24
Dengan pengalamannya ia tahu benar, makin banyak pembangunan perumahan, kantor, ataupun sekolah pe ngaruhnya cukup signifikan terhadap bisnis tanaman hias yang dijalankannya. Rumah dan kantor baru tersebut akan memerlukan tanaman penghias baik untuk hiasan taman di luar maupun hiasan di bagian dalam sebuah ruangan.
B
Sudut Pandang
Edisi 920/ 26 September - 2 OKTOBER 2016
ukan hanya itu, dengan pelayanan yang tulus dan sangat bersahabat Komang Sutama (44), lebih mudah menggaet pembeli tanamannya hingga menjadi pelanggan. Bahkan cukup banyak dari mereka yang akhirnya datang kembali. “Pembeli kami kebanyakan dari Denpasar dan Singaraja. Banyak juga pengunjung yang lewat membeli tanaman hias sebagai oleh-oleh, seperti mawar cantik dengan bunga aneka warna ini hanya Rp 10 ribu,” katanmya Rupanya untuk usaha “Sari Abadi” yang djalankannya mulai dari langkah kecil ini, lelaki kelahiran Candi Kuning, Bedugul ini memang tidak main-main. Ia selalu semangat dan fokus menjalankan bisnis yang dirintis sekitar tahun 1995. Dari langkah pertama katanya ia menjalaninya dengan tekun dan sungguh-sungguh , sehingga terlihat hasilnya bisa sebagai penopang utama ekonomi keluarganya. Menurut suami dari Putu Sariani (37) ini, kini di kebun yang luasnya 200 m persegi tersebut tersedia ratusan jenis tumbuhan. Selain tanaman hias Komang juga menyediakan beberapa jenis bibit pohon buah untuk melengkapi koleksinya. Dijelaskannya pula kalau sebagain besar tanaman yang ada di kebunnya, didatangkan dari wilayah Jawa. Meski demikian, Komang mengaku jika selama ini tidak ada kesulitan yang berarti dirasakannya. Hanya saat musim hujan saja tanaman lebih mudah busuk. Saat musim panas, ia dituntut harus lebih rajin untuk menyirami tanamannya. Namun, karena memelihara tanaman tersebut dianggapnya bukan pekerjaan berat, bahkan sudah menjadi aktivitas yang dicintainya. Meski tiap hari tanaman yang dikumpulkan sudah mencapai ratusan jenis dan harus selalu disiangi dan disiram, Komang mampu menggarapnya hanya dengan dibantu anakanaknya setelah pulang sekolah. “Kegiatan berkebun atau merawat tanaman
Semangat dan Fokus Jalankan Bisnis
Komang Sutama bersama anaknya
sekaligus menjadi kebersamaan yang menyenangkan,”cetusnya BELAJAR DARI PENGALAMAN Ditanya apa saja yang sudah diperolehnya setelah hampir 20 tahun berbisnis tanaman, dengan kerendahan hati Komang mengatakan jika dengan usaha yang dijalaninya ia mampu menghidupi keluarga, terkait sandang, pangan dan papan juga pendidikan untuk anakanaknya dan kesehatan keluarganya. ”Tidak berlebihan sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecil kami, biaya makan dan sekolah anakanak,” cetus Komang yang diamini sang istri. Hal lain yang dilakukan ayah dari Putu Etika Sari, Kadek Dewi Puspasari
dan Komang Aria Girioarta ini, agar bisa terus bertahan bersama aneka tumbuhtumbuhan tersebut, adalah tidak berhenti belajar. Untuk urusan pupuk agar tanamnnya mau tumbuh dengan kualitas yang baik, ia rajin melakukan percobaan sendiri sampai menemukan pupuk yang terbaik untuk perawatan masing-masing tanaman, Tujuannya, kata Komang agar mereka yang membeli tanaman hias atau jenis tanaman lainnya di tempatnya bisa puas dan tumbuhan tersebut tetap subur saat ditanam di rumahnya. “Misalnya untuk tanaman petunia, yang sekarang semakin digemari. Salah satu tips perawatannya yang saya dapatkan dari tamu Australia, yaitu rajin memotong bunganya jika sudah tua atau layu. Jangan dibiarkan karena bisa berakibat pohon bunga tidak lama bertahan. Disamping itu semakin panas semakin subur, tapi letakkan petunia di tempat teduh dan banyak air,” kata Komang sambil menyebutkan jika istrinya juga membuka warung di depan kebunnya. Sambil memperlihatkan beberapa jenis bunga yang banyak dicari dan harganya pun sangat terjangkau, Komang juga menyatakan jika selama ini ia tidak pernah menjual dengan harga tinggi. Dirinya lebih memilih menjual dengan harga yang standar dan pantas namun penjualannya selalu ada bisa terus berjalan dan rezekinya selalu saja ada. Sementara mengenai masih banyaknya bunga yang saat di beli di kawasan Bedugul segar, namun setelah di bawa pulang beberapa waktu kemudian sudah layu dan segera mati. Dengan tegas dikatakan oleh Komang jika hal tersebut akibat dari kesalahan perawatan.
Tanaman petunia
Bicara soal bagaimana bagaimana cara memandang prospek atau peluang usaha pada sebuah bisnis di masa yang akan dating. Bagi Komang itu tergantung diri kita sendiri. Apakah bisnis itu ke depan akan tetap bisa bertahan atau malah akan berhenti di tengah jalan
ketika pasar mulai jenuh. “Memang tak dapat dihindari selaina ketekunan juga butuh kreativitas. Saya melakukannya berdasarkan pengalaman sendiri. Belajar terus untuk bisa memberikan kualitas tanaman layanan yang lebih baik,” pungkasnya. – Sri Ardhini
Ekonomi Lesu, Pelaku UMKM harus Inovatif Kondisi perekonomian sekarang ini secara global cukup lesu. Namun, kondisi ini jangan lantas membuat para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) turut “berdiam diri”. Hal ini ditegaskan pakar Ekonomi Unud Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak. Melemahnya permintaan pasar baik domestik maupun mancanegara seperti saat ini, dikatakan Prof. Ramantha, mengharuskan para pelaku UMKM melakukan upaya efisiensi dalam segala bidang. “Pada saat inilah upaya-upaya marketing yang tepat sasaran tetap dilakukan dan lebih diintensifkan,” ujarnya. Kondisi ini semestinya justru mampu menjadikannya untuk lebih inovatif. Meningkatkan kualitas SDM, menjadi salah satu yang prioritas. Mereka bisa mengikuti pelatihanpelatihan terkait pengembangan produk/usaha, pembiayaan, pemasaran, manajerial, pelayanan, dsb., termasuk regulasi-regulasi terkait. Berikutnya, mengevaluasi produk seperti desain, kemasan, dsb. Kondisi ini juga bisa dimanfaatkan untuk celah merintis pasar baru dengan melakukan diversifikasi produk. Ini menjadi suatu upaya untuk mengusahakan atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Dalam artian, satu produk utama dianekaragamkan/dibuat menjadi berbagai produk. Diversifikasi produk menjadi salah
Prof. Ramantha
satu cara untuk meningkatkan volume penjualan dengan perluasan usaha atau berinovasi pada produk, yang tujuannya tentu saja untuk mendapatkan keuntungan lebih dari sebuah usaha. Dalam melakukan upaya-upaya ini tentunya mutlak memerlukan dana. Di sini dituntut kepintaran mengatur keuangan, menyisihkan untuk dana promosi, untuk memajemen SDM, dsb. “Inilah saat evaluasi diri. Nanti ketika pasar sudah kembali stabil dan bagus, baru market oriented,” tandasnya. –Inten Indrawati
redaksitokoh@gmail.com, iklan.tokoh@gmail.com
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
2
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
GORO-GORO “Jadi semua milik kita sekarang harus dilaporkan dan kena pajak, Pak?” Putu Wijaya Amat mengangguk. “Semua! Yang baru, yang tua, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, asal itu harta kita, harus dilaporkan. Kalau tidak, nanti kalau ketahuan pajaknya 200%!” “Kenapa begitu?” “Karena belanja negara kurang. Pendapatan tidak mencukupi. Ekonomi mundur, seluruh dunia pun lagi susah, bukan kita saja. Sementara pembangunan infrastruktur serentak di seluruh Indonesia membutuhkan dana besar.” “Lha, katanya yang mau diuber itu yang nanam uangnya gede di luar negeri, kenapa jadi kita yang diuber-uber, Pak?”
“Tidak ada yang nguber kita, kita malah mau diampuni, hanya bayar ½ persen dan satu kali saja. Kan ringan. Maksudnya supaya ikan-ikan kakap yang keluar negeri itu mau diampuni, mau bayar, jadi kita akan dapat ribuan triliun.” “Kalau tidak mau?” “Ya nanti pasti dihukum!” “Bagaimana kalau mereka pinter? Tidak mau bayar tapi juga tidak bisa dihukum? Orang kaya kan biasanya selalu lebih pinter, lebih licin, lebih banyak akal, lebih menangan. Bagaimana kalau begitu, Pak?” Amat terhenyak. “Betul tidak, Pak?” Amat menjawab lemah. “Ya, mungkin saja. Tapi kita tunggu saja, bagaimana nanti.” Bu Amat jadi gemas. “Makanya!” “Makanya apa?” “Jangan menganggap mereka bodoh, kalau mereka bodoh
TAX AMNESTY
seperti kita, sejak lama mereka sudah bayar pajak. Ini pasti akan ada saja akalnya. Yang bodoh itu kita, rakyat kecil, yang diapain saja bisa. Nanti lihat saja, pasti akhirnya rakyat lagi yang kelenger. Ya, tidak?” Terdengar. Ada tetangga memanggii di luar. “Buuuu! Bu Amat!” Bu Amat cepat berbaring. “Itu pasti Bu Made mau pinjam motor Ami yang dititipkan di sini.” “Kok dia tahu?” “Saya keceplosan ngomong waktu Ami mau ke Surabaya kemarin. Tadinya mau nunjukin Ami juga sudah mampu beli motor baru.” “Kenapa pinjam motor Ami, kan mereka punya dua?” “Bu Amattttt!” “Cepat sana, bilang saya sakit kepala!” “Apa hubungannya motor dengan sakit kepala? Yang mau
dipinjam kan motor bukan kepala.” “Pak Amattttt!!” “Cepat keluar, Pak!” Amat bergegas keluar. Tibatiba Bu Amat kaget. Baru ingat Bu Made bukan pinjam motor mau dipakai, tapi karena Nyoman keponakannya yang pintar memperbaiki motor kebetulan lagi berkunjung. Ami sudah wanti-want kalau ada Nyoman minta tolong memeriksa motornya. Amat masuk lagi. “Beres.” “Beres bagaimana! Bapak bilang apa? Saya sakit kepala?” “Tidak. Surat motornya be-
Ekspresso lum beres, jadi bahaya kalau dipakai bisa ditangkap! Mereka bila, ya sudah, tak apa kalau begitu.” “Lho kok Bapak bilang begitu! Itu siapa tadi? Bu Made dengan Nyoman keponakannya yang pintar memperbaiki motor?” “Ya!” “Aduh! Kenapa begitu jawabannya, Ami kan suda minta motornya diperiksakan ke Nyoman?” Amat tertegun “O, begitu?!” “Aduh rugi kita!” Mendadak Amat tertawa. Bu Amat jadi penasaran. “Bapak kok tertawa?” “Rakyat kecil memang suka salah prediksi. Pembayar pajak kakap tidak akan menyia-nyiakan tax amnesty, Bu!” “O, begitu?”
Menjadi Selangkah lebih Maju dengan Menguasai Bahasa Asing
Kata bahasa asing sangat sering kita dengar terlebih lagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Banyak orang yang mempelajari bahasa asing untuk tujuan tertentu. Pengertian dari bahasa asing itu sendiri adalah bahasa yang diajarkan di negara tertentu, namun tidak digunakan sebagai alat komunikasi. Sekarang ini, belajar bahasa asing sudah menjadi kebutuhan penting. Dengan banyaknya komunitas-komunitas asing khususnya di Bali, tentu saja membuat kita ingin bisa mudah berkomunikasi dengan lancar dengan siapapun. Hal itu menjadi salah satu alasan menguasai satu atau lebih bahasa asing sangat diperlukan. Dengan menguasai bahasa asing akan banyak peluang yang bisa kita dapatkan baik dalam dunia kerja, pendidikan maupun dunia hiburan. Era multikultural ini pula yang menjadi alasan mengapa kita wajib menguasai
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan era globalisasi yang semakin meluas. Menguasai bahasa asing tentunya bukanlah hal yang mudah bagi semua orang, tidak sedikit pula orang yang pintar tetapi belum tentu bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing. Karena persaingan yang semakin ketat, kita dituntut tidak hanya memiliki pendidikan yang tinggi tetapi juga mempunyai keterampilan khusus atau yang lebih sering disebut ‘skill’. Salah satu ‘skill’ yang sangat dibutuhkan di era sekarang ini adalah kemampuan berbahasa asing. Ada perasaan senang dan bangga saat kita bisa menguasai satu atau lebih bahasa asing dan tentu saja banyak pula manfaat yang bisa kita dapatkan. Saat mempelajari bahasa asing, tanpa disadari akan dapat melatih daya ingat dan meningkatkan kreativitas. Hal ini terutama terjadi saat kita berusaha untuk mengingat
Ni Kadek Sulistiawati
kata atau kalimat dalam bahasa asing. Kita akan mengarahkan segala upaya untuk menemukan cara–cara baru yang paling mudah demi keberhasilan. Dengan belajar bahasa asing juga akan bisa meningkatkan rasa saling menghargai. Saat kita belajar bahasa asing, sedikit tidaknya kita juga mempelajari tentang kebudayaannya. Dengan demikian akan da-
pat menumbuhkan tenggang rasa terhadap perbedaan kultur dari tempat bahasa itu berasal. Untuk meningkatkan percaya diri, bahasa asing juga bisa menjadi salah satu cara dan jawaban. Saat kita menguasai bahasa asing, kepercayaan diri dapat meningkat terutama saat kita berhadapan dengan orang yang berbicara dengan bahasa selain Bahasa Indonesia. Dalam dunia kerja, pendidikan maupun hiburan, penguasaan terhadap bahasa asing juga tentunya akan bisa menarik perhatian dan
menjadi nilai lebih daripada mereka yang sama sekali tidak menguasai bahasa asing. Oleh karena itu, pentingnya belajar bahasa asing sudah seharusnya mendapat perhatian dan tidak boleh diabaikan begitu saja, Menguasai bahasa asing mungkin memang bukan suatu keharusan, tetapi kehidupan yang semakin berkembang pesat menuntut kita untuk harus ikut semakin maju. Ni Kadek Sulistiawati Guru Privat Bahasa Perancis
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksitokoh@gmail.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan.tokoh@gmail.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Kegagalan Adalah Tantangan
Ditengah lesunya ekonomi akibat krisis global, tidak ada yang menyangka usaha yang dijalani dari nol dapat berkembang pesat. Asalkan dibarengi dengan keyakinan dan pantang menyerah. Gagal dalam berwirausaha atau berbisnis menjadi dilema bagi sebagian orang sebab dengan modal besar besaran namun berujung pada kegagalan produksi. Minimnya relasi atau terkendala pemasaran dan tidak fokus sering kali menjadi penyebab gulung tikarnya suatu usaha. Hal tersebut tidak berlaku bagi pengusaha kerupuk 99, Putu Agus Suryawan.
M
enurut pria yang akrab di sapa Lebo ini, usaha yang ia jalani saat ini tidak pernah terbayangkan mampu berkembang pesat. Owner dari usaha Kerupuk 99 mengatakan bahan baku kerupuk rambak babi yakni kulit babi di peroleh dari Surabaya di pusat pengiriman daging babi dengan kualitas ekspor. Didatangkan dari Surabaya selain lebih murah, juga kualitas kulit babi untuk bahan kerupuk lebih bagus karena kulit babi yang digunakan harus berusia 5 bulan dengan berat 100 kg. “Harga kulit babi segar berkisar antara Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram,” jelasnya. Melalui proses yang bertahap dari penjemuran kulit babi hingga pengemasan kerupuk ini mampu menggebrak pasar. “Kami utamakan kualitas baik dari segi penggunaan minyak sekali pakai dan kualitas bahan baku” imbuhnya. Saat ini pemasaran kerupuk rambak babi merambah pasar nasional dan internasional dan di beberapa hotel dan swalayan besar di Surabaya, Malang, Singapura dan Malaysia dengan harga kerupuk siap jual 1 ons Rp 35.000. Pria
Putu Agus Suryawan
yang berasal dari desa Sudaji itu mengatakan pengiriman kerupuk rambak babi dilakukan setiap hari rata rata 50 kg. Selain kerupuk rambak babi, kerupuk samsam babi (kerupuk dengan lemak) laku dengan harga jual Rp 450.000 per kilogramnya sementara kerupuk
paru babi (tanpa tenggorokan) dibanderol Rp 130.000 per kilogramnya. Pria kelahiran 12 Agustus 1991 ini mengatakan di awal bisnis yang baru ia jalani kurang lebih satu tahun ini didasari dengan rasa tidak percaya diri dikarenakan banyak yang meragukan kualitas kerupuk buatannya. Akan tetapi berkat dukungan istri dan keluarga serta rekan pebisnis lainnya usaha yang ia beri merek Kerupuk 99 ini mampu menggebrak pasar. “Harus berani mencoba meski di awal banyak yang meragukan hasil dan kualitas usaha saya tapi itu adalah sebuah tantangan, jika gagal coba lagi, jika salah diperbaiki karena itu sebagai acuan, tidak mencoba kita tidak akan bisa tahu hasilnya seperti apa” jelasnya. Lebo menambahkan dengan kreativitas serta inovasi baru, ia membuat berbagai olahan daging agar tidak monoton. Dengan sistem bisnis yang diusung berbeda dari wirausaha lainnya diharapkan dapat memperkenalkan kuliner daerah sendiri kepada khalayak banyak bahkan harapannya bisa menembus pasar global. -Wiwin
Usaha Kuliner Jadi Primadona
Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, mengatakan, makin hari pertumbuhan UMKM di Bali, terus meningkat. Hal ini karena telah dilakukan berbagai upaya antara lain, menyasar ke kampuskampus dengan pemberian motivasi dan sosialisasi kewirausahan. “Kami berikan pelatihan kepada mahasiswa yang akan tamat yang merupakan angkatan kerja. Beberapa universitas sudah kami
I Dewa Nyoman Patra
datangi, seperti Universitas Mahasaraswati, Universitas Ngurah Rai, dan STIMI Handayani,” ujar Patra. Selain memberikan pelatihan, motivasi untuk menjadi wirausaha terus dikampanyekan. Mereka diberi pemahaman, jangan hanya berpangku untuk mencari pekerjaan, namun, harus menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, berbagai pelatihan keterampilan diberikan agar mereka nantinya, dapat menciptakan lapangan kerja. Sampai saat ini, UMKM di Bali berjumlah 265 ribu. Memang ia tak menampik, ada beberapa pelaku usaha yang mengalami masalah dalam usahanya, namun, pendampingan terus diberikan. Untuk saat ini, kendala pelaku UMKM adalah dari sisi modal. Karena itu, pemerintah berupaya membantu permodalan dengan memberikan bantuan secara cuma-cuma dari Rp 5 juta sampai Rp 25 juta. Setelah pemberian modal, usaha mereka juga terus dipantau dan difasitasi, termasuk pemasarannya. Saat ini, untuk usaha kerajinan tangan sudah masuk ke beberapa psar oleh-oleh yang ada di Bali.
Patra mengatakan, walaupun tiap kabupaten mempunyai unggulan masing-masing, usaha kuliner tetap menjadi primadona. Ia mengatakan, saat ini, usaha kuliner makanan tradisional terus meningkat, seperti sup ikan, babi guling, lawar, dan ikan goreng. Ia memberi contoh, di areal pantai Matahari Terbit Sanur, banyak sekali pelaku kuliner tradisional Bali. Strategi lain yang sedang digencarkan, adalah merancang penguatan modal yang tadinya hanya sampai Rp 15 juta sekarang sudah dirancang menjadi Rp 25 juta. Motivasi dan fasilitasi terus diberikan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat para pelaku wirausaha untuk terus berusaha. Pelatihan terus diberikan, seperti bagaimana mengelola usaha, mengelola keuangan, dan cara pemasaran dengan IT. Ia menilai, pertumbuhan UMKM paling bagus di Denpasar karena pusat perekonomian dan bisnis ada di Denpasar. Kemudian, menyusul Badung dan Gianyar. Ia tak menampik, dari usaha yang tumbuh, pasti ada yang gagal. “Mereka yang gagal ini terus diberi motivasi dan pelatihan, Masalah
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
23
UMKM Mandiri Gandeng UMKM Baru Berkembang Melimpahnya hasil pertanian di Buleleng, tentu tidak terlepas dari masalah pendistribusiannya. Mahalnya harga ketika baru panen sangat berbanding terbalik dengan harga ketika pasca panen. Hal inilah yang membuat pemerintah bersama masyarakat berupaya untuk meningkatkan hasil penjualan produksi dengan meningkatkan nilai jual produk pertanian tersebut. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara membina masyarakat ke dalam sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Buleleng Drs. Ketut Suparto, MMA. Saat ini kebanyakan UMKM Drs. Ketut Suparto, MMA yang ada di Buleleng merupakan pengolah hasil pertanian. “Ada kripik singkong, dodol, jus anggur, krupuk anggur, dan masih banyak lagi usaha yang dikembangkan dari hasil pertanian,” jelasnya. Suparto juga menjelaskan selain produk pertanian pihaknya juga mengembangkan UMKM di bidang industri dan peternakan. “Kalau di industri kami punya tenun dan anyaman, sedangkan yang baru coba kami kembangkan adalah pengolahan susu kambing yang ada di desa Tinggar Sari kecamatan Busung Biu,” lanjutnya. Pria kelahiran 31 Desember 1959 tersebut juga mengatakan pemerintah dinilai berperan menjembatani promosi meningkatkan produk UMKM dihasilkan. Selama ini pemerintah sudah melibatkan pelaku UMKM dalam kegiatan-kegiatan yang ada di kabupaten maupun provinsi. “Jadi UMKM di Buleleng ke depan kami upayakan pembinaan. Terutama UMKM di sektor kerajinan dan produksi makanan camilan. Satu diantaranya melibatkan UMKM ketika Buleleng memiliki event. Di situ pemerintah turut membantu mempromosikan produk kerajinan perajin,” ujarnya. Ia menuturkan, pelaku UMKM berganti mengikuti rangkaian Buleleng Festival, Twin Lake Festival hingga Lovina Festival bahkan pada tingkat provinsi di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Dalam event-event besar seperti itu, pihaknya tetap memberi kesempatan bagi pelaku UMKM yang sedang berkembang. “UMKM yang sudah maju dan mandiri akan menggandeng UMKM yang baru berkembang sehingga lebih cepat diketahui masyarakat,” tambahnya. Selain wadah promosi, pelaku UMKM juga dibantu pada sektor permodalan. Mereka yang hendak memperoleh bantuan harus melakukan pengajuan dan kordinasi untuk memudahkan usaha dijalankan. “Soal permodalan perajin kami upayakan melalui KUR dengan bunga 9 persen dari pemerintah. Bukan hanya KUR, bantuan CSR dari swasta. UMKM berkembang didata untuk perkembangan lebih lanjut,” tuturnya. Mantan Kabag Ekbang Setda Kabupaten Buleleng tersebut juga mengatakan, cukup banyak hasil UMKM makanan diproduksi di masyarakat namun standar kualitas dihasilkan baru memenuhi pasar di intern Kabupaten Buleleng. Lebih jauh produk makanan UMKM diharapkan mampu dipasarkan lebih luas. UMKM makanan perlu memperhatikan pengemasan produk, sertifikat halal, dan kualitas produk makanan di pasarkan. “Kualitas produksi UMKM terus ditingkatkan, kualitas rasa memang penting akan tetapi akan lebih baik jika diimbangi dengan cara pengemasan yang menarik. Tidak kalah penting produk UMKM berupa makanan harus dapat mencantumkan kode sertifikat halal dikeluarkan MUI. Ini kami perhatikan dan akan kami jembatani sehingga hasil UMKM makanan bukan hanya enak tetapi standar kualitas terjamin,” paparnya. Selain itu, jangka waktu kadaluarsa juga harus bisa diperpanjang namun tidak menambahkan pengawet. “Kadang produk makanan atau camilan UMKM daya tahannya bertahan hanya tiga hari. Ke depan perlu dikembangkan mencapai satu minggu bahkan dua minggu. Intinya tidak memakai zat makanan berbahaya karena dapat mempengaruhi penjualan di swalayan atau pasar tradisional,” tandasnya. –Wiwin
mereka selain modal, kembali lagi pada orang itu, yakni pada bakatnya, termasuk keberaniannya. Seorang wirausaha muda harus ada keberanian. Pengusaha besar tidak sekali jadi, mereka terus belajar,” ujarnya. Dari awal sudah ditekankan, sebaiknya usaha yang dilakoni harus disesuaikan dengan hobi sehingga melakukannya tidak dengan terpaksa. Misalnya, yang hobi mengutak-atik televisi, cocok membuka usaha perbaikan televisi. Ia menegaskan, era saat ini, penyiapan lapangan kerja sangat terbatas. Ia berharap, generasi muda berpikir ke depan untuk membuka lapangan kerja.
Negara dikatakan sejahtera jika penduduknya minimal 2% wirausaha. Indonesia baru mencapai angka 1,6 %. Sementara di Bali sudah melebihi angka minimal dan mencapai 4,5% persen. Walaupun dari segi junmlah angka wirausaha di Bali tinggi, tapi harus terus dibarengi dengan kualitas. Mulai dari usaha mikro terus meningkat menjadi kecil, kemudian meningkat menjadi sedang. Menurutnya, Bali sebagai tujuan pariwisata seharusnya tidak sulit sebagai pasar dibandingkan daerah lain. “Pasar sudah datang ke kita, tinggal kita berani atau tidak untuk mengambil peluang dan memanfaatkannya,” kata Patra. -Wirati Astiti
22
Baru-baru ini Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa merilis informasi mengejutkan. Ia menyebut peredaran narkoba di Indonesia sudah amat sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data 2015 perkiraan belanja narkoba di Indonesia sudah mencapai Rp 73 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding setahun sebelumnya, belanja narkoba Rp 63 triliun.
Khofifah Indar Parawansa
“K
Sosialita
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
enyataan ini sungguh mengkhawatirkan. Puluhan triliun uang rakyat habis untuk belanja narkoba. Padahal uang sebesar itu jika digunakan untuk kegiatan produktif, seperti pendidikan, bantuan UKM tentu manfaatnya akan luar biasa,” ujar Khofifah. Untuk mengatasi keadaan yang mengkahwatirkan ini, kata Khofifah, diperlukan peran serta dari masyarakat dalam pemberantasan narkoba. Apalagi, kini peredaran narkoba bukan hanya menyasar pada remaja hingga orang dewasa namun juga anak-anak. Untuk mengkamuflase, para bandar narkoba dengan cerdik membuatnya dalam berbagai bentuk. Salah satu yang sudah terendus adalah dalam bentuk cake. Kasus narkoba dalam cake (brownies) ini sudah pernah terungkap dalam sebuah penggerebekan di kawasan Blok M Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Anak-anak Jadi Target Peredaran Narkoba Bukan itu saja, untuk mengelabuhi petugas keamanan, para bandar juga menggunakan pihakpihak yang tidak mengundang kecurigaan seperti anak-anak dan wanita. Mereka ini dimanfaatkan untuk menjadi kurir. Salah satu modus teranyar adalah menyelundupkan narkoba dalam mainan anak, dll. “Peran masyarakat sangat diperlukan untuk ikut memberantas peredaran narkoba. Apalagi para bandar kini menyasar pada anak-anak untuk menjadi kurir. Mereka (sindikat narkoba) memilih anak-anak karena anak-anak jika divonis akan mendapat setengah hukuman orang dewasa,” ujar Khofifah. Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso dalam kesempatan terpisah. Menurutnya, anak-anak bukan hanya dijadikan kurir narkoba tapi juga telah menjadi target pasar jaringan narkotika. Bahkan kini, katanya, anak setingkat TK (taman kanak-kanak)
pun sudah jadi korban. “Narkoba sudah sampai pada anak-anak TK. Mereka telah menjadi korban. Narkoba dicampur dalam makanan maupun minuman,” jelas Buwas. Peredaran narkoba, tambahnya, sudah masuk semua lapisan masyarakat. Bahkan di instansi pemerintah pun ada yang tertangkap mengonsumsi atau mengedarkan narkotika. Bahkan di lembaga yang dipimpinnya pun, Buwas tak berani menyatakan bersih 100% . “Apa ada jaminan di lembaga saya clear?” ujar Buwas dengan nada bertanya. “Tidak! Buktinya, masih ada oknum-oknum”. Hal itu, menjadi bukti kalau peredaran narkoba telah masuk ke mana-mana. Indonesia adalah pangsa pasar terbesar di ASEAN untuk narkoba. Jumlah pengguna narkoba juga terus bertambah dari waktu ke waktu. “Dalam sehari 40-50 orang meninggal karena narkoba,” tegasnya. Saat ini, diperkirakan jumlah
Pariadnyani Melati
Kepala BNNP DKI Jakarta Iwan A. Ibrahim
penguna narkoba di Indonesia, sudah mencapai sekitar 5 juta orang. “Dalam sebulan sekitar 15.000 orang meninggal karena narkoba,” ujar Buwas.
Pemusnahan barang bukti narkotika
Pengguna narkoba terus meningkat
“Aduh saya selalu repot kalau harus menghadiri undangan. Terutama untuk urusan tatanan rambut, pasti agak lama, karena di kepala saya ada pitaknya. Saya harus menata rambut yang bisa menutupinya,” begitu keluhan yang cukup sering terdengar. Jika hal ini tidak ditangani sangat mungkin berakibat pada kurangnya rasa percaya seseorang.
10 DAERAH RAWAN NARKOBA Terkait daerah rawan narkoba, BNN juga membuat pemetaan. Di urutan pertama daerah rawan narkotika adalah DKI Jakarta. Maklum saja, Jakarta bukan hanya menjadi tempat perlintas narkoba lintas negara, tapi juga pasar bagi jaringan sindikat lintas negara. Menurut data jumlah pengguna narkoba di Jakarta terus meningkat waktu demi waktu. Padahal operasi pemberantasan narkoba sudah begitu gencar dilakukan. Tahun 2008, jumlah pengguna narkoba mencapai 4,1% dari jumlah penduduk 6,98 juta jiwa yang berusia 10-59 tahun. Tiga tahun kemudian angka ini
melonjak drastis menjadi 7,01% dari total jumlah penduduk, tahun 2015 sempat turun yakni di kisaran 4,74%, namun demikian tetap saja Jakarta menjadi provinsi tertinggi dalam hal penggunaan narkoba maupun peredarannya. Di urutan kedua hingga sepuluh daerah rawan narkotika adalah Provinsi Kalimantan Timur (3,07%), Sumatera Utara (3,06%), Kepulauan Riau (2,94%), Yogyakarta (2,37%), Jawa Barat (2,34%), Maluku (2,32%), Provinsi Bali berada di urutan kedelapan dengan 2,22%, Sulawesi Utara diurutan kesembilan dengan 2,19%, dan urutan kesepuluh adalah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan 2,11%. M e n u r u t Ke p a l a B a d a n Narkotika Nasional (BNN) Prov DKI Jakarta, Brigjen Iwan A Ibrahim, jumlah pengguna narkoba yang berusia 10-59 tahun adalah yang tertinggi. “Rinciannya, 40% merupakan karyawan, 20% pelajar tingkat SMA, sisanya profesi lain,” jelas Iwan. Para pemakai narkoba itu, kebanyakan memakainya di permukiman atau kawasan perumahan, apartemen maupun tempat kos. Jarang yang membawanya (memakai) di tempat hiburan karena sering adanya razia. “Kami jarang menemukan narkoba dalam jumlah banyak di tempat hiburan. Biasanya, mereka (pengguna) memakai dulu baru datang ke tempat hiburan,” ucap Iwan. Di sisi lain, keinginan untuk gencar melakukan razia, kadangkala terbentur dengan keterbatasan SDM juga sarana yang dibutuhkan. “Mendeteksi di kawasan perumahan lebih sulit dibanding apartemen atau rumah kos,” katanya. –Diana Runtu
S
aat ini Adibi Salon & Spa yang ada di kawasan Jalan Letda Tantular Renon, tengah ramai dikunjungi atau ditelepon terkait keinginan mereka yang mengalami masalah atau keluhan soal rambut di kepalanya yang kurang sempurna. Untuk urusan ini, Adibi Salon & Spa sudah siap memberikan solusi yang mudah, sangat praktis dan tidak lama yakni dengan mengoreksi bentuk kekurangan yang ada. Menurut Ir. Kompyang Pariadnyani Melati, sang pemilik salon, siapapun Anda tidak perlu khawatir. Ia siap membantu menangani keluhan terkait menjaga kecantikan untuk mendukung penampilan. Jika selama ini, Adibi Salon & Spa secara profesional sudah menangani urusan menyempurnakan wajah melalui sulam alis, bibir hingga sulam eyeliner tanpa rasa sakit maka saat ini makin lengkap dengan metode sulam rambut atau hair shading. Jro Melati begitu ia biasa dipanggil, mengatakan selama ini cukup banyak perempuan atau
Pariadnyani Melati
3
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
Sempurnakan Penampilan dengan Hair Shading laki-laki yang mengalami permasalahan serius pada rambutnya. “Apakah itu kebotakan pada rambut bagian depan ataukah pitak di tengahtengah kepalanya. Tentu saja kondisi ini merusak penampilan dan membuat seorang merasa tak percaya diri,” ujar istri Ir. AA Bagus Kurniawan dari Puri Kelodan Ubud ini. Hair shading adalah proses menambahkan atau mengisi kekosongan bagian tertentu seperti bulu-bulu halus di area kepala. Hair shading juga membantu menutupi bekas luka di kepala, menutupi kebotakan, mengkamuflase dahi yang lebar atau nonong. Selain itu, mampu juga menjadikan wajah berkesan lebih kecil. Rambut pun akan terlihat banyak dan tetap natural. Setelah proses hair shading dilakukan, disarankan untuk tidak keramas selama 3 hari. Sedangkan waktu pengerjaan, tergantung dari banyak atau sedikit pitak yang akan disulami rambut. Namun, yang sangat ditekannya pada siapapun yang ingin melakukan hair shading adalah jangan sembarangan. Metode ini harus dikerjakan oleh mereka
yang sudah mahir, biasannya mereka sudah biasa dan fasih melakukan sulam alis dengan hasil yang baik. Apalagi lanjut ibu dari AA Adhyatmika Okta Kurnia (sekarang sudah menjadi seorang pilot), AA Abymantra Agusta Kurnia dan AA Arhycinara June Kurnia ini, jika melakukan hair shading pada ahlinya agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan setelahnya hair shading ini tidak ada pantangannya malah dapat bertahan hingga 5 tahun. Kini, kegelisahan yang dialami siapapaun karena masalah kebotakan sepertinya tak akan
Jro Melati bersama keluarga
berlangsung lama, sebab sudah ada cara praktis untuk mengatasinya, yaitu teknik hair shading. Metode hair shading ini dapat membantu membuat ilusi pada bagian atas kening agar rambutnya tampak lebat. Jro Melati, ahli sulam alis pertama di Bali yang sudah memiliki jam terbang luar biasa dan selama ini juga sangat banyak menangani kalangan pejabat, mengatakan bahwa pada proses hair shading yang makin ramai peminatnya ini sama seperti sulam alis namun dengan memakai teknologi yang lebih canggih. Selama ini, lanjutnya yang ingin melakukan metode hair shading memang lebih banyak perempuan, Sekali lagi ditegaskannya kalau proses hair shading ini sangat aman, dengan catatan orang yang menanganinya dapat dipercaya memiliki keterampilan yang memadai, mumpuni sehingga orang yang ditangani dapat merasakan tampilan rambut sesuai harapan bahkan menjadikannya mendekati sempurna. ADIBI RUMAH CANTIK Kalaupun saat ini Anda sudah memiliki rambut dan bibir yang indah, maka semuanya itu tetap memerlukan perawatan. Begitu pula jika Anda ingin tampil beda, misalnya hanya ingin ganti gaya rambut sementara dengan gaya ombre hair. Ombre hair merupakan perpaduan dua warna pada rambut dengan warna yang lebih terang di ujung ra m b u t t a n p a ga r i s
perbedaan yang mencolok sehingga terlihat natural. Ini juga easy and sophisticated, sebab buktinya banyak bintang-bintang besar Hollywood memilih gaya rambut ini. Ombre hair akan maksimal dengan ujung rambut yang di-layer, sebaiknya kita merapikan layer rambut terlebih dahulu sebelum mewarnainya. Ombre hair cocok untuk semua jenis rambut, terutama yang cukup panjang. Dengan layer yang lebih tajam kita bisa memamerkan warna terang rambut ombre-nya. Setelah memilih gaya rambut, mewarnai maupun bentuk lainnya lakukan perawatannya di sana. Bukan hanya itu untuk menjaga kekenyalan kulit wajah,, Anda juga bisa memilih perawatan, facial yang disesuaikan dengan jenis kulit. Begitu pula yang ingin menghadiri acara dengan tampilan berbeda , maka Adibi siap menangani make up dan hair do hingga nail extention Anda. Bagi para wanita karier yang ingin relaksasi pun tidak perlu sungkan untuk datang. Ada terapis Spa yang andal yang akan membantu melemaskan otot dan menjadikannya segar kembali dan siap melanjutkan aktivitas berikutnya. Selain itu Adibi Salon & Spa juga membuka kesempatan berbagi ilmu dengan menerima Kursus Sulam Alis, Sulam Bibir dan Sulam Eyeliner dengan teknik dan terobosan terbaru. – Sri Ardhini
4
Inspirasi
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Saras Dewi
Ingin Perempuan Bali Jadi Pemimpin Sukses adalah impian semua orang. Banyak orang yang ingin sukses harus me nempuh banyak tantangan. Rintangan dan halangan kerap berada di setiap jalan. Masalah yang ditemui akan jadi motivasi untuk membangun hidup yang lebih baik. Motivasi yang besar dan kerja keras akan mempermudah mengapai ke suksesan. Begitulah yang dialami pelantun Lembayung Bali, Saras Dewi.
P
enyanyi yang sempat meraih nominasi AMI Award tersebut kini menjadi Kepala Program Studi Filsafat Universitas Indo nesia. Hari-harinya saat ini dis ebukan dengan urusan admin istrasi, megatur jadwal, kuri kulum, rapat persiapan kuliah, dll. Di tahun akademik baru ini tidak saja membuatnya semakin sibuk, tapi menajdikan dirinya tetap kerja keras. Terlebih banyak mengisi seminar,dan menyelesaikan tulisan. Pencapaian suksesnya tersebut tidak lain berkat ke gigihan dan sikap tekun yang sejak lama dilakukan. Selain itu Saras Dewi mempunyai kebu latan tekad, disiplin, meyakini kemampuan diri sendiri. Saras Dewi mangaku semenjak ku liah ia cenderung workaholic. “Saya kencendrungan workaholic. Semenjak duduk di bangku S1 saya selalu berkerja keras agar dapat lulus dengan bagus. Lalu saya ditunjuk menjadi asisten pengajar. Kerja keras juga saya lakukan ketika S2 dan S3. Ketika itu saya mendapat beasiswa dari Universitas Indonesia, jadi harus mempersembahkan yang terbaik agar tidak mengecewakan univer sitas,” tutur perempuan yang juga akrab disapa Yayas itu. Berkat beasiswa tersebut dia memiliki banyak kesempatan un tuk belajar lebih banyak. Tidak saja itu Ia pun dintujuk sebagai tenaga pengajar di Universitas Indonesia dan sebagai kepala program studi. “Saya punya kewajiban yang cukup besar untuk membuat prestasi setinggi mungkin. Setelah itu, saya juga harus ditugaskan untuk men jadi tenaga pengajar, dan di usia 28 usia yang terbilang cukup muda. Cukup berat tantangannya. Saya sedikit sekali mendapat waktu san tai. Mulanya karena muda, banyak yang meremehkan kemampuan kita. Tapi saya bekerjakeras, dan sedikit meladeni orang yang tidak yakin kepada kita,” tukas kelahiran 16 September 1983 tersebut. Banyaknya kesibukan yang membuatnya tidak sempat lagi menyanyi. “Terakhir saya menynyi hampir 8 bulan yang lalu. Kedatan
Saras Dewi
gan Ratu Denmark ke Indonesia, saya menyayikan lagu Tanah Air. Kalau menyanyi untuk undan gan kegiatan kebudayaan, sebisa mungkin dipenuhi. Kalau on air, tidak bisa karena harus mengajar dan seminar jadi terbatas tenaga,” jawabnya. Aktivitas mengajar dan menjadi pembicara dalam berbagai seminar tidak lantas menurunkan kreativi tas Saras di dunia seni. “Biasanya kalau di rumah sering bersama suami corat-coret buat lagu atau puisi. Nyanyi untuk mimbar ke budayaan lebih ada pesan selain hanya mengibur. Lebih banyak sekarang memang lebih fokus pada kerjaan kepala program studi. AKTIVIS GENDER DAN LINGKUNGAN Energi Saras Dewi seolah tidak pernah habis. Beberapa waktu lalu ketika ditemui di Taman Baca Kesiman Ia mampu tampil energik dan memesona. Saat itu Ia membawakan topik mengenai ekofenomenologi. Topik tersebut dia angkat sebagai disertasi dan sudah diterbitkan berupa buku. Di sana dia memaparkan banyak hal mengenai dimensi ontologis manusia dengan lingkungan. Tidak saja itu Saras Dewi juga bergabung aktif di ForBali untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Baginya
lingkungan juga mempunyai hak untuk hidup dan berkem bang. Tidak pantas kita sebagai manusia hanya memanfaatkan dan mencari banyak keuntun gan dari alam. Selain terjun dalam beber apa aksi tolak reklamasi, Saras juga aktivis gender. Beberapa kali dia membahas tentang perempuan Bali. Tokoh yang menjadi idolanya sampai saat ini yakni penulis asal Bali, Oka Rusmini. “Idola saya itu Oka Rusmini, selain Ibu saya. Satusatunya itu idola saya. Impian saya untuk mengejar cita-cita bersekolah, bisa menjadi pen gajar di suatu perguruan tinggi, akan sulit terwujud jika saya tidak membaca buku Oka Rusmini. Apa kemungkinannya gadis Bali bersaing di ibu kota. Yang pada umumnya filfasat lebih banyak laki-laki. Oka rusmini membuka pikiran saya ten tang perempuan yang bersaing di lapangan pekerjaan yang didominasi oleh laki-laki,” terangnya. Keterlibatan Oka Rusmini secara tidak langsung membuat Saras tidak pantang menyerah. “Jadi saya merasa Oka Rusmini seperti suara hati kecil. Jika saya ingin menyerah, saya ingat tokohtokoh dalam novel Oka Rusmini. Saya merasa beliaulah yang men jadi tauladan bagi kehidupan saya dan saya harap generasi Bali juga begitu,” lanjutnya. Ditanya tentang perempuan Bali saat ini, Saras mengatakan bahwa perempuan Bali sekarang mem punyai keleluasaan dan kebebesan untuk mengejar cita-cita. Tentu struktur adat masih memiliki ikatan yang kuat terhadap peran perem puan. Baginya, perempuan sering dibatasi gerak-geriknya hanya di ranah domestik. “Seharusnya per mepuan Bali memiliki kebebasan dan kesadaran untuk memilih masa depannya seperti apa.” “Menurut saya, saya menikah di usia yang cukup matang menu rut saya yaitu 26 tahun, saya sudah menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 2, mempunyai pekerjaan yang cukup tetap, saya sudah pu nya penghasilan untuk diri sendiri. Saya bahagia dengan pernikahan saya ini, saya dengan suami seba
gai mitra, kita tidak ada hirarki. Kita membangun rumah tangga yang sen sitive terhadap keadi lan gender. Saya sering mengatakan bahwa kehidupan pernikah an tidak berarti men inggalkan siapa diri kita, apa mimpi kita. Justru pernikahan menjadi sumber inspirasi, untuk menjadi manusia lebih baik, bek erja lebih keras, mendapatkan cinta, dan mendapat du kungan moril dari suami dan keluarga,” lanjutnya. Tidak saat ini perempuan Bali memang tidak perlu dibatasi saat sudah menikah. Perem puan Bali dapat berkarir dan menjadi yang mereka inginkan. “Menurut saya tidak perlu ada jebakan bahwa perempuan Bali yang bekerja atau berkarir kemudian Ia minggalkan adat. Sekarang perem puan Bali dapat bekerja dan da pat terlibat adat bahkan menjadi penyelenggara adat. Be gitupula dengan suami, laki-laki Bali bisa bekerja, ada pula yang tinggal di rumah, bisa mengurus anak menjadi bapak rumah tangga, menurut saya itu peran-peran yang bisa ditukar, menurut kesepakatan di saat memasuki rumah tangga. Itu idealnya menurut saya suatu rumah tangga dan bagaimana kita menghayati adat itu,” tutur istri dari Christopher Bollemeyer itu. Saras pun menambahkan bah wa peran-peran perempuan di masyarakat sangat penting. Bagi Saras edukasi dalam keluarga tentang kesetaraan gender sangat diperlukan. “Saya menghormati peran-peran ibu rumah tangga. sebagian besar kawan-kawan saya bekerja dan bersekolah, tapi juga melakukan kewajiban adat. Peran ganda ini memang berat untuk perempuan, dan masih ada dis kriminasi. Walaupun di Bali sudah ada pencerahan gender, tetapi belum bekerja secara menyelu ruh. Belum sampai di ruang-ruang keluarga. Masih banyak pemaha man yang tidak seimbang tentang perempuan, bagaimana perem puan dan kebebasan perempuan. Sedari dini di keluarga perlu dididik
Mandalika
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
21
Keluarga Jadi Fokus Utama
Sekitar 80-an sepeda motor dinas dipakai oleh para Petugas KB dan Petugas Lapan gan KB se-Nusa Tenggara Barat, turut memeriahkan Hari Keluarga Nasional XXIII di Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Mereka melakukan konvoi kendaran lapangan ini mulai dari Pantai Amahami hingga ke Lapangan Merdeka sampai ke Lapangan Serasuba Kota Bima sebagai pusat peringatan Harganas tersebut. Mereka ini adalah petugas yang turun langsung ke lapangan dalam upaya menyukseskan pengendalian penduduk di Nusa Tenggara Barat melalui program Keluarga Berencana.
K
eluarga menjadi fokus utama pro gram pengenda lian kependudu kan, karena keluarga merupa kan lingkungan pertama untuk mendapatkan pola Asah, Asih dan Asuh. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty, yang hadir pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXIII tingkat
Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kota Bima. Pada peringatan Harganas ini Kepala BKKBN Pusat juga menyer ahkan penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin., S.H, M.Si. dan juga Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Erica Zainul Majdi. Dalam menyambut perin gatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIII tingkat Provinsi
Nusa Tenggara Barat, berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh panitia penyelenggara. Seperti, jalan sehat, seminar kesehatan, konvoi kendaraan, pasar murah dan kegiatan lain yang menyang kut kesehatan keluarga. Kegiatan untuk memeriahkan Harganas yang dipusatkan di Kota Bima Nusa Tenggara Barat tersebut, diikuti oleh jajaran BKKBN seNTB. – Naniek I. Taufan
Hindari Pernikahan di Bawah Usia 21 Tahun Kota Bima dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Harganas ini dikarenakan prestasi Pemerintah Kota Bima yang telah berhasil meraih penghar gaan Satya Lencana dari Presi den Republik Indonesia bidang pengendalian kependudukan. Pengendalian penduduk dianggap
kesetaraan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Saya ber syukur, Ayah saya menurut saya membebaskan anak perempuan nya untuk menggapai cita-cita dan memberikan ruang cukup luas un tuk mengaktualisasikan diri. Beliau juga kurang setuju tentang hukum waris yang memang anak lakilaki. Ia juga berpikir bahwa anak perempuan juga memiliki peran sosial, ekonomi, politis yang san gat vital dalam membangun Bali. Butuh trobosan tidak hanya untuk lembaga-lembaga tetapi unit yang paling intim yaitu keluarga. Saya rasa di sana lebih banyak edukasi bagaimana keluraga memperlaku kan anak laki-laki dan perempuan secara adil.” “Harapan saya adalah di masa depan akan semakin muncul perempuan-perempuan Bali yang menjadi pemimpin. Saya ingin me lihat perempuan yang khusushnya mengkaji tentang kajian seksualitas tradisi, atau menurut kearifan lokal di Bali, tentang kekerasan seksual dan anak. Saya harap perempuan semkin mengambil ruang-ruang aktif di lingkup sosial tidak saja di keluarga tetapi di masyarakat secara umum,” pesan Saras Dewi mengakhiri percakapan. -Wulan
penting untuk mencapai kes ejahteraan masyarakat. Karena itulah Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin., S.H., M.Si., menyam paikan harapan agar momentum Harganas harus dijadikan sebagai media dan langkah untuk menye jahterakan masyarakat. Karena pertumbuhan ekonomi yang se
dang dirasakan oleh masyarakat NTB saat ini belum dikatakan berhasil kalau tidak dirasakan langsung kesejahteraannya oleh masyarakat. “Ini juga harus didukung oleh pengendalian penduduk dengan program dua anak cukup,” ungkap Wagub saat peringatan Hari Keluarga Na sional XXIII Provinsi NTB di Lapangan Sarasuba, Kota Bima, beberapa waktu lalu. Muham mad Amin mengharapkan agar semua Kepala Daerah bersiner gi membangun daerah agar kes ejahteraan masyarakat tercapai dan angka kemiskinan terus dapat diturunkan. “Mari kita terus perkuat kerjasama dan sinergisitas demi kesejahteraan masyarakat,” katanya. Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman., S.E., menyampai kan bahwa penghargaan Satya Lencana bidang Pengendalian Kependudukan dari Presiden RI yang diperoleh Pemerintah Kota
Bima adalah milik semua pegawai dan masyarakat Kota Bima. “Ini menjadi pemicu semangat bagi semua pihak di Kota Bima un tuk terus membangun daerah,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Pusat Surya Chandra Surapaty menyampai kan bahwa beberapa tahun yang akan datang bangsa Indonesia
akan mendapat bonus demografi. Menurutnya, hal ini harus diman faatkan dengan baik agar tidak menjadi bencana kependudukan. Oleh sebab itu, Surya Chandra Surapaty mengharapkan semua elemen masyarakat mengam panyekan dua anak cukup serta menghindari pernikahan di bawah usia dua puluh satu tahun. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Sri Astuti
Penggagas Berdirinya
PAUD Bukit Lempayan
Sri Astuti
D
i kampung ini, dokar tersebut dikenal den gan nama Dokar PAUD. Demi mendekatkan fasilitas pendidikan bagi anak sejak usia dini yang tinggal di sekitar perbukitan desa tersebut, PAUD Bukit Lempayan didirikan sejak tahun 2007. Adalah Sri Astuti, seorang perempuan yang memiliki kekurangan pada kaki kanannya yang menderita polio sejak kecil yang menjadi penggagas dan pendiri PAUD Bukit Lempayan ini. Meski memiliki kekurangan dan harus berjalan tertatih-tatih, namun semangat Astuti terus berpijar demi memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak ini. Nama Bukit Lempayan yang diberikan pada PAUD ini dipilih Astuti sebagai simbol semangat yang luar biasa yang tidak pernah padam dalam dirinya. “Lempayan adalah pohon atau sejenis tanaman yang tahan hidup dalam kondisi apapun. Meski dalam musim sekering apa pun, Lempayan mampu bertahan hidup,” ujar Astuti. Sedangkan bukit menunjukkan lokasi tempat para murid tinggal dan sekolah ini berada. Begitulah harapan Astuti pada sekolah dan murid-murid PAUD ini. Bahwa kelak sekolah ini terus mampu bertahan dan semangat para muridnya tetap menyala dalam menuntut ilmu sampai kapan pun. Diantar Jemput Dokar Berangkat dari keprihatinannya melihat anak-anak usia dini ini jauh dari fasilitas pendidikan karena tinggal di sekitar perbukitan desa, Astuti berinisiatif mendirikan PAUD ini. “Ada kesenjangan fasilitas pendidikan yang terlihat pada masyarakat yang tinggal di pinggir jalan raya dengan mereka yang tinggal di perbukitan. Anak-anak yang tinggal di pinggir jalan dapat menikmati sekolah sejak usia dini sementara mereka yang tinggal di perbukitan tidak dapat menikmatinya. Karena itu saya merasa perlu adanya PAUD ini,” ungkap Astuti. Anak-anak yang tinggal di perbukitan ini adalah kebanyakan anakanak buruh tani dan buruh dengan pekerjaan serabutan. “Orangtua mereka lebih fokus pada pekerjaan bukan pada sekolah. Apalagi PAUD yang ada jauh dari jangkauan mereka. Anak-anak kecil lebih banyak bermain menghabiskan waktu di rumah dan lingkungannya.
Menggunakan dokar (angkutan tradisional di Sumbawa Barat), anak-anak PAUD Bukit Lempayan Desa Dasan Anyar Kecamatan Jereweh Sumbawa Barat, berangkat ke sekolah dengan riang gembira. Satu-persatu mereka dijemput dari rumah-rumah mereka yang terletak di sekitar perbukitan desa itu. Uniknya, dokar yang mereka tumpangi itu bukan kendaraan umum melainkan kendaraan milik PAUD yang sengaja disiapkan untuk memudahkan muridmurid PAUD berangkat menuntut ilmu ke sekolah ini.
Saat itu terpikir olehnya alangkah lebih baik jika dari usia dini mereka ini sudah mendapatkan pendidikan. Karena itulah PAUD Bukit Lempayan ini didirikan untuk mendekatkan pendidikan bagi anakanak tersebut. Awalnya Astuti memang harus bersusah payah untuk mendirikan PAUD ini. Modal sesungguhnya hanyalah keberanian dan kemauan keras. Ia memulai semua ini tanpa modal apa-apa, di saat ia menjadi salah seorang tenaga SP3 Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI tahun 2007. “Awalnya saya hanya dapat pinjaman tanah dari tokoh masyarakat setempat. Namun kemudian dari beberapa program yang saya kerjakan saya bisa menabung untuk membeli sedikit tanah untuk membangun PAUD ini,” katanya. Lambat laun apa yang dikerjakannya membuahkan hasil, setidaknya PAUD tersebut dapat berjalan dengan baik. Atas perhatian Pemerintah Desa setempat, lahan PAUD ini kemudian bertambah. “Sekarang ada 4 are, lumayan ada tempat untuk anak-anak bermain,” katanya. PAUD ini awalnya memberikan pendidikan gratis bagi muridnya karena mereka yang bersekolah di sini adalah anak-anak yang kurang mampu. Tetapi seiring berjalan dan berkembangnya PAUD yang saat ini memiliki 35 murid ini, ada beberapa murid yang berasal dari keluarga mampu yang secara sukarela turut menyumbang, membayar beberapa sesuai keperluan anak. “Semacam subsidi silang,” ujar Astuti, lulusan
Dokar yang mengantar-jemput anak-anak PAUD Bukit Lempayang
Sarjana Peternakan Universitas Mataram tahun 2006 ini. Bersama dua orang pengajar, Astuti terus bersemangat mendidik murid-murid PAUD ini. Hebatnya, dalam menjalankan tugas ini, Astuti yang kala itu belum memiliki pekerjaan tetap dan dua guru lainnya ini sama, tidak pernah memikirkan soal honor atau gaji atau upah bagi kerja keras mereka tersebut. Bertahuntahun mereka mengajar tanpa ada bayaran yang tetap. Sesekali mereka mendapatkan honor jika ada kelebihan dari dana program yang mereka kerjakan di PKBM Bukit Lempayan. Itu pun jumlahnya sangat kecil. Awalnya Astuti mengajak kedua guru ini untuk bersama-sama mengajar di PAUD tersebut namun dengan syarat bekerja dengan hati dan ikhlas. “Saya salut pada dua guru PAUD ini yang meskipun lebih banyak tidak
menerima honor karena keadaan yang tidak memungkinkan, mereka tidak sekalipun saya dengar ingin keluar dari PAUD dan mencari pekerjaan lain. Mereka dengan setia mengajar para murid,” ungkap Astuti bangga. Jangankan untuk honor mereka, untuk kebutuhan murid yang bersekolah secara gratis di PAUD ini, dulu sulit sekali mendapatkan dana. “Bersyukurnya selalu saja ada rezekinya sekolah ini,” kata Astuti tertawa. Yang tidak kalah uniknya adalah ketiganya, Astuti dan dua guru lain ini, tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pengajar, melainkan diawali dengan kemampuan yang ada dalam diri mereka, Astuti sebagai Sarjana Peternakan dan dua guru lain lulusan SMU. Tapi mereka mau belajar dan meningkatkan diri untuk dapat menjadi guru yang baik bagi para murid mereka. Mereka
pun mengambil kuliah di Universitas Terbuka jurusan PG PAUD (Pendidikan Guru PAUD). Namun tampaknya karena kesabaran dan keikhlasan tersebut, mereka akhirnya sekarang masuk sebagai tenaga honor daerah Sumbawa Barat. “Alhamdulillah, sekarang mereka sudah dapat honor dari daerah,” ujar Astuti yang juga akhirnya menjadi Pegawai Negeri Sipil sejak tahun 2011. Selain keberuntungan yang mereka peroleh dari kesabaran dan keikhlasan mengelola PAUD ini, sekolah ini juga mulai dilirik donatur dan menerima bantuan meskipun tidak banyak. Beberapa waktu lalu PAUD ini menerima dana dari donator untuk membeli dokar yang selama ini dipinjam dari orangtua murid untuk mengantar jemput murid PAUD. Sebelumnya PAUD meminta bantuan salah seorang orangtua murid yang memiliki dokar untuk mengantar jemput murid terutama yang rumahnya jauh sampai dengan jarak sekitar 1,5 kilometer. Namun sekarang PAUD telah memiliki dokar sendiri. “Kusir dokar PAUD tidak dibayar tetapi setelah menyelesaikan tugasnya mengantar dan menjemput anak-anak sekolah, ia diperbolehkan menambang (mencari penumpang) hasilnya untuk Pak Kusir,” kata Astuti. Kini Astuti bisa tersenyum melihat PAUD Bukit Lempayan semakin hari semakin terlihat masa depannya dari wajah-wajah ceria anak-anak kampung yang berkesempatan mengenyam pendidikan sejak usia dini. Meski harus berjalan tertatih-tatih, Astuti yang juga seorang penyuluh pertanian ini juga nyaris setiap hari rajin turun lapangan mengunjungi para petani binaannya di dua desa yakni di Kelurahan Dalam dan Desa Batu Putih. Tiga puluh tiga (33) kelompok tani dengan lebih dari 350 anggota harus ia datangi secara bergiliran, minimal dua kelompok tani dalam sehari. Astuti adalah sosok perempuan yang penuh semangat meski dalam kondisi yang kekurangan secara fisik. -Naniek I. Taufan
Inspirasi
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Miyono
Kembangkan Batik Pewarna Alam Pesona kerajinan batik kayu Indonesia sudah sejak lama dikenal di mancanegara. Tak heran kalau permintaan akan produk kerajinan tersebut di pasar kerajinan internasional terbilang cukup tinggi. Miyono dan kakaknya yang pengusaha kerajinan batik kayu, sempat merasakan masa keemasan batik kayu di era 90-an dimana banyak produknya diekspor ke mancanegara.
“D
ulu itu kerajinan batik kayu kita justru sangat dikenal buyer asing. Permintaan ekspornya tinggi. Sementara permintaan di dalam negeri tidak terlalu banyak. Namun seiring waktu, masyarakat kita pun sudah semakin mengenal kerajinan batik kayu, sehingga permintaan dalam negeri pun tak kalah banyaknya. Seiring dengan itu maka pelaku-pelaku bisnis kerajinan batik kayu pun semakin bertambah banyak,” ungkap Miyono, pengusaha batik kayu dari Klaten, Jawa Tengah. Saking tingginya permintaan, ia dan kakaknya kerap didatangi pedagang-pedagang besar yang minta dibuatkan kerajinan batik kayu. “Mereka (pedagang besar) sudah menyiapkan bahan-bahan
mentahnya. Kami tinggal membatik dan memberi pewarnaan saja. Hasil produk kami itu kemudian disuplay ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, dan daerah lain, sebagian lagi untuk ekspor,” papar Miyono. Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, tempat dimana Miyono berasal, merupakan desa pengrajin batik kayu. Kebetulan, kata bapak dua anak ini, di desanya bahan mentah (kayu) untuk pembuatan kerajinan tidak sulit didapat. “Kayu mahoni, sengon dan albasia, misalnya, mudah dibudidayakan,” ucapnya. Ketika kerajinan batik kayu booming, tutur Miyono, banyak pengrajin desanya beralih menjadi pengusaha kerajinan. “Sebagian warga desa kami yang pengrajin batik kayu mulai mengembangkan bisnisnya ke luar Klaten. Mereka
Miyono, pengusaha kerajinan batik kayu dari Klaten
Anak-anak PAUD Bukit Lempayang
5
Batik tulis pewarna alami
umumnya datang ke Yogyakarta, karena di sana terkenal sebagai daerah wisata. Banyak turis mancanegara datang ke sana, termasuk kakak saya yang membuka usaha kerajinan batik kayu di Yogyakarta di awal tahun 90-an,” lanjutnya. Entah bagaimana, tambahnya, orang luar justru mengira asal usul kerajinan batik kayu dari Yogyakarta, padahal sebenarnya ‘embrio’ justru dari Klaten, khususnya dari Kecamatan Bayat. Saat ini, katanya, kerajinan batik kayu yang tersebar di seluruh Indonesia kebanyakan berasal dari tiga daerah yakni; Kecamatan Bayat Klaten, Dusun Krebet Bantul dan Gunung Kidul. “Jadi yang di Jakarta, Bali, dan daerah-daerah lainnya adalah produksi dari tiga daerah itu,” tambahnya. Miyono sendiri mengaku mulai menekuni bisnis ini diawali dengan membantu sang kakak di bagian produksi tahun 1998. “Saya banyak belajar dari beliau. Mulai dari produksi hingga pemasaran. Dua tahun belajar, kemudian saya pun membuka usaha sendiri. Jadi saya dan kakak mempunyai usaha yang sama, kami saling membantu,” tuturnya sembari menambahkan tahun 2009 sang kakak meninggal. Sukses menekuni kerajinan batik kayu, Miyono melakukan diversifikasi kerajinan, salah satunya dengan membuat kain batik pewarna alam yang dimulainya tahun
2008. “Saya ikut pelatihan di Balai Batik Yogya tahun 2007, kemudian 2008 mulai mencoba membuat. Ternyata hasilnya bagus, banyak yang suka karena pewarnanya dari alam (tumbuh-tumbuhan),” jelasnya. Beberapa pewarna alami yang digunakannya antara lain; kulit mahoni untuk mendapatkan warna coklat, untuk warna biru menggunakan tanaman tarum atau juga dikenal dengan sebutan indigo, dan buah jolawe yang menghasilkan warna kuning kehijauan hingga hitam. “Sebenarnya kunyit juga bisa, namun dari hasil penelitian di Balai Batik, warna kunyit tidak begitu tahan, maka saya tidak menggunakannya,” tambah Miyono. PERSAINGAN KETAT, PRODUKSI RUMIT Dulu, tambahnya lagi, saat baru memulai bisnis kain batik tulis pewarna alami, pemain di bisnis tersebut belum lah sebanyak sekarang. Namun seiring waktu, ketika permintaan akan batik pewarna alami meningkat tajam, maka penjual pun semakin banyak. “Dulu permintaan batik pewarna alami banyak sekali. Saya sempat kewalahan karena memproduksinya membutuhkan waktu lama. Memproduksi satu kain batik sampai siap digunakan membutuhkan waktu 2-3 hari. Karena rumitnya memproduksi ini maka harganya pun berlipat-lipat diband-
ing batik pewarnaan sintetis. Di sisi lain SDM pengrajin batik kurang karena mereka banyak yang sudah membangun bisnis sendiri ,” kata Miyono yang menjual satu lembar kain batiknya ukuran 2,5 M x 1,1 M seharga Rp400 ribu. Meski produksi tergolong rumit, ia mengaku belum berminat merambah ke pembuatan batik pewarna sintetis. “Memang batik sintetis lebih cepat laku karena harganya lebih murah, tapi saya sekarang ingin belum terpikir ke sana (memproduksi batik pewarna sintetis), ya. Saya masih bertahan dengan pewarna alami saja,” ucapnya. Lagi pula, tambahnya, ia kini tengah fokus mengembangkan kerajinan batik kayu yang meski persaingan cukup ketat, namun produknya telah memiliki pasar yang jelas. Dengan kerajinan kayu, katanya, lebih mudah berkreasi. Karena kayu bisa dibentuk menjadi apa saja. “Saya lebih cenderung memperkuat di kerajinan kayu karena sudah memiliki pasar. Saya juga rutin melakukan ekspor, paling tidak ke Belanda yang sudah dua tahun terakhir menjadi pelanggan tetap,” kata Miyono yang rajin mempromosikan produknya lewat dunia maya. Karena sudah memiliki sejumlah pelanggan rutin, Miyono mengaku tidak terlalu merasakan lesunya perekonomian. “Terus terang saya tidak terlalu merasa ya karena saya sudah punya pelanggan tetap. Cuma mungkin sekarang ini, khusus untuk ekspor, tidak sebanyak sebelumnya. Yang rutin saat ini hanya ke Belanda. Tahun lalu sempat ekspor ke Filipina, nampan batik,” jelasnya. Menurutnya, usaha kerajinan batik kayu bisa tetap eksis sampai kini karena karena perkembangan pasar dalam negeri cukup bagus. “Belakangan malah permintaan dalam negeri tinggi. Ekspor lesu, tapi dalam negeri tinggi, itu sudah lumayan bagus,” katanya. -Diana Runtu
6
Pembangunan pertanian akan berhasil, ketika semua sumber daya manusia, tidak hanya laki–laki, namun juga perempuan. Salah satu lang kah yang telah diupayakan perempuan di Bali dalam meningkatkan perannya di berbagai aspek dalam mem bangun pertanian adalah membentuk komunitas yang peduli pada dunia pertanian, dalam Wanita Tani Indonesia (WTI) Provinsi Bali.
M
Woman on Top
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
e n u r u t Tu t i Kusuma War dhani, S.E., M . M . , M . Ke s . , selaku Ketua WTI Bali, didam pingi para pengurus lainnya saat bertemu Tokoh , di RM Taliwang Baru di kawasan Teuku Umar, Denpasar, pertanian di Bali belum digarap secara komprehensif, masih secara parsial. Memang sudah ada penyuluh pertanian namun kurang maksimal. Anggota WTI di Bali memang sudah maju, namun sifatnya masih parsial. Untuk inilah mereka merancang bahkan sudah pula melakukan gerakan bersama. Dalam WTI Bali, mereka ber gabung untuk bersinergi mengingat masih banyak yang bisa digarap di masyarakat. Apalagi mereka yang digandeng di W T I selain para pelaku dari dunia per tanian j u g a
WTI Prov. Bali Siap Bergerak akademisi. Mereka memiliki komitmen yang sama demi kemajuan pertanian siap terjun ke masyarakat. Mereka akan saling mengisi dan melengkapi untuk pembangunan pertanian di Bali. Ketika sudah bergabung dalam sebuah gerakan yang berarti juga lebih efektif dan efisien. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah un tuk cita-cita atas kedaulatan pangan, WTI juga akan ber sinergi dengan instansi terkait, karena tidak akan mampu ber jalan sendiri,” ujar Tuti. Ia juga menyebutkan be berapa angggota WTI yang sudah tercatat sebagai pelaku pertanian seperti Yuliani Djajanegara pemilik BaliTangi, Wayan Tatik pemilik Cau Coklat, Pudi Astini pemilik Taliwang Baru, Wayan Srilaba pemilik Duta Orchid, mereka semua bahkan sudah melangkah lebih dahulu, turun ke lapangan melakukan pembinaan pada para petani yang menjadi mitra kerja. Selama ini Yuliani dikenal se bagai sosok yang tak pernah bosan mengajarkan pada petani bagaimana menjadi petani yang memiliki jiwa wirausaha dengan melakukan kegiatan pertanian yang efektif. Kegiatan pertanian itu tidak hanya sebagai sambilan agar hasil produksinya baik dan
Sebagian pengurus WTI Provinsi Bali
optimalkan sehingga hasil jerih payah yang diterima pun seim bang, dalam arti petani berhasil menjual hasil pertaniannya dengan harga yang bagus dan sama-sama senang. Yuliani juga percaya dengan melibatkan kaum perempuan dari berbagai bidang dan kemampuan dalam satu kelompok akan memi liki kekuatan untuk membantu pertumbuhan dan pembangunan pertanian di Bali. Salah satu langkah rutin yang dilakukan sebagain pengurus WTI yakni memberi contoh sekaligus mengampanyekan di lingkungan nya bagaimana memperoleh man faat yang sebesar-besarnya. Con tohnya melalui pengelolaan lahan
pekarangan dengan menanam berbagai tanaman pangan, sayuran dan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pelestarian tanaman pangan hingga pengelo laan limbah rumah tangga. Begitu pula anggota lainnya, seperti Wayan Tatik pemilik usaha Cau Coklat, coklat organik yang ditanganinya mulai dari pengolah pupuk hingga proses selanjutnya dari hulu sampai hilir. Dengan mot to sehat karena organik pilihannya, petani senang, harga coklat naik, dan pertanian lestari, dengan se mangat memelihara coklat dengan baik secara organik. Tatik juga ingin menunjukkkan sinergi pertanian dengan industri pariwisata agar image pariwisata
mengalihfungsikan lahan maka dibuatlah agrowisata. Optimal kan pertanian untuk dinikmati oleh wisatawan. Anggota WTI lainnya juga mengatakan mereka juga turut mengisi pasar murah bergan dengan dengan Aspartan Kota Denpasar. Selain sudah pula terjun ke lapangan, diantaranya kunjungan ke Pelaga. Ternyata, di sana ada petani yang mem produksi pupuk organik yang berkualitas, dan informasinya perlu digaungkan, agar lebih banyak lagi yang tahu. Sedang kan di Tabanan, kelompok wanita taninya telah berhasil mengolah hasil pertanian seperti, minyak kelapa dan berbagai ma kanan tradisional. Selanjutnya WTI Bali juga akan terus melangkah , salah satunya segera memberikan penguatan pada kelompok wanita tani (KWT) di desa-desa yang memang sudah memiliki program. Bahkan , mereka juga sudah melakukan pemahaman pada ibu-ibu untuk memaksimal kan hasil dari lahan yang minimal. Bagaimana mengelola pekarangan dengan sistem sebagai salah satu upaya kaum perempuan untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan pertanian, dan ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk meningkatkan pa ngan dan gizi. – Sri Ardhini
“WARKOP” Salam Senyum “… ngobrol di warung kopi… nyentil sana dan sini.. Sekedar suara rakyat kecil.. bukannya mau usil,,, “ Sudah nonton film “ Warkop DKI Re born – Jangkrik Boss Part 1? Waaaahhh.. acung jempol untuk perfilman Indonesia yang menuai prestasi. Kita diajak tertawa selama kurang lebih 1,5 jam dan tentunya dapat menghilangkan penat dari kesibukan sehari-hari. Judul Warung Kopi dalam tulisan saya minggu ini tentu sangat erat kaitanya dengan dunia layanan, seperti concern saya di rubrik ini. Warung kopi, seperti sudah menjadi tempat untuk mengobrol bareng, tempat pertemuan bisnis, tempat bertemu dengan sahabat, bahkan tempat mencari inspirasi… heheheheh.. trus apa hubungannya dengan dunia layanan?.. Saya petik dari sebuah peristiwa. Pak Made adalah seorang pengusaha yang selalu menyempatkan diri untuk ngopi siang setelah dari pagi bekerja. Yang menjadi kebiasaannya adalah ngopi di tempat yang sama… kita sebut warung X… Naah.. tentu ada pertanyaan .. kenapa..? Apakah karena tempat ngopi lainnya kurang nyaman atau harganya terlalu mahal? Setelah saya telusuri ternyata pak Made selalu ngopi di warung X karena pak Made menganggap semua
warung kopi sama. Baik dari rasa, penyajian, tempat dan sebagainya. Sampailah pada suatu hari, ketika Pak Made diundang oleh salah satu rekan bis nisnya untuk bertemu di salah satu warung kopi yang saya sebut saja namanya warung Y. Semula Pak Made kurang berkenan dan mengarahkan agar ngopinya di warung X saja sesuai dengan kebiasaanya. Namun karena merasa berkepentingan dan akan “ditraktir” oleh rekan bisnisnya, maka Pak Made menyetujui dengan berat hati untuk bertemu dan ngobrol di warung Y. Singkat cerita,.. ternyata apa yang ter jadi… ? Di luar pembicaraan bisnis yang diobrolkan, Pak Made mulai menyadari, bah kan merasa suatu yang berbeda. Di warung kopi Y sesuai dengan tempat undangan dari rekan bisnisnya ternyata jauh lebih nyaman dari warung kopi yang biasa dia datangi. Di mana di warung Y, dia melihat bagaimana kopi itu dibuat dengan rasa yang lebih “nen dang”, dengan pelayan yang berseragam dan pelayanan yang super ramah, dengan suasana alunan musik santai bergaya anak muda dan bahkan dengan harga yang lebih pas. Para pembaca setia… tahukah kita ternyata Pak Made sebelumnya sudah terjebak menjadi CUSTOMER LIFE TIME VALUE. Artinya dia sudah menjadi pelang gan yang loyal. Pelanggan seperti inilah yang sangat dipertahankan karena sudah tentu akan menjadikan penyumbang profit dalam perusahaan. Pak Made seakan – akan sudah
ketergantungan dengan kopi di warung X, dengan mind set pikiran bahwa warung kopi di mana saja sama. Dalam strategi kepuasan pelanggan ada istilah current customer (pelang gan saat ini) dan customer life time value (Tatay Sutari ; 2016). Yang kita bahas dalam tulisan kali ini bagaimana jika pelanggan kita seperti Pak Made itu yang sudah terjebak oleh kenyamanan di kopi X bisa berpindah ke current customer di warung kopi Y dan akhirnya dia menjadi customer life time value di warung kopi Y. Melakoni profesi sebagai seorang trainer di bidang layanan di perusahaan – perusaha an ternama, saya sering mendapat pertan yaan bahkan keluhan dari peserta, salah satunya pertanyaan mengapa banyak sekali pelanggan mereka berpindah ke perusahaan lain,padahal menurut mereka layanan yang mereka berikan sudah maksimal. Kembali ke dunia layanan, sering dalam perusahaan mereka menerapkan hal (model layanan) yang sama setiap hari, setiap waktu, dan dengan orang-orang yang sama bertahun tahun tanpa berusaha untuk berinovasi. Be lajar dari cerita warung kopi, dalam layanan hendaknya mulailah berbenah agar para pelanggan setia kita tidak beranjak ke tempat yang lain. Bermodal senang travelling, saya sering mampir ke beberapa warung kopi. Contoh di kota Manado dan di Singaraja. Ketika saya mampir di warung kopi di Manado, saya tercengang dengan suguhan kopi yang airnya ditanak dengan arang, ditambah dengan pisang goreng sambal roa… Bayangkan.. luar biasa. Sedangkan ka lau di Singaraja warung kopi terkenal dengan
istilah “Dakocan”.. heheheh.. dagang kopi cantik… yang tentu dibayangkan pelayanan dan rasa kopinya juga berbeda. Begitu pula dengan layanan. Dari pengalaman dan membaca literatur tentang layanan, Istilah-istilah ini yang semestinya diterapkan. Excellent is not enough (layanan yang sempurna saja tidak cukup ), finding the unique (temukan sesuatu yang berciri khas), make it comfortable (buat senyaman mungkin), quality for price (kualitas me nentukan harga) dan ingat bahwa service is about innovation (layanan harus melakukan inovasi). Marilah pelaku layanan, kita berbenah. Produk boleh sama dengan kompetitor/ pesaing kita. Tapi layananlah yang harus kita inovasikan. Me-rolling karyawan dengan jangka waktu tertentu, memberikan kejutan layanan di hari–hari spesial, membuat tagline layanan yang berbeda, membuat seragam pelaku layanan yang spesial, dan lain sebagai nya, tentunya selalu dibalut dengan senyu man yang sempurna yang dapat “menyihir” para pelanggan. Dan yakinlah istilah “warung kopi” yang sudah kita buat tidak akan diting galkan oleh para pelanggan kita yang sudah terjebak dalam customer life time value. Bagaimana kupasan lengkapnya tentang istilah ‘Warung Kopi” di dunia layanan? Si lakan hubungi manajemen kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani Srisumahardani3SP@gmail.com
19
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
Warga Tulungagung memi liki cara unik dalam meningkat kan ketahanan pangan, dengan cara melestarikan budaya kuno, yang diberi nama tradisi ulurulur. Tradisi ini, digelar setahun sekali oleh masyarakat empat desa, Gamping, Ngentrong, Gedangan dan Sawo. Keempat desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Campurdarat. Kegiatan ini melengkapi aktivi tas warga yang sebelumnya juga membuat saluran irigasi dan menjaga kesuburan lahan.
T
radisi ulur-ulur ini, diyakini warga seki tar sebagai sarana metafisis yang da pat menjaga kelancaran sumber mata air Telaga Buret yang airnya mengalir ke area persawahan setiap saat. Baik pada musim hujan maupun kemarau. Dengan demikian, warga di kampung ini tidak pernah mengalami musim paceklik. Tradisi turun-temurun ini di awali dengan prosesi pengarakan sepasang pengantin cilik (dalam
Tradisi Ulur-ulur Tingkatkan Hasil Pertanian
Mamandikan Patung Dwi Sri dan Joko Sedono
bahasa Indonesia: pengantin kecil). Tapi bukan pengantin sungguhan. Sepasang pengantin ini sebagai simbul Dewi Sri dan
Joko Sedono, lambang kemak muran. Sambil menggendong hasil panen yang dibungkus kain putih, pengantin cilik ini jalan kaki
Kirab pengantin cilik
mengelilingi empat desa tadi. Di belakangnya diikuti se jumlah sesepuh dan tokoh desa setempat. Selama perjalanan, juga
Para pemain Warkop DKI Reborn dari kiri: Vino G. Bastian, Abimana Aryasatya, Indro, dan Tora Sudiro
Berharap Warkop DKI
Diproduksi Tiap Tahun Industri perfilman diheboh kan hadirnya film “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1”. Film komedi yang pernah eksis 1990-an ini kembali diprod uksi untuk mengobati rasa rindu penggemar film tersebut,
sekaligus sebagai bentuk dedikasi kepada almarhum Dono dan Kasino. Setelah sukses diawal pelun curannya, kini komedian legen daris yang juga salah satu dari
personil Warkop DKI, Indro, ber harap film tersebut dapat diprod uksi setiap tahunnya. Mengingat antusiasme masyarakat yang be sar selama penayangan Warkop DKI Reborn yang mencapai 3.165 penonton pada minggu pertama ini. “Karena penontonnya ba nyak sekali di bioskop,” kata Indro, disela konferensi press di Marvell City Surabaya, pekan lalu. Dalam acara tersebut Indro berbagi cerita tentang kesuksesan pemutaran film Warkop DKI Re born yang mengingatkannya pada romantisme Warkop DKI di era kejayaannya silam. Tiap tahunnya selalu menghadirkan dua film untuk ditayangkan. Meski demikian, dalam filmfilm Warkop DKI tidak sepenuh nya menampilkan adegan yang ada di film lama. Dengan alasan untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman saat ini. “Kalau kita
menampilkan adegan yang lama terus, itu belum tentu disukai penonton. Ada sedikit polesan komedi baru dan modern agar film tetap tampil segar,” ujar Indro. Disisi lain, Tora Sudiro, yang memerankan tokoh Indro membagi pengalamannya perihal pendalaman karakter sebagai seorang Indro, yang cukup mengesankan akan sosok ko median senior itu. “Untuk pendalaman karak ter sebagai Indro, butuh waktu sekitar dua bulan. Inipun saya lakukan melalui interaksi lang sung dengan tokohnya, soalnya Om Indro, kalau ditanya jawab nya nggak tau mulu,” kenangnya dengan gaya humor. Acara “Meet and Greet” tersebut diakhiri dengan kegiatan nonton bareng yang juga dihadiri aktor lainnya, seperti Vino G. Bastian dan Abimana Aryasatya. -Hany
diwarnai beberapa pertunjukkan tradisional, seperti jaranan, reog, dan drum band. Pasangan pengan tin cilik dibawa masuk menuju lokasi Telaga Buret untuk menyer ahkan hasil panen yang dibungkus kain putih tadi kepada sesepuh paguyupan Sendang Tirto Mulyo Sugito Binarso untuk dilakukan ritual lanjutan, kenduri bersama di sekitar telaga. “Kenduri ini sedekah. Sebagai wujud syukur pada Tuhan atas limpahan rezeki yang diberikan kepada kami,” kata Mbah Sugito Binarso, dengan suara pelan. Tak lama kemudian, hawa mistis semakin terasa. Apalagi bau wewangian dupa yang terus menyeruak ke angkasa. Tak ada satu-pun orang yang berani bi cara, bebas. Yang terdengar hanya suara lirih permohonan do’a. Sementara itu, beberapa kaum perempuan tua, mulai menghias patung Dewi Sri dan Joko Sedono dengan memberi bedak, me masang mahkota dengan hiasan daun kelapa dan kalung ronce bunga melati, sebagai permoho nan kepada penguasa alam agar lahan pertanian di desa mereka subur makmur. Prosesi ritual ini, dengan tabur bunga di dalam telaga dan pelepasan hewan berupa ikan dan kura-kura sebagai simbol peles tarian lingkungan. “Air telaga ini sumber kehidupan kami. Dengan ritual ini, diharapkan lahan perta nian subur dan memberikan hasil panen yang maksimal,” ujar Mbah Sugito Binarso. Ia menambahkan, kalau ha sil panen melimpah, otomatis ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Tulungagung terjamin. Syukursyukur hasil panen ini dapat juga memenuhi kebutuhan pangan ska la nasional. arso
Mbah Sugito Bin
-Khoirul Abadi
18
Life
Edisi 920/26 september - 2 OKTOBER 2016
Danau Tamblingan merupakan danau yang berada di Dusun Tamblingan Desa Munduk Kecamatan Banjar, Buleleng. Fungsi air danau dan hutan sangat dijaga masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan dalam merawat ekosistem alam dimiliki. Masyarakat Bali mempercayai alam sebagai bagian dari sumber kehidupan umat manusia. Kondisi alam laut dan pegunungan (nyegara gunung) secara sekala niskala dilindungi dari ancaman kerusakan. Hal ini yang membuat komponen tokoh masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan daerah tersebut sebagai kawasan wisata berbasis konservasi alam.
permintaan agar tetap tidak ada bangunan permanen di kawasan tersebut. “Kami ingin bangunan permanen tidak dibuat disana, contohnya seperti hotel atau restoran agar dibangun di luar kawasan tersebut,” harapnya. Ia menambahkan, hal utama tidak boleh ditinggalkan adalah dasar pijakan untuk menata kawasan Tamblingan sebagai kawasan suci dan konservasi. “Itu tidak boleh hilang. Masalah nanti mau dibuatkan apa, baik taman atau kawasan spiritual lainnya itu tidak masalah. Kuatkan dulu keberadaan hutan dan Pura-Pura di sana kemudian pariwisata itu menjadi bonusnya,” tambahnya. -Wiwin
Destinasi Danau Tamblingan Dijadikan Taman Bunga Data KTP Elektronik untuk Pilkada Bupati Buleleng dalam rapat mengundang Tokoh Adat Catur Dalem Tamblingan
P
emkab Buleleng tampaknya tidak main-main dalam mengembangkan destinasi wisata di Buleleng. Kali ini Pemkab Buleleng berencana mengembangkan kawasan Danau Tamblingan menjadi lebih menarik untuk dikunjungi. Rencananya Pemkab Buleleng akan menata kawasan Danau Tamblingan menjadi taman bunga. Menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., kawasan Danau Tamblingan selama ratusan tahun memberi kehidupan air kepada masyarakat Bali. Danau Tamblingan dijaga dan dihindari mengalami pencemaran air. “Kami merapatkan teman-teman dari Catur Desa, pemerhati lingkungan dan SKPD. Ke depan menjadikan Danau Tamblingan sebagai destinasi ramah lingkungan. Keasrian dan kelestarian air Danau Tamblingan harus kita jaga lestari. Konsepnya masih dibahas untuk diatur lalu dapat dianggarkan tahun depan,” ujar Bupati PAS didampingi Wabup Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.. Pemkab Buleleng berencana mengembangkan pariwisata di kawasan Danau Tamblingan yang ramah lingkungan sehingga tidak merusak kealamian baik air maupun hutannya. Semisal destinasi alam dilarang memanfaatkan perahu mesin dan hanya perahu kayu dengan dayung
untuk menghindari pencemaran air danau. “Saya harap ke depan kita memiliki destinasi baru di Buleleng, melalui penataan konsep Danau Tamblingan. Cukup banyak masyarakat berkunjung menikmati alam Danau Tamblingan, mereka ada pula berkemah. Kami tekankan pola ramah lingkungan dengan memperbanyak penanaman pohon dan bunga,” imbuh Agus Suradnyana. Bupati Buleleng mengatakan konsep pengembangan kawasan Danau Tamblingan tetap seperti awal yaitu destinasi wisata yang ramah lingkungan. Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan akan menganggarkan dana di tahun 2017. “Jika ini sudah deal tahun depan kami anggarkan dananya, namun dana itu untuk tanah milik Pemkab Buleleng yang seluas 4,6 hektare, nanti sisanya kita serahkan kepada desa adat untuk membangunnya dengan menggunakan dana BKK,” ujarnya. Sementara itu, menurut Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan Jero Putu Ardana pihaknya mendukung rencana tersebut. Ardana menyampaikan, ada beberapa yang harus diperhatikan jika rencana tersebut dijalankan. “Kawasan danau Tamblingan adalah kawasan suci, jadi kami ingin kesucian kawasan tesebut tetap dijaga,” pungkasnya. Selain itu, Ardana juga memiliki
Jumlah masyarakat Buleleng yang mencapai 118.000 jiwa rupanya belum menyeluruh melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Dari batas yang diberikan oleh Kementrian dalam Negeri (Kemendagri) yaitu akhir September 2016 masih banyak masyarakat yang belum mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Hal tersebut disampaikan oleh Kadisdukcapil Buleleng Ni Putu Ayu Rieka Nurhaeni. Ia menjelaskan dari seluruh desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng pihaknya memerhatikan antusias masyarakat untuk melakukan perekaman sangat meningkat secara signifikan. “Untuk mencapai jumlah seratus persen memang tidak mudah karena setiap hari umur masyarakat pasti ada penambahan,” tuturnya. Dari batas waktu perekaman yang hanya beberapa hari tersebut, pihaknya mengaku selalu diserbu masyarakat yang ingin mengurus dokumen pribadi utamanya KTP elektronik. Bahkan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pihaknya tetap melayani permintaan perekaman di hari libur. “Kantor tetap kami buka di hari Minggu dan hari
raya,” imbuh perempuan murah senyum tersebut. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang ada di perantauan tetap bisa meluangkan waktu untuk mengurus KTP elektronik. “Biasanya yang kerja di rantau pulangnya pasti hari libur, nah di hari libur itulah mereka bisa mengurus KTP-el,” paparnya. Dari awal pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media elektronik yaitu radio-radio terdekat. Sehingga informasi yang diperoleh masyarakat dapat dengan cepat dan tepat diterima. Bahkan usaha jemput bola pun dilakukan oleh pihaknya. “Kami tidak hanya menyasar masyarakat yang masih berusia produktif tetapi juga masyarakat yang sudah lanjut usia,” tambah perempuan kelahiran 9 Agustus 1972 tersebut. Perekaman dilakukan langsung terjun ke desa-desa dan langsung ke rumah penduduk yang tidak bisa datang langsung ke kantor. Ia menambahkan, fungsi KTP-el dari Kemendagri terdekat digunakan sebagai data dalam Pilkada Buleleng 2017. Hak pilih dapat digunakan apabila telah memiliki KTP-el. “Kami himbau supaya masyarakat yang belum mempunyai KTP-el segera mengurus sebelum batas waktunya diumumkan,” tambahnya. Sementara itu, masyarakat dari berbagai kalangan datang untuk mendapat nomor antrian KTP-el. Seperti Ni Komang Sutrini (39) asal Desa Pedawa Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Ia sambil menyusui anak ketiganya berumur lima bulan, setia menunggui suaminya mencari KTP-el. “Dari tadi pukul 07.00 Wita berangkat ke Disdukcapil. Ini menemani suami nyari KTP-el. Anak ketiga kami ajak karena tidak ada orang di rumah. Sabar menunggu antrean karena sangat banyak yang mencari KTP-el,” ujarnya. Hal serupa dilakukan Ronald yang menemani istrinya ke kantor Disdukcapil. Pria yang bertempat tinggal di Dusun Bangah Desa Panji Kecamatan Sukasada, Buleleng, ini bergegas mendatangi antrean Disdukcapil. Ia lebih dahulu masuk ke Kantor Perbekel Panji lalu mengurus perekaman di Kantor Camat Sukasada. “Ingin supaya proses tidak ribet. Tiga kantor mesti dimasuki mengurus kelengkapan, tidak satu pintu hanya di Disdukcapil. Ya harusnya dipersingkat lagi,” Kadisdukcapil melakukan perekaman KTP-el ke desa-desa. ucapnya. -Wiwin
Story
Sore itu, Sania merasa heran karena banyak sekali telepon yang masuk ke telepon genggamnya namun tidak sempat diangkatnya karena ia lupa membawa. Begitu juga dengan sms yang belum terbaca yang jumlahnya puluhan. Saat ke kantor pagi tadi Sania baru tahu kalau ia lupa membawa telepon genggam.
B
egitu melihat begitu banyak telepon dan sms yang masuk, ia baru sadar pasti ada sesuatu yang penting yang sedang terjadi. Ia juga ingat selama berada di kantor tadi, banyak mata yang tak biasa dari rekan-rekan kerjanya menatap padanya. Ada apa gerangan? Perlahan-lahan setengah takut, Sania (40) membuka satu persatu sms dan membacanya. Alangkah terkejutnya ia menemukan pertanyaan yang bernada serupa bahkan sama dari puluhan sms yang masuk yang nota bene berasal dari kawan, sahabat dan keluarganya. Bagai disambar petir, Sania langsung lemas dan shock. Di dalam kamar ia terduduk lama sekali dan tak bisa berkata apa-apa. Ia diam sampai sebuah ketukan pintu menyadarkannya dari rasa shock yang memukulnya. “Apa itu benar fotomu?” tanya sahabatnya Ratri dengan wajah cemas. Sania mengangguk lemas. Saat itu Ratri meninggalkannya tanpa berkata apa-apa. Sania kemudian mengingat-ingat bagaimana foto “terlarangnya” itu bisa beredar hingga ke media massa? Sebagai sahabat Sania, Ratri sebenarnya sudah berusaha menghubunginya sejak pagi ketika ia melihat foto Sania yang layak sensor terpampang di sebuah media massa. Namun Ratri sesungguh-
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
7
Karma Akibat Main “Api” nya sudah menduga hal ini bisa terjadi pada Sania sewaktu-waktu karena ia mengenal sahabatnya tersebut. “Ini karma untuk Sania. Berkali-kali saya mengingatkannya untuk tidak merebut suami orang tapi dia tidak mau mendengarkan saya,” kata Ratri mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu itu. Ratri bersahabat dengan Sania sejak mereka kuliah di salah satu universitas di Mataram belasan tahun yang lalu. Sehingga ia mengenal benar bagaimana Sania yang dari dulu memang suka bermain api. “Padahal Sania itu anak yang pintar dan enerjik serta memiliki kemampuan yang baik berkomunikasi dengan orang lain. Namun sayangnya, ia suka melakukan hal-hal di luar batas normal orang lain dalam percintaan,” ujar Ratri. Sejak gadis dalam hal percintaan, Sania tergolong berani. Ia pernah berpacaran dengan suami orang. Meski usianya jauh lebih tua dari dirinya, Sania tidak peduli. “Yang penting banyak uangnya. Saya juga heran dia selalu suka pada suami orang,” kata Ratri. Masalah yang terjadi sekarang adalah masalah yang sudah pernah terjadi dengan orang yang sama beberapa tahun lalu. Dulu saat kuliah, Sania berpacaran dengan Ramli yang sudah memiliki istri dan 3 anak yang usianya 20 tahun lebih tua darinya. Percintaannya itu diketahui oleh istri Ramli yang kemudian memisahkan mereka dengan berbagai cara. “Tapi Sania tidak kapok-kapok. Waktu itu mereka memang berpisah sampai akhirnya Sania menikah dengan laki-laki lain,” kata Ratri. Dalam pernikahannya yang memberinya dua anak itu, rumah tangga Sania tidak berjalan baik. Ia diketahui menjalin kembali hubungannya dengan Ramli yang usianya semakin tua dan jabatannya semakin tinggi serta uangnya semakin banyak. Namun lagi-lagi istri Ramli dan juga Sania menge-
tahui hal tersebut. Istri Ramli melabraknya. Suaminya pun lalu menceraikan dirinya. Rupanya setelah bercerai, Sania tidak lantas meninggalkan Ramli melainkan makin lengket hubungannya. Seperti ada dendam di hatinya pada istri Ramli. “Sania tidak mau tahu lagi, ia semakin dekat dengan Ramli yang juga kasmaran padanya. Orang tua tidak tahu diri. Dua-duanya menurut saya tidak tahu diri,” umpat Ratri pada Ramli dan Sania. Ratri merasakan benar sakit hati istri Ramli. Suatu hari, Ramli bertengkar dengan istrinya. Sampai-sampai telepon genggam Ramli rusak akibat dibanting oleh istrinya. Karena sangat membutuhkan nomor kontak dalam HP tersebut, Ramli lantas memperbaikinya. Rupanya dari sanalah bermula foto-foto yang ada di dalam HP itu pun terbaca orang lain termasuk fotofoto Sania dalam keadaan layak sensor. “Foto tersebut sepertinya diambil oleh Ramli saat mereka berselingkuh,” ungkap Ratri. Entah bagaimana ceritanya, tidak ada yang tahu siapa yang menyebar foto tersebut, sampai akhirnya ke media massa. Foto Sania dalam keadaan layak sensor terpampang jadi buah bibir selama berminggu-minggu. “Sania sempat tidak berani keluar rumah,” kata Ratri. Istri Ramli yang melihat foto
tersebut keluar dari HP suaminya sempat mendatangi kantor Sania untuk meminta baik-baik pada atasan Sania agar memanggil Sania untuk dipertemukan dengan dirinya, namun atasan Sania terkesan cuek. Entah karena malas mengurus Sania atau apa masalahnya, yang pasti Sania tidak dipanggil atau ditegur. Entah siapa yang kemudian akhirnya memposting foto dari berita media tersebut (bukan media lokal yang besar atau bukan juga media nasional, melainkan media biasa saja) yang memuat berita dan foto Sania itu ke media sosial. “Saat itu juga langsung heboh,” kata Ratri. Berbagai komentar negatif mengarah pada Sania. Ini menjadi karma baginya. Namun, bukan malah kapok, Sania malah makin lekat berhubungan dengan Ramli. “Dua-duanya sudah gila,” kata
Ratri kesal yang kini sudah jarang bergaul dengan sahabatnya itu. Ratri merasa dirinya kurang nyaman tiap kali diminta mengantarkan Sania untuk bertemu Ramli. Apalagi ternyata Ratri juga kembali menjalin hubungan dengan mantan suaminya yang sudah beristri lagi itu. “Ah… dia (Sania) itu sudah tidak punya otak,” katanya. Kabar terakhir yang diperoleh Ratri adalah Sania sudah menikah dengan Ramli. Padahal sesekali waktu Ratri masih melihat Sania jalan bareng bersama mantan suaminya. Karena itulah Ratri kini memilih menjauh dari hubungan persahabatannya dengan Sania. Ia tidak mau lagi melihat kelakuan Sania yang seolaholah dirinya ikut mendukungnya. “Saya tidak ingin terlibat dalam urusan gila Sania lagi,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
“Ini karma untuk Sania. Berkali-kali saya mengingatkannya untuk tidak merebut suami orang tapi dia tidak mau mendengarkan saya,”
8
Bunda & Ananda
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Anak Ketakutan? Kenali Penyebabnya
Semua orang, dari anak kecil sampai orang dewasa pada dasarnya punya rasa takut. Kadarnya saja yang beda. Ada yang rasa takutnya kecil, ada juga yang rasa takutnya berlebihan. Bagaimana cara mengatasi rasa takut pada anak kecil?
A
ndre yang sudah berusia 9 tahun tidak berani mandi sendiri. Tiap kali disuruh mandi, ia selalu minta ditemani. Walaupun kamar mandi berada dalam kamar tidur, ia tetap saja meminta ada yang menemani. Ibunya sampai bingung melihat anaknya yang terkesan penakut. “Kalau tidak ada saya, kadang neneknya atau sepupunya yang disuruh menjaga di depan kamar mandi,” ungkap Ibu Andre. Ternyata Ibu Yanti punya pengalaman yang sama mengenai anaknya yang terkesan penakut. Tiap melihat panci besar, anak saya langsung memalingkan wajah. “Saya awalnya heran, kok anak kecil takut sama panci,” ujarnya. Menurut Agus Binti Khoiriyah, S.Psi, Cht. M.NLP, anak takut karena beberapa penyebab. Pertama, karena pola asuh di rumah atau lingkungannya. Anak kecil sebenarnya tidak punya rasa takut. Ia bisa berangkak, berdiri, dan berjalan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Semua dilalui secara alamiah. Namun, seringkali karena ketidaktahuannya, si anak sering melakukan hal-hal yang dianggap membahayakan, misalnya memasukkan tangan ke colokan listrik, memegang panci yang panas, atau memegang es. “Apa yang dilakukan anak itu dilihat sebagai hal yang membahayakan oleh orang dewasa yang mengawasi si anak.
Muncullah larangan-larangan. Misalnya, jangan masukkan tangan ke colokan listrik, jangan pegang panci panas. Anak kecil dalam tahapan merekam semua memori akan menyimpan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dikecap, dan dipegang. Mana porsi rekaman terbesar yang ia ingat, itu yang akan menjadi pemantik ketakutan,” ujar psikolog yang juga pemilik Madania Center ini. Bunda Agus menambahkan anak dalam tahap eksplorasi pengetahuan tidak mengenal kata takut. Ia akan melakukan apa saja yang ingin dilakukan dalam jangkauannya. Orang dewasalah yang kemudian menjadikan si anak ini mengenal rasa takut. Anak yang pernah memegang panci panas, bisa jadi mengalami ketakutan setiap melihat panci. Ia teringat bagaimana panasnya tangan saat memegang panci yang panas. Kata-kata yang didengar saat tangannya terasa panas menjadikan ia takut setiap melihat panci. Orangtua yang memarahi anak kemudian menghukum anak di kamar mandi, di gudang, dan tempat-tempat yang kecil juga menjadi pemantik. Apa yang dialami ini terekam dalam memorinya. Si anak mengalami ketakutan ketika harus berada di tempat dulu dia pernah dihukum atau tempat yang mirip dengan tempat itu. Penyebab kedua, pengalaman orang lain yang diceritakan. Hal ini terjadi ketika ada orang lain yang menceritakan
Bunda Agus
pengalaman ketakutannya. Karena sering didengar, akhirnya ketakutan itu menular. Kakak yang sering menceritakan kepada adiknya bahwa di kamar mandi ada kecoak dan menyeramkan membuat si adik terpengaruh. Akibatnya, si adik takut ke kamar mandi dan takut kecoak. Takut yang berlebihan akan menimbulkan fobia dan jika terus-menerus terjadi akan menjadi trauma. Kalau sudah trauma, kondisinya sudah sangat parah. “Kalau takut masih bisa diatasi, tetapi, kalau trauma, perlu waktu dan proses untuk menyembuhkan,” ujar Bunda Agus yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Psikolog lulusan Universitas Muhamadiyah Malang ini menjelaskan rasa takut itu wajar asalkan tidak b e r l e b i h a n . Ta k u t merupakan bagian dari kehidupan. Orang berani karena berhasil mengalahkan rasa takutnya. Untuk mengatasi rasa takut, harus dikenali dulu penyababnya. Kasus per kasus beda. Anak yang takut dengan api, mungkin pernah kena api. Ada anak yang takut disuapi makanan mungkin karena punya pengalaman diberikan
makanan yang panas. “Rekaman di memori yang paling dominan saat kejadian menjadi pemantik anak mengalami ketakutan. Karena itu, penting untuk mengetahui apa penyebab dari si anak mengalami ketakutan,” jelas ibu empat anak ini. Sebagai solusinya, Bunda Agus menyarankan mulai dari orangtua. Jika orangtua sudah tahu penyebabnya, lakukan dialog dengan anak. Berikan anak pemahaman dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, anak yang pernah dihukum di kamar mandi diajak bicara dari hati ke hati. Sampaikan bahwa apa yang dilakukan dulu itu merupakan luapan emosi karena si anak melakukan hal
yang melewati batas kewajaran. Orangtua harus berani minta maaf jika menghukum terlalu berlebihan. Anak pun harus paham dan tidak mengulangi lagi kesalahannya. Orangtua juga tidak boleh memaksakan kehendak karena anak kecil punya karakter yang berbeda. “Anak kecil bukan miniatur orang dewasa. Biarkan anak mengeksplor pengetahuannya untuk mengenali kehidupan dunia nyata. Jangan terlalu mengekang anak dengan banyak larangan. Tugas orangtua hanya mengawasi dan mengarahkan. Kadang orangtua juga harus belajar dari anaknya,” tegas Bunda Agus.
Ilustrasi anak ketakutan
–Ngurah Budi
JENDERAL NASI BUNGKUS
“Aku tidak mengharapkan balasan, Anakku! Aku hanya berharap kelak kau menjadi orang penting yang berguna bagi nusa dan bangsa.” Sungguh mulia nasihat ibu itu. Gongseng merasa terlecut dan bersemangat hidup. Ketika kerajaan memerlukan pemuda untuk menjadi tentara, ia memberanikan diri melamarnya. Lulus. Dalam pendidikan militer ia mendapat perhatian dari komandannya. Pemuda itu sangat ulet, berani, disiplin, cerdas dan tak pernah mengeluh. Demikianlah, anak ulet itu akhirnya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya menjadi perwira. Ketika kerajaan mendapat serangan musuh, ia ditugaskan di garis depan. Dengan semangat berkorban demi kerajaan, ia berhasil memukul mundur musuh. Kerajaan kembali aman dan tenteram. Dalam suatu upacara kenegaraan, Raja menyematkan bintang jenderal di kedua pundaknya. Walaupun Gongseng menjadi jenderal, ia tidak takabur. Ia tetap hidup sederhana, tidak sombong dan selalu menghargai bawahannya. Sejak lama ia ingin membalas jasa kepada seorang ibu yang tinggal di pinggir sungai dan yang selalu memberinya nasi bungkus. Ketika tiba kesempatan yang baik itu, ia segera meluncur ke rumah yang dimaksud. “Ibu! Sebagai ucapan terimakasih, terimalah ini,” katanya merunduk sambil menyerahkan sebuah bungkusan. Dengan tangan gemetar sang Ibu membuka bungkusan itu. “Emas!” serunya. Dengan sangat terharu, perempuan yang sudah tua itu berkata, “Anakku, Ibu tidak mengharapkan hadiah mahal seperti ini. Aku bersyukur kamu sudah menjadi orang penting dan berguna bagi nusa dan bangsa. Itulah hadiah yang paling berharga untukku!” (Cina)
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
17
Lampu Minimalis Masih Digemari Saat ini, kehadiran lampu dalam sebuah ruangan, tak hanya berfungsi sebagai penerangan utama. Ada beberapa jenis lampu yang memang difungsikan sebagai penghias ruangan (lampu hias).
tkh/wawan
Mendongeng Lima Menit Sejak dilahirkan Gongseng sangat menderita. Ibunya meninggal ketika ia lahir dan ayahnya menyusul kemudian. Ia hidup dari kemurahan hati tetangga-tetangganya. Setelah agak besar ia berpikir, tidak mungkin hidup tergantung Made Taro orang lain selamanya. Ia memulai hidup mandiri dengan menjual ikan. Setiap hari ia memancing ikan di sebuah sungai. Mula-mula ia dengan mudah mendapatkan lima sampai sepuluh ekor ikan kecil. Ikan itu dijual ke pasar. Lambat-laun ia sangat sulit mendapatkan dua ekor ikan, bahkan lebih sering tidak mendapatkan seekor pun. Hidupnya makin sulit. Kerap kali ia tidak makan seharian. Seorang ibu pencuci pakaian yang tinggal di tepi sungai itu memperhatikan kehidupan anak itu. Anak pemancing ikan itu seharian tidak makan. Ia makin lama makin kurus dan pucat. Karena belas kasihnya, ibu itu memberinya sebungkus nasi. Mulamula anak itu menolak, tetapi ibu itu memaksanya. “Daripada kamu sakit, sebaiknya kamu bertahan dengan sebungkus nasi ini!” demikian rayuan ibu itu. Kejadian itu bukan sekali dua kali, bahkan hampir tiap hari. Sang Ibu membelikan sebungkus nasi, anak itu menolaknya, akhirnya karena tak tahan lapar, anak itu menerimanya. “Dengan apa saya membalas jasa Ibu?” kata anak itu suatu hari.
Griya
Budi Daryanto
S
eperti, lampu biasa (bohlam) yang bisa dipasang di kap lampu. Kap lampu (lamp shade) ini pun terbuat dari beragam pilihan material, seperti kain, rotan, dll., bahkan bulu ayam, dengan berbagai model, bentuk bulat ataupun kotak. “Bentuk kotak ini ada yang persegi panjang, ada yang trapezium. Bentuk bulatnya juga ada yang silinder dan yang mengecil ke atas,” ujar Budi Daryanto, salah seorang pengerajin lampu di Artshop Gonay Art di
Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Denpasar. Sementara untuk material dan model tatakan lampu (base lamp) juga sangat bervariasi. Bisa dari kayu, rotan, maupun batu dengan model ukiran antik, nenas, ceret, guci, atau bentuk minimalis. “Di tempat kami lebih dominan mengerjakan lampu natural antik. Namun yang benar-benar antik, stoknya terbatas, sesuai persediaan saja. Tapi kami juga bisa membuat lampu yang berkesan antik. Beberapa tahun terakhir, lebih banyak konsumen memesan model minimalis untuk ditempatkan di vila-vila,” jelas pria asal Solo yang sudah delapan tahun bekerja di tempat ini. Sesuai dengan namanya, lampu ini fungsinya untuk menghiasi dan mempercantik ruangan, serta memberikan aksen sesuai tema ruang/hunian yang ingin ditampilkan. Lampu-lampu ini bisa diletakkan atau difungsikan sebagai lampu dinding (wall lamp), lampu gantung (hanging lamp), lampu lantai (floor lamp/standing lamp), dan lampu duduk/meja (table lamp). Dengan model dan ukuran yang variatif, konsumen bisa memilih dan menetukan lampu yang tepat untuk huniannya. –Inten Indrawati
16
Sudut Pandang
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
Promosikan UMKM dengan BooPOS Ajad asyik memegang ponselnya. Ia tengah melihat-lihat aplikasi BooPOS. “Saya dapat info mengenai aplikasi yang bisa mempromosikan jasa melalui ponsel. Saya senang kalau ada aplikasi yang membuat calon pelanggan bisa langsung menghubungi kita,” ujar pemuda yang bekerja sebagai tukang servis AC ini.
P
onsel memang menjadi piranti yang “wajib” dibawa Ajad. Biasanya, ia menerima orderan melalui ponsel. Namun, itu hanya langganan yang sudah ia kenal dan sering dikunjungi. Untuk menambah pelanggan, ia pun bersemangat untuk mengenal aplikasi BooPOS. Aplikasi BooPOS merupakan salah satu produk yang diperkenalkan Bamboomedia. Perusahaan IT yang berbasis di Bali ini ingin membantu pelaku UMKM baik barang dan jasa untuk meningkatkan daya saing di tengah maraknya e-commerce. “Aplikasi kami semacam katalog online yang berbasis lokasi. Konsumen bisa mencari barang dan jasa yang dekat dengan lokasinya. Penjual pun bisa
Putu Sudiarta
lebih mudah mendapatkan order,” ungkap I Putu Sudiarta, Direktur Bamboomedia. Ia menjelaskan, kehadiran e-commerce memang menjadi booming tetapi tidak menghilangkan sama bisnis konvensional. Dari artikel yang pernah ia baca, di Amerika Serikat distribusi barang di era teknologi canggih ini, 70% tetap melalui toko konvensional. Kekhawatiran toko konvensional akan tutup dan digantikan e-commerce tidak terbukti sepenuhnya. Namun, ada usaha yang benar-benar semua
beralih ke sistem digital, misalnya ticketing. Sekarang orang hanya menunjukkan tiket atau kode booking yang ada di ponsel. Melalui BooPOS, penjual barang dan jasa bisa mempromosikan produk dan jasa mereka dengan mengisi profil. “Aplikasi ini ringan dan mudah diunduh, hanya 1,5MB. Kami tidak ingin membuat aplikasi yang berat yang malah merepotkan pengguna. Intinya adalah aplikasi ini bisa membantu UMKM di Bali khususnya untuk lebih dikenal. Orang Bali biar percaya diri ada loh aplikasi dari Bali di tengah maraknya aplikasi e-commerce saat ini,” tegas Sudiarta. Aplikasi yang mengusung konsep, bisnis apapun pakai BooPOS ini memiliki tiga fitur, BooPOS Cashier, BooPOS Lite, dan BooPOS Browser. Konsumen yang sudah mengunduh aplikasi ini bisa menemukan barang dan jasa yang ingin dicari dan jaraknya paling dekat melalui BooPOS Browser sedangkan penjual mempromosikan barang dan jasanya dengan mendaftar di BooPOS Lite. Contohnya, Ajad yang sudah terdaftar sebagai penjual jasa sercis AC sedang mem-
perbaiki AC di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Seorang konsumen yang berada di Jalan Bedahulu Denpasar sedang mencari tukang AC. Melalui BooPOS Broswer, keberadaan Ajad bisa diketahui karena jarak Jalan Bedahulu dan Jalan Gatot Subroto berdekatan
Aplikasi BooPOS
sekaligus bisa dikirimkan pesan. Kedekatan jarak memudahkan konsumen untuk mendapatkan apa yang dicari dengan lebih cepat. Contoh lainnya, warga yang tinggal di Batubulan, bekerja di Denpasar. Suatu saat, ia ingin membeli gunting rumput. Dengan melihat di aplikasi ini, ia bisa tahu dimana saja ada toko yang menjual gunting rumput. Toko yang dicari bisa jadi yang paling dekat dengan kantor atau dekat dengan rumah. Dengan layanan pesan, bisa ditanyakan apakah barang dimaksud tersedia di toko tersebut. Kalau memang ada, tinggal datang ke toko dan membayar. Situasi ini memudahkan konsumen mendapatkan barang dan penjual bisa memastikan barangnya akan laku. “Kami terus menambah jumlah UMKM untuk dijadikan mitra. Ada relawan yang kami kerahkan untuk membuat database UMKM. Untuk tahap awal semua gratis. Nanti seiring perkembangan, akan ada sistem poin. Semoga dengan adanya aplikasi ini akan makin menggairahkan sektor UMKM untuk memasarkan produk dan jasanya,” tegas pria asal Klungkung ini. –Ngurah Budi
TRADISI BARU PEMBAGIAN BABI GULING SAAT GALUNGAN-KUNINGAN
Buleleng dan Ngada Jalin Kerjasama Potensi unggul pertanian anggur di Kabupaten Buleleng dilirik Pemkab Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan pengembangan usaha tani anggur berbasis manajemen dan teknologi. Kerjasama yang dijalin dibubuhkan dalam tinta penandatanganan nota kesepakatan bersama, Senin (19/9). Kedatangan Pemkab Ngada yang dipimpin langsung Bupati Ngada Marianus Sae,S.Ap didampingi Wakil Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa dan beberapa stafnya diterima langsung oleh Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Keberhasilan Buleleng dalam mengembangkan produk pertanian anggur menjadi salah satu alasan Bupati Ngada menjalin kerjasama. Selain itu, topografi Kabupaten Ngada dengan Buleleng memiliki kemiripan, sehingga anggur
Penandatanganan
potensial dikembangkan melalui pengalaman dan ilmu pertanian yang dimiliki setiap kabupaten. Wabup Sutjidra mengatakan sangat menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini merupakan awal yang baik untuk menciptakan keterpaduan pembangunan dan pengembangan sektor pertanian berbasis agribisnis. “Melalui kerjasama ini akan dilakukan sharing pengetahuan dan asistensi pengembangan tanaman anggur yang berorientasi agribisnis mulai hulu sampai hilir,” ujarnya. Wabup Sutjidra berharap kerjasama mampu meningkatkan kualitas pembangunan kedua Kabupaten berbeda provinsi ini. “Semoga kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas pembangunan, perekonomian, daerah dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Buleleng,” tandasnya. Bupati Ngada Marianus Sae mengatakan memilih mengunjungi Buleleng, dari berbagai referensi dan topografi dimiliki tidak jauh berbeda. Kabupaten paling utara di Pulau Bali tersebut dianggap berhasil mengembangkan pertanian anggur seperti ramai dikembangkan di wilayah Desa Banjar Kecamatan Banjar, Buleleng. “Kami sangat tertarik untuk mengembangkan usaha tani anggur, karena di daerah kami anggur sangat mahal,” kata MoU oleh Bupati Ngada Marianus. -Wiwin
WEDAKARNA DORONG TIAP DESA DI BALI MILIKI USAHA BABI GULING guling sebagai ikon adalah sebuah usaha moral untuk menghadapi pelaksanaan UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. UU ini tidak pro terhadap Bali. Akan banyak rakyat saya, para pedagang, peternak dan petani babi akan mendapatkan dampak. Maka dari itu saya galakkan Ekonomi Satyagraha, agar sebelum 2019 UU Halal dilaksanakan, agar Bali cerdas mensiasati produk non-Halal atau yang dalam Hindu disebut Sukla. Sukla yang dimaksud disini adalah proses mengolah makanan yang suci menurut agama Hindu. Gerakan ini Staf Humas DPD RI Bagikan Babi Guling diresmikan oleh Ida Pedanda Sebali Ke Sejumlah LP DI Bali (Inzet : Senator Wedakarna) Tianyar Arimbawa ( Dharma Adyaksa PHDI Pusat ) di Prambanan pada Juli Sejak tahun 2015, sosok muda Bali 2015. Kita dukung,” ungkap AWK. Ia pun yang juga Senator DPD RI yakni Dr. Shri menghimbau agar Bali yang telah dengan I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III resmi menolak ide Desa Syariah dan Wisata mulai membangun tradisi baru yakni de Syariah pada tahun 2015, agar dikembalikan ngan mepunia membagikan babi guling ke pada jati dirinya yakni agama Hindu. “Daging sejumlah Lembaga Permasyarakatan (LP) di babi dengan olahan kulinernya bisa men Bali. Tradisi membagikan babi guling kepada jadi sebuah alternatif ekonomi kerakyatan. saudara Hindu yang tidak mampu dan kurang Sejak gerakan ini dimulai pada 2014, kini beruntung, selalu menjadi program prioritas bisa dilihat bagaimana Bali marak dengan dari Arya Wedakarna (AWK). Hal ini semakin pedagang babi guling, babi genyol dan usaha menyempurnakan program Ekonomi Satya anak muda di olahan babi. Jangan sampai graha dan Gerakan Sukla yang ia gagas untuk Bali hanya dikenal sebagai eksportir sapi melindungi para petani dan peternak di Bali. dengan varietas sapi unggul, tapi Bali juga Sejumlah program pun ia gagas diantaranya harus dikenal sebagai sebagai pulau Babi, Festival Babi Guling yang ia gagas pertama pulau yang memiliki olahan rakyat dan kali di Bedugul Candi Kuning, juga Festival makanan tradisional babi guling. Ini akan Sukla di Denpasar, selain pembagian daging menjadi daya tarik tersendiri. Saya dukung babi dan babi guling setiap Galungan dan kaum marhaen khususnya pedagang kuliner Kuningan. babi untuk semakin berdaulat. Jangan kha watir, 90 % warga Bali adalah Hindu dan ini Ke depan ia memiliki sebuah ambisi nyata presentase dan segmentasi yang luas sekali. yakni memberdayakan pengusaha Hindu Mari biasakan ajeng, ajengan Sukla.”ungkap untuk membangun usaha UKM warung babi Gusti Wedakarna yang juga President The guling di setiap desa bahkan banjar di Bali. Hindu Center Of Indonesia ini. “Gerakan Sukla dengan menjadikan babi
Dara
Edisi 920/ 26september - 2 OKTOBER 2016
Masih lesunya perekonomian Indonesia membuat sebagian kalangan UKM (usaha kecil dan menengah) ketarketir. Mereka berharap kondisi ekonomi segera normal kembali lantaran omzet terus merosot, yang bukan mustahil bisa membuat usaha mereka gulung tikar bila situasi lesu ini terus berlanjut. Mereka yang ‘menjerit’ ini umumnya adalah yang bergerak di produk-produk yang bukan menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
L
ain halnya dengan UKM yang bergerak di sektor kebutuhan pokok seperti kuliner misalnya. Bisnis ini sudah teruji sebagai bisnis yang tahan banting dalam situasi ekonomi yang lesu. “Bisnis kuliner kan sudah teruji. Dari dulu zaman Indonesia krisis pun, kuliner tetap bertahan. Karena ini adalah masuk dalam kebutuhan pokok masyarakat. Mana ada sih orang yang tidak makan di saat kriris. Mereka tetap mencari makanan,” ujar Made Ngurah Bagiana, pengusaha ‘Burger Edam’ di bilangan Klender, Jakarta Timur. Sebagai pengusaha yang telah puluhan tahun bergerak di bidang kuliner, Made yang kadang disapa ‘Pak Edam’ oleh orang di lingkungannya, telah banyak ‘makan asam-garam’ dalam menekuni bisnis ini. Dia juga berkali-kali mengalami masa perekonomian lesu. Namun, sejauh pengalamannya
S
E
X DU
9
Pahami Pola Rotasi Konsumen itu, salah satu bisnis yang paling bertahan atau diistilahkan ‘tahan banting’ adalah bisnis kuliner. “Jadi menurut saya, sesuai pengalaman, ya, tidak ada istilah lesu di sektor kuliner. Kalau ada orang yang bergerak di sektor kuliner lalu mengatakan bisnisnya lesu, saya kira atau kemungkinan dia orang baru di bidang ini. Mungkin di luar sektor kuliner, sangat merasakan imbas dari lesunya ekonomi, seperti bisnis-bisnis yang bukan menjadi kebutuhan pokok masyarakat misalnya kerajinan, dll,” tutur Made yang memiliki cabang di berbagai daerah. Meski menyebut bisnis kuliner adalah bisnis tahan banting, namun kata Made, untuk bertahan di bisnis ini pun bukan soal yang mudah. Di Jakarta misalnya, persaingan bisnis kuliner luar biasa tajam, jenis makanan apa saja ada di sini. Sehingga, masyarakat memiliki banyak pilihan. Maka, jika seseorang pelaku usaha mau bertahan, dia bukan saja harus mampu menciptakan makanan enak (rasa) tapi juga berkualitas, kreatif serta kompetitif dalam harga. Hal-hal seperti ini, tidak ada hubungannya dengan lesu atau tidak lesunya perekonomian dalam negeri, tapi memang sudah menjadi ‘hukum’ dalam bisnis kuliner. “Mereka yang tak mampu memenuhi kriteria itu, ya pasti ditinggalkan konsumen,” tambahnya. JELI MELIHAT PELUANG Terkait dengan naik-turunnya
omzet, menurut pria kelahiran Singaraja 1956 ini, adalah hal yang biasa. Sebagai pelaku pelaku bisnis kuliner yang telah puluhan tahun bergelut di bidang ini, ia sangat paham betul masalah itu. “Mereka yang sudah lama bergelut dengan bisnis kuliner sudah paham betul, adanya rotasi atau pola konsumen kuliner. Maksudnya adalah kalau hari ini dia makan burger, besok dia makan gado-gado, besoknya lagi makanan yang lain, kemudian kembali ke burger. Warung makanan padang misalnya. Kan orang tidak setiap hari makan makanan padang. Kadang orang makan makanan lain. Tapi warung makanan padang, kan, tetap bertahan. Itu karena adanya pola makan konsumen. Mereka yang lama bermain di bisnis kuliner pasti paham itu,” jelasnya. Situasi seperti ini, lanjut suami Made Arsani Dewi, tentunya bisa disiasati oleh pelaku usaha. “Jadi meski konsumen mempunyai banyak pilihan, tapi dia tetap kembali mengonsumsi produk kita. Untuk itu makan produk yang kita jual harus memiliki cita rasa yang enak, berkualitas dan kita memberi pelayanan yang baik pada konsumen,” paparnya. Di sisi lain, ia juga mengingatkan, agar pelaku usaha juga pandai membaca situasi. Misalnya,
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh A sosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. dr. Oka Negara, FIAS
Suami Suka Menggigit Dok, sudah dua tahun saya menikah, selama ini hubungan intim dengan suami berjalan biasa saja. Tapi ada yang aneh belakangan ini. Suami saat mencumbu saya, suka menggigit bibir, payudara, lengan dan paha saya. Sering kali jadinya memar-memar. Ini bagaimana dok, dia bilang sangat menikmatinya, dan saya sih masih okeoke saja, terkadang malah menikmati rasa sakitnya selama berhubungan seksual.” (Mita, 28 thn) Hampir semua orang memiliki pen galaman dengan rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual, dan digigit pastinya akan menim bulkan rasa nyeri, atau paling tidak akan membuat rasa tidak nyaman. Logikanya rasa sakit atau rasa tidak menyenangkan tentu saja akan mengganggu hubungan seksual. Tetapi, pada kenyataannya cukup banyak juga orang yang menikmati saat memberikan rasa sakit terhadap
pasangannya, melihat pasangan nya merintih malah membangkitkan kepuasan baginya, dan di lain pihak justru pasangannya di saat nyeri muncul malah merasakan kenikmatan yang berbeda dari biasanya, atau di anggap sebagai sebuah pengalaman seksual baru yang berbeda, dan bisa dinikmati. Tentu saja akhirnya ini akan berba tas tipis dengan pelaku Sadomasok isme (Sadism and Masochism). Di mana yang satu sangat bergairah secara seksual dengan menyakiti, satunya lagi malah senang dengan disakiti. Pada Sadomasokisme, kenik matan seksual didapatkan dari inter aksi di satu pihak mengambil porsi dominan, dengan merasa menguasai pasangan dengan melakukan kek erasan atau tindakan menyakiti, se dangkan pihak yang lain mengambil porsi submisif, di pihak yang dikuasai, yang menyerahkan diri untuk disakiti dengan menikmati nyeri tanpa ada hubungan seksual yang penetratif. Jadi, tanpa hubungan seksual yang
ketika kondisi sedang lesu, tidak menjual produk terlalu banyak. Di saat sekarang, misalnya, daya beli menurun, maka produk yang dijual pun agar disesuaikan. Menurut Made, menjadi pengusaha yang bisa survive dalam segala kondisi memang tidak mudah. Untuk itu, diperlukan mental yang kuat, ketekunan, kreativitas juga kejelian melihat peluang. Dirinya sendiri pun, telah melalui berbagai rintang a n , jatuhbangun
sesungguhnya, itu yang disebut Sa domasokisme. Sedangkan aktivitas menggigit dan rasa sakit yang muncul yang dimaksud oleh penanya kali ini adalah terjadi dan dilakukan sambil melakukan hubungan seksual pene tratif penis- vagina, di sini bedanya. Hubungan antara ingin menyakiti, rasa sakit dan kesenangan dalam seksualitas manusia adalah sangat kompleks. Tidak bisa dimungkiri banyak pasangan saat melaku kan hubungan seks bisa dikejutan oleh kenikmatan mendalam yang menyatu dengan rasa sakit. Rasa sakit yang kerap muncul malah bisa ditunggu-tunggu kehadirannya untuk dinikmati. Cinta, seks, rasa sakit dan ak tivitas kekerasan fisik maupun psikis dapat merangsang pelepasan bahan kimia dan hormon yang sama dalam otak dan tubuh manusia. Endorfin yang menjadi biang rasa senang dan nikmat yang dirasakan tubuh, sesungguhnya dapat dilepaskan dalam pengalaman yang menyakitkan sekaligus rasa menyenangkan. Stres dan sakit juga dapat merangsang produksi serotonin serta melatonin di otak yang mengubah pengala man menyakitkan menjadi rasa menyenangkan. Pelepasan epine frin secara mendadak juga dapat menyebabkan kemunculan tiba-tiba rasa menyenangkan saat bersamaan
dalam usaha, sebelum mencapai hasil seperti sekarang. Baginya kesuksesan bukan semata masalah materi yang berhasil didulang tapi berapa banyak dan berapa besar orang yang mampu diberdayakan lewat usaha yang dia tekuni. “Bagi saya kesuksesan bukan semata soal materi yang dihasilkan. Tapi kita baru bisa dikatakan sukses kalau lewat usaha yang kita tekuni ini bisa juga memberdayakan banyak orang,” kata Made. –Diana Runtu
Made Ngurah Bagiana dan istri
merasakan sensasi nyeri. Di saat seseorang sedang menuju orgasmenya, di saat tersebut akan mengalami peningkatan toleransi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memi liki kemampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama dia sanggup menyingkirkan pengaruh stres psikis dan dalam keadaan sehat fisik. Itu artinya, dia juga akan mampu menarik ulur kontrol rasa nyeri ini, apakah akan diterima sebagai rasa nyeri yang menyakit kan dan akan menjadi pengalaman buruknya dalam hubungan seksual, atau malah sebaliknya menikmati rasa nyeri itu sebagai sensasi yang menyenangkan. Sesungguhnya ini bisa menjadi pilihan dan bisa dikon disikan atau dilatih. Jadi, dalam kasus seperti di atas sesungguhnya, salah satu inti dari menikmati seks adalah dengan mengeksplorasi ekspresi dan variasi seksual. Jangan takut untuk berek splorasi dan mengontrol diri untuk menikmati rasa nyeri sekalipun, asal tidak melibatkan bahan-bahan dan alat-alat yang berbahaya. Tetapi in gat, bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah me nyakitkan, beri tahu pasangan untuk menghentikannya segera.
10
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Kesenian Jegog
Kreasi
Kebanggaan Bali dan Indonesia
P
ementasan ga melan jegog dengan mudah dapat ditemukan, misalnya, di bale banjar serangkaian dengan upacara keagamaan atau dalam acara bersifat hiburan. Perkembangannya belakangan, selain menyajikan gending instrumental, gamelan jegog juga sering dipergunakan mengiringi tari-tarian kreasi. Ada sejumlah gamelan Bali yang terbuat dari bambu, diantaranya yang tertua adalah gambang. Selanjutnya dikenal pula rindik yang berfungsi sebagai iringan tari gandrung atau joged pingitan dan grantang yang lazim dikenal sebagai gamelan joged bumbung. Namun jika gambang, rindik dan grantang termasuk gamelan Bali yang sudah banyak disebut dalam lontar atau buku-buku tua yang membahas tentang kesenian Bali, gamelan jegog jarang bahkan sulit dijumpai. Padahal jegog diperkirakan sudah muncul pada tahun 1912. Walau demikian, ternyata gamelan ini kini berdinamika hingga ke mancanegara. Tidak sedikit seniman musik internasional berkolaborasi dengan penabuh jegog dari Jembrana. Tengoklah pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2016 yang baru lalu. Grup Tambuco Percussion Ensamble dari Meksiko yang dipimpin Ricardo Gallardo bergulat dalam kerja sama musik dengan Grup
Jegog Suar Agung, Sangkar Agung, Jembrana. Bertempat di panggung Wantilan, Taman Budaya Bali, kedua grup seni itu terlebih dulu menyuguhkan karyanya masing-masing, sebelum pada akhirnya berkolaborasi saling unjuk aksi dalam paduan seni musik ekspresif dan atraktif. Sebelumnya grup jegog pimpinan I Ketut Suwentra ini, pada pertengahan November 2015, berkolaborasi dengan para pemain kendang tradisional Negeri Sakura. Para penggebuk taiko (sebutan alat musik drum Jepang) yang sudah berkeliling dunia, khusus datang ke Bali untuk berkolaborasi seni musik taiko dengan jegog. Hasil kerja musik itu, disajikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Penonton terhenyak dan terpukau. I Ketut Suwentra bisa disebut berkontribusi penting memacu dan memecut gamelan jegog. Bagaikan lomba pacu sapi
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Bocah dalam Balutan Endek
B
Nada-nada merdu si buluh perindu bambu berkumandang di belahan barat Pulau Bali. Sebagai sebuah ansambel musik yang dikenal dengan sebutan jegog, salah satu barungan karawitan Bali ini, pada umumnya kurang dikenal masyarakat Pulau Dewata. Padahal di daerah Jembrana sendiri, gamelan berbahan bambu tersebut tersebar hampir di setiap desa. makepung, alumnus ISI Denpasar ini tak pernah letih mengembangkan gamelan jegog yang sebelumnya stagnan. Sebelum berkembang seperti sekarang, jegog diklaim oleh komunitas seninya memiliki tiga versi, yaitu versi I Gejor (bersifat instrumental), I Suprig (mengiringi pencak silat dan tari), dan I Nyoman Jayus (iringan drama tari). Namun sejak Suwentra menggedor dengan kreasi tarinya yang bertajuk Makepung pada tahun 1984, jegog menggeliat dan tidak sekedar pentas gamelan tetapi menjadi seni pertunjukan lengkap dengan seni tarinya. Kini penampilan sekaa-sekaa jegog di Jembrana rasanya kurang afdol tanpa disertai gerak tubuh estetik para penari. Dalam perk embangannya sebagai seni pentas gamelan dan tari, kesenian yang hanya marak di Bali Barat, tak disangka mampu menguak jagat. Suwentra telah memperkenalkan
Style
erbicara mengenai busana, yang namanya penampilan keren bukan hanya milik anak perempuan. Anak lakilakipun tak mau kalah. Mereka memilih tampil bebas, gaya dan gagah. Sebagaimana terlihat di panggung lomba Fashion Show di arena “KMB Food Truck Festival “ di Taman Kota Lumintang belum lama ini. Meski pilihan busana untuk anak laki-laki kecil ini lebih simpel dan modelnya tidak sebanyak busana anak perempuan, namun gaya dan aksinya tidak kalah. Mereka juga
kesenian jegog di Jepang sudah sejak tahun 1980. Hampir seluruh kota besar dan kecil di Negeri Matahari Terbit itu pernah merasakan lantunan nada-nada jegog dan ayunan tari kreasi yang disajikan oleh grup Suar Agung yang dipimpinnya. Tahun ini, Ketut Suwentra yang baru saja memperolah Bali Mandara Parama Nugraha III dari Gubernur Bali itu, akan kembali melanglang Jepang bersama 24
orang penabuh dan penarinya, menggelar pementasan di tujuh kota, mulai pertengahan hingga akhir September 2016. Kesenian jegog telah memiliki penggemar yang cukup luas di Jepang. Bukan hanya itu, sejumlah universitas di sana juga mempelajari jegog secara praktis dan teoritis-akademis. Para seniman musik atau tari di Jepang yang ingin lebih serius mempelajari atau meneliti kesenian jegog, tidak sedikit yang datang ke Bali, menyuruk ke desa-desa di Jembrana, menyuntuki dan berguru kepada para seniman jegog. Tak jarang pula para seniman jegog diundang beberapa minggu atau bulan datang ke Jepang menularkan ke-
mampuannya di universitasuniversitas atau grup-grup gamelan Bali yang kini membiak di sana. Sekar Sakura, grup Jegog Jepang dari Nagoya College of Music yang dibina Suwentra bahkan telah pernah beberapa kali menunjukkan kebolehannya di hadapan penonton PKB, yang, membuat penonton berdecak. Zaman global sekarang ini rupanya membuka ruang dan peluang lebar terhadap nilainilai budaya dunia berinteraksi dan saling dikenal. Puspa ragam kesenian kita memiliki potensi untuk berkibar mendunia. Gamelan Bali seperti Gong Ke b y a r m i s alnya, telah menarik perhatian bangsabangsa sejagat. Gamelan jegog pun termasuk mulai naik daun dalam forum seni internasional, kendati di Bali sendiri kurang bergaung. Buktinya, selain di Jepang, sejak tahun awal 2000-an, gamelan jegog juga menggeliat di Amerika Serikat, salah satunya dimainkan oleh grup gamelan Sekar Jaya, San Francisco, California. Sekarang, bagaimana dengan kita? Masihkah kita merasa kurang gengsi menyayangi dan mengapresiasi kesenian kita? Sebab sumringah modernisasi tak jarang mengoyak-ngoyak keteguhan sikap dan prilaku budaya luhur kita. Demikan pula daya dobrak globalisasi memiliki pengaruh yang luas d a l a m c a r a k i t a m e m p e rlakukan nilai-nilai keindahan kesenian kita. Oleh karena itu, patut kiranya bangsa kita bersyukur dan berbangga dengan diapresiasinya jegog atau kesenian Bali dan Indonesia lainnya oleh bangsa-bangsa sejagat. -Kadek Suartaya
bisa tampil lucu, trendi, menggemaskan dan penuh daya tarik. Busana yang dikenakan mulai dari kemeja lengan panjang dan pendek berbahan full endek atau yang divariasikan dengan bahan polos. Ada juga model rompi yang dipadukan celana jeans ataupun bahan endek aneka warna. Semua keren dengan atau tanpa aksesori tambahan. Silakan diintip penampilan anak lakilaki di halaman Style Tokoh pekan ini, ada beragam model busana yang bisa menjadi inspirasi. –Sri Ardhini
15
14
Jelita
Edisi 920/ 26 september - 2 oktober 2016
Merawat Alat–Alat Kecantikan Perempuan pada umumnya , apalagi bagi mereka yang senang berdandan, pastinya banyak memiliki peralatan make up. Namun, tahukah kita jika menjaga atau merawat kebersihan peralatan make up sama pentingnya dengan menjaga kebersihan kulit kita?
K
etika alat-alat make up, jika tidak dibersihkan secara berkala, maka bakteri dan kotoran yang ada akan menempel di wajah, sehingga dapat menyebabkan timbulnya masalah kulit, misalnya komedo dan jerawat atau masalah kulit lainnya yant tidak kita inginkan. Artinya, peralatan make up pun bukan hanya sekedar tampak cantik saja, tetapi disisi lain adalah urusan kebersihan. Begitu disampaikan Dewa Ayu Wedanaasih, S.Sn., yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Desak ini. Menurut pemilih Cahya Art & Cahya Atsyuka Salon di kawasan Jalan SMA 3, Denpasar ini, kerusakan yang yang biasanya terjadi pada alat make-up adalah munculnya jamur yang akan berdampak langsung pada wajah. Hal ini akibat dari setelah memakai alat tersebut tidak lekas dibersihkan atau dibiarkan sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan Ditekannya kembali bahwa, semua peralatan make up yang kita miliki, seperti sponge bedak, brush blush on atau eyeshadow dan lainnya yang sudah digunakan cukup lama dan tidak pernah sekalipun dibersihkan tentu akan penuh dengan kotoran yang berasal bukan saja dari sisa-sisa make up, tapi juga keringat, sel kulit
mati, maupun kotoran yang berasal dari lingkungan, yakni debu dan yang sejenis lainnya. Dengan menjaga kebersihannya, masalah kulit yang membahayakan dapat kita dihindari. Berikut Desak membeberkan tips cara menjaga dan merawat peralatan make up agar selalu nyaman ketika digunakan. Terutama bagi yang samasekali belum pernah, sebaiknya mulai dari sekarang mari kita jaga kebersihannya. Perlu juga diketahui, bahwa untuk membersihkannya, tergantung dari seberapa sering kita menggunakan peralatan tersebut. Agar tetap terawat, bersihkan setiap dua sampai tiga minggu sekali. Segera bersihkan jika peralatan sudah megeluarkan aroma tidak enak. Cara membersihkannya mudah saja, kita dapat menggunakan sampo atau sabun wajah.Pertama, cuci alat make-up di bawah kucuran air hangat. Jangan merendamnya, karena kotoran pada alat make up akan tetap tertinggal pada spons dan sikat akan membuat bulu-bulu mudah rontok. Pegang bagian gagangnya dan pastikan hanya bulu kuasnya saja yang terkena air. Karena biasanya jika gagang kuas yang terbuat dari logam terkena air, maka akan terjadi karatan yang tentunya akan mempercepat kerusakan. Sabuni alat make up dan tekan-tekan secara lembut sampai busa keluar dari spons maupun brush. Bilas sampai bersih, pastikan jangan ada sisa sabun Keringkan secara alami dengan membiarkannya seharian di bawah tempat terang sampai alat make up benar-benar kering. Untuk tahap pengeringan ini, terutama untuk
cuci alat make-up di bawah kucuran air hangat. Jangan merendamnya, karena kotoran pada alat make up akan tetap tertinggal pada spons dan sikat akan membuat bulu-bulu m udah rontok.
jenis peralatan berupa kuas, mungkin memb utuhkan waku yang lebih lama. Desak juga mengtakan , kita semua juga harus benar-benar sabar menunggu sampai peralatan anda benar-benar kering untuk dapat memakainya kembali. Resiko jika anda tetap nekat memakainya dalam keadaan masih basah, maka peralatan anda akan menjadi bau. PERHATIKAN PRODUKNYA Berikutnya Desak juga menyinggung mengenai produk kecantikan. Ia mengkatakan kalau segala jenis produk kecantikan atau tata rias yang kita miliki, perlu diperhatikan perihal masa kedaluwarsanya. Produk yang sudah lewat masa pakainya , biasanya warnanya memudar dan tidak menempel sempurna pada
Bugar
Edisi 920/ 26 september - 2 oktober 2016
Batu Saluran Kemih
dr. I Putu Gede Sanjaya, Sp.U
tkh/net
wajah. Yang paling utama adalah timbulnya bakteri, karenanya jangan lupa perhatikan waktu kedaluwarsa saat membeli. Biasanya, maskara dan eye liner waktunya hingga 3 bulan ; bedak dan eye shadow, waktunya sampia tahunan; bedak dasar, 1 tahun; lipstik dan lip liner, 1 tahun. Selanjutnya menurut istri dari seniman I Ketur Lanus S.Sn., ini mengatakan naselain alat make up tersebut, ada satu benda lagi yang saat ini paling sering digunakan namun juga sering diabaikan, yakni telepon seluler. Katanya jangan lupa juga untuk rajin membersihkan telepon seluler (HP), terutama layarnya dengan alkohol. Hal ini jangan disepelekan karena telepon seluler juga menjadi tempat nyamannya berbagai kotoran dan tentu akan mudah menjadikan
Dewa Ayu Wedanaasih, S.Sn.
masalah di kulit wajah. Kombinasi debu hingga minyak wajah yang menempel di layar telepon ketika mempel di kulit juga sebagai salahsatu pemicu timbulnya jerawat. –Sri Ardhini
U
rologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan mengo bati penyakit atau kelainan pada sistem saluran kemih manusia, baik pria maupun wanita. Sistem saluran kemih manusia terdiri dari: ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih), kandung kemih, uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dan dunia luar), serta kelenjar atau organ yang berada berdekatan dengan saluran tersebut. Pengobata n yang diberikan dapat berupa terapi medikamentosa (penggunaan obat - obatan) atau pembedahan. Perkembangan ilmu kedokteran saat ini sudah sangat pesat sehingga banyak kasus dalam bidang urologi dapat dilakukan pembedahan dengan cara terapi bedah minimal, dimana luka operasi dapat sangat kecil, bahkan tidak ada luka operasi, resiko pembedahan yang lebih kecil, rasa nyeri yang lebih ringan serta masa pemulihan pasca operasi yang lebih cepat. Salah satu penyakit terbanyak dalam bidang urologi yang dapat dilakukan dengan terapi bedah minimal adalah penyakit batu saluran kemih. Batu saluran kemih merupakan salah satu dari 10 penyakit tersering di urologi. Batu salura n kemih terjadi apabila terjadi pengkristalan / pengendapan mineral atau zat dalam kenc ing, sehingga mineral atau zat tersebut berubah dari bentuk terlarut
menjadi bentuk padat. Batu kalsium, asam urat dan infeksi merupakan batu yang paling sering terjadi. Hal ini dapat terjadi pada keadaan dehidrasi (tubuh kekurangan cairan) atau terdapat peningkatan konsentrasi zat tersebut (pada keadaan konsumsi kalsium berlebih atau penyakit asam urat). Infeksi pada saluran kemih juga dapat menyebabkan batu, karena bakteri dapat mengubah keasaman (pH) urin menjadi lebih basa. Pada keadaan basa, beberapa zat terlarut dalam kandung kemih menjadi lebih mudah untuk mengkristal dan menjadi batu. Batu saluran kemih pada umumnya terjadi di dalam ginjal, namun dapat juga terjatuh atau terbawa oleh urin ke ureter, kandung kemih bahkan sampai ke uretra. Ada beberapa tanda dan gejala apabila seseorang menga lami batu saluran kemih. Gejala dan tanda ini sangat dipengaruhi oleh letak batu. Nyeri pinggang merupakan gejala yang sering dialami. Nyeri pinggang terjadi apabila batu menyebabkan sumbatan pada saluran kemih. Batu pada ginjal dan ureter dapat menyebabkan sumbatan, sehingga aliran kencing menjadi tidak lancar bahkan terhenti dan ginjal menjadi membengkak. Hal inilah yang menyebabkan nyeri pinggang bahkan kolik dimana nyeri yang terjadi sangat hebat dan menyebabkan mual, muntah dan berkeringat dingin. Apabila urin tersumbat dalam waktu yang cukup lama, bakteri dapat tumbuh di dalam urin dan
menyebabkan infeksi saluran kemih dari ringan hingga berat. Kencing berdarah juga dapat terjadi apabila terjadi gesekan dari permukaan batu yang tajam dengan dinding saluran kemih. Batu pada kandung kemih menyebabkan rasa nyeri saat berkemih karena iritasi dinding kandung kemih yang bersinggungan dengan batu yang terjadi saat kandung kemih berkontraksi saat berkemih, dan seringkali disertai dengan adanya darah pada urin. Keluarnya pasir dan batu kecil saat berkemih juga menunjukkan adanya batu pada saluran kemih. Terapi pada batu saluran kemih ditentukan oleh ukuran, letak dan jumlah batu. Pilihan terapi batu saluran kemih sangat beragam mulai dari terapi medikamentosa, terapi bedah minimal sampai pembedahan terbuka. Batu yang berukuran kecil dapat dilakukan dengan terapi medikamentosa. Batu pada ureter yang berukuran kecil dapat diterapi dengan memberikan obat a-bloker. Obat ini dapat memperlebar ukuran ureter sehingga diharapkan batu tersebut dapat keluar dengan sendirinya. Terapi batu pada ginjal sangat beragam, tergantung dari ukuran dan letak batu, alat yang tersedia dan keadaan pasien. Terapi yang paling minimal adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) atau terapi dengan menggunakan gelombang kejut yang bersumber dari alat di luar tubuh. Gelombang kejut yang dihasilkan dapat menggetarkan batu sehingga batu dapat pecah menjadi pecahan-pecahan kecil yang kemudian dapat keluar secara alami bersama dengan urin. Apabila ukuran batu lebih besar dan berjumlah banyak dapat dilakukan terapi bedah
minimal yang disebut dengan Percutaneuous Nephrolithotripsy (PNL). Terapi ini dilakukan dengan membuat akses/ saluran masuk dari kulit ke dalam ginjal. Luka operasi pada terapi ini sangat minimal yaitu sekitaer 1-2 cm. Kemudian dari saluran masuk tersebut akan dimasukkan kamera dan alat pemecah batu sehingga batu dalam ginjal dapat dipecahkan dan dikeluarkan melalui saluran tersebut. Angka bebas batu yang tinggi, luka operasi yang kecil dan masa pemulihan pasca operasi yang cepat membuat terapi PNL menjadi salah satu terapi bedah minimal pada kasus batu ginjal. Bahkan saat ini ada terapi yang paling canggih untuk batu ginjal yang disebut dengan Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). Pada terapi ini tidak terdapat luka operasi sama sekali, karena alat operasi (kamera dan laser untuk memecahkan batu) dimasukan melalui lubang kecing. Alat tersebut berukuran kecil dan fleksibel sehingga dapat masuk melalui saluran alami tubuh (saluran kencing) hingga ke dalam ginjal. Dan di dalam ginjal, dengan panduan kamera, batu ginjal dapat dicari dan dipecahkan menjadi serbuk halus dengan menggunakan tenaga laser. Terapi bedah minimal pada ureter dapat dilakukan dengan menggunakan Uretero Renoscopy (URS). Alat ini dimasukkan melalui lubang kencing hingga ke dalam ureter. Kemudian batu pada ureter dapat dicari dengan panduan kamera dan dipecahkan dengan alat pemecah batu (mekanis ataupun laser). Apabila batu berukuran lebih besar, saat ini batu ureter dapat dikeluarkan dengan cara laparaskopi. Cara
11
dr. I Putu Gede Sanjaya, Sp.U
ini dengan memasukkan alat kecil ke dalam perut atau punggung, sehigga batu ureter dapat dikeluarkan dengan alat tersebut. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan operasi terbuka adalah luka operasi yang jauh lebih kecil, nyeri yang lebih minimal dan masa perawatan yang lebih singkat. Terapi batu pada kandung kemih juga dapat dilakukan dengan terapi bedah minimal yaitu dengan memasukkan alat endoskopi ke dalam kandung kemih dan kemudian batu kandung kemih dapat dipecahkan dengan menggunakan alat tersebut menjadi pecahan-pecahan kecil dan kemudian dapat dikeluarkan saat itu juga. Dengan berkembangknya ilmu kedokteran dalam bidang urologi, saat ini terapi bedah minimal dalam bidang urologi sudah sangat beragam dan canggih. Sehingga hal ini membuat pasien menjadi nyaman dalam melakukan terapi urologi karena resiko pembedahan yang berkurang, luka operasi yang kecil hingga tidak ada luka operasi, rasa nyeri yang minimal dan masa perawatan yang singkat.
12
Kuliner
Sensasi Kuliner Ubud
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Menikmati atmosfer p ersawahan yang s ejuk, Ubud tetap menjadi p ilihan terbaik. Untuk urusan makan, cobalah datang ke Mr. Wayan R estaurant yang berlokasi di areal Wapa di Ume R esort and Spa, Ubud.
D
ari Ubud Centre bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 menit. “Mr. Wayan khusus menyajikan autentik Balinese cuisine. Segala local food, termasuk makanan ciri khas Ubud seperti bebek ada di sini,” ujar Ocha, Marketing Commucation Executive Wapa di Ume
Be udang mebasa bongkot
Resort and Spa, Ubud ini. Ia menyebutkan, ada tiga makanan yang menjadi ciri khas Mr. Wayan, yakni Lawar Kenus, Be Udang Mebasa bongkot, dan Gurita Suna Cekuh. “Selain tiga ma-
Lawar kenus
kanan spesial sebagai ciri khas, dari segi dekorasi restoran ini juga mengedepankan konsep Bali. Kami menampilkan beberapa peralatan memasak tempo dulu sebagai hiasan seperti semprong, kau, sepit, dan
Menyenangkan
tungku kayu bakar,” kata Ocha. Untuk presentasi makanan, kata dia, sangat menarik karena disajikan dengan gaya modern, tapi tetap mengedepankan bumbu tradisional Bali yang dikenal
Gurita Suna cekuh
sebagai basa genep. Restoran ini dibangun dua tingkat, dan mampu menampung 70 orang. “Untuk di bawah bisa menampung 40 orang di atas 30 orang,” imbuhnya. -Wirati Astiti
Saat ini gurita, udang, dan cumi-cumi sangat digemari para penikmat seafood. Bagaimana cara mengolahnya?
Balikkan gurita dan potong membentuk lubang di tengah-tengah tempat tentakelnya bertemu. Selanjutnya keluarkan kantung tinta dan organ-organ dalam gurita. Tidak perlu takut repot, karena organ dalam gurita ini bentuknya berkantong dan sudah terpisah-pisah sehingga mudah dibersihkan. Selanjutnya tinggal bilas gurita dengan air mengalir. Jangan mengulitinya dulu, lapisan luar gurita lebih mudah dibersihkan saat sudah matang. Jadi didihkan air dan masukkan gurita saat air sudah mendidih. Pastikan air merendam gurita seluruhnya, jika air berkurang tambahkan lagi air sampai menutupi gurita. Tambahkan bumbu-bumbu dalam air rebusan untuk membuat gurita lebih sedap. Rebus gurita hingga lunak. Anda bisa mengujinya dengan menusuk bagian tebal tentakel menggunakan garpu. Daging gurita yang matang akan mudah ditusuk. Tidak seperti seafood lain
kan enak terletak dari proses, akurasi, dan bahan-bahan makanan. “Memasak menjadi hal yang sangat menyenangkan karena kita mendapatkan hasil yang memuaskan,” katanya. -Wirati Astiti
yang semakin lama direbus akan semakin keras, gurita membutuhkan waktu sekitar 20 menit hingga 1 jam untuk membuatnya empuk. Merebus selama lima menit justru akan menghasilkan daging yang agak liat. Begitu matang, bilas gurita dengan air dingin yang mengalir. Kemudian Anda bisa mengelupas kulit luarnya dengan mudah. Setelah dikelupas, Anda bebas memasaknya sesuai resep gurita pilihan Anda.
Bahan : 1 ekor : bebek, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 1 sdt : garam 4 batang : serai, memarkan 4 lembar : daun jeruk nipis 1 blok : kaldu rasa ayam 500 ml : santan encer 200 ml : santan kental kara 2 sdm : air asam Jawa Gula, garam secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 11 : bawang merah 5 siung : bawang putih
10 cabe 2 buah 15 buah 4 butir ½ sdm 3 ruas 1 ruas 1 ruas ½ ruas
: : : : : : : : :
merah rawit cabe besar merah cabe rawit kemiri sangrai ketumbar jari jahe jari kunyit bakar jari lengkuas jari kencur
Bahan : 1ekor : bebek, potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis 500 ml : air 4 lembar : daun jeruk 1 biji : kaldu blok rasa ayam 50 ml : santan kara 3 batang : serai, memarkan Gula, garam, minyak goreng se cukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 10 buah : bawang merah
5 butir ½ sdm ½ sdt 1 buah 9 buah 2 ruas 2 ruas 150 gr 2 ruas
: : : : : : : :
kemiri sangrai ketumbar, sangrai lada butir cabe merah besar cabe rawit jari jahe jari kunyit bakar daging kluwek, rendam air panas : jari lengkuas muda
Cara Membuat : Lumuri bebek dengan air jeruk nipis, remasremas, diamkan 10 menit atau 5
udang berubah menjadi kemerahan. Jika udang rebus sudah matang, jangan diamkan terlalu lama di dalam panci berisi air mendidih tersebut. Langsung celupkan udang ke dalam air dingin atau air dengan suhu sedang agar proses masaknya terhenti. Jika didiamkan terlalu lama di panci, udang akan mengeras dan menjadi terlalu matang. Jika udang digoreng atau ditumis, setelah matang langsung saja letakkan di piring untuk mencegah proses masak yang berlanjut. Pilih bumbu masak yang tepat untuk membuat udang menjadi semakin lezat.
Tips Mengolah Cumi Pilihlah cumi yang baik, mata cumi masih bersih, daging tidak kemerahan, tidak busuk, kulit ari tidak rusak, daging padat dan masih kenyal. Membersihkan cumi dengan baik dan benar akan membuat olahan cumi menjadi lebih lezat dan terhindari dari bau yang tidak sedap. Cara yang harus Anda perhatikan yaitu, bersihkan tinta yang ada pada cumi dengan hati-hati, jangan sampai berceceran atau meluber ke dagingnya. Kemudian, cabut tulang rawannya atau lebih mirip dengan plastik. Bersihkan kulit arinya, caranya yaitu dengan mengelupaskan kulit bagian luarnya, lalu bersihkan kotorannya, setelah itu cuci dalam air yang mengalir sampai bersih. Lumuri menggunakan bahan-bahan penghilang bau amis seperti, parutan jahe,
tan encer, masak hingga mendidih, masukkan garam, gula dan kaldu blok rasa ayam. Biarkan sampai mendidih dan bebek lunak, lalu masukkan santan kental, aduk biar santan tidak pecah dan bumbu meresap. Angkat, bebek siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Cara Membuat : Lumuri bebek dengan air jeruk nipis dan garam lalu remas-remas, diamkan selama 5 menit lalu cuci bersih. Rebus bebek sampai mendidih selama 10 menit lalu buang airnya. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan serai hingga harum, lalu masukkan bumbu dalam panci rebusan bebek dan tambahkan san-
Bebek Hitam Kluwek
Mr. Wayan Restaurant
Anda penasaran bagaimana cara mengolah udang yang tepat? Berikut tipsnya: Jika menumis atau menggoreng, masaklah udang secara cepat dengan api besar untuk mempertahankan rasa asli manis dan gurih pada udang. Jika memasak udang dengan kulitnya sekaligus, masaklah agak lebih lama diban ding memasak udang yang sudah dikupas. Untuk memasak udang rebus, masukkan udang ke dalam panci berisi air mendidih, tambahkan sedikit garam, dan tutup panci. Masak hingga mendidih sebentar dan warna
Bebek Bumbu Merah Sarwan
Gusti Adnyana
13
Tips Memasak Udang Tips Memasak Gurita, Udang, Cumi Tips Memasak Gurita
Memasak sangat
Gusti Adnyana lebih familiar disapa Chef Ongky memulai karier sejak tahun 2014 sehingga ia sudah akrab dengan selera tamu yang makan di Mr. Wayan Balinese Cuisine and Wapa’s Restaurant, Ubud. Menjadi chef bukanlah impiannya, tapi mengalir begitu saja. Semangat ini muncul karena ia merasa sangat penasaran bagaimana membuat makanan yang lezat, terutama makanan khas Bali. Lelaki asal Ubud ini kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah pariwisata bidang kuliner. “Makanan Bali merupakan makanan favorit, karena saya mencintai budaya yang ada dalam tiap makanan dan bumbu rempah-rempahnya,” ujarnya. Ia mengatakan, rahasia ma-
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
asam jawa atau jeruk nipis. Lumuri cumicumi yang sudah dibersihkan, lalu diamkan sejenak. Baru setelah itu, Anda bisa mencucinya kembali. Kemudian, Anda bisa langsung mengolahnya menjadi hidangan yang begitu lezat. Agar cumi empuk atau tidak alot, maka Anda harus memasak atau mengolah cumi dengan waktu yang singkat. Waktu yang cukup ideal biasanya yaitu hanya 3 menit saja. Jika memang Anda mengolahnya sudah terlanjur lama, maka Anda bisa memasak terus cumi kira-kira sampai 30 menit agar daging cumi tersebut bisa kembali menjadi empuk. Setelah merebus cumi, maka secepat mungkin harus memasukkan daging cumi ke dalam air dingin. Cara ini bertujuan untuk membuat daging cumi tetap empuk dan tidak alot. –Berbagai sumber/Wirati Astiti
Bebek Goreng Sambal Bawang Bahan : 1 ekor : 2 sdm : 1 sdt : 3 batang : 4 lembar : 700 ml : Bumbu 9 buah 4 siung 2 ruas 3 ruas 4 butir 1 sdt
bebek, potong menurut selera air jeruk nipis garam serai, memarkan daun jeruk nipis air
Ungkep Halus : : bawang merah : bawang putih : jari kunyit : jari jahe : kemiri sangrai : ketumbar
Bumbu Sambal Bawang : 6 siung : bawang putih menit, lalu cuci bersih, tiriskan. Campur semua bahan dalam panci kecuali santan, rebus bebek sampai empuk dan bumbu meresap, lalu ambil, tiriskan sisa bumbu, masak lagi sampai mengental. Tambahkan santan kara, aduk hingga tercampur, masak dengan api sedang, tunggu hingga matang, sisihkan. Panaskan minyak hingga panas dan minyaknya banyak biar saat menggoreng bebeknya tenggelam dalam minyak dan masak bebek hingga matang. Siap disajikan dengan sisa bumbu yang sudah dikentalkan. Taburi dengan bawag putih goreng dan lalapan daun kemangi dan kol.
4 buah : bawang merah 5 buah : cabe merah besar 20 buah : cabe rawit ½ sdt : terasi bakar Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat : Lumuri bebek dengan air jeruk nipis, diamkan selama lima menit, cuci bersih, tiriskan, lalu rebus bebek atau presto bersama bumbu halus dan serai dan daun jeruk hingga lunak, lalu tiriskan. Goreng bebek sampai matang dan kecokelatan, tiriskan. Tumis bumbu sambal sampai harum, lalu siap disajikan dengan gorengan bebek atau bebek bakar dengan sambal bawang dan tambahkan dengan lalapan mentimun atau daun kemangi.
12
Kuliner
Sensasi Kuliner Ubud
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Menikmati atmosfer p ersawahan yang s ejuk, Ubud tetap menjadi p ilihan terbaik. Untuk urusan makan, cobalah datang ke Mr. Wayan R estaurant yang berlokasi di areal Wapa di Ume R esort and Spa, Ubud.
D
ari Ubud Centre bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 menit. “Mr. Wayan khusus menyajikan autentik Balinese cuisine. Segala local food, termasuk makanan ciri khas Ubud seperti bebek ada di sini,” ujar Ocha, Marketing Commucation Executive Wapa di Ume
Be udang mebasa bongkot
Resort and Spa, Ubud ini. Ia menyebutkan, ada tiga makanan yang menjadi ciri khas Mr. Wayan, yakni Lawar Kenus, Be Udang Mebasa bongkot, dan Gurita Suna Cekuh. “Selain tiga ma-
Lawar kenus
kanan spesial sebagai ciri khas, dari segi dekorasi restoran ini juga mengedepankan konsep Bali. Kami menampilkan beberapa peralatan memasak tempo dulu sebagai hiasan seperti semprong, kau, sepit, dan
Menyenangkan
tungku kayu bakar,” kata Ocha. Untuk presentasi makanan, kata dia, sangat menarik karena disajikan dengan gaya modern, tapi tetap mengedepankan bumbu tradisional Bali yang dikenal
Gurita Suna cekuh
sebagai basa genep. Restoran ini dibangun dua tingkat, dan mampu menampung 70 orang. “Untuk di bawah bisa menampung 40 orang di atas 30 orang,” imbuhnya. -Wirati Astiti
Saat ini gurita, udang, dan cumi-cumi sangat digemari para penikmat seafood. Bagaimana cara mengolahnya?
Balikkan gurita dan potong membentuk lubang di tengah-tengah tempat tentakelnya bertemu. Selanjutnya keluarkan kantung tinta dan organ-organ dalam gurita. Tidak perlu takut repot, karena organ dalam gurita ini bentuknya berkantong dan sudah terpisah-pisah sehingga mudah dibersihkan. Selanjutnya tinggal bilas gurita dengan air mengalir. Jangan mengulitinya dulu, lapisan luar gurita lebih mudah dibersihkan saat sudah matang. Jadi didihkan air dan masukkan gurita saat air sudah mendidih. Pastikan air merendam gurita seluruhnya, jika air berkurang tambahkan lagi air sampai menutupi gurita. Tambahkan bumbu-bumbu dalam air rebusan untuk membuat gurita lebih sedap. Rebus gurita hingga lunak. Anda bisa mengujinya dengan menusuk bagian tebal tentakel menggunakan garpu. Daging gurita yang matang akan mudah ditusuk. Tidak seperti seafood lain
kan enak terletak dari proses, akurasi, dan bahan-bahan makanan. “Memasak menjadi hal yang sangat menyenangkan karena kita mendapatkan hasil yang memuaskan,” katanya. -Wirati Astiti
yang semakin lama direbus akan semakin keras, gurita membutuhkan waktu sekitar 20 menit hingga 1 jam untuk membuatnya empuk. Merebus selama lima menit justru akan menghasilkan daging yang agak liat. Begitu matang, bilas gurita dengan air dingin yang mengalir. Kemudian Anda bisa mengelupas kulit luarnya dengan mudah. Setelah dikelupas, Anda bebas memasaknya sesuai resep gurita pilihan Anda.
Bahan : 1 ekor : bebek, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 1 sdt : garam 4 batang : serai, memarkan 4 lembar : daun jeruk nipis 1 blok : kaldu rasa ayam 500 ml : santan encer 200 ml : santan kental kara 2 sdm : air asam Jawa Gula, garam secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 11 : bawang merah 5 siung : bawang putih
10 cabe 2 buah 15 buah 4 butir ½ sdm 3 ruas 1 ruas 1 ruas ½ ruas
: : : : : : : : :
merah rawit cabe besar merah cabe rawit kemiri sangrai ketumbar jari jahe jari kunyit bakar jari lengkuas jari kencur
Bahan : 1ekor : bebek, potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis 500 ml : air 4 lembar : daun jeruk 1 biji : kaldu blok rasa ayam 50 ml : santan kara 3 batang : serai, memarkan Gula, garam, minyak goreng se cukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 10 buah : bawang merah
5 butir ½ sdm ½ sdt 1 buah 9 buah 2 ruas 2 ruas 150 gr 2 ruas
: : : : : : : :
kemiri sangrai ketumbar, sangrai lada butir cabe merah besar cabe rawit jari jahe jari kunyit bakar daging kluwek, rendam air panas : jari lengkuas muda
Cara Membuat : Lumuri bebek dengan air jeruk nipis, remasremas, diamkan 10 menit atau 5
udang berubah menjadi kemerahan. Jika udang rebus sudah matang, jangan diamkan terlalu lama di dalam panci berisi air mendidih tersebut. Langsung celupkan udang ke dalam air dingin atau air dengan suhu sedang agar proses masaknya terhenti. Jika didiamkan terlalu lama di panci, udang akan mengeras dan menjadi terlalu matang. Jika udang digoreng atau ditumis, setelah matang langsung saja letakkan di piring untuk mencegah proses masak yang berlanjut. Pilih bumbu masak yang tepat untuk membuat udang menjadi semakin lezat.
Tips Mengolah Cumi Pilihlah cumi yang baik, mata cumi masih bersih, daging tidak kemerahan, tidak busuk, kulit ari tidak rusak, daging padat dan masih kenyal. Membersihkan cumi dengan baik dan benar akan membuat olahan cumi menjadi lebih lezat dan terhindari dari bau yang tidak sedap. Cara yang harus Anda perhatikan yaitu, bersihkan tinta yang ada pada cumi dengan hati-hati, jangan sampai berceceran atau meluber ke dagingnya. Kemudian, cabut tulang rawannya atau lebih mirip dengan plastik. Bersihkan kulit arinya, caranya yaitu dengan mengelupaskan kulit bagian luarnya, lalu bersihkan kotorannya, setelah itu cuci dalam air yang mengalir sampai bersih. Lumuri menggunakan bahan-bahan penghilang bau amis seperti, parutan jahe,
tan encer, masak hingga mendidih, masukkan garam, gula dan kaldu blok rasa ayam. Biarkan sampai mendidih dan bebek lunak, lalu masukkan santan kental, aduk biar santan tidak pecah dan bumbu meresap. Angkat, bebek siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Cara Membuat : Lumuri bebek dengan air jeruk nipis dan garam lalu remas-remas, diamkan selama 5 menit lalu cuci bersih. Rebus bebek sampai mendidih selama 10 menit lalu buang airnya. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan serai hingga harum, lalu masukkan bumbu dalam panci rebusan bebek dan tambahkan san-
Bebek Hitam Kluwek
Mr. Wayan Restaurant
Anda penasaran bagaimana cara mengolah udang yang tepat? Berikut tipsnya: Jika menumis atau menggoreng, masaklah udang secara cepat dengan api besar untuk mempertahankan rasa asli manis dan gurih pada udang. Jika memasak udang dengan kulitnya sekaligus, masaklah agak lebih lama diban ding memasak udang yang sudah dikupas. Untuk memasak udang rebus, masukkan udang ke dalam panci berisi air mendidih, tambahkan sedikit garam, dan tutup panci. Masak hingga mendidih sebentar dan warna
Bebek Bumbu Merah Sarwan
Gusti Adnyana
13
Tips Memasak Udang Tips Memasak Gurita, Udang, Cumi Tips Memasak Gurita
Memasak sangat
Gusti Adnyana lebih familiar disapa Chef Ongky memulai karier sejak tahun 2014 sehingga ia sudah akrab dengan selera tamu yang makan di Mr. Wayan Balinese Cuisine and Wapa’s Restaurant, Ubud. Menjadi chef bukanlah impiannya, tapi mengalir begitu saja. Semangat ini muncul karena ia merasa sangat penasaran bagaimana membuat makanan yang lezat, terutama makanan khas Bali. Lelaki asal Ubud ini kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah pariwisata bidang kuliner. “Makanan Bali merupakan makanan favorit, karena saya mencintai budaya yang ada dalam tiap makanan dan bumbu rempah-rempahnya,” ujarnya. Ia mengatakan, rahasia ma-
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
asam jawa atau jeruk nipis. Lumuri cumicumi yang sudah dibersihkan, lalu diamkan sejenak. Baru setelah itu, Anda bisa mencucinya kembali. Kemudian, Anda bisa langsung mengolahnya menjadi hidangan yang begitu lezat. Agar cumi empuk atau tidak alot, maka Anda harus memasak atau mengolah cumi dengan waktu yang singkat. Waktu yang cukup ideal biasanya yaitu hanya 3 menit saja. Jika memang Anda mengolahnya sudah terlanjur lama, maka Anda bisa memasak terus cumi kira-kira sampai 30 menit agar daging cumi tersebut bisa kembali menjadi empuk. Setelah merebus cumi, maka secepat mungkin harus memasukkan daging cumi ke dalam air dingin. Cara ini bertujuan untuk membuat daging cumi tetap empuk dan tidak alot. –Berbagai sumber/Wirati Astiti
Bebek Goreng Sambal Bawang Bahan : 1 ekor : 2 sdm : 1 sdt : 3 batang : 4 lembar : 700 ml : Bumbu 9 buah 4 siung 2 ruas 3 ruas 4 butir 1 sdt
bebek, potong menurut selera air jeruk nipis garam serai, memarkan daun jeruk nipis air
Ungkep Halus : : bawang merah : bawang putih : jari kunyit : jari jahe : kemiri sangrai : ketumbar
Bumbu Sambal Bawang : 6 siung : bawang putih menit, lalu cuci bersih, tiriskan. Campur semua bahan dalam panci kecuali santan, rebus bebek sampai empuk dan bumbu meresap, lalu ambil, tiriskan sisa bumbu, masak lagi sampai mengental. Tambahkan santan kara, aduk hingga tercampur, masak dengan api sedang, tunggu hingga matang, sisihkan. Panaskan minyak hingga panas dan minyaknya banyak biar saat menggoreng bebeknya tenggelam dalam minyak dan masak bebek hingga matang. Siap disajikan dengan sisa bumbu yang sudah dikentalkan. Taburi dengan bawag putih goreng dan lalapan daun kemangi dan kol.
4 buah : bawang merah 5 buah : cabe merah besar 20 buah : cabe rawit ½ sdt : terasi bakar Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat : Lumuri bebek dengan air jeruk nipis, diamkan selama lima menit, cuci bersih, tiriskan, lalu rebus bebek atau presto bersama bumbu halus dan serai dan daun jeruk hingga lunak, lalu tiriskan. Goreng bebek sampai matang dan kecokelatan, tiriskan. Tumis bumbu sambal sampai harum, lalu siap disajikan dengan gorengan bebek atau bebek bakar dengan sambal bawang dan tambahkan dengan lalapan mentimun atau daun kemangi.
14
Jelita
Edisi 920/ 26 september - 2 oktober 2016
Merawat Alat–Alat Kecantikan Perempuan pada umumnya , apalagi bagi mereka yang senang berdandan, pastinya banyak memiliki peralatan make up. Namun, tahukah kita jika menjaga atau merawat kebersihan peralatan make up sama pentingnya dengan menjaga kebersihan kulit kita?
K
etika alat-alat make up, jika tidak dibersihkan secara berkala, maka bakteri dan kotoran yang ada akan menempel di wajah, sehingga dapat menyebabkan timbulnya masalah kulit, misalnya komedo dan jerawat atau masalah kulit lainnya yant tidak kita inginkan. Artinya, peralatan make up pun bukan hanya sekedar tampak cantik saja, tetapi disisi lain adalah urusan kebersihan. Begitu disampaikan Dewa Ayu Wedanaasih, S.Sn., yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Desak ini. Menurut pemilih Cahya Art & Cahya Atsyuka Salon di kawasan Jalan SMA 3, Denpasar ini, kerusakan yang yang biasanya terjadi pada alat make-up adalah munculnya jamur yang akan berdampak langsung pada wajah. Hal ini akibat dari setelah memakai alat tersebut tidak lekas dibersihkan atau dibiarkan sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan Ditekannya kembali bahwa, semua peralatan make up yang kita miliki, seperti sponge bedak, brush blush on atau eyeshadow dan lainnya yang sudah digunakan cukup lama dan tidak pernah sekalipun dibersihkan tentu akan penuh dengan kotoran yang berasal bukan saja dari sisa-sisa make up, tapi juga keringat, sel kulit
mati, maupun kotoran yang berasal dari lingkungan, yakni debu dan yang sejenis lainnya. Dengan menjaga kebersihannya, masalah kulit yang membahayakan dapat kita dihindari. Berikut Desak membeberkan tips cara menjaga dan merawat peralatan make up agar selalu nyaman ketika digunakan. Terutama bagi yang samasekali belum pernah, sebaiknya mulai dari sekarang mari kita jaga kebersihannya. Perlu juga diketahui, bahwa untuk membersihkannya, tergantung dari seberapa sering kita menggunakan peralatan tersebut. Agar tetap terawat, bersihkan setiap dua sampai tiga minggu sekali. Segera bersihkan jika peralatan sudah megeluarkan aroma tidak enak. Cara membersihkannya mudah saja, kita dapat menggunakan sampo atau sabun wajah.Pertama, cuci alat make-up di bawah kucuran air hangat. Jangan merendamnya, karena kotoran pada alat make up akan tetap tertinggal pada spons dan sikat akan membuat bulu-bulu mudah rontok. Pegang bagian gagangnya dan pastikan hanya bulu kuasnya saja yang terkena air. Karena biasanya jika gagang kuas yang terbuat dari logam terkena air, maka akan terjadi karatan yang tentunya akan mempercepat kerusakan. Sabuni alat make up dan tekan-tekan secara lembut sampai busa keluar dari spons maupun brush. Bilas sampai bersih, pastikan jangan ada sisa sabun Keringkan secara alami dengan membiarkannya seharian di bawah tempat terang sampai alat make up benar-benar kering. Untuk tahap pengeringan ini, terutama untuk
cuci alat make-up di bawah kucuran air hangat. Jangan merendamnya, karena kotoran pada alat make up akan tetap tertinggal pada spons dan sikat akan membuat bulu-bulu m udah rontok.
jenis peralatan berupa kuas, mungkin memb utuhkan waku yang lebih lama. Desak juga mengtakan , kita semua juga harus benar-benar sabar menunggu sampai peralatan anda benar-benar kering untuk dapat memakainya kembali. Resiko jika anda tetap nekat memakainya dalam keadaan masih basah, maka peralatan anda akan menjadi bau. PERHATIKAN PRODUKNYA Berikutnya Desak juga menyinggung mengenai produk kecantikan. Ia mengkatakan kalau segala jenis produk kecantikan atau tata rias yang kita miliki, perlu diperhatikan perihal masa kedaluwarsanya. Produk yang sudah lewat masa pakainya , biasanya warnanya memudar dan tidak menempel sempurna pada
Bugar
Edisi 920/ 26 september - 2 oktober 2016
Batu Saluran Kemih
dr. I Putu Gede Sanjaya, Sp.U
tkh/net
wajah. Yang paling utama adalah timbulnya bakteri, karenanya jangan lupa perhatikan waktu kedaluwarsa saat membeli. Biasanya, maskara dan eye liner waktunya hingga 3 bulan ; bedak dan eye shadow, waktunya sampia tahunan; bedak dasar, 1 tahun; lipstik dan lip liner, 1 tahun. Selanjutnya menurut istri dari seniman I Ketur Lanus S.Sn., ini mengatakan naselain alat make up tersebut, ada satu benda lagi yang saat ini paling sering digunakan namun juga sering diabaikan, yakni telepon seluler. Katanya jangan lupa juga untuk rajin membersihkan telepon seluler (HP), terutama layarnya dengan alkohol. Hal ini jangan disepelekan karena telepon seluler juga menjadi tempat nyamannya berbagai kotoran dan tentu akan mudah menjadikan
Dewa Ayu Wedanaasih, S.Sn.
masalah di kulit wajah. Kombinasi debu hingga minyak wajah yang menempel di layar telepon ketika mempel di kulit juga sebagai salahsatu pemicu timbulnya jerawat. –Sri Ardhini
U
rologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan mengo bati penyakit atau kelainan pada sistem saluran kemih manusia, baik pria maupun wanita. Sistem saluran kemih manusia terdiri dari: ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih), kandung kemih, uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dan dunia luar), serta kelenjar atau organ yang berada berdekatan dengan saluran tersebut. Pengobata n yang diberikan dapat berupa terapi medikamentosa (penggunaan obat - obatan) atau pembedahan. Perkembangan ilmu kedokteran saat ini sudah sangat pesat sehingga banyak kasus dalam bidang urologi dapat dilakukan pembedahan dengan cara terapi bedah minimal, dimana luka operasi dapat sangat kecil, bahkan tidak ada luka operasi, resiko pembedahan yang lebih kecil, rasa nyeri yang lebih ringan serta masa pemulihan pasca operasi yang lebih cepat. Salah satu penyakit terbanyak dalam bidang urologi yang dapat dilakukan dengan terapi bedah minimal adalah penyakit batu saluran kemih. Batu saluran kemih merupakan salah satu dari 10 penyakit tersering di urologi. Batu salura n kemih terjadi apabila terjadi pengkristalan / pengendapan mineral atau zat dalam kenc ing, sehingga mineral atau zat tersebut berubah dari bentuk terlarut
menjadi bentuk padat. Batu kalsium, asam urat dan infeksi merupakan batu yang paling sering terjadi. Hal ini dapat terjadi pada keadaan dehidrasi (tubuh kekurangan cairan) atau terdapat peningkatan konsentrasi zat tersebut (pada keadaan konsumsi kalsium berlebih atau penyakit asam urat). Infeksi pada saluran kemih juga dapat menyebabkan batu, karena bakteri dapat mengubah keasaman (pH) urin menjadi lebih basa. Pada keadaan basa, beberapa zat terlarut dalam kandung kemih menjadi lebih mudah untuk mengkristal dan menjadi batu. Batu saluran kemih pada umumnya terjadi di dalam ginjal, namun dapat juga terjatuh atau terbawa oleh urin ke ureter, kandung kemih bahkan sampai ke uretra. Ada beberapa tanda dan gejala apabila seseorang menga lami batu saluran kemih. Gejala dan tanda ini sangat dipengaruhi oleh letak batu. Nyeri pinggang merupakan gejala yang sering dialami. Nyeri pinggang terjadi apabila batu menyebabkan sumbatan pada saluran kemih. Batu pada ginjal dan ureter dapat menyebabkan sumbatan, sehingga aliran kencing menjadi tidak lancar bahkan terhenti dan ginjal menjadi membengkak. Hal inilah yang menyebabkan nyeri pinggang bahkan kolik dimana nyeri yang terjadi sangat hebat dan menyebabkan mual, muntah dan berkeringat dingin. Apabila urin tersumbat dalam waktu yang cukup lama, bakteri dapat tumbuh di dalam urin dan
menyebabkan infeksi saluran kemih dari ringan hingga berat. Kencing berdarah juga dapat terjadi apabila terjadi gesekan dari permukaan batu yang tajam dengan dinding saluran kemih. Batu pada kandung kemih menyebabkan rasa nyeri saat berkemih karena iritasi dinding kandung kemih yang bersinggungan dengan batu yang terjadi saat kandung kemih berkontraksi saat berkemih, dan seringkali disertai dengan adanya darah pada urin. Keluarnya pasir dan batu kecil saat berkemih juga menunjukkan adanya batu pada saluran kemih. Terapi pada batu saluran kemih ditentukan oleh ukuran, letak dan jumlah batu. Pilihan terapi batu saluran kemih sangat beragam mulai dari terapi medikamentosa, terapi bedah minimal sampai pembedahan terbuka. Batu yang berukuran kecil dapat dilakukan dengan terapi medikamentosa. Batu pada ureter yang berukuran kecil dapat diterapi dengan memberikan obat a-bloker. Obat ini dapat memperlebar ukuran ureter sehingga diharapkan batu tersebut dapat keluar dengan sendirinya. Terapi batu pada ginjal sangat beragam, tergantung dari ukuran dan letak batu, alat yang tersedia dan keadaan pasien. Terapi yang paling minimal adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) atau terapi dengan menggunakan gelombang kejut yang bersumber dari alat di luar tubuh. Gelombang kejut yang dihasilkan dapat menggetarkan batu sehingga batu dapat pecah menjadi pecahan-pecahan kecil yang kemudian dapat keluar secara alami bersama dengan urin. Apabila ukuran batu lebih besar dan berjumlah banyak dapat dilakukan terapi bedah
minimal yang disebut dengan Percutaneuous Nephrolithotripsy (PNL). Terapi ini dilakukan dengan membuat akses/ saluran masuk dari kulit ke dalam ginjal. Luka operasi pada terapi ini sangat minimal yaitu sekitaer 1-2 cm. Kemudian dari saluran masuk tersebut akan dimasukkan kamera dan alat pemecah batu sehingga batu dalam ginjal dapat dipecahkan dan dikeluarkan melalui saluran tersebut. Angka bebas batu yang tinggi, luka operasi yang kecil dan masa pemulihan pasca operasi yang cepat membuat terapi PNL menjadi salah satu terapi bedah minimal pada kasus batu ginjal. Bahkan saat ini ada terapi yang paling canggih untuk batu ginjal yang disebut dengan Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). Pada terapi ini tidak terdapat luka operasi sama sekali, karena alat operasi (kamera dan laser untuk memecahkan batu) dimasukan melalui lubang kecing. Alat tersebut berukuran kecil dan fleksibel sehingga dapat masuk melalui saluran alami tubuh (saluran kencing) hingga ke dalam ginjal. Dan di dalam ginjal, dengan panduan kamera, batu ginjal dapat dicari dan dipecahkan menjadi serbuk halus dengan menggunakan tenaga laser. Terapi bedah minimal pada ureter dapat dilakukan dengan menggunakan Uretero Renoscopy (URS). Alat ini dimasukkan melalui lubang kencing hingga ke dalam ureter. Kemudian batu pada ureter dapat dicari dengan panduan kamera dan dipecahkan dengan alat pemecah batu (mekanis ataupun laser). Apabila batu berukuran lebih besar, saat ini batu ureter dapat dikeluarkan dengan cara laparaskopi. Cara
11
dr. I Putu Gede Sanjaya, Sp.U
ini dengan memasukkan alat kecil ke dalam perut atau punggung, sehigga batu ureter dapat dikeluarkan dengan alat tersebut. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan operasi terbuka adalah luka operasi yang jauh lebih kecil, nyeri yang lebih minimal dan masa perawatan yang lebih singkat. Terapi batu pada kandung kemih juga dapat dilakukan dengan terapi bedah minimal yaitu dengan memasukkan alat endoskopi ke dalam kandung kemih dan kemudian batu kandung kemih dapat dipecahkan dengan menggunakan alat tersebut menjadi pecahan-pecahan kecil dan kemudian dapat dikeluarkan saat itu juga. Dengan berkembangknya ilmu kedokteran dalam bidang urologi, saat ini terapi bedah minimal dalam bidang urologi sudah sangat beragam dan canggih. Sehingga hal ini membuat pasien menjadi nyaman dalam melakukan terapi urologi karena resiko pembedahan yang berkurang, luka operasi yang kecil hingga tidak ada luka operasi, rasa nyeri yang minimal dan masa perawatan yang singkat.
10
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Kesenian Jegog
Kreasi
Kebanggaan Bali dan Indonesia
P
ementasan ga melan jegog dengan mudah dapat ditemukan, misalnya, di bale banjar serangkaian dengan upacara keagamaan atau dalam acara bersifat hiburan. Perkembangannya belakangan, selain menyajikan gending instrumental, gamelan jegog juga sering dipergunakan mengiringi tari-tarian kreasi. Ada sejumlah gamelan Bali yang terbuat dari bambu, diantaranya yang tertua adalah gambang. Selanjutnya dikenal pula rindik yang berfungsi sebagai iringan tari gandrung atau joged pingitan dan grantang yang lazim dikenal sebagai gamelan joged bumbung. Namun jika gambang, rindik dan grantang termasuk gamelan Bali yang sudah banyak disebut dalam lontar atau buku-buku tua yang membahas tentang kesenian Bali, gamelan jegog jarang bahkan sulit dijumpai. Padahal jegog diperkirakan sudah muncul pada tahun 1912. Walau demikian, ternyata gamelan ini kini berdinamika hingga ke mancanegara. Tidak sedikit seniman musik internasional berkolaborasi dengan penabuh jegog dari Jembrana. Tengoklah pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2016 yang baru lalu. Grup Tambuco Percussion Ensamble dari Meksiko yang dipimpin Ricardo Gallardo bergulat dalam kerja sama musik dengan Grup
Jegog Suar Agung, Sangkar Agung, Jembrana. Bertempat di panggung Wantilan, Taman Budaya Bali, kedua grup seni itu terlebih dulu menyuguhkan karyanya masing-masing, sebelum pada akhirnya berkolaborasi saling unjuk aksi dalam paduan seni musik ekspresif dan atraktif. Sebelumnya grup jegog pimpinan I Ketut Suwentra ini, pada pertengahan November 2015, berkolaborasi dengan para pemain kendang tradisional Negeri Sakura. Para penggebuk taiko (sebutan alat musik drum Jepang) yang sudah berkeliling dunia, khusus datang ke Bali untuk berkolaborasi seni musik taiko dengan jegog. Hasil kerja musik itu, disajikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Penonton terhenyak dan terpukau. I Ketut Suwentra bisa disebut berkontribusi penting memacu dan memecut gamelan jegog. Bagaikan lomba pacu sapi
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Bocah dalam Balutan Endek
B
Nada-nada merdu si buluh perindu bambu berkumandang di belahan barat Pulau Bali. Sebagai sebuah ansambel musik yang dikenal dengan sebutan jegog, salah satu barungan karawitan Bali ini, pada umumnya kurang dikenal masyarakat Pulau Dewata. Padahal di daerah Jembrana sendiri, gamelan berbahan bambu tersebut tersebar hampir di setiap desa. makepung, alumnus ISI Denpasar ini tak pernah letih mengembangkan gamelan jegog yang sebelumnya stagnan. Sebelum berkembang seperti sekarang, jegog diklaim oleh komunitas seninya memiliki tiga versi, yaitu versi I Gejor (bersifat instrumental), I Suprig (mengiringi pencak silat dan tari), dan I Nyoman Jayus (iringan drama tari). Namun sejak Suwentra menggedor dengan kreasi tarinya yang bertajuk Makepung pada tahun 1984, jegog menggeliat dan tidak sekedar pentas gamelan tetapi menjadi seni pertunjukan lengkap dengan seni tarinya. Kini penampilan sekaa-sekaa jegog di Jembrana rasanya kurang afdol tanpa disertai gerak tubuh estetik para penari. Dalam perk embangannya sebagai seni pentas gamelan dan tari, kesenian yang hanya marak di Bali Barat, tak disangka mampu menguak jagat. Suwentra telah memperkenalkan
Style
erbicara mengenai busana, yang namanya penampilan keren bukan hanya milik anak perempuan. Anak lakilakipun tak mau kalah. Mereka memilih tampil bebas, gaya dan gagah. Sebagaimana terlihat di panggung lomba Fashion Show di arena “KMB Food Truck Festival “ di Taman Kota Lumintang belum lama ini. Meski pilihan busana untuk anak laki-laki kecil ini lebih simpel dan modelnya tidak sebanyak busana anak perempuan, namun gaya dan aksinya tidak kalah. Mereka juga
kesenian jegog di Jepang sudah sejak tahun 1980. Hampir seluruh kota besar dan kecil di Negeri Matahari Terbit itu pernah merasakan lantunan nada-nada jegog dan ayunan tari kreasi yang disajikan oleh grup Suar Agung yang dipimpinnya. Tahun ini, Ketut Suwentra yang baru saja memperolah Bali Mandara Parama Nugraha III dari Gubernur Bali itu, akan kembali melanglang Jepang bersama 24
orang penabuh dan penarinya, menggelar pementasan di tujuh kota, mulai pertengahan hingga akhir September 2016. Kesenian jegog telah memiliki penggemar yang cukup luas di Jepang. Bukan hanya itu, sejumlah universitas di sana juga mempelajari jegog secara praktis dan teoritis-akademis. Para seniman musik atau tari di Jepang yang ingin lebih serius mempelajari atau meneliti kesenian jegog, tidak sedikit yang datang ke Bali, menyuruk ke desa-desa di Jembrana, menyuntuki dan berguru kepada para seniman jegog. Tak jarang pula para seniman jegog diundang beberapa minggu atau bulan datang ke Jepang menularkan ke-
mampuannya di universitasuniversitas atau grup-grup gamelan Bali yang kini membiak di sana. Sekar Sakura, grup Jegog Jepang dari Nagoya College of Music yang dibina Suwentra bahkan telah pernah beberapa kali menunjukkan kebolehannya di hadapan penonton PKB, yang, membuat penonton berdecak. Zaman global sekarang ini rupanya membuka ruang dan peluang lebar terhadap nilainilai budaya dunia berinteraksi dan saling dikenal. Puspa ragam kesenian kita memiliki potensi untuk berkibar mendunia. Gamelan Bali seperti Gong Ke b y a r m i s alnya, telah menarik perhatian bangsabangsa sejagat. Gamelan jegog pun termasuk mulai naik daun dalam forum seni internasional, kendati di Bali sendiri kurang bergaung. Buktinya, selain di Jepang, sejak tahun awal 2000-an, gamelan jegog juga menggeliat di Amerika Serikat, salah satunya dimainkan oleh grup gamelan Sekar Jaya, San Francisco, California. Sekarang, bagaimana dengan kita? Masihkah kita merasa kurang gengsi menyayangi dan mengapresiasi kesenian kita? Sebab sumringah modernisasi tak jarang mengoyak-ngoyak keteguhan sikap dan prilaku budaya luhur kita. Demikan pula daya dobrak globalisasi memiliki pengaruh yang luas d a l a m c a r a k i t a m e m p e rlakukan nilai-nilai keindahan kesenian kita. Oleh karena itu, patut kiranya bangsa kita bersyukur dan berbangga dengan diapresiasinya jegog atau kesenian Bali dan Indonesia lainnya oleh bangsa-bangsa sejagat. -Kadek Suartaya
bisa tampil lucu, trendi, menggemaskan dan penuh daya tarik. Busana yang dikenakan mulai dari kemeja lengan panjang dan pendek berbahan full endek atau yang divariasikan dengan bahan polos. Ada juga model rompi yang dipadukan celana jeans ataupun bahan endek aneka warna. Semua keren dengan atau tanpa aksesori tambahan. Silakan diintip penampilan anak lakilaki di halaman Style Tokoh pekan ini, ada beragam model busana yang bisa menjadi inspirasi. –Sri Ardhini
15
16
Sudut Pandang
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
Promosikan UMKM dengan BooPOS Ajad asyik memegang ponselnya. Ia tengah melihat-lihat aplikasi BooPOS. “Saya dapat info mengenai aplikasi yang bisa mempromosikan jasa melalui ponsel. Saya senang kalau ada aplikasi yang membuat calon pelanggan bisa langsung menghubungi kita,” ujar pemuda yang bekerja sebagai tukang servis AC ini.
P
onsel memang menjadi piranti yang “wajib” dibawa Ajad. Biasanya, ia menerima orderan melalui ponsel. Namun, itu hanya langganan yang sudah ia kenal dan sering dikunjungi. Untuk menambah pelanggan, ia pun bersemangat untuk mengenal aplikasi BooPOS. Aplikasi BooPOS merupakan salah satu produk yang diperkenalkan Bamboomedia. Perusahaan IT yang berbasis di Bali ini ingin membantu pelaku UMKM baik barang dan jasa untuk meningkatkan daya saing di tengah maraknya e-commerce. “Aplikasi kami semacam katalog online yang berbasis lokasi. Konsumen bisa mencari barang dan jasa yang dekat dengan lokasinya. Penjual pun bisa
Putu Sudiarta
lebih mudah mendapatkan order,” ungkap I Putu Sudiarta, Direktur Bamboomedia. Ia menjelaskan, kehadiran e-commerce memang menjadi booming tetapi tidak menghilangkan sama bisnis konvensional. Dari artikel yang pernah ia baca, di Amerika Serikat distribusi barang di era teknologi canggih ini, 70% tetap melalui toko konvensional. Kekhawatiran toko konvensional akan tutup dan digantikan e-commerce tidak terbukti sepenuhnya. Namun, ada usaha yang benar-benar semua
beralih ke sistem digital, misalnya ticketing. Sekarang orang hanya menunjukkan tiket atau kode booking yang ada di ponsel. Melalui BooPOS, penjual barang dan jasa bisa mempromosikan produk dan jasa mereka dengan mengisi profil. “Aplikasi ini ringan dan mudah diunduh, hanya 1,5MB. Kami tidak ingin membuat aplikasi yang berat yang malah merepotkan pengguna. Intinya adalah aplikasi ini bisa membantu UMKM di Bali khususnya untuk lebih dikenal. Orang Bali biar percaya diri ada loh aplikasi dari Bali di tengah maraknya aplikasi e-commerce saat ini,” tegas Sudiarta. Aplikasi yang mengusung konsep, bisnis apapun pakai BooPOS ini memiliki tiga fitur, BooPOS Cashier, BooPOS Lite, dan BooPOS Browser. Konsumen yang sudah mengunduh aplikasi ini bisa menemukan barang dan jasa yang ingin dicari dan jaraknya paling dekat melalui BooPOS Browser sedangkan penjual mempromosikan barang dan jasanya dengan mendaftar di BooPOS Lite. Contohnya, Ajad yang sudah terdaftar sebagai penjual jasa sercis AC sedang mem-
perbaiki AC di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Seorang konsumen yang berada di Jalan Bedahulu Denpasar sedang mencari tukang AC. Melalui BooPOS Broswer, keberadaan Ajad bisa diketahui karena jarak Jalan Bedahulu dan Jalan Gatot Subroto berdekatan
Aplikasi BooPOS
sekaligus bisa dikirimkan pesan. Kedekatan jarak memudahkan konsumen untuk mendapatkan apa yang dicari dengan lebih cepat. Contoh lainnya, warga yang tinggal di Batubulan, bekerja di Denpasar. Suatu saat, ia ingin membeli gunting rumput. Dengan melihat di aplikasi ini, ia bisa tahu dimana saja ada toko yang menjual gunting rumput. Toko yang dicari bisa jadi yang paling dekat dengan kantor atau dekat dengan rumah. Dengan layanan pesan, bisa ditanyakan apakah barang dimaksud tersedia di toko tersebut. Kalau memang ada, tinggal datang ke toko dan membayar. Situasi ini memudahkan konsumen mendapatkan barang dan penjual bisa memastikan barangnya akan laku. “Kami terus menambah jumlah UMKM untuk dijadikan mitra. Ada relawan yang kami kerahkan untuk membuat database UMKM. Untuk tahap awal semua gratis. Nanti seiring perkembangan, akan ada sistem poin. Semoga dengan adanya aplikasi ini akan makin menggairahkan sektor UMKM untuk memasarkan produk dan jasanya,” tegas pria asal Klungkung ini. –Ngurah Budi
TRADISI BARU PEMBAGIAN BABI GULING SAAT GALUNGAN-KUNINGAN
Buleleng dan Ngada Jalin Kerjasama Potensi unggul pertanian anggur di Kabupaten Buleleng dilirik Pemkab Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan pengembangan usaha tani anggur berbasis manajemen dan teknologi. Kerjasama yang dijalin dibubuhkan dalam tinta penandatanganan nota kesepakatan bersama, Senin (19/9). Kedatangan Pemkab Ngada yang dipimpin langsung Bupati Ngada Marianus Sae,S.Ap didampingi Wakil Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa dan beberapa stafnya diterima langsung oleh Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Keberhasilan Buleleng dalam mengembangkan produk pertanian anggur menjadi salah satu alasan Bupati Ngada menjalin kerjasama. Selain itu, topografi Kabupaten Ngada dengan Buleleng memiliki kemiripan, sehingga anggur
Penandatanganan
potensial dikembangkan melalui pengalaman dan ilmu pertanian yang dimiliki setiap kabupaten. Wabup Sutjidra mengatakan sangat menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini merupakan awal yang baik untuk menciptakan keterpaduan pembangunan dan pengembangan sektor pertanian berbasis agribisnis. “Melalui kerjasama ini akan dilakukan sharing pengetahuan dan asistensi pengembangan tanaman anggur yang berorientasi agribisnis mulai hulu sampai hilir,” ujarnya. Wabup Sutjidra berharap kerjasama mampu meningkatkan kualitas pembangunan kedua Kabupaten berbeda provinsi ini. “Semoga kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas pembangunan, perekonomian, daerah dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Buleleng,” tandasnya. Bupati Ngada Marianus Sae mengatakan memilih mengunjungi Buleleng, dari berbagai referensi dan topografi dimiliki tidak jauh berbeda. Kabupaten paling utara di Pulau Bali tersebut dianggap berhasil mengembangkan pertanian anggur seperti ramai dikembangkan di wilayah Desa Banjar Kecamatan Banjar, Buleleng. “Kami sangat tertarik untuk mengembangkan usaha tani anggur, karena di daerah kami anggur sangat mahal,” kata MoU oleh Bupati Ngada Marianus. -Wiwin
WEDAKARNA DORONG TIAP DESA DI BALI MILIKI USAHA BABI GULING guling sebagai ikon adalah sebuah usaha moral untuk menghadapi pelaksanaan UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. UU ini tidak pro terhadap Bali. Akan banyak rakyat saya, para pedagang, peternak dan petani babi akan mendapatkan dampak. Maka dari itu saya galakkan Ekonomi Satyagraha, agar sebelum 2019 UU Halal dilaksanakan, agar Bali cerdas mensiasati produk non-Halal atau yang dalam Hindu disebut Sukla. Sukla yang dimaksud disini adalah proses mengolah makanan yang suci menurut agama Hindu. Gerakan ini Staf Humas DPD RI Bagikan Babi Guling diresmikan oleh Ida Pedanda Sebali Ke Sejumlah LP DI Bali (Inzet : Senator Wedakarna) Tianyar Arimbawa ( Dharma Adyaksa PHDI Pusat ) di Prambanan pada Juli Sejak tahun 2015, sosok muda Bali 2015. Kita dukung,” ungkap AWK. Ia pun yang juga Senator DPD RI yakni Dr. Shri menghimbau agar Bali yang telah dengan I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III resmi menolak ide Desa Syariah dan Wisata mulai membangun tradisi baru yakni de Syariah pada tahun 2015, agar dikembalikan ngan mepunia membagikan babi guling ke pada jati dirinya yakni agama Hindu. “Daging sejumlah Lembaga Permasyarakatan (LP) di babi dengan olahan kulinernya bisa men Bali. Tradisi membagikan babi guling kepada jadi sebuah alternatif ekonomi kerakyatan. saudara Hindu yang tidak mampu dan kurang Sejak gerakan ini dimulai pada 2014, kini beruntung, selalu menjadi program prioritas bisa dilihat bagaimana Bali marak dengan dari Arya Wedakarna (AWK). Hal ini semakin pedagang babi guling, babi genyol dan usaha menyempurnakan program Ekonomi Satya anak muda di olahan babi. Jangan sampai graha dan Gerakan Sukla yang ia gagas untuk Bali hanya dikenal sebagai eksportir sapi melindungi para petani dan peternak di Bali. dengan varietas sapi unggul, tapi Bali juga Sejumlah program pun ia gagas diantaranya harus dikenal sebagai sebagai pulau Babi, Festival Babi Guling yang ia gagas pertama pulau yang memiliki olahan rakyat dan kali di Bedugul Candi Kuning, juga Festival makanan tradisional babi guling. Ini akan Sukla di Denpasar, selain pembagian daging menjadi daya tarik tersendiri. Saya dukung babi dan babi guling setiap Galungan dan kaum marhaen khususnya pedagang kuliner Kuningan. babi untuk semakin berdaulat. Jangan kha watir, 90 % warga Bali adalah Hindu dan ini Ke depan ia memiliki sebuah ambisi nyata presentase dan segmentasi yang luas sekali. yakni memberdayakan pengusaha Hindu Mari biasakan ajeng, ajengan Sukla.”ungkap untuk membangun usaha UKM warung babi Gusti Wedakarna yang juga President The guling di setiap desa bahkan banjar di Bali. Hindu Center Of Indonesia ini. “Gerakan Sukla dengan menjadikan babi
Dara
Edisi 920/ 26september - 2 OKTOBER 2016
Masih lesunya perekonomian Indonesia membuat sebagian kalangan UKM (usaha kecil dan menengah) ketarketir. Mereka berharap kondisi ekonomi segera normal kembali lantaran omzet terus merosot, yang bukan mustahil bisa membuat usaha mereka gulung tikar bila situasi lesu ini terus berlanjut. Mereka yang ‘menjerit’ ini umumnya adalah yang bergerak di produk-produk yang bukan menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
L
ain halnya dengan UKM yang bergerak di sektor kebutuhan pokok seperti kuliner misalnya. Bisnis ini sudah teruji sebagai bisnis yang tahan banting dalam situasi ekonomi yang lesu. “Bisnis kuliner kan sudah teruji. Dari dulu zaman Indonesia krisis pun, kuliner tetap bertahan. Karena ini adalah masuk dalam kebutuhan pokok masyarakat. Mana ada sih orang yang tidak makan di saat kriris. Mereka tetap mencari makanan,” ujar Made Ngurah Bagiana, pengusaha ‘Burger Edam’ di bilangan Klender, Jakarta Timur. Sebagai pengusaha yang telah puluhan tahun bergerak di bidang kuliner, Made yang kadang disapa ‘Pak Edam’ oleh orang di lingkungannya, telah banyak ‘makan asam-garam’ dalam menekuni bisnis ini. Dia juga berkali-kali mengalami masa perekonomian lesu. Namun, sejauh pengalamannya
S
E
X DU
9
Pahami Pola Rotasi Konsumen itu, salah satu bisnis yang paling bertahan atau diistilahkan ‘tahan banting’ adalah bisnis kuliner. “Jadi menurut saya, sesuai pengalaman, ya, tidak ada istilah lesu di sektor kuliner. Kalau ada orang yang bergerak di sektor kuliner lalu mengatakan bisnisnya lesu, saya kira atau kemungkinan dia orang baru di bidang ini. Mungkin di luar sektor kuliner, sangat merasakan imbas dari lesunya ekonomi, seperti bisnis-bisnis yang bukan menjadi kebutuhan pokok masyarakat misalnya kerajinan, dll,” tutur Made yang memiliki cabang di berbagai daerah. Meski menyebut bisnis kuliner adalah bisnis tahan banting, namun kata Made, untuk bertahan di bisnis ini pun bukan soal yang mudah. Di Jakarta misalnya, persaingan bisnis kuliner luar biasa tajam, jenis makanan apa saja ada di sini. Sehingga, masyarakat memiliki banyak pilihan. Maka, jika seseorang pelaku usaha mau bertahan, dia bukan saja harus mampu menciptakan makanan enak (rasa) tapi juga berkualitas, kreatif serta kompetitif dalam harga. Hal-hal seperti ini, tidak ada hubungannya dengan lesu atau tidak lesunya perekonomian dalam negeri, tapi memang sudah menjadi ‘hukum’ dalam bisnis kuliner. “Mereka yang tak mampu memenuhi kriteria itu, ya pasti ditinggalkan konsumen,” tambahnya. JELI MELIHAT PELUANG Terkait dengan naik-turunnya
omzet, menurut pria kelahiran Singaraja 1956 ini, adalah hal yang biasa. Sebagai pelaku pelaku bisnis kuliner yang telah puluhan tahun bergelut di bidang ini, ia sangat paham betul masalah itu. “Mereka yang sudah lama bergelut dengan bisnis kuliner sudah paham betul, adanya rotasi atau pola konsumen kuliner. Maksudnya adalah kalau hari ini dia makan burger, besok dia makan gado-gado, besoknya lagi makanan yang lain, kemudian kembali ke burger. Warung makanan padang misalnya. Kan orang tidak setiap hari makan makanan padang. Kadang orang makan makanan lain. Tapi warung makanan padang, kan, tetap bertahan. Itu karena adanya pola makan konsumen. Mereka yang lama bermain di bisnis kuliner pasti paham itu,” jelasnya. Situasi seperti ini, lanjut suami Made Arsani Dewi, tentunya bisa disiasati oleh pelaku usaha. “Jadi meski konsumen mempunyai banyak pilihan, tapi dia tetap kembali mengonsumsi produk kita. Untuk itu makan produk yang kita jual harus memiliki cita rasa yang enak, berkualitas dan kita memberi pelayanan yang baik pada konsumen,” paparnya. Di sisi lain, ia juga mengingatkan, agar pelaku usaha juga pandai membaca situasi. Misalnya,
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh A sosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. dr. Oka Negara, FIAS
Suami Suka Menggigit Dok, sudah dua tahun saya menikah, selama ini hubungan intim dengan suami berjalan biasa saja. Tapi ada yang aneh belakangan ini. Suami saat mencumbu saya, suka menggigit bibir, payudara, lengan dan paha saya. Sering kali jadinya memar-memar. Ini bagaimana dok, dia bilang sangat menikmatinya, dan saya sih masih okeoke saja, terkadang malah menikmati rasa sakitnya selama berhubungan seksual.” (Mita, 28 thn) Hampir semua orang memiliki pen galaman dengan rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual, dan digigit pastinya akan menim bulkan rasa nyeri, atau paling tidak akan membuat rasa tidak nyaman. Logikanya rasa sakit atau rasa tidak menyenangkan tentu saja akan mengganggu hubungan seksual. Tetapi, pada kenyataannya cukup banyak juga orang yang menikmati saat memberikan rasa sakit terhadap
pasangannya, melihat pasangan nya merintih malah membangkitkan kepuasan baginya, dan di lain pihak justru pasangannya di saat nyeri muncul malah merasakan kenikmatan yang berbeda dari biasanya, atau di anggap sebagai sebuah pengalaman seksual baru yang berbeda, dan bisa dinikmati. Tentu saja akhirnya ini akan berba tas tipis dengan pelaku Sadomasok isme (Sadism and Masochism). Di mana yang satu sangat bergairah secara seksual dengan menyakiti, satunya lagi malah senang dengan disakiti. Pada Sadomasokisme, kenik matan seksual didapatkan dari inter aksi di satu pihak mengambil porsi dominan, dengan merasa menguasai pasangan dengan melakukan kek erasan atau tindakan menyakiti, se dangkan pihak yang lain mengambil porsi submisif, di pihak yang dikuasai, yang menyerahkan diri untuk disakiti dengan menikmati nyeri tanpa ada hubungan seksual yang penetratif. Jadi, tanpa hubungan seksual yang
ketika kondisi sedang lesu, tidak menjual produk terlalu banyak. Di saat sekarang, misalnya, daya beli menurun, maka produk yang dijual pun agar disesuaikan. Menurut Made, menjadi pengusaha yang bisa survive dalam segala kondisi memang tidak mudah. Untuk itu, diperlukan mental yang kuat, ketekunan, kreativitas juga kejelian melihat peluang. Dirinya sendiri pun, telah melalui berbagai rintang a n , jatuhbangun
sesungguhnya, itu yang disebut Sa domasokisme. Sedangkan aktivitas menggigit dan rasa sakit yang muncul yang dimaksud oleh penanya kali ini adalah terjadi dan dilakukan sambil melakukan hubungan seksual pene tratif penis- vagina, di sini bedanya. Hubungan antara ingin menyakiti, rasa sakit dan kesenangan dalam seksualitas manusia adalah sangat kompleks. Tidak bisa dimungkiri banyak pasangan saat melaku kan hubungan seks bisa dikejutan oleh kenikmatan mendalam yang menyatu dengan rasa sakit. Rasa sakit yang kerap muncul malah bisa ditunggu-tunggu kehadirannya untuk dinikmati. Cinta, seks, rasa sakit dan ak tivitas kekerasan fisik maupun psikis dapat merangsang pelepasan bahan kimia dan hormon yang sama dalam otak dan tubuh manusia. Endorfin yang menjadi biang rasa senang dan nikmat yang dirasakan tubuh, sesungguhnya dapat dilepaskan dalam pengalaman yang menyakitkan sekaligus rasa menyenangkan. Stres dan sakit juga dapat merangsang produksi serotonin serta melatonin di otak yang mengubah pengala man menyakitkan menjadi rasa menyenangkan. Pelepasan epine frin secara mendadak juga dapat menyebabkan kemunculan tiba-tiba rasa menyenangkan saat bersamaan
dalam usaha, sebelum mencapai hasil seperti sekarang. Baginya kesuksesan bukan semata masalah materi yang berhasil didulang tapi berapa banyak dan berapa besar orang yang mampu diberdayakan lewat usaha yang dia tekuni. “Bagi saya kesuksesan bukan semata soal materi yang dihasilkan. Tapi kita baru bisa dikatakan sukses kalau lewat usaha yang kita tekuni ini bisa juga memberdayakan banyak orang,” kata Made. –Diana Runtu
Made Ngurah Bagiana dan istri
merasakan sensasi nyeri. Di saat seseorang sedang menuju orgasmenya, di saat tersebut akan mengalami peningkatan toleransi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memi liki kemampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama dia sanggup menyingkirkan pengaruh stres psikis dan dalam keadaan sehat fisik. Itu artinya, dia juga akan mampu menarik ulur kontrol rasa nyeri ini, apakah akan diterima sebagai rasa nyeri yang menyakit kan dan akan menjadi pengalaman buruknya dalam hubungan seksual, atau malah sebaliknya menikmati rasa nyeri itu sebagai sensasi yang menyenangkan. Sesungguhnya ini bisa menjadi pilihan dan bisa dikon disikan atau dilatih. Jadi, dalam kasus seperti di atas sesungguhnya, salah satu inti dari menikmati seks adalah dengan mengeksplorasi ekspresi dan variasi seksual. Jangan takut untuk berek splorasi dan mengontrol diri untuk menikmati rasa nyeri sekalipun, asal tidak melibatkan bahan-bahan dan alat-alat yang berbahaya. Tetapi in gat, bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah me nyakitkan, beri tahu pasangan untuk menghentikannya segera.
8
Bunda & Ananda
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Anak Ketakutan? Kenali Penyebabnya
Semua orang, dari anak kecil sampai orang dewasa pada dasarnya punya rasa takut. Kadarnya saja yang beda. Ada yang rasa takutnya kecil, ada juga yang rasa takutnya berlebihan. Bagaimana cara mengatasi rasa takut pada anak kecil?
A
ndre yang sudah berusia 9 tahun tidak berani mandi sendiri. Tiap kali disuruh mandi, ia selalu minta ditemani. Walaupun kamar mandi berada dalam kamar tidur, ia tetap saja meminta ada yang menemani. Ibunya sampai bingung melihat anaknya yang terkesan penakut. “Kalau tidak ada saya, kadang neneknya atau sepupunya yang disuruh menjaga di depan kamar mandi,” ungkap Ibu Andre. Ternyata Ibu Yanti punya pengalaman yang sama mengenai anaknya yang terkesan penakut. Tiap melihat panci besar, anak saya langsung memalingkan wajah. “Saya awalnya heran, kok anak kecil takut sama panci,” ujarnya. Menurut Agus Binti Khoiriyah, S.Psi, Cht. M.NLP, anak takut karena beberapa penyebab. Pertama, karena pola asuh di rumah atau lingkungannya. Anak kecil sebenarnya tidak punya rasa takut. Ia bisa berangkak, berdiri, dan berjalan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Semua dilalui secara alamiah. Namun, seringkali karena ketidaktahuannya, si anak sering melakukan hal-hal yang dianggap membahayakan, misalnya memasukkan tangan ke colokan listrik, memegang panci yang panas, atau memegang es. “Apa yang dilakukan anak itu dilihat sebagai hal yang membahayakan oleh orang dewasa yang mengawasi si anak.
Muncullah larangan-larangan. Misalnya, jangan masukkan tangan ke colokan listrik, jangan pegang panci panas. Anak kecil dalam tahapan merekam semua memori akan menyimpan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dikecap, dan dipegang. Mana porsi rekaman terbesar yang ia ingat, itu yang akan menjadi pemantik ketakutan,” ujar psikolog yang juga pemilik Madania Center ini. Bunda Agus menambahkan anak dalam tahap eksplorasi pengetahuan tidak mengenal kata takut. Ia akan melakukan apa saja yang ingin dilakukan dalam jangkauannya. Orang dewasalah yang kemudian menjadikan si anak ini mengenal rasa takut. Anak yang pernah memegang panci panas, bisa jadi mengalami ketakutan setiap melihat panci. Ia teringat bagaimana panasnya tangan saat memegang panci yang panas. Kata-kata yang didengar saat tangannya terasa panas menjadikan ia takut setiap melihat panci. Orangtua yang memarahi anak kemudian menghukum anak di kamar mandi, di gudang, dan tempat-tempat yang kecil juga menjadi pemantik. Apa yang dialami ini terekam dalam memorinya. Si anak mengalami ketakutan ketika harus berada di tempat dulu dia pernah dihukum atau tempat yang mirip dengan tempat itu. Penyebab kedua, pengalaman orang lain yang diceritakan. Hal ini terjadi ketika ada orang lain yang menceritakan
Bunda Agus
pengalaman ketakutannya. Karena sering didengar, akhirnya ketakutan itu menular. Kakak yang sering menceritakan kepada adiknya bahwa di kamar mandi ada kecoak dan menyeramkan membuat si adik terpengaruh. Akibatnya, si adik takut ke kamar mandi dan takut kecoak. Takut yang berlebihan akan menimbulkan fobia dan jika terus-menerus terjadi akan menjadi trauma. Kalau sudah trauma, kondisinya sudah sangat parah. “Kalau takut masih bisa diatasi, tetapi, kalau trauma, perlu waktu dan proses untuk menyembuhkan,” ujar Bunda Agus yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Psikolog lulusan Universitas Muhamadiyah Malang ini menjelaskan rasa takut itu wajar asalkan tidak b e r l e b i h a n . Ta k u t merupakan bagian dari kehidupan. Orang berani karena berhasil mengalahkan rasa takutnya. Untuk mengatasi rasa takut, harus dikenali dulu penyababnya. Kasus per kasus beda. Anak yang takut dengan api, mungkin pernah kena api. Ada anak yang takut disuapi makanan mungkin karena punya pengalaman diberikan
makanan yang panas. “Rekaman di memori yang paling dominan saat kejadian menjadi pemantik anak mengalami ketakutan. Karena itu, penting untuk mengetahui apa penyebab dari si anak mengalami ketakutan,” jelas ibu empat anak ini. Sebagai solusinya, Bunda Agus menyarankan mulai dari orangtua. Jika orangtua sudah tahu penyebabnya, lakukan dialog dengan anak. Berikan anak pemahaman dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, anak yang pernah dihukum di kamar mandi diajak bicara dari hati ke hati. Sampaikan bahwa apa yang dilakukan dulu itu merupakan luapan emosi karena si anak melakukan hal
yang melewati batas kewajaran. Orangtua harus berani minta maaf jika menghukum terlalu berlebihan. Anak pun harus paham dan tidak mengulangi lagi kesalahannya. Orangtua juga tidak boleh memaksakan kehendak karena anak kecil punya karakter yang berbeda. “Anak kecil bukan miniatur orang dewasa. Biarkan anak mengeksplor pengetahuannya untuk mengenali kehidupan dunia nyata. Jangan terlalu mengekang anak dengan banyak larangan. Tugas orangtua hanya mengawasi dan mengarahkan. Kadang orangtua juga harus belajar dari anaknya,” tegas Bunda Agus.
Ilustrasi anak ketakutan
–Ngurah Budi
JENDERAL NASI BUNGKUS
“Aku tidak mengharapkan balasan, Anakku! Aku hanya berharap kelak kau menjadi orang penting yang berguna bagi nusa dan bangsa.” Sungguh mulia nasihat ibu itu. Gongseng merasa terlecut dan bersemangat hidup. Ketika kerajaan memerlukan pemuda untuk menjadi tentara, ia memberanikan diri melamarnya. Lulus. Dalam pendidikan militer ia mendapat perhatian dari komandannya. Pemuda itu sangat ulet, berani, disiplin, cerdas dan tak pernah mengeluh. Demikianlah, anak ulet itu akhirnya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya menjadi perwira. Ketika kerajaan mendapat serangan musuh, ia ditugaskan di garis depan. Dengan semangat berkorban demi kerajaan, ia berhasil memukul mundur musuh. Kerajaan kembali aman dan tenteram. Dalam suatu upacara kenegaraan, Raja menyematkan bintang jenderal di kedua pundaknya. Walaupun Gongseng menjadi jenderal, ia tidak takabur. Ia tetap hidup sederhana, tidak sombong dan selalu menghargai bawahannya. Sejak lama ia ingin membalas jasa kepada seorang ibu yang tinggal di pinggir sungai dan yang selalu memberinya nasi bungkus. Ketika tiba kesempatan yang baik itu, ia segera meluncur ke rumah yang dimaksud. “Ibu! Sebagai ucapan terimakasih, terimalah ini,” katanya merunduk sambil menyerahkan sebuah bungkusan. Dengan tangan gemetar sang Ibu membuka bungkusan itu. “Emas!” serunya. Dengan sangat terharu, perempuan yang sudah tua itu berkata, “Anakku, Ibu tidak mengharapkan hadiah mahal seperti ini. Aku bersyukur kamu sudah menjadi orang penting dan berguna bagi nusa dan bangsa. Itulah hadiah yang paling berharga untukku!” (Cina)
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
17
Lampu Minimalis Masih Digemari Saat ini, kehadiran lampu dalam sebuah ruangan, tak hanya berfungsi sebagai penerangan utama. Ada beberapa jenis lampu yang memang difungsikan sebagai penghias ruangan (lampu hias).
tkh/wawan
Mendongeng Lima Menit Sejak dilahirkan Gongseng sangat menderita. Ibunya meninggal ketika ia lahir dan ayahnya menyusul kemudian. Ia hidup dari kemurahan hati tetangga-tetangganya. Setelah agak besar ia berpikir, tidak mungkin hidup tergantung Made Taro orang lain selamanya. Ia memulai hidup mandiri dengan menjual ikan. Setiap hari ia memancing ikan di sebuah sungai. Mula-mula ia dengan mudah mendapatkan lima sampai sepuluh ekor ikan kecil. Ikan itu dijual ke pasar. Lambat-laun ia sangat sulit mendapatkan dua ekor ikan, bahkan lebih sering tidak mendapatkan seekor pun. Hidupnya makin sulit. Kerap kali ia tidak makan seharian. Seorang ibu pencuci pakaian yang tinggal di tepi sungai itu memperhatikan kehidupan anak itu. Anak pemancing ikan itu seharian tidak makan. Ia makin lama makin kurus dan pucat. Karena belas kasihnya, ibu itu memberinya sebungkus nasi. Mulamula anak itu menolak, tetapi ibu itu memaksanya. “Daripada kamu sakit, sebaiknya kamu bertahan dengan sebungkus nasi ini!” demikian rayuan ibu itu. Kejadian itu bukan sekali dua kali, bahkan hampir tiap hari. Sang Ibu membelikan sebungkus nasi, anak itu menolaknya, akhirnya karena tak tahan lapar, anak itu menerimanya. “Dengan apa saya membalas jasa Ibu?” kata anak itu suatu hari.
Griya
Budi Daryanto
S
eperti, lampu biasa (bohlam) yang bisa dipasang di kap lampu. Kap lampu (lamp shade) ini pun terbuat dari beragam pilihan material, seperti kain, rotan, dll., bahkan bulu ayam, dengan berbagai model, bentuk bulat ataupun kotak. “Bentuk kotak ini ada yang persegi panjang, ada yang trapezium. Bentuk bulatnya juga ada yang silinder dan yang mengecil ke atas,” ujar Budi Daryanto, salah seorang pengerajin lampu di Artshop Gonay Art di
Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Denpasar. Sementara untuk material dan model tatakan lampu (base lamp) juga sangat bervariasi. Bisa dari kayu, rotan, maupun batu dengan model ukiran antik, nenas, ceret, guci, atau bentuk minimalis. “Di tempat kami lebih dominan mengerjakan lampu natural antik. Namun yang benar-benar antik, stoknya terbatas, sesuai persediaan saja. Tapi kami juga bisa membuat lampu yang berkesan antik. Beberapa tahun terakhir, lebih banyak konsumen memesan model minimalis untuk ditempatkan di vila-vila,” jelas pria asal Solo yang sudah delapan tahun bekerja di tempat ini. Sesuai dengan namanya, lampu ini fungsinya untuk menghiasi dan mempercantik ruangan, serta memberikan aksen sesuai tema ruang/hunian yang ingin ditampilkan. Lampu-lampu ini bisa diletakkan atau difungsikan sebagai lampu dinding (wall lamp), lampu gantung (hanging lamp), lampu lantai (floor lamp/standing lamp), dan lampu duduk/meja (table lamp). Dengan model dan ukuran yang variatif, konsumen bisa memilih dan menetukan lampu yang tepat untuk huniannya. –Inten Indrawati
18
Life
Edisi 920/26 september - 2 OKTOBER 2016
Danau Tamblingan merupakan danau yang berada di Dusun Tamblingan Desa Munduk Kecamatan Banjar, Buleleng. Fungsi air danau dan hutan sangat dijaga masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan dalam merawat ekosistem alam dimiliki. Masyarakat Bali mempercayai alam sebagai bagian dari sumber kehidupan umat manusia. Kondisi alam laut dan pegunungan (nyegara gunung) secara sekala niskala dilindungi dari ancaman kerusakan. Hal ini yang membuat komponen tokoh masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan daerah tersebut sebagai kawasan wisata berbasis konservasi alam.
permintaan agar tetap tidak ada bangunan permanen di kawasan tersebut. “Kami ingin bangunan permanen tidak dibuat disana, contohnya seperti hotel atau restoran agar dibangun di luar kawasan tersebut,” harapnya. Ia menambahkan, hal utama tidak boleh ditinggalkan adalah dasar pijakan untuk menata kawasan Tamblingan sebagai kawasan suci dan konservasi. “Itu tidak boleh hilang. Masalah nanti mau dibuatkan apa, baik taman atau kawasan spiritual lainnya itu tidak masalah. Kuatkan dulu keberadaan hutan dan Pura-Pura di sana kemudian pariwisata itu menjadi bonusnya,” tambahnya. -Wiwin
Destinasi Danau Tamblingan Dijadikan Taman Bunga Data KTP Elektronik untuk Pilkada Bupati Buleleng dalam rapat mengundang Tokoh Adat Catur Dalem Tamblingan
P
emkab Buleleng tampaknya tidak main-main dalam mengembangkan destinasi wisata di Buleleng. Kali ini Pemkab Buleleng berencana mengembangkan kawasan Danau Tamblingan menjadi lebih menarik untuk dikunjungi. Rencananya Pemkab Buleleng akan menata kawasan Danau Tamblingan menjadi taman bunga. Menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., kawasan Danau Tamblingan selama ratusan tahun memberi kehidupan air kepada masyarakat Bali. Danau Tamblingan dijaga dan dihindari mengalami pencemaran air. “Kami merapatkan teman-teman dari Catur Desa, pemerhati lingkungan dan SKPD. Ke depan menjadikan Danau Tamblingan sebagai destinasi ramah lingkungan. Keasrian dan kelestarian air Danau Tamblingan harus kita jaga lestari. Konsepnya masih dibahas untuk diatur lalu dapat dianggarkan tahun depan,” ujar Bupati PAS didampingi Wabup Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.. Pemkab Buleleng berencana mengembangkan pariwisata di kawasan Danau Tamblingan yang ramah lingkungan sehingga tidak merusak kealamian baik air maupun hutannya. Semisal destinasi alam dilarang memanfaatkan perahu mesin dan hanya perahu kayu dengan dayung
untuk menghindari pencemaran air danau. “Saya harap ke depan kita memiliki destinasi baru di Buleleng, melalui penataan konsep Danau Tamblingan. Cukup banyak masyarakat berkunjung menikmati alam Danau Tamblingan, mereka ada pula berkemah. Kami tekankan pola ramah lingkungan dengan memperbanyak penanaman pohon dan bunga,” imbuh Agus Suradnyana. Bupati Buleleng mengatakan konsep pengembangan kawasan Danau Tamblingan tetap seperti awal yaitu destinasi wisata yang ramah lingkungan. Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan akan menganggarkan dana di tahun 2017. “Jika ini sudah deal tahun depan kami anggarkan dananya, namun dana itu untuk tanah milik Pemkab Buleleng yang seluas 4,6 hektare, nanti sisanya kita serahkan kepada desa adat untuk membangunnya dengan menggunakan dana BKK,” ujarnya. Sementara itu, menurut Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan Jero Putu Ardana pihaknya mendukung rencana tersebut. Ardana menyampaikan, ada beberapa yang harus diperhatikan jika rencana tersebut dijalankan. “Kawasan danau Tamblingan adalah kawasan suci, jadi kami ingin kesucian kawasan tesebut tetap dijaga,” pungkasnya. Selain itu, Ardana juga memiliki
Jumlah masyarakat Buleleng yang mencapai 118.000 jiwa rupanya belum menyeluruh melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Dari batas yang diberikan oleh Kementrian dalam Negeri (Kemendagri) yaitu akhir September 2016 masih banyak masyarakat yang belum mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Hal tersebut disampaikan oleh Kadisdukcapil Buleleng Ni Putu Ayu Rieka Nurhaeni. Ia menjelaskan dari seluruh desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng pihaknya memerhatikan antusias masyarakat untuk melakukan perekaman sangat meningkat secara signifikan. “Untuk mencapai jumlah seratus persen memang tidak mudah karena setiap hari umur masyarakat pasti ada penambahan,” tuturnya. Dari batas waktu perekaman yang hanya beberapa hari tersebut, pihaknya mengaku selalu diserbu masyarakat yang ingin mengurus dokumen pribadi utamanya KTP elektronik. Bahkan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pihaknya tetap melayani permintaan perekaman di hari libur. “Kantor tetap kami buka di hari Minggu dan hari
raya,” imbuh perempuan murah senyum tersebut. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang ada di perantauan tetap bisa meluangkan waktu untuk mengurus KTP elektronik. “Biasanya yang kerja di rantau pulangnya pasti hari libur, nah di hari libur itulah mereka bisa mengurus KTP-el,” paparnya. Dari awal pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media elektronik yaitu radio-radio terdekat. Sehingga informasi yang diperoleh masyarakat dapat dengan cepat dan tepat diterima. Bahkan usaha jemput bola pun dilakukan oleh pihaknya. “Kami tidak hanya menyasar masyarakat yang masih berusia produktif tetapi juga masyarakat yang sudah lanjut usia,” tambah perempuan kelahiran 9 Agustus 1972 tersebut. Perekaman dilakukan langsung terjun ke desa-desa dan langsung ke rumah penduduk yang tidak bisa datang langsung ke kantor. Ia menambahkan, fungsi KTP-el dari Kemendagri terdekat digunakan sebagai data dalam Pilkada Buleleng 2017. Hak pilih dapat digunakan apabila telah memiliki KTP-el. “Kami himbau supaya masyarakat yang belum mempunyai KTP-el segera mengurus sebelum batas waktunya diumumkan,” tambahnya. Sementara itu, masyarakat dari berbagai kalangan datang untuk mendapat nomor antrian KTP-el. Seperti Ni Komang Sutrini (39) asal Desa Pedawa Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Ia sambil menyusui anak ketiganya berumur lima bulan, setia menunggui suaminya mencari KTP-el. “Dari tadi pukul 07.00 Wita berangkat ke Disdukcapil. Ini menemani suami nyari KTP-el. Anak ketiga kami ajak karena tidak ada orang di rumah. Sabar menunggu antrean karena sangat banyak yang mencari KTP-el,” ujarnya. Hal serupa dilakukan Ronald yang menemani istrinya ke kantor Disdukcapil. Pria yang bertempat tinggal di Dusun Bangah Desa Panji Kecamatan Sukasada, Buleleng, ini bergegas mendatangi antrean Disdukcapil. Ia lebih dahulu masuk ke Kantor Perbekel Panji lalu mengurus perekaman di Kantor Camat Sukasada. “Ingin supaya proses tidak ribet. Tiga kantor mesti dimasuki mengurus kelengkapan, tidak satu pintu hanya di Disdukcapil. Ya harusnya dipersingkat lagi,” Kadisdukcapil melakukan perekaman KTP-el ke desa-desa. ucapnya. -Wiwin
Story
Sore itu, Sania merasa heran karena banyak sekali telepon yang masuk ke telepon genggamnya namun tidak sempat diangkatnya karena ia lupa membawa. Begitu juga dengan sms yang belum terbaca yang jumlahnya puluhan. Saat ke kantor pagi tadi Sania baru tahu kalau ia lupa membawa telepon genggam.
B
egitu melihat begitu banyak telepon dan sms yang masuk, ia baru sadar pasti ada sesuatu yang penting yang sedang terjadi. Ia juga ingat selama berada di kantor tadi, banyak mata yang tak biasa dari rekan-rekan kerjanya menatap padanya. Ada apa gerangan? Perlahan-lahan setengah takut, Sania (40) membuka satu persatu sms dan membacanya. Alangkah terkejutnya ia menemukan pertanyaan yang bernada serupa bahkan sama dari puluhan sms yang masuk yang nota bene berasal dari kawan, sahabat dan keluarganya. Bagai disambar petir, Sania langsung lemas dan shock. Di dalam kamar ia terduduk lama sekali dan tak bisa berkata apa-apa. Ia diam sampai sebuah ketukan pintu menyadarkannya dari rasa shock yang memukulnya. “Apa itu benar fotomu?” tanya sahabatnya Ratri dengan wajah cemas. Sania mengangguk lemas. Saat itu Ratri meninggalkannya tanpa berkata apa-apa. Sania kemudian mengingat-ingat bagaimana foto “terlarangnya” itu bisa beredar hingga ke media massa? Sebagai sahabat Sania, Ratri sebenarnya sudah berusaha menghubunginya sejak pagi ketika ia melihat foto Sania yang layak sensor terpampang di sebuah media massa. Namun Ratri sesungguh-
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
7
Karma Akibat Main “Api” nya sudah menduga hal ini bisa terjadi pada Sania sewaktu-waktu karena ia mengenal sahabatnya tersebut. “Ini karma untuk Sania. Berkali-kali saya mengingatkannya untuk tidak merebut suami orang tapi dia tidak mau mendengarkan saya,” kata Ratri mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu itu. Ratri bersahabat dengan Sania sejak mereka kuliah di salah satu universitas di Mataram belasan tahun yang lalu. Sehingga ia mengenal benar bagaimana Sania yang dari dulu memang suka bermain api. “Padahal Sania itu anak yang pintar dan enerjik serta memiliki kemampuan yang baik berkomunikasi dengan orang lain. Namun sayangnya, ia suka melakukan hal-hal di luar batas normal orang lain dalam percintaan,” ujar Ratri. Sejak gadis dalam hal percintaan, Sania tergolong berani. Ia pernah berpacaran dengan suami orang. Meski usianya jauh lebih tua dari dirinya, Sania tidak peduli. “Yang penting banyak uangnya. Saya juga heran dia selalu suka pada suami orang,” kata Ratri. Masalah yang terjadi sekarang adalah masalah yang sudah pernah terjadi dengan orang yang sama beberapa tahun lalu. Dulu saat kuliah, Sania berpacaran dengan Ramli yang sudah memiliki istri dan 3 anak yang usianya 20 tahun lebih tua darinya. Percintaannya itu diketahui oleh istri Ramli yang kemudian memisahkan mereka dengan berbagai cara. “Tapi Sania tidak kapok-kapok. Waktu itu mereka memang berpisah sampai akhirnya Sania menikah dengan laki-laki lain,” kata Ratri. Dalam pernikahannya yang memberinya dua anak itu, rumah tangga Sania tidak berjalan baik. Ia diketahui menjalin kembali hubungannya dengan Ramli yang usianya semakin tua dan jabatannya semakin tinggi serta uangnya semakin banyak. Namun lagi-lagi istri Ramli dan juga Sania menge-
tahui hal tersebut. Istri Ramli melabraknya. Suaminya pun lalu menceraikan dirinya. Rupanya setelah bercerai, Sania tidak lantas meninggalkan Ramli melainkan makin lengket hubungannya. Seperti ada dendam di hatinya pada istri Ramli. “Sania tidak mau tahu lagi, ia semakin dekat dengan Ramli yang juga kasmaran padanya. Orang tua tidak tahu diri. Dua-duanya menurut saya tidak tahu diri,” umpat Ratri pada Ramli dan Sania. Ratri merasakan benar sakit hati istri Ramli. Suatu hari, Ramli bertengkar dengan istrinya. Sampai-sampai telepon genggam Ramli rusak akibat dibanting oleh istrinya. Karena sangat membutuhkan nomor kontak dalam HP tersebut, Ramli lantas memperbaikinya. Rupanya dari sanalah bermula foto-foto yang ada di dalam HP itu pun terbaca orang lain termasuk fotofoto Sania dalam keadaan layak sensor. “Foto tersebut sepertinya diambil oleh Ramli saat mereka berselingkuh,” ungkap Ratri. Entah bagaimana ceritanya, tidak ada yang tahu siapa yang menyebar foto tersebut, sampai akhirnya ke media massa. Foto Sania dalam keadaan layak sensor terpampang jadi buah bibir selama berminggu-minggu. “Sania sempat tidak berani keluar rumah,” kata Ratri. Istri Ramli yang melihat foto
tersebut keluar dari HP suaminya sempat mendatangi kantor Sania untuk meminta baik-baik pada atasan Sania agar memanggil Sania untuk dipertemukan dengan dirinya, namun atasan Sania terkesan cuek. Entah karena malas mengurus Sania atau apa masalahnya, yang pasti Sania tidak dipanggil atau ditegur. Entah siapa yang kemudian akhirnya memposting foto dari berita media tersebut (bukan media lokal yang besar atau bukan juga media nasional, melainkan media biasa saja) yang memuat berita dan foto Sania itu ke media sosial. “Saat itu juga langsung heboh,” kata Ratri. Berbagai komentar negatif mengarah pada Sania. Ini menjadi karma baginya. Namun, bukan malah kapok, Sania malah makin lekat berhubungan dengan Ramli. “Dua-duanya sudah gila,” kata
Ratri kesal yang kini sudah jarang bergaul dengan sahabatnya itu. Ratri merasa dirinya kurang nyaman tiap kali diminta mengantarkan Sania untuk bertemu Ramli. Apalagi ternyata Ratri juga kembali menjalin hubungan dengan mantan suaminya yang sudah beristri lagi itu. “Ah… dia (Sania) itu sudah tidak punya otak,” katanya. Kabar terakhir yang diperoleh Ratri adalah Sania sudah menikah dengan Ramli. Padahal sesekali waktu Ratri masih melihat Sania jalan bareng bersama mantan suaminya. Karena itulah Ratri kini memilih menjauh dari hubungan persahabatannya dengan Sania. Ia tidak mau lagi melihat kelakuan Sania yang seolaholah dirinya ikut mendukungnya. “Saya tidak ingin terlibat dalam urusan gila Sania lagi,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
“Ini karma untuk Sania. Berkali-kali saya mengingatkannya untuk tidak merebut suami orang tapi dia tidak mau mendengarkan saya,”
6
Pembangunan pertanian akan berhasil, ketika semua sumber daya manusia, tidak hanya laki–laki, namun juga perempuan. Salah satu lang kah yang telah diupayakan perempuan di Bali dalam meningkatkan perannya di berbagai aspek dalam mem bangun pertanian adalah membentuk komunitas yang peduli pada dunia pertanian, dalam Wanita Tani Indonesia (WTI) Provinsi Bali.
M
Woman on Top
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
e n u r u t Tu t i Kusuma War dhani, S.E., M . M . , M . Ke s . , selaku Ketua WTI Bali, didam pingi para pengurus lainnya saat bertemu Tokoh , di RM Taliwang Baru di kawasan Teuku Umar, Denpasar, pertanian di Bali belum digarap secara komprehensif, masih secara parsial. Memang sudah ada penyuluh pertanian namun kurang maksimal. Anggota WTI di Bali memang sudah maju, namun sifatnya masih parsial. Untuk inilah mereka merancang bahkan sudah pula melakukan gerakan bersama. Dalam WTI Bali, mereka ber gabung untuk bersinergi mengingat masih banyak yang bisa digarap di masyarakat. Apalagi mereka yang digandeng di W T I selain para pelaku dari dunia per tanian j u g a
WTI Prov. Bali Siap Bergerak akademisi. Mereka memiliki komitmen yang sama demi kemajuan pertanian siap terjun ke masyarakat. Mereka akan saling mengisi dan melengkapi untuk pembangunan pertanian di Bali. Ketika sudah bergabung dalam sebuah gerakan yang berarti juga lebih efektif dan efisien. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah un tuk cita-cita atas kedaulatan pangan, WTI juga akan ber sinergi dengan instansi terkait, karena tidak akan mampu ber jalan sendiri,” ujar Tuti. Ia juga menyebutkan be berapa angggota WTI yang sudah tercatat sebagai pelaku pertanian seperti Yuliani Djajanegara pemilik BaliTangi, Wayan Tatik pemilik Cau Coklat, Pudi Astini pemilik Taliwang Baru, Wayan Srilaba pemilik Duta Orchid, mereka semua bahkan sudah melangkah lebih dahulu, turun ke lapangan melakukan pembinaan pada para petani yang menjadi mitra kerja. Selama ini Yuliani dikenal se bagai sosok yang tak pernah bosan mengajarkan pada petani bagaimana menjadi petani yang memiliki jiwa wirausaha dengan melakukan kegiatan pertanian yang efektif. Kegiatan pertanian itu tidak hanya sebagai sambilan agar hasil produksinya baik dan
Sebagian pengurus WTI Provinsi Bali
optimalkan sehingga hasil jerih payah yang diterima pun seim bang, dalam arti petani berhasil menjual hasil pertaniannya dengan harga yang bagus dan sama-sama senang. Yuliani juga percaya dengan melibatkan kaum perempuan dari berbagai bidang dan kemampuan dalam satu kelompok akan memi liki kekuatan untuk membantu pertumbuhan dan pembangunan pertanian di Bali. Salah satu langkah rutin yang dilakukan sebagain pengurus WTI yakni memberi contoh sekaligus mengampanyekan di lingkungan nya bagaimana memperoleh man faat yang sebesar-besarnya. Con tohnya melalui pengelolaan lahan
pekarangan dengan menanam berbagai tanaman pangan, sayuran dan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pelestarian tanaman pangan hingga pengelo laan limbah rumah tangga. Begitu pula anggota lainnya, seperti Wayan Tatik pemilik usaha Cau Coklat, coklat organik yang ditanganinya mulai dari pengolah pupuk hingga proses selanjutnya dari hulu sampai hilir. Dengan mot to sehat karena organik pilihannya, petani senang, harga coklat naik, dan pertanian lestari, dengan se mangat memelihara coklat dengan baik secara organik. Tatik juga ingin menunjukkkan sinergi pertanian dengan industri pariwisata agar image pariwisata
mengalihfungsikan lahan maka dibuatlah agrowisata. Optimal kan pertanian untuk dinikmati oleh wisatawan. Anggota WTI lainnya juga mengatakan mereka juga turut mengisi pasar murah bergan dengan dengan Aspartan Kota Denpasar. Selain sudah pula terjun ke lapangan, diantaranya kunjungan ke Pelaga. Ternyata, di sana ada petani yang mem produksi pupuk organik yang berkualitas, dan informasinya perlu digaungkan, agar lebih banyak lagi yang tahu. Sedang kan di Tabanan, kelompok wanita taninya telah berhasil mengolah hasil pertanian seperti, minyak kelapa dan berbagai ma kanan tradisional. Selanjutnya WTI Bali juga akan terus melangkah , salah satunya segera memberikan penguatan pada kelompok wanita tani (KWT) di desa-desa yang memang sudah memiliki program. Bahkan , mereka juga sudah melakukan pemahaman pada ibu-ibu untuk memaksimal kan hasil dari lahan yang minimal. Bagaimana mengelola pekarangan dengan sistem sebagai salah satu upaya kaum perempuan untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan pertanian, dan ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk meningkatkan pa ngan dan gizi. – Sri Ardhini
“WARKOP” Salam Senyum “… ngobrol di warung kopi… nyentil sana dan sini.. Sekedar suara rakyat kecil.. bukannya mau usil,,, “ Sudah nonton film “ Warkop DKI Re born – Jangkrik Boss Part 1? Waaaahhh.. acung jempol untuk perfilman Indonesia yang menuai prestasi. Kita diajak tertawa selama kurang lebih 1,5 jam dan tentunya dapat menghilangkan penat dari kesibukan sehari-hari. Judul Warung Kopi dalam tulisan saya minggu ini tentu sangat erat kaitanya dengan dunia layanan, seperti concern saya di rubrik ini. Warung kopi, seperti sudah menjadi tempat untuk mengobrol bareng, tempat pertemuan bisnis, tempat bertemu dengan sahabat, bahkan tempat mencari inspirasi… heheheheh.. trus apa hubungannya dengan dunia layanan?.. Saya petik dari sebuah peristiwa. Pak Made adalah seorang pengusaha yang selalu menyempatkan diri untuk ngopi siang setelah dari pagi bekerja. Yang menjadi kebiasaannya adalah ngopi di tempat yang sama… kita sebut warung X… Naah.. tentu ada pertanyaan .. kenapa..? Apakah karena tempat ngopi lainnya kurang nyaman atau harganya terlalu mahal? Setelah saya telusuri ternyata pak Made selalu ngopi di warung X karena pak Made menganggap semua
warung kopi sama. Baik dari rasa, penyajian, tempat dan sebagainya. Sampailah pada suatu hari, ketika Pak Made diundang oleh salah satu rekan bis nisnya untuk bertemu di salah satu warung kopi yang saya sebut saja namanya warung Y. Semula Pak Made kurang berkenan dan mengarahkan agar ngopinya di warung X saja sesuai dengan kebiasaanya. Namun karena merasa berkepentingan dan akan “ditraktir” oleh rekan bisnisnya, maka Pak Made menyetujui dengan berat hati untuk bertemu dan ngobrol di warung Y. Singkat cerita,.. ternyata apa yang ter jadi… ? Di luar pembicaraan bisnis yang diobrolkan, Pak Made mulai menyadari, bah kan merasa suatu yang berbeda. Di warung kopi Y sesuai dengan tempat undangan dari rekan bisnisnya ternyata jauh lebih nyaman dari warung kopi yang biasa dia datangi. Di mana di warung Y, dia melihat bagaimana kopi itu dibuat dengan rasa yang lebih “nen dang”, dengan pelayan yang berseragam dan pelayanan yang super ramah, dengan suasana alunan musik santai bergaya anak muda dan bahkan dengan harga yang lebih pas. Para pembaca setia… tahukah kita ternyata Pak Made sebelumnya sudah terjebak menjadi CUSTOMER LIFE TIME VALUE. Artinya dia sudah menjadi pelang gan yang loyal. Pelanggan seperti inilah yang sangat dipertahankan karena sudah tentu akan menjadikan penyumbang profit dalam perusahaan. Pak Made seakan – akan sudah
ketergantungan dengan kopi di warung X, dengan mind set pikiran bahwa warung kopi di mana saja sama. Dalam strategi kepuasan pelanggan ada istilah current customer (pelang gan saat ini) dan customer life time value (Tatay Sutari ; 2016). Yang kita bahas dalam tulisan kali ini bagaimana jika pelanggan kita seperti Pak Made itu yang sudah terjebak oleh kenyamanan di kopi X bisa berpindah ke current customer di warung kopi Y dan akhirnya dia menjadi customer life time value di warung kopi Y. Melakoni profesi sebagai seorang trainer di bidang layanan di perusahaan – perusaha an ternama, saya sering mendapat pertan yaan bahkan keluhan dari peserta, salah satunya pertanyaan mengapa banyak sekali pelanggan mereka berpindah ke perusahaan lain,padahal menurut mereka layanan yang mereka berikan sudah maksimal. Kembali ke dunia layanan, sering dalam perusahaan mereka menerapkan hal (model layanan) yang sama setiap hari, setiap waktu, dan dengan orang-orang yang sama bertahun tahun tanpa berusaha untuk berinovasi. Be lajar dari cerita warung kopi, dalam layanan hendaknya mulailah berbenah agar para pelanggan setia kita tidak beranjak ke tempat yang lain. Bermodal senang travelling, saya sering mampir ke beberapa warung kopi. Contoh di kota Manado dan di Singaraja. Ketika saya mampir di warung kopi di Manado, saya tercengang dengan suguhan kopi yang airnya ditanak dengan arang, ditambah dengan pisang goreng sambal roa… Bayangkan.. luar biasa. Sedangkan ka lau di Singaraja warung kopi terkenal dengan
istilah “Dakocan”.. heheheh.. dagang kopi cantik… yang tentu dibayangkan pelayanan dan rasa kopinya juga berbeda. Begitu pula dengan layanan. Dari pengalaman dan membaca literatur tentang layanan, Istilah-istilah ini yang semestinya diterapkan. Excellent is not enough (layanan yang sempurna saja tidak cukup ), finding the unique (temukan sesuatu yang berciri khas), make it comfortable (buat senyaman mungkin), quality for price (kualitas me nentukan harga) dan ingat bahwa service is about innovation (layanan harus melakukan inovasi). Marilah pelaku layanan, kita berbenah. Produk boleh sama dengan kompetitor/ pesaing kita. Tapi layananlah yang harus kita inovasikan. Me-rolling karyawan dengan jangka waktu tertentu, memberikan kejutan layanan di hari–hari spesial, membuat tagline layanan yang berbeda, membuat seragam pelaku layanan yang spesial, dan lain sebagai nya, tentunya selalu dibalut dengan senyu man yang sempurna yang dapat “menyihir” para pelanggan. Dan yakinlah istilah “warung kopi” yang sudah kita buat tidak akan diting galkan oleh para pelanggan kita yang sudah terjebak dalam customer life time value. Bagaimana kupasan lengkapnya tentang istilah ‘Warung Kopi” di dunia layanan? Si lakan hubungi manajemen kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani Srisumahardani3SP@gmail.com
19
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
Warga Tulungagung memi liki cara unik dalam meningkat kan ketahanan pangan, dengan cara melestarikan budaya kuno, yang diberi nama tradisi ulurulur. Tradisi ini, digelar setahun sekali oleh masyarakat empat desa, Gamping, Ngentrong, Gedangan dan Sawo. Keempat desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Campurdarat. Kegiatan ini melengkapi aktivi tas warga yang sebelumnya juga membuat saluran irigasi dan menjaga kesuburan lahan.
T
radisi ulur-ulur ini, diyakini warga seki tar sebagai sarana metafisis yang da pat menjaga kelancaran sumber mata air Telaga Buret yang airnya mengalir ke area persawahan setiap saat. Baik pada musim hujan maupun kemarau. Dengan demikian, warga di kampung ini tidak pernah mengalami musim paceklik. Tradisi turun-temurun ini di awali dengan prosesi pengarakan sepasang pengantin cilik (dalam
Tradisi Ulur-ulur Tingkatkan Hasil Pertanian
Mamandikan Patung Dwi Sri dan Joko Sedono
bahasa Indonesia: pengantin kecil). Tapi bukan pengantin sungguhan. Sepasang pengantin ini sebagai simbul Dewi Sri dan
Joko Sedono, lambang kemak muran. Sambil menggendong hasil panen yang dibungkus kain putih, pengantin cilik ini jalan kaki
Kirab pengantin cilik
mengelilingi empat desa tadi. Di belakangnya diikuti se jumlah sesepuh dan tokoh desa setempat. Selama perjalanan, juga
Para pemain Warkop DKI Reborn dari kiri: Vino G. Bastian, Abimana Aryasatya, Indro, dan Tora Sudiro
Berharap Warkop DKI
Diproduksi Tiap Tahun Industri perfilman diheboh kan hadirnya film “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1”. Film komedi yang pernah eksis 1990-an ini kembali diprod uksi untuk mengobati rasa rindu penggemar film tersebut,
sekaligus sebagai bentuk dedikasi kepada almarhum Dono dan Kasino. Setelah sukses diawal pelun curannya, kini komedian legen daris yang juga salah satu dari
personil Warkop DKI, Indro, ber harap film tersebut dapat diprod uksi setiap tahunnya. Mengingat antusiasme masyarakat yang be sar selama penayangan Warkop DKI Reborn yang mencapai 3.165 penonton pada minggu pertama ini. “Karena penontonnya ba nyak sekali di bioskop,” kata Indro, disela konferensi press di Marvell City Surabaya, pekan lalu. Dalam acara tersebut Indro berbagi cerita tentang kesuksesan pemutaran film Warkop DKI Re born yang mengingatkannya pada romantisme Warkop DKI di era kejayaannya silam. Tiap tahunnya selalu menghadirkan dua film untuk ditayangkan. Meski demikian, dalam filmfilm Warkop DKI tidak sepenuh nya menampilkan adegan yang ada di film lama. Dengan alasan untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman saat ini. “Kalau kita
menampilkan adegan yang lama terus, itu belum tentu disukai penonton. Ada sedikit polesan komedi baru dan modern agar film tetap tampil segar,” ujar Indro. Disisi lain, Tora Sudiro, yang memerankan tokoh Indro membagi pengalamannya perihal pendalaman karakter sebagai seorang Indro, yang cukup mengesankan akan sosok ko median senior itu. “Untuk pendalaman karak ter sebagai Indro, butuh waktu sekitar dua bulan. Inipun saya lakukan melalui interaksi lang sung dengan tokohnya, soalnya Om Indro, kalau ditanya jawab nya nggak tau mulu,” kenangnya dengan gaya humor. Acara “Meet and Greet” tersebut diakhiri dengan kegiatan nonton bareng yang juga dihadiri aktor lainnya, seperti Vino G. Bastian dan Abimana Aryasatya. -Hany
diwarnai beberapa pertunjukkan tradisional, seperti jaranan, reog, dan drum band. Pasangan pengan tin cilik dibawa masuk menuju lokasi Telaga Buret untuk menyer ahkan hasil panen yang dibungkus kain putih tadi kepada sesepuh paguyupan Sendang Tirto Mulyo Sugito Binarso untuk dilakukan ritual lanjutan, kenduri bersama di sekitar telaga. “Kenduri ini sedekah. Sebagai wujud syukur pada Tuhan atas limpahan rezeki yang diberikan kepada kami,” kata Mbah Sugito Binarso, dengan suara pelan. Tak lama kemudian, hawa mistis semakin terasa. Apalagi bau wewangian dupa yang terus menyeruak ke angkasa. Tak ada satu-pun orang yang berani bi cara, bebas. Yang terdengar hanya suara lirih permohonan do’a. Sementara itu, beberapa kaum perempuan tua, mulai menghias patung Dewi Sri dan Joko Sedono dengan memberi bedak, me masang mahkota dengan hiasan daun kelapa dan kalung ronce bunga melati, sebagai permoho nan kepada penguasa alam agar lahan pertanian di desa mereka subur makmur. Prosesi ritual ini, dengan tabur bunga di dalam telaga dan pelepasan hewan berupa ikan dan kura-kura sebagai simbol peles tarian lingkungan. “Air telaga ini sumber kehidupan kami. Dengan ritual ini, diharapkan lahan perta nian subur dan memberikan hasil panen yang maksimal,” ujar Mbah Sugito Binarso. Ia menambahkan, kalau ha sil panen melimpah, otomatis ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Tulungagung terjamin. Syukursyukur hasil panen ini dapat juga memenuhi kebutuhan pangan ska la nasional. arso
Mbah Sugito Bin
-Khoirul Abadi
20
Nine
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Sri Astuti
Penggagas Berdirinya
PAUD Bukit Lempayan
Sri Astuti
D
i kampung ini, dokar tersebut dikenal den gan nama Dokar PAUD. Demi mendekatkan fasilitas pendidikan bagi anak sejak usia dini yang tinggal di sekitar perbukitan desa tersebut, PAUD Bukit Lempayan didirikan sejak tahun 2007. Adalah Sri Astuti, seorang perempuan yang memiliki kekurangan pada kaki kanannya yang menderita polio sejak kecil yang menjadi penggagas dan pendiri PAUD Bukit Lempayan ini. Meski memiliki kekurangan dan harus berjalan tertatih-tatih, namun semangat Astuti terus berpijar demi memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak ini. Nama Bukit Lempayan yang diberikan pada PAUD ini dipilih Astuti sebagai simbol semangat yang luar biasa yang tidak pernah padam dalam dirinya. “Lempayan adalah pohon atau sejenis tanaman yang tahan hidup dalam kondisi apapun. Meski dalam musim sekering apa pun, Lempayan mampu bertahan hidup,” ujar Astuti. Sedangkan bukit menunjukkan lokasi tempat para murid tinggal dan sekolah ini berada. Begitulah harapan Astuti pada sekolah dan murid-murid PAUD ini. Bahwa kelak sekolah ini terus mampu bertahan dan semangat para muridnya tetap menyala dalam menuntut ilmu sampai kapan pun. Diantar Jemput Dokar Berangkat dari keprihatinannya melihat anak-anak usia dini ini jauh dari fasilitas pendidikan karena tinggal di sekitar perbukitan desa, Astuti berinisiatif mendirikan PAUD ini. “Ada kesenjangan fasilitas pendidikan yang terlihat pada masyarakat yang tinggal di pinggir jalan raya dengan mereka yang tinggal di perbukitan. Anak-anak yang tinggal di pinggir jalan dapat menikmati sekolah sejak usia dini sementara mereka yang tinggal di perbukitan tidak dapat menikmatinya. Karena itu saya merasa perlu adanya PAUD ini,” ungkap Astuti. Anak-anak yang tinggal di perbukitan ini adalah kebanyakan anakanak buruh tani dan buruh dengan pekerjaan serabutan. “Orangtua mereka lebih fokus pada pekerjaan bukan pada sekolah. Apalagi PAUD yang ada jauh dari jangkauan mereka. Anak-anak kecil lebih banyak bermain menghabiskan waktu di rumah dan lingkungannya.
Menggunakan dokar (angkutan tradisional di Sumbawa Barat), anak-anak PAUD Bukit Lempayan Desa Dasan Anyar Kecamatan Jereweh Sumbawa Barat, berangkat ke sekolah dengan riang gembira. Satu-persatu mereka dijemput dari rumah-rumah mereka yang terletak di sekitar perbukitan desa itu. Uniknya, dokar yang mereka tumpangi itu bukan kendaraan umum melainkan kendaraan milik PAUD yang sengaja disiapkan untuk memudahkan muridmurid PAUD berangkat menuntut ilmu ke sekolah ini.
Saat itu terpikir olehnya alangkah lebih baik jika dari usia dini mereka ini sudah mendapatkan pendidikan. Karena itulah PAUD Bukit Lempayan ini didirikan untuk mendekatkan pendidikan bagi anakanak tersebut. Awalnya Astuti memang harus bersusah payah untuk mendirikan PAUD ini. Modal sesungguhnya hanyalah keberanian dan kemauan keras. Ia memulai semua ini tanpa modal apa-apa, di saat ia menjadi salah seorang tenaga SP3 Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI tahun 2007. “Awalnya saya hanya dapat pinjaman tanah dari tokoh masyarakat setempat. Namun kemudian dari beberapa program yang saya kerjakan saya bisa menabung untuk membeli sedikit tanah untuk membangun PAUD ini,” katanya. Lambat laun apa yang dikerjakannya membuahkan hasil, setidaknya PAUD tersebut dapat berjalan dengan baik. Atas perhatian Pemerintah Desa setempat, lahan PAUD ini kemudian bertambah. “Sekarang ada 4 are, lumayan ada tempat untuk anak-anak bermain,” katanya. PAUD ini awalnya memberikan pendidikan gratis bagi muridnya karena mereka yang bersekolah di sini adalah anak-anak yang kurang mampu. Tetapi seiring berjalan dan berkembangnya PAUD yang saat ini memiliki 35 murid ini, ada beberapa murid yang berasal dari keluarga mampu yang secara sukarela turut menyumbang, membayar beberapa sesuai keperluan anak. “Semacam subsidi silang,” ujar Astuti, lulusan
Dokar yang mengantar-jemput anak-anak PAUD Bukit Lempayang
Sarjana Peternakan Universitas Mataram tahun 2006 ini. Bersama dua orang pengajar, Astuti terus bersemangat mendidik murid-murid PAUD ini. Hebatnya, dalam menjalankan tugas ini, Astuti yang kala itu belum memiliki pekerjaan tetap dan dua guru lainnya ini sama, tidak pernah memikirkan soal honor atau gaji atau upah bagi kerja keras mereka tersebut. Bertahuntahun mereka mengajar tanpa ada bayaran yang tetap. Sesekali mereka mendapatkan honor jika ada kelebihan dari dana program yang mereka kerjakan di PKBM Bukit Lempayan. Itu pun jumlahnya sangat kecil. Awalnya Astuti mengajak kedua guru ini untuk bersama-sama mengajar di PAUD tersebut namun dengan syarat bekerja dengan hati dan ikhlas. “Saya salut pada dua guru PAUD ini yang meskipun lebih banyak tidak
menerima honor karena keadaan yang tidak memungkinkan, mereka tidak sekalipun saya dengar ingin keluar dari PAUD dan mencari pekerjaan lain. Mereka dengan setia mengajar para murid,” ungkap Astuti bangga. Jangankan untuk honor mereka, untuk kebutuhan murid yang bersekolah secara gratis di PAUD ini, dulu sulit sekali mendapatkan dana. “Bersyukurnya selalu saja ada rezekinya sekolah ini,” kata Astuti tertawa. Yang tidak kalah uniknya adalah ketiganya, Astuti dan dua guru lain ini, tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pengajar, melainkan diawali dengan kemampuan yang ada dalam diri mereka, Astuti sebagai Sarjana Peternakan dan dua guru lain lulusan SMU. Tapi mereka mau belajar dan meningkatkan diri untuk dapat menjadi guru yang baik bagi para murid mereka. Mereka
pun mengambil kuliah di Universitas Terbuka jurusan PG PAUD (Pendidikan Guru PAUD). Namun tampaknya karena kesabaran dan keikhlasan tersebut, mereka akhirnya sekarang masuk sebagai tenaga honor daerah Sumbawa Barat. “Alhamdulillah, sekarang mereka sudah dapat honor dari daerah,” ujar Astuti yang juga akhirnya menjadi Pegawai Negeri Sipil sejak tahun 2011. Selain keberuntungan yang mereka peroleh dari kesabaran dan keikhlasan mengelola PAUD ini, sekolah ini juga mulai dilirik donatur dan menerima bantuan meskipun tidak banyak. Beberapa waktu lalu PAUD ini menerima dana dari donator untuk membeli dokar yang selama ini dipinjam dari orangtua murid untuk mengantar jemput murid PAUD. Sebelumnya PAUD meminta bantuan salah seorang orangtua murid yang memiliki dokar untuk mengantar jemput murid terutama yang rumahnya jauh sampai dengan jarak sekitar 1,5 kilometer. Namun sekarang PAUD telah memiliki dokar sendiri. “Kusir dokar PAUD tidak dibayar tetapi setelah menyelesaikan tugasnya mengantar dan menjemput anak-anak sekolah, ia diperbolehkan menambang (mencari penumpang) hasilnya untuk Pak Kusir,” kata Astuti. Kini Astuti bisa tersenyum melihat PAUD Bukit Lempayan semakin hari semakin terlihat masa depannya dari wajah-wajah ceria anak-anak kampung yang berkesempatan mengenyam pendidikan sejak usia dini. Meski harus berjalan tertatih-tatih, Astuti yang juga seorang penyuluh pertanian ini juga nyaris setiap hari rajin turun lapangan mengunjungi para petani binaannya di dua desa yakni di Kelurahan Dalam dan Desa Batu Putih. Tiga puluh tiga (33) kelompok tani dengan lebih dari 350 anggota harus ia datangi secara bergiliran, minimal dua kelompok tani dalam sehari. Astuti adalah sosok perempuan yang penuh semangat meski dalam kondisi yang kekurangan secara fisik. -Naniek I. Taufan
Inspirasi
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Miyono
Kembangkan Batik Pewarna Alam Pesona kerajinan batik kayu Indonesia sudah sejak lama dikenal di mancanegara. Tak heran kalau permintaan akan produk kerajinan tersebut di pasar kerajinan internasional terbilang cukup tinggi. Miyono dan kakaknya yang pengusaha kerajinan batik kayu, sempat merasakan masa keemasan batik kayu di era 90-an dimana banyak produknya diekspor ke mancanegara.
“D
ulu itu kerajinan batik kayu kita justru sangat dikenal buyer asing. Permintaan ekspornya tinggi. Sementara permintaan di dalam negeri tidak terlalu banyak. Namun seiring waktu, masyarakat kita pun sudah semakin mengenal kerajinan batik kayu, sehingga permintaan dalam negeri pun tak kalah banyaknya. Seiring dengan itu maka pelaku-pelaku bisnis kerajinan batik kayu pun semakin bertambah banyak,” ungkap Miyono, pengusaha batik kayu dari Klaten, Jawa Tengah. Saking tingginya permintaan, ia dan kakaknya kerap didatangi pedagang-pedagang besar yang minta dibuatkan kerajinan batik kayu. “Mereka (pedagang besar) sudah menyiapkan bahan-bahan
mentahnya. Kami tinggal membatik dan memberi pewarnaan saja. Hasil produk kami itu kemudian disuplay ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, dan daerah lain, sebagian lagi untuk ekspor,” papar Miyono. Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, tempat dimana Miyono berasal, merupakan desa pengrajin batik kayu. Kebetulan, kata bapak dua anak ini, di desanya bahan mentah (kayu) untuk pembuatan kerajinan tidak sulit didapat. “Kayu mahoni, sengon dan albasia, misalnya, mudah dibudidayakan,” ucapnya. Ketika kerajinan batik kayu booming, tutur Miyono, banyak pengrajin desanya beralih menjadi pengusaha kerajinan. “Sebagian warga desa kami yang pengrajin batik kayu mulai mengembangkan bisnisnya ke luar Klaten. Mereka
Miyono, pengusaha kerajinan batik kayu dari Klaten
Anak-anak PAUD Bukit Lempayang
5
Batik tulis pewarna alami
umumnya datang ke Yogyakarta, karena di sana terkenal sebagai daerah wisata. Banyak turis mancanegara datang ke sana, termasuk kakak saya yang membuka usaha kerajinan batik kayu di Yogyakarta di awal tahun 90-an,” lanjutnya. Entah bagaimana, tambahnya, orang luar justru mengira asal usul kerajinan batik kayu dari Yogyakarta, padahal sebenarnya ‘embrio’ justru dari Klaten, khususnya dari Kecamatan Bayat. Saat ini, katanya, kerajinan batik kayu yang tersebar di seluruh Indonesia kebanyakan berasal dari tiga daerah yakni; Kecamatan Bayat Klaten, Dusun Krebet Bantul dan Gunung Kidul. “Jadi yang di Jakarta, Bali, dan daerah-daerah lainnya adalah produksi dari tiga daerah itu,” tambahnya. Miyono sendiri mengaku mulai menekuni bisnis ini diawali dengan membantu sang kakak di bagian produksi tahun 1998. “Saya banyak belajar dari beliau. Mulai dari produksi hingga pemasaran. Dua tahun belajar, kemudian saya pun membuka usaha sendiri. Jadi saya dan kakak mempunyai usaha yang sama, kami saling membantu,” tuturnya sembari menambahkan tahun 2009 sang kakak meninggal. Sukses menekuni kerajinan batik kayu, Miyono melakukan diversifikasi kerajinan, salah satunya dengan membuat kain batik pewarna alam yang dimulainya tahun
2008. “Saya ikut pelatihan di Balai Batik Yogya tahun 2007, kemudian 2008 mulai mencoba membuat. Ternyata hasilnya bagus, banyak yang suka karena pewarnanya dari alam (tumbuh-tumbuhan),” jelasnya. Beberapa pewarna alami yang digunakannya antara lain; kulit mahoni untuk mendapatkan warna coklat, untuk warna biru menggunakan tanaman tarum atau juga dikenal dengan sebutan indigo, dan buah jolawe yang menghasilkan warna kuning kehijauan hingga hitam. “Sebenarnya kunyit juga bisa, namun dari hasil penelitian di Balai Batik, warna kunyit tidak begitu tahan, maka saya tidak menggunakannya,” tambah Miyono. PERSAINGAN KETAT, PRODUKSI RUMIT Dulu, tambahnya lagi, saat baru memulai bisnis kain batik tulis pewarna alami, pemain di bisnis tersebut belum lah sebanyak sekarang. Namun seiring waktu, ketika permintaan akan batik pewarna alami meningkat tajam, maka penjual pun semakin banyak. “Dulu permintaan batik pewarna alami banyak sekali. Saya sempat kewalahan karena memproduksinya membutuhkan waktu lama. Memproduksi satu kain batik sampai siap digunakan membutuhkan waktu 2-3 hari. Karena rumitnya memproduksi ini maka harganya pun berlipat-lipat diband-
ing batik pewarnaan sintetis. Di sisi lain SDM pengrajin batik kurang karena mereka banyak yang sudah membangun bisnis sendiri ,” kata Miyono yang menjual satu lembar kain batiknya ukuran 2,5 M x 1,1 M seharga Rp400 ribu. Meski produksi tergolong rumit, ia mengaku belum berminat merambah ke pembuatan batik pewarna sintetis. “Memang batik sintetis lebih cepat laku karena harganya lebih murah, tapi saya sekarang ingin belum terpikir ke sana (memproduksi batik pewarna sintetis), ya. Saya masih bertahan dengan pewarna alami saja,” ucapnya. Lagi pula, tambahnya, ia kini tengah fokus mengembangkan kerajinan batik kayu yang meski persaingan cukup ketat, namun produknya telah memiliki pasar yang jelas. Dengan kerajinan kayu, katanya, lebih mudah berkreasi. Karena kayu bisa dibentuk menjadi apa saja. “Saya lebih cenderung memperkuat di kerajinan kayu karena sudah memiliki pasar. Saya juga rutin melakukan ekspor, paling tidak ke Belanda yang sudah dua tahun terakhir menjadi pelanggan tetap,” kata Miyono yang rajin mempromosikan produknya lewat dunia maya. Karena sudah memiliki sejumlah pelanggan rutin, Miyono mengaku tidak terlalu merasakan lesunya perekonomian. “Terus terang saya tidak terlalu merasa ya karena saya sudah punya pelanggan tetap. Cuma mungkin sekarang ini, khusus untuk ekspor, tidak sebanyak sebelumnya. Yang rutin saat ini hanya ke Belanda. Tahun lalu sempat ekspor ke Filipina, nampan batik,” jelasnya. Menurutnya, usaha kerajinan batik kayu bisa tetap eksis sampai kini karena karena perkembangan pasar dalam negeri cukup bagus. “Belakangan malah permintaan dalam negeri tinggi. Ekspor lesu, tapi dalam negeri tinggi, itu sudah lumayan bagus,” katanya. -Diana Runtu
4
Inspirasi
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
Saras Dewi
Ingin Perempuan Bali Jadi Pemimpin Sukses adalah impian semua orang. Banyak orang yang ingin sukses harus me nempuh banyak tantangan. Rintangan dan halangan kerap berada di setiap jalan. Masalah yang ditemui akan jadi motivasi untuk membangun hidup yang lebih baik. Motivasi yang besar dan kerja keras akan mempermudah mengapai ke suksesan. Begitulah yang dialami pelantun Lembayung Bali, Saras Dewi.
P
enyanyi yang sempat meraih nominasi AMI Award tersebut kini menjadi Kepala Program Studi Filsafat Universitas Indo nesia. Hari-harinya saat ini dis ebukan dengan urusan admin istrasi, megatur jadwal, kuri kulum, rapat persiapan kuliah, dll. Di tahun akademik baru ini tidak saja membuatnya semakin sibuk, tapi menajdikan dirinya tetap kerja keras. Terlebih banyak mengisi seminar,dan menyelesaikan tulisan. Pencapaian suksesnya tersebut tidak lain berkat ke gigihan dan sikap tekun yang sejak lama dilakukan. Selain itu Saras Dewi mempunyai kebu latan tekad, disiplin, meyakini kemampuan diri sendiri. Saras Dewi mangaku semenjak ku liah ia cenderung workaholic. “Saya kencendrungan workaholic. Semenjak duduk di bangku S1 saya selalu berkerja keras agar dapat lulus dengan bagus. Lalu saya ditunjuk menjadi asisten pengajar. Kerja keras juga saya lakukan ketika S2 dan S3. Ketika itu saya mendapat beasiswa dari Universitas Indonesia, jadi harus mempersembahkan yang terbaik agar tidak mengecewakan univer sitas,” tutur perempuan yang juga akrab disapa Yayas itu. Berkat beasiswa tersebut dia memiliki banyak kesempatan un tuk belajar lebih banyak. Tidak saja itu Ia pun dintujuk sebagai tenaga pengajar di Universitas Indonesia dan sebagai kepala program studi. “Saya punya kewajiban yang cukup besar untuk membuat prestasi setinggi mungkin. Setelah itu, saya juga harus ditugaskan untuk men jadi tenaga pengajar, dan di usia 28 usia yang terbilang cukup muda. Cukup berat tantangannya. Saya sedikit sekali mendapat waktu san tai. Mulanya karena muda, banyak yang meremehkan kemampuan kita. Tapi saya bekerjakeras, dan sedikit meladeni orang yang tidak yakin kepada kita,” tukas kelahiran 16 September 1983 tersebut. Banyaknya kesibukan yang membuatnya tidak sempat lagi menyanyi. “Terakhir saya menynyi hampir 8 bulan yang lalu. Kedatan
Saras Dewi
gan Ratu Denmark ke Indonesia, saya menyayikan lagu Tanah Air. Kalau menyanyi untuk undan gan kegiatan kebudayaan, sebisa mungkin dipenuhi. Kalau on air, tidak bisa karena harus mengajar dan seminar jadi terbatas tenaga,” jawabnya. Aktivitas mengajar dan menjadi pembicara dalam berbagai seminar tidak lantas menurunkan kreativi tas Saras di dunia seni. “Biasanya kalau di rumah sering bersama suami corat-coret buat lagu atau puisi. Nyanyi untuk mimbar ke budayaan lebih ada pesan selain hanya mengibur. Lebih banyak sekarang memang lebih fokus pada kerjaan kepala program studi. AKTIVIS GENDER DAN LINGKUNGAN Energi Saras Dewi seolah tidak pernah habis. Beberapa waktu lalu ketika ditemui di Taman Baca Kesiman Ia mampu tampil energik dan memesona. Saat itu Ia membawakan topik mengenai ekofenomenologi. Topik tersebut dia angkat sebagai disertasi dan sudah diterbitkan berupa buku. Di sana dia memaparkan banyak hal mengenai dimensi ontologis manusia dengan lingkungan. Tidak saja itu Saras Dewi juga bergabung aktif di ForBali untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Baginya
lingkungan juga mempunyai hak untuk hidup dan berkem bang. Tidak pantas kita sebagai manusia hanya memanfaatkan dan mencari banyak keuntun gan dari alam. Selain terjun dalam beber apa aksi tolak reklamasi, Saras juga aktivis gender. Beberapa kali dia membahas tentang perempuan Bali. Tokoh yang menjadi idolanya sampai saat ini yakni penulis asal Bali, Oka Rusmini. “Idola saya itu Oka Rusmini, selain Ibu saya. Satusatunya itu idola saya. Impian saya untuk mengejar cita-cita bersekolah, bisa menjadi pen gajar di suatu perguruan tinggi, akan sulit terwujud jika saya tidak membaca buku Oka Rusmini. Apa kemungkinannya gadis Bali bersaing di ibu kota. Yang pada umumnya filfasat lebih banyak laki-laki. Oka rusmini membuka pikiran saya ten tang perempuan yang bersaing di lapangan pekerjaan yang didominasi oleh laki-laki,” terangnya. Keterlibatan Oka Rusmini secara tidak langsung membuat Saras tidak pantang menyerah. “Jadi saya merasa Oka Rusmini seperti suara hati kecil. Jika saya ingin menyerah, saya ingat tokohtokoh dalam novel Oka Rusmini. Saya merasa beliaulah yang men jadi tauladan bagi kehidupan saya dan saya harap generasi Bali juga begitu,” lanjutnya. Ditanya tentang perempuan Bali saat ini, Saras mengatakan bahwa perempuan Bali sekarang mem punyai keleluasaan dan kebebesan untuk mengejar cita-cita. Tentu struktur adat masih memiliki ikatan yang kuat terhadap peran perem puan. Baginya, perempuan sering dibatasi gerak-geriknya hanya di ranah domestik. “Seharusnya per mepuan Bali memiliki kebebasan dan kesadaran untuk memilih masa depannya seperti apa.” “Menurut saya, saya menikah di usia yang cukup matang menu rut saya yaitu 26 tahun, saya sudah menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 2, mempunyai pekerjaan yang cukup tetap, saya sudah pu nya penghasilan untuk diri sendiri. Saya bahagia dengan pernikahan saya ini, saya dengan suami seba
gai mitra, kita tidak ada hirarki. Kita membangun rumah tangga yang sen sitive terhadap keadi lan gender. Saya sering mengatakan bahwa kehidupan pernikah an tidak berarti men inggalkan siapa diri kita, apa mimpi kita. Justru pernikahan menjadi sumber inspirasi, untuk menjadi manusia lebih baik, bek erja lebih keras, mendapatkan cinta, dan mendapat du kungan moril dari suami dan keluarga,” lanjutnya. Tidak saat ini perempuan Bali memang tidak perlu dibatasi saat sudah menikah. Perem puan Bali dapat berkarir dan menjadi yang mereka inginkan. “Menurut saya tidak perlu ada jebakan bahwa perempuan Bali yang bekerja atau berkarir kemudian Ia minggalkan adat. Sekarang perem puan Bali dapat bekerja dan da pat terlibat adat bahkan menjadi penyelenggara adat. Be gitupula dengan suami, laki-laki Bali bisa bekerja, ada pula yang tinggal di rumah, bisa mengurus anak menjadi bapak rumah tangga, menurut saya itu peran-peran yang bisa ditukar, menurut kesepakatan di saat memasuki rumah tangga. Itu idealnya menurut saya suatu rumah tangga dan bagaimana kita menghayati adat itu,” tutur istri dari Christopher Bollemeyer itu. Saras pun menambahkan bah wa peran-peran perempuan di masyarakat sangat penting. Bagi Saras edukasi dalam keluarga tentang kesetaraan gender sangat diperlukan. “Saya menghormati peran-peran ibu rumah tangga. sebagian besar kawan-kawan saya bekerja dan bersekolah, tapi juga melakukan kewajiban adat. Peran ganda ini memang berat untuk perempuan, dan masih ada dis kriminasi. Walaupun di Bali sudah ada pencerahan gender, tetapi belum bekerja secara menyelu ruh. Belum sampai di ruang-ruang keluarga. Masih banyak pemaha man yang tidak seimbang tentang perempuan, bagaimana perem puan dan kebebasan perempuan. Sedari dini di keluarga perlu dididik
Mandalika
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
21
Keluarga Jadi Fokus Utama
Sekitar 80-an sepeda motor dinas dipakai oleh para Petugas KB dan Petugas Lapan gan KB se-Nusa Tenggara Barat, turut memeriahkan Hari Keluarga Nasional XXIII di Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Mereka melakukan konvoi kendaran lapangan ini mulai dari Pantai Amahami hingga ke Lapangan Merdeka sampai ke Lapangan Serasuba Kota Bima sebagai pusat peringatan Harganas tersebut. Mereka ini adalah petugas yang turun langsung ke lapangan dalam upaya menyukseskan pengendalian penduduk di Nusa Tenggara Barat melalui program Keluarga Berencana.
K
eluarga menjadi fokus utama pro gram pengenda lian kependudu kan, karena keluarga merupa kan lingkungan pertama untuk mendapatkan pola Asah, Asih dan Asuh. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty, yang hadir pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXIII tingkat
Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kota Bima. Pada peringatan Harganas ini Kepala BKKBN Pusat juga menyer ahkan penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin., S.H, M.Si. dan juga Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Erica Zainul Majdi. Dalam menyambut perin gatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIII tingkat Provinsi
Nusa Tenggara Barat, berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh panitia penyelenggara. Seperti, jalan sehat, seminar kesehatan, konvoi kendaraan, pasar murah dan kegiatan lain yang menyang kut kesehatan keluarga. Kegiatan untuk memeriahkan Harganas yang dipusatkan di Kota Bima Nusa Tenggara Barat tersebut, diikuti oleh jajaran BKKBN seNTB. – Naniek I. Taufan
Hindari Pernikahan di Bawah Usia 21 Tahun Kota Bima dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Harganas ini dikarenakan prestasi Pemerintah Kota Bima yang telah berhasil meraih penghar gaan Satya Lencana dari Presi den Republik Indonesia bidang pengendalian kependudukan. Pengendalian penduduk dianggap
kesetaraan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Saya ber syukur, Ayah saya menurut saya membebaskan anak perempuan nya untuk menggapai cita-cita dan memberikan ruang cukup luas un tuk mengaktualisasikan diri. Beliau juga kurang setuju tentang hukum waris yang memang anak lakilaki. Ia juga berpikir bahwa anak perempuan juga memiliki peran sosial, ekonomi, politis yang san gat vital dalam membangun Bali. Butuh trobosan tidak hanya untuk lembaga-lembaga tetapi unit yang paling intim yaitu keluarga. Saya rasa di sana lebih banyak edukasi bagaimana keluraga memperlaku kan anak laki-laki dan perempuan secara adil.” “Harapan saya adalah di masa depan akan semakin muncul perempuan-perempuan Bali yang menjadi pemimpin. Saya ingin me lihat perempuan yang khusushnya mengkaji tentang kajian seksualitas tradisi, atau menurut kearifan lokal di Bali, tentang kekerasan seksual dan anak. Saya harap perempuan semkin mengambil ruang-ruang aktif di lingkup sosial tidak saja di keluarga tetapi di masyarakat secara umum,” pesan Saras Dewi mengakhiri percakapan. -Wulan
penting untuk mencapai kes ejahteraan masyarakat. Karena itulah Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin., S.H., M.Si., menyam paikan harapan agar momentum Harganas harus dijadikan sebagai media dan langkah untuk menye jahterakan masyarakat. Karena pertumbuhan ekonomi yang se
dang dirasakan oleh masyarakat NTB saat ini belum dikatakan berhasil kalau tidak dirasakan langsung kesejahteraannya oleh masyarakat. “Ini juga harus didukung oleh pengendalian penduduk dengan program dua anak cukup,” ungkap Wagub saat peringatan Hari Keluarga Na sional XXIII Provinsi NTB di Lapangan Sarasuba, Kota Bima, beberapa waktu lalu. Muham mad Amin mengharapkan agar semua Kepala Daerah bersiner gi membangun daerah agar kes ejahteraan masyarakat tercapai dan angka kemiskinan terus dapat diturunkan. “Mari kita terus perkuat kerjasama dan sinergisitas demi kesejahteraan masyarakat,” katanya. Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman., S.E., menyampai kan bahwa penghargaan Satya Lencana bidang Pengendalian Kependudukan dari Presiden RI yang diperoleh Pemerintah Kota
Bima adalah milik semua pegawai dan masyarakat Kota Bima. “Ini menjadi pemicu semangat bagi semua pihak di Kota Bima un tuk terus membangun daerah,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Pusat Surya Chandra Surapaty menyampai kan bahwa beberapa tahun yang akan datang bangsa Indonesia
akan mendapat bonus demografi. Menurutnya, hal ini harus diman faatkan dengan baik agar tidak menjadi bencana kependudukan. Oleh sebab itu, Surya Chandra Surapaty mengharapkan semua elemen masyarakat mengam panyekan dua anak cukup serta menghindari pernikahan di bawah usia dua puluh satu tahun. -Naniek I. Taufan
22
Baru-baru ini Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa merilis informasi mengejutkan. Ia menyebut peredaran narkoba di Indonesia sudah amat sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data 2015 perkiraan belanja narkoba di Indonesia sudah mencapai Rp 73 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding setahun sebelumnya, belanja narkoba Rp 63 triliun.
Khofifah Indar Parawansa
“K
Sosialita
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
enyataan ini sungguh mengkhawatirkan. Puluhan triliun uang rakyat habis untuk belanja narkoba. Padahal uang sebesar itu jika digunakan untuk kegiatan produktif, seperti pendidikan, bantuan UKM tentu manfaatnya akan luar biasa,” ujar Khofifah. Untuk mengatasi keadaan yang mengkahwatirkan ini, kata Khofifah, diperlukan peran serta dari masyarakat dalam pemberantasan narkoba. Apalagi, kini peredaran narkoba bukan hanya menyasar pada remaja hingga orang dewasa namun juga anak-anak. Untuk mengkamuflase, para bandar narkoba dengan cerdik membuatnya dalam berbagai bentuk. Salah satu yang sudah terendus adalah dalam bentuk cake. Kasus narkoba dalam cake (brownies) ini sudah pernah terungkap dalam sebuah penggerebekan di kawasan Blok M Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Anak-anak Jadi Target Peredaran Narkoba Bukan itu saja, untuk mengelabuhi petugas keamanan, para bandar juga menggunakan pihakpihak yang tidak mengundang kecurigaan seperti anak-anak dan wanita. Mereka ini dimanfaatkan untuk menjadi kurir. Salah satu modus teranyar adalah menyelundupkan narkoba dalam mainan anak, dll. “Peran masyarakat sangat diperlukan untuk ikut memberantas peredaran narkoba. Apalagi para bandar kini menyasar pada anak-anak untuk menjadi kurir. Mereka (sindikat narkoba) memilih anak-anak karena anak-anak jika divonis akan mendapat setengah hukuman orang dewasa,” ujar Khofifah. Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso dalam kesempatan terpisah. Menurutnya, anak-anak bukan hanya dijadikan kurir narkoba tapi juga telah menjadi target pasar jaringan narkotika. Bahkan kini, katanya, anak setingkat TK (taman kanak-kanak)
pun sudah jadi korban. “Narkoba sudah sampai pada anak-anak TK. Mereka telah menjadi korban. Narkoba dicampur dalam makanan maupun minuman,” jelas Buwas. Peredaran narkoba, tambahnya, sudah masuk semua lapisan masyarakat. Bahkan di instansi pemerintah pun ada yang tertangkap mengonsumsi atau mengedarkan narkotika. Bahkan di lembaga yang dipimpinnya pun, Buwas tak berani menyatakan bersih 100% . “Apa ada jaminan di lembaga saya clear?” ujar Buwas dengan nada bertanya. “Tidak! Buktinya, masih ada oknum-oknum”. Hal itu, menjadi bukti kalau peredaran narkoba telah masuk ke mana-mana. Indonesia adalah pangsa pasar terbesar di ASEAN untuk narkoba. Jumlah pengguna narkoba juga terus bertambah dari waktu ke waktu. “Dalam sehari 40-50 orang meninggal karena narkoba,” tegasnya. Saat ini, diperkirakan jumlah
Pariadnyani Melati
Kepala BNNP DKI Jakarta Iwan A. Ibrahim
penguna narkoba di Indonesia, sudah mencapai sekitar 5 juta orang. “Dalam sebulan sekitar 15.000 orang meninggal karena narkoba,” ujar Buwas.
Pemusnahan barang bukti narkotika
Pengguna narkoba terus meningkat
“Aduh saya selalu repot kalau harus menghadiri undangan. Terutama untuk urusan tatanan rambut, pasti agak lama, karena di kepala saya ada pitaknya. Saya harus menata rambut yang bisa menutupinya,” begitu keluhan yang cukup sering terdengar. Jika hal ini tidak ditangani sangat mungkin berakibat pada kurangnya rasa percaya seseorang.
10 DAERAH RAWAN NARKOBA Terkait daerah rawan narkoba, BNN juga membuat pemetaan. Di urutan pertama daerah rawan narkotika adalah DKI Jakarta. Maklum saja, Jakarta bukan hanya menjadi tempat perlintas narkoba lintas negara, tapi juga pasar bagi jaringan sindikat lintas negara. Menurut data jumlah pengguna narkoba di Jakarta terus meningkat waktu demi waktu. Padahal operasi pemberantasan narkoba sudah begitu gencar dilakukan. Tahun 2008, jumlah pengguna narkoba mencapai 4,1% dari jumlah penduduk 6,98 juta jiwa yang berusia 10-59 tahun. Tiga tahun kemudian angka ini
melonjak drastis menjadi 7,01% dari total jumlah penduduk, tahun 2015 sempat turun yakni di kisaran 4,74%, namun demikian tetap saja Jakarta menjadi provinsi tertinggi dalam hal penggunaan narkoba maupun peredarannya. Di urutan kedua hingga sepuluh daerah rawan narkotika adalah Provinsi Kalimantan Timur (3,07%), Sumatera Utara (3,06%), Kepulauan Riau (2,94%), Yogyakarta (2,37%), Jawa Barat (2,34%), Maluku (2,32%), Provinsi Bali berada di urutan kedelapan dengan 2,22%, Sulawesi Utara diurutan kesembilan dengan 2,19%, dan urutan kesepuluh adalah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan 2,11%. M e n u r u t Ke p a l a B a d a n Narkotika Nasional (BNN) Prov DKI Jakarta, Brigjen Iwan A Ibrahim, jumlah pengguna narkoba yang berusia 10-59 tahun adalah yang tertinggi. “Rinciannya, 40% merupakan karyawan, 20% pelajar tingkat SMA, sisanya profesi lain,” jelas Iwan. Para pemakai narkoba itu, kebanyakan memakainya di permukiman atau kawasan perumahan, apartemen maupun tempat kos. Jarang yang membawanya (memakai) di tempat hiburan karena sering adanya razia. “Kami jarang menemukan narkoba dalam jumlah banyak di tempat hiburan. Biasanya, mereka (pengguna) memakai dulu baru datang ke tempat hiburan,” ucap Iwan. Di sisi lain, keinginan untuk gencar melakukan razia, kadangkala terbentur dengan keterbatasan SDM juga sarana yang dibutuhkan. “Mendeteksi di kawasan perumahan lebih sulit dibanding apartemen atau rumah kos,” katanya. –Diana Runtu
S
aat ini Adibi Salon & Spa yang ada di kawasan Jalan Letda Tantular Renon, tengah ramai dikunjungi atau ditelepon terkait keinginan mereka yang mengalami masalah atau keluhan soal rambut di kepalanya yang kurang sempurna. Untuk urusan ini, Adibi Salon & Spa sudah siap memberikan solusi yang mudah, sangat praktis dan tidak lama yakni dengan mengoreksi bentuk kekurangan yang ada. Menurut Ir. Kompyang Pariadnyani Melati, sang pemilik salon, siapapun Anda tidak perlu khawatir. Ia siap membantu menangani keluhan terkait menjaga kecantikan untuk mendukung penampilan. Jika selama ini, Adibi Salon & Spa secara profesional sudah menangani urusan menyempurnakan wajah melalui sulam alis, bibir hingga sulam eyeliner tanpa rasa sakit maka saat ini makin lengkap dengan metode sulam rambut atau hair shading. Jro Melati begitu ia biasa dipanggil, mengatakan selama ini cukup banyak perempuan atau
Pariadnyani Melati
3
Edisi 920/ 26 september - 2 OKTOBER 2016
Sempurnakan Penampilan dengan Hair Shading laki-laki yang mengalami permasalahan serius pada rambutnya. “Apakah itu kebotakan pada rambut bagian depan ataukah pitak di tengahtengah kepalanya. Tentu saja kondisi ini merusak penampilan dan membuat seorang merasa tak percaya diri,” ujar istri Ir. AA Bagus Kurniawan dari Puri Kelodan Ubud ini. Hair shading adalah proses menambahkan atau mengisi kekosongan bagian tertentu seperti bulu-bulu halus di area kepala. Hair shading juga membantu menutupi bekas luka di kepala, menutupi kebotakan, mengkamuflase dahi yang lebar atau nonong. Selain itu, mampu juga menjadikan wajah berkesan lebih kecil. Rambut pun akan terlihat banyak dan tetap natural. Setelah proses hair shading dilakukan, disarankan untuk tidak keramas selama 3 hari. Sedangkan waktu pengerjaan, tergantung dari banyak atau sedikit pitak yang akan disulami rambut. Namun, yang sangat ditekannya pada siapapun yang ingin melakukan hair shading adalah jangan sembarangan. Metode ini harus dikerjakan oleh mereka
yang sudah mahir, biasannya mereka sudah biasa dan fasih melakukan sulam alis dengan hasil yang baik. Apalagi lanjut ibu dari AA Adhyatmika Okta Kurnia (sekarang sudah menjadi seorang pilot), AA Abymantra Agusta Kurnia dan AA Arhycinara June Kurnia ini, jika melakukan hair shading pada ahlinya agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan setelahnya hair shading ini tidak ada pantangannya malah dapat bertahan hingga 5 tahun. Kini, kegelisahan yang dialami siapapaun karena masalah kebotakan sepertinya tak akan
Jro Melati bersama keluarga
berlangsung lama, sebab sudah ada cara praktis untuk mengatasinya, yaitu teknik hair shading. Metode hair shading ini dapat membantu membuat ilusi pada bagian atas kening agar rambutnya tampak lebat. Jro Melati, ahli sulam alis pertama di Bali yang sudah memiliki jam terbang luar biasa dan selama ini juga sangat banyak menangani kalangan pejabat, mengatakan bahwa pada proses hair shading yang makin ramai peminatnya ini sama seperti sulam alis namun dengan memakai teknologi yang lebih canggih. Selama ini, lanjutnya yang ingin melakukan metode hair shading memang lebih banyak perempuan, Sekali lagi ditegaskannya kalau proses hair shading ini sangat aman, dengan catatan orang yang menanganinya dapat dipercaya memiliki keterampilan yang memadai, mumpuni sehingga orang yang ditangani dapat merasakan tampilan rambut sesuai harapan bahkan menjadikannya mendekati sempurna. ADIBI RUMAH CANTIK Kalaupun saat ini Anda sudah memiliki rambut dan bibir yang indah, maka semuanya itu tetap memerlukan perawatan. Begitu pula jika Anda ingin tampil beda, misalnya hanya ingin ganti gaya rambut sementara dengan gaya ombre hair. Ombre hair merupakan perpaduan dua warna pada rambut dengan warna yang lebih terang di ujung ra m b u t t a n p a ga r i s
perbedaan yang mencolok sehingga terlihat natural. Ini juga easy and sophisticated, sebab buktinya banyak bintang-bintang besar Hollywood memilih gaya rambut ini. Ombre hair akan maksimal dengan ujung rambut yang di-layer, sebaiknya kita merapikan layer rambut terlebih dahulu sebelum mewarnainya. Ombre hair cocok untuk semua jenis rambut, terutama yang cukup panjang. Dengan layer yang lebih tajam kita bisa memamerkan warna terang rambut ombre-nya. Setelah memilih gaya rambut, mewarnai maupun bentuk lainnya lakukan perawatannya di sana. Bukan hanya itu untuk menjaga kekenyalan kulit wajah,, Anda juga bisa memilih perawatan, facial yang disesuaikan dengan jenis kulit. Begitu pula yang ingin menghadiri acara dengan tampilan berbeda , maka Adibi siap menangani make up dan hair do hingga nail extention Anda. Bagi para wanita karier yang ingin relaksasi pun tidak perlu sungkan untuk datang. Ada terapis Spa yang andal yang akan membantu melemaskan otot dan menjadikannya segar kembali dan siap melanjutkan aktivitas berikutnya. Selain itu Adibi Salon & Spa juga membuka kesempatan berbagi ilmu dengan menerima Kursus Sulam Alis, Sulam Bibir dan Sulam Eyeliner dengan teknik dan terobosan terbaru. – Sri Ardhini
2
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
GORO-GORO “Jadi semua milik kita sekarang harus dilaporkan dan kena pajak, Pak?” Putu Wijaya Amat mengangguk. “Semua! Yang baru, yang tua, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, asal itu harta kita, harus dilaporkan. Kalau tidak, nanti kalau ketahuan pajaknya 200%!” “Kenapa begitu?” “Karena belanja negara kurang. Pendapatan tidak mencukupi. Ekonomi mundur, seluruh dunia pun lagi susah, bukan kita saja. Sementara pembangunan infrastruktur serentak di seluruh Indonesia membutuhkan dana besar.” “Lha, katanya yang mau diuber itu yang nanam uangnya gede di luar negeri, kenapa jadi kita yang diuber-uber, Pak?”
“Tidak ada yang nguber kita, kita malah mau diampuni, hanya bayar ½ persen dan satu kali saja. Kan ringan. Maksudnya supaya ikan-ikan kakap yang keluar negeri itu mau diampuni, mau bayar, jadi kita akan dapat ribuan triliun.” “Kalau tidak mau?” “Ya nanti pasti dihukum!” “Bagaimana kalau mereka pinter? Tidak mau bayar tapi juga tidak bisa dihukum? Orang kaya kan biasanya selalu lebih pinter, lebih licin, lebih banyak akal, lebih menangan. Bagaimana kalau begitu, Pak?” Amat terhenyak. “Betul tidak, Pak?” Amat menjawab lemah. “Ya, mungkin saja. Tapi kita tunggu saja, bagaimana nanti.” Bu Amat jadi gemas. “Makanya!” “Makanya apa?” “Jangan menganggap mereka bodoh, kalau mereka bodoh
TAX AMNESTY
seperti kita, sejak lama mereka sudah bayar pajak. Ini pasti akan ada saja akalnya. Yang bodoh itu kita, rakyat kecil, yang diapain saja bisa. Nanti lihat saja, pasti akhirnya rakyat lagi yang kelenger. Ya, tidak?” Terdengar. Ada tetangga memanggii di luar. “Buuuu! Bu Amat!” Bu Amat cepat berbaring. “Itu pasti Bu Made mau pinjam motor Ami yang dititipkan di sini.” “Kok dia tahu?” “Saya keceplosan ngomong waktu Ami mau ke Surabaya kemarin. Tadinya mau nunjukin Ami juga sudah mampu beli motor baru.” “Kenapa pinjam motor Ami, kan mereka punya dua?” “Bu Amattttt!” “Cepat sana, bilang saya sakit kepala!” “Apa hubungannya motor dengan sakit kepala? Yang mau
dipinjam kan motor bukan kepala.” “Pak Amattttt!!” “Cepat keluar, Pak!” Amat bergegas keluar. Tibatiba Bu Amat kaget. Baru ingat Bu Made bukan pinjam motor mau dipakai, tapi karena Nyoman keponakannya yang pintar memperbaiki motor kebetulan lagi berkunjung. Ami sudah wanti-want kalau ada Nyoman minta tolong memeriksa motornya. Amat masuk lagi. “Beres.” “Beres bagaimana! Bapak bilang apa? Saya sakit kepala?” “Tidak. Surat motornya be-
Ekspresso lum beres, jadi bahaya kalau dipakai bisa ditangkap! Mereka bila, ya sudah, tak apa kalau begitu.” “Lho kok Bapak bilang begitu! Itu siapa tadi? Bu Made dengan Nyoman keponakannya yang pintar memperbaiki motor?” “Ya!” “Aduh! Kenapa begitu jawabannya, Ami kan suda minta motornya diperiksakan ke Nyoman?” Amat tertegun “O, begitu?!” “Aduh rugi kita!” Mendadak Amat tertawa. Bu Amat jadi penasaran. “Bapak kok tertawa?” “Rakyat kecil memang suka salah prediksi. Pembayar pajak kakap tidak akan menyia-nyiakan tax amnesty, Bu!” “O, begitu?”
Menjadi Selangkah lebih Maju dengan Menguasai Bahasa Asing
Kata bahasa asing sangat sering kita dengar terlebih lagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Banyak orang yang mempelajari bahasa asing untuk tujuan tertentu. Pengertian dari bahasa asing itu sendiri adalah bahasa yang diajarkan di negara tertentu, namun tidak digunakan sebagai alat komunikasi. Sekarang ini, belajar bahasa asing sudah menjadi kebutuhan penting. Dengan banyaknya komunitas-komunitas asing khususnya di Bali, tentu saja membuat kita ingin bisa mudah berkomunikasi dengan lancar dengan siapapun. Hal itu menjadi salah satu alasan menguasai satu atau lebih bahasa asing sangat diperlukan. Dengan menguasai bahasa asing akan banyak peluang yang bisa kita dapatkan baik dalam dunia kerja, pendidikan maupun dunia hiburan. Era multikultural ini pula yang menjadi alasan mengapa kita wajib menguasai
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan era globalisasi yang semakin meluas. Menguasai bahasa asing tentunya bukanlah hal yang mudah bagi semua orang, tidak sedikit pula orang yang pintar tetapi belum tentu bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing. Karena persaingan yang semakin ketat, kita dituntut tidak hanya memiliki pendidikan yang tinggi tetapi juga mempunyai keterampilan khusus atau yang lebih sering disebut ‘skill’. Salah satu ‘skill’ yang sangat dibutuhkan di era sekarang ini adalah kemampuan berbahasa asing. Ada perasaan senang dan bangga saat kita bisa menguasai satu atau lebih bahasa asing dan tentu saja banyak pula manfaat yang bisa kita dapatkan. Saat mempelajari bahasa asing, tanpa disadari akan dapat melatih daya ingat dan meningkatkan kreativitas. Hal ini terutama terjadi saat kita berusaha untuk mengingat
Ni Kadek Sulistiawati
kata atau kalimat dalam bahasa asing. Kita akan mengarahkan segala upaya untuk menemukan cara–cara baru yang paling mudah demi keberhasilan. Dengan belajar bahasa asing juga akan bisa meningkatkan rasa saling menghargai. Saat kita belajar bahasa asing, sedikit tidaknya kita juga mempelajari tentang kebudayaannya. Dengan demikian akan da-
pat menumbuhkan tenggang rasa terhadap perbedaan kultur dari tempat bahasa itu berasal. Untuk meningkatkan percaya diri, bahasa asing juga bisa menjadi salah satu cara dan jawaban. Saat kita menguasai bahasa asing, kepercayaan diri dapat meningkat terutama saat kita berhadapan dengan orang yang berbicara dengan bahasa selain Bahasa Indonesia. Dalam dunia kerja, pendidikan maupun hiburan, penguasaan terhadap bahasa asing juga tentunya akan bisa menarik perhatian dan
menjadi nilai lebih daripada mereka yang sama sekali tidak menguasai bahasa asing. Oleh karena itu, pentingnya belajar bahasa asing sudah seharusnya mendapat perhatian dan tidak boleh diabaikan begitu saja, Menguasai bahasa asing mungkin memang bukan suatu keharusan, tetapi kehidupan yang semakin berkembang pesat menuntut kita untuk harus ikut semakin maju. Ni Kadek Sulistiawati Guru Privat Bahasa Perancis
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksitokoh@gmail.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan.tokoh@gmail.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Kegagalan Adalah Tantangan
Ditengah lesunya ekonomi akibat krisis global, tidak ada yang menyangka usaha yang dijalani dari nol dapat berkembang pesat. Asalkan dibarengi dengan keyakinan dan pantang menyerah. Gagal dalam berwirausaha atau berbisnis menjadi dilema bagi sebagian orang sebab dengan modal besar besaran namun berujung pada kegagalan produksi. Minimnya relasi atau terkendala pemasaran dan tidak fokus sering kali menjadi penyebab gulung tikarnya suatu usaha. Hal tersebut tidak berlaku bagi pengusaha kerupuk 99, Putu Agus Suryawan.
M
enurut pria yang akrab di sapa Lebo ini, usaha yang ia jalani saat ini tidak pernah terbayangkan mampu berkembang pesat. Owner dari usaha Kerupuk 99 mengatakan bahan baku kerupuk rambak babi yakni kulit babi di peroleh dari Surabaya di pusat pengiriman daging babi dengan kualitas ekspor. Didatangkan dari Surabaya selain lebih murah, juga kualitas kulit babi untuk bahan kerupuk lebih bagus karena kulit babi yang digunakan harus berusia 5 bulan dengan berat 100 kg. “Harga kulit babi segar berkisar antara Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram,” jelasnya. Melalui proses yang bertahap dari penjemuran kulit babi hingga pengemasan kerupuk ini mampu menggebrak pasar. “Kami utamakan kualitas baik dari segi penggunaan minyak sekali pakai dan kualitas bahan baku” imbuhnya. Saat ini pemasaran kerupuk rambak babi merambah pasar nasional dan internasional dan di beberapa hotel dan swalayan besar di Surabaya, Malang, Singapura dan Malaysia dengan harga kerupuk siap jual 1 ons Rp 35.000. Pria
Putu Agus Suryawan
yang berasal dari desa Sudaji itu mengatakan pengiriman kerupuk rambak babi dilakukan setiap hari rata rata 50 kg. Selain kerupuk rambak babi, kerupuk samsam babi (kerupuk dengan lemak) laku dengan harga jual Rp 450.000 per kilogramnya sementara kerupuk
paru babi (tanpa tenggorokan) dibanderol Rp 130.000 per kilogramnya. Pria kelahiran 12 Agustus 1991 ini mengatakan di awal bisnis yang baru ia jalani kurang lebih satu tahun ini didasari dengan rasa tidak percaya diri dikarenakan banyak yang meragukan kualitas kerupuk buatannya. Akan tetapi berkat dukungan istri dan keluarga serta rekan pebisnis lainnya usaha yang ia beri merek Kerupuk 99 ini mampu menggebrak pasar. “Harus berani mencoba meski di awal banyak yang meragukan hasil dan kualitas usaha saya tapi itu adalah sebuah tantangan, jika gagal coba lagi, jika salah diperbaiki karena itu sebagai acuan, tidak mencoba kita tidak akan bisa tahu hasilnya seperti apa” jelasnya. Lebo menambahkan dengan kreativitas serta inovasi baru, ia membuat berbagai olahan daging agar tidak monoton. Dengan sistem bisnis yang diusung berbeda dari wirausaha lainnya diharapkan dapat memperkenalkan kuliner daerah sendiri kepada khalayak banyak bahkan harapannya bisa menembus pasar global. -Wiwin
Usaha Kuliner Jadi Primadona
Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, mengatakan, makin hari pertumbuhan UMKM di Bali, terus meningkat. Hal ini karena telah dilakukan berbagai upaya antara lain, menyasar ke kampuskampus dengan pemberian motivasi dan sosialisasi kewirausahan. “Kami berikan pelatihan kepada mahasiswa yang akan tamat yang merupakan angkatan kerja. Beberapa universitas sudah kami
I Dewa Nyoman Patra
datangi, seperti Universitas Mahasaraswati, Universitas Ngurah Rai, dan STIMI Handayani,” ujar Patra. Selain memberikan pelatihan, motivasi untuk menjadi wirausaha terus dikampanyekan. Mereka diberi pemahaman, jangan hanya berpangku untuk mencari pekerjaan, namun, harus menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, berbagai pelatihan keterampilan diberikan agar mereka nantinya, dapat menciptakan lapangan kerja. Sampai saat ini, UMKM di Bali berjumlah 265 ribu. Memang ia tak menampik, ada beberapa pelaku usaha yang mengalami masalah dalam usahanya, namun, pendampingan terus diberikan. Untuk saat ini, kendala pelaku UMKM adalah dari sisi modal. Karena itu, pemerintah berupaya membantu permodalan dengan memberikan bantuan secara cuma-cuma dari Rp 5 juta sampai Rp 25 juta. Setelah pemberian modal, usaha mereka juga terus dipantau dan difasitasi, termasuk pemasarannya. Saat ini, untuk usaha kerajinan tangan sudah masuk ke beberapa psar oleh-oleh yang ada di Bali.
Patra mengatakan, walaupun tiap kabupaten mempunyai unggulan masing-masing, usaha kuliner tetap menjadi primadona. Ia mengatakan, saat ini, usaha kuliner makanan tradisional terus meningkat, seperti sup ikan, babi guling, lawar, dan ikan goreng. Ia memberi contoh, di areal pantai Matahari Terbit Sanur, banyak sekali pelaku kuliner tradisional Bali. Strategi lain yang sedang digencarkan, adalah merancang penguatan modal yang tadinya hanya sampai Rp 15 juta sekarang sudah dirancang menjadi Rp 25 juta. Motivasi dan fasilitasi terus diberikan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat para pelaku wirausaha untuk terus berusaha. Pelatihan terus diberikan, seperti bagaimana mengelola usaha, mengelola keuangan, dan cara pemasaran dengan IT. Ia menilai, pertumbuhan UMKM paling bagus di Denpasar karena pusat perekonomian dan bisnis ada di Denpasar. Kemudian, menyusul Badung dan Gianyar. Ia tak menampik, dari usaha yang tumbuh, pasti ada yang gagal. “Mereka yang gagal ini terus diberi motivasi dan pelatihan, Masalah
Edisi 920/ 26 september - 2 Oktober 2016
23
UMKM Mandiri Gandeng UMKM Baru Berkembang Melimpahnya hasil pertanian di Buleleng, tentu tidak terlepas dari masalah pendistribusiannya. Mahalnya harga ketika baru panen sangat berbanding terbalik dengan harga ketika pasca panen. Hal inilah yang membuat pemerintah bersama masyarakat berupaya untuk meningkatkan hasil penjualan produksi dengan meningkatkan nilai jual produk pertanian tersebut. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara membina masyarakat ke dalam sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Buleleng Drs. Ketut Suparto, MMA. Saat ini kebanyakan UMKM Drs. Ketut Suparto, MMA yang ada di Buleleng merupakan pengolah hasil pertanian. “Ada kripik singkong, dodol, jus anggur, krupuk anggur, dan masih banyak lagi usaha yang dikembangkan dari hasil pertanian,” jelasnya. Suparto juga menjelaskan selain produk pertanian pihaknya juga mengembangkan UMKM di bidang industri dan peternakan. “Kalau di industri kami punya tenun dan anyaman, sedangkan yang baru coba kami kembangkan adalah pengolahan susu kambing yang ada di desa Tinggar Sari kecamatan Busung Biu,” lanjutnya. Pria kelahiran 31 Desember 1959 tersebut juga mengatakan pemerintah dinilai berperan menjembatani promosi meningkatkan produk UMKM dihasilkan. Selama ini pemerintah sudah melibatkan pelaku UMKM dalam kegiatan-kegiatan yang ada di kabupaten maupun provinsi. “Jadi UMKM di Buleleng ke depan kami upayakan pembinaan. Terutama UMKM di sektor kerajinan dan produksi makanan camilan. Satu diantaranya melibatkan UMKM ketika Buleleng memiliki event. Di situ pemerintah turut membantu mempromosikan produk kerajinan perajin,” ujarnya. Ia menuturkan, pelaku UMKM berganti mengikuti rangkaian Buleleng Festival, Twin Lake Festival hingga Lovina Festival bahkan pada tingkat provinsi di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Dalam event-event besar seperti itu, pihaknya tetap memberi kesempatan bagi pelaku UMKM yang sedang berkembang. “UMKM yang sudah maju dan mandiri akan menggandeng UMKM yang baru berkembang sehingga lebih cepat diketahui masyarakat,” tambahnya. Selain wadah promosi, pelaku UMKM juga dibantu pada sektor permodalan. Mereka yang hendak memperoleh bantuan harus melakukan pengajuan dan kordinasi untuk memudahkan usaha dijalankan. “Soal permodalan perajin kami upayakan melalui KUR dengan bunga 9 persen dari pemerintah. Bukan hanya KUR, bantuan CSR dari swasta. UMKM berkembang didata untuk perkembangan lebih lanjut,” tuturnya. Mantan Kabag Ekbang Setda Kabupaten Buleleng tersebut juga mengatakan, cukup banyak hasil UMKM makanan diproduksi di masyarakat namun standar kualitas dihasilkan baru memenuhi pasar di intern Kabupaten Buleleng. Lebih jauh produk makanan UMKM diharapkan mampu dipasarkan lebih luas. UMKM makanan perlu memperhatikan pengemasan produk, sertifikat halal, dan kualitas produk makanan di pasarkan. “Kualitas produksi UMKM terus ditingkatkan, kualitas rasa memang penting akan tetapi akan lebih baik jika diimbangi dengan cara pengemasan yang menarik. Tidak kalah penting produk UMKM berupa makanan harus dapat mencantumkan kode sertifikat halal dikeluarkan MUI. Ini kami perhatikan dan akan kami jembatani sehingga hasil UMKM makanan bukan hanya enak tetapi standar kualitas terjamin,” paparnya. Selain itu, jangka waktu kadaluarsa juga harus bisa diperpanjang namun tidak menambahkan pengawet. “Kadang produk makanan atau camilan UMKM daya tahannya bertahan hanya tiga hari. Ke depan perlu dikembangkan mencapai satu minggu bahkan dua minggu. Intinya tidak memakai zat makanan berbahaya karena dapat mempengaruhi penjualan di swalayan atau pasar tradisional,” tandasnya. –Wiwin
mereka selain modal, kembali lagi pada orang itu, yakni pada bakatnya, termasuk keberaniannya. Seorang wirausaha muda harus ada keberanian. Pengusaha besar tidak sekali jadi, mereka terus belajar,” ujarnya. Dari awal sudah ditekankan, sebaiknya usaha yang dilakoni harus disesuaikan dengan hobi sehingga melakukannya tidak dengan terpaksa. Misalnya, yang hobi mengutak-atik televisi, cocok membuka usaha perbaikan televisi. Ia menegaskan, era saat ini, penyiapan lapangan kerja sangat terbatas. Ia berharap, generasi muda berpikir ke depan untuk membuka lapangan kerja.
Negara dikatakan sejahtera jika penduduknya minimal 2% wirausaha. Indonesia baru mencapai angka 1,6 %. Sementara di Bali sudah melebihi angka minimal dan mencapai 4,5% persen. Walaupun dari segi junmlah angka wirausaha di Bali tinggi, tapi harus terus dibarengi dengan kualitas. Mulai dari usaha mikro terus meningkat menjadi kecil, kemudian meningkat menjadi sedang. Menurutnya, Bali sebagai tujuan pariwisata seharusnya tidak sulit sebagai pasar dibandingkan daerah lain. “Pasar sudah datang ke kita, tinggal kita berani atau tidak untuk mengambil peluang dan memanfaatkannya,” kata Patra. -Wirati Astiti
24
Dengan pengalamannya ia tahu benar, makin banyak pembangunan perumahan, kantor, ataupun sekolah pe ngaruhnya cukup signifikan terhadap bisnis tanaman hias yang dijalankannya. Rumah dan kantor baru tersebut akan memerlukan tanaman penghias baik untuk hiasan taman di luar maupun hiasan di bagian dalam sebuah ruangan.
B
Sudut Pandang
Edisi 920/ 26 September - 2 OKTOBER 2016
ukan hanya itu, dengan pelayanan yang tulus dan sangat bersahabat Komang Sutama (44), lebih mudah menggaet pembeli tanamannya hingga menjadi pelanggan. Bahkan cukup banyak dari mereka yang akhirnya datang kembali. “Pembeli kami kebanyakan dari Denpasar dan Singaraja. Banyak juga pengunjung yang lewat membeli tanaman hias sebagai oleh-oleh, seperti mawar cantik dengan bunga aneka warna ini hanya Rp 10 ribu,” katanmya Rupanya untuk usaha “Sari Abadi” yang djalankannya mulai dari langkah kecil ini, lelaki kelahiran Candi Kuning, Bedugul ini memang tidak main-main. Ia selalu semangat dan fokus menjalankan bisnis yang dirintis sekitar tahun 1995. Dari langkah pertama katanya ia menjalaninya dengan tekun dan sungguh-sungguh , sehingga terlihat hasilnya bisa sebagai penopang utama ekonomi keluarganya. Menurut suami dari Putu Sariani (37) ini, kini di kebun yang luasnya 200 m persegi tersebut tersedia ratusan jenis tumbuhan. Selain tanaman hias Komang juga menyediakan beberapa jenis bibit pohon buah untuk melengkapi koleksinya. Dijelaskannya pula kalau sebagain besar tanaman yang ada di kebunnya, didatangkan dari wilayah Jawa. Meski demikian, Komang mengaku jika selama ini tidak ada kesulitan yang berarti dirasakannya. Hanya saat musim hujan saja tanaman lebih mudah busuk. Saat musim panas, ia dituntut harus lebih rajin untuk menyirami tanamannya. Namun, karena memelihara tanaman tersebut dianggapnya bukan pekerjaan berat, bahkan sudah menjadi aktivitas yang dicintainya. Meski tiap hari tanaman yang dikumpulkan sudah mencapai ratusan jenis dan harus selalu disiangi dan disiram, Komang mampu menggarapnya hanya dengan dibantu anakanaknya setelah pulang sekolah. “Kegiatan berkebun atau merawat tanaman
Semangat dan Fokus Jalankan Bisnis
Komang Sutama bersama anaknya
sekaligus menjadi kebersamaan yang menyenangkan,”cetusnya BELAJAR DARI PENGALAMAN Ditanya apa saja yang sudah diperolehnya setelah hampir 20 tahun berbisnis tanaman, dengan kerendahan hati Komang mengatakan jika dengan usaha yang dijalaninya ia mampu menghidupi keluarga, terkait sandang, pangan dan papan juga pendidikan untuk anakanaknya dan kesehatan keluarganya. ”Tidak berlebihan sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecil kami, biaya makan dan sekolah anakanak,” cetus Komang yang diamini sang istri. Hal lain yang dilakukan ayah dari Putu Etika Sari, Kadek Dewi Puspasari
dan Komang Aria Girioarta ini, agar bisa terus bertahan bersama aneka tumbuhtumbuhan tersebut, adalah tidak berhenti belajar. Untuk urusan pupuk agar tanamnnya mau tumbuh dengan kualitas yang baik, ia rajin melakukan percobaan sendiri sampai menemukan pupuk yang terbaik untuk perawatan masing-masing tanaman, Tujuannya, kata Komang agar mereka yang membeli tanaman hias atau jenis tanaman lainnya di tempatnya bisa puas dan tumbuhan tersebut tetap subur saat ditanam di rumahnya. “Misalnya untuk tanaman petunia, yang sekarang semakin digemari. Salah satu tips perawatannya yang saya dapatkan dari tamu Australia, yaitu rajin memotong bunganya jika sudah tua atau layu. Jangan dibiarkan karena bisa berakibat pohon bunga tidak lama bertahan. Disamping itu semakin panas semakin subur, tapi letakkan petunia di tempat teduh dan banyak air,” kata Komang sambil menyebutkan jika istrinya juga membuka warung di depan kebunnya. Sambil memperlihatkan beberapa jenis bunga yang banyak dicari dan harganya pun sangat terjangkau, Komang juga menyatakan jika selama ini ia tidak pernah menjual dengan harga tinggi. Dirinya lebih memilih menjual dengan harga yang standar dan pantas namun penjualannya selalu ada bisa terus berjalan dan rezekinya selalu saja ada. Sementara mengenai masih banyaknya bunga yang saat di beli di kawasan Bedugul segar, namun setelah di bawa pulang beberapa waktu kemudian sudah layu dan segera mati. Dengan tegas dikatakan oleh Komang jika hal tersebut akibat dari kesalahan perawatan.
Tanaman petunia
Bicara soal bagaimana bagaimana cara memandang prospek atau peluang usaha pada sebuah bisnis di masa yang akan dating. Bagi Komang itu tergantung diri kita sendiri. Apakah bisnis itu ke depan akan tetap bisa bertahan atau malah akan berhenti di tengah jalan
ketika pasar mulai jenuh. “Memang tak dapat dihindari selaina ketekunan juga butuh kreativitas. Saya melakukannya berdasarkan pengalaman sendiri. Belajar terus untuk bisa memberikan kualitas tanaman layanan yang lebih baik,” pungkasnya. – Sri Ardhini
Ekonomi Lesu, Pelaku UMKM harus Inovatif Kondisi perekonomian sekarang ini secara global cukup lesu. Namun, kondisi ini jangan lantas membuat para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) turut “berdiam diri”. Hal ini ditegaskan pakar Ekonomi Unud Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak. Melemahnya permintaan pasar baik domestik maupun mancanegara seperti saat ini, dikatakan Prof. Ramantha, mengharuskan para pelaku UMKM melakukan upaya efisiensi dalam segala bidang. “Pada saat inilah upaya-upaya marketing yang tepat sasaran tetap dilakukan dan lebih diintensifkan,” ujarnya. Kondisi ini semestinya justru mampu menjadikannya untuk lebih inovatif. Meningkatkan kualitas SDM, menjadi salah satu yang prioritas. Mereka bisa mengikuti pelatihanpelatihan terkait pengembangan produk/usaha, pembiayaan, pemasaran, manajerial, pelayanan, dsb., termasuk regulasi-regulasi terkait. Berikutnya, mengevaluasi produk seperti desain, kemasan, dsb. Kondisi ini juga bisa dimanfaatkan untuk celah merintis pasar baru dengan melakukan diversifikasi produk. Ini menjadi suatu upaya untuk mengusahakan atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Dalam artian, satu produk utama dianekaragamkan/dibuat menjadi berbagai produk. Diversifikasi produk menjadi salah
Prof. Ramantha
satu cara untuk meningkatkan volume penjualan dengan perluasan usaha atau berinovasi pada produk, yang tujuannya tentu saja untuk mendapatkan keuntungan lebih dari sebuah usaha. Dalam melakukan upaya-upaya ini tentunya mutlak memerlukan dana. Di sini dituntut kepintaran mengatur keuangan, menyisihkan untuk dana promosi, untuk memajemen SDM, dsb. “Inilah saat evaluasi diri. Nanti ketika pasar sudah kembali stabil dan bagus, baru market oriented,” tandasnya. –Inten Indrawati
redaksitokoh@gmail.com, iklan.tokoh@gmail.com
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh