Skip to main content

Tokoh Edisi 916 | Tokoh

Page 1

24

Dokumen kependudukan merupakan alat bukti autentik yang keberadaannya tidak dapat dipandang sebelah mata. Dokumen resmi yang meliputi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan akta akan diperoleh dari pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Jika dahulu hanya masyarakat yang memerlukan saja mengurus dokumen tersebut, maka saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan mulai meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos.

P

Sudut Pandang

Edisi 916/ 29 agustus - 4 September 2016

eningkatan kesadaran tersebut dapat dilihat dari dua jenis pelayanan yang dilakukan oleh Disdukcapil yaitu pelayanan statis dan stelsel aktif. Menurut Reika, pelayanan statis yang dilakukan di kantor, pihaknya menerima 1.000 permohonan dalam sehari yang terdiri atas KK, KTP, akta pencatatan sipil lainnya. “Seribu permohonan dalam sehari, dapat dibayangkan gimana sibuknya kami di sini,” paparnya. Selain pelayan statis, Disdukcapil juga melakukan pelayanan stelsel aktif atau jemput bola yang secara terjadwal akan dilakukan di beberapa desa di kabupaten Buleleng. “Sudah kami laksanakan di 66 desa untuk perekaman e-KTP dan KK, dan 45 desa untuk akta pencata-

Sehari Seribu Permohonan tan sipil,” imbuhnya. Meskipun sudah terjadwal, pihaknya tidak akan menolak jika ada salah satu desa yang meminta pelayanan Disdukcapil di luar jadwal yang telah ditentukan. Tingginya permintaan pelayanan pencatata sipil membuat pihaknya harus bekerja lebih ekstra lagi. Perempuan kelahiran 9 Agustus 1972 tersebut mengatakan jika dalam memberikan pelayanan pegawai dan staff harus mengutamakan kepentingan masyarakat. “Dengan jumlah permohonan yang begitu banyak, kadang untuk waktu istirahat para pegawai kami rolling agar masyarakat tetap bisa dilayani dan waktunya tidak terbuang,” jelasnya. Bahkan Reika juga tidak menampik jika

Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos.

dirinya akan kewalahan dengan banyaknya permohonan. “Semua menggunakan tanda tangan basah, satu permohonan bisa sampai empat tanda tangan, itu artinya saya harus selalu stand by di kantor,” ungkapnya. Mantan Camat Buleleng ini menambahkan jika peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan tidak terlepas dari kerjasama dari berbagai stakeholders. “Kalau dulu yang mengurus KK dan KTP hanya bila diperlukan saja, tetapi kalau sekarang hampir semua komponen memerlukan dan wajib menyertakan KK dan KTP,” lanjutnya. Peningkatan jumlah permohonan juga tidak terlepas dari pengratisan biaya administrasi. “Sudah saya tulis di depan kantor bahwa seluruh biaya dalam mengurus pencatatan sipil digratiskan namun tidak mengurangi semangat kami untuk melayani masyarakat,” tambah perempuan murah senyum itu. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar melakukan perekaman e-KTP. “Saat ini KTP yang digunakan adalah KTP-el. Jadi yang belum pernah perekaman untuk sesegera mungkin melakukan perekaman,” pungkasnya. HINDARI CALO Sementara itu, menurut Ni Luh Made Fitri Yudiastuti, memiliki dokumen kependudukan memang sangat penting. Hal tersebut dikarenakan segala bentuk persyaratan dan kelengkapan yang bersifat

resmi memerlukan dokumen tersebut. “Sekolah aja sekarang butuh akta,” ungkapnya. Perempuan pengelola sekaligus pelatih tari di Sanggar Seni Karya Remaja ini menambahkan jika ia lebih memilih mengurus sendiri kelengkapan dokumen kependudukan. “Kalau bisa sih jangan menggunakan calo, kan dari pemerintah sudah digratiskan biar gak kena biaya yang lain lagi,” jelasnya. Pengalamannya dalam mengurus pencatatan sipil pun terbilang lancar-lancar saja, dikarenakan ia datang kepada orang dan tempat yang tepat. “Selama ini tidak merasa kesulitan karena kalau mau urus KK ya datang ke Disdukcapil,” tambahnya. Perempuan kelahiran 16 Februari 1985 tersebut tidak menyangkal jika memang banyak masyarakat yang mengeluh terhadap rumitnya proses yang dilalui dalam kepemilikan dokumen kependudukan. Akan tetapi, semua proses akan terasa mudah jika sesuai dengan prosedur. “Sebenarnya tidak ribet justru kita malah dipermudah, asalkan administrasinya sudah lengkap,” ungkapnya. Menariknya, petunjuk pembuatan dokumen tersebut ia dapatkan dari tingkat desa sampai ke dinas. “Memang dari kantor desa sudah diarahkan, apa saja yang perlu diurus dan kemana selanjutnya,” jelasnya. Terkait dengan pengratisan

Ni Luh Made Fitri Yudiastuti

biaya administrasi dalam pengurusan dokumen pihaknya memang benar-benar merasakan. Ia berharap masyarakat yang enggan mengurus kepemilikan dokumen kependudukan harus belajar mengurus sendiri agar tidak mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk membayar calo. “Mulai sekarang masyarakat harus cerdas, sudah disediakan kemudahan oleh pemerintah ya harus dimanfaatkan,” tandasnya. -Wiwin

Disdukcapil Denpasar Perpanjang Jam Pelayanan Per 30 September 2016, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan batas akhir bagi masyarakat Indonesia untuk merekam data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Jika tidak, data kependudukan warga tersebut akan dihapus dari database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri. Pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo tersebut, ditegaskan kembali oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar Ir. Nyoman Gede Narendra. Jika dalam batas waktu tersebut masih ada masyarakat yang belum mengantongi e-KTP, tentunya mereka bakal kehilangan hak pelayanan saat mengurus sesuatu, khususnya yang masuk ke Disdukcapil seperti membuat akte kelahiran, akte pernikahan, dll. Tanpa memiliki e-KTP, semua itu tak bisa diproses. Hanya di e-KTP itu tertera identitas tunggal masyarakat. Dengan e-KTP yang berbasis online dan bermain di bank data ini, Narendara mengatakan kecil kemungkinannya seorang warga bisa memiliki identitas ganda. Karena itu, untuk mempercepat proses perekaman data KTP tersebut Disdukcapil Kota Denpasar memperpanjang jam pelayanan yakni setiap hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00 s.d. 15.30. “Kami sudah memperpanjang pelayanan pada masyarakat sekitar 10 jam per minggu. Sebelumnya, pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 s.d. 14.00 dari Senin s.d. Kamis, dan Jumat dari pukul 08.00 s.d. 11.00. Setiap minggu, saya dan staf lembur 2,5 jam. Ini benar-benar pelayanan untuk Kota Denpasar. Kami berharap masyarakat datang terus untuk proses e-KTP ini,” ujarnya. Selain itu, untuk pembuatan e-KTP ini Disdukcapil Denpasar juga melakukan jemput bola empat kali dalam seminggu ke kelurahan dan desa yang sudah terjadwal. Sementara untuk proses pembuatan akte kelahiran, dilakukan dua kali seminggu, yang juga berkoordinasi dengan lurah dan kades. “Itu sudah kami laku-

kan, sudah berusaha maksimal seperti ini, tetapi masih juga banyak yang tercecer. Tapi kami akan berusaha apapun untuk kepentingan masyarakat,” tegas Gede Narendra yang tetap semangat meski tangannya cedera. Kendala tersebut dikatakannya mungkin karena masyarakat berpikir KTP nasional yang dulu itu masih berlaku, maksimal sampai tahun 2019 karena penerbitan terakhir KTP Nasional tersebut tahun 2014. Belum lagi mereka yang berusia diatas 60 tahun, di KTP “jadul” tersebut tertera masa berlakunya seumur hidup. Ditambah lagi ada instansi lain yang masih mau menerima atau memberlakukan KTP nasional itu. Padahal, sesuai dengan UU, KTP nasional sudah tidak berlaku dari 31 Desember 2014, dan per 1 Januari 2015 e-KTP sudah diberlakukan. “Jika semua istansi tidak menerima KTP nasional otomatis masyarakat pasti membuat e-KTP. Tetapi dengan penegasan kemarin dari Kemendagri, mungkin sekarang instansi lain sudah tak berlakukan KTP Nasional,” ujarnya. Meski demikian, secara umum Narendra mengatakan kesadaran masyarakaat Denpasar untuk mengurus e-KTP dan identitas kependudukan lainnya sudah lumayan. Hal ini bisa dilihat dari permohonan yang masuk di Disdukcapil rata-rata 900 -1.000 per hari, atau sekitar 20 ribuan per bulan. Jumlah permohonan tersebut naik 58% dari sebelumnya. Sebelum jam pelayanan diperpanjang yang dimulai sejak 1 April 2016, permohonan yang masuk per bulan rata-rata 13 ribuan.”Jadi, sejak jam pelayanan diperpanjang ini, kesadaran masyarakat sudah cukup bagus,” ucapnya. Dengan program 1 hari jadi, Narendra menjamin segala urusan ke Disdukcapil terlayani dengan cepat dan gratis. Permohonan yang masuk antara pukul 08.00 s.d. 11.00 akan selesai keesokan harinya. Sementara permohonan yang masuk antara pukul 11 s.d.15.30 baru bisa jadi dalam dua hari. –Inten Indrawati Ir. Nyoman Gede Narendra

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


2

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

GORO-GORO Seandainya sejarah bisa diubah atau boleh ditulis ulang, apa yang akan Anda Putu Wijaya ubah atau tulis? Itu tema lomba mengarang, yang diprakarsai Amat di huniannya, untuk merayakan HUT ke-71 NKRI. Lomba itu sudah diumumkan sejak bulan April. Tapi sudah masuk Agustus, belum ada naskah peserta masuk. “Terpaksa pengumuman pemenangnya kita undur sampai waktu yang tak terbatas,” kata Amat mengumumkan di depan warga. Pengumuman itu langsung menelorkan protes. Warga menuduh panitia tidak profesional. Ada juga bola liar mendesas-desuskan, panitia sudah memakai uang hadiah untuk keperluan pribadi.

Amat terpaksa kembali memberikan pengumuman, bahwa bagaimana menentukan pamenang kalau tak ada peserta masuk. “Apa juri yang harus menulis karangan dan menjadikannya peserta fiktif,” tanya Amat melucu, “Kalau toh ada peserta masuk, tapi jumlahnya kurang dari 20, kan kita malu pada hunian lain yang kalau berlomba pesertanya seabrek? Dan, tentang hadiah, komba ini tidak memberikan hadiah uang, hanya sertifikat, jadi tidak mungkin ada korupsi. Kecuali korupsi waktu mereka 7 orang juri yang selama ini memang tidak bisa bekerja karena tidak ada naskah masuk. Jadi bagaimana kalau lomba kita batalkan saja?” Pengumuman Amat yang dinilai sama sekali tidak lucu itu, kembali diprotes. Panitia dianggap kurang maksimal bekerja. “Tidak ada publikasi, tidak

Ekspresso

sejarah

ada informasi dan tidak ada keseriusan padahal ini menyangkut nama negara,” koar seorang warga. Amat tahu, semua itu hulunya di Pak Made. Hampir saja ia mau resign. Tapi Bu Amat protes. “Resign-resign apa! Kalau mau mundur, dulu waktu ditunjuk. Ini prakarsanya juga Bapak. Ayo lanjutkan sampai titik darah penghabisan!” “Ya, tapi bagaimana melanjutkan kalau peserta tidak ada?” “Ya bagaimana mau ada peserta kalau temanya terlalu nyeleneh begitu?!” “Lho nyelenehnya di mana?” “Ya, Masak sejarah mau diubah? Bagaimana mungkin! Sejarah sudah terjadi tidah bisa diubah. Kalau ada yang berani mengubah, bisa ditangkap!” “Tapi itu kan seandainya? Umpama kata!” “Tidak bisa! Tidak boleh! Itu

harus ditangkap!” “Ya itu! Itu bisa ditulis! Ibu bisa nomor satu kalau menulis begitu!” Bu Amat terkejut. Ia langsung berkampanye menyebarkan itu kepada ibu-ibu arisan. Ibu-ibu itu lalu merangsang putra-putri, menantu, suami, bahkan dirinya sendiri menulis ikut lomba. Tak tersangka-sangka seminggu kemudian sudah masuk 50 tulisan. Warga kaya di ujung jalan, mendengar antusiame itu, lalu menyumbang Rp 25 juta untuk diberikan kepada 5 tulisan terbaik. Ini memicu kompetisi panas. Tulisan datang menyerbu. Amat terpaksa mengumumkan

penutupan lomba. Kembali warga protes. Panitia dianggap sudah ada kongkalikong. Mereka curiga para pemenang sudah direkayasa. “Bu Amat perlu kita curigai. Pasti akan keluar sebagai salah satu pemenang!” Di situ Amat marah. Kembali dia mengancam akan resign. Tapi kembali bu Amat membentak. “Resign apa-apaan! Bapak mau meniru-niru siapa, ah? Kalau mau mundur, dulu waktu diangkat jadi ketua panitia, jangan sekarang waktu saya menang!” Amat tersirap. “Apa? Ibu ikut?” “Tidak. Tapi saya dapat bocoran dari juri, ada 50 peserta isinya sama, seperti yang saya kampanyekan supaya mereka ikut berlomba. Bahkan 20 tulisan betul-betul fotocopyan!”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Ketika semua orang tampak seragam, keunikan individu menjadi tidak tampak. Di sisi lain, menjadi individu yang update terhadap tren di masyarakat menjadi hal yang penting bagi sebagian besar remaja. Hal ini menjadi sesuatu yang wajar mengingat karakteristik yang menonjol pada remaja adalah kebutuhan untuk diterima di dalam kelompok. Menjadi seragam atau conform dengan kelompoknya adalah salah satu usaha untuk dapat diterima dan diakui. Tak jarang remaja yang tampak berbeda justru menjadi subjek bullying teman-temannya. Padahal menjadi berbeda bukanlah sesuatu yang salah. Bagaimana jika berbeda itu justru merupakan statement dari eksistensi seorang remaja? Bagaimana jika pilihan untuk menjadi berbeda itu justru bentuk dari keinginan remaja untuk menampilkan dirinya secara otentik di lingkungannya? Sebaliknya merupakan sebuah kesalahan besar ketika kita memaksakan diri untuk menjadi seragam dan melupakan passion serta keunikan kita sebagai seorang individu. Menanamkan nilai-nilai authenticity menjadi hal yang penting pada remaja dan generasi muda lainnya. Beberapa hal yang

Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi

bisa dilakukan adalah merancang aktivitas-aktivitas yang mampu membantu remaja menumbuhkan nilai-nilai tersebut. Menulis diary terkait dengan pengalamannya berpikir, berkata, dan berperilaku jujur terhadap diri sendiri serta orang-orang di sekelilingnya adalah salah satu aktivitas yang bisa dilakukan. Aktivitas ini tergolong aktivitas reflektif yang megajak remaja untuk secara mandiri memaknai pengalaman dan memberikan apresiasi terhadap pengalamannya sendiri. Di akhir dari pengalaman yang dituliskan, remaja diajak untuk menuliskan emosi yang dirasakan saat remaja mampu menampilkan

kejujuran dalam setiap tingkah lakunya. Mendeskripsikan true self dan future self adalah bentuk aktivitas lainnya yang bertujuan untuk membantu remaja memahami dirinya dan jujur terhadap diri sendiri. Mengisi toples setiap hari dengan satu kertas rasa syukur akan apa yang dimiliki menjadi sebuah kegiatan seru yang bisa dilakukan secara berkelompok, dengan teman maupun keluarga. Di akhir kegiatan, anggota kelompok dapat mempertukarkan toples mereka dan saling memberikan apresiasi positif terhadap setiap pengalaman rasa syukur yang telah ditulis. Setiap individu pasti setuju jika masa remaja dikatakan sebagai masa yang menyenangkan. Masa remaja menjadi sebuah transisi krusial dalam tahapan kehidupan setiap individu. Untuk itu, remaja membutuhkan dukungan sosial

yang memadai dari orang-orang terdekat remaja. Pada periode ini, teman sebaya memberikan pengaruh yang besar terhadap keputusan, pola-pola berpikir, dan bertindak remaja, namun peran orangtua selalu hadir dan signifikan bagi perkembangan remaja. Bekali anak dengan ketrampilan serta pengetahuan yang memadai sejak dini, hingga saat anak beranjak remaja dan dewasa, anak memiliki sejumlah alternatif dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Seseorang yang memiliki ketrampilan serta pengetahuan akan menemukan passion nya. Ia akan menjadi pribadi yang otentik tanpa harus risau ketika tidak ikut arus. Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi Sekretaris Prodi Psikologi FK Unud.

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

L

P

engurusan dokumen identitas bagi anak yang terlahir dari perkawinan campur WNI-WNA relatif lebih rumit dan membutuhkan persyaratan lebih dibanding mereka yang kedua orangtuanya asli Indonesia. Masalah persyaratan ini juga yang kadang menjadi ‘batu sandungan’ bagi mereka yang melakoni pernikahan campur ketika ingin melakukan pengurusan identitas anaknya. Contohnya, selebriti Jessica Iskandar pun pernah mengalami masalah ini saat ingin men-

gurus akte kelahiran anaknya, El Barack Ale x a n d e r. Anaknya lahir bersamaan dengan A U R A suaminya, Ludwig Frans Willibald, warga negara Jerman, mengajukan pembatalan pernikahan di pengadilan. Walhasil, El pun selama beberapa bulan tidak memiliki akte kelahiran. Syukurnya, Jessica berhasil memenangkan kasusnya di Pengadilan Tata Usaha Negara, dan pernikahannya dinyatakan sah. Dengan begitu presenter ini bukan saja bisa mendapatkan akte kelahiran bagi anaknya tapi juga dapat mencantumkan nama Ludwig sebagai ayah dari El. Untungnya Cinta Laura, artis blasteran Indonesia-Jerman, ini,

tidak mengalami permasalahan itu. Orangtuanya, khususnya sang ibu, Herdiana Kiehl, sangat peduli dengan pengurusan identitas anak. “Iya Cinta tidak mengalami masalah pengurusan dokumen karena memiliki dokumen-dokumen yang lengkap. Kebetulan juga, saya adalah sarjana hukum dan juga pengacara, jadi memahami betul ketentuanketentuannya. Meski lebih rumit dari pengurusan dokumen biasa, tapi asalkan semua dokumen persyaratan lengkap, tidak masalah,” ungkap Herdiana Kiehl yang melahirkan Cinta Laura di Quakenbruck, Jerman, 17 Agustus 1993. Kepeduliannya pada identitas sang anak juga ditunjukkan saat Indonesia memberlakukan UU Kewarganegaraan No 12Tahun 2006 , pengganti UU No 62 Tahun 1958 . Dalam undang-undang itu mengatur tentang dwi kewarganegaraan terbatas bagi anak-anak yang terlahir dari pernikahan campur WNI-WNA.

Dikira WNA, Dipanggil Pihak Imigrasi Meski memiliki affidavit Cinta Laura Kiehl sempat terkena masalah dengan imigrasi karena dikira sebagai WNA. Cinta yang bertampang bule, berambut pirang, juga dikenal sebagai aktris kondang, sempat dikira sebagai WNA yang memanfaatkan visa kunjungan untuk bekerja di Indonesia. Terkait masalah itu, kata sang ibu, Cinta sempat menjalani pemeriksaan di kantor imigrasi. Namun setelah dijelaskan dan ditunjukkan affidavit dan dokumendokumen penunjang identitas lainnya, pihak imigrasi pun paham kalau Cinta adalah WNI. “Hanya kesalahpahaman. Masalah itu akhirnya clear, Cinta adalah pemegang dwi kewarganegaraan terbatas, dan itu sesuai dengan undang-undang. Untungnya, waktu kasus itu terjadi (2013) tidak tercium pers, kalau tidak pasti jadi heboh. Pers baru datang ke imigrasi setelah masalah itu clear, dan Kepala Imigrasi telah menjelaskan permasalahannya pada pers,” papar Herdiana Kiehl tentang kejadian tahun 2013 terkait identitas Cinta. Kini Cinta Laura telah berusia 23 tahun dan waktunya banyak dihabiskan di Amerika karena kuliah dan berkarier di perfilman Hollywood. Saat ini dia tengah syuting dua film Hollywood: The Ninth Passenger dan Monster Trucks. Banyak kabar yang beredar bahwa

23

Dokumen Anak Blasteran lebih Rumit Pengurusan dokumen identitas diri kadangkala dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Orang baru ‘pontang-panting’ meng­ urusnya ketika membutuhkan itu untuk suatu keperluan. Orangtua, misalnya, yang lalai mengurus akte kelahiran anak, memperbarui KK, dll yang terkait dengan identitas diri. Padahal peng­ urusan dokumen-dokumen itu, asalkan sesuai ketentuan dan persyaratan lengkap, tidaklah menyulitkan.

C I N T A

Menjadi Remaja yang Otentik

Mengenali diri sendiri dengan baik adalah hal yang penting bagi setiap remaja. Hampir sebagian besar individu menyatakan bahwa mengenali dengan pasti siapa kita termasuk kekuatan, kelemahan, serta keinginan kita menjadi kunci sukses kehidupan. Dalam prosesnya, mengenali diri kita terkadang tidak mudah. Terutama dalam hal menampilkan diri kita secara otentik di lingkungan. Contoh sederhananya adalah ketika kita berbicara mengenai tren busana dan gaya hidup di masyarakat. Pemilihan atribut yang kita lekatkan di tubuh kita seringkali dilakukan berdasarkan apa yang sedang menjadi trend di masyarakat tanpa kemudian melalui proses penyaringan ataupun penyesuaian terhadap karakteristik kita. Ketika di tahun 1990-an, model rambut Demi Moore mewabah di masyarakat. Semua orang demam model rambut tersebut tanpa memperhitungkan bentuk wajah, jenis rambut, maupun ukuran kepantasan lainnya. Tidak hanya model rambut, tren busana lainnya seperti merk sepatu, baju, dan tas pada periode tertentu menjadi ukuran apakah individu tergolong kelompok yang update atau old fashioned.

Sudut Pandang

demi kelancaran kariernya, Cinta melepaskan kewarganegaraan Indonesia dan memilih sebagai warga negara Jerman. Ketika hal itu dikonfirmasikan pada sang Ibu, Herdiana membantah tegas isu tersebut. CINTA MEMILIH TETAP WNI Menurutnya, Cinta justru melepas kewarganegaraan Jerman, dan dia tetap memilih sebagai WNI. “Itu tidak benar. Yang benar adalah Cinta tetap memilih WNI dan melepas paspor Jermannya. Sekarang Cinta kemana-mana pakai paspor RI,” tandasnya. Meski memegang paspor RI, katanya, Cinta tak ada kesulitan dalam berkarier di sana. Justru karena memegang paspor RI Cinta mendapat keuntungan. Karena mereka (industri perfilman) di sana melihat kiprah Cinta di Indonesia. Itu yang penting. “Mereka tahu Cinta karena kiprah Cinta di Indonesia,” tegas Herdiana. Menurutnya, tidak ada yang memaksa Cinta untuk memilih antara Indonesia dan Jerman. Tapi Cinta sendiri yang memilihnya. “Cinta bilang dia lebih cinta Indonesia karena itu ia memilih tetap menjadi WNI. Dia cinta budaya Indonesia, alam Indonesia, dan semuanya terkait negeri ini. Ia ingin berbuat sesuatu untuk negerinya maka ia tetap memilih beridentitas Indonesia. Meski memang untuk berbuat sesuatu untuk Indonesia, kan,

tidak harus juga berpaspor Indonesia. Tapi Cinta ingin WNI menjadi identitasnya,” ungkap Herdiana. Ayahnya, Michael Kiehl, tidak keberatan dengan pilihan Cinta. “Ayah Cinta tidak keberatan, dia malah mendukung pilihan anaknya. Karena sesungguhnya, ayah Cinta juga sangat mencintai Indonesia, lebih dari negerinya sendiri. Bahkan kalau mungkin, ayahnya juga ingin jadi WNI. Tapi, kan, proses naturalisasi tidak mudah,” tutur Herdiana yang bersama suaminya, Michael Kiehl, menetap di Bali. Dalam kesempatan bincang dengan Tokoh, Herdiana menyampaikan harapannya terkait kewarganegaraan anak yang terlahir dari pernikahan campur. Menurutnya, dia berharap kebijakan dwi kewarganegaraan tetap melekat pada si anak tanpa batas waktu. “Maksud saya, kalau dalam undang-undang sekarang, kan, dwi kewarganegaraan terbatas, artinya anak setelah 21 tahun memilih kewarganegaraan. Nah, yang saya harap adalah anak tidak usah memilih, dwi kewarganegaraan tetap melekat padanya. Kan kasihan si anak harus memilih mau kewarganegaraan bapaknya atau ibunya. Kasus Gloria Natapradja adalah sebuah momentum. Kabarnya DPR akan merevisi UU Kewarganegaraan Tahun 2006 itu, mohon hal ini dipertimbangkan,” ujar Herdiana. -Diana Runtu

Bagi mereka yang terlahir setelah undang-undang ini berlaku, belum menikah serta berusia di bawah 18 tahun, otomatis memperoleh dwi kewarganegara terbatas. Sedang yang lahir sebelum berlakunya undang-undang ini harus mendaftar ke Kemenkumham untuk mendapatkan dwi kewarganegaraan terbatas. Kesempatan pendaftaran hanya empat tahun yakni 2006 hingga 2010, lewat dari itu si anak kehilangan hak mendapat dwi kewarganegaraan terbatas. Sayangnya, entah karena sebab apa, banyak dari mereka yang lahir dari pernikahan campur tidak mengurusnya. Ini juga yang terjadi dalam kasus Gloria Natapradja Hamel, anggota Paskibraka Nasional, yang digugurkan keanggotaannya karena tidak memiliki identitas WNI. Dia hanya memiliki identitas warga negara Perancis, hal ini sesuai dengan paspor Perancis yang dimilikinya. Walhasil, Gloria pun dianggap

sebagai WNA dan tidak berhak menjadi anggota Paskibraka karena salah satu syarat menjadi anggota Paskibraka adalah WNI. “Sesuai dengan UU Kewarganegaraan yang lama, anak hasil pernikahan campur, otomatis mendapatkan kewarganegaraan sesuai dengan garis ayahnya. Ayah Cinta seorang Jerman, maka Cinta pun otomatis warganegara Jerman, dia memegang paspor Jerman. Barulah setelah UU Tahun 2006 berlaku dimana ada ketentuan tentang dwi kewarganegaraan terbatas, saya pun mendaftarkan Cinta ke Kemenkumham. Jadi sejak tahun 2007 (usia 14 tahun), Cinta memiliki dwi kewarganegaraan, Indonesia dan Jerman,” jelas Herdiana yang memasukkan Cinta ke sekolah internasional agar memudahkan pengurusannya. Setelah mendaftar di Kemenkumham, lanjutnya, Cinta mendapat affidavit, yakni surat keimigrasian yang dilekatkan atau disatukan pada paspor asing yang memuat keterangan sebagai anak berkewarganegaraan ganda terbatas dan memberikan fasilitas keimigrasian kepada pemegangnya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Affidavit ini dapat digunakan maksimal sampai usia 21 tahun setelah itu dia harus memilih kewarganegaraan. “Affidavit ini diperlukan untuk penerbitan paspor RI,”jelasnya. -Diana Runtu

“Jemput Bola” ke Desa

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung, Nyoman Soka mengatakan, untuk saat ini, masyarakat Badung sangat antusias untuk mengurus administrasi kependudukan. Terbukti dari begitu banyaknya dokumen yang harus ia tandatangani setiap harinya. Selain antusias masyarakat sendiri, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badung juga melakukan program “jemput bola”. Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2012. “Untuk pengurusan akta perkawinan dan akta kelahiran kami bekerja sama dengan masing-masing desa,” kata Nyoman Soka. Ia mengatakan, jemput bola ini menNyoman Soka jaring warga masyarakat yang tidak bisa ke kantor camat, misalnya, sedang sakit atau yang sudah tua dan siswa sekolah yang segera akan berusia 17 tahun. Sementara, untuk menyukseskan program e-KTP, tiap kecamatan sudah memiliki mesin perekam, sehingga hanya pencetakan KTP yang dilakukan di kabupaten. Soka menambahkan, sejak tahun 2015, pusat sudah menugaskan masing-masing kabupaten untuk mencetak e-KTP. Memang ia tak menampik, masih ada kendala, misalnya, mesin yang rusak, jaringan tak bisa “connect”, atau langkanya kepingan. Namun, dari segala tantangan yang sudah dilewati, tahun 2016 semua bisa tertangani dengan baik. “Untuk program tahun 2016, kami mulai dari Badung Selatan, mulai dari kecamatan Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Bulan Agustus ini kami sudah sampai di kecamatan Abiansemal,” kata Soka. Ada satu intruksi yang harus segera disosialisasikan yakni, batas rekam e-KTP sampai 30 September 2016. “Bagi warga masyarakat usia 17 tahun ke atas, harap segera merekam data, karena jika belum merekam, sampai batas tanggal yang sudah diberikan, akan diberi sanksi. Mereka tidak bisa mengurus administrasi apapun, karena semua aturan memakai e-KTP,” kata Soka. Ia mengatakan, akan segera bersurat ke desa-desa, agar semua warga yang sudah berusia 17 tahun ke atas yang belum merekam data, segera melakukan perekaman data. –Wirati Astiti


22

Sosialita

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Jro Jeky

Edisi 916/ 29 AGUSTUS - 4 september 2016

3

Berinvestasi Aman & Belajar Berbisnis di Atta Labeji Villas

Foto Bersama Keluarga Besar Kementerian Koperasi dan UKM RI

Sumbangsih pemikiran para purna bakti di bawah payung Kementerian Koperasi dan UKM masih tetap diperlukan sampai kapanpun untuk bersama sama memajukan koperasi dan UKM, demikian diungkapkan Penasehat Dharwa Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM Ny. Bintang Puspayoga pada acara silaturahmi Keluarga Besar Kementerian dan UKM di Grand Smesco Hills, Cisarua, Bogor, Minggu (21/8).

M

enurut istri Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga ini, momen kebersamaan tersebut, sangat bagus untuk bertemu dengan para pensiunan atau purna bhakti. Mengingat pula hal seperti itu termasuk ke dalam visi dan misi dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM, dalam hal mensejahterakan anggotanya. Bintang Puspayoga juga menekankan bahwa sumbangsih dalam bentuk pemikiran untuk memajukan koperasi dan UKM di Indonesia sangat diharapkan. Semua pihak diharapkan turut berperan dalam hal itu, termasuk para purna bhakti, tidak ada batas untuk berkarya dengan segenap pengalamannya. “Pak Menteri Puspayoga tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan semua pihak, termasuk para pensiunan guna memajukan Koperasi dan UKM di

Keluarga Besar Kementerian Koperasi dan UKM Gelar Silaturahmi tanah air, ujarnya sembari menyampaikan bahwa Menteri Koperasi dan UKM juga menyambut baik acara silaturahmi keluarga besar tersebut. Terlebih masih dalam suasana Hari Koperasi Nasional dan HUT ke71 Kemerdekaan RI. Ibu dari Abiyoga ini juga berharap silaturahmi seperti ini bisa terus dijaga untuk tahun-tahun ke depan. Kegiatannya pun akan terus evaluasi agar menjadi lebih baik lagi. Sekretaris Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM Siti Mariyani, yang akrab disapa Ani, menambahkan acara silaturahmi kali ini iikuti oleh sekitar 300 orang yang berasal dari tujuh kompleks koperasi yang ada di kawasan Jatiwaringin, Jati Rahayu, Kalimalang, Cimanggis 1, Cimanggis 2, Bintara Jaya, dan Lebak Bulus di Jakarta. Ani juga menjelaskan, ide dilangsungkannya acara silaturahmi bagi para pensiunan ini hasil kunjungan Bintang Puspayoga ke kompleks Kementerian Koperasi di Jatiwaringin. Kemudian dari hasil obrolan mereka, tercetus gagasan

Bersama mengikuti senam otak

acara silaturahmi sekalian rekreasi ke Smesco Hill di Cisarua, Bogor. BAHAGIA DALAM KESEDERHANAAN Pada acara Silaturahmi Keluarga Besar Kementerianm Koperasi dan UKM, pensiunan atau purna bakti Kementrian Koperasi dan UKM terlihat sangat antusias mengikuti acara yang baru pertama kali diadakan tersebut. Meski acaranya sederhana, sangat jelas terlihat indahnya kebersamaan. Menurut Dayu Nanik, psikolog yang mengajak para pensiunan untuk senam otak, menjaga kualitas kerja otak penting agar tetap dalam stimulus optimal untuk mencegah dementia atau kepikunan. Ia melihat ditengah tengah acara senam, hiburan musik, permainan, spontanitas dan makan bersama tersebut, terlihat betapa wajah-wajah mereka hiasi senyum bahagia dan celoteh kerinduan satu sama lain diantara pensiunan Kementerian Koperasi dan UKM. Selain berbagai hiburan, mereka juga mendapatkan pencerahan dengan hadirnya Kang Unung Sugandi dari Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, yang dengan gaya humornya berhasil menyampikan perihal Kiat Bahagia di Masa Pensiun. Mengenai keseluruhan acara, Haji Sumarno (76) dan Haji Indrasto (76) dua pensiunan yang terlama, secara bersama mengatakan jika mereka bahagia bisa hadir di acara ramah tamah yang pertama kali dilakukan selama mereka pensiun, meski mereka memiliki yang namanya paguyuban. Di sini mereka bisa saling menyapa satu sama lain. Mereka juga berharap acaranya

Menyiapkan bentuk investasi untuk masa depan. Itulah yang ada dalam benak Jro Jeky yang akhirnya memutuskan bergabung sebagai salah seorang investor di Atta Labeji Villas. “Prospek ke depan investasi villa ini saya lihat sangat bagus. Karena sebenarnya saya lihat di luar Bali sudah banyak ada investasi seperti ini. Kenapa kita orang Bali tidak berani? Nyatanya dengan bergabung di sini kita bisa menikmati fasilitas menginap gratis dan jika membawa tamu, kita juga bisa mendapatkan fee besar. Apalagi, proses legalitasnya dilakukan di hadapan notaris dan kita juga dapat sertifikat kepemilikannya. Jadi, tidak perlu khawatir bergabung di Atta Labeji Villas,” yakinnya.

I

stri dari I Wayan Koyan yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Resini ini adalah pemilik Koperasi Mesari dan Toko (modern) Kintamani di kawasan Jalan Buana Raya, Monang Maning, Denpasar. Ibu dari Ni

Kadek Yuni Dwi Antari, S.Kep. dan Ni Ketut Alit Puspayanti ini menyatakan sependapat dan setuju dengan ide Made Robert (konseptor Atta Labeji Villas), akan konsep mepatung dalam kepemilikan villa ini. Karena hanya dengan mepatung

memungkinkan masyarakat yang tak memiliki dana besar, bisa menjadi pemilik villa atau investor. “Dengan ikut membeli lot Villa Mesari, saya bisa punya villa. Dan sekarang saya juga sudah membeli lot Atta Labeji Villas,” ujarnya. Selain itu, Jro Jeky juga mengaku banyak belajar dari kebergabungannya di sini. “Pak Robert sering mengundang para investor villa untuk datang ke Ubud. Di sana kita diajak master mind terkait bisnis, juga tentang kendala yang dihadapi dalam bisnis yang kita kelola. Intinya saya bergabung di Atta Labeji Villas ini, berinvestasi sambil belajar bisnis,” ucapnya tersenyum sumringah. –ten

Jro Jeky

HANYA 12 JUTA BISA PUNYA ATTA LABEJI VILLAS DI UBUD BALI

Bintang Puspayoga bersama perwakilan dari paguyuban pensiunan dan panitia

Kehadiran villatel bernama Atta Labeji Villas yang dimotori “putra daerah” ini, mendapatkan respons yang cukup luar biasa dari masyarakat Bali. Prinsip kegotongroyongan dan saling menolong dengan konsep mepatung yang ditawarkan Atta Labeji Villas ini memberikan peluang bagi masyarakat lokal untuk menjadi investor di tanahnya sendiri. Para investor yang bergabung optimis villatel yang berbasiskan kerakyatan ini, akan berkembang. Mengingat, prospek ke depan cukup bagus, dengan lokasi villa yang berada di tempat yang sangat representatif, baik dilihat dari destinasi maupun dari cultural tourism yang menjadi ikon Ubud. Bahkan, antisipasi terhadap risiko yang paling buruk sekali pun sudah benar-benar dikalkulasi dengan pengelolaan manajemen yang matang. Beberapa investor juga sudah melirik peluang menjanjikan ini ketika Atta Labeji Villas dipresentasikan di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan, beberapa dari mereka berharap proyek villatel dengan konsep mepatung dan berbasis kerakyatan ini juga bisa dikembangkan di daerah lain karena dinilai san-

gat menguntungkan bagi masyarakat setempat. Karena itu, Made Robert sang konseptor dan Made Ayu Dewi, Komisaris Utama Atta Labeji Villas mengimbau masyarakat Bali, bahwa peluang yang cukup bagus untuk menjadi investor dan owner villa ini harus segera ditangkap dengan cepat. Dengan menjadi investor di Atta Labeji Villas berarti orang Bali juga telah menyelamatkan tanah Bali. Apalagi kini, untuk kepemilikan unit Atta Labeji Villas tersebut sudah dipermudah dengan ditawarkannya program “Yuk Nabung Lot”. Hanya dengan menyisihkan uang mulai Rp 1 juta tiap bulannya, mereka sudah bisa memiliki villa di Ubud. Program “Yuk Nabung Lot” ini khusus dikonsep Made Robert, Founder Mesari Land & Direktur Utama BOS Land, untuk menjawab kendala yang kerap dilontarkan para calon investor. Sehingga dengan hadirnya program baru ini, semua orang bisa menjadi investor/pemilik villa dan mendapatkan benefit lainnya. Dengan program “Yuk Nabung Lot”, masyarakat tak harus membayar cash Rp 12 juta, bisa membayar bertahap selama 1 tahun dengan jalan menyimpan di KSP Silamukti, koperasi yang diajak bekerjasama karena memiliki kesamaan visi misi dengan villatel ini. Made Robert mengingatkan, bahwa investasi sangat penting untuk kebebasan finansial ke depan, membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Dan tentunya, siapa pun pasti ingin menikmati hari tua tanpa harus pusing dengan urusan finansial. Solusinya hanya satu, berinvestasilah di tempat yang aman yaitu di Atta Labeji Villas, mulai sekarang.

100% Uang Kembali Dengan ikut program “Yuk Nabung Lot” yang pembayarannya lunas dalam 1 tahun, para investor tetap mendapatkan benefit lainnya. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-11. “Perbedaannya dengan yang langsung melunasi Rp 12 juta per lot nya, uang pembelian lot-nya dikembalikan di tahun ke-10, dan langsung dapat free menginap di Atta Mesari Villas,” jelas Made Ayu. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. Untuk itu, Made Robert dan Ni Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini, bersama-sama mempertahankan tanah Bali dengan menjadi investor (owner) Atta Labeji Villas. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke kantor Bos Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten

Sebagian peserta yang beruntung mendapat doorprize

Asyik bergoyang poco-poco

dapat terselenggara secara rutin. Begitu juga dengan Ketua Paguyuban Purna Bhakti Pensiunan Kementrian Koperasi dan UKM, Marsudi Rahardjo menyampaikan menyambut positif kegiatan tersebut. Bagi mereka para pensiuna acara ini juga tergolong berwisata selain

untuk bertular informasi atau pengalaman termasuk tentang usaha yang mereka jalankan saat ini. Ia juga tak lupa mengajak seluruh pensiuan untuk terus semangat mengerjakan apa saja yang positif . Bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga untuk orang lain. -Sri Ardhini

Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi

Atta Labeji Villas


4

Inspirasi

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Kalau bukan orang Bali, siapa yang ­melestarikan budaya Bali. Anak muda Bali harus punya tekad kuat untuk menjadi pelestari budaya Bali. Hal ini ­diungkapkan Ni Kadek Nita ­Pramesti, penyanyi pop Bali yang memiliki berbagai kemampuan di bidang seni.

Nita Pramesti

Jangan Pernah

Menyerah

Nita menarikan Tari Kupu-Kupu Tarum

Awalnya malu tapi lama-kelamaan jadi terbiasa dan percaya diri,” ungkap anak kedua pasangan I Wayan Sukana dan Ni Ketut Nendi ini. Ketika tampil di salah satu rumah kerabatnya, petugas sound system menawari Nita untuk bertemu Yan Ferry. Singkat cerita, diantarlah ia oleh ayahnya. Tujuan semula ingin belajar karena Yan Ferry sudah punya pengalaman sebagai penyanyi pop Bali. Saat bertemu, remaja kelahiran 28 Oktober 1999 ini malah disodori lagu dan disuruh rekaman lagu berjudul “180 Derajat”. Lagu bertema cinta ini merupakan lagu rekaman pertamanya. “Bapak paling rajin mempromosikan saya. Ibu juga memberi dukungan. Akhirnya saya yang awalnya males-malesan menjadi menyenangi dunia hiburan. Ba­ nyak hal yang saya dapatkan. Saya pernah jatuh di panggung, musik mati, penonton tidak memberi res­pons, sampai disoraki penon-

Ia menuturkan selain bapak dan ibu, Nita sering ditemani kakaknya I Gede Novariana dan adiknya Komang Natasya Kalya Pradewi. Mereka selalu memberi dukungan untuk Nita. Ketika Nita dibully dengan sindiran ayo di­ sawer, orangtuanya mengingatkan Nita untuk kuat. Ia pun berusaha

mengatur waktu antara pendidik­ an dan hobi saling mendukung. Biasanya ia hanya mau menerima tawaran menyanyi di sore atau malam hari. Kini Nita sudah memiliki tiga single, “180 Derajat”, ­“ Cinta Monyet”, dan “Kakak Kelas ­Idola”, serta satu lagu duet “Mawa ­Barak” yang dinyanyikan bersama Putu Raun. “Saya punya niat untuk bikin album. Materi sudah saya siapkan. Kalau dari saya sendiri, ada lagu yang sedang disusun liriknya. Musiknya sudah ketemu. Biasanya begitu ada inspirasi, langsung saya catat dan rekam. Inspirasi bisa datang kapan saja dan dimana saja,” ungkap penyanyi yang juga jago main musik modern dan tradisional ini. Nita yang menjadi salah satu penyanyi yang tampil di KMB Food Truck Festival 2016 menuturkan, kesempatan untuk bernyanyi di depan publik membuatnya memiliki banyak pengalaman, banyak teman, banyak fans, dan tambah­ an finansial. Salah satu teman yang sangat membantu adalah almarhum Me Nik. Perempuan yang juga pentolan Paguyuban Penggemar Gending Bali ini se­ ring mengenalkan Nita dengan penyanyi Bali yang sudah senior. “Saya terkesan dengan Me Nik. Kalau ada acara, kami bertemu dengan penyanyi lain, saya selalu

Kenangan Nita bersama Me Nik (kanan)

Peringati Hari UMKM

21

“Koperasi kuat, UMKM hebat, Indonesia Jaya”. Demikian teriakan yel-yel dari Drs. HL. Gita Aryadi, Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mewakili Gubernur NTB dalam Gerak Jalan Sehat memperingati Hari UMKM I di Tugu Gora Udayana Kota Mataram, minggu lalu. Mengambil tema “UMKM Kuat Bangsa Berdaulat” gerak jalan sehat ini dipadati peserta.

M

ton karena saat nyanyi lagu penyanyi lain, suara penyanyi aslinya keluar. Pengalaman menjadi guru terbaik buat saya. Kalau sukanya, saya bisa duet dengan Dek Ulik yang juga penyanyi idola saya dan Widi Widiana. Bangga rasanya bisa duet dengan penyanyi pop Bali yang sudah terkenal,” ujar siswi kelas XI SMA 1 Kuta Selatan ini.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Pemprov NTB Gelar Jalan Sehat

enurut Gita Aryadi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM NTB yang mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI dalam memajukan Koperasi dan UMKM di NTB dengan berbagai usaha. “Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik langkah-langkah yang diambil Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB beserta seluruh jajarannya dalam menjadikan UMKM hebat dan Koperasi di NTB menjadi kuat dengan berbagai ikhtiar. Peringatan

N

ita mulai kariernya di bidang kesenian dengan ikut lomba macepat dan mawirama sejak SD. Keluarganya memang memiliki perhatian terhadap kesenian lokal Bali. Bakat yang dipadukan dengan minat ini membuatnya kerap mewakili sekolah untuk lomba-lomba ke­ senian. Menjelang tamat SD, Nita tertarik dengan lagu-lagu Bali yang sering didengarkan ayahnya. “Saya belajar otodidak. Lagu pertama yang saya kuasai lagu “Bungan Sandat”. Lagu pas de­ ngan karakter suara saya. Kalau ada acara hajatan dan ada karaoke, bapak suruh saya nyanyi.

Mandalika

Hari UMKM ini merupakan usaha sungguh-sungguh dari semua pihak terutama dalam menghadapi berbagai tantangan MEA ke depan,” kata Gita Aryadi yang turut mengikuti gerak jalan sehat ini dengan jajaran SKPD yang ada di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Ribuan orang peserta jalan sehat dalam memperingati Hari UMKM yang pertama memadati lokasi finish di Tugu Gora Udayana Mataram, setelah sebelumnya melakukan start dari depan Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat, diikuti keluarga besar Koperasi

Pelepasan Gerak Jalan Sehat Hari UMKM 1 di NTB

dan UMKM (KUMKM) yang ada di Lombok juga masyarakat umum ini berlangsung meriah. Semangat para penggiat KUMKM dalam mengikuti jalan sehat ini lebih karena inilah momentum penting bagi mereka karena sejak tahun 2016 ini Hari UMKM mulai diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Nusa Tenggara Barat adalah

provinsi kelima yang mencanangkan Hari UMKM I setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Tanggal 12 Agustus dipilih sebagai Hari UMKM sebagai bentuk penghargaan bagi tokoh pejuang Koperasi UMKM yaitu Mohammad Hatta (Bung Hatta), di mana tanggal 12 Agustus tersebut merupakan tanggal dan bulan lahirnya. Hari UMKM

ini dinilai perlu untuk diperingati secara khusus untuk meneguhkan kembali semangat berdaulat dalam mempercepat kemandirian bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Dan untuk penguatan ekonomi UMKM diharapkan memiliki roh koperasi dengan semangat kebersamaan dan tolong menolong. –Naniek I. Taufan

Nita bermain gender

diperkenalkan. Keramahannya itu selalu saya kenang. Dimana ada kegiatan penyanyi Bali, dia pasti ada. Saya salut dengan sema­ ngatnya mendukung lagu Bali,” kenang Nita. Nita kini mulai merambah aktivitas baru sebagai MC. Menurut­nya, menjadi MC menjadi pelengkap dari penyanyi. Ia mengaku belajar dari para MC yang kerap dilihatnya di berbagai acara. Pelajar­an dari youtube pun disimaknya dengan baik. Kemampuan menjadi MC melengkapi talenta Nita yang piawai menari Bali, menambuh gamelan Bali seperti terompong dan gender, bermain musik modern terutama gitar, dan menyanyi. Ia juga bergabung dalam Beauty of Ethnic, kelompok musik yang memainkan aliran musik etnik. Sebagai vokalia, Nita kerap menyanyikan lagu bergenre seriosa. Mereka juga tengah menyiapkan rekaman lagu-lagu tradisional dalam bentuk medley. Kelompok musik dari Jimbaran ini sudah beberapa kali diundang untuk mengisi acara. Nita menambahkan, dirinya belum mau tampil reguler dengan grup maupun solo dengan pertimbang­ an masih sekolah. “Kalau sudah tamat dan ada tawaran manggung reguler, saya siap,” tegas peng­

gemar rujak ini. Mengenai kesibukannya antara sekolah dan pentas, Nita tak merasa kehilangan waktu berkumpul dengan teman-temannya. Mereka sudah bertemu di sekolah. Kadang kalaunada waktu seng­ gang, Nita dan teman-­temannya ngerujak. Dulu pernah ia menikmati rujak sampai suaranya hilang. Untungnya saat itu tak ada tawaran pentas. Begitu ada tawaran pentas, suaranya sudah pulih. Ia pun selalu bersyukuran atas apa yang sudah dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Ritual saya sebelum naik panggung atau pentas hanya berdoa. Saya mohon semua dilancarkan. Kalau dulu sering grogi, saya atasi dengan minum air putih. Sekarang sudah ndak grogi lagi tampil di depan publik,” ujarnya. Kepada generasi muda, Nita mengajak mereka agar jangan pernah menyerah, menghargai setiap proses dalam hidup, dan tetap semangat. Ia juga mengajak generasi muda Bali khususnya untuk melestarikan budaya Bali. “Sudah jadi kewajiban orang Bali untuk melestarikan budaya Bali. Kalau bukan kita, siapa lagi. Masak orang asing yang akan melestarikannya,” kata Nita yang punya cita-cita menjadi anggota DPR ini. -Ngurah Budi

Peserta menandatangani dukungan per­ ingatan Hari UMKM tanggal 12 Agustus

Gerak jalan sehat Keluarga Besar Gerakan UMKM NTB

Drs. HL.Gita Aryadi menyerahkan hadiah pada beberapa UMKM terbaik di NTB

Launching Kampung UKM Digital Selain melakukan gerak jalan santai yang diikuti seluruh keluarga besar Gerakan KUMKM yang kemudian melakukan launching Hari UMKM di Tugu Gora Udayana, Dinas Koperasi dan UMKM NTB juga melakukan Launching Kampung UKM Digital yang sebelumnya didasari dengan adanya MOU antara Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan PT Telkom Persero. “Kampung UKM Digital ini bangun sebagai upaya meningkatkan daya saing KUMKM NTB sekaligus sebagai wadah dalam meningkatkan promosi dan pemasaran produknya melalui IT. PT Telkom Persero memberikan peralatan teknologinya sekaligus layanan internet gratis selama satu tahun,” ungkap Dra. Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kampung UKM Digital ini dipusatkan pada daerah-daerah yang merupakan sentra berbasis koperasi sesuai produk unggulan daerah Nusa Tenggara Barat seperti sentra mutiara, gerabah, tenun, ketak, cukli dan lainnya. “Ada lebih dari 61 sentra di NTB yang akan menjadi

sasaran. Sentra yang telah dicanangkan sebagai Kampung UKM Digital adalah sentra mutiara di Sekarbela Kota Mataram, sentra Temerodok di Sakra Lombok Timur Kampung UKM Digital di sentra Cukli Rungkang Sayang-sayang Kota Mataram,” kata Selly. Selain jalan sehat dan launching kampung UKM digital Penyerahan sertifikat halal kepada 150 UMKM di NTB kegiatan lain yang diselenggarakan sebagai rangkaian Hari Koperasi Nasional ke ke Karyawan Katala Newmont diberikan 69 yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2016, penghargaan berupa uang sebesar Rp 9 di NTB juga telah dilakukan penilaian Ko- juta, Juara II Koperasi Karyawan Mega perasi Berprestasi dari tingkat kabupaten/ Makmur Kota Mataram diberikan pengkota sampai ke tingkat Nasional. “Ada hargaan berupa uang sebesar Rp 8 juta, tiga 3 pemenang di tingkat Provinsi NTB Juara III Koperasi Kelompok Tani Bina yang mendapatkan uang pembinaan sesuai Usaha Loteng mendapat uang sebesar Rp SK Gubernur,” ujar Selly. Pada penilaian 7 juta dan Juara Harapan diraih oleh Kotersebut keluar sebagai Juara I Koperasi perasi Karyawan Telkom Palapa Mataram

diberikan sebesar Rp 6 juta. Melengkapi seluruh rangkaian kegiatan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB menyerahkan Sertifikat halal secara simbolis bagi 150 UKM Binaan dan menyerahkan juga secara simbolis Peralatan Usaha bagi KUMKM yang ada di NTB. Selain itu ada juga acara penandatangan hibah gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang diberikan kepada Provinsi NTB. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB menganggap perlu membangkitkan semangat 650 UMKM yang ada di NTB guna penguatan ekonomi NTB khususnya, dengan berbagai pembimbingan, pembinaan, pelatihan, pendampingan yang lebih intensif lagi. “Saya ingin UMKM NTB naik kelas. Oleh sebab itu diklat, pembinaan, pendampingan dan pembimbingan harus terus dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM NTB yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM RI,” kata Selly. UMKM dinilai tahan banting terhadap krisis ekonomi sehingga penting untuk dibangun. UMKM di NTB tumbuh seperti jamur di musim hujan. “Pada tahun 2018 mendatang target UMKM NTB adalah 1.000 dan itu harus merupakan UMKM yang kuat dan tangguh,” ujar Selly. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Inspirasi

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

5

Liliyana Natsir

Kado untuk Defile kader PKK mengawali kegiatan Jambore Kader PKK tingkat Provinsi NTB

Jambore Kader PKK NTB

Dorong Perubahan Menuju Keluarga yang Lebih Baik dan Berkualitas

Salah satu tujuan yang hendak dicapai oleh gerakan PKK yaitu memberdayakan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itulah progresivitas Tim Penggerak PKK baik yang berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, sangat dibutuhkan. 10 program pokok PKK yang pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, seperti penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat, menjadi landasan bagi organisasi wanita ini dalam membangun keluarga Indonesia yang kuat dan berkualitas.

T

im Penggerak PKK sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Mereka yang tergabung sebagai kader PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, namun menyediakan waktunya untuk kebutuhan PKK. Tentu saja dibutuhkan keikhlasan dan kemauan untuk mengabdi dengan sukarela demi kepentingan pemberdayaan kesejateraan keluarga di wilayah masing-masing, termasuk para kader di Nusa Tenggara Barat. Untuk menyatukan langkah dan membangun kebersamaan PKK NTB menyelenggarakan

Jambore yang dihadiri oleh kader-kader PKK se-Nusa Tenggara Barat pada tanggal 21-23 Agustus 2016 lalu. Kegiatan ini dinilai penting untuk membangun kekompakan dan soliditas Tim Penggerak PKK di 10 kabupaten/ kota se-NTB dalam mendorong perubahan keluarga menuju keluarga yang lebih baik dan berkualitas. Kegiatan yang dipusatkan di Mataram Nusa Tenggara Barat ini, selain mempertemukan perwakilan kader PKK se-NTB, juga merupakan ajang untuk menguji kualitas dan kompetensi para kader yang mewakili daerah masing-masing, melalui berbagai lomba di antaranya, lomba penyuluhan pola asuh anak,

lomba perumahan, penyelesaian masalah remaja dan anak dan ragam lomba lainnya. Jambore Kader PKK tingkat Provinsi NTB ini diikuti oleh 400 pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari 10 kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin mengungkapkan bahwa program unggulan yang dicanangkan oleh PKK diharapkan dapat dilaksanakan dan diterapkan di masyarakat dengan memberdayakan semua potensi yang dimiliki oleh para kader PKK di NTB dan bisa dikelola dengan baik. “Tentunya hal ini juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas karena peran para ibu sangat besar dalam menciptakan SDM yang berkualitas sejak anak dari kandungan hingga menjadi manusia yang mandiri,” ungkap Amin saat membuka Jambore ini secara resmi. Ketua Umum TP PKK Pusat, Dr. Erni Guntari Tjahjo Kumolo yang turut hadir pada Jambore ini mengatakan bahwa Jambore yang dilaksanakan ini merupakan wujud kebersamaan antara TP PKK dan kader TP PKK untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dikemas Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi (dua dari kiri depan) bersama Ketua TP PKK dalam suasana kegemPusat, Dr. Erni Guntari Tjahjo Kumolo (tiga dari kiri depan), Wagub NTB, biraan hingga mencipdan para Ketua TP PKK se NTB.

Hari-hari terakhir ini, Liliyana Natsir juga Tantowi Ahmad, terlihat sibuk. Mereka bukan sibuk ­berlatih badminton tapi sibuk menghadiri berbagai acara dan undangan pihak-pihak yang ingin mengapresiasi prestasi mereka di Olimpiade Rio de Janeiro, ­Brasil. Liliyana atau kerap dipanggil Butet oleh ­teman-temannya mengaku sangat sangat bangga juga bersyukur atas apresiasi masyarakat atas prestasi yang sudah mereka raih.

“J

adi meski capai, saya sangat bersyukur sekali atas apresiasi yang luar biasa dari masyarakat, pemerintah juga Menpora,” ungkap gadis tomboy ini dengan wajah berseri. Baik Butet maupun Owi (Tantowi), memang pantas berbangga hati. Betapa tidak, mereka bukan

takan kelembagaan yang kuat serta berdampak pada efektivitas pelaksanaan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. “Dengan pelaksanaan Jambore ini saya berharap TP PKK dan kadernya tanggap terhadap kondisi obyektif dan permasalahan yang dihadapi di daerahnya masingmasing sehingga pelaksanaan program dan kegiatan benarbenar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dapat dirasakan secara nyata,” ungkapnya. Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi juga mengungkapkan bahwa selain sebagai perpanjangan dari sosialisasi hasil Rakernas ke-8 dan rapat koordinasi PKK yang telah terlaksana beberapa waktu yang lalu, Jambore ini juga dilaksanakan untuk menyosialisasikan kerjasama antara TP PKK dengan Bank Indonesia agar ibu-ibu berpartisipasi pada gerakan perempuan anti korupsi. “Sesuai instruksi dari ibu ketua umum TP PKK dan ibu negara, diharapkan ibu-ibu PKK bisa mengambil bagian dalam gerakan perempuan anti korupsi, mulai dari mencegah diri dari secara tidak sengaja ikut, terlibat dan ambil bagian pada praktik-praktik korupsi hingga menyebarluaskan informasi tentang cara mengenali uang palsu,” ujarnya. Dan untuk menguatkan, memotivasi dan mengevaluasi kader-kadernya, TP PKK mengadakan lomba-lomba seperti

lomba penyuluhan pola asuh anak dan remaja, lomba penyuluhan pemanfaatan pekarangan rumah, lomba penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat serta lomba mendongeng yang dirasa sangat efektif dalam menyampaikan pesan moral dan mengubah perilaku anak. TP PKK juga bekerjasama dengan BKKBN, BPJS dan BNN untuk menyosialisasikan deteksi dini Kanker Serviks dan tentang bahaya narkoba. Jambore Kader PKK NTB ini dibuka dengan kegiatan defile yang melibatkan seluruh kontingen peserta yang berasal TP PKK se-Provinsi NTB di Lapangan Sangkareang Kota Mataram. Defile dilepas secara langsung oleh Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, sebagai tuan rumah. Defile yang berlangsung meriah ini diikuti oleh kader PKK dari 10 kabupaten/ kota se-NTB ini mengambil rute dari Lapangan Sangkareang Kota Mataram, dari di depan Bank NTB, menuju depan Kantor Walikota Mataram, Pendopo Gubernur, menuju Jalan Catur Warga, lalu kembali ke Lapangan Sangkareang. Selain defile dilakukan pula kegiatan senam bersama yang diikuti oleh 300 orang perwakilan kader PKK se-Provinsi NTB dan lebih dari 1.000 orang kader PKK yang berasal dari enam kecamatan yang ada di Kota Mataram. -Naniek I. Taufan

dalam sebuah siaran televisi membenarkan ‘keajaiban’ ini. Orangtua Liliyana yang ada di Jakarta dan hadir dalam acara penyambutan di Jakarta tampak sangat terharu memandang putrinya yang tengah sibuk menerima ucapan dari berbagai pihak. Raut bangga terpancar di wajah sang ayah, Benno Natsir juga ibunya, Olly Maramis.

Tantowi dan Liliyana merayakan kemenangannya

hanya sukses meraih medali emas di pesta olah raga paling bergengsi di dunia, namun juga berhasil mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade dari bulutangkis yang sempat terputus pada Olimpiade London 2012 lalu. Lebih dari itu, kata Liliyana yang juga disapa dengan panggilan Ci oleh sebagian temannya, momen kemenangan yang bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia ke 71 adalah sungguh luar biasa. Ini bukan saja ‘buah yang manis’ bagi dirinya, tapi juga kado terindah yang dapat diberikan mereka bagi Indonesia juga rakyat Indonesia. Baginya, ini merupakan torehan sejarah hidupnya yang tak terlupakan. Tuhan sudah mengatur kado indah ini lewat fakta-fakta yang bermunculan. Sebut saja misalnya, Liliyana/Tantowi berhasil memastikan kemenangan mereka dalam final pertandingan bulutangkis pada tanggal 17 Agustus tepat pada pukul 23.57. Yang lebih mengherankan lagi, tercatat jumlah shuttlecock yang dipakai selama 45 menit pertandingan adalah 17 kok. Terkait hal ini, Tantowi

Mata mereka tampak berkaca-kaca melihat hasil yang telah ditorehkan putri bungsunya. “Kalau ingat dulu, waktu masih kecil, dia selalu bersama saya. Kemanapun kami pergi dia selalu ikut. Mungkin karena anak bungsu, dia itu manja. Lalu kami bawa ke Jakarta pada usia 12 tahun untuk masuk klub bulu tangkis di Jakarta. Tadinya kami akan meninggalkan dia di asrama, namun saya tak tega, dia tak pernah jauh dari orangtua. “ “Akhirnya saya putuskan tinggal menemani di Jakarta sampai 1 bulan. Saya bantu mengurus segala keperluannya. Sampai akhirnya saya harus pulang ke Manado, dan ia pun menangis,” ungkap sang Ibu dengan nada haru mengenang masa-masa awal perjuangan anak bungsunya di Jakarta. “Dan kini dia telah berubah. Tampil kuat dan sangat mandiri.

Dia telah berlatih sedemikian rupa hingga menjadi seperti ini. Kami orangtua sangat bangga dan bersyukur,” kata Olly. Menurut Benno Natsir, aktivitas Yana—begitu panggilan sayang keluarga pada Liliyana--- di Jakarta begitu padat sehingga dia jarang sekali pulang kampung. Terakhir dia pulang 2013 lalu. Karena itu dia berharap, setelah menyelesaikan semua kesibukannya di Jakarta, Yana berkesempatan pulang. Apalagi keluarga di Manado juga masyarakat dan Pemda setempat sudah sangat menantikan kedatangan­ nya. Kabarnya, Pemda berencana menggelar acara penyambutan bagi Yana yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa juga daerah Sulawesi Utara. RINTIS BISNIS MASA DEPAN Liliyana meski mengaku bangga, senang dan bahagia, namun ia juga tak mau berlebihan. Jalan masih panjang dan masih banyak hal yang harus dilakukan. Usianya yang pada 9 September mendatang genab 31 tahun, meski dibilang tergolong muda, namun untuk ukuran atlet sudah termasuk senior. Karena itu, katanya---sebelum benar-benar pensiun--dia akan fokus pada kariernya di bulutangkis. “Soal pensiun, ya, setiap atlet pasti berpikir ke sana. Karena kita kan tidak bisa selamanya menjadi atlet. Jadi saya pun sudah memikirkannya. Cuma saya berpikir saya harus mempersiapkan semuanya (masa depan) sejak dini,” tuturnya. “Apalagi usia saya kan sebagai atlet sudah masuk senior,“ tambahnya.

Tantowi dan Liliyana ketika diarak usai memenangkan pertandingan

Salah satu alasan dirinya mempersiapkan masa depan sejak dini, juga lantaran melihat nasib para mantan atlet yang dulunya begitu berjaya, namun kehidupannya ekonominya terpuruk di masa tua. Padahal dulu itu mereka adalah atlet berprestasi dan memiliki materi yang cukup. “Lalu saya pikir, apa yang harus saya lakukan nanti setelah tidak menjadi atlet. Karena memang ada banyak atlet yang bingung mau ngapain setelah pensiun nanti, mau jadi pelatih atau apa? Kemudian saya pikir, kenapa tidak mencoba berbisnis saja, merintisnya dari sekarang,” kata Butet yang menjadi putri pertama Indonesia tiga kali berhasil meraih juara dunia. Liliyana yang masuk pelatnas bulutangkis tahun 2002 ini memulai bisnis pertamanya tahun 2013 yakni bisnis properti. Selain memang suka properti, ia juga mengaku terinspirasi om-nya yang sukses di bidang ini. Setelah bisnis itu berkembang, ia pun merambah ke bisnis lainnya yakni pijat reflexy di Tangerang yang diberi nama ‘Nine Family Reflexology’.

Menurut Liliyana, sejak ia mulai terpikir untuk persiapan masa depan, ia mulai rajin menabung hadiah-hadiah uang yang didapatnya dari berbagai kegiatan. “Saya harus pintar-pintar memanage keuangan saya untuk masa depan,” katanya. Untuk pengelolaan bisnis, katanya, ia tidak mau terlibat terlalu jauh. Selain dia belum memiliki ilmu yang cukup untuk itu, konsentrasinya dalam karier olahraga bisa terpecah, jika ikut-ikutan mengurus bisnis. “Saya tetap fokus di bulu tangkis. Itu perhatian terpenting saya, tidak bisa diganggu. Untuk bisnis saya serahkan pada yang kompeten yang saya percaya,” tambahnya. Lalu bagaimana dengan hadiah Rp 5 miliar dari pemerintah, akan diapakan? Menurut Liliyana, dia masih belum memikirkan lebih jauh tentang rencana penggunaan bonus tersebut. “Belum memikirkan sampai sana ya. Nanti setelah semua kesibukan di sini selesai baru bisa mikir. Lagi pula hadiahnya belum cair,” kata penggemar babi guling dan ayam rinca-rica Manado ini sambil tertawa. Jiwa bisnis, bisa jadi tanpa disadari mengalir kuat dalam dirinya. Mungkin juga itu dari sang ayah, Benno Natsir yang juga menekuni bisnis perbengkelan. Di rumah mereka di Lingkungan II Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, juga dijadikan bengkel motor dengan nama ‘Bengkel Korona Motor’. Menurutnya, banyak hal positif dari dunia bulu tangkis yang bisa diterapkannya dalam berbisnis. Salah satunya adalah mental yang pantang menyerah. “Saya sudah terdidik dan ditempa memiliki mental yang kuat. Itu salah satu syarat menjadi atlet. Dan itu juga menjadi syarat dalam menekuni bisnis. Tidak mudah putus asa,” ujarnya. –Diana Runtu


6

Perempuan kelahiran Denpasar, 8 Juli 1970 ini, baru saja menyelesaikan studi doktornya di Program Pasca­ sarjana Kajian Budaya Universitas Udayana. Satu temuannya yang sangat fenomenal, Frangipani, The Secret Steps of Art Fashion. Temuan ini ia tuangkan dalam disertasinya yang berjudul “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”.

Tjok Ratna bersama Prof. Sulistyawati

I

Woman on Top

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

a melihat satu fenomena menarik, banyak sekali produsen fashion kecil (ceruk) di Kuta, tapi memberi dampak yang besar bagi Indonesia bahkan internasional. Bukan hanya fenomena ini yang ia lihat, namun, akhirnya ia mene­ mukan pengetahuan inovasi dari art fashion berdasarkan identitas budaya Bali. Tertuang dalam 10 langkah rahasia ketika menciptakan satu produk art fashion. Dengan konsep fully handpainted (teknik melukis menutupi seluruh permukaan tekstil) yang merupakan implementasi

Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana

Temukan Frangipani, The Secret Steps of Art Fashion dari Frangipani, the secretsteps of art fashion. Frangipani, dalam istilah lokal yang juga berarti bunga Jepun adalah ikon kabupaten Badung yang menjadi area penelitian Tjok Ratna Cora. “Ini adalah sumbangsih pemikiran saya kepada area penelitian dan juga kepada Bali pada umumnya”, ujar perempuan yang akrab disapa Tjok Ratna. Untaian huruf memiliki makna terurai dalam 10 tahapan penciptaan produk art fashion, yaitu (1) Finding the brief idea based on balinese culture/menemukan ide pemantik berdasarkan budaya Bali, (2) Researching and sourcing of art fashion/riset dan sumber seni fashion), (3) Analizing art fashion element taken

from the richness of Balinese culture/ analisa estetika elemen seni fashion, (4) Narrating of art fashion idea by 2D or 3D visualitation/menarasikan ide seni fashion ke dalam visualisasi dua atau tiga dimensi, (5) Giving a soul Taksu to art fashion idea by making sample, dummy, and contruction/memberikan jiwa –taksu pada ide fashion melalui contoh sample dan konstruksi pola, (6) Interpreting of singularity art fashion will be showed in the final collection/ menginterpretasikan keunikan seni fashion yang tertuang pada koleksi final, (7) Promoting and making unique art fashion/mepromosikan dan membuat seni fashion yang unik, (8) Affirmation branding/afirmasi merek, (9) Navigating art fashion production by humanist capitalism method/mengarahkan produksi seni fashion melalui metode kapitalis humanis, (10) Introducing the art fashion business/memperkenalkan bisnis seni fashion). Ia mengatakan, sepuluh tahapan perancangan produk fashion global dan pakaian yang berdasarkan identitas budaya Bali lahir dengan melihat keunggulan diversitas Bali. “Keanekaragaman hayati seni budaya menjadi sumber ide di setiap penciptaan produk fashion global dan pakaian. Dengan demikian, pada akhirnya memiliki daya saing global dan menjadi jembatan budaya yang berkarakter bangsa Indonesia,” ujar Ketua Program Studi Desain Mode,

Musim yang tidak menentu... antara panas ,.. hujan,... angin,... dan kadang hembusan udara yang dingin. Itu menjadi salah satu penyebab seseorang menurun daya tahan tubuhnya dan akhirnya jatuh sakit. Ketika itu pula orang harus mencari solusinya dengan mencegah, bagi yang belum terjangkit dan mengobati jika sudah terlanjur sakit. Pembaca setia “Dhani’s Art In Service”, dalam layanan sering sekali kita mendengar “Penyakit Layanan”. Sebagian besar orang tahu penyakit layanan itu seperti apa. Bahkan dalam sebuah survei membuktikan bahwa tidak kembalinya pelanggan itu 68 % disebabkan karena “perilaku yang tidak menyenangkankan kepada pelanggan yang dilakukan oleh staffnya” ( Michael Leboufel, How to Win Customer and Keep Them for Life (2000)). Kalau sudah demikian sebenarnya apa yang mesti dilakukan perusahaan? Seperti judul di atas, “Diagnosa dan Mengobati”, kita sudah semestinya mendiagnosa terlebih dahulu, agar ‘penyembuhan’dapat dilakukan dengan baik. Dari beberapa pelatihan dan training di’hadapan ribuan orang dalam materi yang saya bawakan yaitu ‘service’, banyak yang bertanya dan mengeluhkan atau lebih bekennya “curhat “ tentang kondisi layanan di tempat kerja mereka. Haa... Ini sangat menarik bagi saya. Contoh cerita seperti ini. Seorang ibu dengan muka yang masam dan sedikit emosi meninggalkan sebuah rumah makan. Ternyata setelah saya tanya jawabannya sangat mengejutkan “ Saya menyesal memutuskan makan di rumah makan ini. Sudah makanannya tidak enak, penyajiannya sangat lama. Masa saya harus menunggu kebih dari 1 jam untuk memesan 1 porsi mie ayam??? “ Waaah.... Bisa dibayangkan... Bagaimana ibu itu memilih rumah makan itu karena ajakan dari iklan yang diperlihatkan dengan mewah di depan gedung rumah makan. Ditambah lagi dengan flyer dan iklan yang disebarkan lewat media. Tetapi setelah mencoba mendapatkan kekecewaan. Sebagai seorang yang dianggap “ expert” di bidang layanan, saya memberikan diagnosa terhadap penyakit layanan yang saya hadapi dari pertenyaan peserta. Hmmmmm... Coba kita urai... Ada 3 komponen sebenarnya yang dapat membentuk budaya layanan agar membuat pelanggan merasa nyaman, puas dan tentu akan kembali kepada kita. Ketiga komponen itu sangat berkaitan. Mari kita urai satu persatu. Yang pertama kita sebut dengan SALES, kemudian yang kedua SERVICE dan yang ketiga OPERASIONAL. Dengan perumpamaan kekecewaan ibu tadi sebenarnya terletak dari mana ya?....... Ayo... Kita mulai dari yang paling pertama. Sales... Dari segi sales yang

Pria asal Tanah Karo, Sumatera Utara, kelahiran Binjai, 4 Febreuari 1962 ini, memang luar biasa. Anak dari Letkol. (Inf) Rasmin Sembiring Gurukinayan (alm) ini, meraih prestasi gemilang di rantau jauh dari kota kelahirannya.

B

Tjok Ratna bersama Prof. Sulistyawati

FSRD ISI Denpasar ini. Ia menilai, kesuksesan proses studinya tidak terlepas dari bim­bingan promotor dan co-promotornya, yakni Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt, Prof. Dr. Ir. Sulistyawati,M.S.,M.M.,M. Mis.,D.Th, dan Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum B a g i n y a P r o f . D r. I r. Sulistyawati,M.S.,M.M.,M.Mis.,D.Th merupakan tokoh wanita di Bali, yang sangat konsen dengan ilmu pengetahuan. “Prof. Sulis merupakan inspirator dan juga motivator bagi saya. Prof Sulis adalah orang yang sangat saya kagumi karena ketekunannya untuk terus belajar,” kata istri Ir. I Gusti

Ngurah Indra Ariadi Tjahjadi ini. Baginya, tiga formasi yang menjadi promotor dan co-promotor, sangat solid dan memberinya semangat serta dukungan demi kelancaran proses studinya. Prof. Arya Sugiartha yang juga merupakan rektor di ISI Denpasar, sekaligus motivatornya mendorong agar studinya cepat selesai. Begitu juga, Prof. Darma Putra, yang penuh perhatian dan dengan sabar membim­ bing, memotivasi, memberi dukungan sehingga penyelesaian karya tulis ilmiah disertasi terutama dalam melahirkan temuan, FRANGIPANI, the secret steps of art fashion.–ast

“DIAGNOSA & MENGOBATI”

Salam Senyum.....

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

ditunjukkan sampai orang itu mau mencoba apa yang kita tawarkan adalah merupakan sebuah keberhasilan. Tentu bisa didukung dengan flayer dengan gambar yang keren, kemudian neon box rumah makan yang terpampang jelas dan terang dengan gambar yang menggoda selera. Juga orang yang memasarkan dengan gencar sehingga membuat orang ingin mencoba masakan yang ditawarkan oleh tenaga sales yang sudah bersusah payah berjuang. Artinya dari segi sales sudah berhasil ya... Yang kedua service. Saya lihat semua penjaga rumah makan itu sangat ramah dan antusias untuk melayani pelanggan. Dari mulai tukang parkir yang siap sedia membantu memudahkan parkir pelanggan. Kemudian ada pelayan khusus yang membantu membukakan pintu, dan ada juga bahkan langsung memandu untuk duduk di meja yang sudah disediakan. Waaaahhh... Sudah memenuhi standar layanan rumah makan yang baik. Bahkan ketika memesan menu, si pelayan rumah makan menawarkan sambil menjelaskan masing -masing menu favorit yang sedang dipromosikan. Naaah.. Terus apanya ya yang salah sehingga pelanggannya kecewa seperti cerita ibu di atas? Ternyata ada satu yang ketinggalan dalam membentuk budaya layanan yang baik, yaitu operasional. Dalam operasional di sini kita kembali dengan cerita di atas tentang lamanya penyajian makanan dari sebuah menu yang dipesan. Tentu kita sekarang fokus dengan lamanya dari sebuah proses membuat “ mie ayam’ yang merupakan pesanan dari ibu tadi. Kita bertanya,.. Apakah mienya sudah disediakan,..?? Apakah bumbunya sudah disediakan dg lengkap ? Apakah potongan ayamnya sudah terpotong siap sedia? Apakah sayur sebagai campurannya sudah siap disajikan,?. Dan apakah orang yang mengerjakan sudah ada dan paham cara mengerjakannya ? Dan pertanyaan - pertanyaan lainnya muncul. Waaaah... terjawab ya.. bahwa ketiga komponen menciptakan budaya layanan itu harus menjadi satu kesatuan. Bahkan harus diurutkan dari mana yang paling penting agar terciptanya kepuasan pelanggan. Kalau saya malah urutan itu harusnya terbalik. Menjadi sangat penting bagi layanan kualitas yang baik dengan pertama ditunjang operasional yang baik. Bagaimana service itu tercipta jika operasional amburadul, lambat, tidak paham akan SOP, bahkan cenderung tidak peduli karena merasa orang back office yang tidak bersentuhan langsung dengan pelanggan. Jadi,.. pertama benahi operasional... kemudian service... selanjutnya adalah sales... Dengan ketiga urutan itu, budaya perusahaan terhadap komitmen service yang baik kepada pelanggannya bisa akan terwujud sesuai dengan harapan. Banyak perusahaan yang hanya menangani gejala penyakit layanan, tanpa mampu melihat sumber masalahnya. Akibatnya masalah akan berulang kembali atau muncul dalam bentuk yang berbeda. Bagaimana cara memulainya untuk perusahaan yang berkomitmen mengubah layanan menjadi lebih baik? Silakan hubungi manajemen kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

erbagai prestasi akademis dan jabatan pernah diraihnya. “Saya baru menjadi rektor di sini sejak 2013 lalu,” kata Rektor Universitas Widya Kartika, Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M. Si sambil menebar senyum khasnya. Dimata Murphy, menjadi rektor sebuah perguruan tinggi mempunyai kebanggan tersendiri. Karena di sinilah kaum muda ditempa dan dididik untuk menjadi seorang sarjana dan berilmu. Namun, tidak semua orang bisa meraih prestasi puncak tersebut karena mungkin keterbatasan dalam meraih persyaratan yang dibutuhkan. Jabatan rektor membuat Tania Depari, penulis buku Seratus Tokoh Karo yang Jadi Inspiratif, terpincut untuk memasukkan nama Murphy dalam buku yang terkenal di warga Tanah Karo tersebut. Dalam buku yang cukup tebal

membantu UNICEF di berbagai kegiatan dan tempat seperti di Toko UNICEF yang mulai dibuka pada Desember 2005. Toko ini menjual beraneka produk UNICEF seperti kertas surat, amplop, alat tulis, dan boneka. Semua hasil penjualan produk-produk ini disumbangkan untuk anak-anak Indonesia. Pada 2010, Ferry Salim membuka restoran pertamanya bernama “Shabu Slim”. Restoran berkonsep all you can eat and drink, shabu-shabu dan sushi ini, berlokasi di Central Park. Kini Shabu Slim sudah memiliki tiga cabang yaitu di Mall Central Park, Mall Kelapa Gading 2 dan Mall Kota Kasablanka. Restoran Shabu Slim adalah restoran shabu-shabu pertama di Indonesia yang menggunakan conveyer belts yang panjang beltsnya sampai

70 meter. Selain itu, restoran ini, tercatat sebagai restoran pertama di Indonesia yang membatasi waktu makan dan minum hanya sampai 1 jam 30 menit. Meski Ferry Salim sibuk dengan seabrek tugas dan pekerjaan, namun dia masih sempat membagi waktunya untuk meneruskan pendidikannya. Dia berhasil meraih gelar sarjana ekonomi. Akhir 1990 Ferry melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat. Sepulangnya dari sana Ferry menggeluti lagi dunia model yang sempat ditinggalkannya. Ferry menikah dengan Merry Prakasa, gadis yang telah dipacarinya selama 10 tahun, pada 1995. Dari pernikahannya, Ferry dikaruniai tiga anak yakni Brandon Nicholas Salim, Brenda Nabilla Salim dan Raoul Sebastian Salim. -Dona

Tokoh Tanah Karo yang Inspiratif keluarganya, membuat Murphy kecil berani merantau ke Bandung selepas pendidikannya di SD Jaya Pancurbatu pada 1970 dan SMPN I Kaban Jahe pada 1973. Di Bandung dia mengikuti pendidikan di SMA Kristen Bina Bhakti Bandung namun dilanjutkan pendidikan di SMA Negeri Bandung 1977. Dari Jawa Barat (Jabar), Murphy terbang jauh ke Papua untuk mengikuti pendidikan tinggi di Universitas Cenderawasih, Jayapura dan masuk Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajeman. Setelah menggenggam gelar sarjana ekonomi, Murphy, bertekad kembali ke Jawa dan

Ferry Salim Aktor Plus Pengusaha Pria kelahiran Palembang yang satu ini memang luar biasa. Betapa tidak, selain sibuk bermain di sejumlah sinetron dan layar lebar, dia juga ternyata seorang pengusaha restoran yang sukses. Ferry Salim, begitu nama pria yang dilahirkan di Palembang, 8 Januari 1967 ini. Kariernya berawal dari seorang model sejak dia duduk di bangku SMA. Selepas bangku pendidikan sekolah menengah atas, dia ditawari untuk bermain film maka jadilah dia sebagai seorang aktor film. Tidak hanya berhenti di situ, dia juga ditawari untuk menjadi MC di berbagai acara. Kariernya mulai melejit naik tatkala pria ganteng ini, membintangi film “Ca Bau Kan”. Dalam perjalanan di dunia perfilaman, Ferry telah bermain di lebih dari 60 judul sinetron dan lebih dari 15 film layar lebar. Pertama kali tawaran bermain sinetron datang dari Marissa Haque dan sutradara Enison

mengadu nasib di Kota Buaya, Surabaya. Dia berhasil menjadi dosen dengan status pegawai negeri sipil (PNS) dan diangkat menjadi dosen Kopertis Wilayah VII Jawa Timur (Jatim). Dia pun meneruskan pendidikan magister (S2) di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga dan berhasil meraih gelar. Belum puas dengan gelar S-2, Murphy melanjutkan pendidikan ke program S-3 di Universitas Airlangga (Unair) dan berhasil meraih gelar doktor dibidang ekonomi dengan predikat cum laude saat mempertahankan disertasinya di depan dewan penguji. Dengan tiga gelar sarjana yang

diraihnya itu, membuat banyak perguruan tinggi meliriknya dan memanggilnya untuk menjadi dosen luar biasa di perguruan tinggi mereka. Satu per satu perguruan tinggi dijadikannya sebagai lahan pengabdian ilmunya kepada para mahasiswa. Sederetan perguruan tinggi yang pernah dia masuki antara lain Universitas Airlangga, Universitas Katolik Darma Cendika, Universitas Dr Soetomo Surabaya dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Wijaya Putera. Dia juga dipercaya menjadi ketua forum Dosen Koperatis Wilayah VII Jatim. Selain menjadi dosen, Murphy juga aktif dalam berbagai lembaga sosial masyarakat, organisasi sosial dan bidang ekonomi serta memegang sejumlah jabatan penting lainnya. Murphy tercatat sebagai orang yang sangat peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) khususnya di Jatim. Berbagai jabatan dibidang koperasi pernah dia pegang. Dalam menjalani hidup dan karirnya, Murphy berpegang pada motto hidupnya yakni “Pada saya tiada semua jawaban. Dengan saya terbuka, semua kemungkinan together achieve more. Everyone. Moto kerjanya adalah “Berbuat baiklah kamu kepada semua orang, seperti kamu sedang menjalankan ibadahmu yang suci”.-Yosef Sintar

Dr. Murpin Josua Sembiring

itu pun, nama Murphy lengkap dengan fotonya terpampang disana dan dibaca oleh seluruh orang asal Tanah Karo yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia. “Yang masuk dalam buku ini adalah orang-orang asal Tanah Karo yang berprestasi dan tersebar di seluruh Indonesia dan dunia,” ujar Murphy, sambil memperlihatkan namanya dalam buku bersambul warna gelap tersebut. Pria berkaca mata ini memang berasal dari keluarga tentara yang selalu dituntun untuk disiplin dalam menjalani hidup. Berkat disiplin dan keberanian hidup yang tumbuh di tengah

Sinaro pada 1996. Dalam sinetron “Kembang Setaman”, Ferry bermain bersama Ida Iasha. Berawal dari sinetron inilah, Ferry mulai kebanjiran job. Sampai akhirnya pada 2002, Ferry bersama Lola Amaria, almarhum Alex Komang dan Niniek L. Karim membintangi film “Ca Bau Kan” yang disutradarai oleh Nia Dinata.

Dalam film yang diangkat dari novel karangan Remy Silado ini, Ferry berperan sebagai Tan Peng Liang. Peran itulah yang

membawa Ferry masuk nominasi The Best Actor Festival Film Asia Pasifik dan aktor favorit saat Festival Film yang berlangsung di Bali. Pada 2004, Ferry Salim ditunjuk oleh UNICEF (United Nations Children’s Fund) sebagai duta nasional untuk Indonesia. Menjadi duta UNICEF, Ferry kini sibuk dengan urusan i m u nisasi, kesehatan balita dan

19


SMK Bali Mandara (SKANDARA) secara perlahan namun pasti makin mengumandangkan diri sebagai sekolah kejuruan yang patut diperhitungkan. Sekolah dengan sistem asrama (boarding school) ini sudah berdiri sejak dua tahun silam.

M

enyikapi wacana sekolah sehari penuh dari Mendikbud, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK Bali Mandara Ketut Susila Widiarsana, S.Pd.,M. Pd., mengatakan SMK Bali Mandara sudah menerapkan sejak awal. “Di sekolah ini tidak lagi full tapi sudah all day karena pembelajaran kami mulai dari pukul 04.30 hingga pukul 22.00,” jelasnya. Menurutnya sistem pendidikan itu sangat bagus diterapkan asalkan didukung oleh fasilitas baik sarana dan prasarana yang memadai. “Karena full, makan harus diperhatikan baik guru maupun siswa, kemudian waktu yang begitu panjang juga harus diperhatikan sarana pendukung untuk siswa bermain,” tambahnya.

Sebagai sekolah berasrama, pihaknya harus merancang programprogram yang sesuai de­ngan kondisi fisik maupun kejiwaan siswa. “Memang yang menjadi kendala adalah tidak semua siswa dapat menerima kegiatan di sekolah,” ungkapnya. Untuk menghindari stres dan kejenuhan siswa pihaknya telah merancang program khusus yaitu transcendental meditation sedang­kan program pengembangan kesiswaan diisi dengan program kepemimpinan dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Dunia pendidikan saat ini memang menekankan pada pendidikan karakter. Meskipun siswa dan siswinya jauh dari orangtua namun pihak sekolah telah memiliki program khusus untuk menganti peran orangtua di rumah. “Kami terapkan program Gerha yang dalam bahasa Sansekerta berarti keluarga,” jelas pria kelahiran 1 November 1983 tersebut. Dalam sebuah Gerha akan ada beberapa anak yang akan menjadi saudara dan bapak ibu guru yang bernama Pita Mata yang berperan sebagai keluarga. “Dalam keluarga kecil itulah mereka akan didik seperti orangtua sendiri. Bahkan ketika ada masalahpun anak-anak dapat menyampaikannya kepada Pita Mata,” ujarnya. Dengan kon-

Ketut Susila Widiarsana, S.Pd.,M.Pd.

sep seperti itu, diharapkan meskipun siswa jauh dari keluarga akan tetapi tetap merasa satu keluarga yang baru. Susila tidak menyangkal, sebagai sekolah berasrama banyak kendala yang dilalui dalam penerimaan siswa utamanya di awal. “Awal masuk sekolah banyak siswa yang belum terbiasa dengan sistem sekolah berasrama sehingga banyak siswa yang home sick,” terangnya. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab dengan penerapan program Gerha sehingga anak-anak merasa memiliki keluarga yang baru. Selain itu, pihak sekolah harus dapat menyentuh hati para siswa sehingga mereka sadar akan motivasi masuk sekolah tersebut. Terakhir pihak sekolah harus menyediakan program-program yang tidak hanya meliputi akademik melainkan nonakademik juga. -Wiwin

Masalah pendidikan karakter terus dingatkan. Hal ini diungkapkan Rektor Undiksha, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. ”Kami sudah menerapkan pendidikan karakter sejak lama, boleh dikatakan itulah yang menjadi ikon Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha),” paparnya Kamis (25/8) sebelum memimpin sidang senat terbuka di kampus setempat. Sebagai perguruan tinggi terbesar di Buleleng, Undiksha diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik melainkan juga memiliki kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial. Terkait dengan persaingan dunia kerja dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), secara kurikulum, Undiksha sudah menyiapkan agar lulusannya mampu bersaing di dunia kerja. “Salah satu yang kami siapkan, sebagian bahkan hampir seluruh alumni kami minta mendalami salah satu bahasa yaitu Bahasa Inggris,” jelasnya. Menurut Rektor lulusan Universitas Negeri Jakarta tersebut Bahasa Inggris merupakan jendela dunia sehingga alumni tidak hanya mencari dan membuka usaha hanya di dalam

Fluktuasi Harga Tembakau Pengaruhi Keuntungan mengambil risiko. “Petani hanya belum yakin tetapi nanti pasti semua kendala tersebut akan teratasi dan jenis tembakau lain bisa ditanam sebab tembakau merupakan andalan Buleleng,” ucapnya meyakinkan. Selama ini jenis tembakau yang menjadi andalan hanya Virginia sebab jenis temabakau ini sudah sangat akrab dengan petani. Bahkan untuk penyiapan bibitnya, petani sudah mampu membibit sendiri. Menurutnya, fluktuasi harga tembakau sangat tergantung dari keuntungan yang diperoleh petani. “Kalau petani untung barulah menanam, kalau rugi, ya buat apa Ir. Ketut Nerda Drs. Putu Oka menanam,” jelasnya. Kondisi inilah yang mengakibatkan jumlah petani tembakau Tembakau merupakan salah satu tanaman di Buleleng dari tahun ke tahun semakin redup. musiman yang hidup dengan tidak memerlukan Pemutusan hubungan mitra kerja dengan perubanyak air. Jenis tanaman ini biasanya ditanam sahaan yang akan membeli tembakau petani pun ketika memasuki bulan Mei hingga November. menjadi salah alasan petani mulai berpikir untuk Di Buleleng, tanaman tembakau masih sangat menanam tembakau. Faktor cuaca juga merudiminati oleh para petani utamanya tembakau pakan alasan utama kerugian petani tembakau. Virginia. Jenis tembakau ini sudah ditanam sejak “Menanam tembakau itu butuh modal yang tidak tahun 1971 hingga sekarang karena proses pesedikit, kalau cuaca ekstrim seperti sekarang, meliharaan dan perawatannya yang tidak begitu ini membuat produksi membengkak sampai 30 rumit. Hal tersebut disampaikan oleh salah persen,” papar pria kelahiran Desa Baktiseraga seorang petani tembakau Drs. Putu Oka. Buleleng 14 Agustus 1951 tersebut. Pembina kelompok tani Gana Giri ini juga Selama masa panen, pihaknya akan mengomengatakan jika selama ini pihaknya sudah lah daun tembakau tersebut dengan dua cara mulai berpikir untuk mencari jenis tembakau yaitu diomprong (oven) dan dirajang (sisir). lain selain tembakau Virginia yang bisa ditanam “Paskapanen kami akan keringkan tembakau untuk meningkatkan kualitas produksi. Pria karena tidak ada yang menjual dalam keadaan yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Asobasah,” tambahnya. Dari hasil sebelumnya, siasi Petani Tembakau Bali (APTI) menemukan petani dapat menghasilkan 2,2 ton untuk satu tembakau Rajangan Hitam dan White Barley hektare tanaman tembakau. “Jika kurang dari untuk dikembangkan di Buleleng. akan tetapi jumlah tersebut, dapat dipastikan petani akan untuk menanam kedua jenis tembakau tersebut, merugi,”ujarnya. dirinya mengakui menemui kesulitan. Saat ini dua perusahaan yang masih menjadi “Kalau Rajangan Hitam harus ditanam di mitra kerjanya adalah Beringin Bali dan Gudaerah yang dingin sedangkan White Barley dang Garam. Hal ini dikarenakan jumlah lahan kami terkendala pangsa pasar yang jauh yaitu yang kian berkurang sehingga tembakau yang di Lumajang dan Banyuwangi,” ujarnya. Hal dihasilkan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut yang membuat petani tidak mau

perusahaan yang lain. “Semakin tahun jumlahnya semakin berkurang padahal tembakau Buleleng merupakan bumbu campuran tembakau lain untuk membuat rokok karena memiliki aroma yang khas,” lengkapnya. Terkait dengan wacana pemerintah pusat menaikkan harga rokok mulai menimbulkan keresahan di kalangan petani yang menghasilkan bahan baku rokok. Jika kebijakan ini benar berlaku, kemungkinan besar permintaan tembakau yang menjadi bahan baku utama rokok dari pabrikan akan ikut turun. Situasi ini berpotensi menimbulkan kerugian di kalangan petani itu sendiri. Pria yang akrab disapa Oka ini meyakini saat ini pihaknya belum merasakan dampak dari wacana tersebut sebab antara pihaknya dan mitra kerja sudah ada kesepakatan terkait jumlah tembakau yang dijual dan dibeli. “Mudah-mudahan tidak berdampak karena kami sebelumnya telah melakukan musyawarah,” tandasnya. CARI JENIS TANAMAN LAIN Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Kabupaten Buleleng Ir. Ketut Nerda mengungkapkan jika tanaman tembakau memang sangat banyak ditemui di Buleleng tersebar di daerah Gerokgak, Buleleng, Sukasada, dan Sawan. Untuk meningkatkan jumlah produksinya pihaknya mengatakan sudah ada standar teknis dalam pembudidayaan. “Kalau petani sudah melakukan sesuai dengan prosedur terutama dari segi pemukpukan pasti akan berhasil. Namun kalau faktor cuaca kami tidak bisa prediksi,” jelasnya. Terkait dengan wacana mahalnya harga

negeri. “Kami harapkan mereka dapat mencari kerja ke luar terutama di tingkat ASEAN,” ungkapnya. Rektor Jampel juga menambahkan, untuk membekali lulusannya memasuki dunia kerja, pihaknya tidak hanya memberikan kompetensi melalui intrakurikuler tetapi juga ketrampilan melalui ekstrakurikuler yaitu kewirausahaan. “Kami yakini ketika sudah lulus mereka akan mampu meningkatkan taraf hidupnya masing-masing,” ujarnya. Ia juga menambahkan agar mahasiswanya dapat berkiprah di dunia yang bukan kompetensinya karena itulah yang merupakan suatu keunggulan. “Orang matematika, fisika, kimia juga dapat berwirausaha,” tambahnya. Ke depan Undiksha berharap lulusannya dapat bersaing baik nasional maupun internasional sehingga dari segi kurikulum, sarana dan prasarana harus memadai. Hal tersebut disebabkan untuk dapat mengukur tingkat keberhasilan mahasiswanya tidak hanya dilihat dari intelektual saja melainkan juga kecerdasan lain. “Inilah yang harus kita dukung melalui kegiatan ekstrakurikuler,” pungkasnya. -Wiwin

rokoh, dirinya tidak menampik belakangan ini petani mulai khwatir permintaan tembakau akan turun. Situasi ini tidak bisa dihindari karena mahalnya rokok pihak pabrikan bisa saja akan mengurangi produksi rokok untuk dijual di pasaran. Menurut pria kelahiran 6 Juni 1960 ini secara logika, produksi rokok yang bekurang ini otomatis mengakibatkan permintaan bahan baku akan ikut turun, sehingga petani akan kesulitan untuk memasarkan hasil produksi perkebunan mereka. Dirinya mengiyakan jika harga rokok mahal dapat meningkatkan harga tembakau namun tetap saja produksi yang akan berkurang. “Memang ini masih tahap wacana, namun kalau benar saya kira dampaknya akan dirasakan oleh petani kita. Kalau harga rokok mahal pabrik akan membatasi produksinya dan bahan baku akan ikut berkurang,” katanya. Jika wacana tersebut memang benar terealisasi, pihaknya menghimbau para petani mulai mencari jenis tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis. Petani harus mampu melanjutkan usaha taninya meski harus mengganti jenis tanaman. “Petani pasti sudah bisa menentukan sendiri jenis tanaman lain apa yang dapat ditanam,” tandasnya. -Wiwin

K

easyikan penonton terlihat ketika perpindahan dari panggung satu ke panggung lain yang telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada waktu terisi penuh oleh jazz. Hal inilah yang membuat suasana pergelaran ini menjadi dinamis dan hidup serta mampu menjaga emosi penonton dari awal (sore hari) lalu menutupnya saat sunset dan kemudian dilanjutkan hingga tengah malam selama dua hari. Merupakan kepuasan tersendiri bagi para penonton dapat menyaksikan 19 musisi jazz yang ratarata tampil dengan lima lagu, selama dua hari. Di tambah satu lagi panggung di pintu masuk arah pantai Senggigi di sekitar lokasi parkir. Panggung yang menampilkan grup musik tradisional yang berakar pada tradisi namun dikemas dengan kreatif, salah satunya dari Rumah Budaya Paer Lenek (Lombok Timur) ini, merupakan panggung selamat datang untuk menyambut para penonton. Panggung jazz yang digelar secara gratis di tepi pantai menjelang sunset dengan penontonnya yang duduk di pasir serta di Senggigi Lombok ini telah memberi warna tersendiri bagi para penikmati musik jazz khususnya wisatawan dan masyarakat yang datang ke Senggigi. “Pesona Senggigi International Jazz & World Music Festival 2016” mencuri perhatian wisatawan

7

Ingat Jazz Ingat Senggigi

tkh/naniek

Salah satu panggung Senggigi JWM Festival 2016

foto:ABENK PAERstud

Teman Jadi Saudara, Guru Jadi Orangtua

Minggu lalu, daya pikat Senggigi mengantar sunset di penghujung hari Sabtu dan Minggu hingga menjelang tengah malam, demikian memesona. Pantai, pasir, sunset dan musik jazz telah menambah eksotika Senggigi menjadi semakin “seksi” sepan­jang dua hari itu. Dua panggung yang berdiri berhadapan di bibir pantai Senggigi yang menampilkan para musisi jazz lokal, nasional dan internasional, memberikan keasyikan tersendiri bagi penonton yang duduk di antara dua panggung tersebut. Pantai Seng­gigi yang menjadi lokasi acara penuh oleh penonton.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Imam Sofian, penggagas Senggigi JWM Festival 2016

Ais M. Mashoud

Altha Rivan

bahkan masyarakat umum yang berbondong-bondong membanjiri arena Senggigi JWM Festival 2016 selama dua hari berturut-turut, 20-21 Agustus 2016 lalu. Jika selama ini orang mengenal festival musik jazz digelar di beberapa tempat di tanah air seperti Prambanan Jazz Festival, Dieng Jazz Festival, Ijen Jazz Festival atau Ubud Jazz Festival, maka kini event tersebut bertambah satu lagi yakni di Lombok NTB, bertajuk

Senggigi JWM Festival. Meski event musik ini adalah pertama kalinya digelar di Lombok, namun secara umum penyelenggaraannya sukses. Lalu siapa di balik suksesnya Senggigi JWM Festival 2016 yang berhasil menjadikan event ini sebagai panggung musik jazz berkelas internasional. Adalah sepasang suami istri Imam Sofian dan Nuniks Gayatri, anak muda yang setahun lalu mulai bermimpi akan adanya panggung jazz berkelas internasional di Lombok. Keduanya bukanlah musisi melainkan penikmati musik termasuk musik jazz. Hal inilah yang membuat tentu saja mereka tidak dapat mewujudkannya tanpa berbagi mimpi tersebut dengan para musisi dan pegiat musik serta talenta-talenta lain yang dianggap mampu menterjemahkan panggung yang dimaksud menjadi mimpi bersama lalu mewujud menjadi sebuah kenyataan di tahun 2016. “Kami berdiskusi dengan banyak orang untuk bisa mewujudkannya dan membuat tim kecil 8 orang,” ungkap Imam Sofian, penggagas Senggigi JWM Festival 2016. Mereka punya waktu satu tahun untuk menyiapkannya. Dari sanalah tim kecil ini kemudian berkeliling dari satu event jazz ke event jazz

lainnya di Indonesia untuk mempelajari seluruh aspek penyelenggaraan festival jazz. Di antara orang-orang yang disebut hebat oleh Imam yang berperan mewujudkan mimpi bersama itu, ada Ary Juliant yang merupakan musisi kenamaan di Lombok yang dikenal dengan tour-tour gerilyanya yang telah menjelajah dari dusun-dusun, desa-desa hingga kota di tanah air bahkan telah sampai menggelar karya-karyanya ke Belanda dan Austria. Ary yang kerap tampil dengan kritik-kritik tentang lingkungan ini bahkan menjadi salah satu pengisi acara yang banyak mendapat sambutan dari penonton. Di samping Ary ada juga Bobo, Indras, Altha Rivan, Eva, Nuniks dan Dasep. “Kawan-kawan inilah yang awalnya menjadi tim kecil kami untuk menuju mimpi Lombok punya event jazz,” kata Imam. Kemudian bergabung Ais M. Mashoud, yang selama ini dikenal berpengalaman secara teknis menangani kegiatankegiatan besar di NTB. Kemampuannya menyelenggarakan event-event sebelumnya tidak perlu diragukan lagi karena ia memiliki banyak pengalaman sebagai EO. Karena itulah ia ditunjuk sebagai Project Manager Senggigi JWM Festival 2016. Selama persiapan hingga berakhirnya acara, Ais terlihat menjadi salah satu yang sibuk di lapangan. Dialah yang merancang konsep pergelaran secara teknis untuk memastikan pertunjukan berjalan sesuai rencana. Ais Mashoud memperlihatkan kualitasnya sebagai EO. Dari penyelenggaraan ini Ais menginginkan satu hal, bahwa orang kelak jika ingat jazz akan ingat Senggigi. “Ingat jazz, ingat Senggigi,” katanya singkat. Yang tidak kalah pentingnya ada Altha Rivan, Founder/Art Director PAERstud dan timnya yang kemudian menangani disain-disain komunikasi visual dari kegiatan ini sehingga menjadikan publikasinya penuh warna, sarat makna dan nilai dengan ciri khas Lombok yang kental. Nuansa tradisional namun bertajuk festival pada desaindesain publikasi Senggigi JWM Festival

Nuniks Gayatri di tengah penonton

foto:Haris Dimensi

foto:ABENK PAERstud

Siapkan Lulusan Hadapi MEA

Program Gerha

Story

foto:Haris Dimensi

Life

Edisi 916/29 agustus - 4 september 2016

foto:Haris Dimensi

18

Proses kreatif PAERstud mendisain media komunikasi visual Senggigi JWM Festival 2016

2016, terlihat begitu apik. Pilihan warna merah cenderung oranye mencirikan sunset Senggigi yang eksotis. Demikian pula dengan warna tosca dari filosofi air pantai. Dalam desain tersebut ada orang memakai atribut Sapuq Lombok tetapi main saksofon. Di samping itu ada ornamen seperti Gendang Beleq (alat musik tradisional Lombok) dan penari Gandrung Lombok. “Lombok punya cara sendiri untuk menyampaikan jazz,” ungkap Altha Rivan. Karakter tradisionalnya diangkat sehingga Senggigi JWM Festival 2016 diharapkan dapat menjadi event yang memiliki keunikan tersendiri. Jazz tidak lagi eksklusif tetapi bisa dinikmati semua orang bahkan bisa di pinggir pantai. Inilah yang ingin disampaikan Altha Rivan bersama timnya yang membuat desain Senggigi JWM Festival 2016. Pengerjaan huruf pada desain juga dibuat tangan-tangan terampil anak muda yang tergabung dalam PAERstud. Dalam membuat disain ini, Altha Rivan tidak semata-mata memikirkan persoalan artistiknya melainkan juga bisa sampai pada acara yang dimaksud sehingga ketika orang melihat posternya juga dapat memiliki gambaran tentang acaranya. Selama kegiatan berlangsung ada sekitar 45 orang panitia yang bekerja keras menyukseskannya. “Dari 45 orang itu ada 20 orang mahasiswa bahkan ikut menjadi panitia dengan sukarela,” ungkap Imam. Mereka ini rupanya ingin menjadi bagian dari ‘sejarah’ penyelenggaraan pertama kali Senggigi JWM Festival ini. “Semua tim dan panitia bekerja tanpa memikirkan profit melainkan lebih mengutamakan bagaimana event jazz ini bisa terlaksana dan dapat menjadi ikon Senggigi yang dapat dinikmati oleh para wisatawan yang datang ke Lombok khususnya di bulan Agustus,” ungkap Imam. Lombok kelak akan menjadi ajang kiprah bagi musisi jazz dunia adalah salah satu harapan dari Imam beserta seluruh tim kreatif yang terlibat dalam Senggigi JWM Festival 2016. Tampil dalam Senggigi JWM Festival 2016 antara lain, Tombstone, Dipa & Friends, The Datu Band, Novee Nhavan, Keroncong Bandini, Pipiet Tripitaka & The Jazz Kidding, Ary Juliant dengan “Bajigur Bluegress’, Bandini Koffe Jazzz Projet, Nissant Fortz, Rian Rusliansyah & Friend, dan Yura Yunita. Ada pula Bonita & The Hus Band, Ivan Nestorman. Dari Para musisi mancanegara tampil Log Sanskrit feat Banu (India), Cellomano (Venezuela), Danne The Riddim (Jepang) dan para musisi lainnya. Gelaran Senggigi JWM Festival 2016 telah mengawali panggung musik jazz Lombok yang akan terus berlanjut. Sekarang Lombok punya event jazz di bulan Agustus. Jika berkunjung ke Lombok di bulan Agustus, dapat liburannya dapat pula menonton jazz di Pantai Senggigi. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Sewa Mainan Bonus Konsultasi Memiliki bayi dan anak berarti menambah kegiatan orangtua. Tidak hanya merawat tetapi mengajak mereka bermain. Mainannya pun beraneka ragam. Kini, tak perlu harus membeli semua mainan. Orangtua bisa menyewa mainan yang diperlukan.

Rini Purwaningsih

S

ebagai orangtua, Netty ingin membelikan mainan untuk anaknya. Ia pun berkunjung ke beberapa toko mainan. Ternyata harga yang ditawarkan tidak sebanding dengan anggaran yang dia miliki. Selain itu, mainan itu memiliki batasan usia dan berat badan pengguna. “Saya mengurungkan niat untuk beli. Pertimbangan harga dan durasi pemakaian juga menjadi alasan. Kalau anak saya sudah besar, mau diapakan mainannya itu,” ujar ibu satu putri ini. Pengalaman yang sama diungkapkan Diah ketika buah hatinya lahir. “Awalnya merancang mau beli box bayi. Ternyata setelah dipikir-pikiran, kasian juga bayi ditidurkan terpisah. Untungnya, ada saudara yang punya box bayi. Kami dipinjamkan,” katanya. Memiliki barang-barang keperluan bayi dan anak-anak kini lebih mudah. Tanpa harus membeli, mainan bayi berbagai bentuk, box bayi, hingga stroler pun bisa didapatkan. Caranya dengan menyewa. Salah satu pemilik usaha penyewaan mainan adalah Rini Purwaningsih, S.Psi.

Beberapa mainan yang disewakan

“Saya menekuni usaha ini berangkat dari pengalaman. Waktu tinggal di Jakarta, saya sering menyewa mainan untuk anak saya. Ketika suami pindah tugas ke Bali, saya bingung. Ternyata di Bali susah nyari penyewaan mainan,” ujar perempuan yang mulai menetap di Bali tahun 2009 ini. Kesulitan ini pun diceritakan ke pemilik usaha mainan langganannya di Jakarta. Gayung bersambut, Rini disarankan membuka usaha ini di Bali. Sebagai pendatang baru yang belum mengenal wilayah, tentu saja Rini menolak. Suaminya, Imam Mahmudi pun sempat melarang dengan alasan risiko terlalu tinggi. Namun, desakan dan dukungan dari Jakarta dan melihat celah usaha yang baru, membuat alumnus Ilmu Psikologi Universitas YAI Persada Jakarta ini memberanikan diri mengambil peluang. “Saya pakai uang tabungan untuk membeli beberapa mainan dan perlengkapan bayi dan anak. Saya promo di media sosial, nyebarin brosur di toko perlengkapan bayi, lapangan, pokoknya segala upaya untuk mempromosikan usaha,” kenang perempuan kelahiran 10 September 1986 ini yang memakai nama Darel Rent Toys ini. Rini memulai dengan 10 mainan pada September 2013. Ia mengerjakan sendiri usaha ini, mulai dari daftar pemesan, pengiriman, keuangan, hingga

pembersihan. Kegemaran berkutat di dunia anak-anak dan pendidikan psikologi membuatnya menikmati usaha baru ini. Rini mengaku awalnya menekuni usaha ini untuk menambah jejaring relasi. Ternyata apa yang dihasilkan lebih dari itu. Ia bahkan bisa meraup rezeki dari usaha ini. Kini mainannya sudah lebih dari 100. Pengalaman menjalani usaha ini membuatnya belajar sabar. “Kadang ada konsumen yang cuek saja ketika saya mengirimkan mainan. Biasanya kakek-nenek. Maklum saja karena mereka kan ditugasnya menjaga cucunya. Te t a p i , lama kelamaan, malah saya diajak ngobrol tentang perkembangan anak. Bahkan, ada yang akhirnya hanya konsul-

tasi menyewa mainan,” ungkap psikolog yang berkantor di Biro Konsultan Psikologi Dian Selaras ini. Ibu dua putra, Dhafin Farsya Gaisan Mahmudi dan Fairel Atharizz Calief Mahmudi ini menambahkan, setelah sekian w a k t u , k o n s u m e n n y a b e rtambah. Namun, Rini hanya melayani wilayah Badung dan Denpasar saja. Itu pun dibantu

suaminya kalau konsumen berada di wilayah Denpasar Barat. Kalau dalam kota, ia mengantar sendiri setelah mengantar anak-anak sekolah. Kendala jarak membuatnya harus menolak pesanan

konsumen yang berada di luar Badung dan Denpasar. Kalau ada konsumen yang mau mengambil sendiri, ia mempersilakan. Kalau mau diantar, dikenakan biaya tambahan sebagai uang ganti BBM. Harga sewa ditetapkan mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan. Harga termurah, sofa bayi yang sewanya Rp 50 per bulan. Harga termahal ayunan dan prosotann termasuk roller coaster Rp 250 ribu per bulan. Rini mengaku harga yang ditawarkan sangat terjangkau. “Saya dan konsumen saling percaya. Karena prinsip ini, banyak yang memperpanjang sewa mainan. Dampaknya, waiting list makin panjang. Saya percaya rezeki sudah diatur Tuhan. Walaupun sekarang banyak usaha sejenis,

saya­­t idak ma­ salah,” ujarnya. Dari penuturan konsumen yang mayoritas ibu-ibu, Rini mendapat banyak pengalaman. Ada strolernya yang dibawa sampai ke luar negeri seperti Thailand, Singapura, dan Korea. Ada juga ibu-ibu yang berfoto dengan mainan tersebut lalu diunggah ke media sosial. Rini pun menjadikan bahan untuk diunggah juga sekalian promosi. - Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

PANEN BERAS DUA SAUDARA

Di sebuah desa hiduplah dua bersaudara kandung. Sang kakak bernama Sayong, sang adik bernama Sayang. Mereka berdua saling sayang dan sangat rajin mengolah tanah warisan orangtuanya. Sang Made Taro kakak mempunyai lima orang anak, sedangkan sang adik baru saja menikah. Sehabis panen, padi yang subur dan berlimpah-limpah itu dibagi dua sama besar. “Ada yang salah, istriku!” kata Sayong kepada istrinya. “Walaupun pembagian panen itu sama besar, namun tidak adil.” “Mengapa demikian, suamiku?” tanya istrinya heran. “Tanggungan kita memang lebih besar dari adikku. Kita bertujuh dan adikku berdua. Beras yang banyak itu berlebihan untuk kita. Sebaiknya sebagian kita serahkan kepada adikku yang baru berkeluarga. Ia perlu membeli banyak peralatan dengan menjual beras itu.” “Benar sekali, suamiku!” jawab istrinya. Tengah malam kemudian, Sayong menggotong sekarung beras ke rumah adiknya. Beras itu ditumpahkannya di gudang beras tanpa setahu pemilik rumah. Keesokan harinya pagi-pagi benar, sang adik, Sayang, melihat hasil penennya yang berlimpahlimpah itu.

“Ada yang salah, istriku!” kata Sayang kepada istrinya. “Walaupun pembagian panen itu sama besar, namun tidak adil.” “Mengapa demikian, suamiku?” tanya istrinya heran. “Kita hanya berdua. Buat apa beras yang berlimpah-limpah. Sebagian beras itu sebaiknya kuserahkan kepada kakakku. Bukankah ia bertujuh?” “Benar sekali, suamiku!” jawab istrinya. Tengah malam itu juga, Sayang menggotong sekarung beras ke rumah kakaknya. Beras itu ditumpahkannya di gudang beras tanpa setahu pemilik rumah. Hari berikutnya kejadian itu berlangsung lagi. Kakak-beradik yang saling sayang itu merasa mempunyai beras yang berlebihan. Sayong menyerahkan sekarung beras lagi untuk Sayang, dan Sayang menyerahkan sekarung beras lagi untuk Sayong. Pekerjaan itu dilakukannya tengah malam, tanpa sepengetahuan siapa pun. Pada malam ketiga, tepat tengah malam bulan purnama, dua orang laki-laki, masing-masing menggotong sekarung beras, meninggalkan rumahnya. Di tengah jalan mereka berpapasan. Karena malam remang-remang, mereka bertubrukan. “Siapa kau?” tanya laki-laki pertama. “Siapa kau?” tanya laki-laki kedua. Mereka saling mengenal suara itu, lalu saling bertatapan. “Kamu Sayong, ya!” “Kamu Sayang, ya!” Kedua saudara yang saling menyayangi itu menurunkan karung berasnya, lalu berpelukan.(Korea)

Griya

Rotan Lebih Bervariatif

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Kursi bahan baku rotan tak kalah peminatnya dengan kayu. Ini dikarenakan sifat rotan yang lentur sehingga sangat memungkinkan dibentuk bervariasi. Proses finishingnya pun sama dengan kayu, sehingga tinggal menentukan warna sesuai dengan nuansa yang ingin ditampilkan. Misalkan, warna cokelat, cokelat kekuningan, kuning dan krem untuk nuansa natural, atau justru memilih warna hitam, putih, atau abu-abu. Atau bahkan ada juga yang dibuat seperti warna kursi klasik dan antik.

“P

roses finishingnya sama dengan kayu,” tegas Sumidi, koordinator pekerja di Makmur Jaya Rotan yang berlokasi di Jalan Mertasari Kauh, Kerobokan, Denpasar. Beberapa tahapan dalam proses ini adalah pertama, diamplas halus dan diberi sanding sealer. Kedua, diamplas lagi, baru kemudian diwarna (bagi yang ingin warna tertentu) atau langsung diberikan pelapis akhir dengan menggunakan clear coating (cat transparan), bagi yang menginginkan warna natural. Ada beberapa model kursi rotan yang dipajang di tokonya, yang diberi nama sesuai bentuknya. Seperti model pikok/raja mata ayam yang sandaran kursinya dibuat besar seperti kursi raja, ada pikok silang, pup, dan model Amsterdam. Proses pembuatan sebuah kursi rotan dijelaskannya

mulai dari membuat rangka dari rotan batangan yang umumnya berdiameter 26, 28, 29, dan 31mm. Baru kemudian dibingkai dan dianyam dengan rotan cor (galar) yang berdiameter 14 mm atau dengan fitrit yang berukuran sepersepuluhnya rotan cor. Bentuk anyamannya pun bermacam-macam, ada yang menyebut motif mata ayam, motif rapat, dll. Rotan dengan beragam ukuran dan bentuk yang siap dipakai ini dikatakannya didatangkan dari Malang, yang asal aslinya dari Kalimantan. Selain kursi, Sumidi mengaku permintaan pasar yang masih lokalan, banyak meminta kap lampu dengan berbagai

model, seperti model nenas. Jatuhnya pilihan pasar pada bahan baku rotan ini tentunya atas pertimbangan banyak hal yang bisa dikatakan menjadi kelebihan rotan, yakni ringan, mudah dipindahkan, tidak patah jika jatuh karena sifatnya yang lentur, dapat dibuat dengan berbagai macam model sesuai dengan tren yang sedang booming, dan bisa tahan hingga 15 tahun jika tidak terpapar langsung sinar matahari dan terkena hujan. Namun demikian, rotan juga memiliki berbagai kelemahan. Mebel rotan rentan terserang serangga perusak, konstruksi rotan umumnya kalah kuat dengan kayu. : umumnya, bila dibandingkan dengan furniture kayu, konstruksi pada furniture rotan masih kalah kuat (lebih mudah rusak). –Inten Indrawati

Sumidi memperlihatkan kap lampu nenas

Beragam bentuk kursi rotan

Beragam bentuk anyaman rotan

17


16

Edukasi

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

“Wisuda adalah kata-kata terindah bagi kami setelah 4 tahun menjalani perkuliahan di IKIP PGRI Bali. Tidak ada lagi cerita mengejar dosen pembimbing hanya untuk mendapatkan tiga huruf, ACC. Semua itu akan menjadi kenangan terindah bagi kami akan kampus tercinta IKIP PGRI Bali”. Demikian sekelumit kesan dan pesan yang disampaikan perwakilan wisudawan, Kadek Lia Wulandari.

Dies Natalis XXXIII dan Wisuda XXXVII IKIP PGRI Bali

Cetak Calon Guru Multitalenta

M

ahasiswi lulusan terbaik dengan IPK 3,97 (predikat pujian) dari Program Studi Matematika tersebut juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada lembaga. Karena, sebagai lembaga pencetak calon guru, IKIP PGRI Bali juga membekali mahasiswanya dengan berbagai keterampilan, seperti jurnalistik, pewaraan, kewirausahaan, dll. Sehingga, ketika tak berhasil menjadi guru, alumninya memiliki peluang bekerja di sektor lain. “Kami dicetak menjadi calon guru yang multitalenta Kami dididik dengan cinta kasih, kami harus mempunyai kode etik dan pribadi yang luhur karena di dada kami disematkan pesan untuk membawa perubahan bagi bangsa ke depan,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengatakan bangga menjadi bagian dari IKIP PGRI Bali yang menunjukkan komitmennya

Rektor IKIP PGRI Bali mewisuda 653 orang, Kamis (25/8) di Inna Grand Bali Beach, Sanur

dalam mendukung pelestarian dan pengembangan budaya Bali dengan membebaskan uang SPP bagi jurusan Bahasa Bali dan jurusan lain yakni Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Serta Jurusan Pendidikan Sejarah. Bebas uang gedung dan juga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Ketua umum PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. yang terbang langsung dari Jakarta khusus untuk menghadiri acara Dies Natalis XXXIII dan Wisuda XXXIII ini mengatakan, ia yang se­

Penyerahan buku “33 Tahun Berdirinya IKIP PGRI Bali” oleh Dr. Unifah kepada para pendiri IKIP PGRI Bali

Pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Arthanegara yang diserahkan kepada Rektor Made Suarta

ring diundang dan menghadiri acara yang sama oleh kampus lain, mengaku merasakan sesuatu yang lain di IKIP PGRI Bali. Apalagi setelah membaca buku “33 Tahun Berdirinya IKIP PGRI Bali” yang saat itu diluncurkan. “Ternyata yang membedakan adalah passion-nya, rasa kecintaannya, rasa ketulusan, keasliannya, pengabdiannya, dan kemauannya untuk terus belajar sehingga menghasilkan mahsiswa yangberkualitas dan keren seperti kalian,” ucapnya bangga. Ia juga menyebut Rektor IKIP PGRI

Penyerahan penghargaan kepada lulusan terbaik oleh Rektor didampingi pihak bank sponsor

Desa Kedisan

Meski belum resmi sebagai desa wisata, tetapi Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar sudah biasa dikunjungi wisatawan. Ada yang sekadar berjalan-jalan melihat dan merasakan aktivitas budaya masyarakat, ada juga yang bersepeda melintas dari banjar satu ke banjar yang lain hanya menikmati suasana desa itu. Mereka juga banyak memilih desa ini sebagai tempat dinner dengan atraksi seninya. Jika dibandingkan dengan desa lain, Desa Kedisan memang memiliki keunggulan. Desa ini berada sangat dekat dengan destinasi wisata Ubud. Suasana sejuk, alam masih asri, penduduknya ramah dan memiliki komitmen dalam hal melestarian budaya juga lingkungan. “Desa Kedisan terkenal dengan kerajinan berbahan kayu serta memiliki kesenian langka yang masih hidup sampai saat ini,” kata Bendesa Adat Kedisan, I Gusti Ngurah Widyantara (44). Desa Kedisan memiliki hutan seluas 7 hektare yang didominasi de­ ngan tanaman lokal yang tergolong langka. Di sana ada telaga dengan mata air suci yang merupakan beji, tempat masyarakat untuk menyucikan pretima (benda sakral). Di kelili­ ngi persawahan hijau, serta melintas air Tukad Taman Kelod dan Tukad Danu Buung yang berliku. Airnya jernih, sehingga ikan-ikan lokal kecil terlihat jelas. “Di areal inilah sering dimanfaatkan wisatawan untuk trekking,” ucap Widyantara.

Bali Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. ini memiliki perpaduan yang unik. Ia seorang akademisi (ilmuwan) yang juga seorang seniman (budayawan) sehingga cara mengelola kampusnya pun pasti berbeda dan unik dari kampus yang lain,” ucapnya seraya menegaskan bahwa IKIP PGRI Bali adalah IKIP terbaik di antara 54 perguruan tinggi PGRI se-Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan dana hasil dari gerakan spontanitas para wisudawan yang terketuk hatinya mendengar rekan

Penyerahan penghargaan kepada dosen yang baru meraih gelar doktor dan pegawai terlama

Lestarikan Gambuh sebagai Ikon hingga saat ini. Kesenian ini selalu dipentaskan setiap piodalan di purapura yang ada di desa tersebut. Gambuh yang didukung 30 penari yang berprofesi sebagai petani itu juga pernah pentas di Swis dan Perancis. “Gambuh ini merupakan kesenian sakral. Gelungan Panji disungsung di Pura,” tegasnya. Penjabat Perbekel Kedisan, ­I Wayan Darmayasa mengatakan, Desa Kedisan juga mempuyai kesenian Leko langka dengan iringan gamelan

Selama trekking, wisatawan dapat melihat aktivitas petani dalam menggarap lahan persawahannya dengan budaya gotong-royong yang masih tampak kental. Auranya terasa beda, karena di sekeliling hutan itu terdapat beberapa Pura. Di sebelah kanan dan kiri merupakan tebing indah. Dapat menyaksikan berbagai burung, kadal, capung, kupu-kupu, dan jenis serangga lainnya. Medannya tak terlalu berat, sehingga bisa ditempuh oleh anak-anak.

Pada hari-hari tertentu, wisatawan asing juga melakukan dinner di Puri Kedisan yang ada di lingkungan desa ini. Sambil menikmati kuliner khas Puri Kedisan, wisatawan juga disajikan atraksi seni seperti tari gambuh dan tari-tarian Bali lainnya. “Kami juga memiliki kesenian langka yang juga menjadi ikon,” ungkapnya. Jenis kesenian yang tergolong langka adalah kesenian Gambuh. Dramatari gambuh ini merupakan warisan leluhur yang masih lestari

mereka, seorang guru di Makassar yang dianiaya orangtua siswa. Dana yang terkumpul tersebut diserahkan langsung perwakilan mahasiswa didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. kepada Ketua umum PB PGRI Dr. Unifah. Sementara Koordinator Kopertis Wilayah VIII (Bali-Nusra) Prof. I Nengah Dasi Astawa menegaskan untuk bisa berumur panjang, sebuah lembaga pendidikan harus terus melakukan perubahan dan berkembang. Hal tersebut juga berlaku untuk IKIP PGRI Bali. Karena itu, ia terus mendorong IKIP PGRI Bali untuk berkembang menjadi universitas. Dalam acara Dies natalis XXXIII dan Wisuda Sarjana XXXIII IKIP PGRI Bali, Kamis (25/8) di Inna Grand Bali Beach, Sanur tersebut, Rektor Made Suarta mewisuda 653 orang. Diserahkan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik yang dua lainnya adalah I Gede Suartama dari Prodi Bahasa dan Satra Bali, dan Putu Yudi Surya Pratama dari Prodi Penjasrek; mahasiswa berprestasi, dosen yang baru meraih gelar doktor, dan penghargaan kepada pegawai terlama. Diisi juga orasi ilmiah oleh Dr. Ida Ayu Iran Adhiti, M.Hum. –ten

Kembang Kirang merupakan satusatunya ada di desa itu. Yang banyak dikenal wisatawan, Desa Kedisan sebagai penghasil kerajinan tangan dengan bahan kayu, seperti berbentuk patung garuda, burung, ayam dan lainnya. Hasil kerajinan ini dipesan langsung oleh wisatawan, tanpa melalui calo. Bahkan, turis itu memiliki pelanggan sendiri. Terkadang, desain itu dibawa langsung oleh wisatawan dan masyarakat hanya mengerjakan saja. Diantaranya berupa tempat tisu, tempat buah dan hiasan dinding, tempat kaset, dan asbak. “Sekitar 90 % penduduk kami berprofesi sebagai perajin. Sementara pekerjaan sebagai petani, kini menjadi profesi sambilan. Hal itu berbanding terbalik dengan zaman dulu,” imbuhnya. -Darsana

Dara Lahir dari keluarga yang kurang berada tidak membuat Ni Wayan Daliani patah semangat. Sejak menginjakkan kaki di SMK Bali Mandara ia mulai menunjukkan prestasi yang gemilang. Dalam peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI ia berhasil menjadi barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kabupaten.

i n a i l a D

Terbiasa Disiplin U

ntuk dapat menjadi anggota pasukan paskibra memang tidak mudah dan tidak semua remaja memiliki kesempatan yang sama. Berawal dari mengikuti seleksi di sekolah, ia mampu masuk ke dalam 10 besar siswa yang akan mewakili sekolah dalam seleksi di kabupaten. “Prosesnya lama sekali karena memang banyak yang mendaftar,” tutur perempuan berparas ayu tersebut. Gagal mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional sedikit membuat ia kecewa. Hal tersebut dikarenakan Dali tidak memenuhi standar tinggi badan yang ditentukan. “Meski tidak lolos tingkat nasional dan provinsi namun tetap bersyu-

S

E

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

kur bisa menjadi anggota Paskibra di kabupaten,” tambahnya. Berkat kerja keras dan latihan rutin ia berhasil terpilih menjadi pasukan delapan. Dibalik keberhasilannya, ternyata ia menyimpan banyak cerita yang tidak banyak diketahui orang. Salah satunya merasa minder dan tidak yakin karena tinggi badannya yang lebih rendah dengan yang lain. “Awalnya biasa aja tetapi lama-lama merasa kalau banyak saingan, soalnya dibariskan berdasarkan dari ketinggian, dan saya berada paling belakang,” ceritanya ditemui disela-sela jam istirahat sekolah. Sebelum terpilih menjadi pasukan pembawa baki, ia juga sempat mengikuti seleksi Danki namun gagal karena suara yang

X DU

memiliki mental dan karakter tangguh. Saat ini, pengalaman membawa bendera membuat dia menjadi pribadi yang pantang menyerah. Prestasi putri dari pasangan I Nengah Sedeng dan Ni Wayan Sulendri ini memang sudah terlihat sejak duduk di bangku SMP. “Sejak SMP memang sudah sering mengikuti berbagai macam lomba atletik,” ucapnya. Akan tetapi kecintaannya terhadap seni lukis membuatnya memilih jurusan Teknik Gambar Bangunan, bahkan ia sempat menjuarai lomba melukis yang

kurang keras. Uniknya, dalam seleksi pasukan delapan untuk membawa baki, perempuan kelahiran 21 September 1999 sama sekali tidak merasa gugup. Hal itu dikarenakan ia sudah terbiasa dilatih kedisiplinan, kesiapan mental, dan public speaking di sekolah. “Saya lihat teman-teman yang lain ada yang gugup, gemetar, tetapi saya yakin pasti bisa,” imbuhnya. Dari empat saingan, ia mencoba paling akhir dan akhirnya terpilih sebagai pembawa baki. Ia mengaku beruntung diberi kesempatan menempuh pendidikan di tengah kondisi keluarga kurang mampu. “Sebelumnya mendapat tentangan dari orang tua karena mereka belum tahu SMK Bali Mandara itu seperti apa. Namun ketika orangtua nonton di televisi mereka jadi tahu sekolah ini seperti apa,” ungkapnya. Bantuan Pemprov Bali, menjadikan siswi yang duduk di kelas XI ini

9

diselenggarakan oleh pemkab Karangasem. Dali tidak menampik jika cita-citanya kelak sangat bertolak dengan jurusannya yang diambil saat ini. Anak pertama dari empat bersaudara ini kelak ingin menjadi polwan. Meski demikian ia mengaku tetap mendalami jurusan yang telah diambil, namun ketika ada kesempatan akan dimanfaatkan menjadi anggota polwan. “Saat ini saya tetap akan menekuni dunia gambar, ketika lulus nanti akan saya coba menjadi anggota polwan,” pungkasnya. -Wiwin

Simakrama HUT ke-68 Bali Post Dalam rangkaian HUT ke-68 Bali Post, karyawan dan ke­luarga Kelompok Media Bali Post mengadakan Bakti Sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, penyerahan sembako kepada petugas DKP, donor darah, dan bazaar murah serta simakrama. Acara ini dilaksanakan Sabtu (27/8) di Gedung Bali Post. Ketua Panitia Made Sueca mengatakan acara melibatkan karyawan beserta keluarga. Anak-anak mengikuti lomba mewarnai dan menggambar, sedangkan orangtua bisa mengikuti tips kesehatan kulit dari dr. Laksmi Duarsa dan kursus singkat tata rias bersama Salon Agung. Acara juga dimeriahkan hiburan, dan penyerahan hadiah doorprize. –Ngurah Budi

Penyerahan sembako untuk petugas DKP

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

dr. Oka Negara, FIAS

Ingin Terapi Hormon

“Saya laki-laki, umur 70 tahun, saya merasa hormon saya sudah mulai menurun kare­ na sekarang mulai merasa lelah, letih dan tidak bersemangat sama sekali, padahal saya inginnya masih dapat beraktifitas harian secukupnya dengan baik. Apa saya bisa melakukan terapi hormon untuk kembali meningkatkan fungsi tubuh saya? Apa saja persyaratan dan apakah biayanya terjangkau? Terima kasih. “ (Bapak Komang,70) Pertama, saya sampaikan apresiasi luar biasa, karena biasanya kebanyakan laki-laki yang sudah memasuki usia tujuh puluhan sering kali merasa pasrah, membiarkan saja keluhan yang ada seperti yang ditanyakan sebagai proses menua yang harus diterima dan dijalani saja. Padahal perlu dipahami saat ini, penuaan itu bisa diperlambat atau malah dicegah, sehingga manusia tetap bisa produkstif di usia lanjut. Ilmu baru yang fokus mempelajari ini adalah ilmu kedokteran anti-penuaan atau antiaging medicine. Dan memang benar, salah satu yang membuat manusia menua adalah menurunnya kualitas hidup karena menurunnya level hormon jauh di bawah normal. Pemahaman tentang hormon masih banyak yang tidak benar di masyarakat. Masih banyak yang menyamakan antara cairan sperma dengan hormon, yang ini jelas keliru. Hormon adalah substansi kimia di tubuh yang diatur oleh mekanisme otak dengan target organ tertentu dengan peran yang sangat spesifik, misalnya yang saat ini paling populer adalah hormon insulin yang berperan mengatur keseimbangan gula darah. Tentang hormon yang ditanyakan, bisa dipastikan maksudnya adalah hormon testosteron, dan testosteron memang akan menurun seiring bertambahnya usia. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Secara keseluruhan, testosteron tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan seksual saja, tetapi testosteron diperlukan untuk membentuk otot, tulang, darah, energi, fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, fungsi kecerdasan dan kenyamanan secara umum. Dengan gejalagejala yang timbul jika seseorang mengalami penurunan kadar testosteron adalah meningkatnya lemak di perut sehingga akan terlihat perut membuncit, rambut yang mulai berkurang sehingga mengalami kebotakan, fungsi seksual yang menurun dengan tanda menurunnya dorongan seksual, tidak maksimalnya ereksi dan tidak merasakan orgasme yang baik lagi. Juga ada keluhan umum seperti gangguan tidur dan suasana hati serta penurunan rasa kenyamanan seperti lelah, depresi, bingung dan berkeringat di malam hari. Jika melihat adanya serangkaian keluhan tersebut maka perlu dipastikan kemudian antara tanda penurunan testosteron ini dengan pemeriksaan fisik yang lebih cermat oleh seorang dokter yang paham kesehatan seksual dan pengobatan hormon untuk selanjutnya dikonfirmasi juga dengan pemeriksaan laboratorium seperlunya dan proses penuaan ini yang menjadi penyebab terbanyak penurunan testosteron saat ini. Penurunan level testosteron pada usia lanjut yang disertai dengan gejala penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi reproduksi dan seksual sehingga menurunkan kualitas hidup, sering kali disebut dengan andropause.

Secara lebih sederhana, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penurunan testosteron atau tidak, bisa dilakukan deteksi awal dengan cara menjawab pertanyaan berikut ini: 1. Apakah libido dan dorongan seksual menurun akhir-akhir ini? 2. Apakah merasa lemas dan kurang bertenaga? 3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun? 4. Apakah tinggi badan berkurang? 5. Apakah merasa kenikmatan hidup mulai menurun? 6. Apakah sering merasa kesal atau mudah marah? 7. Apakah kekuatan ereksi kurang kuat? 8. Apakah merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga? 9. Apakah sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam? 10. Apakah merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja? Jika jawaban no 1 dan 7 adalah ‘ya’ atau ada 3 jawaban yang ‘ya’ selain pada nomor tersebut, kemungkinan kadar testosteronnya menurun. Tapi hal ini harus dicek lagi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Selanjutnya untuk mengatasi semua keluhan ini, saat ini bisa dilakukan dengan lebih efektif dan cepat dengan cara melakukan testosteron replacement theraphy, yaitu sejenis terapi dengan cara memberikan hormon testosteron yang fungsinya sama dengan testosteron alami di dalam tubuh, atau disebut dengan terapi suluh hormon. Jika memang dianggap perlu melakukan terapi ini, sebelumnya perlu dilakukan dan dipastikan dengan pemeriksaan hormon testosteron dulu untuk menilai sebelumnya berapa level hormon testosteron yang ada, sebaiknya yang diperiksa adalah level free testosterone dalam darah, tetapi untuk di Indonesia, agar lebih ekonomis, biasanya yang diperiksa adalah total testosterone yang diperiksa di pagi hari. Beberapa laboratorium sudah sanggup mengerjakannya. Tidak apa persyaratan lain yang berat, tinggal satu lagi mengesampingkan kemungkinan adanya risiko kanker prostat lewat pemeriksaan PSA. Ini semua bisa dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Terapi testosteron ada dalam bentuk pil atau gel untuk jangka pendek, dan ada juga melalui injeksi untuk jangka lebih panjang. Pengobatan ini berlangsung jangka panjang, sehingga harus terus dimonitor agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Tentang harga terapi ini, karena masih relatif baru dan belum banyak digunakan, memang relatif belum dapat dikatakan murah, tetapi dengan konsultasi yang terarah kemungkinan bisa dipilihkan solusi dan pilihan terbaik. Pemberian testosteron ini sesungguhnya tidak hanya meningkatkan fungsi seksual saja, tapi juga semua aspek yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup, aktifitas sehari-hari menjadi lebih semangat dan bergairah, hidup menjadi nyaman dan komposisi tubuh menjadi sehat dan bugar kembali. Tentu saja perlu didukung dengan pola hidup sehat, makan yang berimbang, olahraga yang cukup dan hindari stres.


10

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Perkembangan dunia fotografi kian ­bergulir. Tren ini membuat ­peminat-peminat baru di bidang fotografi makin bermunculan, terutama anak muda. Berbagai kontes fotografi pun digelar untuk ­mewadahi minat para penghobi ini. Salah satunya Rally Photo Competition yang ­diadakan di Secret Garden Village Bedugul, Sabtu (20/8).

Secret Garden Village

Kreasi

Gelar Rally Photo Contest

D

arren Firmansyah, Marcomm Manager Secret Garden mengatakan Rally Photo Contest (RPC) 2016 ini merupakan kontes fotografi yang pertama digelar di Secret Garden Village. Sebagai salah satu destinasi wisata baru di Tabanan, RPC 2016 digelar untuk memfasilitasi para fotografer dan para penghobi yang baru tertarik pada seni fotografi. “Kami di Secret Garden punya bangunan dengan arsitektur dan konsep yang berbeda. Kebetulan seni fotografi itu sedang nge-hits. Jadi

Pemenang Rally Photo Contest

Style

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Busana dan Aksesori yang Elegan Pada pagelaran “Hipmi Fashion Week” di Beachwalk beberapa waktu lalu, ­Komang Tri, desainer perhiasan papan atas Bali ini mengusung “White Summer Breeze” sebagai tema besarnya. Dilengkapi busana dari Uluwatu, untaian mutiara cantik karyanya terlihat sangat indah dan elegan.

R

Para peserta Rally Photo Contest

kita fasilitasi minat para penghobi fotografi itu dengan menawarkan beberapa spot yang oke untuk mengambil foto,” jelasnya Kontes fotografi tersebut juga sejalan dengan konsep dari Secret Garden yang mengedepankan desain arsitektur yang unik, disertai dengan landscape bukit dan pemandangan khas Bedugul. Dengan demikian, diharapkan Secret Garden juga bisa menjadi pilihan para fotografer untuk berburu foto. “Di kontes ini peserta juga dipersilakan untuk menjawab clue-clue dari para juri lalu mengambil foto di spot yang telah ditentukan. Kedepannya kami juga akan bekerjasama dengan komunitas-komunitas fotografer yang ada di Bali agar nantinya event bisa diadakan

secara reguler,” paparnya. Gramy, Ketua Panitia Rally Photo Competition mengatakan kontes ini memang dikhususkan untuk para pemula yang memiliki minat yang tinggi pada seni fotografi. Adapun acara ini juga melibatkan anggota dari beberapa komunitas fotografi serta siswa dari beberapa sekolah, termasuk Lentera Kasih. “Kontes ini juga mengajak para peserta didiknya untuk turut berpartisipasi mengasah kreatifitasnya. Agar nantinya tidak hanya berprestasi di akademis tapi juga di non-akademis, “ tuturnya. Kontes tersebut diharapkan dapat digelar secara rutin. Disamping sebagai ajang kompetensi, acara tersebut juga sekaligus untuk semakin men-

genalkan Secret Garden kepada publik. “Di Secret Garden itu ada beberapa spot yang strategis dan menarik untuk photo hunting. Jadi hal ini juga sekaligus untuk mempromosikan Secret Garden di kalangan komunitas fotografi,” jelasnya Rally Photo Contest 2016 di Secret Garden dimenangkan I Made Bagus Dwitanaya sebagai juara I, Komang Arnawa sebagai juara II, dan I Gusti Agung Bagus Jaka sebagai juara III. Juara I mendapatkan uang tunai Rp 2 juta dan voucher belanja Rp 1 juta. Juara II mendapatkan uang tunai Rp 1 juta dan voucher belanja Rp 1 juta. Juara III menadapatkan uang tunai Rp 750 ribu dan voucher belanja Rp 1 juta. -kmb

upanya, perancang mahkota beberapa ajang kecantikan dan motivator untuk menginspirasi UKM dan anak muda ini, di -endorse sebuah perusahaan Mutiara Base di Australia, Atlas Pearl, dan ini menjadikannya sangat suka sebab kualitas mutiaranya bagus dan merangkainya pun mudah. Sementara itu, desainer muda lainnya Gung is dengan brand “Agung Istri Sari Dewi private collection”, mengadirkan tema “Eclipse” untuk koleksinya kali ini. Karyanya ini terinspirasi dari fenomena gerhana bulan (eclipse), dengan semburat kuning keemasan dan dominasi hitam. Desainnya cenderung menampilkan fenomena magis, misterius namun tetap elegan, namuntidak meninggalkan sisi feminin sebagai ciri khas desain Agung Istri Sari Dewi Private Collection. Pemilihan endek sebagai bahan yang dominan selain brokta , demi mengangkat

Komang Tri

Gung is

dan melestarikan kain tradisional kebanggan Bali ini. Koleksi gaun malam dan cocktail ini menonjolkan detil elegan di bagian leher dan dada dengan cut-

ting yang tidak rumit. Ketiga model karyanya ini cocok dikenakan untuk acara malam maupun acara sore, baik untuk pesta, gala dinner, maupun acara prom night. –Sri Ardhini

Eclipse by Agung Istri Sari Dewi

SEMINAR MERAIH SUKSES DARI BISNIS LEMBAGA KEUANGAN & PROPERTY Jika Anda Selalu kehabisan M o d a l U n t u k B i s n i s , S a a t nya Anda punya Lembaga Keuangan Sendiri !!! Bisnis lembaga Keuangan, sebut saja (Bank, BPR, BPD, Koperasi) terbukti menjadi bisnis idaman dari banyak Pengusaha besar baik di tanah air maupun di luar Negeri. Banyak Pengusaha sukses di Indonesia yang berkembang cepat karena mereka didukung oleh Lembaga Keuangan yang sangat Bagus. Kita amati para konglomerat Indonesia, Kebanyakan dari mereka pasti punya Lembaga Keuangan sendiri. Hal ini wajar saja karena bisnis Lembaga Keuangan memiliki pasar yang sangat besar. Bahkan semua bisnis pasti membutuhkan Lembaga Keuangan untuk memperlancar transaksinya dan sebagai partner dalam bisnisnya . Hal yang menarik adalah keuntungan yang bisa diraih dalam suatu bisnis Lembaga Keuangan juga sangat besar dan tak terbatas. Menarik bukan, kalau Anda sekarang bisa punya Lembaga Keuangan sendiri? Dan kabar baiknya Anda bisa mempunyai hal itu. Dengan visi melahirkan Lembaga Keuangan baru di Indonesia, kami akan mengadakan Seminar “Meraih Sukses Dari Bisnis Lembaga

Keuangan & Bisnis Property”. S e m i n a r a ka n d i s a m p a i ka n oleh Mr. ANGKASA WIJAYA, S.E. Pengusaha Sukses yang telah berpengalaman di bidang Lembaga Keuangan, salah satu Founder dari KSU Artajaya yang telah berkembang dengan ASET puluhan Milyar & Pemilik Sekolah Pramugari, sekaligus Pengusaha Property. Dalam Seminar ini Anda akan belajar mengenai Profit Tersembunyi dari Bisnis Lembaga Keuangan, Strategi Mendirikan Lembaga Keuangan Pasti Untung, Cara

Mudah mendapatkan Program Bantuan Pemerintah Untuk Lembaga Keuangan,Tips & Trik Mengelola Lembaga Keuangan secara aman & Menguntungkan, Cara mendapatkan Modal Milyaran, t a n p a s u r v e y Ta n p a A g u n a n , Ra h a s i a M e n ga p a O ra n g K aya Memiliki Lembaga Keuangan sendiri, Membangkitkan Bisnis Lembaga Keuangan yang Stagnan, dan masih banyak lagi yang lainnya Seputar Lembaga Keuangan & Bisnis Property. Seminar akan diadakan di Kota

Denpasar, Hari SABTU, 03 SEPT 2016 jam 14.00 – 18.00 di Hotel ASTON-DENPASAR ( Jln.Gatsu Barat 283 ). Tiket Rp. 100.000,/ org, & Rp. 250.000,- / 3 org, Pembayaran bisa melalui Transfer Ke BCA 0330081210 a.n DEDI HERMANTO (Bukti Transfer ditukar tiket saat seminar). Untuk pendaftaran KETIK : DAFTAR LEMBAGA KEUANGAN / NAMA / KOTA Kirim ke 081- 234 – 042- 468. Info lanjut bisa hubungi nomor tersebut. Sukses Buat Kita Semua.

15

By: Komang Tri Jewellery

By: Komang Tri Jewellery

By: Komang Tri Jewellery

Eclipse by Agung Istri Sari Dewi

Eclipse by Agung Istri Sari Dewi


14

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Perempuan Hindu di Bali sering­kali dihadapkan dengan berbagai rangkai­ an ­upacara adat,menyama braya dan juga piodalan atau upa­cara Dewa Yadnya di Pura. Adalah biasa di berbagai acara tersebut, para perempuan tentu ingin tampil cantik dan segar dengan balut­an pakaian adat Bali (kebaya, kain dan selendang).

N

ah, untuk bisa tampil bukan saja menarik dan nya­ man juga cantik di berbagai kesemptan ten tu penampilan perlu dilengkapi den­ gan tata rias yang pas. Pekan ini Tokoh sengaja menemui , I Dewa Ayu Indayanti, S.Pd.,salah seorang Beauty Blogger Indonesia, Bali, yang memiliki jam terbangnya cukup banyak sebagai pembi­ cara terkait urusan mendandani wajah. Dewa Ayu, begitu panggilan­ nya mengatakan untuk para perempuan yang dengan profesi dan aktivitas kesehariannya memi­ liki banyak waktu luang maupun punya sedikit waktu, untuk urusan memoles wajah sesungguhnya bisa melakukannya sendiri di ru­ mah. “Yang diperlukan hanyalah trik yang tepat,” Dewa Ayu yang seorang beauty consultant di salah satu perusahaan asing multilevel marketing ini. Dikatakan oleh ibu satu anak yang rajin menulis artikel kecan­ tikan di twitter, instagram dan blog- nya ini, ketika kita ingin tampil cantik dan anggun saat tangkil/ ngayah ketika piodalan di Pura, ada tips tata rias yang mudah diaplikasikan agar kita dan semua perempuan Bali bisa tampil cantik natural dan juga segar. Yang perlu anda siapkan: 1. Alas bedak 2. Bedak tabur 3. blush on 4. Bulu mata palsu 5. Lem bulu mata 6. Eyeliner 7. Lipstik merah

Jelita

Tata Rias Ala Beauty Blogger Bali Selanjutnya adalah langkah-langkahnya: Tahap 1 Pastikan bahwa wajah Anda sudah dibersihkan. Kemudian, aplikasikan alas bedak dengan tekstur matte agar riasan Anda lebih bertahan lama. Tahap 2 Agar alas bedak menempel lebih lama, aplikasikan bedak tabur menggunakan kuat,tehnik ini juga cocok untuk perempuan yang memiliki kulit berminyak.

Dengan adanya wacana harga rokok Rp 50 ribu, mungkin banyak yang ingin beralih ke rokok elektrik. Namun, tahukah Anda, bahaya rokok elektik tak jauh beda de­n gan rokok konvensional. Malah tren rokok elektrik ini, mengundang segudang kekhawatiran. Seper­ti yang diungkapkan Koordinator Bali Tobacco Control Initiative, Made Kerta Duana, SKM.,MPH., saat berbincang dengan Tokoh di ruang kerjanya di PS Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Bahaya Rokok Elektrik

Tahap 4 Untuk daerah mata, Anda tak perlu menggunakan eyeshadow,cukup oleskan eyeliner agar mata tampak lebih tegas. Selanjutnya, untuk menambah ke­ san glamor tambahkan bulu mata palsu dengan bentuk natural.

Model I Dewa Ayu Indayanti, S.Pd.

erta Duana me­ ngatakan, per­ okok dini makin meningkat. Mer­ okok sudah dilirik siswa SD. Usia tertinggi kisaran 14 tahun sd. 15 tahun. Sebanyak 23% remaja Indonesia perokok. Tren ini menunjukkan perokok sudah sangat meningkat jumlahnya, baik di kalangan remaja, pria dewasa, bahkan perempuan. Muncul kekhawatiran, jika dilihat dari aspek kesehatan, merokok berisiko terhadap penyakit ke depannya, baik akut dan kronis. Para remaja, sangat dikhawatir­ kan 10 tahun ke depan, karena mereka sudah memulai merokok usia dini. Ironisnya, ada perubahan tren di kalangan remaja da­ lam mengonsumsi rokok. Saat ini, tidak hanya mengonsumsi rokok konvensional, tapi mulai mengisap shisha dan vape atau rokok elektrik yang sedang tren. Kondisi ini menurutnya, san­ gat mengkhawatirkan. “Apakah rokok elektrik ini sudah meru­ pakan produk legal dan berizin. Malah, info terakhir kita dengar ada yang meledak,” ujar dosen Ilmu Kesehat­a n Masyarakat Unud ini. Menurut nya, dalam peng­

11

“Lepas dari Mulut Buaya Masuk ke Mulut Singa”

K

Tahap 3 Agar wajah tak terlihat flat,sapukan blush on di area tulang pipi agar wajah bersemu cerah alami.

Tahap 5 Karena pada bagian mata tidak menggunakan eyeshadow maka kita buat bagian bibir terlihat lebih stand out. Pulaskan lipstik merah favorit Anda. Jangan takut memakai warna merah,karena warna merah sangat cocok digu­ nakan oleh pemilik warna kulit apapun. Nah, kata Dewa Ayu setelah berpakaian yang sesuai acara, dan seluruh penbampilan menjadi se­ makin lengkap dengan melakukan tahapan berdandannya. Maka kecantikan akan terpancar dan enak dilihat bukan hanya oleh pemiliknya tapi juga orang yang melihatnya. –Sri Ardhini

Bugar

gunaan vape ada dua unsur, yakni alat dan cairan nikotin. Se­ mentara, dua produk ini belum berizin dari BPOM, dan ini bisa dikatakan produk illegal. Ironis­ nya, vape malah sudah banyak beredar di masyarakat. Mengapa remaja coba-coba ikut tren? Menurut Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indo­ nesia (IAKMI) Bali ini, di satu sisi, mereka ingin menempatkan diri, seperti di iklan, mereka lebih keren atau lebih modern dan gaul. Dan di satu sisi dampaknya. “Ada mitos yang diyakini bagi pengguna,rokok elektrik ini lebih aman, karena ini bukan rokok, ini adalah salah satu cara untuk berhenti merokok. Entah siapa yang mengangkat isu ini,” ujar Kerta Duana. Menurutnya, ketika tetap menggunakan daun tembakau nikotin, dampak­ nya tetap sama, terkait risiko pe­ nyakit. Di satu sisi memberi efek lain seper­ ti alatnya bisa meledak. Di sisi lain, ini bisa mengacaukan aturan tentang kawasan bebas rokok karena ini disebut bu­ kan rokok. Jadi mereka bisa mengisap vape di mana saja. Ketika orang­ tua mene­ gur anaknya, M.,MPH. mereka ber­ Made Kerta Duana, SK

Rokok elektrik

kata, ini bukan rokok. Bagi yang ingin berhenti merokok, tetap saja tidak bisa lepas. Malah, pada penggunaan rokok elektrik mere­ ka bisa mengatur kadar nikotin yang dibutuhkan. Jadi sama saja, “lepas dari mulut buaya masuk ke mulut singa”. Ia menegaskan, adiksi itu tidak bisa digantikan. “Kalau ingin berhenti harus total, kalau hanya ingin mengalihkan, kemudian beralih ke rokok elek­ trik, sama saja tidak akan bisa berhenti merokok,” kata Kerta Duana. Apalagi, dengan wacana harga rokok yang akan dinaikkan, kemudian pengguna mencoba beralih ke rokok elektrik untuk pelan-pelan berhenti merokok tetap saja bukan hal yang tepat. “Efek dari merokok elektrik sama saja dengan merokok biasa. Parahnya, si perokok berpikir, seolah-olah dengan rokok elek­ trik tidak menggangu orang lain atau dirinya sendiri. Dalam definisi UU Kesehatan dan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Provinsi Bali, disebutkan, rokok adalah sesuatu yang ben­ tuknya dikonsumsi dengan kand­ ungan kinotin, hasil produksi daun tembakau. Memang ada perbedaan, hasil emisi, berupa asap uap. Beberapa penelitian terbaru menyatakan, asap akan menempel di paru, akan memicu penyakit paru-paru. Karena ini uap, dia cepat menempel di saluran luar pernapasan, bisa menimbulkan kasus kanker mu­ lut, hidung, lidah, dll. Disamping itu, uap yang dihasilkan sangat luar biasa banyaknya seperti menyemprot. Menurutnya, seharusnya, Balai POM Bali dan Dinas ke­ sehatan Bali, memberikan per­

hatian lebih. “Kalau sudah masuk ke remaja kita sama saja mene­ mukan dua masalah. Pengen­ dalian rokok konvensional belum beres, sekarang ada lagi rokok elektrik. Saat ini, penjualan rokok elek­

trik masih dalam sistem klaster. Mereka membentuk komunitas pengguna. Ini menjadi satu tren membentuk komunitas baru. Dalam rokok konvensional sudah ada gambaran bahaya rokok dan aturan merokok, sementara, da­ lam rokok elektrik tidak ada. Produk ini beredar tanpa informasi yang mendampingi, bagaimana pun nikotin adalah zat adiktif yang harus dikendalikan. Sampai saat ini, belum ada upaya pengendaliannya. “Saya sempat baca, statemen BPOM, produk ini belum prioritas untuk dilaku­ kan pengawasan, pengujian layak edar, dsbnya. Tapi kita sebagai penggiat kesehatan masyarakat, berharap jangan sampai ter­ lambat,” kata Kerta Duana. Ia menilai, fenomena sudah ada, jangan menunggu lebih sulit un­ tuk dikendalikan. “Semakin dini pengendaliannya, akan jauh lebih bagus. Kita bicara aset bangsa. Sistem penjualannya masih terklaster, intervensinya jauh lebih mudah. Ini sangat mungkin dilakukan control, gerak cepat itu harus dijadikan satu priortitas bagi pemegang kebijakan,” saran­ nya. –Wirati Astiti


12

Kuliner

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Kombinasi Asia, Eropa, Bali Menikmati makanan unik perpaduan Asia, Eropa, dan masakan Bali, tentu sangat luar biasa. Inilah yang disajikan, Bali Paragon Hotel, Resort and Spa, Jimbaran. Dengan kreasi dari executive chef ­ W. ­Susana, makanan yang disajikan di restoran Table Spon ini, sangat menggugah selera. Ada 4 menu istimewa yang disajikan berikut ini. Anda tertarik ­mencobanya? –Wirati Astiti

Chef W. ­Susana

Selada Udang Madu

Bahan: 150 gram : ikan snapper 50 gram : bumbu kuning Daun pandan Tomat

Daun pandan Jeruk nipis Bahan sambal matah: Bawang merah, bawang putih,

Bahan: 10 ekor : 10 lembar : 1 kg : 200 gram : 200 ml : 100 ml : 200 ml : 300 gram :

ayam daun tunjung jamur putih jamur kuping minyak wijen kaldu ikan arak masak garam

Bumbu: 2 kg 400 gram 500 gram 200 gram 200 gram 150 gram 30 gram 40 gram 15 gram

bawang merah bawang putih lengkuas sereh kunir kemiri ketumbar cabai rawit kemiri

: : : : : : : : :

Cara membuat: - Jamur dicampur dan diberi arak masak, cuka vinegar, minyak wijen, dan kaldu ikan. Sisihkan. - Semua bumbu diblender. - Ayam dibersihkan, kemudian masukkan jamur ke dalam perut ayam. - Lumuri ayam dengan bumbu tadi. Bungkus dengan daun tunjung dan aluminium foil, kukus 2 jam. - Angkat, kemudian bungkus ayam dengan kelopak batang daun pinang, dan diasap lagi selama 2 jam.

Tips Melipat Napkin Pyramid

Lipatan napkin yang satu ini sangat simple, cepat untuk dibuat dan mudah diterapkan untuk hampir semua jenis napkin. Jika napkin yang digunakan adalah jenis napkin yang tipis dan tidak kaku, maka gosoklah napkin terlebih dahulu dengan ditaburi kanji agar napkin lebih kaku. Berikut cara melipat napkin dengan bentuk Pyramid: - Bentangkan napkin secara terbalik di depan anda - Lipat napkin secara diagonal - Putar napkin sehingga bagian

Cuka apel Bahan saus 2: Mayonnaise, wasabi, merica

Bahan: 10 gram gandum 10 gram tomat cery 20 gram kubis merah 10 gram peterseli 10 gram olive oil 10 gram garam 100 gram udang 25 gram madu 10 gram nori jepang 20 gram tahu jepang 60 gram ubi krispi 20 gram jamur dikeringkan Bahan saus 1: 25 gram kacang polong 10 gram yogurt 10 gram bawang Bombay

Ikan Gulung Bumbu Kejer

Ayam Panggang Asap (10 porsi)

Cara membuat: - Gandum direndam dengan air hangat. Setelah mengembang, campurkan bahan lain, seperti tomat, kubis, peterseli, olive oil, dan garam. - Udang direndam dengan madu, kemudian dibakar. Sisihkan. - Saus1: kacang polong , yogurt, bawang Bombay, cuka apel diblender halus. - Saus 2: mayonnaise, wasabi, dan merica dicampur jadi satu. - Sajikan udang bakar madu dengan dua saus dan selada gandum.

sereh, lombok merah, cabai rawit, minyak kelapa, jeruk lemo, garam, terais, dan merica. Cara membuat: - Ikan dibersihkan, kemudian diberi air jeruk nipis, garam, dan merica. Beri tomat dan bumbu kuning, gulung ikan dan ikat dengan daun pandan. Bakar ikan sampai matang. - Sajikan ikan dengan sambal matah.

terbuka berada di atas - Lipat bagian kanan bawah ke atas hingga bertemu bagian lipatan yang terbuka - Ulangi langkah tadi pada bagian kiri bawah, sehingga napkin membentuk seperti berlian - Balik napkin sehingga bagian yang terlipat tadi menghadap ke bawah - Lipat bagian atas napkin ke arah bawah sehingga membentuk segitiga terbalik - Balik kembali nap-

kin tadi sehingga bagian terbuka berada di atas - Tegakkan napkin dengan puncaknya merupakan sisi napkin yang terbuka

Paprika Tumis Daging

Sarwan

Nasi Goreng Buntut Nasi putih Bahan bumbu merah: 50 gram : bawang merah 20 gram : bawang putih 60 gram : sereh 20 gram : lombok merah 30 gram : cabai rawit 30 gram : minyak kelapa 10 gram : garam 20 gram : merica 10 gram : terasi Cara membuat: - Buat sup buntut. Caranya: buntut direbus menghilangkan lemaknya. Angkat dan cuci buntut. Campur lengkuas, jahe, kemiri, bawang merah dan bawang putih. Haluskan bumbu kemudian ditumis. Masukkan buntut dan air. Masak buntut sampai lembut. Angkat buntut sisihkan. - Bumbu merah dihaluksan, kemudian ditumis. Masukkan buntut yang sudah dipotong-potong kecil. Tambahkan nasi putih, beri minyak wijen, kaldu ikan, arak masak, dan saus tomat. - Aduk rata, sajikan nasi goreng bersama buntut goreng, telur gulung, chicken yakitory.

Bahan: 1 kg 1 buah 4 siung 100 gr 250 ml 2 buah 1 buah 1 buah 2 sdm 2 sdm

1 sdt : lada bubuk 1 sdt : tepung maizena, larutkan air Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya

: daging sapi, potong melintang serat : bawang bombai cincang : bawang putih cincang : daun kol iris kasar : air : cabe besar merah iris bulat : paprika merah iris kasar : paprika hijau iris kasar : minyak ikan : saus tiram

Paru Goreng Kering Bahan: 1 kg : paru-paru sapi 1 liter : air 150 ml : air untuk melarutkan Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya Bumbu Halus: 6 siung bawang putih, 3 ruas jari kunyit bakar, 2 ruas jari jahe, 2 ruas jari lengkuas, 1 sdm ketumbar sangrai. Cara Membuat : Rebus paruparu sapi, tambahkan garam, masak sampai empuk lalu ­dinginkan,

potong tipis-tipis. Larutkan bumbu halus dengan air, masukkan potongan paru-paru dalam larutan

Cara Membuat: Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang bombai sampai matang lalu masukkan daging sapi, aduk-aduk hingga berubah warna, masukkan air, irisan paprika, cabe merah, garam, kaldu bubuk, lada bubuk, saus tiram dan minyak ikan, masak sampai daging empuk dan bumbu meresap. Siram dengan larutan tepung maizena, aduk-aduk hingga menggental. Angkat, sajikan. bumbu halus, aduk-aduk hingga tercampur rata, diamkan selama 15 menit. Panaskan minyak, goreng paru-paru dengan api sedang, goreng sampai matang, tiriskan dan siap disajikan.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

13

The Bird of Paradise Bentuk napkin jenis ini merupakan salah satu bentuk napkin klasik. Cara melipat napkin ini juga terbilang mudah. Untuk membuatnya diperlukan jenis napkin yang kaku. Jika anda tidak mempunyai jenis napkin ini, maka pergunakanlah napkin yang digosok dengan taburan kanji: - Bentang napkin secara terbalik - Lipat napkin secara mendatar ke arah bawah - Lipat kembali napkin ke arah samping sehingga membentuk persegi - Lipat napkin secara diagonal agar membentuk segitiga - Putar napkin hingga puncak segitiga berada pada posisi atas - Lipatlah bagian kanan segitiga napkin secara diagonal dengan garis tengah napkin sebagai acuannya - Lakukan hal yang dama untuk ujung napkin bagian kiri sehingga membentuk seperti berlian - Masukkan bagian bawah napkin ke sisi belakang sehingga napkin kembali membentuk segitiga - Tegakkan segitiga napkin ini dengan puncaknya adalah sisi terbuka napkin - Tarik ujung sisi terbuka napkin satu persatu. Rapikan dan napkin siap dijadikan sebagai dekorasi meja. –Wirati Astiti


12

Kuliner

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Kombinasi Asia, Eropa, Bali Menikmati makanan unik perpaduan Asia, Eropa, dan masakan Bali, tentu sangat luar biasa. Inilah yang disajikan, Bali Paragon Hotel, Resort and Spa, Jimbaran. Dengan kreasi dari executive chef ­ W. ­Susana, makanan yang disajikan di restoran Table Spon ini, sangat menggugah selera. Ada 4 menu istimewa yang disajikan berikut ini. Anda tertarik ­mencobanya? –Wirati Astiti

Chef W. ­Susana

Selada Udang Madu

Bahan: 150 gram : ikan snapper 50 gram : bumbu kuning Daun pandan Tomat

Daun pandan Jeruk nipis Bahan sambal matah: Bawang merah, bawang putih,

Bahan: 10 ekor : 10 lembar : 1 kg : 200 gram : 200 ml : 100 ml : 200 ml : 300 gram :

ayam daun tunjung jamur putih jamur kuping minyak wijen kaldu ikan arak masak garam

Bumbu: 2 kg 400 gram 500 gram 200 gram 200 gram 150 gram 30 gram 40 gram 15 gram

bawang merah bawang putih lengkuas sereh kunir kemiri ketumbar cabai rawit kemiri

: : : : : : : : :

Cara membuat: - Jamur dicampur dan diberi arak masak, cuka vinegar, minyak wijen, dan kaldu ikan. Sisihkan. - Semua bumbu diblender. - Ayam dibersihkan, kemudian masukkan jamur ke dalam perut ayam. - Lumuri ayam dengan bumbu tadi. Bungkus dengan daun tunjung dan aluminium foil, kukus 2 jam. - Angkat, kemudian bungkus ayam dengan kelopak batang daun pinang, dan diasap lagi selama 2 jam.

Tips Melipat Napkin Pyramid

Lipatan napkin yang satu ini sangat simple, cepat untuk dibuat dan mudah diterapkan untuk hampir semua jenis napkin. Jika napkin yang digunakan adalah jenis napkin yang tipis dan tidak kaku, maka gosoklah napkin terlebih dahulu dengan ditaburi kanji agar napkin lebih kaku. Berikut cara melipat napkin dengan bentuk Pyramid: - Bentangkan napkin secara terbalik di depan anda - Lipat napkin secara diagonal - Putar napkin sehingga bagian

Cuka apel Bahan saus 2: Mayonnaise, wasabi, merica

Bahan: 10 gram gandum 10 gram tomat cery 20 gram kubis merah 10 gram peterseli 10 gram olive oil 10 gram garam 100 gram udang 25 gram madu 10 gram nori jepang 20 gram tahu jepang 60 gram ubi krispi 20 gram jamur dikeringkan Bahan saus 1: 25 gram kacang polong 10 gram yogurt 10 gram bawang Bombay

Ikan Gulung Bumbu Kejer

Ayam Panggang Asap (10 porsi)

Cara membuat: - Gandum direndam dengan air hangat. Setelah mengembang, campurkan bahan lain, seperti tomat, kubis, peterseli, olive oil, dan garam. - Udang direndam dengan madu, kemudian dibakar. Sisihkan. - Saus1: kacang polong , yogurt, bawang Bombay, cuka apel diblender halus. - Saus 2: mayonnaise, wasabi, dan merica dicampur jadi satu. - Sajikan udang bakar madu dengan dua saus dan selada gandum.

sereh, lombok merah, cabai rawit, minyak kelapa, jeruk lemo, garam, terais, dan merica. Cara membuat: - Ikan dibersihkan, kemudian diberi air jeruk nipis, garam, dan merica. Beri tomat dan bumbu kuning, gulung ikan dan ikat dengan daun pandan. Bakar ikan sampai matang. - Sajikan ikan dengan sambal matah.

terbuka berada di atas - Lipat bagian kanan bawah ke atas hingga bertemu bagian lipatan yang terbuka - Ulangi langkah tadi pada bagian kiri bawah, sehingga napkin membentuk seperti berlian - Balik napkin sehingga bagian yang terlipat tadi menghadap ke bawah - Lipat bagian atas napkin ke arah bawah sehingga membentuk segitiga terbalik - Balik kembali nap-

kin tadi sehingga bagian terbuka berada di atas - Tegakkan napkin dengan puncaknya merupakan sisi napkin yang terbuka

Paprika Tumis Daging

Sarwan

Nasi Goreng Buntut Nasi putih Bahan bumbu merah: 50 gram : bawang merah 20 gram : bawang putih 60 gram : sereh 20 gram : lombok merah 30 gram : cabai rawit 30 gram : minyak kelapa 10 gram : garam 20 gram : merica 10 gram : terasi Cara membuat: - Buat sup buntut. Caranya: buntut direbus menghilangkan lemaknya. Angkat dan cuci buntut. Campur lengkuas, jahe, kemiri, bawang merah dan bawang putih. Haluskan bumbu kemudian ditumis. Masukkan buntut dan air. Masak buntut sampai lembut. Angkat buntut sisihkan. - Bumbu merah dihaluksan, kemudian ditumis. Masukkan buntut yang sudah dipotong-potong kecil. Tambahkan nasi putih, beri minyak wijen, kaldu ikan, arak masak, dan saus tomat. - Aduk rata, sajikan nasi goreng bersama buntut goreng, telur gulung, chicken yakitory.

Bahan: 1 kg 1 buah 4 siung 100 gr 250 ml 2 buah 1 buah 1 buah 2 sdm 2 sdm

1 sdt : lada bubuk 1 sdt : tepung maizena, larutkan air Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya

: daging sapi, potong melintang serat : bawang bombai cincang : bawang putih cincang : daun kol iris kasar : air : cabe besar merah iris bulat : paprika merah iris kasar : paprika hijau iris kasar : minyak ikan : saus tiram

Paru Goreng Kering Bahan: 1 kg : paru-paru sapi 1 liter : air 150 ml : air untuk melarutkan Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya Bumbu Halus: 6 siung bawang putih, 3 ruas jari kunyit bakar, 2 ruas jari jahe, 2 ruas jari lengkuas, 1 sdm ketumbar sangrai. Cara Membuat : Rebus paruparu sapi, tambahkan garam, masak sampai empuk lalu ­dinginkan,

potong tipis-tipis. Larutkan bumbu halus dengan air, masukkan potongan paru-paru dalam larutan

Cara Membuat: Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang bombai sampai matang lalu masukkan daging sapi, aduk-aduk hingga berubah warna, masukkan air, irisan paprika, cabe merah, garam, kaldu bubuk, lada bubuk, saus tiram dan minyak ikan, masak sampai daging empuk dan bumbu meresap. Siram dengan larutan tepung maizena, aduk-aduk hingga menggental. Angkat, sajikan. bumbu halus, aduk-aduk hingga tercampur rata, diamkan selama 15 menit. Panaskan minyak, goreng paru-paru dengan api sedang, goreng sampai matang, tiriskan dan siap disajikan.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

13

The Bird of Paradise Bentuk napkin jenis ini merupakan salah satu bentuk napkin klasik. Cara melipat napkin ini juga terbilang mudah. Untuk membuatnya diperlukan jenis napkin yang kaku. Jika anda tidak mempunyai jenis napkin ini, maka pergunakanlah napkin yang digosok dengan taburan kanji: - Bentang napkin secara terbalik - Lipat napkin secara mendatar ke arah bawah - Lipat kembali napkin ke arah samping sehingga membentuk persegi - Lipat napkin secara diagonal agar membentuk segitiga - Putar napkin hingga puncak segitiga berada pada posisi atas - Lipatlah bagian kanan segitiga napkin secara diagonal dengan garis tengah napkin sebagai acuannya - Lakukan hal yang dama untuk ujung napkin bagian kiri sehingga membentuk seperti berlian - Masukkan bagian bawah napkin ke sisi belakang sehingga napkin kembali membentuk segitiga - Tegakkan segitiga napkin ini dengan puncaknya adalah sisi terbuka napkin - Tarik ujung sisi terbuka napkin satu persatu. Rapikan dan napkin siap dijadikan sebagai dekorasi meja. –Wirati Astiti


14

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Perempuan Hindu di Bali sering­kali dihadapkan dengan berbagai rangkai­ an ­upacara adat,menyama braya dan juga piodalan atau upa­cara Dewa Yadnya di Pura. Adalah biasa di berbagai acara tersebut, para perempuan tentu ingin tampil cantik dan segar dengan balut­an pakaian adat Bali (kebaya, kain dan selendang).

N

ah, untuk bisa tampil bukan saja menarik dan nya­ man juga cantik di berbagai kesemptan ten tu penampilan perlu dilengkapi den­ gan tata rias yang pas. Pekan ini Tokoh sengaja menemui , I Dewa Ayu Indayanti, S.Pd.,salah seorang Beauty Blogger Indonesia, Bali, yang memiliki jam terbangnya cukup banyak sebagai pembi­ cara terkait urusan mendandani wajah. Dewa Ayu, begitu panggilan­ nya mengatakan untuk para perempuan yang dengan profesi dan aktivitas kesehariannya memi­ liki banyak waktu luang maupun punya sedikit waktu, untuk urusan memoles wajah sesungguhnya bisa melakukannya sendiri di ru­ mah. “Yang diperlukan hanyalah trik yang tepat,” Dewa Ayu yang seorang beauty consultant di salah satu perusahaan asing multilevel marketing ini. Dikatakan oleh ibu satu anak yang rajin menulis artikel kecan­ tikan di twitter, instagram dan blog- nya ini, ketika kita ingin tampil cantik dan anggun saat tangkil/ ngayah ketika piodalan di Pura, ada tips tata rias yang mudah diaplikasikan agar kita dan semua perempuan Bali bisa tampil cantik natural dan juga segar. Yang perlu anda siapkan: 1. Alas bedak 2. Bedak tabur 3. blush on 4. Bulu mata palsu 5. Lem bulu mata 6. Eyeliner 7. Lipstik merah

Jelita

Tata Rias Ala Beauty Blogger Bali Selanjutnya adalah langkah-langkahnya: Tahap 1 Pastikan bahwa wajah Anda sudah dibersihkan. Kemudian, aplikasikan alas bedak dengan tekstur matte agar riasan Anda lebih bertahan lama. Tahap 2 Agar alas bedak menempel lebih lama, aplikasikan bedak tabur menggunakan kuat,tehnik ini juga cocok untuk perempuan yang memiliki kulit berminyak.

Dengan adanya wacana harga rokok Rp 50 ribu, mungkin banyak yang ingin beralih ke rokok elektrik. Namun, tahukah Anda, bahaya rokok elektik tak jauh beda de­n gan rokok konvensional. Malah tren rokok elektrik ini, mengundang segudang kekhawatiran. Seper­ti yang diungkapkan Koordinator Bali Tobacco Control Initiative, Made Kerta Duana, SKM.,MPH., saat berbincang dengan Tokoh di ruang kerjanya di PS Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Bahaya Rokok Elektrik

Tahap 4 Untuk daerah mata, Anda tak perlu menggunakan eyeshadow,cukup oleskan eyeliner agar mata tampak lebih tegas. Selanjutnya, untuk menambah ke­ san glamor tambahkan bulu mata palsu dengan bentuk natural.

Model I Dewa Ayu Indayanti, S.Pd.

erta Duana me­ ngatakan, per­ okok dini makin meningkat. Mer­ okok sudah dilirik siswa SD. Usia tertinggi kisaran 14 tahun sd. 15 tahun. Sebanyak 23% remaja Indonesia perokok. Tren ini menunjukkan perokok sudah sangat meningkat jumlahnya, baik di kalangan remaja, pria dewasa, bahkan perempuan. Muncul kekhawatiran, jika dilihat dari aspek kesehatan, merokok berisiko terhadap penyakit ke depannya, baik akut dan kronis. Para remaja, sangat dikhawatir­ kan 10 tahun ke depan, karena mereka sudah memulai merokok usia dini. Ironisnya, ada perubahan tren di kalangan remaja da­ lam mengonsumsi rokok. Saat ini, tidak hanya mengonsumsi rokok konvensional, tapi mulai mengisap shisha dan vape atau rokok elektrik yang sedang tren. Kondisi ini menurutnya, san­ gat mengkhawatirkan. “Apakah rokok elektrik ini sudah meru­ pakan produk legal dan berizin. Malah, info terakhir kita dengar ada yang meledak,” ujar dosen Ilmu Kesehat­a n Masyarakat Unud ini. Menurut nya, dalam peng­

11

“Lepas dari Mulut Buaya Masuk ke Mulut Singa”

K

Tahap 3 Agar wajah tak terlihat flat,sapukan blush on di area tulang pipi agar wajah bersemu cerah alami.

Tahap 5 Karena pada bagian mata tidak menggunakan eyeshadow maka kita buat bagian bibir terlihat lebih stand out. Pulaskan lipstik merah favorit Anda. Jangan takut memakai warna merah,karena warna merah sangat cocok digu­ nakan oleh pemilik warna kulit apapun. Nah, kata Dewa Ayu setelah berpakaian yang sesuai acara, dan seluruh penbampilan menjadi se­ makin lengkap dengan melakukan tahapan berdandannya. Maka kecantikan akan terpancar dan enak dilihat bukan hanya oleh pemiliknya tapi juga orang yang melihatnya. –Sri Ardhini

Bugar

gunaan vape ada dua unsur, yakni alat dan cairan nikotin. Se­ mentara, dua produk ini belum berizin dari BPOM, dan ini bisa dikatakan produk illegal. Ironis­ nya, vape malah sudah banyak beredar di masyarakat. Mengapa remaja coba-coba ikut tren? Menurut Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indo­ nesia (IAKMI) Bali ini, di satu sisi, mereka ingin menempatkan diri, seperti di iklan, mereka lebih keren atau lebih modern dan gaul. Dan di satu sisi dampaknya. “Ada mitos yang diyakini bagi pengguna,rokok elektrik ini lebih aman, karena ini bukan rokok, ini adalah salah satu cara untuk berhenti merokok. Entah siapa yang mengangkat isu ini,” ujar Kerta Duana. Menurutnya, ketika tetap menggunakan daun tembakau nikotin, dampak­ nya tetap sama, terkait risiko pe­ nyakit. Di satu sisi memberi efek lain seper­ ti alatnya bisa meledak. Di sisi lain, ini bisa mengacaukan aturan tentang kawasan bebas rokok karena ini disebut bu­ kan rokok. Jadi mereka bisa mengisap vape di mana saja. Ketika orang­ tua mene­ gur anaknya, M.,MPH. mereka ber­ Made Kerta Duana, SK

Rokok elektrik

kata, ini bukan rokok. Bagi yang ingin berhenti merokok, tetap saja tidak bisa lepas. Malah, pada penggunaan rokok elektrik mere­ ka bisa mengatur kadar nikotin yang dibutuhkan. Jadi sama saja, “lepas dari mulut buaya masuk ke mulut singa”. Ia menegaskan, adiksi itu tidak bisa digantikan. “Kalau ingin berhenti harus total, kalau hanya ingin mengalihkan, kemudian beralih ke rokok elek­ trik, sama saja tidak akan bisa berhenti merokok,” kata Kerta Duana. Apalagi, dengan wacana harga rokok yang akan dinaikkan, kemudian pengguna mencoba beralih ke rokok elektrik untuk pelan-pelan berhenti merokok tetap saja bukan hal yang tepat. “Efek dari merokok elektrik sama saja dengan merokok biasa. Parahnya, si perokok berpikir, seolah-olah dengan rokok elek­ trik tidak menggangu orang lain atau dirinya sendiri. Dalam definisi UU Kesehatan dan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Provinsi Bali, disebutkan, rokok adalah sesuatu yang ben­ tuknya dikonsumsi dengan kand­ ungan kinotin, hasil produksi daun tembakau. Memang ada perbedaan, hasil emisi, berupa asap uap. Beberapa penelitian terbaru menyatakan, asap akan menempel di paru, akan memicu penyakit paru-paru. Karena ini uap, dia cepat menempel di saluran luar pernapasan, bisa menimbulkan kasus kanker mu­ lut, hidung, lidah, dll. Disamping itu, uap yang dihasilkan sangat luar biasa banyaknya seperti menyemprot. Menurutnya, seharusnya, Balai POM Bali dan Dinas ke­ sehatan Bali, memberikan per­

hatian lebih. “Kalau sudah masuk ke remaja kita sama saja mene­ mukan dua masalah. Pengen­ dalian rokok konvensional belum beres, sekarang ada lagi rokok elektrik. Saat ini, penjualan rokok elek­

trik masih dalam sistem klaster. Mereka membentuk komunitas pengguna. Ini menjadi satu tren membentuk komunitas baru. Dalam rokok konvensional sudah ada gambaran bahaya rokok dan aturan merokok, sementara, da­ lam rokok elektrik tidak ada. Produk ini beredar tanpa informasi yang mendampingi, bagaimana pun nikotin adalah zat adiktif yang harus dikendalikan. Sampai saat ini, belum ada upaya pengendaliannya. “Saya sempat baca, statemen BPOM, produk ini belum prioritas untuk dilaku­ kan pengawasan, pengujian layak edar, dsbnya. Tapi kita sebagai penggiat kesehatan masyarakat, berharap jangan sampai ter­ lambat,” kata Kerta Duana. Ia menilai, fenomena sudah ada, jangan menunggu lebih sulit un­ tuk dikendalikan. “Semakin dini pengendaliannya, akan jauh lebih bagus. Kita bicara aset bangsa. Sistem penjualannya masih terklaster, intervensinya jauh lebih mudah. Ini sangat mungkin dilakukan control, gerak cepat itu harus dijadikan satu priortitas bagi pemegang kebijakan,” saran­ nya. –Wirati Astiti


10

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Perkembangan dunia fotografi kian ­bergulir. Tren ini membuat ­peminat-peminat baru di bidang fotografi makin bermunculan, terutama anak muda. Berbagai kontes fotografi pun digelar untuk ­mewadahi minat para penghobi ini. Salah satunya Rally Photo Competition yang ­diadakan di Secret Garden Village Bedugul, Sabtu (20/8).

Secret Garden Village

Kreasi

Gelar Rally Photo Contest

D

arren Firmansyah, Marcomm Manager Secret Garden mengatakan Rally Photo Contest (RPC) 2016 ini merupakan kontes fotografi yang pertama digelar di Secret Garden Village. Sebagai salah satu destinasi wisata baru di Tabanan, RPC 2016 digelar untuk memfasilitasi para fotografer dan para penghobi yang baru tertarik pada seni fotografi. “Kami di Secret Garden punya bangunan dengan arsitektur dan konsep yang berbeda. Kebetulan seni fotografi itu sedang nge-hits. Jadi

Pemenang Rally Photo Contest

Style

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Busana dan Aksesori yang Elegan Pada pagelaran “Hipmi Fashion Week” di Beachwalk beberapa waktu lalu, ­Komang Tri, desainer perhiasan papan atas Bali ini mengusung “White Summer Breeze” sebagai tema besarnya. Dilengkapi busana dari Uluwatu, untaian mutiara cantik karyanya terlihat sangat indah dan elegan.

R

Para peserta Rally Photo Contest

kita fasilitasi minat para penghobi fotografi itu dengan menawarkan beberapa spot yang oke untuk mengambil foto,” jelasnya Kontes fotografi tersebut juga sejalan dengan konsep dari Secret Garden yang mengedepankan desain arsitektur yang unik, disertai dengan landscape bukit dan pemandangan khas Bedugul. Dengan demikian, diharapkan Secret Garden juga bisa menjadi pilihan para fotografer untuk berburu foto. “Di kontes ini peserta juga dipersilakan untuk menjawab clue-clue dari para juri lalu mengambil foto di spot yang telah ditentukan. Kedepannya kami juga akan bekerjasama dengan komunitas-komunitas fotografer yang ada di Bali agar nantinya event bisa diadakan

secara reguler,” paparnya. Gramy, Ketua Panitia Rally Photo Competition mengatakan kontes ini memang dikhususkan untuk para pemula yang memiliki minat yang tinggi pada seni fotografi. Adapun acara ini juga melibatkan anggota dari beberapa komunitas fotografi serta siswa dari beberapa sekolah, termasuk Lentera Kasih. “Kontes ini juga mengajak para peserta didiknya untuk turut berpartisipasi mengasah kreatifitasnya. Agar nantinya tidak hanya berprestasi di akademis tapi juga di non-akademis, “ tuturnya. Kontes tersebut diharapkan dapat digelar secara rutin. Disamping sebagai ajang kompetensi, acara tersebut juga sekaligus untuk semakin men-

genalkan Secret Garden kepada publik. “Di Secret Garden itu ada beberapa spot yang strategis dan menarik untuk photo hunting. Jadi hal ini juga sekaligus untuk mempromosikan Secret Garden di kalangan komunitas fotografi,” jelasnya Rally Photo Contest 2016 di Secret Garden dimenangkan I Made Bagus Dwitanaya sebagai juara I, Komang Arnawa sebagai juara II, dan I Gusti Agung Bagus Jaka sebagai juara III. Juara I mendapatkan uang tunai Rp 2 juta dan voucher belanja Rp 1 juta. Juara II mendapatkan uang tunai Rp 1 juta dan voucher belanja Rp 1 juta. Juara III menadapatkan uang tunai Rp 750 ribu dan voucher belanja Rp 1 juta. -kmb

upanya, perancang mahkota beberapa ajang kecantikan dan motivator untuk menginspirasi UKM dan anak muda ini, di -endorse sebuah perusahaan Mutiara Base di Australia, Atlas Pearl, dan ini menjadikannya sangat suka sebab kualitas mutiaranya bagus dan merangkainya pun mudah. Sementara itu, desainer muda lainnya Gung is dengan brand “Agung Istri Sari Dewi private collection”, mengadirkan tema “Eclipse” untuk koleksinya kali ini. Karyanya ini terinspirasi dari fenomena gerhana bulan (eclipse), dengan semburat kuning keemasan dan dominasi hitam. Desainnya cenderung menampilkan fenomena magis, misterius namun tetap elegan, namuntidak meninggalkan sisi feminin sebagai ciri khas desain Agung Istri Sari Dewi Private Collection. Pemilihan endek sebagai bahan yang dominan selain brokta , demi mengangkat

Komang Tri

Gung is

dan melestarikan kain tradisional kebanggan Bali ini. Koleksi gaun malam dan cocktail ini menonjolkan detil elegan di bagian leher dan dada dengan cut-

ting yang tidak rumit. Ketiga model karyanya ini cocok dikenakan untuk acara malam maupun acara sore, baik untuk pesta, gala dinner, maupun acara prom night. –Sri Ardhini

Eclipse by Agung Istri Sari Dewi

SEMINAR MERAIH SUKSES DARI BISNIS LEMBAGA KEUANGAN & PROPERTY Jika Anda Selalu kehabisan M o d a l U n t u k B i s n i s , S a a t nya Anda punya Lembaga Keuangan Sendiri !!! Bisnis lembaga Keuangan, sebut saja (Bank, BPR, BPD, Koperasi) terbukti menjadi bisnis idaman dari banyak Pengusaha besar baik di tanah air maupun di luar Negeri. Banyak Pengusaha sukses di Indonesia yang berkembang cepat karena mereka didukung oleh Lembaga Keuangan yang sangat Bagus. Kita amati para konglomerat Indonesia, Kebanyakan dari mereka pasti punya Lembaga Keuangan sendiri. Hal ini wajar saja karena bisnis Lembaga Keuangan memiliki pasar yang sangat besar. Bahkan semua bisnis pasti membutuhkan Lembaga Keuangan untuk memperlancar transaksinya dan sebagai partner dalam bisnisnya . Hal yang menarik adalah keuntungan yang bisa diraih dalam suatu bisnis Lembaga Keuangan juga sangat besar dan tak terbatas. Menarik bukan, kalau Anda sekarang bisa punya Lembaga Keuangan sendiri? Dan kabar baiknya Anda bisa mempunyai hal itu. Dengan visi melahirkan Lembaga Keuangan baru di Indonesia, kami akan mengadakan Seminar “Meraih Sukses Dari Bisnis Lembaga

Keuangan & Bisnis Property”. S e m i n a r a ka n d i s a m p a i ka n oleh Mr. ANGKASA WIJAYA, S.E. Pengusaha Sukses yang telah berpengalaman di bidang Lembaga Keuangan, salah satu Founder dari KSU Artajaya yang telah berkembang dengan ASET puluhan Milyar & Pemilik Sekolah Pramugari, sekaligus Pengusaha Property. Dalam Seminar ini Anda akan belajar mengenai Profit Tersembunyi dari Bisnis Lembaga Keuangan, Strategi Mendirikan Lembaga Keuangan Pasti Untung, Cara

Mudah mendapatkan Program Bantuan Pemerintah Untuk Lembaga Keuangan,Tips & Trik Mengelola Lembaga Keuangan secara aman & Menguntungkan, Cara mendapatkan Modal Milyaran, t a n p a s u r v e y Ta n p a A g u n a n , Ra h a s i a M e n ga p a O ra n g K aya Memiliki Lembaga Keuangan sendiri, Membangkitkan Bisnis Lembaga Keuangan yang Stagnan, dan masih banyak lagi yang lainnya Seputar Lembaga Keuangan & Bisnis Property. Seminar akan diadakan di Kota

Denpasar, Hari SABTU, 03 SEPT 2016 jam 14.00 – 18.00 di Hotel ASTON-DENPASAR ( Jln.Gatsu Barat 283 ). Tiket Rp. 100.000,/ org, & Rp. 250.000,- / 3 org, Pembayaran bisa melalui Transfer Ke BCA 0330081210 a.n DEDI HERMANTO (Bukti Transfer ditukar tiket saat seminar). Untuk pendaftaran KETIK : DAFTAR LEMBAGA KEUANGAN / NAMA / KOTA Kirim ke 081- 234 – 042- 468. Info lanjut bisa hubungi nomor tersebut. Sukses Buat Kita Semua.

15

By: Komang Tri Jewellery

By: Komang Tri Jewellery

By: Komang Tri Jewellery

Eclipse by Agung Istri Sari Dewi

Eclipse by Agung Istri Sari Dewi


16

Edukasi

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

“Wisuda adalah kata-kata terindah bagi kami setelah 4 tahun menjalani perkuliahan di IKIP PGRI Bali. Tidak ada lagi cerita mengejar dosen pembimbing hanya untuk mendapatkan tiga huruf, ACC. Semua itu akan menjadi kenangan terindah bagi kami akan kampus tercinta IKIP PGRI Bali”. Demikian sekelumit kesan dan pesan yang disampaikan perwakilan wisudawan, Kadek Lia Wulandari.

Dies Natalis XXXIII dan Wisuda XXXVII IKIP PGRI Bali

Cetak Calon Guru Multitalenta

M

ahasiswi lulusan terbaik dengan IPK 3,97 (predikat pujian) dari Program Studi Matematika tersebut juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada lembaga. Karena, sebagai lembaga pencetak calon guru, IKIP PGRI Bali juga membekali mahasiswanya dengan berbagai keterampilan, seperti jurnalistik, pewaraan, kewirausahaan, dll. Sehingga, ketika tak berhasil menjadi guru, alumninya memiliki peluang bekerja di sektor lain. “Kami dicetak menjadi calon guru yang multitalenta Kami dididik dengan cinta kasih, kami harus mempunyai kode etik dan pribadi yang luhur karena di dada kami disematkan pesan untuk membawa perubahan bagi bangsa ke depan,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengatakan bangga menjadi bagian dari IKIP PGRI Bali yang menunjukkan komitmennya

Rektor IKIP PGRI Bali mewisuda 653 orang, Kamis (25/8) di Inna Grand Bali Beach, Sanur

dalam mendukung pelestarian dan pengembangan budaya Bali dengan membebaskan uang SPP bagi jurusan Bahasa Bali dan jurusan lain yakni Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Serta Jurusan Pendidikan Sejarah. Bebas uang gedung dan juga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Ketua umum PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. yang terbang langsung dari Jakarta khusus untuk menghadiri acara Dies Natalis XXXIII dan Wisuda XXXIII ini mengatakan, ia yang se­

Penyerahan buku “33 Tahun Berdirinya IKIP PGRI Bali” oleh Dr. Unifah kepada para pendiri IKIP PGRI Bali

Pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Arthanegara yang diserahkan kepada Rektor Made Suarta

ring diundang dan menghadiri acara yang sama oleh kampus lain, mengaku merasakan sesuatu yang lain di IKIP PGRI Bali. Apalagi setelah membaca buku “33 Tahun Berdirinya IKIP PGRI Bali” yang saat itu diluncurkan. “Ternyata yang membedakan adalah passion-nya, rasa kecintaannya, rasa ketulusan, keasliannya, pengabdiannya, dan kemauannya untuk terus belajar sehingga menghasilkan mahsiswa yangberkualitas dan keren seperti kalian,” ucapnya bangga. Ia juga menyebut Rektor IKIP PGRI

Penyerahan penghargaan kepada lulusan terbaik oleh Rektor didampingi pihak bank sponsor

Desa Kedisan

Meski belum resmi sebagai desa wisata, tetapi Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar sudah biasa dikunjungi wisatawan. Ada yang sekadar berjalan-jalan melihat dan merasakan aktivitas budaya masyarakat, ada juga yang bersepeda melintas dari banjar satu ke banjar yang lain hanya menikmati suasana desa itu. Mereka juga banyak memilih desa ini sebagai tempat dinner dengan atraksi seninya. Jika dibandingkan dengan desa lain, Desa Kedisan memang memiliki keunggulan. Desa ini berada sangat dekat dengan destinasi wisata Ubud. Suasana sejuk, alam masih asri, penduduknya ramah dan memiliki komitmen dalam hal melestarian budaya juga lingkungan. “Desa Kedisan terkenal dengan kerajinan berbahan kayu serta memiliki kesenian langka yang masih hidup sampai saat ini,” kata Bendesa Adat Kedisan, I Gusti Ngurah Widyantara (44). Desa Kedisan memiliki hutan seluas 7 hektare yang didominasi de­ ngan tanaman lokal yang tergolong langka. Di sana ada telaga dengan mata air suci yang merupakan beji, tempat masyarakat untuk menyucikan pretima (benda sakral). Di kelili­ ngi persawahan hijau, serta melintas air Tukad Taman Kelod dan Tukad Danu Buung yang berliku. Airnya jernih, sehingga ikan-ikan lokal kecil terlihat jelas. “Di areal inilah sering dimanfaatkan wisatawan untuk trekking,” ucap Widyantara.

Bali Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. ini memiliki perpaduan yang unik. Ia seorang akademisi (ilmuwan) yang juga seorang seniman (budayawan) sehingga cara mengelola kampusnya pun pasti berbeda dan unik dari kampus yang lain,” ucapnya seraya menegaskan bahwa IKIP PGRI Bali adalah IKIP terbaik di antara 54 perguruan tinggi PGRI se-Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan dana hasil dari gerakan spontanitas para wisudawan yang terketuk hatinya mendengar rekan

Penyerahan penghargaan kepada dosen yang baru meraih gelar doktor dan pegawai terlama

Lestarikan Gambuh sebagai Ikon hingga saat ini. Kesenian ini selalu dipentaskan setiap piodalan di purapura yang ada di desa tersebut. Gambuh yang didukung 30 penari yang berprofesi sebagai petani itu juga pernah pentas di Swis dan Perancis. “Gambuh ini merupakan kesenian sakral. Gelungan Panji disungsung di Pura,” tegasnya. Penjabat Perbekel Kedisan, ­I Wayan Darmayasa mengatakan, Desa Kedisan juga mempuyai kesenian Leko langka dengan iringan gamelan

Selama trekking, wisatawan dapat melihat aktivitas petani dalam menggarap lahan persawahannya dengan budaya gotong-royong yang masih tampak kental. Auranya terasa beda, karena di sekeliling hutan itu terdapat beberapa Pura. Di sebelah kanan dan kiri merupakan tebing indah. Dapat menyaksikan berbagai burung, kadal, capung, kupu-kupu, dan jenis serangga lainnya. Medannya tak terlalu berat, sehingga bisa ditempuh oleh anak-anak.

Pada hari-hari tertentu, wisatawan asing juga melakukan dinner di Puri Kedisan yang ada di lingkungan desa ini. Sambil menikmati kuliner khas Puri Kedisan, wisatawan juga disajikan atraksi seni seperti tari gambuh dan tari-tarian Bali lainnya. “Kami juga memiliki kesenian langka yang juga menjadi ikon,” ungkapnya. Jenis kesenian yang tergolong langka adalah kesenian Gambuh. Dramatari gambuh ini merupakan warisan leluhur yang masih lestari

mereka, seorang guru di Makassar yang dianiaya orangtua siswa. Dana yang terkumpul tersebut diserahkan langsung perwakilan mahasiswa didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. kepada Ketua umum PB PGRI Dr. Unifah. Sementara Koordinator Kopertis Wilayah VIII (Bali-Nusra) Prof. I Nengah Dasi Astawa menegaskan untuk bisa berumur panjang, sebuah lembaga pendidikan harus terus melakukan perubahan dan berkembang. Hal tersebut juga berlaku untuk IKIP PGRI Bali. Karena itu, ia terus mendorong IKIP PGRI Bali untuk berkembang menjadi universitas. Dalam acara Dies natalis XXXIII dan Wisuda Sarjana XXXIII IKIP PGRI Bali, Kamis (25/8) di Inna Grand Bali Beach, Sanur tersebut, Rektor Made Suarta mewisuda 653 orang. Diserahkan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik yang dua lainnya adalah I Gede Suartama dari Prodi Bahasa dan Satra Bali, dan Putu Yudi Surya Pratama dari Prodi Penjasrek; mahasiswa berprestasi, dosen yang baru meraih gelar doktor, dan penghargaan kepada pegawai terlama. Diisi juga orasi ilmiah oleh Dr. Ida Ayu Iran Adhiti, M.Hum. –ten

Kembang Kirang merupakan satusatunya ada di desa itu. Yang banyak dikenal wisatawan, Desa Kedisan sebagai penghasil kerajinan tangan dengan bahan kayu, seperti berbentuk patung garuda, burung, ayam dan lainnya. Hasil kerajinan ini dipesan langsung oleh wisatawan, tanpa melalui calo. Bahkan, turis itu memiliki pelanggan sendiri. Terkadang, desain itu dibawa langsung oleh wisatawan dan masyarakat hanya mengerjakan saja. Diantaranya berupa tempat tisu, tempat buah dan hiasan dinding, tempat kaset, dan asbak. “Sekitar 90 % penduduk kami berprofesi sebagai perajin. Sementara pekerjaan sebagai petani, kini menjadi profesi sambilan. Hal itu berbanding terbalik dengan zaman dulu,” imbuhnya. -Darsana

Dara Lahir dari keluarga yang kurang berada tidak membuat Ni Wayan Daliani patah semangat. Sejak menginjakkan kaki di SMK Bali Mandara ia mulai menunjukkan prestasi yang gemilang. Dalam peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI ia berhasil menjadi barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kabupaten.

i n a i l a D

Terbiasa Disiplin U

ntuk dapat menjadi anggota pasukan paskibra memang tidak mudah dan tidak semua remaja memiliki kesempatan yang sama. Berawal dari mengikuti seleksi di sekolah, ia mampu masuk ke dalam 10 besar siswa yang akan mewakili sekolah dalam seleksi di kabupaten. “Prosesnya lama sekali karena memang banyak yang mendaftar,” tutur perempuan berparas ayu tersebut. Gagal mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional sedikit membuat ia kecewa. Hal tersebut dikarenakan Dali tidak memenuhi standar tinggi badan yang ditentukan. “Meski tidak lolos tingkat nasional dan provinsi namun tetap bersyu-

S

E

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

kur bisa menjadi anggota Paskibra di kabupaten,” tambahnya. Berkat kerja keras dan latihan rutin ia berhasil terpilih menjadi pasukan delapan. Dibalik keberhasilannya, ternyata ia menyimpan banyak cerita yang tidak banyak diketahui orang. Salah satunya merasa minder dan tidak yakin karena tinggi badannya yang lebih rendah dengan yang lain. “Awalnya biasa aja tetapi lama-lama merasa kalau banyak saingan, soalnya dibariskan berdasarkan dari ketinggian, dan saya berada paling belakang,” ceritanya ditemui disela-sela jam istirahat sekolah. Sebelum terpilih menjadi pasukan pembawa baki, ia juga sempat mengikuti seleksi Danki namun gagal karena suara yang

X DU

memiliki mental dan karakter tangguh. Saat ini, pengalaman membawa bendera membuat dia menjadi pribadi yang pantang menyerah. Prestasi putri dari pasangan I Nengah Sedeng dan Ni Wayan Sulendri ini memang sudah terlihat sejak duduk di bangku SMP. “Sejak SMP memang sudah sering mengikuti berbagai macam lomba atletik,” ucapnya. Akan tetapi kecintaannya terhadap seni lukis membuatnya memilih jurusan Teknik Gambar Bangunan, bahkan ia sempat menjuarai lomba melukis yang

kurang keras. Uniknya, dalam seleksi pasukan delapan untuk membawa baki, perempuan kelahiran 21 September 1999 sama sekali tidak merasa gugup. Hal itu dikarenakan ia sudah terbiasa dilatih kedisiplinan, kesiapan mental, dan public speaking di sekolah. “Saya lihat teman-teman yang lain ada yang gugup, gemetar, tetapi saya yakin pasti bisa,” imbuhnya. Dari empat saingan, ia mencoba paling akhir dan akhirnya terpilih sebagai pembawa baki. Ia mengaku beruntung diberi kesempatan menempuh pendidikan di tengah kondisi keluarga kurang mampu. “Sebelumnya mendapat tentangan dari orang tua karena mereka belum tahu SMK Bali Mandara itu seperti apa. Namun ketika orangtua nonton di televisi mereka jadi tahu sekolah ini seperti apa,” ungkapnya. Bantuan Pemprov Bali, menjadikan siswi yang duduk di kelas XI ini

9

diselenggarakan oleh pemkab Karangasem. Dali tidak menampik jika cita-citanya kelak sangat bertolak dengan jurusannya yang diambil saat ini. Anak pertama dari empat bersaudara ini kelak ingin menjadi polwan. Meski demikian ia mengaku tetap mendalami jurusan yang telah diambil, namun ketika ada kesempatan akan dimanfaatkan menjadi anggota polwan. “Saat ini saya tetap akan menekuni dunia gambar, ketika lulus nanti akan saya coba menjadi anggota polwan,” pungkasnya. -Wiwin

Simakrama HUT ke-68 Bali Post Dalam rangkaian HUT ke-68 Bali Post, karyawan dan ke­luarga Kelompok Media Bali Post mengadakan Bakti Sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, penyerahan sembako kepada petugas DKP, donor darah, dan bazaar murah serta simakrama. Acara ini dilaksanakan Sabtu (27/8) di Gedung Bali Post. Ketua Panitia Made Sueca mengatakan acara melibatkan karyawan beserta keluarga. Anak-anak mengikuti lomba mewarnai dan menggambar, sedangkan orangtua bisa mengikuti tips kesehatan kulit dari dr. Laksmi Duarsa dan kursus singkat tata rias bersama Salon Agung. Acara juga dimeriahkan hiburan, dan penyerahan hadiah doorprize. –Ngurah Budi

Penyerahan sembako untuk petugas DKP

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

dr. Oka Negara, FIAS

Ingin Terapi Hormon

“Saya laki-laki, umur 70 tahun, saya merasa hormon saya sudah mulai menurun kare­ na sekarang mulai merasa lelah, letih dan tidak bersemangat sama sekali, padahal saya inginnya masih dapat beraktifitas harian secukupnya dengan baik. Apa saya bisa melakukan terapi hormon untuk kembali meningkatkan fungsi tubuh saya? Apa saja persyaratan dan apakah biayanya terjangkau? Terima kasih. “ (Bapak Komang,70) Pertama, saya sampaikan apresiasi luar biasa, karena biasanya kebanyakan laki-laki yang sudah memasuki usia tujuh puluhan sering kali merasa pasrah, membiarkan saja keluhan yang ada seperti yang ditanyakan sebagai proses menua yang harus diterima dan dijalani saja. Padahal perlu dipahami saat ini, penuaan itu bisa diperlambat atau malah dicegah, sehingga manusia tetap bisa produkstif di usia lanjut. Ilmu baru yang fokus mempelajari ini adalah ilmu kedokteran anti-penuaan atau antiaging medicine. Dan memang benar, salah satu yang membuat manusia menua adalah menurunnya kualitas hidup karena menurunnya level hormon jauh di bawah normal. Pemahaman tentang hormon masih banyak yang tidak benar di masyarakat. Masih banyak yang menyamakan antara cairan sperma dengan hormon, yang ini jelas keliru. Hormon adalah substansi kimia di tubuh yang diatur oleh mekanisme otak dengan target organ tertentu dengan peran yang sangat spesifik, misalnya yang saat ini paling populer adalah hormon insulin yang berperan mengatur keseimbangan gula darah. Tentang hormon yang ditanyakan, bisa dipastikan maksudnya adalah hormon testosteron, dan testosteron memang akan menurun seiring bertambahnya usia. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Secara keseluruhan, testosteron tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan seksual saja, tetapi testosteron diperlukan untuk membentuk otot, tulang, darah, energi, fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, fungsi kecerdasan dan kenyamanan secara umum. Dengan gejalagejala yang timbul jika seseorang mengalami penurunan kadar testosteron adalah meningkatnya lemak di perut sehingga akan terlihat perut membuncit, rambut yang mulai berkurang sehingga mengalami kebotakan, fungsi seksual yang menurun dengan tanda menurunnya dorongan seksual, tidak maksimalnya ereksi dan tidak merasakan orgasme yang baik lagi. Juga ada keluhan umum seperti gangguan tidur dan suasana hati serta penurunan rasa kenyamanan seperti lelah, depresi, bingung dan berkeringat di malam hari. Jika melihat adanya serangkaian keluhan tersebut maka perlu dipastikan kemudian antara tanda penurunan testosteron ini dengan pemeriksaan fisik yang lebih cermat oleh seorang dokter yang paham kesehatan seksual dan pengobatan hormon untuk selanjutnya dikonfirmasi juga dengan pemeriksaan laboratorium seperlunya dan proses penuaan ini yang menjadi penyebab terbanyak penurunan testosteron saat ini. Penurunan level testosteron pada usia lanjut yang disertai dengan gejala penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi reproduksi dan seksual sehingga menurunkan kualitas hidup, sering kali disebut dengan andropause.

Secara lebih sederhana, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penurunan testosteron atau tidak, bisa dilakukan deteksi awal dengan cara menjawab pertanyaan berikut ini: 1. Apakah libido dan dorongan seksual menurun akhir-akhir ini? 2. Apakah merasa lemas dan kurang bertenaga? 3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun? 4. Apakah tinggi badan berkurang? 5. Apakah merasa kenikmatan hidup mulai menurun? 6. Apakah sering merasa kesal atau mudah marah? 7. Apakah kekuatan ereksi kurang kuat? 8. Apakah merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga? 9. Apakah sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam? 10. Apakah merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja? Jika jawaban no 1 dan 7 adalah ‘ya’ atau ada 3 jawaban yang ‘ya’ selain pada nomor tersebut, kemungkinan kadar testosteronnya menurun. Tapi hal ini harus dicek lagi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Selanjutnya untuk mengatasi semua keluhan ini, saat ini bisa dilakukan dengan lebih efektif dan cepat dengan cara melakukan testosteron replacement theraphy, yaitu sejenis terapi dengan cara memberikan hormon testosteron yang fungsinya sama dengan testosteron alami di dalam tubuh, atau disebut dengan terapi suluh hormon. Jika memang dianggap perlu melakukan terapi ini, sebelumnya perlu dilakukan dan dipastikan dengan pemeriksaan hormon testosteron dulu untuk menilai sebelumnya berapa level hormon testosteron yang ada, sebaiknya yang diperiksa adalah level free testosterone dalam darah, tetapi untuk di Indonesia, agar lebih ekonomis, biasanya yang diperiksa adalah total testosterone yang diperiksa di pagi hari. Beberapa laboratorium sudah sanggup mengerjakannya. Tidak apa persyaratan lain yang berat, tinggal satu lagi mengesampingkan kemungkinan adanya risiko kanker prostat lewat pemeriksaan PSA. Ini semua bisa dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Terapi testosteron ada dalam bentuk pil atau gel untuk jangka pendek, dan ada juga melalui injeksi untuk jangka lebih panjang. Pengobatan ini berlangsung jangka panjang, sehingga harus terus dimonitor agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Tentang harga terapi ini, karena masih relatif baru dan belum banyak digunakan, memang relatif belum dapat dikatakan murah, tetapi dengan konsultasi yang terarah kemungkinan bisa dipilihkan solusi dan pilihan terbaik. Pemberian testosteron ini sesungguhnya tidak hanya meningkatkan fungsi seksual saja, tapi juga semua aspek yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup, aktifitas sehari-hari menjadi lebih semangat dan bergairah, hidup menjadi nyaman dan komposisi tubuh menjadi sehat dan bugar kembali. Tentu saja perlu didukung dengan pola hidup sehat, makan yang berimbang, olahraga yang cukup dan hindari stres.


8

Bunda & Ananda

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Sewa Mainan Bonus Konsultasi Memiliki bayi dan anak berarti menambah kegiatan orangtua. Tidak hanya merawat tetapi mengajak mereka bermain. Mainannya pun beraneka ragam. Kini, tak perlu harus membeli semua mainan. Orangtua bisa menyewa mainan yang diperlukan.

Rini Purwaningsih

S

ebagai orangtua, Netty ingin membelikan mainan untuk anaknya. Ia pun berkunjung ke beberapa toko mainan. Ternyata harga yang ditawarkan tidak sebanding dengan anggaran yang dia miliki. Selain itu, mainan itu memiliki batasan usia dan berat badan pengguna. “Saya mengurungkan niat untuk beli. Pertimbangan harga dan durasi pemakaian juga menjadi alasan. Kalau anak saya sudah besar, mau diapakan mainannya itu,” ujar ibu satu putri ini. Pengalaman yang sama diungkapkan Diah ketika buah hatinya lahir. “Awalnya merancang mau beli box bayi. Ternyata setelah dipikir-pikiran, kasian juga bayi ditidurkan terpisah. Untungnya, ada saudara yang punya box bayi. Kami dipinjamkan,” katanya. Memiliki barang-barang keperluan bayi dan anak-anak kini lebih mudah. Tanpa harus membeli, mainan bayi berbagai bentuk, box bayi, hingga stroler pun bisa didapatkan. Caranya dengan menyewa. Salah satu pemilik usaha penyewaan mainan adalah Rini Purwaningsih, S.Psi.

Beberapa mainan yang disewakan

“Saya menekuni usaha ini berangkat dari pengalaman. Waktu tinggal di Jakarta, saya sering menyewa mainan untuk anak saya. Ketika suami pindah tugas ke Bali, saya bingung. Ternyata di Bali susah nyari penyewaan mainan,” ujar perempuan yang mulai menetap di Bali tahun 2009 ini. Kesulitan ini pun diceritakan ke pemilik usaha mainan langganannya di Jakarta. Gayung bersambut, Rini disarankan membuka usaha ini di Bali. Sebagai pendatang baru yang belum mengenal wilayah, tentu saja Rini menolak. Suaminya, Imam Mahmudi pun sempat melarang dengan alasan risiko terlalu tinggi. Namun, desakan dan dukungan dari Jakarta dan melihat celah usaha yang baru, membuat alumnus Ilmu Psikologi Universitas YAI Persada Jakarta ini memberanikan diri mengambil peluang. “Saya pakai uang tabungan untuk membeli beberapa mainan dan perlengkapan bayi dan anak. Saya promo di media sosial, nyebarin brosur di toko perlengkapan bayi, lapangan, pokoknya segala upaya untuk mempromosikan usaha,” kenang perempuan kelahiran 10 September 1986 ini yang memakai nama Darel Rent Toys ini. Rini memulai dengan 10 mainan pada September 2013. Ia mengerjakan sendiri usaha ini, mulai dari daftar pemesan, pengiriman, keuangan, hingga

pembersihan. Kegemaran berkutat di dunia anak-anak dan pendidikan psikologi membuatnya menikmati usaha baru ini. Rini mengaku awalnya menekuni usaha ini untuk menambah jejaring relasi. Ternyata apa yang dihasilkan lebih dari itu. Ia bahkan bisa meraup rezeki dari usaha ini. Kini mainannya sudah lebih dari 100. Pengalaman menjalani usaha ini membuatnya belajar sabar. “Kadang ada konsumen yang cuek saja ketika saya mengirimkan mainan. Biasanya kakek-nenek. Maklum saja karena mereka kan ditugasnya menjaga cucunya. Te t a p i , lama kelamaan, malah saya diajak ngobrol tentang perkembangan anak. Bahkan, ada yang akhirnya hanya konsul-

tasi menyewa mainan,” ungkap psikolog yang berkantor di Biro Konsultan Psikologi Dian Selaras ini. Ibu dua putra, Dhafin Farsya Gaisan Mahmudi dan Fairel Atharizz Calief Mahmudi ini menambahkan, setelah sekian w a k t u , k o n s u m e n n y a b e rtambah. Namun, Rini hanya melayani wilayah Badung dan Denpasar saja. Itu pun dibantu

suaminya kalau konsumen berada di wilayah Denpasar Barat. Kalau dalam kota, ia mengantar sendiri setelah mengantar anak-anak sekolah. Kendala jarak membuatnya harus menolak pesanan

konsumen yang berada di luar Badung dan Denpasar. Kalau ada konsumen yang mau mengambil sendiri, ia mempersilakan. Kalau mau diantar, dikenakan biaya tambahan sebagai uang ganti BBM. Harga sewa ditetapkan mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan. Harga termurah, sofa bayi yang sewanya Rp 50 per bulan. Harga termahal ayunan dan prosotann termasuk roller coaster Rp 250 ribu per bulan. Rini mengaku harga yang ditawarkan sangat terjangkau. “Saya dan konsumen saling percaya. Karena prinsip ini, banyak yang memperpanjang sewa mainan. Dampaknya, waiting list makin panjang. Saya percaya rezeki sudah diatur Tuhan. Walaupun sekarang banyak usaha sejenis,

saya­­t idak ma­ salah,” ujarnya. Dari penuturan konsumen yang mayoritas ibu-ibu, Rini mendapat banyak pengalaman. Ada strolernya yang dibawa sampai ke luar negeri seperti Thailand, Singapura, dan Korea. Ada juga ibu-ibu yang berfoto dengan mainan tersebut lalu diunggah ke media sosial. Rini pun menjadikan bahan untuk diunggah juga sekalian promosi. - Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

PANEN BERAS DUA SAUDARA

Di sebuah desa hiduplah dua bersaudara kandung. Sang kakak bernama Sayong, sang adik bernama Sayang. Mereka berdua saling sayang dan sangat rajin mengolah tanah warisan orangtuanya. Sang Made Taro kakak mempunyai lima orang anak, sedangkan sang adik baru saja menikah. Sehabis panen, padi yang subur dan berlimpah-limpah itu dibagi dua sama besar. “Ada yang salah, istriku!” kata Sayong kepada istrinya. “Walaupun pembagian panen itu sama besar, namun tidak adil.” “Mengapa demikian, suamiku?” tanya istrinya heran. “Tanggungan kita memang lebih besar dari adikku. Kita bertujuh dan adikku berdua. Beras yang banyak itu berlebihan untuk kita. Sebaiknya sebagian kita serahkan kepada adikku yang baru berkeluarga. Ia perlu membeli banyak peralatan dengan menjual beras itu.” “Benar sekali, suamiku!” jawab istrinya. Tengah malam kemudian, Sayong menggotong sekarung beras ke rumah adiknya. Beras itu ditumpahkannya di gudang beras tanpa setahu pemilik rumah. Keesokan harinya pagi-pagi benar, sang adik, Sayang, melihat hasil penennya yang berlimpahlimpah itu.

“Ada yang salah, istriku!” kata Sayang kepada istrinya. “Walaupun pembagian panen itu sama besar, namun tidak adil.” “Mengapa demikian, suamiku?” tanya istrinya heran. “Kita hanya berdua. Buat apa beras yang berlimpah-limpah. Sebagian beras itu sebaiknya kuserahkan kepada kakakku. Bukankah ia bertujuh?” “Benar sekali, suamiku!” jawab istrinya. Tengah malam itu juga, Sayang menggotong sekarung beras ke rumah kakaknya. Beras itu ditumpahkannya di gudang beras tanpa setahu pemilik rumah. Hari berikutnya kejadian itu berlangsung lagi. Kakak-beradik yang saling sayang itu merasa mempunyai beras yang berlebihan. Sayong menyerahkan sekarung beras lagi untuk Sayang, dan Sayang menyerahkan sekarung beras lagi untuk Sayong. Pekerjaan itu dilakukannya tengah malam, tanpa sepengetahuan siapa pun. Pada malam ketiga, tepat tengah malam bulan purnama, dua orang laki-laki, masing-masing menggotong sekarung beras, meninggalkan rumahnya. Di tengah jalan mereka berpapasan. Karena malam remang-remang, mereka bertubrukan. “Siapa kau?” tanya laki-laki pertama. “Siapa kau?” tanya laki-laki kedua. Mereka saling mengenal suara itu, lalu saling bertatapan. “Kamu Sayong, ya!” “Kamu Sayang, ya!” Kedua saudara yang saling menyayangi itu menurunkan karung berasnya, lalu berpelukan.(Korea)

Griya

Rotan Lebih Bervariatif

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Kursi bahan baku rotan tak kalah peminatnya dengan kayu. Ini dikarenakan sifat rotan yang lentur sehingga sangat memungkinkan dibentuk bervariasi. Proses finishingnya pun sama dengan kayu, sehingga tinggal menentukan warna sesuai dengan nuansa yang ingin ditampilkan. Misalkan, warna cokelat, cokelat kekuningan, kuning dan krem untuk nuansa natural, atau justru memilih warna hitam, putih, atau abu-abu. Atau bahkan ada juga yang dibuat seperti warna kursi klasik dan antik.

“P

roses finishingnya sama dengan kayu,” tegas Sumidi, koordinator pekerja di Makmur Jaya Rotan yang berlokasi di Jalan Mertasari Kauh, Kerobokan, Denpasar. Beberapa tahapan dalam proses ini adalah pertama, diamplas halus dan diberi sanding sealer. Kedua, diamplas lagi, baru kemudian diwarna (bagi yang ingin warna tertentu) atau langsung diberikan pelapis akhir dengan menggunakan clear coating (cat transparan), bagi yang menginginkan warna natural. Ada beberapa model kursi rotan yang dipajang di tokonya, yang diberi nama sesuai bentuknya. Seperti model pikok/raja mata ayam yang sandaran kursinya dibuat besar seperti kursi raja, ada pikok silang, pup, dan model Amsterdam. Proses pembuatan sebuah kursi rotan dijelaskannya

mulai dari membuat rangka dari rotan batangan yang umumnya berdiameter 26, 28, 29, dan 31mm. Baru kemudian dibingkai dan dianyam dengan rotan cor (galar) yang berdiameter 14 mm atau dengan fitrit yang berukuran sepersepuluhnya rotan cor. Bentuk anyamannya pun bermacam-macam, ada yang menyebut motif mata ayam, motif rapat, dll. Rotan dengan beragam ukuran dan bentuk yang siap dipakai ini dikatakannya didatangkan dari Malang, yang asal aslinya dari Kalimantan. Selain kursi, Sumidi mengaku permintaan pasar yang masih lokalan, banyak meminta kap lampu dengan berbagai

model, seperti model nenas. Jatuhnya pilihan pasar pada bahan baku rotan ini tentunya atas pertimbangan banyak hal yang bisa dikatakan menjadi kelebihan rotan, yakni ringan, mudah dipindahkan, tidak patah jika jatuh karena sifatnya yang lentur, dapat dibuat dengan berbagai macam model sesuai dengan tren yang sedang booming, dan bisa tahan hingga 15 tahun jika tidak terpapar langsung sinar matahari dan terkena hujan. Namun demikian, rotan juga memiliki berbagai kelemahan. Mebel rotan rentan terserang serangga perusak, konstruksi rotan umumnya kalah kuat dengan kayu. : umumnya, bila dibandingkan dengan furniture kayu, konstruksi pada furniture rotan masih kalah kuat (lebih mudah rusak). –Inten Indrawati

Sumidi memperlihatkan kap lampu nenas

Beragam bentuk kursi rotan

Beragam bentuk anyaman rotan

17


SMK Bali Mandara (SKANDARA) secara perlahan namun pasti makin mengumandangkan diri sebagai sekolah kejuruan yang patut diperhitungkan. Sekolah dengan sistem asrama (boarding school) ini sudah berdiri sejak dua tahun silam.

M

enyikapi wacana sekolah sehari penuh dari Mendikbud, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK Bali Mandara Ketut Susila Widiarsana, S.Pd.,M. Pd., mengatakan SMK Bali Mandara sudah menerapkan sejak awal. “Di sekolah ini tidak lagi full tapi sudah all day karena pembelajaran kami mulai dari pukul 04.30 hingga pukul 22.00,” jelasnya. Menurutnya sistem pendidikan itu sangat bagus diterapkan asalkan didukung oleh fasilitas baik sarana dan prasarana yang memadai. “Karena full, makan harus diperhatikan baik guru maupun siswa, kemudian waktu yang begitu panjang juga harus diperhatikan sarana pendukung untuk siswa bermain,” tambahnya.

Sebagai sekolah berasrama, pihaknya harus merancang programprogram yang sesuai de­ngan kondisi fisik maupun kejiwaan siswa. “Memang yang menjadi kendala adalah tidak semua siswa dapat menerima kegiatan di sekolah,” ungkapnya. Untuk menghindari stres dan kejenuhan siswa pihaknya telah merancang program khusus yaitu transcendental meditation sedang­kan program pengembangan kesiswaan diisi dengan program kepemimpinan dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Dunia pendidikan saat ini memang menekankan pada pendidikan karakter. Meskipun siswa dan siswinya jauh dari orangtua namun pihak sekolah telah memiliki program khusus untuk menganti peran orangtua di rumah. “Kami terapkan program Gerha yang dalam bahasa Sansekerta berarti keluarga,” jelas pria kelahiran 1 November 1983 tersebut. Dalam sebuah Gerha akan ada beberapa anak yang akan menjadi saudara dan bapak ibu guru yang bernama Pita Mata yang berperan sebagai keluarga. “Dalam keluarga kecil itulah mereka akan didik seperti orangtua sendiri. Bahkan ketika ada masalahpun anak-anak dapat menyampaikannya kepada Pita Mata,” ujarnya. Dengan kon-

Ketut Susila Widiarsana, S.Pd.,M.Pd.

sep seperti itu, diharapkan meskipun siswa jauh dari keluarga akan tetapi tetap merasa satu keluarga yang baru. Susila tidak menyangkal, sebagai sekolah berasrama banyak kendala yang dilalui dalam penerimaan siswa utamanya di awal. “Awal masuk sekolah banyak siswa yang belum terbiasa dengan sistem sekolah berasrama sehingga banyak siswa yang home sick,” terangnya. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab dengan penerapan program Gerha sehingga anak-anak merasa memiliki keluarga yang baru. Selain itu, pihak sekolah harus dapat menyentuh hati para siswa sehingga mereka sadar akan motivasi masuk sekolah tersebut. Terakhir pihak sekolah harus menyediakan program-program yang tidak hanya meliputi akademik melainkan nonakademik juga. -Wiwin

Masalah pendidikan karakter terus dingatkan. Hal ini diungkapkan Rektor Undiksha, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. ”Kami sudah menerapkan pendidikan karakter sejak lama, boleh dikatakan itulah yang menjadi ikon Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha),” paparnya Kamis (25/8) sebelum memimpin sidang senat terbuka di kampus setempat. Sebagai perguruan tinggi terbesar di Buleleng, Undiksha diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik melainkan juga memiliki kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial. Terkait dengan persaingan dunia kerja dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), secara kurikulum, Undiksha sudah menyiapkan agar lulusannya mampu bersaing di dunia kerja. “Salah satu yang kami siapkan, sebagian bahkan hampir seluruh alumni kami minta mendalami salah satu bahasa yaitu Bahasa Inggris,” jelasnya. Menurut Rektor lulusan Universitas Negeri Jakarta tersebut Bahasa Inggris merupakan jendela dunia sehingga alumni tidak hanya mencari dan membuka usaha hanya di dalam

Fluktuasi Harga Tembakau Pengaruhi Keuntungan mengambil risiko. “Petani hanya belum yakin tetapi nanti pasti semua kendala tersebut akan teratasi dan jenis tembakau lain bisa ditanam sebab tembakau merupakan andalan Buleleng,” ucapnya meyakinkan. Selama ini jenis tembakau yang menjadi andalan hanya Virginia sebab jenis temabakau ini sudah sangat akrab dengan petani. Bahkan untuk penyiapan bibitnya, petani sudah mampu membibit sendiri. Menurutnya, fluktuasi harga tembakau sangat tergantung dari keuntungan yang diperoleh petani. “Kalau petani untung barulah menanam, kalau rugi, ya buat apa Ir. Ketut Nerda Drs. Putu Oka menanam,” jelasnya. Kondisi inilah yang mengakibatkan jumlah petani tembakau Tembakau merupakan salah satu tanaman di Buleleng dari tahun ke tahun semakin redup. musiman yang hidup dengan tidak memerlukan Pemutusan hubungan mitra kerja dengan perubanyak air. Jenis tanaman ini biasanya ditanam sahaan yang akan membeli tembakau petani pun ketika memasuki bulan Mei hingga November. menjadi salah alasan petani mulai berpikir untuk Di Buleleng, tanaman tembakau masih sangat menanam tembakau. Faktor cuaca juga merudiminati oleh para petani utamanya tembakau pakan alasan utama kerugian petani tembakau. Virginia. Jenis tembakau ini sudah ditanam sejak “Menanam tembakau itu butuh modal yang tidak tahun 1971 hingga sekarang karena proses pesedikit, kalau cuaca ekstrim seperti sekarang, meliharaan dan perawatannya yang tidak begitu ini membuat produksi membengkak sampai 30 rumit. Hal tersebut disampaikan oleh salah persen,” papar pria kelahiran Desa Baktiseraga seorang petani tembakau Drs. Putu Oka. Buleleng 14 Agustus 1951 tersebut. Pembina kelompok tani Gana Giri ini juga Selama masa panen, pihaknya akan mengomengatakan jika selama ini pihaknya sudah lah daun tembakau tersebut dengan dua cara mulai berpikir untuk mencari jenis tembakau yaitu diomprong (oven) dan dirajang (sisir). lain selain tembakau Virginia yang bisa ditanam “Paskapanen kami akan keringkan tembakau untuk meningkatkan kualitas produksi. Pria karena tidak ada yang menjual dalam keadaan yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Asobasah,” tambahnya. Dari hasil sebelumnya, siasi Petani Tembakau Bali (APTI) menemukan petani dapat menghasilkan 2,2 ton untuk satu tembakau Rajangan Hitam dan White Barley hektare tanaman tembakau. “Jika kurang dari untuk dikembangkan di Buleleng. akan tetapi jumlah tersebut, dapat dipastikan petani akan untuk menanam kedua jenis tembakau tersebut, merugi,”ujarnya. dirinya mengakui menemui kesulitan. Saat ini dua perusahaan yang masih menjadi “Kalau Rajangan Hitam harus ditanam di mitra kerjanya adalah Beringin Bali dan Gudaerah yang dingin sedangkan White Barley dang Garam. Hal ini dikarenakan jumlah lahan kami terkendala pangsa pasar yang jauh yaitu yang kian berkurang sehingga tembakau yang di Lumajang dan Banyuwangi,” ujarnya. Hal dihasilkan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut yang membuat petani tidak mau

perusahaan yang lain. “Semakin tahun jumlahnya semakin berkurang padahal tembakau Buleleng merupakan bumbu campuran tembakau lain untuk membuat rokok karena memiliki aroma yang khas,” lengkapnya. Terkait dengan wacana pemerintah pusat menaikkan harga rokok mulai menimbulkan keresahan di kalangan petani yang menghasilkan bahan baku rokok. Jika kebijakan ini benar berlaku, kemungkinan besar permintaan tembakau yang menjadi bahan baku utama rokok dari pabrikan akan ikut turun. Situasi ini berpotensi menimbulkan kerugian di kalangan petani itu sendiri. Pria yang akrab disapa Oka ini meyakini saat ini pihaknya belum merasakan dampak dari wacana tersebut sebab antara pihaknya dan mitra kerja sudah ada kesepakatan terkait jumlah tembakau yang dijual dan dibeli. “Mudah-mudahan tidak berdampak karena kami sebelumnya telah melakukan musyawarah,” tandasnya. CARI JENIS TANAMAN LAIN Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Kabupaten Buleleng Ir. Ketut Nerda mengungkapkan jika tanaman tembakau memang sangat banyak ditemui di Buleleng tersebar di daerah Gerokgak, Buleleng, Sukasada, dan Sawan. Untuk meningkatkan jumlah produksinya pihaknya mengatakan sudah ada standar teknis dalam pembudidayaan. “Kalau petani sudah melakukan sesuai dengan prosedur terutama dari segi pemukpukan pasti akan berhasil. Namun kalau faktor cuaca kami tidak bisa prediksi,” jelasnya. Terkait dengan wacana mahalnya harga

negeri. “Kami harapkan mereka dapat mencari kerja ke luar terutama di tingkat ASEAN,” ungkapnya. Rektor Jampel juga menambahkan, untuk membekali lulusannya memasuki dunia kerja, pihaknya tidak hanya memberikan kompetensi melalui intrakurikuler tetapi juga ketrampilan melalui ekstrakurikuler yaitu kewirausahaan. “Kami yakini ketika sudah lulus mereka akan mampu meningkatkan taraf hidupnya masing-masing,” ujarnya. Ia juga menambahkan agar mahasiswanya dapat berkiprah di dunia yang bukan kompetensinya karena itulah yang merupakan suatu keunggulan. “Orang matematika, fisika, kimia juga dapat berwirausaha,” tambahnya. Ke depan Undiksha berharap lulusannya dapat bersaing baik nasional maupun internasional sehingga dari segi kurikulum, sarana dan prasarana harus memadai. Hal tersebut disebabkan untuk dapat mengukur tingkat keberhasilan mahasiswanya tidak hanya dilihat dari intelektual saja melainkan juga kecerdasan lain. “Inilah yang harus kita dukung melalui kegiatan ekstrakurikuler,” pungkasnya. -Wiwin

rokoh, dirinya tidak menampik belakangan ini petani mulai khwatir permintaan tembakau akan turun. Situasi ini tidak bisa dihindari karena mahalnya rokok pihak pabrikan bisa saja akan mengurangi produksi rokok untuk dijual di pasaran. Menurut pria kelahiran 6 Juni 1960 ini secara logika, produksi rokok yang bekurang ini otomatis mengakibatkan permintaan bahan baku akan ikut turun, sehingga petani akan kesulitan untuk memasarkan hasil produksi perkebunan mereka. Dirinya mengiyakan jika harga rokok mahal dapat meningkatkan harga tembakau namun tetap saja produksi yang akan berkurang. “Memang ini masih tahap wacana, namun kalau benar saya kira dampaknya akan dirasakan oleh petani kita. Kalau harga rokok mahal pabrik akan membatasi produksinya dan bahan baku akan ikut berkurang,” katanya. Jika wacana tersebut memang benar terealisasi, pihaknya menghimbau para petani mulai mencari jenis tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis. Petani harus mampu melanjutkan usaha taninya meski harus mengganti jenis tanaman. “Petani pasti sudah bisa menentukan sendiri jenis tanaman lain apa yang dapat ditanam,” tandasnya. -Wiwin

K

easyikan penonton terlihat ketika perpindahan dari panggung satu ke panggung lain yang telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada waktu terisi penuh oleh jazz. Hal inilah yang membuat suasana pergelaran ini menjadi dinamis dan hidup serta mampu menjaga emosi penonton dari awal (sore hari) lalu menutupnya saat sunset dan kemudian dilanjutkan hingga tengah malam selama dua hari. Merupakan kepuasan tersendiri bagi para penonton dapat menyaksikan 19 musisi jazz yang ratarata tampil dengan lima lagu, selama dua hari. Di tambah satu lagi panggung di pintu masuk arah pantai Senggigi di sekitar lokasi parkir. Panggung yang menampilkan grup musik tradisional yang berakar pada tradisi namun dikemas dengan kreatif, salah satunya dari Rumah Budaya Paer Lenek (Lombok Timur) ini, merupakan panggung selamat datang untuk menyambut para penonton. Panggung jazz yang digelar secara gratis di tepi pantai menjelang sunset dengan penontonnya yang duduk di pasir serta di Senggigi Lombok ini telah memberi warna tersendiri bagi para penikmati musik jazz khususnya wisatawan dan masyarakat yang datang ke Senggigi. “Pesona Senggigi International Jazz & World Music Festival 2016” mencuri perhatian wisatawan

7

Ingat Jazz Ingat Senggigi

tkh/naniek

Salah satu panggung Senggigi JWM Festival 2016

foto:ABENK PAERstud

Teman Jadi Saudara, Guru Jadi Orangtua

Minggu lalu, daya pikat Senggigi mengantar sunset di penghujung hari Sabtu dan Minggu hingga menjelang tengah malam, demikian memesona. Pantai, pasir, sunset dan musik jazz telah menambah eksotika Senggigi menjadi semakin “seksi” sepan­jang dua hari itu. Dua panggung yang berdiri berhadapan di bibir pantai Senggigi yang menampilkan para musisi jazz lokal, nasional dan internasional, memberikan keasyikan tersendiri bagi penonton yang duduk di antara dua panggung tersebut. Pantai Seng­gigi yang menjadi lokasi acara penuh oleh penonton.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Imam Sofian, penggagas Senggigi JWM Festival 2016

Ais M. Mashoud

Altha Rivan

bahkan masyarakat umum yang berbondong-bondong membanjiri arena Senggigi JWM Festival 2016 selama dua hari berturut-turut, 20-21 Agustus 2016 lalu. Jika selama ini orang mengenal festival musik jazz digelar di beberapa tempat di tanah air seperti Prambanan Jazz Festival, Dieng Jazz Festival, Ijen Jazz Festival atau Ubud Jazz Festival, maka kini event tersebut bertambah satu lagi yakni di Lombok NTB, bertajuk

Senggigi JWM Festival. Meski event musik ini adalah pertama kalinya digelar di Lombok, namun secara umum penyelenggaraannya sukses. Lalu siapa di balik suksesnya Senggigi JWM Festival 2016 yang berhasil menjadikan event ini sebagai panggung musik jazz berkelas internasional. Adalah sepasang suami istri Imam Sofian dan Nuniks Gayatri, anak muda yang setahun lalu mulai bermimpi akan adanya panggung jazz berkelas internasional di Lombok. Keduanya bukanlah musisi melainkan penikmati musik termasuk musik jazz. Hal inilah yang membuat tentu saja mereka tidak dapat mewujudkannya tanpa berbagi mimpi tersebut dengan para musisi dan pegiat musik serta talenta-talenta lain yang dianggap mampu menterjemahkan panggung yang dimaksud menjadi mimpi bersama lalu mewujud menjadi sebuah kenyataan di tahun 2016. “Kami berdiskusi dengan banyak orang untuk bisa mewujudkannya dan membuat tim kecil 8 orang,” ungkap Imam Sofian, penggagas Senggigi JWM Festival 2016. Mereka punya waktu satu tahun untuk menyiapkannya. Dari sanalah tim kecil ini kemudian berkeliling dari satu event jazz ke event jazz

lainnya di Indonesia untuk mempelajari seluruh aspek penyelenggaraan festival jazz. Di antara orang-orang yang disebut hebat oleh Imam yang berperan mewujudkan mimpi bersama itu, ada Ary Juliant yang merupakan musisi kenamaan di Lombok yang dikenal dengan tour-tour gerilyanya yang telah menjelajah dari dusun-dusun, desa-desa hingga kota di tanah air bahkan telah sampai menggelar karya-karyanya ke Belanda dan Austria. Ary yang kerap tampil dengan kritik-kritik tentang lingkungan ini bahkan menjadi salah satu pengisi acara yang banyak mendapat sambutan dari penonton. Di samping Ary ada juga Bobo, Indras, Altha Rivan, Eva, Nuniks dan Dasep. “Kawan-kawan inilah yang awalnya menjadi tim kecil kami untuk menuju mimpi Lombok punya event jazz,” kata Imam. Kemudian bergabung Ais M. Mashoud, yang selama ini dikenal berpengalaman secara teknis menangani kegiatankegiatan besar di NTB. Kemampuannya menyelenggarakan event-event sebelumnya tidak perlu diragukan lagi karena ia memiliki banyak pengalaman sebagai EO. Karena itulah ia ditunjuk sebagai Project Manager Senggigi JWM Festival 2016. Selama persiapan hingga berakhirnya acara, Ais terlihat menjadi salah satu yang sibuk di lapangan. Dialah yang merancang konsep pergelaran secara teknis untuk memastikan pertunjukan berjalan sesuai rencana. Ais Mashoud memperlihatkan kualitasnya sebagai EO. Dari penyelenggaraan ini Ais menginginkan satu hal, bahwa orang kelak jika ingat jazz akan ingat Senggigi. “Ingat jazz, ingat Senggigi,” katanya singkat. Yang tidak kalah pentingnya ada Altha Rivan, Founder/Art Director PAERstud dan timnya yang kemudian menangani disain-disain komunikasi visual dari kegiatan ini sehingga menjadikan publikasinya penuh warna, sarat makna dan nilai dengan ciri khas Lombok yang kental. Nuansa tradisional namun bertajuk festival pada desaindesain publikasi Senggigi JWM Festival

Nuniks Gayatri di tengah penonton

foto:Haris Dimensi

foto:ABENK PAERstud

Siapkan Lulusan Hadapi MEA

Program Gerha

Story

foto:Haris Dimensi

Life

Edisi 916/29 agustus - 4 september 2016

foto:Haris Dimensi

18

Proses kreatif PAERstud mendisain media komunikasi visual Senggigi JWM Festival 2016

2016, terlihat begitu apik. Pilihan warna merah cenderung oranye mencirikan sunset Senggigi yang eksotis. Demikian pula dengan warna tosca dari filosofi air pantai. Dalam desain tersebut ada orang memakai atribut Sapuq Lombok tetapi main saksofon. Di samping itu ada ornamen seperti Gendang Beleq (alat musik tradisional Lombok) dan penari Gandrung Lombok. “Lombok punya cara sendiri untuk menyampaikan jazz,” ungkap Altha Rivan. Karakter tradisionalnya diangkat sehingga Senggigi JWM Festival 2016 diharapkan dapat menjadi event yang memiliki keunikan tersendiri. Jazz tidak lagi eksklusif tetapi bisa dinikmati semua orang bahkan bisa di pinggir pantai. Inilah yang ingin disampaikan Altha Rivan bersama timnya yang membuat desain Senggigi JWM Festival 2016. Pengerjaan huruf pada desain juga dibuat tangan-tangan terampil anak muda yang tergabung dalam PAERstud. Dalam membuat disain ini, Altha Rivan tidak semata-mata memikirkan persoalan artistiknya melainkan juga bisa sampai pada acara yang dimaksud sehingga ketika orang melihat posternya juga dapat memiliki gambaran tentang acaranya. Selama kegiatan berlangsung ada sekitar 45 orang panitia yang bekerja keras menyukseskannya. “Dari 45 orang itu ada 20 orang mahasiswa bahkan ikut menjadi panitia dengan sukarela,” ungkap Imam. Mereka ini rupanya ingin menjadi bagian dari ‘sejarah’ penyelenggaraan pertama kali Senggigi JWM Festival ini. “Semua tim dan panitia bekerja tanpa memikirkan profit melainkan lebih mengutamakan bagaimana event jazz ini bisa terlaksana dan dapat menjadi ikon Senggigi yang dapat dinikmati oleh para wisatawan yang datang ke Lombok khususnya di bulan Agustus,” ungkap Imam. Lombok kelak akan menjadi ajang kiprah bagi musisi jazz dunia adalah salah satu harapan dari Imam beserta seluruh tim kreatif yang terlibat dalam Senggigi JWM Festival 2016. Tampil dalam Senggigi JWM Festival 2016 antara lain, Tombstone, Dipa & Friends, The Datu Band, Novee Nhavan, Keroncong Bandini, Pipiet Tripitaka & The Jazz Kidding, Ary Juliant dengan “Bajigur Bluegress’, Bandini Koffe Jazzz Projet, Nissant Fortz, Rian Rusliansyah & Friend, dan Yura Yunita. Ada pula Bonita & The Hus Band, Ivan Nestorman. Dari Para musisi mancanegara tampil Log Sanskrit feat Banu (India), Cellomano (Venezuela), Danne The Riddim (Jepang) dan para musisi lainnya. Gelaran Senggigi JWM Festival 2016 telah mengawali panggung musik jazz Lombok yang akan terus berlanjut. Sekarang Lombok punya event jazz di bulan Agustus. Jika berkunjung ke Lombok di bulan Agustus, dapat liburannya dapat pula menonton jazz di Pantai Senggigi. -Naniek I. Taufan


6

Perempuan kelahiran Denpasar, 8 Juli 1970 ini, baru saja menyelesaikan studi doktornya di Program Pasca­ sarjana Kajian Budaya Universitas Udayana. Satu temuannya yang sangat fenomenal, Frangipani, The Secret Steps of Art Fashion. Temuan ini ia tuangkan dalam disertasinya yang berjudul “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”.

Tjok Ratna bersama Prof. Sulistyawati

I

Woman on Top

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

a melihat satu fenomena menarik, banyak sekali produsen fashion kecil (ceruk) di Kuta, tapi memberi dampak yang besar bagi Indonesia bahkan internasional. Bukan hanya fenomena ini yang ia lihat, namun, akhirnya ia mene­ mukan pengetahuan inovasi dari art fashion berdasarkan identitas budaya Bali. Tertuang dalam 10 langkah rahasia ketika menciptakan satu produk art fashion. Dengan konsep fully handpainted (teknik melukis menutupi seluruh permukaan tekstil) yang merupakan implementasi

Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana

Temukan Frangipani, The Secret Steps of Art Fashion dari Frangipani, the secretsteps of art fashion. Frangipani, dalam istilah lokal yang juga berarti bunga Jepun adalah ikon kabupaten Badung yang menjadi area penelitian Tjok Ratna Cora. “Ini adalah sumbangsih pemikiran saya kepada area penelitian dan juga kepada Bali pada umumnya”, ujar perempuan yang akrab disapa Tjok Ratna. Untaian huruf memiliki makna terurai dalam 10 tahapan penciptaan produk art fashion, yaitu (1) Finding the brief idea based on balinese culture/menemukan ide pemantik berdasarkan budaya Bali, (2) Researching and sourcing of art fashion/riset dan sumber seni fashion), (3) Analizing art fashion element taken

from the richness of Balinese culture/ analisa estetika elemen seni fashion, (4) Narrating of art fashion idea by 2D or 3D visualitation/menarasikan ide seni fashion ke dalam visualisasi dua atau tiga dimensi, (5) Giving a soul Taksu to art fashion idea by making sample, dummy, and contruction/memberikan jiwa –taksu pada ide fashion melalui contoh sample dan konstruksi pola, (6) Interpreting of singularity art fashion will be showed in the final collection/ menginterpretasikan keunikan seni fashion yang tertuang pada koleksi final, (7) Promoting and making unique art fashion/mepromosikan dan membuat seni fashion yang unik, (8) Affirmation branding/afirmasi merek, (9) Navigating art fashion production by humanist capitalism method/mengarahkan produksi seni fashion melalui metode kapitalis humanis, (10) Introducing the art fashion business/memperkenalkan bisnis seni fashion). Ia mengatakan, sepuluh tahapan perancangan produk fashion global dan pakaian yang berdasarkan identitas budaya Bali lahir dengan melihat keunggulan diversitas Bali. “Keanekaragaman hayati seni budaya menjadi sumber ide di setiap penciptaan produk fashion global dan pakaian. Dengan demikian, pada akhirnya memiliki daya saing global dan menjadi jembatan budaya yang berkarakter bangsa Indonesia,” ujar Ketua Program Studi Desain Mode,

Musim yang tidak menentu... antara panas ,.. hujan,... angin,... dan kadang hembusan udara yang dingin. Itu menjadi salah satu penyebab seseorang menurun daya tahan tubuhnya dan akhirnya jatuh sakit. Ketika itu pula orang harus mencari solusinya dengan mencegah, bagi yang belum terjangkit dan mengobati jika sudah terlanjur sakit. Pembaca setia “Dhani’s Art In Service”, dalam layanan sering sekali kita mendengar “Penyakit Layanan”. Sebagian besar orang tahu penyakit layanan itu seperti apa. Bahkan dalam sebuah survei membuktikan bahwa tidak kembalinya pelanggan itu 68 % disebabkan karena “perilaku yang tidak menyenangkankan kepada pelanggan yang dilakukan oleh staffnya” ( Michael Leboufel, How to Win Customer and Keep Them for Life (2000)). Kalau sudah demikian sebenarnya apa yang mesti dilakukan perusahaan? Seperti judul di atas, “Diagnosa dan Mengobati”, kita sudah semestinya mendiagnosa terlebih dahulu, agar ‘penyembuhan’dapat dilakukan dengan baik. Dari beberapa pelatihan dan training di’hadapan ribuan orang dalam materi yang saya bawakan yaitu ‘service’, banyak yang bertanya dan mengeluhkan atau lebih bekennya “curhat “ tentang kondisi layanan di tempat kerja mereka. Haa... Ini sangat menarik bagi saya. Contoh cerita seperti ini. Seorang ibu dengan muka yang masam dan sedikit emosi meninggalkan sebuah rumah makan. Ternyata setelah saya tanya jawabannya sangat mengejutkan “ Saya menyesal memutuskan makan di rumah makan ini. Sudah makanannya tidak enak, penyajiannya sangat lama. Masa saya harus menunggu kebih dari 1 jam untuk memesan 1 porsi mie ayam??? “ Waaah.... Bisa dibayangkan... Bagaimana ibu itu memilih rumah makan itu karena ajakan dari iklan yang diperlihatkan dengan mewah di depan gedung rumah makan. Ditambah lagi dengan flyer dan iklan yang disebarkan lewat media. Tetapi setelah mencoba mendapatkan kekecewaan. Sebagai seorang yang dianggap “ expert” di bidang layanan, saya memberikan diagnosa terhadap penyakit layanan yang saya hadapi dari pertenyaan peserta. Hmmmmm... Coba kita urai... Ada 3 komponen sebenarnya yang dapat membentuk budaya layanan agar membuat pelanggan merasa nyaman, puas dan tentu akan kembali kepada kita. Ketiga komponen itu sangat berkaitan. Mari kita urai satu persatu. Yang pertama kita sebut dengan SALES, kemudian yang kedua SERVICE dan yang ketiga OPERASIONAL. Dengan perumpamaan kekecewaan ibu tadi sebenarnya terletak dari mana ya?....... Ayo... Kita mulai dari yang paling pertama. Sales... Dari segi sales yang

Pria asal Tanah Karo, Sumatera Utara, kelahiran Binjai, 4 Febreuari 1962 ini, memang luar biasa. Anak dari Letkol. (Inf) Rasmin Sembiring Gurukinayan (alm) ini, meraih prestasi gemilang di rantau jauh dari kota kelahirannya.

B

Tjok Ratna bersama Prof. Sulistyawati

FSRD ISI Denpasar ini. Ia menilai, kesuksesan proses studinya tidak terlepas dari bim­bingan promotor dan co-promotornya, yakni Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt, Prof. Dr. Ir. Sulistyawati,M.S.,M.M.,M. Mis.,D.Th, dan Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum B a g i n y a P r o f . D r. I r. Sulistyawati,M.S.,M.M.,M.Mis.,D.Th merupakan tokoh wanita di Bali, yang sangat konsen dengan ilmu pengetahuan. “Prof. Sulis merupakan inspirator dan juga motivator bagi saya. Prof Sulis adalah orang yang sangat saya kagumi karena ketekunannya untuk terus belajar,” kata istri Ir. I Gusti

Ngurah Indra Ariadi Tjahjadi ini. Baginya, tiga formasi yang menjadi promotor dan co-promotor, sangat solid dan memberinya semangat serta dukungan demi kelancaran proses studinya. Prof. Arya Sugiartha yang juga merupakan rektor di ISI Denpasar, sekaligus motivatornya mendorong agar studinya cepat selesai. Begitu juga, Prof. Darma Putra, yang penuh perhatian dan dengan sabar membim­ bing, memotivasi, memberi dukungan sehingga penyelesaian karya tulis ilmiah disertasi terutama dalam melahirkan temuan, FRANGIPANI, the secret steps of art fashion.–ast

“DIAGNOSA & MENGOBATI”

Salam Senyum.....

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

ditunjukkan sampai orang itu mau mencoba apa yang kita tawarkan adalah merupakan sebuah keberhasilan. Tentu bisa didukung dengan flayer dengan gambar yang keren, kemudian neon box rumah makan yang terpampang jelas dan terang dengan gambar yang menggoda selera. Juga orang yang memasarkan dengan gencar sehingga membuat orang ingin mencoba masakan yang ditawarkan oleh tenaga sales yang sudah bersusah payah berjuang. Artinya dari segi sales sudah berhasil ya... Yang kedua service. Saya lihat semua penjaga rumah makan itu sangat ramah dan antusias untuk melayani pelanggan. Dari mulai tukang parkir yang siap sedia membantu memudahkan parkir pelanggan. Kemudian ada pelayan khusus yang membantu membukakan pintu, dan ada juga bahkan langsung memandu untuk duduk di meja yang sudah disediakan. Waaaahhh... Sudah memenuhi standar layanan rumah makan yang baik. Bahkan ketika memesan menu, si pelayan rumah makan menawarkan sambil menjelaskan masing -masing menu favorit yang sedang dipromosikan. Naaah.. Terus apanya ya yang salah sehingga pelanggannya kecewa seperti cerita ibu di atas? Ternyata ada satu yang ketinggalan dalam membentuk budaya layanan yang baik, yaitu operasional. Dalam operasional di sini kita kembali dengan cerita di atas tentang lamanya penyajian makanan dari sebuah menu yang dipesan. Tentu kita sekarang fokus dengan lamanya dari sebuah proses membuat “ mie ayam’ yang merupakan pesanan dari ibu tadi. Kita bertanya,.. Apakah mienya sudah disediakan,..?? Apakah bumbunya sudah disediakan dg lengkap ? Apakah potongan ayamnya sudah terpotong siap sedia? Apakah sayur sebagai campurannya sudah siap disajikan,?. Dan apakah orang yang mengerjakan sudah ada dan paham cara mengerjakannya ? Dan pertanyaan - pertanyaan lainnya muncul. Waaaah... terjawab ya.. bahwa ketiga komponen menciptakan budaya layanan itu harus menjadi satu kesatuan. Bahkan harus diurutkan dari mana yang paling penting agar terciptanya kepuasan pelanggan. Kalau saya malah urutan itu harusnya terbalik. Menjadi sangat penting bagi layanan kualitas yang baik dengan pertama ditunjang operasional yang baik. Bagaimana service itu tercipta jika operasional amburadul, lambat, tidak paham akan SOP, bahkan cenderung tidak peduli karena merasa orang back office yang tidak bersentuhan langsung dengan pelanggan. Jadi,.. pertama benahi operasional... kemudian service... selanjutnya adalah sales... Dengan ketiga urutan itu, budaya perusahaan terhadap komitmen service yang baik kepada pelanggannya bisa akan terwujud sesuai dengan harapan. Banyak perusahaan yang hanya menangani gejala penyakit layanan, tanpa mampu melihat sumber masalahnya. Akibatnya masalah akan berulang kembali atau muncul dalam bentuk yang berbeda. Bagaimana cara memulainya untuk perusahaan yang berkomitmen mengubah layanan menjadi lebih baik? Silakan hubungi manajemen kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

erbagai prestasi akademis dan jabatan pernah diraihnya. “Saya baru menjadi rektor di sini sejak 2013 lalu,” kata Rektor Universitas Widya Kartika, Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M. Si sambil menebar senyum khasnya. Dimata Murphy, menjadi rektor sebuah perguruan tinggi mempunyai kebanggan tersendiri. Karena di sinilah kaum muda ditempa dan dididik untuk menjadi seorang sarjana dan berilmu. Namun, tidak semua orang bisa meraih prestasi puncak tersebut karena mungkin keterbatasan dalam meraih persyaratan yang dibutuhkan. Jabatan rektor membuat Tania Depari, penulis buku Seratus Tokoh Karo yang Jadi Inspiratif, terpincut untuk memasukkan nama Murphy dalam buku yang terkenal di warga Tanah Karo tersebut. Dalam buku yang cukup tebal

membantu UNICEF di berbagai kegiatan dan tempat seperti di Toko UNICEF yang mulai dibuka pada Desember 2005. Toko ini menjual beraneka produk UNICEF seperti kertas surat, amplop, alat tulis, dan boneka. Semua hasil penjualan produk-produk ini disumbangkan untuk anak-anak Indonesia. Pada 2010, Ferry Salim membuka restoran pertamanya bernama “Shabu Slim”. Restoran berkonsep all you can eat and drink, shabu-shabu dan sushi ini, berlokasi di Central Park. Kini Shabu Slim sudah memiliki tiga cabang yaitu di Mall Central Park, Mall Kelapa Gading 2 dan Mall Kota Kasablanka. Restoran Shabu Slim adalah restoran shabu-shabu pertama di Indonesia yang menggunakan conveyer belts yang panjang beltsnya sampai

70 meter. Selain itu, restoran ini, tercatat sebagai restoran pertama di Indonesia yang membatasi waktu makan dan minum hanya sampai 1 jam 30 menit. Meski Ferry Salim sibuk dengan seabrek tugas dan pekerjaan, namun dia masih sempat membagi waktunya untuk meneruskan pendidikannya. Dia berhasil meraih gelar sarjana ekonomi. Akhir 1990 Ferry melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat. Sepulangnya dari sana Ferry menggeluti lagi dunia model yang sempat ditinggalkannya. Ferry menikah dengan Merry Prakasa, gadis yang telah dipacarinya selama 10 tahun, pada 1995. Dari pernikahannya, Ferry dikaruniai tiga anak yakni Brandon Nicholas Salim, Brenda Nabilla Salim dan Raoul Sebastian Salim. -Dona

Tokoh Tanah Karo yang Inspiratif keluarganya, membuat Murphy kecil berani merantau ke Bandung selepas pendidikannya di SD Jaya Pancurbatu pada 1970 dan SMPN I Kaban Jahe pada 1973. Di Bandung dia mengikuti pendidikan di SMA Kristen Bina Bhakti Bandung namun dilanjutkan pendidikan di SMA Negeri Bandung 1977. Dari Jawa Barat (Jabar), Murphy terbang jauh ke Papua untuk mengikuti pendidikan tinggi di Universitas Cenderawasih, Jayapura dan masuk Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajeman. Setelah menggenggam gelar sarjana ekonomi, Murphy, bertekad kembali ke Jawa dan

Ferry Salim Aktor Plus Pengusaha Pria kelahiran Palembang yang satu ini memang luar biasa. Betapa tidak, selain sibuk bermain di sejumlah sinetron dan layar lebar, dia juga ternyata seorang pengusaha restoran yang sukses. Ferry Salim, begitu nama pria yang dilahirkan di Palembang, 8 Januari 1967 ini. Kariernya berawal dari seorang model sejak dia duduk di bangku SMA. Selepas bangku pendidikan sekolah menengah atas, dia ditawari untuk bermain film maka jadilah dia sebagai seorang aktor film. Tidak hanya berhenti di situ, dia juga ditawari untuk menjadi MC di berbagai acara. Kariernya mulai melejit naik tatkala pria ganteng ini, membintangi film “Ca Bau Kan”. Dalam perjalanan di dunia perfilaman, Ferry telah bermain di lebih dari 60 judul sinetron dan lebih dari 15 film layar lebar. Pertama kali tawaran bermain sinetron datang dari Marissa Haque dan sutradara Enison

mengadu nasib di Kota Buaya, Surabaya. Dia berhasil menjadi dosen dengan status pegawai negeri sipil (PNS) dan diangkat menjadi dosen Kopertis Wilayah VII Jawa Timur (Jatim). Dia pun meneruskan pendidikan magister (S2) di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga dan berhasil meraih gelar. Belum puas dengan gelar S-2, Murphy melanjutkan pendidikan ke program S-3 di Universitas Airlangga (Unair) dan berhasil meraih gelar doktor dibidang ekonomi dengan predikat cum laude saat mempertahankan disertasinya di depan dewan penguji. Dengan tiga gelar sarjana yang

diraihnya itu, membuat banyak perguruan tinggi meliriknya dan memanggilnya untuk menjadi dosen luar biasa di perguruan tinggi mereka. Satu per satu perguruan tinggi dijadikannya sebagai lahan pengabdian ilmunya kepada para mahasiswa. Sederetan perguruan tinggi yang pernah dia masuki antara lain Universitas Airlangga, Universitas Katolik Darma Cendika, Universitas Dr Soetomo Surabaya dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Wijaya Putera. Dia juga dipercaya menjadi ketua forum Dosen Koperatis Wilayah VII Jatim. Selain menjadi dosen, Murphy juga aktif dalam berbagai lembaga sosial masyarakat, organisasi sosial dan bidang ekonomi serta memegang sejumlah jabatan penting lainnya. Murphy tercatat sebagai orang yang sangat peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) khususnya di Jatim. Berbagai jabatan dibidang koperasi pernah dia pegang. Dalam menjalani hidup dan karirnya, Murphy berpegang pada motto hidupnya yakni “Pada saya tiada semua jawaban. Dengan saya terbuka, semua kemungkinan together achieve more. Everyone. Moto kerjanya adalah “Berbuat baiklah kamu kepada semua orang, seperti kamu sedang menjalankan ibadahmu yang suci”.-Yosef Sintar

Dr. Murpin Josua Sembiring

itu pun, nama Murphy lengkap dengan fotonya terpampang disana dan dibaca oleh seluruh orang asal Tanah Karo yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia. “Yang masuk dalam buku ini adalah orang-orang asal Tanah Karo yang berprestasi dan tersebar di seluruh Indonesia dan dunia,” ujar Murphy, sambil memperlihatkan namanya dalam buku bersambul warna gelap tersebut. Pria berkaca mata ini memang berasal dari keluarga tentara yang selalu dituntun untuk disiplin dalam menjalani hidup. Berkat disiplin dan keberanian hidup yang tumbuh di tengah

Sinaro pada 1996. Dalam sinetron “Kembang Setaman”, Ferry bermain bersama Ida Iasha. Berawal dari sinetron inilah, Ferry mulai kebanjiran job. Sampai akhirnya pada 2002, Ferry bersama Lola Amaria, almarhum Alex Komang dan Niniek L. Karim membintangi film “Ca Bau Kan” yang disutradarai oleh Nia Dinata.

Dalam film yang diangkat dari novel karangan Remy Silado ini, Ferry berperan sebagai Tan Peng Liang. Peran itulah yang

membawa Ferry masuk nominasi The Best Actor Festival Film Asia Pasifik dan aktor favorit saat Festival Film yang berlangsung di Bali. Pada 2004, Ferry Salim ditunjuk oleh UNICEF (United Nations Children’s Fund) sebagai duta nasional untuk Indonesia. Menjadi duta UNICEF, Ferry kini sibuk dengan urusan i m u nisasi, kesehatan balita dan

19


20

Nine

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Inspirasi

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

5

Liliyana Natsir

Kado untuk Defile kader PKK mengawali kegiatan Jambore Kader PKK tingkat Provinsi NTB

Jambore Kader PKK NTB

Dorong Perubahan Menuju Keluarga yang Lebih Baik dan Berkualitas

Salah satu tujuan yang hendak dicapai oleh gerakan PKK yaitu memberdayakan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itulah progresivitas Tim Penggerak PKK baik yang berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, sangat dibutuhkan. 10 program pokok PKK yang pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, seperti penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat, menjadi landasan bagi organisasi wanita ini dalam membangun keluarga Indonesia yang kuat dan berkualitas.

T

im Penggerak PKK sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Mereka yang tergabung sebagai kader PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, namun menyediakan waktunya untuk kebutuhan PKK. Tentu saja dibutuhkan keikhlasan dan kemauan untuk mengabdi dengan sukarela demi kepentingan pemberdayaan kesejateraan keluarga di wilayah masing-masing, termasuk para kader di Nusa Tenggara Barat. Untuk menyatukan langkah dan membangun kebersamaan PKK NTB menyelenggarakan

Jambore yang dihadiri oleh kader-kader PKK se-Nusa Tenggara Barat pada tanggal 21-23 Agustus 2016 lalu. Kegiatan ini dinilai penting untuk membangun kekompakan dan soliditas Tim Penggerak PKK di 10 kabupaten/ kota se-NTB dalam mendorong perubahan keluarga menuju keluarga yang lebih baik dan berkualitas. Kegiatan yang dipusatkan di Mataram Nusa Tenggara Barat ini, selain mempertemukan perwakilan kader PKK se-NTB, juga merupakan ajang untuk menguji kualitas dan kompetensi para kader yang mewakili daerah masing-masing, melalui berbagai lomba di antaranya, lomba penyuluhan pola asuh anak,

lomba perumahan, penyelesaian masalah remaja dan anak dan ragam lomba lainnya. Jambore Kader PKK tingkat Provinsi NTB ini diikuti oleh 400 pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari 10 kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin mengungkapkan bahwa program unggulan yang dicanangkan oleh PKK diharapkan dapat dilaksanakan dan diterapkan di masyarakat dengan memberdayakan semua potensi yang dimiliki oleh para kader PKK di NTB dan bisa dikelola dengan baik. “Tentunya hal ini juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas karena peran para ibu sangat besar dalam menciptakan SDM yang berkualitas sejak anak dari kandungan hingga menjadi manusia yang mandiri,” ungkap Amin saat membuka Jambore ini secara resmi. Ketua Umum TP PKK Pusat, Dr. Erni Guntari Tjahjo Kumolo yang turut hadir pada Jambore ini mengatakan bahwa Jambore yang dilaksanakan ini merupakan wujud kebersamaan antara TP PKK dan kader TP PKK untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dikemas Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi (dua dari kiri depan) bersama Ketua TP PKK dalam suasana kegemPusat, Dr. Erni Guntari Tjahjo Kumolo (tiga dari kiri depan), Wagub NTB, biraan hingga mencipdan para Ketua TP PKK se NTB.

Hari-hari terakhir ini, Liliyana Natsir juga Tantowi Ahmad, terlihat sibuk. Mereka bukan sibuk ­berlatih badminton tapi sibuk menghadiri berbagai acara dan undangan pihak-pihak yang ingin mengapresiasi prestasi mereka di Olimpiade Rio de Janeiro, ­Brasil. Liliyana atau kerap dipanggil Butet oleh ­teman-temannya mengaku sangat sangat bangga juga bersyukur atas apresiasi masyarakat atas prestasi yang sudah mereka raih.

“J

adi meski capai, saya sangat bersyukur sekali atas apresiasi yang luar biasa dari masyarakat, pemerintah juga Menpora,” ungkap gadis tomboy ini dengan wajah berseri. Baik Butet maupun Owi (Tantowi), memang pantas berbangga hati. Betapa tidak, mereka bukan

takan kelembagaan yang kuat serta berdampak pada efektivitas pelaksanaan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. “Dengan pelaksanaan Jambore ini saya berharap TP PKK dan kadernya tanggap terhadap kondisi obyektif dan permasalahan yang dihadapi di daerahnya masingmasing sehingga pelaksanaan program dan kegiatan benarbenar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dapat dirasakan secara nyata,” ungkapnya. Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi juga mengungkapkan bahwa selain sebagai perpanjangan dari sosialisasi hasil Rakernas ke-8 dan rapat koordinasi PKK yang telah terlaksana beberapa waktu yang lalu, Jambore ini juga dilaksanakan untuk menyosialisasikan kerjasama antara TP PKK dengan Bank Indonesia agar ibu-ibu berpartisipasi pada gerakan perempuan anti korupsi. “Sesuai instruksi dari ibu ketua umum TP PKK dan ibu negara, diharapkan ibu-ibu PKK bisa mengambil bagian dalam gerakan perempuan anti korupsi, mulai dari mencegah diri dari secara tidak sengaja ikut, terlibat dan ambil bagian pada praktik-praktik korupsi hingga menyebarluaskan informasi tentang cara mengenali uang palsu,” ujarnya. Dan untuk menguatkan, memotivasi dan mengevaluasi kader-kadernya, TP PKK mengadakan lomba-lomba seperti

lomba penyuluhan pola asuh anak dan remaja, lomba penyuluhan pemanfaatan pekarangan rumah, lomba penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat serta lomba mendongeng yang dirasa sangat efektif dalam menyampaikan pesan moral dan mengubah perilaku anak. TP PKK juga bekerjasama dengan BKKBN, BPJS dan BNN untuk menyosialisasikan deteksi dini Kanker Serviks dan tentang bahaya narkoba. Jambore Kader PKK NTB ini dibuka dengan kegiatan defile yang melibatkan seluruh kontingen peserta yang berasal TP PKK se-Provinsi NTB di Lapangan Sangkareang Kota Mataram. Defile dilepas secara langsung oleh Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, sebagai tuan rumah. Defile yang berlangsung meriah ini diikuti oleh kader PKK dari 10 kabupaten/ kota se-NTB ini mengambil rute dari Lapangan Sangkareang Kota Mataram, dari di depan Bank NTB, menuju depan Kantor Walikota Mataram, Pendopo Gubernur, menuju Jalan Catur Warga, lalu kembali ke Lapangan Sangkareang. Selain defile dilakukan pula kegiatan senam bersama yang diikuti oleh 300 orang perwakilan kader PKK se-Provinsi NTB dan lebih dari 1.000 orang kader PKK yang berasal dari enam kecamatan yang ada di Kota Mataram. -Naniek I. Taufan

dalam sebuah siaran televisi membenarkan ‘keajaiban’ ini. Orangtua Liliyana yang ada di Jakarta dan hadir dalam acara penyambutan di Jakarta tampak sangat terharu memandang putrinya yang tengah sibuk menerima ucapan dari berbagai pihak. Raut bangga terpancar di wajah sang ayah, Benno Natsir juga ibunya, Olly Maramis.

Tantowi dan Liliyana merayakan kemenangannya

hanya sukses meraih medali emas di pesta olah raga paling bergengsi di dunia, namun juga berhasil mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade dari bulutangkis yang sempat terputus pada Olimpiade London 2012 lalu. Lebih dari itu, kata Liliyana yang juga disapa dengan panggilan Ci oleh sebagian temannya, momen kemenangan yang bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia ke 71 adalah sungguh luar biasa. Ini bukan saja ‘buah yang manis’ bagi dirinya, tapi juga kado terindah yang dapat diberikan mereka bagi Indonesia juga rakyat Indonesia. Baginya, ini merupakan torehan sejarah hidupnya yang tak terlupakan. Tuhan sudah mengatur kado indah ini lewat fakta-fakta yang bermunculan. Sebut saja misalnya, Liliyana/Tantowi berhasil memastikan kemenangan mereka dalam final pertandingan bulutangkis pada tanggal 17 Agustus tepat pada pukul 23.57. Yang lebih mengherankan lagi, tercatat jumlah shuttlecock yang dipakai selama 45 menit pertandingan adalah 17 kok. Terkait hal ini, Tantowi

Mata mereka tampak berkaca-kaca melihat hasil yang telah ditorehkan putri bungsunya. “Kalau ingat dulu, waktu masih kecil, dia selalu bersama saya. Kemanapun kami pergi dia selalu ikut. Mungkin karena anak bungsu, dia itu manja. Lalu kami bawa ke Jakarta pada usia 12 tahun untuk masuk klub bulu tangkis di Jakarta. Tadinya kami akan meninggalkan dia di asrama, namun saya tak tega, dia tak pernah jauh dari orangtua. “ “Akhirnya saya putuskan tinggal menemani di Jakarta sampai 1 bulan. Saya bantu mengurus segala keperluannya. Sampai akhirnya saya harus pulang ke Manado, dan ia pun menangis,” ungkap sang Ibu dengan nada haru mengenang masa-masa awal perjuangan anak bungsunya di Jakarta. “Dan kini dia telah berubah. Tampil kuat dan sangat mandiri.

Dia telah berlatih sedemikian rupa hingga menjadi seperti ini. Kami orangtua sangat bangga dan bersyukur,” kata Olly. Menurut Benno Natsir, aktivitas Yana—begitu panggilan sayang keluarga pada Liliyana--- di Jakarta begitu padat sehingga dia jarang sekali pulang kampung. Terakhir dia pulang 2013 lalu. Karena itu dia berharap, setelah menyelesaikan semua kesibukannya di Jakarta, Yana berkesempatan pulang. Apalagi keluarga di Manado juga masyarakat dan Pemda setempat sudah sangat menantikan kedatangan­ nya. Kabarnya, Pemda berencana menggelar acara penyambutan bagi Yana yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa juga daerah Sulawesi Utara. RINTIS BISNIS MASA DEPAN Liliyana meski mengaku bangga, senang dan bahagia, namun ia juga tak mau berlebihan. Jalan masih panjang dan masih banyak hal yang harus dilakukan. Usianya yang pada 9 September mendatang genab 31 tahun, meski dibilang tergolong muda, namun untuk ukuran atlet sudah termasuk senior. Karena itu, katanya---sebelum benar-benar pensiun--dia akan fokus pada kariernya di bulutangkis. “Soal pensiun, ya, setiap atlet pasti berpikir ke sana. Karena kita kan tidak bisa selamanya menjadi atlet. Jadi saya pun sudah memikirkannya. Cuma saya berpikir saya harus mempersiapkan semuanya (masa depan) sejak dini,” tuturnya. “Apalagi usia saya kan sebagai atlet sudah masuk senior,“ tambahnya.

Tantowi dan Liliyana ketika diarak usai memenangkan pertandingan

Salah satu alasan dirinya mempersiapkan masa depan sejak dini, juga lantaran melihat nasib para mantan atlet yang dulunya begitu berjaya, namun kehidupannya ekonominya terpuruk di masa tua. Padahal dulu itu mereka adalah atlet berprestasi dan memiliki materi yang cukup. “Lalu saya pikir, apa yang harus saya lakukan nanti setelah tidak menjadi atlet. Karena memang ada banyak atlet yang bingung mau ngapain setelah pensiun nanti, mau jadi pelatih atau apa? Kemudian saya pikir, kenapa tidak mencoba berbisnis saja, merintisnya dari sekarang,” kata Butet yang menjadi putri pertama Indonesia tiga kali berhasil meraih juara dunia. Liliyana yang masuk pelatnas bulutangkis tahun 2002 ini memulai bisnis pertamanya tahun 2013 yakni bisnis properti. Selain memang suka properti, ia juga mengaku terinspirasi om-nya yang sukses di bidang ini. Setelah bisnis itu berkembang, ia pun merambah ke bisnis lainnya yakni pijat reflexy di Tangerang yang diberi nama ‘Nine Family Reflexology’.

Menurut Liliyana, sejak ia mulai terpikir untuk persiapan masa depan, ia mulai rajin menabung hadiah-hadiah uang yang didapatnya dari berbagai kegiatan. “Saya harus pintar-pintar memanage keuangan saya untuk masa depan,” katanya. Untuk pengelolaan bisnis, katanya, ia tidak mau terlibat terlalu jauh. Selain dia belum memiliki ilmu yang cukup untuk itu, konsentrasinya dalam karier olahraga bisa terpecah, jika ikut-ikutan mengurus bisnis. “Saya tetap fokus di bulu tangkis. Itu perhatian terpenting saya, tidak bisa diganggu. Untuk bisnis saya serahkan pada yang kompeten yang saya percaya,” tambahnya. Lalu bagaimana dengan hadiah Rp 5 miliar dari pemerintah, akan diapakan? Menurut Liliyana, dia masih belum memikirkan lebih jauh tentang rencana penggunaan bonus tersebut. “Belum memikirkan sampai sana ya. Nanti setelah semua kesibukan di sini selesai baru bisa mikir. Lagi pula hadiahnya belum cair,” kata penggemar babi guling dan ayam rinca-rica Manado ini sambil tertawa. Jiwa bisnis, bisa jadi tanpa disadari mengalir kuat dalam dirinya. Mungkin juga itu dari sang ayah, Benno Natsir yang juga menekuni bisnis perbengkelan. Di rumah mereka di Lingkungan II Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, juga dijadikan bengkel motor dengan nama ‘Bengkel Korona Motor’. Menurutnya, banyak hal positif dari dunia bulu tangkis yang bisa diterapkannya dalam berbisnis. Salah satunya adalah mental yang pantang menyerah. “Saya sudah terdidik dan ditempa memiliki mental yang kuat. Itu salah satu syarat menjadi atlet. Dan itu juga menjadi syarat dalam menekuni bisnis. Tidak mudah putus asa,” ujarnya. –Diana Runtu


4

Inspirasi

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Kalau bukan orang Bali, siapa yang ­melestarikan budaya Bali. Anak muda Bali harus punya tekad kuat untuk menjadi pelestari budaya Bali. Hal ini ­diungkapkan Ni Kadek Nita ­Pramesti, penyanyi pop Bali yang memiliki berbagai kemampuan di bidang seni.

Nita Pramesti

Jangan Pernah

Menyerah

Nita menarikan Tari Kupu-Kupu Tarum

Awalnya malu tapi lama-kelamaan jadi terbiasa dan percaya diri,” ungkap anak kedua pasangan I Wayan Sukana dan Ni Ketut Nendi ini. Ketika tampil di salah satu rumah kerabatnya, petugas sound system menawari Nita untuk bertemu Yan Ferry. Singkat cerita, diantarlah ia oleh ayahnya. Tujuan semula ingin belajar karena Yan Ferry sudah punya pengalaman sebagai penyanyi pop Bali. Saat bertemu, remaja kelahiran 28 Oktober 1999 ini malah disodori lagu dan disuruh rekaman lagu berjudul “180 Derajat”. Lagu bertema cinta ini merupakan lagu rekaman pertamanya. “Bapak paling rajin mempromosikan saya. Ibu juga memberi dukungan. Akhirnya saya yang awalnya males-malesan menjadi menyenangi dunia hiburan. Ba­ nyak hal yang saya dapatkan. Saya pernah jatuh di panggung, musik mati, penonton tidak memberi res­pons, sampai disoraki penon-

Ia menuturkan selain bapak dan ibu, Nita sering ditemani kakaknya I Gede Novariana dan adiknya Komang Natasya Kalya Pradewi. Mereka selalu memberi dukungan untuk Nita. Ketika Nita dibully dengan sindiran ayo di­ sawer, orangtuanya mengingatkan Nita untuk kuat. Ia pun berusaha

mengatur waktu antara pendidik­ an dan hobi saling mendukung. Biasanya ia hanya mau menerima tawaran menyanyi di sore atau malam hari. Kini Nita sudah memiliki tiga single, “180 Derajat”, ­“ Cinta Monyet”, dan “Kakak Kelas ­Idola”, serta satu lagu duet “Mawa ­Barak” yang dinyanyikan bersama Putu Raun. “Saya punya niat untuk bikin album. Materi sudah saya siapkan. Kalau dari saya sendiri, ada lagu yang sedang disusun liriknya. Musiknya sudah ketemu. Biasanya begitu ada inspirasi, langsung saya catat dan rekam. Inspirasi bisa datang kapan saja dan dimana saja,” ungkap penyanyi yang juga jago main musik modern dan tradisional ini. Nita yang menjadi salah satu penyanyi yang tampil di KMB Food Truck Festival 2016 menuturkan, kesempatan untuk bernyanyi di depan publik membuatnya memiliki banyak pengalaman, banyak teman, banyak fans, dan tambah­ an finansial. Salah satu teman yang sangat membantu adalah almarhum Me Nik. Perempuan yang juga pentolan Paguyuban Penggemar Gending Bali ini se­ ring mengenalkan Nita dengan penyanyi Bali yang sudah senior. “Saya terkesan dengan Me Nik. Kalau ada acara, kami bertemu dengan penyanyi lain, saya selalu

Kenangan Nita bersama Me Nik (kanan)

Peringati Hari UMKM

21

“Koperasi kuat, UMKM hebat, Indonesia Jaya”. Demikian teriakan yel-yel dari Drs. HL. Gita Aryadi, Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mewakili Gubernur NTB dalam Gerak Jalan Sehat memperingati Hari UMKM I di Tugu Gora Udayana Kota Mataram, minggu lalu. Mengambil tema “UMKM Kuat Bangsa Berdaulat” gerak jalan sehat ini dipadati peserta.

M

ton karena saat nyanyi lagu penyanyi lain, suara penyanyi aslinya keluar. Pengalaman menjadi guru terbaik buat saya. Kalau sukanya, saya bisa duet dengan Dek Ulik yang juga penyanyi idola saya dan Widi Widiana. Bangga rasanya bisa duet dengan penyanyi pop Bali yang sudah terkenal,” ujar siswi kelas XI SMA 1 Kuta Selatan ini.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Pemprov NTB Gelar Jalan Sehat

enurut Gita Aryadi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM NTB yang mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI dalam memajukan Koperasi dan UMKM di NTB dengan berbagai usaha. “Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik langkah-langkah yang diambil Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB beserta seluruh jajarannya dalam menjadikan UMKM hebat dan Koperasi di NTB menjadi kuat dengan berbagai ikhtiar. Peringatan

N

ita mulai kariernya di bidang kesenian dengan ikut lomba macepat dan mawirama sejak SD. Keluarganya memang memiliki perhatian terhadap kesenian lokal Bali. Bakat yang dipadukan dengan minat ini membuatnya kerap mewakili sekolah untuk lomba-lomba ke­ senian. Menjelang tamat SD, Nita tertarik dengan lagu-lagu Bali yang sering didengarkan ayahnya. “Saya belajar otodidak. Lagu pertama yang saya kuasai lagu “Bungan Sandat”. Lagu pas de­ ngan karakter suara saya. Kalau ada acara hajatan dan ada karaoke, bapak suruh saya nyanyi.

Mandalika

Hari UMKM ini merupakan usaha sungguh-sungguh dari semua pihak terutama dalam menghadapi berbagai tantangan MEA ke depan,” kata Gita Aryadi yang turut mengikuti gerak jalan sehat ini dengan jajaran SKPD yang ada di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Ribuan orang peserta jalan sehat dalam memperingati Hari UMKM yang pertama memadati lokasi finish di Tugu Gora Udayana Mataram, setelah sebelumnya melakukan start dari depan Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat, diikuti keluarga besar Koperasi

Pelepasan Gerak Jalan Sehat Hari UMKM 1 di NTB

dan UMKM (KUMKM) yang ada di Lombok juga masyarakat umum ini berlangsung meriah. Semangat para penggiat KUMKM dalam mengikuti jalan sehat ini lebih karena inilah momentum penting bagi mereka karena sejak tahun 2016 ini Hari UMKM mulai diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Nusa Tenggara Barat adalah

provinsi kelima yang mencanangkan Hari UMKM I setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Tanggal 12 Agustus dipilih sebagai Hari UMKM sebagai bentuk penghargaan bagi tokoh pejuang Koperasi UMKM yaitu Mohammad Hatta (Bung Hatta), di mana tanggal 12 Agustus tersebut merupakan tanggal dan bulan lahirnya. Hari UMKM

ini dinilai perlu untuk diperingati secara khusus untuk meneguhkan kembali semangat berdaulat dalam mempercepat kemandirian bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Dan untuk penguatan ekonomi UMKM diharapkan memiliki roh koperasi dengan semangat kebersamaan dan tolong menolong. –Naniek I. Taufan

Nita bermain gender

diperkenalkan. Keramahannya itu selalu saya kenang. Dimana ada kegiatan penyanyi Bali, dia pasti ada. Saya salut dengan sema­ ngatnya mendukung lagu Bali,” kenang Nita. Nita kini mulai merambah aktivitas baru sebagai MC. Menurut­nya, menjadi MC menjadi pelengkap dari penyanyi. Ia mengaku belajar dari para MC yang kerap dilihatnya di berbagai acara. Pelajar­an dari youtube pun disimaknya dengan baik. Kemampuan menjadi MC melengkapi talenta Nita yang piawai menari Bali, menambuh gamelan Bali seperti terompong dan gender, bermain musik modern terutama gitar, dan menyanyi. Ia juga bergabung dalam Beauty of Ethnic, kelompok musik yang memainkan aliran musik etnik. Sebagai vokalia, Nita kerap menyanyikan lagu bergenre seriosa. Mereka juga tengah menyiapkan rekaman lagu-lagu tradisional dalam bentuk medley. Kelompok musik dari Jimbaran ini sudah beberapa kali diundang untuk mengisi acara. Nita menambahkan, dirinya belum mau tampil reguler dengan grup maupun solo dengan pertimbang­ an masih sekolah. “Kalau sudah tamat dan ada tawaran manggung reguler, saya siap,” tegas peng­

gemar rujak ini. Mengenai kesibukannya antara sekolah dan pentas, Nita tak merasa kehilangan waktu berkumpul dengan teman-temannya. Mereka sudah bertemu di sekolah. Kadang kalaunada waktu seng­ gang, Nita dan teman-­temannya ngerujak. Dulu pernah ia menikmati rujak sampai suaranya hilang. Untungnya saat itu tak ada tawaran pentas. Begitu ada tawaran pentas, suaranya sudah pulih. Ia pun selalu bersyukuran atas apa yang sudah dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Ritual saya sebelum naik panggung atau pentas hanya berdoa. Saya mohon semua dilancarkan. Kalau dulu sering grogi, saya atasi dengan minum air putih. Sekarang sudah ndak grogi lagi tampil di depan publik,” ujarnya. Kepada generasi muda, Nita mengajak mereka agar jangan pernah menyerah, menghargai setiap proses dalam hidup, dan tetap semangat. Ia juga mengajak generasi muda Bali khususnya untuk melestarikan budaya Bali. “Sudah jadi kewajiban orang Bali untuk melestarikan budaya Bali. Kalau bukan kita, siapa lagi. Masak orang asing yang akan melestarikannya,” kata Nita yang punya cita-cita menjadi anggota DPR ini. -Ngurah Budi

Peserta menandatangani dukungan per­ ingatan Hari UMKM tanggal 12 Agustus

Gerak jalan sehat Keluarga Besar Gerakan UMKM NTB

Drs. HL.Gita Aryadi menyerahkan hadiah pada beberapa UMKM terbaik di NTB

Launching Kampung UKM Digital Selain melakukan gerak jalan santai yang diikuti seluruh keluarga besar Gerakan KUMKM yang kemudian melakukan launching Hari UMKM di Tugu Gora Udayana, Dinas Koperasi dan UMKM NTB juga melakukan Launching Kampung UKM Digital yang sebelumnya didasari dengan adanya MOU antara Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan PT Telkom Persero. “Kampung UKM Digital ini bangun sebagai upaya meningkatkan daya saing KUMKM NTB sekaligus sebagai wadah dalam meningkatkan promosi dan pemasaran produknya melalui IT. PT Telkom Persero memberikan peralatan teknologinya sekaligus layanan internet gratis selama satu tahun,” ungkap Dra. Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kampung UKM Digital ini dipusatkan pada daerah-daerah yang merupakan sentra berbasis koperasi sesuai produk unggulan daerah Nusa Tenggara Barat seperti sentra mutiara, gerabah, tenun, ketak, cukli dan lainnya. “Ada lebih dari 61 sentra di NTB yang akan menjadi

sasaran. Sentra yang telah dicanangkan sebagai Kampung UKM Digital adalah sentra mutiara di Sekarbela Kota Mataram, sentra Temerodok di Sakra Lombok Timur Kampung UKM Digital di sentra Cukli Rungkang Sayang-sayang Kota Mataram,” kata Selly. Selain jalan sehat dan launching kampung UKM digital Penyerahan sertifikat halal kepada 150 UMKM di NTB kegiatan lain yang diselenggarakan sebagai rangkaian Hari Koperasi Nasional ke ke Karyawan Katala Newmont diberikan 69 yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2016, penghargaan berupa uang sebesar Rp 9 di NTB juga telah dilakukan penilaian Ko- juta, Juara II Koperasi Karyawan Mega perasi Berprestasi dari tingkat kabupaten/ Makmur Kota Mataram diberikan pengkota sampai ke tingkat Nasional. “Ada hargaan berupa uang sebesar Rp 8 juta, tiga 3 pemenang di tingkat Provinsi NTB Juara III Koperasi Kelompok Tani Bina yang mendapatkan uang pembinaan sesuai Usaha Loteng mendapat uang sebesar Rp SK Gubernur,” ujar Selly. Pada penilaian 7 juta dan Juara Harapan diraih oleh Kotersebut keluar sebagai Juara I Koperasi perasi Karyawan Telkom Palapa Mataram

diberikan sebesar Rp 6 juta. Melengkapi seluruh rangkaian kegiatan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB menyerahkan Sertifikat halal secara simbolis bagi 150 UKM Binaan dan menyerahkan juga secara simbolis Peralatan Usaha bagi KUMKM yang ada di NTB. Selain itu ada juga acara penandatangan hibah gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang diberikan kepada Provinsi NTB. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB menganggap perlu membangkitkan semangat 650 UMKM yang ada di NTB guna penguatan ekonomi NTB khususnya, dengan berbagai pembimbingan, pembinaan, pelatihan, pendampingan yang lebih intensif lagi. “Saya ingin UMKM NTB naik kelas. Oleh sebab itu diklat, pembinaan, pendampingan dan pembimbingan harus terus dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM NTB yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM RI,” kata Selly. UMKM dinilai tahan banting terhadap krisis ekonomi sehingga penting untuk dibangun. UMKM di NTB tumbuh seperti jamur di musim hujan. “Pada tahun 2018 mendatang target UMKM NTB adalah 1.000 dan itu harus merupakan UMKM yang kuat dan tangguh,” ujar Selly. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

Jro Jeky

Edisi 916/ 29 AGUSTUS - 4 september 2016

3

Berinvestasi Aman & Belajar Berbisnis di Atta Labeji Villas

Foto Bersama Keluarga Besar Kementerian Koperasi dan UKM RI

Sumbangsih pemikiran para purna bakti di bawah payung Kementerian Koperasi dan UKM masih tetap diperlukan sampai kapanpun untuk bersama sama memajukan koperasi dan UKM, demikian diungkapkan Penasehat Dharwa Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM Ny. Bintang Puspayoga pada acara silaturahmi Keluarga Besar Kementerian dan UKM di Grand Smesco Hills, Cisarua, Bogor, Minggu (21/8).

M

enurut istri Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga ini, momen kebersamaan tersebut, sangat bagus untuk bertemu dengan para pensiunan atau purna bhakti. Mengingat pula hal seperti itu termasuk ke dalam visi dan misi dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM, dalam hal mensejahterakan anggotanya. Bintang Puspayoga juga menekankan bahwa sumbangsih dalam bentuk pemikiran untuk memajukan koperasi dan UKM di Indonesia sangat diharapkan. Semua pihak diharapkan turut berperan dalam hal itu, termasuk para purna bhakti, tidak ada batas untuk berkarya dengan segenap pengalamannya. “Pak Menteri Puspayoga tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan semua pihak, termasuk para pensiunan guna memajukan Koperasi dan UKM di

Keluarga Besar Kementerian Koperasi dan UKM Gelar Silaturahmi tanah air, ujarnya sembari menyampaikan bahwa Menteri Koperasi dan UKM juga menyambut baik acara silaturahmi keluarga besar tersebut. Terlebih masih dalam suasana Hari Koperasi Nasional dan HUT ke71 Kemerdekaan RI. Ibu dari Abiyoga ini juga berharap silaturahmi seperti ini bisa terus dijaga untuk tahun-tahun ke depan. Kegiatannya pun akan terus evaluasi agar menjadi lebih baik lagi. Sekretaris Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM Siti Mariyani, yang akrab disapa Ani, menambahkan acara silaturahmi kali ini iikuti oleh sekitar 300 orang yang berasal dari tujuh kompleks koperasi yang ada di kawasan Jatiwaringin, Jati Rahayu, Kalimalang, Cimanggis 1, Cimanggis 2, Bintara Jaya, dan Lebak Bulus di Jakarta. Ani juga menjelaskan, ide dilangsungkannya acara silaturahmi bagi para pensiunan ini hasil kunjungan Bintang Puspayoga ke kompleks Kementerian Koperasi di Jatiwaringin. Kemudian dari hasil obrolan mereka, tercetus gagasan

Bersama mengikuti senam otak

acara silaturahmi sekalian rekreasi ke Smesco Hill di Cisarua, Bogor. BAHAGIA DALAM KESEDERHANAAN Pada acara Silaturahmi Keluarga Besar Kementerianm Koperasi dan UKM, pensiunan atau purna bakti Kementrian Koperasi dan UKM terlihat sangat antusias mengikuti acara yang baru pertama kali diadakan tersebut. Meski acaranya sederhana, sangat jelas terlihat indahnya kebersamaan. Menurut Dayu Nanik, psikolog yang mengajak para pensiunan untuk senam otak, menjaga kualitas kerja otak penting agar tetap dalam stimulus optimal untuk mencegah dementia atau kepikunan. Ia melihat ditengah tengah acara senam, hiburan musik, permainan, spontanitas dan makan bersama tersebut, terlihat betapa wajah-wajah mereka hiasi senyum bahagia dan celoteh kerinduan satu sama lain diantara pensiunan Kementerian Koperasi dan UKM. Selain berbagai hiburan, mereka juga mendapatkan pencerahan dengan hadirnya Kang Unung Sugandi dari Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, yang dengan gaya humornya berhasil menyampikan perihal Kiat Bahagia di Masa Pensiun. Mengenai keseluruhan acara, Haji Sumarno (76) dan Haji Indrasto (76) dua pensiunan yang terlama, secara bersama mengatakan jika mereka bahagia bisa hadir di acara ramah tamah yang pertama kali dilakukan selama mereka pensiun, meski mereka memiliki yang namanya paguyuban. Di sini mereka bisa saling menyapa satu sama lain. Mereka juga berharap acaranya

Menyiapkan bentuk investasi untuk masa depan. Itulah yang ada dalam benak Jro Jeky yang akhirnya memutuskan bergabung sebagai salah seorang investor di Atta Labeji Villas. “Prospek ke depan investasi villa ini saya lihat sangat bagus. Karena sebenarnya saya lihat di luar Bali sudah banyak ada investasi seperti ini. Kenapa kita orang Bali tidak berani? Nyatanya dengan bergabung di sini kita bisa menikmati fasilitas menginap gratis dan jika membawa tamu, kita juga bisa mendapatkan fee besar. Apalagi, proses legalitasnya dilakukan di hadapan notaris dan kita juga dapat sertifikat kepemilikannya. Jadi, tidak perlu khawatir bergabung di Atta Labeji Villas,” yakinnya.

I

stri dari I Wayan Koyan yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Resini ini adalah pemilik Koperasi Mesari dan Toko (modern) Kintamani di kawasan Jalan Buana Raya, Monang Maning, Denpasar. Ibu dari Ni

Kadek Yuni Dwi Antari, S.Kep. dan Ni Ketut Alit Puspayanti ini menyatakan sependapat dan setuju dengan ide Made Robert (konseptor Atta Labeji Villas), akan konsep mepatung dalam kepemilikan villa ini. Karena hanya dengan mepatung

memungkinkan masyarakat yang tak memiliki dana besar, bisa menjadi pemilik villa atau investor. “Dengan ikut membeli lot Villa Mesari, saya bisa punya villa. Dan sekarang saya juga sudah membeli lot Atta Labeji Villas,” ujarnya. Selain itu, Jro Jeky juga mengaku banyak belajar dari kebergabungannya di sini. “Pak Robert sering mengundang para investor villa untuk datang ke Ubud. Di sana kita diajak master mind terkait bisnis, juga tentang kendala yang dihadapi dalam bisnis yang kita kelola. Intinya saya bergabung di Atta Labeji Villas ini, berinvestasi sambil belajar bisnis,” ucapnya tersenyum sumringah. –ten

Jro Jeky

HANYA 12 JUTA BISA PUNYA ATTA LABEJI VILLAS DI UBUD BALI

Bintang Puspayoga bersama perwakilan dari paguyuban pensiunan dan panitia

Kehadiran villatel bernama Atta Labeji Villas yang dimotori “putra daerah” ini, mendapatkan respons yang cukup luar biasa dari masyarakat Bali. Prinsip kegotongroyongan dan saling menolong dengan konsep mepatung yang ditawarkan Atta Labeji Villas ini memberikan peluang bagi masyarakat lokal untuk menjadi investor di tanahnya sendiri. Para investor yang bergabung optimis villatel yang berbasiskan kerakyatan ini, akan berkembang. Mengingat, prospek ke depan cukup bagus, dengan lokasi villa yang berada di tempat yang sangat representatif, baik dilihat dari destinasi maupun dari cultural tourism yang menjadi ikon Ubud. Bahkan, antisipasi terhadap risiko yang paling buruk sekali pun sudah benar-benar dikalkulasi dengan pengelolaan manajemen yang matang. Beberapa investor juga sudah melirik peluang menjanjikan ini ketika Atta Labeji Villas dipresentasikan di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan, beberapa dari mereka berharap proyek villatel dengan konsep mepatung dan berbasis kerakyatan ini juga bisa dikembangkan di daerah lain karena dinilai san-

gat menguntungkan bagi masyarakat setempat. Karena itu, Made Robert sang konseptor dan Made Ayu Dewi, Komisaris Utama Atta Labeji Villas mengimbau masyarakat Bali, bahwa peluang yang cukup bagus untuk menjadi investor dan owner villa ini harus segera ditangkap dengan cepat. Dengan menjadi investor di Atta Labeji Villas berarti orang Bali juga telah menyelamatkan tanah Bali. Apalagi kini, untuk kepemilikan unit Atta Labeji Villas tersebut sudah dipermudah dengan ditawarkannya program “Yuk Nabung Lot”. Hanya dengan menyisihkan uang mulai Rp 1 juta tiap bulannya, mereka sudah bisa memiliki villa di Ubud. Program “Yuk Nabung Lot” ini khusus dikonsep Made Robert, Founder Mesari Land & Direktur Utama BOS Land, untuk menjawab kendala yang kerap dilontarkan para calon investor. Sehingga dengan hadirnya program baru ini, semua orang bisa menjadi investor/pemilik villa dan mendapatkan benefit lainnya. Dengan program “Yuk Nabung Lot”, masyarakat tak harus membayar cash Rp 12 juta, bisa membayar bertahap selama 1 tahun dengan jalan menyimpan di KSP Silamukti, koperasi yang diajak bekerjasama karena memiliki kesamaan visi misi dengan villatel ini. Made Robert mengingatkan, bahwa investasi sangat penting untuk kebebasan finansial ke depan, membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Dan tentunya, siapa pun pasti ingin menikmati hari tua tanpa harus pusing dengan urusan finansial. Solusinya hanya satu, berinvestasilah di tempat yang aman yaitu di Atta Labeji Villas, mulai sekarang.

100% Uang Kembali Dengan ikut program “Yuk Nabung Lot” yang pembayarannya lunas dalam 1 tahun, para investor tetap mendapatkan benefit lainnya. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-11. “Perbedaannya dengan yang langsung melunasi Rp 12 juta per lot nya, uang pembelian lot-nya dikembalikan di tahun ke-10, dan langsung dapat free menginap di Atta Mesari Villas,” jelas Made Ayu. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. Untuk itu, Made Robert dan Ni Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini, bersama-sama mempertahankan tanah Bali dengan menjadi investor (owner) Atta Labeji Villas. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke kantor Bos Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten

Sebagian peserta yang beruntung mendapat doorprize

Asyik bergoyang poco-poco

dapat terselenggara secara rutin. Begitu juga dengan Ketua Paguyuban Purna Bhakti Pensiunan Kementrian Koperasi dan UKM, Marsudi Rahardjo menyampaikan menyambut positif kegiatan tersebut. Bagi mereka para pensiuna acara ini juga tergolong berwisata selain

untuk bertular informasi atau pengalaman termasuk tentang usaha yang mereka jalankan saat ini. Ia juga tak lupa mengajak seluruh pensiuan untuk terus semangat mengerjakan apa saja yang positif . Bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga untuk orang lain. -Sri Ardhini

Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi

Atta Labeji Villas


2

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

GORO-GORO Seandainya sejarah bisa diubah atau boleh ditulis ulang, apa yang akan Anda Putu Wijaya ubah atau tulis? Itu tema lomba mengarang, yang diprakarsai Amat di huniannya, untuk merayakan HUT ke-71 NKRI. Lomba itu sudah diumumkan sejak bulan April. Tapi sudah masuk Agustus, belum ada naskah peserta masuk. “Terpaksa pengumuman pemenangnya kita undur sampai waktu yang tak terbatas,” kata Amat mengumumkan di depan warga. Pengumuman itu langsung menelorkan protes. Warga menuduh panitia tidak profesional. Ada juga bola liar mendesas-desuskan, panitia sudah memakai uang hadiah untuk keperluan pribadi.

Amat terpaksa kembali memberikan pengumuman, bahwa bagaimana menentukan pamenang kalau tak ada peserta masuk. “Apa juri yang harus menulis karangan dan menjadikannya peserta fiktif,” tanya Amat melucu, “Kalau toh ada peserta masuk, tapi jumlahnya kurang dari 20, kan kita malu pada hunian lain yang kalau berlomba pesertanya seabrek? Dan, tentang hadiah, komba ini tidak memberikan hadiah uang, hanya sertifikat, jadi tidak mungkin ada korupsi. Kecuali korupsi waktu mereka 7 orang juri yang selama ini memang tidak bisa bekerja karena tidak ada naskah masuk. Jadi bagaimana kalau lomba kita batalkan saja?” Pengumuman Amat yang dinilai sama sekali tidak lucu itu, kembali diprotes. Panitia dianggap kurang maksimal bekerja. “Tidak ada publikasi, tidak

Ekspresso

sejarah

ada informasi dan tidak ada keseriusan padahal ini menyangkut nama negara,” koar seorang warga. Amat tahu, semua itu hulunya di Pak Made. Hampir saja ia mau resign. Tapi Bu Amat protes. “Resign-resign apa! Kalau mau mundur, dulu waktu ditunjuk. Ini prakarsanya juga Bapak. Ayo lanjutkan sampai titik darah penghabisan!” “Ya, tapi bagaimana melanjutkan kalau peserta tidak ada?” “Ya bagaimana mau ada peserta kalau temanya terlalu nyeleneh begitu?!” “Lho nyelenehnya di mana?” “Ya, Masak sejarah mau diubah? Bagaimana mungkin! Sejarah sudah terjadi tidah bisa diubah. Kalau ada yang berani mengubah, bisa ditangkap!” “Tapi itu kan seandainya? Umpama kata!” “Tidak bisa! Tidak boleh! Itu

harus ditangkap!” “Ya itu! Itu bisa ditulis! Ibu bisa nomor satu kalau menulis begitu!” Bu Amat terkejut. Ia langsung berkampanye menyebarkan itu kepada ibu-ibu arisan. Ibu-ibu itu lalu merangsang putra-putri, menantu, suami, bahkan dirinya sendiri menulis ikut lomba. Tak tersangka-sangka seminggu kemudian sudah masuk 50 tulisan. Warga kaya di ujung jalan, mendengar antusiame itu, lalu menyumbang Rp 25 juta untuk diberikan kepada 5 tulisan terbaik. Ini memicu kompetisi panas. Tulisan datang menyerbu. Amat terpaksa mengumumkan

penutupan lomba. Kembali warga protes. Panitia dianggap sudah ada kongkalikong. Mereka curiga para pemenang sudah direkayasa. “Bu Amat perlu kita curigai. Pasti akan keluar sebagai salah satu pemenang!” Di situ Amat marah. Kembali dia mengancam akan resign. Tapi kembali bu Amat membentak. “Resign apa-apaan! Bapak mau meniru-niru siapa, ah? Kalau mau mundur, dulu waktu diangkat jadi ketua panitia, jangan sekarang waktu saya menang!” Amat tersirap. “Apa? Ibu ikut?” “Tidak. Tapi saya dapat bocoran dari juri, ada 50 peserta isinya sama, seperti yang saya kampanyekan supaya mereka ikut berlomba. Bahkan 20 tulisan betul-betul fotocopyan!”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Ketika semua orang tampak seragam, keunikan individu menjadi tidak tampak. Di sisi lain, menjadi individu yang update terhadap tren di masyarakat menjadi hal yang penting bagi sebagian besar remaja. Hal ini menjadi sesuatu yang wajar mengingat karakteristik yang menonjol pada remaja adalah kebutuhan untuk diterima di dalam kelompok. Menjadi seragam atau conform dengan kelompoknya adalah salah satu usaha untuk dapat diterima dan diakui. Tak jarang remaja yang tampak berbeda justru menjadi subjek bullying teman-temannya. Padahal menjadi berbeda bukanlah sesuatu yang salah. Bagaimana jika berbeda itu justru merupakan statement dari eksistensi seorang remaja? Bagaimana jika pilihan untuk menjadi berbeda itu justru bentuk dari keinginan remaja untuk menampilkan dirinya secara otentik di lingkungannya? Sebaliknya merupakan sebuah kesalahan besar ketika kita memaksakan diri untuk menjadi seragam dan melupakan passion serta keunikan kita sebagai seorang individu. Menanamkan nilai-nilai authenticity menjadi hal yang penting pada remaja dan generasi muda lainnya. Beberapa hal yang

Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi

bisa dilakukan adalah merancang aktivitas-aktivitas yang mampu membantu remaja menumbuhkan nilai-nilai tersebut. Menulis diary terkait dengan pengalamannya berpikir, berkata, dan berperilaku jujur terhadap diri sendiri serta orang-orang di sekelilingnya adalah salah satu aktivitas yang bisa dilakukan. Aktivitas ini tergolong aktivitas reflektif yang megajak remaja untuk secara mandiri memaknai pengalaman dan memberikan apresiasi terhadap pengalamannya sendiri. Di akhir dari pengalaman yang dituliskan, remaja diajak untuk menuliskan emosi yang dirasakan saat remaja mampu menampilkan

kejujuran dalam setiap tingkah lakunya. Mendeskripsikan true self dan future self adalah bentuk aktivitas lainnya yang bertujuan untuk membantu remaja memahami dirinya dan jujur terhadap diri sendiri. Mengisi toples setiap hari dengan satu kertas rasa syukur akan apa yang dimiliki menjadi sebuah kegiatan seru yang bisa dilakukan secara berkelompok, dengan teman maupun keluarga. Di akhir kegiatan, anggota kelompok dapat mempertukarkan toples mereka dan saling memberikan apresiasi positif terhadap setiap pengalaman rasa syukur yang telah ditulis. Setiap individu pasti setuju jika masa remaja dikatakan sebagai masa yang menyenangkan. Masa remaja menjadi sebuah transisi krusial dalam tahapan kehidupan setiap individu. Untuk itu, remaja membutuhkan dukungan sosial

yang memadai dari orang-orang terdekat remaja. Pada periode ini, teman sebaya memberikan pengaruh yang besar terhadap keputusan, pola-pola berpikir, dan bertindak remaja, namun peran orangtua selalu hadir dan signifikan bagi perkembangan remaja. Bekali anak dengan ketrampilan serta pengetahuan yang memadai sejak dini, hingga saat anak beranjak remaja dan dewasa, anak memiliki sejumlah alternatif dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Seseorang yang memiliki ketrampilan serta pengetahuan akan menemukan passion nya. Ia akan menjadi pribadi yang otentik tanpa harus risau ketika tidak ikut arus. Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi Sekretaris Prodi Psikologi FK Unud.

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 916/ 29 agustus - 4 september 2016

L

P

engurusan dokumen identitas bagi anak yang terlahir dari perkawinan campur WNI-WNA relatif lebih rumit dan membutuhkan persyaratan lebih dibanding mereka yang kedua orangtuanya asli Indonesia. Masalah persyaratan ini juga yang kadang menjadi ‘batu sandungan’ bagi mereka yang melakoni pernikahan campur ketika ingin melakukan pengurusan identitas anaknya. Contohnya, selebriti Jessica Iskandar pun pernah mengalami masalah ini saat ingin men-

gurus akte kelahiran anaknya, El Barack Ale x a n d e r. Anaknya lahir bersamaan dengan A U R A suaminya, Ludwig Frans Willibald, warga negara Jerman, mengajukan pembatalan pernikahan di pengadilan. Walhasil, El pun selama beberapa bulan tidak memiliki akte kelahiran. Syukurnya, Jessica berhasil memenangkan kasusnya di Pengadilan Tata Usaha Negara, dan pernikahannya dinyatakan sah. Dengan begitu presenter ini bukan saja bisa mendapatkan akte kelahiran bagi anaknya tapi juga dapat mencantumkan nama Ludwig sebagai ayah dari El. Untungnya Cinta Laura, artis blasteran Indonesia-Jerman, ini,

tidak mengalami permasalahan itu. Orangtuanya, khususnya sang ibu, Herdiana Kiehl, sangat peduli dengan pengurusan identitas anak. “Iya Cinta tidak mengalami masalah pengurusan dokumen karena memiliki dokumen-dokumen yang lengkap. Kebetulan juga, saya adalah sarjana hukum dan juga pengacara, jadi memahami betul ketentuanketentuannya. Meski lebih rumit dari pengurusan dokumen biasa, tapi asalkan semua dokumen persyaratan lengkap, tidak masalah,” ungkap Herdiana Kiehl yang melahirkan Cinta Laura di Quakenbruck, Jerman, 17 Agustus 1993. Kepeduliannya pada identitas sang anak juga ditunjukkan saat Indonesia memberlakukan UU Kewarganegaraan No 12Tahun 2006 , pengganti UU No 62 Tahun 1958 . Dalam undang-undang itu mengatur tentang dwi kewarganegaraan terbatas bagi anak-anak yang terlahir dari pernikahan campur WNI-WNA.

Dikira WNA, Dipanggil Pihak Imigrasi Meski memiliki affidavit Cinta Laura Kiehl sempat terkena masalah dengan imigrasi karena dikira sebagai WNA. Cinta yang bertampang bule, berambut pirang, juga dikenal sebagai aktris kondang, sempat dikira sebagai WNA yang memanfaatkan visa kunjungan untuk bekerja di Indonesia. Terkait masalah itu, kata sang ibu, Cinta sempat menjalani pemeriksaan di kantor imigrasi. Namun setelah dijelaskan dan ditunjukkan affidavit dan dokumendokumen penunjang identitas lainnya, pihak imigrasi pun paham kalau Cinta adalah WNI. “Hanya kesalahpahaman. Masalah itu akhirnya clear, Cinta adalah pemegang dwi kewarganegaraan terbatas, dan itu sesuai dengan undang-undang. Untungnya, waktu kasus itu terjadi (2013) tidak tercium pers, kalau tidak pasti jadi heboh. Pers baru datang ke imigrasi setelah masalah itu clear, dan Kepala Imigrasi telah menjelaskan permasalahannya pada pers,” papar Herdiana Kiehl tentang kejadian tahun 2013 terkait identitas Cinta. Kini Cinta Laura telah berusia 23 tahun dan waktunya banyak dihabiskan di Amerika karena kuliah dan berkarier di perfilman Hollywood. Saat ini dia tengah syuting dua film Hollywood: The Ninth Passenger dan Monster Trucks. Banyak kabar yang beredar bahwa

23

Dokumen Anak Blasteran lebih Rumit Pengurusan dokumen identitas diri kadangkala dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Orang baru ‘pontang-panting’ meng­ urusnya ketika membutuhkan itu untuk suatu keperluan. Orangtua, misalnya, yang lalai mengurus akte kelahiran anak, memperbarui KK, dll yang terkait dengan identitas diri. Padahal peng­ urusan dokumen-dokumen itu, asalkan sesuai ketentuan dan persyaratan lengkap, tidaklah menyulitkan.

C I N T A

Menjadi Remaja yang Otentik

Mengenali diri sendiri dengan baik adalah hal yang penting bagi setiap remaja. Hampir sebagian besar individu menyatakan bahwa mengenali dengan pasti siapa kita termasuk kekuatan, kelemahan, serta keinginan kita menjadi kunci sukses kehidupan. Dalam prosesnya, mengenali diri kita terkadang tidak mudah. Terutama dalam hal menampilkan diri kita secara otentik di lingkungan. Contoh sederhananya adalah ketika kita berbicara mengenai tren busana dan gaya hidup di masyarakat. Pemilihan atribut yang kita lekatkan di tubuh kita seringkali dilakukan berdasarkan apa yang sedang menjadi trend di masyarakat tanpa kemudian melalui proses penyaringan ataupun penyesuaian terhadap karakteristik kita. Ketika di tahun 1990-an, model rambut Demi Moore mewabah di masyarakat. Semua orang demam model rambut tersebut tanpa memperhitungkan bentuk wajah, jenis rambut, maupun ukuran kepantasan lainnya. Tidak hanya model rambut, tren busana lainnya seperti merk sepatu, baju, dan tas pada periode tertentu menjadi ukuran apakah individu tergolong kelompok yang update atau old fashioned.

Sudut Pandang

demi kelancaran kariernya, Cinta melepaskan kewarganegaraan Indonesia dan memilih sebagai warga negara Jerman. Ketika hal itu dikonfirmasikan pada sang Ibu, Herdiana membantah tegas isu tersebut. CINTA MEMILIH TETAP WNI Menurutnya, Cinta justru melepas kewarganegaraan Jerman, dan dia tetap memilih sebagai WNI. “Itu tidak benar. Yang benar adalah Cinta tetap memilih WNI dan melepas paspor Jermannya. Sekarang Cinta kemana-mana pakai paspor RI,” tandasnya. Meski memegang paspor RI, katanya, Cinta tak ada kesulitan dalam berkarier di sana. Justru karena memegang paspor RI Cinta mendapat keuntungan. Karena mereka (industri perfilman) di sana melihat kiprah Cinta di Indonesia. Itu yang penting. “Mereka tahu Cinta karena kiprah Cinta di Indonesia,” tegas Herdiana. Menurutnya, tidak ada yang memaksa Cinta untuk memilih antara Indonesia dan Jerman. Tapi Cinta sendiri yang memilihnya. “Cinta bilang dia lebih cinta Indonesia karena itu ia memilih tetap menjadi WNI. Dia cinta budaya Indonesia, alam Indonesia, dan semuanya terkait negeri ini. Ia ingin berbuat sesuatu untuk negerinya maka ia tetap memilih beridentitas Indonesia. Meski memang untuk berbuat sesuatu untuk Indonesia, kan,

tidak harus juga berpaspor Indonesia. Tapi Cinta ingin WNI menjadi identitasnya,” ungkap Herdiana. Ayahnya, Michael Kiehl, tidak keberatan dengan pilihan Cinta. “Ayah Cinta tidak keberatan, dia malah mendukung pilihan anaknya. Karena sesungguhnya, ayah Cinta juga sangat mencintai Indonesia, lebih dari negerinya sendiri. Bahkan kalau mungkin, ayahnya juga ingin jadi WNI. Tapi, kan, proses naturalisasi tidak mudah,” tutur Herdiana yang bersama suaminya, Michael Kiehl, menetap di Bali. Dalam kesempatan bincang dengan Tokoh, Herdiana menyampaikan harapannya terkait kewarganegaraan anak yang terlahir dari pernikahan campur. Menurutnya, dia berharap kebijakan dwi kewarganegaraan tetap melekat pada si anak tanpa batas waktu. “Maksud saya, kalau dalam undang-undang sekarang, kan, dwi kewarganegaraan terbatas, artinya anak setelah 21 tahun memilih kewarganegaraan. Nah, yang saya harap adalah anak tidak usah memilih, dwi kewarganegaraan tetap melekat padanya. Kan kasihan si anak harus memilih mau kewarganegaraan bapaknya atau ibunya. Kasus Gloria Natapradja adalah sebuah momentum. Kabarnya DPR akan merevisi UU Kewarganegaraan Tahun 2006 itu, mohon hal ini dipertimbangkan,” ujar Herdiana. -Diana Runtu

Bagi mereka yang terlahir setelah undang-undang ini berlaku, belum menikah serta berusia di bawah 18 tahun, otomatis memperoleh dwi kewarganegara terbatas. Sedang yang lahir sebelum berlakunya undang-undang ini harus mendaftar ke Kemenkumham untuk mendapatkan dwi kewarganegaraan terbatas. Kesempatan pendaftaran hanya empat tahun yakni 2006 hingga 2010, lewat dari itu si anak kehilangan hak mendapat dwi kewarganegaraan terbatas. Sayangnya, entah karena sebab apa, banyak dari mereka yang lahir dari pernikahan campur tidak mengurusnya. Ini juga yang terjadi dalam kasus Gloria Natapradja Hamel, anggota Paskibraka Nasional, yang digugurkan keanggotaannya karena tidak memiliki identitas WNI. Dia hanya memiliki identitas warga negara Perancis, hal ini sesuai dengan paspor Perancis yang dimilikinya. Walhasil, Gloria pun dianggap

sebagai WNA dan tidak berhak menjadi anggota Paskibraka karena salah satu syarat menjadi anggota Paskibraka adalah WNI. “Sesuai dengan UU Kewarganegaraan yang lama, anak hasil pernikahan campur, otomatis mendapatkan kewarganegaraan sesuai dengan garis ayahnya. Ayah Cinta seorang Jerman, maka Cinta pun otomatis warganegara Jerman, dia memegang paspor Jerman. Barulah setelah UU Tahun 2006 berlaku dimana ada ketentuan tentang dwi kewarganegaraan terbatas, saya pun mendaftarkan Cinta ke Kemenkumham. Jadi sejak tahun 2007 (usia 14 tahun), Cinta memiliki dwi kewarganegaraan, Indonesia dan Jerman,” jelas Herdiana yang memasukkan Cinta ke sekolah internasional agar memudahkan pengurusannya. Setelah mendaftar di Kemenkumham, lanjutnya, Cinta mendapat affidavit, yakni surat keimigrasian yang dilekatkan atau disatukan pada paspor asing yang memuat keterangan sebagai anak berkewarganegaraan ganda terbatas dan memberikan fasilitas keimigrasian kepada pemegangnya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Affidavit ini dapat digunakan maksimal sampai usia 21 tahun setelah itu dia harus memilih kewarganegaraan. “Affidavit ini diperlukan untuk penerbitan paspor RI,”jelasnya. -Diana Runtu

“Jemput Bola” ke Desa

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung, Nyoman Soka mengatakan, untuk saat ini, masyarakat Badung sangat antusias untuk mengurus administrasi kependudukan. Terbukti dari begitu banyaknya dokumen yang harus ia tandatangani setiap harinya. Selain antusias masyarakat sendiri, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badung juga melakukan program “jemput bola”. Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2012. “Untuk pengurusan akta perkawinan dan akta kelahiran kami bekerja sama dengan masing-masing desa,” kata Nyoman Soka. Ia mengatakan, jemput bola ini menNyoman Soka jaring warga masyarakat yang tidak bisa ke kantor camat, misalnya, sedang sakit atau yang sudah tua dan siswa sekolah yang segera akan berusia 17 tahun. Sementara, untuk menyukseskan program e-KTP, tiap kecamatan sudah memiliki mesin perekam, sehingga hanya pencetakan KTP yang dilakukan di kabupaten. Soka menambahkan, sejak tahun 2015, pusat sudah menugaskan masing-masing kabupaten untuk mencetak e-KTP. Memang ia tak menampik, masih ada kendala, misalnya, mesin yang rusak, jaringan tak bisa “connect”, atau langkanya kepingan. Namun, dari segala tantangan yang sudah dilewati, tahun 2016 semua bisa tertangani dengan baik. “Untuk program tahun 2016, kami mulai dari Badung Selatan, mulai dari kecamatan Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Bulan Agustus ini kami sudah sampai di kecamatan Abiansemal,” kata Soka. Ada satu intruksi yang harus segera disosialisasikan yakni, batas rekam e-KTP sampai 30 September 2016. “Bagi warga masyarakat usia 17 tahun ke atas, harap segera merekam data, karena jika belum merekam, sampai batas tanggal yang sudah diberikan, akan diberi sanksi. Mereka tidak bisa mengurus administrasi apapun, karena semua aturan memakai e-KTP,” kata Soka. Ia mengatakan, akan segera bersurat ke desa-desa, agar semua warga yang sudah berusia 17 tahun ke atas yang belum merekam data, segera melakukan perekaman data. –Wirati Astiti


24

Dokumen kependudukan merupakan alat bukti autentik yang keberadaannya tidak dapat dipandang sebelah mata. Dokumen resmi yang meliputi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan akta akan diperoleh dari pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Jika dahulu hanya masyarakat yang memerlukan saja mengurus dokumen tersebut, maka saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan mulai meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos.

P

Sudut Pandang

Edisi 916/ 29 agustus - 4 September 2016

eningkatan kesadaran tersebut dapat dilihat dari dua jenis pelayanan yang dilakukan oleh Disdukcapil yaitu pelayanan statis dan stelsel aktif. Menurut Reika, pelayanan statis yang dilakukan di kantor, pihaknya menerima 1.000 permohonan dalam sehari yang terdiri atas KK, KTP, akta pencatatan sipil lainnya. “Seribu permohonan dalam sehari, dapat dibayangkan gimana sibuknya kami di sini,” paparnya. Selain pelayan statis, Disdukcapil juga melakukan pelayanan stelsel aktif atau jemput bola yang secara terjadwal akan dilakukan di beberapa desa di kabupaten Buleleng. “Sudah kami laksanakan di 66 desa untuk perekaman e-KTP dan KK, dan 45 desa untuk akta pencata-

Sehari Seribu Permohonan tan sipil,” imbuhnya. Meskipun sudah terjadwal, pihaknya tidak akan menolak jika ada salah satu desa yang meminta pelayanan Disdukcapil di luar jadwal yang telah ditentukan. Tingginya permintaan pelayanan pencatata sipil membuat pihaknya harus bekerja lebih ekstra lagi. Perempuan kelahiran 9 Agustus 1972 tersebut mengatakan jika dalam memberikan pelayanan pegawai dan staff harus mengutamakan kepentingan masyarakat. “Dengan jumlah permohonan yang begitu banyak, kadang untuk waktu istirahat para pegawai kami rolling agar masyarakat tetap bisa dilayani dan waktunya tidak terbuang,” jelasnya. Bahkan Reika juga tidak menampik jika

Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos.

dirinya akan kewalahan dengan banyaknya permohonan. “Semua menggunakan tanda tangan basah, satu permohonan bisa sampai empat tanda tangan, itu artinya saya harus selalu stand by di kantor,” ungkapnya. Mantan Camat Buleleng ini menambahkan jika peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan tidak terlepas dari kerjasama dari berbagai stakeholders. “Kalau dulu yang mengurus KK dan KTP hanya bila diperlukan saja, tetapi kalau sekarang hampir semua komponen memerlukan dan wajib menyertakan KK dan KTP,” lanjutnya. Peningkatan jumlah permohonan juga tidak terlepas dari pengratisan biaya administrasi. “Sudah saya tulis di depan kantor bahwa seluruh biaya dalam mengurus pencatatan sipil digratiskan namun tidak mengurangi semangat kami untuk melayani masyarakat,” tambah perempuan murah senyum itu. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar melakukan perekaman e-KTP. “Saat ini KTP yang digunakan adalah KTP-el. Jadi yang belum pernah perekaman untuk sesegera mungkin melakukan perekaman,” pungkasnya. HINDARI CALO Sementara itu, menurut Ni Luh Made Fitri Yudiastuti, memiliki dokumen kependudukan memang sangat penting. Hal tersebut dikarenakan segala bentuk persyaratan dan kelengkapan yang bersifat

resmi memerlukan dokumen tersebut. “Sekolah aja sekarang butuh akta,” ungkapnya. Perempuan pengelola sekaligus pelatih tari di Sanggar Seni Karya Remaja ini menambahkan jika ia lebih memilih mengurus sendiri kelengkapan dokumen kependudukan. “Kalau bisa sih jangan menggunakan calo, kan dari pemerintah sudah digratiskan biar gak kena biaya yang lain lagi,” jelasnya. Pengalamannya dalam mengurus pencatatan sipil pun terbilang lancar-lancar saja, dikarenakan ia datang kepada orang dan tempat yang tepat. “Selama ini tidak merasa kesulitan karena kalau mau urus KK ya datang ke Disdukcapil,” tambahnya. Perempuan kelahiran 16 Februari 1985 tersebut tidak menyangkal jika memang banyak masyarakat yang mengeluh terhadap rumitnya proses yang dilalui dalam kepemilikan dokumen kependudukan. Akan tetapi, semua proses akan terasa mudah jika sesuai dengan prosedur. “Sebenarnya tidak ribet justru kita malah dipermudah, asalkan administrasinya sudah lengkap,” ungkapnya. Menariknya, petunjuk pembuatan dokumen tersebut ia dapatkan dari tingkat desa sampai ke dinas. “Memang dari kantor desa sudah diarahkan, apa saja yang perlu diurus dan kemana selanjutnya,” jelasnya. Terkait dengan pengratisan

Ni Luh Made Fitri Yudiastuti

biaya administrasi dalam pengurusan dokumen pihaknya memang benar-benar merasakan. Ia berharap masyarakat yang enggan mengurus kepemilikan dokumen kependudukan harus belajar mengurus sendiri agar tidak mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk membayar calo. “Mulai sekarang masyarakat harus cerdas, sudah disediakan kemudahan oleh pemerintah ya harus dimanfaatkan,” tandasnya. -Wiwin

Disdukcapil Denpasar Perpanjang Jam Pelayanan Per 30 September 2016, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan batas akhir bagi masyarakat Indonesia untuk merekam data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Jika tidak, data kependudukan warga tersebut akan dihapus dari database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri. Pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo tersebut, ditegaskan kembali oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar Ir. Nyoman Gede Narendra. Jika dalam batas waktu tersebut masih ada masyarakat yang belum mengantongi e-KTP, tentunya mereka bakal kehilangan hak pelayanan saat mengurus sesuatu, khususnya yang masuk ke Disdukcapil seperti membuat akte kelahiran, akte pernikahan, dll. Tanpa memiliki e-KTP, semua itu tak bisa diproses. Hanya di e-KTP itu tertera identitas tunggal masyarakat. Dengan e-KTP yang berbasis online dan bermain di bank data ini, Narendara mengatakan kecil kemungkinannya seorang warga bisa memiliki identitas ganda. Karena itu, untuk mempercepat proses perekaman data KTP tersebut Disdukcapil Kota Denpasar memperpanjang jam pelayanan yakni setiap hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00 s.d. 15.30. “Kami sudah memperpanjang pelayanan pada masyarakat sekitar 10 jam per minggu. Sebelumnya, pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 s.d. 14.00 dari Senin s.d. Kamis, dan Jumat dari pukul 08.00 s.d. 11.00. Setiap minggu, saya dan staf lembur 2,5 jam. Ini benar-benar pelayanan untuk Kota Denpasar. Kami berharap masyarakat datang terus untuk proses e-KTP ini,” ujarnya. Selain itu, untuk pembuatan e-KTP ini Disdukcapil Denpasar juga melakukan jemput bola empat kali dalam seminggu ke kelurahan dan desa yang sudah terjadwal. Sementara untuk proses pembuatan akte kelahiran, dilakukan dua kali seminggu, yang juga berkoordinasi dengan lurah dan kades. “Itu sudah kami laku-

kan, sudah berusaha maksimal seperti ini, tetapi masih juga banyak yang tercecer. Tapi kami akan berusaha apapun untuk kepentingan masyarakat,” tegas Gede Narendra yang tetap semangat meski tangannya cedera. Kendala tersebut dikatakannya mungkin karena masyarakat berpikir KTP nasional yang dulu itu masih berlaku, maksimal sampai tahun 2019 karena penerbitan terakhir KTP Nasional tersebut tahun 2014. Belum lagi mereka yang berusia diatas 60 tahun, di KTP “jadul” tersebut tertera masa berlakunya seumur hidup. Ditambah lagi ada instansi lain yang masih mau menerima atau memberlakukan KTP nasional itu. Padahal, sesuai dengan UU, KTP nasional sudah tidak berlaku dari 31 Desember 2014, dan per 1 Januari 2015 e-KTP sudah diberlakukan. “Jika semua istansi tidak menerima KTP nasional otomatis masyarakat pasti membuat e-KTP. Tetapi dengan penegasan kemarin dari Kemendagri, mungkin sekarang instansi lain sudah tak berlakukan KTP Nasional,” ujarnya. Meski demikian, secara umum Narendra mengatakan kesadaran masyarakaat Denpasar untuk mengurus e-KTP dan identitas kependudukan lainnya sudah lumayan. Hal ini bisa dilihat dari permohonan yang masuk di Disdukcapil rata-rata 900 -1.000 per hari, atau sekitar 20 ribuan per bulan. Jumlah permohonan tersebut naik 58% dari sebelumnya. Sebelum jam pelayanan diperpanjang yang dimulai sejak 1 April 2016, permohonan yang masuk per bulan rata-rata 13 ribuan.”Jadi, sejak jam pelayanan diperpanjang ini, kesadaran masyarakat sudah cukup bagus,” ucapnya. Dengan program 1 hari jadi, Narendra menjamin segala urusan ke Disdukcapil terlayani dengan cepat dan gratis. Permohonan yang masuk antara pukul 08.00 s.d. 11.00 akan selesai keesokan harinya. Sementara permohonan yang masuk antara pukul 11 s.d.15.30 baru bisa jadi dalam dua hari. –Inten Indrawati Ir. Nyoman Gede Narendra

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 916 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu