Skip to main content

Tokoh Edisi 901 | Tokoh

Page 1

24

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Target Satu Juta Wisatawan Senggigi lengang. Tiga Gili sepi. Kawasan wisata alam Sembalun dan Tete Batu hening. Tidak ada lagi hiruk pikuk wisatawan yang hilir mudik berbelanja di beberapa artshop Senggigi, di restoran-restoran gili di pinggir pantai, di warung-warung penduduk di Sembalun dan Tete Batu. Demikian juga dengan objekobjek wisata lainnya. Kegiatan kepariwisataan nyaris berhenti berdetak.

P

ara guide dan pedagang asongan souvenir berbincang satu sama lain sebelum akhirnya satu per satu mundur dari harapan kehidupan pariwisata yang samar-samar, kemudian selanjutnya pulang kampung untuk bertani dan beternak kembali, mengojek dan menjadi tukang reparasi alat elektronik. Bahkan ada yang akhirnya memilih untuk menjadi TKI dan TKW. Di kawasan-kawasan wisata yang tadinya diramaikan oleh sebagaian besar wisatawan mancanegara, seperti Senggigi dan tiga gili, kini tak ada lagi wisatawan berlalu lalang. Tak terdengar lagi riuh musik dan live musik di kafekafe. Semua lesu dan ”pucat pasi”. Kalau pun ada wisatawan mancanegara yang terlihat, satu dua orang, mereka yang masih bertahan dan memang menetap di sekitar kawasan-kawasan tersebut. “Pariwisata NTB, khususnya Lombok, berada di ”titik nol”,” ungkap

Rosa Stuart, salah seorang pelaku pariwisata yang merintis pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Inilah kondisi pariwisata Nusa Tenggara Barat ketika terpuruk pada era 1997-1998. Keterpurukan kepariwisataan NTB merupakan risiko langsung dari situasi global, maupun peristiwaperistiwa lokal yang menorehkan citra negatif bagi NTB. Misalnya krisis keuangan yang melanda dunia, krisis politik dalam negeri, serangan WTC (World Trade Center), Bom Bali, isu terorisme, atau kerusuhan massal berbau SARA di Lombok yang terjadi bulan Januari tahun 2000. “Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat NTB khususnya sektor pariwisata,” kata Rosa. Berbagai upaya coba dilakukan oleh Pemda NTB bersama pelaku pariwisata saat itu, agar kepariwisataan tidak mati suri dan keterpurukan makin dalam. Upaya-upaya yang terus dilakukan seperti penyuluhan masyarakat,

Gili Trawangan salah satu objek wisata di NTB yang kini kembali menjadi primadona pariwisata NTB dengan tingkat kunjungan wisatawan yang sangat tinggi

meningkatkan jaminan keamanan bagi wisatawan, sambil terus melakukan promosi baik di dalam maupun di luar negeri. Kepariwisataan NTB berusaha bertahan di tengah badai, di tengah gejolak situasi sosial politik dan ekonomi dunia yang mengguncang sendi perekonomian tiap negara. Berbagai persoalan lainnya juga menghantam pariwisata NTB pada pertengahan tahun 1997, dan grafik kunjungan wisatawan ke NTB mulai menurun drastis di awal 1998. Mulai dari krisis moneter dunia yang berdampak menghantam perekonomian termasuk Indonesia dan secara khusus NTB. Sesungguhnya pada tahun 1998 pariwisata NTB sudah mulai membaik. Pemerintah Daerah NTB berupaya keras memulihkan pariwisata NTB. Namun, di tengah upaya serius Pemerintah

Bangkit dengan Modal Rp 500 Ribu Mewarisi usaha keluarga, meneruskan, dan mengembangkannya, memang kelihatan mudah. Semua itu tetap memerlukan trik dan pengelolaan yang baik. Jika tidak, bisa jadi usaha warisan yang dulunya besar malah jadi gulung tikar. Namun, lebih berat lagi jika sebuah usaha itu benar-benar dimulai dari nol, dengan modal minim. Diperlukan strategi yang lebih dahsyat untuk bisa merebut pasar. Berikut ini penuturan Ni Nyoman Ayu Upadani (40). Bu Candra, demikian sapaan

akrab ibu tiga putri ini. Ia adalah pemilik “Candra Collection”, usaha sandal berbahan kulit yang dikombinasi dengan etnik Bali di kawasan Desa Pemogan, Denpasar. Usaha ini dirintisnya bersama sang suami, I Gede Darmayasa, sejak 17 tahun lalu. “Waktu itu kami masih mengontrak kamar kos yang ukurannya hanya 3x3 meter. Tempat kami tinggal tersebut sering dibilang kapal pecah karena semuanya menumpuk disana, tempat tidur dan tempat barang-barang dagangan,” ucap Bu Candra dengan mata berkacakaca. Dari ruang 3x3 meter inilah semuanya bermula. Perempuan energik ini menuturkan, dulu ia bekerja sebagai karyawan hotel. Karena prestasi kerjanya bagus, jabatannya naik hingga menjadi guest relation officer (GRO). Setelah 8 tahun bekerja disana, ia mengandung anak pertama, dan memutuskan berhenti bekerja karena payah. Untuk mengisi kevakumannya, Ni Nyoman Ayu Upadani alias Bu Candra Bu Candra mendengan usaha sandalnya

erima penawaran iparnya (pemilik artshop) untuk membantu memasang mote pada produk-produk kerajinan seperti pada sandal dan baju. Ia juga mengkoordinir ibu-ibu lain di tempat indekos tersebut untuk mengerjakan hal yang sama. “Kan lumayan buat nambah-nambah pemasukan keluarga,” ujarnya. Sesekali waktu ia menjadi broker , membeli dan menjualnya kembali kepada tamu Jepang. “Saya jadi tangan kedua. Kadang-kadang, saya pesan sesuai permintaan pasar,” jelasnya. Setelah berjalan sekitar satu tahun, terbersit di benaknya untuk memproduksi sendiri, yang tentunya keuntungan yang didapat pasti akan lebih besar. Dengan modal Rp 500 ribu yang berhasil disisihkannya, Bu Candra dan suami memulai bisnis baru mereka, memproduksi sandal. Bu Candra mengaku banyak mendapatkan ilmu dari tukangtukang sandal yang dipesaninya. Dari sana kemudian ilmu itu dikembangkan. Pemasaran produknya hanya dari mulut ke mulut. “Saya mencoba mengontak tamu-tamu yang saya kenal dulu dan menawarkan produk saya. Hingga suatu saat di tahun 2008 saya mendapatkan undangan untuk pameran di Australia. Kesempatan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya walaupun akomodasi harus ditanggung sendiri,” tuturnya. Kualitas produk menjadi prioritas utama yang diperhatikannya. Dari sanalah produknya dipercaya, dan terus mendapatkan pelanggan-pelanggan baru. Sembilan puluh persen

Daerah NTB dan pelaku pariwisata membangun citra ini, Lombok diguncang kerusuhan massa pada pertengahan Januari 2000. Badai itu datang menukik, menghantam dan menyapu bersih wisatawan di NTB khususnya di Lombok. Badai yang luar biasa besar itu bernama “Peristiwa 171”. Sebuah peristiwa yang mencengangkan terjadi di Pulau Lombok yang sebelumnya dikenal damai. Kerusuhan massa dengan membawa isu SARA, mengatasnamakan agama, pecah tak terelakkan. “Pariwisata NTB kembali terpuruk, nyaris mati. Butuh kerja keras untuk mengembalikan masa-masa emas pariwisata di era 1990-an.,” lanjut Rosa. Pasca peristiwa 171, Pemerintah Provinsi NTB mulai bahu membahu bersama pelaku pariwisatanya mengembalikan citra pariwisata NTB di mata dunia. produknya diekspor ke Australia, Italia, Perancis, negara Eropa lainnya. Dengan semangat dan tekad kuat “harus bisa”, pasutri ini bersamasama membesarkan usaha “Candra Collection”. Mereka rajin mengikuti pameran-pameran hingga ke Jepang dan Cina, serta mempromosikannya kepada teman-reman/relasi, juga melalui brosur. Selanjutnya, Bu Candra mulai melirik pasar lokal dengan memasok produk ke mal-mal besar di Jakarta dan Bali, persentase pemasarannya 50 persen ekspor dan 50 persen domestik. Apalagi sekarang ini “cintai dan pakai local brand” mulai gencar digaungkan. Persentase pemasaran produknya pun berbalik menjadi 70 persen domestik dan 30 persen ekspor. Meski 2 tahun terakhir ini daya beli masyarakat lesu, Bu Candra tak patah arang. “Saya berikan diskon-diskon, biar untung kecil yang penting tetap jalan,” ucapnya mencari solusi. Dalam perjalanan 17 tahun mengembangkan usahanya ini, Bu Candra mengisahkan, saat masih bermodal pas-pasan, produk sandalnya senilai Rp 14 juta pernah dibatalkan pembeli Eropa. “Saya shock waktu itu. Sudah modal pas-pasan, pembelian dibatalkan. Syukurnya ada support suami yang menguatkan saya. Dari pengalaman itu saya lebih bersemangat lagi untuk mengembangkan usaha agar lebih besar lagi. Astungkara, usaha dan kerja keras kami tak sia-sia hingga bisa seperti sekarang ini,” ujar Bu Candra. Meski sejak 6 tahun lalu suaminya mulai terjun di dunia properti di bawah bendera “Bintang Property”, namun keduanya masih saling support.

Selama masa pemulihan ini, pariwisata terus bergulir meski belum menggembirakan, namun telah tampak denyutnya kembali. Langkah-langkah taktis mendobrak terobosan untuk mengangkat kembali pariwisata NTB terus berlanjut. Perjuangan meraih kembali kejayaan pariwisata NTB tentu membutuhkan langkahlangkah yang inovatif, kreatif dan strategi yang tepat. Tahun 2008 pariwisata NTB mulai bangkit dengan ditempatkannya sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan di Nusa Tenggara Barat. Kebijakan politik yang diambil Pemerintah Provinsi NTB di bawah pimpinan Gubernur TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur Ir. H. Badrul Munir, M.M., kala itu dengan menempatkan sektor pariwisata sebagai unggulan pembangunan, menjadikan pariwisata NTB menuju kebangkitannya yang ke II dengan program Visit Lombok Sumbawa 2012. Program unggulan ini diyakini memiliki multiplier effect yang dinilai berkontribusi signifikan menekan dampak krisis ekonomi global, menghindari pemutusan hubungan kerja yang berimplikasi meningkatnya jumlah pengangguran dan jumlah penduduk miskin. Program VLS 2012 dengan target kunjungan “satu juta wisatawan”, waktu itu merupakan gerakan bersama untuk menjadikan NTB sebagai sebuah destinasi yang berdaya saing di level nasional bahkan internasional. Selain itu, berbagai terobosan dalam bidang pariwisata telah mengantarkan pariwisata NTB kini berada posisi yang stabil. -Naniek I. Taufan BISNIS DAN NGAYAH SAMA-SAMA JALAN Selain menjalankan bisnis sandalnya, Bu Candra yang tergabung dalam organisasi Iwapi Badung dan KCKB (Komunitas Cinta Kamen Bali) ini juga aktif di masyarakat. Sebagai istri kelian Banjar Mekar Jaya, Pemogan, ia ngayah menggerakkan ibu-ibu PKK di banjarnya. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti pelatihan kewirausahaan, demo masak, dan pelatihan tata rias. Sebagai pebisnis ia berprinsip, apa pun ilmu yang didapat selalu dibagikannya dengan PKK banjar. “Tujuannya, supaya ibu-ibu PKK yang tak punya pekerjaan memiliki keterampilan agar ke depannya bisa mandiri,” ucapnya bersemangat. Ia mengaku makin bersemangat karena tiap kegiatan yang dimotorinya selalu direspons antusias oleh ibu-ibu PKK. Seperti pelatihan tata rias (membuat sanggul Bali) yang dilatih oleh Salon Agung beberapa waktu lalu, langsung mereka praktikkan di rumah. Hasilnya, mereka share ke Bu Candra. Demikian halnya dengan pelatihan membuat dupa, bahkan kini ada ibu PKK yang sudah memasarkan dupa hingga ke luar Denpasar. “Ada perasaan bangga dan puas, bahwa apa yang kami bagi tidak sia-sia dan bermanfaat untuk mereka,” ucap Bu Candra yang berkomitmen mengembangkan ibuibu PKK Banjar Mekar Jaya ini. Saat ini, baru berjalan pula kursus Bahasa Inggris yang syaratnya membayar dengan sampah plastik. Ke depannya, Bu Candra sudah berancang-ancang akan mengadakan pelatihan daur ulang sampah. –Inten Indrawati

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


2

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

GORO-GORO Hardiknas 2 Mei 2016 terasa kelabu. “Kelam dan buram,”kata Putu Wijaya Amat, ngomel di depan televisi. “Kenapa, Pak?” “Karena pada hari itu, Yuyun, 14 tahun, diperkosa beramairamai lalu dibunuh dibuang ke jurang oleh sekelompok remaja. Seorang ibu, dosen di Medan, dibunuh mahasiswanya sendiri. Seorang turis Prancis ngamuk ketika mau diamankan sampai seorang petugas terbunuh, sehingga ia terpaksa dibungkam. Belum lagi klaim sebagai paling berjasa dalam pembebasan 10 sandera Abu Sayat, yang bikin malu bangsa!” Bu Amat termenung. “Kenapa sampai begitu, Pak?”

Amat lama diam. Tapi akhirnya setelah menghela nafas, berbisik: “Bapak tidak mampu menjawab. Karena jawaban Bapak nanti pasti hanya dugaan-dugaan pribadi. Beda dengan mereka, para politisi. Mereka tentu tidak akan ragu-ragu menjawab, dengan jawaban yang cenderung akan menguntungkan sikap politiknya. Yang bisa tambah mengibarkan pamor partainya!” “Masak begitu?” “Pasti! Kalau pun kita berhasil menemukan apa sebabnya Hardiknas kelabu, apa gunanya? Itu tidak akan membatalkan apa yang sudah terjadi. Menguranginya pun tidak akan. Malah akan bisa memicu kita bertengkar kalau jawaban kita saling bertentangan!” Kekhawatiran Amat jadi ke-

Ekspresso

HARDIKNAS KELABU

nyataan. Beberapa hari kemudian, di warung Ktut ada orang berkelahi. Kata Ktut, awalnya hanya saling ledek-ledekan. “Yang satu bilang gara-gara mau mengkarbit agar kualitas siswa meningkat, pendidikan memprioritaskan pelajaran eksakta dan mengabaikan pembelajaran humaniora,” kata Ktut.” Jadinya seperti sekarang inilah, katanya sinis. Para pelajar jadi liar akibat pendidikan kita salah konsep!” “Terus?” “Dibantah yang lain. Katanya, segala kenakalan remaja dan kawula muda sekarang, bukan salah konsep pendidikan, tapi pengaruh media yang tujuannya sekarang hanya mengejar keuntungan atau mendongkrak partai atau kelompoknya. Mereka tak peduli akibatnya

pada masyarakat. Internet, film, video game dan maraknya pornografi adalah pencetus semua kemerosotan moral ini! Ini bukan soal pendidikan tetapi kegagalan para pembina rohani yang tak mampu membina akhlak bangsa, karena mereka sudah menyimpang dari missi rohaninya. Mereka sudah jadi alat politik!” “Terus?” “Ledek-ledekan meningkat jadi perdebatan lalu tiba-tiba panas. Tak terduga lalu mereka berkelahi. Sampai jatuh korban!” “Terus?” “Sekarang jalan dijaga polisi. Hotel yang baru diresmikan itu jadi tidak laku. Pemiliknya caleg salah satu partai menuduh itu direncanakan oleh caleg partai saingannya. Sekarang keduanya mengerahkan anggotanya. Jadi lingkungan kita ini tidak aman sekarang, hanya gara-gara soal kecil ledek-ledekan!” Bu Amat manggut-manggut. Amat menoleh heran.

Pahala dari Berbuat Baik

Prinsip Kebaikan adalah memberi lebih dari pada haknya. Kebaikan merupakan prinsip yang sangat penting dalam kehidupan, tentu harus selaras dengan prinsip kebenaran dan keadilan. Kebenaran adalah sesuatu yang nyata, kejujuran, kesadaran, konsistensi, adalah beberapa contoh kebenaran manusia. Orang yang jujur, jati dirinya benar-benar riil, tetapi orang yang tidak jujur, merusak jati dirinya. Keadilan adalah memberi seuatu sesuai dengan haknya, sifatnya sangat mendasar dalam sistem kehidupan. Hidup selaras dengan prinsip keadilan berarti konsisten melangkah ke jalan kebenaran. Keadilan menjamin: barang siap yang melakukan kebenaran ia pasti secara adil mendapatkan hasilnya Dengan berbuat kebaikan, Tuhan akan memberikan anugrah dengan banyak jenis dan tingkatan keberuntungan bagi diri kita, semua. Keberuntungan itu dapat berbentuk : 1) Kesehatan, karena kesehatan merupakan modal untuk dapat eksis, berusaha dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Untuk dapat tetap bertahan hidup (survive) di era global sumber daya manusia (SDM) disamping menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan (pola hidup sehat) juga menjadi modal penting untuk bersaing di dunia kerja. Karena manusia yang sakit – sakitan hidupnya tidak akan produktif. Dengan demikian keselarasan kesehatan jasmani dan rohani adalah modal utama untuk hidup lebih baik. 2) Ketenangan, ketenangan adalah wujud kedamaian yang merupakan bentuk kebutuhan yang didambakan setiap manusia, terutama dalam hubungannya dengan kehidupan sosial antar sesama. Ketenangan dapat dimulai dari diri sendiri dengan selalu berupaya untuk berpikir positif dengan memandang bahwa semua ciptaan Tuhan bermanfaat bagi kita semua.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

3) Suami atau istri setia, sayang, sabar dan jujur. Kondisi keluarga yang mencerminkan hal ini menjadi dambaan dari setiap kehidupan rumah rumah tangga, dalam ajaran Hindu disebut dengan keluarga wiwaha yang dapat melahirkan anak-anak yang suputra,dan agama Islam menyebutnya keluarga sakinah. Mewadah dari keluarga ini melahirkan putra – putri yang soleh dan soleha. 4) Anak – anak Suputra, yaitu anak yang hormat pada orang tua, cinta kasih terhadap sesama dan berbakti kepada Tuhan. Hal ini yang menjadi dambaan setiap orang tua , ini berarti bahwa orang tua yang selalu berbuat baik di dalam kehidupannya akan memperoleh salah satu anugrah Tuhan yaitu mendapatkan anak – anak yang suputra, 5) Alam yang Kondusif, atau terhindar dari bencana alam. Masyarakat Bali berusaha untuk hidup selaras antara manusia sebagai mikrokosmos (bhuana alit) dengan alam semesta sebagai makrokosmos (bhuana agung), unsur atau zat yang terdapat pada alam terefleksi pada tubuh manusia yang meliputi lima unsur kekuatan alam yang disebut “Panca Maha Bhuta”, meliputi : zat pertiwi yang membentuk tulang, daging dan otot, zat apah yang berbentuk cair seperti darah, lemak, lendir, zat teja yang mengeluarkan unsur panas atau suhu tubuh, zat bayu yang menimbulkan tenaga, dan zat ether yang mengatur sirkulasi udara dalam tubuh manusia. Mengingat manusia adalah bagian dari alam, maka kita wajib untuk menjaga lingkungan alam sehingga alam akan bersahabat dengan manusia. 6) Murah Rejeki, semua umat meyakini bahwa rejeki, jodoh dan kematian adalah kuasa Tuhan. Dalam hal ini berarti Tuhan akan menjaga harta atau benta kesayangan dari bencana bagi manusia yang dalam hidupnya selalu mengamalkan kebajikan dengan membagikan sebagian

Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si. rejekinya kepada orang yang memerlukan, dengan keyakinan penuh bahwa Tangan di atas lebih mulya daripada tangan di bawah. 7) Banyak sahabat, kehadiran sahabat sangat diharapkan pada saat manusia sedang mengalami masalah dalam hidupnya. Dalam situasi ini seseorang akan mengalami kesulitan untuk dapat berpikir jernih terhadap permasalahan yang dihadapi. Maka untuk dapat keluar dari kemelut ini seseorang memerlukan uluran tangan dari orang lain. Tat Twan Asi, Cinta Kasih Universal Manusia hidup akan selalu mengadakan interaksi sosial, Agama Hindu mengajarkan umat manusia agar menjaga hubungan yang harmonis baik dengan lingkungan alam, maupun dengan lingkungan sosial dengan menganjurkan selalu mengamalkan konsep Tat Twam Asi yang bersifat Universal yang berarti Tat (itu), Twam (kamu), dan Asi (adalah). Secara

sederhana Tat Twam Asi diartikan sebagai “dia adalah sama dengan saya”. Konsep Tat Twam Asi ini sebetulnya merupakan bentuk pengakuan (recognition), bahwa Hindu menempatkan hakekat manusia sebagai makhluk yang sama satu dengan yang lain, terlepas dari atribusi sosial yang melekat pada setiap diri manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial (Man is social being). Sebagai makhluk individu, manusia dilahirkan bebas dan sederajat (Man is born free and equal) yang dianugrahi seperangkat hak yang populer disebut konsep Hak Asasi Manusia (human right). Jika dewasa ini dalam era globalisasi, banyak negara yang vocal menyuarakan Hak Asasi Manusia, Hindu telah lama mengakuinya sebagai bagian dari konsep Tat Twam Asi. Namun konsep Tat Twam Asi Hindu tidak berlandasan kebebasan untuk libral (libralisme). Hak Asasi Manusia berlandasan pada kebebasan untuk “Kebebasan” (individualisme) atau hubungannya dengan manusia lain sebagai makhluk sosial. Dengan kata “Asi” sesungguhnya telah menunjukkan independensi atau saling ketergantungan di antara sesama manusia yang berbasis pada susila (moral). Jadi kebebasan manusia memperoleh imban-

“Kenapa manggut-manggut, Bu?” Bu Amat menggeleng. “Jangan menggeleng! Jawab saja kenapa manggut-manggut tadi?” “Ya, karena kejadian kelabu itu terjadinya kebetulan tanggal 2 Mei. Bagaimana kalau terjadinya tanggal 1 Mei pada Hari Buruh? Apa akan dihubungkan dengan nasib buruh kelabu?” Amat tertegun. “Atau, terjadinya pada tanggal 21 April? Apa akan dihubungkan dengan hak azasi perempuan, karena ada 2 korban perempuan? Jadi Kartini Kelabu?” Amat manggut-manggut. “Lho, kok Bapak sekarang yang manggut-manggut?!” Amat tersenyum malu. “Apa mungkin itu karena otak kita yang sudah kelabu?” “Maksudnya, otak Bapak?” Bu Amat tak menjawab. “Benar, bukan Hardiknasnya, tapi otakku (kita) yang kelabu, diharu-biru berita kelabu, karena itu yang paling laku!” gan, kendali, dan hakekat manusia pada dasarnya terbatas, juga tidak mungkin manusia memiliki kebebasan yang absolut. Kebebasan yang dimiliki oleh individu dengan hak-hak yang ada padanya harus diletakkan dalam kerangka kebersamaan dengan manusia lainnya. Artinya, bagaimana setiap individu di dalam menggunakan kebebasannya itu tidak mendatangkan penderitaan bagi yang lain. Jawaban atas “cara bagaimana” itulah tiada lain kembali pada soal yang mendasar adalah “Susila” (moral). Perbuatan baik secara moral, Hindu menekankan kewajiban untuk melakukan Yadnya (amal kebajikan). Perbuatan baik yang diikuti dengan kewajiban menjalankan Yadnya, mencerminkan watak sosial yang sarat dengan nilai cinta kasih sayang. Sehingga dalam kebersamaan, manusia sebagai makhluk sosial, kasih sayanglah yang sesungguhnya menjadi acuan. Kasih sayang itu menjadi mediator yang memotivasi manusia untuk mewujudkan tatanan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang rukun, damai dan bahagia. Dengan demikian hakekat Tat Twam Asi adalah bermuara dari kasih sayang yang diaktualisasikan ke dalam bentuk sikap egaliter yang memandang segala makhluk adalah sama, sehingga menolong orang lain sesungguhnya berarti menolong diri sendiri dan menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri. Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si Dosen Psikologi Agama FPAS UNHI Denpasar

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

23

Momentum Kebangkitan Film Indonesia

Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati tiap tanggal 20 Mei menjadi momen kebangkitan di segala bidang. Banyak hal yang bisa diangkat dan diaktifkan lagi, misalnya bidang hiburan (perfilman), kuliner, pendidikan, pawisitsata, dan kewirausahaan

H

arapan jumlah penonton film ‘Ada Apa dengan Cinta’-2 bisa menembus 3 juta penonton, agaknya bukan mustahil. Pekan lalu saja, jumlah penonton telah mencapai 2,5 juta orang. Sampai sekarang, antusias masyarakat terhadap film bergenre drama ini, masih cukup tinggi. Bukan hanya di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia tapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Brunei. Yang bikin insan film Indonesia berdecak kagum adalah dalam tiga hari tayang---tayang perdana 28 April 2016--- langsung menggaet 700.000 penonton. Apakah ini tanda kebangkitan film Indonesia? Fenomena ini sungguh suatu yang fantastis karena kalangan perfilman dalam negeri tahu betapa sulitnya mengumpulkan penonton dalam jumlah seperti itu, apalagi hanya dalam tempo tiga hari. “Film ‘Ada Apa dengan Cinta’ atau AADC semakin memperlihatkan secara nyata kalau dunia perfilman Indonesia telah bangkit kembali. Meski memang belum seperti tahun 1970-1980-an. Antusiasme masyarakat menonton film ini sudah sangat luar biasa,” ungkap Anwar Fuady, aktor senior Indonesia.

Menurut Anwar, sebagai insan perfilman dia sangat menyambut sukacita fenomena ini. Dunia perfilman Indonesia, katanya, sempat terpuruk di era 1990-an dan geliat kebangkitannya baru mulai terlihat di awal tahun 2000-an, namun itu pun berlangsung fluktuatif. Para insan film Indonesia merindukan masa-masa di mana film Indonesia menjadi ‘raja di negeri sendiri’, seperti era 1970-1980-an. “Saya kira film AADC-2 bisa disebut sebagai momentum kebangkitan film Indonesia. Bayangkan saja, ya, film nasional ini bisa mengalahkan film-film Hollywood yang saat ini tengah gencar tayang. Apa itu bukan suatu yang luar biasa?” kata mantan Ketua PARSI periode 1998-2006, bersemangat. KALAU BERKUALITAS PASTI DITONTON Apa yang diungkap pemeran film ‘Kiamat Sudah Dekat’, ini, bukan sekadar bualan. Karena faktanya, sepekan setelah AADC-2 tayang, film top Hollywood, ‘Captain America: Civil War’ tayang di Indonesia. Film Captain America, memang menjadi salah satu film Hollywood, yang paling ditunggu di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun tetap saja, film besutan sutradara kenamaan

Anwar Fuady

kakak-beradik, Anthony Russo dan Joe Russo, itu belum mampu menyamai ‘meledaknya’ film AADC-2. Menurut Anwar Fuady, tandatanda kebangkitan perfilman nasional sudah mulai terlihat dari banyaknya film-film bermutu yang dihasilkan para sineas Indonesia, bahkan yang mendapat penghargaan internasional pun cukup banyak. Di tahun ini saja, selain AADC-2 juga ada sejumlah film nasional yang bukan hanya kehadirannya mampu bersaing dengan film-film Hollywood yang masuk ke dalam negeri tapi juga dalam hal jumlah penonton. “Jadi yang saya mau katakan di sini, capaian-capaian dunia perfilman tanah air sekarang ini telah menunjukkan kebangkitan film Indonesia. Ini sekaligus juga menunjukkan bahwa masyarakat

Menaikkan Gengsi Kuliner Tradisional di Kancah Global Menurut pemerhati kuliner Bali Cok. Widyawati, membangkitkan kuliner lokal di kancah internasional dan global, caranya, mengenal lebih dahulu kuliner lokal itu sendiri, terutama dari segi historinya. “Kita harus tahu cerita tersendiri akan uniknya makanan tersebut, bahan baku dan sebagainya, sehingga bisa menikmati dan merasakan kandungan gizinya. Setelah itu timbul rasa bangga untuk melestarikannya,” kata perempuan yang kini menjadi pendamping UKM Kulkul (Kumpulan Kuliner) Bali ini. Ia mencontohkan, be guling khas Bali ciri khasnya bagaimana, cara membuatnya bagaimana. Tiap daerah juga memiliki aneka makanana tradisional. Selain itu, kata Cok Widyawati, dalam mengolah makanan harus bisa berkreasi dalam cita rasa disesuaikan dengan selera cita rasa internasional namun, tidak meninggalkan ciri khas tradisional. “Dalam pengolahan makanan, misalnya kita menggunakan cara yang unik atau tetap menggunakan alat tradisional dengan tetap memperhatikan

Cok. Widyawati

hiegienis, dan tetap mempertahankan bumbu asli,” ujarnya. Ia mengingatkan juga, agar para pembuat kuliner senantiasa berinovasi dari segi tampilan termasuk kebersihan dan keamanan pangannya/kemasan/branding sehingga meningkatkan image makanan tradisional tersebut, bisa diterima masyarakat interna-

sional di manapun berada. Menurutnya, stimulus pemerintah diperlukan dari segi kebijakan dan perizinan usaha yang mudah dan cepat. “Kita perlu dukungan semua pihak baik BUMN atau swasta, dan stakeholder kuliner termasuk media untuk mengutamakan makanan tradisional diperkenalkan dalam event internasional,” ujarnya. Ia menyarankan, pendidikan dan pelatihan serta pendampingan yang berkelanjutan bagi pengusaha kuliner perlu dilakukan, agar mereka bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menaikkan gengsi makanan tradisional di kancah global,” ucapnya. Menurutnya, program ini mesti bersinergi antara intansi terkait baik pemerintah, swasta, dan masyarakat, termasuk komunitas dan organisasi lainnya. Para koki hotel pun mulai memperkenalkan aneka makanan tradisional di tempat mereka bekerja. Bahkan, bila perlu, diberikan sedikit penjelasan dalam daftar menu, keunikan makanan tersebut. –Wirati Astiti

Indonesia merindukan film-film berkualitas dari dalam negeri. Ibarat makanan, kalau makanan itu enak, maka kemana atau dimana pun akan dicari orang. Begitu juga film, kalau film itu berkualitas, pasti lah orang mau nonton,” katanya. Jadi, tambah Anwar lagi, fenomena AADC-2 dan sejumlah film Indonesia yang telah berhasil menembus satu juta penonton hanya dalam tempo singkat, hendaknya menjadi pegangan bagi para sineas Indonesia agar perfilman nasional bisa berjaya seperti dulu. “Jadi, tolong lah, bikin filmfilm berkualitas, karena itu yang diinginkan masyarakat, itu selera masyarakat. Jangan lagi bikin film-

film hantu, sudahi deh bikin film hantu, berhenti! Kalau Indonesia tetap saja bikin film-film hantu, perfilman Indonesia bakal makin ‘kelaut’ (tenggelam-red),” ujar Anwar yang memulai kiprahnya di dunia perfilman tahun 1968. “Namun bikin film jangan cuma bermutu saja, tapi juga film yang memiliki nilai jual. Mutu dan nilai jual harus seiring sejalan. Jika dua hal ini bisa jalan bersama maka pasti perfilman Indonesia akan berjaya seperti dulu. Karena kalau film hanya bermutu saja, tidak ada nilai jualnya, bagaimana? Tidak memiliki nilai jual, siapa yang mau nonton? Jadi membuat film yang bermutu harus juga memikat masyarakat untuk menontonnya,” paparnya. -Diana Runtu

Tingkatkan Kualitas Diri

Berkaca dari gagasan Budi Utomo untuk menyampaikan ide, rasa persatuan, rasa nasionalisme untuk melepaskan diri dari penjajahan, maka memaknai kebangkitan nasional zaman sekarang tidak terlepas dari sisi sejarah. Perbuatan atau tindakan yang dilakukan dan ditunjukkan adalah salah hal yang paling mendasar dalam memaknai kebangkitan nasional saat ini. Demikian yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti I Nyoman Suandana, S.E., M.Si,. Menurutnya dalam perbuatan banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya adalah dalam dunia pendidikan. Saat ini pendidikan di Indonesia sangat perlu ditingkatkan kualitasnya, tidak hanya menamatkan sampai jenjang SMA tetapi juga semestinya bisa berlanjut sampai jenjang perkuliahan. “Ini merupakan salah satu program pemerintah, dalam masalah pendidikan Indonesia seharusnya mengadopsi dari negara maju,” ujarnya. Suandana juga mengungkapkan bahwa pendidikan adalah modal utama dalam mencapai berbagai aspek kehidupan di masyarakat. Pendidikan yang bagus akan membantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang baik pula sehingga pendapat per kapita juga akan meningkat. Hal tersebut tentu akan memengaruhi perkembangan ekonomi di masyarakat. Jika keadaan ekonomi sudah baik maka tindak kriminal pun dapat ditekan sehingga berpengaruh secara langsung terhadap keadaan sosial di masyarakat. Ketiga hal tersebut memang saling berkaitan dan untuk dapat mewujudkannya harus diawali dengan kebangkitan diri. Untuk dapat membangkitkan diri harus ada motivasi dari masing-masing individu. “Tergantung karakter dari orang, ada x ada y. Kalau karakter x tentu orang yang tidak memiliki harapan, bekerja apabila disuruh ya hal buruk tentunya. Namun jika orang berkarakter y adalah orang yang selalu mengejar prestasi,” tambahnya. Pria kelahiran 30 April 1968 tersebut juga mengatakan untuk dapat membangkitkan diri adalah dengan membangun diri sendiri. “Intinya harus ada peningkatan, jika sebelumnya kita berbuat tidak baik ke depan kita jangan mengulangi dan setidaknya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya. Pikiran juga merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam memaknai kebangkitan diri. Sebagai seorang akademis seharusnya dapat selalu berpikir positif. “Kalau setiap orang dapat berpikir positif wah tentram sekali hidup kita,” imbuhnya. Ia juga mengatakan bahwa sistem pendidikan yang baik akan melahirkan generasi cerdas dan bermoral. Pria yang berasal dari desa Busung Biu kecamatan Busung Biu tersebut tidak memungkiri jika dalam mengubah diri menjadi lebih baik memang tidak mudah. Namun ketika ada kemauan yang diikuti dengan ketulusan tentu perubahan dapat dilakukan. Hal yang terpenting adalah pengendalian atau kontrol yang ada di masing-masing individu. “Kita sendiri yang tahu mana yang baik mana yang tidak, maka dari itu kita yang harus mengendalikan,” tambahnya. Selain itu, dalam memaknai kebangkitan nasional generasi muda juga harus bersiap menjawab tantangan di zaman yang serba canggih ini dan bisa mengikuti perkembangan. Untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional memang sebaiknya dimulai dari diri sendiri. Jika generasi muda tidak bisa membangkitkan diri dengan berusaha menjadi lebih baik, maka kualitas kehidupan akan semakin terpuruk. Hal ini akan terlihat dari kebodohan, kemiskinan, dan angka pengangguran yang semakin meningkat. Ini berarti bahwa pesan pejuang untuk bangkit dari keterjajahan yang sesungguhnya belum tercapai. -Wiwin


22

Sosialita

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Wisata Balaikota dan Kisah Noni Belanda

Jakarta menambah lagi satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan, khususnya bagi warga Jakarta dan wisatawan dari daerah. Yakni, wisata kompleks Balaikota Jakarta. Tempatnya tak lain dan tak bukan adalah Kantor Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

S

ejak September 2015 lalu, kompleks Balaikota ini dinyatakan terbuka untuk umum pada hari libur Sabtu dan Minggu pukul 09.00-17.00. Masyarakat dapat berkunjung untuk melihat dari dekat kantor pusat Pemda DKI Jakarta. Pada hari libur itu, semua ruangan, kecuali beberapa ruangan tertentu seperti ruang kerja Gubernur DKI Jakarta, terbuka untuk umum. Bahkan pengunjung pun bisa melihat-lihat Jakarta Smart City (JSC) Launge yang terletak di lantai 3 Blok B. Di sinilah Gubernur DKI Jakarta juga para pejabat memonitor aktivitas di Jakarta, mulai dari banjir, PKL, lalu lintas, parkir liar, dll. Di ruangan ini juga berbagai permasalahan Jakarta, termasuk keluhan yang disampaikan warga diterima dan ditindaklanjuti. Sejak destinasi wisata baru

Jakarta ini diluncurkan, 12 September 2015 lalu, kata Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Agustino Dharmawan, wisata Balaikota selalu ramai pengunjung pada Sabtu-Minggu. Rata-rata 400 pengunjung. Tapi liburan pekan lalu, animo masyarakat sangat mengejutkan, karena jumlah kunjungan melonjak dua kali lipat lebih. “Mungkin pas hari libur panjang, ya. Jumlah pengunjung mencapai 800 orang lebih, dari pagi hingga sore bahkan sampai sudah mau tutup pengunjung masih datang,” ungkapnya. Wisata kompleks Balaikota ini bukan hanya sekadar melihat-lihat ruangan dan berbagai perangkat di dalamnya, namun juga bisa menikmati aneka kuliner khususnya makanan khas Jakarta plus hiburan. Berbagai makanan dan minuman khas Jakarta, bahkan jajanan khas yang sudah langka di pasaran pun

Salah satu ruangan di balaikota jakarta

Gedung kuno balaikota lama dan gedung G berlantai 24 berdampingan

bisa dibeli di sana. Bir pletok, kerak telor, asinan Jakarta, dll, dengan harga terjangkau dapat dinikmati masyarakat. Bagi wisatawan daerah, jangan lupa membeli aneka cendera mata khas Jakarta di gerai Dekranasda DKI Jakarta. “Ini bagus sekali. Saya sengaja ‘bela-belain’ datang ke sini setelah liat Ahok di TV bilang warga Jakarta boleh masuk ke Balaikota. Kita pengen tahu ada apa aja di sana,” ungkap Ibu Aminah yang bersama suami dan dua anaknya dari Pasar Minggu Jakarta Selatan. “Sekalian kita pengen ketemu Ahok, katanya mau dateng juga,” ucap Aminah yang datang bersama suaminya, Ilham. Selain berwisata, kata Ahok, masyarakat juga dapat mengadakan kegiatan komunitasnya di kompleks Balaikota. “Semuanya gratis. Mau kumpul-kumpul komunitas, atau aktivitas lain, tidak dipungut bayaran. Siapa tahu ada yang mau foto pre-wedding di sini, silahkan, gratis kok. Pemandangan bangunan tua untuk foto-foto kan bagus sekali. Yang penting jaga kebersihan dan ketertiban,” ungkap Ahok.

JEJAK BELANDA DI BANGUNAN BALAIKOTA Bagi penggemar sejarah maka mengunjungi gedung tua, tempat Ahok berkantor, menjadi suatu yang menarik. Entah benar atau tidak, namun konon gedung tua itu, cukup angker. Mungkin, itu sebabnya sejumlah gubernur Jakarta sebelumnya enggan berkantor di sini. Tentang keangkeran kantornya, pernah ditanyakan wartawan ke Ahok. Sambil tertawa Ahok membenarkan. “Kata staf ada noni-noni Belanda yang suka duduk berputarputar di kursi saya,” kata Ahok sambil tertawa. Namun, kata Ahok, dirinya tidak takut dengan cerita-cerita horor itu. “Barangkali noni Belanda ingin jadi gubernur,” katanya berkelakar. Tentang bangunan tua Balaikota tidak disebutkan kapan persisnya dibangun. Namun ada sebuah foto lama gedung tua Balaikota Jakarta yang dibuat oleh fotografer Woodbury&Page pada tahun 1870. Sementara data dari data jakarta.go.id disebutkan, bangunan di Jl Merdeka

Selatan No 8-9 Jakarta Pusat ditempati sebagai Balaikota pada tahun 1919. Bangunan No 8 digunakan sebagai kantor dan kediaman Residen Jawa Barat, sedangkan bangunan No 9 digunakan untuk kantor Gemeente Batavia dan rumah kediaman burgemeester (walikota). Pada 1 Oktober 1926, kantor Gemeente Batavia ini berganti menjadi Stads Gemeente Batavia. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), gedung itu menjadi kantor Djakarta Tokubetsu Shi dengan kepala pemerintahannya disebut Sityoo. Pada masa kemerdekaan, gedung itu kembali berganti nama menjadi Pemerintahan Nasional Kota Jakarta dengan kepala pemerintahan disebut walikota. Kantor Nasional Kota Jakarta ini kemudian berganti nama menjadi Balai Agung dengan walikota pertama dijabat Suwiryo. Baru pada tahun 1961, melalui Peraturan Pemerintah, sebutan Kotapraja Jakarta Raya berganti menjadi Pemerintah DKI Jakarta Raya, dengan kepala pemerintahan seorang gubernur. Sejak itu Balaikota difungsikan menjadi kantor Pemda DKI Jakarta. Pada masa Gubernur Ali Sadikin, 1972, Balaikota diperluas. Bangunan No 9 dibongkar dan diganti bangunan berarsitektur modern dengan fasilitas perkantoran yang lengkap berlantai 24. Keseluruhan pembangunan baru selesai tahun 1976 dan dikenal sebagai Gedung Blok G, dimana sejumlah gubernur Jakarta berkantor. Sementara bangunan kuno No 8 tetap dipertahankan sebagai bangunan bersejarah. Namun sejak Ahok menjadi gubernur, bangunan itu difungsikan sebagai kantor gubernur. –Diana Runtu

Jakarta Smart City Launge Apa saja yang bisa dilihat dan dinikmati pengunjung? Selain ruang kerja Ahok, semua tempat terbuka untuk umum. Termasuk Balai Agung dimana berbagai acara Pemda DKI Jakarta digelar. Nah untuk Balai Agung, setiap Sabtu dan Minggu disulap menjadi bioskop. Masyarakat bisa menonton berbagai film karya sineas Indonesia. Selain Bioskop Balai Agung, salah satu tempat yang menjadi favorit pengunjung adalah Jakarta Smart City Launge. Meski tempat ini baru akan di-launch Juni mendatang, bertepatan dengan HUT Kota Jakarta, namun sejak Januari 2016 lalu masyarakat sudah dapat mengunjungi ruangan dimana Ahok dan para pejabat Jakarta melakukan monitoring kondisi Jakarta terkini. “Semua titik strategis yang berkaitan dengan pelayanan publik di Jakarta dipasang CCTV

yang tersambung ke sistem Jakarta Smart City, seperti pintu air, pasar-pasar, tempat-tempat rawan kriminalitas, tempat angkot ngetem, dll. Dari CCTV tersebut bisa terlihat kondisi terkini di lokasi tersebut. Seperti misalnya pintu air, kita bisa memantau tinggi muka air, dll,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Jakarta Smart City, Setiaji. Tidak itu saja, kata Setiaji,

data anggaran untuk mengawal APBD juga bisa dipantau di sistem Jakarta Smart City. “Nanti juga akan dikembangkan aplikasi pemantauan APBD lewat ponsel pintar,” tambahnya. Setidaknya saat ini ada sekitar sembilan aplikasi yang menjadi aplikasi resmi Jakarta Smart City. Di antaranya, aplikasi ‘Qlue’ untuk warga melaporkan setiap permasalahan perkotaan.

Jakarta smart city launge

“Contohnya, ada laporan tentang genangan di jalan. Maka lurah harus menindaklanjuti. Jika tidak ditindaklanjuti dalam waktu lima hari --karena kan staf JSC terus memantau-- akan ditanyakan kepada lurah yang bersangkutan. Jadi dari sana juga akan ketahuan kinerja para lurah itu,” paparnya. Konon, aplikasi ‘Qlue’ ini— khususnya pada awal-awal dioperasikan---telah cukup banyak memakan ‘korban’ yakni dicopotnya lurah maupun pejabat terkait lantaran tidak menindaklanjuti permasalahan di wilayahnya. Mungkin para pejabat itu masih berpikir seperti masa lalu, sehingga mereka tetap cuek tentang kejadian di wilayahnya meski sudah dilapori warga. Belakangan setelah ‘korban’ berjatuhan, barulah para lurah juga para pejabat benar-benar perhatian dan lumayan sigap

menangani masalah di wilayahnya. “Dari sini kita bisa tahu ada lurah yang ngeyel,” kata Gubernur Ahok pada suatu ketika.Selain ‘Qlue’, aplikasi penting lainnya adalah ‘Qraved’ untuk smart PKL, Waze untuk info lalu lintas, APAJA untuk bus kota, dan CROP untuk respons laporan warga. Ada sejumlah ruangan penting di Jakarta Smart City, salah satunya adalah Command Center atau ruang operasional. Ruangan ini dilengkapi dengan LCD wall berikut peralatan teknologi terbaru. Dari sinilah tempat memantau situasi kota Jakarta terkini. Selain itu ada ruang meeting, ruang analisis data dan ruang destinasi wisata. Jika berkunjung ke ruang Jakarta Smart City jangan khawatir bingung karena di sana selalu ada staf yang standby untuk memandu pengunjung ke seluruh bagian dari ruang paling canggih di Balaikota Jakarta. –Diana Runtu

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Ni Made Ayu Dewi

3

“Yuk, Nabung Lot”

Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi

Tiga tahun lalu, Made Robert, Founder Mesari Land & Direktur Utama BOS Land meluncurkan vilatel bernama Villa Mesari ( kini Atta Mesari Villas ) dan berlanjut vilatel kedua Atta Labeji Villas yang berlokasi di kawasan eksotis, Desa Kenderan, Ubud, Bali. Berdasarkan pengalamannya presentasi berkeliling, baik itu di Bali maupun di luar Bali, peserta yang hadir banyak yang

berminat untuk jadi investor. Namun, ada sebagian masyarakat tidak bisa membayar cash, mereka hanya mampu menyisihkan uang sekitar Rp 1 juta – 3 juta tiap bulannya. “Waktu itu kami belum punya program bayar bertahap, karena untuk program itu harus ada tim khusus melakukan & menjemput uangnya ,” imbuh Ni Made Ayu Dewi Saraswati, Komisaris Utama BOS Land. Hal ini menjadi pemikiran serius Made Robert. Setelah beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan tim KSP Silamukti, muncul sebuah ide untuk mengkolaborasikan antara menyimpan & berinvestasi dengan kemudahan. Kemudian, lahirlah suatu program “Yuk Nabung Lot”. “Dengan program baru ini, masyarakat yang dulu terkendala membeli lot karena harus membayar cash, kini bisa membayar bertahap selama 1 tahun dengan jalan menyimpan di KSP Silamukti,” jelas Made Ayu. Dengan program “Yuk Nabung Lot” ini, mereka mendapatkan keuntungan ganda. Pertama, sebagai nasabah koperasi, mereka mendapatkan bunga simpanan dan benefit lainnya. “Jadi, mereka tak sekadar nabung lot. Mereka juga mendapat-

kan pengembangan bunga simpanan di KSP Silamukti,” jelas Bendahara Wayan Sudiana, Manajer I Putu Rudin, dan Ketua KSP Silamukti I Wayan Dirgantara Suija, S.Ag. Kedua, mereka dapat meng-keep harga lot dan bisa mendapatkan benefitnya lebih awal, sebelum pelunasan, yakni fasilitas menginap. Made Robert mengungkapkan, tantangan terbesarnya adalah mencari solusi. Karena bisnisnya adalah membantu seluruh lapisan masyarakat agar bisa menjadi investor. “Jadi kini masyarakat tak ada alasan lagi untuk tidak menjadi investor,” tegasnya. Made Ayu mengilustrasikan, dengan harga 1 lot Atta Labeji Villas, Rp 12 juta, masyarakat yang berminat bisa menabung minimal Rp 1 juta tiap bulan selama setahun. Demikian halnya jika ingin membeli 10 lot, maka mereka harus menabung Rp 10 juta per bulan. “Benefit dari koperasi murni untuk si penyimpan “ tegasnya lagi. Mengapa berkolaborasi dengan koperasi? Made Robert menjelaskan, karena yang paling sesuai dengan visi dan misi Mesari Land & BOS Land yang menerapkan Capitalism Based On Society itu adalah koperasi. “Ma-

Tim KSP Silamukti

kanya harus dengan koperasi karena sama-sama berbasis kerakyatan. Dengan program “Yuk Nabung Lot” ini, semua orang bisa menjadi investor/pemilik villa dan mendapatkan benefit lainnya,” ingatnya. Dengan tegas, Made Robert mengatakan, bahwa investasi sangat penting untuk kebebasan finansial ke depan, membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Tentunya, siapa pun pasti ingin menikmati hari tua tanpa harus pusing dengan urusan finansial. Solusinya hanya satu, berinvestasilah di tempat yang aman yaitu Atta Labeji Villas mulai sekarang. 100% UANG KEMBALI Dengan ikut program “Yuk Nabung Lot” yang pembayaran lunas dalam 1 tahun, para investor tetap mendapatkan benefit lainnya. Di antaranya, uang pembelian lot akan

dikembalikan 100% di tahun di tahun ke-11. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil miliaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. –ten

Hadiri Presentasi Cara Investasi yang Benar & Aman Minggu, 22 Mei 2016, pukul 10.30 wita di Atta Mesari Villas, Jalan Suweta No. 88 Ubud-Bali (1,5 km ke utara dari Puri Ubud/Pasar Seni). Free lunch. Tempat terbatas.

Atta Labeji Villas

Mulai Rp 120 juta bisa punya Atta Selong Villas di Lombok (Sertifikat Hak Milik)

Direktur Utama BOS Land, Made Robert menyampaikan, kini BOS Land juga menghadirkan villatel unitan yang berlokasi di Kelusa, Ubud, dan di Selong Belanak Lombok. “Jadi, semeton Bali yang memiliki dana lebih bisa berinvestasi di Puri Kelusa Villas & Resort, Ubud atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Ni Made Ayu Dewi. Atta Selong Villas adalah salah satu akomodasi mewah di daerah perbukitan Selong Belanak yang menawarkan keindahan alam Selong Belanak dan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alami dan tenang. Nikmati pemandangan pantai pasir putih menakjubkan dari Pantai Selong, lingkungan yang masih alami di perbukitan Selong Belanak, Lombok.

Atta Selong Villas

Selong Belanak dapat dijangkau 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok di Praya, mudah dicapai dengan penerbangan reguler dari Bali, Jakarta, Singapura , dan Kuala Lumpur. Apa yang didapat dari Rp 120 juta? Keuntungan yang didapat adalah garansi penghasilan selama pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun sejak Atta Selong Villas resmi beroperasi (tahun ke-3 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Free stay 21 point per tahun, Sertifikat Hak Milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai), liburan gratis ke Eropa, Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas), 2 hektare hutan jabon, Umroh/ Liburan/Tirtayatra.

Informasi pendaftaran Hubungi Kantor BOS Land Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id Email: cs@ bosland.id, bos.land99@gmail.com

Miliki Puri Kelusa Villas & Resort di Ubud Bali Mulai dengan Rp 240 Juta (Sertifikat Hak Milik) Kunjungan wisatawan ke Bali selalu meningkat tiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka lebih tertarik menginap di villatel. Kondisi ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk berinvestasi di villatel. Para wisatawan kini tak lagi mencari lokasi yang dekat dengan keramaian, namun lebih memilih lokasi yang eksotis, tenang dan nyaman. Ubud terkenal di antara para wisatawan di mancanegara karena lokasinya yang banyak dengan persawahan dengan nuansa perdesaan.​ Puri Kelusa Villas & Resort adalah Puri Kelusa Villas & Resort tempat yang tepat untuk berinvestasi di villatel. Villa bernuansa kehidupan tradisonal pedesaan Bali yang selaras dengan konsep Tri Hita Karana (keep the harmony and balance between human to God, human to human & human to environment). Dibangun di atas tanah seluas 2 hektare di Kelusa, Ubud–Bali, dikelilingi sungai yang masih asri bak pulau di tengah danau dengan suara gemericik airnya, dikelilingi sawah yang hijau dan rerimbunan pohon. Miliki Puri Kelusa Villas di Ubud, Bali mulai dengan Rp 240 juta. Benefit memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun semenjak Puri Kelusa Villas & Resort beroperasi (tahun ke-3 dst. fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa (Puri Management International), Garansi beli kembali 130% di tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Free Stay 21 point per tahun, Sertifikat hak milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai keras), Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektare hutan jabon, umroh/tirta yatra/liburan ke luar negeri). Unit Terbatas!!! Untuk itu, Made Robert dan Ni Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id Email: cs@bosland.id, bos.land99@gmail.com.


4

Inspirasi

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Lisika Tisnadi

Mandalika

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

NTB Raih 5 Kali Penghargaan MDGs

Bebas Berekspresi Sebuah hobi bisa mendatangkan uang, mungkin banyak orang sudah mengetahuinya, namun tidak semua mau melakukan itu. Ada yang memilih tetap hanya sebagai hobi, namun ada juga yang ingin meraih keduanya, yakni, hobi dan uang (penghasilan). Lisika Tisnadi ternyata memilih hal kedua yakni menjalankan hobi namun juga menghasilkan uang dari hobinya. Liska selama ini telah memiliki bisnis yang bagus di bidang printing.

“S

aya sejak dulu memang hobi kerajinan, khususnya barangbarang yang terkait dengan home decoration. Biasanya bikin sendiri dipakai sendiri. Tiap ada ide baru, saya bikin tapi untuk dipakai sendiri. Trus saya pikir, ngapain bikin-bikin terus, barang jadi menumpuk di rumah. Akhirnya terpikir untuk bisnis kerajinan. Saya pikir, kenapa tidak memulai saja bisnis kerajinan,” tutur Ika, begitu sapaan akrab Lisika Tisnadi, bercerita tentang awalnya dia memulai bisnis kerajinan yang diberinya label ‘Seruni’: living with art. Sejak menjadikan hobinya menjadi bisnis, ide justru mengalir. Mungkin, ini karena ada kesadaran untuk terus berproduksi untuk dijual. “Awalnya saya hanya membuat cover cushion atau sarung bantal kreatif dan tote bag, lama-lama berkembang ke kreasi lainnya, sep-

erti pouch, dan kerajinan-kerajinan dari kayu,” jelas wanita berkulit putih ini. Ika makin bersemangat me-

nekuni bisnis kerajinannya karena sang suami juga ikut mendukungnya. “Suami saya itu juga gemar kerajinan. Dia lebih pada kerajinan kayu.

Cover Cushion yang laris manis

Nusa Tenggara Barat kembali mencatatkan diri sebagai daerah yang ­mendapatkan penghargaan Millenium Development Goals (MDGs) award untuk kelima kalinya. Penghargaan tersebut diterima Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, pada acara penutupan Musrenbang Nasional tahun 2016 untuk penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah ) tahun 2017.

kannya. Yang lebih menyenangkan lagi adalah kita mengerjakannya dengan enjoy karena ini adalah hobi kita,” ungkapnya. Tak mau mengulang pengalamannya saat Inacraft pertama, Ika pun mengaku mempersiapkan dengan baik keikutsertaannya di pameran tersebut. “Di pameran yang kedua ini, saya menjadi lebih siap. Jumlah barang yang dibawa pun lebih banyak. Item-item yang tahun lalu laris manis saya bawa lebih banyak juga dengan kreasi yang lebih beragam,” ungkapnya. Seperti pada pameran sebelumnya, kali ini pun kata Ika, animo pembeli cukup bagus. Beberapa item yang dia bawa malah sudah habis pada hari kedua. “Ini cover cushion baru hari kedua sudah

H

Lisika Tisnadi

Dia juga suka mendesain. Jadi kami sama-sama suka,” tambah Ika. Meski masih baru, dia bisa merasakan perkembangan bisnis kerajinannya terbilang cepat. Padahal, saingan untuk kerajinan sejenis cukup banyak, tapi produknya ternyata bisa mengambil hati para penggemar kerajinan. “Meski masih baru perkembangannya bagus sekali,” katanya. Bagi Ika, menjalankan bisnis kerajinan sangat enjoy. Hal ini karena hobi. Dia bebas berekspresi dan berkreasi. Beda dengan bisnis printing yang juga sampai kini ditekuni dirinya dan suami. “Bisnis printing memang menguntungkan dan menghasilkan uang banyak, tapi bisnis ini kan kita bekerja berdasarkan orderan orang lain, kita tidak bisa berkreasi macam-macam.

Beda dengan kerajinan, meski saat ini penghasilan (uang) yang didapat tidak sebesar printing, tapi kita enjoy mengerjakannya. Apa saja ide yang kita dapat bisa kita tuangkan dalam karya,” tuturnya. Sejauh ini, bisnis printing tetap menjadi andalan keluarganya dalam menghasilkan uang. “Untuk penghasilan kami, untuk gaji karyawan, dll, ya sumbernya dari bisnis printing. Untuk waktu pun bisnis printing menyita 80% dari waktu, kalau kerajinan ya sekitar 20%. Jadi sampai saat ini masih sebagai bisnis sambilan. Tapi saya sih berharap, melihat tren yang ada, bisnis kerajinan ini bisa berkembang menjadi besar,” kata Ika yang memasok produknya ke sebuah toko di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

–Diana Runtu

Hari Pertama Langsung Habis tahu pameran tersebut diikuti oleh pengrajinpengrajin berkelas dengan produk-produk bermutu ekspor. “Saya cuek saja, nggak mikir banyak pesaing. Pokoknya saya hanya ingin memamerkan karya saya, kalau bisa diterima syukur, kalau tidak, ya tidak apa-apa, kan bisa membuat yang lebih bagus lagi,” ungkap Ika. Sungguh di luar dugaan, ternyata respons pengunjung bagus sekali. “Saya sampai kewalahan. Saya tidak siap dengan ‘serbuan’ pengunjung. BayangKursi vitage yang mendapat Femina Award kan, hari pertama seMenjalankan bisnis kerajinan bagian besar barang-barang yang kata Ika, kepuasan utamanya saya bawa habis. Saya dan suami terletak pada hasil karya yang di- panik, aduhh bagaimana ini. Jadi terima pasar. “Bagaimana sebuah saya langsung bikin lagi, meski ide yang saya dapat kemudian tidak bisa banyak. Saya kerahnya saya aplikasikan dalam berbagai tenaga freelance, untuk membentuk, dan ketika itu dipasarkan bantu dalam bidang menjahit, ternyata banyak yang suka. Bagi desain tetap saya. Saya sungguh saya itu suatu yang memuaskan. bersyukur karena ternyata pasar Tentu ketika barang-barang kita menyukainya,” tutur Ika tertawa laku dipasaran, ya pasti bahagia,” mengingat pengalamannya tempo ungkapnya. itu. Pengalaman menyenangkan Pengalaman itu, kata Ika memsekaligus mengejutkan didapat Ika buat semangatnya untuk terus ketika pertama kali berpameran menekuni bisnis kerajinan sedi Inacraft, tahun lalu. Ketika itu makin menguat. Kerajinan bukan sebagai seorang pemula ia men- lagi sekadar hobi tapi menjadi bisgaku nekad saja berpameran di nis yang memiliki prospek bagus. event pameran kerajinan terbe- “Menurut saya jika hobi ditekuni sar di Indonesia. Meski pemula, bisa menjadi bisnis yang berprostidak ada rasa minder. Padahal dia pek bagus, saya sudah membukti-

21

hampir habis, ini tinggal beberapa, hanya yang ada di pajangan itu,” kata Ika sambil menunjuk bantal yang berharga Rp 150 ribu perpiece.

Lisika bersama suami

Produk termahal yang dijual di stan Ika adalah berharga Rp 3 juta yakni sebuah kursi vintage atau kursi model jadul. “Saya tidak sengaja mendapat kursi ini. Kebetulan sedang ke Yogyakarta, saat jalan-jalan ada orang yang punya kursi ini. Saya pikir, lho masih ada yang punya kursi kayak begini. Langsung saja ide muncul, bagus banget kalau bisa dikreasikan. Jadi saya beli itu. Ini kursi memang benar-benar jadul, artinya bukan modelnya saja, tapi memang asli. Kerangkanya besi asli, cuma sudah saya kreasikan seperti jok dan covernya. Kerangkanya kita benerin juga, maka jadilah seperti ini,” ungkap Ika sambil menunjuk kursi vintage yang berhasil meraih Femina Award. Menurutnya, ketika akan tampil dalam pameran ini, ia memang sudah memikirkan akan membawa sesuatu yang menarik di pameran ini. “Akhirnya muncul deh ide soal kursi vintage itu,” tambahnya. –Diana Runtu

Gubernur NTB, saat menerima MDGs Award untuk kelima kalinya tahun 2016

adir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Istana Negara tersebut, Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Menteri Kabinet Kerja/Kepala Lembaga Negara Non Departemen, para eselon 1 kementerian, Gubernur

dan Sekretaris Daerah seluruh Indonesia. Nusa Tenggara Barat mengukuhkan dirinya sebagai provinsi terbaik dengan menyabet lima kali Juara Satu MDGs dalam kurun waktu lima tahun berturut turut sejak tahun 2011-2015. Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov

NTB, H Yusron Hadi, MDGs award tahun 2016 ini merupakan puncak pencapaian program MDGs yang dilaksanakan di Indonesia, karena pada tahun 2017 mendatang, program ini akan dilanjutkan dengan program SDGs (Sustainable Development Goals). -Naniek I. Taufan

Polda NTB Komitmen Perangi Narkoba Siap Pecat Anggota yang Terlibat Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati dan Walikota se-NTB di Pendopo Gubernur NTB, yang dibuka oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, diselenggarakan guna membahas beberapa hal, antara lain: illegal logging, narkoba, isu terorisme, juga upaya untuk mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hadir dalam Rakor ini Wagub NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Bupati Dompu Drs. H.Bambang.M.Yasin, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Wakil Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan M. Noer, Wakil Walikota Bima H.A Rahman H. Abidin, Sekda Lombok Tengah Drs. H. Lalu Supardan, M.M, SE, Asisten 1 Tata Praja dan Aparatur Dr. Ir H. Abdul Hakim, MM, Asisten 2 Ekonomi dan Pembangunan Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Asisten 3 Drs. H. Lalu Syafi’i, FKPD dan Pimpinan SKPD Lingkup Provinsi NTB. Persoalan Narkoba juga menjadi salah satu topik penting yang

dibahas dalam Rakor ini. Kepala BNN Provinsi NTB, Komisaris Besar Polisi Sriyanto mengatakan bahwa saat ini Indonesia adalah negara darurat narkoba, termasuk di Provinsi NTB. Data mencatat bahwa pada tahun 2014 terdapat 4,2 juta penyalahguna narkoba dan meningkat menjadi 4,7 juta pada tahun 2015. Data tersebut menunjukkan bahwa penyalahguna narkoba di NTB meningkat cukup pesat. Untuk menanggulangi dan memberantas peredaran narkoba, BNN Provinsi NTB telah melakukan beberapa aksi seperti penguatan kelembagaan yang baru terbentuk di Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Bima. Di samping itu juga dilakukan tes narkoba di semua SKPD, juga kampanye anti narkoba atau deklarasi anti narkoba yang barubaru ini diselenggarakan di Lombok Utara. Selain itu, kampanye anti narkoba dan bahaya narkoba juga disosialisasikan menggunakan media poster, baliho, dan leaflet agar masyarakat lebih waspada terhadap bahaya narkoba. “Kami juga telah melakukan razia narkoba ke anak-anak sekolah, karena saat ini pengguna sudah menyebar ke anak SD dan pesantren. Razia ke

Item yang wajib ada pada saat pengajuan APBD Perubahan tahun ini adalah anggaran untuk memberantas narkoba, seperti Test Kit narkoba sejumlah ASN yang ada di Provinsi NTB

sekolah menjadi metode yang efektif untuk mengetahui pengguna narkoba,” ungkap Sriyanto. Wakapolda NTB Komisari Besar Polisi Rudi Pratikno juga mengatakan hal senada yakni narkotika sudah sampai ke semua lapisan masyarakat, baik aparat, masyarakat, maupun anak-anak. Kebanyakan pengguna narkoba adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. “Polda NTB tegas memerangi narkoba dan tidak pandang bulu, bahkan kami siap memecat anggota Polisi yang positif menggunakan narkoba,” ujarnya. Begitu pula dengan Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Komisaris Besar Polisi H. Agus Sarjito menyampaikan saat ini Polda NTB fokus dalam bidang penindakan. Jenis narkoba yang paling banyak beredar di NTB adalah ganja, shabu dan ekstasi. Rata-rata usia pengguna dan pengedar narkoba berada pada usia 30 tahunan keatas. “Dalam upaya memerangi narkoba, kami telah melakukan kegiatan operasi bersinar pada tanggal 21 Maret-19 April 2016, yaitu melakukan kam-

panye langsung ke stakeholder agar masyarakat mengetahui bahaya narkoba,” ujarnya. Perang terhadap narkoba menjadi kesepakatan dan komitmen bersama Gubernur NTB beserta seluruh Bupati dan Wakilota seProvinsi NTB. Dalam hal rehabilitasi, NTB adalah Provinsi pertama yang merespons BNN terkait pusat rehabilitasi tidak hanya di Lido tetapi di beberapa tempat di Indonesia. Oleh karena itu, NTB menghibahkan tanah seluas 5 hektar di Lombok Timur untuk membangun pusat rehabilitasi. “Kami ingin NTB menyumbang sesuatu hal yang penting untuk pemberantasan narkoba di Indonesia,” ungkap Gubernur NTB. Gubernur menginstruksikan kepada Bupati dan Walikota seNTB agar mengalokasikan anggaran khusus untuk memberantas narkoba pada saat pengajuan APBD Perubahan. “Salah satu item yang wajib ada pada saat pengajuan APBD Perubahan tahun ini adalah anggaran untuk memberantas narkoba, seperti Test Kit narkoba sejumlah ASN yang ada di Provinsi

NTB,” ujarnya. Selain itu, Ia menyampaikan kepada Bupati dan Walikota untuk menyiapkan dana hibah bagi pelaksanaan tugas-tugas represif dalam pemberantasan narkoba bagi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTB dan 20% porsi untuk pendidikan ditambahkan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan penyiapan muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di Provinsi NTB. “Untuk internal, kami mengambil komitmen bersama, yaitu bagi ASN di jajaran Pemprov. NTB yang positif menyalahgunakan narkoba akan dipecat. Masalah ini akan dikawal sampai ke BKN agar menimbulkan efek jera,” kata Majdi. Gubernur juga mengimbau agar khotbah-khotbah Jumat di NTB juga mengangkat tema bahaya narkoba. “Banyak Negara di dunia yang tidak bisa menangani masalah narkoba akhirnya melegalkan narkoba. Itu bahaya, karena narkoba adalah awal kehancuran dari sebuah negara,” katanya. -Naniek I. Taufan Foto-foto: Humas Pemprov NTB


20

Nine

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Nyanyu Ernawati

Desak Pembahasan dan Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Beberapa waktu lalu, waktu malam datang, dengan menyalakan lilin, ratusan pemerhati perempuan dan anak berkumpul di depan Taman Budaya Nusa Tenggara Barat untuk menyuarakan stop kekerasan seksual yang bertajuk “Nyala Untuk Yuyun”.

A

ksi solidaritas ini tidak hanya ditujukan untuk Yuyun melainkan untuk perempuan dan anak di Indonesia. Oleh karena itu, Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat menggelar Gerakan Solidaritas Bersama Masyarakat NTB dengan tema Desak Pembahasan RRU Penghapusan Kekerasan Seksual. Para pemerhati perempuan dan anak yang kompak mengenakan pakaian hitam ini, menyalakan

lilin, membagikan bunga kepada pengguna jalan, penandatanganan petisi, orasi dan sebagainya, menarik perhatian warga yang melintas. Siapa saja tentu miris dengan kasus yang menimpa Yuyun. Karena itulah Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk samasama peduli pada persoalan ini. Mengambil momentum mencuatnya kasus kekerasan seksual yang dialami Yuyun, korban perkosaan dan pembunuhan di

Nyayu Ernawati saat mempersiapkan pamplet dalam aksi solidaritas Nyala untuk Yuyun

Para perempuan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak NTB

Bengkulu, para pemerhati perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat berkumpul membentuk Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat. “Kami berkumpul untuk menyuarakan agar disegerakannya pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-undang penghapusan kekerasan seksual,“ ungkap Nyayu Ernawati, Ketua Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat yang juga menginisiasi terbentuknya lembaga ini. Nyayu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyatakan perang terhadap kekerasan dan kejahatan seksual apa pun bentuknya yang menimpa siapa pun. Melihat data dari Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, angka kekerasan terhadap anak di NTB

di lingkungan tempat tinggal anak dan di sekolah. 38% terjadi di ruang publik seperti tempat bermain anak, panti asuhan, pondokpondok serta pusat perbelanjaan bahkan di ruang terbuka. Yang lebih memiriskan, kejatahan ini

banyak dilakukan orang-orang terdekat korban seperti guru, ayah tiri, tetangga atau keluarga dekatnya,” kata Nyayu. Hari ini, menurut Nyayu, berita-berita media massa ramai memberitakan bukan hanya ka-

Solidaritas Nyala untuk Yuyun

sangat signifikan. LPA NTB mencatat, pada 2011 sebanyak 103 kasus, yang kemudian meningkat di tahun 2012 menjadi 125 kasus dan 122 kasus sedikit menurun di tahun 2013. Namun di tahun 2014 meningkat lagi menjadi 147 kasus, serta 2015 dari Januari sampai April mencapai 60 kasus. Dari jumlah kasus yang terdata, di atas 50% jenis kasus tersebut kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan. -Naniek I. Taufan

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Kadek Sanjaya

Bisa menjadi bagian dari sekolah SMA Negeri Bali Mandara merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kadek Sanjaya. Lahir dari keluarga sederhana dengan segala keterbatasan tidak menyurutkan semangat belajar pria yang lebih akrab dipanggil Sanjaya ini. Membahagiakan orangtua dan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara merupakan cita-cita mulianya. Hidup jauh dari orangtua dan keluarga merupakan salah satu pengorbanan yang terbayar lunas oleh hasil jerih payahnya selama ini. lumni SMP Negeri 3 Mengwi ini meraih peringkat pertama se-provinsi Bali dengan nilai tertinggi Ujian Nasional program IPS. Ia mengatakan tidak menyangka dapat mendulang prestasi tersebut namun tentu ia sangat bersyukur atas prestasi yang telah diraihnya. Apa yang diraih oleh pria kelahiran 7 September 1997 tersebut memang tidak terlepas dari peran sekolah. Sistem pendidikan yang menerapkan pengambilan mata pelajaran dengan SKS membuat siswa-siswi yang berada di semester IV dapat mengambil pelajaran di semester VI. “Kalau kami sudah semester VI kami bisa lebih fokus untuk menghadapi ujian nasional. Pelajaran semester VI hanya dilakukan pengayaan,” ungkapnya. Selain sistem belajar yang baik, San-

jaya juga mengaku sangat mengefektifkan waktu dalam belajar. Baginya belajar tidak hanya di jam sekolah melainkan bisa di luar jam sekolah. “Di sini ada beberapa guru yang tinggal di asrama, kalau memang beliau tidak sibuk kami bisa tanya-tanya terkait pelajaran,” ujar pria yang pernah menjadi juara 1 Olimpiade Akuntansi dan Pajak (OAP) VI Tingkat SMA dan SMK Se-Bali yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia di Denpasar tersebut. Mendapat nilai UN tertinggi program IPS dengan jumlah nilai 524,0 membuatnya bersemangat dan lebih termotivasi lagi. “Saya sangat bersyukur akhirnya bisa menjawab tantangan dari Kepala Sekolah,” imbuhnya. Baginya tantangan kepala sekolah agar siswanya mendapat nilai tertinggi UN adalah sebuah perintah yang

harus dilaksanakan dan diwujudkan. Menyabet nilai tertinggi adalah suatu kebanggaan namun di sisi lain hal tersebut merupakan beban dan tanggungjawab. “Bangga sudah pasti, tetapi di mindset orang-orang dengan nilai tertinggi ini pasti orang yang dengan kemampuan lebih. Nah ini yang menjadi beban saya,” imbuhnya. Juara 1 Undiksha Economy Competition (UEC) Tingkat SMA/MA Se-Bali dan Lombok Tahun 2015 tersebut juga mengaku ke depan akan menunjukkan yang terbaik dan membuktikan bahwa ia memang layak untuk mendapat prestasi tersebut. Kecintaannya di dunia akutansi membuat Sanjaya berencana untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Universitas Indonesia (UI), Brawijaya, dan STAN adalah beberapa kampus yang sedang dicoba untuk dicarinya. Ia juga sangat berharap dapat menjadi pemimpin masa depan mewujudkan cita-cita dari sekolah Bali Mandara yaitu menciptakan pemimpin masa depan. Mampu meraih prestasi gemilang tidak lantas membuat Sanjaya merasa sombong bahkan ia terus melakukan intropeksi dan peningkatan kualitas diri. “Saya dapatkan semua ini dengan kerja keras, tidak boleh juga terlalu berbangga karena ketika orang merasa puas maka saat itu juga orang akan terjatuh,” ungkapnya. -Wiwin

Miracle Gelar Donor Darah

“Beauty not always from your face, but also from your heart”. Miracle Aesthetic Clinic yang erat kaitannya dengan kecantikan wajah, rupanya tidak hanya berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mempercantik para pelanggannya, namun Miracle Clinic juga melaksanakan pelayanan terbaik, untuk masyarakat melalui berbagai aksi sosial. Salah satunya dengan donor darah, yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dan dilaksanakan sejak pukul 07.00-selesai pada Sabtu, (7/5) di areal Miracle Aesthetic Clinic Renon. Menurut Upik Rustiah Manager Miracle Aesthetic Renon, ini adalah pertama kalinya Miracle menggelar kegiatan donor darah dengan menggandeng PMI Provinsi Bali. Acara ini, lanjutnya sebagai salah satu aksi sosial dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). “Kedepannya kegiatan ini bakal menjadi salah satu kegiatan rutin bagi kami. Kita menolong sekaligus mendapatkan manfaat, sebab tidak hanya pendonornya saja yang sehat dengan mendonorkan darahnya, namun juga melakukan tindakan peduli sesama dengan cara membantu teman-teman PMI, serta mereka yang membutuhkan bantuan tambahan darah,” ujarnya. -Sri Ardhini

Petisi desakan pembahasan dan pengesahaan RUU kekerasan terhadap perempuan dan anak

sus perkosaan yang dialami oleh anak-anak perempuan Indonesia yang menjadi korban, melainkan telah lebih sadis yakni disertai pembunuhan. Hal inilah yang menurut Nyayu dianggap pentingnya aturan hukum untuk melindungi anak dan perempuan dari kejahatan dan kekerasan seksual. Aksi ini dilakukan untuk mendorong Rancangan Undang-Undang penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang belum ada dalam Prolegnas. “Aksi solidaritas ini sekaligus untuk menyuarakan hal tersebut agar mendapat perhatian DPR dan pemerintah,” katanya. RUU ini dianggap sangat penting sebagai payung hukum untuk melindungi korban dan mencegah kekerasan seksual yang berpihak pada korban. Termasuk pula pada proses penyidikan dan peradilan yang diharapkan berpihak pada korban. Bahwa kekerasan seksual tidak lagi dipandang semata-mata masalah susila melainkan sebagai kejahatan kemanusiaan. “Aturan hukum ini juga diperlukan untuk melindungi tidak hanya korban

melainkan juga pelaku yang nota bene adalah anak-anak yang juga harus diselamatkan,” katanya. Dorongan yang dilakukan oleh Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat terhadap RUU ini bertujuan agar tidak ada lagi kasus-kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak dan perempuan di Indonesia khususnya di NTB. “Tidak boleh ada lagi YuyunYuyun yang lain yang mengalami hal tersebut. Stop kekerasan seksual mulai sekarang,” ungkap Nyayu. Dengan dibentuknya Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat ini, menurut Nyayu untuk membangun gerakan bersama mencegah terjadinya kekerasan seksual dan juga jika ada masalah yang terjadi maka akan lekas ditangani dan dicarikan solusinya. “Alhamdulillah, suara dari NTB didengar oleh rekanrekan anggota DPD RI dan DPRD perempuan yang sepakat untuk turut memperjuangkan RUU ini,” kata Nyayu. -Naniek I. Taufan

5

Tidak Cepat Berpuas Diri A

Indonesia “Darurat Kekerasan Seksual” terhadap Anak dan Perempuan Seperti halnya di NTB, kasus kekerasan terhadap anak secara nasional menunjukkan angka yang semakin meningkat. Dari 21.689.987 kasus pelanggaran hak anak yang dipantau Lembaga Perlindungan Anak di 33 Provinsi dan 202 Kab/Kota menunjukkan 58% kasus pelanggaran hak anak didominasi oleh kekerasan seksual. Data catatan tahunan Komnas Perempuan setiap harinya ada 35 anak korban kekerasan seksual. Artinya dalam setiap jam, ada 3 anak menjadi korban dari kejahatan tersebut. Kondisi ini menunjukkan Indonesia berada dalam posisi “Darurat Kekerasan Seksual” terhadap anak dan perempuan. Kejahatan terhadap perempuan dan anak juga dicatat tidak mengenal ruang dan waktu. “62% kekerasan terhadap anak terjadi

Inspirasi

Takut Listrik Mati Meski menyadari bahwa sudah dilatih secara mental dan fisik di sekolah namun dalam menghadapi ujian nasional ia tetap merasa khawatir. Sekolah yang baru pertama melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) membuat beberapa siswanya down secara mental tanpa terkecuali dengan Sanjaya. “Dalam pengerjaan try out-try out sebelumnya listrik belum kuat sehingga ditengah pengerjaan soal komputer mati. Ini yang membuat mental kami down,” ceritanya. Akan tetapi ia pun sangat bersyukur karena ujian nasional dapat dilalui dengan lancar dengan hasil yang memuaskan. Semua tidak terlepas dari kerja keras sekolah dan siswanya. Pria yang tinggal di Badung ini juga

merasa senang karena banyak temantemannya yang akan melanjutkan di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Bahkan ia juga menyampaikan pesan kepada adik-adik tingkat untuk memaksimalkan waktu belajar. “Belajar itu diefektifkan, belajar tidak hanya dengan guru tetapi bisa dengan teman bahkan adik tingkat juga bisa kalau dirasa memang memiliki kemampuan di bidangnya,” tegasnya. Ia juga mengimbau agar adik-adik tingkatnya yang masih menimba ilmu tidak hanya berprestasi di bidang nonakademik saja melainkan di bidang akademik juga. “Kalau bisa seimbangkan keduanya antara akademik dan nonakademik,” tegasnya. -Wiwin


6

Woman on Top

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Bangkit Kembali setelah Jatuh Jika ada yang bertanya mengapa kita harus bisa memotivasi diri, karena kitalah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas diri. Tidak perlu menuntut orang lain atau perusahaan. Milikilah inisiatif untuk memotivasi diri, sebab hasilnya akan kembali kepada kita.

M

enurut Eni Marhaeni pemilik Daneswara Traini n g d i D e n p a s a r, m e m o t i vasi diri sendiri sesungguhnya tidaklah sulit. Ada langkah langkah sederhana yang bisa dilakukan, setelah terlebih dahulu kita menancapkan sebuah keputusan. Kemudian, diawali dengan conditioning atau belajar mencari sesuatu yang membuat suasana hati kita gembira.“Membangun suasana riang ini, bisa dilakukan salah satunya dengan lagu. Apakah lagu berirama keras atau yang iramanya spiritual, tidak masalah selama mampu membangun suasana hati yang bahagia, agar kita bisa bersemangat mulai melangkah mengerjakan apa yang sedang atau akan kita perjuangkan,” paparnya.

Dikatakannya, selama ini, lagu-lagulah yang paling banyak dipilih untuk lebih mudah menggugah suasana hati. “You got happy massage form the song and the song send happy masse to your body,and your body send to your heart. Ketika kita merasa telah tercipta feel good, tubuh pun terasa ringan, maka akan ringan pula kita melangkah melakukan berbagai bentuk kegiatan,” lanjutnya. Masih untuk mengguhan suasan hati, kata Eni bisa juga, dengan cara membuka you tube. Di sana, banyak pilihan video motivasi dan kisah sukses yang bisa menumbuhkan semangat kita, juga memberi ilmu atau untuk membangkitkan diri. Belajar dari kisah sukses dapat memberikan inspirasi yang kuat pada kita untuk melangkah. Selain itu, dapat juga

Eni Marhaeni

melengkapi diri dengan lebih banyak membaca buku motivasi dan pengembangan diri. “Akan lebih baik lagi jika kita memiliki mentor maupun figur idola, apalagi kalau sosoknya bisa diajak berkomunikasi mendiskusikan keinginan atau mimpi kita. Biasanya secara tidak langsung mereka mampu memberikan dukungan,” ujar pengasuh Publik Speaking Clinic yang mengaku banyak belajar dari sosok Anthony Robbin motivator terbesar dan termahal abad ini. Selanjutnya, Eni menyatakan

kalau kita mesti fokus pada apa yang diharapkan. Jangan pernah tergoda pada suatu hal yang baru, walaupun kesannya sangat menarik. Di sini, perlu langkah sederhana lainnya yakni terus mengevaluasi fokusnya. Jangan biarkan ketidakyakinan bergelayut, seperti mengingat kegagalan di masa lalu. Kalaupun ada, jadikan hal ini sebagai pelajaran dan tetaplah fokus, maka rasa khawatir akan lenyap dengan sendirinya. “Ketika kita berfokus pada hasilnya, hal ini akan membuat kita lebih bersemangat dan gigih,” tegasnya Akan baik juga jika kita rajin menuliskan setiap perkembangan, atau pencapaian yang sudah ditempuh dan yang diperoleh. Hal ini juga bisa menjadi evaluasi kemudian sempurnakan dengan target. Nah, jika beberapa langkah atau action sudah kita lakukan, tidak ada salahnya untuk diapresiasi. Bentuknya bisa disesuaikan dengan keadaan pada saat itu. Cara ini juga bisa membantu mendorong diri meningkatkan kinerja. Ditengah langkah dengan motivasi yang tinggi sekalipun, adakalanya, lanjut Eni yang

namanya kegagalan mungkin saja terjadi. Seringkali pula, dengan berbagai masalah dan ketidakpuasan yang ada, kita menjadi lupa bersyukur, pikiran jadi negatif, dan banyak energi terbuang tak berarti. “Di sinilah diperlukan disadari bahwa emosi negatif adalah kebocoran energi terbesar kita. Yakinkanlah diri bahwa kita mampu dan mau bangkit lagi,” cetusnya Apalagi kita sekarang ada di era kompetisi, masuk di dalamnya sudah pasti ada up and down. Selanjutnya kita tinggal milih mau jadi yang mana dan seperti apa. Apakah mau sebagai winner atau looser. “Kalau kita bertanya pada orang yang sukses mereka biasanya akan memberikan jawaban yang sama, yakni mengenai keindahan perjalanan bangkit kembali tatkala kita jatuh, ” paparnya sambil mengatakan kalau hal itu pula yang sering disampaikan sang motivator dunia Anthony Robbin. “Dan kita susah untuk percaya. Makanya lebih baik tidak usah dipercaya tapi dibuktikan saja, Semua keputusan ada di tanganmu,” tandas Eni. – Sri Ardhini

Ketut Sukaranis

Masih bisa Bedakan Siang dan Malam Hidup di tengah keluarga yang kurang berada membuat Ketut Sukaranis jauh dari kasih sayang orang tua. Di tengah himpitan ekonomi, orang tuanya harus bekerja ekstra keras untuk menghidupi anak-anaknya yang berjumlah dua belas orang, enam di

Ketut

antaranya meninggal dunia. Jika dilihat secara sepintas memang tidak ada yang berbeda antara Ketut dan kelima sau daranya. Sore itu, Ketut Sukaranis harus meraba satu per satu benda yang ada di depannya. Bukan karena tangannya yang tidak sekuat dulu atau kaki yang tidak dapat berdiri tegak lagi, melainkan karena Ketut kehil angan penglihatannya sejak kecil. Tidak ada kejelasan yang dapat disampaikan Ketut terkait dengan kebutaannya, yang ia tahu pagi dan malam itu tidak ada bedanya, sama-sama gelap. Rambut yang sudah dimakan usia, menegaskan usianya tidak lagi muda. Namun, semangatnya untuk tetap bertahan hidup patut ditiru. Kehilangan penglihatan baginya bukan berarti beraktifitas Sukaranis dengan ter-

batas. Sejak kecil Ketut sudah dilatih untuk menyiapkan segala kebutuhannya sendiri bukan karena mereka tidak sayang melainkan waktu yang dimiliki orangtuanya tidak banyak untuknya. “Meraka sibuk dengan kerjaan, pagi ke uma siangnya ke tegal,” ungkapnya. Di rumah berdinding dan berlantai bata di Banjar dinas Kelod Kauh Desa Panji tersebut Ketut hidup bersama orangtua dan saudaranya. Tidak nampak ada gelimang harta namun keseharian yang dilandasi kesederhanaanlah yang membuat keluarga tersebut tetap bertahan dalam hidup. Segalanya berubah ketika orangtuanya meninggal sedangkan kelima saudara perempuannya telah menikah. Ketut merasa sendiri, benar-benar sendiri. Tidak ada hal manis yang dapat dikulik dari kisah kehidupan Ketut, semua terasa pahit. Jika masalah kebutaan Ketut berusaha menerima cobaan tersebut dengan iklas namun tidak dengan kesendiriannya. Dalam kesendirian bersama dengan kekurangannya rasanya terlalu lengkap cobaan yang ia terima, tetapi apa boleh dikata memang begitu suratan takdir yang harus ia jalani. Berbekal rasa tulus ia lakukan semua yang bisa

dilakukan seperti memasak, membersihkan rumah, ternak babi, dan nanusin (membuat minyak). “Nyait banten juga saya bisa, entahlah saya anggap semua karunia Tuhan,” ungkapnya. Meskipun tidak pernah melihat dan tahu bentuk jaitan namun ia dengan mudah dapat mempelajari apa yang diajarkan oleh tetangganya. Sudah terjatuh tertimpa tangga pula. Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kisah Ketut. Hidup sebatang kara diusia senja membuat Ketut hanya mengharapkan uluran tangan dari saudara-saudaranya. Beruntung, masih ada tetangga bahkan aparat desa yang masih peduli dengan nasibnya. “Ada saja tetangga yang memberi baik beras, jajan, atau kopi,” ceritanya. Ia juga terkadang merasa malu jika harus terusterusan menengadahkan tangan kepada saudara maupun tetangga. Dibalik sosok yang ramah dan murah senyum itu, r u p a n y a Ketu t m en yi m p a n beribu duka yang ia pendam sendiri. Tidak satu pun ia ceritakan kepada orang lain, salah satunya adalah ketika ia tidak memiliki beras untuk dimasak. “Pernah gak punya beras tapi untunglah masih ada jajan dari

tetangga yang masih,” imbuhnya. Kesendiriannya tanpa seorang pendamping juga membuatnya kadang-kadang merasa sedih. “Sudah dari kecil buta gak ada yang mau sama saya,” jawabnya sambil tertawa. Sebagian orang mungkin mengira bahwa orang yang mengalami kebutaan tidak dapat membedakan antara siang dan malam. Tidak demikian dengannya, ia akan tidur ketika malam tiba dan memberi makan babi ketika senja tiba. Matanya memang buta tetapi hatinya masih terbuka, ia lebih banyak menggunakan perasaannya dalam melihat sesuatu. Hal paling buruk yang ia takutkan adalah ketika dirinya sakit dan tidak bisa bangun. “Dulu pernah sakit sebulan tidak bisa bangun untung ada keluarga yang membawa ke dokter,” ujarnya. Pernah suatu malam ketika ia merasa benarbenar sendiri bahkan suara jangkrik yang biasanya turut meramaikan malamnya pun tidak ada, ia menangis. Menangis karena kepahitan hidup yang ia jalani sering disaat seperti ia merasa rapuh dan ingin semua berakhir. Akan tetapi ia selalu tersadar bahwa hidup harus tetap berjalan dan dinikmati. -Wiwin

19

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

U

ntuk memenuhi pasar tingkat lokal Magetan, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pacitan dan kota lainnya, kelompok pengrajin batik asal Desa Sidomukti mulai meningkatkan produksi kerajinan batik tulis. Seperti halnya kelompok pengrajin batik tulis Mukti Lestari yang saat ini memiliki sebanyak 40 motif batik tulis. Kelompok yang berjumlah 30 orang, setiap hari terus berproduksi yakni berkarya sesuai bidangnya masing-masing. Mereka ada yang khusus membatik dengan canting, bagian pewarnaan, bagian merebus kain agar lilinnya hilang, bagian mencuci kain batik, bagian menjemur kain batik dan juga bagian penjualan. Sejak kelompok batik Mukti Lestari berdiri hingga kini tidak terasa telah berjalan 8 tahun, kami sudah memiliki 40 motif batik tulis. Tenaga pengrajinnya pun hingga ini, tidak banyak orang minat untuk melanjutkan anggota kelompok yang usianya sudah mulai lelah, ujar Agus Sumarto Ketua Kelompok Pengrajin Batik Mukti Lestari. Dari total 40 motif batik itu, lanjut Agus, harganya pun bervariasi. Harga itu, disesuaikan dengan motif kain batik dan jenisnya. Harga kain batik tulis per potong yakni ukuran standar pola dengan lebar 116 cm dan panjang 225 cm berkisar antara Rp 110 ribu-Rp 500 ribu. “Batik dengan motif bambu kecil maupun besar kami jual Rp 130 ribu. Untuk yang motif jalak lawu dan sarangan, harganya Rp 200 ribu. Sedangkan batik sutra perpotong dijual Rp 500 ribu-Rp 600 ribu,katanya.

Pengrajin Batik di Magetan Tingkatkan Produksi Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, para pengrajin batik di Magetan berharap terdapat kenaikan pesanan. Pengrajin hasil kerajinan batik tulis khas Kabupaten Magetan ini berasal dari Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan. Produk batiknya selalu diminati konsumen serta diserbu wisatawan luar kota usai berlibur di kawasan Wisata Telaga Sarangan. Seorang pekerja membatik tulis dengan menggunakan canting lilin

Ia mengakui permintaan batik saat bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri, memang selalu ada peningkatan. Selain pesanan dari Magetan dan sekitarnya, juga dari luar kota. Meski jelang Ramadhan dan Lebaran, kain batik tulis karya kelompok pengrajin Mukti Lestari tidak ada kenaikan harga. Kain batik tulis hasil kelompok pengrajin Mukti Lestari, meski jelang Ramadhan dan Lebaran tidak akan naik. Harga

per lembar batik tulis, tetap stabil kok, terangnya. Ia menjelaskan proses awal hingga menjadi kain batik yang setiap hari dilakukan yakni tenaga khusus membatik tulis seperti batik pada umumnya. Bagian pola atau gambar, lalu dicanting pakai malam, kemudian diwarnai, lalu dikunci warna supaya tidak luntur, dan terakhir dilakukan pelorotan hingga di jemur dengan cuaca panas yang cukup.-Aun Ally

Sepeda Motor Gesits ITS Bakal Saingi Produk Jepang Setelan sukses membuat mobil listrik dan matahari, kini Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kembali sukses membuat sepeda motor listrik. Bekerjama dengan PT Garasindo, Jakarta, ITS berhasil meluncurkan prototipe sepeda motor listrik yang diberi nama Gesits yakni singkatan dari Grasindo Electrik Scuter ITS. Prototipe ini sudah resmi diserahkan ke PT Garansindo, Selasa (3/5) di Kampus ITS setelah mengalami berbagai jenis ujian di kampus tersebut selama ini. Dr. Muhammad Nur Yuniarto, dosen ITS yang menjadi ketua tim proyek ini mengatakan ide muncul dari ITS dan Garasindo secara bersama-sama pada 2013 lalu. “Mimpi itu sebenarnya ingin menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia bahwa kita sebenarnya bangsa yang maju dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa membuat sepeda motor atas kemampuan anak bangsa sendiri,” ujar Nur, panggilan akrab Dr. Muhammad Nur Yuniarto. Dia menjelaskan Indonesia adalah sebuah negara maju di bidang teknologi dan mengapa kita tidak membuat sepeda motor sendiri dan masih bergantung pada negara lain. Padahal semua negara maju seperti Jepang, Korea, India, Amerika atau negara-negara di Eropa sudah banyak menghasilkan mobil dan sepeda motor sendiri. Di kawasan Asia Tenggara saat ini, Indonesia adalah negara pengguna sepeda motor terbanyak dan nomor tiga di dunia. “Dengan latar belakang itu, kemudian kami berpikir mengapa Indonesia tidak memproduksi sepeda motor sendiri. Dari segi kemampuan teknologi kita bisa dan dari kemampuan finanasial juga kita bisa dan dari segi sumber daya manusia, kita juga bisa, lalu mengapa tidak membuat sepeda motor sendiri? Atas dasar pertanyaan seperti itu semua, akhirnya kita sepakat membuat proyek ini,” tegas Nur.

Dr. Muhammad Nur Yuniarto

Dari catatan yang ia peroleh, Indonesia saat ini membeli sepeda motor sekitar 8 juta unit per tahun. Jika dikalikan harga Rp 15 juta per unit, maka Indonesia mengeluarkan dana sekitar Rp 120 triliun setahun hanya untuk membeli sepeda motor. Setelah melakukan diskusi panjang antara PT Garansindo dan ITS, akhirnya ide ini perlahan-lahan mulai diwujudkan di bengkel mobil listrik ITS. Hampir 90 persen dana untuk proyek ini berasal dari Garansindo dan 10 persen dari ITS terutama dana untuk konsumen selama proyek ini dilaksanakan. Walau begitu, Nur enggan menyebutkan total biaya yang dikeluarkan tim mulai dari perencanaan hingga produksi prototipe sepeda motor listrik tersebut. Nur menjelaskan proyek ini melibatkan 25 orang anggota tim, terdiri dari tiga orang dosen dan sisanya mahasiswa ITS. Mereka terdiri dari berbagai disiplin ilmu, antara lain dari jurusan teknik mesin, elektro, teknil sipil dan sebagainya.

PRODUKSI MASSAL Menurut Nur, Garansindo minta agar proyek ini jangan hanya sebatas sebagai wacana teknologi di kampus saja tetapi harus berjuang agar betul-betul bisa diproduksi secara massal. Menurut Nur proses desain mulai 2015 dan standar kualitas menjadi tanggung jawab dari Garasindo. Setelah tim bekerja keras selama hampir setahun, akhirnya berhasil memproduksi prototipe dan diserahkan kepada Garasindo pada minggu pertama Mei 2016. Walau pun sudah diserahkan, kedua belah pihak baik ITS maupun Garasindo sekarang sedang melakukan pengujian dalam berbagai aspek seperti power, mesin, kualitas, bodi, sistem pengapian, sistem pengoperasian, pasar, ketahanan di jalan, ketahaan jika melewati banjir atau lumpur, tanjakan, kesesuai dengan peraturan pe-

merintah dan terakhir uji coba hingga 3.000 km dan berbagai hal penting lainnya. Dalam pengujian ini, tambah Nur, tanggung jawab masalah teknis dan

ik tulis

mur sejumlah kain bat

Seorang pekerja menje

teknologi diserahkan sepenuhnya kepada ITS. Sedangkan Garasindo bertanggung jawab di bidang pemasaran dan produksi. “Kami targetkan pada akhir 2016 ini semua pengujian sudah selesai dan mulai persiapan untuk produksi masal pada 2017 atau 2018 mendatang,” ujarnya. Rencananya, untuk tahap awal akan memproduksi sekitar 10 ribu unit per tahun. Sesuai dengan desainnya, tipe sepeda motor ini adalah jenis scuter matik. Menyinggung kandungan material sepeda motor ini, menurut Nur diusahakan seluruhnya atau 100 persen mengandung konten lokal. Hanya bateri jenis litium yang digunakan sekarang masih diekspor. Namun sekarang ini sudah ada sebuah perusahaan di Jakarta yang sudah bisa memproduksi bateri jenis litium tersebut. Menurut Nur, diibandingkan den-

gan sepeda motor yang ada sekarang sebenarnya tidak berbeda jauh. Hanya perbedaannya terletak di sumber bahan bakarnya saja. Jika sepeda motor biasa selama ini

menggunakan bensin sebagai bahan bakar, sepeda motor listrik menggunakan baterai litium yang bisa dicharger di rumah atau di tempat-tempat tertentu. Ukuran baterainya 10 cm X 20 cm. Selain itu, sepeda motor ini tidak bising karena tidak mengeluarkan suara mesin dan ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap seperti sepeda motor biasanya. “Sepeda motor yang bakal dijual dengan harga di bawah Rp 20 juta ini, bisa lari dengan kecepatan maksimal 100 km per jam,” ujarnya. Lebih jauh Nur juga menjelaskan kehadiran sepeda motor listrik ini bukan untuk menyaingi sepeda motor produksi Jepang atau negara lain yang ada di Indonesia. Tetapi ini sebuah bukti kemampuan anak bangsa dalam bidang kemajauan teknologi termasuk di bidang otomotif terutama sepeda motor. “Pangsa pasar sepeda motor listrik ini pasti berbeda dengan pangsa pasar sepeda motor Jepang atau negara lain,” ujarnya. Pada kesempatan ini, Nur yang asli Purworejo, Jawa Tengah ini, menyatakan bangga bahwa ITS dan Garasindo bisa menyumbangkan sebuah karya besar di bidang teknologi sepeda motor kepada bangsa. “Terus terang saya bangga sekali karena bisa melaksanakan proyek ini dengan baik sehingga berhasil membuat prototipe sepeda motor listrik ini,” ujarnya sambil tersenyum. M e n u r u t N u r, r e s p o n s masyarakat dari seluruh Indonesia sangat luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya telepon dan SMS yang disampaikan oleh para akademisi dan warga masyarakat kepada tim ITS dan Garasindo selama ini. Dengan keberhasilan ini, tambahnya, membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia khususnya ITS mampu menghasilkan sebuah karya teknololgi yang luar biasa. Dan ke depan akan dikembangkan karyakarya lainnya yang berguna bagi bangsa dan negara tercinta ini. -Josef Sintar


18

Life

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

SMAN Bali Mandara Cetak Siswa Berkarakter Sekolah SMA Negeri Bali Mandara merupakan sekolah rintisan pemerintah provinsi Bali yang satu-satunya sekolah dengan syarat masuk harus dari keluarga yang kurang mampu. Untuk dapat masuk ke sekolah tersebut harus melalui beberapa tahap, di antaranya nominasi dari sekolah, proses seleksi administrasi (paper based), proses seleksi tatap muka (boot camp) dan proses verifikasi akhir (home visit). Sekolah yang berdiri sejak tahun 2011 ini mampu mencetak anak didik yang berprestasi baik akademik dan nonakademik yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

S

etelah lima tahun berdiri, pemprov Bali juga mendirikan SMKN Bali Mandara yang lokasinya bersebelahan dengan SMA Bali Mandara di daerah Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bali Mandara yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi dari keluarga miskin di Pulau Dewata disiapkan tiga jurusan dengan harapan dapat menjadi bekal siswa untuk langsung bekerja ketika tamat. Tiga jurusan yang dimaksud yakni teknik gambar bangunan, teknik komputer dan jaringan, serta teknik kendaraan ringan. Diharapkan sesudah menamatkan pendidikan siswa bukan sebagai pencari kerja, melainkan pencipta kerja. Untuk pertama kalinya SMAN dan SMKN Bali Mandara dikunjungi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (Sabtu, 7/5). Dalam kunjungan kerja ke Bali, orang nomor dua di Indonesia tersebut menyempatkan diri datang untuk melihat secara langsung lingkungan serta proses belajar mengajarnya. Kedatang Wapres yang ditemani oleh Gubernur Bali Mangku Pastika beserta rombongan yang disambut antusias oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Sutjidra, seluruh jajaran SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Buleleng serta staf dan siswa-siswi SMAN Bali Mandara.

Dalam pidatonya, Jusuf Kalla mengakui bangga dengan anakanak didik SMA Bali Mandara

yang memiliki semangat tinggi. Ia juga menambahkan, jiwa kepemimpinan anak muda di

seluruh sektor kehidupan sangat berperan penting. Pemimpin masa depan berjuang dan berusaha dengan baik. “Banyak negara yang kaya namun jika tidak memiliki SDM yang cerdas dan berkarakter maka akan dimanfaatkan oleh orang lain,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa ke depan pendidikan semakin berat, sehingga perlu mencetak anak didik yang memiliki semangat untuk menghadapi tantangan dalam dunia pendidikan salah satunya adalah kemanjuan IT. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menambahkan, dengan sistem pendidikan yang tegas akan dapat melahirkan manusia berkarakter untuk menjadi lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Dalam sambutannya, Pastika mengaku terharu, atas perjuangan siswa-siswi dari kalangan ekonomi tingkat bawah. Mereka belajar menempa diri bersekolah dan berproses menjadi pemimpin masa depan. “Kami sering mengatakan kepada mereka, setiap butir nasi yang mereka makan adalah milik rakyat Bali yang harus dipertanggungjawabkan. Maka dari itu mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh bukan hanya sekadar menjadi manusia yang cerdas tetapi juga berkarakter dan luhur,” tegasnya. Di sekolah tersebut juga menerapkan kedisiplinan yang tinggi, barang siapa yang mencontek, mencuri, atau berkelahi harus keluar dari sekolah tersebut. Mangku Pastika juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anak didiknya yang

mampu meraih nilai Ujian Nasional tertinggi tingkat provinsi Bali bahkan tertinggi di Indonesia dalam bidang IPS. Kepala SMAN Bali Mandara, Drs. I Nyoman Darta, M.Pd., mengatakan, kunjungan Wapres Jusuf Kalla merupakan spirit motivasi kepada siswa-siswi yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. “Semua siswa kami di sini adalah warga miskin. Anak didik kami ini siap menjadi pemimpin ke depannya, tentu dengan usaha yang keras dan mampu meraih prestasi hingga internasional. Kami menanamkan semangat dan motivasi tinggi agar mereka mampu mengubah status sosial mereka,” ujar Darta. Ia menuturkan, seluruh biaya pendidikan dan operasional SMAN Bali Mandara dibiayai melalui APBD Provinsi Bali. Bersama para guru pengajar memberi pengajaran terbaik, menciptakan pemimpin masa depan dan siap bersaing di dunia internasional. Selama menempuh pendidikan waktu belajar benar-benar dimanfaatkan khusus. Pelajar belajar dan berjuang berubah nasib keluarga, dibekali kemampuan leadership, meditasi, beragam ketrampilan, materi belajar berstandar nasional serta internasional. “Seleksi masuknya sangat ketat, dan semua siswa menunjukan prestasi terbaiknya. Tahun ini kami berencana menerima 98 calon anak didik baru. Di bidang akademik dan nonakademik, prestasi dan kompetensi SMAN Bali Mandara tidak perlu diragukan lagi,” ucapnya. -Wiwin

Mata Jendela

Cinta Alam Sama-sama menaruh perhatian terhadap alam membuat para personil Mata Jendela bergabung dalam sebuah band yang peduli terhadap lingkungan dan sosial. Mengusung konsep Tri Hita Karana yang merupakan dasar dalam agama Hindu, Mata Jendela ingin menekankan bahwa selain dengan manusia itu sendiri, harus ada hubungan baik antara manusia dengan alam. Alam tercipta untuk memberi hal yang baik terhadap manusia. Maka dari itu manusia juga harus memberikan kontribusi yang baik terhadapnya. Melalui sebuah lagu, band yang digawangi oleh Cix Mong (vokal), Eka Negara (cajon, backing vokal), Agus Molo (lead gitar, backing vokal), dan Andre Ock (guitar,backing vokal) ini ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada alam. Alam itu sudah sangat baik dengan manusia. Pohon contohnya menghasilkan oksigen ditengah polusi yang disebabkan oleh manusia itu sendiri, ujar Dieda, sang produser sekaligus direktur. Mengambil tema alam dirasa sangat mampu mensugesti pendengar agar turut menjaga alam. Banyak orang di luar sana yang sebenarnya sangat peduli dengan alam akan tetapi belum dapat ditunjukkan dengan tindakan nyata. Melalui lagu, kami ingin mengajak semua lapisan masyarakat menyadari betapa pentingnya menjaga alam, ungkap Dieda. Mata Jendela sendiri dimaknai secara sederhana namun mengena oleh para personilnya. Mata sebagai alat untuk melihat, melihat yang dimaksud adalah melihat masa depan sedangkan dengan jendela seseorang bisa melihat apa yang ada di sekitar entah keadaan yang baik ataupun buruk. Sebagai contoh sih, ketika baru bangun pasti melihat ke jendela. Saya bisa melihat alam di sekitar sekaligus intropeksi dengan apa yang sudah diperbuat semalam, ujar sang produser.

Band yang terbilang baru ini sudah merampungkan lagu pertama yang berjudul Pagi Alamku. Lirik yang sederhana namun sangat bermakna didukung oleh klip video yang semuanya bercerita tentang alam dan juga kehidupan sosial. Band asli asal Buleleng ini juga ingin menyampaikan pesan lewat lagu tersebut bahwa semua orang harus bisa memaknai paginya dan lebih menghargai waktu. Dalam waktu dekat, band yang terbentuk tanggal 8 Desember 2015 ini siap merilis mini album. Kami menyadari dengan alat seadanya dan segala keterbatasan namun ingin menciptakan karya luar biasa yang dapat diterima oleh masyarakat, imbuh Dieda. Mereka mengakui dalam mencari sebuah konsep dalam sebuah band tidaklah mudah, akan tetapi apapun yang dikerjakan secara bersama-sama dengan mengesampingkan ego masing-masing dan memiliki konsistensi yang kuat maka akan didapat

konsep yang baik. Untuk mencari sebuah konsep kami melihat dari apa yang terjadi di sekitar tidak jauh-jauh dari masyarakat, imbuhnya. Banyaknya bermunculan band-band indie yang mengangkat tema tentang alam tidak serta merta membuat Mata Jendela merasa ikut-ikutan. Kami hanya ingin mengeluarkan semua kemampuan kami lewat lirik, lagu, dan nada-nada yang diciptakan oleh para personil, jelas Dieda. Mata Jendela juga tidak setuju jika dalam bermusik ada istilah persaingan, karena jika sama-sama hobi maka yang harus dilakukan adalah menunjukkan hasil karya yang terbaik. Mereka juga berharap dengan karya yang dihasilkan oleh para personil Mata Jendela bisa memberikan aura baru terhadap kecintaan dengan alam. Kebanyakan lagu tentang percintaan tetapi kami disini ingin mencari atmosfer baru tentang alam, tegasnya. -Wiwin

Story

Tak Mau Jadi “Kutu Loncat”

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

7

Dikenal sebagai politisi kawakan yang disegani, Rahmat Hidayat, S.H., memaknai perjalanan karier politiknya dengan setia pada komitmen dan cita-cita perjuangan Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dikaguminya. Sebagai seorang politisi yang sudah 43 tahun malang melintang dalam alam keras dunia politik, tidak jarang orang melihatnya sebagai sosok yang keras dan tegas serta sarat dengan ‘ilmu politik’ tingkat tinggi. Jika membicarakan tentang kecintaannya pada partainya, matanya selalu berbinar dan intonasinya selalu berapi-api. Sangat khas.

S

ebagai Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nusa Tenggara Barat, dalam waktu-waktu tertentu menghadapi eskalasi politik yang kerap ‘panas’, ia bisa kelihatan demikian garang demi mempertahankan komitmen dan amanat partainya. Namun siapa sangka, di balik keras dan garangnya putra asli Rumbuk Lombok Timur ini, Rahmat adalah sosok yang sangat peka dan mudah sekali terharu. Sepanjang wawancara berlangsung, sesaat Rahmat bicara berapi-api, namun pada saat yang lain, matanya berkaca-kaca dan tidak jarang ia menangis. Dengan sapu tangan warna putih, Rahmat menutup matanya tidak kuasa menahan tangis. Pundaknya berguncang tanda ia menahan emosi agar tangisnya tidak meledak ketika ia mengisahkan perjalanannya dalam berpartainya.

Salah satunya ketika ia menyelamatkan Ibu Megawati Soekarno Putri dari lemparan asbak saat berlangsungnya Kongres Luar Biasa Partai Demokrasi Indonesia (belum PDIP) di Surabaya di tahun 1994. “Ada yang lempar asbak ke arah Bu Mega, saya melihat ruangan seperti gelap gulita namun sebuah cahaya menerangi pada asbak yang nyaris mengenai Bu Mega. Saya menangkap asbak itu dan ikut menyelamatkan Bu Mega bersama beberapa orang yang saat itu dekat dengan Bu Mega,” ungkap Rahmat mengenang, sembari tersedak dengan matanya berkaca-kaca. Kala itu, partainya sedang diguncang prahara dalam menghadapi kekuasaan Orde Baru yang cenderung tidak membiarkan partai ini berkembang. Namun begitu, guncangan sehebat apapun yang pernah dialami partainya, Rahmat bergeming dan ia sangat setia pada partai ini. Buktinya,

sejak pertamakali berpolitik tahun 1973 hingga hari ini, Rahmat tidak pernah menjadi ‘kutu loncat’ yang melompat berpindah ke mana partai yang menawarkan keuntungan lebih. Ia juga tidak pernah berpindah partai hanya untuk lebih lama menjadi menikmati kursi anggota DPR maupun DPRD. Jika melihat daftar riwayat hidup pria parlente yang lahir 28 November 1952 ini, nyaris seluruh kariernya ia habiskan di PDI dan PDIP. Sungguh sebuah konsistensi dan komitmen yang tinggi yang dimiliki Rahmat yang ketika remaja adalah anak yang ‘nakal’ ini. Tampaknya tidak banyak orang -dalam bidang yang sama- yang memilikinya. Rahmat juga dengan jujur mengungkapkan kenakalannya ketika remaja yang bisa saja telah membentuk karakternya hari ini, keras namun setia pada komitmennya. Rahmat mengenang ketika seorang ulama besar Lombok yang kharismatik, Tuan Guru KH. Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, atau yang biasa dikenal dengan Maulana Syaikh, menegur dan menepuk-tepuk kepalanya dengan penuh kasih sayang ketika ia ‘tertangkap’ melempar papanpapan nama sekolah yang didirikan Maulana Syaikh. Rahmat tidak bisa menjelaskan kenapa ia sampai melempar papan-papan nama sekolah tersebut, kecuali karena keisengan semata. Rahmat Hidayat lahir sebagai anak ke-9 dari 16 bersaudara dari seorang yang berprofesi sebagai guru di zaman Belanda, Ramiah (alm) dan ibu bernama Ratnasih. Ayahnya adalah tokoh pendidikan yang lebih dikenal dengan nama Guru Ramiah. Sejak kecil, sebelum kemerdekaan Rahmat telah melihat ayahnya mendirikan sekolah-sekolah di Lombok Timur seperti di Sukadana, Kilang, Perau Banyar, Terare, Montong Betok, Kelincing, Krian, Solong dan Kuta Raja. Setelah kemerdekaan, ayahnya kembali mendirikan sekolah di Sepapan Keruak dan Jerowaru Lombok Timur. Ia tumbuh dalam didikan seorang pendidik. Namun jiwanya yang selalu ingin tahu membuatnya sangat aktif melebihi anak-anak seusianya sehingga kerap disebut ‘nakal’. Hal inilah yang membuat-

nya iseng pada hal yang seharusnya tidak dilakukan, yakni melempar papan-papan nama sekolah. Akan tetapi Rahmat kemudian bersyukur karena pernah menjadi remaja yang nakal sehingga ia sampai pada pangkuan Maulana Syaikh. ISTRI ADALAH RAJA Kisahnya, suatu hari ia ‘ditangkap’ oleh pihak sekolah dan membawanya bertemu dengan Maulana Syaikh. Dengan lembut dan penuh kasih, Maulana Syaikh memanggilnya untuk mendekat. “Kepala saya lalu dibaringkan di pangkuan beliau sambil mengajak saya mengobrol beliau menepuktepuk kepala saya rasanya ratusan kali sambil beliau mendoakan saya. Selain itu beliau bicara berirama dalam bahasa Sasak, seingat saya nasehat-nasehat yang artinya lebih kurang semoga saya tidak nakal lagi,” katanya takjub. Rahmat memaknai benar pertemuan dan peristiwa yang dialaminya bersama Maulana Syaikh, tokoh agama yang sangat disegani itu. “Saya yakin doa beliau itulah yang membuat saya berhenti nakal waktu remaja,” ujarnya tertawa. Segala nasehat Maulana Syaikh tersebut ia simpan di dalam hati dan ia kenang hingga hari ini. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki Rahmat. Setiap nasehat baik selalu diikutinya. Selain tentang politik, Rahmat selalu bangga saat menceritakan tentang istri dan anak-anaknya. Di

mata Rahmat yang sangat mengagumi istrinya ini, Hj. Putu Selly Andayani, adalah istri yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketika pertama kali menikah dengannya, Selly yang berasal dari keluarga mapan ini, justru memintanya untuk mengumpulkan dan mempertemukan ia dengan seluruh keluarga Rahmat. “Istri saya itu luar biasa, ia bahkan mencari dan lebih ingin bertemu dengan keluarga saya yang paling tidak mampu,” ujar Rahmat kembali dengan nada tersedak dengan mata berkaca. Terlalu banyak alasan bagi Rahmat untuk mencintai dan mengagumi istrinya ini. Berangkat dari pengalaman panjang dalam kehidupannya, Rahmat memaknai benar artinya berumah tangga bersama Selly. Dalam hidup berumah tangga, Rahmat selalu meninggikan Selly sebagai istri yang disebutnya raja. Ia memiliki prinsip sendiri bahwa sebagai suami ia tidak boleh ‘menang’ dari istrinya. “Istri itu raja. Istri harus lebih menang dari suaminya dan saya menerapkan itu. Namun suamilah yang akan mengatur arah raja tersebut,” ungkapnya. Konsep ini ia maknai sebagai penghormatan pada istri dan ketika ia mengatur istrinya ia sadar benar pada aturan yang dilandasi dengan rasa sayang dan cinta kasih. “Apalah artinya Rahmat tanpa Selly. Apalah artinya Selly tanpa Rahmat,” ungkapnya dengan mata berbinar memancarkan cahaya cinta bagi istrinya tersebut. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Orangtua Wajib Sediakan Layanan One Stop Advice Access

Berita 19 remaja memperkosa anak perempuan usia 14 tahun dan kemudian membunuhnya membuat masyarakat tersentak. Belum lagi kasus anak remaja lakilaki yang bunuh diri karena diketahui pihak sekolah ketika sedang akan melakukan hubungan seksual dengan teman perempuannya. Berita lainnya, seorang guru yang dihormati anak didiknya, ternyata telah memperkosa minimal 11 anak didik , selama ini mereka tidak pernah dan tidak berani bercerita pada orangtua.

“D

ata penelitian menyatakan bahwa hampir 64% anak yang diperkosa oleh predator seksual mengalami pengulangan pemerkosaan minimal sebanyak 4 kali. Data ini menyatakan anak yang dimangsa oleh predator seks biasanya sulit bercerita,” ungkap Caecilia Nirlaksita, S.Psi, M.Si, C.Ht, Psikolog. Perilaku anak yang pernah mengalami tekanan predator seks biasanya memperlihatkan keanehan perilaku yang tak beralasan/tidak jelas, misal menangis, merengek dan ketakutan di tinggal di rumah sendiri atau ke tempat tertentu; kesulitan tidur disertai mimpi buruk serta ketakutan bila lampu mati; memperlihatkan perilaku seperti anak yang tidak matang seperti mengenyot jari, melamun, memeluk erat bonekanya, buang air seni di tempat tidur; di sekolah tidak konsentrasi, tidak disiplin, pekerjaan sekolah menurun pesat; pendiam dan mengisolasi diri, sulit mengingat sesuatu (mudah lupa), nafsu makan menurun; kehilangan keceriaan sehari-hari; mood atau perasaan yang cepat sekali berubah-ubah, biasanya kesedihan dan kemarahan yang parah; serta takut disentuh si mulan dan lion oleh orangtuanya. “Anak-anak bisa saja menjadi sasaran empuk para predator seksual dalam perlakuan pelecehan seksual dan pemerkosaan.. Predator seks tidak hanya mengancam dan menyerang anak perempuan kita, bisa jadi menyerang anak laki-laki. Kenyataannya, orangtua tidak selalu bisa melindungi anak kita, tidak selalu bisa bersama anak, karena orangtua harus bekerja dan sibuk melakukan aktivitas lainnya,” ujar Ketua Psikologi Forensik Bali ini. Pandangan orang seringkali terkecoh, bahwa hanya orang yang tidak dikenal yang harus dihindari anak, justru predator seks, seringkali adalah orang yang sudah sangat dikenal oleh anak di lingkungannya. Jenis predator seks biasanya tampilannya seolah tidak mengerikan, seringkali terlihat baik, menyenangkan diajak bicara, perhatian dan lembut sehingga anak tidak menyangka mereka sebagai orang yang “asing” seorang predator seks siap memangsa anak. Belum lagi predator-predator ini tersebar random, berkeliaran di lingkungan luar rumah, di lingkungan sekolah, di jalan, di mall dan sebagainya. Kekhawatiran saja sungguh tidak cukup menghadapi para predator seks yang “cerdas” bersembuyi dibalik peran baik ini.

“MULAN” DAN “LION” Pada dasarnya anak sesungguhnya diharapkan dekat dengan orangtua atau pengasuh sebagai pengganti orangtua. Anak memerlukan saluran emosi, perasaan, pikiran dan aktivitas fisik bersama orang yang paling dekat dengan anak yaitu ayah dan ibu. Jadikan diri orangtua yang menyediakan layanan one stop advice access artinya tempat dimana anak tanpa canggung boleh menanyakan apapun masalah mereka terutama yang berhubungan dengan tubuh fisik dan seksual. “One stop advice access menyediakan layanan sebagai orangtua antara lain melakukan role play (simulasi bersama anak), bagaimana melindungi diri dan bertindak dalam keharusan menghadapi para predator seks. Dengan cara mengajarkan penghormatan pada daerah alat kelamin dan tubuh sensitif seks. Misalnya mengajar anak kita untuk berhati-hati, hanya pada ayah dan ibu boleh bercerita dan menyebut alat kelamin dengan sebutan metafore misal alat kelamin perempuan anak disebut “mulan”, dan alat kelamin laki- laki disebut “lion”,” ujar Caecilia. Menetapkan kesepakatan dan larangan bersama anak, bahwa hanya ayah dan ibu boleh memeriksa si “mulan” dan si “lion”. Bila ada orang lain yang melakukannya atau berusaha memaksa, maka segera melompat, lari, mengigit, teriak tidak secara keras dan berteriak “tolong…ada orang jahat”. Dalam hal ini dokter juga boleh memeriksa atas sepengetahuan ayah dan Ibu. Teman pun dilarang untuk menyentuh si mulan dan lion, juga dilarang menyentuh mulan dan lion teman lain. Orangtua menjadikan dirinya sebagai one stop advice access, dengan senantiasa meluangkan diri dalam keterdekatan perasaan pada anak tanpa menilai apa yang dikatakan anak, sehingga anak merasa dengan senang hati mempercayakan apapun masalah yang terjadi padanya tanpa merasa takut dinilai. Orangtua harus mampu menuntut diri untuk selalu berbesar hati, mendengarkan setiap kata, penjelasan cara anak- anak bila anak mengalami masalah dan berdiskusi bersama dalam memecahkan masalahnya. Ini jalan terbaik bagi anak memakai orangtua sebagai model memecahkan masalah. Keseharian yang diperlakukan pada anak (sedini mungkin) adalah entusiasme (berusaha membuat anak bergembira) dengan selalu memulai hari dengan secara rutin menanyakan kegiatan apa yang akan dilakukan pada hari tersebut, termasuk menanyakan dengan

siapa aktivitas akan dilakukan, orang dan teman siapa sajakah yang akan terlibat bersama aktivitas anak. “Orangtua secara rutin bercengkerama dengan anak, usahakan memancing, sambil tanpa disadari anak dengan pertanyaan tentang siapa saja teman dekat dan orang yang selalu ditemui anak. Sambil menanyakan apa pendapat anak tentang teman atau orang tersebut. Tanyakan perasaan detil anak bila ada sesuatu yang mencurigakan dari penjelasan anak, tanyakan jam berapa berjumpa dengan orang tersebut, apa saja kata yang diucapkan atau perbuatannya. Tetapi, ingat, jangan berkesan menginterogasi. Lakukan secara fun dan secara halus serta tenang,” ujar psikolog yang praktek di Klinik Tri K, Tohpati ini. Bila memungkinkan, membiasakan keluarga memliki sudut “one stop family information”, dengan meletakkan buku telepon bersama. Sehingga masing- masing anggota keluarga selalu menuliskan nama- nama teman-teman anak, guru, penjaga sekolah, pada buku telepon ber-

sama. Beberapa tips yang diberikan Caecilia adalah membahas tentang berita predator seksual yang ada di media, dengan berdiskusi dalam cara yang dipahami anak, sambil menanyakan kira–kira adakah tanda yang menunjukkan adanya predator yang dicurigai berkeliaran di lingkungan sekolah dan bermain anak; selalu mengajak anak untuk berbicara tegas, jelas dan terbuka/ asertif, menceritakan apa adanya apa yang terjadi dalam keseharian; selalu menanyakan tentang perasaan dan sikapnya pada sesuatu; pergunakanlah waktu pergi bersama, makan malam atau saat mau tidur dengan kehangatan emosi dengan anak untuk membicarakan persoalan yang memerlukan anak untuk berhati- hati pada lingkungannya; memilih orang yang benar sudah dikenal untuk mengawasi anak; mengajarkan anak untuk menolak secara halus bila orang tidak dikenal ataupun yang sudah dikenal memberi makanan, hadiah, permen atau minuman; usahakan anak mampu berkata, terimaksih Ibu dan Ayah sudak membawakan saya makanan dan minuman;

Kolaborasi Kayu-Bambu Di Denpasar khususnya, sekarang ini banyak bermunculan tempat-tempat makan atau angkringan. Selain citarasa makanan, pemilihan konsep ruang menjadi salah satu daya tarik bagi pembeli.

Seperti Warung BES’M. Warung biasa yang berlokasi di Jalan Gunung Catur ini didesain dengan cukup apik. Material kolaborasi kayu dan bambu mendominasi warung makan ini. Di depan warung yang hanya berukuran sekitar 3x7 meter itu ditambahkan

Caecilia Nirlaksita

mengajarkan anak menghindari daerah yang sepi, selalu pulang bersama-sama teman sekolah. Bila ada orang mengajak ke tempat yang sepi, ajarkan untuk lari dan masuk ke dalam toko dan minta tolong pada kasir. “A n a k a d a l a h g a m b a r a n dari orangtua, bagaimana anak menghindarkan diri dari predator tergantung seberapa kuat dukungan orangtua sebagai kawan bercerita dan seberapa kukuh orangtua memberi contoh anak untuk belajar memahami persoalan predator dan bertindak menghindarinya. Kekuatan orangtua dan anak adalah cinta dan perhatian. Kekuatan pengambilan sikap orangtua adalah pengetahuan. Selamatkan anak dari predator,” tegas pengurus Himpsi Wilayah Bali ini. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

rusa dan raja pemburu

Rusa bertubuh gemuk dan bertanduk indah itu hidup dengan tenang di tengahtengah hutan lebat. Ia sangat menikmati keindahan hutan hijau itu. Ia bebas ke manamana, menyelusup di bawah pohon dan makan daun-daunan. Made Taro Suatu hari ia terkejut mendengar bunyi gemerincing yang makin mendekat. Ternyata sekelompok pemburu naik kuda yang dipimpin seorang raja. Ketika Raja melihat rusa itu, ia melecut kuda tunggangannya agar secepatnya mengejar hewan bertanduk itu. Raja pemburu itu sangat gemar makan daging rusa. Apalagi sang permaisuri, yang selalu berpesan, jangan pulang kalau tidak membawa rusa. Saking takutnya, rusa itu mengambil langkah seribu lalu menyelinap di bawah pohon-pohon rimbun. Ia mengira pemburu itu masih mengejarnya. Ia mempercepat larinya, dan kemudian dengan entengnya melompat menyeberangi jurang. Wah, seperti burung yang terbang! Raja itu pun penasaran. Ia memperkeras lecutan kudanya dan kudanya pun melesat bagai kilat. Namun ketika kuda itu sampai di pinggir jurang, ia tiba-tiba berhenti. Pang! Sang Raja terpental, jatuh ke jurang. Raja pemburu itu mengerang kesakitan. Ia berharap anak buahnya datang dan segera melakukan pertolongan. Namun kelompok pemburu itu tidak berhasil mengejar sang Raja dan akhirnya kehilangan

Griya

jejak. Adapun rusa yang ketakutan itu bertanya-tanya dalam hati. “Ke mana pemburu yang bernafsu itu?” Ia curiga, jangan-jangan Raja yang sedang mengejarnya itu jatuh ke jurang. Ia balik haluan, ingin tahu apa yang terjadi. Perkiraannya benar. Ia melihat sang Raja tergeletak di dasar jurang, mengaduh kesakitan. Timbul rasa ibanya. Rusa itu turun ke dasar jurang, lalu mendekati pemburu yang tidak berdaya itu. “Wahai, Pemburu! Kalau kau mau, aku dapat menolongmu,” kata Rusa. “Tidak mungkin! Kau buruanku!” jawab Raja. “Kalau kau menyadari, aku kira peristiwa ini akan mengakhiri permusuhan di antara kita,” kata Rusa. Raja diam saja. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud hewan buruan itu. Rusa gemuk dan bertanduk itu mengangkat tubuh Raja yang tak berdaya, lalu menggendongnya. Dengan napas terengah-engah rusa itu menggapai-gapaikan tangan dan kakinya memanjat tebing. Syukurlah ia berhasil mengangkut beban berat itu ke atas jurang. Di situ sedang menunggu kuda yang ditungganginya tadi. “Kau sungguh baik budi, Rusa! Maukah kau tinggal di istanaku? Kau akan kupelihara dengan baik,” kata Raja. “Tidak usah, Tuan Raja! Kami sangat menyintai hutan ini. Kami berharap Tuanku memberi kesempatan kepada kami untuk hidup tenang dan bahagia.” Rusa itu melengos, lalu menghilang di tengahtengah pepohonan. Ketika tiba di istana, sang Raja mengumumkan kepada rakyatnya, agar menghentikan kegemarannya berburu. “Hutan adalah sebuah kerajaan. Biarkan penghuninya hidup tenang dan berbahagia,” katanya.

pergola, yang juga dimanfaatkan sebagai tempat duduk makan. Yang menarik, pergola ini memakai bahan bambu, mulai dari tiang-tiang hingga atapnya. Sementara, beberapa set meja-kursi dipilih model yang berbeda sehingga tampilan kes-

eluruhan berkesan dinamis, tak monoton. Ada satu set meja kayu solid dengan kaki kursi dari ranting-ranting pohon. Ada juga satu set meja-kursi dengan finishing antik. Kayu-kayu belahan dimanfaatkan untuk tiang lampu dan rak untuk makanan ringan. Kulit-kulit kayu yang memberikan kesan alami juga diaplikasikan pada mini bar. Selain untuk penerangan, lampu-lampu ganting dari anyaman bambu juga memberikan nilai estetis. -Inten Indrawati

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

17


16

Edukasi

Edisi 901/16 - 22 MEI 2016

Remaja dan “Ritual” Kelulusan Sabtu (7/5), beberapa ruas jalan diramaikan konvoi perayaan kelulusan anak-anak SMA. Pemandangan “ritual” kelulusan tersebut tidak asing lagi bagi masyarakat umum yang sering menyaksikannya terjadi setiap tahunnya. Tetapi di saat negara kita mencanang­ kan adanya gerakan revolusi mental, kenapa “ritual” kelulusan tersebut tidak berubah juga, malah semakin menjadi-menjadi.

Made Widiantara

S

eragam siswa-siswa SMA tersebut sudah dengan sengaja dilukis dengan lukisanlukisan berwujud simbol-simbol tertentu, seperti gambar tokoh pewayangan, simbol komunitas, gambar orang dan lainnya, dan sepertinya mereka menyiapkan sejak dari rumah mereka masingmasing, sebelum akhirnya dicoratcoret dan disemprot menggunakan cat pilox. “Kalau hanya menunjukkan bakat seni dengan lukisan-lukisan tersebut sih tidak masalah, tetapi kenapa harus dilakukan di jalanan yang notabene merupakan akses masyarakat dalam melakukan perjalanan,” ujar I Made Widiantara, S.Psi.,M.Si Dosen dan Trainer “Personality Development” Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri ini menjelaskan usia anak sekolah menengah atas ataupun sekolah kejuruan dengan rentang umur antara 15 s.d. 18 tahun termasuk dalam kategori usia remaja akhir. Remaja atau dalam bahasa latin adolescence, yang berarti tumbuh kearah kematangan, tidak saja kematangan fisik tetapi kematangan sosial dan psikologis (Widyastuti, 2009). Bahkan dalam usia perkembangan remaja ini, oleh beberapa ilmuwan psikologi menyebut sebagai masa perkembangan yang paling komplek dan complicated. Beberapa hal yang menjadi tugas dalam perkembangan masa remaja akhir adalah mengembangkan diri menjadi lebih matang dan menguatkan konsep diri. Tetapi, terkadang dari beberapa tugas masa perkembangannya, mereka cenderung menunjukkan diri dalam bentuk ungkapan kebebasan diri yang berlebihan, baik itu dalam berekspresi maupun bebas dalam artian negatif seperti tidak mau

diatur dan berperilaku semaunya sendiri. “Masa remaja dengan perkembangan biologis yang banyak dipengaruhi oleh hormonal tampak jelas dari peningkatan perkembangan fisik dan perkembangan karakteristik seks sekunder yang pesat. Perkembangan remaja dari sudut pandang psikologis tampak jelas dalam terbentuknya konsep diri berupa identitas diri yang melihat dirinya sebagai seorang individu yang berbeda dari orang lain. Perkembangan kognitif remaja, ditandai dengan cara berpikir abstrak yang tidak dibatasi oleh kenyataan dan aktual, sehingga memungkinkan mereka memiliki imajinasi dalam berkreativitas. Secara moral, perkembangan remaja dihadapkan pada kemampuan dalam menerima sudut pandang orang dewasa atau orang yang lebih tua darinya, sehingga mereka memerlukan pendekatan yang khusus dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemudian perkembangan secara sosial, remaja berusaha untuk membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga dan menetapkan identitas yang mandiri dari kewenangan keluarga. Dari sinilah terkadang sering menjadi titik awal munculnya konflik dalam diri remaja yang kemudian berdampak pada lingkungan sosial,” jelas anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Sebagai salah satu bentuk ungkapan kebebasan, para rema­ ja yang mampu menyelesaikan studinya akan menunjukkan ke-

Dara

Young Toris

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Tidak Egois dalam Bermusik Menulis lagu adalah cara paling sederhana untuk mengekspresikan perasaan. Cinta adalah sesuatu yang bisa diekspresikan dengan berbagai perasaan. Kecewa salah satunya. Diawali dengan kekecewaannya dalam cinta membuat Young Toris mencoba membuat lagu-lagu dengan tema cinta. “Itu dimulai ketika saya duduk di bangku SMP, dan saat itu juga saya belajar re­cording,” ungkapnya. Meskipun belum sampai dipublikasikan secara luas namun hingga saat ini lagulagu tersebut masih tetap eksis ia nyanyikan dalam berbagai acara.

Siswa konvoi saat kelulusan

berhasilan mereka yang mampu lulus sekolah dengan euforia yang berlebihan. Mereka yang merayakan kelulusan dengan cara berlebihan inilah bisa mengarah pada bentuk kebebasan yang negatif. Tanpa mereka sadari, beberapa dampak negatif yang sering ditimbulkan oleh perilaku mereka yang merayakan kelulusan dengan cara berlebihan, seperti; tidak memperdulikan keselamatan diri mereka sendiri (konvoi beramai-ramai di jalanan tanpa menggunakan helm dan perangkat keselamatan lainnya), mengganggu dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya karena mereka menggunakan ruas jalan dengan seenaknya dan cenderung tidak mematuhi aturan lalu lintas, meresahkan masyarakat sekitar dengan perilaku yang bebas dan berlebihan sehingga masyarakat yang melihat merasa khawatir dan takut kalaukalau terjadi bentrokan antara mereka sendiri atau antara lulusan sekolah satu dengan sekolah lainnya, yang bisa saja menimbulkan keresahan masyarakat. Widiantara mengatakan ada beberapa alternatif tindakan antisipasi dalam menjaga para remaja yang sedang merayakan kelulusannya dengan positif. Tindakan antisipatif ini semestinya bisa dilakukan oleh sekolah dengan koordinasi yang tepat dengan melibatkan keluarga,

komite sekolah, aparat kepolisian serta yang tidak kalah pentingnya adalah komitmen para siswa itu sendiri. Jauh-jauh hari sebelum hari pengumuman kelulusan sekolah, pihak sekolah sudah harus berkoordinasi dengan keluarga atau bisa melalui rapat komite sekolah dengan kesepakatankesepakatan terkait cara-cara perayaan kelulusan sekolah dan juga antisipasi cara perayaan kelulusan para siswa yang berlebihan. Begitupun juga koordinasi dengan pihak aparat kepolisian, yang pada saat hari pengumuman kelulusan siap berjaga-jaga di lingkungan sekolah agar “ritual” kelulusan para siswa tidak dilakukan secara berlebihan. Peran keluarga sangat penting karena sebagai orang terdekat dalam kehidupan mereka, dengan pendekatan yang khusus dan komunikasi efektif seorang siswa cenderung lebih bisa mengendalikan perilakunya dalam merayakan kelulusan sekolah. Keluarga perlu menyadarkan mereka bahwa lulus dari sekolah saja belumlah akhir capaian mereka, tetapi masih ada tantangan lain, yaitu menyiapkan studi ke jenjang yang lebih tinggi bagi yang akan kuliah lagi, siap mencari pekerjaan atau berwirausaha dan atau menyiapkan diri untuk berbaur di masyarakat. Selain itu, perlunya komitmen dari para siswa itu sendiri, dan perlu dikomunikasikan lebih awal, bahwa pada saat

pengumuman kelulusan mereka tidak merayakan kelulusan dengan cara berlebihan dan jika perlu dilakukan dengan cara positif. Memaknai kelulusan dengan cara positif merupakan harapan masyarakat umum, seperti perayaan kelulusan yang dilakukan dengan cara doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, berbagi rasa kebahagiaan bersama orang-orang di sekitar dalam bentuk menyumbangkan pakaian bekas mereka kepada para siswa yang kurang mampu atau melakukan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan-kegiatan positif ini bisa dilaksanakan atas inisiatif dari komite sekolah ataupun dari pihak sekolah, karena kecil kemungkinannya kalau berharap dari para siswa sendiri yang berinisiatif melakukan perayaan kelulusan dengan cara positif. Kembali pada teori dari tugas perkembangan remaja diatas, bahwa di usia mereka yang pada masa remaja akhir adalah adanya kebebasan, dan kalau diberikan kesempatan untuk “bebas” maka cenderung mereka memaknai dengan cara kebablasan. “Perlunya kendali dan pengawasan dalam mengarahkan mereka untuk memaknai ungkapan kebebasan dalam merayakan kelulusan dengan cara positif, dengan makna kebebasan mengungkapkan diri yang berdampak positif pada orang lain,” tegasnya. –Ngurah Budi

D

idukung oleh teman-temannya membuat pria yang memp u nyai nama asli Arya Parta Sujana ini membentuk sebuah band. Bersama kedua orang rekannya, ia membentuk Strongking 33 band. Lagu demi lagu diciptakan, panggung demi panggung dijajaki, akan tetapi karena kesibukan dari masing-masing personelnya membuat band tersebut bubar. Hal tersebut membuat Toris sapaan akrabnya merasa sangat putus asa dan memutuskan untuk vakum dalam dunia musik. “Saya merasa kecewa karena sedikit lagi kami akan tenar eh malah bubar. Sejak itu saya benci musik dan alat-alat musik semua dijual,” ceritanya. Meskipun sempat vakum dalam dunia musik, berkat dukungan dari teman-temannya Toris mendapat semangat baru lagi. Berawal dari request teman-temannya yang ingin dibuatkan lagu, ia mulai menulis lagu kembali. “Banyak yang bilang kalau sudah berjiwa musisi, maka tidak akan bisa lupa dengan yang namanya menyanyi,” imbuhnya. Menulis lagu dari cerita teman-temanya yang notabene bertemakan cinta membuat Toris tidak begitu risih meskipun genre musiknya bukan ke arah pop. “Kebanyakan request dari teman, kalau saya pribadi lebih suka musik rock dan lagu-lagu kepahlawanan atau sejarah,” ujar mantan guru vokal Monarch tersebut. Meskipun suka genre rock tetapi Toris tidak ingin egois dalam menentukan genre lagunya. “Kalau musisi itu egois kan tidak baik, toh juga yang akan beli CD kita siapa sih? Kalau pendengar ngerasa saya lebih cocok ke lagu-lagu pop, kenapa tidak?” ungkapnya. dalam hal ini ia mengaku

lebih mengutamakan pendengar dari hatinya sendiri. Dalam menulis lagu, lirik yang digunakan sangat sederhana sehingga mudah diterima dan dihafal oleh pendengar. Selain lagu dengan tema cinta, sebenarnya beberapa lagu dengan tema budaya dan sejarah pun sudah ia tulis. Salah satunya lagu yang berjudul “Megoakgoakan” yang merupakan permainan tradisional khas desa Panji. Pria kelahiran 2 Mei 1990 ini ingin agar masyarakat serta para pejabat sekadar mengetahui asal-asul terbentuknya Buleleng berasal dari perjuangan Ki Barak Panji Sakti. “Saya tidak ingin desa Panji ini seperti dibuang, keinginannya sih cuma untuk desa saja,” tambahnya. Selain itu, Toris juga ingin mendokumentasikan sejarah perjuangan pah­ lawan agar tetap dikenang oleh masyarakat. “Anak-anak zaman sekarang kan susah sekali yang namanya membaca, ya kalau sejarahnya dibuatkan lagu mungkin itu lebih bisa cepat masuk ke teli­ nga­n ya,” jelas pria yang berasal dari Banjar Dinas Kelod Kauh Desa Panji Kecamatan Suk a s a d a t er s ebut. To r i s j u g a bercerita bahwa

“Kalau musisi itu egois kan tidak baik, toh juga yang akan beli CD kita siapa sih? Kalau pendengar ngerasa saya lebih cocok ke lagulagu pop, kenapa tidak?

dalam penggarapan klip lagu “Megoak-goakan” mengambil latar tempat Tirta Kuning yang merupakan tempat kelahiran dari Ki Barak Panji Sakti di desa Panji. “Lagu-lagunya memang menceritakan persis kayak cerita yang ada,” ujarnya. Toris sangat berharap para pendengar lagu “Megoak-goakan” dapat menghargai budaya dan menjaga masing-masing. Pria yang akan launching album perdana setelah Bulfest ini juga berniat ingin mencari partner untuk lagu yang tentu berasal dari Buleleng juga.

Arya Parta Sujana

9


10

Kreasi

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Ikuti Uji Kompetensi TRP Bali GRATIS Dukung Denpasar “Kota Kompeten” & “Gerakan Indonesia Kompeten”

Mendukung Denpasar sebagai Kota Smart City yang salah satu ­programnya adalah Denpasar menuju “Kota Kompeten”, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin (TRP) Bali GRATIS, yang merupakan beasiswa dari Kemendikbud dengan programnya “Gerakan Indonesia Kompeten”.

U

ji kompetensi yang akan berlangsung Jumat 3 Juni 2016 di areal depan Pura Jagatnatha Denpasar ini didukung oleh Pemerintah Kota Denpasar yang bekerjasama denganTP PKK Kota Denpasar, Disdikpora Kota Denpasar, Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, WHDI Provinsi Bali, WHDI Kota Denpasar, LKP Agung/ TUK Agung, Harpi Melati, Tiara Kusuma, Kelompok Media Bali Post dan Viva Cosmetics. Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra mengatakan, di era MEA ini persaingan akan semakin ketat. Karena itu, semua harus berkompeten yang ditunjukkan dengan sertifikat kompetensi. Untuk memantapkan acara tersebut, setelah sebelumnya menghadap Wali Kota Denpasar dan Ketua TP PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, Anak Agung Ayu Ketut Agung (pemilik TUK Agung) kembali menghadap Sekda Kota Denpasar AA Rai Iswara. Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai Bu Agung ini dan mengatakan bahwa sertifikat kompetensi ini sangat penting bagi profesi tukang payas atau pemilik salon. “Sertifikat ini ibarat SIM. Seterampil apa pun mengemudi jika tak memiliki SIM, tidak akan

Style

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Ragam Gaya Busana Gadis Kecil Busana bukan hanya bahan menutup atau melindungi tubuh semata, melainkan ada arti keindahan di dalamnya. Seperti ,beberapa tampilan halama style pekan ini.

G

Peserta ujian sedang mengerjakan ujian teori dengan memakai kebaya tidak tembus pandang, kamen endek, dan memakai pusung tagel

diakui. Demikian halnya tukang payas atau pemilik salon yang belum mengantongi sertifikat kompetensi, kompetensinya tidak akan diakui,” ujarnya. Rai Iswara menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan berkoordinasi dengan kasubag terkait, termasuk berkoordinasi dengan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) I Made Merthajaya untuk menginformasikan kegiatan ini ke desa-desa se-Kota Denpasar. Diharapkan di setiap desa setidaknya ada 10 perwakilan tukang payas yang akan dilatih lagi sebelum mengikuti uji kompetensi. Bu Agung mengatakan, dari data yang diperoleh di Dinas Pariwisata, khususnya di Kota Denpasar banyak ada salon.Namun, masih banyak yang belum mengantongi sertifikat kompetensi. “Karena itu, kami ingin membantu teman-teman khususnya pemilik salon dan tukang payas-tukang payas otodidak, yang belum punya sertifikat, segera melengkapi dirinya dengan mengikuti uji kompetensi ini,” ucapnya. Untukitu, Bu Agung siap melatih mereka yang akan ikut uji kompetensi ini untuk menyamakan persepsi. Bagi mereka yang berminat dan serius, silakan mendaftarkan diri ke Tempat Uji Kompetensi Agung/LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12, Kreneng, Denpasar.Telepon 0361-233850. Jadwal pelatihan setiap hari, tanpa dipungut biaya, mulai pukul 08.00 s.d. 21.00 wita. –Inten Indrawati

Hasil uji kompetensi Tata Rias Pengantin Bali (payas agung) dari sebagian peserta, yang dilaksanakan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Januari 2016

Dr. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. (baju hijau) diapit oleh Ir. AtiekWarih Setiawati, S.Pd., M.M. (kiri) dan Irein Ibrahim, S.Pd. (kanan) dari LSK, bersama sebagian dari penguji TRP Bali

aya dan model busana mereka seolah tidak mau kalah gaya dengan para gadis remaja. Meski trend baju korea anak saat ini tergolong masih booming namun anak Indonesia juga memiliki gaya dan tren tersendiri. Sebagaimana koleksi dari de Galuh Boutoique yang mempunyai keunikan tersendiri.

Rupanya desainnya saat ini didominasi model dres. Mulai dari doll like dress yang romantis hingga tailed dress ala anak –anak yang feminin dan cute. Semua pilihan bahan dan motifnya , baik yang polos, poleng maupun bunga-bunga semuanya menarik. Penambahan aksesoris pun dapat menjadikan kesan unik dan berbeda serta trendi. Menurut Tjok Abi, apapun kreasi atau model yang dikenakan

si gadis kecil, namun tetap perlu diperhatikan bahannya agar nyaman dan enak dikenakan. Dengan memilihkan busan yang tepat pula, maka mereka akan terlihat cantik tapi semakin percaya diri. selain itu, penampilan anak juga mampu menggambarkan sikap orangtua terhadap anak. Dan perlu pual diingat kata Tjok Abi jika setiap anak memiliki selera berbusana tersendiri. Ada yang suka dengan model baju yang lucu karena terkesan lebih unik dan menarik. Ada juga yang suka terlihat anggun, cantik dan lain sebagainya. Kuncinya pastikan si anak merasa cocok dan nyaman. – Sri Ardhini

15


14

Jelita

Edisi 901/16 - 22 MEI 2016

Jangan Biarkan Usia Menentukan Tampilan Wajahmu Tahukah Anda bahwa sedikitnya 1 % kolagen di bawah kulit akan hilang setiap tahunnya? Padahal, kolagen itu sendiri mempunyai peran penting dalam meremajakan dan mempertahankan kesehatan kulit. ­Karenanya, angka usia yang bertambah tiap tahun sering memunculkan tanda-tanda penua­ an pada kulit seperti pigmentasi, kulit kusam, keriput, kerutan halus dan lainnya. Tak perlu khawatir karena MIRACLE ­Aesthetic Clinic tidak pernah kehabisan inovasi terbaik untuk membantu Anda. Kini MIRACLE memperkenalkan signature facial terbaru, Miracle Ageless Brightening Facial, yang bisa dinikmati oleh pelanggan setia mulai akhir bulan Mei 2016. Don’t let your age define you!

Miracle Ageless Brightening Facial Signature facial terbaru MIRACLE untuk mengatasi problem penuaan dan hiperpigmentasi pada kulit wajah. Hasilnya sangat optimal karena mengandung antioksidan yang sangat tinggi untuk men­ cegah kerusakan oksidatif pada sel yang memicu terjadinya penuaan dini. Semi medical facial ini dilengkapi de­ ngan teknologi gelombang ultrasound dan Radio Frequency (RF) serta peeling sehingga efek peremajaan kulit menjadi lebih

maksimal. Selain itu, Miracle Ageless Brightening Facial juga dapat mengatasi kulit kusam, kerutan halus dan keriput, serta elastisitas kulit yang menurun. Bahan & Teknologi Pilihan untuk Hasil Optimal Miracle Ageless Brightening Facial menggunakan bahan aktif yang secara cepat memudarkan hiperpigmentasi (flek, melasma, warna kulit tidak merata), serta mencegah pembentukan dan peningkatan pigmen di lapisan kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya 20x lebih tinggi dibandingkan Vitamin C dan 40x lebih tinggi dibandingkan Vitamin E. Sedangkan penyerapan bahan aktif pada serum mata dan wajah menjadi lebih optimal dengan bantuan gelombang ultrasound.

Dua Macam Masker yang Saling Melengkapi Perawatan ini dilengkapi dengan dua macam masker yang berfungsi untuk mencerahkan dan mengencangkan wajah. Uniknya, aplikasi brightening cream mask untuk pencerahan kulit ini dilengkapi dengan teknologi RF sehingga mampu meningkatkan produksi kolagen dalam kulit. Sedangkan tahapan terakhir dari facial ini adalah aplikasi lifting mask, yang bermanfaat untuk mengoptimalkan efek pengencangan wajah. Segera kunjungi MIRACLE Aesthetic Clinic Jl. Letda Tantular No. 47 A Renon, Telp 246148 / 08123849949. Nikmati ­berbagai penawaran istimewa untuk Miracle ­Ageless ­Brightening Facial dan perawatan serta produk unggulan lainnya hanya di #MIRACLE20 AnniverSALE pada 27-29 Mei 2016, bertempat di klinik Miracle Renon. Dapatkan konsultasi gratis dengan para dokter profesional dan nikmati berbagai perawatan dan produk terbaru. Juga menangkan hadiah utama liburan mewah ke Maldives untuk 20 orang beruntung. Let’s experience the Miracle touch!

Bugar

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Pesan Dunia untuk Lupus Oleh: dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR

1.Apa maksudnya Pesan Dunia untuk Lupus? Makin hari pasien yang terdiagnosis lupus eritematosus sistemik atau disingkat penyakit lupus makin meningkat jumlahnya di dunia seiring perubahan pola hidup dan meningkatnya polusi lingkungan, sehingga dicanangkan dalam konsensus tatalaksana penyakit lupus untuk meningkat kan kewaspadaan terhadap penyakit lupus yaitu bila seorang dokter menangani pasien perempuan dengan terganggunya muncul masalah pada 2 sampai 3 organ atau lebih dalam tubuhnya waspadailah bahwa pasien tersebut sangat mungkin terkena penyakit lupus.

5.Apa saja gejalanya? Gejala penyakit lupus sangat beragam setiap pasien akan menampilkan gejala klinis yang berbeda-beda sehingga menyulitkan dalam mendiagnosis. Bahkan pada berbagai kondisi lupus mengalami aktivasi gejala atau disebut flare, pada satu orang pasien sekalipun tampilan gejalanya bisa berbeda pula. Beberapa gejala klinis yang paling sering muncul antara lain: lKulit : ruam butterfly rash, fotosensitif lMukokutan : rambut tipis rontok hebat sampai pitak lRongga mulut : sariawan jumlah banyak dan tidak selesai ada yang terasa perih ada juga tidak lPeparu: radang paru namun bukan infeksi disebut pneumonitis, rongga pleura ada cairan dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR disebut serositis & efusi pleura lJantung : radang otot jantung disebut myokarditis

2.Apa definisi penyakit lupus? Lupus eritematosus sistemik (LES atau lupus) suatu penyakit didasari inflamasi kronis sebagai akibat gangguan sistem imun yang multi sistem dimana tubuh membentuk antibodi yang bereaksi melawan jaringan normal dari tubuh sendiri yang disebut sebagai autoantibodi 3.Siapa yang terkena? Apa penyakit keturunan? Penyakit lupus dominan mengenai perempuan, dengan perbandingan perempuan dengan laki sekitar berbanding 9 : 1 artinya bila ada 10 pasien lupus paling tidak ada 1 berjenis kelamin laki. Lupus bukan penyakit keturunan jadi belum tentu pasien lupus memiliki orangtua atau saudara yang juga terkena lupus. Penyakit lupus juga bukan penyakit menular sehingga lingkungan sekitarnya jangan takut tertular penyakit lupus. 4.Apakah penyakit lupus merupakan penyakit yang tiba-tiba muncul pada seseorang seperti penyakit infeksi? Penyakit lupus yang dialami oleh seseorang atau individu yang rentan membawa gen yang bermasalah sejak lahir, namun individu ini tidak ada screeningnya sebenarnya sepanjang hidupnya sebelum diagnosis tegak, seringkali sudah menampakkan gejala-gejala ringan penyakit lupus, misalnya: cepat lelah, sering pingsan, sering pelupa padahal masih sangat muda usianya, pada kulit sering muncul bercak kebiruan, namun tanda-tanda klinis ini sering terabaikan sampai kemudian muncul gejala yang berat menyerang organ-organ vital. Perjalanan penyakit lupus butuh beberapa tahun dari individu ini kecil sampai remaja bahkan dewasa, inilah yang digaungkan dunia sebagai kewaspadaan lupus

dan bisa juga muncul cairan di ruang selaput jantung disebut efusi perikard l Haematologi: berkurangnya haemoglobin terus menerus atau disebut anemia, berkurangnya sel darah putih disebut leucopenia, dan berkurangnya trombosit disebut trombositopenia lGinjal: terjadi radang ginjal disebut nefritis lupus dengan berbagai tampilan klinis lOtot: bisa terjadi radang otot disebut miositis lMata: radang pada bola mata & saraf mata lOtak: bisa muncul gejala psikosis, kejang, amnesia dll Pada setiap pasien gejala akan berbeda-beda sehingga menyulitkan penegakan diagnosis, dibutuhkan ketelitian dalam hal ini. Sebagai akibat begitu banyak organ yang bisa diserang oleh autoantibodi pada lupus menyebabkan terjadinya kegawatan yang bisa mengancam nyawa pasien setiap saat sehingga mengakibatkan kematian. 6.Betulkah sinar matahari berbahaya terhadap penyakit lupus? Betul sekali, karena radiasi sinar UVA & UVB akan mengaktifkan sel lupus di kulit pasien sehingga mengaktifkan penyakit lupus itu sendiri. Pencegahannya melalui penggunaan sunblock minimal SPF 30, bila terpaksa keluar gedung memakai topi maupun payung, yang terpenting tetap harus menghindari sinar matahari itu. 7.Berbahayakah penyakit lupus ini? Perlukah pasien diasingkan? Penyakit lupus sangat berbahaya bagi diri pasien karena bisa menyerang organ vital seperti otak, jantung, paru, ginjal setiap saat terjadi aktifnya lupus atau disebut flare sehingga bisa terjadi kematian. Namun pasien lupus bukan stigma untuk diri pasien dan keluarganya, justru diharapkan keluarga dan lingkungan sekitarnya member dukungan penuh pada pasien agar kuat dan selalu semangat menghadapi penyakit Lupus ini. Pasien lupus boleh tetap bersekolah dan bekerja semampunya.

11

8.Apa saja tatalaksananya? Tatalaksana utama adalah edukasi terhadap pasien dan keluarganya agar betul-betul memahami penyakit lupus sehingga bisa bersahabat terhadap dirinya dan penyakitnya dengan tujuan mengendalikan aktivitas penyakit lupus melalui kontrol emosi, stres dan kelelahan jasmani rohani. Pengelolaan makanan minuman khususnya menghindari makanan minuman instan buatan pabrik mengandung berbagai zat kimia dalam bentuk perasa, pewarna & penyedap mutlak dihindari. Sangat dianjurkan mengonsumsi fresh food yang mengandung zat gizi alamiah, pengolahan makanan serba alami dan minum air putih saja. Dokter akan memberi obat-obat yang akan menekan dan mengendalikan sistem imun yang disebut obat-obat imunosupresan bisa berupa steroid, azatioprin, metotrexate, siklosporin, siklofosfamid dan obat-obat yang dipandang perlu mengontrol gejala klinis lain yang memperburuk penyakit lupus. Pasien lupus tidak membutuhkan suplemen atau vitamin yang menambah aktif sistem imunnya sehingga dilarang untuk mengonsumsi vitamin atau suplemen berlebihan. Dibutuhkan pemberian mineral kalsium dalam jumlah memadai untuk mencegah osteoporosis khususnya yang mengkonsumsi steroid jangka panjang dan vitamin D3 untuk juga menjaga kesehatan tulang. 9.Bagaimana prognosis penyakit ini? Makin dini penyakit lupus ditangani lebih baik sebelum terjadi kerusakan organ vital pada tubuh pasien makin berhasil penanganan penyakit lupusnya, jadi diharapkan tatalaksana sedini mungkin sehingga memberi peluang hidup lebih baik. Penyakit lupus yang telah mengenai berberapa organ vital misalnya jantung, ginjal, otak dll tentu memberi prognosis buruk dari mulai kualitas hidup menurun bahkan setiap saat bisa terjadi kematian, demikian berbahayanya penyakit lupus. Penyakit lupus juga memudahkan terjadinya stroke atau serangan jantung pada penderitanya dan erat hubungannya dengan munculnya penyakit kanker pada pasien.


Kuliner Sensasi Kuliner di Kulkul Bali

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

12

Sate Kablet Bebek Penggoda Selera

W

adah bisnis pengembangan kuliner Bali dari kita dan untuk kita. Itulah yang sedang digagas Warung Kulkul (Kumpulan Kuliner) Khas Bali. Dengan berlokasi di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar, Warung Kulkul Bali yang buka sejak 26 April ini, mencoba mengeliat di tengah maraknya warung kuliner di Bali. Dengan konseptor dan inisiator Kumara Widia dan digawangi manajer operasional Komang Sugiantara, Kulkul Bali mempunyai visi menjadi warung makan terdepan untuk melestarikan kuliner Bali.

M

Chef Gusti Suranata

engolah daging bebek terbilang gampang-gampang susah, jika dibandingkan mengolah daging ayam. Bebek mempunyai aroma anyir atau amis yang susah dihilangkan. Untuk itu, saat membeli, pilih bebek yang masih muda dan memiliki aroma khas dan segar. Daging bebek yang muda jauh lebih singkat waktu pengolahannya dibandingkan bebek yang tua. Dari segi rasa, bebek muda lebih empuk dan gurih. Ingin mencoba salah satu resep olahan bebek? Berikut menu sate kablet bebek kreasi chef Gusti Suranata dari Hotel Savvoya Seminyak. Ada juga menu lain, ayam tuturuga dan botok tempe. Selamat mencoba. –Wirati Astiti

Ayam Tuturuga

Sate Kablet Bebek Bahan: 500 gr : 50 ml : 40 gr : 6 tusuk : 2 sdm : 2 sdm : 1 sdm : 1 buah : 2 buah :

daging bebek cincang santan kental gula merah diiris tipis sate minyak kelapa untuk menumis garam bawang goreng jeruk nipis jeruk lemo

Bumbu yang dihaluskan : 1 butir : kemiri 1 sdt : kencur 1 sdt : kunyit 25 gr : cabai rawit 40 gr : bawang merah 40 gr : bawang putih Terasi secukupnya Cara membuat: - Bersihkan daging bebek, balur dengan air jeruk nipis dan garam. 300 gram daging bebek digiling

Bahan: 200 gr 20 gr 50 gr 40 gr 30 gr

: daging ayam : kemiri dihaluskan : bawang merah dihaluskan : bawang putih dihaluskan : cabai merah dihaluskan

1 lembar : daun pandan dipotong panjang 1 ikat : kemangi 30 gr : kunyit dihaluskan 5 gr : ketumbar dihaluskan Sedikit terasi Cara membuat: - Bersihkan daging ayam dan

Botok Tempe Bahan: 300 gr : tempe potong dadu 50 gr : bawang merah dihaluskan 30 gr : kemiri 30 gr : bawang putih dihaluskan 10 gr : kunyit 5 gr : jahe 2 lembar : daun salam 100 gr : kelapa muda parut 1 sdm : garam Seikat kemangi Merica bubuk secukupnya

Cara membuat: - Bumbu yang dihaluskan, ditumis ditambah daun salam dan daun kemangi sampai keluar aroma, angkat.

Sementara visi jangka panjang, menjadi waralaba yang mendunia berbasis kuliner Bali dengan konsep sharing bisnis. Menurut pendamping Warung Kulkul Bali, Cok Widyawati, misi dan tujuan Kulkul Bali, untuk bertumbuh dan berkembang bersama dalam melestarikan kuliner Bali. Menggali ide kreatif dalam kuliner Bali, dan membuka peluang kerja dan peluang usaha. Ia mengatakan, Warung Kulkul Bali berbeda dengan warung makan lainnya. Selain makanan yang beraneka ragam, dan tentu saja

potong agak panjang. - Semua bumbu yang dihaluskan ditumis sampai beraroma dan tambahkan daun pandan dan daun kemangi, aduk rata dan masak dengan api kecil. - Daging dibumbui dengan garam dan merica, lalu digoreng sampai sedikit berwarna dan masukkan bumbu tadi. - Setelah matang, daging ayam diangkat tusuk dengan sereh untuk penyajian.

- Campur tempe dan bumbu yang sudah ditumis tadi, tambahkan kelapa parut, bubuhi dengan garam dan merica . - Bungkus botok dengan daun pisang, kemudian kukus sampai matang.

sampai halus dan 100 gram daging - Daging bebek yang dipotong bebek di potong dadu. dadu tusuk dengan tusuk sate - Bumbu yang telah dihaluskan lalu ditempelkan adonan sate ditumis sampai keluar aroma, bebek, sampai isi bebek tidak angkat. kelihatan sehingga berbentuk - Uleni daging bebek giling denagak bulat dan pipih. gan bumbu yang ditumis dita- - Panggang sate bebek dengan mbah santan, air jeruk lemo, bara api sedang hinggga magula merah, bawang goreng, tang dan kecokelatan atau dan garam sampai adonan dapat juga dikukus sekitar 30 menjadi lembut. menit sebelum dipanggang.

i kmat

Aneka Mie & Spaghetti

Ni Hanya di...

Blayag

rasanya yang lezat dan menggoda selera, warung ini merupakan usaha bersama para pengusaha kuliner di Bali yang mencoba naik kelas. “Dengan makan di Warung Kulkul Bali juga turut membantu para pengusaha kuliner Bali bisa tetap eksis di daerah, dan tetap melestarikan resep-resep warisan leluhur,” kata Cok Widyawati. Ia juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memberikan kritik dan saran untuk kemajuan Kulkul Bali ke depan agar kuliner Bali mampu go international. “Kalau bukan kita orang Bali yang mau melestarikan makanan tradisional, siapa lagi. Mari kita lestarikan masakan khas Bali dengan cara mencintai masakan itu sendiri,” ajak Cok Widyawati. Masakan yang tersaji di Warung Kulkul Bali, mulai dari tipat cantok, aneka rujak, babi guling, ayam betutu, blayag Singaraja, sate kakul, lawar

Dapatkan Discount 10%

Mi Sarden

bagi 100 orang pembeli pertama

Sarwan Balinese Spaghetti

Spicy Tuna Spaghetti

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Free lemon sugar

Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu FREE

Cumi Saus Tiram Es Campur Santai

Murah Meriah & Bersih

Lemon sugar

Bubur Kuah Ceker

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

cumi, nasi Bali vegan, be genyol, ayam goreng kesuna cekuh, dll. Gegode cumi, kreasi olahan sayuran daun belimbing, kelapa dan gula merah dengan bumbu khas bali dengan rasa sedikit pahitnya mengundang selera makan bagi yang kangen masakan khas Bali tapi tidak boleh makan daging. Sate kakul (keong sawah) makanan tempo dulu yang sangat langka. Kandungan gizi

Sate kakul

Bahan: 200 gr : 1 kaleng : 1 buah : 2 buah : 7 buah :

mi rebus, tiriskan sarden bawang bombai cincang cabe besar merah cincang cabe rawit cincang

Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombai hingga harum, lalu masukkan irisan cabe kecil dan besar. Tuang isi sarden ke dalam rumu-

san bumbu, aduk-aduk hingga tercampur dan mendidih, lalu masukkan mi aduk-aduk hingga

bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng

Bahan: 200 gr : mi kuning rebus matang, tiriskan, kasih minyak goreng biyar mi tidak menggumpal 2 butir : telur rebus kupas kulitnya 2 sdm : irisan daun bawang prei 300 gr : ayam fille rebus 2 lembar : daun jeruk 1 batang : serai, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 5 buah 3 siung 1 ruas 1 ruas 3 butir ¼ sdt

Halus: : bawang merah : bawang putih : jari jahe : jari kunyit bakar : kemiri sangria : jinten

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan

13

kakul kaya akan protein, rendah lemak, dan nonkolesterol. Aneka rujak yang memancing air liur, mulai dari rujak kuah pindang, gula pasir, cuka, dan jukut bulung. Mau coba lawar kambing, ada juga di Kulkul Bali. Bahannya terdiri dari nangka muda, daging kambing, kelapa, dan kulit kambing. Nikmati sensasi siobak Singaraja dan blayag. Bahan utamanya terdiri dari tipat blayag dibungkus dengan daun lontar, urap sayur kacang panjang, kacang kedelai, kripik ceker, bumbu kaples/siram. Bumbu kaples/siram dari tepung beras yang diolah khusus sehingga memberi sensasi rasa khas dengan bumbu balinya. Tipat cantok, sudah tak asing lagi. Makanan ini begitu populer dan disukai siapa saja. Pencinta kuliner Bali perlu mencicipi makanan nasi be genyol. Seporsi be genyol terdiri dari rendang babi, be genyol, lawar babi dan sambal terasi/sere yang segar. Mau menikmati babi guling, juga tersedia. Ada juga, paket komplit (ayam betutu, lawar kelapa bakar, telur pindang, sate, kuah gerang asem, sambel embe, jukut gonde, kacang tanah). –Wirati Astiti

Rujak

Soto Mi

Cafe Mie Santai

Ciri Khas Taiwan

Caramel Frappuccino

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

serai hingga harum, lalu masukkan ayam dan air, masak sampai mendidih. Masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan lada bubuk juga irisan daun bawang prei, masak hingga mendidih dan siap disajikan bersama rebusan mi dan irisan telur rebus serta irisan daun seledri. Taburkan bawang putih goreng di atasnya.


Kuliner Sensasi Kuliner di Kulkul Bali

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

12

Sate Kablet Bebek Penggoda Selera

W

adah bisnis pengembangan kuliner Bali dari kita dan untuk kita. Itulah yang sedang digagas Warung Kulkul (Kumpulan Kuliner) Khas Bali. Dengan berlokasi di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar, Warung Kulkul Bali yang buka sejak 26 April ini, mencoba mengeliat di tengah maraknya warung kuliner di Bali. Dengan konseptor dan inisiator Kumara Widia dan digawangi manajer operasional Komang Sugiantara, Kulkul Bali mempunyai visi menjadi warung makan terdepan untuk melestarikan kuliner Bali.

M

Chef Gusti Suranata

engolah daging bebek terbilang gampang-gampang susah, jika dibandingkan mengolah daging ayam. Bebek mempunyai aroma anyir atau amis yang susah dihilangkan. Untuk itu, saat membeli, pilih bebek yang masih muda dan memiliki aroma khas dan segar. Daging bebek yang muda jauh lebih singkat waktu pengolahannya dibandingkan bebek yang tua. Dari segi rasa, bebek muda lebih empuk dan gurih. Ingin mencoba salah satu resep olahan bebek? Berikut menu sate kablet bebek kreasi chef Gusti Suranata dari Hotel Savvoya Seminyak. Ada juga menu lain, ayam tuturuga dan botok tempe. Selamat mencoba. –Wirati Astiti

Ayam Tuturuga

Sate Kablet Bebek Bahan: 500 gr : 50 ml : 40 gr : 6 tusuk : 2 sdm : 2 sdm : 1 sdm : 1 buah : 2 buah :

daging bebek cincang santan kental gula merah diiris tipis sate minyak kelapa untuk menumis garam bawang goreng jeruk nipis jeruk lemo

Bumbu yang dihaluskan : 1 butir : kemiri 1 sdt : kencur 1 sdt : kunyit 25 gr : cabai rawit 40 gr : bawang merah 40 gr : bawang putih Terasi secukupnya Cara membuat: - Bersihkan daging bebek, balur dengan air jeruk nipis dan garam. 300 gram daging bebek digiling

Bahan: 200 gr 20 gr 50 gr 40 gr 30 gr

: daging ayam : kemiri dihaluskan : bawang merah dihaluskan : bawang putih dihaluskan : cabai merah dihaluskan

1 lembar : daun pandan dipotong panjang 1 ikat : kemangi 30 gr : kunyit dihaluskan 5 gr : ketumbar dihaluskan Sedikit terasi Cara membuat: - Bersihkan daging ayam dan

Botok Tempe Bahan: 300 gr : tempe potong dadu 50 gr : bawang merah dihaluskan 30 gr : kemiri 30 gr : bawang putih dihaluskan 10 gr : kunyit 5 gr : jahe 2 lembar : daun salam 100 gr : kelapa muda parut 1 sdm : garam Seikat kemangi Merica bubuk secukupnya

Cara membuat: - Bumbu yang dihaluskan, ditumis ditambah daun salam dan daun kemangi sampai keluar aroma, angkat.

Sementara visi jangka panjang, menjadi waralaba yang mendunia berbasis kuliner Bali dengan konsep sharing bisnis. Menurut pendamping Warung Kulkul Bali, Cok Widyawati, misi dan tujuan Kulkul Bali, untuk bertumbuh dan berkembang bersama dalam melestarikan kuliner Bali. Menggali ide kreatif dalam kuliner Bali, dan membuka peluang kerja dan peluang usaha. Ia mengatakan, Warung Kulkul Bali berbeda dengan warung makan lainnya. Selain makanan yang beraneka ragam, dan tentu saja

potong agak panjang. - Semua bumbu yang dihaluskan ditumis sampai beraroma dan tambahkan daun pandan dan daun kemangi, aduk rata dan masak dengan api kecil. - Daging dibumbui dengan garam dan merica, lalu digoreng sampai sedikit berwarna dan masukkan bumbu tadi. - Setelah matang, daging ayam diangkat tusuk dengan sereh untuk penyajian.

- Campur tempe dan bumbu yang sudah ditumis tadi, tambahkan kelapa parut, bubuhi dengan garam dan merica . - Bungkus botok dengan daun pisang, kemudian kukus sampai matang.

sampai halus dan 100 gram daging - Daging bebek yang dipotong bebek di potong dadu. dadu tusuk dengan tusuk sate - Bumbu yang telah dihaluskan lalu ditempelkan adonan sate ditumis sampai keluar aroma, bebek, sampai isi bebek tidak angkat. kelihatan sehingga berbentuk - Uleni daging bebek giling denagak bulat dan pipih. gan bumbu yang ditumis dita- - Panggang sate bebek dengan mbah santan, air jeruk lemo, bara api sedang hinggga magula merah, bawang goreng, tang dan kecokelatan atau dan garam sampai adonan dapat juga dikukus sekitar 30 menjadi lembut. menit sebelum dipanggang.

i kmat

Aneka Mie & Spaghetti

Ni Hanya di...

Blayag

rasanya yang lezat dan menggoda selera, warung ini merupakan usaha bersama para pengusaha kuliner di Bali yang mencoba naik kelas. “Dengan makan di Warung Kulkul Bali juga turut membantu para pengusaha kuliner Bali bisa tetap eksis di daerah, dan tetap melestarikan resep-resep warisan leluhur,” kata Cok Widyawati. Ia juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memberikan kritik dan saran untuk kemajuan Kulkul Bali ke depan agar kuliner Bali mampu go international. “Kalau bukan kita orang Bali yang mau melestarikan makanan tradisional, siapa lagi. Mari kita lestarikan masakan khas Bali dengan cara mencintai masakan itu sendiri,” ajak Cok Widyawati. Masakan yang tersaji di Warung Kulkul Bali, mulai dari tipat cantok, aneka rujak, babi guling, ayam betutu, blayag Singaraja, sate kakul, lawar

Dapatkan Discount 10%

Mi Sarden

bagi 100 orang pembeli pertama

Sarwan Balinese Spaghetti

Spicy Tuna Spaghetti

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Free lemon sugar

Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu FREE

Cumi Saus Tiram Es Campur Santai

Murah Meriah & Bersih

Lemon sugar

Bubur Kuah Ceker

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

cumi, nasi Bali vegan, be genyol, ayam goreng kesuna cekuh, dll. Gegode cumi, kreasi olahan sayuran daun belimbing, kelapa dan gula merah dengan bumbu khas bali dengan rasa sedikit pahitnya mengundang selera makan bagi yang kangen masakan khas Bali tapi tidak boleh makan daging. Sate kakul (keong sawah) makanan tempo dulu yang sangat langka. Kandungan gizi

Sate kakul

Bahan: 200 gr : 1 kaleng : 1 buah : 2 buah : 7 buah :

mi rebus, tiriskan sarden bawang bombai cincang cabe besar merah cincang cabe rawit cincang

Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombai hingga harum, lalu masukkan irisan cabe kecil dan besar. Tuang isi sarden ke dalam rumu-

san bumbu, aduk-aduk hingga tercampur dan mendidih, lalu masukkan mi aduk-aduk hingga

bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng

Bahan: 200 gr : mi kuning rebus matang, tiriskan, kasih minyak goreng biyar mi tidak menggumpal 2 butir : telur rebus kupas kulitnya 2 sdm : irisan daun bawang prei 300 gr : ayam fille rebus 2 lembar : daun jeruk 1 batang : serai, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 5 buah 3 siung 1 ruas 1 ruas 3 butir ¼ sdt

Halus: : bawang merah : bawang putih : jari jahe : jari kunyit bakar : kemiri sangria : jinten

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan

13

kakul kaya akan protein, rendah lemak, dan nonkolesterol. Aneka rujak yang memancing air liur, mulai dari rujak kuah pindang, gula pasir, cuka, dan jukut bulung. Mau coba lawar kambing, ada juga di Kulkul Bali. Bahannya terdiri dari nangka muda, daging kambing, kelapa, dan kulit kambing. Nikmati sensasi siobak Singaraja dan blayag. Bahan utamanya terdiri dari tipat blayag dibungkus dengan daun lontar, urap sayur kacang panjang, kacang kedelai, kripik ceker, bumbu kaples/siram. Bumbu kaples/siram dari tepung beras yang diolah khusus sehingga memberi sensasi rasa khas dengan bumbu balinya. Tipat cantok, sudah tak asing lagi. Makanan ini begitu populer dan disukai siapa saja. Pencinta kuliner Bali perlu mencicipi makanan nasi be genyol. Seporsi be genyol terdiri dari rendang babi, be genyol, lawar babi dan sambal terasi/sere yang segar. Mau menikmati babi guling, juga tersedia. Ada juga, paket komplit (ayam betutu, lawar kelapa bakar, telur pindang, sate, kuah gerang asem, sambel embe, jukut gonde, kacang tanah). –Wirati Astiti

Rujak

Soto Mi

Cafe Mie Santai

Ciri Khas Taiwan

Caramel Frappuccino

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

serai hingga harum, lalu masukkan ayam dan air, masak sampai mendidih. Masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan lada bubuk juga irisan daun bawang prei, masak hingga mendidih dan siap disajikan bersama rebusan mi dan irisan telur rebus serta irisan daun seledri. Taburkan bawang putih goreng di atasnya.


14

Jelita

Edisi 901/16 - 22 MEI 2016

Jangan Biarkan Usia Menentukan Tampilan Wajahmu Tahukah Anda bahwa sedikitnya 1 % kolagen di bawah kulit akan hilang setiap tahunnya? Padahal, kolagen itu sendiri mempunyai peran penting dalam meremajakan dan mempertahankan kesehatan kulit. ­Karenanya, angka usia yang bertambah tiap tahun sering memunculkan tanda-tanda penua­ an pada kulit seperti pigmentasi, kulit kusam, keriput, kerutan halus dan lainnya. Tak perlu khawatir karena MIRACLE ­Aesthetic Clinic tidak pernah kehabisan inovasi terbaik untuk membantu Anda. Kini MIRACLE memperkenalkan signature facial terbaru, Miracle Ageless Brightening Facial, yang bisa dinikmati oleh pelanggan setia mulai akhir bulan Mei 2016. Don’t let your age define you!

Miracle Ageless Brightening Facial Signature facial terbaru MIRACLE untuk mengatasi problem penuaan dan hiperpigmentasi pada kulit wajah. Hasilnya sangat optimal karena mengandung antioksidan yang sangat tinggi untuk men­ cegah kerusakan oksidatif pada sel yang memicu terjadinya penuaan dini. Semi medical facial ini dilengkapi de­ ngan teknologi gelombang ultrasound dan Radio Frequency (RF) serta peeling sehingga efek peremajaan kulit menjadi lebih

maksimal. Selain itu, Miracle Ageless Brightening Facial juga dapat mengatasi kulit kusam, kerutan halus dan keriput, serta elastisitas kulit yang menurun. Bahan & Teknologi Pilihan untuk Hasil Optimal Miracle Ageless Brightening Facial menggunakan bahan aktif yang secara cepat memudarkan hiperpigmentasi (flek, melasma, warna kulit tidak merata), serta mencegah pembentukan dan peningkatan pigmen di lapisan kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya 20x lebih tinggi dibandingkan Vitamin C dan 40x lebih tinggi dibandingkan Vitamin E. Sedangkan penyerapan bahan aktif pada serum mata dan wajah menjadi lebih optimal dengan bantuan gelombang ultrasound.

Dua Macam Masker yang Saling Melengkapi Perawatan ini dilengkapi dengan dua macam masker yang berfungsi untuk mencerahkan dan mengencangkan wajah. Uniknya, aplikasi brightening cream mask untuk pencerahan kulit ini dilengkapi dengan teknologi RF sehingga mampu meningkatkan produksi kolagen dalam kulit. Sedangkan tahapan terakhir dari facial ini adalah aplikasi lifting mask, yang bermanfaat untuk mengoptimalkan efek pengencangan wajah. Segera kunjungi MIRACLE Aesthetic Clinic Jl. Letda Tantular No. 47 A Renon, Telp 246148 / 08123849949. Nikmati ­berbagai penawaran istimewa untuk Miracle ­Ageless ­Brightening Facial dan perawatan serta produk unggulan lainnya hanya di #MIRACLE20 AnniverSALE pada 27-29 Mei 2016, bertempat di klinik Miracle Renon. Dapatkan konsultasi gratis dengan para dokter profesional dan nikmati berbagai perawatan dan produk terbaru. Juga menangkan hadiah utama liburan mewah ke Maldives untuk 20 orang beruntung. Let’s experience the Miracle touch!

Bugar

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Pesan Dunia untuk Lupus Oleh: dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR

1.Apa maksudnya Pesan Dunia untuk Lupus? Makin hari pasien yang terdiagnosis lupus eritematosus sistemik atau disingkat penyakit lupus makin meningkat jumlahnya di dunia seiring perubahan pola hidup dan meningkatnya polusi lingkungan, sehingga dicanangkan dalam konsensus tatalaksana penyakit lupus untuk meningkat kan kewaspadaan terhadap penyakit lupus yaitu bila seorang dokter menangani pasien perempuan dengan terganggunya muncul masalah pada 2 sampai 3 organ atau lebih dalam tubuhnya waspadailah bahwa pasien tersebut sangat mungkin terkena penyakit lupus.

5.Apa saja gejalanya? Gejala penyakit lupus sangat beragam setiap pasien akan menampilkan gejala klinis yang berbeda-beda sehingga menyulitkan dalam mendiagnosis. Bahkan pada berbagai kondisi lupus mengalami aktivasi gejala atau disebut flare, pada satu orang pasien sekalipun tampilan gejalanya bisa berbeda pula. Beberapa gejala klinis yang paling sering muncul antara lain: lKulit : ruam butterfly rash, fotosensitif lMukokutan : rambut tipis rontok hebat sampai pitak lRongga mulut : sariawan jumlah banyak dan tidak selesai ada yang terasa perih ada juga tidak lPeparu: radang paru namun bukan infeksi disebut pneumonitis, rongga pleura ada cairan dr. IA Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR disebut serositis & efusi pleura lJantung : radang otot jantung disebut myokarditis

2.Apa definisi penyakit lupus? Lupus eritematosus sistemik (LES atau lupus) suatu penyakit didasari inflamasi kronis sebagai akibat gangguan sistem imun yang multi sistem dimana tubuh membentuk antibodi yang bereaksi melawan jaringan normal dari tubuh sendiri yang disebut sebagai autoantibodi 3.Siapa yang terkena? Apa penyakit keturunan? Penyakit lupus dominan mengenai perempuan, dengan perbandingan perempuan dengan laki sekitar berbanding 9 : 1 artinya bila ada 10 pasien lupus paling tidak ada 1 berjenis kelamin laki. Lupus bukan penyakit keturunan jadi belum tentu pasien lupus memiliki orangtua atau saudara yang juga terkena lupus. Penyakit lupus juga bukan penyakit menular sehingga lingkungan sekitarnya jangan takut tertular penyakit lupus. 4.Apakah penyakit lupus merupakan penyakit yang tiba-tiba muncul pada seseorang seperti penyakit infeksi? Penyakit lupus yang dialami oleh seseorang atau individu yang rentan membawa gen yang bermasalah sejak lahir, namun individu ini tidak ada screeningnya sebenarnya sepanjang hidupnya sebelum diagnosis tegak, seringkali sudah menampakkan gejala-gejala ringan penyakit lupus, misalnya: cepat lelah, sering pingsan, sering pelupa padahal masih sangat muda usianya, pada kulit sering muncul bercak kebiruan, namun tanda-tanda klinis ini sering terabaikan sampai kemudian muncul gejala yang berat menyerang organ-organ vital. Perjalanan penyakit lupus butuh beberapa tahun dari individu ini kecil sampai remaja bahkan dewasa, inilah yang digaungkan dunia sebagai kewaspadaan lupus

dan bisa juga muncul cairan di ruang selaput jantung disebut efusi perikard l Haematologi: berkurangnya haemoglobin terus menerus atau disebut anemia, berkurangnya sel darah putih disebut leucopenia, dan berkurangnya trombosit disebut trombositopenia lGinjal: terjadi radang ginjal disebut nefritis lupus dengan berbagai tampilan klinis lOtot: bisa terjadi radang otot disebut miositis lMata: radang pada bola mata & saraf mata lOtak: bisa muncul gejala psikosis, kejang, amnesia dll Pada setiap pasien gejala akan berbeda-beda sehingga menyulitkan penegakan diagnosis, dibutuhkan ketelitian dalam hal ini. Sebagai akibat begitu banyak organ yang bisa diserang oleh autoantibodi pada lupus menyebabkan terjadinya kegawatan yang bisa mengancam nyawa pasien setiap saat sehingga mengakibatkan kematian. 6.Betulkah sinar matahari berbahaya terhadap penyakit lupus? Betul sekali, karena radiasi sinar UVA & UVB akan mengaktifkan sel lupus di kulit pasien sehingga mengaktifkan penyakit lupus itu sendiri. Pencegahannya melalui penggunaan sunblock minimal SPF 30, bila terpaksa keluar gedung memakai topi maupun payung, yang terpenting tetap harus menghindari sinar matahari itu. 7.Berbahayakah penyakit lupus ini? Perlukah pasien diasingkan? Penyakit lupus sangat berbahaya bagi diri pasien karena bisa menyerang organ vital seperti otak, jantung, paru, ginjal setiap saat terjadi aktifnya lupus atau disebut flare sehingga bisa terjadi kematian. Namun pasien lupus bukan stigma untuk diri pasien dan keluarganya, justru diharapkan keluarga dan lingkungan sekitarnya member dukungan penuh pada pasien agar kuat dan selalu semangat menghadapi penyakit Lupus ini. Pasien lupus boleh tetap bersekolah dan bekerja semampunya.

11

8.Apa saja tatalaksananya? Tatalaksana utama adalah edukasi terhadap pasien dan keluarganya agar betul-betul memahami penyakit lupus sehingga bisa bersahabat terhadap dirinya dan penyakitnya dengan tujuan mengendalikan aktivitas penyakit lupus melalui kontrol emosi, stres dan kelelahan jasmani rohani. Pengelolaan makanan minuman khususnya menghindari makanan minuman instan buatan pabrik mengandung berbagai zat kimia dalam bentuk perasa, pewarna & penyedap mutlak dihindari. Sangat dianjurkan mengonsumsi fresh food yang mengandung zat gizi alamiah, pengolahan makanan serba alami dan minum air putih saja. Dokter akan memberi obat-obat yang akan menekan dan mengendalikan sistem imun yang disebut obat-obat imunosupresan bisa berupa steroid, azatioprin, metotrexate, siklosporin, siklofosfamid dan obat-obat yang dipandang perlu mengontrol gejala klinis lain yang memperburuk penyakit lupus. Pasien lupus tidak membutuhkan suplemen atau vitamin yang menambah aktif sistem imunnya sehingga dilarang untuk mengonsumsi vitamin atau suplemen berlebihan. Dibutuhkan pemberian mineral kalsium dalam jumlah memadai untuk mencegah osteoporosis khususnya yang mengkonsumsi steroid jangka panjang dan vitamin D3 untuk juga menjaga kesehatan tulang. 9.Bagaimana prognosis penyakit ini? Makin dini penyakit lupus ditangani lebih baik sebelum terjadi kerusakan organ vital pada tubuh pasien makin berhasil penanganan penyakit lupusnya, jadi diharapkan tatalaksana sedini mungkin sehingga memberi peluang hidup lebih baik. Penyakit lupus yang telah mengenai berberapa organ vital misalnya jantung, ginjal, otak dll tentu memberi prognosis buruk dari mulai kualitas hidup menurun bahkan setiap saat bisa terjadi kematian, demikian berbahayanya penyakit lupus. Penyakit lupus juga memudahkan terjadinya stroke atau serangan jantung pada penderitanya dan erat hubungannya dengan munculnya penyakit kanker pada pasien.


10

Kreasi

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Ikuti Uji Kompetensi TRP Bali GRATIS Dukung Denpasar “Kota Kompeten” & “Gerakan Indonesia Kompeten”

Mendukung Denpasar sebagai Kota Smart City yang salah satu ­programnya adalah Denpasar menuju “Kota Kompeten”, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin (TRP) Bali GRATIS, yang merupakan beasiswa dari Kemendikbud dengan programnya “Gerakan Indonesia Kompeten”.

U

ji kompetensi yang akan berlangsung Jumat 3 Juni 2016 di areal depan Pura Jagatnatha Denpasar ini didukung oleh Pemerintah Kota Denpasar yang bekerjasama denganTP PKK Kota Denpasar, Disdikpora Kota Denpasar, Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, WHDI Provinsi Bali, WHDI Kota Denpasar, LKP Agung/ TUK Agung, Harpi Melati, Tiara Kusuma, Kelompok Media Bali Post dan Viva Cosmetics. Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra mengatakan, di era MEA ini persaingan akan semakin ketat. Karena itu, semua harus berkompeten yang ditunjukkan dengan sertifikat kompetensi. Untuk memantapkan acara tersebut, setelah sebelumnya menghadap Wali Kota Denpasar dan Ketua TP PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra, Anak Agung Ayu Ketut Agung (pemilik TUK Agung) kembali menghadap Sekda Kota Denpasar AA Rai Iswara. Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai Bu Agung ini dan mengatakan bahwa sertifikat kompetensi ini sangat penting bagi profesi tukang payas atau pemilik salon. “Sertifikat ini ibarat SIM. Seterampil apa pun mengemudi jika tak memiliki SIM, tidak akan

Style

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Ragam Gaya Busana Gadis Kecil Busana bukan hanya bahan menutup atau melindungi tubuh semata, melainkan ada arti keindahan di dalamnya. Seperti ,beberapa tampilan halama style pekan ini.

G

Peserta ujian sedang mengerjakan ujian teori dengan memakai kebaya tidak tembus pandang, kamen endek, dan memakai pusung tagel

diakui. Demikian halnya tukang payas atau pemilik salon yang belum mengantongi sertifikat kompetensi, kompetensinya tidak akan diakui,” ujarnya. Rai Iswara menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan berkoordinasi dengan kasubag terkait, termasuk berkoordinasi dengan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) I Made Merthajaya untuk menginformasikan kegiatan ini ke desa-desa se-Kota Denpasar. Diharapkan di setiap desa setidaknya ada 10 perwakilan tukang payas yang akan dilatih lagi sebelum mengikuti uji kompetensi. Bu Agung mengatakan, dari data yang diperoleh di Dinas Pariwisata, khususnya di Kota Denpasar banyak ada salon.Namun, masih banyak yang belum mengantongi sertifikat kompetensi. “Karena itu, kami ingin membantu teman-teman khususnya pemilik salon dan tukang payas-tukang payas otodidak, yang belum punya sertifikat, segera melengkapi dirinya dengan mengikuti uji kompetensi ini,” ucapnya. Untukitu, Bu Agung siap melatih mereka yang akan ikut uji kompetensi ini untuk menyamakan persepsi. Bagi mereka yang berminat dan serius, silakan mendaftarkan diri ke Tempat Uji Kompetensi Agung/LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12, Kreneng, Denpasar.Telepon 0361-233850. Jadwal pelatihan setiap hari, tanpa dipungut biaya, mulai pukul 08.00 s.d. 21.00 wita. –Inten Indrawati

Hasil uji kompetensi Tata Rias Pengantin Bali (payas agung) dari sebagian peserta, yang dilaksanakan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Januari 2016

Dr. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. (baju hijau) diapit oleh Ir. AtiekWarih Setiawati, S.Pd., M.M. (kiri) dan Irein Ibrahim, S.Pd. (kanan) dari LSK, bersama sebagian dari penguji TRP Bali

aya dan model busana mereka seolah tidak mau kalah gaya dengan para gadis remaja. Meski trend baju korea anak saat ini tergolong masih booming namun anak Indonesia juga memiliki gaya dan tren tersendiri. Sebagaimana koleksi dari de Galuh Boutoique yang mempunyai keunikan tersendiri.

Rupanya desainnya saat ini didominasi model dres. Mulai dari doll like dress yang romantis hingga tailed dress ala anak –anak yang feminin dan cute. Semua pilihan bahan dan motifnya , baik yang polos, poleng maupun bunga-bunga semuanya menarik. Penambahan aksesoris pun dapat menjadikan kesan unik dan berbeda serta trendi. Menurut Tjok Abi, apapun kreasi atau model yang dikenakan

si gadis kecil, namun tetap perlu diperhatikan bahannya agar nyaman dan enak dikenakan. Dengan memilihkan busan yang tepat pula, maka mereka akan terlihat cantik tapi semakin percaya diri. selain itu, penampilan anak juga mampu menggambarkan sikap orangtua terhadap anak. Dan perlu pual diingat kata Tjok Abi jika setiap anak memiliki selera berbusana tersendiri. Ada yang suka dengan model baju yang lucu karena terkesan lebih unik dan menarik. Ada juga yang suka terlihat anggun, cantik dan lain sebagainya. Kuncinya pastikan si anak merasa cocok dan nyaman. – Sri Ardhini

15


16

Edukasi

Edisi 901/16 - 22 MEI 2016

Remaja dan “Ritual” Kelulusan Sabtu (7/5), beberapa ruas jalan diramaikan konvoi perayaan kelulusan anak-anak SMA. Pemandangan “ritual” kelulusan tersebut tidak asing lagi bagi masyarakat umum yang sering menyaksikannya terjadi setiap tahunnya. Tetapi di saat negara kita mencanang­ kan adanya gerakan revolusi mental, kenapa “ritual” kelulusan tersebut tidak berubah juga, malah semakin menjadi-menjadi.

Made Widiantara

S

eragam siswa-siswa SMA tersebut sudah dengan sengaja dilukis dengan lukisanlukisan berwujud simbol-simbol tertentu, seperti gambar tokoh pewayangan, simbol komunitas, gambar orang dan lainnya, dan sepertinya mereka menyiapkan sejak dari rumah mereka masingmasing, sebelum akhirnya dicoratcoret dan disemprot menggunakan cat pilox. “Kalau hanya menunjukkan bakat seni dengan lukisan-lukisan tersebut sih tidak masalah, tetapi kenapa harus dilakukan di jalanan yang notabene merupakan akses masyarakat dalam melakukan perjalanan,” ujar I Made Widiantara, S.Psi.,M.Si Dosen dan Trainer “Personality Development” Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri ini menjelaskan usia anak sekolah menengah atas ataupun sekolah kejuruan dengan rentang umur antara 15 s.d. 18 tahun termasuk dalam kategori usia remaja akhir. Remaja atau dalam bahasa latin adolescence, yang berarti tumbuh kearah kematangan, tidak saja kematangan fisik tetapi kematangan sosial dan psikologis (Widyastuti, 2009). Bahkan dalam usia perkembangan remaja ini, oleh beberapa ilmuwan psikologi menyebut sebagai masa perkembangan yang paling komplek dan complicated. Beberapa hal yang menjadi tugas dalam perkembangan masa remaja akhir adalah mengembangkan diri menjadi lebih matang dan menguatkan konsep diri. Tetapi, terkadang dari beberapa tugas masa perkembangannya, mereka cenderung menunjukkan diri dalam bentuk ungkapan kebebasan diri yang berlebihan, baik itu dalam berekspresi maupun bebas dalam artian negatif seperti tidak mau

diatur dan berperilaku semaunya sendiri. “Masa remaja dengan perkembangan biologis yang banyak dipengaruhi oleh hormonal tampak jelas dari peningkatan perkembangan fisik dan perkembangan karakteristik seks sekunder yang pesat. Perkembangan remaja dari sudut pandang psikologis tampak jelas dalam terbentuknya konsep diri berupa identitas diri yang melihat dirinya sebagai seorang individu yang berbeda dari orang lain. Perkembangan kognitif remaja, ditandai dengan cara berpikir abstrak yang tidak dibatasi oleh kenyataan dan aktual, sehingga memungkinkan mereka memiliki imajinasi dalam berkreativitas. Secara moral, perkembangan remaja dihadapkan pada kemampuan dalam menerima sudut pandang orang dewasa atau orang yang lebih tua darinya, sehingga mereka memerlukan pendekatan yang khusus dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemudian perkembangan secara sosial, remaja berusaha untuk membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga dan menetapkan identitas yang mandiri dari kewenangan keluarga. Dari sinilah terkadang sering menjadi titik awal munculnya konflik dalam diri remaja yang kemudian berdampak pada lingkungan sosial,” jelas anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Sebagai salah satu bentuk ungkapan kebebasan, para rema­ ja yang mampu menyelesaikan studinya akan menunjukkan ke-

Dara

Young Toris

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Tidak Egois dalam Bermusik Menulis lagu adalah cara paling sederhana untuk mengekspresikan perasaan. Cinta adalah sesuatu yang bisa diekspresikan dengan berbagai perasaan. Kecewa salah satunya. Diawali dengan kekecewaannya dalam cinta membuat Young Toris mencoba membuat lagu-lagu dengan tema cinta. “Itu dimulai ketika saya duduk di bangku SMP, dan saat itu juga saya belajar re­cording,” ungkapnya. Meskipun belum sampai dipublikasikan secara luas namun hingga saat ini lagulagu tersebut masih tetap eksis ia nyanyikan dalam berbagai acara.

Siswa konvoi saat kelulusan

berhasilan mereka yang mampu lulus sekolah dengan euforia yang berlebihan. Mereka yang merayakan kelulusan dengan cara berlebihan inilah bisa mengarah pada bentuk kebebasan yang negatif. Tanpa mereka sadari, beberapa dampak negatif yang sering ditimbulkan oleh perilaku mereka yang merayakan kelulusan dengan cara berlebihan, seperti; tidak memperdulikan keselamatan diri mereka sendiri (konvoi beramai-ramai di jalanan tanpa menggunakan helm dan perangkat keselamatan lainnya), mengganggu dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya karena mereka menggunakan ruas jalan dengan seenaknya dan cenderung tidak mematuhi aturan lalu lintas, meresahkan masyarakat sekitar dengan perilaku yang bebas dan berlebihan sehingga masyarakat yang melihat merasa khawatir dan takut kalaukalau terjadi bentrokan antara mereka sendiri atau antara lulusan sekolah satu dengan sekolah lainnya, yang bisa saja menimbulkan keresahan masyarakat. Widiantara mengatakan ada beberapa alternatif tindakan antisipasi dalam menjaga para remaja yang sedang merayakan kelulusannya dengan positif. Tindakan antisipatif ini semestinya bisa dilakukan oleh sekolah dengan koordinasi yang tepat dengan melibatkan keluarga,

komite sekolah, aparat kepolisian serta yang tidak kalah pentingnya adalah komitmen para siswa itu sendiri. Jauh-jauh hari sebelum hari pengumuman kelulusan sekolah, pihak sekolah sudah harus berkoordinasi dengan keluarga atau bisa melalui rapat komite sekolah dengan kesepakatankesepakatan terkait cara-cara perayaan kelulusan sekolah dan juga antisipasi cara perayaan kelulusan para siswa yang berlebihan. Begitupun juga koordinasi dengan pihak aparat kepolisian, yang pada saat hari pengumuman kelulusan siap berjaga-jaga di lingkungan sekolah agar “ritual” kelulusan para siswa tidak dilakukan secara berlebihan. Peran keluarga sangat penting karena sebagai orang terdekat dalam kehidupan mereka, dengan pendekatan yang khusus dan komunikasi efektif seorang siswa cenderung lebih bisa mengendalikan perilakunya dalam merayakan kelulusan sekolah. Keluarga perlu menyadarkan mereka bahwa lulus dari sekolah saja belumlah akhir capaian mereka, tetapi masih ada tantangan lain, yaitu menyiapkan studi ke jenjang yang lebih tinggi bagi yang akan kuliah lagi, siap mencari pekerjaan atau berwirausaha dan atau menyiapkan diri untuk berbaur di masyarakat. Selain itu, perlunya komitmen dari para siswa itu sendiri, dan perlu dikomunikasikan lebih awal, bahwa pada saat

pengumuman kelulusan mereka tidak merayakan kelulusan dengan cara berlebihan dan jika perlu dilakukan dengan cara positif. Memaknai kelulusan dengan cara positif merupakan harapan masyarakat umum, seperti perayaan kelulusan yang dilakukan dengan cara doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, berbagi rasa kebahagiaan bersama orang-orang di sekitar dalam bentuk menyumbangkan pakaian bekas mereka kepada para siswa yang kurang mampu atau melakukan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan-kegiatan positif ini bisa dilaksanakan atas inisiatif dari komite sekolah ataupun dari pihak sekolah, karena kecil kemungkinannya kalau berharap dari para siswa sendiri yang berinisiatif melakukan perayaan kelulusan dengan cara positif. Kembali pada teori dari tugas perkembangan remaja diatas, bahwa di usia mereka yang pada masa remaja akhir adalah adanya kebebasan, dan kalau diberikan kesempatan untuk “bebas” maka cenderung mereka memaknai dengan cara kebablasan. “Perlunya kendali dan pengawasan dalam mengarahkan mereka untuk memaknai ungkapan kebebasan dalam merayakan kelulusan dengan cara positif, dengan makna kebebasan mengungkapkan diri yang berdampak positif pada orang lain,” tegasnya. –Ngurah Budi

D

idukung oleh teman-temannya membuat pria yang memp u nyai nama asli Arya Parta Sujana ini membentuk sebuah band. Bersama kedua orang rekannya, ia membentuk Strongking 33 band. Lagu demi lagu diciptakan, panggung demi panggung dijajaki, akan tetapi karena kesibukan dari masing-masing personelnya membuat band tersebut bubar. Hal tersebut membuat Toris sapaan akrabnya merasa sangat putus asa dan memutuskan untuk vakum dalam dunia musik. “Saya merasa kecewa karena sedikit lagi kami akan tenar eh malah bubar. Sejak itu saya benci musik dan alat-alat musik semua dijual,” ceritanya. Meskipun sempat vakum dalam dunia musik, berkat dukungan dari teman-temannya Toris mendapat semangat baru lagi. Berawal dari request teman-temannya yang ingin dibuatkan lagu, ia mulai menulis lagu kembali. “Banyak yang bilang kalau sudah berjiwa musisi, maka tidak akan bisa lupa dengan yang namanya menyanyi,” imbuhnya. Menulis lagu dari cerita teman-temanya yang notabene bertemakan cinta membuat Toris tidak begitu risih meskipun genre musiknya bukan ke arah pop. “Kebanyakan request dari teman, kalau saya pribadi lebih suka musik rock dan lagu-lagu kepahlawanan atau sejarah,” ujar mantan guru vokal Monarch tersebut. Meskipun suka genre rock tetapi Toris tidak ingin egois dalam menentukan genre lagunya. “Kalau musisi itu egois kan tidak baik, toh juga yang akan beli CD kita siapa sih? Kalau pendengar ngerasa saya lebih cocok ke lagu-lagu pop, kenapa tidak?” ungkapnya. dalam hal ini ia mengaku

lebih mengutamakan pendengar dari hatinya sendiri. Dalam menulis lagu, lirik yang digunakan sangat sederhana sehingga mudah diterima dan dihafal oleh pendengar. Selain lagu dengan tema cinta, sebenarnya beberapa lagu dengan tema budaya dan sejarah pun sudah ia tulis. Salah satunya lagu yang berjudul “Megoakgoakan” yang merupakan permainan tradisional khas desa Panji. Pria kelahiran 2 Mei 1990 ini ingin agar masyarakat serta para pejabat sekadar mengetahui asal-asul terbentuknya Buleleng berasal dari perjuangan Ki Barak Panji Sakti. “Saya tidak ingin desa Panji ini seperti dibuang, keinginannya sih cuma untuk desa saja,” tambahnya. Selain itu, Toris juga ingin mendokumentasikan sejarah perjuangan pah­ lawan agar tetap dikenang oleh masyarakat. “Anak-anak zaman sekarang kan susah sekali yang namanya membaca, ya kalau sejarahnya dibuatkan lagu mungkin itu lebih bisa cepat masuk ke teli­ nga­n ya,” jelas pria yang berasal dari Banjar Dinas Kelod Kauh Desa Panji Kecamatan Suk a s a d a t er s ebut. To r i s j u g a bercerita bahwa

“Kalau musisi itu egois kan tidak baik, toh juga yang akan beli CD kita siapa sih? Kalau pendengar ngerasa saya lebih cocok ke lagulagu pop, kenapa tidak?

dalam penggarapan klip lagu “Megoak-goakan” mengambil latar tempat Tirta Kuning yang merupakan tempat kelahiran dari Ki Barak Panji Sakti di desa Panji. “Lagu-lagunya memang menceritakan persis kayak cerita yang ada,” ujarnya. Toris sangat berharap para pendengar lagu “Megoak-goakan” dapat menghargai budaya dan menjaga masing-masing. Pria yang akan launching album perdana setelah Bulfest ini juga berniat ingin mencari partner untuk lagu yang tentu berasal dari Buleleng juga.

Arya Parta Sujana

9


8

Bunda & Ananda

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Orangtua Wajib Sediakan Layanan One Stop Advice Access

Berita 19 remaja memperkosa anak perempuan usia 14 tahun dan kemudian membunuhnya membuat masyarakat tersentak. Belum lagi kasus anak remaja lakilaki yang bunuh diri karena diketahui pihak sekolah ketika sedang akan melakukan hubungan seksual dengan teman perempuannya. Berita lainnya, seorang guru yang dihormati anak didiknya, ternyata telah memperkosa minimal 11 anak didik , selama ini mereka tidak pernah dan tidak berani bercerita pada orangtua.

“D

ata penelitian menyatakan bahwa hampir 64% anak yang diperkosa oleh predator seksual mengalami pengulangan pemerkosaan minimal sebanyak 4 kali. Data ini menyatakan anak yang dimangsa oleh predator seks biasanya sulit bercerita,” ungkap Caecilia Nirlaksita, S.Psi, M.Si, C.Ht, Psikolog. Perilaku anak yang pernah mengalami tekanan predator seks biasanya memperlihatkan keanehan perilaku yang tak beralasan/tidak jelas, misal menangis, merengek dan ketakutan di tinggal di rumah sendiri atau ke tempat tertentu; kesulitan tidur disertai mimpi buruk serta ketakutan bila lampu mati; memperlihatkan perilaku seperti anak yang tidak matang seperti mengenyot jari, melamun, memeluk erat bonekanya, buang air seni di tempat tidur; di sekolah tidak konsentrasi, tidak disiplin, pekerjaan sekolah menurun pesat; pendiam dan mengisolasi diri, sulit mengingat sesuatu (mudah lupa), nafsu makan menurun; kehilangan keceriaan sehari-hari; mood atau perasaan yang cepat sekali berubah-ubah, biasanya kesedihan dan kemarahan yang parah; serta takut disentuh si mulan dan lion oleh orangtuanya. “Anak-anak bisa saja menjadi sasaran empuk para predator seksual dalam perlakuan pelecehan seksual dan pemerkosaan.. Predator seks tidak hanya mengancam dan menyerang anak perempuan kita, bisa jadi menyerang anak laki-laki. Kenyataannya, orangtua tidak selalu bisa melindungi anak kita, tidak selalu bisa bersama anak, karena orangtua harus bekerja dan sibuk melakukan aktivitas lainnya,” ujar Ketua Psikologi Forensik Bali ini. Pandangan orang seringkali terkecoh, bahwa hanya orang yang tidak dikenal yang harus dihindari anak, justru predator seks, seringkali adalah orang yang sudah sangat dikenal oleh anak di lingkungannya. Jenis predator seks biasanya tampilannya seolah tidak mengerikan, seringkali terlihat baik, menyenangkan diajak bicara, perhatian dan lembut sehingga anak tidak menyangka mereka sebagai orang yang “asing” seorang predator seks siap memangsa anak. Belum lagi predator-predator ini tersebar random, berkeliaran di lingkungan luar rumah, di lingkungan sekolah, di jalan, di mall dan sebagainya. Kekhawatiran saja sungguh tidak cukup menghadapi para predator seks yang “cerdas” bersembuyi dibalik peran baik ini.

“MULAN” DAN “LION” Pada dasarnya anak sesungguhnya diharapkan dekat dengan orangtua atau pengasuh sebagai pengganti orangtua. Anak memerlukan saluran emosi, perasaan, pikiran dan aktivitas fisik bersama orang yang paling dekat dengan anak yaitu ayah dan ibu. Jadikan diri orangtua yang menyediakan layanan one stop advice access artinya tempat dimana anak tanpa canggung boleh menanyakan apapun masalah mereka terutama yang berhubungan dengan tubuh fisik dan seksual. “One stop advice access menyediakan layanan sebagai orangtua antara lain melakukan role play (simulasi bersama anak), bagaimana melindungi diri dan bertindak dalam keharusan menghadapi para predator seks. Dengan cara mengajarkan penghormatan pada daerah alat kelamin dan tubuh sensitif seks. Misalnya mengajar anak kita untuk berhati-hati, hanya pada ayah dan ibu boleh bercerita dan menyebut alat kelamin dengan sebutan metafore misal alat kelamin perempuan anak disebut “mulan”, dan alat kelamin laki- laki disebut “lion”,” ujar Caecilia. Menetapkan kesepakatan dan larangan bersama anak, bahwa hanya ayah dan ibu boleh memeriksa si “mulan” dan si “lion”. Bila ada orang lain yang melakukannya atau berusaha memaksa, maka segera melompat, lari, mengigit, teriak tidak secara keras dan berteriak “tolong…ada orang jahat”. Dalam hal ini dokter juga boleh memeriksa atas sepengetahuan ayah dan Ibu. Teman pun dilarang untuk menyentuh si mulan dan lion, juga dilarang menyentuh mulan dan lion teman lain. Orangtua menjadikan dirinya sebagai one stop advice access, dengan senantiasa meluangkan diri dalam keterdekatan perasaan pada anak tanpa menilai apa yang dikatakan anak, sehingga anak merasa dengan senang hati mempercayakan apapun masalah yang terjadi padanya tanpa merasa takut dinilai. Orangtua harus mampu menuntut diri untuk selalu berbesar hati, mendengarkan setiap kata, penjelasan cara anak- anak bila anak mengalami masalah dan berdiskusi bersama dalam memecahkan masalahnya. Ini jalan terbaik bagi anak memakai orangtua sebagai model memecahkan masalah. Keseharian yang diperlakukan pada anak (sedini mungkin) adalah entusiasme (berusaha membuat anak bergembira) dengan selalu memulai hari dengan secara rutin menanyakan kegiatan apa yang akan dilakukan pada hari tersebut, termasuk menanyakan dengan

siapa aktivitas akan dilakukan, orang dan teman siapa sajakah yang akan terlibat bersama aktivitas anak. “Orangtua secara rutin bercengkerama dengan anak, usahakan memancing, sambil tanpa disadari anak dengan pertanyaan tentang siapa saja teman dekat dan orang yang selalu ditemui anak. Sambil menanyakan apa pendapat anak tentang teman atau orang tersebut. Tanyakan perasaan detil anak bila ada sesuatu yang mencurigakan dari penjelasan anak, tanyakan jam berapa berjumpa dengan orang tersebut, apa saja kata yang diucapkan atau perbuatannya. Tetapi, ingat, jangan berkesan menginterogasi. Lakukan secara fun dan secara halus serta tenang,” ujar psikolog yang praktek di Klinik Tri K, Tohpati ini. Bila memungkinkan, membiasakan keluarga memliki sudut “one stop family information”, dengan meletakkan buku telepon bersama. Sehingga masing- masing anggota keluarga selalu menuliskan nama- nama teman-teman anak, guru, penjaga sekolah, pada buku telepon ber-

sama. Beberapa tips yang diberikan Caecilia adalah membahas tentang berita predator seksual yang ada di media, dengan berdiskusi dalam cara yang dipahami anak, sambil menanyakan kira–kira adakah tanda yang menunjukkan adanya predator yang dicurigai berkeliaran di lingkungan sekolah dan bermain anak; selalu mengajak anak untuk berbicara tegas, jelas dan terbuka/ asertif, menceritakan apa adanya apa yang terjadi dalam keseharian; selalu menanyakan tentang perasaan dan sikapnya pada sesuatu; pergunakanlah waktu pergi bersama, makan malam atau saat mau tidur dengan kehangatan emosi dengan anak untuk membicarakan persoalan yang memerlukan anak untuk berhati- hati pada lingkungannya; memilih orang yang benar sudah dikenal untuk mengawasi anak; mengajarkan anak untuk menolak secara halus bila orang tidak dikenal ataupun yang sudah dikenal memberi makanan, hadiah, permen atau minuman; usahakan anak mampu berkata, terimaksih Ibu dan Ayah sudak membawakan saya makanan dan minuman;

Kolaborasi Kayu-Bambu Di Denpasar khususnya, sekarang ini banyak bermunculan tempat-tempat makan atau angkringan. Selain citarasa makanan, pemilihan konsep ruang menjadi salah satu daya tarik bagi pembeli.

Seperti Warung BES’M. Warung biasa yang berlokasi di Jalan Gunung Catur ini didesain dengan cukup apik. Material kolaborasi kayu dan bambu mendominasi warung makan ini. Di depan warung yang hanya berukuran sekitar 3x7 meter itu ditambahkan

Caecilia Nirlaksita

mengajarkan anak menghindari daerah yang sepi, selalu pulang bersama-sama teman sekolah. Bila ada orang mengajak ke tempat yang sepi, ajarkan untuk lari dan masuk ke dalam toko dan minta tolong pada kasir. “A n a k a d a l a h g a m b a r a n dari orangtua, bagaimana anak menghindarkan diri dari predator tergantung seberapa kuat dukungan orangtua sebagai kawan bercerita dan seberapa kukuh orangtua memberi contoh anak untuk belajar memahami persoalan predator dan bertindak menghindarinya. Kekuatan orangtua dan anak adalah cinta dan perhatian. Kekuatan pengambilan sikap orangtua adalah pengetahuan. Selamatkan anak dari predator,” tegas pengurus Himpsi Wilayah Bali ini. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

rusa dan raja pemburu

Rusa bertubuh gemuk dan bertanduk indah itu hidup dengan tenang di tengahtengah hutan lebat. Ia sangat menikmati keindahan hutan hijau itu. Ia bebas ke manamana, menyelusup di bawah pohon dan makan daun-daunan. Made Taro Suatu hari ia terkejut mendengar bunyi gemerincing yang makin mendekat. Ternyata sekelompok pemburu naik kuda yang dipimpin seorang raja. Ketika Raja melihat rusa itu, ia melecut kuda tunggangannya agar secepatnya mengejar hewan bertanduk itu. Raja pemburu itu sangat gemar makan daging rusa. Apalagi sang permaisuri, yang selalu berpesan, jangan pulang kalau tidak membawa rusa. Saking takutnya, rusa itu mengambil langkah seribu lalu menyelinap di bawah pohon-pohon rimbun. Ia mengira pemburu itu masih mengejarnya. Ia mempercepat larinya, dan kemudian dengan entengnya melompat menyeberangi jurang. Wah, seperti burung yang terbang! Raja itu pun penasaran. Ia memperkeras lecutan kudanya dan kudanya pun melesat bagai kilat. Namun ketika kuda itu sampai di pinggir jurang, ia tiba-tiba berhenti. Pang! Sang Raja terpental, jatuh ke jurang. Raja pemburu itu mengerang kesakitan. Ia berharap anak buahnya datang dan segera melakukan pertolongan. Namun kelompok pemburu itu tidak berhasil mengejar sang Raja dan akhirnya kehilangan

Griya

jejak. Adapun rusa yang ketakutan itu bertanya-tanya dalam hati. “Ke mana pemburu yang bernafsu itu?” Ia curiga, jangan-jangan Raja yang sedang mengejarnya itu jatuh ke jurang. Ia balik haluan, ingin tahu apa yang terjadi. Perkiraannya benar. Ia melihat sang Raja tergeletak di dasar jurang, mengaduh kesakitan. Timbul rasa ibanya. Rusa itu turun ke dasar jurang, lalu mendekati pemburu yang tidak berdaya itu. “Wahai, Pemburu! Kalau kau mau, aku dapat menolongmu,” kata Rusa. “Tidak mungkin! Kau buruanku!” jawab Raja. “Kalau kau menyadari, aku kira peristiwa ini akan mengakhiri permusuhan di antara kita,” kata Rusa. Raja diam saja. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud hewan buruan itu. Rusa gemuk dan bertanduk itu mengangkat tubuh Raja yang tak berdaya, lalu menggendongnya. Dengan napas terengah-engah rusa itu menggapai-gapaikan tangan dan kakinya memanjat tebing. Syukurlah ia berhasil mengangkut beban berat itu ke atas jurang. Di situ sedang menunggu kuda yang ditungganginya tadi. “Kau sungguh baik budi, Rusa! Maukah kau tinggal di istanaku? Kau akan kupelihara dengan baik,” kata Raja. “Tidak usah, Tuan Raja! Kami sangat menyintai hutan ini. Kami berharap Tuanku memberi kesempatan kepada kami untuk hidup tenang dan bahagia.” Rusa itu melengos, lalu menghilang di tengahtengah pepohonan. Ketika tiba di istana, sang Raja mengumumkan kepada rakyatnya, agar menghentikan kegemarannya berburu. “Hutan adalah sebuah kerajaan. Biarkan penghuninya hidup tenang dan berbahagia,” katanya.

pergola, yang juga dimanfaatkan sebagai tempat duduk makan. Yang menarik, pergola ini memakai bahan bambu, mulai dari tiang-tiang hingga atapnya. Sementara, beberapa set meja-kursi dipilih model yang berbeda sehingga tampilan kes-

eluruhan berkesan dinamis, tak monoton. Ada satu set meja kayu solid dengan kaki kursi dari ranting-ranting pohon. Ada juga satu set meja-kursi dengan finishing antik. Kayu-kayu belahan dimanfaatkan untuk tiang lampu dan rak untuk makanan ringan. Kulit-kulit kayu yang memberikan kesan alami juga diaplikasikan pada mini bar. Selain untuk penerangan, lampu-lampu ganting dari anyaman bambu juga memberikan nilai estetis. -Inten Indrawati

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

17


18

Life

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

SMAN Bali Mandara Cetak Siswa Berkarakter Sekolah SMA Negeri Bali Mandara merupakan sekolah rintisan pemerintah provinsi Bali yang satu-satunya sekolah dengan syarat masuk harus dari keluarga yang kurang mampu. Untuk dapat masuk ke sekolah tersebut harus melalui beberapa tahap, di antaranya nominasi dari sekolah, proses seleksi administrasi (paper based), proses seleksi tatap muka (boot camp) dan proses verifikasi akhir (home visit). Sekolah yang berdiri sejak tahun 2011 ini mampu mencetak anak didik yang berprestasi baik akademik dan nonakademik yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

S

etelah lima tahun berdiri, pemprov Bali juga mendirikan SMKN Bali Mandara yang lokasinya bersebelahan dengan SMA Bali Mandara di daerah Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bali Mandara yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi dari keluarga miskin di Pulau Dewata disiapkan tiga jurusan dengan harapan dapat menjadi bekal siswa untuk langsung bekerja ketika tamat. Tiga jurusan yang dimaksud yakni teknik gambar bangunan, teknik komputer dan jaringan, serta teknik kendaraan ringan. Diharapkan sesudah menamatkan pendidikan siswa bukan sebagai pencari kerja, melainkan pencipta kerja. Untuk pertama kalinya SMAN dan SMKN Bali Mandara dikunjungi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (Sabtu, 7/5). Dalam kunjungan kerja ke Bali, orang nomor dua di Indonesia tersebut menyempatkan diri datang untuk melihat secara langsung lingkungan serta proses belajar mengajarnya. Kedatang Wapres yang ditemani oleh Gubernur Bali Mangku Pastika beserta rombongan yang disambut antusias oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Sutjidra, seluruh jajaran SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Buleleng serta staf dan siswa-siswi SMAN Bali Mandara.

Dalam pidatonya, Jusuf Kalla mengakui bangga dengan anakanak didik SMA Bali Mandara

yang memiliki semangat tinggi. Ia juga menambahkan, jiwa kepemimpinan anak muda di

seluruh sektor kehidupan sangat berperan penting. Pemimpin masa depan berjuang dan berusaha dengan baik. “Banyak negara yang kaya namun jika tidak memiliki SDM yang cerdas dan berkarakter maka akan dimanfaatkan oleh orang lain,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa ke depan pendidikan semakin berat, sehingga perlu mencetak anak didik yang memiliki semangat untuk menghadapi tantangan dalam dunia pendidikan salah satunya adalah kemanjuan IT. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menambahkan, dengan sistem pendidikan yang tegas akan dapat melahirkan manusia berkarakter untuk menjadi lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Dalam sambutannya, Pastika mengaku terharu, atas perjuangan siswa-siswi dari kalangan ekonomi tingkat bawah. Mereka belajar menempa diri bersekolah dan berproses menjadi pemimpin masa depan. “Kami sering mengatakan kepada mereka, setiap butir nasi yang mereka makan adalah milik rakyat Bali yang harus dipertanggungjawabkan. Maka dari itu mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh bukan hanya sekadar menjadi manusia yang cerdas tetapi juga berkarakter dan luhur,” tegasnya. Di sekolah tersebut juga menerapkan kedisiplinan yang tinggi, barang siapa yang mencontek, mencuri, atau berkelahi harus keluar dari sekolah tersebut. Mangku Pastika juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anak didiknya yang

mampu meraih nilai Ujian Nasional tertinggi tingkat provinsi Bali bahkan tertinggi di Indonesia dalam bidang IPS. Kepala SMAN Bali Mandara, Drs. I Nyoman Darta, M.Pd., mengatakan, kunjungan Wapres Jusuf Kalla merupakan spirit motivasi kepada siswa-siswi yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. “Semua siswa kami di sini adalah warga miskin. Anak didik kami ini siap menjadi pemimpin ke depannya, tentu dengan usaha yang keras dan mampu meraih prestasi hingga internasional. Kami menanamkan semangat dan motivasi tinggi agar mereka mampu mengubah status sosial mereka,” ujar Darta. Ia menuturkan, seluruh biaya pendidikan dan operasional SMAN Bali Mandara dibiayai melalui APBD Provinsi Bali. Bersama para guru pengajar memberi pengajaran terbaik, menciptakan pemimpin masa depan dan siap bersaing di dunia internasional. Selama menempuh pendidikan waktu belajar benar-benar dimanfaatkan khusus. Pelajar belajar dan berjuang berubah nasib keluarga, dibekali kemampuan leadership, meditasi, beragam ketrampilan, materi belajar berstandar nasional serta internasional. “Seleksi masuknya sangat ketat, dan semua siswa menunjukan prestasi terbaiknya. Tahun ini kami berencana menerima 98 calon anak didik baru. Di bidang akademik dan nonakademik, prestasi dan kompetensi SMAN Bali Mandara tidak perlu diragukan lagi,” ucapnya. -Wiwin

Mata Jendela

Cinta Alam Sama-sama menaruh perhatian terhadap alam membuat para personil Mata Jendela bergabung dalam sebuah band yang peduli terhadap lingkungan dan sosial. Mengusung konsep Tri Hita Karana yang merupakan dasar dalam agama Hindu, Mata Jendela ingin menekankan bahwa selain dengan manusia itu sendiri, harus ada hubungan baik antara manusia dengan alam. Alam tercipta untuk memberi hal yang baik terhadap manusia. Maka dari itu manusia juga harus memberikan kontribusi yang baik terhadapnya. Melalui sebuah lagu, band yang digawangi oleh Cix Mong (vokal), Eka Negara (cajon, backing vokal), Agus Molo (lead gitar, backing vokal), dan Andre Ock (guitar,backing vokal) ini ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada alam. Alam itu sudah sangat baik dengan manusia. Pohon contohnya menghasilkan oksigen ditengah polusi yang disebabkan oleh manusia itu sendiri, ujar Dieda, sang produser sekaligus direktur. Mengambil tema alam dirasa sangat mampu mensugesti pendengar agar turut menjaga alam. Banyak orang di luar sana yang sebenarnya sangat peduli dengan alam akan tetapi belum dapat ditunjukkan dengan tindakan nyata. Melalui lagu, kami ingin mengajak semua lapisan masyarakat menyadari betapa pentingnya menjaga alam, ungkap Dieda. Mata Jendela sendiri dimaknai secara sederhana namun mengena oleh para personilnya. Mata sebagai alat untuk melihat, melihat yang dimaksud adalah melihat masa depan sedangkan dengan jendela seseorang bisa melihat apa yang ada di sekitar entah keadaan yang baik ataupun buruk. Sebagai contoh sih, ketika baru bangun pasti melihat ke jendela. Saya bisa melihat alam di sekitar sekaligus intropeksi dengan apa yang sudah diperbuat semalam, ujar sang produser.

Band yang terbilang baru ini sudah merampungkan lagu pertama yang berjudul Pagi Alamku. Lirik yang sederhana namun sangat bermakna didukung oleh klip video yang semuanya bercerita tentang alam dan juga kehidupan sosial. Band asli asal Buleleng ini juga ingin menyampaikan pesan lewat lagu tersebut bahwa semua orang harus bisa memaknai paginya dan lebih menghargai waktu. Dalam waktu dekat, band yang terbentuk tanggal 8 Desember 2015 ini siap merilis mini album. Kami menyadari dengan alat seadanya dan segala keterbatasan namun ingin menciptakan karya luar biasa yang dapat diterima oleh masyarakat, imbuh Dieda. Mereka mengakui dalam mencari sebuah konsep dalam sebuah band tidaklah mudah, akan tetapi apapun yang dikerjakan secara bersama-sama dengan mengesampingkan ego masing-masing dan memiliki konsistensi yang kuat maka akan didapat

konsep yang baik. Untuk mencari sebuah konsep kami melihat dari apa yang terjadi di sekitar tidak jauh-jauh dari masyarakat, imbuhnya. Banyaknya bermunculan band-band indie yang mengangkat tema tentang alam tidak serta merta membuat Mata Jendela merasa ikut-ikutan. Kami hanya ingin mengeluarkan semua kemampuan kami lewat lirik, lagu, dan nada-nada yang diciptakan oleh para personil, jelas Dieda. Mata Jendela juga tidak setuju jika dalam bermusik ada istilah persaingan, karena jika sama-sama hobi maka yang harus dilakukan adalah menunjukkan hasil karya yang terbaik. Mereka juga berharap dengan karya yang dihasilkan oleh para personil Mata Jendela bisa memberikan aura baru terhadap kecintaan dengan alam. Kebanyakan lagu tentang percintaan tetapi kami disini ingin mencari atmosfer baru tentang alam, tegasnya. -Wiwin

Story

Tak Mau Jadi “Kutu Loncat”

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

7

Dikenal sebagai politisi kawakan yang disegani, Rahmat Hidayat, S.H., memaknai perjalanan karier politiknya dengan setia pada komitmen dan cita-cita perjuangan Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dikaguminya. Sebagai seorang politisi yang sudah 43 tahun malang melintang dalam alam keras dunia politik, tidak jarang orang melihatnya sebagai sosok yang keras dan tegas serta sarat dengan ‘ilmu politik’ tingkat tinggi. Jika membicarakan tentang kecintaannya pada partainya, matanya selalu berbinar dan intonasinya selalu berapi-api. Sangat khas.

S

ebagai Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nusa Tenggara Barat, dalam waktu-waktu tertentu menghadapi eskalasi politik yang kerap ‘panas’, ia bisa kelihatan demikian garang demi mempertahankan komitmen dan amanat partainya. Namun siapa sangka, di balik keras dan garangnya putra asli Rumbuk Lombok Timur ini, Rahmat adalah sosok yang sangat peka dan mudah sekali terharu. Sepanjang wawancara berlangsung, sesaat Rahmat bicara berapi-api, namun pada saat yang lain, matanya berkaca-kaca dan tidak jarang ia menangis. Dengan sapu tangan warna putih, Rahmat menutup matanya tidak kuasa menahan tangis. Pundaknya berguncang tanda ia menahan emosi agar tangisnya tidak meledak ketika ia mengisahkan perjalanannya dalam berpartainya.

Salah satunya ketika ia menyelamatkan Ibu Megawati Soekarno Putri dari lemparan asbak saat berlangsungnya Kongres Luar Biasa Partai Demokrasi Indonesia (belum PDIP) di Surabaya di tahun 1994. “Ada yang lempar asbak ke arah Bu Mega, saya melihat ruangan seperti gelap gulita namun sebuah cahaya menerangi pada asbak yang nyaris mengenai Bu Mega. Saya menangkap asbak itu dan ikut menyelamatkan Bu Mega bersama beberapa orang yang saat itu dekat dengan Bu Mega,” ungkap Rahmat mengenang, sembari tersedak dengan matanya berkaca-kaca. Kala itu, partainya sedang diguncang prahara dalam menghadapi kekuasaan Orde Baru yang cenderung tidak membiarkan partai ini berkembang. Namun begitu, guncangan sehebat apapun yang pernah dialami partainya, Rahmat bergeming dan ia sangat setia pada partai ini. Buktinya,

sejak pertamakali berpolitik tahun 1973 hingga hari ini, Rahmat tidak pernah menjadi ‘kutu loncat’ yang melompat berpindah ke mana partai yang menawarkan keuntungan lebih. Ia juga tidak pernah berpindah partai hanya untuk lebih lama menjadi menikmati kursi anggota DPR maupun DPRD. Jika melihat daftar riwayat hidup pria parlente yang lahir 28 November 1952 ini, nyaris seluruh kariernya ia habiskan di PDI dan PDIP. Sungguh sebuah konsistensi dan komitmen yang tinggi yang dimiliki Rahmat yang ketika remaja adalah anak yang ‘nakal’ ini. Tampaknya tidak banyak orang -dalam bidang yang sama- yang memilikinya. Rahmat juga dengan jujur mengungkapkan kenakalannya ketika remaja yang bisa saja telah membentuk karakternya hari ini, keras namun setia pada komitmennya. Rahmat mengenang ketika seorang ulama besar Lombok yang kharismatik, Tuan Guru KH. Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, atau yang biasa dikenal dengan Maulana Syaikh, menegur dan menepuk-tepuk kepalanya dengan penuh kasih sayang ketika ia ‘tertangkap’ melempar papanpapan nama sekolah yang didirikan Maulana Syaikh. Rahmat tidak bisa menjelaskan kenapa ia sampai melempar papan-papan nama sekolah tersebut, kecuali karena keisengan semata. Rahmat Hidayat lahir sebagai anak ke-9 dari 16 bersaudara dari seorang yang berprofesi sebagai guru di zaman Belanda, Ramiah (alm) dan ibu bernama Ratnasih. Ayahnya adalah tokoh pendidikan yang lebih dikenal dengan nama Guru Ramiah. Sejak kecil, sebelum kemerdekaan Rahmat telah melihat ayahnya mendirikan sekolah-sekolah di Lombok Timur seperti di Sukadana, Kilang, Perau Banyar, Terare, Montong Betok, Kelincing, Krian, Solong dan Kuta Raja. Setelah kemerdekaan, ayahnya kembali mendirikan sekolah di Sepapan Keruak dan Jerowaru Lombok Timur. Ia tumbuh dalam didikan seorang pendidik. Namun jiwanya yang selalu ingin tahu membuatnya sangat aktif melebihi anak-anak seusianya sehingga kerap disebut ‘nakal’. Hal inilah yang membuat-

nya iseng pada hal yang seharusnya tidak dilakukan, yakni melempar papan-papan nama sekolah. Akan tetapi Rahmat kemudian bersyukur karena pernah menjadi remaja yang nakal sehingga ia sampai pada pangkuan Maulana Syaikh. ISTRI ADALAH RAJA Kisahnya, suatu hari ia ‘ditangkap’ oleh pihak sekolah dan membawanya bertemu dengan Maulana Syaikh. Dengan lembut dan penuh kasih, Maulana Syaikh memanggilnya untuk mendekat. “Kepala saya lalu dibaringkan di pangkuan beliau sambil mengajak saya mengobrol beliau menepuktepuk kepala saya rasanya ratusan kali sambil beliau mendoakan saya. Selain itu beliau bicara berirama dalam bahasa Sasak, seingat saya nasehat-nasehat yang artinya lebih kurang semoga saya tidak nakal lagi,” katanya takjub. Rahmat memaknai benar pertemuan dan peristiwa yang dialaminya bersama Maulana Syaikh, tokoh agama yang sangat disegani itu. “Saya yakin doa beliau itulah yang membuat saya berhenti nakal waktu remaja,” ujarnya tertawa. Segala nasehat Maulana Syaikh tersebut ia simpan di dalam hati dan ia kenang hingga hari ini. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki Rahmat. Setiap nasehat baik selalu diikutinya. Selain tentang politik, Rahmat selalu bangga saat menceritakan tentang istri dan anak-anaknya. Di

mata Rahmat yang sangat mengagumi istrinya ini, Hj. Putu Selly Andayani, adalah istri yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketika pertama kali menikah dengannya, Selly yang berasal dari keluarga mapan ini, justru memintanya untuk mengumpulkan dan mempertemukan ia dengan seluruh keluarga Rahmat. “Istri saya itu luar biasa, ia bahkan mencari dan lebih ingin bertemu dengan keluarga saya yang paling tidak mampu,” ujar Rahmat kembali dengan nada tersedak dengan mata berkaca. Terlalu banyak alasan bagi Rahmat untuk mencintai dan mengagumi istrinya ini. Berangkat dari pengalaman panjang dalam kehidupannya, Rahmat memaknai benar artinya berumah tangga bersama Selly. Dalam hidup berumah tangga, Rahmat selalu meninggikan Selly sebagai istri yang disebutnya raja. Ia memiliki prinsip sendiri bahwa sebagai suami ia tidak boleh ‘menang’ dari istrinya. “Istri itu raja. Istri harus lebih menang dari suaminya dan saya menerapkan itu. Namun suamilah yang akan mengatur arah raja tersebut,” ungkapnya. Konsep ini ia maknai sebagai penghormatan pada istri dan ketika ia mengatur istrinya ia sadar benar pada aturan yang dilandasi dengan rasa sayang dan cinta kasih. “Apalah artinya Rahmat tanpa Selly. Apalah artinya Selly tanpa Rahmat,” ungkapnya dengan mata berbinar memancarkan cahaya cinta bagi istrinya tersebut. -Naniek I. Taufan


6

Woman on Top

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Bangkit Kembali setelah Jatuh Jika ada yang bertanya mengapa kita harus bisa memotivasi diri, karena kitalah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas diri. Tidak perlu menuntut orang lain atau perusahaan. Milikilah inisiatif untuk memotivasi diri, sebab hasilnya akan kembali kepada kita.

M

enurut Eni Marhaeni pemilik Daneswara Traini n g d i D e n p a s a r, m e m o t i vasi diri sendiri sesungguhnya tidaklah sulit. Ada langkah langkah sederhana yang bisa dilakukan, setelah terlebih dahulu kita menancapkan sebuah keputusan. Kemudian, diawali dengan conditioning atau belajar mencari sesuatu yang membuat suasana hati kita gembira.“Membangun suasana riang ini, bisa dilakukan salah satunya dengan lagu. Apakah lagu berirama keras atau yang iramanya spiritual, tidak masalah selama mampu membangun suasana hati yang bahagia, agar kita bisa bersemangat mulai melangkah mengerjakan apa yang sedang atau akan kita perjuangkan,” paparnya.

Dikatakannya, selama ini, lagu-lagulah yang paling banyak dipilih untuk lebih mudah menggugah suasana hati. “You got happy massage form the song and the song send happy masse to your body,and your body send to your heart. Ketika kita merasa telah tercipta feel good, tubuh pun terasa ringan, maka akan ringan pula kita melangkah melakukan berbagai bentuk kegiatan,” lanjutnya. Masih untuk mengguhan suasan hati, kata Eni bisa juga, dengan cara membuka you tube. Di sana, banyak pilihan video motivasi dan kisah sukses yang bisa menumbuhkan semangat kita, juga memberi ilmu atau untuk membangkitkan diri. Belajar dari kisah sukses dapat memberikan inspirasi yang kuat pada kita untuk melangkah. Selain itu, dapat juga

Eni Marhaeni

melengkapi diri dengan lebih banyak membaca buku motivasi dan pengembangan diri. “Akan lebih baik lagi jika kita memiliki mentor maupun figur idola, apalagi kalau sosoknya bisa diajak berkomunikasi mendiskusikan keinginan atau mimpi kita. Biasanya secara tidak langsung mereka mampu memberikan dukungan,” ujar pengasuh Publik Speaking Clinic yang mengaku banyak belajar dari sosok Anthony Robbin motivator terbesar dan termahal abad ini. Selanjutnya, Eni menyatakan

kalau kita mesti fokus pada apa yang diharapkan. Jangan pernah tergoda pada suatu hal yang baru, walaupun kesannya sangat menarik. Di sini, perlu langkah sederhana lainnya yakni terus mengevaluasi fokusnya. Jangan biarkan ketidakyakinan bergelayut, seperti mengingat kegagalan di masa lalu. Kalaupun ada, jadikan hal ini sebagai pelajaran dan tetaplah fokus, maka rasa khawatir akan lenyap dengan sendirinya. “Ketika kita berfokus pada hasilnya, hal ini akan membuat kita lebih bersemangat dan gigih,” tegasnya Akan baik juga jika kita rajin menuliskan setiap perkembangan, atau pencapaian yang sudah ditempuh dan yang diperoleh. Hal ini juga bisa menjadi evaluasi kemudian sempurnakan dengan target. Nah, jika beberapa langkah atau action sudah kita lakukan, tidak ada salahnya untuk diapresiasi. Bentuknya bisa disesuaikan dengan keadaan pada saat itu. Cara ini juga bisa membantu mendorong diri meningkatkan kinerja. Ditengah langkah dengan motivasi yang tinggi sekalipun, adakalanya, lanjut Eni yang

namanya kegagalan mungkin saja terjadi. Seringkali pula, dengan berbagai masalah dan ketidakpuasan yang ada, kita menjadi lupa bersyukur, pikiran jadi negatif, dan banyak energi terbuang tak berarti. “Di sinilah diperlukan disadari bahwa emosi negatif adalah kebocoran energi terbesar kita. Yakinkanlah diri bahwa kita mampu dan mau bangkit lagi,” cetusnya Apalagi kita sekarang ada di era kompetisi, masuk di dalamnya sudah pasti ada up and down. Selanjutnya kita tinggal milih mau jadi yang mana dan seperti apa. Apakah mau sebagai winner atau looser. “Kalau kita bertanya pada orang yang sukses mereka biasanya akan memberikan jawaban yang sama, yakni mengenai keindahan perjalanan bangkit kembali tatkala kita jatuh, ” paparnya sambil mengatakan kalau hal itu pula yang sering disampaikan sang motivator dunia Anthony Robbin. “Dan kita susah untuk percaya. Makanya lebih baik tidak usah dipercaya tapi dibuktikan saja, Semua keputusan ada di tanganmu,” tandas Eni. – Sri Ardhini

Ketut Sukaranis

Masih bisa Bedakan Siang dan Malam Hidup di tengah keluarga yang kurang berada membuat Ketut Sukaranis jauh dari kasih sayang orang tua. Di tengah himpitan ekonomi, orang tuanya harus bekerja ekstra keras untuk menghidupi anak-anaknya yang berjumlah dua belas orang, enam di

Ketut

antaranya meninggal dunia. Jika dilihat secara sepintas memang tidak ada yang berbeda antara Ketut dan kelima sau daranya. Sore itu, Ketut Sukaranis harus meraba satu per satu benda yang ada di depannya. Bukan karena tangannya yang tidak sekuat dulu atau kaki yang tidak dapat berdiri tegak lagi, melainkan karena Ketut kehil angan penglihatannya sejak kecil. Tidak ada kejelasan yang dapat disampaikan Ketut terkait dengan kebutaannya, yang ia tahu pagi dan malam itu tidak ada bedanya, sama-sama gelap. Rambut yang sudah dimakan usia, menegaskan usianya tidak lagi muda. Namun, semangatnya untuk tetap bertahan hidup patut ditiru. Kehilangan penglihatan baginya bukan berarti beraktifitas Sukaranis dengan ter-

batas. Sejak kecil Ketut sudah dilatih untuk menyiapkan segala kebutuhannya sendiri bukan karena mereka tidak sayang melainkan waktu yang dimiliki orangtuanya tidak banyak untuknya. “Meraka sibuk dengan kerjaan, pagi ke uma siangnya ke tegal,” ungkapnya. Di rumah berdinding dan berlantai bata di Banjar dinas Kelod Kauh Desa Panji tersebut Ketut hidup bersama orangtua dan saudaranya. Tidak nampak ada gelimang harta namun keseharian yang dilandasi kesederhanaanlah yang membuat keluarga tersebut tetap bertahan dalam hidup. Segalanya berubah ketika orangtuanya meninggal sedangkan kelima saudara perempuannya telah menikah. Ketut merasa sendiri, benar-benar sendiri. Tidak ada hal manis yang dapat dikulik dari kisah kehidupan Ketut, semua terasa pahit. Jika masalah kebutaan Ketut berusaha menerima cobaan tersebut dengan iklas namun tidak dengan kesendiriannya. Dalam kesendirian bersama dengan kekurangannya rasanya terlalu lengkap cobaan yang ia terima, tetapi apa boleh dikata memang begitu suratan takdir yang harus ia jalani. Berbekal rasa tulus ia lakukan semua yang bisa

dilakukan seperti memasak, membersihkan rumah, ternak babi, dan nanusin (membuat minyak). “Nyait banten juga saya bisa, entahlah saya anggap semua karunia Tuhan,” ungkapnya. Meskipun tidak pernah melihat dan tahu bentuk jaitan namun ia dengan mudah dapat mempelajari apa yang diajarkan oleh tetangganya. Sudah terjatuh tertimpa tangga pula. Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kisah Ketut. Hidup sebatang kara diusia senja membuat Ketut hanya mengharapkan uluran tangan dari saudara-saudaranya. Beruntung, masih ada tetangga bahkan aparat desa yang masih peduli dengan nasibnya. “Ada saja tetangga yang memberi baik beras, jajan, atau kopi,” ceritanya. Ia juga terkadang merasa malu jika harus terusterusan menengadahkan tangan kepada saudara maupun tetangga. Dibalik sosok yang ramah dan murah senyum itu, r u p a n y a Ketu t m en yi m p a n beribu duka yang ia pendam sendiri. Tidak satu pun ia ceritakan kepada orang lain, salah satunya adalah ketika ia tidak memiliki beras untuk dimasak. “Pernah gak punya beras tapi untunglah masih ada jajan dari

tetangga yang masih,” imbuhnya. Kesendiriannya tanpa seorang pendamping juga membuatnya kadang-kadang merasa sedih. “Sudah dari kecil buta gak ada yang mau sama saya,” jawabnya sambil tertawa. Sebagian orang mungkin mengira bahwa orang yang mengalami kebutaan tidak dapat membedakan antara siang dan malam. Tidak demikian dengannya, ia akan tidur ketika malam tiba dan memberi makan babi ketika senja tiba. Matanya memang buta tetapi hatinya masih terbuka, ia lebih banyak menggunakan perasaannya dalam melihat sesuatu. Hal paling buruk yang ia takutkan adalah ketika dirinya sakit dan tidak bisa bangun. “Dulu pernah sakit sebulan tidak bisa bangun untung ada keluarga yang membawa ke dokter,” ujarnya. Pernah suatu malam ketika ia merasa benarbenar sendiri bahkan suara jangkrik yang biasanya turut meramaikan malamnya pun tidak ada, ia menangis. Menangis karena kepahitan hidup yang ia jalani sering disaat seperti ia merasa rapuh dan ingin semua berakhir. Akan tetapi ia selalu tersadar bahwa hidup harus tetap berjalan dan dinikmati. -Wiwin

19

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

U

ntuk memenuhi pasar tingkat lokal Magetan, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pacitan dan kota lainnya, kelompok pengrajin batik asal Desa Sidomukti mulai meningkatkan produksi kerajinan batik tulis. Seperti halnya kelompok pengrajin batik tulis Mukti Lestari yang saat ini memiliki sebanyak 40 motif batik tulis. Kelompok yang berjumlah 30 orang, setiap hari terus berproduksi yakni berkarya sesuai bidangnya masing-masing. Mereka ada yang khusus membatik dengan canting, bagian pewarnaan, bagian merebus kain agar lilinnya hilang, bagian mencuci kain batik, bagian menjemur kain batik dan juga bagian penjualan. Sejak kelompok batik Mukti Lestari berdiri hingga kini tidak terasa telah berjalan 8 tahun, kami sudah memiliki 40 motif batik tulis. Tenaga pengrajinnya pun hingga ini, tidak banyak orang minat untuk melanjutkan anggota kelompok yang usianya sudah mulai lelah, ujar Agus Sumarto Ketua Kelompok Pengrajin Batik Mukti Lestari. Dari total 40 motif batik itu, lanjut Agus, harganya pun bervariasi. Harga itu, disesuaikan dengan motif kain batik dan jenisnya. Harga kain batik tulis per potong yakni ukuran standar pola dengan lebar 116 cm dan panjang 225 cm berkisar antara Rp 110 ribu-Rp 500 ribu. “Batik dengan motif bambu kecil maupun besar kami jual Rp 130 ribu. Untuk yang motif jalak lawu dan sarangan, harganya Rp 200 ribu. Sedangkan batik sutra perpotong dijual Rp 500 ribu-Rp 600 ribu,katanya.

Pengrajin Batik di Magetan Tingkatkan Produksi Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, para pengrajin batik di Magetan berharap terdapat kenaikan pesanan. Pengrajin hasil kerajinan batik tulis khas Kabupaten Magetan ini berasal dari Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan. Produk batiknya selalu diminati konsumen serta diserbu wisatawan luar kota usai berlibur di kawasan Wisata Telaga Sarangan. Seorang pekerja membatik tulis dengan menggunakan canting lilin

Ia mengakui permintaan batik saat bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri, memang selalu ada peningkatan. Selain pesanan dari Magetan dan sekitarnya, juga dari luar kota. Meski jelang Ramadhan dan Lebaran, kain batik tulis karya kelompok pengrajin Mukti Lestari tidak ada kenaikan harga. Kain batik tulis hasil kelompok pengrajin Mukti Lestari, meski jelang Ramadhan dan Lebaran tidak akan naik. Harga

per lembar batik tulis, tetap stabil kok, terangnya. Ia menjelaskan proses awal hingga menjadi kain batik yang setiap hari dilakukan yakni tenaga khusus membatik tulis seperti batik pada umumnya. Bagian pola atau gambar, lalu dicanting pakai malam, kemudian diwarnai, lalu dikunci warna supaya tidak luntur, dan terakhir dilakukan pelorotan hingga di jemur dengan cuaca panas yang cukup.-Aun Ally

Sepeda Motor Gesits ITS Bakal Saingi Produk Jepang Setelan sukses membuat mobil listrik dan matahari, kini Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kembali sukses membuat sepeda motor listrik. Bekerjama dengan PT Garasindo, Jakarta, ITS berhasil meluncurkan prototipe sepeda motor listrik yang diberi nama Gesits yakni singkatan dari Grasindo Electrik Scuter ITS. Prototipe ini sudah resmi diserahkan ke PT Garansindo, Selasa (3/5) di Kampus ITS setelah mengalami berbagai jenis ujian di kampus tersebut selama ini. Dr. Muhammad Nur Yuniarto, dosen ITS yang menjadi ketua tim proyek ini mengatakan ide muncul dari ITS dan Garasindo secara bersama-sama pada 2013 lalu. “Mimpi itu sebenarnya ingin menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia bahwa kita sebenarnya bangsa yang maju dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa membuat sepeda motor atas kemampuan anak bangsa sendiri,” ujar Nur, panggilan akrab Dr. Muhammad Nur Yuniarto. Dia menjelaskan Indonesia adalah sebuah negara maju di bidang teknologi dan mengapa kita tidak membuat sepeda motor sendiri dan masih bergantung pada negara lain. Padahal semua negara maju seperti Jepang, Korea, India, Amerika atau negara-negara di Eropa sudah banyak menghasilkan mobil dan sepeda motor sendiri. Di kawasan Asia Tenggara saat ini, Indonesia adalah negara pengguna sepeda motor terbanyak dan nomor tiga di dunia. “Dengan latar belakang itu, kemudian kami berpikir mengapa Indonesia tidak memproduksi sepeda motor sendiri. Dari segi kemampuan teknologi kita bisa dan dari kemampuan finanasial juga kita bisa dan dari segi sumber daya manusia, kita juga bisa, lalu mengapa tidak membuat sepeda motor sendiri? Atas dasar pertanyaan seperti itu semua, akhirnya kita sepakat membuat proyek ini,” tegas Nur.

Dr. Muhammad Nur Yuniarto

Dari catatan yang ia peroleh, Indonesia saat ini membeli sepeda motor sekitar 8 juta unit per tahun. Jika dikalikan harga Rp 15 juta per unit, maka Indonesia mengeluarkan dana sekitar Rp 120 triliun setahun hanya untuk membeli sepeda motor. Setelah melakukan diskusi panjang antara PT Garansindo dan ITS, akhirnya ide ini perlahan-lahan mulai diwujudkan di bengkel mobil listrik ITS. Hampir 90 persen dana untuk proyek ini berasal dari Garansindo dan 10 persen dari ITS terutama dana untuk konsumen selama proyek ini dilaksanakan. Walau begitu, Nur enggan menyebutkan total biaya yang dikeluarkan tim mulai dari perencanaan hingga produksi prototipe sepeda motor listrik tersebut. Nur menjelaskan proyek ini melibatkan 25 orang anggota tim, terdiri dari tiga orang dosen dan sisanya mahasiswa ITS. Mereka terdiri dari berbagai disiplin ilmu, antara lain dari jurusan teknik mesin, elektro, teknil sipil dan sebagainya.

PRODUKSI MASSAL Menurut Nur, Garansindo minta agar proyek ini jangan hanya sebatas sebagai wacana teknologi di kampus saja tetapi harus berjuang agar betul-betul bisa diproduksi secara massal. Menurut Nur proses desain mulai 2015 dan standar kualitas menjadi tanggung jawab dari Garasindo. Setelah tim bekerja keras selama hampir setahun, akhirnya berhasil memproduksi prototipe dan diserahkan kepada Garasindo pada minggu pertama Mei 2016. Walau pun sudah diserahkan, kedua belah pihak baik ITS maupun Garasindo sekarang sedang melakukan pengujian dalam berbagai aspek seperti power, mesin, kualitas, bodi, sistem pengapian, sistem pengoperasian, pasar, ketahanan di jalan, ketahaan jika melewati banjir atau lumpur, tanjakan, kesesuai dengan peraturan pe-

merintah dan terakhir uji coba hingga 3.000 km dan berbagai hal penting lainnya. Dalam pengujian ini, tambah Nur, tanggung jawab masalah teknis dan

ik tulis

mur sejumlah kain bat

Seorang pekerja menje

teknologi diserahkan sepenuhnya kepada ITS. Sedangkan Garasindo bertanggung jawab di bidang pemasaran dan produksi. “Kami targetkan pada akhir 2016 ini semua pengujian sudah selesai dan mulai persiapan untuk produksi masal pada 2017 atau 2018 mendatang,” ujarnya. Rencananya, untuk tahap awal akan memproduksi sekitar 10 ribu unit per tahun. Sesuai dengan desainnya, tipe sepeda motor ini adalah jenis scuter matik. Menyinggung kandungan material sepeda motor ini, menurut Nur diusahakan seluruhnya atau 100 persen mengandung konten lokal. Hanya bateri jenis litium yang digunakan sekarang masih diekspor. Namun sekarang ini sudah ada sebuah perusahaan di Jakarta yang sudah bisa memproduksi bateri jenis litium tersebut. Menurut Nur, diibandingkan den-

gan sepeda motor yang ada sekarang sebenarnya tidak berbeda jauh. Hanya perbedaannya terletak di sumber bahan bakarnya saja. Jika sepeda motor biasa selama ini

menggunakan bensin sebagai bahan bakar, sepeda motor listrik menggunakan baterai litium yang bisa dicharger di rumah atau di tempat-tempat tertentu. Ukuran baterainya 10 cm X 20 cm. Selain itu, sepeda motor ini tidak bising karena tidak mengeluarkan suara mesin dan ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap seperti sepeda motor biasanya. “Sepeda motor yang bakal dijual dengan harga di bawah Rp 20 juta ini, bisa lari dengan kecepatan maksimal 100 km per jam,” ujarnya. Lebih jauh Nur juga menjelaskan kehadiran sepeda motor listrik ini bukan untuk menyaingi sepeda motor produksi Jepang atau negara lain yang ada di Indonesia. Tetapi ini sebuah bukti kemampuan anak bangsa dalam bidang kemajauan teknologi termasuk di bidang otomotif terutama sepeda motor. “Pangsa pasar sepeda motor listrik ini pasti berbeda dengan pangsa pasar sepeda motor Jepang atau negara lain,” ujarnya. Pada kesempatan ini, Nur yang asli Purworejo, Jawa Tengah ini, menyatakan bangga bahwa ITS dan Garasindo bisa menyumbangkan sebuah karya besar di bidang teknologi sepeda motor kepada bangsa. “Terus terang saya bangga sekali karena bisa melaksanakan proyek ini dengan baik sehingga berhasil membuat prototipe sepeda motor listrik ini,” ujarnya sambil tersenyum. M e n u r u t N u r, r e s p o n s masyarakat dari seluruh Indonesia sangat luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya telepon dan SMS yang disampaikan oleh para akademisi dan warga masyarakat kepada tim ITS dan Garasindo selama ini. Dengan keberhasilan ini, tambahnya, membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia khususnya ITS mampu menghasilkan sebuah karya teknololgi yang luar biasa. Dan ke depan akan dikembangkan karyakarya lainnya yang berguna bagi bangsa dan negara tercinta ini. -Josef Sintar


20

Nine

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Nyanyu Ernawati

Desak Pembahasan dan Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Beberapa waktu lalu, waktu malam datang, dengan menyalakan lilin, ratusan pemerhati perempuan dan anak berkumpul di depan Taman Budaya Nusa Tenggara Barat untuk menyuarakan stop kekerasan seksual yang bertajuk “Nyala Untuk Yuyun”.

A

ksi solidaritas ini tidak hanya ditujukan untuk Yuyun melainkan untuk perempuan dan anak di Indonesia. Oleh karena itu, Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat menggelar Gerakan Solidaritas Bersama Masyarakat NTB dengan tema Desak Pembahasan RRU Penghapusan Kekerasan Seksual. Para pemerhati perempuan dan anak yang kompak mengenakan pakaian hitam ini, menyalakan

lilin, membagikan bunga kepada pengguna jalan, penandatanganan petisi, orasi dan sebagainya, menarik perhatian warga yang melintas. Siapa saja tentu miris dengan kasus yang menimpa Yuyun. Karena itulah Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk samasama peduli pada persoalan ini. Mengambil momentum mencuatnya kasus kekerasan seksual yang dialami Yuyun, korban perkosaan dan pembunuhan di

Nyayu Ernawati saat mempersiapkan pamplet dalam aksi solidaritas Nyala untuk Yuyun

Para perempuan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak NTB

Bengkulu, para pemerhati perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat berkumpul membentuk Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat. “Kami berkumpul untuk menyuarakan agar disegerakannya pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-undang penghapusan kekerasan seksual,“ ungkap Nyayu Ernawati, Ketua Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat yang juga menginisiasi terbentuknya lembaga ini. Nyayu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyatakan perang terhadap kekerasan dan kejahatan seksual apa pun bentuknya yang menimpa siapa pun. Melihat data dari Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, angka kekerasan terhadap anak di NTB

di lingkungan tempat tinggal anak dan di sekolah. 38% terjadi di ruang publik seperti tempat bermain anak, panti asuhan, pondokpondok serta pusat perbelanjaan bahkan di ruang terbuka. Yang lebih memiriskan, kejatahan ini

banyak dilakukan orang-orang terdekat korban seperti guru, ayah tiri, tetangga atau keluarga dekatnya,” kata Nyayu. Hari ini, menurut Nyayu, berita-berita media massa ramai memberitakan bukan hanya ka-

Solidaritas Nyala untuk Yuyun

sangat signifikan. LPA NTB mencatat, pada 2011 sebanyak 103 kasus, yang kemudian meningkat di tahun 2012 menjadi 125 kasus dan 122 kasus sedikit menurun di tahun 2013. Namun di tahun 2014 meningkat lagi menjadi 147 kasus, serta 2015 dari Januari sampai April mencapai 60 kasus. Dari jumlah kasus yang terdata, di atas 50% jenis kasus tersebut kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan. -Naniek I. Taufan

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Kadek Sanjaya

Bisa menjadi bagian dari sekolah SMA Negeri Bali Mandara merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kadek Sanjaya. Lahir dari keluarga sederhana dengan segala keterbatasan tidak menyurutkan semangat belajar pria yang lebih akrab dipanggil Sanjaya ini. Membahagiakan orangtua dan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara merupakan cita-cita mulianya. Hidup jauh dari orangtua dan keluarga merupakan salah satu pengorbanan yang terbayar lunas oleh hasil jerih payahnya selama ini. lumni SMP Negeri 3 Mengwi ini meraih peringkat pertama se-provinsi Bali dengan nilai tertinggi Ujian Nasional program IPS. Ia mengatakan tidak menyangka dapat mendulang prestasi tersebut namun tentu ia sangat bersyukur atas prestasi yang telah diraihnya. Apa yang diraih oleh pria kelahiran 7 September 1997 tersebut memang tidak terlepas dari peran sekolah. Sistem pendidikan yang menerapkan pengambilan mata pelajaran dengan SKS membuat siswa-siswi yang berada di semester IV dapat mengambil pelajaran di semester VI. “Kalau kami sudah semester VI kami bisa lebih fokus untuk menghadapi ujian nasional. Pelajaran semester VI hanya dilakukan pengayaan,” ungkapnya. Selain sistem belajar yang baik, San-

jaya juga mengaku sangat mengefektifkan waktu dalam belajar. Baginya belajar tidak hanya di jam sekolah melainkan bisa di luar jam sekolah. “Di sini ada beberapa guru yang tinggal di asrama, kalau memang beliau tidak sibuk kami bisa tanya-tanya terkait pelajaran,” ujar pria yang pernah menjadi juara 1 Olimpiade Akuntansi dan Pajak (OAP) VI Tingkat SMA dan SMK Se-Bali yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia di Denpasar tersebut. Mendapat nilai UN tertinggi program IPS dengan jumlah nilai 524,0 membuatnya bersemangat dan lebih termotivasi lagi. “Saya sangat bersyukur akhirnya bisa menjawab tantangan dari Kepala Sekolah,” imbuhnya. Baginya tantangan kepala sekolah agar siswanya mendapat nilai tertinggi UN adalah sebuah perintah yang

harus dilaksanakan dan diwujudkan. Menyabet nilai tertinggi adalah suatu kebanggaan namun di sisi lain hal tersebut merupakan beban dan tanggungjawab. “Bangga sudah pasti, tetapi di mindset orang-orang dengan nilai tertinggi ini pasti orang yang dengan kemampuan lebih. Nah ini yang menjadi beban saya,” imbuhnya. Juara 1 Undiksha Economy Competition (UEC) Tingkat SMA/MA Se-Bali dan Lombok Tahun 2015 tersebut juga mengaku ke depan akan menunjukkan yang terbaik dan membuktikan bahwa ia memang layak untuk mendapat prestasi tersebut. Kecintaannya di dunia akutansi membuat Sanjaya berencana untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Universitas Indonesia (UI), Brawijaya, dan STAN adalah beberapa kampus yang sedang dicoba untuk dicarinya. Ia juga sangat berharap dapat menjadi pemimpin masa depan mewujudkan cita-cita dari sekolah Bali Mandara yaitu menciptakan pemimpin masa depan. Mampu meraih prestasi gemilang tidak lantas membuat Sanjaya merasa sombong bahkan ia terus melakukan intropeksi dan peningkatan kualitas diri. “Saya dapatkan semua ini dengan kerja keras, tidak boleh juga terlalu berbangga karena ketika orang merasa puas maka saat itu juga orang akan terjatuh,” ungkapnya. -Wiwin

Miracle Gelar Donor Darah

“Beauty not always from your face, but also from your heart”. Miracle Aesthetic Clinic yang erat kaitannya dengan kecantikan wajah, rupanya tidak hanya berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mempercantik para pelanggannya, namun Miracle Clinic juga melaksanakan pelayanan terbaik, untuk masyarakat melalui berbagai aksi sosial. Salah satunya dengan donor darah, yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dan dilaksanakan sejak pukul 07.00-selesai pada Sabtu, (7/5) di areal Miracle Aesthetic Clinic Renon. Menurut Upik Rustiah Manager Miracle Aesthetic Renon, ini adalah pertama kalinya Miracle menggelar kegiatan donor darah dengan menggandeng PMI Provinsi Bali. Acara ini, lanjutnya sebagai salah satu aksi sosial dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). “Kedepannya kegiatan ini bakal menjadi salah satu kegiatan rutin bagi kami. Kita menolong sekaligus mendapatkan manfaat, sebab tidak hanya pendonornya saja yang sehat dengan mendonorkan darahnya, namun juga melakukan tindakan peduli sesama dengan cara membantu teman-teman PMI, serta mereka yang membutuhkan bantuan tambahan darah,” ujarnya. -Sri Ardhini

Petisi desakan pembahasan dan pengesahaan RUU kekerasan terhadap perempuan dan anak

sus perkosaan yang dialami oleh anak-anak perempuan Indonesia yang menjadi korban, melainkan telah lebih sadis yakni disertai pembunuhan. Hal inilah yang menurut Nyayu dianggap pentingnya aturan hukum untuk melindungi anak dan perempuan dari kejahatan dan kekerasan seksual. Aksi ini dilakukan untuk mendorong Rancangan Undang-Undang penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang belum ada dalam Prolegnas. “Aksi solidaritas ini sekaligus untuk menyuarakan hal tersebut agar mendapat perhatian DPR dan pemerintah,” katanya. RUU ini dianggap sangat penting sebagai payung hukum untuk melindungi korban dan mencegah kekerasan seksual yang berpihak pada korban. Termasuk pula pada proses penyidikan dan peradilan yang diharapkan berpihak pada korban. Bahwa kekerasan seksual tidak lagi dipandang semata-mata masalah susila melainkan sebagai kejahatan kemanusiaan. “Aturan hukum ini juga diperlukan untuk melindungi tidak hanya korban

melainkan juga pelaku yang nota bene adalah anak-anak yang juga harus diselamatkan,” katanya. Dorongan yang dilakukan oleh Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat terhadap RUU ini bertujuan agar tidak ada lagi kasus-kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak dan perempuan di Indonesia khususnya di NTB. “Tidak boleh ada lagi YuyunYuyun yang lain yang mengalami hal tersebut. Stop kekerasan seksual mulai sekarang,” ungkap Nyayu. Dengan dibentuknya Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Nusa Tenggara Barat ini, menurut Nyayu untuk membangun gerakan bersama mencegah terjadinya kekerasan seksual dan juga jika ada masalah yang terjadi maka akan lekas ditangani dan dicarikan solusinya. “Alhamdulillah, suara dari NTB didengar oleh rekanrekan anggota DPD RI dan DPRD perempuan yang sepakat untuk turut memperjuangkan RUU ini,” kata Nyayu. -Naniek I. Taufan

5

Tidak Cepat Berpuas Diri A

Indonesia “Darurat Kekerasan Seksual” terhadap Anak dan Perempuan Seperti halnya di NTB, kasus kekerasan terhadap anak secara nasional menunjukkan angka yang semakin meningkat. Dari 21.689.987 kasus pelanggaran hak anak yang dipantau Lembaga Perlindungan Anak di 33 Provinsi dan 202 Kab/Kota menunjukkan 58% kasus pelanggaran hak anak didominasi oleh kekerasan seksual. Data catatan tahunan Komnas Perempuan setiap harinya ada 35 anak korban kekerasan seksual. Artinya dalam setiap jam, ada 3 anak menjadi korban dari kejahatan tersebut. Kondisi ini menunjukkan Indonesia berada dalam posisi “Darurat Kekerasan Seksual” terhadap anak dan perempuan. Kejahatan terhadap perempuan dan anak juga dicatat tidak mengenal ruang dan waktu. “62% kekerasan terhadap anak terjadi

Inspirasi

Takut Listrik Mati Meski menyadari bahwa sudah dilatih secara mental dan fisik di sekolah namun dalam menghadapi ujian nasional ia tetap merasa khawatir. Sekolah yang baru pertama melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) membuat beberapa siswanya down secara mental tanpa terkecuali dengan Sanjaya. “Dalam pengerjaan try out-try out sebelumnya listrik belum kuat sehingga ditengah pengerjaan soal komputer mati. Ini yang membuat mental kami down,” ceritanya. Akan tetapi ia pun sangat bersyukur karena ujian nasional dapat dilalui dengan lancar dengan hasil yang memuaskan. Semua tidak terlepas dari kerja keras sekolah dan siswanya. Pria yang tinggal di Badung ini juga

merasa senang karena banyak temantemannya yang akan melanjutkan di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Bahkan ia juga menyampaikan pesan kepada adik-adik tingkat untuk memaksimalkan waktu belajar. “Belajar itu diefektifkan, belajar tidak hanya dengan guru tetapi bisa dengan teman bahkan adik tingkat juga bisa kalau dirasa memang memiliki kemampuan di bidangnya,” tegasnya. Ia juga mengimbau agar adik-adik tingkatnya yang masih menimba ilmu tidak hanya berprestasi di bidang nonakademik saja melainkan di bidang akademik juga. “Kalau bisa seimbangkan keduanya antara akademik dan nonakademik,” tegasnya. -Wiwin


4

Inspirasi

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

Lisika Tisnadi

Mandalika

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

NTB Raih 5 Kali Penghargaan MDGs

Bebas Berekspresi Sebuah hobi bisa mendatangkan uang, mungkin banyak orang sudah mengetahuinya, namun tidak semua mau melakukan itu. Ada yang memilih tetap hanya sebagai hobi, namun ada juga yang ingin meraih keduanya, yakni, hobi dan uang (penghasilan). Lisika Tisnadi ternyata memilih hal kedua yakni menjalankan hobi namun juga menghasilkan uang dari hobinya. Liska selama ini telah memiliki bisnis yang bagus di bidang printing.

“S

aya sejak dulu memang hobi kerajinan, khususnya barangbarang yang terkait dengan home decoration. Biasanya bikin sendiri dipakai sendiri. Tiap ada ide baru, saya bikin tapi untuk dipakai sendiri. Trus saya pikir, ngapain bikin-bikin terus, barang jadi menumpuk di rumah. Akhirnya terpikir untuk bisnis kerajinan. Saya pikir, kenapa tidak memulai saja bisnis kerajinan,” tutur Ika, begitu sapaan akrab Lisika Tisnadi, bercerita tentang awalnya dia memulai bisnis kerajinan yang diberinya label ‘Seruni’: living with art. Sejak menjadikan hobinya menjadi bisnis, ide justru mengalir. Mungkin, ini karena ada kesadaran untuk terus berproduksi untuk dijual. “Awalnya saya hanya membuat cover cushion atau sarung bantal kreatif dan tote bag, lama-lama berkembang ke kreasi lainnya, sep-

erti pouch, dan kerajinan-kerajinan dari kayu,” jelas wanita berkulit putih ini. Ika makin bersemangat me-

nekuni bisnis kerajinannya karena sang suami juga ikut mendukungnya. “Suami saya itu juga gemar kerajinan. Dia lebih pada kerajinan kayu.

Cover Cushion yang laris manis

Nusa Tenggara Barat kembali mencatatkan diri sebagai daerah yang ­mendapatkan penghargaan Millenium Development Goals (MDGs) award untuk kelima kalinya. Penghargaan tersebut diterima Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, pada acara penutupan Musrenbang Nasional tahun 2016 untuk penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah ) tahun 2017.

kannya. Yang lebih menyenangkan lagi adalah kita mengerjakannya dengan enjoy karena ini adalah hobi kita,” ungkapnya. Tak mau mengulang pengalamannya saat Inacraft pertama, Ika pun mengaku mempersiapkan dengan baik keikutsertaannya di pameran tersebut. “Di pameran yang kedua ini, saya menjadi lebih siap. Jumlah barang yang dibawa pun lebih banyak. Item-item yang tahun lalu laris manis saya bawa lebih banyak juga dengan kreasi yang lebih beragam,” ungkapnya. Seperti pada pameran sebelumnya, kali ini pun kata Ika, animo pembeli cukup bagus. Beberapa item yang dia bawa malah sudah habis pada hari kedua. “Ini cover cushion baru hari kedua sudah

H

Lisika Tisnadi

Dia juga suka mendesain. Jadi kami sama-sama suka,” tambah Ika. Meski masih baru, dia bisa merasakan perkembangan bisnis kerajinannya terbilang cepat. Padahal, saingan untuk kerajinan sejenis cukup banyak, tapi produknya ternyata bisa mengambil hati para penggemar kerajinan. “Meski masih baru perkembangannya bagus sekali,” katanya. Bagi Ika, menjalankan bisnis kerajinan sangat enjoy. Hal ini karena hobi. Dia bebas berekspresi dan berkreasi. Beda dengan bisnis printing yang juga sampai kini ditekuni dirinya dan suami. “Bisnis printing memang menguntungkan dan menghasilkan uang banyak, tapi bisnis ini kan kita bekerja berdasarkan orderan orang lain, kita tidak bisa berkreasi macam-macam.

Beda dengan kerajinan, meski saat ini penghasilan (uang) yang didapat tidak sebesar printing, tapi kita enjoy mengerjakannya. Apa saja ide yang kita dapat bisa kita tuangkan dalam karya,” tuturnya. Sejauh ini, bisnis printing tetap menjadi andalan keluarganya dalam menghasilkan uang. “Untuk penghasilan kami, untuk gaji karyawan, dll, ya sumbernya dari bisnis printing. Untuk waktu pun bisnis printing menyita 80% dari waktu, kalau kerajinan ya sekitar 20%. Jadi sampai saat ini masih sebagai bisnis sambilan. Tapi saya sih berharap, melihat tren yang ada, bisnis kerajinan ini bisa berkembang menjadi besar,” kata Ika yang memasok produknya ke sebuah toko di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

–Diana Runtu

Hari Pertama Langsung Habis tahu pameran tersebut diikuti oleh pengrajinpengrajin berkelas dengan produk-produk bermutu ekspor. “Saya cuek saja, nggak mikir banyak pesaing. Pokoknya saya hanya ingin memamerkan karya saya, kalau bisa diterima syukur, kalau tidak, ya tidak apa-apa, kan bisa membuat yang lebih bagus lagi,” ungkap Ika. Sungguh di luar dugaan, ternyata respons pengunjung bagus sekali. “Saya sampai kewalahan. Saya tidak siap dengan ‘serbuan’ pengunjung. BayangKursi vitage yang mendapat Femina Award kan, hari pertama seMenjalankan bisnis kerajinan bagian besar barang-barang yang kata Ika, kepuasan utamanya saya bawa habis. Saya dan suami terletak pada hasil karya yang di- panik, aduhh bagaimana ini. Jadi terima pasar. “Bagaimana sebuah saya langsung bikin lagi, meski ide yang saya dapat kemudian tidak bisa banyak. Saya kerahnya saya aplikasikan dalam berbagai tenaga freelance, untuk membentuk, dan ketika itu dipasarkan bantu dalam bidang menjahit, ternyata banyak yang suka. Bagi desain tetap saya. Saya sungguh saya itu suatu yang memuaskan. bersyukur karena ternyata pasar Tentu ketika barang-barang kita menyukainya,” tutur Ika tertawa laku dipasaran, ya pasti bahagia,” mengingat pengalamannya tempo ungkapnya. itu. Pengalaman menyenangkan Pengalaman itu, kata Ika memsekaligus mengejutkan didapat Ika buat semangatnya untuk terus ketika pertama kali berpameran menekuni bisnis kerajinan sedi Inacraft, tahun lalu. Ketika itu makin menguat. Kerajinan bukan sebagai seorang pemula ia men- lagi sekadar hobi tapi menjadi bisgaku nekad saja berpameran di nis yang memiliki prospek bagus. event pameran kerajinan terbe- “Menurut saya jika hobi ditekuni sar di Indonesia. Meski pemula, bisa menjadi bisnis yang berprostidak ada rasa minder. Padahal dia pek bagus, saya sudah membukti-

21

hampir habis, ini tinggal beberapa, hanya yang ada di pajangan itu,” kata Ika sambil menunjuk bantal yang berharga Rp 150 ribu perpiece.

Lisika bersama suami

Produk termahal yang dijual di stan Ika adalah berharga Rp 3 juta yakni sebuah kursi vintage atau kursi model jadul. “Saya tidak sengaja mendapat kursi ini. Kebetulan sedang ke Yogyakarta, saat jalan-jalan ada orang yang punya kursi ini. Saya pikir, lho masih ada yang punya kursi kayak begini. Langsung saja ide muncul, bagus banget kalau bisa dikreasikan. Jadi saya beli itu. Ini kursi memang benar-benar jadul, artinya bukan modelnya saja, tapi memang asli. Kerangkanya besi asli, cuma sudah saya kreasikan seperti jok dan covernya. Kerangkanya kita benerin juga, maka jadilah seperti ini,” ungkap Ika sambil menunjuk kursi vintage yang berhasil meraih Femina Award. Menurutnya, ketika akan tampil dalam pameran ini, ia memang sudah memikirkan akan membawa sesuatu yang menarik di pameran ini. “Akhirnya muncul deh ide soal kursi vintage itu,” tambahnya. –Diana Runtu

Gubernur NTB, saat menerima MDGs Award untuk kelima kalinya tahun 2016

adir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Istana Negara tersebut, Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Menteri Kabinet Kerja/Kepala Lembaga Negara Non Departemen, para eselon 1 kementerian, Gubernur

dan Sekretaris Daerah seluruh Indonesia. Nusa Tenggara Barat mengukuhkan dirinya sebagai provinsi terbaik dengan menyabet lima kali Juara Satu MDGs dalam kurun waktu lima tahun berturut turut sejak tahun 2011-2015. Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov

NTB, H Yusron Hadi, MDGs award tahun 2016 ini merupakan puncak pencapaian program MDGs yang dilaksanakan di Indonesia, karena pada tahun 2017 mendatang, program ini akan dilanjutkan dengan program SDGs (Sustainable Development Goals). -Naniek I. Taufan

Polda NTB Komitmen Perangi Narkoba Siap Pecat Anggota yang Terlibat Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati dan Walikota se-NTB di Pendopo Gubernur NTB, yang dibuka oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, diselenggarakan guna membahas beberapa hal, antara lain: illegal logging, narkoba, isu terorisme, juga upaya untuk mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hadir dalam Rakor ini Wagub NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Bupati Dompu Drs. H.Bambang.M.Yasin, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Wakil Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan M. Noer, Wakil Walikota Bima H.A Rahman H. Abidin, Sekda Lombok Tengah Drs. H. Lalu Supardan, M.M, SE, Asisten 1 Tata Praja dan Aparatur Dr. Ir H. Abdul Hakim, MM, Asisten 2 Ekonomi dan Pembangunan Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Asisten 3 Drs. H. Lalu Syafi’i, FKPD dan Pimpinan SKPD Lingkup Provinsi NTB. Persoalan Narkoba juga menjadi salah satu topik penting yang

dibahas dalam Rakor ini. Kepala BNN Provinsi NTB, Komisaris Besar Polisi Sriyanto mengatakan bahwa saat ini Indonesia adalah negara darurat narkoba, termasuk di Provinsi NTB. Data mencatat bahwa pada tahun 2014 terdapat 4,2 juta penyalahguna narkoba dan meningkat menjadi 4,7 juta pada tahun 2015. Data tersebut menunjukkan bahwa penyalahguna narkoba di NTB meningkat cukup pesat. Untuk menanggulangi dan memberantas peredaran narkoba, BNN Provinsi NTB telah melakukan beberapa aksi seperti penguatan kelembagaan yang baru terbentuk di Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Bima. Di samping itu juga dilakukan tes narkoba di semua SKPD, juga kampanye anti narkoba atau deklarasi anti narkoba yang barubaru ini diselenggarakan di Lombok Utara. Selain itu, kampanye anti narkoba dan bahaya narkoba juga disosialisasikan menggunakan media poster, baliho, dan leaflet agar masyarakat lebih waspada terhadap bahaya narkoba. “Kami juga telah melakukan razia narkoba ke anak-anak sekolah, karena saat ini pengguna sudah menyebar ke anak SD dan pesantren. Razia ke

Item yang wajib ada pada saat pengajuan APBD Perubahan tahun ini adalah anggaran untuk memberantas narkoba, seperti Test Kit narkoba sejumlah ASN yang ada di Provinsi NTB

sekolah menjadi metode yang efektif untuk mengetahui pengguna narkoba,” ungkap Sriyanto. Wakapolda NTB Komisari Besar Polisi Rudi Pratikno juga mengatakan hal senada yakni narkotika sudah sampai ke semua lapisan masyarakat, baik aparat, masyarakat, maupun anak-anak. Kebanyakan pengguna narkoba adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. “Polda NTB tegas memerangi narkoba dan tidak pandang bulu, bahkan kami siap memecat anggota Polisi yang positif menggunakan narkoba,” ujarnya. Begitu pula dengan Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Komisaris Besar Polisi H. Agus Sarjito menyampaikan saat ini Polda NTB fokus dalam bidang penindakan. Jenis narkoba yang paling banyak beredar di NTB adalah ganja, shabu dan ekstasi. Rata-rata usia pengguna dan pengedar narkoba berada pada usia 30 tahunan keatas. “Dalam upaya memerangi narkoba, kami telah melakukan kegiatan operasi bersinar pada tanggal 21 Maret-19 April 2016, yaitu melakukan kam-

panye langsung ke stakeholder agar masyarakat mengetahui bahaya narkoba,” ujarnya. Perang terhadap narkoba menjadi kesepakatan dan komitmen bersama Gubernur NTB beserta seluruh Bupati dan Wakilota seProvinsi NTB. Dalam hal rehabilitasi, NTB adalah Provinsi pertama yang merespons BNN terkait pusat rehabilitasi tidak hanya di Lido tetapi di beberapa tempat di Indonesia. Oleh karena itu, NTB menghibahkan tanah seluas 5 hektar di Lombok Timur untuk membangun pusat rehabilitasi. “Kami ingin NTB menyumbang sesuatu hal yang penting untuk pemberantasan narkoba di Indonesia,” ungkap Gubernur NTB. Gubernur menginstruksikan kepada Bupati dan Walikota seNTB agar mengalokasikan anggaran khusus untuk memberantas narkoba pada saat pengajuan APBD Perubahan. “Salah satu item yang wajib ada pada saat pengajuan APBD Perubahan tahun ini adalah anggaran untuk memberantas narkoba, seperti Test Kit narkoba sejumlah ASN yang ada di Provinsi

NTB,” ujarnya. Selain itu, Ia menyampaikan kepada Bupati dan Walikota untuk menyiapkan dana hibah bagi pelaksanaan tugas-tugas represif dalam pemberantasan narkoba bagi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTB dan 20% porsi untuk pendidikan ditambahkan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan penyiapan muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di Provinsi NTB. “Untuk internal, kami mengambil komitmen bersama, yaitu bagi ASN di jajaran Pemprov. NTB yang positif menyalahgunakan narkoba akan dipecat. Masalah ini akan dikawal sampai ke BKN agar menimbulkan efek jera,” kata Majdi. Gubernur juga mengimbau agar khotbah-khotbah Jumat di NTB juga mengangkat tema bahaya narkoba. “Banyak Negara di dunia yang tidak bisa menangani masalah narkoba akhirnya melegalkan narkoba. Itu bahaya, karena narkoba adalah awal kehancuran dari sebuah negara,” katanya. -Naniek I. Taufan Foto-foto: Humas Pemprov NTB


22

Sosialita

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Wisata Balaikota dan Kisah Noni Belanda

Jakarta menambah lagi satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan, khususnya bagi warga Jakarta dan wisatawan dari daerah. Yakni, wisata kompleks Balaikota Jakarta. Tempatnya tak lain dan tak bukan adalah Kantor Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

S

ejak September 2015 lalu, kompleks Balaikota ini dinyatakan terbuka untuk umum pada hari libur Sabtu dan Minggu pukul 09.00-17.00. Masyarakat dapat berkunjung untuk melihat dari dekat kantor pusat Pemda DKI Jakarta. Pada hari libur itu, semua ruangan, kecuali beberapa ruangan tertentu seperti ruang kerja Gubernur DKI Jakarta, terbuka untuk umum. Bahkan pengunjung pun bisa melihat-lihat Jakarta Smart City (JSC) Launge yang terletak di lantai 3 Blok B. Di sinilah Gubernur DKI Jakarta juga para pejabat memonitor aktivitas di Jakarta, mulai dari banjir, PKL, lalu lintas, parkir liar, dll. Di ruangan ini juga berbagai permasalahan Jakarta, termasuk keluhan yang disampaikan warga diterima dan ditindaklanjuti. Sejak destinasi wisata baru

Jakarta ini diluncurkan, 12 September 2015 lalu, kata Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Agustino Dharmawan, wisata Balaikota selalu ramai pengunjung pada Sabtu-Minggu. Rata-rata 400 pengunjung. Tapi liburan pekan lalu, animo masyarakat sangat mengejutkan, karena jumlah kunjungan melonjak dua kali lipat lebih. “Mungkin pas hari libur panjang, ya. Jumlah pengunjung mencapai 800 orang lebih, dari pagi hingga sore bahkan sampai sudah mau tutup pengunjung masih datang,” ungkapnya. Wisata kompleks Balaikota ini bukan hanya sekadar melihat-lihat ruangan dan berbagai perangkat di dalamnya, namun juga bisa menikmati aneka kuliner khususnya makanan khas Jakarta plus hiburan. Berbagai makanan dan minuman khas Jakarta, bahkan jajanan khas yang sudah langka di pasaran pun

Salah satu ruangan di balaikota jakarta

Gedung kuno balaikota lama dan gedung G berlantai 24 berdampingan

bisa dibeli di sana. Bir pletok, kerak telor, asinan Jakarta, dll, dengan harga terjangkau dapat dinikmati masyarakat. Bagi wisatawan daerah, jangan lupa membeli aneka cendera mata khas Jakarta di gerai Dekranasda DKI Jakarta. “Ini bagus sekali. Saya sengaja ‘bela-belain’ datang ke sini setelah liat Ahok di TV bilang warga Jakarta boleh masuk ke Balaikota. Kita pengen tahu ada apa aja di sana,” ungkap Ibu Aminah yang bersama suami dan dua anaknya dari Pasar Minggu Jakarta Selatan. “Sekalian kita pengen ketemu Ahok, katanya mau dateng juga,” ucap Aminah yang datang bersama suaminya, Ilham. Selain berwisata, kata Ahok, masyarakat juga dapat mengadakan kegiatan komunitasnya di kompleks Balaikota. “Semuanya gratis. Mau kumpul-kumpul komunitas, atau aktivitas lain, tidak dipungut bayaran. Siapa tahu ada yang mau foto pre-wedding di sini, silahkan, gratis kok. Pemandangan bangunan tua untuk foto-foto kan bagus sekali. Yang penting jaga kebersihan dan ketertiban,” ungkap Ahok.

JEJAK BELANDA DI BANGUNAN BALAIKOTA Bagi penggemar sejarah maka mengunjungi gedung tua, tempat Ahok berkantor, menjadi suatu yang menarik. Entah benar atau tidak, namun konon gedung tua itu, cukup angker. Mungkin, itu sebabnya sejumlah gubernur Jakarta sebelumnya enggan berkantor di sini. Tentang keangkeran kantornya, pernah ditanyakan wartawan ke Ahok. Sambil tertawa Ahok membenarkan. “Kata staf ada noni-noni Belanda yang suka duduk berputarputar di kursi saya,” kata Ahok sambil tertawa. Namun, kata Ahok, dirinya tidak takut dengan cerita-cerita horor itu. “Barangkali noni Belanda ingin jadi gubernur,” katanya berkelakar. Tentang bangunan tua Balaikota tidak disebutkan kapan persisnya dibangun. Namun ada sebuah foto lama gedung tua Balaikota Jakarta yang dibuat oleh fotografer Woodbury&Page pada tahun 1870. Sementara data dari data jakarta.go.id disebutkan, bangunan di Jl Merdeka

Selatan No 8-9 Jakarta Pusat ditempati sebagai Balaikota pada tahun 1919. Bangunan No 8 digunakan sebagai kantor dan kediaman Residen Jawa Barat, sedangkan bangunan No 9 digunakan untuk kantor Gemeente Batavia dan rumah kediaman burgemeester (walikota). Pada 1 Oktober 1926, kantor Gemeente Batavia ini berganti menjadi Stads Gemeente Batavia. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), gedung itu menjadi kantor Djakarta Tokubetsu Shi dengan kepala pemerintahannya disebut Sityoo. Pada masa kemerdekaan, gedung itu kembali berganti nama menjadi Pemerintahan Nasional Kota Jakarta dengan kepala pemerintahan disebut walikota. Kantor Nasional Kota Jakarta ini kemudian berganti nama menjadi Balai Agung dengan walikota pertama dijabat Suwiryo. Baru pada tahun 1961, melalui Peraturan Pemerintah, sebutan Kotapraja Jakarta Raya berganti menjadi Pemerintah DKI Jakarta Raya, dengan kepala pemerintahan seorang gubernur. Sejak itu Balaikota difungsikan menjadi kantor Pemda DKI Jakarta. Pada masa Gubernur Ali Sadikin, 1972, Balaikota diperluas. Bangunan No 9 dibongkar dan diganti bangunan berarsitektur modern dengan fasilitas perkantoran yang lengkap berlantai 24. Keseluruhan pembangunan baru selesai tahun 1976 dan dikenal sebagai Gedung Blok G, dimana sejumlah gubernur Jakarta berkantor. Sementara bangunan kuno No 8 tetap dipertahankan sebagai bangunan bersejarah. Namun sejak Ahok menjadi gubernur, bangunan itu difungsikan sebagai kantor gubernur. –Diana Runtu

Jakarta Smart City Launge Apa saja yang bisa dilihat dan dinikmati pengunjung? Selain ruang kerja Ahok, semua tempat terbuka untuk umum. Termasuk Balai Agung dimana berbagai acara Pemda DKI Jakarta digelar. Nah untuk Balai Agung, setiap Sabtu dan Minggu disulap menjadi bioskop. Masyarakat bisa menonton berbagai film karya sineas Indonesia. Selain Bioskop Balai Agung, salah satu tempat yang menjadi favorit pengunjung adalah Jakarta Smart City Launge. Meski tempat ini baru akan di-launch Juni mendatang, bertepatan dengan HUT Kota Jakarta, namun sejak Januari 2016 lalu masyarakat sudah dapat mengunjungi ruangan dimana Ahok dan para pejabat Jakarta melakukan monitoring kondisi Jakarta terkini. “Semua titik strategis yang berkaitan dengan pelayanan publik di Jakarta dipasang CCTV

yang tersambung ke sistem Jakarta Smart City, seperti pintu air, pasar-pasar, tempat-tempat rawan kriminalitas, tempat angkot ngetem, dll. Dari CCTV tersebut bisa terlihat kondisi terkini di lokasi tersebut. Seperti misalnya pintu air, kita bisa memantau tinggi muka air, dll,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Jakarta Smart City, Setiaji. Tidak itu saja, kata Setiaji,

data anggaran untuk mengawal APBD juga bisa dipantau di sistem Jakarta Smart City. “Nanti juga akan dikembangkan aplikasi pemantauan APBD lewat ponsel pintar,” tambahnya. Setidaknya saat ini ada sekitar sembilan aplikasi yang menjadi aplikasi resmi Jakarta Smart City. Di antaranya, aplikasi ‘Qlue’ untuk warga melaporkan setiap permasalahan perkotaan.

Jakarta smart city launge

“Contohnya, ada laporan tentang genangan di jalan. Maka lurah harus menindaklanjuti. Jika tidak ditindaklanjuti dalam waktu lima hari --karena kan staf JSC terus memantau-- akan ditanyakan kepada lurah yang bersangkutan. Jadi dari sana juga akan ketahuan kinerja para lurah itu,” paparnya. Konon, aplikasi ‘Qlue’ ini— khususnya pada awal-awal dioperasikan---telah cukup banyak memakan ‘korban’ yakni dicopotnya lurah maupun pejabat terkait lantaran tidak menindaklanjuti permasalahan di wilayahnya. Mungkin para pejabat itu masih berpikir seperti masa lalu, sehingga mereka tetap cuek tentang kejadian di wilayahnya meski sudah dilapori warga. Belakangan setelah ‘korban’ berjatuhan, barulah para lurah juga para pejabat benar-benar perhatian dan lumayan sigap

menangani masalah di wilayahnya. “Dari sini kita bisa tahu ada lurah yang ngeyel,” kata Gubernur Ahok pada suatu ketika.Selain ‘Qlue’, aplikasi penting lainnya adalah ‘Qraved’ untuk smart PKL, Waze untuk info lalu lintas, APAJA untuk bus kota, dan CROP untuk respons laporan warga. Ada sejumlah ruangan penting di Jakarta Smart City, salah satunya adalah Command Center atau ruang operasional. Ruangan ini dilengkapi dengan LCD wall berikut peralatan teknologi terbaru. Dari sinilah tempat memantau situasi kota Jakarta terkini. Selain itu ada ruang meeting, ruang analisis data dan ruang destinasi wisata. Jika berkunjung ke ruang Jakarta Smart City jangan khawatir bingung karena di sana selalu ada staf yang standby untuk memandu pengunjung ke seluruh bagian dari ruang paling canggih di Balaikota Jakarta. –Diana Runtu

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Ni Made Ayu Dewi

3

“Yuk, Nabung Lot”

Made Robert dan Ni Made Ayu Dewi

Tiga tahun lalu, Made Robert, Founder Mesari Land & Direktur Utama BOS Land meluncurkan vilatel bernama Villa Mesari ( kini Atta Mesari Villas ) dan berlanjut vilatel kedua Atta Labeji Villas yang berlokasi di kawasan eksotis, Desa Kenderan, Ubud, Bali. Berdasarkan pengalamannya presentasi berkeliling, baik itu di Bali maupun di luar Bali, peserta yang hadir banyak yang

berminat untuk jadi investor. Namun, ada sebagian masyarakat tidak bisa membayar cash, mereka hanya mampu menyisihkan uang sekitar Rp 1 juta – 3 juta tiap bulannya. “Waktu itu kami belum punya program bayar bertahap, karena untuk program itu harus ada tim khusus melakukan & menjemput uangnya ,” imbuh Ni Made Ayu Dewi Saraswati, Komisaris Utama BOS Land. Hal ini menjadi pemikiran serius Made Robert. Setelah beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan tim KSP Silamukti, muncul sebuah ide untuk mengkolaborasikan antara menyimpan & berinvestasi dengan kemudahan. Kemudian, lahirlah suatu program “Yuk Nabung Lot”. “Dengan program baru ini, masyarakat yang dulu terkendala membeli lot karena harus membayar cash, kini bisa membayar bertahap selama 1 tahun dengan jalan menyimpan di KSP Silamukti,” jelas Made Ayu. Dengan program “Yuk Nabung Lot” ini, mereka mendapatkan keuntungan ganda. Pertama, sebagai nasabah koperasi, mereka mendapatkan bunga simpanan dan benefit lainnya. “Jadi, mereka tak sekadar nabung lot. Mereka juga mendapat-

kan pengembangan bunga simpanan di KSP Silamukti,” jelas Bendahara Wayan Sudiana, Manajer I Putu Rudin, dan Ketua KSP Silamukti I Wayan Dirgantara Suija, S.Ag. Kedua, mereka dapat meng-keep harga lot dan bisa mendapatkan benefitnya lebih awal, sebelum pelunasan, yakni fasilitas menginap. Made Robert mengungkapkan, tantangan terbesarnya adalah mencari solusi. Karena bisnisnya adalah membantu seluruh lapisan masyarakat agar bisa menjadi investor. “Jadi kini masyarakat tak ada alasan lagi untuk tidak menjadi investor,” tegasnya. Made Ayu mengilustrasikan, dengan harga 1 lot Atta Labeji Villas, Rp 12 juta, masyarakat yang berminat bisa menabung minimal Rp 1 juta tiap bulan selama setahun. Demikian halnya jika ingin membeli 10 lot, maka mereka harus menabung Rp 10 juta per bulan. “Benefit dari koperasi murni untuk si penyimpan “ tegasnya lagi. Mengapa berkolaborasi dengan koperasi? Made Robert menjelaskan, karena yang paling sesuai dengan visi dan misi Mesari Land & BOS Land yang menerapkan Capitalism Based On Society itu adalah koperasi. “Ma-

Tim KSP Silamukti

kanya harus dengan koperasi karena sama-sama berbasis kerakyatan. Dengan program “Yuk Nabung Lot” ini, semua orang bisa menjadi investor/pemilik villa dan mendapatkan benefit lainnya,” ingatnya. Dengan tegas, Made Robert mengatakan, bahwa investasi sangat penting untuk kebebasan finansial ke depan, membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Tentunya, siapa pun pasti ingin menikmati hari tua tanpa harus pusing dengan urusan finansial. Solusinya hanya satu, berinvestasilah di tempat yang aman yaitu Atta Labeji Villas mulai sekarang. 100% UANG KEMBALI Dengan ikut program “Yuk Nabung Lot” yang pembayaran lunas dalam 1 tahun, para investor tetap mendapatkan benefit lainnya. Di antaranya, uang pembelian lot akan

dikembalikan 100% di tahun di tahun ke-11. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil miliaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. –ten

Hadiri Presentasi Cara Investasi yang Benar & Aman Minggu, 22 Mei 2016, pukul 10.30 wita di Atta Mesari Villas, Jalan Suweta No. 88 Ubud-Bali (1,5 km ke utara dari Puri Ubud/Pasar Seni). Free lunch. Tempat terbatas.

Atta Labeji Villas

Mulai Rp 120 juta bisa punya Atta Selong Villas di Lombok (Sertifikat Hak Milik)

Direktur Utama BOS Land, Made Robert menyampaikan, kini BOS Land juga menghadirkan villatel unitan yang berlokasi di Kelusa, Ubud, dan di Selong Belanak Lombok. “Jadi, semeton Bali yang memiliki dana lebih bisa berinvestasi di Puri Kelusa Villas & Resort, Ubud atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Ni Made Ayu Dewi. Atta Selong Villas adalah salah satu akomodasi mewah di daerah perbukitan Selong Belanak yang menawarkan keindahan alam Selong Belanak dan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alami dan tenang. Nikmati pemandangan pantai pasir putih menakjubkan dari Pantai Selong, lingkungan yang masih alami di perbukitan Selong Belanak, Lombok.

Atta Selong Villas

Selong Belanak dapat dijangkau 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok di Praya, mudah dicapai dengan penerbangan reguler dari Bali, Jakarta, Singapura , dan Kuala Lumpur. Apa yang didapat dari Rp 120 juta? Keuntungan yang didapat adalah garansi penghasilan selama pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun sejak Atta Selong Villas resmi beroperasi (tahun ke-3 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Free stay 21 point per tahun, Sertifikat Hak Milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai), liburan gratis ke Eropa, Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas), 2 hektare hutan jabon, Umroh/ Liburan/Tirtayatra.

Informasi pendaftaran Hubungi Kantor BOS Land Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id Email: cs@ bosland.id, bos.land99@gmail.com

Miliki Puri Kelusa Villas & Resort di Ubud Bali Mulai dengan Rp 240 Juta (Sertifikat Hak Milik) Kunjungan wisatawan ke Bali selalu meningkat tiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka lebih tertarik menginap di villatel. Kondisi ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk berinvestasi di villatel. Para wisatawan kini tak lagi mencari lokasi yang dekat dengan keramaian, namun lebih memilih lokasi yang eksotis, tenang dan nyaman. Ubud terkenal di antara para wisatawan di mancanegara karena lokasinya yang banyak dengan persawahan dengan nuansa perdesaan.​ Puri Kelusa Villas & Resort adalah Puri Kelusa Villas & Resort tempat yang tepat untuk berinvestasi di villatel. Villa bernuansa kehidupan tradisonal pedesaan Bali yang selaras dengan konsep Tri Hita Karana (keep the harmony and balance between human to God, human to human & human to environment). Dibangun di atas tanah seluas 2 hektare di Kelusa, Ubud–Bali, dikelilingi sungai yang masih asri bak pulau di tengah danau dengan suara gemericik airnya, dikelilingi sawah yang hijau dan rerimbunan pohon. Miliki Puri Kelusa Villas di Ubud, Bali mulai dengan Rp 240 juta. Benefit memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun semenjak Puri Kelusa Villas & Resort beroperasi (tahun ke-3 dst. fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa (Puri Management International), Garansi beli kembali 130% di tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Free Stay 21 point per tahun, Sertifikat hak milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai keras), Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektare hutan jabon, umroh/tirta yatra/liburan ke luar negeri). Unit Terbatas!!! Untuk itu, Made Robert dan Ni Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersama-sama sukses di investasi villatel ini. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id Email: cs@bosland.id, bos.land99@gmail.com.


2

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

GORO-GORO Hardiknas 2 Mei 2016 terasa kelabu. “Kelam dan buram,”kata Putu Wijaya Amat, ngomel di depan televisi. “Kenapa, Pak?” “Karena pada hari itu, Yuyun, 14 tahun, diperkosa beramairamai lalu dibunuh dibuang ke jurang oleh sekelompok remaja. Seorang ibu, dosen di Medan, dibunuh mahasiswanya sendiri. Seorang turis Prancis ngamuk ketika mau diamankan sampai seorang petugas terbunuh, sehingga ia terpaksa dibungkam. Belum lagi klaim sebagai paling berjasa dalam pembebasan 10 sandera Abu Sayat, yang bikin malu bangsa!” Bu Amat termenung. “Kenapa sampai begitu, Pak?”

Amat lama diam. Tapi akhirnya setelah menghela nafas, berbisik: “Bapak tidak mampu menjawab. Karena jawaban Bapak nanti pasti hanya dugaan-dugaan pribadi. Beda dengan mereka, para politisi. Mereka tentu tidak akan ragu-ragu menjawab, dengan jawaban yang cenderung akan menguntungkan sikap politiknya. Yang bisa tambah mengibarkan pamor partainya!” “Masak begitu?” “Pasti! Kalau pun kita berhasil menemukan apa sebabnya Hardiknas kelabu, apa gunanya? Itu tidak akan membatalkan apa yang sudah terjadi. Menguranginya pun tidak akan. Malah akan bisa memicu kita bertengkar kalau jawaban kita saling bertentangan!” Kekhawatiran Amat jadi ke-

Ekspresso

HARDIKNAS KELABU

nyataan. Beberapa hari kemudian, di warung Ktut ada orang berkelahi. Kata Ktut, awalnya hanya saling ledek-ledekan. “Yang satu bilang gara-gara mau mengkarbit agar kualitas siswa meningkat, pendidikan memprioritaskan pelajaran eksakta dan mengabaikan pembelajaran humaniora,” kata Ktut.” Jadinya seperti sekarang inilah, katanya sinis. Para pelajar jadi liar akibat pendidikan kita salah konsep!” “Terus?” “Dibantah yang lain. Katanya, segala kenakalan remaja dan kawula muda sekarang, bukan salah konsep pendidikan, tapi pengaruh media yang tujuannya sekarang hanya mengejar keuntungan atau mendongkrak partai atau kelompoknya. Mereka tak peduli akibatnya

pada masyarakat. Internet, film, video game dan maraknya pornografi adalah pencetus semua kemerosotan moral ini! Ini bukan soal pendidikan tetapi kegagalan para pembina rohani yang tak mampu membina akhlak bangsa, karena mereka sudah menyimpang dari missi rohaninya. Mereka sudah jadi alat politik!” “Terus?” “Ledek-ledekan meningkat jadi perdebatan lalu tiba-tiba panas. Tak terduga lalu mereka berkelahi. Sampai jatuh korban!” “Terus?” “Sekarang jalan dijaga polisi. Hotel yang baru diresmikan itu jadi tidak laku. Pemiliknya caleg salah satu partai menuduh itu direncanakan oleh caleg partai saingannya. Sekarang keduanya mengerahkan anggotanya. Jadi lingkungan kita ini tidak aman sekarang, hanya gara-gara soal kecil ledek-ledekan!” Bu Amat manggut-manggut. Amat menoleh heran.

Pahala dari Berbuat Baik

Prinsip Kebaikan adalah memberi lebih dari pada haknya. Kebaikan merupakan prinsip yang sangat penting dalam kehidupan, tentu harus selaras dengan prinsip kebenaran dan keadilan. Kebenaran adalah sesuatu yang nyata, kejujuran, kesadaran, konsistensi, adalah beberapa contoh kebenaran manusia. Orang yang jujur, jati dirinya benar-benar riil, tetapi orang yang tidak jujur, merusak jati dirinya. Keadilan adalah memberi seuatu sesuai dengan haknya, sifatnya sangat mendasar dalam sistem kehidupan. Hidup selaras dengan prinsip keadilan berarti konsisten melangkah ke jalan kebenaran. Keadilan menjamin: barang siap yang melakukan kebenaran ia pasti secara adil mendapatkan hasilnya Dengan berbuat kebaikan, Tuhan akan memberikan anugrah dengan banyak jenis dan tingkatan keberuntungan bagi diri kita, semua. Keberuntungan itu dapat berbentuk : 1) Kesehatan, karena kesehatan merupakan modal untuk dapat eksis, berusaha dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Untuk dapat tetap bertahan hidup (survive) di era global sumber daya manusia (SDM) disamping menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan (pola hidup sehat) juga menjadi modal penting untuk bersaing di dunia kerja. Karena manusia yang sakit – sakitan hidupnya tidak akan produktif. Dengan demikian keselarasan kesehatan jasmani dan rohani adalah modal utama untuk hidup lebih baik. 2) Ketenangan, ketenangan adalah wujud kedamaian yang merupakan bentuk kebutuhan yang didambakan setiap manusia, terutama dalam hubungannya dengan kehidupan sosial antar sesama. Ketenangan dapat dimulai dari diri sendiri dengan selalu berupaya untuk berpikir positif dengan memandang bahwa semua ciptaan Tuhan bermanfaat bagi kita semua.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

3) Suami atau istri setia, sayang, sabar dan jujur. Kondisi keluarga yang mencerminkan hal ini menjadi dambaan dari setiap kehidupan rumah rumah tangga, dalam ajaran Hindu disebut dengan keluarga wiwaha yang dapat melahirkan anak-anak yang suputra,dan agama Islam menyebutnya keluarga sakinah. Mewadah dari keluarga ini melahirkan putra – putri yang soleh dan soleha. 4) Anak – anak Suputra, yaitu anak yang hormat pada orang tua, cinta kasih terhadap sesama dan berbakti kepada Tuhan. Hal ini yang menjadi dambaan setiap orang tua , ini berarti bahwa orang tua yang selalu berbuat baik di dalam kehidupannya akan memperoleh salah satu anugrah Tuhan yaitu mendapatkan anak – anak yang suputra, 5) Alam yang Kondusif, atau terhindar dari bencana alam. Masyarakat Bali berusaha untuk hidup selaras antara manusia sebagai mikrokosmos (bhuana alit) dengan alam semesta sebagai makrokosmos (bhuana agung), unsur atau zat yang terdapat pada alam terefleksi pada tubuh manusia yang meliputi lima unsur kekuatan alam yang disebut “Panca Maha Bhuta”, meliputi : zat pertiwi yang membentuk tulang, daging dan otot, zat apah yang berbentuk cair seperti darah, lemak, lendir, zat teja yang mengeluarkan unsur panas atau suhu tubuh, zat bayu yang menimbulkan tenaga, dan zat ether yang mengatur sirkulasi udara dalam tubuh manusia. Mengingat manusia adalah bagian dari alam, maka kita wajib untuk menjaga lingkungan alam sehingga alam akan bersahabat dengan manusia. 6) Murah Rejeki, semua umat meyakini bahwa rejeki, jodoh dan kematian adalah kuasa Tuhan. Dalam hal ini berarti Tuhan akan menjaga harta atau benta kesayangan dari bencana bagi manusia yang dalam hidupnya selalu mengamalkan kebajikan dengan membagikan sebagian

Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si. rejekinya kepada orang yang memerlukan, dengan keyakinan penuh bahwa Tangan di atas lebih mulya daripada tangan di bawah. 7) Banyak sahabat, kehadiran sahabat sangat diharapkan pada saat manusia sedang mengalami masalah dalam hidupnya. Dalam situasi ini seseorang akan mengalami kesulitan untuk dapat berpikir jernih terhadap permasalahan yang dihadapi. Maka untuk dapat keluar dari kemelut ini seseorang memerlukan uluran tangan dari orang lain. Tat Twan Asi, Cinta Kasih Universal Manusia hidup akan selalu mengadakan interaksi sosial, Agama Hindu mengajarkan umat manusia agar menjaga hubungan yang harmonis baik dengan lingkungan alam, maupun dengan lingkungan sosial dengan menganjurkan selalu mengamalkan konsep Tat Twam Asi yang bersifat Universal yang berarti Tat (itu), Twam (kamu), dan Asi (adalah). Secara

sederhana Tat Twam Asi diartikan sebagai “dia adalah sama dengan saya”. Konsep Tat Twam Asi ini sebetulnya merupakan bentuk pengakuan (recognition), bahwa Hindu menempatkan hakekat manusia sebagai makhluk yang sama satu dengan yang lain, terlepas dari atribusi sosial yang melekat pada setiap diri manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial (Man is social being). Sebagai makhluk individu, manusia dilahirkan bebas dan sederajat (Man is born free and equal) yang dianugrahi seperangkat hak yang populer disebut konsep Hak Asasi Manusia (human right). Jika dewasa ini dalam era globalisasi, banyak negara yang vocal menyuarakan Hak Asasi Manusia, Hindu telah lama mengakuinya sebagai bagian dari konsep Tat Twam Asi. Namun konsep Tat Twam Asi Hindu tidak berlandasan kebebasan untuk libral (libralisme). Hak Asasi Manusia berlandasan pada kebebasan untuk “Kebebasan” (individualisme) atau hubungannya dengan manusia lain sebagai makhluk sosial. Dengan kata “Asi” sesungguhnya telah menunjukkan independensi atau saling ketergantungan di antara sesama manusia yang berbasis pada susila (moral). Jadi kebebasan manusia memperoleh imban-

“Kenapa manggut-manggut, Bu?” Bu Amat menggeleng. “Jangan menggeleng! Jawab saja kenapa manggut-manggut tadi?” “Ya, karena kejadian kelabu itu terjadinya kebetulan tanggal 2 Mei. Bagaimana kalau terjadinya tanggal 1 Mei pada Hari Buruh? Apa akan dihubungkan dengan nasib buruh kelabu?” Amat tertegun. “Atau, terjadinya pada tanggal 21 April? Apa akan dihubungkan dengan hak azasi perempuan, karena ada 2 korban perempuan? Jadi Kartini Kelabu?” Amat manggut-manggut. “Lho, kok Bapak sekarang yang manggut-manggut?!” Amat tersenyum malu. “Apa mungkin itu karena otak kita yang sudah kelabu?” “Maksudnya, otak Bapak?” Bu Amat tak menjawab. “Benar, bukan Hardiknasnya, tapi otakku (kita) yang kelabu, diharu-biru berita kelabu, karena itu yang paling laku!” gan, kendali, dan hakekat manusia pada dasarnya terbatas, juga tidak mungkin manusia memiliki kebebasan yang absolut. Kebebasan yang dimiliki oleh individu dengan hak-hak yang ada padanya harus diletakkan dalam kerangka kebersamaan dengan manusia lainnya. Artinya, bagaimana setiap individu di dalam menggunakan kebebasannya itu tidak mendatangkan penderitaan bagi yang lain. Jawaban atas “cara bagaimana” itulah tiada lain kembali pada soal yang mendasar adalah “Susila” (moral). Perbuatan baik secara moral, Hindu menekankan kewajiban untuk melakukan Yadnya (amal kebajikan). Perbuatan baik yang diikuti dengan kewajiban menjalankan Yadnya, mencerminkan watak sosial yang sarat dengan nilai cinta kasih sayang. Sehingga dalam kebersamaan, manusia sebagai makhluk sosial, kasih sayanglah yang sesungguhnya menjadi acuan. Kasih sayang itu menjadi mediator yang memotivasi manusia untuk mewujudkan tatanan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang rukun, damai dan bahagia. Dengan demikian hakekat Tat Twam Asi adalah bermuara dari kasih sayang yang diaktualisasikan ke dalam bentuk sikap egaliter yang memandang segala makhluk adalah sama, sehingga menolong orang lain sesungguhnya berarti menolong diri sendiri dan menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri. Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si Dosen Psikologi Agama FPAS UNHI Denpasar

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Edisi 901/ 16 - 22 mei 2016

23

Momentum Kebangkitan Film Indonesia

Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati tiap tanggal 20 Mei menjadi momen kebangkitan di segala bidang. Banyak hal yang bisa diangkat dan diaktifkan lagi, misalnya bidang hiburan (perfilman), kuliner, pendidikan, pawisitsata, dan kewirausahaan

H

arapan jumlah penonton film ‘Ada Apa dengan Cinta’-2 bisa menembus 3 juta penonton, agaknya bukan mustahil. Pekan lalu saja, jumlah penonton telah mencapai 2,5 juta orang. Sampai sekarang, antusias masyarakat terhadap film bergenre drama ini, masih cukup tinggi. Bukan hanya di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia tapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Brunei. Yang bikin insan film Indonesia berdecak kagum adalah dalam tiga hari tayang---tayang perdana 28 April 2016--- langsung menggaet 700.000 penonton. Apakah ini tanda kebangkitan film Indonesia? Fenomena ini sungguh suatu yang fantastis karena kalangan perfilman dalam negeri tahu betapa sulitnya mengumpulkan penonton dalam jumlah seperti itu, apalagi hanya dalam tempo tiga hari. “Film ‘Ada Apa dengan Cinta’ atau AADC semakin memperlihatkan secara nyata kalau dunia perfilman Indonesia telah bangkit kembali. Meski memang belum seperti tahun 1970-1980-an. Antusiasme masyarakat menonton film ini sudah sangat luar biasa,” ungkap Anwar Fuady, aktor senior Indonesia.

Menurut Anwar, sebagai insan perfilman dia sangat menyambut sukacita fenomena ini. Dunia perfilman Indonesia, katanya, sempat terpuruk di era 1990-an dan geliat kebangkitannya baru mulai terlihat di awal tahun 2000-an, namun itu pun berlangsung fluktuatif. Para insan film Indonesia merindukan masa-masa di mana film Indonesia menjadi ‘raja di negeri sendiri’, seperti era 1970-1980-an. “Saya kira film AADC-2 bisa disebut sebagai momentum kebangkitan film Indonesia. Bayangkan saja, ya, film nasional ini bisa mengalahkan film-film Hollywood yang saat ini tengah gencar tayang. Apa itu bukan suatu yang luar biasa?” kata mantan Ketua PARSI periode 1998-2006, bersemangat. KALAU BERKUALITAS PASTI DITONTON Apa yang diungkap pemeran film ‘Kiamat Sudah Dekat’, ini, bukan sekadar bualan. Karena faktanya, sepekan setelah AADC-2 tayang, film top Hollywood, ‘Captain America: Civil War’ tayang di Indonesia. Film Captain America, memang menjadi salah satu film Hollywood, yang paling ditunggu di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun tetap saja, film besutan sutradara kenamaan

Anwar Fuady

kakak-beradik, Anthony Russo dan Joe Russo, itu belum mampu menyamai ‘meledaknya’ film AADC-2. Menurut Anwar Fuady, tandatanda kebangkitan perfilman nasional sudah mulai terlihat dari banyaknya film-film bermutu yang dihasilkan para sineas Indonesia, bahkan yang mendapat penghargaan internasional pun cukup banyak. Di tahun ini saja, selain AADC-2 juga ada sejumlah film nasional yang bukan hanya kehadirannya mampu bersaing dengan film-film Hollywood yang masuk ke dalam negeri tapi juga dalam hal jumlah penonton. “Jadi yang saya mau katakan di sini, capaian-capaian dunia perfilman tanah air sekarang ini telah menunjukkan kebangkitan film Indonesia. Ini sekaligus juga menunjukkan bahwa masyarakat

Menaikkan Gengsi Kuliner Tradisional di Kancah Global Menurut pemerhati kuliner Bali Cok. Widyawati, membangkitkan kuliner lokal di kancah internasional dan global, caranya, mengenal lebih dahulu kuliner lokal itu sendiri, terutama dari segi historinya. “Kita harus tahu cerita tersendiri akan uniknya makanan tersebut, bahan baku dan sebagainya, sehingga bisa menikmati dan merasakan kandungan gizinya. Setelah itu timbul rasa bangga untuk melestarikannya,” kata perempuan yang kini menjadi pendamping UKM Kulkul (Kumpulan Kuliner) Bali ini. Ia mencontohkan, be guling khas Bali ciri khasnya bagaimana, cara membuatnya bagaimana. Tiap daerah juga memiliki aneka makanana tradisional. Selain itu, kata Cok Widyawati, dalam mengolah makanan harus bisa berkreasi dalam cita rasa disesuaikan dengan selera cita rasa internasional namun, tidak meninggalkan ciri khas tradisional. “Dalam pengolahan makanan, misalnya kita menggunakan cara yang unik atau tetap menggunakan alat tradisional dengan tetap memperhatikan

Cok. Widyawati

hiegienis, dan tetap mempertahankan bumbu asli,” ujarnya. Ia mengingatkan juga, agar para pembuat kuliner senantiasa berinovasi dari segi tampilan termasuk kebersihan dan keamanan pangannya/kemasan/branding sehingga meningkatkan image makanan tradisional tersebut, bisa diterima masyarakat interna-

sional di manapun berada. Menurutnya, stimulus pemerintah diperlukan dari segi kebijakan dan perizinan usaha yang mudah dan cepat. “Kita perlu dukungan semua pihak baik BUMN atau swasta, dan stakeholder kuliner termasuk media untuk mengutamakan makanan tradisional diperkenalkan dalam event internasional,” ujarnya. Ia menyarankan, pendidikan dan pelatihan serta pendampingan yang berkelanjutan bagi pengusaha kuliner perlu dilakukan, agar mereka bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menaikkan gengsi makanan tradisional di kancah global,” ucapnya. Menurutnya, program ini mesti bersinergi antara intansi terkait baik pemerintah, swasta, dan masyarakat, termasuk komunitas dan organisasi lainnya. Para koki hotel pun mulai memperkenalkan aneka makanan tradisional di tempat mereka bekerja. Bahkan, bila perlu, diberikan sedikit penjelasan dalam daftar menu, keunikan makanan tersebut. –Wirati Astiti

Indonesia merindukan film-film berkualitas dari dalam negeri. Ibarat makanan, kalau makanan itu enak, maka kemana atau dimana pun akan dicari orang. Begitu juga film, kalau film itu berkualitas, pasti lah orang mau nonton,” katanya. Jadi, tambah Anwar lagi, fenomena AADC-2 dan sejumlah film Indonesia yang telah berhasil menembus satu juta penonton hanya dalam tempo singkat, hendaknya menjadi pegangan bagi para sineas Indonesia agar perfilman nasional bisa berjaya seperti dulu. “Jadi, tolong lah, bikin filmfilm berkualitas, karena itu yang diinginkan masyarakat, itu selera masyarakat. Jangan lagi bikin film-

film hantu, sudahi deh bikin film hantu, berhenti! Kalau Indonesia tetap saja bikin film-film hantu, perfilman Indonesia bakal makin ‘kelaut’ (tenggelam-red),” ujar Anwar yang memulai kiprahnya di dunia perfilman tahun 1968. “Namun bikin film jangan cuma bermutu saja, tapi juga film yang memiliki nilai jual. Mutu dan nilai jual harus seiring sejalan. Jika dua hal ini bisa jalan bersama maka pasti perfilman Indonesia akan berjaya seperti dulu. Karena kalau film hanya bermutu saja, tidak ada nilai jualnya, bagaimana? Tidak memiliki nilai jual, siapa yang mau nonton? Jadi membuat film yang bermutu harus juga memikat masyarakat untuk menontonnya,” paparnya. -Diana Runtu

Tingkatkan Kualitas Diri

Berkaca dari gagasan Budi Utomo untuk menyampaikan ide, rasa persatuan, rasa nasionalisme untuk melepaskan diri dari penjajahan, maka memaknai kebangkitan nasional zaman sekarang tidak terlepas dari sisi sejarah. Perbuatan atau tindakan yang dilakukan dan ditunjukkan adalah salah hal yang paling mendasar dalam memaknai kebangkitan nasional saat ini. Demikian yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti I Nyoman Suandana, S.E., M.Si,. Menurutnya dalam perbuatan banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya adalah dalam dunia pendidikan. Saat ini pendidikan di Indonesia sangat perlu ditingkatkan kualitasnya, tidak hanya menamatkan sampai jenjang SMA tetapi juga semestinya bisa berlanjut sampai jenjang perkuliahan. “Ini merupakan salah satu program pemerintah, dalam masalah pendidikan Indonesia seharusnya mengadopsi dari negara maju,” ujarnya. Suandana juga mengungkapkan bahwa pendidikan adalah modal utama dalam mencapai berbagai aspek kehidupan di masyarakat. Pendidikan yang bagus akan membantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang baik pula sehingga pendapat per kapita juga akan meningkat. Hal tersebut tentu akan memengaruhi perkembangan ekonomi di masyarakat. Jika keadaan ekonomi sudah baik maka tindak kriminal pun dapat ditekan sehingga berpengaruh secara langsung terhadap keadaan sosial di masyarakat. Ketiga hal tersebut memang saling berkaitan dan untuk dapat mewujudkannya harus diawali dengan kebangkitan diri. Untuk dapat membangkitkan diri harus ada motivasi dari masing-masing individu. “Tergantung karakter dari orang, ada x ada y. Kalau karakter x tentu orang yang tidak memiliki harapan, bekerja apabila disuruh ya hal buruk tentunya. Namun jika orang berkarakter y adalah orang yang selalu mengejar prestasi,” tambahnya. Pria kelahiran 30 April 1968 tersebut juga mengatakan untuk dapat membangkitkan diri adalah dengan membangun diri sendiri. “Intinya harus ada peningkatan, jika sebelumnya kita berbuat tidak baik ke depan kita jangan mengulangi dan setidaknya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya. Pikiran juga merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam memaknai kebangkitan diri. Sebagai seorang akademis seharusnya dapat selalu berpikir positif. “Kalau setiap orang dapat berpikir positif wah tentram sekali hidup kita,” imbuhnya. Ia juga mengatakan bahwa sistem pendidikan yang baik akan melahirkan generasi cerdas dan bermoral. Pria yang berasal dari desa Busung Biu kecamatan Busung Biu tersebut tidak memungkiri jika dalam mengubah diri menjadi lebih baik memang tidak mudah. Namun ketika ada kemauan yang diikuti dengan ketulusan tentu perubahan dapat dilakukan. Hal yang terpenting adalah pengendalian atau kontrol yang ada di masing-masing individu. “Kita sendiri yang tahu mana yang baik mana yang tidak, maka dari itu kita yang harus mengendalikan,” tambahnya. Selain itu, dalam memaknai kebangkitan nasional generasi muda juga harus bersiap menjawab tantangan di zaman yang serba canggih ini dan bisa mengikuti perkembangan. Untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional memang sebaiknya dimulai dari diri sendiri. Jika generasi muda tidak bisa membangkitkan diri dengan berusaha menjadi lebih baik, maka kualitas kehidupan akan semakin terpuruk. Hal ini akan terlihat dari kebodohan, kemiskinan, dan angka pengangguran yang semakin meningkat. Ini berarti bahwa pesan pejuang untuk bangkit dari keterjajahan yang sesungguhnya belum tercapai. -Wiwin


24

Edisi 901/ 16 - 22 MEI 2016

Target Satu Juta Wisatawan Senggigi lengang. Tiga Gili sepi. Kawasan wisata alam Sembalun dan Tete Batu hening. Tidak ada lagi hiruk pikuk wisatawan yang hilir mudik berbelanja di beberapa artshop Senggigi, di restoran-restoran gili di pinggir pantai, di warung-warung penduduk di Sembalun dan Tete Batu. Demikian juga dengan objekobjek wisata lainnya. Kegiatan kepariwisataan nyaris berhenti berdetak.

P

ara guide dan pedagang asongan souvenir berbincang satu sama lain sebelum akhirnya satu per satu mundur dari harapan kehidupan pariwisata yang samar-samar, kemudian selanjutnya pulang kampung untuk bertani dan beternak kembali, mengojek dan menjadi tukang reparasi alat elektronik. Bahkan ada yang akhirnya memilih untuk menjadi TKI dan TKW. Di kawasan-kawasan wisata yang tadinya diramaikan oleh sebagaian besar wisatawan mancanegara, seperti Senggigi dan tiga gili, kini tak ada lagi wisatawan berlalu lalang. Tak terdengar lagi riuh musik dan live musik di kafekafe. Semua lesu dan ”pucat pasi”. Kalau pun ada wisatawan mancanegara yang terlihat, satu dua orang, mereka yang masih bertahan dan memang menetap di sekitar kawasan-kawasan tersebut. “Pariwisata NTB, khususnya Lombok, berada di ”titik nol”,” ungkap

Rosa Stuart, salah seorang pelaku pariwisata yang merintis pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Inilah kondisi pariwisata Nusa Tenggara Barat ketika terpuruk pada era 1997-1998. Keterpurukan kepariwisataan NTB merupakan risiko langsung dari situasi global, maupun peristiwaperistiwa lokal yang menorehkan citra negatif bagi NTB. Misalnya krisis keuangan yang melanda dunia, krisis politik dalam negeri, serangan WTC (World Trade Center), Bom Bali, isu terorisme, atau kerusuhan massal berbau SARA di Lombok yang terjadi bulan Januari tahun 2000. “Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat NTB khususnya sektor pariwisata,” kata Rosa. Berbagai upaya coba dilakukan oleh Pemda NTB bersama pelaku pariwisata saat itu, agar kepariwisataan tidak mati suri dan keterpurukan makin dalam. Upaya-upaya yang terus dilakukan seperti penyuluhan masyarakat,

Gili Trawangan salah satu objek wisata di NTB yang kini kembali menjadi primadona pariwisata NTB dengan tingkat kunjungan wisatawan yang sangat tinggi

meningkatkan jaminan keamanan bagi wisatawan, sambil terus melakukan promosi baik di dalam maupun di luar negeri. Kepariwisataan NTB berusaha bertahan di tengah badai, di tengah gejolak situasi sosial politik dan ekonomi dunia yang mengguncang sendi perekonomian tiap negara. Berbagai persoalan lainnya juga menghantam pariwisata NTB pada pertengahan tahun 1997, dan grafik kunjungan wisatawan ke NTB mulai menurun drastis di awal 1998. Mulai dari krisis moneter dunia yang berdampak menghantam perekonomian termasuk Indonesia dan secara khusus NTB. Sesungguhnya pada tahun 1998 pariwisata NTB sudah mulai membaik. Pemerintah Daerah NTB berupaya keras memulihkan pariwisata NTB. Namun, di tengah upaya serius Pemerintah

Bangkit dengan Modal Rp 500 Ribu Mewarisi usaha keluarga, meneruskan, dan mengembangkannya, memang kelihatan mudah. Semua itu tetap memerlukan trik dan pengelolaan yang baik. Jika tidak, bisa jadi usaha warisan yang dulunya besar malah jadi gulung tikar. Namun, lebih berat lagi jika sebuah usaha itu benar-benar dimulai dari nol, dengan modal minim. Diperlukan strategi yang lebih dahsyat untuk bisa merebut pasar. Berikut ini penuturan Ni Nyoman Ayu Upadani (40). Bu Candra, demikian sapaan

akrab ibu tiga putri ini. Ia adalah pemilik “Candra Collection”, usaha sandal berbahan kulit yang dikombinasi dengan etnik Bali di kawasan Desa Pemogan, Denpasar. Usaha ini dirintisnya bersama sang suami, I Gede Darmayasa, sejak 17 tahun lalu. “Waktu itu kami masih mengontrak kamar kos yang ukurannya hanya 3x3 meter. Tempat kami tinggal tersebut sering dibilang kapal pecah karena semuanya menumpuk disana, tempat tidur dan tempat barang-barang dagangan,” ucap Bu Candra dengan mata berkacakaca. Dari ruang 3x3 meter inilah semuanya bermula. Perempuan energik ini menuturkan, dulu ia bekerja sebagai karyawan hotel. Karena prestasi kerjanya bagus, jabatannya naik hingga menjadi guest relation officer (GRO). Setelah 8 tahun bekerja disana, ia mengandung anak pertama, dan memutuskan berhenti bekerja karena payah. Untuk mengisi kevakumannya, Ni Nyoman Ayu Upadani alias Bu Candra Bu Candra mendengan usaha sandalnya

erima penawaran iparnya (pemilik artshop) untuk membantu memasang mote pada produk-produk kerajinan seperti pada sandal dan baju. Ia juga mengkoordinir ibu-ibu lain di tempat indekos tersebut untuk mengerjakan hal yang sama. “Kan lumayan buat nambah-nambah pemasukan keluarga,” ujarnya. Sesekali waktu ia menjadi broker , membeli dan menjualnya kembali kepada tamu Jepang. “Saya jadi tangan kedua. Kadang-kadang, saya pesan sesuai permintaan pasar,” jelasnya. Setelah berjalan sekitar satu tahun, terbersit di benaknya untuk memproduksi sendiri, yang tentunya keuntungan yang didapat pasti akan lebih besar. Dengan modal Rp 500 ribu yang berhasil disisihkannya, Bu Candra dan suami memulai bisnis baru mereka, memproduksi sandal. Bu Candra mengaku banyak mendapatkan ilmu dari tukangtukang sandal yang dipesaninya. Dari sana kemudian ilmu itu dikembangkan. Pemasaran produknya hanya dari mulut ke mulut. “Saya mencoba mengontak tamu-tamu yang saya kenal dulu dan menawarkan produk saya. Hingga suatu saat di tahun 2008 saya mendapatkan undangan untuk pameran di Australia. Kesempatan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya walaupun akomodasi harus ditanggung sendiri,” tuturnya. Kualitas produk menjadi prioritas utama yang diperhatikannya. Dari sanalah produknya dipercaya, dan terus mendapatkan pelanggan-pelanggan baru. Sembilan puluh persen

Daerah NTB dan pelaku pariwisata membangun citra ini, Lombok diguncang kerusuhan massa pada pertengahan Januari 2000. Badai itu datang menukik, menghantam dan menyapu bersih wisatawan di NTB khususnya di Lombok. Badai yang luar biasa besar itu bernama “Peristiwa 171”. Sebuah peristiwa yang mencengangkan terjadi di Pulau Lombok yang sebelumnya dikenal damai. Kerusuhan massa dengan membawa isu SARA, mengatasnamakan agama, pecah tak terelakkan. “Pariwisata NTB kembali terpuruk, nyaris mati. Butuh kerja keras untuk mengembalikan masa-masa emas pariwisata di era 1990-an.,” lanjut Rosa. Pasca peristiwa 171, Pemerintah Provinsi NTB mulai bahu membahu bersama pelaku pariwisatanya mengembalikan citra pariwisata NTB di mata dunia. produknya diekspor ke Australia, Italia, Perancis, negara Eropa lainnya. Dengan semangat dan tekad kuat “harus bisa”, pasutri ini bersamasama membesarkan usaha “Candra Collection”. Mereka rajin mengikuti pameran-pameran hingga ke Jepang dan Cina, serta mempromosikannya kepada teman-reman/relasi, juga melalui brosur. Selanjutnya, Bu Candra mulai melirik pasar lokal dengan memasok produk ke mal-mal besar di Jakarta dan Bali, persentase pemasarannya 50 persen ekspor dan 50 persen domestik. Apalagi sekarang ini “cintai dan pakai local brand” mulai gencar digaungkan. Persentase pemasaran produknya pun berbalik menjadi 70 persen domestik dan 30 persen ekspor. Meski 2 tahun terakhir ini daya beli masyarakat lesu, Bu Candra tak patah arang. “Saya berikan diskon-diskon, biar untung kecil yang penting tetap jalan,” ucapnya mencari solusi. Dalam perjalanan 17 tahun mengembangkan usahanya ini, Bu Candra mengisahkan, saat masih bermodal pas-pasan, produk sandalnya senilai Rp 14 juta pernah dibatalkan pembeli Eropa. “Saya shock waktu itu. Sudah modal pas-pasan, pembelian dibatalkan. Syukurnya ada support suami yang menguatkan saya. Dari pengalaman itu saya lebih bersemangat lagi untuk mengembangkan usaha agar lebih besar lagi. Astungkara, usaha dan kerja keras kami tak sia-sia hingga bisa seperti sekarang ini,” ujar Bu Candra. Meski sejak 6 tahun lalu suaminya mulai terjun di dunia properti di bawah bendera “Bintang Property”, namun keduanya masih saling support.

Selama masa pemulihan ini, pariwisata terus bergulir meski belum menggembirakan, namun telah tampak denyutnya kembali. Langkah-langkah taktis mendobrak terobosan untuk mengangkat kembali pariwisata NTB terus berlanjut. Perjuangan meraih kembali kejayaan pariwisata NTB tentu membutuhkan langkahlangkah yang inovatif, kreatif dan strategi yang tepat. Tahun 2008 pariwisata NTB mulai bangkit dengan ditempatkannya sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan di Nusa Tenggara Barat. Kebijakan politik yang diambil Pemerintah Provinsi NTB di bawah pimpinan Gubernur TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur Ir. H. Badrul Munir, M.M., kala itu dengan menempatkan sektor pariwisata sebagai unggulan pembangunan, menjadikan pariwisata NTB menuju kebangkitannya yang ke II dengan program Visit Lombok Sumbawa 2012. Program unggulan ini diyakini memiliki multiplier effect yang dinilai berkontribusi signifikan menekan dampak krisis ekonomi global, menghindari pemutusan hubungan kerja yang berimplikasi meningkatnya jumlah pengangguran dan jumlah penduduk miskin. Program VLS 2012 dengan target kunjungan “satu juta wisatawan”, waktu itu merupakan gerakan bersama untuk menjadikan NTB sebagai sebuah destinasi yang berdaya saing di level nasional bahkan internasional. Selain itu, berbagai terobosan dalam bidang pariwisata telah mengantarkan pariwisata NTB kini berada posisi yang stabil. -Naniek I. Taufan BISNIS DAN NGAYAH SAMA-SAMA JALAN Selain menjalankan bisnis sandalnya, Bu Candra yang tergabung dalam organisasi Iwapi Badung dan KCKB (Komunitas Cinta Kamen Bali) ini juga aktif di masyarakat. Sebagai istri kelian Banjar Mekar Jaya, Pemogan, ia ngayah menggerakkan ibu-ibu PKK di banjarnya. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti pelatihan kewirausahaan, demo masak, dan pelatihan tata rias. Sebagai pebisnis ia berprinsip, apa pun ilmu yang didapat selalu dibagikannya dengan PKK banjar. “Tujuannya, supaya ibu-ibu PKK yang tak punya pekerjaan memiliki keterampilan agar ke depannya bisa mandiri,” ucapnya bersemangat. Ia mengaku makin bersemangat karena tiap kegiatan yang dimotorinya selalu direspons antusias oleh ibu-ibu PKK. Seperti pelatihan tata rias (membuat sanggul Bali) yang dilatih oleh Salon Agung beberapa waktu lalu, langsung mereka praktikkan di rumah. Hasilnya, mereka share ke Bu Candra. Demikian halnya dengan pelatihan membuat dupa, bahkan kini ada ibu PKK yang sudah memasarkan dupa hingga ke luar Denpasar. “Ada perasaan bangga dan puas, bahwa apa yang kami bagi tidak sia-sia dan bermanfaat untuk mereka,” ucap Bu Candra yang berkomitmen mengembangkan ibuibu PKK Banjar Mekar Jaya ini. Saat ini, baru berjalan pula kursus Bahasa Inggris yang syaratnya membayar dengan sampah plastik. Ke depannya, Bu Candra sudah berancang-ancang akan mengadakan pelatihan daur ulang sampah. –Inten Indrawati

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 901 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu