8
Bunda & Ananda
Edisi 950/ 24 - 30 APRIL 2017
Seminar Kartini Cantik : Cerdas dan Terampil Menggunakan Antibiotika di Kalangan Keluarga
Antibiotika bukan “Obat Dewa”
Tak semua penyakit bisa disembuhkan dengan antibiotik. Antibiotika bukan “Obat Dewa”. Pernyataan itu mencuat dalam Seminar Kartini Cantik : Cerdas dan Terampil Menggunakan Antibiotika di Kalangan Keluarga yang berlangsung Kamis (20/4) di Aston Denpasar Hotel & Convention Center.
T
anggal 21 April, menjadi momen tersendiri bagi Bangsa Indonesia setiap tahunnya untuk memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memberikan pembaharuan bagi Indonesia khususnya bagi kaum wanita dalam persamaan hak untuk mendapatkan pendidikan. Apa yang telah diperjuangkan oleh R.A Kartini tersebut patut untuk kita lanjutkan dan terapkan bagi bangsa tercinta ini. Untuk itu, Aston Denpasar Hotel & Convention Center bekerjasama dengan Pusat Kajian One HealthUniversitas Udayana, Bali menyelenggarakan seminar dengan tema “KARTINI
Deklarasi Kartini Cantik untuk menjadikan perempuan Bali cerdas dan teredukasi dalam menyehatkan keluarga dengan penggunaan antibiotika yang benar, digemakan seluruh peserta seminar
CANTIK, dengan Semangat Kartini Mari Menjadi Perempuan Indonesia yang Cerdas dan Terampil Menggunakan Antibiotik untuk Keluarga Sehat.” Seminar yang berlokasi di Ruang Batur di hotel yang memiliki ballroom terbesar di kawasannya tersebut dihadiri oleh perwakilan WHDI Provinsi Bali, SKPD Kota Denpasar, PKK Kota Denpasar, pembina panti asuhan, akademisi, Dharma Wanita Universitas Udayana, Global Health True Leaders, Bali Birth Keeper Community, Yayasan Orangtua Peduli Bali, Yayasan Putri Indonesia Bali, dan Pengusaha Bali. Menghadirkan tiga pembicara
yakni Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. Ni Made Sukerni, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK (K) - Microbiology specialist, Rumah Sakit Sanglah dan seorang pengusaha Bali Ni Made Herry Erika Sedana. Masing-masing pembicara menyampaikan tema penggunaan antibiotik pada peternakan dan pertanian, di tingkat rumah tangga, dan pada manusia. Acara yang dimoderatori oleh dr. I Made Subagiarta ini terlihat sangat interaktif yang dapat dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beberapa peserta, dan bagi penanya terbaik berhak mendapatkan bingkisan yang telah disiapkan oleh panitia. “Saya beruntung berada di acara ini, karena sangat bermanfaat tidak hanya di dunia kesehatan namun juga untuk memberdayakan wanita dengan memberikan
informasi yang tepat mengenai penggunaan antibiotik di lingkungan keluarga, sehingga diharapkan wanita lebih cerdas dalam mengaplikasikannya di lingkungan keluarga,” ujar salah seorang peserta seminar yang juga Finalis Miss Internet Indonesia 2017 Wilayah Bali, Martina Carissa.
Dalam seminar ini banyak dikupas hal-hal yang selama ini banyak salah kaprah di masyarakat terkait dengan penggunaan antibiotika. “Dari wanita untuk wanita, demikian acara ini dibuat dan disajikan kepada sesama kaum hawa, karena kita sadari bersama bahwa, perempuan memiliki peranan yang penting dalam meniciptakan keluarga yang sehat. Dan terinspirasi dari semangat seorang R.A Kartini. Acara ini bertujuan untuk membekali perempuan dengan pengetahuan kesehatan khususnya dalam penggunaan antibiotika dalam skala rumah tangga, khususnya di Bali,” ungkap Director of Sales, Aston Denpasar Hotel & Convention Center Lilik Amini. Di pengujung acara, para peserta mendeklarasikan diri untuk cerdas dalam menggunakan antibiotika dengan cara proaktif mencari informasi penggunaan antibiotik yang benar. Seminar diakhiri dengan foto bersama, pembagian sertifikat dan suvenir kepada seluruh peserta, dan makan siang.
angin menantang matahari
Mengenai Aston Denpasar Hotel & Convention Center
Aston Denpasar Hotel & Convention Center adalah hotel berbintang 4 yang memiliki fasilitas konvensi terbesar di Denpasar. Terletak di jantung Kota Denpasar, Aston Denpasar Hotel & Convention Center menawarkan beberapa fasilitas pertemuan terbaik di Bali. Aston Grand Ballroom tersedia untuk dapat melayani sampai dengan 2000 orang; Tersedia pula 12 ruang multiguna yang memiliki kapasitas 20-200 orang yang terletak tepat di area lobi dan di level B1. Aston Denpasar Hotel & Convention Center merupakan rumah yang sempurna untuk liburan dan bisnis di Bali. Dengan tersedianya 258 kamar,���������� Aston Denpasar Hotel & Convention Center adalah destinasi yang tepat untuk bisnis maupun liburan. Archipelago International Merupakan manajemen hotel terkemuka di Indonesia dengan portofolio lebih dari 100+ hotel dan 15,000 kamar. Sebagai upaya memperluas brand, Archipelago International telah mengembangkan lebih dari 95 properti di Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Archipelago International mengoperasikan beberapa hotel seperti Grand Aston, Aston, Aston City, Alana, Harper, Quest, Quest Vibe, favehotels, NEO dan Kamuela, dengan strata mulai dari ultraluxurious, yaitu villa dengan private poolnya, apartmen dengan layanan hotel, sampai budget hotel, sehingga menawarkan jaringan hotel dengan pilihan terlengkap di Indonesia.
Menjelang matahari terbit, angin bertiup kencang. Ia membelah awan tebal lalu mengusirnya jauh-jauh. Kemudian menyerang desa-desa, menumbangkan pohon-pohon dan menerbangkan Made Taro atap-atap rumah. “Hai, Matahari! Kau lihat kekuatanku?” ledek sang Angin. “Aku heran, mengapa orang-orang masih mengagumimu, padahal kau malas, lemah dan tidak dapat bertindak cepat.” “Aku tak pernah mengaku hebat,” jawab Matahari merendah. “Merekalah yang bilang begitu.” “Sebaiknya sekarang buktikanlah kepada mereka, siapakah yang terkuat di antara kita berdua!” ledek sang Angin. “Peduli amat! Apa keuntungannya bagiku? Aku hanya menjalankan tugas sehari-hari.” Sejak dulu Angin menahan rasa jengkel. Ia tak pernah berhasil menantang Matahari. Ia sangat benci mendengar omongan Manusia bahwa Matahari adalah sumber kehidupan. Ketika melintas di sebuah jalan raya, Angin melihat seorang Manusia mengenakan mantel tebal. Ia berpikir, sekarang saat yang paling tepat untuk menantang Matahari. “Hai, Matahari! Kau lihat Manusia mengenakan mantel itu?” tanya Angin sambil menunjukkan
kekuatannya mengembuskan napas dan suara bergemuruh. “Kalau kau benar-benar jantan, tunjukkanlah kehebatanmu! Barang siapa yang berhasil menyuruh manusia itu membuka mantelnya, itulah yang terkuat.” Matahari yang kelihatan acuh-tak acuh itu akhirnya meladeni juga tantangan Angin. Dua kekuatan yang bermusuhan itu melakukan Sut untuk memulai pertandingan. Ternyata Sut dimenangkan oleh Angin. Angin segera mempertontonkan kesaktiannya. Ia meniup udara sekencang-kencangnya ke arah Manusia bermantel yang sedang berjalan. Manusia yang merasa kedinginan dan takut masuk angin itu, lalu mengeratkan mantelnya, bahkan mengerubungi tubuhnya dengan selimut. Berarti Angin gagal memaksa Manusia membuka mantelnya. Berikut adalah giliran Matahari. Ia naik perlahan-lahan meninggalkan garis horizon, sambil sekali-sekali menebarkan senyum. Dari atas ia melihat bunga-bunga mengembang dan berseriseri dikerubuti kupu-kupu aneka warna; juga ia mendengar burung-burung bernyanyi dan terbang dari pohon ke pohon. Lalu bagaimana Manusia yang menggunakan mantel itu? Mula-mula ia membuka selimut, lanjut membuka mantel, terus memasukkannya ke dalam tas. Sang Angin yang angkuh itu menutup wajahnya, lalu segera beringsut ke arah laut. Dari jauh ia mendengar sayup-sayup ucapan Matahari, “Tidak semua kekuatan harus dilawan dengan kekerasan. Kadangkadang senyum yang ramah dan budi bahasa yang halus dapat menundukkan kekuatan itu.” (Aesop)
17
Perkembangan sebuah kota pastinya ditunjang oleh fasilitas yang disediakan sebagai sarana fasilitas umum dan fasilitas sosial. Yang dimaksud dengan fasilitas umum atau public facilities adalah fasilitas yang diadakan untuk kepentingan umum. Contoh dari fasilitas umum (fasum) adalah seperti jalan, angkutan umum, saluran air, jembatan, fly over, under pass, halte, alat penerangan umum, jaringan listrik, banjir kanal, trotoar, jalur busway, tempat pembuangan sampah, dan lain sebagainya.
I Gst AB Arimbawa, S.T., M.T.
Seminar Kartini Cantik digelar Aston Denpasar Hotel & Convention Center bekerjasama dengan Pusat Kajian One Health Universitas Udayana, Kamis (20/4) bertempat di Ruang Batur Aston Hotel
Edisi 950/ 24 - 30 APRIL 2017
Taman Bermain yang Aman untuk Anak
(Inten Indrawati)
Mendongeng Lima Menit Para narasumber, moderator, dan pihak penyelenggara berforo bersama usai acara
Griya
S
consultant & general contractor. Ia mengatakan Kota Denpasar merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat tentunya juga menyediakan berbagai jenis fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dapat dinikmati oleh warga kotanya. “Fasilitas umum dan fasilitas sosial adalah milik bersama yang harus dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa selalu dimanfaatkan secara maksimal untuk jangka panjang. Kejadian kemarin (meninggalnya seorang anak ketika minum air di taman kota) semakin mengingatkan kita pentingnya untuk merawat fasilitas umum tersebut secara berkala, seperti penyediaan water dispenser yang disediakan Pemerintah Kota harus dicek sekala berkala oleh pihak-pihak
Taman Janggan di kawasan Renon, Denpasar
penyedia fasilitas tersebut. Sama halnya dengan perawatan trotoar dan jalan yang selalu dilakukan oleh pemerintah Kota Denpasar,” paparnya. Salah satu terobosan terbaru yang ia lihat adalah keberadaan Taman Janggan yang berlokasi di daerah Renon. Taman ini berisi bermacam fasilitas bermain untuk anak, sarana olah raga, tempat duduk dan lain sebagainya, sehingga dapat menjadi salah satu tem-
ementara fasilitas sosial adalah fasilitas yang diadakan oleh pemerintah atau pihak swasta yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dalam lingkungan permukiman. Contohnya seperti puskemas, klinik, sekolah, tempat ibadah, pasar, tempat rekreasi, taman bermain, tempat olahraga, ruang serbaguna, makam, dan lain sebagainya. Demikian diungkapkan I Gst AB Arimbawa, S.T., M.T., owner Crea Bali Mandiri- architecture “Kota Denpasar merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat tentunya juga menyediakan berbagai jenis fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dapat dinikmati oleh warga kotanya”
Tempat duduk untuk penunggu yang didesain menarik
pat pilihan bagi warga Denpasar benturan. untuk berkumpul bersama kelu“Mungkin yang kurang dari arga, menggingat tempat terbuka taman ini adalah penerangan pada hijau masih sangat kurang untuk tempat bermain ketika malam kebutuhan warga Denpasar. tiba. Saya masih melihat banyak Sebagai seorang Arsitek, dari orangtua mendampingi anaksegi desain Arimbawa menga- anaknya bermain walaupun tidak takan Taman Janggan terlihat terdapat lampu penerangan,” menarik. Pemilihan warna-warna ucapnya. (Inten Indrawati) primer bagus untuk melatih perkembangan anak usia dini. Di beberapa titik juga disediakan tempat duduk untuk orangtua yang menunggu, yang didesain menarik menyerupai bentuk daun. Dari pengamatannya, segi keamanan juga sudah sangat diperhitungkan. Pagar bembatas dibuat di sekeliling area bermain untuk memberikan rasa aman dan satu main entrance untuk memudahkan memantau anak-anak bermain. Pengadaan empat buah ayunan dinilainya sudah dengan standar keamanan yang baik. Lantai tempat bermain juga tidak luput dari perhatian desainernya dengan memanfaatkan ruber floor seh- Fasilitas ayunan yang sudah sangat memperhitungkan segi keamanan anak ingga aman jika terjadi
Lantai dari ruber floor sehingga aman jika terjadi benturan