24
Sudut Pandang
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Sadar atau tidak, namun faktanya teknologi telah banyak mengubah kehidupan dan tradisi dalam masyarakat, khususnya mereka yang hidup di kota besar. Yang paling sederhana dan mudah terlihat adalah kebiasaan saling berkunjung, entah itu tetangga, saudara, teman ke rumah. Baik itu sekadar ngobrol ngalorngidul, atau mau ‘curhat’, dll. Saat hari raya keagamaan, tetangga atau saudara saling mengunjungi.
T
api sekarang, meski kebiasaan itu masih belum luntur benar, namun saling berkunjung ke rumah itu boleh dibilang sudah jarang di kota besar. Semuanya tergantikan oleh teknologi, baik itu telepon atau SMS, Whatsapp, dll. Tika Bisono, penyanyi top juga mantan model era 70-80-an yang kini berprofesi sebagai psikolog, juga mengakui hal itu. “Untuk mereka yang hidup di kota besar, memang itu lah yang terjadi. Ini semua karena kemajuan teknologi. Kalau dulu kan teknologi belum secanggih sekarang, jadi mau tidak mau untuk suatu keperluan, ya harus bertemu atau datang berkunjung. Tapi sekarang kan tidak harus begitu, ada telepon, bisa SMS, Whatsapp, dll, membuat orang malas,” ujarnya. Karena sangat sibuk, waktu luang tidak banyak, jadi solus-
Tawarkan Tamu Makan Malam inya pakai teknologi untuk bisa menghubungi orang. “Fenomena seperti ini umumnya terjadi di masyarakat yang hidup di kota-kota besar seperti Jakarta misalnya. Sedang di kampung-kampung, kebiasaan saling bertamu masih sangat kental, ya,” ungkap Tika yang kini konsultan juga dosen psikologi. Namun, tambah Tika, tidak semua begitu. Masih ada sebagian masyarakat yang tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan bertamu atau berinteraksi langsung dengan orang tanpa perantara teknologi komunikasi. “Di rumah aku masih menerima tamu, meski memang tidak seperti dulu,” ujar wanita kelahiran Oktober 1960 ini. Menurut pelantun tembang hits ‘Melati Putih’ ini, kalau dulu jika bertamu ke rumah orang, umumnya si tuan rumah menyediakan sesuatu seperti minuman dan kue. Tapi sekarang kebiasaan-kebiasaan seperti itu tidak selalu dilakukan. “Memang tergantung orangnya ya, ada yang masih menyediakan atau bahkan membeli sesuatu untuk disuguhkan ke tamu yang akan datang. Kadang juga tergantung tamu siapa yang bakal datang,” katanya. Tapi Tika mengaku dirinya termasuk orang yang tidak melaku-
beli lagi karena memang sudah tersedia. Misalnya saja, kadang ada wartawan yang mau datang malam ke rumah, biasanya aku selain menyediakan minuman teh atau kopi, kue. Aku juga menawari mereka makan malam. Karena aku kan tahu mereka bekerja seharian kadang untuk makan saja tidak sempat. Atau saudara-saudara aku atau saudara pembantu yang datang, kami selalu menyediakan apa yang ada di rumah. Jadi standar saja, tidak ada yang khusus,” ungkap penulis buku psikologi populer, ‘12 Racun Kasih Sayang Orangtua’ ini. Tika Bisono
kan persiapan khusus jika ada atau akan menerima tamu. Itu bukan berarti tamu yang datang tidak disuguhkan apapun selain air minum. Melainkan di rumahnya memang sejak dulu sudah ada persiapan-persiapan entah itu kue, minuman dan makanan yang bisa ditawarkan untuk tamu. “Kalau di rumahku standar ya. Tidak ada persiapan khusus. Tapi untuk tamu aku selalu memiliki persediaan, seperti kue, minuman, makanan, dll. Jadi ketika tamu datang, aku tidak usah mem-
KIRIM KARTU UCAPAN Mantan Putri Remaja Indonesia 1978 ini mengaku meski dia juga menggunakan telepon atau medsos untuk menyapa teman-teman dan saudara, namun dia juga tidak meninggalkan kebiasaan lama (dalam berkomunikasi) dengan orang-orang terdekatnya. Salah satunya adalah kebiasaan mengirimkan kartu ucapan, entah itu hari raya atau pada saat ulang tahun. “Meski sekarang era digitalisasi sudah berkembang pesat, teknologi sangat maju, tapi orang
akan sangat senang dan merasa istimewa jika mendapat kartu ucapan. Aku ini sampai sekarang masih suka bahkan hobi mengirim kartu ucapan, khususnya kepada mereka yang berulang tahun. Biasanya itu aku lakukan pada teman-teman dekat, saudara dekat, dll,” ungkapnya. Mereka yang menerima bukan hanya senang tapi mereka juga sangat surprised. “Aku kerap menerima pernyataan surprised karena tidak menyangka aku masih mengingat hari ultahnya. Mereka sangat senang karena merasa diperhatikan. “ “Aku sendiri pun sejak dulu senang menerima kartu kartu ucapan. Malah aku punya koleksi kartu ucapan yang aku simpan rapi dalam folder selama 30 tahun. Jadi ketika bosan atau sedang iseng, aku bisa membukabuka folder lama untuk mengingat kembali masa-masa itu. Itu juga bisa menjadi pengobat stres dan jenuh,” katanya. Kata Tika, selain dia hobi mengirim kartu ucapan, namun aksinya itu sangat terbantu dengan adanya ‘buku pintar’. Sejak lama dia memiliki catatan tentang hari-hari istimewa (HUT) orang-orang terdekatnya. “Buku itu sangat membantu sekali. Ya mungkin karena aku hobi nulis ya, rasanya senang saja bisa menulis dan membagikannya kepada orang lain,” kata Tika yang gemar hiking dan nonton pertandingan sepak bola ini. (Diana Runtu)
Minta Kartu Identitas Tamu tak Dikenal Etika dalam setiap perbuatan sangat menentukan baik atau tidak hasil yang akan di capai. Begitu juga etika dalam menerima tamu akan sangat menentukan kenyamanan bagi penerima maupun tamu itu sendiri. Menurut Ratna Artha Windari, S.H., M.H., Ketua Jurusan Ilmu Hukum di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha Singaraja mengatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan saat menerima tamu yakni etika menerima tamu formal dan nonformal. Sebagai seorang dosen sekaligus Ketua Jurusan sudah tentu dirinya memiliki tugas dan tanggung jawab lebih terhadap mahasiswanya sehingga intensitas pertemuan dengan mahasiswa diperlukan untuk berbagai tujuan. Salah satunya untuk melakukan bimbingan skripsi. Ia tidak ingin membatasi hubungan antara dosen dan mahasiswa dalam urusan akademik, bahkan dirinya mempersilakan mahasiswa yang ingin datang berkunjung ke rumah. Ia sadar benar jika tidak semua urusan dapat diselesaikan di kampus karena keterbatasan waktu dan kendala baik dari dosen maupun dari mahasiswa itu sendiri.
Perempuan yang akrab disapa Ratna ini menegaskan pihaknya tetap memerhatikan etika mahasiswa yang datang baik dari waktu berkunjung maupun tujuan berkunjung. “Saya akan izinkan mereka datang tetapi harus dengan kapasitas yang jelas yaitu hanya di bidang akademik saja,” jelasnya. Jika tujuan sudah jelas, maka waktu berkunjung juga harus dipastikan tidak pada waktu yang tidak tepat. Untuk menghindari ketidaktepatan waktu berkunjung, kata dia, mahasiswa harus menyampaikan keinginannya untuk datang dengan membuat janji terlebih dahulu. “Jangan sampai ketika sudah ada di depan rumah baru memberitahu karena dosen juga punya kesibukan lain,” ujarnya. Meskipun sangat menjaga formalitas, akan tetapi Ratna tetap fleksibel ketika ada kegiatan yang sangat penting. “Karena saya sebagai Ketua Jurusan tentu ada hal-hal yang memerlukan tanda tangan secepatnya,” imbuhnya. Tetapi hal tersebut tidak dapat ia terapkan ketika menerima tamu nonformal seperti kerabat maupun keluarga. Perempuan kelahiran 15 Desember 1983 tersebut mengatakan tidak bisa mengatur
kapan kerabat atau keluarga bisa berkunjung atau tidak sehingga dirinya harus toleransi akan hal itu. “Etika dalam berkunjung tetap harus diperhatikan jangan sampai di jam yang sudah sangat larut masih belum selesai dengan urusannya maka biasanya saya akan sampaikan dengan terus terang untuk melanjutkan di esok hari,” paparnya.
Selain etika menerima tamu formal dan nonformal, dirinya juga memberlakukan aturan untuk tamu yang t i d a k d i u n dang. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi
maraknya tindak kriminalitas dengan modus bertamu. “Saya terapkan aturan di rumah, jika ada tamu siapa pun itu yang tidak dikenal jangan sekali kali membukakan pintu gerbang. Bicaranya cukup dari dalam saja,” katanya. Ia selalu mewanti-wanti asisten rumah tangganya untuk meminta kartu identitas kepada tamu yang mengaku sebagai petugas baik petugas PLN maupun PDAM. “Sempat dulu ada yang mengaku petugas servis tetapi ketika dimintai kartu identitas tidak dapat menunjukkan yang resmi sehingga kalau sudah begitu orang rumah harus segera menghubungi saya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
Ratna Artha Windari, S.H., M.H.
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
GORO-GORO A m i terkejut. Ada kabar burung Bapaknya akan ikut berpartisi pasi dalam Festival Monolog Bali 2017 Putu Wijaya yang berlangsung mulai 22 Maret s/d Desember. Buru-buru Ami terbang ke rumah orang tuanya. Dan takjub menemukan Amat benar-benar se dang latihan monolog. Amat berlatih dalam kamar yang terkunci. Ia tak menghentikan latihan nya walaupun Ami sudah mengetuk dan memanggil berkali-kali. Amat malah mengeraskan suara seakan minta jangan diganggu. Ami terpaksa harus puas hanya bisa rembugan dengan ibunya di dapur. “Kenapa Ibu biarkan Bapak ikutikutan festival monolog? Itu kan kegiatan anak-anak muda?” Bu Amat ketawa. “Bapakmu itu dulu guru Ami, jangan lupa. Dia dulu sering melatih murid-muridnya buat sandiwara un tuk perpisahan sekolah.” “Tapi itu kan dulu dan lagi yang main murid-murid, tak apa. Tapi ini sekarang Bapak yang main. Monolog lagi, berarti akan sedirian ngoceh di panggung, seperti orang gila! Apa sih
maunya Bapak? Tua-tua kok ingin jadi artis? Malu Ami!” “Bukan begitu, Ami. Bapakmu itu tak mau dimakan usia tua yang kebanyakan membuat manula jadi pikun, malas tidak suka bergaul apalagi berpikir. Itu juga atas anjuran Pak Dokter Gianto, bekas teman nya di SD dulu. Katanya supaya otak tidak karatan karena itu berarti nanti gampang kena alzheimer, harus ban yak dipakai!” “Ah, alasan! Ngaku saja ingin jadi selebriti! Bapak harus Ibu larang!” “Kenapa? Ceritanya Ibu suka!” “O ya? Jadi Ibu mendukung? Cerita apaan yang Bapak mau mainkan itu?” Bu Amat keluar dari dapur. Ia menengok kanan dan kiri untuk me mastikan tak ada orang di sekitar. Lalu mendekat ke telinga Ami dan berbisik “M... .” Ami memekik kaget. Mukanya pucat. Bibirnya gemetar menahan perasaannya. Tanpa menjawab se patah pun, Ia bergegas kembali ke kamar bapaknya mau mendobrak. “Ami!” Ami tak mempedulikan panggilan ibunya. Dengan beringas ia men dorong pintu kamar kasar. Ternyata sudah dibuka. Amat tersenyum menyambut. “Silakan duduk Ami, sekarang Bapak siap.”
Ekspresso
FESTIVAL MONOLOG BALI
“Tidak! Bapak tidak boleh ikut Festival Monolog! Bapak harus tahu diri! Bapak sudah tua, tidak perlu jadi selebriti! Itu hak kami yang mudamuda! Bapak duduk manis saja jadi panutan jangan bikin sensasi! Jaga wibawa, jadilah contoh! Dan jangan keblinger nyeleneh memainkan monolog yang cabul itu. Bapak bisa-bisa dijerat undang-undang anti pornografi.... . “ “Pagi-pagi seorang anak bertanya pada neneknya, Nek apa itu m ... ,’ kata Amat memulai lagi latihannya. “Stoppp!” teriak Ami mem protes. Tapi Amat terus saja melanjutkan. Ami berbalik mau keluar. Bu Amat sudah berdiri membelakangi pintu, mencegah Ami keluar. “Duduklah yang tenang, Ami, lihat Bapak berlatih.” “Tidak! Ami mau pulang!” “Setelah selesai monolog Bapak, kamu boleh pulang.” “Tidak! Ami jijik!” “Bagaimana kamu bisa bilang jijik sebelum menontonnya?” “Itu jorok!” “Boleh katakan begitu kalau kamu sudah menontonnya.” “Tidak perlu ditonton kalau sudah jelas bejat!” Ami menerobos keluar. Tapi be gitu pintu terbuka, ia terkejut. Ada
tiga ibu tetangga dan dua anak remaja mau masuk. “Mereka tetangga yang belum sempat nonton. Mereka ingin nonton karena tetangga yang sudah nonton menganjurkan mereka nonton,” bisik Bu Amat,” Silakan, Bu, Dik, baru saja mulai.” Semuanya bertegur sapa ke Ami, lalu masuk dan duduk menonton. Bu Amat keluar, menutup pintu dan menatap Ami. “Mau nonton, tidak, Ami?” Ami tak menjawab. Bu Amat mendekati Ami. Dengan lembut lalu memberi penjelasan. “Ami, monolog yang dibawakan Bapakmu itu tentang seorang anak lugu, polos yang jujur menanyakan apa itu m ... kepada neneknya. Anak itu dimarahi habis dianggap bejat....” Ami mengangkat tangan meny etop penjelasan ibunya. Di dalam kamar terdengar ketawa berderai. “Mula-mula memang lucu Ami, komentar Bu Amat,” sampai akhirnya
hanya ibu guru yang berani menjelaskan apa itu m. Tapi direktur sekolah ngamuk. Guru itu dipecat. Masyarakat pun garang mengusir. Tapi ketika guru pulang kam pung, taksinya dicegat para pemuda. Mereka menyiksa, memperkosa dan membunuh guru itu, karena penjelasan nya dianggap meracuni murid.” Ami bergerak masuk ke dalam kamar. Bu Amat ngintilin. Amat sedang duduk bersimpuh di lantai, mengucapkan akhir mono lognya. “Banyak orang mengaku pintar dan berani membela kebenaran. Tapi tak seorangpun mau memberikan penjelasan pada anak kami yang polos bertanya. Hanya ibu guru satu-satu nya yang berani. Terimakasih Ibu. Tapi alangkah mahalnya kebenaran kalau hanya untuk menjelaskan satu kata saja diperlukan nyawa manusia.” Amat mengusap air matanya yang tak tertahan. Begitu juga para tetangga. Bahkan juga Bu Amat. Dan akhirnya Ami yang kemudian pelanpelan bertepuk tangan.
Etika Bertamu atau Menerima Tamu Manusia adalah mahluk sosial yang wajib berinteraksi satu sama lain. Salah satu cara berinteraksi yang umum dilakukan yaitu ber tamu atau saling mengunjungi dan bertemu. Dalam konteks pekerjaan, tamu yang datang ber macam-macam. Ada yang sudah dikenal dan ada yang belum. Dalam hal tamu yang belum dikenal, atau yang datang tanpa membuat janji, bisa diterima jika tuan rumah berkenan. Namun, biasanya, tidak ada janji maka tamu tidak akan bertemu orang yang dituju. Untuk itu diingatkan untuk membuat janji terlebih dahulu. Dalam konteks pertem anan, tamu biasanya berkunjung ke rumah, biasanya adalah tamu yang sudah dikenal. Jika kita bertamu untuk un dangan makan atau sifatnya men gunjungi, disarankan untuk mem bawa buah tangan. Terkait jumlah bawaan, tidak harus banyak, bisa yang kecil namun berarti, seperti coklat, bunga atau parsel buah. Meskipun, tuan rumah menyedia kan suatu jamuan tertentu untuk tamunya. Pada waktu bertamu, kita perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk berkunjung. Akan lebih baik jika menyesuaikan dengan waktu yang tuan rumah
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
siap untuk menerima tamu. Tamu yang mengajak anak-anak, perlu mendapat perhatian khusus. Kar ena biasanya anak-anak tidak be tah berada di satu tempat dalam waktu yang lama. Bisa jadi tuan rumah menyiapkan suatu tempat agar anak-anak betah selama ada tamu atau tamu sendiri yang tahu bagaimana mengatur anaknya agar kalem selama bertamu. Jam berkunjung juga perlu diperhatikan, jika ingin bertamu pada pagi hari lakukan diatas pukul 08.00. Untuk kunjungan malam hari sebaiknya dilakukan pada pu kul 19.00 dan jangan boleh lewat dari pukul 21.00 malam karena tuan rumah harus berisitirahat. Perlu diperhatikan untuk men jaga kebersihan rumah dikunjungi, sebagai tamu hendaknya menyan tap sajian yang dihidangkan dengan tertib. Kalaupun ada makanan yang pantang atau tidak disukai,kita jan gan menunjukkan reaksi berbeda pada wajah dan menolak pembe riannya. Ambil dan taruh saja di piring Anda, walaupun nantinya tidak dimakan. Pada waktu pulang, jangan lupa mengucapkan terima kasih. Sebagai tuan rumah yang men erima tamu, perlu diperhatikan kebersihan rumah. Agar tamu yang datang nyaman berkunjung. Jika
Putu Diah Candra Dewi tidak ingin menjamu dengan hidan gan yang berat, kue-kue dan minu man saja sudah cukup. Tunjukkan sikap bahwa Anda siap menerima tamu, jadi waktu Anda khusus untuk tamu itu. Jadi tidak sibuk dengan kegiatan lainnya. Sebagai tuan rumah wajib mengucapkan salam pada waktu tamu datang. Kebetulan pekerjaan saya harus berhubungan dengan orang ban yak/masyarakat. Menerima tamu yang belum saya kenal adalah hal yang biasa. Dalam pekerjaan ini,
walaupun belum ada janji terlebih dahulu, saya harus menerima semua tamu yang datang dengan segala kepentingannya. Saya tahu bahwa orang-orang yang datang punya suatu tujuan, bukan hanya memberi saya pekerjaan, tetapi ada penawaran suatu benda, produk baru, asuransi dan masih banyak lagi. Saya menerima kepentingan semua yang datang, walaupun pada akhirnya saya tidak ikut ber gabung atau membeli produknya. Pengalaman saya menerima tamu dengan berbagai macam karakter, membuat saya terbiasa mengh adapi macam-macam jenis tamu dengan permasalahan dan kepent ingannya. Tidak semua tamu yang da tang punya niat baik, jadi saya pergunakan feeling untuk melihat kedalaman dari tamu tersebut. Terbiasa menerima tamu dengan bermacam karakter membuat saya jadi terlatih dan tahu bagaimana cara menghadapinya. Kuncinya
semua saya terima dengan baik, bagi saya mengenal banyak orang memberikan suatu nilai baru dalam kehidupan ini. Melihat permasalahan orang yang datang dan memerlukan bantuan saya, membuat saya merasa bersyukur bahwa cobaan hidup saya tidak seberat orang-orang itu. Saya tidak menerima sem barangan tamu di rumah, hanya orang-orang tertentu dan yang terdekat saja bisa berkunjung. Biasanya saya membuat sendiri seluruh hidangan untuk tamu dan itu bisa jadi topik pembahasan pada waktu tamu berkunjung. Saya tidak menghidupkan televisi atau memutar film saat ada tamu, biar tidak fokus ke sana karena tujuan bertamu dan menerima tamu adalah saling berinteraksi dalam obrolan dan pembicaraan yang hangat. Putu Diah Candra Dewi, S.H., M.Kn. Personality Development
Sudut Pandang
23
Janjian sebelum Bertamu Tiap orang punya kebiasan berbeda-beda menerima tamu. Ada yang suka mengajak tamunya berkunjung ke rumah, ada juga yang suka bertemu di luar sekalian mencoba menu baru di salah satu restoran. Begitu juga, penu turan Ida Ayu Pradnyani, aktivis Bali Sruti yang juga Ketua Yayasan Dria Raba.
nyiapakan suguhan. “Kalau hanya ibu rumahtangga, tidak ada kegiatan lain, bisa saja menerima tamu di rumah. Kalau sekadar ngerumpi teman atau tetangga saya kurang suka,” katanya. Ia memilih lebih baik men erima tamu di luar Id a Ayu Prad nyani sekalian kuliner. ujur kalau saya pri “Kalau ketemu teman di luar, badi lebih suka me saya merasa lebih leluasa cerita nerima tamu di luar, dan melepas kejenuhan set lihat kepentingannya elah beres-beres rumahtangga. apa dulu. Saya kurang suka me Saya merasa lebih fresh dan nerima tamu di rumah, merasa sangat positif manfaatnya bagi kurang nyaman saja,” ujarnya. saya pribadi. Kalau saya mau Menurutnya, agak sibuk juga ngumpul dengan teman-teman bila tamu berkunjung ke rumah. pasti di luar sekalian sharing dan Apalagi, harus sibuk sendiri me sembari kuliner, setelah itu hati
“J
plong bahagia, entah kenapa bisa mengeluarkan isi hati,” ujarnya sembari tertawa. Saat hari raya Natal, beberapa kali ia melakukan open house. Dibalik sukacita dikunjungi ban yak teman, ia juga merasa capek, karena menyiapkan hidangan, dikerjakan sendiri. “Kalau saya lebih suka masak sendiri merasa lebih bangga dengan hasil masa kan sendiri. Tapi ya gitu, capek juga sendiri. Tapi kalau ada saha bat mau datang ke rumah, janjian dulu,” kata perempuan yang akrab disapa Bu Prad ini. Ia menambahkan, kalau pun ada yang datang ke rumahnya bertamu, biasanya, temanteman ibadah, untuk acara doa bersama dan konsumsi urunan bersama-sama. “Saya senang dan bersyukur kalau ada teman
gereja main ke rumah, pasti tu juannya positif. Yang saya tidak suka, kalau teman curhat soal kesusahan atau kegalauan,” kata Bu Prad. Sementara, bagi Ike, ia lebih suka menerima tamu di rumah. Baginya, tak ada yang paling menyenangkan, jika mengobrol di rumah sendiri. Disamping itu, kedua anaknya yang masih kecil tidak terlupakan karena ia bisa langsung mengawasinya. “Tak terlalu sering ada tamu ke ru mah, tapi biasanya yang datang teman-teman satu komplek perumahan atau teman arisan,” kata Ike. Ike mengatakan, tak meny iapkan apa-apa di rumah untuk persiapan tamu datang ke rumah. Tapi, ia biasa menyiapkan maka nan kecil untuk anak-anaknya di rumah, daripada mereka jajan di luar. Saat ada tamu ke rumah, ia tinggal mengeluarkan beberapa minuman dan camilan kecil, jadi tidak terbebani kalau ada tamu mendadak. “Saya biasa menyiap kan mi instan satu kardus. Kalau malam-malam suka lapar, jadi berkreasi dengan mi instan. Kalau ada tamu dari jauh atau keluarga
Minimal Ada Ruang Tamu dan Minuman Siapa yang tidak pernah men erima tamu? Pastinya semua orang pernah melakukan kegiatan yang tergolong familiar ini, entah di rumah ataupun di tempat kerja. Secara umum, ada 2 (dua) situasi yang sering kita jumpai dalam menerima tamu, yaitu menerima tamu yang sudah memberi tahu rencana kedatangannya dan tamu yang tidak memberi tahu rencana kedatangannya. Sebagai tuan rumah, tentu saja akan lebih nyaman dan mudah untuk menerima tamu yang telah memberitahukan rencana keda tangannya. Menjadi tuan rumah yang ramah dan bersikap baik tentu saja sangat penting. Namun, selain itu ada beberapa hal dapat kita persiapkan terlebih dahulu,
seperti meluangkan waktu lebih pada jam kedatangan tamu yang telah disepakati bersama, meny iapkan minuman dan/atau maka nan, menyiapkan ruang tamu, dan menggunakan pakaian yang sesuai untuk menyambut tamu tersebut. Demikian disampaikan Agung Istri Sari Dewi, seorang trainer dan public speaker di Denpasar. Menurut lulusan S2 UGM ini, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Pertama adalah mempersiapkan waktu. “Jika tamu tersebut telah memberi tahu rencana kedatangannya, yang perlu kita persiapkan adalah waktu. Kita harus memastikan bahwa di waktu yang ditentukan itu kita tidak memiliki kesibukan lain ataupun janji dengan orang
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi (palgunadi@cybertokoh.com). Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi (ngurahbudi@cyber tokoh.com). Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini (sri.ardhini@cybertokoh.com), Wirati Astiti (wirati.astiti@cybertokoh.com), Sagung Inten (inten.indrawati@cybertokoh.com). Buleleng: Wiwin Meliana (wiwinmeliana22@cybertokoh.com). Jakarta: Diana Runtu (dianaruntu@ cybertokoh.com). NTB: Naniek Dwi Surahmi (naniek.itaufan@cybertokoh.com). Desain Grafis: IDN Alit Budiartha (dewaalit@cybertokoh.com), I Made Ary S upratman (ary_refresh@cybertokoh.com). Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama (cepy@cybertokoh.com), Ayu Wika Yuliani (ayu.wika@cybertokoh.com). Sekretariat: Ayu Agustini (dewi.ayu@cybertokoh.com), Putu Agus Mariantara (agustara85@cybertokoh.com), Hariyono (hariyono@cybertokoh.com). Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Salah satu suasana di ruang tamu
lain. Jangan lupa juga menanya kan apa tujuan dari kedatangan tamu tersebut sehingga kita da pat memperkirakan berapa lama waktu yang dihabiskan oleh tamu tersebut saat bertamu di tempat kita. Hal ini untuk menunjukkan niat baik dan kesungguhan kita untuk menerima tamu tersebut,” ujarnya. Kedua, mempersiapkan ru ang tamu. Mempersiapkan ruang tamu ini berkaitan dengan me nentukan di mana ruangan yang akan digunakan untuk menerima tamu tersebut, kenyamanan serta kebersihan ruangan. Jika bertamu di rumah, ruang tamu atau ruangan teras yang dilengkapi kursi dan meja yang memadai bisa menjadi pilihan tempat yang sesuai. Jumlah tamu juga perlu menjadi pertimbangan untuk mempersiapkan ru ang tamu agar tamu nyaman. Apabila tamu bertandang ke kantor, lobi kantor yang tentunya dileng kapi perangkat kursi dan meja biasanya menjadi pilihan tem pat menerima tamu. Te r k a d a n g r u a n g rapat juga menjadi pilihan tempat men erima tamu di kan tor, tergantung dari tujuan bertamu dan jumlah tamu. Ketiga, minuman
Gung Is
dan/atau makanan. Kudapan minimal yang harus dipersiapkan dalam menerima tamu adalah minuman. Apabila kita sudah mengetahui siapa yang akan bertamu dan kapan waktu ber tamunya, mempersiapkan mi numan dan/atau makanan akan lebih mudah. Umumnya orang Indonesia menyiapkan teh dan kopi sebagai minuman. Namun, tidak ada salahnya juga memper siapkan minuman jenis lain seperti air mineral, sirup, dan minuman instan lainnya. Jika dirasa me mungkinkan membeli dan durasi bertamu bukan singkat tapi cukup lama menyiapkan makanan kecil seperti kue dan permen menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Asalkan sesuai dengan kemam puan dan tidak dilakukan dengan terpaksa. Bahkan jika dirasa perlu untuk sekalian menjamu makan.
jauh biasanya saya siapin makan. Tak usah terlalu mewah, Cuma suguhan mi instan bagi saya su dah cukup,” kata Ike. MAKAN DI HALAMAN Lain lagi penuturan, Sukma. Rumahnya selalu menjadi tem pat yang paling suka dikunjungi teman-temannya. “Kebetulan di rumah ada halaman luas. Bi asanya kami sering buat acara ke temuan, sekalian makan-makan di halaman,” kata Sukma. Justru tamu yang paling ser ing datang adalah teman-teman waktu sekolah. Dengan bantuan media sosial mereka bisa bersila turahmi. Ajang saling berkunjung menjadi agenda berikutnya. Namun, kata Sukma, temantemannya lebih suka datang ke rumahnya. Kadang, mereka juga membawa anak-anak mereka sehingga ramai dan penuh sua sana kekeluargaan. “Kalau untuk makanan saat ketemuan, tidak perlu repot. Biasanya, tanpa diberitahu, masing-masing mem bawa makanan sehingga banyak makanan dan saling berbagi. Intinya kan kebersamaan,” ujar Sukma. (Wirati Astiti) Misalnya makan siang atau makan malam juga tidak masalah untuk dilakukan. Hal ini dapat mening katkan suasana keakraban. Keempat, berpakaian pantas. Selain sikap ramah tentunya dan beberapa persiapan seperti tempat juga panganan yang sebaiknya dise diakan, berpakaian yang pantas juga harus diperhatikan sebagai tuan rumah. Tuan rumah hendaknya menunjukkan penghargaan kepada tamu dengan menggunakan paka ian yang sopan dan sesuai dengan tujuan tamu itu datang. Hal ini penting walaupun kita menerima tamu di rumah. Misalnya saja tu juan tamu tersebut adalah untuk membicarakan masalah pekerjaan atau transaksi bisnis di rumah kita, tentu saja kita harus berpakaian rapi dan sopan. Sebaiknya kita tidak mengenakan pakaian santai yang biasa digunakan di rumah apalagi pakaian tidur. Bagaimana cara kita berpakaian juga akan menjadi pe nilaian tamu tersebut. Gung Is menambahkan be berapa langkah yang disampai kannya tersebut merupakan hal yang dapat kita persiapkan untuk menerima tamu yang telah memberitahukan rencana keda tangannya. Lantas bagaimana cara menghadapi tamu yang datang mendadak atau tanpa pemberi tahuan? “Pastinya keempat hal itu harus kita persiapkan juga, selain ramah dan bersikap baik. Namun, ada 2 hal juga yang minimal harus dipersiapkan untuk menghadapi tamu yang datang tanpa pemberitahuan. Pertama, yaitu mempersiapkan ruang tamu dan minuman. Setidaknya kapan pun ada yang datang bertamu, tempat yang memadai, nyaman, dan bersih selalu siap digunakan,” pungkasnya. (Sri Ardhini)
22
Sosialita
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
S
Angel Lelga
aat ini di Jakarta sudah banyak jumlah salon dan spa yang menawarkan treatment khusus untuk tas dan sepatu. Dengan begitu, para kolektor tas, khususnya yang berharga puluhan hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah, tidak perlu harus keluar negeri untuk merawat tas-tasnya. Sebagaimana halnya salon wajah dan tubuh, salon dan spa untuk tas dan sepatu pun ada kelasnya yang tentunya sesuai dengan harga tas dan sepatu yang ingin dirawat. Karenanya tarifnya pun beragam mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Khusus untuk tas berharga ‘selangit’, tentu bisa ditebak, tarif perawatannya pun lumayan mahal. “Bagi sebagian kalangan atas, biasanya kalau tas-tas yang harganya ratusan juta hingga miliaran, banyak yang melakukan perawatan di luar negeri seperti Singapura. Tapi kini banyak juga yang melakukan perawatan di sini (Jakarta) karena kita pun memiliki teknologi untuk spa tas-tas kelas premium,” ungkap seorang staf salon tas dan sepatu yang membuka gerai di sebuah mal di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat. Tentang perlunya tas dan sepatu diberi perawatan khusus juga disampaikan Felin Natalia, pemilik Momoko Bag & Shoes Spa Indonesia. “Perawatan khusus penting sekali. Karena, kan, kita sudah membeli tas dan sepatu dengan harga mahal. Investasi mahal-mahal kan sayang kalau rusak karena kurang dirawat benar,” ujar Felin
Salon dan Spa untuk Koleksi Premium di Pacific Place, Jakarta. Mamoko Bag & Shoes Spa, menawarkan konsep berbeda dari tempat perawatan lain yakni menggunakan teknologi nano coating berbahan dasar air. Teknologi ini memberi lapisan yang dapat meresap ke poripori setiap material sehingga tidak merusak lapisan luar tas tersebut. Dengan nano coating, tas juga bisa tahan terhadap air. Juga, ada treatment khusus seperti UV protection dan moisturizing sehingga warna tas bisa tahan lama atau tidak cepat memudar. “Selain itu ada color transfer sehingga tas yang terkena noda akan mudah dibersihkan,” katanya. Teknologi tersebut, juga dapat diterapkan disemua bahan seperti suede, kulit, kain, patern dan rubber.Tentang biaya perawatan, menurut Felin, mulai dari Rp 1 juta, tergantung dari tingkat kesulitan dan material barang. Ada sejumlah tips diberikan Felin kepada para pencinta tas premium. Salah satunya adalah jangan melap tas yang kotor dengan tisu basah. Memang menjadi salah satu kebiasaan bagi pemilik tas, ketika tas kotor atau basah,
awet. Baik tas yang sering maupun yang jarang digunakan, perawatan penting dilakukan. Salah satu yang paling sederhana dan bisa dilakukan sendiri adalah dengan melap tas-tas tersebut dengan cairan khusus tas yang bisa dibeli di tempat-tempat perawatan tas dan sepatu. “Yang juga penting dilakukan adalah selalu membungkus kembali tas-tas tersebut setelah kita gunakan dengan kain pembungkus tas. Jangan
lupa saat tidak digunakan, isi tas tersebut dengan bahan seperti kertas. Tujuannya agar bentuk tas tidak berubah,” katanya beberapa waktu lalu. Selain itu, usahakan kalau sedang menggunakan tas jangan mengisinya dengan barangbarang terlalu berat karena itu akan membuat kulit tas melar. “Kalau terlalu sering membawa barang berat di dalam tas, kulit bisa lebih melar dan kadang bentuk tas tidak seperti ketika kita membeli,” paparnya.
Sekolah Pelagi Dharma Nusantara (PDN) memang baru seumur jagung, namun sekolah satu atap (TK, SD, SMP) di bawah naungan Yayasan Pelangi Dharma Negara ini, sudah mampu menunjukkan taringnya. Tentu saja hal ini tak terlepas dari semangat para pendirinya beserta para guru dan staf untuk mencapai visi misi Sekolah PDN, menjadikan anak-anak didik yang cerdas berprestasi dan memiliki budi pekerti luhur.
Felin
langsung mengelapnya dengan tisu. Padahal kata Felin, hal itu bisa merusak barang. “Memang kalau sekali-dua kali dilakukan, hal (kerusakan) itu tidak langsung terlihat. Tapi kalau kita sering melakukannya maka lama kelamaan warnanya akan pudar. Kan sayang ya,” ucapnya. Yang terbaik menurutnya adalah dengan melapnya dengan kain basah, ini berguna untuk mencegah kotoran tidak meresap ke material tas. Tips sederhana juga diberikan desainer Andreas Odang. Menurutnya tas-tas koleksi harus dirawat dengan baik agar tetap
Ketua Yayasan Pelangi Dharma Negara, Drs. I Wayan Suaba, MBA.
P
elangi memiliki warnawarna yang indah. Itu pula yang menjadi semangat sekolah ini, yang membeda-bedakan anak bangsa baik dari suku, agama dan lainnya, untuk mendapatkan pendidikan yang layak. “Inilah swadharma kami pada negara, bersama-sama pemerintah turut mencerdaskan anak bangsa didukung dengan guru-guru pengajar yang profesional di bidangnya masing-masing,” ujar Ketua Yayasan Pelangi Dharma Negara, Drs. I Wayan Suaba, MBA. Pengusaha farmasi ini mengatakan, setelah dunia kesehatan, jalur pendidikan menjadi pilihannya untuk ngayah dan
Felin memperagakan menuangkan air ke tas
BIAYA PERAWATAN TAS HINGGA RATUSAN JUTA Soal pentingnya merawat tas yang berharga mahal, juga diakui oleh sejumlah selebriti yang selama ini dikenal sebagai kolektor tas. Bahkan, kata mereka, perawatan bukan hanya sekadar dilap dengan cairan khusus untuk kulit, melainkan dibawa ke salon khusus. Ya, tak heran, karena harga tas-tas tersebut selangit. Angel Lelga misalnya. Penyanyi dangdut yang juga gemar berbisnis ini, mengaku melakukan perawatan khusus untuk tas-tasnya. Tak tanggung-tanggung, dia membawa tas-tas branded yang berharga ratusan juta itu ke sebuah salon tas di Singapura. Soal biaya, mantan istri Rhima Irama ini, menolak menjawab namun katanya cukup lumayan. Tapi untuk tas-tas mahal miliknya, wanita cantik ini mengaku biaya perawatan yang dikeluarkannya cukup sepadan. Karena baginya, tas branded yang berharga mahal bukan hanya sekadar keperluan penunjang dirinya sebagai public figure tapi bernilai lebih dari itu. “Tas-tas ini adalah investasi saya. Kalau orang lain berinvestasi di tanah atau properti maka saya main di properti tas. Jadi bukan untuk gayagayaan saja tapi investasi,” ucap Angel yang memiliki ruangan khusus untuk tas-tasnya. Karenanya, dia pun tak sayang mengeluarkan biaya tak sedikit untuk merawat tas-tas tersebut. Hal yang sama juga dilakukan artis sinetron Ade Fitrie. Pemain sinentron ‘Suami-Suami Takut Istri’ ini bahkan mengaku pernah mengeluarkan biaya Rp 500 juta lebih untuk merawat sejumlah tasnya. “Untuk tas-tas koleksi aku melakukan perawatan khusus di salon dan spa khusus tas karena khawatir rusak. Kalau di tempat khusus, kan, mereka tahu yang terbaik harus dilakukan,” ungkapnya. Dulu, kata Ade, dia juga sempat melakukan perawatan tas-tas mahal itu di rumah. Itu karena dia memiliki asisten yang tahu merawat tas berkat ilmu yang didapatnya dari staf salon dan spa tas. Namun setelah asisten itu berhenti kerja, Ade tidak memiliki orang lain yang bisa melakukan hal yang sama. Akhirnya, daripada terjadi masalah terhadap tas-tas mahal itu, maka dia pun kembali menjadi pelanggan spa tas. (Diana Runtu)
3
Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN)
Cetak Siswa Cerdas Pintar dan Berbudi Pekerti Luhur
mendekatkan diri dengan masyarakat. Ikut membantu anak-anak yang tidak bisa diterima di sekolah negeri, untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dengan catatan tidak terlau membebani orangtuanya. Alasan yang paling menguatkannya adalah dunia pendidikan menjadi tempat kedua setelah keluarga, sebagai tempat pembentukan pondasi bagi karakter tunas bangsa. “Karena itulah, kami terus-menerus memotivasi para guru untuk benar-benar mengajar dan mendidik anak-anak kita untuk menjadikan mereka anak yang pintar cerdas berprestasi dan berbudi pekerti luhur. Supaya nantinya berguna untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa,” tegasnya. Wayan Suaba menambahkan, kalaupun nantinya si anak menjadi pegawai, jadilah pegawai yang sukses, jika jadi pengusaha jadilah pengusaha yang sukses dan baik, atau kalau pun jadi pemimpin jadilah pemimpin yang baik dan benar. “Itu yang akan membuat saya bangga. Artinya dia sukses dalam menata kehidupannya ,” ujarnya bersemangat. Cita-cita dan semangatnya inilah yang menjadi dasar pijakan Sekolah PDN untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan maupun sarana prasarana sekolah. “Cita-cita saya sederhana saja dan berharap ini bisa saya wariskan ke anak cucu agar bisa terus-menerus membantu masyarakat yang mau dididik dan belajar di sekolah kami. Semua aturan pemerintah dan kurikulum yang dianjurkan, kami taati. Kami juga tetap memotivasi para guru dan staf untuk bekerja sungguh-
Kunjungan Wali Kota Denpasar saat meninjau Sekolah Pelangi Dharma Nusantara
sungguh, tulus, jujur dan profesional sesuai dengan ilmu yang dimiliki dan sesuai tugas yang dibebankan di Sekolah PDN ini,” jelasnya. SEMUA ANAK PELANGI PINTAR Hal senada disampaikan Manajer Operasional Sekolah PDN I Wayan Dudik Mahendra, S.S. “Sekolah kami memang relatif baru, namun dari segi prestasi patut diperhitungkan. Kami sudah mengondisikan agar orangtua siswa tidak terlalu terbebani dengan biaya SPP, dan guru-guru kami juga mendapatkan gaji yang layak,” ujarnya. Semua itu diakuinya memerlukan pemikiran yang cukup panjang. Ke depannya dengan semakin lengkapnya
gedung dan sarana prasarana lain yang dimiliki, diharapkan sekolah ini makin mendapat tempat di hati masyarakat dan bisa menjadi sekolah swasta pilihan. Saat ini jumlah rata-rata siswa per kelas 20 orang. “Kami berharap ke depannya memenuhi target kuota maksimal 30 per kelas untuk tetap dapat menjaga kualitas proses belajar mengajar,” ujar Dudik. Selain itu, sekolah juga fokus kepada peningkatan kegiatan-kegiatan yang mampu mendorong anak-anak menunjukkan prestasi-prestasi individu. Juga, mendukung dan mendorong guruguru, dan kepala sekolah untuk bisa berkreativitas. Anak-anak tidak dikejar pintar di akademis saja, namun membuat setiap anak menunjukkan potensi
kelebihannya. Sehingga di sini tidak ada anak yang bodoh. Semua anak Pelangi pintar di bidangnya masing-masing. “Inilah tantangan ke depan kami, mempersiapkan anak-anak agar mampu beradaptasi dengan cepat dengan mengikuti perkembangan zaman tanpa harus kehilangan kebebasannya sebagai manusia. Yang saya sedihkan, sekarang ini sekolah cenderung menjadi tempat yang membuat anak-anak menjadi robot. Dari anak yang bebas merdeka, masuk ke sekolah jadi robot. Dibentuk secara paksa sesuai keinginan entah sekolah, dinas, atau siapa. Di Sekolah PDN tidak begitu, kami tetap mengikuti aturan tetapi kami mendorong anakanak untuk menampilkan kemampuan terbaiknya,” paparnya . –ten
Bentuk Karakter Anak sejak Dini Pembentukan karakter anak memang harus dibangun sejak dini. Demikian disampaikan Kepala Sekolah TK PDN Ni Putu Darmayanti, S.Pd. Ia mengatakan membangun kemandirian anak dilakukan mulai dari hal terkecil. “Mulai dari belajar memakai sepatu sendiri, makan sendiri, berani bertanya/ mengungkapkan sesuatu, hal inilah yang dikembangkan untuk anak,” ucapnya. Di PAUD dan TK PDN dijelaskannya tidak mengajarkan, tetapi mengenalkan calistung. Ada 5 sentra yang diterapkan di TK, yakni persiapan, peran, balok, otmus, dan sentra alam. Kelima sentra inilah yang diaplikasikan dalam mendidik anak-anak. Maya-demikian sapaan akrabnya, mengaku tak jarang ia justru belajar dari anak-anak. “Anak-anak sekarang kritis dan cepat menguasai IT. Karena itu, sering sekali apa yang disampaikan atau yang diminati anak, itulah yang kemudian kami kembangkan, sehingga pembelajaran
menjadi menyenangkan,” jelasnya. Anak-anak TK PDN ini pun telah menunjukkan prestasinya dengan menjuarai berbagai lomba, di antaranya Juara 1 lomba baca puisi se-gugus 5 (Jepun) Densel dan Juara 3 modeling. MULAI DARI DISIPLIN WAKTU Di SD pun, pendidikan berkarakter juga menjadi prioritas, agar anak-anak lebih mengenal dan memahami masalah budi pekerti, sopan santun serta tata cara berbicara dan bersikap . ”Kami sudah menerapkan itu, dari mengajar anak-anak berdisiplin waktu, melaksanakan ibadah, dan yang lainnya,” ujar Kepala Sekolah PDN Sunarlin, S.Pd. Tahun ini SD PDN menamatkan kelas 6 untuk pertamakalinya. Dan, sesegera mungkin akan ikut akreditasi yang segala sesuatunya sudah dipersiapkan. Meski demikian, di usia mudanya ini SD PDN sudah sarat prestasi. Juara 1 lomba
Ade Fitrie
Bukan hanya wajah dan tubuh saja yang perlu spa dan perawatan khusus supaya tetap cantik dan awet muda, tapi tas dan sepatu kesayangan pun memerlukan spa dan perawatan khusus agar tetap awet dan tampil seperti baru.
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
TK Pelangi mengunjungi Pabrik Teh Sosro.
mesatua Bali tingkat Kota Denpasar, Juara harapan 1 dalam lomba yang sama di tingkat provinsi, berhasil diraih. Yang kemudian siswi SD PDN ini berkesempatan tampil di PKB 2016. Salah seorang siswa juga berhasil menjadi Juara 3 Siswa Berprestasi di tingkat Kecamatan Densel tahun 2017. Di luar Porsenijar, beberapa siswa SD PDN juga sempat tampil di provinsi yang tergabung dalam klubnya masing-masing seperti klub sepak bola, silat, wushu. Sementara di tingkat SMP, juga tak mau kalah mengukir prestasi. Belum lama ini dua siswa SMP PDN (Haikal dan Devi) lolos Jambore tingkat Nasional di Bogor tahun 2016. Di bidang akademis, siswanya juga berhasil masuk babak final dalam Olimpiade Matematika tingkat Provinsi. Wakasek SMP PDN Pande Putu Agung Wirya Santana, S. Pd. menjelaskan di TK, SD, dan SMP yang satu atap ini memiliki satu kesatuan program
Bapak Ketua Yayasan PDN saat melepas siswa untuk mengikuti Jambore Nasional di Bogor
Juara I se-kota Denpasar dan Juara I PKB Mesatua Bali
yang berkesinambungan. “Di SMP, kami melanjutkan program. Guru, selain menjadi media mentransfer ilmu, juga mencari/mengembangkan potensi anak dan mengarahkannya ke ekskul yang menyangkut bakat dan potensinya. Disana mereka kami asah dan tempa,” ujarnya. Di bidang olah raga, mereka diarahkan berkompetisi dalam Porsenijar, dan di tim klub IPA, Kimia, ada Olympiade. Sistem pembelajaran mengutamakan moralitas, kedisiplinan, karena bagi sekolah ini, anak-anak harus memiliki pondasi yang kuat di mentalnya dulu, baru kemudian bisa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Dalam bidang akademik, ia mengatakan anak-anak juga dibekali dengan bahasabahasa asing, semisal Bahasa Jepang. Hal ini dikatakannya untuk membekali anak menghadapi tantangan global-
isasi, di samping juga meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan mempertahankan Bahasa Bali yang ditunjang oleh guru-guru yang berkompeten di bidangnya dan tersertifikasi. “Tantangan dunia pendidikan semakin ketat. Khususnya di SMP mereka diasah lagi untuk nantinya setelah keluar, mereka siap bersaing di dunia luar melawan tantangan globalisasi,” ujar Agung Wirya Santana yang dengan bangga memgatakan bahwa SMP PDN sukses mengantarkan 78 persen lulusannya masuk ke SMA negeri. Tahun ajaran 2017/2018, Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN) menerima pendafaran siswa baru. Untuk informasi lanjut, silakan berkunjung ke Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN) yang beralamat di Jln. Tukad Banyusari 107 Denpasar, Bali. Telepon 0361 2752968. –ten
4
Inspirasi
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Mandalika
21
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Kolonel Penerbang I Wayan Superman
Berawal dari Bali Post Liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan di Bali menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari kedatangan hingga keberangkatan menjadi topik pembicaraan. Nama Kolonel Penerbang I Wayan Superman pun ikut terkenal.
“K
a m i b e rtugas sesuai dengan protap. Pangkalan TNI-AU di Bandara Ngurah Rai tidak bekerja sendiri. Kami bersinergi dengan semua komponen baik militer maupun sipil. Kami bersyukur semua lancar dan bagi saya pribadi senang juga karena bisa salaman dengan Raja Salman,” ungkap Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Bandara Ngurah Rai ini disela-sela kunjungan ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Selasa (14/3). Ia pun menegaskan sebagai prajurit, dirinya siap untuk bekerja demi bangsa dan negara. Koordinasi dengan Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wirasatya, Danlanal Benoa, serta jajaran Polda Bali pun dilakukan. Sebagai Danlanud Ngurah Rai, ia juga berkoordinasi dengan pihak otoritas bandara serta pecinta olahraga udara. Hal ini berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Superman menuturkan dirinya menjadi tentara berawal dari kegalauan. Pria kelahiran Busungbiu, Buleleng itu tidak menyangka dirinya akan menduduki jabatan strategis. Saat kecil hingga remaja kerjannya ngarit (menyabit rumput), sepulang dari sekolah. Semua kesuksesan itu dia raih bersama temannya di Buleleng, tak lepas dari peran Bali Post. “Saya ungkapkan perjalanan
Kolonel Penerbang I Wayan Superman bersama Ny. Erika Dewi Hindaraini
I Wayan Superman
hidup saya dan Bali Post memang berjasa. Lulus SMA 1 Singaraja tahun 1989, saya tidak tahu mau ngapain. Ada teman ngajak jadi tentara setelah melihat pengumuman di Bali Post halaman 3. Begitu lihat pengumuman itu saya langsung klik dengan TNI Angkatan Udara. Syukurnya saya lulus jadi anggota TNI-AU,” ujar alumnus Akabri 1992 ini. Superman menuturkan kunci dari kesuksesan itu adalah menegakkan konsep Tri Kaya Parisuda dan Tat Twam Asi. “Artinya kita harus bisa berbicara, berpikir dan bertindak yang baik. Ini yang mengantar kita. Karena semua masalah, semuanya berasal dari diri kita. Kita harus percaya dengan karma. Jujur, keluarga saya tidak ada di TNI. Rahasianya adalah persiapan yang ekstra. Apalagi persaingan saat ini sangat ketat,” ungkap anak guru SD ini. Untuk menjadi seorang perwira yang andal, juga tak lepas
dari dunia pendidikan. Ia pun berharap generasi muda Bali, harus bertekad kuat, jika ingin meraih kesuksesan. “Fisik ini dibina oleh alam. Media itu banyak, ada fitnes, berlari dan lainnya. Namun bukan lari saja yang menentukan, tapi juga didukung oleh akademis. Makanya pemuda-pemudi Bali giatgiatlah belajar,” tegas suami Erika Dewi Hindaraini ini. Sebagai penerbang pesawat Hercules, pria kelahiran 1970 ini sudah mengantongi 6000 jam terbang. Baginya penerbang atau pilot itu profesi yang memerlukan kemampuan khusus. Terbang itu ibarat melawan kodrat alam karena aktivitas manusia lebih banyak di darat. Di sisi lain ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk membuat manuver di udara.
Dialog Khusus dengan Danlanud Ngurah Rai
Letkol Nav. Anton dan Kadispers Letkol Adm. Lukman Efendi juga mengajak Ketua Persatuan Istri Anggota (PIA) Ardhya Garini Cabang 5 Daerah 2 Lanud Ngurah Rai beserta anggotanya. “Kami ingin mengetahui lebih dekat bagaimana proses jurnalistik,” ujar Ny. Erika Dewi Hindaraini, Ketua PIA Ardhya Garini Lanud Ngurah Rai. Mereka pun diajak berkeliling untuk melihat proses editing di Bali TV, DenPost, Bisnis Bali, Tokoh, dan proses siaran di
radio Genta FM. Ny. Erika menuturkan selama ini masih ada yang belum mengenal PIA. “Saya pernah ikut kegiatan di Renon, panitia nanya, dari mana Bu. Saya jawab dari PIA. Ternyata dikira kami produsen pia yang banyak menjadi oleholeh. Karena itu, kami dari PIA Ardhya Garini Lanud Ngurah Rai berusaha untuk menyosialisasikan keberadaan kami,” ujar perempuan asal Bali yang lahir dan besar di Jawa ini. (Ngurah Budi)
Pasar Murah Sambut Nyepi Taman Mayura ramai dikunjungi di Jumat (17/3) lalu. Bukan hanya mereka yang berwisata di salah satu objek wisata yang berada di tengah Kota Mataram tersebut yang memenuhi areal parkir dan areal tengah taman wisata ini, melainkan ratus an pedagang dan pembeli yang turut memadatinya. Riuh rendah suasana belanja tampak dari stand-stand yang dibuka oleh puluhan distributor yang menjual bahan sembako dan lainnya di bawah harga standar.
SOSIALISASIKAN PIA Dalam kunjungan ke Gedung Pers Bali K.Nadha, Danlanud Ngurah Rai yang didampingi Kadisops
Kunjungan PIA Ardhya Garini Lanud Ngurah Rai ke ruang editing
“Saya ungkapkan perjalanan hidup saya dan Bali Post memang berjasa. Lulus SMA 1 Singaraja tahun 1989, saya tidak tahu mau ngapain. Ada teman ngajak jadi tentara setelah melihat pengumuman di Bali Post halaman 3. Begitu lihat pengumuman itu saya langsung klik dengan TNI Angkatan Udara. Syukurnya saya lulus jadi anggota TNI-AU”
Kunjungan Danlanud Ngurah Rai diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha
W
arga Kota Mataram hadir memadati Pasar Murah menyambut Hari Raya Nyepi yang kembali digelar oleh Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Mataram di Taman Mayura. Warga tampak menyambut antusias pasar murah ini karena harga jualnya memang berada di bawa standar harga distributor. Dua di antara ragam bahan pokok yang laris diserbu pembeli adalah cabe segar lokal dan telur yang dijual dengan harga masing-masing Rp 100.000 perkilogram dan Rp 29.000 per
trei. “Harga cabe lokal segar di pasar masih Rp 140.000150.000/ kilogram dan harga telur Rp 34.000-35.000/trei,” kata Murni, ibu rumah tangga yang tinggal di Cakranegara. Hari itu selain dari Lombok Utara, Lombok Timur melalui Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) juga mengirim setidaknya 70 kilogram cabe yang dijual sepanjang hari itu. Tentu saja, di tengah masih mahalnya harga cabe saat ini, cabe lokal dari PPI diserbu pembeli karena dijual dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasar. PPI juga membawa tiga kwintal gula yang dijual pada pasar murah ini. Menurut Muharram, Kepala
Gudang PPI yang berlokasi di Bengkel Cakranegara, harga jual cabe segar lokal sengaja diberikan untuk membantu masyarakat di Kota Mataram di tengah berbulan-bulan bertahan tingginya harga cabe. Pasar murah yang sedianya buka jam delapan pagi, rupanya telah diserbu warga sejak jam tujuh pagi. Pasar murah ini tidak membatasi jumlah distributor yang ikut berpartisipasi. Demikian juga dengan pembeli. “Siapa pun boleh hadir di sini dan boleh belanja ataupun menjualnya. Namun bagi yang menjual harga harus di bawah harga distributor,” ungkap Hj. Selly Andayani, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang turut hadir menyaksikan aktivitas pasar murah ini. Pasar murah ini dihajatkan sebagai testimoni bagi masyarakat bahwa sesungguhnya pemerintah dalam hal ini bidang perdagangan ada di tengah masyarakat. Bahwa harga pasar bisa dilakukan seperti halnya yang dihadirkan pada murah tersebut. “Ini sebagai upaya untuk terus melatih konsumen cerdas dalam berbelanja,” kata Selly. Tidak kurang dari 30 distributor, Usaha Kecil Menengah dan ritel modern hadir meramaikan pasar murah tersebut. Sejak Januari 2017, Dinas Perdagangan Provinsi Nusa
Tenggara Barat terbilang rajin menggelar pasar murah untuk menyeimbangkan harga-harga di pasaran. Pasar murah yang banyak mendapat respons positif dari masyarakat ini biasanya dilakukan di halaman Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Namun kali ini digelar dengan lebih banyak distributor dan di tempat yang lebih luas di Taman Mayura Kota Mataram. Taman Mayura dipilih sebagai tempat pasar murah ini lebih agar pembeli bisa lebih leluasa dan agar lebih banyak distributor yang bisa berpartisipasi. Selain itu juga karena pasar murah kali ini diadakan sekaligus untuk menyambut Hari Raya Nyepi, dimana Cakranegara terdapat banyak komunitas Hindu yang tinggal. Juga Taman Mayura terbilang ramai dikunjungi karena berada di tengah-tengah Kota Mataram. “Namun siapa pun bisa berbelanja di pasar murah ini dengan volume belanja yang tidak dibatasi,” kata Selly. Tidak hanya untuk menyambut Nyepi, pasar murah juga
Hj. Selly Andayani
pernah digelar saat perayaan Gong Ci Fa Chai beberapa waktu lalu. “Menjelang Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri nanti juga akan digelar pasar murah seperti ini,” ungkap Selly. Menurut Selly, ke depan diprediksi pasar murah seperti ini akan semakin ramai digelar mengingat Dinas Perdagangan kabupaten dan kota di NTB sudah berkomitmen untuk menggelar pasar murah seperti ini di kabupaten dan kota masing-masing di NTB. Yang menggembirakan pada pasar murah ini, hadir pula produk-produk lokal seperti gula Tambora yang diproduksi di pabrik gula yang berada di kawasan sekitar Gunung Tambora Dompu. Ada pula UKMUKM yang menjual produk lokal NTB seperti roti, camilan khas dan kerajinan dan lainnya. (Naniek I. Taufan)
20
Nine
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Inspirasi
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Rini Sundari
Ir. Husna nid iat y Nur din
5
Dalam Tubuh Sehat Awal dari Hobi Kain Perca Ada Jiwa Kuat I r.
H usnan idia ty
N u r din
Untuk meningkatkan prestasi olah raga Nusa Tenggara Barat, Ir. Husnanidiaty Nurdin, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Nusa Tenggara Barat, tidak hanya meningkatkan kualitas pelatihan para atlit melainkan juga melakukan perubahan pada pola dan cara pikir serta prilaku atlet bahkan mulai dari hal-hal yang paling sederhana.
K
ebersihan men- potensi olah raga daerah ini baik asrama PPLP Mataram, diajarjadi salah satu dari sisi cabang-cabang olah ra- kannya meningkatkan prestasi sorotan utama ganya, pembinaannya, para atlit, mulai dari hal-hal bersifat pribperempuan yang para pelatih hingga fasilitasnya. adi. Disiplin diterapkan agar biasa disapa Eni ini. Karena itu- Eni bahkan menebar semangat, para atlet paling telat pulang lah, ketika pertama kali dilantik menggaungkan prestasi olah ke asrama pukul 21.30 wita. untuk mengurus bidang ini, ia raga kepada semua pihak lewat Kegiatan makan yang tadinya langsung turun ke lapangan media sosialnya. dilakukan hanya sekadar saja, mengecek kondisi para atlet di Untuk itu, ia memulainya kini mereka telah makan berPusat Pengembangan dan Lati- dari hal-hal sederhana. Bahkan sama dengan cara yang layak han Pelajar (PPLP) Mataram. disiplin para atlet ditingkatkan setidaknya duduk bersama Hari itu, Eni menelusuri asrama namun penerapannya dimulai makan bersama di atas meja dan fasilitas pelatihan di PPLP dengan cara yang paling mudah dengan rapi. “Sesekali digelar tersebut dengan detil, mulai dan mungkin dilakukan. Ke- Yasinan dan doa bersama,” ujar dari kamar-kamar atlet hingga bersihan dan kerapian kamar- Eni yang juga sempat mengikuti halaman dan dapurnya. kamar atlet yang tadinya kurang kegiatan Yasinan dan doa ini. Kondisi kebersihan tem- baik, kini sudah mulai ditata. Kini yang tengah dipikirkanpat melahirkan serta menjaga Para atlet menjadi lebih peduli nya adalah bagaimana agar para prestasi para atlet ini me- pada kebutuhan kebersihan atlet yang tamat SMU masih mang memprihatinkan, halaman ini. terus bisa dibina dan mengikuti penuh tumpukan bekas material Selain soal pelatihan untuk meninbangunan yang tidak terpakai. kebersihan itu, gkatkan prestasi dan Demikian pula dengan kamar- 52 atlet yang tetap mewakili NTB. kamar dan fasilitas asrama kini menghuni Karena itulah ia sedang lainnya yang relatif kurang berupaya untuk bisa rapi dan bersih. Hari itu memiliki PPLM juga ia berkoordinasi den(Pusat Pengemgan pengurus asrama dan bangan dan Latistafnya agar bisa bekerja han Mahasiswa) sama dengan para atlet agar pembiuntuk membersih naan para atlit kan dan merapikan tidak terputus. seluruh areal PPLP Mereka inilah tersebut. Dan ia yang menusempat turun ikut rutnya selama bersih-bersih. “Di ini diambil dalam tubuh yang oleh provinsi sehat ada jiwa lain lalu meyang kuat,” ungwakili provinsi kapnya. lain dan berBukan hanprestasi untuk ya itu, Eni juga provinsi lain. berkeliling ke ka“Itu sebabnya bupaten dan kota atlet kita akhdi NTB untuk irnya bisa dimengecek semua ambil provinsi hal menyangkut lain, mewakili kepemudaan dan provinsi lain khususnya lagi olah dan berraga. Ia mendata prestasi untuk Ir. Husnanidiaty Nurdin bersama para atlit NTB langsung potensiprovinsi lain.
Kegiatan koordinasi dengan bidang pemuda dan olah raga di kabupaten kota di NTB
Karena itulah harus diupayakan adanya keberlanjutan pembinaan yang serius untuk meningkatkan prestasi para atlet NTB,” katanya. Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah atlet yang didegradasi dan tidak bisa melanjutkan pelatihan. Jika selama ini, para atlet yang didegradasi menurutnya biasanya dipulangkan begitu saja. “Dikasih uang lalu dipulangkan dengan cara begitu saja,” ujarnya. Tapi d i m a s a kep em i mp i n a n n ya ini, Eni lebih memperhatikan mereka dengan cara yang lebih membuat mereka merasa dihargai. Para atlet yang didegradasi dipulangkan juga dengan disertai surat resmi untuk dikembalikan kepada orang tuanya. Selain itu pihaknya juga membantu mencarikan sekolah untuk kelanjutan pendidikan mereka.
Bersama para atlit di salah satu fasilitas olah raga di Mataram
Hal lain yang kini menjadi salah satu konsentrasinya adalah mencari bibit-bibit atlet. Maka tidak heran ia kerap ‘bertanya sana sini’, membuka mata dan telinganya untuk dapat ‘menjaring’ bibit-bibit atlet. Ia harus ekstra rajin untuk hal ini karena menurutnya tidak mudah menemukan orang yang mau menjadi atlet dan apalagi untuk berprestasi karena membutuhkan kerja keras dan kedisplinan yang tinggi. Namun ia terus berupaya keras untuk itu. Semua itu dilakukan Eni untuk meningkatkan prestasi olah raga NTB. Apa yang dilakukannya ini sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya diperlukan kemauan dan kerja lebih keras untuk bisa mewujudkannya. Baginya, anggaran untuk pembinaan dan pengembangan itu memang penting namun ada hal-hal yang tidak perlu harus memiliki anggaran yang lebih untuk dapat mengubahnya menjadi lebih baik. Karena tidak semua harus diselesaikan dengan anggaran. Contohnya soal kebersihan dan kerapian serta kedisiplinan yang sederhana. Hanya diperlukan manajemen yang tepat maka itu bisa dilakukan. Menurutnya anggaran hari ini dan kemarin sama, tapi PPLP Mataram hari ini bisa bersih dan rapi. “Semua karena kerjasama yang baik dan ada kemauan untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya. (Naniek I. Taufan)
Rini Sundari tidak menyangka kegiatan isengnya dalam mengisi waktu luang di rumah ternyata bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan. Betapa tidak, kegiatan pengisi waktu luang itu telah mendatangkan penghasilan puluhan juta rupiah per-bulan, padahal modal awalnya hanya Rp 5 jutaan.
“B
isnis ini sudah berjalan empat tahun, hasilnya lumayan. Padahal dipasarkannya hanya lewat pameran-pameran dan media sosial. Banyak pembeli dari luar Jawa justru melihat dan membeli produk kami lewat medsos,” ungkap Rini yang produk sulam kain percanya sudah sampai ke mancanegara seperti Filipina, Thailand dan Malaysia. Malam itu, Rini yang ditemui di hari terakhir pameran Telkom Craft tampak ceria. Wanita cantik ini mengaku senang karena sebagian besar produknya laku terjual seperti mukenah, tas, sandal, payung, bunga, dll. “Alhamdulilah hasilnya bagus banget. Saya bawa banyak item
tapi kebanyakan sudah laku. Ini tinggal sisa-sisanya beberapa saja,” ujar wanita bernama lengkap Rini Sundari Nur Annisa dengan wajah berseri sembari menunjuk rakrak kosong yang sebelumnya diisi dengan aneka produk kerajinan berhias sulaman. “Tasikmalaya kan terkenal dengan payung berlukisan. Nah oleh saya, payung itu saya tambah sulaman, hasilnya cantik dan banyak yang suka. Saya juga bawa banyak sandal kreatif. Kalau di Tasik sandal itu disebut kelom. Nah kelom itu saya kreasikan dengan sulam perca. Alhamdulilah, semuanya habis terjual,” tambahnya. Ibu tiga anak ini bercerita awalnya tidak ada niatnya untuk berbisnis pernak-pernik sulaman kain perca karena ia menekuni kegiatan itu hanya lah hobi semata untuk mengisi waktu luang karena anak-anaknya sudah mulai masuk SD. Menyulam itu, kata Rini, mengasyikkan apalagi ketika mendapat ide-ide baru untuk diaplikasikan. Bertahun-tahun Rini menekuni
hobinya itu, dan sudah banyak produk yang dihasilkan. Semuanya untuk dipakai sendiri olehnya atau keluarganya. Sebagian digunakannya untuk hadiah pada temanteman dan kerabat. “Dulu itu saya suka bikin tas dengan hiasan sulam perca untuk anak-anak ketika mereka TK. Ternyata banyak teman (orangtua murid) senang dan mereka meminta saya untuk membuatkan. Begitu juga mukenah, karena anak saya harus bawa mukenah ke sekolah. Teman-teman juga suka dan memesan. Jadi awalnya hanya sebatas itu. Saya belum terpikir untuk sengaja membuat dan menjual,” paparnya. Barulah setelah suaminya mendorongnya untuk sekaligus terjun ke bisnis sulam perca, Rini pun
tergerak. “Ya kenapa tidak. Kata suami saya, dari pada kumpulkumpul tak jelas, lebih baik saya melakukan sesuatu dengan kegiatan sulam perca saya.” “Saya didorong untuk membuat produk lebih variatif dan itemnya banyak kemudian ditawarkan ke temanteman. Saya pikir benar juga ide itu, maka saya pun mulai memproduksi lebih banyak dengan item lebih variatif. Ternyata sambutannya bagus sekali dan itu membuat saya semakin semangat menekuni sulam kain perca,” paparnya tentang awal mula terjun ke bisnis pernak pernik sulam perca. Persisnya, kata Rini, bisnis ini diluncurkan pada 2013 dengan label ‘Katumbiri’ Sulam Kain Perca. “Kenapa bernama
Rini Sundari, pengusaha pernak-pernik sulam perca dari Tasikmalaya, Jawa Barat
‘Katumbiri’? Itu adalah bahasa Sunda yang artinya pelangi. Sulam kain perca warna-warni ini ibarat pelangi yang indah,” ungkapnya tentang merk produknya. Usia bisnis ini memang belum lama belum lagi genap empat tahun, namun katanya hasil didapatnya sudah jauh dari lumayan. Padahal kalau mau dibilang cukup banyak pengusaha yang ‘main’ di bidang ini. Persaingan ketat. Tapi berkat kreativitas dan selalu berinovasi, ia tetap bertahan. “Saya punya sejumlah produk unggulan, salah satunya adalah mukenah, baju, tas dan sandal. Item-item itu cukup banyak peminatnya,” kata Rini. Persaingan ketat, tambahnya lagi, adalah hal biasa dalam berusaha. Toh, katanya, ada banyak pelanggannya yang tetap setia pada produknya. “Mereka bolak-balik pesan ke saya, itu kan karena mereka suka produk dan kualitasnya,” ucap Rini yang terus berupaya menghadirkan desain-desain baru untuk produknya. Dibantu sang adik yang juga mempunya hobi yang sama, Rini mencari terobosan pemasaran untuk produknya. Salah satunya adalah lewat rajin berpameran entah pada event-event bazar atar
Rini Sundari bersama suami
pameran skala besar, termasuk mengikuti pameran kerajinan terbesar di Indonesia yakni Inacraft di Jakarta. “Di event-event pameran adalah kesempatan mengenalkan produk juga menyebarkan kartu nama. Biasanya setelah pameran ada saja calon-calon pembeli menelpon,” katanya. Di luar itu, produknya juga gencar dipasarkan lewat media sosial. MEDSOS EFEKTIF UNTUK PEMASARAN Menurut Rini, memasarkan lewat medsos terbukti sangatlah efektif karena media sosial menjangkau area yang luas dan tak terbatas. Semua orang dari manapun di Indonesia bahkan dunia bisa mengakses lewat medsos. Kekuatan medsos yang luar biasa ini sangatlah membantu bagi dirinya juga pengusaha kecil lainnya dalam memasarkan produk. “Saya mendapat banyak buyer lewat medsos,” kata Rini sembari menyebut sang adik lah yang lebih fokus pada pemasaran sedang dirinya lebih ke produksi termasuk soal desain. Saat ini, kata Rini, dia bukan saja menangani bisnis sulam kain perca tapi
juga membuka kursus menyulam kain perca di rumahnya. Kursus yang diperuntukkan bagi warga di lingkungannya itu gratis alias tidak memungut biaya kursus. Dengan begitu para ibu-ibu yang ingin memiliki kegiatan pengisi waktu luang lewat menyulam bisa belajar di tempatnya. Kegiatan tersebut juga merupakan kegiatan pemberdayaan bagi para ibu rumah tangga yang ingin mendapat penghasilan lebih. Mereka juga bisa membantunya ketika orderan sedang membajir. Jadi, katanya menceritakan sebuah pengalamannya, suatu ketika ia diminta membuat goodie bag dalam jumlah yang cukup banyak untuk sebuah event yang dihadiri oleh peserta dari dalam mapun luar negeri seperti Korea, Thailand, Malaysia. Karena waktunya yang terbatas sementara pesanan dalam jumlah banyak harus segera siap maka dia pun mengerahkan para ibu peserta kursus yang telah mampu menyulam dengan baik untuk ikut membantu. “Alhamdulilah semuanya berjalan baik, ibu-ibu yang telah terdidik menyulam juga karyanya bagus-bagus. Waktu itu goodie bag kami terbuat dari tikar mendong ,” kata Rini yang kini memiliki sembilan orang pekerja tetap. Harga berbagai jenis produk yang dijualnya, relatif tidak mahal hanya beberapa ratus ribu saja. “Yang paling mahal hanya berharga Rp500 ribu. Harga ditentukan tingkat kesulitan pengerjaannya juga banyaknya sulaman dalam sebuah produk,” katanya. Meski harga relatif tidak mahal, lanjut Rini, dia tetap berupaya mempertahankan kualitas produk di antaranya lewat pemilihan material. Bahan mukenah misalnya, dia lebih suka memilih menggunakan katun jepang yang dikenal adem dan awet (tahan lama). Sedang tas, ia membuat berbagai kombinasi agar lebih variatif di antaranya tas yang dikombinasi dengan tikar bermotif unik. “Di Tasik ada produsen tikar mendong yang punya motif unikunik jadi tinggal menyesuaikan saja. Tapi kalau saya mau motif sendiri itu juga bisa dibuatkan,” ucap Rini yang pernah menjadi juara tiga sebuah event craft unggulan berkat tas kombinasi jeans-tikar mendong yang dibuatnya. Sebagaimana diketahui, Tasikmalaya Jawa Barat terkenal dengan berbagai kerajinan kreatif, salah satunya adalah tikar mendong. Boleh dibilang kota Tasikmalaya merupakan sentra kerajinan tikar mendong yang kemudian dipasok ke seluruh daerah di Indonesia. Tikar mendong sendiri merupakan tikar dengan bahan dasar daun mendong. Nah oleh banyak pengusaha kerajinan, seperti halnya Rini Sundari, tikar mendong ini juga dijadikan bahan kombinasi aneka produk. Hasilnya cantik danunik. (Diana Runtu)
6
Woman on Top
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Masih banyak yang belum tahu, bahwa kawasan Kaldera Gunung Batur saat ini sudah menjadi bagian UNESCO Global Geopark Network. Memperoleh status ini tentu tidaklah mudah. Karena itu, dua sosok perempuan asal Kintamin ini, ingin lebih banyak lagi wisatawan mengenal Kintamani. Tidak hanya keindahan alamnya tapi kawasan Gunung Batur yang menyim pan sejarah geologis sejak puluhan ribu tahun silam.
Ayu dan Onik
Membuka Cakrawala Baru
K
edua perempuan ini berharap dengan mengenal Kintamani, masyarakat sekitar maupun wisatawan bisa menyayangi sekaligus ikut menjaga kebersihan dan keberlangsungan kawasannya. Bukan hanya itu, mereka juga ingin menyadarkan generasi muda lokal, betapa kayanya alam dan budaya Desa Batur, Kintamani.
camping ground
Salah satu inovasi yang sudah digarap yakni Toya Devasya, dengan fasilitas dan produk yang berlatarbelakang keindahan alam Kintamani, hingga menjadi sangat menarik untuk dikunjungi. Langkah yang luar biasa untuk membangun desa ini dilakukan keduanya dengan tulus, terbukti saat mereka masuk di jajajaran pengurus area wisata Toya Devasya. Lantas siapa sesungguhnya dua sosok perempuan Bali ini? Apa saja yang dilakukan untuk membangun desanya? Perempuan pertama adalah Putu Astiti Saraswati, lulusan Monash University, Melbourne – Australia, biasa disapa Ayu. Menurutnya kembali
adventure trekking
ke Bali dan berkarya di desa, tidak terbayangkan sebelumnya. Semula ia berkarier di HSBC, berlanjut dengan usaha bidang travel agent. Saat itu Ayu baru memiliki seorang anak. Ketika Toya Devasya ekspansi membangun villa dan mengharuskannya cukup lama bolak - balik Jakarta – Bali, hingga ia memiliki dua orang anak, akhirnya memutuskan menetap di Bali. Begitu juga dengan perempuan kedua, Ni PutuYuni Dianita, akrab dipanggil Onik sempat tinggal di New Zealand selama 3.5 tahun dan hampir menetap di sana. Rupanya, setelah bertemu dengan sang suami yang sekam pung via facebook semua berubah. Menurut Onik, awalnya ia hanya ingin pulang satu bulan dan kembali ke
New Zealand mengurus surat permanent resident. Namun, semua sudah diatur oleh Tuhan, seminggu kemudian Onik dilamar dan 3 bulan berikutnya menikah. Sejauh ini Onik menyatakan sangat menikmati menjalankan adat istiadat seperti mebanjar dan kebersamaan dengan keluarganya. Ayu mengatakan bekerja di Toya Devasya di desanya, Kintamani, benar-benar membuka dunia dan cakrawala baru. Selain pekerjaannya, lingkungannya juga jauh berbeda daripada tempat kerja sebelumnya yang highly regulated dengan sistem yang terbentuk dengan baik. Yang dihadapi Ayu di Toya Devasya, bukan hanya belum terbiasa dengan sistem, tetapi belum mengenal perencanaan keuangan, pengembangan diri apalagi pengembangan karier. Hal ini diakuinya membuat agak sulit di awal, bagaimana ia harus memotivasi karyawan untuk bekerja tidak hanya sebatas mencari nafkah tapi demi pengembangan dirinya. Onik juga demikian, katanya keadaan di desa tentu sangat berbeda dengan kondisi New Zealand. Di sana kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangatlah tinggi, sampah dikelola dengan baik, penggunaan plastik sangat minim dan seperlunya saja.
Di New Zealand orangnya menjunjung tinggi lingkungan hidup dan kepentingan alam. Di desa, katanya masih kurang kesadaran akan nutrisi anak karena kebanyakan makanan mengandung pengawet, makanan instan serta banyak nya penggunaan plastik. Jadi, lanjut Onik kenapa tidak, ikut memberikan andil di desa melalui bidang kerja yang mereka lakoni saat ini. DESA YANG UNIK Ketika bicara keistimewaan Desa Kintamani dan Toya Devasya , Ayu dan Onik pun memaparkannya sangat antusias. Betapa , Kintamani, meski Bangli satu-satunya kabupaten tanpa pantai, tapi memiliki kawasan kaldera Gunung Batur dengan pemandangan luar biasa indah dan hawa yang sejuk. Perbedaan ini, menjadikan Kintamani unik. Apalagi sejarah budayanya memiliki keterikatan dengan Tiongkok akibat pernikahan Raja Jayapangus dengan Kang Cing Wei, telah memberi warna perpaduan budaya Bali dan Tiongkok. Hal ini pun bisa dilihat adanya Konco di Pura-Pura di Kintamani.
Onik juga menambakan kalau pada 20 September 2012, UNESCO menetapkan Batur Caldera sebagai Global Geopark pertama di Indonesia. Di samping memiliki alam yang indah, udara segar, budaya lokal unik seperti Trunyan, juga ada hasil bumi yang berkelas, mulai jeruk , tamarillo, kopi Arabica hingga anjing Kintamani begitu juga saat menujuToya Devasya, lanjut Onik kita akan melintasi uniknya batu lava Gunung Batur, tenangnya Danau Batur dan istimewanya hot spring yang tidak berbau dan tidak berwarna di Toya Devasya. Natural hot spring ini kaya akan mineral yang terbukti sangat bangus untuk relaksasi, melemaskan otot serta membantu menyembuhkan masalah kulit. Toya Devasya lanjut Ayu juga memiliki fasilitas yang lengkap, ada The Ayu Kintamani Villas dilengkapi kolam air panas natural private pertama di Bali. Di Toya Devasya pun kita bisa mencoba makanan khas lokal melalui 3 restoran, baik yang indoor maupun outdoor. Disamping pengunjung bisa memilih menikmati camping ground dengan aktivitas adventure seperti cycling, trekking, kayaking, VW tours, Jeep Tours. Soal SDM, Onik melihat masih banyak yang harus dibenahi melalui training atau pelatihan kerja, terkait urusan service, bahasa, grooming, kebersihan juga disiplin kerja serta menanamkan pentingnya mencintai pekerjaan. Ayu pun sependapat, dan bakal melakukan pembenahan SDM khususnya di Toya Devasya . Sebab diakui, SDM merupakan aset apalagi di industri jasa. Kenyamanan pelayanan dan kepuasan pelanggan di era service oriented ini berada di tangan SDM. Untuk itu, porsi pelatihan dan program pengembangan karyawan menjadi prioritas. Sedangkan menanggapi kesan kalau ke Toya Devasya itu mahal, Ayu angkat bicara dan menyatakan jika apa yang ditawarkan Toya Devasya kepada wisatawan lokal maupun asing sepadan dengan experience yang diberikan. “Toya Devasya memiliki kolam renang air panas alami di pinggir danau terpanjang di dunia yang berlokasi di dalam sebuah kaldera. Bayangkan berendam di dalam kaldera suatu gunung, tentunya ini akan menjadi experience yang berbeda,” ujar Ayu. “Menyaksikan panorama yang spektakuler serta fasilitas lengkap dengan 7 kolam air panas alami dan salah satunya adalah kolam air panas terpanjang , genah pengelukatan serta sensasi Ayurvedic Spa, pastinya luar biasa, ” tandas Onik. (Sri Ardhini)
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Menjadi enterpeneur kini bukan hal yang asing bagi kalangan pemuda. Saat ini, banyak remaja yang mulai melakukan berbagai macam usaha, dimana mereka berpikir wirausaha bisa menghasilkan lebih banyak uang daripada bekerja kantoran.
Coklat Custom Ritama
Makin Lucu makin Menarik
B
isnis coklat ternyata memang semanis rasanya. Siapa yang tak suka coklat ? hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua pasti suka. Hal itu tentu akan menjadi peluang yang menguntungkan untuk berbisnis. Apalagi, mendirikan usaha coklat tak memerlukan modal awal yang besar. Rima Lacida memilih coklat sebagai bentuk usahanya. Dalam menjalankan bisnis coklat ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya, keterampilan berkomunikasi sangat dianjurkan untuk bisa menawarkan produk ke konsumen. “Suplai harus ke semua cabang dan harus rutin update,” ujarnya. Meski begitu, penjualan bisa dilakukan dengan sistem konsinyasi atau beli putus. Keduanya, perlu melakukan variasi dengan menghadirkan berbagai bentuk-bentuk unik. Semakin lucu bentuknya pasti akan menarik pelanggan untuk membeli coklat custom, terutama anak-anak. Nama ‘Ritama’ sengaja digunakan sebagai brand dari produknya. Ritama diambil dari gabungan nama adiknya. Coklat Custom Ritama berdiri sejak 2014, untuk memulai bisnis coklat ini, tak memerlukan modal yang besar. Dana awal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku coklat. “Kejelian mencari bahan baku berkualitas dengan harga murah diperlukan untuk menekan biaya produksi yang
akhirnya berimbas pada harga jual yang kompetitif,” ungkap wanita 22 tahun itu. Modal awal yang ia gunakan sekitar Rp 2 juta, karena pada saat itu Coklat Custom Ritama belum memiliki toko. Dia mengunakan cara made by order. Wanita yang hobi merias ini, menjelaskan, berdirinya Coklat Custom Ritama diawali oleh ibundanya, yang tak pernah berhenti mencari hal-hal baru.
Pasarkan Cake dengan Desain Menarik kan dalam memesan diterapkan oleh wanita berusia 25 tahun ini, dengan cara menyantumkan tampilan kue beserta harganya di akun instagram @ade_cookies. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak repot harus datang untuk memesannya. Syarat order pun dijelaskan dengan rinci dan potretan
Ade Risna Anggraini
Usaha kuliner cookies dan cake ini mendapatkan respons baik dari masyarakat. Ade pun selalu semangat menjalankan usahanya selama dua tahun ini. Ia pun mengikuti alur globalisasi yang semakin canggih. Wanita kelahiran 1 Desember ini, memilih berbisnis dengan cara online untuk pemasarannya. Selain itu, upaya untuk memudah-
Alasan perempuan yang berstatus mahasiswa semester 8 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini mendirikan usaha coklat custom, karena dulu di kota pudak penjual coklat masih jarang. Tetapi, sekarang sudah banyak yang menjual coklat dengan harga mahal. Rima mengaku, coklat custom sendiri dibandrol setiap boxnya. Paling murah 3 skat dengan harga Rp 10.000. Prinsip usahanya, dapat laba sedikit bukan masalah, yang penting usaha coklat customya bisa terkenal di Indonesia. Pada waktu valentine, orderan yang ia terima banyak dan meningkat sampai 50%. Untuk masalah omzet, kalau hari biasa ia bisa mengantongi Rp 5 juta perbulan, tetapi kalau valentine atau lebaran bisa sampai Rp 15 juta perbulannya. Dunia bisnis ku-
liner semakin ketat, tetapi tak menjadikannya putus asa. Ia memiliki cara tersendiri untuk mengatasi persaingan. Yakni, melayani customer itu dengan apa yang diinginkan serta selalu update model-model baru. Setiap menjalankan usaha pasti menemui yang namanya kendala. “Untuk masalah kendala, rawan kirim jauh. Misal, dikirim lewat salah satu ekspedisi kita takut leleh, takut rusak, penyok,” ujar Rima sambil tersenyum. Untuk Coklat Custom sendiri menggunakan bahan lokal asli Indonesia, yang mudah didapat di swalayan. Wanita kelahiran 9 Juni 1995 ini, berharap agar usaha Coklat Custom Ritama bisa membuka cabang-cabang di seluruh Indonesia. Serta ingin membuat rumah coklat yang pajangannya tak biasa, tapi bisa untuk privat anak-anak. (Fiqhy Farizh Ferdiansah)
gambar desain sesuai dengan hasilnya. Dalam pemasaran produknya, Ade, dibantu dengan adik perempuannya, Rike Verlita Sari, yang saat ini kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) jurusan Komputer Multimedia, semester 6. “Selain mengikuti zaman, dua tahun yang lalu itu saya masih kuliah dan merintis dari nol. Jadi saya memilih home industry karena waktu itu memang sibuk dengan kuliah,” jelas wanita berkulit putih ini. Ia mengaku modal yang dikeluarkan tidak banyak, karena peralatan sudah tersedia sejak berjualan dengan ibunya. Hanya saja menyiapkan bahan- bahan pembuatan cake dan cookies. Standar harga sesuai ukuran dan
tingkat kesulitan menghias yang diinginkan oleh customer, seperti gambar karakter boneka dan logo bola sekitar Rp 50.000 sampai Rp 150.000, sedangkan untuk wedding cake dibanderol mulai Rp 150.000 hingga Rp 300.000. “Harapan kami, semoga usaha ini semakin lancar. Kalau ada tambahan modal ingin membuka toko sendiri, apalagi sekarang persaingan semakin ketat jadi lebih mengarah bagaimana kita pintar mengolah produk – produk dan juga pemasarannya,” ujar Ade. (Putri Ardiashari)
Seiring berjalannya waktu, banyak permintaan konsumen untuk mengeluarkan bentuk-bentuk coklat yang unik dan lucu. Pada 2014-2015, ia hanya menjual khusus hari valentine dan lebaran. Tetapi, mulai 2016 ia open order untuk setiap harinya. Tak hanya untuk hari valentine, Coklat Custom Ritama juga menerima pesanan buat souvenir pernikahan bahkan hadiah ulang tahun.
“Ade Cookies”
Membuat desain cake yang elegan, tentunya tak mudah dilakukan tanpa mempunyai keahlian yang dimiliki sejak dini. Kreatif dan inovatif selalu diterapkan oleh pemilik dari “Ade Cookies”, Ade Risna Anggraini, yang berhasil memperkenalkan produk – produk makanan khususnya kue dengan hiasan asli olahan tangannya yang unik dan menarik. Awalnya, wanita asal kota Gresik ini, memulai usahanya dengan menjual sejenis makanan dan minuman bersama ibunya, Endang Puji Ningsih, sejak 2015. Mereka mempunyai hobi yang sama yakni memasak. “Waktu itu saya masih kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Fakultas Pendidikan Tata Boga, yang sesuai dengan hobi saya,” kata wanita kelahiran tahun 1992 ini. Seiring berjalannya waktu, munculah keinginan untuk memperluas usahanya yang dijalani bersama ibunya dulu dengan menciptakan berbagai macam cookies atau sejenis kue kering untuk Lebaran dan hajatan melalui pemesanan atau order dari konsumen. Akhirnya, sesuai dengan nama pangggilannya, Ade, memberikan nama “Ade Cookies” untuk usaha kulinernya dengan sistem open order online.
19
18
Life Story
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
HUT Kota Singaraja ke - 413
Libatkan Generasi Muda
Wakil Bupati Nyoman Sutijdra menyerahkan bantuan dari pembaca Harian Bali Post kepada korban bencana di Lingkungan Banyuning Utara
KMB Serahkan Bantuan pada Korban Bencana di Banyuning Utara Cuaca buruk yang melanda beberapa daerah di Bali mengakibatkan bencana yang tidak dapat dihindari. Bencana alam yang menimpa sejumlah kawasan di Kabupaten Buleleng beberapa waktu lalu tentu menyisakan luka yang mendalam bagi para korbannya. Sanak saudara, harta benda, bahkan rumah harus mereka relakan habis tak tersisa.
S
eperti yang terjadi di kawasan Banyuning Utara Lingkungan Kubujati Buleleng sejumlah masyarakat yang rumahnya ikut tergerus pasca banjir bandang sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah tidak terkecuali pula masyarakat. Bencana banjir yang mengakibatkan kerugian material ini mengundang keperihatinan banyak pihak. Melalui kepedulian masyarakat sebagai pembaca Koran Harian Bali Post, Kelompok Media Bali Post (KMB) menyalurkan bantuan kepada masyarakat setempat. Kelompok Me-
dia Bali Post melaksanakan kunjungan untuk menyerahkan sumbangan dari pembaca Bali Post berupa uang tunai dan sembako. Warga yang menerima bantuan sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) di antaranya 9 KK dengan rumah rusak ringan dan 8 KK dengan rumah rusak berat. Kegiatan penyerahan sumbangan pembaca oleh Kelompok Media Bali Post (KMB) dalam hal ini diserahkan oleh Redaktur Pelaksana Bali Post Wayan Dira Arsana kepada Wakil Bupati Buleleng , dr. I Nyoman Sutjidra ,Sp.OG., Selasa (14/03) di Wantilan banjar adat Lingkungan Kubu Jati. Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari BPBD, Dinas Perkimta, Dinas Sosial, Lurah Banyuning Utara Nyoman Sutata, Camat Buleleng Dewa Made Ardika, Ketua Lingkungan Banyuning Utara Jro Koming, Kepala Lingkungan Banyuning Tengah Ketut Agus Astika, Bhabinkabtimas dan seluruh lapisan masyarakat di Banyuning Utara. Menurut Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sudjitra ,Sp.OG seusai menyerahkan bantuan dari KMB dan meninjau langsung lokasi bencana mengucapkan terimakasi kepada KMB atas kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana. “Kami
mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Kelompok Media Bali Post dan seluruh pembaca Bali Post atas perhatiannya telah menyumbangkan dananya untuk masyarakat kami yang terdampak bencana akibat cuaca buruk beberapa waktu lalu,” ucapnya. Pihaknya juga menyambut baik terkait upaya warga yang turut menormalisasi dan yang bersedia menyumbangkan lahannya untuk merevetment bantaran sungai. Berkaca dari kejadian tersebut pihaknya berharap masyarakat turut menjaga daerah aliran sungai dan tidak membuang sampah di sungai. Sementara itu menurut Wayan Candri salah seorang warga yang mendapat bantuan mengatakan bantuan yang diterimanya dari KMB akan ia pergunakan untuk membangun rumah kembali agar memiliki tempat tinggal, mengingat hingga kini pihaknya masih tinggal di posko penggungsian (balai masyrakat-red). Hal senada juga diungkapkan Kadek Sridana salah seorang warga yang terdampak cuaca buruk mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pembaca Bali Post atas bantuan yang diberikan kepada dirinya dan warga yang lainnya yang juga menjadi korban bencana alam. (Wiwin Meliana)
Menyambut dan menyongsong HUT Kota Singaraja ke- 413 pada 30 Maret 2017 nanti, berbagai kegiatan telah disiapkan. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pihak panitia induk dengan menggandeng beberapa dinas terkait dalam melaksanakan kegiatan dengan konsep cukup berbeda di tahun sebelumnya. Menurut Asisten III Pemkab Buleleng Drs. Ketut Asta Semadi dalam jumpa persnya Senin (13/3) siang mengatakan ada beberapa hal yang dikemas berbeda dari perayaan sebelumnya, di antaranya jenis kegiatan, pihak yang dilibatkan, dan dari segi pembiayaan. Dipercaya sebagai Ketua Panitia Perayaan HUT tahun ini, Asta Semadi menambahkan dari berbagai jenis kegiatan yang dilakukan, beberapa kegiatan akan melibatkan generasi muda di Buleleng untuk menambah kreatifitas dari generasi muda sebagai rasa memiliki Kota Singaraja. “Untuk tahun ini kami berupaya untuk mengakomodir segala kegiatan yang tidak hanya terbatas antar OPD saja, bahkan ada kegiatan pesta Puisi dan Sastra yang akan melibatkan anak-anak muda secara umum,” jelasnya. Kegiatan tersebut tambahnya, merupakan kegiatan tambahan dari kegiatan inti yaitu apel bendera, ziarah kemakam pahlawan, dan malam resepsi di rumah jabatan Bupati. Dalam rangka memeriahkan HUT yang mengusung tema Singaraja di Hatiku, pendanaan akan difokuskan pada masing-masing OPD. “Tahun sebelumnya anggaran terpusat di pemerintahan, namun untuk mempercepat kami bekerja sama dengan masing-masing OPD untuk menghindari hambatan
dari regulasi,” tambahnya. Pihaknya juga mengungkapkan, beberapa kegiatan di kalender HUT terpaksa harus diundur dikarenakan hari raya yang menumpuk. Hiburan Rakyat atau Pekan Apresiasi Seni yang seharusnya dilakukan di bulan maret diundur pelaksanaannya pada April yakni 17 sampai dengan 25 April 2017 dengan berbagai kegiatan yang dipusatkan di Bhuwana Patra Singaraja. “Juga dilaksanakan parade kebudayaan dengan melibatkan sembilan kecamatan yang ada di Buleleng dengan menampilkan potensi yang ada diwilayah kecamatan tersebut dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di kecamatan tersebut,” tegasnya. Hal senada juga diungkapkan Kadis Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Tastra Wijaya bahwa dalam kegiatan ini di parade kebudayaan akan mengambil tema “Nora Alpaka” yang berarti jangan melupakan warisan nenek moyang. Berbeda dari tahun sebelumnya, parade budaya tahun ini akan dilombakan guna meningkatkan kreativitas dan memicu semangat masyarakat untuk menggali potensi di wilayahnya masing-masing. “Parade kali ini akan dilombakan sehingga dengan cara ini jelas menumbuhkan semangat dan kreativitas untuk menjadi yang terbaik,”ujarnya. selain itu, hal tersebut juga untuk memberikan apresiasi kepada masing-masing tim yang telah berlatih dan menyiapkan segala hal dalam parade. “Setiap tim akan kami berikan waktu tiga belas menit untuk display di depan panggung terbuka,” tambahnya. (Wiwin Meliana)
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Jodoh Sulit karena Terlalu Memilih
Iringan musik khas Mbojo (Bima) mengiringi pengantin menuju pelaminan. Daniel tersenyum pada para tamu yang hadir. Turut berjalan di belakangnya, sang ibu dan ayah yang berjalan sembari menyapa para tamu yang dilalui. Tampak Sarikah, ibunda Daniel lebih banyak menunduk selama mendampingi putranya yang menikah dalam usia 43 tahun itu. Terselip rasa bahagia di wajah Sarikah, namun tak jarang ia terlihat memendam rasa khawatir. Semua itu pernah dikisahkannya pada Vina, salah seorang kerabat yang sempat menjenguknya beberapa waktu sebelumnya.
D
i rumahnya yang masih penuh lumpur akibat banjir bandang yang melanda Bima beberapa waktu, Sarikah (68) terlihat pasrah. Hari itu adalah hari keempat pascabanjir bandang menerjang termasuk rumah yang ditempati Sarikah bersama suami dan tiga anak serta seorang cucunya. Wajah Sarikah terlihat lesu saat kerabatnya datang menjenguknya. Sembari membereskan barangbarang dan perabotan rumahnya yang rusak dan kotor akibat lumpur tebal, sesekali ia terlihat tersenyum miris. “Ya… begini keadaan Bibi. Mau bagaimana lagi. Mau nangis tidak ada gunanya, Bibi terima musibah ini. mungkin
Bibi harus instropeksi diri,” ujar Sarikah pada Vina salah seorang kerabatnya. Sesungguhnya kesedihan Sarikah bukan hanya pada persoalan harta bendanya yang habis terbawa banjir dan terutama tertimbun lumpur, melainkan banyak masalah yang membuatnya begitu sedih khususnya menyangkut keenam anaknya. Ia merasa masa tuanya tidak seindah yang dibayangkannya. Saat muda ia begitu berjaya dengan pekerjaan yang mapan dan dikenal banyak orang setidaknya di kota tempatnya tinggal. Di kota tersebut, keluarga Sarikah memang cukup dikenal. Waktu kemudian membalik semua keadaan itu. Sarikah harus menanggung rasa
malu akibat banyak masalah yang ditimbulkan oleh anak-anaknya. Dengan raut muka yang lesu, dalam keadaan rumah yang berantakan itu, Sarikah pun mengisahkan banyak hal, terutama tentang anakanaknya.
Masa muda Sarikah dan suaminya yang merupakan pegawai salah satu BUMN terkemuka terbilang cemerlang. Mereka memiliki pergaulan yang sangat luas dengan kehidupan ekonomi yang semakin hari se-
Jerry S
Pilih Lirik Kocak Ketua Panitia Hut Kota Singaraja I Ketut Asta Semadi didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Tastra Wijaya
Gelar seminar internasional, PPNI Kabupaten Buleleng Harapkan Perawat Mutakhirkan Pengetahuan Era globalisasi membuka mata kita untuk melihat ke masa dan pendidikan profesi. Begitu pula pengembangan standar prakdepan yang penuh tantangan dan persaingan. Era kesejagatan tek keperawatan di Indonesia merupakan tanggung jawab PPNI yang tidak dibatasi waktu dan tempat membuat SDM yang ada karena tekanan dan tuntutan kebutuhan terhadap kualitas asuhan selalu ingin meningkatkan kualitas dirinya agar tidak tertinggal keperawatan. “Ini memang program jangka menengah kami yang dari yang lain. Begitu juga dengan SDM di bidang kesehatan setiap tahun kami adakan seminar baik Nasional ataupun Inyang terus berkomitmen mengembangkan dan memutakhirkan ternasional yang mana tujuannya selain mendapat pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan dengan juga untuk memperoleh satuan kredit point yang bisa digunakan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode dan kaidah untuk melengkapi persyaratan ketika mereka memperpanjang ilmiahnya disertai dengan ketrampilan penerapannya didalam Surat Tanda Registrasi (STR),” jelasnya, Rabu (14/03). pengembangan dan pengelolaannya. Materi yang disampaikan pun tidak jauh dari bidang kes Sebagai tenaga kesehatan seperti perawat tentunya ehatan utamanya anatomi fisiologi. Menurutnya, peran dan memiliki tanggung jawab dalam menjalankan petunjuk dan kondisi anatomi sangat penting dalam praktek klinis dan inovasi kebijakan dokter apalagi melihat tugas tenaga kesehatan seperti perawatan untuk praktek klinis. Selain itu, hal ini juga bertujuan Seminar Internasional dilakukan di Wantilan Stikes Buleleng, Rabu (14/3) untuk mereview kembali pengetahuan yang telah didapat di perawat hampir 24 jam mendampingi dan merawat pasien hingga pada kesembuhan yang paripurna. Oleh karena itu, terkait dengan bangku kuliah. “Peserta merupakan perawat yang sudah senior membedah hal tersebut dengan tema Essential Surface Anatomi tugas kemanusiaan perawat harus memiliki komitmen dengan sehingga sangat perlu diingatkan kembali mengenai materi tersebut For Clenical Pratice and Nursing Innovation For Clinical Practice organisasi profesi seperti PPNI yang nantinya dapat memberikan dan dalam praktek juga tidak akan jauh-jauh dari anatomi tubuh dengan pembicara senior dari Thailand yakni Dr. Pisit Paltama, Dr. respon, sensitif serta peduli untuk mengembangkan standar praktek manusia,” lanjutnya. Suprance P dan Dr. Ns I Made Sundayana ,S.Kep.,M.Si. Kegiatan keperawatan. Sebagai tenaga medis seorang perawat harus mampu seminar yang dilaksanakan di Wantilan STIKes Buleleng ini dihadiri Pihaknya berharap event - event ini agar makin sering dilakmenterjemahkan permasalahan yang dihadapi di lahan tugas baik sekitar 300 peserta sebagai perawat dari Buleleng, Jembrana, sanakan, karena kegiatan ini sangat baik untuk menunjang SDM, di Lembaga Rumah Sakit (RS), klinik, dan lembaga kesehatan lainnya. RS.Wangaya dan Mangusada Badung. menambah pengalaman dan point yang bisa menambah nilai Tenaga medis juga mesti proaktif dalam mempertajam wawasan mereka saat mengajukan perpanjangn STR. “Kegiatan ini dapat Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten dalam menterjemahkan harapan masyarakat secara umum pada terlaksana dari MoU yang telah terjalin antara Stikes Buleleng Buleleng Dr. Ns I Made Sundayana ,S.Kep.,M.Si. mengatakan tujuan pelayanan yang berkualitas untuk sebuah kesembuhan. dan Negara lain salah satunya adalah Thailand. Kami ajukan perdari seminar ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan pera Melalui seminar internasional yang diselenggarakan mohonan kepada Stikes agar bisa mendatangkan narasumber,” wat khususnya di Kabupaten Buleleng. Jenis pendidikan keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Buleleng tandasnya.-win di Indonesia mencakup pendidikan vokasional, pendidikan akademik
7
Sebagai seorang musisi, tentu lirik puitis nan romantis tidak akan jauh-jauh dari karya yang dibuat. Lirik merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah lagu, sebab lirik dengan makna mendalam akan mudah mendapat tempat di hati para pendengarnya. Berbeda halnya dengan penyanyi asal Singaraja yang sedang meniti kariernya di blantika musik Bali. Membawakan lagu-lagu bergenre kocak dan ada di kehidupan sehari-hari, itulah yang menjadi ciri khas Jerry S. Banyak karya yang telah Jerry keluarkan, diantaranya Jaman Canggih, Kalain Tunangan, Selamat Malam Sayang, Bali Lestari dan Saudagar Buluan (Sabu). Lewat karya-karya jenakanya, Jerry ingin memberikan sebuah hiburan yang mudah dimengerti dan ada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menciptakan sebuah lagu, ia pun terinspirasi dari pengalaman pribadinya dan juga dari kisah-kisah nyata di masyarakat. “Saya hanya mencoba untuk memberikan hiburan yang berbeda. Lagu-lagu kocak saya ingin jadikan tagline saya kedepannya dalam berkarya. Lagu-lagu ciptaan saya banyak saya ambil dari kisah pribadi dan dari kisah nyata di masyarakat,” ujarnya. Jerry mengawali karier menyanyinya dari belakang panggung saat dirinya sering ikut saat band-band lain manggung dan mulai suka menulis lirik lagu. “Awalnya memang aktif hanya di belakang layar saja,” ungkap penyanyi yang dalam waktu dekat akan merilis beberapa lagu lainnya. Dengan kepiawaiannya menulis lagu, ia pun mencoba peruntungannya di dunia tarik suara. Jerry telah merampungkan empat klip video yang dapat diunggah di Youtube. Satu lagu karya Jerry S yang kini sedang populer ialah Saudagar Buluan (Sabu). Lagu yang menceritakan seorang laki-laki yang hanya
menjadi saudagar buluan harus rela kehilangan pasangan dan cintanya. Tidak hanya lirik yang kocak, pun juga melalui video yang mengocok perut, lagu tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat. Bisa dikenal dengan karyanya yang jenaka, Jerry ingin terus menciptakan lagu dengan tema humor serta penuh pesan moral bagi masyarakat sehingga mudah dicerna. Ke depan Jerry S berharap dukungan dari pencinta musik Bali agar bisa terus berkarya dan semoga karyakaryanya bisa diterima semua kalangan. Dirinya juga berharap ke depan agar musisi-musisi di Buleleng lebih diperhatikan lagi. “Mudah-mudahan musisi lokal Buleleng lebih diberdayakan dan selalu diikutsertakan dalam berbagai event yang ada di Buleleng,” harap Jerry. Di tengah maraknya muncul musisi dengan formasi band, Jerry S lebih memilih bersolo karier. Dengan bersolo karier, ia lebih bebas mengekspresikan ide dan kemampuan yang dimiliki, di samping untuk menghindari perpecahan antar personil. “Banyak band yang baru muncul akhirnya bubar karena perbedaan pandangan, maka dari itu saya memutuskan bersolo karier agar lebih ekspresif dalam bermusik,” tandasnya.(Wiwin Meliana)
makin mapan. Mereka juga bergaul dengan orang-orang penting. Sarikah yang memilih keluar dari pekerjaannya fokus mengurus rumah tangga, anak-anak dan juga aktif di berbagai kegiatan di kota tersebut. “Hampir semua
orang kenal paman dan Bibi Sarikah,” ujar Vina. Hitungan matematisnya, dengan banyaknya kenalan, pergaulan yang luas ditunjang dengan kemampuan ekonomi yang mumpuni, mestinya mereka bisa menikmati hari tua dengan begitu indah bukan hanya dari segi ekonomi melainkan juga kenyamanan menikmati kebahagiaan anak dan cucu mereka. Namun semua itu tidak bisa dinikmati oleh Sarikah dan suaminya. Ada yang terlupakan oleh mereka ketika kejayaan hidup itu berada di puncaknya, Sarikah lupa bahwa roda kehidupan sesungguhnya sudah ada yang mengaturnya. Manusia hanya bisa berencana namun Tuhanlah yang mengatur kehidupan manusia yang sesungguhnya. Dimulai dari urusan jodoh anak-anaknya, Sarikah terbilang sangat mengatur sesuai hal harus sesuai dengan keinginannya. “Kalau Bibi tidak setuju, maka anakanaknya tidak boleh menikah,” ungkap Vina. Mulai dari ketika anak sulungnya menikah, Sarikah yang meminta banyak syarat sehingga sempat terjadi masalah yang cukup serius menjelang pernikahan tersebut. “Tapi ya lumayan waktu itu akhirnya pernikahan Kak Via (anak sulung Sarikah) terlaksana dan sampai hari ini rukun-rukun,” ungkap Vina. Masalah banyak terjadi ketika beberapa tahun sebelum suami Sarikah pensiun. Anak nomor lima, lelaki, menikah diam-diam di perantauan saat masih kuliah di Jawa Timur akibat salah pergaulan. “Itu sempat memukul bibi karena mereka kan dikenal orang sebagai keluarga baik-baik. Itulah sebabnya pernikahan itu sempat disembunyikan,” kata Vina. Namun itu tidak berlangsung lama karena kemudian anak lelakinya itu menjadi pecandu narkoba. Rumah tangganya berantakan
lalu berakhir dengan perceraian. Sejak itulah anak nomor lima ini tinggal kembali bersama Sarikah dan Sarikahlah yang mengurusnya. Lalu ketika anak perempuannya yang nomor dua meminta restu untuk menikah dengan kekasih pilihannya, Sarikah menolak merestui. Kisah asmara dan penolakan Sarikah sesungguhnya sudah berlangsung sangat lama. “Berkali-kali Kak Vivi (anak kedua) minta restu, berkali-kali pula Bibi Sarikah menolaknya. Itu yang membuat Kak Vivi sempat frustasi dan memilih tidak menikah hingga usianya lewat 40 tahun,” ujar Vina. Namun begitu, kisah Vivi berakhir juga di pelaminan beberapa tahun lalu. Sarikah tampaknya menyesal baru memberi restu pada anak gadisnya itu setelah usia anak gadisnya lewat 40 tahun. Sarikah lupa bahwa jodoh itu bukanlah dirinya yang mengatur. “Nyatanya, Allah SWT telah memasangkan Kak Vivi dengan suaminya itu,” kata Vina menyebut bahwa laki-laki tersebutlah yang sejak sepuluh tahun lalu selalu ditolak oleh Sarikah. Tampaknya itulah yang juga terjadi pada Daniel anak ketiganya yang akhirnya menikah pada usia 43 tahun. “Jodohnya berat-berat karena Bibi Sarikah terlalu pemilih,” ujar Vina. Pada saat berbincang dengan Vina di rumahnya itu, suara Sarikah sempat tersendat ketika menceritakan anak bungsu yang juga akhirnya tinggal dengannya kini. Seperti sambil lalu dan menahan malu, Sarikah mengatakan tentang anak bungsunya yang tidak sempat menyelesaikan kuliahnya akibat harus menikah dan punya anak. “Ya .. itu adikmu yang bungsu… sudah salah,” katanya pada Vina sambil lalu. Anak bungsunya ini juga salah dalam bergaul sehingga mengandung dan dengan rasa malu pula Sarikah datang menikahkannya di kota tempat putri bungsunya ini kuliah, di Pulau Jawa. “Menikah begitu-begitu saja,” ujarnya pada Vina. Anak bungsunya itu memang menikah seadanya saja diiringi hancurnya hati Sarikah. Usai menikah, entah apa yang terjadi, anak bungsunya itu langsung berpisah dengan suaminya. “Jadilah anak bungsu Bibi Sarikah pulang ke kampung halamannya dan tinggal bersama bibi yang mengurusnya sampai melahirkan hingga sekarang,” kata Vina. Begitulah kisah hidup Sarikah yang menurut Vina, bagusnya Sarikah kini telah menyadari semua yang terjadi. Kala itu, ia terlihat lebih pasrah sambil terus membersihkan rumah dan perabotannya yang penuh lumpur. Vina berharap, seperti bersihnya lumpur-lumpur itulah, bibinya tersebut kelak melalui hari-harinya dalam usaha menebus semua kesalahannya selama ini. (Naniek I. Taufan)
8
Bunda & Ananda
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Penyakit Kutu Rambut
Anak usia sekolah adalah suatu masa usia anak yang sedang dalam periode belajar. Mendapatkan banyak permasalahan kesehatan akan sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari. Masalah kesehatan tersebut di antaranya dapat berupa masalah kesehatan umum yang nantinya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik di sekolah.
Penyebab dari Pedikulosis kapitis ini adalah Pediculus humanus var capitis, yaitu suatu ektoparasit spesifik yang hidup di kepala manusia dan memperoleh sumber makanan dari darah yang dihisapnya 4-5 kali sehari atau sekitar setiap 4-6 jam. Rentang hidup kutu sekitar 30 hari dan dapat bertahan hidup di lingkungan bebas sekitar 3 hari, sedangkan telurnya dapat bertahan hidup di lingkungan bebas sekitar 10 hari. Daur hidupnya sangat tergantung pada manusia, tidak dapat melompat ataupun terbang, tetapi kutu tersebut akan merayap untuk berpindah dengan kecepatan 23 cm per menit. Walaupun pada seluruh bagian kepala dapat menjadi tempat kolonisasi, tapi kutu kepala lebih menyukai daerah tengkuk dan bagian belakang telinga. Telur kutu berbentuk oval dan umumnya berwarna putih. Dr. Ni Komang Wulan Putri Tjatera Telur diletakkan oleh betina dewasa pada pangkal rambut, enyakit kutu rambut sekitar 1 cm dari permukaan kulit merupakan satu masalah kepala, dan akan bergerak ke arah kesehatan pada anak usia ujung rambut sesuai dengan arah persekolah terutama pada tumbuhan rambut. Telur kutu ini akan tingkat pra sekolah, sekolah dasar dan menetas setelah 7-10 hari menjadi nimfa dan akan menjadi kutu dewasa sekolah menengah pertama. Penyakit kutu rambut atau dalam dalam waktu 9-12 hari. Penularan pedikulosis dapat melalui dunia kedokteran dikenal dengan nama Pedikulosis kapitis, merupakan suatu kontak langsung dengan penderita infeksi atau infestasi kutu kepala yang maupun kontak tidak langsung dengan disebabkan oleh ektoparasit spesifik benda-benda yang terinfeksi sepyang terbatas pada rambut kepala, erti sisir, handuk, bantal, topi ataupun walaupun sesekali juga dapat terlibat aksesoris rambut yang digunakan daerah janggut. Penyakit ini sering bersama. Gejala dari Pedikulosis kapitis ini diabaikan terutama di negara yang terdapat prioritas kesehatan lain yang adalah rasa gatal pada kulit kepala yang lebih serius, karena dianggap tidak timbul akibat air liur dan kotorannya. terlalu penting serta tidak mengancam Rasa gatal akan mengakibatkan orang nyawa. “Faktor risiko penyakit ini ada- yang terinfestasi untuk menggaruk lah usia muda terutama anak-anak pada kepala. Kebiasaan menggaruk yang kelompok umur 3 – 11 tahun. Hal ini sering dapat menyebabkan iritasi, luka, mungkin disebabkan karena kebiasaan serta infeksi sekunder. Jika terjadi inanak bermain bersama (kontak erat feksi sekunder berat, karena banyaknya dengan penderita), berbagi alat-alat nanah dan cairan luka maka akan seperti topi, sisir dan lainnya,” ujar dr. mengakibatkan penggumpalan rambut Ni Komang Wulan Putri Tjatera, dokter yang dapat ditumbuhi jamur. Banyak fungsional di Puskesmas I Denpasar sekali dampak yang dapat ditimbulkan oleh infestasi pedikulosis kapitis Selatan. Selain itu dikatakan juga jenis ke- ini, baik dampak kesehatan dan juga lamin perempuan lebih sering terkena psikososial yang dapat mempengaruhi penyakit kutu rambut karena perem- kualitas hidup anak yang terinfestasi. puan hampir semuanya memiliki Selain mengakibatkan efek pada kulit, rambut yang lebih panjang daripada penderita pedikulosis kapitis ini, juga laki-laki. Menggunakan tempat tidur dapat mengalami anemia. Rata-rata bersama, mengunakan sisir atau ak- anak dengan pedikulosis aktif akan sesoris rambut bersama, rambut yang kehilangan 0.008 ml darah per hari atau panjang, frekuensi cuci rambut yang 20.8 ml/bulan, yang mana gejalanya jarang, tingkat sosial ekonomi yang mungkin tidak terlalu terlihat pada anak rendah, dan kepadatan tempat ting- dengan asupan gizi yang baik, namun gal juga menjadi faktor risiko terkena secara signifikan akan terlihat pada anak yang kurang asupan gizi atau zat penyakit kutu rambut ini. Tingkat kebersihan diri yang rendah besi. Frekuensi pola makan kutu pun juga dapat mempengaruhi prevalensi mempengaruhi potensi anemia yang pedikulosis, walaupun disebutkan juga dialami penderita pedikulosis kapitis. bahwa infestasi kutu bukan merupakan Infestasi berat pedikulosis kapitis yang indikator tingkat kebersihan seseorang, menyebabkan anemia akan membuat karena pada dasarnya penyakit ini dapat anak-anak lesu, mengantuk serta memdiderita siapapun. Pedikulosis kapitis pengaruhi kinerja belajar dan fungsi banyak menyerang anak sekolah yang kognitif. “Rasa gatal ini disebabkan oleh tinggal di asrama karena banyaknya injeksi air liur kutu ke dalam kulit kepala faktor pendukung infestasi penyakit dan menyebabkan reaksi alergi. Rasa ini seperti kebersihan yang kurang dan gatal yang berlebihan dan berkelanjutan kebiasaan pinjam meminjam barang. akan menyebabkan gangguan tidur
P
terutama karena aktivitas Pediculus capitis yang meningkat di malam hari,” jelas dr. Wulan. Rasa gatal akan mengakibatkan gangguan tidur, dan gangguan tidur yang persisten akan menimbulkan dampak negatif berupa menurunnya daya konsentrasi, penurunan ketajaman memori, sensorik, motorik dan kognitif, yang dapat menyebabkan gangguan prestasi belajar pada anak. Dari sisi psikologis, infestasi Pediculus capitis membuat anak merasa malu karena diisolasi dari anak lain akibat anak-anak lain takut tertular parasit ini. Anak-anak yang menderita penyakit ini cenderung mengalami masalah psikis yaitu merasa malu, rendah diri, terisolasi, rasa takut, bahkan frustasi akibat stigma masyarakat yang menganggap pedikulosis kapistis identik dengan higienitas yang buruk, kemiskinan serta kurangnya perhatian dari orangtua. Penanganan dari Pedikulosis kapitis ini bertujuan untuk memusnahkan semua kutu dan telur serta mengobati infeksi sekunder bila ada. Metode pengobatan mencakup metode fisik maupun kimiawi. Metode fisik yang dapat digunakan adalah memotong rambut sependek mungkin untuk mencegah infestasi dan membantu agar obat topikal bekerja lebih baik. Selain itu penggunaan sisir bergerigi halus dan
rapat yang sering kita sebut dengan sisir serit membantu untuk menyingkirkan kutu dan telurnya. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida atau pedikulosid, telah secara luas dipakai di seluruh dunia. Insektisida mudah dan nyaman digunakan serta hasilnya sangat efektif. Akan tetapi, telah disadari adanya efek samping yang potensial dan juga banyak ditemukan terjadinya resistensi tungau terhadap beberapa insektsida. Pedikulosid ini sebaiknya tidak digunakan pada anak usia kurang dari 2 tahun. Pengobatan kimiawi yang biasanya digunakan antara lain : Malathion Pengobatan secara topical di antaranya dengan memberikan malathion 0,5% atau 1 % dalam bentuk lotion atau spray. Lotion digunakan malam hari sebelum tidur setelah rambut dicuci dengan shampoo, kepala ditutup dengan kain selama 1 malam, keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan shampoo, lalu disisir dengan menggunakan sisir serit Permetrin Pengobatan secara topical dengan menggunakan 1 % dalam bentuk cream rinse diaplikasikan selama 10 menit.
Gameksan 1 % Pengobatan dengan menggunakan gameksan krim 1 % paling mudah didapatkan di Indonesia. Krim dioleskan ke kulit kepala yang telah dicuci dengan shampoo lalu dibiarkan selama 12 jam, kemudian dicuci kembali dan disisir agar semua kutu dan telur terlepas. Pengobatan dengan ketiga bahan kimia tersebut di atas dapat diulang seminggu kemudian, apabila ternyata masih ditemukan kutu pada kulit kepala. Sedangkan pengobatan untuk infeksi sekunder dapat menggunakan antibiotika sistemik dan/atau topikal, setelah sebelumnya rambut dipotong pendek. Metode pengobatan lainnya dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah seperti mayones, petroleum jeli, minyak zaitun, margarine, ataupun gel rambut digunakan dengan mengaplikasikannya dengan banyak dan tebal pada rambut dan kulit kepala. Hal ini dikatakan dapat memperlambat gerakan kutu dewasa dan memudahkan untuk disisir , tetapi tidak dapat mematikan kutu yang ada. Higiene merupakan syarat supaya tidak terjadi kekambuhan. Edukasi keluarga tentang pedikulosis kapitis sangat penting diberikan sebagai pencegahan. Selain itu menghindari adanya kontak langsung (rambut dengan rambut) ketika bermain dan beraktifitas di rumah maupun di sekolah, tidak menggunakan pakaian seperti topi, scarf, jaket, kerudung, aksesoris rambut secara bersama, tidak menggnakan sisir, handuk secara bersamaan, melakukan desinfeksi sisir dari orang yang terinfestasi dengan merendamnya dalam air panas selama 5-10 menit, merupakan cara pencegahan penularan pedikulosis kapitis. Anggota keluarga dan teman bermain anak yang terinfestasi harus diperiksa, namun pengobatan hanya diberikan pada yang terbukti mengalami infestasi. Kerjasama semua pihak dibutuhkan agar eradikasi dapat tercapai. (Inten Indrawati)
Mendongeng Lima Menit PEMANAH ULUNG
Si Bagus, anak laki-laki yang pandai memanah itu, lebih terkenal dengan nama Ekalawya. Ia pun bangga mendapat nama julukan seperti itu. Baginya, pemuda Ekalawya yang pernah hidup ratusan tahun lalu itu, adalah pemanah yang tak Made Taro tertandingi. Walaupun pemanah itu dikalahkan oleh Arjuna, namun hatinya tidak mau menerima Arjuna sebagai pemenang. Kekalahan Ekalawya terjadi hanya karena akal-akalan guru khayalannya yang bernama Drona. Entah berapa lama si Bagus alias Ekalawya menyandang nama julukan itu. Pada suatu hari ia merasa terusik. Terbetik berita, di balik gunung terdapat seorang pemanah yang lebih unggul dari dirinya. Ia pun segera berangkat ke balik gunung itu. Tujuannya satu, yakni ingin membuktikan kemahiran pemanah itu. Kalau pemanah itu lebih pintar dari dirinya, maka ia akan berguru kepadanya. Ketika menuruni lereng di balik gunung itu, tibatiba perhatiannya tertarik kepada sebuah pohon. Di batang pohon itu tertancap sebuah panah. Ujung panah itu tepat benar mengenai titik pusat sebuah lingkaran. Mula-mula ia menganggap kejadian itu biasa saja, sebab ia pun terbiasa dengan ilmu panah-memanah seperti itu. Namun beberapa langkah kemudian, ia melihat lagi ujung panah yang menancap tepat pada titik pusat lingkaran. Kemudian di setiap pohon yang dilaluinya ia
melihat lagi ujung panah yang tepat menancap pada titik pusat. Ekalawya terkagum-kagum. Ia penasaran akan menemui pemanah ulung itu. Ia bertekad akan berguru kepada pemanah itu. Ia mempercepat langkahnya, mencari rumah pemanah yang akan menjadi gurunya. Tak jauh dari pohon-pohon yang tertancap panah itu, ia menemukan sebuah gubuk. “Tok, tok, tok …!” Ekalawya mengetuk pintu. Tak lama berselang muncul seorang anak kecil menjinjing busur dan anak panahnya. “Maaf, di sinikah rumah pemanah yang ulung itu?” “Ya, benar sekali!” jawab anak kecil itu. “Bolehkah saya mengetahui siapa pemanah itu?” “Ya, boleh. Sayalah pemanah itu!” Ekalawya tersenyum. Ia suka mendengar kelakar anak kecil yang berani itu. Ia merasa dibohongi, namun untuk menutupi kecurigaannya, ia lanjut bertanya, “Bolehkah saya tahu bagaimana cara memanah supaya tepat kena sasaran?” “Ya, boleh!” Anak kecil itu menarik tangan Ekalawya, lalu mengantar ke pohon-pohon yang tertancap panah. “Arahkan anak panah ke batang pohon itu!” kata anak kecil itu. “Setelah yakin, lepaskanlah segera! Kemudian, tinggal membuat sebuah lingkaran, sehingga ujung anak panah yang tertancap itu tepat di tengahtengah lingkaran.” Ekalawya tersenyum dan mengangguk-angguk. Kemudian dengan sopan mengucapkan terimakasih dan mohon diri. Dalam perjalanan pulang ia berpikir. “Ekalawya tetap pemanah ulung. Dulu diolok-olok gurunya, sekarang diolok-olok anak kecil.” (Kreasi)
Griya
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
17
Wisata alam kini sedang digandrungi masyarakat. Menikmati alam terbuka menjadi pilihan untuk melepas kepenatan. Salah satunya, Ayodya Oemah Strawberry (AOS) yang berlokasi di Desa Pengotan, Bangli.
Rekreasi dan Edukasi di AOS R A Ayu Citra Resminingrum
P
emiliknya, R A Ayu Citra Resminingrum dan suaminya menuturkan, di lahan seluas hampir 1 hektare tersebut rencananya akan ditambahkan kandang ayam lagi. Namun karena bisnis ayam sedang tidak bagus, pasutri ini mencoba membuat stroberi hidroponik yang dilengkapi dengan tempat bermain anak. “Kami lihat di Bangli belum ada tempat rekreasi keluarga-rekreasi alam yang tidah harus jauh kemana-mana, akhirnya kami buat ini. Kebetulan saya ikut gabung dalam grup hidroponik, jadi saya gambling membuat hidroponik stroberi, karena dari datarannya saja sudah berbeda dan belum pernah ada di Bangli, kalau jeruk sudah biasa,” ujarnya.
Ayu-demikian sapaan akrabnya mengatakan, dari mencobacoba tersebut, setelah jalan tiga bulan pertama, stroberinya berbuah. Setelah jadi, ternyata tak hanya masyarakat Bangli saja yang ke AOS tapi banyak juga dari luar Bangli hingga Negara. Agro wisata yang beroperasi mulai 19 Juli 2016 ini pun kini ramai dikunjungi terutama saat hari libur. Fasilitas yang tersedia yakni lapangan dengan berbagai macam permainan anak-anak, bola, ayunan, terowongan-terowongan anak yang bisa dibawa ke lapangan. Ada bale yang merupakan rumah asli Pengotan, ruang pertemuan yang sering dipakai untuk acara meeting
dan birthday party, restoran juga strawberry education. Ada juga rumah kapal yang sengaja dibuat bergoyang. “Inilah kapal karam di Bangli, yang memang sengaja dibuat bergoyang. Kadang-kadang karena bergoyang itu mereka takut, padahal kami memang menyetingnya seperti itu. Tapi itu aman karena dikaitkan ke bawah dengan besi,” jelasnya. Dan di satu sisi ada gembok cinta. Mereka yang datang berpasangan bisa menggembok cinta mereka disana. Di Ayodya Oemah Strawberry ini, selain tempat rekreasi keluarga juga bisa belajar tentang stroberi. (Inten Indrawati)
16
Pemkab Buleleng Serahkan Bantuan Hibah Kepada Klian Subak Pemerintah Kabupaten Buleleng nampaknya benar-benar serius dalam memajukan Buleleng dari berbagai lini. Tahun 2018 dijadikan tahun yang fokus kepada pertanian oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Semua unsur dalam pertanian menjadi focus utama, termasuk klian subak dan klian subak abian yang juga merupakan benteng terakhir kebudayaan di Bali. Untuk menunjang aktivitas operasional mereka, Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebudayaan memberikan bantuan hibah berupa sepeda motor kepada klian subak, klian subak abian, klian banjar adat, dan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP).
bantuan hibah berupa sepeda motor ini untuk mempermudah dan mempercepat gerak mereka,” ujarnya. Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini juga meyakini betul untuk memperbaiki sektor pertanian memerlukan upaya yang terstruktur, sistematis, dan terintegrasi. Terintegrasi artinya bagaimana kesiapan anggaran OPD terkait untuk memberikan edukasi dari hulu sampai hilir dalam bidang pertanian ini. Dirinya mengakui akan antuan hibah tersebut pihaknya saat ini ingin memberdayakan berdiskusi per kecamatan untuk memdiserahkan secara simb- subak. Dalam musrenbang, juga sudah bahas sektor pertanian secara mendaolis oleh Bupati Buleleng, disepakati pada APBD tahun 2018 lam. “Kita akan bahas dan diskusikan Putu Agus Suradnyana, fokus pada sektor pertanian. Oleh kar- potensi pertanian masing-masing kecaST yang didampingi oleh Ketua DPRD ena itu, bantuan hibah ini juga diberikan matan. Istilah kerennya one village, one Buleleng, Gede Supriatna, SH, Sekkab kepada klian subak dan klian subak product,” ungkap Bupati PAS. Sementara itu, Kepala Dinas Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP, abian. Pemberian bantuan hibah ini Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Ketut bertujuan untuk mempermudah gerak Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Dr. Wirsana, SH dan kepala OPD lingkup dan juga koordinasi antar klian subak I Putu Tastera Wijaya, MM menjelasPemkab Buleleng di Gedung Sasana ataupun untuk mengembangkan subak kan sebanyak 535 unit sepeda motor Budaya Singaraja, Kamis (16/3). tersebut. “Fokus kita di pertanian. diberikan pada saat penyerahan. Pem Menurut Bupati yang akrab disapa Kita akan berdayakan para klian subak berian bantuan hibah sepeda motor tersebut terdiri dari MADP PAS saat ditemui usai penyerahan, dan klian subak abian ini. Penyerahan enam unit, klian banjar adat 14 unit, klian subak abian 209 unit, dan klian subak 306 buah. Pemberian hibah yang berasal dari dana APBD sebesar hampir Rp. 8 Milyar ini bertujuan untuk memperlancar dan mempercepat gerak koordinasi. “Pemberian hibah ini tidak ada kaitan dengan politik. Tujuannya untuk kelancaran koordinasi, rapat-rapat dan mempermudah operasional dalam rangka meningkatkan sektor pertanian. Pembagiannya juga bertahap,” tutupnya. (Wiwin Meliana) Penyerahan bantuan hibah sepeda motor di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Kamis (16/3).
B
Dara
Edukasi
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Konsumsi Daging Babi Aman MMS Mati pada Suhu 60°C Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi atas penjelasan Kadiskes Provinsi Bali dan KadisnakKeswan Provinsi Bali dalam Rapat Koordinasi, Kamis (16/3). Penyakit dengan gejala Meningitis ini bukan kali ini terjadi, tapi juga pernah muncul beberapa tahun lalu. Hanya saja, penyebabnya bukan hanya bakteri MMS (Meningitis Streptpcoccus Suis) pada babi, tapi bisa diinfeksi oleh virus dan jamur. Ketua DPRD Bali meminta masyarakat untuk tidak takut mengon sumsi daging babi asalkan masak hingga matang dan pakai air bersih. “Hari Raya Galungan dan Kuningan, krama Bali tidak perlu takut makan daging babi,” tegas Adi Wiryatama. Menyikapi isu yang cenderung meresahkan di masyarakat tentang maraknya kabar babi yang terjangkit bakteri MSS, DPRD Provinsi Bali memanggil Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan Kesehatan Hewan, dan juga Dinas Pariwisata. Rapat koordinasi bertempat di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung DPRD Provinsi Bali, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD dan juga hadir Ketua Komisi IV Nyoman Parta bersama
anggota dan pimpinan bersama anggota Komisi II. Kadiskes Provinsi Bali I Ketut Suarjaya menyampaikan agar masyarakat untuk tidak resah, kendati ada tiga orang positif Meningtis. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi daging babi. “Kuncinya, cara memasak daging babi itu harus matang. Bakteri MMS pada daging babi sudah bisa mati pada suhu air 60 derajat celcius,” ungkapnya. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Putu Sumantra menyampaikan, cara memasaknya yang baik maka bakteri akan mati, maka masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi daging babi, apalagi dari hasil uji laboratorium terhadap babi tidak ditemukan bakteri MMS itu. Warga yang positif meningitis belum pasti disebabkan bakteri MMS pada babi, bisa saja disebabkan faktor lain. “Uji lab ternak di Sibangkaja hasilnya negatif,” ujarnya. Ia meminta peternak menjaga kandang babinya agar tidak terjangkit bakteri MMS,Mengingat Bali sebgai destinasi utama pariwisata di Indonesia, maka semua pihak agar berperan untuk menyosialisasikan hal ini, apalagi banyak turis yang senang makan daging babi guling. (Wirati Astiti)
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Wanita berusia 71 tahun ini merumuskan beberapa permasalahan untuk diteliti, (1) Bagaimanakah kompetensi SDM PHB pada hotel berbintang di Bali? (2) Bagaimanakah kendala yang dihadapi SDM PHB untuk mampu menduduki posisi manajer pada hotel berbintang di Bali? (3) Bagai manakah strategi peningkatan jumlah SDM PHB untuk bisa menduduki posisi manajer pada hotel berbintang di Bali? Ia mengatakan, peneliti an ini memakai metode triangulasi konkuren, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Penentuan sampel secara purposive sampling. Lokasi penelitian berada di Sanur, Kuta, dan Nusa Dua. Data dianalisis dengan teori motivasi McClelland (1976), teori kompetensi Spencer dan Spencer (1993), teori Kontrol Subernetika Parsons (1951), teori Culture Prof. Sulistyawati bersama suami and Personality Kluckhonn Menghadapi pasar Masyarakat dan Strodtbeck (1961) dan teori BuEkonomi Asean (MEA) sejak tahun daya Nasional Hofstede (1983) yang 2015, Bali sebagai gerbang utama pari- dibahas secara descriptive interpretative wisata Indonesia harus meningkatkan dengan sistem perlindungan PCA. Berdasarkan hasil wawancaranya kualitas Sumber Daya Manusia Pariwisata Hindu (SDM PHB) di Bali. Adat dengan 23 informan, SDM PHB cukup istiadat menyebabkan SDM PHB memi- memiliki motif berprestasi, memiliki keliki komitmen rendah karena frekuensi percayaan diri, memiliki personality dan absen yang cukup sering yang diguna- kepemimpinan yang sangat baik, memikan untuk urusan adat. Fenomena ini liki pengetahuan dan keterampilan yang menarik untuk diteliti oleh Prof. Dr.Ir. baik. Hasil kuantitatif melalui penyebar Sulistyawati, M.S.,M.M.,M.Mis.,D.Th., an kuisioner kepada 182 responden dan diangkat menjadi topik disertasi juga menyatakan, SDM PHB memiliki dalam Program Studi Doktor Pariwisata need for power yang kuat dengan indikaProgram Pascasarjana Universitas tor terkuat yaitu ingin menduduki posisi Udayana, dengan mengambil judul leader (79%), memiliki kepercayaan diri “Strategi Peningkata n Jabatan dengan indikator terkuat yakni senang Sumber Daya Manusia Pariwisata mendapatkan pujian (76,25), memiliki Hindu di Bali ke Tingkat Manajer konsep diri yang baik dengan indikator pada Hotel Berbintang di Bali”. terkuat sopan dan ramah (78,4%), Dengan masa studi Program Doktor memiliki pengetahuan yang baik de Pariwisata yang berhasil ditempuh ngan indikator terkuat senang belajar dengan waktu yang relatif singkat, (86,2%), memiliki keterampilan yang nilai-nilai mata kuliah yang diperoleh baik dengan indikator terkuat mampu sangat memuaskan, serta topik disertasi berpikir konseptual (86,7%). Dilihat dari variabel budaya, SDM yang diangkat sangat menarik, Prof. Sulistyawati menjadi lulusan terbaik PHB memegang teguh konsep paProgram Doktor Universitas Udayana wongan dengan indikator terkuat 2017, dan meraih predikat cumlaude tresna (79,1%) disusul dengan konsep parahyangan dengan indikator terkuat dengan IPK 3,87.
S
E
X DU
Prof. Sulistyawati
Raih Doktor Tiga Kali
Prof. Sulistyawati (paling kanan) bersama wisudawan lainnya
dharma yatra ( 75%), dan terakhir konsep pelemahan dengan indikator terkuat Bali Shanti (69,8%). Kompetensi kualitas baik yang dimiliki SDM PHB tidak terlepas dari dukungan latar belakang nilai budaya Bali yang dimiliki SDM PHB, Balinese Cultural Values (BCV). Kendala yang dihadapi SDM PHB untuk menduduki posisi manajer pada hotel berbintang di Bali, berasal dari faktor internal yaitu motif dalam diri sebagai akibat dari adanya ketidaktepatan dalam pemahaman dan pemaknaan BCV. Disam ping itu juga ada kendala dari faktor ekternal yaitu adanya underestimate terhadap kompetensi SDM PHB (44%), terhadap masalah adat (22%), adanya politisasi jabatan (22%), dan mindset SDM luar Bali atau asing lebih unggul (11%). Ada berbagai strategi peningkatan jabatan SDM Pariwisata Bali agar mampu menduduki manajer pada hotel berbintang di Bali, yaitu (1) Strategi peningkatan kompetensi SDM
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Jawab: Pekerja kantoran dan para eksekutif muda juga terpapar dengan problematika seksualitas yang beragam. Mulai dari masih banyaknya yang percaya dengan mitos seksual, misalnya mitos memperbesar penis,
mitos merapatkan vagina, mitos keperawanan, mitos-mitos mencegah kehamilan, mitos praktek seksual lainnya yang banyak sekali. Selanjutnya juga maraknya pornografi yang malah sering kali diakses di jam kerja, baik itu di internet, juga bisa via
PHB. (2) Strategi peningkatan daya saing SDM PHB. (3) Strategi pembuatan kebijakan yang mendukugn SDM PHB. (4) Strategi memotivasi SDM PHB. Novelty penelitian yaitu SDM PHB memiliki kompetensi yang sebanding dan bahkan lebih unggul daripada SDM luar Bali atau asing, bila memiliki nilai plus
BCV yang kemudian melahirkan Spiritual Quotient ( SQ) pada SDM PHB, yang bisa menjadi stimulan bagi pertumbuhan Adversity Quotient, Creativity Quotient, dan Leader Quotient. Gelar doktor di bidang pariwisata ini merupakan doktor ketiga yang berhasil diraih oleh istri Dr.Ir. Frans Bambang Siswanto, M.M. Doktor yang pertama di Qxford Brookes University UK bidang Arsitektur tahun 1995, dan doktor kedua di STTII Yogyakarta bidang Teologi tahun 2013. Ia menuturkan, latar belakang ia mengambil bidang pariwisata karena ingin menambah ilmu di bidang pariwisata, disamping akan membuka Politeknik Internasional Bali di Bitdec, Pantai Nyanyi, yang izinnya keluar bulan Maret 2017. Ia menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 3 bulan dan atas prestasinya dinobatkan se bagai lulusan terbaik dengan IPK 3,87, dalam pelepasan wisudawan Fakultas Pariwisata Unud, Periode ke-85, Kamis (9/3). Harapannya ke depan, ia dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para generasi muda untuk terus belajar tanpa memandang usia.–ast
Prof. Sulistyawati bersama keluarga
Seks dalam Dunia Kerja (1)
dr. Oka Negara, FIAS
Tanya: “Dok, beberapa waktu lalu saya mengikuti pelatihan kesehatan seksual yang dokter berikan di acara gathering perusahaan kami. Menarik sekali. Kenyataannya di kantor sepertinya memang banyak sekali isu seputar permasalahan seksual nih. Saya risih lihat teman-teman kantor cowok yang suka menonton video porno dan download gambar bugil di kantor. Itu tidak seberapa, kemarin seorang teman bilang sempat diajak untuk keluar kota sama atasan dan hampir diajak check in. Terus beberapa waktu lalu di kantin kantor beberapa teman juga ngobrol tentang susahnya merasakan yang namanya orgasme saat berhubungan seksual dengan suaminya, yang akhirnya membuat semangat kerjanya menurun. Bagaimana dok, seks yang sehat buat kita yang pekerja kantoran gini?” (Utami, 28th)
9
gadget seperti hp, hingga yang lebih konvensional seperti dvd porno, majalah porno sampai ke pertunjukkan bermuatan seks yang bisa dikunjungi langsung bersama teman kantor, yang jika tidak dikelola dengan baik akan memunculkan perilaku seksual yang seringkali berisiko. Beberapa hal yang bisa disebut sebagai seks yang tidak sehat, yang bisa dilakukan di jam kantor misalnya adalah hal-hal sebagai berikut: melakukan sexting (menyampaikan pesan seksual lewat gambar atau tulisan di hp atau internet selama jam kantor secara serius), mengakses secara pribadi atau beramai-ramai media pornografi saat jam kerja, melakukan pelecehan seksual dengan memanfaatkan relasi kuasa ke bawahan, hingga melakukan perilaku seksual berisiko di jam kerja (misalnya memanfaatkan situasi lowong untuk berhubungan seksual
dengan sesama teman kantor). Itu semua berisiko tinggi, baik secara sosial, profesional hingga risiko medis, mulai dari ringan hingga berat. Akan lebih bagus memikirkan semuanya baik-baik termasuk memikirkan risikonya jika ingin melakukannya, karena sekali lagi bukan rahasia lagi sudah sering terjadi risiko pekerjaan, tuntutan perkara pidana, hingga risiko kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual menjadi akibatnya. Di samping problem infeksi menular seksual dan kehamilan tidak diinginkan yang bisa muncul dari faktor perilaku, ada juga kasus lain yang makin marak dikeluhkan oleh para eksekutif muda pekerja kantoran, yaitu problem fungsi seksual. Mengingat tuntutan pekerjaan yang tinggi, stres tinggi, kelelahan juga menyertai yang akhirnya bagi yang sudah menikah sering mengeluhkan adanya keluhan semisal gairah seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi
dini hingga gangguan orgasme. Pola hidup tidak sehat, jarang istirahat, merokok, pola makan bekolesterol tinggi dari makanan cepat saji bisa memunculkan penyakit metabolisme di usia lebih dini seperti kencing manis yang pada akhirnya merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi hormon seksual. Yang dikombinasi dengan problem psikis seperti stres di pekerjaan atau stres di rumah, bahkan stres dengan pasangan, akan memicu problem fungsi seksual. Dorongan seksual akan menjadi menurun jika hormon testosteron juga menurun, disfungsi ereksi dan gangguan pelumasan vagina pada perempuan bisa terjadi karena pembuluh darah terganggu yang akhirnya memperburuk kualitas orgasme. Ejakulasi dini pada laki-laki juga bisa terjadi karena stres, cemas dan gangguan serotonin di otak. Semua bisa terjadi di usia kerja produktif.
Sudut Pandang
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Belanja tidak Belanja tetap Hormat Bertamu adalah bagian dari pergaulan sosial untuk menjaga tali silaturrahmi. Silaturahmi biasa dilakukan semua orang baik itu antarkeluarga, antarsaudara ataupun antarkawan. Yang unik adalah bertamu dalam urusan bisnis. Biasanya ini terjadi antar pengusaha yang membuka usahanya di rumah dengan pembeli atau penawar usahanya. Bagi mereka yang membuka usaha di rumah biasanya lebih sering didatangi oleh langganan yang bertahan dengan hubungan yang baik, seperti Sayuk Wibawati, pengusaha kuliner khas Lombok dengan label Nutsafir Cookies dan Ayu Setyawati, pengusaha butik berlabel Ayoe Butik Lombok.
D
ua pengusaha perempuan yang tengah bersinar di Lombok ini rupanya memiliki kiat yang sama yaitu ‘meninggikan’ para tamu/langganan dengan kehormatan. Belanja ataupun tidak, para pelanggan ini tetap diterima dengan senang hati dan tangan terbuka sebagai tamu. “Bagi saya, tamu yang datang ke butik itu adalah kehormatan, karena mereka sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke sini (butik),” ungkap Ayu yang membuka butiknya di rumah tempatnya tinggal. Baginya, menghormati tamu maupun yang sekaligus sebagai
Pelesir
langganan adalah wajib. Karena itu ia selalu menghormatinya dengan mengedepankan sopan santun dan berpakaian rapi. Menyambutnya dengan ramah sembari menjelaskan produk-produk yang dijual dengan mengedepankan kejujuran dan etika khususnya saat menjelaskan barang yang akan dijual. Tentu saja hal lain yang bersifat normatif juga tetap dilakukan seperti menawarkan dan menyiapkan minuman minimal air mineral. Ayu mengaku tidak pernah pilih-pilih tamu yang datang, meskipun hanya datang untuk melihat produk yang dijualnya tidak mesti harus membeli. Namun begitu, Ayu selalu menyelipkan kartu nama untuk memperpanjang silaturrahmi. “Mereka datang saja saya sudah senang meski mereka tidak belanja,” katanya. Menghadapi tamu yang baru dikenal, Ayu punya cara sen
banding ke toko tentu saja persiapannya bisa lebih baik,” ujarnya Sayuk yang juga membuka toko kue kering khas ini di rumahnya di Mataram. Jika ada rombongan tamu yang melakukan studi banding, ia menghormati tamunya dengan menyiapkan toko dan dapurnya agar para tamu bisa melihat sendiri secara langsung proses pembuatan kue kering khas Lombok produksinya. (Naniek I. Taufan)
diri. Ayu memahami bahwa tamu tersebut bisa jadi sudah datang ke butik-butik lain atau setelah dari butiknya mereka juga akan mendatangi butik-butik lainnya. Harga bersaing dan memberikan kualitas terbaik dan tidak mengecewakan pelanggan, begitu cara Ayu. Ia tetap menjaga etika saat menerima tamutamu pelanggannya ini. Satu hal yang juga menarik dari apa yang dilakukan Ayu pada tamutamunya ini, yakni memberikan kejutan-kejutan terutama pada tamu yang menjadi pelanggannya. “Saya kasih kejutan dengan untuk menghargai tamu pelanggan yang setia,” katanya. Kejutan tersebut biasa berupa produk-produk Ayoe Butik Lombok yang tentu saja harus khas Lombok Selain Ayu ada Sayuk Wibawati, pengusaha kuliner khas Lombok
Kombinasi Wisata Spiritual dan Wisata Alam
penyembuhkan. “Setiap hari-hari suci, seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan hari suci lainnya masyarakat Bali selalu ramai melukat ataupun mohon obat di pancoran ini,” kata pemilik sekaligus Ketua Pengelola Bali Mula Unik I Nyoman Cendikiawan. Masyarakat percaya air pancoran itu dapat menyembuhkan sakit perut, cacar, melancarkan kencing, tensi tinggi dan penyakit lainnya. Air pancoran ini juga bisa diminum langsung setelah
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
melalui hasil cek laboratorium. Masyarakat yang hendak melukat, mulai dengan menghaturkan sesajen lalu mandi di pancoran selanjutnya melakukan persembahyangan. Jika merasa haus, pengunjung bisa mengambil air pancoran dalam kemasan botol. Di areal Pura ini, wisatawan sering melakukan yoga. Mereka tidak memakai alas lagi, karena sudah ada rumput yang bersih dan empuk. Jika merasa belum puas, mereka bisa melakukan kegiatan spiritual itu esok harinya.
yang juga menyiapkan penyambutan tamu pelanggannya dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, standar menyambut tamu standar saja, dengan tetap menyiapkan minuman dan tester seluruh produk kuliner yang dijualnya. Namun demi menyenangkan hati para tamu yang datang Sayuk menyempatkan diri untuk menjelaskan proses pembuatan kue kering dari bijian-bijian itu, khususnya pada tamu rombongan studi banding yang sering datang ke tokonya. “Kalau tamu pelanggan yang sudah janjian seperti tamu Sayuk Wibawati bersama tamu yang mengunjungi standnya saat mengikuti pameran yang menjalankan study
Wisatawan bisa menginap di sebuah pondok (rumah) tradisional di bawah Pura tersebut dengan kapasitas 6 orang. “Wisatawan asal Australia, Rusia dan Denmark yang sudah pernah tinggal di pondok ini,” ungkap Cendikiawan. Wisatawan yang ingin suasana malam penuh kenangan, mereka bisa melakukan kemah di areal yang telah disiapkan di bawah pondok-pondok itu. Pengelola menyiapkan segala perlengkapan kemah, seperti tenda dan api unggun. Jika ingin masak sendiri, petugas akan menyiapkan berbagai perlengkapannya. Mereka bisa memesan pada petugas yang ada di sana. Jika menuruni area Bali Mula Unik, maka akan sampai di tempat yang sangat indah baik untuk selfie. Lokasinya berada di atas Tukad Wos) dengan jembatan klasik terbuat dari kayu yang
sangat kuat. Di pinggir jembatan itu, dibatasi dengan kayu-kayu lokal yang kuat. Pengunjung bisa berfoto ria denga latar belakang sungai. Setiap hari, setelah jam pulang sekolah para remaja sudah ramai berfoto ria bersama teman-temannya. Ada yang memanfaatkan untuk membuat tugas kelompok dan ada yang hanya bersantai. Sementara bagi mereka yang memiliki waktu panjang, akan memanfaatkan sungai untuk bermain tubing. Pengunjung berfoto berbasahbasah dibawah air terjun Yeh Santen dan bermain air dengan menggunakan ban bekas. Anakanak muda biasa berfoto dengan latar belakang air terjun yang ada. “Selain anak-anak di daerah Gianyar, banyak juga remaja dari Buleleng, Tabanan dan Denpasar yang berwisata kesini,” tambah Cendikiawan. (Darsana)
15
Seksi dengan Kebaya Indonesia-India Desainer cantik Shinta Chrisna launching new lable bersama partnernya Monica Mohindra dengan nama Chrisna Monica. Belum lama ini, label baru tersebut mendapat kesempatan istimewa untuk tampil dalam ajang fashion bergengsi di Indonesia yakni event Indonesian Fashion Week 2017.
D
Ayu Setyawati bersama tamu dari Korea yang mengunjungi butiknya di rumah tempatnya tinggal
Bali Mula Unik
Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi di awal tahun 2017 ini adalah Bali Mula Unik. Objek ini pun terkenal kareng sering diunggah di media sosial (Medsos). Bali Mula Unik dibuka setiap hari dengan menawarkan kombinasi antara wisata spiritual dan wisata alam yang memiliki suasana sejuk dan kental dengan aura positif. Bali Mula Unik terletak Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa sudah dapat berwisata di objek ini. Aneka tumbuhan lokal termasuk yang langka menciptakan suasana sejuk dan damai. Auranya terasa beda terasa mengundang setiap orang untuk berada di areal ini. Masyarakat dan wisatawan sering memanfaatkan untuk melakukan meditasi dan yoga. Apalagi, di areal timur kawasan yang ada sebuah Pura Taman Nirhyra Sudamala Jelantik dengan dua pancoran yang airnya dipercaya sebagai tempat melukat (membersihkan diri secara niskala) dan pancoran satunya lagi untuk
Style
Shinta Chrisna & Monica Mohindra
10
alam kesempatan IFW yang mengusung tema “Celebration of Culture” itu, Chrisna Monica mempersembahkan koleksi yang bertajuk “Ro mancing Radha”. Sang desainer mengatakan sangat terinspirasi d e n g a n k i s a h c i n t a Ra d h a Khrsna, yang kemudian menampilkan busanaa khas India seperti saree lehengga dan Indian blouse yang terbuat dari kebaya dan batik khas Indonesia sesuai dengan tema celebration of culture. Desain kebaya seksi yang sesuai dengan Indian blouse dengan detail beads svarozky lace dan bordir dipadukan dengan kain sari dari batik yang dikombinasi dengan lace yang bertaburkan payet membuat busana
tradisional ini terlihat sangat Indonesia. Tampilan baju gong yang sangat terinspirasi dengan lukisan hand painting Radha Krsna yang terinspirasi dari malaikas fabric dipadupadankan dengan baju dan mahkota yang dibuat khusus dari bahan kulit dan dipahat oleh Shinta Chrisna dibantu dengan seniman lukis. Pahatannya ini menampilkan koleksi yang sangat memukau dan mendapat respons yang sangat baik dara para fashionista dan media di Jakarta bahkan mereka menamakan koleksi Chrisna Monica ini dengan nama The Royal Majesty Collection. –Inten Indrawati
14
Jelita
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Tips Membuat Perut Ramping
S
emua orang tentu ingin berpenampilan langsing, apalagi, perempuan. Cara mendapatkannya tak sulit, asal Anda mau berlatih. Anda cukup melakukan gerakan yoga yang diajarkan Agung Wida dari Pasraman Markandeya. Ada lima gerakan yang rutin harus Anda lakukan agar perut Anda terlihat ramping. Gerakan ini diikuti dengan menarik napas dan mengeluarkan napas dalam tiga kali putaran. Bagaimana Anda tertarik mencobanya?
Pose 2 Tidur telungkup. Angkat kaki kiri ke atas membentuk siku 30 derajat, dan tangan kanan lurus ke depan. Lakukan bergantian pada kaki kiri dan kanan.
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Masyarakat Indonesia tentu mengenal sosok Andrie Wongso, seorang motivator terkenal dengan filosofinya “Success is My Right”. Ia hadir di Secret Garden Village, Baturiti, Tabanan, Sabtu (11/3) mengajar senam AW 3S di hadapan ratusan anggota Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali.
11
Sehat, Semangat, Senang dengan Senam AW 3S
A
Pose 1 Tekuk kedua kaki dan angkat kaki kiri tinggi ke atas. Gunakan tangan untuk menopang kekuatan. Gerakan ini bagus untuk perbaikan tulang ekor, punggung, dan juga mengecilkan perut. Lakukan bergantian pada kaki kiri dan kanan.
Pose 3 Anda tidur terlentang. Tangan di samping. Angkat dada dan kepala. Kemudian angkat kedua kaki bersamaan. Gunakan perut untuk me nahan beban.
Pose 4 Tidur terlentang. Tekuk kedua kaki, dan angkat punggung. Dagu menempel di dada. Letakkan tangan di ujung kaki.
Bugar
ndrie Wongso mengatakan, senam AW 3S ini, sangat mudah dilakukan siapa saja, baik tua maupun muda, namun, manfaatnya sangat luar biasa. “Senam ini tercipta karena saya pernah menderita cedera lutut 4 tahun lalu. Kalau melihat dari fisik saya, terlihat saya sangat sempurna, tapi saya punya keluhan. Kalau duduk lutut terasa cekot-cekot. Kalau naik pesawat duduk lama, mau berdiri lama sekali. Akhirnya saya ke dokter, disarankan operasi,” ujarnya berkisah tentang awal mula ia menciptakan senam 3S. Bukan hanya mendatangi dokter di Indonesia, ia juga sempat mendatangi beberapa dokter di luar negeri. Mendengar kata operasi, Andrie Wongso akhirnya bertekad menemukan satu formula untuk mengobati cedera lutut yang dialaminya. Berbekal kemampuannya mengajar kungfu puluhan tahun, ia mencoba menganalisa organ-organ tubuh yang bisa dijadikan dasar-dasar senam untuk mengobati cede ra lututnya. Akhirnya, ia menemukan satu formula senam yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan lutut dan saraf kejepit. “Ternyata, setelah rutin latihan senam 3S, Sehat, Semangat, dan Senang ini, banyak sekali terlihat ada perubahan pada masalah lutut saya. Saya bisa berjalan dengan baik, sudah tidak minum obat lagi, dan uniknya, saya bisa bermain badminton tiga kali seminggu, tanpa sakit di lutut,” tuturnya. Setelah ia bercerita ke banyak orang, ia akhirnya mengetahui, ternyata banyak sekali orang yang mengalami hal yang sama dengan dengannya. Karena itu, terbersit keinginannya untuk membantu orang lain yang mempunyai masalah yang sama de ngannya. Ia memang tak bisa menjelaskan secara ilmu kedokteran, apa kehebatan senam 3S ciptaannya itu. Namun, sudah banyak kesaksian yang ia den gar dari orang-orang yang sudah mempraktikkannya. Bahkan, salah seorang yang baru sekali mencoba senam itu, yang mempunyai keluhan kesulitan buang air besar (BAB), akhirnya bisa BAB secara normal. Bahkan, seorang penderita kanker hidung yang su-
dah divonis stadium 4 bisa sembuh hanya dengan senam 3S. Bahkan, yang sudah menopause bisa kembali menstruasi. Dalam pandangannya, hal ini bisa terjadi karena peremajaan sel. Selama ini, banyak orang mengalami cedera lutut karena mereka tidak pernah menggerakkan lutut mereka. “Dengan senam 3S, lutut dipacu untuk bergerak. Inti dari gerakan ini adalah pengulangannya, kare na gerakannya sangat sederhana, hanya menggerakan tangan dan lutut. Saat kita begerak seluruh otot ikut ditarik, otomatis otot jadi elastis. Ibarat mesin, kalau diberi oli pelumas tentu jalannya sangat baik, begitu juga dengan lutut ini. Senam ini selain untuk mencegah pengapuran tulang, juga bisa mengobati cedera lutut, juga baik untuk saraf kejepit,” ungkapnya. Ia memperagakan senam 3S ini. Saat tangan ditarik ke atas, kaki dijinjit. Saat kaki dijinjit, otot belakang ketarik. Kemudian pelan-pelan turunkan tangan tekut lutut dan tangan diayun ke bawah. Saat napak kaki ke depan, otot depan ketarik. Waktu nekuk lutut, otot lutut ketarik. Kemudian saat tangan ke bawah, angkat ujung jari kaki ke atas. Begitu seterusnya diulangulang. Untuk pemula lakukan sampai 60 kali. Lakukan dua kali sehari. Ketua INTI Bali, Sudiarta Indrajaya, mengatakan, ia mengandeng Andrie Wongso karena sudah lama kenal dekat dengannya. Apalagi, setelah mendengar Andrie Wongso menemukan satu senam baru yang disebut 3 S, ia mengajak anggota INTI untuk ikut latihan. Ternyata semua anggota merespons dengan baik. Bahkan, ada dua orang lansia, yang baru
pertama kali latihan merasakan efek positif senam 3S. Setelah dua tahun mengalami kesulitan BAB, berkat senam ini, mereka bisa normal BAB. Sudiarta Indrajaya juga mengajak Dewan Pakar INTI Bali, Prof. dr. Ketut Sukardika, Sp.MK. untuk menganalisa senam 3S ini yang menurutnya, sangat bagus untuk lutut dan saraf kejepit. Sementara, Billy Hartono, pemilik Secret Garden Village, merasa terpanggil untuk ikut aktif melakukan kegiatan sosial
ke masyarakat. Salah satunya, mendukung acara yang digelar INTI Bali ini. Selain sebagai tempat promosi Secret Garden, tempat wisata baru ini, juga selain sebagai edukasi wisata juga peduli dengan kesehat an masyarakat. Andrie Wongso berharap, senam ini bisa menggerakkan semua lapisan masyarakat Indonesia untuk berolahraga. “Saya ingin ini jadi gerakan nasional untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya. (Wirati Astiti)
Pose 5 Tidur telungkup. Angkat kedua kaki dan tangan berusaha menarik ujung kaki. Angkat dada dan jangan lupa tersenyum. -Wirati Astiti
Nusa Dua Kawasan ITDC Blok D, Nusa Dua 80363, Bali, Indonesia (+62 361) 3000 911
) Andrie Wongso (tengah), Billy Hartono, Sudiarta Indrajaya (kiri)
info@bimcbali.com www.bimcbali.com
bimc hospital
@bimchospital
12
Kuliner
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Resep ala Dapur Eka Sayur Rebung/ Embung/Bambu Muda Bahan-bahan: 1 kg atau 4 batang rebung/embung/bambu muda – diiris-iris tipis Bumbu-bumbu: 5 siung bawang merah 2 siung bawang putih 2 buah cabai merah besar 1 buah cabai merah kecil – atau tambahkan bila suka pedas 1 sendok makan ketumbar ½ sendok teh bubuk merica putih 2 biji kemiri Haluskan semua bumbu di atas ½ butir santan kelapa
bahkan daun salam, daun jeruk purut, sereh dan irisan laos, masak hingga rebung empuk. Masukkan santan, garam dan gula pasir, aduk rata hingga matang. Siap dihidangkan.
Bahan-bahan untuk isi: 1 buah : wortel - potong kotak kotak sekitar 3mm x 3mm x 3mm 3 buah : kentang - potong kotak-kotak sekitar 5mm x 5mm x 5mm
Bumbu: 2 siung : bawang putih - memarkan kemudian dirajang ¼ bagian : bawang Bombay – potong kotak-kotak kecil ½ sdt : bubuk merica putih 1 : iris tipis pala 1 sdt : tepung maizena diencerkan Garam secukupnya Gula pasir secukupnya
Meinah Widjaja (kanan)
Cara membuat isi: - Cairkan 2 sendok teh mentega, masukkan bawang putih hingga harum, masukkan bawang Bombay hingga layu, masukkan daging ayam cincang (bila suka) kemudian masukkan potongan wortel dan kentang, aduk rata, isi dua gelas air mendidih, tutup dan masak hingga kentang lembut. - Tambahkan irisan daun seledri, bubuk merica, irisan pala, garam dan gula pasir, aduk rata, kemudian kentalkan dengan tepung maizena yang sudah diencerkan. - Aduk rata, matikan api, dingin kan. Cara membuat roti isi: - Letakkan satu lembar roti tawar, tambahkan isi sekitar 1-2 sendok makan, ratakan, lalu letakkan satu lembar roti tawar di atasnya. Tekan hingga menempel, potong diagonal. Lalu celupkan ke kocokan telur ayam, angkat dan gulingkan di atas tepung roti. - Goreng dengan minyak panas dan penuh, hingga roti mengapung dan kecoklatan, angkat dan siap disajikan. - Bisa disajikan dengan saus sambal atau cabai rawit.
Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali merupakan pasar yang potensial bagi importir wine. Hal ini diungkapkan Meinah Widjaja, Marketing Manager PT Mandiri Graha Persada, disela-sela ekshibisi wine di Kuta, Rabu (15/3). Ekshibisi ini menampilkan lebih dari 100 jenis wine dan spirit serta dikunjungi kalangan bartender dan pemilik usaha kuliner. Meinah menambahkan kantong pariwisata seperti Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, dan Ubud merupakan tempat yang potensial untuk penjualan wine. Di sisi lain, ia mengingatkan konsumen untuk enjoy responsibility. “Silakan menikmati wine tetapi dalam batasbatas wajar dan bertanggung jawab. Jangan sampai mabuk,” ujar Meinah yang didampingi Michael Patty, Sales & Marketing Buana Graha Mandiri. Dalam ekshibisi yang berlangsung sehari tersebut, masingmasing produsen memamerkan minuman yang menjadi andalannya. Mereka juga menghadirkan pakar yang bisa diajak berdiskusi tentang minuman beralkohol ini. Minuman-minuman tersebut berasal dari benua Eropa, Asia, dan Australia. (Ngurah Budi)
13
Sajian Kakap Putih dalam Bambu
“R
Cara memasak: Rendam irisan rebung/embung/ bambu muda ke dalam air hangat selama kurang lebih 10 menit, lalu tiriskan. Didihkan 1.5liter air, masukkan bumbu yang dihaluskan, masak hingga matang dan harum. Masukkan tirisan rebung/embung/ bambu muda ke dalamnya, tam-
Roti Isi
Bambu Bara
Menikmati malam sambil bersantai dengan teman-teman bisa dilakukan di mana saja. Salah satu lokasi yang bisa menjadi pilihan adalah Rumahan Bistro. Kini halaman belakang Rumahan Bistro disulap menjadi tempat hangout.
Bumbu penyedap: Garam secukupnya Gula pasir secukupnya 3 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk purut 2 batang sereh – dimemarkan
2 batang : daun seledri – iris tipis tipis 1 ons : daging ayam dicincang (bila suka)
Bahan utama: 1 bungkus : roti tawar tanpa kulit 1 bungkus : tepung roti 2 butir : telur - dikocok
Enjoy Responsibility
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
umahan Bistro sudah beroperasi sejak delapan bulan lalu. Masih ada space kosong di belakang. Sempat ada ide untuk menjadikan taman bermain. Tetapi, setelah dibahas lagi, kami mencoba sesuatu yang baru. Lahan yang ada kami tata sedemikian rupa sehingga jadilah konsep beer garden. Karena masih menjadi bagian dari Rumahan, namanya pun Rumahan Beer Garden,” ujar Fany Hermawan, Executive Chef Rumahan Bistro sekaligus salah satu owner Rumahan.
Chef Fany menjelaskan lokasi di garden ini cocok untuk pekerja yang ingin bersantai sepulang kantor. Konsepnya maskulin di ruang terbuka. Beer Garden bisa menampung 8-9 meja dengan jam buka pukul 18.00. Tiap hari ada live accoustic dan khusus malam minggu ada penampilan DJ. Pengunjung tidak hanya me-
nikmati minuman saja di areal ini. Aneka makanan dengan harga terjangkau juga bisa dinikmati. “Ada salah satu menu khusus
Bambu bara
Sup Udang Pedas
yang saya sajikan di sini. Namanya Bambu Bara. Ini ikan Kakap Putih yang dimasak di dalam bambu dan dipanggang selama 2,5 jam sehingga ikan empuk, dan disajikan dengan sambal bongkot. Mirip lemang tetapi ada modifikasi dengan tambahan sambal bongkot,” jelas Chef Fany. Ia menambahkan ada 11 ma kanan yang disajikan di Beer Garden dengan harga paling mahal Rp 50 ribu. “Kami tetap mengutamakan nuansa lokal dengan sajian masakan Indonesia,” tegasnya. (Ngurah Budi)
3 siung : bawang putih cincang halus Penyedap rasa secukupnya Garam secukupnya Cara Membuat : - Tumis irisan bawang bombai dan jahe bawang putih hingga harum, lalu masukkan udang, aduk hingga berubah warna.
Chef Fany
Marmer Cake
Bahan: 200 gr : 200 gr : 200 gr : ½ sdt : 6 butir : 6 butir : 1 sdt :
mentega gula halus tepung terigu vanili bubuk putih telur kuning telur cokelat bubuk
Cara Membuat : - Kocok putih telor sampai putih kaku sisihkan. lalu kocok mentega gula halus vanili sampai putih lalu masukkan kuning telor satu persatu sambil diko-
Sarwan Bahan: 250 gr : udang bersihkan, sisakan ekornya belah punggungnya 100 gr : jamur kuping, iris-iris 1 buah : wortel potong dadu/bulat 3 buah : bakso udang 3 buah : bakso ikan potong dadu 1 sdt : kaldu bubuk rasa ayam ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin buat menumis 1 sdm : kecap ikan 1 sdm : cabe bubuk 1 buah : bawang bombai cincang halus 1 ruas : jari jahe 1 ikat : simpul seledri 500 ml : air kaldu 700 ml : air
Suasana di Rumahan Beer Garden
cok lalu sampai tercampur lalu masukan tepung terigu sedikit demi sedikitt sampai tercampur jadi adonan lalu ambil 3sdm makan campur dengan coklat bubuk aduk rata. lalu olesi cetakan kue dengan margarin lalu panggang diatas kompor dengan api sedang masukkan adonan isi sepertiga isian lalu tambahan adonan yang udah dicampur coklat bubuk ditengan cetakan lalu putar didalam adonan dengan tusuk sate lalu tutup masak sampai matang siap disajikan.
- Masukkan air kaldu, air dan seledri ikat simpul. Masak sampai mendidih lalu masukkan irisan wortel juga jamur kuping. - Masukkan lada cabe bubuk, garam, lada, kaldu bubuk, juga penyedap rasa. Biarkan bumbu meresap dan matang. Siap untuk disajikan dengan bawang putih goreng.
Pasta Saus Tuna Bahan: 200 gr : pasta bentuk spiral 1 kaleng : ikan tuna 3 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 1 sdm : margarin ½ sdt : lada bubuk 1 sdt : kaldu bubuk ½ bawang : bombai cincang halus 3 siung : bawang putih cincang 100 gr : keju parut 1 sdm : saus tiram Garam secukupnya
Cara Membuat : - Rebus makaroni dengan sedikit garam dan margarin, rebus sampai empuk, tiriskan. - Tumis irisan bawang bombai juga bawang putih hingga harum. - Masukkan ikan tuna kaleng, aduk rata, lalu masukkan air, saus tomat, saus sambal, saus tiram, kaldu bubuk, garam, gula, dan lada, aduk rata dan masak sampai agak mengental, angkat. - Tata pasta dalam piring, lalu siram dengan saus tuma di atas makaroni, lalu taburi dengan keju parut. Siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Resep ala Dapur Eka Sayur Rebung/ Embung/Bambu Muda Bahan-bahan: 1 kg atau 4 batang rebung/embung/bambu muda – diiris-iris tipis Bumbu-bumbu: 5 siung bawang merah 2 siung bawang putih 2 buah cabai merah besar 1 buah cabai merah kecil – atau tambahkan bila suka pedas 1 sendok makan ketumbar ½ sendok teh bubuk merica putih 2 biji kemiri Haluskan semua bumbu di atas ½ butir santan kelapa
bahkan daun salam, daun jeruk purut, sereh dan irisan laos, masak hingga rebung empuk. Masukkan santan, garam dan gula pasir, aduk rata hingga matang. Siap dihidangkan.
Bahan-bahan untuk isi: 1 buah : wortel - potong kotak kotak sekitar 3mm x 3mm x 3mm 3 buah : kentang - potong kotak-kotak sekitar 5mm x 5mm x 5mm
Bumbu: 2 siung : bawang putih - memarkan kemudian dirajang ¼ bagian : bawang Bombay – potong kotak-kotak kecil ½ sdt : bubuk merica putih 1 : iris tipis pala 1 sdt : tepung maizena diencerkan Garam secukupnya Gula pasir secukupnya
Meinah Widjaja (kanan)
Cara membuat isi: - Cairkan 2 sendok teh mentega, masukkan bawang putih hingga harum, masukkan bawang Bombay hingga layu, masukkan daging ayam cincang (bila suka) kemudian masukkan potongan wortel dan kentang, aduk rata, isi dua gelas air mendidih, tutup dan masak hingga kentang lembut. - Tambahkan irisan daun seledri, bubuk merica, irisan pala, garam dan gula pasir, aduk rata, kemudian kentalkan dengan tepung maizena yang sudah diencerkan. - Aduk rata, matikan api, dingin kan. Cara membuat roti isi: - Letakkan satu lembar roti tawar, tambahkan isi sekitar 1-2 sendok makan, ratakan, lalu letakkan satu lembar roti tawar di atasnya. Tekan hingga menempel, potong diagonal. Lalu celupkan ke kocokan telur ayam, angkat dan gulingkan di atas tepung roti. - Goreng dengan minyak panas dan penuh, hingga roti mengapung dan kecoklatan, angkat dan siap disajikan. - Bisa disajikan dengan saus sambal atau cabai rawit.
Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali merupakan pasar yang potensial bagi importir wine. Hal ini diungkapkan Meinah Widjaja, Marketing Manager PT Mandiri Graha Persada, disela-sela ekshibisi wine di Kuta, Rabu (15/3). Ekshibisi ini menampilkan lebih dari 100 jenis wine dan spirit serta dikunjungi kalangan bartender dan pemilik usaha kuliner. Meinah menambahkan kantong pariwisata seperti Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, dan Ubud merupakan tempat yang potensial untuk penjualan wine. Di sisi lain, ia mengingatkan konsumen untuk enjoy responsibility. “Silakan menikmati wine tetapi dalam batasbatas wajar dan bertanggung jawab. Jangan sampai mabuk,” ujar Meinah yang didampingi Michael Patty, Sales & Marketing Buana Graha Mandiri. Dalam ekshibisi yang berlangsung sehari tersebut, masingmasing produsen memamerkan minuman yang menjadi andalannya. Mereka juga menghadirkan pakar yang bisa diajak berdiskusi tentang minuman beralkohol ini. Minuman-minuman tersebut berasal dari benua Eropa, Asia, dan Australia. (Ngurah Budi)
13
Sajian Kakap Putih dalam Bambu
“R
Cara memasak: Rendam irisan rebung/embung/ bambu muda ke dalam air hangat selama kurang lebih 10 menit, lalu tiriskan. Didihkan 1.5liter air, masukkan bumbu yang dihaluskan, masak hingga matang dan harum. Masukkan tirisan rebung/embung/ bambu muda ke dalamnya, tam-
Roti Isi
Bambu Bara
Menikmati malam sambil bersantai dengan teman-teman bisa dilakukan di mana saja. Salah satu lokasi yang bisa menjadi pilihan adalah Rumahan Bistro. Kini halaman belakang Rumahan Bistro disulap menjadi tempat hangout.
Bumbu penyedap: Garam secukupnya Gula pasir secukupnya 3 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk purut 2 batang sereh – dimemarkan
2 batang : daun seledri – iris tipis tipis 1 ons : daging ayam dicincang (bila suka)
Bahan utama: 1 bungkus : roti tawar tanpa kulit 1 bungkus : tepung roti 2 butir : telur - dikocok
Enjoy Responsibility
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
umahan Bistro sudah beroperasi sejak delapan bulan lalu. Masih ada space kosong di belakang. Sempat ada ide untuk menjadikan taman bermain. Tetapi, setelah dibahas lagi, kami mencoba sesuatu yang baru. Lahan yang ada kami tata sedemikian rupa sehingga jadilah konsep beer garden. Karena masih menjadi bagian dari Rumahan, namanya pun Rumahan Beer Garden,” ujar Fany Hermawan, Executive Chef Rumahan Bistro sekaligus salah satu owner Rumahan.
Chef Fany menjelaskan lokasi di garden ini cocok untuk pekerja yang ingin bersantai sepulang kantor. Konsepnya maskulin di ruang terbuka. Beer Garden bisa menampung 8-9 meja dengan jam buka pukul 18.00. Tiap hari ada live accoustic dan khusus malam minggu ada penampilan DJ. Pengunjung tidak hanya me-
nikmati minuman saja di areal ini. Aneka makanan dengan harga terjangkau juga bisa dinikmati. “Ada salah satu menu khusus
Bambu bara
Sup Udang Pedas
yang saya sajikan di sini. Namanya Bambu Bara. Ini ikan Kakap Putih yang dimasak di dalam bambu dan dipanggang selama 2,5 jam sehingga ikan empuk, dan disajikan dengan sambal bongkot. Mirip lemang tetapi ada modifikasi dengan tambahan sambal bongkot,” jelas Chef Fany. Ia menambahkan ada 11 ma kanan yang disajikan di Beer Garden dengan harga paling mahal Rp 50 ribu. “Kami tetap mengutamakan nuansa lokal dengan sajian masakan Indonesia,” tegasnya. (Ngurah Budi)
3 siung : bawang putih cincang halus Penyedap rasa secukupnya Garam secukupnya Cara Membuat : - Tumis irisan bawang bombai dan jahe bawang putih hingga harum, lalu masukkan udang, aduk hingga berubah warna.
Chef Fany
Marmer Cake
Bahan: 200 gr : 200 gr : 200 gr : ½ sdt : 6 butir : 6 butir : 1 sdt :
mentega gula halus tepung terigu vanili bubuk putih telur kuning telur cokelat bubuk
Cara Membuat : - Kocok putih telor sampai putih kaku sisihkan. lalu kocok mentega gula halus vanili sampai putih lalu masukkan kuning telor satu persatu sambil diko-
Sarwan Bahan: 250 gr : udang bersihkan, sisakan ekornya belah punggungnya 100 gr : jamur kuping, iris-iris 1 buah : wortel potong dadu/bulat 3 buah : bakso udang 3 buah : bakso ikan potong dadu 1 sdt : kaldu bubuk rasa ayam ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin buat menumis 1 sdm : kecap ikan 1 sdm : cabe bubuk 1 buah : bawang bombai cincang halus 1 ruas : jari jahe 1 ikat : simpul seledri 500 ml : air kaldu 700 ml : air
Suasana di Rumahan Beer Garden
cok lalu sampai tercampur lalu masukan tepung terigu sedikit demi sedikitt sampai tercampur jadi adonan lalu ambil 3sdm makan campur dengan coklat bubuk aduk rata. lalu olesi cetakan kue dengan margarin lalu panggang diatas kompor dengan api sedang masukkan adonan isi sepertiga isian lalu tambahan adonan yang udah dicampur coklat bubuk ditengan cetakan lalu putar didalam adonan dengan tusuk sate lalu tutup masak sampai matang siap disajikan.
- Masukkan air kaldu, air dan seledri ikat simpul. Masak sampai mendidih lalu masukkan irisan wortel juga jamur kuping. - Masukkan lada cabe bubuk, garam, lada, kaldu bubuk, juga penyedap rasa. Biarkan bumbu meresap dan matang. Siap untuk disajikan dengan bawang putih goreng.
Pasta Saus Tuna Bahan: 200 gr : pasta bentuk spiral 1 kaleng : ikan tuna 3 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 1 sdm : margarin ½ sdt : lada bubuk 1 sdt : kaldu bubuk ½ bawang : bombai cincang halus 3 siung : bawang putih cincang 100 gr : keju parut 1 sdm : saus tiram Garam secukupnya
Cara Membuat : - Rebus makaroni dengan sedikit garam dan margarin, rebus sampai empuk, tiriskan. - Tumis irisan bawang bombai juga bawang putih hingga harum. - Masukkan ikan tuna kaleng, aduk rata, lalu masukkan air, saus tomat, saus sambal, saus tiram, kaldu bubuk, garam, gula, dan lada, aduk rata dan masak sampai agak mengental, angkat. - Tata pasta dalam piring, lalu siram dengan saus tuma di atas makaroni, lalu taburi dengan keju parut. Siap disajikan.
14
Jelita
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Tips Membuat Perut Ramping
S
emua orang tentu ingin berpenampilan langsing, apalagi, perempuan. Cara mendapatkannya tak sulit, asal Anda mau berlatih. Anda cukup melakukan gerakan yoga yang diajarkan Agung Wida dari Pasraman Markandeya. Ada lima gerakan yang rutin harus Anda lakukan agar perut Anda terlihat ramping. Gerakan ini diikuti dengan menarik napas dan mengeluarkan napas dalam tiga kali putaran. Bagaimana Anda tertarik mencobanya?
Pose 2 Tidur telungkup. Angkat kaki kiri ke atas membentuk siku 30 derajat, dan tangan kanan lurus ke depan. Lakukan bergantian pada kaki kiri dan kanan.
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Masyarakat Indonesia tentu mengenal sosok Andrie Wongso, seorang motivator terkenal dengan filosofinya “Success is My Right”. Ia hadir di Secret Garden Village, Baturiti, Tabanan, Sabtu (11/3) mengajar senam AW 3S di hadapan ratusan anggota Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali.
11
Sehat, Semangat, Senang dengan Senam AW 3S
A
Pose 1 Tekuk kedua kaki dan angkat kaki kiri tinggi ke atas. Gunakan tangan untuk menopang kekuatan. Gerakan ini bagus untuk perbaikan tulang ekor, punggung, dan juga mengecilkan perut. Lakukan bergantian pada kaki kiri dan kanan.
Pose 3 Anda tidur terlentang. Tangan di samping. Angkat dada dan kepala. Kemudian angkat kedua kaki bersamaan. Gunakan perut untuk me nahan beban.
Pose 4 Tidur terlentang. Tekuk kedua kaki, dan angkat punggung. Dagu menempel di dada. Letakkan tangan di ujung kaki.
Bugar
ndrie Wongso mengatakan, senam AW 3S ini, sangat mudah dilakukan siapa saja, baik tua maupun muda, namun, manfaatnya sangat luar biasa. “Senam ini tercipta karena saya pernah menderita cedera lutut 4 tahun lalu. Kalau melihat dari fisik saya, terlihat saya sangat sempurna, tapi saya punya keluhan. Kalau duduk lutut terasa cekot-cekot. Kalau naik pesawat duduk lama, mau berdiri lama sekali. Akhirnya saya ke dokter, disarankan operasi,” ujarnya berkisah tentang awal mula ia menciptakan senam 3S. Bukan hanya mendatangi dokter di Indonesia, ia juga sempat mendatangi beberapa dokter di luar negeri. Mendengar kata operasi, Andrie Wongso akhirnya bertekad menemukan satu formula untuk mengobati cedera lutut yang dialaminya. Berbekal kemampuannya mengajar kungfu puluhan tahun, ia mencoba menganalisa organ-organ tubuh yang bisa dijadikan dasar-dasar senam untuk mengobati cede ra lututnya. Akhirnya, ia menemukan satu formula senam yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan lutut dan saraf kejepit. “Ternyata, setelah rutin latihan senam 3S, Sehat, Semangat, dan Senang ini, banyak sekali terlihat ada perubahan pada masalah lutut saya. Saya bisa berjalan dengan baik, sudah tidak minum obat lagi, dan uniknya, saya bisa bermain badminton tiga kali seminggu, tanpa sakit di lutut,” tuturnya. Setelah ia bercerita ke banyak orang, ia akhirnya mengetahui, ternyata banyak sekali orang yang mengalami hal yang sama dengan dengannya. Karena itu, terbersit keinginannya untuk membantu orang lain yang mempunyai masalah yang sama de ngannya. Ia memang tak bisa menjelaskan secara ilmu kedokteran, apa kehebatan senam 3S ciptaannya itu. Namun, sudah banyak kesaksian yang ia den gar dari orang-orang yang sudah mempraktikkannya. Bahkan, salah seorang yang baru sekali mencoba senam itu, yang mempunyai keluhan kesulitan buang air besar (BAB), akhirnya bisa BAB secara normal. Bahkan, seorang penderita kanker hidung yang su-
dah divonis stadium 4 bisa sembuh hanya dengan senam 3S. Bahkan, yang sudah menopause bisa kembali menstruasi. Dalam pandangannya, hal ini bisa terjadi karena peremajaan sel. Selama ini, banyak orang mengalami cedera lutut karena mereka tidak pernah menggerakkan lutut mereka. “Dengan senam 3S, lutut dipacu untuk bergerak. Inti dari gerakan ini adalah pengulangannya, kare na gerakannya sangat sederhana, hanya menggerakan tangan dan lutut. Saat kita begerak seluruh otot ikut ditarik, otomatis otot jadi elastis. Ibarat mesin, kalau diberi oli pelumas tentu jalannya sangat baik, begitu juga dengan lutut ini. Senam ini selain untuk mencegah pengapuran tulang, juga bisa mengobati cedera lutut, juga baik untuk saraf kejepit,” ungkapnya. Ia memperagakan senam 3S ini. Saat tangan ditarik ke atas, kaki dijinjit. Saat kaki dijinjit, otot belakang ketarik. Kemudian pelan-pelan turunkan tangan tekut lutut dan tangan diayun ke bawah. Saat napak kaki ke depan, otot depan ketarik. Waktu nekuk lutut, otot lutut ketarik. Kemudian saat tangan ke bawah, angkat ujung jari kaki ke atas. Begitu seterusnya diulangulang. Untuk pemula lakukan sampai 60 kali. Lakukan dua kali sehari. Ketua INTI Bali, Sudiarta Indrajaya, mengatakan, ia mengandeng Andrie Wongso karena sudah lama kenal dekat dengannya. Apalagi, setelah mendengar Andrie Wongso menemukan satu senam baru yang disebut 3 S, ia mengajak anggota INTI untuk ikut latihan. Ternyata semua anggota merespons dengan baik. Bahkan, ada dua orang lansia, yang baru
pertama kali latihan merasakan efek positif senam 3S. Setelah dua tahun mengalami kesulitan BAB, berkat senam ini, mereka bisa normal BAB. Sudiarta Indrajaya juga mengajak Dewan Pakar INTI Bali, Prof. dr. Ketut Sukardika, Sp.MK. untuk menganalisa senam 3S ini yang menurutnya, sangat bagus untuk lutut dan saraf kejepit. Sementara, Billy Hartono, pemilik Secret Garden Village, merasa terpanggil untuk ikut aktif melakukan kegiatan sosial
ke masyarakat. Salah satunya, mendukung acara yang digelar INTI Bali ini. Selain sebagai tempat promosi Secret Garden, tempat wisata baru ini, juga selain sebagai edukasi wisata juga peduli dengan kesehat an masyarakat. Andrie Wongso berharap, senam ini bisa menggerakkan semua lapisan masyarakat Indonesia untuk berolahraga. “Saya ingin ini jadi gerakan nasional untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya. (Wirati Astiti)
Pose 5 Tidur telungkup. Angkat kedua kaki dan tangan berusaha menarik ujung kaki. Angkat dada dan jangan lupa tersenyum. -Wirati Astiti
Nusa Dua Kawasan ITDC Blok D, Nusa Dua 80363, Bali, Indonesia (+62 361) 3000 911
) Andrie Wongso (tengah), Billy Hartono, Sudiarta Indrajaya (kiri)
info@bimcbali.com www.bimcbali.com
bimc hospital
@bimchospital
Sudut Pandang
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Belanja tidak Belanja tetap Hormat Bertamu adalah bagian dari pergaulan sosial untuk menjaga tali silaturrahmi. Silaturahmi biasa dilakukan semua orang baik itu antarkeluarga, antarsaudara ataupun antarkawan. Yang unik adalah bertamu dalam urusan bisnis. Biasanya ini terjadi antar pengusaha yang membuka usahanya di rumah dengan pembeli atau penawar usahanya. Bagi mereka yang membuka usaha di rumah biasanya lebih sering didatangi oleh langganan yang bertahan dengan hubungan yang baik, seperti Sayuk Wibawati, pengusaha kuliner khas Lombok dengan label Nutsafir Cookies dan Ayu Setyawati, pengusaha butik berlabel Ayoe Butik Lombok.
D
ua pengusaha perempuan yang tengah bersinar di Lombok ini rupanya memiliki kiat yang sama yaitu ‘meninggikan’ para tamu/langganan dengan kehormatan. Belanja ataupun tidak, para pelanggan ini tetap diterima dengan senang hati dan tangan terbuka sebagai tamu. “Bagi saya, tamu yang datang ke butik itu adalah kehormatan, karena mereka sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke sini (butik),” ungkap Ayu yang membuka butiknya di rumah tempatnya tinggal. Baginya, menghormati tamu maupun yang sekaligus sebagai
Pelesir
langganan adalah wajib. Karena itu ia selalu menghormatinya dengan mengedepankan sopan santun dan berpakaian rapi. Menyambutnya dengan ramah sembari menjelaskan produk-produk yang dijual dengan mengedepankan kejujuran dan etika khususnya saat menjelaskan barang yang akan dijual. Tentu saja hal lain yang bersifat normatif juga tetap dilakukan seperti menawarkan dan menyiapkan minuman minimal air mineral. Ayu mengaku tidak pernah pilih-pilih tamu yang datang, meskipun hanya datang untuk melihat produk yang dijualnya tidak mesti harus membeli. Namun begitu, Ayu selalu menyelipkan kartu nama untuk memperpanjang silaturrahmi. “Mereka datang saja saya sudah senang meski mereka tidak belanja,” katanya. Menghadapi tamu yang baru dikenal, Ayu punya cara sen
banding ke toko tentu saja persiapannya bisa lebih baik,” ujarnya Sayuk yang juga membuka toko kue kering khas ini di rumahnya di Mataram. Jika ada rombongan tamu yang melakukan studi banding, ia menghormati tamunya dengan menyiapkan toko dan dapurnya agar para tamu bisa melihat sendiri secara langsung proses pembuatan kue kering khas Lombok produksinya. (Naniek I. Taufan)
diri. Ayu memahami bahwa tamu tersebut bisa jadi sudah datang ke butik-butik lain atau setelah dari butiknya mereka juga akan mendatangi butik-butik lainnya. Harga bersaing dan memberikan kualitas terbaik dan tidak mengecewakan pelanggan, begitu cara Ayu. Ia tetap menjaga etika saat menerima tamutamu pelanggannya ini. Satu hal yang juga menarik dari apa yang dilakukan Ayu pada tamutamunya ini, yakni memberikan kejutan-kejutan terutama pada tamu yang menjadi pelanggannya. “Saya kasih kejutan dengan untuk menghargai tamu pelanggan yang setia,” katanya. Kejutan tersebut biasa berupa produk-produk Ayoe Butik Lombok yang tentu saja harus khas Lombok Selain Ayu ada Sayuk Wibawati, pengusaha kuliner khas Lombok
Kombinasi Wisata Spiritual dan Wisata Alam
penyembuhkan. “Setiap hari-hari suci, seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan hari suci lainnya masyarakat Bali selalu ramai melukat ataupun mohon obat di pancoran ini,” kata pemilik sekaligus Ketua Pengelola Bali Mula Unik I Nyoman Cendikiawan. Masyarakat percaya air pancoran itu dapat menyembuhkan sakit perut, cacar, melancarkan kencing, tensi tinggi dan penyakit lainnya. Air pancoran ini juga bisa diminum langsung setelah
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
melalui hasil cek laboratorium. Masyarakat yang hendak melukat, mulai dengan menghaturkan sesajen lalu mandi di pancoran selanjutnya melakukan persembahyangan. Jika merasa haus, pengunjung bisa mengambil air pancoran dalam kemasan botol. Di areal Pura ini, wisatawan sering melakukan yoga. Mereka tidak memakai alas lagi, karena sudah ada rumput yang bersih dan empuk. Jika merasa belum puas, mereka bisa melakukan kegiatan spiritual itu esok harinya.
yang juga menyiapkan penyambutan tamu pelanggannya dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, standar menyambut tamu standar saja, dengan tetap menyiapkan minuman dan tester seluruh produk kuliner yang dijualnya. Namun demi menyenangkan hati para tamu yang datang Sayuk menyempatkan diri untuk menjelaskan proses pembuatan kue kering dari bijian-bijian itu, khususnya pada tamu rombongan studi banding yang sering datang ke tokonya. “Kalau tamu pelanggan yang sudah janjian seperti tamu Sayuk Wibawati bersama tamu yang mengunjungi standnya saat mengikuti pameran yang menjalankan study
Wisatawan bisa menginap di sebuah pondok (rumah) tradisional di bawah Pura tersebut dengan kapasitas 6 orang. “Wisatawan asal Australia, Rusia dan Denmark yang sudah pernah tinggal di pondok ini,” ungkap Cendikiawan. Wisatawan yang ingin suasana malam penuh kenangan, mereka bisa melakukan kemah di areal yang telah disiapkan di bawah pondok-pondok itu. Pengelola menyiapkan segala perlengkapan kemah, seperti tenda dan api unggun. Jika ingin masak sendiri, petugas akan menyiapkan berbagai perlengkapannya. Mereka bisa memesan pada petugas yang ada di sana. Jika menuruni area Bali Mula Unik, maka akan sampai di tempat yang sangat indah baik untuk selfie. Lokasinya berada di atas Tukad Wos) dengan jembatan klasik terbuat dari kayu yang
sangat kuat. Di pinggir jembatan itu, dibatasi dengan kayu-kayu lokal yang kuat. Pengunjung bisa berfoto ria denga latar belakang sungai. Setiap hari, setelah jam pulang sekolah para remaja sudah ramai berfoto ria bersama teman-temannya. Ada yang memanfaatkan untuk membuat tugas kelompok dan ada yang hanya bersantai. Sementara bagi mereka yang memiliki waktu panjang, akan memanfaatkan sungai untuk bermain tubing. Pengunjung berfoto berbasahbasah dibawah air terjun Yeh Santen dan bermain air dengan menggunakan ban bekas. Anakanak muda biasa berfoto dengan latar belakang air terjun yang ada. “Selain anak-anak di daerah Gianyar, banyak juga remaja dari Buleleng, Tabanan dan Denpasar yang berwisata kesini,” tambah Cendikiawan. (Darsana)
15
Seksi dengan Kebaya Indonesia-India Desainer cantik Shinta Chrisna launching new lable bersama partnernya Monica Mohindra dengan nama Chrisna Monica. Belum lama ini, label baru tersebut mendapat kesempatan istimewa untuk tampil dalam ajang fashion bergengsi di Indonesia yakni event Indonesian Fashion Week 2017.
D
Ayu Setyawati bersama tamu dari Korea yang mengunjungi butiknya di rumah tempatnya tinggal
Bali Mula Unik
Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi di awal tahun 2017 ini adalah Bali Mula Unik. Objek ini pun terkenal kareng sering diunggah di media sosial (Medsos). Bali Mula Unik dibuka setiap hari dengan menawarkan kombinasi antara wisata spiritual dan wisata alam yang memiliki suasana sejuk dan kental dengan aura positif. Bali Mula Unik terletak Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa sudah dapat berwisata di objek ini. Aneka tumbuhan lokal termasuk yang langka menciptakan suasana sejuk dan damai. Auranya terasa beda terasa mengundang setiap orang untuk berada di areal ini. Masyarakat dan wisatawan sering memanfaatkan untuk melakukan meditasi dan yoga. Apalagi, di areal timur kawasan yang ada sebuah Pura Taman Nirhyra Sudamala Jelantik dengan dua pancoran yang airnya dipercaya sebagai tempat melukat (membersihkan diri secara niskala) dan pancoran satunya lagi untuk
Style
Shinta Chrisna & Monica Mohindra
10
alam kesempatan IFW yang mengusung tema “Celebration of Culture” itu, Chrisna Monica mempersembahkan koleksi yang bertajuk “Ro mancing Radha”. Sang desainer mengatakan sangat terinspirasi d e n g a n k i s a h c i n t a Ra d h a Khrsna, yang kemudian menampilkan busanaa khas India seperti saree lehengga dan Indian blouse yang terbuat dari kebaya dan batik khas Indonesia sesuai dengan tema celebration of culture. Desain kebaya seksi yang sesuai dengan Indian blouse dengan detail beads svarozky lace dan bordir dipadukan dengan kain sari dari batik yang dikombinasi dengan lace yang bertaburkan payet membuat busana
tradisional ini terlihat sangat Indonesia. Tampilan baju gong yang sangat terinspirasi dengan lukisan hand painting Radha Krsna yang terinspirasi dari malaikas fabric dipadupadankan dengan baju dan mahkota yang dibuat khusus dari bahan kulit dan dipahat oleh Shinta Chrisna dibantu dengan seniman lukis. Pahatannya ini menampilkan koleksi yang sangat memukau dan mendapat respons yang sangat baik dara para fashionista dan media di Jakarta bahkan mereka menamakan koleksi Chrisna Monica ini dengan nama The Royal Majesty Collection. –Inten Indrawati
16
Pemkab Buleleng Serahkan Bantuan Hibah Kepada Klian Subak Pemerintah Kabupaten Buleleng nampaknya benar-benar serius dalam memajukan Buleleng dari berbagai lini. Tahun 2018 dijadikan tahun yang fokus kepada pertanian oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Semua unsur dalam pertanian menjadi focus utama, termasuk klian subak dan klian subak abian yang juga merupakan benteng terakhir kebudayaan di Bali. Untuk menunjang aktivitas operasional mereka, Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebudayaan memberikan bantuan hibah berupa sepeda motor kepada klian subak, klian subak abian, klian banjar adat, dan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP).
bantuan hibah berupa sepeda motor ini untuk mempermudah dan mempercepat gerak mereka,” ujarnya. Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini juga meyakini betul untuk memperbaiki sektor pertanian memerlukan upaya yang terstruktur, sistematis, dan terintegrasi. Terintegrasi artinya bagaimana kesiapan anggaran OPD terkait untuk memberikan edukasi dari hulu sampai hilir dalam bidang pertanian ini. Dirinya mengakui akan antuan hibah tersebut pihaknya saat ini ingin memberdayakan berdiskusi per kecamatan untuk memdiserahkan secara simb- subak. Dalam musrenbang, juga sudah bahas sektor pertanian secara mendaolis oleh Bupati Buleleng, disepakati pada APBD tahun 2018 lam. “Kita akan bahas dan diskusikan Putu Agus Suradnyana, fokus pada sektor pertanian. Oleh kar- potensi pertanian masing-masing kecaST yang didampingi oleh Ketua DPRD ena itu, bantuan hibah ini juga diberikan matan. Istilah kerennya one village, one Buleleng, Gede Supriatna, SH, Sekkab kepada klian subak dan klian subak product,” ungkap Bupati PAS. Sementara itu, Kepala Dinas Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP, abian. Pemberian bantuan hibah ini Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Ketut bertujuan untuk mempermudah gerak Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Dr. Wirsana, SH dan kepala OPD lingkup dan juga koordinasi antar klian subak I Putu Tastera Wijaya, MM menjelasPemkab Buleleng di Gedung Sasana ataupun untuk mengembangkan subak kan sebanyak 535 unit sepeda motor Budaya Singaraja, Kamis (16/3). tersebut. “Fokus kita di pertanian. diberikan pada saat penyerahan. Pem Menurut Bupati yang akrab disapa Kita akan berdayakan para klian subak berian bantuan hibah sepeda motor tersebut terdiri dari MADP PAS saat ditemui usai penyerahan, dan klian subak abian ini. Penyerahan enam unit, klian banjar adat 14 unit, klian subak abian 209 unit, dan klian subak 306 buah. Pemberian hibah yang berasal dari dana APBD sebesar hampir Rp. 8 Milyar ini bertujuan untuk memperlancar dan mempercepat gerak koordinasi. “Pemberian hibah ini tidak ada kaitan dengan politik. Tujuannya untuk kelancaran koordinasi, rapat-rapat dan mempermudah operasional dalam rangka meningkatkan sektor pertanian. Pembagiannya juga bertahap,” tutupnya. (Wiwin Meliana) Penyerahan bantuan hibah sepeda motor di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Kamis (16/3).
B
Dara
Edukasi
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Konsumsi Daging Babi Aman MMS Mati pada Suhu 60°C Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi atas penjelasan Kadiskes Provinsi Bali dan KadisnakKeswan Provinsi Bali dalam Rapat Koordinasi, Kamis (16/3). Penyakit dengan gejala Meningitis ini bukan kali ini terjadi, tapi juga pernah muncul beberapa tahun lalu. Hanya saja, penyebabnya bukan hanya bakteri MMS (Meningitis Streptpcoccus Suis) pada babi, tapi bisa diinfeksi oleh virus dan jamur. Ketua DPRD Bali meminta masyarakat untuk tidak takut mengon sumsi daging babi asalkan masak hingga matang dan pakai air bersih. “Hari Raya Galungan dan Kuningan, krama Bali tidak perlu takut makan daging babi,” tegas Adi Wiryatama. Menyikapi isu yang cenderung meresahkan di masyarakat tentang maraknya kabar babi yang terjangkit bakteri MSS, DPRD Provinsi Bali memanggil Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan Kesehatan Hewan, dan juga Dinas Pariwisata. Rapat koordinasi bertempat di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung DPRD Provinsi Bali, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD dan juga hadir Ketua Komisi IV Nyoman Parta bersama
anggota dan pimpinan bersama anggota Komisi II. Kadiskes Provinsi Bali I Ketut Suarjaya menyampaikan agar masyarakat untuk tidak resah, kendati ada tiga orang positif Meningtis. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi daging babi. “Kuncinya, cara memasak daging babi itu harus matang. Bakteri MMS pada daging babi sudah bisa mati pada suhu air 60 derajat celcius,” ungkapnya. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Putu Sumantra menyampaikan, cara memasaknya yang baik maka bakteri akan mati, maka masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi daging babi, apalagi dari hasil uji laboratorium terhadap babi tidak ditemukan bakteri MMS itu. Warga yang positif meningitis belum pasti disebabkan bakteri MMS pada babi, bisa saja disebabkan faktor lain. “Uji lab ternak di Sibangkaja hasilnya negatif,” ujarnya. Ia meminta peternak menjaga kandang babinya agar tidak terjangkit bakteri MMS,Mengingat Bali sebgai destinasi utama pariwisata di Indonesia, maka semua pihak agar berperan untuk menyosialisasikan hal ini, apalagi banyak turis yang senang makan daging babi guling. (Wirati Astiti)
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Wanita berusia 71 tahun ini merumuskan beberapa permasalahan untuk diteliti, (1) Bagaimanakah kompetensi SDM PHB pada hotel berbintang di Bali? (2) Bagaimanakah kendala yang dihadapi SDM PHB untuk mampu menduduki posisi manajer pada hotel berbintang di Bali? (3) Bagai manakah strategi peningkatan jumlah SDM PHB untuk bisa menduduki posisi manajer pada hotel berbintang di Bali? Ia mengatakan, peneliti an ini memakai metode triangulasi konkuren, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Penentuan sampel secara purposive sampling. Lokasi penelitian berada di Sanur, Kuta, dan Nusa Dua. Data dianalisis dengan teori motivasi McClelland (1976), teori kompetensi Spencer dan Spencer (1993), teori Kontrol Subernetika Parsons (1951), teori Culture Prof. Sulistyawati bersama suami and Personality Kluckhonn Menghadapi pasar Masyarakat dan Strodtbeck (1961) dan teori BuEkonomi Asean (MEA) sejak tahun daya Nasional Hofstede (1983) yang 2015, Bali sebagai gerbang utama pari- dibahas secara descriptive interpretative wisata Indonesia harus meningkatkan dengan sistem perlindungan PCA. Berdasarkan hasil wawancaranya kualitas Sumber Daya Manusia Pariwisata Hindu (SDM PHB) di Bali. Adat dengan 23 informan, SDM PHB cukup istiadat menyebabkan SDM PHB memi- memiliki motif berprestasi, memiliki keliki komitmen rendah karena frekuensi percayaan diri, memiliki personality dan absen yang cukup sering yang diguna- kepemimpinan yang sangat baik, memikan untuk urusan adat. Fenomena ini liki pengetahuan dan keterampilan yang menarik untuk diteliti oleh Prof. Dr.Ir. baik. Hasil kuantitatif melalui penyebar Sulistyawati, M.S.,M.M.,M.Mis.,D.Th., an kuisioner kepada 182 responden dan diangkat menjadi topik disertasi juga menyatakan, SDM PHB memiliki dalam Program Studi Doktor Pariwisata need for power yang kuat dengan indikaProgram Pascasarjana Universitas tor terkuat yaitu ingin menduduki posisi Udayana, dengan mengambil judul leader (79%), memiliki kepercayaan diri “Strategi Peningkata n Jabatan dengan indikator terkuat yakni senang Sumber Daya Manusia Pariwisata mendapatkan pujian (76,25), memiliki Hindu di Bali ke Tingkat Manajer konsep diri yang baik dengan indikator pada Hotel Berbintang di Bali”. terkuat sopan dan ramah (78,4%), Dengan masa studi Program Doktor memiliki pengetahuan yang baik de Pariwisata yang berhasil ditempuh ngan indikator terkuat senang belajar dengan waktu yang relatif singkat, (86,2%), memiliki keterampilan yang nilai-nilai mata kuliah yang diperoleh baik dengan indikator terkuat mampu sangat memuaskan, serta topik disertasi berpikir konseptual (86,7%). Dilihat dari variabel budaya, SDM yang diangkat sangat menarik, Prof. Sulistyawati menjadi lulusan terbaik PHB memegang teguh konsep paProgram Doktor Universitas Udayana wongan dengan indikator terkuat 2017, dan meraih predikat cumlaude tresna (79,1%) disusul dengan konsep parahyangan dengan indikator terkuat dengan IPK 3,87.
S
E
X DU
Prof. Sulistyawati
Raih Doktor Tiga Kali
Prof. Sulistyawati (paling kanan) bersama wisudawan lainnya
dharma yatra ( 75%), dan terakhir konsep pelemahan dengan indikator terkuat Bali Shanti (69,8%). Kompetensi kualitas baik yang dimiliki SDM PHB tidak terlepas dari dukungan latar belakang nilai budaya Bali yang dimiliki SDM PHB, Balinese Cultural Values (BCV). Kendala yang dihadapi SDM PHB untuk menduduki posisi manajer pada hotel berbintang di Bali, berasal dari faktor internal yaitu motif dalam diri sebagai akibat dari adanya ketidaktepatan dalam pemahaman dan pemaknaan BCV. Disam ping itu juga ada kendala dari faktor ekternal yaitu adanya underestimate terhadap kompetensi SDM PHB (44%), terhadap masalah adat (22%), adanya politisasi jabatan (22%), dan mindset SDM luar Bali atau asing lebih unggul (11%). Ada berbagai strategi peningkatan jabatan SDM Pariwisata Bali agar mampu menduduki manajer pada hotel berbintang di Bali, yaitu (1) Strategi peningkatan kompetensi SDM
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Jawab: Pekerja kantoran dan para eksekutif muda juga terpapar dengan problematika seksualitas yang beragam. Mulai dari masih banyaknya yang percaya dengan mitos seksual, misalnya mitos memperbesar penis,
mitos merapatkan vagina, mitos keperawanan, mitos-mitos mencegah kehamilan, mitos praktek seksual lainnya yang banyak sekali. Selanjutnya juga maraknya pornografi yang malah sering kali diakses di jam kerja, baik itu di internet, juga bisa via
PHB. (2) Strategi peningkatan daya saing SDM PHB. (3) Strategi pembuatan kebijakan yang mendukugn SDM PHB. (4) Strategi memotivasi SDM PHB. Novelty penelitian yaitu SDM PHB memiliki kompetensi yang sebanding dan bahkan lebih unggul daripada SDM luar Bali atau asing, bila memiliki nilai plus
BCV yang kemudian melahirkan Spiritual Quotient ( SQ) pada SDM PHB, yang bisa menjadi stimulan bagi pertumbuhan Adversity Quotient, Creativity Quotient, dan Leader Quotient. Gelar doktor di bidang pariwisata ini merupakan doktor ketiga yang berhasil diraih oleh istri Dr.Ir. Frans Bambang Siswanto, M.M. Doktor yang pertama di Qxford Brookes University UK bidang Arsitektur tahun 1995, dan doktor kedua di STTII Yogyakarta bidang Teologi tahun 2013. Ia menuturkan, latar belakang ia mengambil bidang pariwisata karena ingin menambah ilmu di bidang pariwisata, disamping akan membuka Politeknik Internasional Bali di Bitdec, Pantai Nyanyi, yang izinnya keluar bulan Maret 2017. Ia menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 3 bulan dan atas prestasinya dinobatkan se bagai lulusan terbaik dengan IPK 3,87, dalam pelepasan wisudawan Fakultas Pariwisata Unud, Periode ke-85, Kamis (9/3). Harapannya ke depan, ia dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para generasi muda untuk terus belajar tanpa memandang usia.–ast
Prof. Sulistyawati bersama keluarga
Seks dalam Dunia Kerja (1)
dr. Oka Negara, FIAS
Tanya: “Dok, beberapa waktu lalu saya mengikuti pelatihan kesehatan seksual yang dokter berikan di acara gathering perusahaan kami. Menarik sekali. Kenyataannya di kantor sepertinya memang banyak sekali isu seputar permasalahan seksual nih. Saya risih lihat teman-teman kantor cowok yang suka menonton video porno dan download gambar bugil di kantor. Itu tidak seberapa, kemarin seorang teman bilang sempat diajak untuk keluar kota sama atasan dan hampir diajak check in. Terus beberapa waktu lalu di kantin kantor beberapa teman juga ngobrol tentang susahnya merasakan yang namanya orgasme saat berhubungan seksual dengan suaminya, yang akhirnya membuat semangat kerjanya menurun. Bagaimana dok, seks yang sehat buat kita yang pekerja kantoran gini?” (Utami, 28th)
9
gadget seperti hp, hingga yang lebih konvensional seperti dvd porno, majalah porno sampai ke pertunjukkan bermuatan seks yang bisa dikunjungi langsung bersama teman kantor, yang jika tidak dikelola dengan baik akan memunculkan perilaku seksual yang seringkali berisiko. Beberapa hal yang bisa disebut sebagai seks yang tidak sehat, yang bisa dilakukan di jam kantor misalnya adalah hal-hal sebagai berikut: melakukan sexting (menyampaikan pesan seksual lewat gambar atau tulisan di hp atau internet selama jam kantor secara serius), mengakses secara pribadi atau beramai-ramai media pornografi saat jam kerja, melakukan pelecehan seksual dengan memanfaatkan relasi kuasa ke bawahan, hingga melakukan perilaku seksual berisiko di jam kerja (misalnya memanfaatkan situasi lowong untuk berhubungan seksual
dengan sesama teman kantor). Itu semua berisiko tinggi, baik secara sosial, profesional hingga risiko medis, mulai dari ringan hingga berat. Akan lebih bagus memikirkan semuanya baik-baik termasuk memikirkan risikonya jika ingin melakukannya, karena sekali lagi bukan rahasia lagi sudah sering terjadi risiko pekerjaan, tuntutan perkara pidana, hingga risiko kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual menjadi akibatnya. Di samping problem infeksi menular seksual dan kehamilan tidak diinginkan yang bisa muncul dari faktor perilaku, ada juga kasus lain yang makin marak dikeluhkan oleh para eksekutif muda pekerja kantoran, yaitu problem fungsi seksual. Mengingat tuntutan pekerjaan yang tinggi, stres tinggi, kelelahan juga menyertai yang akhirnya bagi yang sudah menikah sering mengeluhkan adanya keluhan semisal gairah seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi
dini hingga gangguan orgasme. Pola hidup tidak sehat, jarang istirahat, merokok, pola makan bekolesterol tinggi dari makanan cepat saji bisa memunculkan penyakit metabolisme di usia lebih dini seperti kencing manis yang pada akhirnya merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi hormon seksual. Yang dikombinasi dengan problem psikis seperti stres di pekerjaan atau stres di rumah, bahkan stres dengan pasangan, akan memicu problem fungsi seksual. Dorongan seksual akan menjadi menurun jika hormon testosteron juga menurun, disfungsi ereksi dan gangguan pelumasan vagina pada perempuan bisa terjadi karena pembuluh darah terganggu yang akhirnya memperburuk kualitas orgasme. Ejakulasi dini pada laki-laki juga bisa terjadi karena stres, cemas dan gangguan serotonin di otak. Semua bisa terjadi di usia kerja produktif.
8
Bunda & Ananda
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Penyakit Kutu Rambut
Anak usia sekolah adalah suatu masa usia anak yang sedang dalam periode belajar. Mendapatkan banyak permasalahan kesehatan akan sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari. Masalah kesehatan tersebut di antaranya dapat berupa masalah kesehatan umum yang nantinya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik di sekolah.
Penyebab dari Pedikulosis kapitis ini adalah Pediculus humanus var capitis, yaitu suatu ektoparasit spesifik yang hidup di kepala manusia dan memperoleh sumber makanan dari darah yang dihisapnya 4-5 kali sehari atau sekitar setiap 4-6 jam. Rentang hidup kutu sekitar 30 hari dan dapat bertahan hidup di lingkungan bebas sekitar 3 hari, sedangkan telurnya dapat bertahan hidup di lingkungan bebas sekitar 10 hari. Daur hidupnya sangat tergantung pada manusia, tidak dapat melompat ataupun terbang, tetapi kutu tersebut akan merayap untuk berpindah dengan kecepatan 23 cm per menit. Walaupun pada seluruh bagian kepala dapat menjadi tempat kolonisasi, tapi kutu kepala lebih menyukai daerah tengkuk dan bagian belakang telinga. Telur kutu berbentuk oval dan umumnya berwarna putih. Dr. Ni Komang Wulan Putri Tjatera Telur diletakkan oleh betina dewasa pada pangkal rambut, enyakit kutu rambut sekitar 1 cm dari permukaan kulit merupakan satu masalah kepala, dan akan bergerak ke arah kesehatan pada anak usia ujung rambut sesuai dengan arah persekolah terutama pada tumbuhan rambut. Telur kutu ini akan tingkat pra sekolah, sekolah dasar dan menetas setelah 7-10 hari menjadi nimfa dan akan menjadi kutu dewasa sekolah menengah pertama. Penyakit kutu rambut atau dalam dalam waktu 9-12 hari. Penularan pedikulosis dapat melalui dunia kedokteran dikenal dengan nama Pedikulosis kapitis, merupakan suatu kontak langsung dengan penderita infeksi atau infestasi kutu kepala yang maupun kontak tidak langsung dengan disebabkan oleh ektoparasit spesifik benda-benda yang terinfeksi sepyang terbatas pada rambut kepala, erti sisir, handuk, bantal, topi ataupun walaupun sesekali juga dapat terlibat aksesoris rambut yang digunakan daerah janggut. Penyakit ini sering bersama. Gejala dari Pedikulosis kapitis ini diabaikan terutama di negara yang terdapat prioritas kesehatan lain yang adalah rasa gatal pada kulit kepala yang lebih serius, karena dianggap tidak timbul akibat air liur dan kotorannya. terlalu penting serta tidak mengancam Rasa gatal akan mengakibatkan orang nyawa. “Faktor risiko penyakit ini ada- yang terinfestasi untuk menggaruk lah usia muda terutama anak-anak pada kepala. Kebiasaan menggaruk yang kelompok umur 3 – 11 tahun. Hal ini sering dapat menyebabkan iritasi, luka, mungkin disebabkan karena kebiasaan serta infeksi sekunder. Jika terjadi inanak bermain bersama (kontak erat feksi sekunder berat, karena banyaknya dengan penderita), berbagi alat-alat nanah dan cairan luka maka akan seperti topi, sisir dan lainnya,” ujar dr. mengakibatkan penggumpalan rambut Ni Komang Wulan Putri Tjatera, dokter yang dapat ditumbuhi jamur. Banyak fungsional di Puskesmas I Denpasar sekali dampak yang dapat ditimbulkan oleh infestasi pedikulosis kapitis Selatan. Selain itu dikatakan juga jenis ke- ini, baik dampak kesehatan dan juga lamin perempuan lebih sering terkena psikososial yang dapat mempengaruhi penyakit kutu rambut karena perem- kualitas hidup anak yang terinfestasi. puan hampir semuanya memiliki Selain mengakibatkan efek pada kulit, rambut yang lebih panjang daripada penderita pedikulosis kapitis ini, juga laki-laki. Menggunakan tempat tidur dapat mengalami anemia. Rata-rata bersama, mengunakan sisir atau ak- anak dengan pedikulosis aktif akan sesoris rambut bersama, rambut yang kehilangan 0.008 ml darah per hari atau panjang, frekuensi cuci rambut yang 20.8 ml/bulan, yang mana gejalanya jarang, tingkat sosial ekonomi yang mungkin tidak terlalu terlihat pada anak rendah, dan kepadatan tempat ting- dengan asupan gizi yang baik, namun gal juga menjadi faktor risiko terkena secara signifikan akan terlihat pada anak yang kurang asupan gizi atau zat penyakit kutu rambut ini. Tingkat kebersihan diri yang rendah besi. Frekuensi pola makan kutu pun juga dapat mempengaruhi prevalensi mempengaruhi potensi anemia yang pedikulosis, walaupun disebutkan juga dialami penderita pedikulosis kapitis. bahwa infestasi kutu bukan merupakan Infestasi berat pedikulosis kapitis yang indikator tingkat kebersihan seseorang, menyebabkan anemia akan membuat karena pada dasarnya penyakit ini dapat anak-anak lesu, mengantuk serta memdiderita siapapun. Pedikulosis kapitis pengaruhi kinerja belajar dan fungsi banyak menyerang anak sekolah yang kognitif. “Rasa gatal ini disebabkan oleh tinggal di asrama karena banyaknya injeksi air liur kutu ke dalam kulit kepala faktor pendukung infestasi penyakit dan menyebabkan reaksi alergi. Rasa ini seperti kebersihan yang kurang dan gatal yang berlebihan dan berkelanjutan kebiasaan pinjam meminjam barang. akan menyebabkan gangguan tidur
P
terutama karena aktivitas Pediculus capitis yang meningkat di malam hari,” jelas dr. Wulan. Rasa gatal akan mengakibatkan gangguan tidur, dan gangguan tidur yang persisten akan menimbulkan dampak negatif berupa menurunnya daya konsentrasi, penurunan ketajaman memori, sensorik, motorik dan kognitif, yang dapat menyebabkan gangguan prestasi belajar pada anak. Dari sisi psikologis, infestasi Pediculus capitis membuat anak merasa malu karena diisolasi dari anak lain akibat anak-anak lain takut tertular parasit ini. Anak-anak yang menderita penyakit ini cenderung mengalami masalah psikis yaitu merasa malu, rendah diri, terisolasi, rasa takut, bahkan frustasi akibat stigma masyarakat yang menganggap pedikulosis kapistis identik dengan higienitas yang buruk, kemiskinan serta kurangnya perhatian dari orangtua. Penanganan dari Pedikulosis kapitis ini bertujuan untuk memusnahkan semua kutu dan telur serta mengobati infeksi sekunder bila ada. Metode pengobatan mencakup metode fisik maupun kimiawi. Metode fisik yang dapat digunakan adalah memotong rambut sependek mungkin untuk mencegah infestasi dan membantu agar obat topikal bekerja lebih baik. Selain itu penggunaan sisir bergerigi halus dan
rapat yang sering kita sebut dengan sisir serit membantu untuk menyingkirkan kutu dan telurnya. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida atau pedikulosid, telah secara luas dipakai di seluruh dunia. Insektisida mudah dan nyaman digunakan serta hasilnya sangat efektif. Akan tetapi, telah disadari adanya efek samping yang potensial dan juga banyak ditemukan terjadinya resistensi tungau terhadap beberapa insektsida. Pedikulosid ini sebaiknya tidak digunakan pada anak usia kurang dari 2 tahun. Pengobatan kimiawi yang biasanya digunakan antara lain : Malathion Pengobatan secara topical di antaranya dengan memberikan malathion 0,5% atau 1 % dalam bentuk lotion atau spray. Lotion digunakan malam hari sebelum tidur setelah rambut dicuci dengan shampoo, kepala ditutup dengan kain selama 1 malam, keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan shampoo, lalu disisir dengan menggunakan sisir serit Permetrin Pengobatan secara topical dengan menggunakan 1 % dalam bentuk cream rinse diaplikasikan selama 10 menit.
Gameksan 1 % Pengobatan dengan menggunakan gameksan krim 1 % paling mudah didapatkan di Indonesia. Krim dioleskan ke kulit kepala yang telah dicuci dengan shampoo lalu dibiarkan selama 12 jam, kemudian dicuci kembali dan disisir agar semua kutu dan telur terlepas. Pengobatan dengan ketiga bahan kimia tersebut di atas dapat diulang seminggu kemudian, apabila ternyata masih ditemukan kutu pada kulit kepala. Sedangkan pengobatan untuk infeksi sekunder dapat menggunakan antibiotika sistemik dan/atau topikal, setelah sebelumnya rambut dipotong pendek. Metode pengobatan lainnya dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah seperti mayones, petroleum jeli, minyak zaitun, margarine, ataupun gel rambut digunakan dengan mengaplikasikannya dengan banyak dan tebal pada rambut dan kulit kepala. Hal ini dikatakan dapat memperlambat gerakan kutu dewasa dan memudahkan untuk disisir , tetapi tidak dapat mematikan kutu yang ada. Higiene merupakan syarat supaya tidak terjadi kekambuhan. Edukasi keluarga tentang pedikulosis kapitis sangat penting diberikan sebagai pencegahan. Selain itu menghindari adanya kontak langsung (rambut dengan rambut) ketika bermain dan beraktifitas di rumah maupun di sekolah, tidak menggunakan pakaian seperti topi, scarf, jaket, kerudung, aksesoris rambut secara bersama, tidak menggnakan sisir, handuk secara bersamaan, melakukan desinfeksi sisir dari orang yang terinfestasi dengan merendamnya dalam air panas selama 5-10 menit, merupakan cara pencegahan penularan pedikulosis kapitis. Anggota keluarga dan teman bermain anak yang terinfestasi harus diperiksa, namun pengobatan hanya diberikan pada yang terbukti mengalami infestasi. Kerjasama semua pihak dibutuhkan agar eradikasi dapat tercapai. (Inten Indrawati)
Mendongeng Lima Menit PEMANAH ULUNG
Si Bagus, anak laki-laki yang pandai memanah itu, lebih terkenal dengan nama Ekalawya. Ia pun bangga mendapat nama julukan seperti itu. Baginya, pemuda Ekalawya yang pernah hidup ratusan tahun lalu itu, adalah pemanah yang tak Made Taro tertandingi. Walaupun pemanah itu dikalahkan oleh Arjuna, namun hatinya tidak mau menerima Arjuna sebagai pemenang. Kekalahan Ekalawya terjadi hanya karena akal-akalan guru khayalannya yang bernama Drona. Entah berapa lama si Bagus alias Ekalawya menyandang nama julukan itu. Pada suatu hari ia merasa terusik. Terbetik berita, di balik gunung terdapat seorang pemanah yang lebih unggul dari dirinya. Ia pun segera berangkat ke balik gunung itu. Tujuannya satu, yakni ingin membuktikan kemahiran pemanah itu. Kalau pemanah itu lebih pintar dari dirinya, maka ia akan berguru kepadanya. Ketika menuruni lereng di balik gunung itu, tibatiba perhatiannya tertarik kepada sebuah pohon. Di batang pohon itu tertancap sebuah panah. Ujung panah itu tepat benar mengenai titik pusat sebuah lingkaran. Mula-mula ia menganggap kejadian itu biasa saja, sebab ia pun terbiasa dengan ilmu panah-memanah seperti itu. Namun beberapa langkah kemudian, ia melihat lagi ujung panah yang menancap tepat pada titik pusat lingkaran. Kemudian di setiap pohon yang dilaluinya ia
melihat lagi ujung panah yang tepat menancap pada titik pusat. Ekalawya terkagum-kagum. Ia penasaran akan menemui pemanah ulung itu. Ia bertekad akan berguru kepada pemanah itu. Ia mempercepat langkahnya, mencari rumah pemanah yang akan menjadi gurunya. Tak jauh dari pohon-pohon yang tertancap panah itu, ia menemukan sebuah gubuk. “Tok, tok, tok …!” Ekalawya mengetuk pintu. Tak lama berselang muncul seorang anak kecil menjinjing busur dan anak panahnya. “Maaf, di sinikah rumah pemanah yang ulung itu?” “Ya, benar sekali!” jawab anak kecil itu. “Bolehkah saya mengetahui siapa pemanah itu?” “Ya, boleh. Sayalah pemanah itu!” Ekalawya tersenyum. Ia suka mendengar kelakar anak kecil yang berani itu. Ia merasa dibohongi, namun untuk menutupi kecurigaannya, ia lanjut bertanya, “Bolehkah saya tahu bagaimana cara memanah supaya tepat kena sasaran?” “Ya, boleh!” Anak kecil itu menarik tangan Ekalawya, lalu mengantar ke pohon-pohon yang tertancap panah. “Arahkan anak panah ke batang pohon itu!” kata anak kecil itu. “Setelah yakin, lepaskanlah segera! Kemudian, tinggal membuat sebuah lingkaran, sehingga ujung anak panah yang tertancap itu tepat di tengahtengah lingkaran.” Ekalawya tersenyum dan mengangguk-angguk. Kemudian dengan sopan mengucapkan terimakasih dan mohon diri. Dalam perjalanan pulang ia berpikir. “Ekalawya tetap pemanah ulung. Dulu diolok-olok gurunya, sekarang diolok-olok anak kecil.” (Kreasi)
Griya
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
17
Wisata alam kini sedang digandrungi masyarakat. Menikmati alam terbuka menjadi pilihan untuk melepas kepenatan. Salah satunya, Ayodya Oemah Strawberry (AOS) yang berlokasi di Desa Pengotan, Bangli.
Rekreasi dan Edukasi di AOS R A Ayu Citra Resminingrum
P
emiliknya, R A Ayu Citra Resminingrum dan suaminya menuturkan, di lahan seluas hampir 1 hektare tersebut rencananya akan ditambahkan kandang ayam lagi. Namun karena bisnis ayam sedang tidak bagus, pasutri ini mencoba membuat stroberi hidroponik yang dilengkapi dengan tempat bermain anak. “Kami lihat di Bangli belum ada tempat rekreasi keluarga-rekreasi alam yang tidah harus jauh kemana-mana, akhirnya kami buat ini. Kebetulan saya ikut gabung dalam grup hidroponik, jadi saya gambling membuat hidroponik stroberi, karena dari datarannya saja sudah berbeda dan belum pernah ada di Bangli, kalau jeruk sudah biasa,” ujarnya.
Ayu-demikian sapaan akrabnya mengatakan, dari mencobacoba tersebut, setelah jalan tiga bulan pertama, stroberinya berbuah. Setelah jadi, ternyata tak hanya masyarakat Bangli saja yang ke AOS tapi banyak juga dari luar Bangli hingga Negara. Agro wisata yang beroperasi mulai 19 Juli 2016 ini pun kini ramai dikunjungi terutama saat hari libur. Fasilitas yang tersedia yakni lapangan dengan berbagai macam permainan anak-anak, bola, ayunan, terowongan-terowongan anak yang bisa dibawa ke lapangan. Ada bale yang merupakan rumah asli Pengotan, ruang pertemuan yang sering dipakai untuk acara meeting
dan birthday party, restoran juga strawberry education. Ada juga rumah kapal yang sengaja dibuat bergoyang. “Inilah kapal karam di Bangli, yang memang sengaja dibuat bergoyang. Kadang-kadang karena bergoyang itu mereka takut, padahal kami memang menyetingnya seperti itu. Tapi itu aman karena dikaitkan ke bawah dengan besi,” jelasnya. Dan di satu sisi ada gembok cinta. Mereka yang datang berpasangan bisa menggembok cinta mereka disana. Di Ayodya Oemah Strawberry ini, selain tempat rekreasi keluarga juga bisa belajar tentang stroberi. (Inten Indrawati)
18
Life Story
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
HUT Kota Singaraja ke - 413
Libatkan Generasi Muda
Wakil Bupati Nyoman Sutijdra menyerahkan bantuan dari pembaca Harian Bali Post kepada korban bencana di Lingkungan Banyuning Utara
KMB Serahkan Bantuan pada Korban Bencana di Banyuning Utara Cuaca buruk yang melanda beberapa daerah di Bali mengakibatkan bencana yang tidak dapat dihindari. Bencana alam yang menimpa sejumlah kawasan di Kabupaten Buleleng beberapa waktu lalu tentu menyisakan luka yang mendalam bagi para korbannya. Sanak saudara, harta benda, bahkan rumah harus mereka relakan habis tak tersisa.
S
eperti yang terjadi di kawasan Banyuning Utara Lingkungan Kubujati Buleleng sejumlah masyarakat yang rumahnya ikut tergerus pasca banjir bandang sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah tidak terkecuali pula masyarakat. Bencana banjir yang mengakibatkan kerugian material ini mengundang keperihatinan banyak pihak. Melalui kepedulian masyarakat sebagai pembaca Koran Harian Bali Post, Kelompok Media Bali Post (KMB) menyalurkan bantuan kepada masyarakat setempat. Kelompok Me-
dia Bali Post melaksanakan kunjungan untuk menyerahkan sumbangan dari pembaca Bali Post berupa uang tunai dan sembako. Warga yang menerima bantuan sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) di antaranya 9 KK dengan rumah rusak ringan dan 8 KK dengan rumah rusak berat. Kegiatan penyerahan sumbangan pembaca oleh Kelompok Media Bali Post (KMB) dalam hal ini diserahkan oleh Redaktur Pelaksana Bali Post Wayan Dira Arsana kepada Wakil Bupati Buleleng , dr. I Nyoman Sutjidra ,Sp.OG., Selasa (14/03) di Wantilan banjar adat Lingkungan Kubu Jati. Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari BPBD, Dinas Perkimta, Dinas Sosial, Lurah Banyuning Utara Nyoman Sutata, Camat Buleleng Dewa Made Ardika, Ketua Lingkungan Banyuning Utara Jro Koming, Kepala Lingkungan Banyuning Tengah Ketut Agus Astika, Bhabinkabtimas dan seluruh lapisan masyarakat di Banyuning Utara. Menurut Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sudjitra ,Sp.OG seusai menyerahkan bantuan dari KMB dan meninjau langsung lokasi bencana mengucapkan terimakasi kepada KMB atas kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana. “Kami
mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Kelompok Media Bali Post dan seluruh pembaca Bali Post atas perhatiannya telah menyumbangkan dananya untuk masyarakat kami yang terdampak bencana akibat cuaca buruk beberapa waktu lalu,” ucapnya. Pihaknya juga menyambut baik terkait upaya warga yang turut menormalisasi dan yang bersedia menyumbangkan lahannya untuk merevetment bantaran sungai. Berkaca dari kejadian tersebut pihaknya berharap masyarakat turut menjaga daerah aliran sungai dan tidak membuang sampah di sungai. Sementara itu menurut Wayan Candri salah seorang warga yang mendapat bantuan mengatakan bantuan yang diterimanya dari KMB akan ia pergunakan untuk membangun rumah kembali agar memiliki tempat tinggal, mengingat hingga kini pihaknya masih tinggal di posko penggungsian (balai masyrakat-red). Hal senada juga diungkapkan Kadek Sridana salah seorang warga yang terdampak cuaca buruk mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pembaca Bali Post atas bantuan yang diberikan kepada dirinya dan warga yang lainnya yang juga menjadi korban bencana alam. (Wiwin Meliana)
Menyambut dan menyongsong HUT Kota Singaraja ke- 413 pada 30 Maret 2017 nanti, berbagai kegiatan telah disiapkan. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pihak panitia induk dengan menggandeng beberapa dinas terkait dalam melaksanakan kegiatan dengan konsep cukup berbeda di tahun sebelumnya. Menurut Asisten III Pemkab Buleleng Drs. Ketut Asta Semadi dalam jumpa persnya Senin (13/3) siang mengatakan ada beberapa hal yang dikemas berbeda dari perayaan sebelumnya, di antaranya jenis kegiatan, pihak yang dilibatkan, dan dari segi pembiayaan. Dipercaya sebagai Ketua Panitia Perayaan HUT tahun ini, Asta Semadi menambahkan dari berbagai jenis kegiatan yang dilakukan, beberapa kegiatan akan melibatkan generasi muda di Buleleng untuk menambah kreatifitas dari generasi muda sebagai rasa memiliki Kota Singaraja. “Untuk tahun ini kami berupaya untuk mengakomodir segala kegiatan yang tidak hanya terbatas antar OPD saja, bahkan ada kegiatan pesta Puisi dan Sastra yang akan melibatkan anak-anak muda secara umum,” jelasnya. Kegiatan tersebut tambahnya, merupakan kegiatan tambahan dari kegiatan inti yaitu apel bendera, ziarah kemakam pahlawan, dan malam resepsi di rumah jabatan Bupati. Dalam rangka memeriahkan HUT yang mengusung tema Singaraja di Hatiku, pendanaan akan difokuskan pada masing-masing OPD. “Tahun sebelumnya anggaran terpusat di pemerintahan, namun untuk mempercepat kami bekerja sama dengan masing-masing OPD untuk menghindari hambatan
dari regulasi,” tambahnya. Pihaknya juga mengungkapkan, beberapa kegiatan di kalender HUT terpaksa harus diundur dikarenakan hari raya yang menumpuk. Hiburan Rakyat atau Pekan Apresiasi Seni yang seharusnya dilakukan di bulan maret diundur pelaksanaannya pada April yakni 17 sampai dengan 25 April 2017 dengan berbagai kegiatan yang dipusatkan di Bhuwana Patra Singaraja. “Juga dilaksanakan parade kebudayaan dengan melibatkan sembilan kecamatan yang ada di Buleleng dengan menampilkan potensi yang ada diwilayah kecamatan tersebut dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di kecamatan tersebut,” tegasnya. Hal senada juga diungkapkan Kadis Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Tastra Wijaya bahwa dalam kegiatan ini di parade kebudayaan akan mengambil tema “Nora Alpaka” yang berarti jangan melupakan warisan nenek moyang. Berbeda dari tahun sebelumnya, parade budaya tahun ini akan dilombakan guna meningkatkan kreativitas dan memicu semangat masyarakat untuk menggali potensi di wilayahnya masing-masing. “Parade kali ini akan dilombakan sehingga dengan cara ini jelas menumbuhkan semangat dan kreativitas untuk menjadi yang terbaik,”ujarnya. selain itu, hal tersebut juga untuk memberikan apresiasi kepada masing-masing tim yang telah berlatih dan menyiapkan segala hal dalam parade. “Setiap tim akan kami berikan waktu tiga belas menit untuk display di depan panggung terbuka,” tambahnya. (Wiwin Meliana)
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Jodoh Sulit karena Terlalu Memilih
Iringan musik khas Mbojo (Bima) mengiringi pengantin menuju pelaminan. Daniel tersenyum pada para tamu yang hadir. Turut berjalan di belakangnya, sang ibu dan ayah yang berjalan sembari menyapa para tamu yang dilalui. Tampak Sarikah, ibunda Daniel lebih banyak menunduk selama mendampingi putranya yang menikah dalam usia 43 tahun itu. Terselip rasa bahagia di wajah Sarikah, namun tak jarang ia terlihat memendam rasa khawatir. Semua itu pernah dikisahkannya pada Vina, salah seorang kerabat yang sempat menjenguknya beberapa waktu sebelumnya.
D
i rumahnya yang masih penuh lumpur akibat banjir bandang yang melanda Bima beberapa waktu, Sarikah (68) terlihat pasrah. Hari itu adalah hari keempat pascabanjir bandang menerjang termasuk rumah yang ditempati Sarikah bersama suami dan tiga anak serta seorang cucunya. Wajah Sarikah terlihat lesu saat kerabatnya datang menjenguknya. Sembari membereskan barangbarang dan perabotan rumahnya yang rusak dan kotor akibat lumpur tebal, sesekali ia terlihat tersenyum miris. “Ya… begini keadaan Bibi. Mau bagaimana lagi. Mau nangis tidak ada gunanya, Bibi terima musibah ini. mungkin
Bibi harus instropeksi diri,” ujar Sarikah pada Vina salah seorang kerabatnya. Sesungguhnya kesedihan Sarikah bukan hanya pada persoalan harta bendanya yang habis terbawa banjir dan terutama tertimbun lumpur, melainkan banyak masalah yang membuatnya begitu sedih khususnya menyangkut keenam anaknya. Ia merasa masa tuanya tidak seindah yang dibayangkannya. Saat muda ia begitu berjaya dengan pekerjaan yang mapan dan dikenal banyak orang setidaknya di kota tempatnya tinggal. Di kota tersebut, keluarga Sarikah memang cukup dikenal. Waktu kemudian membalik semua keadaan itu. Sarikah harus menanggung rasa
malu akibat banyak masalah yang ditimbulkan oleh anak-anaknya. Dengan raut muka yang lesu, dalam keadaan rumah yang berantakan itu, Sarikah pun mengisahkan banyak hal, terutama tentang anakanaknya.
Masa muda Sarikah dan suaminya yang merupakan pegawai salah satu BUMN terkemuka terbilang cemerlang. Mereka memiliki pergaulan yang sangat luas dengan kehidupan ekonomi yang semakin hari se-
Jerry S
Pilih Lirik Kocak Ketua Panitia Hut Kota Singaraja I Ketut Asta Semadi didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Tastra Wijaya
Gelar seminar internasional, PPNI Kabupaten Buleleng Harapkan Perawat Mutakhirkan Pengetahuan Era globalisasi membuka mata kita untuk melihat ke masa dan pendidikan profesi. Begitu pula pengembangan standar prakdepan yang penuh tantangan dan persaingan. Era kesejagatan tek keperawatan di Indonesia merupakan tanggung jawab PPNI yang tidak dibatasi waktu dan tempat membuat SDM yang ada karena tekanan dan tuntutan kebutuhan terhadap kualitas asuhan selalu ingin meningkatkan kualitas dirinya agar tidak tertinggal keperawatan. “Ini memang program jangka menengah kami yang dari yang lain. Begitu juga dengan SDM di bidang kesehatan setiap tahun kami adakan seminar baik Nasional ataupun Inyang terus berkomitmen mengembangkan dan memutakhirkan ternasional yang mana tujuannya selain mendapat pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan dengan juga untuk memperoleh satuan kredit point yang bisa digunakan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode dan kaidah untuk melengkapi persyaratan ketika mereka memperpanjang ilmiahnya disertai dengan ketrampilan penerapannya didalam Surat Tanda Registrasi (STR),” jelasnya, Rabu (14/03). pengembangan dan pengelolaannya. Materi yang disampaikan pun tidak jauh dari bidang kes Sebagai tenaga kesehatan seperti perawat tentunya ehatan utamanya anatomi fisiologi. Menurutnya, peran dan memiliki tanggung jawab dalam menjalankan petunjuk dan kondisi anatomi sangat penting dalam praktek klinis dan inovasi kebijakan dokter apalagi melihat tugas tenaga kesehatan seperti perawatan untuk praktek klinis. Selain itu, hal ini juga bertujuan Seminar Internasional dilakukan di Wantilan Stikes Buleleng, Rabu (14/3) untuk mereview kembali pengetahuan yang telah didapat di perawat hampir 24 jam mendampingi dan merawat pasien hingga pada kesembuhan yang paripurna. Oleh karena itu, terkait dengan bangku kuliah. “Peserta merupakan perawat yang sudah senior membedah hal tersebut dengan tema Essential Surface Anatomi tugas kemanusiaan perawat harus memiliki komitmen dengan sehingga sangat perlu diingatkan kembali mengenai materi tersebut For Clenical Pratice and Nursing Innovation For Clinical Practice organisasi profesi seperti PPNI yang nantinya dapat memberikan dan dalam praktek juga tidak akan jauh-jauh dari anatomi tubuh dengan pembicara senior dari Thailand yakni Dr. Pisit Paltama, Dr. respon, sensitif serta peduli untuk mengembangkan standar praktek manusia,” lanjutnya. Suprance P dan Dr. Ns I Made Sundayana ,S.Kep.,M.Si. Kegiatan keperawatan. Sebagai tenaga medis seorang perawat harus mampu seminar yang dilaksanakan di Wantilan STIKes Buleleng ini dihadiri Pihaknya berharap event - event ini agar makin sering dilakmenterjemahkan permasalahan yang dihadapi di lahan tugas baik sekitar 300 peserta sebagai perawat dari Buleleng, Jembrana, sanakan, karena kegiatan ini sangat baik untuk menunjang SDM, di Lembaga Rumah Sakit (RS), klinik, dan lembaga kesehatan lainnya. RS.Wangaya dan Mangusada Badung. menambah pengalaman dan point yang bisa menambah nilai Tenaga medis juga mesti proaktif dalam mempertajam wawasan mereka saat mengajukan perpanjangn STR. “Kegiatan ini dapat Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten dalam menterjemahkan harapan masyarakat secara umum pada terlaksana dari MoU yang telah terjalin antara Stikes Buleleng Buleleng Dr. Ns I Made Sundayana ,S.Kep.,M.Si. mengatakan tujuan pelayanan yang berkualitas untuk sebuah kesembuhan. dan Negara lain salah satunya adalah Thailand. Kami ajukan perdari seminar ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan pera Melalui seminar internasional yang diselenggarakan mohonan kepada Stikes agar bisa mendatangkan narasumber,” wat khususnya di Kabupaten Buleleng. Jenis pendidikan keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Buleleng tandasnya.-win di Indonesia mencakup pendidikan vokasional, pendidikan akademik
7
Sebagai seorang musisi, tentu lirik puitis nan romantis tidak akan jauh-jauh dari karya yang dibuat. Lirik merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah lagu, sebab lirik dengan makna mendalam akan mudah mendapat tempat di hati para pendengarnya. Berbeda halnya dengan penyanyi asal Singaraja yang sedang meniti kariernya di blantika musik Bali. Membawakan lagu-lagu bergenre kocak dan ada di kehidupan sehari-hari, itulah yang menjadi ciri khas Jerry S. Banyak karya yang telah Jerry keluarkan, diantaranya Jaman Canggih, Kalain Tunangan, Selamat Malam Sayang, Bali Lestari dan Saudagar Buluan (Sabu). Lewat karya-karya jenakanya, Jerry ingin memberikan sebuah hiburan yang mudah dimengerti dan ada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menciptakan sebuah lagu, ia pun terinspirasi dari pengalaman pribadinya dan juga dari kisah-kisah nyata di masyarakat. “Saya hanya mencoba untuk memberikan hiburan yang berbeda. Lagu-lagu kocak saya ingin jadikan tagline saya kedepannya dalam berkarya. Lagu-lagu ciptaan saya banyak saya ambil dari kisah pribadi dan dari kisah nyata di masyarakat,” ujarnya. Jerry mengawali karier menyanyinya dari belakang panggung saat dirinya sering ikut saat band-band lain manggung dan mulai suka menulis lirik lagu. “Awalnya memang aktif hanya di belakang layar saja,” ungkap penyanyi yang dalam waktu dekat akan merilis beberapa lagu lainnya. Dengan kepiawaiannya menulis lagu, ia pun mencoba peruntungannya di dunia tarik suara. Jerry telah merampungkan empat klip video yang dapat diunggah di Youtube. Satu lagu karya Jerry S yang kini sedang populer ialah Saudagar Buluan (Sabu). Lagu yang menceritakan seorang laki-laki yang hanya
menjadi saudagar buluan harus rela kehilangan pasangan dan cintanya. Tidak hanya lirik yang kocak, pun juga melalui video yang mengocok perut, lagu tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat. Bisa dikenal dengan karyanya yang jenaka, Jerry ingin terus menciptakan lagu dengan tema humor serta penuh pesan moral bagi masyarakat sehingga mudah dicerna. Ke depan Jerry S berharap dukungan dari pencinta musik Bali agar bisa terus berkarya dan semoga karyakaryanya bisa diterima semua kalangan. Dirinya juga berharap ke depan agar musisi-musisi di Buleleng lebih diperhatikan lagi. “Mudah-mudahan musisi lokal Buleleng lebih diberdayakan dan selalu diikutsertakan dalam berbagai event yang ada di Buleleng,” harap Jerry. Di tengah maraknya muncul musisi dengan formasi band, Jerry S lebih memilih bersolo karier. Dengan bersolo karier, ia lebih bebas mengekspresikan ide dan kemampuan yang dimiliki, di samping untuk menghindari perpecahan antar personil. “Banyak band yang baru muncul akhirnya bubar karena perbedaan pandangan, maka dari itu saya memutuskan bersolo karier agar lebih ekspresif dalam bermusik,” tandasnya.(Wiwin Meliana)
makin mapan. Mereka juga bergaul dengan orang-orang penting. Sarikah yang memilih keluar dari pekerjaannya fokus mengurus rumah tangga, anak-anak dan juga aktif di berbagai kegiatan di kota tersebut. “Hampir semua
orang kenal paman dan Bibi Sarikah,” ujar Vina. Hitungan matematisnya, dengan banyaknya kenalan, pergaulan yang luas ditunjang dengan kemampuan ekonomi yang mumpuni, mestinya mereka bisa menikmati hari tua dengan begitu indah bukan hanya dari segi ekonomi melainkan juga kenyamanan menikmati kebahagiaan anak dan cucu mereka. Namun semua itu tidak bisa dinikmati oleh Sarikah dan suaminya. Ada yang terlupakan oleh mereka ketika kejayaan hidup itu berada di puncaknya, Sarikah lupa bahwa roda kehidupan sesungguhnya sudah ada yang mengaturnya. Manusia hanya bisa berencana namun Tuhanlah yang mengatur kehidupan manusia yang sesungguhnya. Dimulai dari urusan jodoh anak-anaknya, Sarikah terbilang sangat mengatur sesuai hal harus sesuai dengan keinginannya. “Kalau Bibi tidak setuju, maka anakanaknya tidak boleh menikah,” ungkap Vina. Mulai dari ketika anak sulungnya menikah, Sarikah yang meminta banyak syarat sehingga sempat terjadi masalah yang cukup serius menjelang pernikahan tersebut. “Tapi ya lumayan waktu itu akhirnya pernikahan Kak Via (anak sulung Sarikah) terlaksana dan sampai hari ini rukun-rukun,” ungkap Vina. Masalah banyak terjadi ketika beberapa tahun sebelum suami Sarikah pensiun. Anak nomor lima, lelaki, menikah diam-diam di perantauan saat masih kuliah di Jawa Timur akibat salah pergaulan. “Itu sempat memukul bibi karena mereka kan dikenal orang sebagai keluarga baik-baik. Itulah sebabnya pernikahan itu sempat disembunyikan,” kata Vina. Namun itu tidak berlangsung lama karena kemudian anak lelakinya itu menjadi pecandu narkoba. Rumah tangganya berantakan
lalu berakhir dengan perceraian. Sejak itulah anak nomor lima ini tinggal kembali bersama Sarikah dan Sarikahlah yang mengurusnya. Lalu ketika anak perempuannya yang nomor dua meminta restu untuk menikah dengan kekasih pilihannya, Sarikah menolak merestui. Kisah asmara dan penolakan Sarikah sesungguhnya sudah berlangsung sangat lama. “Berkali-kali Kak Vivi (anak kedua) minta restu, berkali-kali pula Bibi Sarikah menolaknya. Itu yang membuat Kak Vivi sempat frustasi dan memilih tidak menikah hingga usianya lewat 40 tahun,” ujar Vina. Namun begitu, kisah Vivi berakhir juga di pelaminan beberapa tahun lalu. Sarikah tampaknya menyesal baru memberi restu pada anak gadisnya itu setelah usia anak gadisnya lewat 40 tahun. Sarikah lupa bahwa jodoh itu bukanlah dirinya yang mengatur. “Nyatanya, Allah SWT telah memasangkan Kak Vivi dengan suaminya itu,” kata Vina menyebut bahwa laki-laki tersebutlah yang sejak sepuluh tahun lalu selalu ditolak oleh Sarikah. Tampaknya itulah yang juga terjadi pada Daniel anak ketiganya yang akhirnya menikah pada usia 43 tahun. “Jodohnya berat-berat karena Bibi Sarikah terlalu pemilih,” ujar Vina. Pada saat berbincang dengan Vina di rumahnya itu, suara Sarikah sempat tersendat ketika menceritakan anak bungsu yang juga akhirnya tinggal dengannya kini. Seperti sambil lalu dan menahan malu, Sarikah mengatakan tentang anak bungsunya yang tidak sempat menyelesaikan kuliahnya akibat harus menikah dan punya anak. “Ya .. itu adikmu yang bungsu… sudah salah,” katanya pada Vina sambil lalu. Anak bungsunya ini juga salah dalam bergaul sehingga mengandung dan dengan rasa malu pula Sarikah datang menikahkannya di kota tempat putri bungsunya ini kuliah, di Pulau Jawa. “Menikah begitu-begitu saja,” ujarnya pada Vina. Anak bungsunya itu memang menikah seadanya saja diiringi hancurnya hati Sarikah. Usai menikah, entah apa yang terjadi, anak bungsunya itu langsung berpisah dengan suaminya. “Jadilah anak bungsu Bibi Sarikah pulang ke kampung halamannya dan tinggal bersama bibi yang mengurusnya sampai melahirkan hingga sekarang,” kata Vina. Begitulah kisah hidup Sarikah yang menurut Vina, bagusnya Sarikah kini telah menyadari semua yang terjadi. Kala itu, ia terlihat lebih pasrah sambil terus membersihkan rumah dan perabotannya yang penuh lumpur. Vina berharap, seperti bersihnya lumpur-lumpur itulah, bibinya tersebut kelak melalui hari-harinya dalam usaha menebus semua kesalahannya selama ini. (Naniek I. Taufan)
6
Woman on Top
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Masih banyak yang belum tahu, bahwa kawasan Kaldera Gunung Batur saat ini sudah menjadi bagian UNESCO Global Geopark Network. Memperoleh status ini tentu tidaklah mudah. Karena itu, dua sosok perempuan asal Kintamin ini, ingin lebih banyak lagi wisatawan mengenal Kintamani. Tidak hanya keindahan alamnya tapi kawasan Gunung Batur yang menyim pan sejarah geologis sejak puluhan ribu tahun silam.
Ayu dan Onik
Membuka Cakrawala Baru
K
edua perempuan ini berharap dengan mengenal Kintamani, masyarakat sekitar maupun wisatawan bisa menyayangi sekaligus ikut menjaga kebersihan dan keberlangsungan kawasannya. Bukan hanya itu, mereka juga ingin menyadarkan generasi muda lokal, betapa kayanya alam dan budaya Desa Batur, Kintamani.
camping ground
Salah satu inovasi yang sudah digarap yakni Toya Devasya, dengan fasilitas dan produk yang berlatarbelakang keindahan alam Kintamani, hingga menjadi sangat menarik untuk dikunjungi. Langkah yang luar biasa untuk membangun desa ini dilakukan keduanya dengan tulus, terbukti saat mereka masuk di jajajaran pengurus area wisata Toya Devasya. Lantas siapa sesungguhnya dua sosok perempuan Bali ini? Apa saja yang dilakukan untuk membangun desanya? Perempuan pertama adalah Putu Astiti Saraswati, lulusan Monash University, Melbourne – Australia, biasa disapa Ayu. Menurutnya kembali
adventure trekking
ke Bali dan berkarya di desa, tidak terbayangkan sebelumnya. Semula ia berkarier di HSBC, berlanjut dengan usaha bidang travel agent. Saat itu Ayu baru memiliki seorang anak. Ketika Toya Devasya ekspansi membangun villa dan mengharuskannya cukup lama bolak - balik Jakarta – Bali, hingga ia memiliki dua orang anak, akhirnya memutuskan menetap di Bali. Begitu juga dengan perempuan kedua, Ni PutuYuni Dianita, akrab dipanggil Onik sempat tinggal di New Zealand selama 3.5 tahun dan hampir menetap di sana. Rupanya, setelah bertemu dengan sang suami yang sekam pung via facebook semua berubah. Menurut Onik, awalnya ia hanya ingin pulang satu bulan dan kembali ke
New Zealand mengurus surat permanent resident. Namun, semua sudah diatur oleh Tuhan, seminggu kemudian Onik dilamar dan 3 bulan berikutnya menikah. Sejauh ini Onik menyatakan sangat menikmati menjalankan adat istiadat seperti mebanjar dan kebersamaan dengan keluarganya. Ayu mengatakan bekerja di Toya Devasya di desanya, Kintamani, benar-benar membuka dunia dan cakrawala baru. Selain pekerjaannya, lingkungannya juga jauh berbeda daripada tempat kerja sebelumnya yang highly regulated dengan sistem yang terbentuk dengan baik. Yang dihadapi Ayu di Toya Devasya, bukan hanya belum terbiasa dengan sistem, tetapi belum mengenal perencanaan keuangan, pengembangan diri apalagi pengembangan karier. Hal ini diakuinya membuat agak sulit di awal, bagaimana ia harus memotivasi karyawan untuk bekerja tidak hanya sebatas mencari nafkah tapi demi pengembangan dirinya. Onik juga demikian, katanya keadaan di desa tentu sangat berbeda dengan kondisi New Zealand. Di sana kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangatlah tinggi, sampah dikelola dengan baik, penggunaan plastik sangat minim dan seperlunya saja.
Di New Zealand orangnya menjunjung tinggi lingkungan hidup dan kepentingan alam. Di desa, katanya masih kurang kesadaran akan nutrisi anak karena kebanyakan makanan mengandung pengawet, makanan instan serta banyak nya penggunaan plastik. Jadi, lanjut Onik kenapa tidak, ikut memberikan andil di desa melalui bidang kerja yang mereka lakoni saat ini. DESA YANG UNIK Ketika bicara keistimewaan Desa Kintamani dan Toya Devasya , Ayu dan Onik pun memaparkannya sangat antusias. Betapa , Kintamani, meski Bangli satu-satunya kabupaten tanpa pantai, tapi memiliki kawasan kaldera Gunung Batur dengan pemandangan luar biasa indah dan hawa yang sejuk. Perbedaan ini, menjadikan Kintamani unik. Apalagi sejarah budayanya memiliki keterikatan dengan Tiongkok akibat pernikahan Raja Jayapangus dengan Kang Cing Wei, telah memberi warna perpaduan budaya Bali dan Tiongkok. Hal ini pun bisa dilihat adanya Konco di Pura-Pura di Kintamani.
Onik juga menambakan kalau pada 20 September 2012, UNESCO menetapkan Batur Caldera sebagai Global Geopark pertama di Indonesia. Di samping memiliki alam yang indah, udara segar, budaya lokal unik seperti Trunyan, juga ada hasil bumi yang berkelas, mulai jeruk , tamarillo, kopi Arabica hingga anjing Kintamani begitu juga saat menujuToya Devasya, lanjut Onik kita akan melintasi uniknya batu lava Gunung Batur, tenangnya Danau Batur dan istimewanya hot spring yang tidak berbau dan tidak berwarna di Toya Devasya. Natural hot spring ini kaya akan mineral yang terbukti sangat bangus untuk relaksasi, melemaskan otot serta membantu menyembuhkan masalah kulit. Toya Devasya lanjut Ayu juga memiliki fasilitas yang lengkap, ada The Ayu Kintamani Villas dilengkapi kolam air panas natural private pertama di Bali. Di Toya Devasya pun kita bisa mencoba makanan khas lokal melalui 3 restoran, baik yang indoor maupun outdoor. Disamping pengunjung bisa memilih menikmati camping ground dengan aktivitas adventure seperti cycling, trekking, kayaking, VW tours, Jeep Tours. Soal SDM, Onik melihat masih banyak yang harus dibenahi melalui training atau pelatihan kerja, terkait urusan service, bahasa, grooming, kebersihan juga disiplin kerja serta menanamkan pentingnya mencintai pekerjaan. Ayu pun sependapat, dan bakal melakukan pembenahan SDM khususnya di Toya Devasya . Sebab diakui, SDM merupakan aset apalagi di industri jasa. Kenyamanan pelayanan dan kepuasan pelanggan di era service oriented ini berada di tangan SDM. Untuk itu, porsi pelatihan dan program pengembangan karyawan menjadi prioritas. Sedangkan menanggapi kesan kalau ke Toya Devasya itu mahal, Ayu angkat bicara dan menyatakan jika apa yang ditawarkan Toya Devasya kepada wisatawan lokal maupun asing sepadan dengan experience yang diberikan. “Toya Devasya memiliki kolam renang air panas alami di pinggir danau terpanjang di dunia yang berlokasi di dalam sebuah kaldera. Bayangkan berendam di dalam kaldera suatu gunung, tentunya ini akan menjadi experience yang berbeda,” ujar Ayu. “Menyaksikan panorama yang spektakuler serta fasilitas lengkap dengan 7 kolam air panas alami dan salah satunya adalah kolam air panas terpanjang , genah pengelukatan serta sensasi Ayurvedic Spa, pastinya luar biasa, ” tandas Onik. (Sri Ardhini)
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Menjadi enterpeneur kini bukan hal yang asing bagi kalangan pemuda. Saat ini, banyak remaja yang mulai melakukan berbagai macam usaha, dimana mereka berpikir wirausaha bisa menghasilkan lebih banyak uang daripada bekerja kantoran.
Coklat Custom Ritama
Makin Lucu makin Menarik
B
isnis coklat ternyata memang semanis rasanya. Siapa yang tak suka coklat ? hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua pasti suka. Hal itu tentu akan menjadi peluang yang menguntungkan untuk berbisnis. Apalagi, mendirikan usaha coklat tak memerlukan modal awal yang besar. Rima Lacida memilih coklat sebagai bentuk usahanya. Dalam menjalankan bisnis coklat ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya, keterampilan berkomunikasi sangat dianjurkan untuk bisa menawarkan produk ke konsumen. “Suplai harus ke semua cabang dan harus rutin update,” ujarnya. Meski begitu, penjualan bisa dilakukan dengan sistem konsinyasi atau beli putus. Keduanya, perlu melakukan variasi dengan menghadirkan berbagai bentuk-bentuk unik. Semakin lucu bentuknya pasti akan menarik pelanggan untuk membeli coklat custom, terutama anak-anak. Nama ‘Ritama’ sengaja digunakan sebagai brand dari produknya. Ritama diambil dari gabungan nama adiknya. Coklat Custom Ritama berdiri sejak 2014, untuk memulai bisnis coklat ini, tak memerlukan modal yang besar. Dana awal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku coklat. “Kejelian mencari bahan baku berkualitas dengan harga murah diperlukan untuk menekan biaya produksi yang
akhirnya berimbas pada harga jual yang kompetitif,” ungkap wanita 22 tahun itu. Modal awal yang ia gunakan sekitar Rp 2 juta, karena pada saat itu Coklat Custom Ritama belum memiliki toko. Dia mengunakan cara made by order. Wanita yang hobi merias ini, menjelaskan, berdirinya Coklat Custom Ritama diawali oleh ibundanya, yang tak pernah berhenti mencari hal-hal baru.
Pasarkan Cake dengan Desain Menarik kan dalam memesan diterapkan oleh wanita berusia 25 tahun ini, dengan cara menyantumkan tampilan kue beserta harganya di akun instagram @ade_cookies. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak repot harus datang untuk memesannya. Syarat order pun dijelaskan dengan rinci dan potretan
Ade Risna Anggraini
Usaha kuliner cookies dan cake ini mendapatkan respons baik dari masyarakat. Ade pun selalu semangat menjalankan usahanya selama dua tahun ini. Ia pun mengikuti alur globalisasi yang semakin canggih. Wanita kelahiran 1 Desember ini, memilih berbisnis dengan cara online untuk pemasarannya. Selain itu, upaya untuk memudah-
Alasan perempuan yang berstatus mahasiswa semester 8 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini mendirikan usaha coklat custom, karena dulu di kota pudak penjual coklat masih jarang. Tetapi, sekarang sudah banyak yang menjual coklat dengan harga mahal. Rima mengaku, coklat custom sendiri dibandrol setiap boxnya. Paling murah 3 skat dengan harga Rp 10.000. Prinsip usahanya, dapat laba sedikit bukan masalah, yang penting usaha coklat customya bisa terkenal di Indonesia. Pada waktu valentine, orderan yang ia terima banyak dan meningkat sampai 50%. Untuk masalah omzet, kalau hari biasa ia bisa mengantongi Rp 5 juta perbulan, tetapi kalau valentine atau lebaran bisa sampai Rp 15 juta perbulannya. Dunia bisnis ku-
liner semakin ketat, tetapi tak menjadikannya putus asa. Ia memiliki cara tersendiri untuk mengatasi persaingan. Yakni, melayani customer itu dengan apa yang diinginkan serta selalu update model-model baru. Setiap menjalankan usaha pasti menemui yang namanya kendala. “Untuk masalah kendala, rawan kirim jauh. Misal, dikirim lewat salah satu ekspedisi kita takut leleh, takut rusak, penyok,” ujar Rima sambil tersenyum. Untuk Coklat Custom sendiri menggunakan bahan lokal asli Indonesia, yang mudah didapat di swalayan. Wanita kelahiran 9 Juni 1995 ini, berharap agar usaha Coklat Custom Ritama bisa membuka cabang-cabang di seluruh Indonesia. Serta ingin membuat rumah coklat yang pajangannya tak biasa, tapi bisa untuk privat anak-anak. (Fiqhy Farizh Ferdiansah)
gambar desain sesuai dengan hasilnya. Dalam pemasaran produknya, Ade, dibantu dengan adik perempuannya, Rike Verlita Sari, yang saat ini kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) jurusan Komputer Multimedia, semester 6. “Selain mengikuti zaman, dua tahun yang lalu itu saya masih kuliah dan merintis dari nol. Jadi saya memilih home industry karena waktu itu memang sibuk dengan kuliah,” jelas wanita berkulit putih ini. Ia mengaku modal yang dikeluarkan tidak banyak, karena peralatan sudah tersedia sejak berjualan dengan ibunya. Hanya saja menyiapkan bahan- bahan pembuatan cake dan cookies. Standar harga sesuai ukuran dan
tingkat kesulitan menghias yang diinginkan oleh customer, seperti gambar karakter boneka dan logo bola sekitar Rp 50.000 sampai Rp 150.000, sedangkan untuk wedding cake dibanderol mulai Rp 150.000 hingga Rp 300.000. “Harapan kami, semoga usaha ini semakin lancar. Kalau ada tambahan modal ingin membuka toko sendiri, apalagi sekarang persaingan semakin ketat jadi lebih mengarah bagaimana kita pintar mengolah produk – produk dan juga pemasarannya,” ujar Ade. (Putri Ardiashari)
Seiring berjalannya waktu, banyak permintaan konsumen untuk mengeluarkan bentuk-bentuk coklat yang unik dan lucu. Pada 2014-2015, ia hanya menjual khusus hari valentine dan lebaran. Tetapi, mulai 2016 ia open order untuk setiap harinya. Tak hanya untuk hari valentine, Coklat Custom Ritama juga menerima pesanan buat souvenir pernikahan bahkan hadiah ulang tahun.
“Ade Cookies”
Membuat desain cake yang elegan, tentunya tak mudah dilakukan tanpa mempunyai keahlian yang dimiliki sejak dini. Kreatif dan inovatif selalu diterapkan oleh pemilik dari “Ade Cookies”, Ade Risna Anggraini, yang berhasil memperkenalkan produk – produk makanan khususnya kue dengan hiasan asli olahan tangannya yang unik dan menarik. Awalnya, wanita asal kota Gresik ini, memulai usahanya dengan menjual sejenis makanan dan minuman bersama ibunya, Endang Puji Ningsih, sejak 2015. Mereka mempunyai hobi yang sama yakni memasak. “Waktu itu saya masih kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Fakultas Pendidikan Tata Boga, yang sesuai dengan hobi saya,” kata wanita kelahiran tahun 1992 ini. Seiring berjalannya waktu, munculah keinginan untuk memperluas usahanya yang dijalani bersama ibunya dulu dengan menciptakan berbagai macam cookies atau sejenis kue kering untuk Lebaran dan hajatan melalui pemesanan atau order dari konsumen. Akhirnya, sesuai dengan nama pangggilannya, Ade, memberikan nama “Ade Cookies” untuk usaha kulinernya dengan sistem open order online.
19
20
Nine
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Inspirasi
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Rini Sundari
Ir. Husna nid iat y Nur din
5
Dalam Tubuh Sehat Awal dari Hobi Kain Perca Ada Jiwa Kuat I r.
H usnan idia ty
N u r din
Untuk meningkatkan prestasi olah raga Nusa Tenggara Barat, Ir. Husnanidiaty Nurdin, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Nusa Tenggara Barat, tidak hanya meningkatkan kualitas pelatihan para atlit melainkan juga melakukan perubahan pada pola dan cara pikir serta prilaku atlet bahkan mulai dari hal-hal yang paling sederhana.
K
ebersihan men- potensi olah raga daerah ini baik asrama PPLP Mataram, diajarjadi salah satu dari sisi cabang-cabang olah ra- kannya meningkatkan prestasi sorotan utama ganya, pembinaannya, para atlit, mulai dari hal-hal bersifat pribperempuan yang para pelatih hingga fasilitasnya. adi. Disiplin diterapkan agar biasa disapa Eni ini. Karena itu- Eni bahkan menebar semangat, para atlet paling telat pulang lah, ketika pertama kali dilantik menggaungkan prestasi olah ke asrama pukul 21.30 wita. untuk mengurus bidang ini, ia raga kepada semua pihak lewat Kegiatan makan yang tadinya langsung turun ke lapangan media sosialnya. dilakukan hanya sekadar saja, mengecek kondisi para atlet di Untuk itu, ia memulainya kini mereka telah makan berPusat Pengembangan dan Lati- dari hal-hal sederhana. Bahkan sama dengan cara yang layak han Pelajar (PPLP) Mataram. disiplin para atlet ditingkatkan setidaknya duduk bersama Hari itu, Eni menelusuri asrama namun penerapannya dimulai makan bersama di atas meja dan fasilitas pelatihan di PPLP dengan cara yang paling mudah dengan rapi. “Sesekali digelar tersebut dengan detil, mulai dan mungkin dilakukan. Ke- Yasinan dan doa bersama,” ujar dari kamar-kamar atlet hingga bersihan dan kerapian kamar- Eni yang juga sempat mengikuti halaman dan dapurnya. kamar atlet yang tadinya kurang kegiatan Yasinan dan doa ini. Kondisi kebersihan tem- baik, kini sudah mulai ditata. Kini yang tengah dipikirkanpat melahirkan serta menjaga Para atlet menjadi lebih peduli nya adalah bagaimana agar para prestasi para atlet ini me- pada kebutuhan kebersihan atlet yang tamat SMU masih mang memprihatinkan, halaman ini. terus bisa dibina dan mengikuti penuh tumpukan bekas material Selain soal pelatihan untuk meninbangunan yang tidak terpakai. kebersihan itu, gkatkan prestasi dan Demikian pula dengan kamar- 52 atlet yang tetap mewakili NTB. kamar dan fasilitas asrama kini menghuni Karena itulah ia sedang lainnya yang relatif kurang berupaya untuk bisa rapi dan bersih. Hari itu memiliki PPLM juga ia berkoordinasi den(Pusat Pengemgan pengurus asrama dan bangan dan Latistafnya agar bisa bekerja han Mahasiswa) sama dengan para atlet agar pembiuntuk membersih naan para atlit kan dan merapikan tidak terputus. seluruh areal PPLP Mereka inilah tersebut. Dan ia yang menusempat turun ikut rutnya selama bersih-bersih. “Di ini diambil dalam tubuh yang oleh provinsi sehat ada jiwa lain lalu meyang kuat,” ungwakili provinsi kapnya. lain dan berBukan hanprestasi untuk ya itu, Eni juga provinsi lain. berkeliling ke ka“Itu sebabnya bupaten dan kota atlet kita akhdi NTB untuk irnya bisa dimengecek semua ambil provinsi hal menyangkut lain, mewakili kepemudaan dan provinsi lain khususnya lagi olah dan berraga. Ia mendata prestasi untuk Ir. Husnanidiaty Nurdin bersama para atlit NTB langsung potensiprovinsi lain.
Kegiatan koordinasi dengan bidang pemuda dan olah raga di kabupaten kota di NTB
Karena itulah harus diupayakan adanya keberlanjutan pembinaan yang serius untuk meningkatkan prestasi para atlet NTB,” katanya. Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah atlet yang didegradasi dan tidak bisa melanjutkan pelatihan. Jika selama ini, para atlet yang didegradasi menurutnya biasanya dipulangkan begitu saja. “Dikasih uang lalu dipulangkan dengan cara begitu saja,” ujarnya. Tapi d i m a s a kep em i mp i n a n n ya ini, Eni lebih memperhatikan mereka dengan cara yang lebih membuat mereka merasa dihargai. Para atlet yang didegradasi dipulangkan juga dengan disertai surat resmi untuk dikembalikan kepada orang tuanya. Selain itu pihaknya juga membantu mencarikan sekolah untuk kelanjutan pendidikan mereka.
Bersama para atlit di salah satu fasilitas olah raga di Mataram
Hal lain yang kini menjadi salah satu konsentrasinya adalah mencari bibit-bibit atlet. Maka tidak heran ia kerap ‘bertanya sana sini’, membuka mata dan telinganya untuk dapat ‘menjaring’ bibit-bibit atlet. Ia harus ekstra rajin untuk hal ini karena menurutnya tidak mudah menemukan orang yang mau menjadi atlet dan apalagi untuk berprestasi karena membutuhkan kerja keras dan kedisplinan yang tinggi. Namun ia terus berupaya keras untuk itu. Semua itu dilakukan Eni untuk meningkatkan prestasi olah raga NTB. Apa yang dilakukannya ini sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya diperlukan kemauan dan kerja lebih keras untuk bisa mewujudkannya. Baginya, anggaran untuk pembinaan dan pengembangan itu memang penting namun ada hal-hal yang tidak perlu harus memiliki anggaran yang lebih untuk dapat mengubahnya menjadi lebih baik. Karena tidak semua harus diselesaikan dengan anggaran. Contohnya soal kebersihan dan kerapian serta kedisiplinan yang sederhana. Hanya diperlukan manajemen yang tepat maka itu bisa dilakukan. Menurutnya anggaran hari ini dan kemarin sama, tapi PPLP Mataram hari ini bisa bersih dan rapi. “Semua karena kerjasama yang baik dan ada kemauan untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya. (Naniek I. Taufan)
Rini Sundari tidak menyangka kegiatan isengnya dalam mengisi waktu luang di rumah ternyata bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan. Betapa tidak, kegiatan pengisi waktu luang itu telah mendatangkan penghasilan puluhan juta rupiah per-bulan, padahal modal awalnya hanya Rp 5 jutaan.
“B
isnis ini sudah berjalan empat tahun, hasilnya lumayan. Padahal dipasarkannya hanya lewat pameran-pameran dan media sosial. Banyak pembeli dari luar Jawa justru melihat dan membeli produk kami lewat medsos,” ungkap Rini yang produk sulam kain percanya sudah sampai ke mancanegara seperti Filipina, Thailand dan Malaysia. Malam itu, Rini yang ditemui di hari terakhir pameran Telkom Craft tampak ceria. Wanita cantik ini mengaku senang karena sebagian besar produknya laku terjual seperti mukenah, tas, sandal, payung, bunga, dll. “Alhamdulilah hasilnya bagus banget. Saya bawa banyak item
tapi kebanyakan sudah laku. Ini tinggal sisa-sisanya beberapa saja,” ujar wanita bernama lengkap Rini Sundari Nur Annisa dengan wajah berseri sembari menunjuk rakrak kosong yang sebelumnya diisi dengan aneka produk kerajinan berhias sulaman. “Tasikmalaya kan terkenal dengan payung berlukisan. Nah oleh saya, payung itu saya tambah sulaman, hasilnya cantik dan banyak yang suka. Saya juga bawa banyak sandal kreatif. Kalau di Tasik sandal itu disebut kelom. Nah kelom itu saya kreasikan dengan sulam perca. Alhamdulilah, semuanya habis terjual,” tambahnya. Ibu tiga anak ini bercerita awalnya tidak ada niatnya untuk berbisnis pernak-pernik sulaman kain perca karena ia menekuni kegiatan itu hanya lah hobi semata untuk mengisi waktu luang karena anak-anaknya sudah mulai masuk SD. Menyulam itu, kata Rini, mengasyikkan apalagi ketika mendapat ide-ide baru untuk diaplikasikan. Bertahun-tahun Rini menekuni
hobinya itu, dan sudah banyak produk yang dihasilkan. Semuanya untuk dipakai sendiri olehnya atau keluarganya. Sebagian digunakannya untuk hadiah pada temanteman dan kerabat. “Dulu itu saya suka bikin tas dengan hiasan sulam perca untuk anak-anak ketika mereka TK. Ternyata banyak teman (orangtua murid) senang dan mereka meminta saya untuk membuatkan. Begitu juga mukenah, karena anak saya harus bawa mukenah ke sekolah. Teman-teman juga suka dan memesan. Jadi awalnya hanya sebatas itu. Saya belum terpikir untuk sengaja membuat dan menjual,” paparnya. Barulah setelah suaminya mendorongnya untuk sekaligus terjun ke bisnis sulam perca, Rini pun
tergerak. “Ya kenapa tidak. Kata suami saya, dari pada kumpulkumpul tak jelas, lebih baik saya melakukan sesuatu dengan kegiatan sulam perca saya.” “Saya didorong untuk membuat produk lebih variatif dan itemnya banyak kemudian ditawarkan ke temanteman. Saya pikir benar juga ide itu, maka saya pun mulai memproduksi lebih banyak dengan item lebih variatif. Ternyata sambutannya bagus sekali dan itu membuat saya semakin semangat menekuni sulam kain perca,” paparnya tentang awal mula terjun ke bisnis pernak pernik sulam perca. Persisnya, kata Rini, bisnis ini diluncurkan pada 2013 dengan label ‘Katumbiri’ Sulam Kain Perca. “Kenapa bernama
Rini Sundari, pengusaha pernak-pernik sulam perca dari Tasikmalaya, Jawa Barat
‘Katumbiri’? Itu adalah bahasa Sunda yang artinya pelangi. Sulam kain perca warna-warni ini ibarat pelangi yang indah,” ungkapnya tentang merk produknya. Usia bisnis ini memang belum lama belum lagi genap empat tahun, namun katanya hasil didapatnya sudah jauh dari lumayan. Padahal kalau mau dibilang cukup banyak pengusaha yang ‘main’ di bidang ini. Persaingan ketat. Tapi berkat kreativitas dan selalu berinovasi, ia tetap bertahan. “Saya punya sejumlah produk unggulan, salah satunya adalah mukenah, baju, tas dan sandal. Item-item itu cukup banyak peminatnya,” kata Rini. Persaingan ketat, tambahnya lagi, adalah hal biasa dalam berusaha. Toh, katanya, ada banyak pelanggannya yang tetap setia pada produknya. “Mereka bolak-balik pesan ke saya, itu kan karena mereka suka produk dan kualitasnya,” ucap Rini yang terus berupaya menghadirkan desain-desain baru untuk produknya. Dibantu sang adik yang juga mempunya hobi yang sama, Rini mencari terobosan pemasaran untuk produknya. Salah satunya adalah lewat rajin berpameran entah pada event-event bazar atar
Rini Sundari bersama suami
pameran skala besar, termasuk mengikuti pameran kerajinan terbesar di Indonesia yakni Inacraft di Jakarta. “Di event-event pameran adalah kesempatan mengenalkan produk juga menyebarkan kartu nama. Biasanya setelah pameran ada saja calon-calon pembeli menelpon,” katanya. Di luar itu, produknya juga gencar dipasarkan lewat media sosial. MEDSOS EFEKTIF UNTUK PEMASARAN Menurut Rini, memasarkan lewat medsos terbukti sangatlah efektif karena media sosial menjangkau area yang luas dan tak terbatas. Semua orang dari manapun di Indonesia bahkan dunia bisa mengakses lewat medsos. Kekuatan medsos yang luar biasa ini sangatlah membantu bagi dirinya juga pengusaha kecil lainnya dalam memasarkan produk. “Saya mendapat banyak buyer lewat medsos,” kata Rini sembari menyebut sang adik lah yang lebih fokus pada pemasaran sedang dirinya lebih ke produksi termasuk soal desain. Saat ini, kata Rini, dia bukan saja menangani bisnis sulam kain perca tapi
juga membuka kursus menyulam kain perca di rumahnya. Kursus yang diperuntukkan bagi warga di lingkungannya itu gratis alias tidak memungut biaya kursus. Dengan begitu para ibu-ibu yang ingin memiliki kegiatan pengisi waktu luang lewat menyulam bisa belajar di tempatnya. Kegiatan tersebut juga merupakan kegiatan pemberdayaan bagi para ibu rumah tangga yang ingin mendapat penghasilan lebih. Mereka juga bisa membantunya ketika orderan sedang membajir. Jadi, katanya menceritakan sebuah pengalamannya, suatu ketika ia diminta membuat goodie bag dalam jumlah yang cukup banyak untuk sebuah event yang dihadiri oleh peserta dari dalam mapun luar negeri seperti Korea, Thailand, Malaysia. Karena waktunya yang terbatas sementara pesanan dalam jumlah banyak harus segera siap maka dia pun mengerahkan para ibu peserta kursus yang telah mampu menyulam dengan baik untuk ikut membantu. “Alhamdulilah semuanya berjalan baik, ibu-ibu yang telah terdidik menyulam juga karyanya bagus-bagus. Waktu itu goodie bag kami terbuat dari tikar mendong ,” kata Rini yang kini memiliki sembilan orang pekerja tetap. Harga berbagai jenis produk yang dijualnya, relatif tidak mahal hanya beberapa ratus ribu saja. “Yang paling mahal hanya berharga Rp500 ribu. Harga ditentukan tingkat kesulitan pengerjaannya juga banyaknya sulaman dalam sebuah produk,” katanya. Meski harga relatif tidak mahal, lanjut Rini, dia tetap berupaya mempertahankan kualitas produk di antaranya lewat pemilihan material. Bahan mukenah misalnya, dia lebih suka memilih menggunakan katun jepang yang dikenal adem dan awet (tahan lama). Sedang tas, ia membuat berbagai kombinasi agar lebih variatif di antaranya tas yang dikombinasi dengan tikar bermotif unik. “Di Tasik ada produsen tikar mendong yang punya motif unikunik jadi tinggal menyesuaikan saja. Tapi kalau saya mau motif sendiri itu juga bisa dibuatkan,” ucap Rini yang pernah menjadi juara tiga sebuah event craft unggulan berkat tas kombinasi jeans-tikar mendong yang dibuatnya. Sebagaimana diketahui, Tasikmalaya Jawa Barat terkenal dengan berbagai kerajinan kreatif, salah satunya adalah tikar mendong. Boleh dibilang kota Tasikmalaya merupakan sentra kerajinan tikar mendong yang kemudian dipasok ke seluruh daerah di Indonesia. Tikar mendong sendiri merupakan tikar dengan bahan dasar daun mendong. Nah oleh banyak pengusaha kerajinan, seperti halnya Rini Sundari, tikar mendong ini juga dijadikan bahan kombinasi aneka produk. Hasilnya cantik danunik. (Diana Runtu)
4
Inspirasi
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Mandalika
21
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Kolonel Penerbang I Wayan Superman
Berawal dari Bali Post Liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan di Bali menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari kedatangan hingga keberangkatan menjadi topik pembicaraan. Nama Kolonel Penerbang I Wayan Superman pun ikut terkenal.
“K
a m i b e rtugas sesuai dengan protap. Pangkalan TNI-AU di Bandara Ngurah Rai tidak bekerja sendiri. Kami bersinergi dengan semua komponen baik militer maupun sipil. Kami bersyukur semua lancar dan bagi saya pribadi senang juga karena bisa salaman dengan Raja Salman,” ungkap Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Bandara Ngurah Rai ini disela-sela kunjungan ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Selasa (14/3). Ia pun menegaskan sebagai prajurit, dirinya siap untuk bekerja demi bangsa dan negara. Koordinasi dengan Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wirasatya, Danlanal Benoa, serta jajaran Polda Bali pun dilakukan. Sebagai Danlanud Ngurah Rai, ia juga berkoordinasi dengan pihak otoritas bandara serta pecinta olahraga udara. Hal ini berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Superman menuturkan dirinya menjadi tentara berawal dari kegalauan. Pria kelahiran Busungbiu, Buleleng itu tidak menyangka dirinya akan menduduki jabatan strategis. Saat kecil hingga remaja kerjannya ngarit (menyabit rumput), sepulang dari sekolah. Semua kesuksesan itu dia raih bersama temannya di Buleleng, tak lepas dari peran Bali Post. “Saya ungkapkan perjalanan
Kolonel Penerbang I Wayan Superman bersama Ny. Erika Dewi Hindaraini
I Wayan Superman
hidup saya dan Bali Post memang berjasa. Lulus SMA 1 Singaraja tahun 1989, saya tidak tahu mau ngapain. Ada teman ngajak jadi tentara setelah melihat pengumuman di Bali Post halaman 3. Begitu lihat pengumuman itu saya langsung klik dengan TNI Angkatan Udara. Syukurnya saya lulus jadi anggota TNI-AU,” ujar alumnus Akabri 1992 ini. Superman menuturkan kunci dari kesuksesan itu adalah menegakkan konsep Tri Kaya Parisuda dan Tat Twam Asi. “Artinya kita harus bisa berbicara, berpikir dan bertindak yang baik. Ini yang mengantar kita. Karena semua masalah, semuanya berasal dari diri kita. Kita harus percaya dengan karma. Jujur, keluarga saya tidak ada di TNI. Rahasianya adalah persiapan yang ekstra. Apalagi persaingan saat ini sangat ketat,” ungkap anak guru SD ini. Untuk menjadi seorang perwira yang andal, juga tak lepas
dari dunia pendidikan. Ia pun berharap generasi muda Bali, harus bertekad kuat, jika ingin meraih kesuksesan. “Fisik ini dibina oleh alam. Media itu banyak, ada fitnes, berlari dan lainnya. Namun bukan lari saja yang menentukan, tapi juga didukung oleh akademis. Makanya pemuda-pemudi Bali giatgiatlah belajar,” tegas suami Erika Dewi Hindaraini ini. Sebagai penerbang pesawat Hercules, pria kelahiran 1970 ini sudah mengantongi 6000 jam terbang. Baginya penerbang atau pilot itu profesi yang memerlukan kemampuan khusus. Terbang itu ibarat melawan kodrat alam karena aktivitas manusia lebih banyak di darat. Di sisi lain ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk membuat manuver di udara.
Dialog Khusus dengan Danlanud Ngurah Rai
Letkol Nav. Anton dan Kadispers Letkol Adm. Lukman Efendi juga mengajak Ketua Persatuan Istri Anggota (PIA) Ardhya Garini Cabang 5 Daerah 2 Lanud Ngurah Rai beserta anggotanya. “Kami ingin mengetahui lebih dekat bagaimana proses jurnalistik,” ujar Ny. Erika Dewi Hindaraini, Ketua PIA Ardhya Garini Lanud Ngurah Rai. Mereka pun diajak berkeliling untuk melihat proses editing di Bali TV, DenPost, Bisnis Bali, Tokoh, dan proses siaran di
radio Genta FM. Ny. Erika menuturkan selama ini masih ada yang belum mengenal PIA. “Saya pernah ikut kegiatan di Renon, panitia nanya, dari mana Bu. Saya jawab dari PIA. Ternyata dikira kami produsen pia yang banyak menjadi oleholeh. Karena itu, kami dari PIA Ardhya Garini Lanud Ngurah Rai berusaha untuk menyosialisasikan keberadaan kami,” ujar perempuan asal Bali yang lahir dan besar di Jawa ini. (Ngurah Budi)
Pasar Murah Sambut Nyepi Taman Mayura ramai dikunjungi di Jumat (17/3) lalu. Bukan hanya mereka yang berwisata di salah satu objek wisata yang berada di tengah Kota Mataram tersebut yang memenuhi areal parkir dan areal tengah taman wisata ini, melainkan ratus an pedagang dan pembeli yang turut memadatinya. Riuh rendah suasana belanja tampak dari stand-stand yang dibuka oleh puluhan distributor yang menjual bahan sembako dan lainnya di bawah harga standar.
SOSIALISASIKAN PIA Dalam kunjungan ke Gedung Pers Bali K.Nadha, Danlanud Ngurah Rai yang didampingi Kadisops
Kunjungan PIA Ardhya Garini Lanud Ngurah Rai ke ruang editing
“Saya ungkapkan perjalanan hidup saya dan Bali Post memang berjasa. Lulus SMA 1 Singaraja tahun 1989, saya tidak tahu mau ngapain. Ada teman ngajak jadi tentara setelah melihat pengumuman di Bali Post halaman 3. Begitu lihat pengumuman itu saya langsung klik dengan TNI Angkatan Udara. Syukurnya saya lulus jadi anggota TNI-AU”
Kunjungan Danlanud Ngurah Rai diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha
W
arga Kota Mataram hadir memadati Pasar Murah menyambut Hari Raya Nyepi yang kembali digelar oleh Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Mataram di Taman Mayura. Warga tampak menyambut antusias pasar murah ini karena harga jualnya memang berada di bawa standar harga distributor. Dua di antara ragam bahan pokok yang laris diserbu pembeli adalah cabe segar lokal dan telur yang dijual dengan harga masing-masing Rp 100.000 perkilogram dan Rp 29.000 per
trei. “Harga cabe lokal segar di pasar masih Rp 140.000150.000/ kilogram dan harga telur Rp 34.000-35.000/trei,” kata Murni, ibu rumah tangga yang tinggal di Cakranegara. Hari itu selain dari Lombok Utara, Lombok Timur melalui Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) juga mengirim setidaknya 70 kilogram cabe yang dijual sepanjang hari itu. Tentu saja, di tengah masih mahalnya harga cabe saat ini, cabe lokal dari PPI diserbu pembeli karena dijual dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasar. PPI juga membawa tiga kwintal gula yang dijual pada pasar murah ini. Menurut Muharram, Kepala
Gudang PPI yang berlokasi di Bengkel Cakranegara, harga jual cabe segar lokal sengaja diberikan untuk membantu masyarakat di Kota Mataram di tengah berbulan-bulan bertahan tingginya harga cabe. Pasar murah yang sedianya buka jam delapan pagi, rupanya telah diserbu warga sejak jam tujuh pagi. Pasar murah ini tidak membatasi jumlah distributor yang ikut berpartisipasi. Demikian juga dengan pembeli. “Siapa pun boleh hadir di sini dan boleh belanja ataupun menjualnya. Namun bagi yang menjual harga harus di bawah harga distributor,” ungkap Hj. Selly Andayani, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang turut hadir menyaksikan aktivitas pasar murah ini. Pasar murah ini dihajatkan sebagai testimoni bagi masyarakat bahwa sesungguhnya pemerintah dalam hal ini bidang perdagangan ada di tengah masyarakat. Bahwa harga pasar bisa dilakukan seperti halnya yang dihadirkan pada murah tersebut. “Ini sebagai upaya untuk terus melatih konsumen cerdas dalam berbelanja,” kata Selly. Tidak kurang dari 30 distributor, Usaha Kecil Menengah dan ritel modern hadir meramaikan pasar murah tersebut. Sejak Januari 2017, Dinas Perdagangan Provinsi Nusa
Tenggara Barat terbilang rajin menggelar pasar murah untuk menyeimbangkan harga-harga di pasaran. Pasar murah yang banyak mendapat respons positif dari masyarakat ini biasanya dilakukan di halaman Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Namun kali ini digelar dengan lebih banyak distributor dan di tempat yang lebih luas di Taman Mayura Kota Mataram. Taman Mayura dipilih sebagai tempat pasar murah ini lebih agar pembeli bisa lebih leluasa dan agar lebih banyak distributor yang bisa berpartisipasi. Selain itu juga karena pasar murah kali ini diadakan sekaligus untuk menyambut Hari Raya Nyepi, dimana Cakranegara terdapat banyak komunitas Hindu yang tinggal. Juga Taman Mayura terbilang ramai dikunjungi karena berada di tengah-tengah Kota Mataram. “Namun siapa pun bisa berbelanja di pasar murah ini dengan volume belanja yang tidak dibatasi,” kata Selly. Tidak hanya untuk menyambut Nyepi, pasar murah juga
Hj. Selly Andayani
pernah digelar saat perayaan Gong Ci Fa Chai beberapa waktu lalu. “Menjelang Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri nanti juga akan digelar pasar murah seperti ini,” ungkap Selly. Menurut Selly, ke depan diprediksi pasar murah seperti ini akan semakin ramai digelar mengingat Dinas Perdagangan kabupaten dan kota di NTB sudah berkomitmen untuk menggelar pasar murah seperti ini di kabupaten dan kota masing-masing di NTB. Yang menggembirakan pada pasar murah ini, hadir pula produk-produk lokal seperti gula Tambora yang diproduksi di pabrik gula yang berada di kawasan sekitar Gunung Tambora Dompu. Ada pula UKMUKM yang menjual produk lokal NTB seperti roti, camilan khas dan kerajinan dan lainnya. (Naniek I. Taufan)
22
Sosialita
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
S
Angel Lelga
aat ini di Jakarta sudah banyak jumlah salon dan spa yang menawarkan treatment khusus untuk tas dan sepatu. Dengan begitu, para kolektor tas, khususnya yang berharga puluhan hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah, tidak perlu harus keluar negeri untuk merawat tas-tasnya. Sebagaimana halnya salon wajah dan tubuh, salon dan spa untuk tas dan sepatu pun ada kelasnya yang tentunya sesuai dengan harga tas dan sepatu yang ingin dirawat. Karenanya tarifnya pun beragam mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Khusus untuk tas berharga ‘selangit’, tentu bisa ditebak, tarif perawatannya pun lumayan mahal. “Bagi sebagian kalangan atas, biasanya kalau tas-tas yang harganya ratusan juta hingga miliaran, banyak yang melakukan perawatan di luar negeri seperti Singapura. Tapi kini banyak juga yang melakukan perawatan di sini (Jakarta) karena kita pun memiliki teknologi untuk spa tas-tas kelas premium,” ungkap seorang staf salon tas dan sepatu yang membuka gerai di sebuah mal di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat. Tentang perlunya tas dan sepatu diberi perawatan khusus juga disampaikan Felin Natalia, pemilik Momoko Bag & Shoes Spa Indonesia. “Perawatan khusus penting sekali. Karena, kan, kita sudah membeli tas dan sepatu dengan harga mahal. Investasi mahal-mahal kan sayang kalau rusak karena kurang dirawat benar,” ujar Felin
Salon dan Spa untuk Koleksi Premium di Pacific Place, Jakarta. Mamoko Bag & Shoes Spa, menawarkan konsep berbeda dari tempat perawatan lain yakni menggunakan teknologi nano coating berbahan dasar air. Teknologi ini memberi lapisan yang dapat meresap ke poripori setiap material sehingga tidak merusak lapisan luar tas tersebut. Dengan nano coating, tas juga bisa tahan terhadap air. Juga, ada treatment khusus seperti UV protection dan moisturizing sehingga warna tas bisa tahan lama atau tidak cepat memudar. “Selain itu ada color transfer sehingga tas yang terkena noda akan mudah dibersihkan,” katanya. Teknologi tersebut, juga dapat diterapkan disemua bahan seperti suede, kulit, kain, patern dan rubber.Tentang biaya perawatan, menurut Felin, mulai dari Rp 1 juta, tergantung dari tingkat kesulitan dan material barang. Ada sejumlah tips diberikan Felin kepada para pencinta tas premium. Salah satunya adalah jangan melap tas yang kotor dengan tisu basah. Memang menjadi salah satu kebiasaan bagi pemilik tas, ketika tas kotor atau basah,
awet. Baik tas yang sering maupun yang jarang digunakan, perawatan penting dilakukan. Salah satu yang paling sederhana dan bisa dilakukan sendiri adalah dengan melap tas-tas tersebut dengan cairan khusus tas yang bisa dibeli di tempat-tempat perawatan tas dan sepatu. “Yang juga penting dilakukan adalah selalu membungkus kembali tas-tas tersebut setelah kita gunakan dengan kain pembungkus tas. Jangan
lupa saat tidak digunakan, isi tas tersebut dengan bahan seperti kertas. Tujuannya agar bentuk tas tidak berubah,” katanya beberapa waktu lalu. Selain itu, usahakan kalau sedang menggunakan tas jangan mengisinya dengan barangbarang terlalu berat karena itu akan membuat kulit tas melar. “Kalau terlalu sering membawa barang berat di dalam tas, kulit bisa lebih melar dan kadang bentuk tas tidak seperti ketika kita membeli,” paparnya.
Sekolah Pelagi Dharma Nusantara (PDN) memang baru seumur jagung, namun sekolah satu atap (TK, SD, SMP) di bawah naungan Yayasan Pelangi Dharma Negara ini, sudah mampu menunjukkan taringnya. Tentu saja hal ini tak terlepas dari semangat para pendirinya beserta para guru dan staf untuk mencapai visi misi Sekolah PDN, menjadikan anak-anak didik yang cerdas berprestasi dan memiliki budi pekerti luhur.
Felin
langsung mengelapnya dengan tisu. Padahal kata Felin, hal itu bisa merusak barang. “Memang kalau sekali-dua kali dilakukan, hal (kerusakan) itu tidak langsung terlihat. Tapi kalau kita sering melakukannya maka lama kelamaan warnanya akan pudar. Kan sayang ya,” ucapnya. Yang terbaik menurutnya adalah dengan melapnya dengan kain basah, ini berguna untuk mencegah kotoran tidak meresap ke material tas. Tips sederhana juga diberikan desainer Andreas Odang. Menurutnya tas-tas koleksi harus dirawat dengan baik agar tetap
Ketua Yayasan Pelangi Dharma Negara, Drs. I Wayan Suaba, MBA.
P
elangi memiliki warnawarna yang indah. Itu pula yang menjadi semangat sekolah ini, yang membeda-bedakan anak bangsa baik dari suku, agama dan lainnya, untuk mendapatkan pendidikan yang layak. “Inilah swadharma kami pada negara, bersama-sama pemerintah turut mencerdaskan anak bangsa didukung dengan guru-guru pengajar yang profesional di bidangnya masing-masing,” ujar Ketua Yayasan Pelangi Dharma Negara, Drs. I Wayan Suaba, MBA. Pengusaha farmasi ini mengatakan, setelah dunia kesehatan, jalur pendidikan menjadi pilihannya untuk ngayah dan
Felin memperagakan menuangkan air ke tas
BIAYA PERAWATAN TAS HINGGA RATUSAN JUTA Soal pentingnya merawat tas yang berharga mahal, juga diakui oleh sejumlah selebriti yang selama ini dikenal sebagai kolektor tas. Bahkan, kata mereka, perawatan bukan hanya sekadar dilap dengan cairan khusus untuk kulit, melainkan dibawa ke salon khusus. Ya, tak heran, karena harga tas-tas tersebut selangit. Angel Lelga misalnya. Penyanyi dangdut yang juga gemar berbisnis ini, mengaku melakukan perawatan khusus untuk tas-tasnya. Tak tanggung-tanggung, dia membawa tas-tas branded yang berharga ratusan juta itu ke sebuah salon tas di Singapura. Soal biaya, mantan istri Rhima Irama ini, menolak menjawab namun katanya cukup lumayan. Tapi untuk tas-tas mahal miliknya, wanita cantik ini mengaku biaya perawatan yang dikeluarkannya cukup sepadan. Karena baginya, tas branded yang berharga mahal bukan hanya sekadar keperluan penunjang dirinya sebagai public figure tapi bernilai lebih dari itu. “Tas-tas ini adalah investasi saya. Kalau orang lain berinvestasi di tanah atau properti maka saya main di properti tas. Jadi bukan untuk gayagayaan saja tapi investasi,” ucap Angel yang memiliki ruangan khusus untuk tas-tasnya. Karenanya, dia pun tak sayang mengeluarkan biaya tak sedikit untuk merawat tas-tas tersebut. Hal yang sama juga dilakukan artis sinetron Ade Fitrie. Pemain sinentron ‘Suami-Suami Takut Istri’ ini bahkan mengaku pernah mengeluarkan biaya Rp 500 juta lebih untuk merawat sejumlah tasnya. “Untuk tas-tas koleksi aku melakukan perawatan khusus di salon dan spa khusus tas karena khawatir rusak. Kalau di tempat khusus, kan, mereka tahu yang terbaik harus dilakukan,” ungkapnya. Dulu, kata Ade, dia juga sempat melakukan perawatan tas-tas mahal itu di rumah. Itu karena dia memiliki asisten yang tahu merawat tas berkat ilmu yang didapatnya dari staf salon dan spa tas. Namun setelah asisten itu berhenti kerja, Ade tidak memiliki orang lain yang bisa melakukan hal yang sama. Akhirnya, daripada terjadi masalah terhadap tas-tas mahal itu, maka dia pun kembali menjadi pelanggan spa tas. (Diana Runtu)
3
Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN)
Cetak Siswa Cerdas Pintar dan Berbudi Pekerti Luhur
mendekatkan diri dengan masyarakat. Ikut membantu anak-anak yang tidak bisa diterima di sekolah negeri, untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dengan catatan tidak terlau membebani orangtuanya. Alasan yang paling menguatkannya adalah dunia pendidikan menjadi tempat kedua setelah keluarga, sebagai tempat pembentukan pondasi bagi karakter tunas bangsa. “Karena itulah, kami terus-menerus memotivasi para guru untuk benar-benar mengajar dan mendidik anak-anak kita untuk menjadikan mereka anak yang pintar cerdas berprestasi dan berbudi pekerti luhur. Supaya nantinya berguna untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa,” tegasnya. Wayan Suaba menambahkan, kalaupun nantinya si anak menjadi pegawai, jadilah pegawai yang sukses, jika jadi pengusaha jadilah pengusaha yang sukses dan baik, atau kalau pun jadi pemimpin jadilah pemimpin yang baik dan benar. “Itu yang akan membuat saya bangga. Artinya dia sukses dalam menata kehidupannya ,” ujarnya bersemangat. Cita-cita dan semangatnya inilah yang menjadi dasar pijakan Sekolah PDN untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan maupun sarana prasarana sekolah. “Cita-cita saya sederhana saja dan berharap ini bisa saya wariskan ke anak cucu agar bisa terus-menerus membantu masyarakat yang mau dididik dan belajar di sekolah kami. Semua aturan pemerintah dan kurikulum yang dianjurkan, kami taati. Kami juga tetap memotivasi para guru dan staf untuk bekerja sungguh-
Kunjungan Wali Kota Denpasar saat meninjau Sekolah Pelangi Dharma Nusantara
sungguh, tulus, jujur dan profesional sesuai dengan ilmu yang dimiliki dan sesuai tugas yang dibebankan di Sekolah PDN ini,” jelasnya. SEMUA ANAK PELANGI PINTAR Hal senada disampaikan Manajer Operasional Sekolah PDN I Wayan Dudik Mahendra, S.S. “Sekolah kami memang relatif baru, namun dari segi prestasi patut diperhitungkan. Kami sudah mengondisikan agar orangtua siswa tidak terlalu terbebani dengan biaya SPP, dan guru-guru kami juga mendapatkan gaji yang layak,” ujarnya. Semua itu diakuinya memerlukan pemikiran yang cukup panjang. Ke depannya dengan semakin lengkapnya
gedung dan sarana prasarana lain yang dimiliki, diharapkan sekolah ini makin mendapat tempat di hati masyarakat dan bisa menjadi sekolah swasta pilihan. Saat ini jumlah rata-rata siswa per kelas 20 orang. “Kami berharap ke depannya memenuhi target kuota maksimal 30 per kelas untuk tetap dapat menjaga kualitas proses belajar mengajar,” ujar Dudik. Selain itu, sekolah juga fokus kepada peningkatan kegiatan-kegiatan yang mampu mendorong anak-anak menunjukkan prestasi-prestasi individu. Juga, mendukung dan mendorong guruguru, dan kepala sekolah untuk bisa berkreativitas. Anak-anak tidak dikejar pintar di akademis saja, namun membuat setiap anak menunjukkan potensi
kelebihannya. Sehingga di sini tidak ada anak yang bodoh. Semua anak Pelangi pintar di bidangnya masing-masing. “Inilah tantangan ke depan kami, mempersiapkan anak-anak agar mampu beradaptasi dengan cepat dengan mengikuti perkembangan zaman tanpa harus kehilangan kebebasannya sebagai manusia. Yang saya sedihkan, sekarang ini sekolah cenderung menjadi tempat yang membuat anak-anak menjadi robot. Dari anak yang bebas merdeka, masuk ke sekolah jadi robot. Dibentuk secara paksa sesuai keinginan entah sekolah, dinas, atau siapa. Di Sekolah PDN tidak begitu, kami tetap mengikuti aturan tetapi kami mendorong anakanak untuk menampilkan kemampuan terbaiknya,” paparnya . –ten
Bentuk Karakter Anak sejak Dini Pembentukan karakter anak memang harus dibangun sejak dini. Demikian disampaikan Kepala Sekolah TK PDN Ni Putu Darmayanti, S.Pd. Ia mengatakan membangun kemandirian anak dilakukan mulai dari hal terkecil. “Mulai dari belajar memakai sepatu sendiri, makan sendiri, berani bertanya/ mengungkapkan sesuatu, hal inilah yang dikembangkan untuk anak,” ucapnya. Di PAUD dan TK PDN dijelaskannya tidak mengajarkan, tetapi mengenalkan calistung. Ada 5 sentra yang diterapkan di TK, yakni persiapan, peran, balok, otmus, dan sentra alam. Kelima sentra inilah yang diaplikasikan dalam mendidik anak-anak. Maya-demikian sapaan akrabnya, mengaku tak jarang ia justru belajar dari anak-anak. “Anak-anak sekarang kritis dan cepat menguasai IT. Karena itu, sering sekali apa yang disampaikan atau yang diminati anak, itulah yang kemudian kami kembangkan, sehingga pembelajaran
menjadi menyenangkan,” jelasnya. Anak-anak TK PDN ini pun telah menunjukkan prestasinya dengan menjuarai berbagai lomba, di antaranya Juara 1 lomba baca puisi se-gugus 5 (Jepun) Densel dan Juara 3 modeling. MULAI DARI DISIPLIN WAKTU Di SD pun, pendidikan berkarakter juga menjadi prioritas, agar anak-anak lebih mengenal dan memahami masalah budi pekerti, sopan santun serta tata cara berbicara dan bersikap . ”Kami sudah menerapkan itu, dari mengajar anak-anak berdisiplin waktu, melaksanakan ibadah, dan yang lainnya,” ujar Kepala Sekolah PDN Sunarlin, S.Pd. Tahun ini SD PDN menamatkan kelas 6 untuk pertamakalinya. Dan, sesegera mungkin akan ikut akreditasi yang segala sesuatunya sudah dipersiapkan. Meski demikian, di usia mudanya ini SD PDN sudah sarat prestasi. Juara 1 lomba
Ade Fitrie
Bukan hanya wajah dan tubuh saja yang perlu spa dan perawatan khusus supaya tetap cantik dan awet muda, tapi tas dan sepatu kesayangan pun memerlukan spa dan perawatan khusus agar tetap awet dan tampil seperti baru.
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
TK Pelangi mengunjungi Pabrik Teh Sosro.
mesatua Bali tingkat Kota Denpasar, Juara harapan 1 dalam lomba yang sama di tingkat provinsi, berhasil diraih. Yang kemudian siswi SD PDN ini berkesempatan tampil di PKB 2016. Salah seorang siswa juga berhasil menjadi Juara 3 Siswa Berprestasi di tingkat Kecamatan Densel tahun 2017. Di luar Porsenijar, beberapa siswa SD PDN juga sempat tampil di provinsi yang tergabung dalam klubnya masing-masing seperti klub sepak bola, silat, wushu. Sementara di tingkat SMP, juga tak mau kalah mengukir prestasi. Belum lama ini dua siswa SMP PDN (Haikal dan Devi) lolos Jambore tingkat Nasional di Bogor tahun 2016. Di bidang akademis, siswanya juga berhasil masuk babak final dalam Olimpiade Matematika tingkat Provinsi. Wakasek SMP PDN Pande Putu Agung Wirya Santana, S. Pd. menjelaskan di TK, SD, dan SMP yang satu atap ini memiliki satu kesatuan program
Bapak Ketua Yayasan PDN saat melepas siswa untuk mengikuti Jambore Nasional di Bogor
Juara I se-kota Denpasar dan Juara I PKB Mesatua Bali
yang berkesinambungan. “Di SMP, kami melanjutkan program. Guru, selain menjadi media mentransfer ilmu, juga mencari/mengembangkan potensi anak dan mengarahkannya ke ekskul yang menyangkut bakat dan potensinya. Disana mereka kami asah dan tempa,” ujarnya. Di bidang olah raga, mereka diarahkan berkompetisi dalam Porsenijar, dan di tim klub IPA, Kimia, ada Olympiade. Sistem pembelajaran mengutamakan moralitas, kedisiplinan, karena bagi sekolah ini, anak-anak harus memiliki pondasi yang kuat di mentalnya dulu, baru kemudian bisa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Dalam bidang akademik, ia mengatakan anak-anak juga dibekali dengan bahasabahasa asing, semisal Bahasa Jepang. Hal ini dikatakannya untuk membekali anak menghadapi tantangan global-
isasi, di samping juga meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan mempertahankan Bahasa Bali yang ditunjang oleh guru-guru yang berkompeten di bidangnya dan tersertifikasi. “Tantangan dunia pendidikan semakin ketat. Khususnya di SMP mereka diasah lagi untuk nantinya setelah keluar, mereka siap bersaing di dunia luar melawan tantangan globalisasi,” ujar Agung Wirya Santana yang dengan bangga memgatakan bahwa SMP PDN sukses mengantarkan 78 persen lulusannya masuk ke SMA negeri. Tahun ajaran 2017/2018, Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN) menerima pendafaran siswa baru. Untuk informasi lanjut, silakan berkunjung ke Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN) yang beralamat di Jln. Tukad Banyusari 107 Denpasar, Bali. Telepon 0361 2752968. –ten
2
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
GORO-GORO A m i terkejut. Ada kabar burung Bapaknya akan ikut berpartisi pasi dalam Festival Monolog Bali 2017 Putu Wijaya yang berlangsung mulai 22 Maret s/d Desember. Buru-buru Ami terbang ke rumah orang tuanya. Dan takjub menemukan Amat benar-benar se dang latihan monolog. Amat berlatih dalam kamar yang terkunci. Ia tak menghentikan latihan nya walaupun Ami sudah mengetuk dan memanggil berkali-kali. Amat malah mengeraskan suara seakan minta jangan diganggu. Ami terpaksa harus puas hanya bisa rembugan dengan ibunya di dapur. “Kenapa Ibu biarkan Bapak ikutikutan festival monolog? Itu kan kegiatan anak-anak muda?” Bu Amat ketawa. “Bapakmu itu dulu guru Ami, jangan lupa. Dia dulu sering melatih murid-muridnya buat sandiwara un tuk perpisahan sekolah.” “Tapi itu kan dulu dan lagi yang main murid-murid, tak apa. Tapi ini sekarang Bapak yang main. Monolog lagi, berarti akan sedirian ngoceh di panggung, seperti orang gila! Apa sih
maunya Bapak? Tua-tua kok ingin jadi artis? Malu Ami!” “Bukan begitu, Ami. Bapakmu itu tak mau dimakan usia tua yang kebanyakan membuat manula jadi pikun, malas tidak suka bergaul apalagi berpikir. Itu juga atas anjuran Pak Dokter Gianto, bekas teman nya di SD dulu. Katanya supaya otak tidak karatan karena itu berarti nanti gampang kena alzheimer, harus ban yak dipakai!” “Ah, alasan! Ngaku saja ingin jadi selebriti! Bapak harus Ibu larang!” “Kenapa? Ceritanya Ibu suka!” “O ya? Jadi Ibu mendukung? Cerita apaan yang Bapak mau mainkan itu?” Bu Amat keluar dari dapur. Ia menengok kanan dan kiri untuk me mastikan tak ada orang di sekitar. Lalu mendekat ke telinga Ami dan berbisik “M... .” Ami memekik kaget. Mukanya pucat. Bibirnya gemetar menahan perasaannya. Tanpa menjawab se patah pun, Ia bergegas kembali ke kamar bapaknya mau mendobrak. “Ami!” Ami tak mempedulikan panggilan ibunya. Dengan beringas ia men dorong pintu kamar kasar. Ternyata sudah dibuka. Amat tersenyum menyambut. “Silakan duduk Ami, sekarang Bapak siap.”
Ekspresso
FESTIVAL MONOLOG BALI
“Tidak! Bapak tidak boleh ikut Festival Monolog! Bapak harus tahu diri! Bapak sudah tua, tidak perlu jadi selebriti! Itu hak kami yang mudamuda! Bapak duduk manis saja jadi panutan jangan bikin sensasi! Jaga wibawa, jadilah contoh! Dan jangan keblinger nyeleneh memainkan monolog yang cabul itu. Bapak bisa-bisa dijerat undang-undang anti pornografi.... . “ “Pagi-pagi seorang anak bertanya pada neneknya, Nek apa itu m ... ,’ kata Amat memulai lagi latihannya. “Stoppp!” teriak Ami mem protes. Tapi Amat terus saja melanjutkan. Ami berbalik mau keluar. Bu Amat sudah berdiri membelakangi pintu, mencegah Ami keluar. “Duduklah yang tenang, Ami, lihat Bapak berlatih.” “Tidak! Ami mau pulang!” “Setelah selesai monolog Bapak, kamu boleh pulang.” “Tidak! Ami jijik!” “Bagaimana kamu bisa bilang jijik sebelum menontonnya?” “Itu jorok!” “Boleh katakan begitu kalau kamu sudah menontonnya.” “Tidak perlu ditonton kalau sudah jelas bejat!” Ami menerobos keluar. Tapi be gitu pintu terbuka, ia terkejut. Ada
tiga ibu tetangga dan dua anak remaja mau masuk. “Mereka tetangga yang belum sempat nonton. Mereka ingin nonton karena tetangga yang sudah nonton menganjurkan mereka nonton,” bisik Bu Amat,” Silakan, Bu, Dik, baru saja mulai.” Semuanya bertegur sapa ke Ami, lalu masuk dan duduk menonton. Bu Amat keluar, menutup pintu dan menatap Ami. “Mau nonton, tidak, Ami?” Ami tak menjawab. Bu Amat mendekati Ami. Dengan lembut lalu memberi penjelasan. “Ami, monolog yang dibawakan Bapakmu itu tentang seorang anak lugu, polos yang jujur menanyakan apa itu m ... kepada neneknya. Anak itu dimarahi habis dianggap bejat....” Ami mengangkat tangan meny etop penjelasan ibunya. Di dalam kamar terdengar ketawa berderai. “Mula-mula memang lucu Ami, komentar Bu Amat,” sampai akhirnya
hanya ibu guru yang berani menjelaskan apa itu m. Tapi direktur sekolah ngamuk. Guru itu dipecat. Masyarakat pun garang mengusir. Tapi ketika guru pulang kam pung, taksinya dicegat para pemuda. Mereka menyiksa, memperkosa dan membunuh guru itu, karena penjelasan nya dianggap meracuni murid.” Ami bergerak masuk ke dalam kamar. Bu Amat ngintilin. Amat sedang duduk bersimpuh di lantai, mengucapkan akhir mono lognya. “Banyak orang mengaku pintar dan berani membela kebenaran. Tapi tak seorangpun mau memberikan penjelasan pada anak kami yang polos bertanya. Hanya ibu guru satu-satu nya yang berani. Terimakasih Ibu. Tapi alangkah mahalnya kebenaran kalau hanya untuk menjelaskan satu kata saja diperlukan nyawa manusia.” Amat mengusap air matanya yang tak tertahan. Begitu juga para tetangga. Bahkan juga Bu Amat. Dan akhirnya Ami yang kemudian pelanpelan bertepuk tangan.
Etika Bertamu atau Menerima Tamu Manusia adalah mahluk sosial yang wajib berinteraksi satu sama lain. Salah satu cara berinteraksi yang umum dilakukan yaitu ber tamu atau saling mengunjungi dan bertemu. Dalam konteks pekerjaan, tamu yang datang ber macam-macam. Ada yang sudah dikenal dan ada yang belum. Dalam hal tamu yang belum dikenal, atau yang datang tanpa membuat janji, bisa diterima jika tuan rumah berkenan. Namun, biasanya, tidak ada janji maka tamu tidak akan bertemu orang yang dituju. Untuk itu diingatkan untuk membuat janji terlebih dahulu. Dalam konteks pertem anan, tamu biasanya berkunjung ke rumah, biasanya adalah tamu yang sudah dikenal. Jika kita bertamu untuk un dangan makan atau sifatnya men gunjungi, disarankan untuk mem bawa buah tangan. Terkait jumlah bawaan, tidak harus banyak, bisa yang kecil namun berarti, seperti coklat, bunga atau parsel buah. Meskipun, tuan rumah menyedia kan suatu jamuan tertentu untuk tamunya. Pada waktu bertamu, kita perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk berkunjung. Akan lebih baik jika menyesuaikan dengan waktu yang tuan rumah
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
siap untuk menerima tamu. Tamu yang mengajak anak-anak, perlu mendapat perhatian khusus. Kar ena biasanya anak-anak tidak be tah berada di satu tempat dalam waktu yang lama. Bisa jadi tuan rumah menyiapkan suatu tempat agar anak-anak betah selama ada tamu atau tamu sendiri yang tahu bagaimana mengatur anaknya agar kalem selama bertamu. Jam berkunjung juga perlu diperhatikan, jika ingin bertamu pada pagi hari lakukan diatas pukul 08.00. Untuk kunjungan malam hari sebaiknya dilakukan pada pu kul 19.00 dan jangan boleh lewat dari pukul 21.00 malam karena tuan rumah harus berisitirahat. Perlu diperhatikan untuk men jaga kebersihan rumah dikunjungi, sebagai tamu hendaknya menyan tap sajian yang dihidangkan dengan tertib. Kalaupun ada makanan yang pantang atau tidak disukai,kita jan gan menunjukkan reaksi berbeda pada wajah dan menolak pembe riannya. Ambil dan taruh saja di piring Anda, walaupun nantinya tidak dimakan. Pada waktu pulang, jangan lupa mengucapkan terima kasih. Sebagai tuan rumah yang men erima tamu, perlu diperhatikan kebersihan rumah. Agar tamu yang datang nyaman berkunjung. Jika
Putu Diah Candra Dewi tidak ingin menjamu dengan hidan gan yang berat, kue-kue dan minu man saja sudah cukup. Tunjukkan sikap bahwa Anda siap menerima tamu, jadi waktu Anda khusus untuk tamu itu. Jadi tidak sibuk dengan kegiatan lainnya. Sebagai tuan rumah wajib mengucapkan salam pada waktu tamu datang. Kebetulan pekerjaan saya harus berhubungan dengan orang ban yak/masyarakat. Menerima tamu yang belum saya kenal adalah hal yang biasa. Dalam pekerjaan ini,
walaupun belum ada janji terlebih dahulu, saya harus menerima semua tamu yang datang dengan segala kepentingannya. Saya tahu bahwa orang-orang yang datang punya suatu tujuan, bukan hanya memberi saya pekerjaan, tetapi ada penawaran suatu benda, produk baru, asuransi dan masih banyak lagi. Saya menerima kepentingan semua yang datang, walaupun pada akhirnya saya tidak ikut ber gabung atau membeli produknya. Pengalaman saya menerima tamu dengan berbagai macam karakter, membuat saya terbiasa mengh adapi macam-macam jenis tamu dengan permasalahan dan kepent ingannya. Tidak semua tamu yang da tang punya niat baik, jadi saya pergunakan feeling untuk melihat kedalaman dari tamu tersebut. Terbiasa menerima tamu dengan bermacam karakter membuat saya jadi terlatih dan tahu bagaimana cara menghadapinya. Kuncinya
semua saya terima dengan baik, bagi saya mengenal banyak orang memberikan suatu nilai baru dalam kehidupan ini. Melihat permasalahan orang yang datang dan memerlukan bantuan saya, membuat saya merasa bersyukur bahwa cobaan hidup saya tidak seberat orang-orang itu. Saya tidak menerima sem barangan tamu di rumah, hanya orang-orang tertentu dan yang terdekat saja bisa berkunjung. Biasanya saya membuat sendiri seluruh hidangan untuk tamu dan itu bisa jadi topik pembahasan pada waktu tamu berkunjung. Saya tidak menghidupkan televisi atau memutar film saat ada tamu, biar tidak fokus ke sana karena tujuan bertamu dan menerima tamu adalah saling berinteraksi dalam obrolan dan pembicaraan yang hangat. Putu Diah Candra Dewi, S.H., M.Kn. Personality Development
Sudut Pandang
23
Janjian sebelum Bertamu Tiap orang punya kebiasan berbeda-beda menerima tamu. Ada yang suka mengajak tamunya berkunjung ke rumah, ada juga yang suka bertemu di luar sekalian mencoba menu baru di salah satu restoran. Begitu juga, penu turan Ida Ayu Pradnyani, aktivis Bali Sruti yang juga Ketua Yayasan Dria Raba.
nyiapakan suguhan. “Kalau hanya ibu rumahtangga, tidak ada kegiatan lain, bisa saja menerima tamu di rumah. Kalau sekadar ngerumpi teman atau tetangga saya kurang suka,” katanya. Ia memilih lebih baik men erima tamu di luar Id a Ayu Prad nyani sekalian kuliner. ujur kalau saya pri “Kalau ketemu teman di luar, badi lebih suka me saya merasa lebih leluasa cerita nerima tamu di luar, dan melepas kejenuhan set lihat kepentingannya elah beres-beres rumahtangga. apa dulu. Saya kurang suka me Saya merasa lebih fresh dan nerima tamu di rumah, merasa sangat positif manfaatnya bagi kurang nyaman saja,” ujarnya. saya pribadi. Kalau saya mau Menurutnya, agak sibuk juga ngumpul dengan teman-teman bila tamu berkunjung ke rumah. pasti di luar sekalian sharing dan Apalagi, harus sibuk sendiri me sembari kuliner, setelah itu hati
“J
plong bahagia, entah kenapa bisa mengeluarkan isi hati,” ujarnya sembari tertawa. Saat hari raya Natal, beberapa kali ia melakukan open house. Dibalik sukacita dikunjungi ban yak teman, ia juga merasa capek, karena menyiapkan hidangan, dikerjakan sendiri. “Kalau saya lebih suka masak sendiri merasa lebih bangga dengan hasil masa kan sendiri. Tapi ya gitu, capek juga sendiri. Tapi kalau ada saha bat mau datang ke rumah, janjian dulu,” kata perempuan yang akrab disapa Bu Prad ini. Ia menambahkan, kalau pun ada yang datang ke rumahnya bertamu, biasanya, temanteman ibadah, untuk acara doa bersama dan konsumsi urunan bersama-sama. “Saya senang dan bersyukur kalau ada teman
gereja main ke rumah, pasti tu juannya positif. Yang saya tidak suka, kalau teman curhat soal kesusahan atau kegalauan,” kata Bu Prad. Sementara, bagi Ike, ia lebih suka menerima tamu di rumah. Baginya, tak ada yang paling menyenangkan, jika mengobrol di rumah sendiri. Disamping itu, kedua anaknya yang masih kecil tidak terlupakan karena ia bisa langsung mengawasinya. “Tak terlalu sering ada tamu ke ru mah, tapi biasanya yang datang teman-teman satu komplek perumahan atau teman arisan,” kata Ike. Ike mengatakan, tak meny iapkan apa-apa di rumah untuk persiapan tamu datang ke rumah. Tapi, ia biasa menyiapkan maka nan kecil untuk anak-anaknya di rumah, daripada mereka jajan di luar. Saat ada tamu ke rumah, ia tinggal mengeluarkan beberapa minuman dan camilan kecil, jadi tidak terbebani kalau ada tamu mendadak. “Saya biasa menyiap kan mi instan satu kardus. Kalau malam-malam suka lapar, jadi berkreasi dengan mi instan. Kalau ada tamu dari jauh atau keluarga
Minimal Ada Ruang Tamu dan Minuman Siapa yang tidak pernah men erima tamu? Pastinya semua orang pernah melakukan kegiatan yang tergolong familiar ini, entah di rumah ataupun di tempat kerja. Secara umum, ada 2 (dua) situasi yang sering kita jumpai dalam menerima tamu, yaitu menerima tamu yang sudah memberi tahu rencana kedatangannya dan tamu yang tidak memberi tahu rencana kedatangannya. Sebagai tuan rumah, tentu saja akan lebih nyaman dan mudah untuk menerima tamu yang telah memberitahukan rencana keda tangannya. Menjadi tuan rumah yang ramah dan bersikap baik tentu saja sangat penting. Namun, selain itu ada beberapa hal dapat kita persiapkan terlebih dahulu,
seperti meluangkan waktu lebih pada jam kedatangan tamu yang telah disepakati bersama, meny iapkan minuman dan/atau maka nan, menyiapkan ruang tamu, dan menggunakan pakaian yang sesuai untuk menyambut tamu tersebut. Demikian disampaikan Agung Istri Sari Dewi, seorang trainer dan public speaker di Denpasar. Menurut lulusan S2 UGM ini, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Pertama adalah mempersiapkan waktu. “Jika tamu tersebut telah memberi tahu rencana kedatangannya, yang perlu kita persiapkan adalah waktu. Kita harus memastikan bahwa di waktu yang ditentukan itu kita tidak memiliki kesibukan lain ataupun janji dengan orang
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi (palgunadi@cybertokoh.com). Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi (ngurahbudi@cyber tokoh.com). Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini (sri.ardhini@cybertokoh.com), Wirati Astiti (wirati.astiti@cybertokoh.com), Sagung Inten (inten.indrawati@cybertokoh.com). Buleleng: Wiwin Meliana (wiwinmeliana22@cybertokoh.com). Jakarta: Diana Runtu (dianaruntu@ cybertokoh.com). NTB: Naniek Dwi Surahmi (naniek.itaufan@cybertokoh.com). Desain Grafis: IDN Alit Budiartha (dewaalit@cybertokoh.com), I Made Ary S upratman (ary_refresh@cybertokoh.com). Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama (cepy@cybertokoh.com), Ayu Wika Yuliani (ayu.wika@cybertokoh.com). Sekretariat: Ayu Agustini (dewi.ayu@cybertokoh.com), Putu Agus Mariantara (agustara85@cybertokoh.com), Hariyono (hariyono@cybertokoh.com). Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 945/ 20 - 26 maret 2017
Salah satu suasana di ruang tamu
lain. Jangan lupa juga menanya kan apa tujuan dari kedatangan tamu tersebut sehingga kita da pat memperkirakan berapa lama waktu yang dihabiskan oleh tamu tersebut saat bertamu di tempat kita. Hal ini untuk menunjukkan niat baik dan kesungguhan kita untuk menerima tamu tersebut,” ujarnya. Kedua, mempersiapkan ru ang tamu. Mempersiapkan ruang tamu ini berkaitan dengan me nentukan di mana ruangan yang akan digunakan untuk menerima tamu tersebut, kenyamanan serta kebersihan ruangan. Jika bertamu di rumah, ruang tamu atau ruangan teras yang dilengkapi kursi dan meja yang memadai bisa menjadi pilihan tempat yang sesuai. Jumlah tamu juga perlu menjadi pertimbangan untuk mempersiapkan ru ang tamu agar tamu nyaman. Apabila tamu bertandang ke kantor, lobi kantor yang tentunya dileng kapi perangkat kursi dan meja biasanya menjadi pilihan tem pat menerima tamu. Te r k a d a n g r u a n g rapat juga menjadi pilihan tempat men erima tamu di kan tor, tergantung dari tujuan bertamu dan jumlah tamu. Ketiga, minuman
Gung Is
dan/atau makanan. Kudapan minimal yang harus dipersiapkan dalam menerima tamu adalah minuman. Apabila kita sudah mengetahui siapa yang akan bertamu dan kapan waktu ber tamunya, mempersiapkan mi numan dan/atau makanan akan lebih mudah. Umumnya orang Indonesia menyiapkan teh dan kopi sebagai minuman. Namun, tidak ada salahnya juga memper siapkan minuman jenis lain seperti air mineral, sirup, dan minuman instan lainnya. Jika dirasa me mungkinkan membeli dan durasi bertamu bukan singkat tapi cukup lama menyiapkan makanan kecil seperti kue dan permen menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Asalkan sesuai dengan kemam puan dan tidak dilakukan dengan terpaksa. Bahkan jika dirasa perlu untuk sekalian menjamu makan.
jauh biasanya saya siapin makan. Tak usah terlalu mewah, Cuma suguhan mi instan bagi saya su dah cukup,” kata Ike. MAKAN DI HALAMAN Lain lagi penuturan, Sukma. Rumahnya selalu menjadi tem pat yang paling suka dikunjungi teman-temannya. “Kebetulan di rumah ada halaman luas. Bi asanya kami sering buat acara ke temuan, sekalian makan-makan di halaman,” kata Sukma. Justru tamu yang paling ser ing datang adalah teman-teman waktu sekolah. Dengan bantuan media sosial mereka bisa bersila turahmi. Ajang saling berkunjung menjadi agenda berikutnya. Namun, kata Sukma, temantemannya lebih suka datang ke rumahnya. Kadang, mereka juga membawa anak-anak mereka sehingga ramai dan penuh sua sana kekeluargaan. “Kalau untuk makanan saat ketemuan, tidak perlu repot. Biasanya, tanpa diberitahu, masing-masing mem bawa makanan sehingga banyak makanan dan saling berbagi. Intinya kan kebersamaan,” ujar Sukma. (Wirati Astiti) Misalnya makan siang atau makan malam juga tidak masalah untuk dilakukan. Hal ini dapat mening katkan suasana keakraban. Keempat, berpakaian pantas. Selain sikap ramah tentunya dan beberapa persiapan seperti tempat juga panganan yang sebaiknya dise diakan, berpakaian yang pantas juga harus diperhatikan sebagai tuan rumah. Tuan rumah hendaknya menunjukkan penghargaan kepada tamu dengan menggunakan paka ian yang sopan dan sesuai dengan tujuan tamu itu datang. Hal ini penting walaupun kita menerima tamu di rumah. Misalnya saja tu juan tamu tersebut adalah untuk membicarakan masalah pekerjaan atau transaksi bisnis di rumah kita, tentu saja kita harus berpakaian rapi dan sopan. Sebaiknya kita tidak mengenakan pakaian santai yang biasa digunakan di rumah apalagi pakaian tidur. Bagaimana cara kita berpakaian juga akan menjadi pe nilaian tamu tersebut. Gung Is menambahkan be berapa langkah yang disampai kannya tersebut merupakan hal yang dapat kita persiapkan untuk menerima tamu yang telah memberitahukan rencana keda tangannya. Lantas bagaimana cara menghadapi tamu yang datang mendadak atau tanpa pemberi tahuan? “Pastinya keempat hal itu harus kita persiapkan juga, selain ramah dan bersikap baik. Namun, ada 2 hal juga yang minimal harus dipersiapkan untuk menghadapi tamu yang datang tanpa pemberitahuan. Pertama, yaitu mempersiapkan ruang tamu dan minuman. Setidaknya kapan pun ada yang datang bertamu, tempat yang memadai, nyaman, dan bersih selalu siap digunakan,” pungkasnya. (Sri Ardhini)
24
Sudut Pandang
Edisi 945/ 20 - 26 Maret 2017
Sadar atau tidak, namun faktanya teknologi telah banyak mengubah kehidupan dan tradisi dalam masyarakat, khususnya mereka yang hidup di kota besar. Yang paling sederhana dan mudah terlihat adalah kebiasaan saling berkunjung, entah itu tetangga, saudara, teman ke rumah. Baik itu sekadar ngobrol ngalorngidul, atau mau ‘curhat’, dll. Saat hari raya keagamaan, tetangga atau saudara saling mengunjungi.
T
api sekarang, meski kebiasaan itu masih belum luntur benar, namun saling berkunjung ke rumah itu boleh dibilang sudah jarang di kota besar. Semuanya tergantikan oleh teknologi, baik itu telepon atau SMS, Whatsapp, dll. Tika Bisono, penyanyi top juga mantan model era 70-80-an yang kini berprofesi sebagai psikolog, juga mengakui hal itu. “Untuk mereka yang hidup di kota besar, memang itu lah yang terjadi. Ini semua karena kemajuan teknologi. Kalau dulu kan teknologi belum secanggih sekarang, jadi mau tidak mau untuk suatu keperluan, ya harus bertemu atau datang berkunjung. Tapi sekarang kan tidak harus begitu, ada telepon, bisa SMS, Whatsapp, dll, membuat orang malas,” ujarnya. Karena sangat sibuk, waktu luang tidak banyak, jadi solus-
Tawarkan Tamu Makan Malam inya pakai teknologi untuk bisa menghubungi orang. “Fenomena seperti ini umumnya terjadi di masyarakat yang hidup di kota-kota besar seperti Jakarta misalnya. Sedang di kampung-kampung, kebiasaan saling bertamu masih sangat kental, ya,” ungkap Tika yang kini konsultan juga dosen psikologi. Namun, tambah Tika, tidak semua begitu. Masih ada sebagian masyarakat yang tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan bertamu atau berinteraksi langsung dengan orang tanpa perantara teknologi komunikasi. “Di rumah aku masih menerima tamu, meski memang tidak seperti dulu,” ujar wanita kelahiran Oktober 1960 ini. Menurut pelantun tembang hits ‘Melati Putih’ ini, kalau dulu jika bertamu ke rumah orang, umumnya si tuan rumah menyediakan sesuatu seperti minuman dan kue. Tapi sekarang kebiasaan-kebiasaan seperti itu tidak selalu dilakukan. “Memang tergantung orangnya ya, ada yang masih menyediakan atau bahkan membeli sesuatu untuk disuguhkan ke tamu yang akan datang. Kadang juga tergantung tamu siapa yang bakal datang,” katanya. Tapi Tika mengaku dirinya termasuk orang yang tidak melaku-
beli lagi karena memang sudah tersedia. Misalnya saja, kadang ada wartawan yang mau datang malam ke rumah, biasanya aku selain menyediakan minuman teh atau kopi, kue. Aku juga menawari mereka makan malam. Karena aku kan tahu mereka bekerja seharian kadang untuk makan saja tidak sempat. Atau saudara-saudara aku atau saudara pembantu yang datang, kami selalu menyediakan apa yang ada di rumah. Jadi standar saja, tidak ada yang khusus,” ungkap penulis buku psikologi populer, ‘12 Racun Kasih Sayang Orangtua’ ini. Tika Bisono
kan persiapan khusus jika ada atau akan menerima tamu. Itu bukan berarti tamu yang datang tidak disuguhkan apapun selain air minum. Melainkan di rumahnya memang sejak dulu sudah ada persiapan-persiapan entah itu kue, minuman dan makanan yang bisa ditawarkan untuk tamu. “Kalau di rumahku standar ya. Tidak ada persiapan khusus. Tapi untuk tamu aku selalu memiliki persediaan, seperti kue, minuman, makanan, dll. Jadi ketika tamu datang, aku tidak usah mem-
KIRIM KARTU UCAPAN Mantan Putri Remaja Indonesia 1978 ini mengaku meski dia juga menggunakan telepon atau medsos untuk menyapa teman-teman dan saudara, namun dia juga tidak meninggalkan kebiasaan lama (dalam berkomunikasi) dengan orang-orang terdekatnya. Salah satunya adalah kebiasaan mengirimkan kartu ucapan, entah itu hari raya atau pada saat ulang tahun. “Meski sekarang era digitalisasi sudah berkembang pesat, teknologi sangat maju, tapi orang
akan sangat senang dan merasa istimewa jika mendapat kartu ucapan. Aku ini sampai sekarang masih suka bahkan hobi mengirim kartu ucapan, khususnya kepada mereka yang berulang tahun. Biasanya itu aku lakukan pada teman-teman dekat, saudara dekat, dll,” ungkapnya. Mereka yang menerima bukan hanya senang tapi mereka juga sangat surprised. “Aku kerap menerima pernyataan surprised karena tidak menyangka aku masih mengingat hari ultahnya. Mereka sangat senang karena merasa diperhatikan. “ “Aku sendiri pun sejak dulu senang menerima kartu kartu ucapan. Malah aku punya koleksi kartu ucapan yang aku simpan rapi dalam folder selama 30 tahun. Jadi ketika bosan atau sedang iseng, aku bisa membukabuka folder lama untuk mengingat kembali masa-masa itu. Itu juga bisa menjadi pengobat stres dan jenuh,” katanya. Kata Tika, selain dia hobi mengirim kartu ucapan, namun aksinya itu sangat terbantu dengan adanya ‘buku pintar’. Sejak lama dia memiliki catatan tentang hari-hari istimewa (HUT) orang-orang terdekatnya. “Buku itu sangat membantu sekali. Ya mungkin karena aku hobi nulis ya, rasanya senang saja bisa menulis dan membagikannya kepada orang lain,” kata Tika yang gemar hiking dan nonton pertandingan sepak bola ini. (Diana Runtu)
Minta Kartu Identitas Tamu tak Dikenal Etika dalam setiap perbuatan sangat menentukan baik atau tidak hasil yang akan di capai. Begitu juga etika dalam menerima tamu akan sangat menentukan kenyamanan bagi penerima maupun tamu itu sendiri. Menurut Ratna Artha Windari, S.H., M.H., Ketua Jurusan Ilmu Hukum di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha Singaraja mengatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan saat menerima tamu yakni etika menerima tamu formal dan nonformal. Sebagai seorang dosen sekaligus Ketua Jurusan sudah tentu dirinya memiliki tugas dan tanggung jawab lebih terhadap mahasiswanya sehingga intensitas pertemuan dengan mahasiswa diperlukan untuk berbagai tujuan. Salah satunya untuk melakukan bimbingan skripsi. Ia tidak ingin membatasi hubungan antara dosen dan mahasiswa dalam urusan akademik, bahkan dirinya mempersilakan mahasiswa yang ingin datang berkunjung ke rumah. Ia sadar benar jika tidak semua urusan dapat diselesaikan di kampus karena keterbatasan waktu dan kendala baik dari dosen maupun dari mahasiswa itu sendiri.
Perempuan yang akrab disapa Ratna ini menegaskan pihaknya tetap memerhatikan etika mahasiswa yang datang baik dari waktu berkunjung maupun tujuan berkunjung. “Saya akan izinkan mereka datang tetapi harus dengan kapasitas yang jelas yaitu hanya di bidang akademik saja,” jelasnya. Jika tujuan sudah jelas, maka waktu berkunjung juga harus dipastikan tidak pada waktu yang tidak tepat. Untuk menghindari ketidaktepatan waktu berkunjung, kata dia, mahasiswa harus menyampaikan keinginannya untuk datang dengan membuat janji terlebih dahulu. “Jangan sampai ketika sudah ada di depan rumah baru memberitahu karena dosen juga punya kesibukan lain,” ujarnya. Meskipun sangat menjaga formalitas, akan tetapi Ratna tetap fleksibel ketika ada kegiatan yang sangat penting. “Karena saya sebagai Ketua Jurusan tentu ada hal-hal yang memerlukan tanda tangan secepatnya,” imbuhnya. Tetapi hal tersebut tidak dapat ia terapkan ketika menerima tamu nonformal seperti kerabat maupun keluarga. Perempuan kelahiran 15 Desember 1983 tersebut mengatakan tidak bisa mengatur
kapan kerabat atau keluarga bisa berkunjung atau tidak sehingga dirinya harus toleransi akan hal itu. “Etika dalam berkunjung tetap harus diperhatikan jangan sampai di jam yang sudah sangat larut masih belum selesai dengan urusannya maka biasanya saya akan sampaikan dengan terus terang untuk melanjutkan di esok hari,” paparnya.
Selain etika menerima tamu formal dan nonformal, dirinya juga memberlakukan aturan untuk tamu yang t i d a k d i u n dang. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi
maraknya tindak kriminalitas dengan modus bertamu. “Saya terapkan aturan di rumah, jika ada tamu siapa pun itu yang tidak dikenal jangan sekali kali membukakan pintu gerbang. Bicaranya cukup dari dalam saja,” katanya. Ia selalu mewanti-wanti asisten rumah tangganya untuk meminta kartu identitas kepada tamu yang mengaku sebagai petugas baik petugas PLN maupun PDAM. “Sempat dulu ada yang mengaku petugas servis tetapi ketika dimintai kartu identitas tidak dapat menunjukkan yang resmi sehingga kalau sudah begitu orang rumah harus segera menghubungi saya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)
Ratna Artha Windari, S.H., M.H.
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com