24
Sudut Pandang
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Hanya beberapa hari setelah dilantik sebagai Menteri Pendidik an dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy langsung me luncurkan gagasan baru terkait dunia pendidikan, yakni “full day school’”. Anak akan berada seha rian di sekolah mulai dari pukul 6.30 hingga 17.00. Waktu yang ditambah bukan jam pelajaran pokok tapi jam kegiatan ekstra kurikuler. Ade Pujiati pengelola SMP Ibu Pertiwi
Kelamaan di Sekolah Membuat Anak Jenuh
M
enurut Menteri, muatan ekstrakurikuler usai jam pelajaran di sekolah diarahkan untuk membangun karakter peserta didik melalui beragam kegiatan sesuai minat dan bakat siswa, seperti olah raga, seni, sastra, pendidikan kerohanian, dll. Gagasan ini kontan menimbulkan kontroversi di masyarakat. Banyak yang menolak karena dianggap membebani murid, meski disebutkan bahwa penambahan waktu itu untuk kegiatan ekstrakurikuler. Banyak pihak berpendapat bahwa terlalu lama anak di sekolah, apalagi mengikuti kegiatan meski kegiatan ringan, akan membuat anak jenuh. Dan, ini justru berdampak tidak baik bagi si anak. Penolakan terhadap konsep full day school semakin kencang berhembus, bahkan muncul petisi penolakan konsep tersebut di laman www.change.org. Petisi yang digagas oleh Deddy MK, orangtua murid, hingga Jumat (19/8) telah mencapai 42.568 pendukung, dibutuhkan 7.432 pendukung lagi untuk bisa mencapai 50.000 dukungan untuk disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan pihak-pihak terkait. Ternyata penolakan bukan hanya dari kalangan orangtua murid saja tapi juga sejumlah sekolah swasta, salah satunya adalah sekolah SMP ‘Ibu Pertiwi’ yang dikelola
oleh Ade Pujiati. Menurut Ade, ia menolak keras gagasan tersebut. “Saya kira sekolah kami tidak akan ikut program full day school, karena terlalu memberatkan anak didik,” tegas Ade. Setiap hari, katanya, murid sekolahnya pulang antara pukul 15.00 hingga 15.30. Waktu belajar akademik pukul 07 sampai 13.00 WIB. Selanjutnya bagi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, melanjutkan sampai pukul 15.00 atau paling lama 15.30. Sedang murid yang tidak mengikuti kurikuler, mengerjakan tugas-tugas sekolah. “Mereka mengerjakan tugas sekolah seperti PR , dll, di sekolah. Jadi di rumah mereka bisa istirahat atau beraktivitas lain,” katanya. Jadi katanya, jika waktu di sekolah akan diperpanjang hingga pukul 17.00, ia mengaku sangat keberatan karena yang sudah dilakukan sekarang pun sudah dianggapnya maksimal. Terlalu lama di sekolah pun tidak baik bagi anak. “Mereka perlu aktivitas lain,” katanya. Dia berharap rencana itu dipertimbangkan lagi. Harus diingat bahwa pukul 17.00 hampir malam, sementara Jakarta pada jam –jam seperti itu sangat macet. “Lalu bagaimana anak-anak yang rumahnya jauh, jam berapa dia sampai rumah? Mungkin tiba di rumah pukul 18.00 atau 18.30, itu kan sudah malam. Bagaimana keamanannya? “ kata Ade dengan suara meninggi.
Murid SMP Ibu Pertiwi sedang belajar
Bagi Ade masalah beban psikologis terhadap anak serta faktor keamanan menjadi pertimbangan dirinya menolak tegas wacana tersebut. “Kalau soal makan, itu tidak masalah. Tidak seperti sekolah lain yang tidak menyediakan makanan pada muridnya, tapi di sekolah kami disediakan makan pagi dan siang. Tapi kalau harus menambah jam pendidikan, rasanya tidak mungkin,” katanya. Hal berbeda diungkap oleh
Kepala Sekolah SDN Taman Sari, Sutini. Menurutnya itu baru sebatas wacana. Namun, kalau memang telah menjadi keputusan maka sekolahnya siap melaksanakan. Sarana dan prasaran yang dibutuhkan pun, tambahnya, sudah pasti akan diupayakan untuk siap mendukung program tersebut. “Kalau memang nanti diputuskan harus dijalankan, ya kami siap. Tapi saya belum tahu bentuknya seperti apa, programnya sepertia apa. Nanti kalau sudah diputuskan, pasti akan ada surat edaran yang berisi petunjuk pelaksanaan dan program-program yang bakal dijalankan,” ucapnya. CURHAT GURU, BEBAN GURU Penolakan juga muncul dari kalangan guru PNS. Meski mereka tak berani menyuarakannya secara terbuka khawatir kariernya terancam. Seorang guru yang menolak disebut namanya mengaku teman-temannya di kalangan guru PNS keberatan dengan gagasan Mendikbud. Karena itu bukan saja membebani murid tapi juga membebani para guru. “Saya rasa ide itu kurang bagus bagi anak-anak. Terlalu lama di sekolah membuat anak-anak jenuh, meski untuk melakukan kegiatan sifatnya menggembirakan. Di sisi lain, apapun namanya, ini akan memberi beban bagi anak-anak. Kan kasihan mereka, secara psikologis itu kurang baik,” ungkapnya. Selama ini, ungkapnya, sekolah dasar negeri tempat dimana dia mengajar memulai pelajaran
pukul 06.30 WIB dan baru berakhir pukul 13.00. Bagi murid yang mengambil kegiatan ekstrakurikuler tertentu seusai belajar akademi, mereka melanjutkan ekstrakurikuler dan baru selesai pukul 15.00. “Dalam satu minggu ada tiga hari untuk ekstrakurikuler, seperti pramuka, merawis dan drum band,” katanya. Nah di luar itu, anak-anak pulang sekolah pukul 13.00. Menurutnya, sembari memberi contoh dirinya, setiap hari sudah berada di sekolah pukul 06.00 atau setengah jam sebelum mulai belajar. “Nah kalau anak-anak hanya tiga hari dalam seminggu pulang pukul 15.00, beda dengan guru. Kami setiap hari pulang pukul 15.00, sekalipun tidak ada kegiatan ekstrakurikuler. Selama di sekolah kami mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pendidikan anak,” tambahnya. Kalau full day school diberlakukan artinya para guru pun harus berada di sekolah sampai pukul 17.00. Hal itu sungguh memberatkan. “Guru juga manusia. Guru juga punya keluarga. Bagaimana nasib keluarga kami. Anak saya tiga, yang masih membutuhkan bimbingan. Kalau saya mulai berangkat dari rumah pukul 05.30 lalu kembali pulang ke rumah pukul 18 atau 18.30, bagaimana waktu untuk anak-anak saya. Karena sampai rumah saya sudah sangat lelah. Jadi kami mohon agar ide ini dikaji kembali. Jangan hanya melihat dari sisi murid tapi tolong dilihat juga dampaknya bagi guru,” ucapnya sembari menambahkan dirinya berdoa agar rencana ini tidak jadi terlaksana. -Diana Runtu
Belajar Mengatur Waktu Wacana Menteri Penguna. Begitu juga dengan si didikan dan Kebudayaan anak merasa nyaman, tidak untuk memperpanjang stres dan tetap mampu jam sekolah bagi para menyerap pelajaran dengan siswa hingga sepanjang baik. Buktinya hingga saat hari disambut beragini Devi tercatat sebagi am oleh para siswa dan siswa berpretasi, ia menorangtua mereka. duduki posisi Juara Umum Salah satu orangtua 3 di Jurusan IPS. murid Ida Ayu Nyoman Bahkan lanjut Dayu, Suryati (47), berkomenkalau ada kegiatan atau tar selama sistem full day event yang cukup besar, dan school, tujuannya bagus Devi ikut di dalamnya, hari untuk pendidik siswa, Minggu pun ia ke sekolah. dan siswa tidak jenuh dan Seperti saat akan diadatetap bisa optimal dalam kannya acara jurnalistik mengikuti pemelajaran nasional, maka Devi dan tidaklah masalah. teman-temannya cukup Seperti yang dijalani sibuk melakukan persiapan Dayu dan putrinya oleh putrinya Ni Putu dan ini berarti waktunya di Ayu Deviyanti, siswa kelas XII/ IPS di SMA Negeri sekolah lebih panjang bahkan bisa sampai menje3 Denpasar. Devi tercatat aktif mengikuti ekstra lang malam. Begitu juga usai acara mereka kembali jurnalistik dan Optimasi Ekonomi. Karenanya, ia membereskannya. Dan, sesekali ada juga kegiatan cukup sering berada hampir seharian di sekolah, yang diluar sekolah, misalnya saat ada lomba meski tidak setiap hari. pemutaran film, maka mereka mengikutinya di Dayu menuturkan kalau Devi, biasa berangkat Pusdok (pusat dokumen daerah). ke sekolah pukul 6.30 dan belajar sampai dengan Ia juga melihat jika sistem bersekolah sepapukul 14.00. Namun, setelah itu sering langsung njang hari diberlakukan banyak memberikan ada tambahan kegiatan di sekolah. Bahkan sesekali kesempatan kepada sekolah untuk menanamkan juga pulangnya malam, terutama saat ada kegiatan pendidikan karakter kepada peserta didik. Disatau event dan Devi tercatat sebagai panitia atau amping itu, full day school ini bukan berarti para terpilih bertugas menjadi presenter di kegiatan siswa belajar selama sehari penuh di sekolah. Projurnalistiknya. gram ini , mungkin masuk ekstakurikuler yang meDikatakannya ia tidak khawatir karena sangat mastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-kegiatan mengenal putri sulungnya ini, dan mereka selama penanaman pendidikan karakter, kepribadian dan ini satu sama lainnya sangat terbuka. Mengingat mengembangkan potensinya. pula kegiatan yang diikuti memang kegiatan yang Bagi Dayu, semua aktivitas yang memerlukan sudah diketahui atau ditetapkan sekolah untuk waktu cukup panjang ini, positif yang bisa menjadi menjadi pilihan ekstra bagi murid-muridnya. bekal bagi anak dalam memilih karier ke depanSelama ini juga kata ibu dua anak ini, ia melihat nya, termasuk mengajarkan anak-anak bagaimana kegiatan yang dilakukan putrinya positif dan bermengatur waktu yang baik. -Sri Ardhini
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
GORO-GORO Amat dan istrinya sering bertengkar karena sinetron berjudul Merdeka. Bu Amat kePutu Wijaya canduan, karena banyak kata-kata mutiara. Pak Amat sebel karena terlalu banyak ngomong dan ceritanya diulur-ulur. Tetapi memasuki bulan Agustus, Amat mendadak suka. Karena salah satu tokohnya memberikan pernyataan yang sesuai dengan pikiran Amat. “Meskipun aku merdeka, aku tidak merdeka. Tapi biarpun aku tidak merdeka, aku merdeka!” “Betul!” puji Amat sambil mengeraskan suara TV. Tapi sementara itu ia juga mengeraskan suaranya supaya jelas terngar oleh istrinya. “Merdeka itu sulit sekali kita rebut. Tapi setelah didapat lebih sulit lagi mempertahankannya. Tapi yang paling sulit, bagaimana mengisinya, Bu!” Bu Amat berdiri, langsung
pergi masuk kamar. Amat kecewa, lalu menyusul. “Lho, ibu mau nonton tidak atau mau yang lain?” “Tidak.” “Lho, bukannya sinetron kesayangan, nanti nyesel.” “Biarin, habis kebanyakan ngomong!” Amat ketawa. “Tapi, ibu kan biasanya sampai lupa bernafas, kalau mereka sudah mulai bertengkar.” “Betul. Itu kalau ngomongnya yang perlu-perlu untuk kita!” “Apa yang perlu untuk kita?” “Ya tentang keluarga, pekerjaan, rumah-tangga, cinta, pergaulan, adat-istiadat, moral, agama.” “Kemerdekaan kan penting juga?!” “Ah, untuk apa lagi dibicarakan? Kita kan sudah merdeka 71 tahun!” Amat siap untuk memberikan ceramah. Tapi melihat suaminya mau berkicau, Bu Amat lalu menguap dan memejamkan matanya.
Ekspresso
merdeka
Amat jadi kelimpungan. Ia keluar rumah mencari lawan ngobrol. Kebetulan Agus lewat. “Gus dari mana?” “Tadinya mau belajar bareng, Pak. Eh Nyoman asyik nonton Merdeka, tak tinggal saja, Pak.” “Nggak rame?” “ Yah, namanya sinetron, dibikin-bikin rame terus, Pak, supaya menarik, jadi ratingnya naik. PH-nya makin kaya, kitanya yang bete!” “Masak begitu?” “Ya, Pak! Tadi masak kampungan banget. Dia bertengkar sama pacarnya bilang, apa ya?” Amat memotong. “Meskipun aku merdeka, aku tidak merdeka. Tapi biarpun aku tidak merdeka, aku merdeka!” Agus ketawa. “Ya betul itu! Bapak nonton?” “Nonton sih tidak, nguping saja.” “Ya, orang tua saya di rumah juga seneng nonton Merdeka.” “Kamu tidak? Kenapa?” “Bikin pusing Pak. Kebanya-
kan omong. Ngomongin merdeka saja bisa sampai 2 episode. Bolak-balik, bolak-balik di situsitu aja.” “Tapi kemerdekaan kan soal yang sulit, 13 episode pun belum tentu jelas!” Agus ketawa. “Kok bisa begitu, Pak? Itu bukannya berarti yang ngomongin idiot?” Amat jadi beringas, ketemu lawan. “Tidak ada yang idiot Gus. Kemerdekaan itu memang sulit karena sering tumpang tindih dengan kebebasan dan kebablasan. Sebenarnya tidak, tapi orang yang mempergunakannya yang menumpangtindihkan. Akibatnya, kemerdekaan konotasinya sering kotor. Padahal itu kan hak azasi manusia yang kita junjung tinggi
asal jangan dibebas-bablaskan. Mengerti?” Agus ketawa. “Tidak. Kalau dibolak-balik begitu bikin pusing, Pak.” “Lho pusing itu perlu. Kemerdekaan yang tadi dipertengkarkan di sinetron Merdeka itu juga untuk menunjukkan esensinya. Merdeka dan tidak merdeka paket. Harus diucapkan bareng, berkesinambungan. Sebab dalam merdeka diperlukan banyak aturan agar kemerdekaan orang dengan kemerdekaan yang lain, tidak saling bertabrakan. Jadi ketidakmerdekaan karena dibatasi aturan itu berguna, agar kita semua sama-sama tetap merdeka. Sebaliknya kalau terpisah maknanya jadi lain. Orang merdeka yang tak merdeka itu, pasti goblok, kurang gaul. Sedangkan orang yang tak merdeka tapi merdeka itu, pasti pengacau atau gila. Mengerti?” Amat menoleh. Ternyata Agus sudah pergi.
Menghadapi Stres Menentukan Kualitas Hidup
Makanan sehari-hari yang biasa disantap para penduduk urban yang sibuk dengan hirup pikuk lalu lintas maupun deadline dan target bisa mengakibatkan stres. Stres juga dialami oleh penduduk di desa dalam menghadapi beban kehidupan yang keras. Stres adalah pengalaman yang bersifat subjektif, tentang bagaimana sikap pikiran menginterprestasikan stimulus dan tanggapan tubuh atas stimulus yang ditangkap oleh pikiran. Bisa jadi penyebab stres yang sama, akan berdampak berbeda tergantung bagaimana masing masing individu memberi tanggapan dalam menghadapi stres tersebut. Secara umum, stres akan mempengaruhi keadaan fisiologis seseorang misalnya detak jantung yang meningkat, kualitas tidur terganggu, produksi keringat berlebih, hormon kortisol meningkat yang menyebabkan otot menjadi tegang dan bahkan terasa nyeri, keasaman di lambung meningkat, libido meningkat atau sebaliknya menurun; sistem reproduksi terganggu yang bisa menyebabkan infertilitas dan juga impotensi, yang kesehatan secara umum gejala stres ini akan mempengaruhi kesehatan kita. Cara seseorang dalam meng-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
hadapi stres menentukan kualitas kehidupan dan mental orang tersebut. Pada sebagian orang menghadapi stres dengan alkohol, merokok, mengasup zat-zat yang memberi stimulan atau sebaliknya mengasup obat sedatif, clubbing, olah raga.. Sebaliknya ada yang menghadapi stres dengan ketenangan, misalnya meditasi, mendengarkan musik yang lembut, melakukan olahraga yang menyelaraskan tubuh dan pikiran (yoga, tai chi,), menekuni hobi, membaca buku yang memberikan pencerahan, memberi waktu yang lebih kualitas kepada keluarga. Ada juga yang acuh tak acuh dan tidak melakukan apapun untuk menghadapi stres yang di kemudian hari bisa membuat emosi mereka meledak-ledak atau malahan paranoid. Bahkan tidak mustahil ada yang cenderung ‘maniak’ melakukan kekerasan pada saat stres melewati ambang ‘kekuatan mental’ mereka. Kita sering membaca surat kabar bahwa ada penembakan massal, pemalakan yang dilakukan oleh murid SD sampai perguruan tinggi terhadap temannya yang lebih lemah, kekerasan dalam rumah tangga, sampai memutilasi korban. Semua itu adalah contoh dari keadaan psikologis seseorang
Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc setelah sekian lama ‘menyantap’ makanan yang mempengaruhi emosi dan pikiran mereka tanpa berusaha menyelaraskan diri, sehingga pada waktu tertentu ‘memuntahkan’ emosi mereka pada saat ambang pertahanan mereka jebol. Apapun yang masuk ke dalam tubuh kita tetaplah disebut makanan. Jadi stres yang masuk ke dalam kehidupan kita juga merupakan bagian dari ‘santapan kehidupan’ kita. Boleh dikatakan bahwa stres individu selain mer-
ugikan pribadi masing-masing akan juga merugikan lingkungan sosialnya. Penelitian ilmiah yang diadakan terhadap masalah stres, menyatakan bahwa stres memberi kontribusi yang besar terhadap masalah tekanan darah tinggi, naiknya kolestrol, serta masalah penyakit yang berhubungan dengan jantung Selain itu stres mengakibatkan turunnya daya imun tubuh serta meningkatkan kadar kortisol, sehingga tubuh mudah terserang masalah peradangan. Stres juga salah satu yang mengakibatkan masalah diabetes (www.lifepositive.com). Journal of the American Medical Association meneliti bahwa kemarahan dan emosi yang tidak terkendali bisa merusak kesehatan arteri pada generasi muda. Sekarang kita sering menemukan
orang muda pun sudah terkena penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah. Apabila akhir-akhir ini kita membaca atau mendengar bahwa meditasi merupakan salah satu unsur makanan yang sangat sehat bagi mental kita, tidak ada salahnya Anda mulai belajar dan mempraktikkan meditasi. Karena meditasi dianggap sebagai ‘santapan sehat bagi mental’ yang mampu menyelaraskan tubuh dan pikiran. Keadaan yang harmonis antara pikiran dan tubuh tidak hanya memberi manfaat bagi diri Anda sendiri, akan tetapi juga memberi manfaat yang sangat positif bagi dunia Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc Dosen Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
23
Fasilitas Sekolah harus Memadai
Pendidikan adalah salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek pendidikan bagi siswa terpenuhi. Kedua aspek tersebut ialah pendidikan karakter dan pengetahuan umum. Belakangan ini, publik sedang diramaikan oleh wacana sekolah sehari penuh atau Full Day School (FDS) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Wacana tersebut menuai anggapan miring di kalangan masyarakat. Akan tetapi kepala SMA Laboratorium Undiksha Drs. Wayan Sukarta, M.Pd., menyikapi usulan tersebut dengan sangat bijaksana.
M
enurutnya, waca n a s eko la h sehari penuh tersebut harus memerhatikan dua sisi antara kedekatan anak dan orangtua dan kesibukan orangtua. Anakanak diharapkan tidak sendirian dan tidak liar di luar sekolah ketika orangtua mereka melakukan aktivitas bekerja. Secara spesifik anak-anak mendapat pengawasan untuk mengerjakan tugas pembelajaran di sekolah, dan tidak bertindak menyimpang sampai dijemput orangtuanya. “Full day school akan sangat bagus diterapkan jika memang kondisinya orangtua sibuk bekerja sehingga pengawasan terhadap anak berkurang,” paparnya. Penerapan perpanjangan jam sekolah yang lebih mengarah kepada pendidikan karakter siswasiswi tingkat SD dan SMP untuk negeri dan swasta ini rupanya tidak sepenuhnya bisa terapkan. Meskipun baru hanya sebatas rencana disosialisasikan, Sukarta mengatakan perlu dikaji mendalam sebab tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai. “Jika hal itu diterapkan, maka sekolah harus menyiapkan jadwal dengan baik, sarana harus dipersiapkan dan fasilitas yang ada juga harus baik sehingga full day school tidak mubazir,” jelasnya. Melihat kondisi sekolah yang ada Indonesia, menurutnya hal tersebut tidak dapat berlaku untuk semua sekolah di seluruh Indonesia. “Tidak bisa disamakan antara sekolah di kota dan di desa,” tambahnya. Oleh sebab itu, aturan sekolah sehari penuh lebih cocok diterapkan di sekolah yang letaknya di tengah kota.
di kelas, melalui kegiatan OSIS, dan ekstrakulikuler yang ada di sekolah,” tegas Sukarta.
Dr. Nyoman Jampel, M.Pd
Pria kelahiran 28 Januari 1962 tersebut mengatakan sekolah yang ada di desa akan terkendala oleh fasilitas. Namun, jika wacana tersebut benar-benar direalisasikan, pihaknya mengaku siap melaksanakan aturan sekolah sehari penuh tersebut. “Sekolah Lab ini kan ada jenjangnya dari TK sampai SMA dan fasilitas di sekolah ini juga memadai,” ujarnya. Akan tetapi, penerapannya tidak dapat diberlakukan untuk semua kalangan siswa. “Kalau anak TK rasanya belum cocok begitu juga tingkat SD,” tambahnya. Ia mengatakan guru-guru di sekolahnya tetap menerapkan pendidikan karakter meskipun belum menerapkan aturan sekolah sehari penuh. Menurutnya, peran guru tidak hanya sebagai pendidik melainkan juga pembentuk karakter siswa. “Pendidikan karakter kami selipkan dalam pembelajaran
POLA PENGAJARAN GURU Sementara itu, Rektor Undiksha Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., menilai, full day school belum tepat dilakukan di tingkat daerah semisal Buleleng. Di tingkat pusat pun full day school sendiri tidak serentak diterapkan melainkan dilakukan proyek percontohan kepada peserta didik. Hal ini dikarenakan, program yang dicetuskan Mendikbud masih perlu dikaji dengan melihat budaya dan lingkungan di suatu daerah. “Jika ternyata pertimbangan menghindari tindakan meny-
Drs. Wayan Sukarta, M.Pd
impang siswa lalu dibuat suasana belajar menyenangkan dan jam pulang sekolah rencananya akan disamakan dengan jam pulang bekerja, Ide tersebut masih membutuhkan masukan lebih jauh sebelum diterapkan ke seluruh sekolah di daerah,” paparnya. Menurut Rektor lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut full day school tidak dalam artian 24 jam berada di sekolah tetapi kemungkinan sampai jam pulang kerja orangtua saja.
Ia menegaskan, pembentukan karakter siswa tidak hanya perkara lama waktu belajar siswa melainkan tergantung dari pola pengajaran yang dilakukan oleh guru masing-masing mata pelajaran. “Bagaimana supaya terdapat suasana belajar nyaman. Mengacu kepada Kemendikbud terdahulu, dari tingkat TK sampai SMA, bila diciptakan sekolah sebagai taman menyenangkan, ini menjadi konsep full day school walaupun tidak ada interaksi guru bersama siswa,” imbuhnya. Namun, Jampel berpendapat usulan dilontarkan Kemendikbud baru akan dikaji dan belum diterapkan. “Ya ini kan baru kajian, konsep atau wacana. Kemungkinan perlu dikaji lebih dalam. Kalau dipikir 24 jam belajar kan tidak mungkin. Pengetahuan itu bisa saja didapat siswa-siswi dari lingkungan masyarakat, orangtua dan tokoh masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. Dia menambahkan, lingkungan menjadikan anak-anak didik cerdas dan terdidik. Kondisi lingkungan masyarakat ikut mempengaruhi pola pemikiran anak. “Kalau anak sudah baik dari awal dan lingkungan terbaik kemudian bisa menyenangkan,” tambahnya. –Wiwin
Perlu Pilot Project Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengubah sistem pendidikan di Indonesia menjadi full day school, mendapat tanggapan dari banyak pihak. Kadis Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani mengatakan, terkait wacana full day school, banyak hal yang menjadi dasar atau kajian sebelum sistem ini diberlakukan. Menurutnya, harus ada pemetaan yang jelas dan mendalam tentang wilayah Indonesia terlebih dahulu. “Kita harus melihat wilayah Indonesia. Tidak semua wilayah sama, ada yang di perkotaan, di perdesaan, dan di daerah perbatasan, dengan jarak tempuh ke sekolah ada yang dekat, sedang, bahkan perlu perjuangan untuk sampai ke sekolah. Apalagi, siswa akan berada mulai pukul 07.00 sampai 16.00 di sekolah, kita juga perlu melihat, bagaimana kondisi sekolah,” ucapnya. Selain itu, harus melihat juga dukungan sarana dan prasarana sekolah, termasuk halaman yang memadai, karena ini yang disasar anak SD, SMP, dan SMA, yang waktunya tak sepenuhnya belajar. “Perlu diimbangi juga dengan bermain karena ini berkaitan dengan usia tumbuh kembang anak,” katanya. Ia mengatakan, apakah kondisi sekolah di Indonesia sama? Tentu tidak. Menurutnya, Indonesia perlu punya pemetaan sebagai
TIA Kusuma Wardhani
syarat utama sehingga bisa dicek, yang mana sekolah dianggap siap dan yang mana yang tidak siap. Selain sarana dan prasarana, perlu juga melihat dari SDM guru. “Apakah guru sudah siap memfasilitasi siswa dari pukul 07.00 s.d. 16.00? Kondisi saat ini jumlah guru terbatas dan sebagian tenaga kontrak. Ini bagaimana?” kata TIA Kusuma Wardhani. Kalau ada penambahan jam belajar, apakah diisi dengan belajar? Tentu jawabannya tidak. “Yang harus ditambahkan, ekstrakurikuler. Ada lagi pertanyaan, apakah kita sudah memiliki guru yang sesuai, tidak mencari orang asal ada kita pasang, kebutuhan apa yang harus diberikan selama anak-anak berada di sekolah, ini yang harus
diperhatikan,” tegasnya. Ia menilai, kondisi anak tidak semua dari ekonomi berkecukupan. Karena siswa akan berada di sekolah mulai pukul 07.00 s.d. 16.00, tentu ada makan siang. Samakah makanan siswa kita? Mungkin ada yang makannya mewah, atau sederhana. Kalau mau pesan di kantin, apakah kantin siap melayani. Misalnya dengan 1000 siswa, tentu kewalahan juga. Sebaiknya ada kajian terlebih dahulu agar bisa dilakukan pemetaan. Intinya, harus ada ada pilot project, yakni satu sekolah yang dijadikan role model, sehingga bisa dilihat, apakah sekolah bisa mempertanggungjawabkan dengan baik kepada orangtua karena waktu anak lebih lama di sekolah. Mampukah sekolah mengantarkan anak-anaknya menjadi lebih baik dengan jam waktu anak yang lebih lama di sekolah. Ia memberi contoh, kalau di daerah perdesaan, jarak tempuh ke sekolah bisa sampai dua jam. “Kalau pulang pukul 16.00, sampai di rumah sudah malam, ini berisiko tehadap keselamatan dan keamanan anak. Siapa yang akan mengantarkan anak-anak ini. Kalau mereka miskin, tentu orangtua mereka tak bisa mengantar. Termasuk, anak-anak yang sepulang sekolah harus membantu orangtuanya bekerja, agar bisa tetap sekolah,” kata TIA Kusuma Wardhani. –Wirati Astiti
22
Tempat santai warga Jakarta bertambah satu lagi. Tak tanggungtanggung lokasinya sangat dekat dengan Istana Negara, bahkan dari sana bisa langsung memandang kegiatankegiatan di halaman Istana, termasuk pergantian pasukan penjaga (Paspampres) Istana yang saat ini sudah dapat dilihat oleh umum. Taman Pandang Istana, itulah nama tempat santai yang kini jadi lokasi favorit warga Jakarta.
D
Sosialita
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
ulunya tempat yang terletak di barat laut M o n u m e n Nasional (Monas) itu, selalu jadi lokasi berkumpul para demonstran yang ingin atau sedang berdemo di Istana, kini disulap oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjadi taman yang unik berbeda dengan tampilan taman lainnya yang ada di Jakarta. Soal Taman Pandang Istana terinspirasi dari demo-demo yang berlangsung di depan Istana, juga diakui oleh Ahok. Menurutnya, gagasan itu memang awal munculnya karena aksi demo yang kerap dilakukan di depan Istana. Dari sanalah kemudian terpikir untuk membuat ruang terbuka hijau bagi masyarakat untuk menyampakan gagasan dan aspirasinya melalui kegiatankegiatan yang positif dan kreatif.
Edisi 915/ 22 - 28 AGUSTUS 2016
Taman Pandang Istana
Ay u Pu s p it a s a ri
Favorit Baru Warga Jakarta
Promosikan Tenun Endek
“Kalau orang demo kan nggak puas ya kalau cuma teriak-teriak demo. Kami dan polisi berpikir, lebih baik kita bikin taman untuk aspirasi,” ucap Ahok. Setelah tiga minggu diresmikan, taman yang mengusung konsep seni bagi kebebasan berekspresi dengan konstruksi yang ramah lingkungan, selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, khususnya pada sore hari dan akhir pekan. Banyak hal-hal menarik dan unik yang bisa dijumpai di Taman Pandang Istana. Salah satunya adalah instalasi tipografi yang digunakan untuk desain bangku taman. Tipografi adalah seni cetak atau tata huruf adalah suatu kesenian dan teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Jika dilihat secara keseluruhan bangku-bangku taman itu membentuk huruf yang jika dirangkai akan berbunyi ‘Berbeda Tapi Satu’. Bangku-bangku taman itu ditempatkan mengikuti bentuk taman yang setengah lingkaran. Tidak hanya itu keunikan Taman Pandang Istana yang sebelumnya sempat ingin dinamai ‘Taman Aspirasi’. Adanya instalasi pada lantai yang berisi kutipankutipan menarik dari para tokoh bangsa seperti Gus Dur, Buya
3
Ayu bukan perancang busana. Ia lebih suka menyebut dirinya sebagai seseorang yang mencintai fashion. “Saya suka dengan model pakaian yang unik, simple, dan nyaman dipakai yang menjadi dasar koleksi-koleksi baju saya, dan saya percaya konsumen saya juga akan menyukainya,” kata Ayu Puspitasari, yang berkibar dengan lokal brand Novee.
K
Hamka, Mohammad Hatta, dll, semakin memberi warna tersendiri bagi taman itu. Desainer Taman Pandang Istana, Yasser Rizky mengaku, sengaja memilih tipografi karena sebagai bentuk keilmuan dan
kesenian seringkali tidak dikenali fungsinya sebagai pengantar tekstual. “Melalui Taman Pandang Istana inilah menjadi peluang memperkenalkan tipografi kepada masyarakat,” katanya. Tipografi sebagai tulisan, katanya,
menyampaikan pesan secara langsung memiliki kemampuan membentuk relasi emosional dengan pengunjung taman. Di Jakarta, tak banyak taman yang menyajikan hal serupa. Lebih jauh kata Yasser, taman tersebut dibuat dengan tujuan merayakan keragaman. Itu bisa dilihat dari berdirinya patung instalasi yang bertuliskan ‘Ragam Insan’ . Yang unik dari patung ini, ketika pengunjung melihat tulisan dari sisi dalam, akan nampak tulisan Ragam. Sedangkan dari sisi luar yang terbaca adalah Insan. Instalasi patung ini merupakan gabungan dari huruf jenis serif dan sans serif yang menjadi salah satu bentuk respon terhadap ruang keragaman. Yasser berharap, karya ini bisa berdiri sebagai karya abstrak yang unik yang bisa dinikmati. “Keragaman kita adalah suatu kekuatan bukan perpecahan,” ucapnya. Menurut Yasser ia mendesain sendiri huruf-huruf tersebut setelah melalui riset dari berbagai sumber tentang keragaman Jakarta. Karenanya, huruf-huruf memiliki bentuk berbeda dari umumnya. Di sisi lain, dalam mendesain taman tersebut, ia juga memperhatikan keberadaan bangunan-bangunan di sekitarnya seperti Monas, juga Istana Negara. Kedua bangunan itu, memiliki warna dan gaya yang selaras karena taman yang didesainnya pun tidak diberi warna warna ceria melainkan warna material aslinya agar selaras dengan bangunanbangunan sekitarnya. -Diana Runtu
etertarikan Ayu terhadap tenun Bali bermula dari kesukaannya terhadap dunia fashion dan keinginannya, membawa kain tenun endek Bali menjadi pilihan bukan hanya bagi masyarakat Bali tapi juga Indonesia. Selain juga, mendukung program pemerintah untuk mencintai
produk dalam negeri. Dalam pengamatannya, konsumen sangat antusias dengan perkembangan tenun endek Bali. “Banyak konsumen saya yang memilih memakai tenun endek Bali bukan hanya untuk pakaian kerja, namun juga digunakan untuk acara-acara tertentu seperti arisan, acara keluarga, wisuda
ataupun sekadar jalan-jalan. Kain tenun Bali tidak hanya digemari masyarakat Bali tapi sudah meluas ke daerah lain di Indonesia bahkan sampai mancanegara. Jadi saya sangat optimis jika kain tenun Bali akan tetap menjadi pilihan berbusana masyarakat Indonesia, apalagi saat ini sedang digalakkan agar masyarakat mencintai produk dalam negeri. Apalagi, hampir seluruh instasi pemerintah dan swasta sudah menetapkan bahan kain endek Bali sebagai “uniform” di akhir pekan dan dapat dipadupadankan dengan aksesoris se hingga terlihat elegan dan modern. That is very nice,” ujar Ayu. Uniknya, Ayu melakukan promosi lewat sosial media menjadi fokus utama. Ia melihat, saat ini hampir semua menggunakan sosial media disamping mudahnya
berkomunikasi langsung dengan calon pembeli. Saat ini, ia masih tetap mengeluarkan koleksi “ready to wear” karena kebanyakan konsumen membeli produknya untuk pakaian sehari-hari. “Bila ada kesempatan pameran mungkin akan dipertimbangkan untuk menjangkau lebih banyak custo
mer offline,” kata Ayu. Ia mengatakan, belum terpikir untuk ke arah produksi massal karena ia lebih memilih menjadikan koleksi saya unik dan eksklusif. “Saat ini saya hanya menerima pemesanan uniform untuk skala kecil seperti seragam keluarga ataupun komunitas kecil,” ucapnya. Untuk saat ini koleksi Ayu bisa dilihat di www.noveecollectionsbali.com, facebook page Novee Collections, atau instagram @ noveecollections. Konsumen juga bisa datang ke butik NOVEE di Jalan Gunung Salak 31 Denpasar atau bisa menghubunginya melalui whatsapp 0896 5703 7440, BBM 7F4134A3, LINE noveecollections. -ast
4
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Strategi Bangkitkan Pertanian Bali
Inspirasi
Gunakan Pendekatan Politik dan Pendekatan Ekonomi
Sektor pertanian di Bali menjadi perhatian. Ada kalangan menilai sektor pertanian diabaikan, namun ada yang melihat pertanian memiliki potensi besar. Semuanya terungkap dalam sarasehan “Strategi Membangkitkan Kejayaan Pertanian Bali” yang dilaksanakan di Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (15/8).
