Sudut Pandang
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Hari libur yang berte patan dengan bulan pua sa ini memang memberi kan dampak bagi pen gusaha kuliner. Sepert i yang dituturkan AA Made Suarsana, pengelola New Moon Café Kedongan an. Sejak hari pertama puasa, pengunj ung di warungnya mulai menu run. “Sekitar 20% terjadi penurunan,” ujarnya. Na mun, biasanya mulai per tengahan dan menjelang Lebaran, biasanya dari tahun-tahun lalu, mulai ada kenaikan tamu.
I
a mengatakan, kunjungan per hari sekitar 2000 orang, kalau hari raya biasanya sampai 4000 orang. Untuk lebaran, biasanya
Harus punya Ciri Khas tamu domestik memang banyak. Apalagi, saat ini, Kedonganan mulai dikenal sebagai tempatnya warung ikan bakar yang tak kalah dengan Jimbaran. “Kami mem berikan pelayanan yang lebih baik. Biasanya saat lebaran, kami memakai busana muslim, untuk menyemarakkan dan membuat warung kami tampil beda dengan warung yang lain,” kata Suar sana. Walaupun terjadi penurunan, ia tak membuat gebrakan pro mo untuk menyiasatinya. “Bi asalah terjadi penurunan semen tara. Kami sudah punya konsep tersendiri. Selain makanan yang enak, pelayanan kami juga ramah, dan tempat yang nyaman dan hiburan tarian Bali dan Barong. Itulah kelebihan kami,” ungkap nya. Selain itu, New Moon Café juga
AA Made Suarsana
Made Suarsa
bekerja sama dengan beberapa hotel untuk mengirim tamunya makan di sana. Karena itu, ia sangat optimis dengan keunikan
dan kelebihan warung New Moon Café, ia tetap bisa bertahan di ten gah persaingan warung makan. Sementara, bagi Made Suarsa,
Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga Sebagian artis memilih mengu rangi aktivitasnya di dunia hiburan pada masa puasa ini. Mereka ber pikir, sebelumnya sudah bekerja keras dan banyak meninggalkan keluarga untuk urusan pekerjaan.
Maka momen Ramadan diang gap sebagai waktu yang tepat bukan hanya untuk ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Yang Kuasa dan bisa berkumpul bersama keluarga dan menjalani
ibadah bersama. Itu juga yang dilakukan Raffi Ahmad, yang mengaku pada puasa tahun ini banyak mengurangi aktivitasnya. Ini memang berbeda dengan tahun lalu ketika jadwalnya sangat padat. Dia bukan saja tampil dalam acara buka puasa dan sahur, tapi juga pada sejumlah acara lain nya. Untungnya sang istri, Nagita Slavina cukup pengertian sehingga terkadang datang ke tempat kerja suaminya untuk berbuka puasa bersama. Belajar dari pengalaman tahun lalu, apalagi kini ia telah memiliki anak, Rafathar Malik Ahmad (10 bulan) yang selalu dirindukannya, Raffi pun menata kegiatannya pada bulan puasa ini. “Puasa tahun ini
Ajarkan Puasa secara Bertahap Umat Islam yang menjalankan orang yang memang benar-benar bela puasa di bulan Ramadan adalah orang jar berpuasa, tentu akan merasa berat berusaha menjalankan dan mematuhi melakukan puasa selama sehari penuh. perintah dari Allah. Hal ini disampaikan Ia menganjurkan untuk memperlambat oleh Dr. Sudirman, M.L.S. Ia juga men waktu sahur dan mempercepat waktu gatakan ada hal yang sangat berbeda berbuka. “Di Indonesia puasa itu antara 13 nuansa dirasakan antara bulan puasa sampai 14 jam, jika lebih dari itu tidak baik dengan hari-hari biasa. Sebagai umat untuk kesehatan,” ucap pria yang lahir di Islam yang mematuhi perintah akan Bima 17 Juli 1954 tersebut. berjalan sesuai dengan petunjuk yang Menurut dosen Pendidikan Bahasa diberikan karena poin utama dari per Inggris di Undiksha Singaraja ini mengaku intah berpuasa tersebut agar manusia selain menjalankan perintah, ia juga ingin menjadi mahkluk yang bertaqwa. “Bu mendapatkan sesuatu dari berpuasa yaitu lan puasa yang datang setahun sekali kesehatan. “Ketika tubuh mulai berat menurut saya adalah semacam bulan saya akan rutin berpuasa,” tambahnya. Ia latihan agar diri menjadi hamba yang juga mengatakan bahwa menu makanan Dr. Sudirman, M.L.S. bertaqwa,” ujarnya. ketika berpuasa haruslah dijaga baik dari Pria yang akrab disapa Dirma ini mengatakan keseimbangan gizi maupun jenis makanannya. “Saat puasa ditandai dengan tidak makan dan minum serta bulan puasa sebaiknya mengurangi karbohidrat dan tidak “kumpul” bagi pasangan suami istri pada siang perbanyak makanan berserat seperti sayur dan hari. Selain beberapa hal yang kasat mata tersebut, buah,” tandasnya. Meskipun dalam keadaan puasa, dalam berpuasa seseorang juga harus dapat menjaga jika mampu menjaga pola makan maka tidak akan lisannya dengan tidak berbicara kotor. “Salah satu berpengaruh terhadap aktivitas yang dilakukan. makna dari berpuasa adalah menahan hawa nafsu,” “Justru kalau puasa itu aktivitasnya bertambah dengan ungkapnya lebih jelas. Dalam pandangan islam, hawa kegiatan-kegiatan keagamaan,” imbuhnya. nafsu merupakan jalan masuknya hal-hal negatif. Mengajari anak-anak dalam berpuasa juga bukan Menurutnya, memang tidak mudah untuk setiap perkara yang sulit bagi pria yang tinggal di Kaliuntu ini. orang menahan hawa nafsu akan tetapi apapun yang Hal ini dikarenakan pengajaran secara bertahap yang dikerjakan terutama berpuasa dalam pandangan Islam dilakukan kepada anak-anaknya. “Kalau anak-anak harus ada dasar ilmunya. “Bagi saya puasa tidak terlalu saya tidak dipaksakan tetapi diajarkan secara berta berat karena sudah merupakan kebiasaan dan tidak hap, mungkin puasanya sampai pukul 10, kemudian hanya di bulan Ramadan tetapi saya juga berpuasa pukul 11. Kalau sudah terbiasa baru ditantang untuk setiap hari Selasa dan Kamis,” ujarnya. Tetapi untuk berbuka bersama,” paparnya. -Wiwin
tidak banyak, sengaja mengurangi. Aku hanya ambil tiga acara, salah satunya acara buka puasa live di salah satu stasiun televisi. Acara jumpa fans stop dulu. Aku juga tidak ambil acara sahur. Jadi ban yak waktu luang,” ungkap lelaki 29 tahun ini. Meski mengurangi aktivitasnya ‘nongol’ di layar kaca, namun bu kan berarti dia tidak ada pekerjaan lain. Setidaknya saat ini dia tengah mempersiapkan dua acara baru yang akan tayang setelah Lebaran. “Habis Lebaran ada dua program baru, sekarang sedang stock dulu, karena kan rencananya habis Lebaran kita mau liburan,” ujar Raffi yang bersama keluarganya merencanakan berlibur ke Korea usai Lebaran. Dengan ‘kelonggaran’ waktu seperti sekarang, ia menjadi memi liki lebih banyak waktu untuk kumpul dengan keluarga kecilnya. Setidaknya setelah program buka puasa, ia bisa pulang ke rumah dan bisa sahur bersama sang istri ter cinta. “Iya sekarang lebih banyak waktu untuk keluarga. Habis buka bisa ketemu istri, juga bisa sa hur bareng,” ucapnya. PUASA BERSAMA KELUARGA Lain lagi dengan Inneke Koeshera wati. Artis senior yang sejak menikah amat ja rang tampil di sinetron juga film, justru untuk acara Ramadhan tahun ini menyem patkan diri untuk kembali ke dunia nya yang lama, seni peran. Ibu dua anak ini kembali tampil dalam sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ jilid 10 yang tayang sejak awal puasa lalu setiap pukul 03.00. Berbicara tentang kegia tannya menjalani puasa, artis cantik yang berhijab itu justru bercerita tentang keseruan nya menjalankan ibadah puasa bersama keluarganya. Kedua anaknya, Siti Rahlia (8) dan Muhammad Rahlil (5) dan terbilang masih
musim libur yang bertepatan de ngan bulan puasa tak memberi pengaruh kepada warung salmo nnya. “Konsumen kami sebagian besar orang Bali jadi tak terlalu berpengaruh,” kata Suarsa. Ia mengatakan, walaupun ada tamu dari luar Bali, jumlahnya tak banyak. Justru yang banyak makan di DS Warung miliknya, sebagian besar turis asing. Dengan konsep sup salmon dengan basa genap khas Bali menjadi keung gulannya. “Walaupun agak pedas, turis asing sangat menyukainya,” kata Suarsa. Menurutnya, dalam persai ngan warung makan, tiap warung hendaknya mempunyai ciri khas. “Tentu akan menjadi keunggulan tersendiri bagi masing-masing tempat makan dan konsumen punya pilihan masing-masing,” ucapnya. –Wirati Astiti bocah dan momen Ramadan kali ini adalah membimbing mereka untuk menjalani ibadah puasa. “Alhamdulilah mereka puasa. Kalau tahun lalu Rahlia masih sulit untuk sahur, maklum masih kecil. Jadi waktu itu masih sulit diban gunin untuk sahur. Tapi sekarang sudah bangun, duduk bersama. Adiknya juga gitu, sudah sahur juga ikut-ikutan kakaknya,” ung kapnya. Menurut Inneke, anak perta manya sudah mulai bisa menahan lapar hingga sore. Sedang anaknya yang bungsu, meski tidak diwajib kan berpuasa, namun karena dia melihat kakaknya puasa, dia pun ikutan. “Kakak adalah panutannya. Jadi adiknya pun ikut puasa. Dia tahan sampai siang, ya tidak apaapa,” kata wanita kelahiran 1975 ini. –Diana Runtu
Inneke Koesherawati
24
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
GORO-GORO Amat siap mengunjungi sahabat karibnya, yang baru keluar rumah sakit. Ia membawa “tambusan” Putu Wijaya sambel bongkot. Bu Amat kontan protes. “Bapak ini aneh-aneh saja! Orang yang 2 bulan dirawat karena pendarahan otak, kok dibawakan sambel bongkot? Pak Gilang kan masih dirawat jalan?!” “Habis dia sendiri yang minta dan sudah berkali-kali mengingatkan, harus bawa sambel bongkot. Menurut dia, sambel bongkot buatan Bapak paling enak di dunia!” “Nanti kalau sakitnya kumat, bagaimana?” “Bapak juga sudah bilang begitu. Tapi dia terus mendesak. Katanya, tidak usah nengok kalau tidak bawa sambel bongkot!” “Itu omongan orang sakit, tidak usah dituruti. Jangan! Kalau mau menjenguk tidak usah bawa apa-
apa, orang sakit ditengok saja sudah seneng. Jangan lama-lama di situ ngobrol, orang sakit perlu istirahat! Kalau Bapak ingin nyumbang, seribu dua ribu, jauh lebih mulia untuk membantu pengobatannya. Itu uang yang mau dibelikan sepatu sumbangkan saja, Bapak untuk apa pakai sepatu baru, yang lama kan masih bagus!” Amat tidak membantah. Tapi begitu istrinya lengah, ia menyambar tambusan sambel bongkotnya dan menyelinap ke rumah Pak Gilang. Bu Amat sudah hapal perangai suaminya yang kepala batu. Ia sudah tahu Amat tidak akan bisa dilarang. Sebagai hukumannya, sore-sore ia sudah kunci rumah dan tidur. Tapi ketika sampai pukul 10 malam, Amat belum pulang, Bu Amat cemas juga. Akhirnya ia buka lagi pintu dan menunggu Amat sambil menyiapkan segelas kopi. Pukul 11, setelah kopi dingin, Amat baru pulang. Bu Amat hampir saja marah, tapi melihat muka Amat kelihatan sayu, ia menegur lirih. “Bagaimana Pak Gilang, Pak?”
Ekspresso
puasa
Amat tak langsung menjawab. Ia duduk, lalu menggapai gelas kopi. Bu Amat mengingatkan. “Sudah dingin, Pak. Tak seduhkan lagi yang baru.” “Tidak usah. Ini saja.” Amat langsung menyeruput kopi dingin itu dengan nikmat sampai tandas. Bu Amat heran. Biasanya, kalau sudah tidak ngebul lagi, suaminya selalu minta dibuatkan yang baru. “Bagaimana tambusan sambal bongkotnya?” Amat termenung. “Dimakan?” “Tidak. Hanya dicium-cium.” “Makanya jangan bawakan macam-macam, bahaya, beliau kan masih sakit.” “Bukan begitu, Dia masih disonde.” “Apa itu?” “Karena belum bisa menelan, jadi makanan masih dimasukkan lewat pipa kecil melalui hidungnya, langsung ke lambung. Jadi sudah 2 bulan ini, sampai sekarang ia tidak
Kuasa di atas sana, yang diberikan kepada manusia untuk dinikmati cuma-cuma. Berbeda dari orang sakit yang lain, yang banyak mengeluh, Pak Gilang seakan-akan menikmati pahala yang luar biasa akibat pernah makan lewat mulutnya. berpuasa segalanya karena sakit. Tahu-tahu sudah kenyang saja. Kar- Semua itu menyebabkan suami saya ena itu, ia rindu sekali pada semua seperti dapat pencerahan, kata Bu makanan. Ia sering minta makanan- Gilang. Bapak terpukau, Tahu-tahu makanan kesukaannya hanya untuk sudah setengah sebelas malam. Lalu dicium-ciumnya. Kata istrinya, Pak Bapak pamit, ingat pesan Ibu, orang Gilang dulu kalau makan super sakit membutuhkan istirahat.” milih-milih. Kalau bukan makanan Amat kembali menjamah gelas kesukaannya, ia lebih baik tidak menegak sisa ampas kopinya denmakan. Tapi sekarang, ia anggap gan nikmat. Bu Amat terpesona. semua makanan enak. Nasi putih Cerita Amat membawa pikiran tok pun diciumnya dan dianggap Bu Amat terbang tinggi. Ia pun baunya harum dan lezat!” seperti tercerahkan. Lalu ia berdoa Bu Amat tercengang. semoga Pak Gilang segera rampung “O jadi, beliau sudah 2 bulan “puasanya”. tidak makan?” “Memang, Pak, Pak Gilang bener, “Ya. Bukan hanya itu. Akibat di dalam semua agama juga ada penyakitnya, tangan dan kaki kirinya ritual puasa. Baik Islam, Kristen, stroke. Tidak bisa lagi digunakan Hindu, Budha, bahkan kebatinan dan seperti orang normal. Tapi akibat- agama-agama lokal, mengenal puasa nya, ia sekarang begitu mengagumi dengan tata-cara masing-masing. bagaimana orang lain bisa berdiri, Bukan hanya makan dan bergerak, berjalan, mengambil sesuatu dengan keadaan gagal atau malang pun, mudah. Sambil bercucuran air mata, bahkan juga perasaan-perasaan kita ia menceritakan kepada Bapak, kar- seperti: sakit, senang, terharu, sedih, ena sakit, ia jadi melihat, merasakan semangat dll adalah Karunia-Nya. dan kemudian mensyukuri apa yang Dan puasa, hakekatnya adalah mengdulu tidak pernah diperhatikannya. ingatkan kita untuk mawas diri dan Katanya, karena sekarang ia ber- mensyukuri karunia-Nya yang tiada puasa makan lewat mulut, berpuasa tara itu. Pak Gilang ingin dibawakan dari bergerak sebagai orang normal, masakan apa lagi, Pak?” ia melihat kehidupan ini ratusan Amat tak menjawab. Ketika Bu kali lebih indah dari sebelumnya. Amat menoleh, Amat sedang menIa tak mampu memujikan betapa syukuri karunia-Nya yang menjadi luar biasa anugerah dari Yang Maha favoritnya: tidur.
Iman, Aman, dan Nyaman untuk Anak Hari Anak Sedunia diperingati tiap tanggal 1 Juni dan Hari AnakAnak Indonesia pada tanggal 23 Juli. Melalui kesempatan ini lembaga keluarga atau para orangtua menata kembali perannya sebagai pendidik pertama dan utama untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kekuatan iman mampu menerapkan prinsip kejujuran terkait dengan belajar kebenaran, dan mampu menerapkan prinsip toleransi terkait dengan belajar untuk sabar. Hal ini dapat menumbukan rasa aman pada anak untuk membina persahabatan sehingga anak menemukan kenyamanan hidup bersama lingkungannya. Anak adalah anugrah Tuhan, Beliau mempercayakan kepada orangtuanya (ayah-ibu) untuk merawat, membimbing, dan mengasuh serta mendidik dengan penuh cinta kasih seperti dikutip dari Kahlil Gibran (Buku The Prophet, 1923) “Your Children Are Not Your Children yaitu Anakmu Bukan Anakmu”. Dapat diartikan bahwa sebagai orangtua penuh keyakinan dan tulus ikhlas menjaga dan member perhatian terhadap anak sebagai upaya kepedulian untuk melindungi buah hatinya dari kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang semakin merebak. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa yang rentan terhadap kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual adalah anak-anak baik putra maupun putri, anak-anak dengan kecerdasan rendah dan kaum perempuan. Komisi Perlindungan Anak menguraikan bahwa yang termasuk kategori anakanak adalah individu yang berusia
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
dibawah 18 tahun. Sesuai dengan topik diatas, untuk mewujudkan anak-anak yang beriman sebagai landasan moral dan budi pekerti, maka peran orangtua dan keluarga adalah pihak yang terdekat dengan anak, pendampingan keluarga terutama ibu menjadi amat penting untuk menanamkan nilai-nilai agama, dapat dimulai dari sejak anak dalam kandungan. Di era sekarang diperlukan orangtua yang cerdas dan terbuka untuk terus menggali informasi terkait dengan pendidikan keorangtuaan (parenting education) terutama untuk Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurut Piaget dan Kohlberg, Psikolog Perkembangan Anak menyatakan bahwa “perkembangan moral anak sepenuhnya ditentukan oleh pola asuh atau perilaku dari orangtua atau orang dewasa lainnya”. Hal ini mengisyaratkan bahwa panutan dari orangtua menjadi fondasi pembentukan moral anak. Moral anak akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan nalar anak sampai menghasilkan bentuk karakter. Pada masa ini anak memerlukan pendampingan orangtua, orangtua betul-betul berkomitmen untuk berbagi peran prioritas, siapa yang berkarir atau bekerja untuk mencari nafkah dan siapa yang prioritas mendampingi tumbuh kembang anak. Konsep Pengasuhan Anak Dibawah ini akan diuraikan konsep pengasuhan anak mengambil dari kearifan lokal budaya Bali, Suasthi & Suastawa (Buku Psikologi Agama 2014:58-61) menguraikan : Anak adalah ”Dewa” , Bayi baru
Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si.
lahir sampai usia 105 hari (tiga bulan kelender Bali) pada usia ini bayi dianggap memiliki kekuatan para Dewa atau malaikat. Dia mampu merasakan, melihat atau mendengar melebihi panca indra manusia biasa, sehingga bayi lebih banyak mendapatkan pujian-pujian yang diiringi dengan doa–doa atau nyanyian suci, guna memohon keselamatan dari Sang Pencipta agar bayi dapat tumbuh sehat dan dijauhkan dari mara bahaya. Anak sebagai ”Raja”, Bayi ��������� sampai usia sekolah (5–6 tahun) diasuh seperti “Anak Raja “. Anak pada usia ini diberikan pelayanan yang optimal untuk memehuhi kebutuhan fisik dan psikis anak. Dengan memperhatikan asupan gizi anak agar seimbang dan
mendapatkan perhatian atau kasih sayang yang memadai. Dalam hal ini orangtua dituntut agar lebih sabar menghadapi anak terutama saat melayani dan melatih mengembangkan moral anak. Mulai dikenalkan cara bersembahyang diiringi dengan doa yang mudah dimengerti anak. Dikenalkan cerita–cerita rakyat/ dongeng melalui kegiatan “mesatua“ (mendongeng). Anak sebagai ”Pelayan”, Anak usia sekolah sampai remaja (7–18 tahun). Anak diasuh diperlakukan seperti “Pelayan“, anak dididik dan dilatih untuk mengenal dunia kerja yang dimulai dari lingkungan rumah. Di rumah anak dilibatkan untuk menyelesaikan tugas seperti pekerjaan membersihkan kamar, menata halaman rumah, membantu melayani orangtua, saudara, dan akhirnya anak terampil dapat melayani diri sendiri (mandiri) tanpa perlu menunggu atau menyusahkan orang lain. Pada usia ini anak–anak di rumah, di sekolah maupun di lingkungan tetangga dilibatkan turut serta aktif membantu kegiatan sosial atau ritual agama yang disesuaikan, dengan kemampuan atau kapasitas anak. Di sini anak dilatih untuk mendewa-
sakan diri, sehingga dapat memberi pertolongan pada orang lain. Anak sebagai ”Sahabat”, Anak usia dewasa (18 tahun ke atas), pada usia ini anak diperlakukan seperti teman atau sahabat. Kemandirian yang sudah ditanamkan sejak usia anak–anak maka pada usia ini anak akan lebih mantap dalam menjalani kehidupannya. Orangtua saat ini lebih bersifat “Tut Wuri Handayani“ dengan menghargai keputusan pilihan anak, menerima anak secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Keberadaan anak pada usia ini merupakan hasil kolaborasi potensi anak dengan pola asuh yang didapat dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Maka dari itu sebagai orang tua diharapkan untuk selalu menjaga dan melindungi anaknya agar selalu dalam lingkungan yang penuh suasana emosi positif, berusaha sabar, menjaga suasana damai, senang, penuh cinta kasih dalam keluarga. Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si Dosen Psikologi Agama FPAS UNHI Denpasar
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Fakultas Hukum Undiknas
23
Gelar Creative Project Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar semakin berkibar, apalagi saat ini Kampus di kawasan Jalan Bedugul ini merupakan Perguruan Tinggi swasta terbaik di tingkat Kopertis Wilayah VIII. Predikat yang diraih atas kerja keras dan perjuangan seluruh komponen yang ada di Undiknas, Denpasar, termasuk oleh Fakultas Hukum Undiknas wajib mempertahankan prestasi tersebut.
Salah satu peserta Lomba Pidato Bahasa Indonesia “Creative Project 2016”
S
alah satu upaya yang dilaksanakan FH Undiknas untuk menjaga atau mempertahankan prestasi tersebut, adalah dengan konsisten melaksanakan kegiatan yang bersifat akademik dan mengikuti berbagai kegiatan akademik yang dilaksanakan oleh instansi lainnya. Tentunya dengan upaya tersebut, Undiknas akan semakin dikenal
eksistensinya di kalangan siswasiswi yang bakal melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi. Hal ini sangatlah penting demi terjaganya kuantitas sekaligus kualitas para mahasiswa atau calon mahasiswa yang melanjutkan pendidikannya di Undiknas Denpasar, khususnya di Fakultas Hukum (FH) Undiknas. Berkaitan dengan upaya un-
tuk senantiasa konsisten melaksanakan kegiatan akademik, maka BEM-FH Undiknas menggandeng UKM Public Speaking Undiknas. Kegiatan yang dilaksanakan di antaranya, lomba pidato, speech competition, dirangkaikan dengan seminar regional FH Undiknas 2016. Seluruh acara dikemas dengan nama “Creative Project” “Awal dari kegiatan “Creative
Salah satu peserta Speech Competition “Creative Project 2016”
Project” ini muncul karena sebuah tantangan yang diberikan Dekan Fakultas Hukum kami Dr. A.A.Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. untuk membuat suatu gebrakan baru dalam kegiatan penunjang akreditasi Undiknas, dalam bidang akademik khususnya di Fakultas Hukum,” ujar Gede Agung Surya Cendana Tangkas, Gubernur BEM FH Undiknas didampingi
Suasana sebelum Seminar Regional dimulai
wakilnya Ida Ayu Ita Utari.` Dari situlah, Surya dan Ita bersama rekan seperjuangan mereka di BEM-FH langsung berkoordinasi untuk menyiapkan berbagai kegiatan. Selain acara lomba untuk siswa/i SMA/SMK Se-Bali, juga di gelar Seminar Regional yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan narkoba dan berhasil diikuti 260 orang peserta. Kegiatan Creative Project ini pun menggandeng salah satu organisasi mahasiswa di Undiknas yaitu UKM Public Speaking yang seirama dengan kegiatan yang dicanangkan Fakultas Hukum.”Kerjasama ini juga demi meningkatkan solidaritas BEM-FH dengan UKM Public Speaking untuk hasil acara yang lebih inovatif. Kedepannya kami juga akan mengajak organisasi mahasiswa lainnya untuk menjalin kerjasama,” lanjut Surya yang diamini Ita. -ard`
Kerjasama Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Menurut Putu Andre Kresna Pradana, Ketua Panitia Creative Project, Seminar Regional kali ini, mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Mencegah dan Memberantas Penyalahgunaan Narkoba Demi Terciptanya Kebangkitan Bangsa”. Hal ini, dilatarbelakangi oleh isu-isu saat ini yang menyebutkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih saja terjadi dan bahkan ditemukan beredar jenis narkoba baru. Kondisi ini dapat mempengaruhi generasi muda, sebagai penerus Bangsa. Urusan ini pun menjadi kewajiban bersama untuk mengantisipasi dan mencegah mewabahnya. Adalah baik jika generasi muda memiliki peran yang cukup dalam proses penanggulangan peredaran narkoba ini. Dikatakan, kegiatan “Creative Project 2016” dimulai pada Jumat (3/6) dengan seminar regional. Selanjutnya, Selasa (7/6) dilaksanakan lomba Speech Competition dan Lomba Pidato Bahasa Indonesia untuk SMA/ SMK se-Bali. Sejak awal, kata Artha Dermawan Mcklay, Ketua
siswa-siswi SMA/SMK se-Bali meliputi; SMAN 1 Denpasar, SMA PGRI 2 Denpasar, SMAK Thomas Aquino, dan SMAN 5 Denpasar ini mengusung tema “Peran Generasi Muda Dalam Membangun Karakter Bangsa”. Juara dalam Lomba Pidato Ba-
hasa Indonesia ini; (tabel 2) Para pemenang Lomba Pidato Bahasa Indonesia mendapatkan uang pembinaan, piagam, piala, dan merchandise. Begitu pun peserta lomba yang lain mendapatkan piagam penghargaan dan merchandise. -ard
Penyerahan kenang-kenangan dari Dekan Fakultas Hukum Undiknas kepada narasumber dari BNNP-Bali
UKM Public Speaking Undiknas, UKM Public Speaking memiliki kedekatan yang erat dengan Fakultas Hukum Undiknas, mengingat sejarah berdirinya UKM Public Speaking ini sangat didukung oleh Civitas Akademika Fakultas Hukum.Untuk itulah mereka berkomitmen menjaga keharmonisan hubungan tersebut melalui jalinan kerja sama
Narasumber beserta moderator dan Dekan Fakultas Hukum Undiknas Denpasar dalam Kegiatan Seminar Regional
dalam kegiatan kreatif dari UKM PS dan BEM FH Undiknas sekaligus ikut mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi` Lomba Speech Competition yang mengusung tema “The Role Of Young Generation In Nation Building Character” ini diikuti oleh peserta dari seluruh SMA/ SMK se-Bali, meliputi SMAN 2 Semarapura, SMKN 5 Denpasar, SMAN 2 Tabanan, SMAN 4 Denpasar, SMAN 3 Denpasar. Juara Speech Competition dalam kegiatan Creative Project; (tabel 1) Para pemenang Speech Competition mendapatkan uang pemb inaan, pial a, piagam, merchandise dan beasiswa dari International Office Undiknas Denpasar. Selanjutnya dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia yang diikuti oleh
Para panitia gabungan BEM-FH Undiknas dan UKM Public Speaking Undiknas Denpasar
Para juara Lomba Pidato Bahasa Indonesia dengan para peserta lomba lainnya, beserta juri (pemenang I dari kanan ke kiri)
Para pemenang, juri, dan peserta Speech Competition “Creative Project 2016” (pemenang I dari kanan ke kiri)
Juara Speech Competition dalam kegiatan Creative Project
Juara dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia ini
Tabel 1
Tabel 2
22
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Kondisi udara di Jakarta kian memprihatinkan. Begitu yang dirasakan sebagian masyarakat. Tak heran kalau sekarang semakin banyak masyarakat yang bepergian dengan kendaraan umum mengenakan masker. Kalau dulu kita sering melihat orang berjalan kaki atau berada di tempat umum memakai masker karena, mungkin sedang flu dan batuk. Tapi kini tidak lagi, mereka yang sehat pun ketika berada di ruang publik, apalagi berjalan di trotoar atau berdiri di halte bus, bahkan di dalam bus, tetap memakai masker lantaran polusi udara yang tinggi.
Mendambakan Udara Sehat di Jakarta
P
eringatan tentang meningkatnya polusi udara di Asia Tenggara juga disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terbarunya yang dilansir baru-baru ini. Menurut WHO, polusi udara di dua pertiga kota di wilayah Asia Tenggara meningkat 5%. “Ini harus menjadi prioritas kesehatan di negara-negara WHO kawasan Asia Tenggara untuk mencegah risiko kesehatan miliaran orang,” demikian kata Dr Poonam Khetrapal Singh, Regional Director for South East Asia, melalui siaran pers. Menurutnya, pemantauan kualitas udara merupakan langkah penting untuk mengambil tindakan korektif. “Sembilan dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara memiliki data kualitas udara dalam laporan global, dan India memiliki data
Sejak diluncurkannya program “Yuk Nabung Lot” untuk kepemilikan unit Atta Labeji Villas di Ubud Bali, masyarakat Bali khususnya sangat antusias menyambutnya. Apa yang menjadi kendala mereka selama ini, terjawab sudah. Hanya dengan menyisihkan uang mulai Rp 1 juta tiap bulannya, mereka sudah bisa memiliki villa di Ubud. Hal ini diungkapkan tim marketing Atta Labeji Villas, Made Sulistiawati, saat ditemui di Kantor BOS Land pekan lalu.
Made Lina Sulistiawati
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
YUK NABUNG LOT
Di Atta Labeji Villas Ubud Bali HANYA 12 juta BISA PUNYA ATTA LABEJI VILLAS DI UBUD BALI
I
Kabut tipis meliputi Jakarta akibat polusi udara
Junaedi
Sosialita
dari 122 kota,” ujarnya. Ditambahkannya, dampak polusi udara mencakup stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru dan penyakit pernafasan akut. Secara global, pada 2012 polusi udara di perkotaan diperkirakan telah menyebabkan 2,7 juta kematian, sepertiganya terjadi di wilayah Asia Tenggara. “Transportasi, pembangkit listrik, pembakaran biomassa dan debu ambien merupakan kontributor utama partikulat polusi udara,” katanya. Di perkotaan, emisi kendaraan merupakan pertimbangan pentung, terutama bagi penduduk yang tinggal di dekat jalan. Masalah polusi udara, hanya dapat diatasi melalui kerjasama multisektoral. Lalu bagaimana Jakarta? Memang jika melihat data kualitas udara Jakarta saat ini, belum lah sampai pada tahap tidak sehat atau berbahaya. Namun jika kondisi yang menjadi pemicu tingginya polusi udara tidak ditangani serius, bukan tak mungkin Jakarta kembali menjadi kota paling polusi di Indonesia atau menjadi salah satu kota yang kualitas udaranya terburuk di dunia. Data BPLH DKI Jakarta menyebutkan bahwa tingkat polusi udara di Jakarta masih dalam batas aman. Hal tersebut sesuai hasil pemantauan alat BPLH DKI Jakarta. Mereka yang merasakan peningkatan polusi hanya lah mereka yang berada di daerahdaerah tertentu kawasan padat polusi. Meski demikian, peningkatan itu pun tetap masih di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan oleh peraturan gubernur. Kondisi kualitas udara Jakarta juga dapat dipantau masyarakat lewat website menlhk.go.id. Dalam data terbaru
yang dilansir situs tersebut dikatakan, nilai Index Standar Pencemaran Udara (ISPU) empat kota Jakarta (Utara, Timur, Barat, Selatan) per 8 Juni 2016, berada dalam kategori sedang. Sedangkan Jakarta Pusat masuk kategori baik. ‘Prestasi’ Jakarta Pusat tidak mengejutkan karena wilayah ini telah kerap mendapat penilaian kualitas udara terbaik se-Indonesia. Sementara untuk Jakarta Utara, hasil ini merupakan sebuah kemajuan karena pada 2014 lalu Jakarta Utara dinobatkan sebagai kota paling polusi se-Indonesia. Tentu saja hasil ini masih akan berubah sesuai dengan kondisi yang ada. Tapi setidaknya warga Jakarta yang nantinya tidak mudik Lebaran pada Juli mendatang, akan merasakan kualitas udara jauh lebih baik lantaran para pemilik kendaraan akan mudik Lebaran ke kampung halamannya. Diperkirakan polusi udara akan berkurang sekitar 30-40% pada masa itu. TRANSPORTASI PENYUMBANG POLUSI TERBESAR Dalam berbagai hasil riset disebutkan kalau kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta, baik itu kendaraan pribadi, motor maupun angkutan umum. Kondisi ini semakin diperburuk dengan banyak angkutan umum di Jakarta yang masih buruk. Berdasarkan data 2014, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta 17,5 juta unit, 13 juta di antaranya adalah kendaraan roda dua. Sedang mobil barang mencapai 673,6 ribu dan bus 362 ribu, kendaraan khusus 137,8 ribu. Jumlah tersebut, berdasarkan data dari
Asap buangan kendaraan bermotor sumbangan terbesar polusi di Jakarta
foto national geographic
a mengatakan, program “Yuk Nabung Lot” yang dikonsep Made Robert, Founder Mesari Land & Direktur Utama BOS Land ini, sangat tepat dilemparkan ke masyarakat. “Dengan program baru ini, semua orang bisa menjadi investor/pemilik villa dan mendapatkan benefit lainnya. Dengan program “Yuk Nabung Lot”, masyarakat yang d u l u terk-
Atta Labeji Villas
endala membeli lot karena harus membayar cash, kini bisa mem-
bayar bertahap selama 1 tahun dengan jalan menyimpan di KSP Silamukti,” ujarnya. Program ini dijelaskan Made Robert, merupakan kolaborasi antara menyimpan dan berinvestasi dengan mendapatkan kemudahan-kemudahan. Dengan program “Yuk Nabung Lot” ini, mereka mendapatkan keuntungan ganda. Pertama, sebagai nasabah koperasi, mereka mendapatkan bunga simpanan dan benefit lainnya. “Jadi, mereka tak sekadar nabung lot. Mereka juga mendapatkan pengembangan bunga simpanan di KSP Silamukti, koperasi yang kami ajak bekerjasama, yang sama-sama berbasis kerakyatan,” imbuh Ni Made Ayu Dewi Saraswati,
Komisaris Utama BOS Land. Kedua, mereka dapat meng-keep harga lot dan bisa mendapatkan benefitnya. Made Robert mengungkapkan, tantangan terbesarnya adalah mencari solusi. Karena bisnisnya adalah membantu seluruh lapisan masyarakat agar bisa menjadi investor. “Jadi kini masyarakat tak ada alasan lagi untuk tidak menjadi investor,” tegasnya. Made Ayu mengilustrasikan, dengan harga 1 lot Atta Labeji Villas, Rp 12 juta, masyarakat yang berminat bisa menabung minimal Rp 1 juta tiap bulan selama setahun. Demikian halnya jika ingin membeli 10 lot, maka mereka harus menabung Rp 10 juta per bulan. “Benefit dari koperasi
3
murni untuk si penyimpan,” ucapnya. Dengan tegas, Made Robert mengatakan, bahwa investasi sangat penting untuk kebebasan finansial ke depan, membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Dan tentunya, siapa pun pasti ingin menikmati hari tua tanpa harus pusing dengan urusan finansial. Solusinya hanya satu, berinvestasilah di tempat yang aman yaitu di Atta Labeji Villas mulai sekarang. 100% Uang Kembali Dengan ikut program “Yuk Nabung Lot” yang pembayarannya lunas dalam 1 tahun, para investor tetap mendapatkan benefit lainnya. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-11. “Perbedaannya dengan yang langsung melunasi Rp 12 juta per lot nya, uang pembelian lotnya dikembalikan di tahun ke-10, dan langsung dapat free menginap di Atta Mesari Villas,” jelas Made Ayu. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. –ten
Langsung Dapat HASIL Langsung Bisa MENGINAP Bukan DP & Langsung LUNAS Stasiun pemantau udara Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mengalami peningkatan hingga 12% setiap tahunnya atau per-hari bertambah 5.500-6000 unit, dengan penambahan terbesar adalah sepeda motor yakni antara 4000-4.500 unit per-hari. Dengan kondisi demikian maka tak heran kalau disebutkan bahwa kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta. Belum lagi jika terjadi kemacetan lalu lintas yang selalu terjadi di Ibukota bahkan belakangan ini semakin parah akibat dihapusnya program Three in One. Pemda DKI Jakarta sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kondisi yang ada. Apalagi Jakarta yang merupakan Ibukota selalu mendapat sorotan dari berbagai pihak. Setidaknya berbagai aksi nyata dilakukan, selain menambah ruang terbuka hijau (RTH) lewat pembangunan taman-taman, juga gencar melakukan uji emisi kendaraan baik kendaraan umum, kendaraan pemerintah maupun kendaraan pribadi. Salah satunya yang dilakukan di wilayah Jakarta Timur yang menggelar uji emisi kendaraan bermotor gratis. Adapun kategori ambang batas emisi kendaraan berbahan bakar bensin yaitu, kendaraan di bawah tahun 2007, hidrocarbon (HC) tidak boleh di atas 700 ppm, dan carbon monoksida (CO) tidak boleh lebih dari 3%. Sedangkan untuk kendaraan di atas tahun 2007, kadar HC tidak boleh di atas 200 ppm dan CO tidak boleh lebih dari 1,5%. Sedangkan untuk kategori ken daraan bahan bakar solar dengan tahun pembuatan di bawah 2010, opasitas emisi kendaraan tidak boleh lebih dari 50%. Sedang kendaraan di
atas tahun 2010, opasitas tidak boleh lebih dari 40%. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) DKI Jakarta, Junaedi, persoalan terberat dalam penanganan emisi gas rumah kaca di Jakarta adalah pada sektor transportasi atau kendaraan bermotor. Data BPLHD Jakarta menyebutkan, sebanyak 43 juta ton karbon dioksida dihasilkan imbas emisi gas rumah kaca. “Dari jumlah tersebut, yang terbesar dari sektor transportasi yaitu 44,89%,” ungkap Junaedi. Selain itu sektor listrik juga menyumpang cukup besar yakni 40,74%, industri 5,17%, sampah 5,06%, rumah tangga 4,10%, dan limbah cair sekitar 0,03%. Jumlah emisi gas buangan, menurutnya, dipresdiksi terus mengalami peningkatan lantaran jumlah kendaraan bermotor terus bertambah setiap saat. “Transportasi sangat kompleks penanganannya antara lain karena pertumbuhannya terus meningkat setiap tahun. Sektor ini paling sulit penanganannya,” tambah Junaedi yang hampir tujuh bulan menjadi Kelapa BPLH DKI Jakarta. Menurut mantan Sekretaris Dewan Pengurus Korpri DKI Jakarta ini, untuk menurunkan emisi gas rumah kaca berbagai cara dilakukan, di antaranya penambahan RTH juga perbaikan layanan moda transportasi umum sehingga masyarakat menjadi lebih suka dan nyaman naik angkutan umum. Juga, digencarkannya uji emisi kendaraan bermotor di setiap wilayah Jakarta. Tujuannya untuk memperoleh data akurat mengenai emoso di masingmasing wilayah kota Jakarta. “Pemda DKI Jakarta berencana menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 30%,” ujarnya.—Diana Runtu
Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi
Mulai Rp 120 juta bisa punya ATTA SELONG VILLAS di Lombok (SERTIFIKAT HAK MILIK)
Direktur Utama BOS Land, Made Robert menyampaikan, kini BOS Land juga menghadirkan villatel unitan yang berlokasi di Kelusa, Ubud, dan di Selong Belanak Lombok. “Jadi, semeton Bali yang memiliki dana lebih bisa berinvestasi di Puri Kelusa Villas & Resort, Ubud atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Ni Made Ayu Dewi. Atta Selong Villas adalah salah satu akomodasi mewah di daerah perbukitan Selong Belanak yang menawarkan keindahan alam Selong Belanak dan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alami dan tenang. Nikmati pemandangan pantai pasir putih menakjubkan dari Pantai Selong, lingkungan yang masih alami di perbukitan Selong Belanak, Lombok.
Atta Selong Villas
Selong Belanak dapat dijangkau 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok di Praya, mudah dicapai dengan penerbangan reguler dari Bali, Jakarta, Singapura , dan Kuala Lumpur. Apa yang didapat dari Rp 120 juta? Keuntungan yang didapat adalah: Garansi penghasilan selama pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun sejak Atta Selong Villas resmi beroperasi (tahun ke-3 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Free stay 21 point per tahun, Sertifikat Hak Milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai), liburan gratis ke Eropa, Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas), 2 Hektare hutan jabon, Umroh/ Liburan/Tirtayatra.
1 ) Yuk Nabung LOT, Hanya 12 Juta Bisa Punya ATTA LABEJI VILLAS @ Kenderan Ubud Bali, Leasehold, kerjasama sewa selama 25 tahun. 2) Mulai 120 Juta Bisa Punya ATTA SELONG VILLAS @ Selong Belanak Lombok, Freehold -Sertifikat Hak Milik (SHM) 3) Mulai 240 Juta Bisa Punya PURI KELUSA VILLAS & RESORT @ Kelusa Ubud Bali, Freehold - Sertifikat Hak Milik (SHM) Saksikan Dialognya @ Bali TV, Rabu 15 Juni 2016 pukul 20.00 wita Livestreaming www.balitv.tv Hadiri PresentasinyaJumat 17 Juni 2016 pukul 17.30 wita @ Ibis Style Hotel, Jln. Teuku Umar No 183 Denpasar. Daftar : 0361 4723260, 082 247 365 888, sms ketik Daftar ke 087 861 999 658. Peserta terbatas. Salam KAYA
Mulai Rp 240 Juta bisa punya PURI KELUSA VILLAS & RESORT di Ubud-Bali (SERTIFIKAT HAK MILIK) Kunjungan wisatawan ke Bali selalu meningkat tiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka lebih tertarik menginap di villatel. Kondisi ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk berinvestasi di villatel. Para wisatawan kini tak lagi mencari lokasi yang dekat dengan keramaian, namun lebih memilih lokasi yang eksotis, tenang dan nyaman. Ubud terkenal di antara para wisatawan di mancanegara karena lokasinya yang banyak dengan persawahan dengan nuansa perdesaan. Puri Kelusa Villas & Resort adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi di villatel. Villa bernuansa kehidupan tradisonal pedesaan Bali yang selaras dengan konsep Tri Hita Karana (keep the harmony and balance between human to God, human to human & human to environment). Dibangun di atas tanah seluas 2 hektare di Kelusa, Ubud–Bali, dikelilingi sungai yang masih asri bak pulau di tengah danau dengan suara gemericik airnya,
Puri Kelusa Villas & Resort
dikelilingi sawah yang hijau dan rerimbunan pohon. Miliki Puri Kelusa Villas di Ubud, Bali mulai dengan Rp 240 juta. Benefit Memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah : Garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun semenjak Puri Kelusa Villas & Resort beroperasi (tahun ke-3 dst. fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung ber-
sih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa (Puri Management International), Garansi beli kembali 130% di tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Free Stay 21 point per tahun, Sertifikat hak milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai keras), Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektare hutan jabon, umroh/tirta yatra/ liburan ke luar negeri). Unit Terbatas!!! Untuk itu, Made Robert dan Ni Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id Email:cs@bosland.id ,bos.land99@gmail.com
4
Mandalika
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Denpasar Children Centre
Student Exchange Program ke Australia Tiap Tahun M
empunyai anak yang cerdas, mandiri disertai berbudi luhur tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Anak cerdas secara intelektual saja belumlah cukup. Perlu diimbangi dengan kecerdasan lain, seperti kecerdasan sosial-emosional, kemampuan berkomunikasi serta kemandirian anak. Berbagai program dilaksanakan oleh Denpasar Cildren Centre (DCC) untuk menstimulasi kecerdasan dan kemandirian anak secara tepat dan terarah sejak usia dini sehingga anak-anak DCC akhirnya mampu mengoptimalkan potensi kecerdasannya, kemandirian dan kemampuan berkomunikasi mereka. Kecerdasan intelektual diasah melalui proses pembelajaran yang berkualitas dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Begitu pula dengan potensi kecerdasan sosial-emosional, kemampuan berkomunikasi dan kemandirian anak dioptimalkan dengan berbagai program, diantaranya ”Pentas Cilik DCC” dan ”Student Exchange Program ke Australia” yang dilakukan setiap tahun pada bulan Mei. ”Student Exchange Program ke Australia” tidak hanya mengasah potensi kecerdasan sosial-emosional, kemampuan berkomunikasi dan kemandirian anak, namun menjadi-
kan siswa DCC memiliki wawasan internasional. Ketua Yayasan DCC, Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. menambahkan bahwa siswa DCC dipersiapkan dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik sehingga siap mengikuti Students Exchange Program ke Australia. Sekolah yang dituju selama ini adalah Ironside State School di Brisbane, Australia yang merupakan primary school terbaik di Australia. Setiap siswa kelas 5 SD DCC diberikan kesempatan untuk mengikuti Students Exchange Program ke Australia. Di Ironside State School, siswa DCC akan mengikuti pelajaran di kelas seperti siswa-siswa lainnya. Di sinilah kesempatan mereka mempraktikkan kemampuan bahasa Inggrisnya, juga menimba Siswa DCC bersama siswa Ironside School ilmu dan pengetahuan pada tahun 2010
Siswa DCC bersama aktor Scoobydoo di Movie World tahun 2013
yang lebih luas serta merasakan pengalaman belajar dengan model pendidikan Australia, sehingga siswa DCC memiliki wawasan internasional. Tentunya tak ketinggalan juga sambil menikmatil liburan di Goldcoast dengan pantainya yang sangat indah dan dilengkapi dengan berbagai theme parks yang sangat digemari anak-anak. Mereka juga menikmati keramaian kota Sydney yang terkenal dengan Opera House dan Darling Harbour. Pengalaman siswa DCC selama di Australia diperkaya dengan pengetahuan flora dan fauna unik Australia yang sangat terkenal, yaitu kangguru dan koala. Mereka berkesempatan untuk bercengkerama dengan kangguru dan koala di Kebun Binatang ”Currumbin Sanctuary Park”, di Gold Coast. Kehidupan di bawah laut juga menjadi objek yang dipelajari oleh siswa DCC di Sydney Aquarium. Berbagai jenis ikan dan satwa laut dapat dilihat secara jelas dan dekat dengan berjalan-jalan di bawah air. Berbagai jenis hiu dengan ukuran cukup besar bersliweran dalam
jarak yang sangat dekat. Hal ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan meningkatkan wawasan mereka. Selanjutnya, pengalaman ini dapat memberi motivasi kepada anak untuk berprestasi lebih baik pada jenjang pendidikan selanjutnya. Kegiatan Students Exchange Program ini dilaksanakan pertama kali pada tahun 2009 silam. Tahun 2016 ini adalah kegiatan yang ke-8 (delapan) kalinya. Selama ini kegiatan Students Exchange Program DCC telah berjalan dengan sangat baik karena dukungan dari orangtua siswa dan pihak Yayasan DCC. Setiap keberangkatan siswa SD DCC ke Australia selalu ditemani oleh seorang guru sebagai pendamping siswa. Secara bergiliran para guru mendapat kesempatan berkunjung
ke Australia dengan biaya dari Yayasan DCC. Direktur DCC, Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., PhD. yang baru saja memperoleh dua gelar S3 (doktor) pada program Double Degree Indonesia Perancis di Sorbonne University Paris-1, Perancis dan dari Universitas Udayana Bali menambahkan bahwa selama siswa DCC berada di Australia, mereka belajar bagaimana bersosialisasi yang nyaman dengan lingkungan asing. Hal ini sangat bermanfaat bagi siswa terhadap pemahaman berbagai perspektif budaya dan masyarakat yang berbeda. Sebab, di sana mereka berbaur dan juga belajar budaya setempat yang pastinya akan menjadi kenangan yang bukan saja indah tapi juga berkesan. - ard
MENERIMA SISWA BARU, TEMPAT TERBATAS SD CERDAS MANDIRI DENPASAR CHILDREN CENTRE Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725
Rombongan DCC menikmati liburan di Sydney tahun 2013
21
NTB Raih Predikat WTP
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, kembali memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap pengelolaan keuangan dan asset di Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2015. Ini artinya NTB telah lima berturut-turut meraih untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK tersebut.
B
erdasarkan kesesuaian akuntansi pemerintah, kecukupan pengungkapan, kepatuhan kepada perundang-undangan dan efektifitas sistem pengendalian intel, hasil pemeriksaan BPK RI Provinsi NTB, BPK memberikan Opini WTP untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut kepada Pemerintah Provinsi NTB dari tahun anggaran 2011, 2012, 2013, 2014, dan tahun 2015. “Penyerahan LHP ini akan jadi barometer ke depan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja aparatur pemerintah dalam mengelola pemerintah dalam mengelola keuangan pemerintah NTB yang transparan dan akuntabel”, ungkap Wakil Ketua DPRD
Students Exchange Program DCC ke Australia yang pertama tahun 2009
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
NTB, TGH. Mahali Fikri. Menurut Dr. Agus Joko Pramono, Anggota II BPK RI, menjelaskan bahwa Opini BPK dalam melakukan pemeriksaan tidak dirancang untuk mengetahui apakah ada penggelapan, penyalahgunaan kewenanangan ataupun pemalsuan di dalamnya, melainkan dirancang semata-mata untuk menilai apakah laporan keuangan tersebut wajar atau tidak wajar atau ada hal-hal yang dikecualikan dibandingkan dengan standar pelaporan dan pendefinisian ini didasarkan pada pemahaman akuntansi yang menyeluruh. Predikat ini tidaklah membuat Pemerintah Daerah NTB merasa telah mencapai puncak dalam hal menata keuangan daerah melainkan akan dijadikan pemacu
Gubernur NTB menerima LHP dari BPK RI dengan predikat WTP untuk kelima kalinya
semangat untuk ikhtiar-ikhtiar selanjutnya. “Opini Wajar Tanpa Pengecualian bukanlah akhir ikhtiar dalam menata keuangan daerah kita, justru merupakan langkah awal. Langkah awal ini tidak akan besar artinya kecuali diikuti dengan langkah-langkah nyata,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ketika menerima penyerahan LHP BPK RI dari Anggota II BPK RI, Dr. Agus Joko Pramono, pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD NTB dalam
rangka Penyerahan LHP BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran. Penyerahan LHP yang dilakukan di Ruang Sidang Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan anggota DPRD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) NTB 2015, beberapa waktu lalu di Mataram. Penekanan yang paling utama yang dikatakan gubernur adalah
bagaimana pelaksanaan keuangan daerah itu memiliki manfaat yang nyata untuk masyarakat. Karena jika hanya mendapat Opini WTP saja namun kinerja riil yang dirasakan oleh masyarakat tidak meningkat, maka tidak akan banyak manfaatnya bagi masyarakat. Dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak dengan tetap menjaga profesionalitas, independensi dan integritas yang berlanjut untuk kemajuan NTB secara keseluruhan. -Naniek I. Taufan
Pertumbuhan Ekonomi NTB Terbaik se-Indonesia
Umat muslim di Kota Mataram berbondong-bondong menghadiri Salat Isya dan Taraweh di Masjid Raya Attaqwa Mataram pada Hari Jumat, 10 Juni 2016 lalu, bersama dengan Presiden RI Jokowi yang tengah melakukan kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Barat. Per-
tumbuhan ekonomi NTB yang dinilai baik menjadi menjadi sorotan Presiden RI. Bagaimana tidak, pertumbuhan ekonomi NTB pada kwartal pertama tahun 2016 merupakan yang terbaik se-Indonesia dengan angka 9,9%. Menurut Jokowi, untuk
mencapai angka pertumbuhan hampir 10% ini, dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam suatu daerah. Pertumbuhan ini dinilai sangat tinggi. Karena di tingkat dunia pertumbuhan 3,3% dan secara nasional hanya 4,9%. Usai pelaksanaan Shalat Isya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa salah satu sebutan bulan Ramadan adalah bulan kerja atau bulan beraktivitas. Kedatangan Presiden ke NTB kali ini menurut Gubernur merupakan teladan bagi seluruh umat Islam di NTB untuk tetap produktif dan memiliki semangat tinggi dalam berkontribusi dalam membangun daerah selama bulan Ramadan. “Beliau (presiden) mencontohkan pada bulan Ramadan dari pagi terus berkeliling hingga ke penjuru republik ini dan terus bekerja dalam ber-
puasa,” ungkap Majdi dalam ceramah singkatnya. Gubernur juga menambakan kegiatan Presiden Jokowi sebelumnya pada tanggal 29 April di Kota Bima adalah meresmikan pasar Amahami dan tujuan pertama kunjungan kerjanya pada hari ini langsung menuju ke Masjid. Ini mengingatkan akan kisah Nabi Muhammad SAW yang hijrah ke Madinah dan langsung membangun Masjid dan membangun pasar. “Ini juga
Presiden Joko Widodo melakukan Salat Isya dan Taraweh bersama masyarakat di Masjid Raya At Taqwa Kota Mataram dalam kunjungan kerjanya ke NTB
tentu mengingatkan kepada kita semua terhadap apa yang dulu pertama-tama yang dilakukan Rasulullah SAW ketika beliau berhijrah dari Mekkah ke Madinah yaitu dua hal yang pertama kali dibangun oleh rasul adalah membangun Masjid Madinah dan pasar di Kota Madinah” katanya. Kunjungan kerja Jokowi yang sudah tiga kali datang ke NTB ini, yakni meninjau langsung progres pembangunan PLTU Jeranjang yang memilki daya 2 x25 MW, karena sampai saat ini listrik merupakan keluhan yang masih terjadi di setiap kabupaten/kota yang ia kunjungi . “Moga nantinya dengan tambahan listrik 2x25 MW dapat menambah kapasitas dan anak-anak pada malam hari dapat belajar dengan baik serta usaha-usaha kecil, mikro yang ada di kampung dan desa juga dapat bergerak dengan baik karena listriknya tersedia,” ujar Jokowi. -Naniek I. Taufan Foto-foto: Humas Pemprov. NTB
20
Nine
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
TP PKK NTB dan BKOW NTB Selenggarakan Tadarus Al Quran
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Aktivitas DCC Student Exchange Program
Memasuki bulan Ramadan tahun 2016, berbagai kegiatan keagamaan digelar oleh umat muslim di Nusa Tenggara Barat. Tidak ketinggalan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB dan organisasi-organisasi wanita Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam BKOW NTB, menyelenggarakan Tadarus Al Quran guna mengisi bulan Ramadhan ini dengan kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan Iman dan taqwa kaum perempuan serta generasi penerus di NTB.
K
egiatan tadarus Al Quran yang diselenggarakan oleh TP PKK NTB yang bekerjasama dengan BKOW provinsi NTB ini berlangsung mulai tanggal 9 hingga 15 Juni 2016, di Pandopo Gubernur NTB. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai salah satu wujud pendidikan dan peningkatan keagamaan di bulan suci Ramadan tahun ini. Karena Tadarus merupakan kegiatan untuk saling
mempelajari Al-Quran. Dimana seorang membaca dan yang lain mendengar dan memerhati bacaannya. Setelah ia selesai membaca, akan di sambung pula oleh orang lain lagi dalam kesempatan yang sama. Tadarus yang berasal dari kata darosa-yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Lalu kemudian mendapat tambahan huruf ta’ di depannya sehingga menjadi kata
tadaarosa-yatadaarosu, yang kemudian menambah maknanya menjadi saling belajar atau mempelajari secara lebih mendalam. Hal inilah yang kini tengah diperdalam oleh kaum wanita muslimah di NTB yang tergabung dalam PKK dan BKOW dengan menggelar kegiatan tadarus seperti ini. Selain membaca dan mempelajari Al Quran untuk meningkatkan pemahaman membaca Al Quran yang dilakukan setiap bulan suci Ramadan ini, PKK dan BKOW NTB, selalu menyelenggarakan kegiatan tersebut, sekaligus sebagai wadah silaturrahim antar organisasi wanita di NTB. Kegiatan ini menargetkan khatam (tamat) membaca 30 Juz Al Quran. “Targetnya, dalam waktu sepuluh hari ke depan,
peserta tadarus dapat mengkhatamkan 30 juz. Setiap hari, membaca tiga juz,” ungkap Hj. Muhsinatun. Sementara itu, Wakil Ketua I PKK NTB yang juga Ketua BKOW Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin menyampaikan bahwa banyak sekali hikmah yang dapat diperoleh ketika membaca Al Quran, apalagi selama bulan suci Ramadan. “Dengan melakukan tadarus, kita bisa saling kenal mengenal. Juga saling mengevaluasi kekurangan kita, walaupun kita masih kurang lancar membaca Al Quran. Harapannya, ke depan bisa mengikuti kegiatan ini sampai akhir, untuk terus meningkatkan pemahaman dalam membaca Al Quran,” katanya. Istri Wakil Gubernur NTB
tersebut juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk membersihkan hati serta menjauhkan diri dari sifat iri hati dan dengki kepada sesama. Menurutnya, kebaikan seseorang akan dibalas kebaikan bahkan akan terus dikenang sepanjang hayat seseorang. “Jika seseorang selalu menebar kebencian, maka tentu tidak akan dikenang kehidupannya melaikan bahkan cenderung dijauhi,” ujarnya. Untuk itu, ia berharap agar antar sesama manusia khususnya organisasi wanita di NTB untuk saling mengahargai, saling terbuka dan menebar kebaikan dalam hidup. “Kalau kita datang dengan hati yang tulus, Allah akan mencatat ini sebagai amalan yang mendapat pahala yang berlipat,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
Siswa DCC diterima oleh Principal Ironside School tahun 2014
Siswa DCC menikmati liburan di Movie World tahun 2014
Siswa DCC bersama siswa Ironside School pada tahun 2015
Siswa bersama Kepsek SD DCC di Ironside School tahun 2012
Rombongan SD DCC menikmati suasana Opera House Sydney 2016
Siswa DCC di tengah-tengah siswa Ironside School tahun 2016
Siswa SD DCC bermain bersama kangguru di Australia
Deputy Principal Ironside School berkunjung ke DCC
Kurangi Konsumsi Perbanyak Sedekah
Seperti sebelumnya, menjelang dan memasuki bulan puasa, harga-harga kebutuhan pokok merangkak naik. Hal yang selalu terjadi tiap tahin ini menjadi keluhan bagi ibu-ibu rumah tangga termasuk di Mataram. Di beberapa pasar tradisional, tidak jarang para ibu yang notabene sebagai manajer “dapur” dalam rumah tangga ini, terdengar mengeluh karena kenaikan harga
bahan pokok makanan. Indirati (40) dan Rukmini (35), dua ibu rumah tangga asal Mataram ini sempat mendiskusikan soal kenaikan harga, terutama daging tersebut saat berbelanja di pasar Kebon Roek Ampenan. Mereka berdua akhirnya memilih untuk selektif berbelanja. “Yah mau bagaimana lagi, saya harus mulai selektif dalam berbelanja kebutuhan dapur,” ujar Rukmini.
Jika Rukmini selektif makan Indirati mengurangi porsi belanjanya untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan keluarganya. “Saya kurangi membeli camilan-camilan, hanya fokus pada kebutuhan utama dulu selama harga sedang tinggi sekarang,” ungkp Indirati. Naiknya harga-harga saat ini sesungguhnya tidak membuat pemerintah tinggal diam. Demi memastikan harga tersebut, Sekda NTB yang baru beberapa waktu dilantik, H. Rosiady Sayuti, melakukan sidak kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Ia turun meninjau langsung pasar tradisional untuk memastikan stabilitas harga beberapa komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat. Memang ditemukan beberapa kebutuhan pokok bergerak naik. “Kami menemukan, ada beberapa komoditas seperti cabe, cabe rawit, gula dan bawang yang harganya merangkak naik,” ungkap Sekda yang ditemani beberapa SKPD terkait, seperti
Sidak harga kebutuhan pokok dilakukan Sekda NTB
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan saat meninjau pasar Kebun Roek Ampenan Kota Mataram, beberapa waktu lalu. Selain Kepala SKPD terkait, Sekda juga didampingi Asisten II, H. Lalu Gita Aryadi dan Kepala Biro Humas, H. Yusron Hadi serta Karo Perekonomian H Manggaukang Rabbah. Untuk menyikapi beberapa komoditas yang harganya bergerak naik, Sekda ini akan segera melakukan koordinasi dengan beberapa SKPD terkait. Setelah itu, akan dilakukan beberapa langkah strategis untuk mengendalikan
harga-harga tersebut, seperti operasi pasar yang akan dilakukan di hari kedua bulan puasa. “Bapak Gubernur berpesan kapada saya untuk disampaikan ke masyarakat, kurangi konsumsi dan perbanyak sedekah. Kalau masyarakat mengurangi konsumsi, artinya kebutuhan akan berkurang sehingga harga akan stabil bahkan cenderung menurun,” ujarnya. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga kadar kebutuhan setiap hari, bahkan kalau bisa dikurangi untuk menghindari lonjakan harga. -Naniek I. Taufan
5
6
Woman on Top
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
kehidupan sehari-hari. Saya menjadi lebih memaknai setiap hal yang saya jalani setiap harinya,” katanya.
Siapa orang yang tidak shock dan galau hatinya ketika dokter memvonis dirinya menderita kanker payudara, sebuah penyakit yang paling mematikan bagi kaum wanita. Tentu semua yang mengalami merasakan itu. Hanya saja ada yang terlarut dalam kesedihan dan merasa su lit bangkit, tapi ada juga mampu bangkit, tak mau berlama-lama dalam ke galauan.
S
alah satu yang mampu ‘move on’adalah Madelina Mutia, wanita tegar pendiri Komunitas Lovepink, sebuah wadah bagi para penderita kanker payudara maupun yang telah sembuh untuk saling berbagi dan melakukan aktivitas sosial bersama. “Ketika pertama membaca diagnose dari dokter bahwa saya positif kanker payudara, saya sempat gamang dan kuatir dengan masa depan saya. Namun, beruntung saya berada di lingkungan yang sangat suportif, baik suami, keluarga maupun teman.Dengan caranya masing-masing mereka menguatkan saya,” ungkap Muti, begitu namanya akrab disapa. Keluarga dan orang-orang dekat di sekeliling, ungkap wanita 48 tahun ini, berperan besar dalam membangun semangatnya untuk menjalani pengobatan. “Mereka tidak pernah menampakkan wajah sedihnya di hadapan saya, meski saya tahu kalau mereka tentunya khawatir. Mereka memperlakukan saya tidak seperti seseorang yang sakit dan tidak berdaya. Buat saya pribadi, hal ini menjadi penting, karena saya melihat bahwa mereka pun yakin saya akan baik-baik saja dan bisa sembuh. Saya tak mau mengecewakan mereka,” tambahnya. Di sisi lain yang menambah keyakinan juga semangatnya adalah dokter yang menangani. “Dokter meyakinkan saya bahwa kanker payudara bisa disembuhkan, terutama karena ‘stadium’ saya masih relative dini, 2B saat itu. Ini menjadi modal buat saya menjalani semua treatment dengan sabar, karena saya tahu saya bisa sembuh,” katanya. Namun begitu, semua yang dilaluinya tidak lah semudah berkata-kata. Boleh dibilang untuk mencapai kesembuhan seperti sekarang, Muti harus berjuang super keras untuk tetap teguh dalam keyakinan kesembuhan, berjuang
untuk tetap semangat juga berjuang untuk tetap berpikiran positif. Itu semua bukan hal mudah. Semua pun tahu bahwa menjalani pengobatan kanker sangat berat dan nyaris tak tertahankan oleh sebagian penderitanya. Saking beratnya, tak jarang menggoyahkan semangat dan keyakinan yang sebelumnya ada. Muti pun bukannya tidak pernah mengalami hal ini. Wanita yang diagnosa menderita kanker payudara pada 2010 ini, juga sempat mengalami keterpurukan, sebelum akhirnya bangkit kembali. Untuk bisa sembuh, tutur mantan karyawan Astra ini, ia harus menjalani pengangkatan tumor/sel kanker sekaligus dengan payudara kanan (mastektomi), dilanjutkan dengan delapan kali kemoterapi dan 25 kali radioterapi. “Tapi yang terberat saya rasakan adalah saat menjalani rangkaian kemoterapi,” katanya. Menjalani kemoterapi bagi Muti memang sungguh luar biasa dan nyaris tak tertahankan.Bahkan menurutnya, operasi pengangkatan payudara tidak lah seberat kemoterapi. “Mungkin karena saya sudah ikhlas (penggangkatan payudara) dan merasa sang tumor memang harus pergi dari tubuh saya dengan cara itu. Pun pasca operasi tidak sakit, juga tidak ada efek yang berat secara fisik,” papar sarjana psikologi Universitas Indonesia, ini. HARUS LUAR BIASA SABAR Menurutnya, kemoterapi terasa berat---setidaknya untuk dirinya--karena berbagai efek yang ditimbulkan, mulai dari rasa mual, lemah, lemas, indra perasa tidak berfungsi, tulang-tulang terasa sakit, dll. Bukan itu saja, efek psikologis juga sempat membuatnya galau, seperti misalnya, rambut kepala berguguran dan akhirnya menjadi botak. “Semua bulu di tubuh hilang lenyap. Bagi saya pribadi berpikir akan kehilangan rambut sempat membuat galau. Tapi keinginan untuk sembuh lebih besar dari rasa galau saya. Jadi saya siasati dengan menggunakan wig atau turban,” ungkap Muti yang menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan/ terapi-nya pada pertengahan 2011. Siklus kemoterapi, lanjutnya, biasanya tiga minggu. Ketika tubuh berangsur-angsur mulai membaik dari efek kemoterapi, sesi kemo dilanjutkan lagi. Begitu seterusnya sampai seluruh sesi kemo selesai dijalankan. Jadi memang, ucapnya, butuh kesabaran luar biasa pada periode ini. Tak heran, setangguh-tangguhnya Muti, dia juga sempat down dan nyaris putus asa saat menjalani itu. “Saat ke-
Madelina Mutia (kanan)
Pejuang Kanker Payudara
Madelina Mutia dan survivor lovepink sedang berkunjungan
moterapi ke-4 saya nyaris putus asa dan berniat tidak melanjutkan pengobatan,” tuturnya. Beruntung, Muti memiliki keluarga dan orang-orang dekat yang paham benar kondisinya, merekalah yang terus men-support dirinya untuk terus maju. Kini Muti sudah benar-benar terbebas dari penyakit mematikan itu. Secara perlahan ia pun bisa menjalani kehidupannya kembali secara normal. Sebenarnya, papar Muti, tidak ada yang berubah dalam cara dirinya berkegiatan. “ Yang berubah adalah cara pandangnya dalam menjalani
KOMUNITAS LOVEPINK Terkait Komunitas Lovepink, Muti bertutur, perkumpulan tersebut berdiri sesaat setelah dirinya juga rekannya, Shanti Persada, menyelesaikan pengobatan kanker. Muti dan Shanti bertemu saat sama-sama menjalani pengobatan kanker payudara. Dari pertemuan itu keduanya pun saling berbagi pengalaman juga saling menguatkan. “Saya senang memiliki teman ‘senasib’ yang juga merasakan hal yang saya rasakan saat itu. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya,” tuturnya. Dari sering bertemu dan berbagi inilah kemudian lahir gagasan untuk berbuat sesuatu untuk wanita lain yang juga memiliki pengalaman yang sama. Keduanya yakin bahwa banyak wanita yang memerlukan dukungan, informasi dan tips-tips dari mereka yang telah lebih dahulu menyelesaikan pengobatan kanker payudara. Intinya adalah keinginan berbagi dengan yang lain juga membantu menguatkan mereka yang tengah menjalani pengobatan. “Spirit berbagi ini yang akhirnya membuat saya dan Shanti memutuskan untuk mendirikan komunitas dengan nama‘Lovepink’, komunitas wanita yang peduli dengan kanker payudara dan memiliki pengalaman kanker payudara,” jelas Muti yang akhirnya mengundurkan diri dari tempatnya bekerja pada 2012 dan sepenuhnya berkegiatan di ‘Lovepink’. “Mereka yang baru terdiagnosa dan sedang mengalami masa-masa sangat bingung, gundah, tidak percaya diri, dll, biasanya akan berbalik menjadi lebih positif saat melihat kami bisa mengatasi keadaan yang mirip dengan yang baru mereka alami seperti saat terdiagnosa kanker, menjalani kemoterapi,dll,” lanjutnya. Tahun 2014, katanya, komunitas ‘Lovepink’ dilegalkan dalam bentuk yayasan dengan nama ‘Yayasan Daya Dara Indonesia’ dengan ketua, Samantha Barbara. Misinya, mendampingi sesama wanita dengan kanker payudara dan edukasi tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara. Sampai sejauh ini Lovepink telah mendampingi setidaknya lebih dari 450 wanita dan melakukan edukasi/sosialisasi ke lebih dari 300 group/komunitas/ perusahaan. Lovepink, katanya, terus berkembang dan kini telah ada di berbagai daerah di antaranya; Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Pontianak, Balikpapan, juga Makassar. Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari sosialisasi, hingga acara jalan santai ‘Jakarta Goes Pink’ yakni kegiatan untuk memberi dukungan kepada para warrior dan survivor kanker payudara serta menyerukan pentingnya deteksi dini. Mutia berpesan, bagi mereka yang dikaruniai dengan kesehatan, jaga hidup Anda, jangan menjadi lalai untuk juga menjaga kesehatan. Kanker payudara tidak bisa dihindari, namun bisa dideteksi dini.Jangan takut untuk melakukan deteksi dini. Bagi wanita di atas usia 40 tahunl akukan pemeriksaan/tesmamografi setahun sekali. Setiap wanita, katanya,juga wajib melakukan SADARI (Periksa payudara sendiri) sebagai salah satu langkah deteksi dini, pada hari ke 7 – 10 setelah awal menstruasi. Bagi mereka yang juga terdiagnosa kanker payudara, jangan pernah putus harapan.“Menjalani rangkaian pengobatan/ terapi untuk sembuh memang tidak nyaman, namun itulah cara kita menjadi sehat kembali. Jangan pernah berpikir untuk menjalani pengobatan alternatif. Pengobatan medis yang sudah melalui berbagai riset/ penelitian, adalah cara terbaik saat ini untuk terbebas dari kanker payudara,” kata Muti menutup pembicaraan.-Diana Runtu
Mengoleksi dan membudidayakan ikan hias oleh se bagian orang mung kin dipandang se belah mata. Tak de mikian bagi orang lain, karena usaha ini bisa mendatangkan keuntun gan yang jadi sumber peng hidupan.
P
aling tidak, itulah yang dialami dan ditekuni sejumlah pengusaha di Pasar Ikan Hias yang berlokasi di Jalan Gunung Sari Surabaya. Pasar ikan ini berawal dari pedagang ikan yang berjualan di emperan
Pasar Ikan Hias Surabaya
Buka Nonstop Rabu dan Sabtu sepanjang Jalan Gunung Sari dan Irian Barat. Kemudian mereka direlokasi ke sentral pasar ikan Gunung Sari yang kini terdapat 150 stand. Pasar ikan yang digagas pada era walikota Bambang DH ter
sebut, bertujuan merelokasi dan menata kembali pedagang yang berjualan di pinggir jalan agar lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas jalan raya. Abah Waras, salah seorang pengelola ikan hias di kawasan
Bisnis Bunga Beromzet Jutaan Rupiah Kayon dikenal sebagai tempat membeli bunga untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI). Mulai karangan bunga untuk ucapan selamat dan sukses atas diresmikannya sebuah kantor bank maupun tanaman bunga hidup seperti, mawar, anggrek, teratai, kembang tulip, bunga sedap malam dan sebagainya. Harganya pun tak terlalu mahal dan siap diantar ke tempat tujuan. Bagi yang belum pernah ke pasar bunga Kayon, sangat mudah untuk mencarinya. Selain berada di pusat kota Surabaya yang penuh dengan perkantoran dan pertokoan, pasar Kayon berdekatan dengan pasar induk sayuran dan buahan untuk berbelanja saat malam hari. Juga terbentang sebuah Kali Mas, sehingga sangat mudah untuk mengenalinya. Konsumen pun datang dari berbagai daerah termasuk Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada yang beli untuk digunakan sendiri, tetapi tidak sedikit yang
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
memborong secara partai untuk dijualnya kembali. “Di pasar ini tidak hanya menjual kembang saja, tetapi ada yang jual pot plastik hingga pot besar yang terbuat dari semen,” kata Prayoga, seorang pemilik toko bunga. Pria paruh baya ini, menjual karangan bunga beraneka macam. Dia pun dibantu dengan tim marketing yang andal sehingga dapat
bertahan 25 tahun di Pasar Kayon yang terkenal itu. Saat Prayoga masih kecil, toko bunga Kayun sangat sepi dan hanya ada 5 toko. Tentang omzet, Prayoga, menjelaskan, dahulu hanya mendapat keuntungan Rp 1,5 juta per bulan. Tetapi kini keuntungan rata-rata yang diraih sekitar Rp 10 juta. ‘’Itupun tergantung pemesanan,’’ ujar Prayoga -Wulandia Widya Sari
itu, mengatakan lokasi ini bukan hanya terbesar di Surabaya, tetapi juga Indonesia. Karena pasar ikan hias yang semacam ini tidak terdapat di kota-kota lain. Lelaki yang biasa disapa Abah ini mengatakan, pasar ini tersedia berbagai macam ikan hias, seperti koki, koi, ikan mas, sampai arwana. Harganya-pun bervariasi mulai Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per ekor. “Pengunjung yang datang ke pasar, tak akan kecewa karena semua yang dicari ada disini,” ujar lelaki tambun yang sering memakai kopiah saat berdagang
19
ini. Pasar Ikan Gunung Sari, dikelola dibawah pengawasan dan pembinaan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Surabaya. Karena itu, keamanan dan kenyamanan pengunjung pasti terjamin. Jam buka pasar pada hari biasa mulai pukul 06.00 hingga pukul 23.00. Khusus Rabu dan Sabtu buka nonstop 24 jam karena hari pasaran yang merupakan berkumpulnya para grosir ikan yang berasal beberapa kota, diantaranya, Kediri, Tulungagung, Pare, dan Blitar serta tengkulak yang berasal dari Madura, Jember, dan Probolinggo. Pada hari pasaran pengunjungnya membludak hingga mencapai ribuan orang sedangkan pada hari biasa rata-rata sekitar 300 hingga 500 orang. Pengunjung yang datang bukan hanya berasal dari Surabaya, tetapi ada juga yang berasal dari luar kota. Kendala yang dihadapi pihak pengelola adalah masalah kesadaran pengunjung terhadap kebersihan pasar dan lahan parkir yang relatif cukup sempit. Abah Waras juga menyarankan kepada para pedagang untuk selalu bersaing secara sehat dalam berdagang. “Yang harus ditingkatkan dan dibenahi bukan sarana parkir saja tetapi pelayanan yang diberikan kepada pedagang dan pelanggan,” sarannya. -Gifta Mei Safira
18
Life
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Buleleng memiliki luas wilayah terluas di Bali dan jumlah penduduk yang sangat banyak. Peluang untuk meraih prestasi dan menjaga eksistensi pendidikan di Buleleng sangatlah tinggi. Untuk menyiasatinya, Dinas Pendidikan kabupaten Buleleng menyelenggarakan pawai pendidikan sebagai acara pamungkas dalam serangkaian Buleleng Education Expo.
S
etelah berlangsung selama sembilan hari, Buleleng Education Expo (BEE) tahun 2016 yang baru pertama kali digelar ditutup secara resmi Minggu (5/6). Penutupan ini dirangkaian dengan pelepasan peserta pawai pendidikan. Kegiatan yang bertujuan mendukung program pemerintah melalui 12 PAS, salah satunya peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan mengam-
Pawai Pendidikan Cerminkan Karakter Sekolah bil tema kreatif, inovatif dan berbudaya menuju pendidikan Buleleng yang berintegritas dan bermutu. Pawai pendidikan tersebut diharapkan mampu menjadi media untuk mempromosikan potensi prestasi pendidikan di Buleleng serta sebagai bentuk pelestarian seni budaya melalui unjuk kesenian di kawasan Dinas Pendidikan termasuk di sekolah serta dapat menjawab keinginan masyarakat terkait kebutuhan berbagai sumber dan hasil pendidikan di Buleleng. Kegiatan yang dipusatkan di Tugu Singa Ambara Raja dii-
kuti oleh ratusan peserta dari SD sampai tingkat perguruan tinggi yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa mengatakan para peserta pawai merumuskan tema sendiri dalam pawai dan pergeleran sehingga karakter dan prestasi setiap sekolah dapat dimunculkan. “Pawai ini merupakan cermin dari karakter masing-masing sekolah. Di sini terlihat bagaimana mereka mengaplikasikan apa yang sudah diraih dan prestasi apa yang sudah di dapatkan,” ungkap Suyasa.
Pawai pendidikan dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan banyak prestasi yang diraih oleh anakanak Buleleng namun belum terpublikasikan kepada masyarakat secara umum. Penyampaian prestasi tersebut terbatas hanya di sekolah dan di kalangan pendidik. Padahal banyaknya prestasi yang
Peserta pawai pendidikan
diraih diharapkan dapat memberikan vibrasi-vibrasi kepada siswasiswa yang lain. “Harapan saya, kita bisa menggali potensi untuk membuat anak-anak yang telah meraih prestasi menjadi bangga dan merasa dihargai. Diharapkan juga mereka dapat menularkan prestasi tersebut kepada anak yang lain,” ujar orang nomor satu di Buleleng ini. Ia juga mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Hal ini merupakan langkah inovatif dan kreatif sebagai langkah konstruktif untuk membangun dunia pendidikan di Buleleng. Tahun depan BEE akan diagendakan kembali pada tanggal 1 Juni sebagai bentuk peringatan hari lahirnya Pancasila. “Selama ini roh dari Pancasila dirasakan sudah mulai luntur. Saya sangat berharap BEE ke depan bisa menonjolkan nilai-nilai Pan casila,” imbuhnya. -Wiwin
Story
Bajang (46), terpuruk di sudut kamar rumahnya. Ia duduk sambil ketakutan. Suara-suara di telinganya makin banyak memberi perintah yang kerap kali membuatnya takut. Sejak keluar dari rumah sakit akibat sebuah kecelakaan yang nyaris merenggut jiwanya, Bajang terus dihantui suarasuara aneh yang datang khususnya saat ia sedang sendiri atau melamun. “Suara itu memerintahkan saya untuk melakukan sesuatu dan saya harus menurut,” ungkapnya saat ditemui usai kontrol dan mengambil obat di Rumah Sakit Jiwa, Selagalas Mataram.
K
ecelakaan yang pernah dialami Bajang di Lombok Timur, NTB, memang nyaris membuatnya meninggal. Bajang ditabrak sebuah truk dan kepalanya mengalami benturan yang sangat keras. Ia dirawat cukup lama di Rumah Sakit Umum Praya, daerah asal Bajang. Lebih sebulan perawatan yang dijalaninya hingga akhirnya ia diizinkan keluar dari rumah sakit. Saat di rumah sakit, menurutnya, ia sama sekali tidak mengalami halusinasi tersebut. Tetapi setelah sekitar seminggu berada di rumah barulah muncul halusinasi berupa
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
7
Diperintah “Suara Halus”
Lari Tengah Malam suara-suara yang sering didengar di telinganya itu. Bagusnya, Bajang yang sempat menempuh kuliah S2 itu menerima kondisinya dengan sangat logis. Meski sempat tercetus kecurigaan dari keluarga bahwa hal tersebut terjadi akibat ‘dikerjai’ orang (guna-guna), namun Bajang tidak sepenuhnya setuju dengan hal itu. Ia menduga halusinasi tersebut terjadi karena gangguan saraf. Karena itulah ketika keluarganya membawanya ke rumah sakit jiwa, ia menurut. Tiap kali suara-suara itu datang, Bajang mengaku tidak bisa menguasai dan mengendalikan diri. Ia bahkan melakukan itu dalam keadaan sadar. Buktinya ia bisa menceritakan dengan baik setiap kejadian yang dialaminya itu. “Kalau suara-suara itu datang saya merasa diperintahkan untuk melakukan sesuatu dan saya harus menurutinya. Jika saya menolak, suara-suara itu rasanya seperti marah,” katanya. Itulah sebabnya, ia pernah berlari tengah malam bolak balik di jalan raya yang sepi. “Saya mendengar perintah untuk berlari-lari, ya saya keluar rumah saat itu juga melakukan perintah tersebut,” ujarnya. Bukan itu saja,
ia tiba-tiba sering memberikan barang-barangnya pada orang lain dari barang yang harganya murah hingga barang-barang yang mahal. “Saya mendengar suara itu memerintahkan saya untuk memberi barang yang ada dalam pikiran saya kepada siapa saja yang saya temui,” katanya. Hal ini sempat membuat orang dan kawan-kawannya merasa heran dengan pemberian itu. Mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada diri Bajang. Menurut Bajang, orang-orang yang menerima barangnya tidak tahu kalau dirinya dalam keadaan di bawah sadar ketika memberikannya. Namun anehnya, Bajang mengerti apa yang sudah dilakukannya. Bajang dalam pergaulan biasa saja. Tidak tampak yang aneh dalam dirinya. Ia bicara dengan normal. Ia bertindak dengan biasa. “Maka kalau saya memberikan barangbarang saya, ya mereka menganggap itu kebaikan saya,” ujar Bajang yang mengikhlaskan segala harta benda yang telah diberikannya itu. Ia sama sekali tidak ingin menerima apalagi meminta kembali barangbarang tersebut di kala ia kini telah sehat kembali. “Saya anggap itu bagian dari perjalanan pengobatan saya,” katanya.
BERPIKIR POSITIF Untuk dapat sembuh seperti hari ini, Bajang memang mengalami masa-masa sulit ketika harus dirawat di rumah sakit jiwa. Ia harus menerima keadaannya yang oleh sebagian besar menganggapnya gila. “Ya tidak apa-apa. Karena ketika saya menuruti perintah suara-suara itu, saya memang berlaku seperti orang yang tidak waras. Bayangkan saja saya bisa tiba-tiba lari gak jelas tengah malam buta pula. Saya bisa tiba-tiba naik bus pergi ke Jakarta atau kota mana saja yang saya dengar dalam perintah. Jadi wajar orang menganggap saya gila,” ungkapnya. Jika sedang berusaha untuk menolak, keadaan Bajang seperti orang gila. Ia berteriak ketakutan dan mengunci diri dalam kamar. Keluarganya kadang kewalahan menghadapi hal tersebut. Beruntung ia memiliki keluarga yang sangat peduli. Pengobatan dilakukan dengan berbagai cara. Dari yang supranatural, mistik hingga pengobatan medis semua dijalaninya. Beruntungnya lagi, Bajang lalu menemukan tambatan hatinya yang mau menerimanya apa adanya.
Setelah menikah inilah, ia terlihat lebih tenang dan suara-suara itu mulai jarang datang menghampirinya. Tampaknya karena ada yang menemaninya sepanjang waktu membuat ia tidak berada dalam keadaan sendirian dengan pikiran yang kosong. Ketika suara-suara itu datang, ia segera memberitahukan istrinya yang kemudian memberinya motivasi dan membimbingnya untuk bisa mengendalikan diri sesuai saran dokter. Dengan pengobatan dan kesabaran mereka berdua dalam menghadapinya, Bajang terus berangsur normal. Lima tahun dalam kondisi gangguan yang menyiksanya, kini Bajang yang telah dikarunia seorang anak itu dapat hidup dengan normal. Dengan sabar dan telaten, istrinya menemaninya di saat-saat sulitnya dan juga setia mengantarnya untuk kontrol dan mengambil obat ke rumah sakit jiwa. Intensitas berobatnya pun sudah sangat jarang. Bajang menjadi sehat karena ia selalu berpikir positif ditambah juga dengan tidak malu untuk berobat ke rumah sakit jiwa. Itulah yang ia yakini dalam pengobatan yang telah ia jalani ini. -Naniek I. Taufan
Jadikan Penimbangan Sentral Penangkaran Penyu Hijau Penyu hijau merupakan habitat yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan jumlah populasinya yang semakin menurun dan tidak semua daerah mempunyai potensi pengembangan penyu hijau. Di Buleleng, tepatnya di sepanjang pantai Penimbangan desa Baktiseraga merupakan wilayah yang memiliki potensi sebagai tempat penangkar penyu hijau. Hal tersebut disampaikan oleh Putu Dedy Yastika selaku koordinator “Save Penyu Penimbangan”. Pantai Penimbangan sendiri merupakan salah satu pantai dari beberapa pantai yang dimanfaatkan oleh habitat penyu sebagai tempat bertelur. Akan tetapi sering kali keberadaan penyu hijau diburu manusia untuk
dikonsumsi bahkan telur-telurnya dijamah oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Bahkan ia juga mengatakan dua tahun sebelum ia mengagas program “Save Penyu”, perdagangan telur penyu hijau secara illegal sering didengar. “Waktu itu ada seorang masyarakat yang kedapatan memiliki telur penyu, ketika ditanya mengatakan membelinya di pasar. Malam itu juga Diskanla melakukan sidak ke pasar yang dimaksud, ya karena ini dilarang mereka mainnya sembunyi-sembunyi,” ujarnya. Seringnya ada perburuan dan penjualan telur penyu, membuat ia berpikir bahwa penyu hijau patut dilestarikan. “Kita kan punya generasi ya setidaknya mereka harus tahu penyu hijau itu seperti apa. Jangan seperti penyu Belimbing yang saat ini memang sudah punah dan keberadaanya
hanya di Papua saja,” imbuhnya. Tergerak dari hal tersebutlah, pria yang akrab disapa Melor ini mulai menaruh perhatian yang besar terhadap kelestarian habitat penyu hijau asli Bali tersebut. Didukung berbagai musisi di Buleleng dan sejumlah komunitas pencinta lingkungan akhirnya menggulirkan program “Save Penyu”. “Banyak dukungan yang datang baik dari kelompok nelayan, teman-teman musisi bahkan media. Akhirnya didengar oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten datang ke tempat penangkaran,” pungkasnya. Penangkaran yang dilakukan dengan cara yang sederhana memang saat ini diakui oleh Melor mengalami kesulitan disebabkan oleh abrasi dan tingginya gelombang yang kadangkala menghanyutkan
Kawasan penangkaran penyu di Penimbangan
telur penyu dalam penangkaran. “Pemerintah kan melarang penangkaran secara buatan, jadi kami hanya menggunakan pagar pembatas untuk tempat yang digunakan penyu untuk bertelur,” paparnya. Hal ini membuat penetasan yang baik akan sangat bergantung kepada cuaca di pesisir. “Kalau gelombang pasang, telur-telur akan terendam air laut nah itu akan membuat sebagian telur membusuk,” tambahnya. Meskipun memiliki beberapa wilayah pantai yang potensi sebagai tempat penangkaran seperti Tejakula, Pantai Giri Mas Sangsit dan Pemuteran akan tetapi Melor akan memperjuangkan agar kawasan Pantai Penimbangan sebagai sentral dari penangkaran penyu hijau. Hal dikarenakan agar memudahkan proses pemantauan. “Saya dan teman-teman yang notabene adalah warga di sini semangat bergerak dan bergerak tetapi jika sentralnya di pantai bagian timur kan kami susah memantaunya,” ucapnya. Pria yang berasal dari dusun Galiran desa Baktiseraga ini juga sangat berharap habitat penyu hijau di Buleleng semakin membaik sehingga kawasan Penimbangan menjadi objek pariwisata terutama penyu hijau. “Biasanya di pantai
Putu Dedy Yastika
ini yang datang dari pagi sampai sore hanya di waktu libur saja, akan tetapi sekarang banyak yang datang untuk melihat langsung dan penasaran dengan penangkaran penyu hijau ini,” imbuhnya. Tahun ini pria kelahiran 22 Oktober 1986 tersebut bersama dengan rekan-rekannya akan menggelar sebuah event yang dinamakan “Penimbangan Save The Sea Turtle 2016”. Meskipun hanya mendapat dukungan secara moril dari pemerintah, akan tetapi Melor mengaku akan berusaha tetap menjalan program yang digagasnya. “Tahun ini pemerintah memang belum ada dana untuk event ini, namun tahun depan acara ini akan diagendakan sama seperti Buyan Lake Festival atau Lovina Festival,” tambahnya. -Wiwin
Segera mendaftar Gung Mas (08113884863) / Wiwik Yulandari (08113976363) Jln Kepundung 67A Denpasar, Tlp. 0361-225764 Gedung Pers K. Nadha, Jln. Kebo Iwa 63A Denpasar
8
Bunda & Ananda
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Griya
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Latih Kemandirian dengan Tamasya Satu kegiatan yang dinanti para siswa khususnya TK dan SD di akhir tahun pelajaran adalah tamasya. Lokasi tamasya sudah diinfokan lebih awal sehingga para siswa bisa mempersiapkan diri menikmati wisata bersama teman-temannya.
B
Sad Yuli
us sudah bersiap di dekat sekolah, Gusde dan temantemannya di kelas 3 SD masuk bergiliran. Di sekitat bus juga ada beberapa orangtua yang menemani. Setelah semua masuk, bus pun berangkat. “Anak saya sebenarnya masih sakit. Tapi dia semangat untuk tamasya,” ujar orangtua Gusde.
Bagi anak-anak, tamasya menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka. Ada hal-hal yang bisa mereka pelajari selama perjalanan hingga di lokasi tujuan. “Tamasya bersama teman sekolah melatih kemandirian, manajemen konflik, dan menambah wawasan anak,” ujar Sad Yuli Prihartati, S.Psi. Psikolog ini mengatakan tipikal anak bisa terlihat saat mereka berkumpul bersama temantemannya. Ada yang bertipikal pemimpin yang mengatur temannya, ada yang menjadi pengikut, dan ada yang pemalu. Semua tipikal ini terbentuk dari pola asuh yang diterapkan orangtuanya. Anak yang mandiri biasanya siap untuk tamasya. Mereka bisa bepergian tanpa didampingi orangtuanya. Namun, ada juga anak yang belum siap pisah dengan orangtuanya. Karena itu, ada anak yang tamasya sekolah ditemani orangtuanya. “Kadang orangtua juga khawatir duluan. Makanya ikut menemani anak tamasya. Solusinya, pantau saja dari jauh. Jangan terlalu intervensi. Biarkan anak berinteraksi dengan teman-temannya,” ujar pengurus
Buka Puasa Bersama Best Western Bali Cluster
Di bulan suci Ramadan ini Best Western Bali Cluster ikut berpartisipasi untuk merayakannya. Best Western Bali Cluster terdiri dari Best Western Kuta Beach, Best Western Kuta Villa, Best Western Resort Kuta, dan Best Western Premiere Agung Resort Ubud. Acara Buka Puasa Bersama di Best Western Kuta Beach ini diikuti anak-anak dan pengurus Panti Asuhan “Yayasan Rumah Yatim Bali“. Acara juga dihadiri kalangan media dan blogger yang ada di Bali. Anak-anak panti asuhan disambut Marija Tjie, General Manager Best Western Kuta Beach; Wied Paramartha, General Manager Best Western Kuta Villa; I Gst. Ngr.Arya Wirawan, General Manager Best Western Resort Kuta; dan Alit Martini, General Manager Best Western Premiere Agung Resort Ubud. Sambil menunggu waktu berbuka, mereka mendapat siraman rohani dari Ustadz Ridwan Syaidi yang menjelaskan mengenai “Khaidah Seorang Muslim“. “Suatu kebahagiaan tersendiri bagi Best Western Bali Cluster untuk berbagi bersama anak–anak dari Yayasan Rumah Yatim Bali ini, salah satunya dengan memberikan bingkisan kepada mereka sebagai kenang–kenangan. Semoga dengan adanya acara ini, dapat meningkatkan hubungan yang baik sesama Best Western Bali Cluster, dan senantiasa mengingatkan kita semua untuk berbagi kepada sesama dan tetap bersyukur,” ujar Marija.
Anak-anak liburan bersama
Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Di sisi lain, orangtua juga harus bisa menjadi motivator bagi anak. Ketika anak belum berani dilepas, orangtua harus memberi semangat dengan menceritakan manfaat pergi bersama teman-teman. Berikan beberapa aturan yang harus ditaati. Semua ini kuncinya komunikasi antara anak dan orangtuanya. LIBURAN KELUARGA Selain tamasya bersama teman sekolah, orangtua perlu mengagendakan liburan keluarga. Momen ini bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. “Ketika anak sekolah, orangtua kerja. Kini anak libur, orangtua juga bisa memanfaatkan momen dengan mengambil jatah cuti. Dalam setahun biasanya ada jatah 12 hari untuk cuti. Mungkin ambil
2-3 hari untuk liburan bersama anak,” ujar alumnus Ilmu Psikologi Unika Soegijapranata ini. Ia menuturkan momen liburan bisa dijadikan aturan tidak tertulis dalam keluarga. Liburan ini bisa menjadi ajang pendidikan terapan. Misalnya, di sekolah mendapatkan teorinya sedangkan praktiknya diterapkan saat libur. Di sekolah diberikan teori anak harus hormat kepada orangtua dan membantu orangtua. Saat liburan, bagi anak yang sudah cukup besar, bs menjadi pemandu jalan atau membawakan ayah atau bundanya. Jika menginap di suatu tempat, komunikasi juga menjadi pelajaran terapan. Anak bisa berkomunikasi dengan petugas penginapan untuk mencari informasi. Ini semua menjadi bagian dari keramahtamahan. Mengenai lokasi liburan juga bisa
dinegosiasikan antara anak dan orangtua. Kuncinya tetap pada komunikasi yang dilakukan anak dan orangtuanya. Dengan komunikasi, apa yang diinginkan anak tetapi dirasakan kurang masuk akal atau belum saatnya bagi mereka, bisa dicarikan solusi dengan memasukkan di agenda liburan berikutnya. “ Ke b e r s a m a a n saat liburan tidak selalu dilakukan di luar rumah. Liburan bisa dimanfaatkan dengan aktivitas bersama di rumah, misalnya masak bareng, manggang, atau menata ruangan bersama. Ini merupakan momen yang tidak selalu bisa dilakukan bersama karena kesibukan masing-masing. Karena itu momen liburan menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan bagaimana kelekatan anak dan orangtua,” ujar psikolog yang aktif di memberi ceramah di sekolah-sekolah ini. Satu lagi yang diingatkan adalah jangan terlalu sering liburan setelah musim liburan selesai. Hal ini bisa menjadi hal yang diingat anak. Anak akan merasa tidak masalah kalau libur lagi setelah liburan sekolah. Usahakan mengatur jadwal dengan baik sehingga anak dan orangtua bisa libur bersama. Setelah libur, semua menjadi senang dan jadwal sekolah pun bisa diikuti.
Mendongeng Lima Menit I Kodok, DukuN sakti
Tersebutlah seorang anak laki-laki bernama I Kodok. Ia selalu membantu ibunya menjadi tukang masak di istana Prabu Sinduwati. Pada suatu hari I Kodok merasakan dirinya aneh. Ia tiba-tiba mengerti berbagai bahasa hewan. Ia mengerti percakapan Made Taro semut-semut yang berpapasan, dan juga mengerti rayuan cecak yang sedang bermesraan. Melihat keanehan anaknya, sang ibu menyuruh I Kodok tinggal di lereng gunung. Di tempat yang baru itu ia sangat tertarik mendengarkan percakapan di antara hewanhewan. Hewan-hewan itu menuduhnya penjahat yang suka membunuh. Namun lama-kelamaan, setelah ia bercakapcakap dan bergaul dengan beberapa hewan, kecurigaan itu hilang sama sekali. I Kodok mulai akrab bergaul dengan hewan-hewan itu. Bahkan terjalin perasaan saling sayangmenyayangi. Sikap I Kodok yang sangat sayang kepada hewan-hewan itu menarik perhatian Dewa Wisnu. “Hai, Kodok!” kata sang Dewa kepada anak laki-laki itu. “Oleh karena engkau mengasihi hewan-hewan, maka engkau kuberi hadiah sebuah lontar pengobatan. Amalkanlah isi lontar itu kepada setiap orang yang membutuhkan pertolongan!” Betapa senangnya I Kodok mendapatkan hadiah yang tak ternilai harganya. Dalam waktu singkat ia telah menguasai isi lontar itu. “Aku akan menjadi orang sakti!” serunya. Singkat cerita, nama I Kodok sangat terkenal bukan saja di sekitar lereng gunung tetapi di seluruh wilayah kerajaan. Ia bukan saja ahli berbagai bahasa, tetapi juga ahli mengobati orang-orang sakit. Ia bisa menyembuhkan
orang sekarat, bisa membuat orang lumpuh berjalan tegak dalam sekejap. Yang mengejutkan lagi, dukun sakti itu bisa merubah orang tua jompo yang keriput, buta dan tuli menjadi seperti remaja yang lincah. Nah, ini yang paling luar biasa! Ia bisa menghidupkan kembali orang mati yang hampir dimasukkan ke liang lahat! Lama-kelamaan tindakan dukun sakti itu tercium sampai ke Kayangan. Dewa Yama heran, mengapa tidak ada arwah datang ke kayangan. Selidik punya selidik, I Kodoklah penyebabnya. Dewa Yama lalu melaporkan keadaan itu kepada Dewa Siwa. “Sangat berbahaya!” seru Dewa Siwa terkejut. “Kalau dibiarkan terus, maka hukum alam yang berhubungan dengan kelahiran dan kematian tidak berlaku.” Dewa Siwa lalu secepatnya mengutus Bagawan Wrespati turun ke bumi. Diceritakan sekarang di rumah I Kodok beratus-ratus orang menunggu giliran pengobatan. Mereka minta disembuhkan atau batal mati. Ketika tiba giliran pengobatan seorang tua bertongkat, I Kodok tampak kelelahan. Tangannya gemetar sehingga lontar yang dipegangnya jatuh. Ia segera mengambilnya, tetapi orang jompo yang bertongkat itu menggaetnya lebih cepat. Orang tua itu adalah Bagawan Wrespati. “Hai, Kodok!” seru Bagawan. “Ilmu yang kau kuasai itu sebetulnya hak Prabu Sinduwati. Raja yang sangat bijaksana itu diberi hadiah ramuan kulit kayu oleh Dewa Baruna untuk mengerti bahasa hewan-hewan. Ibumu mencampur ramuan itu ke dalam bubur yang akan dihidangkan untuk Paduka Raja. Namun kamu mengira bubur itu untuk kamu, lalu kamu segera melahapnya.” Mendengar keterangan Bagawan Wrespati, saat itu pula I Kodok menghadap kepada Prabu Sinduwati. Ia mohon maaf dan berkali-kali mencium kaki sang Raja. Raja yang bijaksana itu berkata, “Kodok, kamu sesungguhnya berbakat menjadi orang sakti. Tetapi untuk menjadi orang sakti harus belajar keras, bukan kebetulan.”
Mebel Desa Selera Kota Mebel antik masih menjadi pilihan yang banyak digemari konsumen. Baik masyarakat lokal maupun ekspatriat. Salah seorang pengrajin mebel antik dari kayu jati adalah Rochmat (43), asal Bojononegoro.
I
a menyebut model mebel ini merupakan mebel perdesaan, mebel yang mayoritas dimiliki warga di kampungnya. “Jadi bentuknya apa adanya, dari bahan apa adanya yang ada di kampung, tanpa busa seperti sofa-sofa yang banyak menjadi mebel di masyarakat perkotaan. Tapi rupanya mebel desa yang dulu, sekarang jadi klasik yang digemari orang kota,” ujarnya. Namun, mebel-mebel yang diproduksinya sekarang bukanlah mebel antik, hanya dibuat antik dengan proses pewarnaan atau finishing. Umumnya ia memakai proses finishing dengan disemprot memakai api sehingga menimbulkan warna hitam seperti warna tua pada kayu. Ia juga mencoba berkreasi dengan bahan-bahan kayu yang kecil-kecil menjadi bentuk-bentuk
mebel yang sederhana seperti bangku, kursi bar, rak TV, dan meja. Ada juga beberapa konsumen yang membawa desain
sendiri seperti untuk meja konter atau rak display dengan beragam finishing sesuai keinginan mereka. -Inten Indrawati
17
16
Edukasi
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Berbagi dengan karya wan merupakan salah satu cara untuk mengenal lebih dekat dan memberi mo tivasi bagi mereka. Hal ini dilakukan Asmawi Syam, CEO BRI dalam acara “CEO’s Shared Vision and Leader ship. Learning from a Great Leader” di Sanur.
A
smawi memulai dengan mengungkapkan kondisi ekonomi dan perbankan saat ini. “Kerja sekarang lebih berat. Kita harus punya strategi untuk menyiasatinya. Di internal kita perkuat agar bisa bersaing dengan kompetitor,” jelasnya. Ia pun memberi semangat kepada para anak buahnya yang sudah berusaha semaksimal mereka dalam bekerja. “Ibarat sebuah kejuaraan, tidak mungkin semua juara. Pasti ada juara 1, juara 2, dan seterusnya. Yang tidak dapat juara bukan berarti tidak berusaha. Saya yakin semua sudah kerja keras. Karena itu bagi yang berhasil menjadi juara, pertahankan dan tingkatkan. Bagi yang belum, tetaplah berusaha. Karena itu, saya ajak para Kaunit untuk sharing,” jelas pria yang juga Ketua Himbara ini.
Apresiasi untuk Tingkatkan Motivasi Asmawi juga memaparkan tentang teknologi satelit yang dimiliki BRI. Satelit ini akan menunjang kinerja sehingga menjadi lebih efektif. Teknologi ini nantinya akan mempermudah jangkauan nasabah-nasabah di pelosok, mempermudah pengiriman laporan, serta dalam waktu yang bersamaan bisa melayani beberapa nasabah sekaligus. “Peluncuran satelit BRI akan dilakukan 8 Juni 2016 di Guyana. Setelah mencapai orbitnya, satelit ini akan mulai beroperasi untuk mendukung kinerja BRI. BRI merupakan satu-satunya bank yang punya satelit. Banyak kemudahan yang bisa diraih dengan pengaplikasian teknologi satelit untuk perbankan ini,” paparnya. Asmawi yang didampingi Fankar Umran, Pimpinan Wilayah BRI Denpasar menambahkan, PPBU merupakan program penghargaan BRI unit yang diberikan sekali dalam 1 tahun. PPBU meliputi SIPK dan unit terbaik katagori tertentu antara lain peningkatan pinjaman tertinggi, peningkatan
Asmawi Syam dan M. Fankar Umran
simpedes tertinggi, pencetak laba tertinggi, dan pencetak fee base income tertinggi. Tujuan dari program adalah untuk memberikan apresiasi terhadap pencapaian kinerja BRI unit dan sebagai motivasi untuk terus memberikan kinerja terbaik. Parameter penilaian adalah target RKA yang meliputi laba, simpanan, pinjaman, dan NPL. BAGI SEMBAKO Dalam rangka Bulan Suci Ramadan 1437 H, BRI menye-
lenggarakan kegiatan BRI Peduli dengan membagibagikan sembako gratis kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan, khususnya yang berada di Desa Dajan Peken dan Delod Peken Tabanan. Acara yang di helat di BSCF BRI Tabanan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh Pemimpin Wilayah BRI Denpasar beserta jajaran, Bupati Tabanan, Muspida Kab. Tabanan, anak yatim, serta masyarakat sekitar. M. Fankar Umran mengatakan kegiatan bagi-bagi sembako ini sebagai bentuk syukur Bank BRI di Bulan Ramadan, sekaligus memohon doa restu segenap masyarakat atas peluncuran Satelit BRI (BRISat) yang rencananya akan diluncurkan di Kourou, Guyana, Prancis dalam waktu dekat. Ia berharap, launching BRISat dapat berjalan sesuai rencana dan Satelit dapat mengorbit dijalurnya serta memberikan manfaat yang optimal bagi terwujudnya financial inclusion.
Bagi BRI, kehadiran BRISat dapat lebih meningkatkan fungsi intermediasi, coverage service area, business process dan kualitas layanan menjadi lebih kuat, lebih luas, lebih efisien, serta lebih baik. Sedangkan bagi masyarakat, dengan hadirnya BRISat, pemenuhan kebutuhan akan layanan dan jasa perbankan menjadi lebih aman, cepat, efisien, dan nyaman. Ditambahkannya, penyaluran dana Bina Lingkungan BRI Peduli di wilayah Bali dilakukan di berbagai bidang, diantaranya, bantuan perbaikan fasilitas umum, bantuan perbaikan sarana ibadah, bantuan bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan dan bantuan bidang kesehatan. Sampai dengan bulan Mei 2016, BRI telah menyalurkan dana Bina Lingkungan di wilayah Bali Rp 1 milyar, sedangkan khusus untuk wilayah Kab. Tabanan, telah disalurkan dana Bina Lingkungan Rp 350 Juta. Fankar berharap, penyaluran dana Bina Lingkungan BRI di wilayah Bali dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Bali.—Ngurah Budi
Belajar Sejarah Transportasi Musim liburan sekolah telah tiba. Agenda untuk mengisi liburan pasti sudah disiapkan. Ada yang yang bertamasya ke luar negeri, ke luar kota, atau hanya dalam kota. Bagi yang ingin bepergian ke luar kota, Malang bisa menjadi tujuan. Salah satu objek wisata yang bisa dikunjungi adalah Museum Angkut di Batu, Malang. Museum ini dikelola oleh Jawa Timur Park Group dan dibuka sejak 9 Maret 2014. Museum alat transportasi ini menempati tempat outdoor dan indoor untuk memamerkan koleksinya. Museum ini cocok untuk mengajarkan dan memperkenalkan sejarah dan perkembangan alat angkut kepada anak-anak. Di masingmasing kendaraan sudah ada penjelasan tentang asal mula
Aneka kendaraan dipajang di Museum Angkut
kendaraan tersebut. Untuk masuk ke museum yang buka mulai pukul 12.00
Salah satu permainan di Museum Angkut
ini, pengunjung harus membayar Rp 60.000 per orang pada hari Senin-Kamis dan Rp 80.000 per orang pada hari Jumat-Minggu serta hari libur nasional. Ada juga tiket terusan antara Museum Angkut dengan D’topeng Kingdom. Di Museum Angkut, berbagai koleksi dipamerkan dalam beberapa zona. Diantaranya zona utama (main hall). Tempat ini memamerkan berbagai alat transportasi dari Indonesia dan juga beberapa negara lain. Ada juga Education Zone yang menjelaskan berbagai informasi seputar sejarah alat transportasi. Berikutnya ada Sunda Kelapa & Batavia Warehouse Zone, Gang-
ster Town & Broadway Street Zone, Europe Zone, Buckingham Palace Zone, Las Vegas Zone dan Hollywood Zone. Jika Anda belum kesampaian untuk berkunjung ke negara aslinya, foto di zonezone ini bisa menjadi pelipur lara. Tak ketinggalan pasar apung (floating market zone) dengan layanan sampan keliling sambil berbelanja aneka makanan dan suvenir Musem Angkut. Didi yang berkunjung bersama keluarganya mengaku terpesona dengan aneka kendaraan
yang dipajang di museum ini. Ia bahkan menyempatkan diri untuk berfoto di beberapa kendaraan yang dianggap unik. Foto-foto itu pun diunggah ke akun medsos miliknya. “Anak saya juga bisa belajar tentang asal mula alat transportasi dan berbagai varian kendaraan,” ungkap pria asal Denpasar ini. Sementara itu, Triyanti yang datang bersama rombongan mengaku kunjungan ke Museum Angkut merupakan kunjungan kedua. “Dulu saya pernah datang, ternyata kepagian dan museum belum buka. Sekarang datang lagi bersama ibu dan adik. Kami atur waktunya agar sampai di Batu, Malang siang hari,” ujar perempuan yang tinggal di Surabaya ini. –Ngurah Budi
Dara
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Sebagai band yang tergolong baru, Ake Buleleng memang memiliki banyak keunikan baik dalam tema musik yang dibawakan dan komposisi bandnya. Terbentuk tidak jauh berbeda dengan Hari Ulang Tahun kota Singaraja, band dengan format 4 vokalis yang berasal dari Buleleng ini memiliki sebuah visi mengangkat tema-tema khas Buleleng untuk dituangkan sebagai karya musik dan lagu.
S
pirit ke-Bulelengan menjadi inspirasi dan latar belakang Ake Buleleng untuk menentukan konsep berkarya. Dengan bahasa Bali keseharian, lugas, tegas walaupun terkesan sedikit kasar namun itulah bahasa Buleleng dalam persahabatan yang merupakan hal positif dan perlu dipertahankan. “Hidup mati kami ada di Buleleng jadi tidak ada salahnya kami eksplor yang ada di sini dengan tujuan menunjukkan Buleleng punya sesuatu dan kami bungkus dengan suatu karya,” ungkap Agus Jrink. Band yang digawangi oleh Budi Kurniawan (drums), Ngurah Noky (bass), Gde Kurniawan (gitar), Yoga (vokal), Andik (vokal), Agus Jrink (vokal), dan Pande Unyil (vokal) menyisipkan pesan-pesan kehidupan yang ada di Buleleng melalui lagu-lagu yang mudah didengar dan diterima oleh pendengarnya. “Dalam lagu, kami sisipkan prihal kehidupan di Buleleng baik dari kebudayaan, tradisi, tempat wisata bahkan makanan khas yang kami sampaikan den-
Ake Buleleng
Ekspresi sebagai Orang Buleleng gan bahasa asli Buleleng,” imbuh Agus Jrink. Meskipun dalam konsep dan tema bermusik mengambil latar belakang kekhasan Buleleng tetapi Ake Buleleng merasa optimis karyanya dalam diterima bahkan oleh masyarakat di luar Buleleng. “Apapun jenis musiknya jika diba wakan dengan tulus dan tidak ada
intervensi untuk menjatuhkan orang lain maka kami yakin pasti diterima. Hal terpenting juga kami harus dapat menunjukkan bahwa Ake Buleleng adalah sebuah bentuk ekspresi bahwa kami menikmati sebagai orang Buleleng dan semua yang ada di dalamnya,” imbuhnya. Meskipun terbilang baru, na-
mun Ake Buleleng dengan kegigihannya sudah mampu menciptakan 11 lagu yang sebentar lagi akan menyelesaikan album perdananya. Beberapa judul lagu yang dibuat antara lain “Sing Peduli”, “Megoak-goakan”, “Sahabatku Made”, “Melajah Sabar”, dan “Tusing Dadi Sombong”. Baru beberapa bulan terbentuk, tetapi
9
para personilnya sudah melalui proses yang panjang dalam dunia musik di Bali. Beberapa personilnya sudah kenyang pengalaman baik itu sebagai musisi café, vokalis band indie, composer, bahkan ada yang dulunya rocker sekarang lebih aktif menjadi MC. Memiliki latar belakang yang tidak sama membuat para personilnya kesulitan untuk memcari waktu dalam latiahan. Akan tetapi dengan komitmen yang kuat waktu dan tempat tidak menjadi masalah asalkan latihan bisa tetap dilakukan. “Bagi kami musik tidak hanya sebuah karya, namun ada banyak nilai kebersamaan di dalamnya,” ungkap Gde Kurniawan. Gde juga mengungkapkan bahwa ingin berkarya dalam musik step by step. “Kami akan kuatkan dulu promosi di Buleleng dan tidak menutup kemungkinan juga kami main di luar Buleleng,” ungkapnya. Dibalik semangat masing-masing personil dalam berkarya mereka menaruh harapan yang sangat besar terhadap perkembangan musik di Buleleng khususnya yang mulai melemah. “Dengan eksisnya Ake Buleleng di dunia musik sangat diharapkan dapat membangkitkan feel orang untuk mendengarkan musik kembali,” papar Agus Jrink. Ia juga mengatakan bahwa sepinya musik di Buleleng dikarenakan para pemusik dan musisi hanya menunggu event yang diadakan. “Secara pribadi saya lihat belum ada yang berani membuat gebrakan sendiri membuat acara sendiri. Kebanyakan yang nunggu event sedangkan saat ini event sedang lemah-lemahnya,” imbuhnya. -Wiwin
Hipmi Bali Gelar “Fashion Sketch Exhibition” Demi lebih lagi menggairahkan dunia fashion di Bali, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, bakal menggelar ” HIPMI Fashion Week 2016” di Beachwalk, Kuta pada 21-31 Juli mendatang. Mengawali acara tersebut, digelar ”Fashion Sketch Competition” pada Selasa (7/6, di Dapoer Lebih, Gianyar Menurut Ketua Umum HIPMI Bali, I Gusti Inda Trimafo Yudha, HIPMI sebagai wadah pengusahapengusaha muda di Bali, melalui kegiatan lomba ini, HIPMI ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada desainer-desainer muda berbakat untuk menuangkan serta menampilkan ide dan inspirasinya dalam sebuah karya. Ajang “Fashion Sketch Competition” yang pertama digelar HIPMI Bali ini, kata Gek Inda diikuti oleh 80 orang peserta. Selanjutnya diseleksi menjadi 15 terbaik dan akan ditetapkan 3 orang peserta terbaik. Bagi mereka yang masuk tiga besar, akan diberikan kesempatan memujudkan sketsanya dalam bentuk pakaian jadi. Rancangan mereka nantinya akan diperagakan di panggung “HIPMI Fashion Week 2016” di Beachwalk Kuta. “Acara ini akan kami jadikan agenda setiap tahunnya,” cetus cucu
pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai ini. Disamping itu, katanya mereka juga akan mendapatkan kesempatan istimewa mengikuti Hongkong Fashion Week. “Para pemenang p e r t a m a , k e d u a d a n k etiga bakal mendapat tiket mengikuti Hongkong Fashion Week Festival, yang merupakan ajang fashion kelas dunia,”tandasnya. Selanjutnya Ketua Panitia Fashion Sketch Competition, Pemukulan Kulkul sebagai tanda pembukaan Fashion Sketch Competition dan HIPMI Fashion Week 2016 Wayan Gde Ari Dananda, mengatakan kalangan wawasan mereka mengenai dunia fashion. pengusaha muda di Bali melihat masih kurang. Bupati Gianyar yang diwakili Kabag Ekonomi Bergairahnya di dunia fashion dan untuk itu HIPMI Gianyar, dalam sambutannya menyatakan sangat Bali salah satunya menggelar “Fashion Sketch Commengapresiasi acara HIPMI Fashion Week 2016 petition”. Dalam lomba yang bukan hanya diikuti yang digelar oleh HIPMI Bali ini. Kegiatan ini dikapara desainer muda dari Bali tapi juga dari beberapa takan sangat positif untuk pengembangan industri kota besar di Indonesia ini, digantungkan harapan kreatif dan berharap dapat dilaksanakan secara ber khususnya untuk desainer lokal Bali dapat menambah kelanjutan. – Sri Ardhini Salon
Suasana Sunda Kelapa & Batavia Warehouse Zone
Jln. Wijaya Kusuma No.39 Denpasar
Jln. Suli No. 151
Tlp. 085 237 028570
Tlp. 0812 3636 0808
Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464
10
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Pameran Foto Gustra
Kreasi
Style
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Antara “Surrealism” dan “Magic Realism”
Ketika fotografer kawakan Steve Mc Curry- dikenal dengan foto ikonik gadis Afganistan yang dimuat sebagai cover majalah Times 1985 – beberapa karyanya menggunakan rekayasa digital secara berlebihan, maka itu dianggap sebuah “skandal”. Foto yang bergenre jurnalistik, minimal sentuhan digitalnya. Jika mungkin, usai pemotretan file tersebut langsung dikirim ke agensi melalui software khusus untuk menjamin file terjaga murni.
Agung Rai (founder ARMA / Agung Rai Museum of Art) yang meresmikan pameran, didamping Rio Helmi (fotografer senior), Warih Wisatsana (Bentara Budaya Bali), Mangu Putra (pelukis) dan para undangan
Gusde Sidharta Putra (owner Santrian Group) dan Indra Lesmana, musisi jazz, masingmasing memegang catalog “PameranTiga DasaWarsa, Tiga Sisi Rupa Gustra”
T
erkait hal ini, bahkan AP memecat f otografer N. Contreras ketika menghapus sebuah objek dari salah satu fotonya. Steve Mc Curry yang menanggapi tentang rekayasa digital dalam karyanya mengatakan, dia bukan lagi sebagai fotografer jurnalis, sekarang dia merasa sebagai pendongeng visual. Berbeda halnya dengan artis digital.Mereka akan memanfaatkan teknik digital secara maksimal untuk melayani imajinasi guna menciptakan realita s baru atau bisa disebut surealisme. Hal ini, bisa dilihat dari pameran IB Putra Adnyana (Gustra) yang mengusung tema“Tiga Dasa Warsa, Tiga Sisi Rupa Gustra” di Bentara Budaya Bali pada 14 - 22 Mei 2016. Dalam pagelarannya saat itu, Gustra memilah karya yang dipamerkan menjadi tiga, Documentary Photography, Composite Photography dan Fusion Photography. “Meskipun ketiganya menggunakan kamera teknologi
digital, namun masing – masing memiliki teknik yang berbeda,” katanya saat ditemui Tokoh. Pada Documentary Photography adalah sebagaimana layaknya foto jurnalistik, sama sekali tidak ada bagian yang dihilangkan, apakah di-erase, di-clone atau digabung dengan elemen lain. Dalam pameran ini seperti Sunia (2005) para pendeta yang tengah memanah Naga Banda dalam prosesi pelebon di Puri Peliatan.”Sinar Luhur” (2012), suasana upacara di desa Payangan, dimana berkas cahaya membentuk alur menuju sebuah titik puncak (Ray of Light). Selanjutnya, Composite Photography, menggabungkan dua foto atau lebih untuk menciptakan sebuah komposisi imaji yang berbeda. Misalnya foto yang berjudul“Gue R Nika”, penggabungan foto kebo-keboan yang berasal dari JawaTimur dengan foto seorang gadis.Sementara perpaduan garis dan bidang membentuk ilusi kubisme. Juga foto“Rekayasa Jendela” (2011),
Dengan Bondan Winarno dan William Wongso, penulis buku “Flavor of Indonesia”, memegang buku “Bali, Ancient Rites in Digital Ages” (teks oleh Diana Darling, foto oleh IB Putra Adnyana)
sebuah komposisi jendela berwarna biru yang dipotret di Jerman dipadu dengan foto model di studio. Sedangkan Fusion Photography merupakan kelanjutan dari Composite Photography yang dikombinasikan teknik mewarnai, melukis di atas kanvas. Ada yang memanfaatkan gravitasi, dengan membubuhi cat acrylic diatasnya, cat dibiarkan mengalir ke bawah seperti tetesan air atau cat dicipratkan dari jarak tertentu, sehingga cipratan yang tidak teratur ini akan memberi pewarnaan yang spontan. Tujuannya, kata Gustra selain dapat memberi tekstur juga dapat menimbulkan kesan yang dinamis. Seperti foto yang berjudul“Mawar Samar“ (2013). Seorang gadis mendekap dadanya sambil memegang sekuntum mawar, sementara di punggungnya membayang sepasang sayap. Foto yang bernuansa biru dengan tetesan garis-garis putih seperti air hujan yang jatuh kebumi. Juga dalam foto berjudul “Satu Padu” (2015), adegan penari legong dengan impresif memandang tajam kesosok yang mengerikan, wajah sebuah topeng Rangda. Cipratan cat acrylic merah, biru, kuning dan putih memenuhi bidang. MENETESKAN AIR MATA Bicara soal respon pengunjung melihat pameran ini, sangatlah beragam. Ketika melihat foto yang bergenre dokumentasi,
Keluarg IB Putra Adnyana dengan latar belakang foto yang bergenre Fusion dan Foto Composite
banyak yang kagum sekaligus heran, meskipun mereka tinggal di Bali tetapi jarang tahu dan melihat keunikan tradisi di lain desa. Seperti pada foto berjudul “ Hati-hati” (2016) , warga Duur Bingin, Ubud, Gianyar yang mewarnai sekujur tubuhnya dengan aneka warna cat untuk melaksanakan upacaran gerebeg, suatu prosesi menjaga keharmonisan alam. Atau, dalam foto berjudul “ Te r p i l i h” ( 2 0 1 6 ) , wa rga Asak,Karangasem, dalam melaksanakan upacara Muu-muu, untuk memohon berkah kesuburan desa dengan mempersembahkan seekor kerbau. Kerbau yang disucikan dilepas dan dikejar dengan membawa senjata tajam juga ada beberapa tentang warga yang trance dalam aneka prosesi upacara seperti di desa Selumbung, Karangasem. Putu Fajar Arcana, sebagai kurator, menulis dalam katalognya, foto dokumentasi Bali memancar seperti Magic Realism. Seorang pengunjung yang bernama Made Geriawan, asal Gianyar hampir meneteskan air mata ketika melihat foto orang dipasung pada foto berjudul “Urai Rantai” (2011) atau kemiskinan di Bali Timur dalam foto “Jelata Kita” (2016). Kemajuan pariwisata tidak sepenuhnya dapat dinikmati seluruh masyarakat Bali. Dalam Genre Composite Photography, kemampuan fotografer
menggabungkan beberapa foto dinilai sangat jeli dan mengejutkan, Misalnya pada foto berjudul “Sekar Mekar ” (2013). Sedangkan foto yang berjudul“Goddes of the Sea” (2011) dan “Kania” (2009) Sangat kental bernuansa surealisme. Menurut Agung Rai, pendiri ARMA (Agung Rai Museum of Art) yang membuka pameran ini, seni foto memberi nuansa keindahan tersendiri. Agung Rai mengaku tertarik dengan foto yang berjudul “Bukan Masa Lalu” ( 2015) yang menampilkan sosok penari legendaris I.B.Oka Blangsinga, yang dengan impresif menari meski di usia yang sangat sepuh. Ada hamburan cat warna-warni yang memberi kesan artistik. Jango Pramartha, kartunis dan pelukis ini mengatakan Gustra adalah seorang legenda hidup. Sukses saat era analog, tetap eksis di era digital. Bahkan terus bereksplorasi mencari halhal yang baru. Sedangkan, bagi Made Budiana, pelukis jebolan ISI Yogyakarta, seorang Gustra memotret bukan hanya dengan kamera digital, tapi juga dengan kamera batin dan kamera hati. T.Djaja Kirana, justru berharap Gustra, membukukan karyakaryanya, sebab selain ada nilai historis juga banyak ada karya yang eksperimental. –Sri Ardhini
Dengan Nyoman Nuarta, pematung Indonesia dan salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru. Di latarbelakang foto berjudul “Hati- Hati Banyak Yang Mencuri Perhatian”
Kasual Unik Sarung dan Lurik Sarung dan lurik menjadi bagian peting dalam koleksi busana kali ini. Sederetan rancangan busana kasual yang unik ini ditampilkan oleh kelompok desainer dari LPTB Susan Budihardjo beberapa waktu lalu di Fountain Stage Beachwalk, Kuta.
P
ara desainer muda ini bukan hanya berhasil mentransformasikan sarung dan lurik menjadi busana yang berselera muda, tapi juga mudah dipadupadankan sesuai gaya pemakainya. Menariknya pula tema yang diusung yakni “Sarung Z’Rowaste”, juga berarti karya yang minim limbah.
Pada ajang tersebut, Susan Budiharjo sang pemilik lembaga tata busana mengatakan bahwa mereka sengaja menggunakan sarung dan lurik agar produk tradisional tetap lestari. Selain itu. Susan juga berharap agar para desainer jebolan LPTB Susan Budihardjo selalu ingat mengangkat produk dalam negeri pada rancangannya sebagai salah satu wujud rasa nasionalisme. – Sri Ardhini
15
14
“Perawatan kecantikan yang istimewa, saya merasa sangat puas. Sensasi dan efek relaksasinya terasa ke seluruh tubuh. Luar biasa, sungguh tak sekadar ditekan, tapi ada getaran yang menjalar ke bagian wajah saya secara nyata, dan saya biasa menikmatinya hingga tertidur lelap,” ucap Eni (47), salah seorang pelanggan tetap “Natural Totok Aura Cantik” di Jalan Suli 151 B, Denpasar, dengan blak-blakan usai melakukan perawatan Totok Aura pekan lalu.
M
Jelita
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
enurut Ibu dua anak asal Jakarta yang kini menetap di Bali ini, sejak masih tinggal di Jakarta ia memang lebih suka memilih perawatan yang alami untuk menjaga kecantikan wajahnya. “Saya tahu “Natural Totok Aura Cantik” ini dari referensi teman. Setelah mencoba, saya merasakan totoknya jauh lebih enak dibandingkan yang ada di Jakarta, apalagi terapisnya rata-rata senior dan sangat terlatih, ” tandas wanita pebisnis yang wajahnya terlihat kenyal, segar tanpa kerutan ini. Begitu juga yang disampaikan Yanti (18), ia memilih totok aura karena sifatnya alami tanpa efek samping. “Saya ingin wajah saya tetap sehat, halus, bersih, segar, muda dan tentu saja cantik tanpa memakai produk yang ada unsur kimianya. Mencegah penuaan dinilah. Saya melakukannya sebulan dua kali ,” cetus Yanti tersenyum pada Tokoh Seperti juga Eni dan Yanti, rasanya tidak ada perempuan yang tidak ingin tampil cantik. Apalagi saat ini begitu banyak cara untuk mendapatkannya. Sebagian orang memilih perawatan modern dengan teknologi canggih, namun banyak pula yang justru memilih cantik dengan cara alami. Cara alami yang saat ini kembali digemari bahkan menjadi tren di kalangan aktris maupun sosialita dan perempuan
Cantik Alami dan Pancarkan Inner Beauty dengan Totok Aura yang peduli akan penampilannya di berbagai kota besar adalah perawatan totok aura. Sebab, terapi totok aura ini nyaman, menyegarkan dan tanpa efek samping yang dapat merusak kulit. Menurut Dewi Mastini pemilik rumah perawatan “Natural Totok Aura Cantik”, Denpasar ini, totok aura merupakan teknik penekanan lembut dengan menyalurkan energi positif di sekitar area wajah yang dapat membantu mengaktifkan titik-titik aura. Dengan melakukan totok aura, katanya juga dapat membantu menekan emosi dan meningkatkan suasana hati atau mood. Apalagi, ada studi yang menyatakan bahwa pijatan di area wajah sekitar 45 menit saja sudah mampu memperbaiki suasana hati dan kecemasan secara signifikan. “Totok Aura dapat membantu menstimulasi otot-otot wajah dengan membawa oksigen ke daerah yang dapat mengalami resiko penuaan dini. Lancarnya aliran darah pun meningkatkan produksi kolagen, yang memberikan efek kulit bercahaya, sehat dan alami,” terang Dewi. “Namun yang perlu diingat adalah, totok aura sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli, yang mengerti teknik dan titik-titik totok untuk hasil yang maksimal,” lanjutnya. Dewi juga sempat menyampaikan bahwa di rumah perawatannya juga ada berbagai pilihan perawatan tubuh, wajah dan rambut. Istimewanya, di sini ada perawatan khusus untuk menumbuhkan rambut seperti masalah rambut pitak. Dengan resep yang natural dan organik yang ada di Natural Totok Aura Cantik, dijamin pitaknya akan hilang dan bakal ditumbuhi rambut.
Totok Aura Pertama di Bali
Dikatakan oleh Putu, salah seorang terapis senior dari Natural Totok Aura Cantik, perawatan totok aura pertama di Bali ini, melakukan totok aura merupakan pilihan tepat untuk cantik alami. Penekanan pada titik tertentu di bagian wajah ini mampu menenangkan otot di wajah yang tegang. Selanjutnya aliran darah menjadi lancar dan bonusnya wajah sehat, merona dan lebih berseri. Totok aura, lanjutnya sebaiknya dilaku-
Bugar Masih banyak masyarakat yang menyamakan, anemia dengan tensi rendah. padahal dua gangguan ini sangatl ah berbeda. Menurut dr. I Wayan Losen Adnyana, Sp.PD., KHOM., anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal.
S
Para terapis Natural Totok Aura yang siap melayani dengan hati
kan untuk mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas. Begitu seusai totok, pengulangan dapat dilakukan setelah 7 hari atau seminggu berikutnya. “Ketika kita kelelahan dari berbagai kegiatan sehari-hari mudah mengakibatkan ketegangan pada otot. Hal itu bisa menimbulkan garis keriput di dahi, juga pada garis antara alis dan sepanjang garis bibir yang merupakan tanda penuaan dini. Dengan tekanan lembut daerah wajah secara rutin dapat membantu mengendurkan otot yang tegang serta mengurangi garis yang terbentuk,”paparnya Putu juga mengatakan totok aura terbukti bermanfaat mengencangkan wajah dan melancarkan peredaran darah, juga menjadikannya awet muda dan kulit lebih bercahaya. Selain itu, dapat juga memperkecil pori-pori sehingga membuat wajah terlihat sangat bersih dan halus. Selanjutnya Dewi menambahkan bahwa, manfaat totok aura untuk kecantikan yang dilakukan secara rutin, dapat menjadikan kulit wajah semakin terlihat lebih segar, halus dan kencang. Lebih detil dikatakannya totok aura dapat mencegah jerawat, dan munculnya kerutan atau cikal bakal penuaan dini. Ketika seseorang ingin memanfaatkan totok aura wajah, lanjut Putu wajahnya terlebih dahulu akan dibersihkan. “Selanjutnya, dipijat demi memperoleh efek relaksasi di seluruh kulit wajah. Setelahnya barulah wajah mulai ditotok pada titik-titik aura wajah. Pada tahap akhir, lanjut Putu wajah akan dilapisi masker. Hasilnya kulit terasa lebih kencang, sehingga inner beauty yang dipancarkan jelas akan lebih baik,” ujarnya. Disinggung mengenai biaya totok aura ini, kata Putu agar lebih bannyak perempuan tampil cantik alami maka biayanya dibuat sangat terjangkau, mulai Rp 75.000 dan seterusnya, tergantung waktu dan jenisnya. Putu juga menambahkan, hasil optimal dari totok wajah baru akan terlihat setelah menjalaninya rutin minimal 6 hingga 12 kali kedatangan. “Saat ini juga ramai orang melakukan perawatan totok payudara. Totok ini, membentuk kekenyalan, kepadatan, dan kekencangan payudara, juga mencerahkan secara alami serta memperindah bentuknya,” kata Putu sambil menyebutkan jika di sana juga ada pilihan totok tangan, kaki, punggung dan lainnya. -ard
el darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekurangan oksigen guna menghasilkan energi. Sementara, tensi rendah tidak ditentukan tinggi rendahnya hemoglobin. Tensi ditentukan seberapa kuat tekanan di dalam pembuluh darah seseorang. Memang, ia tak menampik, gejalanya mirip seperti pusing. Namun, perlu diketahui, pusing dapat juga disebabkan karena tensi tinggi dan kelebihan darah. “Kekurangan sel darah merah dapat diukur dengan pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin. Standar hb di bawah 10 disebut anemia atau kurang darah pada orang dewasa, ujar Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik RS Sanglah ini. Dokter Losen mengatakan, selama kadar hb bisa dikompensasi dari tubuh tidak akan menimbulkan gejala. Sampai kompensasi itu sudah tidak mampu lagi, baru akan muncul keluhan. Ironisnya, banyak orang tak sadar menderita anemia. Kadang anemia ditemukan setelah check up. Biasanya, anemia dengan penurunan yang pelan-pelan seperti ambeian, menstruasi banyak, tidak akan bergejala. Sementara, anemia dengan penurunan yang sangat cepat, misalnya hb dari 12 turun menjadi 9 karena pendarahan, gejalanya akan tampak. Penurunan mendadak disebut akut misalnya pada kasus muntah darah, berak darah, melahirkan, atau karena kecelakaan. Ia menegaskan, penyebab anemia sangat banyak. Namun, banyak orang sering minum tablet zat besi karena merasa dirinya kurang darah. Padahal, belum tentu dia menderita anemia karena kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu factor penyebab anemia. Penyebab anemia yang lain sangat banyak diantaranya, gangguan sumsum tulang, infeksi virus, kemoterapi, radioterapi, kanker darah, atau pasien cuci darah, katanya. PERTUMBUHAN JANIN TERGANGGU Pada ibu hamil, anak-anak, dan masa pubertas, memang memerlukan zat besi yang banyak sehingga perlu diberikan tablet zat besi. Di negara tropik, terutama daerah perdesaan menempati tempat yang tinggi kekurangan zat besi. Sementara, pada masyarakat perkotaan kasus anemia berkurang, kecuali pada kasuskasus tertentu. Ia menyebutkan, kasus anemia yang masuk ke RS Sanglah, sebagian besar kasus yang berat seperti kegagalan sumsum tulang dan kanker darah. Ada juga pasien dengan kadar hb sampai 20. Hal ini disebabkan karena
Natural Totok Aura Jalan Suli No. 151 B, Denpasar Telepon : 0812 3636 0808
Jam Buka Senin – Sabtu : 09.00 – 19.00 Minggu: 09.00 – 18.00
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
11
Jangan Sembarangan Minum Zat Besi
adanya kelainan di sumsum tulang. Ada beberapa kasus kelebihan darah yang masuk RS Sanglah, namun, dibandingkan dengan anemia tentu kasus itu lebih sedikit. Sementara, kasus anemia kekurangan zat besi lebih banyak karena disebabkan menstruasi banyak dan ambeian. Kasusnya pun dalam kondisi berat. Dalam kondisi ringan kalau tidak diobati tidak akan menimbulkan masalah. Namun, keluhan ringan akan muncul dalam beraktivitas, seperti, gampang capek, sering pusing, itu berpengaruh pada konsentrasi berkurang, produktivitas menurun, kalau pada
dr. I Wayan Losen
ibu hamil, pertumbuhan janinnya terganggu, dr Losen. Walaupun zat besi memegang peranan penting, namun, zat besi bukan cara bijaksana mengatasi kurang darah. Karena itu, sebelum minum tablet zat besi, perlu diketahui penyebab anemia tersebut. Jangan sampai minum zat besi berlebihan dan membahayakan kesehatan. Zat besi yang sudah masuk ke dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan lagi. Zat besi akan tetap beredar dalam tubuh. Pengendapan zat besi dari ambang normal, dapat menyebabkan kencing manis dan gagal jantung, kata dr. Losen. Ia menyarankan, ketika mengalami keluhan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih baik. -Wirati Astiti
Kuliner Ikan Bakar Khas Kedonganan Menu Takjil Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
12
U
ntuk sajian menu berbuka puasa atau yang sering disebut takjil tentu saja sudah siap tersedia dengan pilihan selera masing-masing. Menu takjil biasanya adalah hidangan atau camilan yang praktis
W
arung makan ikan bakar di Kedonganan mulai bergeliat. Di Pantai Kedonganan kini sudah banyak warung makan ikan bakar. Salah satunya, New Moon Café. Warung yang spesial bukan dari pukul 8 pagi sampai 12 malam ini, menyajikan aneka hidangan sea food. Selain itu, para tamu juga dihibur dengan penampilan tarian Bali termasuk barong. Uniknya, saat masuk ke New Moon Café, Anda dapat melihat mobil unik yang sangat menarik perhatian. Begitu juga, ada motor vespa variasi. Tempat makannya sangat nyaman. Selain di dalam ruangan, juga tersedia
Kolak Pisang AA Suarsana
outdoor dengan pemandangan pantai Kedonganan yang indah, apalagi Anda datang saat sunset. Anda tertarik menikmati menu
Cumi Goreng Tepung
spesial ala New Moon Café, berikut resep dari pengelolanya, AA Made Suarsana. Selamat mencoba.
Bahan: ½ kg : cumi-cumi 100 gr : tepung terigu 1 buah : jeruk lemon Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Cumi-cumi dipotong sesuai selera. - Lalu lumuri cumi-cumi dengan garam, merica, dan air jeruk lemon. - Kemudian taburi tepung terigu secukupnya. - Goreng cumi tepung sampai berwarna kuning kecokelatan. - Setelah dingin siap sajikan. - Disajikan bersama sambal matah dan sambal merah.
Bahan: ¼ kg : udang 100 gr : santan
dan menyegarkan. Untuk menu takjil berbuka puasa ada yang berupa minuman atau makanan hangat, ada juga disajikan dingin yang menyegarkan. Berikut resep takjil yang dikutip dari situs, harianresep.blogspot.co.id. Selamat mencoba.
Udang Bumbu Kare
Ikan Bakar Khas Kedonganan Bahan: 1 ekor : ikan kakap Bumbu oles untuk ikan: 40 gr : kunyit 40 gr : jahe 100 gr : lengkuas 3 batang : sereh 2 lembar : daun jeruk 500 gr : tomat 350 gr : lombok merah
i kmat
Bahan: 2 buah : 500 ml : 150 gr : 1 sdm : 1 lembar :
pisang tanduk, dipotong-potong santan gula merah garam daun pandan
: : : : : : :
Cara membuat: - Ikan dibersihkan dan lekatkan di alat pembakaran. - Haluskan bumbu oles, dan gunakan sebagai olesan saat membakar ikan. Olesi secara merata sampai ikan matang.
Bahan sausnya: 650 ml : santan 50 gr : tepung terigu 75 gr : gula pasir 1 lembar : daun suji 1/4 sdt : garam Cara membuat: - Campur tepung beras, garam, air, air daun suji, dan pewarna hijau, lalu rebus sambil diadukaduk hingga mendidih, angkat. Tambahkan tepung beras, aduk rata hingga adonan kalis (tidak lengket). Selanjutnya tipiskan adonan, balut pada pisang hingga
Cara membuat: - Masak semua bahan hingga mendidih, setelah itu
Tumis Ayam Kacang Mede
bagi yang memposting foto ke instagram Diskon 10%
untuk 100 pembeli pertama
Sarwan
Cara membuat: - Bumbu yang dihaluskan ditumis sampai harum, tambahkan santan. Aduk rata. - Masukkan udang masak sampai udang matang. Siap disajikan.
Es Salju
Chicken Noodles Meat Balls
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Plecing Kangkung Bahan: ½ kg 100 gr 100 gr 100 gr 1 buah 1 sdt
: lombok merah besar : cabai rawit : bawang putih : tomat : jeruk lemo : terasi
Cara membuat: - Semua bumbu dipanggang, lalu diulek, jangan terlalu halus. - Kangkung direbus dan tetap berwana hijau. Kemudian kangkung disuwir-suwir. - Campur sambal bersama kangkung, beri tambahan jeruk lemo dan garam. Siap disajikan. –Wirati Astiti
mati
Nik
Chinese Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Free tampin special
bagi pelanggan yang berbelanja 100K ke atas
GRATIS MINUMAN bagi yang memposting foto ke instagram
Murah Meriah & Bersih
Nasi Lawar
Berlaku s.d. 30 Juni 2016
FREE
Tampin Special
Es Momochacha
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
- Selanjutnya potong-potong pisang hijau, sajikan dengan saus, es serut atau es batu, sirup merah atau bahan pelengkap lainnya. Sajikan.
-Wirati Astiti
Sup Ayam Jamur
Ciri Khas Taiwan
jika fotonya di-tag ke 10 orang
tertutup, kukus pisang selama 20 menit. Angkat dan sisihkan. - Saus : Campur semua bahan saus, rebus hingga mendidih. Angkat lalu dinginkan.
dinginkan sebentar. - Selanjutnya siram pelanpelan (pakai sendok sayur) ke atas es batu, biarkan menggumpalgumpal, aduk sedikit demi sedikit. - Terakhir, sajikan kopyor dengan sirup cocopandan dan es batu . - Es kopyor siap disajikan.
Cafe Mie Santai
GRATIS makan juga
Es Pisang Ijo
pisang raja yang tua tepung beras tepung beras garam air daun suji pewarna makanan hijau air
Bahan: ½ sdt : vanili 1 bongkah : besar es batu 1 bungkus : agar-agar 4 gelas : santan kental 4 sdm : gula Sirup cocopandan secukupnya Garam sedikit
Aneka Mie & Spaghetti
Ni Hanya di...
Bahan: 5 buah 40 gr 175 gr ½ sdt 100 ml 3 tetes 300 ml
13
Es Kopyor
200 gr : bawang merah 150 gr : bawang putih Garam dan merica secukupnya
GRATIS minuman
Bumbu yang dihaluskan: 40 gr : kunyit 40 gr : jahe 100 gr : lengkuas 3 batang : sereh 2 lembar : daun jeruk 500 gr : tomat 350 gr : lombok merah 200 gr : bawang merah 150 gr : bawang putih Garam dan merica secukupnya
Cara membuat: - Didihkan santan, gula merah, garam, dan daun pandan. - Setelah itu masukkan potongan pisang, lalu masak hingga pisang matang, angkat dan sisihkan.
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Bahan: 750 gr 1 sdm 3 siung 1 buah 2 ruas 1 sdm 1 sdm 3 sdm 100 gr ½ sdt 2 sdm 100 ml
: : : : : : : : : : : :
ayam fille potong dadu air jeruk nipis bawang putih cincang bawang bombai cincang jari jahe memarkan saus tiram minyak wijen kecap manis kacang mede goreng belah dua lada bubuk saus Lombok air
Bahan: 500 gr : ayam file potong dadu 10 buah : jamur hiok iris-iris 100 gr : jamur kancing belah empat 750 ml : air 1 biji : kaldu blok ½ sdt : lada bubuk 2 sdm : irisan bawang daun Gula, garam secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 4 siung : bawang putih
1 batang : pre cincang Gula, kaldu bubuk, ayam dan garam secukupnya Cara Membuat : - Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, lalu bersihkan. Tumis irisan
bawang putih dan bawang bombai sampai harum, lalu masukkan irisan ayam, adukaduk hingga berubah warna. Masukkan semua bahan-bahan lainya, biarkan hingga matang dan bumbu meresap. Siap disajikan.
7 buah : bawang merah
Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan potongan dadu ayam dan lada, aduk-aduk hingga berubah warna. Lalu masukkan semua bahan jadi satu dan merata, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap, angkat. Siap disajikan dengan irisan daun bawang dan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Kuliner Ikan Bakar Khas Kedonganan Menu Takjil Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
12
U
ntuk sajian menu berbuka puasa atau yang sering disebut takjil tentu saja sudah siap tersedia dengan pilihan selera masing-masing. Menu takjil biasanya adalah hidangan atau camilan yang praktis
W
arung makan ikan bakar di Kedonganan mulai bergeliat. Di Pantai Kedonganan kini sudah banyak warung makan ikan bakar. Salah satunya, New Moon Café. Warung yang spesial bukan dari pukul 8 pagi sampai 12 malam ini, menyajikan aneka hidangan sea food. Selain itu, para tamu juga dihibur dengan penampilan tarian Bali termasuk barong. Uniknya, saat masuk ke New Moon Café, Anda dapat melihat mobil unik yang sangat menarik perhatian. Begitu juga, ada motor vespa variasi. Tempat makannya sangat nyaman. Selain di dalam ruangan, juga tersedia
Kolak Pisang AA Suarsana
outdoor dengan pemandangan pantai Kedonganan yang indah, apalagi Anda datang saat sunset. Anda tertarik menikmati menu
Cumi Goreng Tepung
spesial ala New Moon Café, berikut resep dari pengelolanya, AA Made Suarsana. Selamat mencoba.
Bahan: ½ kg : cumi-cumi 100 gr : tepung terigu 1 buah : jeruk lemon Garam dan merica secukupnya Cara membuat: - Cumi-cumi dipotong sesuai selera. - Lalu lumuri cumi-cumi dengan garam, merica, dan air jeruk lemon. - Kemudian taburi tepung terigu secukupnya. - Goreng cumi tepung sampai berwarna kuning kecokelatan. - Setelah dingin siap sajikan. - Disajikan bersama sambal matah dan sambal merah.
Bahan: ¼ kg : udang 100 gr : santan
dan menyegarkan. Untuk menu takjil berbuka puasa ada yang berupa minuman atau makanan hangat, ada juga disajikan dingin yang menyegarkan. Berikut resep takjil yang dikutip dari situs, harianresep.blogspot.co.id. Selamat mencoba.
Udang Bumbu Kare
Ikan Bakar Khas Kedonganan Bahan: 1 ekor : ikan kakap Bumbu oles untuk ikan: 40 gr : kunyit 40 gr : jahe 100 gr : lengkuas 3 batang : sereh 2 lembar : daun jeruk 500 gr : tomat 350 gr : lombok merah
i kmat
Bahan: 2 buah : 500 ml : 150 gr : 1 sdm : 1 lembar :
pisang tanduk, dipotong-potong santan gula merah garam daun pandan
: : : : : : :
Cara membuat: - Ikan dibersihkan dan lekatkan di alat pembakaran. - Haluskan bumbu oles, dan gunakan sebagai olesan saat membakar ikan. Olesi secara merata sampai ikan matang.
Bahan sausnya: 650 ml : santan 50 gr : tepung terigu 75 gr : gula pasir 1 lembar : daun suji 1/4 sdt : garam Cara membuat: - Campur tepung beras, garam, air, air daun suji, dan pewarna hijau, lalu rebus sambil diadukaduk hingga mendidih, angkat. Tambahkan tepung beras, aduk rata hingga adonan kalis (tidak lengket). Selanjutnya tipiskan adonan, balut pada pisang hingga
Cara membuat: - Masak semua bahan hingga mendidih, setelah itu
Tumis Ayam Kacang Mede
bagi yang memposting foto ke instagram Diskon 10%
untuk 100 pembeli pertama
Sarwan
Cara membuat: - Bumbu yang dihaluskan ditumis sampai harum, tambahkan santan. Aduk rata. - Masukkan udang masak sampai udang matang. Siap disajikan.
Es Salju
Chicken Noodles Meat Balls
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Plecing Kangkung Bahan: ½ kg 100 gr 100 gr 100 gr 1 buah 1 sdt
: lombok merah besar : cabai rawit : bawang putih : tomat : jeruk lemo : terasi
Cara membuat: - Semua bumbu dipanggang, lalu diulek, jangan terlalu halus. - Kangkung direbus dan tetap berwana hijau. Kemudian kangkung disuwir-suwir. - Campur sambal bersama kangkung, beri tambahan jeruk lemo dan garam. Siap disajikan. –Wirati Astiti
mati
Nik
Chinese Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Free tampin special
bagi pelanggan yang berbelanja 100K ke atas
GRATIS MINUMAN bagi yang memposting foto ke instagram
Murah Meriah & Bersih
Nasi Lawar
Berlaku s.d. 30 Juni 2016
FREE
Tampin Special
Es Momochacha
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
- Selanjutnya potong-potong pisang hijau, sajikan dengan saus, es serut atau es batu, sirup merah atau bahan pelengkap lainnya. Sajikan.
-Wirati Astiti
Sup Ayam Jamur
Ciri Khas Taiwan
jika fotonya di-tag ke 10 orang
tertutup, kukus pisang selama 20 menit. Angkat dan sisihkan. - Saus : Campur semua bahan saus, rebus hingga mendidih. Angkat lalu dinginkan.
dinginkan sebentar. - Selanjutnya siram pelanpelan (pakai sendok sayur) ke atas es batu, biarkan menggumpalgumpal, aduk sedikit demi sedikit. - Terakhir, sajikan kopyor dengan sirup cocopandan dan es batu . - Es kopyor siap disajikan.
Cafe Mie Santai
GRATIS makan juga
Es Pisang Ijo
pisang raja yang tua tepung beras tepung beras garam air daun suji pewarna makanan hijau air
Bahan: ½ sdt : vanili 1 bongkah : besar es batu 1 bungkus : agar-agar 4 gelas : santan kental 4 sdm : gula Sirup cocopandan secukupnya Garam sedikit
Aneka Mie & Spaghetti
Ni Hanya di...
Bahan: 5 buah 40 gr 175 gr ½ sdt 100 ml 3 tetes 300 ml
13
Es Kopyor
200 gr : bawang merah 150 gr : bawang putih Garam dan merica secukupnya
GRATIS minuman
Bumbu yang dihaluskan: 40 gr : kunyit 40 gr : jahe 100 gr : lengkuas 3 batang : sereh 2 lembar : daun jeruk 500 gr : tomat 350 gr : lombok merah 200 gr : bawang merah 150 gr : bawang putih Garam dan merica secukupnya
Cara membuat: - Didihkan santan, gula merah, garam, dan daun pandan. - Setelah itu masukkan potongan pisang, lalu masak hingga pisang matang, angkat dan sisihkan.
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Bahan: 750 gr 1 sdm 3 siung 1 buah 2 ruas 1 sdm 1 sdm 3 sdm 100 gr ½ sdt 2 sdm 100 ml
: : : : : : : : : : : :
ayam fille potong dadu air jeruk nipis bawang putih cincang bawang bombai cincang jari jahe memarkan saus tiram minyak wijen kecap manis kacang mede goreng belah dua lada bubuk saus Lombok air
Bahan: 500 gr : ayam file potong dadu 10 buah : jamur hiok iris-iris 100 gr : jamur kancing belah empat 750 ml : air 1 biji : kaldu blok ½ sdt : lada bubuk 2 sdm : irisan bawang daun Gula, garam secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 4 siung : bawang putih
1 batang : pre cincang Gula, kaldu bubuk, ayam dan garam secukupnya Cara Membuat : - Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, lalu bersihkan. Tumis irisan
bawang putih dan bawang bombai sampai harum, lalu masukkan irisan ayam, adukaduk hingga berubah warna. Masukkan semua bahan-bahan lainya, biarkan hingga matang dan bumbu meresap. Siap disajikan.
7 buah : bawang merah
Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan potongan dadu ayam dan lada, aduk-aduk hingga berubah warna. Lalu masukkan semua bahan jadi satu dan merata, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap, angkat. Siap disajikan dengan irisan daun bawang dan taburan bawang putih goreng di atasnya.
14
“Perawatan kecantikan yang istimewa, saya merasa sangat puas. Sensasi dan efek relaksasinya terasa ke seluruh tubuh. Luar biasa, sungguh tak sekadar ditekan, tapi ada getaran yang menjalar ke bagian wajah saya secara nyata, dan saya biasa menikmatinya hingga tertidur lelap,” ucap Eni (47), salah seorang pelanggan tetap “Natural Totok Aura Cantik” di Jalan Suli 151 B, Denpasar, dengan blak-blakan usai melakukan perawatan Totok Aura pekan lalu.
M
Jelita
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
enurut Ibu dua anak asal Jakarta yang kini menetap di Bali ini, sejak masih tinggal di Jakarta ia memang lebih suka memilih perawatan yang alami untuk menjaga kecantikan wajahnya. “Saya tahu “Natural Totok Aura Cantik” ini dari referensi teman. Setelah mencoba, saya merasakan totoknya jauh lebih enak dibandingkan yang ada di Jakarta, apalagi terapisnya rata-rata senior dan sangat terlatih, ” tandas wanita pebisnis yang wajahnya terlihat kenyal, segar tanpa kerutan ini. Begitu juga yang disampaikan Yanti (18), ia memilih totok aura karena sifatnya alami tanpa efek samping. “Saya ingin wajah saya tetap sehat, halus, bersih, segar, muda dan tentu saja cantik tanpa memakai produk yang ada unsur kimianya. Mencegah penuaan dinilah. Saya melakukannya sebulan dua kali ,” cetus Yanti tersenyum pada Tokoh Seperti juga Eni dan Yanti, rasanya tidak ada perempuan yang tidak ingin tampil cantik. Apalagi saat ini begitu banyak cara untuk mendapatkannya. Sebagian orang memilih perawatan modern dengan teknologi canggih, namun banyak pula yang justru memilih cantik dengan cara alami. Cara alami yang saat ini kembali digemari bahkan menjadi tren di kalangan aktris maupun sosialita dan perempuan
Cantik Alami dan Pancarkan Inner Beauty dengan Totok Aura yang peduli akan penampilannya di berbagai kota besar adalah perawatan totok aura. Sebab, terapi totok aura ini nyaman, menyegarkan dan tanpa efek samping yang dapat merusak kulit. Menurut Dewi Mastini pemilik rumah perawatan “Natural Totok Aura Cantik”, Denpasar ini, totok aura merupakan teknik penekanan lembut dengan menyalurkan energi positif di sekitar area wajah yang dapat membantu mengaktifkan titik-titik aura. Dengan melakukan totok aura, katanya juga dapat membantu menekan emosi dan meningkatkan suasana hati atau mood. Apalagi, ada studi yang menyatakan bahwa pijatan di area wajah sekitar 45 menit saja sudah mampu memperbaiki suasana hati dan kecemasan secara signifikan. “Totok Aura dapat membantu menstimulasi otot-otot wajah dengan membawa oksigen ke daerah yang dapat mengalami resiko penuaan dini. Lancarnya aliran darah pun meningkatkan produksi kolagen, yang memberikan efek kulit bercahaya, sehat dan alami,” terang Dewi. “Namun yang perlu diingat adalah, totok aura sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli, yang mengerti teknik dan titik-titik totok untuk hasil yang maksimal,” lanjutnya. Dewi juga sempat menyampaikan bahwa di rumah perawatannya juga ada berbagai pilihan perawatan tubuh, wajah dan rambut. Istimewanya, di sini ada perawatan khusus untuk menumbuhkan rambut seperti masalah rambut pitak. Dengan resep yang natural dan organik yang ada di Natural Totok Aura Cantik, dijamin pitaknya akan hilang dan bakal ditumbuhi rambut.
Totok Aura Pertama di Bali
Dikatakan oleh Putu, salah seorang terapis senior dari Natural Totok Aura Cantik, perawatan totok aura pertama di Bali ini, melakukan totok aura merupakan pilihan tepat untuk cantik alami. Penekanan pada titik tertentu di bagian wajah ini mampu menenangkan otot di wajah yang tegang. Selanjutnya aliran darah menjadi lancar dan bonusnya wajah sehat, merona dan lebih berseri. Totok aura, lanjutnya sebaiknya dilaku-
Bugar Masih banyak masyarakat yang menyamakan, anemia dengan tensi rendah. padahal dua gangguan ini sangatl ah berbeda. Menurut dr. I Wayan Losen Adnyana, Sp.PD., KHOM., anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal.
S
Para terapis Natural Totok Aura yang siap melayani dengan hati
kan untuk mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas. Begitu seusai totok, pengulangan dapat dilakukan setelah 7 hari atau seminggu berikutnya. “Ketika kita kelelahan dari berbagai kegiatan sehari-hari mudah mengakibatkan ketegangan pada otot. Hal itu bisa menimbulkan garis keriput di dahi, juga pada garis antara alis dan sepanjang garis bibir yang merupakan tanda penuaan dini. Dengan tekanan lembut daerah wajah secara rutin dapat membantu mengendurkan otot yang tegang serta mengurangi garis yang terbentuk,”paparnya Putu juga mengatakan totok aura terbukti bermanfaat mengencangkan wajah dan melancarkan peredaran darah, juga menjadikannya awet muda dan kulit lebih bercahaya. Selain itu, dapat juga memperkecil pori-pori sehingga membuat wajah terlihat sangat bersih dan halus. Selanjutnya Dewi menambahkan bahwa, manfaat totok aura untuk kecantikan yang dilakukan secara rutin, dapat menjadikan kulit wajah semakin terlihat lebih segar, halus dan kencang. Lebih detil dikatakannya totok aura dapat mencegah jerawat, dan munculnya kerutan atau cikal bakal penuaan dini. Ketika seseorang ingin memanfaatkan totok aura wajah, lanjut Putu wajahnya terlebih dahulu akan dibersihkan. “Selanjutnya, dipijat demi memperoleh efek relaksasi di seluruh kulit wajah. Setelahnya barulah wajah mulai ditotok pada titik-titik aura wajah. Pada tahap akhir, lanjut Putu wajah akan dilapisi masker. Hasilnya kulit terasa lebih kencang, sehingga inner beauty yang dipancarkan jelas akan lebih baik,” ujarnya. Disinggung mengenai biaya totok aura ini, kata Putu agar lebih bannyak perempuan tampil cantik alami maka biayanya dibuat sangat terjangkau, mulai Rp 75.000 dan seterusnya, tergantung waktu dan jenisnya. Putu juga menambahkan, hasil optimal dari totok wajah baru akan terlihat setelah menjalaninya rutin minimal 6 hingga 12 kali kedatangan. “Saat ini juga ramai orang melakukan perawatan totok payudara. Totok ini, membentuk kekenyalan, kepadatan, dan kekencangan payudara, juga mencerahkan secara alami serta memperindah bentuknya,” kata Putu sambil menyebutkan jika di sana juga ada pilihan totok tangan, kaki, punggung dan lainnya. -ard
el darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekurangan oksigen guna menghasilkan energi. Sementara, tensi rendah tidak ditentukan tinggi rendahnya hemoglobin. Tensi ditentukan seberapa kuat tekanan di dalam pembuluh darah seseorang. Memang, ia tak menampik, gejalanya mirip seperti pusing. Namun, perlu diketahui, pusing dapat juga disebabkan karena tensi tinggi dan kelebihan darah. “Kekurangan sel darah merah dapat diukur dengan pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin. Standar hb di bawah 10 disebut anemia atau kurang darah pada orang dewasa, ujar Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik RS Sanglah ini. Dokter Losen mengatakan, selama kadar hb bisa dikompensasi dari tubuh tidak akan menimbulkan gejala. Sampai kompensasi itu sudah tidak mampu lagi, baru akan muncul keluhan. Ironisnya, banyak orang tak sadar menderita anemia. Kadang anemia ditemukan setelah check up. Biasanya, anemia dengan penurunan yang pelan-pelan seperti ambeian, menstruasi banyak, tidak akan bergejala. Sementara, anemia dengan penurunan yang sangat cepat, misalnya hb dari 12 turun menjadi 9 karena pendarahan, gejalanya akan tampak. Penurunan mendadak disebut akut misalnya pada kasus muntah darah, berak darah, melahirkan, atau karena kecelakaan. Ia menegaskan, penyebab anemia sangat banyak. Namun, banyak orang sering minum tablet zat besi karena merasa dirinya kurang darah. Padahal, belum tentu dia menderita anemia karena kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu factor penyebab anemia. Penyebab anemia yang lain sangat banyak diantaranya, gangguan sumsum tulang, infeksi virus, kemoterapi, radioterapi, kanker darah, atau pasien cuci darah, katanya. PERTUMBUHAN JANIN TERGANGGU Pada ibu hamil, anak-anak, dan masa pubertas, memang memerlukan zat besi yang banyak sehingga perlu diberikan tablet zat besi. Di negara tropik, terutama daerah perdesaan menempati tempat yang tinggi kekurangan zat besi. Sementara, pada masyarakat perkotaan kasus anemia berkurang, kecuali pada kasuskasus tertentu. Ia menyebutkan, kasus anemia yang masuk ke RS Sanglah, sebagian besar kasus yang berat seperti kegagalan sumsum tulang dan kanker darah. Ada juga pasien dengan kadar hb sampai 20. Hal ini disebabkan karena
Natural Totok Aura Jalan Suli No. 151 B, Denpasar Telepon : 0812 3636 0808
Jam Buka Senin – Sabtu : 09.00 – 19.00 Minggu: 09.00 – 18.00
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
11
Jangan Sembarangan Minum Zat Besi
adanya kelainan di sumsum tulang. Ada beberapa kasus kelebihan darah yang masuk RS Sanglah, namun, dibandingkan dengan anemia tentu kasus itu lebih sedikit. Sementara, kasus anemia kekurangan zat besi lebih banyak karena disebabkan menstruasi banyak dan ambeian. Kasusnya pun dalam kondisi berat. Dalam kondisi ringan kalau tidak diobati tidak akan menimbulkan masalah. Namun, keluhan ringan akan muncul dalam beraktivitas, seperti, gampang capek, sering pusing, itu berpengaruh pada konsentrasi berkurang, produktivitas menurun, kalau pada
dr. I Wayan Losen
ibu hamil, pertumbuhan janinnya terganggu, dr Losen. Walaupun zat besi memegang peranan penting, namun, zat besi bukan cara bijaksana mengatasi kurang darah. Karena itu, sebelum minum tablet zat besi, perlu diketahui penyebab anemia tersebut. Jangan sampai minum zat besi berlebihan dan membahayakan kesehatan. Zat besi yang sudah masuk ke dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan lagi. Zat besi akan tetap beredar dalam tubuh. Pengendapan zat besi dari ambang normal, dapat menyebabkan kencing manis dan gagal jantung, kata dr. Losen. Ia menyarankan, ketika mengalami keluhan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih baik. -Wirati Astiti
10
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Pameran Foto Gustra
Kreasi
Style
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Antara “Surrealism” dan “Magic Realism”
Ketika fotografer kawakan Steve Mc Curry- dikenal dengan foto ikonik gadis Afganistan yang dimuat sebagai cover majalah Times 1985 – beberapa karyanya menggunakan rekayasa digital secara berlebihan, maka itu dianggap sebuah “skandal”. Foto yang bergenre jurnalistik, minimal sentuhan digitalnya. Jika mungkin, usai pemotretan file tersebut langsung dikirim ke agensi melalui software khusus untuk menjamin file terjaga murni.
Agung Rai (founder ARMA / Agung Rai Museum of Art) yang meresmikan pameran, didamping Rio Helmi (fotografer senior), Warih Wisatsana (Bentara Budaya Bali), Mangu Putra (pelukis) dan para undangan
Gusde Sidharta Putra (owner Santrian Group) dan Indra Lesmana, musisi jazz, masingmasing memegang catalog “PameranTiga DasaWarsa, Tiga Sisi Rupa Gustra”
T
erkait hal ini, bahkan AP memecat f otografer N. Contreras ketika menghapus sebuah objek dari salah satu fotonya. Steve Mc Curry yang menanggapi tentang rekayasa digital dalam karyanya mengatakan, dia bukan lagi sebagai fotografer jurnalis, sekarang dia merasa sebagai pendongeng visual. Berbeda halnya dengan artis digital.Mereka akan memanfaatkan teknik digital secara maksimal untuk melayani imajinasi guna menciptakan realita s baru atau bisa disebut surealisme. Hal ini, bisa dilihat dari pameran IB Putra Adnyana (Gustra) yang mengusung tema“Tiga Dasa Warsa, Tiga Sisi Rupa Gustra” di Bentara Budaya Bali pada 14 - 22 Mei 2016. Dalam pagelarannya saat itu, Gustra memilah karya yang dipamerkan menjadi tiga, Documentary Photography, Composite Photography dan Fusion Photography. “Meskipun ketiganya menggunakan kamera teknologi
digital, namun masing – masing memiliki teknik yang berbeda,” katanya saat ditemui Tokoh. Pada Documentary Photography adalah sebagaimana layaknya foto jurnalistik, sama sekali tidak ada bagian yang dihilangkan, apakah di-erase, di-clone atau digabung dengan elemen lain. Dalam pameran ini seperti Sunia (2005) para pendeta yang tengah memanah Naga Banda dalam prosesi pelebon di Puri Peliatan.”Sinar Luhur” (2012), suasana upacara di desa Payangan, dimana berkas cahaya membentuk alur menuju sebuah titik puncak (Ray of Light). Selanjutnya, Composite Photography, menggabungkan dua foto atau lebih untuk menciptakan sebuah komposisi imaji yang berbeda. Misalnya foto yang berjudul“Gue R Nika”, penggabungan foto kebo-keboan yang berasal dari JawaTimur dengan foto seorang gadis.Sementara perpaduan garis dan bidang membentuk ilusi kubisme. Juga foto“Rekayasa Jendela” (2011),
Dengan Bondan Winarno dan William Wongso, penulis buku “Flavor of Indonesia”, memegang buku “Bali, Ancient Rites in Digital Ages” (teks oleh Diana Darling, foto oleh IB Putra Adnyana)
sebuah komposisi jendela berwarna biru yang dipotret di Jerman dipadu dengan foto model di studio. Sedangkan Fusion Photography merupakan kelanjutan dari Composite Photography yang dikombinasikan teknik mewarnai, melukis di atas kanvas. Ada yang memanfaatkan gravitasi, dengan membubuhi cat acrylic diatasnya, cat dibiarkan mengalir ke bawah seperti tetesan air atau cat dicipratkan dari jarak tertentu, sehingga cipratan yang tidak teratur ini akan memberi pewarnaan yang spontan. Tujuannya, kata Gustra selain dapat memberi tekstur juga dapat menimbulkan kesan yang dinamis. Seperti foto yang berjudul“Mawar Samar“ (2013). Seorang gadis mendekap dadanya sambil memegang sekuntum mawar, sementara di punggungnya membayang sepasang sayap. Foto yang bernuansa biru dengan tetesan garis-garis putih seperti air hujan yang jatuh kebumi. Juga dalam foto berjudul “Satu Padu” (2015), adegan penari legong dengan impresif memandang tajam kesosok yang mengerikan, wajah sebuah topeng Rangda. Cipratan cat acrylic merah, biru, kuning dan putih memenuhi bidang. MENETESKAN AIR MATA Bicara soal respon pengunjung melihat pameran ini, sangatlah beragam. Ketika melihat foto yang bergenre dokumentasi,
Keluarg IB Putra Adnyana dengan latar belakang foto yang bergenre Fusion dan Foto Composite
banyak yang kagum sekaligus heran, meskipun mereka tinggal di Bali tetapi jarang tahu dan melihat keunikan tradisi di lain desa. Seperti pada foto berjudul “ Hati-hati” (2016) , warga Duur Bingin, Ubud, Gianyar yang mewarnai sekujur tubuhnya dengan aneka warna cat untuk melaksanakan upacaran gerebeg, suatu prosesi menjaga keharmonisan alam. Atau, dalam foto berjudul “ Te r p i l i h” ( 2 0 1 6 ) , wa rga Asak,Karangasem, dalam melaksanakan upacara Muu-muu, untuk memohon berkah kesuburan desa dengan mempersembahkan seekor kerbau. Kerbau yang disucikan dilepas dan dikejar dengan membawa senjata tajam juga ada beberapa tentang warga yang trance dalam aneka prosesi upacara seperti di desa Selumbung, Karangasem. Putu Fajar Arcana, sebagai kurator, menulis dalam katalognya, foto dokumentasi Bali memancar seperti Magic Realism. Seorang pengunjung yang bernama Made Geriawan, asal Gianyar hampir meneteskan air mata ketika melihat foto orang dipasung pada foto berjudul “Urai Rantai” (2011) atau kemiskinan di Bali Timur dalam foto “Jelata Kita” (2016). Kemajuan pariwisata tidak sepenuhnya dapat dinikmati seluruh masyarakat Bali. Dalam Genre Composite Photography, kemampuan fotografer
menggabungkan beberapa foto dinilai sangat jeli dan mengejutkan, Misalnya pada foto berjudul “Sekar Mekar ” (2013). Sedangkan foto yang berjudul“Goddes of the Sea” (2011) dan “Kania” (2009) Sangat kental bernuansa surealisme. Menurut Agung Rai, pendiri ARMA (Agung Rai Museum of Art) yang membuka pameran ini, seni foto memberi nuansa keindahan tersendiri. Agung Rai mengaku tertarik dengan foto yang berjudul “Bukan Masa Lalu” ( 2015) yang menampilkan sosok penari legendaris I.B.Oka Blangsinga, yang dengan impresif menari meski di usia yang sangat sepuh. Ada hamburan cat warna-warni yang memberi kesan artistik. Jango Pramartha, kartunis dan pelukis ini mengatakan Gustra adalah seorang legenda hidup. Sukses saat era analog, tetap eksis di era digital. Bahkan terus bereksplorasi mencari halhal yang baru. Sedangkan, bagi Made Budiana, pelukis jebolan ISI Yogyakarta, seorang Gustra memotret bukan hanya dengan kamera digital, tapi juga dengan kamera batin dan kamera hati. T.Djaja Kirana, justru berharap Gustra, membukukan karyakaryanya, sebab selain ada nilai historis juga banyak ada karya yang eksperimental. –Sri Ardhini
Dengan Nyoman Nuarta, pematung Indonesia dan salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru. Di latarbelakang foto berjudul “Hati- Hati Banyak Yang Mencuri Perhatian”
Kasual Unik Sarung dan Lurik Sarung dan lurik menjadi bagian peting dalam koleksi busana kali ini. Sederetan rancangan busana kasual yang unik ini ditampilkan oleh kelompok desainer dari LPTB Susan Budihardjo beberapa waktu lalu di Fountain Stage Beachwalk, Kuta.
P
ara desainer muda ini bukan hanya berhasil mentransformasikan sarung dan lurik menjadi busana yang berselera muda, tapi juga mudah dipadupadankan sesuai gaya pemakainya. Menariknya pula tema yang diusung yakni “Sarung Z’Rowaste”, juga berarti karya yang minim limbah.
Pada ajang tersebut, Susan Budiharjo sang pemilik lembaga tata busana mengatakan bahwa mereka sengaja menggunakan sarung dan lurik agar produk tradisional tetap lestari. Selain itu. Susan juga berharap agar para desainer jebolan LPTB Susan Budihardjo selalu ingat mengangkat produk dalam negeri pada rancangannya sebagai salah satu wujud rasa nasionalisme. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Berbagi dengan karya wan merupakan salah satu cara untuk mengenal lebih dekat dan memberi mo tivasi bagi mereka. Hal ini dilakukan Asmawi Syam, CEO BRI dalam acara “CEO’s Shared Vision and Leader ship. Learning from a Great Leader” di Sanur.
A
smawi memulai dengan mengungkapkan kondisi ekonomi dan perbankan saat ini. “Kerja sekarang lebih berat. Kita harus punya strategi untuk menyiasatinya. Di internal kita perkuat agar bisa bersaing dengan kompetitor,” jelasnya. Ia pun memberi semangat kepada para anak buahnya yang sudah berusaha semaksimal mereka dalam bekerja. “Ibarat sebuah kejuaraan, tidak mungkin semua juara. Pasti ada juara 1, juara 2, dan seterusnya. Yang tidak dapat juara bukan berarti tidak berusaha. Saya yakin semua sudah kerja keras. Karena itu bagi yang berhasil menjadi juara, pertahankan dan tingkatkan. Bagi yang belum, tetaplah berusaha. Karena itu, saya ajak para Kaunit untuk sharing,” jelas pria yang juga Ketua Himbara ini.
Apresiasi untuk Tingkatkan Motivasi Asmawi juga memaparkan tentang teknologi satelit yang dimiliki BRI. Satelit ini akan menunjang kinerja sehingga menjadi lebih efektif. Teknologi ini nantinya akan mempermudah jangkauan nasabah-nasabah di pelosok, mempermudah pengiriman laporan, serta dalam waktu yang bersamaan bisa melayani beberapa nasabah sekaligus. “Peluncuran satelit BRI akan dilakukan 8 Juni 2016 di Guyana. Setelah mencapai orbitnya, satelit ini akan mulai beroperasi untuk mendukung kinerja BRI. BRI merupakan satu-satunya bank yang punya satelit. Banyak kemudahan yang bisa diraih dengan pengaplikasian teknologi satelit untuk perbankan ini,” paparnya. Asmawi yang didampingi Fankar Umran, Pimpinan Wilayah BRI Denpasar menambahkan, PPBU merupakan program penghargaan BRI unit yang diberikan sekali dalam 1 tahun. PPBU meliputi SIPK dan unit terbaik katagori tertentu antara lain peningkatan pinjaman tertinggi, peningkatan
Asmawi Syam dan M. Fankar Umran
simpedes tertinggi, pencetak laba tertinggi, dan pencetak fee base income tertinggi. Tujuan dari program adalah untuk memberikan apresiasi terhadap pencapaian kinerja BRI unit dan sebagai motivasi untuk terus memberikan kinerja terbaik. Parameter penilaian adalah target RKA yang meliputi laba, simpanan, pinjaman, dan NPL. BAGI SEMBAKO Dalam rangka Bulan Suci Ramadan 1437 H, BRI menye-
lenggarakan kegiatan BRI Peduli dengan membagibagikan sembako gratis kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan, khususnya yang berada di Desa Dajan Peken dan Delod Peken Tabanan. Acara yang di helat di BSCF BRI Tabanan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh Pemimpin Wilayah BRI Denpasar beserta jajaran, Bupati Tabanan, Muspida Kab. Tabanan, anak yatim, serta masyarakat sekitar. M. Fankar Umran mengatakan kegiatan bagi-bagi sembako ini sebagai bentuk syukur Bank BRI di Bulan Ramadan, sekaligus memohon doa restu segenap masyarakat atas peluncuran Satelit BRI (BRISat) yang rencananya akan diluncurkan di Kourou, Guyana, Prancis dalam waktu dekat. Ia berharap, launching BRISat dapat berjalan sesuai rencana dan Satelit dapat mengorbit dijalurnya serta memberikan manfaat yang optimal bagi terwujudnya financial inclusion.
Bagi BRI, kehadiran BRISat dapat lebih meningkatkan fungsi intermediasi, coverage service area, business process dan kualitas layanan menjadi lebih kuat, lebih luas, lebih efisien, serta lebih baik. Sedangkan bagi masyarakat, dengan hadirnya BRISat, pemenuhan kebutuhan akan layanan dan jasa perbankan menjadi lebih aman, cepat, efisien, dan nyaman. Ditambahkannya, penyaluran dana Bina Lingkungan BRI Peduli di wilayah Bali dilakukan di berbagai bidang, diantaranya, bantuan perbaikan fasilitas umum, bantuan perbaikan sarana ibadah, bantuan bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan dan bantuan bidang kesehatan. Sampai dengan bulan Mei 2016, BRI telah menyalurkan dana Bina Lingkungan di wilayah Bali Rp 1 milyar, sedangkan khusus untuk wilayah Kab. Tabanan, telah disalurkan dana Bina Lingkungan Rp 350 Juta. Fankar berharap, penyaluran dana Bina Lingkungan BRI di wilayah Bali dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Bali.—Ngurah Budi
Belajar Sejarah Transportasi Musim liburan sekolah telah tiba. Agenda untuk mengisi liburan pasti sudah disiapkan. Ada yang yang bertamasya ke luar negeri, ke luar kota, atau hanya dalam kota. Bagi yang ingin bepergian ke luar kota, Malang bisa menjadi tujuan. Salah satu objek wisata yang bisa dikunjungi adalah Museum Angkut di Batu, Malang. Museum ini dikelola oleh Jawa Timur Park Group dan dibuka sejak 9 Maret 2014. Museum alat transportasi ini menempati tempat outdoor dan indoor untuk memamerkan koleksinya. Museum ini cocok untuk mengajarkan dan memperkenalkan sejarah dan perkembangan alat angkut kepada anak-anak. Di masingmasing kendaraan sudah ada penjelasan tentang asal mula
Aneka kendaraan dipajang di Museum Angkut
kendaraan tersebut. Untuk masuk ke museum yang buka mulai pukul 12.00
Salah satu permainan di Museum Angkut
ini, pengunjung harus membayar Rp 60.000 per orang pada hari Senin-Kamis dan Rp 80.000 per orang pada hari Jumat-Minggu serta hari libur nasional. Ada juga tiket terusan antara Museum Angkut dengan D’topeng Kingdom. Di Museum Angkut, berbagai koleksi dipamerkan dalam beberapa zona. Diantaranya zona utama (main hall). Tempat ini memamerkan berbagai alat transportasi dari Indonesia dan juga beberapa negara lain. Ada juga Education Zone yang menjelaskan berbagai informasi seputar sejarah alat transportasi. Berikutnya ada Sunda Kelapa & Batavia Warehouse Zone, Gang-
ster Town & Broadway Street Zone, Europe Zone, Buckingham Palace Zone, Las Vegas Zone dan Hollywood Zone. Jika Anda belum kesampaian untuk berkunjung ke negara aslinya, foto di zonezone ini bisa menjadi pelipur lara. Tak ketinggalan pasar apung (floating market zone) dengan layanan sampan keliling sambil berbelanja aneka makanan dan suvenir Musem Angkut. Didi yang berkunjung bersama keluarganya mengaku terpesona dengan aneka kendaraan
yang dipajang di museum ini. Ia bahkan menyempatkan diri untuk berfoto di beberapa kendaraan yang dianggap unik. Foto-foto itu pun diunggah ke akun medsos miliknya. “Anak saya juga bisa belajar tentang asal mula alat transportasi dan berbagai varian kendaraan,” ungkap pria asal Denpasar ini. Sementara itu, Triyanti yang datang bersama rombongan mengaku kunjungan ke Museum Angkut merupakan kunjungan kedua. “Dulu saya pernah datang, ternyata kepagian dan museum belum buka. Sekarang datang lagi bersama ibu dan adik. Kami atur waktunya agar sampai di Batu, Malang siang hari,” ujar perempuan yang tinggal di Surabaya ini. –Ngurah Budi
Dara
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Sebagai band yang tergolong baru, Ake Buleleng memang memiliki banyak keunikan baik dalam tema musik yang dibawakan dan komposisi bandnya. Terbentuk tidak jauh berbeda dengan Hari Ulang Tahun kota Singaraja, band dengan format 4 vokalis yang berasal dari Buleleng ini memiliki sebuah visi mengangkat tema-tema khas Buleleng untuk dituangkan sebagai karya musik dan lagu.
S
pirit ke-Bulelengan menjadi inspirasi dan latar belakang Ake Buleleng untuk menentukan konsep berkarya. Dengan bahasa Bali keseharian, lugas, tegas walaupun terkesan sedikit kasar namun itulah bahasa Buleleng dalam persahabatan yang merupakan hal positif dan perlu dipertahankan. “Hidup mati kami ada di Buleleng jadi tidak ada salahnya kami eksplor yang ada di sini dengan tujuan menunjukkan Buleleng punya sesuatu dan kami bungkus dengan suatu karya,” ungkap Agus Jrink. Band yang digawangi oleh Budi Kurniawan (drums), Ngurah Noky (bass), Gde Kurniawan (gitar), Yoga (vokal), Andik (vokal), Agus Jrink (vokal), dan Pande Unyil (vokal) menyisipkan pesan-pesan kehidupan yang ada di Buleleng melalui lagu-lagu yang mudah didengar dan diterima oleh pendengarnya. “Dalam lagu, kami sisipkan prihal kehidupan di Buleleng baik dari kebudayaan, tradisi, tempat wisata bahkan makanan khas yang kami sampaikan den-
Ake Buleleng
Ekspresi sebagai Orang Buleleng gan bahasa asli Buleleng,” imbuh Agus Jrink. Meskipun dalam konsep dan tema bermusik mengambil latar belakang kekhasan Buleleng tetapi Ake Buleleng merasa optimis karyanya dalam diterima bahkan oleh masyarakat di luar Buleleng. “Apapun jenis musiknya jika diba wakan dengan tulus dan tidak ada
intervensi untuk menjatuhkan orang lain maka kami yakin pasti diterima. Hal terpenting juga kami harus dapat menunjukkan bahwa Ake Buleleng adalah sebuah bentuk ekspresi bahwa kami menikmati sebagai orang Buleleng dan semua yang ada di dalamnya,” imbuhnya. Meskipun terbilang baru, na-
mun Ake Buleleng dengan kegigihannya sudah mampu menciptakan 11 lagu yang sebentar lagi akan menyelesaikan album perdananya. Beberapa judul lagu yang dibuat antara lain “Sing Peduli”, “Megoak-goakan”, “Sahabatku Made”, “Melajah Sabar”, dan “Tusing Dadi Sombong”. Baru beberapa bulan terbentuk, tetapi
9
para personilnya sudah melalui proses yang panjang dalam dunia musik di Bali. Beberapa personilnya sudah kenyang pengalaman baik itu sebagai musisi café, vokalis band indie, composer, bahkan ada yang dulunya rocker sekarang lebih aktif menjadi MC. Memiliki latar belakang yang tidak sama membuat para personilnya kesulitan untuk memcari waktu dalam latiahan. Akan tetapi dengan komitmen yang kuat waktu dan tempat tidak menjadi masalah asalkan latihan bisa tetap dilakukan. “Bagi kami musik tidak hanya sebuah karya, namun ada banyak nilai kebersamaan di dalamnya,” ungkap Gde Kurniawan. Gde juga mengungkapkan bahwa ingin berkarya dalam musik step by step. “Kami akan kuatkan dulu promosi di Buleleng dan tidak menutup kemungkinan juga kami main di luar Buleleng,” ungkapnya. Dibalik semangat masing-masing personil dalam berkarya mereka menaruh harapan yang sangat besar terhadap perkembangan musik di Buleleng khususnya yang mulai melemah. “Dengan eksisnya Ake Buleleng di dunia musik sangat diharapkan dapat membangkitkan feel orang untuk mendengarkan musik kembali,” papar Agus Jrink. Ia juga mengatakan bahwa sepinya musik di Buleleng dikarenakan para pemusik dan musisi hanya menunggu event yang diadakan. “Secara pribadi saya lihat belum ada yang berani membuat gebrakan sendiri membuat acara sendiri. Kebanyakan yang nunggu event sedangkan saat ini event sedang lemah-lemahnya,” imbuhnya. -Wiwin
Hipmi Bali Gelar “Fashion Sketch Exhibition” Demi lebih lagi menggairahkan dunia fashion di Bali, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, bakal menggelar ” HIPMI Fashion Week 2016” di Beachwalk, Kuta pada 21-31 Juli mendatang. Mengawali acara tersebut, digelar ”Fashion Sketch Competition” pada Selasa (7/6, di Dapoer Lebih, Gianyar Menurut Ketua Umum HIPMI Bali, I Gusti Inda Trimafo Yudha, HIPMI sebagai wadah pengusahapengusaha muda di Bali, melalui kegiatan lomba ini, HIPMI ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada desainer-desainer muda berbakat untuk menuangkan serta menampilkan ide dan inspirasinya dalam sebuah karya. Ajang “Fashion Sketch Competition” yang pertama digelar HIPMI Bali ini, kata Gek Inda diikuti oleh 80 orang peserta. Selanjutnya diseleksi menjadi 15 terbaik dan akan ditetapkan 3 orang peserta terbaik. Bagi mereka yang masuk tiga besar, akan diberikan kesempatan memujudkan sketsanya dalam bentuk pakaian jadi. Rancangan mereka nantinya akan diperagakan di panggung “HIPMI Fashion Week 2016” di Beachwalk Kuta. “Acara ini akan kami jadikan agenda setiap tahunnya,” cetus cucu
pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai ini. Disamping itu, katanya mereka juga akan mendapatkan kesempatan istimewa mengikuti Hongkong Fashion Week. “Para pemenang p e r t a m a , k e d u a d a n k etiga bakal mendapat tiket mengikuti Hongkong Fashion Week Festival, yang merupakan ajang fashion kelas dunia,”tandasnya. Selanjutnya Ketua Panitia Fashion Sketch Competition, Pemukulan Kulkul sebagai tanda pembukaan Fashion Sketch Competition dan HIPMI Fashion Week 2016 Wayan Gde Ari Dananda, mengatakan kalangan wawasan mereka mengenai dunia fashion. pengusaha muda di Bali melihat masih kurang. Bupati Gianyar yang diwakili Kabag Ekonomi Bergairahnya di dunia fashion dan untuk itu HIPMI Gianyar, dalam sambutannya menyatakan sangat Bali salah satunya menggelar “Fashion Sketch Commengapresiasi acara HIPMI Fashion Week 2016 petition”. Dalam lomba yang bukan hanya diikuti yang digelar oleh HIPMI Bali ini. Kegiatan ini dikapara desainer muda dari Bali tapi juga dari beberapa takan sangat positif untuk pengembangan industri kota besar di Indonesia ini, digantungkan harapan kreatif dan berharap dapat dilaksanakan secara ber khususnya untuk desainer lokal Bali dapat menambah kelanjutan. – Sri Ardhini Salon
Suasana Sunda Kelapa & Batavia Warehouse Zone
Jln. Wijaya Kusuma No.39 Denpasar
Jln. Suli No. 151
Tlp. 085 237 028570
Tlp. 0812 3636 0808
Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464
8
Bunda & Ananda
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Griya
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Latih Kemandirian dengan Tamasya Satu kegiatan yang dinanti para siswa khususnya TK dan SD di akhir tahun pelajaran adalah tamasya. Lokasi tamasya sudah diinfokan lebih awal sehingga para siswa bisa mempersiapkan diri menikmati wisata bersama teman-temannya.
B
Sad Yuli
us sudah bersiap di dekat sekolah, Gusde dan temantemannya di kelas 3 SD masuk bergiliran. Di sekitat bus juga ada beberapa orangtua yang menemani. Setelah semua masuk, bus pun berangkat. “Anak saya sebenarnya masih sakit. Tapi dia semangat untuk tamasya,” ujar orangtua Gusde.
Bagi anak-anak, tamasya menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka. Ada hal-hal yang bisa mereka pelajari selama perjalanan hingga di lokasi tujuan. “Tamasya bersama teman sekolah melatih kemandirian, manajemen konflik, dan menambah wawasan anak,” ujar Sad Yuli Prihartati, S.Psi. Psikolog ini mengatakan tipikal anak bisa terlihat saat mereka berkumpul bersama temantemannya. Ada yang bertipikal pemimpin yang mengatur temannya, ada yang menjadi pengikut, dan ada yang pemalu. Semua tipikal ini terbentuk dari pola asuh yang diterapkan orangtuanya. Anak yang mandiri biasanya siap untuk tamasya. Mereka bisa bepergian tanpa didampingi orangtuanya. Namun, ada juga anak yang belum siap pisah dengan orangtuanya. Karena itu, ada anak yang tamasya sekolah ditemani orangtuanya. “Kadang orangtua juga khawatir duluan. Makanya ikut menemani anak tamasya. Solusinya, pantau saja dari jauh. Jangan terlalu intervensi. Biarkan anak berinteraksi dengan teman-temannya,” ujar pengurus
Buka Puasa Bersama Best Western Bali Cluster
Di bulan suci Ramadan ini Best Western Bali Cluster ikut berpartisipasi untuk merayakannya. Best Western Bali Cluster terdiri dari Best Western Kuta Beach, Best Western Kuta Villa, Best Western Resort Kuta, dan Best Western Premiere Agung Resort Ubud. Acara Buka Puasa Bersama di Best Western Kuta Beach ini diikuti anak-anak dan pengurus Panti Asuhan “Yayasan Rumah Yatim Bali“. Acara juga dihadiri kalangan media dan blogger yang ada di Bali. Anak-anak panti asuhan disambut Marija Tjie, General Manager Best Western Kuta Beach; Wied Paramartha, General Manager Best Western Kuta Villa; I Gst. Ngr.Arya Wirawan, General Manager Best Western Resort Kuta; dan Alit Martini, General Manager Best Western Premiere Agung Resort Ubud. Sambil menunggu waktu berbuka, mereka mendapat siraman rohani dari Ustadz Ridwan Syaidi yang menjelaskan mengenai “Khaidah Seorang Muslim“. “Suatu kebahagiaan tersendiri bagi Best Western Bali Cluster untuk berbagi bersama anak–anak dari Yayasan Rumah Yatim Bali ini, salah satunya dengan memberikan bingkisan kepada mereka sebagai kenang–kenangan. Semoga dengan adanya acara ini, dapat meningkatkan hubungan yang baik sesama Best Western Bali Cluster, dan senantiasa mengingatkan kita semua untuk berbagi kepada sesama dan tetap bersyukur,” ujar Marija.
Anak-anak liburan bersama
Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Di sisi lain, orangtua juga harus bisa menjadi motivator bagi anak. Ketika anak belum berani dilepas, orangtua harus memberi semangat dengan menceritakan manfaat pergi bersama teman-teman. Berikan beberapa aturan yang harus ditaati. Semua ini kuncinya komunikasi antara anak dan orangtuanya. LIBURAN KELUARGA Selain tamasya bersama teman sekolah, orangtua perlu mengagendakan liburan keluarga. Momen ini bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. “Ketika anak sekolah, orangtua kerja. Kini anak libur, orangtua juga bisa memanfaatkan momen dengan mengambil jatah cuti. Dalam setahun biasanya ada jatah 12 hari untuk cuti. Mungkin ambil
2-3 hari untuk liburan bersama anak,” ujar alumnus Ilmu Psikologi Unika Soegijapranata ini. Ia menuturkan momen liburan bisa dijadikan aturan tidak tertulis dalam keluarga. Liburan ini bisa menjadi ajang pendidikan terapan. Misalnya, di sekolah mendapatkan teorinya sedangkan praktiknya diterapkan saat libur. Di sekolah diberikan teori anak harus hormat kepada orangtua dan membantu orangtua. Saat liburan, bagi anak yang sudah cukup besar, bs menjadi pemandu jalan atau membawakan ayah atau bundanya. Jika menginap di suatu tempat, komunikasi juga menjadi pelajaran terapan. Anak bisa berkomunikasi dengan petugas penginapan untuk mencari informasi. Ini semua menjadi bagian dari keramahtamahan. Mengenai lokasi liburan juga bisa
dinegosiasikan antara anak dan orangtua. Kuncinya tetap pada komunikasi yang dilakukan anak dan orangtuanya. Dengan komunikasi, apa yang diinginkan anak tetapi dirasakan kurang masuk akal atau belum saatnya bagi mereka, bisa dicarikan solusi dengan memasukkan di agenda liburan berikutnya. “ Ke b e r s a m a a n saat liburan tidak selalu dilakukan di luar rumah. Liburan bisa dimanfaatkan dengan aktivitas bersama di rumah, misalnya masak bareng, manggang, atau menata ruangan bersama. Ini merupakan momen yang tidak selalu bisa dilakukan bersama karena kesibukan masing-masing. Karena itu momen liburan menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan bagaimana kelekatan anak dan orangtua,” ujar psikolog yang aktif di memberi ceramah di sekolah-sekolah ini. Satu lagi yang diingatkan adalah jangan terlalu sering liburan setelah musim liburan selesai. Hal ini bisa menjadi hal yang diingat anak. Anak akan merasa tidak masalah kalau libur lagi setelah liburan sekolah. Usahakan mengatur jadwal dengan baik sehingga anak dan orangtua bisa libur bersama. Setelah libur, semua menjadi senang dan jadwal sekolah pun bisa diikuti.
Mendongeng Lima Menit I Kodok, DukuN sakti
Tersebutlah seorang anak laki-laki bernama I Kodok. Ia selalu membantu ibunya menjadi tukang masak di istana Prabu Sinduwati. Pada suatu hari I Kodok merasakan dirinya aneh. Ia tiba-tiba mengerti berbagai bahasa hewan. Ia mengerti percakapan Made Taro semut-semut yang berpapasan, dan juga mengerti rayuan cecak yang sedang bermesraan. Melihat keanehan anaknya, sang ibu menyuruh I Kodok tinggal di lereng gunung. Di tempat yang baru itu ia sangat tertarik mendengarkan percakapan di antara hewanhewan. Hewan-hewan itu menuduhnya penjahat yang suka membunuh. Namun lama-kelamaan, setelah ia bercakapcakap dan bergaul dengan beberapa hewan, kecurigaan itu hilang sama sekali. I Kodok mulai akrab bergaul dengan hewan-hewan itu. Bahkan terjalin perasaan saling sayangmenyayangi. Sikap I Kodok yang sangat sayang kepada hewan-hewan itu menarik perhatian Dewa Wisnu. “Hai, Kodok!” kata sang Dewa kepada anak laki-laki itu. “Oleh karena engkau mengasihi hewan-hewan, maka engkau kuberi hadiah sebuah lontar pengobatan. Amalkanlah isi lontar itu kepada setiap orang yang membutuhkan pertolongan!” Betapa senangnya I Kodok mendapatkan hadiah yang tak ternilai harganya. Dalam waktu singkat ia telah menguasai isi lontar itu. “Aku akan menjadi orang sakti!” serunya. Singkat cerita, nama I Kodok sangat terkenal bukan saja di sekitar lereng gunung tetapi di seluruh wilayah kerajaan. Ia bukan saja ahli berbagai bahasa, tetapi juga ahli mengobati orang-orang sakit. Ia bisa menyembuhkan
orang sekarat, bisa membuat orang lumpuh berjalan tegak dalam sekejap. Yang mengejutkan lagi, dukun sakti itu bisa merubah orang tua jompo yang keriput, buta dan tuli menjadi seperti remaja yang lincah. Nah, ini yang paling luar biasa! Ia bisa menghidupkan kembali orang mati yang hampir dimasukkan ke liang lahat! Lama-kelamaan tindakan dukun sakti itu tercium sampai ke Kayangan. Dewa Yama heran, mengapa tidak ada arwah datang ke kayangan. Selidik punya selidik, I Kodoklah penyebabnya. Dewa Yama lalu melaporkan keadaan itu kepada Dewa Siwa. “Sangat berbahaya!” seru Dewa Siwa terkejut. “Kalau dibiarkan terus, maka hukum alam yang berhubungan dengan kelahiran dan kematian tidak berlaku.” Dewa Siwa lalu secepatnya mengutus Bagawan Wrespati turun ke bumi. Diceritakan sekarang di rumah I Kodok beratus-ratus orang menunggu giliran pengobatan. Mereka minta disembuhkan atau batal mati. Ketika tiba giliran pengobatan seorang tua bertongkat, I Kodok tampak kelelahan. Tangannya gemetar sehingga lontar yang dipegangnya jatuh. Ia segera mengambilnya, tetapi orang jompo yang bertongkat itu menggaetnya lebih cepat. Orang tua itu adalah Bagawan Wrespati. “Hai, Kodok!” seru Bagawan. “Ilmu yang kau kuasai itu sebetulnya hak Prabu Sinduwati. Raja yang sangat bijaksana itu diberi hadiah ramuan kulit kayu oleh Dewa Baruna untuk mengerti bahasa hewan-hewan. Ibumu mencampur ramuan itu ke dalam bubur yang akan dihidangkan untuk Paduka Raja. Namun kamu mengira bubur itu untuk kamu, lalu kamu segera melahapnya.” Mendengar keterangan Bagawan Wrespati, saat itu pula I Kodok menghadap kepada Prabu Sinduwati. Ia mohon maaf dan berkali-kali mencium kaki sang Raja. Raja yang bijaksana itu berkata, “Kodok, kamu sesungguhnya berbakat menjadi orang sakti. Tetapi untuk menjadi orang sakti harus belajar keras, bukan kebetulan.”
Mebel Desa Selera Kota Mebel antik masih menjadi pilihan yang banyak digemari konsumen. Baik masyarakat lokal maupun ekspatriat. Salah seorang pengrajin mebel antik dari kayu jati adalah Rochmat (43), asal Bojononegoro.
I
a menyebut model mebel ini merupakan mebel perdesaan, mebel yang mayoritas dimiliki warga di kampungnya. “Jadi bentuknya apa adanya, dari bahan apa adanya yang ada di kampung, tanpa busa seperti sofa-sofa yang banyak menjadi mebel di masyarakat perkotaan. Tapi rupanya mebel desa yang dulu, sekarang jadi klasik yang digemari orang kota,” ujarnya. Namun, mebel-mebel yang diproduksinya sekarang bukanlah mebel antik, hanya dibuat antik dengan proses pewarnaan atau finishing. Umumnya ia memakai proses finishing dengan disemprot memakai api sehingga menimbulkan warna hitam seperti warna tua pada kayu. Ia juga mencoba berkreasi dengan bahan-bahan kayu yang kecil-kecil menjadi bentuk-bentuk
mebel yang sederhana seperti bangku, kursi bar, rak TV, dan meja. Ada juga beberapa konsumen yang membawa desain
sendiri seperti untuk meja konter atau rak display dengan beragam finishing sesuai keinginan mereka. -Inten Indrawati
17
18
Life
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Buleleng memiliki luas wilayah terluas di Bali dan jumlah penduduk yang sangat banyak. Peluang untuk meraih prestasi dan menjaga eksistensi pendidikan di Buleleng sangatlah tinggi. Untuk menyiasatinya, Dinas Pendidikan kabupaten Buleleng menyelenggarakan pawai pendidikan sebagai acara pamungkas dalam serangkaian Buleleng Education Expo.
S
etelah berlangsung selama sembilan hari, Buleleng Education Expo (BEE) tahun 2016 yang baru pertama kali digelar ditutup secara resmi Minggu (5/6). Penutupan ini dirangkaian dengan pelepasan peserta pawai pendidikan. Kegiatan yang bertujuan mendukung program pemerintah melalui 12 PAS, salah satunya peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan mengam-
Pawai Pendidikan Cerminkan Karakter Sekolah bil tema kreatif, inovatif dan berbudaya menuju pendidikan Buleleng yang berintegritas dan bermutu. Pawai pendidikan tersebut diharapkan mampu menjadi media untuk mempromosikan potensi prestasi pendidikan di Buleleng serta sebagai bentuk pelestarian seni budaya melalui unjuk kesenian di kawasan Dinas Pendidikan termasuk di sekolah serta dapat menjawab keinginan masyarakat terkait kebutuhan berbagai sumber dan hasil pendidikan di Buleleng. Kegiatan yang dipusatkan di Tugu Singa Ambara Raja dii-
kuti oleh ratusan peserta dari SD sampai tingkat perguruan tinggi yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa mengatakan para peserta pawai merumuskan tema sendiri dalam pawai dan pergeleran sehingga karakter dan prestasi setiap sekolah dapat dimunculkan. “Pawai ini merupakan cermin dari karakter masing-masing sekolah. Di sini terlihat bagaimana mereka mengaplikasikan apa yang sudah diraih dan prestasi apa yang sudah di dapatkan,” ungkap Suyasa.
Pawai pendidikan dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan banyak prestasi yang diraih oleh anakanak Buleleng namun belum terpublikasikan kepada masyarakat secara umum. Penyampaian prestasi tersebut terbatas hanya di sekolah dan di kalangan pendidik. Padahal banyaknya prestasi yang
Peserta pawai pendidikan
diraih diharapkan dapat memberikan vibrasi-vibrasi kepada siswasiswa yang lain. “Harapan saya, kita bisa menggali potensi untuk membuat anak-anak yang telah meraih prestasi menjadi bangga dan merasa dihargai. Diharapkan juga mereka dapat menularkan prestasi tersebut kepada anak yang lain,” ujar orang nomor satu di Buleleng ini. Ia juga mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Hal ini merupakan langkah inovatif dan kreatif sebagai langkah konstruktif untuk membangun dunia pendidikan di Buleleng. Tahun depan BEE akan diagendakan kembali pada tanggal 1 Juni sebagai bentuk peringatan hari lahirnya Pancasila. “Selama ini roh dari Pancasila dirasakan sudah mulai luntur. Saya sangat berharap BEE ke depan bisa menonjolkan nilai-nilai Pan casila,” imbuhnya. -Wiwin
Story
Bajang (46), terpuruk di sudut kamar rumahnya. Ia duduk sambil ketakutan. Suara-suara di telinganya makin banyak memberi perintah yang kerap kali membuatnya takut. Sejak keluar dari rumah sakit akibat sebuah kecelakaan yang nyaris merenggut jiwanya, Bajang terus dihantui suarasuara aneh yang datang khususnya saat ia sedang sendiri atau melamun. “Suara itu memerintahkan saya untuk melakukan sesuatu dan saya harus menurut,” ungkapnya saat ditemui usai kontrol dan mengambil obat di Rumah Sakit Jiwa, Selagalas Mataram.
K
ecelakaan yang pernah dialami Bajang di Lombok Timur, NTB, memang nyaris membuatnya meninggal. Bajang ditabrak sebuah truk dan kepalanya mengalami benturan yang sangat keras. Ia dirawat cukup lama di Rumah Sakit Umum Praya, daerah asal Bajang. Lebih sebulan perawatan yang dijalaninya hingga akhirnya ia diizinkan keluar dari rumah sakit. Saat di rumah sakit, menurutnya, ia sama sekali tidak mengalami halusinasi tersebut. Tetapi setelah sekitar seminggu berada di rumah barulah muncul halusinasi berupa
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
7
Diperintah “Suara Halus”
Lari Tengah Malam suara-suara yang sering didengar di telinganya itu. Bagusnya, Bajang yang sempat menempuh kuliah S2 itu menerima kondisinya dengan sangat logis. Meski sempat tercetus kecurigaan dari keluarga bahwa hal tersebut terjadi akibat ‘dikerjai’ orang (guna-guna), namun Bajang tidak sepenuhnya setuju dengan hal itu. Ia menduga halusinasi tersebut terjadi karena gangguan saraf. Karena itulah ketika keluarganya membawanya ke rumah sakit jiwa, ia menurut. Tiap kali suara-suara itu datang, Bajang mengaku tidak bisa menguasai dan mengendalikan diri. Ia bahkan melakukan itu dalam keadaan sadar. Buktinya ia bisa menceritakan dengan baik setiap kejadian yang dialaminya itu. “Kalau suara-suara itu datang saya merasa diperintahkan untuk melakukan sesuatu dan saya harus menurutinya. Jika saya menolak, suara-suara itu rasanya seperti marah,” katanya. Itulah sebabnya, ia pernah berlari tengah malam bolak balik di jalan raya yang sepi. “Saya mendengar perintah untuk berlari-lari, ya saya keluar rumah saat itu juga melakukan perintah tersebut,” ujarnya. Bukan itu saja,
ia tiba-tiba sering memberikan barang-barangnya pada orang lain dari barang yang harganya murah hingga barang-barang yang mahal. “Saya mendengar suara itu memerintahkan saya untuk memberi barang yang ada dalam pikiran saya kepada siapa saja yang saya temui,” katanya. Hal ini sempat membuat orang dan kawan-kawannya merasa heran dengan pemberian itu. Mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada diri Bajang. Menurut Bajang, orang-orang yang menerima barangnya tidak tahu kalau dirinya dalam keadaan di bawah sadar ketika memberikannya. Namun anehnya, Bajang mengerti apa yang sudah dilakukannya. Bajang dalam pergaulan biasa saja. Tidak tampak yang aneh dalam dirinya. Ia bicara dengan normal. Ia bertindak dengan biasa. “Maka kalau saya memberikan barangbarang saya, ya mereka menganggap itu kebaikan saya,” ujar Bajang yang mengikhlaskan segala harta benda yang telah diberikannya itu. Ia sama sekali tidak ingin menerima apalagi meminta kembali barangbarang tersebut di kala ia kini telah sehat kembali. “Saya anggap itu bagian dari perjalanan pengobatan saya,” katanya.
BERPIKIR POSITIF Untuk dapat sembuh seperti hari ini, Bajang memang mengalami masa-masa sulit ketika harus dirawat di rumah sakit jiwa. Ia harus menerima keadaannya yang oleh sebagian besar menganggapnya gila. “Ya tidak apa-apa. Karena ketika saya menuruti perintah suara-suara itu, saya memang berlaku seperti orang yang tidak waras. Bayangkan saja saya bisa tiba-tiba lari gak jelas tengah malam buta pula. Saya bisa tiba-tiba naik bus pergi ke Jakarta atau kota mana saja yang saya dengar dalam perintah. Jadi wajar orang menganggap saya gila,” ungkapnya. Jika sedang berusaha untuk menolak, keadaan Bajang seperti orang gila. Ia berteriak ketakutan dan mengunci diri dalam kamar. Keluarganya kadang kewalahan menghadapi hal tersebut. Beruntung ia memiliki keluarga yang sangat peduli. Pengobatan dilakukan dengan berbagai cara. Dari yang supranatural, mistik hingga pengobatan medis semua dijalaninya. Beruntungnya lagi, Bajang lalu menemukan tambatan hatinya yang mau menerimanya apa adanya.
Setelah menikah inilah, ia terlihat lebih tenang dan suara-suara itu mulai jarang datang menghampirinya. Tampaknya karena ada yang menemaninya sepanjang waktu membuat ia tidak berada dalam keadaan sendirian dengan pikiran yang kosong. Ketika suara-suara itu datang, ia segera memberitahukan istrinya yang kemudian memberinya motivasi dan membimbingnya untuk bisa mengendalikan diri sesuai saran dokter. Dengan pengobatan dan kesabaran mereka berdua dalam menghadapinya, Bajang terus berangsur normal. Lima tahun dalam kondisi gangguan yang menyiksanya, kini Bajang yang telah dikarunia seorang anak itu dapat hidup dengan normal. Dengan sabar dan telaten, istrinya menemaninya di saat-saat sulitnya dan juga setia mengantarnya untuk kontrol dan mengambil obat ke rumah sakit jiwa. Intensitas berobatnya pun sudah sangat jarang. Bajang menjadi sehat karena ia selalu berpikir positif ditambah juga dengan tidak malu untuk berobat ke rumah sakit jiwa. Itulah yang ia yakini dalam pengobatan yang telah ia jalani ini. -Naniek I. Taufan
Jadikan Penimbangan Sentral Penangkaran Penyu Hijau Penyu hijau merupakan habitat yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan jumlah populasinya yang semakin menurun dan tidak semua daerah mempunyai potensi pengembangan penyu hijau. Di Buleleng, tepatnya di sepanjang pantai Penimbangan desa Baktiseraga merupakan wilayah yang memiliki potensi sebagai tempat penangkar penyu hijau. Hal tersebut disampaikan oleh Putu Dedy Yastika selaku koordinator “Save Penyu Penimbangan”. Pantai Penimbangan sendiri merupakan salah satu pantai dari beberapa pantai yang dimanfaatkan oleh habitat penyu sebagai tempat bertelur. Akan tetapi sering kali keberadaan penyu hijau diburu manusia untuk
dikonsumsi bahkan telur-telurnya dijamah oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Bahkan ia juga mengatakan dua tahun sebelum ia mengagas program “Save Penyu”, perdagangan telur penyu hijau secara illegal sering didengar. “Waktu itu ada seorang masyarakat yang kedapatan memiliki telur penyu, ketika ditanya mengatakan membelinya di pasar. Malam itu juga Diskanla melakukan sidak ke pasar yang dimaksud, ya karena ini dilarang mereka mainnya sembunyi-sembunyi,” ujarnya. Seringnya ada perburuan dan penjualan telur penyu, membuat ia berpikir bahwa penyu hijau patut dilestarikan. “Kita kan punya generasi ya setidaknya mereka harus tahu penyu hijau itu seperti apa. Jangan seperti penyu Belimbing yang saat ini memang sudah punah dan keberadaanya
hanya di Papua saja,” imbuhnya. Tergerak dari hal tersebutlah, pria yang akrab disapa Melor ini mulai menaruh perhatian yang besar terhadap kelestarian habitat penyu hijau asli Bali tersebut. Didukung berbagai musisi di Buleleng dan sejumlah komunitas pencinta lingkungan akhirnya menggulirkan program “Save Penyu”. “Banyak dukungan yang datang baik dari kelompok nelayan, teman-teman musisi bahkan media. Akhirnya didengar oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten datang ke tempat penangkaran,” pungkasnya. Penangkaran yang dilakukan dengan cara yang sederhana memang saat ini diakui oleh Melor mengalami kesulitan disebabkan oleh abrasi dan tingginya gelombang yang kadangkala menghanyutkan
Kawasan penangkaran penyu di Penimbangan
telur penyu dalam penangkaran. “Pemerintah kan melarang penangkaran secara buatan, jadi kami hanya menggunakan pagar pembatas untuk tempat yang digunakan penyu untuk bertelur,” paparnya. Hal ini membuat penetasan yang baik akan sangat bergantung kepada cuaca di pesisir. “Kalau gelombang pasang, telur-telur akan terendam air laut nah itu akan membuat sebagian telur membusuk,” tambahnya. Meskipun memiliki beberapa wilayah pantai yang potensi sebagai tempat penangkaran seperti Tejakula, Pantai Giri Mas Sangsit dan Pemuteran akan tetapi Melor akan memperjuangkan agar kawasan Pantai Penimbangan sebagai sentral dari penangkaran penyu hijau. Hal dikarenakan agar memudahkan proses pemantauan. “Saya dan teman-teman yang notabene adalah warga di sini semangat bergerak dan bergerak tetapi jika sentralnya di pantai bagian timur kan kami susah memantaunya,” ucapnya. Pria yang berasal dari dusun Galiran desa Baktiseraga ini juga sangat berharap habitat penyu hijau di Buleleng semakin membaik sehingga kawasan Penimbangan menjadi objek pariwisata terutama penyu hijau. “Biasanya di pantai
Putu Dedy Yastika
ini yang datang dari pagi sampai sore hanya di waktu libur saja, akan tetapi sekarang banyak yang datang untuk melihat langsung dan penasaran dengan penangkaran penyu hijau ini,” imbuhnya. Tahun ini pria kelahiran 22 Oktober 1986 tersebut bersama dengan rekan-rekannya akan menggelar sebuah event yang dinamakan “Penimbangan Save The Sea Turtle 2016”. Meskipun hanya mendapat dukungan secara moril dari pemerintah, akan tetapi Melor mengaku akan berusaha tetap menjalan program yang digagasnya. “Tahun ini pemerintah memang belum ada dana untuk event ini, namun tahun depan acara ini akan diagendakan sama seperti Buyan Lake Festival atau Lovina Festival,” tambahnya. -Wiwin
Segera mendaftar Gung Mas (08113884863) / Wiwik Yulandari (08113976363) Jln Kepundung 67A Denpasar, Tlp. 0361-225764 Gedung Pers K. Nadha, Jln. Kebo Iwa 63A Denpasar
6
Woman on Top
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
kehidupan sehari-hari. Saya menjadi lebih memaknai setiap hal yang saya jalani setiap harinya,” katanya.
Siapa orang yang tidak shock dan galau hatinya ketika dokter memvonis dirinya menderita kanker payudara, sebuah penyakit yang paling mematikan bagi kaum wanita. Tentu semua yang mengalami merasakan itu. Hanya saja ada yang terlarut dalam kesedihan dan merasa su lit bangkit, tapi ada juga mampu bangkit, tak mau berlama-lama dalam ke galauan.
S
alah satu yang mampu ‘move on’adalah Madelina Mutia, wanita tegar pendiri Komunitas Lovepink, sebuah wadah bagi para penderita kanker payudara maupun yang telah sembuh untuk saling berbagi dan melakukan aktivitas sosial bersama. “Ketika pertama membaca diagnose dari dokter bahwa saya positif kanker payudara, saya sempat gamang dan kuatir dengan masa depan saya. Namun, beruntung saya berada di lingkungan yang sangat suportif, baik suami, keluarga maupun teman.Dengan caranya masing-masing mereka menguatkan saya,” ungkap Muti, begitu namanya akrab disapa. Keluarga dan orang-orang dekat di sekeliling, ungkap wanita 48 tahun ini, berperan besar dalam membangun semangatnya untuk menjalani pengobatan. “Mereka tidak pernah menampakkan wajah sedihnya di hadapan saya, meski saya tahu kalau mereka tentunya khawatir. Mereka memperlakukan saya tidak seperti seseorang yang sakit dan tidak berdaya. Buat saya pribadi, hal ini menjadi penting, karena saya melihat bahwa mereka pun yakin saya akan baik-baik saja dan bisa sembuh. Saya tak mau mengecewakan mereka,” tambahnya. Di sisi lain yang menambah keyakinan juga semangatnya adalah dokter yang menangani. “Dokter meyakinkan saya bahwa kanker payudara bisa disembuhkan, terutama karena ‘stadium’ saya masih relative dini, 2B saat itu. Ini menjadi modal buat saya menjalani semua treatment dengan sabar, karena saya tahu saya bisa sembuh,” katanya. Namun begitu, semua yang dilaluinya tidak lah semudah berkata-kata. Boleh dibilang untuk mencapai kesembuhan seperti sekarang, Muti harus berjuang super keras untuk tetap teguh dalam keyakinan kesembuhan, berjuang
untuk tetap semangat juga berjuang untuk tetap berpikiran positif. Itu semua bukan hal mudah. Semua pun tahu bahwa menjalani pengobatan kanker sangat berat dan nyaris tak tertahankan oleh sebagian penderitanya. Saking beratnya, tak jarang menggoyahkan semangat dan keyakinan yang sebelumnya ada. Muti pun bukannya tidak pernah mengalami hal ini. Wanita yang diagnosa menderita kanker payudara pada 2010 ini, juga sempat mengalami keterpurukan, sebelum akhirnya bangkit kembali. Untuk bisa sembuh, tutur mantan karyawan Astra ini, ia harus menjalani pengangkatan tumor/sel kanker sekaligus dengan payudara kanan (mastektomi), dilanjutkan dengan delapan kali kemoterapi dan 25 kali radioterapi. “Tapi yang terberat saya rasakan adalah saat menjalani rangkaian kemoterapi,” katanya. Menjalani kemoterapi bagi Muti memang sungguh luar biasa dan nyaris tak tertahankan.Bahkan menurutnya, operasi pengangkatan payudara tidak lah seberat kemoterapi. “Mungkin karena saya sudah ikhlas (penggangkatan payudara) dan merasa sang tumor memang harus pergi dari tubuh saya dengan cara itu. Pun pasca operasi tidak sakit, juga tidak ada efek yang berat secara fisik,” papar sarjana psikologi Universitas Indonesia, ini. HARUS LUAR BIASA SABAR Menurutnya, kemoterapi terasa berat---setidaknya untuk dirinya--karena berbagai efek yang ditimbulkan, mulai dari rasa mual, lemah, lemas, indra perasa tidak berfungsi, tulang-tulang terasa sakit, dll. Bukan itu saja, efek psikologis juga sempat membuatnya galau, seperti misalnya, rambut kepala berguguran dan akhirnya menjadi botak. “Semua bulu di tubuh hilang lenyap. Bagi saya pribadi berpikir akan kehilangan rambut sempat membuat galau. Tapi keinginan untuk sembuh lebih besar dari rasa galau saya. Jadi saya siasati dengan menggunakan wig atau turban,” ungkap Muti yang menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan/ terapi-nya pada pertengahan 2011. Siklus kemoterapi, lanjutnya, biasanya tiga minggu. Ketika tubuh berangsur-angsur mulai membaik dari efek kemoterapi, sesi kemo dilanjutkan lagi. Begitu seterusnya sampai seluruh sesi kemo selesai dijalankan. Jadi memang, ucapnya, butuh kesabaran luar biasa pada periode ini. Tak heran, setangguh-tangguhnya Muti, dia juga sempat down dan nyaris putus asa saat menjalani itu. “Saat ke-
Madelina Mutia (kanan)
Pejuang Kanker Payudara
Madelina Mutia dan survivor lovepink sedang berkunjungan
moterapi ke-4 saya nyaris putus asa dan berniat tidak melanjutkan pengobatan,” tuturnya. Beruntung, Muti memiliki keluarga dan orang-orang dekat yang paham benar kondisinya, merekalah yang terus men-support dirinya untuk terus maju. Kini Muti sudah benar-benar terbebas dari penyakit mematikan itu. Secara perlahan ia pun bisa menjalani kehidupannya kembali secara normal. Sebenarnya, papar Muti, tidak ada yang berubah dalam cara dirinya berkegiatan. “ Yang berubah adalah cara pandangnya dalam menjalani
KOMUNITAS LOVEPINK Terkait Komunitas Lovepink, Muti bertutur, perkumpulan tersebut berdiri sesaat setelah dirinya juga rekannya, Shanti Persada, menyelesaikan pengobatan kanker. Muti dan Shanti bertemu saat sama-sama menjalani pengobatan kanker payudara. Dari pertemuan itu keduanya pun saling berbagi pengalaman juga saling menguatkan. “Saya senang memiliki teman ‘senasib’ yang juga merasakan hal yang saya rasakan saat itu. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya,” tuturnya. Dari sering bertemu dan berbagi inilah kemudian lahir gagasan untuk berbuat sesuatu untuk wanita lain yang juga memiliki pengalaman yang sama. Keduanya yakin bahwa banyak wanita yang memerlukan dukungan, informasi dan tips-tips dari mereka yang telah lebih dahulu menyelesaikan pengobatan kanker payudara. Intinya adalah keinginan berbagi dengan yang lain juga membantu menguatkan mereka yang tengah menjalani pengobatan. “Spirit berbagi ini yang akhirnya membuat saya dan Shanti memutuskan untuk mendirikan komunitas dengan nama‘Lovepink’, komunitas wanita yang peduli dengan kanker payudara dan memiliki pengalaman kanker payudara,” jelas Muti yang akhirnya mengundurkan diri dari tempatnya bekerja pada 2012 dan sepenuhnya berkegiatan di ‘Lovepink’. “Mereka yang baru terdiagnosa dan sedang mengalami masa-masa sangat bingung, gundah, tidak percaya diri, dll, biasanya akan berbalik menjadi lebih positif saat melihat kami bisa mengatasi keadaan yang mirip dengan yang baru mereka alami seperti saat terdiagnosa kanker, menjalani kemoterapi,dll,” lanjutnya. Tahun 2014, katanya, komunitas ‘Lovepink’ dilegalkan dalam bentuk yayasan dengan nama ‘Yayasan Daya Dara Indonesia’ dengan ketua, Samantha Barbara. Misinya, mendampingi sesama wanita dengan kanker payudara dan edukasi tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara. Sampai sejauh ini Lovepink telah mendampingi setidaknya lebih dari 450 wanita dan melakukan edukasi/sosialisasi ke lebih dari 300 group/komunitas/ perusahaan. Lovepink, katanya, terus berkembang dan kini telah ada di berbagai daerah di antaranya; Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Pontianak, Balikpapan, juga Makassar. Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari sosialisasi, hingga acara jalan santai ‘Jakarta Goes Pink’ yakni kegiatan untuk memberi dukungan kepada para warrior dan survivor kanker payudara serta menyerukan pentingnya deteksi dini. Mutia berpesan, bagi mereka yang dikaruniai dengan kesehatan, jaga hidup Anda, jangan menjadi lalai untuk juga menjaga kesehatan. Kanker payudara tidak bisa dihindari, namun bisa dideteksi dini.Jangan takut untuk melakukan deteksi dini. Bagi wanita di atas usia 40 tahunl akukan pemeriksaan/tesmamografi setahun sekali. Setiap wanita, katanya,juga wajib melakukan SADARI (Periksa payudara sendiri) sebagai salah satu langkah deteksi dini, pada hari ke 7 – 10 setelah awal menstruasi. Bagi mereka yang juga terdiagnosa kanker payudara, jangan pernah putus harapan.“Menjalani rangkaian pengobatan/ terapi untuk sembuh memang tidak nyaman, namun itulah cara kita menjadi sehat kembali. Jangan pernah berpikir untuk menjalani pengobatan alternatif. Pengobatan medis yang sudah melalui berbagai riset/ penelitian, adalah cara terbaik saat ini untuk terbebas dari kanker payudara,” kata Muti menutup pembicaraan.-Diana Runtu
Mengoleksi dan membudidayakan ikan hias oleh se bagian orang mung kin dipandang se belah mata. Tak de mikian bagi orang lain, karena usaha ini bisa mendatangkan keuntun gan yang jadi sumber peng hidupan.
P
aling tidak, itulah yang dialami dan ditekuni sejumlah pengusaha di Pasar Ikan Hias yang berlokasi di Jalan Gunung Sari Surabaya. Pasar ikan ini berawal dari pedagang ikan yang berjualan di emperan
Pasar Ikan Hias Surabaya
Buka Nonstop Rabu dan Sabtu sepanjang Jalan Gunung Sari dan Irian Barat. Kemudian mereka direlokasi ke sentral pasar ikan Gunung Sari yang kini terdapat 150 stand. Pasar ikan yang digagas pada era walikota Bambang DH ter
sebut, bertujuan merelokasi dan menata kembali pedagang yang berjualan di pinggir jalan agar lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas jalan raya. Abah Waras, salah seorang pengelola ikan hias di kawasan
Bisnis Bunga Beromzet Jutaan Rupiah Kayon dikenal sebagai tempat membeli bunga untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI). Mulai karangan bunga untuk ucapan selamat dan sukses atas diresmikannya sebuah kantor bank maupun tanaman bunga hidup seperti, mawar, anggrek, teratai, kembang tulip, bunga sedap malam dan sebagainya. Harganya pun tak terlalu mahal dan siap diantar ke tempat tujuan. Bagi yang belum pernah ke pasar bunga Kayon, sangat mudah untuk mencarinya. Selain berada di pusat kota Surabaya yang penuh dengan perkantoran dan pertokoan, pasar Kayon berdekatan dengan pasar induk sayuran dan buahan untuk berbelanja saat malam hari. Juga terbentang sebuah Kali Mas, sehingga sangat mudah untuk mengenalinya. Konsumen pun datang dari berbagai daerah termasuk Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada yang beli untuk digunakan sendiri, tetapi tidak sedikit yang
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
memborong secara partai untuk dijualnya kembali. “Di pasar ini tidak hanya menjual kembang saja, tetapi ada yang jual pot plastik hingga pot besar yang terbuat dari semen,” kata Prayoga, seorang pemilik toko bunga. Pria paruh baya ini, menjual karangan bunga beraneka macam. Dia pun dibantu dengan tim marketing yang andal sehingga dapat
bertahan 25 tahun di Pasar Kayon yang terkenal itu. Saat Prayoga masih kecil, toko bunga Kayun sangat sepi dan hanya ada 5 toko. Tentang omzet, Prayoga, menjelaskan, dahulu hanya mendapat keuntungan Rp 1,5 juta per bulan. Tetapi kini keuntungan rata-rata yang diraih sekitar Rp 10 juta. ‘’Itupun tergantung pemesanan,’’ ujar Prayoga -Wulandia Widya Sari
itu, mengatakan lokasi ini bukan hanya terbesar di Surabaya, tetapi juga Indonesia. Karena pasar ikan hias yang semacam ini tidak terdapat di kota-kota lain. Lelaki yang biasa disapa Abah ini mengatakan, pasar ini tersedia berbagai macam ikan hias, seperti koki, koi, ikan mas, sampai arwana. Harganya-pun bervariasi mulai Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per ekor. “Pengunjung yang datang ke pasar, tak akan kecewa karena semua yang dicari ada disini,” ujar lelaki tambun yang sering memakai kopiah saat berdagang
19
ini. Pasar Ikan Gunung Sari, dikelola dibawah pengawasan dan pembinaan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Surabaya. Karena itu, keamanan dan kenyamanan pengunjung pasti terjamin. Jam buka pasar pada hari biasa mulai pukul 06.00 hingga pukul 23.00. Khusus Rabu dan Sabtu buka nonstop 24 jam karena hari pasaran yang merupakan berkumpulnya para grosir ikan yang berasal beberapa kota, diantaranya, Kediri, Tulungagung, Pare, dan Blitar serta tengkulak yang berasal dari Madura, Jember, dan Probolinggo. Pada hari pasaran pengunjungnya membludak hingga mencapai ribuan orang sedangkan pada hari biasa rata-rata sekitar 300 hingga 500 orang. Pengunjung yang datang bukan hanya berasal dari Surabaya, tetapi ada juga yang berasal dari luar kota. Kendala yang dihadapi pihak pengelola adalah masalah kesadaran pengunjung terhadap kebersihan pasar dan lahan parkir yang relatif cukup sempit. Abah Waras juga menyarankan kepada para pedagang untuk selalu bersaing secara sehat dalam berdagang. “Yang harus ditingkatkan dan dibenahi bukan sarana parkir saja tetapi pelayanan yang diberikan kepada pedagang dan pelanggan,” sarannya. -Gifta Mei Safira
20
Nine
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
TP PKK NTB dan BKOW NTB Selenggarakan Tadarus Al Quran
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Aktivitas DCC Student Exchange Program
Memasuki bulan Ramadan tahun 2016, berbagai kegiatan keagamaan digelar oleh umat muslim di Nusa Tenggara Barat. Tidak ketinggalan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB dan organisasi-organisasi wanita Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam BKOW NTB, menyelenggarakan Tadarus Al Quran guna mengisi bulan Ramadhan ini dengan kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan Iman dan taqwa kaum perempuan serta generasi penerus di NTB.
K
egiatan tadarus Al Quran yang diselenggarakan oleh TP PKK NTB yang bekerjasama dengan BKOW provinsi NTB ini berlangsung mulai tanggal 9 hingga 15 Juni 2016, di Pandopo Gubernur NTB. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai salah satu wujud pendidikan dan peningkatan keagamaan di bulan suci Ramadan tahun ini. Karena Tadarus merupakan kegiatan untuk saling
mempelajari Al-Quran. Dimana seorang membaca dan yang lain mendengar dan memerhati bacaannya. Setelah ia selesai membaca, akan di sambung pula oleh orang lain lagi dalam kesempatan yang sama. Tadarus yang berasal dari kata darosa-yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Lalu kemudian mendapat tambahan huruf ta’ di depannya sehingga menjadi kata
tadaarosa-yatadaarosu, yang kemudian menambah maknanya menjadi saling belajar atau mempelajari secara lebih mendalam. Hal inilah yang kini tengah diperdalam oleh kaum wanita muslimah di NTB yang tergabung dalam PKK dan BKOW dengan menggelar kegiatan tadarus seperti ini. Selain membaca dan mempelajari Al Quran untuk meningkatkan pemahaman membaca Al Quran yang dilakukan setiap bulan suci Ramadan ini, PKK dan BKOW NTB, selalu menyelenggarakan kegiatan tersebut, sekaligus sebagai wadah silaturrahim antar organisasi wanita di NTB. Kegiatan ini menargetkan khatam (tamat) membaca 30 Juz Al Quran. “Targetnya, dalam waktu sepuluh hari ke depan,
peserta tadarus dapat mengkhatamkan 30 juz. Setiap hari, membaca tiga juz,” ungkap Hj. Muhsinatun. Sementara itu, Wakil Ketua I PKK NTB yang juga Ketua BKOW Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin menyampaikan bahwa banyak sekali hikmah yang dapat diperoleh ketika membaca Al Quran, apalagi selama bulan suci Ramadan. “Dengan melakukan tadarus, kita bisa saling kenal mengenal. Juga saling mengevaluasi kekurangan kita, walaupun kita masih kurang lancar membaca Al Quran. Harapannya, ke depan bisa mengikuti kegiatan ini sampai akhir, untuk terus meningkatkan pemahaman dalam membaca Al Quran,” katanya. Istri Wakil Gubernur NTB
tersebut juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk membersihkan hati serta menjauhkan diri dari sifat iri hati dan dengki kepada sesama. Menurutnya, kebaikan seseorang akan dibalas kebaikan bahkan akan terus dikenang sepanjang hayat seseorang. “Jika seseorang selalu menebar kebencian, maka tentu tidak akan dikenang kehidupannya melaikan bahkan cenderung dijauhi,” ujarnya. Untuk itu, ia berharap agar antar sesama manusia khususnya organisasi wanita di NTB untuk saling mengahargai, saling terbuka dan menebar kebaikan dalam hidup. “Kalau kita datang dengan hati yang tulus, Allah akan mencatat ini sebagai amalan yang mendapat pahala yang berlipat,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
Siswa DCC diterima oleh Principal Ironside School tahun 2014
Siswa DCC menikmati liburan di Movie World tahun 2014
Siswa DCC bersama siswa Ironside School pada tahun 2015
Siswa bersama Kepsek SD DCC di Ironside School tahun 2012
Rombongan SD DCC menikmati suasana Opera House Sydney 2016
Siswa DCC di tengah-tengah siswa Ironside School tahun 2016
Siswa SD DCC bermain bersama kangguru di Australia
Deputy Principal Ironside School berkunjung ke DCC
Kurangi Konsumsi Perbanyak Sedekah
Seperti sebelumnya, menjelang dan memasuki bulan puasa, harga-harga kebutuhan pokok merangkak naik. Hal yang selalu terjadi tiap tahin ini menjadi keluhan bagi ibu-ibu rumah tangga termasuk di Mataram. Di beberapa pasar tradisional, tidak jarang para ibu yang notabene sebagai manajer “dapur” dalam rumah tangga ini, terdengar mengeluh karena kenaikan harga
bahan pokok makanan. Indirati (40) dan Rukmini (35), dua ibu rumah tangga asal Mataram ini sempat mendiskusikan soal kenaikan harga, terutama daging tersebut saat berbelanja di pasar Kebon Roek Ampenan. Mereka berdua akhirnya memilih untuk selektif berbelanja. “Yah mau bagaimana lagi, saya harus mulai selektif dalam berbelanja kebutuhan dapur,” ujar Rukmini.
Jika Rukmini selektif makan Indirati mengurangi porsi belanjanya untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan keluarganya. “Saya kurangi membeli camilan-camilan, hanya fokus pada kebutuhan utama dulu selama harga sedang tinggi sekarang,” ungkp Indirati. Naiknya harga-harga saat ini sesungguhnya tidak membuat pemerintah tinggal diam. Demi memastikan harga tersebut, Sekda NTB yang baru beberapa waktu dilantik, H. Rosiady Sayuti, melakukan sidak kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Ia turun meninjau langsung pasar tradisional untuk memastikan stabilitas harga beberapa komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat. Memang ditemukan beberapa kebutuhan pokok bergerak naik. “Kami menemukan, ada beberapa komoditas seperti cabe, cabe rawit, gula dan bawang yang harganya merangkak naik,” ungkap Sekda yang ditemani beberapa SKPD terkait, seperti
Sidak harga kebutuhan pokok dilakukan Sekda NTB
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan saat meninjau pasar Kebun Roek Ampenan Kota Mataram, beberapa waktu lalu. Selain Kepala SKPD terkait, Sekda juga didampingi Asisten II, H. Lalu Gita Aryadi dan Kepala Biro Humas, H. Yusron Hadi serta Karo Perekonomian H Manggaukang Rabbah. Untuk menyikapi beberapa komoditas yang harganya bergerak naik, Sekda ini akan segera melakukan koordinasi dengan beberapa SKPD terkait. Setelah itu, akan dilakukan beberapa langkah strategis untuk mengendalikan
harga-harga tersebut, seperti operasi pasar yang akan dilakukan di hari kedua bulan puasa. “Bapak Gubernur berpesan kapada saya untuk disampaikan ke masyarakat, kurangi konsumsi dan perbanyak sedekah. Kalau masyarakat mengurangi konsumsi, artinya kebutuhan akan berkurang sehingga harga akan stabil bahkan cenderung menurun,” ujarnya. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga kadar kebutuhan setiap hari, bahkan kalau bisa dikurangi untuk menghindari lonjakan harga. -Naniek I. Taufan
5
4
Mandalika
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Denpasar Children Centre
Student Exchange Program ke Australia Tiap Tahun M
empunyai anak yang cerdas, mandiri disertai berbudi luhur tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Anak cerdas secara intelektual saja belumlah cukup. Perlu diimbangi dengan kecerdasan lain, seperti kecerdasan sosial-emosional, kemampuan berkomunikasi serta kemandirian anak. Berbagai program dilaksanakan oleh Denpasar Cildren Centre (DCC) untuk menstimulasi kecerdasan dan kemandirian anak secara tepat dan terarah sejak usia dini sehingga anak-anak DCC akhirnya mampu mengoptimalkan potensi kecerdasannya, kemandirian dan kemampuan berkomunikasi mereka. Kecerdasan intelektual diasah melalui proses pembelajaran yang berkualitas dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Begitu pula dengan potensi kecerdasan sosial-emosional, kemampuan berkomunikasi dan kemandirian anak dioptimalkan dengan berbagai program, diantaranya ”Pentas Cilik DCC” dan ”Student Exchange Program ke Australia” yang dilakukan setiap tahun pada bulan Mei. ”Student Exchange Program ke Australia” tidak hanya mengasah potensi kecerdasan sosial-emosional, kemampuan berkomunikasi dan kemandirian anak, namun menjadi-
kan siswa DCC memiliki wawasan internasional. Ketua Yayasan DCC, Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. menambahkan bahwa siswa DCC dipersiapkan dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik sehingga siap mengikuti Students Exchange Program ke Australia. Sekolah yang dituju selama ini adalah Ironside State School di Brisbane, Australia yang merupakan primary school terbaik di Australia. Setiap siswa kelas 5 SD DCC diberikan kesempatan untuk mengikuti Students Exchange Program ke Australia. Di Ironside State School, siswa DCC akan mengikuti pelajaran di kelas seperti siswa-siswa lainnya. Di sinilah kesempatan mereka mempraktikkan kemampuan bahasa Inggrisnya, juga menimba Siswa DCC bersama siswa Ironside School ilmu dan pengetahuan pada tahun 2010
Siswa DCC bersama aktor Scoobydoo di Movie World tahun 2013
yang lebih luas serta merasakan pengalaman belajar dengan model pendidikan Australia, sehingga siswa DCC memiliki wawasan internasional. Tentunya tak ketinggalan juga sambil menikmatil liburan di Goldcoast dengan pantainya yang sangat indah dan dilengkapi dengan berbagai theme parks yang sangat digemari anak-anak. Mereka juga menikmati keramaian kota Sydney yang terkenal dengan Opera House dan Darling Harbour. Pengalaman siswa DCC selama di Australia diperkaya dengan pengetahuan flora dan fauna unik Australia yang sangat terkenal, yaitu kangguru dan koala. Mereka berkesempatan untuk bercengkerama dengan kangguru dan koala di Kebun Binatang ”Currumbin Sanctuary Park”, di Gold Coast. Kehidupan di bawah laut juga menjadi objek yang dipelajari oleh siswa DCC di Sydney Aquarium. Berbagai jenis ikan dan satwa laut dapat dilihat secara jelas dan dekat dengan berjalan-jalan di bawah air. Berbagai jenis hiu dengan ukuran cukup besar bersliweran dalam
jarak yang sangat dekat. Hal ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan meningkatkan wawasan mereka. Selanjutnya, pengalaman ini dapat memberi motivasi kepada anak untuk berprestasi lebih baik pada jenjang pendidikan selanjutnya. Kegiatan Students Exchange Program ini dilaksanakan pertama kali pada tahun 2009 silam. Tahun 2016 ini adalah kegiatan yang ke-8 (delapan) kalinya. Selama ini kegiatan Students Exchange Program DCC telah berjalan dengan sangat baik karena dukungan dari orangtua siswa dan pihak Yayasan DCC. Setiap keberangkatan siswa SD DCC ke Australia selalu ditemani oleh seorang guru sebagai pendamping siswa. Secara bergiliran para guru mendapat kesempatan berkunjung
ke Australia dengan biaya dari Yayasan DCC. Direktur DCC, Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., PhD. yang baru saja memperoleh dua gelar S3 (doktor) pada program Double Degree Indonesia Perancis di Sorbonne University Paris-1, Perancis dan dari Universitas Udayana Bali menambahkan bahwa selama siswa DCC berada di Australia, mereka belajar bagaimana bersosialisasi yang nyaman dengan lingkungan asing. Hal ini sangat bermanfaat bagi siswa terhadap pemahaman berbagai perspektif budaya dan masyarakat yang berbeda. Sebab, di sana mereka berbaur dan juga belajar budaya setempat yang pastinya akan menjadi kenangan yang bukan saja indah tapi juga berkesan. - ard
MENERIMA SISWA BARU, TEMPAT TERBATAS SD CERDAS MANDIRI DENPASAR CHILDREN CENTRE Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725
Rombongan DCC menikmati liburan di Sydney tahun 2013
21
NTB Raih Predikat WTP
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, kembali memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap pengelolaan keuangan dan asset di Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2015. Ini artinya NTB telah lima berturut-turut meraih untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK tersebut.
B
erdasarkan kesesuaian akuntansi pemerintah, kecukupan pengungkapan, kepatuhan kepada perundang-undangan dan efektifitas sistem pengendalian intel, hasil pemeriksaan BPK RI Provinsi NTB, BPK memberikan Opini WTP untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut kepada Pemerintah Provinsi NTB dari tahun anggaran 2011, 2012, 2013, 2014, dan tahun 2015. “Penyerahan LHP ini akan jadi barometer ke depan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja aparatur pemerintah dalam mengelola pemerintah dalam mengelola keuangan pemerintah NTB yang transparan dan akuntabel”, ungkap Wakil Ketua DPRD
Students Exchange Program DCC ke Australia yang pertama tahun 2009
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
NTB, TGH. Mahali Fikri. Menurut Dr. Agus Joko Pramono, Anggota II BPK RI, menjelaskan bahwa Opini BPK dalam melakukan pemeriksaan tidak dirancang untuk mengetahui apakah ada penggelapan, penyalahgunaan kewenanangan ataupun pemalsuan di dalamnya, melainkan dirancang semata-mata untuk menilai apakah laporan keuangan tersebut wajar atau tidak wajar atau ada hal-hal yang dikecualikan dibandingkan dengan standar pelaporan dan pendefinisian ini didasarkan pada pemahaman akuntansi yang menyeluruh. Predikat ini tidaklah membuat Pemerintah Daerah NTB merasa telah mencapai puncak dalam hal menata keuangan daerah melainkan akan dijadikan pemacu
Gubernur NTB menerima LHP dari BPK RI dengan predikat WTP untuk kelima kalinya
semangat untuk ikhtiar-ikhtiar selanjutnya. “Opini Wajar Tanpa Pengecualian bukanlah akhir ikhtiar dalam menata keuangan daerah kita, justru merupakan langkah awal. Langkah awal ini tidak akan besar artinya kecuali diikuti dengan langkah-langkah nyata,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ketika menerima penyerahan LHP BPK RI dari Anggota II BPK RI, Dr. Agus Joko Pramono, pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD NTB dalam
rangka Penyerahan LHP BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran. Penyerahan LHP yang dilakukan di Ruang Sidang Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan anggota DPRD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) NTB 2015, beberapa waktu lalu di Mataram. Penekanan yang paling utama yang dikatakan gubernur adalah
bagaimana pelaksanaan keuangan daerah itu memiliki manfaat yang nyata untuk masyarakat. Karena jika hanya mendapat Opini WTP saja namun kinerja riil yang dirasakan oleh masyarakat tidak meningkat, maka tidak akan banyak manfaatnya bagi masyarakat. Dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak dengan tetap menjaga profesionalitas, independensi dan integritas yang berlanjut untuk kemajuan NTB secara keseluruhan. -Naniek I. Taufan
Pertumbuhan Ekonomi NTB Terbaik se-Indonesia
Umat muslim di Kota Mataram berbondong-bondong menghadiri Salat Isya dan Taraweh di Masjid Raya Attaqwa Mataram pada Hari Jumat, 10 Juni 2016 lalu, bersama dengan Presiden RI Jokowi yang tengah melakukan kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Barat. Per-
tumbuhan ekonomi NTB yang dinilai baik menjadi menjadi sorotan Presiden RI. Bagaimana tidak, pertumbuhan ekonomi NTB pada kwartal pertama tahun 2016 merupakan yang terbaik se-Indonesia dengan angka 9,9%. Menurut Jokowi, untuk
mencapai angka pertumbuhan hampir 10% ini, dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam suatu daerah. Pertumbuhan ini dinilai sangat tinggi. Karena di tingkat dunia pertumbuhan 3,3% dan secara nasional hanya 4,9%. Usai pelaksanaan Shalat Isya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa salah satu sebutan bulan Ramadan adalah bulan kerja atau bulan beraktivitas. Kedatangan Presiden ke NTB kali ini menurut Gubernur merupakan teladan bagi seluruh umat Islam di NTB untuk tetap produktif dan memiliki semangat tinggi dalam berkontribusi dalam membangun daerah selama bulan Ramadan. “Beliau (presiden) mencontohkan pada bulan Ramadan dari pagi terus berkeliling hingga ke penjuru republik ini dan terus bekerja dalam ber-
puasa,” ungkap Majdi dalam ceramah singkatnya. Gubernur juga menambakan kegiatan Presiden Jokowi sebelumnya pada tanggal 29 April di Kota Bima adalah meresmikan pasar Amahami dan tujuan pertama kunjungan kerjanya pada hari ini langsung menuju ke Masjid. Ini mengingatkan akan kisah Nabi Muhammad SAW yang hijrah ke Madinah dan langsung membangun Masjid dan membangun pasar. “Ini juga
Presiden Joko Widodo melakukan Salat Isya dan Taraweh bersama masyarakat di Masjid Raya At Taqwa Kota Mataram dalam kunjungan kerjanya ke NTB
tentu mengingatkan kepada kita semua terhadap apa yang dulu pertama-tama yang dilakukan Rasulullah SAW ketika beliau berhijrah dari Mekkah ke Madinah yaitu dua hal yang pertama kali dibangun oleh rasul adalah membangun Masjid Madinah dan pasar di Kota Madinah” katanya. Kunjungan kerja Jokowi yang sudah tiga kali datang ke NTB ini, yakni meninjau langsung progres pembangunan PLTU Jeranjang yang memilki daya 2 x25 MW, karena sampai saat ini listrik merupakan keluhan yang masih terjadi di setiap kabupaten/kota yang ia kunjungi . “Moga nantinya dengan tambahan listrik 2x25 MW dapat menambah kapasitas dan anak-anak pada malam hari dapat belajar dengan baik serta usaha-usaha kecil, mikro yang ada di kampung dan desa juga dapat bergerak dengan baik karena listriknya tersedia,” ujar Jokowi. -Naniek I. Taufan Foto-foto: Humas Pemprov. NTB
22
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Kondisi udara di Jakarta kian memprihatinkan. Begitu yang dirasakan sebagian masyarakat. Tak heran kalau sekarang semakin banyak masyarakat yang bepergian dengan kendaraan umum mengenakan masker. Kalau dulu kita sering melihat orang berjalan kaki atau berada di tempat umum memakai masker karena, mungkin sedang flu dan batuk. Tapi kini tidak lagi, mereka yang sehat pun ketika berada di ruang publik, apalagi berjalan di trotoar atau berdiri di halte bus, bahkan di dalam bus, tetap memakai masker lantaran polusi udara yang tinggi.
Mendambakan Udara Sehat di Jakarta
P
eringatan tentang meningkatnya polusi udara di Asia Tenggara juga disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terbarunya yang dilansir baru-baru ini. Menurut WHO, polusi udara di dua pertiga kota di wilayah Asia Tenggara meningkat 5%. “Ini harus menjadi prioritas kesehatan di negara-negara WHO kawasan Asia Tenggara untuk mencegah risiko kesehatan miliaran orang,” demikian kata Dr Poonam Khetrapal Singh, Regional Director for South East Asia, melalui siaran pers. Menurutnya, pemantauan kualitas udara merupakan langkah penting untuk mengambil tindakan korektif. “Sembilan dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara memiliki data kualitas udara dalam laporan global, dan India memiliki data
Sejak diluncurkannya program “Yuk Nabung Lot” untuk kepemilikan unit Atta Labeji Villas di Ubud Bali, masyarakat Bali khususnya sangat antusias menyambutnya. Apa yang menjadi kendala mereka selama ini, terjawab sudah. Hanya dengan menyisihkan uang mulai Rp 1 juta tiap bulannya, mereka sudah bisa memiliki villa di Ubud. Hal ini diungkapkan tim marketing Atta Labeji Villas, Made Sulistiawati, saat ditemui di Kantor BOS Land pekan lalu.
Made Lina Sulistiawati
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
YUK NABUNG LOT
Di Atta Labeji Villas Ubud Bali HANYA 12 juta BISA PUNYA ATTA LABEJI VILLAS DI UBUD BALI
I
Kabut tipis meliputi Jakarta akibat polusi udara
Junaedi
Sosialita
dari 122 kota,” ujarnya. Ditambahkannya, dampak polusi udara mencakup stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru dan penyakit pernafasan akut. Secara global, pada 2012 polusi udara di perkotaan diperkirakan telah menyebabkan 2,7 juta kematian, sepertiganya terjadi di wilayah Asia Tenggara. “Transportasi, pembangkit listrik, pembakaran biomassa dan debu ambien merupakan kontributor utama partikulat polusi udara,” katanya. Di perkotaan, emisi kendaraan merupakan pertimbangan pentung, terutama bagi penduduk yang tinggal di dekat jalan. Masalah polusi udara, hanya dapat diatasi melalui kerjasama multisektoral. Lalu bagaimana Jakarta? Memang jika melihat data kualitas udara Jakarta saat ini, belum lah sampai pada tahap tidak sehat atau berbahaya. Namun jika kondisi yang menjadi pemicu tingginya polusi udara tidak ditangani serius, bukan tak mungkin Jakarta kembali menjadi kota paling polusi di Indonesia atau menjadi salah satu kota yang kualitas udaranya terburuk di dunia. Data BPLH DKI Jakarta menyebutkan bahwa tingkat polusi udara di Jakarta masih dalam batas aman. Hal tersebut sesuai hasil pemantauan alat BPLH DKI Jakarta. Mereka yang merasakan peningkatan polusi hanya lah mereka yang berada di daerahdaerah tertentu kawasan padat polusi. Meski demikian, peningkatan itu pun tetap masih di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan oleh peraturan gubernur. Kondisi kualitas udara Jakarta juga dapat dipantau masyarakat lewat website menlhk.go.id. Dalam data terbaru
yang dilansir situs tersebut dikatakan, nilai Index Standar Pencemaran Udara (ISPU) empat kota Jakarta (Utara, Timur, Barat, Selatan) per 8 Juni 2016, berada dalam kategori sedang. Sedangkan Jakarta Pusat masuk kategori baik. ‘Prestasi’ Jakarta Pusat tidak mengejutkan karena wilayah ini telah kerap mendapat penilaian kualitas udara terbaik se-Indonesia. Sementara untuk Jakarta Utara, hasil ini merupakan sebuah kemajuan karena pada 2014 lalu Jakarta Utara dinobatkan sebagai kota paling polusi se-Indonesia. Tentu saja hasil ini masih akan berubah sesuai dengan kondisi yang ada. Tapi setidaknya warga Jakarta yang nantinya tidak mudik Lebaran pada Juli mendatang, akan merasakan kualitas udara jauh lebih baik lantaran para pemilik kendaraan akan mudik Lebaran ke kampung halamannya. Diperkirakan polusi udara akan berkurang sekitar 30-40% pada masa itu. TRANSPORTASI PENYUMBANG POLUSI TERBESAR Dalam berbagai hasil riset disebutkan kalau kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta, baik itu kendaraan pribadi, motor maupun angkutan umum. Kondisi ini semakin diperburuk dengan banyak angkutan umum di Jakarta yang masih buruk. Berdasarkan data 2014, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta 17,5 juta unit, 13 juta di antaranya adalah kendaraan roda dua. Sedang mobil barang mencapai 673,6 ribu dan bus 362 ribu, kendaraan khusus 137,8 ribu. Jumlah tersebut, berdasarkan data dari
Asap buangan kendaraan bermotor sumbangan terbesar polusi di Jakarta
foto national geographic
a mengatakan, program “Yuk Nabung Lot” yang dikonsep Made Robert, Founder Mesari Land & Direktur Utama BOS Land ini, sangat tepat dilemparkan ke masyarakat. “Dengan program baru ini, semua orang bisa menjadi investor/pemilik villa dan mendapatkan benefit lainnya. Dengan program “Yuk Nabung Lot”, masyarakat yang d u l u terk-
Atta Labeji Villas
endala membeli lot karena harus membayar cash, kini bisa mem-
bayar bertahap selama 1 tahun dengan jalan menyimpan di KSP Silamukti,” ujarnya. Program ini dijelaskan Made Robert, merupakan kolaborasi antara menyimpan dan berinvestasi dengan mendapatkan kemudahan-kemudahan. Dengan program “Yuk Nabung Lot” ini, mereka mendapatkan keuntungan ganda. Pertama, sebagai nasabah koperasi, mereka mendapatkan bunga simpanan dan benefit lainnya. “Jadi, mereka tak sekadar nabung lot. Mereka juga mendapatkan pengembangan bunga simpanan di KSP Silamukti, koperasi yang kami ajak bekerjasama, yang sama-sama berbasis kerakyatan,” imbuh Ni Made Ayu Dewi Saraswati,
Komisaris Utama BOS Land. Kedua, mereka dapat meng-keep harga lot dan bisa mendapatkan benefitnya. Made Robert mengungkapkan, tantangan terbesarnya adalah mencari solusi. Karena bisnisnya adalah membantu seluruh lapisan masyarakat agar bisa menjadi investor. “Jadi kini masyarakat tak ada alasan lagi untuk tidak menjadi investor,” tegasnya. Made Ayu mengilustrasikan, dengan harga 1 lot Atta Labeji Villas, Rp 12 juta, masyarakat yang berminat bisa menabung minimal Rp 1 juta tiap bulan selama setahun. Demikian halnya jika ingin membeli 10 lot, maka mereka harus menabung Rp 10 juta per bulan. “Benefit dari koperasi
3
murni untuk si penyimpan,” ucapnya. Dengan tegas, Made Robert mengatakan, bahwa investasi sangat penting untuk kebebasan finansial ke depan, membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Dan tentunya, siapa pun pasti ingin menikmati hari tua tanpa harus pusing dengan urusan finansial. Solusinya hanya satu, berinvestasilah di tempat yang aman yaitu di Atta Labeji Villas mulai sekarang. 100% Uang Kembali Dengan ikut program “Yuk Nabung Lot” yang pembayarannya lunas dalam 1 tahun, para investor tetap mendapatkan benefit lainnya. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-11. “Perbedaannya dengan yang langsung melunasi Rp 12 juta per lot nya, uang pembelian lotnya dikembalikan di tahun ke-10, dan langsung dapat free menginap di Atta Mesari Villas,” jelas Made Ayu. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. –ten
Langsung Dapat HASIL Langsung Bisa MENGINAP Bukan DP & Langsung LUNAS Stasiun pemantau udara Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mengalami peningkatan hingga 12% setiap tahunnya atau per-hari bertambah 5.500-6000 unit, dengan penambahan terbesar adalah sepeda motor yakni antara 4000-4.500 unit per-hari. Dengan kondisi demikian maka tak heran kalau disebutkan bahwa kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta. Belum lagi jika terjadi kemacetan lalu lintas yang selalu terjadi di Ibukota bahkan belakangan ini semakin parah akibat dihapusnya program Three in One. Pemda DKI Jakarta sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kondisi yang ada. Apalagi Jakarta yang merupakan Ibukota selalu mendapat sorotan dari berbagai pihak. Setidaknya berbagai aksi nyata dilakukan, selain menambah ruang terbuka hijau (RTH) lewat pembangunan taman-taman, juga gencar melakukan uji emisi kendaraan baik kendaraan umum, kendaraan pemerintah maupun kendaraan pribadi. Salah satunya yang dilakukan di wilayah Jakarta Timur yang menggelar uji emisi kendaraan bermotor gratis. Adapun kategori ambang batas emisi kendaraan berbahan bakar bensin yaitu, kendaraan di bawah tahun 2007, hidrocarbon (HC) tidak boleh di atas 700 ppm, dan carbon monoksida (CO) tidak boleh lebih dari 3%. Sedangkan untuk kendaraan di atas tahun 2007, kadar HC tidak boleh di atas 200 ppm dan CO tidak boleh lebih dari 1,5%. Sedangkan untuk kategori ken daraan bahan bakar solar dengan tahun pembuatan di bawah 2010, opasitas emisi kendaraan tidak boleh lebih dari 50%. Sedang kendaraan di
atas tahun 2010, opasitas tidak boleh lebih dari 40%. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) DKI Jakarta, Junaedi, persoalan terberat dalam penanganan emisi gas rumah kaca di Jakarta adalah pada sektor transportasi atau kendaraan bermotor. Data BPLHD Jakarta menyebutkan, sebanyak 43 juta ton karbon dioksida dihasilkan imbas emisi gas rumah kaca. “Dari jumlah tersebut, yang terbesar dari sektor transportasi yaitu 44,89%,” ungkap Junaedi. Selain itu sektor listrik juga menyumpang cukup besar yakni 40,74%, industri 5,17%, sampah 5,06%, rumah tangga 4,10%, dan limbah cair sekitar 0,03%. Jumlah emisi gas buangan, menurutnya, dipresdiksi terus mengalami peningkatan lantaran jumlah kendaraan bermotor terus bertambah setiap saat. “Transportasi sangat kompleks penanganannya antara lain karena pertumbuhannya terus meningkat setiap tahun. Sektor ini paling sulit penanganannya,” tambah Junaedi yang hampir tujuh bulan menjadi Kelapa BPLH DKI Jakarta. Menurut mantan Sekretaris Dewan Pengurus Korpri DKI Jakarta ini, untuk menurunkan emisi gas rumah kaca berbagai cara dilakukan, di antaranya penambahan RTH juga perbaikan layanan moda transportasi umum sehingga masyarakat menjadi lebih suka dan nyaman naik angkutan umum. Juga, digencarkannya uji emisi kendaraan bermotor di setiap wilayah Jakarta. Tujuannya untuk memperoleh data akurat mengenai emoso di masingmasing wilayah kota Jakarta. “Pemda DKI Jakarta berencana menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 30%,” ujarnya.—Diana Runtu
Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi
Mulai Rp 120 juta bisa punya ATTA SELONG VILLAS di Lombok (SERTIFIKAT HAK MILIK)
Direktur Utama BOS Land, Made Robert menyampaikan, kini BOS Land juga menghadirkan villatel unitan yang berlokasi di Kelusa, Ubud, dan di Selong Belanak Lombok. “Jadi, semeton Bali yang memiliki dana lebih bisa berinvestasi di Puri Kelusa Villas & Resort, Ubud atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Ni Made Ayu Dewi. Atta Selong Villas adalah salah satu akomodasi mewah di daerah perbukitan Selong Belanak yang menawarkan keindahan alam Selong Belanak dan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alami dan tenang. Nikmati pemandangan pantai pasir putih menakjubkan dari Pantai Selong, lingkungan yang masih alami di perbukitan Selong Belanak, Lombok.
Atta Selong Villas
Selong Belanak dapat dijangkau 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok di Praya, mudah dicapai dengan penerbangan reguler dari Bali, Jakarta, Singapura , dan Kuala Lumpur. Apa yang didapat dari Rp 120 juta? Keuntungan yang didapat adalah: Garansi penghasilan selama pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun sejak Atta Selong Villas resmi beroperasi (tahun ke-3 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Free stay 21 point per tahun, Sertifikat Hak Milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai), liburan gratis ke Eropa, Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas), 2 Hektare hutan jabon, Umroh/ Liburan/Tirtayatra.
1 ) Yuk Nabung LOT, Hanya 12 Juta Bisa Punya ATTA LABEJI VILLAS @ Kenderan Ubud Bali, Leasehold, kerjasama sewa selama 25 tahun. 2) Mulai 120 Juta Bisa Punya ATTA SELONG VILLAS @ Selong Belanak Lombok, Freehold -Sertifikat Hak Milik (SHM) 3) Mulai 240 Juta Bisa Punya PURI KELUSA VILLAS & RESORT @ Kelusa Ubud Bali, Freehold - Sertifikat Hak Milik (SHM) Saksikan Dialognya @ Bali TV, Rabu 15 Juni 2016 pukul 20.00 wita Livestreaming www.balitv.tv Hadiri PresentasinyaJumat 17 Juni 2016 pukul 17.30 wita @ Ibis Style Hotel, Jln. Teuku Umar No 183 Denpasar. Daftar : 0361 4723260, 082 247 365 888, sms ketik Daftar ke 087 861 999 658. Peserta terbatas. Salam KAYA
Mulai Rp 240 Juta bisa punya PURI KELUSA VILLAS & RESORT di Ubud-Bali (SERTIFIKAT HAK MILIK) Kunjungan wisatawan ke Bali selalu meningkat tiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka lebih tertarik menginap di villatel. Kondisi ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk berinvestasi di villatel. Para wisatawan kini tak lagi mencari lokasi yang dekat dengan keramaian, namun lebih memilih lokasi yang eksotis, tenang dan nyaman. Ubud terkenal di antara para wisatawan di mancanegara karena lokasinya yang banyak dengan persawahan dengan nuansa perdesaan. Puri Kelusa Villas & Resort adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi di villatel. Villa bernuansa kehidupan tradisonal pedesaan Bali yang selaras dengan konsep Tri Hita Karana (keep the harmony and balance between human to God, human to human & human to environment). Dibangun di atas tanah seluas 2 hektare di Kelusa, Ubud–Bali, dikelilingi sungai yang masih asri bak pulau di tengah danau dengan suara gemericik airnya,
Puri Kelusa Villas & Resort
dikelilingi sawah yang hijau dan rerimbunan pohon. Miliki Puri Kelusa Villas di Ubud, Bali mulai dengan Rp 240 juta. Benefit Memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah : Garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun semenjak Puri Kelusa Villas & Resort beroperasi (tahun ke-3 dst. fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung ber-
sih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa (Puri Management International), Garansi beli kembali 130% di tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Free Stay 21 point per tahun, Sertifikat hak milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai keras), Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektare hutan jabon, umroh/tirta yatra/ liburan ke luar negeri). Unit Terbatas!!! Untuk itu, Made Robert dan Ni Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id Email:cs@bosland.id ,bos.land99@gmail.com
2
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
GORO-GORO Amat siap mengunjungi sahabat karibnya, yang baru keluar rumah sakit. Ia membawa “tambusan” Putu Wijaya sambel bongkot. Bu Amat kontan protes. “Bapak ini aneh-aneh saja! Orang yang 2 bulan dirawat karena pendarahan otak, kok dibawakan sambel bongkot? Pak Gilang kan masih dirawat jalan?!” “Habis dia sendiri yang minta dan sudah berkali-kali mengingatkan, harus bawa sambel bongkot. Menurut dia, sambel bongkot buatan Bapak paling enak di dunia!” “Nanti kalau sakitnya kumat, bagaimana?” “Bapak juga sudah bilang begitu. Tapi dia terus mendesak. Katanya, tidak usah nengok kalau tidak bawa sambel bongkot!” “Itu omongan orang sakit, tidak usah dituruti. Jangan! Kalau mau menjenguk tidak usah bawa apa-
apa, orang sakit ditengok saja sudah seneng. Jangan lama-lama di situ ngobrol, orang sakit perlu istirahat! Kalau Bapak ingin nyumbang, seribu dua ribu, jauh lebih mulia untuk membantu pengobatannya. Itu uang yang mau dibelikan sepatu sumbangkan saja, Bapak untuk apa pakai sepatu baru, yang lama kan masih bagus!” Amat tidak membantah. Tapi begitu istrinya lengah, ia menyambar tambusan sambel bongkotnya dan menyelinap ke rumah Pak Gilang. Bu Amat sudah hapal perangai suaminya yang kepala batu. Ia sudah tahu Amat tidak akan bisa dilarang. Sebagai hukumannya, sore-sore ia sudah kunci rumah dan tidur. Tapi ketika sampai pukul 10 malam, Amat belum pulang, Bu Amat cemas juga. Akhirnya ia buka lagi pintu dan menunggu Amat sambil menyiapkan segelas kopi. Pukul 11, setelah kopi dingin, Amat baru pulang. Bu Amat hampir saja marah, tapi melihat muka Amat kelihatan sayu, ia menegur lirih. “Bagaimana Pak Gilang, Pak?”
Ekspresso
puasa
Amat tak langsung menjawab. Ia duduk, lalu menggapai gelas kopi. Bu Amat mengingatkan. “Sudah dingin, Pak. Tak seduhkan lagi yang baru.” “Tidak usah. Ini saja.” Amat langsung menyeruput kopi dingin itu dengan nikmat sampai tandas. Bu Amat heran. Biasanya, kalau sudah tidak ngebul lagi, suaminya selalu minta dibuatkan yang baru. “Bagaimana tambusan sambal bongkotnya?” Amat termenung. “Dimakan?” “Tidak. Hanya dicium-cium.” “Makanya jangan bawakan macam-macam, bahaya, beliau kan masih sakit.” “Bukan begitu, Dia masih disonde.” “Apa itu?” “Karena belum bisa menelan, jadi makanan masih dimasukkan lewat pipa kecil melalui hidungnya, langsung ke lambung. Jadi sudah 2 bulan ini, sampai sekarang ia tidak
Kuasa di atas sana, yang diberikan kepada manusia untuk dinikmati cuma-cuma. Berbeda dari orang sakit yang lain, yang banyak mengeluh, Pak Gilang seakan-akan menikmati pahala yang luar biasa akibat pernah makan lewat mulutnya. berpuasa segalanya karena sakit. Tahu-tahu sudah kenyang saja. Kar- Semua itu menyebabkan suami saya ena itu, ia rindu sekali pada semua seperti dapat pencerahan, kata Bu makanan. Ia sering minta makanan- Gilang. Bapak terpukau, Tahu-tahu makanan kesukaannya hanya untuk sudah setengah sebelas malam. Lalu dicium-ciumnya. Kata istrinya, Pak Bapak pamit, ingat pesan Ibu, orang Gilang dulu kalau makan super sakit membutuhkan istirahat.” milih-milih. Kalau bukan makanan Amat kembali menjamah gelas kesukaannya, ia lebih baik tidak menegak sisa ampas kopinya denmakan. Tapi sekarang, ia anggap gan nikmat. Bu Amat terpesona. semua makanan enak. Nasi putih Cerita Amat membawa pikiran tok pun diciumnya dan dianggap Bu Amat terbang tinggi. Ia pun baunya harum dan lezat!” seperti tercerahkan. Lalu ia berdoa Bu Amat tercengang. semoga Pak Gilang segera rampung “O jadi, beliau sudah 2 bulan “puasanya”. tidak makan?” “Memang, Pak, Pak Gilang bener, “Ya. Bukan hanya itu. Akibat di dalam semua agama juga ada penyakitnya, tangan dan kaki kirinya ritual puasa. Baik Islam, Kristen, stroke. Tidak bisa lagi digunakan Hindu, Budha, bahkan kebatinan dan seperti orang normal. Tapi akibat- agama-agama lokal, mengenal puasa nya, ia sekarang begitu mengagumi dengan tata-cara masing-masing. bagaimana orang lain bisa berdiri, Bukan hanya makan dan bergerak, berjalan, mengambil sesuatu dengan keadaan gagal atau malang pun, mudah. Sambil bercucuran air mata, bahkan juga perasaan-perasaan kita ia menceritakan kepada Bapak, kar- seperti: sakit, senang, terharu, sedih, ena sakit, ia jadi melihat, merasakan semangat dll adalah Karunia-Nya. dan kemudian mensyukuri apa yang Dan puasa, hakekatnya adalah mengdulu tidak pernah diperhatikannya. ingatkan kita untuk mawas diri dan Katanya, karena sekarang ia ber- mensyukuri karunia-Nya yang tiada puasa makan lewat mulut, berpuasa tara itu. Pak Gilang ingin dibawakan dari bergerak sebagai orang normal, masakan apa lagi, Pak?” ia melihat kehidupan ini ratusan Amat tak menjawab. Ketika Bu kali lebih indah dari sebelumnya. Amat menoleh, Amat sedang menIa tak mampu memujikan betapa syukuri karunia-Nya yang menjadi luar biasa anugerah dari Yang Maha favoritnya: tidur.
Iman, Aman, dan Nyaman untuk Anak Hari Anak Sedunia diperingati tiap tanggal 1 Juni dan Hari AnakAnak Indonesia pada tanggal 23 Juli. Melalui kesempatan ini lembaga keluarga atau para orangtua menata kembali perannya sebagai pendidik pertama dan utama untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kekuatan iman mampu menerapkan prinsip kejujuran terkait dengan belajar kebenaran, dan mampu menerapkan prinsip toleransi terkait dengan belajar untuk sabar. Hal ini dapat menumbukan rasa aman pada anak untuk membina persahabatan sehingga anak menemukan kenyamanan hidup bersama lingkungannya. Anak adalah anugrah Tuhan, Beliau mempercayakan kepada orangtuanya (ayah-ibu) untuk merawat, membimbing, dan mengasuh serta mendidik dengan penuh cinta kasih seperti dikutip dari Kahlil Gibran (Buku The Prophet, 1923) “Your Children Are Not Your Children yaitu Anakmu Bukan Anakmu”. Dapat diartikan bahwa sebagai orangtua penuh keyakinan dan tulus ikhlas menjaga dan member perhatian terhadap anak sebagai upaya kepedulian untuk melindungi buah hatinya dari kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang semakin merebak. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa yang rentan terhadap kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual adalah anak-anak baik putra maupun putri, anak-anak dengan kecerdasan rendah dan kaum perempuan. Komisi Perlindungan Anak menguraikan bahwa yang termasuk kategori anakanak adalah individu yang berusia
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
dibawah 18 tahun. Sesuai dengan topik diatas, untuk mewujudkan anak-anak yang beriman sebagai landasan moral dan budi pekerti, maka peran orangtua dan keluarga adalah pihak yang terdekat dengan anak, pendampingan keluarga terutama ibu menjadi amat penting untuk menanamkan nilai-nilai agama, dapat dimulai dari sejak anak dalam kandungan. Di era sekarang diperlukan orangtua yang cerdas dan terbuka untuk terus menggali informasi terkait dengan pendidikan keorangtuaan (parenting education) terutama untuk Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurut Piaget dan Kohlberg, Psikolog Perkembangan Anak menyatakan bahwa “perkembangan moral anak sepenuhnya ditentukan oleh pola asuh atau perilaku dari orangtua atau orang dewasa lainnya”. Hal ini mengisyaratkan bahwa panutan dari orangtua menjadi fondasi pembentukan moral anak. Moral anak akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan nalar anak sampai menghasilkan bentuk karakter. Pada masa ini anak memerlukan pendampingan orangtua, orangtua betul-betul berkomitmen untuk berbagi peran prioritas, siapa yang berkarir atau bekerja untuk mencari nafkah dan siapa yang prioritas mendampingi tumbuh kembang anak. Konsep Pengasuhan Anak Dibawah ini akan diuraikan konsep pengasuhan anak mengambil dari kearifan lokal budaya Bali, Suasthi & Suastawa (Buku Psikologi Agama 2014:58-61) menguraikan : Anak adalah ”Dewa” , Bayi baru
Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si.
lahir sampai usia 105 hari (tiga bulan kelender Bali) pada usia ini bayi dianggap memiliki kekuatan para Dewa atau malaikat. Dia mampu merasakan, melihat atau mendengar melebihi panca indra manusia biasa, sehingga bayi lebih banyak mendapatkan pujian-pujian yang diiringi dengan doa–doa atau nyanyian suci, guna memohon keselamatan dari Sang Pencipta agar bayi dapat tumbuh sehat dan dijauhkan dari mara bahaya. Anak sebagai ”Raja”, Bayi ��������� sampai usia sekolah (5–6 tahun) diasuh seperti “Anak Raja “. Anak pada usia ini diberikan pelayanan yang optimal untuk memehuhi kebutuhan fisik dan psikis anak. Dengan memperhatikan asupan gizi anak agar seimbang dan
mendapatkan perhatian atau kasih sayang yang memadai. Dalam hal ini orangtua dituntut agar lebih sabar menghadapi anak terutama saat melayani dan melatih mengembangkan moral anak. Mulai dikenalkan cara bersembahyang diiringi dengan doa yang mudah dimengerti anak. Dikenalkan cerita–cerita rakyat/ dongeng melalui kegiatan “mesatua“ (mendongeng). Anak sebagai ”Pelayan”, Anak usia sekolah sampai remaja (7–18 tahun). Anak diasuh diperlakukan seperti “Pelayan“, anak dididik dan dilatih untuk mengenal dunia kerja yang dimulai dari lingkungan rumah. Di rumah anak dilibatkan untuk menyelesaikan tugas seperti pekerjaan membersihkan kamar, menata halaman rumah, membantu melayani orangtua, saudara, dan akhirnya anak terampil dapat melayani diri sendiri (mandiri) tanpa perlu menunggu atau menyusahkan orang lain. Pada usia ini anak–anak di rumah, di sekolah maupun di lingkungan tetangga dilibatkan turut serta aktif membantu kegiatan sosial atau ritual agama yang disesuaikan, dengan kemampuan atau kapasitas anak. Di sini anak dilatih untuk mendewa-
sakan diri, sehingga dapat memberi pertolongan pada orang lain. Anak sebagai ”Sahabat”, Anak usia dewasa (18 tahun ke atas), pada usia ini anak diperlakukan seperti teman atau sahabat. Kemandirian yang sudah ditanamkan sejak usia anak–anak maka pada usia ini anak akan lebih mantap dalam menjalani kehidupannya. Orangtua saat ini lebih bersifat “Tut Wuri Handayani“ dengan menghargai keputusan pilihan anak, menerima anak secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Keberadaan anak pada usia ini merupakan hasil kolaborasi potensi anak dengan pola asuh yang didapat dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Maka dari itu sebagai orang tua diharapkan untuk selalu menjaga dan melindungi anaknya agar selalu dalam lingkungan yang penuh suasana emosi positif, berusaha sabar, menjaga suasana damai, senang, penuh cinta kasih dalam keluarga. Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si Dosen Psikologi Agama FPAS UNHI Denpasar
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Fakultas Hukum Undiknas
23
Gelar Creative Project Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar semakin berkibar, apalagi saat ini Kampus di kawasan Jalan Bedugul ini merupakan Perguruan Tinggi swasta terbaik di tingkat Kopertis Wilayah VIII. Predikat yang diraih atas kerja keras dan perjuangan seluruh komponen yang ada di Undiknas, Denpasar, termasuk oleh Fakultas Hukum Undiknas wajib mempertahankan prestasi tersebut.
Salah satu peserta Lomba Pidato Bahasa Indonesia “Creative Project 2016”
S
alah satu upaya yang dilaksanakan FH Undiknas untuk menjaga atau mempertahankan prestasi tersebut, adalah dengan konsisten melaksanakan kegiatan yang bersifat akademik dan mengikuti berbagai kegiatan akademik yang dilaksanakan oleh instansi lainnya. Tentunya dengan upaya tersebut, Undiknas akan semakin dikenal
eksistensinya di kalangan siswasiswi yang bakal melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi. Hal ini sangatlah penting demi terjaganya kuantitas sekaligus kualitas para mahasiswa atau calon mahasiswa yang melanjutkan pendidikannya di Undiknas Denpasar, khususnya di Fakultas Hukum (FH) Undiknas. Berkaitan dengan upaya un-
tuk senantiasa konsisten melaksanakan kegiatan akademik, maka BEM-FH Undiknas menggandeng UKM Public Speaking Undiknas. Kegiatan yang dilaksanakan di antaranya, lomba pidato, speech competition, dirangkaikan dengan seminar regional FH Undiknas 2016. Seluruh acara dikemas dengan nama “Creative Project” “Awal dari kegiatan “Creative
Salah satu peserta Speech Competition “Creative Project 2016”
Project” ini muncul karena sebuah tantangan yang diberikan Dekan Fakultas Hukum kami Dr. A.A.Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. untuk membuat suatu gebrakan baru dalam kegiatan penunjang akreditasi Undiknas, dalam bidang akademik khususnya di Fakultas Hukum,” ujar Gede Agung Surya Cendana Tangkas, Gubernur BEM FH Undiknas didampingi
Suasana sebelum Seminar Regional dimulai
wakilnya Ida Ayu Ita Utari.` Dari situlah, Surya dan Ita bersama rekan seperjuangan mereka di BEM-FH langsung berkoordinasi untuk menyiapkan berbagai kegiatan. Selain acara lomba untuk siswa/i SMA/SMK Se-Bali, juga di gelar Seminar Regional yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan narkoba dan berhasil diikuti 260 orang peserta. Kegiatan Creative Project ini pun menggandeng salah satu organisasi mahasiswa di Undiknas yaitu UKM Public Speaking yang seirama dengan kegiatan yang dicanangkan Fakultas Hukum.”Kerjasama ini juga demi meningkatkan solidaritas BEM-FH dengan UKM Public Speaking untuk hasil acara yang lebih inovatif. Kedepannya kami juga akan mengajak organisasi mahasiswa lainnya untuk menjalin kerjasama,” lanjut Surya yang diamini Ita. -ard`
Kerjasama Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Menurut Putu Andre Kresna Pradana, Ketua Panitia Creative Project, Seminar Regional kali ini, mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Mencegah dan Memberantas Penyalahgunaan Narkoba Demi Terciptanya Kebangkitan Bangsa”. Hal ini, dilatarbelakangi oleh isu-isu saat ini yang menyebutkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih saja terjadi dan bahkan ditemukan beredar jenis narkoba baru. Kondisi ini dapat mempengaruhi generasi muda, sebagai penerus Bangsa. Urusan ini pun menjadi kewajiban bersama untuk mengantisipasi dan mencegah mewabahnya. Adalah baik jika generasi muda memiliki peran yang cukup dalam proses penanggulangan peredaran narkoba ini. Dikatakan, kegiatan “Creative Project 2016” dimulai pada Jumat (3/6) dengan seminar regional. Selanjutnya, Selasa (7/6) dilaksanakan lomba Speech Competition dan Lomba Pidato Bahasa Indonesia untuk SMA/ SMK se-Bali. Sejak awal, kata Artha Dermawan Mcklay, Ketua
siswa-siswi SMA/SMK se-Bali meliputi; SMAN 1 Denpasar, SMA PGRI 2 Denpasar, SMAK Thomas Aquino, dan SMAN 5 Denpasar ini mengusung tema “Peran Generasi Muda Dalam Membangun Karakter Bangsa”. Juara dalam Lomba Pidato Ba-
hasa Indonesia ini; (tabel 2) Para pemenang Lomba Pidato Bahasa Indonesia mendapatkan uang pembinaan, piagam, piala, dan merchandise. Begitu pun peserta lomba yang lain mendapatkan piagam penghargaan dan merchandise. -ard
Penyerahan kenang-kenangan dari Dekan Fakultas Hukum Undiknas kepada narasumber dari BNNP-Bali
UKM Public Speaking Undiknas, UKM Public Speaking memiliki kedekatan yang erat dengan Fakultas Hukum Undiknas, mengingat sejarah berdirinya UKM Public Speaking ini sangat didukung oleh Civitas Akademika Fakultas Hukum.Untuk itulah mereka berkomitmen menjaga keharmonisan hubungan tersebut melalui jalinan kerja sama
Narasumber beserta moderator dan Dekan Fakultas Hukum Undiknas Denpasar dalam Kegiatan Seminar Regional
dalam kegiatan kreatif dari UKM PS dan BEM FH Undiknas sekaligus ikut mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi` Lomba Speech Competition yang mengusung tema “The Role Of Young Generation In Nation Building Character” ini diikuti oleh peserta dari seluruh SMA/ SMK se-Bali, meliputi SMAN 2 Semarapura, SMKN 5 Denpasar, SMAN 2 Tabanan, SMAN 4 Denpasar, SMAN 3 Denpasar. Juara Speech Competition dalam kegiatan Creative Project; (tabel 1) Para pemenang Speech Competition mendapatkan uang pemb inaan, pial a, piagam, merchandise dan beasiswa dari International Office Undiknas Denpasar. Selanjutnya dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia yang diikuti oleh
Para panitia gabungan BEM-FH Undiknas dan UKM Public Speaking Undiknas Denpasar
Para juara Lomba Pidato Bahasa Indonesia dengan para peserta lomba lainnya, beserta juri (pemenang I dari kanan ke kiri)
Para pemenang, juri, dan peserta Speech Competition “Creative Project 2016” (pemenang I dari kanan ke kiri)
Juara Speech Competition dalam kegiatan Creative Project
Juara dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia ini
Tabel 1
Tabel 2
Sudut Pandang
Edisi 905/ 13 - 19 JUNI 2016
Hari libur yang berte patan dengan bulan pua sa ini memang memberi kan dampak bagi pen gusaha kuliner. Sepert i yang dituturkan AA Made Suarsana, pengelola New Moon Café Kedongan an. Sejak hari pertama puasa, pengunj ung di warungnya mulai menu run. “Sekitar 20% terjadi penurunan,” ujarnya. Na mun, biasanya mulai per tengahan dan menjelang Lebaran, biasanya dari tahun-tahun lalu, mulai ada kenaikan tamu.
I
a mengatakan, kunjungan per hari sekitar 2000 orang, kalau hari raya biasanya sampai 4000 orang. Untuk lebaran, biasanya
Harus punya Ciri Khas tamu domestik memang banyak. Apalagi, saat ini, Kedonganan mulai dikenal sebagai tempatnya warung ikan bakar yang tak kalah dengan Jimbaran. “Kami mem berikan pelayanan yang lebih baik. Biasanya saat lebaran, kami memakai busana muslim, untuk menyemarakkan dan membuat warung kami tampil beda dengan warung yang lain,” kata Suar sana. Walaupun terjadi penurunan, ia tak membuat gebrakan pro mo untuk menyiasatinya. “Bi asalah terjadi penurunan semen tara. Kami sudah punya konsep tersendiri. Selain makanan yang enak, pelayanan kami juga ramah, dan tempat yang nyaman dan hiburan tarian Bali dan Barong. Itulah kelebihan kami,” ungkap nya. Selain itu, New Moon Café juga
AA Made Suarsana
Made Suarsa
bekerja sama dengan beberapa hotel untuk mengirim tamunya makan di sana. Karena itu, ia sangat optimis dengan keunikan
dan kelebihan warung New Moon Café, ia tetap bisa bertahan di ten gah persaingan warung makan. Sementara, bagi Made Suarsa,
Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga Sebagian artis memilih mengu rangi aktivitasnya di dunia hiburan pada masa puasa ini. Mereka ber pikir, sebelumnya sudah bekerja keras dan banyak meninggalkan keluarga untuk urusan pekerjaan.
Maka momen Ramadan diang gap sebagai waktu yang tepat bukan hanya untuk ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Yang Kuasa dan bisa berkumpul bersama keluarga dan menjalani
ibadah bersama. Itu juga yang dilakukan Raffi Ahmad, yang mengaku pada puasa tahun ini banyak mengurangi aktivitasnya. Ini memang berbeda dengan tahun lalu ketika jadwalnya sangat padat. Dia bukan saja tampil dalam acara buka puasa dan sahur, tapi juga pada sejumlah acara lain nya. Untungnya sang istri, Nagita Slavina cukup pengertian sehingga terkadang datang ke tempat kerja suaminya untuk berbuka puasa bersama. Belajar dari pengalaman tahun lalu, apalagi kini ia telah memiliki anak, Rafathar Malik Ahmad (10 bulan) yang selalu dirindukannya, Raffi pun menata kegiatannya pada bulan puasa ini. “Puasa tahun ini
Ajarkan Puasa secara Bertahap Umat Islam yang menjalankan orang yang memang benar-benar bela puasa di bulan Ramadan adalah orang jar berpuasa, tentu akan merasa berat berusaha menjalankan dan mematuhi melakukan puasa selama sehari penuh. perintah dari Allah. Hal ini disampaikan Ia menganjurkan untuk memperlambat oleh Dr. Sudirman, M.L.S. Ia juga men waktu sahur dan mempercepat waktu gatakan ada hal yang sangat berbeda berbuka. “Di Indonesia puasa itu antara 13 nuansa dirasakan antara bulan puasa sampai 14 jam, jika lebih dari itu tidak baik dengan hari-hari biasa. Sebagai umat untuk kesehatan,” ucap pria yang lahir di Islam yang mematuhi perintah akan Bima 17 Juli 1954 tersebut. berjalan sesuai dengan petunjuk yang Menurut dosen Pendidikan Bahasa diberikan karena poin utama dari per Inggris di Undiksha Singaraja ini mengaku intah berpuasa tersebut agar manusia selain menjalankan perintah, ia juga ingin menjadi mahkluk yang bertaqwa. “Bu mendapatkan sesuatu dari berpuasa yaitu lan puasa yang datang setahun sekali kesehatan. “Ketika tubuh mulai berat menurut saya adalah semacam bulan saya akan rutin berpuasa,” tambahnya. Ia latihan agar diri menjadi hamba yang juga mengatakan bahwa menu makanan Dr. Sudirman, M.L.S. bertaqwa,” ujarnya. ketika berpuasa haruslah dijaga baik dari Pria yang akrab disapa Dirma ini mengatakan keseimbangan gizi maupun jenis makanannya. “Saat puasa ditandai dengan tidak makan dan minum serta bulan puasa sebaiknya mengurangi karbohidrat dan tidak “kumpul” bagi pasangan suami istri pada siang perbanyak makanan berserat seperti sayur dan hari. Selain beberapa hal yang kasat mata tersebut, buah,” tandasnya. Meskipun dalam keadaan puasa, dalam berpuasa seseorang juga harus dapat menjaga jika mampu menjaga pola makan maka tidak akan lisannya dengan tidak berbicara kotor. “Salah satu berpengaruh terhadap aktivitas yang dilakukan. makna dari berpuasa adalah menahan hawa nafsu,” “Justru kalau puasa itu aktivitasnya bertambah dengan ungkapnya lebih jelas. Dalam pandangan islam, hawa kegiatan-kegiatan keagamaan,” imbuhnya. nafsu merupakan jalan masuknya hal-hal negatif. Mengajari anak-anak dalam berpuasa juga bukan Menurutnya, memang tidak mudah untuk setiap perkara yang sulit bagi pria yang tinggal di Kaliuntu ini. orang menahan hawa nafsu akan tetapi apapun yang Hal ini dikarenakan pengajaran secara bertahap yang dikerjakan terutama berpuasa dalam pandangan Islam dilakukan kepada anak-anaknya. “Kalau anak-anak harus ada dasar ilmunya. “Bagi saya puasa tidak terlalu saya tidak dipaksakan tetapi diajarkan secara berta berat karena sudah merupakan kebiasaan dan tidak hap, mungkin puasanya sampai pukul 10, kemudian hanya di bulan Ramadan tetapi saya juga berpuasa pukul 11. Kalau sudah terbiasa baru ditantang untuk setiap hari Selasa dan Kamis,” ujarnya. Tetapi untuk berbuka bersama,” paparnya. -Wiwin
tidak banyak, sengaja mengurangi. Aku hanya ambil tiga acara, salah satunya acara buka puasa live di salah satu stasiun televisi. Acara jumpa fans stop dulu. Aku juga tidak ambil acara sahur. Jadi ban yak waktu luang,” ungkap lelaki 29 tahun ini. Meski mengurangi aktivitasnya ‘nongol’ di layar kaca, namun bu kan berarti dia tidak ada pekerjaan lain. Setidaknya saat ini dia tengah mempersiapkan dua acara baru yang akan tayang setelah Lebaran. “Habis Lebaran ada dua program baru, sekarang sedang stock dulu, karena kan rencananya habis Lebaran kita mau liburan,” ujar Raffi yang bersama keluarganya merencanakan berlibur ke Korea usai Lebaran. Dengan ‘kelonggaran’ waktu seperti sekarang, ia menjadi memi liki lebih banyak waktu untuk kumpul dengan keluarga kecilnya. Setidaknya setelah program buka puasa, ia bisa pulang ke rumah dan bisa sahur bersama sang istri ter cinta. “Iya sekarang lebih banyak waktu untuk keluarga. Habis buka bisa ketemu istri, juga bisa sa hur bareng,” ucapnya. PUASA BERSAMA KELUARGA Lain lagi dengan Inneke Koeshera wati. Artis senior yang sejak menikah amat ja rang tampil di sinetron juga film, justru untuk acara Ramadhan tahun ini menyem patkan diri untuk kembali ke dunia nya yang lama, seni peran. Ibu dua anak ini kembali tampil dalam sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ jilid 10 yang tayang sejak awal puasa lalu setiap pukul 03.00. Berbicara tentang kegia tannya menjalani puasa, artis cantik yang berhijab itu justru bercerita tentang keseruan nya menjalankan ibadah puasa bersama keluarganya. Kedua anaknya, Siti Rahlia (8) dan Muhammad Rahlil (5) dan terbilang masih
musim libur yang bertepatan de ngan bulan puasa tak memberi pengaruh kepada warung salmo nnya. “Konsumen kami sebagian besar orang Bali jadi tak terlalu berpengaruh,” kata Suarsa. Ia mengatakan, walaupun ada tamu dari luar Bali, jumlahnya tak banyak. Justru yang banyak makan di DS Warung miliknya, sebagian besar turis asing. Dengan konsep sup salmon dengan basa genap khas Bali menjadi keung gulannya. “Walaupun agak pedas, turis asing sangat menyukainya,” kata Suarsa. Menurutnya, dalam persai ngan warung makan, tiap warung hendaknya mempunyai ciri khas. “Tentu akan menjadi keunggulan tersendiri bagi masing-masing tempat makan dan konsumen punya pilihan masing-masing,” ucapnya. –Wirati Astiti bocah dan momen Ramadan kali ini adalah membimbing mereka untuk menjalani ibadah puasa. “Alhamdulilah mereka puasa. Kalau tahun lalu Rahlia masih sulit untuk sahur, maklum masih kecil. Jadi waktu itu masih sulit diban gunin untuk sahur. Tapi sekarang sudah bangun, duduk bersama. Adiknya juga gitu, sudah sahur juga ikut-ikutan kakaknya,” ung kapnya. Menurut Inneke, anak perta manya sudah mulai bisa menahan lapar hingga sore. Sedang anaknya yang bungsu, meski tidak diwajib kan berpuasa, namun karena dia melihat kakaknya puasa, dia pun ikutan. “Kakak adalah panutannya. Jadi adiknya pun ikut puasa. Dia tahan sampai siang, ya tidak apaapa,” kata wanita kelahiran 1975 ini. –Diana Runtu
Inneke Koesherawati
24
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id