maksimal karena murah, juga cabe yang dibuang-buang saking murah harganya akibat overproduksi. “Saya pikir sumber daya ini sayang kalau dibuang-buang percuma seperti itu, lalu saya mulai dari mengolahnya menjadi olahan camilan yang sederhana seperti kripik,” kata Hj. Zaenab yang mulai memberdayakan perempuan di Bili Bante sejak tahun 2011. (Naniek I. Taufan)

Hj. Zaenab

Masukkan UKM ke Ishop NTB Memang tidak mudah mengajak orang untuk berubah dengan cepat. Jatuh bangun dirasakan oleh perempuan lulusan SMP ini terutama pandangan rasa tidak percaya orang lain bahwa ia akan bisa berhasil menggerakkan para ibu rumah tangga ini. Namun semangat dan perjuangannya itu tidak pernah surut. Ia jalani aktivitasnya pelan-pelang mengajak ibu-ibu rumah tangga yang ratarata berusia muda namun terlihat

menua sebelum waktunya itu, untuk mau memberdayakan diri masing-masing agar dapat bermanfaat setidaknya bagi ekonomi keluarga. Berawal dari Dusun Tapot Bili Bante, itulah Hj. Zaenab terus mengembangkan bahkan sampai ke banyak kecamatan di Lombok Tengah dan Lombok Barat. Para perempuan ini diajak terlibat dalam berbagai produksi camilan khas, seperti tortilla jagung, stik,

Dinas Perdagangan Provinsi NTB melakukan foto produk UKM yang masuk ke Ishop NTB

krupuk dan juga membuat sambal cengeh khas Lombok. Kini sudah puluhan kelompok perempuan di Lombok Barat dan Lombok Tengah khususnya yang melakukan aktivitas membuat camilan khas Lombok. Itu berarti ratusan perempuan sudah memiliki pekerjaan dan mendapat penghasilan ada 10 perempuan. Hal inilah yang membuat Dinas Perdagangan Provinsi NTB memberi perhatian kepada UKM-UKM. Ketika melakukan kunjungan ke Rumah UKM Puteri Rinjani ini, Selly Andayani langsung menyerahkan sebuah mesin parut kelapa yang juga bisa difungsikan sebagai mesin multifungsi, untuk menggiling bumbu dan tepung guna mendukung usaha pemberdayaan perempuan di UKM ini. Melihat perkembangan baik dari UKM ini Dinas Peridustrian dan juga Dinas Koperasi dan UMKM telah menyiapkan beberapa bantuan yang nanti akan diberikan untuk pengembangan usaha pemberdayaan perempuan ini. Tidak hanya Rumah UKM Puteri Rinjani yang menjadi perhatian ketiga dinas ini melainkan

Sudut Pandang

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Tidak Mengekang, Tidak Membiarkan

Anak-anak zaman sekarang berbeda dengan anak zaman dulu. Dulu si anak kalau orangtuanya sudah melotot, langsung nunduk, tidak berani menatap wajah orangtua. Kalau sekarang, orangtua melotot si anak tak sungkan menatap wajah orangtua dengan tatapan tajam.

K

alau dulu orangtua bilang tidak, anak akan diam tanpa berani bertanya kenapa. Kalau sekarang, orangtua tidak cukup hanya berkata tidak tapi harus memberi penjalasan kenapa tidak boleh. Bahkan kadang harus berdebat dengan anak tentang masalah itu. Begitu kata seorang pengamat pendidikan tentang profil anak zaman now. Menangani anak zaman now, kata pengamat itu, tidak bisa seperti zaman dulu. Pola komunikasinya berbeda. Orangtua harus juga ‘update’ situasi. Tidak mengekang tapi juga tidak membiarkan. Yang terpenting adalah komunikasi dan pengawasan. Hal tersebut disetujui oleh Iis Dahlia, pedangdut papan atas yang memiliki dua anak yang telah beranjak besar. Dari pernikahannya dengan Dadang Indradjaja, dikaruniai satu putri yakni Salshadilla Juwita hampir 20 tahun. Sedang dari pernikahannya dengan Satrio Dewandono, dikaruniai seorang putra yakni Devano Danendra yang kini berusia 15 tahun. Mengasuh anak zaman sekarang, kata Iis, gampang-gampang susah, harus tahu triknya supaya hubungan orangtua dan anak tetap baik. “Aku sih tarik ulur aja ya, nggak ngekang tapi juga nggak membiarkan. Aku utamakan komunikasi supaya anak tak ragu mengungkapkan apapun masalahnya. Termasuk soal pacar, misalnya. Selain komunikasi, pengawasan penting sekali,” ungkap Iis. Pelantun tembang hits ‘Tamu Tak Diundang’ ini juga bersyukur meskipun anak-anaknya terlahir sebagai ‘anak-anak zaman now’ , istilah yang sekarang tengah populer untuk menyebut generasi zaman kini, mereka masih terbilang penurut dan mau mendengar apa yang dinasehati orang tua. “Salah

satu yang aku sering nasehati adalah hati-hati memilih teman, memilih lingkungan bergaul. Ini bukan membatasi ya tapi memilih pergaulan,” ungkap mantan juri D’Academy seraya menambahkan dalam mendidik anak-anaknya dia selalu mendiskusikan dengan suaminya. Masalah pergaulan memang menjadi salah satu penekanan bagi Iis dalam mengingatkan anak-anaknya karena dia sebagai ibu juga berasal dari kalangan entertainment, paham benar tentang pergaulan anak zaman sekarang. Tak ingin anak-anaknya terjerumus pada sesuatu yang buruk maka ia tak bosan mengingatkan. “Kalau khawatir ya ada lah, namanya juga seorang ibu. Tapi aku percaya pada mereka,” ucapnya. Yang penting tambahnya, adalah pengawasan. Masalah pendidikan (sekolah) anak, kata Iis, juga menjadi perioritas yang diperhatikan. Anakanak boleh berkegiatan apapun asalkan positif namun tak boleh abai dengan sekolahnya karena itu adalah yang utama. “Selain pendidikan sekolah juga pendidikan agama itu penting untuk mereka. Keduanya menjadi prioritas bagi anak-anak,” tambah Iis. Seperti halnya Iis, Yuni Shara pun menekankan masalah pendidikan pada kedua putranya, Cavin Obrient Salomo Siahaan (16) dan Cello Obient Siahaan (13). Menurut penyanyi lagulagu lawas ini, seperti halnya dirinya yang dulu dididik orangtunya untuk mandiri, itu juga yang diterapkan pada kedua anaknya. Kemandirian, tidak manja dan disiplin, ajaran itu juga didapat Yuni dari sang ibu, Rochma Widadiningsih yang membesarkan dirinya juga Krisdayanti, sebagai single mom. “Saya ajarkan anak-anak untuk hidup mandiri, tidak manja,

Dinas Perdagangan Provinsi NTB turun ke UKM-UKM mengecek langsung ketersediaan bahan baku guna membantu proses pemasaran melalui IShop NTB

juga UKM-UKM yang ada di NTB. Bahkan untuk membantu pemasaran yang lebih luas dan global Dinas Perdagangan Provinsi NTB memasukkan UKM-UKM ini ke Ishop NTB. Karena itulah, Selly Andayani berkepentingan turun langsung ke ukm-ukm untuk memastikan bahwa produk mereka sesuai standar untuk dimasukan ke Ishop. “Setidaknya mereka harus memastikan ketersediaan bahan baku karena jangan sampai ada pemesanan kemudian mereka tidak siap,” ujar Selly. Hari itu Dinas Perdagangan NTB juga sekaligus turun un-

tuk melakukan sesi pemotretan terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh Rumah UKM Puteri Rinjani. Foto harus terlihat seperti aslinya agar konsumen tidak kecewa. Karena itulah Dinas Perdagangan NTB juga memberikan studio foto mini kepada beberapa UKM untuk membuat foto-foto produk mereka yang akan dimasukan ke website Ishop NTB. Beberapa UKM lain menjadi target kunjungan dinas-dinas ini untuk memajukan UKM di NTB, termasuk UKM Sasak Maiq di Dusun Senteluk Senggi Lombok Barat. (Naniek I. Taufan)

5

Iis Dahlia bersama anaknya

Foto: kapanlagi.com

Yuni Shara bersama kedua anaknya

tidak tergantung pada orang lain. Mereka juga diajarkan tentang menghargai uang. Itu sudah saya ajarkan pada mereka sejak kecil. Jadi misalnya ke sekolah, tidak harus naik mobil pribadi tapi bisa juga naik kendaraan umum atau ojek,” ungkap Yuni yang juga mengutamakan komunikasi dan diskusi dengan anak-

anaknya tentang berbagai hal. Komunikasi dan diskusi, kata Yuni adalah hal yang sangat penting. “Itu saya biasakan pada mereka. Jadi kerap kali saya minta pendapat mereka tentang berbagai hal. Saya selalu tanya, bagaimana abang (panggilan untuk Cavin), bagaimana Cello. Dengan begitu selain komunikasi terjalin

juga mereka sebagai anak merasa dihargai,” ungkap pelantun ‘Hilang Permataku’, yang baru-baru ini meluncurkan buku ‘Yuni Shara Waktu Terbaik Adalah Saat ini’. Sejauh ini, meski pergaulan anak muda zaman sekarang tampak mengerikan, namun Yuni tidak merasa khawatir. “Anak-anak saya lebih suka di rumah. Mereka bukan tipe anak yang suka nge-mall (nongrong di pusat perbelanjaan). Anak-anak, dari pada main di luar, malah lebih suka mengajak teman-temannya main ke rumah,” ujar Yuni yang menjadi lebih mudah mengawasi kegiatan anak-anaknya. “Saya menempatkan diri sebagai ibu juga sahabat bagi anak-anak,” ungkap Yuni yang dipanggil ‘Bunda’ oleh anak-anaknya. (Diana Runtu)

Mama Zaman Now Jaga Keharmonisan Rumah Tangga

Ibu –ibu sekarang ini adalah masa remaja, dirinya harus tetap perempuan hebat. Mereka bisa menjaga interaksi langsung dan membereskan hampir semua lebih dekat dengan anak. “Saya pekerjaan rumah mulai dari A harus siap dan punya waktu untuk sampai Z. Seorang ibu pantas mendengarkan cerita dan curhatan disebut wonder woman. Conanak, ” ujar Ketua TP PKK Kota tohnya, ibu bisa berperan menjadi Denpasar ini. Sesibuk apapun, ia seorang dokter, ketika salah satu harus bisa mengatur waktu untuk anggota keluarga sakit. Apakah ngobrol dari hati ke hati dengan itu batuk, panas , pilek, mereka putrinya diserta perhatian yang biasanya akan menyampaikan ke dibungkus cinta kasih melalui pelupada ibunya. Ibu bisa cepat serta kan, dekapan dan ciuman sayang. tanggap memberikan pertolongan “Interaksi yang disertai sentuhan pertama, sebelum ke dokter. Bekasih itu, lanjutnya tidak mungkin gitu disampikan IA Selly D. Mantra, diperoleh anak dari gadget atau istri Wali Kota Denpasar. kemajuan IT lainnya,” lanjut ibu Selly mengatakan seorang yang dikenal sangat energik ini. ibu juga bisa bertindak sebagai Berikutnya Selly Mantra yang IA Selly D. Mantra perawat dari menjaga pola makan, telah memiliki empat orang cucu menata menu masakan juga mengatur asupan lain- ini, menyatakan dirinya juga harus bisa sebagai nya untuk keluarga. Ibu juga seorang manajer yang nenek zaman now. Untuk bisa menjadi sosok nenek mumpuni dalam mengelola keuangan keluarga. zaman now, maka ia harus memahami beberapa Bahkan seorang ibu, dalam suatu waktu bisa meng- hal, diantaranya tidak membedakan antara menantu gantikan tugas sang ayah. dan anak. Tidak ikut campur urusan pendidikan Sebagai istri dari IB Rai D. Mantra, orang nomor cucu. “Pasangan pasutri muda saat ini kesibukannya satu di Kota Denpasar ini, dengan padatnya jadwal tergolong tingkat tinggi, baik urusan karier maupun tugas sang suami, maka ada beberapa kegiatan kesibukan usaha mereka. Maka sebagai nenek porsi salah satunya menghadiri wisuda putra –putrinya, saya ada pada saat kedua orangtua cucu saya tengah bisa ditanganinya sekaligus memberikan penger- beraktivitas . Inilah saatnya saya sebagai peran pentian perihal ketidakhadiran ayah mereka. “Bukan dukung mengisi waktu kebersamaan dengan cucu– hanya itu terkadang juga urusan kondisi kendaraan, cucu tersayang,” ucapnya sambil mengatakan posisi genteng bocor pun mesti bisa ditangani,” cetusnya nenek adalah sebagai back up merengkuh cucunya sembari tersenyum. dengan contoh sikap positif dan beretika. Bagi seorang ibu hebat atau ibu cerdas yang Ketua TP PKK Kota Denpasar ini menambahkan, juga bisa disebut ‘mama zaman now’, Selly Mantra tahun 2018 ini di Denpasar segera hadir tempat mengatakan menjaga keharmonisan keluarga di untuk anak muda bisa bebas curhat. Tempat ini zaman milenial yang menghadirkan anak zaman akan dilengkapi mobil hingga bisa berkeliling ke now, kuncinya adalah komunikasi dua arah, yakni sekolah atau bisa hadir di acara car free day. “Hal tatap muka. Generasi muda sudah ada di lingkaran ini kami hadirkan mengingat kondisi di Denpasar kecanggihan teknologi. Apalagi katanya, anak-anak yang persoalannya bukan hanya makin banyak sekarang jauh lebih canggih ketimbang orangtuanya. dan kompleks tapi juga tantangannya. Jika merMalah tak bisa diingkari terutama kedekatan mereka eka sudah menuangkan unek-uneknya, akan bisa dengan teknologi ini, orangtua justru banyak belajar mengurangi rasa sesak di hatinya dan lebih lapang dari sang anak. Meski demikian, yang namanya untuk melangkah dengan mentalitas yang terjaga. gadget dengan beragam informasinya yang melesat Harapannya mereka juga lebih bisa memanfaatkan tidak dapat menggantikan keberadaan dan peran teknologi dengan tepat dan bijaksana dengan meseorang ibu, orangtuanya. nekan sebaran status yang tidak kondusif di media Selly Mantra juga mengakui konsekuensi mama sosial,” jelas salah satu Perempuan Inspiratif Tokoh zaman now, khususnya yang memiliki anak tengah di 2016 ini . (Sri Ardhini).


4

Sungguh luar biasa ­ketahanan fisik dan ­mental Fani Wahyudi ­dalam menghadapi penyakit kanker yang membelitnya sejak usia awal Sekolah Menengah ­Pertama. Ia bukan saja mampu tegar menjalani puluhan kemoterapi yang menyakitkan tapi juga mampu menjadi inspirasi bagi sesama penderita kanker lainnya.

P

Inspirasi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

adahal untuk melakukan kontrol ke dokter di Rumah Sakit Cipto Mangukusumo, Jakarta Pusat, Fani dan ayahnya harus menempuh perjalanan antara 1,5-2 jam dari Pamulang,Tangerang Selatan. Itu pun mereka berkendaraan motor. “Kalau lalu lintas tak terlalu ramai, naik motor bisa sekitar 1,5 jam, tapi kalau lalu lintas padat apalagi kalau macet, bisa sekitar 2 jam bahkan lebih. Tapi Fani, alhamdulilah kuat dan mau menjalani semua itu,” ungkap sang ayah, Wahyudi, yang sangat bersyukur kepada Tuhan atas kekuatan yang diberikan kepada anaknya. Awalnya, Fani dan Ayahnya bertemu Tokoh di Museum Mandiri saat sedang menghadiri sebuah acara. Saat itu penampilan Fani tidak seperti orang yang tengah menyandang penyakit berat. Dia tampak sehat. Barulah ketika pembawa acara menyebut namanya sebagai seorang penderita kanker, sontak hadirin terkejut dan menoleh padanya. Dan Fani pun lantas tersenyum. “Kami baru saja dari RS Cipto, Fani habis menjalani kemoterapi,” ungkap Wa h y u d i , s a n g a y a h . “Sebenarnya habis menjalani kemo cukup melelahkan bagi Fani, namun anak saya sangat bersemangat dan ingin datang ke acara ini,” ucap Wahyudi kepada Tokoh, yang lantas mendapat anggukan Fani. Meskipun lelah, kata Wahyudi, karena anaknya bersemangat maka dia pun ikut semangat mendukung sang anak. Apapun yang bisa membuat anaknya gembira dan semangat, dirinya akan mendukung. Fani bertutur dia terdiagnosa menderita kanker ketika baru saja naik kelas dua SMP.

Perjuangan Fani Wahyudi Melawan Kanker

Sebelumnya dia sudah merasa tidak beres pada tubuhnya. “Saya sudah merasa ada yang tak beres ketika tidak mendapat haid secara teratur, kadang duaatau tiga bulan sekali baru dapat. Saya bingung. Padahal kakak saya, Fina Komala--kebetulan kami terlahir kembar—mendapat haid teratur. Perut saya juga makin lama makin membesar,” ungkap Fani yang dibenarkan oleh sang ayah. Wahyudi mengaku –karena ketidakpahaman-- awalnya dia dan istrinya tidak terlalu mengacuhkan keluhan sang anak soal haid tak teratur. Itu terjadi

F a n i Wa h y u d i

pada 2014. Namun perubahan pada fisik Fani makin mencurigakan, bukan saja perutnya yang makin membesar seperti orang hamil, tapi juga tubuhnya yang tambah kurus padahal banyak makan. “Istri saya, mama Fani, kemudian memeriksa perut Fani, ternyata keras juga ada bejolan. Akhirnya ke Puskesmas yang kemudian dirujuk ke RSUD terdekat. Dari sanalah diketahui –hasil USG— bahwa di rahim Fani ada massa. Oleh RSUD kemudian dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan,” papar pengusaha konveksi yang mengaku sebelumnya sempat menempuh pengobatan alternatif. Namun tidak ada perbaikan justru kondisi anaknya semakin parah. Dari pemeriksaan di RS Fatmawati itu lah akhirnya diketahui kalau Fani positif menderima kanker ovarium atau disebut germ cell tumors yang sudah stadium empat. “Kankernya sudah menyebar, dokter bilang sudah stadium empat,” kata Wahyudi yang selalu mendampingi sang anak setiap kali berobat. Menurut data, germ cell tumors ovarium merupakan tumor primer ovarium yang berasal dari selsel germinal primitif. Kasus ini cukup banyak terjadi pada anak-anak maupun dewasa muda. Penyebab pasti dari germ cell tumors ovarium ini belum diketahui jelas, namun beberapa studi telah menunjukkan bahwa hal ini ada hubungannya dengan etiologi genetik. DIVONIS DOKTER TAK ADA HARAPAN HIDUP Sebenarnya, ungkap Wahyudi, pada 2014 itu dokter sempat memvonis umur anaknya tidak lama lagi. “Mendengar itu saya menangis sejadi-jadinya. Dokter bilang saya harus tabah. Saya berdoa minta pertolongan Tuhan, dan terjawab, Tuhan memberi kekuatan kepada anak saya yang ternyata mampu bertahan sampai sekarang. Ini keajaiban Tuhan. Manusia dapat berbicara apa saja, be-

Mandalika

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Kampung Wisata Halal Diresmikan

Belasan stand makanan dan jajanan, mulai dari makanan khas Sasak seperti olah-olah, jangan kelaq ares, sate pusut sampai jajanan pasar dijajakan di sepanjang Jalan Merpati Karang Jangkong. Ini adalah bagian dari kegiatan peresmian Kampung Wisata Halal di Karang Jangkong Kota Mataram.

W

isata halal bukan hanya soal halal haramnya makanan, tapi juga bagaimana perilaku masyarakatnya yang bisa menerima dengan baik wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Hal ini dite-

gaskan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si. saat meresmikan Kampung Wisata Halal “Kangkong” di jalan merpati Karang Jangkong Cakranegara Mataram, Minggu lalu. Ia mendukung lahirnya kelompok Darwis (sadar wisata) yang telah menggagas pusat

Peresmian Kampung Wisata Halal Kangkong Mataram

Fani Wahyudi bersama ayahnya

rencana apa saja, tapi Tuhan lah yang menentukan,” tutur Wahyudi yang tak putus-putusnya bersyukur atas karunia Tuhan. Seperti yang diungkapkan banyak orang, tutur Wahyudi, Fani adalah anak luar biasa. Dia mampu tegar menjalani semua proses pengobatan, padahal orang dewasa pun belum tentu mampu menjalaninya. Wahyudi sendiri mengaku dirinya selaku ayah yang selalu setia mendampingi anaknya berobat, merasa sangat pedih melihat apa yang harus dijalani anaknya. “Saya sedih juga bangga melihat Fani yang berupaya tetap tegar menjalani semua proses ini. Waktu di RS Fatmawati dia telah menjalani 27 kemoterapi, sedang di RS Cipto ini dia sudah menjalani 36 kemo. Jadi total sudah 63 kali kemo sejak dia didiagnosa mengidap kanker 2014,” jelas bapak empat anak itu. Beruntungnya, kata Wahyudi, Fani menjadi peserta BPJS mandiri sehingga sebagian pengobatannya ditanggung BPJS. Tidak ditanggung semuanya karena ada pengobatan-pengobatan tertentu yang harus juga dibayarkan oleh keluarga pasien. Jadi, tambahnya, biaya yang dikeluarkannya untuk pengobatan anak tersayang terbilang cukup besar. Selama ini, lanjutnya, kehidupan perekonomiannya ditopang oleh usaha konveksi yang lumayan maju. Produk garmennya bahkan telah ekspor ke mancanegara. “Bisnisnya berjalan cukup baik. Jadi hasilnya bisa untuk menambah biaya pengobatan Fani,” tambahnya. Dia juga merasa bersyukur karena ada banyak pihak yang bersimpati untuk ikut membantu, salah satunya adalah Lusia Kiroyan, pengusaha yang juga aktivis sosial. “Dulu mbak Lusi sempat bantu acara peng-

21

galangan dana sehingga bisa menambah uang pengobatan Fani,” tambahnya. “Mbk Lusi juga membantu dalam memberi motivasi agar Fani bisa tetap kuat dan tegar,” ujarnya. Sepekan kemarin, lanjut Wahyudi, Fani tidak kontrol ke rumah sakit lantaran anaknya merasa lelah dan ingin istirahat. “Karena terakhir pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil yang baik, kebetulan juga Fani mengeluh capai dan ingin beristirahat, jadi kami sepekan ini tidak kontrol. Baru Senin nanti kontrol ulang untuk melihat perkembangan,” ungkapnya. Satu hal yang menjadi ganjalan bagi Wahyudi adalah penyebaran kanker yang sudah mencapai pembuluh darah dan itu, kata Wahyudi mengulang pernyataan dokter, sulit ditangani. “Kalau di bagian lain sudah mengecil tapi yang di pembuluh darah, itu menyulitkan. Dokter bilang berat. Tapi dokter juga memberi harapan karena ternyata ada juga pasien yang sama (pembuluh darah) mampu bertahan hingga kini. Bahkan pasien itu kini sudah kuliah. Jadi yang penting jalani saja proses pengobatan dengan baik,” ungkap Wahyudi. Jadi dirinya pun berpikir, selain berusaha juga berdoa meminta kesembuhan dari Tuhan. “Saya mohon dukungan doanya. Kalau Tuhan berkehendak, apa yang tak mungkin terjadi pasti bisa terjadi. Dokter bilang berat. Tapi kalau Tuhan bilang bisa ya pasti bisa” “Saya menyikapi kondisi ini, pertama saya percaya adanya Allah. Yang kedua, yang selama ini saya jalani, disamping Fani seperti ini banyak yang lebih parah dari Fani. Yang ketiga adalah saya yakin setiap penyakit pasti ada obatnya,” ujar Wahyudi yang menyatakan tetap optimis anaknya bisa sembuh. (Diana Runtu).

Wakil Gubernur NTB di kampung Wisata Halal Kangkong Mataram

Rotasi Guru untuk Penyegaran Pola Kerja

Sebanyak 217 guru dan kepala sekolah seNTB, minggu lalu dirotasi secara serempak. Pemerintah Provinsi NTB merotasi 153 kepala sekolah SMA/SMK dan SLB yang merupakan promosi dan rotasi biasa, serta 64 orang kepala sekolah yang dikembalilan menjadi guru biasa  karena sebelumnya sudah menjabat sebagai kepala sekolah dua periode berturut-turut yaitu dua kali empat tahun sebagaimana yang diatur dalam Permendiknas nomor 28 tahun 2010. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 153 orang kepala sekolah baru tersebut,

dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., P.hD. di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, hari Rabu minggu lalu. “Jabatan kepala sekolah dan guru itu sangat strategis, karena merupakan garda terdepan untuk perubahan dan peningkatan derajat pendidikan,” ungkap Rosiady. Menurutnya, pergantian dan rotasi jabatan Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri seNTB dimaksudkan sebagai upaya penyegaran pola kerja. Rosiady juga menjelaskan bahwa kepala sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekolah. Pola kepemimpinananya akan sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan kemajuan sekolah. Oleh karena itu dalam pendidikan modern, kepemimpinan kepala sekolah merupakan jabatan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan. Sebelum pelaksanaan pelantikan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB lebih dulu telah mengadakan seleksi Kepala Sekolah yang cukup ketat, dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB melantik 153 Kepala Sekolah dalam rotasi serentak proses yang panjang. 217 Guru dan Kepala Sekolah se-Nusa Tenggara Barat

(Naniek I. Taufan)

kegiatan kampung wisata halal “Kangkong” di lingkungan Karang Jangkong Kota Mataram yang menyajikan beragam produk industri kerajinan rakyat, produk seni budaya dan kuliner.  Amin berharap agar kampung wisata halal itu akan dapat  menjadi inspirasi dan motivator bagi lingkungan lainnya dalam memajukan wisata halal di seluruh wilayah NTB. “Terutama menjadi pilot project dalam meningkatkan kreativitas seni budaya dan kuliner khas daerah dalam mendukung perkembangan pariwisata halal ke depannya,” ujarnya. Menurut Amin dengan berkembangnya sektor pariwisata maka akan membuat semua sektor lainnya akan ikut bergerak dalam meningkatkan kesejahteraan  ekonomi masyarakat. “Kegiatan seperti sekarang ini saya lihat sangat strategis,” ujarnya. Sembari mengungkapkan bahwa besarnya berkomitmen bersama dalam

memajukan industri pariwisata NTB, kini telah menunjukkan hasil nyata, berupa pertumbuhan industri pariwisata di NTB mengalami kenaikan sebesar 22 persen. Senada dengan Wagub, Anggota DPD RI perwakilan NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, S.H. berharap hal-hal kreatif dan bermanfaat seperti ini dapat didukung penuh oleh pemerintah daerah. Ia mengatakan bahwa kegiatan bermanfaat dan kreatif seperti ini bisa dilihat sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat membantu pemerintah mewujudkan kemajuan di sektor pariwisata. “Saya minta ibu-ibu kreatif yang ada di lingkungan Karang Jangkong Mataram ini bisa menularkan kegiatan ini kepada generasi muda agar kegiatan ini dapat terus berlanjut. Saya juga berharap pemerintah daerah dan stakeholders terkait akan terus mendukung kegiatan baik ini,” katanya. (Nanaiek I. Taufan)

Ragam kuliner khas Lombok disajikan dalam Kampung Wisata Halal Karang Jangkong


22

Kasus perceraian artis masih tetap marak dan selalu menjadi sorotan masyarakat. Yang menyedihkan dari kejadian itu selain perceraian itu sendiri juga karena anaklah yang selalu menjadi korban.

S

Sosialita

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

alah satu yang paling menghebohkan adalah bercerainya pasangan Atalarik Syach-Tsania Marwa. Pernikahan keduanya yang berlangsung pada 2012 lalu akhirnya berakhir di Pengadilan Agama Cibinong pada Agustus tahun lalu. Namun meski sudah bercerai lima bulan lalu namun permasalah­ an pasangan yang berbeda usia 18 tahun ini ternyata belum selesai. Tsania Marwa (26) tak bisa ber­ temu dengan kedua buah hatinya, Syarief Muhammad Fajri dan Aisyah Shabira, yang kini tinggal bersama Atalarik. Tsania mengaku telah berupaya untuk bisa ber­ temu dua anaknya namun akses seolah tertutup. Padahal sebagai

Rita Pranawati

ibu kandung, dia sudah merasa sangat rindu. Karena tak tahan dan merasa terombang-ambing, akhirnya pekan lalu artis yang namanya melejit sejak membintangi sin­ etron ‘Putri Yang Tertukar’ ini bersama kuasa hukumnya, Bob Harun, mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan kasusnya, pekan lalu. “Sudah terlalu lelah ya, sudah minta dengan baik-baik, secara kekeluargaan, juga telah melalui lembaga-lembaga, namun tidak berhasil. Karena itu sekarang kita melapor kepada yang berwa­ jib. Tujuannya adalah hanya agar mendapat porsi yang sama hak asuh sebagaimana ibu kandung lainnya di dunia,” ungkap Bob.

Berikan yang Terbaik untuk Anak Marwa juga mengenakan blaz­ er putih dan dress hitam menya­ takan hal senada. “Kita fokus pada agenda ini. Kita berharap yang positif. Saya yakin semua orang bisa menilai. Semua langkah yang saya ambil ini hanya semata-mata untuk satu tujuan mendapatkan hak kembali sebagai seorang ibu. Saya berharap keinginan saya yang sangat simple dan mendasar ini dapat ditegakkan,” ungkap Marwa tegas. Ketika diingatkan tentang anak-anaknya, runner up Gadis Sampul 2005 ini pun dengan sedih menyatakan dirinya sudah sangat merindukan kedua anaknya. “Teman-teman (wartawan) tahu perjalanan saya ini sudah cukup

Jangan Curhat di Medsos Menurut psikolog klinis, merasa dijelek-jelekkan. Ini Kasandra Putranto, ada ba­ harus dihindari,” ujar ­wanita nyak kasus perceraian yang kelahiran 1968 ini seraya kemudian berbuntut pada menyarankan agar orangtua ditutupnya akses bertemu yang bercerai jangan sampai anak-anak oleh ayah maupun melibatkan anak dalam kon­ ibunya. Sebenarnya, ujar flik mereka karena itu akan mantan finalis Abang-None melukai anak. Jakarta ini, hak pengasuhan Di sisi lain, Kasandra anak jangan diterjemahkan juga mengingatkan tentang semata-mata sebagai hak kege­m aran curhat kasus­ kare­n a pengertian sebe­ nya di media sosial tanpa narnya adalah kewajiban asuh berpikir tentang dampak atau tugas mengasuh. yang ditim­b ulkan dari “Masyarakat menerje­ curhatannya. “Dengan mahkannya sebagai hak yang medsos orang bisa ber­ seringkali menjadi pengertian ekspresi. Biasanya me­ berbeda, seolah-olah itu ada­ mang mereka merasa lah hak orangtua, hak ayah lega setelahnya. Tapi Kasandra Putranto atau hak ibu. Padahal sebe­ mereka lupa dampak narnya itu adalah hak anak dari ungkap­annya di untuk bisa bertemu dengan medsos. Kalau mereka bukan orangtuanya untuk bisa mendapat pemenuhan tokoh publik, mungkin orang tidak tahu. kebutuhan yang sesuai dengan usianya dan ke­ Tapi kalau dia tokoh publik atau anak-anak butuhannya. Hak anak karena dia memerlukan tokoh pu­blik, ini bisa memunculkan prokasih sayang orangtuanya juga perhatian,” papar kontra. Karena ada banyak orang yang bisa Kasandra. ikut membaca dan memberikan komentar, lalu muncul juga haters yang tidak paham. Jadi Jika kasus ini terus meruncing yang berbun­ sebaiknya tidak dilakukan,” ujarnya. tut pada ditutupnya akses bertemu, ini akan mungkin menyakiti hati anak, anak bisa terluka Kasandra tetap menyarankan agar kedua be­ karenanya. Apalagi kalau sampai melibatkan lah pihak yang bercerai tetap menjaga silaturah­mi anak dalam konflik ini. Semisal membuat anak utamanya adalah demi kepentingan anak. Juga, harus memilih. Ditambah lagi, dalam banyak sarannya, agar masing-masing mena­h­an­ egonya kasus kata Kasandra, terkadang pasangan yang dan hanya berpikir demi kebaikan anak. “Jadi bercerai menyampaikan hal negatif tentang hak-hak anak ini harus dipenuhi untuk bertemu pasangan lainnya. baik dengan ibunya atapun bapaknya. Jadi ini kembali kepada kebesaran hati pihak-pihak yang “Kondisi seperti ini harusnya sangat dihindari. bercerai, harus mampu menahan egonya dan Karena anak adalah setengah ayah-setengah semaksimal mungkin berbuat yang terbaik untuk ibu. Kalau dia, baik ayah ataupun ibu men­ anaknya,” ucap Kasandra. (Diana Runtu) jelekkan yang lainnya, itu sebenarnya si anak

panjang. Saya sebenarnya tidak mau seperti ini tapi tidak ada pilihan saya harus menjalani ini. Saya sungguh tak menduga akan sepanjang ini. Tapi nggak apa-apa, saya tetap bersyukur masih diberi kesehatan juga mendapat dukung­ an dari keluarga juga temanteman,” ungkapnya. Melapor ke Bareskrim Polri dirasakan sebagai solusi ketika sejumlah cara yang ditempuh untuk bisa bertemu anak, men­ tok. Sebelumnya ada bantuan dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) untuk memediasi pertemuan Marwa dengan kedua anaknya. Namun belakangan sepertinya KPAI tidak lagi mem­ bantu. Karena itulah pihak Marwa melapor ke polisi. Rita Pranawati dari KPAI menyebut, kewenangan me­ nentukan hak asuh adalah pengadilan. Sampai kini pihaknya belum tahu keputusan apa yang diambil pengadilan. “Waktu itu kami membantu pro­ ses hak akses ber­ temu dan itu sudah terjadi. Saat itu

Marwa—juga ada Atalarik— bertemu dengan kedua anaknya. Saya dengar kabarnya kasus itu banding, jadi belum ada putusan pengadilan,” ujar Rita. Meskipun demikian, Rita mengingatkan bahwa pengasuh­ an anak tidak akan pernah be­ rakhir hanya karena berakhirnya perkawinan orangtua. Karena itu ia mengimbau agar kedua belah pihak memenuhi hak-hak anak mereka, saling menghormati satu dan lainnya serta memberi yang terbaik untuk anaknya. “Kasus ini kan belum selesai di pengadilan. Belum putus kuasa asuh anak jatuh pada siapa. Na­ mun begitu kami mengimbau agar akses bertemu diberikan. Kita ingatkan agar orangtua memenuhi hak-hak anak. (Diana Runtu)

Tsania Marwa dan Atalarik saat masih mesra

Ayu Dewi

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

3

Koleksi Langsung Dibeli

M

emulai bisnis dari hobi memang sangat menyenangkan. Hal ini yang dirasakan Kadek Ayu Hetty Indra Dewi, S.S. Karena kecintaannya ter­

hadap dunia fashion, maka pada 2008 ia pun merealisasikannya de­ngan mendirikan ‘Jegeg Bagus Butik”. Kiprahnya makin terpacu dengan dukung­ an dari sang suami, I Komang Gede Arsana,

S.S., pemilik Kubu di Uma Villa ini. “Awal usaha kami kala itu bergerak dalam penyediaan keperluan pakaian adat Bali, mulai dari kebaya, kamen endek atau songket, saput, udeng. Tersedia juga aneka aksesoris baik itu bros termasuk kipas serta berbagai kelengkapannya seperti clutch bag, sandal dan yang lainnya,” tutur Ayu Dewi, Ketua Asosiasi Mode Badung (AMB) ini. Ibu tiga anak ini mengatakan semua tersedia di butiknya. Produksi mereka disiapkan untuk pria dan wanita, anak-anak, remaja hingga orangtua. ‘One stop shopping’ menjadi konsep Butik Jegeg Bagus. “ Kami juga melayani seragam kantor atau instansi-instansi. Produksi kami selama ini tidak terlepas dari bahan dasar endek atau tenun ikat,” ucap Ketua Kelom­ pok Jepun Bali yang ber­alamat di Desa Pere­renan, Banjar Delod Padonan yang berhasil memperoleh bantuan pelatihan menenun lengkap beserta peralatan tenun yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan

AMB sebagai Wadah Kreativitas Asosiasi Mode Ba­dung (AMB) dibentuk pada Februari 2017. Tujuannya adalah sebagai wadah untuk berkumpul dan berkreativitas bagi para desainer serta UKM yang ada di Badung. Hal ini se­iring dengan Program Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang berorientasi pada kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat khususnya para pelaku UKM yang ada di Kabupaten Badung. Begitu disampaikan Ayu Dewi saat ditanya mengenai keberadaan AMB. Ia mengatakan bahwa melalui PPNSB, dilaksanakan pengembangan JAS (Jagapati, Angantaka, Sedang), sebagai sentra budaya dan industri kerajinan. “Karenanya, para pelaku UKM diharapkan mampu tumbuh dan berkembang ditengah pertumbuhan pariwisata Kabupaten Badung yang cukup pesat,” ucap ibu dari Ni Putu Davalynda Chandra Putri Arsanthi, Komang Nararya Bayu Acyuta, Ketut Dahayu Aurora Jasmine ini. Kehadiran AMB, selain sebagai wadah bagi para pelaku UKM dan desainer lokal untuk berkreativitas. AMB mengembangkan misi pelestarian kebudayaan serta pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Badung, terutama kerajinan lokal. “Dalam program dan kegiatan tahun 2017, tahun pertama berdirinya AMB sudah mulai menggaungkan tenun ikat “endek “ dengan ‘endek motif jepun’ sebagai maskot Kabupaten Badung,” terang penyuka warna hitam-putih ini . Kain endek diolah dan didesain oleh para desainer lokal menjadi busana siap pakai, yang pertama kali dtampilkan pada acara Pemilihan Jegeg Bagus Badung 2017 pada 22 April 2017, di di Puspem Badung. “ Kemudian pada September 2017 , AMB mengikuti parade festival dan pameran yang dikemas dalam acara “Kuta Sea Sand Land” di pantai Kuta. Pada November 2017 AMB diberikan kepercayaan mengisi acara fashion show pada ajang bergengsi “Legian Beach Festival (LBF) ” ke - 10 di Pantai Legian,” papar Ayu Dewi. Pada ajang LBF itu juga, lanjut Ayu Dewi, AMB mengeluarkan beberapa desain yang bertemakan “Resort Wear” dengan bahan ‘endek jepun’. Pada bulan yang sama pula , AMB kembali dipercaya membuka dan mengisi acara pameran dan fashion show dalam rangka memperingati HUT Mangupura dengan tema “Office Look”. Menurut Ayu Dewi, dengan beberapa kegiatan tersebut,

­ iharapkan AMB dapat membantu menyejahterakan para penenun d di Kabupaten Badung dengan ikut serta mempromosikan hasil tenun ikat melalui karya dan olahan desainer lokal. “Oleh karena itu melalui program dan kegiatan yang dilakukan setiap tahun oleh AMB, bersinergi dengan pemerintah dan swasta diharapkan ada pemberdayaan masyarakat Badung secara berkelanjutan seiring dengan program PPNSB Kabupaten Badung yakni “ Dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat menuju Badung yang Santhi dan Jagadhita,” cetus penghobi mendesain dan traveling ini. Tahun 2018, AMB masih fokus pada promosi dan pengembangan tenun ikat binaan Kabupten Badung yang berpusat di desa Getasan, Petang. “Rencana tahun ini juga ada tambahan binaan tenun ikat di Desa Pererenan, Mengwi. Sedangkan untuk kegiat­an pameran UKM dan fashion show, sebagai ajang promosi tenun ikat Badung terus berjalan seiring kegiatan yang dilaksanakan pemerintah dan swasta. Kami juga telah mengawali tahun 2018 dengan persembahyangn dan aksi sosial,” ujar pemilik motto “Keep Smile and Never Give Up” ini. (ard)

Anggota Asosiasi Mode Badung

Tenaga Kerja Badung ini. Ayu Dewi juga menyampaikan jika koleksi atau desainnya di tahun 2017 lalu, sudah beberapa kali diikutsertakan dalam acara fashion show. “Malah beberapa koleksi yang saya keluarkan langsung dibeli penonton pada acara show tersebut dan bahkan ada yang memesan khsusus dengan size yang berbeda,” kata bungsu dari enam bersaudara anak pasang­ an Ni Ketut Landri dan Nyoman Tinggal Adnyana ini. Ia menambahkan customer yang datang ke butiknya bukan hanya masyarakat lokal, namun juga para tamu mancanegara yang tertarik dan menyukai tenunan lokal serta kebaya Bali. (ard)


2

Espresso

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

GORO-GORO P e n g gajian satpam untuk menjaga komplek hunian dihentikan. Dinilai tidak menguntungkan. Warga mePutu Wijaya mutuskan menjaga sendiri lingkungan, secara bergantian ronda. “Wah! Ini namanya set back sejarah,” gerutu Pak Made,”kembali ke zaman primitif!” “Kita kan baru mencoba beradaptasi dengan zaman. Keadaan sudah berubah. Sekarang maling, teroris, radikalis sudah sampai ke kita, banyak. Kita mesti tanggapi sesuai dan selayaknya supaya harmoni terpelihara. Desa-kala-patra kan sudah mengajarkan begitu. Masak kita sekarang ngotot memaksakan kebiasaan lama: ronda bergiliran, dengan alasan tradisi. Kuno! Tradisi itu kebiasaan baik yang sesuai dengan desa-kala-patra, jadi memang harus dipertahankan. Terutama untuk melawan budaya impor  yang merusak. Tapi  kebiasaan yang sudah tidak cocok dengan zaman lagi, itu tradisi lapuk, itu harus dibuang!” Amat mengerti. “Aku sepikiran dengan Pak Made yang biasanya jadi musuhku  dalam berdebat mengenai kebijakan hidup bermasyarakat,” kata Amat mewejang Ketut yang datang curhat, lantaran kehilangan pekerjaannya. “Tapi perubahan dalam kehidupan

masyarakat kita berlangsung meloncatloncat. Kaget-kagetan. Kemajuan materi yang tidak didukung kesiapan mental, menimbulkan banyak cacat yang merugikan. Kalau hantam kromo saja terus maju, bisa buyar. Misalnya, karena sudah punya. uang orang membangun, habis tanah dijadikan bangunan. Atau beli motor, mobil. Tapi tidak bisa dan tidak mau memelihara. Setelah setahun bangunan dan barang-barang rusak. Makanya perlu ditahan sedikit, bahkan kadang-kadang seperti nyetir mobil, atret dulu untuk dapat awalan belok. Itu bukan set bact. Tapi mengambil ancang-ancang untuk meloncat terbang! Paham?” Ketut yang datang untuk minta perlindungan bengong. Bukan saja tak mengerti juga kurang mendengarkan. “Kamu bukan dipecat, Tut,” kata Bu Amat, menghibur,” Tidak ada yang dipecat. Hanya memang warga memutuskan untuk kembali berswadaya. Ya, kan, Pak? Menjaga keamanan komplek oleh warga sendiri kembali. Maksudnya agar warga rajin lagi bergotong-royong memikirkan hunian sendiri. Jadi begitu. Ketut tidak perlu merasa bersalah atau malu. Tidak usah minta maaf lagi, sudah dimaklumi. Apalagi pencurinya sudah ditangkap dan barang yang hilang kembali. Malah untung ada pencurian itu, sehingga Pak Joko yang ternyata polisi itu berhasil membekuk perusuh yang sudah lama dikejar polisi. Jadi sebenarnya kamu berjasa Tut. Hanya

2018 jangan lagi suka pacaran, ingat karmapala. Dengerin ibu, perempuan itu diajak menderita, mau kok, asal kamunya baik. Tapi kalau kamu suka pacaran, itu, wah, payah! Pernah dengar ada laki-laki waktu bangun, itunya sudah hilang dipotong istrinya, karena sebel suaminya pacaran terus?” Amat menghampiri. “Sudah, Bu, Ketut lagi stres jangan ditakut-takuti begitu.” “Masak begitu saja stres Tut? Bapak dulu difitnah suka memakai mobil Bos untuk ngompreng, sampai dipecat! Tapi Bapak tidak apa-apa! Kamu begitu saja stres!” Ketut heran. “Bapak pernah dipecat, Bu?” “Karena fitnah! Akhirnya setelah Bapak dipecat, dia yang jadi sopir Bos. Tiap hari mobil Bos dipakai ngompreng!” “Begitu, Bu?” “Tiap hari! Padahal dulu Bapak kan baru sekali ngompreng, itu pun karena terpaksa! Ya, kan, Pak?!” “O, jadi Bapak juga pakai mobil Bos ngompreng?” “Ya, tapi kan hanya sekali, sebab .. .” “Sudah, Bu! Ketut ini stres bukan karena berhenti jadi satpam.” “O, ya? Karena apa?” “Karena, Nyoman, pacarnya, bunting!” Bu Amat kaget. “O, begitu! Betul itu Tut?” Ketut menunduk sambil menjawab

(3)

lirih. “Tapi bukan saya sendiri, Bu ... .” Bu Amat berdiri, marah dan kecewa. ‘Dasar lelaki! Rasain karma-pala! Suruh dia pulang, Pak, jangan jadi konsultan perbuatan maksiat!” Bu Amat langung bergegas ke dapur sambil ngomel. “Awas Pak, kalau berani ikut ketularan  Ketut, aku potong!” Ketut shok. “Wah. Saya jadi malu, Pak!” “Bagus, kalau kamu masih punya rasa malu. Itu tandanya kamu masih normal. Orang Jepang memupuk rasa malu dalam batinnya. Karena kemaluannya besar itu, mereka maju!” Ketut tertawa. “Lho, kok ketawa?” “Bapak bisa saja!” “Ini serius, Tut! Tapi kamu jangan niru-niru kemaluan besar, sebab kamu bukan orang Jepang. Paling banter nanti kepalamu yang besar! Mengerti?” Ketut menahan ketawanya. “Mengerti, Pak.” “Ketut, dengerin. Sebagai satpam, kamu bukan menolong warga di sini untuk menjaga keamanan. Bukan! Kalau menolong, itu suka-suka kamu melakukannya. Tidak dilakukan juga tak apa. Menjadi satpam itu bekerja. Di sini kamu bekerja! Urusan pribadi kamu tidak boleh dibawa-bawa. Kalau masih dibawa artinya kamu tidak siap bekerja. Untuk itu kamu dibayar dengan gaji! Bukan dengan budi atau ucapan terimakasih! Bukan!  Bekerja berarti bertugas dan punya kewajiban. Kalau tidak dilakukan kamu ditegor, dipotong gaji atau dikeluarkan.  Kamu kelihatannya belum siap bekerja, hanya siap terima gaji! Betul?!”

“Mengerti, Pak!” “Banyak orang malah berani membayar asal dia dapat pekerjaan, tahu?!” “Bagaimana mau bayar, saya tidak punya uang, Pak.” “ Kamu mau beli pekerjaan apa?” “Itu si Nyoman minta ganti rugi kalau saya putusin.” “O, jadi kamu ke mari mau meras, Bapak?” “Saya mau pinjam seratus juta saja.” Amat kaget. “Seratus juta? Gila! Untuk apa?” “Saya mau beli motor untuk ngojek.” “Seratus juta cukup untuk beli mobil bekas tahu!” “Saya mau beli tiga motor.” “Tiga? Kamu mau jadi agen?” “Satu untuk adik istri saya. Yang dua untuk saya.” “Dua motor untuk kamu?” “Yang satu untuk serep, Pak, supaya terus mengalir.” “Gombal! Bapak bukan bank. Nih tak kasih 5 juta. Lebih baik pulang. Bantu istri kamu jualan nasi jenggo, kan sudah jalan!” Amat mengulurkan uang 50 ribu. Ketut tak mau menerimanya. Bu Amat terdengar datang. “Pakkkk!” Ketut cepat mengambll uang dari tangan Amat, lalu terus pergi. Bu Amat muncul. “Pakk jangan dikasih uang!” “Nggak!” “Mana dia? Bapak kasih uang?” “Tidak. Kenapa?” “Bu Made di sebelah bilang, Nyoman kawin lari sama sopir. Ketut bohong!” Amat menarik nafas panjang. “Aku tahu! Itulah sedihnya. Sekarang orang kita di sini juga sudah ikut-ikutan tidak malu-malunya lagi berbohong!”

PENTINGNYA PEMAHAMAN MAKNA HIDUP BAGI KELUARGA

Sepintas hidup ini seperti lahir, tumbuh dewasa, kawin, punya anak, tua, lalu mati. Begitu juga, bila malam tiba, kita pergi ke tempat tidur, besoknya kita bangun, usia kita dikatakan telah bertambah sehari. Di sisi lain hari kematian juga mendekat. Makin hari usia kita bertambah, kesempatan kita hidup makin berkurang, dan hari kematian semakin mendekat dan itu pasti terjadi. Ini adalah drama panjang dimana hidup ini terus dikikis hari demi hari, jam demi jam, bahkan detik demi detik hingga drama itu ber-ending kematian. Sadar atau tidak, dengan makin mendekatnya kematian itu, kita justru mengangankan masa depan yang kita sebut cita-cita. Walaupun kita terus berdoa untuk diberi umur panjang, tetapi hari kematian terus mendekat. Namun demikian kita terus menganggap diri kita hidup selamanya dan kita terus tergerus menggapai masa depan dengan menempuh pendidikan, mencari pekerjaan yang menjanjikan, membangun rumah, kawin, membeli kendaraan, mengunjungi tempat hiburan, dan sesekali jadi pejabat, apakah begini arti hidup dan masa depan itu ? Tidak, masa depan kita bukan semata menempuh pendidikan untuk pekerjaan yang menjanjikan, membangun rumah, kawin, mengumpulkan harta,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

pelesir, memperoleh kedudukan, dan yang terpenting adalah memiliki moralitas, mental yang baik dan kuat agar kita selalu siap menghadapi masalah dan ancaman penderitaan. Hidup ini tidak bisa lepas dari ancaman yang selalu siap menjadikan diri kita sebagai objek penderitaan. Bagaimana kita mengatakan kalau kehidupan di bumi ini tidak menderita? Apakah ada orang yang bisa menolak datangnya penyakit, usia tua dan kematian? Setiap saat penderitaan itu bisa terjadi pada siapa saja yang hidup di bumi ini. Mereka bisa terancam kelaparan, tertindas, ketidakadilan, kemarahan, kehilangan, diganggu, dibohongi, difitnah, dibunuh, disantet, cerai, pemerasan, kerja paksa, perkosaan, tsunami, gempa, banjir, gunung meletus, dan semua itu bisa datang setiap saat menyuguhkan penderitaan. Apa yang salah di dunia ini, ada begitu banyak orang pintar, pendidikan maju, dan ketegangan dunia juga tidak pernah reda, banyak terjadi konflik hingga pertikaian dalam rumah tangga tidak pernah berhenti. Lalu apa sebenarnya arti makna hidup di dunia ini? Bila kita mau menyadari, dan membuka batin kita, bukankah setiap orang dihadapkan pada ancaman penderitaan. Bukankah yang harus kita bangun dan kita kuatkan adalah penanaman pendidikan kasih sayang (divine love), moralitas dan

I G.N. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag, M.M.

mental yang baik dan kuat agar bisa tabah menghadapi ancaman penderitaan, dan bukan sebaliknya kita banyak mengonsumsi masa depan yang penuh persaingan yang memicu ego sehingga bisa memicu bertambahnya derita hidup. Sayangnya kita belum pernah mendengar ada sekolah kasih sayang (divine love of school), yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan (human values) yang bisa menumbuhkan kebaikan moral dan mental

secara berkesinambungan. Karena itu mari kita memulai pertama–tama menanamkan pemahaman akan arti hidup pada keluarga dengan menyadarkan bahwa sesungguhnya setiap orang dihadapkan pada ancaman penderitaan, setidak–tidaknya menghadapi penyakit, usia tua, dan perpisahan selamanya menuju kematian. Jangan kita anggap mereka yang berpenampilan keren dengan mobil mewah tidak disentuh penderitaan, dan kadang mereka memiliki tingkat kegelisahan yang lebih tinggi untuk memenuhi keinginannya yang begitu tinggi dan banyak. Dengan melihat orang lain juga menderita janganlah menambah lagi deritanya. Bila kita sudah banyak melakukan kebaikan, lupakanlah selamanya agar tidak membuat pikiran cacat atau ternoda oleh harapannya. Bila kita ingin bahagia dan damai, kembangkan kasih sayang (divine love), tumbuhkan mental dan moral yang baik secara berkesinambungan, dan selaraskan antara keinginan dan kemampuan.

Jangan biarkan anak–anak dididik untuk mendapat kebahagiaan dengan mengejar kekayaan dan kekuasaan, dan bila itu yang diandalkan di dunia yang kejam, tentu penderitaanlah yang akan hadir. Janganlah malas, sebab malas adalah sumber kejahatan. Jangan cengeng dan belengih bila dihadapkan penderitaan, dan ingat bukan hanya diri kita saja yang punya kesulitan tetapi orang lain juga punya kesulitan untuk memenuhi angannya. Dan ingat, pada akhirnya hanya moralitas dan mental saja yang bisa diajak menuju alam masa depan, alam kematian, dan sisa harta yang kita peroleh paling bisa memicu sengketa warisan, dan tidak sedikit yang menyisakan dosa bila itu didapat dengan cara korupsi. Mari maknai hidup ini untuk mengembangkan moralitas dan mental yang baik agar selamat mencapai masa depan. I Gusti Ngurah Bagus Suryawan, S.T., S.Ag, M.M. Pensiunan Telkom

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung ­Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­­Faksi­mile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

Mama Zaman Now harus Update Pengetahuan Mama zaman now dan mama zaman old, sesungguhnya beda di waktu saja. “Makna seharusnya, mama zaman now dan zaman old sama saja, dimana seorang ibu adalah orang yang memiliki kewajiban untuk menjadi contoh untuk anaknya dan menjaga anak-anaknya,” ujar Sagung Rat Mudiani.

N

amun, memang ia mengakui, di zaman now, masih banyak ibu yang terlalu terbawa arus globalisasi sehingga terlalu asyik main teknologi dan lupa kewajiban pokok sebagai mama yang sesungguhnya seperti rajin memasak di rumah, contohnya. “Sekarang ini kebanyakan para ibu sudah malas masak dan mengajak anaknya keluar untuk memilih dan membeli saja, padahal dengan memasak di rumah dapat meningkatkan harmonisasi keluarga,” ucapnya. Sementara menurut Gita Sunarwulan, Senior Manager and Leasing Bali Collection, mama zaman now selalu eksis di media sosial. Semua kegiatan diunggah di media sosial, selalu hang out

di tempat kekinian. “Mama zaman now paham sekali, tempat yang happening, trend mode yang hit, gosip terkini, akun IG gosip, dan aplikasi foto yang bikin cantik dan muda,” kata Gita. Lain lagi menurut Suci, perempuan usia 35 tahun ini. Ia menilai, mama zaman now harus selalu update. Artinya, walaupun mama zaman now tidak bekerja hanya sebagai ibu rumahtangga, paling tidak dia harus tahu, apa isu terkini, misalnya, siapa calon yang maju dalam Pilkada Bali. Artinya, walaupun sering menonton televisi jangan hanya tahu soal gosip artis. Mama juga harus soal perkembangan ilmu pengetahuan, terutama cara mengasuh anak di zaman now tidak lagi mendikte tapi jadikan anak sebagai teman.

Gita Sunarwulan

Sagung Rat Mudiani

Ia juga menilai, ibu yang tidak bekerja juga harus tetap merawat diri, tidak hanya wanita karier yang harus bersolek. “Berdandan itu wajib karena untuk menunjang sosialisasi dalam pergaulan. Paling tidak tahulah, apa pakaian yang harus dipakai pergai sehari-hari atau ke menghadiri undangan,” kata ibu dua anak ini.

Suci melihat, banyak sekali ibu-ibu yang sudah tidak peduli aturan pakaian. Kadang yang paling lucu, kata Suci, tidak peduli tubuhnya gemuk tetap saja memakai celana pendek, karena mengikuti tren mode. Padahal, kata Suci, sudah kebablasan. Begitu juga, para ibu-ibu sudah tidak malu-malu lagi memakai celana pendek jalan ke mal,

Beda Usia Beda Pola Asuh Menjadi mama merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Pola asuh seorang mama berpengaruh besar pada pengembangan potensi yang dimiliki anak. Seorang mama juga harus terus belajar dan memperbaiki diri dalam pengasuhan anak.

Menurut Luh Mila Trisna Dewi, S.Pd., M.Pd., tantangan utama para mama saat ini adalah perubahan dunia yang sangat cepat termasuk perubahan dari masa lalu hingga sekarang atau masa yang akan mendatang. Salah satu perubahan yang terjadi seiring perkembangan zaman adalah pola asuh anak. Mengasuh anak yang sudah terdampak kemajuan teknologi tidak akan sama dengan pola asuh anak zaman dulu. Anak begitu mudah mengakses teknologi sehingga mama zaman now juga harus terus belajar khususnya tentang pola asuh anak yang mengikuti perubahan dunia agar anak-anak diajarkan untuk memberdayakan teknologi, Pembantu Dekan II di STKIP Agama Hindu Singaraja ini juga mengatakan pola asuh anak juga sangat tergantung dari usia anak itu sendiri. Seorang mama tidak bisa menerapkan pola asuh anak balita terhadap anak yang usianya menginjak remaja. Saat ini perempuan kelahiran Bondalem Luh Mila Trisna Dewi 27 Agustus 1981 terse-

but sudah memiliki 4 orang anak dengan usia berbeda. “Ini merupakan tantangan menjalankan dua peran sekaligus. Selain menjalankan peran sebagai mama kita juga harus bisa menjadi teman bagi anak,” jelasnya. Menurut Mila, peran sebagai orangtua memang selalu ia jalankan dengan baik saat mendidik, menjadi panutan, dan melindungan anak. Tetapi, peran seorang teman juga dirinya lakoni ketika mengasuh anak yang mulai belajar mandiri. “Saya juga punya anak yang beranjak ABG, mereka mulai punya dunianya sendiri,” imbuhnya. Mila menambahkan peran mama sebagai teman bagi anak dirasa lebih efektif untuk mencari tahu perkembangan anak. Anak tidak akan sungkan bercerita tentang apa yang sedang ia rasakan dan alami. “Bagaimana sih seorang teman itu, maka anak-anak juga akan nyaman bercerita apa saja dengan mamanya,” imbuh pemilik SGB Boutiq ini. Pe r e m p u a n y a n g h o b i nonton dan mendengarkan musik ini juga mengaku terus melakukan update cara mendidik dan menerapkan pola asuh anak. Dirinya sering sharing dengan teman-teman yang memiliki anak seusianya. Dia sangat terbuka kepada teman-temannya yang juga memiliki anak. Keterbukaan

Ni Made Laheri

itu untuk saling berbagai dan mencari solusi seputar pola pengasuhan. BERIKAN SOLUSI TERBAIK Peran seorang mama juga dirasakan oleh Ni Made Laheri. Berbeda dengan Mila, perempuan yang akrab disapa Laheri ini memiliki dua putra yang usianya sudah menginjak dewasa. Peran seorang mama ketika anak menjadi dewasa dirasa tidak mudah lagi karena memenuhi kewajiban seorang mama tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan finasial saja. Menurutnya memberikan pendidikan dan mewujudkan cita-cita anak merupakan peran seorang mama zaman sekarang. “Keluarga adalah segalanya, anak merupakan prioritas utama. Mewujudkan cita-cita anak adalah tujuan hidup saya sebagai

23

pergi bersama teman-temannya menganggap diri selera kekinian. Padahal, kata Suci, aturan berpakaian juga perlu diperhatikan dan harus mengandung unsur kesopanan. Sebenarnya kata Suci, seorang ibu tetaplah ibu, walaupun zaman berubah. Yang perlu diketahui, dengan perkembangan zaman, para ibu harus juga berbenah diri artinya meningkatkan kualitas diri. Itu tidak hanya melulu di dapat dunia pendidikan dan pekerjaan. “Untuk menjadi ibu rumahtangga juga tugas mulia, asal dia selalu meng-update pengetahuannya. Alias tidak gaptek. Tahu yang namanya internet, tahu cara menggunakan ponsel dan berselancar di dunia maya,” kata pegawai hotel ini. Apalagi, kata Suci, dengan pesatnya perkembangan teknologi, para ibu harus bisa mengawasi anak-anak mereka saat berselancar di internet. “Kalau gaptek jadi tidak tahu apa yang anak-anak mereka lakukan di internet,” kata Suci. Ia menilai, di zaman now, justru seorang ibu lebih banyak tantangan. Selain para ibu harus mengasuh dan mendidik anak dengan baik, mereka juga dituntut tahu perkembangan teknologi. “Jadi kalau ibu zaman now tidak mau belajar, bakal ketinggalan,” kata Suci. (Wirati Astiti)

seorang mama,” ungkap pemilik Lahery Beauty Salon ini. Perempuan kelahiran Seririt 2 Maret 1974 ini mengaku jika anak-anaknya diberi kebebasan dan dipercaya dalam memutuskan segala sesuatu. Namun, tugas seorang mama adalah mengarahkan jika dirasa apa yang menjadi tujuan anak tersebut kurang tepat. “Saya selalu mendukung apa yang menjadi keputusan anak, hanya saja selalu mengingatkan dan beri nasehat seperlunya,” tambah istri dr. Gde Handra tersebut. Memiliki anak yang saat ini sudah menekuni profesi dokter memberi tantangan tersendiri baginya. Memiliki pengalaman selama puluhan tahun sebagai istri dokter, membuat Laheri banyak tahu mengenai penyakit, obat-obatan bahkan berbagai kondisi pasien. Sehingga ketika anaknya bercerita masalah pekerjaan dirinya bisa mengimbangi. Meskipun tidak memiliki latar belakangan pendidikan di bidang kesehatan akan tetapi Laheri banyak belajar dari pengalaman sehingga bisa memberikan solusi terbaik bagi anak yang mengalami masalah dalam pekerjaanya. Hal tersebut membuat anak menjadi lebih sering berkonsultasi dan berkomunikasi dengan mamanya. “Anak sering curhat tentang pekerjaan, waktu itu dia bermasalah di bidang kejiwaan. Dia sering konsultasi dan saya berikan cara-cara memperlakukan pasien dengan karakter yang berbeda,” tandasnya. (Wiwin Meliana)


24

Edisi 987/ 15 - 21 januari 2018

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com

Tokoh Edisi 987 | Tokoh  

Headline : Ayu Dewi Koleksi Langsung Dibeli

Tokoh Edisi 987 | Tokoh  

Headline : Ayu Dewi Koleksi Langsung Dibeli

Advertisement