24
Sudut Pandang
Edisi 911/ 25 - 31 Juli 2016
Permainan tradisional saat ini memang sudah sangat jarang sekali didengar, apalagi untuk anak-anak yang tinggal didaerah perkotaan. Padahal permainan tradisonal merupakan aktivitas sosial yang menyenangkan, melatih fungsi kognitif, dan juga membakar kalori. Keberadaanya yang mulai disisihkan membuat anak-anak tidak mengenal berbagai macam permainan tradisional atau bahkan tidak bisa memainkan permainan tradisional tersebut. Hal ter sebut disampaikan oleh Gede Suardana, S.Pd.,M.Si,.
S
ebagai orangtua, ia mengaku bahwa tidak selalu memiliki waktu luang untuk menemani kedua putrinya bermain. Ditengah kesibukannya se-
Pilih Permainan yang Edukatif
bagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng, ia meluangkan hari liburnya untuk mengajak anaknya melakukan permainan yang dapat mempererat hubungan kekeluargaan. Akan tetapi, sebagai orangtua ia harus dapat memilihkan permainan yang baik untuk anak. Permainan yang baik bagi anak adalah permainan yang dapat mengolah fisik dan dan pikiran anak secara aktif serta mampu meningkatkan logika anak secara baik. Logika yang baik akan menjadi bekal anak ketika dewasa, paparnya. Ia sadar benar jika saat ini anakanak lebih suka permainan yang instan dan pasif (tidak membutuhkan banyak gerak). Meskipun anaknya tidak begitu tertarik dengan permainan tradisonal, namun sebagai ayah ia berusaha mengenalkan permainan yang manfaatnya tidak jauh berbeda dengan permainan tradisional. Menurutnya, anak-anak saat ini harus dikenalkan dengan permainan yang lebih modern dan kekinian akan
Gede Suardana bersama anak
tetapi tidak melupakan sisi edukatifnya. Selain bertujuan untuk memberi hiburan, sebuah permainan juga harus dapat digunakan sebagai sarana belajar. Contohnya saja bermain layang-layang melatih anak mengenal bentuk, bermain sepeda melatih anak fisik dan mental anak, bermain cingklak (batu) melatih motorik kasar dan logikanya, jelas pria kelahiran 5 Desember 1979 tersebut. Bahkan suami dari Ni Putu Rahayu ini sengaja mengenalkan anak kepada hal-hal yang dapat meningkatkan kemandirian anak. Saya lebih suka mengajak anak bermain di halaman bahkan di luar rumah. Bahkan saya mengajak anak untuk memasak, membersihkan rumah dan mencuci bersama. Hal tersebut sangat bagus untuk kemandirian seorang anak, imbuhnya. Terbilang cukup sibuk dalam pekerjaan, namun Suardana sangat berusaha memenuhi waktu untuk bermain ketika libur. Melalui hal tersebutlah orangtua secara tidak langsung dapat mengajari anaknya. Bermain itu adalah cara belajar yang paling baik bagi anak-anak usia dini sehingga anak-anak akan manjadi cerdas dalam belajar, tambahnya. Ditengah gempuran tekhnologi, ayahanda dari Putu Eva Shanti (9) dan Kadek Kirana Shanti (6) tidak memfasilitasi kedua anaknya smartphone atau tablet sehingga anak-anak tidak mengenal game online. Meskipun terbilang modern akan tetapi ia tidak yakin jika permainan digital tersebut dapat bermanfaat secara edukatif bagi anak. Jika anak ingin menggunakan gadget saya berusaha mendampinginya sehingga bisa memberikan penjelasan kepada anak, tambahnya. Suardana berusaha menjauhkan anak-anak ketika ingin bermain dengan ponsel apalagi jika digunakan untuk bermain game online. “Game online merupakan hal yang dapat dipelajari anak-anak pada usia berapapun. Namun, mengajak
anak bermain di halaman maupun di luar rumah hanya bisa dilakukan saat mereka kecil, tandasnya. Sesuaikan dengan Usia dan Karakter Anak Sebagai masyarakat yang tinggal di perkotaan, gaya hidup dan aktivitas yang dilakukan juga mengikuti masyarakat modern. Tidak terkecuali dengan pilihan permainan yang disukai oleh anak-anak kota. Anak-anak lebih menyukai permainan yang sering dilihat dan ditonton di media elektronik, sedangkan permainan yang ada sejak dari dulu kurang mendapat minat. Hal tersebut yang disampaikan oleh I Gede Kurniawan Wisesa. Sebagai orangtua ia bukannya tidak mencoba untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak, akan tetapi setelah dikenalkan anaknya kurang meminati permainan tersebut. Sudah sempat dicoba, tapi kalah soalnya sering nonton TV sering nonton kartun jadi mereka lebih senang itu, jelasnya. Kurang diminatinya permainan tradisional oleh anak zaman sekarang dikarenakan dalam permainan tradisional memerlukan pemain lebih dari satu orang. Biasanya kan beregu kalau di rumah anak-anak gak ada diajak main jadi mereka ga bisa memainkan permainan tersebut, imbuhnya. Tetapi, jika disekolah karena ada teman bermain, anak-anak mesti dikenalkan terhadap permainan tradisional. Menurut musisi itu, sebuah permainan dikatakan baik jika sudah sesuai dengan usia dan karakter anak. Anak yang masih berusia dini memang harus dikenalkan pada permainan yang memiliki muatan belajar. Dulu permainan mekring-kringan merupakan permainan yang mengajarkan anak menghitung dan juga olahraga karena ada lari-larian, tambahnya. Di rumah, Gede lebih suka me
I Gede Kurniawan Wisesa
ngajak anaknya bermain tebak-tebakan karena dapat melatih cara berpikir anak dan kuda-kudaan karena mengajak anak bergerak aktif. Waktu bermain bersama anak memang tidak selalu dimiliki, sehingga ia tidak menampik anak lebih suka menghabiskan waktu bermain sendiri dengan mendengarkan lagu anak-anak melalui youtube. Meskipun anak lebih suka menonton kartun melalui youtube akan tetapi Gede selalu mengarahkan anak agar tidak menonton hal yang memberi pengaruh kurang baik. Saya yang harus mengarahkan, lagian sekarang sudah ada kartun yang bisa sambil belajar menghitung misalnya, tambah ayah dari Putu Sandat Aira Kurniawan tersebut. Pria kelahiran 2 Juni 1984 tersebut tidak menyangkal jika kesukaan anaknya terhadap kartun memiliki dampak yang kurang baik. Sandat panggilan buah hatinya akan sulit diminta untuk tidur jika sudah asyik menonton kartun sehingga ia akan tidur kemalaman. Kalau sudah malam kadang-kadang harus dimarahi dalam artian diberitahu baru mau tidur, ungkapnya. maka dari itu, pengawasan yang ekstra ketat ketika anak bermain dengan gadget harus dilakukan orangtua. -Wiwin
Empat Pelukan untuk Anak maan merupakan sebuah wujud penting dalam membina keharmonisan keluarga. Dengan bisa menyediakan waktu bersama anak dan keluarga, akan memberikan dampak pengaruh positif terhadap pertumbuhan perkembangan fisik dan mental serta kecerdasan anak. Orangtua yang bisa meluangkan waktu untuk anaknya, secara psikologis membuat anak mengalami perasaan aman (secure) terhadap orangtuanya (secure attachment). Sementara ada sebagian kecil yang mengembangkan perasaan tidak aman (insecure). Anak yang secure cenderung berkembang lebih sehat mental dibandingkan anak insecure. Anak yang secure terbukti mampu memecahkan masalah dengan lebih baik, lebih kreatif, menunjukkan lebih banyak emosi positif, lebih bisa bergaul karena lebih sensitif kepada teman-temannya, lebih banyak inisiatif dan lebih mampu menjadi pemimpin, lebih semangat belajar sehingga cenderung lebih berprestasi, dan masih banyak kelebihan positif lain. Di tengah kesibukan bekerja, Bunda Agus mengatakan, setidaknya orangtua bisa meluangkan waktu yang berkualitas sehingga kebersamaan terjalin baik, jasmani dan rohani. “Dengan waktu yang berkualitas, walau hanya 10 menit dapat memengaruhi proses tumbuh kembang seorang anak serta perilakunya di masa depan,” tegasnya. Lakukan dengan memberi pelukan pada anak, sebab pelukan merupakan salah satu ungkapan kasih sayang dan dapat mempererat kedekatan antara anak dan orangtua. Setidaknya berilah
anak 4 pelukan setiap harinya. Contoh mudahnya berikan pelukan kepada anak pada saat akan tidur, saat bangun tidur, berangkat sekolah/kerja, dan sepulang sekolah/kerja. BERMAIN BERSAMA Bermain bersama anak bisa menjadi salah satu kegiatan bersama. Banyak permainan yang dapat dimainkan bersama oleh anak dan orangtuanya. Contohnya saja bermain peran seperti tamu-tamuan, masak-masakan, atau dokter-dokteran. Orangtua juga dapat bergabung dengan anak saat ia main menggambar, mewarnai, menggunting, menempel dan lainnya sembari mengarahkan dan membiarkan imajinasinya semakin berkembang. Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua, di antaranya, menjadi teman berbagi. Cobalah untuk memosisikan diri tak hanya menjadi orangtuanya, tetapi juga sebagai teman baik dan sahabat bagi anak. Saat ia melihat orangtuanya sebagai sahabat baiknya, maka anak bisa mencurahkan perasaan, mengadu, atau bercerita tanpa rasa malu dan segan. Berikutnya, berkomunikasi dan mengobrol bersama anak. Tidak sedikit para orangtua yang tidak mengajak ngobrol anak-anaknya saat mereka melakukan aktivitas bersama. Padahal obrolan-obrolan kecil dapat membuat ikatan antara orangtua yaitu ayah-ibu dan anak semakin erat. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan bermain untuk tumbuh kembang anak. Dengan bermain bersama,
anak dan orangtua dapat bereksplorasi dan hal tersebut meningkatkan kemampuan kognitif dan bahasa pada anak. “Interaksi dengan orangtua bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” tegasnya. Bisa juga dengan bermain puzzle. Melengkapi puzzle bisa membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak, bermain peran pura-pura sebagai petualang, untuk melatih kemampuan emosional anak sekaligus melatih kemandirian dan kemampuan sebagai individu. Permainan tersebut dapat mengasah kemampuan kognitif anak, melatih daya tangkap, kemampuan berpikir, mengasah kreativitas, hingga kemampuan bersosialisasi. “Harapan saya sebagai orangtua dan psikolog, anak dan orangtua bisa menjadi teman, partner, sahabat orangtua bagi putraputri kita,” harapnya. –Inten Indrawati
Bunda Agus Psikolog
“Hadiah terbaik untuk buah hati adalah waktu Anda untuknya. Sisihkan sejenak dan kita mulai dengan mengantarkannya di Hari Pertama Sekolah”. Demikian SMS dari Kemendikbud, yang menjadi viral di media sosial. “Benar, bahwa hadiah yang terbaik untuk buah hati adalah waktu, tepatnya waktu yang berkualitas. Meluangkan waktu namun tidak berkualitas sama juga bohong. Dekat fisiknya namun jiwanya terpisah, jadi hampa,” jelas Bunda Agus Psikolog, menanggapinya. Salah satu investasi waktu terbaik dan yang paling bijaksana adalah meluangkan waktu bersama keluarga. Demikian ditegaskan, owner Home Schooling Madia Center ini. Hal tersebut dikatakannya merujuk pada banyaknya penelitian yang menunjukkan bahwa orangtua yang sering meluangkan waktu bersama anak-anaknya seperti saling bercerita, mendengarkan dan menjawab pertanyaan mereka, maka prestasi anak-anak akan jauh lebih baik dibandingkan yang tidak. “Sebab, keluarga adalah faktor penentu dasar akar dari tumbuh kembangnya generasi penerus. Apalagi di era modern seperti sekarang, dengan segala perkembangan teknologi yang ada, kebersamaan dan komunikasi dengan keluarga menjadi hal yang sering terabaikan,” ujarnya. Banyak orang kini tenggelam bersama gadget dan smartphone masingmasing hingga akhirnya membatasi kebersamaan yang sebenarnya dapat dijalin bersama keluarga. Kebersa-
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
GORO-GORO Rusmini baru kembali dari Jakarta. Oleh-olehnya cerita. “A m i , a k u Putu Wijaya sempat nonton tari Bali di Jakarta,” kata Rusmini, “Tapi bukan ditarikan oleh orang Bali. Penari-penarinya dari berbagai daerah. Anak kecil, remaja dan para ibu yang belajar di kursus tari Ibu Bulan Trisna.” Rusmini tidak memberikan penilaian pada pergelaran. Ia menceritakan kejadian kecil yang membuatnya heran. “Pada salah satu nomor tarian, 4 orang wanita, guru legong, menampilkan tari latihan perang. Di tengah tarian, tiba-tiba tape yang mengiringi tari terputus. Gamelan hilang, tapi dengan cepat ibu Bulan
menirukan suara gamelan dan para penari melanjutkan tarinya dengan bagus. Tak kehilangan semangat dan sama sekali tak terpancar ekspresi kecewa di mukanya.” “Nah, yang membuatku heran, ada penonton yang terkejut melihat itu. Tapi dia tidak mengeritik insiden itu sebagai tanda kurang rapinya persiapan. Tidak. Dia malah memuji itu setinggi langit sebagai tanda bahwa kesenian itu bukan pertunjukan yang steril seperti dikenal budaya Barat, tetapi adalah peristiwa bersama yang akrab, yang dalam kesederhanaannya ada aroma spiritual.” Amat tertegun mendengar cerita Ami. Lalu bertanya siapa itu Rusmini. Tapi sebelum Ami menjawab, Amat mengoreksi pertanyaannya.
Ekspresso
bulan
“Maksud Bapak, siapa orang yang mengatakan kesalahan itu bagus?” “Kata Rusmini, baru kenal di situ.” “Apa komentar Rusmini terhadap komentar itu?” Ami berpikir. “Ya, menurut si Rusmini, ia setuju!” “Dan kamu sendiri, setuju?” Ami berpikir lagi. “Sebagai orang Bali wajar Rusmini mencoba menutupi kekurangan pertunjukan sesama orang Bali. Tapi saya merasakan apa yang dikatakan orang itu mungkin ada benarnya.” “Apa benarnya?” “Benarnya, karena daripada tarian dihentikan kan lebih baik dilanjutkan sesuai dengan konsep desa-kala-patra. Ya kan, Pak?!”
Amat tersenyum. “Bapak kok senyum?” “Karena kamu seperti temanmu si Rusmini itu. Mau membela Ibu Bulan sebagai sesama Bali dengan alasan desakala-patra.” “Lho apa salahnya?” “O, tidak ada yang salah. Tapi tanpa dikaitkan dengan desa-kala-patra pun pujian itu betul. Ibu Bulan itu putri almarhum Dokter Djelantik, yang sudah lama tinggal di luar Bali. Jadi beliau ada jarak yang bukan menjauhkan, tapi justru mendekatkan beliau pada Bali.
Tapi bukan kepada jasmani Bali tapi esensinya. Tari Bali klasik itu, sejatinya bukan sekedar megal-megol, tapi gerak batin, jadi sebenarnya sakral. Tari Bali klasik sudah mengandung irama dalam geraknya. Tanpa gamelan pun sudah jadi. Sebaliknya memang ada kreasi baru, karena bukan gerak batin, cacad kalau tidak diiringi gamelan. Orang yang memberi komentar pada Rusmini itu pasti orang Bali yang sudah lama jauh dari Bali, sehingga menangkap esensi Bali.” Ami tercengang kagum. “Bapak kok tahu?” Bu Amat muncul langsung nimbrung. “Sebab itu Pak Ngurah, teman Bapakmu, Ami. Kemarin suratnya datang menceritakan semua itu!”
Manfaat Susu untuk Kecerdasan Susu merupakan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi, karena mengandung hampir semua zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, reproduksi, sumber energi, kesehatan, kecerdasan serta daya tahan tubuh. Boleh dikatakan susu merupakan bahan pangan yang hampir sempurna, karena selain mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, rasio masing-masing nutrisi tersebut seimbang, dan mudah diserap di dalam saluran pencernaan. Sebagai bahan pangan tunggal susu mengandung nutrisi esensial dalam jumlah signifikan dibandingkan dengan jenis bahan pangan lainnya. Status susu amatlah strategis, mengingat susu akan selalu dibutuhkan dari dahulu sampai dimasa depan, dari bayi sampai usia tua dengan fungsinya yang berkembang sesuai dengan usia konsumen. Dari sudut pandang kimiawi, susu merupakan campuran kompleks dari protein, karbohidrat (laktosa), lemak, vitamin, mineral serta enzim, terdapat dalam perbandingan sempurna, dan dalam bentuk terlarut. Sedangkan dari aspek biologis, susu merupakan hasil pemerahan kelenjar mamma
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
sapi perah yang sehat yang diperoleh dengan pemerahan kontinyu dan sekaligus tanpa dikurangi dan ditambah zat apapun juga. Sampai saat ini sebagian besar susu yang dikonsumsi populasi di dunia berasal dari hasil pemerahan kelenjar mamma sapi perah yang sehat, sehingga untuk seterusnya yang dimaksud dengan air susu adalah air susu sapi, sedangkan susu yang berasal dari ternak mamalia lainnya dinamakan sesuai dengan ternak yang menghasilkannya. Misalnya susu kambing, susu kerbau, susu kuda, berturut-turut berasal dari pemerahan kelenjar mammae induk kambing, kerbau, kuda yang sedang laktasi/ menyusui anaknya. Produksi susu di dunia hampir 90,8% berasal dari susu sapi perah, 6% dari susu kerbau, 1,7% dari susu beri-beri dan 1,5% dari susu kambing. Rata-rata komposisi senyawa kimia yang menyusun susu normal adalah: 87,9% air, dan 12,1% bahan kering yang terdiri dari: 3,45% Lemak, 3,20% Protein, 4,60% Laktosa, 0,70% Mineral dan 0.15% enzim. Susu telah sejak dulu dijadikan sumber asupan yang menyempurnakan gizi untuk
Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc
kebutuhan tubuh yaitu empat sehat, lima sempurna. Atas kepentingan itulah, susu harus dikonsumsi karena manfaatnya yang penting untuk tubuh, sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Beberapa produk susu mengandung kalsium dan protein dengan tingkat tinggi, lebih dari kebutuhan harian yang terhadap zat ini. Bahkan produk olahan susu yang rendah lemak, seperti manfaat yogurt,kefir atau keju rendah lemak. Hanya secangkir yogurt plain tanpa lemak
misalnya, memberikan sepertiga dari asupan kalsium harian yang disarankan dari 17% estimasi asupan protein harian. Kalsium di dalam susu merupakan zat yang paling penting untuk kesehatan tulang. Kalsium tidak hanya baik untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak, namun demikian juga pada orang dewasa sangat dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah terjadinya resiko osteoporosis. Kalsium ini juga membantu menjaga gigi tumbuh dengan sehat dan mencegahnya berlubang. Penelitian yang dilakukan di Spanyol pada lebih dari 5.000 orang dewasa, pada mereka yang dilaporkan mengkonsumsi susu rendah lemak, 54% lebih kecil kemungkinannya terpapar tekanan darah tinggi selama periode dua tahun. Banyak orang yang meninggalkan susu pada program
dietnya. Padahal penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengkonsumsi susu rendah lemak atau susu skim, dapat menurunkan berat badan lebih dari mereka yang tidak mengkonsumsi susu. Gula susu, laktosa ternyata berpengaruh besar terhadap kecerdasan dan perkembangan otak.. Manusia memiliki kecerdasan lebih dibandingkan hewan karena ternyata ASI mengandung laktosa 55,5% lebih tinggi dari susu sapi, susu kambing. Susu dapat menjadi camilan sehat dengan menambahkan potongan manfaat buah-buahan ke dalam segelas susu untuk makan malam. Minum susu di akhir hari adalah salah satu cara yang baik, setelah penat seharian beraktivitas. Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc Dosen Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
23
Wisata Adventure lebih Disukai
Bekerja di luar rumah memang menjadi tantangan tersendiri bagi seorang ibu rumah tangga. Di satu sisi dia dituntut untuk memberi banyak perhatian dan waktunya untuk keluarga, di sisi lain ia harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Yang pasti akan ada yang dikorbankan. Biasanya, keluargalah, khususnya anak-anak yang waktunya menjadi berkurang untuk bersama sang ibu.
I
tu juga yang dialami Della Puspita sejak ia memutuskan untuk ‘come back’ ke dunia lamanya yakni dunia entertainment. Artis cantik yang namanya melambung berkat sinetron ‘Pernikahan Dini’, sempat lama vakum dari dunia hiburan Tanah Air karena mengurus keluarga. Namun tahun lalu ketika kedua anaknya, Don Aubrey Daisuke (11) dan Fara Miyako Emi Joana (7) sudah bisa ditinggal, dia pun kembali bekerja lagi. Yang pasti, ucap Della, garagara pekerjaan waktunya bersama keluarga, khususnya anak-anak menjadi tidak banyak. “Yah memang seperti itulah pekerjaan aku. Waktu bekerjanya tidak pasti, kadang lama di lokasi syuting dari pagi sampai sore bahkan malam. Jadi jangan kan waktu bermain bersama anak, waktu kebersamaan saja pun tidak banyak. Aku kan nggak bisa egois yang selalu harus menyediakan waktu untuk anak karena pekerjaan yang aku jalankan ini melibatkan orang banyak. Tentu mereka (pekerja lain) pun memiliki masalah yang sama
dengan aku,” ungkap wanita bernama asli Nisisari Henny Puspita ketika ditanya bagaimana ia sebagai wanita sibuk membagi waktunya untuk pekerjaan dan keluarga. Meski begitu, ujar istri dari Jocky Fernando, ini, ia mengaku punya trik tersendiri agar bisa tetap dekat dengan keluarga khususnya anak-anak. “Meski kurang tidur karena pulang kerja malam, aku pasti bangun subuh untuk sholat dan mempersiapkan anak-anak yang akan berangkat sekolah, juga bercakap-cakap dengan mereka. Biasanya aku menanyakan apa kegiatan mereka hari ini di sekolah, pelajaran-pelajaran apa saja, bagaimana tugas-tugasnya, dll. Atau, bercakap-cakap ringan tentang macam-macam hal. Itu biasanya dilakukan disela-sela persiapan mereka berangkat sekolah,” papar wanita kelahiran Malang 1981 ini yang pada Senin 18 Juli lalu, saat hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah libur panjang, menyempatkan diri mengantar anak-anaknya ke sekolah. Bukan sekadar mengantar, tapi Della juga
menunggui anaknya yang sedang mengikuti upacara bendera. Menurut Della, yang terpenting baginya, komunikasi dengan dua anaknya tetap terjalin. Meski jauh, dalam artian, dia di lokasi kerja sementara anak-anak di rumah atau sekolah, komunikasi tetap intensif. Itu sebabnya untuk anak pertamanya, Don, ia membekali ponsel. “Jadi setiap saat saya bisa komunikasi sekaligus memantau kegiatan dia, baik di rumah maupun di sekolah. Saya bisa tahu lingkungan dan juga pergaulannya. Kan di-HP ada fasilitas skype, jadi saya bisa lihat langsung keadaan dia di sana,” ungkapnya. Diakui Della waktunya yang tak banyak membuat ia juga tak bisa selalu menemani kedua anaknya bermain. “Boleh dibilang jarang (bermain) karena pekerjaan aku kayak gini. Jadi ya sesempatnya saja,” ujarnya. Tapi untungnya, kata artis yang memiliki suara merdu ini, meski dia sibuk bekerja, namun anak-anak selalu didampingi ayahnya.
Jangan Larang Anak Bermain Pengaruhnya terhadap Perkembangan Jiwa Anak
Kegiatan bersama juga bisa meningkatkan ikatan yang kuat antara orangtua dan anak. Dalam sebuah literatur disebutkan, bermain adalah cara alamiah bagi anak mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadari. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orangtua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuatnya menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikolog mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Bunda Agus mengategorikan bermain menjadi 2 jenis. Pertama, bermain aktif, yaitu anak banyak menggunakan energi inisiatif dari anak sendiri. Kedua, bermain pasif. Energi yang dikeluarkan sedikit, anak tidak perlu melakukan aktivitas (hanya melihat). Contohnya, memberikan support. Ciri-ciri bermain, selalu bermain dengan sesuatu atau benda, selalu ada timbal balik interaksi, selalu dinamis, ada aturan tertentu, dan menuntut ruangan tertentu. Bunda Agus mengatakan bermain berfungsi bagi anak untuk dapat melangsungkan perkembangannya. Ada 8 perkembangan disebutnya, yakni: 1) perkembangan motorik, yang membantu perkembangan gerak dengan memainkan objek
“Dibanding aku, papinya jam kerjanya lebih jelas. Dialah yang selalu menemani anak-anak di rumah maupun bermain. Jadi tetap ada salah satu orangtua yang mendampingi. Lagi pula anak-anak sepertinya lebih enjoy bermain sama papinya karena, kan,
D e l l a
P u s p i t a
maminya galak...hahahah,” tambah Della. Selain itu, anak-anak juga mendapat curahan kasih sayang dan perhatian dari dua neneknya (orangtua Della dan orangtua Jocky). “Kalau saya tidak bisa menemani anak bermain di akhir pekan, biasanya mereka ke rumah neneknya. Jumat pulang sekolah mereka ke sana dan Minggu pulang ke rumah,” tambahnya. Meski waktunya tidak banyak, tutur pemeran film ‘Surga Menanti’, dia tetap berusaha agar bisa sebanyak mungkin menghabiskan waktu dengan anak-anak. “Kalau waktunya sedikit, kami hanya ke mal, jalan-jalan sekaligus menemani anak bermain. Saya sebenarnya agak kurang suka ya main di mal karena anak-anak jadi kurang kenal lingkungan. Aku lebih suka bawa anak-anak bermain di alam terbuka. Makanya kalau pas dapat waktu liburnya lama misalnya tiga hari, kami pergi ke tempat-tempat di mana anak-anak bisa lebih mengenal alam. Wisata adventure itu aku sukai. Biasanya abis wisata alam, aku minta anak-anak untuk membuat tulisan. Aku minta mereka bercerita tentang kesankesan mereka dari perjalanan tadi. Jadi aku bisa tahu,” kata Della. -Diana Runtu
Lima komentar dari Fanpage Facebook Tokoh Menurut Anda permainan apa yang cocok untuk anak dan orangtua? Apa alasannya? Nyoman Suparwa Curik-curik. Alasan: Ada unsur nyanyi, olah raga, ketangkasan. Jadi komplit untuk anak-anak yang sedang pertumbuhan.
Anak-anak bermain lompat tali
tertentu, misalnya meraih pensil; 2) perkembangan kognitif, membantu mengenal benda sekitar (warna, bentuk, kegunaan); 3) kreativitas, yakni dengan mengembangkan kreativitas mencoba ide baru, misalnya menyusun balok; 4) perkembangan sosial, yang diperoleh dengan belajar berinteraksi dengan orang lain dan mempelajari belajar dalam kelompok; 5) kesadaran diri (self awareness), yakni bermain belajar memahami kemampuan diri kelemahan dan tingkah laku terhadap orang lain; 6) perkembangan moral, yakni interaksi dengan orang lain, bertingkah laku sesuai harapan teman, menyesuaikan dengan aturan kelompok. Contohnya, dapat menerapkan kejujuran; 7) terapi, bermain kesempatan pada anak un-
Foto: Gede Lila Kantiana
tuk mengekspresikan perasaan yang tidak enak, misalnya marah, takut, benci; 8) komunikasi, bermain sebagai alat komunikasi terutama bagi anak yang belum dapat mengatakan secara verbal, misalnya : melukis, menggambar, bermain peran. Beberapa faktor yang mempengaruhi aktivitas bermain adalah tahap perkembangan karena tiap tahap mempunyai potensi/keterbatasan. Faktor status kesehatan, karena ketika anak sakit,perkembangan psikomotor kognitifnya terganggu. Faktor jenis kelamin, lingkungan (lokasi, negara, kultur), alat permainan, intelegensia dan status sosial ekonomi. “Dari semua itu, masihkah para orangtua melarang anak untuk bermain?” tandasnya. –Inten Indrawati
Lovely Ecca Permainan Puzzle. Alasannya : Dengan bermain puzzle, anakanak dpt melatih kecerdasan motorik, kognitif, dan sosial yang pastinya berpengaruh dengan keterampilan hidup di masa dewasa. Bagi para orang tua seharusnya bisa meluangkan waktu untuk bisa bermain bersama anak-anaknya di sela-sela kesibukannya. Permainan yang dilakukan juga harus menyesuaikan umur anak. Permainan Puzzle ini jg selain menarik..anak2 jg dpt belajar dan mampu dgn cepat merespon bentuk2 apa yg terjadi setelah mereka bisa menyelesaikan permainan trsbut. Dgn permainan ini jg para orang tua bisa lebih dekat bersama buah hatinya. Smg bermanfaat. Sussy Adie CONGKLAK. Banyak hal positif yg bisa anak dapat dari permainan congklak ini. Bermain congklak, anak akan belajar lebih cermat, teliti dan punya strategi untuk memenangkan permainan. Anak juga akan belajar nilai-nilai kejujuran karena dalam bermain congklak anak dibiasakan untuk jujur saat menjalankan biji yang ada di genggaman tangannya. Ni Luh Wayan Purnami Petak Umpet. Karena bisa mengasah ketelitian dan kepekaan anak. Permainan petak umpet juga sangat populer dikalangan anak2. Wulan Budisetyani Semua permainan bisa saja cocok utk ortu & anak, asalkan sama2 menikmati permainan tsb. Mulai dari petak umpet sampe ular tangga, Atau main masak2an sampe main koboi2an, Semuanya cocok utk anak & ortu, syaratnya hanya satu, orang tua menikmati permainan itu dan anak juga merasa senang. Namanya juga bermain, faktor terpentingnya adalah rasa senang.
22
Sosialita
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Badan Pusat Statistik DKI Jakarta merilis data tentang jumlah warga miskin di Jakarta bertambah. BPS menyebut jumlah penduduk Jakarta yang miskin mengalami kenaikan 0,14 poin jika dibanding tahun lalu. Disebutkan, jumlah penduduk miskin pada bulan September 2015 mencapai 368.670 orang atau 3,61% dari total penduduk Jakarta. Maret 2016, jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 384.300 orang atau 3,75%. Artinya, ada peningkatan 15.630 orang atau meningkat 0,14 poin.
Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Bertambah
T
api data itu dibantah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Ia meragukan data yang dirilis BPS DKI Jakarta. Menurutnya, data-data tersebut tidak valid. Djarot khawatir bunyi data tersebut demikian karena tidak semua orang yang disurvei memiliki KTP DKI Jakarta. Sebagaimana diketahui, Jakarta dihuni bukan hanya oleh mereka yang ‘BerKTP’ DKI Jakarta tapi juga orang dari daerah lain. Yang dimaksud Djarot adalah para pendatang dari daerah (urbanisasi) yang tidak memiliki dokumen kependudukan Jakarta. “Saya tidak yakin data itu. Penduduk miskin pasti ada. Tapi data-data itu (BPS) juga termasuk orang-orang yang tidak ber-KTP Jakarta. Kami akan menanyakan hal ini ke BPS,” kata mantan Walikota Blitar itu. Dengan mengetahui data-data persis dari BPS Jakarta, kata Djarot, Pemda bisa mengambil langkah-langkah terkait penduduk miskin ini. Menurut laporan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi DKI Jakarta, Sri Santo Muliatinah, Garis Kemiskinan (GK) bulan Maret 2016 sebesar Rp 510.0359 per kapita per bulan, lebih tinggi dibanding GK September 2015 yakni sebesar Rp 503.038 per kapita per bulan dan GK Maret 2015 sebesar Rp 487.388 per kapita per bulan. “Peranan komoditi makanan ter hadap GK jauh lebih besar dibanding-
Salah satu daerah pemukiman kumuh di Jakarta
kan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan GK Makanan terhadap GK Maret 2016 sebesar 64,59% (Rp 329.644), sedangkan sumbangan GK Non Makanan terhadap GK sebesar 35,41 % (Rp 180.715),” papar Sri. Menurut Sri, sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2016 adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2016. Jumlah sampel Susenas di DKI Jakarta adalah 5.200 rumah tangga. Selain itu juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar) yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. “BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan
Yang megah dan yang kumuh di Jakarta
yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung persentase penduduk miskin terhadap total penduduk. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” jelasnya. Ia menambahkan, metode menghitung GK terdiri dari dua komponen yakni GK Makanan dan GK non-Makanan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui ada peningkatan penduduk miskin di Jakarta namun demikian ia tidak sepakat dengan konsep survei yang dilakukan BPS Jakarta. Yang dimaksud Ahok, begitu sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta, seharusnya yang disurvei adalah benar-benar warga Jakarta, dalam artian memiliki KTP Jakarta. Karena BPS dalam melakukan survei tanpa menanyakan apakah yang bersangkutan memiliki KTP Jakarta atau tidak. “Saya tidak setuju dengan konsep survei BPS seperti itu. Semua yang ditemui ditanya, tapi tidak bertanya apakah punya KTP Jakarta atau tidak,” tegas Ahok. “Kamu tanya sama BPS benar enggak kalimat saya seperti itu. Dia (BPS) bilang angka kemiskinan naik sudah termasuk yang pendatang dihitung. Saya sempat menanyakan itu. Katanya, memang begitu pak, semua orang yang ketemu di Jakarta dinilai,” ucap Ahok. Tapi diakui Ahok, bahwa memang dia pun meyakini angka kemiskinan tahun ini meningkat malah dalam perkiraan Ahok jumlahnya lebih tinggi dibanding data
Pemda DKI Jakarta gencar lakukan penertiban bangunan
BPS. Menurut Ahok naiknya jumlah warga miskin, salah satu sebabnya adalah nilai dolar AS naik. “Pasti meningkat. Nilai dolar AS naik, pasti penghasilan turun,” katanya. Menurutnya, warga miskin di Jakarta berkisar 17%. Angka ini katanya diperoleh dari survei penduduk miskin di Ibukota menggunakan nilai KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Sedang data BPS menyebut jumlah penduduk miskin hanya 3,7%. Perbedaan angka tersebut karena BPS menggunakan standar 2.500 kalori per hari dalam melakukan survei. “Survei dengan menggunakan KHL telah dilakukan sejak 2014. Survei itu hanya dilakukan terhadap warga yang memiliki KTP DKI Jakarta saja,” kata Ahok di Balaikota. “Survei BPS menggunakan tolok ukur 2.500 kalori per hari. Kami minta cara surveinya diubah,” ujar Ahok. SUBSIDI UNTUK ORANG MISKIN Guna meringankan beban warga DKI Jakarta, kata Ahok, Pemda mem-
berikan berbagai subsidi. “Faktor yang menyebabkan kemiskinan, kan, transportasi, perumahan, pendidikan, kesehatan. Bidang-bidang itu yang kami upayakan untuk memberi subsidi. Misalnya untuk subsidi transportasi yakni PSO (Public Service Obligation) setiap tahunnya mengalami peningkatan. PSO dianggarkan menjadi Rp 3,2 triliun, subsidi pendidikan Rp 2 triliunan” paparnya. Selain itu, Pemprov juga berencana membangunan apartemen sewa dengan harga indekos di atas depo LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara serta subsidi rumah susun. “Jadi akan ada banyak subsidi silang. Di antaranya dari kontribusi tambahan dari pengembang. Kami tidak ingin habiskan pembangunan infrastruktur dengan uang APBD. Kami ingin uang infrastruktur adalah bagian dari pengembang, termasuk ERP, parkir, dll,” paparnya panjang-lebar kepada wartawan. Sementara itu Kepala BPS DKI Jakarta, Syech Suhaimi mengatakan, jika Gubernur DKI Jakarta tidak puas dengan survei BPS, silakan melakukan survei sendiri. Namun ditegaskannya bahwa apa yang diinginkan Gubernur bahwa seharusnya BPS melakukan survei hanya pada penduduk Jakarta yang ber-KTP, tidak bisa dilakukan karena hal itu menyalahi aturan. “Kalau beliau mengharapkan penduduk tidak ber-KTP DKI Jakarta tidak disurvei, itu menyalahi,” ucap Suhaimi. Menurutnya, BPS dalam melakukan survei menggunakan metode yang berstandar internasional sehingga penggunaannya sudah berjalan secara universal. Jika nanti pihak Pemda DKI Jakarta ingin melakukan survei sendiri, tambahnya, hasilnya tidak bisa dibandingkan dengan hasil dari BPS karena metode yang digunakan berbeda. “Kalau berbeda tidak bisa dibandingkan. Perbedaan metode bisa menimbulkan perbedaan angka yang signifikan. Kalau mau membandingkan harus menggunakan metode yang sama,” paparnya. -Diana Runtu
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Dewi Supriani, S.H.
3
Jangan Sirik tapi Lirik
Jatuh bangun dialami Dewi Supriani, S.H. Berbagai usaha pernah dijajal. Pengalaman menjadi guru yang terbaik untuknya. Kini, Direktur Utama PT Indo Bali Gas dan pemilik beberapa villa ini merasakan hasil kerja kerasnya.
P
erempuan yang akrab disapa Anik ini menceritakan perjalanan hidupnya. Dari kecil hingga remaja ia terbiasa hidup serba ada. Mau minta apa saja dibelikan oleh ibunya. Namun, hal ini tak membuatnya bahagia. Yang terjadi malah sebaliknya. Ia kerap di-bully. “Nama saya kan Dewi Supriani. Beberapa teman sering mempelesetkan nama saya. Kalau saya nulis nama sering saya singkat Dewi S. Huruf S ini sering diganti jadi Dewi Selem. Zaman itu ada film seri di TVRI tentang anjing laut. Anjing itu namanya Salty. Nama saya pun diganti Dewi Salty. Karena keluarga kami jual BBM, nama saya dipatenkan jadi Anik Oli. Kalau orang bilang masa SMA merupakan masa paling indah, bagi saya masa SMA itu paling buruk,” kenang
Dewi Supriani dan keluarga
Dewi Supriani, S.H.
putri kedua pasangan (alm) Sunartadi dan Ni Made Nuratni ini. Lulus SMA tahun 1986, ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Kuliah tak bisa diselesaikan karena ia menikah dengan Yahya Ali Al Zubaidi
Dewi Supriani saat berkunjung ke Rumah Sakit Wangaya
tahun 1989. Pasangan ini membuka lembar baru kehidupan dengan menjalankan usaha di Probolinggo, Jawa Timur. Usaha tak berjalan lancar. Anik dan suaminya memutuskan kembali ke Bali. Mereka mulai dari nol. Kehidupan keluarga ini pun moratmarit. Mereka tinggal di rumah kontrakan dan pernah pindah hingga lima kali. Tahun 1991, mereka mulai usaha garmen. Baru berjalan dua tahun, bisnis ini gulung tikar karena dibohongi pembeli dari Italia. “Kami juga pernah buka usaha soto gubeng. Pada masa itu, kuliner belum menjadi bagian dari lifestyle. Tahun 2000 kami membuka minimarket Nikito di Dalung. Minimarket ini juga dilengkapi dengan pusat jajanan serba ada (pujasera). Waktu itu Dalung masih sepi. Toko-toko belum banyak. Di minimarket ini kami juga menjual minyak tanah eceran,” kenang perempuan kelahiran 8 Agustus 1967 ini. Seiring perjalanan waktu, bisnisnya mulai mengalami perkembangan. Kehidupan rumah tangga sudah mulai mapan. Anik pun kembali ke bangku kuliah. Ia memilih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati. Gelar sarjana hukum pun diraihnya tahun 2006. Ia sempat menjadi magang di kantor advokat. Namun, karena merasa jiwanya lebih cocok untuk bisnis, ia pun fokus di bidang bisnis sedangkan suami menekuni usaha properti. Konversi minyak tanah ke LPG juga membuatnya ikut berkecimpung di sektor ini. Ia dan suami mendirikan PT Indo Bali Gas tahun 2010 yang menjadi agen LPG 3 Kg. Selain itu, UD New Nikito menjadi agen minyak tanah nonsubsidi. “Apa yang saya raih hingga saat ini tak lepas
Dewi Supriani rekreasi bersama anak-anak Yatim Piatu Tunas Bangsa, Monang-Maning, Denpasar
dari doa ibu dan dukungan suami serta anak,” tegas ibu dua putra, Nabil Ali Yahya Al Zubaidi dan Hanif Yahya Al Zubaidi ini. JANJI HARUS DITEPATI Pendidikan dan bisnis menjadi hal yang melekat dalam keluarga ini. Putra pertamanya, sambil kuliah sudah memiliki usaha agen LPG di Buleleng dengan nama PT Putri Sunartadi Mandiri dan bengkel Zoom serta agen kaca film Black Max di Denpasar sedangkan putra kedua masih fokus untuk kuliah. “Bagi saya, pendidikan untuk anak-anak merupakan bekal untuk mereka yang tidak akan habis. Dengan modal pendidikan, mereka akan bisa menentukan masa depannya,” ujar pengusaha yang rutin mengadakan acara sunatan massal dan buka puasa bersama ini. Mapan di dunia bisnis, Anik tak melupakan bidang sosial kemasyarakatan. Ia memiliki panti asuhan, sekolah mengaji, serta memiliki impian untuk membuat rumah singgah. Baginya, semakin banyak memberi dengan ikhlas, makin banyak rezeki yang akan didapat. ia sangat mempercayai hal tersebut karena sudah mengalaminya. Semakin banyak cobaan Tuhan artinya makin sayang Tuhan kepada kita. Semua cobaan pasti ada hikmahnya. Semua yang
ada ini hanya titipan Tuhan yang harus dijaga baik-baik, disyukuri dan dijalani. Anik menambahkan, dirinya sudah pernah berada di titik nadir, kemudian bangkit lagi hingga berada di puncak lagi. Ia mendapat pelajaran bahwa harta dan kekayaan hanyalah sementara. Ia pun yakin, semua orang memiliki jalannya masing-masing. Kita tidak perlu sirik dengan kesuksesan orang lain. Kita harus melirik bagaimana orang itu berusaha hingga bisa berhasil. “Kita bisa sukses karena mulut tetapi kita bisa hancur karena mulut juga. Janji-janji yang keluar dari mulut harus ditepati. Ini namanya komitmen. Jangan suka mengingkari apa yang sudah menjadi komitmen,” tegas perempuan yang hobi memasak ini. Kepada kaum perempuan, ia mengingatkan agar tidak melupakan tugas untuk melayani suami dan anak. Di luar rumah berlakulah sebagai pengusaha tetapi setelah di rumah,memasak dan mengerjakan rumah merupakan bagian dari tugas rumah tangga. Karena itu, Anik menekankan tentang pentingnya manajemen waktu dan manajemen keuangan. Kalau di rumah tangga sudah bisa diatur maka urusan perusahaan juga bisa diatur. -wah
Rancang Wisata Agro
Mapan di dunia energi tak membuat Dewi Supriani, S.H. berhenti. Ia dan suami terus mengembangkan usaha. Mereka sudah memiliki berbagai lini usaha yang berada di bawah PT Bali Indo Gas Group. Salah satu impian yang ingin direalisasikan adalah kawasan wisata agro. Mereka sudah menyiapkan lahan perkebunan di daerah Angseri, Tabanan. “Suami saya senang berkebun dan saya senang jalan-jalan. Kami ingin mengombinasikan impian untuk mewujudkan kawasan wisata agro tanpa merusak alam aslinya. Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Semoga tahun 2017 ini bisa terealisasi,” ujar perempuan yang memiliki koleksi tas ini. Lokasi yang mereka siapkan ini dekat dengan permandian air panas Angseri sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Anik menuturkan perjalanan hidup sudah ia lalui baik suka maupun duka. Materi tak selalu membuat orang bahagia. Karena itu dengan berbagi bersama orang-orang yang memerlukan bantuan, ia merasa mendapat kepuasan batin. Ia pun selalu menjaga tali silaturahmi dengan keluarga dan lingkungannya. Ia juga percaya dengan staf dan pekerja yang berada di perusahaannya. “Saya bisa marah bila ada yang membuat kesalahan. Tetapi, saya juga siap minta maaf kalau saya yang salah. Ini menjadikan perusahaan saya bisa jalan. Kalau ada yang berhalangan, saya kadang turun tangan. Misalnya sopir tidak masuk, saya yang nyupir sendiri ke SPBE untuk mengambil gas karena ini bagian dari komitmen pelayanan bagi konsumen. Bagi saya, ini bagian dari tugas dan pelayanan. Saya tidak malu untuk melakukannya,” ungkap perempuan yang punya moto “saat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu” ini. Anik yang tercatat sebagai pengurus Hiswana Migas Bali menambahkan dirinya senang organisasi yang saling mengayomi dan menghargai satu sama lain. -wah
4
Inspirasi
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Alamanda Shantika
Bahagia kalau Orang Lain Bahagia Aplikasi Go-Jek makin dikenal masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua tahu aplikasi ini. Dari yang hanya tahu dari teman hingga yang memanfaatkan aplikasi ini. Salah satu tokoh yang berada dibalik aplikasi ini adalah Alamanda Shantika Santoso.
P
erempuan mungil yang akrab disapa Ala ini bertanggung jawab terhadap operasional dari aplikasi ini. “Saya berpikir, saya kerja bukan untuk Nadiem (CEO Go-Jek) tetapi untuk ratusan ribu orang yang bergantung dari aplikasi ini. Kalau aplikasi error, bukan komplin dari Nadiem yang saya takutkan. Saya lebih memikirkan bagaimana ratusan ribu driver kami yang ada di jalanan menunggu aplikasi diperbaiki,” ungkapnya saat ditemui di acara sosialisasi kompetisi “The NextDev 2016” di Denpasar. Ia menuturkan startup yang dikembangkan ini berawal dari 5 programmer. Mereka membuat sebuah aplikasi yang membantu memudahkan driver ojek mendapatkan konsumen dan di sisi lain memudahkan konsumen mendapatkan layanan ojek. Pemilihan aplikasi berbasis mobile ini lebih advance dibanding dengan yang berbasis web. Namun, ia yakin, di kemudian hari, akan ada lagi aplikasi yang lebih advance dari mobile. “Saya saja sekarang mungkin sudah tidak terlalu jago dalam bahasa program. Staf saya lebih jago. Artinya, pengetahuan itu terus berkembang,” ujar perempuan
yang memiliki latar belakang pendidikan IT, matematika, dan desain ini. Ketika Go- Jek dihadapkan dengan situasi konvensional dan modern, Ala mengaku hadirnya Go-Jek untuk memudahkan para tukang ojek yang selama ini melakukan pelayanan konvensional. Aplikasi yang memudahkan konsumen mendapatkan driver dan membekali driver dengan ponsel berbasis android, awalnya dipandang sebagai sesuatu yang gila. “Nadiem ditanya sama orangorang kok berani ngasi tukang ojek ponsel android. Bagi kami, harus ada terobosan untuk membuat sesuatu yang beda. Ternyata, apa yang kami lakukan ini diterima masyarakat. Kehadiran kami ternyata diterima di hati masyarakat. Kami berharap tukang ojek konvensional bisa memanfaatkan aplikasi ini. Di sisi lain, banyak tukang ojek yang dulunya tidak mengerti ponsel android mau belajar dan akhirnya bisa,” ujar perempuan yang bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan ini. Ala membandingkan bagaimana Indonesia sekarang dengan Amerika Serikat dulu. Lembah Silikon yang menjadi kawah candradimuka untuk menggodok
NTB Menuju Persiapan venue utama penyelenggaraan Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan berlangsung tanggal 28 Juli hingga 6 Agustus 2016, di Islamic Center Mataram, sudah terlihat siap. Sebagai tuan rumah kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional ke-26 tersebut.
S
emua yang terkait dengan pelaksanaan MTQ Nasional tengah dikerjakan untuk diselesaikan baik dari sisi sarana pendukung maupun infrastruktur venue dengan target rampung sebelum hari H pelaksanaan. Sebagai daerah yang dikenal religius, Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja keras menuju Tri Sukses MTQ, yaitu sukses adminis-
l a m a n d a
21
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Tri Sukses MTQ
berbagai start up berhasil menghasilkan berbagai produk. Indonesia pun sudah bergerak ke aras itu. Kini sudah banyak hadir anak-anak muda yang menghasilkan startup. Ia berharap lima tahun ke depan, anak-anak muda Indonesia sudah bisa seperti anak-anak muda di Lembah Silikon. Ia berharap sejak kuliah, para mahasiswa sudah dibekali dengan kemampuan untuk menghasilkan berbagai startup. Ini akan menjadikan ekosistem digital Indonesia lebih maju. Kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya resources sehingga antara satu dan yang lain saling ambil. Ke depan, persaingan harus dibuat lebih sehat.
HADIAH 6M Terkait “The NextDev”, Ala yang juga sa lah satu juri menuturkan A kompetisi yang meng usung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, menantang kawula muda Denpasar untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama
Mandalika
trasi (persiapan), sukses pelaksanaan dan sukses pelaporan. Selain sebagai venue utama penyelenggaraan MTQN tahun 2016, keberadaan Islamic Center milik masyarakat NTB yang berlokasi di Mataram ini, akan menjadi simbol peradaban Islam yang berdiri di Bumi Gora. Islamic Center yang berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut
S h a n t i k a
dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah pedesaan. “Kompetisi ini bisa menjadi mata air untuk mengairi bakatbakat anak muda Indonesia di bidang IT. Ini bukan sekadar peluang tetapi ini ada rasa tanggung jawab kita sebagai generasi muda bangsa,” ujar perempuan yang mengaku hidupnya bahagia kalau melihat orang lain bahagia. The NextDev mengajak kawula muda untuk mewujudkan imajinasi dan ide mereka tentang Smart City dan menjadi bagian dari program untuk membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Tahun ini The NextDev hadir d e n g a n ko n s ep ya n g leb ih menantang dengan tetap fokus pada pengembangan Smart City, dengan ruang lingkup yang lebih luas yaitu kategori pengembangan aplikasi untuk rural atau pedesaan. Dalam kompetisi The NextDev 2016, terdapat sembilan sub tema yang memiliki fokus tersendiri sebagai dasar pengembangan solusi. Kesembilan sub tema yang bisa dipilih oleh peserta adalah agrikultur, kemaritiman, usaha kecil dan m e n e n g a h ( U K M ) , p e m e rintahan, energi, pariwisata,
kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Selain menciptakan karya yang akan bermanfaat bagi orang banyak, tiga tim terbaik juga akan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang disebut dengan 6M, yakni Market Access (akses pasar), Marketing (publisitas), Mentoring (pelatihan dan pendampingan), Management Trip (study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri), Money (uang tunai), dan Monetizing (peluang besar untuk memperoleh pendapatan melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait). GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Ihsan menambahkan melalui “The NextDev 2016” ini, Telkomsel ingin para generasi muda Indonesia di wilayah Denpasar dan sekitarnya untuk turut berkontribusi secara aktif memanfaatkan teknologi yang melahirkan solusi dan memberikan dampak sosial yang positif bagi bangsa. “Dengan tingginya partisipasi dari mereka, diharapkan akan terjaring lebih banyak lagi ideide kreatif dan solutif yang dapat mempercepat penerapan Smart City di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di kota Denpasar,” ujarnya. – Ngurah Budi
Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH.M.Si meninjau Islamic Center
Islamic Center Jalan Langko dan Udayana yang merupakan jalur utama ini mulai dibangun sejak masa kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Bangunan ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 namanama Allah (Asma’ul Husna). Dari menara bangunan Islamic Center yang megah ini bisa terlihat Kota Mataram dari berbagai sisi. Kehadiran Islamic Center Mataram mewakili suasana religius masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dalam sejarah penyebaran Islam, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu simpul daerah peradaban Islami di nusantara. Sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan seribu masjidnya- jumlah masjid yang ada di NTB yakni kurang lebih 5.000 unit dan tersebar utamanya di lima kabupaten/ kota di Pulau Lombok- hingga saat ini, NTB kini telah memiliki simbol peradaban Islam sebagai salah satu identitas daerah. Untuk itulah, pemerintah daerah berkomitmen membangun Islamic
Centre ini sebagai pusat peradaban Islam modern. Pembangunan Islamic Center (IC) ini bukan sekedar simbol, melainkan mengandung makna yang jauh lebih mendasar adalah menjadikannya sebagai wahana pelestarian dan pengembangan peradaban Islami modern di masa kini dan di masa yang akan datang, antara lain sebagai sarana pendidikan, peribadatan, museum, sport hall, wisata religi, pasar seni, hotel dan gedung pertemuan (convention hall) yang mendukung terciptanya peradaban Islam modern yang tetap berpegang teguh dengan qur’an dan sunnah. Pembangunan gedung IC dilakukan secara bertahap, yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. “Pembangunan IC merupakan iktiar untuk menancapkan tonggak peradaban Islam yang selama ini terpencar-pencar di NTB agar bisa menyatu menjadi satu bagian yang utuh. Jadi melihat kondisi itu jelas kita perlu membangun induk dari ribuan masjid tersebut. Pembangunan Islamic Center ke depan akan dikembangkan menjadi
salah satu pusat wisata religi terbesar di kawasan Indonesia Timur,” kata Gubernur NTB ketika pertama kali membuka selubung papan nama sebagai tanda dimulainya pembangunan Islamic Center di Mataram, bulan Maret 2010 lalu. Pembangunan Islamic Centre ini sekaligus dihajatkan sebagai Darul Munasabah, yakni sebagai tempat bagi semua elemen masyarakat, organisasi islam, organisasi budaya berkumpul dan bermusyawarah untuk menciptakan NTB yang lebih baik bagi generasi yang akan datang. Pembangunan Islamic Centre, merupakan bangunan terintegrasi yang di dalamnya akan terdapat berbagai fasilitas, seperti sarana peribadatan, fasilitas pendidikan, gedung pertemuan, fasilitas perpustakaan, fasilitas wisata, fasilitas perkantoran, fasilitas seni budaya bahkan juga fasilitas bisnis berupa perhotelan. Pembangunan kompleks pendidikan yang merupakan community colleges, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi berupa gedung berlantai empat. -Naniek I. Taufan
IC Akan Difungsikan Perdana untuk MTQN Kini, wajah Islamic Center itu telah tampak secara utuh dan akan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Gora, Nusa Tenggara Barat dan akan difungsikan pertama kali saat MTQ Nasional yang sebentar lagi akan digelar di tempat ini. Selain Masjid Islamic Center Kota Mataram sebagai pusat penyelenggaraannya, ada 10 venue kegiatan lain yang tampak siap menerima para kafilah dari berbagai daerah di tanah air. Begitu juga dengan infrastruktur jalan bagi kedatangan para kafilah dari Lombok Internasional Airport (LIA) telah siap sebelum kegiatan berlangsung. MTQ Nasional 2016 ini akan diikuti oleh 34 provinsi dengan total 1.496 peserta. Mengambil tema MTQ Nasional upaya mewujudkan revolusi mental dalam memantapkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil A’lamiin, sebagai tuan rumah, NTB berharap MTQ kali ini memberikan manfaat lebih dan berkesan bagi para peserta dari seluruh tanah air. Karena itulah Pemerintah Provinsi NTB sangat serius dalam menyukseskan kegiatan ini. Pada rapat panitia persiapan
perhelatan MTQ Nasional ke-26 yang dilaksanakan langsung di lokasi penyelenggaraan MTQN di Islamic Center Mataram beberapa hari lalu, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si, yang memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran SKPD dan instansi yang terkait dengan suksesnya penyelenggaraan MTQN di NTB, meminta semua pihak untuk bekerja keras dalam rangka menyukseskan event tersebut. “Saat ini pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan MTQN ini sebaiknya menjaga kesehatan agar tidak sakit, kalaupun sakit, jangan sampai opnamelah,” ungkap Wagub bercanda. Inilah bentuk kesungguhan dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini. Cabang-cabang yang dilombakan dalam MTQN 2016, menurut Menteri Agama, Lukman Hakim pada saat rapat koordinasi Panitia Penyelenggara MTQN 2016 di Jakarta beberapa waktu lalu, ada sedikit mengalami perubahan. Jika pada MTQ sebelumnya melibatkan 7 cabang dan 17 golongan, namun
tahun ini bertambah menjadi 18 golongan, yaitu khat kontemporer. Jenis golongan ini merupakan cabang lomba yang dilaksanakan secara periodik, yaitu setiap 2 tahun sekali. Dengan ajang MTQ Tahun 2016 ini, Nusa Tenggara Barat berharap bisa menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan nasional yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dan seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kaum muslimin di Nusa Tenggara Barat diharapkan akan mendukung pelaksanaan MTQ Nasional ini sehingga dapat berjalan lancar dan sukses. Wakil Gubernur NTB mengungkapkan bahwa, MTQN 2016 ini tidak hanya akan menjadi agenda bagi kaum muslimin melainkan juga agenda bagi selutuh lapisan masyarakat NTB. ‘’Masyarakat kami mayoritas muslim dan sangat toleran dengan agama lainnya. Ini bukan saja agenda bagi kaum muslim saja, namun ini merupakan agenda seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Barat,’’ ungkap Wagub. Untuk memastikan persiapan penyelenggaraan NTMQ Nasional
2016 ini, Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, S.H., M.Si., telah secara langsung meninjau Islamic Center yang dijadikan venue utama perhelatan MTQ Nasional 2016. “Insya Allah, kita akan terus evaluasi persiapan MTQ sedetail-detailnya,” ungkap Gubernur. Keduanya meninjau beberapa lokasi seperti lokasi untuk mimbar tilawah, lokasi panggung, lokasi untuk tempat duduk VIP, lokasi Pameran Peradaban Islam,
lokasi yang dijadikan tempat parkir serta instalasi listrik yang dibutuhkan. Sebagai Ketua Umum MTQ Nasional tersebut, Wakil Gubernur NTB menjamin persiapan venue tersebut siap untuk digunakan. “Saya optimis, MTQ ini akan berjalan lancar dan sukses sesuai harapan kita semua. Apalagi MTQN di NTB kali ini memiliki kegiatan yang berbeda dengan MTQN di daerah lain sebelumnya,” kata wagub. -Naniek I. Taufan
Rapat persiapan Islamic Center menuju MTQN 2016
20
Nine
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Perempuan dalam Adat Budaya Sumbawa Bunyi rantok (alat penumbuk padi tradisional Sumbawa yang terbuat dari kayu) bergemuruh. Itu tandanya di kampung tersebut akan ada seorang gadis yang hendak dinikahkan. Membunyikan alat penumbuk padi tradisional ini adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat bersuku Samawa di Sumbawa.
P
eristiwa budaya ini bahkan tidak lekang dimakan waktu karena sampai saat ini tradisi tersebut masih dilakukan. “Bahkan saat ini lebih berkembang lagi,” ungkap H. Hasanuddin, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa. Kegiatan budaya yang dilakukan para perempuan ini masih terus dipertahankan. Suasananya menjadi sangat ramai dan riuh. Kegiatan membunyikan rantok yang disebut baguntung dilakukan ketika seorang perempuan usai di bada’ (diberitahukan bahwa ia akan dinikahkan). Dalam tradisi bada’ tempo dulu, orangtua dan keluarga pihak perempuan akan memberitahu si gadis, bahwa kini ia telah resmi menjadi calon pengantin bagi laki-laki yang telah meminangnya. Ini berkaitan erat dengan pernikahan masyarakat Sumbawa tempo dulu yang lebih sering dijodohkan. Karenanya, si gadis biasanya akan larut bersedih atau haru sepanjang malam usai di-bada’. Tidak jarang pula histeris karena kaget atau belum siap namun harus menjalaninya, meski dalam masyarakat Samawa biasanya anak perempuan dinikahkan pada
usia yang sudah dianggap matang, 20 tahun ke atas. Menurut Hasanuddin, makna membunyikan rantok ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada anak gadis di kampung tersebut yang akan dinikahkan. “Ini sekaligus sebagai tanda untuk memberitahukan para lelaki untuk tidak mengganggu atau mendekati lagi gadis yang dimaksud karena ia akan menikah,” ujarnya. Selain itu, makna baguntung (membunyikan rantok) adalah untuk pemberitahuan sekaligus pemanggilan kepada seluruh kerabat yang ada di kampung tersebut untuk melaksanakan tradisi Nunya Rame (menumbuk padi bersama-sama). Selain untuk keluarga dan kerabat, bunyi rantok dalam kegiatan baguntung ini juga untuk pemberitahuan kepada masyarakat akan adanya acara pernikahan. “Dengan begitu masyarakat juga akan segera menyiapkan diri untuk menjadi bagian dari kegiatan tersebut untuk bergotong-royong dan berpartisipasi menyukseskan pernikahan dimaksud,” kata Mustakim Biawan, budayawan Sumbawa. Peran perempuan dalam kegiatan budaya ini sangat menonjol karena seluruh prosesi bagun-
Baguntung melibatkan banyak perempuan untuk melaksanakan peristiwa budaya Samawa ini
tung dilakukan oleh perempuan. Di samping baguntung, dalam tradisi daur ulang (siklus hidup) masyarakat Sumbawa, nyaris seluruh peran dalam melaksanakan tradisi ini dilakukan oleh kaum perempuan. “Peran perempuan dalam daur hidup masyarakat Samawa sangat penting,” ungkap Hasanuddin. Beberapa prosesi adat dalam daur hidup masyarakat Sumbawa seperti, nunya rame, tama lamung (memakaikan baju bagi anak perempuan yang beranjak remaja sebagai simbol meninggalkan masa kecil), barodak (luluran khas Suku Samawa sebelum
pernikahan), biso’ tian (tradisi tujuh bulanan) dan juga kepala koki tradisional yang disebut nuwang dalam kegiatan-kegiatan kenduri adat adalah perempuan. “Bahkan dalam pemetaan ukuran rumah baik itu panjang maupun lebarnya, yang mengatur adalah perempuan karena ia dianggap sebagai kepala rumah tangga,” ujarnya. Inilah kearifan lokal yang ada dalam tradisi-tradisi masyarakat Sumbawa, yakni menjunjung tinggi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. “Perempuan Sumbawa dalam hal ini ditempatkan pada posisi yang terhormat,” katanya.
Dalam prosesi maning pangantan (mandi pengantin) misalnya, yang berperan memandikan pengantin adalah perempuan yang disebut Inak Pangantan. Begitu pula dalam proses barodak (luluran) dilakukan oleh perempuan yang disebut Inak Odak. Selain Inak Odak, luluran juga dilakukan oleh para perempuan lain yang dipilih sesuai dengan aturan adat. Begitu juga dengan sandro pangantan yang dilakukan oleh perempuan. Ina Pangantan, Ina Odak dan Sandro Pangantan bisa dilakukan oleh perempuan yang sama atau berbeda untuk tiap prosesinya. –Naniek I Taufan
“Sutradara”nya Perempuan Begitu pula dalam tradisi Biso tian yang merupakan tradisi tujuh bulanan seperti yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia sebagai ungkapan kebahagiaan menanti bayi pertama dari seorang ibu. Seluruh persiapan dan pelaksanaan tradisi ini dilakukan oleh para perempuan. Dalam tiap upacara adat biso tian, seorang perempuan yang disebut dengan Sandro Tamang (dukun beranak), memegang peranan yang sangat penting dalam prosesi ini. Sandro
tamang adalah seorang yang diberi kepercayaan oleh masyarakat adat Samawa menjadi “sutradara” acara ini karena memiliki keahlian secara turun-temurun. Tidak banyak yang berprofesi sebagai sandro tamang, hanya mereka yang memiliki keahlian secara turun-temurun yang diakui secara adat. Dialah yang akan mengawali proses ini dengan memandikan calon ibu dengan air kembang, melantunkan doa-doa untuk
Tradisi Barodak dilakukan oleh para perempuan
kebaikan dan kemudahan bagi calon ibu sembari mengguyur lembut air yang dipenuhi bungabunga ke tubuh sang calon ibu guna memberikan kenyamanan bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Ia juga yang menyiapkan alas khusus tempat calon ibu tidur dengan nyaman. Alas khusus ini terdiri dari selembar tikar yang dibuat secara khusus juga, orang Sumbawa menyebutnya samparumpu. Tikar ini adalah tikar khas masyarakat adat Samawa yang diyakini mampu menangkal hal-hal negatif yang mengarah pada calon ibu dan bayinya. Untuk melindunginya secara supranatural dari kemungkinankemungkinan niat jahat di alam lain. Tidak itu saja. Di atas samparumpu tersebut diletakkan pula tujuh lapis kain berwarna-warni sebagai alas lapisan kedua. Dan pada lapisan ketiga akan diletakkan kembali tujuh lapis kain lagi. Dan di atas kain inilah, calon ibu ditidurkan. “Prosesi ini memang tidak sembarang perempuan bisa melakukannya kecuali yang telah memiliki keahlian turun-
Tradisi Biso Tian yang juga dilakukan oleh para perempuan
temurun,” kata Hasanuddin. Selain Sandro Tamang, ada enam orang perempuan lain yang akan mengambil peran saat acara inti biso tian ini yang disebut Mengas Mentar (mengangkat perut calon ibu menggunakan kain kemudian digoyangkan secara lembut). Enam orang lainnya adalah perempuan yang ditokohkan atau yang diteladani di kampung tersebut. Peran penting perempuan juga ada ketika acara-acara kenduri di lingkungan. Dia adalah Nuwang, sang kepala koki tradisional. “Ini tidak boleh dilakukan oleh sem-
barang orang. Nuwang adalah perempuan pilihan yang memiliki keahlian khusus bahkan orang yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi,” katanya. Bagaimana tidak, Nuwanglah yang bertanggung jawab pada keamanan makanan yang akan dikonsumsi oleh orang banyak. Berbagai peran penting yang dilakukan perempuan dalam berbagai tradisi masyarakat Sumbawa, sesungguhnya memberikan gambaran betapa pentingnya seorang perempuan baik perannya dalam masyarakat maupun dalam keluarga. -Naniek I. Taufan
Inspirasi Kini suatu pemandang an yang tidak aneh lagi jika melihat orang yang berusia produktif de ngan kondisi fisik terlihat sehat, namun mencari nafkah dengan mengemis. Mereka ada di jalanjalan raya, utamanya di area lampu merah serta tempat ramai lainnya. Pemandangan yang kontradiktif jika melihat seorang ibu atau neneknenek, kakek-kakek, dengan keterbatasan yang dimilikinya masih bekerja keras seperti menarik gerobak sampah, sayur atau berjualan seadanya untuk mendapatkan ‘sesuap nasi’.
H
al inilah yang menggugah sekelompok anak muda untuk melahirkan ‘gerakan ketimbang ngemis’. Kenapa harus mengemis ketika tubuh sehat, fisik sempurna, bekerjalah! Ada banyak hal yang bisa dikerjakan yang dapat mendatangkan penghasilan, asalkan mau dan tekun. Begitulah kira-kira yang dimaksud oleh anak-anak muda pendiri komunitas ‘Ketimbang Ngemis’. Komunitas yang baru berusia setahun ini awalnya berdiri di Yogyakarta, digagas oleh Rizky . Tidak diduga visi dan misi gerakan ini begitu cepat menyebar bak virus ke berbagai kota di Indonesia. Setidaknya kini komunitas ‘Ketimbang Ngemis’ sudah ada di 60 kota lebih. Salah satunya adalah komunitas ‘Ketimbang Ngemis Jakarta’ (KNJ). Sebagaimana diketahui jumlah pengemis yang berada di Jakarta bisa dibilang paling banyak seIndonesia. Mereka itu datang dari berbagai daerah karena mengira Jakarta tempat yang mudah untuk mendapatkan uang tanpa harus bekerja keras. Anggapan yang tidak salah, karena memang dari mengemis mereka bukan hanya bisa mengumpulkan uang ratusan ribu rupiah per-bulan tapi hingga jutaan rupiah. “Kita sering kali melihat pemandangan seperti itu, pengemis berbadan sehat, masih muda dan produktif, tapi malas bekerja keras. Sementara ada neneknenek, kakek-kakek, menarik gerobak sampah, jualan sayur, untuk mencari nafkah. Mereka menolak mengemis. Meski memiliki keterbatasan tapi mereka tetap bekerja keras. Ini yang kami apresiasi,” ujar Yona Luverina, pendiri komunitas KNJ. Berdirinya komunitas ini, katanya, mengikuti komunitas ‘Ketimbang Ngemis Yogayakarta’ yang didirikan Rizky. Awalnya, tutur mahasiswa Politeknik Kesehatan Jakarta II, ini, gerakan ini dimulai di medsos, tepatnya instagram yang dibangun oleh Rizky. Ia dan teman-temannya adalah follower pada akun Rizky itu. “Instagram Rizky itu berisi foto-foto para lansia yang bekerja keras, entah dengan berjualan
5
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Yona Luverina
Pendiri Komunitas
“Ketimbang Ngemis Jakarta”
Yona dan temannya saat kampanye “Ketimbang Ngemis Jakarta”
seadanya, menarik gerobak, atau memikul dagangan, untuk mencari nafkah. Maksud Rizky, ketimbang mengemis lebih baik bekerja. Lihatlah para lansia ini (dalam foto) yang masih semangat bekerja meski sudah tua. Dalam setiap fotonya, Rizky juga mengajak para followers untuk membantu para lansia ini, meski kita tidak membutuhkan barangnya tapi belilah dengan begitu kita ikut membantunya,” tutur Yona. POSTING FOTO-FOTO LANSIA BEKERJA Rasa kepedulian Rizky inilah, kata Yona, yang kemudian melahirkan ide untuk membuat gerakan ‘Ketimbang Ngemis’ menjadi sesuatu yang lebih terorganisir dan bermanfaat. “Komunitas Ketimbang Ngemis Yogyakarta didirIkan 12 Juni 2015, kemudian saya dan teman-teman yang juga followers akun tersebut mendirikan KNJ pada 18 Juni 2015,” jelas Yona lagi. Konsepnya, kata Yona, mengikuti komunitas ‘Ketimbang Ngemis Yogyakarta’ yakni mencari dan memontret orang-orang yang berusia lansia namun masih gigih bekerja mencari nafkah. “Foto-foto itu kemudian kami sosialisasikan di instagram disertai dengan keterangannya seperti nama orang itu, usia, tempat, dan pekerjaannya,” katanya. Bukan sekadar mempublis foto, kata Yona, tapi komunitas juga berupaya mencari bantuan dari pihak lain, baik berupa uang, sembako maupun pakaian bekas layak pakai. Hasil donasi dari masyarakat itu, dimaksudkan untuk membantu para lansia-lansia tersebut. “Sasaran kami, seperti halnya komunitas di Yogya, adalah para lansia yang berusia 65 tahun ke atas yang masih bekerja ‘membanting tulang’ untuk mendapatkan penghasilan. Juga para penyandang disable yang dengan keterbatasannya masih tetap bekerja. Untuk kalangan disable, bisa berusia di bawah 60 tahun. Syarat lainnya adalah mereka yang dibantu haruslah dari kalangan tidak mampu,” tutur Yona. Awalnya, seperti halnya organisasi baru, pihaknya sangat sulit mendapatkan donasi. Maklum, selain masih baru, belum ada aksi nyata yang dilakukan. “Di awalawal organisasi berdiri, kami harus
bekerja keras untuk meyakinkan orang-orang tentang visi dan misi organisasi kami. Ini tidak mudah,” kata mahasiswi semester tujuh ini. Tapi Yona dan kawan-kawannya tak hilang akal, mereka tak mau muluk-muluk masuk ke perusahaan besar. Untuk tahap awal mereka justru mencari bantuan dari lingkungan masing-masing, baik itu teman maupu saudara. “Tahap awal uang yang terkumpul dengan susah payah ituhanya Rp 1 juta, tapi kita bersyukur sekali. Alhamdulilah. Ada donasi pakaian bekas juga sembako, meski tidak banyak. Apa yang kami dapatkan itu lah yang kemudian dibagi-bagikan kepada para lansia juga penyandang disable yang membutuhkan,” tutur Yona yang melakukan pembagian donasi setiap sebulan sekali. KEWALAHAN, SUMBANGAN MENGALIR DERAS Tuhan membuka jalan bagi mereka yang berhati mulia. Itulah
yang dirasakan Yona dan kawankawannya saat organisasi sudah berjalan tiga bulan. Betapa tidak, setelah melaksanakan kegiatan pertama itu, langkah mereka terasa dimudahkan. Jumlah followers di instgram dengan cepat meningkat. Mereka seolah berlomba-lomba ingin menjadi donatur tetap. “Bagi kami ini sungguh luar biasa. Tak pernah terbayangkan kalau animo masyarakat Jakarta, khususnya kalangan muda terhadap kegiatan ini begitu luar biasa. Katanya anak muda jaman sekarang cuek-cuek, tapi ternyata tidak juga. Banyak anak muda yang memiliki kepedulian tinggi. Buktinya ada dalam kegiatan kami, di mana mereka mau membantu, baik dari segi tenaga maupun donasi. Alhamdulilahsekali,” kata Yona yang bersama kawan-kawannya kerap mengkapanyekan gerakan mereka di areal Car Free Day. Sumbangan mengalir deras, sampai-sampai, kata Yona, para pengurus KNJ kewalahan menampungnya sehingga terpaksa harus menyewa rumah untuk gudang penyimpanan sumbangan sembako dan pakaian bekas layak pakai. “Sumbangan banyak banget. Kami sempat kebingungan karena sudah tidak bisa lagi dititipkan di rumah-rumah anggota karena jumlahnya banyak. Untuk sembako misalnya, setiap bulan kami mendapat bantuan rutin dari sejumlah pihak, begitu juga pakaian bekas dan selimut, ada lembaga yang rutin menyalurkan. Belum lagi bantuan-bantuan yang datang secara insidental, juga banyak. Itu
sebabnya kami terpaksa harus ngontrak rumah,” kata Yona yang sampai sekarang telah menyalurkan bantuan pada 100 orang lebih. Sedang jumlah donasi berupa uang pun terbilang cukup banyak. Sumbangan dana itu umumnya datang dari para followers sendiri. Kepada para donatur tetap ini, komunitas memberi report penggunaan uang setiap bulannya. Menurut Yona, bantuan tidak diberikan begitu saja melainkan melalui mekanisme penyaringan, survei-verifikasi. “Jadi dari fotofoto yang diunggah para followers, kemudian dipilih dan diverifikasi ulang. Tim kami survei ke lapangan mencari orang yang dimaksud, mendatangi rumahnya juga RT setempat untuk menanyakan. Maksudnya adalah agar bantuan tepat sasaran. Setelah semuanya ‘ok’ barulah bantuan diberikan,” jelasnya. -Diana Runtu
Rizky
Lansia Pantang Mengemis Dari perjalanannya selama setahun lebih bergerak bersama komunitas KNJ, Yona mengaku mendapat banyak sekali pengalaman berharga. “Satu hal yang pasti, aku merasa sangat bersyukur dengan keadaan aku yang sekarang. Tuhan mencukupkan segalanya. Sementara ada banyak orang yang kekurangan dan bekerja keras untuk mendapatkan penghidupan,” tutur Yona. Tim kami, ungkap Yona lagi, kadang sampai menitikkan air mata ketika mendatangi ‘target’ yang akan kita bantu. Rasa haru menyeruak lantaran melihat kehidupan lansia-lansia itu sangat memprihatinkan. Salah satunya yang sampai membuat tim KNJterharu adalah saat menyaksikan kehidupan seorang nenek 79 tahun yang harus bekerja banting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri. “Nenek itu tinggal di bilangan Jakarta Timur, hanya di sebuah kamar kontrakan 1x2 meterpersegi. Sehari-hari dia berdagang abu gosok dengan keuntungan Rp100 rupiah per-bungkus. Di dalam kamar yang sempit itu, penuh dengan kantung-kantung abu gosok juga barang rongsokan hasil pulungan si nenek yang hendak dijual. Si nenek mengaku karena barangbarangnya banyak, dia tidak bisa tidur telentang seperti umumnya orang tidur. Bayangkan, dia tidur duduk dengan kaki dilipat, saking sempitnya kamar itu. Bagaimana kami tidak iba melihat keadaan si nenek. Yang luar biasa, si nenek itu meski hidupnya sulit, tidak mau mengemis,” papar Yona menceritakan salah satu pengalamannya yang berkesan selama aktif di komunitas itu.
Pengalaman lain yang juga mengharukan adalah saat memberi bantuan pada seorang nenek 85 tahun yang bekerja keras demi menghidupi anak perempuannya yang lumpuh. “Sungguh kasihan nenek itu. Ia tetap bekerja demi kehidupan dirinya dan anaknya yang lumpuh. Anak perempuannya itu sudah ibu-ibu juga, tapi cacat dan tak mampu melakukan apa-apa. Jadi nenek renta itulah yang harus banting tulang. Dan, seperti yang lain, nenek itu pun pantang mengemis untuk mendapatkan uang,” kata Yona. –Diana Runtu
6
HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bali menggelar HIPMI Fashion (HFW) 2016. Gala Event dunia Fahion yang . mengusung tema “When Fashion Meets Culture” ini di buka Kamis (21/7) di di Beachwalk Shoping Center, Kuta.
P
Woman on Top
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
agelaran yang didukung oleh Beachwalk Shopping Center, Kuta ini, mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota seperti Gianyar , Denpasar dan Badung juga mendapatkan dukungan dari Kantor Pos, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Kementrian Pariwisata hingga kehadiran make up artis dunia Paris Hilton yakni Rob Peetom. Menariknya lagi sekaligus bedanya HIPMI Fashion Week ini dengan acara sejenis lainnya adalah selain mampu mengakomodir semua pelaku dan beragam jenis potensi yang ada dalam industri fashion. Mulai dari sosok sang desainer, kreativitas karyanya, baik di bidang busana, akseseori penunjangnya, pengguna, pengamat, pemerintah juga pembeli yang akan mendukung dan tak ketinggalan membuka ruang, peluang dan kesempatan yang luas bagi generasi muda yang memiliki talenta di bidang
HIPMI Fashion Week
Mengolah daging sapi mentah agar berubah menjadi abon ternyata memang tidak mudah. Perlu kesabaran tinggi untuk melakukan sebuah proses panjang hampir seharian penuh.
“When Fashion Meets Culture”
fashion di Bali khususnya dan di Indonesia umumnya. Menurut Ketua HIPMI Bali, IGAA Inda Trimafo Yudha, acara yang diselenggarakan oleh HIPMI Bali ini berlangsung selama sepekan, sejak 21 – 31 Juli mengingat industry fashion sangat berkembang baik di Bali, untuk itu HIPMI juga ingin lebih lagi mengakomodir para desainer
kreatif di Bali serta memperkenalkan fashion yang tidak lepas dari sentuhan warisan budaya melalui penggunaan material pada setiap rancangannya. Dikatakan oleh pemilik usaha coklat Pod dan True Bali Experience ini, HIPMI Fashion Week yang digelar pertama kalinya ini di arena acara membuka sekitar 53 stan pameran aneka produk fashion industri. Selain itu juga di gelar fashion & beauty talk show dan setiap harinya disuguhkan fashion show dari para desainer lokal maupun desainer tamu. Sebelumnya juga dilaksanakan sebuah kompetisi Fashion Sket Exhibition.
buyer yang datang sekaligus mendukung acara tersebut. Terlebih kegiatan ini juga ditujukan untuk semakin menguatkan lagi perkembangan dunia fashion, terutama dari sisi bisnis, dia menuturkan, ini merupakan pintu gerbang bagi industri kreatif untuk bertumbuh dan bersaing di dunia,” ujar istri dari Toby Challanger Garrit ini. Selanjutnya putri pasangan I Gusti Ngurah Alit Yudha dan I Gusti Agung Wardhani Pindha ini, menyampaikan bahwa HIPMI akan mengupayakan program ini akan menjadi agenda tetap mereka dan tak lupa mengajak
K
arena pekerjaan itu sudah dilakukan bertahun-tahun, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Bu Siti. Ibu tiga anak ini merasa senang dan bangga karena pekerjaannya itu telah mendatangkan uang yang lumayan bagi keluargannya. Bu Siti adalah salah satu pemilik industri rumah tangga pembuatan abon sapi dari tujuh industri rumah tangga yang ada di Jalan Patmosusastro, Pakis, Surabaya. Dia memulai usahanya pada 2004 setelah mendapat pengalaman dan ketrampilan saat bekerja di industri abon milik Sarti yang terletak di sebelah utara tempat Bu Siti. Dian, anak mantu Bu Siti ketika ditemui di tempat usahanya itu, mengatakan untuk membuat abon ini, dia selalu membeli 20 kg daging sapi kualitas terbaik setiap hari. “Daging sapi untuk membuat abon
masyarakat untuk menyaksikan acara HIPMI Fasion Week di Beachwalk, sebab seluruh suguhan acaranya sangat menarik dan inspiratif. Ketua Panitia HIPMI FW 2016, I Wayan Gede Ari Danangga menambahkan jika pada ajang HFW ini bukan hanya mengakomodasi kalangan fashion tapi juga partisipasi masyarakat sebagai pengguna fashion juga pemerintah selalu pembuat kebijakan. Mengenai dipilihnya Beachwalk Kuta menjadi lokasi acara, mengingat selama ini diperkirakan mampu menghadirkan pengunjungi sekitar 25 ribu sampai 30 ribu per hari. – Sri Ardhini
Sudut Pandang
Mengingat dan melihat sulit mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai untuk bermain bagi anak-anak, maka menurutnya di rumah pun bisa menjadi alternatif , misalnya dengan membaca cerita bersama, ini namanya wisata pendidikan atau berkebun. Yang pasti terjamin keamanan dan kenyamanannya bagi semua disamping bisa bebas biaya. Menurutnya, kalaupun ada ruang dan sarana bermain, masih harus ditinjau lagi dari berbagai aspek. “Apakah telah memperhatikan faktor kebersihan dan keamanannya. Kalau misalnya kita mengajak anak-anak ke lapangan I Gusti Ngurah Made Agung…yang di salah pojok terdapat beberapa mainan untuk anak - anaknya, orangtua mesti ada di sekitarnya untuk mudah memantau atau mengurangi berbagai risiko, khususnya bagi balita, karena di sebelahnya juga terdapat jalan raya. Jika memang mampu tentu keluarga bisa mengajak anak-anaknya misalnya menikmati objek alam terbuka seperti Bedugul atau wahana lainnya seperti water park yang
menyediakan kolam anak-anaknya. Atau, tempat lainnya yang berwujud kebun atau peternakan yang memang diciptakan untuk anak atau sesuai kelompok umur. Harapan ibu tiga anak ini ke depan, pemerintah semestinya memastikan sebagian dana pembangunan dialokasikan untuk penyediaan ruang bermain anak, memperbanyak rumah baca anak, dan jika mungkin menyediakan beberapa ruang publik terpadu ramah anak, yang sekaligus menunjang keberadaan kota ramah anak. – Sri Ardhini
Ida Ayu Made Sawitri
Siapkan Ruang Bermain Anak
19
Abon Bu Siti
Tambah Modal Tambah Daging ini harus daging sapi yang paling bagus dan bebas dari lemak. Harganya pun paling mahal,” ujar Dian. Menurut ibu muda ini, untuk mempermudah proses pembuatannya, maka daging sapi 20 kg itu dibagi tiga bagian dan masing-masing sekitar 7 kg. Daging sapi itu direbus selama enam jam sampai dagingnya empuk betul. Setelah itu, daging sapi tersebut dicincang sehingga menghasilkan serat-serat daging dan kemudian dicampur dengan bumbu yang sudah digiling halus. Bumbu abon itu terdiri dari laos, ketumbar, bawang putih, santan kelapa, garam, dan gula pasir agar rasanya manis dan semua digiling jadi satu. Daging yang sudah dicampur bumbu tersebut digoreng dalam sebuah
IGAA Inda Trimafo Yudha
Untuk menggali bakat , menggairahkan serta memberikan penghargaan kepada para desainer muda atau pemula dalam berkarya demi mampu bersaing di kancah nasional maupun level internasional. Pagelaran Gala Event seperti HFW ini terselenggara, lanjut cucu pahlawan I Gusti Ngurah Rai ini, juga melihat dan mengingat Bali adalah pusat pariwisata yang dikenal kaya dengan seninya termasuk fashion. “Maka, walau acara terkesan mendadak, tetap akan banyak
Menyediaan ruang bermain bagi anak sangat penting, karena dunia anak adalah dunia bermain. Anak dapat mengeksplor potensinya melalui bermain, baik itu urusan baik motorik, psikososial, hingga moral. Selain itu, saat bermain menjadi salah satu kegiatan untuk mengetahui kemampuan anak untuk bersosialisasi, belajar berteman, saling berbagai juga belajar menghargai orang lain Menurut Ida Ayu Made Sawitri salah seorang anggota APSAI Denpasar, dengan bermain bisa mendukung semua aspek perkembangan psikomotorik anak dan perkembangan kreativitasnya. Ia menambahkan, tempat bermain luar ruangan maupun dalam ruangan harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Dengan begitu, ketika bermain anak-anak menjadi lebih sehat, dalam kondisi aman dan terjamin keamanannya. “Dengan begitu sangat perlu diperhatikan dimana tempat bermain yang aman untuk anak-anak khususnya dan tentu saja juga bagi sang pengantar, “ ujar Ketua Koresponden Forum Perberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Denpasar ini.
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Sapi yang sudah jadi sebelum dipacking
Rujak Cingur Ahmad Jais
Pelanggannya Kepala Negara Berkunjung ke Surabaya tak leng- dalam bentuk bungkus lalu dikirim ke kap bila tak menyantap rujak cingur. Jakarta,” kata Ny. Ng Giok Tjoe. Makanan khas arek-arek Suroboyo ini Yang menjadi ciri khas rujak cingur merupakan biasanya disajikan dengan adalah bumbu uleg terdiri petis udang perpaduan buah dan sayuran. Cingur kelas premium ditambah kacang yang terdapat pada makanan tradis- goreng, bawang putih, lombok, asam, ional ini digemari penikmat kuliner. gula merah, garam plus pisang kluthuk Tidak hanya warung di pinggir jalan kemudian diuleg halus. Setelah itu, yang menjajakan rujak cingur, hotel ditambah petis beberapa macam. bintang lima dan restoran elit pun Bumbu yang sudah siap saji itu keikut-ikutan menyajikan. mudian dituangkan dalam piring yang Menu tradisional yang terkenal sudah diberi matengan. Cingur yang hingga ke mancanegara ini adalah jadi andalan rujak ini irisannya cukup rujak cingur Ahmad Jais. Harga besar. Selain empuk, rujak ini memang satu porsi pun cukup mahal bagi nikmat jika disantap siang hari lengkap masyarakat pinggiran. Karena rujak dengan krupuk putihnya. cingur satu porsi dipatok dengan -Roni Irawan harga Rp 60.000. Namun, harga mahal tersebut tak dipermasalahkan pelanggannya. Terbukti dari pengunjung warung tetap banyak dan setia meski harus merogoh kocek kantong agak dalam ketika ingin menyantap rujak cingur ini. Usaha rujak cingur ini dirintis Ny. Ng Giok Tjoe pada 1970-an ketika masih berumur 42 tahun. Hingga berusia 82 tahun, Ny. Ng Giok Tjoe masih terus berperan dalam mengurusi bisnis rujak cingur khususnya dalam mengulek bumbu. Yang menarik, rujak cingur Ahmad Jais yang mulai buka pukul 10.00 hingga 17.00 WIB ini memiliki pelanggan fanatik. “Pelanggan rujak cingur ini hingga ibu kota. Bahkan, ada kepala negara yang tidak bisa disebutNy Giok Tjoe sedang mengulek bumbu kan namanya selalu memesan
kuali besar dengan kapasitas 7 kg daging sapi. Penggorengan ini berlangsung satu jam agar daging itu kering dan empuk. Setelah digoreng kemudian dipres agar minyak-minyaknya keluar sehingga tinggal daging sapi yang sudah jadi abon dalam kondisi kering. Sebelum dimasukan ke dalam kemasan, daging abon itu, diurai lagi agar dagingnya tidak menumpuk tetapi terurai. Kemasan abon itu terdiri dari dua bentuk yakni kemasan 100 grm yang dijual dengan harga Rp 20 ribu/ bungkus dan kemasan Rp 250 gram dijual Rp 50 ribu/bungkus. Dia mengakui dari penjualan sekitar 17 kg abon dalam sehari, pihaknya berhasil mendapat pemasukan sekitar Rp 3,4 juta per hari. Jika dipotong dengan biaya operasional seperti gaji tiga orang karyawan, beli minyak goreng, gas elpiji dan sebagainya, maka keuntungan bersih diraih sehari hanya Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. “Jika modalnya lebih besar kita bisa beli daging sapi lebih banyak dan untungnya pun mungkin bisa lebih banyak,” ujarnya. Menurut Dian dari 20 kg daging sapi yang dibeli akan mengalami penyusutan hingga tiga sampai empat kilogram jika sudah jadi abon. Dari 20 kg daging sapi mentah akan susut menjadi 17 kg abon sapi. Dian mengaku untuk mendapatkan daging sapi yang bagus sebenarnya tidak terlalu sulit. Mereka selalu membelinya di Pasar Pakis yang dekat dengan tempat usahanya itu. “Masalah harga daging sapi sekarang terutama yang bagus relatif sangat mahal berkisar Rp 120 ribu lebih/kg,” ujarnya. Lebih jauh Dian mengatakan daging sapi itu diolah hampir seharian penuh dari pukul 05.00 pagi hingga pukul 18.00. “Untuk bisa mendapatkan abon yang baik, bagus, gurih, dan renyah, prosesnya tidak boleh dilangkahi tetapi harus bertaha-tahap hingga menjadi abon yang enak,” ujarnya dengan nada promosi. Bu Siti menambahkan daging abon sapi yang dikelolanya tidak dijual kemana-mana. Tetapi para pelanggannya selalu datang membeli di tempat usahanya di jalan Pamosusastro nomor 102A, Pakis, Surabaya. “Pembelinya cukup banyak, ada yang pesan dari Jakarta, Malang, Mojokerto dan rata-rata mereka pesan 5 kg hingga 10 kg sekali pesan,” ujarnya. Selain itu, banyak juga pembeli yang datang dari berbagai tempat di Surabaya. Mereka selalu datang ke tempat usahanya untuk membeli abon karena tempat ini sudah dikenal banyak orang. Bu Siti mengakui setiap hari dia memang hanya membeli 20 kg daging sapi karena keterbatasan modal usaha. “Jika saja modal usaha besar, saya bisa beli lebih banyak dari itu,” jelasnya. Industri rumah tangga pembuatan abon ini ternyata menarik perhatian Asuransi Astra, cabang Surabaya. Mereka mengucurkan modal untuk meningkatkan jumlah modal usaha. Yulianto, Senior Branch Manager Asuransi Astra, Senin (18/7) menyerahkan uang sebagai modal usaha kepada industri rumah tangga tersebut. Ditemui di sela-sela penyerahan modal tersebut, Yulianto mengatakan dari tujuh industri rumah tangga di kawasan Patmosusastro, hanya empat yang mendapat kucuran modal. Salah satu diantaranya milik Bu Siti. Bantuan modal dan pembinaan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) ini, sudah menjadi komitmen
Yulianto serahkan modal usaha kepada Bu Siti
Asuransi Astra. Bantuan seperti ini sudah lama diberikan ke sejumlah UKM di seluruh Indonesia termasuk di Surabaya. “Setiap tahun selalu ada UKM yang kita bantu dan hal itu diseleksi dari sekian banyak UKM yang ada,” ujarnya. Yulianto mengharapkan bantuan modal bertujuan untuk meringankan sedikit beban dari UKM yang ada sehingga dia bisa dapat mengelola usahanya dengan baik. Dengan bantuan ini, Yulianto mengharapkan agar sistem pengelolaan abon lebih baik, packing juga lebih bagus sehingga mereka memilik brand tersendiri sehingga bisa menarik minat para konsumen abon. Bu Siti menyatakan senang dan bangga atas perhatian Asuransi Astra untuk mengucurkan modal usaha
kepada dirinya. “Uang ini akan saya gunakan untuk menambah modal pembelian daging sapi sehingga jumlah daging sapi yang dibeli bisa lebih banyak dari yang saya beli sekarang sebanyak 20 kg saja per hari,” ujarnya. Pihaknya lebih senang diberi uang daripada diberi peralatan karena seringkali tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. “Dengan uang, kita bisa membeli apa saja sesuai dengan keinginan kita untuk mengembangkan usaha ini,” ujarnya sambil tersenyum. Bu Siti mengharapkan dengan modal ini, dapat mengembangkan usahanya ke arah lebih baik sehingga keuntungan yang diperoleh juga bisa lebih banyak. Nama Bu Siti sendiri dipatenkan menjadi merek abon Bu Siti. -Yosef Sintar
Kemasan abon sapi
18
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Menuangkan ide bukanlah hal yang gampang juga bukan hal yang sulit untuk dapat menyelamatkan produk yang telah ada sejak nenek moyang. Endek dan songket merupakan salah satu produk kebudayaan yang hampir kelam. Hal inilah yang melatarbelakangi Pertenunan Artha Dharma berkomitmen membangun wirausaha pertenunan yang mengedepankan kualitas.
B
ali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan tenunnya. Tenun meruapakan salah satu sarana seni yang patut dilestarikan. Kain ini kerap kali digunakan sebagai sarana upacara adat Bali. Dilihat
Ikuti Selera Pasar dari cara pembuatannya, karya seni dibuat dengan menenun kain dari helaian benang pakan dan benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Produk yang terkenal dari hasil menenun adalah kain songket dan kain endek. Bedanya, kain songket umumnya menggunakan benang emas atau perak dan motifnya hanya terlihat pada salah satu sisi kain, sedangkan motif kain endek terlihat pada kedua sisi kain. Pertenunan Artha Dharma yang dirintis oleh Ketut Rajin dan Made Endang Erawati, S.E sejak tahun 2002 di Desa Sinabun adalah usaha industri rumahan yang diawali dari rumah rumah penduduk. Mereka berusaha membina dan memberikan pelatihan
dalam pengembangan di bidang tenun kepada masyarakat luas. Tujuan agar masyarakat mempunyai keterampilan dan bisa membantu ekonomi keluarga dan mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya menganggap tenun tidak bisa membantu keuangan keluarga, hingga menjadi mata pencaharia n utama. “Agar menekan tingginya pengangguran dan anak yang putus sekolah di Desa Sinabun,”ungkap Ketut Rajin. Disamping itu, Buleleng sangat kaya dengan motif-motif desain tenun yang hampir punah dan banyaknya penenun tetapi kurang berkembang. Saat ini pertenunan tersebut sudah berkembang pesat sehingga menembus pasar global. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas
mangga adalah daya tahannya terhadap panas saat berada dalam oven tidak mengubah bentuk. “Kami gunakan hanya kayu mangga saja selain itu tidak karena selain murah dari segi kualitas serat kayu juga padat dan tahan panas” tegasnya. Ia menambahkan, untuk membuat dulang yang berkualitas tinggi harus menggunakan jenis kayu yang berkualitas, agar dapat menghasilkan produk yang kokoh dan tahan lama. Dalam proses produksi berbagai jenis dulang, pihaknya memakai kayu mangga karena memiliki kadar air lebih sedikit dan juga kayunya kokoh.“Disamping itu, kayu mangga memiliki ukuran lebih besar, sehingga lebih mudah dibentuk,” ujarnya. Batok kelapa yang mudah didapat kini divariasikan dengan fiber serta kayu mangga yang sudah di pola sesuai ukuran dengan ciri khas dulang berbentuk bulat. Dengan memperkerjakan sepuluh orang tenaga, pihaknya menghasilkan beberapa jenis dulang di antaranya, dulang sulinggih, dulang pajegan, dulang susun, dulang buah dan ada juga bokor batok. Harganya pun bervariatif tergantung dari ukuran dulang yang dib uat. Khusus dulang batok susun kini yang paling banyak diminati di kalangan masyarakat kisaran harga mencapai Rp 400 ribu/setnya tergantung ukuran, selain itu dulang sulinggih lengkap dengan kereb (1 set) harganya mencapai Rp 1 jutaan. Ditanya soal pemasaran untuk saat ini masih banyak dipasarkan kepada warga lokal namun dibawa keluar Bali seperti Lombok. Akan tetapi untuk tahun ini pemasaran di rasa sedikit lesu. Untuk memasarkan dulang produksinya, ia harus menggunakan beberapa orang untuk berkeliling. -Wiwin
Story
Dalam reuni SMA yang dilakukan Dirman (42) dan kawan-kawannya usai Lebaran Idul Fitri lalu, menyisakan cerita dari masing-masing sahabat Dirman. Dalam canda tawa penuh keceriaan, Dirman terlihat lebih pendiam dari kawan-kawan lainnya. Ia hanya sesekali tersenyum dan menimpali celoteh dari kawan-kawannya. Banyak kisah tentang kenalakan, keusilan dan lainnya terkuak dan diceritakan kembali. Dari banyak kisah itu, rupanya tidak banyak yang tahu kisah Dirman selepas SMA. Mungkin ini yang membuatnya lebih banyak diam.
D
Aneka Variasi Dulang Batok Buleleng merupakan salah satu kabupaten di Bali yang kaya akan jenis kerajinan, salah satunya adalah kerajinan dulang. Dulang adalah sebuah tempat untuk menaruh aneka jenis sesajen dalam ritual Agama Hindu berbentuk lingkaran. Salah satu pengrajin dulang yang cukul dikenal di Buleleng adalah dulang batok di Desa Petandakan. Jika dibandingkan dengan pengrajin dulang lain, hasil produksi Petandakan ini memiliki berbagai motif dan ciri khas. Gede Merta Sariada pemilik usaha sekaligus perajin dulang batok ini, mencoba mengawali usaha kerajinannya dengan memakai bahan dasar kayu kelapa pada tahun 1996. Pemasaran yang lebih diperuntukkan kepada wisatawan asing atau mancanegara rupanya tidak selalu berbuah manis. Memasuki tahun 2002 usahanya macet lantaran perekonomian di Bali melesu akibat Bom Bali sehingga berdampak pada jumlah produksi kerajinan. Pemilik usaha Nyiur Indah di Desa Petandakan Kecamatan Kubutambahan ini akhirnya memilih bangkit kembali dengan fokus membuka usaha kerajinan dulang batok di tahun 2007 hingga saat ini. Uniknya, dulang batok asli dusun Pondok ini dibuat dengan bahan dasar kayu mangga dan batok kelapa. Pemilihan kedua jenis bahan baku ini bukan tanpa alasan, kayu mangga merupakan kayu yang memiliki kualitas baik sebab keunggulan dari kayu
Life
adalah dengan menggali desain lama untuk dimodifikasi dan juga disesuaikan dengan selera pasar. “Salah satu desain baru yang diunggulkan di tahun ini adalah desain Singaraja yakni kolaborasi motif skordi dengan motif songket dan endek model keling kombinasi songket,” ujarnya. Ia juga mengatakan, melihat tenun endek dengan motif yang masih umum dengan background polos dengan tiket pakan dan satu desain, dirinya mencoba mengkreasikan motif baru dengan warna degradasi perpaduan antara pepatraan dengan skordi serta background yang bervariatif. Dengan terus berinovasi menciptakan kreasi tenun endek model baru pemasaran endek hasil Pertenunannya hingga Jakarta dengan kisaran harga tergantung motif mulai dari Rp 400 ribu/pcsnya. Peminat endek
tenun yang kebanyakan diminati oleh PNS untuk seragam dan ada juga dari kalangan swasta. Keistimewaan dari produk yang dihasilkan adalah penggunaan benang sutra sebagai bahan baku yang diwarnai dengan pewarna alami sehingga lebih ramah lingkungan. Hal inilah yang membuat pertenunan ini selalu terserap pasar, bahkan saat ini sampai kewalahan menerima pesanan yang disebabkan oleh keterbatasan tenaga kerja terampil tenun. Disamping itu, tantangan yang dihadapi adalah produk yang dihasilkan cepat ditiru oleh pengrajin lain. Kualitas yang jauh di bawah, pengrajin tembakan menjual hasil produksi jauh lebih murah sehingga merusak harga pasar. akan tetapi hal ini tidak pernah dikhawatirkan sebab meraka selalu mempertahankan kualitas barang. -Wiwin
ari Aryati, sahabat sebangku Dirman semasa SMA lalu mengalir cerita tentang masa lalu Dirman. Semasa SMA, Dirman, Aryati dan tiga orang lainnya adalah sahabat karib yang selalu bergaul bersama baik di sekolah maupun dalam keseharian. Mereka sangat dekat satu sama lain. Masing-masing mereka memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Sebagai satu-satunya perempuan dalam ‘geng’ ini, Aryati adalah sosok yang mandiri dan relatif tomboy. Tiga orang lainnya adalah laki-laki dengan karakter ada yang pendiam, ada yang cerewet dan ada pula sangat mengayomi. Sedangkan Dirman adalah sosok yang gemulai. Gerak tubuh Dirman lebih terlihat seperti anak perempuan namun ia bukanlah waria. Ia tetap seorang laki-laki namun gemulai. Secara umum di sekolah, kawankawannya tidak pernah menilai secara langsung dan terbuka tentang penampilan dan bahasa tubuh Dirman. Semua berjalan biasa saja. Namun satu hal yang menonjol dari dalam diri Dirman, yaitu, kalau bicara suka blak-blakan, nyelekit dan kerap menyakiti hati lawan bicaranya. “Ya… khas cowok gemulai, kalau bicara suka tidak memperhatikan perasaan orang,” ungkap Aryati. Semasa mereka SMA di salah satu SMA di Pulau Sumbawa, menurut Aryati, sebenarnya banyak yang tersinggung dengan cara Dirman berkomunikasi. Tetapi sejauh itu seingat Aryati tidak ada yang pernah tersinggung berat sampai berantem (bertengkar). Selalu lebih bisa memahami keadaan Dirman yang
7
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Mulutmu Harimaumu sesungguhnya sangat setia kawan ini. Aryati mengetahui bahwa keluarga sedang Sampailah mereka semua lulus dan mendiskusikan agar Dirman berobat ke berpencar kuliah di berbagai universitas di rumah sakit jiwa di Mataram. Namun semua Indonesia. Dirman yang lumayan cerdas ini pesimis karena jangankan beranjak, bicara melanjutkan kuliah di salah satu universitas sepatah kata saja Dirman tidak mau. Lalu negeri ternama di Jawa Timur sedangkan Aryati mendekati sahabatnya itu. Aryati melanjutkan kuliahnya di Mataram. “Halo…hai Dirman,” kata Aryati merSuatu ketika saat libur kuliah, Aryati tiba-tiba entangkan tangannya. Dirman menoleh dan didatangi oleh ayah Dirman yang memint- memandangnya seperti orang asing. Aryati anya untuk berbicara pada Dirman yang su- sampai memperkenalkan dirinya berulangdah terdiam sejak beberapa bulan lamanya. ulang, tetapi Dirman tetap memandangnya Kebetulan mereka tinggal satu kampung di kosong. Meski begitu Aryati tetap bicara Pulau Sumbawa. padanya sembari mencandainya seperti ketika mer“Waktu saya tahu itu, eka bergaul sehari-hari. Dirman tidak mau bicara “Tiba-tiba Dirman terseapa-apa alias terdiam “Waktu saya nyum dan mengulurkan sudah sejak tiga bulan tangannya. Kami bersalatahu itu, Dirman sebelumnya,” ujar Aryman,” ungkap Aryati. ati. Tidak ada seorang tidak mau bicara pun yang tahu menPeristiwa itu membuat gapa tiba-tiba Dirman apa-apa alias ter- keluarga besar Dirman betidak mau bicara dalam lega. Mereka semakin diam sudah sejak gitu waktu cukup lama itu banyak berharap pada kesehingga orang tuanya hadiran Aryati. Tampaknya tiga bulan se membawanya pulang seDirman merasa terganggu belumnya,” mentara. Dalam masa itu dengan banyaknya orang Dirman sempat cuti kudi sekitarnya, ia melihat liah selama satu tahun. orang-orang tersebut satu Hari itu, menjelang Magrib tiba, ayah persatu. Mungkin karena mereka bersahaDirman datang ke rumah Aryati untuk men- bat dekat sejak SD, Aryati mengerti bahwa jemputnya dan bercerita tentang keadaan Dirman hanya ingin bersamanya. Ia pun Dirman. Ayah Dirman meminta Aryati meminta keluarga Dirman untuk meningyang dikenal sebagai sahabat paling dekat galkan mereka berdua. Dirman untuk mengajaknya bicara. “Siapa Aryati menyentuh hati sahabatnya itu pun yang bertanya dan mengajaknya bicara yang kemudian mau bicara untuk pertama tidak satu pun berhasil membuat Dirman kalinya sejak tiga bulan yang lalu. Dirman bicara. Ini sudah berlangsung tiga bulan. pun akhirnya menceritakan apa yang diaTolonglah ajak dia bicara, mana tahu dia mau laminya di Surabaya. “Dia bercerita selalu bicara denganmu,” ungkap ayah Dirman ketakutan tiap kali melihat orang berkulit pada Aryati waktu itu. Aryati sempat kaget hitam dan berambut keriting di kampusmendengar keadaan sahabat dekatnya itu. nya,” ujarnya. Dirman merasa dikejar-kejar Selama ini ia tidak pernah tahu keadaan oleh mereka yang ingin membunuhnya. Dirman seperti itu. “Mereka mau bunuh saya Aryati. Mereka Tiba di rumah Dirman, alangkah sedihnya Aryati menemukan sahabatnya itu duduk terdiam sambil menatap jauh dalam kekosongan. Seluruh keluarga besar Dirman yang tengah berkumpul terlihat prihatin pada kondisinya. Dari mata mereka, terlihat sorot penuh harap pada kedatangan Aryati. Dari sanalah
mau habisi saya Aryati. Saya takut…saya takut, tolong saya. Cuma kamu yang bisa tolong saya,” kata Dirman memeluk Aryati. Dalam obrolan selama dua jam, Aryati kemudian memahami apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Rupanya cara Dirman berkomunikasi yang blak-blakan dan nyelekit kalau berkomentarlah yang menjadi sebabnya. Para mahasiswa satu kampus Dirman yang berasal dari timur pernah tersinggung dengan kata-kata Dirman. Pokok persoalannya telah ditemukan, Aryati membujuk Dirman agar mau berobat ke psikiater di rumah sakit jiwa Mataram. “Anehnya, saat itu juga Dirman menyatakan kesediaannya untuk berobat, namun dengan syarat saya yang antar,” ungkapnya. Malam itu juga keluarga Dirman langsung menyiapkan keberangkatannya ke Mataram. Selama dua bulan Aryati menemani sahabatnya itu berobat di rumah sakit jiwa. Sampai akhirnya Dirman sehat dan kembali ke bangku kuliah. Aryati sempat ke Surabaya menemui orang-orang yang pernah tersinggung pada sahabatnya itu untuk memintakan maaf bagi Dirman. “Saya terpaksa menceritakan keadaan Dirman agar mereka mau memaafkannya,” ujarnya. Setelah kembali ke kampusnya, terlihat perubahan sikap Dirman. Ia tidak lagi banyak bicara melainkan lebih pendiam. Kini, setelah hampir dua puluh tahun peristiwa itu berlalu, Aryati turut berbahagia melihat sahabatnya itu telah berkeluarga. Ia memiliki seorang anak perempuan yang manis. Dari peristiwa ini, Aryati mengambil hikmah, bahwa benar kata pepatah, mulutmu adalah harimaumu. Ia sadar bahwa menjaga lisan itu sangatlah penting. Dari peristiwa ini juga, ia semakin mengerti arti persahabatan. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Luangkan Waktu Main bersama Anak Bermain bersama anak merupakan bagian dari aktivitas yang menyenangkan bagi anak dan orangtua. Banyak manfaat yang bisa dirasakan.
“A
nak saya perempuan masih duduk di bangku SD kelas 2. Untuk permainan, saya suka bermain permainan edukasi dengannya. Permainan ini kami beli di mal, saat rekreasi bersama. Permainan ini melatih daya pikir dan daya intelegensinya. Saya dan suami, biasa mendampingi dia untuk bermain,” ujar I Dewa Ayu Novia Saraswati, S.H. Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan bank ini menambahkan, selain permainan yang ia beli di mal, ada juga permainan dengan gadget. “Biasanya kami unduh aplikasinya. Kami pilihkan game-game yang melatih daya pikir anak dan melatih psikomotornya,” ujarnya. Selain itu, ia selalu mengawasi putrinya bermain agar tidak terlalu lama bermain dan melupakan kegiatan yang lain. “Kadang-kadang kami ajak juga ke tempattempat permainan yang ada di mal atau pusat perbelanjaan dimana kami bermain bersama-sama dengan memilih permainan ketangkasan,” kata perempuan yang akrab disapa Novi ini. Ia juga memasukkan putrinya ini, ke satu grup English Club dengan jadwal seminggu dua kali dimana dia bisa bermain sambil belajar bahasa Inggris dengan temanteman sebayanya. “Tujuanya agar dia bisa melatih psikomotornya sambil dia belajar berbahasa Inggris,” kata istri dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. ini. Novi mengatakan, waktu bermain bersama anak, biasanya di akhir pekan dan hari libur. “Untuk bermain ke tempat permainan yang ada di pusat perbelanjaan kami lakukan pada saat liburan sekolah. Jadi kami pilih dan batasi waktunya,” ujar ibunda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira dan Made Prabandari Divya Mahacita ini. Selain bermain bersama keluarga, putrinya juga bermain tiap sore bersama teman sebaya di lingkungan rumahnya. Permainan yang dipilih, dagang-dagangan, masak-masakan, petak umpet, dan main sepeda. Menurutnya, bermain adalah kegiatan yang penting untuk anak-anak, tetapi harus bisa memilih dan memilah permainan yang positif dan bermanfaat untuk anak. “Kalau ada permainan yang disukai anak tetapi menurut kami tidak berguna dan berefek negatif maka akan kami larang, kami
carikan permainan yang lebih bermanfaat,” kata perempuan usia 35 tahun ini. Bermain bersama anak dan orangtua mempunyai banyak makna, seperti waktu mencurahkan kasih sayang dan perhatian orangtua kepada anaknya. Salah satu cara orangtua dalam membantu meningkatkan perkembangan daya pikir dan psikomotornya. Selain itu, dapat menanamkan sifat mampu bekerjasama dan bersosialisasi dengan orang lain serta sikap sportif. Menunjukkan sikap selalu berusaha untuk mencapai tujuan seperti yang ada di setiap permainan untuk memperoleh kemenangan. Dengan maraknya anakanak yang menyukai games online, Novi berpendapat, games online memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Sekarang tergantung orang yang memainkannya. Kalau bermain game online sampai berjam-jam dan sampai lupa waktu mungkin banyak menimbulkan efek negatif seperti tidak mau melakukan kegiatan lain seperti sekolah atau bekerja. Mungkin ada efek terhadap kesehatan karena terlalu lama di depan monitor, belum lagi biaya yang dikeluarkan mungkin akan banyak. Belum lagi efek ketagihan yang ditimbulkannya. Kalau bermain game online bisa memanfaatkannya dengan baik tentu saja mendapat sisi positifnya. BELAJAR BUAT SLIME Sementara, bagi Ny. Seniasih Giri Prasta, putri bungsunya yang masih SMP suka sekali bermain slime. Slime ini material dengan tekstur kenyal menggumpal dan kadang sedikit lengket. Slime dieksplorasi dalam hal ragam bentuk atau warna. Awalnya, ia tidak terlalu tahu, apa yang dimaksud putrinya itu. “Anak saya minta uang mau beli bahan-bahan seperti sabun, shampoo, body lotion, dll. Katanya untuk membuat slime,” kata Ny. Seniasih Giri Prasta. Ia memperhatikan dan mengamati kegiatan putrinya. Dari berbagai bahan, putrinya ini mencampur untuk membuat satu bentuk kenyal yang bisa dibentuk dengan warnawarni. Tiap sore, kegiatan itu pasti dilakoninya. “Anak saya punya satu dus perlengkapannya bermain slime,” kata Ny. Seniasih. Menurutnya, apapun kegiatan putrinya pasti ia dukung, apalagi bermanfaat. “Mungkin ia suka di bidang kimia atau
Ny. Seniasih Giri Prasta
Dewa Ayu Novia Saraswati
kedokteran nantinya seperti kakaknya setelah dewasa. Saya pasti mendukung sebagai orangtua,” imbuhnya. Dari kecil putrinya itu suka bermain tradisional. Waktu ia sekeluarga masih tinggal di Plaga, anak-anaknya suka bermain di kebun dan bermain
seperti anak-anak lainnya, seperti dagang-dagangan. Malah menurut pengamatannya, putrinya itu tak terlalu tertarik permainan di game di internet. Ia tak menampik, dengan kecanggihan teknologi, anak-anak sekarang sudah
biasa menggunakan ponsel yang bisa mengakses internet dan mengunduh game-game. Namun, ia hanya tegaskan kepada ketiga anak-anaknya, teknologi bermata dua, bisa memberikan efek negaif dan manfaat positif. Intinya mereka harus tahu dan bijak dalam menggunakan teknologi. Seniasih juga bangga sejak menikah sudah memutuskan untuk menjadi ibu rumahtangga murni. Tugasnya mengurus suami dan anakanak. Ia mempunyai banyak waktu untuk mengasuh ketiga anak-anaknya. Melihat perkembangan mereka dan mengawasi apa saja kegiatan mereka, termasuk permainan apa yang digemari mereka. Saat ini, ia masih ikut bermain bersama putri bungsunya yang duduk di bangku SMP. Dari tidak bisa, akhirnya ia sendiri bisa membuat slime karena terlalu sering melihat putrinya mencampur bahanbahan. Selain bermain slime bersama putrinya, kadang mereka suka jogging bersama. –Wirati Astiti
Mendongeng Lima Menit keong emas
Nenek Daun tinggal sendirian di sebuah gubuk di pinggir hutan jati. Suaminya telah lama meninggal, sebelum sempat melahirkan. Pekerjaannya sehari-hari menjual Made Taro daun jati ke pasar. Kehidupannya yang pahit dan menyendiri itu dijalaninya sampai tua-renta. Bila musim hujan tiba, ia tidak berjualan ke pasar, tetapi menjaring ikan di sungai. Ketika menyusuri pinggir sungai, ia melihat seekor keong merangkak perlahan-lahan. Ia kasihan lalu membawanya pulang. “Aku tidak sendirian lagi. Kaulah yang menyertai hidupku!” katanya berbisik. Sesampai di gubuk ia memasukkan keong itu ke dalam gentong. Ia memberi makan daun-daunan segar. Malam harinya Nenek Daun heran melihat gentong itu terang-benderang. Ternyata cangkang keong itu bercahaya keemas-emasan. Ia lalu memberi nama ‘anak pungut’nya itu “Keong Emas’. Setelah musim hujan usai, Nenek Daun kembali lagi berjualan daun jati ke pasar. Sekembali ke gubuk, ia terheran-heran. Didapatinya ruang gubuk dan halamannya bersih, seolah-olah ada seseorang yang menyapunya. Tambah heran lagi, melihat makanan enak-enak tersedia di dapur. “Keajaiban apa ini?” pikirnya. Keadaan seperti itu berulang-ulang, keesokan harinya dan keesokan harinya lagi. Ia penasaran, ingin mengetahui rahasia peristiwa ajaib itu. Pagi-pagi benar, nenek tua itu pura-pura berangkat ke pasar. Baru beberapa langkah ia balik lagi, lalu mengintip dari celah gedek. Apa itu? Seorang perempuan cantik muncul dari gentong keong emas. Perempuan itu memasak
di dapur, kemudian menyapu gubuk dan halaman. Setelah selesai, perempuan itu bergegas masuk ke dalam gentong. Braaak! Nenek Daun bertindak cepat. Ia memecahkan gentong itu, sehingga Keong Emas yang cantik itu tidak sempat berganti rupa. “Ternyata kau bukan keong, tetapi penjelmaan putri cantik. Siapa kau sebenarnya?” tanya Nenek Daun sambil memeluk anak pungutnya. Keong Emas tidak menjawab. Perempuan cantik itu juga tidak paham mengenai dirinya. Singkat cerita, peristiwa ajaib itu terpecahkan juga. Suatu siang yang terik, serombongan pemburu mendekati gubuk Nenek Daun. Dua orang yang mewakili rombongan itu menjelaskan, bahwa mereka adalah pengiring Raden Panji Putra, raja Jenggala yang sesat dalam perburuan. “Berilah kami masing-masing seteguk air. Kami kehausan dan kelaparan,” pinta Raja. Nenek Daun sangat kasihan, lalu memanggil anaknya Keong Emas untuk membagikan air dalam kendi. Nah, itulah puncak keajaiban itu! Ketika Keong Emas muncul membawa air, sang Raja secepatnya memeluk perempuan cantik itu. “Dewi Candra Kirana! Dewi Candra Kirana, istriku!” teriaknya. Nenek Daun terbengong-bengong. Namun setelah pengiring raja menjelaskan peristiwa yang berliku-liku itu, barulah nenek tua itu tenang dan tersenyum. Katanya, suatu hari Raden Panji Putra pergi berburu. Ditunggu berbulanbulan, raja Jenggala itu tak juga kembali ke istana. Sang istri, Dewi Candra Kirana, menyusul jejak perjalanan suaminya. Ketika menjejakkan kaki di hutan larangan, perempuan cantik itu seketika berubah menjadi keong. Mendengar berita hilangnya permaisuri, Raja Jenggala menghentikan perburuannya. Ia dan rombongannya mencari dan mencari sang permaisuri. Nah, di gubuk Nenek Daun itulah, peristiwa pengembaraan itu berakhir dengan kebahagiaan. (Jawa)
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Jatuh Hati dengan IB Puja
17
Menjadi kolektor lukisan, tentu saja bukan sebagai profesi yang diimpikannya sejak kecil. Kecintaannya pada objek lukisan mengalir begitu saja. “Mungkin karena sejak kecil saya sudah sering diajak jalan-jalan sama Bapak (guide Jepang), sering masuk galeri dan melihat berbagai macam barang seni termasuk lukisan. Mungkin darisana saya jadi tertarik lukisan,” ucap Ni Wayan Ary Saputri.
Ary bersama suami dan putrinya
B
ersama ayahnya, I Wayan Metra, mereka kini mengoleksi 185 buah lukisan khusus karya IB Puja. Sejak tahun 2008, Ary-sapaan akrabnya mengaku “jatuh hati” dengan karya-karya IB Puja. Sejak itu pula ia mengoleksi karya-karya pelukis asal Jember yang sudah lama menetap di Bali ini. “Saya kagum dengan kemampuan otodidak dan gaya melukisnya yang spontan. Dia bisa melukis hanya dengan melihat sepintas saja dan dari sugesti juga bisa,” ujar mahasiswi S1 Sastra Jepang
Universitas Udayana yang segera merampungkan skripsinya ini. “Tidak banyak pelukis seperti ini. Teknik melukisnya benarbenar beda. Ketika memandangi lukisannya pun kita sepertinya masuk ke dalamnya,” imbuh Wayan Metra yang memiliki intuisi tajam akan lukisan IB Puja ini. Ary mengatakan, walau pun bukan orang Bali tapi IB Puja cinta Bali. Ini dibuktikan dengan karya-kaya lukisnya yang ingin memperkenalkan Bali tempo dulu kepada anak muda Bali. Seperti dalam beberapa objek lukisannya, warung kopi zaman dulu, suasana pasar tradisional zaman dulu, dapur zaman dulu, dan alam perdesaan zaman dulu. Seolah-olah dia ingin menyampaikan kegalauannya akan Bali di era kekinian, dengan mengajak penikmat seni kembali ke Bali tempo dulu yang penuh dengan harmonisasi Tri Hita Karana (harmonis dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan lingkungan) . “Menurut saya, dia juga sangat berperan dalam pelestarian Bali,” ucap istri dari I Wayan Adi Mardika dan ibu dari Ni Wayan Adiary Putri Metra ini. Tak jarang, Ary menyaksikan langsung aksi IB Puja melukis, bertempur dengan alat lukis paletnya, yang selalu membuat Ary terkagum-kagum. Seperti saat pembukaan pameran karya
Miliki Filososi Sama
Foto bersama usai melihat pameran lukisan. Tampak Amy Effendy (tiga dari kiri),bersama Made Padmi, Wayan Metra, Ary, IB Puja dan istri
Sebanyak 20 lukisan IB Puja yang menjadi koleksi Ary, dipamerkan di Amandari Ubud sejak 20 Juli s.d. 20 September 2016. Area Boutique and Gallery Manager, Ami Effendy mengatakan lukisan karya IB Puja ini cocok denganfilosofi Aman secara umum dan filosofi Amandari yang secara khusus lebih ke budaya Bali. Amandari yang terletak di daerah seniman Ubud ini dijelaskannya merupakan Aman pertama di Indonesia. Sejak dulu, Aman memang konsen untuk men-support seniman lokal, yang dalam hal ini tidak hanya berarti orang Bali asli, namun setidaknya mereka yang menetap di Bali. Ia menjelaskan, tak semua seniman bisa berpameran di Amandari, semua ada seleksi dan kriterianya. Lukisan karya IB Puja yang fokus dengan budaya dan Bali tempo dulu ini, ditegaskannya kembali sangat sesuai dengan visi misi Amandari. –ten
IB Puja dengan tema “Bali Tempoe Doeloe” di Amandari, Ubud, Rabu (20/7). Hanya dengan waktu 15 menit, IB Puja berhasil meyelesaikan lukisannya dengan objek salah satu sudut alam di hotel ekslusif tersebut. Pernah juga Ary dan keluarga mengajak IB Puja ke Pulau Menjangan. Di sana, ia melukis pawon (dapur) zaman dulu yang masih memakai bungut pawon dengan saang (kayu bakar), yang di zaman sekarang sudah sangat jarang ditemui karena sudah tergantikan dengan kompor gas.
Ary di antara sebagian koleksi lukisannya karya IB Puja
“Walau kami tak ada keturunan keluarga seni, hanya penikmat saja, tapi kami memang suka
keindahan,” ucap putri satu-satunya pasangan I Wayan Metra-Ni Made Padmi ini. –ten
Melukis On the Spot Beberapa lukisan IB Puja
Nama lengkapnya adalah Imam Buchori Puja, bukan Ida Bagus Puja (seperti nama Bali). Pria kelahiran Jember 22 Januari 1970 ini, sejak kecil sudah tertarik pada lukisan. Ia sempat mengenyam pendidikan di bidang itu walau akhirnya tak tuntas. Namun, kegairahannya dalam seni lukis terus berkembang yang membuatnya belajar secara otodidak dengan para senior, dengan pelukis-pelukis di Yogya, termasuk pernah berguru pada Antonio Blanco. Dalam pameran-pameran lukisan, IB Puja mengaku selalu berkesempatan hadir, entah itu pelukis senior maupun pemula. Dari kehadirannya tersebut ia meyakini pasti dapat menemukan sesuatu darisana. “Semua itu proses, berjalan dengan sendirinya, dan kini saya sudah menemukan diri saya,” ucapnya. IB Puja memamerkan perdana karya-karya lukisannya dalam Collective Exhibition in Jember tahun 1983. “Semua mulai darisini, saya ketemu guru-guru, terus berpameran, dan terakhir saya pameran di BTDC Nusa Dua dibuka Jro Wacik,” ucapnya. Tema-tema lukisan IB Puja adalah Bali Tempo Dulu dengan objek-objek alam Bali. Objekobjek ini dikatakannya nanti sudah tak akan ada lagi. Karena itu, lukisannya ini juga sekaligus sebagai dokumentasi Bali tempo dulu. “Semua lukisan saya ini ada sertifikatnya, dijamin keaslian-
nya dan ada nomor serinya juga,” warna monokrom ini karena jelasnya. identik dengan tempo dulu dan Dengan gaya lukis impresio- berkesan klasik. Hanya dengan nis dengan teknik lukis palet, IB permainan tiga warna itu (brown Puja membidik semua objek di sera, hitam, putih), IB Puja berBali, seperti di daerah Lovina, hasil menampilkan detail objekUbud, Kintamani, dan Pantai objek dalam lukisannya yang Saba Gianyar. Sala satu lukisan diperkuat dengan finishing lightberukuran besar dengan objek ing. Karena itu pula, ia mengaku pasar tradisional di daerah Sin- lebih suka mengambil waktu pagi garaja, dijelaskannya dikerjakan untuk melukis karena bias cahaya seharian on the spot. Genteng asli pagi begitu indah. Dari sekian dari tembikar, dalam lukisannya lama ia berkarya, ada satu impian dirubah menjadi berbahan ilalang. yang ingin segera diwujudkannya. “Pokoknya objek Bali paling unik. “Saya ingin melukis on the spot Di bali taksunya beda, landscap- objek Kintamani dengan big size 3x1,5 meter, dari pagi dan sore enya lebih kena,” ujarnya. Dalam beberapa karyanya yang harus selesai,” tandasnya. –ten dipamerkan hari itu, ada beberapa lukisan monokrom yang cukup menarik perhatian pengunjung. Salah satunya Dini, dari beberapa lukisan yang ia amati, matanya kembali tertuju pada lukisan berukuran kecil yang mengambil objek alam perdesaan dengan hutannya. “Saya seperti masuk ke lukisan itu,” ujarnya. Setidaknya, itulah salah satu kekuatan lukisan IB Puja. Penikmatnya seakanakan tersihir masuk ke ruang 3 dimensi lukisan tersebut. Ia mencoba memakai IB Puja saat melukis on the spot alam Amandari Ubud
16
Edukasi
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Ayo Kunjungi KMB Food Truck Festival 2016
Ikuti Lomba Fashion Berhadiah Total Jutaan Rupiah Kelompok Media Bali Post (KMB) menggelar KMB Food Truck Festival 2016 di lapangan parkir Taman Kota Lumintang, Denpasar, Jumat (29/7)Minggu (31/7). Event ini merupakan kombinasi dari festival makanan dengan acara hiburan dan kreativitas. Menurut Ketua Umum Panitia KMB Food Truck Festival 2016 Kadek Parwata, acara ini bertujuan untuk mewadahi usaha-usaha kreatif khususnya food truck yang ada di Bali. “Kami ingin menjadikan food truck sebagai alternatif usaha kecil dan menengah (UKM) yang bisa dijadikan pilihan bagi pelaku bisnis di Bali. Kegiatan tak hanya untuk pecinta kuliner saja. Kami menyelenggarakan
berbagai acara lain dalam satu event. Ada lomba mewarnai, lomba foto selfie/ grupfie, lomba modern dance, lomba fashion show, lomba membuat sanggul, lomba karaoke pop Bali, parade band indie, cooking class dan mengajarkan pola hidup sehat melalui kegiatan yoga, line dance, serta aerobik,” ujarnya. Ia menambahkan 25 stand food truck yang ikut. Mereka menyajikan berbagai makanan dan minuman. Pengunjung bisa membeli tiket Rp 25 ribu yang sudah termasuk vocer makan Rp 15 ribu di stand food truck, satu teh botol Sosro, dan undian berhadiah utama sepeda motor. Untuk hiburan, panitia menghad-
irkan artis-artis Bali seperti Henny Shanti, Dewa Sugama, Sengap, Emoni, Leeyonk Sinatra, Gek Diah 3G, Trisna STE, Motifora, Galuh Bilen serta MKP Mersi. Tak kalah meriahnya, ada penampilan parade band indie, yakni The Holic, Monkey Wrensh, Malaikat Band, Anaztesia, Badsoldier, Individe Band dan The Father Band di hari Jumat (29/7), Wak-wak Band, Invite Band, Imajinasi Band dan Peace Band di hari Sabtu (30/7), serta Romer Band, Gista, Rerock, Sevenceblok dan Yudik Voice di hari Minggu (31/7). Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima audensi Panitia KMB Food Truck Fes-
Audensi Panitia KMB Food Truck Festival 2016 ke Wali Kota Denpasar
tival 2016 menyatakan siap untuk mendukung kegiatan ini. “Food truck festival bisa menjadi wadah bagi anak muda kreatif. Apalagi kalau acaranya dimeriahkan dengan hiburan. Saya dukung event ini sekaligus untuk sosialisasi Taman Kota Lumintang yang bisa dijadikan tempat olahraga karena ada program car free day tiap Minggu pagi,” tegasnya.
Lomba Fashion Show Tokoh
TOUCH OF ENDEK Salah satu kegiatan yang juga dilaksanakan di KMB Food Truck Festival 2016 adalah lomba fashion show “Busana Casual Touch of Endek”. Lomba diadakan Sabtu (30/7) mulai pukul 14.00.
Ketua Lomba Fashion Show Inten Indrawati mengatakan lomba dibagi menjadi lima kategori. Kategori A (PG dan TK), Kategori B (SD kelas 1-3), Kategori C (SD kelas 4-6), Kategori D (SMP), dan Kategori E (SMA/SMK). Tim juri terdiri dari desainer, model, dan pengamat busana. “Biaya pendaftaran Rp 50 ribu per kategori. Pemenang mendapat hadiah tabungan, piala, bingkisan, piagam. Totalnya jutaan rupiah,” ujar Inten. Ia menambahkan pendaftaran terakhir saat techinal meeting, Jumat (29/7) pukul 16.00 di panggung KMB Food Truck Festival 2016. Ayo kunjungi KMB Food Truck Festival 2016 dan ikuti lomba fashion show-nya. –Ngurah Budi
Franchise KUMON
Komitmen untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Anak
Metode KUMON adalah metode belajar perseorangan. Level awal untuk setiap siswa KUMON ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah, tanpa kesalahan. Lembar kerjanya telah didesain sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soalnya. Jika siswa terus belajar dengan kemampuannya sendiri, ia akan mengejar bahan pelajaran yang setara dengan tingkatan kelasnya dan bahkan maju melampauinya. Metode KUMON adalah metode pendidikan yang unik, yang tidak menyamaratakan kemampuan masing-masing siswa. Berdasarkan bimbingan perseorangan dan belajar pada tingkatan yang tepat, KUMON ingin mengembangkan kemampuan setiap anak dan memaksimalkan potensinya. Dengan menggali potensi setiap individu, KUMON mendorong anak-anak untuk menjadi yang terbaik dengan kemampuan sendiri.
Kami di KUMON percaya bahwa sangatlah penting bagi anak-anak untuk mengembangkan life skills yang memungkinkan mereka untuk hidup dengan sikap yang positif tentang masa depan. Setelah
mengamati lebih dari sepuluh ribu anak, kami sangat yakin bahwa life skills memungkinkan anak-anak untuk hidup dengan bahagia dan menjalani hidupnya secara optimal dengan impian dan targetnya, bersedia menghadapi tantangan dan mau mencoba hal-hal yang baru dengan bersemangat. Bersama-sama dengan Pembimbing dan Asisten di kelas, KUMON mendukung semua anakanak di dunia dalam mencapai target dan impiannya. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan kepada masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tahu lebih banyak mengenai franchise KUMON, daftarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS! Persyaratan utama adalah wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, menyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-1314-5367; 0878-6099-5895.
Dara
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Mengekspresikan jiwa seni seseorang memang dapat ditunjukkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara bermain musik dan berkarya. Terbentuk sejak 22 Februari 2015 silam, band yang satu ini memang memiliki keunikan tersendiri. Dilihat dari cara terbentuknya, band ini memang terkesan mendadak sehingga para personilnya sepakat menyematkan nama Na ‘Duck Band. “Terbentuknya memang dadakan tapi bukan berarti kami tidak ada persiapan. Kalau manggung kami selalu persiapkan diri,” ungkap Lecce, sang vokalis.
B
and yang digawangi oleh Lecce di vokal, Sastra di bass, Iponk di drum, dan Moning di gitar ini mengaku jika bermusik merupakan hobi dari masing-masing personil. “Kami hanya hobi saja kemudian ada teman curhat dan minta dibuatkan lagu, dan gak tahu kenapa akhirnya terbentuk sebuah band,” jelas Lecce. Sebagai band yang terbilang masih baru, Na‘Duck Band belum merampungkan album yang pertamanya, sehingga di media radio hanya dapat didengar beberapa lagunya saja. “Sebenarnya lagu
S
E
Na‘Duck Band
9
Pertahankan Bahasa Bali sudah banyak dan sering juga dibawa manggung hanya saja perekamannya yang belum selesai jadi di radio juga sedikit ada,” tambah Lecce. Sebagai band yang berasal dari Buleleng, Na ‘Duck Band paham benar keadaan masyarakat dan polemik yang ada didalamnya. Banyak orang yang mengklaim dirinya Ajeg Bali, namun tidak banyak yang dapat menunjukkan secara nyata aksi yang telah dilakukan. “Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Ajeg Bali, tapi kami dan teman-teman melakukannya dengan seni terutama berkarya dalam musik,” tambah Lecce. Selain itu, mereka juga ingin ikut meramaikan blantika musik Bali sehingga dalam penggarapan lagu, fokus kepada penggunaan bahasa Bali. Menurutnya, sebagai band sekaligus masyarakat Bali sangat wajib menggunakan bahasa Bali. Mereka juga tidak menampik jika perkembangan bahasa saat ini memang cukup pesat. Terbukti
X DU
dari bahasa yang digunakan oleh masyarakat modern yang tidak lagi mempertahankan bahasa Bali asli, melainkan bahasa Bali campuran. “Banyak orang bahkan pencipta lagu menggunakan bahasa aku, kamu sebagai bahasa campuran,” imbuh Iponk. Akan tetapi dalam lagu-lagu garapannya, Na‘Duck
berusaha menciptakan dengan menggunakan dan mempertahankan bahasa Bali. Sebuah karya dikatakan baik jika maksud yang diinginkan tersampaikan kepada penikmatnya. Begitu juga dengan karya-karya dari band ini. Melalui lagu “Bajang Truna”, Na ‘Duck ingin menyadar-
kan anak-anak muda zaman sekarang agar lebih bisa menjaga diri. Menurutnya, prilaku remaja jika tidak dikontrol akan kebablasan. Maka melalui lirik yang berisi pesan moral tersebut secara tidak langsung mengajak remajaremaja agar menjaga sikap dan perbuatan. “Ya, pesannya disampaikan kepada remaja pada umumnya, dan terutama para cewek-cewek yang baru SMP agar lebih menjaga cara berpakaian karena cantik tidak harus seksi,” jelas Lecce. Menurut band yang asli dari Lovina ini menuturkan, bahwa dalam lagu-lagu yang telah diciptakan mengambil beberapa tema baik dari cinta maupun sosial. Akan tetapi merupakan suatu tantangan dalam mencipatkan lagu bertema sosial dibandingkan dengan tema cinta. “Kalau sosial lebih rumit mengenai pergaulan, kehidupan masyarakat dan sebagainya, sedangkan kalau membuat lagu dengan tema cinta lebih gampang karena kita sendiri pasti pernah merasakannya,” tutur sang vokalis. -Wiwin
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr. Oka Negara, FIAS
Mencari Tahu Keperjakaan “Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?”(Rini, 22 thn) “Hari gini mempertanyakan virginitas?” Banyak yang bereaksi seperti itu ketika diajak diskusi tentang keperawanan. Tetapi ternyata masih banyak juga yang menanyakannya lagi. Selama ini yang dibahas justru sebagian besar adalah tentang mengetahui keperawanan pada perempuan dan bukan keperjakaan pada laki-laki. Lalu apakah yang membahas tentang bagaimana membuktikan keperjakaan laki-laki sudah ada? Jawabannya, memang sudah ada. Tapi berhati-hatilah kepada mitos atau informasi yang tidak benar, karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat
terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerah-merahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresangoresan bekas lecet, karena gesekan. Lalu, pada lakilaki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah mengeluarkan cairan kelamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahun-tahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancar-lancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada laki-laki yang sudah berhubungan seksual tidak serta
merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga merubah bentuk lutut dan bokong. Tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin. Jadi, jangan pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas tidak benar seperti ini. Lalu bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Lakilaki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi Anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik adalah melupakan hal yang dianggap buruk di masa lalu, serta berpikir positif untuk hubungan Anda saat ini dengan tanggung jawab dan komitmen dan yang disepakati bersama.
10
Kreasi
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Uma Si Hantu Jenaka
Style
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Heritage of Bali Lebih Humor Ketimbang Horor S ebuah keindahan atau kecantikan selalu memikat sebagai sumber ide. Seperti yang digambarkan Tjok Abi yang menggulirkan berbagai idenya mulai dari cerminan sifat bijaksana seorang permaisuri filosofi warna hingga pesnoa tenun ikat Bali. Pekan ini Tokoh menghadirkan kemegahan visualisasi busana yang terinspirasi dari permaisuri sebuah kerajaan lengkap dengan pesona keayuannya seorang Ningrat. Begitu juga dengan keagungan busana puri jelas terlihat, selain dari bentuk busananya juga dari material yang digunakan pada setiap rancangannya. Sedangkan dari filosofi warna, Tjok Abi yang lekat dengan image polengnya, ketika menggunakannya diakui kalau tiga warnanya yakni
Bagi penggemar film kartun, pasti tahu film Casper. Sosok hantu ceria yang selalu ingin bersahabat dengan manusia. Casper pun kerap dimusuhi sesama hantu karena tidak mau menakut-nakuti manusia. Ia lebih memilih untuk menolong manusia.
K
ini, penggemar film animasi bersiaplah untuk menyaksikan film pendek “ Uma Si Hantu Jenaka”. Thriller film ini sudah ada di situs YouTube dengan durasi 1 menit. Film ini merupakan produksi Kementerian Perindustrian, Inkobator Bisnis (InBis) Tohpati, dan Bamboomedia. “Film ini menceritakan Uma, hantu jenaka yang bersahabat dengan Ketut, seorang Office Boy. Ada kisah persahabatan, perjuangan, kebahagiaan, tantangan, dan keputusasaan. Semua dirangkum dalam kisah yang cenderung humor ketimbang horor,” ujar Yogi Suryananto, sutradara sekaligus supervisor produksi film ini. Yogi menambahkan tokoh yang ada dalam film ini selain Uma dan Ketut adalah Pak Made (bos), Ayu (sekretaris), dan Bedul (satpam). Film yang mengambil setting di kawasan Balai Diklat Industri (BDI) ini berdurasi 8
menit. Ide cerita sudah ada sejak dua tahun lalu. Konsep pun digagas bersama Putu Sudiarta, pemilik Bamboomedia. Film ini digarap 20 orang yang terdiri dari siswa SMK 1 Denpasar dan mahasiswa Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali. “Mereka terpilih dari hasil pelatihan. Selanjutnya ikut Diklat Produksi Film Animasi dari 9 Mei – 26 Juli 2016. Mereka dibagi menjadi beberapa divisi antara lain modeling, layout, animasi, artist, storyboard, dan audio effect. Pengelompokan tugas sesuai dengan skill masing-masing,” ujar Yogi yang juga Research dan Development di Bamboomedia ini. Kendala yang dihadapi selama proses kreatif ini lebih pada kemampuan peserta. Namun,
Uma Si Hantu Jenaka
semua bisa diatasi dengan kerja keras. Kekompakan mereka juga menjadi modal untuk mengeksplorasi kemampuan. Dari proses pelatihan ini, peserta mendapat banyak pengalaman. Mereka jadi tahu bagaimana
“Film ini menceritakan Uma, hantu jenaka yang bersahabat dengan Ketut, seorang Office Boy. Ada kisah persahabatan, perjuangan, kebahagiaan, tantangan, dan keputusasaan. Semua dirangkum dalam kisah yang cenderung humor ketimbang horor”
Proses kreatif pengerjaan Uma Si Hantu Jenaka
Make up by Hair do by Model by Foto by
Tim produksi Uma Si Hantu Jenaka
tekanan pekerjaan. Skill yang didapatkan juga meningkat. “Kami berharap kreasi anakanak muda dalam bidang animasi terus meningkat. Masyarakat pun bisa mendapat hiburan baru,” ujar pria asal Bungkulan, Buleleng ini. Setelah proyek Uma ini rampung, tim akan mengerjakan proyek baru pembuatan film animasi Unyil. Film yang tenar di era 1980-an ini akan diproduksi lagi oleh PFRN dengan menggandeng beberapa studio, termasuk Bamboomedia. –Ngurah Budi
Yogi Suryananto
: LT Pro : Gedong Pengantin (Tresna Jaya) : First Face Models : Goose Bali
Tjok Abi hitam, putih, dan abu-abu mampu memberi energi magis di dalam setiap kreasi busananya. Selanjutnya bicara keindahan, maka kain tradisional Bali, seperti Endek dan Songket dengan motifnya yang banyak berkisah dan khas, juga berhasli melahirkan busana yang mengusung konsep glamor. – Sri Ardhini
15
Edisi 911/ 25 - 31 Juli 2016
Made Ninik Sutadiasih
14
D
an, aura ini, sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari hari. Aura positif artinya pancaran energinya baik, sehingga jika kita berada didekanya dengan mudah dapat melihat dan merasakan kekuatan cinta dan kekuatan baik yang positif. Begitu disampikan oleh Made Ninik Sutadiasih, S.E., seorang Master Energi Positif Alam Semesta saat di temui di Istana Taman Jepun, Denpasar usai memberikan terapi buka aura wajah dan tubuh . Dikatakan oleh Ninik, jika kita beraura positif tentu akan memancarkan energi positif, energi baik ke alam semesta dan kehidupan, sehingga setiap kehidupan yang bersentuhan dengan kita akan merasakan nyaman dan senang di seluruh tubuh. Yang namanya energi positif ini, akan terus aktif jika diimbangi pula dengan pola dan gaya hidup yang positif, baik dari segi berpikir, berbicara, berperasaan serta bertingkah laku yang baik. Dengan lingkaran aura positif serta jiwa-jiwa yang baik dan penuh kasih, maka pada diri kita tidak ada kebencian, kesombongan, keangkuhan, merasa hebat,
Jaga Penampilan dengan
Jelita
Energi Positif Alam Aura adalah medan energi yang dimiliki setiap makhluk hidup. Aura juga merupakan pancaran cahaya wajah atau pancaran cahaya yang keluar dari tubuh. Aura postif pancaran energi baik dari dalam diri oleh kekuatan cinta, yang tersambungkan ke dalam perasaan empati seseorang.
iri hati maupun kedengkian. Namun, yang namanya kasih akan mengalirkan sikap murah hati, rendah hati dan pastinya penuh kasih sayang “Dengan adanya rasa cinta kasih pula maka kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan akan mengikuti kita dan dengan jelas terpancar di wajah,” kata Ninik PIKIRAN JERNIH Selanjutnya disampaikan oleh Master Energi Positif Alam Semesta ini jika kita ingin memiliki penampilan yang istimewa, ubahlah hidup dengan cara berpikir sehat dan positif dan cara kita mencintai diri sendiri. Semakin positif maka kebaikan dapat kita pancarkan ke seluruh alam semesta. Begi pula penampilan kita secara menyeluruh pun menjadi lebih segar dan lebih percaya diri. Ninik juga menyatakan bahwa percaya diri, semangat dan keberanian dengan cara yang baik adalah cara yang tepat untuk menggapai sukses. Setiap tantangan akan dapat dihadapi dengan kebajikan, kejujuran dan keadilan serta hati yang tulus ihklas . Dengan begitu jiwa kita akan selalu dalam naungan Tuhan, sebab Tuhan dan alam semesta adalah satu.
“Sistem kerja dari energi positif akan mengikuti pikiran positif. Peran energi positif ini mampu memberikan kekuatan dari dalam diri untuk menguatkan jiwa dan mental yang dibantu dengan motivasi spiritual,” jelasnya Ketika aura di dalam tubuh dibuka oleh sistem inti energi tubuh yang telah diaktifkan oleh energi positif alam semesta, akan menjadikan aura wajah dan tubuh akan terpancar lebih positif. Dan, masih banyak lagi manfaat dari menyerap energi positif alam semesta. Energi positif alam semesta,
lanjutnya bekerja di dalam organ fisik untuk membersihkan unsur negatif yang mempengaruhi sistem organ secara keseluruhan. Baik itu sistem pencernaan, peredaran darah, sistem pernafasan dan lainnya. Jadi, tujuan utama energi positif alam semesta ini, selain digunakan sebagai penyembuhan organ fisik, energi positif alam semesta juga dapat memperbanyak sel-sel pada otak yang akan membentuk jaringan dan sistemnya untuk kita semua berpikir lebih cerdas dalam menghadapi dan mengatasi masalah dan menjadi sosok yang
semakin kuat dan berkualitas. Alam semesta dengan kekuatan terbesarnya, yakni energi positif alam semesta ini juga akan mengikuti pikiran positif memberikan energi cinta kasih pada semua mahluk ciptaan-Nya agar hidup sehat bahagia, tentram dan damai. Kekuatan pikiran positif dapat mengubah kehidupan kita ke arah yang lebih baik dimulai dengan mengaktifkan gen energi positif tubuh jasmani rohani dan pikiran. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Jika kita memiliki niat baik dan tulus Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi kehidupan kita. Dengan menyerap energi positif alam melalui kekuatan pikiran positif kita, mari kita mulai mengubah cara berpikir menjadi lebih positif untuk hidup yang lebih baik dan berkualitas bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan.-Sri Ardhini
Bugar Olahraga menjadi wajib ketika tubuh Anda ingin sehat. Tapi malas dan tak ada waktu menjadi alasan banyak orang untuk tidak melakukan olahraga. Anda perlu mencoba olahraga hidup baru (Orhiba). Apa itu Orhiba?
M
e n u r u t p r a ktisi Orhiba, Dr. Wayan Karthi Sutardjana, Orhiba adalah sebuah karunia yang dapat membebaskan umat manusia dari segala macam gangguan fisik maupun mental. Orhiba merupakan usaha dan jalan untuk membangun manusia baru menuju dunia baru. “Orhiba terdiri dari 24 macam gerakan dasar yang sederhana dan wajar, serta sangat mudah dijalankan. Orhiba dilakukan tanpa alat-alat olahraga apapun. Orhiba dilakukan tanpa pakaian olahraga yang khusus,” ujar perempuan yang tetap energik di usianya yang sudah senja ini. Ia menambahkan, Orhiba dapat dilakukan oleh orang yang kuat maupun lemah. “Orang yang sakit dapat bebas dari gangguan-gangguan kesehatannya jika melakukan Orhiba, dan orang sehat yang dapat mempertah-
“Orang yang sakit dapat bebas dari gangguan-gangguan kesehatannya jika melakukan Orhiba, dan orang sehat yang dapat mempertahankan ke sehatannya,”
Olahraga Baru
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
dengan Gerakan Tangan ankan kesehatannya,” kata Pendiri Yayasan Kartini Bali ini. Ia menyebutkan, Orhiba dapat dilakukan pria dan wanita, baik tua muda, dan anak-anak. Orhiba juga, dapat dilakukan dimana saja, tidak membutuhkan ruangan yang luas. Orhiba dengan gerakan lengkap dilakukan dalam sikap berdiri tegak, karena manusia adalah makhluk yang dikodratkan bergerak tegak. Orhiba mempunyai manfaat, menyempurnakan fungsi bagian tubuh luar dan dalam, dan pernapasan, bukan menempa kemampuan dan ketangkasan urat daging (otot). “Orhiba dilakukan setiap orang dengan gaya dan iramanya sendiri, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Waktu yang diperlukan antara 15 s.d. 20 menit. Yang ingin menikmati dapat memperpanjang waktu ini, bisa sampai satu jam,” kata Karthi Sutardjana. Menurutnya, gerakan Orhiba adalah gerakan yang alami, wajar, dan langsung merangsang sendisendi kesehatan fisik dan mental. “Orhiba merangsang sendirisendi kesehatan seluruh tubuh, memperlancar peredaran darah, membantu alatalat penting di dalam tubuh untuk bekerja dengan sempurna, dalam keseimbangan yang harmonis,” ujarnya Ia menyebutkan, latihan pernapasan Orhiba yang khas adalah untuk menarik zat hidup atau tenaga hidup yang sebanyak-banyaknya dari udara, yang menghidupkan setiap sel di dalam tubuh. Di dalam kehidupan sehari-hari,
kita memakai tubuh untuk menjalankan macam-macam kegiatan hidup yang berarti kita menggunakan atau mengeluarkan tenaga. “Dari hari ke hari, tahun ke tahun, tubuh terus menerus kehilangan tenaganya. Orang yang tubuhnya lemah, lesu, kurang semangat, gampang sakit atau menderita semacam penyakit, berarti tubuhnya sudah kehilangan hak hidup asalnya. Untuk mengatasi keadaan demikian, kita harus mengembalikan hak hidup asal tubuh kita dengan mengisi tenaga hidup seperti halnya mengisi baterai lemah karena telah lama dipakai agar menjadi bertenaga baru,” ucapnya. Dengan menjalankan latihan Orhiba, kata dia, tiap kali tubuh menerima vitalitas baru tiap sel akan dihidupkan dan disehatkan. “Kalau Orhiba dijalankan dengan tekun dan teratur, tubuh yang lemah dan menderita penyakti lambat laun akan menjadi sehat dan kuat kembali,” tegasnya. –Wirati Astiti
Gerakan-gerakan orhiba
11
Kuliner Cicipi Laklak Odah Jelajah Kuliner Pegunungan Batukaru di Kul Kul Bali Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
12
Wayan Bagiana
Pernahkah Anda mencicipi daging kelelawar? Kali ini ada menu spesial daging kelelawar. Namanya Kuah Kelelawar. Rasanya luar biasa, tak kalah dengan lezatnya daging ayam. Menu ini terinspirasi dari kuliner pegunungan Batukaru, di mana, kelelawar masih banyak berkeliaran di sana. Corporate Executive Chef Komaneka Resorts Ubud, Wayan Bagiana mencoba berbagi menu spesial ini. Selamat mencoba. –Wirati Astiti
Bandut Ikan Sambal Tomat Kecombrang Bahan: 100 gr : kelapa parut 100 gr : ikan ipun (anak ikan yang masih kecil) 2 sdm : bumbu kuning (bisa beli di supermarket) 2 biji : lombok iris tipis 3 sdm : sambal tomat kecombrang Telur dadar tipis untuk menggulung Bahan sambal tomatkecombrang 2 sdm : sambal tomat 2 sdm : kecombrang yang sudah ditumis Blender kedua bahan, tambahkan garam secukupnya.
Cara membuat: - Campur ikan ipun, bumbu kuning, kelapa parut, lombok, dan garam jadi satu. Aduk rata. - Letakkan di atas telur dadar lalu gulung.
Lele Dumbo Santan Gurih Bahan: 2 ekor : lele dumbo yang besar 1 sdt : air jeruk nipis 1 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk, sobek sobek 1 cm : lengkuas, dimemarkan 1 batang serai, dimemarkan 1/2 sdt : gula merah 100 ml : santan Garam secukupnya Minyak secukupnya Bumbu 3 butir 2 siung 1 buah 1 buah 2 butir
Halus: : bawang merah : bawang putih : cabai merah besar : cabai merah keriting : kemiri disangrai
1 cm 1 cm
: jahe : kunyit, bakar sebentar agar tidak berbau langu
Cara membuat: - Pisahkan daging ikan lele dari tulang dan kulitnya. Bumbui ikan lele dengan garam, merica, dan air jeruk nipis. Bumbui ikan dengan sedikit bumbu halus. - Tata ikan di atas pemanggangan teflon lalu bakar sampai matang.
- Panaskan panci untuk mengukus dan kukus sampai matang sekitar 15 menit. - Sajikan dengan sambal tomatkecombrang, siram di atas ikan tadi. - Tumis bumbu halus lalu tambahkan 100 ml air, daun jeruk, daun salam, lengkuas, sereh, dan garam. Masak sekitar 10 menit sampai mendidih. Tambahkan santan dan masak lagi sampai agak kental, lalu saring. - Tata ikan di atas piring dan siram dengan bumbu tadi. Sajikan dengan tumis pakis.
Bahan saus lombok manis: 40 gr : bawang merah, iris kasar
20 gr : bawang putih, iris kasar 50 gr : lombok merah besar, iris kasar 10 gr : lombok hijau besar, iris kasar 10 lembar : daun kemanggi 100 gr : tomat, potong kasar 2 gr : terasi 1 sdt : gula merah Cara membuat: - Bumbui lulur sapi dengan garam, merica, dan saus lombok manis, lalu diamkan 15 menit. - Panggang lulur sapi sampai matang, lalu iris agak tipis dan
Bumbu halus: 2 buah : bawang merah 1 buah : bawang putih ½ cm : jahe
Bahan: 200 gr : daging kelelawar cincang 50 gr : wortel potong dadu 50 gr : lobak potong dadu 30 gr : kacang merah rebus 1 cm : kayu manis 1 biji : star anis 1 biji : cardamon 1 biji : cengkih 1 sdt : daun ketumbar diiris 1 sdt : seledri diiris Sedikit gula pasir Garam dan merica secukupnya Minyak untuk menumis
Cara membuat: - Panaskan panci kecil, lalu isi sedikit minyak. Masukkan bumbu halus, lalu tumis sampai beraroma. - M a s u k k a n d a g i n g kelelawar cincang, lalu aduk sampai berubah warna - Masukkan air sekitar 500 ml, kayu manis, cengkih, cardamon, star anis, dan pala. Masak sampai daging empuk. Masukkan semua bahan yang lain. Periksa rasanya. - S i a p d i s a j i k a n d e n g a n bawang goreng dan irisan jeruk lemon.
Aneka Mie & Spaghetti
ati Nikm Hanya di...
L
aklak spesial buatan Komang Sugiantara, yang dikenal sebagai penjual aneka sate ini sangat berbeda, rasanya lembut dan enak. “Hijaunya terbuat dari campuran daun suji, sehingga rasanya lebih enak, apalagi saat baru matang, tercium bau wanginya. Resepnya pun
spesial dari Odah (nenek),” kata Komang. Menurutnya, untuk membuat laklak agar tidak lengket di cetakannya, awalnya cetakan laklak diberi parutan kelapa terlebih dahulu. Kelapa parut ini dibakar sampai hangus. Kemudian diolesi dengan kuas agar bersih. Kemudian, barulah mulai mencetak
Komang sedang membuat adonan laklak
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
Rendang Ayam
DISKON 10%
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas. Berlaku mulai 1 s.d. 31 Juli 2016 Indonesian Chicken Curry Rice
ti
a Nikm
Cara membuat saus lombok manis: - Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bawang merah, bawang putih, dan lombok sampai beraroma. Masukkan daun kemangi, tomat, terasi, dan gula merah. - Aduk sebentar lalu tambahkan sedikit air. Masak sampai matang lalu giling atau blender halus. Tambahkan garam dan merica.
Kue tradisional Bali, laklak, sudah sangat dikenal. Tua muda sangat menggemarinya. Jaja laklak enaknya dijadikan teman minum kopi di pagi hari. Harganya juga sangat terjangkau hanya Rp 5.000 per porsi. Cobalah Laklak Odah di Kul Kul Bali, Gatot Subroto, Denpasar. laklak. Satu sendok sayur, untuk satu lubang cetakan. Tunggu lima menit, laklak sudah siap diangkat dengan sutil. Diamkan sebentar, sebelum dihidangkan dengan kelapa parut dan gula merah. Selain laklak, Komang juga menjual pisang krispi. Harganya sama juga, seporsi Rp 5.000. Camilan ini mirip dengan pisang
Laklak spesial goreng, hanya tepungnya dari tepung panir, sehingga rasanya krispi saat digigit. Pisang krispi ini diberi taburan mesis dan parutan keju, sehingga menjadi lebih enak. “Hujan-
Laklak yang baru matang, siap diangkat
hujan begini, enaknya menikmati camilan laklak dan pisang krispi ditemani teh atau kopi,” kata Komang, yang membuka warungnya mulai pukul 10 pagi sampai 9 malam. –Wirati Astiti
Pisang krispi
Cafe Mie Santai
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
tata di piring. - Siramkan saus lombok manis di atas daging sapi. - Tata lawar dan lontong sebagai peneman di sampingnya.
13
Ciri Khas Taiwan
Hot Latte
Sapi Panggang Saus Lombok Manis Bahan: 300 gr : lulur sapi Garam, merica secukupnya Lawar pepaya dan lontong
Kuah Kelelawar
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Chinese Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
DISKON 10%
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.
Berlaku s.d. 1 - 9 Juli 2016
Murah Meriah & Bersih Tampin Special
Es Campur Mutiara
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
Sarwan Bahan: 1 ekor : ayam, potong jadi 4 bagian 1 sdm : air jeruk nipis 500 ml : santan 1 lembar : daun kunyit 3 lembar : daun jeruk purut 2 lembar : daun salam 2 buah : asam kandis ½ butir : kelapa parut sangrai sampai kecokelatan, tumbuk halus Bumbu yang dihaluskan: 9 buah bawang merah, 4 siung bawang putih, 15 buah cabe merah kriting,
5 buah cabe besar merah, 1 sdt ketumbar sangrai, 3 ruas jari jahe, 2 ruas jari lengkuas. Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. Cara Membuat: Bersihkan ayam, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air sampai bersih. Larut-
kan dengan santan dan bumbu halus, masak hingga mendidih dan masukkan daun salam, daun jeruk, daun kunyit, asam kandis dan masukkan parutan kelapa yang sudah disangrai dan ditumbuk, aduk-aduk, masak hingga mendidih dan agak mengental. Masukkan ayam, aduk-aduk, masak hingga matang dan bumbu meresap serta santan agak mengering atau menggental. Siap disajikan dengan tabaruan bawang putih goreng.
Sate Jeje (Sumatera) Bahan : 300 gr : jantung ayam, bersihkan 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : serai memarkan 300 gr : jamur merang, rebus sebentar, rendam air dingin 250 ml : air Margarin secukupnya Bumbu Halus : 7 buah bawang merah, 4 siung bawang putih, 4 buah cabe besar merah, gula, ga-
ram, kaldu bubuk secukupnya. Cara Membuat: Tumis bumbu halus bersama serai dan lengkuas hingga harum, lalu masukkan jantung ayam. Aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan jamur dan beri kecap manis, kemudian masukkan air, masak sampai mendidih dan matang serta bumbu meresap. Angkat, tusuk setiap tumis jantung ayam dan jamur dengan tusuk sate masing-masing 4 sampai 5 buah, lalu bakar sate sampai matang sambil diolesi margarin dan sisa bumbu. Siap disajikan.
Kuliner Cicipi Laklak Odah Jelajah Kuliner Pegunungan Batukaru di Kul Kul Bali Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
12
Wayan Bagiana
Pernahkah Anda mencicipi daging kelelawar? Kali ini ada menu spesial daging kelelawar. Namanya Kuah Kelelawar. Rasanya luar biasa, tak kalah dengan lezatnya daging ayam. Menu ini terinspirasi dari kuliner pegunungan Batukaru, di mana, kelelawar masih banyak berkeliaran di sana. Corporate Executive Chef Komaneka Resorts Ubud, Wayan Bagiana mencoba berbagi menu spesial ini. Selamat mencoba. –Wirati Astiti
Bandut Ikan Sambal Tomat Kecombrang Bahan: 100 gr : kelapa parut 100 gr : ikan ipun (anak ikan yang masih kecil) 2 sdm : bumbu kuning (bisa beli di supermarket) 2 biji : lombok iris tipis 3 sdm : sambal tomat kecombrang Telur dadar tipis untuk menggulung Bahan sambal tomatkecombrang 2 sdm : sambal tomat 2 sdm : kecombrang yang sudah ditumis Blender kedua bahan, tambahkan garam secukupnya.
Cara membuat: - Campur ikan ipun, bumbu kuning, kelapa parut, lombok, dan garam jadi satu. Aduk rata. - Letakkan di atas telur dadar lalu gulung.
Lele Dumbo Santan Gurih Bahan: 2 ekor : lele dumbo yang besar 1 sdt : air jeruk nipis 1 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk, sobek sobek 1 cm : lengkuas, dimemarkan 1 batang serai, dimemarkan 1/2 sdt : gula merah 100 ml : santan Garam secukupnya Minyak secukupnya Bumbu 3 butir 2 siung 1 buah 1 buah 2 butir
Halus: : bawang merah : bawang putih : cabai merah besar : cabai merah keriting : kemiri disangrai
1 cm 1 cm
: jahe : kunyit, bakar sebentar agar tidak berbau langu
Cara membuat: - Pisahkan daging ikan lele dari tulang dan kulitnya. Bumbui ikan lele dengan garam, merica, dan air jeruk nipis. Bumbui ikan dengan sedikit bumbu halus. - Tata ikan di atas pemanggangan teflon lalu bakar sampai matang.
- Panaskan panci untuk mengukus dan kukus sampai matang sekitar 15 menit. - Sajikan dengan sambal tomatkecombrang, siram di atas ikan tadi. - Tumis bumbu halus lalu tambahkan 100 ml air, daun jeruk, daun salam, lengkuas, sereh, dan garam. Masak sekitar 10 menit sampai mendidih. Tambahkan santan dan masak lagi sampai agak kental, lalu saring. - Tata ikan di atas piring dan siram dengan bumbu tadi. Sajikan dengan tumis pakis.
Bahan saus lombok manis: 40 gr : bawang merah, iris kasar
20 gr : bawang putih, iris kasar 50 gr : lombok merah besar, iris kasar 10 gr : lombok hijau besar, iris kasar 10 lembar : daun kemanggi 100 gr : tomat, potong kasar 2 gr : terasi 1 sdt : gula merah Cara membuat: - Bumbui lulur sapi dengan garam, merica, dan saus lombok manis, lalu diamkan 15 menit. - Panggang lulur sapi sampai matang, lalu iris agak tipis dan
Bumbu halus: 2 buah : bawang merah 1 buah : bawang putih ½ cm : jahe
Bahan: 200 gr : daging kelelawar cincang 50 gr : wortel potong dadu 50 gr : lobak potong dadu 30 gr : kacang merah rebus 1 cm : kayu manis 1 biji : star anis 1 biji : cardamon 1 biji : cengkih 1 sdt : daun ketumbar diiris 1 sdt : seledri diiris Sedikit gula pasir Garam dan merica secukupnya Minyak untuk menumis
Cara membuat: - Panaskan panci kecil, lalu isi sedikit minyak. Masukkan bumbu halus, lalu tumis sampai beraroma. - M a s u k k a n d a g i n g kelelawar cincang, lalu aduk sampai berubah warna - Masukkan air sekitar 500 ml, kayu manis, cengkih, cardamon, star anis, dan pala. Masak sampai daging empuk. Masukkan semua bahan yang lain. Periksa rasanya. - S i a p d i s a j i k a n d e n g a n bawang goreng dan irisan jeruk lemon.
Aneka Mie & Spaghetti
ati Nikm Hanya di...
L
aklak spesial buatan Komang Sugiantara, yang dikenal sebagai penjual aneka sate ini sangat berbeda, rasanya lembut dan enak. “Hijaunya terbuat dari campuran daun suji, sehingga rasanya lebih enak, apalagi saat baru matang, tercium bau wanginya. Resepnya pun
spesial dari Odah (nenek),” kata Komang. Menurutnya, untuk membuat laklak agar tidak lengket di cetakannya, awalnya cetakan laklak diberi parutan kelapa terlebih dahulu. Kelapa parut ini dibakar sampai hangus. Kemudian diolesi dengan kuas agar bersih. Kemudian, barulah mulai mencetak
Komang sedang membuat adonan laklak
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
Rendang Ayam
DISKON 10%
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas. Berlaku mulai 1 s.d. 31 Juli 2016 Indonesian Chicken Curry Rice
ti
a Nikm
Cara membuat saus lombok manis: - Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bawang merah, bawang putih, dan lombok sampai beraroma. Masukkan daun kemangi, tomat, terasi, dan gula merah. - Aduk sebentar lalu tambahkan sedikit air. Masak sampai matang lalu giling atau blender halus. Tambahkan garam dan merica.
Kue tradisional Bali, laklak, sudah sangat dikenal. Tua muda sangat menggemarinya. Jaja laklak enaknya dijadikan teman minum kopi di pagi hari. Harganya juga sangat terjangkau hanya Rp 5.000 per porsi. Cobalah Laklak Odah di Kul Kul Bali, Gatot Subroto, Denpasar. laklak. Satu sendok sayur, untuk satu lubang cetakan. Tunggu lima menit, laklak sudah siap diangkat dengan sutil. Diamkan sebentar, sebelum dihidangkan dengan kelapa parut dan gula merah. Selain laklak, Komang juga menjual pisang krispi. Harganya sama juga, seporsi Rp 5.000. Camilan ini mirip dengan pisang
Laklak spesial goreng, hanya tepungnya dari tepung panir, sehingga rasanya krispi saat digigit. Pisang krispi ini diberi taburan mesis dan parutan keju, sehingga menjadi lebih enak. “Hujan-
Laklak yang baru matang, siap diangkat
hujan begini, enaknya menikmati camilan laklak dan pisang krispi ditemani teh atau kopi,” kata Komang, yang membuka warungnya mulai pukul 10 pagi sampai 9 malam. –Wirati Astiti
Pisang krispi
Cafe Mie Santai
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
tata di piring. - Siramkan saus lombok manis di atas daging sapi. - Tata lawar dan lontong sebagai peneman di sampingnya.
13
Ciri Khas Taiwan
Hot Latte
Sapi Panggang Saus Lombok Manis Bahan: 300 gr : lulur sapi Garam, merica secukupnya Lawar pepaya dan lontong
Kuah Kelelawar
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Chinese Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
DISKON 10%
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.
Berlaku s.d. 1 - 9 Juli 2016
Murah Meriah & Bersih Tampin Special
Es Campur Mutiara
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
Sarwan Bahan: 1 ekor : ayam, potong jadi 4 bagian 1 sdm : air jeruk nipis 500 ml : santan 1 lembar : daun kunyit 3 lembar : daun jeruk purut 2 lembar : daun salam 2 buah : asam kandis ½ butir : kelapa parut sangrai sampai kecokelatan, tumbuk halus Bumbu yang dihaluskan: 9 buah bawang merah, 4 siung bawang putih, 15 buah cabe merah kriting,
5 buah cabe besar merah, 1 sdt ketumbar sangrai, 3 ruas jari jahe, 2 ruas jari lengkuas. Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. Cara Membuat: Bersihkan ayam, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air sampai bersih. Larut-
kan dengan santan dan bumbu halus, masak hingga mendidih dan masukkan daun salam, daun jeruk, daun kunyit, asam kandis dan masukkan parutan kelapa yang sudah disangrai dan ditumbuk, aduk-aduk, masak hingga mendidih dan agak mengental. Masukkan ayam, aduk-aduk, masak hingga matang dan bumbu meresap serta santan agak mengering atau menggental. Siap disajikan dengan tabaruan bawang putih goreng.
Sate Jeje (Sumatera) Bahan : 300 gr : jantung ayam, bersihkan 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : serai memarkan 300 gr : jamur merang, rebus sebentar, rendam air dingin 250 ml : air Margarin secukupnya Bumbu Halus : 7 buah bawang merah, 4 siung bawang putih, 4 buah cabe besar merah, gula, ga-
ram, kaldu bubuk secukupnya. Cara Membuat: Tumis bumbu halus bersama serai dan lengkuas hingga harum, lalu masukkan jantung ayam. Aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan jamur dan beri kecap manis, kemudian masukkan air, masak sampai mendidih dan matang serta bumbu meresap. Angkat, tusuk setiap tumis jantung ayam dan jamur dengan tusuk sate masing-masing 4 sampai 5 buah, lalu bakar sate sampai matang sambil diolesi margarin dan sisa bumbu. Siap disajikan.
Edisi 911/ 25 - 31 Juli 2016
Made Ninik Sutadiasih
14
D
an, aura ini, sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari hari. Aura positif artinya pancaran energinya baik, sehingga jika kita berada didekanya dengan mudah dapat melihat dan merasakan kekuatan cinta dan kekuatan baik yang positif. Begitu disampikan oleh Made Ninik Sutadiasih, S.E., seorang Master Energi Positif Alam Semesta saat di temui di Istana Taman Jepun, Denpasar usai memberikan terapi buka aura wajah dan tubuh . Dikatakan oleh Ninik, jika kita beraura positif tentu akan memancarkan energi positif, energi baik ke alam semesta dan kehidupan, sehingga setiap kehidupan yang bersentuhan dengan kita akan merasakan nyaman dan senang di seluruh tubuh. Yang namanya energi positif ini, akan terus aktif jika diimbangi pula dengan pola dan gaya hidup yang positif, baik dari segi berpikir, berbicara, berperasaan serta bertingkah laku yang baik. Dengan lingkaran aura positif serta jiwa-jiwa yang baik dan penuh kasih, maka pada diri kita tidak ada kebencian, kesombongan, keangkuhan, merasa hebat,
Jaga Penampilan dengan
Jelita
Energi Positif Alam Aura adalah medan energi yang dimiliki setiap makhluk hidup. Aura juga merupakan pancaran cahaya wajah atau pancaran cahaya yang keluar dari tubuh. Aura postif pancaran energi baik dari dalam diri oleh kekuatan cinta, yang tersambungkan ke dalam perasaan empati seseorang.
iri hati maupun kedengkian. Namun, yang namanya kasih akan mengalirkan sikap murah hati, rendah hati dan pastinya penuh kasih sayang “Dengan adanya rasa cinta kasih pula maka kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan akan mengikuti kita dan dengan jelas terpancar di wajah,” kata Ninik PIKIRAN JERNIH Selanjutnya disampaikan oleh Master Energi Positif Alam Semesta ini jika kita ingin memiliki penampilan yang istimewa, ubahlah hidup dengan cara berpikir sehat dan positif dan cara kita mencintai diri sendiri. Semakin positif maka kebaikan dapat kita pancarkan ke seluruh alam semesta. Begi pula penampilan kita secara menyeluruh pun menjadi lebih segar dan lebih percaya diri. Ninik juga menyatakan bahwa percaya diri, semangat dan keberanian dengan cara yang baik adalah cara yang tepat untuk menggapai sukses. Setiap tantangan akan dapat dihadapi dengan kebajikan, kejujuran dan keadilan serta hati yang tulus ihklas . Dengan begitu jiwa kita akan selalu dalam naungan Tuhan, sebab Tuhan dan alam semesta adalah satu.
“Sistem kerja dari energi positif akan mengikuti pikiran positif. Peran energi positif ini mampu memberikan kekuatan dari dalam diri untuk menguatkan jiwa dan mental yang dibantu dengan motivasi spiritual,” jelasnya Ketika aura di dalam tubuh dibuka oleh sistem inti energi tubuh yang telah diaktifkan oleh energi positif alam semesta, akan menjadikan aura wajah dan tubuh akan terpancar lebih positif. Dan, masih banyak lagi manfaat dari menyerap energi positif alam semesta. Energi positif alam semesta,
lanjutnya bekerja di dalam organ fisik untuk membersihkan unsur negatif yang mempengaruhi sistem organ secara keseluruhan. Baik itu sistem pencernaan, peredaran darah, sistem pernafasan dan lainnya. Jadi, tujuan utama energi positif alam semesta ini, selain digunakan sebagai penyembuhan organ fisik, energi positif alam semesta juga dapat memperbanyak sel-sel pada otak yang akan membentuk jaringan dan sistemnya untuk kita semua berpikir lebih cerdas dalam menghadapi dan mengatasi masalah dan menjadi sosok yang
semakin kuat dan berkualitas. Alam semesta dengan kekuatan terbesarnya, yakni energi positif alam semesta ini juga akan mengikuti pikiran positif memberikan energi cinta kasih pada semua mahluk ciptaan-Nya agar hidup sehat bahagia, tentram dan damai. Kekuatan pikiran positif dapat mengubah kehidupan kita ke arah yang lebih baik dimulai dengan mengaktifkan gen energi positif tubuh jasmani rohani dan pikiran. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Jika kita memiliki niat baik dan tulus Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi kehidupan kita. Dengan menyerap energi positif alam melalui kekuatan pikiran positif kita, mari kita mulai mengubah cara berpikir menjadi lebih positif untuk hidup yang lebih baik dan berkualitas bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan.-Sri Ardhini
Bugar Olahraga menjadi wajib ketika tubuh Anda ingin sehat. Tapi malas dan tak ada waktu menjadi alasan banyak orang untuk tidak melakukan olahraga. Anda perlu mencoba olahraga hidup baru (Orhiba). Apa itu Orhiba?
M
e n u r u t p r a ktisi Orhiba, Dr. Wayan Karthi Sutardjana, Orhiba adalah sebuah karunia yang dapat membebaskan umat manusia dari segala macam gangguan fisik maupun mental. Orhiba merupakan usaha dan jalan untuk membangun manusia baru menuju dunia baru. “Orhiba terdiri dari 24 macam gerakan dasar yang sederhana dan wajar, serta sangat mudah dijalankan. Orhiba dilakukan tanpa alat-alat olahraga apapun. Orhiba dilakukan tanpa pakaian olahraga yang khusus,” ujar perempuan yang tetap energik di usianya yang sudah senja ini. Ia menambahkan, Orhiba dapat dilakukan oleh orang yang kuat maupun lemah. “Orang yang sakit dapat bebas dari gangguan-gangguan kesehatannya jika melakukan Orhiba, dan orang sehat yang dapat mempertah-
“Orang yang sakit dapat bebas dari gangguan-gangguan kesehatannya jika melakukan Orhiba, dan orang sehat yang dapat mempertahankan ke sehatannya,”
Olahraga Baru
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
dengan Gerakan Tangan ankan kesehatannya,” kata Pendiri Yayasan Kartini Bali ini. Ia menyebutkan, Orhiba dapat dilakukan pria dan wanita, baik tua muda, dan anak-anak. Orhiba juga, dapat dilakukan dimana saja, tidak membutuhkan ruangan yang luas. Orhiba dengan gerakan lengkap dilakukan dalam sikap berdiri tegak, karena manusia adalah makhluk yang dikodratkan bergerak tegak. Orhiba mempunyai manfaat, menyempurnakan fungsi bagian tubuh luar dan dalam, dan pernapasan, bukan menempa kemampuan dan ketangkasan urat daging (otot). “Orhiba dilakukan setiap orang dengan gaya dan iramanya sendiri, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Waktu yang diperlukan antara 15 s.d. 20 menit. Yang ingin menikmati dapat memperpanjang waktu ini, bisa sampai satu jam,” kata Karthi Sutardjana. Menurutnya, gerakan Orhiba adalah gerakan yang alami, wajar, dan langsung merangsang sendisendi kesehatan fisik dan mental. “Orhiba merangsang sendirisendi kesehatan seluruh tubuh, memperlancar peredaran darah, membantu alatalat penting di dalam tubuh untuk bekerja dengan sempurna, dalam keseimbangan yang harmonis,” ujarnya Ia menyebutkan, latihan pernapasan Orhiba yang khas adalah untuk menarik zat hidup atau tenaga hidup yang sebanyak-banyaknya dari udara, yang menghidupkan setiap sel di dalam tubuh. Di dalam kehidupan sehari-hari,
kita memakai tubuh untuk menjalankan macam-macam kegiatan hidup yang berarti kita menggunakan atau mengeluarkan tenaga. “Dari hari ke hari, tahun ke tahun, tubuh terus menerus kehilangan tenaganya. Orang yang tubuhnya lemah, lesu, kurang semangat, gampang sakit atau menderita semacam penyakit, berarti tubuhnya sudah kehilangan hak hidup asalnya. Untuk mengatasi keadaan demikian, kita harus mengembalikan hak hidup asal tubuh kita dengan mengisi tenaga hidup seperti halnya mengisi baterai lemah karena telah lama dipakai agar menjadi bertenaga baru,” ucapnya. Dengan menjalankan latihan Orhiba, kata dia, tiap kali tubuh menerima vitalitas baru tiap sel akan dihidupkan dan disehatkan. “Kalau Orhiba dijalankan dengan tekun dan teratur, tubuh yang lemah dan menderita penyakti lambat laun akan menjadi sehat dan kuat kembali,” tegasnya. –Wirati Astiti
Gerakan-gerakan orhiba
11
10
Kreasi
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Uma Si Hantu Jenaka
Style
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Heritage of Bali Lebih Humor Ketimbang Horor S ebuah keindahan atau kecantikan selalu memikat sebagai sumber ide. Seperti yang digambarkan Tjok Abi yang menggulirkan berbagai idenya mulai dari cerminan sifat bijaksana seorang permaisuri filosofi warna hingga pesnoa tenun ikat Bali. Pekan ini Tokoh menghadirkan kemegahan visualisasi busana yang terinspirasi dari permaisuri sebuah kerajaan lengkap dengan pesona keayuannya seorang Ningrat. Begitu juga dengan keagungan busana puri jelas terlihat, selain dari bentuk busananya juga dari material yang digunakan pada setiap rancangannya. Sedangkan dari filosofi warna, Tjok Abi yang lekat dengan image polengnya, ketika menggunakannya diakui kalau tiga warnanya yakni
Bagi penggemar film kartun, pasti tahu film Casper. Sosok hantu ceria yang selalu ingin bersahabat dengan manusia. Casper pun kerap dimusuhi sesama hantu karena tidak mau menakut-nakuti manusia. Ia lebih memilih untuk menolong manusia.
K
ini, penggemar film animasi bersiaplah untuk menyaksikan film pendek “ Uma Si Hantu Jenaka”. Thriller film ini sudah ada di situs YouTube dengan durasi 1 menit. Film ini merupakan produksi Kementerian Perindustrian, Inkobator Bisnis (InBis) Tohpati, dan Bamboomedia. “Film ini menceritakan Uma, hantu jenaka yang bersahabat dengan Ketut, seorang Office Boy. Ada kisah persahabatan, perjuangan, kebahagiaan, tantangan, dan keputusasaan. Semua dirangkum dalam kisah yang cenderung humor ketimbang horor,” ujar Yogi Suryananto, sutradara sekaligus supervisor produksi film ini. Yogi menambahkan tokoh yang ada dalam film ini selain Uma dan Ketut adalah Pak Made (bos), Ayu (sekretaris), dan Bedul (satpam). Film yang mengambil setting di kawasan Balai Diklat Industri (BDI) ini berdurasi 8
menit. Ide cerita sudah ada sejak dua tahun lalu. Konsep pun digagas bersama Putu Sudiarta, pemilik Bamboomedia. Film ini digarap 20 orang yang terdiri dari siswa SMK 1 Denpasar dan mahasiswa Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali. “Mereka terpilih dari hasil pelatihan. Selanjutnya ikut Diklat Produksi Film Animasi dari 9 Mei – 26 Juli 2016. Mereka dibagi menjadi beberapa divisi antara lain modeling, layout, animasi, artist, storyboard, dan audio effect. Pengelompokan tugas sesuai dengan skill masing-masing,” ujar Yogi yang juga Research dan Development di Bamboomedia ini. Kendala yang dihadapi selama proses kreatif ini lebih pada kemampuan peserta. Namun,
Uma Si Hantu Jenaka
semua bisa diatasi dengan kerja keras. Kekompakan mereka juga menjadi modal untuk mengeksplorasi kemampuan. Dari proses pelatihan ini, peserta mendapat banyak pengalaman. Mereka jadi tahu bagaimana
“Film ini menceritakan Uma, hantu jenaka yang bersahabat dengan Ketut, seorang Office Boy. Ada kisah persahabatan, perjuangan, kebahagiaan, tantangan, dan keputusasaan. Semua dirangkum dalam kisah yang cenderung humor ketimbang horor”
Proses kreatif pengerjaan Uma Si Hantu Jenaka
Make up by Hair do by Model by Foto by
Tim produksi Uma Si Hantu Jenaka
tekanan pekerjaan. Skill yang didapatkan juga meningkat. “Kami berharap kreasi anakanak muda dalam bidang animasi terus meningkat. Masyarakat pun bisa mendapat hiburan baru,” ujar pria asal Bungkulan, Buleleng ini. Setelah proyek Uma ini rampung, tim akan mengerjakan proyek baru pembuatan film animasi Unyil. Film yang tenar di era 1980-an ini akan diproduksi lagi oleh PFRN dengan menggandeng beberapa studio, termasuk Bamboomedia. –Ngurah Budi
Yogi Suryananto
: LT Pro : Gedong Pengantin (Tresna Jaya) : First Face Models : Goose Bali
Tjok Abi hitam, putih, dan abu-abu mampu memberi energi magis di dalam setiap kreasi busananya. Selanjutnya bicara keindahan, maka kain tradisional Bali, seperti Endek dan Songket dengan motifnya yang banyak berkisah dan khas, juga berhasli melahirkan busana yang mengusung konsep glamor. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Ayo Kunjungi KMB Food Truck Festival 2016
Ikuti Lomba Fashion Berhadiah Total Jutaan Rupiah Kelompok Media Bali Post (KMB) menggelar KMB Food Truck Festival 2016 di lapangan parkir Taman Kota Lumintang, Denpasar, Jumat (29/7)Minggu (31/7). Event ini merupakan kombinasi dari festival makanan dengan acara hiburan dan kreativitas. Menurut Ketua Umum Panitia KMB Food Truck Festival 2016 Kadek Parwata, acara ini bertujuan untuk mewadahi usaha-usaha kreatif khususnya food truck yang ada di Bali. “Kami ingin menjadikan food truck sebagai alternatif usaha kecil dan menengah (UKM) yang bisa dijadikan pilihan bagi pelaku bisnis di Bali. Kegiatan tak hanya untuk pecinta kuliner saja. Kami menyelenggarakan
berbagai acara lain dalam satu event. Ada lomba mewarnai, lomba foto selfie/ grupfie, lomba modern dance, lomba fashion show, lomba membuat sanggul, lomba karaoke pop Bali, parade band indie, cooking class dan mengajarkan pola hidup sehat melalui kegiatan yoga, line dance, serta aerobik,” ujarnya. Ia menambahkan 25 stand food truck yang ikut. Mereka menyajikan berbagai makanan dan minuman. Pengunjung bisa membeli tiket Rp 25 ribu yang sudah termasuk vocer makan Rp 15 ribu di stand food truck, satu teh botol Sosro, dan undian berhadiah utama sepeda motor. Untuk hiburan, panitia menghad-
irkan artis-artis Bali seperti Henny Shanti, Dewa Sugama, Sengap, Emoni, Leeyonk Sinatra, Gek Diah 3G, Trisna STE, Motifora, Galuh Bilen serta MKP Mersi. Tak kalah meriahnya, ada penampilan parade band indie, yakni The Holic, Monkey Wrensh, Malaikat Band, Anaztesia, Badsoldier, Individe Band dan The Father Band di hari Jumat (29/7), Wak-wak Band, Invite Band, Imajinasi Band dan Peace Band di hari Sabtu (30/7), serta Romer Band, Gista, Rerock, Sevenceblok dan Yudik Voice di hari Minggu (31/7). Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima audensi Panitia KMB Food Truck Fes-
Audensi Panitia KMB Food Truck Festival 2016 ke Wali Kota Denpasar
tival 2016 menyatakan siap untuk mendukung kegiatan ini. “Food truck festival bisa menjadi wadah bagi anak muda kreatif. Apalagi kalau acaranya dimeriahkan dengan hiburan. Saya dukung event ini sekaligus untuk sosialisasi Taman Kota Lumintang yang bisa dijadikan tempat olahraga karena ada program car free day tiap Minggu pagi,” tegasnya.
Lomba Fashion Show Tokoh
TOUCH OF ENDEK Salah satu kegiatan yang juga dilaksanakan di KMB Food Truck Festival 2016 adalah lomba fashion show “Busana Casual Touch of Endek”. Lomba diadakan Sabtu (30/7) mulai pukul 14.00.
Ketua Lomba Fashion Show Inten Indrawati mengatakan lomba dibagi menjadi lima kategori. Kategori A (PG dan TK), Kategori B (SD kelas 1-3), Kategori C (SD kelas 4-6), Kategori D (SMP), dan Kategori E (SMA/SMK). Tim juri terdiri dari desainer, model, dan pengamat busana. “Biaya pendaftaran Rp 50 ribu per kategori. Pemenang mendapat hadiah tabungan, piala, bingkisan, piagam. Totalnya jutaan rupiah,” ujar Inten. Ia menambahkan pendaftaran terakhir saat techinal meeting, Jumat (29/7) pukul 16.00 di panggung KMB Food Truck Festival 2016. Ayo kunjungi KMB Food Truck Festival 2016 dan ikuti lomba fashion show-nya. –Ngurah Budi
Franchise KUMON
Komitmen untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Anak
Metode KUMON adalah metode belajar perseorangan. Level awal untuk setiap siswa KUMON ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah, tanpa kesalahan. Lembar kerjanya telah didesain sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soalnya. Jika siswa terus belajar dengan kemampuannya sendiri, ia akan mengejar bahan pelajaran yang setara dengan tingkatan kelasnya dan bahkan maju melampauinya. Metode KUMON adalah metode pendidikan yang unik, yang tidak menyamaratakan kemampuan masing-masing siswa. Berdasarkan bimbingan perseorangan dan belajar pada tingkatan yang tepat, KUMON ingin mengembangkan kemampuan setiap anak dan memaksimalkan potensinya. Dengan menggali potensi setiap individu, KUMON mendorong anak-anak untuk menjadi yang terbaik dengan kemampuan sendiri.
Kami di KUMON percaya bahwa sangatlah penting bagi anak-anak untuk mengembangkan life skills yang memungkinkan mereka untuk hidup dengan sikap yang positif tentang masa depan. Setelah
mengamati lebih dari sepuluh ribu anak, kami sangat yakin bahwa life skills memungkinkan anak-anak untuk hidup dengan bahagia dan menjalani hidupnya secara optimal dengan impian dan targetnya, bersedia menghadapi tantangan dan mau mencoba hal-hal yang baru dengan bersemangat. Bersama-sama dengan Pembimbing dan Asisten di kelas, KUMON mendukung semua anakanak di dunia dalam mencapai target dan impiannya. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan kepada masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tahu lebih banyak mengenai franchise KUMON, daftarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS! Persyaratan utama adalah wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, menyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-1314-5367; 0878-6099-5895.
Dara
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Mengekspresikan jiwa seni seseorang memang dapat ditunjukkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara bermain musik dan berkarya. Terbentuk sejak 22 Februari 2015 silam, band yang satu ini memang memiliki keunikan tersendiri. Dilihat dari cara terbentuknya, band ini memang terkesan mendadak sehingga para personilnya sepakat menyematkan nama Na ‘Duck Band. “Terbentuknya memang dadakan tapi bukan berarti kami tidak ada persiapan. Kalau manggung kami selalu persiapkan diri,” ungkap Lecce, sang vokalis.
B
and yang digawangi oleh Lecce di vokal, Sastra di bass, Iponk di drum, dan Moning di gitar ini mengaku jika bermusik merupakan hobi dari masing-masing personil. “Kami hanya hobi saja kemudian ada teman curhat dan minta dibuatkan lagu, dan gak tahu kenapa akhirnya terbentuk sebuah band,” jelas Lecce. Sebagai band yang terbilang masih baru, Na‘Duck Band belum merampungkan album yang pertamanya, sehingga di media radio hanya dapat didengar beberapa lagunya saja. “Sebenarnya lagu
S
E
Na‘Duck Band
9
Pertahankan Bahasa Bali sudah banyak dan sering juga dibawa manggung hanya saja perekamannya yang belum selesai jadi di radio juga sedikit ada,” tambah Lecce. Sebagai band yang berasal dari Buleleng, Na ‘Duck Band paham benar keadaan masyarakat dan polemik yang ada didalamnya. Banyak orang yang mengklaim dirinya Ajeg Bali, namun tidak banyak yang dapat menunjukkan secara nyata aksi yang telah dilakukan. “Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Ajeg Bali, tapi kami dan teman-teman melakukannya dengan seni terutama berkarya dalam musik,” tambah Lecce. Selain itu, mereka juga ingin ikut meramaikan blantika musik Bali sehingga dalam penggarapan lagu, fokus kepada penggunaan bahasa Bali. Menurutnya, sebagai band sekaligus masyarakat Bali sangat wajib menggunakan bahasa Bali. Mereka juga tidak menampik jika perkembangan bahasa saat ini memang cukup pesat. Terbukti
X DU
dari bahasa yang digunakan oleh masyarakat modern yang tidak lagi mempertahankan bahasa Bali asli, melainkan bahasa Bali campuran. “Banyak orang bahkan pencipta lagu menggunakan bahasa aku, kamu sebagai bahasa campuran,” imbuh Iponk. Akan tetapi dalam lagu-lagu garapannya, Na‘Duck
berusaha menciptakan dengan menggunakan dan mempertahankan bahasa Bali. Sebuah karya dikatakan baik jika maksud yang diinginkan tersampaikan kepada penikmatnya. Begitu juga dengan karya-karya dari band ini. Melalui lagu “Bajang Truna”, Na ‘Duck ingin menyadar-
kan anak-anak muda zaman sekarang agar lebih bisa menjaga diri. Menurutnya, prilaku remaja jika tidak dikontrol akan kebablasan. Maka melalui lirik yang berisi pesan moral tersebut secara tidak langsung mengajak remajaremaja agar menjaga sikap dan perbuatan. “Ya, pesannya disampaikan kepada remaja pada umumnya, dan terutama para cewek-cewek yang baru SMP agar lebih menjaga cara berpakaian karena cantik tidak harus seksi,” jelas Lecce. Menurut band yang asli dari Lovina ini menuturkan, bahwa dalam lagu-lagu yang telah diciptakan mengambil beberapa tema baik dari cinta maupun sosial. Akan tetapi merupakan suatu tantangan dalam mencipatkan lagu bertema sosial dibandingkan dengan tema cinta. “Kalau sosial lebih rumit mengenai pergaulan, kehidupan masyarakat dan sebagainya, sedangkan kalau membuat lagu dengan tema cinta lebih gampang karena kita sendiri pasti pernah merasakannya,” tutur sang vokalis. -Wiwin
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr. Oka Negara, FIAS
Mencari Tahu Keperjakaan “Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?”(Rini, 22 thn) “Hari gini mempertanyakan virginitas?” Banyak yang bereaksi seperti itu ketika diajak diskusi tentang keperawanan. Tetapi ternyata masih banyak juga yang menanyakannya lagi. Selama ini yang dibahas justru sebagian besar adalah tentang mengetahui keperawanan pada perempuan dan bukan keperjakaan pada laki-laki. Lalu apakah yang membahas tentang bagaimana membuktikan keperjakaan laki-laki sudah ada? Jawabannya, memang sudah ada. Tapi berhati-hatilah kepada mitos atau informasi yang tidak benar, karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat
terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerah-merahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresangoresan bekas lecet, karena gesekan. Lalu, pada lakilaki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah mengeluarkan cairan kelamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahun-tahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancar-lancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada laki-laki yang sudah berhubungan seksual tidak serta
merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga merubah bentuk lutut dan bokong. Tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin. Jadi, jangan pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas tidak benar seperti ini. Lalu bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Lakilaki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi Anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik adalah melupakan hal yang dianggap buruk di masa lalu, serta berpikir positif untuk hubungan Anda saat ini dengan tanggung jawab dan komitmen dan yang disepakati bersama.
8
Bunda & Ananda
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Luangkan Waktu Main bersama Anak Bermain bersama anak merupakan bagian dari aktivitas yang menyenangkan bagi anak dan orangtua. Banyak manfaat yang bisa dirasakan.
“A
nak saya perempuan masih duduk di bangku SD kelas 2. Untuk permainan, saya suka bermain permainan edukasi dengannya. Permainan ini kami beli di mal, saat rekreasi bersama. Permainan ini melatih daya pikir dan daya intelegensinya. Saya dan suami, biasa mendampingi dia untuk bermain,” ujar I Dewa Ayu Novia Saraswati, S.H. Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan bank ini menambahkan, selain permainan yang ia beli di mal, ada juga permainan dengan gadget. “Biasanya kami unduh aplikasinya. Kami pilihkan game-game yang melatih daya pikir anak dan melatih psikomotornya,” ujarnya. Selain itu, ia selalu mengawasi putrinya bermain agar tidak terlalu lama bermain dan melupakan kegiatan yang lain. “Kadang-kadang kami ajak juga ke tempattempat permainan yang ada di mal atau pusat perbelanjaan dimana kami bermain bersama-sama dengan memilih permainan ketangkasan,” kata perempuan yang akrab disapa Novi ini. Ia juga memasukkan putrinya ini, ke satu grup English Club dengan jadwal seminggu dua kali dimana dia bisa bermain sambil belajar bahasa Inggris dengan temanteman sebayanya. “Tujuanya agar dia bisa melatih psikomotornya sambil dia belajar berbahasa Inggris,” kata istri dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. ini. Novi mengatakan, waktu bermain bersama anak, biasanya di akhir pekan dan hari libur. “Untuk bermain ke tempat permainan yang ada di pusat perbelanjaan kami lakukan pada saat liburan sekolah. Jadi kami pilih dan batasi waktunya,” ujar ibunda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira dan Made Prabandari Divya Mahacita ini. Selain bermain bersama keluarga, putrinya juga bermain tiap sore bersama teman sebaya di lingkungan rumahnya. Permainan yang dipilih, dagang-dagangan, masak-masakan, petak umpet, dan main sepeda. Menurutnya, bermain adalah kegiatan yang penting untuk anak-anak, tetapi harus bisa memilih dan memilah permainan yang positif dan bermanfaat untuk anak. “Kalau ada permainan yang disukai anak tetapi menurut kami tidak berguna dan berefek negatif maka akan kami larang, kami
carikan permainan yang lebih bermanfaat,” kata perempuan usia 35 tahun ini. Bermain bersama anak dan orangtua mempunyai banyak makna, seperti waktu mencurahkan kasih sayang dan perhatian orangtua kepada anaknya. Salah satu cara orangtua dalam membantu meningkatkan perkembangan daya pikir dan psikomotornya. Selain itu, dapat menanamkan sifat mampu bekerjasama dan bersosialisasi dengan orang lain serta sikap sportif. Menunjukkan sikap selalu berusaha untuk mencapai tujuan seperti yang ada di setiap permainan untuk memperoleh kemenangan. Dengan maraknya anakanak yang menyukai games online, Novi berpendapat, games online memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Sekarang tergantung orang yang memainkannya. Kalau bermain game online sampai berjam-jam dan sampai lupa waktu mungkin banyak menimbulkan efek negatif seperti tidak mau melakukan kegiatan lain seperti sekolah atau bekerja. Mungkin ada efek terhadap kesehatan karena terlalu lama di depan monitor, belum lagi biaya yang dikeluarkan mungkin akan banyak. Belum lagi efek ketagihan yang ditimbulkannya. Kalau bermain game online bisa memanfaatkannya dengan baik tentu saja mendapat sisi positifnya. BELAJAR BUAT SLIME Sementara, bagi Ny. Seniasih Giri Prasta, putri bungsunya yang masih SMP suka sekali bermain slime. Slime ini material dengan tekstur kenyal menggumpal dan kadang sedikit lengket. Slime dieksplorasi dalam hal ragam bentuk atau warna. Awalnya, ia tidak terlalu tahu, apa yang dimaksud putrinya itu. “Anak saya minta uang mau beli bahan-bahan seperti sabun, shampoo, body lotion, dll. Katanya untuk membuat slime,” kata Ny. Seniasih Giri Prasta. Ia memperhatikan dan mengamati kegiatan putrinya. Dari berbagai bahan, putrinya ini mencampur untuk membuat satu bentuk kenyal yang bisa dibentuk dengan warnawarni. Tiap sore, kegiatan itu pasti dilakoninya. “Anak saya punya satu dus perlengkapannya bermain slime,” kata Ny. Seniasih. Menurutnya, apapun kegiatan putrinya pasti ia dukung, apalagi bermanfaat. “Mungkin ia suka di bidang kimia atau
Ny. Seniasih Giri Prasta
Dewa Ayu Novia Saraswati
kedokteran nantinya seperti kakaknya setelah dewasa. Saya pasti mendukung sebagai orangtua,” imbuhnya. Dari kecil putrinya itu suka bermain tradisional. Waktu ia sekeluarga masih tinggal di Plaga, anak-anaknya suka bermain di kebun dan bermain
seperti anak-anak lainnya, seperti dagang-dagangan. Malah menurut pengamatannya, putrinya itu tak terlalu tertarik permainan di game di internet. Ia tak menampik, dengan kecanggihan teknologi, anak-anak sekarang sudah
biasa menggunakan ponsel yang bisa mengakses internet dan mengunduh game-game. Namun, ia hanya tegaskan kepada ketiga anak-anaknya, teknologi bermata dua, bisa memberikan efek negaif dan manfaat positif. Intinya mereka harus tahu dan bijak dalam menggunakan teknologi. Seniasih juga bangga sejak menikah sudah memutuskan untuk menjadi ibu rumahtangga murni. Tugasnya mengurus suami dan anakanak. Ia mempunyai banyak waktu untuk mengasuh ketiga anak-anaknya. Melihat perkembangan mereka dan mengawasi apa saja kegiatan mereka, termasuk permainan apa yang digemari mereka. Saat ini, ia masih ikut bermain bersama putri bungsunya yang duduk di bangku SMP. Dari tidak bisa, akhirnya ia sendiri bisa membuat slime karena terlalu sering melihat putrinya mencampur bahanbahan. Selain bermain slime bersama putrinya, kadang mereka suka jogging bersama. –Wirati Astiti
Mendongeng Lima Menit keong emas
Nenek Daun tinggal sendirian di sebuah gubuk di pinggir hutan jati. Suaminya telah lama meninggal, sebelum sempat melahirkan. Pekerjaannya sehari-hari menjual Made Taro daun jati ke pasar. Kehidupannya yang pahit dan menyendiri itu dijalaninya sampai tua-renta. Bila musim hujan tiba, ia tidak berjualan ke pasar, tetapi menjaring ikan di sungai. Ketika menyusuri pinggir sungai, ia melihat seekor keong merangkak perlahan-lahan. Ia kasihan lalu membawanya pulang. “Aku tidak sendirian lagi. Kaulah yang menyertai hidupku!” katanya berbisik. Sesampai di gubuk ia memasukkan keong itu ke dalam gentong. Ia memberi makan daun-daunan segar. Malam harinya Nenek Daun heran melihat gentong itu terang-benderang. Ternyata cangkang keong itu bercahaya keemas-emasan. Ia lalu memberi nama ‘anak pungut’nya itu “Keong Emas’. Setelah musim hujan usai, Nenek Daun kembali lagi berjualan daun jati ke pasar. Sekembali ke gubuk, ia terheran-heran. Didapatinya ruang gubuk dan halamannya bersih, seolah-olah ada seseorang yang menyapunya. Tambah heran lagi, melihat makanan enak-enak tersedia di dapur. “Keajaiban apa ini?” pikirnya. Keadaan seperti itu berulang-ulang, keesokan harinya dan keesokan harinya lagi. Ia penasaran, ingin mengetahui rahasia peristiwa ajaib itu. Pagi-pagi benar, nenek tua itu pura-pura berangkat ke pasar. Baru beberapa langkah ia balik lagi, lalu mengintip dari celah gedek. Apa itu? Seorang perempuan cantik muncul dari gentong keong emas. Perempuan itu memasak
di dapur, kemudian menyapu gubuk dan halaman. Setelah selesai, perempuan itu bergegas masuk ke dalam gentong. Braaak! Nenek Daun bertindak cepat. Ia memecahkan gentong itu, sehingga Keong Emas yang cantik itu tidak sempat berganti rupa. “Ternyata kau bukan keong, tetapi penjelmaan putri cantik. Siapa kau sebenarnya?” tanya Nenek Daun sambil memeluk anak pungutnya. Keong Emas tidak menjawab. Perempuan cantik itu juga tidak paham mengenai dirinya. Singkat cerita, peristiwa ajaib itu terpecahkan juga. Suatu siang yang terik, serombongan pemburu mendekati gubuk Nenek Daun. Dua orang yang mewakili rombongan itu menjelaskan, bahwa mereka adalah pengiring Raden Panji Putra, raja Jenggala yang sesat dalam perburuan. “Berilah kami masing-masing seteguk air. Kami kehausan dan kelaparan,” pinta Raja. Nenek Daun sangat kasihan, lalu memanggil anaknya Keong Emas untuk membagikan air dalam kendi. Nah, itulah puncak keajaiban itu! Ketika Keong Emas muncul membawa air, sang Raja secepatnya memeluk perempuan cantik itu. “Dewi Candra Kirana! Dewi Candra Kirana, istriku!” teriaknya. Nenek Daun terbengong-bengong. Namun setelah pengiring raja menjelaskan peristiwa yang berliku-liku itu, barulah nenek tua itu tenang dan tersenyum. Katanya, suatu hari Raden Panji Putra pergi berburu. Ditunggu berbulanbulan, raja Jenggala itu tak juga kembali ke istana. Sang istri, Dewi Candra Kirana, menyusul jejak perjalanan suaminya. Ketika menjejakkan kaki di hutan larangan, perempuan cantik itu seketika berubah menjadi keong. Mendengar berita hilangnya permaisuri, Raja Jenggala menghentikan perburuannya. Ia dan rombongannya mencari dan mencari sang permaisuri. Nah, di gubuk Nenek Daun itulah, peristiwa pengembaraan itu berakhir dengan kebahagiaan. (Jawa)
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Jatuh Hati dengan IB Puja
17
Menjadi kolektor lukisan, tentu saja bukan sebagai profesi yang diimpikannya sejak kecil. Kecintaannya pada objek lukisan mengalir begitu saja. “Mungkin karena sejak kecil saya sudah sering diajak jalan-jalan sama Bapak (guide Jepang), sering masuk galeri dan melihat berbagai macam barang seni termasuk lukisan. Mungkin darisana saya jadi tertarik lukisan,” ucap Ni Wayan Ary Saputri.
Ary bersama suami dan putrinya
B
ersama ayahnya, I Wayan Metra, mereka kini mengoleksi 185 buah lukisan khusus karya IB Puja. Sejak tahun 2008, Ary-sapaan akrabnya mengaku “jatuh hati” dengan karya-karya IB Puja. Sejak itu pula ia mengoleksi karya-karya pelukis asal Jember yang sudah lama menetap di Bali ini. “Saya kagum dengan kemampuan otodidak dan gaya melukisnya yang spontan. Dia bisa melukis hanya dengan melihat sepintas saja dan dari sugesti juga bisa,” ujar mahasiswi S1 Sastra Jepang
Universitas Udayana yang segera merampungkan skripsinya ini. “Tidak banyak pelukis seperti ini. Teknik melukisnya benarbenar beda. Ketika memandangi lukisannya pun kita sepertinya masuk ke dalamnya,” imbuh Wayan Metra yang memiliki intuisi tajam akan lukisan IB Puja ini. Ary mengatakan, walau pun bukan orang Bali tapi IB Puja cinta Bali. Ini dibuktikan dengan karya-kaya lukisnya yang ingin memperkenalkan Bali tempo dulu kepada anak muda Bali. Seperti dalam beberapa objek lukisannya, warung kopi zaman dulu, suasana pasar tradisional zaman dulu, dapur zaman dulu, dan alam perdesaan zaman dulu. Seolah-olah dia ingin menyampaikan kegalauannya akan Bali di era kekinian, dengan mengajak penikmat seni kembali ke Bali tempo dulu yang penuh dengan harmonisasi Tri Hita Karana (harmonis dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan lingkungan) . “Menurut saya, dia juga sangat berperan dalam pelestarian Bali,” ucap istri dari I Wayan Adi Mardika dan ibu dari Ni Wayan Adiary Putri Metra ini. Tak jarang, Ary menyaksikan langsung aksi IB Puja melukis, bertempur dengan alat lukis paletnya, yang selalu membuat Ary terkagum-kagum. Seperti saat pembukaan pameran karya
Miliki Filososi Sama
Foto bersama usai melihat pameran lukisan. Tampak Amy Effendy (tiga dari kiri),bersama Made Padmi, Wayan Metra, Ary, IB Puja dan istri
Sebanyak 20 lukisan IB Puja yang menjadi koleksi Ary, dipamerkan di Amandari Ubud sejak 20 Juli s.d. 20 September 2016. Area Boutique and Gallery Manager, Ami Effendy mengatakan lukisan karya IB Puja ini cocok denganfilosofi Aman secara umum dan filosofi Amandari yang secara khusus lebih ke budaya Bali. Amandari yang terletak di daerah seniman Ubud ini dijelaskannya merupakan Aman pertama di Indonesia. Sejak dulu, Aman memang konsen untuk men-support seniman lokal, yang dalam hal ini tidak hanya berarti orang Bali asli, namun setidaknya mereka yang menetap di Bali. Ia menjelaskan, tak semua seniman bisa berpameran di Amandari, semua ada seleksi dan kriterianya. Lukisan karya IB Puja yang fokus dengan budaya dan Bali tempo dulu ini, ditegaskannya kembali sangat sesuai dengan visi misi Amandari. –ten
IB Puja dengan tema “Bali Tempoe Doeloe” di Amandari, Ubud, Rabu (20/7). Hanya dengan waktu 15 menit, IB Puja berhasil meyelesaikan lukisannya dengan objek salah satu sudut alam di hotel ekslusif tersebut. Pernah juga Ary dan keluarga mengajak IB Puja ke Pulau Menjangan. Di sana, ia melukis pawon (dapur) zaman dulu yang masih memakai bungut pawon dengan saang (kayu bakar), yang di zaman sekarang sudah sangat jarang ditemui karena sudah tergantikan dengan kompor gas.
Ary di antara sebagian koleksi lukisannya karya IB Puja
“Walau kami tak ada keturunan keluarga seni, hanya penikmat saja, tapi kami memang suka
keindahan,” ucap putri satu-satunya pasangan I Wayan Metra-Ni Made Padmi ini. –ten
Melukis On the Spot Beberapa lukisan IB Puja
Nama lengkapnya adalah Imam Buchori Puja, bukan Ida Bagus Puja (seperti nama Bali). Pria kelahiran Jember 22 Januari 1970 ini, sejak kecil sudah tertarik pada lukisan. Ia sempat mengenyam pendidikan di bidang itu walau akhirnya tak tuntas. Namun, kegairahannya dalam seni lukis terus berkembang yang membuatnya belajar secara otodidak dengan para senior, dengan pelukis-pelukis di Yogya, termasuk pernah berguru pada Antonio Blanco. Dalam pameran-pameran lukisan, IB Puja mengaku selalu berkesempatan hadir, entah itu pelukis senior maupun pemula. Dari kehadirannya tersebut ia meyakini pasti dapat menemukan sesuatu darisana. “Semua itu proses, berjalan dengan sendirinya, dan kini saya sudah menemukan diri saya,” ucapnya. IB Puja memamerkan perdana karya-karya lukisannya dalam Collective Exhibition in Jember tahun 1983. “Semua mulai darisini, saya ketemu guru-guru, terus berpameran, dan terakhir saya pameran di BTDC Nusa Dua dibuka Jro Wacik,” ucapnya. Tema-tema lukisan IB Puja adalah Bali Tempo Dulu dengan objek-objek alam Bali. Objekobjek ini dikatakannya nanti sudah tak akan ada lagi. Karena itu, lukisannya ini juga sekaligus sebagai dokumentasi Bali tempo dulu. “Semua lukisan saya ini ada sertifikatnya, dijamin keaslian-
nya dan ada nomor serinya juga,” warna monokrom ini karena jelasnya. identik dengan tempo dulu dan Dengan gaya lukis impresio- berkesan klasik. Hanya dengan nis dengan teknik lukis palet, IB permainan tiga warna itu (brown Puja membidik semua objek di sera, hitam, putih), IB Puja berBali, seperti di daerah Lovina, hasil menampilkan detail objekUbud, Kintamani, dan Pantai objek dalam lukisannya yang Saba Gianyar. Sala satu lukisan diperkuat dengan finishing lightberukuran besar dengan objek ing. Karena itu pula, ia mengaku pasar tradisional di daerah Sin- lebih suka mengambil waktu pagi garaja, dijelaskannya dikerjakan untuk melukis karena bias cahaya seharian on the spot. Genteng asli pagi begitu indah. Dari sekian dari tembikar, dalam lukisannya lama ia berkarya, ada satu impian dirubah menjadi berbahan ilalang. yang ingin segera diwujudkannya. “Pokoknya objek Bali paling unik. “Saya ingin melukis on the spot Di bali taksunya beda, landscap- objek Kintamani dengan big size 3x1,5 meter, dari pagi dan sore enya lebih kena,” ujarnya. Dalam beberapa karyanya yang harus selesai,” tandasnya. –ten dipamerkan hari itu, ada beberapa lukisan monokrom yang cukup menarik perhatian pengunjung. Salah satunya Dini, dari beberapa lukisan yang ia amati, matanya kembali tertuju pada lukisan berukuran kecil yang mengambil objek alam perdesaan dengan hutannya. “Saya seperti masuk ke lukisan itu,” ujarnya. Setidaknya, itulah salah satu kekuatan lukisan IB Puja. Penikmatnya seakanakan tersihir masuk ke ruang 3 dimensi lukisan tersebut. Ia mencoba memakai IB Puja saat melukis on the spot alam Amandari Ubud
18
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Menuangkan ide bukanlah hal yang gampang juga bukan hal yang sulit untuk dapat menyelamatkan produk yang telah ada sejak nenek moyang. Endek dan songket merupakan salah satu produk kebudayaan yang hampir kelam. Hal inilah yang melatarbelakangi Pertenunan Artha Dharma berkomitmen membangun wirausaha pertenunan yang mengedepankan kualitas.
B
ali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan tenunnya. Tenun meruapakan salah satu sarana seni yang patut dilestarikan. Kain ini kerap kali digunakan sebagai sarana upacara adat Bali. Dilihat
Ikuti Selera Pasar dari cara pembuatannya, karya seni dibuat dengan menenun kain dari helaian benang pakan dan benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Produk yang terkenal dari hasil menenun adalah kain songket dan kain endek. Bedanya, kain songket umumnya menggunakan benang emas atau perak dan motifnya hanya terlihat pada salah satu sisi kain, sedangkan motif kain endek terlihat pada kedua sisi kain. Pertenunan Artha Dharma yang dirintis oleh Ketut Rajin dan Made Endang Erawati, S.E sejak tahun 2002 di Desa Sinabun adalah usaha industri rumahan yang diawali dari rumah rumah penduduk. Mereka berusaha membina dan memberikan pelatihan
dalam pengembangan di bidang tenun kepada masyarakat luas. Tujuan agar masyarakat mempunyai keterampilan dan bisa membantu ekonomi keluarga dan mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya menganggap tenun tidak bisa membantu keuangan keluarga, hingga menjadi mata pencaharia n utama. “Agar menekan tingginya pengangguran dan anak yang putus sekolah di Desa Sinabun,”ungkap Ketut Rajin. Disamping itu, Buleleng sangat kaya dengan motif-motif desain tenun yang hampir punah dan banyaknya penenun tetapi kurang berkembang. Saat ini pertenunan tersebut sudah berkembang pesat sehingga menembus pasar global. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas
mangga adalah daya tahannya terhadap panas saat berada dalam oven tidak mengubah bentuk. “Kami gunakan hanya kayu mangga saja selain itu tidak karena selain murah dari segi kualitas serat kayu juga padat dan tahan panas” tegasnya. Ia menambahkan, untuk membuat dulang yang berkualitas tinggi harus menggunakan jenis kayu yang berkualitas, agar dapat menghasilkan produk yang kokoh dan tahan lama. Dalam proses produksi berbagai jenis dulang, pihaknya memakai kayu mangga karena memiliki kadar air lebih sedikit dan juga kayunya kokoh.“Disamping itu, kayu mangga memiliki ukuran lebih besar, sehingga lebih mudah dibentuk,” ujarnya. Batok kelapa yang mudah didapat kini divariasikan dengan fiber serta kayu mangga yang sudah di pola sesuai ukuran dengan ciri khas dulang berbentuk bulat. Dengan memperkerjakan sepuluh orang tenaga, pihaknya menghasilkan beberapa jenis dulang di antaranya, dulang sulinggih, dulang pajegan, dulang susun, dulang buah dan ada juga bokor batok. Harganya pun bervariatif tergantung dari ukuran dulang yang dib uat. Khusus dulang batok susun kini yang paling banyak diminati di kalangan masyarakat kisaran harga mencapai Rp 400 ribu/setnya tergantung ukuran, selain itu dulang sulinggih lengkap dengan kereb (1 set) harganya mencapai Rp 1 jutaan. Ditanya soal pemasaran untuk saat ini masih banyak dipasarkan kepada warga lokal namun dibawa keluar Bali seperti Lombok. Akan tetapi untuk tahun ini pemasaran di rasa sedikit lesu. Untuk memasarkan dulang produksinya, ia harus menggunakan beberapa orang untuk berkeliling. -Wiwin
Story
Dalam reuni SMA yang dilakukan Dirman (42) dan kawan-kawannya usai Lebaran Idul Fitri lalu, menyisakan cerita dari masing-masing sahabat Dirman. Dalam canda tawa penuh keceriaan, Dirman terlihat lebih pendiam dari kawan-kawan lainnya. Ia hanya sesekali tersenyum dan menimpali celoteh dari kawan-kawannya. Banyak kisah tentang kenalakan, keusilan dan lainnya terkuak dan diceritakan kembali. Dari banyak kisah itu, rupanya tidak banyak yang tahu kisah Dirman selepas SMA. Mungkin ini yang membuatnya lebih banyak diam.
D
Aneka Variasi Dulang Batok Buleleng merupakan salah satu kabupaten di Bali yang kaya akan jenis kerajinan, salah satunya adalah kerajinan dulang. Dulang adalah sebuah tempat untuk menaruh aneka jenis sesajen dalam ritual Agama Hindu berbentuk lingkaran. Salah satu pengrajin dulang yang cukul dikenal di Buleleng adalah dulang batok di Desa Petandakan. Jika dibandingkan dengan pengrajin dulang lain, hasil produksi Petandakan ini memiliki berbagai motif dan ciri khas. Gede Merta Sariada pemilik usaha sekaligus perajin dulang batok ini, mencoba mengawali usaha kerajinannya dengan memakai bahan dasar kayu kelapa pada tahun 1996. Pemasaran yang lebih diperuntukkan kepada wisatawan asing atau mancanegara rupanya tidak selalu berbuah manis. Memasuki tahun 2002 usahanya macet lantaran perekonomian di Bali melesu akibat Bom Bali sehingga berdampak pada jumlah produksi kerajinan. Pemilik usaha Nyiur Indah di Desa Petandakan Kecamatan Kubutambahan ini akhirnya memilih bangkit kembali dengan fokus membuka usaha kerajinan dulang batok di tahun 2007 hingga saat ini. Uniknya, dulang batok asli dusun Pondok ini dibuat dengan bahan dasar kayu mangga dan batok kelapa. Pemilihan kedua jenis bahan baku ini bukan tanpa alasan, kayu mangga merupakan kayu yang memiliki kualitas baik sebab keunggulan dari kayu
Life
adalah dengan menggali desain lama untuk dimodifikasi dan juga disesuaikan dengan selera pasar. “Salah satu desain baru yang diunggulkan di tahun ini adalah desain Singaraja yakni kolaborasi motif skordi dengan motif songket dan endek model keling kombinasi songket,” ujarnya. Ia juga mengatakan, melihat tenun endek dengan motif yang masih umum dengan background polos dengan tiket pakan dan satu desain, dirinya mencoba mengkreasikan motif baru dengan warna degradasi perpaduan antara pepatraan dengan skordi serta background yang bervariatif. Dengan terus berinovasi menciptakan kreasi tenun endek model baru pemasaran endek hasil Pertenunannya hingga Jakarta dengan kisaran harga tergantung motif mulai dari Rp 400 ribu/pcsnya. Peminat endek
tenun yang kebanyakan diminati oleh PNS untuk seragam dan ada juga dari kalangan swasta. Keistimewaan dari produk yang dihasilkan adalah penggunaan benang sutra sebagai bahan baku yang diwarnai dengan pewarna alami sehingga lebih ramah lingkungan. Hal inilah yang membuat pertenunan ini selalu terserap pasar, bahkan saat ini sampai kewalahan menerima pesanan yang disebabkan oleh keterbatasan tenaga kerja terampil tenun. Disamping itu, tantangan yang dihadapi adalah produk yang dihasilkan cepat ditiru oleh pengrajin lain. Kualitas yang jauh di bawah, pengrajin tembakan menjual hasil produksi jauh lebih murah sehingga merusak harga pasar. akan tetapi hal ini tidak pernah dikhawatirkan sebab meraka selalu mempertahankan kualitas barang. -Wiwin
ari Aryati, sahabat sebangku Dirman semasa SMA lalu mengalir cerita tentang masa lalu Dirman. Semasa SMA, Dirman, Aryati dan tiga orang lainnya adalah sahabat karib yang selalu bergaul bersama baik di sekolah maupun dalam keseharian. Mereka sangat dekat satu sama lain. Masing-masing mereka memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Sebagai satu-satunya perempuan dalam ‘geng’ ini, Aryati adalah sosok yang mandiri dan relatif tomboy. Tiga orang lainnya adalah laki-laki dengan karakter ada yang pendiam, ada yang cerewet dan ada pula sangat mengayomi. Sedangkan Dirman adalah sosok yang gemulai. Gerak tubuh Dirman lebih terlihat seperti anak perempuan namun ia bukanlah waria. Ia tetap seorang laki-laki namun gemulai. Secara umum di sekolah, kawankawannya tidak pernah menilai secara langsung dan terbuka tentang penampilan dan bahasa tubuh Dirman. Semua berjalan biasa saja. Namun satu hal yang menonjol dari dalam diri Dirman, yaitu, kalau bicara suka blak-blakan, nyelekit dan kerap menyakiti hati lawan bicaranya. “Ya… khas cowok gemulai, kalau bicara suka tidak memperhatikan perasaan orang,” ungkap Aryati. Semasa mereka SMA di salah satu SMA di Pulau Sumbawa, menurut Aryati, sebenarnya banyak yang tersinggung dengan cara Dirman berkomunikasi. Tetapi sejauh itu seingat Aryati tidak ada yang pernah tersinggung berat sampai berantem (bertengkar). Selalu lebih bisa memahami keadaan Dirman yang
7
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Mulutmu Harimaumu sesungguhnya sangat setia kawan ini. Aryati mengetahui bahwa keluarga sedang Sampailah mereka semua lulus dan mendiskusikan agar Dirman berobat ke berpencar kuliah di berbagai universitas di rumah sakit jiwa di Mataram. Namun semua Indonesia. Dirman yang lumayan cerdas ini pesimis karena jangankan beranjak, bicara melanjutkan kuliah di salah satu universitas sepatah kata saja Dirman tidak mau. Lalu negeri ternama di Jawa Timur sedangkan Aryati mendekati sahabatnya itu. Aryati melanjutkan kuliahnya di Mataram. “Halo…hai Dirman,” kata Aryati merSuatu ketika saat libur kuliah, Aryati tiba-tiba entangkan tangannya. Dirman menoleh dan didatangi oleh ayah Dirman yang memint- memandangnya seperti orang asing. Aryati anya untuk berbicara pada Dirman yang su- sampai memperkenalkan dirinya berulangdah terdiam sejak beberapa bulan lamanya. ulang, tetapi Dirman tetap memandangnya Kebetulan mereka tinggal satu kampung di kosong. Meski begitu Aryati tetap bicara Pulau Sumbawa. padanya sembari mencandainya seperti ketika mer“Waktu saya tahu itu, eka bergaul sehari-hari. Dirman tidak mau bicara “Tiba-tiba Dirman terseapa-apa alias terdiam “Waktu saya nyum dan mengulurkan sudah sejak tiga bulan tangannya. Kami bersalatahu itu, Dirman sebelumnya,” ujar Aryman,” ungkap Aryati. ati. Tidak ada seorang tidak mau bicara pun yang tahu menPeristiwa itu membuat gapa tiba-tiba Dirman apa-apa alias ter- keluarga besar Dirman betidak mau bicara dalam lega. Mereka semakin diam sudah sejak gitu waktu cukup lama itu banyak berharap pada kesehingga orang tuanya hadiran Aryati. Tampaknya tiga bulan se membawanya pulang seDirman merasa terganggu belumnya,” mentara. Dalam masa itu dengan banyaknya orang Dirman sempat cuti kudi sekitarnya, ia melihat liah selama satu tahun. orang-orang tersebut satu Hari itu, menjelang Magrib tiba, ayah persatu. Mungkin karena mereka bersahaDirman datang ke rumah Aryati untuk men- bat dekat sejak SD, Aryati mengerti bahwa jemputnya dan bercerita tentang keadaan Dirman hanya ingin bersamanya. Ia pun Dirman. Ayah Dirman meminta Aryati meminta keluarga Dirman untuk meningyang dikenal sebagai sahabat paling dekat galkan mereka berdua. Dirman untuk mengajaknya bicara. “Siapa Aryati menyentuh hati sahabatnya itu pun yang bertanya dan mengajaknya bicara yang kemudian mau bicara untuk pertama tidak satu pun berhasil membuat Dirman kalinya sejak tiga bulan yang lalu. Dirman bicara. Ini sudah berlangsung tiga bulan. pun akhirnya menceritakan apa yang diaTolonglah ajak dia bicara, mana tahu dia mau laminya di Surabaya. “Dia bercerita selalu bicara denganmu,” ungkap ayah Dirman ketakutan tiap kali melihat orang berkulit pada Aryati waktu itu. Aryati sempat kaget hitam dan berambut keriting di kampusmendengar keadaan sahabat dekatnya itu. nya,” ujarnya. Dirman merasa dikejar-kejar Selama ini ia tidak pernah tahu keadaan oleh mereka yang ingin membunuhnya. Dirman seperti itu. “Mereka mau bunuh saya Aryati. Mereka Tiba di rumah Dirman, alangkah sedihnya Aryati menemukan sahabatnya itu duduk terdiam sambil menatap jauh dalam kekosongan. Seluruh keluarga besar Dirman yang tengah berkumpul terlihat prihatin pada kondisinya. Dari mata mereka, terlihat sorot penuh harap pada kedatangan Aryati. Dari sanalah
mau habisi saya Aryati. Saya takut…saya takut, tolong saya. Cuma kamu yang bisa tolong saya,” kata Dirman memeluk Aryati. Dalam obrolan selama dua jam, Aryati kemudian memahami apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Rupanya cara Dirman berkomunikasi yang blak-blakan dan nyelekit kalau berkomentarlah yang menjadi sebabnya. Para mahasiswa satu kampus Dirman yang berasal dari timur pernah tersinggung dengan kata-kata Dirman. Pokok persoalannya telah ditemukan, Aryati membujuk Dirman agar mau berobat ke psikiater di rumah sakit jiwa Mataram. “Anehnya, saat itu juga Dirman menyatakan kesediaannya untuk berobat, namun dengan syarat saya yang antar,” ungkapnya. Malam itu juga keluarga Dirman langsung menyiapkan keberangkatannya ke Mataram. Selama dua bulan Aryati menemani sahabatnya itu berobat di rumah sakit jiwa. Sampai akhirnya Dirman sehat dan kembali ke bangku kuliah. Aryati sempat ke Surabaya menemui orang-orang yang pernah tersinggung pada sahabatnya itu untuk memintakan maaf bagi Dirman. “Saya terpaksa menceritakan keadaan Dirman agar mereka mau memaafkannya,” ujarnya. Setelah kembali ke kampusnya, terlihat perubahan sikap Dirman. Ia tidak lagi banyak bicara melainkan lebih pendiam. Kini, setelah hampir dua puluh tahun peristiwa itu berlalu, Aryati turut berbahagia melihat sahabatnya itu telah berkeluarga. Ia memiliki seorang anak perempuan yang manis. Dari peristiwa ini, Aryati mengambil hikmah, bahwa benar kata pepatah, mulutmu adalah harimaumu. Ia sadar bahwa menjaga lisan itu sangatlah penting. Dari peristiwa ini juga, ia semakin mengerti arti persahabatan. -Naniek I. Taufan
6
HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bali menggelar HIPMI Fashion (HFW) 2016. Gala Event dunia Fahion yang . mengusung tema “When Fashion Meets Culture” ini di buka Kamis (21/7) di di Beachwalk Shoping Center, Kuta.
P
Woman on Top
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
agelaran yang didukung oleh Beachwalk Shopping Center, Kuta ini, mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota seperti Gianyar , Denpasar dan Badung juga mendapatkan dukungan dari Kantor Pos, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Kementrian Pariwisata hingga kehadiran make up artis dunia Paris Hilton yakni Rob Peetom. Menariknya lagi sekaligus bedanya HIPMI Fashion Week ini dengan acara sejenis lainnya adalah selain mampu mengakomodir semua pelaku dan beragam jenis potensi yang ada dalam industri fashion. Mulai dari sosok sang desainer, kreativitas karyanya, baik di bidang busana, akseseori penunjangnya, pengguna, pengamat, pemerintah juga pembeli yang akan mendukung dan tak ketinggalan membuka ruang, peluang dan kesempatan yang luas bagi generasi muda yang memiliki talenta di bidang
HIPMI Fashion Week
Mengolah daging sapi mentah agar berubah menjadi abon ternyata memang tidak mudah. Perlu kesabaran tinggi untuk melakukan sebuah proses panjang hampir seharian penuh.
“When Fashion Meets Culture”
fashion di Bali khususnya dan di Indonesia umumnya. Menurut Ketua HIPMI Bali, IGAA Inda Trimafo Yudha, acara yang diselenggarakan oleh HIPMI Bali ini berlangsung selama sepekan, sejak 21 – 31 Juli mengingat industry fashion sangat berkembang baik di Bali, untuk itu HIPMI juga ingin lebih lagi mengakomodir para desainer
kreatif di Bali serta memperkenalkan fashion yang tidak lepas dari sentuhan warisan budaya melalui penggunaan material pada setiap rancangannya. Dikatakan oleh pemilik usaha coklat Pod dan True Bali Experience ini, HIPMI Fashion Week yang digelar pertama kalinya ini di arena acara membuka sekitar 53 stan pameran aneka produk fashion industri. Selain itu juga di gelar fashion & beauty talk show dan setiap harinya disuguhkan fashion show dari para desainer lokal maupun desainer tamu. Sebelumnya juga dilaksanakan sebuah kompetisi Fashion Sket Exhibition.
buyer yang datang sekaligus mendukung acara tersebut. Terlebih kegiatan ini juga ditujukan untuk semakin menguatkan lagi perkembangan dunia fashion, terutama dari sisi bisnis, dia menuturkan, ini merupakan pintu gerbang bagi industri kreatif untuk bertumbuh dan bersaing di dunia,” ujar istri dari Toby Challanger Garrit ini. Selanjutnya putri pasangan I Gusti Ngurah Alit Yudha dan I Gusti Agung Wardhani Pindha ini, menyampaikan bahwa HIPMI akan mengupayakan program ini akan menjadi agenda tetap mereka dan tak lupa mengajak
K
arena pekerjaan itu sudah dilakukan bertahun-tahun, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Bu Siti. Ibu tiga anak ini merasa senang dan bangga karena pekerjaannya itu telah mendatangkan uang yang lumayan bagi keluargannya. Bu Siti adalah salah satu pemilik industri rumah tangga pembuatan abon sapi dari tujuh industri rumah tangga yang ada di Jalan Patmosusastro, Pakis, Surabaya. Dia memulai usahanya pada 2004 setelah mendapat pengalaman dan ketrampilan saat bekerja di industri abon milik Sarti yang terletak di sebelah utara tempat Bu Siti. Dian, anak mantu Bu Siti ketika ditemui di tempat usahanya itu, mengatakan untuk membuat abon ini, dia selalu membeli 20 kg daging sapi kualitas terbaik setiap hari. “Daging sapi untuk membuat abon
masyarakat untuk menyaksikan acara HIPMI Fasion Week di Beachwalk, sebab seluruh suguhan acaranya sangat menarik dan inspiratif. Ketua Panitia HIPMI FW 2016, I Wayan Gede Ari Danangga menambahkan jika pada ajang HFW ini bukan hanya mengakomodasi kalangan fashion tapi juga partisipasi masyarakat sebagai pengguna fashion juga pemerintah selalu pembuat kebijakan. Mengenai dipilihnya Beachwalk Kuta menjadi lokasi acara, mengingat selama ini diperkirakan mampu menghadirkan pengunjungi sekitar 25 ribu sampai 30 ribu per hari. – Sri Ardhini
Sudut Pandang
Mengingat dan melihat sulit mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai untuk bermain bagi anak-anak, maka menurutnya di rumah pun bisa menjadi alternatif , misalnya dengan membaca cerita bersama, ini namanya wisata pendidikan atau berkebun. Yang pasti terjamin keamanan dan kenyamanannya bagi semua disamping bisa bebas biaya. Menurutnya, kalaupun ada ruang dan sarana bermain, masih harus ditinjau lagi dari berbagai aspek. “Apakah telah memperhatikan faktor kebersihan dan keamanannya. Kalau misalnya kita mengajak anak-anak ke lapangan I Gusti Ngurah Made Agung…yang di salah pojok terdapat beberapa mainan untuk anak - anaknya, orangtua mesti ada di sekitarnya untuk mudah memantau atau mengurangi berbagai risiko, khususnya bagi balita, karena di sebelahnya juga terdapat jalan raya. Jika memang mampu tentu keluarga bisa mengajak anak-anaknya misalnya menikmati objek alam terbuka seperti Bedugul atau wahana lainnya seperti water park yang
menyediakan kolam anak-anaknya. Atau, tempat lainnya yang berwujud kebun atau peternakan yang memang diciptakan untuk anak atau sesuai kelompok umur. Harapan ibu tiga anak ini ke depan, pemerintah semestinya memastikan sebagian dana pembangunan dialokasikan untuk penyediaan ruang bermain anak, memperbanyak rumah baca anak, dan jika mungkin menyediakan beberapa ruang publik terpadu ramah anak, yang sekaligus menunjang keberadaan kota ramah anak. – Sri Ardhini
Ida Ayu Made Sawitri
Siapkan Ruang Bermain Anak
19
Abon Bu Siti
Tambah Modal Tambah Daging ini harus daging sapi yang paling bagus dan bebas dari lemak. Harganya pun paling mahal,” ujar Dian. Menurut ibu muda ini, untuk mempermudah proses pembuatannya, maka daging sapi 20 kg itu dibagi tiga bagian dan masing-masing sekitar 7 kg. Daging sapi itu direbus selama enam jam sampai dagingnya empuk betul. Setelah itu, daging sapi tersebut dicincang sehingga menghasilkan serat-serat daging dan kemudian dicampur dengan bumbu yang sudah digiling halus. Bumbu abon itu terdiri dari laos, ketumbar, bawang putih, santan kelapa, garam, dan gula pasir agar rasanya manis dan semua digiling jadi satu. Daging yang sudah dicampur bumbu tersebut digoreng dalam sebuah
IGAA Inda Trimafo Yudha
Untuk menggali bakat , menggairahkan serta memberikan penghargaan kepada para desainer muda atau pemula dalam berkarya demi mampu bersaing di kancah nasional maupun level internasional. Pagelaran Gala Event seperti HFW ini terselenggara, lanjut cucu pahlawan I Gusti Ngurah Rai ini, juga melihat dan mengingat Bali adalah pusat pariwisata yang dikenal kaya dengan seninya termasuk fashion. “Maka, walau acara terkesan mendadak, tetap akan banyak
Menyediaan ruang bermain bagi anak sangat penting, karena dunia anak adalah dunia bermain. Anak dapat mengeksplor potensinya melalui bermain, baik itu urusan baik motorik, psikososial, hingga moral. Selain itu, saat bermain menjadi salah satu kegiatan untuk mengetahui kemampuan anak untuk bersosialisasi, belajar berteman, saling berbagai juga belajar menghargai orang lain Menurut Ida Ayu Made Sawitri salah seorang anggota APSAI Denpasar, dengan bermain bisa mendukung semua aspek perkembangan psikomotorik anak dan perkembangan kreativitasnya. Ia menambahkan, tempat bermain luar ruangan maupun dalam ruangan harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Dengan begitu, ketika bermain anak-anak menjadi lebih sehat, dalam kondisi aman dan terjamin keamanannya. “Dengan begitu sangat perlu diperhatikan dimana tempat bermain yang aman untuk anak-anak khususnya dan tentu saja juga bagi sang pengantar, “ ujar Ketua Koresponden Forum Perberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Denpasar ini.
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Sapi yang sudah jadi sebelum dipacking
Rujak Cingur Ahmad Jais
Pelanggannya Kepala Negara Berkunjung ke Surabaya tak leng- dalam bentuk bungkus lalu dikirim ke kap bila tak menyantap rujak cingur. Jakarta,” kata Ny. Ng Giok Tjoe. Makanan khas arek-arek Suroboyo ini Yang menjadi ciri khas rujak cingur merupakan biasanya disajikan dengan adalah bumbu uleg terdiri petis udang perpaduan buah dan sayuran. Cingur kelas premium ditambah kacang yang terdapat pada makanan tradis- goreng, bawang putih, lombok, asam, ional ini digemari penikmat kuliner. gula merah, garam plus pisang kluthuk Tidak hanya warung di pinggir jalan kemudian diuleg halus. Setelah itu, yang menjajakan rujak cingur, hotel ditambah petis beberapa macam. bintang lima dan restoran elit pun Bumbu yang sudah siap saji itu keikut-ikutan menyajikan. mudian dituangkan dalam piring yang Menu tradisional yang terkenal sudah diberi matengan. Cingur yang hingga ke mancanegara ini adalah jadi andalan rujak ini irisannya cukup rujak cingur Ahmad Jais. Harga besar. Selain empuk, rujak ini memang satu porsi pun cukup mahal bagi nikmat jika disantap siang hari lengkap masyarakat pinggiran. Karena rujak dengan krupuk putihnya. cingur satu porsi dipatok dengan -Roni Irawan harga Rp 60.000. Namun, harga mahal tersebut tak dipermasalahkan pelanggannya. Terbukti dari pengunjung warung tetap banyak dan setia meski harus merogoh kocek kantong agak dalam ketika ingin menyantap rujak cingur ini. Usaha rujak cingur ini dirintis Ny. Ng Giok Tjoe pada 1970-an ketika masih berumur 42 tahun. Hingga berusia 82 tahun, Ny. Ng Giok Tjoe masih terus berperan dalam mengurusi bisnis rujak cingur khususnya dalam mengulek bumbu. Yang menarik, rujak cingur Ahmad Jais yang mulai buka pukul 10.00 hingga 17.00 WIB ini memiliki pelanggan fanatik. “Pelanggan rujak cingur ini hingga ibu kota. Bahkan, ada kepala negara yang tidak bisa disebutNy Giok Tjoe sedang mengulek bumbu kan namanya selalu memesan
kuali besar dengan kapasitas 7 kg daging sapi. Penggorengan ini berlangsung satu jam agar daging itu kering dan empuk. Setelah digoreng kemudian dipres agar minyak-minyaknya keluar sehingga tinggal daging sapi yang sudah jadi abon dalam kondisi kering. Sebelum dimasukan ke dalam kemasan, daging abon itu, diurai lagi agar dagingnya tidak menumpuk tetapi terurai. Kemasan abon itu terdiri dari dua bentuk yakni kemasan 100 grm yang dijual dengan harga Rp 20 ribu/ bungkus dan kemasan Rp 250 gram dijual Rp 50 ribu/bungkus. Dia mengakui dari penjualan sekitar 17 kg abon dalam sehari, pihaknya berhasil mendapat pemasukan sekitar Rp 3,4 juta per hari. Jika dipotong dengan biaya operasional seperti gaji tiga orang karyawan, beli minyak goreng, gas elpiji dan sebagainya, maka keuntungan bersih diraih sehari hanya Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. “Jika modalnya lebih besar kita bisa beli daging sapi lebih banyak dan untungnya pun mungkin bisa lebih banyak,” ujarnya. Menurut Dian dari 20 kg daging sapi yang dibeli akan mengalami penyusutan hingga tiga sampai empat kilogram jika sudah jadi abon. Dari 20 kg daging sapi mentah akan susut menjadi 17 kg abon sapi. Dian mengaku untuk mendapatkan daging sapi yang bagus sebenarnya tidak terlalu sulit. Mereka selalu membelinya di Pasar Pakis yang dekat dengan tempat usahanya itu. “Masalah harga daging sapi sekarang terutama yang bagus relatif sangat mahal berkisar Rp 120 ribu lebih/kg,” ujarnya. Lebih jauh Dian mengatakan daging sapi itu diolah hampir seharian penuh dari pukul 05.00 pagi hingga pukul 18.00. “Untuk bisa mendapatkan abon yang baik, bagus, gurih, dan renyah, prosesnya tidak boleh dilangkahi tetapi harus bertaha-tahap hingga menjadi abon yang enak,” ujarnya dengan nada promosi. Bu Siti menambahkan daging abon sapi yang dikelolanya tidak dijual kemana-mana. Tetapi para pelanggannya selalu datang membeli di tempat usahanya di jalan Pamosusastro nomor 102A, Pakis, Surabaya. “Pembelinya cukup banyak, ada yang pesan dari Jakarta, Malang, Mojokerto dan rata-rata mereka pesan 5 kg hingga 10 kg sekali pesan,” ujarnya. Selain itu, banyak juga pembeli yang datang dari berbagai tempat di Surabaya. Mereka selalu datang ke tempat usahanya untuk membeli abon karena tempat ini sudah dikenal banyak orang. Bu Siti mengakui setiap hari dia memang hanya membeli 20 kg daging sapi karena keterbatasan modal usaha. “Jika saja modal usaha besar, saya bisa beli lebih banyak dari itu,” jelasnya. Industri rumah tangga pembuatan abon ini ternyata menarik perhatian Asuransi Astra, cabang Surabaya. Mereka mengucurkan modal untuk meningkatkan jumlah modal usaha. Yulianto, Senior Branch Manager Asuransi Astra, Senin (18/7) menyerahkan uang sebagai modal usaha kepada industri rumah tangga tersebut. Ditemui di sela-sela penyerahan modal tersebut, Yulianto mengatakan dari tujuh industri rumah tangga di kawasan Patmosusastro, hanya empat yang mendapat kucuran modal. Salah satu diantaranya milik Bu Siti. Bantuan modal dan pembinaan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) ini, sudah menjadi komitmen
Yulianto serahkan modal usaha kepada Bu Siti
Asuransi Astra. Bantuan seperti ini sudah lama diberikan ke sejumlah UKM di seluruh Indonesia termasuk di Surabaya. “Setiap tahun selalu ada UKM yang kita bantu dan hal itu diseleksi dari sekian banyak UKM yang ada,” ujarnya. Yulianto mengharapkan bantuan modal bertujuan untuk meringankan sedikit beban dari UKM yang ada sehingga dia bisa dapat mengelola usahanya dengan baik. Dengan bantuan ini, Yulianto mengharapkan agar sistem pengelolaan abon lebih baik, packing juga lebih bagus sehingga mereka memilik brand tersendiri sehingga bisa menarik minat para konsumen abon. Bu Siti menyatakan senang dan bangga atas perhatian Asuransi Astra untuk mengucurkan modal usaha
kepada dirinya. “Uang ini akan saya gunakan untuk menambah modal pembelian daging sapi sehingga jumlah daging sapi yang dibeli bisa lebih banyak dari yang saya beli sekarang sebanyak 20 kg saja per hari,” ujarnya. Pihaknya lebih senang diberi uang daripada diberi peralatan karena seringkali tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. “Dengan uang, kita bisa membeli apa saja sesuai dengan keinginan kita untuk mengembangkan usaha ini,” ujarnya sambil tersenyum. Bu Siti mengharapkan dengan modal ini, dapat mengembangkan usahanya ke arah lebih baik sehingga keuntungan yang diperoleh juga bisa lebih banyak. Nama Bu Siti sendiri dipatenkan menjadi merek abon Bu Siti. -Yosef Sintar
Kemasan abon sapi
20
Nine
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Perempuan dalam Adat Budaya Sumbawa Bunyi rantok (alat penumbuk padi tradisional Sumbawa yang terbuat dari kayu) bergemuruh. Itu tandanya di kampung tersebut akan ada seorang gadis yang hendak dinikahkan. Membunyikan alat penumbuk padi tradisional ini adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat bersuku Samawa di Sumbawa.
P
eristiwa budaya ini bahkan tidak lekang dimakan waktu karena sampai saat ini tradisi tersebut masih dilakukan. “Bahkan saat ini lebih berkembang lagi,” ungkap H. Hasanuddin, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa. Kegiatan budaya yang dilakukan para perempuan ini masih terus dipertahankan. Suasananya menjadi sangat ramai dan riuh. Kegiatan membunyikan rantok yang disebut baguntung dilakukan ketika seorang perempuan usai di bada’ (diberitahukan bahwa ia akan dinikahkan). Dalam tradisi bada’ tempo dulu, orangtua dan keluarga pihak perempuan akan memberitahu si gadis, bahwa kini ia telah resmi menjadi calon pengantin bagi laki-laki yang telah meminangnya. Ini berkaitan erat dengan pernikahan masyarakat Sumbawa tempo dulu yang lebih sering dijodohkan. Karenanya, si gadis biasanya akan larut bersedih atau haru sepanjang malam usai di-bada’. Tidak jarang pula histeris karena kaget atau belum siap namun harus menjalaninya, meski dalam masyarakat Samawa biasanya anak perempuan dinikahkan pada
usia yang sudah dianggap matang, 20 tahun ke atas. Menurut Hasanuddin, makna membunyikan rantok ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada anak gadis di kampung tersebut yang akan dinikahkan. “Ini sekaligus sebagai tanda untuk memberitahukan para lelaki untuk tidak mengganggu atau mendekati lagi gadis yang dimaksud karena ia akan menikah,” ujarnya. Selain itu, makna baguntung (membunyikan rantok) adalah untuk pemberitahuan sekaligus pemanggilan kepada seluruh kerabat yang ada di kampung tersebut untuk melaksanakan tradisi Nunya Rame (menumbuk padi bersama-sama). Selain untuk keluarga dan kerabat, bunyi rantok dalam kegiatan baguntung ini juga untuk pemberitahuan kepada masyarakat akan adanya acara pernikahan. “Dengan begitu masyarakat juga akan segera menyiapkan diri untuk menjadi bagian dari kegiatan tersebut untuk bergotong-royong dan berpartisipasi menyukseskan pernikahan dimaksud,” kata Mustakim Biawan, budayawan Sumbawa. Peran perempuan dalam kegiatan budaya ini sangat menonjol karena seluruh prosesi bagun-
Baguntung melibatkan banyak perempuan untuk melaksanakan peristiwa budaya Samawa ini
tung dilakukan oleh perempuan. Di samping baguntung, dalam tradisi daur ulang (siklus hidup) masyarakat Sumbawa, nyaris seluruh peran dalam melaksanakan tradisi ini dilakukan oleh kaum perempuan. “Peran perempuan dalam daur hidup masyarakat Samawa sangat penting,” ungkap Hasanuddin. Beberapa prosesi adat dalam daur hidup masyarakat Sumbawa seperti, nunya rame, tama lamung (memakaikan baju bagi anak perempuan yang beranjak remaja sebagai simbol meninggalkan masa kecil), barodak (luluran khas Suku Samawa sebelum
pernikahan), biso’ tian (tradisi tujuh bulanan) dan juga kepala koki tradisional yang disebut nuwang dalam kegiatan-kegiatan kenduri adat adalah perempuan. “Bahkan dalam pemetaan ukuran rumah baik itu panjang maupun lebarnya, yang mengatur adalah perempuan karena ia dianggap sebagai kepala rumah tangga,” ujarnya. Inilah kearifan lokal yang ada dalam tradisi-tradisi masyarakat Sumbawa, yakni menjunjung tinggi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. “Perempuan Sumbawa dalam hal ini ditempatkan pada posisi yang terhormat,” katanya.
Dalam prosesi maning pangantan (mandi pengantin) misalnya, yang berperan memandikan pengantin adalah perempuan yang disebut Inak Pangantan. Begitu pula dalam proses barodak (luluran) dilakukan oleh perempuan yang disebut Inak Odak. Selain Inak Odak, luluran juga dilakukan oleh para perempuan lain yang dipilih sesuai dengan aturan adat. Begitu juga dengan sandro pangantan yang dilakukan oleh perempuan. Ina Pangantan, Ina Odak dan Sandro Pangantan bisa dilakukan oleh perempuan yang sama atau berbeda untuk tiap prosesinya. –Naniek I Taufan
“Sutradara”nya Perempuan Begitu pula dalam tradisi Biso tian yang merupakan tradisi tujuh bulanan seperti yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia sebagai ungkapan kebahagiaan menanti bayi pertama dari seorang ibu. Seluruh persiapan dan pelaksanaan tradisi ini dilakukan oleh para perempuan. Dalam tiap upacara adat biso tian, seorang perempuan yang disebut dengan Sandro Tamang (dukun beranak), memegang peranan yang sangat penting dalam prosesi ini. Sandro
tamang adalah seorang yang diberi kepercayaan oleh masyarakat adat Samawa menjadi “sutradara” acara ini karena memiliki keahlian secara turun-temurun. Tidak banyak yang berprofesi sebagai sandro tamang, hanya mereka yang memiliki keahlian secara turun-temurun yang diakui secara adat. Dialah yang akan mengawali proses ini dengan memandikan calon ibu dengan air kembang, melantunkan doa-doa untuk
Tradisi Barodak dilakukan oleh para perempuan
kebaikan dan kemudahan bagi calon ibu sembari mengguyur lembut air yang dipenuhi bungabunga ke tubuh sang calon ibu guna memberikan kenyamanan bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Ia juga yang menyiapkan alas khusus tempat calon ibu tidur dengan nyaman. Alas khusus ini terdiri dari selembar tikar yang dibuat secara khusus juga, orang Sumbawa menyebutnya samparumpu. Tikar ini adalah tikar khas masyarakat adat Samawa yang diyakini mampu menangkal hal-hal negatif yang mengarah pada calon ibu dan bayinya. Untuk melindunginya secara supranatural dari kemungkinankemungkinan niat jahat di alam lain. Tidak itu saja. Di atas samparumpu tersebut diletakkan pula tujuh lapis kain berwarna-warni sebagai alas lapisan kedua. Dan pada lapisan ketiga akan diletakkan kembali tujuh lapis kain lagi. Dan di atas kain inilah, calon ibu ditidurkan. “Prosesi ini memang tidak sembarang perempuan bisa melakukannya kecuali yang telah memiliki keahlian turun-
Tradisi Biso Tian yang juga dilakukan oleh para perempuan
temurun,” kata Hasanuddin. Selain Sandro Tamang, ada enam orang perempuan lain yang akan mengambil peran saat acara inti biso tian ini yang disebut Mengas Mentar (mengangkat perut calon ibu menggunakan kain kemudian digoyangkan secara lembut). Enam orang lainnya adalah perempuan yang ditokohkan atau yang diteladani di kampung tersebut. Peran penting perempuan juga ada ketika acara-acara kenduri di lingkungan. Dia adalah Nuwang, sang kepala koki tradisional. “Ini tidak boleh dilakukan oleh sem-
barang orang. Nuwang adalah perempuan pilihan yang memiliki keahlian khusus bahkan orang yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi,” katanya. Bagaimana tidak, Nuwanglah yang bertanggung jawab pada keamanan makanan yang akan dikonsumsi oleh orang banyak. Berbagai peran penting yang dilakukan perempuan dalam berbagai tradisi masyarakat Sumbawa, sesungguhnya memberikan gambaran betapa pentingnya seorang perempuan baik perannya dalam masyarakat maupun dalam keluarga. -Naniek I. Taufan
Inspirasi Kini suatu pemandang an yang tidak aneh lagi jika melihat orang yang berusia produktif de ngan kondisi fisik terlihat sehat, namun mencari nafkah dengan mengemis. Mereka ada di jalanjalan raya, utamanya di area lampu merah serta tempat ramai lainnya. Pemandangan yang kontradiktif jika melihat seorang ibu atau neneknenek, kakek-kakek, dengan keterbatasan yang dimilikinya masih bekerja keras seperti menarik gerobak sampah, sayur atau berjualan seadanya untuk mendapatkan ‘sesuap nasi’.
H
al inilah yang menggugah sekelompok anak muda untuk melahirkan ‘gerakan ketimbang ngemis’. Kenapa harus mengemis ketika tubuh sehat, fisik sempurna, bekerjalah! Ada banyak hal yang bisa dikerjakan yang dapat mendatangkan penghasilan, asalkan mau dan tekun. Begitulah kira-kira yang dimaksud oleh anak-anak muda pendiri komunitas ‘Ketimbang Ngemis’. Komunitas yang baru berusia setahun ini awalnya berdiri di Yogyakarta, digagas oleh Rizky . Tidak diduga visi dan misi gerakan ini begitu cepat menyebar bak virus ke berbagai kota di Indonesia. Setidaknya kini komunitas ‘Ketimbang Ngemis’ sudah ada di 60 kota lebih. Salah satunya adalah komunitas ‘Ketimbang Ngemis Jakarta’ (KNJ). Sebagaimana diketahui jumlah pengemis yang berada di Jakarta bisa dibilang paling banyak seIndonesia. Mereka itu datang dari berbagai daerah karena mengira Jakarta tempat yang mudah untuk mendapatkan uang tanpa harus bekerja keras. Anggapan yang tidak salah, karena memang dari mengemis mereka bukan hanya bisa mengumpulkan uang ratusan ribu rupiah per-bulan tapi hingga jutaan rupiah. “Kita sering kali melihat pemandangan seperti itu, pengemis berbadan sehat, masih muda dan produktif, tapi malas bekerja keras. Sementara ada neneknenek, kakek-kakek, menarik gerobak sampah, jualan sayur, untuk mencari nafkah. Mereka menolak mengemis. Meski memiliki keterbatasan tapi mereka tetap bekerja keras. Ini yang kami apresiasi,” ujar Yona Luverina, pendiri komunitas KNJ. Berdirinya komunitas ini, katanya, mengikuti komunitas ‘Ketimbang Ngemis Yogayakarta’ yang didirikan Rizky. Awalnya, tutur mahasiswa Politeknik Kesehatan Jakarta II, ini, gerakan ini dimulai di medsos, tepatnya instagram yang dibangun oleh Rizky. Ia dan teman-temannya adalah follower pada akun Rizky itu. “Instagram Rizky itu berisi foto-foto para lansia yang bekerja keras, entah dengan berjualan
5
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Yona Luverina
Pendiri Komunitas
“Ketimbang Ngemis Jakarta”
Yona dan temannya saat kampanye “Ketimbang Ngemis Jakarta”
seadanya, menarik gerobak, atau memikul dagangan, untuk mencari nafkah. Maksud Rizky, ketimbang mengemis lebih baik bekerja. Lihatlah para lansia ini (dalam foto) yang masih semangat bekerja meski sudah tua. Dalam setiap fotonya, Rizky juga mengajak para followers untuk membantu para lansia ini, meski kita tidak membutuhkan barangnya tapi belilah dengan begitu kita ikut membantunya,” tutur Yona. POSTING FOTO-FOTO LANSIA BEKERJA Rasa kepedulian Rizky inilah, kata Yona, yang kemudian melahirkan ide untuk membuat gerakan ‘Ketimbang Ngemis’ menjadi sesuatu yang lebih terorganisir dan bermanfaat. “Komunitas Ketimbang Ngemis Yogyakarta didirIkan 12 Juni 2015, kemudian saya dan teman-teman yang juga followers akun tersebut mendirikan KNJ pada 18 Juni 2015,” jelas Yona lagi. Konsepnya, kata Yona, mengikuti komunitas ‘Ketimbang Ngemis Yogyakarta’ yakni mencari dan memontret orang-orang yang berusia lansia namun masih gigih bekerja mencari nafkah. “Foto-foto itu kemudian kami sosialisasikan di instagram disertai dengan keterangannya seperti nama orang itu, usia, tempat, dan pekerjaannya,” katanya. Bukan sekadar mempublis foto, kata Yona, tapi komunitas juga berupaya mencari bantuan dari pihak lain, baik berupa uang, sembako maupun pakaian bekas layak pakai. Hasil donasi dari masyarakat itu, dimaksudkan untuk membantu para lansia-lansia tersebut. “Sasaran kami, seperti halnya komunitas di Yogya, adalah para lansia yang berusia 65 tahun ke atas yang masih bekerja ‘membanting tulang’ untuk mendapatkan penghasilan. Juga para penyandang disable yang dengan keterbatasannya masih tetap bekerja. Untuk kalangan disable, bisa berusia di bawah 60 tahun. Syarat lainnya adalah mereka yang dibantu haruslah dari kalangan tidak mampu,” tutur Yona. Awalnya, seperti halnya organisasi baru, pihaknya sangat sulit mendapatkan donasi. Maklum, selain masih baru, belum ada aksi nyata yang dilakukan. “Di awalawal organisasi berdiri, kami harus
bekerja keras untuk meyakinkan orang-orang tentang visi dan misi organisasi kami. Ini tidak mudah,” kata mahasiswi semester tujuh ini. Tapi Yona dan kawan-kawannya tak hilang akal, mereka tak mau muluk-muluk masuk ke perusahaan besar. Untuk tahap awal mereka justru mencari bantuan dari lingkungan masing-masing, baik itu teman maupu saudara. “Tahap awal uang yang terkumpul dengan susah payah ituhanya Rp 1 juta, tapi kita bersyukur sekali. Alhamdulilah. Ada donasi pakaian bekas juga sembako, meski tidak banyak. Apa yang kami dapatkan itu lah yang kemudian dibagi-bagikan kepada para lansia juga penyandang disable yang membutuhkan,” tutur Yona yang melakukan pembagian donasi setiap sebulan sekali. KEWALAHAN, SUMBANGAN MENGALIR DERAS Tuhan membuka jalan bagi mereka yang berhati mulia. Itulah
yang dirasakan Yona dan kawankawannya saat organisasi sudah berjalan tiga bulan. Betapa tidak, setelah melaksanakan kegiatan pertama itu, langkah mereka terasa dimudahkan. Jumlah followers di instgram dengan cepat meningkat. Mereka seolah berlomba-lomba ingin menjadi donatur tetap. “Bagi kami ini sungguh luar biasa. Tak pernah terbayangkan kalau animo masyarakat Jakarta, khususnya kalangan muda terhadap kegiatan ini begitu luar biasa. Katanya anak muda jaman sekarang cuek-cuek, tapi ternyata tidak juga. Banyak anak muda yang memiliki kepedulian tinggi. Buktinya ada dalam kegiatan kami, di mana mereka mau membantu, baik dari segi tenaga maupun donasi. Alhamdulilahsekali,” kata Yona yang bersama kawan-kawannya kerap mengkapanyekan gerakan mereka di areal Car Free Day. Sumbangan mengalir deras, sampai-sampai, kata Yona, para pengurus KNJ kewalahan menampungnya sehingga terpaksa harus menyewa rumah untuk gudang penyimpanan sumbangan sembako dan pakaian bekas layak pakai. “Sumbangan banyak banget. Kami sempat kebingungan karena sudah tidak bisa lagi dititipkan di rumah-rumah anggota karena jumlahnya banyak. Untuk sembako misalnya, setiap bulan kami mendapat bantuan rutin dari sejumlah pihak, begitu juga pakaian bekas dan selimut, ada lembaga yang rutin menyalurkan. Belum lagi bantuan-bantuan yang datang secara insidental, juga banyak. Itu
sebabnya kami terpaksa harus ngontrak rumah,” kata Yona yang sampai sekarang telah menyalurkan bantuan pada 100 orang lebih. Sedang jumlah donasi berupa uang pun terbilang cukup banyak. Sumbangan dana itu umumnya datang dari para followers sendiri. Kepada para donatur tetap ini, komunitas memberi report penggunaan uang setiap bulannya. Menurut Yona, bantuan tidak diberikan begitu saja melainkan melalui mekanisme penyaringan, survei-verifikasi. “Jadi dari fotofoto yang diunggah para followers, kemudian dipilih dan diverifikasi ulang. Tim kami survei ke lapangan mencari orang yang dimaksud, mendatangi rumahnya juga RT setempat untuk menanyakan. Maksudnya adalah agar bantuan tepat sasaran. Setelah semuanya ‘ok’ barulah bantuan diberikan,” jelasnya. -Diana Runtu
Rizky
Lansia Pantang Mengemis Dari perjalanannya selama setahun lebih bergerak bersama komunitas KNJ, Yona mengaku mendapat banyak sekali pengalaman berharga. “Satu hal yang pasti, aku merasa sangat bersyukur dengan keadaan aku yang sekarang. Tuhan mencukupkan segalanya. Sementara ada banyak orang yang kekurangan dan bekerja keras untuk mendapatkan penghidupan,” tutur Yona. Tim kami, ungkap Yona lagi, kadang sampai menitikkan air mata ketika mendatangi ‘target’ yang akan kita bantu. Rasa haru menyeruak lantaran melihat kehidupan lansia-lansia itu sangat memprihatinkan. Salah satunya yang sampai membuat tim KNJterharu adalah saat menyaksikan kehidupan seorang nenek 79 tahun yang harus bekerja banting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri. “Nenek itu tinggal di bilangan Jakarta Timur, hanya di sebuah kamar kontrakan 1x2 meterpersegi. Sehari-hari dia berdagang abu gosok dengan keuntungan Rp100 rupiah per-bungkus. Di dalam kamar yang sempit itu, penuh dengan kantung-kantung abu gosok juga barang rongsokan hasil pulungan si nenek yang hendak dijual. Si nenek mengaku karena barangbarangnya banyak, dia tidak bisa tidur telentang seperti umumnya orang tidur. Bayangkan, dia tidur duduk dengan kaki dilipat, saking sempitnya kamar itu. Bagaimana kami tidak iba melihat keadaan si nenek. Yang luar biasa, si nenek itu meski hidupnya sulit, tidak mau mengemis,” papar Yona menceritakan salah satu pengalamannya yang berkesan selama aktif di komunitas itu.
Pengalaman lain yang juga mengharukan adalah saat memberi bantuan pada seorang nenek 85 tahun yang bekerja keras demi menghidupi anak perempuannya yang lumpuh. “Sungguh kasihan nenek itu. Ia tetap bekerja demi kehidupan dirinya dan anaknya yang lumpuh. Anak perempuannya itu sudah ibu-ibu juga, tapi cacat dan tak mampu melakukan apa-apa. Jadi nenek renta itulah yang harus banting tulang. Dan, seperti yang lain, nenek itu pun pantang mengemis untuk mendapatkan uang,” kata Yona. –Diana Runtu
4
Inspirasi
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Alamanda Shantika
Bahagia kalau Orang Lain Bahagia Aplikasi Go-Jek makin dikenal masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua tahu aplikasi ini. Dari yang hanya tahu dari teman hingga yang memanfaatkan aplikasi ini. Salah satu tokoh yang berada dibalik aplikasi ini adalah Alamanda Shantika Santoso.
P
erempuan mungil yang akrab disapa Ala ini bertanggung jawab terhadap operasional dari aplikasi ini. “Saya berpikir, saya kerja bukan untuk Nadiem (CEO Go-Jek) tetapi untuk ratusan ribu orang yang bergantung dari aplikasi ini. Kalau aplikasi error, bukan komplin dari Nadiem yang saya takutkan. Saya lebih memikirkan bagaimana ratusan ribu driver kami yang ada di jalanan menunggu aplikasi diperbaiki,” ungkapnya saat ditemui di acara sosialisasi kompetisi “The NextDev 2016” di Denpasar. Ia menuturkan startup yang dikembangkan ini berawal dari 5 programmer. Mereka membuat sebuah aplikasi yang membantu memudahkan driver ojek mendapatkan konsumen dan di sisi lain memudahkan konsumen mendapatkan layanan ojek. Pemilihan aplikasi berbasis mobile ini lebih advance dibanding dengan yang berbasis web. Namun, ia yakin, di kemudian hari, akan ada lagi aplikasi yang lebih advance dari mobile. “Saya saja sekarang mungkin sudah tidak terlalu jago dalam bahasa program. Staf saya lebih jago. Artinya, pengetahuan itu terus berkembang,” ujar perempuan
yang memiliki latar belakang pendidikan IT, matematika, dan desain ini. Ketika Go- Jek dihadapkan dengan situasi konvensional dan modern, Ala mengaku hadirnya Go-Jek untuk memudahkan para tukang ojek yang selama ini melakukan pelayanan konvensional. Aplikasi yang memudahkan konsumen mendapatkan driver dan membekali driver dengan ponsel berbasis android, awalnya dipandang sebagai sesuatu yang gila. “Nadiem ditanya sama orangorang kok berani ngasi tukang ojek ponsel android. Bagi kami, harus ada terobosan untuk membuat sesuatu yang beda. Ternyata, apa yang kami lakukan ini diterima masyarakat. Kehadiran kami ternyata diterima di hati masyarakat. Kami berharap tukang ojek konvensional bisa memanfaatkan aplikasi ini. Di sisi lain, banyak tukang ojek yang dulunya tidak mengerti ponsel android mau belajar dan akhirnya bisa,” ujar perempuan yang bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan ini. Ala membandingkan bagaimana Indonesia sekarang dengan Amerika Serikat dulu. Lembah Silikon yang menjadi kawah candradimuka untuk menggodok
NTB Menuju Persiapan venue utama penyelenggaraan Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan berlangsung tanggal 28 Juli hingga 6 Agustus 2016, di Islamic Center Mataram, sudah terlihat siap. Sebagai tuan rumah kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional ke-26 tersebut.
S
emua yang terkait dengan pelaksanaan MTQ Nasional tengah dikerjakan untuk diselesaikan baik dari sisi sarana pendukung maupun infrastruktur venue dengan target rampung sebelum hari H pelaksanaan. Sebagai daerah yang dikenal religius, Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja keras menuju Tri Sukses MTQ, yaitu sukses adminis-
l a m a n d a
21
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Tri Sukses MTQ
berbagai start up berhasil menghasilkan berbagai produk. Indonesia pun sudah bergerak ke aras itu. Kini sudah banyak hadir anak-anak muda yang menghasilkan startup. Ia berharap lima tahun ke depan, anak-anak muda Indonesia sudah bisa seperti anak-anak muda di Lembah Silikon. Ia berharap sejak kuliah, para mahasiswa sudah dibekali dengan kemampuan untuk menghasilkan berbagai startup. Ini akan menjadikan ekosistem digital Indonesia lebih maju. Kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya resources sehingga antara satu dan yang lain saling ambil. Ke depan, persaingan harus dibuat lebih sehat.
HADIAH 6M Terkait “The NextDev”, Ala yang juga sa lah satu juri menuturkan A kompetisi yang meng usung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, menantang kawula muda Denpasar untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama
Mandalika
trasi (persiapan), sukses pelaksanaan dan sukses pelaporan. Selain sebagai venue utama penyelenggaraan MTQN tahun 2016, keberadaan Islamic Center milik masyarakat NTB yang berlokasi di Mataram ini, akan menjadi simbol peradaban Islam yang berdiri di Bumi Gora. Islamic Center yang berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut
S h a n t i k a
dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah pedesaan. “Kompetisi ini bisa menjadi mata air untuk mengairi bakatbakat anak muda Indonesia di bidang IT. Ini bukan sekadar peluang tetapi ini ada rasa tanggung jawab kita sebagai generasi muda bangsa,” ujar perempuan yang mengaku hidupnya bahagia kalau melihat orang lain bahagia. The NextDev mengajak kawula muda untuk mewujudkan imajinasi dan ide mereka tentang Smart City dan menjadi bagian dari program untuk membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Tahun ini The NextDev hadir d e n g a n ko n s ep ya n g leb ih menantang dengan tetap fokus pada pengembangan Smart City, dengan ruang lingkup yang lebih luas yaitu kategori pengembangan aplikasi untuk rural atau pedesaan. Dalam kompetisi The NextDev 2016, terdapat sembilan sub tema yang memiliki fokus tersendiri sebagai dasar pengembangan solusi. Kesembilan sub tema yang bisa dipilih oleh peserta adalah agrikultur, kemaritiman, usaha kecil dan m e n e n g a h ( U K M ) , p e m e rintahan, energi, pariwisata,
kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Selain menciptakan karya yang akan bermanfaat bagi orang banyak, tiga tim terbaik juga akan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang disebut dengan 6M, yakni Market Access (akses pasar), Marketing (publisitas), Mentoring (pelatihan dan pendampingan), Management Trip (study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri), Money (uang tunai), dan Monetizing (peluang besar untuk memperoleh pendapatan melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait). GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Ihsan menambahkan melalui “The NextDev 2016” ini, Telkomsel ingin para generasi muda Indonesia di wilayah Denpasar dan sekitarnya untuk turut berkontribusi secara aktif memanfaatkan teknologi yang melahirkan solusi dan memberikan dampak sosial yang positif bagi bangsa. “Dengan tingginya partisipasi dari mereka, diharapkan akan terjaring lebih banyak lagi ideide kreatif dan solutif yang dapat mempercepat penerapan Smart City di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di kota Denpasar,” ujarnya. – Ngurah Budi
Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH.M.Si meninjau Islamic Center
Islamic Center Jalan Langko dan Udayana yang merupakan jalur utama ini mulai dibangun sejak masa kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Bangunan ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 namanama Allah (Asma’ul Husna). Dari menara bangunan Islamic Center yang megah ini bisa terlihat Kota Mataram dari berbagai sisi. Kehadiran Islamic Center Mataram mewakili suasana religius masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dalam sejarah penyebaran Islam, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu simpul daerah peradaban Islami di nusantara. Sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan seribu masjidnya- jumlah masjid yang ada di NTB yakni kurang lebih 5.000 unit dan tersebar utamanya di lima kabupaten/ kota di Pulau Lombok- hingga saat ini, NTB kini telah memiliki simbol peradaban Islam sebagai salah satu identitas daerah. Untuk itulah, pemerintah daerah berkomitmen membangun Islamic
Centre ini sebagai pusat peradaban Islam modern. Pembangunan Islamic Center (IC) ini bukan sekedar simbol, melainkan mengandung makna yang jauh lebih mendasar adalah menjadikannya sebagai wahana pelestarian dan pengembangan peradaban Islami modern di masa kini dan di masa yang akan datang, antara lain sebagai sarana pendidikan, peribadatan, museum, sport hall, wisata religi, pasar seni, hotel dan gedung pertemuan (convention hall) yang mendukung terciptanya peradaban Islam modern yang tetap berpegang teguh dengan qur’an dan sunnah. Pembangunan gedung IC dilakukan secara bertahap, yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. “Pembangunan IC merupakan iktiar untuk menancapkan tonggak peradaban Islam yang selama ini terpencar-pencar di NTB agar bisa menyatu menjadi satu bagian yang utuh. Jadi melihat kondisi itu jelas kita perlu membangun induk dari ribuan masjid tersebut. Pembangunan Islamic Center ke depan akan dikembangkan menjadi
salah satu pusat wisata religi terbesar di kawasan Indonesia Timur,” kata Gubernur NTB ketika pertama kali membuka selubung papan nama sebagai tanda dimulainya pembangunan Islamic Center di Mataram, bulan Maret 2010 lalu. Pembangunan Islamic Centre ini sekaligus dihajatkan sebagai Darul Munasabah, yakni sebagai tempat bagi semua elemen masyarakat, organisasi islam, organisasi budaya berkumpul dan bermusyawarah untuk menciptakan NTB yang lebih baik bagi generasi yang akan datang. Pembangunan Islamic Centre, merupakan bangunan terintegrasi yang di dalamnya akan terdapat berbagai fasilitas, seperti sarana peribadatan, fasilitas pendidikan, gedung pertemuan, fasilitas perpustakaan, fasilitas wisata, fasilitas perkantoran, fasilitas seni budaya bahkan juga fasilitas bisnis berupa perhotelan. Pembangunan kompleks pendidikan yang merupakan community colleges, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi berupa gedung berlantai empat. -Naniek I. Taufan
IC Akan Difungsikan Perdana untuk MTQN Kini, wajah Islamic Center itu telah tampak secara utuh dan akan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Gora, Nusa Tenggara Barat dan akan difungsikan pertama kali saat MTQ Nasional yang sebentar lagi akan digelar di tempat ini. Selain Masjid Islamic Center Kota Mataram sebagai pusat penyelenggaraannya, ada 10 venue kegiatan lain yang tampak siap menerima para kafilah dari berbagai daerah di tanah air. Begitu juga dengan infrastruktur jalan bagi kedatangan para kafilah dari Lombok Internasional Airport (LIA) telah siap sebelum kegiatan berlangsung. MTQ Nasional 2016 ini akan diikuti oleh 34 provinsi dengan total 1.496 peserta. Mengambil tema MTQ Nasional upaya mewujudkan revolusi mental dalam memantapkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil A’lamiin, sebagai tuan rumah, NTB berharap MTQ kali ini memberikan manfaat lebih dan berkesan bagi para peserta dari seluruh tanah air. Karena itulah Pemerintah Provinsi NTB sangat serius dalam menyukseskan kegiatan ini. Pada rapat panitia persiapan
perhelatan MTQ Nasional ke-26 yang dilaksanakan langsung di lokasi penyelenggaraan MTQN di Islamic Center Mataram beberapa hari lalu, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si, yang memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran SKPD dan instansi yang terkait dengan suksesnya penyelenggaraan MTQN di NTB, meminta semua pihak untuk bekerja keras dalam rangka menyukseskan event tersebut. “Saat ini pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan MTQN ini sebaiknya menjaga kesehatan agar tidak sakit, kalaupun sakit, jangan sampai opnamelah,” ungkap Wagub bercanda. Inilah bentuk kesungguhan dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini. Cabang-cabang yang dilombakan dalam MTQN 2016, menurut Menteri Agama, Lukman Hakim pada saat rapat koordinasi Panitia Penyelenggara MTQN 2016 di Jakarta beberapa waktu lalu, ada sedikit mengalami perubahan. Jika pada MTQ sebelumnya melibatkan 7 cabang dan 17 golongan, namun
tahun ini bertambah menjadi 18 golongan, yaitu khat kontemporer. Jenis golongan ini merupakan cabang lomba yang dilaksanakan secara periodik, yaitu setiap 2 tahun sekali. Dengan ajang MTQ Tahun 2016 ini, Nusa Tenggara Barat berharap bisa menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan nasional yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dan seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kaum muslimin di Nusa Tenggara Barat diharapkan akan mendukung pelaksanaan MTQ Nasional ini sehingga dapat berjalan lancar dan sukses. Wakil Gubernur NTB mengungkapkan bahwa, MTQN 2016 ini tidak hanya akan menjadi agenda bagi kaum muslimin melainkan juga agenda bagi selutuh lapisan masyarakat NTB. ‘’Masyarakat kami mayoritas muslim dan sangat toleran dengan agama lainnya. Ini bukan saja agenda bagi kaum muslim saja, namun ini merupakan agenda seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Barat,’’ ungkap Wagub. Untuk memastikan persiapan penyelenggaraan NTMQ Nasional
2016 ini, Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, S.H., M.Si., telah secara langsung meninjau Islamic Center yang dijadikan venue utama perhelatan MTQ Nasional 2016. “Insya Allah, kita akan terus evaluasi persiapan MTQ sedetail-detailnya,” ungkap Gubernur. Keduanya meninjau beberapa lokasi seperti lokasi untuk mimbar tilawah, lokasi panggung, lokasi untuk tempat duduk VIP, lokasi Pameran Peradaban Islam,
lokasi yang dijadikan tempat parkir serta instalasi listrik yang dibutuhkan. Sebagai Ketua Umum MTQ Nasional tersebut, Wakil Gubernur NTB menjamin persiapan venue tersebut siap untuk digunakan. “Saya optimis, MTQ ini akan berjalan lancar dan sukses sesuai harapan kita semua. Apalagi MTQN di NTB kali ini memiliki kegiatan yang berbeda dengan MTQN di daerah lain sebelumnya,” kata wagub. -Naniek I. Taufan
Rapat persiapan Islamic Center menuju MTQN 2016
22
Sosialita
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Badan Pusat Statistik DKI Jakarta merilis data tentang jumlah warga miskin di Jakarta bertambah. BPS menyebut jumlah penduduk Jakarta yang miskin mengalami kenaikan 0,14 poin jika dibanding tahun lalu. Disebutkan, jumlah penduduk miskin pada bulan September 2015 mencapai 368.670 orang atau 3,61% dari total penduduk Jakarta. Maret 2016, jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 384.300 orang atau 3,75%. Artinya, ada peningkatan 15.630 orang atau meningkat 0,14 poin.
Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Bertambah
T
api data itu dibantah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Ia meragukan data yang dirilis BPS DKI Jakarta. Menurutnya, data-data tersebut tidak valid. Djarot khawatir bunyi data tersebut demikian karena tidak semua orang yang disurvei memiliki KTP DKI Jakarta. Sebagaimana diketahui, Jakarta dihuni bukan hanya oleh mereka yang ‘BerKTP’ DKI Jakarta tapi juga orang dari daerah lain. Yang dimaksud Djarot adalah para pendatang dari daerah (urbanisasi) yang tidak memiliki dokumen kependudukan Jakarta. “Saya tidak yakin data itu. Penduduk miskin pasti ada. Tapi data-data itu (BPS) juga termasuk orang-orang yang tidak ber-KTP Jakarta. Kami akan menanyakan hal ini ke BPS,” kata mantan Walikota Blitar itu. Dengan mengetahui data-data persis dari BPS Jakarta, kata Djarot, Pemda bisa mengambil langkah-langkah terkait penduduk miskin ini. Menurut laporan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi DKI Jakarta, Sri Santo Muliatinah, Garis Kemiskinan (GK) bulan Maret 2016 sebesar Rp 510.0359 per kapita per bulan, lebih tinggi dibanding GK September 2015 yakni sebesar Rp 503.038 per kapita per bulan dan GK Maret 2015 sebesar Rp 487.388 per kapita per bulan. “Peranan komoditi makanan ter hadap GK jauh lebih besar dibanding-
Salah satu daerah pemukiman kumuh di Jakarta
kan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan GK Makanan terhadap GK Maret 2016 sebesar 64,59% (Rp 329.644), sedangkan sumbangan GK Non Makanan terhadap GK sebesar 35,41 % (Rp 180.715),” papar Sri. Menurut Sri, sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2016 adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2016. Jumlah sampel Susenas di DKI Jakarta adalah 5.200 rumah tangga. Selain itu juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar) yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. “BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan
Yang megah dan yang kumuh di Jakarta
yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung persentase penduduk miskin terhadap total penduduk. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” jelasnya. Ia menambahkan, metode menghitung GK terdiri dari dua komponen yakni GK Makanan dan GK non-Makanan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui ada peningkatan penduduk miskin di Jakarta namun demikian ia tidak sepakat dengan konsep survei yang dilakukan BPS Jakarta. Yang dimaksud Ahok, begitu sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta, seharusnya yang disurvei adalah benar-benar warga Jakarta, dalam artian memiliki KTP Jakarta. Karena BPS dalam melakukan survei tanpa menanyakan apakah yang bersangkutan memiliki KTP Jakarta atau tidak. “Saya tidak setuju dengan konsep survei BPS seperti itu. Semua yang ditemui ditanya, tapi tidak bertanya apakah punya KTP Jakarta atau tidak,” tegas Ahok. “Kamu tanya sama BPS benar enggak kalimat saya seperti itu. Dia (BPS) bilang angka kemiskinan naik sudah termasuk yang pendatang dihitung. Saya sempat menanyakan itu. Katanya, memang begitu pak, semua orang yang ketemu di Jakarta dinilai,” ucap Ahok. Tapi diakui Ahok, bahwa memang dia pun meyakini angka kemiskinan tahun ini meningkat malah dalam perkiraan Ahok jumlahnya lebih tinggi dibanding data
Pemda DKI Jakarta gencar lakukan penertiban bangunan
BPS. Menurut Ahok naiknya jumlah warga miskin, salah satu sebabnya adalah nilai dolar AS naik. “Pasti meningkat. Nilai dolar AS naik, pasti penghasilan turun,” katanya. Menurutnya, warga miskin di Jakarta berkisar 17%. Angka ini katanya diperoleh dari survei penduduk miskin di Ibukota menggunakan nilai KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Sedang data BPS menyebut jumlah penduduk miskin hanya 3,7%. Perbedaan angka tersebut karena BPS menggunakan standar 2.500 kalori per hari dalam melakukan survei. “Survei dengan menggunakan KHL telah dilakukan sejak 2014. Survei itu hanya dilakukan terhadap warga yang memiliki KTP DKI Jakarta saja,” kata Ahok di Balaikota. “Survei BPS menggunakan tolok ukur 2.500 kalori per hari. Kami minta cara surveinya diubah,” ujar Ahok. SUBSIDI UNTUK ORANG MISKIN Guna meringankan beban warga DKI Jakarta, kata Ahok, Pemda mem-
berikan berbagai subsidi. “Faktor yang menyebabkan kemiskinan, kan, transportasi, perumahan, pendidikan, kesehatan. Bidang-bidang itu yang kami upayakan untuk memberi subsidi. Misalnya untuk subsidi transportasi yakni PSO (Public Service Obligation) setiap tahunnya mengalami peningkatan. PSO dianggarkan menjadi Rp 3,2 triliun, subsidi pendidikan Rp 2 triliunan” paparnya. Selain itu, Pemprov juga berencana membangunan apartemen sewa dengan harga indekos di atas depo LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara serta subsidi rumah susun. “Jadi akan ada banyak subsidi silang. Di antaranya dari kontribusi tambahan dari pengembang. Kami tidak ingin habiskan pembangunan infrastruktur dengan uang APBD. Kami ingin uang infrastruktur adalah bagian dari pengembang, termasuk ERP, parkir, dll,” paparnya panjang-lebar kepada wartawan. Sementara itu Kepala BPS DKI Jakarta, Syech Suhaimi mengatakan, jika Gubernur DKI Jakarta tidak puas dengan survei BPS, silakan melakukan survei sendiri. Namun ditegaskannya bahwa apa yang diinginkan Gubernur bahwa seharusnya BPS melakukan survei hanya pada penduduk Jakarta yang ber-KTP, tidak bisa dilakukan karena hal itu menyalahi aturan. “Kalau beliau mengharapkan penduduk tidak ber-KTP DKI Jakarta tidak disurvei, itu menyalahi,” ucap Suhaimi. Menurutnya, BPS dalam melakukan survei menggunakan metode yang berstandar internasional sehingga penggunaannya sudah berjalan secara universal. Jika nanti pihak Pemda DKI Jakarta ingin melakukan survei sendiri, tambahnya, hasilnya tidak bisa dibandingkan dengan hasil dari BPS karena metode yang digunakan berbeda. “Kalau berbeda tidak bisa dibandingkan. Perbedaan metode bisa menimbulkan perbedaan angka yang signifikan. Kalau mau membandingkan harus menggunakan metode yang sama,” paparnya. -Diana Runtu
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
Dewi Supriani, S.H.
3
Jangan Sirik tapi Lirik
Jatuh bangun dialami Dewi Supriani, S.H. Berbagai usaha pernah dijajal. Pengalaman menjadi guru yang terbaik untuknya. Kini, Direktur Utama PT Indo Bali Gas dan pemilik beberapa villa ini merasakan hasil kerja kerasnya.
P
erempuan yang akrab disapa Anik ini menceritakan perjalanan hidupnya. Dari kecil hingga remaja ia terbiasa hidup serba ada. Mau minta apa saja dibelikan oleh ibunya. Namun, hal ini tak membuatnya bahagia. Yang terjadi malah sebaliknya. Ia kerap di-bully. “Nama saya kan Dewi Supriani. Beberapa teman sering mempelesetkan nama saya. Kalau saya nulis nama sering saya singkat Dewi S. Huruf S ini sering diganti jadi Dewi Selem. Zaman itu ada film seri di TVRI tentang anjing laut. Anjing itu namanya Salty. Nama saya pun diganti Dewi Salty. Karena keluarga kami jual BBM, nama saya dipatenkan jadi Anik Oli. Kalau orang bilang masa SMA merupakan masa paling indah, bagi saya masa SMA itu paling buruk,” kenang
Dewi Supriani dan keluarga
Dewi Supriani, S.H.
putri kedua pasangan (alm) Sunartadi dan Ni Made Nuratni ini. Lulus SMA tahun 1986, ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Kuliah tak bisa diselesaikan karena ia menikah dengan Yahya Ali Al Zubaidi
Dewi Supriani saat berkunjung ke Rumah Sakit Wangaya
tahun 1989. Pasangan ini membuka lembar baru kehidupan dengan menjalankan usaha di Probolinggo, Jawa Timur. Usaha tak berjalan lancar. Anik dan suaminya memutuskan kembali ke Bali. Mereka mulai dari nol. Kehidupan keluarga ini pun moratmarit. Mereka tinggal di rumah kontrakan dan pernah pindah hingga lima kali. Tahun 1991, mereka mulai usaha garmen. Baru berjalan dua tahun, bisnis ini gulung tikar karena dibohongi pembeli dari Italia. “Kami juga pernah buka usaha soto gubeng. Pada masa itu, kuliner belum menjadi bagian dari lifestyle. Tahun 2000 kami membuka minimarket Nikito di Dalung. Minimarket ini juga dilengkapi dengan pusat jajanan serba ada (pujasera). Waktu itu Dalung masih sepi. Toko-toko belum banyak. Di minimarket ini kami juga menjual minyak tanah eceran,” kenang perempuan kelahiran 8 Agustus 1967 ini. Seiring perjalanan waktu, bisnisnya mulai mengalami perkembangan. Kehidupan rumah tangga sudah mulai mapan. Anik pun kembali ke bangku kuliah. Ia memilih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati. Gelar sarjana hukum pun diraihnya tahun 2006. Ia sempat menjadi magang di kantor advokat. Namun, karena merasa jiwanya lebih cocok untuk bisnis, ia pun fokus di bidang bisnis sedangkan suami menekuni usaha properti. Konversi minyak tanah ke LPG juga membuatnya ikut berkecimpung di sektor ini. Ia dan suami mendirikan PT Indo Bali Gas tahun 2010 yang menjadi agen LPG 3 Kg. Selain itu, UD New Nikito menjadi agen minyak tanah nonsubsidi. “Apa yang saya raih hingga saat ini tak lepas
Dewi Supriani rekreasi bersama anak-anak Yatim Piatu Tunas Bangsa, Monang-Maning, Denpasar
dari doa ibu dan dukungan suami serta anak,” tegas ibu dua putra, Nabil Ali Yahya Al Zubaidi dan Hanif Yahya Al Zubaidi ini. JANJI HARUS DITEPATI Pendidikan dan bisnis menjadi hal yang melekat dalam keluarga ini. Putra pertamanya, sambil kuliah sudah memiliki usaha agen LPG di Buleleng dengan nama PT Putri Sunartadi Mandiri dan bengkel Zoom serta agen kaca film Black Max di Denpasar sedangkan putra kedua masih fokus untuk kuliah. “Bagi saya, pendidikan untuk anak-anak merupakan bekal untuk mereka yang tidak akan habis. Dengan modal pendidikan, mereka akan bisa menentukan masa depannya,” ujar pengusaha yang rutin mengadakan acara sunatan massal dan buka puasa bersama ini. Mapan di dunia bisnis, Anik tak melupakan bidang sosial kemasyarakatan. Ia memiliki panti asuhan, sekolah mengaji, serta memiliki impian untuk membuat rumah singgah. Baginya, semakin banyak memberi dengan ikhlas, makin banyak rezeki yang akan didapat. ia sangat mempercayai hal tersebut karena sudah mengalaminya. Semakin banyak cobaan Tuhan artinya makin sayang Tuhan kepada kita. Semua cobaan pasti ada hikmahnya. Semua yang
ada ini hanya titipan Tuhan yang harus dijaga baik-baik, disyukuri dan dijalani. Anik menambahkan, dirinya sudah pernah berada di titik nadir, kemudian bangkit lagi hingga berada di puncak lagi. Ia mendapat pelajaran bahwa harta dan kekayaan hanyalah sementara. Ia pun yakin, semua orang memiliki jalannya masing-masing. Kita tidak perlu sirik dengan kesuksesan orang lain. Kita harus melirik bagaimana orang itu berusaha hingga bisa berhasil. “Kita bisa sukses karena mulut tetapi kita bisa hancur karena mulut juga. Janji-janji yang keluar dari mulut harus ditepati. Ini namanya komitmen. Jangan suka mengingkari apa yang sudah menjadi komitmen,” tegas perempuan yang hobi memasak ini. Kepada kaum perempuan, ia mengingatkan agar tidak melupakan tugas untuk melayani suami dan anak. Di luar rumah berlakulah sebagai pengusaha tetapi setelah di rumah,memasak dan mengerjakan rumah merupakan bagian dari tugas rumah tangga. Karena itu, Anik menekankan tentang pentingnya manajemen waktu dan manajemen keuangan. Kalau di rumah tangga sudah bisa diatur maka urusan perusahaan juga bisa diatur. -wah
Rancang Wisata Agro
Mapan di dunia energi tak membuat Dewi Supriani, S.H. berhenti. Ia dan suami terus mengembangkan usaha. Mereka sudah memiliki berbagai lini usaha yang berada di bawah PT Bali Indo Gas Group. Salah satu impian yang ingin direalisasikan adalah kawasan wisata agro. Mereka sudah menyiapkan lahan perkebunan di daerah Angseri, Tabanan. “Suami saya senang berkebun dan saya senang jalan-jalan. Kami ingin mengombinasikan impian untuk mewujudkan kawasan wisata agro tanpa merusak alam aslinya. Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Semoga tahun 2017 ini bisa terealisasi,” ujar perempuan yang memiliki koleksi tas ini. Lokasi yang mereka siapkan ini dekat dengan permandian air panas Angseri sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Anik menuturkan perjalanan hidup sudah ia lalui baik suka maupun duka. Materi tak selalu membuat orang bahagia. Karena itu dengan berbagi bersama orang-orang yang memerlukan bantuan, ia merasa mendapat kepuasan batin. Ia pun selalu menjaga tali silaturahmi dengan keluarga dan lingkungannya. Ia juga percaya dengan staf dan pekerja yang berada di perusahaannya. “Saya bisa marah bila ada yang membuat kesalahan. Tetapi, saya juga siap minta maaf kalau saya yang salah. Ini menjadikan perusahaan saya bisa jalan. Kalau ada yang berhalangan, saya kadang turun tangan. Misalnya sopir tidak masuk, saya yang nyupir sendiri ke SPBE untuk mengambil gas karena ini bagian dari komitmen pelayanan bagi konsumen. Bagi saya, ini bagian dari tugas dan pelayanan. Saya tidak malu untuk melakukannya,” ungkap perempuan yang punya moto “saat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu” ini. Anik yang tercatat sebagai pengurus Hiswana Migas Bali menambahkan dirinya senang organisasi yang saling mengayomi dan menghargai satu sama lain. -wah
2
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
GORO-GORO Rusmini baru kembali dari Jakarta. Oleh-olehnya cerita. “A m i , a k u Putu Wijaya sempat nonton tari Bali di Jakarta,” kata Rusmini, “Tapi bukan ditarikan oleh orang Bali. Penari-penarinya dari berbagai daerah. Anak kecil, remaja dan para ibu yang belajar di kursus tari Ibu Bulan Trisna.” Rusmini tidak memberikan penilaian pada pergelaran. Ia menceritakan kejadian kecil yang membuatnya heran. “Pada salah satu nomor tarian, 4 orang wanita, guru legong, menampilkan tari latihan perang. Di tengah tarian, tiba-tiba tape yang mengiringi tari terputus. Gamelan hilang, tapi dengan cepat ibu Bulan
menirukan suara gamelan dan para penari melanjutkan tarinya dengan bagus. Tak kehilangan semangat dan sama sekali tak terpancar ekspresi kecewa di mukanya.” “Nah, yang membuatku heran, ada penonton yang terkejut melihat itu. Tapi dia tidak mengeritik insiden itu sebagai tanda kurang rapinya persiapan. Tidak. Dia malah memuji itu setinggi langit sebagai tanda bahwa kesenian itu bukan pertunjukan yang steril seperti dikenal budaya Barat, tetapi adalah peristiwa bersama yang akrab, yang dalam kesederhanaannya ada aroma spiritual.” Amat tertegun mendengar cerita Ami. Lalu bertanya siapa itu Rusmini. Tapi sebelum Ami menjawab, Amat mengoreksi pertanyaannya.
Ekspresso
bulan
“Maksud Bapak, siapa orang yang mengatakan kesalahan itu bagus?” “Kata Rusmini, baru kenal di situ.” “Apa komentar Rusmini terhadap komentar itu?” Ami berpikir. “Ya, menurut si Rusmini, ia setuju!” “Dan kamu sendiri, setuju?” Ami berpikir lagi. “Sebagai orang Bali wajar Rusmini mencoba menutupi kekurangan pertunjukan sesama orang Bali. Tapi saya merasakan apa yang dikatakan orang itu mungkin ada benarnya.” “Apa benarnya?” “Benarnya, karena daripada tarian dihentikan kan lebih baik dilanjutkan sesuai dengan konsep desa-kala-patra. Ya kan, Pak?!”
Amat tersenyum. “Bapak kok senyum?” “Karena kamu seperti temanmu si Rusmini itu. Mau membela Ibu Bulan sebagai sesama Bali dengan alasan desakala-patra.” “Lho apa salahnya?” “O, tidak ada yang salah. Tapi tanpa dikaitkan dengan desa-kala-patra pun pujian itu betul. Ibu Bulan itu putri almarhum Dokter Djelantik, yang sudah lama tinggal di luar Bali. Jadi beliau ada jarak yang bukan menjauhkan, tapi justru mendekatkan beliau pada Bali.
Tapi bukan kepada jasmani Bali tapi esensinya. Tari Bali klasik itu, sejatinya bukan sekedar megal-megol, tapi gerak batin, jadi sebenarnya sakral. Tari Bali klasik sudah mengandung irama dalam geraknya. Tanpa gamelan pun sudah jadi. Sebaliknya memang ada kreasi baru, karena bukan gerak batin, cacad kalau tidak diiringi gamelan. Orang yang memberi komentar pada Rusmini itu pasti orang Bali yang sudah lama jauh dari Bali, sehingga menangkap esensi Bali.” Ami tercengang kagum. “Bapak kok tahu?” Bu Amat muncul langsung nimbrung. “Sebab itu Pak Ngurah, teman Bapakmu, Ami. Kemarin suratnya datang menceritakan semua itu!”
Manfaat Susu untuk Kecerdasan Susu merupakan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi, karena mengandung hampir semua zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, reproduksi, sumber energi, kesehatan, kecerdasan serta daya tahan tubuh. Boleh dikatakan susu merupakan bahan pangan yang hampir sempurna, karena selain mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, rasio masing-masing nutrisi tersebut seimbang, dan mudah diserap di dalam saluran pencernaan. Sebagai bahan pangan tunggal susu mengandung nutrisi esensial dalam jumlah signifikan dibandingkan dengan jenis bahan pangan lainnya. Status susu amatlah strategis, mengingat susu akan selalu dibutuhkan dari dahulu sampai dimasa depan, dari bayi sampai usia tua dengan fungsinya yang berkembang sesuai dengan usia konsumen. Dari sudut pandang kimiawi, susu merupakan campuran kompleks dari protein, karbohidrat (laktosa), lemak, vitamin, mineral serta enzim, terdapat dalam perbandingan sempurna, dan dalam bentuk terlarut. Sedangkan dari aspek biologis, susu merupakan hasil pemerahan kelenjar mamma
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
sapi perah yang sehat yang diperoleh dengan pemerahan kontinyu dan sekaligus tanpa dikurangi dan ditambah zat apapun juga. Sampai saat ini sebagian besar susu yang dikonsumsi populasi di dunia berasal dari hasil pemerahan kelenjar mamma sapi perah yang sehat, sehingga untuk seterusnya yang dimaksud dengan air susu adalah air susu sapi, sedangkan susu yang berasal dari ternak mamalia lainnya dinamakan sesuai dengan ternak yang menghasilkannya. Misalnya susu kambing, susu kerbau, susu kuda, berturut-turut berasal dari pemerahan kelenjar mammae induk kambing, kerbau, kuda yang sedang laktasi/ menyusui anaknya. Produksi susu di dunia hampir 90,8% berasal dari susu sapi perah, 6% dari susu kerbau, 1,7% dari susu beri-beri dan 1,5% dari susu kambing. Rata-rata komposisi senyawa kimia yang menyusun susu normal adalah: 87,9% air, dan 12,1% bahan kering yang terdiri dari: 3,45% Lemak, 3,20% Protein, 4,60% Laktosa, 0,70% Mineral dan 0.15% enzim. Susu telah sejak dulu dijadikan sumber asupan yang menyempurnakan gizi untuk
Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc
kebutuhan tubuh yaitu empat sehat, lima sempurna. Atas kepentingan itulah, susu harus dikonsumsi karena manfaatnya yang penting untuk tubuh, sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Beberapa produk susu mengandung kalsium dan protein dengan tingkat tinggi, lebih dari kebutuhan harian yang terhadap zat ini. Bahkan produk olahan susu yang rendah lemak, seperti manfaat yogurt,kefir atau keju rendah lemak. Hanya secangkir yogurt plain tanpa lemak
misalnya, memberikan sepertiga dari asupan kalsium harian yang disarankan dari 17% estimasi asupan protein harian. Kalsium di dalam susu merupakan zat yang paling penting untuk kesehatan tulang. Kalsium tidak hanya baik untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak, namun demikian juga pada orang dewasa sangat dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah terjadinya resiko osteoporosis. Kalsium ini juga membantu menjaga gigi tumbuh dengan sehat dan mencegahnya berlubang. Penelitian yang dilakukan di Spanyol pada lebih dari 5.000 orang dewasa, pada mereka yang dilaporkan mengkonsumsi susu rendah lemak, 54% lebih kecil kemungkinannya terpapar tekanan darah tinggi selama periode dua tahun. Banyak orang yang meninggalkan susu pada program
dietnya. Padahal penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengkonsumsi susu rendah lemak atau susu skim, dapat menurunkan berat badan lebih dari mereka yang tidak mengkonsumsi susu. Gula susu, laktosa ternyata berpengaruh besar terhadap kecerdasan dan perkembangan otak.. Manusia memiliki kecerdasan lebih dibandingkan hewan karena ternyata ASI mengandung laktosa 55,5% lebih tinggi dari susu sapi, susu kambing. Susu dapat menjadi camilan sehat dengan menambahkan potongan manfaat buah-buahan ke dalam segelas susu untuk makan malam. Minum susu di akhir hari adalah salah satu cara yang baik, setelah penat seharian beraktivitas. Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc Dosen Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 911/ 25 - 31 juli 2016
23
Wisata Adventure lebih Disukai
Bekerja di luar rumah memang menjadi tantangan tersendiri bagi seorang ibu rumah tangga. Di satu sisi dia dituntut untuk memberi banyak perhatian dan waktunya untuk keluarga, di sisi lain ia harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Yang pasti akan ada yang dikorbankan. Biasanya, keluargalah, khususnya anak-anak yang waktunya menjadi berkurang untuk bersama sang ibu.
I
tu juga yang dialami Della Puspita sejak ia memutuskan untuk ‘come back’ ke dunia lamanya yakni dunia entertainment. Artis cantik yang namanya melambung berkat sinetron ‘Pernikahan Dini’, sempat lama vakum dari dunia hiburan Tanah Air karena mengurus keluarga. Namun tahun lalu ketika kedua anaknya, Don Aubrey Daisuke (11) dan Fara Miyako Emi Joana (7) sudah bisa ditinggal, dia pun kembali bekerja lagi. Yang pasti, ucap Della, garagara pekerjaan waktunya bersama keluarga, khususnya anak-anak menjadi tidak banyak. “Yah memang seperti itulah pekerjaan aku. Waktu bekerjanya tidak pasti, kadang lama di lokasi syuting dari pagi sampai sore bahkan malam. Jadi jangan kan waktu bermain bersama anak, waktu kebersamaan saja pun tidak banyak. Aku kan nggak bisa egois yang selalu harus menyediakan waktu untuk anak karena pekerjaan yang aku jalankan ini melibatkan orang banyak. Tentu mereka (pekerja lain) pun memiliki masalah yang sama
dengan aku,” ungkap wanita bernama asli Nisisari Henny Puspita ketika ditanya bagaimana ia sebagai wanita sibuk membagi waktunya untuk pekerjaan dan keluarga. Meski begitu, ujar istri dari Jocky Fernando, ini, ia mengaku punya trik tersendiri agar bisa tetap dekat dengan keluarga khususnya anak-anak. “Meski kurang tidur karena pulang kerja malam, aku pasti bangun subuh untuk sholat dan mempersiapkan anak-anak yang akan berangkat sekolah, juga bercakap-cakap dengan mereka. Biasanya aku menanyakan apa kegiatan mereka hari ini di sekolah, pelajaran-pelajaran apa saja, bagaimana tugas-tugasnya, dll. Atau, bercakap-cakap ringan tentang macam-macam hal. Itu biasanya dilakukan disela-sela persiapan mereka berangkat sekolah,” papar wanita kelahiran Malang 1981 ini yang pada Senin 18 Juli lalu, saat hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah libur panjang, menyempatkan diri mengantar anak-anaknya ke sekolah. Bukan sekadar mengantar, tapi Della juga
menunggui anaknya yang sedang mengikuti upacara bendera. Menurut Della, yang terpenting baginya, komunikasi dengan dua anaknya tetap terjalin. Meski jauh, dalam artian, dia di lokasi kerja sementara anak-anak di rumah atau sekolah, komunikasi tetap intensif. Itu sebabnya untuk anak pertamanya, Don, ia membekali ponsel. “Jadi setiap saat saya bisa komunikasi sekaligus memantau kegiatan dia, baik di rumah maupun di sekolah. Saya bisa tahu lingkungan dan juga pergaulannya. Kan di-HP ada fasilitas skype, jadi saya bisa lihat langsung keadaan dia di sana,” ungkapnya. Diakui Della waktunya yang tak banyak membuat ia juga tak bisa selalu menemani kedua anaknya bermain. “Boleh dibilang jarang (bermain) karena pekerjaan aku kayak gini. Jadi ya sesempatnya saja,” ujarnya. Tapi untungnya, kata artis yang memiliki suara merdu ini, meski dia sibuk bekerja, namun anak-anak selalu didampingi ayahnya.
Jangan Larang Anak Bermain Pengaruhnya terhadap Perkembangan Jiwa Anak
Kegiatan bersama juga bisa meningkatkan ikatan yang kuat antara orangtua dan anak. Dalam sebuah literatur disebutkan, bermain adalah cara alamiah bagi anak mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadari. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orangtua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuatnya menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikolog mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Bunda Agus mengategorikan bermain menjadi 2 jenis. Pertama, bermain aktif, yaitu anak banyak menggunakan energi inisiatif dari anak sendiri. Kedua, bermain pasif. Energi yang dikeluarkan sedikit, anak tidak perlu melakukan aktivitas (hanya melihat). Contohnya, memberikan support. Ciri-ciri bermain, selalu bermain dengan sesuatu atau benda, selalu ada timbal balik interaksi, selalu dinamis, ada aturan tertentu, dan menuntut ruangan tertentu. Bunda Agus mengatakan bermain berfungsi bagi anak untuk dapat melangsungkan perkembangannya. Ada 8 perkembangan disebutnya, yakni: 1) perkembangan motorik, yang membantu perkembangan gerak dengan memainkan objek
“Dibanding aku, papinya jam kerjanya lebih jelas. Dialah yang selalu menemani anak-anak di rumah maupun bermain. Jadi tetap ada salah satu orangtua yang mendampingi. Lagi pula anak-anak sepertinya lebih enjoy bermain sama papinya karena, kan,
D e l l a
P u s p i t a
maminya galak...hahahah,” tambah Della. Selain itu, anak-anak juga mendapat curahan kasih sayang dan perhatian dari dua neneknya (orangtua Della dan orangtua Jocky). “Kalau saya tidak bisa menemani anak bermain di akhir pekan, biasanya mereka ke rumah neneknya. Jumat pulang sekolah mereka ke sana dan Minggu pulang ke rumah,” tambahnya. Meski waktunya tidak banyak, tutur pemeran film ‘Surga Menanti’, dia tetap berusaha agar bisa sebanyak mungkin menghabiskan waktu dengan anak-anak. “Kalau waktunya sedikit, kami hanya ke mal, jalan-jalan sekaligus menemani anak bermain. Saya sebenarnya agak kurang suka ya main di mal karena anak-anak jadi kurang kenal lingkungan. Aku lebih suka bawa anak-anak bermain di alam terbuka. Makanya kalau pas dapat waktu liburnya lama misalnya tiga hari, kami pergi ke tempat-tempat di mana anak-anak bisa lebih mengenal alam. Wisata adventure itu aku sukai. Biasanya abis wisata alam, aku minta anak-anak untuk membuat tulisan. Aku minta mereka bercerita tentang kesankesan mereka dari perjalanan tadi. Jadi aku bisa tahu,” kata Della. -Diana Runtu
Lima komentar dari Fanpage Facebook Tokoh Menurut Anda permainan apa yang cocok untuk anak dan orangtua? Apa alasannya? Nyoman Suparwa Curik-curik. Alasan: Ada unsur nyanyi, olah raga, ketangkasan. Jadi komplit untuk anak-anak yang sedang pertumbuhan.
Anak-anak bermain lompat tali
tertentu, misalnya meraih pensil; 2) perkembangan kognitif, membantu mengenal benda sekitar (warna, bentuk, kegunaan); 3) kreativitas, yakni dengan mengembangkan kreativitas mencoba ide baru, misalnya menyusun balok; 4) perkembangan sosial, yang diperoleh dengan belajar berinteraksi dengan orang lain dan mempelajari belajar dalam kelompok; 5) kesadaran diri (self awareness), yakni bermain belajar memahami kemampuan diri kelemahan dan tingkah laku terhadap orang lain; 6) perkembangan moral, yakni interaksi dengan orang lain, bertingkah laku sesuai harapan teman, menyesuaikan dengan aturan kelompok. Contohnya, dapat menerapkan kejujuran; 7) terapi, bermain kesempatan pada anak un-
Foto: Gede Lila Kantiana
tuk mengekspresikan perasaan yang tidak enak, misalnya marah, takut, benci; 8) komunikasi, bermain sebagai alat komunikasi terutama bagi anak yang belum dapat mengatakan secara verbal, misalnya : melukis, menggambar, bermain peran. Beberapa faktor yang mempengaruhi aktivitas bermain adalah tahap perkembangan karena tiap tahap mempunyai potensi/keterbatasan. Faktor status kesehatan, karena ketika anak sakit,perkembangan psikomotor kognitifnya terganggu. Faktor jenis kelamin, lingkungan (lokasi, negara, kultur), alat permainan, intelegensia dan status sosial ekonomi. “Dari semua itu, masihkah para orangtua melarang anak untuk bermain?” tandasnya. –Inten Indrawati
Lovely Ecca Permainan Puzzle. Alasannya : Dengan bermain puzzle, anakanak dpt melatih kecerdasan motorik, kognitif, dan sosial yang pastinya berpengaruh dengan keterampilan hidup di masa dewasa. Bagi para orang tua seharusnya bisa meluangkan waktu untuk bisa bermain bersama anak-anaknya di sela-sela kesibukannya. Permainan yang dilakukan juga harus menyesuaikan umur anak. Permainan Puzzle ini jg selain menarik..anak2 jg dpt belajar dan mampu dgn cepat merespon bentuk2 apa yg terjadi setelah mereka bisa menyelesaikan permainan trsbut. Dgn permainan ini jg para orang tua bisa lebih dekat bersama buah hatinya. Smg bermanfaat. Sussy Adie CONGKLAK. Banyak hal positif yg bisa anak dapat dari permainan congklak ini. Bermain congklak, anak akan belajar lebih cermat, teliti dan punya strategi untuk memenangkan permainan. Anak juga akan belajar nilai-nilai kejujuran karena dalam bermain congklak anak dibiasakan untuk jujur saat menjalankan biji yang ada di genggaman tangannya. Ni Luh Wayan Purnami Petak Umpet. Karena bisa mengasah ketelitian dan kepekaan anak. Permainan petak umpet juga sangat populer dikalangan anak2. Wulan Budisetyani Semua permainan bisa saja cocok utk ortu & anak, asalkan sama2 menikmati permainan tsb. Mulai dari petak umpet sampe ular tangga, Atau main masak2an sampe main koboi2an, Semuanya cocok utk anak & ortu, syaratnya hanya satu, orang tua menikmati permainan itu dan anak juga merasa senang. Namanya juga bermain, faktor terpentingnya adalah rasa senang.
24
Sudut Pandang
Edisi 911/ 25 - 31 Juli 2016
Permainan tradisional saat ini memang sudah sangat jarang sekali didengar, apalagi untuk anak-anak yang tinggal didaerah perkotaan. Padahal permainan tradisonal merupakan aktivitas sosial yang menyenangkan, melatih fungsi kognitif, dan juga membakar kalori. Keberadaanya yang mulai disisihkan membuat anak-anak tidak mengenal berbagai macam permainan tradisional atau bahkan tidak bisa memainkan permainan tradisional tersebut. Hal ter sebut disampaikan oleh Gede Suardana, S.Pd.,M.Si,.
S
ebagai orangtua, ia mengaku bahwa tidak selalu memiliki waktu luang untuk menemani kedua putrinya bermain. Ditengah kesibukannya se-
Pilih Permainan yang Edukatif
bagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng, ia meluangkan hari liburnya untuk mengajak anaknya melakukan permainan yang dapat mempererat hubungan kekeluargaan. Akan tetapi, sebagai orangtua ia harus dapat memilihkan permainan yang baik untuk anak. Permainan yang baik bagi anak adalah permainan yang dapat mengolah fisik dan dan pikiran anak secara aktif serta mampu meningkatkan logika anak secara baik. Logika yang baik akan menjadi bekal anak ketika dewasa, paparnya. Ia sadar benar jika saat ini anakanak lebih suka permainan yang instan dan pasif (tidak membutuhkan banyak gerak). Meskipun anaknya tidak begitu tertarik dengan permainan tradisonal, namun sebagai ayah ia berusaha mengenalkan permainan yang manfaatnya tidak jauh berbeda dengan permainan tradisional. Menurutnya, anak-anak saat ini harus dikenalkan dengan permainan yang lebih modern dan kekinian akan
Gede Suardana bersama anak
tetapi tidak melupakan sisi edukatifnya. Selain bertujuan untuk memberi hiburan, sebuah permainan juga harus dapat digunakan sebagai sarana belajar. Contohnya saja bermain layang-layang melatih anak mengenal bentuk, bermain sepeda melatih anak fisik dan mental anak, bermain cingklak (batu) melatih motorik kasar dan logikanya, jelas pria kelahiran 5 Desember 1979 tersebut. Bahkan suami dari Ni Putu Rahayu ini sengaja mengenalkan anak kepada hal-hal yang dapat meningkatkan kemandirian anak. Saya lebih suka mengajak anak bermain di halaman bahkan di luar rumah. Bahkan saya mengajak anak untuk memasak, membersihkan rumah dan mencuci bersama. Hal tersebut sangat bagus untuk kemandirian seorang anak, imbuhnya. Terbilang cukup sibuk dalam pekerjaan, namun Suardana sangat berusaha memenuhi waktu untuk bermain ketika libur. Melalui hal tersebutlah orangtua secara tidak langsung dapat mengajari anaknya. Bermain itu adalah cara belajar yang paling baik bagi anak-anak usia dini sehingga anak-anak akan manjadi cerdas dalam belajar, tambahnya. Ditengah gempuran tekhnologi, ayahanda dari Putu Eva Shanti (9) dan Kadek Kirana Shanti (6) tidak memfasilitasi kedua anaknya smartphone atau tablet sehingga anak-anak tidak mengenal game online. Meskipun terbilang modern akan tetapi ia tidak yakin jika permainan digital tersebut dapat bermanfaat secara edukatif bagi anak. Jika anak ingin menggunakan gadget saya berusaha mendampinginya sehingga bisa memberikan penjelasan kepada anak, tambahnya. Suardana berusaha menjauhkan anak-anak ketika ingin bermain dengan ponsel apalagi jika digunakan untuk bermain game online. “Game online merupakan hal yang dapat dipelajari anak-anak pada usia berapapun. Namun, mengajak
anak bermain di halaman maupun di luar rumah hanya bisa dilakukan saat mereka kecil, tandasnya. Sesuaikan dengan Usia dan Karakter Anak Sebagai masyarakat yang tinggal di perkotaan, gaya hidup dan aktivitas yang dilakukan juga mengikuti masyarakat modern. Tidak terkecuali dengan pilihan permainan yang disukai oleh anak-anak kota. Anak-anak lebih menyukai permainan yang sering dilihat dan ditonton di media elektronik, sedangkan permainan yang ada sejak dari dulu kurang mendapat minat. Hal tersebut yang disampaikan oleh I Gede Kurniawan Wisesa. Sebagai orangtua ia bukannya tidak mencoba untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak, akan tetapi setelah dikenalkan anaknya kurang meminati permainan tersebut. Sudah sempat dicoba, tapi kalah soalnya sering nonton TV sering nonton kartun jadi mereka lebih senang itu, jelasnya. Kurang diminatinya permainan tradisional oleh anak zaman sekarang dikarenakan dalam permainan tradisional memerlukan pemain lebih dari satu orang. Biasanya kan beregu kalau di rumah anak-anak gak ada diajak main jadi mereka ga bisa memainkan permainan tersebut, imbuhnya. Tetapi, jika disekolah karena ada teman bermain, anak-anak mesti dikenalkan terhadap permainan tradisional. Menurut musisi itu, sebuah permainan dikatakan baik jika sudah sesuai dengan usia dan karakter anak. Anak yang masih berusia dini memang harus dikenalkan pada permainan yang memiliki muatan belajar. Dulu permainan mekring-kringan merupakan permainan yang mengajarkan anak menghitung dan juga olahraga karena ada lari-larian, tambahnya. Di rumah, Gede lebih suka me
I Gede Kurniawan Wisesa
ngajak anaknya bermain tebak-tebakan karena dapat melatih cara berpikir anak dan kuda-kudaan karena mengajak anak bergerak aktif. Waktu bermain bersama anak memang tidak selalu dimiliki, sehingga ia tidak menampik anak lebih suka menghabiskan waktu bermain sendiri dengan mendengarkan lagu anak-anak melalui youtube. Meskipun anak lebih suka menonton kartun melalui youtube akan tetapi Gede selalu mengarahkan anak agar tidak menonton hal yang memberi pengaruh kurang baik. Saya yang harus mengarahkan, lagian sekarang sudah ada kartun yang bisa sambil belajar menghitung misalnya, tambah ayah dari Putu Sandat Aira Kurniawan tersebut. Pria kelahiran 2 Juni 1984 tersebut tidak menyangkal jika kesukaan anaknya terhadap kartun memiliki dampak yang kurang baik. Sandat panggilan buah hatinya akan sulit diminta untuk tidur jika sudah asyik menonton kartun sehingga ia akan tidur kemalaman. Kalau sudah malam kadang-kadang harus dimarahi dalam artian diberitahu baru mau tidur, ungkapnya. maka dari itu, pengawasan yang ekstra ketat ketika anak bermain dengan gadget harus dilakukan orangtua. -Wiwin
Empat Pelukan untuk Anak maan merupakan sebuah wujud penting dalam membina keharmonisan keluarga. Dengan bisa menyediakan waktu bersama anak dan keluarga, akan memberikan dampak pengaruh positif terhadap pertumbuhan perkembangan fisik dan mental serta kecerdasan anak. Orangtua yang bisa meluangkan waktu untuk anaknya, secara psikologis membuat anak mengalami perasaan aman (secure) terhadap orangtuanya (secure attachment). Sementara ada sebagian kecil yang mengembangkan perasaan tidak aman (insecure). Anak yang secure cenderung berkembang lebih sehat mental dibandingkan anak insecure. Anak yang secure terbukti mampu memecahkan masalah dengan lebih baik, lebih kreatif, menunjukkan lebih banyak emosi positif, lebih bisa bergaul karena lebih sensitif kepada teman-temannya, lebih banyak inisiatif dan lebih mampu menjadi pemimpin, lebih semangat belajar sehingga cenderung lebih berprestasi, dan masih banyak kelebihan positif lain. Di tengah kesibukan bekerja, Bunda Agus mengatakan, setidaknya orangtua bisa meluangkan waktu yang berkualitas sehingga kebersamaan terjalin baik, jasmani dan rohani. “Dengan waktu yang berkualitas, walau hanya 10 menit dapat memengaruhi proses tumbuh kembang seorang anak serta perilakunya di masa depan,” tegasnya. Lakukan dengan memberi pelukan pada anak, sebab pelukan merupakan salah satu ungkapan kasih sayang dan dapat mempererat kedekatan antara anak dan orangtua. Setidaknya berilah
anak 4 pelukan setiap harinya. Contoh mudahnya berikan pelukan kepada anak pada saat akan tidur, saat bangun tidur, berangkat sekolah/kerja, dan sepulang sekolah/kerja. BERMAIN BERSAMA Bermain bersama anak bisa menjadi salah satu kegiatan bersama. Banyak permainan yang dapat dimainkan bersama oleh anak dan orangtuanya. Contohnya saja bermain peran seperti tamu-tamuan, masak-masakan, atau dokter-dokteran. Orangtua juga dapat bergabung dengan anak saat ia main menggambar, mewarnai, menggunting, menempel dan lainnya sembari mengarahkan dan membiarkan imajinasinya semakin berkembang. Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua, di antaranya, menjadi teman berbagi. Cobalah untuk memosisikan diri tak hanya menjadi orangtuanya, tetapi juga sebagai teman baik dan sahabat bagi anak. Saat ia melihat orangtuanya sebagai sahabat baiknya, maka anak bisa mencurahkan perasaan, mengadu, atau bercerita tanpa rasa malu dan segan. Berikutnya, berkomunikasi dan mengobrol bersama anak. Tidak sedikit para orangtua yang tidak mengajak ngobrol anak-anaknya saat mereka melakukan aktivitas bersama. Padahal obrolan-obrolan kecil dapat membuat ikatan antara orangtua yaitu ayah-ibu dan anak semakin erat. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan bermain untuk tumbuh kembang anak. Dengan bermain bersama,
anak dan orangtua dapat bereksplorasi dan hal tersebut meningkatkan kemampuan kognitif dan bahasa pada anak. “Interaksi dengan orangtua bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” tegasnya. Bisa juga dengan bermain puzzle. Melengkapi puzzle bisa membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak, bermain peran pura-pura sebagai petualang, untuk melatih kemampuan emosional anak sekaligus melatih kemandirian dan kemampuan sebagai individu. Permainan tersebut dapat mengasah kemampuan kognitif anak, melatih daya tangkap, kemampuan berpikir, mengasah kreativitas, hingga kemampuan bersosialisasi. “Harapan saya sebagai orangtua dan psikolog, anak dan orangtua bisa menjadi teman, partner, sahabat orangtua bagi putraputri kita,” harapnya. –Inten Indrawati
Bunda Agus Psikolog
“Hadiah terbaik untuk buah hati adalah waktu Anda untuknya. Sisihkan sejenak dan kita mulai dengan mengantarkannya di Hari Pertama Sekolah”. Demikian SMS dari Kemendikbud, yang menjadi viral di media sosial. “Benar, bahwa hadiah yang terbaik untuk buah hati adalah waktu, tepatnya waktu yang berkualitas. Meluangkan waktu namun tidak berkualitas sama juga bohong. Dekat fisiknya namun jiwanya terpisah, jadi hampa,” jelas Bunda Agus Psikolog, menanggapinya. Salah satu investasi waktu terbaik dan yang paling bijaksana adalah meluangkan waktu bersama keluarga. Demikian ditegaskan, owner Home Schooling Madia Center ini. Hal tersebut dikatakannya merujuk pada banyaknya penelitian yang menunjukkan bahwa orangtua yang sering meluangkan waktu bersama anak-anaknya seperti saling bercerita, mendengarkan dan menjawab pertanyaan mereka, maka prestasi anak-anak akan jauh lebih baik dibandingkan yang tidak. “Sebab, keluarga adalah faktor penentu dasar akar dari tumbuh kembangnya generasi penerus. Apalagi di era modern seperti sekarang, dengan segala perkembangan teknologi yang ada, kebersamaan dan komunikasi dengan keluarga menjadi hal yang sering terabaikan,” ujarnya. Banyak orang kini tenggelam bersama gadget dan smartphone masingmasing hingga akhirnya membatasi kebersamaan yang sebenarnya dapat dijalin bersama keluarga. Kebersa-
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id