I Ketut Sudikerta
B
ali memiliki potensi lahan pertanian basah dan kering seluas 80.063 hektare, tersebar di 9 kabupaten/kota. Paling banyak terdapat di Kabupaten Tabanan, disusul Buleleng, Badung dan Karangasem. Namun sumbangannya terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali masih tergolong kecil, hanya sekitar 15%. “APBD Bali tahun 2016 nilainya Rp 5,5 triliun. Untuk sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan anggarannya sekitar Rp 320 miliar. Ini belum termasuk dari program lain. Kami dari pemerintah provinsi Bali terus berupaya untuk meningkatkan sector pertanian melalui program Simantri,” jelas Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta. Ia menambahkan subsidi pupuk organik juga diberikan kepada petani sekitar Rp 10 miliar. Pemberian subsidi pupuk organik ini bertujuan menjaga tekstur tanah agar tetap terjaga sehingga memberikan peningkatan kualitas hasil pertanian. Ada empat hal yang diungkapkan
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini dalam upaya mencapai tujuan pertanian yang berkualitas tinggi. Pertama, penyediaan infrastruktur pertanian secara menyeluruh seperti membuat saluran-saluran irigasi, membangun jalan-jalan subak untuk mempercepat akses jalan untuk mengangkut hasil produksi pertanian. Kedua, ketersediaan air, bantuan bibit unggul, serta alat panen. Ketiga, menyangkut peningkatan sumber daya petani melalui pembangunan sekolah kejuruan di bidang pertanian. Selain itu, juga menyiapkan penyuluh-penyuluh ke masyarakat agar kualitas para petani bisa lebih meningkat dalam produktivitasnya. Keempat, penyiapan alokasi anggaran yang cukup untuk kemajuan sektor pertanian. Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Koster melihat sektor pertanian Bali dalam perkembangannya secara alamiah maupun regulatif justru mengalami penurunan yang sangat drastis. Ditandai dengan menurunnya jum-
I Wayan Koster lah lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, yang setiap tahunnya menyusut sekitar 800 hektare. Selain itu, ditandai pula dengan menurunnya minat masyarakat untuk menggeluti sektor pertanian. Terutama generasi muda, yang setiap tahunnya diperkirakan turun 1%. “Indikator terakhir, kontribusi dari pertanian terhadap PDRB itu juga terus menurun dan saat ini tinggal 15%,” ujar anggota Komisi X DPR RI ini. Koster menjelaskan, alih fungsi lahan terjadi akibat desakan dari berbagai sektor terutama pariwisata, permukiman, dan juga properti. Hal ini berdampak pada penurunan kapasitas pertanian Bali, yang berkaitan pula dengan upaya
kedaulatan pangan. Khususnya upaya untuk memenuhi kebutuhan beras. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya beban pajak yang harus ditanggung oleh masyarakat yang setiap tahun Bali karena merupakan daerah pariwisata, itu kenaikannya luar biasa dan itu sangat membebani para petani. Koster menambahkan, PDI Perjuangan sendiri menawarkan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang merupakan penjabaran dari ajaran Tri Sakti Bung Karno. Dengan dilaksanakannya PPNSB, pembangunan sektor pertanian di Bali akan menjadi terpola, terarah, terintegrasi, terpadu, terencana, dan tersistem. MAJU BERSAMA Dari kalangan kepala daerah, muncul berbagai pernyataan. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan masyarakat petani bangga menjadi petani. Mereka diproteksi dengan pertanian kontemporer, dalam hal ini petani diwajibkan untuk menghasilkan produksi pertanian yang berkualitas. Melalui smart city, Dinas Pertanian membuat aplikasi terkait harga dasar produk pertanian. Tujuannya, agar petani mengetahui harga dasar itu untuk menghindari adanya spekulan atau tengkulak. Badung juga mengadakan kerja
Suasana sarasehan “Strategi Membangkitkan Kejayaan Pertanian Bali”
Cetak Pengusaha Muda Pertanian Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, I Wayan Ramantha mengatakan, secara demografi masyarakat Bali paling banyak berada di sektor pertanian. Artinya, kalau bicara penghidupan masyarakat Bali sejatinya masih dominan di sektor yang menempati urutan ketiga dari segi kontribusi terhadap PDRB. “Saya ingin mengajukan konsep sebagai strategi pengembangan atau membangkitkan kejayaan pertanian Bali kedepan, itu menjadikan pertanian Bali itu sebagai agrobisnis. Sebagai sebuah bisnis, dia nantinya akan terikat dengan 5 M,” ujarnya. M yang dimaksud, lanjut Ramantha, pertama adalah man. Selama ini, petani sering disebut petani bahkan diplesetkan tani kelen sehingga tidak banyak anak muda yang tertarik. Tetapi ketika mindset-nya diubah menjadi
pelaku agrobisnis, tentu menjadi berbeda. Generasi penerus tidak akan malu menjadi petani. M yang kedua market, pemasaran kita dari dulu sudah kita wacanakan hanya sebatas wacana bagaimana sektor pertanian bisa disinergikan dengan sektor pariwisata. M selanjutnya adalah money yang menjadi persoalan dari dulu. Ketika sektor pertanian atau agrobisnis (petani, red) mengajukan kredit pasti tidak visible. Petani dianggap tidak bisa mengangsur kredit setiap bulan di bank. Kemudian material, selama ini baru bicara bibit unggul padi, sementara bibit yang lain belum pernah diaplikasikan. Salah satu praktisi pertanian, Wayan Supadno mengaku sedih melihat pertanian Bali. Belum banyak yang dapat memberikan contoh nyata, bagaimana menjadi petani yang sukses. Seluruh pihak terkait, kalangan pemimpin di Bali,
menurutnya terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Padahal, petani tak butuh hal-hal yang teoritik, dengan bahasa para pejabatnya yang setinggi langit. Melainkan petani Bali hanya butuh satu, yaitu bukti nyata, bukan kepura-puraan membangun pertanian. “Kalau terus pura-pura, maka hasilnya juga akan pura-pura. Mau begini terus?, tak perlu dengan bahasa yang setinggi langit bicara pertanian. Negara ini rusak karena pejabatnya tidak mau jujur,” kata Supadno dengan nada keras. Sebagai petani, dia mengaku sudah turun hampir ke seluruh wilayah Bali. Cukup banyak masih ada lahan tidur di Bali. Tetapi, petaninya justru terus berkurang. Petani dengan usia produktif di Bali, hanya 12%, sedangkan yang sudah usia lanjut mencapai 62%. Ini ancaman serius bagi masa depan pertanian di Bali. Sehingga,
I Wayan Ramantha untuk mencegah ini semakin buruk, dia meminta makin banyak yang bisa memberikan contoh nyata kepada petani. “Saya tak terima kalau petani hanya jadi bahan jualan suara saja,” kata purnawiraan TNI yang kini eksis
sama dengan Tabanan. Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya membenarkan telah melakukan MoU dengan Kabupaten Badung terkait kebijakan membeli komoditi pertanian Tabanan. Tidak hanya beras, tapi juga buah-buahan dan sayur mayur. Selama ini, memang tidak ada yang memperhatikan pasar untuk petani sehingga menjadi persoalan. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, kontribusi sektor pertanian untuk PDRB Buleleng antara 24-27%, lebih tinggi dari kontribusi sektor tersier. Sementara serapan angkatan kerja dari pertanian mencapai 32,8%, lebih tinggi dibandingkan di Bali yang hanya 24%. Itu artinya, ada harapan besar bagi bumi Denbukit untuk mengembangkan sektor pertanian lebih maksimal. Pihaknya mengambil dua pendekatan, yakni pendekatan politik pada sisi implementasi dan pendekatan ekonomi. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, menyoroti ada yang salah dalam pembangunan pertanian di Bali. Terpuruknya pertanian di Bali selama bertahun-tahun, memperlihatkan ada yang salah urus oleh pemimpin-pemimpin di Bali. Dia belum melihat peran serius pemerintah daerah dalam membangun pertanian ini, agar petani punya daya saing yang lebih baik. “Tongkat ditaruh saja bisa tumbuh, ini menandakan suburnya tanah Bali. Tetapi pertaniannya terpuruk. Berarti ada yang salah urus dari pemimpin-pemimpin kita di Bali,” ungkapnya. Bupati Bangli I Made Gianyar menilai kemajuan pariwisata seolaholah terus menerus melanjutkan penderitaan petani. Ini harus dilihat segera disadari, bahwa pariwisata seharusnya bukan semakin menginjak petani, tetapi seharusnya bisa maju bersama-sama., mengatakan situasi ini harus segera disadari pemerintah daerah dengan melakukan pemetaan potensi pertanian, untuk menentukan pola tanam. Pemetaan ini untuk mencegah, agar tidak terjadi over produksi di satu wilayah saat terjadi panen. –Ngurah Budi/Rindra menjadi petani ini. Guna menciptakan paradigma baru pertanian, dia meminta pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya, bisa bersinergi mencetak pengusaha muda pertanian sebanyak-banyaknya. Sebab, saat ini pengusaha muda di Bali diketahui baru 1,6 %. Dengan cara ini, sudut pandang generasi muda melihat pertanian akan berubah, karena akan menjadi lebih menguntungkan. Dia sendiri mengaku sejak menjadi pengusaha petani, keuntungan yang di dapat cukup pantastis. Presiden JCI (Junior Chamber Internasional) Indonesia, Ida Bagus Agung Gunartawa, mendukung penuh adanya gerakan mengembangkan pengusaha muda pertanian di Bali. Dia sendiri mengaku sudah memulai itu bersama JCI Indonesia, dengan mengembangkan produkproduk pertanian yang dibutuhkan di Bali dan Indonesia pada umumnya. Bahkan, ada produk pertanian yang dikembangkan untuk kebutuhan impor. –Rindra/Bagiarta
Mandalika
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Remisi untuk 876 Napi
Seperti halnya di seluruh pelosok negeri Indonesia, upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Republik Indonesia ke-71 tahun 2016, juga dilaksanakan di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, 17 Agustus 2016 dipimpin Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi sebagai Inspektur Upacara. Serupa dengan tahun sebelumnya, seremonial ini berlangsung hikmad.
P
eringatan detikdetik proklamasi diawali dengan penekanan tombol sirine oleh Inspektur upacara selama 60 detik. Kemudian dilanjutkan Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. B. Isvi Rupae-
dah, MH dan mengheningkan cipta oleh Inspektur upacara. Usai upacara berlangsung, Gubernur NTB yang didampingi Wakil Gubernur menyerahkan hadiah kepada putra-putri terbaik NTB yang telah berhasil mengharumkan nama daerah di ajang MTQ Nasional ke-26
Gubernur NTB, menyerahkan remisi secara simbolik untuk 876 orang narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, mencium bendera pusaka saat menjadi inspektur upacara 17 Agustus 2016
beberapa waktu lalu. Gubernur menyerahkan hadiah uang tunai Rp 100 juta untuk juara pertama, Rp 75 juta untuk juara kedua dan Rp 50 juta untuk juara ketiga. Sementara juara harapan satu, dua dan tiga juga mendapat hadiah uang tunai dari Gubernur NTB. Kegiatan lain dalam menyambut dan memeriahkan HUT RI ke-71 tahun 2016 di Nusa Tenggara Barat pada hari yang sama yaitu pemberian Remisi Umum kepada 876 orang narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Perkenalkan Ragam Budaya dalam BBLS Selain itu, ada pula kegiatan tahunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang juga digelar untuk menyemarakkan HUT RI, yaitu Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) yang berlangsung 18 Agustus hingga 16 September 2016. Pada pembukaan BBLS beberapa waktu lalu, parade budaya berlangsung meriah diikuti ratusan peserta dari semua daerah yang ada di NTB ikut
berkontribusi meramaikan kegiatan tersebut. Sepuluh kabupaten dan kota yang ada di NTB, Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima, tampil memperkenalkan keberagaman budayanya masing-masing dalam ragam tradisi serta budaya yang ditampilkan dalam parade tersebut. -Naniek I. Taufan
Parade “Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS)”
Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi memimpin upacara pemberian remisi tersebut di LP Mataram sebagai Inspektur upacara. Ia menyampaikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bahwa makna proklamasi kemerdekaan merupakan titik tertinggi dari perjuangan bangsa Indonesia. “Rasa syukur dalam memperingati kemerdekaan adalah milik segenap lapisan masyarakat khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebab memberikan perlakuan yang manusiawi kepada WBP merupakan kewajiban kita sebagai warga yang beradab,” ung-
21
kap Gubernur. Melalui remisi ini diharapkan dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat yang akan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dengan keluarganya. Gubernur yang membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI juga menyampaikan bahwa Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan instruksi untuk mendukung program pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap, serta penyalahgunaan narkoba di lapas/ rutan dengan cara melakukan pembinaan dan pengawasan secara terus-menerus melalui koordinasi aktif oleh pemangku amanah, sehingga semoga semua lapas dan rutan menuju kondisi zero narkoba dan zero handphone. Majdi juga menyampaikan Pos Bantuan Hukum di rutan dan lapas seluruh Indonesia adalah amanah konstitusi bahwa setiap warga negara berhak atas persamaan hukum dan diperlakukan adil, tidak terkecuali para tahanan dan narapidana. “Saya berharap pos bantuan hukum dalam memberikan pelayanan bantuan hukum berdampak positif terhadap optimalisasi penyelenggaraan bantuan hukum di lapas dan rutan,” katanya. –Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Nur Susila
S
etelah berhasil lolos dalam perekrutan anggota KPU Kabupaten Bima tahun 2003 bersama empat orang lainnya, Nur Susila duduk sebagai Anggota KPU Divisi Logistik Umum dan Rumah Tangga. Di sanalah ia memakai ilmu Sosial Politik yang telah dipelajarinya selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan Sospol. Sejak kuliah ia memang tertarik mengikuti perkembangan demokrasi dan pemilu yang diselenggarakan di Indonesia. Pada masa awal berdirinya KPU, menurutnya tiap pemilu selalu berubah-ubah karena banyak aturan yang berubah sehingga kesannya coba-coba. “Kebetulan juga kami termasuk saya yang baru di KPU juga masih belajar tentang apa dan bagaimana bekerja di KPU itu hingga menemukan format seperti sekarang,” ungkapnya. Selama periode pertama ini Nur Susila mengaku banyak belajar hingga benar-benar paham tentang tugas dan tanggung jawabnya. Ia merasa
Nur Susila dalam salah satu Rapat Pleno Terbuka KPU Kabupaten Bima
senang karena menurutnya bekerja di KPU itu lebih banyak tantangannya. “Tantangan terutama saat pesta demokrasi berlangsung, itu yang menjadi prioritas untuk dihadapi,” ujarnya. Nur Susila mengakhiri masa tugasnya di KPU Kabupaten Bima periode pertama pada
tahun 2008 dan terpilih kembali sebagai Anggota KPU tersebut pada tahun 2008 hingga 2013. Dalam masa menjalani tugas di periode kedua inilah Pilkada Bima bergolak hebat tahun 2010. Berbagai persoalan muncul hingga kantor KPU Kabupaten Bima dibakar massa yang tidak
puas dengan KPU Kabupaten Bima. Gugatan-gugatan pilkada Kabupaten Bima semakin memanaskan suasana politik yang luar biasa ‘menegangkan’ bagi KPU Kabupaten Bima. Dari semua persoalan yang ada, situasi itu mengharuskan Ketua KPU Bima diganti karena terkena imbas dari persoalan yang terjadi sehingga akhirnya Nur Susila dipilih menjadi Ketua (PAW-Pengganti Antar Waktu) KPU Kabupaten Bima tahun 2010 hingga tahun 2013. Nur Susila memimpin KPU Kabupaten Bima dengan begitu kompleks masalahnya. “Di sinilah tantangan yang harus saya selesaikan dengan begitu banyak persoalan,” ungkapnya. Ia ditinggalkan dengan persoalan yang membuatnya kehilangan waktu istirahat dan gedung KPU yang terbakar serta demonstrasi massa yang nyaris tiap hari terjadi. “Saya dan anggota harus menghadapi dan menyelesaikan sidang-sidang gugatan pilkada, di Mahkamah Konstitusi, di PTUN dan Pengadilan Negeri. Alhamdulillah semua tuntutan dimenangkan oleh KPU,” ujarnya. Selain itu hari-harinya juga harus menghadapi demonstrasi dari massa yang tidak puas dengan hasil Pilkada. Karena itulah ia ke-
politik. Namun, Nur Susila paham menghadapinya. “Masyarakat Kabupaten Bima yang keras akan menjadi luluh jika dihadapi dengan kelembutan,” ujarnya. Menurutnya dalam situasi yang membawa psikologi ‘panas’ tidak bisa dihadapi dengan panas pula, melainkan harus lebih lunak menghadapinya. “Mereka sangat mau mendengarkan jika
kita bicara dengan cara yang baik,” katanya. Dengan cara inilah Nur Susila mampu merubah Bima bukanlah lagi sebagai zona merah melainkan kini menjadi zona aman. “Sekarang Bima tidak lagi berada dalam zona merah melainkan zona aman, semoga seterusnya seperti ini,” ujarnya. Kini Kantor KPU Kabupaten Bima juga ia jadikan sebagai Rumah Pintar Pemilu bagi masyarakat. Di kantor ini orang bisa melihat semua hal yang berkaitan dengan pemilu dan siapa pun bisa datang melihatnya. Dan untuk menyiapkan masyarakat yang mengerti akan pemilu KPU Kabupaten Bima terus melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak bahkan hingga ke OSIS di sekolah-sekolah. Untuk menyiapkan Nur Susila bersama Bupati dan Wakil Bupati Bima daftar pemilih, KPU terpilih tahun 2015
5
Gloria Natapradja Hamel nampak ceria dan penuh senyum saat Paskiraka Nasional 2016 berkunjung ke Mabes Polri, Jumat (19/8). Gadis cantik yang dalam beberapa waktu terakhir menjelang HUT Kemerdekaan sempat menghebohkan dengan kasus kewarganegaraan Perancis yang disandangnya sementara dia adalah anggota Paskibraka, dikerumuni banyak polisi yang meminta berfoto dengannya. Glo, begitu ia akrab disapa, dengan semangat tak lupa menyungging senyum manis, memenuhi keinginan para polisi itu.
Nur Susila
mudian membuka ruang selebarlebarnya bagi massa untuk berdialog tentang apa yang yang mereka inginkan dari KPU dan apa yang mereka curigai dari KPU. “Saya minta massa untuk bicara secara terbuka dengan cara berdialog. Dan sejak itulah kami membuka ruang diskusi dengan berbagai elemen yang ada di Kabupaten Bima,” katanya. Diskusi yang saat itu berlangsung sekali seminggu itu kini tetap dilanjutkan menjadi dua kali sebulan. Lalu pada tahun 2014 Nur Susila terpilih sebagai Ketua KPU untuk periode 2014-2019. Sebagai seorang perempuan, ia sempat diragukan dapat memimpin KPU Kabupaten Bima yang notabene dianggap sebagai ‘KPU zona merah’ kedua setelah Papua. Namun sejak terpilih dengan banyaknya yang meragukan kemampuan seorang perempuan, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi daerahnya. Hasilnya, Pilkada Kabupaten Bima dalam Pilkada serentak beberapa waktu lalu berjalan lancar nyaris tanpa gejolak yang berarti. –Naniek I. Taufan
Selesaikan Masalah tanpa Timbulkan Masalah Baru yang sudah 13 tahun bekerja di KPU tantangan itu membuat adrenalinnya terus bergerak. Ia mengaku enjoy menjalaninya terutama sekarang setelah ia semakin memahami situasi dan perkembangan yang membuatnya memiliki strategistrategi dalam menghadapinya. “Saya suka tantangan dan sangat puas apabila bisa menyelesaikan tantangan berupa masalah yang dihadapi,” katanya. Adalah kebahagiaan Ketua KPU Kabupaten Bima dalam suatu kegiatan tersendiri baginya Banyak jempol mengarah ke- ketika bisa menyelesaikan masalah padanya atas suksesnya Pilkada tanpa menimbulkan masalah baru. Kabupaten Bima kala itu. dan Sebagai perempuan asli Bima dan Nur Susila membuktikan bahwa dengan pengalamannya selama perempuan mampu menjalani ini, Nur Susila mengenal benar tugas meski dengan tantangan karakter masyarakat Bima yang khususnya dalam dunia politik yang relatif kerap dianggap keras demikian keras. Baginya Nur Susila khususnya dalam hal gesekan
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Ingin Jadi Presiden
Ubah Zona Merah Jadi Zona Aman
Tahun 2003 ketika pertama kali Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibentuk, termasuk di Kabupaten Bima, Nur Susila tertarik untuk menyelami bidang politik melalui lembaga penyelenggara pemilihan umum tersebut. Dengan pengalaman di dunia LSM di Bima yang telah ditekuninya sebelumnya, Nur Susila memiliki pengalaman ‘membaca’ karakteristik masyarakat Bima.
Inspirasi Gloria Natapradja Hamel
Kabupaten Bima tidak melakukannya saat Pemilu tiba melainkan terus melakukan update data setiap bulan bersama Kantor Catatan Sipil Kabupaten Bima. REKRUTMEN PEREMPUAN DADAKAN Dari semua hal yang telah dilewatinya di KPU, ada satu hal yang menjadi catatan khusus baginya terutama terkait perempuan dalam politik. Sampai saat ini ia menyayangkan partai politik yang selalu dadakan mencari figur perempuan untuk menjadi calon legislatif tanpa adanya pengkaderan. “Tidak ada pengkaderan yang dilakukan terhadap perempuan oleh partai politik ini. Rekrutmen perempuan seringkali dilakukan secara dadakan hanya untuk memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan. Saya sangat menyayangkan hal ini,” ujarnya. Sebagai seorang perempuan ia menyayangkan hal seperti ini masih terjadi. “Padahal jika mau serius, perempuan itu bisa,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
Gloria bersama Presiden dan Wakil Presiden usai upacara pengibaran bendara
K
ehadiran Glo dan 67 anggota Paskiraka 2016 di Mabes Polri merupakan bagian dari sejumlah kunjungan yang mereka lakukan, usai menjalankan tugas utama menaikkan dan menurunkan bendera pusaka pada HUT Kemerdekaan 17 Agustus lalu. Glo dan para anggota Paskibraka telah kembali ke Wisma Kemenpora di Cibubur, dari sana mereka berkunjung ke sejumlah instansi/lembaga pemerintah, salah satunya adalah Mabes Polri di Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan. ‘Senang sekali bisa melihat dari dekat,” kata Glo ketika ditanya komentarnya terkait kunjungan Pakibraka ke Mabes Polri. Di Mabes Polri ini para anggota Paskibraka bertemu dengan Kabaharkam Polri Komjen Putut Eko Bayuseno--- juga berkesempatan melihat-lihat beberapa kendaraan taktis milik Direktorat Polair Baharkam Polri di halaman gedung utama Mabes Polri. Menurutnya, ia mendapat banyak pelajaran dari kunjungannya ke Mabes Polri. Selain itu ia juga menyatakan kagum dan terkesan melihat polisi cilik asuhan Kapolresta Bekasi Kota yang dalam kesempatan itu menampilkan kepiawaian mereka dalam hal baris berbaris dan atraksi. “Keren banget mereka (polisi cilik). Salut untuk anak-anak Indonesia yang mau mengabdi pada negara meski usia mereka masih belia,” ucapnya. Sebagaimana diketahui nama Gloria mencuat terkait keberadaannya sebagai anggota Paskiraka yang kemudian dicoret namanya karena memiliki paspor Perancis. Glo yang terlahir 1 Januaria 2000 sebagai anak tunggal pasangan Ira Natapradja dan Didier Hamel, seorang seniman warga negara Perancis, mendapat paspor itu karena kerap bepergian ke luar negeri. Sementara untuk mendapatkan paspor Indonesia, kata ibu Gloria Ira, hal itu belum memungkinkan karena belum cukup umur. Sebelum tahun 2006, Indonesia tidak menganut sistem dwikewarganegaraan terbatas. Baru setelah lahirnya UU No 12 Tahun 2016
yang membolehkan anak-anak hasil pernikahan WNI-WNA memiliki dwi kewarganegaraan terbatas. Namun undang-undang tersebut tidak berlaku surut, sehingga Glo yang lahir tahun 2000 tidak termasuk dalam ketentuan undangundang tersebut. Meski begitu, pemerintah membuka peluang bagi mereka yang lahir sebelum 2006 dan belum berusia 18 tahun, untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia yakni dengan mendaftarkan pada Kementerian Hukum dan HAM mulai 1 Agustus 2006-1 Agustus 2010. Dengan begitu bisa memiliki dwi kewarganegaraan, setelah itu baru pada usia 18 tahun, harus memilih salah satunya. Sayangnya peluang itu tidak dimanfaatkan orangtua Glo. Sehingga sekalipun usianya masih 16 tahun karena ia memiliki paspor Perancis dan tidak pernah mendaftar sebagaimana yang disyaratkan, maka gadis yang hobi basket ini dinyatakan sebagai warga negara asing. Itu sebabnya dia gagal dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Nasional 2016 sebagaimana rekanrekannya. Dia juga dinyatakan tidak berhak untuk ikut dalam pasukan pengibaran bendera di Istana Merdeka pada 17 Agustus lalu. Meskipun pada akhirnya, berkat dukungan luas dari masyarakatjuga upaya Menpora dan pihak-pihak
terkait, Presiden membolehkan Globergabung dalam tim Paskibraka Nasional 2016. Ia yang tadinya—sebelum kasus itu—masuk dalam tim Arjuna yakni tim pengibar bendera pusaka, pindah ke tim Bima, tim penurunan bendera pusaka. Tapi itu pun dia hanya berada di tim ‘Gordon’ yakni tim penyabutan Presiden dan Wakil Presiden yang sebelum masuk ke arena upacara. Tugas Gordon adalah berdiri berjajar, menyambut dan memberi penghormatan kepada Presiden/Wakil Presiden. Glo yang sempat terpukul dan menangis ketika dinyatakan gugur pada ‘menit-menit’ terakhir menjelang pelantikan Paskibraka Nasional 2016 oleh Presiden di Istana Negara, berusaha tampil tegar. Ia berusaha tersenyum, meski garis-garis kesedihan masih terlihat di wajahnya. Saat diwawancarai wartawan pun ia menyampaikan hal-hal yang bersifat positif dan menghargai konstitusi Indonesia. Dia menerimanya dengan dada lapang dan tetap optimis. “Mungkin sedikit kesal, ingin marah, nangis. Tapi saya tidak ingin (larut) seperti itu. Saya ingin sportif. Peraturan adalah peraturan. Saya hargai UU Indonesia, itu kan di PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) dasar. Ini adalah awal, ada banyak hikmah dan saya bisa belajar banyak. Ini bukan akhir tapi justru awal,” ungkap Gloria di Kemenpora, Senayan, ketika itu. Sikap sportif yang ditunjukkan gadis 16 tahun ini lah yang semakin menggugah simpati masyarakat untuk mendukungnya masuk dalam barisan Paskibraka, pun Menpora
Gloria di kemenpora
Gloria akhirnya bergabung dengan teman-temannya paskibraka dalam upacara penurunan bendera pusaka
yang berjuang sekuat tenaga agar Glo mendapat kesempatan yang telah dicita-citakan sejak kecil. Dan memang akhirnya terwujud. Presiden Joko Widodo membuka kesempatan itu. “Saya sangat bersyukur, seneng banget,” ungkap siswa SMA Islam Dian Didaktika , Depok, Jawa Barat, itu. Dia mengaku, dimana pun ditempatkan, ia tetap bersyukur atas apa yang diperolehnya. Menurutnya, sekalipun ia menepati posisi gordon bukan formasi inti dalam pasukan pengibaran bendera, namun posisi gordon sama baiknya.
Gloria dan ibunya, Ira
Kasus Gloria maupun kasus Arcandra Taher—mantan Menteri ESDM yang diberhentikan Presiden karena sempat memiliki paspor Amerika—menjadi pelajaran penting bagi semua, termasuk pemerintah. Ini juga yang mendorong DPR untuk merevisi UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Rencana revisi itu disampaikan Ketua DPR Ade Komaruddin yang menyebut akan
memasukkan rencana revisi itu dalam Prolegnas (program legislasi nasional) prioritas tahun ini. CITA-CITA GLORIA Dan kini Glo sudah ceria seperti sebelumnya. Ia pun berbagai kegiatan yang telah diagendakan bagi semua anggota Paskibraka sebelum mereka bertolak ke Malaysia dan Brunei dalam program Duta Belia. Seperti pada umumnya anakanak, cita-cita berubah-ubah sesuai dengan pengalaman yang didapatnya. Begitu juga Glo yang dulu sempat memiliki beberapa cita-cita. Sebelumnya ia bercita-cita menjadi pengusaha gedung tinggi, lalu desainer dan terakhir menjadi pilot, sebelum cita-citanya berubah lagi setelah mendapat pengalaman dalam Paskibraka. “Tadinya aku ingin menjadi pilot tapi kini –setelah ikut Paskibraka-aku ingin menjadi presiden atau menteri,” ungkap Flo ketika ditanya apakah ia juga berkeinginan menjadi polisi seperti teman Paskibraka lainnya. Ada hal yang menarik saat acara tatap muka anggota Paskibraka dengan Kabaharkam Polri Komjen Putu Eko Bayuseno di Rupatama Mabes Polri. Satu pertanyaan ‘menggelitik’ muncul dari salah satu anggota putri yang menanyakan kemungkinan perempuan (polwan) menjadi Kapolri. Karena yang diketahuinya Kapolri hanya dijabat oleh para lelaki. Putu menjelaskan bahwa tidak ada persyaratan menjadi Kapolri harus lak-laki. Persyaratannya selain kinerja adalah haruslah perwira tinggi yang masih aktif. Menurutnya, selama ini yang menjadi Kapolri adalah lulusan Akpol karena setelah lulus Akpol berpangkat Inspektur Dua Polisi. “Dulu disebut Letnan Dua. Lulusan itu untuk sampai jenjang perwira tinggi masih cukup umurnya,” jelas Putu. Sedangkan Polwan yang lulusan Akpol yang pertama kali, katanya, saat ini pangkatnya baru AKP. Namun demikian tambah Putu, saat ini sudah ada Polwan yang menjadi Kapolda yakni Kapolda Banten Brigjen Rumania yang masuk kepolisian dari sarjana olah raga, dan satu Wakapolda Sumatera Barat yang berpangkat Kombes. Sedang untuk tingkatan Kapolres sudah cukup banyak, begitupun Polsek dan jabatan-jabatan lainnya. –Diana Runtu
6
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Sebagai orang yang banyak bertugas di bidang pendidikan dan pernah pula mampir di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tentulah hal baru bagi Baiq Noviana Indri, M.M., saat pertama kali ditugaskan sebagai Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (Daglu) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Itu bukan pekerjaan mudah karena harus memahami seluk beluk perdagangan luar negeri seperti ekspor import terutama pula mengenai regulasinya yang harus benar-benar dipahami,” ungkapnya. Ia harus paham dengan detil dan menguasai tentang regulasi tersebut karena ini menyangkut komoditi yang harus keluar dan masuk daerah NTB.
N
amun, tidak ada kata sulit baginya dalam menjalankan tugas tersebut, melainkan itu menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dilaluinya. Menurutnya sesuatu itu menjadi
Baiq Noviana Indri
Woman on Top
Tahu Kalau Mau Bertanya sulit karena seseorang tidak mau mencobanya. Berangkat dari harus melewati semua tantangan itu, meski minim pengetahuan mengenai bidang ini di awal ia bertugas, ia kemudian menjalankan strategi dengan mengolah kemampuan melalui tiga Kepala Seksi yang berada di bawahnya, yaitu Kepala Seksi Ekspor, Kepala Seksi Impor dan Kepala Seksi Kerjasama dan Pengembangan. Baginya tiga seksi inilah yang menjadi dapur pada bidang Daglu ini. “Ini akan menguntungkan semua pihak, baik saya maupun para kepala seksi yang kemudian kami bekerja bersama-sama untuk memahami dan lebih menguasai bidang yang kami tekuni ini,” ungkap Indri. Tantang berikutnya selain dibantu tiga kepala seksi adalah minimnya staf yang dimiliki bidang ini, yang kini hanya ada empat orang yang memback-up seluruh bidang yang demikian besar. Para staf ini juga harus tahu dan mampu memberikan pemahaman pada masyarakat tentang apa itu perdagangan luar negeri, sehingga jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan informasi
Sudut Pandang
Drs. I Made Gita
Dra. Ida Ayu Putu Tirta
Wacana full day school yang digelontorkan Mendikbud Muhadjir Effendy belum lama ini, banyak menuai pro-kontra. “Jika itu harus diterapkan pada kondisi sekolah seperti sekarang ini, kami belum siap,” ujar Kepala Sekolah SDN 8 Dauh Puri Dra. Ida Ayu Putu Tirta. Ketaksiapan ini diungkapkannya dari sisi sarana prasarana dan tenaga. Dari segi fisik, jika semua anak yang saat ini berjumlah 624 itu harus melakukan ekskul secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Belum lagi tenaga pembina ekskul, selain guru-guru sekolah, banyak juga guru (Pembina) luar, yang semuanya itu harus diperhitungkan juga gajinya. Selama ini SDN 8 Dangri yang
memilki 15 ekskul melaksanakan kegiatan tersebut secara bergiliran. Bisa dikatakan sekolah ini “hidup” sejak pagi sampai pukul 19.00. SD ini tak pernah kosong dari kegiatan, hanya saja jadwal ekskul digilir. Tak ada hari tanpa ekskul, seperti di bidang kesenian ada permainan tradisional dan tari; di Sains ada Matematika dan IPA, PMR, Pramuka, UKS, dan beberapa cabang olah raga. “Dengan jadwal digilir saja, itu sudah full. Apalagi jika semua anak harus ekskul pada jam bersamaan, tidak mungkin bisa,” ucapnya lagi. Hal tersebut belum termasuk ekskul-ekskul wajib yang dimasukkan ke dalam jam pelajaran tanpa mengurangi jam wajib kurikulum, seperti ekskul tari untuk kelas 1,
semua dapat memberikan dengan cepat. Lalu apa langkah Indri untuk memaksimalkan potensi yang sedikit itu agar menghasilkan kerja yang maksimal? Salah satunya adalah selalu bekerja bersama-sama. “Jika ada pekerjaan kami kerjakan bersama,” ungkapnya. Jika ada pekerjaan yang dilakukan seksi Ekspor misalnya, seksi Impor dan seksi Kerjasama dan Pengembangan ikut bekerja bersama-sama meskipun tanggung jawab ada pada seksi yang mempunyai kegiatan tersebut. Ia juga menyiapkan seluruh stafnya untuk paham selain tugas masing-masing juga tugas dan pengetahuan yang dimiliki staf lainnya. “Staf pada seksi ekspor harus tahu mengenai impor,
begitu pula sebaliknya, termasuk seksi Kerjasama dan Pengembangan, terutama mengenai regulasi umum mereka harus tahu secara teknisnya juga,” katanya. Indri kurang suka mendengar kalimat “saya tidak tahu”. Karena kalimat itu mencerminkan rasa tidak peduli peda pekerjaan dan lingkungan kerja. Menurutnya, semua orang akan
tahu kalau mau bertanya. Memaksimalkan potensi yang minim sebagai upaya menuju hasil yang prima, menjadi bagian penting dari manajemen yang dilakukannya pada bidang Daglu ini. pernah menjadi staf dan pernah menjadi kepala seksi membuatnya mengerti bagaimana rasanya berada di posisi anak buahnya saat ini. Dan itu menjadi pelajaran berharga baginya. Karena itulah, Indri selalu melakukan pendekatan kekeluargaan kepada seluruh stafnya di mana pun ia bertugas. Ia tidak segan jika harus dirinya yang mendatangi staf, tidak harus selalu staf yang mendatanginya jika ada hal yang biasanya lumrah dilakukan staf mendatangi dirinya sebagai pimpinan. Karena intinya bagi Indri adalah hasil kerja yang maksimal didapat dari proses kerja sama yang menyenangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menghilangkan ego sebagai pimpinan. -Naniek I. Taufan
Ba
iq
No
via
na
Ind
ri
Full Day School Terganjal Kesiapan Sapras dan SDM 2, 3, dan ekskul komputer. “Jadinya di sekolah ini jam pelajarannya diperpanjang, pulangnya lebih mundur dari jam pulang SD pada umumnya,” ucap Dayu Tirta. Meski demikian, ia mengacungkan jempol untuk program full day school yang dalam pengertiannya menambahkan jam ekskul usai jam pelajaran biasa. Kalau pun memang program full day school ini sudah ketok palu, ia menyatakan kesiapannya, dengan konsekuensi pemerintah mendukung sarana prasarana, SDM, regulasi, pengaturannya, dsb. “Sama dengan diberlakukannya kurikulum 2013, siap tidak siap kita harus belajar. Namanya program baru pasti ada kendala-kendala. Tetapi kami tetap optimis pasti bisa,” ujarnya semangat. Dilontarkannya wacana full day school oleh Kemendikbud, merujuk pada arahan Presiden Jokowi untuk memperkuat pendidikan karakter di jenjang sekolah dasar yakni 80% dan 20%-nya pengetahuan umum. Prosentase 80% untuk penanaman karakter di jenjang SD ini disikapi Dayu Tirta merupakan pertimbangan yang tepat. Karena di jenjang SD tersebutlah dasar-dasar pembentukan karakter bangsa, setelah di rumah (keluarga). “Di SD selama 6 tahun. Apa pun, jika dasar/fondasinya sudah kuat, ke atasnya pasti kuat,” ucapnya. SDM SIAP, FASILITAS KURANG Hal berbeda disampaikan Kepala
Sekolah SMPN 1 Kuta Utara Drs. I Made Gita. Ia justru mengaku miris mendengar istilah full day school ini. “Dengan keadaan kami seperti sekarang ini di SMPN 1 Kuta Utara, saya kurang setuju dengan program ini,” ucapnya. Karena sesungguhnya di sekolah ini ditegaskannya sudah full day dalam bentuk lain, yakni double shift, penuh, tak ada satu pun kelas yang kosong. Anak-anak masuk pagi-sore dengan kelas yang beda. Sekolah yang berdiri di atas tanah tak kurang dari 34 are ini hanya memilki 18 ruang belajar dengan 36 rombongan belajar. Jadi, pagi-sore ruang belajar penuh, tak ada ruang tersisa. Sehingga sekolah ini sering kesulitan untuk memberikan pelajaran tambahan seperti bahasa Inggris. Demikian juga untuk pelajaran agama lain yang terkadang terpaksa harus meminjam ruang perpustakaan. “Demikian keadaan kami saat ini, mudah-mudahan ke depannya dengan adanya wacana dari Pemkab Badung yang akan membangun gedung di depan dengan lantai 3. Pada saat itu baru memungkinkan double shift sesuai dengan aturan,” ujarnya. Dengan jumlah murid yang membludak, sementara ruangan pagi-sore penuh, untuk ekskul dilaksanakan di hari Minggu. Terkadang juga di hari Sabtu disesuaikan keadaan anak dan guru masingmasing, juga disesuaikan dengan tempat yang ada. Sesekali jika
memungkinkan, mengambil waktu siang untuk ekstra bulutangkis. Kalau pun program full day school ini harus diterapkan, Made Gita mengatakan pihak sekolah harus mengkoordinasikan dengan dinas terkait kondisi sekolah saat ini. “Tapi dari SDM kami masih memungkinkan, karena semua guru mencukupi, seluruh mata pelajaran tak ada kekurangan guru. Malahan jika semua guru sudah terakreditasi, mereka akan kekurangan jam mengajar. Kami lebih terganjal di segi fasilitas,” tegasnya. “Yang bisa kita pahami, sebelum diterapkan full day school, sekolah ini sudah ‘full day’ alias penuh pagi-sore untuk belajar dengan kelas dan siswa yang berbeda, apalagi jika harus menerapkan sesuai wacana,” ujarnya. Dari segi pendidikan, Made Gita mengatakan program tersebut sesungguhnya terlalu menjejali pikiran anak dengan materi-materi yang bersifat pelajaran. Dari segi orangtua, apalagi orangtua zaman sekarang. Merka hanya ingin gampang, tidak mengelola anaknya di rumah, semua diserahkan ke sekolah. Padahal otak harus ada rileks. Pembelajaran sekarang dikatakannya terlalu banyak teori. Belum lagi administrasi guru untuk kepentingan sertifikasi. Malahan yang bisa terjadi, kepentingan pembelajaran terpaksa harus ditinggalkan demi pemenuhan administrasi. –Inten Indrawati
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
19
Bank Sampah perlu Perhatian Sampah masih menjadi salah satu per masalahan yang tak kunjung selesai di per kotaan. Berbagai upaya pun telah dilakukan pemerintah bersama masyarakat untuk me menuhi target kota bersih dari sampah 2020.
H
al ini tidak lepas dari ikut campur tangan kreatif masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah, salah satunya adalah
dengan adanya bank sampah. Walaupun keberadaannya hanya dianggap sebelah mata namun fakta membuktikan bahwa bank sampah mampu berkontribusi membantu pemerintah dalam
mengatasi permasalahan sampah. Rasmadi yang merupakan salah satu penggerak bank sampah di kawasan Gundih, Surabaya ini adalah satunya. Dibantu dengan sang istri Yuli Astuti, ia konsisten mengembangankan bank sampahnya dengan terus mensosialisasikan kepada masyarakat luas pentingnya mengelola sampah. “Masyarakat itu harus terus didorong agar semangatnya terus ada,makanya kami terus
melakukan sosialisasi,” katanya. Kini bank sampah yang dikelolanya sejak 2009 hingga saat ini sudah ada sekitar 22 bank sampah yang aktif mengelola berbagai jenis limbah yang ada di Kota Surabaya. Berbagai kreasi dari limbah sampah pun dihasilkan seperti tas,baju,aksesoris dll. Walaupun demikian ia mengaku masih kesulitan untuk memasarkan hasil produksinya. “Ya mau dipasarkan kemana,
belum ada wadah yang mau menampung hasil produksi kami,ya saya berharap pemerintah mau mewadahi produksi kami agar masyarakat juga semakin bersemangat,” ungkapnya penuh harap. Bank sampah yang dinaungi oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Lohjinawi ini berharap pemerintah lebih giat lagi memperhatikan nasib para pengurus bank sampah ke depan. -Yenny Noer R
Perajin Bendera di Tulungagung Panen Setiap menjelang peringatan pembuatan bendera dan umbul-umbul HUT Kemerdekaan RI, bukan saja ini, digeluti Imam sudah cukup lama, rakyat Indonesia yang senang. Sesejak 12 tahun silam. Menurut Imam, mua perajin bendera merah putih bisnis bendera dan umbul-umbul ini, dan umbul-umbul yang ada di kota cukup menjanjikan. Apalagi pada musim marmer, Tulungagung, Jawa Timur Agustusan. Ordernya pasti meningkat gembiranya bukan main. Sebab, sedibanding hari biasa. jak awal bulan hingga akhir Agustus, Imam mencontohkan, pada Agustus dapat dipastikan order pemesanan ini, ia mendapat order tidak hanya dari terus mengalir. wilayah Tulungagung saja. Tetapi daerah Salah satunya adalah Imam lain seperti Nganjuk, Kediri, Blitar, dan Imam Syafi’i Syafi’i, perajin bendera dan umbulMadiun juga banyak yang pesan. “Jika umbul warga Kelurahan Kampung Dalem ini. dihitung nominalnya, pertengahan Agustus ini, Imam mengakui, setiap tahun menjelang perinsaya sudah mengantongi omzet ratusan juta. Tiga gatan kemerdekaan RI, ordernya selalu naik 50 kali kiriman saja, nilainya sekitar Rp 100 juta, “ persen lebih dibanding hari biasa. “Kalau hari biasa ujar Imam. paling-paling keluar 1-2 kodi saja, per hari. Tapi Menurut prediksi Imam, pesanan umbulkalau bulan Agustus seperti sekarang ini, perumbul dan bendera ini akan terus berlanjut hingga mintaan bisa 4-5 kodi per hari,” kata Imam Syafi’i akhir 2016 nanti. Sebab, menurut buku catatannya sambil tersenyum karena ordernya lancar. banyak daerah yang ada di Jawa Timur, Kabupaten Bendera merah putih buatan Imam ini, ukuranmaupun Kota yang akan merayakan hari jadinya. nya macam-macam mulai dari 60 x 90, 80 x 120, “Barusan saja pelanggan dari Ngawi telepon, 100 x 150, 120 x 180, dan masih banyak yang minta dibuatkan umbul-umbul 2 kodi dan bendera lainya. Untuk harga, mulai dari harga Rp 5.000 1 kodi,” tutur Imam. -Khoirul Abadi hingga Rp 100.000 per potong, tergantung ukurannya. Demikian juga dengan umbul-umbulnya. Selain model, ukuranya juga macam-macam, mulai ukuran 90 dengan panjang antara 3,4, dan 5 meter. Masing-masing umbul harganya antara Rp 210 ribu – Rp 300 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan. “Kalau belinya banyak harga segitu masih bisa diskon,” papar Imam. Banyaknya order yang diterima ini, Imam dibantu oleh beberapa anak buahnya. Ada yang bagian memotong kain, menjahit, mengepak Proses pembuatan bendera barang, dan mengirim ke alamat pemesan. Bisnis
Edisi 915/22 - 28 agustus 2016
Endek merupakan kain khas Bali yang memiliki nilai sakral dan pakem budaya yang tinggi. Seiring perkembangan dunia fashion, kain endek mulai dikreasikan dengan berbagai bahan lain sehingga mampu tercipta suatu produk yang menarik dan unik. Salah satu bahan yang coba dipadankan dengan kain endek adalah sampah plastik.
I
de kreatif tersebut tercetus dari mahasiswa jurusan PGSD FIP Undiksha mewakili Universitas Pendidikan Ganesha di acara Buleleng Endek Carnival serangkaian Buleleng Festival lalu. Produk yang dihasilkan berupa
I Gede Margunayasa, S.Pd.,M.Pd.
Padukan Endek dan Sampah Plastik
baju dan tas hasil kombinasi antara endek dan juga sampah plastik yang tentu mengundang perhatian dan decak kagum para penonton. Mengambil sampah sebagai bahan kombinasi bukan tanpa alasan, mengingat sampah merupakan masalah yang krodit untuk dicarikan solusi. “Latar belakang kami mengangkat tema “Metamorfosis Endek: Kombinasi dengan Sampah Plastik” adalah ketersediaan sampah plastik di sekitar kita sangat banyak dan melimpah. Disisi lain, pemerintah sedang gencar-gencarnya mempromosikan program lingkungan bebas sampah plastik. Disisi yang berbeda juga, sampah plastik itu memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai kombinasi dalam hal fashion,” ujar I Gede Margunayasa, S.Pd.,M.Pd., selaku dosen pembimbing. Melalui kreasi tersebut mereka ingin menanamkan tiga nilai penting, yaitu melestarikan endek di era modernisasi, menjaga lingkungan untuk terbebas dari sampah plastik, dan nilai tambah bagi sampah plastik melalui kegiatan recycle. Ketiga nilai ini secara mendasar dapat ditanamkan melalui pendidikan di sekolah dasar. Jika ketika hal ini dapat ditanamkan pada anak-anak semenjak kecil, niscaya endek dapat
Pemilik UD. SBG di Desa Kaliasem Buleleng mengatakan bahwa teh beras merah merupakan hasil perpaduan antara beras
Teh beras merah
Story
Dengan nada sedih, Indira (25) mengisahkan kerinduan nya pada anak perempuannya yang sejak bayi tidak pernah diasuhnya. Air matanya jatuh ketika ia menceritakan pada Karin, bibinya (adik dari ayahnya) tentang detik-detik saat ia dipisahkan dari bay inya. Tujuh tahun yang lalu, saat ia duduk di kelas dua di salah satu SMU di Pulau Jawa, ia berpacaran dengan kawan sekelasnya. Indira telah ber pacaran sejak mereka kelas satu SMU.
H
Busana endek kombinasi dengan sampah
dilestarikan dan lingkungan juga terbesar dari sampah plastik. Sampah yang digunakan pun merupakan sampah yangdikumpulkan dari lingkungan kampus dan SD yang ada di kota Singaraja. “Tahap berikutnya sampah plastik tersebut dipilih dan dipilah, serta dibersihkan. Disatu sisi, rekan kami yang lain
membuat desain baju dari endek dan tas dari sampah plastik yang sudah dibersihkan. Selanjutnya, kami memkombinasikan sampah plastik tersebut ke baju dan tas tersebut,” ungkap koordinator tim mahasiswa, Komang Adi Winaya. Produk yang ditampilkan oleh mahasiswa Jurusan PGSD FIP
Pulihkan Stamina dengan Teh Beras Merah Teh merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. di Indonesia minum teh telah menjadi budaya turun temurun. Banyak jenis teh yang dapat dicicipi mulai dari teh hijau, teh hitam, dan lain sebagainya. Di tengah melimpahnya hasil perkebunan teh di Indonesia, I Wayan Subagia Arimbawa, A.Md.Kom., menggagas produk teh dari beras merah. Beras merah merupakan salah satu pangan yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Jika sebagian masyarakat mengkonsumsi beras merah untuk program diet, maka tidak ada salahnya mencoba olahan beras merah yang satu ini. Teh beras merah atau Red Rice Tea tentu memiliki cita rasa yang begitu khas dibandingkan dengan teh yang terbuat dari daun teh pada umumnya.
Life
merah dan gurihnya gula aren sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh berbagai umur. Selain nikmat, teh beras merah juga diklaim dapat memulihkan stamina, memperlancar peredaran darah, serta dapat dikonsumsi bagi penderita diabetes. “Bisa di konsumsi dari usia anak anak hingga dewasa. Produk ini juga memiliki kandungan karbohidrat, serat, magnesium, fosfor dan vitamin B,” paparnya. Beras merah yang digunakan adalah beras asli Jatiluwih, Tabanan yang diproses dengan sangat khusus serta penanaman padi yang dengan metode warisan yang sudah dilakukan selama berabad-abad dan tentunya dengan cara organik. “Produknya bebas bahan pengawat sehingga baik untuk hidup yang lebih baik,” imbuhnya. Proses penyajiannya pun sangat mudah. Beras merah
I Wayan Subagia Arimbawa, A.Md.Kom
sebanyak 3 sendok makan hanya perlu direbus bersama secangkir air hingga mendidih selama 10 menit. Setelah itu, teh beras merah siap dihidangkan. Aroma teh dari rebusan beras merah ini mampu menarik minat wisatawan terbukti dari beberapa pondok wisata dan hotel menyajikan minuman teh dari beras merah serta pemasaran yang mampu menembus hingga ke luar Bali yakni Jakarta dan Lombok. Teh beras merah yang sudah di kemas secara apik ini dengan isi 200 gram dibanderol Rp 30.000. -Wiwin
“Karya yang dibuat ini bukan bermaksud me lemahkan nilai kesakralan dan pakem endek itu sendiri, akan tetapi ingin mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan melalui peman faatan sampah plastik”. Undiksha sangat menarik, unik, dan kreatif. Kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buleleng. Margunayasa menambahkan, keberhasilkan kegiatan tersebut sepenuhnya mendapat dukungan dari Ketua Jurusan PGSD, Dekan FIP Undiksha, dan Rektor Undiksha. Ia juga menjelaskan bahwa kreativitas yang dibuat hanya untuk mempertahankan eksistensi kain endek serta menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah plastik. “Karya yang dibuat ini bukan bermaksud melemahkan nilai kesakralan dan pakem endek itu sendiri, akan tetapi ingin mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan melalui pemanfaatan sampah plastik. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan PGSD FIP Undiksha dapat menginspirasi warga masyarakat Singaraja untuk peduli terhadap lingkungan melalui aksi pemanfaatkan sampah plastik,” tandasnya. -Wiwin
ubungan mereka berjalan baik-baik saja. Namun, di balik itu hubungan yang sangat dekat itu membuat mereka kerap melanggar laranganlarangan agama, dengan melakukan hal-hal terlarang. “Hubungan mereka sesungguhnya tidak disetujui ibunya Indira waktu itu,” kata Karin yang bekerja dan tinggal di Mataram, NTB. Usia mereka yang masih terlalu muda menjadi salah satu alasan ketidaksetujuan ibunda Indira, termasuk pula ibunda Indira menginginkan Indira kuliah terlebih dahulu barulah menikah. Akibat larang itu mereka pun pacaran sembunyi-sembunyi tapi sayang hubungan itu tidak terkendali sehingga Indira akhirnya hamil. Indira berusaha keras menyembunyikan kehamilannya dari orangtuanya terutama ibunya. Ia begitu takut hingga berbulan-bulan ia membebat perutnya agar tidak kelihatan. Hingga akhirnya di usia kehamilan enam bulan, Indira tidak bisa lagi menyembunyikannya. Indira kerap muntah-muntah dan lemas serta nafasnya seperti sesak. Termasuk pula cara berjalannya sudah bisa ditebak bahwa ia tengah hamil. “Tanda-tanda orang hamil dan perutnya yang buncit membuat orangtuanya curiga lalu menanyakan perihal tersebut,” ujar Karin. Saat itulah Indira mengakui bahwa ia memang tengah hamil. Betapa murkanya ibunda Indira mengetahui hal tersebut. Ditambah lagi malu kepada para tetangga yang rupanya sudah lama menggunjingkan hal tersebut. Tamparan keras ibunya mendarat di pipi Indira yang hanya bisa menangis. “Ibunya bahkan sampai ingin (maaf)
“Kami keluar ga tidak ada yang di dengarkan oleh ibunya Indira. Ia mengam bil keputusan sendiri ter masuk suamin ya, kakak saya itu tidak bisa berbuat apaapa,”
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
7
Rindu Putri sejak Lahir
membunuh kekasih Indira itu. Seharusnya menurut kami keluarga waktu itu, ibunya Indira tidak perlu melakukan itu melainkan rapat keluarga memutuskan untuk menikahkan Indira dan kekasihnya,” ujar Karin. Memang dalam rapat keluarga keputusan yang diambil adalah menikahkan Indira dengan kekasihnya. Toh kekasihnya mau menikahinya. Hanya saja banyak persoalan yang dihadapi keluarga Indira waktu, termasuk mereka berdua dalam waktu beberapa bulan lagi akan mengikuti ujian kelulusan SMU. Ibu Indira yang dikenal keras kepala juga sudah tidak mau tahu dan tetap tidak ingin menikahkan Indira dengan kekasihnya. “Ibunya membiarkan Indira dalam tekanan psikologis selama menjalani tiga bulan terakhir kehamilannya,” kata Karin. Indira sakit-sakitan dan menjalani masamasa kehamilan yang luar biasa berat. Ia bahkan tidak dapat bangun dari tempat tidur akibat beratnya kehamilan yang dijalaninya. Indira tidak lagi bersekolah dan nyaris kehilangan masa depannya. Kekasihnya pun tidak diizinkan untuk menjenguknya. Indira begitu merana dan tersiksa namun apa boleh buat itulah buah yang harus diterima akibat perbuatannya. Situasi tersebut tidak malah membaik dari hari ke hari semakin memburuk terutama hubungannya dengan ibundanya. Sampai tiba saatnya Indira melahirkan menjadi momen yang paling memilukan dalam hidup Indira dan itu tidak akan pernah dilupakannya. Pukul dua belas malam tanda-tanda Indira melahirkan sudah tampak. Ibunya membawanya ke rumah sakit. Setelah menjalani proses melahirkan yang menyakitkan, tiga jam kemudian Indira melahirkan bayi perempuan yang sehat. Sungguh Indira sangat bahagia saat memegang jari jemari bayinya yang mungil sembari berharap kekasihnya datang menjenguknya. “Kekasihnya memang datang ke rumah sakit waktu Indira melahirkan, tetapi tidak diperbolehkan oleh ibunya Indira menjenguk Indira dan bayinya,” ujar Karin. Indira sendiri tidak berani meminta pada ibunya agar mengizinkan kekasihnya itu menjeguk anaknya. Ia telah melihat ibunya itu “membatu” dengan kata tidak. Seharian Indira yang melahirkan dengan kondisi normal itu dirawat lalu diperbolehkan pulang. Entah apa yang dipikirkan ibunda Indira saat hari ke dua Indira berada di rumah dan merawat anaknya. “Ibunya mengambil bayi itu dan diserahkan kepada ayahnya (kekasih Indira). “Kami keluarga tidak ada yang didengarkan oleh ibunya Indira. Ia mengambil keputusan sendiri termasuk suaminya, kakak saya itu tidak bisa berbuat apaapa,” kata Karin yang menyesalkan sikap kakaknya yang tidak bisa berbuat apa-apa saat bayi itu diserahkan pada ayahnya. Sementara Indira tiada henti-hentinya menangis. Peristiwa itu begitu dramatis. Indira yang malu untuk keluar rumah tidak sanggup mengejar ibunya hingga keluar rumah saat membawa bayi tersebut. Ia hanya bisa menatap dan menangisi bayinya yang telah
karena menerima masa lalu Indira dengan baik. Menurut Karin, sebelum menikah, Indira sudah menceritakan semua kisahnya pada calon suaminya sebelum mereka menikah setahun yang lalu. Suatu ketika nanti, Indira telah berjanji dalam hatinya untuk menemui putrinya itu. “Tapi ia masih bingung tentang apa yang harus diceritakannya pada putrinya itu ketika tiba-tiba ia datang. Usia putrinya yang masih sangat kecil yang tentu saja membuatnya akan kesulitan menceritakan kisah mereka itu juga yang membuatnya menunda-nunda untuk menemuinya,” ujar Karin. Putusnya kontak sang kekasih yang membesarkan anak mereka itu menjadi kendala yang sangat berarti untuk bisa bertemu dengan putrinya. Kekasihnya itu bersama keluarganya telah pindah ke kota yang tidak diketahuinya. Orangtua kekasihnya tersebut bekerja pada instansi yang berpindah-pindah tempat tugas dalam waktu yang tidak panjang sehingga mereka tidak dapat menetap dalam waktu yang lama di sebuah kota. Yang pasti, Indira kelak akan mencari dan bertekad untuk bisa bertemu dengan putrinya itu. -Naniek I. Taufan atiek1704.wordpress.com
18
dibawa pergi. “Dua minggu kemudian Indira dikirim ke Mataram untuk tinggal dengan saya,” kata Karin. Indira pun menyelesaikan sekolahnya dan kemudian bekerja sebagai pelayan sebuah swalayan di Mataram. Sejak perpisahan tujuh tahun yang lalu, Indira belum pernah melihat anaknya itu lagi. “Ia selalu menangis ketika melihat anak-anak masuk sekolah TK maupun SD. Sekarang anaknya sudah kelas satu SD,” ujar Karin. Indira sendiri kemudian menikah dengan pemuda yang dikenalnya saat di Lombok. Tampaknya ia pemuda yang baik
SUGENG WIYOSAN RATU BIANG I GUSTI AYU SUWITRY KE-59
SELALU MENJAGA SESANA SEBAGAI IBU SURI DARI PEMIMPIN MUDA BALI
Selama ini publik di Bali me ngenal sosok Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa sebagai figur yang mendampingi tokoh PNI terkemuka di Bali yakni (Swargi) Shri Wedastera Suyasa. Perjuangan dalam menjaga ideologi Bung Karno sudah tertanam sejak ia menikah pada 1977 dengan Shri Wedastera Suyasa. Tekanan sebagai bagian dari pendukung Bung Karno di zaman Orde Baru menjadikan sosok Gusti Ayu Suwitry menjadi sosok kuat. Hingga akhirnya, ia memberikan diri untuk memimpin Yayasan Mahendradatta. Tidak banyak wanita Bali PURI - Ratu Biang IGA Suwitry didampingi Turah Wedakarna, yang berani memimpin yayasan Turah Wedawitry, Turah Vedanta, Gusti Ayu Wastu, Gusti Ayu Sita besar saat itu. Yayasan Mahen- menerima Ibu Sukmawati Sukarno di Puri Tegeh Kori Bali. dradatta saat ini dikenal sebagai induk dari putri Gusti Ayu Sita Wedastiti yang menyapengelolaan dan penggagas dari sejumlah situs takan bahwa figur Ratu Biang adalah sosok sejarah di Bali seperti Universitas Mahendradatta teladan tidak saja bagi keluarga besar di Puri Bali, The Sukarno Center Tampaksiring, Perpus- tapi juga di lingkungan. “Kami ini dibesarkan takaan Agung Sukarno Niti Mandala Renon, The saat Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa newata Marhaenisme Institute serta sejumlah simbol pada 16 Agustus 2000. Kami dibesarkan dapendidikan, kebudayaan dan juga kultur. Dari lam kultur kesederhanan. Orangtua kami tangan dingin wanita keturunan Bendesa Manik selalu mengajarkan agar putra putrinya selalu Masa asal Tamblang Kubutambahan, Buleleng berpendidikan tinggi. Dan, astungkara beliau ini lahir sejumlah tokoh muda Bali yang kini sudah melahirkan doktor termuda bagi bangsa menjadi pusat perhatian publik Bali diantaranya ini yakni Kanda Gusti Wedakarna dan Ayunda Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS Gusti Diah Werdhi. Tentu ini semua berkat III, S.E.(MTRU), M.Si (Senator DPD RI ), Dr. doa rakyat Bali, dan juga disiplin tinggi dari IGA Diah Werdhi Srikandi WS,S.E.,M.M. (Ang- kami untuk menjadi pengayom masyarakat. gota DPRD Bali Fraksi PDIP), IGA Sri Whicaya Kami akan terus jaga nama baik leluhur Ida Gangga Dewi WS,S.H.,M.H. (Notaris di Badung), Betara Dalem Benculuk Tegeh Kori (I Gusti IGA Dewi Wastu Manggala WS,S.S,M.H. (Yayasan Tegeh Kori) yang merupakan pendiri dan Raja Mahendradatta), Shri I Gusti Ngurah Wira We- Badung I serta leluhur PNI. Ini juga berkat dawitry WS,S.Sos,S.H.,M.H. (Wakil Ketua KNPI restu Paduka Bung Karno sehingga kami Bali/Wakil Sekretaris Ikatan Cendikiawan Kera- bisa mengabdi di bidang kepemimpinan Bali,” ton Nusantara ICKN Bali) dan IGA Sita Wedastiti ungkap Gusti Wedakarna. Upacara Sugeng WS, S.E. (Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Bali Wiyosan (Hari Ulang Tahun) Ratu Biang keBidang Ekonomi Kreatif). Tentu kesuksesan 59 dirayakan sederhana di Puri Tegeh Kori melahirkan putra putri suputra adalah impian dihadiri kerabat terdekat selain menyantuni dari seorang ibu. Sebagaimana disampaikan oleh sejumlah anak yatim piatu di Bali.
8
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Orangtua Aman tetapi
Bunda & Ananda
Kehilangan Momen Wacana full day school yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy membuat pro dan kontra. Kalangan orangtua pun memberikan respons yang beragam. Ada yang menilai setuju namun ada juga yang tak setuju.
Sad Yuli P., S.Psi
“A
nak saya memang sudah sekolah full day, dari Senin sampai Jumat. Kesibukan kami bekerja membuat kami memilih sekolah yang full day. Hari Sabtu dan Minggu libur sehingga waktu kami semua bisa berkumpul di rumah. Jadi bisa full day family,” ujar Bu Eka. Di sisi lain, ia melihat program full day school tidak bisa diterapkan di semua sekolah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sekolah jika menerapkan program ini. Demikian juga tidak semua orangtua siap jika anaknya harus masuk full day school. Walaupun berkaitan dengan pendidikan, stamina anak selama di sekolah juga harus diperhatikan. Bu Gung Dewi yang anaknya baru masuk SMP menuturkan full day school memerlukan banyak pertimbangan. “Dari sisi waktu, saya tidak masalah karena kebetulan jam pulang kerja saya cocok dengan jam pulang sekolah anak. Jadi tidak masalah. Namun, selama anak di sekolah, tentu ada biaya yang harus dikeluarkan untuk konsumsinya. Tidak semua sekolah menyiapkan makanan. Tentu biaya konsumsi ini dibebankan kepada orangtua,” ujarnya. Ketua Dewan Pendidikan
Kota Denpasar Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain mengatakan wacana yang dilontarkan Mendikbud RI perlu diklarifikasi, apa maksud dan tujuannya. Wacana ini tidak serta merta bisa dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. “Kalau di kota besar, seperti Denpasar mungkin ada sekolah yang sudah menerapkan full day school hingga pukul 16.00 dan ini bukan hal baru. Di Buleleng ada SMA Bali Mandara. Asumsi saya, di kota besar tidak masalah tetapi bagaimana di perdesaan. Jarak sekolah dengan rumah yang jauh bisa menjadi masalah. Selain itu di strata apa program ini akan diterapkan,” ujar Rumawan Salain. Ia juga melihatnya perlunya sinkronisasi antara perubahan mindset dengan kurikulum. Hal lainnya adalah persamaan persepsi antara full day yang dimaksud apakah Senin-Jumat atau SeninSabtu. “Menurut saya, pemerintah harus membenahi pendidikan dengan menerapkan 8 standar nasional pendidikan. Kalau ini sudah disamakan, baru bicara mengenai program full day school,” tegasnya. Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan itu sendiri terdiri dari 8 poin yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Delapan Standar Nasional Pendidikan itu antara lain Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan. Mengenai kaitan full day school dengan pembenahan karakter siswa tidak dapat dibebankan semuanya dengan program full day school. Pembinaan karakter tidak harus dengan membuat siswa berada di sekolah sepanjang hari tanpa agenda yang membuat
“Anak seharian berada di sekolah walaupun kegiatannya tidak melulu belajar. Tetapi, anak perlu bermain karena ada fase anak untuk bermain. Bermain ini juga proses belajar. Secara fisik, anak mengalami kelelahan jika diforsir terus menerus dengan kegiatan di sekolah. Otak anak perlu istirahat dengan tidur siang, ibarat men-charge baterai sehingga memiliki energi baru” Sad Yuli P., S.Psi
mereka nyaman. Jika dipaksakan, bisa terjadi perlawanan dari siswa sehingga perbaikan karakter melalui revolusi mental tidak bisa tercapai.
INTERAKSI SOSIAL Dari kalangan psikolog, Sad Yuli P., S.Psi, Psikolog mengatakan anak yang menjalani full day school akan terbebani dengan banyaknya kegiatan di sekolah. “Anak seharian berada di sekolah walaupun kegiatannya tidak melulu belajar. Tetapi, anak perlu bermain karena ada fase anak untuk bermain. Bermain ini juga proses belajar. Secara fisik, anak mengalami kelelahan jika diforsir terus menerus dengan kegiatan di sekolah. Otak anak perlu istirahat dengan tidur siang,
ibarat men-charge baterai sehingga memiliki energi baru,” jelasnya. Sosialisasi dan interaksi sosial anak juga terhambat kalau mereka seharian berada di sekolah. Mereka memerlukan waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda. Jika dilihat dari sudut pandang orangtua, ada juga plus-minusnya. Orangtua merasa aman selama anaknya berada di sekolah. Namun, tentu ada beban biaya yang harus dikeluarkan orangtua, misalnya untuk biaya konsumsi. “Bagi orangtua yang tidak bekerja, ada momen yang hilang. Jika biasanya bisa bertemu dengan anak di siang hari, nantinya hanya bertemu anak di sore hari. Kelekatan anak dan orangtua menjadi
Griya
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
berkurang. Padahal kelekatan ini sangat penting. Dari kecil hingga SMA, merupakan masa-masa anak dan orangtua untuk bersama dan orangtua masih memiliki otoritas yang dominan. Memasuki jenjang perguruan tinggi, barulah anak akan mengeksplor dirinya. Intinya, setiap masa itu sangat penting untuk menguatkan kelekatan anak dan orangtua,” jelas pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. –Ngurah Budi
Pilihannya Klasik Minimalis Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain
Furnitur antik tak akan lekang dimakan zaman. Sampai saat ini, furnitur antik masih saja diburu, seperti lemari, kursi, meja, rak, pintu, maupun tempat tidur. Sebagian besar furnitur antik ini terbuat dari bahan kayu jati yang memang karakter kayunya makin lama makin kuat. Keberadaan furnitur kayu jati antik ini memberikan nuansa berbeda, menambah kesan etnik, dan memperkuat kesan natural.
P
Mendongeng Lima Menit suara bising
Seorang pejabat tinggi tinggal di sebuah rumah mewah berlantai dua. Dia cukup senang menempati rumah itu. Tidak banyak kendaraan yang simpang-siur di depan rumahnya. Di kiriMade Taro kanannya tinggal beberapa petani yang mengurus kebun kelapa. Lama-kelamaan pejabat itu mulai merasa tidak nyaman. Sebabnya adalah suara bising yang berasal dari kiri-kanan rumahnya. Di sebelah kirinya berdiri perusahaan kayu beserta keluarga tukang kayu, dan di sebelah kanannya berdiri bengkel mobil dengan montir dan keluarganya. Bayangkan, betapa gemuruhnya bunyi mesin, gergaji, palu, serut, dan peralatan las. Pejabat itu berusaha melakukan pendekatan agar tukang-tukang itu mengurangi suara yang memekakkan telinga itu. Namun usaha itu sia-sia. Dengan meningkatnya jumlah pelanggan, maka meningkat pula suara gemuruh itu. Akhirnya, ia menggunakan wewenangnya. “Mulai besok, kamu berdua harus pindah tem-
17
pat! Kawasan ini adalah kawasan tenang, bukan kawasan industri.” Kedua tetangga yang berbeda profesi itu menyadari kesalahannya. Mereka sepakat untuk pindah tempat, paling lambat dua hari. Setelah lewat waktu yang ditentukan itu, sebagaimana biasa, pejabat itu bangun pagi-pagi minum kopi di lantai dua. Wajahnya berseriseri karena tidak lagi terusik oleh suara bising tetangganya. Namun belum habis menikmati indahnya pagi dan nikmatnya kopi, tiba-tiba suara gemuruh yang memekakkan itu terdengar lagi. Dengan wajah cemberut dan resah, pejabat itu mendongakkan kepala dan memasang kupingnya. Bunyi gemuruh yang berasal dari kiri rumahnya adalah bunyi mobil dalam bengkel, dan bunyi gemuruh yang berasal dari kanan rumahnya adalah bunyi gergaji, serut dan palu. Rupa-rupanya kedua tukang itu pindah tempat dengan cara bertukar tempat. Pejabat yang berwenang itu merasa dirinya diremehkan. Ketika hendak memarahi kedua tetangganya itu, ia segera menyadari kesalahannya. “Mereka memang benar pindah, tetapi kebisingan itu tetap ada. Bukankah untuk memindahkan kebisingan itu jauh-jauh, mereka memerlukan ganti rugi?” (Malaysia)
ermasalahannya, mencari furnitur yang benar-benar antik (berusia tua) tak segampang mendapatkan furnitur kayu jati minimalis yang dengan mudah bisa didapatkan di pasaran. Selain, harganya juga mahal. Karena itu, saat ini muncul teknik-teknik finishing antik untuk membuat furnitur baru terasa klasik. Dengan proses finishing yang tepat, pintu kayu jati yang baru saja dibuat, bisa berubah menjadi antik. Meski proses finishing antik ini menjadi pengetahuan umum, namun di tangan para pengrajin kayu tak ada patokan standar. Dalam prosesnya, mereka kembali melihat kondisi kayu, dan akan memrosesnya kembali jika tak sesuai dengan hasil akhir yang diharapkan. Hal ini diakui Devi Hidayanti Safitri, pengelola UD Jati Barokah dan UD Jati Buana. Perempuan energik yang turut merintis dan terjun langsung mengelola usaha ayahnya ini mengatakan para pegerajinnya memakai proses pembakaran untuk memunculkan serat-serat
Devi Hidayanti Safitri
hitam pada kayu, sekaligus berfungsi pula mengeringkan kayu. Kemudian, kayu digerinda kawat untuk memunculkan seratnya, dicat (diberi warna), setelah kering, diamplas, kemudian di gloss/dop. “Tidak selalu tahapannya begitu, bisa dibakar dlu, bisa juga digerinda dulu. Mereka juga sering mencoba-coba untuk
mendapatkan hasil akhir terbaik,” jelas Devi. Ayahnya, Sutrisno, sejak tahun 90an bergelut di dunia perkayuan dan permebelan. Sempat terpuruk dan kembali bisa bangkit tahun 2006. Devi pun turut di dalamnya. Karena itu, ia paham betul selera pasar saat ini. “Sekarang banyak yang suka minimalis. Jadi, walaupun mebelnya kayu jati tua (klasik) tetap pilihan bentuknya yang minimalis,” ucapnya. Devi mengungkapkan, selain menawarkan furnitur yang difinishing antik, ia juga menjual furnitur yang benar-benar antik alias kayu jati yang dipakai berusia puluhan tahun. Kayu-kayu jati tua itu diakuinya dipasok dari Jawa yang merupakan bongkaran rumah joglo. Dan harganya, tentu lebih mahal. Untuk kayu jati tua (antik) ini, Devi mengatakan lebih banyak yang mengambil pintu gebyok. Konsumennya lebih banyak bule untuk ditempatkan di vilanya. Sementara konsumen lokal, pintu gebyok banyak diaplikasikan sebagai pintu utama pada rumahrumah pribadi. –Inten Indrawati
Beragam furnitur dengan finishing antik yang masih banyak diburu konsumen
Pintu gebyok antik
16
Edukasi
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Minggu itu, tak kurang dari 20 anak SMAN 7 Denpasar berkumpul di sebuah ruangan. Mereka yang dibagi menjadi empat kelompok tampak serius menyelesaikan sebuah permainan ringan, menyusun empat kata menjadi sebuah judul, sekaligus menentukan judul tersebut masuk ke topik/ tema apa. “Modal untuk menulis sudah ada. Adik-adik sudah mampu menyusun kalimat judul yang pas dan menentukan tema,” ujar Ngurah Budi, Redaktur Pelaksana Tabloid Tokoh saat memberikan Pelatihan Dasar Jurnalistik bagi anak-anak Programa 7, SMAN 7 Denpasar.
Jadikan “Nulis” sebagai Gaya Hidup aktual, kedekatan, human interest, trend, unik, konflik, popularitas, humor, dan seks. “Jika serius menggeluti jurnalistik, adik-adik bisa jadi wartawan. Modal internalnya adikadik sudah punya semua, suka ngobrol, suka nulis, suka jalanjalan. Itu modal untuk menambah wawasan. Karena news always new,” imbuh Ngurah Budi yang lebih banyak mengupas menulis stright news Sementara, Inten Indrawati, Wartawan/Redaktur Tabloid Tokoh membahas tentang feature (berita kisah). Ia mengatakan, meski dalam penulisannya gaya tutur bahasanya lebih variatif dan menghibur, feature tetaplah sebuah laporan fakta. “Feature, beritanya lebih ringan, tidak terikat waktu dan umumnya menjadi pelengkap
stright news. Penekanannya pada emosi (humant interest) sehingga menuntut penulisnya untuk tajam membaca situasi,” ujarnya.
tkh/ Lensa7
I
a memaparkan pengertian jurnalistik secara umum dan aktivitas menulis ini sebagai gaya hidup. Menulis merupakan bentuk komunikasi, selain membaca, mendengar dan berbicara. Ngurah Budi menegaskan unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah berita adalah 5W1H (what, where, when, who, why, how). Yang tak kalah penting, sebuah berita akan menarik jika mengandung unsur
tkh/Lensa7
Foto bersama usai Latdas
Suasana Latdas bagi anak-anak SMAN 7 Denpasar yang memilih ekskul Jurnalistik (Programa 7)
Dalam sesi latihan, mereka ditugaskan membuat berita hanya dengan bermodalkan brosur seadanya. Hasilnya, mereka mampu dan bahkan ada satu kelompok yang menuliskan judul sangat menarik. Saat sesi sharing, sebagian besar anak menyampaikan kendala dalam menulis adalah memilih dan menyusun kalimat. “Menulis itu tidak susah, yang penting ada Niat, Uraikan, Laksanakan, Intensifkan, Sebarkan. Jadikan NULIS sebagai gaya hidup” tegas Ngurah Budi. “Dan ingat, setelah ditulis, dibaca dan dibaca lagi berulang-ulang. Dari sana adik-adik pasti akan ketemu kalimat-kalimat yang pas
dan enak dibaca,” imbuh Inten Indrawati. Wakasek Kesiswaan Made Siarta dan guru Bahasa Indonesia Nanik Febriana yang mendampingi anak-anak selama Latdas ini menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa bangganya kepada dua narasumber dari Tabloid Tokoh yang juga alumni SMAN 7 Denpasar. Ia mene gaskan kepada siswanya, jika memang sudah memutuskan memilih ekskul jurnalistik, harus benar-benar ditekuni, jangan setengah-setengah. Karena apapun yang ditekuni dengan sungguhsungguh akan membuahkan hasil yang maksimal. –Inten Indrawati
Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Yudisium 151 Sarjana dan 6 Magister dengan Peradi. “Semua lulusan Fakultas Hukum Dwijendra punya keahlian bidang advokat walau tidak semuanya terjun ke dunia pengacara,” ujar Indradewi. Dalam laporannya, Wakil De kan I Dr. Wayan Arka, S.H., M.H mengatakan yudisium diikuti 151 lulusan S1 dan 6 lulusan S2. Lu
Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H.,M.H.
Fakultas Hukum Universitas Dwijendra melaksanakan Yudisium dan Pelepasan Calon Wisudawan Sarjana Hukum XXVII dan Magis ter Hukum II. Acara berlangsung Sabtu (20/8) di Aula Shadhu Gocara Yayasan Dwijendra. Hadir dalam kesempatan ini Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. Drs. MS Chandra Jaya, M.Hum, Rektor Universitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum, serta civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Dwijendra. Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H.,M.H. mengatakan prosesi yudisium dan pelepasan calon wisudawan merupakan upa
lusan S1 Berprestasi diraih Ida Bagus Gede Wirahadi Pratama, Ida Bagus Rai Yudantara, Luh Gde Juni Ratnasari, Ni Luh Putu Sri Novi Ariani, dan Putu Ngurah Sadia. Lulusan S2 Berprestasi diraih Ni Putu Ferryanti, I Wayan Widiada, dan AA Ayu Trisna Dewi Wisna. -wah
Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra melepas yudisiawan
cara sakral bagi dunia kampus. “Ini menandakan civitas akademika telah mampu menyelenggarakan proses belajar mengajar sehingga mahasiswanya lulus dan memper oleh gelar akademik baik strata satu maupun strata dua,” ujarnya. Indradewi juga memberi apre siasi bagi para mahasiswa yang memiliki semangat dan tekad kuat serta dedikasi dan disiplin tinggi sehingga mampu melewati ujian. Diingatkannya, orang yang sukses adalah orang yang berani menjalani tantangan dan perubahan. “Seorang sarjana tidak hanya dinilai dari kepintaran dan IPK tinggi. Namun, dituntut memiliki
keterampilan dan inovasi yang baik sebagai “agent of change” untuk kesejahteraan masyarakat. Di ujung sana terbentang pulau harapan. Siapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN,” tegasnya. Bagi alumni S1 Fakultas Hu kum Universitas Dwijendra yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Dwijendra diberikan keringanan biaya 20%. Selain itu, setelah wisuda, para lulusan ini sudah dijadwalkan ikut kursus Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Fakultas Hukum Univer sitas Dwijendra yang bekerja sama
Pembacaan janji yudisiawan
Para yudisiawan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra
Dara
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewadahi kreativitas. Salah satunya adalah dengan cara menuangkan ide dalam bentuk kartun di atas kertas. Kecintaannya terhadap kartun, membuat Putu Dian Ujiana membuat bermacam-macam jenis kartun dengan tujuan menghibur. Meskipun hanya belajar secara otodidak, kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti dari sering nya ia mengikuti pameran baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
D
ian sapaan akrabnya mengatakan jika dalam membuat karya, harus ada pesan yang tersampaikan kepada penikmatnya. Begitu juga dengan kartun-kartu yang ia buat selalu menyampaikan pesan peduli lingkungan. “Kebanyakan temanya mengenai lingkungan sama seperti anak-anak Rare Kual, karena kami memiliki kepedulian yang sama dengan lingkungan,”
S
9
Kenalkan Tradisi Buleleng Timur lewat Kartun yang dibuat tampak lebih menarik dan hidup menjadi sebuah animasi. Akan tetapi, dalam penggarapannya perlu mood yang baik dan waktu yang tidak sebentar. “Cari ide yang kadangkadang susah, begitu juga proses penggarapannya yang memakan waktu lama karena setiap gerak an harus dibuat secara detail.
Karya Putu Dian
ujarnya. Tujuannya adalah untuk menegaskan kepada masyarakat agar sadar akan menjaga lingkungan. “Target saya adalah anakanak, mereka merupakan akar yang harus sejak dini ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap gambar yang dibuat harus ada pesan ataupun kritik sosial yang disampaikan. Bukan sekadar gambar semata,” ucap Dian. Menurutnya, di Buleleng peminat kartun sudah sangat banyak, terlihat ketika ia mengikuti pameran-pameran selalu mendapat respons positif dari masyarakat.
E
X DU
Niatnya yang ingin mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda untuk berkreativitas belum tercapai. “Saya sangat welcome jika ada anak-anak yang ingin belajar menggambar atau membuat kartun, kebetulan di rumah juga ada studio kecil, tapi kayaknya mereka masih malu-malu,” jelasnya. Dian mengaku sangat senang berbagi ilmu apalagi untuk anakanak di Buleleng. Selain menggunakan media kertas, ia juga mencoba membuat karyanya menggunakan media komputer sehingga kartun
Putu Dian Ujiana bersama Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana
Gerakannya tangan misalnya membutuhkan sampai sepuluh gambar,” paparnya. Prestasi yang baru-baru ini diriah adalah men dapat juara ketiga dalam sayembara maskot dan jingle pilkada KPU Buleleng. Maskot yang diberi nama Anggada merupakan salah satu tokoh pewaya ngan dalam Wayang Wong Tejakula. Anggada merupakan tokoh yang memiliki sifat energik dan bijaksana. “Mengambil tokoh pewayangan ini karena ingin memperkenalkan tradisi di Buleleng Timur yaitu Wayang Wong Tejakula yang sudah mendapat penga kuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” tegasnya.
Karya Putu Dian
-Wiwin
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr. Oka Negara, FIAS
Anak Mulai Masturbasi “Dok, anak saya yang masih sekolah kelas enam SD, tanpa sengaja sempat saya lihat mempermainkan kelaminnya sendiri di kamarnya, dan terlihat sekali dia kesenangan. Saat terkejut dan merasa belum siap menghadapi hal seperti. Apa yang harus saya lakukan, Dok?” (Dayu,38 thn) Jika memang para orangtua mengalami situasi yang serupa, sebaiknya memang tidak perlu khawatir, karena kejadian seperti ini masih tergolong wajar. Di usia ini, sesuai dengan perkembangan psikoseksualnya, si anak sudah berada pada awal fase genital, atau fase di mana si anak merasakan sensasi seksual sudah berada di kelaminnya secara sadar, karena saat ini juga sudah mulai muncul dorongan seksual yang dibentuk karena faktor mulai bekerjanya hormon seksual. Fase ini juga dikenal dengan istilah pubertas, saat mana juga sering kali pada laki-laki ditandai dengan kejadian munculnya mimpi basah. Fase genital biasanya dimulai sekitar usia 12 atau 13 tahun, yang saat ini sesungguhnya seorang manusia mulai masuk ke tahapan kehidupan seksual
sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organ-organ seksnya secara sadar. Salah satu bentuk sadar buat menikmati sensasi dan dorongan seksual yang muncul adalah dengan melakukan hal seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, yang biasa disebut dengan masturbasi atau onani. Masturbasi itu sendiri adalah aktivitas menggosok-gosokkan kelamin sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Dahulu kala, saat berbicara tentang seksualitas menjadi sesuatu hal yang sangat ditabukan, membicarakan tentang masturbasi pada akhirnya juga sering kali dianggap negatif, malu dan cenderung tidak diakui. Tanpa harus menutup mata, sesungguhnya masturbasi sudah sangat umum dilakukan oleh anak muda. Baik pada laki-laki maupun perempuan. Laki-laki hampir keseluruhan pernah melakukannya, sedangkan pada perempuan masih dalam jumlah lebih sedikit dibanding laki-laki, misalnya dengan meraba kelamin, menggesekgesekkan kelamin dengan benda tertentu atau memasukkan benda tertentu ke dalam vagina misalnya. Di zaman yang semakin terbuka, di mana saatnya semua itu bisa didiskusikan dengan ilmiah
dan masuk akal, membicarakan seks dengan cara yang lebih terbuka, asalkan dengan orang yang tepat, misalnya anak dengan orangtua, atau berbicara dengan dokter yang paham kesehatan seksual, seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sebuah tabu. Karena aktivitas masturbasi sebenarnya bukanlah sebuah dosa dan berefek buruk, karena secara medis tidak ada akibat buruk yang ditimbulkannya selama tidak menggunakan alat bantu yang kotor dan dilakukan terlalu sering. Menggunakan alat bantu yang kotor, atau bisa juga jika tangan masih dalam keadaan kotor, dapat mengakibatkan infeksi, sementara jika dilakukan sering kali dan berlebihan, terutama di usia yang masih muda, akan berpotensi mengakibatkan ketergantungan. Lalu, bagaimana cara menjelaskan hal ini pada si remaja ABG? Apa yang dilakukan oleh ibu yang menanyakan hal ini sudah benar, tinggal coba lebih tenang dan jangan panik berlebihan. Yang terjadi, secara biologis sebenarnya memang sudah memungkinkan dan tidak salah, tinggal bagaimana bisa berkomunikasi yang baik dengan anak, agar anak dan orangtua tetap bisa nyaman selama anak ada dalam masa barunya dengan
berbagai macam perubahan, tumbuh dan berkembang sebagai remaja. Semuanya ini adalah tentang perubahan di masa pubertas. Baik sekali jika orangtua sanggup berdiskusi dan menyempatkan diri bertanya tentang hal ini, untuk kemudian menjadi pendengar yang baik tentang apa yang saat ini sedang dilalui si anak. Pastikan kemudian memberitahukan pada akhirnya dua hal tadi. Pertama, meminta anak agar tidak terpaku dan terlalu sering melakukan aktivitas masturbasi untuk kemudian mengelola waktu luang masa remaja yang ada dengan ingat pelajaran di sekolah, pekerjaan rumah dan ekstrakurikuler yang disenangi. Dukung selalu si anak untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan hobi dan hal lain yang lebih bermanfaat, tentu saja yang disenangi agar tidak banyak waktu kosong terbuang percuma, yang kemudian malah memberinya kesempatan lebih banyak untuk berpikir dan berfantasi seksual yang kemudian mendorongnya melakukan masturbasi. Kedua, berikan informasi, jika masturbasi tetap dilakukan, hendaknya jangan menggunakan tangan dan alat yang kotor atau yang bisa mengakibatkan perlukaan. Semoga penjelasan ini bisa membantu. Terima kasih.
Kreasi
Style
Serba-Serbi “Merah Putih” Pesona Wastra Nusantara 10
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Upacara Bendera KMB Upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 dilaksanakan secara khimad oleh karyawan dan karyawati Kelompok Media Bali Post. Peserta upacara mengenakan pakaian adat Bali. Sebelumnya, dilaksanakan kegiatan rangkaian HUT ke-68 Bali Post seperti tabur bunga, sarasehan pertanian, pemberian penghargaan untuk petani teladan, serta pemotongan tumpeng.
Bersama KCBI Provinsi Bali
Kain tradisional atau yang biasa disebut wastra adalah salah satu hasil budaya di Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia ini melahirkan beragam jenis wastra yang berbeda-beda dan unik di setiap daerah. Begitu banyak corak, perpaduan warna hingga motif serta filosofi di baliknya hingga perpaduan warnanya, seperti batik, endek, songket dan lainnya.
H
Upacara bendera di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha
Pemotongan tumpeng HUT ke-68 Bali Post
Upacara bersama Satwa Puncak dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Bali Safari & Marine Park ini adalah dengan upacara bendera khas taman konservasi tersebut. Berbagai satwa terlihat berbaris rapi dan mengikuti upacara dengan khidmat. Satwa yang terlihat mengikuti upacara di antaranya adalah gajah Sumatera dan ular. Upacara Bendera juga diikuti oleh sejumlah Perangkat Desa pendamping serta pimpinan beberapa instansi dan pemerin tahan di Kabupaten Gianyar. General Manager Bali Safari & Marine Park, William Santoso mengatakan upacara dan rangkaian perlombaan merupakan agenda tetap mereka.
Upacara Bendera di Cellular World Keluarga besar Cellular World mengadakan upacara bendera pada HUT Kemerdekaan RI k-71. Tujuan melakukan upacara bendera adalah untuk mening katkan rasa cinta terhadap Indonesia dan memupuk rasa nasionalisme terhadap Indonesia.
Gajah Bali Safari & Marine Park ikut upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71
Suasana upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Cellular world
Peringatan Hari kemerdekaan di Grand Hyatt Nusa Dua Bali
Peringatan Hari Kemerdekaan di hotel The One Legian dan Villa Lumbung, diisi dengan berbagai perlombaan seperti lomba membawa kelereng dengan sendok di mulut. Acara lomba tidak saja diikuti staf hotel tapi juga para tamu yang menginap.
Ralat Pada Tokoh edisi 914 halaman 10, tertulis judul “Komunitas Cinta Berkain Bali Diresmikan”. Seharusnya, “Komunitas Cinta Berkain Indonesia Provinsi Bali Diresmikan”. Kami mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih. Redaksi
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
al ini juga tergam bar dalam momen indah deklarasi “Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Provinsi Bali” di Hotel Padma, Legian, Kuta, belum lama ini. Itulah langkah awal KCBI Prov. Bali dalam mengung kapkan cinta kepada kebudayaan Tanah Air, khususnya terhadap pesona berbagai wastra dari pen
juru Nusantara. Selanjutnya para pencinta dan penggiat pelestarian wastra Nusantara yang tergabung da lam KCBI Prov. Bali mengajak masyarakat untuk kembali me ngenakan kain tradisional sebagai bagian dari busana sehari-hari. Berikut ini beberapa gaya tampil an anggota KCBI Prov. Bali yang tertangkap kamera. – Sri Ardhini
15
14
Kecantikan, kesehatan serta kebugaran tubuh adalah faktor yang penting dan saling berkaitan. Perempuan maupun laki-laki tidak hanya mengharapkan wajah cantik atau tampan, namun ingin juga memiliki tubuh yang sehat dan terlihat fresh.
S
Jelita
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
elama ini banyak orang yang berpendapat bahwa inner beauty (kecantikan dari dalam) dengan sifat dan kepribadian yang baik itu lebih penting. Namun, tidak dapat dipungkiri jika penampilan luar atau fisik, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki keseluruhannya juga merupakan cerminan kepribadian seseorang. Menurut manajer Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, Upik Rustiah, Miracle Denpasar dan Kuta kali ini hadir untuk menginspirasi masyarakat di Bali dan sekitarnya agar termotivasi untuk memberikan sisi maupun potensi terbaiknya melalui acara yang bertajuk “Show Your Own Masterpiece” through Fit , Fun & Beauty ” di Lippo Mall Kuta, Minggu (14/8). Acara ini merupakan rangkaian road show dari Miracle dalam rangka ulang tahunnya ke-20, yang sebelumnya telah berlangsung di Banjarmasin, Malang, Palembang, Solo dan Surabaya. Spesialnya, acara ini juga mendatangkan bintang seorang tamu istimewa, yakni Felice Hwang, Puteri Indonesia Lingkungan 2016 (Runner Up I Puteri Indonesia 2016). Dalam acara bincang-bincang yang dipandu dokter Dewi ditemani dokter
Bugar
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Konsumsi Ikan Lima Kali Seminggu
Gali Potensi Terbaik Bekal Tampil Cantik Fenny dari Miracle Kuta dan dilengkapi dengan kehadiran Felice Hwang , Putri Indonesia Lingkungan, terungkap Felice Hwang. Sang Putri bercerita bahwa awalnya ia memiliki rasa kurang percaya diri. Namun, setelah memperoleh sentuhan motivasi dari sebuah buku yang dibacanya serta bantuan teman-temannya, percaya dirinya terbangun dan menemukan keberanian mengikuti sebuah ajang kecantikan dan berhasil meraih kesuksesan. Kini, selain rasa percaya diri ia juga mempercayakan perawatan kecantikannya wajahnya dengan melakukan treatment di Miracle. Sebab, dalam berbagai kegiatan wajah Felice Hwang sering dipolesi make up . Maka, maka untuk menjaga kebersihan dan kesegaran kulitnya, facial adalah treatment pilihannya. Apalagi Miracle dikenal dengan kualitas pelayanannya dan memiliki berbagai jenis pilihan facial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan ditangai oleh beauty therapist yang terlatih dan berpengalaman. Berikutnya dokter Dewi mengatakan Miracle yang tercatat merintis bisnis estetika sejak 1996 ini selalu ingin memberikan manfaat terbaik bagi pelanggannya. Dengan filosofi ‘The Art Behind the Science of Aesthetic’,katanya Miracle menggabungkan cream program, perawatan medis oleh dokter profesional dan perawatan estetik oleh beauty therapist berpengalaman.
sumsi ikan, 3- 5 kali seminggu, setiap porsi sebanyak 50 gram,” sarannya.
Tingkat konsumsi ikan masyarakat Bali tergolong masih rendah, hanya 40,12 kg/kapita/tahun. Pemerintahan Provinsi Bali sedang mengencarkan gerakan gemar makan ikan. Berbagai lomba kreasi ikan terus digelar, dengan tujuan menambah minat masyarakat Bali untuk mengolah ikan menjadi makanan favorit sehari-hari. Apa manfat ikan bagi kesehatan? Dengan cita rasa seni tinggi memberikan perawatan wajah dan kulit yang optimal, disertai kenyamanan, keamanan, keramahan, serta privasi bagi pelanggannya. Inspirasi Bagi Masyarakat Luas Selanjutnya Upik Rustiah mengatakan bahwa acara yang digelar sehari penuh di Atrium Lippo Mall Kuta tersebut juga bertujuan untuk meluncurkan sekaligus sebagai implementasi dari new campaign Miracle yaitu “Unveil Your Masterpiece”. Campaign ini didasarkan pada sebuah keyakin bahwa setiap individu sejatinya memiliki potensi terbaik di dalam dirinya, baik tampilan fisik maupun kepribadiannya. Namun, sayangnya tidak setiap individu menyadari, dan mampu menemukan, bahkan dengan percaya diri menampilkan versi terbaiknya. Karena itu, Miracle mengusung campaign yang bertemakan “Unveil Your Masterpiece”, dengan tujuan menginspirasi sekaligus mengajak setiap individu untuk menemukan dan menampilkan versi terbaik (masterpiece) di dalam diri masing-masing, melalui sentuhansentuhan keajaiban sebagai sebuah karya seni terbaik. Campaign #UnveilYourMasterpiece ini juga merupakan langkah Miracle dalam menginspirasi generasi Indonesia untuk terus berupaya menemukan seluruh potensi dirinya. Kemudian dan dengan berani serta penuh percaya diri menampilkannya
dalam karya dan kiprahnya membawa harum nama Indonesia. Untuk itulah, Miracle berkolaborasi dengan Angkie Yudistia, Founder & CEO Thisable Enterprise, demi mewujudkan campaign –nya. “Kisah perjalanan hidup Angkie Yudistia ini sangat inspiratif. Dengan segala keterbatasannya sebagai wanita
Felice Hwang
tuna rungu, Angkie tidak larut dan menyerah. Angkie justru berani mendobrak batasan yang mengukungnya dan mengeksplorasi dirinya. Ia lantas dengan lantang dan berani menampilkan the best version yang dimilikinya, yang dapat menjadi suatu “masterpiece” dari seorang Angkie,” papar Upik Rustiah, menjelaskan alasan Miracle memilih dan melakukan kolaborasi dengan Angkie Yudistia, penulis buku “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas” ini. Dikatakannya, seringkali orang masih bingung mencari jati diri sebenarnya, dan bahkan mungkin tidak percaya kalau ia memiliki banyak masterpiece atau sisi terbaik di dalam dirinya. Harapannya, melalui campaign ini kami dapat menginspirasi banyak orang untuk terus mengobarkan semangat menggali, mencari dan dengan percaya diri menampilkan versi terbaik dari diri masing-masing. Dan, dalam campaign yang mengajak setiap orang bisa tampil cantim dan percaya diri ini, juga dilaksankan pula lomba menggambar, demo facial, olah raga zumba serta demo tata rias. – Sri Ardhini
M
enurut ahli gizi, Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M . Ke s . , i k a n merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat gizi. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega-3, eicosapentaenoic acid /EPA, docosahexanoic acid / DHA), yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, coenzyme Q10. “Kebutuhan gizi dari ikan merupakan modal dalam pembentukan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, mandiri dan sejahtera. Bila menginginkan SDM Indonesia berkualitas maka tingkat konsumsi ikan perlu terus didorong karena ikan tidak hanya sebagai sumber protein tetapi juga mengandung lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh,” ujarnya. Ia menambahkan, kandungan protein yang besar dalam ikan mampu memperbaiki kebutuhan gizi masyarakat Indonesia selain dari daging yang harganya lebih tinggi. Dibandingkan dengan lemak hewani lainnya, lemak ikan
Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M.Kes.
11
sangat sedikit mengandung kolesterol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolesterol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Selain kaya akan protein yang bermutu tinggi, ikan juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang berimbang. Vitamin yang banyak terdapat pada ikan adalah vitamin lemak (Vitamin A dan D) sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor, iodium, besi, dan selenium. Zatzat gizi tersebut bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro dan penyakit. Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam. Daging babi bahkan sama sekali tidak mengandung omega-3. Tubuh manusia dapat membentuk beberapa tipe asam lemak, namun demikian asupan asam lemak essensial khususnya asam lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 masih diperlukan. Sumber utama omega-3 adalah seafood dan tanaman seperti kacang kedelai, kanola, biji rami. Sedangkan sumber utama omega-6 juga ditemukan dalam semua jenis seafood seperti crustacea, molusca, ikan dan tanaman seperti bunga matahari, jagung dan kedele. Ia menegaskan, konsumsi ikan secara teratur memegang peranan penting dalam memenuhi rasio omega-3 dan omega-6. Untuk pencegahan terhadap kekurangan asam lemak esensial, ia menyarankan manusia harus mengonsumsi tidak kurang dari 2,4% dari total asupan omega-6 dan 0,5-1,0% dari total asupan omega-3. “Porsi yang tepat bagi dewasa untuk mengon-
CARA TEPAT MEMASAK IKAN Walaupun kadar dan komposisi gizi pada ikan sangat sempurna, tidak berarti unsur tersebut dapat dimanfaatkan
dengan baik oleh tubuh manusia. ”Cara memasak dan mengolah ikan yang salah akan menurunkan atau menghilangkan sama sekali potensi yang dimiliki oleh ikan tersebut,” ujarnya. Pemasakan ikan dengan cara digoreng dapat menyebabkan rusaknya asam lemak omega 3 akibat proses oksidasi. Penggore
ngan juga menyebabkan terserapnya minyak goreng ke dalam daging ikan sehingga lemak ikannya keluar dan terbuang percuma. “Pemasakan ikan dengan cara dipepes, dikukus, dipanggang atau ditim akan lebih menguntungk an dibandingkan dengan digoreng,” sarannya. –Wirati Astiti
Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun disebut Global Handwashing Day merupakan suatu cara untuk mendukung kampanye tata cara global atau lokal kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, yang ditekankan kepada anakanak sekolah, guru, dan orangtua. Program cuci tangan dengan sabun ini dikampanyekan di setiap negara dan diperingati setiap tahunnya tanggal 15 Oktober. Program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) selain bersifat sederhana dan tidak mengeluarkan banyak biaya, program ini dapat memotong secara drastis jumlah angka kesakitan, bahkan kematian anak muda karena sakit. Kampanye CTPS diupayakan PT. Assistama Indonesia memberikan edukasi gerakan cuci tangan berhasil mengubah tata cara gaya yang benar kepada siswa-siswi Pelita Bangsa. hidup anak, remaja, dewasa muda hingga para orangtua, dapat mencegah satu dari Meskipun kita sering mencuci tangan de tiga urutan penyebab diare, atau dikenal sebagai ngan air, hanya sedikit yang menggunakan sabun acute gastroenteritis, dan hampir memotong satu terutama yang mengandung antiseptik. Mencuci dari enam jalur penyakit pernafasan, seperti halnya tangan dengan sabun, khususnya dengan sabun acute pneumonia. antiseptik diyakinkan dapat menghilangkan kuman-kuman di tangan secara efektif. Masyarakat seluruh dunia bersama-sama akan memperingati Global Handwashing day dalam Menurut journal kesehatan medis internaberbagai cara, antara lain: membuat lagu dan sional Trop.Med.Int.Health. 2006 edisi Maret Bab 11(3) halaman: 258-67, jutaan anak-anak tari yang mempermudah setiap orang menghafal di bawah lima tahun meninggal dikarenakan tata cara cuci tangan pakai sabun dengan benar, penyakit diare dan pneumonia, dua penyakit menyebarkan brosur aktivitas kepada sekolahpembunuh pada anak di seluruh dunia. Penyakit sekolah, penyuluhan dan kegiatan kesehatan diare disebabkan utamanya karena penularan bagi ribuan siswa dan guru serta orangtua murid melalui kontaminasi makanan dan tangan yang sekolah. Dalam memperingati Hari Kemerdekaan tidak sehat, yang masih mengandung kuman (16/8), PT. Assistama Indonesia memberikan monster mikro-organisme. edukasi gerakan cuci tangan yang benar kepada siswa-siswi Pelita Bangsa. –Wirati Astiti Kampanye “Cuci Tangan Pakai Sabun”, atau
Kuliner Sate Lilit Puri Racik Kreasi Kakap Mujair Serba-serbi Ikan Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
12
Bahan: 800 gr : ikan tuna segar ¼ biji : kelapa muda 200 cc : santan kental 5 butir : bawang merah 5 siung : bawang putih 5 biji : lombok merah besar 1 sdt : terasi 2 ruas : jahe 2 ruas : kunir 2 butir : kemiri 2 buah : jeruk lemo Minyak goreng Gula merah dan garam
Ikan selalu menjadi makanan favorit ketika diolah menjadi aneka makanan khas Bali. Apalagi, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang mengampanyekan gemar makan ikan kepada masyarakat Bali. Salah satu penggiat kuliner di Bali, Tjok Istri Agung Adnyani wakil Kota Denpasar, berbagi resep dengan pembaca Tokoh, tentang kuliner serba-serbi ikan. Menu spesial ini baru saja menyabet juara II Lomba Masak Ikan tingkat Provinsi Bali, yang digelar di areal Pameran Pembangunan, Art Centre Denpasar, pekan lalu. Anda tertarik mencobanya, selamat berkreasi. –Wirati Astiti
Cara membuat: - Ikan tuna direndam dalam air jeruk nipis 15 menit. - Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis sampai harum. Campurkan bumbu dengan santan kental. Masukkan ikan dan kelapa yang sudah diparut. Beri gula merah dan garam. - Siapkan tusuk sate. Lilit sate, kemudian panggang. Siap sajikan.
Bakso Ikan Tuna Puri Racik Bahan: 800 gr : 1 butir : 5 siung : 5 siung : 2 ruas : 2 ruas : 2 ruas : 2 buah :
ikan tuna segar putih telur bawang merah bawang putih jari jahe jari kunir jari lengkuas cabai rawit
3 lembar : daun jeruk purut 3 lembar : daun salam 250 gr : tapung tapioka 1 sdm : basa genep Seledri, bawang prei, bawang goreng, sereh
Pepes Ikan Tuna Puri Racik
Cara membuat: - Ikan tuna dipotong kecil-kecil kemudian rendam dengan air jeruk nipis 15 menit. - Cabai rawit dipotong tipis-tipis campurkan bersama garam dan terasi, lalu hancurkan dan campur ke dalam ikan tadi. Tambahkan sedikit santan kental, dan basa genep. Aduk rata. - Setelah tercampur rata, adonana diberi air jeruk lemo, kemudian bungkus adonan ikan dengan daun pisang. Beri daun salam di dalamnya. Kukus sampai matang.
Bahan: 250 kg : ikan mujair yang sudah di-fillet 3 butir : telur 100 gram : tepung bakwan 3 sdm : minyak
1 ruas : jahe 1 sdt : ketumbar Garam secukupnya
Bumbu yang dihaluskan: 5 siung : bawang putih
Cara membuat: - Campur ikan bersama bumbu
yang dihaluskan. Masukkan tepung bakwan dan uleni sampai tercampur rata. - Dadar telur, kemudian taruh adonan di atas dadar telur lalu gulung dan kukus.
Krengsengan Daging Kambing Sarwan
Aneka Mie & Spaghetti
ati Nikm Hanya di...
Cafe Mie Santai
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
Ciri Khas Taiwan
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu Berlaku mulai tanggal 8 s.d. 31 Agustus 2016
rapa Nikmati bebe !!! Menu Baru
Sup Gurami Kuah Bening Bahan: 1 ekor : gurami 2 sdm : air jeruk nipis 2 batang : prei 1 ikat : kemangi 3 buah : belimbing wuluh 3 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 sdm : mentega 3 lembar : daun jeruk Gula pasir Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Bersihkan ikan gurami, buang kulitnya, potong tipis, rendam dengan jeruk nipis selama 15 menit. - Semua bumbu dihaluskan dan ditumis - Didihkan air 500 cc, masukkan bumbu yang sudah ditumis tadi, didihkan. Masukkan ikan gurami, tambahkan garam, merica, dan belimbing wuluh. Masukkan daun kemangi dan sereh. Setelah matang beri taburan daun seledri.
Kolak Ice Cream
Spaghetti Carbonara
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Nikmati
Chinese & Balinese Food & Aneka Es Taiwan
Hanya di...
Cafe Santai Berlaku mulai tanggal 15 s.d. 21 Agustus 2016
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu
Murah Meriah & Bersih
Es Salju
Nasi Goreng Setan
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
13
Ikan Kakap Berselimut Ubi Ungu
Eegroll Isi Mujair
Tjok Istri Agung Adnyani
dan garam. Tambahkan bumbu yang sudah ditumis tadi, kemudian masukkan putih Cara membuat: telur, aduk rata. - Ikan tuna yang sudah dibersi- - Panaskan air 1 liter, beri 1 sdm basa genep, bawang hkan direndam prei, daun salam, sereh, dengan air jeruk daun jeruk direbus sampai nipis, kemudian mendidih. dihaluskan. - Bumbu-bumbu - Bentuk bulat adonan ikan dengan sendok makan seperti dihaluskan kebakso, cemplungkan ke dalam mudian ditumis air mendidih tadi. Tunggu sampai harum. sampai mengambang, artinya - Ikan tuna yang sudah matang. sudah halus dicampur dengan - Sajikan di mangkuk ditaburi bawang goreng dan seledri. tepung tapioka,
Bahan: 1 kg : ikan tuna 15 biji : cabai rawit Santan kental Jeruk nipis Jeruk lemo Daun salam Basa genep Daun pisang
Mau membuat menu yang beda, coba dua resep ini. Kreasi dari ikan kakap dan ikan mujair, bisa dijadikan pilihan untuk camilan sehat Anda. -Wirati Astiti
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Bahan: 750 gr : daging kambing, ambil daging tanpa lemak potong dadu 4 sdm : kecap manis 2 sdm : petis udang 600 ml : air 15 buah : cabe rawit Garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah. 4 si-
ung bawang putih. 4 buah cabe merah besar. 1 sdt lada. 3 ruas jari jahe. 4 butir kemiri sangrai. 1 buah tomat sedang. Cara Membuat: Campur bumbu halus bersama potongan daging kambing. Tambahkan kecap manis, petis udang, garam, kaldu bubuk, lalu remasremas daging sampai bumbu meresap. Masak daging sapi sambil sekali-kali diaduk hingga daging empuk
Iga Saus Tiram Bahan: 1 kg : 1 buah : 6 buah : 3 siung : 2 ruas : 5 sdm : 2 sdm : 1 sdt : 1 buah : 2 batang :
iga, presto sampai empuk, tiriskan bawang bombai, cincang melintang bawang merah, cincang kasar bawang putih cincang jari jahe cincang saus tiram kecap raja rasa lada bubuk tomat cincang kasar daun prei, potong kasar
Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya Cara Membuat: Tumis irisan bawang bombai, bawang merah, bawang putih dan jahe hingga harum, lalu masukkan iga presto. Tuang sisa air kaldu saus tiram, saus raja rasa, lada, garam dan kaldu bubuk, adukaduk hingga tercampur rata. Masukkan
dan berubah warna. Beri air dan masukkan cabe rawit, masak sampai daging empuk dan kuah mengental, angkat, sajikan.
Bahan: 500 gram : ikan kakap fillet 250 gram : udang 6 siung : bawang putih 8 butir : bawang merah 3 biji : cabai rawit 1 ruas : jahe 1 ruas : kunir 1 ruas : kencur 1 ruas : lengkuas 1 sdt : gula 1 sdt : garam Ketumbar secukupnya Terasi secukupnya Mayonnaise pedas Bahan kulit: 250 gram : ketela pohon 500 gram : ubi ungu 1 sdt : gula ¼ sdt : garam
irisan tomat dan daun bawang, masak sampai matang dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Cara membuat: - Ketela pohon dan ubi ungu dibersihkan. Ketela pohon diparut campur dengan ubi ungu, tambahkan gula, garam, aduk hingga rata, kemudian dikukus dan dibentuk tipis. - Ikan kakap dibersihkan kemudian dipotong-potong. Semua bumbu dihaluskan lalu tumis sampai masak. Masukkan ikan kakap tadi. Masukkan ke dalam potongan bambu, kemudian panggang sampai matang. - Ambil kulit dari adonan ubi ungu tadi yang sudah ditipiskan, kemudian masukkan ikan timbung ke dalamnya, dan beri udang goreng. - Kakap berselimut ubi ungu siap disajikan dengan mayonnaise pedas.
Kuliner Sate Lilit Puri Racik Kreasi Kakap Mujair Serba-serbi Ikan Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
12
Bahan: 800 gr : ikan tuna segar ¼ biji : kelapa muda 200 cc : santan kental 5 butir : bawang merah 5 siung : bawang putih 5 biji : lombok merah besar 1 sdt : terasi 2 ruas : jahe 2 ruas : kunir 2 butir : kemiri 2 buah : jeruk lemo Minyak goreng Gula merah dan garam
Ikan selalu menjadi makanan favorit ketika diolah menjadi aneka makanan khas Bali. Apalagi, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang mengampanyekan gemar makan ikan kepada masyarakat Bali. Salah satu penggiat kuliner di Bali, Tjok Istri Agung Adnyani wakil Kota Denpasar, berbagi resep dengan pembaca Tokoh, tentang kuliner serba-serbi ikan. Menu spesial ini baru saja menyabet juara II Lomba Masak Ikan tingkat Provinsi Bali, yang digelar di areal Pameran Pembangunan, Art Centre Denpasar, pekan lalu. Anda tertarik mencobanya, selamat berkreasi. –Wirati Astiti
Cara membuat: - Ikan tuna direndam dalam air jeruk nipis 15 menit. - Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis sampai harum. Campurkan bumbu dengan santan kental. Masukkan ikan dan kelapa yang sudah diparut. Beri gula merah dan garam. - Siapkan tusuk sate. Lilit sate, kemudian panggang. Siap sajikan.
Bakso Ikan Tuna Puri Racik Bahan: 800 gr : 1 butir : 5 siung : 5 siung : 2 ruas : 2 ruas : 2 ruas : 2 buah :
ikan tuna segar putih telur bawang merah bawang putih jari jahe jari kunir jari lengkuas cabai rawit
3 lembar : daun jeruk purut 3 lembar : daun salam 250 gr : tapung tapioka 1 sdm : basa genep Seledri, bawang prei, bawang goreng, sereh
Pepes Ikan Tuna Puri Racik
Cara membuat: - Ikan tuna dipotong kecil-kecil kemudian rendam dengan air jeruk nipis 15 menit. - Cabai rawit dipotong tipis-tipis campurkan bersama garam dan terasi, lalu hancurkan dan campur ke dalam ikan tadi. Tambahkan sedikit santan kental, dan basa genep. Aduk rata. - Setelah tercampur rata, adonana diberi air jeruk lemo, kemudian bungkus adonan ikan dengan daun pisang. Beri daun salam di dalamnya. Kukus sampai matang.
Bahan: 250 kg : ikan mujair yang sudah di-fillet 3 butir : telur 100 gram : tepung bakwan 3 sdm : minyak
1 ruas : jahe 1 sdt : ketumbar Garam secukupnya
Bumbu yang dihaluskan: 5 siung : bawang putih
Cara membuat: - Campur ikan bersama bumbu
yang dihaluskan. Masukkan tepung bakwan dan uleni sampai tercampur rata. - Dadar telur, kemudian taruh adonan di atas dadar telur lalu gulung dan kukus.
Krengsengan Daging Kambing Sarwan
Aneka Mie & Spaghetti
ati Nikm Hanya di...
Cafe Mie Santai
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
Ciri Khas Taiwan
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu Berlaku mulai tanggal 8 s.d. 31 Agustus 2016
rapa Nikmati bebe !!! Menu Baru
Sup Gurami Kuah Bening Bahan: 1 ekor : gurami 2 sdm : air jeruk nipis 2 batang : prei 1 ikat : kemangi 3 buah : belimbing wuluh 3 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 sdm : mentega 3 lembar : daun jeruk Gula pasir Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Bersihkan ikan gurami, buang kulitnya, potong tipis, rendam dengan jeruk nipis selama 15 menit. - Semua bumbu dihaluskan dan ditumis - Didihkan air 500 cc, masukkan bumbu yang sudah ditumis tadi, didihkan. Masukkan ikan gurami, tambahkan garam, merica, dan belimbing wuluh. Masukkan daun kemangi dan sereh. Setelah matang beri taburan daun seledri.
Kolak Ice Cream
Spaghetti Carbonara
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Nikmati
Chinese & Balinese Food & Aneka Es Taiwan
Hanya di...
Cafe Santai Berlaku mulai tanggal 15 s.d. 21 Agustus 2016
Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-71
DISKON 10%
*untuk pembelanjaan di atas 250 ribu
Murah Meriah & Bersih
Es Salju
Nasi Goreng Setan
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
13
Ikan Kakap Berselimut Ubi Ungu
Eegroll Isi Mujair
Tjok Istri Agung Adnyani
dan garam. Tambahkan bumbu yang sudah ditumis tadi, kemudian masukkan putih Cara membuat: telur, aduk rata. - Ikan tuna yang sudah dibersi- - Panaskan air 1 liter, beri 1 sdm basa genep, bawang hkan direndam prei, daun salam, sereh, dengan air jeruk daun jeruk direbus sampai nipis, kemudian mendidih. dihaluskan. - Bumbu-bumbu - Bentuk bulat adonan ikan dengan sendok makan seperti dihaluskan kebakso, cemplungkan ke dalam mudian ditumis air mendidih tadi. Tunggu sampai harum. sampai mengambang, artinya - Ikan tuna yang sudah matang. sudah halus dicampur dengan - Sajikan di mangkuk ditaburi bawang goreng dan seledri. tepung tapioka,
Bahan: 1 kg : ikan tuna 15 biji : cabai rawit Santan kental Jeruk nipis Jeruk lemo Daun salam Basa genep Daun pisang
Mau membuat menu yang beda, coba dua resep ini. Kreasi dari ikan kakap dan ikan mujair, bisa dijadikan pilihan untuk camilan sehat Anda. -Wirati Astiti
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Bahan: 750 gr : daging kambing, ambil daging tanpa lemak potong dadu 4 sdm : kecap manis 2 sdm : petis udang 600 ml : air 15 buah : cabe rawit Garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah. 4 si-
ung bawang putih. 4 buah cabe merah besar. 1 sdt lada. 3 ruas jari jahe. 4 butir kemiri sangrai. 1 buah tomat sedang. Cara Membuat: Campur bumbu halus bersama potongan daging kambing. Tambahkan kecap manis, petis udang, garam, kaldu bubuk, lalu remasremas daging sampai bumbu meresap. Masak daging sapi sambil sekali-kali diaduk hingga daging empuk
Iga Saus Tiram Bahan: 1 kg : 1 buah : 6 buah : 3 siung : 2 ruas : 5 sdm : 2 sdm : 1 sdt : 1 buah : 2 batang :
iga, presto sampai empuk, tiriskan bawang bombai, cincang melintang bawang merah, cincang kasar bawang putih cincang jari jahe cincang saus tiram kecap raja rasa lada bubuk tomat cincang kasar daun prei, potong kasar
Gula, garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya Cara Membuat: Tumis irisan bawang bombai, bawang merah, bawang putih dan jahe hingga harum, lalu masukkan iga presto. Tuang sisa air kaldu saus tiram, saus raja rasa, lada, garam dan kaldu bubuk, adukaduk hingga tercampur rata. Masukkan
dan berubah warna. Beri air dan masukkan cabe rawit, masak sampai daging empuk dan kuah mengental, angkat, sajikan.
Bahan: 500 gram : ikan kakap fillet 250 gram : udang 6 siung : bawang putih 8 butir : bawang merah 3 biji : cabai rawit 1 ruas : jahe 1 ruas : kunir 1 ruas : kencur 1 ruas : lengkuas 1 sdt : gula 1 sdt : garam Ketumbar secukupnya Terasi secukupnya Mayonnaise pedas Bahan kulit: 250 gram : ketela pohon 500 gram : ubi ungu 1 sdt : gula ¼ sdt : garam
irisan tomat dan daun bawang, masak sampai matang dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Cara membuat: - Ketela pohon dan ubi ungu dibersihkan. Ketela pohon diparut campur dengan ubi ungu, tambahkan gula, garam, aduk hingga rata, kemudian dikukus dan dibentuk tipis. - Ikan kakap dibersihkan kemudian dipotong-potong. Semua bumbu dihaluskan lalu tumis sampai masak. Masukkan ikan kakap tadi. Masukkan ke dalam potongan bambu, kemudian panggang sampai matang. - Ambil kulit dari adonan ubi ungu tadi yang sudah ditipiskan, kemudian masukkan ikan timbung ke dalamnya, dan beri udang goreng. - Kakap berselimut ubi ungu siap disajikan dengan mayonnaise pedas.
14
Kecantikan, kesehatan serta kebugaran tubuh adalah faktor yang penting dan saling berkaitan. Perempuan maupun laki-laki tidak hanya mengharapkan wajah cantik atau tampan, namun ingin juga memiliki tubuh yang sehat dan terlihat fresh.
S
Jelita
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
elama ini banyak orang yang berpendapat bahwa inner beauty (kecantikan dari dalam) dengan sifat dan kepribadian yang baik itu lebih penting. Namun, tidak dapat dipungkiri jika penampilan luar atau fisik, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki keseluruhannya juga merupakan cerminan kepribadian seseorang. Menurut manajer Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, Upik Rustiah, Miracle Denpasar dan Kuta kali ini hadir untuk menginspirasi masyarakat di Bali dan sekitarnya agar termotivasi untuk memberikan sisi maupun potensi terbaiknya melalui acara yang bertajuk “Show Your Own Masterpiece” through Fit , Fun & Beauty ” di Lippo Mall Kuta, Minggu (14/8). Acara ini merupakan rangkaian road show dari Miracle dalam rangka ulang tahunnya ke-20, yang sebelumnya telah berlangsung di Banjarmasin, Malang, Palembang, Solo dan Surabaya. Spesialnya, acara ini juga mendatangkan bintang seorang tamu istimewa, yakni Felice Hwang, Puteri Indonesia Lingkungan 2016 (Runner Up I Puteri Indonesia 2016). Dalam acara bincang-bincang yang dipandu dokter Dewi ditemani dokter
Bugar
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Konsumsi Ikan Lima Kali Seminggu
Gali Potensi Terbaik Bekal Tampil Cantik Fenny dari Miracle Kuta dan dilengkapi dengan kehadiran Felice Hwang , Putri Indonesia Lingkungan, terungkap Felice Hwang. Sang Putri bercerita bahwa awalnya ia memiliki rasa kurang percaya diri. Namun, setelah memperoleh sentuhan motivasi dari sebuah buku yang dibacanya serta bantuan teman-temannya, percaya dirinya terbangun dan menemukan keberanian mengikuti sebuah ajang kecantikan dan berhasil meraih kesuksesan. Kini, selain rasa percaya diri ia juga mempercayakan perawatan kecantikannya wajahnya dengan melakukan treatment di Miracle. Sebab, dalam berbagai kegiatan wajah Felice Hwang sering dipolesi make up . Maka, maka untuk menjaga kebersihan dan kesegaran kulitnya, facial adalah treatment pilihannya. Apalagi Miracle dikenal dengan kualitas pelayanannya dan memiliki berbagai jenis pilihan facial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan ditangai oleh beauty therapist yang terlatih dan berpengalaman. Berikutnya dokter Dewi mengatakan Miracle yang tercatat merintis bisnis estetika sejak 1996 ini selalu ingin memberikan manfaat terbaik bagi pelanggannya. Dengan filosofi ‘The Art Behind the Science of Aesthetic’,katanya Miracle menggabungkan cream program, perawatan medis oleh dokter profesional dan perawatan estetik oleh beauty therapist berpengalaman.
sumsi ikan, 3- 5 kali seminggu, setiap porsi sebanyak 50 gram,” sarannya.
Tingkat konsumsi ikan masyarakat Bali tergolong masih rendah, hanya 40,12 kg/kapita/tahun. Pemerintahan Provinsi Bali sedang mengencarkan gerakan gemar makan ikan. Berbagai lomba kreasi ikan terus digelar, dengan tujuan menambah minat masyarakat Bali untuk mengolah ikan menjadi makanan favorit sehari-hari. Apa manfat ikan bagi kesehatan? Dengan cita rasa seni tinggi memberikan perawatan wajah dan kulit yang optimal, disertai kenyamanan, keamanan, keramahan, serta privasi bagi pelanggannya. Inspirasi Bagi Masyarakat Luas Selanjutnya Upik Rustiah mengatakan bahwa acara yang digelar sehari penuh di Atrium Lippo Mall Kuta tersebut juga bertujuan untuk meluncurkan sekaligus sebagai implementasi dari new campaign Miracle yaitu “Unveil Your Masterpiece”. Campaign ini didasarkan pada sebuah keyakin bahwa setiap individu sejatinya memiliki potensi terbaik di dalam dirinya, baik tampilan fisik maupun kepribadiannya. Namun, sayangnya tidak setiap individu menyadari, dan mampu menemukan, bahkan dengan percaya diri menampilkan versi terbaiknya. Karena itu, Miracle mengusung campaign yang bertemakan “Unveil Your Masterpiece”, dengan tujuan menginspirasi sekaligus mengajak setiap individu untuk menemukan dan menampilkan versi terbaik (masterpiece) di dalam diri masing-masing, melalui sentuhansentuhan keajaiban sebagai sebuah karya seni terbaik. Campaign #UnveilYourMasterpiece ini juga merupakan langkah Miracle dalam menginspirasi generasi Indonesia untuk terus berupaya menemukan seluruh potensi dirinya. Kemudian dan dengan berani serta penuh percaya diri menampilkannya
dalam karya dan kiprahnya membawa harum nama Indonesia. Untuk itulah, Miracle berkolaborasi dengan Angkie Yudistia, Founder & CEO Thisable Enterprise, demi mewujudkan campaign –nya. “Kisah perjalanan hidup Angkie Yudistia ini sangat inspiratif. Dengan segala keterbatasannya sebagai wanita
Felice Hwang
tuna rungu, Angkie tidak larut dan menyerah. Angkie justru berani mendobrak batasan yang mengukungnya dan mengeksplorasi dirinya. Ia lantas dengan lantang dan berani menampilkan the best version yang dimilikinya, yang dapat menjadi suatu “masterpiece” dari seorang Angkie,” papar Upik Rustiah, menjelaskan alasan Miracle memilih dan melakukan kolaborasi dengan Angkie Yudistia, penulis buku “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas” ini. Dikatakannya, seringkali orang masih bingung mencari jati diri sebenarnya, dan bahkan mungkin tidak percaya kalau ia memiliki banyak masterpiece atau sisi terbaik di dalam dirinya. Harapannya, melalui campaign ini kami dapat menginspirasi banyak orang untuk terus mengobarkan semangat menggali, mencari dan dengan percaya diri menampilkan versi terbaik dari diri masing-masing. Dan, dalam campaign yang mengajak setiap orang bisa tampil cantim dan percaya diri ini, juga dilaksankan pula lomba menggambar, demo facial, olah raga zumba serta demo tata rias. – Sri Ardhini
M
enurut ahli gizi, Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M . Ke s . , i k a n merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat gizi. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega-3, eicosapentaenoic acid /EPA, docosahexanoic acid / DHA), yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, coenzyme Q10. “Kebutuhan gizi dari ikan merupakan modal dalam pembentukan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, mandiri dan sejahtera. Bila menginginkan SDM Indonesia berkualitas maka tingkat konsumsi ikan perlu terus didorong karena ikan tidak hanya sebagai sumber protein tetapi juga mengandung lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh,” ujarnya. Ia menambahkan, kandungan protein yang besar dalam ikan mampu memperbaiki kebutuhan gizi masyarakat Indonesia selain dari daging yang harganya lebih tinggi. Dibandingkan dengan lemak hewani lainnya, lemak ikan
Ida Ayu Eka Padmiari, SKM, M.Kes.
11
sangat sedikit mengandung kolesterol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolesterol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Selain kaya akan protein yang bermutu tinggi, ikan juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang berimbang. Vitamin yang banyak terdapat pada ikan adalah vitamin lemak (Vitamin A dan D) sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor, iodium, besi, dan selenium. Zatzat gizi tersebut bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro dan penyakit. Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam. Daging babi bahkan sama sekali tidak mengandung omega-3. Tubuh manusia dapat membentuk beberapa tipe asam lemak, namun demikian asupan asam lemak essensial khususnya asam lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 masih diperlukan. Sumber utama omega-3 adalah seafood dan tanaman seperti kacang kedelai, kanola, biji rami. Sedangkan sumber utama omega-6 juga ditemukan dalam semua jenis seafood seperti crustacea, molusca, ikan dan tanaman seperti bunga matahari, jagung dan kedele. Ia menegaskan, konsumsi ikan secara teratur memegang peranan penting dalam memenuhi rasio omega-3 dan omega-6. Untuk pencegahan terhadap kekurangan asam lemak esensial, ia menyarankan manusia harus mengonsumsi tidak kurang dari 2,4% dari total asupan omega-6 dan 0,5-1,0% dari total asupan omega-3. “Porsi yang tepat bagi dewasa untuk mengon-
CARA TEPAT MEMASAK IKAN Walaupun kadar dan komposisi gizi pada ikan sangat sempurna, tidak berarti unsur tersebut dapat dimanfaatkan
dengan baik oleh tubuh manusia. ”Cara memasak dan mengolah ikan yang salah akan menurunkan atau menghilangkan sama sekali potensi yang dimiliki oleh ikan tersebut,” ujarnya. Pemasakan ikan dengan cara digoreng dapat menyebabkan rusaknya asam lemak omega 3 akibat proses oksidasi. Penggore
ngan juga menyebabkan terserapnya minyak goreng ke dalam daging ikan sehingga lemak ikannya keluar dan terbuang percuma. “Pemasakan ikan dengan cara dipepes, dikukus, dipanggang atau ditim akan lebih menguntungk an dibandingkan dengan digoreng,” sarannya. –Wirati Astiti
Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun disebut Global Handwashing Day merupakan suatu cara untuk mendukung kampanye tata cara global atau lokal kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, yang ditekankan kepada anakanak sekolah, guru, dan orangtua. Program cuci tangan dengan sabun ini dikampanyekan di setiap negara dan diperingati setiap tahunnya tanggal 15 Oktober. Program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) selain bersifat sederhana dan tidak mengeluarkan banyak biaya, program ini dapat memotong secara drastis jumlah angka kesakitan, bahkan kematian anak muda karena sakit. Kampanye CTPS diupayakan PT. Assistama Indonesia memberikan edukasi gerakan cuci tangan berhasil mengubah tata cara gaya yang benar kepada siswa-siswi Pelita Bangsa. hidup anak, remaja, dewasa muda hingga para orangtua, dapat mencegah satu dari Meskipun kita sering mencuci tangan de tiga urutan penyebab diare, atau dikenal sebagai ngan air, hanya sedikit yang menggunakan sabun acute gastroenteritis, dan hampir memotong satu terutama yang mengandung antiseptik. Mencuci dari enam jalur penyakit pernafasan, seperti halnya tangan dengan sabun, khususnya dengan sabun acute pneumonia. antiseptik diyakinkan dapat menghilangkan kuman-kuman di tangan secara efektif. Masyarakat seluruh dunia bersama-sama akan memperingati Global Handwashing day dalam Menurut journal kesehatan medis internaberbagai cara, antara lain: membuat lagu dan sional Trop.Med.Int.Health. 2006 edisi Maret Bab 11(3) halaman: 258-67, jutaan anak-anak tari yang mempermudah setiap orang menghafal di bawah lima tahun meninggal dikarenakan tata cara cuci tangan pakai sabun dengan benar, penyakit diare dan pneumonia, dua penyakit menyebarkan brosur aktivitas kepada sekolahpembunuh pada anak di seluruh dunia. Penyakit sekolah, penyuluhan dan kegiatan kesehatan diare disebabkan utamanya karena penularan bagi ribuan siswa dan guru serta orangtua murid melalui kontaminasi makanan dan tangan yang sekolah. Dalam memperingati Hari Kemerdekaan tidak sehat, yang masih mengandung kuman (16/8), PT. Assistama Indonesia memberikan monster mikro-organisme. edukasi gerakan cuci tangan yang benar kepada siswa-siswi Pelita Bangsa. –Wirati Astiti Kampanye “Cuci Tangan Pakai Sabun”, atau
Kreasi
Style
Serba-Serbi “Merah Putih” Pesona Wastra Nusantara 10
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Upacara Bendera KMB Upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 dilaksanakan secara khimad oleh karyawan dan karyawati Kelompok Media Bali Post. Peserta upacara mengenakan pakaian adat Bali. Sebelumnya, dilaksanakan kegiatan rangkaian HUT ke-68 Bali Post seperti tabur bunga, sarasehan pertanian, pemberian penghargaan untuk petani teladan, serta pemotongan tumpeng.
Bersama KCBI Provinsi Bali
Kain tradisional atau yang biasa disebut wastra adalah salah satu hasil budaya di Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia ini melahirkan beragam jenis wastra yang berbeda-beda dan unik di setiap daerah. Begitu banyak corak, perpaduan warna hingga motif serta filosofi di baliknya hingga perpaduan warnanya, seperti batik, endek, songket dan lainnya.
H
Upacara bendera di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha
Pemotongan tumpeng HUT ke-68 Bali Post
Upacara bersama Satwa Puncak dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Bali Safari & Marine Park ini adalah dengan upacara bendera khas taman konservasi tersebut. Berbagai satwa terlihat berbaris rapi dan mengikuti upacara dengan khidmat. Satwa yang terlihat mengikuti upacara di antaranya adalah gajah Sumatera dan ular. Upacara Bendera juga diikuti oleh sejumlah Perangkat Desa pendamping serta pimpinan beberapa instansi dan pemerin tahan di Kabupaten Gianyar. General Manager Bali Safari & Marine Park, William Santoso mengatakan upacara dan rangkaian perlombaan merupakan agenda tetap mereka.
Upacara Bendera di Cellular World Keluarga besar Cellular World mengadakan upacara bendera pada HUT Kemerdekaan RI k-71. Tujuan melakukan upacara bendera adalah untuk mening katkan rasa cinta terhadap Indonesia dan memupuk rasa nasionalisme terhadap Indonesia.
Gajah Bali Safari & Marine Park ikut upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71
Suasana upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Cellular world
Peringatan Hari kemerdekaan di Grand Hyatt Nusa Dua Bali
Peringatan Hari Kemerdekaan di hotel The One Legian dan Villa Lumbung, diisi dengan berbagai perlombaan seperti lomba membawa kelereng dengan sendok di mulut. Acara lomba tidak saja diikuti staf hotel tapi juga para tamu yang menginap.
Ralat Pada Tokoh edisi 914 halaman 10, tertulis judul “Komunitas Cinta Berkain Bali Diresmikan”. Seharusnya, “Komunitas Cinta Berkain Indonesia Provinsi Bali Diresmikan”. Kami mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih. Redaksi
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
al ini juga tergam bar dalam momen indah deklarasi “Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Provinsi Bali” di Hotel Padma, Legian, Kuta, belum lama ini. Itulah langkah awal KCBI Prov. Bali dalam mengung kapkan cinta kepada kebudayaan Tanah Air, khususnya terhadap pesona berbagai wastra dari pen
juru Nusantara. Selanjutnya para pencinta dan penggiat pelestarian wastra Nusantara yang tergabung da lam KCBI Prov. Bali mengajak masyarakat untuk kembali me ngenakan kain tradisional sebagai bagian dari busana sehari-hari. Berikut ini beberapa gaya tampil an anggota KCBI Prov. Bali yang tertangkap kamera. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Minggu itu, tak kurang dari 20 anak SMAN 7 Denpasar berkumpul di sebuah ruangan. Mereka yang dibagi menjadi empat kelompok tampak serius menyelesaikan sebuah permainan ringan, menyusun empat kata menjadi sebuah judul, sekaligus menentukan judul tersebut masuk ke topik/ tema apa. “Modal untuk menulis sudah ada. Adik-adik sudah mampu menyusun kalimat judul yang pas dan menentukan tema,” ujar Ngurah Budi, Redaktur Pelaksana Tabloid Tokoh saat memberikan Pelatihan Dasar Jurnalistik bagi anak-anak Programa 7, SMAN 7 Denpasar.
Jadikan “Nulis” sebagai Gaya Hidup aktual, kedekatan, human interest, trend, unik, konflik, popularitas, humor, dan seks. “Jika serius menggeluti jurnalistik, adik-adik bisa jadi wartawan. Modal internalnya adikadik sudah punya semua, suka ngobrol, suka nulis, suka jalanjalan. Itu modal untuk menambah wawasan. Karena news always new,” imbuh Ngurah Budi yang lebih banyak mengupas menulis stright news Sementara, Inten Indrawati, Wartawan/Redaktur Tabloid Tokoh membahas tentang feature (berita kisah). Ia mengatakan, meski dalam penulisannya gaya tutur bahasanya lebih variatif dan menghibur, feature tetaplah sebuah laporan fakta. “Feature, beritanya lebih ringan, tidak terikat waktu dan umumnya menjadi pelengkap
stright news. Penekanannya pada emosi (humant interest) sehingga menuntut penulisnya untuk tajam membaca situasi,” ujarnya.
tkh/ Lensa7
I
a memaparkan pengertian jurnalistik secara umum dan aktivitas menulis ini sebagai gaya hidup. Menulis merupakan bentuk komunikasi, selain membaca, mendengar dan berbicara. Ngurah Budi menegaskan unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah berita adalah 5W1H (what, where, when, who, why, how). Yang tak kalah penting, sebuah berita akan menarik jika mengandung unsur
tkh/Lensa7
Foto bersama usai Latdas
Suasana Latdas bagi anak-anak SMAN 7 Denpasar yang memilih ekskul Jurnalistik (Programa 7)
Dalam sesi latihan, mereka ditugaskan membuat berita hanya dengan bermodalkan brosur seadanya. Hasilnya, mereka mampu dan bahkan ada satu kelompok yang menuliskan judul sangat menarik. Saat sesi sharing, sebagian besar anak menyampaikan kendala dalam menulis adalah memilih dan menyusun kalimat. “Menulis itu tidak susah, yang penting ada Niat, Uraikan, Laksanakan, Intensifkan, Sebarkan. Jadikan NULIS sebagai gaya hidup” tegas Ngurah Budi. “Dan ingat, setelah ditulis, dibaca dan dibaca lagi berulang-ulang. Dari sana adik-adik pasti akan ketemu kalimat-kalimat yang pas
dan enak dibaca,” imbuh Inten Indrawati. Wakasek Kesiswaan Made Siarta dan guru Bahasa Indonesia Nanik Febriana yang mendampingi anak-anak selama Latdas ini menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa bangganya kepada dua narasumber dari Tabloid Tokoh yang juga alumni SMAN 7 Denpasar. Ia mene gaskan kepada siswanya, jika memang sudah memutuskan memilih ekskul jurnalistik, harus benar-benar ditekuni, jangan setengah-setengah. Karena apapun yang ditekuni dengan sungguhsungguh akan membuahkan hasil yang maksimal. –Inten Indrawati
Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Yudisium 151 Sarjana dan 6 Magister dengan Peradi. “Semua lulusan Fakultas Hukum Dwijendra punya keahlian bidang advokat walau tidak semuanya terjun ke dunia pengacara,” ujar Indradewi. Dalam laporannya, Wakil De kan I Dr. Wayan Arka, S.H., M.H mengatakan yudisium diikuti 151 lulusan S1 dan 6 lulusan S2. Lu
Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H.,M.H.
Fakultas Hukum Universitas Dwijendra melaksanakan Yudisium dan Pelepasan Calon Wisudawan Sarjana Hukum XXVII dan Magis ter Hukum II. Acara berlangsung Sabtu (20/8) di Aula Shadhu Gocara Yayasan Dwijendra. Hadir dalam kesempatan ini Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. Drs. MS Chandra Jaya, M.Hum, Rektor Universitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum, serta civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Dwijendra. Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H.,M.H. mengatakan prosesi yudisium dan pelepasan calon wisudawan merupakan upa
lusan S1 Berprestasi diraih Ida Bagus Gede Wirahadi Pratama, Ida Bagus Rai Yudantara, Luh Gde Juni Ratnasari, Ni Luh Putu Sri Novi Ariani, dan Putu Ngurah Sadia. Lulusan S2 Berprestasi diraih Ni Putu Ferryanti, I Wayan Widiada, dan AA Ayu Trisna Dewi Wisna. -wah
Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra melepas yudisiawan
cara sakral bagi dunia kampus. “Ini menandakan civitas akademika telah mampu menyelenggarakan proses belajar mengajar sehingga mahasiswanya lulus dan memper oleh gelar akademik baik strata satu maupun strata dua,” ujarnya. Indradewi juga memberi apre siasi bagi para mahasiswa yang memiliki semangat dan tekad kuat serta dedikasi dan disiplin tinggi sehingga mampu melewati ujian. Diingatkannya, orang yang sukses adalah orang yang berani menjalani tantangan dan perubahan. “Seorang sarjana tidak hanya dinilai dari kepintaran dan IPK tinggi. Namun, dituntut memiliki
keterampilan dan inovasi yang baik sebagai “agent of change” untuk kesejahteraan masyarakat. Di ujung sana terbentang pulau harapan. Siapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN,” tegasnya. Bagi alumni S1 Fakultas Hu kum Universitas Dwijendra yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Dwijendra diberikan keringanan biaya 20%. Selain itu, setelah wisuda, para lulusan ini sudah dijadwalkan ikut kursus Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Fakultas Hukum Univer sitas Dwijendra yang bekerja sama
Pembacaan janji yudisiawan
Para yudisiawan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra
Dara
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewadahi kreativitas. Salah satunya adalah dengan cara menuangkan ide dalam bentuk kartun di atas kertas. Kecintaannya terhadap kartun, membuat Putu Dian Ujiana membuat bermacam-macam jenis kartun dengan tujuan menghibur. Meskipun hanya belajar secara otodidak, kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti dari sering nya ia mengikuti pameran baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
D
ian sapaan akrabnya mengatakan jika dalam membuat karya, harus ada pesan yang tersampaikan kepada penikmatnya. Begitu juga dengan kartun-kartu yang ia buat selalu menyampaikan pesan peduli lingkungan. “Kebanyakan temanya mengenai lingkungan sama seperti anak-anak Rare Kual, karena kami memiliki kepedulian yang sama dengan lingkungan,”
S
9
Kenalkan Tradisi Buleleng Timur lewat Kartun yang dibuat tampak lebih menarik dan hidup menjadi sebuah animasi. Akan tetapi, dalam penggarapannya perlu mood yang baik dan waktu yang tidak sebentar. “Cari ide yang kadangkadang susah, begitu juga proses penggarapannya yang memakan waktu lama karena setiap gerak an harus dibuat secara detail.
Karya Putu Dian
ujarnya. Tujuannya adalah untuk menegaskan kepada masyarakat agar sadar akan menjaga lingkungan. “Target saya adalah anakanak, mereka merupakan akar yang harus sejak dini ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap gambar yang dibuat harus ada pesan ataupun kritik sosial yang disampaikan. Bukan sekadar gambar semata,” ucap Dian. Menurutnya, di Buleleng peminat kartun sudah sangat banyak, terlihat ketika ia mengikuti pameran-pameran selalu mendapat respons positif dari masyarakat.
E
X DU
Niatnya yang ingin mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda untuk berkreativitas belum tercapai. “Saya sangat welcome jika ada anak-anak yang ingin belajar menggambar atau membuat kartun, kebetulan di rumah juga ada studio kecil, tapi kayaknya mereka masih malu-malu,” jelasnya. Dian mengaku sangat senang berbagi ilmu apalagi untuk anakanak di Buleleng. Selain menggunakan media kertas, ia juga mencoba membuat karyanya menggunakan media komputer sehingga kartun
Putu Dian Ujiana bersama Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana
Gerakannya tangan misalnya membutuhkan sampai sepuluh gambar,” paparnya. Prestasi yang baru-baru ini diriah adalah men dapat juara ketiga dalam sayembara maskot dan jingle pilkada KPU Buleleng. Maskot yang diberi nama Anggada merupakan salah satu tokoh pewaya ngan dalam Wayang Wong Tejakula. Anggada merupakan tokoh yang memiliki sifat energik dan bijaksana. “Mengambil tokoh pewayangan ini karena ingin memperkenalkan tradisi di Buleleng Timur yaitu Wayang Wong Tejakula yang sudah mendapat penga kuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” tegasnya.
Karya Putu Dian
-Wiwin
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr. Oka Negara, FIAS
Anak Mulai Masturbasi “Dok, anak saya yang masih sekolah kelas enam SD, tanpa sengaja sempat saya lihat mempermainkan kelaminnya sendiri di kamarnya, dan terlihat sekali dia kesenangan. Saat terkejut dan merasa belum siap menghadapi hal seperti. Apa yang harus saya lakukan, Dok?” (Dayu,38 thn) Jika memang para orangtua mengalami situasi yang serupa, sebaiknya memang tidak perlu khawatir, karena kejadian seperti ini masih tergolong wajar. Di usia ini, sesuai dengan perkembangan psikoseksualnya, si anak sudah berada pada awal fase genital, atau fase di mana si anak merasakan sensasi seksual sudah berada di kelaminnya secara sadar, karena saat ini juga sudah mulai muncul dorongan seksual yang dibentuk karena faktor mulai bekerjanya hormon seksual. Fase ini juga dikenal dengan istilah pubertas, saat mana juga sering kali pada laki-laki ditandai dengan kejadian munculnya mimpi basah. Fase genital biasanya dimulai sekitar usia 12 atau 13 tahun, yang saat ini sesungguhnya seorang manusia mulai masuk ke tahapan kehidupan seksual
sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organ-organ seksnya secara sadar. Salah satu bentuk sadar buat menikmati sensasi dan dorongan seksual yang muncul adalah dengan melakukan hal seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, yang biasa disebut dengan masturbasi atau onani. Masturbasi itu sendiri adalah aktivitas menggosok-gosokkan kelamin sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Dahulu kala, saat berbicara tentang seksualitas menjadi sesuatu hal yang sangat ditabukan, membicarakan tentang masturbasi pada akhirnya juga sering kali dianggap negatif, malu dan cenderung tidak diakui. Tanpa harus menutup mata, sesungguhnya masturbasi sudah sangat umum dilakukan oleh anak muda. Baik pada laki-laki maupun perempuan. Laki-laki hampir keseluruhan pernah melakukannya, sedangkan pada perempuan masih dalam jumlah lebih sedikit dibanding laki-laki, misalnya dengan meraba kelamin, menggesekgesekkan kelamin dengan benda tertentu atau memasukkan benda tertentu ke dalam vagina misalnya. Di zaman yang semakin terbuka, di mana saatnya semua itu bisa didiskusikan dengan ilmiah
dan masuk akal, membicarakan seks dengan cara yang lebih terbuka, asalkan dengan orang yang tepat, misalnya anak dengan orangtua, atau berbicara dengan dokter yang paham kesehatan seksual, seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sebuah tabu. Karena aktivitas masturbasi sebenarnya bukanlah sebuah dosa dan berefek buruk, karena secara medis tidak ada akibat buruk yang ditimbulkannya selama tidak menggunakan alat bantu yang kotor dan dilakukan terlalu sering. Menggunakan alat bantu yang kotor, atau bisa juga jika tangan masih dalam keadaan kotor, dapat mengakibatkan infeksi, sementara jika dilakukan sering kali dan berlebihan, terutama di usia yang masih muda, akan berpotensi mengakibatkan ketergantungan. Lalu, bagaimana cara menjelaskan hal ini pada si remaja ABG? Apa yang dilakukan oleh ibu yang menanyakan hal ini sudah benar, tinggal coba lebih tenang dan jangan panik berlebihan. Yang terjadi, secara biologis sebenarnya memang sudah memungkinkan dan tidak salah, tinggal bagaimana bisa berkomunikasi yang baik dengan anak, agar anak dan orangtua tetap bisa nyaman selama anak ada dalam masa barunya dengan
berbagai macam perubahan, tumbuh dan berkembang sebagai remaja. Semuanya ini adalah tentang perubahan di masa pubertas. Baik sekali jika orangtua sanggup berdiskusi dan menyempatkan diri bertanya tentang hal ini, untuk kemudian menjadi pendengar yang baik tentang apa yang saat ini sedang dilalui si anak. Pastikan kemudian memberitahukan pada akhirnya dua hal tadi. Pertama, meminta anak agar tidak terpaku dan terlalu sering melakukan aktivitas masturbasi untuk kemudian mengelola waktu luang masa remaja yang ada dengan ingat pelajaran di sekolah, pekerjaan rumah dan ekstrakurikuler yang disenangi. Dukung selalu si anak untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan hobi dan hal lain yang lebih bermanfaat, tentu saja yang disenangi agar tidak banyak waktu kosong terbuang percuma, yang kemudian malah memberinya kesempatan lebih banyak untuk berpikir dan berfantasi seksual yang kemudian mendorongnya melakukan masturbasi. Kedua, berikan informasi, jika masturbasi tetap dilakukan, hendaknya jangan menggunakan tangan dan alat yang kotor atau yang bisa mengakibatkan perlukaan. Semoga penjelasan ini bisa membantu. Terima kasih.
8
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Orangtua Aman tetapi
Bunda & Ananda
Kehilangan Momen Wacana full day school yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy membuat pro dan kontra. Kalangan orangtua pun memberikan respons yang beragam. Ada yang menilai setuju namun ada juga yang tak setuju.
Sad Yuli P., S.Psi
“A
nak saya memang sudah sekolah full day, dari Senin sampai Jumat. Kesibukan kami bekerja membuat kami memilih sekolah yang full day. Hari Sabtu dan Minggu libur sehingga waktu kami semua bisa berkumpul di rumah. Jadi bisa full day family,” ujar Bu Eka. Di sisi lain, ia melihat program full day school tidak bisa diterapkan di semua sekolah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sekolah jika menerapkan program ini. Demikian juga tidak semua orangtua siap jika anaknya harus masuk full day school. Walaupun berkaitan dengan pendidikan, stamina anak selama di sekolah juga harus diperhatikan. Bu Gung Dewi yang anaknya baru masuk SMP menuturkan full day school memerlukan banyak pertimbangan. “Dari sisi waktu, saya tidak masalah karena kebetulan jam pulang kerja saya cocok dengan jam pulang sekolah anak. Jadi tidak masalah. Namun, selama anak di sekolah, tentu ada biaya yang harus dikeluarkan untuk konsumsinya. Tidak semua sekolah menyiapkan makanan. Tentu biaya konsumsi ini dibebankan kepada orangtua,” ujarnya. Ketua Dewan Pendidikan
Kota Denpasar Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain mengatakan wacana yang dilontarkan Mendikbud RI perlu diklarifikasi, apa maksud dan tujuannya. Wacana ini tidak serta merta bisa dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. “Kalau di kota besar, seperti Denpasar mungkin ada sekolah yang sudah menerapkan full day school hingga pukul 16.00 dan ini bukan hal baru. Di Buleleng ada SMA Bali Mandara. Asumsi saya, di kota besar tidak masalah tetapi bagaimana di perdesaan. Jarak sekolah dengan rumah yang jauh bisa menjadi masalah. Selain itu di strata apa program ini akan diterapkan,” ujar Rumawan Salain. Ia juga melihatnya perlunya sinkronisasi antara perubahan mindset dengan kurikulum. Hal lainnya adalah persamaan persepsi antara full day yang dimaksud apakah Senin-Jumat atau SeninSabtu. “Menurut saya, pemerintah harus membenahi pendidikan dengan menerapkan 8 standar nasional pendidikan. Kalau ini sudah disamakan, baru bicara mengenai program full day school,” tegasnya. Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan itu sendiri terdiri dari 8 poin yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Delapan Standar Nasional Pendidikan itu antara lain Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan. Mengenai kaitan full day school dengan pembenahan karakter siswa tidak dapat dibebankan semuanya dengan program full day school. Pembinaan karakter tidak harus dengan membuat siswa berada di sekolah sepanjang hari tanpa agenda yang membuat
“Anak seharian berada di sekolah walaupun kegiatannya tidak melulu belajar. Tetapi, anak perlu bermain karena ada fase anak untuk bermain. Bermain ini juga proses belajar. Secara fisik, anak mengalami kelelahan jika diforsir terus menerus dengan kegiatan di sekolah. Otak anak perlu istirahat dengan tidur siang, ibarat men-charge baterai sehingga memiliki energi baru” Sad Yuli P., S.Psi
mereka nyaman. Jika dipaksakan, bisa terjadi perlawanan dari siswa sehingga perbaikan karakter melalui revolusi mental tidak bisa tercapai.
INTERAKSI SOSIAL Dari kalangan psikolog, Sad Yuli P., S.Psi, Psikolog mengatakan anak yang menjalani full day school akan terbebani dengan banyaknya kegiatan di sekolah. “Anak seharian berada di sekolah walaupun kegiatannya tidak melulu belajar. Tetapi, anak perlu bermain karena ada fase anak untuk bermain. Bermain ini juga proses belajar. Secara fisik, anak mengalami kelelahan jika diforsir terus menerus dengan kegiatan di sekolah. Otak anak perlu istirahat dengan tidur siang,
ibarat men-charge baterai sehingga memiliki energi baru,” jelasnya. Sosialisasi dan interaksi sosial anak juga terhambat kalau mereka seharian berada di sekolah. Mereka memerlukan waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda. Jika dilihat dari sudut pandang orangtua, ada juga plus-minusnya. Orangtua merasa aman selama anaknya berada di sekolah. Namun, tentu ada beban biaya yang harus dikeluarkan orangtua, misalnya untuk biaya konsumsi. “Bagi orangtua yang tidak bekerja, ada momen yang hilang. Jika biasanya bisa bertemu dengan anak di siang hari, nantinya hanya bertemu anak di sore hari. Kelekatan anak dan orangtua menjadi
Griya
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
berkurang. Padahal kelekatan ini sangat penting. Dari kecil hingga SMA, merupakan masa-masa anak dan orangtua untuk bersama dan orangtua masih memiliki otoritas yang dominan. Memasuki jenjang perguruan tinggi, barulah anak akan mengeksplor dirinya. Intinya, setiap masa itu sangat penting untuk menguatkan kelekatan anak dan orangtua,” jelas pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. –Ngurah Budi
Pilihannya Klasik Minimalis Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain
Furnitur antik tak akan lekang dimakan zaman. Sampai saat ini, furnitur antik masih saja diburu, seperti lemari, kursi, meja, rak, pintu, maupun tempat tidur. Sebagian besar furnitur antik ini terbuat dari bahan kayu jati yang memang karakter kayunya makin lama makin kuat. Keberadaan furnitur kayu jati antik ini memberikan nuansa berbeda, menambah kesan etnik, dan memperkuat kesan natural.
P
Mendongeng Lima Menit suara bising
Seorang pejabat tinggi tinggal di sebuah rumah mewah berlantai dua. Dia cukup senang menempati rumah itu. Tidak banyak kendaraan yang simpang-siur di depan rumahnya. Di kiriMade Taro kanannya tinggal beberapa petani yang mengurus kebun kelapa. Lama-kelamaan pejabat itu mulai merasa tidak nyaman. Sebabnya adalah suara bising yang berasal dari kiri-kanan rumahnya. Di sebelah kirinya berdiri perusahaan kayu beserta keluarga tukang kayu, dan di sebelah kanannya berdiri bengkel mobil dengan montir dan keluarganya. Bayangkan, betapa gemuruhnya bunyi mesin, gergaji, palu, serut, dan peralatan las. Pejabat itu berusaha melakukan pendekatan agar tukang-tukang itu mengurangi suara yang memekakkan telinga itu. Namun usaha itu sia-sia. Dengan meningkatnya jumlah pelanggan, maka meningkat pula suara gemuruh itu. Akhirnya, ia menggunakan wewenangnya. “Mulai besok, kamu berdua harus pindah tem-
17
pat! Kawasan ini adalah kawasan tenang, bukan kawasan industri.” Kedua tetangga yang berbeda profesi itu menyadari kesalahannya. Mereka sepakat untuk pindah tempat, paling lambat dua hari. Setelah lewat waktu yang ditentukan itu, sebagaimana biasa, pejabat itu bangun pagi-pagi minum kopi di lantai dua. Wajahnya berseriseri karena tidak lagi terusik oleh suara bising tetangganya. Namun belum habis menikmati indahnya pagi dan nikmatnya kopi, tiba-tiba suara gemuruh yang memekakkan itu terdengar lagi. Dengan wajah cemberut dan resah, pejabat itu mendongakkan kepala dan memasang kupingnya. Bunyi gemuruh yang berasal dari kiri rumahnya adalah bunyi mobil dalam bengkel, dan bunyi gemuruh yang berasal dari kanan rumahnya adalah bunyi gergaji, serut dan palu. Rupa-rupanya kedua tukang itu pindah tempat dengan cara bertukar tempat. Pejabat yang berwenang itu merasa dirinya diremehkan. Ketika hendak memarahi kedua tetangganya itu, ia segera menyadari kesalahannya. “Mereka memang benar pindah, tetapi kebisingan itu tetap ada. Bukankah untuk memindahkan kebisingan itu jauh-jauh, mereka memerlukan ganti rugi?” (Malaysia)
ermasalahannya, mencari furnitur yang benar-benar antik (berusia tua) tak segampang mendapatkan furnitur kayu jati minimalis yang dengan mudah bisa didapatkan di pasaran. Selain, harganya juga mahal. Karena itu, saat ini muncul teknik-teknik finishing antik untuk membuat furnitur baru terasa klasik. Dengan proses finishing yang tepat, pintu kayu jati yang baru saja dibuat, bisa berubah menjadi antik. Meski proses finishing antik ini menjadi pengetahuan umum, namun di tangan para pengrajin kayu tak ada patokan standar. Dalam prosesnya, mereka kembali melihat kondisi kayu, dan akan memrosesnya kembali jika tak sesuai dengan hasil akhir yang diharapkan. Hal ini diakui Devi Hidayanti Safitri, pengelola UD Jati Barokah dan UD Jati Buana. Perempuan energik yang turut merintis dan terjun langsung mengelola usaha ayahnya ini mengatakan para pegerajinnya memakai proses pembakaran untuk memunculkan serat-serat
Devi Hidayanti Safitri
hitam pada kayu, sekaligus berfungsi pula mengeringkan kayu. Kemudian, kayu digerinda kawat untuk memunculkan seratnya, dicat (diberi warna), setelah kering, diamplas, kemudian di gloss/dop. “Tidak selalu tahapannya begitu, bisa dibakar dlu, bisa juga digerinda dulu. Mereka juga sering mencoba-coba untuk
mendapatkan hasil akhir terbaik,” jelas Devi. Ayahnya, Sutrisno, sejak tahun 90an bergelut di dunia perkayuan dan permebelan. Sempat terpuruk dan kembali bisa bangkit tahun 2006. Devi pun turut di dalamnya. Karena itu, ia paham betul selera pasar saat ini. “Sekarang banyak yang suka minimalis. Jadi, walaupun mebelnya kayu jati tua (klasik) tetap pilihan bentuknya yang minimalis,” ucapnya. Devi mengungkapkan, selain menawarkan furnitur yang difinishing antik, ia juga menjual furnitur yang benar-benar antik alias kayu jati yang dipakai berusia puluhan tahun. Kayu-kayu jati tua itu diakuinya dipasok dari Jawa yang merupakan bongkaran rumah joglo. Dan harganya, tentu lebih mahal. Untuk kayu jati tua (antik) ini, Devi mengatakan lebih banyak yang mengambil pintu gebyok. Konsumennya lebih banyak bule untuk ditempatkan di vilanya. Sementara konsumen lokal, pintu gebyok banyak diaplikasikan sebagai pintu utama pada rumahrumah pribadi. –Inten Indrawati
Beragam furnitur dengan finishing antik yang masih banyak diburu konsumen
Pintu gebyok antik
Edisi 915/22 - 28 agustus 2016
Endek merupakan kain khas Bali yang memiliki nilai sakral dan pakem budaya yang tinggi. Seiring perkembangan dunia fashion, kain endek mulai dikreasikan dengan berbagai bahan lain sehingga mampu tercipta suatu produk yang menarik dan unik. Salah satu bahan yang coba dipadankan dengan kain endek adalah sampah plastik.
I
de kreatif tersebut tercetus dari mahasiswa jurusan PGSD FIP Undiksha mewakili Universitas Pendidikan Ganesha di acara Buleleng Endek Carnival serangkaian Buleleng Festival lalu. Produk yang dihasilkan berupa
I Gede Margunayasa, S.Pd.,M.Pd.
Padukan Endek dan Sampah Plastik
baju dan tas hasil kombinasi antara endek dan juga sampah plastik yang tentu mengundang perhatian dan decak kagum para penonton. Mengambil sampah sebagai bahan kombinasi bukan tanpa alasan, mengingat sampah merupakan masalah yang krodit untuk dicarikan solusi. “Latar belakang kami mengangkat tema “Metamorfosis Endek: Kombinasi dengan Sampah Plastik” adalah ketersediaan sampah plastik di sekitar kita sangat banyak dan melimpah. Disisi lain, pemerintah sedang gencar-gencarnya mempromosikan program lingkungan bebas sampah plastik. Disisi yang berbeda juga, sampah plastik itu memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai kombinasi dalam hal fashion,” ujar I Gede Margunayasa, S.Pd.,M.Pd., selaku dosen pembimbing. Melalui kreasi tersebut mereka ingin menanamkan tiga nilai penting, yaitu melestarikan endek di era modernisasi, menjaga lingkungan untuk terbebas dari sampah plastik, dan nilai tambah bagi sampah plastik melalui kegiatan recycle. Ketiga nilai ini secara mendasar dapat ditanamkan melalui pendidikan di sekolah dasar. Jika ketika hal ini dapat ditanamkan pada anak-anak semenjak kecil, niscaya endek dapat
Pemilik UD. SBG di Desa Kaliasem Buleleng mengatakan bahwa teh beras merah merupakan hasil perpaduan antara beras
Teh beras merah
Story
Dengan nada sedih, Indira (25) mengisahkan kerinduan nya pada anak perempuannya yang sejak bayi tidak pernah diasuhnya. Air matanya jatuh ketika ia menceritakan pada Karin, bibinya (adik dari ayahnya) tentang detik-detik saat ia dipisahkan dari bay inya. Tujuh tahun yang lalu, saat ia duduk di kelas dua di salah satu SMU di Pulau Jawa, ia berpacaran dengan kawan sekelasnya. Indira telah ber pacaran sejak mereka kelas satu SMU.
H
Busana endek kombinasi dengan sampah
dilestarikan dan lingkungan juga terbesar dari sampah plastik. Sampah yang digunakan pun merupakan sampah yangdikumpulkan dari lingkungan kampus dan SD yang ada di kota Singaraja. “Tahap berikutnya sampah plastik tersebut dipilih dan dipilah, serta dibersihkan. Disatu sisi, rekan kami yang lain
membuat desain baju dari endek dan tas dari sampah plastik yang sudah dibersihkan. Selanjutnya, kami memkombinasikan sampah plastik tersebut ke baju dan tas tersebut,” ungkap koordinator tim mahasiswa, Komang Adi Winaya. Produk yang ditampilkan oleh mahasiswa Jurusan PGSD FIP
Pulihkan Stamina dengan Teh Beras Merah Teh merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. di Indonesia minum teh telah menjadi budaya turun temurun. Banyak jenis teh yang dapat dicicipi mulai dari teh hijau, teh hitam, dan lain sebagainya. Di tengah melimpahnya hasil perkebunan teh di Indonesia, I Wayan Subagia Arimbawa, A.Md.Kom., menggagas produk teh dari beras merah. Beras merah merupakan salah satu pangan yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Jika sebagian masyarakat mengkonsumsi beras merah untuk program diet, maka tidak ada salahnya mencoba olahan beras merah yang satu ini. Teh beras merah atau Red Rice Tea tentu memiliki cita rasa yang begitu khas dibandingkan dengan teh yang terbuat dari daun teh pada umumnya.
Life
merah dan gurihnya gula aren sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh berbagai umur. Selain nikmat, teh beras merah juga diklaim dapat memulihkan stamina, memperlancar peredaran darah, serta dapat dikonsumsi bagi penderita diabetes. “Bisa di konsumsi dari usia anak anak hingga dewasa. Produk ini juga memiliki kandungan karbohidrat, serat, magnesium, fosfor dan vitamin B,” paparnya. Beras merah yang digunakan adalah beras asli Jatiluwih, Tabanan yang diproses dengan sangat khusus serta penanaman padi yang dengan metode warisan yang sudah dilakukan selama berabad-abad dan tentunya dengan cara organik. “Produknya bebas bahan pengawat sehingga baik untuk hidup yang lebih baik,” imbuhnya. Proses penyajiannya pun sangat mudah. Beras merah
I Wayan Subagia Arimbawa, A.Md.Kom
sebanyak 3 sendok makan hanya perlu direbus bersama secangkir air hingga mendidih selama 10 menit. Setelah itu, teh beras merah siap dihidangkan. Aroma teh dari rebusan beras merah ini mampu menarik minat wisatawan terbukti dari beberapa pondok wisata dan hotel menyajikan minuman teh dari beras merah serta pemasaran yang mampu menembus hingga ke luar Bali yakni Jakarta dan Lombok. Teh beras merah yang sudah di kemas secara apik ini dengan isi 200 gram dibanderol Rp 30.000. -Wiwin
“Karya yang dibuat ini bukan bermaksud me lemahkan nilai kesakralan dan pakem endek itu sendiri, akan tetapi ingin mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan melalui peman faatan sampah plastik”. Undiksha sangat menarik, unik, dan kreatif. Kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buleleng. Margunayasa menambahkan, keberhasilkan kegiatan tersebut sepenuhnya mendapat dukungan dari Ketua Jurusan PGSD, Dekan FIP Undiksha, dan Rektor Undiksha. Ia juga menjelaskan bahwa kreativitas yang dibuat hanya untuk mempertahankan eksistensi kain endek serta menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah plastik. “Karya yang dibuat ini bukan bermaksud melemahkan nilai kesakralan dan pakem endek itu sendiri, akan tetapi ingin mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan melalui pemanfaatan sampah plastik. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan PGSD FIP Undiksha dapat menginspirasi warga masyarakat Singaraja untuk peduli terhadap lingkungan melalui aksi pemanfaatkan sampah plastik,” tandasnya. -Wiwin
ubungan mereka berjalan baik-baik saja. Namun, di balik itu hubungan yang sangat dekat itu membuat mereka kerap melanggar laranganlarangan agama, dengan melakukan hal-hal terlarang. “Hubungan mereka sesungguhnya tidak disetujui ibunya Indira waktu itu,” kata Karin yang bekerja dan tinggal di Mataram, NTB. Usia mereka yang masih terlalu muda menjadi salah satu alasan ketidaksetujuan ibunda Indira, termasuk pula ibunda Indira menginginkan Indira kuliah terlebih dahulu barulah menikah. Akibat larang itu mereka pun pacaran sembunyi-sembunyi tapi sayang hubungan itu tidak terkendali sehingga Indira akhirnya hamil. Indira berusaha keras menyembunyikan kehamilannya dari orangtuanya terutama ibunya. Ia begitu takut hingga berbulan-bulan ia membebat perutnya agar tidak kelihatan. Hingga akhirnya di usia kehamilan enam bulan, Indira tidak bisa lagi menyembunyikannya. Indira kerap muntah-muntah dan lemas serta nafasnya seperti sesak. Termasuk pula cara berjalannya sudah bisa ditebak bahwa ia tengah hamil. “Tanda-tanda orang hamil dan perutnya yang buncit membuat orangtuanya curiga lalu menanyakan perihal tersebut,” ujar Karin. Saat itulah Indira mengakui bahwa ia memang tengah hamil. Betapa murkanya ibunda Indira mengetahui hal tersebut. Ditambah lagi malu kepada para tetangga yang rupanya sudah lama menggunjingkan hal tersebut. Tamparan keras ibunya mendarat di pipi Indira yang hanya bisa menangis. “Ibunya bahkan sampai ingin (maaf)
“Kami keluar ga tidak ada yang di dengarkan oleh ibunya Indira. Ia mengam bil keputusan sendiri ter masuk suamin ya, kakak saya itu tidak bisa berbuat apaapa,”
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
7
Rindu Putri sejak Lahir
membunuh kekasih Indira itu. Seharusnya menurut kami keluarga waktu itu, ibunya Indira tidak perlu melakukan itu melainkan rapat keluarga memutuskan untuk menikahkan Indira dan kekasihnya,” ujar Karin. Memang dalam rapat keluarga keputusan yang diambil adalah menikahkan Indira dengan kekasihnya. Toh kekasihnya mau menikahinya. Hanya saja banyak persoalan yang dihadapi keluarga Indira waktu, termasuk mereka berdua dalam waktu beberapa bulan lagi akan mengikuti ujian kelulusan SMU. Ibu Indira yang dikenal keras kepala juga sudah tidak mau tahu dan tetap tidak ingin menikahkan Indira dengan kekasihnya. “Ibunya membiarkan Indira dalam tekanan psikologis selama menjalani tiga bulan terakhir kehamilannya,” kata Karin. Indira sakit-sakitan dan menjalani masamasa kehamilan yang luar biasa berat. Ia bahkan tidak dapat bangun dari tempat tidur akibat beratnya kehamilan yang dijalaninya. Indira tidak lagi bersekolah dan nyaris kehilangan masa depannya. Kekasihnya pun tidak diizinkan untuk menjenguknya. Indira begitu merana dan tersiksa namun apa boleh buat itulah buah yang harus diterima akibat perbuatannya. Situasi tersebut tidak malah membaik dari hari ke hari semakin memburuk terutama hubungannya dengan ibundanya. Sampai tiba saatnya Indira melahirkan menjadi momen yang paling memilukan dalam hidup Indira dan itu tidak akan pernah dilupakannya. Pukul dua belas malam tanda-tanda Indira melahirkan sudah tampak. Ibunya membawanya ke rumah sakit. Setelah menjalani proses melahirkan yang menyakitkan, tiga jam kemudian Indira melahirkan bayi perempuan yang sehat. Sungguh Indira sangat bahagia saat memegang jari jemari bayinya yang mungil sembari berharap kekasihnya datang menjenguknya. “Kekasihnya memang datang ke rumah sakit waktu Indira melahirkan, tetapi tidak diperbolehkan oleh ibunya Indira menjenguk Indira dan bayinya,” ujar Karin. Indira sendiri tidak berani meminta pada ibunya agar mengizinkan kekasihnya itu menjeguk anaknya. Ia telah melihat ibunya itu “membatu” dengan kata tidak. Seharian Indira yang melahirkan dengan kondisi normal itu dirawat lalu diperbolehkan pulang. Entah apa yang dipikirkan ibunda Indira saat hari ke dua Indira berada di rumah dan merawat anaknya. “Ibunya mengambil bayi itu dan diserahkan kepada ayahnya (kekasih Indira). “Kami keluarga tidak ada yang didengarkan oleh ibunya Indira. Ia mengambil keputusan sendiri termasuk suaminya, kakak saya itu tidak bisa berbuat apaapa,” kata Karin yang menyesalkan sikap kakaknya yang tidak bisa berbuat apa-apa saat bayi itu diserahkan pada ayahnya. Sementara Indira tiada henti-hentinya menangis. Peristiwa itu begitu dramatis. Indira yang malu untuk keluar rumah tidak sanggup mengejar ibunya hingga keluar rumah saat membawa bayi tersebut. Ia hanya bisa menatap dan menangisi bayinya yang telah
karena menerima masa lalu Indira dengan baik. Menurut Karin, sebelum menikah, Indira sudah menceritakan semua kisahnya pada calon suaminya sebelum mereka menikah setahun yang lalu. Suatu ketika nanti, Indira telah berjanji dalam hatinya untuk menemui putrinya itu. “Tapi ia masih bingung tentang apa yang harus diceritakannya pada putrinya itu ketika tiba-tiba ia datang. Usia putrinya yang masih sangat kecil yang tentu saja membuatnya akan kesulitan menceritakan kisah mereka itu juga yang membuatnya menunda-nunda untuk menemuinya,” ujar Karin. Putusnya kontak sang kekasih yang membesarkan anak mereka itu menjadi kendala yang sangat berarti untuk bisa bertemu dengan putrinya. Kekasihnya itu bersama keluarganya telah pindah ke kota yang tidak diketahuinya. Orangtua kekasihnya tersebut bekerja pada instansi yang berpindah-pindah tempat tugas dalam waktu yang tidak panjang sehingga mereka tidak dapat menetap dalam waktu yang lama di sebuah kota. Yang pasti, Indira kelak akan mencari dan bertekad untuk bisa bertemu dengan putrinya itu. -Naniek I. Taufan atiek1704.wordpress.com
18
dibawa pergi. “Dua minggu kemudian Indira dikirim ke Mataram untuk tinggal dengan saya,” kata Karin. Indira pun menyelesaikan sekolahnya dan kemudian bekerja sebagai pelayan sebuah swalayan di Mataram. Sejak perpisahan tujuh tahun yang lalu, Indira belum pernah melihat anaknya itu lagi. “Ia selalu menangis ketika melihat anak-anak masuk sekolah TK maupun SD. Sekarang anaknya sudah kelas satu SD,” ujar Karin. Indira sendiri kemudian menikah dengan pemuda yang dikenalnya saat di Lombok. Tampaknya ia pemuda yang baik
SUGENG WIYOSAN RATU BIANG I GUSTI AYU SUWITRY KE-59
SELALU MENJAGA SESANA SEBAGAI IBU SURI DARI PEMIMPIN MUDA BALI
Selama ini publik di Bali me ngenal sosok Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa sebagai figur yang mendampingi tokoh PNI terkemuka di Bali yakni (Swargi) Shri Wedastera Suyasa. Perjuangan dalam menjaga ideologi Bung Karno sudah tertanam sejak ia menikah pada 1977 dengan Shri Wedastera Suyasa. Tekanan sebagai bagian dari pendukung Bung Karno di zaman Orde Baru menjadikan sosok Gusti Ayu Suwitry menjadi sosok kuat. Hingga akhirnya, ia memberikan diri untuk memimpin Yayasan Mahendradatta. Tidak banyak wanita Bali PURI - Ratu Biang IGA Suwitry didampingi Turah Wedakarna, yang berani memimpin yayasan Turah Wedawitry, Turah Vedanta, Gusti Ayu Wastu, Gusti Ayu Sita besar saat itu. Yayasan Mahen- menerima Ibu Sukmawati Sukarno di Puri Tegeh Kori Bali. dradatta saat ini dikenal sebagai induk dari putri Gusti Ayu Sita Wedastiti yang menyapengelolaan dan penggagas dari sejumlah situs takan bahwa figur Ratu Biang adalah sosok sejarah di Bali seperti Universitas Mahendradatta teladan tidak saja bagi keluarga besar di Puri Bali, The Sukarno Center Tampaksiring, Perpus- tapi juga di lingkungan. “Kami ini dibesarkan takaan Agung Sukarno Niti Mandala Renon, The saat Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa newata Marhaenisme Institute serta sejumlah simbol pada 16 Agustus 2000. Kami dibesarkan dapendidikan, kebudayaan dan juga kultur. Dari lam kultur kesederhanan. Orangtua kami tangan dingin wanita keturunan Bendesa Manik selalu mengajarkan agar putra putrinya selalu Masa asal Tamblang Kubutambahan, Buleleng berpendidikan tinggi. Dan, astungkara beliau ini lahir sejumlah tokoh muda Bali yang kini sudah melahirkan doktor termuda bagi bangsa menjadi pusat perhatian publik Bali diantaranya ini yakni Kanda Gusti Wedakarna dan Ayunda Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS Gusti Diah Werdhi. Tentu ini semua berkat III, S.E.(MTRU), M.Si (Senator DPD RI ), Dr. doa rakyat Bali, dan juga disiplin tinggi dari IGA Diah Werdhi Srikandi WS,S.E.,M.M. (Ang- kami untuk menjadi pengayom masyarakat. gota DPRD Bali Fraksi PDIP), IGA Sri Whicaya Kami akan terus jaga nama baik leluhur Ida Gangga Dewi WS,S.H.,M.H. (Notaris di Badung), Betara Dalem Benculuk Tegeh Kori (I Gusti IGA Dewi Wastu Manggala WS,S.S,M.H. (Yayasan Tegeh Kori) yang merupakan pendiri dan Raja Mahendradatta), Shri I Gusti Ngurah Wira We- Badung I serta leluhur PNI. Ini juga berkat dawitry WS,S.Sos,S.H.,M.H. (Wakil Ketua KNPI restu Paduka Bung Karno sehingga kami Bali/Wakil Sekretaris Ikatan Cendikiawan Kera- bisa mengabdi di bidang kepemimpinan Bali,” ton Nusantara ICKN Bali) dan IGA Sita Wedastiti ungkap Gusti Wedakarna. Upacara Sugeng WS, S.E. (Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Bali Wiyosan (Hari Ulang Tahun) Ratu Biang keBidang Ekonomi Kreatif). Tentu kesuksesan 59 dirayakan sederhana di Puri Tegeh Kori melahirkan putra putri suputra adalah impian dihadiri kerabat terdekat selain menyantuni dari seorang ibu. Sebagaimana disampaikan oleh sejumlah anak yatim piatu di Bali.
6
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Sebagai orang yang banyak bertugas di bidang pendidikan dan pernah pula mampir di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tentulah hal baru bagi Baiq Noviana Indri, M.M., saat pertama kali ditugaskan sebagai Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (Daglu) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Itu bukan pekerjaan mudah karena harus memahami seluk beluk perdagangan luar negeri seperti ekspor import terutama pula mengenai regulasinya yang harus benar-benar dipahami,” ungkapnya. Ia harus paham dengan detil dan menguasai tentang regulasi tersebut karena ini menyangkut komoditi yang harus keluar dan masuk daerah NTB.
N
amun, tidak ada kata sulit baginya dalam menjalankan tugas tersebut, melainkan itu menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dilaluinya. Menurutnya sesuatu itu menjadi
Baiq Noviana Indri
Woman on Top
Tahu Kalau Mau Bertanya sulit karena seseorang tidak mau mencobanya. Berangkat dari harus melewati semua tantangan itu, meski minim pengetahuan mengenai bidang ini di awal ia bertugas, ia kemudian menjalankan strategi dengan mengolah kemampuan melalui tiga Kepala Seksi yang berada di bawahnya, yaitu Kepala Seksi Ekspor, Kepala Seksi Impor dan Kepala Seksi Kerjasama dan Pengembangan. Baginya tiga seksi inilah yang menjadi dapur pada bidang Daglu ini. “Ini akan menguntungkan semua pihak, baik saya maupun para kepala seksi yang kemudian kami bekerja bersama-sama untuk memahami dan lebih menguasai bidang yang kami tekuni ini,” ungkap Indri. Tantang berikutnya selain dibantu tiga kepala seksi adalah minimnya staf yang dimiliki bidang ini, yang kini hanya ada empat orang yang memback-up seluruh bidang yang demikian besar. Para staf ini juga harus tahu dan mampu memberikan pemahaman pada masyarakat tentang apa itu perdagangan luar negeri, sehingga jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan informasi
Sudut Pandang
Drs. I Made Gita
Dra. Ida Ayu Putu Tirta
Wacana full day school yang digelontorkan Mendikbud Muhadjir Effendy belum lama ini, banyak menuai pro-kontra. “Jika itu harus diterapkan pada kondisi sekolah seperti sekarang ini, kami belum siap,” ujar Kepala Sekolah SDN 8 Dauh Puri Dra. Ida Ayu Putu Tirta. Ketaksiapan ini diungkapkannya dari sisi sarana prasarana dan tenaga. Dari segi fisik, jika semua anak yang saat ini berjumlah 624 itu harus melakukan ekskul secara bersamaan, sangat tidak mungkin. Belum lagi tenaga pembina ekskul, selain guru-guru sekolah, banyak juga guru (Pembina) luar, yang semuanya itu harus diperhitungkan juga gajinya. Selama ini SDN 8 Dangri yang
memilki 15 ekskul melaksanakan kegiatan tersebut secara bergiliran. Bisa dikatakan sekolah ini “hidup” sejak pagi sampai pukul 19.00. SD ini tak pernah kosong dari kegiatan, hanya saja jadwal ekskul digilir. Tak ada hari tanpa ekskul, seperti di bidang kesenian ada permainan tradisional dan tari; di Sains ada Matematika dan IPA, PMR, Pramuka, UKS, dan beberapa cabang olah raga. “Dengan jadwal digilir saja, itu sudah full. Apalagi jika semua anak harus ekskul pada jam bersamaan, tidak mungkin bisa,” ucapnya lagi. Hal tersebut belum termasuk ekskul-ekskul wajib yang dimasukkan ke dalam jam pelajaran tanpa mengurangi jam wajib kurikulum, seperti ekskul tari untuk kelas 1,
semua dapat memberikan dengan cepat. Lalu apa langkah Indri untuk memaksimalkan potensi yang sedikit itu agar menghasilkan kerja yang maksimal? Salah satunya adalah selalu bekerja bersama-sama. “Jika ada pekerjaan kami kerjakan bersama,” ungkapnya. Jika ada pekerjaan yang dilakukan seksi Ekspor misalnya, seksi Impor dan seksi Kerjasama dan Pengembangan ikut bekerja bersama-sama meskipun tanggung jawab ada pada seksi yang mempunyai kegiatan tersebut. Ia juga menyiapkan seluruh stafnya untuk paham selain tugas masing-masing juga tugas dan pengetahuan yang dimiliki staf lainnya. “Staf pada seksi ekspor harus tahu mengenai impor,
begitu pula sebaliknya, termasuk seksi Kerjasama dan Pengembangan, terutama mengenai regulasi umum mereka harus tahu secara teknisnya juga,” katanya. Indri kurang suka mendengar kalimat “saya tidak tahu”. Karena kalimat itu mencerminkan rasa tidak peduli peda pekerjaan dan lingkungan kerja. Menurutnya, semua orang akan
tahu kalau mau bertanya. Memaksimalkan potensi yang minim sebagai upaya menuju hasil yang prima, menjadi bagian penting dari manajemen yang dilakukannya pada bidang Daglu ini. pernah menjadi staf dan pernah menjadi kepala seksi membuatnya mengerti bagaimana rasanya berada di posisi anak buahnya saat ini. Dan itu menjadi pelajaran berharga baginya. Karena itulah, Indri selalu melakukan pendekatan kekeluargaan kepada seluruh stafnya di mana pun ia bertugas. Ia tidak segan jika harus dirinya yang mendatangi staf, tidak harus selalu staf yang mendatanginya jika ada hal yang biasanya lumrah dilakukan staf mendatangi dirinya sebagai pimpinan. Karena intinya bagi Indri adalah hasil kerja yang maksimal didapat dari proses kerja sama yang menyenangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menghilangkan ego sebagai pimpinan. -Naniek I. Taufan
Ba
iq
No
via
na
Ind
ri
Full Day School Terganjal Kesiapan Sapras dan SDM 2, 3, dan ekskul komputer. “Jadinya di sekolah ini jam pelajarannya diperpanjang, pulangnya lebih mundur dari jam pulang SD pada umumnya,” ucap Dayu Tirta. Meski demikian, ia mengacungkan jempol untuk program full day school yang dalam pengertiannya menambahkan jam ekskul usai jam pelajaran biasa. Kalau pun memang program full day school ini sudah ketok palu, ia menyatakan kesiapannya, dengan konsekuensi pemerintah mendukung sarana prasarana, SDM, regulasi, pengaturannya, dsb. “Sama dengan diberlakukannya kurikulum 2013, siap tidak siap kita harus belajar. Namanya program baru pasti ada kendala-kendala. Tetapi kami tetap optimis pasti bisa,” ujarnya semangat. Dilontarkannya wacana full day school oleh Kemendikbud, merujuk pada arahan Presiden Jokowi untuk memperkuat pendidikan karakter di jenjang sekolah dasar yakni 80% dan 20%-nya pengetahuan umum. Prosentase 80% untuk penanaman karakter di jenjang SD ini disikapi Dayu Tirta merupakan pertimbangan yang tepat. Karena di jenjang SD tersebutlah dasar-dasar pembentukan karakter bangsa, setelah di rumah (keluarga). “Di SD selama 6 tahun. Apa pun, jika dasar/fondasinya sudah kuat, ke atasnya pasti kuat,” ucapnya. SDM SIAP, FASILITAS KURANG Hal berbeda disampaikan Kepala
Sekolah SMPN 1 Kuta Utara Drs. I Made Gita. Ia justru mengaku miris mendengar istilah full day school ini. “Dengan keadaan kami seperti sekarang ini di SMPN 1 Kuta Utara, saya kurang setuju dengan program ini,” ucapnya. Karena sesungguhnya di sekolah ini ditegaskannya sudah full day dalam bentuk lain, yakni double shift, penuh, tak ada satu pun kelas yang kosong. Anak-anak masuk pagi-sore dengan kelas yang beda. Sekolah yang berdiri di atas tanah tak kurang dari 34 are ini hanya memilki 18 ruang belajar dengan 36 rombongan belajar. Jadi, pagi-sore ruang belajar penuh, tak ada ruang tersisa. Sehingga sekolah ini sering kesulitan untuk memberikan pelajaran tambahan seperti bahasa Inggris. Demikian juga untuk pelajaran agama lain yang terkadang terpaksa harus meminjam ruang perpustakaan. “Demikian keadaan kami saat ini, mudah-mudahan ke depannya dengan adanya wacana dari Pemkab Badung yang akan membangun gedung di depan dengan lantai 3. Pada saat itu baru memungkinkan double shift sesuai dengan aturan,” ujarnya. Dengan jumlah murid yang membludak, sementara ruangan pagi-sore penuh, untuk ekskul dilaksanakan di hari Minggu. Terkadang juga di hari Sabtu disesuaikan keadaan anak dan guru masingmasing, juga disesuaikan dengan tempat yang ada. Sesekali jika
memungkinkan, mengambil waktu siang untuk ekstra bulutangkis. Kalau pun program full day school ini harus diterapkan, Made Gita mengatakan pihak sekolah harus mengkoordinasikan dengan dinas terkait kondisi sekolah saat ini. “Tapi dari SDM kami masih memungkinkan, karena semua guru mencukupi, seluruh mata pelajaran tak ada kekurangan guru. Malahan jika semua guru sudah terakreditasi, mereka akan kekurangan jam mengajar. Kami lebih terganjal di segi fasilitas,” tegasnya. “Yang bisa kita pahami, sebelum diterapkan full day school, sekolah ini sudah ‘full day’ alias penuh pagi-sore untuk belajar dengan kelas dan siswa yang berbeda, apalagi jika harus menerapkan sesuai wacana,” ujarnya. Dari segi pendidikan, Made Gita mengatakan program tersebut sesungguhnya terlalu menjejali pikiran anak dengan materi-materi yang bersifat pelajaran. Dari segi orangtua, apalagi orangtua zaman sekarang. Merka hanya ingin gampang, tidak mengelola anaknya di rumah, semua diserahkan ke sekolah. Padahal otak harus ada rileks. Pembelajaran sekarang dikatakannya terlalu banyak teori. Belum lagi administrasi guru untuk kepentingan sertifikasi. Malahan yang bisa terjadi, kepentingan pembelajaran terpaksa harus ditinggalkan demi pemenuhan administrasi. –Inten Indrawati
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
19
Bank Sampah perlu Perhatian Sampah masih menjadi salah satu per masalahan yang tak kunjung selesai di per kotaan. Berbagai upaya pun telah dilakukan pemerintah bersama masyarakat untuk me menuhi target kota bersih dari sampah 2020.
H
al ini tidak lepas dari ikut campur tangan kreatif masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah, salah satunya adalah
dengan adanya bank sampah. Walaupun keberadaannya hanya dianggap sebelah mata namun fakta membuktikan bahwa bank sampah mampu berkontribusi membantu pemerintah dalam
mengatasi permasalahan sampah. Rasmadi yang merupakan salah satu penggerak bank sampah di kawasan Gundih, Surabaya ini adalah satunya. Dibantu dengan sang istri Yuli Astuti, ia konsisten mengembangankan bank sampahnya dengan terus mensosialisasikan kepada masyarakat luas pentingnya mengelola sampah. “Masyarakat itu harus terus didorong agar semangatnya terus ada,makanya kami terus
melakukan sosialisasi,” katanya. Kini bank sampah yang dikelolanya sejak 2009 hingga saat ini sudah ada sekitar 22 bank sampah yang aktif mengelola berbagai jenis limbah yang ada di Kota Surabaya. Berbagai kreasi dari limbah sampah pun dihasilkan seperti tas,baju,aksesoris dll. Walaupun demikian ia mengaku masih kesulitan untuk memasarkan hasil produksinya. “Ya mau dipasarkan kemana,
belum ada wadah yang mau menampung hasil produksi kami,ya saya berharap pemerintah mau mewadahi produksi kami agar masyarakat juga semakin bersemangat,” ungkapnya penuh harap. Bank sampah yang dinaungi oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Lohjinawi ini berharap pemerintah lebih giat lagi memperhatikan nasib para pengurus bank sampah ke depan. -Yenny Noer R
Perajin Bendera di Tulungagung Panen Setiap menjelang peringatan pembuatan bendera dan umbul-umbul HUT Kemerdekaan RI, bukan saja ini, digeluti Imam sudah cukup lama, rakyat Indonesia yang senang. Sesejak 12 tahun silam. Menurut Imam, mua perajin bendera merah putih bisnis bendera dan umbul-umbul ini, dan umbul-umbul yang ada di kota cukup menjanjikan. Apalagi pada musim marmer, Tulungagung, Jawa Timur Agustusan. Ordernya pasti meningkat gembiranya bukan main. Sebab, sedibanding hari biasa. jak awal bulan hingga akhir Agustus, Imam mencontohkan, pada Agustus dapat dipastikan order pemesanan ini, ia mendapat order tidak hanya dari terus mengalir. wilayah Tulungagung saja. Tetapi daerah Salah satunya adalah Imam lain seperti Nganjuk, Kediri, Blitar, dan Imam Syafi’i Syafi’i, perajin bendera dan umbulMadiun juga banyak yang pesan. “Jika umbul warga Kelurahan Kampung Dalem ini. dihitung nominalnya, pertengahan Agustus ini, Imam mengakui, setiap tahun menjelang perinsaya sudah mengantongi omzet ratusan juta. Tiga gatan kemerdekaan RI, ordernya selalu naik 50 kali kiriman saja, nilainya sekitar Rp 100 juta, “ persen lebih dibanding hari biasa. “Kalau hari biasa ujar Imam. paling-paling keluar 1-2 kodi saja, per hari. Tapi Menurut prediksi Imam, pesanan umbulkalau bulan Agustus seperti sekarang ini, perumbul dan bendera ini akan terus berlanjut hingga mintaan bisa 4-5 kodi per hari,” kata Imam Syafi’i akhir 2016 nanti. Sebab, menurut buku catatannya sambil tersenyum karena ordernya lancar. banyak daerah yang ada di Jawa Timur, Kabupaten Bendera merah putih buatan Imam ini, ukuranmaupun Kota yang akan merayakan hari jadinya. nya macam-macam mulai dari 60 x 90, 80 x 120, “Barusan saja pelanggan dari Ngawi telepon, 100 x 150, 120 x 180, dan masih banyak yang minta dibuatkan umbul-umbul 2 kodi dan bendera lainya. Untuk harga, mulai dari harga Rp 5.000 1 kodi,” tutur Imam. -Khoirul Abadi hingga Rp 100.000 per potong, tergantung ukurannya. Demikian juga dengan umbul-umbulnya. Selain model, ukuranya juga macam-macam, mulai ukuran 90 dengan panjang antara 3,4, dan 5 meter. Masing-masing umbul harganya antara Rp 210 ribu – Rp 300 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan. “Kalau belinya banyak harga segitu masih bisa diskon,” papar Imam. Banyaknya order yang diterima ini, Imam dibantu oleh beberapa anak buahnya. Ada yang bagian memotong kain, menjahit, mengepak Proses pembuatan bendera barang, dan mengirim ke alamat pemesan. Bisnis
20
Nine
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Nur Susila
S
etelah berhasil lolos dalam perekrutan anggota KPU Kabupaten Bima tahun 2003 bersama empat orang lainnya, Nur Susila duduk sebagai Anggota KPU Divisi Logistik Umum dan Rumah Tangga. Di sanalah ia memakai ilmu Sosial Politik yang telah dipelajarinya selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan Sospol. Sejak kuliah ia memang tertarik mengikuti perkembangan demokrasi dan pemilu yang diselenggarakan di Indonesia. Pada masa awal berdirinya KPU, menurutnya tiap pemilu selalu berubah-ubah karena banyak aturan yang berubah sehingga kesannya coba-coba. “Kebetulan juga kami termasuk saya yang baru di KPU juga masih belajar tentang apa dan bagaimana bekerja di KPU itu hingga menemukan format seperti sekarang,” ungkapnya. Selama periode pertama ini Nur Susila mengaku banyak belajar hingga benar-benar paham tentang tugas dan tanggung jawabnya. Ia merasa
Nur Susila dalam salah satu Rapat Pleno Terbuka KPU Kabupaten Bima
senang karena menurutnya bekerja di KPU itu lebih banyak tantangannya. “Tantangan terutama saat pesta demokrasi berlangsung, itu yang menjadi prioritas untuk dihadapi,” ujarnya. Nur Susila mengakhiri masa tugasnya di KPU Kabupaten Bima periode pertama pada
tahun 2008 dan terpilih kembali sebagai Anggota KPU tersebut pada tahun 2008 hingga 2013. Dalam masa menjalani tugas di periode kedua inilah Pilkada Bima bergolak hebat tahun 2010. Berbagai persoalan muncul hingga kantor KPU Kabupaten Bima dibakar massa yang tidak
puas dengan KPU Kabupaten Bima. Gugatan-gugatan pilkada Kabupaten Bima semakin memanaskan suasana politik yang luar biasa ‘menegangkan’ bagi KPU Kabupaten Bima. Dari semua persoalan yang ada, situasi itu mengharuskan Ketua KPU Bima diganti karena terkena imbas dari persoalan yang terjadi sehingga akhirnya Nur Susila dipilih menjadi Ketua (PAW-Pengganti Antar Waktu) KPU Kabupaten Bima tahun 2010 hingga tahun 2013. Nur Susila memimpin KPU Kabupaten Bima dengan begitu kompleks masalahnya. “Di sinilah tantangan yang harus saya selesaikan dengan begitu banyak persoalan,” ungkapnya. Ia ditinggalkan dengan persoalan yang membuatnya kehilangan waktu istirahat dan gedung KPU yang terbakar serta demonstrasi massa yang nyaris tiap hari terjadi. “Saya dan anggota harus menghadapi dan menyelesaikan sidang-sidang gugatan pilkada, di Mahkamah Konstitusi, di PTUN dan Pengadilan Negeri. Alhamdulillah semua tuntutan dimenangkan oleh KPU,” ujarnya. Selain itu hari-harinya juga harus menghadapi demonstrasi dari massa yang tidak puas dengan hasil Pilkada. Karena itulah ia ke-
politik. Namun, Nur Susila paham menghadapinya. “Masyarakat Kabupaten Bima yang keras akan menjadi luluh jika dihadapi dengan kelembutan,” ujarnya. Menurutnya dalam situasi yang membawa psikologi ‘panas’ tidak bisa dihadapi dengan panas pula, melainkan harus lebih lunak menghadapinya. “Mereka sangat mau mendengarkan jika
kita bicara dengan cara yang baik,” katanya. Dengan cara inilah Nur Susila mampu merubah Bima bukanlah lagi sebagai zona merah melainkan kini menjadi zona aman. “Sekarang Bima tidak lagi berada dalam zona merah melainkan zona aman, semoga seterusnya seperti ini,” ujarnya. Kini Kantor KPU Kabupaten Bima juga ia jadikan sebagai Rumah Pintar Pemilu bagi masyarakat. Di kantor ini orang bisa melihat semua hal yang berkaitan dengan pemilu dan siapa pun bisa datang melihatnya. Dan untuk menyiapkan masyarakat yang mengerti akan pemilu KPU Kabupaten Bima terus melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak bahkan hingga ke OSIS di sekolah-sekolah. Untuk menyiapkan Nur Susila bersama Bupati dan Wakil Bupati Bima daftar pemilih, KPU terpilih tahun 2015
5
Gloria Natapradja Hamel nampak ceria dan penuh senyum saat Paskiraka Nasional 2016 berkunjung ke Mabes Polri, Jumat (19/8). Gadis cantik yang dalam beberapa waktu terakhir menjelang HUT Kemerdekaan sempat menghebohkan dengan kasus kewarganegaraan Perancis yang disandangnya sementara dia adalah anggota Paskibraka, dikerumuni banyak polisi yang meminta berfoto dengannya. Glo, begitu ia akrab disapa, dengan semangat tak lupa menyungging senyum manis, memenuhi keinginan para polisi itu.
Nur Susila
mudian membuka ruang selebarlebarnya bagi massa untuk berdialog tentang apa yang yang mereka inginkan dari KPU dan apa yang mereka curigai dari KPU. “Saya minta massa untuk bicara secara terbuka dengan cara berdialog. Dan sejak itulah kami membuka ruang diskusi dengan berbagai elemen yang ada di Kabupaten Bima,” katanya. Diskusi yang saat itu berlangsung sekali seminggu itu kini tetap dilanjutkan menjadi dua kali sebulan. Lalu pada tahun 2014 Nur Susila terpilih sebagai Ketua KPU untuk periode 2014-2019. Sebagai seorang perempuan, ia sempat diragukan dapat memimpin KPU Kabupaten Bima yang notabene dianggap sebagai ‘KPU zona merah’ kedua setelah Papua. Namun sejak terpilih dengan banyaknya yang meragukan kemampuan seorang perempuan, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi daerahnya. Hasilnya, Pilkada Kabupaten Bima dalam Pilkada serentak beberapa waktu lalu berjalan lancar nyaris tanpa gejolak yang berarti. –Naniek I. Taufan
Selesaikan Masalah tanpa Timbulkan Masalah Baru yang sudah 13 tahun bekerja di KPU tantangan itu membuat adrenalinnya terus bergerak. Ia mengaku enjoy menjalaninya terutama sekarang setelah ia semakin memahami situasi dan perkembangan yang membuatnya memiliki strategistrategi dalam menghadapinya. “Saya suka tantangan dan sangat puas apabila bisa menyelesaikan tantangan berupa masalah yang dihadapi,” katanya. Adalah kebahagiaan Ketua KPU Kabupaten Bima dalam suatu kegiatan tersendiri baginya Banyak jempol mengarah ke- ketika bisa menyelesaikan masalah padanya atas suksesnya Pilkada tanpa menimbulkan masalah baru. Kabupaten Bima kala itu. dan Sebagai perempuan asli Bima dan Nur Susila membuktikan bahwa dengan pengalamannya selama perempuan mampu menjalani ini, Nur Susila mengenal benar tugas meski dengan tantangan karakter masyarakat Bima yang khususnya dalam dunia politik yang relatif kerap dianggap keras demikian keras. Baginya Nur Susila khususnya dalam hal gesekan
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Ingin Jadi Presiden
Ubah Zona Merah Jadi Zona Aman
Tahun 2003 ketika pertama kali Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibentuk, termasuk di Kabupaten Bima, Nur Susila tertarik untuk menyelami bidang politik melalui lembaga penyelenggara pemilihan umum tersebut. Dengan pengalaman di dunia LSM di Bima yang telah ditekuninya sebelumnya, Nur Susila memiliki pengalaman ‘membaca’ karakteristik masyarakat Bima.
Inspirasi Gloria Natapradja Hamel
Kabupaten Bima tidak melakukannya saat Pemilu tiba melainkan terus melakukan update data setiap bulan bersama Kantor Catatan Sipil Kabupaten Bima. REKRUTMEN PEREMPUAN DADAKAN Dari semua hal yang telah dilewatinya di KPU, ada satu hal yang menjadi catatan khusus baginya terutama terkait perempuan dalam politik. Sampai saat ini ia menyayangkan partai politik yang selalu dadakan mencari figur perempuan untuk menjadi calon legislatif tanpa adanya pengkaderan. “Tidak ada pengkaderan yang dilakukan terhadap perempuan oleh partai politik ini. Rekrutmen perempuan seringkali dilakukan secara dadakan hanya untuk memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan. Saya sangat menyayangkan hal ini,” ujarnya. Sebagai seorang perempuan ia menyayangkan hal seperti ini masih terjadi. “Padahal jika mau serius, perempuan itu bisa,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
Gloria bersama Presiden dan Wakil Presiden usai upacara pengibaran bendara
K
ehadiran Glo dan 67 anggota Paskiraka 2016 di Mabes Polri merupakan bagian dari sejumlah kunjungan yang mereka lakukan, usai menjalankan tugas utama menaikkan dan menurunkan bendera pusaka pada HUT Kemerdekaan 17 Agustus lalu. Glo dan para anggota Paskibraka telah kembali ke Wisma Kemenpora di Cibubur, dari sana mereka berkunjung ke sejumlah instansi/lembaga pemerintah, salah satunya adalah Mabes Polri di Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan. ‘Senang sekali bisa melihat dari dekat,” kata Glo ketika ditanya komentarnya terkait kunjungan Pakibraka ke Mabes Polri. Di Mabes Polri ini para anggota Paskibraka bertemu dengan Kabaharkam Polri Komjen Putut Eko Bayuseno--- juga berkesempatan melihat-lihat beberapa kendaraan taktis milik Direktorat Polair Baharkam Polri di halaman gedung utama Mabes Polri. Menurutnya, ia mendapat banyak pelajaran dari kunjungannya ke Mabes Polri. Selain itu ia juga menyatakan kagum dan terkesan melihat polisi cilik asuhan Kapolresta Bekasi Kota yang dalam kesempatan itu menampilkan kepiawaian mereka dalam hal baris berbaris dan atraksi. “Keren banget mereka (polisi cilik). Salut untuk anak-anak Indonesia yang mau mengabdi pada negara meski usia mereka masih belia,” ucapnya. Sebagaimana diketahui nama Gloria mencuat terkait keberadaannya sebagai anggota Paskiraka yang kemudian dicoret namanya karena memiliki paspor Perancis. Glo yang terlahir 1 Januaria 2000 sebagai anak tunggal pasangan Ira Natapradja dan Didier Hamel, seorang seniman warga negara Perancis, mendapat paspor itu karena kerap bepergian ke luar negeri. Sementara untuk mendapatkan paspor Indonesia, kata ibu Gloria Ira, hal itu belum memungkinkan karena belum cukup umur. Sebelum tahun 2006, Indonesia tidak menganut sistem dwikewarganegaraan terbatas. Baru setelah lahirnya UU No 12 Tahun 2016
yang membolehkan anak-anak hasil pernikahan WNI-WNA memiliki dwi kewarganegaraan terbatas. Namun undang-undang tersebut tidak berlaku surut, sehingga Glo yang lahir tahun 2000 tidak termasuk dalam ketentuan undangundang tersebut. Meski begitu, pemerintah membuka peluang bagi mereka yang lahir sebelum 2006 dan belum berusia 18 tahun, untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia yakni dengan mendaftarkan pada Kementerian Hukum dan HAM mulai 1 Agustus 2006-1 Agustus 2010. Dengan begitu bisa memiliki dwi kewarganegaraan, setelah itu baru pada usia 18 tahun, harus memilih salah satunya. Sayangnya peluang itu tidak dimanfaatkan orangtua Glo. Sehingga sekalipun usianya masih 16 tahun karena ia memiliki paspor Perancis dan tidak pernah mendaftar sebagaimana yang disyaratkan, maka gadis yang hobi basket ini dinyatakan sebagai warga negara asing. Itu sebabnya dia gagal dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Nasional 2016 sebagaimana rekanrekannya. Dia juga dinyatakan tidak berhak untuk ikut dalam pasukan pengibaran bendera di Istana Merdeka pada 17 Agustus lalu. Meskipun pada akhirnya, berkat dukungan luas dari masyarakatjuga upaya Menpora dan pihak-pihak
terkait, Presiden membolehkan Globergabung dalam tim Paskibraka Nasional 2016. Ia yang tadinya—sebelum kasus itu—masuk dalam tim Arjuna yakni tim pengibar bendera pusaka, pindah ke tim Bima, tim penurunan bendera pusaka. Tapi itu pun dia hanya berada di tim ‘Gordon’ yakni tim penyabutan Presiden dan Wakil Presiden yang sebelum masuk ke arena upacara. Tugas Gordon adalah berdiri berjajar, menyambut dan memberi penghormatan kepada Presiden/Wakil Presiden. Glo yang sempat terpukul dan menangis ketika dinyatakan gugur pada ‘menit-menit’ terakhir menjelang pelantikan Paskibraka Nasional 2016 oleh Presiden di Istana Negara, berusaha tampil tegar. Ia berusaha tersenyum, meski garis-garis kesedihan masih terlihat di wajahnya. Saat diwawancarai wartawan pun ia menyampaikan hal-hal yang bersifat positif dan menghargai konstitusi Indonesia. Dia menerimanya dengan dada lapang dan tetap optimis. “Mungkin sedikit kesal, ingin marah, nangis. Tapi saya tidak ingin (larut) seperti itu. Saya ingin sportif. Peraturan adalah peraturan. Saya hargai UU Indonesia, itu kan di PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) dasar. Ini adalah awal, ada banyak hikmah dan saya bisa belajar banyak. Ini bukan akhir tapi justru awal,” ungkap Gloria di Kemenpora, Senayan, ketika itu. Sikap sportif yang ditunjukkan gadis 16 tahun ini lah yang semakin menggugah simpati masyarakat untuk mendukungnya masuk dalam barisan Paskibraka, pun Menpora
Gloria di kemenpora
Gloria akhirnya bergabung dengan teman-temannya paskibraka dalam upacara penurunan bendera pusaka
yang berjuang sekuat tenaga agar Glo mendapat kesempatan yang telah dicita-citakan sejak kecil. Dan memang akhirnya terwujud. Presiden Joko Widodo membuka kesempatan itu. “Saya sangat bersyukur, seneng banget,” ungkap siswa SMA Islam Dian Didaktika , Depok, Jawa Barat, itu. Dia mengaku, dimana pun ditempatkan, ia tetap bersyukur atas apa yang diperolehnya. Menurutnya, sekalipun ia menepati posisi gordon bukan formasi inti dalam pasukan pengibaran bendera, namun posisi gordon sama baiknya.
Gloria dan ibunya, Ira
Kasus Gloria maupun kasus Arcandra Taher—mantan Menteri ESDM yang diberhentikan Presiden karena sempat memiliki paspor Amerika—menjadi pelajaran penting bagi semua, termasuk pemerintah. Ini juga yang mendorong DPR untuk merevisi UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Rencana revisi itu disampaikan Ketua DPR Ade Komaruddin yang menyebut akan
memasukkan rencana revisi itu dalam Prolegnas (program legislasi nasional) prioritas tahun ini. CITA-CITA GLORIA Dan kini Glo sudah ceria seperti sebelumnya. Ia pun berbagai kegiatan yang telah diagendakan bagi semua anggota Paskibraka sebelum mereka bertolak ke Malaysia dan Brunei dalam program Duta Belia. Seperti pada umumnya anakanak, cita-cita berubah-ubah sesuai dengan pengalaman yang didapatnya. Begitu juga Glo yang dulu sempat memiliki beberapa cita-cita. Sebelumnya ia bercita-cita menjadi pengusaha gedung tinggi, lalu desainer dan terakhir menjadi pilot, sebelum cita-citanya berubah lagi setelah mendapat pengalaman dalam Paskibraka. “Tadinya aku ingin menjadi pilot tapi kini –setelah ikut Paskibraka-aku ingin menjadi presiden atau menteri,” ungkap Flo ketika ditanya apakah ia juga berkeinginan menjadi polisi seperti teman Paskibraka lainnya. Ada hal yang menarik saat acara tatap muka anggota Paskibraka dengan Kabaharkam Polri Komjen Putu Eko Bayuseno di Rupatama Mabes Polri. Satu pertanyaan ‘menggelitik’ muncul dari salah satu anggota putri yang menanyakan kemungkinan perempuan (polwan) menjadi Kapolri. Karena yang diketahuinya Kapolri hanya dijabat oleh para lelaki. Putu menjelaskan bahwa tidak ada persyaratan menjadi Kapolri harus lak-laki. Persyaratannya selain kinerja adalah haruslah perwira tinggi yang masih aktif. Menurutnya, selama ini yang menjadi Kapolri adalah lulusan Akpol karena setelah lulus Akpol berpangkat Inspektur Dua Polisi. “Dulu disebut Letnan Dua. Lulusan itu untuk sampai jenjang perwira tinggi masih cukup umurnya,” jelas Putu. Sedangkan Polwan yang lulusan Akpol yang pertama kali, katanya, saat ini pangkatnya baru AKP. Namun demikian tambah Putu, saat ini sudah ada Polwan yang menjadi Kapolda yakni Kapolda Banten Brigjen Rumania yang masuk kepolisian dari sarjana olah raga, dan satu Wakapolda Sumatera Barat yang berpangkat Kombes. Sedang untuk tingkatan Kapolres sudah cukup banyak, begitupun Polsek dan jabatan-jabatan lainnya. –Diana Runtu
4
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Strategi Bangkitkan Pertanian Bali
Inspirasi
Gunakan Pendekatan Politik dan Pendekatan Ekonomi
Sektor pertanian di Bali menjadi perhatian. Ada kalangan menilai sektor pertanian diabaikan, namun ada yang melihat pertanian memiliki potensi besar. Semuanya terungkap dalam sarasehan “Strategi Membangkitkan Kejayaan Pertanian Bali” yang dilaksanakan di Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (15/8).
I Ketut Sudikerta
B
ali memiliki potensi lahan pertanian basah dan kering seluas 80.063 hektare, tersebar di 9 kabupaten/kota. Paling banyak terdapat di Kabupaten Tabanan, disusul Buleleng, Badung dan Karangasem. Namun sumbangannya terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali masih tergolong kecil, hanya sekitar 15%. “APBD Bali tahun 2016 nilainya Rp 5,5 triliun. Untuk sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan anggarannya sekitar Rp 320 miliar. Ini belum termasuk dari program lain. Kami dari pemerintah provinsi Bali terus berupaya untuk meningkatkan sector pertanian melalui program Simantri,” jelas Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta. Ia menambahkan subsidi pupuk organik juga diberikan kepada petani sekitar Rp 10 miliar. Pemberian subsidi pupuk organik ini bertujuan menjaga tekstur tanah agar tetap terjaga sehingga memberikan peningkatan kualitas hasil pertanian. Ada empat hal yang diungkapkan
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini dalam upaya mencapai tujuan pertanian yang berkualitas tinggi. Pertama, penyediaan infrastruktur pertanian secara menyeluruh seperti membuat saluran-saluran irigasi, membangun jalan-jalan subak untuk mempercepat akses jalan untuk mengangkut hasil produksi pertanian. Kedua, ketersediaan air, bantuan bibit unggul, serta alat panen. Ketiga, menyangkut peningkatan sumber daya petani melalui pembangunan sekolah kejuruan di bidang pertanian. Selain itu, juga menyiapkan penyuluh-penyuluh ke masyarakat agar kualitas para petani bisa lebih meningkat dalam produktivitasnya. Keempat, penyiapan alokasi anggaran yang cukup untuk kemajuan sektor pertanian. Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Koster melihat sektor pertanian Bali dalam perkembangannya secara alamiah maupun regulatif justru mengalami penurunan yang sangat drastis. Ditandai dengan menurunnya jum-
I Wayan Koster lah lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, yang setiap tahunnya menyusut sekitar 800 hektare. Selain itu, ditandai pula dengan menurunnya minat masyarakat untuk menggeluti sektor pertanian. Terutama generasi muda, yang setiap tahunnya diperkirakan turun 1%. “Indikator terakhir, kontribusi dari pertanian terhadap PDRB itu juga terus menurun dan saat ini tinggal 15%,” ujar anggota Komisi X DPR RI ini. Koster menjelaskan, alih fungsi lahan terjadi akibat desakan dari berbagai sektor terutama pariwisata, permukiman, dan juga properti. Hal ini berdampak pada penurunan kapasitas pertanian Bali, yang berkaitan pula dengan upaya
kedaulatan pangan. Khususnya upaya untuk memenuhi kebutuhan beras. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya beban pajak yang harus ditanggung oleh masyarakat yang setiap tahun Bali karena merupakan daerah pariwisata, itu kenaikannya luar biasa dan itu sangat membebani para petani. Koster menambahkan, PDI Perjuangan sendiri menawarkan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang merupakan penjabaran dari ajaran Tri Sakti Bung Karno. Dengan dilaksanakannya PPNSB, pembangunan sektor pertanian di Bali akan menjadi terpola, terarah, terintegrasi, terpadu, terencana, dan tersistem. MAJU BERSAMA Dari kalangan kepala daerah, muncul berbagai pernyataan. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan masyarakat petani bangga menjadi petani. Mereka diproteksi dengan pertanian kontemporer, dalam hal ini petani diwajibkan untuk menghasilkan produksi pertanian yang berkualitas. Melalui smart city, Dinas Pertanian membuat aplikasi terkait harga dasar produk pertanian. Tujuannya, agar petani mengetahui harga dasar itu untuk menghindari adanya spekulan atau tengkulak. Badung juga mengadakan kerja
Suasana sarasehan “Strategi Membangkitkan Kejayaan Pertanian Bali”
Cetak Pengusaha Muda Pertanian Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, I Wayan Ramantha mengatakan, secara demografi masyarakat Bali paling banyak berada di sektor pertanian. Artinya, kalau bicara penghidupan masyarakat Bali sejatinya masih dominan di sektor yang menempati urutan ketiga dari segi kontribusi terhadap PDRB. “Saya ingin mengajukan konsep sebagai strategi pengembangan atau membangkitkan kejayaan pertanian Bali kedepan, itu menjadikan pertanian Bali itu sebagai agrobisnis. Sebagai sebuah bisnis, dia nantinya akan terikat dengan 5 M,” ujarnya. M yang dimaksud, lanjut Ramantha, pertama adalah man. Selama ini, petani sering disebut petani bahkan diplesetkan tani kelen sehingga tidak banyak anak muda yang tertarik. Tetapi ketika mindset-nya diubah menjadi
pelaku agrobisnis, tentu menjadi berbeda. Generasi penerus tidak akan malu menjadi petani. M yang kedua market, pemasaran kita dari dulu sudah kita wacanakan hanya sebatas wacana bagaimana sektor pertanian bisa disinergikan dengan sektor pariwisata. M selanjutnya adalah money yang menjadi persoalan dari dulu. Ketika sektor pertanian atau agrobisnis (petani, red) mengajukan kredit pasti tidak visible. Petani dianggap tidak bisa mengangsur kredit setiap bulan di bank. Kemudian material, selama ini baru bicara bibit unggul padi, sementara bibit yang lain belum pernah diaplikasikan. Salah satu praktisi pertanian, Wayan Supadno mengaku sedih melihat pertanian Bali. Belum banyak yang dapat memberikan contoh nyata, bagaimana menjadi petani yang sukses. Seluruh pihak terkait, kalangan pemimpin di Bali,
menurutnya terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Padahal, petani tak butuh hal-hal yang teoritik, dengan bahasa para pejabatnya yang setinggi langit. Melainkan petani Bali hanya butuh satu, yaitu bukti nyata, bukan kepura-puraan membangun pertanian. “Kalau terus pura-pura, maka hasilnya juga akan pura-pura. Mau begini terus?, tak perlu dengan bahasa yang setinggi langit bicara pertanian. Negara ini rusak karena pejabatnya tidak mau jujur,” kata Supadno dengan nada keras. Sebagai petani, dia mengaku sudah turun hampir ke seluruh wilayah Bali. Cukup banyak masih ada lahan tidur di Bali. Tetapi, petaninya justru terus berkurang. Petani dengan usia produktif di Bali, hanya 12%, sedangkan yang sudah usia lanjut mencapai 62%. Ini ancaman serius bagi masa depan pertanian di Bali. Sehingga,
I Wayan Ramantha untuk mencegah ini semakin buruk, dia meminta makin banyak yang bisa memberikan contoh nyata kepada petani. “Saya tak terima kalau petani hanya jadi bahan jualan suara saja,” kata purnawiraan TNI yang kini eksis
sama dengan Tabanan. Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya membenarkan telah melakukan MoU dengan Kabupaten Badung terkait kebijakan membeli komoditi pertanian Tabanan. Tidak hanya beras, tapi juga buah-buahan dan sayur mayur. Selama ini, memang tidak ada yang memperhatikan pasar untuk petani sehingga menjadi persoalan. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, kontribusi sektor pertanian untuk PDRB Buleleng antara 24-27%, lebih tinggi dari kontribusi sektor tersier. Sementara serapan angkatan kerja dari pertanian mencapai 32,8%, lebih tinggi dibandingkan di Bali yang hanya 24%. Itu artinya, ada harapan besar bagi bumi Denbukit untuk mengembangkan sektor pertanian lebih maksimal. Pihaknya mengambil dua pendekatan, yakni pendekatan politik pada sisi implementasi dan pendekatan ekonomi. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, menyoroti ada yang salah dalam pembangunan pertanian di Bali. Terpuruknya pertanian di Bali selama bertahun-tahun, memperlihatkan ada yang salah urus oleh pemimpin-pemimpin di Bali. Dia belum melihat peran serius pemerintah daerah dalam membangun pertanian ini, agar petani punya daya saing yang lebih baik. “Tongkat ditaruh saja bisa tumbuh, ini menandakan suburnya tanah Bali. Tetapi pertaniannya terpuruk. Berarti ada yang salah urus dari pemimpin-pemimpin kita di Bali,” ungkapnya. Bupati Bangli I Made Gianyar menilai kemajuan pariwisata seolaholah terus menerus melanjutkan penderitaan petani. Ini harus dilihat segera disadari, bahwa pariwisata seharusnya bukan semakin menginjak petani, tetapi seharusnya bisa maju bersama-sama., mengatakan situasi ini harus segera disadari pemerintah daerah dengan melakukan pemetaan potensi pertanian, untuk menentukan pola tanam. Pemetaan ini untuk mencegah, agar tidak terjadi over produksi di satu wilayah saat terjadi panen. –Ngurah Budi/Rindra menjadi petani ini. Guna menciptakan paradigma baru pertanian, dia meminta pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya, bisa bersinergi mencetak pengusaha muda pertanian sebanyak-banyaknya. Sebab, saat ini pengusaha muda di Bali diketahui baru 1,6 %. Dengan cara ini, sudut pandang generasi muda melihat pertanian akan berubah, karena akan menjadi lebih menguntungkan. Dia sendiri mengaku sejak menjadi pengusaha petani, keuntungan yang di dapat cukup pantastis. Presiden JCI (Junior Chamber Internasional) Indonesia, Ida Bagus Agung Gunartawa, mendukung penuh adanya gerakan mengembangkan pengusaha muda pertanian di Bali. Dia sendiri mengaku sudah memulai itu bersama JCI Indonesia, dengan mengembangkan produkproduk pertanian yang dibutuhkan di Bali dan Indonesia pada umumnya. Bahkan, ada produk pertanian yang dikembangkan untuk kebutuhan impor. –Rindra/Bagiarta
Mandalika
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Remisi untuk 876 Napi
Seperti halnya di seluruh pelosok negeri Indonesia, upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Republik Indonesia ke-71 tahun 2016, juga dilaksanakan di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, 17 Agustus 2016 dipimpin Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi sebagai Inspektur Upacara. Serupa dengan tahun sebelumnya, seremonial ini berlangsung hikmad.
P
eringatan detikdetik proklamasi diawali dengan penekanan tombol sirine oleh Inspektur upacara selama 60 detik. Kemudian dilanjutkan Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. B. Isvi Rupae-
dah, MH dan mengheningkan cipta oleh Inspektur upacara. Usai upacara berlangsung, Gubernur NTB yang didampingi Wakil Gubernur menyerahkan hadiah kepada putra-putri terbaik NTB yang telah berhasil mengharumkan nama daerah di ajang MTQ Nasional ke-26
Gubernur NTB, menyerahkan remisi secara simbolik untuk 876 orang narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, mencium bendera pusaka saat menjadi inspektur upacara 17 Agustus 2016
beberapa waktu lalu. Gubernur menyerahkan hadiah uang tunai Rp 100 juta untuk juara pertama, Rp 75 juta untuk juara kedua dan Rp 50 juta untuk juara ketiga. Sementara juara harapan satu, dua dan tiga juga mendapat hadiah uang tunai dari Gubernur NTB. Kegiatan lain dalam menyambut dan memeriahkan HUT RI ke-71 tahun 2016 di Nusa Tenggara Barat pada hari yang sama yaitu pemberian Remisi Umum kepada 876 orang narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Perkenalkan Ragam Budaya dalam BBLS Selain itu, ada pula kegiatan tahunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang juga digelar untuk menyemarakkan HUT RI, yaitu Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) yang berlangsung 18 Agustus hingga 16 September 2016. Pada pembukaan BBLS beberapa waktu lalu, parade budaya berlangsung meriah diikuti ratusan peserta dari semua daerah yang ada di NTB ikut
berkontribusi meramaikan kegiatan tersebut. Sepuluh kabupaten dan kota yang ada di NTB, Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima, tampil memperkenalkan keberagaman budayanya masing-masing dalam ragam tradisi serta budaya yang ditampilkan dalam parade tersebut. -Naniek I. Taufan
Parade “Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS)”
Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi memimpin upacara pemberian remisi tersebut di LP Mataram sebagai Inspektur upacara. Ia menyampaikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bahwa makna proklamasi kemerdekaan merupakan titik tertinggi dari perjuangan bangsa Indonesia. “Rasa syukur dalam memperingati kemerdekaan adalah milik segenap lapisan masyarakat khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebab memberikan perlakuan yang manusiawi kepada WBP merupakan kewajiban kita sebagai warga yang beradab,” ung-
21
kap Gubernur. Melalui remisi ini diharapkan dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat yang akan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dengan keluarganya. Gubernur yang membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI juga menyampaikan bahwa Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan instruksi untuk mendukung program pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap, serta penyalahgunaan narkoba di lapas/ rutan dengan cara melakukan pembinaan dan pengawasan secara terus-menerus melalui koordinasi aktif oleh pemangku amanah, sehingga semoga semua lapas dan rutan menuju kondisi zero narkoba dan zero handphone. Majdi juga menyampaikan Pos Bantuan Hukum di rutan dan lapas seluruh Indonesia adalah amanah konstitusi bahwa setiap warga negara berhak atas persamaan hukum dan diperlakukan adil, tidak terkecuali para tahanan dan narapidana. “Saya berharap pos bantuan hukum dalam memberikan pelayanan bantuan hukum berdampak positif terhadap optimalisasi penyelenggaraan bantuan hukum di lapas dan rutan,” katanya. –Naniek I. Taufan
22
Tempat santai warga Jakarta bertambah satu lagi. Tak tanggungtanggung lokasinya sangat dekat dengan Istana Negara, bahkan dari sana bisa langsung memandang kegiatankegiatan di halaman Istana, termasuk pergantian pasukan penjaga (Paspampres) Istana yang saat ini sudah dapat dilihat oleh umum. Taman Pandang Istana, itulah nama tempat santai yang kini jadi lokasi favorit warga Jakarta.
D
Sosialita
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
ulunya tempat yang terletak di barat laut M o n u m e n Nasional (Monas) itu, selalu jadi lokasi berkumpul para demonstran yang ingin atau sedang berdemo di Istana, kini disulap oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjadi taman yang unik berbeda dengan tampilan taman lainnya yang ada di Jakarta. Soal Taman Pandang Istana terinspirasi dari demo-demo yang berlangsung di depan Istana, juga diakui oleh Ahok. Menurutnya, gagasan itu memang awal munculnya karena aksi demo yang kerap dilakukan di depan Istana. Dari sanalah kemudian terpikir untuk membuat ruang terbuka hijau bagi masyarakat untuk menyampakan gagasan dan aspirasinya melalui kegiatankegiatan yang positif dan kreatif.
Edisi 915/ 22 - 28 AGUSTUS 2016
Taman Pandang Istana
Ay u Pu s p it a s a ri
Favorit Baru Warga Jakarta
Promosikan Tenun Endek
“Kalau orang demo kan nggak puas ya kalau cuma teriak-teriak demo. Kami dan polisi berpikir, lebih baik kita bikin taman untuk aspirasi,” ucap Ahok. Setelah tiga minggu diresmikan, taman yang mengusung konsep seni bagi kebebasan berekspresi dengan konstruksi yang ramah lingkungan, selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, khususnya pada sore hari dan akhir pekan. Banyak hal-hal menarik dan unik yang bisa dijumpai di Taman Pandang Istana. Salah satunya adalah instalasi tipografi yang digunakan untuk desain bangku taman. Tipografi adalah seni cetak atau tata huruf adalah suatu kesenian dan teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Jika dilihat secara keseluruhan bangku-bangku taman itu membentuk huruf yang jika dirangkai akan berbunyi ‘Berbeda Tapi Satu’. Bangku-bangku taman itu ditempatkan mengikuti bentuk taman yang setengah lingkaran. Tidak hanya itu keunikan Taman Pandang Istana yang sebelumnya sempat ingin dinamai ‘Taman Aspirasi’. Adanya instalasi pada lantai yang berisi kutipankutipan menarik dari para tokoh bangsa seperti Gus Dur, Buya
3
Ayu bukan perancang busana. Ia lebih suka menyebut dirinya sebagai seseorang yang mencintai fashion. “Saya suka dengan model pakaian yang unik, simple, dan nyaman dipakai yang menjadi dasar koleksi-koleksi baju saya, dan saya percaya konsumen saya juga akan menyukainya,” kata Ayu Puspitasari, yang berkibar dengan lokal brand Novee.
K
Hamka, Mohammad Hatta, dll, semakin memberi warna tersendiri bagi taman itu. Desainer Taman Pandang Istana, Yasser Rizky mengaku, sengaja memilih tipografi karena sebagai bentuk keilmuan dan
kesenian seringkali tidak dikenali fungsinya sebagai pengantar tekstual. “Melalui Taman Pandang Istana inilah menjadi peluang memperkenalkan tipografi kepada masyarakat,” katanya. Tipografi sebagai tulisan, katanya,
menyampaikan pesan secara langsung memiliki kemampuan membentuk relasi emosional dengan pengunjung taman. Di Jakarta, tak banyak taman yang menyajikan hal serupa. Lebih jauh kata Yasser, taman tersebut dibuat dengan tujuan merayakan keragaman. Itu bisa dilihat dari berdirinya patung instalasi yang bertuliskan ‘Ragam Insan’ . Yang unik dari patung ini, ketika pengunjung melihat tulisan dari sisi dalam, akan nampak tulisan Ragam. Sedangkan dari sisi luar yang terbaca adalah Insan. Instalasi patung ini merupakan gabungan dari huruf jenis serif dan sans serif yang menjadi salah satu bentuk respon terhadap ruang keragaman. Yasser berharap, karya ini bisa berdiri sebagai karya abstrak yang unik yang bisa dinikmati. “Keragaman kita adalah suatu kekuatan bukan perpecahan,” ucapnya. Menurut Yasser ia mendesain sendiri huruf-huruf tersebut setelah melalui riset dari berbagai sumber tentang keragaman Jakarta. Karenanya, huruf-huruf memiliki bentuk berbeda dari umumnya. Di sisi lain, dalam mendesain taman tersebut, ia juga memperhatikan keberadaan bangunan-bangunan di sekitarnya seperti Monas, juga Istana Negara. Kedua bangunan itu, memiliki warna dan gaya yang selaras karena taman yang didesainnya pun tidak diberi warna warna ceria melainkan warna material aslinya agar selaras dengan bangunanbangunan sekitarnya. -Diana Runtu
etertarikan Ayu terhadap tenun Bali bermula dari kesukaannya terhadap dunia fashion dan keinginannya, membawa kain tenun endek Bali menjadi pilihan bukan hanya bagi masyarakat Bali tapi juga Indonesia. Selain juga, mendukung program pemerintah untuk mencintai
produk dalam negeri. Dalam pengamatannya, konsumen sangat antusias dengan perkembangan tenun endek Bali. “Banyak konsumen saya yang memilih memakai tenun endek Bali bukan hanya untuk pakaian kerja, namun juga digunakan untuk acara-acara tertentu seperti arisan, acara keluarga, wisuda
ataupun sekadar jalan-jalan. Kain tenun Bali tidak hanya digemari masyarakat Bali tapi sudah meluas ke daerah lain di Indonesia bahkan sampai mancanegara. Jadi saya sangat optimis jika kain tenun Bali akan tetap menjadi pilihan berbusana masyarakat Indonesia, apalagi saat ini sedang digalakkan agar masyarakat mencintai produk dalam negeri. Apalagi, hampir seluruh instasi pemerintah dan swasta sudah menetapkan bahan kain endek Bali sebagai “uniform” di akhir pekan dan dapat dipadupadankan dengan aksesoris se hingga terlihat elegan dan modern. That is very nice,” ujar Ayu. Uniknya, Ayu melakukan promosi lewat sosial media menjadi fokus utama. Ia melihat, saat ini hampir semua menggunakan sosial media disamping mudahnya
berkomunikasi langsung dengan calon pembeli. Saat ini, ia masih tetap mengeluarkan koleksi “ready to wear” karena kebanyakan konsumen membeli produknya untuk pakaian sehari-hari. “Bila ada kesempatan pameran mungkin akan dipertimbangkan untuk menjangkau lebih banyak custo
mer offline,” kata Ayu. Ia mengatakan, belum terpikir untuk ke arah produksi massal karena ia lebih memilih menjadikan koleksi saya unik dan eksklusif. “Saat ini saya hanya menerima pemesanan uniform untuk skala kecil seperti seragam keluarga ataupun komunitas kecil,” ucapnya. Untuk saat ini koleksi Ayu bisa dilihat di www.noveecollectionsbali.com, facebook page Novee Collections, atau instagram @ noveecollections. Konsumen juga bisa datang ke butik NOVEE di Jalan Gunung Salak 31 Denpasar atau bisa menghubunginya melalui whatsapp 0896 5703 7440, BBM 7F4134A3, LINE noveecollections. -ast
2
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
GORO-GORO Amat dan istrinya sering bertengkar karena sinetron berjudul Merdeka. Bu Amat kePutu Wijaya canduan, karena banyak kata-kata mutiara. Pak Amat sebel karena terlalu banyak ngomong dan ceritanya diulur-ulur. Tetapi memasuki bulan Agustus, Amat mendadak suka. Karena salah satu tokohnya memberikan pernyataan yang sesuai dengan pikiran Amat. “Meskipun aku merdeka, aku tidak merdeka. Tapi biarpun aku tidak merdeka, aku merdeka!” “Betul!” puji Amat sambil mengeraskan suara TV. Tapi sementara itu ia juga mengeraskan suaranya supaya jelas terngar oleh istrinya. “Merdeka itu sulit sekali kita rebut. Tapi setelah didapat lebih sulit lagi mempertahankannya. Tapi yang paling sulit, bagaimana mengisinya, Bu!” Bu Amat berdiri, langsung
pergi masuk kamar. Amat kecewa, lalu menyusul. “Lho, ibu mau nonton tidak atau mau yang lain?” “Tidak.” “Lho, bukannya sinetron kesayangan, nanti nyesel.” “Biarin, habis kebanyakan ngomong!” Amat ketawa. “Tapi, ibu kan biasanya sampai lupa bernafas, kalau mereka sudah mulai bertengkar.” “Betul. Itu kalau ngomongnya yang perlu-perlu untuk kita!” “Apa yang perlu untuk kita?” “Ya tentang keluarga, pekerjaan, rumah-tangga, cinta, pergaulan, adat-istiadat, moral, agama.” “Kemerdekaan kan penting juga?!” “Ah, untuk apa lagi dibicarakan? Kita kan sudah merdeka 71 tahun!” Amat siap untuk memberikan ceramah. Tapi melihat suaminya mau berkicau, Bu Amat lalu menguap dan memejamkan matanya.
Ekspresso
merdeka
Amat jadi kelimpungan. Ia keluar rumah mencari lawan ngobrol. Kebetulan Agus lewat. “Gus dari mana?” “Tadinya mau belajar bareng, Pak. Eh Nyoman asyik nonton Merdeka, tak tinggal saja, Pak.” “Nggak rame?” “ Yah, namanya sinetron, dibikin-bikin rame terus, Pak, supaya menarik, jadi ratingnya naik. PH-nya makin kaya, kitanya yang bete!” “Masak begitu?” “Ya, Pak! Tadi masak kampungan banget. Dia bertengkar sama pacarnya bilang, apa ya?” Amat memotong. “Meskipun aku merdeka, aku tidak merdeka. Tapi biarpun aku tidak merdeka, aku merdeka!” Agus ketawa. “Ya betul itu! Bapak nonton?” “Nonton sih tidak, nguping saja.” “Ya, orang tua saya di rumah juga seneng nonton Merdeka.” “Kamu tidak? Kenapa?” “Bikin pusing Pak. Kebanya-
kan omong. Ngomongin merdeka saja bisa sampai 2 episode. Bolak-balik, bolak-balik di situsitu aja.” “Tapi kemerdekaan kan soal yang sulit, 13 episode pun belum tentu jelas!” Agus ketawa. “Kok bisa begitu, Pak? Itu bukannya berarti yang ngomongin idiot?” Amat jadi beringas, ketemu lawan. “Tidak ada yang idiot Gus. Kemerdekaan itu memang sulit karena sering tumpang tindih dengan kebebasan dan kebablasan. Sebenarnya tidak, tapi orang yang mempergunakannya yang menumpangtindihkan. Akibatnya, kemerdekaan konotasinya sering kotor. Padahal itu kan hak azasi manusia yang kita junjung tinggi
asal jangan dibebas-bablaskan. Mengerti?” Agus ketawa. “Tidak. Kalau dibolak-balik begitu bikin pusing, Pak.” “Lho pusing itu perlu. Kemerdekaan yang tadi dipertengkarkan di sinetron Merdeka itu juga untuk menunjukkan esensinya. Merdeka dan tidak merdeka paket. Harus diucapkan bareng, berkesinambungan. Sebab dalam merdeka diperlukan banyak aturan agar kemerdekaan orang dengan kemerdekaan yang lain, tidak saling bertabrakan. Jadi ketidakmerdekaan karena dibatasi aturan itu berguna, agar kita semua sama-sama tetap merdeka. Sebaliknya kalau terpisah maknanya jadi lain. Orang merdeka yang tak merdeka itu, pasti goblok, kurang gaul. Sedangkan orang yang tak merdeka tapi merdeka itu, pasti pengacau atau gila. Mengerti?” Amat menoleh. Ternyata Agus sudah pergi.
Menghadapi Stres Menentukan Kualitas Hidup
Makanan sehari-hari yang biasa disantap para penduduk urban yang sibuk dengan hirup pikuk lalu lintas maupun deadline dan target bisa mengakibatkan stres. Stres juga dialami oleh penduduk di desa dalam menghadapi beban kehidupan yang keras. Stres adalah pengalaman yang bersifat subjektif, tentang bagaimana sikap pikiran menginterprestasikan stimulus dan tanggapan tubuh atas stimulus yang ditangkap oleh pikiran. Bisa jadi penyebab stres yang sama, akan berdampak berbeda tergantung bagaimana masing masing individu memberi tanggapan dalam menghadapi stres tersebut. Secara umum, stres akan mempengaruhi keadaan fisiologis seseorang misalnya detak jantung yang meningkat, kualitas tidur terganggu, produksi keringat berlebih, hormon kortisol meningkat yang menyebabkan otot menjadi tegang dan bahkan terasa nyeri, keasaman di lambung meningkat, libido meningkat atau sebaliknya menurun; sistem reproduksi terganggu yang bisa menyebabkan infertilitas dan juga impotensi, yang kesehatan secara umum gejala stres ini akan mempengaruhi kesehatan kita. Cara seseorang dalam meng-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
hadapi stres menentukan kualitas kehidupan dan mental orang tersebut. Pada sebagian orang menghadapi stres dengan alkohol, merokok, mengasup zat-zat yang memberi stimulan atau sebaliknya mengasup obat sedatif, clubbing, olah raga.. Sebaliknya ada yang menghadapi stres dengan ketenangan, misalnya meditasi, mendengarkan musik yang lembut, melakukan olahraga yang menyelaraskan tubuh dan pikiran (yoga, tai chi,), menekuni hobi, membaca buku yang memberikan pencerahan, memberi waktu yang lebih kualitas kepada keluarga. Ada juga yang acuh tak acuh dan tidak melakukan apapun untuk menghadapi stres yang di kemudian hari bisa membuat emosi mereka meledak-ledak atau malahan paranoid. Bahkan tidak mustahil ada yang cenderung ‘maniak’ melakukan kekerasan pada saat stres melewati ambang ‘kekuatan mental’ mereka. Kita sering membaca surat kabar bahwa ada penembakan massal, pemalakan yang dilakukan oleh murid SD sampai perguruan tinggi terhadap temannya yang lebih lemah, kekerasan dalam rumah tangga, sampai memutilasi korban. Semua itu adalah contoh dari keadaan psikologis seseorang
Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc setelah sekian lama ‘menyantap’ makanan yang mempengaruhi emosi dan pikiran mereka tanpa berusaha menyelaraskan diri, sehingga pada waktu tertentu ‘memuntahkan’ emosi mereka pada saat ambang pertahanan mereka jebol. Apapun yang masuk ke dalam tubuh kita tetaplah disebut makanan. Jadi stres yang masuk ke dalam kehidupan kita juga merupakan bagian dari ‘santapan kehidupan’ kita. Boleh dikatakan bahwa stres individu selain mer-
ugikan pribadi masing-masing akan juga merugikan lingkungan sosialnya. Penelitian ilmiah yang diadakan terhadap masalah stres, menyatakan bahwa stres memberi kontribusi yang besar terhadap masalah tekanan darah tinggi, naiknya kolestrol, serta masalah penyakit yang berhubungan dengan jantung Selain itu stres mengakibatkan turunnya daya imun tubuh serta meningkatkan kadar kortisol, sehingga tubuh mudah terserang masalah peradangan. Stres juga salah satu yang mengakibatkan masalah diabetes (www.lifepositive.com). Journal of the American Medical Association meneliti bahwa kemarahan dan emosi yang tidak terkendali bisa merusak kesehatan arteri pada generasi muda. Sekarang kita sering menemukan
orang muda pun sudah terkena penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah. Apabila akhir-akhir ini kita membaca atau mendengar bahwa meditasi merupakan salah satu unsur makanan yang sangat sehat bagi mental kita, tidak ada salahnya Anda mulai belajar dan mempraktikkan meditasi. Karena meditasi dianggap sebagai ‘santapan sehat bagi mental’ yang mampu menyelaraskan tubuh dan pikiran. Keadaan yang harmonis antara pikiran dan tubuh tidak hanya memberi manfaat bagi diri Anda sendiri, akan tetapi juga memberi manfaat yang sangat positif bagi dunia Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc Dosen Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
23
Fasilitas Sekolah harus Memadai
Pendidikan adalah salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek pendidikan bagi siswa terpenuhi. Kedua aspek tersebut ialah pendidikan karakter dan pengetahuan umum. Belakangan ini, publik sedang diramaikan oleh wacana sekolah sehari penuh atau Full Day School (FDS) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Wacana tersebut menuai anggapan miring di kalangan masyarakat. Akan tetapi kepala SMA Laboratorium Undiksha Drs. Wayan Sukarta, M.Pd., menyikapi usulan tersebut dengan sangat bijaksana.
M
enurutnya, waca n a s eko la h sehari penuh tersebut harus memerhatikan dua sisi antara kedekatan anak dan orangtua dan kesibukan orangtua. Anakanak diharapkan tidak sendirian dan tidak liar di luar sekolah ketika orangtua mereka melakukan aktivitas bekerja. Secara spesifik anak-anak mendapat pengawasan untuk mengerjakan tugas pembelajaran di sekolah, dan tidak bertindak menyimpang sampai dijemput orangtuanya. “Full day school akan sangat bagus diterapkan jika memang kondisinya orangtua sibuk bekerja sehingga pengawasan terhadap anak berkurang,” paparnya. Penerapan perpanjangan jam sekolah yang lebih mengarah kepada pendidikan karakter siswasiswi tingkat SD dan SMP untuk negeri dan swasta ini rupanya tidak sepenuhnya bisa terapkan. Meskipun baru hanya sebatas rencana disosialisasikan, Sukarta mengatakan perlu dikaji mendalam sebab tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai. “Jika hal itu diterapkan, maka sekolah harus menyiapkan jadwal dengan baik, sarana harus dipersiapkan dan fasilitas yang ada juga harus baik sehingga full day school tidak mubazir,” jelasnya. Melihat kondisi sekolah yang ada Indonesia, menurutnya hal tersebut tidak dapat berlaku untuk semua sekolah di seluruh Indonesia. “Tidak bisa disamakan antara sekolah di kota dan di desa,” tambahnya. Oleh sebab itu, aturan sekolah sehari penuh lebih cocok diterapkan di sekolah yang letaknya di tengah kota.
di kelas, melalui kegiatan OSIS, dan ekstrakulikuler yang ada di sekolah,” tegas Sukarta.
Dr. Nyoman Jampel, M.Pd
Pria kelahiran 28 Januari 1962 tersebut mengatakan sekolah yang ada di desa akan terkendala oleh fasilitas. Namun, jika wacana tersebut benar-benar direalisasikan, pihaknya mengaku siap melaksanakan aturan sekolah sehari penuh tersebut. “Sekolah Lab ini kan ada jenjangnya dari TK sampai SMA dan fasilitas di sekolah ini juga memadai,” ujarnya. Akan tetapi, penerapannya tidak dapat diberlakukan untuk semua kalangan siswa. “Kalau anak TK rasanya belum cocok begitu juga tingkat SD,” tambahnya. Ia mengatakan guru-guru di sekolahnya tetap menerapkan pendidikan karakter meskipun belum menerapkan aturan sekolah sehari penuh. Menurutnya, peran guru tidak hanya sebagai pendidik melainkan juga pembentuk karakter siswa. “Pendidikan karakter kami selipkan dalam pembelajaran
POLA PENGAJARAN GURU Sementara itu, Rektor Undiksha Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., menilai, full day school belum tepat dilakukan di tingkat daerah semisal Buleleng. Di tingkat pusat pun full day school sendiri tidak serentak diterapkan melainkan dilakukan proyek percontohan kepada peserta didik. Hal ini dikarenakan, program yang dicetuskan Mendikbud masih perlu dikaji dengan melihat budaya dan lingkungan di suatu daerah. “Jika ternyata pertimbangan menghindari tindakan meny-
Drs. Wayan Sukarta, M.Pd
impang siswa lalu dibuat suasana belajar menyenangkan dan jam pulang sekolah rencananya akan disamakan dengan jam pulang bekerja, Ide tersebut masih membutuhkan masukan lebih jauh sebelum diterapkan ke seluruh sekolah di daerah,” paparnya. Menurut Rektor lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut full day school tidak dalam artian 24 jam berada di sekolah tetapi kemungkinan sampai jam pulang kerja orangtua saja.
Ia menegaskan, pembentukan karakter siswa tidak hanya perkara lama waktu belajar siswa melainkan tergantung dari pola pengajaran yang dilakukan oleh guru masing-masing mata pelajaran. “Bagaimana supaya terdapat suasana belajar nyaman. Mengacu kepada Kemendikbud terdahulu, dari tingkat TK sampai SMA, bila diciptakan sekolah sebagai taman menyenangkan, ini menjadi konsep full day school walaupun tidak ada interaksi guru bersama siswa,” imbuhnya. Namun, Jampel berpendapat usulan dilontarkan Kemendikbud baru akan dikaji dan belum diterapkan. “Ya ini kan baru kajian, konsep atau wacana. Kemungkinan perlu dikaji lebih dalam. Kalau dipikir 24 jam belajar kan tidak mungkin. Pengetahuan itu bisa saja didapat siswa-siswi dari lingkungan masyarakat, orangtua dan tokoh masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. Dia menambahkan, lingkungan menjadikan anak-anak didik cerdas dan terdidik. Kondisi lingkungan masyarakat ikut mempengaruhi pola pemikiran anak. “Kalau anak sudah baik dari awal dan lingkungan terbaik kemudian bisa menyenangkan,” tambahnya. –Wiwin
Perlu Pilot Project Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengubah sistem pendidikan di Indonesia menjadi full day school, mendapat tanggapan dari banyak pihak. Kadis Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani mengatakan, terkait wacana full day school, banyak hal yang menjadi dasar atau kajian sebelum sistem ini diberlakukan. Menurutnya, harus ada pemetaan yang jelas dan mendalam tentang wilayah Indonesia terlebih dahulu. “Kita harus melihat wilayah Indonesia. Tidak semua wilayah sama, ada yang di perkotaan, di perdesaan, dan di daerah perbatasan, dengan jarak tempuh ke sekolah ada yang dekat, sedang, bahkan perlu perjuangan untuk sampai ke sekolah. Apalagi, siswa akan berada mulai pukul 07.00 sampai 16.00 di sekolah, kita juga perlu melihat, bagaimana kondisi sekolah,” ucapnya. Selain itu, harus melihat juga dukungan sarana dan prasarana sekolah, termasuk halaman yang memadai, karena ini yang disasar anak SD, SMP, dan SMA, yang waktunya tak sepenuhnya belajar. “Perlu diimbangi juga dengan bermain karena ini berkaitan dengan usia tumbuh kembang anak,” katanya. Ia mengatakan, apakah kondisi sekolah di Indonesia sama? Tentu tidak. Menurutnya, Indonesia perlu punya pemetaan sebagai
TIA Kusuma Wardhani
syarat utama sehingga bisa dicek, yang mana sekolah dianggap siap dan yang mana yang tidak siap. Selain sarana dan prasarana, perlu juga melihat dari SDM guru. “Apakah guru sudah siap memfasilitasi siswa dari pukul 07.00 s.d. 16.00? Kondisi saat ini jumlah guru terbatas dan sebagian tenaga kontrak. Ini bagaimana?” kata TIA Kusuma Wardhani. Kalau ada penambahan jam belajar, apakah diisi dengan belajar? Tentu jawabannya tidak. “Yang harus ditambahkan, ekstrakurikuler. Ada lagi pertanyaan, apakah kita sudah memiliki guru yang sesuai, tidak mencari orang asal ada kita pasang, kebutuhan apa yang harus diberikan selama anak-anak berada di sekolah, ini yang harus
diperhatikan,” tegasnya. Ia menilai, kondisi anak tidak semua dari ekonomi berkecukupan. Karena siswa akan berada di sekolah mulai pukul 07.00 s.d. 16.00, tentu ada makan siang. Samakah makanan siswa kita? Mungkin ada yang makannya mewah, atau sederhana. Kalau mau pesan di kantin, apakah kantin siap melayani. Misalnya dengan 1000 siswa, tentu kewalahan juga. Sebaiknya ada kajian terlebih dahulu agar bisa dilakukan pemetaan. Intinya, harus ada ada pilot project, yakni satu sekolah yang dijadikan role model, sehingga bisa dilihat, apakah sekolah bisa mempertanggungjawabkan dengan baik kepada orangtua karena waktu anak lebih lama di sekolah. Mampukah sekolah mengantarkan anak-anaknya menjadi lebih baik dengan jam waktu anak yang lebih lama di sekolah. Ia memberi contoh, kalau di daerah perdesaan, jarak tempuh ke sekolah bisa sampai dua jam. “Kalau pulang pukul 16.00, sampai di rumah sudah malam, ini berisiko tehadap keselamatan dan keamanan anak. Siapa yang akan mengantarkan anak-anak ini. Kalau mereka miskin, tentu orangtua mereka tak bisa mengantar. Termasuk, anak-anak yang sepulang sekolah harus membantu orangtuanya bekerja, agar bisa tetap sekolah,” kata TIA Kusuma Wardhani. –Wirati Astiti
24
Sudut Pandang
Edisi 915/ 22 - 28 agustus 2016
Hanya beberapa hari setelah dilantik sebagai Menteri Pendidik an dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy langsung me luncurkan gagasan baru terkait dunia pendidikan, yakni “full day school’”. Anak akan berada seha rian di sekolah mulai dari pukul 6.30 hingga 17.00. Waktu yang ditambah bukan jam pelajaran pokok tapi jam kegiatan ekstra kurikuler. Ade Pujiati pengelola SMP Ibu Pertiwi
Kelamaan di Sekolah Membuat Anak Jenuh
M
enurut Menteri, muatan ekstrakurikuler usai jam pelajaran di sekolah diarahkan untuk membangun karakter peserta didik melalui beragam kegiatan sesuai minat dan bakat siswa, seperti olah raga, seni, sastra, pendidikan kerohanian, dll. Gagasan ini kontan menimbulkan kontroversi di masyarakat. Banyak yang menolak karena dianggap membebani murid, meski disebutkan bahwa penambahan waktu itu untuk kegiatan ekstrakurikuler. Banyak pihak berpendapat bahwa terlalu lama anak di sekolah, apalagi mengikuti kegiatan meski kegiatan ringan, akan membuat anak jenuh. Dan, ini justru berdampak tidak baik bagi si anak. Penolakan terhadap konsep full day school semakin kencang berhembus, bahkan muncul petisi penolakan konsep tersebut di laman www.change.org. Petisi yang digagas oleh Deddy MK, orangtua murid, hingga Jumat (19/8) telah mencapai 42.568 pendukung, dibutuhkan 7.432 pendukung lagi untuk bisa mencapai 50.000 dukungan untuk disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan pihak-pihak terkait. Ternyata penolakan bukan hanya dari kalangan orangtua murid saja tapi juga sejumlah sekolah swasta, salah satunya adalah sekolah SMP ‘Ibu Pertiwi’ yang dikelola
oleh Ade Pujiati. Menurut Ade, ia menolak keras gagasan tersebut. “Saya kira sekolah kami tidak akan ikut program full day school, karena terlalu memberatkan anak didik,” tegas Ade. Setiap hari, katanya, murid sekolahnya pulang antara pukul 15.00 hingga 15.30. Waktu belajar akademik pukul 07 sampai 13.00 WIB. Selanjutnya bagi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, melanjutkan sampai pukul 15.00 atau paling lama 15.30. Sedang murid yang tidak mengikuti kurikuler, mengerjakan tugas-tugas sekolah. “Mereka mengerjakan tugas sekolah seperti PR , dll, di sekolah. Jadi di rumah mereka bisa istirahat atau beraktivitas lain,” katanya. Jadi katanya, jika waktu di sekolah akan diperpanjang hingga pukul 17.00, ia mengaku sangat keberatan karena yang sudah dilakukan sekarang pun sudah dianggapnya maksimal. Terlalu lama di sekolah pun tidak baik bagi anak. “Mereka perlu aktivitas lain,” katanya. Dia berharap rencana itu dipertimbangkan lagi. Harus diingat bahwa pukul 17.00 hampir malam, sementara Jakarta pada jam –jam seperti itu sangat macet. “Lalu bagaimana anak-anak yang rumahnya jauh, jam berapa dia sampai rumah? Mungkin tiba di rumah pukul 18.00 atau 18.30, itu kan sudah malam. Bagaimana keamanannya? “ kata Ade dengan suara meninggi.
Murid SMP Ibu Pertiwi sedang belajar
Bagi Ade masalah beban psikologis terhadap anak serta faktor keamanan menjadi pertimbangan dirinya menolak tegas wacana tersebut. “Kalau soal makan, itu tidak masalah. Tidak seperti sekolah lain yang tidak menyediakan makanan pada muridnya, tapi di sekolah kami disediakan makan pagi dan siang. Tapi kalau harus menambah jam pendidikan, rasanya tidak mungkin,” katanya. Hal berbeda diungkap oleh
Kepala Sekolah SDN Taman Sari, Sutini. Menurutnya itu baru sebatas wacana. Namun, kalau memang telah menjadi keputusan maka sekolahnya siap melaksanakan. Sarana dan prasaran yang dibutuhkan pun, tambahnya, sudah pasti akan diupayakan untuk siap mendukung program tersebut. “Kalau memang nanti diputuskan harus dijalankan, ya kami siap. Tapi saya belum tahu bentuknya seperti apa, programnya sepertia apa. Nanti kalau sudah diputuskan, pasti akan ada surat edaran yang berisi petunjuk pelaksanaan dan program-program yang bakal dijalankan,” ucapnya. CURHAT GURU, BEBAN GURU Penolakan juga muncul dari kalangan guru PNS. Meski mereka tak berani menyuarakannya secara terbuka khawatir kariernya terancam. Seorang guru yang menolak disebut namanya mengaku teman-temannya di kalangan guru PNS keberatan dengan gagasan Mendikbud. Karena itu bukan saja membebani murid tapi juga membebani para guru. “Saya rasa ide itu kurang bagus bagi anak-anak. Terlalu lama di sekolah membuat anak-anak jenuh, meski untuk melakukan kegiatan sifatnya menggembirakan. Di sisi lain, apapun namanya, ini akan memberi beban bagi anak-anak. Kan kasihan mereka, secara psikologis itu kurang baik,” ungkapnya. Selama ini, ungkapnya, sekolah dasar negeri tempat dimana dia mengajar memulai pelajaran
pukul 06.30 WIB dan baru berakhir pukul 13.00. Bagi murid yang mengambil kegiatan ekstrakurikuler tertentu seusai belajar akademi, mereka melanjutkan ekstrakurikuler dan baru selesai pukul 15.00. “Dalam satu minggu ada tiga hari untuk ekstrakurikuler, seperti pramuka, merawis dan drum band,” katanya. Nah di luar itu, anak-anak pulang sekolah pukul 13.00. Menurutnya, sembari memberi contoh dirinya, setiap hari sudah berada di sekolah pukul 06.00 atau setengah jam sebelum mulai belajar. “Nah kalau anak-anak hanya tiga hari dalam seminggu pulang pukul 15.00, beda dengan guru. Kami setiap hari pulang pukul 15.00, sekalipun tidak ada kegiatan ekstrakurikuler. Selama di sekolah kami mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pendidikan anak,” tambahnya. Kalau full day school diberlakukan artinya para guru pun harus berada di sekolah sampai pukul 17.00. Hal itu sungguh memberatkan. “Guru juga manusia. Guru juga punya keluarga. Bagaimana nasib keluarga kami. Anak saya tiga, yang masih membutuhkan bimbingan. Kalau saya mulai berangkat dari rumah pukul 05.30 lalu kembali pulang ke rumah pukul 18 atau 18.30, bagaimana waktu untuk anak-anak saya. Karena sampai rumah saya sudah sangat lelah. Jadi kami mohon agar ide ini dikaji kembali. Jangan hanya melihat dari sisi murid tapi tolong dilihat juga dampaknya bagi guru,” ucapnya sembari menambahkan dirinya berdoa agar rencana ini tidak jadi terlaksana. -Diana Runtu
Belajar Mengatur Waktu Wacana Menteri Penguna. Begitu juga dengan si didikan dan Kebudayaan anak merasa nyaman, tidak untuk memperpanjang stres dan tetap mampu jam sekolah bagi para menyerap pelajaran dengan siswa hingga sepanjang baik. Buktinya hingga saat hari disambut beragini Devi tercatat sebagi am oleh para siswa dan siswa berpretasi, ia menorangtua mereka. duduki posisi Juara Umum Salah satu orangtua 3 di Jurusan IPS. murid Ida Ayu Nyoman Bahkan lanjut Dayu, Suryati (47), berkomenkalau ada kegiatan atau tar selama sistem full day event yang cukup besar, dan school, tujuannya bagus Devi ikut di dalamnya, hari untuk pendidik siswa, Minggu pun ia ke sekolah. dan siswa tidak jenuh dan Seperti saat akan diadatetap bisa optimal dalam kannya acara jurnalistik mengikuti pemelajaran nasional, maka Devi dan tidaklah masalah. teman-temannya cukup Seperti yang dijalani sibuk melakukan persiapan Dayu dan putrinya oleh putrinya Ni Putu dan ini berarti waktunya di Ayu Deviyanti, siswa kelas XII/ IPS di SMA Negeri sekolah lebih panjang bahkan bisa sampai menje3 Denpasar. Devi tercatat aktif mengikuti ekstra lang malam. Begitu juga usai acara mereka kembali jurnalistik dan Optimasi Ekonomi. Karenanya, ia membereskannya. Dan, sesekali ada juga kegiatan cukup sering berada hampir seharian di sekolah, yang diluar sekolah, misalnya saat ada lomba meski tidak setiap hari. pemutaran film, maka mereka mengikutinya di Dayu menuturkan kalau Devi, biasa berangkat Pusdok (pusat dokumen daerah). ke sekolah pukul 6.30 dan belajar sampai dengan Ia juga melihat jika sistem bersekolah sepapukul 14.00. Namun, setelah itu sering langsung njang hari diberlakukan banyak memberikan ada tambahan kegiatan di sekolah. Bahkan sesekali kesempatan kepada sekolah untuk menanamkan juga pulangnya malam, terutama saat ada kegiatan pendidikan karakter kepada peserta didik. Disatau event dan Devi tercatat sebagai panitia atau amping itu, full day school ini bukan berarti para terpilih bertugas menjadi presenter di kegiatan siswa belajar selama sehari penuh di sekolah. Projurnalistiknya. gram ini , mungkin masuk ekstakurikuler yang meDikatakannya ia tidak khawatir karena sangat mastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-kegiatan mengenal putri sulungnya ini, dan mereka selama penanaman pendidikan karakter, kepribadian dan ini satu sama lainnya sangat terbuka. Mengingat mengembangkan potensinya. pula kegiatan yang diikuti memang kegiatan yang Bagi Dayu, semua aktivitas yang memerlukan sudah diketahui atau ditetapkan sekolah untuk waktu cukup panjang ini, positif yang bisa menjadi menjadi pilihan ekstra bagi murid-muridnya. bekal bagi anak dalam memilih karier ke depanSelama ini juga kata ibu dua anak ini, ia melihat nya, termasuk mengajarkan anak-anak bagaimana kegiatan yang dilakukan putrinya positif dan bermengatur waktu yang baik. -Sri Ardhini
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id