Skip to main content

Tokoh Edisi 926 | Tokoh

Page 1

24

Sudut Pandang

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Pahlawan Itu Bawa Dampak Positif Bicara tentang pahlawan maupun nilai-nilai kepahlawanan tentu saja berbeda masa dahulu dengan sekarang. Jika ada yang bertanya tentang siapa pahlawan bagi seseorang, maka yang terbayang adalah pahlawan kemerdekaan di masa revolusi fisik. Lalu siapa pahlawan masa kini khususnya bagi para seniman?

T

ernyata tidak semudah itu menunjuk pahlawan masa kini. Iin Indrawasti tidak langsung dapat menjawab soal ini. “Ketika saya ditanya siapa pahlawan bagi saya, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari tokoh-tokoh di zaman revolusi dan tokoh-tokoh yang kiranya bisa menjadi pahlawan di masa depan. Sayangnya saya tidak menemukan,” ungkapnya. Karena baginya ada seorang tokoh yang begitu dikagumi dan diagungagungkan oleh sebuah kelompok, tapi di sisi lain tokoh tersebut begitu dibenci oleh kelompok lainnya. Atau juga ketika ia menemukan seorang tokoh yang begitu hebat dan bersih di matanya, sayangnya tidak lama kemudian tokoh tersebut tersangkut masalah korupsi. Sebagai seorang perempuan yang juga menggeluti dunia kesenian, Iin rupanya mengagumi sosok perempuan serupa RA Kartini. “Saya lebih memilih sosok wanita tersebut sebagai pahlawan. Karena dalam keterbatasan yang teramat sangat di zaman ini, ia dapat menjadi sosok wanita yang mampu mendobrak

Iin Indrawasti

belenggu kebodohan,” katanya. Nilainilai kepahlawanan itu ada dalam diri seorang ibu. Selain itu, Iin juga menunjuk seorang perempuan dalam bentuk yang ada secara nyata saat ini sebagai pahlawan yakni Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. “Bu Risma mampu mampu membawa Surabaya dengan segudang penghargaan bahkan berkelas dunia. Yang paling berkesan karena bisa menghapus lokalisasi Dolly yang fenomenal itu,” ungkapnya. Lain Iin lain Ana Indriana, seorang guru yang juga gemar bermain teater. Pahlawan itu adalah seseorang yang banyak melakukan hal yang bermanfaat bagi

orang lain. “Apa yang dilakukannya itu dapat membawa dampak positif yang besar terhadap perubahan masyarakat,” katanya. Seorang tokoh ulama kharismatik di Pulau Lombok, Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (alm) yang disebutnya sebagai pahlawan karena mampu menanamkan nilai-nilai khususnya pendidikan dalam ceramah-ceramahnya yang perubahan bagi masyarakat. “Saya masih ingat ketika kecil dulu saya sering dibawa untuk mengikuti pengajian beliau. Pesan yang selalu disampaikannya pada orang tua kala itu adalah bahwa orangtua harus menyekolahkan anak-anak mereka dan para orangtua harus saling bantu membantu dalam hal sekolah anakanak,” katanya. Bagi Ana yang lahir dan besar di Lombok, pendiri NW tersebut mampu mengubah mengubah pola pikir masyarakat bahwa sesulit apapun hidup itu anak harus sekolah dan harus saling bantu untuk itu. Ia rasakan sendiri ketika orangtuanya tidak punya uang untuk membayar SPP, maka tetangganya sering membantu. Bahkan meski hanya sekilo beras untuk bekal ia merantau di Mataram untuk kuliah, para tetangga peduli untuk membantu saat mereka kekurangan. Begitulah yang dirasakan Ana di kampungnya di Lombok Timur, para orangtua saling bantu untuk hal berkaitan dengan sekolah. “Saya sangat yakin masyarakat terinspirasi dari ajaran beliau,” katanya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Berjuang agar Bersaing di Era Global

Kemerdekaan bangorang yang berjuang sa Indonesia memang menggunakan fisik tidak terlepas dari jasaakan tetapi untuk menjasa para pahlawan, jadi pahlawan masa kini sehingga muncul ungdapat ditunjukkan denkapan bahwa bangsa gan pengabdian kepada besar adalah bangsa bangsa dan negara. yang menghargai jasa Gara menambahkan para pahlawan. Untuk sebenarnya tantangan melanjutkan perjuanyang paling besar di gan para pahlawan di era globalisasi ini adaera ini memang tidak lah mempertahankan lagi memerlukan genkemerdekaan bangsa. catan senjata melainkSalah satu cara dengan an mengisi perjuangan meningkatkan kualitas dengan hal yang positif. diri melalui pendidikan. Salah satunya adalah Dr. I Wayan Gara, M.Hum. Tidak kalah dengan ikut memperingati hari dulu, perjuangan melalui pahlawan yang jatuh setiap 10 No- dunia pendidikan agar mampu bersavember. ing secara global, imbuhnya. Menurut Ketua Sekolah Tinggi KeMemang untuk dapat disebut guruan dan Ilmu Pengetahuan Agama pahlawan tidak sesederhana itu, akan Hindu (STKIP AH) Singaraja, Dr. I tetapi untuk dapat disebut pahlawan Wayan Gara, M.Hum., mengatakan masa kini harus mampu menunjukkan memang tidak semua kalangan bisa prestasi baik bidang seni, ilmu pengeikut memperingati hari pahlawan, tahuan maupun olahraga. Melalui pennamun bukan berarti masyarakat lupa didikan itulah seseorang dapat menunakan jasa pahlawan. Saya kira mereka jukkan pengabdian kepada bangsanya. bukan tidak mau atau lupa melainkan Pria kelahiran 31 September 1959 karena banyak kegiatan sehingga ada tersebut juga mengatakan sebagai prioritasnya, ungkapnya. Ia menam- seorang mahasiswa harus mampu bahkan peran perguruan tinggi san- menerapkan Tri Dharma Perguruan gatlah penting untuk menumbuhkan Tinggi. Pendidikan yang dimaksud kembali kesadaran mahasiswa dan dalam arti luas yang meliputi pengemasyarakat terhadap nilai-nilai kepahl- tahuan, penelitian dan pengabdian, awanan. Kami selalu anggarakan jika paparnya. mahasiswa ingin melakukan seminar Ia berharap dengan penerapan Tri dan sosialisasi yang berkenaan dengan Dharma Perguruan tinggi tersebut hari-hari besar, jelasnya. semua lulusan dapat meningkatkan Pihaknya juga selalu memotivasi kualitas diri sehingga dengan peningmahasiswa agar dapat mengisi per- katan kualiatas diri tersebut dapat juangan pahlawan yang telah merebut diimbangi dengan peningkatan kualitas kemerdekaan bangsa Indonesia. Jika bangsa dan negaranya. dibandingkan pahlawan dulu adalah (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh


2

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

GORO-GORO Akhirnya Jessica divonis hakim 20 tahun penjara. Terbukti sudah membunuh saPutu Wijaya habatnya Wayan Mirna dengan mencampurkan sianida ke dalam es kopi Vietnam. Termasuk dalam katagori pembunuhan kejam yang direncanakan dengan hati dingin. “Menurut pembawa acara TV, masyarakat yang hadir di luar gedung persidangan pengadilan terbelah dua,” kata Bu Amat,”sebagian menyambut gembira keputusan hakim, sebagian menganggap Jessica tidak terbukti melakukan pempunuhan. Bagaimana itu, Pak?” Muka Amat nampak tak senang. “Ya kita lihat saja nanti dalam keputusan banding seperti yang sudah direncanakan oleh pengacara Jessica. Tapi media kan memang selalu begitu, sukanya yang heboh-heboh, maklum itu barang dagangannya. Berita itu sudah jadi komoditi mahal. Kalau perlu digoreng sedikit supaya lebih menarik! Iklan bertaburan,

duit berlimpah. Masyarakat penonton memang senang padahal jadi megaburan!” “Ah, Bapak jangan curiga begitu!” “Curiga bagaimana? Faktanya begitu! Dengerin, Bapak percaya, seandainya vonis hakim itu lebih ringan dari 20 tahun atau malah membebaskan Jessica seperti yang diharapkan pengacaranya, semua orang akan marah!” Bu Amat tertegun. “Maksud Bapak, semua orang ingin Jessica dihukum?” “Semua orang ingin pembunuh Mirna dihukum!” “Jessica?” “Siapa pun!” Bu Amat bingung. “Jadi Bapak tidak percaya Jessica pembunuhnya?” Amat lama terdiam. Kemudian dia seperti bicara sama dirinya sendiri. “Dulu dalam pengadilan tradisional, kita kenal ada yang disebut mecorah. Sumpah mecorah. Kalau sudah buntu dan tidak ada bukti nyata yang bisa memastikan saipa yang bersalah, peradilan adat lalu menempuh jalan terakhir: yang bersengketa samasama bersumpah bahwa ia benar,

Ekspresso

jessica

dengan meminum air yang sudah diberi upacara. Konon yang salah, tak berapa lama kemudian, biasanya akan mati secara misterius. Sekarang orang memang masih suka bersumpah, tapi akibatnya tidak seperti dalam mecorah tadi. Artinya sumpah tidak lagi bertuah! Kecuali Soempah Pemoeda!” Amat tersenyum mau mengalihkan pembicaraan. Tapi Bu Amat masih memikirkan Jessica. “Kalau tak salah lihat, Jessica kan juga bersumpah bahwa ia tidak melakukan perbuatan pembunuhan itu!” “Ya itu maksud bapak tadi. Sumpah sekarang ini, banyak yang palsu!” “Menurut bapak Jessica bersumpah palsu?” Amat menggelak.. “Bapak tidak tahu. Bapak tidak mengomentari sumpah Jessica. Bapak hanya mau bilang, dalam kenyataannya, banyak yang tidak kita tahu. Mereka yang hadir di luar gedung sidang pengadilan itu pun lebih banyak yang tidak tahu. Itulah yang membuat mereka datang agar bisa tahu.” “Jadi sekarang, mereka sudah tahu, belum?” Amat menggeleng.

“Satu-satunya orang yang tahu betul hanya Jessica sendiri!” Bu Amat berhenti bertanya. “Ngomong sama bapakmu, bukannya persoalan jadi jelas, gamblang, tapi lebih kusut!” curhat Bu Amat esoknya melapor pada Ami. “Persoalan apa lagi, Bu?” “Soal Jessica yang divonis 20 tahun. Adil tidak?” Ami menatap ibunya. “Ibu mau jadi pengacara?” “Bukan, ibu ingin tahu sebenarnya yang salah itu siapa?” “Ya kita semua juga begitu, itu yang dilakukan pengadilan sekarang!” “Apa betul Jessica pelakunya?” “Pertanyaan itu bisa dibalik. Apa betul bukan Jessica pelakunya?” Bu Amat terhenyak “Ibu jangan hanya mencoba jadi ibunya Jessica, coba juga jadi

ibunya Mirna. Apa pun nanti nasib Jessica yang jelas nasib Mirna sudah tidak bisa berubah lagi!” Bu Amat tak menjawab. Pulang ke rumah ia menangis. Amat bingung melihat keadaan istrinya. “Ini bukan masalah hukum lagi, ini perasaan seorang ibu yang kalau tercampur dalam proses peradilan, semuanya bisa ngambang. Ingat, kita hidup di negara hukum, bukan di negara ibu atau bapak. Biarkan hukum saja yang menyelesaikan persoalan-persoalan hukum. Dan biarkan hukum berani mengambil keputusan, jangan sampai hukum justru mengaburkan persoalan. Percayakan pada hati nurani hakim. Kasus ini akan jadi contoh di masa depan karena keadilan dan kebenaran menjadi tambah sulit dikenali karena kejahatan kian canggih berkelit dan dibela oleh ahli-ahli yang juara bersilat lidah.” Bu Amat mengangguk, tapi berbisik: “Saya takut, kalau kejahatan yang lebih pintar dari kebenaran dan keadilan, lebih laku dari yang sebaliknya.”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

yang juga sering kita dengar seperti : rendez-vous, déjà vu, … Belajar bahasa asing memang memerlukan sebuah ketekunan, namun bisa dipelajari seiring waktu. Bagi yang berminat mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Perancis, ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan untuk keberhasilan. Yang sangat penting diperhatikan adalah pengucapan. Pengucapan merupakan salah satu kunci keberhasilan seperti halnya mempelajari bahasa asing lainnya. Karena kesalahan dalam pengucapan bisa benar-benar membuat kalimat dan maknanya menjadi salah. Hal ini bisa dilatih dengan sering mendengarkan atau menonton film-film Perancis untuk memahami aksen. Pusat kebudayaan Perancis juga telah ada di beberapa kota di Indonesia di mana kita bisa memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan. Untuk bisa mengucapkan dengan benar, kita tidak bisa hanya mengandalkan tulisan tetapi kita perlu mendengar. Selanjutnya sebagai langkah awal perlu diketahui kata dan ka-

Ni Kadek Sulistiawati

limat dasar dalam bahasa Perancis, seperti mengucapkan salam, menanyakan kabar, berkenalan dan menjawab pertanyaan tertutup. Ada satu hal yang istimewa dalam bahasa Perancis yang dikatakan salah satu bahasa tercantik di dunia, yaitu kata kerja dalam bahasa Perancis memerlukan konjugasi. Yang dimaksudkan dengan konjugasi adalah perubahan kata kerja sesuai dengan kata gantinya. Dalam hal ini, tata bahasa menjadi

sama pentingnya dengan kosakata. Kedua hal ini akan saling mendukung. Menghafalkan kosakata dan memahami tata bahasa agar dapat menggunakan kosakata tersebut untuk membuat sebuah kalimat. Dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak yang bisa dijadikan penunjang untuk sebuah keberhasilan. Namun ada hal yang tidak disarankan dalam belajar bahasa Perancis atau bahasa asing lainnya, yaitu memanfaatkan penerjemah otomatis untuk menerjemahkan. Hal ini tidak disarankan karena ada beberapa ekspresi yang maknanya tidak dapat dipahami penerjemah otomatis.

Bagi yang sedang dan sudah mulai menguasai, biasakanlah berbicara dengan bahasa Perancis pada diri Anda sendiri saat tidak ada orang di sekitar kita. Hal ini dilakukan bukanlah bertujuan untuk pamer atau membuat orang kagum, tetapi dilakukan sebagai bentuk latihan untuk membantu diri kita dalam mengingat, baik kalimat maupun kosakata. Bahasa Prancis adalah salah satu bahasa yang indah. Bersenang-senanglah dalam mempelajarinya! Ni Kadek Sulistiawati Guru Privat

Para peserta Pemilihan Putri Citra, para undangan, juri, dan sebagian panitia berfoto bersama Ibu Bintang Puspayoga usai acara

Malam Grand Final Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional yang ke-32 Tahun 2016 dilangsungkan Minggu (30/10) di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Juara Umum yang sekaligus berhak menyandang gelar Putri Citra Indonesia 2016 diraih oleh Dewi Amor dari Sulawesi Tenggara. Dewi Amor berhak atas Piala Tetap Ibu Bintang Puspayoga yang diserahkan langsung istri Menteri Koperasi dan UMKM RI tersebut. uara I dipegang Aldhe Putri Puti Khalisa dari Jawa Tengah, Juara II Salis Fahmiarta dari Jawa Tengah, dan Juara III digondol oleh Saskia Isabella dari Banten. Sementara salah seorang finalis dari Bali, Putu Mahesa Arsita harus puas berada di posisi Harapan I. Namun dalam kategori lain, Putu Mahesa Arsita ini berhasil menyabet Juara I dalam Pemilihan Putri Bunga. Kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut mendatangkan juri dari berbagai kalangan, yakni Mamie Hardo, Yun Ardjuna, Yunita (dari DPP Argadia), MF Murti Haryati (mantan Putri Citra), dr. Laksmi Duarsa, Sp. KK., Onik Demer (mantan Putri Citra), Made Herry Erika, dan Faras Hidayati. Penilaian meliputi bakat seni, kemampuan ber-

bahasa Inggris dan berbicara, pengetahuan akan pariwisata, tata rias serta tata perilaku. Sebelumnya, kegiatan yang bertema “Melalui Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-32, Kita Tingkatkan Diri Menjadi Pribadi yang Cerdas, Terampil dan Berkarakter” ini juga diisi dengan berbagai lomba yang diadakan di Gedung BCIC, Jl. WR Supratman 32, Tohpati Denpasar, yakni Pemilihan Putri Citra Cilik dan Remaja, Pemilihan Putri Bunga Argadia, Pemilihan Putra-Putri Batik/ Tenun Nusantara, dan Prestasi Seni. Diramaikan juga dengan pameran produk UKM dari Bali dan beberapa daerah lainnya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hj. Aisyah Jafar dalam sambutan yang dibacakan oleh Yun Ardjuna mengatakan, Yayasan Argadia sebagai sebuah organisasi yang berg-

Penyerahan piagam penghargaan oleh penanggung jawab acara Anak Agung Ayu Ketut Agung kepada WHDI Bali, Ary Suta Center, Ny. Selly D. Mantra, dan Viva Cosmetics yang telah mendukung acara Pemilihan Putri Citra

erak dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya, rutin menggelar acara ni tiap tahunnya. Salah satu tujuannya adalah untuk menggali, melestarikan, mengembangkan, dan membangkitkan budaya bangsa Indonesia, terutama pada generasi muda. Sementara, Ibu Bintang Puspayoga sangat mengapresiasi ajang pemilihan Putri

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Dewi Amor, Putri Citra Indonesia 2016

J

Mengenal Salah Satu Bahasa Asing Terpenting di Dunia

Melanjutkan artikel berjudul “SELANGKAH LEBIH MAJU DENGAN MENGUASAI BAHASA ASING” yang telah dimuat di Tokoh edisi 920, maka salah satu dari berbagai bahasa asing yang patut untuk dipertimbangkan dewasa ini adalah Bahasa Perancis. Bahasa Perancis merupakan salah satu dari rumpun bahasa Roman yang paling banyak dituturkan di dunia. Bahasa Perancis yang sering juga disebut ‘’le français atau la langue française’’ menjadi salah satu bahasa asing yang penting selain bahasa Spanyol, Italia dan Portugis dan dituturkan di berbagai belahan dunia. Bahasa Perancis juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi oleh organisasiorganisasi dunia seperti FIFA, PBB dan juga Uni Eropa. Di sisi lain, dalam sebuah survei, beberapa kata dalam bahasa Perancis juga terpilih menjadi kata paling romantis di dunia. seperti salah satu contoh kata ‘’amour’’ yang telah berhasil menggusur kata ‘’amore’’ dalam bahasa Italia . Beberapa kata lain

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Penari Legong Keraton Sekar Ayu Jegeg. Dari kika: Sagung Ratmudiani, CIA Pemayun, Ida Ayu Asiawati Oka, dan Ni Ketut Nordhi

Citra Indonesia se-Nusantara ini. Menurutnya, kegiatan ini secara tak langsung mampu mendorong kerajinan tradisional serta membantu UKM. “Salah satunya yaitu pakaian dan aksesoris peserta yang memakai kain khas daerahnya masing-masing. “Hal ini yang akan mendorong pengembangan UKM yang ada, yang nantinya bisa membangun ekonomi kerakyatan,” ujarnya. Pemilihan Putri Citra Indonesia ini juga dikatakannya mampu mendorong program pariwisata yang saat ini digencarkan, mendorong hasil kerajinan daerah, serta mendorong kecintaan terhadap sesama dan tanah air. “Muaranya tidak hanya mendapat juara, namun lebih dari itu,” ucapnya. Melalui Pemilihan Putri Citra ini diharapkan para generasi muda mewarisi semangat Kartini. Dalam malam Grand Final tersebut tampak hadir Bupati Karangasem Mas Sumantri yang memberikan sponsor spontanitas berupa uang tunai yang kemudian oleh panitia diperuntukkan sebagai uang pembinaan kepada pemenang lomba, Ketua TP PKK Denpasar Ny. Selly D. Mantra, Paduka

Raja Mulawarwan, serta undangan dari asosiasi lain. Acara tersebut dimeriahkan hiburan Tari Jauk Manis, fashion show oleh Cok Abi, dan juga Tari Legong Keraton Sekar Ayu Jegeg yang ditarikan oleh Ida Ayu Asiawati Oka (istri Gubernur Bali periode 19881998), CIA Pemayun (Ketua DWP Provinsi Bali), Sagung Ratmudiani dan Ni Ketut Nordhi. Ketua Argadia Bali yang sekaligus sebagai penanggung jawab acara, Anak Agung Ayu Ketut Agung, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara tersebut. Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional ke-32 berjalan lancar berkat dukungan dari Ibu Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi & UMKM RI), Bali Creative Industry Center (BCIC) yang telah menyiapkan tempat selama acara berlangsung, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, ISI Denpasar, Viva Cosmetics, Ary Suta Center, WHDI Bali, Argadia Bali, Bali Tangi, TUK Agung, para Dewan Juri, dan Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post). –inten


22

Sosialita

Edisi 926/ 7 - 13 November 2016

Bisnis kuliner tidak ada ‘matinye’ kata orang Betawi. Bahkan di masa ekonomi lemah pun, bisnis kuliner tetap hidup dan berkembang. Begitulah potret yang terlihat di Jakarta. Tempat-tempat makan, baik kelas menengah maupun kelas ‘akar rumput’ tetap ramai pengunjung, khususnya di saat weekend.

S

eperti yang pernah diungkap oleh Made Ngurah Bagiana, salah satu pengusaha kuliner yang cukup sukses di Jakarta. Menurutnya, di masa lesu ekonomi seperti sekarang, di saat banyak bisnis terjerembab karena tak kuat bertahan, bisnis kuliner tetap eksis. “Orang boleh saja tidak belanja baju, barang elektronik, dll, tapi mereka pasti akan makan. Mereka pasti akan jajan makanan. Karena makanan memang adalah kebutuhan manusia. Itu sebabnya binis kuliner bisa tahan dalam berbagai ‘cuaca’,” kata Pak Edam, begitu orang sekelilingnya biasa menyapa. Bahkan uniknya, kini justru bermunculan bisnis kuliner menggunakan media baru, salah satunya adalah food truck. Geliat perkembangan food truck sudah semakin jelas di Jakarta. Kini kehadiran food truck bukan hanya ada di eventevent tertentu tapi juga hadir di lokasi-lokasi strategis bersama dengan tenda-tenda penjual makanan kaki lima. Tidak itu saja, di depan sejumlah sekolah di Jakarta juga tak jarang tampak mangkal food truck. Geliat bisnis kuliner dengan menggunakan kendaraan roda empat ini juga diakui oleh Vincent, salah seorang pengusaha food truck. Pemuda 29 tahun warga Jl Bungur, Jakarta Pusat, ini, mengaku telah 1,5 tahun menekuni bisnisnya dan perkembangannya sungguh menggembirakan. “Saya memulai bisnis ini sebelum kondisi seperti sekarang. Dulu masih jarang, tapi sekarang jumlahnya sudah makin banyak. Kini mereka bukan hanya meramaikan eventevent tertentu tapi juga mudah dijumpai di tempat-tempat strat-

Vincent sedang mengatur makanan pesanan pembeli

Bisnis Food Truck harus Rajin “Putar Otak” egis,” kata Vincent. Vincent sendiri boleh dibilang pemuda yang ‘doyan’ berbisnis. Meski usianya tergolong muda, namun ia telah mencicipi beragam bisnis. Di luar bisnis kuliner, dia juga sampai kini masih menekuni bisnis bengkel kendaraan bermotor. “Kayaknya bisnis sudah hobi, ya. Mungkin karena faktor keturunan. Orangtua saya juga berbisnis. Jadi sejak kecil saya sudah hidup dalam lingkungan itu. Saya memulai dari bisnis bengkel yang memang menjadi hobi sejak kecil. Kemudian merambat ke bidang lain,” ungkapnya. Setelah itu, ia mulai tertarik bisnis kuliner. Karena dilihatnya di antara banyak bisnis, salah satu yang paling eksis dalam segala situasi adalah kuliner. Ia memulai dari menjual roti bakar dengan menggunakan gerobak, setelah itu ia mencoba mendirikan ‘bengkel cafe’. Ini seperti ‘warung’ tempat anak muda nongkrong sambil ngopi-ngopi plus makanan kecil. Yang jadi ‘warung’ adalah mobil mini bus yang sudah dimodifikasi. “Tapi kurang berkembang, mungkin karena model seperti itu masih baru,” kata Vincent yang kemudian beralih ke bisnis food truck. Ternyata usaha itu cukup berhasil bahkan kini—sejak tujuh bulan lalu--- ia telah berhasil membeli lagi sebuah truck yang disulapnya jadi ‘food truck’. “Tapi jenis produk kuliner yang saya jual berbeda dengan yang pertama. Sudah tujuh bulan ini saya berjualan ‘Nasi Mangkok’,” tutur Vincent yang ditemui di kawasan Kemayoran. Ternyata, bisnis ‘Nasi Mangkok’ lebih mudah diterima pasar. Ini terbukti dari cepatnya berkembang bisnis ini dibanding bisnis kuliner yang ditekuni sebelumnya. “Dari pengalaman saya, kunci keberhasilan selain dari rasa produk, juga

Kampanye anti korupsi kini sedang gencar-gencarnya dilakukan. Salah satunya dengan gerakan nasional Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali Cokorda Istri Anom Pemayun, S.H., M.H. yang sebelumnya sempat mengikuti Seminar Nasional dan Pelatihan SPAK di Jakarta, Februari 2016, kini sedang getol-getolnya memberikan sosialisasi kepada para anggotanya tentang anti korupsi tersebut. “Dalam pelatihan itu, kami dididik dan diajarkan untuk mulai berbuat jujur pada diri sendiri. Selanjutnya, kepada anak, cucu, keluarga, bahwa dengan berbuat jujur kita juga bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan,” ucap istri Sekda Bali Cokorda Ngurah Pemayun, S.H., M.H. ini.

I

a mengatakan, DWP-DWP di Indonesia diundang mengikuti Semnas SPAK ini, dikarenakan secara umum korupsi dilakukan PNS/ANS (Aparatur Sipil Negara), anggota dewan dan hanya sebagian

pada kejelian kita sebagai pengusaha dalam membaca pasar. Yang penting lagi, kita harus ulet dan kuat mental. Karena namanya bisnis pasti ada banyak masalah, termasuk soal persaingan,” ungkapnya. INVESTASI BESAR, BERJUANG HABIS-HABISAN Karena dilihatnya perkembangan bisnis ‘Nasi Mangkok’ cukup maju, maka ia pun tak segan-segan berinvestasi cukup besar. “Saya dan partner terjun langsung di bisnis ini. Saya menangani pemasaran, dll, termasuk melayani pembeli. Investasi kami cukup besar, ibaratnya saya habis-habisan di sini, karenanya berharap benar ini bakal maju,” kata Vincent yang mengaku harus membagi waktu dengan bisnis bengkelnya yang sudah lebih dahulu eksis. “Kalau dibilang lelah, ya lelah banget, apalagi kalau harus terus bergerak. Tapi namanya juga berjuang, tetap harus dilakukan,” tambahnya. Modal besar, setidaknya dari mobil truk yang ia beli. “Truk ini

truk bekas ya, harganya sekitar Rp 300 juta, belum lagi harus dimodifikasi dengan berbagai fasilitas di dalamnya, termasuk dapur. Jadi kalau ngomong modal, boleh dibilang cukup besar. Belum lagi biaya pembuatan produk, dll. Demi memperluas pasar, Vincent, sangat rajin mengikuti berbagai event yang sudah terjadwal di kalender event Jabodetabek, di luar itu dia juga rajin memasarkan produknya ke masyarakat. “Tahun ini boleh dibilang aktivitas kami padat sekali, ada banyak event yang kami ikuti. Bahkan sampai tahun depan agenda kami cukup banyak. “ “Malah salah satunya adalah ada customer yang memesan kami untuk meramaikan pesta pernikahan. Hahahha...bayangkan food truck saya akan masuk dalam acara pesta pernikahan. Ini order yang lumayan lho,” kata pemuda itu dengan wajah semringah. Di luar itu, food truck nya juga mangkal di sebuah SMA swasta terkenal di Jakarta. Perkembangan pesat ini, lanjut Vincent, tak terlepas dari semakin berkembangnya bisnis food truck di Jakarta. Masyarakat, sepertinya sudah bisa menerima kehadiran kuliner yang dijajakan dengan menggunakan mobil. Apalagi rasa dari makanan itu pun sama enaknya dengan di restoran, dan harganya bersahabat. Untuk menyamankan pembeli, Vincent juga menyiapkan beberapa meja dan bangku. “Sebagai pengusaha kita tak boleh cepat puas. Meski sekarang terlihat maju namun kita harus terus berinovasi, baik produk, servis maupun fasilitas lain. Apalagi persaingan cukup tajam karena kita tidak hanya bersaing dengan sesama food truck tapi juga binis kuliner konvensional lainnya. Belum lagi sekarang ini, juga, makin banyak restoran-restoran terkenal menurunkan pasukan food trucknya untuk penetrasi pasar. Karena itu kita tidak bisa hanya diam, harus ‘putar otak terus’,” ungkapnya. Untuk bisa berjualan di eventevent atau pun di tempat-tempat

strategis, Vincent menuturkan, setidaknya ia harus membayar sewa antara Rp 500 ribu-Rp 1 juta per hari. Tergantung besar-kecilnya event. Namun, meski harus membayar cukup besar, ia mengaku tidak pernah rugi. Keuntungan yang didapatnya cukup lumayan, itu sebabnya ia sangat optimis dengan bisnisnya ini. “Saya merasa bisnis food truk, lebih menguntungkan dibanding bisnis kuliner yang hanya stay di satu tempat. Kalau kita rasa nggak ramai, ya kita bisa pindah. Itu kan tidak bisa dilakukan oleh mereka yang berjualan di tempat permanen,” kata Vincent yang juga pernah berjualan di beberapa tempat di Bodetabek. Meski perkembangan bisnis food truck menunjukkan tren kenaikan, namun katanya, tidak mudah untuk menekuni bisnis ini. Sebagai contoh, cukup banyak teman-temannya yang juga mencoba bisnis tersebut, akhirnya tidak kuat dan rontok satu per satu. “Rata-rata mereka hanya bertahan beberapa bulan. Maka saya pun dalam berbagai event sering ketemu ‘muka-muka’ baru,” katanya. Hal senada juga pernah diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Food Truk Indonesia (AFTI) Joko Waluyo. Menurutnya, meski usaha tersebut terlihat berprospek bagus namun tidak mudah menjalankannya. Banyak pengusaha food truck yang tidak ‘tahan banting’ akhirnya gugur. “Kira-kira sekitar 20-30% pengusaha food truk gugur di dua bulan pertama operasional,” ungkap Joko. Untuk itu, tambahnya, sebagai organisasi AFTI pun ikut turun tangan membantu memberi pengarahan bagi para pengusaha-pengusaha baru agar bisa bertahan di masa-masa awal operasi mereka. Hasilnya cukup baik, karena angka pebisnis yang gagal di bulan-bulan awal operasi semakin menurun. Bahkan kini jumlah pengusaha di bisnis ini berkembang semakin banyak. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

CIA Pemayun

Tak Gentar Serukan SPAK

kecil oleh pegawai swasta. “Dengan demikian, istri-istri ASN diharuskan ikut kegiatan SPAK. Waktu itu, dari Bali hanya saya dan Wakil Ketua 1 DWP Provinsi Bali yang ikut. Berikutnya saya ditugaskan oleh pusat Jakarta untuk ikut membantu memberikan sosialisasi tentang SPAK kepada ibu-ibu dharma wanita di Bali,” ujar CIA Pemayun yang sudah bekerjasama dengan KPK dan BPKP terkait hal ini. Sebelum mengikuti pelatihan SPAK di Jakarta, CIA mengatakan dirinya sudah mengantisipasinya dengan memberikan sosialisasi tentang anti korupsi ini dengan mendatangkan narasumber langsung dari pusat, KPK (Komisi Pem-

CIA Pemayun bersama keluarga

berantasan Korupsi) dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pemerintah), tahun lalu. Bahkan, apa yang dilakukannya tersebut mendapat aplaus dari KPK, karena Bali adalah DWP pertama di Indonesia yang melaksanakan ceramah anti korupsi. Bagi perempuan berusia 58 tahun ini, informasi tersebut bagus dan bermanfaat serta bisa membantu para suami terhindar dari tindakan korupsi. Misalnya pemberian kue ucapan terima kasih itu, apakah termasuk gratifikasi. “Saya baru tahu, apa saja yang bisa dikatakan korupsi dan jadi berhati-hati. Dengan adanya ini, ibu-ibu/istri-istri juga ikut mengawasi,.. uang apa ini Pa, balikin... Saya hanya bagian kecil dari pemerintah yang ikut memerangi korupsi, membantu pemerintah mengurangi korupsi di lingkungan kerja suami,” ucapnya. Sosialisasi anti korupsi yang gencar dilakukannya ini, diakuinya banyak mendapat hujatan dan cemoohan dari rekan-rekan pejabat dan istri-istri ASN. Ada yang menyebutnya “meludah diri sendiri”, ada juga yang bilang “jeruk makan jeruk”. Namun, CIA Pemayun tak gentar. “Saya tidak takut sepanjang berjalan di atas rel aturan. Saya berpikir, kita sebagai warga Negara Indonesia seharusnya ikut membantu program pemerintah. Apalagi pemerintah memang menyasar ASN, dan kebetulan saya sebagai istri seorang ASN,..yaa kita bantu menyosialisasikan dengan memberikan ceramah untuk menambah pengetahuan ibu-ibu, apa saja yang bisa disebut korupsi dan ting-

CIA Pemayun saat mengikuti Semnas dan Pelatihan SPAK di Jakarta, Februari lalu

katannya,” tutur putri dari almarhum Cokorda Ngurah Pemayun dan Jro Ketut Nuratni (almh.) ini. Dan sekarang, semua provinsi dan kabupaten di Indonesia diharuskan menyelenggarakan kampanye anti korupsi dan gerakan SPAK. Bahkan

DWP Sejahterakan Anggotanya

Aksi sosial donor darah

CIA Pemayun yang menjabat Ketua DWP Provinsi Bali periode 2013-2018, melaksanakan kegiatankegiatan, seperti bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, donor darah, dll. Sesuai dengan aturan DWP (AD ART) pusat, DWP harus menyejahterakan anggota dulu, baru kemudian eksis keluar. Berpijak pada itulah, CIA Pemayun melangkah mengawal DWP Provinsi Bali. Dalam kategori menyejahterakan anggota, ia memberikan kesehatan prima pada anggota (ibu-ibu), seperti rutin menyelenggarakan pemeriksaan kanker serviks, dan pemeriksaan dini (USG) kanker payudara. Juga melaksanakan donor darah tiap 3 bulan.

3

Ibu tiga putri ini sangat berharap pemerintah pusat atau pemerintah daerah membantu kaum perempuan dalam pengadaan alat untuk pemeriksaan kanker payudara. “Saat ini di Bali, alat tersebut hanya dimiliki Puspem Badung dan satu RS Swasta di Denpasar. Harapan saya, seluruh kabupaten/kota memiliki satu alat tersebut, yang bisa mendeteksi secara dini kemungkinan terkena tumor/kanker payudara atau abses sehabis menyusui, untuk bisa menunda kematian dini pada kaum perempuan. Karena sekarang ini cukup banyak angka kematian perempuan/ibu karena kanker payudara dan banyak pula ditemukan penyakit ini pada perempuan usia produktif terutamanya di daerah perdesaan,” paparnya. Kegiatan lain DWP Provinsi Bali, tiap tahun memberikan 1 bedah rumah dan beberapa perbaikan rumah bagi anggota DWP (istri ASN Golongan 1 dan Golongan 2) yang tak memiliki rumah atau rumahnya tak layak huni. Aksi ini dilakukan menyebar ke kabupaten/kota di Bali. Program bedah rumah untuk ASN ini dikatakan CIA Pemayun untuk menepis anggapan masyarakat luas bahwa ASN sudah mampu membangun rumah sehingga tak perlu dibantu. Namun ketika ditelusuri, ada beberapa ASN yang memang sangat membutuhkan bantuan ini. Pendanaan dari program bedah rumah tahun ini dikatakannya dari dana iuran

anggota DWP Provinsi. Sementara bedah rumah tahun lalu didapat dari donasi para alumni SMP dan SMAnya. Selanjutnya, DWP dari masing-masing kabupaten/kota itu yang menyempurnakan dan memberikan isi dari rumah tersebut. Program berikutnya, ia tengah berancang-ancang untuk mengajak lebih banyak perempuan/ibu-ibu dalam memerangi korupsi, membantu pemerintah menyosialisasikan SPAK. Kedua, ikut membantu pemerintah agar para anggota DWP menjadi wanita yang bisa menghasilkan ekonomi kreatif. “Tahun depan saya berencana memberikan pelatihan salon, pembuatan banten,

dan memasak kepada ibu-ibu yang berminat. Sehingga dengan mengusai keterampilan tersebut mereka bisa menghasilkan walau dengan modal kecil, dan bisa membantu menopang ekonomi keluarga. Apalagi sekarang zaman teknologi, dengan online di rumah saja sudah bisa menghasilkan uang,” ucap CIA Pemayun yang sempat sukses mengelola kantin di kantor gubernur Bali ini. Berikutnya, ia ingin menegaskan kembali bahwa setiap istri ASN dan karyawati adalah anggota dharma wanita. Jadi sampai pensiun pun masih menjadi dharma wanita. “DWP kita masih banyak yang belum tahu akan hal ini. Ini sudah diatur dalam undang-

sekarang SPAK sudah ditanamkan mulai dari tingkat yang paling bawah sampai dewasa. “Sekarang, semua orang yang dulu mengatakan saya ‘jeruk makan jeruk’, pada gigit jari,” ujar dosen di Fakultas Hukum Unud ini. -ten undang pokok kepegawaian,” ucap Ketua Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga) Bali ini yang belum lama ini sempat diundang Konjen dari Hongkong untuk mengisi acara HUT Kemerdekaan RI menarikan tarian klasik-Tari Legong Keraton Lasem. Ke depannya, ia mengimbau semua karyawati dan istri ASN aktif dalam organisasi dharma wanita di kantornya masing-masing. “Mari kita bergabung di wadah ini. Karena di sini kita bisa berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan juga tahu dunia kerja suami sehingga tak hanya bisa menuntut pada suami. Itu pentingnya pertemuan. Mari bergabung, jangan sampai ada kesan dipaksa jadi dharma wanita karena karyawati dan istri ASN otomatis adalah dharma wanita, yang visi misinya cukup jelas, yakni menyejahterakan anggota,” pungkasnya.-ten

Pemeriksaan kesehatan, pencegahan dini kanker payudara


4

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Inspirasi

Mandalika

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

21

Langkah Kecil untuk Hasil Besar Dekatkan Pendidikan Lingkungan Lewat Eco Mobile

“Jangan buang sampah sembarangan”. Slogan dan ajakan ini dinilai tidak begitu efektif untuk merubah perilaku agar tidak membuang sampah sembarangan. Memperlihatkan contoh dengan sikap itulah yang dinilai paling efektif. “Ayo kita membuat sesuatu dari sampah ini,”… begitu Aisyah Odist, pendiri Bank Sampah NTBM, bicara pada anak-anak. Setidaknya itu adalah langkah kecil untuk mendapatkan hasil yang besar, dengan memulainya dari yang murah dan mudah.

Suami Bangga kalau Istri Jago Public Speaking

Membangun sinergi untuk meningkatkan kualitas kaum perempuan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan workshop public speaking untuk kepala SKPD perempuan dan pejabat eselon III yang ada di lingkungan Pemkab Badung. Acara ini diselenggarakan Tabloid Tokoh, Bacaan Wanita dan Keluarga bersama Pemkab Badung. Narasumber yang dihadirkan Sri Sumahardani, pakar public speaking.

K

egiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Badung Kompyang R. Swandika. Dalam pengarahanya, Sekda menuturkan perempuan Bali merupakan perempuan yang bertipikal pekerja keras dan bisa bekerja di berbagai profesi. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya perempuan yang mampu menduduki jabatan tinggi. Sebagai pejabat tentu ada pesan-pesan yang disampaikan ke khalayak. Cara berkomunikasi pun sangat penting untuk dikuasai. Salah satunya dengan workshop public speaking. “Kami sangat mengapresiasi

kegiatan sinergi antara tabloid Tokoh (Kelompok Media Bali Post) dengan pemkab Badung dengan menghadirkan pakar public speaking Sri Sumahardani. Kegiatan ini saya harap akan makin meningkatkan kualitas perempuan Badung khususnya dan Bali umumnya,” ujarnya didampingi Redaktur Pelaksana Tokoh Ngurah Budi. Sebagai pejabat perempuan, Sekda mengingatkan mereka untuk pintar menyampaikan pesan ke masyarakat. Dengan sering berlatih dan terus menambah pengetahuan merupakan kiat bagi pejabat untuk bisa menyampaikan pesan ke masyarakat. “Contohlah

Sekda Badung Kompyang R. Swandika bersama Sri Sumahardani saat pembukaan workshop public speaking

merupakan modal untuk jago public speaking. Selain itu untuk menghilangkan kecemasan atau mengusir rasa takut, ubahlah fokus, rileks, prepare & practice, dan just one click merupakan kiat ampuh,” tegasnya. Sri Sumahardani yang dikenal “galak” saat menjadi juri lomba menyanyi mengatakan dengan menyanyi bisa mengatur nafas. Bagi yang kerap mengalami grogi dianjurkan untuk berlatih pernafasan 7x7x7 selama 7 kali. Artinya, tarik nafas 7 detik, tahan 7 detik, lalu Suasana workshop public speaking untuk kepala SKPD hembuskan selama perempuan dan pejabat eselon III yang ada di lingkungan Pemkab Badung 7 detik. Lakukan hal ini sebanyak Indira Gandhi, Hillary Clinton, Sri dani mentujuh kali agar Mulyani, dan Susi Pudjiastuti. Mer- j e l a s k a n nyaman dan eka perempuan yang hebat public kemamtenang. speaking-nya,” imbuh Sekda. p u a n Latihan Perempuan yang menda- p u b l i c membaca pat kepercayaan sebagai peja- speaking puisi juga bat sangat penting menguasasi merupapenting agar kemampuan public speaking. Ia kan ilmu kita mengerti akan bertugas menyampaikan ke yang bisa intonasi. Kamasyarakat, program-program dipelajari pan saatnya pemerintah. Penyampaian yang dan harus nada rendah dan benar akan membuat masyarakat sering dipkapan nada tinggi. mengerti. Penampilan, senyum, raktikkan. “PeKalau nada monoton, gestur, dan kemampuan diri mer- jabat perempuan orang yang mendenupakan hal-hal yang bisa dapat yang punya ilmu Ny.Kristiani Suiasa garkan akan merasa dengan menguasai public speak- public speaking akan bersama Sri Sumahardani bosan. Berlatih di deing. Jangan sampai cerdas sendiri hebat. Bisa bicara di tetapi tidak bisa menyampaikan depan umum. Suami bangga lho pan cermin (mirror effect) juga ke masyarakat. kalau istri jago bicara di depan menjadi sarana melihat penampiSekda menuturkan pengala- umum,” ujarnya di hadapan pe- lan diri. Makin sering berlatih akan mannya dulu ketika menjadi serta, termasuk istri Wakil Bupati membuat orang makin percaya diri untuk berbicara di depan umum. Kepala Dinas Pariwisata di usia 34 Badung Ny.Kristiani Suiasa. Sri juga memberikan kiat datahun. Ia grogi disuruh berbicara Sri Sumahardani memaparkan, lam memberikan pujian. Pujian di depan umum, apalagi kalau dari hasil penelitian, ada tiga hal rapat dengan DPRD. Namun, yang ditakutkan manusia, yakni yang disampaikan ke orang lain karena sering latihan, akhirnya ia ketinggian, kematian, dan public harus tulus, up to date, sesuai piawai berbicara di depan umum, speaking. Penelitian lain menye- kenyataan. “Banyak orang yang termasuk bisa menjadi juru kam- butkan 80% orang cemas, kha- mengaku jarang memberikan panye. “Sekarang, saya tinggal watir, tidak bisa tidur kalau harus pujian. Ini sama artinya dengan pujian itu barang langka. Padahal lihat apa temanya, selanjutnya berbicara di depan publik. kembangkan sendiri, tanpa teks Perempuan yang juga jago untuk memuji itu caranya sangat juga bisa. Semua karena saya menyanyi dan menjadi MC pun mudah,” tegasnya. Selain itu, ia belajar,” ungkapnya. memberikan kiat menghilangkan juga memberikan tips tersenyum ketakutan atau grogi saat berbi- yang elegan. Ternyata senyum itu PUJIAN ITU cara di depan umum. “Banyak juga mudah. Kalau mudah, menBARANG LANGKA berlatih membaca cepat, mem- gapa tidak dicoba? (inten.indrawati@cybertokoh.com) Sementara itu Sri Sumahar- baca puisi, bercerita, bernyanyi

K

eceriaan anakanak di Labu Api Lombok Barat terlihat ketika menyambut mobil yang membawa buku-buku bacaan bertema lingkungan hidup yang dibawa oleh eco mobile milik Bank Sampah NTB Mandiri. Mengajarkan untuk mencintai dan memelihara serta menjaga lingkungan hidup penting dilakukan sejak anak-anak usia dini. Hal inilah yang dilakukan Bank Sampah NTB Mandiri di Mataram dengan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain maupun dari satu kampung ke kampung lainnya. Mobil perpustakaan ini sengaja dibuat untuk berkeliling melakukan environment education. Mendekatkan anak-anak dengan pendidikan tentang lingkungan. Karena itulah mobil perpustakaan ini dibuat dengan tampilan yang unik dengan banyak warna untuk menarik perhatian anak-anak. Hasilnya memang menarik perhatian anak-anak sehingga di beberapa tempat yang pernah disinggahi meminta agar kehadiran eco

mobile dapat terjadwal. Meski baru beroperasi seminggu, Bank Sampah NTBM melihat antusiasme anak-anak saat diajak bermain sambil belajar berbagai hal tentang lingkungan hidup. Selain banyak buku bertema lingkungan, ada pula buku-buku umum yang bisa dibaca oleh remaja dan orang tua. “Tapi yang lebih diutamakan adalah buku tentang lingkungan untuk anak-anak,” ungkap Aisyah Odist. Meski koleksi buku belum terlalu banyak, eco mobile telah mendapat banyak ‘panggilan’ (pesanan) untuk datang ke sekolah-sekolah. Dalam seminggu beroperasi, Aisyah sudah melihat antusiame anak-anak baik yang di kota maupun di desa. “Jiwa anak-anak kota dan desa itu sama saja, yang membedakannya hanya fasilitas yang ada di sekelilingnya,” ujarnya. Anakanak menjadi target utama eco mobile karena anak-anak adalah investasi pendidikan masa depan. Lewat eco mobile ini Bank Sampah NTBM berharap agar pendidikan tentang lingkungan itu dapat dilakukan

dari akar hingga dahannya. Anak-anak diibaratkan sebagai akar dan remaja adalah dahannya. Eco mobile memang mendekatkan pendidikan lingkungan baik ke tempat-tempat formal seperti sekolah-sekolah maupun informal ke desa-desa yang akan terjadwal sesuai dengan pemintaan, hari sabtu dan minggu. Perpustakaan keliling ala Bank Sampah NTBM ini terbilang unik karena tidak hanya membawa buku-buku seperti perpustakaan keliling lainnya melainkan juga mengajarkan langsung anak-anak praktik menyikapi sampah dan

pengetahuan tentang lingkungan hidup. Ini dilakukan oleh bank sampah mengingat di sekolahsekolah resmi tidak mengajarkan secara khusus mata pelajaran berkaitan dengan sampah dan lingkungan. Maka Bank Sampah NTBM mengambil peran edukasi lingkungan hidup tersebut khususnya kepada anak-anak. Aisya odist turun langsung untuk mengajak anak bermain sambil belajar menyikapi lingkungan. “Belajar sambil bermain dengan alam dan lingkungan,” ungkapnya. Anak-anak dengan senang hati mendengarkan-

nya bercerita tentang sampah dan lingkungan. Selain itu, eco mobile juga mengajarkan anakanak untuk bisa tampil percaya diri dengan melatih mereka berkomunikasi. “Anak-anak dilatih untuk berani bicara di depan umum,” ujar Aisyah. Mobil ini adalah milik Bank Sampah NTBM yang dibeli dari mata rantai pengelolaan Bank Sampah NTBM selama ini. Bank sampah ini bukan tempat jual beli sampah melainkan juga hasil dari proses pengelolaan sampah ini dapat dirasakan juga masyarakat, salah satunya lewat eco mobile. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Etalase Istimewa untuk Penyandang Disabilitas

Selain itu Bank Sampah NTBM mulai memberdayakan para penyandang disabilitas untuk membuat keraji-

nan tangan berbahan dasar sampah. Mereka ini para penyandang disabilitas yang sebelumnya sudah dilatih

oleh bank sampah tersebut. Dengan kondisi yang kekurangan tersebut, membuat bank sampah ini juga menyediakan asrama bagi mereka. Saat ini mereka tengah melakukan orientasi dengan pekerjaan tersebut. “Selama masa orientasi mereka mendapatkan dana insentif dari Bank Sampah NTBM,” kata Aisyah. Mereka dapat pulang seminggu sekali dengan diantar jemput secara gratis. Di bank sampah ini mereka akan bekerja membuat kerajinan dari sampah. Dan Bank Sampah NTBM membuat etalase khusus untuk menampung karya-karya mereka di luar dari pekerjaan mereka di Bank Sampah NTBM. Etalase ini bernama etalase istimewa. Berapa pun kerajinan yang dihasilkan oleh para penyandang disabilitas ini akan ditampung dan dipasarkan oleh bank sampah

ini. Bank sampahlah yang akan mencarikan pembelinya. “Hasil penjualannya menjadi hak sepenuhnya dari yang punya karya,” kata Aisyah. Dalam etalase istimewa itu tidak hanya kerajinan dari

sampah, melainkan apa pun bentuk karya dari para penyandang disabilitas ini, seperti makanan atau kerajinan lainnya akan dijual dan dipasarkan lewat etalase istimewa. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)


20

Nine

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Teater adalah Kita Memilih untuk menjadi seorang aktor dalam dunia seni pertunjukan seperti teater, tentu bukanlah pilihan yang umum mengingat tidak semua orang bisa tampil percaya diri untuk berakting secara langsung di atas panggung dengan ditonton banyak orang. Semua mata pasti mengarah pada sosok aktor dan aktris di atas panggung. Itulah pentingnya memiliki rasa percaya diri. Dan karena itu pula tidak banyak yang memilih untuk menjadi aktor maupun aktris. Karena itulah regenerasi aktor dan aktris menjadi salah satu problem yang kerap dialami oleh sangar-sanggar maupun kelompok-kelompok teater termasuk di Mataram Nusa Tenggara Barat.

T

erhitung aktoraktor senior dan sutradara kawakan yang tetap aktif di antaranya Kongso Sukoco, Saepullah Sapturi, Winsa Prayitno, R. Eko Wahono dan beberapa lainnya. Selebihnya aktor-aktor muda yang lahir dari sekolah-sekolah dan kampuskampus. Sementara itu, aktris yang terlihat jarang bertahan. Dari tidak banyak aktris teater di Mataram, ada tiga di antaranya aktris-aktris era tahun 2000-an yang masih bertahan melakoni beberapa naskah teater, meski tidak rutin seperti dulu. Sesekali mereka yang masih tampil menghiasi panggung teater di Mataram itu adalah, Iin Indraswati, Ana Indriana dan Elly Sutawe. Meski sekarang mereka memiliki kesibukan masingmasing, tetapi mereka masih selalu merindukan panggung teater. Ketiga aktris ini pernah sama-sama bergabung dan bermain dalam panggung yang sama bersama Teater Kamar Indonesia. Ketiganya kerapkali menjadi pemeran utama dalam naskah-naskah yang dimainkan oleh Teater Kamar Indonesia dan sesekali memperkuat pergelaran kelompok teater lainnya. Ketiga perempuan ini memperlihatkan karakter akting dan keseriusannya membawakan peran masing-masing. Didapuk sebagai pemeran utama dalam naskah-naskah yang dipentaskan oleh Teater Kamar Indonesia itu, Ana Indriana tampil demikian apik saat memainkan naskah Kereta Kencana. Begitu pula dengan Iin Indrawasti yang memperlihatkan kekuatan aktingnya

oleh lawan main kita padahal kita tidak salah, atau terkadang kita mencintai tokoh suatu cerita, padahal dalam kehidupan nyata kita bermusuhan,” katanya. Rupanya ada banyak cerita dan pengalaman batin yang ia dapat secara langsung selama prosesnya berteater. Hal inilah yang membuatnya menanggap bahwa teater adalah seluruh rupa dan wajah kita. “Teater adalah kita. Begitu banyak sandiwara dan kepurakepuraan di sekitar kita, terkadang ada seorang yang begitu semangat bercerita menirukan gaya guru atau kawannya, atau ada seorang anak kecil yang dalam naskah Caligula karya dan Sandiwara Merah Jambu. Elly Sutawe juga membuktikan dirinya sebagai aktris berbakat dengan tampil demikian jenaka dalam naskah Hikayat Gajah Duduk dan Sandiwara Merah Jambu (keduanya karya Almarhum Imtihan Taufan). Iin Indraswati jatuh hati pada teater sejak tahun 2002 saat kuliah di FKIP Unram dengan bergabung di Teater Putih Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan Universitas Mataram. Ketertarikannya pada seni peran ini awalnya hanya karena ada mata kuliah teater pada semester V dan teater merupakan hal baru baginya. Namun setelah itu ia malah jatuh hati pada teater. Beberapa lakon yang pernah dimainkannya adalah “Lalecon” di Teater Putih, berperan sebagai Casonia dalam pementasan “Caligula” dan peran Putri Cilinaya dalam pementasan “Sandiwara Merah Jambu” di Teater Kamar. Selain itu ia pernah berperan

sebagai Mina dalam pementasan “Rambut Palsu” di Teater Ozon. Ia menjadi sosok Putri dalam Cupak Gerantang, ia juga terlibat dalam pementasan “Sekam”. “Dan di tahun 2016 ia berperan sebagai Kakak dalam pementasan “Rajawali” yang disutradarai Kongso Sukoco,” katanya. Itulah pementasan terbaru yang dilakoninya. Menurutnya, kecintaannya dalam dunia teater itu cukup unik karena ia mengaku tidak mengetahui apa yang dirasakannya. “Entahlah, kalau kata orang cinta itu buta, mungkin itu maksudnya. Dulu saya tidak sadar ketika saya memasuki dunia teater maka kita akan menjadi sosok yang berbeda, sosok yang mampu menerawang kehidupan masa lalu, masa kini dan masa depan,” ujarnya. Proses dalam berteater yang begitu dalam memaksanya berperan menirukan suatu tokoh, merasakan kesedihan walaupun ia sedang gembira atau sebaliknya. “Kita dipaksa tertawa padahal sedang sedih luar biasa, bahkan kita harus rela dimarah

pura-pura nangis untuk meminta mainan kepada orang tuanya, dan ada yang pura-pura marah padahal cinta. Begitu banyak kelucuan dan hal yang menarik bila kita lihat dari sudut pandang teater,” ungkap Iin. Sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakannya adalah saat ia memerankan sosok Caesonia kekasih dari Caligula. Latihan yang begitu panjang dan pementasan yang sangat panjang itu dengan banyak konflik baik dari segi naskah, isi cerita dan proses pencarian karakternya. “Caesonia bukanlah satu-satunya kekasih caligula, namun ia selalu setia dan menerima setiap kemarahan, perselingkungan dan bahkan ketika Caligula merasa terpuruk,” ungkap pegawai

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Klas I Mataram, Satuan Kerja di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB, ini. Sejauh ini Iin tidak akan pernah menemukan suatu titik di mana ia akan berniat berhenti atau menutup buku tentang teater. “Manfaat teater bagi saya adalah terkadang dalam hidup ini diperlukan momen untuk berakting. Akting kecil untuk mencairkan suasana rapat yang sedang tegang, atau akting besar alias “marah” ketika menghadapi situasi yang buruk,” ujarnya. Banyak hal yang ia dapatkan di teater, setidaknya hidup yang tidak monoton dan ia dapat memandang hidup dari sudut yang berbeda. Karena itulah ketika saat ini ia tengah cuti sekolah selama dua tahun dengan izin belajar melanjutkan studi pada program Magister Akuntansi Sektor Publik di Universitas Mataram, dengan program beasiswa dari BPKP, ia memilih kembali bermain teater yang menyalurkan hobinya itu. Selain Iin ada Ana Indriana yang juga jatuh hati begitu dalam pada seni peran teater ini. Beberapa naskah yang pernah dimainkannya adalah Demung Sandubaya karya Max Arifin, Nina Digigit Nyamuk karya Imtihan Taufan, Orang Asing, Sepasang Merpati Tua, Mengembang Tepian Nasib dan beberapa naskah lainnya. Bagi Ana beproses dalam teater itu sama halnya belajar memaknai hidup. Ia menemukan kehidupan itu pada proses berteater. “Roh kehidupan ada dalam proses berteater, di mana manusia belajar melatih kepekaan rasa, fikiran dan kelenturan fisik,” ungkap Ana. Karena kesejatian hidup ditemukannya dalam teater maka ia tidak pernah berniat berhenti berteater. “Ilmu teater banyak membantu dalam karir dan pekerjaan saya,” ungkap Dosen tetap AMIKOM Mataram ini. Kepercayaan dirinya sebagai seorang guru ketika mengajar di depan kelas, menurutnya ia dapat dari ‘nyawa’ teater. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

“Kita dipaksa tertawa padahal sedang sedih luar biasa, bahkan kita harus rela dimarah oleh lawan main kita padahal kita tidak salah, atau terkadang kita mencintai tokoh suatu cerita, padahal dalam kehidupan nyata kita bermusuhan”

Inspirasi

Kemegahan Patung Sudirman di Jepang

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

5

Patung Jenderal Sudirman, menjadi satu-satunya tokoh atau pahlawan negara ­asing yang dipajang di Jepang. Tak tanggung-tanggung, patung pahlawan ­Indonesia itu diletakkan area kantor Kementerian Pertahanan Jepang. Berbeda dengan ­patung-patung Jenderal Sudirman yang biasa kita lihat yakni mengenakan jubah panjang serta blankon, maka patung Jenderal Sudirman yang berada di Jepang ­mengenakan seragam tentara PETA, organisasi bentukan Jepang, dimana sang ­jenderal sempat menjadi salah satu komandannya.

P

uti Guntur Soekarno yang baru saja berkunjung ke Jepang bertutur tentang keberadaan patung Jenderal Sudirman di area Kantor Kementerian Pertahanan. Menurut Puti, ia datang ke Jepang dalam kunjungan dari 1-5 November, selain untuk memberikan pidato umum di Universitas Kokushikan Tokyo, juga mengunjungi beberapa pihak, di antaranya adalah Wakil Menteri Pertahanan Jepang, Takayuki Kobayashi di Kantor Kemhan Jepang di kawasan Shinjuku, Tokyo. Usai ramah-tamah, tuturnya, Kobayashi diserta sejumlah staf kementerian dan partai, mengantar dirinya dan rombongan menuju lokasi Patung Jenderal Sudirman. Sesampai di sana, protokol mengatur posisi berdiri berbaris menghadap patung, lalu memberi penghormatan. Sebuah karangan bunga sudah disiapkan, dan ia meletakkan karangan bunga itu di bawah patung perunggu setinggi empat meter itu. Menurut Puti, sebagaimana dituturkan Kobayashi, patung Jenderal Sudirman yang berdiri di halaman belakang Kantor Kemenhan Jepang, merupakan pemberian Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro beberapa tahun lalu. “Kemen-

terian Pertahanan Jepang menyetujui peletakkan patung Jenderal Sudirman di sana (kantor Kemenhan-red) karena mengingat banyak nilai-nilai positif yang patut menjadi teladan,” ucap cucu Presiden pertama RI Sukarno, ini, mengutip pernyataan Kobayashi. Dirinya juga sependapat dengan hal itu. Sudirman, lanjut wanita yang bernama lengkap Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Soekarno Putri, pantas mendapatkan posisi di Jepang, mengingat selain sebagai pahlawan bagi bangsa Indonesia, ‘jenderal besar’ itu juga menjadi lambang bagi tradisi etos kerja tinggi, disiplin, dan loyalitas. Sikap itu antara lain didapat Sudirman saat berhenti menjadi guru, dan bergabung dalam PETA (Pembela Tanah Air), gemblengan tentara Jepang tahun 1943. Kobayashi, tutur Anggota DPR Komisi X ini, tampak mengangguk-angguk saat mendengar ia menyebut PETA. Seolah teringat masa-masa kekuasaan Jepang di Indonesia. Kobayashi yang lulusan John F Kennedy School of Government, Harvard University, juga mengemukakan harapannya, agar melalui peletakkan patung tersebut, dapat meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang. Ia juga mengungkapkan tentang pentingnya membina suasana damai antar-negara. “Indonesia dan Jepang samasama negara demokratis. Kita tentu sepakat, bahwa demokrasi senantiasa memperjuangkan kedamaian. Karena itu, kami sangat prihatin dengan permasalahan di Laut China Selatan,” begitu dikatakan Kobayashi. Puti menyatakan, sebagai warga negara Indonesia, ia berharap persoalan Laut China Selatan bisa diselesaikan secara damai. Seolah paham tamunya tidak mau terseret dalam isu panas di Laut China Selatan, maka Kobayashi segera memecah suasana melemparkan statemen, “Bagi saya, Indonesia bukan negara asing. Usia lima tahun, saya pernah tinggal di Jakarta mengikuti ayah yang bekerja di sana. Kemudian setelah menjadi pejabat, saya juga mengunjungi Indonesia. Indonesia sungguh negara yang baik. Dalam konteks Hankam, Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi Jepang,” papar Kobayashi yang pernah menjabat Menteri Keuangan itu. Sebagai informasi, dalam Puti Guntur dan Wakil Menteri Pertahanan Jepang Kobayashi kunjungannya ke Jepang, Puti

berkesempatan memberi pidato umum di Universitas Kokushikan, Tokyo, pada Kamis 3 November 2016, lalu. Di hadapan para hadirin ia menyampaikan pidatonya berjudul “Pancasila, Menuju Tata Dunia Baru’. Mirip dengan judul pidato kakeknya di PBB pada 30 September 1960 yang berjudul ‘To Build the Puti Guntur meletakkan karangan bunga di bawah patung perunggu World a New’. Yang juga menarik, ternya- Jenderal Sudirman yang terletak di area kementerian pertahanan Jepang ta di universitas tersebut terdapat ‘Soekarno kementeriannya memiliki tugas khusus Research Center’. Pusat kajian ini masih terbi- untuk meningkatkan beberapa hal yang lang baru, yakni diresmikan pada 22 Juli 2015 berpotensi dikembangan, salah satunya di Asia Japan Research Center Kokushikan Uni- adalah rencana meluncurkan roket. Sebaversity. Pada saat peresmian, Puti Guntur juga gaimana diketahui, proyek pembangunan hadir di sana dan memberikan pidato kebu- roket merupakan salah satu keberhasilan dayaan berjudul ‘Pancasila Bintang Penuntun’. Kementerian Khusus Jepang. Bersama Puti juga hadir sang ayah, Guntur Selain bidang khusus seperti teknologi, Soekarnoputra, yang merupakan putra sulung kewenangan kementerian dengan misi Bung Karno, juga sang ibu, Henny. spesial di Jepang juga diikuti pembagian Menurut Profesor Shibata Tokubumi, terirori. Artinya, kewenangan kementeKepala Asia Japan Research Center, pem- rian khusus, tidak selalu meliputi seluruh bentukan kajian Sukarno ini dilatarbelakangi negeri melainkan hanya beberapa kota kondisi dunia saat ini yang dilanda berbagai atau provinsi. Sehingga pernah dalam satu konflik yang disebabkan berbagai perbedaan periode, Jepang memiliki kementerian denyang hendak dipaksakan. “Kepemimpinan gan misi khusus penanggulangan bencana Sukarno meninggalkan warisan sekaligus (gempa) di salah satu provinsi. pelajaran bagi dunia berupa filosofi yang Puti mengatakan, dirinya mengapresiasi mengedepankan harmoni untuk menak- model kementerian dan lembaga di Jepang lukkan perbedaan yang terkandung dalam yang bisa lebih lentur dan fokus. Pengadaan semboyan Bhineka Tunggal Ika”. kementerian dengan misi spesial, diyakini Hal yang sama juga disampaikan Shibata, mampu menjadi kepanjangan pemerintah Rektor Universitas Kokushikan, Profesor yang efektif dalam mengoptimalkan poNobuyuki Miura, yang mengingat kem- tensi masyarakat di bidang apa pun, baik bali peran dan jasa Sukarno membangun teknologi, pendidikan, seni-budaya, dan kekuatan Asia untuk melawan hegemoni bidang-bidang lain. “Di era pemerintahan Barat. Antara lain melalui Konferensi Asia presiden pertama, Sukarno, juga dikenal Afrika dan pesta olah raga negara-begara kementerian dengan misi khusus,” ujar baru dalam Ganefo. Puti seraya mengisahkan beberapa poin penting hubungan Indonesia – Jepang sejak KEMENTERIAN KHUSUS era Sukarno hingga sekarang. ERA BUNG KARNO Sebagaimana halnya Tsuruho, Puti juga Kembali ke soal kunjungan Puti ke berpendapat bahwa hubungan Indonesia – Jepang. Dalam kesempatan itu ia dan Jepang sangat penting. Bukan saja karena rombongan juga mengunjungi Yosuke memiliki keterkaitan historis yang panjang, Tsuruho, Menteri Negara Urusan Khusus lebih dari itu, Jepang bagi sebagian besar Jepang (Ministry of State for Special Mis- negara di Asia, adalah prototipe negara maju sion)di kantornya. Dirinya, ucap Puti, jadi yang sukses menjaga spirit tradisi luhur. teringat era Bung Karno, di mana pada “Saya anggota DPR RI yang membidangi zaman mediang kakeknya berkuasa, juga antara lain pendidikan, pemuda, olahraga, pernah dibentuk satu kementerian khusus. dan perpustakaan, sangat concern terharap Jabatan ketika itu disebut Menteri Negara perlunya kerjasama Indonesia – Jepang ke Yang Diperbantukan. Menteri-menteri depan. Terutama di bidang pendidikan dan inilah yang mendapat penugasan khusus olahraga. Saya berharap makin banyak madi bidang yang khusus pula. hasiswa Indonesia yang bisa mendapatkan Dalam percakapan dengan Menteri beasiswa dan kesempatan belajar di Jepang. Tsuruho, Puti mendapat gambaran apa Demikian pula sebaliknya,” kata wanita saja yang menjadi tugas dan kewenangan kelahiran Juni 1971 ini. kementerian tersebut. Menurut Tsuruho, (diana.runtu@cybertokoh.com)


6

Generasi muda saat ini dengan zaman dulu sangat berbeda. Zaman sekarang generasi muda sudah mengenal IT dan sangat memberi pengaruh dalam kehidupan mereka. Demikian disampaikan Tjok Istri Agung Adnyani.

M

Woman on Top

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

enurut perempuan usia 67 tahun ini, zaman dulu anak-anak sangat menurut kepada orangtuanya. Walaupun terkadang orangtua mereka bersifat ortodok, tapi anak-anak tak ada yang berani melawan. Namun, menurutnya, sistem didikan orangtua zaman dulu ada bagusnya juga. Ia sendiri merasakan, berkat tempaan keras orangtuanya, ia menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan mandiri. Ia melihat, generasi muda sekarang, mereka terkadang lemah, tidak mandiri dan selalu harus didampingi orangtuanya. Sekarang ini memang ia mengakui, tak bisa menerapkan sistem pola asuh zaman dulu kepada anak-anak. Saat ini, orangtualah yang harus menyesuaikan diri kepada anak-anak. “Kita tak bisa mendidik anak-anak dengan pola menang atau kalah, tapi kita harus menempatkan d i r i untuk tidak

Orangtua yang Menyesuaikan Diri menang dan tidak ada yang kalah. Kita sebagai orangtua harus menyesuaikan diri, tak bisa memakai pola asuh zaman dulu karena zamannya sekarang sudah beda,” ujar perempuan yang pernah meraih predikat Tokoh Perempuan Bali ini. Tjok Adnyani melihat banyak sekali saat ini terjadi kegagalan dalam mendidik anak. Kemungkinan karena para orangtua tidak bisa menerapkan rasa toleransi dan saling menghargai. Saat ini, kata dia, orangtua harus memakai sistem saling menghargai dan mengganggap anak sebagai sahabat. “Kita dengarkan curhat anak dan berikan ia kebebasan tapi ada batasnya. Berikan mereka kepercayaan. Jangan terlalu ekstrim sehingga membuat anak-anak tidak nyaman,” sarannya. Orangtua yang tidak bisa menyesuaikan diri malah bakal menimbulkan gap dengan anaknya. Salah sedikit ngomong anak-anak bisa mengambil jalan pintas. “Semua kembali kepada orangtua, mari kita rangkul anak kita, berikan ia ruang untuk berbagi saling menghargai anggap sebagai sahabat. Otomatis, anak juga bisa mengerti dan menghargai orangtua,” ujar perempuan yang juga bergelut di bidang kuliner ini.

Nyoman Nilawati

Tjok Istri Agung Adnyani

PENGARUH LINGKUNGAN Sementara, Nyoman Nilawati menilai, saat ini, banyak sekali generasi muda yang hebat. Dia merasa kagum dan salut. Dibandingkan dengan zamannya dulu, dengan keterbatasan wawasan, informasi yang kurang sehingga yang seharusnya bisa berbuat banyak, tapi tak bisa berbuat lebih. “Anak-anak yang sudah mendapatkan didikan karakter dan budi pekerti, dan bisa memanfaatkan IT tentu bisa berbuat lebih. Anak harus

menguasai kecerdasan emosional dan sosial sehingga bisa berkembang menjadi lebih baik dan mencapai kesuksesan,” ujar Pimpinan Rotary Distrik 3420 Indonesia ini. Namun, memang ia tak memungkiri, saat ini, masih ada anak-anak yang melenceng tingkah lakunya. Menurutnya, kita tak bisa sepenuhnya menyalahkan orangtua. Tugas orangtua adalah memberi pengasuhan dan didikan yang baik ketika ia masih kecil, namun, ketika ia sudah remaja, lingkungan pa­

ling banyak yang membentuk, entah di sekolah, kampus atau dunia kerja. “Kondisi seperti ini harus disikapi orangtua dengan cara bersikap seperti sahabat kepada anak. Saat anak sudah memasuki usia remaja, orangtua hanya bisa mengawasi tak bisa lagi mendoktrin. Anak-anak yang sudah terbiasa dalam rumahnya mengalami keterbukaan dalam komunikasi biasanya tidak mudah kena pengaruh lingkungan yang buruk,” ucap Ibu Teladan Bali 2005 ini. Ia memberi contoh, ada seorang anak yang orangtuanya sendiri sudah tak bisa mengarahkan anaknya. Namun, anak itu justru sadar karena lingkungannya. Artinya, ketika anak itu bermasalah dan bertemu dengan lingkungan yang positif dan mendukungnya, akan sangat besar membantu si anak. Artinya, lingkungan memberi pengaruh sangat besar kepada remaja. Perempuan usia 66 tahun ini hanya berharap, kepada semua pihak, untuk lebih peduli kepada para generasi muda karena saat ini, kemajuan generasi muda adalah tanggungjawab bersama. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

“SENTUHAN YANG PAS” Salam Senyum, ........ “Sentuhlah Dia tepat di hatinya,... Di akan jadi milikmu selamanya”.... Penggalan lagu dari seorang penyanyi yang sudah tidak asing lagi, yaitu Ari Lasso sangatlah pas jika kita pakai di dunia layanan. Banyak perusahaan bahkan menuliskan slogan seperti “Personal Touch, Touch Point, Sentuhan Hati, dan lain sebagainya. Itu seakan memberikan janji untuk menekankah bahwa “Sentuhan” kepada pelanggan menjadi keunggulan dari layanan mereka.Saya akan memberikan contoh layanan yang sering kita temukan sehari-hari. Menunggu, adalah pekerjaan yang sebagian orang kurang suka untuk melakukannya. Tapi, sebagai pemerhati layanan, menunggu saya jadikan untuk mengamati dengan seksama sebuah pelayanan di salah satu RumahSakit. Seorang Ibu kelihatan lama duduk di depan customer service. Dia memperhatikan si customer service (CS) berbicara. Di lihat dari gesture (bahasa tubuh) Ibu tadi kelihatan gelisah, kadang melihat hand phone, kadang melihat suasana sekeliling, dan sekali-sekali melihat CS yang berbicara kepadanya. Karena lumayan lama dan sedikit penasaran, akhirnya saya duduk lebih dekat lagi agar dapat lebih mengamati perbincangan apa yang terjadi antara pelanggan dan CS tersebut.

Ternyata di luar dugaan saya, perbincangan antara CS dan pelanggan itu dalah menceritakan tentang “Kesedihan CS karena masalah dengan pasangannya”. Waaaahhh.... Saya kira yang diomongkan mereka adalah produk atau kondisi perusahaan yang berhubungan dengan kebutuhan si pelanggan. Pembaca setia Dhani’s Art in Service, banyak pelaku layanan yang tidak sadar akan apa yang mereka lakukan terhadap pelanggannya. Padahal dari layanan, tentunya selalu ingin memuaskan hati para pelanggan, dan bukan memuaskan hati diri sendiri (si pelayan),.... he he he he heh. Untuk dapat memberikan “Sentuhan yang Pas” terhadap pelanggan, saya akan berikan beberapa tips yang dapat dilakukan. Yang pertama, BUATLAH DIRI ANDA DALAM KEADAAN DIRI YANG SENANG. Ingatlah bahwa pelaggan akan mau memakai jasa/membeli produk kita ketika perasaan mereka senang dan tertarik dengan kita. Perasaan senang itu menular. Sekali lagi, perasaan senang itu MENULAR. Maka jadilah orang yang menularkan perasaan senang, bukan yang ketularan. Kebiasaan dari manusia adalah mereka akan melaksanakan transaksi bisnis ketika mereka merasa senang. Ketika saya melakukan pendampingan Sumber Daya Manusia di beberapa perusahaan, sering saya mendengar ‘curhat’ an

pegawai yang selalu mengeluh “Saya tidak selalu merasa senang di kantor. Kadang saya marah, susah, takut, bahkan bosan. Terus, apa yang seharusnya saya lakukan?” Hmmmmmm... sangat manusiawi.. Salah satu teknik yang saya berikan untuk menjawabnya adalah antara lain dengan mengikuti teori Antony Robbin yaitu “Emotion created by Motion”. Dimana segala emosi kita dapat terbentuk dari tindakan kita. Bukan sebaliknya! Jadi, buatlah gerakan atau tindakan yang membawa senang, seperti tersenyum, wajah tidak menunduk, mata berbinar dan lain lain yang akan membawa pengaruh senang kepada suasa emosi kita. Silahkan dicoba yaaaaa... Selanjutnya tips yang kedua agar sentuhan kita pas di hati pelanggan adalah dengan TIDAK MENCERITAKAN MASALAH ANDA KEPADA PELANGGAN. Ketika Anda membicarakan masalah kepada pelanggan maka sembilan puluh sembilan persen mereka sama sekali tidak peduli. Dan hanya satu persen yang senang karena Anda sebagai pelayan punya kesamaan penderitaan dengan pelanggan. Atau sama malangnya dengan si pelanggan. Menceritakan masalah yang ada pada diri kita sebagai pelayan hanya akan membuat mereka susah. Dan orang yang susah sangat sulit mengambil keputusan untuk membeli jasa atau produk, selain peti mati atau jasa pemakaman. Maka dari itu, hindarilah menceritakan masalah kepada pelanggan Anda. Tips yang ketiga adalah GUNAKANLAH LOGIKA DAN EMOSI UNTUK MEMENANGKAN HATI PELANGGAN.

Memang sebagian besar orang kembali menjadi pelanggan atau menjadi pelanggan yang setia karena emosional. Tapi janganlah kita menganggap remeh dengan logika dan nalar. Seorang pelanggan akan mau memakai jasa yang kita tawarkan karena perasaan emosi, (senang sehingga tertarik), tapi di lain waktu dia merasa menyesal karena dari logika, jasa yang dipakainya tersebut ternyata tidak terlalu bermanfaat. Jadi, logika menjadi salah satu penentu untuk memberikan sentuhan yang pas terhadap pelanggan kita, bukan hanya perasaan emosi. Pembaca setia Dhani’s Art in Service, masih banyak lagi cara kita agar Pelanggan dapat merasa tersentuh dengan tepat. Seperti memberikan sesuatu yang spesial yang belum perusahaan lain berikan, memberikan pemecahan masalah yang super cepat, dan lain sebagainya. Dengan memberikan sentuhan yang pas, saya yakin pelanggan kita tidak mudah berpaling dari perusahaan kita. Ayooooo... berlombalah untuk dapat menyentuh para pelanggan dengan pas, dan dapatkan manfaatnya setelah itu. Ingin lebih dalam mengetahui cara menyentuh pelanggan dengan pas dan segera mempraktikkannya untuk kemajuan perusahaan Anda? Silahkan hubungi manajemen kami. Dan atas kesempatan yang diberikan, dengan senang hati kami siap membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Bagi sebagian orang, pelepah pisang dianggap sampah dan barang yang tidak berguna. Untuk itu, harus dibakar agar tidak mencemari lingkungan dan menjadi sarang nyamuk belaka. Namun, di tangan Wawan Susanto, pelepah pisang justru disulap menjadi lukisan bernilai seni tinggi. Bentuknya pun bermacam-macam. Mulai gambar pemandangan, hewan, kaligrafi, hingga wajah tokoh presiden seperti Soekarno dan Gus Dur, juga bisa. “Terserah, mau pesen apa saja saya siap,” ujar Wawan.

H

obi melukis ini, memang dipunyai Wawan sejak ia masih duduk di bangku SD. Bakat tersebut ia kembangkan terus sehingga ia menjadi seorang pelukis komersil. Tapi bahan lukisan yang digunakan dari cat air dan kanvas. Hasil karya lukisan yang dibuatnya ini, kurang begitu laku, karena banyaknya persaingan. Dalam satu minggu, belum tentu satu lukisan bisa terjual. Untuk itulah, kondisi ini sempat membuat Wawan putus asa. Ia sempat berniat alih ke profesi lain. Namun, keadaan itu sekarang berubah. Setelah ia menemukan

19

Lukisan Pelepah Pisang Dijual Jutaan Rupiah ide membuat lukisan unik dari pelepah pisang. Awalnya, tanpa sengaja Wawan melihat tumpukan pelepah pisang berserakan di sekitar rumahnya. Karena pada waktu itu orangtuanya kebetulan habis memanen beberapa tangkai pisang. Sebagai orang seni, Wawan berpikir. Memutar otak bagaimana caranya agar pelapah pisang tersebut bermanfaat. Kemudian ia kumpulkan semua pelepah pisang tersebut, dan selanjutnya ia jemur hingga kering. “Belum punya ide apa-apa. Yang penting saya kumpulkan gitu saja,” tutur lelaki murah senyum ini. Tiga hari kemudian, setelah pelepah pisang yang dijemur tersebut kering, Wawan mulai ada ide. Yang tak jauh dari profesi sebelumnya. Sampah tersebut dijadikan bahan lukisan. Hasilnya pun lumayan bagus, tapi belum sempurna. Masih perlu

Pengunjung hendak membeli lukisan pisang

sentuhan lahinnya. Satu bulan kemudian, karya lukisan yang dihasilkan mulai bagus. Mirip objek aslinya. Perrlahan-lahan mulai ada peminatnya. Bagi Wawan, ini sebuah ke­

Alfanshah Abdullah

Semua Punya Peluang Jadi Pimpinan Ada kiat yang patut kelahiran Palembang, 28 diteladani dalam diri AlJuni 1972 ini bila mefanshah Abdullah. Dalam layani tamu dengan hati menjalankan tugas, Altetapi kedalam sangat fanshah, yang menjabat terbuka kepada seluruh General Manager/GM karyawannya. Ia memiliki Hotel Bisanta Bidakara, prinsip, semua karyawan ini melayani tamu dengan memiliki peluang menhati. Artinya, bila tamu jadi pemimpin. menanyakan toilet ada Karena itu, bapak tiga dimana, secara otomatis anak itu selalu memberi sebagai karyawan hotel pengarahab kepada karyakan memberitahukan awannya. ‘’Seorang karysekaligus mengantarkanawan jangan hanya jadi nya. operator. Tetapi harus Alfanshah Abdullah Demikian juga dengan dapat mengatur agar menu makanan yang disajikan harus jenjang karier jelas,’’ kata suami Hildawati yang enak-enak. Disamping, pelayanan, Rusli ini. Karena itu, dalam menilai karykebersihan, harga. ‘’Karena saya bek- awannya, Alfanshah, tidak berdasarkan erja pada hotel yang berada di zona suka atau tidak suka. Tetapi lebih dari nyaman, harus kerja dengan cerdas, hasil pekerjaannya. dan cermat,’’ kata Alfanshah Abdullah, Selain menjabat GM Hotel Bisanta, pekan lalu. Meski baru menjabat empat Alfanshah Abdullah, sejak 25 Oktober lalu bulan sebagai GM Hotel Bisanta, tetapi terpilih menjadi Ketua Indonesia Hotel hotel bintang tiga yang terletak di Jalan General Manager Asosiation (IHGMA) Tegalsari Surabaya merupakan hotel Jatim didampingi Triandy Santyawibowo, yang cukup lama. GM Hotel Zoom sebagai Sekjen dan Lelaki yang berpengalaman di dunia Abdul Rachman, GM Maumum Hotel perhotelan selama 16 tahun ini dalam and Lounge sebagai Wakil Sekjen. Damemasarkan kamar hotel harus memiliki lam menjalankan organisasi para GM integritas dan networking. Hotel Bisanta, Hotel, pihak berprinsip berorganisasi yang memiliki sekitar 105 kamar dengan harus menyenangkan, memiliki program 60 karyawan ini, menurut dia, oku- jangka pendek serta akan melakukan uji pansinya saat ini sekitar 65 persen. Lelaki kompetensi. (Bambang Wiliarto)

sempatan. Tak ayal pria berkaca mata ini langsung menjadikan rumahnya menjadi galeri. Puluhan hasil karyanya dipajang di seluruh sudut ruangan. Lukisan itu dihargai antara Rp 50 ribu

sampai Rp 1 juta. Sejak itulah, bisnis lukisan ala Wawan ini terus berkembang. Bahkan, beberapa pesanan yang datangnya dari luar kota pun terus berdatangan.”Biasanya itu, pengguna jalan yang kebetulan melintas di daerah ini. Mereka lihatlihat sebentar lalu pesan,” imbuhnya. M e n u r u t Wa w a n , untuk membuat lukisan dari pelepah pisang ini dibutuhkan waktu sekitar sehari hingga tiga minggu tergantung kerumitan dan ukuran lukisan. Untuk yang paling kecil biasanya dikerjakan hanya dalam sehari. Untuk lukisan besar bisa sampai tiga minggu pengerjaannya.Untuk bahan bakunya sendiri selain menggunakan pelepah pisang kering, ia juga menggunakan cangkang telur sebagai ornamen serta media berupa triplek dan lem kayu serta vernis. (Khoirul Abadi)

Sudut Pandang

Indonesia perlu Banyak Pahlawan

Tiap 10 November, bangsa dah, belum lagi kanker korupsi Indonesia memperingati Hari yang masih menjamur di tubuh Pahlawan. Lantas, bagaimana birokrasi negeri ini. Bahkan, saya pandangan seorang wirausaha sangat miris melihat beberapa muda Bali di bidang manufacoknum melakukan aksi demo ture outfit tentang nilai kepahlayang katanya kasus penistaan wanan di era globalisasi ini? agama,” ucapnya miris. “Sebagaimana layaknya sebuah Bangsa ini ditegaskannya refleksi, peringatan Hari Pahlasedang membutuhkan banyak wan ini tak cukup sekadar kita pahlawan, pahlawan untuk memasang bendera satu tiang mewujudkan Indonesia yang penuh dan mengikuti upacara damai, Indonesia yang adil dan kebesaran yang dipersiapkan, demokratis, serta Indonesia yang dihadiri para pejabat, didenbersih dan bebas korupsi. garkan pidatonya, lantas selesai Karekteristik seorang pahlabegitu saja tanpa ada satu nilai. wan adalah jujur, pemberani, dan Hal ini dari tahun ke tahun rela melakukan apapun demi terasa semakin kurang dihayati kebaikan dan kesejahteraan Ria Asteria dan menjadi kosong makna masyarakat. Setiap orang harus karena peringatan ini cenderung bersifat seremonial berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, belaka,” ungkap Ni Putu Asteria Yuniarti, S.Pd., Hari Pahlawan tidak hanya pada 10 November, M.I.Kom. yang akrab disapa Ria Asteria. tetapi berlangsung setiap hari dalam kehidupan Gadis asal Abiansemal, Badung yang aktif di sehari-hari. Setiap hari kita berjuang paling tidak kegiatan sosial dan pendidikan lewat Yayasan Ria menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keAsteria ini mengatakan, refleksi ini menjadi satu luarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan perenungan bersama, sejauh mana kita sebagai meningkatkan prestasi dalam kehidupan masingangkatan muda, kaum intelektual terpelajar masing. Setidaknya kita harus mampu bertanya mampu menjadi bagian dalam proses pembanpada diri sendiri apakah rela mengorbankan diri gunan bangsa ke depan? untuk mengembangkan diri dalam bidang kita Lalu, hal signifikan apa saja yang telah kita masing-masing dan mencetak prestasi. perbuat di dalam arus persaingan yang go global Karena itu, menurutnya peringatan Hari Pahlaini? “Kitalah generasi yang akan memakmurkan wan sebaiknya dijadikan momentum sebagai hari Indonesia. Memang secara legal formal bangsa ini besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan telah merdeka, tetapi bila kita lihat secara hakikat rasa kebanggaan yang besar, karena merupakan ternyata kita belum sepenuhnya merdeka,” tegas kesempatan bagi seluruh bangsa untuk mengenang Ria Asteria. jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak Rakyat Indonesia masih ada yang terbelenggu terhitung jumlahnya dalam perjuangan bersama dalam kemiskinan, mereka yang tidak mampu bagi tegaknya Republik Indonesia yang baru saja sekolah, pengangguran yang menumpuk, petani diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. yang dirampas tanahnya, buruh dengan gaji ren(inten.indrawati@cybertokoh.com)


18

Edisi 926/ 7 -13 november 2016

Guna memberikan perlindungan dan keselamatan kerja bagi para nelayan, p e m e r i n t a h Ka b u p a t e n (Pemkab) Buleleng menggelontorkan bantuan berupa asuransi. Asuransi tersebut menyasar para nelayan di Kabupaten Buleleng yang notabene memiliki risiko kerja sangat tinggi. Asuransi ini merupakan program dari pemerintah yang disalurkan di setiap kabupaten/kota. Di Buleleng bantuan tersebut akan diberikan kepada nelayan yang tersebar di sembilan kecamatan.

P

enyerahan secara simbolis dilaksanakan di Lobi Athiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Selasa (1/11). Para perwakilan nelayan di Kabupaten Buleleng menerima asuransi yang diserahkan langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST yang didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng, Ir. Made Arnika. Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan jumlah nelayan di Kabupaten Buleleng yang boleh diasuransikan secara keseluruhan adalah 5.000 orang. Dari 5.000 orang tersebut, target tahun 2016 sebanyak 2.500 orang bisa diasuransikan. Hal ini, menu-

Nelayan Buleleng Diasuransikan

Putu Agus Suradnyana memberikan bantuan asuransi kepada perwakilan nelayan

rutnya memerlukan kerja keras dari Diskanla untuk jemput bola memetakan dengan meminta bantuan kepada para camat dan kepala desa khususnya di daerah pesisir. Saya minta kepada Diskanla untuk bekerja keras agar target tahun ini bisa terealisasi. Sementara tahun depan kita targetkan semua nelayan sebanyak 5.000 orang itu bisa diasuransikan, ungkap Bupati asal Banyuatis tersebut. Santunan dalam bentuk asuransi ini terdiri dari dua jenis yaitu kecelakaan pada saat melaut dan kecelakaan pada saat di darat. Besaran asuransi bila meninggal

dunia di laut adalah Rp 200 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan biaya perawatan Rp 20 juta. Sementara untuk yang di darat meninggal dunia sebesar Rp 160 juta, cacat

tetap dan biaya perawatan besarannya sama seperti di laut. Menurut Bupati Buleleng dengan besaran tersebut, setiap nelayan wajib membayar premi sebesar Rp 175 ribu. Premi yang harus dibayarkan setiap nelayan sudah disubsidi oleh pemerintah, ucapnya. Sementara itu, Kadiskanla Buleleng, Made Arnika menjelaskan, asuransi ini diberikan kepada nelayan yang sudah mempunyai kartu nelayan. Dengan kartu nelayan tersebut, asuransi ini sudah bisa diproses. Sebanyak 3.600 nelayan sudah memiliki kartu nelayan. Menurutnya, sesuai informasi yang diperoleh, ada perubahan petunjuk teknis mengenai asuransi nelayan ini. Dengan kartu nelayan saja, para nelayan sudah bisa didaftarkan secara

online. Ada sekitar 5.000 nelayan di Buleleng. Kita akan usahakan semuanya memiliki kartu nelayan, jelas Arnika. Sementara itu, salah satu perwakilan nelayan yang ditemui usai penyerahan, Nyoman Merta Witama mengungkapkan rasa terimakasihnya karena adanya santunan asuransi ini. Nelayan dari kelompok nelayan di daerah Tejakula ini juga sangat berharap bantuan apapun bentuknya untuk nelayan bisa terus digulirkan dan disalurkan kepada nelayan di Buleleng. Hal itu diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan. Kami dari pihak nelayan sangat berterimakasih dengan adanya program santunan asuransi ini. Semoga bantuan kepada para nelayan bertambah dan terus digulirkan, tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Penyerahan bantuan asuransi dari pemerintah kepada nelayan

Life Story Sebuah peristiwa kebetulan yang sama sekali tidak disengaja justru membawa Erna (48) mengetahui hal yang selama ini menjadi teka-teki dalam rumah tangganya. Memiliki suami seorang supir yang melintasi pulau-pulau di Indonesia sesungguhnya telah banyak membuatnya sakit hati. Namun, ia masih terus bertahan karena sikap suaminya yang kerap jenaka ketika ia marah. “Dia selalu bisa bikin saya tertawa tiap kali ia melakukan kesalahan,” ungkap Erna yang tinggal di salah satu kota di Pulau Sumbawa itu.

S

uaminya itu memang sering sekali diketahuinya memiliki kekasih gelap. Informasi-informasi tersebut kerap ia dapatkan dari kernet yang selalu mengikuti suaminya. Suatu hari kernet tersebut juga memberitahukannya jika suaminya itu memiliki kekasih orang dari Pulau Jawa yang tinggal di Kota Sumbawa. Perempuan itu adalah mantan buruh migran yang baru saja kembali ke Sumbawa setelah menjalani kontrak selama 2 tahun. “Cuma itu informasi yang saya tahu,” katanya. Selain itu ia juga mengetahui kalau suaminya itu memiliki kekasih lain lagi yang membuat ia dan suaminya bertengkar hebat. Akibat pertengkaran itu, Erna sudah tidak tahan lagi. Ia lari ke

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

“Air Mata Buaya” Sang Supir

Kota Sumbawa ke rumah kontrakan adiknya. Akibat tidak dapat menahan rasa sakit hati, ia bahkan pergi meninggalkan empat orang anaknya pada mertuanya. Di Sumbawa ia tinggal di rumah kontrakan adiknya. Di sana pulalah ia berkenalan dengan anak pemilik kontrakan tersebut. Namanya Reni (35). Mereka berdua jadi kawan mengobrol. Tiap hari keduanya selalu bertemu untuk mengobrol. Erna menceritakan kalau suaminya itu adalah orang supir dan orang dari salah satu kota di Pulau Sumbawa. Erna terkesiap melihat kalung emas yang melingkar di leher Reni. “Saya jadi teringat kalung saya dihilangkan suami saya dua bulan yang lalu,” katanya. Dalam tiap obrolan mereka, Reni juga bilang kalau ia punya pacar seorang supir yang juga berasal dari kota yang sama seperti suami Erna. “Lalu saya tanya siapa nama pacarnya itu,” kata Erna santai melepas pertanyaan karena merasa memiliki nasib yang sama. Reni kemudian menyampaikan bahwa suaminya itu bernama Rangga. “Jantung saya langsung berdegup,” ujar Erna. Ia memang mulai curiga, namun ia tidak mau menuduh. Erna mulai menyelidiki siapa perempuan bernama Reni yang tiap hari menjadi kawan mengobrolnya itu. “Di sana

juga saya tahu bahwa ia mantan TKW,” ujarnya. Hal ini yang membuat Erna mulai curiga namun ia tidak memperlihatkannya dan terus saja menyelidiki Reni. Erna akan membuktikan bahwa perempuan yang dimaksudkan oleh kernet suaminya sebagai kekasih suaminya itu adalah Reni, besok malam. Di mana ia tahu bahwa malam itulah suaminya akan tiba di Sumbawa dan mampir makan di warung langganan busnya. Apalagi Reni bercerita bahwa ia akan menemui pacarnya itu di warung yang sama. Saat Reni keluar rumah, Erna berpura-pura tidur sehingga ketika Reni menegur dan mengajaknya, ia terlihat bermalas-malasan. Reni pun pergi. Tak lama kemudian Erna bangkit dan mengikuti Reni. Jika Reni menanti kekasihnya itu di warung makan, maka Erna mengamatinya dari jauh menanti bus suaminya berhenti di warung itu. Tak lama kemudian, bus tersebut berhenti di depan warung. Benar saja ia kenal dengan bus yang kerap dibawa suaminya. Dada Erna bergemuruh karena amarah. Apalagi ia melihat dari pintu supir itu suaminya turun dengan “anggun” yang menyulut emosinya. Erna masih menahan diri

Getaran Energi Luar Biasa dari Pohon Kelapa

Ratna Listy Beri Motivasi di HUT ke-66 SMA Negeri 1 Singaraja Puncak perayaan HUT SMA Negeri 1 Singaraja dimeriahkan berbagai macam penampilan oleh guru dan para siswa. Kemeriahan sangat jelas terlihat di atas panggung utama yang berada di lapangan upacara sekolah setempat (Selasa, 1/11). Di hari jadi yang ke-66 tersebut SMA Negeri 1 Singaraja juga mengundang para alumni, para mantan kepala sekolah, dan para mantan guru. Menurut Kepala SMA Negeri 1 Singaraja, I Putu Eka Wilantara, M.Pd., sekolah juga memberikan penghargaan kepada para alumni yang telah memberikan sumbangsih terhadap pembangunan sekolah di tahun 2016. Uniknya, dalam perayaan HUT tahun ini tidak hanya melibatkan segenap civitas akademika melainkan juga melibat para guru dalam mengisi acara. Tidak

hanya siswa, tetapi guru pun kami libatkan. Harapannya agar mereka bebas mengekspresikan kemampuan diri dalam bidang seni, ujarnya. Rangkaian HUT yang berlangsung selama satu minggu tersebut diisi dengan berbagai jenis kegiatan baik akademik dan nonakademik. Kemeriahan hari jadi tersebut juga menurut Eka bukan sebagai ajang hura-hura melainkan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi untuk lebih baik dari sebelumnya. Ia mengungkapkan dari tahun ke tahun pihaknya terus melakukan inovasi untuk pembelajaran yang lebih baik. Smansa sebagai salah satu sekolah unggulan di Buleleng memang sudah tidak diragukan lagi dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa jabatan penting di Buleleng bahkan di Bali dipegang oleh alumninya. Se-

lain itu, para siswanya telah mampu mengaharumkan nama sekolah di kancah nasional dan internasional. Eka berharap di ulang tahun ini Smansa dapat meningkatkan eksistensi dalam dunia pendidikan. Saat ini mulai banyak muncul sekolahsekolah unggulan lainnya. Jangan sampai Smansa malah tenggelam, paparnya. Mengusung tema Together for Better Future ia berharap seluruh warga sekolah bisa bersama-sama untuk membangun sekolah demi masa depan yang lebih baik. Hal tersebut dicerminkan dari kegiatan yang tidak memetakan siswa per kelas melainkan menerapkan konsep kakak asuh. Dalam kegiatan ini kami tidak lagi memandang mana kelas mana kakak tingkat tetapi semua kami lebur dari berbagai kelas dan tingkatan berdasarkan kakak dan

Penyerahan buku motivasi Ratna Listy kepada kepala SMA Negeri 1 Singaraja

adik asuh, jelasnya. Pria kelahiran 18 Juli 1974 tersebut juga sangat apresiasi terhadap para donatur yang selalu mendukung kegiatan sekolah. Pada perayaan tahun ini misalnya, para guru dan siswa dihibur oleh artis Ibu Kota yang didatangkan oleh Luh Kerthianing. Kedatangan artis ini bukan sematamata untuk hiburan melainkan juga untuk memotivasi para siswa. Ratna Listy memang didatangkan oleh Bu Luh untuk menghibur sekaligus memotivasi siswa melalui bukunya yang berjudul 100 Motivasi Ratna Listy, jelasnya. Dengan sumbangan buku tersebut pihaknya juga berencana akan membuat perpustakaan kelas untuk meningkatkan minat baca siswa. Setelah taman baca kami akan gagas perpustakaan di setiap kelas. Semoga dengan ini bisa memancing para donatur untuk memberikan sumbangsih, imbuhnya. Ratna Listy yang menjadi guest star dalam perayaan HUT SMA Negeri 1 Singaraja mengaku sangat mengapresiasi seluruh kegiatan yang disuguhkan. Menurutnya kekompakan dan kreativitas guru beserta siswa sangat jelas terlihat. Biasanya yang dilibatkan hanya siswa tetapi di sini guru juga berpartisipasi dan memberikan contoh yang baik, ungkapnya. Perempuan cantik tersebut juga merasa tertantang untuk memberikan motivasi kepada seluruh siswa. Menurutnya, ia orang yang suka memberikan motivasi hidup kepada orang lain, namun ketika memberikan motivasi kepada siswa siswi itu merupakan hal yang susahsusah gampang. Di umur segini

Penyerahan bibit kelapa hijau kepada mempelai

Ratna Listy duet bersama Komang Sinta Diani

mereka masih mencari jati diri dengan rasa ingin tahu yang begitu besar, ungkapnya. Ia menambahkan beberapa quote yang terdapat dalam bukunya memang sangat cocok untuk anak di usia ini. Salah satunya mengenai kesuksesan yang tidak dapat diraih secara instan. Zaman memang serba mudah tetapi kesuksesan akan lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang mereka pupuk, tandasnya. Disisi lain, Luh Kerthianing sebagai orangtua siswa mengatakan anak sebagai aset bangsa harus mendapat pendidikan yang baik. Sebagai orangtua sangat mendukung jika sekolah mampu mencetak anak-anak didik yang luar biasa. Harapan saya semoga Smansa bisa menjadi sekolah teladan dan panutan bagi yang lain apalagi Singaraja mendapat julukan kota pendidikan, pungkasnya. (win)

Memberikan hadiah berupa bibit kelapa merupakan hal yang istimewa. Menurut GMH KG Suatmayasa, SH, CH., CHt., MNNLP (Guru Mangku Hipno), kelapa hijau itu melambangkan kesucian. Ketika nanti bertumbuh diharapkan memberi fibrasi kesucian kepada alam

7

sekitar dan memberi dampak positif bagi kejiwaan manusia. Hal ini sesuai dengan apa yang dituangkan dalam Samkritam bahwa manusia itu akan mendapatkan fibrasi kesehatan, kesuksesan, dan keberlimpahan jika mampu menjaga dirinya selalu dalam kebenaran, kesucian,

serta keindahan. Buah kelapa ini ketika tumbuh menjadi pujer, melambangkan bertumbuhnya jiwa-jiwa yang suci di sekitarnya. Bertumbuh menjadi jiwa-jiwa spiritual yang berarti meningkatkan kualitas diri dan kelak berkembang menjadi jiwa-jiwa yang religius dan mampu memiliki jiwa-jiwa keagamaan yang kuat. “Adalah suatu kebanggaan jika saja setiap pasangan pengantin mampu menanam satu buah kelapa di dalam lingkungannya. Sehingga sanggup menjadi pribadi yang terkendali. Memiliki keindahan dan kesucian dalam hubungan antar individu dalam sebuah hubungan pernikahan,” ujar suami AA Sagung Inten, SE. CH., CHt, MNNLP (Byang Mangku Hipno) ini . Pohon kelapa melambangkan satu kesatuan yang holistik jika dilihat dari sudut pandang perspektif metafisika. Dari akar sampai daunnya semua bisa difungsikan. Secara metafisika kelapa

beberapa saat sampai ia memastikan suaminya itu bertemu dengan Reni. Benar saja, keduanya duduk di meja yang sama. Terlihat Reni bicara manja pada suaminya itu. Saat suaminya itu hendak mencuci tangan di wastafel, Erna mendekat. Begitu suaminya itu balik badan, emosi Erna memuncak dan tak terkendali. “Saya jambak rambutnya dan saya pukuli dia di depan Reni,” katanya. Reni kaget luar biasa melihat Erna di hadapanya dalam keadaan mengamuk. Selain suaminya, Reni tidak luput dari amukan Erna. Kalung yang dipakai Reni seketika ditarik dan dirampas oleh Erna. “Itu kalung saya, ternyata tidak hilang tetapi diberikan oleh Rangga pada dia (Reni),” ujar Erna yang kala itu sudah tidak mau dengan apa pun yang akan terjadi. Suaminya memintanya mengendalikan dirinya namun Erna sudah tidak peduli. Kalung yang ditariknya putus dan para penumpang melerai mereka. Malam itu Reni ingin melaporkannya pada polisi akibat serangannya itu. “Saya tidak takut, saya minta dia melapor ke semua kantor polisi sekali pun,” kata Erna. Namun rupanya Reni sendiri tidak punya nyali untuk melaporkan Erna karena sesungguhnya Reni telah tahu

bahwa supir yang dipacarinya itu telah memiliki istri dan anak-anak. Malam itu juga, Erna ikut bersama suaminya pulang ke kota tempat mereka tinggal. Di dalam perjalanan ia tak bicara sedikit pun, karena penumpang memohonnya tenang agar perjalanan mereka tiba dengan selamat. Tiba di kota tempat mereka tinggal, Rangga tidak membawa Erna ke rumah mereka melainkan ia bawa ke rumah orangtuanya. “Akalnya banyak sekali karena dia tahu saya tidak akan bisa mengamuk di rumah mertua saya,” ujarnya. Justru itulah muncul ide dalam kepalanya untuk memberitahukan semua kelakuan suaminya itu pada mertuanya. Erna memutuskan bercerai dan mengatakannya langsung di depan mertuanya itu. Saat ini proses perceraian mereka berjalan agak alot karena Rangga bersikeras tidak ingin menceraikannya. Sesungguhnya Rangga sangat mencintai Erna namun menurut Erna ia tidak bisa merubah kelakuannya itu. Ia menangis sejadi-jadinya ketika tahu Erna hendak menceraikannya. ”Air mata buaya,” kata Erna yang sesungguhnya masih mencintai suaminya itu. Karena itulah, Erna berpasrah diri pada proses yang tengah mereka jalani. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

memiliki getaran energi yang sangat luar biasa dimana di dalam buahnya secara alami sudah mengandung air yang disucikan tanpa campur tangan manusia. Kalau kita maknai lebih dalam lagi inilah berkah yang Tuhan berikan bagi umat manusia, namun terkadang manusia melimpakan berkah tersebut buah kelapa hijau ini merupakan salah satu obat yang berkhasiat luar biasa dari zaman nenek moyang dahulu. “Saya berharap generasi muda mulai melirik kemudian menanam, merawat serta membudidayakan pohon kelapa ini,” ungkap Guru Mangku Hipno disela-sela pernikahan putri sulungnya LG Rara Bianca Sarasaty, S.T dengan I Made Wisman

Aryadi, S.T., putra kedua pasangan I Nyoman Arsana-Dra. Ayu Nyoman Resini. Secara filosofi pohon kelapa memiliki makna pohonnya tinggi menjulang ke atas seperti mencapai langit sebagai makna pasangan ini memiliki cita-cita yang tinggi dan mampu melahirkan suputra. Batang tanpa cabang melambangkan pikiran yang fokus dalam mencapai tujuan. Akar yang kokoh melambangkan dasar pernikahan yang kuat. Akhirnya nanti ketika telah berbuah tentu saja bermanfaat secara ekonomi. Dengan simbul pujer ini diharapkan inilah pernikahan yang direstui alam semesta dan menjadi keluarga yang Sukinah. (sri.ardhini@cybertokoh.com)


8

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Belajar Naik Sepeda

Bunda & Ananda

Belajar Keseimbangan Naik sepeda me­ rupakan salah satu kesenangan di masa kanak-kanak yang bisa berlanjut hingga dewasa. Pengalaman belajar naik sepeda ­kadang menjadi hal yang tak terlupakan. Apa manfaat belajar naik sepeda?

U

s i a Ke n b a r u tiga tahun. Ia sudah piawai naik sepeda. Sepeda yang dipakai pertama kali bukanlah sepeda dengan rantai dan pedal. Ia menggunakan sepeda strider, sepeda keseimbangan (balance bike) tanpa pedal dan tanpa rantai. “Waktu beli sepeda pertama kali, ibu saya heran. Ini sepeda kok ndak isi pedal dan rantai. Tetapi, Ken malah menikmati naik sepeda tanpa pedal dan tanpa rantai ini. Modalnya hanya keseimbangan dan berlari,” ujar Hevi Indiranasari, ibunda Ken. Dari internet ia tahu sepeda tanpa pedal dan tanpa rantai sudah biasa dipakai anak-anak di Eropa untuk belajar naik sepeda. Sejak punya sepeda ini, Ken giat berlatih. “Dulu Ken sering mimisan tetapi sejak sibuk naik sepeda, ia jarang sakit bahkan bisa berprestasi di beberapa ajang strider,” imbuh Hevi. Pengalaman Barra juga sama. Saat dibelikan sepeda keseimbangan itu, ia dengan cepat bisa menguasainya. “Setelah bisa main strider, dia langsung ikut lomba dan juara. Bahkan kini Barra sudah bisa main sepeda biasa,” ungkap Putu August Therase Suwindia, ibunda Barra.

atkan haknya belajar keseimbangan melalui aktivitas bersepeda roda dua tanpa pedal dan tanpa rantai, orangtua tetap harus mengawasi anakanak yang sedang tumbuh dan berkembang ini. Ingatkan mereka untuk mematuhi prosedur keselamatan berlalu-lintas, salah satu contohnya melengkapi anak-anak dengan helm,” ujar Eva. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Anak-anak bermain sepeda keseimbangan (balance bike)

Ia menambahkan sepeda tanpa pedal dan tanpa rantai ini membuat anaknya bisa melatih keseimbangan. Selain itu, bersepeda bersama teman-teman membuatnya mudah bergaul. Bermain sepeda keseimbangan ini memang mengasyikkan. Pengendara tidak perlu takut kakinya terpental pedal atau masuk ke rantai. Sepeda strider ini memang didesain khusus dan mudah dikendarai. Biasanya, jika naik strider sudah menemukan keseimbangan, akan lebih mudah untuk belajar naik sepeda biasa. “Anak-anak yang belajar naik sepeda dengan roda bantu penyeimbang justru kesulitan belajar keseimbangan. Mereka selalu dibantu oleh roda bantu dan lebih banyak belajar mengayuh dan mengendalikan stang. Beda dengan anak yang belajar dengan sepeda roda dua tanpa roda bantu dan tanpa pedal. Mereka akan lebih mudah belajar keseimbangan,” ungkap Eva Yunny, Presiden Direktur Strider Bali. Sepeda keseimbangan ini lebih aman dan praktis. Anak-anak hanya fokus untuk keseimbangan, bukan pada mengayuh. Mereka juga akan

lebih siap apabila tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan kecil kemungkinan untuk jatuh. Setelah menguasai keseimbangan, anak-anak dapat langsung memakai sepeda standar. Eva menjelaskan ada lima manfaat yang didapat dengan belajar naik sepeda keseimbangan. Pertama, anak-anak belajar keseimbangan motorik yang nantinya memicu dan memacu perkembangan

motorik lainnya. Kedua, konsentrasi anak terasah karena adanya koordinasi mata, tangan, kaki, dan badan. Ketiga, anak-anak dipicu dan dipacu terlatih menghadapi tantangan. Keempat, keseimbangan anak tak sekadar motorik tetapi juga keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Kelima, anak-anak terlatih mandiri dan berpartisipasi dalam hemat energi dan berwawasan lingkungan. “Anak-anak selain mendap-

Eva Yunny

Mendongeng Lima Menit

BURUNG KENARI DAN RAJA PEMBURU

Raja Kameswara sangat terkenal bukan karena pemerintahannya, tetapi karena kegemarannya berburu. Bersama anak buahnya, ia berbulan-bulan meninggalkan istana, masuk hutan keluar hutan. Hewan hasil buruannya dipestakan bersama-sama di temMade Taro patnya berburu. Akhirnya hewan buruan di kerajaan itu habis. Sang Raja terpaksa mengajak anak-buahnya berburu jauh ke batas wilayah kerajaan. Namun di tempat itu pun tidak ada lagi hewan berkeliaran. Dalam keadaan payah dan kelaparan, tiba-tiba sang Raja mendengar seekor burung kenari bernyanyi-nyanyi. Burung itu hinggap di sebuah cabang pohon yang rendah. Dalam waktu singkat, tanpa kesulitan, anak-buah Raja berhasil menangkap burung penyanyi itu. “Ampun Paduka Raja, jangan bunuh hamba!” Sang Raja terkejut mendengar burung dalam genggamannya itu berbicara seperti manusia. “Apabila Paduka tidak keberatan, bawalah hamba ke istana. Akan hamba ceritakan sebuah berita rahasia.” Saking senangnya Sang Raja bergegas kembali ke istana seraya membawa burung ajaib itu. Burung penyanyi itu dimasukkan ke dalam sangkar berlapiskan emas. “Nah, sekarang katakanlah cerita rahasia itu, Sayang!” kata Raja.

“Ampun Paduka Raja! Hamba tidak bebas berbicara dalam kurungan walaupun sangkar ini berlapiskan emas. Hamba lebih suka membuka rahasia di alam yang terbuka. Percayalah, Paduka! Yang akan hamba bicarakan adalah pesan leluhur Paduka tempo dulu.” Raja Kameswara menimbang-nimbang, antara percaya dan tidak. Ia menyuruh anak-buahnya berjagajaga, kalau-kalau burung itu terbang lepas. Ketika Raja membuka pintu sangkar perlahan-lahan, burung kenari itu bernyanyi-nyanyi seraya menganggukkan kepala. “Leluhur Paduka mewariskan tiga pesan penting kepada keturunannya,” kata burung itu. “Pesan apa itu? Katakan secepatnya!” desak Raja. Burung itu bernyanyi lagi, “Pertama, jangan mudah percaya kepada kata-kata manis; kedua, lupakanlah apa yang hilang; ketiga, berhentilah berburu!” Setelah Raja Kameswara menyanggupi, lalu burung itu berkata lagi. “Karena Paduka sanggup menjalankan pesan tersebut, maka sekarang kubuka sebuah rahasia lagi.” “Rahasia apa itu, Sayang?” “Di puncak pohon beringin itu tersimpan sebuah keris pusaka. Kalau Paduka mau menyimpan dengan baik, keris itu akan kuambilkan sekarang!” Sang Raja sangat senang, lalu ia membebaskan burung itu. Burung penyanyi yang lincah itu pun terbang melesat naik ke puncak beringin. Ditunggu-tunggu, keris pusaka itu tak pernah jatuh dari puncak pohon. Raja Kameswara sangat marah. Ia sadar akan kebodohannya. Mengapa ia mudah percaya kepada katakata yang manis? Mengapa ia tidak mau melupakan yang hilang? “Baiklah, dua pesan itu akan kupenuhi, tetapi pesan yang ketiga, tidak akan kulaksanakan,” kata Raja bersemangat. (Malaysia)

18 Tahun tokoh

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

17


16

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

18 Tahun tokoh

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016 Pemerintah Kota Denpasar baru saja usai menyelenggarakan Book Fair 2016 selama tiga hari, yakni pada 23 s.d 30 Oktober 2016, di kawasan Pedestrian Jalan Kamboja Denpasar. Acara yang mengusung tema “Spirit Saraswati Inspirasi Kota Cerdas” menghadirkan kegiatan rutin bazar buku murah, dan bazar kuliner yang dilengkapi dengan aneka kreativitas berwawasan budaya.

“U

paya pemerintah Kota denpasar untuk meningkatkan minat baca masyarakat telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu dengan dukungan dari berbagai program yang telah ada. Pesta buku yang hadir untuk ke-9 kalinya ini, tetap didasari pada komitmen Kota Denpasar untuk mengingatkan pentingnya buku untuk meningkatkan kecerdasan generasi bangsa khususnya melalui meningkatkan minat baca, baik di kalangan pelajar dan masyarakat umum,” ujar Kepala Dinas Perisdustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. Dikatakannya bahwa Denpasar Book Fair dengan 50 stan kali ini sebagai media komunikasi antara penerbit, pembaca, pengarang dan masyarakat, kemudian memberikan apresiasi dan ekspresi kepada siswa-siswi untuk menampilkam inovasi dan kreativitas dengan hiburan yang sehat. Bazar buku ini adalah agenda rutin Pemerintah Kota Denpasar,dengan tetap merefleksikan makna filosofi dari ‘Spirit Hari Suci Saraswati’ sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan inspirasi serta proteksi diri dari pengaruh negatif globalisasi dan pesatnya perkembangan

9

Denpasar Book Fair 2016

Spirit Saraswati Inspirasi Kota Cerdas

teknologi. Selanjutnya diharapkan akan muncul berbagai aksi positif menunjang Denpasar sebagai Kota Cerdas (Smart City). “Kegiatan bazar yang lebih banyak melibatkan para pelajar ini terkait dengan tujuan pameran, yakni meningkatkan minat para pelajar untuk giat membaca. Untuk inilah kegiatannya dipadukan dengan menghadirkan unsur pendidikan, teknologi, pameran, trading, dan dilengkapi hiburan. Sejumlah lomba juga dipersembahkan bagi anak-anak selama berlangsungnya pameran,” lanjut Kasi Bina Usaha Perdagangan Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, S.S., M. Hum. Book Fair 2016 kali ini diikuti industri penerbitan lokal, distributor dan toko buku, lembaga pendidikan, industri pers, perpustakaan, lembaga pemerintahan, dan industri lain yang terkait. Di samping itu juga digelar sejumlah lomba kreativitas,di antaranya lomba scrapping book dengan tema; Kreativitas Berwawasan Budaya; Budaya Bali untuk menunjang pendidikan dan Mainan Tradisional di zaman digital, Lomba Menggambar dan Mewarnai bersama Sanggar Jepun Putih, Lomba Musikalisasi Puisi, dan Lomba Fashion Show. Selain itu juga dilaksanakan bedah buku dan hiburan berupa Gempita Ekspresi Remaja dengan penampilan beberapa grup band. Pada lomba Scrapping book, kata Laxmy karya-karya mereka selain

kreatif, inovatif, juga informatif. Mereka tidak hanya mengolah informasi namun juga menampilkan visualisasi mading yang unik dan menarik, sehingga mengundang minat siswa lainnya untuk melihat dan membaca. “Secara umum juga semua kegiatan diharapkan mampu memberikan dan mengalirkan semangat kepada masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja untuk mengeksplorasi manfaat maupun kesenangan yang dapat diperoleh dari buku dan kegiatan membaca,” jelasnya. Selanjutnya pada penutupan kegiatan Denpasar Book Fair 2016, Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba pengembangan

minat dan budaya baca yang dikaitkan dalam rangka memeriahkan bulan gemar membaca dan hari kunjung perpustakaan dengan tema ”Melalui Hari Kunjung Perpustakaan Kita Tingkatkan Minat Baca di Kalangan Generasi Muda. Lomba ini diikuti siswa SD, SMP, SMA/ SMK se-Kota Denpasar dengan jenis lomba yaitu : lomba bercerita, lomba baca puisi Bali, Lomba menulis cerpen, lomba menulis essai, lomba meresume buku dan Lomba Perpustakaan Tingkat Sekolah Dasar. Sedangkan pelaksanaan lomba ini telah dilaksanakan dari tanggal

29 Agustus s.d. 21 September 2016. Darwan, salah seorang pengunjung dari Sesetan yang ditemui di arena bazar buku saat menjelang penutupan acara menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan Denpasar Book Fair 2016 dan yang akan datang dan seterusnya nanti dapat memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, perbukuan nasional dan lokal, serta menjadi agenda tersendiri dalam rangka menumbuhkembangkan budaya baca di tengah masyarakat khususnya Kota Denpasar dan Bali. -ard

Juara Lomba Scrapping Book Denpasar Book Fair 2016 Tanggal 28-30 September 2016 lSekolah

Juara I Juara II Juara III

Dasar (SD) SD Saraswati 2 Denpasar SD Saraswati 3 Denpasar SD Saraswati 1 Denpasar

lSekolah

Menengah Atas (SMP) Juara I SMPN 4 Denpasar Juara II SMPN 9 Denpasar Juara III SMPN 7 Denpasar (B)

lSekolah

Juara I

Menengah Atas (SMA) SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar


10

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

18 Tahun tokoh

Style

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

15

Kebaya Warna Cerah dan Segar

Adalah fakta, kebaya dari masa ke masa semakin disukai. Saat ini variasi model ­kebaya pun tambah beragam. Para ­desainer kebaya sangat kreatif mengutakatik siluet kebaya sebagai sumber inspi­ rasi yang tidak pernah kering.

K

ali ini Tokoh menampilkan kebaya yang full color dengan warna-warna yang cerah yang segar. Pilihan bahan katun dan sutra menjadikan model kebaya yang simple ini saat dikenakan menjadi menawan. Sedangkan pilihan padanannya yang berupa endek dan batik Bali berhasil menguatkan kesan nusantaranya. Menurut Dewi Anyar, inilah istimewanya padu padan kebaya yang mereka kenakan, meski tampil gaya, gaul

dan modern namun unsur lokalnya tetap terlihat. Sementara untuk aksesori menyesuaikan dengan selera si pemakainya Dengan tampilan look-nya yang univsersal lanjut Dewi Anyar, menjadikan busana-busana ini dapat dikenakan di berbagai kesempatan. Mulai dari acara arisan. menghadiri seminar, menyaksikan pameran, pagelaran seni dan kegiatan lainnya. - Sri Ardhini


14

Kulit wajah cantik dan segar bukan hanya diperoleh melalui polesan make-up. Cantik,juga bisa didapatkan dari makanan, nutrisi, pikiran yang bersih dan perawatan. Salah satu yang kini banyak digunakan untuk merawat kesehatan hingga kecantikan kulit secara menyeluruh adalah teh hijau.

T

Jelita

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Kulit Segar Alami dengan Teh Hijau

kata Rai banyak juga yang suka menggunakan teh hijau sebagai pembersih wajah. Salah satu cara yang sederhana selain meminumnya secara rutin bisa juga dengan menyeduh 1 hingga 2 kantung teh hijau kemudian didinginkan. Setelahnya, digunakan untuk mengompres wajah, terlebih usai terkena sinar matahari. Jika ingin memanfaatkannya sebagai facial scrub untuk melembutkan dan menghaluskan wajah, lakukan dengan cara mencampurkan 1 sendok teh cornmeal dengan teh hujau kemudian gosokkan dengan lembut pada permukaan wajah. Untuk perawatan kulit agar tetap sehat dan cantik alami dengan antioksidan-

Rai Sariani

eh hijau, bukan hanya dinikmat dengan cara diminum karena kafeinnya rendah namun bahan alami teh hijau juga bagus digunakan untuk skin treatment (perawatan kulit). Bahkan teh hijau disebut-sebut mampu mencerahkan kulit dan berbagai manfaat lainnya. Untuk lebih jelasnya pekan lalu Tokoh menemui Rai Sariani, pemilik gaya Warna Spa Supplier di kantornya di kawasan Jalan Gunung Sanghyang, Kerobokan. Rai membenarkan jika teh hijau kaya akan antioksidan yang tinggi dan alami. Hal ini menjadikannya memiliki cukup banyak manfaat bagi kecantikan dan kesehatan tubuh. Selain itu, teh hijau juga mempunyai kandungan vitamin, saponin, theophyline, theobromine dan lainnya yang dapat melawan infeksi serta membantu menjaga agar suhu tubuh kita tetap optimal. “Manfaat teh hijau bagi kecantikan diantaranya dapat membantu memperlambat proses penuaan, menekan kolesterol secara alami, mencegah keriput, mencegah kanker, melindungi kulit dari sinar matahari dan mengatasi jerawat. Kita dapat mengonsumsi dan menggunakan teh hijau dengan 2 cara, yaitu dengan cara diminum atau dengan menggunakan ampas teh hijau,” ujarnya. Untuk perawatan sehari-hari,

nya yang tinggi sangat membantu menyehatkan kulit dengan cara rutin minum teh hijau dan menggunakannya sebagai lulur atau body scrub. Jika ingin membuatnya sendiri juga bisa, dengan caranya: bubuk teh hijau dikombinasikan dengan minyak kelapa serta gula putih. Setelah diaduk hasilnya dioleskan ke seluruh tubuh dan gosok perlahan sampai bersih. Setelah mandi upayakan juga jangan lupa mengenakan body lotion , sebagai perlindungan dari efek radikal bebas dan kulit kusam. Gunakanlah body lotion sehari-hari setelah mandi supaya terserap oleh kulit lebih cepat. ‘Teh hijau juga dapat menyehatkan dan menghaluskan rambut karena mengandung polifenol, vitamin E dan vitamin C. Caranya dengan membuat bilasan rambut menggunakan 3- 4 kantong teh hijau dicampur 500ml air dan gunakan ini untuk bilasan terakhir setelah keramas dengan sampo dan kondi-

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merupakan organisasi profesi yang menaungi para dokter di Indonesia. Dalam ulang tahunnya yang ke-66 tahun ini, panitia mengambil tema “Mempererat Persaudaraan untuk Profesionalitas tanpa Batas”.

mata sekitar 5 -10 menit. Begitu juga untuk menyegarkan nafas, karena teh hijau dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan virus yang mengakibatkan penyakit gusi dengan cara mencuci mulut dengan konsentrasi tinggi teh hijau. Kemudian yang terakhir, disamping antioksidannya yang alami teh hijau pun mengandung

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Lakukan Sadari Deteksi Kanker Payudara

11

M

tkh/net

sioner,” ungkap Rai. Sementara bagi mereka yang memiliki masalah dengan kantung mata atau saat ketika kurang tidur, juga bisa ditanggulangi menggunakan teh hijau ini. Caranya dengan menyeduh teh hijau murni dengan air panas selama 10 menit, setelahnya simpan ke dalam lemari es. Selanjutnya, celupkan kapas ke dalam larutan teh dan tempelkan pada kelopak

Bugar

senyawa yang disebut tehanine, yaitu asam amino yang membantu mengurangi stress atau kecemasan dan anti depresi. Agar memperoleh hasil yang maksimal sebaiknya menyeduh teh hijau daripada menggunakan kantong tehnya. Ini bukan hanya menambahkan rasa tapi juga memungkinkan pelepasan antioksidan lebih banyak. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

erujuk kepada tema tersebut, IDI telah menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti seminar ilmiah, pengabdian masyarakat, dan acara kekeluargaan. Semua kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa pengabdian, kesejawatan, dan profesionalisme anggota IDI dalam menyongsong tantangan yang akan datang. Pengabdian bagi masyarakat dalam rangkaian HUT kali ini dilaksanakan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan. Baksoskes ini merupakan wujud pengabdian anggota IDI Wilayah Bali kepada masyarakat Bali. Terobosan baru dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk pertamakalinya, baksoskes dilaksanakan secara serentak di seluruh IDI Cabang di setiap Kabupaten. IDI Cabang yang telah melakukan kegiatan Baksoskes tahun ini adalah IDI Cabang Denpasar, IDI Cabang Bangli, IDI Cabang Karangasem, IDI Cabang Buleleng, IDI Cabang Badung dan IDI Cabang Gianyar. Untuk di Denpasar, IDI Cabang Denpasar melaksanakan bakti sosial kesehatan di dipusatkan di Balai Banjar Sedana Mertha Ubung Denpasar pada Jumat (28/10). Pelayanan kesehatan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di Denpasar kali ini terdiri dari beberapa bentuk pelayanan. Pertama adalah pelayanan kesehatan umum, pemeriksaan THT, kulit dan kelamin, mata, pemeriksaan tumor payudara serta pemeriksaan skrining tumor pada rahim. Kegiatan Bakti sosial kesehatan ini didukung penuh oleh para dokter dan dokter spesialis anggota IDI Wilayah Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Perhimpunan Dokter Spesialis Kebidanan Dan Kandungan (POGI Bali), RS Mata Bali Mandara,

RS Prima Medika, RSU Manuaba, RSIA Puri Bunda, LPD Desa Pekraman Ubung,Kelurahan Ubung, dan Banjar Sedana Mertha Ubung. Menurut Ketua Panitia HUT IDI Ke-66 untuk Wilayah Bali dr. I Ketut Widiyasa, MPH, kegiatan kali ini telah menyentuh semua kelompok masyarakat. “Di Denpasar, para dokter telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 300 orang masyarakat setempat. Pemeriksaan skrining tumor rahim melalui pemeriksaan IVA, dilakukan kepada 33 orang ibu-ibu PKK dan 2 orang diantaranya langsung diberikan terapi. Pemeriksaan IVA ini dilaksanakan oleh dokter-dokter spesialis yang tergabung dalam POGI Bali dan RSIA Puri Bunda Denpasar,” ujar dr. Widiyasa. IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5%. Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker

rahim sedini mungkin. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatif dari pap smear karena biasanya lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel. Kategori hasil pemeriksaan IVA adalah sebagai berikut, IVA negatif bermakna bahwa leher rahim normal, hasil IVA radang berarti bahwa serviks mengalami peradangan (servisitis), atau kelainan

jinak lainnya (polip serviks). IVA positif adalah pada pemeriksaan ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). “Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ),” jelas dr. Widiyasa. PEMERIKSAAN SKRINING TUMOR PAYUDARA Pemeriksaan skrining tumor payudara dilakukan dengan dua kegiatan utama. Pertama melakukan edukasi tentang tumor payudara serta bagaimana melakukan Sadari bagi para wanita. Kedua melakukan pemeriksaan mammogram (pemeriksaan USG pada payudara). Banyaknya pemeriksaan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah 50 orang wanita dan dilakukan oleh tim dari RSU Prima Medika Denpasar. Kegiatan Sadari atau Periksa Payudara Sendiri dapat dilakukan pada 7 sampai 10 hari setelah menstruasi selesai. Pada saat itu, payudara terasa lunak. Tujuan dari Sadari secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi perubahan dapat segera diketahui. Cara melakukan Sadari dengan mengamati dan merasakan. Pengamatan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan di depan kaca. Berdiri di depan kaca, lengan terletak di samping badan. Perhatikan bentuk dan ukuran payudara. Normal jika ukuran satu dengan yang lain tidak sama. Kemudian, perhatikan juga bentuk puting dan warna kulit. Lakukan hal yang sama dengan posisi tangan yang berbedabeda (kedua tangan diangkat, tangan diletakkan di pinggang, atau badan sedikit membungkuk). Lakukan hal ini waktu mandi atau sedang bercermin sehingga pasien dapat mengenali bentuk payudara. Merasakan yang dimaksud dalam Sadari ini adalah dengan cara berbaring dengan bantal di bawah pundak kiri. Letakkan tangan kanan di belakang kepala membentuk

sudut 90 derajat. Gunakan 3 jari tangan kiri untuk merasakan benjolan atau penebalan kulit pada payudara. Tekan dengan baik payudara. Pelajari bagaimana rasa payudara pasien sendiri pada biasanya. Pasien dapat memilih pilih arah jelajah 3 jari mereka baik dengan cara melingkar, naik turun, maupun pilah-pilah. Langkah ini memastikan pasien telah menjelajahi seluruh area dan membantu mereka mengingatkan bagaimana keadaan payudara. Mamogram dapat mendeteksi adanya kelainan pada payudara sebelum terasa oleh pasien. Meskipun beberapa organisasi masih mempertanyakan manfaat mamografi, mamogram masih merupakan alat yang paling efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara. “Dari hasil mamogram, dokter dapat melihat adanya ketidaknormalan pada payudara dan juga mengetahui perubahan yang terjadi bila dibandingkan dengan hasil mamogram yang terdahulu. Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi atau pengambilan sedikit jaringan di wilayah yang dicurigai untuk diteliti apakah terdapat kanker atau tidak,” imbuh dr. Widiyasa. PEMERIKSAAN LAINNYA Panitia Baksoskes juga melaksanakan telah membagikan kacamata baca kepada lebih dari 150 orang lansia yang datang ke lokasi baksos. Kacamata baca ini disediakan oleh RS Mata Bali Mandara. Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan USG pada daerah perut warga. Dari hasil pemeriksaan ini, beberapa warga ditemukan menderita batu pada saluran kencing, batu empedu, peradangan pada ginjal dan kelainan lainnnya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Ratih Manuaba SpPD dari RSU Manuaba ini sangat diminati oleh warga. “Kami berharap dengan kehadiran para dokter di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan baksoskes kali ini dapat bermanfaat bagi warga. Pelayanan kesehatan akan jauh lebih dekat dan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayahnya,” tegasnya. (wirati.astiti@cybertokoh.com)


Kuliner

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

12

Kerupuk Kulit Babi Gurih

ini, sekali membuat kerupuk seba­nyak 50 kilogram kerupuk. Itu pun, kata dia, habisnya tidak tentu. Kalau hari raya agama Hindu, biasanya, ia banyak mendapatkan pesanan kerupuk. Sehari-hari dalam membuat kerupuk, ia dibantu ketiga anak-anaknya. Malah putrinya yang bernama Yunita, sudah bisa membuat kerupuk sendiri. “Saat itu ibu lagi sakit, kerupuk tidak ada, saya coba saja sendiri.

Siapa tak kenal kerupuk kulit babi? Kerupuk ini sangat familiar bagi umat Hindu di Bali. Salah seorang pembuat kerupuk kulit babi, Made Sudarmini atau yang lebih dikenal Bu Yunik, memulai usaha ini sejak dua tahun lalu. Namun, usaha kerupuk kulit babinya terbilang sukses lantaran dalam waktu dua tahun ia sudah mempunyai banyak pelanggan termasuk dari luar Bali, Jakarta, Kupang, bahkan Timor Leste.

A

walnya, perempuan yang tinggal di daerah Darmasaba ini, hanya berjualan daging babi sejak tahun 1998. Sementara, mertuanya, sudah terbilang sukses berjualan kerupuk kulit babi. Ia pun tergerak mengikuti jejak sang mertua. Kebetulan suaminya ikut membantu orangtuanya membuat kerupuk. Bu Yunik meminta sang suami belajar membuat kerupuk dari ibunya. Berkat ilmu dari mertua, Bu Yunik akhirnya berhasil membuat kerupuk kulit babi yang spesial. “Kerupuk buatan saya beda dengan yang lain karena teksturnya lebih renyah dan warna­nya lebih bersih dan jernih,” ujarnya sembari mendemokan memotong kerupuk dengan tangannya. “Kriak”, begitu suara yang terdengar, sepertinya sangat garing. Memang ia mengakui, tahap awal, tentu tak mudah baginya menghasilkan kerupuk yang enak. Ia melakukan berkali-

kali percobaan sampai akhirnya mencapai hasil yang maksimal. Awalnya, ia hanya membuat kerupuk dari 5 kilogram kulit babi. Dari proses penggorengan, akhirnya, mendapatkan kerupuk sebanyak 1 kilogram. Itu pun membuat kerupuk dilakukan di dapur rumahnya. Beda dengan sekarang, ia sudah mempunyai tempat khusus untuk membuat kerupuk yang satu lokasi de­ ngan pemotongan babi miliknya. Tempatnya tak jauh sebelah rumahnya, namun, ada tempat khusus yang luas. Walaupun sudah sukses, Bu Yunik tak pelit berbagi tips membuat kerupuk kulit babi. Pertama, kulit dibersihkan terlebih dahulu dari bulu-bulu yang masih melekat. Kemudian hilangkan lemak yang menempel pada kulit babi, hanya sisakan sedikit karena kalau tak ada lemak sama sekali, rasa kerupuk kurang enak. Kemudian potong kulit babi sebesar 5 cm. Kulit babi dicuci bersih berkali-kali.

Kemudian diberi garam, lada, dan masako. Biarkan 5 menit agar bumbu meresap. Kemudian siapkan minyak goreng yang panas dengan api besar. Goreng kulit babi sampai setengah matang. “Sebaiknya lebih sering diaduk agar tidak lengket,” ujarnya memberi saran. Setelah kerupuk mengambang, segera angkat dan sisihkan. Kemudian panaskan minyak, tapi jangan terlalu panas, celupkan kerupuk setengah matang tadi. Api kompor sebaiknya kecil agar tidak gosong. Kemudian setelah kulit mengering angkat, dan sisih­kan. Jika tak ada waktu untuk memproses berikutnya, keesokan harinya bisa dilakukan, proses terakhir.

Caranya, mi­ nyak dipanaskan lagi, masukkan kerupuk sete­ngah jadi. Aduk-aduk rata. Tujuannya untuk membangunkan kulit yang telah lembek tadi. Kemudian angkat kerupuk, dan se­ gera masukkan Kerupuk babi yang siap dipasarkan ke dalam minyak panas yang sudah disiapkan, ­Tak banyak membuatnya hanya agar kerupuk matang dengan 2,5 kg. Walaupun hasilnya belum sempurna. Se­telah matang, siap sempurna, tapi tetap bisa dijual,” diangkat, dan dinginkan. ujar Yunita yang juga mahasiswi Ia mengatakan, untuk menda- pascasarjana Unud ini. patkan proses yang sempurna, Sehari-hari, Bu Yunik berjualan kerupuk mengalami 4 kali proses di Pasar Peninjoan, Denpasar penggorengan. “Jika kerupuk Timur. Sementara, Yunita, beryang dihasilkan tidak sempurna, jualan di pasar Penatih. Mereka mungkin salah dalam penggo­ membuat kerupuk babi ketika rengan,” katanya. jadwal Yunita kosong, artinya Saat ini, istri Made Ardana tidak kuliah. Yunita kuliah hanya hari Senin dan Rabu. Mereka membuat kerupuk mulai pukul 4 sore sampai 9 malam. Paginya, jadwal mereka ke pasar mulai pukul 4.30 sampai pukul 9.00. Menurut Yunita, ia bangga melakoni pekerjaannya sebagai pedagang dan mahasiswi. Dari penjualannya, ia sudah bisa membiayai kuliahnya sendiri.

Proses pemotongan kulit babi yang akan dijadikan kerupuk

Proses penggorengan tahap akhir

(wirati.astiti@ cybertokoh.com)

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Kerupuk Lemak Babi Selain kerupuk kulit babi, ada juga kerupuk lemak babi. Menu ini biasanya sering kita temui di penjual nasi babi guling. Rasanya yang sedikit kenyal dan garing, serta enak juga dipakai camilan.

S

elain menjual kerupuk kulit babi, Bu Yunik juga menjual kerupuk lemak babi. “Beda dengan pembuatan kerupuk kulit babi, pembuatan kerupuk lemak babi lebih mudah,” ujarnya. Bahkan, kata dia, jarang gagal. “Biasanya, letaknya pada tepung berasnya saja. Kalau tepung berasnya bagus, kegaringan kerupuk lemak babi juga berpengaruh,” kata Bu Yunik. Selain itu, kata dia, minyak yang dipakai menggoreng, juga hanya sekali pakai sehingga warna dari kerupuk menjadi lebih jernih. Ia mengatakan, ada dua pewarna makanan yang digunakan, merah atau kuning. Tergantung selera. Namun, ia mengingatkan, untuk memakai pewarna makanan

yang sudah ada dalam botol. Untuk membuat kerupuk lemak babi caranya, lemak kulit babi dipotong tipis. Kemudian cuci lemak babi sampai bersih. Potong-potong sekitar 5 cm. Siapkan bumbu, yakni basa genap, lada, garam, dan daun jeruk yang diiris. Kemudian, masukkan bumbu ke dalam tepung beras yang sudah diberi pewarna makanan, bisa merah atau kuning sesuai selera. Panaskan kompor dan siap menggoreng. Api untuk meng­ goreng harus sedang tidak boleh terlalu kecil atau terlalu besar. Saat menggoreng juga harus se­ ring diaduk-aduk agar tidak lengket. Setelah mengering, angkat dan siap disajikan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Proses penggorengan pertama kulit babi

Kerupuk babi setengah matang

Lemak babi yang sudah dibersihkan

Lemak babi kemudian dipotong-potong

Proses pencampuran lemak babi dengan bumbu

Kerupuk lemak babi setelah digoreng dan siap disajikan

Ayam Rica-Rica Sarwan Bahan : 750 gr : ayam file potong dadu 11 buah : cabe rawit 2 buah : cabe merah besar 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 sdm : bawang putih goreng 1 sdt : lada bubuk 1 sdt : kaldu bubuk 80 ml : kecap manis Gula, garam dan minyak goreng secukupnya

harum, masukkan ayam, aduk hingga berubah warna, lalu masukkan kecap manis, gula, garam, dan lada bubuk, juga kaldu bubuk.

- Aduk-aduk hingga tercampur rata, lalu tambahkan air, ungkep sampai bumbu meresap. Siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Bahan : Setengkel atau balungan yang ada dagingya potong kecil-kecil 1,5 ml : air 3 batang : serai memarkan 4 batang : daun jeruk memarkan 1 buah : kaldu blok sapi 1 sdm : seledri, cincang halus. 1sdm : daun bawang iris halus 1 sdm : bawang putih goreng. gula garam minyak secukupnya.

Sate Cecek Bumbu Kacang

Bahan : 750 gr : cecek, rebus potong dadu agak lebar, tusuk sate secukupnya 2 batang : serai memarkan 3 lembar : daun jeruk buang tangkainya 1 buah : kaldu blok rasa sapi 2 sdm : gula merah sisir 1sdm : bawang putih goreng Gula, garam, minyak secukupnya

Cara Membuat: - Turbo copper bawang putih dan bawang merah juga cabe rawit dan cabe merah agak kasar. Tumis bumbu hingga

Kaldu Sumsum Sapi

Kulit babi yang sudah dipotong-potong

13

Bumbu 100 gr 7 buah 4 siung 3 buah Bumbu Halus : 11 : bawang merah 5 siung : bawang putih 1 sdt : lada butir Cara Membuat : - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai dan lengkuas. Masak hingga harum, lalu masukkan irisan sejengkel atau balungan, aduk rata. Lalu masukkan air rebus sampai mendidih dan sumsum atau kaldunya keluar, lalu masukkan kaldu blok, seledri ikat simpul, garam, gula, aduk masak dengan api sedang, masak 10 menit. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Halus : : kacang tanah goreng : bawang merah : bawang putih : cabe besar merah

7 buah : cabe rawit

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama serai dan daun jeruk masak hingga harum, lalu masukkan irisan cecek yang sudah direbus. Aduk, lalu masukkan kaldu bubuk gula merah, juga garam. - Aduk-aduk rata, lalu masukkan air rebus sampai cecek matang dan bumbu meresap, tiriskan. Lalu tusuk dengan tusuk sate sampai habis. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


Kuliner

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

12

Kerupuk Kulit Babi Gurih

ini, sekali membuat kerupuk seba­nyak 50 kilogram kerupuk. Itu pun, kata dia, habisnya tidak tentu. Kalau hari raya agama Hindu, biasanya, ia banyak mendapatkan pesanan kerupuk. Sehari-hari dalam membuat kerupuk, ia dibantu ketiga anak-anaknya. Malah putrinya yang bernama Yunita, sudah bisa membuat kerupuk sendiri. “Saat itu ibu lagi sakit, kerupuk tidak ada, saya coba saja sendiri.

Siapa tak kenal kerupuk kulit babi? Kerupuk ini sangat familiar bagi umat Hindu di Bali. Salah seorang pembuat kerupuk kulit babi, Made Sudarmini atau yang lebih dikenal Bu Yunik, memulai usaha ini sejak dua tahun lalu. Namun, usaha kerupuk kulit babinya terbilang sukses lantaran dalam waktu dua tahun ia sudah mempunyai banyak pelanggan termasuk dari luar Bali, Jakarta, Kupang, bahkan Timor Leste.

A

walnya, perempuan yang tinggal di daerah Darmasaba ini, hanya berjualan daging babi sejak tahun 1998. Sementara, mertuanya, sudah terbilang sukses berjualan kerupuk kulit babi. Ia pun tergerak mengikuti jejak sang mertua. Kebetulan suaminya ikut membantu orangtuanya membuat kerupuk. Bu Yunik meminta sang suami belajar membuat kerupuk dari ibunya. Berkat ilmu dari mertua, Bu Yunik akhirnya berhasil membuat kerupuk kulit babi yang spesial. “Kerupuk buatan saya beda dengan yang lain karena teksturnya lebih renyah dan warna­nya lebih bersih dan jernih,” ujarnya sembari mendemokan memotong kerupuk dengan tangannya. “Kriak”, begitu suara yang terdengar, sepertinya sangat garing. Memang ia mengakui, tahap awal, tentu tak mudah baginya menghasilkan kerupuk yang enak. Ia melakukan berkali-

kali percobaan sampai akhirnya mencapai hasil yang maksimal. Awalnya, ia hanya membuat kerupuk dari 5 kilogram kulit babi. Dari proses penggorengan, akhirnya, mendapatkan kerupuk sebanyak 1 kilogram. Itu pun membuat kerupuk dilakukan di dapur rumahnya. Beda dengan sekarang, ia sudah mempunyai tempat khusus untuk membuat kerupuk yang satu lokasi de­ ngan pemotongan babi miliknya. Tempatnya tak jauh sebelah rumahnya, namun, ada tempat khusus yang luas. Walaupun sudah sukses, Bu Yunik tak pelit berbagi tips membuat kerupuk kulit babi. Pertama, kulit dibersihkan terlebih dahulu dari bulu-bulu yang masih melekat. Kemudian hilangkan lemak yang menempel pada kulit babi, hanya sisakan sedikit karena kalau tak ada lemak sama sekali, rasa kerupuk kurang enak. Kemudian potong kulit babi sebesar 5 cm. Kulit babi dicuci bersih berkali-kali.

Kemudian diberi garam, lada, dan masako. Biarkan 5 menit agar bumbu meresap. Kemudian siapkan minyak goreng yang panas dengan api besar. Goreng kulit babi sampai setengah matang. “Sebaiknya lebih sering diaduk agar tidak lengket,” ujarnya memberi saran. Setelah kerupuk mengambang, segera angkat dan sisihkan. Kemudian panaskan minyak, tapi jangan terlalu panas, celupkan kerupuk setengah matang tadi. Api kompor sebaiknya kecil agar tidak gosong. Kemudian setelah kulit mengering angkat, dan sisih­kan. Jika tak ada waktu untuk memproses berikutnya, keesokan harinya bisa dilakukan, proses terakhir.

Caranya, mi­ nyak dipanaskan lagi, masukkan kerupuk sete­ngah jadi. Aduk-aduk rata. Tujuannya untuk membangunkan kulit yang telah lembek tadi. Kemudian angkat kerupuk, dan se­ gera masukkan Kerupuk babi yang siap dipasarkan ke dalam minyak panas yang sudah disiapkan, ­Tak banyak membuatnya hanya agar kerupuk matang dengan 2,5 kg. Walaupun hasilnya belum sempurna. Se­telah matang, siap sempurna, tapi tetap bisa dijual,” diangkat, dan dinginkan. ujar Yunita yang juga mahasiswi Ia mengatakan, untuk menda- pascasarjana Unud ini. patkan proses yang sempurna, Sehari-hari, Bu Yunik berjualan kerupuk mengalami 4 kali proses di Pasar Peninjoan, Denpasar penggorengan. “Jika kerupuk Timur. Sementara, Yunita, beryang dihasilkan tidak sempurna, jualan di pasar Penatih. Mereka mungkin salah dalam penggo­ membuat kerupuk babi ketika rengan,” katanya. jadwal Yunita kosong, artinya Saat ini, istri Made Ardana tidak kuliah. Yunita kuliah hanya hari Senin dan Rabu. Mereka membuat kerupuk mulai pukul 4 sore sampai 9 malam. Paginya, jadwal mereka ke pasar mulai pukul 4.30 sampai pukul 9.00. Menurut Yunita, ia bangga melakoni pekerjaannya sebagai pedagang dan mahasiswi. Dari penjualannya, ia sudah bisa membiayai kuliahnya sendiri.

Proses pemotongan kulit babi yang akan dijadikan kerupuk

Proses penggorengan tahap akhir

(wirati.astiti@ cybertokoh.com)

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Kerupuk Lemak Babi Selain kerupuk kulit babi, ada juga kerupuk lemak babi. Menu ini biasanya sering kita temui di penjual nasi babi guling. Rasanya yang sedikit kenyal dan garing, serta enak juga dipakai camilan.

S

elain menjual kerupuk kulit babi, Bu Yunik juga menjual kerupuk lemak babi. “Beda dengan pembuatan kerupuk kulit babi, pembuatan kerupuk lemak babi lebih mudah,” ujarnya. Bahkan, kata dia, jarang gagal. “Biasanya, letaknya pada tepung berasnya saja. Kalau tepung berasnya bagus, kegaringan kerupuk lemak babi juga berpengaruh,” kata Bu Yunik. Selain itu, kata dia, minyak yang dipakai menggoreng, juga hanya sekali pakai sehingga warna dari kerupuk menjadi lebih jernih. Ia mengatakan, ada dua pewarna makanan yang digunakan, merah atau kuning. Tergantung selera. Namun, ia mengingatkan, untuk memakai pewarna makanan

yang sudah ada dalam botol. Untuk membuat kerupuk lemak babi caranya, lemak kulit babi dipotong tipis. Kemudian cuci lemak babi sampai bersih. Potong-potong sekitar 5 cm. Siapkan bumbu, yakni basa genap, lada, garam, dan daun jeruk yang diiris. Kemudian, masukkan bumbu ke dalam tepung beras yang sudah diberi pewarna makanan, bisa merah atau kuning sesuai selera. Panaskan kompor dan siap menggoreng. Api untuk meng­ goreng harus sedang tidak boleh terlalu kecil atau terlalu besar. Saat menggoreng juga harus se­ ring diaduk-aduk agar tidak lengket. Setelah mengering, angkat dan siap disajikan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Proses penggorengan pertama kulit babi

Kerupuk babi setengah matang

Lemak babi yang sudah dibersihkan

Lemak babi kemudian dipotong-potong

Proses pencampuran lemak babi dengan bumbu

Kerupuk lemak babi setelah digoreng dan siap disajikan

Ayam Rica-Rica Sarwan Bahan : 750 gr : ayam file potong dadu 11 buah : cabe rawit 2 buah : cabe merah besar 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 sdm : bawang putih goreng 1 sdt : lada bubuk 1 sdt : kaldu bubuk 80 ml : kecap manis Gula, garam dan minyak goreng secukupnya

harum, masukkan ayam, aduk hingga berubah warna, lalu masukkan kecap manis, gula, garam, dan lada bubuk, juga kaldu bubuk.

- Aduk-aduk hingga tercampur rata, lalu tambahkan air, ungkep sampai bumbu meresap. Siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Bahan : Setengkel atau balungan yang ada dagingya potong kecil-kecil 1,5 ml : air 3 batang : serai memarkan 4 batang : daun jeruk memarkan 1 buah : kaldu blok sapi 1 sdm : seledri, cincang halus. 1sdm : daun bawang iris halus 1 sdm : bawang putih goreng. gula garam minyak secukupnya.

Sate Cecek Bumbu Kacang

Bahan : 750 gr : cecek, rebus potong dadu agak lebar, tusuk sate secukupnya 2 batang : serai memarkan 3 lembar : daun jeruk buang tangkainya 1 buah : kaldu blok rasa sapi 2 sdm : gula merah sisir 1sdm : bawang putih goreng Gula, garam, minyak secukupnya

Cara Membuat: - Turbo copper bawang putih dan bawang merah juga cabe rawit dan cabe merah agak kasar. Tumis bumbu hingga

Kaldu Sumsum Sapi

Kulit babi yang sudah dipotong-potong

13

Bumbu 100 gr 7 buah 4 siung 3 buah Bumbu Halus : 11 : bawang merah 5 siung : bawang putih 1 sdt : lada butir Cara Membuat : - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai dan lengkuas. Masak hingga harum, lalu masukkan irisan sejengkel atau balungan, aduk rata. Lalu masukkan air rebus sampai mendidih dan sumsum atau kaldunya keluar, lalu masukkan kaldu blok, seledri ikat simpul, garam, gula, aduk masak dengan api sedang, masak 10 menit. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Halus : : kacang tanah goreng : bawang merah : bawang putih : cabe besar merah

7 buah : cabe rawit

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama serai dan daun jeruk masak hingga harum, lalu masukkan irisan cecek yang sudah direbus. Aduk, lalu masukkan kaldu bubuk gula merah, juga garam. - Aduk-aduk rata, lalu masukkan air rebus sampai cecek matang dan bumbu meresap, tiriskan. Lalu tusuk dengan tusuk sate sampai habis. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


14

Kulit wajah cantik dan segar bukan hanya diperoleh melalui polesan make-up. Cantik,juga bisa didapatkan dari makanan, nutrisi, pikiran yang bersih dan perawatan. Salah satu yang kini banyak digunakan untuk merawat kesehatan hingga kecantikan kulit secara menyeluruh adalah teh hijau.

T

Jelita

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Kulit Segar Alami dengan Teh Hijau

kata Rai banyak juga yang suka menggunakan teh hijau sebagai pembersih wajah. Salah satu cara yang sederhana selain meminumnya secara rutin bisa juga dengan menyeduh 1 hingga 2 kantung teh hijau kemudian didinginkan. Setelahnya, digunakan untuk mengompres wajah, terlebih usai terkena sinar matahari. Jika ingin memanfaatkannya sebagai facial scrub untuk melembutkan dan menghaluskan wajah, lakukan dengan cara mencampurkan 1 sendok teh cornmeal dengan teh hujau kemudian gosokkan dengan lembut pada permukaan wajah. Untuk perawatan kulit agar tetap sehat dan cantik alami dengan antioksidan-

Rai Sariani

eh hijau, bukan hanya dinikmat dengan cara diminum karena kafeinnya rendah namun bahan alami teh hijau juga bagus digunakan untuk skin treatment (perawatan kulit). Bahkan teh hijau disebut-sebut mampu mencerahkan kulit dan berbagai manfaat lainnya. Untuk lebih jelasnya pekan lalu Tokoh menemui Rai Sariani, pemilik gaya Warna Spa Supplier di kantornya di kawasan Jalan Gunung Sanghyang, Kerobokan. Rai membenarkan jika teh hijau kaya akan antioksidan yang tinggi dan alami. Hal ini menjadikannya memiliki cukup banyak manfaat bagi kecantikan dan kesehatan tubuh. Selain itu, teh hijau juga mempunyai kandungan vitamin, saponin, theophyline, theobromine dan lainnya yang dapat melawan infeksi serta membantu menjaga agar suhu tubuh kita tetap optimal. “Manfaat teh hijau bagi kecantikan diantaranya dapat membantu memperlambat proses penuaan, menekan kolesterol secara alami, mencegah keriput, mencegah kanker, melindungi kulit dari sinar matahari dan mengatasi jerawat. Kita dapat mengonsumsi dan menggunakan teh hijau dengan 2 cara, yaitu dengan cara diminum atau dengan menggunakan ampas teh hijau,” ujarnya. Untuk perawatan sehari-hari,

nya yang tinggi sangat membantu menyehatkan kulit dengan cara rutin minum teh hijau dan menggunakannya sebagai lulur atau body scrub. Jika ingin membuatnya sendiri juga bisa, dengan caranya: bubuk teh hijau dikombinasikan dengan minyak kelapa serta gula putih. Setelah diaduk hasilnya dioleskan ke seluruh tubuh dan gosok perlahan sampai bersih. Setelah mandi upayakan juga jangan lupa mengenakan body lotion , sebagai perlindungan dari efek radikal bebas dan kulit kusam. Gunakanlah body lotion sehari-hari setelah mandi supaya terserap oleh kulit lebih cepat. ‘Teh hijau juga dapat menyehatkan dan menghaluskan rambut karena mengandung polifenol, vitamin E dan vitamin C. Caranya dengan membuat bilasan rambut menggunakan 3- 4 kantong teh hijau dicampur 500ml air dan gunakan ini untuk bilasan terakhir setelah keramas dengan sampo dan kondi-

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merupakan organisasi profesi yang menaungi para dokter di Indonesia. Dalam ulang tahunnya yang ke-66 tahun ini, panitia mengambil tema “Mempererat Persaudaraan untuk Profesionalitas tanpa Batas”.

mata sekitar 5 -10 menit. Begitu juga untuk menyegarkan nafas, karena teh hijau dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan virus yang mengakibatkan penyakit gusi dengan cara mencuci mulut dengan konsentrasi tinggi teh hijau. Kemudian yang terakhir, disamping antioksidannya yang alami teh hijau pun mengandung

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Lakukan Sadari Deteksi Kanker Payudara

11

M

tkh/net

sioner,” ungkap Rai. Sementara bagi mereka yang memiliki masalah dengan kantung mata atau saat ketika kurang tidur, juga bisa ditanggulangi menggunakan teh hijau ini. Caranya dengan menyeduh teh hijau murni dengan air panas selama 10 menit, setelahnya simpan ke dalam lemari es. Selanjutnya, celupkan kapas ke dalam larutan teh dan tempelkan pada kelopak

Bugar

senyawa yang disebut tehanine, yaitu asam amino yang membantu mengurangi stress atau kecemasan dan anti depresi. Agar memperoleh hasil yang maksimal sebaiknya menyeduh teh hijau daripada menggunakan kantong tehnya. Ini bukan hanya menambahkan rasa tapi juga memungkinkan pelepasan antioksidan lebih banyak. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

erujuk kepada tema tersebut, IDI telah menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti seminar ilmiah, pengabdian masyarakat, dan acara kekeluargaan. Semua kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa pengabdian, kesejawatan, dan profesionalisme anggota IDI dalam menyongsong tantangan yang akan datang. Pengabdian bagi masyarakat dalam rangkaian HUT kali ini dilaksanakan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan. Baksoskes ini merupakan wujud pengabdian anggota IDI Wilayah Bali kepada masyarakat Bali. Terobosan baru dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk pertamakalinya, baksoskes dilaksanakan secara serentak di seluruh IDI Cabang di setiap Kabupaten. IDI Cabang yang telah melakukan kegiatan Baksoskes tahun ini adalah IDI Cabang Denpasar, IDI Cabang Bangli, IDI Cabang Karangasem, IDI Cabang Buleleng, IDI Cabang Badung dan IDI Cabang Gianyar. Untuk di Denpasar, IDI Cabang Denpasar melaksanakan bakti sosial kesehatan di dipusatkan di Balai Banjar Sedana Mertha Ubung Denpasar pada Jumat (28/10). Pelayanan kesehatan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di Denpasar kali ini terdiri dari beberapa bentuk pelayanan. Pertama adalah pelayanan kesehatan umum, pemeriksaan THT, kulit dan kelamin, mata, pemeriksaan tumor payudara serta pemeriksaan skrining tumor pada rahim. Kegiatan Bakti sosial kesehatan ini didukung penuh oleh para dokter dan dokter spesialis anggota IDI Wilayah Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Perhimpunan Dokter Spesialis Kebidanan Dan Kandungan (POGI Bali), RS Mata Bali Mandara,

RS Prima Medika, RSU Manuaba, RSIA Puri Bunda, LPD Desa Pekraman Ubung,Kelurahan Ubung, dan Banjar Sedana Mertha Ubung. Menurut Ketua Panitia HUT IDI Ke-66 untuk Wilayah Bali dr. I Ketut Widiyasa, MPH, kegiatan kali ini telah menyentuh semua kelompok masyarakat. “Di Denpasar, para dokter telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 300 orang masyarakat setempat. Pemeriksaan skrining tumor rahim melalui pemeriksaan IVA, dilakukan kepada 33 orang ibu-ibu PKK dan 2 orang diantaranya langsung diberikan terapi. Pemeriksaan IVA ini dilaksanakan oleh dokter-dokter spesialis yang tergabung dalam POGI Bali dan RSIA Puri Bunda Denpasar,” ujar dr. Widiyasa. IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5%. Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker

rahim sedini mungkin. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatif dari pap smear karena biasanya lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel. Kategori hasil pemeriksaan IVA adalah sebagai berikut, IVA negatif bermakna bahwa leher rahim normal, hasil IVA radang berarti bahwa serviks mengalami peradangan (servisitis), atau kelainan

jinak lainnya (polip serviks). IVA positif adalah pada pemeriksaan ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). “Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ),” jelas dr. Widiyasa. PEMERIKSAAN SKRINING TUMOR PAYUDARA Pemeriksaan skrining tumor payudara dilakukan dengan dua kegiatan utama. Pertama melakukan edukasi tentang tumor payudara serta bagaimana melakukan Sadari bagi para wanita. Kedua melakukan pemeriksaan mammogram (pemeriksaan USG pada payudara). Banyaknya pemeriksaan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah 50 orang wanita dan dilakukan oleh tim dari RSU Prima Medika Denpasar. Kegiatan Sadari atau Periksa Payudara Sendiri dapat dilakukan pada 7 sampai 10 hari setelah menstruasi selesai. Pada saat itu, payudara terasa lunak. Tujuan dari Sadari secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi perubahan dapat segera diketahui. Cara melakukan Sadari dengan mengamati dan merasakan. Pengamatan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan di depan kaca. Berdiri di depan kaca, lengan terletak di samping badan. Perhatikan bentuk dan ukuran payudara. Normal jika ukuran satu dengan yang lain tidak sama. Kemudian, perhatikan juga bentuk puting dan warna kulit. Lakukan hal yang sama dengan posisi tangan yang berbedabeda (kedua tangan diangkat, tangan diletakkan di pinggang, atau badan sedikit membungkuk). Lakukan hal ini waktu mandi atau sedang bercermin sehingga pasien dapat mengenali bentuk payudara. Merasakan yang dimaksud dalam Sadari ini adalah dengan cara berbaring dengan bantal di bawah pundak kiri. Letakkan tangan kanan di belakang kepala membentuk

sudut 90 derajat. Gunakan 3 jari tangan kiri untuk merasakan benjolan atau penebalan kulit pada payudara. Tekan dengan baik payudara. Pelajari bagaimana rasa payudara pasien sendiri pada biasanya. Pasien dapat memilih pilih arah jelajah 3 jari mereka baik dengan cara melingkar, naik turun, maupun pilah-pilah. Langkah ini memastikan pasien telah menjelajahi seluruh area dan membantu mereka mengingatkan bagaimana keadaan payudara. Mamogram dapat mendeteksi adanya kelainan pada payudara sebelum terasa oleh pasien. Meskipun beberapa organisasi masih mempertanyakan manfaat mamografi, mamogram masih merupakan alat yang paling efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara. “Dari hasil mamogram, dokter dapat melihat adanya ketidaknormalan pada payudara dan juga mengetahui perubahan yang terjadi bila dibandingkan dengan hasil mamogram yang terdahulu. Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi atau pengambilan sedikit jaringan di wilayah yang dicurigai untuk diteliti apakah terdapat kanker atau tidak,” imbuh dr. Widiyasa. PEMERIKSAAN LAINNYA Panitia Baksoskes juga melaksanakan telah membagikan kacamata baca kepada lebih dari 150 orang lansia yang datang ke lokasi baksos. Kacamata baca ini disediakan oleh RS Mata Bali Mandara. Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan USG pada daerah perut warga. Dari hasil pemeriksaan ini, beberapa warga ditemukan menderita batu pada saluran kencing, batu empedu, peradangan pada ginjal dan kelainan lainnnya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Ratih Manuaba SpPD dari RSU Manuaba ini sangat diminati oleh warga. “Kami berharap dengan kehadiran para dokter di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan baksoskes kali ini dapat bermanfaat bagi warga. Pelayanan kesehatan akan jauh lebih dekat dan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayahnya,” tegasnya. (wirati.astiti@cybertokoh.com)


10

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

18 Tahun tokoh

Style

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

15

Kebaya Warna Cerah dan Segar

Adalah fakta, kebaya dari masa ke masa semakin disukai. Saat ini variasi model ­kebaya pun tambah beragam. Para ­desainer kebaya sangat kreatif mengutakatik siluet kebaya sebagai sumber inspi­ rasi yang tidak pernah kering.

K

ali ini Tokoh menampilkan kebaya yang full color dengan warna-warna yang cerah yang segar. Pilihan bahan katun dan sutra menjadikan model kebaya yang simple ini saat dikenakan menjadi menawan. Sedangkan pilihan padanannya yang berupa endek dan batik Bali berhasil menguatkan kesan nusantaranya. Menurut Dewi Anyar, inilah istimewanya padu padan kebaya yang mereka kenakan, meski tampil gaya, gaul

dan modern namun unsur lokalnya tetap terlihat. Sementara untuk aksesori menyesuaikan dengan selera si pemakainya Dengan tampilan look-nya yang univsersal lanjut Dewi Anyar, menjadikan busana-busana ini dapat dikenakan di berbagai kesempatan. Mulai dari acara arisan. menghadiri seminar, menyaksikan pameran, pagelaran seni dan kegiatan lainnya. - Sri Ardhini


16

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

18 Tahun tokoh

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016 Pemerintah Kota Denpasar baru saja usai menyelenggarakan Book Fair 2016 selama tiga hari, yakni pada 23 s.d 30 Oktober 2016, di kawasan Pedestrian Jalan Kamboja Denpasar. Acara yang mengusung tema “Spirit Saraswati Inspirasi Kota Cerdas” menghadirkan kegiatan rutin bazar buku murah, dan bazar kuliner yang dilengkapi dengan aneka kreativitas berwawasan budaya.

“U

paya pemerintah Kota denpasar untuk meningkatkan minat baca masyarakat telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu dengan dukungan dari berbagai program yang telah ada. Pesta buku yang hadir untuk ke-9 kalinya ini, tetap didasari pada komitmen Kota Denpasar untuk mengingatkan pentingnya buku untuk meningkatkan kecerdasan generasi bangsa khususnya melalui meningkatkan minat baca, baik di kalangan pelajar dan masyarakat umum,” ujar Kepala Dinas Perisdustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. Dikatakannya bahwa Denpasar Book Fair dengan 50 stan kali ini sebagai media komunikasi antara penerbit, pembaca, pengarang dan masyarakat, kemudian memberikan apresiasi dan ekspresi kepada siswa-siswi untuk menampilkam inovasi dan kreativitas dengan hiburan yang sehat. Bazar buku ini adalah agenda rutin Pemerintah Kota Denpasar,dengan tetap merefleksikan makna filosofi dari ‘Spirit Hari Suci Saraswati’ sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan inspirasi serta proteksi diri dari pengaruh negatif globalisasi dan pesatnya perkembangan

9

Denpasar Book Fair 2016

Spirit Saraswati Inspirasi Kota Cerdas

teknologi. Selanjutnya diharapkan akan muncul berbagai aksi positif menunjang Denpasar sebagai Kota Cerdas (Smart City). “Kegiatan bazar yang lebih banyak melibatkan para pelajar ini terkait dengan tujuan pameran, yakni meningkatkan minat para pelajar untuk giat membaca. Untuk inilah kegiatannya dipadukan dengan menghadirkan unsur pendidikan, teknologi, pameran, trading, dan dilengkapi hiburan. Sejumlah lomba juga dipersembahkan bagi anak-anak selama berlangsungnya pameran,” lanjut Kasi Bina Usaha Perdagangan Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, S.S., M. Hum. Book Fair 2016 kali ini diikuti industri penerbitan lokal, distributor dan toko buku, lembaga pendidikan, industri pers, perpustakaan, lembaga pemerintahan, dan industri lain yang terkait. Di samping itu juga digelar sejumlah lomba kreativitas,di antaranya lomba scrapping book dengan tema; Kreativitas Berwawasan Budaya; Budaya Bali untuk menunjang pendidikan dan Mainan Tradisional di zaman digital, Lomba Menggambar dan Mewarnai bersama Sanggar Jepun Putih, Lomba Musikalisasi Puisi, dan Lomba Fashion Show. Selain itu juga dilaksanakan bedah buku dan hiburan berupa Gempita Ekspresi Remaja dengan penampilan beberapa grup band. Pada lomba Scrapping book, kata Laxmy karya-karya mereka selain

kreatif, inovatif, juga informatif. Mereka tidak hanya mengolah informasi namun juga menampilkan visualisasi mading yang unik dan menarik, sehingga mengundang minat siswa lainnya untuk melihat dan membaca. “Secara umum juga semua kegiatan diharapkan mampu memberikan dan mengalirkan semangat kepada masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja untuk mengeksplorasi manfaat maupun kesenangan yang dapat diperoleh dari buku dan kegiatan membaca,” jelasnya. Selanjutnya pada penutupan kegiatan Denpasar Book Fair 2016, Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba pengembangan

minat dan budaya baca yang dikaitkan dalam rangka memeriahkan bulan gemar membaca dan hari kunjung perpustakaan dengan tema ”Melalui Hari Kunjung Perpustakaan Kita Tingkatkan Minat Baca di Kalangan Generasi Muda. Lomba ini diikuti siswa SD, SMP, SMA/ SMK se-Kota Denpasar dengan jenis lomba yaitu : lomba bercerita, lomba baca puisi Bali, Lomba menulis cerpen, lomba menulis essai, lomba meresume buku dan Lomba Perpustakaan Tingkat Sekolah Dasar. Sedangkan pelaksanaan lomba ini telah dilaksanakan dari tanggal

29 Agustus s.d. 21 September 2016. Darwan, salah seorang pengunjung dari Sesetan yang ditemui di arena bazar buku saat menjelang penutupan acara menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan Denpasar Book Fair 2016 dan yang akan datang dan seterusnya nanti dapat memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, perbukuan nasional dan lokal, serta menjadi agenda tersendiri dalam rangka menumbuhkembangkan budaya baca di tengah masyarakat khususnya Kota Denpasar dan Bali. -ard

Juara Lomba Scrapping Book Denpasar Book Fair 2016 Tanggal 28-30 September 2016 lSekolah

Juara I Juara II Juara III

Dasar (SD) SD Saraswati 2 Denpasar SD Saraswati 3 Denpasar SD Saraswati 1 Denpasar

lSekolah

Menengah Atas (SMP) Juara I SMPN 4 Denpasar Juara II SMPN 9 Denpasar Juara III SMPN 7 Denpasar (B)

lSekolah

Juara I

Menengah Atas (SMA) SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar


8

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Belajar Naik Sepeda

Bunda & Ananda

Belajar Keseimbangan Naik sepeda me­ rupakan salah satu kesenangan di masa kanak-kanak yang bisa berlanjut hingga dewasa. Pengalaman belajar naik sepeda ­kadang menjadi hal yang tak terlupakan. Apa manfaat belajar naik sepeda?

U

s i a Ke n b a r u tiga tahun. Ia sudah piawai naik sepeda. Sepeda yang dipakai pertama kali bukanlah sepeda dengan rantai dan pedal. Ia menggunakan sepeda strider, sepeda keseimbangan (balance bike) tanpa pedal dan tanpa rantai. “Waktu beli sepeda pertama kali, ibu saya heran. Ini sepeda kok ndak isi pedal dan rantai. Tetapi, Ken malah menikmati naik sepeda tanpa pedal dan tanpa rantai ini. Modalnya hanya keseimbangan dan berlari,” ujar Hevi Indiranasari, ibunda Ken. Dari internet ia tahu sepeda tanpa pedal dan tanpa rantai sudah biasa dipakai anak-anak di Eropa untuk belajar naik sepeda. Sejak punya sepeda ini, Ken giat berlatih. “Dulu Ken sering mimisan tetapi sejak sibuk naik sepeda, ia jarang sakit bahkan bisa berprestasi di beberapa ajang strider,” imbuh Hevi. Pengalaman Barra juga sama. Saat dibelikan sepeda keseimbangan itu, ia dengan cepat bisa menguasainya. “Setelah bisa main strider, dia langsung ikut lomba dan juara. Bahkan kini Barra sudah bisa main sepeda biasa,” ungkap Putu August Therase Suwindia, ibunda Barra.

atkan haknya belajar keseimbangan melalui aktivitas bersepeda roda dua tanpa pedal dan tanpa rantai, orangtua tetap harus mengawasi anakanak yang sedang tumbuh dan berkembang ini. Ingatkan mereka untuk mematuhi prosedur keselamatan berlalu-lintas, salah satu contohnya melengkapi anak-anak dengan helm,” ujar Eva. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Anak-anak bermain sepeda keseimbangan (balance bike)

Ia menambahkan sepeda tanpa pedal dan tanpa rantai ini membuat anaknya bisa melatih keseimbangan. Selain itu, bersepeda bersama teman-teman membuatnya mudah bergaul. Bermain sepeda keseimbangan ini memang mengasyikkan. Pengendara tidak perlu takut kakinya terpental pedal atau masuk ke rantai. Sepeda strider ini memang didesain khusus dan mudah dikendarai. Biasanya, jika naik strider sudah menemukan keseimbangan, akan lebih mudah untuk belajar naik sepeda biasa. “Anak-anak yang belajar naik sepeda dengan roda bantu penyeimbang justru kesulitan belajar keseimbangan. Mereka selalu dibantu oleh roda bantu dan lebih banyak belajar mengayuh dan mengendalikan stang. Beda dengan anak yang belajar dengan sepeda roda dua tanpa roda bantu dan tanpa pedal. Mereka akan lebih mudah belajar keseimbangan,” ungkap Eva Yunny, Presiden Direktur Strider Bali. Sepeda keseimbangan ini lebih aman dan praktis. Anak-anak hanya fokus untuk keseimbangan, bukan pada mengayuh. Mereka juga akan

lebih siap apabila tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan kecil kemungkinan untuk jatuh. Setelah menguasai keseimbangan, anak-anak dapat langsung memakai sepeda standar. Eva menjelaskan ada lima manfaat yang didapat dengan belajar naik sepeda keseimbangan. Pertama, anak-anak belajar keseimbangan motorik yang nantinya memicu dan memacu perkembangan

motorik lainnya. Kedua, konsentrasi anak terasah karena adanya koordinasi mata, tangan, kaki, dan badan. Ketiga, anak-anak dipicu dan dipacu terlatih menghadapi tantangan. Keempat, keseimbangan anak tak sekadar motorik tetapi juga keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Kelima, anak-anak terlatih mandiri dan berpartisipasi dalam hemat energi dan berwawasan lingkungan. “Anak-anak selain mendap-

Eva Yunny

Mendongeng Lima Menit

BURUNG KENARI DAN RAJA PEMBURU

Raja Kameswara sangat terkenal bukan karena pemerintahannya, tetapi karena kegemarannya berburu. Bersama anak buahnya, ia berbulan-bulan meninggalkan istana, masuk hutan keluar hutan. Hewan hasil buruannya dipestakan bersama-sama di temMade Taro patnya berburu. Akhirnya hewan buruan di kerajaan itu habis. Sang Raja terpaksa mengajak anak-buahnya berburu jauh ke batas wilayah kerajaan. Namun di tempat itu pun tidak ada lagi hewan berkeliaran. Dalam keadaan payah dan kelaparan, tiba-tiba sang Raja mendengar seekor burung kenari bernyanyi-nyanyi. Burung itu hinggap di sebuah cabang pohon yang rendah. Dalam waktu singkat, tanpa kesulitan, anak-buah Raja berhasil menangkap burung penyanyi itu. “Ampun Paduka Raja, jangan bunuh hamba!” Sang Raja terkejut mendengar burung dalam genggamannya itu berbicara seperti manusia. “Apabila Paduka tidak keberatan, bawalah hamba ke istana. Akan hamba ceritakan sebuah berita rahasia.” Saking senangnya Sang Raja bergegas kembali ke istana seraya membawa burung ajaib itu. Burung penyanyi itu dimasukkan ke dalam sangkar berlapiskan emas. “Nah, sekarang katakanlah cerita rahasia itu, Sayang!” kata Raja.

“Ampun Paduka Raja! Hamba tidak bebas berbicara dalam kurungan walaupun sangkar ini berlapiskan emas. Hamba lebih suka membuka rahasia di alam yang terbuka. Percayalah, Paduka! Yang akan hamba bicarakan adalah pesan leluhur Paduka tempo dulu.” Raja Kameswara menimbang-nimbang, antara percaya dan tidak. Ia menyuruh anak-buahnya berjagajaga, kalau-kalau burung itu terbang lepas. Ketika Raja membuka pintu sangkar perlahan-lahan, burung kenari itu bernyanyi-nyanyi seraya menganggukkan kepala. “Leluhur Paduka mewariskan tiga pesan penting kepada keturunannya,” kata burung itu. “Pesan apa itu? Katakan secepatnya!” desak Raja. Burung itu bernyanyi lagi, “Pertama, jangan mudah percaya kepada kata-kata manis; kedua, lupakanlah apa yang hilang; ketiga, berhentilah berburu!” Setelah Raja Kameswara menyanggupi, lalu burung itu berkata lagi. “Karena Paduka sanggup menjalankan pesan tersebut, maka sekarang kubuka sebuah rahasia lagi.” “Rahasia apa itu, Sayang?” “Di puncak pohon beringin itu tersimpan sebuah keris pusaka. Kalau Paduka mau menyimpan dengan baik, keris itu akan kuambilkan sekarang!” Sang Raja sangat senang, lalu ia membebaskan burung itu. Burung penyanyi yang lincah itu pun terbang melesat naik ke puncak beringin. Ditunggu-tunggu, keris pusaka itu tak pernah jatuh dari puncak pohon. Raja Kameswara sangat marah. Ia sadar akan kebodohannya. Mengapa ia mudah percaya kepada katakata yang manis? Mengapa ia tidak mau melupakan yang hilang? “Baiklah, dua pesan itu akan kupenuhi, tetapi pesan yang ketiga, tidak akan kulaksanakan,” kata Raja bersemangat. (Malaysia)

18 Tahun tokoh

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

17


18

Edisi 926/ 7 -13 november 2016

Guna memberikan perlindungan dan keselamatan kerja bagi para nelayan, p e m e r i n t a h Ka b u p a t e n (Pemkab) Buleleng menggelontorkan bantuan berupa asuransi. Asuransi tersebut menyasar para nelayan di Kabupaten Buleleng yang notabene memiliki risiko kerja sangat tinggi. Asuransi ini merupakan program dari pemerintah yang disalurkan di setiap kabupaten/kota. Di Buleleng bantuan tersebut akan diberikan kepada nelayan yang tersebar di sembilan kecamatan.

P

enyerahan secara simbolis dilaksanakan di Lobi Athiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Selasa (1/11). Para perwakilan nelayan di Kabupaten Buleleng menerima asuransi yang diserahkan langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST yang didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng, Ir. Made Arnika. Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan jumlah nelayan di Kabupaten Buleleng yang boleh diasuransikan secara keseluruhan adalah 5.000 orang. Dari 5.000 orang tersebut, target tahun 2016 sebanyak 2.500 orang bisa diasuransikan. Hal ini, menu-

Nelayan Buleleng Diasuransikan

Putu Agus Suradnyana memberikan bantuan asuransi kepada perwakilan nelayan

rutnya memerlukan kerja keras dari Diskanla untuk jemput bola memetakan dengan meminta bantuan kepada para camat dan kepala desa khususnya di daerah pesisir. Saya minta kepada Diskanla untuk bekerja keras agar target tahun ini bisa terealisasi. Sementara tahun depan kita targetkan semua nelayan sebanyak 5.000 orang itu bisa diasuransikan, ungkap Bupati asal Banyuatis tersebut. Santunan dalam bentuk asuransi ini terdiri dari dua jenis yaitu kecelakaan pada saat melaut dan kecelakaan pada saat di darat. Besaran asuransi bila meninggal

dunia di laut adalah Rp 200 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan biaya perawatan Rp 20 juta. Sementara untuk yang di darat meninggal dunia sebesar Rp 160 juta, cacat

tetap dan biaya perawatan besarannya sama seperti di laut. Menurut Bupati Buleleng dengan besaran tersebut, setiap nelayan wajib membayar premi sebesar Rp 175 ribu. Premi yang harus dibayarkan setiap nelayan sudah disubsidi oleh pemerintah, ucapnya. Sementara itu, Kadiskanla Buleleng, Made Arnika menjelaskan, asuransi ini diberikan kepada nelayan yang sudah mempunyai kartu nelayan. Dengan kartu nelayan tersebut, asuransi ini sudah bisa diproses. Sebanyak 3.600 nelayan sudah memiliki kartu nelayan. Menurutnya, sesuai informasi yang diperoleh, ada perubahan petunjuk teknis mengenai asuransi nelayan ini. Dengan kartu nelayan saja, para nelayan sudah bisa didaftarkan secara

online. Ada sekitar 5.000 nelayan di Buleleng. Kita akan usahakan semuanya memiliki kartu nelayan, jelas Arnika. Sementara itu, salah satu perwakilan nelayan yang ditemui usai penyerahan, Nyoman Merta Witama mengungkapkan rasa terimakasihnya karena adanya santunan asuransi ini. Nelayan dari kelompok nelayan di daerah Tejakula ini juga sangat berharap bantuan apapun bentuknya untuk nelayan bisa terus digulirkan dan disalurkan kepada nelayan di Buleleng. Hal itu diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan. Kami dari pihak nelayan sangat berterimakasih dengan adanya program santunan asuransi ini. Semoga bantuan kepada para nelayan bertambah dan terus digulirkan, tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Penyerahan bantuan asuransi dari pemerintah kepada nelayan

Life Story Sebuah peristiwa kebetulan yang sama sekali tidak disengaja justru membawa Erna (48) mengetahui hal yang selama ini menjadi teka-teki dalam rumah tangganya. Memiliki suami seorang supir yang melintasi pulau-pulau di Indonesia sesungguhnya telah banyak membuatnya sakit hati. Namun, ia masih terus bertahan karena sikap suaminya yang kerap jenaka ketika ia marah. “Dia selalu bisa bikin saya tertawa tiap kali ia melakukan kesalahan,” ungkap Erna yang tinggal di salah satu kota di Pulau Sumbawa itu.

S

uaminya itu memang sering sekali diketahuinya memiliki kekasih gelap. Informasi-informasi tersebut kerap ia dapatkan dari kernet yang selalu mengikuti suaminya. Suatu hari kernet tersebut juga memberitahukannya jika suaminya itu memiliki kekasih orang dari Pulau Jawa yang tinggal di Kota Sumbawa. Perempuan itu adalah mantan buruh migran yang baru saja kembali ke Sumbawa setelah menjalani kontrak selama 2 tahun. “Cuma itu informasi yang saya tahu,” katanya. Selain itu ia juga mengetahui kalau suaminya itu memiliki kekasih lain lagi yang membuat ia dan suaminya bertengkar hebat. Akibat pertengkaran itu, Erna sudah tidak tahan lagi. Ia lari ke

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

“Air Mata Buaya” Sang Supir

Kota Sumbawa ke rumah kontrakan adiknya. Akibat tidak dapat menahan rasa sakit hati, ia bahkan pergi meninggalkan empat orang anaknya pada mertuanya. Di Sumbawa ia tinggal di rumah kontrakan adiknya. Di sana pulalah ia berkenalan dengan anak pemilik kontrakan tersebut. Namanya Reni (35). Mereka berdua jadi kawan mengobrol. Tiap hari keduanya selalu bertemu untuk mengobrol. Erna menceritakan kalau suaminya itu adalah orang supir dan orang dari salah satu kota di Pulau Sumbawa. Erna terkesiap melihat kalung emas yang melingkar di leher Reni. “Saya jadi teringat kalung saya dihilangkan suami saya dua bulan yang lalu,” katanya. Dalam tiap obrolan mereka, Reni juga bilang kalau ia punya pacar seorang supir yang juga berasal dari kota yang sama seperti suami Erna. “Lalu saya tanya siapa nama pacarnya itu,” kata Erna santai melepas pertanyaan karena merasa memiliki nasib yang sama. Reni kemudian menyampaikan bahwa suaminya itu bernama Rangga. “Jantung saya langsung berdegup,” ujar Erna. Ia memang mulai curiga, namun ia tidak mau menuduh. Erna mulai menyelidiki siapa perempuan bernama Reni yang tiap hari menjadi kawan mengobrolnya itu. “Di sana

juga saya tahu bahwa ia mantan TKW,” ujarnya. Hal ini yang membuat Erna mulai curiga namun ia tidak memperlihatkannya dan terus saja menyelidiki Reni. Erna akan membuktikan bahwa perempuan yang dimaksudkan oleh kernet suaminya sebagai kekasih suaminya itu adalah Reni, besok malam. Di mana ia tahu bahwa malam itulah suaminya akan tiba di Sumbawa dan mampir makan di warung langganan busnya. Apalagi Reni bercerita bahwa ia akan menemui pacarnya itu di warung yang sama. Saat Reni keluar rumah, Erna berpura-pura tidur sehingga ketika Reni menegur dan mengajaknya, ia terlihat bermalas-malasan. Reni pun pergi. Tak lama kemudian Erna bangkit dan mengikuti Reni. Jika Reni menanti kekasihnya itu di warung makan, maka Erna mengamatinya dari jauh menanti bus suaminya berhenti di warung itu. Tak lama kemudian, bus tersebut berhenti di depan warung. Benar saja ia kenal dengan bus yang kerap dibawa suaminya. Dada Erna bergemuruh karena amarah. Apalagi ia melihat dari pintu supir itu suaminya turun dengan “anggun” yang menyulut emosinya. Erna masih menahan diri

Getaran Energi Luar Biasa dari Pohon Kelapa

Ratna Listy Beri Motivasi di HUT ke-66 SMA Negeri 1 Singaraja Puncak perayaan HUT SMA Negeri 1 Singaraja dimeriahkan berbagai macam penampilan oleh guru dan para siswa. Kemeriahan sangat jelas terlihat di atas panggung utama yang berada di lapangan upacara sekolah setempat (Selasa, 1/11). Di hari jadi yang ke-66 tersebut SMA Negeri 1 Singaraja juga mengundang para alumni, para mantan kepala sekolah, dan para mantan guru. Menurut Kepala SMA Negeri 1 Singaraja, I Putu Eka Wilantara, M.Pd., sekolah juga memberikan penghargaan kepada para alumni yang telah memberikan sumbangsih terhadap pembangunan sekolah di tahun 2016. Uniknya, dalam perayaan HUT tahun ini tidak hanya melibatkan segenap civitas akademika melainkan juga melibat para guru dalam mengisi acara. Tidak

hanya siswa, tetapi guru pun kami libatkan. Harapannya agar mereka bebas mengekspresikan kemampuan diri dalam bidang seni, ujarnya. Rangkaian HUT yang berlangsung selama satu minggu tersebut diisi dengan berbagai jenis kegiatan baik akademik dan nonakademik. Kemeriahan hari jadi tersebut juga menurut Eka bukan sebagai ajang hura-hura melainkan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi untuk lebih baik dari sebelumnya. Ia mengungkapkan dari tahun ke tahun pihaknya terus melakukan inovasi untuk pembelajaran yang lebih baik. Smansa sebagai salah satu sekolah unggulan di Buleleng memang sudah tidak diragukan lagi dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa jabatan penting di Buleleng bahkan di Bali dipegang oleh alumninya. Se-

lain itu, para siswanya telah mampu mengaharumkan nama sekolah di kancah nasional dan internasional. Eka berharap di ulang tahun ini Smansa dapat meningkatkan eksistensi dalam dunia pendidikan. Saat ini mulai banyak muncul sekolahsekolah unggulan lainnya. Jangan sampai Smansa malah tenggelam, paparnya. Mengusung tema Together for Better Future ia berharap seluruh warga sekolah bisa bersama-sama untuk membangun sekolah demi masa depan yang lebih baik. Hal tersebut dicerminkan dari kegiatan yang tidak memetakan siswa per kelas melainkan menerapkan konsep kakak asuh. Dalam kegiatan ini kami tidak lagi memandang mana kelas mana kakak tingkat tetapi semua kami lebur dari berbagai kelas dan tingkatan berdasarkan kakak dan

Penyerahan buku motivasi Ratna Listy kepada kepala SMA Negeri 1 Singaraja

adik asuh, jelasnya. Pria kelahiran 18 Juli 1974 tersebut juga sangat apresiasi terhadap para donatur yang selalu mendukung kegiatan sekolah. Pada perayaan tahun ini misalnya, para guru dan siswa dihibur oleh artis Ibu Kota yang didatangkan oleh Luh Kerthianing. Kedatangan artis ini bukan sematamata untuk hiburan melainkan juga untuk memotivasi para siswa. Ratna Listy memang didatangkan oleh Bu Luh untuk menghibur sekaligus memotivasi siswa melalui bukunya yang berjudul 100 Motivasi Ratna Listy, jelasnya. Dengan sumbangan buku tersebut pihaknya juga berencana akan membuat perpustakaan kelas untuk meningkatkan minat baca siswa. Setelah taman baca kami akan gagas perpustakaan di setiap kelas. Semoga dengan ini bisa memancing para donatur untuk memberikan sumbangsih, imbuhnya. Ratna Listy yang menjadi guest star dalam perayaan HUT SMA Negeri 1 Singaraja mengaku sangat mengapresiasi seluruh kegiatan yang disuguhkan. Menurutnya kekompakan dan kreativitas guru beserta siswa sangat jelas terlihat. Biasanya yang dilibatkan hanya siswa tetapi di sini guru juga berpartisipasi dan memberikan contoh yang baik, ungkapnya. Perempuan cantik tersebut juga merasa tertantang untuk memberikan motivasi kepada seluruh siswa. Menurutnya, ia orang yang suka memberikan motivasi hidup kepada orang lain, namun ketika memberikan motivasi kepada siswa siswi itu merupakan hal yang susahsusah gampang. Di umur segini

Penyerahan bibit kelapa hijau kepada mempelai

Ratna Listy duet bersama Komang Sinta Diani

mereka masih mencari jati diri dengan rasa ingin tahu yang begitu besar, ungkapnya. Ia menambahkan beberapa quote yang terdapat dalam bukunya memang sangat cocok untuk anak di usia ini. Salah satunya mengenai kesuksesan yang tidak dapat diraih secara instan. Zaman memang serba mudah tetapi kesuksesan akan lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang mereka pupuk, tandasnya. Disisi lain, Luh Kerthianing sebagai orangtua siswa mengatakan anak sebagai aset bangsa harus mendapat pendidikan yang baik. Sebagai orangtua sangat mendukung jika sekolah mampu mencetak anak-anak didik yang luar biasa. Harapan saya semoga Smansa bisa menjadi sekolah teladan dan panutan bagi yang lain apalagi Singaraja mendapat julukan kota pendidikan, pungkasnya. (win)

Memberikan hadiah berupa bibit kelapa merupakan hal yang istimewa. Menurut GMH KG Suatmayasa, SH, CH., CHt., MNNLP (Guru Mangku Hipno), kelapa hijau itu melambangkan kesucian. Ketika nanti bertumbuh diharapkan memberi fibrasi kesucian kepada alam

7

sekitar dan memberi dampak positif bagi kejiwaan manusia. Hal ini sesuai dengan apa yang dituangkan dalam Samkritam bahwa manusia itu akan mendapatkan fibrasi kesehatan, kesuksesan, dan keberlimpahan jika mampu menjaga dirinya selalu dalam kebenaran, kesucian,

serta keindahan. Buah kelapa ini ketika tumbuh menjadi pujer, melambangkan bertumbuhnya jiwa-jiwa yang suci di sekitarnya. Bertumbuh menjadi jiwa-jiwa spiritual yang berarti meningkatkan kualitas diri dan kelak berkembang menjadi jiwa-jiwa yang religius dan mampu memiliki jiwa-jiwa keagamaan yang kuat. “Adalah suatu kebanggaan jika saja setiap pasangan pengantin mampu menanam satu buah kelapa di dalam lingkungannya. Sehingga sanggup menjadi pribadi yang terkendali. Memiliki keindahan dan kesucian dalam hubungan antar individu dalam sebuah hubungan pernikahan,” ujar suami AA Sagung Inten, SE. CH., CHt, MNNLP (Byang Mangku Hipno) ini . Pohon kelapa melambangkan satu kesatuan yang holistik jika dilihat dari sudut pandang perspektif metafisika. Dari akar sampai daunnya semua bisa difungsikan. Secara metafisika kelapa

beberapa saat sampai ia memastikan suaminya itu bertemu dengan Reni. Benar saja, keduanya duduk di meja yang sama. Terlihat Reni bicara manja pada suaminya itu. Saat suaminya itu hendak mencuci tangan di wastafel, Erna mendekat. Begitu suaminya itu balik badan, emosi Erna memuncak dan tak terkendali. “Saya jambak rambutnya dan saya pukuli dia di depan Reni,” katanya. Reni kaget luar biasa melihat Erna di hadapanya dalam keadaan mengamuk. Selain suaminya, Reni tidak luput dari amukan Erna. Kalung yang dipakai Reni seketika ditarik dan dirampas oleh Erna. “Itu kalung saya, ternyata tidak hilang tetapi diberikan oleh Rangga pada dia (Reni),” ujar Erna yang kala itu sudah tidak mau dengan apa pun yang akan terjadi. Suaminya memintanya mengendalikan dirinya namun Erna sudah tidak peduli. Kalung yang ditariknya putus dan para penumpang melerai mereka. Malam itu Reni ingin melaporkannya pada polisi akibat serangannya itu. “Saya tidak takut, saya minta dia melapor ke semua kantor polisi sekali pun,” kata Erna. Namun rupanya Reni sendiri tidak punya nyali untuk melaporkan Erna karena sesungguhnya Reni telah tahu

bahwa supir yang dipacarinya itu telah memiliki istri dan anak-anak. Malam itu juga, Erna ikut bersama suaminya pulang ke kota tempat mereka tinggal. Di dalam perjalanan ia tak bicara sedikit pun, karena penumpang memohonnya tenang agar perjalanan mereka tiba dengan selamat. Tiba di kota tempat mereka tinggal, Rangga tidak membawa Erna ke rumah mereka melainkan ia bawa ke rumah orangtuanya. “Akalnya banyak sekali karena dia tahu saya tidak akan bisa mengamuk di rumah mertua saya,” ujarnya. Justru itulah muncul ide dalam kepalanya untuk memberitahukan semua kelakuan suaminya itu pada mertuanya. Erna memutuskan bercerai dan mengatakannya langsung di depan mertuanya itu. Saat ini proses perceraian mereka berjalan agak alot karena Rangga bersikeras tidak ingin menceraikannya. Sesungguhnya Rangga sangat mencintai Erna namun menurut Erna ia tidak bisa merubah kelakuannya itu. Ia menangis sejadi-jadinya ketika tahu Erna hendak menceraikannya. ”Air mata buaya,” kata Erna yang sesungguhnya masih mencintai suaminya itu. Karena itulah, Erna berpasrah diri pada proses yang tengah mereka jalani. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

memiliki getaran energi yang sangat luar biasa dimana di dalam buahnya secara alami sudah mengandung air yang disucikan tanpa campur tangan manusia. Kalau kita maknai lebih dalam lagi inilah berkah yang Tuhan berikan bagi umat manusia, namun terkadang manusia melimpakan berkah tersebut buah kelapa hijau ini merupakan salah satu obat yang berkhasiat luar biasa dari zaman nenek moyang dahulu. “Saya berharap generasi muda mulai melirik kemudian menanam, merawat serta membudidayakan pohon kelapa ini,” ungkap Guru Mangku Hipno disela-sela pernikahan putri sulungnya LG Rara Bianca Sarasaty, S.T dengan I Made Wisman

Aryadi, S.T., putra kedua pasangan I Nyoman Arsana-Dra. Ayu Nyoman Resini. Secara filosofi pohon kelapa memiliki makna pohonnya tinggi menjulang ke atas seperti mencapai langit sebagai makna pasangan ini memiliki cita-cita yang tinggi dan mampu melahirkan suputra. Batang tanpa cabang melambangkan pikiran yang fokus dalam mencapai tujuan. Akar yang kokoh melambangkan dasar pernikahan yang kuat. Akhirnya nanti ketika telah berbuah tentu saja bermanfaat secara ekonomi. Dengan simbul pujer ini diharapkan inilah pernikahan yang direstui alam semesta dan menjadi keluarga yang Sukinah. (sri.ardhini@cybertokoh.com)


6

Generasi muda saat ini dengan zaman dulu sangat berbeda. Zaman sekarang generasi muda sudah mengenal IT dan sangat memberi pengaruh dalam kehidupan mereka. Demikian disampaikan Tjok Istri Agung Adnyani.

M

Woman on Top

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

enurut perempuan usia 67 tahun ini, zaman dulu anak-anak sangat menurut kepada orangtuanya. Walaupun terkadang orangtua mereka bersifat ortodok, tapi anak-anak tak ada yang berani melawan. Namun, menurutnya, sistem didikan orangtua zaman dulu ada bagusnya juga. Ia sendiri merasakan, berkat tempaan keras orangtuanya, ia menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan mandiri. Ia melihat, generasi muda sekarang, mereka terkadang lemah, tidak mandiri dan selalu harus didampingi orangtuanya. Sekarang ini memang ia mengakui, tak bisa menerapkan sistem pola asuh zaman dulu kepada anak-anak. Saat ini, orangtualah yang harus menyesuaikan diri kepada anak-anak. “Kita tak bisa mendidik anak-anak dengan pola menang atau kalah, tapi kita harus menempatkan d i r i untuk tidak

Orangtua yang Menyesuaikan Diri menang dan tidak ada yang kalah. Kita sebagai orangtua harus menyesuaikan diri, tak bisa memakai pola asuh zaman dulu karena zamannya sekarang sudah beda,” ujar perempuan yang pernah meraih predikat Tokoh Perempuan Bali ini. Tjok Adnyani melihat banyak sekali saat ini terjadi kegagalan dalam mendidik anak. Kemungkinan karena para orangtua tidak bisa menerapkan rasa toleransi dan saling menghargai. Saat ini, kata dia, orangtua harus memakai sistem saling menghargai dan mengganggap anak sebagai sahabat. “Kita dengarkan curhat anak dan berikan ia kebebasan tapi ada batasnya. Berikan mereka kepercayaan. Jangan terlalu ekstrim sehingga membuat anak-anak tidak nyaman,” sarannya. Orangtua yang tidak bisa menyesuaikan diri malah bakal menimbulkan gap dengan anaknya. Salah sedikit ngomong anak-anak bisa mengambil jalan pintas. “Semua kembali kepada orangtua, mari kita rangkul anak kita, berikan ia ruang untuk berbagi saling menghargai anggap sebagai sahabat. Otomatis, anak juga bisa mengerti dan menghargai orangtua,” ujar perempuan yang juga bergelut di bidang kuliner ini.

Nyoman Nilawati

Tjok Istri Agung Adnyani

PENGARUH LINGKUNGAN Sementara, Nyoman Nilawati menilai, saat ini, banyak sekali generasi muda yang hebat. Dia merasa kagum dan salut. Dibandingkan dengan zamannya dulu, dengan keterbatasan wawasan, informasi yang kurang sehingga yang seharusnya bisa berbuat banyak, tapi tak bisa berbuat lebih. “Anak-anak yang sudah mendapatkan didikan karakter dan budi pekerti, dan bisa memanfaatkan IT tentu bisa berbuat lebih. Anak harus

menguasai kecerdasan emosional dan sosial sehingga bisa berkembang menjadi lebih baik dan mencapai kesuksesan,” ujar Pimpinan Rotary Distrik 3420 Indonesia ini. Namun, memang ia tak memungkiri, saat ini, masih ada anak-anak yang melenceng tingkah lakunya. Menurutnya, kita tak bisa sepenuhnya menyalahkan orangtua. Tugas orangtua adalah memberi pengasuhan dan didikan yang baik ketika ia masih kecil, namun, ketika ia sudah remaja, lingkungan pa­

ling banyak yang membentuk, entah di sekolah, kampus atau dunia kerja. “Kondisi seperti ini harus disikapi orangtua dengan cara bersikap seperti sahabat kepada anak. Saat anak sudah memasuki usia remaja, orangtua hanya bisa mengawasi tak bisa lagi mendoktrin. Anak-anak yang sudah terbiasa dalam rumahnya mengalami keterbukaan dalam komunikasi biasanya tidak mudah kena pengaruh lingkungan yang buruk,” ucap Ibu Teladan Bali 2005 ini. Ia memberi contoh, ada seorang anak yang orangtuanya sendiri sudah tak bisa mengarahkan anaknya. Namun, anak itu justru sadar karena lingkungannya. Artinya, ketika anak itu bermasalah dan bertemu dengan lingkungan yang positif dan mendukungnya, akan sangat besar membantu si anak. Artinya, lingkungan memberi pengaruh sangat besar kepada remaja. Perempuan usia 66 tahun ini hanya berharap, kepada semua pihak, untuk lebih peduli kepada para generasi muda karena saat ini, kemajuan generasi muda adalah tanggungjawab bersama. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

“SENTUHAN YANG PAS” Salam Senyum, ........ “Sentuhlah Dia tepat di hatinya,... Di akan jadi milikmu selamanya”.... Penggalan lagu dari seorang penyanyi yang sudah tidak asing lagi, yaitu Ari Lasso sangatlah pas jika kita pakai di dunia layanan. Banyak perusahaan bahkan menuliskan slogan seperti “Personal Touch, Touch Point, Sentuhan Hati, dan lain sebagainya. Itu seakan memberikan janji untuk menekankah bahwa “Sentuhan” kepada pelanggan menjadi keunggulan dari layanan mereka.Saya akan memberikan contoh layanan yang sering kita temukan sehari-hari. Menunggu, adalah pekerjaan yang sebagian orang kurang suka untuk melakukannya. Tapi, sebagai pemerhati layanan, menunggu saya jadikan untuk mengamati dengan seksama sebuah pelayanan di salah satu RumahSakit. Seorang Ibu kelihatan lama duduk di depan customer service. Dia memperhatikan si customer service (CS) berbicara. Di lihat dari gesture (bahasa tubuh) Ibu tadi kelihatan gelisah, kadang melihat hand phone, kadang melihat suasana sekeliling, dan sekali-sekali melihat CS yang berbicara kepadanya. Karena lumayan lama dan sedikit penasaran, akhirnya saya duduk lebih dekat lagi agar dapat lebih mengamati perbincangan apa yang terjadi antara pelanggan dan CS tersebut.

Ternyata di luar dugaan saya, perbincangan antara CS dan pelanggan itu dalah menceritakan tentang “Kesedihan CS karena masalah dengan pasangannya”. Waaaahhh.... Saya kira yang diomongkan mereka adalah produk atau kondisi perusahaan yang berhubungan dengan kebutuhan si pelanggan. Pembaca setia Dhani’s Art in Service, banyak pelaku layanan yang tidak sadar akan apa yang mereka lakukan terhadap pelanggannya. Padahal dari layanan, tentunya selalu ingin memuaskan hati para pelanggan, dan bukan memuaskan hati diri sendiri (si pelayan),.... he he he he heh. Untuk dapat memberikan “Sentuhan yang Pas” terhadap pelanggan, saya akan berikan beberapa tips yang dapat dilakukan. Yang pertama, BUATLAH DIRI ANDA DALAM KEADAAN DIRI YANG SENANG. Ingatlah bahwa pelaggan akan mau memakai jasa/membeli produk kita ketika perasaan mereka senang dan tertarik dengan kita. Perasaan senang itu menular. Sekali lagi, perasaan senang itu MENULAR. Maka jadilah orang yang menularkan perasaan senang, bukan yang ketularan. Kebiasaan dari manusia adalah mereka akan melaksanakan transaksi bisnis ketika mereka merasa senang. Ketika saya melakukan pendampingan Sumber Daya Manusia di beberapa perusahaan, sering saya mendengar ‘curhat’ an

pegawai yang selalu mengeluh “Saya tidak selalu merasa senang di kantor. Kadang saya marah, susah, takut, bahkan bosan. Terus, apa yang seharusnya saya lakukan?” Hmmmmmm... sangat manusiawi.. Salah satu teknik yang saya berikan untuk menjawabnya adalah antara lain dengan mengikuti teori Antony Robbin yaitu “Emotion created by Motion”. Dimana segala emosi kita dapat terbentuk dari tindakan kita. Bukan sebaliknya! Jadi, buatlah gerakan atau tindakan yang membawa senang, seperti tersenyum, wajah tidak menunduk, mata berbinar dan lain lain yang akan membawa pengaruh senang kepada suasa emosi kita. Silahkan dicoba yaaaaa... Selanjutnya tips yang kedua agar sentuhan kita pas di hati pelanggan adalah dengan TIDAK MENCERITAKAN MASALAH ANDA KEPADA PELANGGAN. Ketika Anda membicarakan masalah kepada pelanggan maka sembilan puluh sembilan persen mereka sama sekali tidak peduli. Dan hanya satu persen yang senang karena Anda sebagai pelayan punya kesamaan penderitaan dengan pelanggan. Atau sama malangnya dengan si pelanggan. Menceritakan masalah yang ada pada diri kita sebagai pelayan hanya akan membuat mereka susah. Dan orang yang susah sangat sulit mengambil keputusan untuk membeli jasa atau produk, selain peti mati atau jasa pemakaman. Maka dari itu, hindarilah menceritakan masalah kepada pelanggan Anda. Tips yang ketiga adalah GUNAKANLAH LOGIKA DAN EMOSI UNTUK MEMENANGKAN HATI PELANGGAN.

Memang sebagian besar orang kembali menjadi pelanggan atau menjadi pelanggan yang setia karena emosional. Tapi janganlah kita menganggap remeh dengan logika dan nalar. Seorang pelanggan akan mau memakai jasa yang kita tawarkan karena perasaan emosi, (senang sehingga tertarik), tapi di lain waktu dia merasa menyesal karena dari logika, jasa yang dipakainya tersebut ternyata tidak terlalu bermanfaat. Jadi, logika menjadi salah satu penentu untuk memberikan sentuhan yang pas terhadap pelanggan kita, bukan hanya perasaan emosi. Pembaca setia Dhani’s Art in Service, masih banyak lagi cara kita agar Pelanggan dapat merasa tersentuh dengan tepat. Seperti memberikan sesuatu yang spesial yang belum perusahaan lain berikan, memberikan pemecahan masalah yang super cepat, dan lain sebagainya. Dengan memberikan sentuhan yang pas, saya yakin pelanggan kita tidak mudah berpaling dari perusahaan kita. Ayooooo... berlombalah untuk dapat menyentuh para pelanggan dengan pas, dan dapatkan manfaatnya setelah itu. Ingin lebih dalam mengetahui cara menyentuh pelanggan dengan pas dan segera mempraktikkannya untuk kemajuan perusahaan Anda? Silahkan hubungi manajemen kami. Dan atas kesempatan yang diberikan, dengan senang hati kami siap membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Bagi sebagian orang, pelepah pisang dianggap sampah dan barang yang tidak berguna. Untuk itu, harus dibakar agar tidak mencemari lingkungan dan menjadi sarang nyamuk belaka. Namun, di tangan Wawan Susanto, pelepah pisang justru disulap menjadi lukisan bernilai seni tinggi. Bentuknya pun bermacam-macam. Mulai gambar pemandangan, hewan, kaligrafi, hingga wajah tokoh presiden seperti Soekarno dan Gus Dur, juga bisa. “Terserah, mau pesen apa saja saya siap,” ujar Wawan.

H

obi melukis ini, memang dipunyai Wawan sejak ia masih duduk di bangku SD. Bakat tersebut ia kembangkan terus sehingga ia menjadi seorang pelukis komersil. Tapi bahan lukisan yang digunakan dari cat air dan kanvas. Hasil karya lukisan yang dibuatnya ini, kurang begitu laku, karena banyaknya persaingan. Dalam satu minggu, belum tentu satu lukisan bisa terjual. Untuk itulah, kondisi ini sempat membuat Wawan putus asa. Ia sempat berniat alih ke profesi lain. Namun, keadaan itu sekarang berubah. Setelah ia menemukan

19

Lukisan Pelepah Pisang Dijual Jutaan Rupiah ide membuat lukisan unik dari pelepah pisang. Awalnya, tanpa sengaja Wawan melihat tumpukan pelepah pisang berserakan di sekitar rumahnya. Karena pada waktu itu orangtuanya kebetulan habis memanen beberapa tangkai pisang. Sebagai orang seni, Wawan berpikir. Memutar otak bagaimana caranya agar pelapah pisang tersebut bermanfaat. Kemudian ia kumpulkan semua pelepah pisang tersebut, dan selanjutnya ia jemur hingga kering. “Belum punya ide apa-apa. Yang penting saya kumpulkan gitu saja,” tutur lelaki murah senyum ini. Tiga hari kemudian, setelah pelepah pisang yang dijemur tersebut kering, Wawan mulai ada ide. Yang tak jauh dari profesi sebelumnya. Sampah tersebut dijadikan bahan lukisan. Hasilnya pun lumayan bagus, tapi belum sempurna. Masih perlu

Pengunjung hendak membeli lukisan pisang

sentuhan lahinnya. Satu bulan kemudian, karya lukisan yang dihasilkan mulai bagus. Mirip objek aslinya. Perrlahan-lahan mulai ada peminatnya. Bagi Wawan, ini sebuah ke­

Alfanshah Abdullah

Semua Punya Peluang Jadi Pimpinan Ada kiat yang patut kelahiran Palembang, 28 diteladani dalam diri AlJuni 1972 ini bila mefanshah Abdullah. Dalam layani tamu dengan hati menjalankan tugas, Altetapi kedalam sangat fanshah, yang menjabat terbuka kepada seluruh General Manager/GM karyawannya. Ia memiliki Hotel Bisanta Bidakara, prinsip, semua karyawan ini melayani tamu dengan memiliki peluang menhati. Artinya, bila tamu jadi pemimpin. menanyakan toilet ada Karena itu, bapak tiga dimana, secara otomatis anak itu selalu memberi sebagai karyawan hotel pengarahab kepada karyakan memberitahukan awannya. ‘’Seorang karysekaligus mengantarkanawan jangan hanya jadi nya. operator. Tetapi harus Alfanshah Abdullah Demikian juga dengan dapat mengatur agar menu makanan yang disajikan harus jenjang karier jelas,’’ kata suami Hildawati yang enak-enak. Disamping, pelayanan, Rusli ini. Karena itu, dalam menilai karykebersihan, harga. ‘’Karena saya bek- awannya, Alfanshah, tidak berdasarkan erja pada hotel yang berada di zona suka atau tidak suka. Tetapi lebih dari nyaman, harus kerja dengan cerdas, hasil pekerjaannya. dan cermat,’’ kata Alfanshah Abdullah, Selain menjabat GM Hotel Bisanta, pekan lalu. Meski baru menjabat empat Alfanshah Abdullah, sejak 25 Oktober lalu bulan sebagai GM Hotel Bisanta, tetapi terpilih menjadi Ketua Indonesia Hotel hotel bintang tiga yang terletak di Jalan General Manager Asosiation (IHGMA) Tegalsari Surabaya merupakan hotel Jatim didampingi Triandy Santyawibowo, yang cukup lama. GM Hotel Zoom sebagai Sekjen dan Lelaki yang berpengalaman di dunia Abdul Rachman, GM Maumum Hotel perhotelan selama 16 tahun ini dalam and Lounge sebagai Wakil Sekjen. Damemasarkan kamar hotel harus memiliki lam menjalankan organisasi para GM integritas dan networking. Hotel Bisanta, Hotel, pihak berprinsip berorganisasi yang memiliki sekitar 105 kamar dengan harus menyenangkan, memiliki program 60 karyawan ini, menurut dia, oku- jangka pendek serta akan melakukan uji pansinya saat ini sekitar 65 persen. Lelaki kompetensi. (Bambang Wiliarto)

sempatan. Tak ayal pria berkaca mata ini langsung menjadikan rumahnya menjadi galeri. Puluhan hasil karyanya dipajang di seluruh sudut ruangan. Lukisan itu dihargai antara Rp 50 ribu

sampai Rp 1 juta. Sejak itulah, bisnis lukisan ala Wawan ini terus berkembang. Bahkan, beberapa pesanan yang datangnya dari luar kota pun terus berdatangan.”Biasanya itu, pengguna jalan yang kebetulan melintas di daerah ini. Mereka lihatlihat sebentar lalu pesan,” imbuhnya. M e n u r u t Wa w a n , untuk membuat lukisan dari pelepah pisang ini dibutuhkan waktu sekitar sehari hingga tiga minggu tergantung kerumitan dan ukuran lukisan. Untuk yang paling kecil biasanya dikerjakan hanya dalam sehari. Untuk lukisan besar bisa sampai tiga minggu pengerjaannya.Untuk bahan bakunya sendiri selain menggunakan pelepah pisang kering, ia juga menggunakan cangkang telur sebagai ornamen serta media berupa triplek dan lem kayu serta vernis. (Khoirul Abadi)

Sudut Pandang

Indonesia perlu Banyak Pahlawan

Tiap 10 November, bangsa dah, belum lagi kanker korupsi Indonesia memperingati Hari yang masih menjamur di tubuh Pahlawan. Lantas, bagaimana birokrasi negeri ini. Bahkan, saya pandangan seorang wirausaha sangat miris melihat beberapa muda Bali di bidang manufacoknum melakukan aksi demo ture outfit tentang nilai kepahlayang katanya kasus penistaan wanan di era globalisasi ini? agama,” ucapnya miris. “Sebagaimana layaknya sebuah Bangsa ini ditegaskannya refleksi, peringatan Hari Pahlasedang membutuhkan banyak wan ini tak cukup sekadar kita pahlawan, pahlawan untuk memasang bendera satu tiang mewujudkan Indonesia yang penuh dan mengikuti upacara damai, Indonesia yang adil dan kebesaran yang dipersiapkan, demokratis, serta Indonesia yang dihadiri para pejabat, didenbersih dan bebas korupsi. garkan pidatonya, lantas selesai Karekteristik seorang pahlabegitu saja tanpa ada satu nilai. wan adalah jujur, pemberani, dan Hal ini dari tahun ke tahun rela melakukan apapun demi terasa semakin kurang dihayati kebaikan dan kesejahteraan Ria Asteria dan menjadi kosong makna masyarakat. Setiap orang harus karena peringatan ini cenderung bersifat seremonial berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, belaka,” ungkap Ni Putu Asteria Yuniarti, S.Pd., Hari Pahlawan tidak hanya pada 10 November, M.I.Kom. yang akrab disapa Ria Asteria. tetapi berlangsung setiap hari dalam kehidupan Gadis asal Abiansemal, Badung yang aktif di sehari-hari. Setiap hari kita berjuang paling tidak kegiatan sosial dan pendidikan lewat Yayasan Ria menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keAsteria ini mengatakan, refleksi ini menjadi satu luarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan perenungan bersama, sejauh mana kita sebagai meningkatkan prestasi dalam kehidupan masingangkatan muda, kaum intelektual terpelajar masing. Setidaknya kita harus mampu bertanya mampu menjadi bagian dalam proses pembanpada diri sendiri apakah rela mengorbankan diri gunan bangsa ke depan? untuk mengembangkan diri dalam bidang kita Lalu, hal signifikan apa saja yang telah kita masing-masing dan mencetak prestasi. perbuat di dalam arus persaingan yang go global Karena itu, menurutnya peringatan Hari Pahlaini? “Kitalah generasi yang akan memakmurkan wan sebaiknya dijadikan momentum sebagai hari Indonesia. Memang secara legal formal bangsa ini besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan telah merdeka, tetapi bila kita lihat secara hakikat rasa kebanggaan yang besar, karena merupakan ternyata kita belum sepenuhnya merdeka,” tegas kesempatan bagi seluruh bangsa untuk mengenang Ria Asteria. jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak Rakyat Indonesia masih ada yang terbelenggu terhitung jumlahnya dalam perjuangan bersama dalam kemiskinan, mereka yang tidak mampu bagi tegaknya Republik Indonesia yang baru saja sekolah, pengangguran yang menumpuk, petani diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. yang dirampas tanahnya, buruh dengan gaji ren(inten.indrawati@cybertokoh.com)


20

Nine

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Teater adalah Kita Memilih untuk menjadi seorang aktor dalam dunia seni pertunjukan seperti teater, tentu bukanlah pilihan yang umum mengingat tidak semua orang bisa tampil percaya diri untuk berakting secara langsung di atas panggung dengan ditonton banyak orang. Semua mata pasti mengarah pada sosok aktor dan aktris di atas panggung. Itulah pentingnya memiliki rasa percaya diri. Dan karena itu pula tidak banyak yang memilih untuk menjadi aktor maupun aktris. Karena itulah regenerasi aktor dan aktris menjadi salah satu problem yang kerap dialami oleh sangar-sanggar maupun kelompok-kelompok teater termasuk di Mataram Nusa Tenggara Barat.

T

erhitung aktoraktor senior dan sutradara kawakan yang tetap aktif di antaranya Kongso Sukoco, Saepullah Sapturi, Winsa Prayitno, R. Eko Wahono dan beberapa lainnya. Selebihnya aktor-aktor muda yang lahir dari sekolah-sekolah dan kampuskampus. Sementara itu, aktris yang terlihat jarang bertahan. Dari tidak banyak aktris teater di Mataram, ada tiga di antaranya aktris-aktris era tahun 2000-an yang masih bertahan melakoni beberapa naskah teater, meski tidak rutin seperti dulu. Sesekali mereka yang masih tampil menghiasi panggung teater di Mataram itu adalah, Iin Indraswati, Ana Indriana dan Elly Sutawe. Meski sekarang mereka memiliki kesibukan masingmasing, tetapi mereka masih selalu merindukan panggung teater. Ketiga aktris ini pernah sama-sama bergabung dan bermain dalam panggung yang sama bersama Teater Kamar Indonesia. Ketiganya kerapkali menjadi pemeran utama dalam naskah-naskah yang dimainkan oleh Teater Kamar Indonesia dan sesekali memperkuat pergelaran kelompok teater lainnya. Ketiga perempuan ini memperlihatkan karakter akting dan keseriusannya membawakan peran masing-masing. Didapuk sebagai pemeran utama dalam naskah-naskah yang dipentaskan oleh Teater Kamar Indonesia itu, Ana Indriana tampil demikian apik saat memainkan naskah Kereta Kencana. Begitu pula dengan Iin Indrawasti yang memperlihatkan kekuatan aktingnya

oleh lawan main kita padahal kita tidak salah, atau terkadang kita mencintai tokoh suatu cerita, padahal dalam kehidupan nyata kita bermusuhan,” katanya. Rupanya ada banyak cerita dan pengalaman batin yang ia dapat secara langsung selama prosesnya berteater. Hal inilah yang membuatnya menanggap bahwa teater adalah seluruh rupa dan wajah kita. “Teater adalah kita. Begitu banyak sandiwara dan kepurakepuraan di sekitar kita, terkadang ada seorang yang begitu semangat bercerita menirukan gaya guru atau kawannya, atau ada seorang anak kecil yang dalam naskah Caligula karya dan Sandiwara Merah Jambu. Elly Sutawe juga membuktikan dirinya sebagai aktris berbakat dengan tampil demikian jenaka dalam naskah Hikayat Gajah Duduk dan Sandiwara Merah Jambu (keduanya karya Almarhum Imtihan Taufan). Iin Indraswati jatuh hati pada teater sejak tahun 2002 saat kuliah di FKIP Unram dengan bergabung di Teater Putih Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan Universitas Mataram. Ketertarikannya pada seni peran ini awalnya hanya karena ada mata kuliah teater pada semester V dan teater merupakan hal baru baginya. Namun setelah itu ia malah jatuh hati pada teater. Beberapa lakon yang pernah dimainkannya adalah “Lalecon” di Teater Putih, berperan sebagai Casonia dalam pementasan “Caligula” dan peran Putri Cilinaya dalam pementasan “Sandiwara Merah Jambu” di Teater Kamar. Selain itu ia pernah berperan

sebagai Mina dalam pementasan “Rambut Palsu” di Teater Ozon. Ia menjadi sosok Putri dalam Cupak Gerantang, ia juga terlibat dalam pementasan “Sekam”. “Dan di tahun 2016 ia berperan sebagai Kakak dalam pementasan “Rajawali” yang disutradarai Kongso Sukoco,” katanya. Itulah pementasan terbaru yang dilakoninya. Menurutnya, kecintaannya dalam dunia teater itu cukup unik karena ia mengaku tidak mengetahui apa yang dirasakannya. “Entahlah, kalau kata orang cinta itu buta, mungkin itu maksudnya. Dulu saya tidak sadar ketika saya memasuki dunia teater maka kita akan menjadi sosok yang berbeda, sosok yang mampu menerawang kehidupan masa lalu, masa kini dan masa depan,” ujarnya. Proses dalam berteater yang begitu dalam memaksanya berperan menirukan suatu tokoh, merasakan kesedihan walaupun ia sedang gembira atau sebaliknya. “Kita dipaksa tertawa padahal sedang sedih luar biasa, bahkan kita harus rela dimarah

pura-pura nangis untuk meminta mainan kepada orang tuanya, dan ada yang pura-pura marah padahal cinta. Begitu banyak kelucuan dan hal yang menarik bila kita lihat dari sudut pandang teater,” ungkap Iin. Sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakannya adalah saat ia memerankan sosok Caesonia kekasih dari Caligula. Latihan yang begitu panjang dan pementasan yang sangat panjang itu dengan banyak konflik baik dari segi naskah, isi cerita dan proses pencarian karakternya. “Caesonia bukanlah satu-satunya kekasih caligula, namun ia selalu setia dan menerima setiap kemarahan, perselingkungan dan bahkan ketika Caligula merasa terpuruk,” ungkap pegawai

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Klas I Mataram, Satuan Kerja di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB, ini. Sejauh ini Iin tidak akan pernah menemukan suatu titik di mana ia akan berniat berhenti atau menutup buku tentang teater. “Manfaat teater bagi saya adalah terkadang dalam hidup ini diperlukan momen untuk berakting. Akting kecil untuk mencairkan suasana rapat yang sedang tegang, atau akting besar alias “marah” ketika menghadapi situasi yang buruk,” ujarnya. Banyak hal yang ia dapatkan di teater, setidaknya hidup yang tidak monoton dan ia dapat memandang hidup dari sudut yang berbeda. Karena itulah ketika saat ini ia tengah cuti sekolah selama dua tahun dengan izin belajar melanjutkan studi pada program Magister Akuntansi Sektor Publik di Universitas Mataram, dengan program beasiswa dari BPKP, ia memilih kembali bermain teater yang menyalurkan hobinya itu. Selain Iin ada Ana Indriana yang juga jatuh hati begitu dalam pada seni peran teater ini. Beberapa naskah yang pernah dimainkannya adalah Demung Sandubaya karya Max Arifin, Nina Digigit Nyamuk karya Imtihan Taufan, Orang Asing, Sepasang Merpati Tua, Mengembang Tepian Nasib dan beberapa naskah lainnya. Bagi Ana beproses dalam teater itu sama halnya belajar memaknai hidup. Ia menemukan kehidupan itu pada proses berteater. “Roh kehidupan ada dalam proses berteater, di mana manusia belajar melatih kepekaan rasa, fikiran dan kelenturan fisik,” ungkap Ana. Karena kesejatian hidup ditemukannya dalam teater maka ia tidak pernah berniat berhenti berteater. “Ilmu teater banyak membantu dalam karir dan pekerjaan saya,” ungkap Dosen tetap AMIKOM Mataram ini. Kepercayaan dirinya sebagai seorang guru ketika mengajar di depan kelas, menurutnya ia dapat dari ‘nyawa’ teater. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

“Kita dipaksa tertawa padahal sedang sedih luar biasa, bahkan kita harus rela dimarah oleh lawan main kita padahal kita tidak salah, atau terkadang kita mencintai tokoh suatu cerita, padahal dalam kehidupan nyata kita bermusuhan”

Inspirasi

Kemegahan Patung Sudirman di Jepang

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

5

Patung Jenderal Sudirman, menjadi satu-satunya tokoh atau pahlawan negara ­asing yang dipajang di Jepang. Tak tanggung-tanggung, patung pahlawan ­Indonesia itu diletakkan area kantor Kementerian Pertahanan Jepang. Berbeda dengan ­patung-patung Jenderal Sudirman yang biasa kita lihat yakni mengenakan jubah panjang serta blankon, maka patung Jenderal Sudirman yang berada di Jepang ­mengenakan seragam tentara PETA, organisasi bentukan Jepang, dimana sang ­jenderal sempat menjadi salah satu komandannya.

P

uti Guntur Soekarno yang baru saja berkunjung ke Jepang bertutur tentang keberadaan patung Jenderal Sudirman di area Kantor Kementerian Pertahanan. Menurut Puti, ia datang ke Jepang dalam kunjungan dari 1-5 November, selain untuk memberikan pidato umum di Universitas Kokushikan Tokyo, juga mengunjungi beberapa pihak, di antaranya adalah Wakil Menteri Pertahanan Jepang, Takayuki Kobayashi di Kantor Kemhan Jepang di kawasan Shinjuku, Tokyo. Usai ramah-tamah, tuturnya, Kobayashi diserta sejumlah staf kementerian dan partai, mengantar dirinya dan rombongan menuju lokasi Patung Jenderal Sudirman. Sesampai di sana, protokol mengatur posisi berdiri berbaris menghadap patung, lalu memberi penghormatan. Sebuah karangan bunga sudah disiapkan, dan ia meletakkan karangan bunga itu di bawah patung perunggu setinggi empat meter itu. Menurut Puti, sebagaimana dituturkan Kobayashi, patung Jenderal Sudirman yang berdiri di halaman belakang Kantor Kemenhan Jepang, merupakan pemberian Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro beberapa tahun lalu. “Kemen-

terian Pertahanan Jepang menyetujui peletakkan patung Jenderal Sudirman di sana (kantor Kemenhan-red) karena mengingat banyak nilai-nilai positif yang patut menjadi teladan,” ucap cucu Presiden pertama RI Sukarno, ini, mengutip pernyataan Kobayashi. Dirinya juga sependapat dengan hal itu. Sudirman, lanjut wanita yang bernama lengkap Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Soekarno Putri, pantas mendapatkan posisi di Jepang, mengingat selain sebagai pahlawan bagi bangsa Indonesia, ‘jenderal besar’ itu juga menjadi lambang bagi tradisi etos kerja tinggi, disiplin, dan loyalitas. Sikap itu antara lain didapat Sudirman saat berhenti menjadi guru, dan bergabung dalam PETA (Pembela Tanah Air), gemblengan tentara Jepang tahun 1943. Kobayashi, tutur Anggota DPR Komisi X ini, tampak mengangguk-angguk saat mendengar ia menyebut PETA. Seolah teringat masa-masa kekuasaan Jepang di Indonesia. Kobayashi yang lulusan John F Kennedy School of Government, Harvard University, juga mengemukakan harapannya, agar melalui peletakkan patung tersebut, dapat meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang. Ia juga mengungkapkan tentang pentingnya membina suasana damai antar-negara. “Indonesia dan Jepang samasama negara demokratis. Kita tentu sepakat, bahwa demokrasi senantiasa memperjuangkan kedamaian. Karena itu, kami sangat prihatin dengan permasalahan di Laut China Selatan,” begitu dikatakan Kobayashi. Puti menyatakan, sebagai warga negara Indonesia, ia berharap persoalan Laut China Selatan bisa diselesaikan secara damai. Seolah paham tamunya tidak mau terseret dalam isu panas di Laut China Selatan, maka Kobayashi segera memecah suasana melemparkan statemen, “Bagi saya, Indonesia bukan negara asing. Usia lima tahun, saya pernah tinggal di Jakarta mengikuti ayah yang bekerja di sana. Kemudian setelah menjadi pejabat, saya juga mengunjungi Indonesia. Indonesia sungguh negara yang baik. Dalam konteks Hankam, Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi Jepang,” papar Kobayashi yang pernah menjabat Menteri Keuangan itu. Sebagai informasi, dalam Puti Guntur dan Wakil Menteri Pertahanan Jepang Kobayashi kunjungannya ke Jepang, Puti

berkesempatan memberi pidato umum di Universitas Kokushikan, Tokyo, pada Kamis 3 November 2016, lalu. Di hadapan para hadirin ia menyampaikan pidatonya berjudul “Pancasila, Menuju Tata Dunia Baru’. Mirip dengan judul pidato kakeknya di PBB pada 30 September 1960 yang berjudul ‘To Build the Puti Guntur meletakkan karangan bunga di bawah patung perunggu World a New’. Yang juga menarik, ternya- Jenderal Sudirman yang terletak di area kementerian pertahanan Jepang ta di universitas tersebut terdapat ‘Soekarno kementeriannya memiliki tugas khusus Research Center’. Pusat kajian ini masih terbi- untuk meningkatkan beberapa hal yang lang baru, yakni diresmikan pada 22 Juli 2015 berpotensi dikembangan, salah satunya di Asia Japan Research Center Kokushikan Uni- adalah rencana meluncurkan roket. Sebaversity. Pada saat peresmian, Puti Guntur juga gaimana diketahui, proyek pembangunan hadir di sana dan memberikan pidato kebu- roket merupakan salah satu keberhasilan dayaan berjudul ‘Pancasila Bintang Penuntun’. Kementerian Khusus Jepang. Bersama Puti juga hadir sang ayah, Guntur Selain bidang khusus seperti teknologi, Soekarnoputra, yang merupakan putra sulung kewenangan kementerian dengan misi Bung Karno, juga sang ibu, Henny. spesial di Jepang juga diikuti pembagian Menurut Profesor Shibata Tokubumi, terirori. Artinya, kewenangan kementeKepala Asia Japan Research Center, pem- rian khusus, tidak selalu meliputi seluruh bentukan kajian Sukarno ini dilatarbelakangi negeri melainkan hanya beberapa kota kondisi dunia saat ini yang dilanda berbagai atau provinsi. Sehingga pernah dalam satu konflik yang disebabkan berbagai perbedaan periode, Jepang memiliki kementerian denyang hendak dipaksakan. “Kepemimpinan gan misi khusus penanggulangan bencana Sukarno meninggalkan warisan sekaligus (gempa) di salah satu provinsi. pelajaran bagi dunia berupa filosofi yang Puti mengatakan, dirinya mengapresiasi mengedepankan harmoni untuk menak- model kementerian dan lembaga di Jepang lukkan perbedaan yang terkandung dalam yang bisa lebih lentur dan fokus. Pengadaan semboyan Bhineka Tunggal Ika”. kementerian dengan misi spesial, diyakini Hal yang sama juga disampaikan Shibata, mampu menjadi kepanjangan pemerintah Rektor Universitas Kokushikan, Profesor yang efektif dalam mengoptimalkan poNobuyuki Miura, yang mengingat kem- tensi masyarakat di bidang apa pun, baik bali peran dan jasa Sukarno membangun teknologi, pendidikan, seni-budaya, dan kekuatan Asia untuk melawan hegemoni bidang-bidang lain. “Di era pemerintahan Barat. Antara lain melalui Konferensi Asia presiden pertama, Sukarno, juga dikenal Afrika dan pesta olah raga negara-begara kementerian dengan misi khusus,” ujar baru dalam Ganefo. Puti seraya mengisahkan beberapa poin penting hubungan Indonesia – Jepang sejak KEMENTERIAN KHUSUS era Sukarno hingga sekarang. ERA BUNG KARNO Sebagaimana halnya Tsuruho, Puti juga Kembali ke soal kunjungan Puti ke berpendapat bahwa hubungan Indonesia – Jepang. Dalam kesempatan itu ia dan Jepang sangat penting. Bukan saja karena rombongan juga mengunjungi Yosuke memiliki keterkaitan historis yang panjang, Tsuruho, Menteri Negara Urusan Khusus lebih dari itu, Jepang bagi sebagian besar Jepang (Ministry of State for Special Mis- negara di Asia, adalah prototipe negara maju sion)di kantornya. Dirinya, ucap Puti, jadi yang sukses menjaga spirit tradisi luhur. teringat era Bung Karno, di mana pada “Saya anggota DPR RI yang membidangi zaman mediang kakeknya berkuasa, juga antara lain pendidikan, pemuda, olahraga, pernah dibentuk satu kementerian khusus. dan perpustakaan, sangat concern terharap Jabatan ketika itu disebut Menteri Negara perlunya kerjasama Indonesia – Jepang ke Yang Diperbantukan. Menteri-menteri depan. Terutama di bidang pendidikan dan inilah yang mendapat penugasan khusus olahraga. Saya berharap makin banyak madi bidang yang khusus pula. hasiswa Indonesia yang bisa mendapatkan Dalam percakapan dengan Menteri beasiswa dan kesempatan belajar di Jepang. Tsuruho, Puti mendapat gambaran apa Demikian pula sebaliknya,” kata wanita saja yang menjadi tugas dan kewenangan kelahiran Juni 1971 ini. kementerian tersebut. Menurut Tsuruho, (diana.runtu@cybertokoh.com)


4

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Inspirasi

Mandalika

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

21

Langkah Kecil untuk Hasil Besar Dekatkan Pendidikan Lingkungan Lewat Eco Mobile

“Jangan buang sampah sembarangan”. Slogan dan ajakan ini dinilai tidak begitu efektif untuk merubah perilaku agar tidak membuang sampah sembarangan. Memperlihatkan contoh dengan sikap itulah yang dinilai paling efektif. “Ayo kita membuat sesuatu dari sampah ini,”… begitu Aisyah Odist, pendiri Bank Sampah NTBM, bicara pada anak-anak. Setidaknya itu adalah langkah kecil untuk mendapatkan hasil yang besar, dengan memulainya dari yang murah dan mudah.

Suami Bangga kalau Istri Jago Public Speaking

Membangun sinergi untuk meningkatkan kualitas kaum perempuan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan workshop public speaking untuk kepala SKPD perempuan dan pejabat eselon III yang ada di lingkungan Pemkab Badung. Acara ini diselenggarakan Tabloid Tokoh, Bacaan Wanita dan Keluarga bersama Pemkab Badung. Narasumber yang dihadirkan Sri Sumahardani, pakar public speaking.

K

egiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Badung Kompyang R. Swandika. Dalam pengarahanya, Sekda menuturkan perempuan Bali merupakan perempuan yang bertipikal pekerja keras dan bisa bekerja di berbagai profesi. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya perempuan yang mampu menduduki jabatan tinggi. Sebagai pejabat tentu ada pesan-pesan yang disampaikan ke khalayak. Cara berkomunikasi pun sangat penting untuk dikuasai. Salah satunya dengan workshop public speaking. “Kami sangat mengapresiasi

kegiatan sinergi antara tabloid Tokoh (Kelompok Media Bali Post) dengan pemkab Badung dengan menghadirkan pakar public speaking Sri Sumahardani. Kegiatan ini saya harap akan makin meningkatkan kualitas perempuan Badung khususnya dan Bali umumnya,” ujarnya didampingi Redaktur Pelaksana Tokoh Ngurah Budi. Sebagai pejabat perempuan, Sekda mengingatkan mereka untuk pintar menyampaikan pesan ke masyarakat. Dengan sering berlatih dan terus menambah pengetahuan merupakan kiat bagi pejabat untuk bisa menyampaikan pesan ke masyarakat. “Contohlah

Sekda Badung Kompyang R. Swandika bersama Sri Sumahardani saat pembukaan workshop public speaking

merupakan modal untuk jago public speaking. Selain itu untuk menghilangkan kecemasan atau mengusir rasa takut, ubahlah fokus, rileks, prepare & practice, dan just one click merupakan kiat ampuh,” tegasnya. Sri Sumahardani yang dikenal “galak” saat menjadi juri lomba menyanyi mengatakan dengan menyanyi bisa mengatur nafas. Bagi yang kerap mengalami grogi dianjurkan untuk berlatih pernafasan 7x7x7 selama 7 kali. Artinya, tarik nafas 7 detik, tahan 7 detik, lalu Suasana workshop public speaking untuk kepala SKPD hembuskan selama perempuan dan pejabat eselon III yang ada di lingkungan Pemkab Badung 7 detik. Lakukan hal ini sebanyak Indira Gandhi, Hillary Clinton, Sri dani mentujuh kali agar Mulyani, dan Susi Pudjiastuti. Mer- j e l a s k a n nyaman dan eka perempuan yang hebat public kemamtenang. speaking-nya,” imbuh Sekda. p u a n Latihan Perempuan yang menda- p u b l i c membaca pat kepercayaan sebagai peja- speaking puisi juga bat sangat penting menguasasi merupapenting agar kemampuan public speaking. Ia kan ilmu kita mengerti akan bertugas menyampaikan ke yang bisa intonasi. Kamasyarakat, program-program dipelajari pan saatnya pemerintah. Penyampaian yang dan harus nada rendah dan benar akan membuat masyarakat sering dipkapan nada tinggi. mengerti. Penampilan, senyum, raktikkan. “PeKalau nada monoton, gestur, dan kemampuan diri mer- jabat perempuan orang yang mendenupakan hal-hal yang bisa dapat yang punya ilmu Ny.Kristiani Suiasa garkan akan merasa dengan menguasai public speak- public speaking akan bersama Sri Sumahardani bosan. Berlatih di deing. Jangan sampai cerdas sendiri hebat. Bisa bicara di tetapi tidak bisa menyampaikan depan umum. Suami bangga lho pan cermin (mirror effect) juga ke masyarakat. kalau istri jago bicara di depan menjadi sarana melihat penampiSekda menuturkan pengala- umum,” ujarnya di hadapan pe- lan diri. Makin sering berlatih akan mannya dulu ketika menjadi serta, termasuk istri Wakil Bupati membuat orang makin percaya diri untuk berbicara di depan umum. Kepala Dinas Pariwisata di usia 34 Badung Ny.Kristiani Suiasa. Sri juga memberikan kiat datahun. Ia grogi disuruh berbicara Sri Sumahardani memaparkan, lam memberikan pujian. Pujian di depan umum, apalagi kalau dari hasil penelitian, ada tiga hal rapat dengan DPRD. Namun, yang ditakutkan manusia, yakni yang disampaikan ke orang lain karena sering latihan, akhirnya ia ketinggian, kematian, dan public harus tulus, up to date, sesuai piawai berbicara di depan umum, speaking. Penelitian lain menye- kenyataan. “Banyak orang yang termasuk bisa menjadi juru kam- butkan 80% orang cemas, kha- mengaku jarang memberikan panye. “Sekarang, saya tinggal watir, tidak bisa tidur kalau harus pujian. Ini sama artinya dengan pujian itu barang langka. Padahal lihat apa temanya, selanjutnya berbicara di depan publik. kembangkan sendiri, tanpa teks Perempuan yang juga jago untuk memuji itu caranya sangat juga bisa. Semua karena saya menyanyi dan menjadi MC pun mudah,” tegasnya. Selain itu, ia belajar,” ungkapnya. memberikan kiat menghilangkan juga memberikan tips tersenyum ketakutan atau grogi saat berbi- yang elegan. Ternyata senyum itu PUJIAN ITU cara di depan umum. “Banyak juga mudah. Kalau mudah, menBARANG LANGKA berlatih membaca cepat, mem- gapa tidak dicoba? (inten.indrawati@cybertokoh.com) Sementara itu Sri Sumahar- baca puisi, bercerita, bernyanyi

K

eceriaan anakanak di Labu Api Lombok Barat terlihat ketika menyambut mobil yang membawa buku-buku bacaan bertema lingkungan hidup yang dibawa oleh eco mobile milik Bank Sampah NTB Mandiri. Mengajarkan untuk mencintai dan memelihara serta menjaga lingkungan hidup penting dilakukan sejak anak-anak usia dini. Hal inilah yang dilakukan Bank Sampah NTB Mandiri di Mataram dengan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain maupun dari satu kampung ke kampung lainnya. Mobil perpustakaan ini sengaja dibuat untuk berkeliling melakukan environment education. Mendekatkan anak-anak dengan pendidikan tentang lingkungan. Karena itulah mobil perpustakaan ini dibuat dengan tampilan yang unik dengan banyak warna untuk menarik perhatian anak-anak. Hasilnya memang menarik perhatian anak-anak sehingga di beberapa tempat yang pernah disinggahi meminta agar kehadiran eco

mobile dapat terjadwal. Meski baru beroperasi seminggu, Bank Sampah NTBM melihat antusiasme anak-anak saat diajak bermain sambil belajar berbagai hal tentang lingkungan hidup. Selain banyak buku bertema lingkungan, ada pula buku-buku umum yang bisa dibaca oleh remaja dan orang tua. “Tapi yang lebih diutamakan adalah buku tentang lingkungan untuk anak-anak,” ungkap Aisyah Odist. Meski koleksi buku belum terlalu banyak, eco mobile telah mendapat banyak ‘panggilan’ (pesanan) untuk datang ke sekolah-sekolah. Dalam seminggu beroperasi, Aisyah sudah melihat antusiame anak-anak baik yang di kota maupun di desa. “Jiwa anak-anak kota dan desa itu sama saja, yang membedakannya hanya fasilitas yang ada di sekelilingnya,” ujarnya. Anakanak menjadi target utama eco mobile karena anak-anak adalah investasi pendidikan masa depan. Lewat eco mobile ini Bank Sampah NTBM berharap agar pendidikan tentang lingkungan itu dapat dilakukan

dari akar hingga dahannya. Anak-anak diibaratkan sebagai akar dan remaja adalah dahannya. Eco mobile memang mendekatkan pendidikan lingkungan baik ke tempat-tempat formal seperti sekolah-sekolah maupun informal ke desa-desa yang akan terjadwal sesuai dengan pemintaan, hari sabtu dan minggu. Perpustakaan keliling ala Bank Sampah NTBM ini terbilang unik karena tidak hanya membawa buku-buku seperti perpustakaan keliling lainnya melainkan juga mengajarkan langsung anak-anak praktik menyikapi sampah dan

pengetahuan tentang lingkungan hidup. Ini dilakukan oleh bank sampah mengingat di sekolahsekolah resmi tidak mengajarkan secara khusus mata pelajaran berkaitan dengan sampah dan lingkungan. Maka Bank Sampah NTBM mengambil peran edukasi lingkungan hidup tersebut khususnya kepada anak-anak. Aisya odist turun langsung untuk mengajak anak bermain sambil belajar menyikapi lingkungan. “Belajar sambil bermain dengan alam dan lingkungan,” ungkapnya. Anak-anak dengan senang hati mendengarkan-

nya bercerita tentang sampah dan lingkungan. Selain itu, eco mobile juga mengajarkan anakanak untuk bisa tampil percaya diri dengan melatih mereka berkomunikasi. “Anak-anak dilatih untuk berani bicara di depan umum,” ujar Aisyah. Mobil ini adalah milik Bank Sampah NTBM yang dibeli dari mata rantai pengelolaan Bank Sampah NTBM selama ini. Bank sampah ini bukan tempat jual beli sampah melainkan juga hasil dari proses pengelolaan sampah ini dapat dirasakan juga masyarakat, salah satunya lewat eco mobile. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Etalase Istimewa untuk Penyandang Disabilitas

Selain itu Bank Sampah NTBM mulai memberdayakan para penyandang disabilitas untuk membuat keraji-

nan tangan berbahan dasar sampah. Mereka ini para penyandang disabilitas yang sebelumnya sudah dilatih

oleh bank sampah tersebut. Dengan kondisi yang kekurangan tersebut, membuat bank sampah ini juga menyediakan asrama bagi mereka. Saat ini mereka tengah melakukan orientasi dengan pekerjaan tersebut. “Selama masa orientasi mereka mendapatkan dana insentif dari Bank Sampah NTBM,” kata Aisyah. Mereka dapat pulang seminggu sekali dengan diantar jemput secara gratis. Di bank sampah ini mereka akan bekerja membuat kerajinan dari sampah. Dan Bank Sampah NTBM membuat etalase khusus untuk menampung karya-karya mereka di luar dari pekerjaan mereka di Bank Sampah NTBM. Etalase ini bernama etalase istimewa. Berapa pun kerajinan yang dihasilkan oleh para penyandang disabilitas ini akan ditampung dan dipasarkan oleh bank sampah

ini. Bank sampahlah yang akan mencarikan pembelinya. “Hasil penjualannya menjadi hak sepenuhnya dari yang punya karya,” kata Aisyah. Dalam etalase istimewa itu tidak hanya kerajinan dari

sampah, melainkan apa pun bentuk karya dari para penyandang disabilitas ini, seperti makanan atau kerajinan lainnya akan dijual dan dipasarkan lewat etalase istimewa. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)


22

Sosialita

Edisi 926/ 7 - 13 November 2016

Bisnis kuliner tidak ada ‘matinye’ kata orang Betawi. Bahkan di masa ekonomi lemah pun, bisnis kuliner tetap hidup dan berkembang. Begitulah potret yang terlihat di Jakarta. Tempat-tempat makan, baik kelas menengah maupun kelas ‘akar rumput’ tetap ramai pengunjung, khususnya di saat weekend.

S

eperti yang pernah diungkap oleh Made Ngurah Bagiana, salah satu pengusaha kuliner yang cukup sukses di Jakarta. Menurutnya, di masa lesu ekonomi seperti sekarang, di saat banyak bisnis terjerembab karena tak kuat bertahan, bisnis kuliner tetap eksis. “Orang boleh saja tidak belanja baju, barang elektronik, dll, tapi mereka pasti akan makan. Mereka pasti akan jajan makanan. Karena makanan memang adalah kebutuhan manusia. Itu sebabnya binis kuliner bisa tahan dalam berbagai ‘cuaca’,” kata Pak Edam, begitu orang sekelilingnya biasa menyapa. Bahkan uniknya, kini justru bermunculan bisnis kuliner menggunakan media baru, salah satunya adalah food truck. Geliat perkembangan food truck sudah semakin jelas di Jakarta. Kini kehadiran food truck bukan hanya ada di eventevent tertentu tapi juga hadir di lokasi-lokasi strategis bersama dengan tenda-tenda penjual makanan kaki lima. Tidak itu saja, di depan sejumlah sekolah di Jakarta juga tak jarang tampak mangkal food truck. Geliat bisnis kuliner dengan menggunakan kendaraan roda empat ini juga diakui oleh Vincent, salah seorang pengusaha food truck. Pemuda 29 tahun warga Jl Bungur, Jakarta Pusat, ini, mengaku telah 1,5 tahun menekuni bisnisnya dan perkembangannya sungguh menggembirakan. “Saya memulai bisnis ini sebelum kondisi seperti sekarang. Dulu masih jarang, tapi sekarang jumlahnya sudah makin banyak. Kini mereka bukan hanya meramaikan eventevent tertentu tapi juga mudah dijumpai di tempat-tempat strat-

Vincent sedang mengatur makanan pesanan pembeli

Bisnis Food Truck harus Rajin “Putar Otak” egis,” kata Vincent. Vincent sendiri boleh dibilang pemuda yang ‘doyan’ berbisnis. Meski usianya tergolong muda, namun ia telah mencicipi beragam bisnis. Di luar bisnis kuliner, dia juga sampai kini masih menekuni bisnis bengkel kendaraan bermotor. “Kayaknya bisnis sudah hobi, ya. Mungkin karena faktor keturunan. Orangtua saya juga berbisnis. Jadi sejak kecil saya sudah hidup dalam lingkungan itu. Saya memulai dari bisnis bengkel yang memang menjadi hobi sejak kecil. Kemudian merambat ke bidang lain,” ungkapnya. Setelah itu, ia mulai tertarik bisnis kuliner. Karena dilihatnya di antara banyak bisnis, salah satu yang paling eksis dalam segala situasi adalah kuliner. Ia memulai dari menjual roti bakar dengan menggunakan gerobak, setelah itu ia mencoba mendirikan ‘bengkel cafe’. Ini seperti ‘warung’ tempat anak muda nongkrong sambil ngopi-ngopi plus makanan kecil. Yang jadi ‘warung’ adalah mobil mini bus yang sudah dimodifikasi. “Tapi kurang berkembang, mungkin karena model seperti itu masih baru,” kata Vincent yang kemudian beralih ke bisnis food truck. Ternyata usaha itu cukup berhasil bahkan kini—sejak tujuh bulan lalu--- ia telah berhasil membeli lagi sebuah truck yang disulapnya jadi ‘food truck’. “Tapi jenis produk kuliner yang saya jual berbeda dengan yang pertama. Sudah tujuh bulan ini saya berjualan ‘Nasi Mangkok’,” tutur Vincent yang ditemui di kawasan Kemayoran. Ternyata, bisnis ‘Nasi Mangkok’ lebih mudah diterima pasar. Ini terbukti dari cepatnya berkembang bisnis ini dibanding bisnis kuliner yang ditekuni sebelumnya. “Dari pengalaman saya, kunci keberhasilan selain dari rasa produk, juga

Kampanye anti korupsi kini sedang gencar-gencarnya dilakukan. Salah satunya dengan gerakan nasional Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali Cokorda Istri Anom Pemayun, S.H., M.H. yang sebelumnya sempat mengikuti Seminar Nasional dan Pelatihan SPAK di Jakarta, Februari 2016, kini sedang getol-getolnya memberikan sosialisasi kepada para anggotanya tentang anti korupsi tersebut. “Dalam pelatihan itu, kami dididik dan diajarkan untuk mulai berbuat jujur pada diri sendiri. Selanjutnya, kepada anak, cucu, keluarga, bahwa dengan berbuat jujur kita juga bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan,” ucap istri Sekda Bali Cokorda Ngurah Pemayun, S.H., M.H. ini.

I

a mengatakan, DWP-DWP di Indonesia diundang mengikuti Semnas SPAK ini, dikarenakan secara umum korupsi dilakukan PNS/ANS (Aparatur Sipil Negara), anggota dewan dan hanya sebagian

pada kejelian kita sebagai pengusaha dalam membaca pasar. Yang penting lagi, kita harus ulet dan kuat mental. Karena namanya bisnis pasti ada banyak masalah, termasuk soal persaingan,” ungkapnya. INVESTASI BESAR, BERJUANG HABIS-HABISAN Karena dilihatnya perkembangan bisnis ‘Nasi Mangkok’ cukup maju, maka ia pun tak segan-segan berinvestasi cukup besar. “Saya dan partner terjun langsung di bisnis ini. Saya menangani pemasaran, dll, termasuk melayani pembeli. Investasi kami cukup besar, ibaratnya saya habis-habisan di sini, karenanya berharap benar ini bakal maju,” kata Vincent yang mengaku harus membagi waktu dengan bisnis bengkelnya yang sudah lebih dahulu eksis. “Kalau dibilang lelah, ya lelah banget, apalagi kalau harus terus bergerak. Tapi namanya juga berjuang, tetap harus dilakukan,” tambahnya. Modal besar, setidaknya dari mobil truk yang ia beli. “Truk ini

truk bekas ya, harganya sekitar Rp 300 juta, belum lagi harus dimodifikasi dengan berbagai fasilitas di dalamnya, termasuk dapur. Jadi kalau ngomong modal, boleh dibilang cukup besar. Belum lagi biaya pembuatan produk, dll. Demi memperluas pasar, Vincent, sangat rajin mengikuti berbagai event yang sudah terjadwal di kalender event Jabodetabek, di luar itu dia juga rajin memasarkan produknya ke masyarakat. “Tahun ini boleh dibilang aktivitas kami padat sekali, ada banyak event yang kami ikuti. Bahkan sampai tahun depan agenda kami cukup banyak. “ “Malah salah satunya adalah ada customer yang memesan kami untuk meramaikan pesta pernikahan. Hahahha...bayangkan food truck saya akan masuk dalam acara pesta pernikahan. Ini order yang lumayan lho,” kata pemuda itu dengan wajah semringah. Di luar itu, food truck nya juga mangkal di sebuah SMA swasta terkenal di Jakarta. Perkembangan pesat ini, lanjut Vincent, tak terlepas dari semakin berkembangnya bisnis food truck di Jakarta. Masyarakat, sepertinya sudah bisa menerima kehadiran kuliner yang dijajakan dengan menggunakan mobil. Apalagi rasa dari makanan itu pun sama enaknya dengan di restoran, dan harganya bersahabat. Untuk menyamankan pembeli, Vincent juga menyiapkan beberapa meja dan bangku. “Sebagai pengusaha kita tak boleh cepat puas. Meski sekarang terlihat maju namun kita harus terus berinovasi, baik produk, servis maupun fasilitas lain. Apalagi persaingan cukup tajam karena kita tidak hanya bersaing dengan sesama food truck tapi juga binis kuliner konvensional lainnya. Belum lagi sekarang ini, juga, makin banyak restoran-restoran terkenal menurunkan pasukan food trucknya untuk penetrasi pasar. Karena itu kita tidak bisa hanya diam, harus ‘putar otak terus’,” ungkapnya. Untuk bisa berjualan di eventevent atau pun di tempat-tempat

strategis, Vincent menuturkan, setidaknya ia harus membayar sewa antara Rp 500 ribu-Rp 1 juta per hari. Tergantung besar-kecilnya event. Namun, meski harus membayar cukup besar, ia mengaku tidak pernah rugi. Keuntungan yang didapatnya cukup lumayan, itu sebabnya ia sangat optimis dengan bisnisnya ini. “Saya merasa bisnis food truk, lebih menguntungkan dibanding bisnis kuliner yang hanya stay di satu tempat. Kalau kita rasa nggak ramai, ya kita bisa pindah. Itu kan tidak bisa dilakukan oleh mereka yang berjualan di tempat permanen,” kata Vincent yang juga pernah berjualan di beberapa tempat di Bodetabek. Meski perkembangan bisnis food truck menunjukkan tren kenaikan, namun katanya, tidak mudah untuk menekuni bisnis ini. Sebagai contoh, cukup banyak teman-temannya yang juga mencoba bisnis tersebut, akhirnya tidak kuat dan rontok satu per satu. “Rata-rata mereka hanya bertahan beberapa bulan. Maka saya pun dalam berbagai event sering ketemu ‘muka-muka’ baru,” katanya. Hal senada juga pernah diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Food Truk Indonesia (AFTI) Joko Waluyo. Menurutnya, meski usaha tersebut terlihat berprospek bagus namun tidak mudah menjalankannya. Banyak pengusaha food truck yang tidak ‘tahan banting’ akhirnya gugur. “Kira-kira sekitar 20-30% pengusaha food truk gugur di dua bulan pertama operasional,” ungkap Joko. Untuk itu, tambahnya, sebagai organisasi AFTI pun ikut turun tangan membantu memberi pengarahan bagi para pengusaha-pengusaha baru agar bisa bertahan di masa-masa awal operasi mereka. Hasilnya cukup baik, karena angka pebisnis yang gagal di bulan-bulan awal operasi semakin menurun. Bahkan kini jumlah pengusaha di bisnis ini berkembang semakin banyak. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

CIA Pemayun

Tak Gentar Serukan SPAK

kecil oleh pegawai swasta. “Dengan demikian, istri-istri ASN diharuskan ikut kegiatan SPAK. Waktu itu, dari Bali hanya saya dan Wakil Ketua 1 DWP Provinsi Bali yang ikut. Berikutnya saya ditugaskan oleh pusat Jakarta untuk ikut membantu memberikan sosialisasi tentang SPAK kepada ibu-ibu dharma wanita di Bali,” ujar CIA Pemayun yang sudah bekerjasama dengan KPK dan BPKP terkait hal ini. Sebelum mengikuti pelatihan SPAK di Jakarta, CIA mengatakan dirinya sudah mengantisipasinya dengan memberikan sosialisasi tentang anti korupsi ini dengan mendatangkan narasumber langsung dari pusat, KPK (Komisi Pem-

CIA Pemayun bersama keluarga

berantasan Korupsi) dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pemerintah), tahun lalu. Bahkan, apa yang dilakukannya tersebut mendapat aplaus dari KPK, karena Bali adalah DWP pertama di Indonesia yang melaksanakan ceramah anti korupsi. Bagi perempuan berusia 58 tahun ini, informasi tersebut bagus dan bermanfaat serta bisa membantu para suami terhindar dari tindakan korupsi. Misalnya pemberian kue ucapan terima kasih itu, apakah termasuk gratifikasi. “Saya baru tahu, apa saja yang bisa dikatakan korupsi dan jadi berhati-hati. Dengan adanya ini, ibu-ibu/istri-istri juga ikut mengawasi,.. uang apa ini Pa, balikin... Saya hanya bagian kecil dari pemerintah yang ikut memerangi korupsi, membantu pemerintah mengurangi korupsi di lingkungan kerja suami,” ucapnya. Sosialisasi anti korupsi yang gencar dilakukannya ini, diakuinya banyak mendapat hujatan dan cemoohan dari rekan-rekan pejabat dan istri-istri ASN. Ada yang menyebutnya “meludah diri sendiri”, ada juga yang bilang “jeruk makan jeruk”. Namun, CIA Pemayun tak gentar. “Saya tidak takut sepanjang berjalan di atas rel aturan. Saya berpikir, kita sebagai warga Negara Indonesia seharusnya ikut membantu program pemerintah. Apalagi pemerintah memang menyasar ASN, dan kebetulan saya sebagai istri seorang ASN,..yaa kita bantu menyosialisasikan dengan memberikan ceramah untuk menambah pengetahuan ibu-ibu, apa saja yang bisa disebut korupsi dan ting-

CIA Pemayun saat mengikuti Semnas dan Pelatihan SPAK di Jakarta, Februari lalu

katannya,” tutur putri dari almarhum Cokorda Ngurah Pemayun dan Jro Ketut Nuratni (almh.) ini. Dan sekarang, semua provinsi dan kabupaten di Indonesia diharuskan menyelenggarakan kampanye anti korupsi dan gerakan SPAK. Bahkan

DWP Sejahterakan Anggotanya

Aksi sosial donor darah

CIA Pemayun yang menjabat Ketua DWP Provinsi Bali periode 2013-2018, melaksanakan kegiatankegiatan, seperti bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, donor darah, dll. Sesuai dengan aturan DWP (AD ART) pusat, DWP harus menyejahterakan anggota dulu, baru kemudian eksis keluar. Berpijak pada itulah, CIA Pemayun melangkah mengawal DWP Provinsi Bali. Dalam kategori menyejahterakan anggota, ia memberikan kesehatan prima pada anggota (ibu-ibu), seperti rutin menyelenggarakan pemeriksaan kanker serviks, dan pemeriksaan dini (USG) kanker payudara. Juga melaksanakan donor darah tiap 3 bulan.

3

Ibu tiga putri ini sangat berharap pemerintah pusat atau pemerintah daerah membantu kaum perempuan dalam pengadaan alat untuk pemeriksaan kanker payudara. “Saat ini di Bali, alat tersebut hanya dimiliki Puspem Badung dan satu RS Swasta di Denpasar. Harapan saya, seluruh kabupaten/kota memiliki satu alat tersebut, yang bisa mendeteksi secara dini kemungkinan terkena tumor/kanker payudara atau abses sehabis menyusui, untuk bisa menunda kematian dini pada kaum perempuan. Karena sekarang ini cukup banyak angka kematian perempuan/ibu karena kanker payudara dan banyak pula ditemukan penyakit ini pada perempuan usia produktif terutamanya di daerah perdesaan,” paparnya. Kegiatan lain DWP Provinsi Bali, tiap tahun memberikan 1 bedah rumah dan beberapa perbaikan rumah bagi anggota DWP (istri ASN Golongan 1 dan Golongan 2) yang tak memiliki rumah atau rumahnya tak layak huni. Aksi ini dilakukan menyebar ke kabupaten/kota di Bali. Program bedah rumah untuk ASN ini dikatakan CIA Pemayun untuk menepis anggapan masyarakat luas bahwa ASN sudah mampu membangun rumah sehingga tak perlu dibantu. Namun ketika ditelusuri, ada beberapa ASN yang memang sangat membutuhkan bantuan ini. Pendanaan dari program bedah rumah tahun ini dikatakannya dari dana iuran

anggota DWP Provinsi. Sementara bedah rumah tahun lalu didapat dari donasi para alumni SMP dan SMAnya. Selanjutnya, DWP dari masing-masing kabupaten/kota itu yang menyempurnakan dan memberikan isi dari rumah tersebut. Program berikutnya, ia tengah berancang-ancang untuk mengajak lebih banyak perempuan/ibu-ibu dalam memerangi korupsi, membantu pemerintah menyosialisasikan SPAK. Kedua, ikut membantu pemerintah agar para anggota DWP menjadi wanita yang bisa menghasilkan ekonomi kreatif. “Tahun depan saya berencana memberikan pelatihan salon, pembuatan banten,

dan memasak kepada ibu-ibu yang berminat. Sehingga dengan mengusai keterampilan tersebut mereka bisa menghasilkan walau dengan modal kecil, dan bisa membantu menopang ekonomi keluarga. Apalagi sekarang zaman teknologi, dengan online di rumah saja sudah bisa menghasilkan uang,” ucap CIA Pemayun yang sempat sukses mengelola kantin di kantor gubernur Bali ini. Berikutnya, ia ingin menegaskan kembali bahwa setiap istri ASN dan karyawati adalah anggota dharma wanita. Jadi sampai pensiun pun masih menjadi dharma wanita. “DWP kita masih banyak yang belum tahu akan hal ini. Ini sudah diatur dalam undang-

sekarang SPAK sudah ditanamkan mulai dari tingkat yang paling bawah sampai dewasa. “Sekarang, semua orang yang dulu mengatakan saya ‘jeruk makan jeruk’, pada gigit jari,” ujar dosen di Fakultas Hukum Unud ini. -ten undang pokok kepegawaian,” ucap Ketua Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga) Bali ini yang belum lama ini sempat diundang Konjen dari Hongkong untuk mengisi acara HUT Kemerdekaan RI menarikan tarian klasik-Tari Legong Keraton Lasem. Ke depannya, ia mengimbau semua karyawati dan istri ASN aktif dalam organisasi dharma wanita di kantornya masing-masing. “Mari kita bergabung di wadah ini. Karena di sini kita bisa berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan juga tahu dunia kerja suami sehingga tak hanya bisa menuntut pada suami. Itu pentingnya pertemuan. Mari bergabung, jangan sampai ada kesan dipaksa jadi dharma wanita karena karyawati dan istri ASN otomatis adalah dharma wanita, yang visi misinya cukup jelas, yakni menyejahterakan anggota,” pungkasnya.-ten

Pemeriksaan kesehatan, pencegahan dini kanker payudara


2

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

GORO-GORO Akhirnya Jessica divonis hakim 20 tahun penjara. Terbukti sudah membunuh saPutu Wijaya habatnya Wayan Mirna dengan mencampurkan sianida ke dalam es kopi Vietnam. Termasuk dalam katagori pembunuhan kejam yang direncanakan dengan hati dingin. “Menurut pembawa acara TV, masyarakat yang hadir di luar gedung persidangan pengadilan terbelah dua,” kata Bu Amat,”sebagian menyambut gembira keputusan hakim, sebagian menganggap Jessica tidak terbukti melakukan pempunuhan. Bagaimana itu, Pak?” Muka Amat nampak tak senang. “Ya kita lihat saja nanti dalam keputusan banding seperti yang sudah direncanakan oleh pengacara Jessica. Tapi media kan memang selalu begitu, sukanya yang heboh-heboh, maklum itu barang dagangannya. Berita itu sudah jadi komoditi mahal. Kalau perlu digoreng sedikit supaya lebih menarik! Iklan bertaburan,

duit berlimpah. Masyarakat penonton memang senang padahal jadi megaburan!” “Ah, Bapak jangan curiga begitu!” “Curiga bagaimana? Faktanya begitu! Dengerin, Bapak percaya, seandainya vonis hakim itu lebih ringan dari 20 tahun atau malah membebaskan Jessica seperti yang diharapkan pengacaranya, semua orang akan marah!” Bu Amat tertegun. “Maksud Bapak, semua orang ingin Jessica dihukum?” “Semua orang ingin pembunuh Mirna dihukum!” “Jessica?” “Siapa pun!” Bu Amat bingung. “Jadi Bapak tidak percaya Jessica pembunuhnya?” Amat lama terdiam. Kemudian dia seperti bicara sama dirinya sendiri. “Dulu dalam pengadilan tradisional, kita kenal ada yang disebut mecorah. Sumpah mecorah. Kalau sudah buntu dan tidak ada bukti nyata yang bisa memastikan saipa yang bersalah, peradilan adat lalu menempuh jalan terakhir: yang bersengketa samasama bersumpah bahwa ia benar,

Ekspresso

jessica

dengan meminum air yang sudah diberi upacara. Konon yang salah, tak berapa lama kemudian, biasanya akan mati secara misterius. Sekarang orang memang masih suka bersumpah, tapi akibatnya tidak seperti dalam mecorah tadi. Artinya sumpah tidak lagi bertuah! Kecuali Soempah Pemoeda!” Amat tersenyum mau mengalihkan pembicaraan. Tapi Bu Amat masih memikirkan Jessica. “Kalau tak salah lihat, Jessica kan juga bersumpah bahwa ia tidak melakukan perbuatan pembunuhan itu!” “Ya itu maksud bapak tadi. Sumpah sekarang ini, banyak yang palsu!” “Menurut bapak Jessica bersumpah palsu?” Amat menggelak.. “Bapak tidak tahu. Bapak tidak mengomentari sumpah Jessica. Bapak hanya mau bilang, dalam kenyataannya, banyak yang tidak kita tahu. Mereka yang hadir di luar gedung sidang pengadilan itu pun lebih banyak yang tidak tahu. Itulah yang membuat mereka datang agar bisa tahu.” “Jadi sekarang, mereka sudah tahu, belum?” Amat menggeleng.

“Satu-satunya orang yang tahu betul hanya Jessica sendiri!” Bu Amat berhenti bertanya. “Ngomong sama bapakmu, bukannya persoalan jadi jelas, gamblang, tapi lebih kusut!” curhat Bu Amat esoknya melapor pada Ami. “Persoalan apa lagi, Bu?” “Soal Jessica yang divonis 20 tahun. Adil tidak?” Ami menatap ibunya. “Ibu mau jadi pengacara?” “Bukan, ibu ingin tahu sebenarnya yang salah itu siapa?” “Ya kita semua juga begitu, itu yang dilakukan pengadilan sekarang!” “Apa betul Jessica pelakunya?” “Pertanyaan itu bisa dibalik. Apa betul bukan Jessica pelakunya?” Bu Amat terhenyak “Ibu jangan hanya mencoba jadi ibunya Jessica, coba juga jadi

ibunya Mirna. Apa pun nanti nasib Jessica yang jelas nasib Mirna sudah tidak bisa berubah lagi!” Bu Amat tak menjawab. Pulang ke rumah ia menangis. Amat bingung melihat keadaan istrinya. “Ini bukan masalah hukum lagi, ini perasaan seorang ibu yang kalau tercampur dalam proses peradilan, semuanya bisa ngambang. Ingat, kita hidup di negara hukum, bukan di negara ibu atau bapak. Biarkan hukum saja yang menyelesaikan persoalan-persoalan hukum. Dan biarkan hukum berani mengambil keputusan, jangan sampai hukum justru mengaburkan persoalan. Percayakan pada hati nurani hakim. Kasus ini akan jadi contoh di masa depan karena keadilan dan kebenaran menjadi tambah sulit dikenali karena kejahatan kian canggih berkelit dan dibela oleh ahli-ahli yang juara bersilat lidah.” Bu Amat mengangguk, tapi berbisik: “Saya takut, kalau kejahatan yang lebih pintar dari kebenaran dan keadilan, lebih laku dari yang sebaliknya.”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

yang juga sering kita dengar seperti : rendez-vous, déjà vu, … Belajar bahasa asing memang memerlukan sebuah ketekunan, namun bisa dipelajari seiring waktu. Bagi yang berminat mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Perancis, ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan untuk keberhasilan. Yang sangat penting diperhatikan adalah pengucapan. Pengucapan merupakan salah satu kunci keberhasilan seperti halnya mempelajari bahasa asing lainnya. Karena kesalahan dalam pengucapan bisa benar-benar membuat kalimat dan maknanya menjadi salah. Hal ini bisa dilatih dengan sering mendengarkan atau menonton film-film Perancis untuk memahami aksen. Pusat kebudayaan Perancis juga telah ada di beberapa kota di Indonesia di mana kita bisa memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan. Untuk bisa mengucapkan dengan benar, kita tidak bisa hanya mengandalkan tulisan tetapi kita perlu mendengar. Selanjutnya sebagai langkah awal perlu diketahui kata dan ka-

Ni Kadek Sulistiawati

limat dasar dalam bahasa Perancis, seperti mengucapkan salam, menanyakan kabar, berkenalan dan menjawab pertanyaan tertutup. Ada satu hal yang istimewa dalam bahasa Perancis yang dikatakan salah satu bahasa tercantik di dunia, yaitu kata kerja dalam bahasa Perancis memerlukan konjugasi. Yang dimaksudkan dengan konjugasi adalah perubahan kata kerja sesuai dengan kata gantinya. Dalam hal ini, tata bahasa menjadi

sama pentingnya dengan kosakata. Kedua hal ini akan saling mendukung. Menghafalkan kosakata dan memahami tata bahasa agar dapat menggunakan kosakata tersebut untuk membuat sebuah kalimat. Dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak yang bisa dijadikan penunjang untuk sebuah keberhasilan. Namun ada hal yang tidak disarankan dalam belajar bahasa Perancis atau bahasa asing lainnya, yaitu memanfaatkan penerjemah otomatis untuk menerjemahkan. Hal ini tidak disarankan karena ada beberapa ekspresi yang maknanya tidak dapat dipahami penerjemah otomatis.

Bagi yang sedang dan sudah mulai menguasai, biasakanlah berbicara dengan bahasa Perancis pada diri Anda sendiri saat tidak ada orang di sekitar kita. Hal ini dilakukan bukanlah bertujuan untuk pamer atau membuat orang kagum, tetapi dilakukan sebagai bentuk latihan untuk membantu diri kita dalam mengingat, baik kalimat maupun kosakata. Bahasa Prancis adalah salah satu bahasa yang indah. Bersenang-senanglah dalam mempelajarinya! Ni Kadek Sulistiawati Guru Privat

Para peserta Pemilihan Putri Citra, para undangan, juri, dan sebagian panitia berfoto bersama Ibu Bintang Puspayoga usai acara

Malam Grand Final Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional yang ke-32 Tahun 2016 dilangsungkan Minggu (30/10) di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Juara Umum yang sekaligus berhak menyandang gelar Putri Citra Indonesia 2016 diraih oleh Dewi Amor dari Sulawesi Tenggara. Dewi Amor berhak atas Piala Tetap Ibu Bintang Puspayoga yang diserahkan langsung istri Menteri Koperasi dan UMKM RI tersebut. uara I dipegang Aldhe Putri Puti Khalisa dari Jawa Tengah, Juara II Salis Fahmiarta dari Jawa Tengah, dan Juara III digondol oleh Saskia Isabella dari Banten. Sementara salah seorang finalis dari Bali, Putu Mahesa Arsita harus puas berada di posisi Harapan I. Namun dalam kategori lain, Putu Mahesa Arsita ini berhasil menyabet Juara I dalam Pemilihan Putri Bunga. Kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut mendatangkan juri dari berbagai kalangan, yakni Mamie Hardo, Yun Ardjuna, Yunita (dari DPP Argadia), MF Murti Haryati (mantan Putri Citra), dr. Laksmi Duarsa, Sp. KK., Onik Demer (mantan Putri Citra), Made Herry Erika, dan Faras Hidayati. Penilaian meliputi bakat seni, kemampuan ber-

bahasa Inggris dan berbicara, pengetahuan akan pariwisata, tata rias serta tata perilaku. Sebelumnya, kegiatan yang bertema “Melalui Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-32, Kita Tingkatkan Diri Menjadi Pribadi yang Cerdas, Terampil dan Berkarakter” ini juga diisi dengan berbagai lomba yang diadakan di Gedung BCIC, Jl. WR Supratman 32, Tohpati Denpasar, yakni Pemilihan Putri Citra Cilik dan Remaja, Pemilihan Putri Bunga Argadia, Pemilihan Putra-Putri Batik/ Tenun Nusantara, dan Prestasi Seni. Diramaikan juga dengan pameran produk UKM dari Bali dan beberapa daerah lainnya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hj. Aisyah Jafar dalam sambutan yang dibacakan oleh Yun Ardjuna mengatakan, Yayasan Argadia sebagai sebuah organisasi yang berg-

Penyerahan piagam penghargaan oleh penanggung jawab acara Anak Agung Ayu Ketut Agung kepada WHDI Bali, Ary Suta Center, Ny. Selly D. Mantra, dan Viva Cosmetics yang telah mendukung acara Pemilihan Putri Citra

erak dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya, rutin menggelar acara ni tiap tahunnya. Salah satu tujuannya adalah untuk menggali, melestarikan, mengembangkan, dan membangkitkan budaya bangsa Indonesia, terutama pada generasi muda. Sementara, Ibu Bintang Puspayoga sangat mengapresiasi ajang pemilihan Putri

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Dewi Amor, Putri Citra Indonesia 2016

J

Mengenal Salah Satu Bahasa Asing Terpenting di Dunia

Melanjutkan artikel berjudul “SELANGKAH LEBIH MAJU DENGAN MENGUASAI BAHASA ASING” yang telah dimuat di Tokoh edisi 920, maka salah satu dari berbagai bahasa asing yang patut untuk dipertimbangkan dewasa ini adalah Bahasa Perancis. Bahasa Perancis merupakan salah satu dari rumpun bahasa Roman yang paling banyak dituturkan di dunia. Bahasa Perancis yang sering juga disebut ‘’le français atau la langue française’’ menjadi salah satu bahasa asing yang penting selain bahasa Spanyol, Italia dan Portugis dan dituturkan di berbagai belahan dunia. Bahasa Perancis juga dipakai sebagai salah satu bahasa resmi oleh organisasiorganisasi dunia seperti FIFA, PBB dan juga Uni Eropa. Di sisi lain, dalam sebuah survei, beberapa kata dalam bahasa Perancis juga terpilih menjadi kata paling romantis di dunia. seperti salah satu contoh kata ‘’amour’’ yang telah berhasil menggusur kata ‘’amore’’ dalam bahasa Italia . Beberapa kata lain

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Penari Legong Keraton Sekar Ayu Jegeg. Dari kika: Sagung Ratmudiani, CIA Pemayun, Ida Ayu Asiawati Oka, dan Ni Ketut Nordhi

Citra Indonesia se-Nusantara ini. Menurutnya, kegiatan ini secara tak langsung mampu mendorong kerajinan tradisional serta membantu UKM. “Salah satunya yaitu pakaian dan aksesoris peserta yang memakai kain khas daerahnya masing-masing. “Hal ini yang akan mendorong pengembangan UKM yang ada, yang nantinya bisa membangun ekonomi kerakyatan,” ujarnya. Pemilihan Putri Citra Indonesia ini juga dikatakannya mampu mendorong program pariwisata yang saat ini digencarkan, mendorong hasil kerajinan daerah, serta mendorong kecintaan terhadap sesama dan tanah air. “Muaranya tidak hanya mendapat juara, namun lebih dari itu,” ucapnya. Melalui Pemilihan Putri Citra ini diharapkan para generasi muda mewarisi semangat Kartini. Dalam malam Grand Final tersebut tampak hadir Bupati Karangasem Mas Sumantri yang memberikan sponsor spontanitas berupa uang tunai yang kemudian oleh panitia diperuntukkan sebagai uang pembinaan kepada pemenang lomba, Ketua TP PKK Denpasar Ny. Selly D. Mantra, Paduka

Raja Mulawarwan, serta undangan dari asosiasi lain. Acara tersebut dimeriahkan hiburan Tari Jauk Manis, fashion show oleh Cok Abi, dan juga Tari Legong Keraton Sekar Ayu Jegeg yang ditarikan oleh Ida Ayu Asiawati Oka (istri Gubernur Bali periode 19881998), CIA Pemayun (Ketua DWP Provinsi Bali), Sagung Ratmudiani dan Ni Ketut Nordhi. Ketua Argadia Bali yang sekaligus sebagai penanggung jawab acara, Anak Agung Ayu Ketut Agung, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara tersebut. Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional ke-32 berjalan lancar berkat dukungan dari Ibu Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi & UMKM RI), Bali Creative Industry Center (BCIC) yang telah menyiapkan tempat selama acara berlangsung, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, ISI Denpasar, Viva Cosmetics, Ary Suta Center, WHDI Bali, Argadia Bali, Bali Tangi, TUK Agung, para Dewan Juri, dan Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post). –inten


24

Sudut Pandang

Edisi 926/ 7 - 13 november 2016

Pahlawan Itu Bawa Dampak Positif Bicara tentang pahlawan maupun nilai-nilai kepahlawanan tentu saja berbeda masa dahulu dengan sekarang. Jika ada yang bertanya tentang siapa pahlawan bagi seseorang, maka yang terbayang adalah pahlawan kemerdekaan di masa revolusi fisik. Lalu siapa pahlawan masa kini khususnya bagi para seniman?

T

ernyata tidak semudah itu menunjuk pahlawan masa kini. Iin Indrawasti tidak langsung dapat menjawab soal ini. “Ketika saya ditanya siapa pahlawan bagi saya, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari tokoh-tokoh di zaman revolusi dan tokoh-tokoh yang kiranya bisa menjadi pahlawan di masa depan. Sayangnya saya tidak menemukan,” ungkapnya. Karena baginya ada seorang tokoh yang begitu dikagumi dan diagungagungkan oleh sebuah kelompok, tapi di sisi lain tokoh tersebut begitu dibenci oleh kelompok lainnya. Atau juga ketika ia menemukan seorang tokoh yang begitu hebat dan bersih di matanya, sayangnya tidak lama kemudian tokoh tersebut tersangkut masalah korupsi. Sebagai seorang perempuan yang juga menggeluti dunia kesenian, Iin rupanya mengagumi sosok perempuan serupa RA Kartini. “Saya lebih memilih sosok wanita tersebut sebagai pahlawan. Karena dalam keterbatasan yang teramat sangat di zaman ini, ia dapat menjadi sosok wanita yang mampu mendobrak

Iin Indrawasti

belenggu kebodohan,” katanya. Nilainilai kepahlawanan itu ada dalam diri seorang ibu. Selain itu, Iin juga menunjuk seorang perempuan dalam bentuk yang ada secara nyata saat ini sebagai pahlawan yakni Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. “Bu Risma mampu mampu membawa Surabaya dengan segudang penghargaan bahkan berkelas dunia. Yang paling berkesan karena bisa menghapus lokalisasi Dolly yang fenomenal itu,” ungkapnya. Lain Iin lain Ana Indriana, seorang guru yang juga gemar bermain teater. Pahlawan itu adalah seseorang yang banyak melakukan hal yang bermanfaat bagi

orang lain. “Apa yang dilakukannya itu dapat membawa dampak positif yang besar terhadap perubahan masyarakat,” katanya. Seorang tokoh ulama kharismatik di Pulau Lombok, Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (alm) yang disebutnya sebagai pahlawan karena mampu menanamkan nilai-nilai khususnya pendidikan dalam ceramah-ceramahnya yang perubahan bagi masyarakat. “Saya masih ingat ketika kecil dulu saya sering dibawa untuk mengikuti pengajian beliau. Pesan yang selalu disampaikannya pada orang tua kala itu adalah bahwa orangtua harus menyekolahkan anak-anak mereka dan para orangtua harus saling bantu membantu dalam hal sekolah anakanak,” katanya. Bagi Ana yang lahir dan besar di Lombok, pendiri NW tersebut mampu mengubah mengubah pola pikir masyarakat bahwa sesulit apapun hidup itu anak harus sekolah dan harus saling bantu untuk itu. Ia rasakan sendiri ketika orangtuanya tidak punya uang untuk membayar SPP, maka tetangganya sering membantu. Bahkan meski hanya sekilo beras untuk bekal ia merantau di Mataram untuk kuliah, para tetangga peduli untuk membantu saat mereka kekurangan. Begitulah yang dirasakan Ana di kampungnya di Lombok Timur, para orangtua saling bantu untuk hal berkaitan dengan sekolah. “Saya sangat yakin masyarakat terinspirasi dari ajaran beliau,” katanya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Berjuang agar Bersaing di Era Global

Kemerdekaan bangorang yang berjuang sa Indonesia memang menggunakan fisik tidak terlepas dari jasaakan tetapi untuk menjasa para pahlawan, jadi pahlawan masa kini sehingga muncul ungdapat ditunjukkan denkapan bahwa bangsa gan pengabdian kepada besar adalah bangsa bangsa dan negara. yang menghargai jasa Gara menambahkan para pahlawan. Untuk sebenarnya tantangan melanjutkan perjuanyang paling besar di gan para pahlawan di era globalisasi ini adaera ini memang tidak lah mempertahankan lagi memerlukan genkemerdekaan bangsa. catan senjata melainkSalah satu cara dengan an mengisi perjuangan meningkatkan kualitas dengan hal yang positif. diri melalui pendidikan. Salah satunya adalah Dr. I Wayan Gara, M.Hum. Tidak kalah dengan ikut memperingati hari dulu, perjuangan melalui pahlawan yang jatuh setiap 10 No- dunia pendidikan agar mampu bersavember. ing secara global, imbuhnya. Menurut Ketua Sekolah Tinggi KeMemang untuk dapat disebut guruan dan Ilmu Pengetahuan Agama pahlawan tidak sesederhana itu, akan Hindu (STKIP AH) Singaraja, Dr. I tetapi untuk dapat disebut pahlawan Wayan Gara, M.Hum., mengatakan masa kini harus mampu menunjukkan memang tidak semua kalangan bisa prestasi baik bidang seni, ilmu pengeikut memperingati hari pahlawan, tahuan maupun olahraga. Melalui pennamun bukan berarti masyarakat lupa didikan itulah seseorang dapat menunakan jasa pahlawan. Saya kira mereka jukkan pengabdian kepada bangsanya. bukan tidak mau atau lupa melainkan Pria kelahiran 31 September 1959 karena banyak kegiatan sehingga ada tersebut juga mengatakan sebagai prioritasnya, ungkapnya. Ia menam- seorang mahasiswa harus mampu bahkan peran perguruan tinggi san- menerapkan Tri Dharma Perguruan gatlah penting untuk menumbuhkan Tinggi. Pendidikan yang dimaksud kembali kesadaran mahasiswa dan dalam arti luas yang meliputi pengemasyarakat terhadap nilai-nilai kepahl- tahuan, penelitian dan pengabdian, awanan. Kami selalu anggarakan jika paparnya. mahasiswa ingin melakukan seminar Ia berharap dengan penerapan Tri dan sosialisasi yang berkenaan dengan Dharma Perguruan tinggi tersebut hari-hari besar, jelasnya. semua lulusan dapat meningkatkan Pihaknya juga selalu memotivasi kualitas diri sehingga dengan peningmahasiswa agar dapat mengisi per- katan kualiatas diri tersebut dapat juangan pahlawan yang telah merebut diimbangi dengan peningkatan kualitas kemerdekaan bangsa Indonesia. Jika bangsa dan negaranya. dibandingkan pahlawan dulu adalah (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 926 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu