Skip to main content

Tokoh Edisi 928 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 928/ 21- 27 november 2016

Temu Daerah Puspa Tahun 2016

Sinergi Three Ends

Akhiri kekerasan pada perempuan dan anak Akhiri perdagangan manusia Akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan Inilah 3 gerakan yang menjadi program unggulan (Three Ends) yang diluncurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

U

ntuk gerakan Three Ends yang juga menjadi program unggulan untuk rangkaian kegiatan BP3A Provinsi Bali ini, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyambut baik dan mendukung gerakan ini disertai harapan akan bisa menanggulangi permasalahan pelanggaran hak asasi se­bagaimana tertuang dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan BP3A Bali, Ni Luh Putu Praharsini, S.H., dalam ­acara Workshop Sinergi Forum, Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) yang berlangsung di Inna Bali Hotel pada (18/11). Workshop PUSPA yang dilaksanakan Kementerian PPPA, BP3A Provinsi Bali

Ida Ayu Nyoman Candrawati

dan Perdiknas Denpasar ini diikuti sekitar 70 orang peserta dari unsur media, Perempuan Inspiratif PUSPA Bali 2016, dan perwakilan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten/Kota se-Bali. Pada workshop yang berlangsung selama dua hari, 18 s.d. 19 November 2016 ini,Wagub Sudikerta juga merasa optimis bahwa program Three Ends ini bisa men­capai tujuannya dengan adanya partisipasi serta dukungan semua komponen masyarakat yang diklaster menjadi Lembaga Masyarakat, Lembaga Keumatan, Lembaga Profesi serta Lembaga Dunia Usaha dan Media untuk berbagi pengalaman maupun gagasan inovatif bagi pemberdayaan perempuan dan anak.

Siska

Mengenai pelaksanaan Workshop PUSPA kali ini, Sudikerta berharap agar kegiatan ini dapat menghasilkan program yang strategis dengan rencana aksi agar dapat menyejahterakan, memajukan, menciptakan rasa bahagia dan terlindungi dari bentuk kekerasan fisik dan psikis bagi perempuan dan anak, sehingga tujuan dari gerakan Three Ends dapat terwujud. Begitu juga yang disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA ­M aydian Werdiastuti, bahwa upaya penghentian kekerasan pada perempuan dan anak memerlukan sinergitas semua lapisan masyarakat dan tidak bertumpu hanya pada pemerintah semata. Pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya dalam menghentikan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti dengan melakukan kampanye anti­k ekerasan, tuntutan kesetaran gender yang terus dikumandangkan serta terobosan baru Three Ends diharapkan dapat menghentikan tindakan kekerasan pada perempuan dan anak serta kasus pelanggaran hak asasi manusia lainnya. Selain itu, upaya pencegahan terhadap tindak kekerasan sangatlah penting untuk dilaksanakan yang dapat ditempuh dengan memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak dari berbagai tidak kekerasan, peningkatan pemahaman masyarakat dan dunia usaha tentang tindak kekerasan, eks­ ploitasi dan penelantaran, penegakan hukum terhadap para pelaku tindak kekerasan serta peningkatan efektivitas layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang mencakup penga­ duan, rehabilitasi sosial, penegakan dan bantuan hukum. Dengan begitu, impian terbesar kita

Ni Made Sekardi

Ni Luh Putu Praharsini, S.H.

bersama terhadap perempuan dan anak yaitu mereka sehat, maju, berpendidik­ an tinggi, hidup bahagia, bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, baik fisik maupun psikis, bisa terwujud. Begitu juga dengan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa, dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat, aman, bebas dari segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, perempuan yang berkualitas, akan melahirkan generasi yang berkualitas pula. Mari Berbagi Berikutnya dokter Siska, salah seorang Inspirator Nasional dari Jawa Barat yang juga hadir pada saat itu menga­takan bahwa jangkauan pemerintah terbatas, melihat pula luasnya wilayah Indonesia yang penduduknya berjumlah 252, 035 juta jiwa dengan 49, 75 % perempuan dan 1/3 –nya usia anak. Kemudian tercatat kasus kekerasan terhadap perempuan 293.220, begitu juga kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat menjadikannya fenomena gunung es. Belum lagi berbagai isu perempuan dan anak di sekitar kita yang sangat banyak, seperti pedofilia, pornografi, sodomi, dilacurkan, dibunuh, mutilasi, KDRT, terlantar dan yang lainnya. Maka, wajiblah semua meneriakkan gerakan 3 akhiri (Three Ends). Dokter Siska menegaskan sangat diperlukan adanya sinergi berbagai

Tini Rusmini Gorda

Maydian Werdiastuti

pihak mulai dari pemerintah daerah, lembaga profesi, lembaga riset, dunia usaha, akademisi, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan hingga media, yang tentunya semua ini memiliki prinsip mau berbagi . Selanjutnya, Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H., M.PAR., menyampaikan capaian kegiatan Three Ends di Provinsi Bali sesuai dengan misi dan visi BP3A Provinsi Bali, yakni terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender serta kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak menuju Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera. Dengan melaksanakan aktivitas yang mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak. Juga, meningkatnya sarana dan prasarana serta pengembangan aparatur. Selama ini pula telah terlaksana pendekatan untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak dengan langkah promotif melalui penyusunan peraturan daerah dan kebijakan. Advokasi, pengintegrasian, program yang responsif gender, penguatan kapasitas penyelenggaraan SPM dan lembaga/ instansi, pembentukan P2TP2A. Sedangkan langkah prefentif dalam bentuk sosialisasi dan advokasi, komunikasi, informasi, edukasi, layanan pengaduan, integrasi layanan, pemberdayaan sinergi. Dan, sudah pasti program atau kegiatan unggulan tahun 2016 adalah Three Ends. Kegiatan workshop hari pertama tersebut selain menghadirkan narasumber para Inspirator Nasional yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak seperti Asisten Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA Maydian Werdiastuti, dokter Siska dari Jawa Barat, Ni Made Sekardi Pemilik Yayasan Sedekah Ilmu dari Yogyakarta, juga tampil Ida Ayu Candrawati dari BP3A Provinsi Bali, Tini Rusmini Gorda (PUSPA Bali 2016) serta Marisza Cardoba dari Yayasan Marisza untuk para Autoimun dan Dr. A.A.Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H., sebagai moderator. Selanjutnya pada hari kedua diisi dengan sesi tanya jawab, diskusi rencana aksi serta rekomendasi dari kegiatan workshop PUSPA yang telah dilaksanakan.(sri.ardhini@cybertokoh.com)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

GORO-GORO “AS belum berhasil menobatkan seorang perempuan sebagai presiden. Beberapa dekade lalu juga banyak yang kecewa ketika AS gagal memilih presiden berkulit hitam pertama - sampai muncul Obama yang kemenangannya jadi kemenangan dunia. Kemenangan, keadilan, kebenaran ternyata harus banyak menunggu, ya Putu Wijaya Bu,” kata Amat. Bu Amat yang lagi ruwet memasukkan benang ke jarumnya untuk menjahit sarung, menoleh. Lalu asal menanggapi. “Kenapa, Pak? “ Amat menjawab serius. “Ya, kalau kemenangan dari yang kita sebut keadilan dan kebenaran saja, harus menunggu, masak menunggu sarung yang sedang djahit saja, harus tidak sabar?” Bu Amat baru sadar. Lalu dia tak jadi menjahit. Sarung yang masih robek itu diulurkan pada Amat. “Ya sudah, kalau tidak sabaran pakai ini. Nanti kalau diketawain tamu, jangan salahkan saya!” Amat cepat menyambut sarung dan langsung memakainya. Ia sudah risih sekali satu jam habis mandi hanya pakai kolor. Tetapi ternyata robeknya terlalu besar. Amat terpaksa membukanya lagi. “Robeknya besar begini, bisa langsung masuk angin!” “Makanya sabar!” Bu Amat meraih sarung itu lagi untuk dijahit. “Bapak pakai kain batik saja dulu, daripada kolor begitu, nanti tamunya tersinggung!” Amat terkejut. “Tamu? Siapa?” “Siapa lagi! Pak Made di sebelah!” “Ngapain kemari?” “Lho bukannya Bapak bilang sudah taruhan dengan Pak Made, siapa yang akan jadi pemenang pemilihan umum AS. Ya, kan?!”

TRUMP

Amat terkejut. “Waduh, betul!” “Taruhan berapa?” Amat bingung. “Kok bingung? Kalah atau menang?” Amat tambah bingung. “Kalah atau menang?” “Nggak tahu. Lupa. Soalnya sudah lama sekali, itu juga bukan taruhan sungguh-sungguh, cuma iseng ngomong.” “Taruhan tidak boleh iseng. Kalau menang boleh iseng-iseng. Tapi kalau kalah bayar dengan apa?” Amat terkejut. “Berapa ya?” “Kalah atau menang? Kalau kalah lebih baik Bapak sembunyi di kamar saja nanti saya bilang pergi. Soalnya Bu Made pernah bilang, kalau taruhannya menang, mau kredit motor.” Amat langsung berdiri. “Kredit motor ? Kalau begitu paling sedikit 10 juta!” Pintu diketok. Amat langsung ngibrit ke kamar. Pintu yang tak terkunci didorong terbuka dari luar. Muncul Bu Made. “Eee, Bu Made, silakan masuk, Bu.” “Tidak usah Bu Amat. Pak Amat ada?” “O, Bapak lagi ke rumah Ami, anaknya sakit. Mungkin ngantar cucu ke dokter, sebab suaminya ada seminar. Kenapa, Bu?” “O tidak, kira-kira pulangnya jam berapa?” “Waduh kurang tahu, Bu, bapak tidak akan pulang sebelum mantu kami pulang seminar. Ada apa, Bu?” “Tidak ada apa-apa cuma ada pesan Bapak,” “Pesan Pak Made?” Pintu ditutup. Bu Amat kecewa. Amat yang nguping cepat keluar. Mukanya berseri-seri. “Wah, kalau begini kayaknya Bapak kalah, Pak!” “Tidak bisa, Bapak pasti menang!” “Bukannya Bapak menjagokan presiden Amerika

Ekspresso perempuan?” “Memang. Tapi si Trump itu kan pedagang. Dia tahu rakyat Amerika takut teroris, akibat peristiwa Menara Kembar ‘nineeleven’ itu. Makanya dia berkoar-koar ekstrim rasialis untuk meraup dukungan!” “Tapi Bapak bilang masak rakyat AS yang pintar bahasa Inggris semuanya itu mau memilih orang rasialis?” “Lho itu kan kecap kampanye! Apa yang disuka orang itu harus dijanjikan. Tapi setelah menang dia akan beda lagi. Makanya waktu taruhan rasanya Bapak memilih Trump yang akan menang!” Pintu diketok lagi. Amat tersirap lalu kabur masuk. Pintu didorong lagi terbuka. “Bu Amat.” “Ya, Bu Made?” “Pak Made baru saja nelepon dari Tabanan, mungkin akan terus ke Surabaya sampai akhir tahun, tolong supaya disampaikan kepada pak Amat, supaya maklum.” “Ya, Bu Made, maklum apa?” Soal taruhan presiden AS.” “Ya, Bu Made, bagaimana?” “Suami saya bilang, maaf, dia lupa pegang siapa.” Bu Amat bersorak dalam hati. “Tak apa-apa Bu Made, suami saya juga lupa!” Bu Made kelihatan gembira sekali. Ia tak mampu menutupi luapan perasaannya. “Kalau begitu, anak saya jadi kredit motor! Permisi Bu! Paaaaak! Bu Made kabur, lupa menutup pintu. Amat cepat nongol ketakutan mendengar Bu Made berteriak gembira memanggil suaminya. “Aduh ratu! Kenapa bapak tidak memilih Trump, zaman sekarang kan yang galak yang menang!”

Menjadi Trendsetter atau Follower? Selama berabad-abad menjadi trendsetter dianggap lebih unggul dibandingkan dengan menjadi follower. Selain itu trendsetter dianggap lebih unggul karena tidak mudah untuk menjadi dan membentuk seorang trendsetter. Bagaimana pola asuh di dalam keluarga dan sistem pendidikan memiliki peranan yang penting. Pendidikan yang mendorong kemandirian di dalam berpikir, keberanian dalam pengambilan keputusan, percaya diri, ketrampilan memimpin, kemampuan berpikir serta bertindak kreatif menjadi penting dalam melahirkan seorang trendsetter. Sayangnya kebutuhan untuk menciptakan lingkungan pendidikan seperti di atas, belum banyak disadari. Kurikulum yang berjalan lebih banyak mengasah kemampuan peserta didik dalam penguasaan ilmu dibandingkan dengan memproduksi ilmu. Evaluasi pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada kemampuan peserta menyerap knowledge dibandingkan dengan skill dan pembentukan attitude menjerumuskan peserta didik pada sejumlah daftar hafalan yang harus

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dikuasai pada saat ujian, bukan mengasah kreativitas dan apresiasi pada esensi sesungguhnya dari sebuah pengetahuan. Pendidikan yang bertujuan untuk mencetak entrepreneur di Indonesia, masih bisa dihitung dengan jari, ironinya menjadi pengusaha mandiri masih dipandang sebelah mata, bahkan tidak lebih bergengsi dibandingkan dengan menjadi seorang pegawai dengan gaji yang pasti setiap bulannya. Jadi tidak perlu heran ketika lebih banyak follower dibandingkan dengan trendsetter di lingkungan kita. Menjadi follower pun tidak selalu salah atau lebih rendah dibandingkan dengan trendsetter. Trendsetter tidak akan menjadi trendsetter ketika tidak ada pengikutnya, sehingga pada dasarnya seorang follower memiliki peran kunci bagi trendsetter. Kita temui banyak brand atau merk lokal dan internasional yang bukan pemain pertama di bidangnya, namun hingga saat ini menjadi jawara atau no.1 di bidangnya. Sebut saja contohnya industri smartphone. Pemain pertama di industri tersebut dan yang saat ini menjadi juara di industri tersebut

Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi.

adalah brand atau merek yang berbeda. Pada teknologi modern, posisi trendsetter dan follower bisa berganti terus secara dinamis. Follower hari ini tidak menutup kemungkinan menjadi trendsetter di masa depan. Kuncinya adalah menjadi follower yang memiliki persistensi untuk belajar, memperbaiki diri, dan terbuka pada setiap kesempatan.

Tidak masalah sebetulnya apakah seseorang mau menjadi trendsetter ataupun follower, keduanya memiliki perannya masingmasing dalam interaksi sosial di masyarakat. Yang terpenting pada dasarnya adalah menjadi pribadi yang autentik. Eric Fromm dalam teorinya mengupas tentang fenomena alienasi yang sering terjadi pada banyak individu. Suatu kondisi dimana indvidu terlepas dari identitas dirinya dan cenderung conform dengan tren atau pun otoritas eksternal yang ada lingkungan. Contohnya adalah fenomena ABG yang meniru sepenuhnya tren berpakaian yang ada di kalangan anak muda tanpa kemudian mempertimbangkan gambaran dirinya yang sesung-

guhnya. Kondisi-kondisi inilah yang kemudian membuat follower menjadi terlihat dan tidak ada maknanya. Menjadi perlu untuk meningkatkan kepercayaan diri setiap individu karena kepercayaan diri menjadi kunci utama dalam memberikan apresiasi kepada peran-peran kita apakah sebagai trendsetter atau pun follower. Kemampuan berpikir kreatif, penyelesaian masalah, dan menjadi pemimpin adalah hal utama yang diperlu untuk dikuasai agar individu mampu berhadapan secara adekuat dengan ling­ kungannya. Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi Sekretaris Prodi Psikologi, FK, Unud.

Kata Hati

Sudut Pandang

Sebelum tren batu akik booming, Utami Dwi Suryadi sudah tertarik dengan aneka bebatuan. Bahkan, ia sempat membeli banyak batu ketika sedang ada tugas ke luar negeri. “Sebenarnya ikut-ikutan teman awalnya, tapi lama-kelamaan saya malah jadi suka,” tutur anggota DPRD Bali ini

S

aat batu akik mulai ramai, dan pedagang batu akik begitu mudah ditemukan dimana-mana, ia sempat berburu aneka batu-batu yang memiliki manfaat bagi si pemakai. Kesukaannya pada batu lebih karena keindahan warnanya, bukan karena batu itu memiliki manfaat bagi si pemakainya. Utami sudah mengoleksi ratusan batu. Harga termurah Rp 5000 dan harga termahal Rp 3 juta. Namun, ia merasa agak terganggu dengan persepsi masyarakat, kalau pengguna batu akik identik dengan dukun. “Saya jadi ga enak kalau mau pakai cincin atau leontin yang batunya agak besar nanti dikira dukun,” tuturnya sembari tertawa. Padahal, kata Utami, aneka batu akik koleksinya, warnanya sangat menarik dan menawan. Ia mengatakan, saat sedang bersantai atau terlalu letih urusan pekerjaan, ia akan mengeluarkan semua koleksi batu akiknya. Satu persatu ia lap dan pandangi. “Saya merasa ada satu kepuasan, seperti refreshing dari semua

kepenatan kerja. Apalagi, saya mengoleksi aneka warnanya yang cantik-cantik, saya senang sekali melihatnya,” kata politisi Partai Demokrat ini. Walaupun ia banyak mengoleksi batu, hanya beberapa saja yang dibuatkan cangkok untuk cincin dan kalung. “Ada batu yang kecil dan warnanya terlihat manis, saya pakai cincin. Jadi tidak terlalu menyolok,” imbuhnya. Uniknya, walaupun tak pernah mengatakan kepada publik, ia menyukai bebatuan, saat reses ke masyarakat, ada beberapa warga yang memberikan cendramata batu akik. “Saya banyak dapat batu saat reses menyerap aspirasi masyarakat. Kebanyakan sih mereka adalah orang-orang spiritual. Padahal saya tidak pernah memakai batu yang mencolok, tapi kok sering mendapat hadiah batu,” katanya heran. Bukan itu saja, ia juga menyimpan beberapa batu yang ia dapatkan di beberapa Pura. “Batu yang saya dapatkan di Pura itu, ada yang dikasi pemangku, ada juga yang memang dapat begitu saja,” katanya sembari menga-

Utami Dwi Suryadi

takan tidak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Walaupun ia memiliki banyak batu, ia tetap ingat satu persatu batu koleksinya. Termasuk, ia ingat dimana mendapatkannya, di mana membelinya, atau mendapatkan dari seseorang. Semuanya tetap ia ingat sampai sekarang. Dulu, ia memiliki seorang paman yang mengoleksi bebatuan. Ia melihat sendiri, ada batu yang bernama kecubung pengasihan, sering diurutkan di wajah sang paman. Entah percaya entah tidak, wajah pamannya yang ada sedikit benjolan menjadi normal kembali lantaran khasiat batu tersebut. Sejak itu, ia tertarik mendengar khasiat bebatuan. Ia juga mendengar ada batu yang jika dimasukkan ke dalam air, akan memilki satu kekuatan.

Bahkan, ia melihat sendiri, lantaran “kesaktian” batu itu, ada orang yang bisa mengangkat sepeda motor dengan tangannya sendiri. Namun, kesukaannya pada batu saat ini lebih kepada keindahan warnanya. Malah, saat ia ke Eropa, ia membeli batu yang warna-warnanya bak seperti permen yang transparan. “Warnanya yang indah dengan berbagai warna membuat saya menjadi kepincut batu akik,” ujarnya. Setelah beberapa bulan, kini tren batu akik sudah selesai. Utami mengatakan, walaupun tren sudah habis, kalau menemukan batu yang memiliki warna yang unik, mungkin saja ia akan membelinya. “Saya sih tidak terlalu melihat trennya. Tapi lebih kepada suka saja,” kata Utami. Walaupun ia getol mengoleksi batu akik, sang suami ternyata tidak terlalu tertarik. Tapi, ketika Utami membelikan cincin dengan aneka warna batu, suaminya juga tidak menolak. Bahkan, suaminya sering memakai cincin tersebut dengan menyesuaikan pakaian yang digunakan. “Kalau bapak pakai baju endek biru, dia pakai cincin yang berwarna biru, begitu juga kalau pakai baju merah, pakai cincin dengan batu yang berwarna merah. Kata orang yang melihat katanya bapak lebih berwibawa. Kalau menurut saya sih, karena sesuai antara baju dengan aksesorisnya jadi kelihatan pas saja,” katanya.

IKUT TREN KOREA Sementara, bagi Puspita, ia lebih suka tren fashion dibandingkan batu akik. Menurut perempuan yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini, saat dulu fashion lebih ke gaya Korea, ia ikut mengoleksi beberapa busana ala Negeri Ginseng tersebut. “Saya mengoleksi jaket dan celana panjang ala Korea,” tuturnya. Walaupun ia mengaku, koleksinya tak terlalu banyak, tapi ia suka mengikuti tren yang ada di media sosial. “Biasanya, ada tuh di medsos penjualan online tren busana masa kini. Saya kadang ikut beli,” katanya. Menurutnya, sah-sah saja orang mengikuti tren, namun, harus juga diimbangi dengan kemampuan keuangan termasuk cocok tidaknya dengan si pemakai. “Kalau saya sih mengikuti tren kalau cocok untuk saya, kalau modelnya tidak cocok dengan kepribadian saya, saya tidak beli. Misalnya, baju terlalu terbuka saya kurang suka. Malu saja memakainya,” ucap Puspita. Ia menambahkan, kalau tren sudah hilang, biasanya ia akan memadupadankan busana dengan yang kekinian. “Kalau saya pilih model pasti yang tidak terlalu nyeleneh. Artinya, kalau tren sudah hilang, baju itu masih bisa dipadupadankan dengan busana yang lain. Jadi masih bisa dipakai dan tidak terbuang begitu saja,” kata Puspita. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Mau Perawatan malah Jadi Tren Penampilan bagi kebanyakan selebriti adalah segalanya. Tak heran kalau mereka sangat gandrung pada fashion, mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, dll. Itu semua dilakukan karena mereka adalah publik figur yang harus selalu tampil ‘maksi’ di hadapan publik. Demi tampil lebih menarik bukan cuma fashion saja yang jadi perhatian, bahkan gigi pun dirasa perlu untuk ‘dikreasikan’. Sekarang yang sedang ramai diperbincangkan adalah tren ‘gigi kelinci buatan’ seperti yang dimiliki Olla Ramlan. ‘Gigi kelinci’ itu, me-

Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Pilih Akik Warna Unik

kapanlagi.com

2

Regina Ivanova

mang, membuat Olla yang memang sudah cantik dari ‘sononya’, menjadi semakin imut dan menggemaskan, terutama ketika ia tertawa. Kini sejumlah artis pun mulai mengikuti jejak Olla. Olla Ramlan yang ditanya tentang gigi kelincinya yang kini ngetren justru tertawa mendapat pertanyaan itu. Menurut Olla, dia sebenarnya bukan sengaja untuk mengikuti tren gigi kelinci, apalagi membuat giginya menjadi trensetter. Bintang film’Suami-Suami Takut istri The Movie’ ini menyebut alasan awal dia membuat gigi kelinci adalah terkait perawatan gigi dan kesehatan. “Awalnya aku ini ingin memutihkan gigi karena sebelumnya gigi aku agak kekuningan, juga agak ke dalam. Aku pengen gigi terlihat putih, juga pengen memajukan sedikit gigi aku. Trus aku veneer deh. Jadi ini awalnya bukan karena tren ya atau ingin supaya ini menyebar dan semua pada ikutan. Tapi ternyata kini malah jadi banyak yang ikutan hahah,” kata artis bernama lengkap Febiolla Ramlan ini sambil tertawa. Dulu veneer lebih dikenal untuk membuat gigi terlihat lebih putih. Namun sebenarnya veneer bisa membuat wajah seseorang menjadi lebih tirus, serta tampil lebih muda

dan cantik. Itu juga yang terlihat pada penampilan Olla dalam dua tahun ini. Menurut Olla, ia melakukan veneer gigi telah dua tahun, dan mengaku senang dengan perubahan pada tampilannya saat ini. “Awalnya aku Cuma mau nyobanyoba doang, kok. Tapi aku akui perubahannya signifikan banget setelah veneer. Coba deh lihat foto-foto aku sebelum dan sesudah veneer, perubahannya kelihatan banget. “ “Orang-orang bilang aku banyak berubah. Malah ada yang mengira aku operasi ini-itu, padahal enggak, perubahan itu hanya karena gigi doang. Jadi semenjak veneer, gigi aku terlihat lebih putih juga lebih ke depan,” papar wanita kelahiran Februari 1980 ini semringah. “Aku merasa jadi terlihat lebih bagus ya,” tambahnya. Memang apa yang dikatakan Olla tak mengada-ngada karena begitu veneer diaplikasikan padanya, ia pun tampil lebih cantik terutama saat tertawa. Tapi kata istri Aufar Hutapea, ini, berhasil melakukan venner gigi bukan berarti selesai begitu saja. Justru sebaliknya, harus rutin melakukan perawatan. “Kita tidak bisa sembarangan, harus rutin pera-

watan. Bagaimana pun gigi venner tidak murah. Itu sama seperti kita beli tas atau mobil, kan mencari penghasilan untuk bisa (membeli) seperti itu kan lama proses, karenanya harus dijaga baik-baik,” paparnya. “Waktu kontrol aku sebisanya saja, tapi tetap rutin. Biasanya saat waktu luang,” tambahnya. Bagi Olla, gigi sangat penting bukan hanya soal penampilan tapi lebih dari itu adalah kesehatan. Karenanya sebisa mungkin ia merawat sebaik-baiknya. “Bagi aku penting ya menjaga kebersihan gigi bukan hanya bagian depannya saja tapi juga penting soal kebersihan di dalam,” katanya. Lain lagi dengan Regina Ivanova, juara Indonesia Idol musim ketujuh. Menurut Regina, meski dirinya seorang public figure namun ia bukan termasuk orang yang gandrung pada fashion, dalam artian selalu fasionable atau mengikuti berbagai tren yang tengah mengemuka di kalangan selebriti. Namun, bukan juga orang yang tidak peduli pada tren. “Aku bukan orang yang ngikutin tren banget tapi bukan juga orang yang nggak peduli. Biasa saja sih ya. Yang penting bagi aku adalah kenyamanan. Jadi kalau nyaman dan fashionnya ok, dan tentunya cocok

kapanlagi.com

Olla Ramlan

buat aku, pasti aku suka,” ungkap pemilik tembang hits bertajuk ‘Kemenangan’, ini. Dalam memilih pakaian, misalnya, ia mengaku selain kenyamanan juga yang jadi pertimbangan apakah pakaian itu dapat membuat dirinya terlihat bagus dan slim. “Selain itu aku juga memperhatikan warna, ini terkait dengan warna kulit aku. Aku suka yang cerah,” tambahnya. Jadi, terkait penampilan sebagai public figure ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, bukan sekadar mengikuti tren saja. (dianaruntu@cybertokoh.com)


22

Sosialita

Edisi 928/ 21 - 27 November 2016

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Putu Astiti Saraswati

Kandidat Kampanye, Jangan Dihalangi Sudah menjadi tersangka kasus penistaan agama, ternyata tetap saja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum bisa berkampanye dengan tenang. Begitu juga yang dialami Djarot Saiful Hidayat, yang menjadi pasangan Ahok, tetap mendapat penghadangan dari sejumlah orang ketika akan berkampanye di sebuah tempat. Aksi para pendemo itu bahkan semakin menjadi-jadi, di antaranya sempat terjadi bentrok fisik dimana pendemo sempat memukul simpatisan Ahok-Djarot.

apakah tindakan itu masuk perbuatan pidana atau terkait adminsitratif. Jadi polisi tidak bisa menindak lansung. Kami hanya mengamankan dan melakukan pengamatan jangan sampai terjadi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” jelas Kombes Awi Setiyono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. Kecuali jika terjadi tindakan fisik langsung. Itupun, ucap Awi, dilihat konteksnya dulu. Misalnya, kasus di Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, dimana terjadi pemukulan. Namun kasus itu tidak terjadi di lokasi kampanye, juga terjadi setelah kampanye selesai. “Di Cipinang, misalnya, kasus pemukulan itu sudah langsung di tangani Polres Jakarta Timur,” tambahnya. Menurut Mimah Susanti, Ketua Bawaslu DKI Jakarta, ada emang menarik, pat laporan yang masuk terkait kalau pada permasalahan tersebut. Namun awalnya warga dari empat laporan tersebut, tiga seolah takut laporan tidak memenuhi unsur menghalau para pendemo, tindak pidana pemilu, sedang satu namun akhir-akhir ini muncul laporan lagi masih dalam proses keberanian dari warga tempat klarifikasi. dimana Djarot kampanye. Bawaslu, kata Mimah lagi, Warga justru balik mengusir menangani laporan yang masuk para pendemo, bahkan mengdalam konteks gangguan pidana gandeng tangan Djarot untuk pemilu. “Tapi kita juga menbisa masuk ke daerahnya untuk erima informasi tentang adanya berkampanye. gangguan keamanan di lapangan. “Heran, itu warga mana Salah satunya tentang kejadian ya? Kami tidak kenal merdi Jakarta Timur. Panwaslu juga eka,” kata seorang ibu dengan Kombes Awi Setiyono diminta hadir untuk melihat prosjengkel. “Kami menerima calon esnya di sana, namun itu bukan dugaan tindak manapun yang mau menengok daerah kami, pidana pemilihan,” jelas Mimah. dan mendengar segala permasalahan yang kami Dalam Peraturan KPU No 12 Tahun 2016, hadapi. Kenapa diusir? Apalagi itu bukan orang jelas Mimah, disebutkan bahwa kepolisian dasini,” tambah warga Mampang itu. Namun dasar pat mengusulkan atau penundaan kepada KPU pendemo, meski warga sudah berteriak mereka Provinsi dalam hal apabila keamanan di wilayah bukan lah warga setempat, para pendemo tetap atau tempat lokasi kampanye tidak memungbertahan di lokasi. kinkan untuk kampanye. “Berdasarkan usulan Entah siapa yang mengatur para pendemo kepolisian tersebut, KPU dapat memutuskan ini sehingga mereka selalu ada di tempat-tempat pembatalan atau penundaan,” tegasnya. dimana Ahok-Djarot berkampanye. Padahal Jadi, tandas Mimah, dalam konteks keamanan, jelas-jelas dalam UU No 1 Tahun 2015 tentang pihaknya menyerahkan kewenangan sepenuhnya Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pasal pada kepolisian. Mimah menambahkan, diperlu187 ayat 4 disebutkan: “Setiap orang yg dengan kan pemberitahuan rencana kampanye terlebih sengaja mengacaukan, menghalangi atau mengdahulu kepada kepada pihak kepolisian yang ganggu jalannya kampanye dipidanakan dengan ditembuskan kepada KPU, Bawaslu, setidaknya pidana penjara paling singkat 1 bulan atau paling sehari sebelum kampanye. Hal itu untuk mudahlama 6 bulan atau denda paling sedikit 600 ribu kan pemetaan untuk mengetahuai apakah daerah dan paling banyak 6 juta.” itu aman atau tidak. Sementara di lapangan sejauh yang terlihat,

Y

pihak kepolisian tetap ada mengamankan jalannya kampanye dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut pihak kepolisian, sesuai aturan kampanye, pihak kepolisian tidak bisa langsung melakukan penangkapan/penindakan saat itu juga jika terjadi gangguan. Tindakan baru bisa diambil pihak kepolisian setelah adanya verifikasi dari pihak Panwaslu. Jadi itu sebabnya saat kejadian polisi tidak langsung menindak, dalam pengertian menangkap pendemo. Fungsi polisi sebatas pengamanan kampanye, termasuk bernegosiasi dengan para pendemo untuk tidak melakukan tindakan pelanggaran. Polisi baru bisa bertindak langsung jika terjadi pemukulan, misalnya, atau bentrok fisik di TKP kampanye. “Bahwasanya tindakan represif terkait pelanggaran kampanye, dalam artian penghadangan kampanye, semuanya bermuara di Panwaslu. Mereka lah (Panwas) yang akan memverifikasi

RUMAH LEMBANG TEMPAT MENGADU WARGA Menurut Ahok, meski banyak mendapat penolakan saat melakukan kampanye, namun baik dia maupun Djarot tetap akan melanjutkan blusukan ke pelosok-pelosok Jakarta. Karena betapapun blusukan adalah cara yang paling efektif untuk mendengarkan keluhan warga. “Kampanye yang paling efektif adalah blusukan. Datang dan dengarkan. Saya kan petahana. Dengan blusukan langsung melihat langsung titiktitik yang masih bermasalah,” ungkap Ahok di Rumah Lembang, Menteng Jakarta Pusat. Jadi, lanjutnya, blusukan itu bukan hanya sekadar kampanye melainkan sekaligus untuk mengevaluasi kinerja dinas-dinas. Karena pentingnya blusukan itu maka sekalipun mendapat penghadangan dari sejumlah orang, baik dia maupun Djarot akan tetap ke lapangan. Dirinya juga tidak merasa khawatir dengan adanya penghadangan

Rumah Lembang posko pemenangan Ahok

yang terletak di Jl Lembang oleh sekelompok orang. “Kalau No 25-27 Menteng Jakarta ada yang protes, saya mau tanya apakah orang yang protes itu Pusat itu menjadi semakin ramai. warga asli (setempat) atau bukan,” ucap Ahok. Untuk pengaduan warga, Ahok membuka Akan halnya Rumah Lembang, kata Ahok lagi, bukan dimaksudkesempatan dari pukul 0810.00 WIB, sebelum dia kan untuk pengganti blusukan. turun ke lapangan kalau Pengaduan warga ke Rumah Lembang untuk menampung aspirasi ada jadwal blusukan. Nah biasanya, sejak jam 7 pagi warga yang biasanya datang mengadu ke Balaikota ketika ia masih warga sudah berdatangan. Seperti halnya di Balaikota bertugas sebagai gubernur. yang disediakan kopi juga Sebagaimana diketahui, Ahok camilan sambil menunggu saat bertugas sebagai gubernur Ahok, maka di Rumah setiap pagi selalu disambut oleh Lembang pun disediakan warga Jakarta—bahkan luar kotahal itu termasuk bubur --yang ingin mengadu berbagai ayam yang bisa dipesan di permasalahan. Saat Ahok cuti, Mimah Susanti dua gerobak bubur ayam warga mengaku kehilangan, tak yang standby setiap pagi. Itu untuk sarapan, kata tahu harus mengadu kemana. Sebenarnya Plt seorang relawan. Gubernur DKI Soni Sumarsono juga memberi kesempatan warga untuk mengadu, namun seUntuk bisa curhat, maka warga harus melabagian warga merasa kurang puas. Maka mereka lui proses administrasi terlebih dahulu. Yakni, mendaftarkan diri dengan memperlihatkan KTP pun datang mencari Ahok ke Rumah Lembang mereka yang kemudian dicatat petugas. Setelah yang merupakan posko pemenangan Ahok-Djarot dalam Pilkada 2017. itu mereka akan mendapat pin putih bergambar Ahok-Djarot dan dipersilahkan duduk di tempat Padahal warga tahu bahwa pada masa cuti, yang telah disediakan. Ahok tidak bisa mengeksekusi permasalahan mereka. Namun begitulah. Sebagian warga seperti Di lokasi curhat itu ada panggung kecil tidak peduli, mereka tetap berdondong-bondong berlatar belakang spanduk bertulis ‘Rumah Lembang Kampanye Rakyat’, lengkap dengan datang, seolah baru puas kalau Ahok yang mengambar Ahok-Djarot. Nantinya warga yang jawab permasalahan mereka. mengadu akan maju satu persatu di panggung Tapi yang datang ke Rumah Lembang ternyata dan menyampaikan permasalahannya. Agar bukan Cuma warga yang akan mengadu persemua bisa mendengar apa yang disampaikan masalahannya tapi juga yang sekadar mengucapmaka warga berbicara dengan menggunakan kan terima kasih karena berkat Ahok masalah mickrofon. Menurut Ahok, berbagai keluhan mereka selesai, sebagian lagi datang memberi warga ini akan diteruskannya pada Plt Gubernur dukungan, ada juga yang datang sekadar berfoto Soni Sumarsono untuk ditindaklanjuti. ria. Uniknya, setelah Ahok dinyatakan sebagai tersangka, jumlah warga yang datang ke rumah (dianaruntu@cybertokoh.com)

TRADISI ABHISEKA RAJA MENCIPTAKAN TARI SAKRAL DILANJUTKAN

GUSTI WEDAKARNA GAGAS TARI BEDOYO SEGARA KIDUL UNTUK ISTANA Pada zaman leluhur, para Raja-Raja di Nusantara dikenal sebagai seniman yang kerap menciptakan karya sastra, karya tari, karya seni rupa dan sebagainya. Hal ini menunjukkan kualitas dari leluhur bahwa keseimbangan hidup dapat dicapai dengan memperhatikan seni budaya sebagai kekayaan bangsa yang tidak tertandingi. Sejarah itu kini dimulai oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang tergerak untuk menggagas sebuah tarian Mataraman Majapaitan yakni Tari Bedoyo Segara Kidul. Penggarapan tarian ini dipercayakan pada I Gede Suta Bayu Bagas Karanaya SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (Penata Tari), Ep Art Design (Penata MWS III Bersama Penata Tari dan 9 Orang Penari Bedoyo Busana) dan Ari Wijaya - Palawara Segara Kidul Di Pura Durga Kutri Music Company (Penata Musik). Untuk Bedoyo Segara Kidul ini ? Hal ini dijawab oleh kali pertama, tarian ini ditarikan bertepatan Gusti Wedakarna bahwa Pura Durga Kutri adalah pada acara Peringatan Hari Naik Tahtaya Ratu simbol kehebatan wanita Nusantara temasuk Tribhuwana Tungga Dewi Ibunda Prabu Hayam cikal bakal Hindu Majapahit. “Ibu Ratu MahenWuruk serangkaian Kerajaan Majapahit Ke-723 dradatta adalah permaisuri dari Raja Udayana pada 11 November 2016 di Pura Bukit Dharma yang akhirnya melahirkan Raja Airlangga yang Durga Kutri. Sebagaimana dituturkan oleh Gede menjadi cikal bakal kerajaan di Jawa dan NuBagas Karanaya yang menyatakan bahwa dirinya santara. Penghormatan pada Ratu Tribhuwana sangat terhormat diberikan kepercayaan oleh Tungga Dewi, Ratu Mahendradatta Gunapriya Gusti Wedakarna untuk menggarap Tari Bedoyo Dharma Patni dan Kanjeng Ratu Segara Kidul yang dikenal sebagai tari sakral. “ Di Jawa, tari merupakan Trilogi Kebangkitan Nusantara. Saya bedoyo ini hanya bisa dipentaskan di Candi dan senang bisa menggagas tarian ini untuk Nusandi Istana Keraton dan hanya boleh dipentaskan tara. Setelah hari ini, Tarian Bedoyo ini hanya dihadapan Raja dan Sultan. Selama 6 bulan akan dipentaskan di Istana atau Puri dan Pura menggarap tarian ini, saya banyak mendapatkan saat ada hajatan besar. Termasuk saya akan bawa pengalaman mistis. Apalagi tarian ini dipersemnanti di Keraton Keraton dan Istana Kenegaraan bahkan Gusti Wedakarna untuk Kanjeng Ratu di luar Bali. Ini adalah bagian dari Raja Yadnya Segara Kidul Laut Selatan. Beliau adalah putri bagi saya untuk menghormati leluhur kami, Raja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Hindu Padjajaran. Badung I I Gusti Tegeh Kori. Semua demi leluhur Banyak keanehan dan kejadian gaib ketika kami dan ini wujud kecintaan tiang pada leluhur Mamenggarap tari ini di studio dan juga saat kami japahit,” pungkas Gusti Wedakarna. Rencananya matur piuning ke Pura-Pura. Saya sendiri seakan tarian ini akan dipentaskan pada 31 Desember dituntun oleh roh leluhur. Dan hasilnya bisa kita 2016 di Istana Mancawarna Tampaksiring pada saksikan sekarang. Saya merasa terhormat,” saat peringatan Jumenengan Sri Wilatikta Tegeh ungkap Gede Bagas. Kenapa memilih Pura Kori Kresna Kepakisan XIX. Durga Kutri sebagai lokasi matur piuning Tari

Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa meraih penghargaan bergengsi “The Winner Indonesia Award 2016 kategori Favorite Hotel, Villa & Resort” dari lembaga Rekor Prestasi Indonesia dan Majalah Peng­hargaan Indonesia. Penyerahan award yang dilangsungkan di Aston Hotel & Convention Center tersebut bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Jumat 28 Oktober 2016.

I

stimewanya lagi, dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya pada 25 November 2016 yang akan datang, Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa kembali lagi menerima penghargaan kedua, yang juga sangat bergengsi, yakni: “Best of 2016 Indonesia Business Quality Award” kategori The Best Hospitality in Service excellent & Comfortable of the Year 2016” dari Indonesia Development Achievemnt Foundation yang bekerjasama dengan Venna Event Management. Pemberian penghargaan ini adalah bentuk apreasiasi atas capaian prestasi dalam melakukan berbagai perubahan yang mampu mengangkat kinerja Toya Devasya secara gemilang. Bayangkan saja, pada tahun 2014 jumlah kunjungan baru mencapai sekitar 27 ribu orang. Pada bulan Oktober 2016 sudah mencapai lebih dari 137 ribu orang, dan sampai di pengujung tahun 2016 diperkirakan akan mencapai lebih dari 147 ribu pengunjung. (lihat grafik di bawah ini)

Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Capaian gemilang ini tentu tidak dapat dipisahkan dari peran dan ketokohan seorang Putu Astiti Saraswati, S.E., M.Bus., jebolan Monash University, Melbourne, Aus-

3

Toya Devasya Raih Penghargaan Bergengsi tralia yang saat ini menjabat sebagai CEO PT Nurani Ikrar Dharma Utama (Toya Devasya). Perempuan energik ini tercatat menggeluti dunia pariwisata dan hospitality sejak tahun 2007. Sebelum terjun pada dunia pariwisata, Putu Astiti Saraswati, yang akrab dipanggil Ayu, bekerja di HSBC (Hongkong Shanghai Bank Corporation) sekitar 3 tahun. Pola kepemimpinan dan strategi manajemen yang diterapkan dalam mengelola bisnis Toya Devasya pada prinsipnya adalah mengikuti tatanan manajemen yang berlandaskan pada nilai-nilai spiritual ke-Indonesia-an, khususnya menyerap berbagai falsafah Bali dengan sedikit memadukan manajemen modern, yakni antara Transformational Leadership, Entrepereneurial Spirit dan Business Owner Mentality. Secara ringkas perpaduan yang dijalankannya adalah: Pertama, mengajak seluruh pimpinan dan karyawan untuk mampu melakukan perubahan sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan bisnis, ekonomi, dan sosial-politik yang terjadi. Kedua, seluruh pimpinan dan karyawan harus memiliki entrepereneurial spirit (spirit kewiraswastaan), yakni jiwa inovatif dan kreatif agar mampu memenuhi keinginan pelanggan. Ketiga, seluruh jajaran Toya Devasya harus berperilaku dan merasakan bahwa Toya Devasya adalah miliknya. Dengan mentalitas memiliki bisnis yang dikelola (business owner mentality) maka seluruh karya­

wan dan pengurus melekat tanggung jawab moralnya untuk memelihara dan mengelola bisnis yang dimiliki secara baik, dan sadar jika kehidupan mereka sangat bergantung pada kemajuan perusahaan. -ard

Toya Group

Jalan Puri Bening (STA), Toya Bungkah, Kintamani, Bali 80652- Indonesia Tlp.(0366) 51204 Fax (0366) 51205 www.toyadevasya.com, www.theayu.com

Menerima penghargaan No.1 Indonesia Award Winner 2016 pada tanggal 28 Oktober 2016 di Hotel Aston, Denpasar

Corporate Culture Cinta Kasih Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa Penerapan pola manajemen spiritual ini tercermin mulai dari nama perusahaan, PT Nurani Ikrar Dharma Utama, sebuah pernyataan hati nurani yang ikhlas menuju suatu penerapan kebaikan. Kemudian merek dagang Toya Devasya, Toya artinya air dan Devasya berarti Tuhan, sehingga Toya Devasya mengandung makna mengelola air panas alam milik Ida Sang Hyang Prama Kawi. Toya Devasya juga mengambil warna ungu sebagai corporate color yang merupakan warna spiritual dan mengambil Gajah sebagai icon Toya Devasya. Gajah secara spiritual memiliki makna dan filosofi yang sangat dalam. Ganesha berwujud Gajah yang sering disebut Batara Ganapati merupakan perwujudan Ida Sang Hyang Widhi yang maknanya memberi perlindungan dan kemakmuran. Gajah, jika diamati postur dan organ tubuhnya, masing-masing mempunyai makna dan arti yang dalam, dan pas diterapkan dalam tatanan manajemen dan tujuan keberadaan Toya Devasya. Telinga gajah yang

lebar dan besar, memiliki makna bahwa Toya Devasya selalu mendengarkan kritik, saran dan masukan dari para pengunjung. Sedangkan mulut kecilnya bermakna bahwa Toya Devasya tidak rakus, tetapi harus menyisakan makanan untuk yang lain. Selanjutnya gajah dengan mata yang kecil, berarti selalu fokus untuk menekuni bidang usaha yang digeluti. Ada juga belalai gajah sering dipergunakan untuk mengisap air dan menyemburkan ke sekitarnya sehingga di sana menjadi subur. Ini bermakna bahwa keberadaan Toya Devasya hendaknya mampu berperan dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat sekitar. Dan, terakhir gajah memiki badan besar, memiliki makna dan cita-cita semoga Toya Devasya bisa menjadi perusahaan besar dan mempekerjakan karyawan yang lebih banyak lagi. Di samping itu, secara spiritual perusahaan ini berhasil menerapkan tata nilai dan budaya perusahaan (corporate culture) Cinta Kasih. Dengan tatanan manajemen tersebut, Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa telah berkembang menjadi “One Stop Tourist Destination”, di mana pengun-

jung datang ke Toya Devasya tidak hanya sekadar berendam air panas alami, tetapi bisa menikmati berbagai jenis layanan. Lini bisnis Toya Devasya telah berkembang ke dalam beberapa segmen bisnis, yakni: 7 buah kolam renang, di antaranya kolam renang ukuran olympic dan 6 pool air panas alami (2 buah pool besar dan panjang yang terletak di pinggir danau, 1 pool air panas yang berada di bawah pohon flamboyan dan hampir dikelilingi bebatuan hasil letusan tahun 1926, dan 3 pool berada di alam yang sangat terbuka). Toya Devasya juga mengusahakan kegiatan petualang alam mulai dari trekking, hiking, cycling, canoeing dan 4WD black lava tours. Kegiatan usaha lainnya adalah the Ayu Kintamani Villa, di mana setiap villa dilengkapi private hot spring pool dan Ayurvedic Spa dengan terapi organik dan yoga. Toya Devasya juga mengusahakan wisata kuliner, yang mana mujair basket dan mujair nyat-nyat telah menjadi unggulan yang sangat diminati oleh wisata domestik dan mancanegara, di samping juga menyediakan masakan Chinese dan Europian. -ard


4

Inspirasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Yeni Mulyani Hidayat

Awalnya Dikira Pemulung Sampah

Berawal dari hobi membuat kerajinan, Yeni Mulayani Hidayat sukses mengembangkan bisnis kerajinan berbasis sampah daur ulang. Menariknya, sampah daur ulang yang ‘disulap’ Yeni jadi berbagai macam kerajinan baik itu aksesoris rumah tangga hingga fashion, digemari berbagai kalangan tak tercuali artis maupun ibu-ibu pejabat, juga wisatawan mancanegara.

“S

ungguh aku tidak menyangka usaha ini bisa berkembang seperti ini. Dari awalnya hanya hobi kemudian malah berkembang menjadi bisnis usaha yang menjanjikan. Sekarang aku malah kerap mendapatkan kiriman sampah dari berbagai daerah, seperti Aceh, dll. Luar biasa sekali, mereka kirim sampah pakai JNE, bayangkan,” ungkap Yeni Mulyani Hidayat seraya tak putusnya bersyukur atas berkat yang didapatnya. “Kuncinya, ketekunan, kerja keras dan selalu kreatif,” ucap wanita yang kini menjadi Direktur Bank Sampah ‘My Darling’ . ‘My Darling’ sendiri adalah kepan-

jangan dari Masyarakat Sadar Lingkungan. Ia ingin masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. Lewat My Darling, ibu satu anak juga berharap agar apa yang telah dilakukannya bisa menjadi inspirasi semua orang. Bahwa, sampah yang selama ini kita buang ternyata bisa menjadi bernilai atau bisa menjadi uang apabila mau mengreasikannya. “Sudah banyak contoh bagaimana sampah bisa diubah menjadi uang. Apa yang saya lakukan adalah salah satunya. Saya yang tadinya hanya ibu rumah tangga biasa, ternyata kini bisa memiliki penghasilan yang lumayan dari mengolah sampah. Bahkan

Pelindo III Goes to Campus

Pelindo III kembali menggelar seminar kemaritiman di seluruh wilayah kerjanya melalui “Pelindo Goes to Campus”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa dalam mengenalkan potensi maritim Indonesia. Dengan tema, Eksistensi Pelabuhan sebagai Pendukung Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal, seminar di Bali, digelar di Universitas Udayana, Sabtu (19/11). Direktur Keuangan Pelindo III, U. Saefudin Noer yang memberikan pemaparan, menyampaikan, kondisi pelabuhan yang dikelola Pelindo III, termasuk keberadaan pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan wisata dan berfungsi sebagai hub port yang turut mendukung ekonomi nasional dan penguatan ekonomi lokal dalam hal peningkatan jumlah wisatawan. Ia mengatakan, Bali memiliki daya tarik sendiri khususnya pelestarian budaya setempat sehingga mampu menarik para wisatawan domestic dan asing. “Pelindo III berupaya terus memperbaiki dan mengembangkan Pelabuhan Benoa guna meningkatkan pelayanan kepada kapal pesiar agar kapal pesiar bisa sandar di Bali, dan ukuran kapal yang datang semakin besar dengan jumlah tamu yang banyak dan semakin banyak pula kapal pesiar yang datang ke Bali,” katanya. Selain itu, kata dia, Pelabuhan Benoa juga berfungsi sebagai terminal peti kemas sehingga dapat meningkatkan kelancaran logistik dan mendorong perekonomian di wilayah sekitarnya. Ia berharap, dengan seminar nasional ini, pemahaman mahasiswa tentang kemaritiman Indonesia makin bertambah. “Mahasiswa memiliki masa depan yang baik. Dengan pembekalan yang baik ini, saya harap, para generasi muda lebih mengenal wilayah Indonesia, dan mengetahui betapa strategisnya kelautan Indoensia, potensi kelautan, dan banyak bisnis kelautan yang bisa dikembangkan. Intinya, mereka lebih mencintai kemaritiman Indoensia,” ujarnya Kegiatan seminar “Pelindo Goes to Campus” ini juga dirangkaikan dengan pemberian doorprize dan bantuan berupa tempat sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Direktur Keuangan Pelindo III, U. Saefudin Noer menyerahkan bantuan tempat sampah secara simbolis pada BEM Unud

Barang kerajinan dari daur ulang sampah

produk saya juga disukai oleh kalangan pejabat, tokoh-tokoh, juga wisatawan mancanegara. Jadi yang penting adalah kita mau berusaha dan kerja keras, pasti berhasil,” ungkap wanita yang kini menjadi sangat sibuk memberi pelatihan bank sampah ke berbagai daerah di Tanah Air. Wanita berdarah Cianjur, Jawa Barat, ini, bercerita memulai bisnisnya 4,5 tahun lalu atau tepatnya 2012. Awalnya, kata Yeni, ia merasa sebal karena banyaknya sampah di lingkungannya. Bahkan saat ke pasar pun, sampah dilihatnya begitu berserakan sehingga menimbulkan kotor dan bau. Namun, katanya lagi, ada satu peristiwa di mana akhirnya dia memutuskan sampah sebagai bahan dasar kerajinan. “Jadi suatu ketika saya membakar sampah di kebun. Saat itu saya belum paham benar bahwa sampah harus dipilah-pilah. Jadi semuanya aku tumpuk jadi satu dan bakar. Tiba-tiba bunyi ledakan keras sekali, aku sampai terpental, tak sadarkan diri. Kabarnya, para tetangga berdatangan mengira ada bom meledak. Ternyata yang meledak adalah kaleng obat nyamuk spray,” ungkapnya. TAS KREASINYA DITAWAR BULE DI SEBUAH PESTA Dari sanalah akhirnya dia tahu bahwa sampah harus dipilah, dan tidak semuanya bisa dibakar begitu saja. “Gara-gara peristiwa itu aku jadi memperhatikan sampah-sampah itu. Entah bagaimana, timbul ide kenapa aku tidak membuat kerajinan dari sampah-sampah itu,” tutur Yeni, yang menyebut sejak kejadian itu ia jadi rajin memproduksi kerajinan dari daur ulang sampah. Sampai suatu ketika, lanjutnya, ia akan ke sebuah pesta namun ingin tampil beda. Tanpa sengaja ingin memamerkan karyanya, Yeni pun ke pesta itu memakai tas yang dihiasi bunga-bunga dari botol-botol plastik. “Tas itu aslinya terbuat dari bahan semacam anyaman tikar, kemudian saya memodifikasi tas itu, bagian luarnya aku penuhi dengan bunga-bunga yang saya ambil dari bagi bawah botol plastik,” jelasnya. Hasilnya, saat di pesta banyak teman menanyakan tentang tas unik itu. Mereka bertanya dimana membelinya karena terlihat menarik. Tapi yang paling mengesankannya ketika seorang bule asal Amerika yang mendatanginya karena tertarik. “Bule itu terpesona tas saya. Dia bilang, ‘Wow very nice, i like it...i like it’. Trus dia bilang, ‘Saya mau beli, saya pesan lima. Saya bayar Rp250 ribu per piece’.” “Wahhh, bayangkan, aku kaget banget. Aku mengiyakan, padahal waktu itu rasanya shock banget. Lho, tas ini punya nilai jual tinggi tho? “

Papar Yeni sembari menggambarkan betapa bingungnya ia pada saat itu. “Bingung campur senang,” katanya. Sejak saat itu ia pun menekuni pembuatan kerajinan dari sampah daur ulang. Di awal-awal, lanjut Yeni, banyak yang memandang remeh bahkan mengejek dirinya sebagai pemulung. Maklum, dia sendiri turun ke lapangan untuk mencari sampah-sampah itu. “Saya mengumpulkan botol-botol plastik, dll. Ada yang bilang saya seperti orang gila, seperti pemulung. Tapi saya tidak peduli,” tutur Yeni. Bahkan teman-temannya yang awalnya tertarik terlibat dalam usaha itu, meninggalkannya karena merasa jijik pada sampah. Tapi Yeni bertekad jalan terus, meski harus mengerjakan semuanya sendiri. Dia pun membentuk bank sampah My Darling guna memudahkan pengadaan bahan baku sampah. Dengan begitu dia tidak harus selalu turun ke lapangan guna mendapatkan sampah. Tidak itu saja, ia juga merekrut sejumlah orang untuk membantunya di bank sampah, di antaranya adalah untuk divisi penimbangan, pengepakan, bendahara, dll. Yang menariknya, kata Yeni, suatu ketika ada orang yang datang padanya menanyakan kegiatannya. Awalnya Yeni ogah-ogahan menjawab karena dirasakan orang tersebut terlalu banyak bertanya. Alangkah kagetnya dia ketika orang itu setelah bertanya ini-itu, langsung menyodorkan kertas untuk ditandatangani. “Saya sampai kaget, dia menyodorkan kertas untuk saya tandatangani. Saya bilang ini apa, anda dari mana. Mereka pun bilang dari PLN, dan mereka sudah memantau aktivitas saya selama enam bulan terakhir lewat facebook saya. Mereka menawarkan saya untuk menjadi binaan PLN. Asal tahu saja ya, itu orang PLN datang setelah enam bulan saya menekuni aktivitas ini. Tentu saja dapat tawaran itu saya mau banget. Maka sejak itu saya jadi binaan PLN dan mendapat fasilitas seperti mengikuti berbagai pameran. Bagi saya ini suatu keajaiban, sungguh tak disangka,” tuturnya. Empat tahun sudah Bank sampah My Darling berjalan, dan keberadaannya semakin eksis karena kemampuan Yeni mengembangkannya. Bukan hanya produknya yang kian diminati tapi juga kemampuannya menjadi instruktur dalam pembentukan bank sampah. “Saya sibuk sekali, sampaisampai untuk mendapatkan waktu untuk memproduksi barang saja jadi sulit. Bayangkan,

dalam seminggu rata-rata tiga kali saya memberi pelatihan di berbagai daerah,” ujar Yeni yang sampai kini telah membantu pendirian bank sampah di 30 daerah lebih di seluruh Indonesia. “Bank-bank sampah bentukan saya itu kini 50% nya telah mendapat CSR dari PLN,” tambahnya. Soal berpameran, Yeni tidak kekurangan akal. Jadi ketika datang tawaran mengikuti pameran—biasanya datang tiba-tiba--- maka dia tidak pusing lagi dalam mengadakan produk. “Saya langsung telp bank-bank sampah di daerah untuk mengirim produk terbaik mereka untuk ikut pameran. Tentu saja, produk saya pun ada beberapa. Dengan begitu produkproduk bank sampah yang beraneka ragam dapat dilihat semua orang. Para aktivis bank sampah di daerah senang karena mereka ikut terbantu dengan adanya pameran,” katanya. Ditambahkan Yeni, berkat PLN dia bisa ikut pameran-pameran di tempattempat berkelas internasional. Misalnya, pameran yang diselenggarakan di Kementerian Luar Negeri dimana pengunjung yang datang banyak dari kalangan atas, atau pameran-pameran di kedutaan-kedutaan. “Kalau mengikuti pameran saya tidak berharap produk saya bakal terjual semua, tapi tujuan saya ikut adalah mendapatkan networking. Justru dari pameran-pameran itulah saya banyak mendapat kenalan yang pada akhirnya melancarkan usaha saya ini,” tutur Yeni yang sempat undangan memberi pelatihan pembuatan produk dari sampah daur ulang di Kedutaan Indonesia di Singapura. Dari Yeni banyak cerita mengalir tentang bagaimana perjuangannya membangun Bank Sampah My Darling . Salah satu cerita menarik adalah saat seorang penyanyi papan atas naksir tas kreasinya. “Saya bertemu Memes, penyanyi. Dia suka produk aku, tas dari koran berwarna merah lengkap dengan aksesoris, gelang, anting, kalung berwarna senada. Tapi dia tidak bawa uang cash. Akhirnya saya bilang bawa saja barang ini, tapi tukar dengan sepatu boot yang dipakainya. Ehh Memes bersedia, maka dia pun membawa tas kreasi saya beserta aksesorisnya,” kata Yeni sembari menyebut dia memiliki banyak cerita unik terkait para tokoh dan produk sampah daur ulang kreasinya. (diana.runtu@cybertokoh.com)

Yeni Mulyani Hidayat

Mandalika

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Perkuat Persatuan dan Kesatuan Antarumat Beragama

21

Pemprov NTB Gelar Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Untuk mempererat silaturahmi antar umat beragama di Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Provinsi NTB bersama kabupaten/kota sejauh ini terus berupaya membangun harmoni kerukunan umat beragama dalam berbagai kegiatan musyawarah, dialog kerukunan, pengembangan wawasan multikultural hingga kerjasama lintas agama telah dilakukan secara intensif.

D

emi memperkuat persatuan dan kesatuan antar umat, beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi NTB melaksanakan rapat koordinasi dan silaturahmi antar tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB tahun 2016 dalam membangun kerukunan umat beragama di

Indonesia, khususnya yang ada di NTB. Kegiatan yang menghadirkan narasumber, Kapolda NTB Brigjen. Pol. Drs. Umar Septono, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiady. H Sayuti, dan Kepala BIN Provinsi NTB ini mengirim pesan damai dan persatuan. Menyikapi situasi saat ini, dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTB yang mewakili Pemerintah Provinsi NTB berharap

kepada seluruh masyarakat untuk saling memahami dan menahan diri dan mempercayakan masalah yang terjadi kepada pihak-pihak berwenang. Ia juga mengimbau

Ubah Free Trade jadi Fair Trade Market System

Rantai distribusi pertanian yang panjang masih menjadi masalah utama yang membuat para petani belum merasakan keuntungan maksimal. Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Ketahanan Pangan Provinsi (BKP) NTB kemudian mengambil langkah terobosan dengan mempertemukan langsung petani dengan pelanggan dalam acara Temu Teknis Penangan Keamanan Pangan Segar beberapa waktu lalu di Mataram. Mengambil tema “Optimalisasi penguatan kelembagaan pangan segar dan peningkatan daya saing produk lokal, kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi NTB Dr. Rosiadi Sayuti, Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) NTB, Gusti Lanang Patra, Kelompok Tani Japri Farm sebagai kelompok tani sukses yang perlu dicontoh petani lainnya, perwakilan dari Balai POM Dra. Winartuti dan dipandu langsung oleh Kepala BKP Prov.NTB, Hj. Hartina. Diskusi antara para narasumber dengan para peserta baik dari petani, pengusaha ritel, dan Manager hotel berbintang di NTB berlangsung hangat dan produktif. Dengan hadirnya kedua belah pihak, yaitu petani dan konsumen, Rosiyadi mengajak petani untuk tidak segan-segan berkomunikasi langsung dengan manager hotel yang hadir. “Silahkan Bapak dan Ibu petani berke-

nalan langsung, jangan malu-malu berkenalan dengan GM-GM hotel ini,” ujar Rosiyadi. Ia menyampaikan kepada petani untuk berproduksi menghasilkan kualitas terbaik yang tersertifikasi dengan keterjaminan stok agar dapat terserap sesuai dengan kebutuhan hotel. “Pemerintah akan hadir untuk membantu petani menghasilkan produksi dengan kulitas terjamin agar tidak ada alasan lagi hotel menolak produk petani lokal kita,” katanya. Untuk menjamin pemasaran, Sekda ini menunjuk dinas terkait untuk mengintervensi pasar demi membantu petani yang belum mampu memasarkan produknya secara maksimal dan masih memiliki perantara. “Kita harus merubah sistem selama ini yang masih free trade menjadi fair trade market system, untuk itulah intervensi pemerintah dibutuhkan,” katanya. Pada kegiatan ini, Sekda menyerahkan secara simbolis sertifikat keamanan pangan segar (sertifikat prima 3) kepada 4 orang perwakilan kelompok tani, salah satunya Amaq Husni dengan komoditas cabe keriting yang diklaim mampu meraih keuntungan Rp 15 juta per-sekali panen dengan luas tanah 15 are. Para petani juga berkesempatan memamerkan hasil produk pertanian mereka. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

kepada masyarakat NTB, untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar umat. “Mari menjaga hubungan dan harmonisasi dengan merajut perdamaian dalam

membangun kebersamaan demi terjaganya kerukunan umat beragama di Indonesia dan khususnya di NTB,” ujar Muh. Amin. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Jaring Bibit Berprestasi dalam Kegiatan STQ Lapangan Supersemar Tanjung Kabupaten Lombok Utara dipadati pengunjung yang menyaksikan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXIV tingkat Provinsi NTB. Selama STQ berlangsung, masyarakat memadati lapangan Supersemar Tanjung. Tingginya partisipasi masyarakat selama acara STQ ini tidak lepas dari kesuksesan pelaksanaan MTQ Nasional XXVI yang berlangsung di Mataram NTB beberapa waktu yang lalu. Suasana religius dari event tersebut telah mendorong semangat masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an. Karena itulah, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi NTB kepada Pemerintah dan masyarakat KLU atas kesuksesan MTQ tersebut, Wakil Gubernur NTB memberikan piagam penghargaan kepada sang Bupati, H. Najmur Akhyar, SH., MH. Bupati KLU, Bapak H. Najmul Akhyar, SH, MH, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, mengungkapkan komitmen terhadap penyelenggaraan STQ yang telah dipercayakan kepada KLU. “Pada saat kami diamanahkan menjadi panitia STQ XXIV ini, bertekad untuk bisa sukses pada dua hal. Yang pertama adalah sukses penyelenggaraan, dan yang kedua adalah sukses

prestasi,” ungkapnya. Kegiatan STQ yang berlangsung selama 5 hari itu (13-17 November 2016), telah berhasil menjaring bibit-bibit berprestasi dalam bidang Tilawatil Qur’an yang harus dibimbing terus untuk menyongsong MTQ Nasional selanjutnya, di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 nanti. Meskipun para juara itu tidak secara otomatis menjadi wakil NTB dalam acara MTQ Nasional selanjutnya, patut dibanggakan bahwa Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten telah berhasil melakukan penjaringan sejak dini. Disaksikan oleh ribuan masyarakat, para juara STQ tahun 2016 ini menerima piala, piagam dan uang tunai dari Wakil Gubernur NTB yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan Wakil Bupati KLU. Wakil Gubernur berpesan kepada seluruh peserta agar meningkatkan prestasi di masa-masa mendatang. “Bagi yang telah berhasil berprestasi menjadi juara.untuk meningkatkan pembinaan, keterampilan dan prestasi di masa yang akan datang. Sedangkan bagi yang belum, diharapkan tetap semangat untuk berlatih dan masih punya kesempatan yang lain,” ujarnya menutup resmi STQ tingkat provinsi tersebut. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Bupati KLU, H. Najmur Akhyar (kiri) saat menerima penghargaan dari Wakil Gubernur NTB atas suksesnya penyelenggaraan STQ tingkat Provinsi NTB di KLU


20

Nine

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Baiq Indraningsih

Buat Semua Orang Jatuh Hati pada Kampung Banjar “Dari Mata Turun ke Hati, Dari Kata Turun ke Aksi.” Dengan tersenyum Baiq Indraningsih menyampaikan moto komunitas IBRA yang didirikannya tiga tahun lalu itu. Indraningsih memaknai moto ini dengan lugas, bukan hanya melihat, merasakan dan bicara saja, melainkan juga tindakan. Mata yang melihat, hati yang merasakan dan kata yang mengucapkan lalu diakhiri dengan aksi melakukan sesuatu. Dan, perempuan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Mataram ini membuktikan hal tersebut dengan turun langsung menggerakkan dan membangun kesadaran masyarakat Kelurahan Banjar untuk peduli pada sampah dan lingkungan. rahan Banjar bisa menjadi lebih juga anak-anak SD yang ada di Ke-

B

eberapa tahun lalu, bau sampah yang menyengat selalu tercium tiap kali melewati Sungai Jangkok yang melintasi Kelurahan Banjar yang posisinya dekat dengan Pantai Ampenan dan berada persis di samping Pasar ACC Ampenan yang tiap hari memproduksi sampah yang lebih banyak dilemparkan ke Sungai Jangkok tersebut. Alhasil, tumpukan sampah menggunung dan menyajikan pemandangan yang sungguh tidak sedap dipandang mata. Dan, orang lebih senang memalingkan pandangan lalu mengabaikannya, setelah itu meninggalkannya karena menganggap itu bukan menjadi urusannya. Namun, di saat orangorang memalingkan pandangan dari sampah tersebut, Indraningsih yang prihatin akan hal tersebut justru mendekatinya. Kesadarannya timbul manakala ia merasa harus bertanggung jawab dan melakukan aksi nyata untuk menangani sampah tersebut demi membuat orang tidak memalingkan muka apalagi memandang sebelah mata pada kampungnya ini. Kondisi ini tidak

sehat bagi masyarakat dan Indraningsih merasa harus membuka mata dan membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah itu musuh bagi kesehatan dan kelangsungan keseimbangan alam dan lingkungan hidup. Bagaimana tidak, Sungai Jang����� kok adalah salah satu sungai terbesar yang mengalir di wilayah kota Mataram yang melintasi Kelurahan Banjar, Ampenan dan telah menjadi simbol kehidupan masyarakat di kelurahan ini karena masyarakat seolah sudah menyatu dengan sungai yang mengalir langsung ke Pantai Ampenan ini. Karena itulah Indraningsih ingin membuat semua orang jatuh hati pada Kampung Banjar. Kampung dengan sungai yang bersih dan lingkungan yang asri yang membuat orang betah dan nyaman berada di Banjar. Itulah mulanya Indraningsih menggagas berdirinya komunitas IBRA pada 10 November 2013. IBRA memiliki komitmen untuk melakukan aksi nyata dalam berbagai kegiatan komprehensif dimana kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya sekadar menjadi tren belaka tapi bagaimana bisa membuat Kelu-

baik dalam aspek peningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat. Perubahan paradigma masyarakat bahwa tidak semua harus diselesaikan dan menjadi tanggung jawab pemerintah tapi bagaimana masyarakat bisa lebih kreatif, tumbuh dan berkembang dengan cara berbuat yang masyarakatnya bisa menyelesaikan permasalahannya dengan tetap bersinergi dengan semua elemen pemerintah, swasta, akademisi dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian bersama. Program pertama dibuatnya dengan nama Banjar Beres-Beres yang dimulai dari fokus pada membersihkan Sungai Jangkok yang melintasi Kelurahan Banjar dengan sampah yang menumpuk di dalamnya juga kebersihan sekitar sungai. Ada pula kegiatan lain seperti lomba mural dengan tema Jangkok Clean Up yang dilukis sepanjang dinding bagian atas Sungai Jangkok serta lomba mewarnai tong sampah. Ia juga menggerakkan sekolahsekolah yang ada di Banjar untuk ikut serta membersihkan sungai dan pantai pada waktu yang disepakati tanpa mengganggu jam belajar murid. Banjar Beres-Beres memberikan edukasi tentang lingkungan pada masyarakat dan

Rowah Kokoq Jangkok

Dari Banjar untuk Dunia Demi tetap menjaga kelestarian alam Sungai Jangkok dan lingkungan Banjar, pada ulang tahun IBRA yang ke 3 tahun 2016, IBRA menyelenggarakan kegiatan bertajuk Rowah Kokoq Jangkok. Rowah dalam Bahasa Sasak berarti selamatan. Dalam rowah tersebut dilaksanakan acara yasinan dan istighosah yang digelar di pinggir Sungai Jangkok yang diikuti oleh ratusan jamaah Majelis Taklim bersama Komunitas IBRA, PKK Kelurahan Banjar, staf kelurahan Banjar, tokoh masyarakat dan tokoh agama se kelurahan Banjar dan warga lainnya. Selain

itu ada pula kegiatan bersih sungai dan pantai Jangkok serta lomba-lomba, di antaranya lomba permainan tradisional anak. Rowah Kokoq Jangkok dengan tema dari Banjar untuk dunia, stay local think global ini rupanya tengah mengarahkan mimpi besar istri dari Ahmad Rizanto ini dalam menjadikan Banjar inspirasi bagi dunia dimana orang-orangnya boleh tinggal di sebuah kampung namun memiliki cara berpikir global. Dalam kegiatan inilah IBRA kembali melaunching program Bersiul (Bersih Seribu

lurahan Banjar dengan membuat lomba melukis tong sampah yang diikuti anak-anak SD juga kegiatan mendaur ulang sampah. Ada pula lomba mendayung sampah sembari memungut sampah di Sungai Jangkok. Selain itu juga edukasi dan sosialisasi diberikan kepada para pedagang di Pasar ACC Ampenan yang berada tepat di samping Sungai Jangkok. Indi bersama IBRA mengajak para pedagang untuk tidak membuang sampah di Sungai Jangkok seperti sebelumnya. Sosialisasi yang terus menerus itu pun berbuah manis, sampahsampah pasar yang biasanya tinggal dilempar ke Sungai Jangkok karena posisinya persis bersebelahan dengan pasar, lama kelamaan perilaku tersebut menurun dan akhirnya tumbuh kesadaran untuk tidak mengotori sungai dan lingkungan dengan sampah. Sungai Jangkok menjadi bersih dan asri serta di sekitarnya yang dulu ditumbuhi semak belukar serta tumpukan sampah bahkan kini telah dibuat sebuah taman yang diberi nama Taman Tematik Jangkok yang indah. Dan telah tumbuh pula usaha kuliner di sekitarnya. Bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, Indraningsih beserta IBRA juga

Langsung). Dalam program yang digagas oleh warga Banjar dan digerakkan oleh IBRA ini, warga Banjar akan menukar sampahnya dengan membayar seribu rupiah kepada petugas yang mengambil sampah tersebut. Jika 800 kepala keluarga yang ada di Kelurahan Banjar melaksanakan program ini, maka dalam sebulan akan terkumpul cukup banyak dana,” ungkap Indraningsih. Uang tersebut akan diberikan sebagai honor kepada empat petugas sampah. Sisanya dimanfaatkan untuk keperluan kampung seperti, kegiatan-kegiatan lingkungan, bantuan untuk kesehatan warga miskin dan lainnya. Dengan program Bersiul ini diupayakan agar tidak boleh lagi ada warga yang buang sampah sembarangan. “Jika ada warga yang membuang sampah sembarangan, maka akan kena denda

merencanakan taman tematik ini menjadi lokasi ruang terbuka asri yang menjadi tempat bersantai yang nyaman bagi masyarakat. Dari taman yang berada di bantaran Sungai Jangkok ini warga bisa menikmati panorama tenggelamnya matahari di garis horizon Pantai Ampenan. Kenyamanan warga berada di sekitar sungai yang bersih mestilah diperhatikan dengan sungguh-sungguh dengan merawat sungai-sungai tersebut. Dan untuk sama-sama menjaga serta memelihara empat sungai besar yang melintasi Kota Mataram, seperti Sungai Jangkok, Sungai Ancar, Sungai Unus dan Sungai Berenyak, Inde bersama mereka yang peduli sungai membentuk komunitas yang mengambil kata dalam Bahasa Sasak yakni Forkomen (Forum Kokoq Mentaram) atau forum sungai Mataram. “Forum ini dibentuk agar kebersihan sungai terjaga dari hulu ke hilir,” ujarnya. Ada 15 komunitas peduli sungai yang aktif saat ini di Mataram, meskipun menurutnya, seharusnya setidaknya ada 28 komunitas -sejumlah kampung-kampung yang dilewati sungai-sungai yang melintas di Kota Mataram- bisa bergerak bersama untuk menjaga dan memelihara sungai yang ada di Kota Mataram. Setelah tiga tahun IBRA bergerak bersama seluruh potensi yang ada di Banjar untuk memompa semangat kepedulian warga, mimpi komunitas IBRA bersama kelurahan Banjar untuk mewujudkan Banjar sebagai daerah ekowisata terpadu perlahan tapi pasti mulai terlihat. Beberapa spot atau titik destinasi sudah mulai ada, sehingga perlu untuk terus dibenahi, dijaga, dirawat, dan disosialisasikan kepada masyarakat tentang perkembangannya dan secara terus-menerus memberi penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

yang sudah disepakati bersama dalam awiq-awiq (aturan adat) kebersihan yang dibuat. Contohnya, seperti, jika warga tersebut mendapat beras miskin maka ia tidak bisa mengkasesnya atau denda Rp 50.000,” ujar ibunda dari Arin Rizki Fitri dan Tegar Prianta. Program Bersiul yang diharapkan dapat ditularkan pada kampung-kampung lain baik di Kota Mataram maupun Nusa Tenggara Barat, adalah salah satu upaya dalam mewujudkan Banjar sebagai kampung ekowisata. Kini bersama komunitas IBRA dengan dukungan masyarakat serta kelurahan setempat, Inde tengah bergerak bersama seluruh elemen masyarakat Banjar menuju mewujudkan Banjar sebagai kampung Ekowisata. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Inspirasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

5

W i r m a y a n i

Belajar dari Kegagalan Menjadi wakil dari Indonesia tentu sangat membanggakan. Hal itu dirasakan oleh Putu Wirmayani atau yang akrab disapa Irma. Lulusan Psikologi Unud itu menjadi delagasi Bali dalam Indonesia-China Youth Exchange Program 2016.

K

egagalan di tahun sebelumnya tidak membuat dirinya patah semangat. Irma kemudian mencoba peruntungannya di tahun ini. Berkat kegigihannya ia pun meraih kesempatan untuk mewakili Bali dan Indonesia. “Tahun ini peserta tambah banyak jadi lebih sulit. Ada bermacam-macam kegiatan, ada seleksi tes psikologi, pembekalan dari dinas, ada grup project

juga, menulis esai, public speaking,” tutur buah hati dari (alm) Made Wirnato dan Dr. Ni Made Suciani, M.Pd., tersebut. Irma juga menceritakan tentang aktivitasnya ketika persiapan ke Beijing. Ia menjadi koordinator travel arranger. Jadi semua hal tentang keberangkatan dan kepulangan delegasi, ia yang mendata, dari mengumpulkan paspor, absensi, koordinasi pihak All China Youth Federation, sampai mengurus check in dan boarding delegasi dari Jakarta ke Beijing. “Kegiatannya lebih banyak kunjungan ke museum, ke rumah masyarakat, ke tempat pemerintahan, ke universitas, dan pabrik di sana,” lanjut dara kelahiran Denpasar,

2 Mei 1996 itu. Mereka juga menampilan pentas budaya. Irma melatih kecak untuk anggota delegasi lain untuk bisa tampil. Ternyata kesempatan untuk tampil bersama dengan delegasi lain sangat menyenangkan. Pengalaman itu tidak akan dilupakan olehnya. “Latihannya cukup singkat. Tapi di luar ekspektasi, teman-teman daerah lain ternyata sangat semangat belajar kecak dan cepat paham konsep yang diberikan,” tuturnya. Alhasil karya Irma dan delegasi lain dari lain daerah menjadi sorotan yang menarik. Di setiap kesempatan tampil, Kecak selalu diminta untuk pentas. “Kecak jadi sering disuruh tampil. Di Jakarta tampil sekali, di Tiongkok dua kali. Di Jakarta, kecak tampil di depan Pak Mentri Imam Nahrawi. Bangganya lagi, Pak

Mentri suka sama penampilan kita, bahkan menawarkan foto bersama sama saya hehe…,” kenangnya. Pengalaman itu tentu sangat berkesan bagi Irma. Selain mendapat kesempatan mewakili Bali dan Indonesia di ajang internasional itu, Irma tentu senang mendapat sesuatu yang baru. Ia belajar banyak dari perjalanannya ke Beij i n g . “A d a satu hari di Beijing yang kita diajak ke China Youth for International Exchange. Di sana kami satu hari penuh belajar kebudayaan mereka. Mulai dari nulis karakter Mandarin, belajar masak makanan Tiongkok, sampai ngelukis lukisan tradisional Tiongkok,” ungkapnya. Usai menikmati hal seru,

Irma diwajibkan untuk membuat PPA Post Program Activity. Hal itu adalah program yang dibuat untuk hubungan baik antara Indonesia dengan Cina. Irma mencanangkan program peningkatan orang Indonesia yang belajar ke Cina. Hal itu secara langsung berkaitan dengan aktivitas Irma saat ini yang bekecimpung dalam Sharpen. Sharpen adalah komunitas yang menaungi siswasiswa yang ingin mencari beasiswa dan ingin belajar TOEFL. Usai kegiatan yang mengesankan di Beijing, Irma pun kembali dengan aktivitas yang tidak kalah seru. Irma kini bekerja sebagai shadow teacher di AMI (Adi Mekar Indonesia). “Shadow teacher itu orang yang menemani satu siswa berkebutuhan khusus. Saya membimbing hari Senin-Rabu. Saya bertugas menemani dan mengarahkan anak tersebut untuk tetap fokus belajar dan mengerti materi yang diajarkan,” kata anggota PCMI tersebut. Irma pun saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil program master di luar negeri. Ia tengah mempersiapkan mental, dan materi. Irma yakin semua yang ia dapatkan saat ini tidak lain berkat usahanya yang tidak takut gagal. Belajar dari kegagalan tentu kunci sukses Irma yang dapat diteladani. (Wulan).


6

Perempuan terlahir dengan keindahan yang berbeda satu sama lainnya. Dari segi anatomi, perempuan memiliki bagian-bagian tubuh yang dapat mempercantik penampilannya. Menurut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Buleleng, Luh Hesti Ranitasari, memang seyogyanya seorang perempuan bisa menjaga penampilan agar terlihat menarik. Merupakan hal wajar jika setiap wanita ingin terlihat mengikuti tren masa kini. Ia menegaskan untuk dapat menunjang penampilan seorang perempuan juga harus menyesuaikan dengan kemampuan baik dari segi finansial maupun dari segi personal. Cantik itu kan mahal, kalau untuk terlihat fashionable dibarengi dengan kemampuan finansial, kenapa tidak? ungkapnya.

S

Woman on Top

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

elain memerhatikan finansial, ketika seorang perempuan ingin mengikuti tren hal yang perlu diperhatikan adalah gaya personal. Perempuan dengan tubuh kecil memakai baju yang besar misalnya, malah terlihat tidak cantik, imbuhnya. Jika seorang perempuan tidak mampu menempatkan fashionnya, maka konsekuensinya akan terlihat aneh. Hal lain yang seharusnya sangat dipertimbangkan seorang perempuan dalam mengikuti tren adalah penyesuaian dengan pekerjaan yang digeluti. Jangan sampai kerja di lapangan malah pakai tas yang mahal, lari-lari pakai heels. Begitu juga jika bekerja di kantor jangan sampai memakai pakaian yang tidak sopan, tambahnya. Berkaca dari fashionnya sendiri, perempuan berzodiak Pisces tersebut mengaku lebih suka dengan gaya-gaya simpel tetapi terlihat elegan. Ia menambahkan untuk dapat tampil secara fashionable tidak mesti termakan mode tetapi juga harus terlihat sopan. Sebagai orang yang memi-

Ikuti Tren dari Media Sosial

liki pekerjaan disoroti banyak orang, Rani sapaan akrabnya mengaku harus bisa menjadi panutan. Di usianya yang menginjak kepala 3 tersebut, ia juga harus pandai memilah pakaian yang sesuai dengan karakter dan usianya. Apa yang saya pakai juga harus menyesuaikan dengan umur dan yang terpenting adalah nyaman dipakai, tambahnya. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Buleleng tersebut tidak memungkiri jika selama ini dirinya memang suka mengikuti tren fashion dari media sosial. Saya lihat di IG artis yang memang memiliki bodi sama dengan saya. Mereka pakai baju yang bagus kemungkinan saya pakai juga bagus, dan memang sudah terbukti, paparnya. Soal pakaian, Rani mengakui jika memang ada salah satu brand terkenal yang menjadi langganannya. Kebetulan kenal sehingga setiap bulan memang dikirimin gambar-gambar pakaian yang menjadi tren, lanjutnya. Dirinya tidak menampik, jika tren diikuti maka tidak akan pernah ada habisnya. Rani mencontohkan, baju yang dipakai cepat sekali mengalami perubahan tren dari segi warna dan bahan yang digunakan. Kalau baju modelnya itu-itu saja, yang berubah hanya warna maupun bahan yang digunakan sehingga capat sekali up to date, jelasnya. Hal inilah yang membuatnya lebih suka mengoleksi tas daripada pakaian. Menurutnya tas akan lebih lama mengalami perubahan mode sehingga dirinya tidak perlu terlalu sering mengganti tas yang digunakan. Kalau baju boleh murah tetapi kalau tas, saya harus yang branded, ucapnya. Meskipun suka dengan barang-barang branded akan tetapi perempuan bertubuh mungil tersebut mengaku tidak fanatik dengan produk

Luh Hesti Ranitasari

lokal. Koleksi tas saya ada beberapa yang memang branded tetapi ada juga koleksi tas anyaman dari dalam negeri, tandasnya. MEMILAH GAYA FASHION Sementara itu, menurut Nyoman Karina Wedhanti, dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja, ada hal yang perlu diperhatikan ketika perempuan ingin mengikuti tren. Salah satunya adalah dengan mengenal kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Setiap orang terlahir tidak dengan kelebihan yang sama dan body shape yang berbeda, jelasnya. Selain itu, kemampuan mengenal pribadi personal juga dibutuhkan dalam mengikuti sebuah trend. Seorang yang secara fisik pantas menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, namun ketika ia memiliki kepribadian introvert maka ia tidak akan memiliki rasa percaya diri menggunakan pakaian tersebut. Tidak hanya mengenal pribadi masing-masing, tetapi mengenal lingkungan juga sangat penting, imbuhnya. Seorang wanita

yang berada pada keluarga atau lingkungan yang konservatif tentu tidak akan merasa pantas menggunakan pakaian yang sedikit terbuka. Ia menambahkan bahwa hal lain yang harus diperhatikan dalam mengikuti sebuah tren adalah sesuai dengan keperluan. Keperluan yang dimaksud berhubungan erat dengan pekerjaan dari perempuan tersebut. Seorang ibu rumah tangga akan lebih memerlukan pakaian yang santai dan juga nyaman. Berbeda halnya dengan perempuan pekerja yang lebih banyak memerluan pakaian kantornya, paparnya. Dengan melihat kebutuhan, niscaya seorang perempuan tidak akan menghabiskan banyak uang untuk mengikuti sebuah trend. Tidak lebih mengikuti keinginan untuk mengikuti trend melainkan pada kebutuhan, pungkasnya. Perempuan kelahiran 21 April tersebut mengatakan jika budget yang dimiliki tidak memenuhi, maka sebaiknya perempuan cerdas dalam memilih barang-barang yang diperlukan. Ia menyarankan untuk membeli barang sesuai keperluan dengan warna dasar. Warna dasar itu meliputi hitam, putih, krem, dan coklat. Saya kira warna dasar itu tidak akan pernah ada matinya, tambahnya. Dengan gaya klasik yang mengikuti standar seseorang tetap bisa tampil menarik asalkan pandai dalam memadumadankan pakaian yang digunakan. Kalau ke kantor ya pakai jas, ke pesta pakai gaun, ke Pura pakai pakaian adat. Tetap akan terlihat cantik asalkan bersih dan rapi, imbuhnya. Menurutnya fashion sangat mudah berkembang dan diikuti seiring dengan keberadaan media sosial. Karina panggilannya mengakui jika dirinya mengikuti trend fashion dari akun media sosial yang

khusus membahas masalah fashion. Gaya fashion yang sangat digemari adalah gaya remaja meskipun saat ini ia telah dikarunia dua orang anak. Namun, ia menegaskan bahwa selalu memilah gaya tren yang cocok dengannya. Saya suka gaya fashion anak muda, karena memang masih ada transisi ibu muda. Akan tetapi saya juga tidak mau berdandan ibu muda yang terlalu berlebihan, tambahnya. Ada hal yang sangat penting dapat dipelajari ketika sesorang mengikuti sebuah tren yaitu masa seorang perempuan akan dapat mengeksplor dirinya. Misalnya model off shoulder tidak tahu apa kita pantas memakainya, tetapi setelah dicoba banyak yang mengatakan bagus, ya bisa diteruskan. Begitu juga sebaliknya, ungkap ibunda dari Gede Keva Agastya dan Made Dava Prana Siva tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

“T E R S A N G K A” Salam Senyum, Kata “tersangka” menjadi trend saat ini. Hmmmmm.. dan ini selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berkesan negatif. Ketika orang menyebutkan kata ‘tersangka’ kepada kita, maka cenderung kita untuk menolaknya, karena tentu kita tidak mau untuk dijadikan obyek dalam sebuah perkara. Terlepas dari situasi politik yang hingarbingar, penuh dengan “kedemokrasian”, saya tetap konsen dengan rubrik saya yang membahas tentang layanan/ service. Istilah ‘tersangka’ ini saya pinjam untuk sebuah contoh kejadian seperti ini dalam layanan. Dengan tergesa-gesa saya datang ke sebuah toko buku yang sudah terkenal bermaksud untuk mengembalikan dan mengganti buku yang saya beli karena ada beberapa halamannya yang hilang. “Selamat pagi Mbak,... bisa saya menukarkan buku ini karena ada beberapa halamannya yang hilang?” Dengan setengah tidak percaya petugas di toko buku itu memeriksa halam­ an lembar per lembar pada buku yang saya kembalikan. Setelah dicek kebenarannya, mulailah dia bertanya-tanya bak seorang penyidik. Kapan ibu membeli buku ini,... apakah ibu sudah periksa keutuhan buku ini... siapa penjaga counter /kasir sewaktu ibu bertransaksi. Kenapa ibu baru mengembalikan padahal pembelian sudah 2 hari yang lalu. Apa buktinya ibu sudah berbelanja di toko buku kami, dan lain-lainnya... Contoh kejadian lain seperti ini. Ketika saya bermaksud menyetorkan sejumlah uang

ke salah satu kantor cabang sebuah Bank, ada saran atau lebih tepatnya penolakan seperti ini dari petugas layanannya. “Mohon maaf Ibu, silahkan Ibu menyetorkan uang itu langsung ke kode cabang yang dimaksud, karena penyetoran ini hanya bisa dilakukan di cabang tersebut”. Alasannya sih disebutkan, di antaranya adalah karena jumlah yang banyak menyetor harus konfirmasi. Alasan lainnya karena waktu itu kantor cabang tersebut mengalami gangguan jaringan (istilah kerennya off line). Walaupun sedikit kecewa tetapi saya melanjutkan untuk menuju Kantor cabang asal dimana tertera di rekening tersebut. Sampai di Kantor cabang yang dimaksud, ternyata antrean sangat berjubel dan penuh sesak. Dengan sabar saya menunggu, dan akhirnya mendapat giliran. Sambil menunggu uang dihitung oleh petugas kasir, saya mengungkapkan keluhan saya. Namun... apa yang terjadi... Si petugas kasir bertanya bertubi- tubi kepada saya. “Di mana Ibu bertransaksi. Dengan siapa ibu bertemu di sana, jam berapa ibu ditolak bertransaksi. Apakah ibu sudah melakukan konfirmasi. Kenapa ibu tidak membuat kartu Nasabah ......... ( dia menyebutkan khusus layanan tanpa antre). Kenapa tidak dilengkapi dengan fasilitas internet Banking yang dapat melakukan transaksi tanpa harus ke Bank. Dan banyak lagi pertanyaan lainnya. Hmmmmm... bayangkan..jika Anda sebagai pelanggan ditanya bertubi-tubi layaknya seorang penyidik kepada tersangka. Waaaahhh.... tentu kita merasa bahwa ke-

salahan itu dituduhkan kepada kita sebagai pelanggan yang tidak begitu paham dengan fasilitas-fasilitas, atau lebih dapat dikatakan bahwa si pelayan tidak mau disalahkan. Pembaca setia Dhani’s Art in Service... ketika ada pelanggan kita yang complaint, hendaknya jangan jadikan mereka itu seperti tersangka. Ada istilah JUSTIFIED COMPLAINTS, yaitu complaint yang dapat dibenarkan. Jadi pelanggan kita complaint karena pelanggan kita sebenarnya menderita akibat kesalahan dari pelayan. Sedangkan UNJUSTIFIED COMPLAINTS adalah sebaliknya. Pelanggan mengajukan complaint karena pelanggan berpikir bahwa si pelayanlah yang melakukan kesalahan. Padahal sebenarnya mereka (pelanggan) itu sendiri yang salah dengan berbagai alasan. Bisa karena tidak mengerti, atau lupa dengan tanggung jawabnya sebagai pelanggan di luar tanggung jawab dari si pelayan. Apapun alasannya, sebagai seorang pelayan yang baik, hindarilah berdebat yang mengakibatkan pelanggan itu hanya sebagai ‘tersangka’ dalam kesalahan yang terjadi. Saya akan berikan beberapa prinsip dasar agar menjadikan pelanggan bukan sebagi tersangka ketika mereka complaint. Yang pertama, Pelanggan complaint kare­ na mereka MENDERITA akibat layanan kita. Baik produk, ataupun fasilitas, jadi kita sebagai pelayan wajib untuk bertanggung jawab. Yang kedua, dengan adanya complaint dari pelanggan maka kita dapat melihat PELUANG UNTUK MEMPERBAIKI kualitas layanan, produk, fasilitas, dan bisnis kita. Selanjutnya yang ketiga, complaint dari pelanggan sebagai BUKTI bahwa pelanggan itu menghargai kita dengan menyampaikan perasaannya dan tidak sekadar meninggalkan

Menikmati Pemandangan Hutan Pinus Gondosuli Terlihat kabut tebal mewarnai sepanjang Jalan Raya Du­ ngus menuju kawasan lereng Gunung Wilis, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pagi itu, sinar matahari juga terus menembus celah pepohonan. Baik yang ada di dataran rendah maupun tinggi. Dari Kota Madiun menyusuri jalanan yang beraspal naik turun. Bahkan, berkelok-kelok dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer tak terasa telah sampai di wilayah Gondosuli, Kecamatan Kare.

D

Nyoman Karina Wedhanti

bisnis kita tanpa kabar berita. (nanti seperti lagunya Bang Toyib, tidak pulang-pulang... heheheh). Yang keempat pelanggan itu complaint dan kita dapat menanganinya dengan baik, itu akan malah menjadi WOMM (WORD of MOUTH MARKETING) kita. Tanpa mengeluarkan biaya banyak untuk pasang iklan. Dan yang terpenting,...Yang kelima adalah complaint dari pelanggan bukan untuk BERDEBAT dan mencari obyek siapakah yang salah. Tapi adalah sarana untuk mencari SOLUSI yang cepat, benar, dan menyenangkan untuk para pelanggan kita. Dengan kelima prinsip di atas, saya yakin ketika kita menangani complaint pelanggan, kita tidak akan membuat seolah-olah seperti ‘tersangka’ kepada pelanggan. Ingatlah.. pelanggan itu adalah bagian dari bisnis kita, dan bukan orang luar dalam bisnis kita (Mahatma Gandhi). Jadi... jadikanlah mereka sahabat yang selalu akrab dan nyaman dengan kita... Bukan lawan debat atau bahkan menjadikan mereka selalu di pihak ‘tersangka’ dalam setiap kesalahan yang terjadi. Ayooooo... mari segera kita lakukan agar selalu menjadi pemenang dalam merebut hati pelanggan kita. Ingin lebih dalam bagaimana cara mena­ ngani complaint pelanggan dengan baik dan menyenangkan? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT (In House Training) atau workshop dan seminar seperti apa yang Bapak/Ibu butuhkan. Salam 3SP. Salam Senyum Sang Penyihir. Sri.Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

19

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

ataran rendah wilayah Kecamatan Kare ternyata menyimpan keindahan alam yang mudah dijangkau. Bahkan, dijadikan tempat berlibur dadakan. Hutan pinus yang dekat dengan pemukiman penduduk itu, setiap

Dua orang pengunjung menikmati pemandangan alam hutan pinus

hari selalu dikunjungi wisatawan lokal. Namun jumlahnya tak sebanyak pada hari libur Sabtu dan Minggu. Tempat yang bernuansa udara sepoi-sepoi nan sejuk dan didominasi hutan pinus itu, ternyata baru ditemukan oleh sejumlah pecinta alam.

Bahkan, kini menjadi tempat wisata dadakan atau dapat dikatakan tujuan wisata baru oleh masyarakat luar Kecamatan Kare yang ingin menghabiskan waktu liburnya. Kawasan hutan pinus itu, sangat cocok masuk kategori potensi wisata yang tengah

dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun. Untuk menikmati udara segar dengan pemandangan alam yang mempesona, setiap pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. “Hanya saja dikenakan biaya parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor, sedang kendaraan roda empat

Rp 5.000. Untuk tiket masuk ke kawasan hutan pinus masih digratiskan,” kata Suparno, seorang juru parkir. Di kawasan hutan pinus itu, sebuah warung dadakan tengah dikerumuni oleh sejumlah warga yang tengah menikmati liburan bersama anggota keluarganya. Selain itu ada juga beberapa pengunjung yang pesan makanan dan minuman yang minta diantar ke lokasi yang disukai. Bahkan ada juga yang dudukduduk di hamparan rumput, di atas tikar/terpal maupun yang berkerumun ditempat-tempat duduk dari pohon pinus yang disediakan. Lokasi yang sejuk dan nyaman membuat setiap pengunjung menghabiskan waktunya untuk menikmati pemandangan alam baik perbukitan lereng Gunung Wilis, air sungai yang mengalir bahkan suara kicauan burung. Tidak hanya duduk-duduk saja, terlihat banyak pengunjung yang selfie serta foto bersama dengan latar belakang pepohonan pinus serta lembah yang diterpa sinar matahari. Beberapa anak-anak kecil berlari-lari di hamparan rumput dibawah pohon pinus yang masih rindang. Pengunjung dewasa ada juga yang menikmati ayunan dibawah pohon, sambil tertawa ria. Mereka puas berlibur di alam terbuka, yang merupakan kawasan hutan pinus yang berada di kaki Gunung Wilis Madiun. (Ajun Ally)

Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Meningkat Kunjungan wisatawan asing ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dengan tujuan utama untuk melihat komodo meningkatkan drastis. Hal ini setelah komodo ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (New 7 Wonders of Nature) oleh New 7 Wonders Foundation. Data yang tercatat di TNK Labuanbajo menyebutkan selama sembilan bulan, dengan rentang waktu Januari hingga September 2016 menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan ke TNK sebanyak 80.531 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 60 persen kunjungan wisatawan domestik dan 40 persen wisatawan mancanegara. “Kita patut bersyukur karena kunjungan wisatawan mancanegara naik drastis setelah komodo ditetapkan sebagai tujuh keajaiban dunia. Sedangkan sebelumnya jumlah

kunjungan wisawatan mancanegara relatif cukup kecil,” kata Staf Bagian Kerjasama Pengendali Ekosistem Hutan, TNK Labuanbajo, Ande Kefi. Ande menambahkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ini dari tahun ke tahun terus meningkatkan. Seiring dengan itu, penyediaan fasilitas untuk para wisatawan itu terus ditingkatkan, baik sarana berupa hotel maupun moda angkutan laut seperti speedboat, kapal atau perahu juga terus ditingkatkan. Ande juga menjelaskan kedatangan wisawatan asing ke TNK tidak hanya untuk melihat komodo saja tetapi mereka juga datang untuk olahraga laut seperti diving, snorkling dan berbagai wisata laut lainnya,. Karena objek wisatawan menarik di kawasan

Komodo

Ande Kefi

TNK ini cukup banyak. Dari pantauan di Bandara Komodo, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat menyebutkan jumlah penumpang pesawat terbang yang pergi-pulang ke Labuanbajo relatif cukup tinggi. Hampir 70 persen penumpang pesawat adalah turis mancanegara dengan tujuan utama untuk datang ke TNK melihat komodo. Garuda Indonesia terhitung sejak 21 Oktober 2016 lalu, sudah melakukan penerbangan langsung dari Jakarta – Labuanbajo pergi pulang. Selain itu, sejumlah

penerbangan juga setiap hari pergi pulang Denpasar – Labuanbajo seperti pesawat Lion Air lewat anak perusahaannya Wings Air, Nam Air dari grup Sriwijaya Air, Transnusa dan sejumlah perusahaan penerbangan juga melakukan terbang Denpasar-Labuanbajo pergi-pulang. Maxi, salah seorang wisatawan asal Jerman mengatakan dia baru pertama kali datang ke Labuanbajo untuk melihat komodo. Dia mengaku tahu komodo dari internet. Dia datang ke Labuanbajo bersama seorang temannya dan mereka menghabiskan waktu di TNK dan kawasan lain di Kabupaten Manggarai Barat selama dua minggu. Taman Nasional Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini resmi ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia atau New 7 Wonders of Nature oleh New 7 Wonders Foundation, tahun 2012. “Keberhasilan Taman Nasional Komodo menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah masyarakat dapat bersama-sama berusaha melindungi sebuah spesies yang hampir punah,” kata Presiden New 7 Wonders Foundation, Bernard Weber dalam rilis persnya saat itu. Weber mengatakan, jumlah suara melalui pesan singkat yang sangat besar menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mengekspresikan kebanggaan pada warisan

alam, yang juga merupakan bagian dari mozaik dunia. Duta Besar Komodo dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Komodo Kita, Jusuf Kalla mengungkapkan proses penetapan Taman Nasional Komodo sebagai “New 7 Wonders of Nature” memakan waktu lebih dari lima bulan untuk klarifikasi dan penghitungan. LIMA PULAU Menurut Ande Kefi, luas TNK saat ini 3.273 kilometer persegi dengan populasi komodo pada 2015 sebesar 312 ekor. Berdasarkan data yang ada di kantor Dirjen KSAD (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), pertumbuhan populasi komodo per tahun sekitar 10 persen. Komodo sebanyak itu tersebar di lima pulau yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, dan Pulau Pada. Kelima pulau ini terbagai dalam tiga sektor. Sektor satu meliputi Pulau Rinca, sektor dua meliputi Pulau Komodo dan sektor tiga meliputi Pulau Padar dan sekitarnya. Pembagian sektor ini didasarkan pada tingkat pengawasan komodo yang dilakukan oleh para petugas di TNK. Tujuannya agar pengawasannya lebih cermat dan teliti terhadap binatang langka ini. (Yosef Sintar)


I MADE WIRA MENUNJUKKAN MANGGA DEPEHA MILIKNYA YANG TIDAK DIKULTAR

18

Life Story

Edisi 928/ 21 -27 november 2016

Tetap Bersaudara walau Beda Pilihan

Petani Mangga Depeha Terancam Gagal Panen

I Made Wira menunjukkan mangga Depeha miliknya yang tidak dikultur

Mangga merupakan salah satu komoditi buah yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan di berbagai daerah. Cara pemeliharaan yang tidak begitu sulit membuat beberapa daerah di Buleleng menjadikan mangga sebagai buah lokal unggulan untuk mendongkrak perekonomian. Terlebih masing-masing daerah memiliki varian mangga lokal dengan keunggulan tersendiri. Salah satunya adalah mangga harum manis Depeha asal Desa Depeha Kabupaten Buleleng.

I Made Semaraguna

M

e n u r u t Pr e b e k e l Desa Depeha I Made Semaraguna, keunikan mangga Depeha terletak pada campuran dua rasa pada daging buahnya yaitu manis dan masam (kecut). Perpaduan dua rasa tersebutlah

yang menyebabkan mangga Depeha banyak dicari bahkan hingga ke luar Bali. Selain perpaduan dua rasa tersebut, mangga harum manis dari Depeha memiliki keunggulan lain yakni tekstur daging yang tebal dan halus dan biji yang kecil. Beberapa tahun belakangan produksi mangga Depeha menurun sangat drastis. Penurunan produksi diakibatkan perubahan iklim yang cukup ekstrem. Dulu, kalau panen tiba, petani bisa mendapat hasil hingga beberapa ton. Sekarang dapat beberapa kilo saja sudah syukur, jelasnya. Karena kondisi tersebut, banyak petani yang beralih menggunakan pupuk nonorganik untuk menghindari gagal panen. Bahkan untuk merangsang pertumbuhan dan buah, petani mengunakan sistem kultar yang sangat berpengaruh terhadap kualitas mangga yang dihasilkan. Kultar ini bertujuan untuk merangsang pohon mangga agar cepat berbuah. Kalau biasanya panen dilakukan di akhir tahun dengan kultar, panen dapat dilakukan pada bulan November, jelasnya. Efek tidak baik tentu ditimbulkan oleh sistem kultar tersebut. Buah mangga akan terasa lebih asam dan daya tahan setelah paskapanen yang relatif singkat. Rata-rata mangga yang sudah matang setelah panen akan bertahan sampai satu minggu. Akan tetapi setelah ada sistem kultar, mangga hanya mampu bertahan dua sampai tiga hari, imbuhnya. Hal inilah yang membuat ketenaran mangga Depeha mulai menyurut sehingga produksi dan pemasarannya tidak lagi tinggi. Pihaknya sangat mengharapkan janji pemerintah yang akan merevitalisasi keberadaan mangga Depeha agar tetap dapat mempertahankan pamornya sebagai mangga yang

memiliki citarasa tinggi dari Buleleng. Katanya, di tahun 2017 nanti akan dijadikan pilot project, ya semoga saja benar, tegasnya. Sementara itu, ketika kebanyak petani memilih sistem kultar untuk menghindari gagal panen, Made Wira salah seorang petani yang tetap menggunakan cara organik dalam pemeliharaan mangganya. Ia mengklaim bahwa dirinya merupakan petani satusatu dari Desa Depeha yang selama ini menghindari sistem kultar untuk merangsang buah pada mangganya. Menurutnya, akan sangat terlihat perbedaan antara mangga organik dan yang dikultar dari segi rasa, bentuk, dan daya tahan paskapanen. Ia tidak menampik jika dengan cara organik, produksi buah jauh di bawah dari hasil dikultar. Bahkan waktu panen pun lebih lama dari hasil pengkultaran. Dari lima puluh empat pohon paling-paling menghasilkan beberapa kilo saja, ungkapnya. Hal tersebut dikarenakan cuaca yang tidak menentu dan serangan dari hama penyakit. Kalau kena hujan beberapa hari saja langsung busuk, tambahnya. Beberapa tahun belakangan ini dirinya mengatakan sudah mengalami gagal panen beberapa kali. Atas kerugian tersebut, bukan tidak mungkin dirinya juga akan ikut menggunakan sistem kultar. Hasil produksi sedikit dibarengi dengan harga anjlok, bagaimana petani bisa untung. Niat untuk mengkultar memang ada kalau terus-terusan merugi, paparnya. Petani kelahiran 31 Desember 1958 tersebut sangat mengharapkan bantuan dan solusi permasalahan tersebut dari dinas terkait. Ya untuk dinas terkait mudah-mudah bisa segera ke lapangan untuk mencari solusi dari permasalahan ini, tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

ASN harus Jaga Netralitas Untuk menjaga netralitas, Pemkab Buleleng mengadakan sosialisasi tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka menyongsong Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati

Buleleng tahun 2017, yang dilaksanakan di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja Eks. Pelabuhan Buleleng, pekan lalu. Sosialisasi tentang netralitas ASN dalam rangka menyongsong Pemilihan

Bupati dan Wakil Bupati Buleleng tahun 2017, menghadirkan tiga narasumber masing masing Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Buleleng Ni Made Rousmini, Ketua KPU Kabupaten

Ka b u p a t e n B u l e l e n g a k a n melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2017 mendatang. Pelaksana Tugas Bupati Buleleng Ir. Made Gunaja,M.Si.mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Pilkada aman, tertib dan damai. Untuk mewujudkan kekondusifan tersebut, Gunaja menghimbau seluruh lapisan masyarakat Buleleng tidak mengonsumsi minuman keras atau narkoba selama kampanye maupun saat menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara masing-masing. Menurutnya, perbedaan dalam pilihan merupakan hal yang wajar dalam pesta demokrasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut menyebabkan perpecahan dalam masyarakat. “Kita tetap bersaudara, meskipun berbeda-beda pilihan. Jangan mau dihasut untuk melakukan tindakan yang melawan hukum, karena dapat merugikan diri sendiri dan keluarga,” demikian diungkapkan Gunaja saat menjadi inspektur upacara Apel Besar Kebhinekaan Cintai Damai, Selasa (15/11) di Polres Buleleng. Ia menambahkan masyarakat Buleleng sudah dewasa dalam hal menghadapi dan melaksanakan

pesta demokrasi Pilkada. Saya yakin, masyarakat Buleleng sudah sangat dewasa dalam menghadapi hajatan pesta demokrasi. Namun, saya harapkan, agar tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pilihan. Kita saling menghargai perbedaan, karena itulah prinsip demokrasi bangsa kita, paparnya. Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, S.I.K, M.Si mengatakan semua pihak harus mempunyai kewajiban yang sama untuk menjaga perdamaian untuk menuju pesta demokrasi yang aman dan damai. Kami mengajak dan menghimbau kepada masyarakat supaya selama berlangsungnya pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan lancar tertib dan damai sesuai dengan harapan yang merupakan tujuan akhir dari demokrasi itu sendiri, ujarnya Ka p o l r e s S u k a w i j a y a m e nambahkan seluruh komponen masyarakat agar turut berpartisipasi dalam menciptakan rasa aman dan damai demi suksesnya Pilkada yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia khususnya di Buleleng. “Kami menginginkan agar pelaksanaan Pilkada yang dilakukan secara serentak pada bulan Februari nanti, agar Buleleng menjadi daerah yang aman, damai dan tertib,” paparnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Sebagai volunteer dalam melakukan operasi bibir sumbing selama delapan tahun terakhir di Nusa Tenggara Barat, drg. Farida Istiarini, Sp.Ort, memiliki banyak pengalaman yang kemudian dijadikannya pelajaran berharga dalam hidupnya. Demi melihat senyum anak-anak NTB dan membantu para penderita bibir sumbing lainnya, orthodontist putra daerah NTB ini rela menghabiskan sebagian waktunya di meja operasi untuk memperbaiki kekurangan pasien penderita bibir sumbing. Banyak pengalaman menarik dialami Farida selama delapan tahun menjadi volunteer. Selain telah melakukan operasi bibir sumbing bagi ratusan penderita sumbing di NTB, ia juga aktif mensosialisasikan tentang banyak hal berkaitan dengan bibir sum­bing dengan turun dari satu desa ke desa lainnya.

D

i samping itu ia kerap turun langsung ke masyarakat untuk mencari pasien bibir sumbing yang menurutnya, ternyata tidak semudah seperti yang dibayangkannya. Bahwa penderita bibir sumbing maupun keluarganya akan gembira dan menerimanya dengan bahagia karena ia dan rekan-rekannya akan memberikan pelayanan gratis mulai dari operasi dan perawatan sampai sembuh. “Jangankan mau dioperasi, didata saja sangat sulit. Keluarga penderita bibir sumbing sangat tertutup, khususnya di awal kami melakukan bakti sosial,” ungkapnya. Di masa awal ia dan timnya turun untuk menemukan para penderita bibir sumbing untuk dibantu operasi secara gratis, Farida harus mengalami penolakan dari masyarakat yang terbilang tertutup dalam hal ini. Tertutupnya masyarakat tentang bibir sumbing ini lebih karena ada mitos turun temurun yang berkembang di masyarakat terutama di perdesaan tempat dimana banyak sekali ditemukan kasus bibir sumbing. Ada yang

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

7

Berjuang Melawan Mitos Bibir Sumbing

menganggap bahwa bibir sumbing itu lahir sebagai takdir dan takdir tersebut tidak boleh diubah alias jika terlahir sumbing maka itulah ketentuan dari Sang Pencipta dan tidak boleh diperbaiki dengan cara apapun termasuk operasi. “Selain itu ada pula mitos yang dipercaya bahwa anak yang lahir dengan bibir sumbing mendatangkan rezeki. Kalau sumbing ditutup (dioperasi-dijahit) maka rezeki juga akan tertutup,” ungkap Farida. Yang lebih menyedihkan adalah pandangan bahwa bibir sumbing adalah dianggap tabu dan anak penderita bibir sumbing tersebut dianggap dapat membawa sial dalam keluarga. “Ini yang membuat di beberapa kasus banyak dikucilkan bahkan dipasung oleh keluarga. Ada juga yang dengan sadar mengucilkan diri dan setelah kakek-kakek nenek-nenek baru mereka keluar,” ungkap Farida dengan nada sedih. Sebagai seorang ibu, Farida tersentuh hatinya membayangkan betapa terlukanya anak-anak penderita bibir sumbing yang hidup tertekan dalam kungkungan pandangan seperti itu. Akibatnya mereka banyak yang tidak sekolah. Bahkan ada pasien yang dioperasinya setelah puluhan tahun mengucilkan diri dan ia baru bisa tersenyum bahagia di usia 60 dan 70 tahun. “Bisa dibayangkan mereka hidup tertekan selama masa itu,” katanya. Hal inilah yang memicu semangat Farida untuk berjuang dan selalu menyiapkan waktunya guna melakukan operasi bibir sumbing gratis demi melihat anak-anak NTB dan juga ibu mereka serta keluarganya dapat tersenyum bahagia. Perjuangan Farida bersama timnya untuk menerobos kebiasaan pandangan turun temurun dalam masyarakat ini tidaklah mudah. “Sekalipun kami pernah mengalami masa-masa sulit menerobos mitos tersebut sampai pernah diusir dari

Dr. Farida (tiga dari kiri) bersama timnya

sebuah kampung saat mencari penderita bibir sumbing untuk dioperasi, saya tidak ingin menyerah,” katanya. Karena itulah, sampai saat ini, Farida tetap memiliki waktu mengurus anakanak penderita bibir sumbing. Selain menjalankan tugasnya sebagai pegawai negeri di RS Daerah Lombok Barat, Farida bekerja sama dengan organisasi perempuan di NTB seperti bergerak bersama PKK yang memiliki kader hingga ke dusun-dusun, melakukan pendataan penderita bibir sumbing langsung dari rumah ke rumah serupa tengah menjemput bola. Ia minta bahwa semua kelahiran sumbing dapat segera dilaporkan agar bisa selekas mungkin ditangani sehingga tidak menimbulkan kerugian beruntun khususnya dalam hal psikologis terutama bagi si bayi. Ia bersama timnya juga melakukan pendekatan selain dengan keluarga penderita bibir sumbing juga kepada tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama terutama di tempat banyak ditemukannya kasus bibir sumbing. Farida pernah menemukan dua kasus bayi lahir sumbing yang diabaikan oleh ibunya sendiri. Kasusnya terjadi di Lombok Barat. Begitu mendengar ada informasi bayi lahir sumbing, Farida

mendatangi keluarga tersebut. “Karena shock melihat anaknya lahir sumbing, ibu si bayi membiarkan anaknya begitu saja bahkan tidak mau menyusui bayinya,” kata Farida. Berulang-ulang Farida memberitahukan dan meyakinkan ibu dan keluarga si bayi agar tidak bersedih karena sumbing anaknya sangat bisa diperbaiki lewat dioperasi. Ia juga menekankan bahwa operasi bibir sumbing anaknya dilakukan tanpa biaya alias gratis. “Saya bahkan memberikan foto bayi sumbing yang lebih parah dari itu dan menjadi jauh lebih baik setelah dioperasi untuk meyakinkan bahwa kelak bayinya bisa menjadi jauh lebih baik dari kondisinya saat itu. Namun tetap susah mereka terima,” ungkapnya. Farida sampai ikut membantu ibu bayi untuk menyusui anaknya dengan menutup sumbing di bayi dengan plester. Ia juga mengajari dengan detil ibu dan keluarga si bayi agar si bayi bisa menyusu dengan benar selama sumbing belum bisa dioperasi. Ia juga mengajari cara merawat si bayi agar tetap sehat sehingga operasi kelak bisa dilakukan dengan aman. Pada kasus bayi sumbing yang terjadi pada bibir dan langit-langit harus menjalani setidaknya dua kali operasi

dimana operasi pertama baru bisa dilakukan pada usia bayi minimal enam bulan dan bayi dalam kondisi sehat. Untuk mendapatkan kondisi bayi yang sehat dan siap operasi, tentu perawatan pada bayi tersebut harus dilakukan dengan sungguhsungguh. Dan yang bisa melakukan itu adalah ibu dan keluarga si bayi. Ia sangat berharap itu bisa dilakukan oleh si ibu dan keluarganya namun itu terabaikan. Bahkan sampai sempat diberi susu formula gratis untuk diberikan pada bayi, juga tidak dilakukan dengan baik. “Saya dapat kabar bayi tersebut akhirnya meninggal,” ujar Farida sedih. Hal ini juga menjadi salah satu kendala untuk bisa menuntaskan bibir sumbing di Lombok. Dimana masih banyak perempuan yang menjadi ibu dalam usia yang sangat muda, sehingga ketika mendapatkan bayi menderita sumbing situasi psikologi si ibu tidak mampu menerima dengan bijaksana. Begitulah pengalaman Farida selama ini. Ia memaknai benar proses hidupnya kala menjadi “ibu” bagi anak-anak sumbing di NTB. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga menengah ke bawah dan tinggal di pelosok-pelosok desa. “Pengalaman bersama mereka adalah pengalaman hidup yang tidak bisa saya dapatkan di sekolahan,” katanya. Dari sana ia mengaku dapat belajar melihat hidup yang sesungguhnya. Bahwa itu mengajarkannya untuk tidak melihat ke atas melainkan masih jauh lebih banyak dari mereka yang tidak beruntung dibandingkan dengan dirinya. “Jika saya merasa hidup ini berat maka saya langsung ingat bahwa masih ada yang lebih berat dari apa yang saya alami, yaitu mereka,” katanya. Itu membuatnya bisa lebih mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta pada dirinya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Mengunjungi Gunung Nokogiri

Buat Permohonan dengan Lempar Koin

Apel Besar Kebhinekaan Cintai Damai di Lapangan Polres Buleleng

Buleleng Gede Suardana, dan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Buleleng Ketut Aryani. Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Plt Bupati Buleleng Ir. I Made Gunaja, M.Si yang diikuti seluruh pimpinan SKPD serta ASN di Pemkab Buleleng. Pada kesempatan itu, hadir pula Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP. Dalam Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri, ASN tidak boleh berpihak dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng apalagi terlibat dalam kampanye salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. “Seperti yang diatur dalam Pasal 4 butir ke 15, PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah menggunakan fasilitas

Sosialisasi netralitas Aparatur Sipil Negara oleh P lt. Bupati Buleleng Buleleng Plt Bupati Buleleng Ir. I Made Gunaja, M.Si.

yang terkait dengan jabatan, jelasnya. ASN juga tidak diperkenankan membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye, serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. Gunaja juga mengingatkan ASN di lingkup Pemkab Buleleng, untuk selalu memegang teguh dan taat Asas, Prinsip, Nilai Dasar serta Kode Etik dan Kode prilaku yang diamanatkan oleh aturan yang berlaku. Walaupun mempunyai hak pilih, namun tidak boleh memihak. Silakan nanti pada saat mencoblos saja menyalurkan hak pilihnya, imbuhnya. Plt Bupati Gunaja mengatakan akan menindak tegas jika ada ASN terbukti terlibat dalam kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. Bila ditemukan PNS yang terlibat dalam politik praktis, akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dengan sanksi ringan maupun sanksi berat sesuai dengan aturan dalam undang undang ASN. Tentunya dengan memperlihatkan bukti bukti yang ditemukan sebelum menjatuhkan sanksi, tegasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Patung Budha berukuran besar yang disebut dengan Daibutsu di dinding batu Gunung Nokogiri.

Kota Kanaya merupakan kota nelayan yang terletak di Chiba, Jepang. Alamnya indah memesona. Di wilayah ini terdapat beberapa kuil. Salah satunya kuil di puncak Gunung Nokogiri. Gunung ini dulunya dijadikan tempat penambangan batu oleh masyarakat. Di sekitar Gunung Nokogiri terdapat komplek kuil yang disebut dengan nama Kenkon-Zan Nihon-Ji. Kuil ini merupakan kuil tertua yang dibangun pada 725 M dan merupakan kuil tertua di Jepang. Saat ini kuil Nihon-Ji digunakan sebagai pusat ritual bagi Sekte Soto Zen. Di komplek kuil ini terdapat sebuah patung Budha berukuran besar yang disebut dengan Daibutsu. Patung ini berdiri sejak tahun 1783 dengan ketinggian 30 meter. Patung ini dipahat langsung di dinding batu Gunung Nokogiri. Selain berwisata, banyak peng­ unjung melakukan persembahyangan di kuil tersebut. Mere­ka melakukan doa untuk permohonan dengan pelempar koin serta meletakkan patung kecil di sekitar area sebagai simbol. Selain Daibutsu, ada satu relief yang bernama Hyakushaku Kannon yang berada di celah gunung. Dua patung besar ini memang sangat menakjubkan dan menggambarkan

betapa hebatnya orang zaman dulu hingga mampu membuat relief ini. Dari puncak gunung, terlihat teluk Tokyo de­ngan lalu lintas kapal yang sangat indah. Sejumlah kuil juga menjadi tempat pemujaan para leluhur masyarakat Kanaya, yakni Kuil Hongakuji dan

Kuil Kezoin. “Kuil ini menjadi tempat pemujaan nenek moyang kami disini,” ujar Ketua Panitia Bali Kanaya International Art Week 2016, Hiroshi Suzuki yang mendam­pingi peserta pertukaran budaya dari Bali mengetahui budaya yang berkembang di Jepang, khusus Kanaya. (Parwata)

Relief Hyakushaku di celah Gunung Nokogiri


8

Bunda & Ananda

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Bangun Kepercayaan Diri Anak tanpa harus Ikut Tren “Itu mainan apa ya Nak? Itu pakaian model apa namanya?, Ibu ngga tau?” Belakangan banyak orangtua yang mempertanyakan kemampuan dan kebiasaan anakanak zaman kini dalam memaknai tren. Anak sekarang menjadi lebih gaul bahkan mudah terhanyut dengan tren. Biasanya yang paling teramati adalah dalam hal teknologi, bahasa dan juga fashion.

B

erdasarkan teori perkembangan psi­ kologi, pada dasarnya ananda baik anakanak maupun remaja akan mengalami perkembangan yang meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotor, dan sosial. Untuk memenuhi tahapan perkembangan tersebut, ananda memerlukan ‘rasa ingin tahu’ sehingga dapat belajar dan memaknai setiap pengalaman di lingkungannya. “Secara alamiah, anak dan remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dimana hal ini juga akan mempengaruhi perkembangan dirinya. Pada masa ini, ananda juga cenderung ingin mencoba atau yang sering disebut dengan masa-masa eksplorasi. Ananda akan mencoba hal-hal yang “menarik” menurutnya. Tidak menutup kemungkinan jika Ananda biasanya akan sering kali mencoba hal-hal yang dianggap sebagai tren di lingkungannya. Hal inilah yang sering kali membuat Ananda terlihat lebih up to date dibandingkan dengan Ayah dan Bunda. Kadang Ayah dan Bunda juga terheran-heran mendengar serangkaian istilah yang disebutkan oleh Ananda,” ujar Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. Perempuan yang akrab disapa Padma ini menuturkan, pada dasarnya, Ayah dan Bunda juga mengalami hal serupa, misalnya saja seperti ingin membeli motor keluaran terbaru. Ingin potong rambut sesuai dengan model yang terkini. Membeli make up yang sedang booming saat ini. Melihat- lihat tas- tas lucu di pasar atau kemeja kantor di swalayan. Nah, apa yang membuat Ayah dan Bunda melakukan hal tersebut? bahkan mengulanginya disetiap datangnya hal-hal baru? Bisa jadi itu juga yang terjadi pada Ananda. “Sebenarnya banyak sekali faktor yang saling berkaitan sehingga Ananda bisa dengan mudah up to date. Pertama, Ananda mengikuti tren bisa dikatakan untuk menjawab rasa ingin tahu tentang peristiwa yang ada di sekelilingnya. Sebagai contoh, ketika di sekolah, Ananda mendengar teman-temannya sedang menbicarakan tentang game online terbaru (sebut saja Pokemon Go). Teman-temannya nampak sangat asyik dan seru memperbincangkannya. Setelah melihat situasai tersebut, muncullah rasa ingin tahu Ananda, di dalam benaknya akan bertanya “Pokemon Go itu apa ya?”. Ananda mulai mencari tau tentang Pokemon Go dan pada akhirnya mencoba permainan tersebut,” ujar pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini.! Kedua, hal ini akan memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan psikologis Ananda. Teori perkembangan kogninif Vygotsky menjelaskan

Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. jika perkembangan mental anak merupakan hasil interaksi Ananda dengan orang-orang di sekitarnya, lingkungannya, termasuk kegiatan sosial dan budayanya. Proses belajar yang dialami oleh anak akan membentuk pribadi Ananda. Misalnya seperti perkembangan sosialnya, Ananda akan menjadi lebih mudah berinteraksi dengan teman-temannya yang lain. Hal ini akan membuat Ananda merasa diterima oleh lingkungannya. Ketika lebih mudah berinteraksi karena memiliki pemahaman tentang tren yang sama, Ananda juga akan membangun konsep diri juga bisa jadi meningkatkan kepercayaan dirinya. Kondisi tersebut menjadi penguatan positif pada Ananda yang membuatnya ingin mengulangi hal serupa berulang kali. Apakah Ayah dan Bunda mengalaminya? Apa yang membuat hal ini menjadi perbedaan antara orangtua dan Ananda? Generasi yang berbeda antara orangtua dan Ananda menjadikan jenis ketertarikan tren yang berbeda pula. Kini, perkembangan teknologi memiliki andil yang cukup besar terhadap minat keingintahuan setiap individu. Jadi tak memungkiri jika anak-anak zaman sekarang memiliki kecenderungan yang luar biasa terhadap hal-hal yang berbau teknologi. “Generasi masa kini, generasi Y dan Z. Ya istilah ini digunakan untuk anak-anak yang lahir pada era berkembangnya teknologi. Hal ini menjadikan Ananda kita saat ini cenderung menyukai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi dan internet. Mereka yang lahir pada generasi ini juga memiliki kecenderungan kebebasan dan keterbukaan di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat. Maka dari itu, generasi ini sering menggunakan teknologi komunikasi dalam berinteraksi. Tidak heran jika Ananda akan sering bermain sosial media, media komunikasi instan, game online

dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan dunia maya. Keadaan ini tentunya juga akan memberikan dampak pada kegiatan Ananda kita setiap harinya. Mengingat bahwa persebaran informasi dapat terjadi dengan cepat dan sangat luas saat ini. Kondisi ini kadang memunculkan kesenjangan ketertarikan informasi Ananda dan Ayah-Bunda,” jelas mahasiswa Program Magister Psikologi Klinis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. Padma menambahkan banyak hal positifnya seperti Ananda menjadi lebih berwawasan karena terbukanya informasi yang bisa diterima oleh anak. Tentunya karena dukungan kemajuan teknologi tadi. Selain itu, Ananda menjadi tahu tentang perkembangan yang terjadi di belahan dunia yang lainnya, misalnya berita, pendidikan, tren permainan, pakaian, dan lainnya. Hal ini juga menjadikan Ananda cenderung lebih mudah bekompetensi dan beradaptasi dengan persaingan global. Misalnya saja ketika anak biasa belajar bahasa lebih banyak

yang berperan pada perkembangan bahasanya. Kemudian, Ananda juga menjadi memiliki kesempatan dalam pengembangan kreativitas anak dimana anak bisa belajar banyak dari perkembangan permainan maupun sains dari belahan dunia lainnya. Adanya peningkatan kemampuan sosial Ananda dengan peningkatan kepercayaan diri atau dalam istilah psikologi disebut dengan self-esteem yang mendukung kemampuan interpersonal anak. Di sisi lain, kondisi ini juga memiliki kelemahan seperti ketika Ananda menjadi kurang memiliki kontrol ikut tren tersebut. Selain itu, memungkinkan terjadinya ‘kecanduan tren’, dimana anak menjadi merasa selalu ‘harus ikut tren’. Saat Ananda kurang memiliki kendali, tentunya akan berpengaruh pada prestasinya. Sangat memungkinkan terjadinya penurunan prestasi belajar, konsentrasi, Ananda menjadi lupa akan kewajibannya. Kelemahan lainnya Ananda menjadi kurang mampu menyeleksi tren yang sepatutnya atau tidak sampai terbawa pada pergaulan yang bebas. Dampak lainnya adalah penurunan nilai-nilai moral pada anak-anak ketika lemahnya kontrol diri. “Orangtua juga memiliki kendali atas kecepatan ini. Cobalah untuk tetap melihat sisi positif dari kemajuan tren ini seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Namun, ketika dirasa Ananda mulai berlebihan terhadap tren tersebut, ada baiknya untuk tetap menegur Ananda. Tetap buatlah aturan yang disepakati bersama sebagai bentuk kontrol terhadap kecepatan yang dimiliki anak-anak zaman kini. Tidak menutup kemungkinan adanya negosiasi yang dilakukan dengan anak. Misalnya seperti diskusi bersama tentang tren-tren saat ini, melihat bersama sisi positif dan kelemahan dari tren tersebut. Pada saat berdiskusi, Ayah dan Bunda juga bisa menyisipkan dan mengingatkan kembali nilai-nilai moral keluarga. Untuk Ayah dan Bunda, jangan sungkan atau malu untuk belajar sesuatu tentang teknologi dan tren anak zaman kini, demi keselarasan informasi yang dimiliki,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 30 Juni 1992 ini. Pada akhirnya, tekankan bahwa tidak semua tren harus diikuti. Ajak Ananda untuk menilai tren tersebut. Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa mengajak Ananda untuk membangun kepercayaan diri Ananda tanpa harus memaksakan mengikuti tren yang ada. Menggali bersama tentang tren yang sejalan dengan konsep diri Ananda, tetap bimbing Ananda sehingga bisa memilih tren yang tepat. Melatih Ananda untuk melihat peluang yang bisa dikembangkan dari tren yang ada sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Griya

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Palem Hias nan Cantik Pohon palem merupakan tumbuhan kelompok palma. Pohon ini memiliki ciri-ciri umum, di antaranya batangnya tumbuh tegak lurus dan jarang bercabang serta beruas-ruas. Pohon palem memiliki banyak jenis sehingga sering juga dijadikan tanaman hias.

P

ohon palem sudah sangat familiar kita temui, baik itu di taman-taman kota atau di sepanjang ruas-ruas jalan, bahkan di halaman rumah. Ini karena palem merupakan tanaman tropis yang bisa tumbuh dengan sangat mudah di Indonesia, dan dengan perawatan sederhana. “Selama mendapatkan pencahayaan dan air yang cukup, palem akan tumbuh dengan baik di halaman rumah Anda,” ujar Ariesa Jumi, pemilik Kios Bunga Mulia Garden di kawasan Tanjung Bungkak, Denpasar. Ada beberapa jenis palem hias yang dikatakannya bisa ditanam di halaman rumah. Di antaranya, Palem komodoria. Palem ini juga kerap disebut palem bambu yang hidup secara bergorombol. Palem bamboo komoria sering dipergunakan sebagai tanaman indoor kar-

ena mampu menangkal dinginnya udara yang ditimbulkan oleh AC, juga dipercaya mampu menyerap racun udara dalam ruangan. Palem kuning. Disebut juga palem gading, karena warnanya yang kuning terang dan menyerupai gading. Palem hias ini berukuran kecil dan ramping. Pelepah daunnya menutupi batang yang beruas-ruas, sehingga batang pohon tidak terlihat, seperti hanya daun-daun saja dari atas tanah. Cocok untuk diletakkan di pot yang besar. Palem merah. Banyak orang mengira tanaman ini diberi cat agar berwarna merah. Padahal, pelepah palem hias ini memang berwarna merah menyala. Palem merah ini merupakan tanaman yang tumbuh merumbun atau berkelompok. Palem ekor tupai, memiliki lengkungan daun yang sangat can-

17

tik menyerupai ekor tupai. Tulang daunnya melengkung diikuti daunnya yang mengelilingi tulang daun tersebut. Jenis ini sangat digemari dan bisa tumbuh sangat tinggi. Palem putri, memiliki batang yang membesar di bagian atas tapi mengecil di bagian bawah. Daunnya hampir sama dengan palem ekor tupai, tapi lebih sedikit. Palem putri yang sudah cukup tua akan berbuah dan buah tersebut menjuntai seperti perhiasan, karena itulah mengapa tumbuhan tersebut dinamakan palem putri. Palem bismark, merupakan salah satu jenis palem hias yang sangat eksotik dan mewah. Palem ini memiliki daun lebar membentuk kipas dan berwarna unik yakni hijau dan putih sehingga terlihat seperti perak. “Palem bismark sangat cocok menjadi koleksi di taman rumah Anda,” ujar perempuan Asal Malang tersebut sembari menunjuk palem bismark di kebunnya yang dihargai Rp 5juta. Masih banyak jenis palem hias lain, seperti palem botol, palem kipas, dan palem sadeng yang bisa menjadi koleksi di halaman rumah atau kantor Anda. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

(ngurahbudi@cybertokoh.com)

Mendongeng Lima Menit

PULAU TIADA KEMATIAN

Tuan Kemaruk sejak lahir hidup sangat berbahagia. Ayahnya terkenal karena kekayaannya yang luar biasa. Orang kaya itu mempunyai lima puluh orang pembantu, lima puluh orang penggarap tanah, dan seratus orang Made Taro karyawan perusahaan. Anak satu-satunya, Tuan Kemaruk, sangat disayangi dan dimanjakan. Segala keperluannya terpenuhi. Tinggal membilang, lalu pembantunya segera menyampaikan keinginannya kepada sang ayah. Walaupun bergelimang kesenangan, Tuan Kemaruk sering termenung dan berpikir keras. Yang dipikirkannya adalah, apa gunanya hidup mewah, kalau setiap orang harus mati. Lebih-lebih setelah ayahnya meninggal, ia selalu gelisah dan tak puas tinggal di rumah mewah itu. “Mengapa manusia harus mati, Tuan Dukun?” katanya pada suatu hari kepada orang pintar. “Manusia tidak lepas dari kuasa Tuhan,” jawab Tuan Dukun. Sudah seratus dukun ia tanyai. Jawabannya itu-itu saja! Ketika ia bertanya kepada dukun yang ke 101, ia mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan. “Sebetulnya ada sebuah pulau, di mana setiap orang tidak bisa mati,” kata dukun itu meyakinkan. “Letaknya sangat jauh di sebelah selatan. Untuk mencapai pulau itu, seseorang harus menyeberangi lima puluh lima pulau dan memerlukan waktu berbulan-bulan.” Sungguh senang Tuan Kemaruk! Ia pun segera menyiapkan sebuah kapal besar dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Kemudian ia berlayar menuju pulau tiada kematian. Singkat cerita, setelah menghabiskan waktu berbu-

lan-bulan, ia pun sampai di pulau itu. Aneh! Orang-orang tampak sehat, bergembira ria, ngobrol sepanjang hari. Ketika merasa lapar, ia bertanya kepada orang-orang yang berkerumun itu. “Di mana ada restoran?” Orangorang itu menertawai pertanyaan yang dianggapnya aneh. “Ini pulau tiada kematian, wahai orang baru!” Kemudian orang-orang itu turun ke jalan, makan rumput dan sampah, lalu mengambil air serokan untuk diminum. Katanya lagi, “Ini pulau tiada kematian!” Tuan Kemaruk mulai sadar, bahwa di pulau tiada kematian itu, orang tak perlu bekerja, tak perlu uang, tak perlu makanan sehat dan enak, tak perlu tempat tidur yang nyaman. Di pulau itu orang tak pernah kena penyakit. Apa guna penyakit, kalau tak ada orang yang harus mati? Semula Tuan Kemaruk menikmati hidup serba gampang dan menyenangkan. Ia puas dengan kebahagiaan dan senang hidup tanpa kematian. Namun, entah berapa lama ia menjalani hidup seperti itu, lambatlaun ia merasa jemu dan kehilangan semangat hidup. Ia terkenang kehidupan suka-duka di masa lampau. Maka ia memutuskan untuk kembali ke pulau tempat kelahirannya. Syahdan, ketika Tuan Kemaruk mendaratkan kakinya di pulau asal kelahirannya itu, ia merasa lunglai, kurus dan tidak bertenaga. Untunglah seorang pemuda memberinya tongkat, lalu memapahnya ke rumah asalnya. Di sepanjang jalan ia terheran-heran melihat keadaan yang sangat asing baginya. “Tahun berapa sekarang, Nak?” katanya kepada pemuda yang memapahnya. “Tahun 2316, bulan Juni, tanggal 15,” jawab pemuda itu. Orang usia lanjut dan tua bangka yang bernama Tuan Kemaruk itu tiba-tiba jatuh terjerembab. Ia baru sadar bahwa usianya sudah melebihi 300 tahun. Pemuda yang memapahnya berusaha membangunkannya. Sia-sia.

Sudut Pandang

Ikuti Tren jika Cocok dan Nyaman

Berbagai hal bisa menjadi tren dan bisa diikuti siapa saja. Terutama di dunia fashion style. Beberapa tahun lalu sempat booming tren dengan rambut sambung atau istilah kerennya hair extention. Yang membuat anak-anak muda bahkan kalangan ibu-ibu tertarik dengan hair extension ini karena ingin merubah penampilan gaya rambut mereka yang bisa dengan instan menjadi panjang. Tren tak mengenal usia atau pun profesi. Hal ini pula yang dialami Ayu Wahyuniyati, S. Pd. Guru Bahasa Inggris di SMAN 7 Denpasar ini pun mengaku sempat mengikuti tren tersebut. Namun sebagai pendidik (guru), tentunya ada berbagai pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu. “Tiga tahun lalu saya sempat ikut tren hair extension. Dengan berpikir cukup lama sebelumnya, mempertimbangan cocok atau tidak, karena bagaimana pun saya sebagai seorang pendidik tidak bisa mengikuti

semua tren, apalagi yang tidak cocok dengan dunia saya,” ujar perempuan yang akrab disapa Ayu ini. Kemudian, ketika ia mencoba ternyata banyak respons yang didapat baik dari teman, keluarga dan yang pasti dari murid-muridnya. “Walau banyak yang berpendapat bahwa saya anggun dengan model hair extention, namun lama-kelamaan saya merasa mulai bosan karena selain perlu perawatan ekstra juga tidak praktis,” ungkap Ayu tersenyum. Ia pun memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi, dan secara berangsur tren itu juga hilang dengan sendirinya. “Koleksi hair extention yang saya punya sampai sekarang masih tersimpan rapi, karena seperti halnya dunia fashion busana yang akan berputar, kemungkinan tren hair extension akan meramaikan dunia fashion lagi,” ucapanya. Karena itu, Ayu berpendapat bahwa apapun tren yang sedang berlangsung

saat ini selama bisa disesuaikan dengan kondisi kita dan benar-benar membuat kita nyaman tidak ada salahnya diikuti. “Jangan memaksakan diri untuk mengikuti tren jika kita tidak merasa cocok atau nyaman,” ingatnya. Demikian halnya dalam proses belajar mengajar, sebisanya Ayu mengikuti tren yang berkembang atau yang sedang digandrungi anak-anak muda seusia anak-anak didiknya. Dua tahun silam ia pernah menugaskan anak-anak didiknya untuk membuat short movie tentang pengalaman liburan dan juga membuat drama dengan cerita masa lampau, seperti kisah Cinderella tapi dengan selipan jargon-jargon yang lagi hits dan ending (ending Cinderella happy) yang tidak bisa ditebak penonton. Ayu mengupkapkan saat itu materi pelajaran Bahasa Inggris yang diampunya masuk ke narrative text. “Kalau hanya sekadar menjelaskan apa itu narrative

Ayu Wahyuniyati, S. Pd. pasti anak-anak bosan, walau teori itu penting juga untuk dikuasai. Kemudian saat masuk di bagian story telling (menceritakan kembali sebuah crita), saya punya ide untuk mengemasnya dalam bentuk drama . Lalu judul-judulnya cerita dalam buku, seperti Roro Jongrang,

Cinderella, Jaka Tarub dan beberapa cerita lain,” paparnya. Alhasil, anak-anak antusias sekali. Mereka kemudian membuat naskah cerita lengkap dengan dialog-dialognya dengan seting kekinian. Jadi semisal Jaka Tarub yang dalam cerita zaman dulu berjalan kaki, tapi untuk drama ini Jaka Tarub disponsori sebuah merek sepeda motor, lengkap dengan jargon dan musiknya . Jadilah style Jaka Tarub masa kini. “Naskah-nahkah itu mereka boleh browsing cerita aslinya yang hanya sebagai patokan saja,” jelasnya. Juga dalam cerita Cinderella yang dalam drama kekinian menjadi Cinderello karena diperankan laki-laki. Endingnya, pangeran yang walaupun sudah tahu bahwa Cinderella itu adalah ladyboy tapi ia tetap memilih menjadi permaisurinya karena sang pangeran ternyata guy. “Tapi itu bukan untuk ditiru ya. Pokoknya waktu itu jadi seru-seruan. Ide-ide kreatif mereka keluar untuk merombak cerita menjadi kekinian,” tutur Ayu antusias. (inten.indrawati@cybertokoh.com)


16

Edukasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Layanan internet dan data digital terbukti mampu menyuguhkan manfaat yang besar untuk meningkatkan produktivitas di berbagai bidang kehidupan. XL sebagai operator seluler di Indonesia memandang layanan internet cepat harus dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia seluas-luasnya, agar dapat ikut membantu mening­ katkan kualitas hidup. Karena itu, XL mengambil inisiatif untuk menginisiasi program “1.000 Sekolah Broadband” di seluruh Indonesia sebagai salah satu kontribusi nyata XL turut serta mewujudkan visi 1 miliar konektivitas internet oleh Industri Telekomunikasi Nasional di masa depan.

G

M Sales Operation XL Bali Nusra Hiasinta H. Paembonan mengatakan, mobile broadband ini merupakan salah satu solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk bisa segera mengadopsi dan memanfaatkan layanan internet cepat. “Teknologi digital semakin dalam mempengaruhi kehidupan seharihari kita. Dinamikanya sangat cepat dan tak terbendung. Pilihan terbaik adalah menyesuaikan diri dan memanfaatkannya. Nah, mobile broadband dan program “Melek Internet” akan memberikan solusi agar masyarakat

Anak Sekolah dan Internet

Paling Cepat Terpengaruh dan Beradaptasi bisa segera memperolah akses ke internet cepat dan sekaligus bisa memanfaatkan layanan digital untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka. Program “Menuju 1.000 Sekolah Broadband” untuk diimplementasikan di seluruh wilayah Tanah Air hingga akhir 2017,” jelas Hiasinta saat aca­ra penyerahan bantuan laptop kepada SMK Pariwisata Dalung (Prada), Selasa (8/11). Perempuan akrab disapa Sinta ini menambahkan, XL membantu pengadaan fasilitas mobile broadband kepada masyarakat melalui sekolah-sekolah dengan harapan dapat sekaligus mendukung upaya menanamkan kesadaran kepada siswa sejak usia dini untuk memanfaatkan layanan internet bagi tujuan positif. Untuk memastikan program penyediaan fasilitas akses internet cepat ini bisa maksimal dan efektif, XL menyertainya de­ ngan program pendampingan dan pelatihan “Melek Internet”. “Edukasi melalui anak sekolah akan dinilai tepat karena mereka akan menjadi pihak yang paling terpengaruh oleh terpaan teknologi

digital, sekaligus memiliki adaptasi dengan teknologi yang lebih baik. Pengetahuan positif mereka mengenai manfaat internet cepat diharapkan akan bisa menjadi bekal mereka, juga sekaligus bisa dibagikan ke masyarakat sekeli­ lingnya,” ungkapnya. Materi pelatihan yang diberikan terdiri dari empat hal. Pertama, pengetahuan tentang media digital, manajemen reputasi dan jati diri lewat penggunaan media sosial yang inspiratif. Kedua, pengetahuan tentang pemanfaatan media digital untuk pembelajaran, memanfaatkan teknologi internet untuk memperkuat kapasitas diri dan organisasi de­ ngan menciptakan iklim digital di sekolah, nilai kepemimpinan. Ketiga, pengetahuan tentang sistem informasi, yaitu bagaimana me­ ngelola informasi dengan lebih efektif. Keempat, pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi, yaitu memberi contoh penggunaan internet untuk aplikasi, dan mengadopsi aplikasi untuk meningkatkan kapasitas mereka. Kepala SMK Prada Drs. Ketut

Hiasinta H. Paembonan bersama Drs. Ketut Maliarsa

Maliarsa menyambut gembira kerjasama yang dijalin sekolah yang ia pimpin dengan XL. “Berkembangnya potensi didik, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri merupakan tujuan pendidikan nasional. Kemajuan teknologi harus diakomodir. Karena itu, kami di SMK Prada sudah berbasis online,”

ungkapnya. Ia juga menegaskan kepada siswa agar tidak ketinggalan dalam hal informasi dan teknologi. Siswa harus ada di barisan depan dan harus melek internet. Satu pesan khususnya, gunakan untuk hal positif dan bermanfaat.

Peluang Usaha Menarik di Bidang Pendidikan

KUMON adalah sistem franchise dengan sejarah yang panjang sejak tahun 1950 dan sampai dengan saat ini sudah tersebar di 47 negara di selu­ ruh dunia. Pemilik franchise KUMON (pembimbing kumon)

adalah orang-orang yang mau belajar dari siswa dan terjun langsung membimbing anakanak di kelas. Pembimbing KU­ MON berkomitmen mendorong anak-anak memiliki life skill yang memungkinkan mereka

menjalani hidup dengan senang dan mengembangkannya sampai maksimal, memiliki impian dan tujuan serta bersemangat men­ coba hal-hal baru. Program belajar KUMON terdiri dari program Matema­

Setelah mendulang kesuksesan di album pertama, kali ini Motifora membawa kabar gembira untuk penggemar lagu Bali khususnya untuk sahabat Motifasi. Keberhasilan album pertama yang bertajuk “Hitam Putih” membawa semangat bagi para personilnya untuk terus berkarya. Dalam waktu dekat rencananya band yang berasal dari Desa Munduk Buleleng ini akan meluncurkan album kedua yang berjudul “Sang Dewi”.

E

mpat single yang telah resmi dirilis di album kedua di antaranya “Sang Dewi”, “Jangan Tangisi (Perbedaan)”, “Mabesik”, dan “Sukla”. Salah satu single yang diberi judul sama dengan judul album adalah “Sang Dewi (Ngalain Gumi II)”. Lagu ini melanjutkan kisah cerita lagu Ngalain Gumi I. “Kalau lagu Ngalain Gumi I itu kisahnya, sedangkan Sang Dewi itu setelah kejadian pasangan itu berpisah,”

(ngurahbudi@cybertokoh.com)

Franchise Kumon

Pendidikan merupakan modal penting bagi perkem­ bangan setiap bangsa. Hal ini karena bangsa yang memper­ hatikan kualitas pendidikan adalah bangsa yang maju di segala bidang. Melihat begitu pentingnya pendidikan serta masih belum meratanya sa­ rana yang ada di Indonesia, maka usaha bidang pendidik­ an merupakan peluang yang bisa diambil bagi mereka yang memiliki keahlian dalam bi­ dang tersebut. Anda yang berminat mem­ buka usaha di bidang pen­ didikan tetapi belum memiliki sistem yang mendukung usaha tersebut dapat memilih sistem franchise (waralaba). Kelebihan utama sistem franchise ada­ lah tidak perlu mengenalkan brand dari awal karena brand tersebut sudah dikenal kon­ sumen sebelumnya. Kelebihan lain adalah adanya program pelatihan yang dibutuhkan agar pemilik franchise memiliki bekal untuk mengelola usaha secara mandiri.

Dara

tika dan Bahasa Inggris. Tujuan Metode KUMON adalah siswa mampu belajar di atas tingkatan kelas secara mandiri. Lembar kerja KUMON telah didesain sedemikian rupa sehingga me­ mungkinkan siswa memahami sendiri bagaimana menyelesai­ kan soalnya. Ketika memasuki topik baru diberikan contoh dan penjelasan yang mendorong siswa untuk mempelajarinya sendiri dan maju dengan ke­ mampuannya sendiri. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan ke­ pada Masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tau lebih banyak mengenai franchise kumon, daf­ tarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS!. Persyaratan utama adalah Wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, me­ nyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjutan dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-13145367; 0878-6099-5895.

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Motifora

Album Kedua Kaya Tema ungkap Tunick. Meskipun lagu “Sang Dewi” bukan menjadi single andalan di album kedua tetapi para personil berharap dapat mengulang kesuksesan

album pertama di album kedua. “Hawa “Ngalain Gumi” di album pertama itu masih sangat terasa, jadi kami manfaatkan di album kedua ini,” jelasnya.

Maksimalkan Ciri Khas Lokal dengan Desain Kekinian

Generasi muda saat ini bisa dikatakan punya lebih banyak keuntungan dalam berbisnis dari pada generasi sebelumnya, dengan tersedianya berbagai teknologi yang dapat digunakan sebagai sarana pendukung. Teknologi digital kini relatif mempermudah berjejaring dan melakukan pemasaran, hingga seharusnya tidak ada lagi halangan untuk memulai usaha sendiri. Namun, hal ini belum cukup kuat mendorong para generasi muda dalam negeri untuk berwirausaha. Data pemerintah tahun 2016 menunjukkan dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa, jumlah wirausahawan di Indonesia belum mencapai target idealnya sebesar 2%. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan, apakah yang ditakuti dan menjadi kendala bagi generasi muda untuk memulai bisnis sendiri. Salah satu program yang digarap Tri adalah Roadshow Festival #Ambisiku di tiga kota kreatif di Indonesia yaitu Yogyakarta, Makassar, dan Bandung pada 16 September hingga 9 Oktober 2016.

Acara ini menjadi tempat di mana berbagai ambisi anak muda dipertunjukkan, baik lewat talkshow dan workshop yang melibatkan banyak profesional muda yang telah sukses di berbagai bidang, panggung musik dan seni oleh artis lokal maupun nasional, serta bazar yang diisi oleh 150 merek local yang dimiliki oleh wirausahawan muda dari berbagai daerah dengan berbagai produk inovatif yang menarik. Dari tiga kota diselenggarakannya gelaran ini, Tri memperkenalkan 3 merek lokal paling favorit pilihan pengunjung yang hadir maupun yang memilih melalui media sosial. Para merek lokal favorit ini berkesempatan untuk dipromosikan di media promo luar ruang Tri di kota asal mereka. “Kami sangat bangga bisa menampilkan karya para anak muda kreatif Indonesia dalam parade #Ambisiku, merek lokal terbukti tidak kalah dengan merek global. Sebagian besar dari mereka memaksimalkan pengembangan material maupun ciri khas lokal dengan

menggabungkan desain dan fungsi yang sifatnya kekinian. Dengan pemasaran yang memanfaatkan kekuatan internet, produk-produk tersebut dapat diterima dengan baik oleh generasi muda Indonesia karena mampu menyesuaikan dengan selera mereka,” ujar Dolly Susanto, Chief Commercial Officer Tri Indonesia. Mekanisme pemilihan merek favorit dilakukan melalui vote di Facebook Tri Indonesia, vote dari para pengunjung dan mereka yang paling banyak dikunjungi pengunjung saat Parade #Ambisiku berlangsung. Ketiga merek lokal favorit tersebut adalah Papa.Tea dari Makassar, UniKraf dari Yogyakarta, dan NZStrap dari Bandung. PAPA.TEA Papa.Tea dirintis sejak Juni 2015 oleh pasangan suami istri muda, Ardiansyah (26) dan Farha (25) dengan modal awal Rp. 100.000 dan peralatan seadanya. Mereka memulai memasarkan produknya melalui keluarga, sahabat, dan media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Path. Tak jarang Papa. Tea juga mengikuti bazar kuliner dan berjualan di sekolah-sekolah. Komposisi minuman yang unik, tanpa bahan pengawet, dan terjangkau membuat Papa.Tea banyak diminati oleh semua kalangan. Berkat usahanya yang tak kenal menyerah, kini Papa.Tea sudah memiliki cabang di beberapa tempat di Makassar, serta franchise di Pare-pare, Mamuju, Sidrap & Samarinda. UNIKRAF Berinovasi dalam bidang kriya (craft) merupakan hal yang unik dari UniKraf,

Band yang digawangi oleh 4 personil di antaranya Tunick (vocal,guitar), Rheno (lead guitar), Eri (bass), dan Anna (drum) mengaku jika konsep bukan hanya membuat produk, namun UniKraf juga mengusung nilai-nilai Ethical Products, Fair Trade, dan EcoFriendly. Dirintis oleh sekelompok anak muda penuh ambisi, menurut Zaidil (23), salah satu founder-nya, UniKraf merupakan Co-Crafting Space, wadah berkarya dan berkolaborasi. UniKraf menghadirkan kembali budaya kriya penuh karsa dan bekerjasama dengan pengrajin lokal, khususnya di Yogyakarta. Sekelompok anak muda ini bukan hanya ingin menciptakan sesuatu yang dibutuhkan oleh pasar, namun juga ingin menciptakan pasar. UniKraf dipasarkan melalui media sosial, dan berbagai acara offline dan pameran. Yang menjadi ciri khas UniKraf adalah cara penyampaian konten dengan metode Storytelling dan menjaga curiosity pasar dengan cara tidak pernah menyebutkan harga di media sosialnya. Untuk mempertahankan eksistensi produk, Zaidil dan tim pun selalu melakukan riset terhadap topik yang sedang trending dan happening sehingga tepat guna membidik komunitas calon pasar. NZ STRAP Berangkat dari keinginan untuk memiliki kebebasan waktu, kebebasan finansial dan juga bisa membantu membuka lapangan kerja untuk orang banyak, Nauvan Maulana pria berumur 24 tahun ini berinovasi, membuat usaha di bidang aksesoris tali jam tangan. Menurutnya usaha di bidang ini memiliki peluang yang sangat besar, karena belum banyak penjual aksesoris serupa. Dimulai pada tahun 2012 dengan hanya menjual 12 stok barang, Nauvan memasarkan NZ Strap melalui forum-forum

9

yang ditawarkan di album kedua agak sedikit berbeda dari sebelumnya. “Jika album pertama komposisinya empat lagu Bali dan empat lagu Indonesia, maka album kedua lagu Bali lebih dimaksimalkan yaitu delapan berbanding satu,” jelasnya. Dari segi tema yang diambil tidak jauh berbeda yaitu masih seputar cinta. Selain tema cinta, Motifora juga menampilkan lagu bertemakan tentang sosial, agama dan kehidupan sehari-hari dengan musik yang agak ngebeat. “Di album kedua kami tampilkan lagu yang lebih kaya dengan tema,” tandasnya. Para personil juga mencoba hal baru dengan merilis single religi yang berjudul “Mabesik” dan “Tri Hita Karana”. “Kami tidak mau stuck dalam bermusik. Kami harus mencoba di luar kemampuan dengan cara belajar,” imbuhnya. Tantangan terberat dalam penggarapan album kedua ini bagi para personil Motifora band adalah mengimbangi kesuksesan album pertama. Jika dalam album pertama baru mencoba namun sudah bisa diterima dengan baik oleh pendengar, maka di album kedua mereka lebih berhati-hati dalam berkarya. “Persiapan lebih kami matangkan, biar tidak monoton dan nada-nada di album pertama tidak terbawa di album selanjutnya,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com) jual beli di internet. Seiring berjalannya waktu, Nauvan pun mulai melihat pentingnya media sosial untuk menjual produknya, ia pun membuat akun Instagram, Facebook, dan website untuk NZ Strap. Dengan mengikuti bazaar Festival #Ambisiku, menurutnya sangat mengakomodir anak muda untuk memamerkan usaha kreatifnya kepada masyarakat. Karena usaha-usaha kreatif yang berskala UKM masih sangat perlu dibantu terutama dalam hal promosi. Wujud dukungan Tri pada ketiga merek lokal terpilih tersebut dengan membantu memperluas jangkauan promosi melalui radio talkshow di beberapa radio di Indonesia, juga dipromosikan ke 56.6 juta pengguna Tri, dan akun sosial media Tri Indonesia. Selain itu, produk mereka juga akan ditampilkan dalam billboard di beberapa titik di tiga kota tersebut. Rangkaian kegiatan dari Festival #Ambisiku masih akan terus berlanjut. Dengan kampanye dan dukungan ini, Tri mengajak anak muda Indonesia untuk menumbuhkan semangat creativepreneur dan menjadi bagian dari generasi muda berambisi. (ngurahbudi@cybertokoh.com)


10

Ketika diumumkan sebagai Juara II pada Lomba Gong Kebyar Anak-anak pada Festival Seni Budaya (FSB) Badung 2016, para pendukung Sekaa Gong Anakanak Mekar Jaya langsung tersenyum. Senang dan tidak senang, puas dan tidak puas, mereka harus menerima kenyataan itu. “Juara adalah yang kesekian, yang terpenting adalah proses belajar dan memupuk rasa kebersamaan,” kata Wah Elang, anak yang bertugas sebagai tukang kendang itu.

D

Kreasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

alam FSB itu, Sekaa Gong Anakanak (SGA) Mekar Jaya Desa Adat Lambing, Desa Mekar Bhuana tampil sebagai duta Kecamatan Abiansemal. Mereka menampilkan tiga materi yaitu Tabuh Kreasi Pepanggulan “Tapa Wana” karya I Wayan Gede Arnawa, S.Sn, “Tari Manukrawa” ciptaan Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST MA (tari) dan alm. Wayan Berata (tabuh) serta Tabuh Kreasi “Purwa Pascima” juga karya alm. Wayan Berata. Penabuh setingkat SD dan SMP itu beraksi dengan seksi. Sebagai penabuh anak-anak, mereka tidak mau menampilkan gaya yang bukan miliknya sendiri. Artinya, tidak meniru panabuh dewasa atau gaya sekaa tabuh yang ada. Mereka memainkan gamelan sesuai dengan dunianya sendiri, sehingga tampil tanpa beban namun berkarakter. Mereka tampilkan gaya merupakan efek dari memainkan gamelan

SGA Mekar Jaya Lambing

Mengungkapkan Ekspresi Memunculkan Kreativitas

itu sendiri, bukan dibuat secara berlebihan. Demikian pula dengan gending-gending yang mereka sajikan. Para penata tabuh dan pembina, tampak cerdas dalam mengolah gending yang enak dimainkan oleh penabuh anak-anak. Walau demikian, bukan berarti meninggalkan pakem, teknik dan ugeruger dalam megamel itu tiada atau dihilangkan. Justru sebaliknya, penampilan SGA Mekar Jaya yang didukung sekitar 40 anak itu mengutamakan pakem, teknik serta uger-uger dalam megamel. Semua syarat itu mereka kuasai, seperti nyorot dan ngotek, sehingga aksi seniman cilik ini mengigit. Mereka memainkan gamelan sambil menari dengan ekspresi luar biasa. Sambil terenyum egar, mereka memainkan bilah-bilah gamelan dengan penuh kegembiraan. Permainan ritme, tempo serta mengedepankan teknik pukulan membuat penampilannya semakin manis dan terkesan lengut. Para penabuh mengedepankan rasa, sehingga terdengar merata. Apalagi didukung dengan penataan busana yang sangat manis, udeng ngenjik, kain dan saput meprada ngereneb, baju putih serta aksesoris menambah keindahan dalam penampilannya. Mereka tampil kompak dan maksimal, seperti halnya dalam latihan sehari-harinya. Maklum, SGA Mekar Jaya adalah sekaa sebunan, sehingga siap megamel secara utuh kapan dan dimanapun. Semua pendukungnya adalah satu banjar, sehingga memiliki jiwa dan rasa yang tak jauh berbeda. Kebersamaan bermain dalam

Style

Aneka Gaya

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Pilihan R

kesehariannya itu juga menjadi kebersamaan di atas pentas, sehingga suasana tak menjadi kaku. Hal itu juga merupakan sebuah kemenangan yang sesungguhnya. Karena, sebelum ataupun sesudah mengikuti festival, sekaa gong itu tetap bisa tampil bersama secara kompak. Beda dengan sekaa gong yang didukung dari penabuh bon (pinjaman). Ketika ngayah, lomba ataupun festival, kapan dan dimanapun pasti akan lebih mudah mengkordinirnya. I Gusti Made Lumbung, seniman tabuh asal Banjar Lambing yang juga selaku pembina mengatakan, sebelum mengikuti festival SGA Mekar Jaya sudah pernah mapetuk, tampil bareng bersama Sekaa Gong Dewasa Genta Gurnita Santi dan pentas bersama Sekaa Gong SMK Negeri 5 Denpasar. Namun, sebelum itu mereka selalu ngayah sebagai bentuk

syukur karena sudah mendapat kesempatan ikut melestarikan seni budaya Bali. “Kegiatan ini untuk menumbuhkan mental dan kemampuan dalam megamel,” ucapnya. SGW Mekar Jaya berdiri sejak 2015 yang berawal dari Pasraman Kilat di Desa Adat Lambing. Anak-anak setingkat SD dilatih memainkan gamelan secara terjadwal yaitu setiap 3 kali dalam seminggu. Tak hanya, memainkan gamelan gong kebyar, tetapi juga memainkan gamelan gender wayang dan jenis gamelan tradisional lainnya. Bahkan, diantara mereka ada yang sudah berkalikali yang tampil dalam Pesta Kesenian Bali pada Parade Dalang Anak-anak sebagai penabuhnya. Menurutnya, tampil dalam festival bukanlah sebagai puncak, melainkan sebagai sebuah proses pembelajaran. Sebab, memainkan

gamelan tradisional Bali, tak hanya sekadar menjalankan hobi, mengasah keterampilan dan bentuk pelestarian seni, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran budi pekerti. “Manfaatnya lebih, karena dapat menyeimbangkan otak kanan dan kiri serta membangkitkan kecerdasan emosional (EQ) anak,” jelas Lumbung. Dalam memainkan gamelan, anak akan secara bebas bisa mengungkapkan ekspresinya sehingga memunculkan kreativitas. “Mereka melakukan dengan senang dan tanpa beban, sehingga mampu membangkitkan kreativitasnya. Komunikasi antara anak dan pelatih dan masyarakat selalu ada dalam mencapai tujuan,” imbuhnya. Selain I Gusti Made Lumbung, sekaa gong ini juga dibina I Wayan Gede Arnawa, S.Sn dan I Wayan Muliyadi, S.Sn. Darsana

ancangan para desainer ini terinspirasi alam dan beragam peristiwa di kehidupan ini. Dengan konsep masingmasing , setiap desainer berhasil menghadirkan potensi keindahan dan keunikannya. Seperti Brian Bela, inspirasinya dari mahluk laut di daerah tropis, yakni ubur-ubur bulan. Spesies misterius ini dengan tampilan cantik , tembus pandang dan gerakan gemulai ini menggoda dijadikan tema.”Aurelia Aureta” Karya bersiluet A dan X serta warna monochrome mrnjadi busana dengan tampilan misterius , sexy dan modern. Kemudian ada tema “Young Love”, dari Niken Rachel, yang mengangkat style tahun 70an. Menariknyan ia menerapkan teknik digital printing dengan proses sublimasdi pada kain polyester. Berikutnya, Yuli Anggreni meng­ angkat filosofi gelombang. Khusus untuk ko­leksinya ini ia lebih berfokus pada keindahannya. Dengan skema warna biru, hijau, dan putih, disertai perpaduan bahan tradisional, koleksinya ini diperuntukkan bagi wanita

karier yang percaya diri dan mapan secara finansial. Begitu juga dengan Ayudya dengan Fiddlehrad Fern, Qorina Qontrunada mengangkat tema The Harmony of Nature serta Yuni Lestari dengan Wonder Mold. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

15

Angelica Wu ­Fashion Design Course hingga kini cukup banyak melahirkan fashion ­desainer yang ­berbakat di Bali. Karya-karya mereka bukan hanya menarik tapi juga membanggakan. Berikut rancangan dari Ayudya, Yuli Anggreni, Qorina Qotrunada, Yuni Lestari, Bela ­Brian, dan Niken Rachel.


14

Jelita

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Bibir merupakan salah satu poin utama wajah, yang ikut membingkai pesona cantikan seseorang. Dengan perawatan dan polesan yang baik, bibir akan terlihat merona dan senyu­ man pun semakin memikat.

Mengenal

Serba-serbi Lipstik

L

ipstik adalah salah satu kosmetik tata rias yang paling popular. Namun, sudahkah kita tahu jenis dan bagimana memilih dan memakainya. Sebab, kesalahan pemilihan warna dan kekurangcermatan memilih dan memoleskan malah menjadikan wajah tidak menarik atau pucat. Karena lipstik cukup berpengaruh pada hasil akhir sebuah penampilan, maka akan lebih baik jika kita mencari tahu segala sesuatunya tentang lipstik. Menurut Tatik , seorang make up artis, ketika bicara warna, meski banyak yang memilih sesuai warna kesukaannya.Namun , ada beberpa hal yang perlu diperhatikan. Lbebih baik lihat secara detik pensil alis, warna mata, mascara, tone kulit, warna rambut juga warna bibir. Ketika warna yang dipilih sesuai maka hasilnya akan berpengaruh baik pada penampilan. Secara umum warna gelap akan membuat kesan bibir lebih tips sebaliknya warna cerah akan membuat bibir terkesan lebih berisi .Warna lip liner sebaiknya sedikit lebih gelap tapi masih sesuai dengan warna lipstiknya. Jika warna kulit cenderung gelap maka itu berarti pilihan warna lipstik yang cocok lebih banyak. Misalnya warna plum, coklat, merah, pastel dan oranye semuanya cocok untuk kulit gelap. Namun, katanya hindari menggunakan warna yang cerah seperti pink, oranye terang dan merah terang. Bagi pemilik warna kulit sedang bebas memoleskan semua tipe warna merah akan cocok atau serasi begitu juga warna coklat, berry, merah dan pink. Sedangkan, mereka yang kulitnya yang cerah dan cenderung pucat, maka pilih warna pink terang atau coral. Hindari merah dengan campuran oranye terutama pink menyala. Berikutnya Tatik juga memberikan ifo mengenai jenis lipstik berdasarkan efeknya. Mulai dari lipstik moisturizer , lipstik yang bagus untuk bibir kering sebab lipstik ini menjaga kelembaban dan kelembutan kulit bibir. Lipstik satin and sheer, selain melembabkan juga memberi nutrisi untuk kulit bibir, karena ada kandungan minyak alami. Warnanya lebih gelap sebelum dioles (untuk hasil yang baik oleskan beberpa kali).

Selanjutnya lipstik matte, adalah lipstik yang cocok bagi perempuan penyuka warna-warni dan corak yang menarik. Hasil riasan dari lisptik matte ini terlihat tidak mengkilap dan memberi kesan tipis dan kelihatan lebih muda dan halus. Lipstik matte cenderung bertahan lebih lama dibanding yang mengkilat. Ada juga lipstick krim, yang cocok untuk bibir berukuran lebih kecil. Lipstik ini tidak terlalu mengkilat, dan sifatnya melindungi kulit. Dan, lip gloss lipstik menjasdi pilihan pas bagi bibir yang tipis. Sebab, efek kilaunya memberi kesan lebih tebal. Lip gloss juga baik bagi bibir kering fungsi menjaga kelembaban bibir. Bagi penggemar warna terang.jika tampil disiang hari ada baiknya warnanya di dilapisi p dengan matte . Sedangkan untuk malam hari, lebih bebas untuk mengenakan warna lipstik yang lebih tebal dan glossy. Penting Memilih Warna yang Tepat Dalam pemakaiannya , lanjut Tatik ada juga tips lainnya yakni sebelum lisptik, oleskan foundation agar lebih mengeluarkan efek warna. Penggunaan foundation atau lip balm ini juga membantu mencegah bibir kering serta menutupi garis celah vertikal pada bibir. Sedangkan untuk memperjelas garis bibir gunakan kuas bibir. Selain itu, ada yang suka memakai jari. Namun masih lebih banyak perempuan yang

langsung memakai lipstik langsung dari tubenya. Bagi Tatik , semuanya tidak masalah dengan catatan warna yang dipilih sesuai, maka pemakainya akan tampil menawan. Terkait pemakian kuasa kuas bibir, Tatik menyampaikan kalau ada beberapa orang yang lebih suka mengoleskan lip liner dahulu, karena menurut mereka garis naturalnya tidak akan Nampak. Uniknya, justru

tampilan bibir terkesan nantural ketika kita mengoleskan lip liner setelah lipstik. Yang harus diingat, lanjutnya warna lip liner hendaknya tepat, agak lebih gelap dan sesuai dengan lipstik agar hasilnya bagus Lipstik yang berbentuk itu bagus dan bukan sebaliknya menjadi eksploisasi bibir yang tidak pas. Berikutnya Tatik mengingatkan kembali tentang bagaimana memilih tkh/net warna lipstik yang cocok dan sesuai dengan warna kulit. Mulai dari pemilik kulit yang sering disebut sempurna, yakni kulit putih, dapat mengenakan warna lembut seperti pink pucat, warna merah strawberry, dan merah anggur. Namun pada dasarnya untuk kulit putih lebohb bebas menggunakan warna apa saja. Mereka yang kulitnya kuning langsat , ada baiknya memilih lipstik warna yang sesuai diantaranya

Bugar

(sri.ardhini@cybertokoh.com)

11

Mengantisipasi Infeksi Virus Zika Vaksin Belum Ditemukan, Deteksi Dini Jadi Solusi

Tatik

warna nude atau beige dan coklat. Kemudian unutuk kulit sawo matang dan gelap guinakan lipstik warna ungu muda, burgundy, berries, plum, dan sheer red. Sebelum memoleskan lipstik pastikan dahulu bibir sudah bersih. Begitu juga setelah menggunakan lipstik bibir kembali dibersihkan dengan eye make up remover. Sebelum tidur, berilah pelembab pada bibir. Jangan pernah mencabut kulit bibir yang kering, tapi pijat dengan lembut. Tatik juga mengingatkan untuk kita tidak pernah mengoleskan tester lipstik ke Bibir, sebab sangat tidak higienis. Kita bisa menggunakan ujung jari,karena itu yang paling mendekati warna bibir alami dibandingkan mengoleskan di punggung tangan. Semoga bermanfaat.

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Dr. Emelyana Permatasari, Sp.A, MPH,

Dalam dua tahun terakhir, virus zika telah menjadi wabah baru yang menimbul­ kan kekhawatiran di seluruh dunia. Virus zika pertama kali ditemukan di Uganda, Afrika pada tahun 1947. Puncak dari wabah virus zika ini terjadi di Amerika Ten­ gah dan Amerika Selat­ an pada tahun 2015 silam. Brazil merupa­ kan negara yang paling mengalami dampak buruk dari wabah zika ini. Tak heran, wabah virus zika terus meng­ hantui masyarakat dunia selama berta­ hun-tahun.

P

ada tahun 2016 ini, infeksi virus zika juga ditemukan di Singapura, beberapa negara di kepulauan Pasifik seperti Fiji, Samoa, Mikronesia, dan Tonga, serta Cape Verde di Afrika Barat. Di era globalisasi ini, penyebaran wabah virus zika ke Indonesia sangat memungkinkan. Bahkan, kasus virus zika yang menimpa warga Indonesia sudah terjadi. Kewaspadaan terhadap ancaman virus ini pun patut menjadi perhatian serius semua pihak terkait, terutama masyarakat sendiri. Jalur utama penularan virus zika adalah melalui gigitan nyamuk Aedes, jenis nyamuk yang menularkan virus demam berdarah dan chikungunya. Sayangnya, nyamuk ini banyak sekali ditemukan di Indonesia. Wanita hamil yang terinfeksi

zika dapat menyebarkan virus ke janin saat dalam kandungan maupun saat kelahiran. Zika juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Gejala penyakit zika tidaklah spesifik. Setelah meng­ alami masa tunas selama dua sampai 14 hari, hanya satu dari 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Umumnya gejala infeksi virus zika adalah demam, mual dan muntah, nyeri di otot dan persendian, ruam di kulit, dan kemerahan di mata. Infeksi virus zika juga dapat menyebabkan gangguan saraf tepi. Kematian karena virus

zika sangat jarang ditemukan. Infeksi virus zika pada wanita hamil dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin berupa mengecilnya ukuran kepala, kelainan struktur otak dan gangguan pendengaran Pemeriksaan penunjang yang praktis untuk men­deteksi virus zika masih belum ditemukan. Infeksi virus zika dapat diketahui melalui pemeriksaan rantai protein virus, yang saat ini hanya dapat dilakukan di Balitbangkes Kementrian Kesehat­a n dan lembaga biomolekuler Eijkman. Umum­ nya virus zika terdeteksi di darah dalam waktu tujuh hari

pertama sejak timbulnya gejala. Saat ini belum ada vaksin maupun obat untuk zika, sehingga pencegahan gigitan nyamuk dan deteksi dini infeksi zika dan kelainan bawaan pada bayi merupakan hal yang utama. “Pencegahan utama virus zika adalah penghindaran terhadap gigitan nyamuk serta pembasmian nyamuk berikut tempat berkembangbiaknya,” ungkap Dr. Emelyana Permatasari, Sp.A, MPH, salah satu dokter spesialis pada RS Siloam Bali. Wanita hamil sebaiknya menghindari bepergian ke

daerah yang terjangkit virus Zika dan harus memeriksakan kehamilannya secara teratur. Bayi yang lahir dari ibu meng­ alami gejala zika maupun ibu yang tidak mengalami sakit selama hamil, memerlukan deteksi dini adanya kelainan bawaan otak, gangguan pendengaran, serta gangguan tumbuh kembang. Pemantauan tumbuh kembang temasuk pengukuran lingkar kepala sebaiknya dilakukan tiap bulan sampai bayi berusia 1 tahun. Dengan demikian dampak zika terhadap tumbuh kembang anak dapat dideteksi secara dini dan diminimalkan.


12

Kuliner

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Sensasi Chicken Cordon Bleu Pure of Potato Soup Bahan: 50 gr : mentega 100 gr : bawang bombay 100 gr : daun prei bagian putihnya saja 1 kg : kentang 2,5 liter : kaldu ayam Krim secukupnya Garam dan merica secukupnya Pala bubuk secukupnya French bread sebagai penemannya

Cara membuat: - Panaskan mentega, tumis bawang bombay, prei, dan kentang. Kemudian tambahkan kaldu ayam, garam, merica, dan pala bubuk secukupnya. Angkat dan diblender sampai halus. - Kemudian masak lagi sampai sup mendidih. Angkat dan sajikan sup dalam mangkuk sup. - Beri krim di atas sup, dan sajikan bersama potongan french bread.

Mahasiswa semester I Jurusan tata Boga, STPBI

Caesar Salad merupakan salah satu jenis salad yang klasik sangat terkenal. Berbahan baku dari daun selada kaya serat yang bermanfaat bagi kita yang sedang diet. Taburan roti yang digoreng atau crouton-nya memberi akses renyah. Pure of Potato Soup merupakan sup dengan bahan baku kentang. Rasanya sangat nikmat dipadukan dengan krim dan irisan French Bread. Chicken Cordon Bleu, masakan western yang sangat familiar bagi lidah orang Indonesia. Menu ini berupa fillet dada ayam tanpa tulang yang yang digulung dan diberi ham dan keju. Saat dipotong akan terlihat ada lapisan ham dan keju di dalamnya. Rasanya sangat enak sekali. Tiga makanan spesial di bawah ini kreasi dari mahasiswa semester I Jurusan tata Boga, STPBI. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Caesar Salad

Bahan: 600 gr : daun selada 100 gr : bawang putih yang dihancurkan 200 ml : minyak sayur 3 buah : bawang putih 10 gr : merica hitam yang sudah dihancurkan 1 sdt : garam 1 buah : jeruk lemon 3 butir : kuning telur 60 gr : keju Worcestershire sauce secukupnya

dada ayam ham keju telur ayam tepung terigu

K

ali ini kita akan belajar membuat roti untuk sarapan dan kue cokelat untuk makanan penutup. Ternyata membuat kue cokelat tidaklah begitu sulit. Kue cokelat bisa kita jadikan hadiah atau antaran kepada teman dan keluarga. Dengan cokelat yang sudah dilelehkan, kita juga bisa melakukan banyak kreasi. Misalnya, membuat dekorasi cokelat di

piring atau membuat hiasan di kue. Namun, harus diingat cokelat leleh ini mudah mengeras di ruangan yang suhunya panas, jadi sebaiknya Anda melakukannya di ruangan yang dingin. Semakin kita sering berlatih, semakin terampil tangan kita membuat hiasan dari cokelat leleh. Berikut adalah kreasi mahasiswa semester I, Jurusan Tata Boga STPBI. Selamat mencoba. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Chocolate Cake Bahan: 1 buah 150 gr 50 gr 50 gr 20 ml 30 ml 300 gr

: : : :

sponge cake pastry cream whipped cream kacang mete yang sudah disangrai dan dicincang : sirup gula : rhum : cokelat batangan yang sudah dilelehkan

cream, cincangan kacang mete, cokelat, dalam mangkuk. Aduk rata. - Lapisi sponge cake dengan campuran krim tadi sampai rata. - Kemudian tumpuk dengan

Clover Roll Bahan: 1 kg 20 gr 60 gr 50 ml 25 gr 15 gr

: tepung terigu : yeast (bahan pengembang) : gula : minyak selada : mentega : garam

cake yang lagi satu. Bagian atas sponge cake diberi rhum dan sirup gula. Beri kue campuran krim sampai rata. Terakhir, siram kue dengan cokelat yang sudah dilelehkan. - Masukkan kue ke dalam almari pendingin agar beku. - Potong kue menjadi 12 bagian, dam hias kue sesuai selera.

250 gr : tepung roti 300 ml : minyak sayur Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Belah dada ayam, beri ham dan keju. Beri bumbu garam dan merica. - Kocok telur dan masukkan dada ayam tadi ke dalamnya. - Beri dada ayam tepung terigu sampai rata. - Terakhir masukkan dada ayam ke dalam tepung roti sampai seluruh dada ayam ditutupi tepung. - Goreng dada ayam sampai berwarna kuning kecokelatan. Sajikan bersama sayuran dan kentang, dan ayam diberi saus.

2 butir : telur ayam 500 ml : air Cara membuat: - Semua bahan dicampur jadi satu kecuali garam. Masukkan ke mesin mixer. Setelah tercampur rata, diamkan selama 20 menit.

Sponge Cake Bahan: 18 butir : telur ayam 450 gr : gula pasir 250 gr : mentega yang dilelehkan 450 gr : tepung terigu yang lembut 125 gr : tepung terigu yang kuat 25 gr : tepung maizena

Cara membuat: - Sponge cake dibelah tengahnya. Beri sponge, rhum dan sirup gula. - Campur pastry cream, whipped

- Giling adonan dan bagi masingmaasing 50 gram. - Adonan dipipihkan kemudian dicetak dan dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk bunga. Biarkan adonan mengembang selama 15 menit. Beri olesan kuning telur. Panggang roti sampai kuning kecokelatan.

Cara membuat: - Telur dikocok bersama gula sampai mengembang. - Campur ketiga tepung kemudian masukkan ke adonan. Beri mentega cair. - Aduk rata. Siap dioven dengan suhu 180 derajat celcius. - Setelah matang, angkat dan dinginkan.

Soto Betawi Iwan Sunito Luncurkan Biografi “Without Borders” untuk Indonesia

Chicken Cordon Bleu

13

Belajar Membuat Roti dan Kue Cokelat

jangan sampai pecah, beri minyak sampai mendapatkan tekstur saus yang diinginkan. - Letakkan daun selada di dalam piring, kemudian beri saus dan hiasan roti tawar yang digoreng kering. Siap sajikan.

Cara membuat: - Campur minyak dan bawang putih selama 1 jam. Biarkan. - Daun selada dibersihkan dan dipotongpotong, beri perasan air jeruk lemon. Kemudian ambil minyak yang sudah bercampur bawang putih, siram ke daun selada. - Kuning telur, garam, worcestershire sauce, diaduk rata. Pelan-pelan diaduk

Bahan: 100 gr : 10 lembar : 10 lembar : 4 butir : 200 gr :

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Iwan Sunito, pemenang penghargaan Australian Property Person of The Year 2015, meluncurkan buku biografinya, Without Borders, di Sanur, Jumat (18/11). Buku yang ditulis Teguh Sri Pambudi ini, menceritakan perjuangan hidup seorang anak manusia yang berawal dari keterpurukan kemudian menjelma menjadi salah seorang sosok yang berhasil di industri properti Australia. “Banyak hal yang sudah terlupakan namun akhirnya hidup kembali dari tulisan salah satu sahabat saya, Teguh Sri Pambudi. Saya menyebutnya sebagai kamus berjalan untuk hidup saya,” kata Iwan Sunito di depan awak media dari Bali dan Jawa Timur. Menurut Teguh Sri Pambudi, dari rancangan awal kisah yang ditulis, sesi wawancara dengan banyak narasumber di sejumlah tempat di Jakarta, Surabaya, pangkalan Bun, hingga Sydney Australia, memerlukan waktu tiga tahun. “Iwan Sunito adalah bukti paduan intuitif, keluasan imajinasi, dan kegigihan dalam roda kehidupan adalah sebuah formula yang tepat dalam mencapai sebuah tujuan. Buku ini juga mendorong pemahaman bahwa kehidupan bukanlah sekadar kehidupan, namun, bagian dari sesuatu yang lebih luas,” kata Teguh. Iwan Sunito memilih Bali khususnya Denpasar sebagai tempat peluncuran bukunya, karena merupakan lokasi historis dimana dia mendapatkan titik balik dalam kehidupannya. “Seperti mengalami sebuah flash back di layar lebar atas semua peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan saya dan itulah sebabnya saya memilih Denpasar Bali sebagai lokasi peluncurkan buku Wihout Borders ini,” kata Iwan Sunito. Iwan Sunito menambahkan, ia bersyukur bisa mewujudkan salah satu mimpinya untuk berbagi kisah kehidupannya untuk bangsa dan tanah air Indonesia. Ia juga menegaskan, buku ini tidak mungkin terwujud tanpa kehadiran sosok Wandi S Brata yang sejak awal

meyakinkan dirinya untuk meluncurkan buku biografinya tersebut. Dalam bagian akhir buku Without Borders, banyak pengamat memberikan penilaian terhadap Iwan Sunito. Dino Patti Djalal, Mantan Duta Besar RI untuk AS menilai, Iwan Sunito sosok diaspora yang membanggakan. Dia bisa menjadi role model bagi anak muda Indonesia yang ingin berkarya di mancannegara tanpa melepaskan keterikatan dengan tanah airnya. Sementara, menurut Sudaryomo Hartosudarmo, Mantan Duta Besar RI untuk Brasil dan Konsul Jenderal di Sydney menilai, kunci sukses Iwan Sunito berangkat dari talenta bisnisnya yang tinggi yang didukung oleh kemampuannya dalam membangun jejaring yang luar biasa. Tokoh inspiratif yang generous dalam berbgai kiat sukses bisnis kepada siapapun dan pada tingkatan apapun. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Empal Gentong Entos Hot

2 ruas

Sarwan Bahan : 500 gr : daging sapi yang bagus 250 gr : hati sapi 250 gr : limpa sapi 4 lembar : daun salam 2 batang : serai memarkan 700 ml : santan encer 1 buah : kaldu blok rasa sapi 350 ml : santan kental 2 lembar : daun jeruk 1 sdm : bawang putih goreng 1 sdm : bawang daun iris Gula, garam secukupnya

: jari jahe

Cara Membuat : Presto daging, hati dan limpa sapi terpisah, sampai empuk. Lalu angkat daging dan hati juga limpa, potong-potong menurut selera. Saring sisa air prestoan daging kira-kira 200 ml, sisihkan. Tumis bumbu halus bersama serai, daum salam sampai harum, lalu masukkan irisan

daging dan hati, sapi juga limpa sapi. Masukkan kaldu dan santan encer, masak sampai mendidih. Masukkan gula, garam, kaldu blok biarkan benar-benar mendidih lagi. Kecilkan api, lalu masukkan santan kental, aduk sekali-kali biar santan tidak pecah. Masak sampai matang, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan daun bawang.

Bumbu 11 5 siung 3 ruas 5 butir 2 sdm 1 sdt 1 sdt 1 sdt

Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 4 buah : cabe besar merah 15 buah : cabe rawit 3 ruas : jari kunyit bakar

Cah Daging Lombok Ijo Bahan : 750 gr : daging potong tipis agak memanjang 7 buah : lombok besar ijo potong serong 15 buah : cabe rawit cincang kasar 2 batang : bawang prei iris serong 1 buah : bawang bombay

Bahan: 500 gr : daging potong tipis-tipis 200 gr : babat potong, rebus 200 gr : urat potong, rebus 200 gr : kikil sapi yang udah matang dan lunak potong 3 ruas : jari kayu manis 4 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 lembar : daun bawang iris halus 750 ml : santan encer 200 ml : air 250 ml : santan kental 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 batang : seledri ikat simpul 1 sdm : bawang putih goreng Minyak, garam, gula secukupnya.

cincang halus 2 ruas : jari jahe memarkan 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, minyak secukupnya Cara Membuat : Tumis irisan bawang bombai, irisan daun prai

dan jahe, juga irisan cabe besar hijau, aduk hingga matang, lalu masukkan irisan daging, masak hingga kecokelatan. Masukkan irisan cabe kecil juga air, masak sampai daging lunak, kalau belum, bisa ditambahin air dan masukkan gula kaldu blok juga garam. Masak sampai benar-benar bumbu meresap dan agak kering siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Halus : : bawang merah : bawang putih : jari jahe : kemiri sangrai : ketumbar sangrai : pala : lada butir : jinten

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan lengkuas. - Masak sampai harum lalu masukkan irisan daging bolak-balik hingga kecokelatan, lalu masukkan air rebus sampai mendidih selama 10 menit. - Masukkan irisan kikil juga babat dan urat rebusan, lalu masukkan santan encer. - Masak sampai mendidih dan semuanya bahan empuk, lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk rata, lalu kecilkan api. - Masukkan santan kental, sesekali aduk biar santan tidak pecah, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng juga tambahan krupuk atau emping dan sambal.


12

Kuliner

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Sensasi Chicken Cordon Bleu Pure of Potato Soup Bahan: 50 gr : mentega 100 gr : bawang bombay 100 gr : daun prei bagian putihnya saja 1 kg : kentang 2,5 liter : kaldu ayam Krim secukupnya Garam dan merica secukupnya Pala bubuk secukupnya French bread sebagai penemannya

Cara membuat: - Panaskan mentega, tumis bawang bombay, prei, dan kentang. Kemudian tambahkan kaldu ayam, garam, merica, dan pala bubuk secukupnya. Angkat dan diblender sampai halus. - Kemudian masak lagi sampai sup mendidih. Angkat dan sajikan sup dalam mangkuk sup. - Beri krim di atas sup, dan sajikan bersama potongan french bread.

Mahasiswa semester I Jurusan tata Boga, STPBI

Caesar Salad merupakan salah satu jenis salad yang klasik sangat terkenal. Berbahan baku dari daun selada kaya serat yang bermanfaat bagi kita yang sedang diet. Taburan roti yang digoreng atau crouton-nya memberi akses renyah. Pure of Potato Soup merupakan sup dengan bahan baku kentang. Rasanya sangat nikmat dipadukan dengan krim dan irisan French Bread. Chicken Cordon Bleu, masakan western yang sangat familiar bagi lidah orang Indonesia. Menu ini berupa fillet dada ayam tanpa tulang yang yang digulung dan diberi ham dan keju. Saat dipotong akan terlihat ada lapisan ham dan keju di dalamnya. Rasanya sangat enak sekali. Tiga makanan spesial di bawah ini kreasi dari mahasiswa semester I Jurusan tata Boga, STPBI. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Caesar Salad

Bahan: 600 gr : daun selada 100 gr : bawang putih yang dihancurkan 200 ml : minyak sayur 3 buah : bawang putih 10 gr : merica hitam yang sudah dihancurkan 1 sdt : garam 1 buah : jeruk lemon 3 butir : kuning telur 60 gr : keju Worcestershire sauce secukupnya

dada ayam ham keju telur ayam tepung terigu

K

ali ini kita akan belajar membuat roti untuk sarapan dan kue cokelat untuk makanan penutup. Ternyata membuat kue cokelat tidaklah begitu sulit. Kue cokelat bisa kita jadikan hadiah atau antaran kepada teman dan keluarga. Dengan cokelat yang sudah dilelehkan, kita juga bisa melakukan banyak kreasi. Misalnya, membuat dekorasi cokelat di

piring atau membuat hiasan di kue. Namun, harus diingat cokelat leleh ini mudah mengeras di ruangan yang suhunya panas, jadi sebaiknya Anda melakukannya di ruangan yang dingin. Semakin kita sering berlatih, semakin terampil tangan kita membuat hiasan dari cokelat leleh. Berikut adalah kreasi mahasiswa semester I, Jurusan Tata Boga STPBI. Selamat mencoba. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Chocolate Cake Bahan: 1 buah 150 gr 50 gr 50 gr 20 ml 30 ml 300 gr

: : : :

sponge cake pastry cream whipped cream kacang mete yang sudah disangrai dan dicincang : sirup gula : rhum : cokelat batangan yang sudah dilelehkan

cream, cincangan kacang mete, cokelat, dalam mangkuk. Aduk rata. - Lapisi sponge cake dengan campuran krim tadi sampai rata. - Kemudian tumpuk dengan

Clover Roll Bahan: 1 kg 20 gr 60 gr 50 ml 25 gr 15 gr

: tepung terigu : yeast (bahan pengembang) : gula : minyak selada : mentega : garam

cake yang lagi satu. Bagian atas sponge cake diberi rhum dan sirup gula. Beri kue campuran krim sampai rata. Terakhir, siram kue dengan cokelat yang sudah dilelehkan. - Masukkan kue ke dalam almari pendingin agar beku. - Potong kue menjadi 12 bagian, dam hias kue sesuai selera.

250 gr : tepung roti 300 ml : minyak sayur Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Belah dada ayam, beri ham dan keju. Beri bumbu garam dan merica. - Kocok telur dan masukkan dada ayam tadi ke dalamnya. - Beri dada ayam tepung terigu sampai rata. - Terakhir masukkan dada ayam ke dalam tepung roti sampai seluruh dada ayam ditutupi tepung. - Goreng dada ayam sampai berwarna kuning kecokelatan. Sajikan bersama sayuran dan kentang, dan ayam diberi saus.

2 butir : telur ayam 500 ml : air Cara membuat: - Semua bahan dicampur jadi satu kecuali garam. Masukkan ke mesin mixer. Setelah tercampur rata, diamkan selama 20 menit.

Sponge Cake Bahan: 18 butir : telur ayam 450 gr : gula pasir 250 gr : mentega yang dilelehkan 450 gr : tepung terigu yang lembut 125 gr : tepung terigu yang kuat 25 gr : tepung maizena

Cara membuat: - Sponge cake dibelah tengahnya. Beri sponge, rhum dan sirup gula. - Campur pastry cream, whipped

- Giling adonan dan bagi masingmaasing 50 gram. - Adonan dipipihkan kemudian dicetak dan dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk bunga. Biarkan adonan mengembang selama 15 menit. Beri olesan kuning telur. Panggang roti sampai kuning kecokelatan.

Cara membuat: - Telur dikocok bersama gula sampai mengembang. - Campur ketiga tepung kemudian masukkan ke adonan. Beri mentega cair. - Aduk rata. Siap dioven dengan suhu 180 derajat celcius. - Setelah matang, angkat dan dinginkan.

Soto Betawi Iwan Sunito Luncurkan Biografi “Without Borders” untuk Indonesia

Chicken Cordon Bleu

13

Belajar Membuat Roti dan Kue Cokelat

jangan sampai pecah, beri minyak sampai mendapatkan tekstur saus yang diinginkan. - Letakkan daun selada di dalam piring, kemudian beri saus dan hiasan roti tawar yang digoreng kering. Siap sajikan.

Cara membuat: - Campur minyak dan bawang putih selama 1 jam. Biarkan. - Daun selada dibersihkan dan dipotongpotong, beri perasan air jeruk lemon. Kemudian ambil minyak yang sudah bercampur bawang putih, siram ke daun selada. - Kuning telur, garam, worcestershire sauce, diaduk rata. Pelan-pelan diaduk

Bahan: 100 gr : 10 lembar : 10 lembar : 4 butir : 200 gr :

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Iwan Sunito, pemenang penghargaan Australian Property Person of The Year 2015, meluncurkan buku biografinya, Without Borders, di Sanur, Jumat (18/11). Buku yang ditulis Teguh Sri Pambudi ini, menceritakan perjuangan hidup seorang anak manusia yang berawal dari keterpurukan kemudian menjelma menjadi salah seorang sosok yang berhasil di industri properti Australia. “Banyak hal yang sudah terlupakan namun akhirnya hidup kembali dari tulisan salah satu sahabat saya, Teguh Sri Pambudi. Saya menyebutnya sebagai kamus berjalan untuk hidup saya,” kata Iwan Sunito di depan awak media dari Bali dan Jawa Timur. Menurut Teguh Sri Pambudi, dari rancangan awal kisah yang ditulis, sesi wawancara dengan banyak narasumber di sejumlah tempat di Jakarta, Surabaya, pangkalan Bun, hingga Sydney Australia, memerlukan waktu tiga tahun. “Iwan Sunito adalah bukti paduan intuitif, keluasan imajinasi, dan kegigihan dalam roda kehidupan adalah sebuah formula yang tepat dalam mencapai sebuah tujuan. Buku ini juga mendorong pemahaman bahwa kehidupan bukanlah sekadar kehidupan, namun, bagian dari sesuatu yang lebih luas,” kata Teguh. Iwan Sunito memilih Bali khususnya Denpasar sebagai tempat peluncuran bukunya, karena merupakan lokasi historis dimana dia mendapatkan titik balik dalam kehidupannya. “Seperti mengalami sebuah flash back di layar lebar atas semua peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan saya dan itulah sebabnya saya memilih Denpasar Bali sebagai lokasi peluncurkan buku Wihout Borders ini,” kata Iwan Sunito. Iwan Sunito menambahkan, ia bersyukur bisa mewujudkan salah satu mimpinya untuk berbagi kisah kehidupannya untuk bangsa dan tanah air Indonesia. Ia juga menegaskan, buku ini tidak mungkin terwujud tanpa kehadiran sosok Wandi S Brata yang sejak awal

meyakinkan dirinya untuk meluncurkan buku biografinya tersebut. Dalam bagian akhir buku Without Borders, banyak pengamat memberikan penilaian terhadap Iwan Sunito. Dino Patti Djalal, Mantan Duta Besar RI untuk AS menilai, Iwan Sunito sosok diaspora yang membanggakan. Dia bisa menjadi role model bagi anak muda Indonesia yang ingin berkarya di mancannegara tanpa melepaskan keterikatan dengan tanah airnya. Sementara, menurut Sudaryomo Hartosudarmo, Mantan Duta Besar RI untuk Brasil dan Konsul Jenderal di Sydney menilai, kunci sukses Iwan Sunito berangkat dari talenta bisnisnya yang tinggi yang didukung oleh kemampuannya dalam membangun jejaring yang luar biasa. Tokoh inspiratif yang generous dalam berbgai kiat sukses bisnis kepada siapapun dan pada tingkatan apapun. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Empal Gentong Entos Hot

2 ruas

Sarwan Bahan : 500 gr : daging sapi yang bagus 250 gr : hati sapi 250 gr : limpa sapi 4 lembar : daun salam 2 batang : serai memarkan 700 ml : santan encer 1 buah : kaldu blok rasa sapi 350 ml : santan kental 2 lembar : daun jeruk 1 sdm : bawang putih goreng 1 sdm : bawang daun iris Gula, garam secukupnya

: jari jahe

Cara Membuat : Presto daging, hati dan limpa sapi terpisah, sampai empuk. Lalu angkat daging dan hati juga limpa, potong-potong menurut selera. Saring sisa air prestoan daging kira-kira 200 ml, sisihkan. Tumis bumbu halus bersama serai, daum salam sampai harum, lalu masukkan irisan

daging dan hati, sapi juga limpa sapi. Masukkan kaldu dan santan encer, masak sampai mendidih. Masukkan gula, garam, kaldu blok biarkan benar-benar mendidih lagi. Kecilkan api, lalu masukkan santan kental, aduk sekali-kali biar santan tidak pecah. Masak sampai matang, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan daun bawang.

Bumbu 11 5 siung 3 ruas 5 butir 2 sdm 1 sdt 1 sdt 1 sdt

Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 4 buah : cabe besar merah 15 buah : cabe rawit 3 ruas : jari kunyit bakar

Cah Daging Lombok Ijo Bahan : 750 gr : daging potong tipis agak memanjang 7 buah : lombok besar ijo potong serong 15 buah : cabe rawit cincang kasar 2 batang : bawang prei iris serong 1 buah : bawang bombay

Bahan: 500 gr : daging potong tipis-tipis 200 gr : babat potong, rebus 200 gr : urat potong, rebus 200 gr : kikil sapi yang udah matang dan lunak potong 3 ruas : jari kayu manis 4 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 lembar : daun bawang iris halus 750 ml : santan encer 200 ml : air 250 ml : santan kental 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 batang : seledri ikat simpul 1 sdm : bawang putih goreng Minyak, garam, gula secukupnya.

cincang halus 2 ruas : jari jahe memarkan 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, minyak secukupnya Cara Membuat : Tumis irisan bawang bombai, irisan daun prai

dan jahe, juga irisan cabe besar hijau, aduk hingga matang, lalu masukkan irisan daging, masak hingga kecokelatan. Masukkan irisan cabe kecil juga air, masak sampai daging lunak, kalau belum, bisa ditambahin air dan masukkan gula kaldu blok juga garam. Masak sampai benar-benar bumbu meresap dan agak kering siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Halus : : bawang merah : bawang putih : jari jahe : kemiri sangrai : ketumbar sangrai : pala : lada butir : jinten

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan lengkuas. - Masak sampai harum lalu masukkan irisan daging bolak-balik hingga kecokelatan, lalu masukkan air rebus sampai mendidih selama 10 menit. - Masukkan irisan kikil juga babat dan urat rebusan, lalu masukkan santan encer. - Masak sampai mendidih dan semuanya bahan empuk, lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk rata, lalu kecilkan api. - Masukkan santan kental, sesekali aduk biar santan tidak pecah, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng juga tambahan krupuk atau emping dan sambal.


14

Jelita

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Bibir merupakan salah satu poin utama wajah, yang ikut membingkai pesona cantikan seseorang. Dengan perawatan dan polesan yang baik, bibir akan terlihat merona dan senyu­ man pun semakin memikat.

Mengenal

Serba-serbi Lipstik

L

ipstik adalah salah satu kosmetik tata rias yang paling popular. Namun, sudahkah kita tahu jenis dan bagimana memilih dan memakainya. Sebab, kesalahan pemilihan warna dan kekurangcermatan memilih dan memoleskan malah menjadikan wajah tidak menarik atau pucat. Karena lipstik cukup berpengaruh pada hasil akhir sebuah penampilan, maka akan lebih baik jika kita mencari tahu segala sesuatunya tentang lipstik. Menurut Tatik , seorang make up artis, ketika bicara warna, meski banyak yang memilih sesuai warna kesukaannya.Namun , ada beberpa hal yang perlu diperhatikan. Lbebih baik lihat secara detik pensil alis, warna mata, mascara, tone kulit, warna rambut juga warna bibir. Ketika warna yang dipilih sesuai maka hasilnya akan berpengaruh baik pada penampilan. Secara umum warna gelap akan membuat kesan bibir lebih tips sebaliknya warna cerah akan membuat bibir terkesan lebih berisi .Warna lip liner sebaiknya sedikit lebih gelap tapi masih sesuai dengan warna lipstiknya. Jika warna kulit cenderung gelap maka itu berarti pilihan warna lipstik yang cocok lebih banyak. Misalnya warna plum, coklat, merah, pastel dan oranye semuanya cocok untuk kulit gelap. Namun, katanya hindari menggunakan warna yang cerah seperti pink, oranye terang dan merah terang. Bagi pemilik warna kulit sedang bebas memoleskan semua tipe warna merah akan cocok atau serasi begitu juga warna coklat, berry, merah dan pink. Sedangkan, mereka yang kulitnya yang cerah dan cenderung pucat, maka pilih warna pink terang atau coral. Hindari merah dengan campuran oranye terutama pink menyala. Berikutnya Tatik juga memberikan ifo mengenai jenis lipstik berdasarkan efeknya. Mulai dari lipstik moisturizer , lipstik yang bagus untuk bibir kering sebab lipstik ini menjaga kelembaban dan kelembutan kulit bibir. Lipstik satin and sheer, selain melembabkan juga memberi nutrisi untuk kulit bibir, karena ada kandungan minyak alami. Warnanya lebih gelap sebelum dioles (untuk hasil yang baik oleskan beberpa kali).

Selanjutnya lipstik matte, adalah lipstik yang cocok bagi perempuan penyuka warna-warni dan corak yang menarik. Hasil riasan dari lisptik matte ini terlihat tidak mengkilap dan memberi kesan tipis dan kelihatan lebih muda dan halus. Lipstik matte cenderung bertahan lebih lama dibanding yang mengkilat. Ada juga lipstick krim, yang cocok untuk bibir berukuran lebih kecil. Lipstik ini tidak terlalu mengkilat, dan sifatnya melindungi kulit. Dan, lip gloss lipstik menjasdi pilihan pas bagi bibir yang tipis. Sebab, efek kilaunya memberi kesan lebih tebal. Lip gloss juga baik bagi bibir kering fungsi menjaga kelembaban bibir. Bagi penggemar warna terang.jika tampil disiang hari ada baiknya warnanya di dilapisi p dengan matte . Sedangkan untuk malam hari, lebih bebas untuk mengenakan warna lipstik yang lebih tebal dan glossy. Penting Memilih Warna yang Tepat Dalam pemakaiannya , lanjut Tatik ada juga tips lainnya yakni sebelum lisptik, oleskan foundation agar lebih mengeluarkan efek warna. Penggunaan foundation atau lip balm ini juga membantu mencegah bibir kering serta menutupi garis celah vertikal pada bibir. Sedangkan untuk memperjelas garis bibir gunakan kuas bibir. Selain itu, ada yang suka memakai jari. Namun masih lebih banyak perempuan yang

langsung memakai lipstik langsung dari tubenya. Bagi Tatik , semuanya tidak masalah dengan catatan warna yang dipilih sesuai, maka pemakainya akan tampil menawan. Terkait pemakian kuasa kuas bibir, Tatik menyampaikan kalau ada beberapa orang yang lebih suka mengoleskan lip liner dahulu, karena menurut mereka garis naturalnya tidak akan Nampak. Uniknya, justru

tampilan bibir terkesan nantural ketika kita mengoleskan lip liner setelah lipstik. Yang harus diingat, lanjutnya warna lip liner hendaknya tepat, agak lebih gelap dan sesuai dengan lipstik agar hasilnya bagus Lipstik yang berbentuk itu bagus dan bukan sebaliknya menjadi eksploisasi bibir yang tidak pas. Berikutnya Tatik mengingatkan kembali tentang bagaimana memilih tkh/net warna lipstik yang cocok dan sesuai dengan warna kulit. Mulai dari pemilik kulit yang sering disebut sempurna, yakni kulit putih, dapat mengenakan warna lembut seperti pink pucat, warna merah strawberry, dan merah anggur. Namun pada dasarnya untuk kulit putih lebohb bebas menggunakan warna apa saja. Mereka yang kulitnya kuning langsat , ada baiknya memilih lipstik warna yang sesuai diantaranya

Bugar

(sri.ardhini@cybertokoh.com)

11

Mengantisipasi Infeksi Virus Zika Vaksin Belum Ditemukan, Deteksi Dini Jadi Solusi

Tatik

warna nude atau beige dan coklat. Kemudian unutuk kulit sawo matang dan gelap guinakan lipstik warna ungu muda, burgundy, berries, plum, dan sheer red. Sebelum memoleskan lipstik pastikan dahulu bibir sudah bersih. Begitu juga setelah menggunakan lipstik bibir kembali dibersihkan dengan eye make up remover. Sebelum tidur, berilah pelembab pada bibir. Jangan pernah mencabut kulit bibir yang kering, tapi pijat dengan lembut. Tatik juga mengingatkan untuk kita tidak pernah mengoleskan tester lipstik ke Bibir, sebab sangat tidak higienis. Kita bisa menggunakan ujung jari,karena itu yang paling mendekati warna bibir alami dibandingkan mengoleskan di punggung tangan. Semoga bermanfaat.

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Dr. Emelyana Permatasari, Sp.A, MPH,

Dalam dua tahun terakhir, virus zika telah menjadi wabah baru yang menimbul­ kan kekhawatiran di seluruh dunia. Virus zika pertama kali ditemukan di Uganda, Afrika pada tahun 1947. Puncak dari wabah virus zika ini terjadi di Amerika Ten­ gah dan Amerika Selat­ an pada tahun 2015 silam. Brazil merupa­ kan negara yang paling mengalami dampak buruk dari wabah zika ini. Tak heran, wabah virus zika terus meng­ hantui masyarakat dunia selama berta­ hun-tahun.

P

ada tahun 2016 ini, infeksi virus zika juga ditemukan di Singapura, beberapa negara di kepulauan Pasifik seperti Fiji, Samoa, Mikronesia, dan Tonga, serta Cape Verde di Afrika Barat. Di era globalisasi ini, penyebaran wabah virus zika ke Indonesia sangat memungkinkan. Bahkan, kasus virus zika yang menimpa warga Indonesia sudah terjadi. Kewaspadaan terhadap ancaman virus ini pun patut menjadi perhatian serius semua pihak terkait, terutama masyarakat sendiri. Jalur utama penularan virus zika adalah melalui gigitan nyamuk Aedes, jenis nyamuk yang menularkan virus demam berdarah dan chikungunya. Sayangnya, nyamuk ini banyak sekali ditemukan di Indonesia. Wanita hamil yang terinfeksi

zika dapat menyebarkan virus ke janin saat dalam kandungan maupun saat kelahiran. Zika juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Gejala penyakit zika tidaklah spesifik. Setelah meng­ alami masa tunas selama dua sampai 14 hari, hanya satu dari 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Umumnya gejala infeksi virus zika adalah demam, mual dan muntah, nyeri di otot dan persendian, ruam di kulit, dan kemerahan di mata. Infeksi virus zika juga dapat menyebabkan gangguan saraf tepi. Kematian karena virus

zika sangat jarang ditemukan. Infeksi virus zika pada wanita hamil dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin berupa mengecilnya ukuran kepala, kelainan struktur otak dan gangguan pendengaran Pemeriksaan penunjang yang praktis untuk men­deteksi virus zika masih belum ditemukan. Infeksi virus zika dapat diketahui melalui pemeriksaan rantai protein virus, yang saat ini hanya dapat dilakukan di Balitbangkes Kementrian Kesehat­a n dan lembaga biomolekuler Eijkman. Umum­ nya virus zika terdeteksi di darah dalam waktu tujuh hari

pertama sejak timbulnya gejala. Saat ini belum ada vaksin maupun obat untuk zika, sehingga pencegahan gigitan nyamuk dan deteksi dini infeksi zika dan kelainan bawaan pada bayi merupakan hal yang utama. “Pencegahan utama virus zika adalah penghindaran terhadap gigitan nyamuk serta pembasmian nyamuk berikut tempat berkembangbiaknya,” ungkap Dr. Emelyana Permatasari, Sp.A, MPH, salah satu dokter spesialis pada RS Siloam Bali. Wanita hamil sebaiknya menghindari bepergian ke

daerah yang terjangkit virus Zika dan harus memeriksakan kehamilannya secara teratur. Bayi yang lahir dari ibu meng­ alami gejala zika maupun ibu yang tidak mengalami sakit selama hamil, memerlukan deteksi dini adanya kelainan bawaan otak, gangguan pendengaran, serta gangguan tumbuh kembang. Pemantauan tumbuh kembang temasuk pengukuran lingkar kepala sebaiknya dilakukan tiap bulan sampai bayi berusia 1 tahun. Dengan demikian dampak zika terhadap tumbuh kembang anak dapat dideteksi secara dini dan diminimalkan.


10

Ketika diumumkan sebagai Juara II pada Lomba Gong Kebyar Anak-anak pada Festival Seni Budaya (FSB) Badung 2016, para pendukung Sekaa Gong Anakanak Mekar Jaya langsung tersenyum. Senang dan tidak senang, puas dan tidak puas, mereka harus menerima kenyataan itu. “Juara adalah yang kesekian, yang terpenting adalah proses belajar dan memupuk rasa kebersamaan,” kata Wah Elang, anak yang bertugas sebagai tukang kendang itu.

D

Kreasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

alam FSB itu, Sekaa Gong Anakanak (SGA) Mekar Jaya Desa Adat Lambing, Desa Mekar Bhuana tampil sebagai duta Kecamatan Abiansemal. Mereka menampilkan tiga materi yaitu Tabuh Kreasi Pepanggulan “Tapa Wana” karya I Wayan Gede Arnawa, S.Sn, “Tari Manukrawa” ciptaan Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST MA (tari) dan alm. Wayan Berata (tabuh) serta Tabuh Kreasi “Purwa Pascima” juga karya alm. Wayan Berata. Penabuh setingkat SD dan SMP itu beraksi dengan seksi. Sebagai penabuh anak-anak, mereka tidak mau menampilkan gaya yang bukan miliknya sendiri. Artinya, tidak meniru panabuh dewasa atau gaya sekaa tabuh yang ada. Mereka memainkan gamelan sesuai dengan dunianya sendiri, sehingga tampil tanpa beban namun berkarakter. Mereka tampilkan gaya merupakan efek dari memainkan gamelan

SGA Mekar Jaya Lambing

Mengungkapkan Ekspresi Memunculkan Kreativitas

itu sendiri, bukan dibuat secara berlebihan. Demikian pula dengan gending-gending yang mereka sajikan. Para penata tabuh dan pembina, tampak cerdas dalam mengolah gending yang enak dimainkan oleh penabuh anak-anak. Walau demikian, bukan berarti meninggalkan pakem, teknik dan ugeruger dalam megamel itu tiada atau dihilangkan. Justru sebaliknya, penampilan SGA Mekar Jaya yang didukung sekitar 40 anak itu mengutamakan pakem, teknik serta uger-uger dalam megamel. Semua syarat itu mereka kuasai, seperti nyorot dan ngotek, sehingga aksi seniman cilik ini mengigit. Mereka memainkan gamelan sambil menari dengan ekspresi luar biasa. Sambil terenyum egar, mereka memainkan bilah-bilah gamelan dengan penuh kegembiraan. Permainan ritme, tempo serta mengedepankan teknik pukulan membuat penampilannya semakin manis dan terkesan lengut. Para penabuh mengedepankan rasa, sehingga terdengar merata. Apalagi didukung dengan penataan busana yang sangat manis, udeng ngenjik, kain dan saput meprada ngereneb, baju putih serta aksesoris menambah keindahan dalam penampilannya. Mereka tampil kompak dan maksimal, seperti halnya dalam latihan sehari-harinya. Maklum, SGA Mekar Jaya adalah sekaa sebunan, sehingga siap megamel secara utuh kapan dan dimanapun. Semua pendukungnya adalah satu banjar, sehingga memiliki jiwa dan rasa yang tak jauh berbeda. Kebersamaan bermain dalam

Style

Aneka Gaya

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Pilihan R

kesehariannya itu juga menjadi kebersamaan di atas pentas, sehingga suasana tak menjadi kaku. Hal itu juga merupakan sebuah kemenangan yang sesungguhnya. Karena, sebelum ataupun sesudah mengikuti festival, sekaa gong itu tetap bisa tampil bersama secara kompak. Beda dengan sekaa gong yang didukung dari penabuh bon (pinjaman). Ketika ngayah, lomba ataupun festival, kapan dan dimanapun pasti akan lebih mudah mengkordinirnya. I Gusti Made Lumbung, seniman tabuh asal Banjar Lambing yang juga selaku pembina mengatakan, sebelum mengikuti festival SGA Mekar Jaya sudah pernah mapetuk, tampil bareng bersama Sekaa Gong Dewasa Genta Gurnita Santi dan pentas bersama Sekaa Gong SMK Negeri 5 Denpasar. Namun, sebelum itu mereka selalu ngayah sebagai bentuk

syukur karena sudah mendapat kesempatan ikut melestarikan seni budaya Bali. “Kegiatan ini untuk menumbuhkan mental dan kemampuan dalam megamel,” ucapnya. SGW Mekar Jaya berdiri sejak 2015 yang berawal dari Pasraman Kilat di Desa Adat Lambing. Anak-anak setingkat SD dilatih memainkan gamelan secara terjadwal yaitu setiap 3 kali dalam seminggu. Tak hanya, memainkan gamelan gong kebyar, tetapi juga memainkan gamelan gender wayang dan jenis gamelan tradisional lainnya. Bahkan, diantara mereka ada yang sudah berkalikali yang tampil dalam Pesta Kesenian Bali pada Parade Dalang Anak-anak sebagai penabuhnya. Menurutnya, tampil dalam festival bukanlah sebagai puncak, melainkan sebagai sebuah proses pembelajaran. Sebab, memainkan

gamelan tradisional Bali, tak hanya sekadar menjalankan hobi, mengasah keterampilan dan bentuk pelestarian seni, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran budi pekerti. “Manfaatnya lebih, karena dapat menyeimbangkan otak kanan dan kiri serta membangkitkan kecerdasan emosional (EQ) anak,” jelas Lumbung. Dalam memainkan gamelan, anak akan secara bebas bisa mengungkapkan ekspresinya sehingga memunculkan kreativitas. “Mereka melakukan dengan senang dan tanpa beban, sehingga mampu membangkitkan kreativitasnya. Komunikasi antara anak dan pelatih dan masyarakat selalu ada dalam mencapai tujuan,” imbuhnya. Selain I Gusti Made Lumbung, sekaa gong ini juga dibina I Wayan Gede Arnawa, S.Sn dan I Wayan Muliyadi, S.Sn. Darsana

ancangan para desainer ini terinspirasi alam dan beragam peristiwa di kehidupan ini. Dengan konsep masingmasing , setiap desainer berhasil menghadirkan potensi keindahan dan keunikannya. Seperti Brian Bela, inspirasinya dari mahluk laut di daerah tropis, yakni ubur-ubur bulan. Spesies misterius ini dengan tampilan cantik , tembus pandang dan gerakan gemulai ini menggoda dijadikan tema.”Aurelia Aureta” Karya bersiluet A dan X serta warna monochrome mrnjadi busana dengan tampilan misterius , sexy dan modern. Kemudian ada tema “Young Love”, dari Niken Rachel, yang mengangkat style tahun 70an. Menariknyan ia menerapkan teknik digital printing dengan proses sublimasdi pada kain polyester. Berikutnya, Yuli Anggreni meng­ angkat filosofi gelombang. Khusus untuk ko­leksinya ini ia lebih berfokus pada keindahannya. Dengan skema warna biru, hijau, dan putih, disertai perpaduan bahan tradisional, koleksinya ini diperuntukkan bagi wanita

karier yang percaya diri dan mapan secara finansial. Begitu juga dengan Ayudya dengan Fiddlehrad Fern, Qorina Qontrunada mengangkat tema The Harmony of Nature serta Yuni Lestari dengan Wonder Mold. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

15

Angelica Wu ­Fashion Design Course hingga kini cukup banyak melahirkan fashion ­desainer yang ­berbakat di Bali. Karya-karya mereka bukan hanya menarik tapi juga membanggakan. Berikut rancangan dari Ayudya, Yuli Anggreni, Qorina Qotrunada, Yuni Lestari, Bela ­Brian, dan Niken Rachel.


16

Edukasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Layanan internet dan data digital terbukti mampu menyuguhkan manfaat yang besar untuk meningkatkan produktivitas di berbagai bidang kehidupan. XL sebagai operator seluler di Indonesia memandang layanan internet cepat harus dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia seluas-luasnya, agar dapat ikut membantu mening­ katkan kualitas hidup. Karena itu, XL mengambil inisiatif untuk menginisiasi program “1.000 Sekolah Broadband” di seluruh Indonesia sebagai salah satu kontribusi nyata XL turut serta mewujudkan visi 1 miliar konektivitas internet oleh Industri Telekomunikasi Nasional di masa depan.

G

M Sales Operation XL Bali Nusra Hiasinta H. Paembonan mengatakan, mobile broadband ini merupakan salah satu solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk bisa segera mengadopsi dan memanfaatkan layanan internet cepat. “Teknologi digital semakin dalam mempengaruhi kehidupan seharihari kita. Dinamikanya sangat cepat dan tak terbendung. Pilihan terbaik adalah menyesuaikan diri dan memanfaatkannya. Nah, mobile broadband dan program “Melek Internet” akan memberikan solusi agar masyarakat

Anak Sekolah dan Internet

Paling Cepat Terpengaruh dan Beradaptasi bisa segera memperolah akses ke internet cepat dan sekaligus bisa memanfaatkan layanan digital untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka. Program “Menuju 1.000 Sekolah Broadband” untuk diimplementasikan di seluruh wilayah Tanah Air hingga akhir 2017,” jelas Hiasinta saat aca­ra penyerahan bantuan laptop kepada SMK Pariwisata Dalung (Prada), Selasa (8/11). Perempuan akrab disapa Sinta ini menambahkan, XL membantu pengadaan fasilitas mobile broadband kepada masyarakat melalui sekolah-sekolah dengan harapan dapat sekaligus mendukung upaya menanamkan kesadaran kepada siswa sejak usia dini untuk memanfaatkan layanan internet bagi tujuan positif. Untuk memastikan program penyediaan fasilitas akses internet cepat ini bisa maksimal dan efektif, XL menyertainya de­ ngan program pendampingan dan pelatihan “Melek Internet”. “Edukasi melalui anak sekolah akan dinilai tepat karena mereka akan menjadi pihak yang paling terpengaruh oleh terpaan teknologi

digital, sekaligus memiliki adaptasi dengan teknologi yang lebih baik. Pengetahuan positif mereka mengenai manfaat internet cepat diharapkan akan bisa menjadi bekal mereka, juga sekaligus bisa dibagikan ke masyarakat sekeli­ lingnya,” ungkapnya. Materi pelatihan yang diberikan terdiri dari empat hal. Pertama, pengetahuan tentang media digital, manajemen reputasi dan jati diri lewat penggunaan media sosial yang inspiratif. Kedua, pengetahuan tentang pemanfaatan media digital untuk pembelajaran, memanfaatkan teknologi internet untuk memperkuat kapasitas diri dan organisasi de­ ngan menciptakan iklim digital di sekolah, nilai kepemimpinan. Ketiga, pengetahuan tentang sistem informasi, yaitu bagaimana me­ ngelola informasi dengan lebih efektif. Keempat, pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi, yaitu memberi contoh penggunaan internet untuk aplikasi, dan mengadopsi aplikasi untuk meningkatkan kapasitas mereka. Kepala SMK Prada Drs. Ketut

Hiasinta H. Paembonan bersama Drs. Ketut Maliarsa

Maliarsa menyambut gembira kerjasama yang dijalin sekolah yang ia pimpin dengan XL. “Berkembangnya potensi didik, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri merupakan tujuan pendidikan nasional. Kemajuan teknologi harus diakomodir. Karena itu, kami di SMK Prada sudah berbasis online,”

ungkapnya. Ia juga menegaskan kepada siswa agar tidak ketinggalan dalam hal informasi dan teknologi. Siswa harus ada di barisan depan dan harus melek internet. Satu pesan khususnya, gunakan untuk hal positif dan bermanfaat.

Peluang Usaha Menarik di Bidang Pendidikan

KUMON adalah sistem franchise dengan sejarah yang panjang sejak tahun 1950 dan sampai dengan saat ini sudah tersebar di 47 negara di selu­ ruh dunia. Pemilik franchise KUMON (pembimbing kumon)

adalah orang-orang yang mau belajar dari siswa dan terjun langsung membimbing anakanak di kelas. Pembimbing KU­ MON berkomitmen mendorong anak-anak memiliki life skill yang memungkinkan mereka

menjalani hidup dengan senang dan mengembangkannya sampai maksimal, memiliki impian dan tujuan serta bersemangat men­ coba hal-hal baru. Program belajar KUMON terdiri dari program Matema­

Setelah mendulang kesuksesan di album pertama, kali ini Motifora membawa kabar gembira untuk penggemar lagu Bali khususnya untuk sahabat Motifasi. Keberhasilan album pertama yang bertajuk “Hitam Putih” membawa semangat bagi para personilnya untuk terus berkarya. Dalam waktu dekat rencananya band yang berasal dari Desa Munduk Buleleng ini akan meluncurkan album kedua yang berjudul “Sang Dewi”.

E

mpat single yang telah resmi dirilis di album kedua di antaranya “Sang Dewi”, “Jangan Tangisi (Perbedaan)”, “Mabesik”, dan “Sukla”. Salah satu single yang diberi judul sama dengan judul album adalah “Sang Dewi (Ngalain Gumi II)”. Lagu ini melanjutkan kisah cerita lagu Ngalain Gumi I. “Kalau lagu Ngalain Gumi I itu kisahnya, sedangkan Sang Dewi itu setelah kejadian pasangan itu berpisah,”

(ngurahbudi@cybertokoh.com)

Franchise Kumon

Pendidikan merupakan modal penting bagi perkem­ bangan setiap bangsa. Hal ini karena bangsa yang memper­ hatikan kualitas pendidikan adalah bangsa yang maju di segala bidang. Melihat begitu pentingnya pendidikan serta masih belum meratanya sa­ rana yang ada di Indonesia, maka usaha bidang pendidik­ an merupakan peluang yang bisa diambil bagi mereka yang memiliki keahlian dalam bi­ dang tersebut. Anda yang berminat mem­ buka usaha di bidang pen­ didikan tetapi belum memiliki sistem yang mendukung usaha tersebut dapat memilih sistem franchise (waralaba). Kelebihan utama sistem franchise ada­ lah tidak perlu mengenalkan brand dari awal karena brand tersebut sudah dikenal kon­ sumen sebelumnya. Kelebihan lain adalah adanya program pelatihan yang dibutuhkan agar pemilik franchise memiliki bekal untuk mengelola usaha secara mandiri.

Dara

tika dan Bahasa Inggris. Tujuan Metode KUMON adalah siswa mampu belajar di atas tingkatan kelas secara mandiri. Lembar kerja KUMON telah didesain sedemikian rupa sehingga me­ mungkinkan siswa memahami sendiri bagaimana menyelesai­ kan soalnya. Ketika memasuki topik baru diberikan contoh dan penjelasan yang mendorong siswa untuk mempelajarinya sendiri dan maju dengan ke­ mampuannya sendiri. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan ke­ pada Masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tau lebih banyak mengenai franchise kumon, daf­ tarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS!. Persyaratan utama adalah Wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, me­ nyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjutan dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-13145367; 0878-6099-5895.

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Motifora

Album Kedua Kaya Tema ungkap Tunick. Meskipun lagu “Sang Dewi” bukan menjadi single andalan di album kedua tetapi para personil berharap dapat mengulang kesuksesan

album pertama di album kedua. “Hawa “Ngalain Gumi” di album pertama itu masih sangat terasa, jadi kami manfaatkan di album kedua ini,” jelasnya.

Maksimalkan Ciri Khas Lokal dengan Desain Kekinian

Generasi muda saat ini bisa dikatakan punya lebih banyak keuntungan dalam berbisnis dari pada generasi sebelumnya, dengan tersedianya berbagai teknologi yang dapat digunakan sebagai sarana pendukung. Teknologi digital kini relatif mempermudah berjejaring dan melakukan pemasaran, hingga seharusnya tidak ada lagi halangan untuk memulai usaha sendiri. Namun, hal ini belum cukup kuat mendorong para generasi muda dalam negeri untuk berwirausaha. Data pemerintah tahun 2016 menunjukkan dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa, jumlah wirausahawan di Indonesia belum mencapai target idealnya sebesar 2%. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan, apakah yang ditakuti dan menjadi kendala bagi generasi muda untuk memulai bisnis sendiri. Salah satu program yang digarap Tri adalah Roadshow Festival #Ambisiku di tiga kota kreatif di Indonesia yaitu Yogyakarta, Makassar, dan Bandung pada 16 September hingga 9 Oktober 2016.

Acara ini menjadi tempat di mana berbagai ambisi anak muda dipertunjukkan, baik lewat talkshow dan workshop yang melibatkan banyak profesional muda yang telah sukses di berbagai bidang, panggung musik dan seni oleh artis lokal maupun nasional, serta bazar yang diisi oleh 150 merek local yang dimiliki oleh wirausahawan muda dari berbagai daerah dengan berbagai produk inovatif yang menarik. Dari tiga kota diselenggarakannya gelaran ini, Tri memperkenalkan 3 merek lokal paling favorit pilihan pengunjung yang hadir maupun yang memilih melalui media sosial. Para merek lokal favorit ini berkesempatan untuk dipromosikan di media promo luar ruang Tri di kota asal mereka. “Kami sangat bangga bisa menampilkan karya para anak muda kreatif Indonesia dalam parade #Ambisiku, merek lokal terbukti tidak kalah dengan merek global. Sebagian besar dari mereka memaksimalkan pengembangan material maupun ciri khas lokal dengan

menggabungkan desain dan fungsi yang sifatnya kekinian. Dengan pemasaran yang memanfaatkan kekuatan internet, produk-produk tersebut dapat diterima dengan baik oleh generasi muda Indonesia karena mampu menyesuaikan dengan selera mereka,” ujar Dolly Susanto, Chief Commercial Officer Tri Indonesia. Mekanisme pemilihan merek favorit dilakukan melalui vote di Facebook Tri Indonesia, vote dari para pengunjung dan mereka yang paling banyak dikunjungi pengunjung saat Parade #Ambisiku berlangsung. Ketiga merek lokal favorit tersebut adalah Papa.Tea dari Makassar, UniKraf dari Yogyakarta, dan NZStrap dari Bandung. PAPA.TEA Papa.Tea dirintis sejak Juni 2015 oleh pasangan suami istri muda, Ardiansyah (26) dan Farha (25) dengan modal awal Rp. 100.000 dan peralatan seadanya. Mereka memulai memasarkan produknya melalui keluarga, sahabat, dan media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Path. Tak jarang Papa. Tea juga mengikuti bazar kuliner dan berjualan di sekolah-sekolah. Komposisi minuman yang unik, tanpa bahan pengawet, dan terjangkau membuat Papa.Tea banyak diminati oleh semua kalangan. Berkat usahanya yang tak kenal menyerah, kini Papa.Tea sudah memiliki cabang di beberapa tempat di Makassar, serta franchise di Pare-pare, Mamuju, Sidrap & Samarinda. UNIKRAF Berinovasi dalam bidang kriya (craft) merupakan hal yang unik dari UniKraf,

Band yang digawangi oleh 4 personil di antaranya Tunick (vocal,guitar), Rheno (lead guitar), Eri (bass), dan Anna (drum) mengaku jika konsep bukan hanya membuat produk, namun UniKraf juga mengusung nilai-nilai Ethical Products, Fair Trade, dan EcoFriendly. Dirintis oleh sekelompok anak muda penuh ambisi, menurut Zaidil (23), salah satu founder-nya, UniKraf merupakan Co-Crafting Space, wadah berkarya dan berkolaborasi. UniKraf menghadirkan kembali budaya kriya penuh karsa dan bekerjasama dengan pengrajin lokal, khususnya di Yogyakarta. Sekelompok anak muda ini bukan hanya ingin menciptakan sesuatu yang dibutuhkan oleh pasar, namun juga ingin menciptakan pasar. UniKraf dipasarkan melalui media sosial, dan berbagai acara offline dan pameran. Yang menjadi ciri khas UniKraf adalah cara penyampaian konten dengan metode Storytelling dan menjaga curiosity pasar dengan cara tidak pernah menyebutkan harga di media sosialnya. Untuk mempertahankan eksistensi produk, Zaidil dan tim pun selalu melakukan riset terhadap topik yang sedang trending dan happening sehingga tepat guna membidik komunitas calon pasar. NZ STRAP Berangkat dari keinginan untuk memiliki kebebasan waktu, kebebasan finansial dan juga bisa membantu membuka lapangan kerja untuk orang banyak, Nauvan Maulana pria berumur 24 tahun ini berinovasi, membuat usaha di bidang aksesoris tali jam tangan. Menurutnya usaha di bidang ini memiliki peluang yang sangat besar, karena belum banyak penjual aksesoris serupa. Dimulai pada tahun 2012 dengan hanya menjual 12 stok barang, Nauvan memasarkan NZ Strap melalui forum-forum

9

yang ditawarkan di album kedua agak sedikit berbeda dari sebelumnya. “Jika album pertama komposisinya empat lagu Bali dan empat lagu Indonesia, maka album kedua lagu Bali lebih dimaksimalkan yaitu delapan berbanding satu,” jelasnya. Dari segi tema yang diambil tidak jauh berbeda yaitu masih seputar cinta. Selain tema cinta, Motifora juga menampilkan lagu bertemakan tentang sosial, agama dan kehidupan sehari-hari dengan musik yang agak ngebeat. “Di album kedua kami tampilkan lagu yang lebih kaya dengan tema,” tandasnya. Para personil juga mencoba hal baru dengan merilis single religi yang berjudul “Mabesik” dan “Tri Hita Karana”. “Kami tidak mau stuck dalam bermusik. Kami harus mencoba di luar kemampuan dengan cara belajar,” imbuhnya. Tantangan terberat dalam penggarapan album kedua ini bagi para personil Motifora band adalah mengimbangi kesuksesan album pertama. Jika dalam album pertama baru mencoba namun sudah bisa diterima dengan baik oleh pendengar, maka di album kedua mereka lebih berhati-hati dalam berkarya. “Persiapan lebih kami matangkan, biar tidak monoton dan nada-nada di album pertama tidak terbawa di album selanjutnya,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com) jual beli di internet. Seiring berjalannya waktu, Nauvan pun mulai melihat pentingnya media sosial untuk menjual produknya, ia pun membuat akun Instagram, Facebook, dan website untuk NZ Strap. Dengan mengikuti bazaar Festival #Ambisiku, menurutnya sangat mengakomodir anak muda untuk memamerkan usaha kreatifnya kepada masyarakat. Karena usaha-usaha kreatif yang berskala UKM masih sangat perlu dibantu terutama dalam hal promosi. Wujud dukungan Tri pada ketiga merek lokal terpilih tersebut dengan membantu memperluas jangkauan promosi melalui radio talkshow di beberapa radio di Indonesia, juga dipromosikan ke 56.6 juta pengguna Tri, dan akun sosial media Tri Indonesia. Selain itu, produk mereka juga akan ditampilkan dalam billboard di beberapa titik di tiga kota tersebut. Rangkaian kegiatan dari Festival #Ambisiku masih akan terus berlanjut. Dengan kampanye dan dukungan ini, Tri mengajak anak muda Indonesia untuk menumbuhkan semangat creativepreneur dan menjadi bagian dari generasi muda berambisi. (ngurahbudi@cybertokoh.com)


8

Bunda & Ananda

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Bangun Kepercayaan Diri Anak tanpa harus Ikut Tren “Itu mainan apa ya Nak? Itu pakaian model apa namanya?, Ibu ngga tau?” Belakangan banyak orangtua yang mempertanyakan kemampuan dan kebiasaan anakanak zaman kini dalam memaknai tren. Anak sekarang menjadi lebih gaul bahkan mudah terhanyut dengan tren. Biasanya yang paling teramati adalah dalam hal teknologi, bahasa dan juga fashion.

B

erdasarkan teori perkembangan psi­ kologi, pada dasarnya ananda baik anakanak maupun remaja akan mengalami perkembangan yang meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotor, dan sosial. Untuk memenuhi tahapan perkembangan tersebut, ananda memerlukan ‘rasa ingin tahu’ sehingga dapat belajar dan memaknai setiap pengalaman di lingkungannya. “Secara alamiah, anak dan remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dimana hal ini juga akan mempengaruhi perkembangan dirinya. Pada masa ini, ananda juga cenderung ingin mencoba atau yang sering disebut dengan masa-masa eksplorasi. Ananda akan mencoba hal-hal yang “menarik” menurutnya. Tidak menutup kemungkinan jika Ananda biasanya akan sering kali mencoba hal-hal yang dianggap sebagai tren di lingkungannya. Hal inilah yang sering kali membuat Ananda terlihat lebih up to date dibandingkan dengan Ayah dan Bunda. Kadang Ayah dan Bunda juga terheran-heran mendengar serangkaian istilah yang disebutkan oleh Ananda,” ujar Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. Perempuan yang akrab disapa Padma ini menuturkan, pada dasarnya, Ayah dan Bunda juga mengalami hal serupa, misalnya saja seperti ingin membeli motor keluaran terbaru. Ingin potong rambut sesuai dengan model yang terkini. Membeli make up yang sedang booming saat ini. Melihat- lihat tas- tas lucu di pasar atau kemeja kantor di swalayan. Nah, apa yang membuat Ayah dan Bunda melakukan hal tersebut? bahkan mengulanginya disetiap datangnya hal-hal baru? Bisa jadi itu juga yang terjadi pada Ananda. “Sebenarnya banyak sekali faktor yang saling berkaitan sehingga Ananda bisa dengan mudah up to date. Pertama, Ananda mengikuti tren bisa dikatakan untuk menjawab rasa ingin tahu tentang peristiwa yang ada di sekelilingnya. Sebagai contoh, ketika di sekolah, Ananda mendengar teman-temannya sedang menbicarakan tentang game online terbaru (sebut saja Pokemon Go). Teman-temannya nampak sangat asyik dan seru memperbincangkannya. Setelah melihat situasai tersebut, muncullah rasa ingin tahu Ananda, di dalam benaknya akan bertanya “Pokemon Go itu apa ya?”. Ananda mulai mencari tau tentang Pokemon Go dan pada akhirnya mencoba permainan tersebut,” ujar pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini.! Kedua, hal ini akan memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan psikologis Ananda. Teori perkembangan kogninif Vygotsky menjelaskan

Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. jika perkembangan mental anak merupakan hasil interaksi Ananda dengan orang-orang di sekitarnya, lingkungannya, termasuk kegiatan sosial dan budayanya. Proses belajar yang dialami oleh anak akan membentuk pribadi Ananda. Misalnya seperti perkembangan sosialnya, Ananda akan menjadi lebih mudah berinteraksi dengan teman-temannya yang lain. Hal ini akan membuat Ananda merasa diterima oleh lingkungannya. Ketika lebih mudah berinteraksi karena memiliki pemahaman tentang tren yang sama, Ananda juga akan membangun konsep diri juga bisa jadi meningkatkan kepercayaan dirinya. Kondisi tersebut menjadi penguatan positif pada Ananda yang membuatnya ingin mengulangi hal serupa berulang kali. Apakah Ayah dan Bunda mengalaminya? Apa yang membuat hal ini menjadi perbedaan antara orangtua dan Ananda? Generasi yang berbeda antara orangtua dan Ananda menjadikan jenis ketertarikan tren yang berbeda pula. Kini, perkembangan teknologi memiliki andil yang cukup besar terhadap minat keingintahuan setiap individu. Jadi tak memungkiri jika anak-anak zaman sekarang memiliki kecenderungan yang luar biasa terhadap hal-hal yang berbau teknologi. “Generasi masa kini, generasi Y dan Z. Ya istilah ini digunakan untuk anak-anak yang lahir pada era berkembangnya teknologi. Hal ini menjadikan Ananda kita saat ini cenderung menyukai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi dan internet. Mereka yang lahir pada generasi ini juga memiliki kecenderungan kebebasan dan keterbukaan di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat. Maka dari itu, generasi ini sering menggunakan teknologi komunikasi dalam berinteraksi. Tidak heran jika Ananda akan sering bermain sosial media, media komunikasi instan, game online

dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan dunia maya. Keadaan ini tentunya juga akan memberikan dampak pada kegiatan Ananda kita setiap harinya. Mengingat bahwa persebaran informasi dapat terjadi dengan cepat dan sangat luas saat ini. Kondisi ini kadang memunculkan kesenjangan ketertarikan informasi Ananda dan Ayah-Bunda,” jelas mahasiswa Program Magister Psikologi Klinis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. Padma menambahkan banyak hal positifnya seperti Ananda menjadi lebih berwawasan karena terbukanya informasi yang bisa diterima oleh anak. Tentunya karena dukungan kemajuan teknologi tadi. Selain itu, Ananda menjadi tahu tentang perkembangan yang terjadi di belahan dunia yang lainnya, misalnya berita, pendidikan, tren permainan, pakaian, dan lainnya. Hal ini juga menjadikan Ananda cenderung lebih mudah bekompetensi dan beradaptasi dengan persaingan global. Misalnya saja ketika anak biasa belajar bahasa lebih banyak

yang berperan pada perkembangan bahasanya. Kemudian, Ananda juga menjadi memiliki kesempatan dalam pengembangan kreativitas anak dimana anak bisa belajar banyak dari perkembangan permainan maupun sains dari belahan dunia lainnya. Adanya peningkatan kemampuan sosial Ananda dengan peningkatan kepercayaan diri atau dalam istilah psikologi disebut dengan self-esteem yang mendukung kemampuan interpersonal anak. Di sisi lain, kondisi ini juga memiliki kelemahan seperti ketika Ananda menjadi kurang memiliki kontrol ikut tren tersebut. Selain itu, memungkinkan terjadinya ‘kecanduan tren’, dimana anak menjadi merasa selalu ‘harus ikut tren’. Saat Ananda kurang memiliki kendali, tentunya akan berpengaruh pada prestasinya. Sangat memungkinkan terjadinya penurunan prestasi belajar, konsentrasi, Ananda menjadi lupa akan kewajibannya. Kelemahan lainnya Ananda menjadi kurang mampu menyeleksi tren yang sepatutnya atau tidak sampai terbawa pada pergaulan yang bebas. Dampak lainnya adalah penurunan nilai-nilai moral pada anak-anak ketika lemahnya kontrol diri. “Orangtua juga memiliki kendali atas kecepatan ini. Cobalah untuk tetap melihat sisi positif dari kemajuan tren ini seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Namun, ketika dirasa Ananda mulai berlebihan terhadap tren tersebut, ada baiknya untuk tetap menegur Ananda. Tetap buatlah aturan yang disepakati bersama sebagai bentuk kontrol terhadap kecepatan yang dimiliki anak-anak zaman kini. Tidak menutup kemungkinan adanya negosiasi yang dilakukan dengan anak. Misalnya seperti diskusi bersama tentang tren-tren saat ini, melihat bersama sisi positif dan kelemahan dari tren tersebut. Pada saat berdiskusi, Ayah dan Bunda juga bisa menyisipkan dan mengingatkan kembali nilai-nilai moral keluarga. Untuk Ayah dan Bunda, jangan sungkan atau malu untuk belajar sesuatu tentang teknologi dan tren anak zaman kini, demi keselarasan informasi yang dimiliki,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 30 Juni 1992 ini. Pada akhirnya, tekankan bahwa tidak semua tren harus diikuti. Ajak Ananda untuk menilai tren tersebut. Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa mengajak Ananda untuk membangun kepercayaan diri Ananda tanpa harus memaksakan mengikuti tren yang ada. Menggali bersama tentang tren yang sejalan dengan konsep diri Ananda, tetap bimbing Ananda sehingga bisa memilih tren yang tepat. Melatih Ananda untuk melihat peluang yang bisa dikembangkan dari tren yang ada sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Griya

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Palem Hias nan Cantik Pohon palem merupakan tumbuhan kelompok palma. Pohon ini memiliki ciri-ciri umum, di antaranya batangnya tumbuh tegak lurus dan jarang bercabang serta beruas-ruas. Pohon palem memiliki banyak jenis sehingga sering juga dijadikan tanaman hias.

P

ohon palem sudah sangat familiar kita temui, baik itu di taman-taman kota atau di sepanjang ruas-ruas jalan, bahkan di halaman rumah. Ini karena palem merupakan tanaman tropis yang bisa tumbuh dengan sangat mudah di Indonesia, dan dengan perawatan sederhana. “Selama mendapatkan pencahayaan dan air yang cukup, palem akan tumbuh dengan baik di halaman rumah Anda,” ujar Ariesa Jumi, pemilik Kios Bunga Mulia Garden di kawasan Tanjung Bungkak, Denpasar. Ada beberapa jenis palem hias yang dikatakannya bisa ditanam di halaman rumah. Di antaranya, Palem komodoria. Palem ini juga kerap disebut palem bambu yang hidup secara bergorombol. Palem bamboo komoria sering dipergunakan sebagai tanaman indoor kar-

ena mampu menangkal dinginnya udara yang ditimbulkan oleh AC, juga dipercaya mampu menyerap racun udara dalam ruangan. Palem kuning. Disebut juga palem gading, karena warnanya yang kuning terang dan menyerupai gading. Palem hias ini berukuran kecil dan ramping. Pelepah daunnya menutupi batang yang beruas-ruas, sehingga batang pohon tidak terlihat, seperti hanya daun-daun saja dari atas tanah. Cocok untuk diletakkan di pot yang besar. Palem merah. Banyak orang mengira tanaman ini diberi cat agar berwarna merah. Padahal, pelepah palem hias ini memang berwarna merah menyala. Palem merah ini merupakan tanaman yang tumbuh merumbun atau berkelompok. Palem ekor tupai, memiliki lengkungan daun yang sangat can-

17

tik menyerupai ekor tupai. Tulang daunnya melengkung diikuti daunnya yang mengelilingi tulang daun tersebut. Jenis ini sangat digemari dan bisa tumbuh sangat tinggi. Palem putri, memiliki batang yang membesar di bagian atas tapi mengecil di bagian bawah. Daunnya hampir sama dengan palem ekor tupai, tapi lebih sedikit. Palem putri yang sudah cukup tua akan berbuah dan buah tersebut menjuntai seperti perhiasan, karena itulah mengapa tumbuhan tersebut dinamakan palem putri. Palem bismark, merupakan salah satu jenis palem hias yang sangat eksotik dan mewah. Palem ini memiliki daun lebar membentuk kipas dan berwarna unik yakni hijau dan putih sehingga terlihat seperti perak. “Palem bismark sangat cocok menjadi koleksi di taman rumah Anda,” ujar perempuan Asal Malang tersebut sembari menunjuk palem bismark di kebunnya yang dihargai Rp 5juta. Masih banyak jenis palem hias lain, seperti palem botol, palem kipas, dan palem sadeng yang bisa menjadi koleksi di halaman rumah atau kantor Anda. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

(ngurahbudi@cybertokoh.com)

Mendongeng Lima Menit

PULAU TIADA KEMATIAN

Tuan Kemaruk sejak lahir hidup sangat berbahagia. Ayahnya terkenal karena kekayaannya yang luar biasa. Orang kaya itu mempunyai lima puluh orang pembantu, lima puluh orang penggarap tanah, dan seratus orang Made Taro karyawan perusahaan. Anak satu-satunya, Tuan Kemaruk, sangat disayangi dan dimanjakan. Segala keperluannya terpenuhi. Tinggal membilang, lalu pembantunya segera menyampaikan keinginannya kepada sang ayah. Walaupun bergelimang kesenangan, Tuan Kemaruk sering termenung dan berpikir keras. Yang dipikirkannya adalah, apa gunanya hidup mewah, kalau setiap orang harus mati. Lebih-lebih setelah ayahnya meninggal, ia selalu gelisah dan tak puas tinggal di rumah mewah itu. “Mengapa manusia harus mati, Tuan Dukun?” katanya pada suatu hari kepada orang pintar. “Manusia tidak lepas dari kuasa Tuhan,” jawab Tuan Dukun. Sudah seratus dukun ia tanyai. Jawabannya itu-itu saja! Ketika ia bertanya kepada dukun yang ke 101, ia mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan. “Sebetulnya ada sebuah pulau, di mana setiap orang tidak bisa mati,” kata dukun itu meyakinkan. “Letaknya sangat jauh di sebelah selatan. Untuk mencapai pulau itu, seseorang harus menyeberangi lima puluh lima pulau dan memerlukan waktu berbulan-bulan.” Sungguh senang Tuan Kemaruk! Ia pun segera menyiapkan sebuah kapal besar dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Kemudian ia berlayar menuju pulau tiada kematian. Singkat cerita, setelah menghabiskan waktu berbu-

lan-bulan, ia pun sampai di pulau itu. Aneh! Orang-orang tampak sehat, bergembira ria, ngobrol sepanjang hari. Ketika merasa lapar, ia bertanya kepada orang-orang yang berkerumun itu. “Di mana ada restoran?” Orangorang itu menertawai pertanyaan yang dianggapnya aneh. “Ini pulau tiada kematian, wahai orang baru!” Kemudian orang-orang itu turun ke jalan, makan rumput dan sampah, lalu mengambil air serokan untuk diminum. Katanya lagi, “Ini pulau tiada kematian!” Tuan Kemaruk mulai sadar, bahwa di pulau tiada kematian itu, orang tak perlu bekerja, tak perlu uang, tak perlu makanan sehat dan enak, tak perlu tempat tidur yang nyaman. Di pulau itu orang tak pernah kena penyakit. Apa guna penyakit, kalau tak ada orang yang harus mati? Semula Tuan Kemaruk menikmati hidup serba gampang dan menyenangkan. Ia puas dengan kebahagiaan dan senang hidup tanpa kematian. Namun, entah berapa lama ia menjalani hidup seperti itu, lambatlaun ia merasa jemu dan kehilangan semangat hidup. Ia terkenang kehidupan suka-duka di masa lampau. Maka ia memutuskan untuk kembali ke pulau tempat kelahirannya. Syahdan, ketika Tuan Kemaruk mendaratkan kakinya di pulau asal kelahirannya itu, ia merasa lunglai, kurus dan tidak bertenaga. Untunglah seorang pemuda memberinya tongkat, lalu memapahnya ke rumah asalnya. Di sepanjang jalan ia terheran-heran melihat keadaan yang sangat asing baginya. “Tahun berapa sekarang, Nak?” katanya kepada pemuda yang memapahnya. “Tahun 2316, bulan Juni, tanggal 15,” jawab pemuda itu. Orang usia lanjut dan tua bangka yang bernama Tuan Kemaruk itu tiba-tiba jatuh terjerembab. Ia baru sadar bahwa usianya sudah melebihi 300 tahun. Pemuda yang memapahnya berusaha membangunkannya. Sia-sia.

Sudut Pandang

Ikuti Tren jika Cocok dan Nyaman

Berbagai hal bisa menjadi tren dan bisa diikuti siapa saja. Terutama di dunia fashion style. Beberapa tahun lalu sempat booming tren dengan rambut sambung atau istilah kerennya hair extention. Yang membuat anak-anak muda bahkan kalangan ibu-ibu tertarik dengan hair extension ini karena ingin merubah penampilan gaya rambut mereka yang bisa dengan instan menjadi panjang. Tren tak mengenal usia atau pun profesi. Hal ini pula yang dialami Ayu Wahyuniyati, S. Pd. Guru Bahasa Inggris di SMAN 7 Denpasar ini pun mengaku sempat mengikuti tren tersebut. Namun sebagai pendidik (guru), tentunya ada berbagai pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu. “Tiga tahun lalu saya sempat ikut tren hair extension. Dengan berpikir cukup lama sebelumnya, mempertimbangan cocok atau tidak, karena bagaimana pun saya sebagai seorang pendidik tidak bisa mengikuti

semua tren, apalagi yang tidak cocok dengan dunia saya,” ujar perempuan yang akrab disapa Ayu ini. Kemudian, ketika ia mencoba ternyata banyak respons yang didapat baik dari teman, keluarga dan yang pasti dari murid-muridnya. “Walau banyak yang berpendapat bahwa saya anggun dengan model hair extention, namun lama-kelamaan saya merasa mulai bosan karena selain perlu perawatan ekstra juga tidak praktis,” ungkap Ayu tersenyum. Ia pun memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi, dan secara berangsur tren itu juga hilang dengan sendirinya. “Koleksi hair extention yang saya punya sampai sekarang masih tersimpan rapi, karena seperti halnya dunia fashion busana yang akan berputar, kemungkinan tren hair extension akan meramaikan dunia fashion lagi,” ucapanya. Karena itu, Ayu berpendapat bahwa apapun tren yang sedang berlangsung

saat ini selama bisa disesuaikan dengan kondisi kita dan benar-benar membuat kita nyaman tidak ada salahnya diikuti. “Jangan memaksakan diri untuk mengikuti tren jika kita tidak merasa cocok atau nyaman,” ingatnya. Demikian halnya dalam proses belajar mengajar, sebisanya Ayu mengikuti tren yang berkembang atau yang sedang digandrungi anak-anak muda seusia anak-anak didiknya. Dua tahun silam ia pernah menugaskan anak-anak didiknya untuk membuat short movie tentang pengalaman liburan dan juga membuat drama dengan cerita masa lampau, seperti kisah Cinderella tapi dengan selipan jargon-jargon yang lagi hits dan ending (ending Cinderella happy) yang tidak bisa ditebak penonton. Ayu mengupkapkan saat itu materi pelajaran Bahasa Inggris yang diampunya masuk ke narrative text. “Kalau hanya sekadar menjelaskan apa itu narrative

Ayu Wahyuniyati, S. Pd. pasti anak-anak bosan, walau teori itu penting juga untuk dikuasai. Kemudian saat masuk di bagian story telling (menceritakan kembali sebuah crita), saya punya ide untuk mengemasnya dalam bentuk drama . Lalu judul-judulnya cerita dalam buku, seperti Roro Jongrang,

Cinderella, Jaka Tarub dan beberapa cerita lain,” paparnya. Alhasil, anak-anak antusias sekali. Mereka kemudian membuat naskah cerita lengkap dengan dialog-dialognya dengan seting kekinian. Jadi semisal Jaka Tarub yang dalam cerita zaman dulu berjalan kaki, tapi untuk drama ini Jaka Tarub disponsori sebuah merek sepeda motor, lengkap dengan jargon dan musiknya . Jadilah style Jaka Tarub masa kini. “Naskah-nahkah itu mereka boleh browsing cerita aslinya yang hanya sebagai patokan saja,” jelasnya. Juga dalam cerita Cinderella yang dalam drama kekinian menjadi Cinderello karena diperankan laki-laki. Endingnya, pangeran yang walaupun sudah tahu bahwa Cinderella itu adalah ladyboy tapi ia tetap memilih menjadi permaisurinya karena sang pangeran ternyata guy. “Tapi itu bukan untuk ditiru ya. Pokoknya waktu itu jadi seru-seruan. Ide-ide kreatif mereka keluar untuk merombak cerita menjadi kekinian,” tutur Ayu antusias. (inten.indrawati@cybertokoh.com)


I MADE WIRA MENUNJUKKAN MANGGA DEPEHA MILIKNYA YANG TIDAK DIKULTAR

18

Life Story

Edisi 928/ 21 -27 november 2016

Tetap Bersaudara walau Beda Pilihan

Petani Mangga Depeha Terancam Gagal Panen

I Made Wira menunjukkan mangga Depeha miliknya yang tidak dikultur

Mangga merupakan salah satu komoditi buah yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan di berbagai daerah. Cara pemeliharaan yang tidak begitu sulit membuat beberapa daerah di Buleleng menjadikan mangga sebagai buah lokal unggulan untuk mendongkrak perekonomian. Terlebih masing-masing daerah memiliki varian mangga lokal dengan keunggulan tersendiri. Salah satunya adalah mangga harum manis Depeha asal Desa Depeha Kabupaten Buleleng.

I Made Semaraguna

M

e n u r u t Pr e b e k e l Desa Depeha I Made Semaraguna, keunikan mangga Depeha terletak pada campuran dua rasa pada daging buahnya yaitu manis dan masam (kecut). Perpaduan dua rasa tersebutlah

yang menyebabkan mangga Depeha banyak dicari bahkan hingga ke luar Bali. Selain perpaduan dua rasa tersebut, mangga harum manis dari Depeha memiliki keunggulan lain yakni tekstur daging yang tebal dan halus dan biji yang kecil. Beberapa tahun belakangan produksi mangga Depeha menurun sangat drastis. Penurunan produksi diakibatkan perubahan iklim yang cukup ekstrem. Dulu, kalau panen tiba, petani bisa mendapat hasil hingga beberapa ton. Sekarang dapat beberapa kilo saja sudah syukur, jelasnya. Karena kondisi tersebut, banyak petani yang beralih menggunakan pupuk nonorganik untuk menghindari gagal panen. Bahkan untuk merangsang pertumbuhan dan buah, petani mengunakan sistem kultar yang sangat berpengaruh terhadap kualitas mangga yang dihasilkan. Kultar ini bertujuan untuk merangsang pohon mangga agar cepat berbuah. Kalau biasanya panen dilakukan di akhir tahun dengan kultar, panen dapat dilakukan pada bulan November, jelasnya. Efek tidak baik tentu ditimbulkan oleh sistem kultar tersebut. Buah mangga akan terasa lebih asam dan daya tahan setelah paskapanen yang relatif singkat. Rata-rata mangga yang sudah matang setelah panen akan bertahan sampai satu minggu. Akan tetapi setelah ada sistem kultar, mangga hanya mampu bertahan dua sampai tiga hari, imbuhnya. Hal inilah yang membuat ketenaran mangga Depeha mulai menyurut sehingga produksi dan pemasarannya tidak lagi tinggi. Pihaknya sangat mengharapkan janji pemerintah yang akan merevitalisasi keberadaan mangga Depeha agar tetap dapat mempertahankan pamornya sebagai mangga yang

memiliki citarasa tinggi dari Buleleng. Katanya, di tahun 2017 nanti akan dijadikan pilot project, ya semoga saja benar, tegasnya. Sementara itu, ketika kebanyak petani memilih sistem kultar untuk menghindari gagal panen, Made Wira salah seorang petani yang tetap menggunakan cara organik dalam pemeliharaan mangganya. Ia mengklaim bahwa dirinya merupakan petani satusatu dari Desa Depeha yang selama ini menghindari sistem kultar untuk merangsang buah pada mangganya. Menurutnya, akan sangat terlihat perbedaan antara mangga organik dan yang dikultar dari segi rasa, bentuk, dan daya tahan paskapanen. Ia tidak menampik jika dengan cara organik, produksi buah jauh di bawah dari hasil dikultar. Bahkan waktu panen pun lebih lama dari hasil pengkultaran. Dari lima puluh empat pohon paling-paling menghasilkan beberapa kilo saja, ungkapnya. Hal tersebut dikarenakan cuaca yang tidak menentu dan serangan dari hama penyakit. Kalau kena hujan beberapa hari saja langsung busuk, tambahnya. Beberapa tahun belakangan ini dirinya mengatakan sudah mengalami gagal panen beberapa kali. Atas kerugian tersebut, bukan tidak mungkin dirinya juga akan ikut menggunakan sistem kultar. Hasil produksi sedikit dibarengi dengan harga anjlok, bagaimana petani bisa untung. Niat untuk mengkultar memang ada kalau terus-terusan merugi, paparnya. Petani kelahiran 31 Desember 1958 tersebut sangat mengharapkan bantuan dan solusi permasalahan tersebut dari dinas terkait. Ya untuk dinas terkait mudah-mudah bisa segera ke lapangan untuk mencari solusi dari permasalahan ini, tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

ASN harus Jaga Netralitas Untuk menjaga netralitas, Pemkab Buleleng mengadakan sosialisasi tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka menyongsong Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati

Buleleng tahun 2017, yang dilaksanakan di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja Eks. Pelabuhan Buleleng, pekan lalu. Sosialisasi tentang netralitas ASN dalam rangka menyongsong Pemilihan

Bupati dan Wakil Bupati Buleleng tahun 2017, menghadirkan tiga narasumber masing masing Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Buleleng Ni Made Rousmini, Ketua KPU Kabupaten

Ka b u p a t e n B u l e l e n g a k a n melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2017 mendatang. Pelaksana Tugas Bupati Buleleng Ir. Made Gunaja,M.Si.mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Pilkada aman, tertib dan damai. Untuk mewujudkan kekondusifan tersebut, Gunaja menghimbau seluruh lapisan masyarakat Buleleng tidak mengonsumsi minuman keras atau narkoba selama kampanye maupun saat menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara masing-masing. Menurutnya, perbedaan dalam pilihan merupakan hal yang wajar dalam pesta demokrasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut menyebabkan perpecahan dalam masyarakat. “Kita tetap bersaudara, meskipun berbeda-beda pilihan. Jangan mau dihasut untuk melakukan tindakan yang melawan hukum, karena dapat merugikan diri sendiri dan keluarga,” demikian diungkapkan Gunaja saat menjadi inspektur upacara Apel Besar Kebhinekaan Cintai Damai, Selasa (15/11) di Polres Buleleng. Ia menambahkan masyarakat Buleleng sudah dewasa dalam hal menghadapi dan melaksanakan

pesta demokrasi Pilkada. Saya yakin, masyarakat Buleleng sudah sangat dewasa dalam menghadapi hajatan pesta demokrasi. Namun, saya harapkan, agar tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pilihan. Kita saling menghargai perbedaan, karena itulah prinsip demokrasi bangsa kita, paparnya. Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, S.I.K, M.Si mengatakan semua pihak harus mempunyai kewajiban yang sama untuk menjaga perdamaian untuk menuju pesta demokrasi yang aman dan damai. Kami mengajak dan menghimbau kepada masyarakat supaya selama berlangsungnya pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan lancar tertib dan damai sesuai dengan harapan yang merupakan tujuan akhir dari demokrasi itu sendiri, ujarnya Ka p o l r e s S u k a w i j a y a m e nambahkan seluruh komponen masyarakat agar turut berpartisipasi dalam menciptakan rasa aman dan damai demi suksesnya Pilkada yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia khususnya di Buleleng. “Kami menginginkan agar pelaksanaan Pilkada yang dilakukan secara serentak pada bulan Februari nanti, agar Buleleng menjadi daerah yang aman, damai dan tertib,” paparnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Sebagai volunteer dalam melakukan operasi bibir sumbing selama delapan tahun terakhir di Nusa Tenggara Barat, drg. Farida Istiarini, Sp.Ort, memiliki banyak pengalaman yang kemudian dijadikannya pelajaran berharga dalam hidupnya. Demi melihat senyum anak-anak NTB dan membantu para penderita bibir sumbing lainnya, orthodontist putra daerah NTB ini rela menghabiskan sebagian waktunya di meja operasi untuk memperbaiki kekurangan pasien penderita bibir sumbing. Banyak pengalaman menarik dialami Farida selama delapan tahun menjadi volunteer. Selain telah melakukan operasi bibir sumbing bagi ratusan penderita sumbing di NTB, ia juga aktif mensosialisasikan tentang banyak hal berkaitan dengan bibir sum­bing dengan turun dari satu desa ke desa lainnya.

D

i samping itu ia kerap turun langsung ke masyarakat untuk mencari pasien bibir sumbing yang menurutnya, ternyata tidak semudah seperti yang dibayangkannya. Bahwa penderita bibir sumbing maupun keluarganya akan gembira dan menerimanya dengan bahagia karena ia dan rekan-rekannya akan memberikan pelayanan gratis mulai dari operasi dan perawatan sampai sembuh. “Jangankan mau dioperasi, didata saja sangat sulit. Keluarga penderita bibir sumbing sangat tertutup, khususnya di awal kami melakukan bakti sosial,” ungkapnya. Di masa awal ia dan timnya turun untuk menemukan para penderita bibir sumbing untuk dibantu operasi secara gratis, Farida harus mengalami penolakan dari masyarakat yang terbilang tertutup dalam hal ini. Tertutupnya masyarakat tentang bibir sumbing ini lebih karena ada mitos turun temurun yang berkembang di masyarakat terutama di perdesaan tempat dimana banyak sekali ditemukan kasus bibir sumbing. Ada yang

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

7

Berjuang Melawan Mitos Bibir Sumbing

menganggap bahwa bibir sumbing itu lahir sebagai takdir dan takdir tersebut tidak boleh diubah alias jika terlahir sumbing maka itulah ketentuan dari Sang Pencipta dan tidak boleh diperbaiki dengan cara apapun termasuk operasi. “Selain itu ada pula mitos yang dipercaya bahwa anak yang lahir dengan bibir sumbing mendatangkan rezeki. Kalau sumbing ditutup (dioperasi-dijahit) maka rezeki juga akan tertutup,” ungkap Farida. Yang lebih menyedihkan adalah pandangan bahwa bibir sumbing adalah dianggap tabu dan anak penderita bibir sumbing tersebut dianggap dapat membawa sial dalam keluarga. “Ini yang membuat di beberapa kasus banyak dikucilkan bahkan dipasung oleh keluarga. Ada juga yang dengan sadar mengucilkan diri dan setelah kakek-kakek nenek-nenek baru mereka keluar,” ungkap Farida dengan nada sedih. Sebagai seorang ibu, Farida tersentuh hatinya membayangkan betapa terlukanya anak-anak penderita bibir sumbing yang hidup tertekan dalam kungkungan pandangan seperti itu. Akibatnya mereka banyak yang tidak sekolah. Bahkan ada pasien yang dioperasinya setelah puluhan tahun mengucilkan diri dan ia baru bisa tersenyum bahagia di usia 60 dan 70 tahun. “Bisa dibayangkan mereka hidup tertekan selama masa itu,” katanya. Hal inilah yang memicu semangat Farida untuk berjuang dan selalu menyiapkan waktunya guna melakukan operasi bibir sumbing gratis demi melihat anak-anak NTB dan juga ibu mereka serta keluarganya dapat tersenyum bahagia. Perjuangan Farida bersama timnya untuk menerobos kebiasaan pandangan turun temurun dalam masyarakat ini tidaklah mudah. “Sekalipun kami pernah mengalami masa-masa sulit menerobos mitos tersebut sampai pernah diusir dari

Dr. Farida (tiga dari kiri) bersama timnya

sebuah kampung saat mencari penderita bibir sumbing untuk dioperasi, saya tidak ingin menyerah,” katanya. Karena itulah, sampai saat ini, Farida tetap memiliki waktu mengurus anakanak penderita bibir sumbing. Selain menjalankan tugasnya sebagai pegawai negeri di RS Daerah Lombok Barat, Farida bekerja sama dengan organisasi perempuan di NTB seperti bergerak bersama PKK yang memiliki kader hingga ke dusun-dusun, melakukan pendataan penderita bibir sumbing langsung dari rumah ke rumah serupa tengah menjemput bola. Ia minta bahwa semua kelahiran sumbing dapat segera dilaporkan agar bisa selekas mungkin ditangani sehingga tidak menimbulkan kerugian beruntun khususnya dalam hal psikologis terutama bagi si bayi. Ia bersama timnya juga melakukan pendekatan selain dengan keluarga penderita bibir sumbing juga kepada tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama terutama di tempat banyak ditemukannya kasus bibir sumbing. Farida pernah menemukan dua kasus bayi lahir sumbing yang diabaikan oleh ibunya sendiri. Kasusnya terjadi di Lombok Barat. Begitu mendengar ada informasi bayi lahir sumbing, Farida

mendatangi keluarga tersebut. “Karena shock melihat anaknya lahir sumbing, ibu si bayi membiarkan anaknya begitu saja bahkan tidak mau menyusui bayinya,” kata Farida. Berulang-ulang Farida memberitahukan dan meyakinkan ibu dan keluarga si bayi agar tidak bersedih karena sumbing anaknya sangat bisa diperbaiki lewat dioperasi. Ia juga menekankan bahwa operasi bibir sumbing anaknya dilakukan tanpa biaya alias gratis. “Saya bahkan memberikan foto bayi sumbing yang lebih parah dari itu dan menjadi jauh lebih baik setelah dioperasi untuk meyakinkan bahwa kelak bayinya bisa menjadi jauh lebih baik dari kondisinya saat itu. Namun tetap susah mereka terima,” ungkapnya. Farida sampai ikut membantu ibu bayi untuk menyusui anaknya dengan menutup sumbing di bayi dengan plester. Ia juga mengajari dengan detil ibu dan keluarga si bayi agar si bayi bisa menyusu dengan benar selama sumbing belum bisa dioperasi. Ia juga mengajari cara merawat si bayi agar tetap sehat sehingga operasi kelak bisa dilakukan dengan aman. Pada kasus bayi sumbing yang terjadi pada bibir dan langit-langit harus menjalani setidaknya dua kali operasi

dimana operasi pertama baru bisa dilakukan pada usia bayi minimal enam bulan dan bayi dalam kondisi sehat. Untuk mendapatkan kondisi bayi yang sehat dan siap operasi, tentu perawatan pada bayi tersebut harus dilakukan dengan sungguhsungguh. Dan yang bisa melakukan itu adalah ibu dan keluarga si bayi. Ia sangat berharap itu bisa dilakukan oleh si ibu dan keluarganya namun itu terabaikan. Bahkan sampai sempat diberi susu formula gratis untuk diberikan pada bayi, juga tidak dilakukan dengan baik. “Saya dapat kabar bayi tersebut akhirnya meninggal,” ujar Farida sedih. Hal ini juga menjadi salah satu kendala untuk bisa menuntaskan bibir sumbing di Lombok. Dimana masih banyak perempuan yang menjadi ibu dalam usia yang sangat muda, sehingga ketika mendapatkan bayi menderita sumbing situasi psikologi si ibu tidak mampu menerima dengan bijaksana. Begitulah pengalaman Farida selama ini. Ia memaknai benar proses hidupnya kala menjadi “ibu” bagi anak-anak sumbing di NTB. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga menengah ke bawah dan tinggal di pelosok-pelosok desa. “Pengalaman bersama mereka adalah pengalaman hidup yang tidak bisa saya dapatkan di sekolahan,” katanya. Dari sana ia mengaku dapat belajar melihat hidup yang sesungguhnya. Bahwa itu mengajarkannya untuk tidak melihat ke atas melainkan masih jauh lebih banyak dari mereka yang tidak beruntung dibandingkan dengan dirinya. “Jika saya merasa hidup ini berat maka saya langsung ingat bahwa masih ada yang lebih berat dari apa yang saya alami, yaitu mereka,” katanya. Itu membuatnya bisa lebih mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta pada dirinya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Mengunjungi Gunung Nokogiri

Buat Permohonan dengan Lempar Koin

Apel Besar Kebhinekaan Cintai Damai di Lapangan Polres Buleleng

Buleleng Gede Suardana, dan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Buleleng Ketut Aryani. Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Plt Bupati Buleleng Ir. I Made Gunaja, M.Si yang diikuti seluruh pimpinan SKPD serta ASN di Pemkab Buleleng. Pada kesempatan itu, hadir pula Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP. Dalam Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri, ASN tidak boleh berpihak dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng apalagi terlibat dalam kampanye salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. “Seperti yang diatur dalam Pasal 4 butir ke 15, PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah menggunakan fasilitas

Sosialisasi netralitas Aparatur Sipil Negara oleh P lt. Bupati Buleleng Buleleng Plt Bupati Buleleng Ir. I Made Gunaja, M.Si.

yang terkait dengan jabatan, jelasnya. ASN juga tidak diperkenankan membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye, serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. Gunaja juga mengingatkan ASN di lingkup Pemkab Buleleng, untuk selalu memegang teguh dan taat Asas, Prinsip, Nilai Dasar serta Kode Etik dan Kode prilaku yang diamanatkan oleh aturan yang berlaku. Walaupun mempunyai hak pilih, namun tidak boleh memihak. Silakan nanti pada saat mencoblos saja menyalurkan hak pilihnya, imbuhnya. Plt Bupati Gunaja mengatakan akan menindak tegas jika ada ASN terbukti terlibat dalam kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. Bila ditemukan PNS yang terlibat dalam politik praktis, akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dengan sanksi ringan maupun sanksi berat sesuai dengan aturan dalam undang undang ASN. Tentunya dengan memperlihatkan bukti bukti yang ditemukan sebelum menjatuhkan sanksi, tegasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Patung Budha berukuran besar yang disebut dengan Daibutsu di dinding batu Gunung Nokogiri.

Kota Kanaya merupakan kota nelayan yang terletak di Chiba, Jepang. Alamnya indah memesona. Di wilayah ini terdapat beberapa kuil. Salah satunya kuil di puncak Gunung Nokogiri. Gunung ini dulunya dijadikan tempat penambangan batu oleh masyarakat. Di sekitar Gunung Nokogiri terdapat komplek kuil yang disebut dengan nama Kenkon-Zan Nihon-Ji. Kuil ini merupakan kuil tertua yang dibangun pada 725 M dan merupakan kuil tertua di Jepang. Saat ini kuil Nihon-Ji digunakan sebagai pusat ritual bagi Sekte Soto Zen. Di komplek kuil ini terdapat sebuah patung Budha berukuran besar yang disebut dengan Daibutsu. Patung ini berdiri sejak tahun 1783 dengan ketinggian 30 meter. Patung ini dipahat langsung di dinding batu Gunung Nokogiri. Selain berwisata, banyak peng­ unjung melakukan persembahyangan di kuil tersebut. Mere­ka melakukan doa untuk permohonan dengan pelempar koin serta meletakkan patung kecil di sekitar area sebagai simbol. Selain Daibutsu, ada satu relief yang bernama Hyakushaku Kannon yang berada di celah gunung. Dua patung besar ini memang sangat menakjubkan dan menggambarkan

betapa hebatnya orang zaman dulu hingga mampu membuat relief ini. Dari puncak gunung, terlihat teluk Tokyo de­ngan lalu lintas kapal yang sangat indah. Sejumlah kuil juga menjadi tempat pemujaan para leluhur masyarakat Kanaya, yakni Kuil Hongakuji dan

Kuil Kezoin. “Kuil ini menjadi tempat pemujaan nenek moyang kami disini,” ujar Ketua Panitia Bali Kanaya International Art Week 2016, Hiroshi Suzuki yang mendam­pingi peserta pertukaran budaya dari Bali mengetahui budaya yang berkembang di Jepang, khusus Kanaya. (Parwata)

Relief Hyakushaku di celah Gunung Nokogiri


6

Perempuan terlahir dengan keindahan yang berbeda satu sama lainnya. Dari segi anatomi, perempuan memiliki bagian-bagian tubuh yang dapat mempercantik penampilannya. Menurut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Buleleng, Luh Hesti Ranitasari, memang seyogyanya seorang perempuan bisa menjaga penampilan agar terlihat menarik. Merupakan hal wajar jika setiap wanita ingin terlihat mengikuti tren masa kini. Ia menegaskan untuk dapat menunjang penampilan seorang perempuan juga harus menyesuaikan dengan kemampuan baik dari segi finansial maupun dari segi personal. Cantik itu kan mahal, kalau untuk terlihat fashionable dibarengi dengan kemampuan finansial, kenapa tidak? ungkapnya.

S

Woman on Top

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

elain memerhatikan finansial, ketika seorang perempuan ingin mengikuti tren hal yang perlu diperhatikan adalah gaya personal. Perempuan dengan tubuh kecil memakai baju yang besar misalnya, malah terlihat tidak cantik, imbuhnya. Jika seorang perempuan tidak mampu menempatkan fashionnya, maka konsekuensinya akan terlihat aneh. Hal lain yang seharusnya sangat dipertimbangkan seorang perempuan dalam mengikuti tren adalah penyesuaian dengan pekerjaan yang digeluti. Jangan sampai kerja di lapangan malah pakai tas yang mahal, lari-lari pakai heels. Begitu juga jika bekerja di kantor jangan sampai memakai pakaian yang tidak sopan, tambahnya. Berkaca dari fashionnya sendiri, perempuan berzodiak Pisces tersebut mengaku lebih suka dengan gaya-gaya simpel tetapi terlihat elegan. Ia menambahkan untuk dapat tampil secara fashionable tidak mesti termakan mode tetapi juga harus terlihat sopan. Sebagai orang yang memi-

Ikuti Tren dari Media Sosial

liki pekerjaan disoroti banyak orang, Rani sapaan akrabnya mengaku harus bisa menjadi panutan. Di usianya yang menginjak kepala 3 tersebut, ia juga harus pandai memilah pakaian yang sesuai dengan karakter dan usianya. Apa yang saya pakai juga harus menyesuaikan dengan umur dan yang terpenting adalah nyaman dipakai, tambahnya. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Buleleng tersebut tidak memungkiri jika selama ini dirinya memang suka mengikuti tren fashion dari media sosial. Saya lihat di IG artis yang memang memiliki bodi sama dengan saya. Mereka pakai baju yang bagus kemungkinan saya pakai juga bagus, dan memang sudah terbukti, paparnya. Soal pakaian, Rani mengakui jika memang ada salah satu brand terkenal yang menjadi langganannya. Kebetulan kenal sehingga setiap bulan memang dikirimin gambar-gambar pakaian yang menjadi tren, lanjutnya. Dirinya tidak menampik, jika tren diikuti maka tidak akan pernah ada habisnya. Rani mencontohkan, baju yang dipakai cepat sekali mengalami perubahan tren dari segi warna dan bahan yang digunakan. Kalau baju modelnya itu-itu saja, yang berubah hanya warna maupun bahan yang digunakan sehingga capat sekali up to date, jelasnya. Hal inilah yang membuatnya lebih suka mengoleksi tas daripada pakaian. Menurutnya tas akan lebih lama mengalami perubahan mode sehingga dirinya tidak perlu terlalu sering mengganti tas yang digunakan. Kalau baju boleh murah tetapi kalau tas, saya harus yang branded, ucapnya. Meskipun suka dengan barang-barang branded akan tetapi perempuan bertubuh mungil tersebut mengaku tidak fanatik dengan produk

Luh Hesti Ranitasari

lokal. Koleksi tas saya ada beberapa yang memang branded tetapi ada juga koleksi tas anyaman dari dalam negeri, tandasnya. MEMILAH GAYA FASHION Sementara itu, menurut Nyoman Karina Wedhanti, dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja, ada hal yang perlu diperhatikan ketika perempuan ingin mengikuti tren. Salah satunya adalah dengan mengenal kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Setiap orang terlahir tidak dengan kelebihan yang sama dan body shape yang berbeda, jelasnya. Selain itu, kemampuan mengenal pribadi personal juga dibutuhkan dalam mengikuti sebuah trend. Seorang yang secara fisik pantas menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, namun ketika ia memiliki kepribadian introvert maka ia tidak akan memiliki rasa percaya diri menggunakan pakaian tersebut. Tidak hanya mengenal pribadi masing-masing, tetapi mengenal lingkungan juga sangat penting, imbuhnya. Seorang wanita

yang berada pada keluarga atau lingkungan yang konservatif tentu tidak akan merasa pantas menggunakan pakaian yang sedikit terbuka. Ia menambahkan bahwa hal lain yang harus diperhatikan dalam mengikuti sebuah tren adalah sesuai dengan keperluan. Keperluan yang dimaksud berhubungan erat dengan pekerjaan dari perempuan tersebut. Seorang ibu rumah tangga akan lebih memerlukan pakaian yang santai dan juga nyaman. Berbeda halnya dengan perempuan pekerja yang lebih banyak memerluan pakaian kantornya, paparnya. Dengan melihat kebutuhan, niscaya seorang perempuan tidak akan menghabiskan banyak uang untuk mengikuti sebuah trend. Tidak lebih mengikuti keinginan untuk mengikuti trend melainkan pada kebutuhan, pungkasnya. Perempuan kelahiran 21 April tersebut mengatakan jika budget yang dimiliki tidak memenuhi, maka sebaiknya perempuan cerdas dalam memilih barang-barang yang diperlukan. Ia menyarankan untuk membeli barang sesuai keperluan dengan warna dasar. Warna dasar itu meliputi hitam, putih, krem, dan coklat. Saya kira warna dasar itu tidak akan pernah ada matinya, tambahnya. Dengan gaya klasik yang mengikuti standar seseorang tetap bisa tampil menarik asalkan pandai dalam memadumadankan pakaian yang digunakan. Kalau ke kantor ya pakai jas, ke pesta pakai gaun, ke Pura pakai pakaian adat. Tetap akan terlihat cantik asalkan bersih dan rapi, imbuhnya. Menurutnya fashion sangat mudah berkembang dan diikuti seiring dengan keberadaan media sosial. Karina panggilannya mengakui jika dirinya mengikuti trend fashion dari akun media sosial yang

khusus membahas masalah fashion. Gaya fashion yang sangat digemari adalah gaya remaja meskipun saat ini ia telah dikarunia dua orang anak. Namun, ia menegaskan bahwa selalu memilah gaya tren yang cocok dengannya. Saya suka gaya fashion anak muda, karena memang masih ada transisi ibu muda. Akan tetapi saya juga tidak mau berdandan ibu muda yang terlalu berlebihan, tambahnya. Ada hal yang sangat penting dapat dipelajari ketika sesorang mengikuti sebuah tren yaitu masa seorang perempuan akan dapat mengeksplor dirinya. Misalnya model off shoulder tidak tahu apa kita pantas memakainya, tetapi setelah dicoba banyak yang mengatakan bagus, ya bisa diteruskan. Begitu juga sebaliknya, ungkap ibunda dari Gede Keva Agastya dan Made Dava Prana Siva tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

“T E R S A N G K A” Salam Senyum, Kata “tersangka” menjadi trend saat ini. Hmmmmm.. dan ini selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berkesan negatif. Ketika orang menyebutkan kata ‘tersangka’ kepada kita, maka cenderung kita untuk menolaknya, karena tentu kita tidak mau untuk dijadikan obyek dalam sebuah perkara. Terlepas dari situasi politik yang hingarbingar, penuh dengan “kedemokrasian”, saya tetap konsen dengan rubrik saya yang membahas tentang layanan/ service. Istilah ‘tersangka’ ini saya pinjam untuk sebuah contoh kejadian seperti ini dalam layanan. Dengan tergesa-gesa saya datang ke sebuah toko buku yang sudah terkenal bermaksud untuk mengembalikan dan mengganti buku yang saya beli karena ada beberapa halamannya yang hilang. “Selamat pagi Mbak,... bisa saya menukarkan buku ini karena ada beberapa halamannya yang hilang?” Dengan setengah tidak percaya petugas di toko buku itu memeriksa halam­ an lembar per lembar pada buku yang saya kembalikan. Setelah dicek kebenarannya, mulailah dia bertanya-tanya bak seorang penyidik. Kapan ibu membeli buku ini,... apakah ibu sudah periksa keutuhan buku ini... siapa penjaga counter /kasir sewaktu ibu bertransaksi. Kenapa ibu baru mengembalikan padahal pembelian sudah 2 hari yang lalu. Apa buktinya ibu sudah berbelanja di toko buku kami, dan lain-lainnya... Contoh kejadian lain seperti ini. Ketika saya bermaksud menyetorkan sejumlah uang

ke salah satu kantor cabang sebuah Bank, ada saran atau lebih tepatnya penolakan seperti ini dari petugas layanannya. “Mohon maaf Ibu, silahkan Ibu menyetorkan uang itu langsung ke kode cabang yang dimaksud, karena penyetoran ini hanya bisa dilakukan di cabang tersebut”. Alasannya sih disebutkan, di antaranya adalah karena jumlah yang banyak menyetor harus konfirmasi. Alasan lainnya karena waktu itu kantor cabang tersebut mengalami gangguan jaringan (istilah kerennya off line). Walaupun sedikit kecewa tetapi saya melanjutkan untuk menuju Kantor cabang asal dimana tertera di rekening tersebut. Sampai di Kantor cabang yang dimaksud, ternyata antrean sangat berjubel dan penuh sesak. Dengan sabar saya menunggu, dan akhirnya mendapat giliran. Sambil menunggu uang dihitung oleh petugas kasir, saya mengungkapkan keluhan saya. Namun... apa yang terjadi... Si petugas kasir bertanya bertubi- tubi kepada saya. “Di mana Ibu bertransaksi. Dengan siapa ibu bertemu di sana, jam berapa ibu ditolak bertransaksi. Apakah ibu sudah melakukan konfirmasi. Kenapa ibu tidak membuat kartu Nasabah ......... ( dia menyebutkan khusus layanan tanpa antre). Kenapa tidak dilengkapi dengan fasilitas internet Banking yang dapat melakukan transaksi tanpa harus ke Bank. Dan banyak lagi pertanyaan lainnya. Hmmmmm... bayangkan..jika Anda sebagai pelanggan ditanya bertubi-tubi layaknya seorang penyidik kepada tersangka. Waaaahhh.... tentu kita merasa bahwa ke-

salahan itu dituduhkan kepada kita sebagai pelanggan yang tidak begitu paham dengan fasilitas-fasilitas, atau lebih dapat dikatakan bahwa si pelayan tidak mau disalahkan. Pembaca setia Dhani’s Art in Service... ketika ada pelanggan kita yang complaint, hendaknya jangan jadikan mereka itu seperti tersangka. Ada istilah JUSTIFIED COMPLAINTS, yaitu complaint yang dapat dibenarkan. Jadi pelanggan kita complaint karena pelanggan kita sebenarnya menderita akibat kesalahan dari pelayan. Sedangkan UNJUSTIFIED COMPLAINTS adalah sebaliknya. Pelanggan mengajukan complaint karena pelanggan berpikir bahwa si pelayanlah yang melakukan kesalahan. Padahal sebenarnya mereka (pelanggan) itu sendiri yang salah dengan berbagai alasan. Bisa karena tidak mengerti, atau lupa dengan tanggung jawabnya sebagai pelanggan di luar tanggung jawab dari si pelayan. Apapun alasannya, sebagai seorang pelayan yang baik, hindarilah berdebat yang mengakibatkan pelanggan itu hanya sebagai ‘tersangka’ dalam kesalahan yang terjadi. Saya akan berikan beberapa prinsip dasar agar menjadikan pelanggan bukan sebagi tersangka ketika mereka complaint. Yang pertama, Pelanggan complaint kare­ na mereka MENDERITA akibat layanan kita. Baik produk, ataupun fasilitas, jadi kita sebagai pelayan wajib untuk bertanggung jawab. Yang kedua, dengan adanya complaint dari pelanggan maka kita dapat melihat PELUANG UNTUK MEMPERBAIKI kualitas layanan, produk, fasilitas, dan bisnis kita. Selanjutnya yang ketiga, complaint dari pelanggan sebagai BUKTI bahwa pelanggan itu menghargai kita dengan menyampaikan perasaannya dan tidak sekadar meninggalkan

Menikmati Pemandangan Hutan Pinus Gondosuli Terlihat kabut tebal mewarnai sepanjang Jalan Raya Du­ ngus menuju kawasan lereng Gunung Wilis, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pagi itu, sinar matahari juga terus menembus celah pepohonan. Baik yang ada di dataran rendah maupun tinggi. Dari Kota Madiun menyusuri jalanan yang beraspal naik turun. Bahkan, berkelok-kelok dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer tak terasa telah sampai di wilayah Gondosuli, Kecamatan Kare.

D

Nyoman Karina Wedhanti

bisnis kita tanpa kabar berita. (nanti seperti lagunya Bang Toyib, tidak pulang-pulang... heheheh). Yang keempat pelanggan itu complaint dan kita dapat menanganinya dengan baik, itu akan malah menjadi WOMM (WORD of MOUTH MARKETING) kita. Tanpa mengeluarkan biaya banyak untuk pasang iklan. Dan yang terpenting,...Yang kelima adalah complaint dari pelanggan bukan untuk BERDEBAT dan mencari obyek siapakah yang salah. Tapi adalah sarana untuk mencari SOLUSI yang cepat, benar, dan menyenangkan untuk para pelanggan kita. Dengan kelima prinsip di atas, saya yakin ketika kita menangani complaint pelanggan, kita tidak akan membuat seolah-olah seperti ‘tersangka’ kepada pelanggan. Ingatlah.. pelanggan itu adalah bagian dari bisnis kita, dan bukan orang luar dalam bisnis kita (Mahatma Gandhi). Jadi... jadikanlah mereka sahabat yang selalu akrab dan nyaman dengan kita... Bukan lawan debat atau bahkan menjadikan mereka selalu di pihak ‘tersangka’ dalam setiap kesalahan yang terjadi. Ayooooo... mari segera kita lakukan agar selalu menjadi pemenang dalam merebut hati pelanggan kita. Ingin lebih dalam bagaimana cara mena­ ngani complaint pelanggan dengan baik dan menyenangkan? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT (In House Training) atau workshop dan seminar seperti apa yang Bapak/Ibu butuhkan. Salam 3SP. Salam Senyum Sang Penyihir. Sri.Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

19

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

ataran rendah wilayah Kecamatan Kare ternyata menyimpan keindahan alam yang mudah dijangkau. Bahkan, dijadikan tempat berlibur dadakan. Hutan pinus yang dekat dengan pemukiman penduduk itu, setiap

Dua orang pengunjung menikmati pemandangan alam hutan pinus

hari selalu dikunjungi wisatawan lokal. Namun jumlahnya tak sebanyak pada hari libur Sabtu dan Minggu. Tempat yang bernuansa udara sepoi-sepoi nan sejuk dan didominasi hutan pinus itu, ternyata baru ditemukan oleh sejumlah pecinta alam.

Bahkan, kini menjadi tempat wisata dadakan atau dapat dikatakan tujuan wisata baru oleh masyarakat luar Kecamatan Kare yang ingin menghabiskan waktu liburnya. Kawasan hutan pinus itu, sangat cocok masuk kategori potensi wisata yang tengah

dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun. Untuk menikmati udara segar dengan pemandangan alam yang mempesona, setiap pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. “Hanya saja dikenakan biaya parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor, sedang kendaraan roda empat

Rp 5.000. Untuk tiket masuk ke kawasan hutan pinus masih digratiskan,” kata Suparno, seorang juru parkir. Di kawasan hutan pinus itu, sebuah warung dadakan tengah dikerumuni oleh sejumlah warga yang tengah menikmati liburan bersama anggota keluarganya. Selain itu ada juga beberapa pengunjung yang pesan makanan dan minuman yang minta diantar ke lokasi yang disukai. Bahkan ada juga yang dudukduduk di hamparan rumput, di atas tikar/terpal maupun yang berkerumun ditempat-tempat duduk dari pohon pinus yang disediakan. Lokasi yang sejuk dan nyaman membuat setiap pengunjung menghabiskan waktunya untuk menikmati pemandangan alam baik perbukitan lereng Gunung Wilis, air sungai yang mengalir bahkan suara kicauan burung. Tidak hanya duduk-duduk saja, terlihat banyak pengunjung yang selfie serta foto bersama dengan latar belakang pepohonan pinus serta lembah yang diterpa sinar matahari. Beberapa anak-anak kecil berlari-lari di hamparan rumput dibawah pohon pinus yang masih rindang. Pengunjung dewasa ada juga yang menikmati ayunan dibawah pohon, sambil tertawa ria. Mereka puas berlibur di alam terbuka, yang merupakan kawasan hutan pinus yang berada di kaki Gunung Wilis Madiun. (Ajun Ally)

Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Meningkat Kunjungan wisatawan asing ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dengan tujuan utama untuk melihat komodo meningkatkan drastis. Hal ini setelah komodo ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (New 7 Wonders of Nature) oleh New 7 Wonders Foundation. Data yang tercatat di TNK Labuanbajo menyebutkan selama sembilan bulan, dengan rentang waktu Januari hingga September 2016 menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan ke TNK sebanyak 80.531 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 60 persen kunjungan wisatawan domestik dan 40 persen wisatawan mancanegara. “Kita patut bersyukur karena kunjungan wisatawan mancanegara naik drastis setelah komodo ditetapkan sebagai tujuh keajaiban dunia. Sedangkan sebelumnya jumlah

kunjungan wisawatan mancanegara relatif cukup kecil,” kata Staf Bagian Kerjasama Pengendali Ekosistem Hutan, TNK Labuanbajo, Ande Kefi. Ande menambahkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ini dari tahun ke tahun terus meningkatkan. Seiring dengan itu, penyediaan fasilitas untuk para wisatawan itu terus ditingkatkan, baik sarana berupa hotel maupun moda angkutan laut seperti speedboat, kapal atau perahu juga terus ditingkatkan. Ande juga menjelaskan kedatangan wisawatan asing ke TNK tidak hanya untuk melihat komodo saja tetapi mereka juga datang untuk olahraga laut seperti diving, snorkling dan berbagai wisata laut lainnya,. Karena objek wisatawan menarik di kawasan

Komodo

Ande Kefi

TNK ini cukup banyak. Dari pantauan di Bandara Komodo, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat menyebutkan jumlah penumpang pesawat terbang yang pergi-pulang ke Labuanbajo relatif cukup tinggi. Hampir 70 persen penumpang pesawat adalah turis mancanegara dengan tujuan utama untuk datang ke TNK melihat komodo. Garuda Indonesia terhitung sejak 21 Oktober 2016 lalu, sudah melakukan penerbangan langsung dari Jakarta – Labuanbajo pergi pulang. Selain itu, sejumlah

penerbangan juga setiap hari pergi pulang Denpasar – Labuanbajo seperti pesawat Lion Air lewat anak perusahaannya Wings Air, Nam Air dari grup Sriwijaya Air, Transnusa dan sejumlah perusahaan penerbangan juga melakukan terbang Denpasar-Labuanbajo pergi-pulang. Maxi, salah seorang wisatawan asal Jerman mengatakan dia baru pertama kali datang ke Labuanbajo untuk melihat komodo. Dia mengaku tahu komodo dari internet. Dia datang ke Labuanbajo bersama seorang temannya dan mereka menghabiskan waktu di TNK dan kawasan lain di Kabupaten Manggarai Barat selama dua minggu. Taman Nasional Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini resmi ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia atau New 7 Wonders of Nature oleh New 7 Wonders Foundation, tahun 2012. “Keberhasilan Taman Nasional Komodo menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah masyarakat dapat bersama-sama berusaha melindungi sebuah spesies yang hampir punah,” kata Presiden New 7 Wonders Foundation, Bernard Weber dalam rilis persnya saat itu. Weber mengatakan, jumlah suara melalui pesan singkat yang sangat besar menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mengekspresikan kebanggaan pada warisan

alam, yang juga merupakan bagian dari mozaik dunia. Duta Besar Komodo dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Komodo Kita, Jusuf Kalla mengungkapkan proses penetapan Taman Nasional Komodo sebagai “New 7 Wonders of Nature” memakan waktu lebih dari lima bulan untuk klarifikasi dan penghitungan. LIMA PULAU Menurut Ande Kefi, luas TNK saat ini 3.273 kilometer persegi dengan populasi komodo pada 2015 sebesar 312 ekor. Berdasarkan data yang ada di kantor Dirjen KSAD (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), pertumbuhan populasi komodo per tahun sekitar 10 persen. Komodo sebanyak itu tersebar di lima pulau yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, dan Pulau Pada. Kelima pulau ini terbagai dalam tiga sektor. Sektor satu meliputi Pulau Rinca, sektor dua meliputi Pulau Komodo dan sektor tiga meliputi Pulau Padar dan sekitarnya. Pembagian sektor ini didasarkan pada tingkat pengawasan komodo yang dilakukan oleh para petugas di TNK. Tujuannya agar pengawasannya lebih cermat dan teliti terhadap binatang langka ini. (Yosef Sintar)


20

Nine

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Baiq Indraningsih

Buat Semua Orang Jatuh Hati pada Kampung Banjar “Dari Mata Turun ke Hati, Dari Kata Turun ke Aksi.” Dengan tersenyum Baiq Indraningsih menyampaikan moto komunitas IBRA yang didirikannya tiga tahun lalu itu. Indraningsih memaknai moto ini dengan lugas, bukan hanya melihat, merasakan dan bicara saja, melainkan juga tindakan. Mata yang melihat, hati yang merasakan dan kata yang mengucapkan lalu diakhiri dengan aksi melakukan sesuatu. Dan, perempuan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Mataram ini membuktikan hal tersebut dengan turun langsung menggerakkan dan membangun kesadaran masyarakat Kelurahan Banjar untuk peduli pada sampah dan lingkungan. rahan Banjar bisa menjadi lebih juga anak-anak SD yang ada di Ke-

B

eberapa tahun lalu, bau sampah yang menyengat selalu tercium tiap kali melewati Sungai Jangkok yang melintasi Kelurahan Banjar yang posisinya dekat dengan Pantai Ampenan dan berada persis di samping Pasar ACC Ampenan yang tiap hari memproduksi sampah yang lebih banyak dilemparkan ke Sungai Jangkok tersebut. Alhasil, tumpukan sampah menggunung dan menyajikan pemandangan yang sungguh tidak sedap dipandang mata. Dan, orang lebih senang memalingkan pandangan lalu mengabaikannya, setelah itu meninggalkannya karena menganggap itu bukan menjadi urusannya. Namun, di saat orangorang memalingkan pandangan dari sampah tersebut, Indraningsih yang prihatin akan hal tersebut justru mendekatinya. Kesadarannya timbul manakala ia merasa harus bertanggung jawab dan melakukan aksi nyata untuk menangani sampah tersebut demi membuat orang tidak memalingkan muka apalagi memandang sebelah mata pada kampungnya ini. Kondisi ini tidak

sehat bagi masyarakat dan Indraningsih merasa harus membuka mata dan membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah itu musuh bagi kesehatan dan kelangsungan keseimbangan alam dan lingkungan hidup. Bagaimana tidak, Sungai Jang����� kok adalah salah satu sungai terbesar yang mengalir di wilayah kota Mataram yang melintasi Kelurahan Banjar, Ampenan dan telah menjadi simbol kehidupan masyarakat di kelurahan ini karena masyarakat seolah sudah menyatu dengan sungai yang mengalir langsung ke Pantai Ampenan ini. Karena itulah Indraningsih ingin membuat semua orang jatuh hati pada Kampung Banjar. Kampung dengan sungai yang bersih dan lingkungan yang asri yang membuat orang betah dan nyaman berada di Banjar. Itulah mulanya Indraningsih menggagas berdirinya komunitas IBRA pada 10 November 2013. IBRA memiliki komitmen untuk melakukan aksi nyata dalam berbagai kegiatan komprehensif dimana kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya sekadar menjadi tren belaka tapi bagaimana bisa membuat Kelu-

baik dalam aspek peningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat. Perubahan paradigma masyarakat bahwa tidak semua harus diselesaikan dan menjadi tanggung jawab pemerintah tapi bagaimana masyarakat bisa lebih kreatif, tumbuh dan berkembang dengan cara berbuat yang masyarakatnya bisa menyelesaikan permasalahannya dengan tetap bersinergi dengan semua elemen pemerintah, swasta, akademisi dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian bersama. Program pertama dibuatnya dengan nama Banjar Beres-Beres yang dimulai dari fokus pada membersihkan Sungai Jangkok yang melintasi Kelurahan Banjar dengan sampah yang menumpuk di dalamnya juga kebersihan sekitar sungai. Ada pula kegiatan lain seperti lomba mural dengan tema Jangkok Clean Up yang dilukis sepanjang dinding bagian atas Sungai Jangkok serta lomba mewarnai tong sampah. Ia juga menggerakkan sekolahsekolah yang ada di Banjar untuk ikut serta membersihkan sungai dan pantai pada waktu yang disepakati tanpa mengganggu jam belajar murid. Banjar Beres-Beres memberikan edukasi tentang lingkungan pada masyarakat dan

Rowah Kokoq Jangkok

Dari Banjar untuk Dunia Demi tetap menjaga kelestarian alam Sungai Jangkok dan lingkungan Banjar, pada ulang tahun IBRA yang ke 3 tahun 2016, IBRA menyelenggarakan kegiatan bertajuk Rowah Kokoq Jangkok. Rowah dalam Bahasa Sasak berarti selamatan. Dalam rowah tersebut dilaksanakan acara yasinan dan istighosah yang digelar di pinggir Sungai Jangkok yang diikuti oleh ratusan jamaah Majelis Taklim bersama Komunitas IBRA, PKK Kelurahan Banjar, staf kelurahan Banjar, tokoh masyarakat dan tokoh agama se kelurahan Banjar dan warga lainnya. Selain

itu ada pula kegiatan bersih sungai dan pantai Jangkok serta lomba-lomba, di antaranya lomba permainan tradisional anak. Rowah Kokoq Jangkok dengan tema dari Banjar untuk dunia, stay local think global ini rupanya tengah mengarahkan mimpi besar istri dari Ahmad Rizanto ini dalam menjadikan Banjar inspirasi bagi dunia dimana orang-orangnya boleh tinggal di sebuah kampung namun memiliki cara berpikir global. Dalam kegiatan inilah IBRA kembali melaunching program Bersiul (Bersih Seribu

lurahan Banjar dengan membuat lomba melukis tong sampah yang diikuti anak-anak SD juga kegiatan mendaur ulang sampah. Ada pula lomba mendayung sampah sembari memungut sampah di Sungai Jangkok. Selain itu juga edukasi dan sosialisasi diberikan kepada para pedagang di Pasar ACC Ampenan yang berada tepat di samping Sungai Jangkok. Indi bersama IBRA mengajak para pedagang untuk tidak membuang sampah di Sungai Jangkok seperti sebelumnya. Sosialisasi yang terus menerus itu pun berbuah manis, sampahsampah pasar yang biasanya tinggal dilempar ke Sungai Jangkok karena posisinya persis bersebelahan dengan pasar, lama kelamaan perilaku tersebut menurun dan akhirnya tumbuh kesadaran untuk tidak mengotori sungai dan lingkungan dengan sampah. Sungai Jangkok menjadi bersih dan asri serta di sekitarnya yang dulu ditumbuhi semak belukar serta tumpukan sampah bahkan kini telah dibuat sebuah taman yang diberi nama Taman Tematik Jangkok yang indah. Dan telah tumbuh pula usaha kuliner di sekitarnya. Bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, Indraningsih beserta IBRA juga

Langsung). Dalam program yang digagas oleh warga Banjar dan digerakkan oleh IBRA ini, warga Banjar akan menukar sampahnya dengan membayar seribu rupiah kepada petugas yang mengambil sampah tersebut. Jika 800 kepala keluarga yang ada di Kelurahan Banjar melaksanakan program ini, maka dalam sebulan akan terkumpul cukup banyak dana,” ungkap Indraningsih. Uang tersebut akan diberikan sebagai honor kepada empat petugas sampah. Sisanya dimanfaatkan untuk keperluan kampung seperti, kegiatan-kegiatan lingkungan, bantuan untuk kesehatan warga miskin dan lainnya. Dengan program Bersiul ini diupayakan agar tidak boleh lagi ada warga yang buang sampah sembarangan. “Jika ada warga yang membuang sampah sembarangan, maka akan kena denda

merencanakan taman tematik ini menjadi lokasi ruang terbuka asri yang menjadi tempat bersantai yang nyaman bagi masyarakat. Dari taman yang berada di bantaran Sungai Jangkok ini warga bisa menikmati panorama tenggelamnya matahari di garis horizon Pantai Ampenan. Kenyamanan warga berada di sekitar sungai yang bersih mestilah diperhatikan dengan sungguh-sungguh dengan merawat sungai-sungai tersebut. Dan untuk sama-sama menjaga serta memelihara empat sungai besar yang melintasi Kota Mataram, seperti Sungai Jangkok, Sungai Ancar, Sungai Unus dan Sungai Berenyak, Inde bersama mereka yang peduli sungai membentuk komunitas yang mengambil kata dalam Bahasa Sasak yakni Forkomen (Forum Kokoq Mentaram) atau forum sungai Mataram. “Forum ini dibentuk agar kebersihan sungai terjaga dari hulu ke hilir,” ujarnya. Ada 15 komunitas peduli sungai yang aktif saat ini di Mataram, meskipun menurutnya, seharusnya setidaknya ada 28 komunitas -sejumlah kampung-kampung yang dilewati sungai-sungai yang melintas di Kota Mataram- bisa bergerak bersama untuk menjaga dan memelihara sungai yang ada di Kota Mataram. Setelah tiga tahun IBRA bergerak bersama seluruh potensi yang ada di Banjar untuk memompa semangat kepedulian warga, mimpi komunitas IBRA bersama kelurahan Banjar untuk mewujudkan Banjar sebagai daerah ekowisata terpadu perlahan tapi pasti mulai terlihat. Beberapa spot atau titik destinasi sudah mulai ada, sehingga perlu untuk terus dibenahi, dijaga, dirawat, dan disosialisasikan kepada masyarakat tentang perkembangannya dan secara terus-menerus memberi penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

yang sudah disepakati bersama dalam awiq-awiq (aturan adat) kebersihan yang dibuat. Contohnya, seperti, jika warga tersebut mendapat beras miskin maka ia tidak bisa mengkasesnya atau denda Rp 50.000,” ujar ibunda dari Arin Rizki Fitri dan Tegar Prianta. Program Bersiul yang diharapkan dapat ditularkan pada kampung-kampung lain baik di Kota Mataram maupun Nusa Tenggara Barat, adalah salah satu upaya dalam mewujudkan Banjar sebagai kampung ekowisata. Kini bersama komunitas IBRA dengan dukungan masyarakat serta kelurahan setempat, Inde tengah bergerak bersama seluruh elemen masyarakat Banjar menuju mewujudkan Banjar sebagai kampung Ekowisata. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Inspirasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

5

W i r m a y a n i

Belajar dari Kegagalan Menjadi wakil dari Indonesia tentu sangat membanggakan. Hal itu dirasakan oleh Putu Wirmayani atau yang akrab disapa Irma. Lulusan Psikologi Unud itu menjadi delagasi Bali dalam Indonesia-China Youth Exchange Program 2016.

K

egagalan di tahun sebelumnya tidak membuat dirinya patah semangat. Irma kemudian mencoba peruntungannya di tahun ini. Berkat kegigihannya ia pun meraih kesempatan untuk mewakili Bali dan Indonesia. “Tahun ini peserta tambah banyak jadi lebih sulit. Ada bermacam-macam kegiatan, ada seleksi tes psikologi, pembekalan dari dinas, ada grup project

juga, menulis esai, public speaking,” tutur buah hati dari (alm) Made Wirnato dan Dr. Ni Made Suciani, M.Pd., tersebut. Irma juga menceritakan tentang aktivitasnya ketika persiapan ke Beijing. Ia menjadi koordinator travel arranger. Jadi semua hal tentang keberangkatan dan kepulangan delegasi, ia yang mendata, dari mengumpulkan paspor, absensi, koordinasi pihak All China Youth Federation, sampai mengurus check in dan boarding delegasi dari Jakarta ke Beijing. “Kegiatannya lebih banyak kunjungan ke museum, ke rumah masyarakat, ke tempat pemerintahan, ke universitas, dan pabrik di sana,” lanjut dara kelahiran Denpasar,

2 Mei 1996 itu. Mereka juga menampilan pentas budaya. Irma melatih kecak untuk anggota delegasi lain untuk bisa tampil. Ternyata kesempatan untuk tampil bersama dengan delegasi lain sangat menyenangkan. Pengalaman itu tidak akan dilupakan olehnya. “Latihannya cukup singkat. Tapi di luar ekspektasi, teman-teman daerah lain ternyata sangat semangat belajar kecak dan cepat paham konsep yang diberikan,” tuturnya. Alhasil karya Irma dan delegasi lain dari lain daerah menjadi sorotan yang menarik. Di setiap kesempatan tampil, Kecak selalu diminta untuk pentas. “Kecak jadi sering disuruh tampil. Di Jakarta tampil sekali, di Tiongkok dua kali. Di Jakarta, kecak tampil di depan Pak Mentri Imam Nahrawi. Bangganya lagi, Pak

Mentri suka sama penampilan kita, bahkan menawarkan foto bersama sama saya hehe…,” kenangnya. Pengalaman itu tentu sangat berkesan bagi Irma. Selain mendapat kesempatan mewakili Bali dan Indonesia di ajang internasional itu, Irma tentu senang mendapat sesuatu yang baru. Ia belajar banyak dari perjalanannya ke Beij i n g . “A d a satu hari di Beijing yang kita diajak ke China Youth for International Exchange. Di sana kami satu hari penuh belajar kebudayaan mereka. Mulai dari nulis karakter Mandarin, belajar masak makanan Tiongkok, sampai ngelukis lukisan tradisional Tiongkok,” ungkapnya. Usai menikmati hal seru,

Irma diwajibkan untuk membuat PPA Post Program Activity. Hal itu adalah program yang dibuat untuk hubungan baik antara Indonesia dengan Cina. Irma mencanangkan program peningkatan orang Indonesia yang belajar ke Cina. Hal itu secara langsung berkaitan dengan aktivitas Irma saat ini yang bekecimpung dalam Sharpen. Sharpen adalah komunitas yang menaungi siswasiswa yang ingin mencari beasiswa dan ingin belajar TOEFL. Usai kegiatan yang mengesankan di Beijing, Irma pun kembali dengan aktivitas yang tidak kalah seru. Irma kini bekerja sebagai shadow teacher di AMI (Adi Mekar Indonesia). “Shadow teacher itu orang yang menemani satu siswa berkebutuhan khusus. Saya membimbing hari Senin-Rabu. Saya bertugas menemani dan mengarahkan anak tersebut untuk tetap fokus belajar dan mengerti materi yang diajarkan,” kata anggota PCMI tersebut. Irma pun saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil program master di luar negeri. Ia tengah mempersiapkan mental, dan materi. Irma yakin semua yang ia dapatkan saat ini tidak lain berkat usahanya yang tidak takut gagal. Belajar dari kegagalan tentu kunci sukses Irma yang dapat diteladani. (Wulan).


4

Inspirasi

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Yeni Mulyani Hidayat

Awalnya Dikira Pemulung Sampah

Berawal dari hobi membuat kerajinan, Yeni Mulayani Hidayat sukses mengembangkan bisnis kerajinan berbasis sampah daur ulang. Menariknya, sampah daur ulang yang ‘disulap’ Yeni jadi berbagai macam kerajinan baik itu aksesoris rumah tangga hingga fashion, digemari berbagai kalangan tak tercuali artis maupun ibu-ibu pejabat, juga wisatawan mancanegara.

“S

ungguh aku tidak menyangka usaha ini bisa berkembang seperti ini. Dari awalnya hanya hobi kemudian malah berkembang menjadi bisnis usaha yang menjanjikan. Sekarang aku malah kerap mendapatkan kiriman sampah dari berbagai daerah, seperti Aceh, dll. Luar biasa sekali, mereka kirim sampah pakai JNE, bayangkan,” ungkap Yeni Mulyani Hidayat seraya tak putusnya bersyukur atas berkat yang didapatnya. “Kuncinya, ketekunan, kerja keras dan selalu kreatif,” ucap wanita yang kini menjadi Direktur Bank Sampah ‘My Darling’ . ‘My Darling’ sendiri adalah kepan-

jangan dari Masyarakat Sadar Lingkungan. Ia ingin masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. Lewat My Darling, ibu satu anak juga berharap agar apa yang telah dilakukannya bisa menjadi inspirasi semua orang. Bahwa, sampah yang selama ini kita buang ternyata bisa menjadi bernilai atau bisa menjadi uang apabila mau mengreasikannya. “Sudah banyak contoh bagaimana sampah bisa diubah menjadi uang. Apa yang saya lakukan adalah salah satunya. Saya yang tadinya hanya ibu rumah tangga biasa, ternyata kini bisa memiliki penghasilan yang lumayan dari mengolah sampah. Bahkan

Pelindo III Goes to Campus

Pelindo III kembali menggelar seminar kemaritiman di seluruh wilayah kerjanya melalui “Pelindo Goes to Campus”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa dalam mengenalkan potensi maritim Indonesia. Dengan tema, Eksistensi Pelabuhan sebagai Pendukung Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal, seminar di Bali, digelar di Universitas Udayana, Sabtu (19/11). Direktur Keuangan Pelindo III, U. Saefudin Noer yang memberikan pemaparan, menyampaikan, kondisi pelabuhan yang dikelola Pelindo III, termasuk keberadaan pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan wisata dan berfungsi sebagai hub port yang turut mendukung ekonomi nasional dan penguatan ekonomi lokal dalam hal peningkatan jumlah wisatawan. Ia mengatakan, Bali memiliki daya tarik sendiri khususnya pelestarian budaya setempat sehingga mampu menarik para wisatawan domestic dan asing. “Pelindo III berupaya terus memperbaiki dan mengembangkan Pelabuhan Benoa guna meningkatkan pelayanan kepada kapal pesiar agar kapal pesiar bisa sandar di Bali, dan ukuran kapal yang datang semakin besar dengan jumlah tamu yang banyak dan semakin banyak pula kapal pesiar yang datang ke Bali,” katanya. Selain itu, kata dia, Pelabuhan Benoa juga berfungsi sebagai terminal peti kemas sehingga dapat meningkatkan kelancaran logistik dan mendorong perekonomian di wilayah sekitarnya. Ia berharap, dengan seminar nasional ini, pemahaman mahasiswa tentang kemaritiman Indonesia makin bertambah. “Mahasiswa memiliki masa depan yang baik. Dengan pembekalan yang baik ini, saya harap, para generasi muda lebih mengenal wilayah Indonesia, dan mengetahui betapa strategisnya kelautan Indoensia, potensi kelautan, dan banyak bisnis kelautan yang bisa dikembangkan. Intinya, mereka lebih mencintai kemaritiman Indoensia,” ujarnya Kegiatan seminar “Pelindo Goes to Campus” ini juga dirangkaikan dengan pemberian doorprize dan bantuan berupa tempat sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Direktur Keuangan Pelindo III, U. Saefudin Noer menyerahkan bantuan tempat sampah secara simbolis pada BEM Unud

Barang kerajinan dari daur ulang sampah

produk saya juga disukai oleh kalangan pejabat, tokoh-tokoh, juga wisatawan mancanegara. Jadi yang penting adalah kita mau berusaha dan kerja keras, pasti berhasil,” ungkap wanita yang kini menjadi sangat sibuk memberi pelatihan bank sampah ke berbagai daerah di Tanah Air. Wanita berdarah Cianjur, Jawa Barat, ini, bercerita memulai bisnisnya 4,5 tahun lalu atau tepatnya 2012. Awalnya, kata Yeni, ia merasa sebal karena banyaknya sampah di lingkungannya. Bahkan saat ke pasar pun, sampah dilihatnya begitu berserakan sehingga menimbulkan kotor dan bau. Namun, katanya lagi, ada satu peristiwa di mana akhirnya dia memutuskan sampah sebagai bahan dasar kerajinan. “Jadi suatu ketika saya membakar sampah di kebun. Saat itu saya belum paham benar bahwa sampah harus dipilah-pilah. Jadi semuanya aku tumpuk jadi satu dan bakar. Tiba-tiba bunyi ledakan keras sekali, aku sampai terpental, tak sadarkan diri. Kabarnya, para tetangga berdatangan mengira ada bom meledak. Ternyata yang meledak adalah kaleng obat nyamuk spray,” ungkapnya. TAS KREASINYA DITAWAR BULE DI SEBUAH PESTA Dari sanalah akhirnya dia tahu bahwa sampah harus dipilah, dan tidak semuanya bisa dibakar begitu saja. “Gara-gara peristiwa itu aku jadi memperhatikan sampah-sampah itu. Entah bagaimana, timbul ide kenapa aku tidak membuat kerajinan dari sampah-sampah itu,” tutur Yeni, yang menyebut sejak kejadian itu ia jadi rajin memproduksi kerajinan dari daur ulang sampah. Sampai suatu ketika, lanjutnya, ia akan ke sebuah pesta namun ingin tampil beda. Tanpa sengaja ingin memamerkan karyanya, Yeni pun ke pesta itu memakai tas yang dihiasi bunga-bunga dari botol-botol plastik. “Tas itu aslinya terbuat dari bahan semacam anyaman tikar, kemudian saya memodifikasi tas itu, bagian luarnya aku penuhi dengan bunga-bunga yang saya ambil dari bagi bawah botol plastik,” jelasnya. Hasilnya, saat di pesta banyak teman menanyakan tentang tas unik itu. Mereka bertanya dimana membelinya karena terlihat menarik. Tapi yang paling mengesankannya ketika seorang bule asal Amerika yang mendatanginya karena tertarik. “Bule itu terpesona tas saya. Dia bilang, ‘Wow very nice, i like it...i like it’. Trus dia bilang, ‘Saya mau beli, saya pesan lima. Saya bayar Rp250 ribu per piece’.” “Wahhh, bayangkan, aku kaget banget. Aku mengiyakan, padahal waktu itu rasanya shock banget. Lho, tas ini punya nilai jual tinggi tho? “

Papar Yeni sembari menggambarkan betapa bingungnya ia pada saat itu. “Bingung campur senang,” katanya. Sejak saat itu ia pun menekuni pembuatan kerajinan dari sampah daur ulang. Di awal-awal, lanjut Yeni, banyak yang memandang remeh bahkan mengejek dirinya sebagai pemulung. Maklum, dia sendiri turun ke lapangan untuk mencari sampah-sampah itu. “Saya mengumpulkan botol-botol plastik, dll. Ada yang bilang saya seperti orang gila, seperti pemulung. Tapi saya tidak peduli,” tutur Yeni. Bahkan teman-temannya yang awalnya tertarik terlibat dalam usaha itu, meninggalkannya karena merasa jijik pada sampah. Tapi Yeni bertekad jalan terus, meski harus mengerjakan semuanya sendiri. Dia pun membentuk bank sampah My Darling guna memudahkan pengadaan bahan baku sampah. Dengan begitu dia tidak harus selalu turun ke lapangan guna mendapatkan sampah. Tidak itu saja, ia juga merekrut sejumlah orang untuk membantunya di bank sampah, di antaranya adalah untuk divisi penimbangan, pengepakan, bendahara, dll. Yang menariknya, kata Yeni, suatu ketika ada orang yang datang padanya menanyakan kegiatannya. Awalnya Yeni ogah-ogahan menjawab karena dirasakan orang tersebut terlalu banyak bertanya. Alangkah kagetnya dia ketika orang itu setelah bertanya ini-itu, langsung menyodorkan kertas untuk ditandatangani. “Saya sampai kaget, dia menyodorkan kertas untuk saya tandatangani. Saya bilang ini apa, anda dari mana. Mereka pun bilang dari PLN, dan mereka sudah memantau aktivitas saya selama enam bulan terakhir lewat facebook saya. Mereka menawarkan saya untuk menjadi binaan PLN. Asal tahu saja ya, itu orang PLN datang setelah enam bulan saya menekuni aktivitas ini. Tentu saja dapat tawaran itu saya mau banget. Maka sejak itu saya jadi binaan PLN dan mendapat fasilitas seperti mengikuti berbagai pameran. Bagi saya ini suatu keajaiban, sungguh tak disangka,” tuturnya. Empat tahun sudah Bank sampah My Darling berjalan, dan keberadaannya semakin eksis karena kemampuan Yeni mengembangkannya. Bukan hanya produknya yang kian diminati tapi juga kemampuannya menjadi instruktur dalam pembentukan bank sampah. “Saya sibuk sekali, sampaisampai untuk mendapatkan waktu untuk memproduksi barang saja jadi sulit. Bayangkan,

dalam seminggu rata-rata tiga kali saya memberi pelatihan di berbagai daerah,” ujar Yeni yang sampai kini telah membantu pendirian bank sampah di 30 daerah lebih di seluruh Indonesia. “Bank-bank sampah bentukan saya itu kini 50% nya telah mendapat CSR dari PLN,” tambahnya. Soal berpameran, Yeni tidak kekurangan akal. Jadi ketika datang tawaran mengikuti pameran—biasanya datang tiba-tiba--- maka dia tidak pusing lagi dalam mengadakan produk. “Saya langsung telp bank-bank sampah di daerah untuk mengirim produk terbaik mereka untuk ikut pameran. Tentu saja, produk saya pun ada beberapa. Dengan begitu produkproduk bank sampah yang beraneka ragam dapat dilihat semua orang. Para aktivis bank sampah di daerah senang karena mereka ikut terbantu dengan adanya pameran,” katanya. Ditambahkan Yeni, berkat PLN dia bisa ikut pameran-pameran di tempattempat berkelas internasional. Misalnya, pameran yang diselenggarakan di Kementerian Luar Negeri dimana pengunjung yang datang banyak dari kalangan atas, atau pameran-pameran di kedutaan-kedutaan. “Kalau mengikuti pameran saya tidak berharap produk saya bakal terjual semua, tapi tujuan saya ikut adalah mendapatkan networking. Justru dari pameran-pameran itulah saya banyak mendapat kenalan yang pada akhirnya melancarkan usaha saya ini,” tutur Yeni yang sempat undangan memberi pelatihan pembuatan produk dari sampah daur ulang di Kedutaan Indonesia di Singapura. Dari Yeni banyak cerita mengalir tentang bagaimana perjuangannya membangun Bank Sampah My Darling . Salah satu cerita menarik adalah saat seorang penyanyi papan atas naksir tas kreasinya. “Saya bertemu Memes, penyanyi. Dia suka produk aku, tas dari koran berwarna merah lengkap dengan aksesoris, gelang, anting, kalung berwarna senada. Tapi dia tidak bawa uang cash. Akhirnya saya bilang bawa saja barang ini, tapi tukar dengan sepatu boot yang dipakainya. Ehh Memes bersedia, maka dia pun membawa tas kreasi saya beserta aksesorisnya,” kata Yeni sembari menyebut dia memiliki banyak cerita unik terkait para tokoh dan produk sampah daur ulang kreasinya. (diana.runtu@cybertokoh.com)

Yeni Mulyani Hidayat

Mandalika

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Perkuat Persatuan dan Kesatuan Antarumat Beragama

21

Pemprov NTB Gelar Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Untuk mempererat silaturahmi antar umat beragama di Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Provinsi NTB bersama kabupaten/kota sejauh ini terus berupaya membangun harmoni kerukunan umat beragama dalam berbagai kegiatan musyawarah, dialog kerukunan, pengembangan wawasan multikultural hingga kerjasama lintas agama telah dilakukan secara intensif.

D

emi memperkuat persatuan dan kesatuan antar umat, beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi NTB melaksanakan rapat koordinasi dan silaturahmi antar tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB tahun 2016 dalam membangun kerukunan umat beragama di

Indonesia, khususnya yang ada di NTB. Kegiatan yang menghadirkan narasumber, Kapolda NTB Brigjen. Pol. Drs. Umar Septono, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiady. H Sayuti, dan Kepala BIN Provinsi NTB ini mengirim pesan damai dan persatuan. Menyikapi situasi saat ini, dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTB yang mewakili Pemerintah Provinsi NTB berharap

kepada seluruh masyarakat untuk saling memahami dan menahan diri dan mempercayakan masalah yang terjadi kepada pihak-pihak berwenang. Ia juga mengimbau

Ubah Free Trade jadi Fair Trade Market System

Rantai distribusi pertanian yang panjang masih menjadi masalah utama yang membuat para petani belum merasakan keuntungan maksimal. Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Ketahanan Pangan Provinsi (BKP) NTB kemudian mengambil langkah terobosan dengan mempertemukan langsung petani dengan pelanggan dalam acara Temu Teknis Penangan Keamanan Pangan Segar beberapa waktu lalu di Mataram. Mengambil tema “Optimalisasi penguatan kelembagaan pangan segar dan peningkatan daya saing produk lokal, kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi NTB Dr. Rosiadi Sayuti, Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) NTB, Gusti Lanang Patra, Kelompok Tani Japri Farm sebagai kelompok tani sukses yang perlu dicontoh petani lainnya, perwakilan dari Balai POM Dra. Winartuti dan dipandu langsung oleh Kepala BKP Prov.NTB, Hj. Hartina. Diskusi antara para narasumber dengan para peserta baik dari petani, pengusaha ritel, dan Manager hotel berbintang di NTB berlangsung hangat dan produktif. Dengan hadirnya kedua belah pihak, yaitu petani dan konsumen, Rosiyadi mengajak petani untuk tidak segan-segan berkomunikasi langsung dengan manager hotel yang hadir. “Silahkan Bapak dan Ibu petani berke-

nalan langsung, jangan malu-malu berkenalan dengan GM-GM hotel ini,” ujar Rosiyadi. Ia menyampaikan kepada petani untuk berproduksi menghasilkan kualitas terbaik yang tersertifikasi dengan keterjaminan stok agar dapat terserap sesuai dengan kebutuhan hotel. “Pemerintah akan hadir untuk membantu petani menghasilkan produksi dengan kulitas terjamin agar tidak ada alasan lagi hotel menolak produk petani lokal kita,” katanya. Untuk menjamin pemasaran, Sekda ini menunjuk dinas terkait untuk mengintervensi pasar demi membantu petani yang belum mampu memasarkan produknya secara maksimal dan masih memiliki perantara. “Kita harus merubah sistem selama ini yang masih free trade menjadi fair trade market system, untuk itulah intervensi pemerintah dibutuhkan,” katanya. Pada kegiatan ini, Sekda menyerahkan secara simbolis sertifikat keamanan pangan segar (sertifikat prima 3) kepada 4 orang perwakilan kelompok tani, salah satunya Amaq Husni dengan komoditas cabe keriting yang diklaim mampu meraih keuntungan Rp 15 juta per-sekali panen dengan luas tanah 15 are. Para petani juga berkesempatan memamerkan hasil produk pertanian mereka. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

kepada masyarakat NTB, untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar umat. “Mari menjaga hubungan dan harmonisasi dengan merajut perdamaian dalam

membangun kebersamaan demi terjaganya kerukunan umat beragama di Indonesia dan khususnya di NTB,” ujar Muh. Amin. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Jaring Bibit Berprestasi dalam Kegiatan STQ Lapangan Supersemar Tanjung Kabupaten Lombok Utara dipadati pengunjung yang menyaksikan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXIV tingkat Provinsi NTB. Selama STQ berlangsung, masyarakat memadati lapangan Supersemar Tanjung. Tingginya partisipasi masyarakat selama acara STQ ini tidak lepas dari kesuksesan pelaksanaan MTQ Nasional XXVI yang berlangsung di Mataram NTB beberapa waktu yang lalu. Suasana religius dari event tersebut telah mendorong semangat masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an. Karena itulah, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi NTB kepada Pemerintah dan masyarakat KLU atas kesuksesan MTQ tersebut, Wakil Gubernur NTB memberikan piagam penghargaan kepada sang Bupati, H. Najmur Akhyar, SH., MH. Bupati KLU, Bapak H. Najmul Akhyar, SH, MH, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, mengungkapkan komitmen terhadap penyelenggaraan STQ yang telah dipercayakan kepada KLU. “Pada saat kami diamanahkan menjadi panitia STQ XXIV ini, bertekad untuk bisa sukses pada dua hal. Yang pertama adalah sukses penyelenggaraan, dan yang kedua adalah sukses

prestasi,” ungkapnya. Kegiatan STQ yang berlangsung selama 5 hari itu (13-17 November 2016), telah berhasil menjaring bibit-bibit berprestasi dalam bidang Tilawatil Qur’an yang harus dibimbing terus untuk menyongsong MTQ Nasional selanjutnya, di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 nanti. Meskipun para juara itu tidak secara otomatis menjadi wakil NTB dalam acara MTQ Nasional selanjutnya, patut dibanggakan bahwa Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten telah berhasil melakukan penjaringan sejak dini. Disaksikan oleh ribuan masyarakat, para juara STQ tahun 2016 ini menerima piala, piagam dan uang tunai dari Wakil Gubernur NTB yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan Wakil Bupati KLU. Wakil Gubernur berpesan kepada seluruh peserta agar meningkatkan prestasi di masa-masa mendatang. “Bagi yang telah berhasil berprestasi menjadi juara.untuk meningkatkan pembinaan, keterampilan dan prestasi di masa yang akan datang. Sedangkan bagi yang belum, diharapkan tetap semangat untuk berlatih dan masih punya kesempatan yang lain,” ujarnya menutup resmi STQ tingkat provinsi tersebut. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Bupati KLU, H. Najmur Akhyar (kiri) saat menerima penghargaan dari Wakil Gubernur NTB atas suksesnya penyelenggaraan STQ tingkat Provinsi NTB di KLU


22

Sosialita

Edisi 928/ 21 - 27 November 2016

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Putu Astiti Saraswati

Kandidat Kampanye, Jangan Dihalangi Sudah menjadi tersangka kasus penistaan agama, ternyata tetap saja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum bisa berkampanye dengan tenang. Begitu juga yang dialami Djarot Saiful Hidayat, yang menjadi pasangan Ahok, tetap mendapat penghadangan dari sejumlah orang ketika akan berkampanye di sebuah tempat. Aksi para pendemo itu bahkan semakin menjadi-jadi, di antaranya sempat terjadi bentrok fisik dimana pendemo sempat memukul simpatisan Ahok-Djarot.

apakah tindakan itu masuk perbuatan pidana atau terkait adminsitratif. Jadi polisi tidak bisa menindak lansung. Kami hanya mengamankan dan melakukan pengamatan jangan sampai terjadi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” jelas Kombes Awi Setiyono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. Kecuali jika terjadi tindakan fisik langsung. Itupun, ucap Awi, dilihat konteksnya dulu. Misalnya, kasus di Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, dimana terjadi pemukulan. Namun kasus itu tidak terjadi di lokasi kampanye, juga terjadi setelah kampanye selesai. “Di Cipinang, misalnya, kasus pemukulan itu sudah langsung di tangani Polres Jakarta Timur,” tambahnya. Menurut Mimah Susanti, Ketua Bawaslu DKI Jakarta, ada emang menarik, pat laporan yang masuk terkait kalau pada permasalahan tersebut. Namun awalnya warga dari empat laporan tersebut, tiga seolah takut laporan tidak memenuhi unsur menghalau para pendemo, tindak pidana pemilu, sedang satu namun akhir-akhir ini muncul laporan lagi masih dalam proses keberanian dari warga tempat klarifikasi. dimana Djarot kampanye. Bawaslu, kata Mimah lagi, Warga justru balik mengusir menangani laporan yang masuk para pendemo, bahkan mengdalam konteks gangguan pidana gandeng tangan Djarot untuk pemilu. “Tapi kita juga menbisa masuk ke daerahnya untuk erima informasi tentang adanya berkampanye. gangguan keamanan di lapangan. “Heran, itu warga mana Salah satunya tentang kejadian ya? Kami tidak kenal merdi Jakarta Timur. Panwaslu juga eka,” kata seorang ibu dengan Kombes Awi Setiyono diminta hadir untuk melihat prosjengkel. “Kami menerima calon esnya di sana, namun itu bukan dugaan tindak manapun yang mau menengok daerah kami, pidana pemilihan,” jelas Mimah. dan mendengar segala permasalahan yang kami Dalam Peraturan KPU No 12 Tahun 2016, hadapi. Kenapa diusir? Apalagi itu bukan orang jelas Mimah, disebutkan bahwa kepolisian dasini,” tambah warga Mampang itu. Namun dasar pat mengusulkan atau penundaan kepada KPU pendemo, meski warga sudah berteriak mereka Provinsi dalam hal apabila keamanan di wilayah bukan lah warga setempat, para pendemo tetap atau tempat lokasi kampanye tidak memungbertahan di lokasi. kinkan untuk kampanye. “Berdasarkan usulan Entah siapa yang mengatur para pendemo kepolisian tersebut, KPU dapat memutuskan ini sehingga mereka selalu ada di tempat-tempat pembatalan atau penundaan,” tegasnya. dimana Ahok-Djarot berkampanye. Padahal Jadi, tandas Mimah, dalam konteks keamanan, jelas-jelas dalam UU No 1 Tahun 2015 tentang pihaknya menyerahkan kewenangan sepenuhnya Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pasal pada kepolisian. Mimah menambahkan, diperlu187 ayat 4 disebutkan: “Setiap orang yg dengan kan pemberitahuan rencana kampanye terlebih sengaja mengacaukan, menghalangi atau mengdahulu kepada kepada pihak kepolisian yang ganggu jalannya kampanye dipidanakan dengan ditembuskan kepada KPU, Bawaslu, setidaknya pidana penjara paling singkat 1 bulan atau paling sehari sebelum kampanye. Hal itu untuk mudahlama 6 bulan atau denda paling sedikit 600 ribu kan pemetaan untuk mengetahuai apakah daerah dan paling banyak 6 juta.” itu aman atau tidak. Sementara di lapangan sejauh yang terlihat,

Y

pihak kepolisian tetap ada mengamankan jalannya kampanye dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut pihak kepolisian, sesuai aturan kampanye, pihak kepolisian tidak bisa langsung melakukan penangkapan/penindakan saat itu juga jika terjadi gangguan. Tindakan baru bisa diambil pihak kepolisian setelah adanya verifikasi dari pihak Panwaslu. Jadi itu sebabnya saat kejadian polisi tidak langsung menindak, dalam pengertian menangkap pendemo. Fungsi polisi sebatas pengamanan kampanye, termasuk bernegosiasi dengan para pendemo untuk tidak melakukan tindakan pelanggaran. Polisi baru bisa bertindak langsung jika terjadi pemukulan, misalnya, atau bentrok fisik di TKP kampanye. “Bahwasanya tindakan represif terkait pelanggaran kampanye, dalam artian penghadangan kampanye, semuanya bermuara di Panwaslu. Mereka lah (Panwas) yang akan memverifikasi

RUMAH LEMBANG TEMPAT MENGADU WARGA Menurut Ahok, meski banyak mendapat penolakan saat melakukan kampanye, namun baik dia maupun Djarot tetap akan melanjutkan blusukan ke pelosok-pelosok Jakarta. Karena betapapun blusukan adalah cara yang paling efektif untuk mendengarkan keluhan warga. “Kampanye yang paling efektif adalah blusukan. Datang dan dengarkan. Saya kan petahana. Dengan blusukan langsung melihat langsung titiktitik yang masih bermasalah,” ungkap Ahok di Rumah Lembang, Menteng Jakarta Pusat. Jadi, lanjutnya, blusukan itu bukan hanya sekadar kampanye melainkan sekaligus untuk mengevaluasi kinerja dinas-dinas. Karena pentingnya blusukan itu maka sekalipun mendapat penghadangan dari sejumlah orang, baik dia maupun Djarot akan tetap ke lapangan. Dirinya juga tidak merasa khawatir dengan adanya penghadangan

Rumah Lembang posko pemenangan Ahok

yang terletak di Jl Lembang oleh sekelompok orang. “Kalau No 25-27 Menteng Jakarta ada yang protes, saya mau tanya apakah orang yang protes itu Pusat itu menjadi semakin ramai. warga asli (setempat) atau bukan,” ucap Ahok. Untuk pengaduan warga, Ahok membuka Akan halnya Rumah Lembang, kata Ahok lagi, bukan dimaksudkesempatan dari pukul 0810.00 WIB, sebelum dia kan untuk pengganti blusukan. turun ke lapangan kalau Pengaduan warga ke Rumah Lembang untuk menampung aspirasi ada jadwal blusukan. Nah biasanya, sejak jam 7 pagi warga yang biasanya datang mengadu ke Balaikota ketika ia masih warga sudah berdatangan. Seperti halnya di Balaikota bertugas sebagai gubernur. yang disediakan kopi juga Sebagaimana diketahui, Ahok camilan sambil menunggu saat bertugas sebagai gubernur Ahok, maka di Rumah setiap pagi selalu disambut oleh Lembang pun disediakan warga Jakarta—bahkan luar kotahal itu termasuk bubur --yang ingin mengadu berbagai ayam yang bisa dipesan di permasalahan. Saat Ahok cuti, Mimah Susanti dua gerobak bubur ayam warga mengaku kehilangan, tak yang standby setiap pagi. Itu untuk sarapan, kata tahu harus mengadu kemana. Sebenarnya Plt seorang relawan. Gubernur DKI Soni Sumarsono juga memberi kesempatan warga untuk mengadu, namun seUntuk bisa curhat, maka warga harus melabagian warga merasa kurang puas. Maka mereka lui proses administrasi terlebih dahulu. Yakni, mendaftarkan diri dengan memperlihatkan KTP pun datang mencari Ahok ke Rumah Lembang mereka yang kemudian dicatat petugas. Setelah yang merupakan posko pemenangan Ahok-Djarot dalam Pilkada 2017. itu mereka akan mendapat pin putih bergambar Ahok-Djarot dan dipersilahkan duduk di tempat Padahal warga tahu bahwa pada masa cuti, yang telah disediakan. Ahok tidak bisa mengeksekusi permasalahan mereka. Namun begitulah. Sebagian warga seperti Di lokasi curhat itu ada panggung kecil tidak peduli, mereka tetap berdondong-bondong berlatar belakang spanduk bertulis ‘Rumah Lembang Kampanye Rakyat’, lengkap dengan datang, seolah baru puas kalau Ahok yang mengambar Ahok-Djarot. Nantinya warga yang jawab permasalahan mereka. mengadu akan maju satu persatu di panggung Tapi yang datang ke Rumah Lembang ternyata dan menyampaikan permasalahannya. Agar bukan Cuma warga yang akan mengadu persemua bisa mendengar apa yang disampaikan masalahannya tapi juga yang sekadar mengucapmaka warga berbicara dengan menggunakan kan terima kasih karena berkat Ahok masalah mickrofon. Menurut Ahok, berbagai keluhan mereka selesai, sebagian lagi datang memberi warga ini akan diteruskannya pada Plt Gubernur dukungan, ada juga yang datang sekadar berfoto Soni Sumarsono untuk ditindaklanjuti. ria. Uniknya, setelah Ahok dinyatakan sebagai tersangka, jumlah warga yang datang ke rumah (dianaruntu@cybertokoh.com)

TRADISI ABHISEKA RAJA MENCIPTAKAN TARI SAKRAL DILANJUTKAN

GUSTI WEDAKARNA GAGAS TARI BEDOYO SEGARA KIDUL UNTUK ISTANA Pada zaman leluhur, para Raja-Raja di Nusantara dikenal sebagai seniman yang kerap menciptakan karya sastra, karya tari, karya seni rupa dan sebagainya. Hal ini menunjukkan kualitas dari leluhur bahwa keseimbangan hidup dapat dicapai dengan memperhatikan seni budaya sebagai kekayaan bangsa yang tidak tertandingi. Sejarah itu kini dimulai oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang tergerak untuk menggagas sebuah tarian Mataraman Majapaitan yakni Tari Bedoyo Segara Kidul. Penggarapan tarian ini dipercayakan pada I Gede Suta Bayu Bagas Karanaya SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (Penata Tari), Ep Art Design (Penata MWS III Bersama Penata Tari dan 9 Orang Penari Bedoyo Busana) dan Ari Wijaya - Palawara Segara Kidul Di Pura Durga Kutri Music Company (Penata Musik). Untuk Bedoyo Segara Kidul ini ? Hal ini dijawab oleh kali pertama, tarian ini ditarikan bertepatan Gusti Wedakarna bahwa Pura Durga Kutri adalah pada acara Peringatan Hari Naik Tahtaya Ratu simbol kehebatan wanita Nusantara temasuk Tribhuwana Tungga Dewi Ibunda Prabu Hayam cikal bakal Hindu Majapahit. “Ibu Ratu MahenWuruk serangkaian Kerajaan Majapahit Ke-723 dradatta adalah permaisuri dari Raja Udayana pada 11 November 2016 di Pura Bukit Dharma yang akhirnya melahirkan Raja Airlangga yang Durga Kutri. Sebagaimana dituturkan oleh Gede menjadi cikal bakal kerajaan di Jawa dan NuBagas Karanaya yang menyatakan bahwa dirinya santara. Penghormatan pada Ratu Tribhuwana sangat terhormat diberikan kepercayaan oleh Tungga Dewi, Ratu Mahendradatta Gunapriya Gusti Wedakarna untuk menggarap Tari Bedoyo Dharma Patni dan Kanjeng Ratu Segara Kidul yang dikenal sebagai tari sakral. “ Di Jawa, tari merupakan Trilogi Kebangkitan Nusantara. Saya bedoyo ini hanya bisa dipentaskan di Candi dan senang bisa menggagas tarian ini untuk Nusandi Istana Keraton dan hanya boleh dipentaskan tara. Setelah hari ini, Tarian Bedoyo ini hanya dihadapan Raja dan Sultan. Selama 6 bulan akan dipentaskan di Istana atau Puri dan Pura menggarap tarian ini, saya banyak mendapatkan saat ada hajatan besar. Termasuk saya akan bawa pengalaman mistis. Apalagi tarian ini dipersemnanti di Keraton Keraton dan Istana Kenegaraan bahkan Gusti Wedakarna untuk Kanjeng Ratu di luar Bali. Ini adalah bagian dari Raja Yadnya Segara Kidul Laut Selatan. Beliau adalah putri bagi saya untuk menghormati leluhur kami, Raja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Hindu Padjajaran. Badung I I Gusti Tegeh Kori. Semua demi leluhur Banyak keanehan dan kejadian gaib ketika kami dan ini wujud kecintaan tiang pada leluhur Mamenggarap tari ini di studio dan juga saat kami japahit,” pungkas Gusti Wedakarna. Rencananya matur piuning ke Pura-Pura. Saya sendiri seakan tarian ini akan dipentaskan pada 31 Desember dituntun oleh roh leluhur. Dan hasilnya bisa kita 2016 di Istana Mancawarna Tampaksiring pada saksikan sekarang. Saya merasa terhormat,” saat peringatan Jumenengan Sri Wilatikta Tegeh ungkap Gede Bagas. Kenapa memilih Pura Kori Kresna Kepakisan XIX. Durga Kutri sebagai lokasi matur piuning Tari

Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa meraih penghargaan bergengsi “The Winner Indonesia Award 2016 kategori Favorite Hotel, Villa & Resort” dari lembaga Rekor Prestasi Indonesia dan Majalah Peng­hargaan Indonesia. Penyerahan award yang dilangsungkan di Aston Hotel & Convention Center tersebut bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Jumat 28 Oktober 2016.

I

stimewanya lagi, dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya pada 25 November 2016 yang akan datang, Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa kembali lagi menerima penghargaan kedua, yang juga sangat bergengsi, yakni: “Best of 2016 Indonesia Business Quality Award” kategori The Best Hospitality in Service excellent & Comfortable of the Year 2016” dari Indonesia Development Achievemnt Foundation yang bekerjasama dengan Venna Event Management. Pemberian penghargaan ini adalah bentuk apreasiasi atas capaian prestasi dalam melakukan berbagai perubahan yang mampu mengangkat kinerja Toya Devasya secara gemilang. Bayangkan saja, pada tahun 2014 jumlah kunjungan baru mencapai sekitar 27 ribu orang. Pada bulan Oktober 2016 sudah mencapai lebih dari 137 ribu orang, dan sampai di pengujung tahun 2016 diperkirakan akan mencapai lebih dari 147 ribu pengunjung. (lihat grafik di bawah ini)

Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Capaian gemilang ini tentu tidak dapat dipisahkan dari peran dan ketokohan seorang Putu Astiti Saraswati, S.E., M.Bus., jebolan Monash University, Melbourne, Aus-

3

Toya Devasya Raih Penghargaan Bergengsi tralia yang saat ini menjabat sebagai CEO PT Nurani Ikrar Dharma Utama (Toya Devasya). Perempuan energik ini tercatat menggeluti dunia pariwisata dan hospitality sejak tahun 2007. Sebelum terjun pada dunia pariwisata, Putu Astiti Saraswati, yang akrab dipanggil Ayu, bekerja di HSBC (Hongkong Shanghai Bank Corporation) sekitar 3 tahun. Pola kepemimpinan dan strategi manajemen yang diterapkan dalam mengelola bisnis Toya Devasya pada prinsipnya adalah mengikuti tatanan manajemen yang berlandaskan pada nilai-nilai spiritual ke-Indonesia-an, khususnya menyerap berbagai falsafah Bali dengan sedikit memadukan manajemen modern, yakni antara Transformational Leadership, Entrepereneurial Spirit dan Business Owner Mentality. Secara ringkas perpaduan yang dijalankannya adalah: Pertama, mengajak seluruh pimpinan dan karyawan untuk mampu melakukan perubahan sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan bisnis, ekonomi, dan sosial-politik yang terjadi. Kedua, seluruh pimpinan dan karyawan harus memiliki entrepereneurial spirit (spirit kewiraswastaan), yakni jiwa inovatif dan kreatif agar mampu memenuhi keinginan pelanggan. Ketiga, seluruh jajaran Toya Devasya harus berperilaku dan merasakan bahwa Toya Devasya adalah miliknya. Dengan mentalitas memiliki bisnis yang dikelola (business owner mentality) maka seluruh karya­

wan dan pengurus melekat tanggung jawab moralnya untuk memelihara dan mengelola bisnis yang dimiliki secara baik, dan sadar jika kehidupan mereka sangat bergantung pada kemajuan perusahaan. -ard

Toya Group

Jalan Puri Bening (STA), Toya Bungkah, Kintamani, Bali 80652- Indonesia Tlp.(0366) 51204 Fax (0366) 51205 www.toyadevasya.com, www.theayu.com

Menerima penghargaan No.1 Indonesia Award Winner 2016 pada tanggal 28 Oktober 2016 di Hotel Aston, Denpasar

Corporate Culture Cinta Kasih Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa Penerapan pola manajemen spiritual ini tercermin mulai dari nama perusahaan, PT Nurani Ikrar Dharma Utama, sebuah pernyataan hati nurani yang ikhlas menuju suatu penerapan kebaikan. Kemudian merek dagang Toya Devasya, Toya artinya air dan Devasya berarti Tuhan, sehingga Toya Devasya mengandung makna mengelola air panas alam milik Ida Sang Hyang Prama Kawi. Toya Devasya juga mengambil warna ungu sebagai corporate color yang merupakan warna spiritual dan mengambil Gajah sebagai icon Toya Devasya. Gajah secara spiritual memiliki makna dan filosofi yang sangat dalam. Ganesha berwujud Gajah yang sering disebut Batara Ganapati merupakan perwujudan Ida Sang Hyang Widhi yang maknanya memberi perlindungan dan kemakmuran. Gajah, jika diamati postur dan organ tubuhnya, masing-masing mempunyai makna dan arti yang dalam, dan pas diterapkan dalam tatanan manajemen dan tujuan keberadaan Toya Devasya. Telinga gajah yang

lebar dan besar, memiliki makna bahwa Toya Devasya selalu mendengarkan kritik, saran dan masukan dari para pengunjung. Sedangkan mulut kecilnya bermakna bahwa Toya Devasya tidak rakus, tetapi harus menyisakan makanan untuk yang lain. Selanjutnya gajah dengan mata yang kecil, berarti selalu fokus untuk menekuni bidang usaha yang digeluti. Ada juga belalai gajah sering dipergunakan untuk mengisap air dan menyemburkan ke sekitarnya sehingga di sana menjadi subur. Ini bermakna bahwa keberadaan Toya Devasya hendaknya mampu berperan dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat sekitar. Dan, terakhir gajah memiki badan besar, memiliki makna dan cita-cita semoga Toya Devasya bisa menjadi perusahaan besar dan mempekerjakan karyawan yang lebih banyak lagi. Di samping itu, secara spiritual perusahaan ini berhasil menerapkan tata nilai dan budaya perusahaan (corporate culture) Cinta Kasih. Dengan tatanan manajemen tersebut, Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa telah berkembang menjadi “One Stop Tourist Destination”, di mana pengun-

jung datang ke Toya Devasya tidak hanya sekadar berendam air panas alami, tetapi bisa menikmati berbagai jenis layanan. Lini bisnis Toya Devasya telah berkembang ke dalam beberapa segmen bisnis, yakni: 7 buah kolam renang, di antaranya kolam renang ukuran olympic dan 6 pool air panas alami (2 buah pool besar dan panjang yang terletak di pinggir danau, 1 pool air panas yang berada di bawah pohon flamboyan dan hampir dikelilingi bebatuan hasil letusan tahun 1926, dan 3 pool berada di alam yang sangat terbuka). Toya Devasya juga mengusahakan kegiatan petualang alam mulai dari trekking, hiking, cycling, canoeing dan 4WD black lava tours. Kegiatan usaha lainnya adalah the Ayu Kintamani Villa, di mana setiap villa dilengkapi private hot spring pool dan Ayurvedic Spa dengan terapi organik dan yoga. Toya Devasya juga mengusahakan wisata kuliner, yang mana mujair basket dan mujair nyat-nyat telah menjadi unggulan yang sangat diminati oleh wisata domestik dan mancanegara, di samping juga menyediakan masakan Chinese dan Europian. -ard


Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

GORO-GORO “AS belum berhasil menobatkan seorang perempuan sebagai presiden. Beberapa dekade lalu juga banyak yang kecewa ketika AS gagal memilih presiden berkulit hitam pertama - sampai muncul Obama yang kemenangannya jadi kemenangan dunia. Kemenangan, keadilan, kebenaran ternyata harus banyak menunggu, ya Putu Wijaya Bu,” kata Amat. Bu Amat yang lagi ruwet memasukkan benang ke jarumnya untuk menjahit sarung, menoleh. Lalu asal menanggapi. “Kenapa, Pak? “ Amat menjawab serius. “Ya, kalau kemenangan dari yang kita sebut keadilan dan kebenaran saja, harus menunggu, masak menunggu sarung yang sedang djahit saja, harus tidak sabar?” Bu Amat baru sadar. Lalu dia tak jadi menjahit. Sarung yang masih robek itu diulurkan pada Amat. “Ya sudah, kalau tidak sabaran pakai ini. Nanti kalau diketawain tamu, jangan salahkan saya!” Amat cepat menyambut sarung dan langsung memakainya. Ia sudah risih sekali satu jam habis mandi hanya pakai kolor. Tetapi ternyata robeknya terlalu besar. Amat terpaksa membukanya lagi. “Robeknya besar begini, bisa langsung masuk angin!” “Makanya sabar!” Bu Amat meraih sarung itu lagi untuk dijahit. “Bapak pakai kain batik saja dulu, daripada kolor begitu, nanti tamunya tersinggung!” Amat terkejut. “Tamu? Siapa?” “Siapa lagi! Pak Made di sebelah!” “Ngapain kemari?” “Lho bukannya Bapak bilang sudah taruhan dengan Pak Made, siapa yang akan jadi pemenang pemilihan umum AS. Ya, kan?!”

TRUMP

Amat terkejut. “Waduh, betul!” “Taruhan berapa?” Amat bingung. “Kok bingung? Kalah atau menang?” Amat tambah bingung. “Kalah atau menang?” “Nggak tahu. Lupa. Soalnya sudah lama sekali, itu juga bukan taruhan sungguh-sungguh, cuma iseng ngomong.” “Taruhan tidak boleh iseng. Kalau menang boleh iseng-iseng. Tapi kalau kalah bayar dengan apa?” Amat terkejut. “Berapa ya?” “Kalah atau menang? Kalau kalah lebih baik Bapak sembunyi di kamar saja nanti saya bilang pergi. Soalnya Bu Made pernah bilang, kalau taruhannya menang, mau kredit motor.” Amat langsung berdiri. “Kredit motor ? Kalau begitu paling sedikit 10 juta!” Pintu diketok. Amat langsung ngibrit ke kamar. Pintu yang tak terkunci didorong terbuka dari luar. Muncul Bu Made. “Eee, Bu Made, silakan masuk, Bu.” “Tidak usah Bu Amat. Pak Amat ada?” “O, Bapak lagi ke rumah Ami, anaknya sakit. Mungkin ngantar cucu ke dokter, sebab suaminya ada seminar. Kenapa, Bu?” “O tidak, kira-kira pulangnya jam berapa?” “Waduh kurang tahu, Bu, bapak tidak akan pulang sebelum mantu kami pulang seminar. Ada apa, Bu?” “Tidak ada apa-apa cuma ada pesan Bapak,” “Pesan Pak Made?” Pintu ditutup. Bu Amat kecewa. Amat yang nguping cepat keluar. Mukanya berseri-seri. “Wah, kalau begini kayaknya Bapak kalah, Pak!” “Tidak bisa, Bapak pasti menang!” “Bukannya Bapak menjagokan presiden Amerika

Ekspresso perempuan?” “Memang. Tapi si Trump itu kan pedagang. Dia tahu rakyat Amerika takut teroris, akibat peristiwa Menara Kembar ‘nineeleven’ itu. Makanya dia berkoar-koar ekstrim rasialis untuk meraup dukungan!” “Tapi Bapak bilang masak rakyat AS yang pintar bahasa Inggris semuanya itu mau memilih orang rasialis?” “Lho itu kan kecap kampanye! Apa yang disuka orang itu harus dijanjikan. Tapi setelah menang dia akan beda lagi. Makanya waktu taruhan rasanya Bapak memilih Trump yang akan menang!” Pintu diketok lagi. Amat tersirap lalu kabur masuk. Pintu didorong lagi terbuka. “Bu Amat.” “Ya, Bu Made?” “Pak Made baru saja nelepon dari Tabanan, mungkin akan terus ke Surabaya sampai akhir tahun, tolong supaya disampaikan kepada pak Amat, supaya maklum.” “Ya, Bu Made, maklum apa?” Soal taruhan presiden AS.” “Ya, Bu Made, bagaimana?” “Suami saya bilang, maaf, dia lupa pegang siapa.” Bu Amat bersorak dalam hati. “Tak apa-apa Bu Made, suami saya juga lupa!” Bu Made kelihatan gembira sekali. Ia tak mampu menutupi luapan perasaannya. “Kalau begitu, anak saya jadi kredit motor! Permisi Bu! Paaaaak! Bu Made kabur, lupa menutup pintu. Amat cepat nongol ketakutan mendengar Bu Made berteriak gembira memanggil suaminya. “Aduh ratu! Kenapa bapak tidak memilih Trump, zaman sekarang kan yang galak yang menang!”

Menjadi Trendsetter atau Follower? Selama berabad-abad menjadi trendsetter dianggap lebih unggul dibandingkan dengan menjadi follower. Selain itu trendsetter dianggap lebih unggul karena tidak mudah untuk menjadi dan membentuk seorang trendsetter. Bagaimana pola asuh di dalam keluarga dan sistem pendidikan memiliki peranan yang penting. Pendidikan yang mendorong kemandirian di dalam berpikir, keberanian dalam pengambilan keputusan, percaya diri, ketrampilan memimpin, kemampuan berpikir serta bertindak kreatif menjadi penting dalam melahirkan seorang trendsetter. Sayangnya kebutuhan untuk menciptakan lingkungan pendidikan seperti di atas, belum banyak disadari. Kurikulum yang berjalan lebih banyak mengasah kemampuan peserta didik dalam penguasaan ilmu dibandingkan dengan memproduksi ilmu. Evaluasi pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada kemampuan peserta menyerap knowledge dibandingkan dengan skill dan pembentukan attitude menjerumuskan peserta didik pada sejumlah daftar hafalan yang harus

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dikuasai pada saat ujian, bukan mengasah kreativitas dan apresiasi pada esensi sesungguhnya dari sebuah pengetahuan. Pendidikan yang bertujuan untuk mencetak entrepreneur di Indonesia, masih bisa dihitung dengan jari, ironinya menjadi pengusaha mandiri masih dipandang sebelah mata, bahkan tidak lebih bergengsi dibandingkan dengan menjadi seorang pegawai dengan gaji yang pasti setiap bulannya. Jadi tidak perlu heran ketika lebih banyak follower dibandingkan dengan trendsetter di lingkungan kita. Menjadi follower pun tidak selalu salah atau lebih rendah dibandingkan dengan trendsetter. Trendsetter tidak akan menjadi trendsetter ketika tidak ada pengikutnya, sehingga pada dasarnya seorang follower memiliki peran kunci bagi trendsetter. Kita temui banyak brand atau merk lokal dan internasional yang bukan pemain pertama di bidangnya, namun hingga saat ini menjadi jawara atau no.1 di bidangnya. Sebut saja contohnya industri smartphone. Pemain pertama di industri tersebut dan yang saat ini menjadi juara di industri tersebut

Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi.

adalah brand atau merek yang berbeda. Pada teknologi modern, posisi trendsetter dan follower bisa berganti terus secara dinamis. Follower hari ini tidak menutup kemungkinan menjadi trendsetter di masa depan. Kuncinya adalah menjadi follower yang memiliki persistensi untuk belajar, memperbaiki diri, dan terbuka pada setiap kesempatan.

Tidak masalah sebetulnya apakah seseorang mau menjadi trendsetter ataupun follower, keduanya memiliki perannya masingmasing dalam interaksi sosial di masyarakat. Yang terpenting pada dasarnya adalah menjadi pribadi yang autentik. Eric Fromm dalam teorinya mengupas tentang fenomena alienasi yang sering terjadi pada banyak individu. Suatu kondisi dimana indvidu terlepas dari identitas dirinya dan cenderung conform dengan tren atau pun otoritas eksternal yang ada lingkungan. Contohnya adalah fenomena ABG yang meniru sepenuhnya tren berpakaian yang ada di kalangan anak muda tanpa kemudian mempertimbangkan gambaran dirinya yang sesung-

guhnya. Kondisi-kondisi inilah yang kemudian membuat follower menjadi terlihat dan tidak ada maknanya. Menjadi perlu untuk meningkatkan kepercayaan diri setiap individu karena kepercayaan diri menjadi kunci utama dalam memberikan apresiasi kepada peran-peran kita apakah sebagai trendsetter atau pun follower. Kemampuan berpikir kreatif, penyelesaian masalah, dan menjadi pemimpin adalah hal utama yang diperlu untuk dikuasai agar individu mampu berhadapan secara adekuat dengan ling­ kungannya. Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi Sekretaris Prodi Psikologi, FK, Unud.

Kata Hati

Sudut Pandang

Sebelum tren batu akik booming, Utami Dwi Suryadi sudah tertarik dengan aneka bebatuan. Bahkan, ia sempat membeli banyak batu ketika sedang ada tugas ke luar negeri. “Sebenarnya ikut-ikutan teman awalnya, tapi lama-kelamaan saya malah jadi suka,” tutur anggota DPRD Bali ini

S

aat batu akik mulai ramai, dan pedagang batu akik begitu mudah ditemukan dimana-mana, ia sempat berburu aneka batu-batu yang memiliki manfaat bagi si pemakai. Kesukaannya pada batu lebih karena keindahan warnanya, bukan karena batu itu memiliki manfaat bagi si pemakainya. Utami sudah mengoleksi ratusan batu. Harga termurah Rp 5000 dan harga termahal Rp 3 juta. Namun, ia merasa agak terganggu dengan persepsi masyarakat, kalau pengguna batu akik identik dengan dukun. “Saya jadi ga enak kalau mau pakai cincin atau leontin yang batunya agak besar nanti dikira dukun,” tuturnya sembari tertawa. Padahal, kata Utami, aneka batu akik koleksinya, warnanya sangat menarik dan menawan. Ia mengatakan, saat sedang bersantai atau terlalu letih urusan pekerjaan, ia akan mengeluarkan semua koleksi batu akiknya. Satu persatu ia lap dan pandangi. “Saya merasa ada satu kepuasan, seperti refreshing dari semua

kepenatan kerja. Apalagi, saya mengoleksi aneka warnanya yang cantik-cantik, saya senang sekali melihatnya,” kata politisi Partai Demokrat ini. Walaupun ia banyak mengoleksi batu, hanya beberapa saja yang dibuatkan cangkok untuk cincin dan kalung. “Ada batu yang kecil dan warnanya terlihat manis, saya pakai cincin. Jadi tidak terlalu menyolok,” imbuhnya. Uniknya, walaupun tak pernah mengatakan kepada publik, ia menyukai bebatuan, saat reses ke masyarakat, ada beberapa warga yang memberikan cendramata batu akik. “Saya banyak dapat batu saat reses menyerap aspirasi masyarakat. Kebanyakan sih mereka adalah orang-orang spiritual. Padahal saya tidak pernah memakai batu yang mencolok, tapi kok sering mendapat hadiah batu,” katanya heran. Bukan itu saja, ia juga menyimpan beberapa batu yang ia dapatkan di beberapa Pura. “Batu yang saya dapatkan di Pura itu, ada yang dikasi pemangku, ada juga yang memang dapat begitu saja,” katanya sembari menga-

Utami Dwi Suryadi

takan tidak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Walaupun ia memiliki banyak batu, ia tetap ingat satu persatu batu koleksinya. Termasuk, ia ingat dimana mendapatkannya, di mana membelinya, atau mendapatkan dari seseorang. Semuanya tetap ia ingat sampai sekarang. Dulu, ia memiliki seorang paman yang mengoleksi bebatuan. Ia melihat sendiri, ada batu yang bernama kecubung pengasihan, sering diurutkan di wajah sang paman. Entah percaya entah tidak, wajah pamannya yang ada sedikit benjolan menjadi normal kembali lantaran khasiat batu tersebut. Sejak itu, ia tertarik mendengar khasiat bebatuan. Ia juga mendengar ada batu yang jika dimasukkan ke dalam air, akan memilki satu kekuatan.

Bahkan, ia melihat sendiri, lantaran “kesaktian” batu itu, ada orang yang bisa mengangkat sepeda motor dengan tangannya sendiri. Namun, kesukaannya pada batu saat ini lebih kepada keindahan warnanya. Malah, saat ia ke Eropa, ia membeli batu yang warna-warnanya bak seperti permen yang transparan. “Warnanya yang indah dengan berbagai warna membuat saya menjadi kepincut batu akik,” ujarnya. Setelah beberapa bulan, kini tren batu akik sudah selesai. Utami mengatakan, walaupun tren sudah habis, kalau menemukan batu yang memiliki warna yang unik, mungkin saja ia akan membelinya. “Saya sih tidak terlalu melihat trennya. Tapi lebih kepada suka saja,” kata Utami. Walaupun ia getol mengoleksi batu akik, sang suami ternyata tidak terlalu tertarik. Tapi, ketika Utami membelikan cincin dengan aneka warna batu, suaminya juga tidak menolak. Bahkan, suaminya sering memakai cincin tersebut dengan menyesuaikan pakaian yang digunakan. “Kalau bapak pakai baju endek biru, dia pakai cincin yang berwarna biru, begitu juga kalau pakai baju merah, pakai cincin dengan batu yang berwarna merah. Kata orang yang melihat katanya bapak lebih berwibawa. Kalau menurut saya sih, karena sesuai antara baju dengan aksesorisnya jadi kelihatan pas saja,” katanya.

IKUT TREN KOREA Sementara, bagi Puspita, ia lebih suka tren fashion dibandingkan batu akik. Menurut perempuan yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini, saat dulu fashion lebih ke gaya Korea, ia ikut mengoleksi beberapa busana ala Negeri Ginseng tersebut. “Saya mengoleksi jaket dan celana panjang ala Korea,” tuturnya. Walaupun ia mengaku, koleksinya tak terlalu banyak, tapi ia suka mengikuti tren yang ada di media sosial. “Biasanya, ada tuh di medsos penjualan online tren busana masa kini. Saya kadang ikut beli,” katanya. Menurutnya, sah-sah saja orang mengikuti tren, namun, harus juga diimbangi dengan kemampuan keuangan termasuk cocok tidaknya dengan si pemakai. “Kalau saya sih mengikuti tren kalau cocok untuk saya, kalau modelnya tidak cocok dengan kepribadian saya, saya tidak beli. Misalnya, baju terlalu terbuka saya kurang suka. Malu saja memakainya,” ucap Puspita. Ia menambahkan, kalau tren sudah hilang, biasanya ia akan memadupadankan busana dengan yang kekinian. “Kalau saya pilih model pasti yang tidak terlalu nyeleneh. Artinya, kalau tren sudah hilang, baju itu masih bisa dipadupadankan dengan busana yang lain. Jadi masih bisa dipakai dan tidak terbuang begitu saja,” kata Puspita. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Mau Perawatan malah Jadi Tren Penampilan bagi kebanyakan selebriti adalah segalanya. Tak heran kalau mereka sangat gandrung pada fashion, mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, dll. Itu semua dilakukan karena mereka adalah publik figur yang harus selalu tampil ‘maksi’ di hadapan publik. Demi tampil lebih menarik bukan cuma fashion saja yang jadi perhatian, bahkan gigi pun dirasa perlu untuk ‘dikreasikan’. Sekarang yang sedang ramai diperbincangkan adalah tren ‘gigi kelinci buatan’ seperti yang dimiliki Olla Ramlan. ‘Gigi kelinci’ itu, me-

Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Edisi 928/ 21 - 27 november 2016

Pilih Akik Warna Unik

kapanlagi.com

2

Regina Ivanova

mang, membuat Olla yang memang sudah cantik dari ‘sononya’, menjadi semakin imut dan menggemaskan, terutama ketika ia tertawa. Kini sejumlah artis pun mulai mengikuti jejak Olla. Olla Ramlan yang ditanya tentang gigi kelincinya yang kini ngetren justru tertawa mendapat pertanyaan itu. Menurut Olla, dia sebenarnya bukan sengaja untuk mengikuti tren gigi kelinci, apalagi membuat giginya menjadi trensetter. Bintang film’Suami-Suami Takut istri The Movie’ ini menyebut alasan awal dia membuat gigi kelinci adalah terkait perawatan gigi dan kesehatan. “Awalnya aku ini ingin memutihkan gigi karena sebelumnya gigi aku agak kekuningan, juga agak ke dalam. Aku pengen gigi terlihat putih, juga pengen memajukan sedikit gigi aku. Trus aku veneer deh. Jadi ini awalnya bukan karena tren ya atau ingin supaya ini menyebar dan semua pada ikutan. Tapi ternyata kini malah jadi banyak yang ikutan hahah,” kata artis bernama lengkap Febiolla Ramlan ini sambil tertawa. Dulu veneer lebih dikenal untuk membuat gigi terlihat lebih putih. Namun sebenarnya veneer bisa membuat wajah seseorang menjadi lebih tirus, serta tampil lebih muda

dan cantik. Itu juga yang terlihat pada penampilan Olla dalam dua tahun ini. Menurut Olla, ia melakukan veneer gigi telah dua tahun, dan mengaku senang dengan perubahan pada tampilannya saat ini. “Awalnya aku Cuma mau nyobanyoba doang, kok. Tapi aku akui perubahannya signifikan banget setelah veneer. Coba deh lihat foto-foto aku sebelum dan sesudah veneer, perubahannya kelihatan banget. “ “Orang-orang bilang aku banyak berubah. Malah ada yang mengira aku operasi ini-itu, padahal enggak, perubahan itu hanya karena gigi doang. Jadi semenjak veneer, gigi aku terlihat lebih putih juga lebih ke depan,” papar wanita kelahiran Februari 1980 ini semringah. “Aku merasa jadi terlihat lebih bagus ya,” tambahnya. Memang apa yang dikatakan Olla tak mengada-ngada karena begitu veneer diaplikasikan padanya, ia pun tampil lebih cantik terutama saat tertawa. Tapi kata istri Aufar Hutapea, ini, berhasil melakukan venner gigi bukan berarti selesai begitu saja. Justru sebaliknya, harus rutin melakukan perawatan. “Kita tidak bisa sembarangan, harus rutin pera-

watan. Bagaimana pun gigi venner tidak murah. Itu sama seperti kita beli tas atau mobil, kan mencari penghasilan untuk bisa (membeli) seperti itu kan lama proses, karenanya harus dijaga baik-baik,” paparnya. “Waktu kontrol aku sebisanya saja, tapi tetap rutin. Biasanya saat waktu luang,” tambahnya. Bagi Olla, gigi sangat penting bukan hanya soal penampilan tapi lebih dari itu adalah kesehatan. Karenanya sebisa mungkin ia merawat sebaik-baiknya. “Bagi aku penting ya menjaga kebersihan gigi bukan hanya bagian depannya saja tapi juga penting soal kebersihan di dalam,” katanya. Lain lagi dengan Regina Ivanova, juara Indonesia Idol musim ketujuh. Menurut Regina, meski dirinya seorang public figure namun ia bukan termasuk orang yang gandrung pada fashion, dalam artian selalu fasionable atau mengikuti berbagai tren yang tengah mengemuka di kalangan selebriti. Namun, bukan juga orang yang tidak peduli pada tren. “Aku bukan orang yang ngikutin tren banget tapi bukan juga orang yang nggak peduli. Biasa saja sih ya. Yang penting bagi aku adalah kenyamanan. Jadi kalau nyaman dan fashionnya ok, dan tentunya cocok

kapanlagi.com

Olla Ramlan

buat aku, pasti aku suka,” ungkap pemilik tembang hits bertajuk ‘Kemenangan’, ini. Dalam memilih pakaian, misalnya, ia mengaku selain kenyamanan juga yang jadi pertimbangan apakah pakaian itu dapat membuat dirinya terlihat bagus dan slim. “Selain itu aku juga memperhatikan warna, ini terkait dengan warna kulit aku. Aku suka yang cerah,” tambahnya. Jadi, terkait penampilan sebagai public figure ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, bukan sekadar mengikuti tren saja. (dianaruntu@cybertokoh.com)


24

What’s Up

Edisi 928/ 21- 27 november 2016

Temu Daerah Puspa Tahun 2016

Sinergi Three Ends

Akhiri kekerasan pada perempuan dan anak Akhiri perdagangan manusia Akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan Inilah 3 gerakan yang menjadi program unggulan (Three Ends) yang diluncurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

U

ntuk gerakan Three Ends yang juga menjadi program unggulan untuk rangkaian kegiatan BP3A Provinsi Bali ini, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyambut baik dan mendukung gerakan ini disertai harapan akan bisa menanggulangi permasalahan pelanggaran hak asasi se­bagaimana tertuang dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan BP3A Bali, Ni Luh Putu Praharsini, S.H., dalam ­acara Workshop Sinergi Forum, Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) yang berlangsung di Inna Bali Hotel pada (18/11). Workshop PUSPA yang dilaksanakan Kementerian PPPA, BP3A Provinsi Bali

Ida Ayu Nyoman Candrawati

dan Perdiknas Denpasar ini diikuti sekitar 70 orang peserta dari unsur media, Perempuan Inspiratif PUSPA Bali 2016, dan perwakilan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten/Kota se-Bali. Pada workshop yang berlangsung selama dua hari, 18 s.d. 19 November 2016 ini,Wagub Sudikerta juga merasa optimis bahwa program Three Ends ini bisa men­capai tujuannya dengan adanya partisipasi serta dukungan semua komponen masyarakat yang diklaster menjadi Lembaga Masyarakat, Lembaga Keumatan, Lembaga Profesi serta Lembaga Dunia Usaha dan Media untuk berbagi pengalaman maupun gagasan inovatif bagi pemberdayaan perempuan dan anak.

Siska

Mengenai pelaksanaan Workshop PUSPA kali ini, Sudikerta berharap agar kegiatan ini dapat menghasilkan program yang strategis dengan rencana aksi agar dapat menyejahterakan, memajukan, menciptakan rasa bahagia dan terlindungi dari bentuk kekerasan fisik dan psikis bagi perempuan dan anak, sehingga tujuan dari gerakan Three Ends dapat terwujud. Begitu juga yang disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA ­M aydian Werdiastuti, bahwa upaya penghentian kekerasan pada perempuan dan anak memerlukan sinergitas semua lapisan masyarakat dan tidak bertumpu hanya pada pemerintah semata. Pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya dalam menghentikan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti dengan melakukan kampanye anti­k ekerasan, tuntutan kesetaran gender yang terus dikumandangkan serta terobosan baru Three Ends diharapkan dapat menghentikan tindakan kekerasan pada perempuan dan anak serta kasus pelanggaran hak asasi manusia lainnya. Selain itu, upaya pencegahan terhadap tindak kekerasan sangatlah penting untuk dilaksanakan yang dapat ditempuh dengan memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak dari berbagai tidak kekerasan, peningkatan pemahaman masyarakat dan dunia usaha tentang tindak kekerasan, eks­ ploitasi dan penelantaran, penegakan hukum terhadap para pelaku tindak kekerasan serta peningkatan efektivitas layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang mencakup penga­ duan, rehabilitasi sosial, penegakan dan bantuan hukum. Dengan begitu, impian terbesar kita

Ni Made Sekardi

Ni Luh Putu Praharsini, S.H.

bersama terhadap perempuan dan anak yaitu mereka sehat, maju, berpendidik­ an tinggi, hidup bahagia, bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, baik fisik maupun psikis, bisa terwujud. Begitu juga dengan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa, dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat, aman, bebas dari segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, perempuan yang berkualitas, akan melahirkan generasi yang berkualitas pula. Mari Berbagi Berikutnya dokter Siska, salah seorang Inspirator Nasional dari Jawa Barat yang juga hadir pada saat itu menga­takan bahwa jangkauan pemerintah terbatas, melihat pula luasnya wilayah Indonesia yang penduduknya berjumlah 252, 035 juta jiwa dengan 49, 75 % perempuan dan 1/3 –nya usia anak. Kemudian tercatat kasus kekerasan terhadap perempuan 293.220, begitu juga kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat menjadikannya fenomena gunung es. Belum lagi berbagai isu perempuan dan anak di sekitar kita yang sangat banyak, seperti pedofilia, pornografi, sodomi, dilacurkan, dibunuh, mutilasi, KDRT, terlantar dan yang lainnya. Maka, wajiblah semua meneriakkan gerakan 3 akhiri (Three Ends). Dokter Siska menegaskan sangat diperlukan adanya sinergi berbagai

Tini Rusmini Gorda

Maydian Werdiastuti

pihak mulai dari pemerintah daerah, lembaga profesi, lembaga riset, dunia usaha, akademisi, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan hingga media, yang tentunya semua ini memiliki prinsip mau berbagi . Selanjutnya, Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H., M.PAR., menyampaikan capaian kegiatan Three Ends di Provinsi Bali sesuai dengan misi dan visi BP3A Provinsi Bali, yakni terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender serta kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak menuju Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera. Dengan melaksanakan aktivitas yang mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak. Juga, meningkatnya sarana dan prasarana serta pengembangan aparatur. Selama ini pula telah terlaksana pendekatan untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak dengan langkah promotif melalui penyusunan peraturan daerah dan kebijakan. Advokasi, pengintegrasian, program yang responsif gender, penguatan kapasitas penyelenggaraan SPM dan lembaga/ instansi, pembentukan P2TP2A. Sedangkan langkah prefentif dalam bentuk sosialisasi dan advokasi, komunikasi, informasi, edukasi, layanan pengaduan, integrasi layanan, pemberdayaan sinergi. Dan, sudah pasti program atau kegiatan unggulan tahun 2016 adalah Three Ends. Kegiatan workshop hari pertama tersebut selain menghadirkan narasumber para Inspirator Nasional yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak seperti Asisten Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA Maydian Werdiastuti, dokter Siska dari Jawa Barat, Ni Made Sekardi Pemilik Yayasan Sedekah Ilmu dari Yogyakarta, juga tampil Ida Ayu Candrawati dari BP3A Provinsi Bali, Tini Rusmini Gorda (PUSPA Bali 2016) serta Marisza Cardoba dari Yayasan Marisza untuk para Autoimun dan Dr. A.A.Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H., sebagai moderator. Selanjutnya pada hari kedua diisi dengan sesi tanya jawab, diskusi rencana aksi serta rekomendasi dari kegiatan workshop PUSPA yang telah dilaksanakan.(sri.ardhini@cybertokoh.com)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 928 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu