Skip to main content

Tokoh Edisi 908 | Tokoh

Page 1

24

Sudut Pandang

Edisi 908/ 4 - 10 Juli 2016

Berangkat setelah Sahur Mudik menjadi satu tradisi bagi warga ­pendatang di Bali. Banyak persiapan yang ­dilakukan sebelum mudik, termasuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa. Hal paling ­penting, menukar uang kecil untuk dibagikan kepada sanak saudara yang masih kecil.

M

enurut Jajang Sudrajat atau yang biasa disapa Chef Jody, mudik tahun ini ia menggunakan transportasi sepeda motor. Hal itu dilakukan untuk menyiasati kemacetan yang bakal terjadi. Lelaki asal Bandung ini sudah 29 tahun tinggal di Bali. “Biasanya, kalau pulang ke Bandung, saya naik pesawat. Khusus mudik lebaran pakai sepeda motor agar tak kena macet,” kata Chef Jody. Jody berangkat tanggal 2 Juli ditemani istrinya Grace Karlina. Motor yang ia pakai, motor gede yang punya bagasi besar. Beberapa barang yang dibawa, oleh-oleh khas Bali, seperti makanan atau camilan.

Pukul 5 pagi dari Denpasar dan pukul 5 pagi keesokan harinya, ia sudah tiba di Bandung. Kelelahan di jalan ia siasati dengan menepi di tempat makan untuk sekadar beristirahat dan mengisi perut. Perjalanan terasa menyenangkan karena Jody ditemani istri tercinta. “Karena belum ada anak, jadi seperti bulan madu,” ujar lelaki yang tinggal di wilayah Gelogor Carik, Pedungan ini seraya tertawa. Selama dua minggu, Jody dan istri bisa berkumpul bersama keluarga besarnya. Tradisi yang biasa ia lakukan, sungkeman dan saling maaf-memaafkan. Kemudian, barulah berbagi rezeki. Uniknya, ia mempunyai 35 kemenakan yang akan ia beri hadiah. “Ya ada uang yang dibagi-bagi untuk kemenakan,” kata Jody, yang sudah menukar uang sebelumnya. Untuk jumlahnya, ia tak mau menyebutkan nominalnya. “Adalah,” ujarnya tersenyum. Sementara, bagi Cucu Supartika, mudik tahun ini menjadi sangat berkesan, karena baru setahun ia tinggal di Denpasar. Transportasi yang dipilih naik mobil dan suaminya yang menyetir. Ia berangkat tanggal 1 Juli. Ia mengatakan, tak terlalu terburu-buru untuk tiba di kampungnya di Garut, Jawa Barat. “Kalau capek, kami istirahat, menyewa penginapan. Yang jelas pasti sampai Jawa barat dua hari satu malam,” kata istri Dedie Soekartin ini.

Cucu Supartika

Jajang Sudrajat

Menurutnya, persiapan yang paling penting saat mudik, adalah menjaga kesehatan, karena saat berangkat masih jadwal puasa, terutama suaminya yang akan menyetir sendiri. “Untuk keberangkatan, saya memilih setelah sahur, sekitar pukul 6 pagi, agar lebih nyaman,” kata Cucu. Sekitar tanggal 11 Juli, ia balik karena rutinitas yang sudah menunggunya, membuka kembali warung sate meranggi-nya. Tradisi lebaran yang ia lakukan, bertemu orangtua dan keluarga besar untuk silaturahmi dan saling maaf-memaafkan. Setelah itu makan ketupat ramai-ramai.

Untuk oleh-oleh, tetap tidak ia lupakan. Aneka kaos khas Bali dan makanan diburunya seminggu sebelum mudik.

Mudik dengan Aplikasi Anavigo Mudik menjadi pilihan bagi umat Islam merayakan lebaran. Untuk mendukung kenyamanan selama perjalanan, grup otomotif Astra kembali menemani dan melayani pelanggannya selama mudik melalui program Astra Holiday Campaign (AHC) 2016. Layanan mudik ini akan berlangsung di sepanjang jalur mudik Jawa hingga Bali, pada 1-10 Juli 2016. “Sudah menjadi komitmen kami untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk saat mereka melakukan perjalanan mudik Lebaran. Kami berharap pelanggan kami merasa aman dan nyaman dengan kehadiran layanan mudik Astra. Perbaikan terus dilakukan demi memenuhi kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” jelas CEO AstraWorld Bambang Gunawan. Di tengah kemajuan teknologi digital, Astra pun berbenah dengan menyediakan aplikasi perjalanan Anavigo yang dapat dimanfaatkan pelanggan Astra agar perjalanan mudik mereka lebih nyaman dan menyenangkan. “Aplikasi Anavigo menjadikan mudik lebih asyik,” imbuh Alexandra Dewi, Head of AstraWorld Denpasar. Aplikasi yang dikembangkan oleh Astra untuk memberi kemudahan dan menambah kenyamanan para pengendara dan pengguna selama dalam perjalanan. Fitur-fitur unggulan yang membantu pemudik

dalam perjalanan yakni Trip Plan (fitur yang membantu merencanakan rute perjalanan yang akan ditempuh), Find Places ( membantu penggunanya menemukan lokasi tempat-tempat menarik atau sesuai kebutuhan selama perjalanan), Traffic Report (fitur ini akan memberikan informasi lalu lintas terkini di sepanjang rute perjalanan). Informasi lalu lintas yang diberikan ini dikutip dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya dan Marga Mandala Sakti (MMS). Di fitur ini pengguna juga dapat saling berbagi informasi lalu lintas dengan sesama pengguna Anavigo. Ada juga Car Emergency yakni fitur yang digunakan ketika memerlukan bantuan Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld untuk mengatasi gangguan pada kendaraan, selama perjalanan. Untuk menunjang kenyamanan pemudik, AHC 2016 menambah satu pos di tol Cipali. Pos lainnya berada di Rest Area Km. 57 Tol Jakarta-Cikampek; Puncak Raya Hotel, Jln. Raya Puncak Km. 80, Cisarua Puncak; Rest Area Km. 68B Tol Merak-Jakarta; Rest Area Nagreg Pass 99, Jl Raya Nagreg Km 38; Rest Area Km. 207 A, Tol Palikanci, Cirebon; Rumah Makan Kardani Putra, Desa Penundan, Alas Roban; Jln. Raya Buntu Km. 1, Buntu; Rumah Makan Saradan Asri, Jln. Raya Saradan Km. 144, Caruban, Madiun, dan SPBU 54 821 11, Selabih Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. –Ngurah Budi

Pelepasan tim Astra Holiday Campaign (AHC) 2016.

KIRIM HADIAH LEBARAN Suparmi lain lagi. Ia memilih merayakan lebaran di rumah saja, alias di Denpasar. Ia tinggal sendiri, sementara, anaknya yang sudah berkeluarga tinggal di Jakarta. Suami Suparmi sudah meninggal beberapa tahun lalu. Walau tak mudik, ia sibuk juga mempersiapkan lebaran, salah satunya, membeli beberapa oleholeh untuk anak dan menantunya di Jakarta. Seminggu sebelum lebaran, ia sudah mengirimkan baju dan sepatu untuk mereka, via pos. Suparmi tak terlalu berlebihan merayakan lebaran. Setelah sholat, ia bersilaturahmi dengan beberapa warga muslim di areal komplek tempat tinggalnya. Untuk makanan, karena ia sangat suka masak, ia sudah merancang menu untuk lebaran nanti. Selain ketupat, ada opor ayam, semur, sambal goreng hati, dan aneka kuekue kering. –Wirati Astiti

Bukan Kumpul Biasa Meski terbilang sering bertemu orangtuanya, namun bagi Rossa mudik ke kampung halaman memiliki makna yang berbeda dari bertemu pada hari-hari biasa. Itu bukan silaturahmi biasa. “Momentum itu khusus banget, bukan hanya sekadar kumpul keluarga besar, tapi juga kita saling memaafkan juga ada tradisi dijalankan,” ujar Rossa yang mengaku semangat untuk bertemu keluarganya di Sumedang, Jawa Barat. Karena momentum itu begitu khusus dan bermakna maka ia selalu meluangkan waktu untuk mudik setiap tahunnya. Apalagi, katanya, kumpul-kumpul itu bukan sekadar kumpul biasa karena saat itulah orangtuanya akan memberi wejangan pada anak-anaknya. “J a d i m e mang ada tradisi kami saat lebaran, kami anakanak sungkem kepada orangtua. Setelah itu papa memberi wejangan kepada kami semua,” ungkap penyanyi yang bernama lengkap Rossa Roslaina Sri Handayani ini. Rencananya, ia akan menghabiskan liburan lebaran di kampungnya selama dua pekan. “Lumayan liburan dua minggu. Aku mau jalan jalan sekalian bertemu teman-teman lama. Aku rindu mereka (teman-teman). Udah kebayang nanti bakal seru, “ ucap Rossa yang juga mengaku rindu makanan lotek dan makanan khas Sunda lainnya. Untuk persiapan mudik, pelantun tembang hits ‘Tegar’ ini mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk pecahan uang yang akan dibagi-bagikannya kepada para keponakannya. “Kalau THR ke karyawan sudah aku berikan lebih dulu,” ucapnya sambil tertawa. –Diana Runtu

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


2

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

GORO-GORO Amat termenung di depan sebuah sajak. Istrinya mencolek mengingatkan. Putu Wijaya “Minum dulu kopinya nanti dingin. Ada berita apa lagi kok bengong seperti celepuk?” “Ini berpikir, bukan bengong!” “Mikirin apa lagi, kan sudah dibikinkan kopi!” “Ini lihat, kok ada yang begini?!” Amat menunjukkan sajak di Bali Post Minggu itu sambil membacanya: “Jangan maafkan aku Karena akan kuulangi kesalahanku Hujat dan kutuk setimpal dosaku Tumbuk hajar agar buyar semua kerakku Jadikan aku tak berdaya tak berharga Luka yang kubuat pasti akan sembuh Tapi hati yang terkoyak takkan lupa Jadi maafkan jangan maafkan hujat tandas Agar bangkit lagi citra bening ikhlas tulus

Di sekujur cipta karsa dan rasaku Keluar dari dunia hitam buatan setan Kembali jadi satu titik di garis lurus Yang tak pernah serong dari kiblatNya Untuk jadi warga banjar yang santun Walau hina, papa dan celaka Tetapi bening agar selalu bisa dipercaya”

Selesai membaca, Amat kembali termenung terharu. Lupa pada kopinya. Begitu ingat, ia menoleh: “Bagaimana Bu, bagus kan sajaknya?” Tapi Bu Amat sudah pergi ke dapur karena kesal. Kopi suguhannya yang sudah dingin, dia angkut. Amat tak berani minta kembali. Akibatnya, sepanjang hari kepala Amat berat dan kenyat-kenyot. Kuncinya hanya kopi. Tapi melihat istrinya masih kesal karena dicuekin, Amat segan minta kopi. Ia duduk saja di ruang depan meneruskan kekagumannya pada sajak itu: “Jangan maafkan aku

Ekspresso

JANGAN MAAFKAN AKU

Minggu, lalu masuk ke dalam untuk ganti kaus singlet robek dan celana pendek lusuh yang dipakainya. Bu Amat yang ada di dapur, sudah tahu Pak Mohammad Wira akan datang untuk silaturahmi. Ia cepat menjerang kopi dan menata pisang goreng yang sudah disiapkannya. Lalu membawa ke ruang depan. Tapi Pak Wira dan istrinya sudah kabur. Tinggal sajak itu terpentang Jangan, jangan maafkan aku” lebar di meja. “Mana Pak Wira dan istrinya?” Pintu diketok. Amat meletakkan tanya Amat ketika muncul sudah puisi itu di meja lalu membuka pakai kain sarung dan hem batik. pintu. Ternyata Pak Mohammad Bu Amat tak menjawah, tapi Wira dan istrinya. mukanya berkerut. “ Pak Amat... .” “Lho, katanya mau maaf-maafan “Silakan masuk, silakan duduk!” kata Amat sigap dan gugup.”Maaf saya salin dulu, ini tadi habis bersihbersih rumah belum sempat salin. Silakan baca-baca Bali Post Minggu dulu, ada sajak bagus!” Amat menyodorkan Bali Post Biarkan aku tenggelam ditimbun debu Di balik rasa sakit ada hikmah kalbu Tenaga rahasia di luar akal sehat Yang membuka mata hati yang sesat Menerobos pekak tuli dan mati rasa Untuk kembali ke wilayah bijaksana Memandang sesama adalah diri kita Kau celaka aku pun sama Kau bahagia aku juga sukacita Belajar hormati kemerdekaan orang lain Yang sudah hargai kebebasanku.

kan beliau Idul Fitri?” “Ya! Sambil mengembalikan pinjaman uang yang sudah 3 tahun ditunggaknya!” “O, ya?” “Ya! Tapi bagaimana mau mengembalikan uang dan maaf-maafan kalau Bapak suruh baca sajak tiada maaf bagimu itu!” bentak Bu Amat sambil memboyong kembali kopi dan pisang gorengnya ke dapur. Amat kaget. Sampai malam amarah Bu Amat tidak reda. Lalu Amat mendekati istrinya yang berbaring kaku. Lalu memijit kakinya. Mengurut dan akhirnya membelai, sambil merayu mesra: “Sajak itu hanya untuk siang hari, malam-malam tidak berlaku.”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dilakukan selalu salah, bahkan bisa mendorong seseorang melakukan tindakan-tindakan negatif atas penolakan dunia terhadap keberadaannya. Efek paling buruk adalah percobaan bunuh diri. Kekerasan verbal adalah masalah serius di tengah mental anak bangsa yang menganggap bahwa semua hal bisa dijadikan bahan lelucon, bisa ditertawai bersama-sama di hadapan publik. Ucapan buruk atau kata-kata kasar yang kerap dilontarkan orang lain terhadap Anda, merupakan bentuk kekerasan verbal yang harus diakhiri. Segera!. Anda punya kekuatan dari dalam diri untuk mengakhirinya. Munculkan kekuatan ini agar tak ada lagi yang berani berkata buruk dan kasar tentang Anda. Perempuan dan laki-laki yang saling berbicara kasar, sebenarnya seperti sedang terjebak dalam tempat sampah. Mereka sama-sama tinggal di tempat sampah, saling membuang sampah (ucapan kotor, kata-kata kasar). Mereka samasama membutuhkan tempat sampah sebagai penampung semua sampah pribadi. Mereka tinggal di dalamnya, merasa ter-

Ni Nyoman Ayu Suciartini, S.Pd., M.Pd.

biasa dengan semua bau sampah tersebut bahkan sampai-sampai mereka tak lagi mengenali baunya, tapi mereka sadari bahwa terlalu banyak sampah di tempat tinggalnya. Pembiaran terhadap kekerasan verbal ini diharapkan suatu saat pasangan akan berubah lebih baik lagi. Pada akhirnya membunuh keberanian Anda untuk bilang “cukup” atau bahkan “tidak”. Lebih menyulitkan lagi ketika korban kekerasan verbal berkata ke dalam dirinya, “Tak apa, saya

menerima ini.” Mereka yang menerima kekerasan verbal ini kemudian tak lagi bisa mengenali katakata kasar. Setiap kali orang lain bicara buruk dan berkata kasar terhadapnya, ia hanya menerima tanpa melontarkan protes sedikitpun. Jika kebiasaan ini terjadi di dalam rumah, maka korban kekerasan verbal akan membawanya ke luar rumah. Pada akhirnya, ia bukan hanya menjadi korban pasangannya di rumah, namun juga korban dari rekan kerja, bahkan orang lain yang bicara kasar terhadapnya. Kekerasan verbal tidak dapat dibiarkan dengan alasan apapun, sebab dengan pembiaran ini Anda secara sengaja mendidik seseorang untuk menolerir kebiasaan berkata kasar, meski itu dalam hubungan yang

dekat, misalnya ayah dan anak, suami dan istri. Tidak ada alasan lagi. Dengan bertutur secara santun, tanpa maksud-maksud menyudutkan seseorang atau peristiwa yang terjadi, sehingga atmosfer kedamaian dan saling menghargai bisa ditemui di dunia nyata maupun dunia maya. Kebiasaan mem-bully agar tidak menjadi sebuah budaya di era Jokowi yang mempatenkan pendidikan karakter. Perempuan yang sepi hatinya adalah secawan kopi, perempuan yang sepi ia minum hatinya sendiri. Untuk perempuan, mari tolak kekerasan verbal terhadap diri Anda. Ni Nyoman Ayu Suciartini, S.Pd., M.Pd. Dosen Stikom Bali

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Duta Endek Kota Denpasar

Kembali Meriahkan Parade Pembukaan PKB ke-38 Kota Denpasar

Demi turut menjaga kelestarian budaya, 12 pasang Duta Endek Kota Denpasar tampil ­mengusung tema unggulan “Save Our Heritage”, turut ­mewarnai Pawai Pembukaaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ­ke-38, yang dibuka langsung Presiden RI­ Joko Widodo, Sabtu (11/6).

A

ktivitas yang diwadahi Pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar ini, bukan hanya mempersembahkan berparade pada acara pembukaan , namun juga hadir dengan Pameran Pasif pada Stand Dekranasda Kota Denpasar pada PKB yang terselenggara

Verbal Bullying terhadap Perempuan

Ngerjain gini aja lamban banget! Sudah dikasi tahu berulang masih tetap salah. Gimana bego ibunya ga nurun ke anak! Kalimat di atas pernah saya dengar ketika berkunjung di sebuah pusat perbelanjaan di Denpasar. Kalimat ini dilontarkan dengan sengaja oleh seorang suami terhadap istrinya ketika sang istri lupa memasukkan token pulsa listrik. Entahlah apa yang membuat sang suami begitu emosional dalam perbincangannya. Sang istri hanya berusaha menyelesaikan tugasnya dengan wajah yang ingin segera pulang. Mungkin bukan hanya saya yang mendengar kalimat ini. Banyak wanita yang turut mendengar kalimat bernada emosial ini. Untuk para pria dan suami, tahukah Anda bahwa mengucapkan kalimat kasar dan menyinggung adalah sebuah kekerasan? Ya, kekerasan verbal yang telah Anda lakukan. Kekerasan verbal ini dampaknya lebih hebat secara psikologis. Dampak psikologis bagi korbannya bisa merasa rendah diri, merasa tidak berharga, merasa apa yang

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

sejak tanggal11 Juni s.d. 9 Juli di Art Centre ini. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si. didampingi Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar, Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty,

Presiden RI Joko Widodo hadir mebuka PKB tahun ini

S.S., Duta Endek Kota Denpasar yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Denpasar sejak tahun 2012 sampai saat ini, tak pernah ketinggalan memberi warna pada kemeriahan Pawai Pembukaan PKB setiap tahunnya. Yang menarik adalah pada busana yang dikenakan, endek adalah salah satu warisan budaya Bali yang selalu ada. Sebab selama ini dengan nilai kearifan lokalnya, endek dipandang mampu menjadi produk unggulan masa depan. Endek yang sudah dikenal sejak lama secara turun-temurun ini, bukan hanya menjadi kebanggaan Kota Denpasar namun kebanggaan masyarakat Bali. Dikatakan oleh Wayan Gatra untuk kali ini, dua belas pasangan atau ke 24 orang Duta Endek yang tampil tersebut merupakan

gabungan dari angkatan pertama tahun 2012 hingga tahun 2015. Kali ini mereka menyuguhkan parade busana upacara memukur (Maligya). Dimana, upacara ini berfungsi untuk meningkatkan kesucian arwah menuju swah loka untuk menjadi Dewa Pitra. Busana yang dikenakan oleh perwakilan Duta Endek ini, merupakan rancangan dari Desainer senior sekaligus pengamat seni budaya dari Kota Denpasar, yakni A.A Ngurah Mayun. Begitu pula dengan make up dan hair do serta aksesoris yang memang dirancang khusus tanpa menghilangkan ciri khas sebagai produk warisan leluhur. Pada penampilannya kali ini, materi fashion yang melengkapi para Duta Endek Putra berupa;

kain putih polos panjang, kain saput endek warna putih motif endek dengan list pinggiran prada kuning, selendang tenun kain Bali dan udeng endek putih. Sedangkan perlengkapan materi fashion pada Duta Endek Putri terdiri dari ; kain endek kuning panjang, tapih polos prada kuning, selendang tenunan Bali, plekir putih, sabuk kuning mas, bokor dan canang sari. Tema yang diangkat yakni “Save Our Heritage” adalah bagian dari komitmen bagaimana Duta Endek Kota Denpasar dapat berperan dalam melestarikan warisan budaya sekaligus sebagai duta untuk menyosialisasikan penggunaan produksi dalam negeri. Pada Pesta Kesenian Bali ke38 Tahun 2016 ini juga, Dekranasda Kota Denpasar kembali mengikuti ajang pameran di area Art Centre Denpasar dengan menempati stand Dekranasda Kota Denpasar dengan No. 6 lengkap dengan ciri khas Denpasarnya. Adapun pengrajin yang mewakili Kota Denpasar menunjukkan kreativitasnya adalah D’Ayu Kebaya (Pengrajin Endek), Ady’s Collection (Pengrajin Tas Kulit/Wirausaha Muda), Ard Collection (Pengrajin Perak) dan Bali Sari (Pengrajin Bad Cover). –ard

Endek Selalu Menjadi Kebanggaan Kota Denpasar Selanjutnya, menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Denpasar, I. A. Selly D. Mantra, meski setiap pawai pembukaan PKB, busana yang dikenakan oleh Duta Endek berbedabeda, namun yang namanya endek tak pernah lepas. Mengingat motto yang sudah tertanam di benak generasi muda yakni “Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga”. Selain itu karena memang motivasi awal hingga terpilihnya para Duta Endek Kota Denpasar adalah mereka semua bertugas untuk terus mempromosikan dan mengampanyekan penggunaan endek di berbagai kesempatan utamanya di kalangan remaja. Setelah pemilihan berlangsung beberapa kali, menurut Selly Mantra, mereka bersama-sama tidak akan pernah berhenti menggaungkan keberadaan endek, yang sudah menjadi produk unggulan kota Denpasar. Dengan demikian para pengrajin juga semakin giat berinovasi. Disampaikannya bahwa selama ini

beberapa kegiatan telah mereka ikuti, di antaranya; Pameran Inacraft, Trade Expo, Ipex Bandung, JFFF, Pameran Fashion & Craft, Denfes serta Sanfes. “Ada juga pelatihan menenun untuk para pengrajin dan pelatihan service excellent promotion product. Program lainnya, berupa sosialisasi (meet & greet) dengan para desainer

papan atas, seperti, Sony Muchlison, Didit Maulana dan Deden Siswanto. Pemerintah juga tidak lupa menyediakan akses media trading marketing on line di www. balidenpasartrading.com. Selain itu, hampir seluruh peserta parade atau para Duta Endek mengingatkan para remaja menyiapkan diri sejak seka-

Stan Dekranasda Kota Denpasar

rang untuk ikut menyelamatkan endek sebagai warisan budaya lokal dengan mengikuti Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar Tahun 2016 yang sebentar lagi bakal digelar oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dekranasda Kota Denpasar dan Disperindag Kota Denpasar. -ard


22

Sosialita

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Meski pemerintah sudah menyampaikan bahwa kasus vaksin palsu sedang ditangani, tetap saja keresahan dan kekhawatiran melanda masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki balita. Para orangtua yang memiliki balita secara periodik melakukan vaksinasi sebagaimana dianjurkan. Sebagian melakukannya lewat posyandu, sebagian lagi melalui fasilitas kesehatan yang terdekat.

Vaksin Palsu Cemaskan Masyarakat

M

aka wajar kalau pemberitaan tentang terbongkarnya penjualan vaksin palsu yang terus menerus selama beberapa waktu terakhir ini membuat mereka resah dan cemas. Apalagi diketahui kalau perdagangan vaksin palsu telah mencakup sejumlah daerah, bukan hanya di kawasan Jabodetabek saja. “Iya saya takut banget pas nonton tv ada penggerebekan apotik penjual vaksin palsu di Kramat Jati, Jakarta Timur. Saya punya anak dua masih kecil-kecil, Jasmine (2) dan Angel (1), semuanya mendapat vaksin di bidan,” ungkap ibu muda, Samatha (22). Namun dengan adanya kasus bidan memberi vaksin palsu pada pasiennya, bikin hati Samatha ‘ciut’. Padahal dia memilih memberi vaksin anaknya di klinik bidan justru karena menginginkan yang terbaik bagi anaknya. “Saya tidak memilih ke puskesmas, padahal di sana biayanya lebih murah. Saya justru maunya di bidan, meski mahal tapi bagus. Itu kata orang-orang,” ucap Manta, begitu ibu muda ini biasa disapa, sembari menyebut membayar Rp 80.000 untuk sekali vaksin di bidan. Tapi kasus adanya bidan yang memberi vaksin palsu membuat Manta gundah. “Saya bingung, harus bagaimana ya. Apa harus ke rumah sakit lagi untuk mengecek apakah vaksin yang diberikan ke anak-anak saya asli? Kalau palsu

Polisi ungkap vaksin palsu

berarti harus mengulang, ya?” katanya dengan nada bertanya. Namun, , sejauh ini kondisi kedua anaknya baik-baik saja. “Semoga tidak apa-apa ya. Tapi saya memang harus ke rumah sakit untuk mengecek,” katanya. Sebagaimana diketahui, salah satu salah satu distributor vaksin palsu, Elly Novita, juga membuka praktek klinik kebidanan yang juga menangani pemberian vaksin kepada balita. Letak klinik bidan tersebut di bilangan Ciracas, Jakarta Timur. Sebelum terbongkarnya kasus ini, menurut warga, klinik tersebut tergolong cukup ramai dikunjungi para ibu juga anak-anak yang akan divaksin. Padahal, kata warga, melakukan vaksin di klinik itu tidak murah, antara Rp 100-300 ribu. Tak heran dengan terbongkarnya

Kejahatan Kemanusiaan yang Luar Biasa Menurut Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), dr Marius Widjajarta, ini terjadi karena lemahnya pengawasan terhadap obat-obatan yang beredar. Salah satu buktinya adalah obatobatan daftar G yang seharusnya dibeli dengan resep dokter, ternyata dijual bebas di toko obat. “Yang bertanggung jawab mengawasi peredaran obat dan vaksin ya Kementerian Kesehatan dan Badan POM,” tegasnya. Dari hasil pengungkapan pihak kepolisian, pemalsuan vaksin ini telah berlangsung sejak 2003, atau 13 tahun. “Sudah begitu lama. Saya menduga penyebaran vaksin ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia,” ucapnya. Pihaknya sendiri, YPKKI, jelasnya, juga pernah menerima laporan tentang adanya vaksin palsu yang berlabel Kementerian Kesehatan. Itu terjadi pada 2014 lalu. Vaksin palsu berlabel resmi Kemenkes itu adalah vaksin BCG. Ia merasa yakin itu adalah palsu karena kemasan dan botol vaksin berbeda. “Tanggal kadaluarsa di kemasan Desember 2014, padahal di botol vaksinya bulan Maret 2014. Nomor registrasinya juga beda,” ucap Marius di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta. Marius menegaskan, vaksin palsu seperti pembunuhan tenang karena anak tidak punya imunitas. Pernyataan keras senada juga disampaikan oleh Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menyebut kasus vaksin palsu merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Terbongkarnya

3

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

kasus ini membuat para ibu langganan vaksin bidan Elly resah. Mereka khawatir, hal tersebut bakal berdampak pada anaknya di masa depan. Bidan Elly adalah salah satu dari 17 tersangka yang telah ditangkap kepolisian. Dia selain sebagai tenaga medis juga sekaligus mendistribusikan vaksin palsu ke tempat lain. PETISI TUNTUT VAKSIN ULANG Keresahan masyarakat juga yang membuat Niken Rosady membuat petisi di laman change.org dengan judul ‘Orangtua Sadar Imunisasi Indonesia. Petisi yang dibuat sejak Selasa (28/6/2016) ini ditujukan kepada Presiden RI dan Kementerian Kesehatan. Sampai sejauh (per 1 Juli 2016) ini petisi telah diikuti oleh 24.089 orang. Menurut Niken, setiap orangtua, khususnya para ibu berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya, termasuk dalam hal kesehatan. Salah satu yang dilakukan masyarakat adalah dengan melindungi bayi-balita dari berbagai penyakit berbahaya adalah dengan memberikan imunisasi sejak bayi baru lahir. “Sampai saat ini 194 negara menyatakan bahwa imunisasi terbukti aman dan bermanfaat untuk mencegah

penyakit berat, wabah, cacat, dan kematian akibat penyakit berbahaya,” urai Niken. Namun, rasa aman tersebut terusik dengan terungkapnya kasus pemalsuan vaksin. Yang lebih mengerikan lagi, katanya, tindakan pemalsuan ini dilakukan sejak 2003, yang berarti sudah 13 tahun beroperasi dan telah tersebar ke berbagai daerah. Untuk itu Niken meminta agar para orangtua mendukung petisi tersebut. Ada lima tuntutan yang disampaikan,

di antaranya adalah meminta kasus pemalsuan vaksin diungkap tuntas, meminta agar nama-nama distributor, rumah sakit dan klinik yang menggunakan vaksin palsu diumumkan, juga mendorong pemerintah melakukan vaksin ulang terhadap anak-anak yang lahir antara tahun 2003-2016 guna menjamin generasi Indonesia yang sehat dan bebas penyakit berbahaya. Kasus vaksin palsu diungkap kepolisian, berawal dari penyelidikan pihak kepolisian atas pengaduan masyarakat karena adanya bayi yang sakit setelah divaksin. Dugaan vaksin palsu muncul karena sebelumnya pun telah ada kasus-kasus pengungkapan vaksin palsu meski jumlahnya kecil. Dari penyelidikan itulah kemudian digerebek sebuah apotik di bilangan Kramat Jati Jakarta Timur yang menjual vaksin palsu. Termasuk juga penangkapan pasangan suami istri, Hidayat dan Rita, yang menjadi distributor di rumahnya di bilangan Bekasi. Rita adalah mantan bidan di sebuah rumah sakit terkenal di Bekasi. Sedang Hidayat suaminya, kabarnya juga pernah bekerja sebagai tenaga medis di sebuah perusahaan otomotif. Dari rumah pelaku disita ribuan botol vaksin. Sejauh ini pihak kepolisian sudah menangkap 17 pelaku yang terdiri dari kelompok produsen, distributor dan kurir. Konon dari hasil penjualan vaksin palsu yang telah tersebar ke berbagai daerah, para pelaku dapat meraup keuntungan Rp 17,5 juta per minggu. –Diana Runtu

Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi

VAKSIN DARI SUMBER TAK RESMI

dr Marius Widjajarta

kasus itu membuat Komnas PA mempertanyakan kinerja pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Badan POM yang memang mempunya tugas di antaranya sebagai pengawas peredaran obat dan vaksin. “Pemerintah telah mencederai kepercayaan masyarakat,” tegas Arist. Yang lebih memprihatinkan lagi, katanya, kasus ini juga melibatkan orang-orang yang berkecimpung di dunia medis. Sejak kasus tersebut terungkap hingga Kamis (30/6) hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan POM terhadap vaksin palsu itu belum diumumkan. Padahal beberapa waktu lalu disampaikan bahwa hasil uji lab akan keluar pada Kamis 30 Juni dan akan diumumkan. Pihak kepolisian yang dikonfirmasi hal ini juga mengaku belum menerimanya. –Diana Runtu

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan POM, Bahdar Johan Hamid, vaksin merupakan salah satu produk biologi yang dikategorikan sebagai produk yang berisiko tinggi sehingga memerlukan pertimbangan dan perhatian khusus serta pengawasan yang lebih ketat dibandingkan produk obat pada umumnya. Vaksin yang tidak sesuai persyaratan, jelasnya, secara sporadis telah ditemukan pihaknya sejak tahun 2008, namun pada saat itu jumlahnya kecil dan pada umumnya pelaku melakukan penjualan vaksin yang telah melewati masa kadaluwarsa. Pada 2013, katanya, pihaknya mendapat laporan dari perusaan farmasi Glaxo Smith Kline terkait adanya pemalsuan produk vaksin. Laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dan pelakunya dihukum. Tahun 2014, Badan POM melakukan penghentian sementara kegiatan pedagang besar farmasi resmi yang terlibat penyaluran vaksin ke sarana ilegal yang diduga menjadi sumber masuknya produk palsu. “Tahun 2015, Badan POM kembali menemukan kasus peredaran vaksin palsu dimana produk vaksin palsu tersebut ditemukan di beberapa rumah sakit

Made Robert melalui Mesari Land sudah mampu mensejajarkan masyarakat Bali dengan investor asing. Masyarakat Bali sudah berhak disebut investor atau owner villa. Dari impian menjadi nyata, hari ini dibuktikan Villa Mesari (kini Atta MesariVillas ) sudah beroperasi dan sudah adatamu yang menginap. “Para investor pun sudah langsung bisa menginap,” ujar Marketing Mesari Land, PutuWinda Pradasari.

di Serang. Kasus ini sedang diproses hukum,” jelasnya. Tahun 2016, katanya, Badan POM dan Bareskrim Mabes Polri mendapat laporan soal pemalsuan vaksin Sanofi, untuk itu pihaknya telah melakukan penelusuran ke sarana-sarana distribusi yang diduga menyalurkan produk vaksi palsu. Hasilnya, diketahui CV AM yang melakukan pemalsuan menggunakan alamat fiktif dan pihak kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut.

Bahdar juga menambahkan bahwa pihaknya menemukan 28 fasilitas layanan kesehatan yang menggunakan vaksin dari sumber tidak resmi. Fasyankes ini berada di sembilan daerah, yakni, Pekanbaru, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Palu, Surabaya dan Batam. Vaksin yang berasal dari sumber tak resmi itu, katanya, belum dipastikan keasliannya. Untuk itu sedang dilakukan uji sampel di laboratorium. –Diana Runtu

Pelaksana Tugas Kepala Badan POM, Bahdar Johan Hamid

Villa Mesari MENYAPA

Main pool Villa Mesari

l

Langsung bisa menginap

lSudah

beroperasi dan running

ini bergabung, tahun depan dapat hasil

*Hanya Rp 15 Juta Bisa Punya Villa Mesari di Ubud Bali

M

ade Robert, konseptor Villa Mesari didampingi Made Ayu Dewi, Direktur Marketing Mesari Land, menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat yang belum bergabung, masih ada kesempatanbergabung di Villa Mesari. “Masih ada 88 lot lagi yang kami tawarkan untuk masyarakat Bali. Harga hanya Rp 15 juta per lot. Dan kesempatan ini sangat terbatas,” ujar Made Ayu. Keuntungan jika bergabung sekarang, investor dapat surat lot, lang-

sung bisa menginap, voucher langsung bisa digunakan atau dijual sebagai pengembalian uang, dapat kartu nama dengan jabatan owner villa, dapat hasil mulai tahun depan, dll., dan nyaris tidak ada risiko karena Villa Mesari sudah beroperasi. Karena itu, Made Robert menegaskan bagi masyarakat yang ingin bergabung harus segera mengambil tindakan nyata. Karena kesempatan sangat terbatas. Hubungi atau datang langsung ke Kantor Mesari Land sembari meninjau langsung Villa Mesari di Ubud. AlamatKantor : Jalan Suweta No. 88 Ubud, Bali. Telepon : 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658.

sistem instrument investasi yang ada hanya untuk mereka yang memiliki uang Rp 700 juta ke atas. Kedua, karena sebagian orang Indonesia sendiri tidak melayakkan dirinya disebutsebagai investor maupun owner villa. Tapi kini hanya dengan Rp 15 juta dan bergabung di Villa Mesari, masyarakat sudah bisa mewujudkan impian tersebut, khususnya masyarakat Bali sekaligus bisa tetap menjaga tanah kelahirannya. Semua

mimpi menjadi nyata dengan bergabung di Villa Mesari. Sejak dulu Bali dikenal sebagai pariwisata dunia yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Sehingga, bisnis villa ini sangat potensial dan menguntungkan, serta nyaris tanpa risiko karena kini Villa Mesari sudah beroperasi dan sudah ada tamu yang menginap. Villa Mesari yang terletak di daerah wisata eksotik Ubud, tepatnya di JalanSuweta, Banjar Bentuyung, Ubud ini menyuguhkan

Hanya Tersedia 88 Lot Kini saatnya setiap orang, khususnya masyarakat Bali “Menjadikan Impian itu Nyata”. Dulu, menjadi owner villa atau investor hanya sebuah impian. Dulu yang bisa menjadi investor dan owner villa di Bali hanya orang berduit, itu pun sebagian besar orang asing, sangat sedikit orang Indonesia yang berkecimpung sebagai owner. Mereka lebih banyak menjadi pekerja di sector pariwisata. Hal itu disebabkan dua hal, yang pertama karena

lHari

Villa Mesari

pemandangan latar belakang bukit dan pepohonan hijau di Ubud, serta menawarkan akomodasi dengan atap alangalang dan akses Wi-Fi gratis. Villa iniberjarak 1,5 km dari pasar seni Ubud atau PuriUbud. Semua kamar menampilkan dekorasi elegan dengan warnawarna alami yang hangat. Masing-masing kamar dilengkapi AC, brankas pribadi, dan TV kabel layar datar. Terdapat juga area untuk duduk bersantai, hot water, dan teras. Kamar mandi dalamnya menampilkan dinding batu alam, serta me-

nyediakan bathtub, shower, dan pengering rambut. Puri Managemen Internasional yang menjadi operator dari Villa Mesari kini telah gencar melakukan promosi baik secara offline maupun online, ke depan tingkat hunian dari Villa Mesari akan terus mengalami peningkatan . Apalagi, ratusan owner juga ikut mempromosikan dan mendoakan Villa Mesari. Dengan gambaran tersebut, Segera Ambil Tindakan Sekarang Juga. Karena Kesempatan Terbatas, Hanya tersedia 88 lot. –ten


4

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Yuni Noor Hastuti

Inspirasi

“Sulap” Limbah Pohon jadi Bunga

Awalnya Yuni Noor Hastuti hanya sekadar iseng mencoba memproduksi sendiri kerajinan bunga-bungaan dari limbah pohon. Beberapa hasil eksperimennya itu dia coba tawarkan ke sebuah galeri yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Di luar dugaan, kerajinan yang dibuatnya dari bahan-bahan alami itu justru disukai konsumen, khususnya para bule yang bertandang ke galeri tersebut.

Y

uni, begitu sapaan akrab ibu tiga anak ini, sungguh terkejut ketika mendapat pesanan dari galeri itu dalam jumlah banyak. “Wah, padahal waktu itu saya cuma nyoba-nyoba saja, ternyata diterima. Katanya, pembeli bule sangat suka. Padahal produk sampel saya itu asli bahan alami, tidak ditambah finishing warnawarni. Tapi justru kealamian produk itu membuat para pembeli suka,” ungkap Yuni menceritakan pengalamannya saat mulai belajar berbisnis tahun 1999. Yani mengaku memulai bisnis pertamanya itu hanya dengan modal yang minim, kurang dari Rp500.000. “Modal saya waktu itu kecil banget kok,” katanya tertawa. Jadi pada awal bisnisnya, membuat aneka kreasi kerajinan dari bahan pelepah pisang, daun jagung, juga buah pinus. Bahan-bahan itu bukan hanya mudah didapat tapi juga murah, maklum limbah yang biasanya dibuang orang. “Biaya produksi rendah karena kan materialnya limbah, yang banyak dibuang orang,” ucapnya. Menurut Yani, dalam menjalankan bisnis kerajinan dia banyak dibantu oleh sang suami, Singgih Wardana Murti. “Suami saya seniman, dia itu yang sesungguhnya memiliki banyak ide untuk membuat desain kerajinan bunga. Sedang saya lebih banyak berkecimpung di bidang produksi dan pemasaran,” papar Yuni yang menjadi salah satu wakil dari Disperindag Kabupaten Bantul, Yogyakarta, untuk berpameran di Jakarta Fair 2016. Sukses dengan kerajinan bungabungaan dari pelepah pisang, kulit jagung dan pinus, Yani dan suaminya kemudian mengembangkan materialnya dengan juga menggunakan

buah pinang, juga buah bintaro, dll. Di luar kerajinan bunga-bungaan, dia juga menambah produknya dengan kerajinan lampu dari paralon dan termos bekas. Kerajinan lampu dari termos bekas ini, ungkapnya, banyak yang suka bahkan sempat membuatnya kelabakan ketika mendapat pesanan dalam jumlah yang cukup banyak. Walhasil, tak mau mengecewakan para konsumennya, ia terpaksa membeli termos baru. “Hehehe...iya terpaksa. Karena waktu itu jumlah termos bekas kurang, sedang pesanan banyak sekali. Jadi terpaksa beli termos baru di Surabaya. Harganya Rp40.000 per termos. Haha...hahha. Ya, terpaksa untung yang didapat pun tidak banyak karena harga tidak bisa naik meski pakai termos baru. Tapi tidak apa-apa yang penting konsumen puas,” tuturnya. Berbeda dengan limbah pohon yang bisa dikumpulkan dalam jumlah yang banyak dalam waktu tidak lama, termos bekas lebih sulit. “Jadi suami saya yang ‘bergerilya’ mencari. Berapa pun yang ada kita beli untuk stok,” ucapnya. Tentang dari mana material bunga-bungaan berasal, Yani menceritakannya secara terbuka. Untuk limbah jagung misalnya, dia biasa memesan di Boyolalidan Kediri. Harga satu truk Rp1 juta, sudah termasuk ongkos antar sampai di rumah. “Satu truk itu bisa menghasilkan 40.000 pieces bunga. Sedang tangkai bunga saya ambil dari pohon bambu cendani dari Wonosobo,” ungkapnya. Nah yang ini, kata Yani sembari menunjuk buah-buahan hiasan, adalah buah bintaro. Menurutnya, buah-buah bintaro didatangkan dari Jakarta. “Saya sudah punya langganan pemulung di Jakarta. Setiap

dari mancanegara yang paling rutin adalah Bahrain,” tambahnya.

Yuni Noor Hastuti

dua bulan saya memesan 1 truk. Untuk buah bintaro saya membeli dari pemulung Rp200 per-buah,” kata Yani yang baru-baru ini mendapat kiriman satu truk buah bintaro hasil pulungan di kawasan Monas dan Ancol. Untuk mengembangkan usahanya, tutur Yani, ia melakukan berbagai variasi, baik dalam hal material maupun pewarnaan. Kalau pada awalnya ia hanya menggunakan warna-warna alami dari material yang ada, maka kini ia pun mengkreasi produknya dengan warna-warni indah. “Saya mulai menggunakan pewarnaan tahun 2010. Banyak yang suka warna natural bawaan asli dari materialnya, tapi banyak juga yang meminta bunga-bunga warnawarni, bahkan ada juga yang minta kombinasi dengan bunga plastik. Tapi khusus untuk bunga plastik jumlahnya sangat sedikit jika dibanding bunga-bunga alami,” tambah Yani. MENYIASATI PERSAINGAN KETAT Sebagaimana diketahui, Kasongan, Kabupaten Bantul adalah salah satu daerah tujuan wisata di DI Yogyakarta. Di daerah yang juga dikenal sebagai sentra kerajinan, terdapat aneka kerajinan rakyat yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Karena menjadi tempat perburuan aneka kerajinan maka tak heran persaingan antara pengusaha kerajinan terbilang cukup ketat. “Persaingannya ketat sekali, baik dalam model produk maupun dari harga,” ucap Yani yang mem-

buka usahanya di Tirto, Kasongan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Namanya usaha, kata Yani, sudah pasti ada banyak tantangannya, baik dalam hal permodalan maupun persaingan harga. Seperti produk yang dihasilkannya, juga banyak dijual disana. Belum lagi masalah meniru model (desain) orang lain. “Meniru desain itu sudah biasa terjadi. Kadang kita mengeluarkan desain terbaru, eh..., tahu-tahu beberapa waktu kemudian sudah ada yang mengeluarkan dengan desain yang sama, dan dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya. Tapi belasan tahun berkiprah dalam bisnis kerajinan dengan tekanan persaingan yang ketat pada akhirnya membuat Yani terbiasa. Hal seperti ini, katanya menyadari, banyak terjadi dalam bisnis apapun. Jadi tidak perlu marah atau berkecil hati, yang terpenting terus maju dengan menciptakan inovasi-inovasi produk, di antaranya dalam hal desain. Bagi Yani, inilah seni berbisnis. Tinggal bagaimana strategi yang tepat agar produknya bisa tetap eksis dipasaran. Toh, kata Yani lagi, sekalipun persaingan ketat, ia tetap berhasil membukukan penjualan yang lumayan. “Keuntungan bersihnya bisa 60%, lumayan banget,” ucap Yani yang memberi label produknya ‘Matahari Handicraft’. Pelanggannya bukan hanya dari dalam negeri bahkan hingga ke mancanegara, seperti buyer Eropa, Bahrain, hingga Malaysia. “Pelanggan saya yang paling rutin di antaranya dari Bali, kalau memesan jumlahnya banyak sekali. Sedang

STRESS KEBANJIRAN PESANAN Pesanan yang membanjir meski memang membahagiakan karena berarti banyak yang menyukai produknya, namun tak jarang membuat dirinya stress. Pasalnya, kadang jumlah pesanan berkontainerkontainer. Nah untuk memenuhi pesanan itu, tentu dibutuhkan modal yang besar. “Karena jumlah pesanan sangat banyak, biasanya saya bagi-bagi ke pengrajin lain karena kalau menghandle sendiri, tidak mampu, baik dalam hal modal maupun tenaga kerjanya,” kata Yani yang pernah mendapat pesanan bunga-bungaan dari Selangor, Malaysia, sebanyak tiga kontainer. Persoalan lain yang juga kerap membuatnya stress adalah soal tenaga kerja. Betapa tidak terkadang ketika dia mendapat order dari buyer namun jumlah pekerja yang dimiliki tidak memadai. “Di kampung kami ada tradisi kalau warga bikin hajatan semua harus saling membantu. Nah pekerja saya, kan, semuanya adalah warga kampung. Jadi ketika ada hajatan, mereka pun ikut membantu pihak yang menggelar acara. “ “Para pekerja ini libur tiga sampai empat hari. Bayangkan, mereka libur padahal saya dikejar target menyelesaikan orderan. Ini yang selalu bikin saya stres. Tapi mau bagaimana lagi, memang itu sudah tradisi di sini. Kalau warga tidak membantu malah bisa jadi omongan,” ungkapnya panjang-lebar. ”Jadi untuk menyiasati kondisi ini, keluarga besar dikerahkan untuk membantu,” tambah Yani yang memproduksi 30-50 ribu bungabungaan setiap bulannya. Berbicara tentang situasi ekonomi yang sulit dalam beberapa tahun terakhir, Yani mengaku yang terberat adalah tahun 2015 lalu. Sebenarnya, kata Yani, penurunan sudah mulai terasa pada tahun 2013, namun yang paling parah adalah tahun 2015. Dia bersyukur di tahun 2016 ini, kondisi perlahan mulai membaik. Angka penjualan terus meningkat. Sebagai pelaku UKM, Yani berharap perbaikan ekonomi Indonesia terus berjalan sehingga para pelaku usaha kecil bisa tetap eksis. –Diana Runtu

Mandalika

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Pemprov NTB Gelar Itikaf dan MTQ Korpri

Berbagai kegiatan dilakukan umat Muslim di Nusa Tenggara Barat dalam mengisi bulan Ramadan tahun 2016 ini, diantaranya melakukan Itikaf (berhenti -diam- di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah). I’tikaf merupakan sunnah yang dilakukan setiap waktu, namun yang paling utama (afdhal) jika dilakukan dalam bulan Ramadan. Hal inilah yang dilakukan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang melakukan Itikaf di Masjid Raya Mataram, bersama dengan Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi.

S

elain kegiatan Itikaf, para PNS lingkungan Pemerintah Provinsi NTB juga menggelar lomba membaca Al Quran dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun ini berlangsung untuk ketiga kalinya diikuti oleh para PNS. Gubernur Nusa Tenggara Barat, secara khusus meminta para Pejabat Eselon I hingga IV di lingkungan Pemprov NTB untuk melaksanakan itikaf di bulan Ramadan pada tiap minggu, di Masjid Raya At-Taqwa, Mataram, yang sudah dimulai sejak Sabtu (11/6). “Itikaf-itikaf selanjutnya diselenggarakan selama tiga malam pada tiap minggu dan Gubernur NTB akan menyampaikan pengajian,” ungkap Yusron Hadi, Karo Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi NTB. Selama iktikaf berlangsung diisi dengan Salat Isya berjamaah dan Salat Tarawih serta membaca Kitab Suci Alquran lalu Salat Lail/salat malam lainnya seperti Tahajud dan Salat Hajat. “Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan ketaqwaan dan keimanan di kalangan para pejabat Pemerintah

Provinsi NTB dan semoga ini dapat ditularkan kepada masyarakat luas,” ujar Yusron tentang harapan dari kegiatan ini. Kegiatan ini juga dilaksanakan sesuai dengan visi pembangunan NTB yang meletakkan beriman dalam visi pertama sebagai landasan dalam membangun daerah ini. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri III Tingkat Provinsi NTB tahun 2016 yang diikuti 70 orang (43 putra dan 26 putri) yang berasal dari utusan Korpri kabupaten/kota (50 orang) dan perwakilan SKPD Provinsi 17 orang serta dari unit Korpri vertikal 3 orang ini merupakan bagian dari kegiatan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dalam mengisi bulan Ramadan yang harapannya bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara. Setidaknya hal inilah yang menjadi harapan Gubernur NTB ketika membuka kegiatan ini beberapa waktu lalu. “Kita patut bersyukur karena pelaksanakan MTQ Korpri berlangsung di bulan Ramadhan. Ini menunjukkan bahwa kita mampu mengisi bulan ini dengan hal-hal yang baik, tidak hanya hal

Para juara MTQ PNS ke III

yang bersifat rutin semata,” kata Majdi. Selain itu, lomba membaca Al-Qur’an bagi anggota Korpri ini juga merupakan bagian dari kegiatan pembinaan mental dan rohani dapat terus terlaksana pada tahun-tahun mendatang. Kegiatan ini sebagai salah satu wahana ibadah kepada Allah dan sebagai ajang silaturahmi yang dapat dijadikan sebagai wadah syiar saling mengingatkan dan introspeksi dalam mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya Al Quran. MTQ Korpri tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Korpri NTB, akhirnya menampilkan Dahlan yang merupakan utusan dari Kabupaten Dompu sebagai Juara I untuk kategori putra cabang Tilawah. Sedangkan untuk cabang Tartil keluarsebagai juara adalah Usman yang juga utusan dari Kabupaten Dompu. Pada cabang Hifdz 3 Juz adalah Akhmad Syukri, Shi dan untuk cabang Hifdz 5 Juz dimenangkan oleh Syarifuddin utusan dari Ka-

PNS Pemrov. NTB melakukan Itikaf di Masjid Raya Mataram bersama Gubernur NTB

bupaten Dompu. Pada kategori Putri tampil untuk cabang Tilawah Juara I Hj. Haeriah, S.Pd., yang merupakan utusan dari Kabupaten Lombok Timur, untuk cabang Tartil juara diraih oleh Misdar, S.Pd dari Ka-

bupaten Bima dan cabang Hifdz 3 Juz dimenangkan oleh Nurfaizah, S.Pdi utusan dari Kota Bima serta cabang Hifdz 5 juz dimenangkan oleh Hj. Hani Malkan, S.Pdi utusan dari Kabupaten Lombok Barat. –Naniek I. Taufan

Serap Aspirasi melalui Safari Ramadan

Safari Ramadhan Wagub NTB di Lombok Timur

Kerajinan bunga-bungaan dari limbah pohon

21

Selama bulan Ramadan ini, Pemerintah Provinsi NTB juga melakukan berbagai kunjungan Safari Ramadan ke seluruh kabupaten/kota se-NTB. Selain melakukan Safari Ramadan, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.,M.Si, memastikan pembangunan dan kemajuan di wilayahwilayah yang dikunjunginya. Safari ini merupakan tradisi dari Pemerintah Provinsi NTB, di samping

sebagai ajang silaturrahim, juga untuk sekaligus untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan memantau langsung pembagunan di daerah-daerah. Hal ini disampaikan Wagub saat melakukan Safari Ramadan di Kota Bima. Ketika berkunjung Kota Bima, Wagub NTB menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa peralatan pertanian, benih kelapa, pakaian, dana pembangunan

masjid yang berasal dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Baznas, Dinas Perindustrian, Dinas Sosial dan beberapa SKPD lingkup pemerintah Provinsi NTB. Wagub NTB didampingi Walikota Bima juga sekaligus meluncurkan Toko Tani Indonesia dan membuka Pasar Lebaran Kota Bima, beberapa waktu lalu. Toko Tani Indonesia ini merupakan Program Ketahanan Pangan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Di seluruh NTB telah ditunjuk toko resmi, seperti di Kota Bima ditunjuk Toko Omega di Pasar Raba dan Koperasi Pasaraya Amahami. Masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Selain itu Pasar Lebaran yang merupakan kegiatan rutin tiap tahun di kota Bima menjelang lebaran, menjual barang kebutuhan persiapan lebaran yang diprakarsai Dinas Koperindag Kota Bima. Pada Safari Ramadan di Masjid Nurul Istiqomah Dusun Terengan, Tanaq Ampar, Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang,

Lombok Utara, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH, M.Si dan jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima laporan dari Bupati KLU, Najmul Ahyar bahwa Pemerintah KLU dan segnap masyaraktnya siap untuk mengentaskan kemiskinan dengan potensi pariwisata yang dimiliki. “Meskipun saat ini KLU angka kemiskinannya tertinggi di NTB, kami menargetkan angka penurunan 6% dari 36%. Kami ingin

mengentaskan kemiskinan dengan mengoptimalkan potensi yang kami miliki” ungkap Najmur. Usai tarawih bersama warga Dusun Terengan, Tanaq Ampar, Wagub NTB menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) secara simbolis dari Pemerintah Provinsi NTB berupa Dana Stimulan untuk kelompok usaha bersama, berupa bantuan Hand Traktor dan bibit hortikultura dan Bantuan dari Baznas untuk pembangunan Masjid. -Naniek I. Taufan

Wagub NTB saat melakukan Safari Ramadhan di Lombok Barat


20

Nine

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Tuntas menunaikan­ ­tugas sebagai memimpin ­Badan Ketahanan ­Pangan (BKP) Provinsi NTB dan dan Bakorluh NTB, Ir. ­Husnanidyati Nurdin, ­kembali menerima tugas dan tanggung jawab ­sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia menjadi salah satu perempuan yang menerima kepercayaan dari ­Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, untuk ketika kalinya memimpin SKPD di NTB. Tentu kepercayaan itu tidak datang begitu saja, melainkan atas karya dan prestasi yang diperlihatkan perempuan kelahiran 3 Februari 1962 selama ini.

D

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Tips Harmonis Suteja dan Marjani

Ir. Husnanidyati Nurdin

5

Jangan Paksakan Kehendak Siap Jelajahi Hutan

Ir Husnanidyati Nurdin saat berada di lapangan

alam melaksanakn tiap tugas yang diembannya, Eni panggilan akrabnya, terbilang sangat rajin turun lapangan. Lapangan baginya adalah wilayah tugas yang harus banyak disentuhnya karena dari sanalah ia mendapatkan masukan dan mengenal dengan detil cara dan karakter keputusan apa yang diambilnya

Inspirasi

dalam menentukan kebijakan yang akan dibuatnya berkaitan dengan tugas dan wewenang dari tanggung jawab yang diberikan pada dirinya. Beberapa waktu lalu, Eni telah terlihat berada di kawasan hutan sekitar Air Berik Lombok Tengah untuk melakukan penanaman berbagai pohon dalam rangka Hari Pencegahan Degradasi Lahan. Dengan kegiatan ini ia berharap agar semakin banyak pohon yang dapat menyimpan dan terus mengalirkan air sebagai sumber utama kehidupan manusia. Kegiatan ini merupakan aktivitas turun lapangan pertama kali yang dilakukannya sebagai Kepala dinas Kehutanan NTB.

Setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar sebulan yang lalu, ia mulai mempelajari dengan detil hal-hal teknis berkaitan dengan bidang baru yang dipercayakan untuk dipimpinnya. Eni belajar dari banyak momen dan kesempatan bertemu dengan berbagai pihak terkait bidang kehutanan termasuk stake holder bidang ini. Ia mempelajari hal-hal berbau teknis terutama yang khusus dalam bidang ini. Ia bukanlah perempuan biasa. Meski kehutanan adalah bidang yang secara umum dikenal sebagai lapangan yang tidak menawarkan kemudahan bagi seorang perempuan, Eni telah menyiapkan diri yang ‘menjelajahinya’ semaksimal mungkin. “Setelah road map yang dibuat jadi, maka tidak ada cerita untuk diam di tempat,” ungkapnya mantap. Saat ini ia memang tengah menyiapkan road map termasuk menyusun rencana dan strategi mengenai kehutanan di NTB. Dalam rancangan yang dibuatnya, salah satu target pentingnya adalah mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Karena menurutnya, dari 40% angka kemiskinan di NTB, 17,6%nya adalah masyarakat yang tinggal di sekitar hutan NTB yang luasnya lebih kurang 1 juta hektare.

JADI DIRIGEN Karena itu sebagai Kadis Kehutanan NTB, ia telah memiliki jargon yaitu, “Hutan Lestari Kehidupan Berseri”. Dengan jargon itu, tidak bermaksud bermimpi menyejahterakan masyarakat melainkan ia akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dapat mengelola dan memanfaatkan ragam hasil hutan bukan kayu untuk kebutuhan hidup dan sumber penghasilannya. “Saya ingin agar masyarakat yang tinggal di sekitar hutan ikut berperan aktif dalam mengelola dan memanfaatkan berbagai hasil hutan bukan kayu (hasil hutan yang diperbolehkan aturan untuk dikelola) untuk meningkatkan penghasilan bagi kehidupannya,” ujarnya. Oleh karena itulah, road map kehutanan yang tengah dibuatnya

salah satunya dititikberatkan pada apa jenis dan potensi hutan bukan kayu yang bisa dikelola baik oleh masyarakat maupun yang dapat dimitrakan maupun diinvestasikan pemanfaatannya dalam kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Untuk pekerjaan ini, tentu saja ia akan menjadi sangat sibuk menjalani tugas-tugasnya ke depan. Selama masa mengenal dekat wilayah tugas barunya yang menurutnya bukan pekerjaan mudah ini, ia mulai sering berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak. “Saya tidak bisa jadi Raja ‘Hutan’ sendirian, melainkan harus banyak bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengurus bidang kehutanan ini,” katanya. Selain dengan pegiat hutan, ia juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan UPT pusat yang vertikal di bidang kehutanan seperti, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT), BP DAS, BKSDA dan Litbang Pusat. Selain itu ia juga membangun komunikasi dan koordinasi dengan 20 KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) sewilayah Nusa Tenggara Barat. KPH adalah yang bertanggung jawab pada masing-masing satu kawasan hutan. Dari sekitar satu juta hektar yang ada di NTB ini ada 20 KPH. Ia harus menjadi ‘dirigen’ bagi banyaknya KPH ini. “Karena KPH inilah yang akan ‘mengeksekusi’ kawasan hutan, ujar ibunda dari ibunda dari Evanur Hendrasari (27) dan Nursadrina Hendra Karamina (22). -Naniek I. Taufan

Bersama staf dan pegawai Dinas Kehutanan Provinsi NTB

Meraih peringkat ketiga dalam lomba keluarga harmonis ­t ingkat provinsi Bali bagi keluarga pasangan Drs. Made Suteja dan Putu ­M arjani, S.Pd., ­b ukanlah suatu kebetulan. Termasuk dalam kategori ­k eluarga yang ­d ikatakan harmonis sebab dalam keluarga jarang sekali ada ­p erdebatan-perdebatan yang menimbulkan keributan.

M

enurut Made Suteja sebagai kepala keluarga, dalam sebuah keluarga perbedaan yang ada bukanlah hal yang dijadikan masalah melainkan dengan perbedaan tersebut masing-masing anggota keluarganya bisa saling mengerti, m emah ami d an s aling menyuport. Menurutnya, selain hal tersebut memahami antara hak dan kewajiban masingmasing anggota keluarga juga merupakan kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga. “ Pe r s o a l a n k e b u t u h a n d a lam keluarga adalah tanggung jawab masing-masing jadi saling penuhi saja,” jelasnya. Ayahanda dari Gede Prema Ranga Puspayana dan Kadek Gita Sai Sarani ini juga mengaku sangat memprioritaskan masa depan anak agar tidak salah langkah. Ditengah kesibukannya sebagai prebekal Desa Dencarik, ia sangat paham jika seorang anak harus benar-benar mendapat perhatian dari orang tua. “Banyak kita lihat di media berita-berita mengenai anak yang salah pergaulan, seperti narkoba dan seks bebas,” imbuhnya. Maka dari itu, ia sangat

Drs. Made Suteja

memprioritaskan anak dari segi pendidikan. Setiap orang tua pasti ingin anaknya mendapat pendidikan yang baik dan menjadi seseorang yang hebat. Namun dalam menentukan pendidikan bagi anak , alumni STKIP Agama Hindu Singaraja ini mengaku selalu berkoordinasi dengan anak. “Koordinasi itu penting jangan sampai memaksakan kehendak, disamping itu orang tua juga harus melihat potensi anak,” ungkapnya. Anak pertama, Gede

Keluarga Drs. Made Suteja

Prema Ranga Puspayana yang menyukai bidang olah raga diarahkan sekolah dibidang tersebut. Berbeda halnya dengan anak kedua Kadek Gita Sai Sarani yang lebih berkeinginan menjadi polwan maupun pramugari. “Kita hanya arahkan dan mempersiapkan biayanya,” imbuhnya. Sebagai kepala keluarga yang bijak, Made Suteja menilai bahwa suatu perbedaan dalam keluarga bukanlah kesalahan. Perbedaan maupun pendapat masing-masing anggota merupakan hak masing-masing, tergantung dari sudut mana dilihat. “Saya punya prinsip bahwa mencapai suatu tempat tidak hanya dengan satu jalan, dan saya memberi kebebasan mereka dalam memilih jalan karena yang pada akhirnya kami cari bukan baiknya tapi benarnya. Baiknya si A, si B, dan si C pasti berbeda tetapi yang benar Cuma satu,” paparnya. Selain berhasil memimpin sebuah keluarga, pria kelahiran 16 Maret 1964 ini juga terbilang berhasil memimpin di masyarakat. Hal ini terbukti dari hubungan antara dirinya dan masyarakat yang begitu dekat. Jiwa kepemimpinan me-

mang sudah ada sejak dulu, baik dari garis keturunan maupun riwayat pendidikan. “Memang dari kakek buyut hingga bapak menjabat sebagai pemimpin dan kalau dilihat dari pendidikan juga pernah menjabat sebagai ketua osis dan ketua senat,” pungkasnya. Klasifikasikan Diri dalam Memimpin Menurutnya, seorang pemimpin yang baik adalah yang pandai membaca situasi. “Kalau kondisi seperti di desa Dencarik, saya sangat tahu karakter masyarakatnya,” tambahnya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi pemimpin yang benar memang sangat sulit, meskipun menjadi pemimpin yang baik dikatakan gampang. Ia juga mengatakan bahwa dalam memimpin akan menemui banyak karakater dari masyarakat yang het erogen. “Kalau memimpin di daerah homogeny saya kira akan biasa saja, diibaratkan sebuah lukisan kalau hanya satu warna pasti tidak akan indah,” jelasnya. Tantangan seorang pemimpin ketika menghadapi perbedaan dari masyarakat yang dipimpinnya. Sebelum menjadi seorang pemimpin, Suteja mengatakan sudah mengklasifikasikan diri. “Masyarakat yang mungkin tidak cocok dengan saya, sudah saya kelompokkan. Misalnya karena saya bukan seorang penjudi atau peminum kelompok masyarakat tersebut mungkin kurang suka dengan saya,” ujarnya. Namun perbedaan hal tersebut jangan sampai membuat jarak antara pemimpin dan masyarakat. Sebisa mungkin ia menyesuaikan diri dan tidak terlalu ekstrim dengan kondisi masyarakat tersebut

melainkan mencari jalan agar tetap bisa selaras. “Itu bagian dari wilayah dan masyarakat yang harus saya hadapi, ya saya yang harus menyesuaikan diri,” jelasnya. Sebagai seorang prebekel, Suteja memiliki cita-cita yang sangat besar yaitu menjadikan desa Dencarik bebas dari sampah. Sampah yang dimaksud adalah sisa sisa makanan atau limbah dapur yang dijadikan pupuk cair. “Limbah dapur seperti potongan sayur, sisa nasi, dan sisa sayur dimasukkan ke dalam komposter dan di semprotkan bio activator sehingga jika di diamkan beberapa hari maka akan keluarga cairan yang bisa jadikan pupuk,” paparnya. Pria yang menyukai olahraga, seni musik, dan seni lukis ini juga mengatakan, saat ini menerapan alat tersebut memang sudah disosialisaikan kepada masyarakat akan tetapi masih terkendala dalam jumlah produksinya. “Saya kira menjadi semacam ikon desa Dencarik yang menjamin kebersihan desa,” tambahnya. Program ini sangat mendukung program pemerintah dan dinilai sangat praktis sebab pupuk yang dihasilkan langsung dapat digunakan. “Desa tetangga juga sudah mulai banyak yang pesan, dan dari pihak pemerintah juga akan dijadikan pilot project,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa jumlah masyarakat yang heterogen membuat pemahaman terhadap kebersihan lingkungan juga berbeda. “Ada yang sekolah, ada yang sekolahnya sebentar itu yang membuat kami kesulitan menyadarkan masyarakat akan kepedulian lingkungan,” tandasnya. Persoalan sampah yakin bisa teratasi jika masing-masing individu memiliki kesadaran masing-masing. -Wiwin


6

Pada saat Hari Raya Idul Fitri biasanya keluar­ ga besar akan berkumpul mulai dari sanak saudara, hingga para tetangga. Kemudian, satu sama lainnya saling mengunjungi. Inilah momen yang membahagiakan hadir. Mulai dari berkumpul bersama keluarga berkumpul bersama teman hingga berkumpul bersama tetangga. Sebelum itu apakah yang dilakukan keluarga yang akan mudik atau sebaliknya tidak mudik di Denpasar.

“P

astinya kami bahagia menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Sebab, hampir setiap tahun kami mudik. Anak-anak terutama sangat antusias selain ketemu keluarga, mereka juga punya waktu bertemu teman-teman kecilnya dulu dan yang seru juga bakal dapet angpao, ujar Asti asal Jakarta dan sudah 15 tahun tinggal di Denpasar ini. “Untuk tahun ini, Insya Allah kami berangkat pada 2 Juli malam, setelah pulang kerja. Kami memang tidak selalu sama jadwal pulang setiap tahunnya, bisa H-5 atau pun H-4 karena

Siti Zulaikah

Woman on Top

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Mudik atau Tidak Semua Bahagia

Upik Rustiah

menyesuaikan dengan hari libur di kantor, lanjut ibu dari Fira dan Anisa yang bekerja di Garuda ini. Ia mengatakan untuk transportasi mereka sekeluarga, termasuk orangtua dan mertua, memperoleh fasilitas untuk terbang setiap tahunnya dari Garuda. Bersyukurnya ada tanggungan ini, jadi kami bisa wara wiri tiap hari raya, tanpa harus berpikir berapa harga tiket pesawat saat itu, cetusnya tersenyum. Ditanya kegiatan tepat di Hari

Raya, Asti mengatakan bahwa tradisi tepat saat Idul Fitri, hari pertama mereka biasa semua kumpul di Jakarta, di rumah mertuanya. Setelah, sholat Ied dan bersilaturahmi dengan keluarga yang hadir. Selanjutnya Asti menuju rumah orangtuanya di Bogor untuk sowan. “Biasanya hari pertama itu sama keluarga inti aja. Hari kedua dan ketiga baru ada halal bi halal dengan keluarga besar. Meski semua peristiwa di hari kemenangan ini kami lakukan rutin setiap tahun namun selalu terasa berkesan, terangnya istri Mohamad Santosa Boediharjo yang bekerja di bidang propert ini. Sementara Upik Rustiah mengaku, tidak mudik namun merayakan Idul Fiti di tanah kelahirannya Denpasar, Bali. Justru yang mudik anak-anak saya yang saat ini merantau ke luar Bali, kata Upik yang saat ini tercatat sebagai Manager Miracle Clinic Renon ini. Menjelang hari kemenangan ini ia justru berpikir dan merenung apakah amalan yang dilakukannya tahun ini sudah meningkat

diban­ding sebelumnya. Disamping tetap menjalankan tradisi menyambut lebaran dengan menyiapkan menu lebaran, baik untuk makan bersama maupun kue-kue ringan untuk para tamu. Yang pasti, kata Upik , ia wajib menyiapkan menu kesukaan anak-anaknya berupa rendang dan sambal daging balado. Sedangkan untuk makanan ringan ia menyediakan mulai dari nastar, kastengel ditambah cake tape

kesukaan anak-anaknya. Aktivitas sebelum lebaran, kata Upik, adalah menukarkan uang kecil untuk nantinya dibagikan kepada anak-anak usai sholat Ied di Lapangan Renon. Selain itu juga bersih bersih kamar kedua anaknya yang bakal datang. Bisa selalu berkumpul dengan mereka, membuat saya sangat bahagia. Kami bisa sholat Ied bareng,” ucap ibu dari Nurfani Rozalina dan Mutia Bunga Rozalina ini. Dikatakannya pada hari pertama Idul Fitri ia dan keluarga melaksanakan open house untuk menyambut kedatangan teman, sahabat serta semua kerabatnya.Situasi kebersamaan ini juga mengasyikkan, situasinya seperti reuni,” ujar Upik tersenyum - Sri Ardhini

S

alah satunya, Siti Zulaikah, pengusaha rental mobil yang memiliki 20 mobil kinyis-kinyis yang siap disewa pemudik yang berlokasi di jalan Jojoran. Siti, memulai usaha hanya bermodalkan Rp 500.000 untuk membuka toko yang men-

Asti dan keluarga

M U D I K Salam Senyum, …… aku pulang….tanpa dendam….. ku terima…… kekalahanku….. aku pulang … tanpa dendam… kusalutkan kemenanganmu….. Itu sebagian reffrain lagu yang dinyanyikan oleh grup band papan atas di Indonesia Sheila on Seven dengan judul “Berhenti Berharap.” Yaaaaa… Terlepas dari arti lagu tersebut, mudik semestinya penuh dengan cerita, penuh dengan angan-angan dan harapan, penuh dengan kerinduan dan penuh dengan kenangan tentunya. Dalam rubrik saya kali ini akan membahas Mudik sebagai istilah dalam service… seperti apa itu? Tagline seperti Back to Nature…, Back to Basic…, Kembali ke Selera Asal dan lain sebagainya seakan menjadi tagline yang sangat menyentuh. Hebatnya lagi sebagian besar masyarakat menerima tagline yang makna tersiratnya ini berisi ajakan. Walaupun mereka belum mampu melaksanakannya, tetapi minimal tidak menolaknya. Dalam minggu-minggu ini kita juga akan diramaikan oleh aktivitas yang bersifat ritual tahunan. Bahkan sebagian pakar menyebutnya aktivitas ini sebagai budaya, yaitu ritual “MUDIK”… mudik ini walaupun bersifat sementara (pulang kampung sebentar) tapi seakan-akan menjadi suatu keharusan bagi sebagian orang, karena ada nilai-nilai yang sangat menyentuh hati para pemudik. Mengamati dunia layanan sebenarnya kita sudah jauh meng-copy paste standar layanan yang berbasisyang bukan daerah kita, namun lebih banyak ke arah Eropa, Amerika atau negara–negara yang sudah dibilang maju di bidang tersebut. Hhhmmmm… tapi setelah lama berkembang, ternyata sama dengan judul tulisan saya

yaitu MUDIK,… standar layanan sekarang malah lebih mengarah kembali ke budaya setempat. Dalam layanan, esensi ‘MUDIK’ sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar dalam menerapkan standar layanan mereka…. Contoh saja beberapa hotel berbintang ataupun maskapai penerbangan nasional. Ketika mereka menyambut tamu, dengan sapaan /greeting sesuai standar, mereka lakukan dengan mencakupkan kedua tangan di dada. Orang yang belum familiar dengan hal tersebut akan membawa kesan tersendiri dan menjadikan kenangan dengan sapaan yang mereka anggap spesial dan unik. Naaaahhh… Adalagi contoh lain dalam layanan. Pernahkan ke suatu daerah yang melakukan layanan dengan bahasa daerah setempat? Sudah banyak sekarang perbankan atau perusahaan besar memakai bahasa setempat untuk melayani pelanggan agar lebih mudah diterima orang. Bahkan itu menjadi kekuatan tersendiri dalam layanan yang mereka berikan terhadap pelanggannya. Pelanggan akan merasa nyaman, merasa tidak ada jarak, bahkan merasa seperti di rumah sendiri. Hehehhe... Kalau contoh beikut ini sudah banyak juga yang menerapkan. Kalau kita lihat seragam dari front liner dari salah satu bank, kita contohkan Bank terbesar di Indonesia yang baru-baru ini terkenal dengan keberhasilan meluncurkan satelit, mereka menggunakan seragam pegawai yang diberi aksen (lis) batik. Waaah.. Tentunya dengan aksen tersebut akan kelihatan kembali ke selera asalnya , yaitu Indonesia. Karena batik merupakan hasil seni tradisional Indonesia. Mengamati seragam, ada salah satu bank lokal terbesar di Bali memakai kebaya dan kain yang dipadukan dengan model yang modern untuk seragam karyawannya. Jadi mereka menggambarkan bagaimana pakaian para wanita cantik nan anggun di tempo dulu. Benar benar back to nature ya... Selain contoh-contoh di atas juga dalam presmises (karena servis bukan hanya pada orangnya tapi juga

Kesuksesan tak hanya datang dari gelar kesar­j anaan. Tetapi seorang yang berpendidikan ren­ dah pun jangan berkecil hati. Yang penting, bagaima­ na berusaha agar sukses. Kiat seder­ hana meraih sukses ini nampaknya ba­ nyak didapati peng­ usaha yang berhasil. Tetapi, tidak memi­ liki gelar pendidikan yang tinggi.

pada presmisesnya) sudah banyak juga yang memakai aksen-aksen budaya lokal. Ada yang berupa lukisan, ada juga yang berupa aksesoris kerajinan tangan untuk menghias ruangannya, ada juga yang memperdengarkan musik atau alunan lagu daerah setempat dan banyak lagi yang lain. Ternyata dalam service, belum tentu apa yang cocok diterapkan dalam daerah tertentu menjadi cocok juga di daerah yang lain. Saat ini orang berlomba untuk menciptakan “ Culture Of Service”. Kenapa? Karena ternyata dalam melayani, mereka berusaha untuk menyentuh pelanggan secara emosional. Kenapa ? Karena pengalaman emosional tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial. Manusia itu adalah mahluk yang berbudaya dan tentu juga mahluk social. Jadi melayani dengan istilah “Mudik” adalah salah satu senjata yang dapat memberikan kedekatan dengan pelanggan dengan tujuan agar pelanggan merasa nyaman. Bagi yang belum pernah mencoba dan melaksanakan, kenapa tidak melakukannya dari sekarang?... seperti suasana menjelang Hari Lebaran, semua rindu dengan hal yang kembali ke asal mereka masing masing. Saya yakin, budaya lokal tidak kalah menarik dengan hal yang kita adopsi dari negeri seberang. Maka mari kita mencoba layanan MUDIK agar layanan kita dapat memberikan kesan dan menyatu dengan pelanggan yang selalu setia untuk datang kembali. Ingat… Kita tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua jika tidak menciptakan kesan pertama. Akhir dari tulisan ini, saya dan seluruh manajemen 3SP mengucapkan Selamat Merayakan Hari Lebaran dan bagi yang mudik, selamat menikmati libur panjang dan berkumpul dengan keluarga. Salam 3SP, Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

19

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Tekuni Usaha Rental Mobil hingga Warung Kopi jual sembako pada 2003 hingga 2007. Namun, melihat sukses te­ tangga di depan rumahnya membuka usaha rental mobil, Siti-pun mempunyai pikiran untuk ikut menyewakan mobil seperti te­ tangganya itu. Hingga akhirnya berniat mengumpulkan hasil omzet dari berjualan sembako untuk membeli satu mobil. Mobil tersebut kemudian dititipkan kepada tetangga depan yang

sudah mempunyai tempat rental sendiri. “Setelah menitipkan mobilnya ternyata cukup ramai disewa orang dan menghasilkan ratusan ribu per harinya,” kata Siti Zulaikah, mengenang awalnya merintis usaha mobil rental ini. Setelah melihat rental mobil terlihat ramai banyak penyewa wanita energik ini mempunyai pikiran untuk membeli mobil baru lagi dan dititipkan kembali

Kesuksesan tak hanya datang dari gelar kesar­ janaan. Tetapi seorang yang berpendidikan rendah pun jangan berkecil hati.

Pasukan Katak Jaga Bandara Juanda Komando Pasukan manan seperti ini, kami Katak (Kopaska) dari Koyakin dan berharap arus mando Armada RI Kamudik lebaran lewat Banwasan Timur (Koarmatim) dara Juanda aman dan dilibatkan dalam penganyaman,” ujar Sukirman manan Bandara Internadengan penuh harap. sional Juanda dalam menJika terjadi masalah ganggantisipasi aksi teroris saat guan arus mudik lebaran, arus mudik lebaran. pihaknya akan bertindak tegas sesuai prosedur “Pasukan Kopaska ini yang berlaku. memang sengaja kita libatkan dalam pengamanan Sukirman menjelasBandara untuk mengankan status pengamanan tisipasi berbagai kemungBandara Juanda selama an Letkol Laut (P) Sukirm kinan gangguan keamanan arus mudik lebaran ini termasuk aksi teroris,” ujar Letkol masuk kategori Siaga II atau Siaga Laut (P) Sukirman, Airport Security Kuning. Dalam status siaga II seperti Departement Head, pekan lalu. ini, personil pengamanan melakukan Sukirman mengatakan jumlah per- pengetatan pemeriksaan orang dan sonil untuk pengamanan bandara kali ini barang yang masuk Bandara Juanda. ditambah lebih banyak dari pengamanan Pasukan pengamanan juga menbiasanya sehari-hari. Hal ini dilakukan ingkatkan patroli di daerah tertentu agar arus mudik lebaran yang datang yang dinilai rawan selama 24 jam. dan pergi lewat bandara Juanda ini ber- Selain itu, memberi pengawasan jalan lancar dan aman serta nyaman. khusus kepada orang-orang yang “Jumlah personil pasukan penga- dicurigai berdasarkan rekam jejaknya manan yang dilibatkan pada lebaran kali selama ini. ini sebanyak 1.200 orang dan jumlah ini Lebih jauh, Sukirman menjelaskan tidak termasuk personil dari Kopaska,” peningkatan pengamanan di Bandara jelas Sukirman. Internasional Juanda ini sebenarnya Untuk memudahkan koordinasi sudah mulai dilakukan sejak terjadi pengamanan pihak Bandara telah bom di Perancis bulan lalu. mendirikan posko terpadu untuk Selain itu, menyusul penangkapan pengamanan arus mudik lebaran, sejumlah anggota teroris di Surabaya Jumat (24/6). Posko ini bekerja mulai pekan lalu dan bom yang terjadi di H-12 (24 Juni) hingga H+10 (17 Juli). Turki pekan ini. Yang bertugas di posko yang berop“Semua kejadian seperti itu, menerasi selama 24 jam ini adalah personil dorong kita untuk meningkatkan pengabungan dari bandara Juanda sendiri, gawasan dan pengamanan Bandara BMKG Juanda, TNI, Polri, SAR dan Juanda. Karena bukan tidak mungkin personil pengaman dari masing-masing hal seperti itu bisa saja terjadi di sini perusahaan penerbangan. jika kita tidak mengantisipasi secara “Dengan kekuatan personil penga- dini,” tegasnya. -Yosef Sintar

kepada pemilik rental mobil depan rumahnya. Alhasil omzet yang dicapai Siti Zulaikah, terbilang cukup banyak dan hasilnya setiap harinya berbeda jumlahnya. Kadang banyak terkadang sedikit. Setelah mengumpulkan omzet hasil semua usahanya, ia pun membeli rumah baru di kawasan Kebraon, letaknya di pinggir jalan yang dibilang cukup mewah ini. Ibu tiga anak yang kini berusia 48 tahun itu, sete­lah pindah rumah mening­galkan usaha berjualan sembakonya dan membuka usaha lainnya, warung kopi tepat di depan rumahnya itu. Ia juga membuka usaha tempat rental mobil sendiri di depan rumahnya sehingga ia tidak ikut orang lagi. -Gifta Mei Safira

Siti Zulaikah


18

Life

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Kerupuk dari anggur

Dodol berdasar buah anggur

Selamatkan Maskot Kabupaten Buleleng Sebagian besar masyarakat kecamatan Banjar kabupaten Buleleng menjadi seorang petani, utamanya petani anggur. Jenis anggur yang kebanya­kan ditanam di daerah ini adalah anggur Alphonso yang berwarna kehitaman. Paska panen di bulan Agustus hingga Desember, produksi buah anggur akan melimpah namun tidak diimbangi dengan proses pemasaran yang maksimal. Hal inilah yang menyebabkan anjloknya harga anggur di pasaran sehingga petani akan merugi. Ini disampaikan oleh salah seorang petani anggur Drs. Made Budiasa.

M

enyiasati merosotnya harga anggur ketika panen raya tiba, pria yang akrab disapa Budi itu menuturkan melakukan terobosan-terobosan dan terus berinovasi untuk mengangkat derajat buah anggur. Terobosan yang dibuat adalah dengan membuat berbagai jenis olahan anggur menjadi makanan dan minuman yang

akan menambah nilai jualnya. Anjloknya harga anggur di pasaran membuat kami membuat olahan anggur yang masih segar menjadi jus anggur, paparnya. Ia juga mengatakan jus anggur yang dibuat sudah memiliki label Bali Juice yang merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian kabupaten maupun provinsi. Tidak sampai di situ, Budi yang merupakan anggota kelompok

sa anggur, ungkapnya. Memang sedikit lebih ribet karena dalam proses penggunaan buah anggur, ia harus memisahkan antara kulit, daging, dan biji anggur. Dodol anggur buatannya pun memiliki kekhasan tersendiri, dengan tampilan yang dibentuk segitiga. Saat ini yang membuat dodol dari bahan dasar anggur memang sudah banyak, namun untuk tani Amerta Nadi mengetahui dodol setelah mendapat buatan kami, yaa dari pendampingan bentuknya yang sedan pelatihan dari gitiga, imbuhnya. beberapa perguKeberhasilan daruan tinggi terus lam pembuatan dodmelakukan inovasi. ol, membuat Budi Setelah Bali Juice kembali mencoba ini keluar, kami membuat produk olaberupaya kembali han yang berbahan membuat olahan dasar anggur. Namun anggur menjadi tidak seperti dodol, makanan, tambahdalam pembuatan nya. Salah satunya Drs. Made Budiasa kerupuk ia beberapa makanan yang berkali mengalami kegagalan produkbahan dasar anggur dikembangkan adalah dodol. Jika dilihat dari cara si. Beberapa kali memang sempat pengolahan, pembuatan dodol gagal tetapi kami yakin anggur ini anggur dan dodol pada umumnya bisa diolah menjadi kerupuk, ujar memang hampir sama hanya saja pria kelahiran 31 Desember 1950 berbeda pada bahan dasarnya. tersebut. Namun karena kegigiKami menggunakan anggur asli hannya dan keuletannya akhirnya yang sudah diblender bukan pera- sampai saat ini ia sudah mem-

produksi kerupuk anggur. Selain itu menambah nilai jual, pengolahan ini juga bertujuan untuk menyerap tenaga kerja dan menyelamatkan maskot kabupaten Buleleng. Selain dua produk olahan anggur yang diunggulkan tersebut, pihaknya juga pernah mengembangkan berbagai macam olahan lain seperti kopi biji anggur, dan teh kulit anggur yang dicampur dengan bahan-bahan herbal lainnya. Ia mengatakan mendapat ide untuk membuat olahan tersebut dari pengalamannya mengikuti semninar-seminar tingkat nasional. Contohnya biji anggur yang sangat dicari oleh warga luar negeri untuk kesehatan, mengapa kita kembangkan untuk kesehatan juga? jelasnya. Ia menilai produk olahan tersebut tidak kalah dari segi kualitas dan manfaat hanya saja kurang diminati di masyarakat. Beberapa kali sempat kami pamerkan namun tidak diterima di masyarakat, tandasnya. Budi juga mengatakan dalam pemasaran pihaknya belum bisa maksimal. Hal ini disebabkan karena produk yang dihasilkan memang dibuat dari bahan-bahan alami sehingga untuk pemasaran yang terlalu jauh dan memakan waktu lama dikhawatirkan akan merusak kualitas produk. Ia sangat berharap pemerintah terkait dapat memberi perhatian karena dalam pengolahan kelompok tani Amertha Nadi masih sangat terbatas baik dari biayan maupun dari segi promosi. Waktu lalu kami pernah mengikuti lomba, kami kan industri kecil jadi masih kalah saing kalau dengan pengusaha tingkat nasional, ujarnya. Dari tujuh produk yang dipamerkan tidak semua produk memiliki atau mendapatkan label sehingga dianggap belum memenuhi persyaratan. -Wiwin

Pilih Budidaya Pisang Cavendish Dibandingkan dengan negara yang memiliki empat sudah steril, beda dengan jenis pisang musim, Indonesia yang memiliki iklim tropis memang lain. Kalau yang terserang penyakit sangat mudah menanam pohon pisang sehingga harga itu ditanam maka akan menular ke buah pisang masih sangat terjangkau bagi masyarakat. pohon yang lain, papar pria yang lahir Meskipun hasil pisang yang melimpah ruah, akan 18 November 1951 tersebut. tetapi daerah-daerah tertentu belum mampu untuk Memilih pisang Cavendish sebagai salah memenuhi kebutuhan pisang masyarakatnya masingsatu komoditi primadona di desa Kalisada masing. bukan tanpa alasan, sebab jenis pisang yang Di tengah besarnya kebutuhan pisang masyarakat, satu ini memang sangat popular di Indonesia. Ketua pulau Bali harus mendatangkan pasokan pisang dari kelompok tani Lila Cita Karya ini juga mengatakan luar daerah. Hal tersebutlah yang membuat petani asal bahwa dalam penanam pisang Cavendish dan pisang Buleleng, I Ketut Wista mencoba membudidayakan lainnya dilakukan sama, hanya saja dalam pemubuah pisang. Kebutuhan pisang di Bali sangat banyak, pukan ia lebih memilih pupuk kandang. Sebelum kadang-kadang suplay pisang dari luar Bali makanya ditanam, dibuatkan lobang lalu dimasukkan pupuk I Ketut Wista saya tertarik, ungkapnya. Selain ketertarikannya untuk kandang,imbuhnya. Menurutnya, pisang Cavendish memenuhi kebutuhan pisang, ia juga mengaku mendapat informasi memang memiliki beberapa keunggulan dibanding pisang lain pada mengenai budidaya pisang dari seminar-seminar nasional yang umumnya. Salah satunya adalah pohonnya yang tumbuh tidak pernah diikuti. terlalu tinggi. Kalau pisang lain pohonnya tinggi-tinggi sehingga rentan sekali dengan penyakit rebah, tambahnya. Selain keungguPisang Cavendish adalah jenis pisang yang dipilih untuk dibulan tersebut, pisang Caven­dish memiliki ciri fisik buah yang lebih didayakan di daerah desa Kalisada kecamatan Seririt. Dilihat dari besar dengan pisang biasa, daging buah yang terasa manis dan namanya jelas pisang jenis ini bukan asli Indonesia, namun pisang ini lebih lembut, serta memiliki kulit luar yang mulus sehingga sangat dapat tumbuh subur di negara beriklim tropis asalkan dengan cara menarik untuk dikonsumsi. perkembangbiakan yang tepat. Pembibitan pisang Cavendish dilakukan dengan kultur jaringan yang bertujuan untuk menghindarkan Pria memiliki profesi lain menjadi penjahit tersebut mengatakan bibit dari berbagai macam penyakit. Jika dalam pembibitan sudah bahwa belum menemui masalah dalam hal pemasaran. Di Bali itu kan terserang penyakit, maka akan sangat berpengaruh terhadap perbanyak ada upacara keagamaan jadi kebutuhan pisangnya luar biasa tumbuhan pohon pisang dan buah yang dihasilkan. Dari pembibitan banyak, ungkapnya. Namun, sampai saat ini, Wista mengaku pe-

masar a n hanya dilakukan di pasar tradisional dengan harga 600 rupiah per biji. Kalau di supermarket harganya lebih mahal tetapi kami belum mampu memenuhi kebutuhan pasar modern, ucapnya. Sebagai tanaman yang baru pertama kali dikem- bangkan, Wista sangat berharap hama penyakit tidak menyerang sehingga produksi pisang dapat bertambah se­ hingga kebutuhan di pasar mo­dern dapat terpenuhi. -Wiwin

Story

Tubuhnya kurus kering. Nurjanah (bukan nama sebenarnya) terbaring lemah di kursi tamu rumahnya ditemani dua kerabatnya yang sehari-hari menemani dan mengurusnya. Meski ia tengah kurang sehat namun ia tetap berusaha tersenyum. Senyum yang mengembang di keriput kulit wajahnya yang telah menua. Usia Nurjanah sudah sangat sepuh, di atas 80-an tahun. Sepanjang usianya ia telah melewati kehidupan yang penuh dengan kehormatan-kehormatan juga sanjungan-sanjungan.

M

asa kecil ia habiskan bersama orangtua yang terpandang dan kaya raya. Masa mudanya ia habiskan dengan bekerja yang menumpuk banyak prestasi di berbagai bidang. Masa tuanya ia habiskan penghargaan-penghargaan atas karyanya. Maka tak heran, kehormatan dan sanjungan selalu menyertainya. Ia selalu berada di tempat yang istimewa. Tetapi lihatlah kini, semua berbalik demikian drastis. Di masa sepuhnya, ia menjalani hidup yang bisa dikatakan tragis. Entah apa yang telah terjadi pada diri Nurjanah. Menurut pengakuan banyak orang yang mengenalnya, semasa muda ia dikenal orang yang dermawan dan suka menolong. Ia bukan sosok yang sombong melainkan santun dan pandai bergaul. “Ibu (Nurjanah), orang yang sangat baik, suka menolong dan tidak sombong. Intinya sangat baik orangnya,” ungkap Siti, salah seorang kerabat yang sangat dekat dengannya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh kenalan lainnya. Lalu apa yang membuat kehidupan Nurjanah penuh dengan cobaan/ujian di masa sepuhnya? Siti lalu mengisahkan perjalanan hidup Nurjanah yang menderita karena anak angkatnya. “Itu semua karena anak angkat durhaka yang disayanginya itu,” kata Siti memperlihatkan wajah kesal. 45 tahun lalu, Nurjanah yang sejak menikah tidak memiliki anak itu, mengambil seorang bayi dari salah satu puskesmas di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Di hari itu, seorang perawat yang mengenalnya kebetulan sedang mengunjunginya, lalu bercerita tentang seorang ibu yang baru saja dibantunya melahirkan seorang bayi laki-laki. Perawat itu bercerita tentang kondisi bayi dan ibunya yang mengenaskan. Lahir prematur dan ibunya diusir dari kampung halamannya di Pulau Jawa. Ia lari ke Lombok dengan kondisi perut hamil tua. Sesungguhnya kehamilan itu sangat tidak diinginkannya, namun nasib membawanya pada hidup yang tragis. Ia dihamili oleh ayah kandungnya dan harus menerima nasib terusir dari kampung halaman bukan pula atas kehendaknya. Ia kemudian terdampar di puskesmas tersebut tengah malam sesaat setelah tiba di di Pelabuhan Lembar Lombok. “Kebetulan malam itu saya baru

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

7

Harta Benda Dihabisi Anak Angkat selesai membantu persalinan seorang ibu melahirkan bayi kembar,” ungkap perawat tersebut. Saat ingin pulang, perawat tersebut menemukan perempuan hamil di kursi teras puskesmas. Ia berpikir bahwa perempuan tersebut datang melahirkan. “Saat saya tanya apakah dia hendak melahirkan, ia diam saja tapi wajahnya sedih sekali,” kata perawat tersebut. Karena tidak melihat siapa pun yang mengantarnya dan tampak sebuah tas pakaian yang dibawanya, perawat ini langsung berpikir dan menduga bahwa perempuan muda itu adalah korban KDRT. Ia lalu mengajaknya bicara baikbaik dan memintanya untuk menceritakan apa yang tengah dialaminya. “Betapa kagetnya saya mendengar kisah perempuan muda yang tidak memiliki sanak keluarga di Lombok ini,” katanya. Hal inilah yang membuatnya iba pada perempuan tersebut dan menawarkan diri untuk membantu perempuan yang tengah hamil 7 bulan itu. Ia lalu membawa perempuan itu ke rumahnya dan merawatnya. Tampak dalam kesehariannya perempuan itu stress dan tertekan. “Saya sering menemukannya menangis sendiri di kamar. Saya menawarkan bantuan untuk mengantarnya pulang atau bantuan lainnya, ia hanya menggeleng,” katanya. Sampai akhirnya seminggu kemudian terjadi kontraksi hebat pada kehamilannya. “Dia kemudian melahirkan bayi prematur namun dengan kondisi yang sehat,” katanya. Lima hari kemudian, perempuan ini meminta izin pada sang perawat baik hati itu, untuk pamit pulang ke Pulau Jawa dan menitipkan anaknya. “Dia bilang pada saya minta tolong untuk mencarikan orangtua asuh bagi anaknya jika saya tidak mau mengasuhnya,” ungkapnya. Saya kasihan lihat bayi ini dan tidak tega pula melihat penderitaan ibunya. Karena itu ia tidak berusaha mencegahnya pulang jika itu yang membuatnya merasa baik. “Dia tidak menyusui bayinya sejak dilahirkan, namun saya melihat dimatanya ketika menatap bayinya, ia sesungguhnya sangat sedih,” ujar perawat. Seminggu kemudian setelah kepergian perempuan itulah perawat ini mampir berkunjung ke rumah Nurjanah dan menceritakan kisahnya. “Saat itu juga Bu Nurjanah meminta diri untuk merawat bayi tersebut,” katanya. Nurjanah merawat dan membesarkan bayi itu seperti anaknya sendiri. Ia sangat sayang padanya. Selain kasih sayang yang tumpah ruah, bayi itu

juga mendapatkan kehormatan dan sanjungan-sanjungan mengikuti kehormatan dan sanjungan yang banyak diterima

tkh/net

ibu angkatnya ini. Namun apa yang terjadi, si anak angkat ini rupanya tidak menjadi baik seiring dengan kebaikan-kebaikan yang diterimanya dari ibu angkatnya. Ia malah menjadi anak durhaka bahkan sejak usianya kecil sampai sekarang. “Harta benda ibu angkatnya habis olehnya. Belum lagi terlalu banyak masalah yang memalukan ibunya yang dihormati orang tersebut, akibat ulahnya. Ia terlibat narkoba dan pernah dipenjara. Belum lagi masalah-masalah lain yang selalu dibuatnya. Sayangnya, meski banyak masalah yang ditimbulkan oleh anak angkatnya yang membuatnya menderita seperti ini, Ibu (Nurjanah) tetap saja menyayanginya,” ungkap Siti. Cinta buta dan kasih sayang Nurjanah kepada anak angkatnya yang durhaka ini telah membawanya pada penderitaan seperti hari ini. Rumah, mobil, perhiasan dan

segala harta kekayaannya telah ludes dijual oleh anak angkatnya yang durhaka. Dalam kondisi sakit seperti inipun, sang anak angkat tidak pernah merawatnya. Hanya dua orang kerabatnya yang setia merawatnya. “Minggu lalu dia (anak angkat Nurjanah) datang hanya mengambil kunci mobil dan pergi. Rupanya mobil tersebut sudah dijualnya dan tidak sepeser pun uang hasil penjualan mobil itu diberikan untuk ibu angkatnya sekedar untuk biaya sakitnya. Sampai hari ini ia tidak pernah kelihatan lagi,” kata Siti. Di mata kerabatnya, Nurjanah terlalu menyayangi anak angkatnya itu dengan ‘mata buta’. Hal inilah yang kemudian membuat keluarganya ‘menjauhinya’ karena muak pada anak angkatnya dan juga tidak senang pada Nurjanah yang terlalu membelanya. Akhirnya, kini Nurjanah harus menjalani masa sepuhnya dalam kondisi tragis. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Vaksinasi untuk

Griya

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

17

Memperkuat

Kekebalan Tubuh Kasus vaksin palsu sedang merebak di ­Indonesia. Pemerintah melalui Departemen ­Kesehatan dan kepolisian sedang mengusut kasus ini. Kekhawatiran pun melanda orangtua yang anaknya sudah divaksin maupun akan divaksin. Apa sebenarnya manfaat vaksinasi?

B

agi orangtua yang memiliki anak batita, kartu menuju sehat (KMS) atau "paspor kesehatan" menjadi dokumen penting. Jadwal imunisasi atau vaksinasi tertera di dokumen ini. Kalaupun ada pergeseran jadwal, masih bisa ditoleransi. Dari penuturan ibu yang mengantar buah hatinya untuk imunisasi, hal yang paling dikhawatirkan adalah demam setelah imunisasi. Karena itu, ada anggapan vaksin yang mahal tidak membuat anak demam. “Waktu anak pertama vaksin DTP, saya diberitahu tentang kondisi anak akan demam setelah vaksin. Ternyata memang benar. Waktu anak kedua, ada teman yang menganjurkan saya memilih

vaksin yang lebih mahal yang tidak berefek demam. Ternyata setelah saya konsultasikan ke dokter, semua ada efeknya, hanya bedanya ada yang demam tinggi ada yang demam biasa,” ujar Bu Ayu. “Vaksinasi atau imunisasi itu berkaitan dengan kekebalan tubuh. Ada kekebalan alami dan ada kekebalan yang didapat. Kekebalan alami sudah ada dalam tubuh sejak lahir. Kekebalan ini sifatnya umum untuk semua penyakit. Kekebalan didapat berupa kekebalan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Sifatnya khusus untuk satu penyakit. Untuk kekebalan didapat ini harus ada paparan atau sakit sebelumnya,” jelas Prof. Dr. Hendra Santosa, Sp.A.(K), dokter spesialis anak di RSIA Puri Bunda Denpasar.

Pembentukan Karakter Bangsa melalui Keluarga D h a m a Wa n i t a Persatuan (DWP) Kementrian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan Program Parenting, berupa“Seminar Pembentukan Karakter Bangsa melalui Keluarga”, Senin (27/6) di Graha Sewaka Dharma, Denpasar. Acara dihadiri Wali Ny. Bintang Puspayoga bersama IB Rai D. Mantra Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan jajarannya, Penasihat DWP Kementerian Koperasi dan UKM Ny. Bintang Puspayoga, Penasihat DWP Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra serta Pengurus DWP Kota Denpasar dan anggota, Pengurus PKK dan anggota, IGTK Kota Denpasar, serta Organisasi Wanita yang ada di Kota Denpasar. Ketua Panitia sekaligus Ketua DWP Kementerian Koperasi dan UKM Vanda Taufiq mengatakan keluarga merupakan salah satu sentral pendidikan, dimana orang tua sangat berperan dalam pembentukan perilaku anak. Kegagalan pola asuh anak bisa disebabkan oleh orangtua yang belum paham bagaimana mendidik anak secara benar. Seminar ini menghadirkan dua narasumber, Ratna Megawangi Sofyan Djalil dengan materi “Mencetak Generasi Muda Abda 21 dan Pengasuhan Ramah Otak” serta Wahyu Farahdian dengan materi “Bahaya Video Game, Kekerasan, dan Pornografi”. Ny.Bintang Puspayoga, menyampaikan seminar parenting berbasis pendidikan karakter ini, merupakan program unggulan dari OASE Kabinet Kerja, yang dilaksanakan oleh DWP untuk membantu program pemerintah terkait revolusi mental. Karena itu diperlukan pula pendidikan karakter yang kuat untuk mendukung pembangunan bangsa, terutama memajukan SDM Indonesia. Kegiatan ini pelaksanaannya akan dilanjutkan pada 3–5 Agustus 2016 dengan target 1000 peserta di ISI Denpasar. –Sri Ardhini

Ia menambahkan vaksinasi bertujuan mencegah bayi atau anak agar tidak terkena penyakit yang menular dan berbahaya. Kalaupun terkena penyakit, kondisinya tidak parah. Mengenai vaksin mahal bisa membuat anak tidak demam, juga dijelaskannya. Vaksin khususnya DTP memang ada efeknya, minimal badan anak menjadi hangat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mewajibkan lima jenis vaksin bagi anak-anak Indonesia, yakni BCG (Bacille Calmette-Guérin), Hepatitis B, Polio, DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis), dan Campak. Vaksin BCG bermanfaat mencegah penyakit tuberkulosis atau TB yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Waktu pemberiannya sejak bayi lahir. Vaksin Hepatitis B bermanfaat melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Waktu pemberiannya dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 bulan, lalu saat 3 - 6 bulan. Vaksin Polio bermanfaat melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan. Waktu pemberiannya saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4,

Prof. Hendra dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Vaksin DTP bermanfaat mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama). Waktu pemberiannya pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan. Pada usia 12 tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah. Vaksin Campak bermanfaat melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus. Waktu pemberiannya pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun). Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan. Dokter anak konsultan alergi ini juga mengatakan tidak masalah jika anak terlambat diimunisasi. Selama belum terkena penyakit, tidak masalah. Tetapi, kalau bisa jadwalnya harus disesuaikan. “Bagi para orang-

tua, sesuaikan dengan kemampuan ekonomi. Kalau kemampuan terbatas, ikuti jadwal di Puskesmas. Ada program pemerintah untuk imunisasi gratis. Kalau orangtua mampu, silakan ke praktek swasta dan berikan imunisasi tambahan,” ujar dokter kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1939 ini. Prof. Hendra juga mengatakan kini vaksinasi bisa digabung. Hal ini karena kemampuan daya tangkap tubuh bisa mencapai 10 ribu antigen sedangkan vaksin ada yang hanya terdiri dari 200 antigen. Vaksin diambil dari kuman secara keseluruhan atau bagian tertentu yang efektif untuk memberi kekebalan. Ibu hamil diingatkan untuk memeriksakan diri dan bila perlu imunisasi untuk menghindari anak lahir cacat. Dari penelitian yang ada, ibu yang terkena rubella berpotensi membuat anak yang dilahirkan cacat, Ini menunjukkan vaksinasi ternyata tidak hanya untuk bayi dan anak-anak saja. Orang dewasa juga memerlukan vaksin untuk kekebalan tubuhnya. “Vaksinasi selain untuk kekebalan juga membantu daya ingat atau memori sel. Kalau dipacu dengan vaksin kedua yang sama, akan meningkatkan antibodi,” tegas Prof. Hendra. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit PEMBAGIAN YANG ADIL

Di negeri jauh, jauh sekali dari sini, ada seorang tuan tanah yang kaya. Ia terkenal bukan karena tanahnya yang luas, tetapi karena sifatnya yang pemurah dan suka kepada keadilan. Oleh karena itu, semua petani sangat rajin menggarap tanahMade Taro nya. Para penggarap bukan saja menyerahkan pembagian hasil penennya, tetapi juga memberikan oleh-oleh. Pada suatu hari seorang petani miskin membawa oleh-oleh seekor angsa. Tuan tanah itu sangat senang, lalu katanya, “Bagilah angsa itu dengan adil, untuk keluargaku, dan juga kamu!” Petani miskin itu berpikir. Bagaimana ia bisa membagi seekor angsa, pada hal semua anggota keluarga tuan tanah itu berjumlah enam orang. “Ayah, ibu, dua orang anak laki dan dua orang anak perempuan,” bisiknya sambil menghitung jari-jari tangannya. “Baiklah!” kata petani miskin itu tiba-tiba. Ia menyembelih angsa itu, lalu memotong-motongnya menjadi tujuh bagian. “Kepala angsa untuk ayah, karena ayah adalah kepala keluarga. Paruh angsa untuk ibu, karena segala ucapan ibu sangat berpengaruh terhadap keluarga, sepasang kaki angsa untuk dua orang anak laki, karena anak laki harus bekerja keras untuk keluarga,

sepasang sayap angsa untuk dua anak perempuan, karena anak perempuan harus rela terbang meninggalkan keluarga dan hidup di rumah suami. Dan saya?” katanya sambil memegang sisa pembagian. “Saya harus mengalah mendapatkan sisanya.” Tuan tanah sangat puas. Ia menilai pembagian itu sangat adil. Ia lalu memberi hadiah sekeping emas kepada petani yang adil itu. Nah, berita petani miskin mendapatkan hadiah sekeping emas itu, terdengar oleh seorang petani kaya. Maka keesokan harinya, petani kaya itu menghadap tuan tanah sambil membawa oleh-oleh lima ekor angsa. “Bagilah angsa itu secara adil, untuk keluargaku dan juga kamu!” kata tuan tanah. Petani kaya itu bingung. Ia menyerah, karena tidak mungkin membagi 5 ekor angsa menjadi 7 bagian yang sama. Tuan tanah lalu memanggil petani miskin yang dipercaya dapat melakukan pembagian secara adil. Petani miskin itu lalu memegang kelima ekor angsa itu, seraya berkata. “Ayah dan ibu supaya bertiga, maka harus mendapatkan seekor angsa. Dua anak laki supaya bertiga juga harus mendapatkan seekor angsa. Dua anak perempuan supaya bertiga juga harus mendapatkan seekor angsa. Dan saya, maaf, harus juga bertiga, maka saya mendapatkan dua ekor angsa.” Tuan tanah itu sangat puas. Ia tak henti-hentinya memuji kecerdasan petani miskin itu. Petani miskin itu pun pulang dengan senang hati sambil membawa dua ekor angsa dan sekeping emas lagi.

Konsep Unik Jadi Daya Tarik

Keberadaan rumah makan, khususnya di Denpasar saat ini berkembang amat pesat. Tak hanya dari segi kuantitas, namun dari segi pemilihan konsep pun kini diamati I Gusti Agung Bagus Arimbawa, S.T., M.T., sangat beragam. “Dulu, rumah makan tanpa penataan interior, kini resto maupun café justru menawarkan konsep unik sebagai daya tariknya,” ujar owner & principal Architect, Crea Bali Mandiri.

I

a memberi contoh di daerah Renon yang memang menjadi salah satu pusat kuliner di Denpasar. Dengan menjamurnya resto-resto, tampak masing-

masing resto berlomba-lomba menawarkan tema-tema tersendiri. Karena memang fasad (tampak depan) fisik bangunan menjadi daya tarik awal bagi pengunjung untuk selanjut-

Arimbawa

nya melangkah ke dalam. Sebut saja sebuah restoran khas makanan Sunda di Renon, menyuguhkan detail khas ornamen Sunda sebagai konsep penataan interiornya. Dari pemilihan kursi, meja, sampai pada pernak-pernik yang ditata di dalamnya. Ada juga rumah makan dengan menu western yang mengusung tema interior yang lebih modern. Seperti, pemilihan sofa dengan warna yang menarik dan permainan warna dinding yang terang. Ada yang lebih mengeksplor suasana alami dengan menonjolkan penataan eksteriornya. Ada juga yang

memilih tema vintage, bahkan memanfaatkan barang-barang/ mebel bekas. Arimbawa berpendapat, sekarang resto lebih mengkhusus pada salah satu menu andalan yang ditawarkan, seperti, steak house, coffee house, dll., walaupun di dalamnya juga menjual menu lain. Kecenderungannya adalah makin banyak resto yang meniru konsep resto yang telah ada dan sukses sebelumnya, dengan tema yang sama, bahkan dengan menu yang sama. Walaupun pada akhirnya nanti akan berlaku hukum alam, yang tidak kuat bertahan akan hilang dengan sendirinya. –Inten Indrawati


16

Edukasi

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Pupuk kompos yang dihasilkan

Permasalahan sampah memang tidak akan pernah terlepas dari masyarakat, baik sampah organik maupun sampah non-organik. Begitu banyaknya volume sampah yang ada baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah menimbulkan kepedulian banyak orang terhadap penanganan sampah. Banyak organisasi maupun forum yang mengklaim bahwa mereka adalah kumpulan orang-orang yang peduli terhadap sampah utamanya sampah nonorganik atau sampah yang tidak dapat diuraikan. Dibalik banyaknya orang yang peduli ter­hadap sampah plastik, tidak banyak yang menaruh perhatian ter­ hadap sampah organik.

Kreativitas Hasilkan Mesin Pencacah Sampah

D

i tengah berbagai masalah yang ditimbulkan oleh sampah, siswa-siswa SMK Negeri 3 Singaraja memberikan sumbangsih ide kreatifnya yang dituangkan dalam mesin pencacah

sampah. “Kami melihat dari lingkungan sekolah karena di sini banyak pepohonan jadi banyak sampah daundaun kering. Begitu juga di Buleleng ini minim sekali alat-alat yang dapat membantu dalam mendaur ulang sampah,” ungkap I Made Supadma,

I Made Supadma

pencipta sekaligus perancang dari mesin pencacah sampah. Begitu banyaknya sampah organik akan terasa sia-sia jika tidak dimanfaatkan untuk hal yang berguna. Tidak lanjut yang dilakukan setelah sampah yang terkumpul dicacah adalah menjadikannya sebuah pupuk organik atau kompos. “Hasil cacahan akan dicampur sebuah cairan lalu akan dikemas dalam plastik dan dijadikan kompos,” ungkapan pria yang akrab disapa Padma tersebut. Ia juga mengatakan, bahwa jadwal pembuatan pupuk kompos tersebut dilakukan oleh kelompok kerja siswa yang tergabung dalam jurusan teknik mesin di sekolah yang lebih dikenal dengan sebutan STEMSI itu. “Pengelolaan tersebut ada waktunya karena di sini ada kelompok kerja yang melibatkan siswa dan punya jadwal khususnya,”

imbuhnya. Pria yang menjabat sebagai guru honorer tersebut juga mengatakan bahwa pupuk kompos yang dihasilkan prospeknya sangat bagus. “Banyak warga sekolah yang meminati juga, mereka pakai di rumah,” ungkapnya. Namun, di waktu liburan seperti sekarang produksi tidak dapat dilakukan karena siswa pengelola juga tidak masuk sekolah. Mesin yang dirancang sejak tiga tahun lalu ini memang terus dilakukan inovasi. Sampai saat ini mesin pencacah sampah ini sudah dua kali dilakukan pembaruan. “Awalnya hasil cacahan sampah terlalu halus, sehingga jika dijadikan pupuk hasilnya tidak bagus,” ungkap pria kelahiran 21 Februari 1992 tersebut. Pembaruan kedua juga sempat dilakukan karena sedikitnya volume sampah yang dapat dimasukan dalam sekali pengoperasian. Sempat mengikuti pameran pendidikan, mesin pencacah sampah tersebut memang sangat diminati oleh kalangan masyarakat. Akan tetapi harganya yang masih terbilang sulit dijangkau menjadi kendala bagi masyarakat untuk membelinya. Padma juga sangat berharap dengan mesin pencacah sampah ini dapat mengelola sampah sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih terutama di lingkungan sekolah. Ia juga menambahkan sempat berpikir untuk membuat mesin pencacah sampah non-organik namun hingga saat ini belum berani memastikan dan merealisasikan.

Ketut Muliana, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Bidang Hubungan Idustri Masyarakat (Wakabid HIM) mengatakan sangat bangga dengan siswa-siswanya yang mampu menciptakan teknologi tepat guna di sekolah. “Pak Bupati mencanangkan peraturan bebas sampah, dengan adanya mesin ini kami merasa sangat terbantu sekali khususnya di sekolah dulu,” paparnya. Jika memungkinkan mesin pengolahan sampah tersebut akan diproduksi secara masal sehingga dapat digunakan secara home industry. Muliana mengatakan sangat berharap dapat meningkatkan produksi sampah yang dihasilkan dan dapat dijual kemasyarakat dengan harga yang dapat dijangkau. Terkait kerjasama dengan pemerintah baru sebatas pembinaan dan pengawasan. “Kami dapat pembinaan dari pemerintah terkait seperti pembinaan terkait dengan lomba wiyata mandala dan adiwiyata tingkat nasional. Kemarin juga sempat diberikan bantuan bak sampah dan tanaman langka, ini membuktikan bahwa kerjasama dengan pemerintah sangat bagus,” imbuhnya. Disinggung masalah pemasaran, Muliana belum dapat berharap banyak sebab dalam memproduksi sebuah mesin dibutuhkan biaya dari Rp 8 juta hingga 10 juta tergantung dengan kapasitas sampah yang dapat dimuat. “Jika diproduksi banyak itu kan butuh biaya yang besar dan tidak mungkin didapatkan dari sekolah, kalau ada bantuan dan jelas siapa pemesannya baru kami dapat produksi,” jelasnya. Selain itu mesin pencacah sampah tersebut masih perlu dilakukan modifiksi sehingga dihasilkan mesin yang memiliki kualitas yang lebih bagus lagi. -Wiwin

Penmaru IKIP PGRI Bali 2016

Tepat jadi Pilihan Pertama, Selalu Dibanjiri Peserta dari NTT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) IKIP PGRI Bali gelombang I dilaksanakan Kamis (30/6), diikuti 418 peserta. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK untuk menjadi guru, masih tinggi. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang masih mempercayai IKIP PGRI Bali untuk melanjutkan pendidikan tinggi putra-putrinya di kampus ini. Ia mengatakan, meski ada kecenderungan minat menjadi guru turun karena tak adanya pengangkatan guru beberapa tahun terakhir, namun ia bersyukur di IKIP PGRI Bali, jumlah peminatnya masih stabil dari tahun ke tahun. “Padahal realita di lapangan, gejala kekurangan guru sudah tampak jelas, karena kami langsung terjun ke lapangan. Pemerintah harus segera menanganinya. Jika ingin berkualitas, harus dimulai dari SDMnya, harus segera ada pengangkatan guru,” ujar Made Suarta yang selalu getol berkoarkoar akan krisis guru di Bali ini. Terkait kualitas, IKIP PGRI Bali benar-benar menjaganya. Hal itu sudah dimulai dari seleksi Penmaru yang harus mengikuti serangkaian tes, yakni tes tulis, tes wawancara, dan tes fisik (kebugaran) khusus bagi mereka yang memilih FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan). “Untuk menghasilkan output SDM

yang berkualitas, harus dimulai dari seleksi yang berkualitas pula. Termasuk, calon mahasiswa harus bebas narkoba dan bebas tato,” ucap Ketua Panitia Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. Dari 418 peserta ini, tiga besar prodi yang menjadi favorit adalah Penjaskes (FPOK) 97, Matematika 56 peserta, serta Bahasa Indonesia dan Daerah 55 peserta. Sisanya merata di Prodi BK, Seni Rupa, Sendratasik, Sejarah, Ekonomi, dan Biologi. Hal ini dikatakan Rektor Made Suarta tak terlepas dari dampak positif dari program ngayah IKIP PGRI Bali ke masyarakat. Di antaranya, Prembon inovatif IKIP PGRI Bali yang secara reguler dipercaya tampil dalam PKB. Senimannya melibatkan mahasiswa dan dosen, bahkan Rektor Made Suarta pun kerap turut tampil ngarja sebagai Mantri Manis. Ia mengatakan, lewat seni pertunjukan ini, eksistensi IKIP PGRI Bali kian melekat di hati masyarakat Bali. Demikian halnya dengan Prodi FPOK yang setiap tahunnya selalu ramai peminat. Ini tak terlepas dari prestasi-prestasi yang diraih para atlet IKIP PGRI Bali di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Karena itu, ia menegaskan IKIP PGRI Bali memang tepat menjadi pilihan pertama para calon mahasiswa karena keunggulankeunggulannya tersebut. Hal senada disampaikan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Ia

Dara

Megangsing merupakan permainan tradis­ ional yang saat ini keberadaannya mulai meng­ khawatirkan. Selama perkembangan zaman, permainan tradisonal tersebut kurang diminati oleh masyarakat, namun dibeberapa daerah per­ mainan ini masih bertahan. Salah satunya, di Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, yakni Desa Munduk (Kecamatan Banjar, Buleleng), Desa Gobleg (Keca­ matan Banjar, Buleleng), Desa Gesing (Kecamatan Banjar, Buleleng), dan Desa Uma Jero (Kecamatan Busungbiu, Buleleng). Di daerah ini, permainan megangsing justru dijadikan media untuk me­ nyama braya.

A

traksi Magangsing dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan kembali digelar untuk memeriahkan Twin Lake Festival (TLF) 2016 di tepi Danau Tamblingan, Banjar Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Jumat (24/6). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Nyoman Sutrisna, MM., Mengungkapkan melalui TLF pihaknya mencoba melestarikan kembali permainan tradisonal dan unik yang dimiliki oleh beberapa desa di Buleleng. Kami berusaha

bersyukur masyarakat masih tetap percaya dengan IKIP PGRI Bali. Apalagi dengan didengungkannya sekarang guru banyak pensiun, sehingga minat calon mahasiswa merata di semua prodi. Yang membanggakan lagi, tak hanya masyarakat Bali, calon mahasiswa dari Indonesia Timur (NTB, NTT) pun banyak banjir ke IKIP PGRI Bali. Tentu saja dikarenakan kualitas IKIP PGRI Bali yang sudah terbukti melahirkan SDM-SDM yang berkualitas. Bahkan kini12 orang asing pun sedang belajar Bahasa Indonesia dan dan budaya di kampus ini. “Ini kerjasama antara Sanggar Semandana dengan Kementerian

Luar Negeri. Dan sekarng sedang berjalan,” ucapnya. Untuk memasilitasi proses belajar-mengajar berkualitas tersebut, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka menyampaikan, IKIP PGRI Bali pun terus melengkapi sarana prasarana. Saat ini sedang dibangun gedung lantai 4 dengan 42 ruang perkuliahan. Jika ini rampung, IKIP PGRI Bali memiliki 72 ruang perkuliahan, sangat memadai dengan kuota 700-800 mahasiswa, dan dengan rasio dosen ideal. Semua Prodi di IKIP PGRI Bali sudah terakreditasi B, diperkuat dengan dosen-dosen minimal S-2, 17 Dokter, dan 8 kandidat guru besar.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, dan Ketua Panitia Pande Bawa berkesempatan menin­ jau secara langsung pelaksanaan seleksi Penmaru di kampus setempat. Hasil seleksi testing gelombang I ini akan diumumkan tanggal 9 Juli 2016. Pendaftaran Gelombang II dibuka mulai 30 juni-20 Agustus 2016. Testing 22 Agustus 2016 dan pengumuman hasil seleksi Gelombang II tanggal 27 Agustus 2016. Biaya Pendaftaran hanya Rp 250 ribu untuk 2 pilihan. Perkuliahan akan dimulai pada minggu pertama September 2016. –ten

9

Megangsing Untuk Menyama Braya

untuk mengumandangkan agar permainan unik seperti ini tetap dilakukan secara rutin dan dapat tetap dilestarikan, paparnya. Lomba Magangsing serangkaian Twin Lake Festival ini diikuti sekaa dari 6 desa bertetangga. Selain empat desa dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, juga ikut terlibat sekaa gangsing asal Desa Padawa (Kecamatan Banjar, Buleleng) dan Bengkel (Kecamatan Banjar, Buleleng). Lomba Magangsing menjadi salah satu atraksi paling menarik dalam Twin Lake Festival 2016 yang digelar Pemkab Buleleng. Lokasi lomba gangsing mengambil tempat di sekitar areal Danau Tamblingan. Permainan gangsing memiliki kunikan tersendiri hingga mampu lestari sampai saat ini. Gangsing yang diperlombakan pada umum­ nya mempunyai ukuran lingkaran 66 cm dan berat 1,6 kg. Cara penentuan pemenang pun dengan melihat gangsing yang palJln. Wijaya Kusuma ing lama bertahan untuk No.39 Denpasar berputar. Permainan Gangsing Tlp. 085 237 028570

yang biasanya dimainkan dua sekaa gangsing dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan maksimal dimainkan oleh 12 orang dalam satu sekaa. Namun, yang memukulkan gangsingnya ke arena hanya empat 4 orang saja. Sebelum lomba dimulai, setiap sekaa gangsing biasanya selalu mengadakan ritual wajib berupa matur piuning untuk kelancaran lomba. Setiap gangsing baru juga harus dipasupati (diupacari untuk mengisi energi), sebelum diterjunkan ke arena lomba. Ritual pasupati dimaksudkan untuk memberi keberuntungan kepada gangsing tersebut agar dapat berputar dan bertahan lama. -Wiwin Salon

Jln. Suli No. 151 Tlp. 0812 3636 0808

Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464

MITOS SEKS YANG MASIH BANYAK DIPERCAYA dr. Oka Negara, FIAS

Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, dan Ketua Panitia Pande Bawa meninjau secara langsung pelaksanaan seleksi Penmaru IKIP PGRI Bali, Kamis (30/6) di kampus setempat

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

“Dok, saya seorang ibu, sedang memiliki anak yang mulai remaja. Saya sekarang mulai khawatir dengan keadaan sekarang, katanya remaja sekarang sudah pada aktif melakukan hubungan seksual. Yang saya dengar, banyak sekali informasi salah yang mudah didapatkan remaja zaman sekarang. Saya sendiri sering bingung karena ada juga yang saya percaya. Dokter, saya minta tolong buat membahas mitos-mitos yang banyak dibicarakan orang saat ini apa saja, Dok? Terima kasih.” (Bu Dayu, 46 thn)

untuk menunjukan kasih sayang pada saat masih pacaran, terutama di usia yang masih sangat muda. Hubungan seks di usia muda sering kali disebabkan adanya dorongan seksual yang tidak terkontrol dan keinginan untuk mencoba-coba. Padahal, rasa sayang dengan pacar harusnya bisa ditunjukkan dengan cara lain, dengan memberikan perhatian untuk jaga kesehatan dan saling mengingatkan untuk tetap rajin belajar, misalnya. Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu kelihatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan, karena terjadi lubrikasi atau perlendiran yang cukup.

Betul sekali. Masyarakat, terutama juga kelompok remaja membicarakan tentang seks bukanlah sesuatu yang baru lagi. Tetapi sayangnya mereka sering terpapar mitos. Mitos adalah suatu ungkapan yang belum tentu benar, tetapi sudah dianggap atau diyakini benar oleh masyarakat. Kita mendapatkan mitos ini dari generasi sebelumnya secara turun menurun, baik itu secara langsung maupun lewat cerita, buku, dan lain-lain. Kita menerima pandangan atau pendapat yang turun temurun ini sebagai sesuatu yang diyakini sebagai kebenaran, termasuk dalam hal informasi kesehatan reproduksi dan seksual. Nah, berikut ini adalah sebagian mitos-mitos seksualitas yang banyak beredar, termasuk di sekitar remaja kita. Coba diperhatikan baik-baik:

Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi Faktanya tidak selalu demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks berkalikali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena elastis.

Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta Faktanya, berhubungan seks bukan cara

Keperawanan dapat ditebak dari cara berjalan dan bentuk pinggul Faktanya, keperawanan tidak bisa dilihat dari bentuk pinggul atau cara jalan. Keperawanan

bisa dipandang dari 2 sisi, yaitu dari sisi fisik (ini berkaitan dengan selaput dara) yang hanya bisa diketahui melalui hasil pemeriksaan dokter. Jadi hanya dari pemeriksaan khususlah yang memungkinkan diketahuinya selaput dara robek atau tidak serta kemungkinan penyebabnya. Kedua, dari sisi psikososial yang mengacu pada apakah seseorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seks atau belum. Perempuan yang berpayudara besar dorongan seksualnya besar Faktanya tidak seperti itu. Secara medis, tidak ada hubungan langsung antara ukuran payudara dengan dorongan seksual seseorang. Dorongan seksual itu ditentukan oleh kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual (melihat, mendengar, atau merasakan suatu rangsangan seksual). Masturbasi bisa menyebabkan lutut kopong Faktanya, masturbasi tidak menyebabkan lutut menjadi kopong. Sperma tidak diproduksi dan tidak disimpan di dalam lutut, melainkan di testis. Mungkin setelah masturbasi, biasanya timbul rasa lelah, karena masturbasi mengeluarkan banyak energi. Itulah yang membuat menjadi lemas, jadi bukan karena lututnya jadi kopong. Sering masturbasi bisa membuat mandul Faktanya, secara medis masturbasi tidak mengganggu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman (tidak sampai menimbulkan luka atau lecet). Risiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti perasaan bersalah, berdosa dan kadarnya berbeda-beda bagi setiap orang. Kemandulan justru biasanya akibat dari IMS (infeksi menular seksual) atau penyakit lainnya

seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik. Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin menggunakan sabun. Faktanya tidak ada sabun atau desinfektan apa pun yang dapat mencegah IMS. Justru pada perempuan, jika mencuci bagian dalam vagina terlalu sering akan mempertinggi risiko terkena keputihan karena sabun dapat mengurangi kadar keasaman permukaan vagina yang sebetulnya berfungsi untuk membunuh kuman-kuman normal yang ada. Itu adalah sebagian mitos seks yang populer. Pengaruh mitos-mitos tersebut masih sangat kuat, bahkan juga di antara para remaja yang justru lagi giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayainya sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan dari mitos-mitos tersebut. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya. Sekarang tergantung kepada diri remajanya masing-masing, karena mereka yang akan menjalaninya nanti. Apakah akan menelan mentah-mentah mitos tersebut ataukah akan mencermatinya lebih lanjut guna memastikan kebenarannya. Kalau kita masih terpengaruhi dengan mitos-mitos diatas, yang rugi ya diri kita sendiri. Dan bagi orang tua, orang dewasa, atau yang sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, silakanlah tetap yakin dengan kebenarannya, jangan goyah. Bahkan cobalah ikut serta untuk menginformasikan fakta-fakta ini ke remaja sehingga semakin banyak remaja yang mengerti dan makin bertanggung jawab dengan segala perilaku dan pilihannya.


10

Kreasi

“Perang” Pelestari Tradisi

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Menjaga tradisi adalah menjaga warisan budaya. Tidak mudah untuk menjaga tradisi tersebut. Diperlukan kesadaran dan ketekunan untuk terus melaksanakannya. Terlebih di zaman sosial media, kehadiran tradisi bisa dengan mudah tenggelam. Namun, tidak begitu dengan masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem. Tradisi Perang Pandan atau yang disebut juga makare-kare­ selalu dilaksanakan.

P

Tradisi perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem

eserta Perang Pandan kini tidak saja dari masyarakat asli, pengunjung yang berani dan berminat juga boleh mengikuti. Antusias peserta tersebut tentu didasari oleh keinginan ngayah dan menjaga

Mereka menghaturkan sesaji di pura-pura atau bale pemujaan. Setelah itu, masyarakat ngelawang mengitari desa sebanyak dua kali. Para daha atau pemudi Desa Tenganan juga turut mempersiapkan beberapa kudapan untuk tamu dari desa seberang.

tradisi yang masih eksis. Banyak peserta yang sudah mengikuti acara ini lebih dari sekali. Seperti Hare Yasuhananda (21) yang sudah berkali-kali mengikuti acara ini. “Modalnya hanya berani. Tidak saja itu, saya merasa terdorong untuk berpartisipasi. Walaupun saya bukan asli Tenganan, tetapi saya bersedia ngayah,” tuturnya. Bagi Hare, kesempatan ini sangat Ia nantikan. Selain unik dan menarik, Hare yakin bahwa teruna Bali dari mana pun asalnya berkewajiban untuk melestarikan tradisi. “Tidak asal main perang, di sini kita menghaturkan penghormatan kepada Dewa Indra,” tukasnya. Perang Pandan merupakan wujud penghormatan kepada Dewa Indra, dewa perang. Tradisi ini bisanya dilaksanakan pada bulan kelima, sesuai dengan kalender khusus Desa Tenganan. Acara digelar pada tanggal 24-25 Juni 2016. Diawali dengan membuat sesaji, sebelum perang pandan dimulai. Pagi hari masyarakat Tenganan sudah mempersiapkan persembahan.

Para teruna mempersiapkan diri seperti sembahyang di pura untuk memohon kelancaran acara. “Kami para daha, juga mempersiapkan diri. Seperti memakai kemben khas Tenganan. Ini merupakan cara kami untuk melestarikan warisan leluhur. Kami juga mempersiapkan sesajen dan kudapan untuk tamu undangan,” ujar Yuyun, ketua seka daha. Tidak perlu waktu lama untuk menyiapkan acara

ini. Karena ritual adat Perang Pandan sudah sering diadakan, mereka pun terbiasa dengan cekatan mempersiapkan kebutuhan acara. Ritual ini memang diperuntukan bagi teruna yang sudah siap secara batin maupun fisik. Bapak-bapak juga boleh ikut. Tidak ada batasan umur untuk acara ini. Seperti yang diungkapkan salah seorang pemuka adat Tenganan, Wayan Arsana. “Peserta tidak dibatasi usia, atau pun jumlah. Mereka yang ikut tentu harus matang secara fisik dan mental, serta niat berani untuk ngayah. Jika sudah terpenuhi, maka mereka boleh ikut,” ujar Wayan Arsana. Ia menambahkan, pandan berduri digunakan sebagai alat ganti senjata perang atau pedang. “Kami berusaha agar tradisi ini akan tetap ajeg, karena penghormatan dan bakti kepada Dewa Indra didasari keyakinan yang ikhlas. Mereka yang ikut ngayah juga yakin, bahwa darah yang keluar merupakan wujud persembahan pada dewa. Terbukti, peserta semakin banyak, bahkan mencapai 160-an,” ungkapnya. SATU LAWAN SATU Sabtu, 25 Juni 2016 hari kedua Perang Pandan digelar. Panggung yang menghadap ke bale pemujaan sudah tersedia lengkap dengan pandan duri

yang diikat. Pandan duri tersebut dijejerkan di sebelah panggung. Pengunjung mulai mencari tempat yang nyaman dan tepat untuk menyaksikan ritual adat tersebut. Beberapa daha dan teruna tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti acara ngelawang yaitu acara untuk mengawali Perang Pandan. Setelah sembahyang, mereka pun memulai acara ngelawang. Gamelan dan iring-iringan berjejer mengitari desa. Hal itu merupakan simbol kehidupan yang terus berputar.

hormat pada pengunjung. Acara dibuka dengan aksi teruna asli Tenganan. Mereka melawan satu sama lain. Mereka saling memukul dengan pandan duri dan melindungi diri menggunakan perisai anyaman. Satu lawan satu, saling memukul dengan seikat daun pandan dan menggeret tubuh lawan tandingannya. Begitu seterusnya secara bergilir. Dilanjutkan dengan teruna dari desa tetangga. Setelah itu, barulah diundang pengunjung yang ingin ngayah sebagai peserta Perang

Setelah dua kali mengitari desa, mereka pun bersiap membuka acara. Acara diawali dengan tabuh khas Tenganan. Lantunan tabuh tersebut pelan dan khusuk. Pengunjung yang hadir mulai berdesak-desakan mendekati panggung acara. Mereka telah siap dengan kamera untuk membidik setiap gerakan yang diperlihatkan oleh peserta. Sebelum pukul 14.00, para daha dengan riasan sederhana memadati bale pemujaan. Para peserta dari Desa Tenganan juga sudah bersiap di sekitar panggung. Mereka menggunakan udeng berwarna merah, hitam, dan putih. Sebelum mulai, semua peserta dari Desa Tenganan ke atas panggung dan memberi

Pandan. “Setelah ritual selesai, kita saling berpeluk dan berjabat tangan. Tidak ada dendam atau marah kepada lawan tanding. Ini semua hanya bentuk persembahan ikhlas. Kami juga makan bersama dan saling menggosokkan kunyit ke peserta lain agar luka cepat pulih,” ujar Hare. “Kami tentu berharap, tradisi seperti ini terus dilaksanakan. Siapa lagi yang akan menjaga tradisi ini kalau bukan kita? Banyaknya pengunjung yang datang dan peserta yang bertambah tentu menunjukkan bahwa tradisi Perang Pandan masih mendapat perhatian,” tegas Wayan Arsana. -Wulan Foto-foto: Wirya Adnyana

Style Bukan hanya wanita yang ingin memiliki style baru yang modis dan gaya. Jika pekan lalu sarung di garap untuk kepentingan fashion khusus para wanita.. maka kali ini sarung juga digarap selain untuk gaya sporty untuk para lelaki yang suka tampil beda dan trendi.

15

Sarung Gaya Sporty Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

K

ain sarung di Indonesia yang dipilih kali ini motifnya dominan bergaris atau Geometris dan gerimis yang sangat khas. Bahan ini, kemudian. diolah dan dipadukan dengan bahan lain menjadi busana tampilan baru untuk pria tampil up tu date dan kekinian. Selanjutnya Tokoh menampilkan be-

berapa gaya kontemporer karya murid -murid dari Lembaga Pembelajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo yang ditujukan kepada wanita dan laki-laki yang aktif. Koleksi busana siap pakai ini dapat dikenakan untuk kegiatan santai atau acara khusus dengan komunitas, teman dan sahabat yang sehati. –Sri Ardhini


14

Edisi 908/ 4 - 10 Juli 2016

Tidak terasa, hari kemenangan atau bia­sa disebut Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi. Alangkah indahnya bisa tampil cantik dan fresh di Hari Raya, meski baru usai menjalankan ibadah puasa.

T

ampil meanrik saat Idul Fitri tidak hanya dengan mengenakan pakaian yang baru, namun bisa dengan mix and match dari pakaian lebaran yang lama. Misalnya dengan mengganti menata model kerudungnya, atau bisa mengganti warna hijabnya dan melengkapinya dengan aksesori sewajarnya. Selain itu, menurut Tatik salah seorang MUA di Denpasar, untuk penampilan setelah sebulan berpuasa, biasanya para perempuan sudah mempersiapkan dengan baik sejak masih di bulan puasa. Misalnya semakin rajin mengonsumsi buah- buahan serta sayuran. Terlebih, para ahli kesehatan an kecantikan sepertinya sepakat kalau buah-buahan dan sayuran segar sangat penting bagi kesehatan tubuh juga kesegaran kulit. Begitu jugac ukup mengonsumsi air. Sebab, selama puasa tubuh juga mesti memperoleh cairan yang cukup, sehingga terhindar dari dehidrasi, serta kulit pun tetap lembap dan segar. Apalagi air putih kita kenal memiliki manfaat yang luar biasa terutama untuk kesehatan dan juga kecantikan kulit. Umumnya, lanjut Tatik, saat puasa seseorang bisa mengonsumsi air putih sesudah solat tarawih dan sebelum tidur serta pada saat sahur. Selanjutnya untuk menunjang penampilan bisa juga dibantu dengan tata rias atau make up yang kita guna-

Tampil Segar di Hari yang Fitri

Tatik

kan. Namun, tetap lebih baik hindari menggunakan make up yang terlalu menor. Hal itu dirasakan kurang pas , karena pada dasarnya esensi Lebaran itu adalah hari kemenangan dengan saling bersilaturahmi dan ber­ibadah solat Idul Fitri. Jadi cukuplah gunakan polesan make up yang tipis atau soft dengan warna-warna pastel. Bisa dilengkapi dengan menyemprotkan wangi-wangian atau parfum untuk membuat kesan lebih fresh.

Untuk membuat wajah ter­lihat cantik bersih dan segar pada saat Idul Fitri, kata Tatik bisa juga dengan bantuan aplikasi make-up yang simpel, tapi tepat dan cepat. Ta t i k m e n g a t a k a n b a h w a memoleskan primer perlu sebelum memulai berdandan. Aplikasikan face primer di seluruh wajah. Primer bermanfaat untuk mengecilkan pori-pori, sehingga membuat tampilan kulit lebih halus. Primer juga menjadikan foundation menempel lebih sempurna. Mengenai foundation disaran­kan menggunkan jenis cair demi hasil make-up yang simple. Liquid foundation juga lebih cepat menyerap di kulit, sehingga wajah tampak lebih glowy. Untuk memulaskannya gunakan brush khusus agar warnanya jadi merata. Selanjutnya gunakan bedak tabur, agar hasil make up tidak terlihat tebal dan keputihan. Jika suka kita dapat meng­goreskan eyeliner tipis-tipis di garis mata atas serta sedikit di bagian bawah. Untuk eyes­hadow, cukup dengan membaurkan warna-warna pastel seperti pink atau coklat muda di kelopak mata. Jika ingin mengenakan bulu mata, gunakanlah bulu mata palsu yang tipis dan tidak terlalu panjang untuk membuat kesan berbinar. Jika tidak, cukup lentikkan bulu mata dan olesi dengan maskara.

Selanjutnya, urusan mem­bingkai alis. Bingkailah alis sesuai de­n gan bentuk wajah, dengan pensil alis warna coklat dan gunakan sikat alis untuk merapikan agar kesannya lebih

natural. Sedangkan untuk lipstick, bisa dipilih warna pink, atau coklat yang memunculkan kesan riasan lebih alami. Pulasan terakhir adalah sentuhan blush on, yang disesuaiakn dengan warna lipstik demi kesan lebih segar. Namun, menurut Tatik dari semua hal diatas yang lebih pen­ting adalah tetap menampilkan kecantikan dari dalam. Salah satunya adalah senyum yang selalu mengembang . Senyuman, bukan hanya mampu semakin mempercantik tampilan, namun di hari kemenangan ini, senyuman menjadi salah satu simbol kemenangan yang terpancar dengan penuh ketulusan. – Sri Ardhini

Cantik Wajahmu Secantik

Hari Nan Fitri

Lebaran tiba sebentar lagi. Saatnya bersilaturahmi dengan keluarga besar dan sahabat. Siapkah Anda menampilkan wajah cantik dan kulit yang cerah, halus, sehat bercahaya di momen spesial ini? Miracle Aesthetic Clinic selalu memahami kebutuhan Anda. Kini Miracle kembali memperkenalkan berbagai perawatan yang wajib Anda coba menjelang Hari Nan Fitri ini, dan bersiaplah menjadi pusat perhatian!

Miracle Ageless Brightening Facial Manjakan kulit Anda dengan perawatan nyaman dan hasil maksimal! Miracle Ageless Brightening Facial adalah signature facial terbaru Miracle untuk mengatasi problem penuaan dan hiperpigmentasi pada kulit wajah. Mengandung antioksidan yang sangat tinggi, serta dilengkapi dengan teknologi ultrasound, radio frequency (RF) dan peeling untuk hasil optimal. Selain meremajakan dan mencerahkan kulit, perawatan ini juga mengatasi kulit kusam, kerutan halus dan keriput, serta elastisitas kulit yang menurun. Miracle Ageless Brightening Facial dilengkapi dengan dua macam masker. Uniknya, aplikasi masker pencerahan kulit ini dilengkapi dengan teknologi RF sehingga mampu meningkatkan produksi kolagen dalam kulit. Sedangkan aplikasi lifting mask dilakukan untuk mengoptimalkan efek pengencangan wajah. Miracle IPBL Acne Wajah berjerawat saat Lebaran? It’s a big no-no! Miracle Intense Pulsed Blue Light (IPBL)Acne adalah solusinya. Kombinasi teknologi sinar blue light dan gelombang radio frequency (RF) dalam perawatan ini berman-

Jelita

faat mengatasi jerawat aktif, mengontrol produksi minyak pada kulit, menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat serta meredakan peradangan pada jerawat dengan cepat. Miracle IPBL Acne dapat dikombinasikan dengan penggunaan krim, perawatan chemical peeling, Miracle Diamond Peel Plus maupun perawatan lainnya. Miracle Vital Treatment Series Buatlah mereka kagum hingga tidak mengingat usia Anda! Miracle Vital Treatment Series adalah seri perawatan lengkap untuk peremajaan, pengencangan, dan mengatasi problem hiperpigmentasi, dengan memaksimalkan penyerapan bahan aktif (serum khusus) ke dalam lapisan kulit tertentu. Terdiri atas Miracle Vital Renewal, Miracle Vital SkinLifting dan Miracle Vital White-In. Untuk memasukkan serum yang dirancang secara spesifik dengan teknologi terbaru Eropa, adalah dengan menggunakan alat injector khusus. Perawatan ini sudah terbukti memberikan hasil yang maksimal, efektif, dan aman. Miracle Vital Renewal berperan dalam menstimulasi regenerasi sel baru dan bermanfaat sebagai antioksidan penghambat radikal bebas yang menyebabkan penuaan kulit. Kemudian, Miracle Vital Skin Lifting berfungsi untuk mengencangkan dan mengatasi kulit kendur pada wajah, leher dan dada. Sedangkan Miracle Vital White-In dapat menghambat enzim penyebab timbulnya pigmentasi (flek pada wajah dan mengatasi warna kulit tidak merata. Segera kunjungi Miracle Aesthetic Clinic terdekat. Penuhi kebutuhan kulit Anda untuk tampil sempurna di Hari Raya Idul Fitri, dengan perawatan Miracle Ageless Brightening Facial, Miracle IPBL Acne dan Miracle Vital Treatment Series. Nikmati juga perawatan lain seperti facial, botox, filler, peeling, threadlift, laser & light, RF, ultherapy, hair removal, dan lainnya serta berbagai produk cream tepercaya. Let’s experience the Miracle touch!

Bugar

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

11

Jangan Terlalu Sering Bersihkan Telinga

Di Bali kita mengenal istilah penyakit curek yang biasa diderita anak-anak. Apakah berbahaya? Dalam Bahasa Bali curek sering diartikan sebagai adanya cairan kental berwarna kuning (nanah) baik yang berbau maupun tidak berbau. Curek disebut sebagai congek atau opokan. Sedang­kan dalam istilah kedokterannya, curek ini lazim dise­ but sebagai otitis media supuratif kronis ( OMSK).

M

enurut dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H., peradangan kronis pada telinga bagian tengah yang ditandai dengan berlubangnya gendang telinga dan disertai dengan keluarnya cairan dalam kurun waktu lebih dari dua bulan baik secara terus menerus maupun hilang timbul. “Proses peradangan ini, dapat mengenai telinga tengah mulai dari lapisan mukosa, submukosa hingga mengenai tulang-tulang pendengaran,” ujarnya. Menurutnya, OMSK ini sangat sering terjadi. Hal ini ditunjukkan dari angka kejadiannya di masyarakat yang cukup tinggi. Survey epidemiologi pada tahun 1994-1996 menyebutkan bahwa di Indonesia, OMSK terjadi pada 3,8% penduduknya. Sedangkan pada sumber lainnya menyebutkan, OMSK ini terjadi pada 2% penduduknya. Jika saja ada 1 juta penduduk, maka OMSK dapat terjadi pada 20 ribu penduduk. “OMSK dapat menyerang siapa saja baik anak-anak maupun dewasa. Meskipun dapat menyerang semua kelompok usia, namun angka kejadian OMSK pada beberapa penelitian menyebutkan, kelompok anak-anak lebih sering terjadi,” kata dokter RS Indera ini. Penyebab OMSK, adanya infeksi bakteri dan/atau virus, adanya gangguan fungsi pada tuba, adanya alergi, kekebalan tubuh yang menurun, faktor lingkungan yang buruk serta sosial ekonomi rendah. Disamping itu, berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya OMSK, infeksi telinga tengah akut yang terlambat mendapat pengobatan. Penyebab lain, radang saluran pernapasan atas yang berulang, daya tahan tubuh yang menurun akibat malnutrisi, anemia, dan gangguan sistem imun tubuh. OMSK dapat disebabkan oleh beberapa kuman. Selain itu, beberapa penyakit THT seperti pilek lama, sinusitis kronik, dan radang pada amandel kronik yang tidak diobati dengan baik dapat menjadi sumber infeksi terjadinya OMSK. Ia menyatakan, curek dapat sangat berbahaya. “Jika infeksi ini dibiarkan tanpa penanganan yang cepat dan tepat, maka curek akan menjadi penyakit yang susah disembuhkan serta berkomplikasi ke organ-organ di sekitar telinga. Komplikasi ini dapat ringan hingga mengakibatkan kematian,” papar Pengurus IDI Denpasar ini. Ia menyarankan, jangan menunggu hingga curek ini mengarah ke tipe yang berbahaya baru berobat. Penanganan yang cepat dan tepat terhadap kelainan ini akan mengurangi terjadinya risiko komplikasi. Biasanya dokter memberi obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dapat dipakai sebagai lini pertama pengobatan dan diberikan sebagai obat tunggal. Keuntungannya, adalah memberikan dosis kuat, tetapi penggunaannya dapat meracuni telinga bila masuk ke telinga bagian dalam. Oleh karena itu, pemakaian tetes telinga ini tidak dianjurkan lebih dari dua minggu. Obat tetes teli­

Kita wajib membersihkan teli­ nga. Namun, jika terlalu sering akan berdampak tidak baik kepada telinga kita.

nga jenis ofloxacin terbukti aman, tidak toksik terhadap labirin, efektif sebagai obat tunggal, karenanya direkomendasikan sebagai obat lini pertama untuk dewasa dan anak-anak. Apabila setelah pengobatan selama tiga bulan otore menetap, maka idealnya dilakukan operasi.

lGunakan cotton bud dengan kualitas yang baik dan dalam keadaan kering, karena jika cotton bud-nya basah/kualitasnya tidak baik tidak jarang kapasnya tertinggal di liang telinga. l Jangan menggunakan bahan-bahan lain seperti bulu ayam, sapu lidi atau bahan-bahan tidak bersih lainnya. Ini dapat mengakibatkan infeksi pada liang telinga. l Sebaiknya tidak mengorek liang telinga berulang-ulang dengan satu cotton bud. Cukup satu kali putaran lalu dibuang.

Bersihkan Telinga Kita wajib membersihkan telinga. Namun, jika terlalu sering akan berdampak tidak baik kepada telinga kita. Telinga secara dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H. alami mengeluarkan minyak yang berguna untuk melumasi liang telinga dan mencegah debu atau kotoran yang masuk ke dalam telinga. Oleh karena itu, jika kita terlalu bersih dan terlalu rutin membersihkan liang telinga akan berdampak kepada menurunnya fungsi pertahanan liang telinga terhadap kuman/kotoran. Ini dapat berakibat terjadinya infeksi pada telinga bagian luar (liang telinga). Selain itu juga, membersihkan telinga terlampau sering juga dapat mendorong kotoran telinga/tilu kuping lebih ke dalam sehingga kotoran telinga itu susah dikeluarkan.

Tips mencegah curek: lJangan abaikan keluhan batuk dan pilek. Batuk dan pilek dapat mengakibatkan infeksi telinga tengah melalui cara yang telah disebutkan di atas. Jadi, segeralah obati batuk pilek anda ke dokter terdekat. –Wirati Astiti

Beberapa tips membersihkan telinga: lLakukan paling sering 3 kali seminggu dan jangan melakukannya terlalu lama untuk setiap kali membersihkan.

tkh/net


Kuliner

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

12

Masakan Nusantara

Masakan Nusantara disajikan dalam acara gathering Indonesian Chef Association (ICA) Bali, pekan lalu di Peninsula Beach Resort, Nusa Dua. Dengan satu bumbu khas tradisKetua ICA Bali Chef Komang Adi Arsana ional Bali yang sudah terkenal, basa genep, kreasi lelaki asal menyerahkan penghargaan kepada tuan rumah Bandung, Jawa Barat, Jajang Sudrajat atau chef Jody, tercipta gathering yang diterima Chef Jody dan GM Peninsula aneka makanan spesial sajian Nusantara. Beach Resort

Sate Meranggi Bahan: 500 gr : daging sapi dipotong dadu 3 sdm : kecap manis Tusuk sate

Cara membuat: - Bawang merah, bawang putih, ketumbar, dicampur jadi satu. Tambahkan kecap manis, balurkan di daging sapi, biarkan semalam. - Esoknya bakar sate sesuai keinginan. –Wirati Astiti

Bumbu sate: 12 siung : bawang merah 8 siung : bawang putih 2 sdm : ketumbar

Cara membuat: - Daging ayam direbus dengan bumbu basa genep sampai ½ matang. Kemudian angkat ayam dan panggang. - Tumis basa genap, masukkan ayam panggang, tuangi santan. Masak dengan api kecil sampai ayam empuk dan kuah menyusut. Sajikan.

Aneka Mie & Spaghetti

ati Nikm Hanya di...

Cara membuat: - Daun singkong direbus sampai matang, peras, dan sisihkan. - Tumis basa genep, masukkan daun singkong, beri teri medan, kepiting, cabai rawit. Masukkan santan dan aduk rata.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah

DISKON 10%

Bahan: Lutut babi Basa genep

Bahan: 250 gr 125 gr 45 gr 65 gr 40 gr 20 gr 100 gr 50 gr

Pure Coffe Float

: : : : : : : :

bawang merah bawang putih lengkuas jahe kunyit kencur cabai merah besar cabai rawit

Balinese Spaghetti

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

10 gr : ½ sdm : 50 gr : 2 lembar : 2 batang : 2 lembar :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah

DISKON 10%

Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas. kemiri merica terasi daun salam sereh daun jeruk

Cara membuat: Semua bumbu dihaluskan, siap digunakan.

–Wirati Astiti

Cara membuat: - Singkong diparut, beri tambahan garam, kelapa parut, nangka, gula merah. Aduk rata. - Siapkan daun pisang, masukkan adonan singkong tadi ke dalam daun pisang. Kemudian dibungkus, lalu ujung-ujung daun pisang disemat dengan biting. Setelah itu kukus. - Setelah matang, timus dibuka dan dipotong-potong. Sajikan timus dengan kelapa parut.

Rawon Ganas Sarwan

Murah Meriah & Bersih

Pancake Ice Cream

Berlaku s.d. 1 - 9 Juli 2016 Es Tropical

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

Sarwan

Timus

Bahan: 400 gr : singkong dicuci bersih Garam secukupnya Kelapa yang masih muda diparut kasar Nangka dipotong-potong kecil Gula merah disisir halus Daun pisang secukupnya

Cafe Mie Santai

Berlaku mulai 1 s.d. 31 Juli 2016

Basa Genep

- Setelah dingin gulingkan di atas kelapa parut. Siap sajikan.

Cara membuat: - Campurkan tepung ketan dan tepung beras dalam satu wadah, aduk rata. - Tuang air daun suji sedikit demi sedikit sambil diuleni agar adonan menjadi kalis. - Bentuk adonan bulat kecil beri irisan gula merah secukupnya di dalamnya.

Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.

Cara membuat: - Balurkan basa genep ke seluruh lutut babi. Kemudian masukkan ke plastik vacuum. Rebus ke dalam air mendidih dengan suhu 59°C. - Setelah matang, angkat dan potong-potong. Sajikan. - Cara memasak ini adalah sistem masak ala Perancis yang namanya, sousvide.

- Rebus klepon dalam air mendidih sampai mengambang. Angkat.

Ciri Khas Taiwan

Sousvide Babi

13

Jajanan pasar merupakan kue rakyat yang harganya ekonomis. Di Indonesia banyak sekali jenis jajanan pasar, di antaranya timus dan klepon. Jajanan pasar juga mulai dilirik dan disajikan di hotel berbintang dengan penampilan yang spesial. Bagi yang tertarik membuat, berikut resepnya.

Bahan: 450 gr : tepung ketan 50 gr : tepung beras ½ sdt : garam Gula merah secukupnya Air daun suji secukupnya dan daun pandan secukupnya Kelapa parut untuk taburan

Bahan: 1 ekor : ayam 100 gr : am basa genep 3 sdm : minyak Santan secukupnya

Sayur Buntil

Jajanan Pasar Klepon

Ayam Panggang Kalasan

Bahan: Base Genep 250 gr : Daun singkong Ikan Teri Cabai rawit sesuai selera Daging kepiting Santan

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Bahan: 1 kg : iga sapi, potong menurut selera 2 lembar : daun jeruk purut 2 batang : serai memarkan 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 sdm : air asam jawa 1 butir : kaldu blok rasa sapi Gula, garam, minyak secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 3 buah : cabe besar merah 9 buah : cabe rawit 4 butir : kemiri sangria 1 sdm : ketumbar 2 ruas : jari kunyit bakar 2 ruas : jari jahe

Es Serut Mentimun

Bahan: 1 buah : mentimun muda 5 lembar : daun mint 1 buah : jeruk lemon 100 ml : sirup putih Air, es batu secukupnya

Cara Membuat: - Parut mentimun, peras air jeruk lemon, lalu campur semua bahan jadi satu dalam wadah, siap disajikan. Cara Membuat: - Rebus iga sampai mendidih selama 15 menit lalu tiriskan. Tumis bumbu halus, daun jeruk, serai dan lengkuas hingga harum, lalu masukkan rebusan iga, bolak-balik hingga harum

lalu masukkan air dan bahan bahan lainya. Rebus sampai iga empuk dan bumbu meresap serta air kuah berkurang kira-kira tersisa 800 ml, angkat. Siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng.


Kuliner

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

12

Masakan Nusantara

Masakan Nusantara disajikan dalam acara gathering Indonesian Chef Association (ICA) Bali, pekan lalu di Peninsula Beach Resort, Nusa Dua. Dengan satu bumbu khas tradisKetua ICA Bali Chef Komang Adi Arsana ional Bali yang sudah terkenal, basa genep, kreasi lelaki asal menyerahkan penghargaan kepada tuan rumah Bandung, Jawa Barat, Jajang Sudrajat atau chef Jody, tercipta gathering yang diterima Chef Jody dan GM Peninsula aneka makanan spesial sajian Nusantara. Beach Resort

Sate Meranggi Bahan: 500 gr : daging sapi dipotong dadu 3 sdm : kecap manis Tusuk sate

Cara membuat: - Bawang merah, bawang putih, ketumbar, dicampur jadi satu. Tambahkan kecap manis, balurkan di daging sapi, biarkan semalam. - Esoknya bakar sate sesuai keinginan. –Wirati Astiti

Bumbu sate: 12 siung : bawang merah 8 siung : bawang putih 2 sdm : ketumbar

Cara membuat: - Daging ayam direbus dengan bumbu basa genep sampai ½ matang. Kemudian angkat ayam dan panggang. - Tumis basa genap, masukkan ayam panggang, tuangi santan. Masak dengan api kecil sampai ayam empuk dan kuah menyusut. Sajikan.

Aneka Mie & Spaghetti

ati Nikm Hanya di...

Cara membuat: - Daun singkong direbus sampai matang, peras, dan sisihkan. - Tumis basa genep, masukkan daun singkong, beri teri medan, kepiting, cabai rawit. Masukkan santan dan aduk rata.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah

DISKON 10%

Bahan: Lutut babi Basa genep

Bahan: 250 gr 125 gr 45 gr 65 gr 40 gr 20 gr 100 gr 50 gr

Pure Coffe Float

: : : : : : : :

bawang merah bawang putih lengkuas jahe kunyit kencur cabai merah besar cabai rawit

Balinese Spaghetti

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

10 gr : ½ sdm : 50 gr : 2 lembar : 2 batang : 2 lembar :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah

DISKON 10%

Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas. kemiri merica terasi daun salam sereh daun jeruk

Cara membuat: Semua bumbu dihaluskan, siap digunakan.

–Wirati Astiti

Cara membuat: - Singkong diparut, beri tambahan garam, kelapa parut, nangka, gula merah. Aduk rata. - Siapkan daun pisang, masukkan adonan singkong tadi ke dalam daun pisang. Kemudian dibungkus, lalu ujung-ujung daun pisang disemat dengan biting. Setelah itu kukus. - Setelah matang, timus dibuka dan dipotong-potong. Sajikan timus dengan kelapa parut.

Rawon Ganas Sarwan

Murah Meriah & Bersih

Pancake Ice Cream

Berlaku s.d. 1 - 9 Juli 2016 Es Tropical

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

Sarwan

Timus

Bahan: 400 gr : singkong dicuci bersih Garam secukupnya Kelapa yang masih muda diparut kasar Nangka dipotong-potong kecil Gula merah disisir halus Daun pisang secukupnya

Cafe Mie Santai

Berlaku mulai 1 s.d. 31 Juli 2016

Basa Genep

- Setelah dingin gulingkan di atas kelapa parut. Siap sajikan.

Cara membuat: - Campurkan tepung ketan dan tepung beras dalam satu wadah, aduk rata. - Tuang air daun suji sedikit demi sedikit sambil diuleni agar adonan menjadi kalis. - Bentuk adonan bulat kecil beri irisan gula merah secukupnya di dalamnya.

Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.

Cara membuat: - Balurkan basa genep ke seluruh lutut babi. Kemudian masukkan ke plastik vacuum. Rebus ke dalam air mendidih dengan suhu 59°C. - Setelah matang, angkat dan potong-potong. Sajikan. - Cara memasak ini adalah sistem masak ala Perancis yang namanya, sousvide.

- Rebus klepon dalam air mendidih sampai mengambang. Angkat.

Ciri Khas Taiwan

Sousvide Babi

13

Jajanan pasar merupakan kue rakyat yang harganya ekonomis. Di Indonesia banyak sekali jenis jajanan pasar, di antaranya timus dan klepon. Jajanan pasar juga mulai dilirik dan disajikan di hotel berbintang dengan penampilan yang spesial. Bagi yang tertarik membuat, berikut resepnya.

Bahan: 450 gr : tepung ketan 50 gr : tepung beras ½ sdt : garam Gula merah secukupnya Air daun suji secukupnya dan daun pandan secukupnya Kelapa parut untuk taburan

Bahan: 1 ekor : ayam 100 gr : am basa genep 3 sdm : minyak Santan secukupnya

Sayur Buntil

Jajanan Pasar Klepon

Ayam Panggang Kalasan

Bahan: Base Genep 250 gr : Daun singkong Ikan Teri Cabai rawit sesuai selera Daging kepiting Santan

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Bahan: 1 kg : iga sapi, potong menurut selera 2 lembar : daun jeruk purut 2 batang : serai memarkan 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 sdm : air asam jawa 1 butir : kaldu blok rasa sapi Gula, garam, minyak secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 3 buah : cabe besar merah 9 buah : cabe rawit 4 butir : kemiri sangria 1 sdm : ketumbar 2 ruas : jari kunyit bakar 2 ruas : jari jahe

Es Serut Mentimun

Bahan: 1 buah : mentimun muda 5 lembar : daun mint 1 buah : jeruk lemon 100 ml : sirup putih Air, es batu secukupnya

Cara Membuat: - Parut mentimun, peras air jeruk lemon, lalu campur semua bahan jadi satu dalam wadah, siap disajikan. Cara Membuat: - Rebus iga sampai mendidih selama 15 menit lalu tiriskan. Tumis bumbu halus, daun jeruk, serai dan lengkuas hingga harum, lalu masukkan rebusan iga, bolak-balik hingga harum

lalu masukkan air dan bahan bahan lainya. Rebus sampai iga empuk dan bumbu meresap serta air kuah berkurang kira-kira tersisa 800 ml, angkat. Siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng.


14

Edisi 908/ 4 - 10 Juli 2016

Tidak terasa, hari kemenangan atau bia­sa disebut Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi. Alangkah indahnya bisa tampil cantik dan fresh di Hari Raya, meski baru usai menjalankan ibadah puasa.

T

ampil meanrik saat Idul Fitri tidak hanya dengan mengenakan pakaian yang baru, namun bisa dengan mix and match dari pakaian lebaran yang lama. Misalnya dengan mengganti menata model kerudungnya, atau bisa mengganti warna hijabnya dan melengkapinya dengan aksesori sewajarnya. Selain itu, menurut Tatik salah seorang MUA di Denpasar, untuk penampilan setelah sebulan berpuasa, biasanya para perempuan sudah mempersiapkan dengan baik sejak masih di bulan puasa. Misalnya semakin rajin mengonsumsi buah- buahan serta sayuran. Terlebih, para ahli kesehatan an kecantikan sepertinya sepakat kalau buah-buahan dan sayuran segar sangat penting bagi kesehatan tubuh juga kesegaran kulit. Begitu jugac ukup mengonsumsi air. Sebab, selama puasa tubuh juga mesti memperoleh cairan yang cukup, sehingga terhindar dari dehidrasi, serta kulit pun tetap lembap dan segar. Apalagi air putih kita kenal memiliki manfaat yang luar biasa terutama untuk kesehatan dan juga kecantikan kulit. Umumnya, lanjut Tatik, saat puasa seseorang bisa mengonsumsi air putih sesudah solat tarawih dan sebelum tidur serta pada saat sahur. Selanjutnya untuk menunjang penampilan bisa juga dibantu dengan tata rias atau make up yang kita guna-

Tampil Segar di Hari yang Fitri

Tatik

kan. Namun, tetap lebih baik hindari menggunakan make up yang terlalu menor. Hal itu dirasakan kurang pas , karena pada dasarnya esensi Lebaran itu adalah hari kemenangan dengan saling bersilaturahmi dan ber­ibadah solat Idul Fitri. Jadi cukuplah gunakan polesan make up yang tipis atau soft dengan warna-warna pastel. Bisa dilengkapi dengan menyemprotkan wangi-wangian atau parfum untuk membuat kesan lebih fresh.

Untuk membuat wajah ter­lihat cantik bersih dan segar pada saat Idul Fitri, kata Tatik bisa juga dengan bantuan aplikasi make-up yang simpel, tapi tepat dan cepat. Ta t i k m e n g a t a k a n b a h w a memoleskan primer perlu sebelum memulai berdandan. Aplikasikan face primer di seluruh wajah. Primer bermanfaat untuk mengecilkan pori-pori, sehingga membuat tampilan kulit lebih halus. Primer juga menjadikan foundation menempel lebih sempurna. Mengenai foundation disaran­kan menggunkan jenis cair demi hasil make-up yang simple. Liquid foundation juga lebih cepat menyerap di kulit, sehingga wajah tampak lebih glowy. Untuk memulaskannya gunakan brush khusus agar warnanya jadi merata. Selanjutnya gunakan bedak tabur, agar hasil make up tidak terlihat tebal dan keputihan. Jika suka kita dapat meng­goreskan eyeliner tipis-tipis di garis mata atas serta sedikit di bagian bawah. Untuk eyes­hadow, cukup dengan membaurkan warna-warna pastel seperti pink atau coklat muda di kelopak mata. Jika ingin mengenakan bulu mata, gunakanlah bulu mata palsu yang tipis dan tidak terlalu panjang untuk membuat kesan berbinar. Jika tidak, cukup lentikkan bulu mata dan olesi dengan maskara.

Selanjutnya, urusan mem­bingkai alis. Bingkailah alis sesuai de­n gan bentuk wajah, dengan pensil alis warna coklat dan gunakan sikat alis untuk merapikan agar kesannya lebih

natural. Sedangkan untuk lipstick, bisa dipilih warna pink, atau coklat yang memunculkan kesan riasan lebih alami. Pulasan terakhir adalah sentuhan blush on, yang disesuaiakn dengan warna lipstik demi kesan lebih segar. Namun, menurut Tatik dari semua hal diatas yang lebih pen­ting adalah tetap menampilkan kecantikan dari dalam. Salah satunya adalah senyum yang selalu mengembang . Senyuman, bukan hanya mampu semakin mempercantik tampilan, namun di hari kemenangan ini, senyuman menjadi salah satu simbol kemenangan yang terpancar dengan penuh ketulusan. – Sri Ardhini

Cantik Wajahmu Secantik

Hari Nan Fitri

Lebaran tiba sebentar lagi. Saatnya bersilaturahmi dengan keluarga besar dan sahabat. Siapkah Anda menampilkan wajah cantik dan kulit yang cerah, halus, sehat bercahaya di momen spesial ini? Miracle Aesthetic Clinic selalu memahami kebutuhan Anda. Kini Miracle kembali memperkenalkan berbagai perawatan yang wajib Anda coba menjelang Hari Nan Fitri ini, dan bersiaplah menjadi pusat perhatian!

Miracle Ageless Brightening Facial Manjakan kulit Anda dengan perawatan nyaman dan hasil maksimal! Miracle Ageless Brightening Facial adalah signature facial terbaru Miracle untuk mengatasi problem penuaan dan hiperpigmentasi pada kulit wajah. Mengandung antioksidan yang sangat tinggi, serta dilengkapi dengan teknologi ultrasound, radio frequency (RF) dan peeling untuk hasil optimal. Selain meremajakan dan mencerahkan kulit, perawatan ini juga mengatasi kulit kusam, kerutan halus dan keriput, serta elastisitas kulit yang menurun. Miracle Ageless Brightening Facial dilengkapi dengan dua macam masker. Uniknya, aplikasi masker pencerahan kulit ini dilengkapi dengan teknologi RF sehingga mampu meningkatkan produksi kolagen dalam kulit. Sedangkan aplikasi lifting mask dilakukan untuk mengoptimalkan efek pengencangan wajah. Miracle IPBL Acne Wajah berjerawat saat Lebaran? It’s a big no-no! Miracle Intense Pulsed Blue Light (IPBL)Acne adalah solusinya. Kombinasi teknologi sinar blue light dan gelombang radio frequency (RF) dalam perawatan ini berman-

Jelita

faat mengatasi jerawat aktif, mengontrol produksi minyak pada kulit, menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat serta meredakan peradangan pada jerawat dengan cepat. Miracle IPBL Acne dapat dikombinasikan dengan penggunaan krim, perawatan chemical peeling, Miracle Diamond Peel Plus maupun perawatan lainnya. Miracle Vital Treatment Series Buatlah mereka kagum hingga tidak mengingat usia Anda! Miracle Vital Treatment Series adalah seri perawatan lengkap untuk peremajaan, pengencangan, dan mengatasi problem hiperpigmentasi, dengan memaksimalkan penyerapan bahan aktif (serum khusus) ke dalam lapisan kulit tertentu. Terdiri atas Miracle Vital Renewal, Miracle Vital SkinLifting dan Miracle Vital White-In. Untuk memasukkan serum yang dirancang secara spesifik dengan teknologi terbaru Eropa, adalah dengan menggunakan alat injector khusus. Perawatan ini sudah terbukti memberikan hasil yang maksimal, efektif, dan aman. Miracle Vital Renewal berperan dalam menstimulasi regenerasi sel baru dan bermanfaat sebagai antioksidan penghambat radikal bebas yang menyebabkan penuaan kulit. Kemudian, Miracle Vital Skin Lifting berfungsi untuk mengencangkan dan mengatasi kulit kendur pada wajah, leher dan dada. Sedangkan Miracle Vital White-In dapat menghambat enzim penyebab timbulnya pigmentasi (flek pada wajah dan mengatasi warna kulit tidak merata. Segera kunjungi Miracle Aesthetic Clinic terdekat. Penuhi kebutuhan kulit Anda untuk tampil sempurna di Hari Raya Idul Fitri, dengan perawatan Miracle Ageless Brightening Facial, Miracle IPBL Acne dan Miracle Vital Treatment Series. Nikmati juga perawatan lain seperti facial, botox, filler, peeling, threadlift, laser & light, RF, ultherapy, hair removal, dan lainnya serta berbagai produk cream tepercaya. Let’s experience the Miracle touch!

Bugar

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

11

Jangan Terlalu Sering Bersihkan Telinga

Di Bali kita mengenal istilah penyakit curek yang biasa diderita anak-anak. Apakah berbahaya? Dalam Bahasa Bali curek sering diartikan sebagai adanya cairan kental berwarna kuning (nanah) baik yang berbau maupun tidak berbau. Curek disebut sebagai congek atau opokan. Sedang­kan dalam istilah kedokterannya, curek ini lazim dise­ but sebagai otitis media supuratif kronis ( OMSK).

M

enurut dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H., peradangan kronis pada telinga bagian tengah yang ditandai dengan berlubangnya gendang telinga dan disertai dengan keluarnya cairan dalam kurun waktu lebih dari dua bulan baik secara terus menerus maupun hilang timbul. “Proses peradangan ini, dapat mengenai telinga tengah mulai dari lapisan mukosa, submukosa hingga mengenai tulang-tulang pendengaran,” ujarnya. Menurutnya, OMSK ini sangat sering terjadi. Hal ini ditunjukkan dari angka kejadiannya di masyarakat yang cukup tinggi. Survey epidemiologi pada tahun 1994-1996 menyebutkan bahwa di Indonesia, OMSK terjadi pada 3,8% penduduknya. Sedangkan pada sumber lainnya menyebutkan, OMSK ini terjadi pada 2% penduduknya. Jika saja ada 1 juta penduduk, maka OMSK dapat terjadi pada 20 ribu penduduk. “OMSK dapat menyerang siapa saja baik anak-anak maupun dewasa. Meskipun dapat menyerang semua kelompok usia, namun angka kejadian OMSK pada beberapa penelitian menyebutkan, kelompok anak-anak lebih sering terjadi,” kata dokter RS Indera ini. Penyebab OMSK, adanya infeksi bakteri dan/atau virus, adanya gangguan fungsi pada tuba, adanya alergi, kekebalan tubuh yang menurun, faktor lingkungan yang buruk serta sosial ekonomi rendah. Disamping itu, berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya OMSK, infeksi telinga tengah akut yang terlambat mendapat pengobatan. Penyebab lain, radang saluran pernapasan atas yang berulang, daya tahan tubuh yang menurun akibat malnutrisi, anemia, dan gangguan sistem imun tubuh. OMSK dapat disebabkan oleh beberapa kuman. Selain itu, beberapa penyakit THT seperti pilek lama, sinusitis kronik, dan radang pada amandel kronik yang tidak diobati dengan baik dapat menjadi sumber infeksi terjadinya OMSK. Ia menyatakan, curek dapat sangat berbahaya. “Jika infeksi ini dibiarkan tanpa penanganan yang cepat dan tepat, maka curek akan menjadi penyakit yang susah disembuhkan serta berkomplikasi ke organ-organ di sekitar telinga. Komplikasi ini dapat ringan hingga mengakibatkan kematian,” papar Pengurus IDI Denpasar ini. Ia menyarankan, jangan menunggu hingga curek ini mengarah ke tipe yang berbahaya baru berobat. Penanganan yang cepat dan tepat terhadap kelainan ini akan mengurangi terjadinya risiko komplikasi. Biasanya dokter memberi obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dapat dipakai sebagai lini pertama pengobatan dan diberikan sebagai obat tunggal. Keuntungannya, adalah memberikan dosis kuat, tetapi penggunaannya dapat meracuni telinga bila masuk ke telinga bagian dalam. Oleh karena itu, pemakaian tetes telinga ini tidak dianjurkan lebih dari dua minggu. Obat tetes teli­

Kita wajib membersihkan teli­ nga. Namun, jika terlalu sering akan berdampak tidak baik kepada telinga kita.

nga jenis ofloxacin terbukti aman, tidak toksik terhadap labirin, efektif sebagai obat tunggal, karenanya direkomendasikan sebagai obat lini pertama untuk dewasa dan anak-anak. Apabila setelah pengobatan selama tiga bulan otore menetap, maka idealnya dilakukan operasi.

lGunakan cotton bud dengan kualitas yang baik dan dalam keadaan kering, karena jika cotton bud-nya basah/kualitasnya tidak baik tidak jarang kapasnya tertinggal di liang telinga. l Jangan menggunakan bahan-bahan lain seperti bulu ayam, sapu lidi atau bahan-bahan tidak bersih lainnya. Ini dapat mengakibatkan infeksi pada liang telinga. l Sebaiknya tidak mengorek liang telinga berulang-ulang dengan satu cotton bud. Cukup satu kali putaran lalu dibuang.

Bersihkan Telinga Kita wajib membersihkan telinga. Namun, jika terlalu sering akan berdampak tidak baik kepada telinga kita. Telinga secara dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H. alami mengeluarkan minyak yang berguna untuk melumasi liang telinga dan mencegah debu atau kotoran yang masuk ke dalam telinga. Oleh karena itu, jika kita terlalu bersih dan terlalu rutin membersihkan liang telinga akan berdampak kepada menurunnya fungsi pertahanan liang telinga terhadap kuman/kotoran. Ini dapat berakibat terjadinya infeksi pada telinga bagian luar (liang telinga). Selain itu juga, membersihkan telinga terlampau sering juga dapat mendorong kotoran telinga/tilu kuping lebih ke dalam sehingga kotoran telinga itu susah dikeluarkan.

Tips mencegah curek: lJangan abaikan keluhan batuk dan pilek. Batuk dan pilek dapat mengakibatkan infeksi telinga tengah melalui cara yang telah disebutkan di atas. Jadi, segeralah obati batuk pilek anda ke dokter terdekat. –Wirati Astiti

Beberapa tips membersihkan telinga: lLakukan paling sering 3 kali seminggu dan jangan melakukannya terlalu lama untuk setiap kali membersihkan.

tkh/net


10

Kreasi

“Perang” Pelestari Tradisi

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Menjaga tradisi adalah menjaga warisan budaya. Tidak mudah untuk menjaga tradisi tersebut. Diperlukan kesadaran dan ketekunan untuk terus melaksanakannya. Terlebih di zaman sosial media, kehadiran tradisi bisa dengan mudah tenggelam. Namun, tidak begitu dengan masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem. Tradisi Perang Pandan atau yang disebut juga makare-kare­ selalu dilaksanakan.

P

Tradisi perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem

eserta Perang Pandan kini tidak saja dari masyarakat asli, pengunjung yang berani dan berminat juga boleh mengikuti. Antusias peserta tersebut tentu didasari oleh keinginan ngayah dan menjaga

Mereka menghaturkan sesaji di pura-pura atau bale pemujaan. Setelah itu, masyarakat ngelawang mengitari desa sebanyak dua kali. Para daha atau pemudi Desa Tenganan juga turut mempersiapkan beberapa kudapan untuk tamu dari desa seberang.

tradisi yang masih eksis. Banyak peserta yang sudah mengikuti acara ini lebih dari sekali. Seperti Hare Yasuhananda (21) yang sudah berkali-kali mengikuti acara ini. “Modalnya hanya berani. Tidak saja itu, saya merasa terdorong untuk berpartisipasi. Walaupun saya bukan asli Tenganan, tetapi saya bersedia ngayah,” tuturnya. Bagi Hare, kesempatan ini sangat Ia nantikan. Selain unik dan menarik, Hare yakin bahwa teruna Bali dari mana pun asalnya berkewajiban untuk melestarikan tradisi. “Tidak asal main perang, di sini kita menghaturkan penghormatan kepada Dewa Indra,” tukasnya. Perang Pandan merupakan wujud penghormatan kepada Dewa Indra, dewa perang. Tradisi ini bisanya dilaksanakan pada bulan kelima, sesuai dengan kalender khusus Desa Tenganan. Acara digelar pada tanggal 24-25 Juni 2016. Diawali dengan membuat sesaji, sebelum perang pandan dimulai. Pagi hari masyarakat Tenganan sudah mempersiapkan persembahan.

Para teruna mempersiapkan diri seperti sembahyang di pura untuk memohon kelancaran acara. “Kami para daha, juga mempersiapkan diri. Seperti memakai kemben khas Tenganan. Ini merupakan cara kami untuk melestarikan warisan leluhur. Kami juga mempersiapkan sesajen dan kudapan untuk tamu undangan,” ujar Yuyun, ketua seka daha. Tidak perlu waktu lama untuk menyiapkan acara

ini. Karena ritual adat Perang Pandan sudah sering diadakan, mereka pun terbiasa dengan cekatan mempersiapkan kebutuhan acara. Ritual ini memang diperuntukan bagi teruna yang sudah siap secara batin maupun fisik. Bapak-bapak juga boleh ikut. Tidak ada batasan umur untuk acara ini. Seperti yang diungkapkan salah seorang pemuka adat Tenganan, Wayan Arsana. “Peserta tidak dibatasi usia, atau pun jumlah. Mereka yang ikut tentu harus matang secara fisik dan mental, serta niat berani untuk ngayah. Jika sudah terpenuhi, maka mereka boleh ikut,” ujar Wayan Arsana. Ia menambahkan, pandan berduri digunakan sebagai alat ganti senjata perang atau pedang. “Kami berusaha agar tradisi ini akan tetap ajeg, karena penghormatan dan bakti kepada Dewa Indra didasari keyakinan yang ikhlas. Mereka yang ikut ngayah juga yakin, bahwa darah yang keluar merupakan wujud persembahan pada dewa. Terbukti, peserta semakin banyak, bahkan mencapai 160-an,” ungkapnya. SATU LAWAN SATU Sabtu, 25 Juni 2016 hari kedua Perang Pandan digelar. Panggung yang menghadap ke bale pemujaan sudah tersedia lengkap dengan pandan duri

yang diikat. Pandan duri tersebut dijejerkan di sebelah panggung. Pengunjung mulai mencari tempat yang nyaman dan tepat untuk menyaksikan ritual adat tersebut. Beberapa daha dan teruna tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti acara ngelawang yaitu acara untuk mengawali Perang Pandan. Setelah sembahyang, mereka pun memulai acara ngelawang. Gamelan dan iring-iringan berjejer mengitari desa. Hal itu merupakan simbol kehidupan yang terus berputar.

hormat pada pengunjung. Acara dibuka dengan aksi teruna asli Tenganan. Mereka melawan satu sama lain. Mereka saling memukul dengan pandan duri dan melindungi diri menggunakan perisai anyaman. Satu lawan satu, saling memukul dengan seikat daun pandan dan menggeret tubuh lawan tandingannya. Begitu seterusnya secara bergilir. Dilanjutkan dengan teruna dari desa tetangga. Setelah itu, barulah diundang pengunjung yang ingin ngayah sebagai peserta Perang

Setelah dua kali mengitari desa, mereka pun bersiap membuka acara. Acara diawali dengan tabuh khas Tenganan. Lantunan tabuh tersebut pelan dan khusuk. Pengunjung yang hadir mulai berdesak-desakan mendekati panggung acara. Mereka telah siap dengan kamera untuk membidik setiap gerakan yang diperlihatkan oleh peserta. Sebelum pukul 14.00, para daha dengan riasan sederhana memadati bale pemujaan. Para peserta dari Desa Tenganan juga sudah bersiap di sekitar panggung. Mereka menggunakan udeng berwarna merah, hitam, dan putih. Sebelum mulai, semua peserta dari Desa Tenganan ke atas panggung dan memberi

Pandan. “Setelah ritual selesai, kita saling berpeluk dan berjabat tangan. Tidak ada dendam atau marah kepada lawan tanding. Ini semua hanya bentuk persembahan ikhlas. Kami juga makan bersama dan saling menggosokkan kunyit ke peserta lain agar luka cepat pulih,” ujar Hare. “Kami tentu berharap, tradisi seperti ini terus dilaksanakan. Siapa lagi yang akan menjaga tradisi ini kalau bukan kita? Banyaknya pengunjung yang datang dan peserta yang bertambah tentu menunjukkan bahwa tradisi Perang Pandan masih mendapat perhatian,” tegas Wayan Arsana. -Wulan Foto-foto: Wirya Adnyana

Style Bukan hanya wanita yang ingin memiliki style baru yang modis dan gaya. Jika pekan lalu sarung di garap untuk kepentingan fashion khusus para wanita.. maka kali ini sarung juga digarap selain untuk gaya sporty untuk para lelaki yang suka tampil beda dan trendi.

15

Sarung Gaya Sporty Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

K

ain sarung di Indonesia yang dipilih kali ini motifnya dominan bergaris atau Geometris dan gerimis yang sangat khas. Bahan ini, kemudian. diolah dan dipadukan dengan bahan lain menjadi busana tampilan baru untuk pria tampil up tu date dan kekinian. Selanjutnya Tokoh menampilkan be-

berapa gaya kontemporer karya murid -murid dari Lembaga Pembelajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo yang ditujukan kepada wanita dan laki-laki yang aktif. Koleksi busana siap pakai ini dapat dikenakan untuk kegiatan santai atau acara khusus dengan komunitas, teman dan sahabat yang sehati. –Sri Ardhini


16

Edukasi

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Pupuk kompos yang dihasilkan

Permasalahan sampah memang tidak akan pernah terlepas dari masyarakat, baik sampah organik maupun sampah non-organik. Begitu banyaknya volume sampah yang ada baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah menimbulkan kepedulian banyak orang terhadap penanganan sampah. Banyak organisasi maupun forum yang mengklaim bahwa mereka adalah kumpulan orang-orang yang peduli terhadap sampah utamanya sampah nonorganik atau sampah yang tidak dapat diuraikan. Dibalik banyaknya orang yang peduli ter­hadap sampah plastik, tidak banyak yang menaruh perhatian ter­ hadap sampah organik.

Kreativitas Hasilkan Mesin Pencacah Sampah

D

i tengah berbagai masalah yang ditimbulkan oleh sampah, siswa-siswa SMK Negeri 3 Singaraja memberikan sumbangsih ide kreatifnya yang dituangkan dalam mesin pencacah

sampah. “Kami melihat dari lingkungan sekolah karena di sini banyak pepohonan jadi banyak sampah daundaun kering. Begitu juga di Buleleng ini minim sekali alat-alat yang dapat membantu dalam mendaur ulang sampah,” ungkap I Made Supadma,

I Made Supadma

pencipta sekaligus perancang dari mesin pencacah sampah. Begitu banyaknya sampah organik akan terasa sia-sia jika tidak dimanfaatkan untuk hal yang berguna. Tidak lanjut yang dilakukan setelah sampah yang terkumpul dicacah adalah menjadikannya sebuah pupuk organik atau kompos. “Hasil cacahan akan dicampur sebuah cairan lalu akan dikemas dalam plastik dan dijadikan kompos,” ungkapan pria yang akrab disapa Padma tersebut. Ia juga mengatakan, bahwa jadwal pembuatan pupuk kompos tersebut dilakukan oleh kelompok kerja siswa yang tergabung dalam jurusan teknik mesin di sekolah yang lebih dikenal dengan sebutan STEMSI itu. “Pengelolaan tersebut ada waktunya karena di sini ada kelompok kerja yang melibatkan siswa dan punya jadwal khususnya,”

imbuhnya. Pria yang menjabat sebagai guru honorer tersebut juga mengatakan bahwa pupuk kompos yang dihasilkan prospeknya sangat bagus. “Banyak warga sekolah yang meminati juga, mereka pakai di rumah,” ungkapnya. Namun, di waktu liburan seperti sekarang produksi tidak dapat dilakukan karena siswa pengelola juga tidak masuk sekolah. Mesin yang dirancang sejak tiga tahun lalu ini memang terus dilakukan inovasi. Sampai saat ini mesin pencacah sampah ini sudah dua kali dilakukan pembaruan. “Awalnya hasil cacahan sampah terlalu halus, sehingga jika dijadikan pupuk hasilnya tidak bagus,” ungkap pria kelahiran 21 Februari 1992 tersebut. Pembaruan kedua juga sempat dilakukan karena sedikitnya volume sampah yang dapat dimasukan dalam sekali pengoperasian. Sempat mengikuti pameran pendidikan, mesin pencacah sampah tersebut memang sangat diminati oleh kalangan masyarakat. Akan tetapi harganya yang masih terbilang sulit dijangkau menjadi kendala bagi masyarakat untuk membelinya. Padma juga sangat berharap dengan mesin pencacah sampah ini dapat mengelola sampah sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih terutama di lingkungan sekolah. Ia juga menambahkan sempat berpikir untuk membuat mesin pencacah sampah non-organik namun hingga saat ini belum berani memastikan dan merealisasikan.

Ketut Muliana, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Bidang Hubungan Idustri Masyarakat (Wakabid HIM) mengatakan sangat bangga dengan siswa-siswanya yang mampu menciptakan teknologi tepat guna di sekolah. “Pak Bupati mencanangkan peraturan bebas sampah, dengan adanya mesin ini kami merasa sangat terbantu sekali khususnya di sekolah dulu,” paparnya. Jika memungkinkan mesin pengolahan sampah tersebut akan diproduksi secara masal sehingga dapat digunakan secara home industry. Muliana mengatakan sangat berharap dapat meningkatkan produksi sampah yang dihasilkan dan dapat dijual kemasyarakat dengan harga yang dapat dijangkau. Terkait kerjasama dengan pemerintah baru sebatas pembinaan dan pengawasan. “Kami dapat pembinaan dari pemerintah terkait seperti pembinaan terkait dengan lomba wiyata mandala dan adiwiyata tingkat nasional. Kemarin juga sempat diberikan bantuan bak sampah dan tanaman langka, ini membuktikan bahwa kerjasama dengan pemerintah sangat bagus,” imbuhnya. Disinggung masalah pemasaran, Muliana belum dapat berharap banyak sebab dalam memproduksi sebuah mesin dibutuhkan biaya dari Rp 8 juta hingga 10 juta tergantung dengan kapasitas sampah yang dapat dimuat. “Jika diproduksi banyak itu kan butuh biaya yang besar dan tidak mungkin didapatkan dari sekolah, kalau ada bantuan dan jelas siapa pemesannya baru kami dapat produksi,” jelasnya. Selain itu mesin pencacah sampah tersebut masih perlu dilakukan modifiksi sehingga dihasilkan mesin yang memiliki kualitas yang lebih bagus lagi. -Wiwin

Penmaru IKIP PGRI Bali 2016

Tepat jadi Pilihan Pertama, Selalu Dibanjiri Peserta dari NTT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) IKIP PGRI Bali gelombang I dilaksanakan Kamis (30/6), diikuti 418 peserta. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK untuk menjadi guru, masih tinggi. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang masih mempercayai IKIP PGRI Bali untuk melanjutkan pendidikan tinggi putra-putrinya di kampus ini. Ia mengatakan, meski ada kecenderungan minat menjadi guru turun karena tak adanya pengangkatan guru beberapa tahun terakhir, namun ia bersyukur di IKIP PGRI Bali, jumlah peminatnya masih stabil dari tahun ke tahun. “Padahal realita di lapangan, gejala kekurangan guru sudah tampak jelas, karena kami langsung terjun ke lapangan. Pemerintah harus segera menanganinya. Jika ingin berkualitas, harus dimulai dari SDMnya, harus segera ada pengangkatan guru,” ujar Made Suarta yang selalu getol berkoarkoar akan krisis guru di Bali ini. Terkait kualitas, IKIP PGRI Bali benar-benar menjaganya. Hal itu sudah dimulai dari seleksi Penmaru yang harus mengikuti serangkaian tes, yakni tes tulis, tes wawancara, dan tes fisik (kebugaran) khusus bagi mereka yang memilih FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan). “Untuk menghasilkan output SDM

yang berkualitas, harus dimulai dari seleksi yang berkualitas pula. Termasuk, calon mahasiswa harus bebas narkoba dan bebas tato,” ucap Ketua Panitia Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. Dari 418 peserta ini, tiga besar prodi yang menjadi favorit adalah Penjaskes (FPOK) 97, Matematika 56 peserta, serta Bahasa Indonesia dan Daerah 55 peserta. Sisanya merata di Prodi BK, Seni Rupa, Sendratasik, Sejarah, Ekonomi, dan Biologi. Hal ini dikatakan Rektor Made Suarta tak terlepas dari dampak positif dari program ngayah IKIP PGRI Bali ke masyarakat. Di antaranya, Prembon inovatif IKIP PGRI Bali yang secara reguler dipercaya tampil dalam PKB. Senimannya melibatkan mahasiswa dan dosen, bahkan Rektor Made Suarta pun kerap turut tampil ngarja sebagai Mantri Manis. Ia mengatakan, lewat seni pertunjukan ini, eksistensi IKIP PGRI Bali kian melekat di hati masyarakat Bali. Demikian halnya dengan Prodi FPOK yang setiap tahunnya selalu ramai peminat. Ini tak terlepas dari prestasi-prestasi yang diraih para atlet IKIP PGRI Bali di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Karena itu, ia menegaskan IKIP PGRI Bali memang tepat menjadi pilihan pertama para calon mahasiswa karena keunggulankeunggulannya tersebut. Hal senada disampaikan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Ia

Dara

Megangsing merupakan permainan tradis­ ional yang saat ini keberadaannya mulai meng­ khawatirkan. Selama perkembangan zaman, permainan tradisonal tersebut kurang diminati oleh masyarakat, namun dibeberapa daerah per­ mainan ini masih bertahan. Salah satunya, di Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, yakni Desa Munduk (Kecamatan Banjar, Buleleng), Desa Gobleg (Keca­ matan Banjar, Buleleng), Desa Gesing (Kecamatan Banjar, Buleleng), dan Desa Uma Jero (Kecamatan Busungbiu, Buleleng). Di daerah ini, permainan megangsing justru dijadikan media untuk me­ nyama braya.

A

traksi Magangsing dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan kembali digelar untuk memeriahkan Twin Lake Festival (TLF) 2016 di tepi Danau Tamblingan, Banjar Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Jumat (24/6). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Nyoman Sutrisna, MM., Mengungkapkan melalui TLF pihaknya mencoba melestarikan kembali permainan tradisonal dan unik yang dimiliki oleh beberapa desa di Buleleng. Kami berusaha

bersyukur masyarakat masih tetap percaya dengan IKIP PGRI Bali. Apalagi dengan didengungkannya sekarang guru banyak pensiun, sehingga minat calon mahasiswa merata di semua prodi. Yang membanggakan lagi, tak hanya masyarakat Bali, calon mahasiswa dari Indonesia Timur (NTB, NTT) pun banyak banjir ke IKIP PGRI Bali. Tentu saja dikarenakan kualitas IKIP PGRI Bali yang sudah terbukti melahirkan SDM-SDM yang berkualitas. Bahkan kini12 orang asing pun sedang belajar Bahasa Indonesia dan dan budaya di kampus ini. “Ini kerjasama antara Sanggar Semandana dengan Kementerian

Luar Negeri. Dan sekarng sedang berjalan,” ucapnya. Untuk memasilitasi proses belajar-mengajar berkualitas tersebut, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka menyampaikan, IKIP PGRI Bali pun terus melengkapi sarana prasarana. Saat ini sedang dibangun gedung lantai 4 dengan 42 ruang perkuliahan. Jika ini rampung, IKIP PGRI Bali memiliki 72 ruang perkuliahan, sangat memadai dengan kuota 700-800 mahasiswa, dan dengan rasio dosen ideal. Semua Prodi di IKIP PGRI Bali sudah terakreditasi B, diperkuat dengan dosen-dosen minimal S-2, 17 Dokter, dan 8 kandidat guru besar.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, dan Ketua Panitia Pande Bawa berkesempatan menin­ jau secara langsung pelaksanaan seleksi Penmaru di kampus setempat. Hasil seleksi testing gelombang I ini akan diumumkan tanggal 9 Juli 2016. Pendaftaran Gelombang II dibuka mulai 30 juni-20 Agustus 2016. Testing 22 Agustus 2016 dan pengumuman hasil seleksi Gelombang II tanggal 27 Agustus 2016. Biaya Pendaftaran hanya Rp 250 ribu untuk 2 pilihan. Perkuliahan akan dimulai pada minggu pertama September 2016. –ten

9

Megangsing Untuk Menyama Braya

untuk mengumandangkan agar permainan unik seperti ini tetap dilakukan secara rutin dan dapat tetap dilestarikan, paparnya. Lomba Magangsing serangkaian Twin Lake Festival ini diikuti sekaa dari 6 desa bertetangga. Selain empat desa dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, juga ikut terlibat sekaa gangsing asal Desa Padawa (Kecamatan Banjar, Buleleng) dan Bengkel (Kecamatan Banjar, Buleleng). Lomba Magangsing menjadi salah satu atraksi paling menarik dalam Twin Lake Festival 2016 yang digelar Pemkab Buleleng. Lokasi lomba gangsing mengambil tempat di sekitar areal Danau Tamblingan. Permainan gangsing memiliki kunikan tersendiri hingga mampu lestari sampai saat ini. Gangsing yang diperlombakan pada umum­ nya mempunyai ukuran lingkaran 66 cm dan berat 1,6 kg. Cara penentuan pemenang pun dengan melihat gangsing yang palJln. Wijaya Kusuma ing lama bertahan untuk No.39 Denpasar berputar. Permainan Gangsing Tlp. 085 237 028570

yang biasanya dimainkan dua sekaa gangsing dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan maksimal dimainkan oleh 12 orang dalam satu sekaa. Namun, yang memukulkan gangsingnya ke arena hanya empat 4 orang saja. Sebelum lomba dimulai, setiap sekaa gangsing biasanya selalu mengadakan ritual wajib berupa matur piuning untuk kelancaran lomba. Setiap gangsing baru juga harus dipasupati (diupacari untuk mengisi energi), sebelum diterjunkan ke arena lomba. Ritual pasupati dimaksudkan untuk memberi keberuntungan kepada gangsing tersebut agar dapat berputar dan bertahan lama. -Wiwin Salon

Jln. Suli No. 151 Tlp. 0812 3636 0808

Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464

MITOS SEKS YANG MASIH BANYAK DIPERCAYA dr. Oka Negara, FIAS

Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, dan Ketua Panitia Pande Bawa meninjau secara langsung pelaksanaan seleksi Penmaru IKIP PGRI Bali, Kamis (30/6) di kampus setempat

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

“Dok, saya seorang ibu, sedang memiliki anak yang mulai remaja. Saya sekarang mulai khawatir dengan keadaan sekarang, katanya remaja sekarang sudah pada aktif melakukan hubungan seksual. Yang saya dengar, banyak sekali informasi salah yang mudah didapatkan remaja zaman sekarang. Saya sendiri sering bingung karena ada juga yang saya percaya. Dokter, saya minta tolong buat membahas mitos-mitos yang banyak dibicarakan orang saat ini apa saja, Dok? Terima kasih.” (Bu Dayu, 46 thn)

untuk menunjukan kasih sayang pada saat masih pacaran, terutama di usia yang masih sangat muda. Hubungan seks di usia muda sering kali disebabkan adanya dorongan seksual yang tidak terkontrol dan keinginan untuk mencoba-coba. Padahal, rasa sayang dengan pacar harusnya bisa ditunjukkan dengan cara lain, dengan memberikan perhatian untuk jaga kesehatan dan saling mengingatkan untuk tetap rajin belajar, misalnya. Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu kelihatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan, karena terjadi lubrikasi atau perlendiran yang cukup.

Betul sekali. Masyarakat, terutama juga kelompok remaja membicarakan tentang seks bukanlah sesuatu yang baru lagi. Tetapi sayangnya mereka sering terpapar mitos. Mitos adalah suatu ungkapan yang belum tentu benar, tetapi sudah dianggap atau diyakini benar oleh masyarakat. Kita mendapatkan mitos ini dari generasi sebelumnya secara turun menurun, baik itu secara langsung maupun lewat cerita, buku, dan lain-lain. Kita menerima pandangan atau pendapat yang turun temurun ini sebagai sesuatu yang diyakini sebagai kebenaran, termasuk dalam hal informasi kesehatan reproduksi dan seksual. Nah, berikut ini adalah sebagian mitos-mitos seksualitas yang banyak beredar, termasuk di sekitar remaja kita. Coba diperhatikan baik-baik:

Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi Faktanya tidak selalu demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks berkalikali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena elastis.

Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta Faktanya, berhubungan seks bukan cara

Keperawanan dapat ditebak dari cara berjalan dan bentuk pinggul Faktanya, keperawanan tidak bisa dilihat dari bentuk pinggul atau cara jalan. Keperawanan

bisa dipandang dari 2 sisi, yaitu dari sisi fisik (ini berkaitan dengan selaput dara) yang hanya bisa diketahui melalui hasil pemeriksaan dokter. Jadi hanya dari pemeriksaan khususlah yang memungkinkan diketahuinya selaput dara robek atau tidak serta kemungkinan penyebabnya. Kedua, dari sisi psikososial yang mengacu pada apakah seseorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seks atau belum. Perempuan yang berpayudara besar dorongan seksualnya besar Faktanya tidak seperti itu. Secara medis, tidak ada hubungan langsung antara ukuran payudara dengan dorongan seksual seseorang. Dorongan seksual itu ditentukan oleh kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual (melihat, mendengar, atau merasakan suatu rangsangan seksual). Masturbasi bisa menyebabkan lutut kopong Faktanya, masturbasi tidak menyebabkan lutut menjadi kopong. Sperma tidak diproduksi dan tidak disimpan di dalam lutut, melainkan di testis. Mungkin setelah masturbasi, biasanya timbul rasa lelah, karena masturbasi mengeluarkan banyak energi. Itulah yang membuat menjadi lemas, jadi bukan karena lututnya jadi kopong. Sering masturbasi bisa membuat mandul Faktanya, secara medis masturbasi tidak mengganggu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman (tidak sampai menimbulkan luka atau lecet). Risiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti perasaan bersalah, berdosa dan kadarnya berbeda-beda bagi setiap orang. Kemandulan justru biasanya akibat dari IMS (infeksi menular seksual) atau penyakit lainnya

seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik. Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin menggunakan sabun. Faktanya tidak ada sabun atau desinfektan apa pun yang dapat mencegah IMS. Justru pada perempuan, jika mencuci bagian dalam vagina terlalu sering akan mempertinggi risiko terkena keputihan karena sabun dapat mengurangi kadar keasaman permukaan vagina yang sebetulnya berfungsi untuk membunuh kuman-kuman normal yang ada. Itu adalah sebagian mitos seks yang populer. Pengaruh mitos-mitos tersebut masih sangat kuat, bahkan juga di antara para remaja yang justru lagi giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayainya sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan dari mitos-mitos tersebut. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya. Sekarang tergantung kepada diri remajanya masing-masing, karena mereka yang akan menjalaninya nanti. Apakah akan menelan mentah-mentah mitos tersebut ataukah akan mencermatinya lebih lanjut guna memastikan kebenarannya. Kalau kita masih terpengaruhi dengan mitos-mitos diatas, yang rugi ya diri kita sendiri. Dan bagi orang tua, orang dewasa, atau yang sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, silakanlah tetap yakin dengan kebenarannya, jangan goyah. Bahkan cobalah ikut serta untuk menginformasikan fakta-fakta ini ke remaja sehingga semakin banyak remaja yang mengerti dan makin bertanggung jawab dengan segala perilaku dan pilihannya.


8

Bunda & Ananda

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Vaksinasi untuk

Griya

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

17

Memperkuat

Kekebalan Tubuh Kasus vaksin palsu sedang merebak di ­Indonesia. Pemerintah melalui Departemen ­Kesehatan dan kepolisian sedang mengusut kasus ini. Kekhawatiran pun melanda orangtua yang anaknya sudah divaksin maupun akan divaksin. Apa sebenarnya manfaat vaksinasi?

B

agi orangtua yang memiliki anak batita, kartu menuju sehat (KMS) atau "paspor kesehatan" menjadi dokumen penting. Jadwal imunisasi atau vaksinasi tertera di dokumen ini. Kalaupun ada pergeseran jadwal, masih bisa ditoleransi. Dari penuturan ibu yang mengantar buah hatinya untuk imunisasi, hal yang paling dikhawatirkan adalah demam setelah imunisasi. Karena itu, ada anggapan vaksin yang mahal tidak membuat anak demam. “Waktu anak pertama vaksin DTP, saya diberitahu tentang kondisi anak akan demam setelah vaksin. Ternyata memang benar. Waktu anak kedua, ada teman yang menganjurkan saya memilih

vaksin yang lebih mahal yang tidak berefek demam. Ternyata setelah saya konsultasikan ke dokter, semua ada efeknya, hanya bedanya ada yang demam tinggi ada yang demam biasa,” ujar Bu Ayu. “Vaksinasi atau imunisasi itu berkaitan dengan kekebalan tubuh. Ada kekebalan alami dan ada kekebalan yang didapat. Kekebalan alami sudah ada dalam tubuh sejak lahir. Kekebalan ini sifatnya umum untuk semua penyakit. Kekebalan didapat berupa kekebalan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Sifatnya khusus untuk satu penyakit. Untuk kekebalan didapat ini harus ada paparan atau sakit sebelumnya,” jelas Prof. Dr. Hendra Santosa, Sp.A.(K), dokter spesialis anak di RSIA Puri Bunda Denpasar.

Pembentukan Karakter Bangsa melalui Keluarga D h a m a Wa n i t a Persatuan (DWP) Kementrian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan Program Parenting, berupa“Seminar Pembentukan Karakter Bangsa melalui Keluarga”, Senin (27/6) di Graha Sewaka Dharma, Denpasar. Acara dihadiri Wali Ny. Bintang Puspayoga bersama IB Rai D. Mantra Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan jajarannya, Penasihat DWP Kementerian Koperasi dan UKM Ny. Bintang Puspayoga, Penasihat DWP Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra serta Pengurus DWP Kota Denpasar dan anggota, Pengurus PKK dan anggota, IGTK Kota Denpasar, serta Organisasi Wanita yang ada di Kota Denpasar. Ketua Panitia sekaligus Ketua DWP Kementerian Koperasi dan UKM Vanda Taufiq mengatakan keluarga merupakan salah satu sentral pendidikan, dimana orang tua sangat berperan dalam pembentukan perilaku anak. Kegagalan pola asuh anak bisa disebabkan oleh orangtua yang belum paham bagaimana mendidik anak secara benar. Seminar ini menghadirkan dua narasumber, Ratna Megawangi Sofyan Djalil dengan materi “Mencetak Generasi Muda Abda 21 dan Pengasuhan Ramah Otak” serta Wahyu Farahdian dengan materi “Bahaya Video Game, Kekerasan, dan Pornografi”. Ny.Bintang Puspayoga, menyampaikan seminar parenting berbasis pendidikan karakter ini, merupakan program unggulan dari OASE Kabinet Kerja, yang dilaksanakan oleh DWP untuk membantu program pemerintah terkait revolusi mental. Karena itu diperlukan pula pendidikan karakter yang kuat untuk mendukung pembangunan bangsa, terutama memajukan SDM Indonesia. Kegiatan ini pelaksanaannya akan dilanjutkan pada 3–5 Agustus 2016 dengan target 1000 peserta di ISI Denpasar. –Sri Ardhini

Ia menambahkan vaksinasi bertujuan mencegah bayi atau anak agar tidak terkena penyakit yang menular dan berbahaya. Kalaupun terkena penyakit, kondisinya tidak parah. Mengenai vaksin mahal bisa membuat anak tidak demam, juga dijelaskannya. Vaksin khususnya DTP memang ada efeknya, minimal badan anak menjadi hangat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mewajibkan lima jenis vaksin bagi anak-anak Indonesia, yakni BCG (Bacille Calmette-Guérin), Hepatitis B, Polio, DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis), dan Campak. Vaksin BCG bermanfaat mencegah penyakit tuberkulosis atau TB yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Waktu pemberiannya sejak bayi lahir. Vaksin Hepatitis B bermanfaat melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Waktu pemberiannya dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 bulan, lalu saat 3 - 6 bulan. Vaksin Polio bermanfaat melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan. Waktu pemberiannya saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4,

Prof. Hendra dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Vaksin DTP bermanfaat mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama). Waktu pemberiannya pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan. Pada usia 12 tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah. Vaksin Campak bermanfaat melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus. Waktu pemberiannya pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun). Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan. Dokter anak konsultan alergi ini juga mengatakan tidak masalah jika anak terlambat diimunisasi. Selama belum terkena penyakit, tidak masalah. Tetapi, kalau bisa jadwalnya harus disesuaikan. “Bagi para orang-

tua, sesuaikan dengan kemampuan ekonomi. Kalau kemampuan terbatas, ikuti jadwal di Puskesmas. Ada program pemerintah untuk imunisasi gratis. Kalau orangtua mampu, silakan ke praktek swasta dan berikan imunisasi tambahan,” ujar dokter kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1939 ini. Prof. Hendra juga mengatakan kini vaksinasi bisa digabung. Hal ini karena kemampuan daya tangkap tubuh bisa mencapai 10 ribu antigen sedangkan vaksin ada yang hanya terdiri dari 200 antigen. Vaksin diambil dari kuman secara keseluruhan atau bagian tertentu yang efektif untuk memberi kekebalan. Ibu hamil diingatkan untuk memeriksakan diri dan bila perlu imunisasi untuk menghindari anak lahir cacat. Dari penelitian yang ada, ibu yang terkena rubella berpotensi membuat anak yang dilahirkan cacat, Ini menunjukkan vaksinasi ternyata tidak hanya untuk bayi dan anak-anak saja. Orang dewasa juga memerlukan vaksin untuk kekebalan tubuhnya. “Vaksinasi selain untuk kekebalan juga membantu daya ingat atau memori sel. Kalau dipacu dengan vaksin kedua yang sama, akan meningkatkan antibodi,” tegas Prof. Hendra. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit PEMBAGIAN YANG ADIL

Di negeri jauh, jauh sekali dari sini, ada seorang tuan tanah yang kaya. Ia terkenal bukan karena tanahnya yang luas, tetapi karena sifatnya yang pemurah dan suka kepada keadilan. Oleh karena itu, semua petani sangat rajin menggarap tanahMade Taro nya. Para penggarap bukan saja menyerahkan pembagian hasil penennya, tetapi juga memberikan oleh-oleh. Pada suatu hari seorang petani miskin membawa oleh-oleh seekor angsa. Tuan tanah itu sangat senang, lalu katanya, “Bagilah angsa itu dengan adil, untuk keluargaku, dan juga kamu!” Petani miskin itu berpikir. Bagaimana ia bisa membagi seekor angsa, pada hal semua anggota keluarga tuan tanah itu berjumlah enam orang. “Ayah, ibu, dua orang anak laki dan dua orang anak perempuan,” bisiknya sambil menghitung jari-jari tangannya. “Baiklah!” kata petani miskin itu tiba-tiba. Ia menyembelih angsa itu, lalu memotong-motongnya menjadi tujuh bagian. “Kepala angsa untuk ayah, karena ayah adalah kepala keluarga. Paruh angsa untuk ibu, karena segala ucapan ibu sangat berpengaruh terhadap keluarga, sepasang kaki angsa untuk dua orang anak laki, karena anak laki harus bekerja keras untuk keluarga,

sepasang sayap angsa untuk dua anak perempuan, karena anak perempuan harus rela terbang meninggalkan keluarga dan hidup di rumah suami. Dan saya?” katanya sambil memegang sisa pembagian. “Saya harus mengalah mendapatkan sisanya.” Tuan tanah sangat puas. Ia menilai pembagian itu sangat adil. Ia lalu memberi hadiah sekeping emas kepada petani yang adil itu. Nah, berita petani miskin mendapatkan hadiah sekeping emas itu, terdengar oleh seorang petani kaya. Maka keesokan harinya, petani kaya itu menghadap tuan tanah sambil membawa oleh-oleh lima ekor angsa. “Bagilah angsa itu secara adil, untuk keluargaku dan juga kamu!” kata tuan tanah. Petani kaya itu bingung. Ia menyerah, karena tidak mungkin membagi 5 ekor angsa menjadi 7 bagian yang sama. Tuan tanah lalu memanggil petani miskin yang dipercaya dapat melakukan pembagian secara adil. Petani miskin itu lalu memegang kelima ekor angsa itu, seraya berkata. “Ayah dan ibu supaya bertiga, maka harus mendapatkan seekor angsa. Dua anak laki supaya bertiga juga harus mendapatkan seekor angsa. Dua anak perempuan supaya bertiga juga harus mendapatkan seekor angsa. Dan saya, maaf, harus juga bertiga, maka saya mendapatkan dua ekor angsa.” Tuan tanah itu sangat puas. Ia tak henti-hentinya memuji kecerdasan petani miskin itu. Petani miskin itu pun pulang dengan senang hati sambil membawa dua ekor angsa dan sekeping emas lagi.

Konsep Unik Jadi Daya Tarik

Keberadaan rumah makan, khususnya di Denpasar saat ini berkembang amat pesat. Tak hanya dari segi kuantitas, namun dari segi pemilihan konsep pun kini diamati I Gusti Agung Bagus Arimbawa, S.T., M.T., sangat beragam. “Dulu, rumah makan tanpa penataan interior, kini resto maupun café justru menawarkan konsep unik sebagai daya tariknya,” ujar owner & principal Architect, Crea Bali Mandiri.

I

a memberi contoh di daerah Renon yang memang menjadi salah satu pusat kuliner di Denpasar. Dengan menjamurnya resto-resto, tampak masing-

masing resto berlomba-lomba menawarkan tema-tema tersendiri. Karena memang fasad (tampak depan) fisik bangunan menjadi daya tarik awal bagi pengunjung untuk selanjut-

Arimbawa

nya melangkah ke dalam. Sebut saja sebuah restoran khas makanan Sunda di Renon, menyuguhkan detail khas ornamen Sunda sebagai konsep penataan interiornya. Dari pemilihan kursi, meja, sampai pada pernak-pernik yang ditata di dalamnya. Ada juga rumah makan dengan menu western yang mengusung tema interior yang lebih modern. Seperti, pemilihan sofa dengan warna yang menarik dan permainan warna dinding yang terang. Ada yang lebih mengeksplor suasana alami dengan menonjolkan penataan eksteriornya. Ada juga yang

memilih tema vintage, bahkan memanfaatkan barang-barang/ mebel bekas. Arimbawa berpendapat, sekarang resto lebih mengkhusus pada salah satu menu andalan yang ditawarkan, seperti, steak house, coffee house, dll., walaupun di dalamnya juga menjual menu lain. Kecenderungannya adalah makin banyak resto yang meniru konsep resto yang telah ada dan sukses sebelumnya, dengan tema yang sama, bahkan dengan menu yang sama. Walaupun pada akhirnya nanti akan berlaku hukum alam, yang tidak kuat bertahan akan hilang dengan sendirinya. –Inten Indrawati


18

Life

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Kerupuk dari anggur

Dodol berdasar buah anggur

Selamatkan Maskot Kabupaten Buleleng Sebagian besar masyarakat kecamatan Banjar kabupaten Buleleng menjadi seorang petani, utamanya petani anggur. Jenis anggur yang kebanya­kan ditanam di daerah ini adalah anggur Alphonso yang berwarna kehitaman. Paska panen di bulan Agustus hingga Desember, produksi buah anggur akan melimpah namun tidak diimbangi dengan proses pemasaran yang maksimal. Hal inilah yang menyebabkan anjloknya harga anggur di pasaran sehingga petani akan merugi. Ini disampaikan oleh salah seorang petani anggur Drs. Made Budiasa.

M

enyiasati merosotnya harga anggur ketika panen raya tiba, pria yang akrab disapa Budi itu menuturkan melakukan terobosan-terobosan dan terus berinovasi untuk mengangkat derajat buah anggur. Terobosan yang dibuat adalah dengan membuat berbagai jenis olahan anggur menjadi makanan dan minuman yang

akan menambah nilai jualnya. Anjloknya harga anggur di pasaran membuat kami membuat olahan anggur yang masih segar menjadi jus anggur, paparnya. Ia juga mengatakan jus anggur yang dibuat sudah memiliki label Bali Juice yang merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian kabupaten maupun provinsi. Tidak sampai di situ, Budi yang merupakan anggota kelompok

sa anggur, ungkapnya. Memang sedikit lebih ribet karena dalam proses penggunaan buah anggur, ia harus memisahkan antara kulit, daging, dan biji anggur. Dodol anggur buatannya pun memiliki kekhasan tersendiri, dengan tampilan yang dibentuk segitiga. Saat ini yang membuat dodol dari bahan dasar anggur memang sudah banyak, namun untuk tani Amerta Nadi mengetahui dodol setelah mendapat buatan kami, yaa dari pendampingan bentuknya yang sedan pelatihan dari gitiga, imbuhnya. beberapa perguKeberhasilan daruan tinggi terus lam pembuatan dodmelakukan inovasi. ol, membuat Budi Setelah Bali Juice kembali mencoba ini keluar, kami membuat produk olaberupaya kembali han yang berbahan membuat olahan dasar anggur. Namun anggur menjadi tidak seperti dodol, makanan, tambahdalam pembuatan nya. Salah satunya Drs. Made Budiasa kerupuk ia beberapa makanan yang berkali mengalami kegagalan produkbahan dasar anggur dikembangkan adalah dodol. Jika dilihat dari cara si. Beberapa kali memang sempat pengolahan, pembuatan dodol gagal tetapi kami yakin anggur ini anggur dan dodol pada umumnya bisa diolah menjadi kerupuk, ujar memang hampir sama hanya saja pria kelahiran 31 Desember 1950 berbeda pada bahan dasarnya. tersebut. Namun karena kegigiKami menggunakan anggur asli hannya dan keuletannya akhirnya yang sudah diblender bukan pera- sampai saat ini ia sudah mem-

produksi kerupuk anggur. Selain itu menambah nilai jual, pengolahan ini juga bertujuan untuk menyerap tenaga kerja dan menyelamatkan maskot kabupaten Buleleng. Selain dua produk olahan anggur yang diunggulkan tersebut, pihaknya juga pernah mengembangkan berbagai macam olahan lain seperti kopi biji anggur, dan teh kulit anggur yang dicampur dengan bahan-bahan herbal lainnya. Ia mengatakan mendapat ide untuk membuat olahan tersebut dari pengalamannya mengikuti semninar-seminar tingkat nasional. Contohnya biji anggur yang sangat dicari oleh warga luar negeri untuk kesehatan, mengapa kita kembangkan untuk kesehatan juga? jelasnya. Ia menilai produk olahan tersebut tidak kalah dari segi kualitas dan manfaat hanya saja kurang diminati di masyarakat. Beberapa kali sempat kami pamerkan namun tidak diterima di masyarakat, tandasnya. Budi juga mengatakan dalam pemasaran pihaknya belum bisa maksimal. Hal ini disebabkan karena produk yang dihasilkan memang dibuat dari bahan-bahan alami sehingga untuk pemasaran yang terlalu jauh dan memakan waktu lama dikhawatirkan akan merusak kualitas produk. Ia sangat berharap pemerintah terkait dapat memberi perhatian karena dalam pengolahan kelompok tani Amertha Nadi masih sangat terbatas baik dari biayan maupun dari segi promosi. Waktu lalu kami pernah mengikuti lomba, kami kan industri kecil jadi masih kalah saing kalau dengan pengusaha tingkat nasional, ujarnya. Dari tujuh produk yang dipamerkan tidak semua produk memiliki atau mendapatkan label sehingga dianggap belum memenuhi persyaratan. -Wiwin

Pilih Budidaya Pisang Cavendish Dibandingkan dengan negara yang memiliki empat sudah steril, beda dengan jenis pisang musim, Indonesia yang memiliki iklim tropis memang lain. Kalau yang terserang penyakit sangat mudah menanam pohon pisang sehingga harga itu ditanam maka akan menular ke buah pisang masih sangat terjangkau bagi masyarakat. pohon yang lain, papar pria yang lahir Meskipun hasil pisang yang melimpah ruah, akan 18 November 1951 tersebut. tetapi daerah-daerah tertentu belum mampu untuk Memilih pisang Cavendish sebagai salah memenuhi kebutuhan pisang masyarakatnya masingsatu komoditi primadona di desa Kalisada masing. bukan tanpa alasan, sebab jenis pisang yang Di tengah besarnya kebutuhan pisang masyarakat, satu ini memang sangat popular di Indonesia. Ketua pulau Bali harus mendatangkan pasokan pisang dari kelompok tani Lila Cita Karya ini juga mengatakan luar daerah. Hal tersebutlah yang membuat petani asal bahwa dalam penanam pisang Cavendish dan pisang Buleleng, I Ketut Wista mencoba membudidayakan lainnya dilakukan sama, hanya saja dalam pemubuah pisang. Kebutuhan pisang di Bali sangat banyak, pukan ia lebih memilih pupuk kandang. Sebelum kadang-kadang suplay pisang dari luar Bali makanya ditanam, dibuatkan lobang lalu dimasukkan pupuk I Ketut Wista saya tertarik, ungkapnya. Selain ketertarikannya untuk kandang,imbuhnya. Menurutnya, pisang Cavendish memenuhi kebutuhan pisang, ia juga mengaku mendapat informasi memang memiliki beberapa keunggulan dibanding pisang lain pada mengenai budidaya pisang dari seminar-seminar nasional yang umumnya. Salah satunya adalah pohonnya yang tumbuh tidak pernah diikuti. terlalu tinggi. Kalau pisang lain pohonnya tinggi-tinggi sehingga rentan sekali dengan penyakit rebah, tambahnya. Selain keungguPisang Cavendish adalah jenis pisang yang dipilih untuk dibulan tersebut, pisang Caven­dish memiliki ciri fisik buah yang lebih didayakan di daerah desa Kalisada kecamatan Seririt. Dilihat dari besar dengan pisang biasa, daging buah yang terasa manis dan namanya jelas pisang jenis ini bukan asli Indonesia, namun pisang ini lebih lembut, serta memiliki kulit luar yang mulus sehingga sangat dapat tumbuh subur di negara beriklim tropis asalkan dengan cara menarik untuk dikonsumsi. perkembangbiakan yang tepat. Pembibitan pisang Cavendish dilakukan dengan kultur jaringan yang bertujuan untuk menghindarkan Pria memiliki profesi lain menjadi penjahit tersebut mengatakan bibit dari berbagai macam penyakit. Jika dalam pembibitan sudah bahwa belum menemui masalah dalam hal pemasaran. Di Bali itu kan terserang penyakit, maka akan sangat berpengaruh terhadap perbanyak ada upacara keagamaan jadi kebutuhan pisangnya luar biasa tumbuhan pohon pisang dan buah yang dihasilkan. Dari pembibitan banyak, ungkapnya. Namun, sampai saat ini, Wista mengaku pe-

masar a n hanya dilakukan di pasar tradisional dengan harga 600 rupiah per biji. Kalau di supermarket harganya lebih mahal tetapi kami belum mampu memenuhi kebutuhan pasar modern, ucapnya. Sebagai tanaman yang baru pertama kali dikem- bangkan, Wista sangat berharap hama penyakit tidak menyerang sehingga produksi pisang dapat bertambah se­ hingga kebutuhan di pasar mo­dern dapat terpenuhi. -Wiwin

Story

Tubuhnya kurus kering. Nurjanah (bukan nama sebenarnya) terbaring lemah di kursi tamu rumahnya ditemani dua kerabatnya yang sehari-hari menemani dan mengurusnya. Meski ia tengah kurang sehat namun ia tetap berusaha tersenyum. Senyum yang mengembang di keriput kulit wajahnya yang telah menua. Usia Nurjanah sudah sangat sepuh, di atas 80-an tahun. Sepanjang usianya ia telah melewati kehidupan yang penuh dengan kehormatan-kehormatan juga sanjungan-sanjungan.

M

asa kecil ia habiskan bersama orangtua yang terpandang dan kaya raya. Masa mudanya ia habiskan dengan bekerja yang menumpuk banyak prestasi di berbagai bidang. Masa tuanya ia habiskan penghargaan-penghargaan atas karyanya. Maka tak heran, kehormatan dan sanjungan selalu menyertainya. Ia selalu berada di tempat yang istimewa. Tetapi lihatlah kini, semua berbalik demikian drastis. Di masa sepuhnya, ia menjalani hidup yang bisa dikatakan tragis. Entah apa yang telah terjadi pada diri Nurjanah. Menurut pengakuan banyak orang yang mengenalnya, semasa muda ia dikenal orang yang dermawan dan suka menolong. Ia bukan sosok yang sombong melainkan santun dan pandai bergaul. “Ibu (Nurjanah), orang yang sangat baik, suka menolong dan tidak sombong. Intinya sangat baik orangnya,” ungkap Siti, salah seorang kerabat yang sangat dekat dengannya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh kenalan lainnya. Lalu apa yang membuat kehidupan Nurjanah penuh dengan cobaan/ujian di masa sepuhnya? Siti lalu mengisahkan perjalanan hidup Nurjanah yang menderita karena anak angkatnya. “Itu semua karena anak angkat durhaka yang disayanginya itu,” kata Siti memperlihatkan wajah kesal. 45 tahun lalu, Nurjanah yang sejak menikah tidak memiliki anak itu, mengambil seorang bayi dari salah satu puskesmas di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Di hari itu, seorang perawat yang mengenalnya kebetulan sedang mengunjunginya, lalu bercerita tentang seorang ibu yang baru saja dibantunya melahirkan seorang bayi laki-laki. Perawat itu bercerita tentang kondisi bayi dan ibunya yang mengenaskan. Lahir prematur dan ibunya diusir dari kampung halamannya di Pulau Jawa. Ia lari ke Lombok dengan kondisi perut hamil tua. Sesungguhnya kehamilan itu sangat tidak diinginkannya, namun nasib membawanya pada hidup yang tragis. Ia dihamili oleh ayah kandungnya dan harus menerima nasib terusir dari kampung halaman bukan pula atas kehendaknya. Ia kemudian terdampar di puskesmas tersebut tengah malam sesaat setelah tiba di di Pelabuhan Lembar Lombok. “Kebetulan malam itu saya baru

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

7

Harta Benda Dihabisi Anak Angkat selesai membantu persalinan seorang ibu melahirkan bayi kembar,” ungkap perawat tersebut. Saat ingin pulang, perawat tersebut menemukan perempuan hamil di kursi teras puskesmas. Ia berpikir bahwa perempuan tersebut datang melahirkan. “Saat saya tanya apakah dia hendak melahirkan, ia diam saja tapi wajahnya sedih sekali,” kata perawat tersebut. Karena tidak melihat siapa pun yang mengantarnya dan tampak sebuah tas pakaian yang dibawanya, perawat ini langsung berpikir dan menduga bahwa perempuan muda itu adalah korban KDRT. Ia lalu mengajaknya bicara baikbaik dan memintanya untuk menceritakan apa yang tengah dialaminya. “Betapa kagetnya saya mendengar kisah perempuan muda yang tidak memiliki sanak keluarga di Lombok ini,” katanya. Hal inilah yang membuatnya iba pada perempuan tersebut dan menawarkan diri untuk membantu perempuan yang tengah hamil 7 bulan itu. Ia lalu membawa perempuan itu ke rumahnya dan merawatnya. Tampak dalam kesehariannya perempuan itu stress dan tertekan. “Saya sering menemukannya menangis sendiri di kamar. Saya menawarkan bantuan untuk mengantarnya pulang atau bantuan lainnya, ia hanya menggeleng,” katanya. Sampai akhirnya seminggu kemudian terjadi kontraksi hebat pada kehamilannya. “Dia kemudian melahirkan bayi prematur namun dengan kondisi yang sehat,” katanya. Lima hari kemudian, perempuan ini meminta izin pada sang perawat baik hati itu, untuk pamit pulang ke Pulau Jawa dan menitipkan anaknya. “Dia bilang pada saya minta tolong untuk mencarikan orangtua asuh bagi anaknya jika saya tidak mau mengasuhnya,” ungkapnya. Saya kasihan lihat bayi ini dan tidak tega pula melihat penderitaan ibunya. Karena itu ia tidak berusaha mencegahnya pulang jika itu yang membuatnya merasa baik. “Dia tidak menyusui bayinya sejak dilahirkan, namun saya melihat dimatanya ketika menatap bayinya, ia sesungguhnya sangat sedih,” ujar perawat. Seminggu kemudian setelah kepergian perempuan itulah perawat ini mampir berkunjung ke rumah Nurjanah dan menceritakan kisahnya. “Saat itu juga Bu Nurjanah meminta diri untuk merawat bayi tersebut,” katanya. Nurjanah merawat dan membesarkan bayi itu seperti anaknya sendiri. Ia sangat sayang padanya. Selain kasih sayang yang tumpah ruah, bayi itu

juga mendapatkan kehormatan dan sanjungan-sanjungan mengikuti kehormatan dan sanjungan yang banyak diterima

tkh/net

ibu angkatnya ini. Namun apa yang terjadi, si anak angkat ini rupanya tidak menjadi baik seiring dengan kebaikan-kebaikan yang diterimanya dari ibu angkatnya. Ia malah menjadi anak durhaka bahkan sejak usianya kecil sampai sekarang. “Harta benda ibu angkatnya habis olehnya. Belum lagi terlalu banyak masalah yang memalukan ibunya yang dihormati orang tersebut, akibat ulahnya. Ia terlibat narkoba dan pernah dipenjara. Belum lagi masalah-masalah lain yang selalu dibuatnya. Sayangnya, meski banyak masalah yang ditimbulkan oleh anak angkatnya yang membuatnya menderita seperti ini, Ibu (Nurjanah) tetap saja menyayanginya,” ungkap Siti. Cinta buta dan kasih sayang Nurjanah kepada anak angkatnya yang durhaka ini telah membawanya pada penderitaan seperti hari ini. Rumah, mobil, perhiasan dan

segala harta kekayaannya telah ludes dijual oleh anak angkatnya yang durhaka. Dalam kondisi sakit seperti inipun, sang anak angkat tidak pernah merawatnya. Hanya dua orang kerabatnya yang setia merawatnya. “Minggu lalu dia (anak angkat Nurjanah) datang hanya mengambil kunci mobil dan pergi. Rupanya mobil tersebut sudah dijualnya dan tidak sepeser pun uang hasil penjualan mobil itu diberikan untuk ibu angkatnya sekedar untuk biaya sakitnya. Sampai hari ini ia tidak pernah kelihatan lagi,” kata Siti. Di mata kerabatnya, Nurjanah terlalu menyayangi anak angkatnya itu dengan ‘mata buta’. Hal inilah yang kemudian membuat keluarganya ‘menjauhinya’ karena muak pada anak angkatnya dan juga tidak senang pada Nurjanah yang terlalu membelanya. Akhirnya, kini Nurjanah harus menjalani masa sepuhnya dalam kondisi tragis. -Naniek I. Taufan


6

Pada saat Hari Raya Idul Fitri biasanya keluar­ ga besar akan berkumpul mulai dari sanak saudara, hingga para tetangga. Kemudian, satu sama lainnya saling mengunjungi. Inilah momen yang membahagiakan hadir. Mulai dari berkumpul bersama keluarga berkumpul bersama teman hingga berkumpul bersama tetangga. Sebelum itu apakah yang dilakukan keluarga yang akan mudik atau sebaliknya tidak mudik di Denpasar.

“P

astinya kami bahagia menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Sebab, hampir setiap tahun kami mudik. Anak-anak terutama sangat antusias selain ketemu keluarga, mereka juga punya waktu bertemu teman-teman kecilnya dulu dan yang seru juga bakal dapet angpao, ujar Asti asal Jakarta dan sudah 15 tahun tinggal di Denpasar ini. “Untuk tahun ini, Insya Allah kami berangkat pada 2 Juli malam, setelah pulang kerja. Kami memang tidak selalu sama jadwal pulang setiap tahunnya, bisa H-5 atau pun H-4 karena

Siti Zulaikah

Woman on Top

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Mudik atau Tidak Semua Bahagia

Upik Rustiah

menyesuaikan dengan hari libur di kantor, lanjut ibu dari Fira dan Anisa yang bekerja di Garuda ini. Ia mengatakan untuk transportasi mereka sekeluarga, termasuk orangtua dan mertua, memperoleh fasilitas untuk terbang setiap tahunnya dari Garuda. Bersyukurnya ada tanggungan ini, jadi kami bisa wara wiri tiap hari raya, tanpa harus berpikir berapa harga tiket pesawat saat itu, cetusnya tersenyum. Ditanya kegiatan tepat di Hari

Raya, Asti mengatakan bahwa tradisi tepat saat Idul Fitri, hari pertama mereka biasa semua kumpul di Jakarta, di rumah mertuanya. Setelah, sholat Ied dan bersilaturahmi dengan keluarga yang hadir. Selanjutnya Asti menuju rumah orangtuanya di Bogor untuk sowan. “Biasanya hari pertama itu sama keluarga inti aja. Hari kedua dan ketiga baru ada halal bi halal dengan keluarga besar. Meski semua peristiwa di hari kemenangan ini kami lakukan rutin setiap tahun namun selalu terasa berkesan, terangnya istri Mohamad Santosa Boediharjo yang bekerja di bidang propert ini. Sementara Upik Rustiah mengaku, tidak mudik namun merayakan Idul Fiti di tanah kelahirannya Denpasar, Bali. Justru yang mudik anak-anak saya yang saat ini merantau ke luar Bali, kata Upik yang saat ini tercatat sebagai Manager Miracle Clinic Renon ini. Menjelang hari kemenangan ini ia justru berpikir dan merenung apakah amalan yang dilakukannya tahun ini sudah meningkat

diban­ding sebelumnya. Disamping tetap menjalankan tradisi menyambut lebaran dengan menyiapkan menu lebaran, baik untuk makan bersama maupun kue-kue ringan untuk para tamu. Yang pasti, kata Upik , ia wajib menyiapkan menu kesukaan anak-anaknya berupa rendang dan sambal daging balado. Sedangkan untuk makanan ringan ia menyediakan mulai dari nastar, kastengel ditambah cake tape

kesukaan anak-anaknya. Aktivitas sebelum lebaran, kata Upik, adalah menukarkan uang kecil untuk nantinya dibagikan kepada anak-anak usai sholat Ied di Lapangan Renon. Selain itu juga bersih bersih kamar kedua anaknya yang bakal datang. Bisa selalu berkumpul dengan mereka, membuat saya sangat bahagia. Kami bisa sholat Ied bareng,” ucap ibu dari Nurfani Rozalina dan Mutia Bunga Rozalina ini. Dikatakannya pada hari pertama Idul Fitri ia dan keluarga melaksanakan open house untuk menyambut kedatangan teman, sahabat serta semua kerabatnya.Situasi kebersamaan ini juga mengasyikkan, situasinya seperti reuni,” ujar Upik tersenyum - Sri Ardhini

S

alah satunya, Siti Zulaikah, pengusaha rental mobil yang memiliki 20 mobil kinyis-kinyis yang siap disewa pemudik yang berlokasi di jalan Jojoran. Siti, memulai usaha hanya bermodalkan Rp 500.000 untuk membuka toko yang men-

Asti dan keluarga

M U D I K Salam Senyum, …… aku pulang….tanpa dendam….. ku terima…… kekalahanku….. aku pulang … tanpa dendam… kusalutkan kemenanganmu….. Itu sebagian reffrain lagu yang dinyanyikan oleh grup band papan atas di Indonesia Sheila on Seven dengan judul “Berhenti Berharap.” Yaaaaa… Terlepas dari arti lagu tersebut, mudik semestinya penuh dengan cerita, penuh dengan angan-angan dan harapan, penuh dengan kerinduan dan penuh dengan kenangan tentunya. Dalam rubrik saya kali ini akan membahas Mudik sebagai istilah dalam service… seperti apa itu? Tagline seperti Back to Nature…, Back to Basic…, Kembali ke Selera Asal dan lain sebagainya seakan menjadi tagline yang sangat menyentuh. Hebatnya lagi sebagian besar masyarakat menerima tagline yang makna tersiratnya ini berisi ajakan. Walaupun mereka belum mampu melaksanakannya, tetapi minimal tidak menolaknya. Dalam minggu-minggu ini kita juga akan diramaikan oleh aktivitas yang bersifat ritual tahunan. Bahkan sebagian pakar menyebutnya aktivitas ini sebagai budaya, yaitu ritual “MUDIK”… mudik ini walaupun bersifat sementara (pulang kampung sebentar) tapi seakan-akan menjadi suatu keharusan bagi sebagian orang, karena ada nilai-nilai yang sangat menyentuh hati para pemudik. Mengamati dunia layanan sebenarnya kita sudah jauh meng-copy paste standar layanan yang berbasisyang bukan daerah kita, namun lebih banyak ke arah Eropa, Amerika atau negara–negara yang sudah dibilang maju di bidang tersebut. Hhhmmmm… tapi setelah lama berkembang, ternyata sama dengan judul tulisan saya

yaitu MUDIK,… standar layanan sekarang malah lebih mengarah kembali ke budaya setempat. Dalam layanan, esensi ‘MUDIK’ sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar dalam menerapkan standar layanan mereka…. Contoh saja beberapa hotel berbintang ataupun maskapai penerbangan nasional. Ketika mereka menyambut tamu, dengan sapaan /greeting sesuai standar, mereka lakukan dengan mencakupkan kedua tangan di dada. Orang yang belum familiar dengan hal tersebut akan membawa kesan tersendiri dan menjadikan kenangan dengan sapaan yang mereka anggap spesial dan unik. Naaaahhh… Adalagi contoh lain dalam layanan. Pernahkan ke suatu daerah yang melakukan layanan dengan bahasa daerah setempat? Sudah banyak sekarang perbankan atau perusahaan besar memakai bahasa setempat untuk melayani pelanggan agar lebih mudah diterima orang. Bahkan itu menjadi kekuatan tersendiri dalam layanan yang mereka berikan terhadap pelanggannya. Pelanggan akan merasa nyaman, merasa tidak ada jarak, bahkan merasa seperti di rumah sendiri. Hehehhe... Kalau contoh beikut ini sudah banyak juga yang menerapkan. Kalau kita lihat seragam dari front liner dari salah satu bank, kita contohkan Bank terbesar di Indonesia yang baru-baru ini terkenal dengan keberhasilan meluncurkan satelit, mereka menggunakan seragam pegawai yang diberi aksen (lis) batik. Waaah.. Tentunya dengan aksen tersebut akan kelihatan kembali ke selera asalnya , yaitu Indonesia. Karena batik merupakan hasil seni tradisional Indonesia. Mengamati seragam, ada salah satu bank lokal terbesar di Bali memakai kebaya dan kain yang dipadukan dengan model yang modern untuk seragam karyawannya. Jadi mereka menggambarkan bagaimana pakaian para wanita cantik nan anggun di tempo dulu. Benar benar back to nature ya... Selain contoh-contoh di atas juga dalam presmises (karena servis bukan hanya pada orangnya tapi juga

Kesuksesan tak hanya datang dari gelar kesar­j anaan. Tetapi seorang yang berpendidikan ren­ dah pun jangan berkecil hati. Yang penting, bagaima­ na berusaha agar sukses. Kiat seder­ hana meraih sukses ini nampaknya ba­ nyak didapati peng­ usaha yang berhasil. Tetapi, tidak memi­ liki gelar pendidikan yang tinggi.

pada presmisesnya) sudah banyak juga yang memakai aksen-aksen budaya lokal. Ada yang berupa lukisan, ada juga yang berupa aksesoris kerajinan tangan untuk menghias ruangannya, ada juga yang memperdengarkan musik atau alunan lagu daerah setempat dan banyak lagi yang lain. Ternyata dalam service, belum tentu apa yang cocok diterapkan dalam daerah tertentu menjadi cocok juga di daerah yang lain. Saat ini orang berlomba untuk menciptakan “ Culture Of Service”. Kenapa? Karena ternyata dalam melayani, mereka berusaha untuk menyentuh pelanggan secara emosional. Kenapa ? Karena pengalaman emosional tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial. Manusia itu adalah mahluk yang berbudaya dan tentu juga mahluk social. Jadi melayani dengan istilah “Mudik” adalah salah satu senjata yang dapat memberikan kedekatan dengan pelanggan dengan tujuan agar pelanggan merasa nyaman. Bagi yang belum pernah mencoba dan melaksanakan, kenapa tidak melakukannya dari sekarang?... seperti suasana menjelang Hari Lebaran, semua rindu dengan hal yang kembali ke asal mereka masing masing. Saya yakin, budaya lokal tidak kalah menarik dengan hal yang kita adopsi dari negeri seberang. Maka mari kita mencoba layanan MUDIK agar layanan kita dapat memberikan kesan dan menyatu dengan pelanggan yang selalu setia untuk datang kembali. Ingat… Kita tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua jika tidak menciptakan kesan pertama. Akhir dari tulisan ini, saya dan seluruh manajemen 3SP mengucapkan Selamat Merayakan Hari Lebaran dan bagi yang mudik, selamat menikmati libur panjang dan berkumpul dengan keluarga. Salam 3SP, Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

19

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Tekuni Usaha Rental Mobil hingga Warung Kopi jual sembako pada 2003 hingga 2007. Namun, melihat sukses te­ tangga di depan rumahnya membuka usaha rental mobil, Siti-pun mempunyai pikiran untuk ikut menyewakan mobil seperti te­ tangganya itu. Hingga akhirnya berniat mengumpulkan hasil omzet dari berjualan sembako untuk membeli satu mobil. Mobil tersebut kemudian dititipkan kepada tetangga depan yang

sudah mempunyai tempat rental sendiri. “Setelah menitipkan mobilnya ternyata cukup ramai disewa orang dan menghasilkan ratusan ribu per harinya,” kata Siti Zulaikah, mengenang awalnya merintis usaha mobil rental ini. Setelah melihat rental mobil terlihat ramai banyak penyewa wanita energik ini mempunyai pikiran untuk membeli mobil baru lagi dan dititipkan kembali

Kesuksesan tak hanya datang dari gelar kesar­ janaan. Tetapi seorang yang berpendidikan rendah pun jangan berkecil hati.

Pasukan Katak Jaga Bandara Juanda Komando Pasukan manan seperti ini, kami Katak (Kopaska) dari Koyakin dan berharap arus mando Armada RI Kamudik lebaran lewat Banwasan Timur (Koarmatim) dara Juanda aman dan dilibatkan dalam penganyaman,” ujar Sukirman manan Bandara Internadengan penuh harap. sional Juanda dalam menJika terjadi masalah ganggantisipasi aksi teroris saat guan arus mudik lebaran, arus mudik lebaran. pihaknya akan bertindak tegas sesuai prosedur “Pasukan Kopaska ini yang berlaku. memang sengaja kita libatkan dalam pengamanan Sukirman menjelasBandara untuk mengankan status pengamanan tisipasi berbagai kemungBandara Juanda selama an Letkol Laut (P) Sukirm kinan gangguan keamanan arus mudik lebaran ini termasuk aksi teroris,” ujar Letkol masuk kategori Siaga II atau Siaga Laut (P) Sukirman, Airport Security Kuning. Dalam status siaga II seperti Departement Head, pekan lalu. ini, personil pengamanan melakukan Sukirman mengatakan jumlah per- pengetatan pemeriksaan orang dan sonil untuk pengamanan bandara kali ini barang yang masuk Bandara Juanda. ditambah lebih banyak dari pengamanan Pasukan pengamanan juga menbiasanya sehari-hari. Hal ini dilakukan ingkatkan patroli di daerah tertentu agar arus mudik lebaran yang datang yang dinilai rawan selama 24 jam. dan pergi lewat bandara Juanda ini ber- Selain itu, memberi pengawasan jalan lancar dan aman serta nyaman. khusus kepada orang-orang yang “Jumlah personil pasukan penga- dicurigai berdasarkan rekam jejaknya manan yang dilibatkan pada lebaran kali selama ini. ini sebanyak 1.200 orang dan jumlah ini Lebih jauh, Sukirman menjelaskan tidak termasuk personil dari Kopaska,” peningkatan pengamanan di Bandara jelas Sukirman. Internasional Juanda ini sebenarnya Untuk memudahkan koordinasi sudah mulai dilakukan sejak terjadi pengamanan pihak Bandara telah bom di Perancis bulan lalu. mendirikan posko terpadu untuk Selain itu, menyusul penangkapan pengamanan arus mudik lebaran, sejumlah anggota teroris di Surabaya Jumat (24/6). Posko ini bekerja mulai pekan lalu dan bom yang terjadi di H-12 (24 Juni) hingga H+10 (17 Juli). Turki pekan ini. Yang bertugas di posko yang berop“Semua kejadian seperti itu, menerasi selama 24 jam ini adalah personil dorong kita untuk meningkatkan pengabungan dari bandara Juanda sendiri, gawasan dan pengamanan Bandara BMKG Juanda, TNI, Polri, SAR dan Juanda. Karena bukan tidak mungkin personil pengaman dari masing-masing hal seperti itu bisa saja terjadi di sini perusahaan penerbangan. jika kita tidak mengantisipasi secara “Dengan kekuatan personil penga- dini,” tegasnya. -Yosef Sintar

kepada pemilik rental mobil depan rumahnya. Alhasil omzet yang dicapai Siti Zulaikah, terbilang cukup banyak dan hasilnya setiap harinya berbeda jumlahnya. Kadang banyak terkadang sedikit. Setelah mengumpulkan omzet hasil semua usahanya, ia pun membeli rumah baru di kawasan Kebraon, letaknya di pinggir jalan yang dibilang cukup mewah ini. Ibu tiga anak yang kini berusia 48 tahun itu, sete­lah pindah rumah mening­galkan usaha berjualan sembakonya dan membuka usaha lainnya, warung kopi tepat di depan rumahnya itu. Ia juga membuka usaha tempat rental mobil sendiri di depan rumahnya sehingga ia tidak ikut orang lagi. -Gifta Mei Safira

Siti Zulaikah


20

Nine

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Tuntas menunaikan­ ­tugas sebagai memimpin ­Badan Ketahanan ­Pangan (BKP) Provinsi NTB dan dan Bakorluh NTB, Ir. ­Husnanidyati Nurdin, ­kembali menerima tugas dan tanggung jawab ­sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia menjadi salah satu perempuan yang menerima kepercayaan dari ­Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, untuk ketika kalinya memimpin SKPD di NTB. Tentu kepercayaan itu tidak datang begitu saja, melainkan atas karya dan prestasi yang diperlihatkan perempuan kelahiran 3 Februari 1962 selama ini.

D

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Tips Harmonis Suteja dan Marjani

Ir. Husnanidyati Nurdin

5

Jangan Paksakan Kehendak Siap Jelajahi Hutan

Ir Husnanidyati Nurdin saat berada di lapangan

alam melaksanakn tiap tugas yang diembannya, Eni panggilan akrabnya, terbilang sangat rajin turun lapangan. Lapangan baginya adalah wilayah tugas yang harus banyak disentuhnya karena dari sanalah ia mendapatkan masukan dan mengenal dengan detil cara dan karakter keputusan apa yang diambilnya

Inspirasi

dalam menentukan kebijakan yang akan dibuatnya berkaitan dengan tugas dan wewenang dari tanggung jawab yang diberikan pada dirinya. Beberapa waktu lalu, Eni telah terlihat berada di kawasan hutan sekitar Air Berik Lombok Tengah untuk melakukan penanaman berbagai pohon dalam rangka Hari Pencegahan Degradasi Lahan. Dengan kegiatan ini ia berharap agar semakin banyak pohon yang dapat menyimpan dan terus mengalirkan air sebagai sumber utama kehidupan manusia. Kegiatan ini merupakan aktivitas turun lapangan pertama kali yang dilakukannya sebagai Kepala dinas Kehutanan NTB.

Setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar sebulan yang lalu, ia mulai mempelajari dengan detil hal-hal teknis berkaitan dengan bidang baru yang dipercayakan untuk dipimpinnya. Eni belajar dari banyak momen dan kesempatan bertemu dengan berbagai pihak terkait bidang kehutanan termasuk stake holder bidang ini. Ia mempelajari hal-hal berbau teknis terutama yang khusus dalam bidang ini. Ia bukanlah perempuan biasa. Meski kehutanan adalah bidang yang secara umum dikenal sebagai lapangan yang tidak menawarkan kemudahan bagi seorang perempuan, Eni telah menyiapkan diri yang ‘menjelajahinya’ semaksimal mungkin. “Setelah road map yang dibuat jadi, maka tidak ada cerita untuk diam di tempat,” ungkapnya mantap. Saat ini ia memang tengah menyiapkan road map termasuk menyusun rencana dan strategi mengenai kehutanan di NTB. Dalam rancangan yang dibuatnya, salah satu target pentingnya adalah mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Karena menurutnya, dari 40% angka kemiskinan di NTB, 17,6%nya adalah masyarakat yang tinggal di sekitar hutan NTB yang luasnya lebih kurang 1 juta hektare.

JADI DIRIGEN Karena itu sebagai Kadis Kehutanan NTB, ia telah memiliki jargon yaitu, “Hutan Lestari Kehidupan Berseri”. Dengan jargon itu, tidak bermaksud bermimpi menyejahterakan masyarakat melainkan ia akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dapat mengelola dan memanfaatkan ragam hasil hutan bukan kayu untuk kebutuhan hidup dan sumber penghasilannya. “Saya ingin agar masyarakat yang tinggal di sekitar hutan ikut berperan aktif dalam mengelola dan memanfaatkan berbagai hasil hutan bukan kayu (hasil hutan yang diperbolehkan aturan untuk dikelola) untuk meningkatkan penghasilan bagi kehidupannya,” ujarnya. Oleh karena itulah, road map kehutanan yang tengah dibuatnya

salah satunya dititikberatkan pada apa jenis dan potensi hutan bukan kayu yang bisa dikelola baik oleh masyarakat maupun yang dapat dimitrakan maupun diinvestasikan pemanfaatannya dalam kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Untuk pekerjaan ini, tentu saja ia akan menjadi sangat sibuk menjalani tugas-tugasnya ke depan. Selama masa mengenal dekat wilayah tugas barunya yang menurutnya bukan pekerjaan mudah ini, ia mulai sering berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak. “Saya tidak bisa jadi Raja ‘Hutan’ sendirian, melainkan harus banyak bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengurus bidang kehutanan ini,” katanya. Selain dengan pegiat hutan, ia juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan UPT pusat yang vertikal di bidang kehutanan seperti, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT), BP DAS, BKSDA dan Litbang Pusat. Selain itu ia juga membangun komunikasi dan koordinasi dengan 20 KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) sewilayah Nusa Tenggara Barat. KPH adalah yang bertanggung jawab pada masing-masing satu kawasan hutan. Dari sekitar satu juta hektar yang ada di NTB ini ada 20 KPH. Ia harus menjadi ‘dirigen’ bagi banyaknya KPH ini. “Karena KPH inilah yang akan ‘mengeksekusi’ kawasan hutan, ujar ibunda dari ibunda dari Evanur Hendrasari (27) dan Nursadrina Hendra Karamina (22). -Naniek I. Taufan

Bersama staf dan pegawai Dinas Kehutanan Provinsi NTB

Meraih peringkat ketiga dalam lomba keluarga harmonis ­t ingkat provinsi Bali bagi keluarga pasangan Drs. Made Suteja dan Putu ­M arjani, S.Pd., ­b ukanlah suatu kebetulan. Termasuk dalam kategori ­k eluarga yang ­d ikatakan harmonis sebab dalam keluarga jarang sekali ada ­p erdebatan-perdebatan yang menimbulkan keributan.

M

enurut Made Suteja sebagai kepala keluarga, dalam sebuah keluarga perbedaan yang ada bukanlah hal yang dijadikan masalah melainkan dengan perbedaan tersebut masing-masing anggota keluarganya bisa saling mengerti, m emah ami d an s aling menyuport. Menurutnya, selain hal tersebut memahami antara hak dan kewajiban masingmasing anggota keluarga juga merupakan kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga. “ Pe r s o a l a n k e b u t u h a n d a lam keluarga adalah tanggung jawab masing-masing jadi saling penuhi saja,” jelasnya. Ayahanda dari Gede Prema Ranga Puspayana dan Kadek Gita Sai Sarani ini juga mengaku sangat memprioritaskan masa depan anak agar tidak salah langkah. Ditengah kesibukannya sebagai prebekal Desa Dencarik, ia sangat paham jika seorang anak harus benar-benar mendapat perhatian dari orang tua. “Banyak kita lihat di media berita-berita mengenai anak yang salah pergaulan, seperti narkoba dan seks bebas,” imbuhnya. Maka dari itu, ia sangat

Drs. Made Suteja

memprioritaskan anak dari segi pendidikan. Setiap orang tua pasti ingin anaknya mendapat pendidikan yang baik dan menjadi seseorang yang hebat. Namun dalam menentukan pendidikan bagi anak , alumni STKIP Agama Hindu Singaraja ini mengaku selalu berkoordinasi dengan anak. “Koordinasi itu penting jangan sampai memaksakan kehendak, disamping itu orang tua juga harus melihat potensi anak,” ungkapnya. Anak pertama, Gede

Keluarga Drs. Made Suteja

Prema Ranga Puspayana yang menyukai bidang olah raga diarahkan sekolah dibidang tersebut. Berbeda halnya dengan anak kedua Kadek Gita Sai Sarani yang lebih berkeinginan menjadi polwan maupun pramugari. “Kita hanya arahkan dan mempersiapkan biayanya,” imbuhnya. Sebagai kepala keluarga yang bijak, Made Suteja menilai bahwa suatu perbedaan dalam keluarga bukanlah kesalahan. Perbedaan maupun pendapat masing-masing anggota merupakan hak masing-masing, tergantung dari sudut mana dilihat. “Saya punya prinsip bahwa mencapai suatu tempat tidak hanya dengan satu jalan, dan saya memberi kebebasan mereka dalam memilih jalan karena yang pada akhirnya kami cari bukan baiknya tapi benarnya. Baiknya si A, si B, dan si C pasti berbeda tetapi yang benar Cuma satu,” paparnya. Selain berhasil memimpin sebuah keluarga, pria kelahiran 16 Maret 1964 ini juga terbilang berhasil memimpin di masyarakat. Hal ini terbukti dari hubungan antara dirinya dan masyarakat yang begitu dekat. Jiwa kepemimpinan me-

mang sudah ada sejak dulu, baik dari garis keturunan maupun riwayat pendidikan. “Memang dari kakek buyut hingga bapak menjabat sebagai pemimpin dan kalau dilihat dari pendidikan juga pernah menjabat sebagai ketua osis dan ketua senat,” pungkasnya. Klasifikasikan Diri dalam Memimpin Menurutnya, seorang pemimpin yang baik adalah yang pandai membaca situasi. “Kalau kondisi seperti di desa Dencarik, saya sangat tahu karakter masyarakatnya,” tambahnya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi pemimpin yang benar memang sangat sulit, meskipun menjadi pemimpin yang baik dikatakan gampang. Ia juga mengatakan bahwa dalam memimpin akan menemui banyak karakater dari masyarakat yang het erogen. “Kalau memimpin di daerah homogeny saya kira akan biasa saja, diibaratkan sebuah lukisan kalau hanya satu warna pasti tidak akan indah,” jelasnya. Tantangan seorang pemimpin ketika menghadapi perbedaan dari masyarakat yang dipimpinnya. Sebelum menjadi seorang pemimpin, Suteja mengatakan sudah mengklasifikasikan diri. “Masyarakat yang mungkin tidak cocok dengan saya, sudah saya kelompokkan. Misalnya karena saya bukan seorang penjudi atau peminum kelompok masyarakat tersebut mungkin kurang suka dengan saya,” ujarnya. Namun perbedaan hal tersebut jangan sampai membuat jarak antara pemimpin dan masyarakat. Sebisa mungkin ia menyesuaikan diri dan tidak terlalu ekstrim dengan kondisi masyarakat tersebut

melainkan mencari jalan agar tetap bisa selaras. “Itu bagian dari wilayah dan masyarakat yang harus saya hadapi, ya saya yang harus menyesuaikan diri,” jelasnya. Sebagai seorang prebekel, Suteja memiliki cita-cita yang sangat besar yaitu menjadikan desa Dencarik bebas dari sampah. Sampah yang dimaksud adalah sisa sisa makanan atau limbah dapur yang dijadikan pupuk cair. “Limbah dapur seperti potongan sayur, sisa nasi, dan sisa sayur dimasukkan ke dalam komposter dan di semprotkan bio activator sehingga jika di diamkan beberapa hari maka akan keluarga cairan yang bisa jadikan pupuk,” paparnya. Pria yang menyukai olahraga, seni musik, dan seni lukis ini juga mengatakan, saat ini menerapan alat tersebut memang sudah disosialisaikan kepada masyarakat akan tetapi masih terkendala dalam jumlah produksinya. “Saya kira menjadi semacam ikon desa Dencarik yang menjamin kebersihan desa,” tambahnya. Program ini sangat mendukung program pemerintah dan dinilai sangat praktis sebab pupuk yang dihasilkan langsung dapat digunakan. “Desa tetangga juga sudah mulai banyak yang pesan, dan dari pihak pemerintah juga akan dijadikan pilot project,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa jumlah masyarakat yang heterogen membuat pemahaman terhadap kebersihan lingkungan juga berbeda. “Ada yang sekolah, ada yang sekolahnya sebentar itu yang membuat kami kesulitan menyadarkan masyarakat akan kepedulian lingkungan,” tandasnya. Persoalan sampah yakin bisa teratasi jika masing-masing individu memiliki kesadaran masing-masing. -Wiwin


4

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Yuni Noor Hastuti

Inspirasi

“Sulap” Limbah Pohon jadi Bunga

Awalnya Yuni Noor Hastuti hanya sekadar iseng mencoba memproduksi sendiri kerajinan bunga-bungaan dari limbah pohon. Beberapa hasil eksperimennya itu dia coba tawarkan ke sebuah galeri yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Di luar dugaan, kerajinan yang dibuatnya dari bahan-bahan alami itu justru disukai konsumen, khususnya para bule yang bertandang ke galeri tersebut.

Y

uni, begitu sapaan akrab ibu tiga anak ini, sungguh terkejut ketika mendapat pesanan dari galeri itu dalam jumlah banyak. “Wah, padahal waktu itu saya cuma nyoba-nyoba saja, ternyata diterima. Katanya, pembeli bule sangat suka. Padahal produk sampel saya itu asli bahan alami, tidak ditambah finishing warnawarni. Tapi justru kealamian produk itu membuat para pembeli suka,” ungkap Yuni menceritakan pengalamannya saat mulai belajar berbisnis tahun 1999. Yani mengaku memulai bisnis pertamanya itu hanya dengan modal yang minim, kurang dari Rp500.000. “Modal saya waktu itu kecil banget kok,” katanya tertawa. Jadi pada awal bisnisnya, membuat aneka kreasi kerajinan dari bahan pelepah pisang, daun jagung, juga buah pinus. Bahan-bahan itu bukan hanya mudah didapat tapi juga murah, maklum limbah yang biasanya dibuang orang. “Biaya produksi rendah karena kan materialnya limbah, yang banyak dibuang orang,” ucapnya. Menurut Yani, dalam menjalankan bisnis kerajinan dia banyak dibantu oleh sang suami, Singgih Wardana Murti. “Suami saya seniman, dia itu yang sesungguhnya memiliki banyak ide untuk membuat desain kerajinan bunga. Sedang saya lebih banyak berkecimpung di bidang produksi dan pemasaran,” papar Yuni yang menjadi salah satu wakil dari Disperindag Kabupaten Bantul, Yogyakarta, untuk berpameran di Jakarta Fair 2016. Sukses dengan kerajinan bungabungaan dari pelepah pisang, kulit jagung dan pinus, Yani dan suaminya kemudian mengembangkan materialnya dengan juga menggunakan

buah pinang, juga buah bintaro, dll. Di luar kerajinan bunga-bungaan, dia juga menambah produknya dengan kerajinan lampu dari paralon dan termos bekas. Kerajinan lampu dari termos bekas ini, ungkapnya, banyak yang suka bahkan sempat membuatnya kelabakan ketika mendapat pesanan dalam jumlah yang cukup banyak. Walhasil, tak mau mengecewakan para konsumennya, ia terpaksa membeli termos baru. “Hehehe...iya terpaksa. Karena waktu itu jumlah termos bekas kurang, sedang pesanan banyak sekali. Jadi terpaksa beli termos baru di Surabaya. Harganya Rp40.000 per termos. Haha...hahha. Ya, terpaksa untung yang didapat pun tidak banyak karena harga tidak bisa naik meski pakai termos baru. Tapi tidak apa-apa yang penting konsumen puas,” tuturnya. Berbeda dengan limbah pohon yang bisa dikumpulkan dalam jumlah yang banyak dalam waktu tidak lama, termos bekas lebih sulit. “Jadi suami saya yang ‘bergerilya’ mencari. Berapa pun yang ada kita beli untuk stok,” ucapnya. Tentang dari mana material bunga-bungaan berasal, Yani menceritakannya secara terbuka. Untuk limbah jagung misalnya, dia biasa memesan di Boyolalidan Kediri. Harga satu truk Rp1 juta, sudah termasuk ongkos antar sampai di rumah. “Satu truk itu bisa menghasilkan 40.000 pieces bunga. Sedang tangkai bunga saya ambil dari pohon bambu cendani dari Wonosobo,” ungkapnya. Nah yang ini, kata Yani sembari menunjuk buah-buahan hiasan, adalah buah bintaro. Menurutnya, buah-buah bintaro didatangkan dari Jakarta. “Saya sudah punya langganan pemulung di Jakarta. Setiap

dari mancanegara yang paling rutin adalah Bahrain,” tambahnya.

Yuni Noor Hastuti

dua bulan saya memesan 1 truk. Untuk buah bintaro saya membeli dari pemulung Rp200 per-buah,” kata Yani yang baru-baru ini mendapat kiriman satu truk buah bintaro hasil pulungan di kawasan Monas dan Ancol. Untuk mengembangkan usahanya, tutur Yani, ia melakukan berbagai variasi, baik dalam hal material maupun pewarnaan. Kalau pada awalnya ia hanya menggunakan warna-warna alami dari material yang ada, maka kini ia pun mengkreasi produknya dengan warna-warni indah. “Saya mulai menggunakan pewarnaan tahun 2010. Banyak yang suka warna natural bawaan asli dari materialnya, tapi banyak juga yang meminta bunga-bunga warnawarni, bahkan ada juga yang minta kombinasi dengan bunga plastik. Tapi khusus untuk bunga plastik jumlahnya sangat sedikit jika dibanding bunga-bunga alami,” tambah Yani. MENYIASATI PERSAINGAN KETAT Sebagaimana diketahui, Kasongan, Kabupaten Bantul adalah salah satu daerah tujuan wisata di DI Yogyakarta. Di daerah yang juga dikenal sebagai sentra kerajinan, terdapat aneka kerajinan rakyat yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Karena menjadi tempat perburuan aneka kerajinan maka tak heran persaingan antara pengusaha kerajinan terbilang cukup ketat. “Persaingannya ketat sekali, baik dalam model produk maupun dari harga,” ucap Yani yang mem-

buka usahanya di Tirto, Kasongan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Namanya usaha, kata Yani, sudah pasti ada banyak tantangannya, baik dalam hal permodalan maupun persaingan harga. Seperti produk yang dihasilkannya, juga banyak dijual disana. Belum lagi masalah meniru model (desain) orang lain. “Meniru desain itu sudah biasa terjadi. Kadang kita mengeluarkan desain terbaru, eh..., tahu-tahu beberapa waktu kemudian sudah ada yang mengeluarkan dengan desain yang sama, dan dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya. Tapi belasan tahun berkiprah dalam bisnis kerajinan dengan tekanan persaingan yang ketat pada akhirnya membuat Yani terbiasa. Hal seperti ini, katanya menyadari, banyak terjadi dalam bisnis apapun. Jadi tidak perlu marah atau berkecil hati, yang terpenting terus maju dengan menciptakan inovasi-inovasi produk, di antaranya dalam hal desain. Bagi Yani, inilah seni berbisnis. Tinggal bagaimana strategi yang tepat agar produknya bisa tetap eksis dipasaran. Toh, kata Yani lagi, sekalipun persaingan ketat, ia tetap berhasil membukukan penjualan yang lumayan. “Keuntungan bersihnya bisa 60%, lumayan banget,” ucap Yani yang memberi label produknya ‘Matahari Handicraft’. Pelanggannya bukan hanya dari dalam negeri bahkan hingga ke mancanegara, seperti buyer Eropa, Bahrain, hingga Malaysia. “Pelanggan saya yang paling rutin di antaranya dari Bali, kalau memesan jumlahnya banyak sekali. Sedang

STRESS KEBANJIRAN PESANAN Pesanan yang membanjir meski memang membahagiakan karena berarti banyak yang menyukai produknya, namun tak jarang membuat dirinya stress. Pasalnya, kadang jumlah pesanan berkontainerkontainer. Nah untuk memenuhi pesanan itu, tentu dibutuhkan modal yang besar. “Karena jumlah pesanan sangat banyak, biasanya saya bagi-bagi ke pengrajin lain karena kalau menghandle sendiri, tidak mampu, baik dalam hal modal maupun tenaga kerjanya,” kata Yani yang pernah mendapat pesanan bunga-bungaan dari Selangor, Malaysia, sebanyak tiga kontainer. Persoalan lain yang juga kerap membuatnya stress adalah soal tenaga kerja. Betapa tidak terkadang ketika dia mendapat order dari buyer namun jumlah pekerja yang dimiliki tidak memadai. “Di kampung kami ada tradisi kalau warga bikin hajatan semua harus saling membantu. Nah pekerja saya, kan, semuanya adalah warga kampung. Jadi ketika ada hajatan, mereka pun ikut membantu pihak yang menggelar acara. “ “Para pekerja ini libur tiga sampai empat hari. Bayangkan, mereka libur padahal saya dikejar target menyelesaikan orderan. Ini yang selalu bikin saya stres. Tapi mau bagaimana lagi, memang itu sudah tradisi di sini. Kalau warga tidak membantu malah bisa jadi omongan,” ungkapnya panjang-lebar. ”Jadi untuk menyiasati kondisi ini, keluarga besar dikerahkan untuk membantu,” tambah Yani yang memproduksi 30-50 ribu bungabungaan setiap bulannya. Berbicara tentang situasi ekonomi yang sulit dalam beberapa tahun terakhir, Yani mengaku yang terberat adalah tahun 2015 lalu. Sebenarnya, kata Yani, penurunan sudah mulai terasa pada tahun 2013, namun yang paling parah adalah tahun 2015. Dia bersyukur di tahun 2016 ini, kondisi perlahan mulai membaik. Angka penjualan terus meningkat. Sebagai pelaku UKM, Yani berharap perbaikan ekonomi Indonesia terus berjalan sehingga para pelaku usaha kecil bisa tetap eksis. –Diana Runtu

Mandalika

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Pemprov NTB Gelar Itikaf dan MTQ Korpri

Berbagai kegiatan dilakukan umat Muslim di Nusa Tenggara Barat dalam mengisi bulan Ramadan tahun 2016 ini, diantaranya melakukan Itikaf (berhenti -diam- di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah). I’tikaf merupakan sunnah yang dilakukan setiap waktu, namun yang paling utama (afdhal) jika dilakukan dalam bulan Ramadan. Hal inilah yang dilakukan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang melakukan Itikaf di Masjid Raya Mataram, bersama dengan Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi.

S

elain kegiatan Itikaf, para PNS lingkungan Pemerintah Provinsi NTB juga menggelar lomba membaca Al Quran dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun ini berlangsung untuk ketiga kalinya diikuti oleh para PNS. Gubernur Nusa Tenggara Barat, secara khusus meminta para Pejabat Eselon I hingga IV di lingkungan Pemprov NTB untuk melaksanakan itikaf di bulan Ramadan pada tiap minggu, di Masjid Raya At-Taqwa, Mataram, yang sudah dimulai sejak Sabtu (11/6). “Itikaf-itikaf selanjutnya diselenggarakan selama tiga malam pada tiap minggu dan Gubernur NTB akan menyampaikan pengajian,” ungkap Yusron Hadi, Karo Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi NTB. Selama iktikaf berlangsung diisi dengan Salat Isya berjamaah dan Salat Tarawih serta membaca Kitab Suci Alquran lalu Salat Lail/salat malam lainnya seperti Tahajud dan Salat Hajat. “Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan ketaqwaan dan keimanan di kalangan para pejabat Pemerintah

Provinsi NTB dan semoga ini dapat ditularkan kepada masyarakat luas,” ujar Yusron tentang harapan dari kegiatan ini. Kegiatan ini juga dilaksanakan sesuai dengan visi pembangunan NTB yang meletakkan beriman dalam visi pertama sebagai landasan dalam membangun daerah ini. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri III Tingkat Provinsi NTB tahun 2016 yang diikuti 70 orang (43 putra dan 26 putri) yang berasal dari utusan Korpri kabupaten/kota (50 orang) dan perwakilan SKPD Provinsi 17 orang serta dari unit Korpri vertikal 3 orang ini merupakan bagian dari kegiatan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dalam mengisi bulan Ramadan yang harapannya bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara. Setidaknya hal inilah yang menjadi harapan Gubernur NTB ketika membuka kegiatan ini beberapa waktu lalu. “Kita patut bersyukur karena pelaksanakan MTQ Korpri berlangsung di bulan Ramadhan. Ini menunjukkan bahwa kita mampu mengisi bulan ini dengan hal-hal yang baik, tidak hanya hal

Para juara MTQ PNS ke III

yang bersifat rutin semata,” kata Majdi. Selain itu, lomba membaca Al-Qur’an bagi anggota Korpri ini juga merupakan bagian dari kegiatan pembinaan mental dan rohani dapat terus terlaksana pada tahun-tahun mendatang. Kegiatan ini sebagai salah satu wahana ibadah kepada Allah dan sebagai ajang silaturahmi yang dapat dijadikan sebagai wadah syiar saling mengingatkan dan introspeksi dalam mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya Al Quran. MTQ Korpri tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Korpri NTB, akhirnya menampilkan Dahlan yang merupakan utusan dari Kabupaten Dompu sebagai Juara I untuk kategori putra cabang Tilawah. Sedangkan untuk cabang Tartil keluarsebagai juara adalah Usman yang juga utusan dari Kabupaten Dompu. Pada cabang Hifdz 3 Juz adalah Akhmad Syukri, Shi dan untuk cabang Hifdz 5 Juz dimenangkan oleh Syarifuddin utusan dari Ka-

PNS Pemrov. NTB melakukan Itikaf di Masjid Raya Mataram bersama Gubernur NTB

bupaten Dompu. Pada kategori Putri tampil untuk cabang Tilawah Juara I Hj. Haeriah, S.Pd., yang merupakan utusan dari Kabupaten Lombok Timur, untuk cabang Tartil juara diraih oleh Misdar, S.Pd dari Ka-

bupaten Bima dan cabang Hifdz 3 Juz dimenangkan oleh Nurfaizah, S.Pdi utusan dari Kota Bima serta cabang Hifdz 5 juz dimenangkan oleh Hj. Hani Malkan, S.Pdi utusan dari Kabupaten Lombok Barat. –Naniek I. Taufan

Serap Aspirasi melalui Safari Ramadan

Safari Ramadhan Wagub NTB di Lombok Timur

Kerajinan bunga-bungaan dari limbah pohon

21

Selama bulan Ramadan ini, Pemerintah Provinsi NTB juga melakukan berbagai kunjungan Safari Ramadan ke seluruh kabupaten/kota se-NTB. Selain melakukan Safari Ramadan, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.,M.Si, memastikan pembangunan dan kemajuan di wilayahwilayah yang dikunjunginya. Safari ini merupakan tradisi dari Pemerintah Provinsi NTB, di samping

sebagai ajang silaturrahim, juga untuk sekaligus untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan memantau langsung pembagunan di daerah-daerah. Hal ini disampaikan Wagub saat melakukan Safari Ramadan di Kota Bima. Ketika berkunjung Kota Bima, Wagub NTB menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa peralatan pertanian, benih kelapa, pakaian, dana pembangunan

masjid yang berasal dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Baznas, Dinas Perindustrian, Dinas Sosial dan beberapa SKPD lingkup pemerintah Provinsi NTB. Wagub NTB didampingi Walikota Bima juga sekaligus meluncurkan Toko Tani Indonesia dan membuka Pasar Lebaran Kota Bima, beberapa waktu lalu. Toko Tani Indonesia ini merupakan Program Ketahanan Pangan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Di seluruh NTB telah ditunjuk toko resmi, seperti di Kota Bima ditunjuk Toko Omega di Pasar Raba dan Koperasi Pasaraya Amahami. Masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Selain itu Pasar Lebaran yang merupakan kegiatan rutin tiap tahun di kota Bima menjelang lebaran, menjual barang kebutuhan persiapan lebaran yang diprakarsai Dinas Koperindag Kota Bima. Pada Safari Ramadan di Masjid Nurul Istiqomah Dusun Terengan, Tanaq Ampar, Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang,

Lombok Utara, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH, M.Si dan jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima laporan dari Bupati KLU, Najmul Ahyar bahwa Pemerintah KLU dan segnap masyaraktnya siap untuk mengentaskan kemiskinan dengan potensi pariwisata yang dimiliki. “Meskipun saat ini KLU angka kemiskinannya tertinggi di NTB, kami menargetkan angka penurunan 6% dari 36%. Kami ingin

mengentaskan kemiskinan dengan mengoptimalkan potensi yang kami miliki” ungkap Najmur. Usai tarawih bersama warga Dusun Terengan, Tanaq Ampar, Wagub NTB menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) secara simbolis dari Pemerintah Provinsi NTB berupa Dana Stimulan untuk kelompok usaha bersama, berupa bantuan Hand Traktor dan bibit hortikultura dan Bantuan dari Baznas untuk pembangunan Masjid. -Naniek I. Taufan

Wagub NTB saat melakukan Safari Ramadhan di Lombok Barat


22

Sosialita

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

Meski pemerintah sudah menyampaikan bahwa kasus vaksin palsu sedang ditangani, tetap saja keresahan dan kekhawatiran melanda masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki balita. Para orangtua yang memiliki balita secara periodik melakukan vaksinasi sebagaimana dianjurkan. Sebagian melakukannya lewat posyandu, sebagian lagi melalui fasilitas kesehatan yang terdekat.

Vaksin Palsu Cemaskan Masyarakat

M

aka wajar kalau pemberitaan tentang terbongkarnya penjualan vaksin palsu yang terus menerus selama beberapa waktu terakhir ini membuat mereka resah dan cemas. Apalagi diketahui kalau perdagangan vaksin palsu telah mencakup sejumlah daerah, bukan hanya di kawasan Jabodetabek saja. “Iya saya takut banget pas nonton tv ada penggerebekan apotik penjual vaksin palsu di Kramat Jati, Jakarta Timur. Saya punya anak dua masih kecil-kecil, Jasmine (2) dan Angel (1), semuanya mendapat vaksin di bidan,” ungkap ibu muda, Samatha (22). Namun dengan adanya kasus bidan memberi vaksin palsu pada pasiennya, bikin hati Samatha ‘ciut’. Padahal dia memilih memberi vaksin anaknya di klinik bidan justru karena menginginkan yang terbaik bagi anaknya. “Saya tidak memilih ke puskesmas, padahal di sana biayanya lebih murah. Saya justru maunya di bidan, meski mahal tapi bagus. Itu kata orang-orang,” ucap Manta, begitu ibu muda ini biasa disapa, sembari menyebut membayar Rp 80.000 untuk sekali vaksin di bidan. Tapi kasus adanya bidan yang memberi vaksin palsu membuat Manta gundah. “Saya bingung, harus bagaimana ya. Apa harus ke rumah sakit lagi untuk mengecek apakah vaksin yang diberikan ke anak-anak saya asli? Kalau palsu

Polisi ungkap vaksin palsu

berarti harus mengulang, ya?” katanya dengan nada bertanya. Namun, , sejauh ini kondisi kedua anaknya baik-baik saja. “Semoga tidak apa-apa ya. Tapi saya memang harus ke rumah sakit untuk mengecek,” katanya. Sebagaimana diketahui, salah satu salah satu distributor vaksin palsu, Elly Novita, juga membuka praktek klinik kebidanan yang juga menangani pemberian vaksin kepada balita. Letak klinik bidan tersebut di bilangan Ciracas, Jakarta Timur. Sebelum terbongkarnya kasus ini, menurut warga, klinik tersebut tergolong cukup ramai dikunjungi para ibu juga anak-anak yang akan divaksin. Padahal, kata warga, melakukan vaksin di klinik itu tidak murah, antara Rp 100-300 ribu. Tak heran dengan terbongkarnya

Kejahatan Kemanusiaan yang Luar Biasa Menurut Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), dr Marius Widjajarta, ini terjadi karena lemahnya pengawasan terhadap obat-obatan yang beredar. Salah satu buktinya adalah obatobatan daftar G yang seharusnya dibeli dengan resep dokter, ternyata dijual bebas di toko obat. “Yang bertanggung jawab mengawasi peredaran obat dan vaksin ya Kementerian Kesehatan dan Badan POM,” tegasnya. Dari hasil pengungkapan pihak kepolisian, pemalsuan vaksin ini telah berlangsung sejak 2003, atau 13 tahun. “Sudah begitu lama. Saya menduga penyebaran vaksin ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia,” ucapnya. Pihaknya sendiri, YPKKI, jelasnya, juga pernah menerima laporan tentang adanya vaksin palsu yang berlabel Kementerian Kesehatan. Itu terjadi pada 2014 lalu. Vaksin palsu berlabel resmi Kemenkes itu adalah vaksin BCG. Ia merasa yakin itu adalah palsu karena kemasan dan botol vaksin berbeda. “Tanggal kadaluarsa di kemasan Desember 2014, padahal di botol vaksinya bulan Maret 2014. Nomor registrasinya juga beda,” ucap Marius di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta. Marius menegaskan, vaksin palsu seperti pembunuhan tenang karena anak tidak punya imunitas. Pernyataan keras senada juga disampaikan oleh Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menyebut kasus vaksin palsu merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Terbongkarnya

3

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

kasus ini membuat para ibu langganan vaksin bidan Elly resah. Mereka khawatir, hal tersebut bakal berdampak pada anaknya di masa depan. Bidan Elly adalah salah satu dari 17 tersangka yang telah ditangkap kepolisian. Dia selain sebagai tenaga medis juga sekaligus mendistribusikan vaksin palsu ke tempat lain. PETISI TUNTUT VAKSIN ULANG Keresahan masyarakat juga yang membuat Niken Rosady membuat petisi di laman change.org dengan judul ‘Orangtua Sadar Imunisasi Indonesia. Petisi yang dibuat sejak Selasa (28/6/2016) ini ditujukan kepada Presiden RI dan Kementerian Kesehatan. Sampai sejauh (per 1 Juli 2016) ini petisi telah diikuti oleh 24.089 orang. Menurut Niken, setiap orangtua, khususnya para ibu berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya, termasuk dalam hal kesehatan. Salah satu yang dilakukan masyarakat adalah dengan melindungi bayi-balita dari berbagai penyakit berbahaya adalah dengan memberikan imunisasi sejak bayi baru lahir. “Sampai saat ini 194 negara menyatakan bahwa imunisasi terbukti aman dan bermanfaat untuk mencegah

penyakit berat, wabah, cacat, dan kematian akibat penyakit berbahaya,” urai Niken. Namun, rasa aman tersebut terusik dengan terungkapnya kasus pemalsuan vaksin. Yang lebih mengerikan lagi, katanya, tindakan pemalsuan ini dilakukan sejak 2003, yang berarti sudah 13 tahun beroperasi dan telah tersebar ke berbagai daerah. Untuk itu Niken meminta agar para orangtua mendukung petisi tersebut. Ada lima tuntutan yang disampaikan,

di antaranya adalah meminta kasus pemalsuan vaksin diungkap tuntas, meminta agar nama-nama distributor, rumah sakit dan klinik yang menggunakan vaksin palsu diumumkan, juga mendorong pemerintah melakukan vaksin ulang terhadap anak-anak yang lahir antara tahun 2003-2016 guna menjamin generasi Indonesia yang sehat dan bebas penyakit berbahaya. Kasus vaksin palsu diungkap kepolisian, berawal dari penyelidikan pihak kepolisian atas pengaduan masyarakat karena adanya bayi yang sakit setelah divaksin. Dugaan vaksin palsu muncul karena sebelumnya pun telah ada kasus-kasus pengungkapan vaksin palsu meski jumlahnya kecil. Dari penyelidikan itulah kemudian digerebek sebuah apotik di bilangan Kramat Jati Jakarta Timur yang menjual vaksin palsu. Termasuk juga penangkapan pasangan suami istri, Hidayat dan Rita, yang menjadi distributor di rumahnya di bilangan Bekasi. Rita adalah mantan bidan di sebuah rumah sakit terkenal di Bekasi. Sedang Hidayat suaminya, kabarnya juga pernah bekerja sebagai tenaga medis di sebuah perusahaan otomotif. Dari rumah pelaku disita ribuan botol vaksin. Sejauh ini pihak kepolisian sudah menangkap 17 pelaku yang terdiri dari kelompok produsen, distributor dan kurir. Konon dari hasil penjualan vaksin palsu yang telah tersebar ke berbagai daerah, para pelaku dapat meraup keuntungan Rp 17,5 juta per minggu. –Diana Runtu

Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi

VAKSIN DARI SUMBER TAK RESMI

dr Marius Widjajarta

kasus itu membuat Komnas PA mempertanyakan kinerja pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Badan POM yang memang mempunya tugas di antaranya sebagai pengawas peredaran obat dan vaksin. “Pemerintah telah mencederai kepercayaan masyarakat,” tegas Arist. Yang lebih memprihatinkan lagi, katanya, kasus ini juga melibatkan orang-orang yang berkecimpung di dunia medis. Sejak kasus tersebut terungkap hingga Kamis (30/6) hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan POM terhadap vaksin palsu itu belum diumumkan. Padahal beberapa waktu lalu disampaikan bahwa hasil uji lab akan keluar pada Kamis 30 Juni dan akan diumumkan. Pihak kepolisian yang dikonfirmasi hal ini juga mengaku belum menerimanya. –Diana Runtu

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan POM, Bahdar Johan Hamid, vaksin merupakan salah satu produk biologi yang dikategorikan sebagai produk yang berisiko tinggi sehingga memerlukan pertimbangan dan perhatian khusus serta pengawasan yang lebih ketat dibandingkan produk obat pada umumnya. Vaksin yang tidak sesuai persyaratan, jelasnya, secara sporadis telah ditemukan pihaknya sejak tahun 2008, namun pada saat itu jumlahnya kecil dan pada umumnya pelaku melakukan penjualan vaksin yang telah melewati masa kadaluwarsa. Pada 2013, katanya, pihaknya mendapat laporan dari perusaan farmasi Glaxo Smith Kline terkait adanya pemalsuan produk vaksin. Laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dan pelakunya dihukum. Tahun 2014, Badan POM melakukan penghentian sementara kegiatan pedagang besar farmasi resmi yang terlibat penyaluran vaksin ke sarana ilegal yang diduga menjadi sumber masuknya produk palsu. “Tahun 2015, Badan POM kembali menemukan kasus peredaran vaksin palsu dimana produk vaksin palsu tersebut ditemukan di beberapa rumah sakit

Made Robert melalui Mesari Land sudah mampu mensejajarkan masyarakat Bali dengan investor asing. Masyarakat Bali sudah berhak disebut investor atau owner villa. Dari impian menjadi nyata, hari ini dibuktikan Villa Mesari (kini Atta MesariVillas ) sudah beroperasi dan sudah adatamu yang menginap. “Para investor pun sudah langsung bisa menginap,” ujar Marketing Mesari Land, PutuWinda Pradasari.

di Serang. Kasus ini sedang diproses hukum,” jelasnya. Tahun 2016, katanya, Badan POM dan Bareskrim Mabes Polri mendapat laporan soal pemalsuan vaksin Sanofi, untuk itu pihaknya telah melakukan penelusuran ke sarana-sarana distribusi yang diduga menyalurkan produk vaksi palsu. Hasilnya, diketahui CV AM yang melakukan pemalsuan menggunakan alamat fiktif dan pihak kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut.

Bahdar juga menambahkan bahwa pihaknya menemukan 28 fasilitas layanan kesehatan yang menggunakan vaksin dari sumber tidak resmi. Fasyankes ini berada di sembilan daerah, yakni, Pekanbaru, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Palu, Surabaya dan Batam. Vaksin yang berasal dari sumber tak resmi itu, katanya, belum dipastikan keasliannya. Untuk itu sedang dilakukan uji sampel di laboratorium. –Diana Runtu

Pelaksana Tugas Kepala Badan POM, Bahdar Johan Hamid

Villa Mesari MENYAPA

Main pool Villa Mesari

l

Langsung bisa menginap

lSudah

beroperasi dan running

ini bergabung, tahun depan dapat hasil

*Hanya Rp 15 Juta Bisa Punya Villa Mesari di Ubud Bali

M

ade Robert, konseptor Villa Mesari didampingi Made Ayu Dewi, Direktur Marketing Mesari Land, menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat yang belum bergabung, masih ada kesempatanbergabung di Villa Mesari. “Masih ada 88 lot lagi yang kami tawarkan untuk masyarakat Bali. Harga hanya Rp 15 juta per lot. Dan kesempatan ini sangat terbatas,” ujar Made Ayu. Keuntungan jika bergabung sekarang, investor dapat surat lot, lang-

sung bisa menginap, voucher langsung bisa digunakan atau dijual sebagai pengembalian uang, dapat kartu nama dengan jabatan owner villa, dapat hasil mulai tahun depan, dll., dan nyaris tidak ada risiko karena Villa Mesari sudah beroperasi. Karena itu, Made Robert menegaskan bagi masyarakat yang ingin bergabung harus segera mengambil tindakan nyata. Karena kesempatan sangat terbatas. Hubungi atau datang langsung ke Kantor Mesari Land sembari meninjau langsung Villa Mesari di Ubud. AlamatKantor : Jalan Suweta No. 88 Ubud, Bali. Telepon : 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658.

sistem instrument investasi yang ada hanya untuk mereka yang memiliki uang Rp 700 juta ke atas. Kedua, karena sebagian orang Indonesia sendiri tidak melayakkan dirinya disebutsebagai investor maupun owner villa. Tapi kini hanya dengan Rp 15 juta dan bergabung di Villa Mesari, masyarakat sudah bisa mewujudkan impian tersebut, khususnya masyarakat Bali sekaligus bisa tetap menjaga tanah kelahirannya. Semua

mimpi menjadi nyata dengan bergabung di Villa Mesari. Sejak dulu Bali dikenal sebagai pariwisata dunia yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Sehingga, bisnis villa ini sangat potensial dan menguntungkan, serta nyaris tanpa risiko karena kini Villa Mesari sudah beroperasi dan sudah ada tamu yang menginap. Villa Mesari yang terletak di daerah wisata eksotik Ubud, tepatnya di JalanSuweta, Banjar Bentuyung, Ubud ini menyuguhkan

Hanya Tersedia 88 Lot Kini saatnya setiap orang, khususnya masyarakat Bali “Menjadikan Impian itu Nyata”. Dulu, menjadi owner villa atau investor hanya sebuah impian. Dulu yang bisa menjadi investor dan owner villa di Bali hanya orang berduit, itu pun sebagian besar orang asing, sangat sedikit orang Indonesia yang berkecimpung sebagai owner. Mereka lebih banyak menjadi pekerja di sector pariwisata. Hal itu disebabkan dua hal, yang pertama karena

lHari

Villa Mesari

pemandangan latar belakang bukit dan pepohonan hijau di Ubud, serta menawarkan akomodasi dengan atap alangalang dan akses Wi-Fi gratis. Villa iniberjarak 1,5 km dari pasar seni Ubud atau PuriUbud. Semua kamar menampilkan dekorasi elegan dengan warnawarna alami yang hangat. Masing-masing kamar dilengkapi AC, brankas pribadi, dan TV kabel layar datar. Terdapat juga area untuk duduk bersantai, hot water, dan teras. Kamar mandi dalamnya menampilkan dinding batu alam, serta me-

nyediakan bathtub, shower, dan pengering rambut. Puri Managemen Internasional yang menjadi operator dari Villa Mesari kini telah gencar melakukan promosi baik secara offline maupun online, ke depan tingkat hunian dari Villa Mesari akan terus mengalami peningkatan . Apalagi, ratusan owner juga ikut mempromosikan dan mendoakan Villa Mesari. Dengan gambaran tersebut, Segera Ambil Tindakan Sekarang Juga. Karena Kesempatan Terbatas, Hanya tersedia 88 lot. –ten


2

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

GORO-GORO Amat termenung di depan sebuah sajak. Istrinya mencolek mengingatkan. Putu Wijaya “Minum dulu kopinya nanti dingin. Ada berita apa lagi kok bengong seperti celepuk?” “Ini berpikir, bukan bengong!” “Mikirin apa lagi, kan sudah dibikinkan kopi!” “Ini lihat, kok ada yang begini?!” Amat menunjukkan sajak di Bali Post Minggu itu sambil membacanya: “Jangan maafkan aku Karena akan kuulangi kesalahanku Hujat dan kutuk setimpal dosaku Tumbuk hajar agar buyar semua kerakku Jadikan aku tak berdaya tak berharga Luka yang kubuat pasti akan sembuh Tapi hati yang terkoyak takkan lupa Jadi maafkan jangan maafkan hujat tandas Agar bangkit lagi citra bening ikhlas tulus

Di sekujur cipta karsa dan rasaku Keluar dari dunia hitam buatan setan Kembali jadi satu titik di garis lurus Yang tak pernah serong dari kiblatNya Untuk jadi warga banjar yang santun Walau hina, papa dan celaka Tetapi bening agar selalu bisa dipercaya”

Selesai membaca, Amat kembali termenung terharu. Lupa pada kopinya. Begitu ingat, ia menoleh: “Bagaimana Bu, bagus kan sajaknya?” Tapi Bu Amat sudah pergi ke dapur karena kesal. Kopi suguhannya yang sudah dingin, dia angkut. Amat tak berani minta kembali. Akibatnya, sepanjang hari kepala Amat berat dan kenyat-kenyot. Kuncinya hanya kopi. Tapi melihat istrinya masih kesal karena dicuekin, Amat segan minta kopi. Ia duduk saja di ruang depan meneruskan kekagumannya pada sajak itu: “Jangan maafkan aku

Ekspresso

JANGAN MAAFKAN AKU

Minggu, lalu masuk ke dalam untuk ganti kaus singlet robek dan celana pendek lusuh yang dipakainya. Bu Amat yang ada di dapur, sudah tahu Pak Mohammad Wira akan datang untuk silaturahmi. Ia cepat menjerang kopi dan menata pisang goreng yang sudah disiapkannya. Lalu membawa ke ruang depan. Tapi Pak Wira dan istrinya sudah kabur. Tinggal sajak itu terpentang Jangan, jangan maafkan aku” lebar di meja. “Mana Pak Wira dan istrinya?” Pintu diketok. Amat meletakkan tanya Amat ketika muncul sudah puisi itu di meja lalu membuka pakai kain sarung dan hem batik. pintu. Ternyata Pak Mohammad Bu Amat tak menjawah, tapi Wira dan istrinya. mukanya berkerut. “ Pak Amat... .” “Lho, katanya mau maaf-maafan “Silakan masuk, silakan duduk!” kata Amat sigap dan gugup.”Maaf saya salin dulu, ini tadi habis bersihbersih rumah belum sempat salin. Silakan baca-baca Bali Post Minggu dulu, ada sajak bagus!” Amat menyodorkan Bali Post Biarkan aku tenggelam ditimbun debu Di balik rasa sakit ada hikmah kalbu Tenaga rahasia di luar akal sehat Yang membuka mata hati yang sesat Menerobos pekak tuli dan mati rasa Untuk kembali ke wilayah bijaksana Memandang sesama adalah diri kita Kau celaka aku pun sama Kau bahagia aku juga sukacita Belajar hormati kemerdekaan orang lain Yang sudah hargai kebebasanku.

kan beliau Idul Fitri?” “Ya! Sambil mengembalikan pinjaman uang yang sudah 3 tahun ditunggaknya!” “O, ya?” “Ya! Tapi bagaimana mau mengembalikan uang dan maaf-maafan kalau Bapak suruh baca sajak tiada maaf bagimu itu!” bentak Bu Amat sambil memboyong kembali kopi dan pisang gorengnya ke dapur. Amat kaget. Sampai malam amarah Bu Amat tidak reda. Lalu Amat mendekati istrinya yang berbaring kaku. Lalu memijit kakinya. Mengurut dan akhirnya membelai, sambil merayu mesra: “Sajak itu hanya untuk siang hari, malam-malam tidak berlaku.”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dilakukan selalu salah, bahkan bisa mendorong seseorang melakukan tindakan-tindakan negatif atas penolakan dunia terhadap keberadaannya. Efek paling buruk adalah percobaan bunuh diri. Kekerasan verbal adalah masalah serius di tengah mental anak bangsa yang menganggap bahwa semua hal bisa dijadikan bahan lelucon, bisa ditertawai bersama-sama di hadapan publik. Ucapan buruk atau kata-kata kasar yang kerap dilontarkan orang lain terhadap Anda, merupakan bentuk kekerasan verbal yang harus diakhiri. Segera!. Anda punya kekuatan dari dalam diri untuk mengakhirinya. Munculkan kekuatan ini agar tak ada lagi yang berani berkata buruk dan kasar tentang Anda. Perempuan dan laki-laki yang saling berbicara kasar, sebenarnya seperti sedang terjebak dalam tempat sampah. Mereka sama-sama tinggal di tempat sampah, saling membuang sampah (ucapan kotor, kata-kata kasar). Mereka samasama membutuhkan tempat sampah sebagai penampung semua sampah pribadi. Mereka tinggal di dalamnya, merasa ter-

Ni Nyoman Ayu Suciartini, S.Pd., M.Pd.

biasa dengan semua bau sampah tersebut bahkan sampai-sampai mereka tak lagi mengenali baunya, tapi mereka sadari bahwa terlalu banyak sampah di tempat tinggalnya. Pembiaran terhadap kekerasan verbal ini diharapkan suatu saat pasangan akan berubah lebih baik lagi. Pada akhirnya membunuh keberanian Anda untuk bilang “cukup” atau bahkan “tidak”. Lebih menyulitkan lagi ketika korban kekerasan verbal berkata ke dalam dirinya, “Tak apa, saya

menerima ini.” Mereka yang menerima kekerasan verbal ini kemudian tak lagi bisa mengenali katakata kasar. Setiap kali orang lain bicara buruk dan berkata kasar terhadapnya, ia hanya menerima tanpa melontarkan protes sedikitpun. Jika kebiasaan ini terjadi di dalam rumah, maka korban kekerasan verbal akan membawanya ke luar rumah. Pada akhirnya, ia bukan hanya menjadi korban pasangannya di rumah, namun juga korban dari rekan kerja, bahkan orang lain yang bicara kasar terhadapnya. Kekerasan verbal tidak dapat dibiarkan dengan alasan apapun, sebab dengan pembiaran ini Anda secara sengaja mendidik seseorang untuk menolerir kebiasaan berkata kasar, meski itu dalam hubungan yang

dekat, misalnya ayah dan anak, suami dan istri. Tidak ada alasan lagi. Dengan bertutur secara santun, tanpa maksud-maksud menyudutkan seseorang atau peristiwa yang terjadi, sehingga atmosfer kedamaian dan saling menghargai bisa ditemui di dunia nyata maupun dunia maya. Kebiasaan mem-bully agar tidak menjadi sebuah budaya di era Jokowi yang mempatenkan pendidikan karakter. Perempuan yang sepi hatinya adalah secawan kopi, perempuan yang sepi ia minum hatinya sendiri. Untuk perempuan, mari tolak kekerasan verbal terhadap diri Anda. Ni Nyoman Ayu Suciartini, S.Pd., M.Pd. Dosen Stikom Bali

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Duta Endek Kota Denpasar

Kembali Meriahkan Parade Pembukaan PKB ke-38 Kota Denpasar

Demi turut menjaga kelestarian budaya, 12 pasang Duta Endek Kota Denpasar tampil ­mengusung tema unggulan “Save Our Heritage”, turut ­mewarnai Pawai Pembukaaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ­ke-38, yang dibuka langsung Presiden RI­ Joko Widodo, Sabtu (11/6).

A

ktivitas yang diwadahi Pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar ini, bukan hanya mempersembahkan berparade pada acara pembukaan , namun juga hadir dengan Pameran Pasif pada Stand Dekranasda Kota Denpasar pada PKB yang terselenggara

Verbal Bullying terhadap Perempuan

Ngerjain gini aja lamban banget! Sudah dikasi tahu berulang masih tetap salah. Gimana bego ibunya ga nurun ke anak! Kalimat di atas pernah saya dengar ketika berkunjung di sebuah pusat perbelanjaan di Denpasar. Kalimat ini dilontarkan dengan sengaja oleh seorang suami terhadap istrinya ketika sang istri lupa memasukkan token pulsa listrik. Entahlah apa yang membuat sang suami begitu emosional dalam perbincangannya. Sang istri hanya berusaha menyelesaikan tugasnya dengan wajah yang ingin segera pulang. Mungkin bukan hanya saya yang mendengar kalimat ini. Banyak wanita yang turut mendengar kalimat bernada emosial ini. Untuk para pria dan suami, tahukah Anda bahwa mengucapkan kalimat kasar dan menyinggung adalah sebuah kekerasan? Ya, kekerasan verbal yang telah Anda lakukan. Kekerasan verbal ini dampaknya lebih hebat secara psikologis. Dampak psikologis bagi korbannya bisa merasa rendah diri, merasa tidak berharga, merasa apa yang

Edisi 908/ 4 - 10 juli 2016

sejak tanggal11 Juni s.d. 9 Juli di Art Centre ini. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si. didampingi Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar, Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty,

Presiden RI Joko Widodo hadir mebuka PKB tahun ini

S.S., Duta Endek Kota Denpasar yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Denpasar sejak tahun 2012 sampai saat ini, tak pernah ketinggalan memberi warna pada kemeriahan Pawai Pembukaan PKB setiap tahunnya. Yang menarik adalah pada busana yang dikenakan, endek adalah salah satu warisan budaya Bali yang selalu ada. Sebab selama ini dengan nilai kearifan lokalnya, endek dipandang mampu menjadi produk unggulan masa depan. Endek yang sudah dikenal sejak lama secara turun-temurun ini, bukan hanya menjadi kebanggaan Kota Denpasar namun kebanggaan masyarakat Bali. Dikatakan oleh Wayan Gatra untuk kali ini, dua belas pasangan atau ke 24 orang Duta Endek yang tampil tersebut merupakan

gabungan dari angkatan pertama tahun 2012 hingga tahun 2015. Kali ini mereka menyuguhkan parade busana upacara memukur (Maligya). Dimana, upacara ini berfungsi untuk meningkatkan kesucian arwah menuju swah loka untuk menjadi Dewa Pitra. Busana yang dikenakan oleh perwakilan Duta Endek ini, merupakan rancangan dari Desainer senior sekaligus pengamat seni budaya dari Kota Denpasar, yakni A.A Ngurah Mayun. Begitu pula dengan make up dan hair do serta aksesoris yang memang dirancang khusus tanpa menghilangkan ciri khas sebagai produk warisan leluhur. Pada penampilannya kali ini, materi fashion yang melengkapi para Duta Endek Putra berupa;

kain putih polos panjang, kain saput endek warna putih motif endek dengan list pinggiran prada kuning, selendang tenun kain Bali dan udeng endek putih. Sedangkan perlengkapan materi fashion pada Duta Endek Putri terdiri dari ; kain endek kuning panjang, tapih polos prada kuning, selendang tenunan Bali, plekir putih, sabuk kuning mas, bokor dan canang sari. Tema yang diangkat yakni “Save Our Heritage” adalah bagian dari komitmen bagaimana Duta Endek Kota Denpasar dapat berperan dalam melestarikan warisan budaya sekaligus sebagai duta untuk menyosialisasikan penggunaan produksi dalam negeri. Pada Pesta Kesenian Bali ke38 Tahun 2016 ini juga, Dekranasda Kota Denpasar kembali mengikuti ajang pameran di area Art Centre Denpasar dengan menempati stand Dekranasda Kota Denpasar dengan No. 6 lengkap dengan ciri khas Denpasarnya. Adapun pengrajin yang mewakili Kota Denpasar menunjukkan kreativitasnya adalah D’Ayu Kebaya (Pengrajin Endek), Ady’s Collection (Pengrajin Tas Kulit/Wirausaha Muda), Ard Collection (Pengrajin Perak) dan Bali Sari (Pengrajin Bad Cover). –ard

Endek Selalu Menjadi Kebanggaan Kota Denpasar Selanjutnya, menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Denpasar, I. A. Selly D. Mantra, meski setiap pawai pembukaan PKB, busana yang dikenakan oleh Duta Endek berbedabeda, namun yang namanya endek tak pernah lepas. Mengingat motto yang sudah tertanam di benak generasi muda yakni “Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga”. Selain itu karena memang motivasi awal hingga terpilihnya para Duta Endek Kota Denpasar adalah mereka semua bertugas untuk terus mempromosikan dan mengampanyekan penggunaan endek di berbagai kesempatan utamanya di kalangan remaja. Setelah pemilihan berlangsung beberapa kali, menurut Selly Mantra, mereka bersama-sama tidak akan pernah berhenti menggaungkan keberadaan endek, yang sudah menjadi produk unggulan kota Denpasar. Dengan demikian para pengrajin juga semakin giat berinovasi. Disampaikannya bahwa selama ini

beberapa kegiatan telah mereka ikuti, di antaranya; Pameran Inacraft, Trade Expo, Ipex Bandung, JFFF, Pameran Fashion & Craft, Denfes serta Sanfes. “Ada juga pelatihan menenun untuk para pengrajin dan pelatihan service excellent promotion product. Program lainnya, berupa sosialisasi (meet & greet) dengan para desainer

papan atas, seperti, Sony Muchlison, Didit Maulana dan Deden Siswanto. Pemerintah juga tidak lupa menyediakan akses media trading marketing on line di www. balidenpasartrading.com. Selain itu, hampir seluruh peserta parade atau para Duta Endek mengingatkan para remaja menyiapkan diri sejak seka-

Stan Dekranasda Kota Denpasar

rang untuk ikut menyelamatkan endek sebagai warisan budaya lokal dengan mengikuti Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar Tahun 2016 yang sebentar lagi bakal digelar oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dekranasda Kota Denpasar dan Disperindag Kota Denpasar. -ard


24

Sudut Pandang

Edisi 908/ 4 - 10 Juli 2016

Berangkat setelah Sahur Mudik menjadi satu tradisi bagi warga ­pendatang di Bali. Banyak persiapan yang ­dilakukan sebelum mudik, termasuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa. Hal paling ­penting, menukar uang kecil untuk dibagikan kepada sanak saudara yang masih kecil.

M

enurut Jajang Sudrajat atau yang biasa disapa Chef Jody, mudik tahun ini ia menggunakan transportasi sepeda motor. Hal itu dilakukan untuk menyiasati kemacetan yang bakal terjadi. Lelaki asal Bandung ini sudah 29 tahun tinggal di Bali. “Biasanya, kalau pulang ke Bandung, saya naik pesawat. Khusus mudik lebaran pakai sepeda motor agar tak kena macet,” kata Chef Jody. Jody berangkat tanggal 2 Juli ditemani istrinya Grace Karlina. Motor yang ia pakai, motor gede yang punya bagasi besar. Beberapa barang yang dibawa, oleh-oleh khas Bali, seperti makanan atau camilan.

Pukul 5 pagi dari Denpasar dan pukul 5 pagi keesokan harinya, ia sudah tiba di Bandung. Kelelahan di jalan ia siasati dengan menepi di tempat makan untuk sekadar beristirahat dan mengisi perut. Perjalanan terasa menyenangkan karena Jody ditemani istri tercinta. “Karena belum ada anak, jadi seperti bulan madu,” ujar lelaki yang tinggal di wilayah Gelogor Carik, Pedungan ini seraya tertawa. Selama dua minggu, Jody dan istri bisa berkumpul bersama keluarga besarnya. Tradisi yang biasa ia lakukan, sungkeman dan saling maaf-memaafkan. Kemudian, barulah berbagi rezeki. Uniknya, ia mempunyai 35 kemenakan yang akan ia beri hadiah. “Ya ada uang yang dibagi-bagi untuk kemenakan,” kata Jody, yang sudah menukar uang sebelumnya. Untuk jumlahnya, ia tak mau menyebutkan nominalnya. “Adalah,” ujarnya tersenyum. Sementara, bagi Cucu Supartika, mudik tahun ini menjadi sangat berkesan, karena baru setahun ia tinggal di Denpasar. Transportasi yang dipilih naik mobil dan suaminya yang menyetir. Ia berangkat tanggal 1 Juli. Ia mengatakan, tak terlalu terburu-buru untuk tiba di kampungnya di Garut, Jawa Barat. “Kalau capek, kami istirahat, menyewa penginapan. Yang jelas pasti sampai Jawa barat dua hari satu malam,” kata istri Dedie Soekartin ini.

Cucu Supartika

Jajang Sudrajat

Menurutnya, persiapan yang paling penting saat mudik, adalah menjaga kesehatan, karena saat berangkat masih jadwal puasa, terutama suaminya yang akan menyetir sendiri. “Untuk keberangkatan, saya memilih setelah sahur, sekitar pukul 6 pagi, agar lebih nyaman,” kata Cucu. Sekitar tanggal 11 Juli, ia balik karena rutinitas yang sudah menunggunya, membuka kembali warung sate meranggi-nya. Tradisi lebaran yang ia lakukan, bertemu orangtua dan keluarga besar untuk silaturahmi dan saling maaf-memaafkan. Setelah itu makan ketupat ramai-ramai.

Untuk oleh-oleh, tetap tidak ia lupakan. Aneka kaos khas Bali dan makanan diburunya seminggu sebelum mudik.

Mudik dengan Aplikasi Anavigo Mudik menjadi pilihan bagi umat Islam merayakan lebaran. Untuk mendukung kenyamanan selama perjalanan, grup otomotif Astra kembali menemani dan melayani pelanggannya selama mudik melalui program Astra Holiday Campaign (AHC) 2016. Layanan mudik ini akan berlangsung di sepanjang jalur mudik Jawa hingga Bali, pada 1-10 Juli 2016. “Sudah menjadi komitmen kami untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk saat mereka melakukan perjalanan mudik Lebaran. Kami berharap pelanggan kami merasa aman dan nyaman dengan kehadiran layanan mudik Astra. Perbaikan terus dilakukan demi memenuhi kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” jelas CEO AstraWorld Bambang Gunawan. Di tengah kemajuan teknologi digital, Astra pun berbenah dengan menyediakan aplikasi perjalanan Anavigo yang dapat dimanfaatkan pelanggan Astra agar perjalanan mudik mereka lebih nyaman dan menyenangkan. “Aplikasi Anavigo menjadikan mudik lebih asyik,” imbuh Alexandra Dewi, Head of AstraWorld Denpasar. Aplikasi yang dikembangkan oleh Astra untuk memberi kemudahan dan menambah kenyamanan para pengendara dan pengguna selama dalam perjalanan. Fitur-fitur unggulan yang membantu pemudik

dalam perjalanan yakni Trip Plan (fitur yang membantu merencanakan rute perjalanan yang akan ditempuh), Find Places ( membantu penggunanya menemukan lokasi tempat-tempat menarik atau sesuai kebutuhan selama perjalanan), Traffic Report (fitur ini akan memberikan informasi lalu lintas terkini di sepanjang rute perjalanan). Informasi lalu lintas yang diberikan ini dikutip dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya dan Marga Mandala Sakti (MMS). Di fitur ini pengguna juga dapat saling berbagi informasi lalu lintas dengan sesama pengguna Anavigo. Ada juga Car Emergency yakni fitur yang digunakan ketika memerlukan bantuan Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld untuk mengatasi gangguan pada kendaraan, selama perjalanan. Untuk menunjang kenyamanan pemudik, AHC 2016 menambah satu pos di tol Cipali. Pos lainnya berada di Rest Area Km. 57 Tol Jakarta-Cikampek; Puncak Raya Hotel, Jln. Raya Puncak Km. 80, Cisarua Puncak; Rest Area Km. 68B Tol Merak-Jakarta; Rest Area Nagreg Pass 99, Jl Raya Nagreg Km 38; Rest Area Km. 207 A, Tol Palikanci, Cirebon; Rumah Makan Kardani Putra, Desa Penundan, Alas Roban; Jln. Raya Buntu Km. 1, Buntu; Rumah Makan Saradan Asri, Jln. Raya Saradan Km. 144, Caruban, Madiun, dan SPBU 54 821 11, Selabih Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. –Ngurah Budi

Pelepasan tim Astra Holiday Campaign (AHC) 2016.

KIRIM HADIAH LEBARAN Suparmi lain lagi. Ia memilih merayakan lebaran di rumah saja, alias di Denpasar. Ia tinggal sendiri, sementara, anaknya yang sudah berkeluarga tinggal di Jakarta. Suami Suparmi sudah meninggal beberapa tahun lalu. Walau tak mudik, ia sibuk juga mempersiapkan lebaran, salah satunya, membeli beberapa oleholeh untuk anak dan menantunya di Jakarta. Seminggu sebelum lebaran, ia sudah mengirimkan baju dan sepatu untuk mereka, via pos. Suparmi tak terlalu berlebihan merayakan lebaran. Setelah sholat, ia bersilaturahmi dengan beberapa warga muslim di areal komplek tempat tinggalnya. Untuk makanan, karena ia sangat suka masak, ia sudah merancang menu untuk lebaran nanti. Selain ketupat, ada opor ayam, semur, sambal goreng hati, dan aneka kuekue kering. –Wirati Astiti

Bukan Kumpul Biasa Meski terbilang sering bertemu orangtuanya, namun bagi Rossa mudik ke kampung halaman memiliki makna yang berbeda dari bertemu pada hari-hari biasa. Itu bukan silaturahmi biasa. “Momentum itu khusus banget, bukan hanya sekadar kumpul keluarga besar, tapi juga kita saling memaafkan juga ada tradisi dijalankan,” ujar Rossa yang mengaku semangat untuk bertemu keluarganya di Sumedang, Jawa Barat. Karena momentum itu begitu khusus dan bermakna maka ia selalu meluangkan waktu untuk mudik setiap tahunnya. Apalagi, katanya, kumpul-kumpul itu bukan sekadar kumpul biasa karena saat itulah orangtuanya akan memberi wejangan pada anak-anaknya. “J a d i m e mang ada tradisi kami saat lebaran, kami anakanak sungkem kepada orangtua. Setelah itu papa memberi wejangan kepada kami semua,” ungkap penyanyi yang bernama lengkap Rossa Roslaina Sri Handayani ini. Rencananya, ia akan menghabiskan liburan lebaran di kampungnya selama dua pekan. “Lumayan liburan dua minggu. Aku mau jalan jalan sekalian bertemu teman-teman lama. Aku rindu mereka (teman-teman). Udah kebayang nanti bakal seru, “ ucap Rossa yang juga mengaku rindu makanan lotek dan makanan khas Sunda lainnya. Untuk persiapan mudik, pelantun tembang hits ‘Tegar’ ini mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk pecahan uang yang akan dibagi-bagikannya kepada para keponakannya. “Kalau THR ke karyawan sudah aku berikan lebih dulu,” ucapnya sambil tertawa. –Diana Runtu

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 908 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu