Skip to main content

Tokoh Edisi 882 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Target Emas di Tahun 2016 Tahun 2015 sudah berakhir dan tahun 2016 datang. Bagi para atlet, pencapaian yang kurang maksimal di tahun 2015, bakal dimaksimalkan di tahun 2016. Peningkatan kualitas diri untuk mengejar sebuah prestasi menjadi harapan selama ini. Apalagi tahun September 2016 ada Pekan Olahraga Nasional (PON) XII yang dihelat di ­Bandung, Jawa Barat.

A

jang multievent empat tahunan itu, bakal menjadi saksi bagi atlet Bali yang berlaga di ajang itu. Atlet dituntut tampil semaksimal mungkin demi raihan prestasi terbaik bagi Pulau Dewata. KONI Bali sendiri menargetkan 20 medali emas di PON nanti. Itu merupakan tugas yang cukup berat bagi semua atlet memenuhi target itu. Lifter putri PON Bali yang juga penghuni Pelatnas PB PABBSI Indonesia Ni Luh Sinta Damariani menyatakan, prestasi dirinya sepanjang 2015 sedikit kurang membanggakan. Tahun 2015, Sinta masih dalam pemulihan cedera yang dialaminya. Namun, ia tetap mensyukuri apa yang diraihnya selama setahun ini. Selain sukses meraih tiket ke PON, Sinta dan lifter Bali lainnya

I Ketut “Banat” Ariana mampu menorehkan prestasi yang cukup gemilang bagi Merah Putuh di tingkat internasional.

Saat kejuaraan di Amerika Serikat (AS) belum lama ini, lifter peraih emas di PON Riau 2012 itu mampu masuk peringkat 14 besar dari 94 negara yang ikut ambil bagian dalam ajang itu. ”Saya tetap beryukur karena saya masih bisa memberikan yang terbaik bagi Bali yakni bisa lolos ke PON Bandung. Sebelumya juga bisa menuai hasil positif bagi Indonesia di AS yang sukses masuk peringkat 14 besar bersaing dengan negar-negara yang memiliki lifter-lifter tanguh di dunia. Hasil itu bagi saya cukup luar biasa. Semoga tahun 2016 prestasi saya bisa jauh lebih baik

Tahun 2016 saya harus ber­ juang agar bisa lolos seleknas supaya ­mampu masuk timnas ­Perpani Indonesia yang rencana­ nya digember ­Februari 2016 ­di Jakarta.

Indah Dewi Rahayu Suhariyanto

lagi,” ungkapnya. Sinta mengatakan, di tahun 2016 ia punya misi besar, kembali bisa meraih medali emas di PON Bandung. Ajang itu sangat bergengsi bagi seluruh provinsi di Indonesa, jadi dia benar-benar bakal mempersiapkan diri dengan maksimal agar bisa menjaga prestasi yang sudah diraih selama ini.

Siapkan Proyek Pengolahan Perca

Angeliqa bersama anggota Angeliqa Wu FDC

Tiap individu pasti memiliki resolusi sendiri tiap tahunnya. Sebagai seorang desainer yang sudah punya nama, Angeliqa Wu mengatakan bahwa resolusinya di tahun 2016 adalah ingin meningkatkan jumlah desain dari tahun lalu dengan pemasaran melalui online dan sosial media. Menurutnya, teknologi semakin maju dan perkembangan fashion pun pesat. “Kami juga memilih untuk membuat desain-desain yang lebih simple, nyaman. Namun, memiliki cutting yang baru, modern dan berkarakter dengan harga lebih terjangkau,” ungkapnya. Selain busana, lanjut Angeliqa ingin mengembangkan ke arah aksesoris berbahan perca namun dibuat cantik dan unik. Tentu juga dengan konsep detil yang baru dan fresh. “Kami ingin membuat proyek pengolahan perca atau bahan tak terpakai ini menjadi sesuatu yang bagus dan menarik. Dengan begitu pembuangan terhadap kain bisa ditekan seminimal mungkin,” katanya. Untuk warna, tahun 2016, ia mengaku banyak memilih warna putih dan hitam , serta selain warna pastel. Tahun ini, katanya ia juga memilih warna yang lebih berani, warna cerah diantaranya merah, kuning, peach cerah, fuschia, dan biru electric. Di tahun 2016 pula ia bakal melakukan riset untuk desain dan aplikasi detail yang baru, serta pengolahan kain yang lebih beragam. Selanjutnya Angelica Wu yang saat ini juga tengah konsen di pendidikan dunia fashion di Bali khususnya dan Indonesia umumnya,

juga memiliki resolusi tersendiri. Untuk sekolah desainnya “Angeliqa Wu FDC (Fashion Design Cours)”, selain menerapkan sistem yang mudah dipelajari dan dipraktekkan juga dipastikan pula selalu keep update dengan tren yang ada, agar siswa juga dapat mengetahui fashion seperti apa yang sedang terjadi di luar negeri. “Harapan kami, tempat kursus kami makin dikenal masyarakat dan dapat menghasilkan siswa yang berprestasi. Juga bisa menjadi desainer yang sukses dan membawa nama Bali dan Indonesia kedepannya. Saat ini beberapa siswa kami sudah membuka usaha sendiri dan cukup dikenal di masyarakat Bali. Beberapa siswa lainnya juga mengikuti kompetisi fashion design dan berhasil menjadi juara. Kami mempersiapkan seluruh siswa untuk siap terjun di dunia fashion, karena lulusan kami melalui 9 tahapan ujian presentasi dan ujian fashion show,” paparnya Dikatakannya jika Angeliqa Wu FDC telah menerbitkan label concept store baru dengan nama UnyX. “Brand UnyX by Angeliqa Wu FDC adalah sarana bagi murid, alumni mau pun guru sekolah ini, yang ingin berkreasi untuk menunjukkan hasil terbaik dan keunikan dari hasil karya mereka di hadapan para pecinta mode,” lanjutnya. Angelica Wu juga menyebutkan ada 10 desainer yang tergabung di Bran UnyX ini, yakni Jacinda Lie, Natasya K Dharani, Ari Veji, Devi Asrini, Niti Swari, Yue Hui Cai, Kartika Adiputra, Toly Sukma, Eunike Asih dan Angeliqa Wu yang menyuguhkan koleksi busananya mulai dari cocktail, ready to wear deluxe, evening dress, kebaya pesta hingga wedding gown dan kebaya wedding Melalui wadah UnyX pula, lanjutnya mereka berencana mengadakan show secara berkala serta mengikuti beberapa exhibition atau event fashion. Selain menyiapkan koleksi concept store nya, mereka juga tetap mengadakan pelatihan dan grup diskusi untuk meningkatkan pengetahuan terhadap fashion secara lebih mendalam. “Harapan kami yang lainnya yang sedang kami garap, adalah pengembangan kursus kami ke luar daerah. Kami ingin menciptakan SDM yang bisa juga membuka usaha sendiri dan membuka lapangan pekerjaan baru dan tumbuh bibit generasi baru fashion yang muda, yang bisa membawa nama baik Indonesia ke dunia luar,” tegasnya. – Sri Ardhini

Sinta

“Saya berharap tahun 2016 bisa jauh lebih baik dan siap lagi. Tak hanya itu, saya juga mengaharapkan nantinya setiap kejuaraan nasional maupun internasional yang saya ikuti bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Bali dan Indonesia,” tegas Sinta. Sementara salah satu atlet panahan asal Perpani Badung Indah Dewi Rahayu Suhariyanto mengatakan, sepanjang 2015 prestasi yang diraih cukup baik. Namun, raihan semua prestasi itu belum bisa memuaskan dirinya, karena masih ada banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan lebih ditingkatkan lagi di tahun 2016. “Tahun 2016 saya harus berjuang agar bisa lolos seleknas supaya mampu masuk timnas Perpani Indonesia yang rencananya digember Februari 2016 di Jakarta. Itu merupakan PR sekaligus sebuah tantangan besar yang harus saya jalani. Tak hanya itu saja prestasi yang lainnya di event-event daerah maupun nasional juga harus lebih baik lagi. Semoga saja harapan itu nanti bisa terwujud di 2016,” ungkap Dewi. Ia juga mengatakan, perjalanan prestasi dirinya selama setahun ini tidak lepas dari dorongan semua pihak, mulai dari orangtua, teman-teman di lapangan dan masyarakat yang selalu memberikan support dan motivasi terhadap prestasinya. Karena tanpa dukungan itu, mungkin saja dia tidak bisa seperti sekarang ini. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama pada pelatih yang selama ini sudah setia membina, memberikan tuntunan, masukan, dan yang lainnya demi kemajuan dirinya. “Saya berharap apa yang sudah diberikan selama ini bisa lebih ditingkatkan di tahun 2016. Prestasi yang sudah dicapai semoga bisa dipertahankan, sementara yang belum terwujud di 2015 semoga bisa tercapai di tahun 2016,” harapnya. –Eka Nanda/Ngurah Budi

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

GORO-GORO Pulang dari rumah Ami, Amat disapa tukang warung. “Pak Amat, apa prediksinya tahun Putu Wijaya 2016?” Amat asal men­ jawab, sambil menggerutu dalam hati, kebanyakan nonton tv semua jadi gila prediksi. “Hoki!” “Masak?” “Dua tambah satu tambah enam jadi sembilan. Angka 9 angka sak­ ti!” Sampai di rumah, Amat terus menggerutu. “Tukang warung saja keranjingan prediksi-prediksian, Semua orang ingin meramal apa yang akan terjadi. Tandanya kita memang senang ber­ mimpi, kurang fokus pada apa yang sedang dihadapi di depan mata. Jadi tukang khayal semua!” “Jadi tadi ditanya prediksi 2016, Bapak jawab apa?” “Jawab iseng saja supaya dia senang. Hoki!” “Wah, itu namanya ngasih hara­ pan. Mancing orang mimpi. Hati-hati, Pak, iseng-iseng suka jadi racun.” Amat ketawa. Tapi esok paginya kejadian. Ada 5 orang menunggu de­ pan rumah mau konsultasi. Bu Amat bingung, tapi Amat ketawa lagi. “Ah ini pasti tukang warung itu yang iseng. Awas ya!” kata Amat sambil keluar menghadapi tamu­ nya. “Ada apa ini? Mau nanya apa? Bapak lagi sibuk ini. Cepetan, ya.” “Saya, Pak, saya nomor satu.” “Ya. Apa?” “Mau nanya peluang yang basah tahun 2016 lahan apa?” “O jelas, buka warung.” “Di mana, Pak?”

PREDIKSI

“Di sini. Baik. Yang lain!” “Saya mau bisnis, bagusnya bisnis apa. Pak?” “Bisnis warung!” Bu Amat yang nguping ketawa. Amat menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang sama. Buka warung. Tapi anehnya semua men­ erima dengan serius. “Kamu yang terakhir, tak usah nanya, Bapak tahu kamu mau apa. Pokoknya buka warung, pasti sukses!” Terimakasih, Pak!” Amat masuk rumah kembali sambil tertawa. “Bener-bener tukang warung itu sudah meracuni orang, bilang Bapak sudah dapat wangsit, bisa meramal. Awas rasain sekarang!!” Sebaliknya Bu Amat cemas. Ia sudah sering melihat banyak mainmain jadi sungguhan. Tapi Amat menjamin tidak. “Sudah jelas kelima orang itu di­ suruh oleh tukang warung itu. Masak pertanyaannya sama. Dikasih jawa­ ban sama, kok semuanya puas!” Tapi seminggu kemudian kejadian lagi. Sejak subuh di depan rumah su­ dah menunggu tukang warung. Mu­ kanya kelihatan susah dan panik. Begitu Amat keluar mau jalanjalan, ia langsung curhat. *Pak Amat, katanya 2016 hoki, tapi kenapa saya bangkrut?”

“Bangkrut?” “Ya! Usaha yang bisa untung ce­ pat, apa Pak?” “Ya, buka warung!” “Tapi sudah 5 orang mau buka warung. Modalnya kuat. Ada beking­ nya juga. Saya pasti akan bangkrut. Tolong Pak Amat!l” Amat tidak terkejut. Ia yakin itu pasti lelucon lagi. “Baiknya saya kerja apa Pak Amat?” “Buka warung!” “Tapi .... .” “Buka warung!” Amat membentak. Tukang war­ ung tidak bertanya lagi. Dia terus pulang. “Warungnya yang tadinya mau ditutup, dibuka lagi,”kata Bu Amat, “tapi lima orang yang berkonsultasi itu juga semua buka warung. Sekarang di sekitar ini ada 6 warung, Pak!” Amat terkejut. Tiba-tiba dia merasa bersalah. “Tapi anehnya laku samua, Pak. Karena bersaing mereka jor-joran enak. Orang suka. Banyak karyawan makan di warung sekarang, jadi laku keras semua! “ “O, ya?” “Ya! Tapi jangan cuma ngasih. Jalan orang lain saja dong, bisnis yang basah untuk kita sendiri, apa Pak? Warung juga?”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budi­artha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Se­kretariat Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi ­Jakarta Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­ Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur

Penyerahan program kerja Kelompok Media Bali Post tahun 2016 dilaksanakan Sabtu (2/1). Penyerahan dilakukan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha kepada Penanggung jawab masing-masing media.

Kaja-Kelod Kami mendapat berita duka dari seorang teman. Suaminya meninggal dunia. Sebagai wujud keprihatinan dan menyampaikan salam duka cita, saya dan teman-teman pun berencana melayat ke rumah duka di Buleleng. Acara melayat kami laksanakan setelah acara kantor. Ada tiga mo­ bil yang berangkat. Saya berada di mobil ketiga alias terakhir. Jalanan agak macet karena ada evakuasi kendaraan yang masuk jurang. Macetnya jalan ini kami gunakan untuk mengawasi daerah sekitar, apalagi rombongan terpisah. Dua mobil pertama sudah lewat. Alamat yang diberikan sudah jelas, Banjar Kelod, Desa Busungbiu. Kami yang datang dari arah Utara terus saja melaju. Desa yang dituju

Ekspresso

pun sudah dekat. Seorang teman me­ nyarankan agar nanti bertanya saja. Kami yang ada di mobil setuju. Begitu memasuki desa Busungbiu, mobil terus melaju. Alasan kami, kalau namanya Banjar Kelod pasti di Selatan karena Selatan itu dalam bahasa Bali­ nya Kelod. Hingga hampir mendekati batas desa berikutnya, kami tak juga menemukan tanda-tanda nama Banjar Kelod. Saya pun turun di depan sebuah warung untuk menanyakan lokasi

Banjar Kelod. “Oh my God…ternyata baru sadar ini di Buleleng. Kelod itu Kaja. Niki Buleleng pak,” ujar saya kepada teman-teman sambil me­ nirukan penjelasan pemilik warung. Bagi masyarakat Buleleng, bagian gunung berada di Selatan sehingga itu dijadikan acuan hulu (duur) atau Kaja, sedangkan laut berada di Utara sebagai hilir (teben). Kami yang sudah melaju ke Selatan pun putar arah dan kembali ke Utara. Setelah bertanya sekali lagi, akhirnya kami menemukan rumah duka. Dua mobil yang tadinya bareng dengan kami sudah terparkir di sana. Kami yang datang paling belakang jadi bahan ledekan. Dewa Dita

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau meng­ asyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­Faksi­mile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. ­ Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar

Sudut Pandang

23

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Prioritaskan Keluarga dan Doakan Anak Sukses

Memasuki tahun 2016 sebagian orang sudah menetapkan resolusi yang akan dicapai, namun sebagian lagi memilih ‘mengalir seperti air’. Itu juga yang terjadi pada sebagian publik figur ke­ tika ditanya apakah memiliki resolusi tertentu di tahun 2016.

“S

aya nggak berani menetapkan bikin resolusi karena biasanya---yang sudah-sudah--semakin saya memiliki keinginan, sepertinya itu malah menjauh. Jadi saya kira tahun 2016 juga begitu. Lebih baik mengalir saja. Yang terpenting adalah berbuat yang terbaik, bekerja dengan baik, selebihnya biar Tuhan yang atur hasilnya akan seperti apa,” ungkap seorang artis. Becky Tumewu juga men­ gaku tidak mau muluk-muluk dalam menetapkan resolusi 2016.

Baginya asalkan segala yang dica­ pai pada 2015 lalu dapat terus dipertahankan, kalau mungkin bisa meningkat, dia sudah merasa sangat bersyukur. “Saya tidak mau muluk-muluk. Keinginan saya adalah mempertahankan dan memaintenance dengan baik apa yang sudah menjadi pencapaian saya di tahun sebelumnya. Itu saja yang saya kerjakan dengan baik. Selain itu, tahun 2016 saya akan semakin memprioritaskan keluarga,” un­ gkap pemeran film ‘Langit Biru’ yang kini menekuni sejumlah bisnis di antaranya restoran dan

Kuantitas Bagus Kualitas Menurun

Masyarakat Bali masih menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif. Sepan­ jang tahun 2015, sektor ini menjadi penggerak ekonomi. Bagaimana di tahun 2016? Apa yang mesti dibenahi? Prediksi pariwisata di ta­ hun 2016 tetap menggeliat. Namun, ada beberapa catatan. Menurut praktisi pariwisata Nyoman Sarjana, dari segi kuantitas, pariwisata masih bagus, namun, dari segi kuali­ tas menurun. “Pariwisata Bali sekarang bukan saja murah, tapi sudah murahan. Banyak yang datang berwisata ke Bali cuma kw. Artinya, bukan memberi manfaat kepada masyarakat Bali tapi malah Nyoman Sarjana menambah beban. Contohnya, ada wisatawan yang menipu, ada yang jadi guide liar,” ujar tokoh masyarakat Legian ini. Menurut mahasiswa Pascasarjana IHDN Denpasar ini, pem­ bangunan hotel sudah tidak sesuai dengan aturan sebelumnya. Sesuai aturan, lahan yang boleh dibangun hanya 40%, sedangkan, yang 60% untuk kebun. Tapi kenyataannya 100% malah menjadi bangunan. Akibatnya, belum lagi masalah air bawah tanah dan juga pemborosan untuk masyarakat. Pompa yang dipakai lebih besar. Listrik yang digunakan juga lebih besar. Ketua Akari Bali ini menegaskan, semestinya pariwisata menye­ jahterakan masyarakat. Namun, pariwisata hanya menguntungkan pemodal besar sedangkan masyarakat lokal hanya jadi penonton. Ia memberi contoh, kemacetan yang terjadi di Kuta. “Mengapa Kuta macet? Karena masyarakat Bali terlalu baik. Seharusnya jan­ gan berikan mobil pribadi masuk daerah wisata. Mobil wisatawan harus distop di Mengwi. Mereka menggunakan bus ke lokasi,” sarannya. Ia juga menegaskan, soal keamanan menjadi catatan. Jangan sampai bentrok antar warga lokal Bali justru mengganggu pari­ wisata Bali. Secara keseluruhan, ia optimis, pariwisata Bali semakin terus bergeliat. Asal, kekurangan dan kelemahannya dicarikan solusinya. –Wirati Astiti

kapanlagi.com

2

Becky Tumewu

Wulan Guritno

Venna Melinda

sekolah komunikasi ini. Saat ini, Becky yang namanya melejit lewat penampilannya di sinetron ‘Lenong Rumpi’, masih menjadi presenter, juga disibuk­ kan dengan mengelola bisnis restoran serta sekolah komu­ nikasi ‘Talk Inc’ “Saya sungguh bersyukur beberapa bisnis yang saya kelola berjalan dengan baik sepanjang tahun 2015, baik itu bisnis restoran maupun seko­ lah. Malah tahun 2016 ini kami berencana membuka beberapa cabang, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta. Mudah-mudahan tercapai, ya,” ungkapnya. Dirinya berharap agar tahun 2016 kondisi ekonomi menjadi jauh lebih baik. “Saya sangat berharap sekali tahun 2016 ada peruba­ han yang lebih baik dalam bidang ekonomi dan hukum. Saya kira ini merupakan harapan semua orang. Sekarang ini saya akui kondisinya lesu. Bayangkan saja, kalau kita saja bisa merasakan hal ini, bagaimana dengan masyarakat di bawah kita. Kita saja merasakan susah, apalagi mereka. Jadi saya berharap, pemer­ intah tolong lah hal ini diperhatikan. Jangan sampai masyarakat menjadi semakin susah,” ucapnya. Venna Melinda ketika dit­ anya resolusi 2016 mengungkap­ kan kalau dirinya akan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena dari pengalaman hidup­ nya, khususnya dalam tiga tahun terakhir, dia menemukan sebuah ‘resep’ bahwa kesuksesan hidup hanya jika kita bergantung kepada Tuhan, bukan kepada manusia, bukan kepada siapa pun, baik itu suami maupun anak.

saya jalani, ternyata saya bisa, dan alhamdulilah sampai saat ini saya baik-baik saja. Saya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, bergantung pada-Nya. Itu yang menguatkan saya. Jadi resolusi saya adalah, ‘hidup itu sukses ka­ lau kita hanya bergantung kepada Tuhan. Bukan kepada siapa pun, baik itu suami maupun anak. Kalau orangtua lain ya, karena beliau adalah ‘wakil Tuhan di dunia’, apalagi ibu. Jadi resolusi saya ke depan adalah semakin percaya diri bahwa semakin kita bergantung kepada Tuhan, Insya Allah kita selamat di dunia dan akhirat,” tandas Venna yang kini berkiprah sebagai wakil rakyat di DPR RI. Bagi Venna, capaian sukses adalah bukan berapa duit yang didapat atau jabatan apa yang raih, tapi bagaimana memaknai hidup ini di saat up and down. “Bahwa ketakutan-ketakutan itu tidak perlu karena kita mempunyai Tuhan. Jadi bagi saya itu resolusi terbesar di tahun 2015 yang baru bisa saya maknai ketika usia saya 43 tahun. Bahwa ternyata hidup ini simple, kok. Kalau kita hidup bergantung kepada Tuhan maka apapun yang kita inginkan akan diberikan. Baik itu rezeki, jodoh juga kasih sayang anak pada kita. Jadi sebenarnya sesederhana itu. Mendewakan manusia, termasuk mendewakan suami, yang akh­ irnya malah mengecewakan kita. Jadi kini saya sudah bisa memaknai apa yang terjadi dalam hidup saya, dan belajar dari saya. Itulah kesuksesan saya yang terbesar. Karena tidak semua orang bisa melakukannya, tidak semua orang bisa belajar dari kegagalannya,” tandas wanita cantik ini.

karena kesehatan anaknya yang kini semakin membaik. Anak Wulan, Jeremiah Alric Dimitri (4), beberapa waktu lalu diketahui mengidap penyakit langka, nephrotic syndrome dan harus menjalani perawatan khusus. “Alhamdulilah anak aku semakin membaik. Yang paling utama yang aku harapkan di tahun 2016 ini adalah pulihnya anakku. Aku berharap dia bisa clear 100 persen dari nephrotic syndrome,” kata peraih penghargaan MTV Indone­ sia Movie Award untuk kategori Artis Pendukung Terfavorit. Soal harapan lainnya, menurut Wulan, sebagai manusia tentunya dia punya banyak harapan di antaranya terkait dengan kari­ ernya di dunia perfilman. Bulan Februari 2016 ini, katanya film ‘I am Hope’ yang disutradarainya akan tayang. Dia sangat ber­ harap agar filmnya ini bisa men­ jadi inspirasi bagi banyak orang. “Film ini sangat inspiratif. Film ini terinspirasi dari gerakan sosial bernama Bracelet of Hope yang mendukung para pejuang kanker berserta keluarganya. Aku ingin agar film ini juga bisa memberi inspirasi dan harapan untuk para penderita kanker,” jelasnya. “Juga aku berharap film ini bakal tayang dan laku...hahahhaha,” ucapnya sembari tertawa. Soal harapan lainnya, kata Wu­ lan dia tidak mau yang muluk-mu­ luk. Yang penting banyak bersyu­ kur dan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. “Tahun 2015 aku dapat banyak sekali, baik itu yang aku harapkan maupun capaian yang diluar rencana. Tapi ada juga yang belum tercapai. Se­ bagai ibu, aku juga berharap anak aku, Shaloom yang sudah kelas 3 SMA dan akan segera kuliah bisa mendapat sekolah yang dia ingink­ an karena dia sudah bekerja keras untuk itu. Yang namanya seorang ibu, kalau berbicara , ya, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga memikirkan anaknya. Yang penting kita terus bersemangat menyambut 2016, dan itu akan memberi dampak yang baik bagi kita,” kata penerima penghar­ gaan Indonesia Movie Award 2012 ini. –Diana Runtu

SUKSES MELAWAN KETAKUTAN Banyak hanya yang dia telah capai sepanjang tahun 2015, dan Venna merasa sangat bersyukur. “Tapi yang terpenting bagi saya adalah berhasil melawan ketaku­ tan saya. Yakni, kalau dulu saya merasa tidak berani hidup sendiri, begitu tergantung pada orang lain. Berbagai kepahitan saya alami dalam pernikahan saya, tekanan psikis dll. Kemudian terjadi per­ ceraian. Awalnya saya merasa takut. Tapi tahun demi tahun

HARAP KESEMBUHAN ANAK Rasa syukur yang sama juga diungkap oleh Wulan Guritno, artis yang kini banyak berkiprah di dunia penyutradaraan dan produksi film. Banyak hal yang dia dapat di tahun 2015, baik itu sesuatu yang memang telah menjadi targetnya maupun capa­ ian yang diluar dugaan. Tapi satu hal yang membuat rasa syukur Wulan teramat sangat adalah


22

Sosialita

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Semua orang pernah bermimpi, semua orang juga boleh berangan-angan, bercita-cita dalam hidupnya. Anak-anak TK-SMP yang tergabung dalam Sanggar Lintang juga mempunyai mimpi. Mimpi anak-anak Sanggar Lintang yang terdiri dari Sinta, Agung, Jung Is, Cintia, Eka Putri, Saputri, Andin, Ayu, Yukmang, Evelin, Arum, Firman, Govinda, Tino dan Yosi dipentaskan Selasa (29/12) malam dalam rangkaian Denpasar Festival 2015. Saat itu, Sanggar Lintang yang dikoordinir oleh Mas Ruscitadewi mementaskan sebuah drama operet yang berjudul “Mimpiku”.

O

peret yang meramu kemampuan akting, gerak dan lagu ini berhasil menyedot perhatian penonton yang memadati panggung utama Denpasar Festival. “Mimpi” Sinta menjadi Wali Kota Denpasar mampu membius ratusan penonton anak-anak dan dewasa.

Mimpi Jadi Wali Kota Denpasar

Pementasan Operet “Mimpiku” di Denfest 2015

Operet dimulai dengan adegan belasan anak-anak bermain sambil bernyanyi. Mereka membuat lingkaran, ada yang menjadi kucing, ada yang menjadi tikus, mereka berkejar-kejaran. Tetapi Andin terjatuh, kakinya sakit, dia mengaduh dan menangis. Tangis Andin terdengar oleh Sinta, anak yang paling tua. Sinta bertanya pada anak-anak lain, “Kenapa Andin menangis, siapa yang membuat Andin menangis, siapa yang menginjak, siapa yang mendorong?” tanya Sinta. Tak ada yang mau mengaku. Anak-anak itu malah saling tuduh. Akhirnya, Cintia maju ke depan dan mengatakan bahwa mereka

semualah yang menyebabkan Andin terjatuh, mereka semualah yang membuat Andin kesakitan. Tetapi mereka tidak sengaja menginjak dan mendorong, hal itu terjadi karena tempat bermain mereka terlalu sempit. Anak-anak yang lain pun juga mengakui kesalahannya, tetapi mereka tidak sengaja. Anak-anak mengeluh sambil bernyanyi: “Sempit, tempat ini terlalu sempit, bikin kita jadi terjepit. Sempit, kota ini semakin sempit, hati ini ingin menjerit”. Sinta akhirnya mengerti dan tidak menyalahkan anak-anak yang lain, Andin jatuh karena tempat bermain mereka terlalu sempit. Agung dan teman-temannya

Anak-anak Teater Sanggar Lintang usai mementaskan Operet “Mimpiku” di Denfest

datang dan mengejek anak-anak yang lain yang mengatakan perlu tempat yang lebih luas untuk bermain. “Hahahaha… dasar kuno, dasar katrok, main sekarang tak perlu tempat luas, cukup dengan satu HP, kita bisa bermain dengan puas, menjelajah dunia, memasuki luar angkasa hahahaha..” kata Agung sambil bernyanyi diikuti oleh teman-temannya. Cintia sedih mendengar ejekan Agung. “ Yahhh, kalian kan anak orang kaya, kalian bisa beli HP, sedangkan kami? Jangankan beli HP, beli buku tulis saja tidak bisa,” keluh Cintia. Tetapi Jung Is, tidak menerima ejekan Agung. Kata Jung Is, walaupun mereka tak punya uang mereka juga bisa bersenangsenang, bisa bergembira, bermain bersama teman-teman. Sementara kalau main HP bisa lupa belajar, lupa segalanya. Agung tak mau disalahkan, kelompok Cintia juga tidak mau direndahkan. Mereka bertengkar, Sinta berusaha melerai dan mengajak kedua kelompok anak-anak itu untuk tidak bertengkar. Menurut Sinta berteman harus saling menyayangi, bukan saling ejek dan saling menyalahkan. Pakai HP boleh saja, pakailah HP untuk yang berguna. Sinta kemudian menasihati kedua kelompok anak-anak itu. “Kalau kita bersatu, semua pasti bisa kita wujudkan. Bertengkar dan saling ejek tak ada gunanya, itu hanya membuang-buang waktu. Yang miskin tak boleh menyerah,

yang kaya tidak boleh sombong. Yang kecil harus disayangi, yang lebih tua harus dihormati. Kita bisa punya tempat yang lebih lapang, kita bisa beli HP, kita bisa memiliki kota ini, kita bisa menguasai teknologi. Kita bisa semuanya….”. Sinta melamun. Dalam lamunannya Sinta seolah-olah melihat anak-anak yang menderita karena kehilangan orangtuanya. Sinta juga melihat orang-orang yang kejam yang menindas orang-orang yang tak berdaya. Sinta melamun menjadi seorang Wali Kota yang bisa melindungi semua warganya, bisa mengatasi semua masalah. Sinta menghibur warganya dan bernyanyi: “ Aku ibu Wali Kota, kalian semua adalah anak-anakku, semuanya milikmu, milik kalian, milik kita semua. Belajarlah dengan giat, raihlah cita-citamu, terbanglah…” Dalam angannya Sinta juga memberi pelajaran pada orang yang bersalah, bahkan dia bisa melenyapkan orang-orang keji dan jahat. Sinta tersadar kembali dari lamunannya, mimpinya menjadi Wali Kota Denpasar yang bisa mengatasi semuanya. Sinta merasa malu karena mimpi menjadi Wali Kota Denpasar, tetapi tidak bisa berbahasa Bali, makanya ia mencari Jung Is agar bisa bersama-sama belajar berbahasa Bali. Operet ditutup dengan menyanyikan lagu “Siki-Siki” bersama-sama. -Inten Indrawati

Kemeriahan Tahun Baru 2016 Perayaan malam tahun 2016 berlangsung semarak. “Perang” kembang api membuat langit seperti dihiasi lampu disko. Suara ledakan pun terdengar saling bersahutan. “Saya memilih tahuan baruan di rumah saja bersama anak dan keponakan. Kami manggang lalu bermain kembang api,” ujar Mahendra, seorang warga Denpasar.

Banyaknya orang yang memilih tahun baruan di rumah membuat jalanan di Kota Denpasar tak begitu ramai. “Kami pulang dari gereja, jalanan lancar. Mungkin semuia sudah mempersiapkan diri di rumah. Jalanan sepi tetapi petasan ramai,” ungkap Diana. Keesokan harinya, Diana dan keluarga jalan-jalan ke Kuta. Suasana Kuta masih ramai namun lalu lintas cukup lancar.

Pentas Malam Tahun Baru Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Ibu Dewi merayakan tahun baru dengan mengawal putri-putrinya pentas di banjar yang kebetulan ulang tahunnya bertepatan dengan malam tahun baru. Putri keduanya, Ayu pentas Tari Condong dan putri bungsunya ikut fashion show. Mulai pukul 15.00, Ayu sudah bersiap-siap untuk dirias. Maklum, karena pengisi acara khususnya tarian lumayan banyak, jadi para penari pun harus lebih awal dirias. Acara di Banjar Dajan Tangluk dimulai sekitar pukul 20.00 dan berakhir hingga pergantian tahun. Usai Ayu dan Andin pentas yang ditonton oleh orangtua, kakeknenek, dan kerabatnya, mereka makan bersama sembari menunggu pergantian tahun. Menjelang detikdetik pergantian tahun, mereka segera naik ke lantai dua untuk menyaksikan suara gemuruh dan indahnya sinar kembang api.

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

3

Made Robert & Made Ayu Dewi

Selamatkan Bali dengan Jadi Investor di Tanah Bali “Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Unit Atta Labeji Villas” Bagi sebagian orang, investasi masih dianggap sesuatu yang “mahal”. Mereka masih beranggapan bahwa hanya orangorang berduit yang bisa berinvestasi. Kehadiran Atta Labeji Villas yang me­ ngusung konsep “mepatung” telah menepis anggapan tersebut. Dengan konsep ini, bahkan anak-anak muda yang masih kuliah pun mampu menjadi investor.

“M

emang benar, karena hanya dengan Rp 12 juta, mereka sudah bisa memiliki atau menjadi owner villa. Dengan konsep mepatung yang merupakan konsep warisan leluhur masyarakat Bali, hal yang besar menjadi kecil. Dan kita semua bisa menjadi investor untuk mempertahankan tanah Bali,” ujar Made Robert, pendiri sekaligus konseptor Mesari Land dengan proyek villatel Villa Mesari dan BOS

Para Investor Atta Labeji Villas yang sudah menerima Surat Lot & Sudah melakukan Perjanjian Notariil

Land dengan proyek Atta Labeji Villas. Setelah sukses meluncurkan Villa Mesari yang berlokasi di daerah wisata eksotik Ubud Bali tahun 2013, Direktur Utama BOS Land ini, melalui BOS Land a Subsidiary of MESARI Land, pertengahan tahun 2015 meluncurkan kembali sebuah proyek villatel Atta Labeji Villas yang berlokasi di Desa Kenderan, Ubud, Bali. Dengan menjalankan misi “menyelamatkan Bali dengan berinvestasi di ta-

nah Bali”, masyarakat Bali mulai tergerak dan beberapa sudah bergabung sebagai investor. Marketing & Communication of Atta Labeji Villas sekaligus Komisaris Utama BOS Land, Made Ayu Dewi Saraswati mengatakan selama ini orang luar Bali bahkan orang luar negeri berlomba-lomba berinvestasi di Bali. “Kenapa kita orang Bali hanya menonton saja. Kenapa kita tidak ikut ambil bagian untuk menikmati kue pariwisata ini. Dengan berinvestasi di Atta

Labeji Villas, selain mendapatkan keuntungan, kita juga ikut menyelamatkan Bali dengan menjadi tuan rumah di tanah Bali,” ucapnya. Beberapa investor yang memutuskan bergabung di Atta Labeji Villas tentunya sudah mempertimbangkan banyak hal, salah satunya karena investasi yang berbasis kerakyatan ini sangat menguntungkan dan aman dari segi legalitasnya. Sehingga, siapa pun, khususnya orang Bali, sangat mungkin un-

tuk bisa menjadi investor maupun pemilik. Investasi cerdas di Atta Labeji Villas ini pun mendapatkan apresiasi besar saat dipresentasikan di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya beberapa waktu lalu. Bahkan beberapa dari investor mengungkapkan sangat memungkinkan jika proyek semacam ini dengan konsep mepatung, juga bisa dilakukan di luar Bali, karena hal ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat. -ten

Terobosan Investasi 100 % Uang Kembali di Tahun ke-10

Pentas Tari Condong

Pulang Pukul Tiga Pagi Kemeriahan perayaan Tahun Baru 2016 juga tampak di Mataram dan Lombok Barat. Ratusan ribu warga memenuhi di sepanjang jalan menuju kawasan Senggigi Lombok Barat sebagai salah satu pusat keramaian dalam merayakan tahun baru. Selain di Senggigi pusat perayaan tahun baru juga meriah di sepanjang Jalan Udayana Mataram. Banyaknya warga yang merayakan tahun baru membuat jalanan di Mataram dan arah Senggigi macet parah. Hal ini yang membuat banyak orang tiba di rumah pada dini hari, seperti Indras dan anakanaknya yang menikmati sajian unik pergelaran di Bandini Kofiie.”Saya tiba di rumah sekitar pukul tiga

dini hari. Terhalang macet yang luar biasa,” ungkap istri musisi Ary Juliyant ini yang tinggal di Montong Gunung Sari ini. Perayaan tahun baru yang terbilang unik dilakukan Bandini Koffie yang menampilkan selain grup 4 Peniti Bandung juga musik-musik tradisional. Tepat pukul 00.00 memasuki 1 Januari 2016, kembang api berpendar-pendar di langit Senggigi dan Udayana. Bunyi terompet tahun baru terdengar di mana-mana. Itulah pertanda dimulainya tahun 2016 dengan berbagai resolusi dari semua orang yang berharap kehidupan yang lebih baik dapat diraih di tahun ini. -Ngurah Budi/Inten Indrawati / Naniek I. Taufan

atta labeji villas masterplan

Beberapa keuntungan sebagai investor di Atta Labeji Villas, di antaranya, uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapat­kan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian

atta Labeji villas pool villa exterior couple

untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. “Klausa ini juga dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor bahkan telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris,” ujar Ayu Dewi Saraswati. Made Robert mengatakan, di zaman sekarang ini masyarakat harus memikirkan untuk memiliki investasi. “Boleh saja menjadi karyawan di pe-

atta labeji villas deluxeroom interior

rusahaan orang lain, tapi harus juga punya investasi untuk memiliki passive income. Belilah sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Berinvestasilah yang cerdas,” sarannya. Seperti, terobosan dan inovasi menguntungkan dan aman yang dilakukannya dalam proyek Atta Labeji Villas ini, diyakini akan mampu mengantarkan masyarakat Bali menuju kesejahteraan dan taraf hidup yang lebih baik. Karena dengan menjadi investor, masyarakat

Bali akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. “Hanya dengan Rp 12 juta, masyarakat sudah bisa menjadi owner villa. Saat ini senilai hanya Rp 12 juta, dan seiring waktu harganya pasti naik,” imbuh Made Ayu Dewi. Untuk itu, ia mengajak masyarakat yang belum bergabung menjadi investor, datang langsung ke kantor Bos Land, Jalan Tukad Pakerisan 79 Panjer Denpasar, telepon 0361- 4723260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten


4

Mandalika

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Kaleidoskop Kerjasama FPPI Bali dengan BNN

Resolusi 2016 Harapan untuk NTB Lebih Baik

dalam sejarah digabung menjadi satu even di Mataram, tahun mendatang dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Dan yang terpenting dari semua itu adalah agar segala bentuk kekerasan terhadap anakanak Indonesia khususnya lagi di NTB khususnya tidak terjadi lagi,” kata Nyayu. Untuk mewujudkan NTB bebas dari terjadinya kekerasan terhadap anak, maka ia dan Dewan Anak Kota Mataram serta lembaga lain yang konsen terhadap perlindungan anak-anak di NTB, mengajak peran serta semua lapisan masyarakat untuk ikut serta peduli dan melindungi anak-anak di mana pun dia berada. “Tanpa kepedulian semua orang, jelas perlindungan

terhadap anak-anak dari tindak kekerasan akan berat dilakukan. Karena itulah salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menekan angka kekerasan terhadap anak,” lanjutnya. Dalam dunia jurnalistik, Supriyanto Khafid, salah seorang wartawan senior di Nusa Tenggara Barat memiliki resolusi khusus bagi dunia jurnalistik di Bumi Gora. “Saya berharap adanya peningkatan pemberdayaan wartawan baik dari perusahaan tempatnya bekerja maupun pemerintah daerah. Media jangan hanya diharapkan dukungannya sebagai tim sukses. Mereka juga perlu penambahan wawasan untuk lebih tahu keadaan di dalam dan di luar daerahnya. Semoga tahun 2016, dunia jurnalistik NTB, baik wartawan maupun medianya semakin baik. Selain itu, harapan saya juga agar tidak bertambah banyaknya “pasukan bodrex” alias wartawan yang tidak jelas media dan beritanya. Dan semoga seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di NTB jangan takut terhadap mereka yang tidak jelas keberadaannya,” ungkap Supriyanto yang telah puluhan tahun menjadi wartawan ini, dengan tegas. Harapan ini tentu saja menjadi resolusi yang akan dibangun oleh Supriyanto karena ia memang sangat mengenal karakter dan dunia jurnalistik di daerah ini. -Naniek I. Taufan

dok. pribadi

dok. pribadi

“Good Morning. Good Morning NTB. Great and Wonderful. Happy New Year 2016. Jadilah Nusa Tenggara Barat yang lebih hebat dan luar biasa karena semua potensi untuk itu ada di NTB. Warm Regards.”

FPPI Kota Denpasar

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyrakat Ni Ketut Adi Liasdiani , S.K.M., M.H.P.,Ed

FPPI Kota Badung

Pembentukan Satgas Anti Narkoba kerjasama BNN dan FPPI Bali

Seminar BNN dan FPPI dengan kaum marjinal

Ketua FPPI Bali Eka Susilawati on air di RRI

21

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

I

Adhar Hakim

dok. pribadi

tulah kalimat pertama di pagi hari 1 Januari 2016, yang disampaikan Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Drs. Arif Wachjunadi, mantan Kapolda NTB dalam pesan singkat yang mengungkap tentang resolusinya di tahun 2016. NTB menjadi salah satu perhatiannya karena daerah ini menurutnya

memiliki nyaris semua potensi untuk bisa menjadi lebih baik. Jenderal bintang dua yang juga mantan Kapolda Bali ini memang selalu memberi perhatian pada setiap tempatnya pernah bertugas. Karena itu, meski kini ia menjadi Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Pengembangan (Asrena) yang bertugas di Mabes Polri, ia tidak pernah lupa memberi semangat pada wilayah yang telah memberinya banyak pengalaman dalam bertugas. Sampai-sampai resolusinya pun tidak melupakan daerah-daerah tersebut. Berbagai resolusi disampaikan oleh hampir semua kalangan dalam memasuki tahun 2016 ini. Harapan-harapan baik turut mengisi dan mewarnai datangnya tahun baru 2016 ini. Adhar Hakim, Ketua Ombudsman RI Perwakilan NTB, memiliki resolusi yang baginya mengalir saja. Namun ia ingin fokus dan lebih bersabar dalam mendorong perubahan karakter melayani bagi birokrasi. “Mendorong perubahan di Indonesia ini memang tidak gampang, karena lebih banyak ke-

Nyayu Ernawati

dok. pribadi

jahatan yang kompak sedangkan kebaikan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya Adhar yang juga mantan wartawan ini. Dalam bidang perlindungan anak, Nyayu Ernawati, yang selama ini aktif dalam perlindungan terhadap kekerasan yang kerap terjadi pada anak-anak NTB pun memiliki resolusi bagi kebaikan anak-anak NTB. Perempuan yang kerap dipanggil Bunda oleh anakanak di Dewan Anak Kota Mataram ini berharap bahwa Kongres dan Forum Anak Indonesia 2016, benar-benar terwujud dan pelaksanaannya di Mataram NTB. “Saya sangat berharap agar Kongres dan Forum Anak Indonesia 2016, yang untuk pertama kalinya

Supriyanto Khafid

dok. pribadi

Berolahraga sambil Berwisata FPPI menyanyikan Hymne dan Mars pada hari Ibu di Art Center

Kursus AC di Pusdiklat Jalan Tukad Batanghari Renon (8- 11 Desember) dilanjutkan kursus kulkas dan kompor gas (14-19 Desember)

Satgas Desa Singakerta Ubud

Bali Mars

Acara gosok gigi di SD Cipta Dharma

Kursus Salon gratis di Salon Agung

Kegiatan FPPI dan IWAPI di Beach Walk dlam rangha Hari Ibu 22 Desember

Kepala BNN Brigadir Jendral Polisi Drs. I Putu Gede Suatawa, S.H.

Satgas WHDI di Pererenan Canggu 20 Desember

Ketua KONI NTB, Andy Hadianto, menetapkan target-target dalam resolusinya memasuki tahun 2016. “Tahun 2016 akan menjadi tahun prestasi olahraga bagi Nusa Tenggara Barat,” ujarnya. Target yang yang akan dibuktikannya pada PON XIX/2016 di Jabar mendatang adalah dengan meraih sekurang-kurangnya/minimal 15 Medali Emas. Ia juga ingin mewujudkan tahun 2016 sebagai tahun event sport tourism dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berolahraga dan juga berolahraga sambil berwisata. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi

Kursus Komputer di BPLE Tiara Course

Kursus spa di Reeva Spa Padonan Canggu (17 - 20 Desember)

dok. pribadi

Ir. Budi Septiani

dok. pribadi

Ir. Husnanidiaty Nurdin. “Semoga tahun 2016 para penyuluh di NTB memiliki kepercayaan diri dalam mendampingi petani/nelayan karena kapasitasnya yang telah meningkat karena telah mendapat pelatihan-pelatihan,” katanya. Ia berharap bahwa Kelompok Tani yang didampingi juga menjadi mantap kelembagaan dan organisasinya sehingga bisa d i a r a h k a n u n t u k m en d a p a tkan dukungan dari perbankan sehigga dapat menjadi kelembagaan ekonomi. Selain itu ia ingin membangun sistem untuk pengendalian kegiatan berbasis

drg. Farida Istiarini, Sp.ort

NTB, Drs. Lalu Gita Aryadi, yang juga salah satu Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). memiliki resolusi yang sangat singkat namun penuh harapan. Bahwa di tahun 2016 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus mulai dibangun. “2016 adalah tahun fokus bukan lagi sejumlah daftar mimpi yang kualitatif dan sekedar wacana,” ujar mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, yang sukses dengan program sejuta wisatawan ini. Oleh karena kesuksesannya itu, ia bahkan dijuluki sebagai Mr. Visit. Selain itu resolusi disampaikan oleh Kepala Bakorluh NTB,

dok. pribadi

Ir. Husnanidiaty Nurdin

Andy Hadianto

Drs. Lalu Gita Aryadi

IT sampai ke tingkat yang paling bawah dengan memperkuat tim kerja Bakorluh NTB. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, dengan resolusinya mewujudkan NTB sebagai sumber bibit sapi Bali yang berkualitas dan pertumbuhan populasi ternak 10% serta bisa menciptakan sistem investasi bidang peternakan untuk sapi bibit dan sapi potong. “Selain itu saya ingin melanjutkan pembangunan pusat agroeduwisata dan teknopark di Banyumulek Lombok Barat. Selain itu ingin mengoptimalkan fungsi RPH dan mengembangkan kampung unggas di 10 kabupaten dan kota di NTB untuk mengurangi ketergantungan pasokan ayam lokal dari luar daerah,” katanya.

Ditutup oleh drg. Farida Istiarini, Sp.ort., Spesialis Orthodontis yang memiliki resolusi yang sama setiap tahunnya, yakni menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Yang memiliki rasa ikhlas pada dirinya. Berbagi setiap rezeki yang diberikan Sang Pencipta, dan tidak pernah meminta kembali apa yang sudah diberikan. “Jangan pernah berharap ada ganti saat kita memberikan sesuatu milik kita pada orang lain,” ujarnya. Menyangkut profesinya, dokter Farida ingin selalu memberikan pelayanan kesehatan di bidang orthodonti yang terbaik kepada masyarakat. “Saya juga ingin selalu meng-up grade ilmu baik di dalam maupun di luar negeri semoga ada rejeki dan kesempatan,” ujarnya. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Masidah & Menim

Mengais Rezeki di Pantai Kelui Sepanjang pantai Batu Layar, Senggigi, Kerandangan, Mangsit hingga Kelui, padat oleh pengunjung yang merayakan Tahun Baru 2016. Sebenarnya sejak liburan sekolah dua minggu lalu, pantai ini telah ramai oleh pengunjung yang berwisata. Hingga puncak keramaian itu dimulai sejak siang hari di pengujung tahun, tanggal 31 Desember 2015. Keramaian di sepanjang pantai-pantai ini berlangsung hingga beberapa hari setelah tahun baru, beberapa waktu sebelum masuk sekolah dan cuti bersama bagi pegawai dan karyawan.

D

i Pantai Kelui, Desa Kelui Kecamatan Pemenang Lombok Barat warga tumpah ruah. Begitu juga di Pantai Duduk, Dusun Duduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, warga berbondong-bondong menikmati suasana pantai mengisi liburan. Semakin banyak pengunjung di tepi pantai ini, membuat senyum

para ibu yang berjualan kopi dan berbagai makanan ringan, semakin lebar. Di tepi pantai Kelui Lombok Utara, Menim (40) tengah menghitung uang hasil penjualannya hari itu. “Lumayan bisa menambah uang belanja dapur,” ungkap perempuan yang tinggal di Desa Kelui itu. Tiap hari Minggu maupun hari libur, ia selalu menghabiskan waktu berjualan

kopi, teh dan makanan ringan di pantai yang banyak dikunjungi warga untuk berlibur itu. Meni tidak sendiri. Bersama puluhan orang rekan sesama ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Kelui, mereka mencari nafkah di tempat wisata ini. Mereka adalah ibu rumah tangga yang selalu memanfaatkan waktu libur bagi orang lain, sebagai waktu bekerja bagi mereka.

Inilah yang menjadi mata pencaharian bagi para ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Kelui dan sekitarnya juga ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar pantai Batu Layar, Senggigi, Mangsit dan lainnya yang memilih berjualan kopi dan makanan ringan. Bertahun-tahun sudah mereka menggeluti pekerjaan ini demi membantu suami yang rata-rata adalah nelayan atau bekerja sebagai satpam di hotel-hotel sekitar Senggigi. Hari Minggu dan libur, khususnya saat Lebaran Topat (lebaran khas masyarakat Sasak Lombok yang banyak dirayakan di sepanjang pantai) dan juga tahun baru seperti ini, adalah berkah yang tidak ternilai bagi mereka. Jika di hari Minggu dan hari libur biasa, mereka bisa mendapatkan keuntungan antara Rp 100 ribu-Rp 250 ribu sehari. Dan berkah itu bertambah menjadi berlipat-lipat pada saat perayaan Lebaran To-

pat dan Tahun Baru. “Dagangan saya bisa laku Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta,” ungkap Menim. Dan pada musim lebaran topat serta tahun baru, mereka bisa meraup untung hingga seminggu lamanya sepanjang keramaian berlangsung. Demikian pula dengan Masidah (45) yang juga merupakan warga Desa Kelui. Hari-harinya ia habiskan di tepi pantai ini dari pagi hingga sore hari. Keuntungan yang didapat ia gunakan untuk membiayai kehidupannya bersama anak-anaknya. “Ini saja yang bisa saya kerjakan selain seharihari di luar daripada hari Minggu dan hari libur, ya.. saya membantu orang-orang di kampung, mencuci dan menyeterika,” katanya. Selain mencuci dan menyeterika, mereka juga biasanya ikut bekerja sebagai buruh angkut pasir, bata dan lainnya pada proyek-proyek yang m e m b u t u h k a n t e n a g a mereka. -Naniek I. Taufan

Banyak Pengunjung Banyak Rezeki

Di Pantai Kelui ini, tidak hanya Masidah dan Menim yang bergantung hidup dari pekerjaan ini, melainkan puluhan ibu rumah tangga lainnya juga akan turun serentak berjualan khususnya di masa musim Lebaran Topat (seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri) dan Tahun Baru tiba. Wajah Masidah dan Menim sumringah tiap kali menghadapi tahun baru seperti ini. dagangan yang mereka jual juga volumenya bertambah hingga tiga kali

lipat. Selain itu, tidak jarang mereka menambah dagangan dengan berjualan nasi bungkus, sate hingga kelapa muda. Semangat mereka membuncah tiap kali pagi-pagi harus melangkahkan kaki ke tepi Pantai Kelui menanti para pembeli (orang-orang yang mandi di pantai tersebut) hingga akhirnya mereka akan kembali pulang ke rumah masing-masing membawa rezeki hari itu. Jika di Pantai Kelui para ibu

yang berjualan kopi dan makanan ringan ini akan kembali ke rumahnya di Desa Kelui seusai berjualan sore hari, lain lagi dengan para ibu yang berjualan di Pantai Duduk yang berada di Dusun Duduk Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Lombok Barat. Di sini para penjualan kopi dan makanan ringan bahkan berjualan 24 jam alias mereka berjualan sekaligus tinggal di tepi pantai dalam menjalankan usaha ini. Mereka tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari gedek-gedek sederhana. Mereka yang berjualan di Pantai Duduk hampir seluruhnya berasal dari Dusun Duduk, baik yang berjualan tidak tinggal maupun mereka yang langsung tinggal di areal tempat wisata ini. Mereka yang berjualan di Pantai Duduk ini memilih tinggal di tempat ini karena pengunjungnya terbilang relatif lebih ramai daripada Pantai Kelui. Bahkan menurut Fatimah banyak pengunjung yang da-

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Semarak Lomba Fashion Endek Antar Kepala Pasar Rakyat di Denfest 2015

Untuk terus dan lebih lagi memomulerkan produk tenun lokal, kain endek, Pemerintah Kota Denpasar selalu menampilkan endek dengan berbagai perkembangannya. Salah satunya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Denpasar, yang kembali menggelar Lomba Fashion Busana Kerja Endek antar Kepala Pasar Rakyat Indonesia se-Kota Denpasar, di ajang Denfest 2015, Selasa 29 Desember 2015, di areal Patung Catur Muka.

Para Pemenang Lomba Fashion Endek Tahun 2015

K

Fashion Show koleksi Rhea Cempaka

egiatan yang berlangsung di Panggung Utama dan bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan rasa cinta masyarakat Kota Denpasar terhadap tenun lokal Bali dan salah satu produk unggulan Kota Denpasar ini, juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Purnawati Geria didampingi Kadisperindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra. Kepala Disperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagangan IA Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Bina Usaha Perdagangan I Gst Ayu Laxmy Saraswati, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan lomba fashion busana

kerja ini, untuk memasyarakatkan endek dengan terus melaksanakan program promosi secara berkesinambungan sejak enam tahun silam.

Untuk melengkapi kemeriahan acara lomba fashion endek hari itu, kata Laxmy, juga ada persembahan fashion show oleh Duta Endek Kota Denpasa r, dengan balutan busana koleksi Rhea Cempaka dan Taksu Desain. Hair do & make up ditangani Jegeg Bali Salon, sepatu dan sandal dari Mega Collection dan aksesori dari Senaka Jewelry. Dayu Citra dan Laxmy yang hampir setiap tahun turun langsung menangani kegiatan fashion endek ini mengatakan jika tahun-

tahun sebelumnya juga sudah dilaksanakan di antaranya lomba untuk pegawai rumah sakit, perbankan, restoran, hotel dan LPD. Untuk kali ini, mereka juga melihat bahwa ke 16 pasang peserta lomba yang tampil dengan kain endek, meski bukan model profesional mampu hadir dengan cukup elegan, santai tapi juga modern. Mereka berhasil berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan menebar senyum sambil mempromosikan busana endek yang dikenakan. Sementara salah seorang de-

Dikatakan, sejalan dengan perkembangannya, setelah promosi,endek kini mulai digemari semua kalangan baik anakanak, remaja maupun dewasa bahkan orang tua. Kini banyak ditemui masyarakat menggunakan produk endek tidak hanya untuk kegiatan resmi, namun endek bisa dikenakan kapan saja baik ke sekolah, ke kantor atau untuk kegiatan sehari-hari. Untuk lomba kali ini, kata Gatra khusus menyasar para pengelola pasar yang juga tak terlepas dari program pasar rakyat yang menjalankan program revitalisasi untuk pembenahan. Karenanya, para kepala pasar ataupun para pengelola pasar juga diikutkan

Fashion Show Taksu Desain

dalam acara fashion endek ini, sehingga kedepannya endek bisa benar-benar berkibar sebagaimana tag line- nya yang dikenal selama ini, yang berarti bisa kita pakai kita gunakan, serta kita banggakan. “Jadi kalau dulu yang memakainya hanya kalangan orang tua, namun seiring perkembangan zaman, anak-anak, remaja, hingga dewasa sudah biasa mengenakannya. Bahkan tidak hanya di Bali akan tetapi di tingkat nasional maupun internasional sudah memakai endek,” papar Gatra. Keikutsertaan kepala pasar dan pengelola pasar dalam acara fashion endek ini, lanjutnya karena saat ini tengah digalakkannya keberadaan pasar rakyat dan ini juga merupakan sebuah momen untuk ikut memublikasikan pasar rakyat tersebut. Setelah lomba berlangsung dan tiga juri yang terdiri dari A. A Bagus Shambara dari Duta Endek Kota Denpasar, Desainer Tude Togog dan seorang model senior Bali, Corry Veronica berembug , maka pada Lomba Fashion Endek antar Kepala dan Pengelola Pasar tersebut, ditetapkan tiga pemenang, yang terdiri dari Juara I diraih oleh PD Pasar Kota Denpasar dengan total nilai 255. Juara II adalah Pasar Gunung Sari Pena-

Penasaran dengan Lomba Tahun Depan

tang malam hari sekedar untuk menongkrong dan mengobrol hingga malam hari. Untuk tinggal di lokasi yang kerap dijadikan pusat perayaan Lebaran Topat ini, mereka harus menyisihkan sumbangan ke masjid di desa mereka. “Tiap minggu kami menyisihkan untuk sumbangan ke masjid di kampung dan juga ada biaya listrik, keamanan dan lainnya,” ujar Fatimah salah seorang penjual makanan ringan di Pantai Duduk ini.

Ramainya para pengunjung yang datang berlibur ke pantai, membuat “bisnis” makanan ringan Menim, Masidah, Fatimah dan para ibu rumah tangga lainnya ini semakin banyak yang laku dan memberikan keuntungan lebih bagi mereka. “Di sinilah rezeki kami, bisa dapat lebih. Pengunjung yang banyak, rezeki kami juga banyak,” ujar Menim dan Masidah, sembari melayani para pembeli yang mengantri. -Naniek I. Taufan

5

sainer anggota Indonesia Fashion Chamber (IFC) Bali, Dewi Suarjani menyebut bahwa ide cemerlang yang digagas Rai D. Mantra bersama Ny. Selly D. Mantra tersebut adalah sebuah upaya yang sangat tepat dalam menjaga serta mengangkat kearifan lokal milik kita ini. Kegiatan ini juga, katanya dapat mengajak seluruh anggota masyarakat dari anak-anak hingga yang dewasa termasuk kalangan fashionistha bisa semakin mengapresiasi, mencintai dan pastinya menggunakan endek di berbagai kesempatan.

Sebagian undangan yang menyaksikan lomba

tih dengan nilai 240 dan sebagai Juara III terpilih Pasar Agung Peninjauan dengan nilai 225. Sementara, salah seorang juri fashion endek Veronika mengatakan, beberapa kriteria yang paling poin dalam lomba ini, yang pertama adalah keserasian sebab ini merupakan lomba fashion berpasangan. “Kami menilai keserasiannya secara menyeluruh. Kemudian yang kedua, kami melihat model yang nyaman, begitu juga komposisi warna serta coraknya. Harus pas dengan citra busana endek itu sebagai busana kerja, dan yang terakhir adalah penampilan, total look mereka di atas panggung,” terang Veronika. Lebih lanjut Dayu Citra mengharapkan dengan adanya kegiatan lomba fashion endek serta persembahan pagelaran berbahan produk budaya kreatif Kota Denpasar lainnya, ini dapat berkembang secara berkelanjutan. Hal ini tentunya dengan semakin seringnya pemakaian kain endek dalam kesempatan baik formal maupun non formal, yang didukung dengan beragam desain dan motif yang up to date sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. –ard

Endek yang dulunya hanya memiliki kekhasan warna, kini telah berkembang dengan berbagai ra­ gam corak, warna, mo­tif dan gaya. Hal ini tidak terlepas dari Juri, Veronika dan Agung Shambara upaya Pemkot untuk mengangkat produk lokal ini dan semakin berkibar di dunia fashion tidak salah pula jika Denpasar men- dan dalam berbagai ajang lokal jadikan produk tenun ikat endek maupun nasional. Ia pun merasa ini sebagai produk unggulan masa penasaran dan ingin tahu tahun depan. Apalagi kini, endek yang depan lomba endek untuk kalangan dikenal sebagai salah satu ikon Bali mana lagi. -ard


6

Inspirasi

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Dewa Sugama, Timo, dan Adrian

Musik lebih Variatif

Selama ini Dewa Sugama sering tampil solo saat di panggung. Namun, beberapa event belakangan ini, ia kerap tampil bertiga. Dua partnernya adalah Timotius Imannuel Harwanto dan Carolus Adrian Sambang. Timo sebagai peniup saksofon sedangkan Adrian pemain keyboard. Bagaimana Dewa Sugama bisa menggaet dua musisi muda ini dan apa proyek mereka berikutnya?

B

erawal dari lomba band yang diadakan salah satu BUMN, Dewa Sugama menemukan talenta muda di bidang musik. “Saya lihat Timo bermain saksofon dengan baik. Ia juga mau banyak belajar. Saya langsung minta nomor ponselnya dan mengajak ia bergabung dengan saya,” kenang Dewa Sugama yang saat itu menjadi juri. Timo yang meraih predikat best saksofon player tentu saja gembira ketika diajak bergabung dengan Dewa Sugama. “Saya sering dengar namanya. Senang sekali bisa diajak main musik bareng,” ujar siswa kelas XII SMA Santo Yoseph Denpasar yang bandnya “Before Sunday” meraih juara 3 di lomba band tersebut.

Mozaik

Pemutaran film berjudul ‘Ngenest’ atau Ngetawain Hidup ala Ernest Prakasa melengkapi sederet industri film Indonesia bergenre drama komedi lain seperti The Tarix Jabrix, Cinta Brontosurus dan Kukejar Cinta ke Nege­ri Cina. Film ini menceritakan tentang kisah Ernest bersama sahabatnya Patrick yang sejak kecil selalu dibully karena keturunan Tionghoa.

E

Timo mengaku baru dua tahun belakangan bermain saksofon, sebelumnya ia pemain gitar. Ia mendapat arahan dari ayahnya untuk bermain saksofon. Salah satu alasan ayahnya, pemain saksofon sangat jarang. Peluang untuk berkarier sebagai pemain saksofon sangat terbuka. Kini putra pasangan Bambang Meidianto dan Ester T. Sri Harwati ini punya jadwal tampil regular di Hotel Puri Santrian dan Krisna Gallery. Banyak hal yang diperoleh Timo sebagai pemain saksofon. Ia merasa nyaman saat meniup alat ini. Bermain saksofon juga bagus untuk kesehatan terutama pernapasan. Tamat SMA, Timo berencana mencari sekolah music di Jerman untuk memperdalam ilmu saksofon. Selanjutnya ia ingin membuka sekolah musik. AJAK ADIK KELAS Kolaborasi Dewa Sugama dan Timo yang berawal dari pertemuan di lomba band ini akhirnya terwujud. Uniknya, mereka tak pernah latihan bareng. “Saya hanya memberitahu lagu dan kunci serta patern yang biasa saya mainkan. Ternyata Timo bisa memahami apa yang saya maksid. Dia mau belajar dan saya

Dari kiri: Adrian, Timo, dan Dewa Sugama

senang dengan anak muda seperti ini,” ujar pria bernama lengkap Dewa Gede Dana Sugama ini. Dewa Sugama yang beraliran pop bertemu Timo yang beraliran jazz melahirkan musik yang variatif. Namun, keduanya merasa masih ada yang kurang. Mereka lalu mencari pemain keyboard. Timo lalu merekomendasikan Adrian, adik kelas sekaligus temannya di “Before Sunday”. “Sebelum ikut lomba band, saya dengar ada adik kelas bisa main keyboard. Saya cari dan ajak bergabung. Ternyata Adrian mau. Ketika Dewa Sugama mencari pemain keyboard, saya langsung rekomendasikan, dan disetujui,” kenang Timo yang lahir 23 Juni 1997 ini. Adrian sendiri sudah belajar keyboard sejak kelas 4 SD. Ia banyak mendapat dorongan dari oprangtuanya (Henbertus Sambang dan Rosa Budhi Roshinta Deasi). “Sejak kecil saya sudah belajar main organ karena dengan muasai organ bisa menjadi media untuk berdoa kepada Tuhan. Saya sering main organ di gereja,” ungkap remaja kelahiran 3 Juni 2000 ini. Ketika diajak bergabung dengan Dewa Sugama dain Timo,

Adrian juga senang. Ia mendapat banyak pengalaman. Selama ini dirinya bermain di gereja dan ikut lomba band. Tetapi, dengan Dewa dan Timo, mereka bisa tampil di depan publik. Tampilan perdana ketiga musisi ini di acara Jalan Sehat Coolant Star Fruit yang diadakan di Renon, Minggu 20 Desember 2015. “Timo dan Adrian bukan pengiring saya. Mereka adalah partner saya. Kami memiliki posisi yang sama. Kami mengusung musik karena kami cinta musik. Kolaborasi gitar, saksofon, dan keyboard menjadikan musik kami lebih variatif,” tegas suami Gusti Ayu Wulandari dan ayah dari I Dewa Ayu Alindya Nada Sugama ini. Ia juga menegaskan semuanya boleh berimprovisasi di panggung agar bisa menghibur penonton. Soal nama, Dewa Sugama menolak dikatakan band ini sebagai Dewa Sugama and Friends. Ia lebih

suka menyebut ini adalah band Dewa Sugama, Timo, dan Adrian. Ke depan, mereka berencana akan membuat band dengan format lengkap. Salah satu kemungkinan adalah menggabungkan Dewa Sugama dengan Before Sunday sehingga namanya menjadi “Dewa Sugama Before Sunday”. Pria yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana ini berkelakar, kalau ada yang bertanya apa yang dilakukan Dewa Sugama before Sunday, jawabannya adalah bermain musik. Timo dan Adrian yang mulai menapak karier di dunia musik berharap teman-teman remaja yang punya kelebihan atau hobi, silakan mengembangkan diri. Namun, hal terpenting adalah tetap belajar dan tidak sombong. “Kami ingin membuat orang lain bahagia dengan musik yang kami mainkan,” ujar Timo dan Adrian kompak. –Ngurah Budi

Dewa Sugama, Timo, dan Adrian sebelum tampil di salah satu acara di Hotel Nikki Denpasar

19

Kedatangan Artis Tingkatkan Jumlah Penonton

rnest Prakarsa selaku pemeran utama sekaligus suradara film berjudul ‘Ngenest’ ini mempunyai ide inspiratif membawa pesan harmonisasi dalam kehidupan Dewa Sugama, Timo, dan Adrian saat tampil di acara Jalan Sehat Coolant Star Fruit di Renon

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

bermasyarakat menyampaikan ilustrasi diskrimasi melalui komedi terbuka yang dikemas apik dari karya trilogi buku best seller yang pernah dibuat. “Kisah ini sebagian besar sengaja dibuat banyak melibatkan

berbagai pihak mulai budayawan, penyanyi, youtubers, komika, serta aktor profesional dan berbakat menciptakan spirit cerita kadang hidup perlu ditertawakan berkonsep drama komedi yang bisa ditonton semua usia,” jelas

Ernest, Selasa (29/12) di Tunjungan 21, Mall Tunjungan Plaza Surabaya. Santoso, Manager Bioskop Tunjungan 21, Mall TP Surabaya, menambahkan kedatangan artis pembuat film Indonesia se-

cara tidak langsung memberikan dampak positif naiknya angka kunjungan penonton. “Kalau di hari biasa sekitar 800 orang menikmati pemutaran film yang sedang trend. Kalau mendatangkan artisnya, jumlah penonton bisa sampai dua kali lipatnya. Satu diantaranya film judul ‘Ngenest’ ini sudah habis dipesan dari kapasitas 200 tempat duduk dan 160 untuk dua studio. Otomatis lonjakan juga berdampak kepada pengunjung yang hanya sekadar lewat ikut masuk melihat keramaian terjadi di bioskop tunjungan 21 ingin mengetahui bertemu langsung para pemain film,” paparnya. Ia juga mengamati banyak yang memanfaatkan libur panjang Natal dan Tahun Baru dengan menonton bareng teman dan keluarga. -Romadhona Yulian

Peluang Bisnis Telur Puyuh Telur puyuh memang berukuran kecil, namun sering diburu. Telur yang konon banyak mengandung gizi dan kaya manfaat ini seringkali diburu oleh ibu-ibu untuk dijadikan bahan hidangan kuliner yang lezat. Tak hanya telur, daging burung puyuh yang sudah afkir pun bisa disulap menjadi sajian yang tak kalah enaknya. Bagi peternak burung puyuh, prospek dan peluang usaha budidaya burung ini tak pernah surut. Tiap hari permintaan telur, daging bahkan kotoran puyuh pun terus meningkat. Burung puyuh yang dibudidayakan untuk diambil telurnya biasanya ada tiga jenis, yaitu puyuh putih, puyuh hitam atau biasa dikenal dengan bangkok lokal atau peksi, dan yang terakhir adalah puyuh emas atau biasa dikenal sebagai puyuh solo lokal. “Puyuh bangkok lokal memiliki badan yang lebih besar dengan warna dominasinya adalah hitam, sedangkan puyuh emas badan tidak terlalu besar, dengan warna dominasi kuning kecoklatan,” ungkap Mukodas peternak burung puyuh asal Kauman, Ponorogo. Menurut Mukodas, dari tiga jenis tersebut terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk puyuh emas, memiliki

kelebihan dia lebih tahan terhadap serangan virus dan penyakit, untuk produksinya standar yaitu 95 persen. Untuk ukuran telur yang dihasilkan lebih kecil daripada puyuh bangkok lokal. Sedangkan puyuh bangkok lokal memang memiliki ukuran telur yang lebih besar, namun puyuh jenis ini dalam mengonsumsi makanannya lebih banyak dan boros jika dibanding puyuh emas. Kalau puyuh putih, sebenarnya sudah maksimal dari segi produksi dan konsumsi yang tidak boros, namun puyuh jenis ini ternyata cukup rentan terhadap penyakit. “Saya beternak burung puyuh sejak tahun 2000, dan sudah mencoba berbagai jenis puyuh yang beredar di kalangan peternak, namun pada lima tahun terakhir saya memfokuskan diri pada jenis puyuh solo lokal. Jenis puyuh ini sangat ideal buat peternak, dan jenis ini cukup populer di tengah masyarakat di pulau Jawa hingga Sumatera.” tambahnya. Saat ini dari peternak puyuh milik Mukodas, sudah sekitar 60.000 butir telur puyuh dikeluarkan per minggu untuk memenuhi permintaan pasar di Jawa dan Sumatera. Untuk mencukupi permintaan pasar yang terus meningkat, Mukodas

Kandang ternak puyuh

bekerja sama dengan peternak puyuh yang masih skala kecil di sekitar tempatnya. “Tak hanya permintaan telur yang terus meningkat tiap harinya, permintaan burung puyuh yang sudah afkir pun turut meningkat. Selain itu, kerap para petani melon atau bawang merah datang ke tempat saya untuk membeli kotoran puyuh untuk dijadikan pupuk organik. Hampir semua yang ada di farm puyuh tidak ada yang terbuang sia-sia.” paparnya. “Bagi peternak pemula yang ingin mencoba peluang dengan wirausaha ternak puyuh, saya menyediakan paket puyuh dari mulai kapasitas 1.000 hingga 5.000 ekor. Untuk paket ini peternak pemula tak perlu khawatir bagaimana proses membuat kandangnya. Karena untuk paket sudah lengkap dengan kandang, pakan, obat-obatan untuk puyuh dan panduan gratis tiap hari, jika peternak menemui kendala,” terangnya. Untuk proses kandangnya, Mukodas menggunakan kandang sistem battery, sistem ini menurutnya lebih memudahkan peternak dalam merawat burung puyuh dibanding sistem litter atau koloni. Untuk sistem koloni, digunakan Mukodas hanya un-

Telur puyuh

tuk proses pembesaran burung puyuh. Sistem battery lebih mudah dibersihkan, dan cukup mudah memanen telurnya. Ransum atau pakan puyuh bisa menggunakan murni dari pabrik yang bisa didapatkan dengan mudah di toko pakan atau peternak besar. Atau, juga bisa menggunakan pakan campuran dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurut Mukodas harga telur saat ini sangat fluktuatif dan berubah-ubah mengikuti grafik harga pakan. Harga telur perbutir dari peternak biasanya dari Rp 150–170. Untuk harga puyuh usia 0–20 hari sekitar Rp 2000 sedangkan harga per ekor puyuh emas usia siap produk, antara Rp 5.500–5.700. -Dinar Perdana


18

Kreasi

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

I Gu sti N g u rah P e rtu A gung

Mendalami Filosofi Hindu Menyimak Rahasia Kesenian Bali Sebagai seniman Bali, I Gusti Ngurah Pertu Agung tak hanya puas dengan kemampuan menari ataupun menggarap sebuah tari baru. Pria kelahiran Banjar Tegaltamu, Batubulan, Gianyar, 4 September 1977 ini ingin menyelami dan menyimak rahasia kesenian Bali yang sudah terkenal ke seantero jagat raya ini. “Seniman Bali mesti memahami roh dari kesenian itu sendiri, sehingga mampu menjawab tantangan yang ada,” katanya.

G

ung Pertu menuturkan berkesenian di Bali adalah sebuah persembahan, dan persembahan seorang seniman adalah berkesenian. Maka berkesenian itu tidak hanya bicara estetika dan seni, tetapi ada filosofi yang membuatnya menjadi lebih sempurna. “Karena itu, saya melanjutkan kuliah di IHDN Denpasar setelah tamat di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar,” ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Batubulan ini. Menurut pria ramah yang hobi musik, tari, sastra, lukis, kriya dan olah raga itu seniman yang lahir ataupun menggeluti kesenian Bali, hendaknya mampu mengambil

peran sebagai dokter sosial untuk menjawab permasalahan sosial masyarakat terutama dalam agama dan budaya. “Salah satu caranya dengan mempelajari rahasia kesenian Bali yang rohnya adalah filosifi Hindu,” tegas penyiar radio ini kalem. Gung Pertu yang kini menjadi Dosen di Fakultas Dharma Duta, Prodi Komunikasi dan Penerangan Agama IHDN Denpasar itu mengatakan, berkesenian sebagai bagian dari budaya dan budaya Bali rohnya ada pada Agama Hindu, sudah terbukti mampu membahasakan dengan logis dan menjawab tantangan seni yang ada. “Oleh karena itu, saya tidak pernah

Membaca lontar

berhenti berkreativitas dalam seni sampai saat ini,” imbuh Gung Pertu yang aktif dalam berbagai organisasi ini. Suami dari Drg. I Gusti Agung Dyah Ambarawati, S.KG ini memiliki aktivitas seni yang selalu membuat hidupnya lebih bermanfaat. Beberapa diantaranya menegelola Sanggar Kori Agung yang memberikan pelatihan seni tari, tabuh, dan sastra bertempat di Puri Agung Tegaltamu, mengelola Seni Sangging Barong dan Seni Tari Sakral Bali di bawah bendera GOAK Tegaltamu, dan sebagai Ketua Sanggar Keroncong Saraswati. Mahasiswa S3 Program Pasca Sarjana IHDN Denpasar yang konsentrasi pada Ilmu Agama

Berbagi di Sanggar

Aktivitas Sanggar Kori Agung

Mewujudkan anak-anak yang berdas dan berbudaya jangan hanya sebatas wacana. Perlu sebuah tindakan nyata. Seniman serba bisa bernama I Gusti Ngurah Pertu Agung tak hanya memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk dirinya sendiri, melainkan juga kepada orang lain. Melalui wadah sosial berupa sanggar seni, ia berbagi ilmu sebagai upaya menciptakan

lingkungan yang baik. Sanggar Kori Agung adalah nama sekolah nonformal tempat Gung Pertu membagikan ilmu yang dimiliki. Berbagai seni tradisional juga modern yang dipercaya dapat menguatkan karakter anak dilatih di sana. Tak hanya berupa senbi tari, tetapi ada seni tari, tabuh, sastra, lukis, dan kriya. “Saya mengambil peran sebagai dokter sosial

untuk menjawab permasalahan di masyarakat terutama dalam agama dan budaya,” katanya. Selain anak-anak, kegiatan sanggar ini juga juga melibatkan para remaja dalam bidang seni tari tabuh, sastra Bali dan juga seni pahat topeng serta seni suara. “Saya lebih fokus kepada anak anak dan remaja, sebab masa anak anak adalah masa dimana mereka harus lebih diberikan kesempatan bermain dan belajar dengan riang dan tanpa beban. Hanya seni bisa melakukan itu,” ucapnya. Lewat seni ini, Gung Pertu berharap anak-anak tidak akan merasa terpenjara kekanak kanakannya karena alasan pintar secara akademis tetapi miskin budaya dan kehilangan masa riangnya. Dengan bermain dalam budaya dalam seni, kami berharap bisa mengasah budi dan membentuk karakter yang membumi untuk kehidupan generasi yang lebih baik. Hal tersebut juga berlaku untuk para remaja. Mendapat kesempatan yang sama, mereka bisa lebih mengaplikasikan

juga masih dipercaya untuk tampil menari dalam panggung. Ia pernah mengikuti lawatan

ke luar negeri baik dalam ajang festival ataupun eksebisi seni seperti Jepang, China, Taiwan, India, Singapura, Eropah dan terakhir ke Bulgaria dalam festival budaya se-Eropa Timur. Tak hanya itu, olah vokal yang dimilikinya membuat dirinya sikbuk dalam garapan seni bersama Sanggar Cahya Art Denpasar sebagai penggarap narasi drama dengan tema klasik dan spiritual. Ia juga menggeluti dunia film dengan ide-ide sederhana dengan tema komedi dan dokumenter. “Jika ada masyarakat yang menanggap, saya juga masih aktif menari topeng dan mendalang,” pungkasnya. -Darsana

Melukis

energy dan sikap emosi mereka yang bisa dibilang masih sangat labil. Dengan diberikan peluang berkesenian dan membentuk komunitasnya dengan agenda yang jelas, maka kegiatan kegiatan yang kurang baik bisa dihindari. Fasilitas untuk memainkan gambelan, terus belajar menari barong yang sedang marak saat ini pasti bisa membantu para remaja dalam menyalurkan minat dan bakatnya. Termasuk juga diberikan kesempatan belajar bagaimana membuat topeng

Pertu Agung dan istri

barong dan sekaligus membentuk barong itu sendiri. “Apalagi dilibatkan dalam kegiatan sakralisasi barong dihapkan mereka bisa paham sebuah budaya yang membangun keunikan Bali,” paparnya. Saat ini Sanggar Kori Agung memiliki sekitar 30 peserta yang terdiri dari 20 peserta anakanak setingkat SD dan sekitar 10 remaja yang masih aktif menimba ilmu seni di sanggar itu. Dalam menungkan ilmu, Gung Pertu dibantu oleh istri dan sekitar 5 orang guru yang merupakan tamatan ISI Denpasar dan IHDN Denpasar. Untuk para manula, Gung Pertu menyiapkan wadah keroncong Sarawati. Musik ini dibangun untuk memberikan ruang kepada para sepuh untuk bermain main nada dalam lagu sebulan sekali. “Kami tidak meminta iuran, tetapi semua kegiatan ini kami bangun dalam wisata puri untuk kebutuhan pariwisata budaya, yang juga memberikan penghasilan buat anakanak dan masyarakat yang terlibat,” imbuhnya. -Darsana

Life

Story

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

7

Dari Kekeringan Jadi Surplus Ulang tahun ke-57 Provinsi Nusa Tenggara Barat, membuka kembali kenangan Dr. Hj. Siti Maryam Muhammad Salahuddin, salah seorang tokoh NTB yang kini telah sepuh. Di tahun 1966 di balik kemudi mobil yang mogok di tengah jalan, Siti Maryam membuat was-was empat orang rekannya sesama pejabat yang menumpang mobil tersebut. Sekretaris Daerah NTB waktu itu, Abdurrahim, S.H, dan tiga lainnya H. Jalaluddin, S.H., Drs. L. Syukri dan Drs. L. Yusuf.

S

ebagai daerah yang tengah membangun, waktu itu NTB belum memiliki banyak fasilitas bagi para pejabatnya. Jangankan ajudan, menyupir saja kerapkali dilakukan sendiri oleh para pejabat. Waktu itu mereka tengah melakukan perjalanan meninjau Lombok Selatan sebagai daerah miskin yang masyarakatnya kerap dilanda kelaparan. Namun, di tengah jalan mobil mogok dan harus ada yang mendorongnya. Tidak ada pilihan lain, tiga laki-laki mengambil posisi mendorong dan Siti Maryam berada di belakang kemudi. Di saat yang tepat, usaha ke empat pejabat ini berhasil dan Siti Maryam mengendalikan mobil itu dengan baik sembari tertawa terpingkal-pingkal melihat para pejabat ini lari mengejarnya. Mereka mengira jika Siti Maryam tidak bisa mengemudi. Ia terus melajukan jip tersebut yang membuat para pejabat lainnya semakin panik. Beberapa saat kemudian dengan cekatan ia menginjak rem dan menghentikan laju mobil dengan mulus. Ia turun dari mobil sambil tersenyum dan berkata, “Sejak tahun 1957 saya sudah memiliki SIM,” ujarnya disambut lega rekan-rekan kerjanya yang masih ngos-ngosan. Siti Maryam memang telah terbiasa menyetir mobil sendiri ketika kuliah di Jakarta. Ia mengaku memang sengaja tak ingin mengatakannya, sekaligus ingin “mencandai” para pejabat tersebut. Perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak pernah dilupakannya. Kepergian mereka ke Lombok Selatan bukanlah untuk berlibur. Meski di tengah perjalanan mereka tertawa-tawa dengan kejadian yang baru saja mereka alami, para pejabat ini sebenarnya berada dalam keadaan sedih. Perjalanan ini adalah tugas dinas yang “genting”. Betapa tidak. Pada tahun 1960-an, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat miris menyaksikan kelaparan yang melanda masyarakat di Lombok Selatan. Ancaman kelaparan terus melanda daerah kering ini. Tidak kurang dari lima tahun berturutturut hingga tahun 1965, Lombok Selatan layu karena kelaparan. Peristiwa yang paling menghantam rasa kemanusiaan adalah kejadian di tahun 1966. Kelaparan di Lombok Selatan menyebabkan ratusan orang korban meninggal

Dr. Hj. Siti Maryam

dunia. “Mencuatnya kelaparan tersebut sempat menjadi isu nasional,” kenang Siti Maryam yang kala itu menjabat sebagai Kepala Biro DPRGR Setda NTB. Kekeringan berkepanjangan yang melanda Lombok Selatan waktu itu mengakibatkan ratusan ribu lahan pertanian gagal panen. Petani kehilangan mata pencaharian dan akibatnya tak ada lagi persediaan makanan untuk masyarakat. Lombok Selatan memang dikenal sebagai daerah kering kerontang dengan tanah keras berbatu, yang membuat masyarakat tak bisa bercocok tanam. Lombok Selatan menjadi daerah paling kritis saat itu, yang menyebabkan daerah ini kerap dilanda kelaparan. “Seperti sebuah siklus, kelaparan di Lombok Selatan telah terjadi sejak zaman Belanda menduduki Pulau Lombok,” kata

Siti Maryam. Kondisi ini membuat pemerintah daerah mulai berpikir untuk membebaskan masyarakat Lombok Selatan dari kelaparan yang terus melanda. Pemerintah Daerah NTB, saat itu di bawah kepemimpinan H. Gatot Suherman, lalu serius mencari jalan keluar agar kelaparan di daerah ini berakhir. “Segera diambil tindakan darurat saat itu,” kata Siti Maryam. Sebelumnya, upaya melawan kekeringan dan ancaman kelaparan dilakukan dengan menggelar sebuah operasi bernama “Operasi Penanggulangan Lombok Selatan”. Upaya ini gagal. Namun tidak membuat Pemerintah Daerah NTB patah arang, meski di era kepemimpinan Gubernur Wasita Kusumah, upaya serupa yakni “Operasi Penanggulangan Wijaya Kusuma”, hasilnya juga tidak menuntaskan kelaparan di Lombok Selatan. Keseriusan Pemerintah Daerah NTB menyelamatkan Lombok Selatan dari ancaman kelaparan terus dilakukan dengan berbagai upaya. Akhirnya ditemukan solusi gemilang menangani kekeringan dan kelaparan di Lombok Selatan. Para pejabat NTB melakukan peninjauan ke lokasi-lokasi kekeringan dan kelaparan di Lombok Selatan dan segera mengambil tindakan. Tiba di Lombok Selatan, Siti Maryam sangat terpukul menyaksikan kondisi masyarakatnya. Bencana kekeringan dan kelaparan di Lombok Selatan kala itu seolah-olah tak mungkin bisa ditanggulangi. Bukan saja di daerah ini sangat sedikit curah hujannya, namun tanah persawahan di sana kering membatu sepan-

Siti Maryam (dua dari kiri), bersama rekan sesama pejabat di NTB, tahun 1966

jang tahun. Biasanya, para petani menggunakan pacul untuk mengolah lahan. Tetapi masyarakat di Lombok Selatan memakai linggis untuk mengatasi lahan berbatu dan tanah keras yang retak-retak karena kekeringan. Siti Maryam ikut aktif ambil bagian menanggulangi kelaparan di Lombok Selatan. Pemerintah Daerah NTB, sejak Gubernur R.A.A Ruslan Cakraningrat, Wasita Kusumah hingga Gatot Suherman tak henti-hentinya mencari jalan keluar terbaik menyelamatkan masyarakat Lombok Selatan. Bahkan Presiden Suharto pun secara khusus memberi perhatian dengan memerintahkan para ahli pertanian menanggulangi bencana kekeringan di NTB. GOTONG ROYONG TANAM PADI Di bawah pimpinan Solichin, G. P, para ahli yang didatangkan ke NTB melakukan penelitian hingga akhirnya menemukan bibit padi yang tahan dan dapat tumbuh di lahan kering yang tak banyak air. Bibit ini diberi nama padi Gogo Rancah (Gora) dan bisa dengan cepat tumbuh di lahan kering. Gogo adalah sebutan untuk padi yang dapat tumbuh di ladang, sedangkan Rancah adalah sebutan untuk padi yang ditanam di sawah. Tekad memperjuangkan hak masyarakat Lombok Selatan untuk bebas dari kelaparan pun dimulai melalui suatu gerakan massal yang diberi nama Operasi Tekad Makmur yang langsung dipimpin Gubernur Gatot Suherman.

Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Provinsi ini dikenal sebagai Bumi Gora

Seluruh sumber daya dikerahkan untuk menyukseskan program ini. “Selama dua hari penuh ditetapkan sebagai hari libur ke kantor di Lingkup Pemerintah Daerah NTB. Digantikan dengan hari gotong royong menanam padi Gora di Lombok Selatan,” kata Siti Maryam. Bersama masyarakat Lombok Selatan, pegawai negeri pun dikerahkan turun membongkar tanah-tanah kering dengan linggis untuk menanam bibit padi tahan kering. Untuk menyiapkan ratusan linggis dalam operasi ini, Pemerintah Daerah NTB secara khusus memproduksinya melalui perusahaan daerah. Upaya serius dan sungguhsungguh Pemerintah Daerah NTB dalam penanggulangan kelaparan itu akhirnya berbuah manis. Tunas-tunas Gora mulai bermunculan membawa harapan. Kerja keras dari pemerintah daerah dan masyarakat Lombok Selatan teruji kelak berhasil membawa Lombok Selatan keluar dari ancaman kelaparan di tahun-tahun berikutnya. Padi Gora pun akhirnya menjadi primadona. Sejak itu sosialisasi penanaman padi Gora terus dilakukan tidak terbatas di Lombok Selatan tapi lebih luas lagi ke seluruh daerah NTB yang umumnya tanahnya kering. Di Pulau Sumbawa, masyarakat dianjurkan secara serentak menanam bibit padi Gora untuk menyiasati lahan-lahan kering agar produktif dengan bibit yang sesuai. Waktu itu Pemerintah Daerah NTB mengucurkan dana Rp 150 juta untuk membiayai Operasi Tekad Makmur, terutama untuk membiayai operasional, sosialisasi lewat pemutaran film, promosi dan lainnya. Sejak padi Gora berhasil tumbuh di tanah kering yang retak dan pecah, kekhawatiran ancaman kelaparan berangsur-angsur menyurut. Sedikit demi sedikit kelaparan tertanggulangi dan produksi padi NTB terus meningkat, sampai akhirnya surplus hingga sekarang. Gogo Rancah, mengantar NTB menerima penghargaan dari lembaga pangan dunia Food Assosiation Organization (FAO). Gubernur Gatot Suherman, berdiri tegak, mengangkat kebanggaan NTB di Italia, menerima penghargaan tersebut. Sejak itulah, NTB dikenal sebagai Bumi Gora. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Memanfaatkan Momentum Tahun Baru

Suasana menjelang perayaan tahun baru merupakan siklus rutin yang terjadi setiap tahun, begitu juga dalam menyongsong awal tahun baru. Banyak hal yang sudah terjadi di tahun yang lalu dan ada harapan-harapan di tahun yang baru. Keluarga sebagai wadah interaksi antara orangtua dan anak dapat memanfaatkan momentum menyongsong tahun baru dengan melakukan berbagai kegiatan seru bersama keluarga. Sebelum malam tahun baru 2016, Vian bersama saudara sepupunya berkumpul di rumah nenek. Mereka sudah merancang untuk merayakan malam pergantian tahun bersama keluarga besar. Balon berbentuk angka 2016 sudan disiapkan. Acara memanggang pun menjadi salah satu agenda. Mereka juga menikmati pesta kembang api yang menghiasi langit. Suara ledakan kembang api menjadikan malam tahun baru 2016 semarak. Keesokan harinya, mereka olahraga bersama dan jalan-jalan ke pantai. Menurut Luh Kadek Pande Ary Susilawati, S.Psi, M.Psi, Psikolog, menyiapkan acara bersama keluarga di rumah merupakan hal yang menyenangkan. Proses ini dapat dimulai dari mendekorasi ruangan yang akan menjadi pusat acara, dengan menghiasinya dari kertas warna warni, meniup balon, menyiapkan topi yang akan digunakan dan terompet sebagai penanda menyongsong pukul 00.00 di tahun yang baru. Selanjutnya menyiapkan menu makan malam yang menjadi favorit semua anggota keluarga dan tentunya menyehatkan, atau membuat jagung bakar sambil bersenda gurau bersama keluarga, namun harus berhati-hati dengan api panggang jika ada anak kecil. “Keluarga dapat merancang ak-

tivitas yang dapat dimainkan bersama sambil menunggu detik pergantian tahun, seperti monopoli, ular tangga, karaoke bersama, atau menonton film. Aktivitas lain yang seru adalah menutup momen acara dengan menyiapkan pohon resolusi yang dapat ditulis di kertas kemudian digulung dan digantung. Semua keluarga dapat diminta untuk menuliskan keinginan dan harapan mereka di tahun yang baru. Manfaat dari kegiatan ini adalah membangun kekompakan, bekerja sama dan saling mengetahui peran masing-masing, serta mendekatkan komunikasi antar anggota keluarga,” ujar staf pengajar PS Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Ia menambahkan mengunjungi pusat kota yang menyelenggarakan acara tutup tahun atau pertunjukan kembang api adalah aktivitas seru yang dapat dipilih untuk mengisi acara akhir tahun. Acara seperti ini cukup rutin diadakan oleh pemerintah daerah dan dapat dimanfaatkan oleh keluarga sebagai sarana rekreasi yang menyenangkan. Anak dapat melakukan aktivitas fisik, mendapat teman baru dan menambah wawasan. Orang tua juga dapat saling berkomunikasi dengan pasangan secara lebih intensif tentang berbagai hal sambil menunggu anak bermain.

Pande Ary Manfaat dari kegiatan ini adalah mengenalkan anak akan hal baru yang dapat menambah wawasan serta berproses di dalamnya, dan orang tua dapat saling melakukan introspeksi dan membahas resolusi di tahun yang baru. Kegiatan lainnya, pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besar. Jika jarak kampung halaman tidak terlalu jauh dan memiliki waktu libur, orang tua dan anak dapat memilih aktivitas ini sebagai cara menghabiskan tahun baru. Pertemuan dengan keluarga besar yang hanya dilakukan ketika ada acara khusus tentunya bisa menjadi pilihan sekaligus mengobati kerinduan terhadap keluarga besar, terutama kakek nenek dan kerabat yang lain. Anak yang jarang bertemu dengan kakek nenek dan kerabat lainnya karena perbedaan tempat tinggal jadi lebih mengenal anggota keluarga besarnya secara akrab. Manfaat dari kegiatan ini adalah lebih mengakrabkan hubungan anak dengan sepupu, kakek-nenek, dan om-tante, mengenal lingkungan asal keluarganya, termasuk silsilah keluarga dan tradisinya. “Momentum tahun baru dapat

dimanfaatkan orangtua untuk menyampaikan beberapa pesan kepada anak, antara lain mengajak anak merenungkan apa yang sudah dilakukan pada tahun yang sudah berlalu; positif maupun negatif, menyenangkan maupun tidak menyenangkan dan hikmah setiap peristiwa yang telah dilewati,” ujar psikolog yang menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi dan S2 Psikologi Klinis di Universitas Surabaya ini. Orangtua perlu mendengarkan keluh kesah anak tentang berbagai hal yang sudah dialaminya. Mengajak anak lebih optimis menyongsong tahun baru dengan berpikir secara positif dan melihat diri secara lebih berharga. Menuntun anak untuk merencanakan resolusi berdasarkan pengamatan orang tua atas peristiwa yang sudah terjadi pada diri anak di tahun sebelumnya, baik itu menyangkut pribadi, keluarga, teman, dan sekolah. Jika anak menghabiskan tahun baru bersama sepupunya, orang tua dapat mengingatkan anak agar berbicara dan berperilaku yang sopan, menjaga diri, turut membantu aktivitas yang ada di rumah sepupu, dan rajin memberi kabar pada orang tua. Anak juga dapat menyampaikan keinginan-keinginan kepada orang tua menyongsong tahun yang baru, seperti mampu menepati janji kepada anak. Bagi orangtua agar tidak menganggap sepele atau remeh janji yang telah diucapkan dan segera menepatinya, hindari mengingkari janji karena anak akan terus mengingatnya. Lebih meluangkan waktu bersama anak, seperti menetapkan satu hari sebagai hari bersama anak dengan tidak mengambil rutinitas kerja dan mengisinya dengan aktivitas bersama, seperti bermain di rumah, membaca dongeng, dan melakukan aktivitas fisik. Memenuhi kasih sayang dengan melakukan kedekatan afeksi, seperti rutin menanyakan kabar anak ketika orang tua bekerja dan mendengarkan keluh kesah tentang

hal yang sudah dilaluinya. Menjadi orang tua sekaligus teman dimana anak dapat menceritakan segala hal yang dialami dan dirasakannya tanpa diberi judgement negatif atau kritik sehingga anak tidak perlu takut bercerita kepada orang tua. BUAT RESOLUSI “Secara psikologis, kebersamaan anak dan orangtua saat merayakan tahun baru memberikan momen introspeksi diri dan saling memaafkan. Anak dan orangtua dapat melakukan introspeksi bersama dan saling memaafkan segala hal yang sudah terjadi di tahun yang sudah lewat,” tandas psikolog kelahiran Denpasar 22 Mei 1980 yang akrab disapa Bu Pande ini. Belajar saling mendengarkan isi hati antar anggota keluarga dan memutuskan emosi negatif. Memperkuat keakraban melalui aktivitas yang dilakukan bersama keluarga. Kesempatan untuk mengajarkan nilai dan perilaku positif yang dapat ditiru oleh anak. Satu hal yang tak bisa dilupakan adalah membuat resolusi sebagai salah satu bentuk visi atau target yang menjadi arah dalam menjalani tahun yang baru sehingga menjadi penting untuk diupayakan. Resolusi dapat disusun secara spesifik tujuannya, terukur tahap pencapaiannya, dapat dilakukan dan dicapai sesuai kemampuan, serta jelas secara target waktu untuk mencapainya. Yang dikenal dengan akronim SMART (Specific, Measurable, Actionable, Realistic and Time-based). Resolusi dapat menjadi semangat dan motivasi serta mengindikasikan adanya harapan dalam menyongsong tahun yang baru. Adapun manfaat resolusi tahun baru bagi orang tua dan anak adalah menjadi kerangka mencapai tujuan di tahun yang baru, meningkatkan hubungan secara positif, hangat dan akrab dan meningkatkan optimalisasi diri dari anak maupun orang tua dalam interaksi keluarga. -Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit Temu Alumni SMAN 1 Tabanan

Alumni SMAN 1 Tabanan menggelar pertemuan Jumat, 11 Desember 2015. Kegiatan temu alumni lintas generasi ini merupakan acara yang dikemas untuk meningkatkan mutu pendidikan SMAN 1 Tabanan. Selain memberikan penghargaan ntuk siswa berperestasi, alumni SMAN 1 Tabanan mengadakan diskusi panel. “Mulai dari awal, kita sudah harus membantu siswa-siswi untuk menentukan apa yang ia inginkan, kemudian strategi-strategi yang digunakan untuk mencapai jurusan yang mereka inginkan,” tutur Wahyu Widhiana, ketua panitia. Acara temu alumni yang digagas alumni SMAN 1 Tabanan angkatan 1986 tersebut bertjuan untuk mengembangkan kerja sama atau sinergi antara alumni, guru, dan siswa. Selain itu kegiatan ini juga difokuskan untuk memformulasikan ide-ide kongkrit dari alumni untuk kemajuan SMAN 1 Tabanan. “Kegiatan ini kami rencanakan setiap tahun. Selain diskusi panel, kami juga mengadakan sosialissi perguruan tinggi agar mereka lebih paham memilih jurusan di perguruan tinggi,” ujarnya. Acara yang digelar di aula SMAN 1 Tabanan terebut cukup disambut meriah oleh sekolah, siswa, dan para alumni. Tebukti mereka hadir dan memenuhi aula. Antusias alumni tersebut tentu tidak hanya melepas rindu dengan teman-teman lama, tetapi lebih pada memberi dorongan kepada almamaternya. SMAN 1 Tabanan yang dulu menduduki peringkat lima terbaik se-Indonesia, kini diharapkan mampu bangkit agar semakin berkualitas. Kegiatan alumni ini tentu diwadahi oleh Yayasan Alumni SMAN 1 Tabanan (Yasta). Saat ini beberapa alumni mulai membangkitkan lagi Yasta sebagai media penghubung antaraluni dan mampu memberi dukungan material maupun mental kepada sekolah terutama siswa-siswi SMAN 1 Tabanan. -Wulan

persahabatan tikus dan kucing

Seekor tikus keluar dari liangnya. Baru berjalan sepuluh langkah ia melihat seekor kucing terperangkap. Si Tikus mengurungkan niatnya, lalu kembali ke liang. Tetapi di depan liangnya telah berjaga seekor Made Taro musang yang siap untuk memangsanya. Ia maju lagi dan berbelok ke arah kanan. Ketika menengadah ke atas pohon, ia melihat seekor burung hantu yang sedang bersiapsiap menyergapnya. Tikus itu berpikir. “Demi keselamatanku, alangkah baiknya aku harus melupakan masa lampau dan mulai mengikat tali persahabatan dengan kucing.” Ia pun mendekati kucing yang pasrah akan nasibnya yang malang. Kata si Tikus, “Tak sampai hati aku melihat kamu dalam perangkap. Sebetulnya aku bisa menolongmu, tetapi dengan perjanjian.” “Perjanjian apa yang kau maksud? Tolonglah Tikus, lepaskanlah aku dari perangkap ini!” “Pertama, lupakanlah masa lampau. Kedua,

mulai saat ini kita mengikat tali persahabatan.” “Aku pasti menaati perjanjian itu. Segeralah Tikus, lepaskanlah aku dari perangkap ini!” Si Tikus mendekat lalu mengerat dinding perangkap itu. Melihat peristiwa itu, si Musang yang siap mencaplok mangsanya, segera pergi. Si Burung Hantu yang sedang bertengger itu pun terbang jauh meninggalkan pohon. Sambil tersenyum si Tikus pun dengan tenang melepas dinding perangkap itu. Tentu saja si Kucing dengan sangat gembira keluar dari perangkap itu. Sebagai ucapan terima kasih, ia menyodorkan tangannya untuk bersalaman, namun si Tikus berbalik lari menuju liangnya. “Tikus!” teriak si Kucing. “Bukankah kita telah melupakan masa lampau dan mengikat tali persahabatan? Jujur kukatakan, aku berhutang budi kepadamu, dan aku sedang memikirkan bagaimana cara membalas jasamu itu. Mendekatlah ke sini, Tikus!” Tikus seolah-olah tidak mendengar ucapan sahabat barunya itu. Di dalam liang ia merenung. “Ada dua jenis persahabatan,” bisiknya. “Pertama, persahabatan yang tulus-ikhlas; kedua, persahabatan terpaksa karena suatu kepentingan. Tidak jelas, persahabatan mana yang terjadi antara aku si Tikus dan dia si Kucing.”

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

WORKSHOP TERDAHSYAT 2016 GURU MANGKU HIPNO

17

“SEHAT DAN SUKSES 2016 DENGAN JURUS ANTILEAK & BLACK MAGIC” Siapa bilang di zaman modern saat ini leak tidak ada, black magic sudah punah. Men­ jadi sesuatu yang sangat menarik jika kita masuk dan mencoba membongkar misteri yang ada, bagaimana kuasa black magic dan leak mampu menyakiti, menghancurkan kehidupan dan masa depan seseorang. Dari­ mana sesungguhnya sumber kekuatan black magic dan leak itu muncul dan menguasai diri seseorang yang meyakininya.

G

Guru Mangku Hipno

ejala yang berkembang di masyarakat sam­ pai saat ini sangatlah kental dengan aura mistis, jika seseorang sakit mereka cenderung masih berpikir negatif dan lebih suka mencari alasan di luar dirinya daripada melakukan introspeksi diri. Isunya masih banyak orang sakit dan orang yang gagal dalam berusaha “merasa” dirinya kena black magic ataupun amah leak. Fenomena yang terjadi di masyarakat berbekal keyakinan tersebut maka seseorang sering kehilangan rasionya dan lebih mengunakan rasanya, biasanya dengan cepat memutuskan datang ke suatu tempat dan memohon pewisik, dan seringkali diberikan petunjuk bahwa sakit ataupun gagalnya memang benar karena amah leak ataupun dikenai black magic. Tetapi, masalahnya setelah itu kesembuhan dan keberhasilan tidak didapatkannya. Muncul pertanyaan, benarkah black magic dan amah leak dapat terjadi segampang itu? Benarkah black magic dan leak penyebab utama jika seseorang sakit ataupun gagal dalam usahanya? Meng­ apa seseorang dengan mudah dapat dikenai black magic dan amah leak? Bagaimanakah cara menghindari dan menghentikan pengaruh black magic dan amah leak? Kami akan memaparkan dengan tuntas dan terbuka agar para peserta benar-benar me­ mahami apa yang sesungguhnya

terjadi pada dirinya dan tidak sekadar berpikir “nak mule keto ataupun kone–kone“. Sesungguh­ nya saya pribadi sangat­ lah prihatin dan kasihan, black magic dan leak difitnah dan dijadikan kambing hitam seper­ti itu, karena semua ke­ ilmuan apapun jenis dan bentuknya tetaplah memiliki dua fungsi yang baik dan buruk, semua tergantung siapa yang menguasainya dan bagaimana etika orang yang memegangnya, dan apa tujuan memi­ liki ilmu tersebut, ririh, wikan ataupun pradnyan semua bermakna dan dapat diarahkan untuk kebaikan manu­ sia, menolong mahluk hidup dan menjaga ke­ harmonisan perputaran semesta ini. Untuk itulah dianjurkan ke­ pada masyarakat, agar jangan cepat menyimpulkan sendiri jika mengalami suatu peristiwa buruk, tanpa dasar pengetahuan, baik pengetahuan ilmiah, medis, spi­ ritual dan cosmic. Ini menjadi sangat penting agar kita tidak datang ke tempat yang salah dan mendapatkan petunjuk yang salah dan penanganan yang salah atas apa yang kita alami. Workshop ini akan memberi­ kan masyarakat sebuah konsep berpikir yang baru dengan me­ rekonstruksi pola pikir lama yang kurang efektif dan efesien, mem­ buang dan menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mengatasi masalahnya, bahkan terkadang be­ rakhir saling memusuhi, menuduh

Peserta workshop selalu membludak

dan menfitnah tanpa dapat dibuk­ tikan nyata. Dalam hukum pikiran bawah sadar, ada dua metode penyelesaian masalah dengan jitu yaitu secara ilusi (kebiasaan men­ cari sumber masalahnya di luar diri) dan secara solusi (kebiasaan mencari, menemukan sumber masalah, pemecahannya di dalam diri). Tentu saja cara solusi adalah pilihan terbaik. Demikian Guru Mangku Hipno, seorang motivator spiritual, profesional healer, pakar metafisika dan energi prana me­ maparkan pandangannya. SEMBUH DAN BERUBAH DALAM 2 JAM Workshop Dahsyat yang akan diadakan di Gedung PWI Bali, Gatsu Lumintang, hari Minggu, 10 Januari 2016, direncanakan selama dua jam mulai pukul 15.00 wita. Mengundang Anda yang belum tersembuhkan, belum mampu berubah. Materi yang diberikan adalah bagaimana menyembuh­ kan, menangkal dan menghilang­ kan efek negatif black magic, amah leak, bebai dan sejenisnya dalam diri. Ditambahkan 5 (lima) rahasia sumber pembuka pintu “Sehat, Sukses, Keberlimpahan Harta dan Kasih Sayang, serta Ba­ hagia, me­lalui: 1. Pemurnian diri, 2. Pencerah­an Jiwa dan Penyadaran diri, 3. Pembangkitan diri, 4. Per­ ubahan diri dan Kultivasi Potensi Hebat dalam diri. Mempergunakan metode Universal dan Modern yang disebut “BySaId”, sebuah metode yang dikembangkan ber­ dasarkan pengetahuan ilmiah, pengalaman empiris dan hasil berpraktik Guru Mangku Hipno se­ lama 10 Tahun yang telah mampu

mengubah, memper­ baiki, menuntaskan dan menyembuhkan jutaan pasien yang sebelumnya sangat susah disembuhkan, baik karena sakitnya tidak terdeteksi se­ cara medis maupun sakit karena pikiran, perasaan dan cara bertindak yang salah (Psikosomatis) dari seluruh wilayah Indo­ nesia seperti Jakarta, Bandung, Sumatra, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Lombok dan beberapa kota besar lainnya, be­ gitu juga pasien dari mancanegara seperti Jepang, Amerika Ser­ ikat, Perancis, Ing­ gris, India, Kanada, UEA, dan negara Asia Peserta terhipnotis mendengarkan pencerahan jiwa Lainnya. GMH Lebih banyak lagi manfaat deritaannya, mencapai cita-cita nyata dinikmati, seluruh peserta dan tujuan hidupnya secara nyata. workshop juga akan dibekali de­ Ayo berhenti memikirkan sakit, ngan ilmu anti black magic, anti memikirkan gagal, berhenti men­ amah leak dan ilmu metafisika derita, sudah saatnya memikirkan atau ilmu yang mempelajari ada masa depan cerah dan lebih hebat apakah dibalik yang ada, agar pe­ dan itu tentu dimulai saat ini juga. serta memiliki paradigma baru da­ Secara khusus Guru Mangku Hipno lam memandang kehidupan masa sebagai pakar palmistri atau me­ depannya dan wawasannya mulai ramal juga membeberkan karakter terbuka untuk mengungkapkan tahun 2016 adalah tahun keber­ dan mengupas bagaimanakah sakit untungan hanya bagi mereka yang dan gagal bermula dan bagaimana bekerja keras dan berpikir cerdas, memecahkannya. Dengan penge­ inilah tahun yang sangat bersaha­ tahuan yang akan diberikan oleh bat bagi mereka yang memiliki Guru Mangku Hipno yang memiliki kebaikan dalam hidupnya, dan nama lengkap GMH KG Suatmayasa, tahun ini adalah tahun sukses S.H., CHt., MNNLP, diyakini para bagi mereka yang mengerti dan peserta akan mulai menemukan mampu menggabungkan antara kemudahan dalam menyelesaikan kecerdasan intelektual, kecerdasan masalahnya yang berkepanjangan, emosional, kecerdasan spiritual mengakhiri kesedihan dan pen­ dan kecerdasan kosmic.

PELAYANAN DAN TIKET

Sahabat dari Perancis dan Kanada belajar meditasi di Center Brahmakunta

Untuk informasi lengkap dan membeli tiket Workshop, silakan hubungi Guru Mangku Hipno d/a “Brahmakunta Center atau GMH Institute” Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 no 61, Kebo Iwa Utara, Denpasar Bali. Tlp : 03618442823, 085103112404, 081337228580. Pin BB : 7FB63D85. Untuk konsultasi, pembelajaran, penyembuhan, hypnotherapi/ psikotherapi/somatotherapi, kami buka setiap Senin s.d. Kamis, pukul 10.00 s.d. 17.00 wita. Ijin Praktik DinKes: 448.3/28.pt.XII.14


16

Edukasi

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Tiga Resolusi Pendidikan Tahun 2016 Berbagai persoalan di bidang pen­ didikan masih menjadi PR besar bagi para pemerintah, praktisi, pengamat dan stakeholder. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. yang “vokal” menyuarakan ketim­ pangan-ketimpangan di dunia pendidik­an dan kerapkali diundang sebagai narasumber ini pun me­ nyampaikan tiga hal sebagai resolusi pendidikan di tahun 2016.

P

ertama, meningkatkan pendidikan karakter (budi pekerti ). Mengingat pentingnya karakter dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang kuat, ia menegaskan perlunya pendidikan karakter yang dilakukan dengan tepat. Dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. “Karena itu diperlukan kepedulian oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, masyarakat, keluarga maupun sekolah. Kondisi ini akan terban-

gun jika semua pihak memiliki kesadaran bersama dalam membangun pendidikan karakter,” ujarnya. Dengan demikian, pendidikan karakter harus menyertai semua pihak kehidupan termasuk di lembaga pendidikan. “Idealnya pembentukan atau pendidikan karakter ini diintegrasikan ke seluruh aspek kehidupan termasuk kehidupan sekolah,” ucapnya. Terkait dengan hal ini, ia menyebut Pemerintah sudah melakukannya, salah satunya melalui sekolah. “Implementasinya perlu ditingkatkan. Reformasi men-

tal yang diwacanakan Presiden Jokowi perlu disikapi dengan arif dan bijaksana. Hasil akhir yang diharapkan adalah manusia yang cerdas dan beretika, cerdas spiritual, cerdas akademis, cerdas emosional dan cerdas sosial,” tegasnya. Kedua, menumbuhkan budaya baca. Made Suarta mengatakan ada tiga hal yang tidak bisa diabaikan untuk menjadi cerdas, yakni menonton, membaca dan menyimak/mendengar. Anak-anak kita dominan dalam menonton/ melihat dan mendengar. Dari beberapa referensi, disebutkan 90% siswa Indonesia hanya mengandalkan hidupnya dengan melihat dan mendengar saja (Taufik Ismail). Alat makin modern tapi tanpa membaca buku berarti kita masih primitif. Bahkan Dr. Roger Farr mengatakan, membaca adalah jantungnya pendidikan. Tanpa membaca pendidikan akan mati. Membaca merupakan batu loncatan bagi keberhasilan di sekolah dan dalam kehidupan kelak dalam masyarakat. Tanpa kemampuan membaca yang layak, keberhasilan di sekolah lanjutan dan perguruan tinggi adalah tidak mungkin. Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses belajar didasarkan pada kemam-

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum.

puan membaca (Glann Doman). Lalu, bagaimana mungkin kita membangun pendidikan yang bermutu tanpa membaca buku? Made Suarta mengutip hasil penelitian Taufik Ismail ke SMA di 13 negara antara Juli-Oktober 1997 dan kesimpulan risetnya bahwa siswa kita tidak membaca dan tidak menulis, siswa kita “rabun membaca dan pincang menulis”. Dari realita tersebut, ada 4 faktor penting dalam menumbuhkan budaya baca; adanya penggerak membaca, yakni orangtua, guru, kepala sekolah, pustakawan, masyarakat

dan kepala daerah; adanya alokasi waktu untuk membaca secara khusus. Dalam hal ini, rumah dan sekolah harus membuat alokasi waktu khusus untuk membaca bagi siswa. Anak juga harus dibiasakan untuk membaca buku; tersedianya buku-buku bacaan; adanya program baca, misalnya baca buku sebelum tidur, story telling time, read aloud, resensi buku, bedah buku, baca puisi, lomba-lomba, dll. Ketiga, mengangkat guru sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan pengamatan Made Suarta baik melalui media cetak maupun langsung di lapangan, bahwa sesungguhnya kita kekurangan guru. Dampak dari kekurangan guru ini adalah adanya guru rangkap, adanya guru honorer ( guru tidak tetap/GTT). Kualitas guru rangkap dan GTT ini dikatakannya perlu dikaji dalam kerangka meningkatkan kualitas. Peningkatan kualitas yang diharapkan akan sulit tercapai mengingat kondisi kurang maksimal. “Kualitas menjadi lebih baik apabila profesionalisme guru diperhatikan, di antaranya disiplin ilmunya (linieritas). Karena itu, pengangkatan guru disesuaikan dengan kebutuhan bukan berdasarkan politis,” tandasnya. –Inten Indrawati

Hiper-Komunikasi Ponsel Pintar dan Gaya Hidup Alternatif lMiu

Nakamatsu lLusiya Oda

Manusia adalah mahluk sosial. Salah satu cara manusia bersosialisasi adalah menggunakan ponsel pintar. Ponsel pintar membantu berkomunikasi, mendengarkan lagu, mengambil foto, dan beraktivitas ekonomi (seperti berbelanja maupun berjualan). Selain dampak positif, ponsel pintar mempunyai dampak negatif. Salah satunya adalah kecanduan (sebagaimana kecanduan bukan hanya terkait dengan narkoba, judi dan game). Terdapat 81% dari orang Amerika Serikat yang mempunyai ponsel pintar dan membawa ponsel pintarnya kemana-mana dan setidaknya 72% dari mereka melihat ponsel pintar terlalu sering, 22% dari orang yang berusia 18-29 melihat ponsel pintar semenit sekali. Jika kondisi ini berkelanjutan, manusia tidak dapat lagi mengontrol objek, melainkan dikontrol oleh objek. Dengan demikian kemanusiaan manusia diragukan. Tulisan ini akan mencoba menganalisis masalah kecanduan ponsel pintar dari perspektif pelajaran kelas 7 SMP. Sistem operasi ponsel pintar pun berkembang. Android, iOS, Windows Phone adalah tiga besar dari seluruh sistem operasi ponsel pintar. Data menunjukkan bahwa sistem operasi Android lebih banyak digunakan dari pada iOS dan Windows Phone. Kemungkinan besar, market share Android akan meningkat sebesar 1,4%, sementara iOS turun sebesar 1,7% pada 2019. Windows Phone diprediksi akan memperoleh peningkatan market share sebesar 0,1% pada 2019. Ponsel Pintar (Remaja): Peluang dan Tantangan Hadirnya ponsel pintar sebagai teknologi terkini dapat menimbulkan masalah sosial, yakni perubahan masyarakat. Kemudahan komunikasi dengan ponsel pintar menjadi fenomena yang bisa merubah pola komu-

lJenny

Lusiana Dewi

nikasi antar manusia. Komunikasi face-toface digantikan dengan komunikasi virtual, surat digantikan dengan pesan singkat (SMS) dan diskusi dilakukan dalam forum virtual. Keadaan tersebut menuntut etiket antar manusia. Misalnya orang yang selalu memakai ponsel pintar saat temannya sedang berbicara. Orang yang memakai ponsel pintar selalu fokus dengan ponselnya, sehingga orang yang berhadapan langsung diabaikan. Memakai ponsel pintar dengan baik dan sopan adalah memilih waktu yang tepat untuk memakai ponsel pintar. Ponsel pintar perlu ditaruh sewaktu menghadapi lawan bicara. Jika pada sebuah keadaan, ponsel harus diangkat, maka perlu meminta izin dari lawan bicara. Dalam mengirim pesan singkat, pemilihan kata dan kalimat berperan penting untuk komunikasi yang baik. Dalam agama, berkomunikasi itu harus dengan lemah lembut (Ta-Ha ayat 43-44), pantas atau masuk akal (Al-Isra ayat 28) (Matius 13: 51, 54) dan dengan perkataan yang baik (Al-Ahzab ayat 32). Nilai-nilai etiket tersebut patut dilakukan untuk menggunakan ponsel pintar dengan etis. Pengambilan foto dan video pun, perlu dilakukan setelah meminta izin. Terdapat peluang atas teknologi ponsel pintar. Dengan ponsel pintar dan aplikasinya, batas-batas sosial lenyap. Artinya hubungan sosial antar manusia menjadi tidak ada batasnya. Bagaimana pun ponsel pintar memberi peluang dan tantangan. Tantangan pertama adalah tantangan budaya. Terdapat kecenderungan hiper pada masyarakat yang terlihat dalam perkembangan TV, internet, komputer dan multimedia. Segalanya tampak nyata, padahal tidak nyata. Semua hanya halusinasi image yang tercipta lewat media elektronik. Seperti remaja-remaja jatuh cinta melalui Facebook dan Instagram.

Remaja menganggap itu nyata, padahal itu tidak nyata. Kemudahan akses teknologi juga berpeluang mendorong homogenisasi budaya. Budaya di satu tempat sama dengan budaya lain. Ada penyeragaman cara, gaya dan pola hidup. Tantangan kedua adalah terkait dengan penggunaan waktu. Sebagai remaja, bertanggung jawab terhadap waktu ialah penting. “Time is our most precious commodity.” Waktu akan terus menerus maju tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Tantangan yang dihadapi dengan adanya ponsel pintar adalah waktu. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk ponsel pintar, sehingga semakin sedikit waktu untuk keluarga, teman, guru dan orang sekitarnya. Tantangan ketiga adalah kecanduan. Kegiatan berbasis internet seperti game, chatting dan pornografi telah menunjukkan tingkat yang sama dengan kecanduan sebagai penyalahguna narkoba dan zat. Sampai adanya kelupaan pekerjaan yang direncanakan akibat penggunaan ponsel pintar. Tantangan keempat adalah tentang kesehatan. Misalnya hipermetropi dan miopi. Hipermetropi adalah masuknya cahaya melebihi batas saraf optik, sehingga melihat benda dekat menjadi kabur. Menciptakan Gaya Hidup Alternatif Bagaimanapun, keadaan sudah demikian. Apa yang ada sekarang seakan tidak lagi dapat dihindarkan. Kecanduan ponsel pintar semakin mengkhawatirkan. Merujuk pada ujaran David Hume, kondisi sekarang tidaklah

seharusnya demikian. Masih ada usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya. Masalah kecanduan ponsel pintar tidak bisa begitu saja disebut karena belum adanya hukum penggunaan ponsel. Seandainya sudah ada hukum pun, belum tentu semua orang mengikutinya. Banyaknya penggunaan ponsel pintar saat ini mencerminkan bahwa manusia lebih peduli pada kecepatan daripada ketepatan. Di sanalah letak akar masalahnya. Orang semakin menyukai halhal yang instan. Kecanduan ponsel pintar di satu sisi dapat disebut sebagai akibat dari agresifnya produsen ponsel pintar memasarkan produknya. Produsen ponsel pintar memasarkan produknya untuk mendapatkan keuntungan, bukan karena kebaikan hatinya. Pada kondisi itulah aktifitas ekonomi bisa berjalan. Maka, pemerintah perlu membatasi banyaknya objek yang diproduksi, membatasi publikasi iklan dan produsen perlu menjunjung tinggi etika persaingan bisnis. Bagaimanapun, kontrol diri manusia adalah kunci untuk memperbaiki keadaan. Kecanduan ponsel pintar bukan saja merupakan bukti bahwa manusia sudah dikontrol objek, tapi juga menjadi bukti bahwa manusia semakin lemah. Manusia berbicara lewat pakaiannya, tidak lagi menggunakan kemampuannya berbicara. Maka, kontrol diri perlu diperkuat pada manusia. Hal praktis yang dapat dilakukan adalah berpikir lebih keras untuk “apakah penting sekarang menggunakannya atau tidak.” Manusia harus bisa mengontrol objek bukan dikontrol oleh objek seperti pakaian, ponsel, hiasan dan simbol.

SMP Cendekia Institut Bali, Indonesia

Alamat: Jalan Seruni i2/8 Perumahan Puri Gading. Telepon (0361) 702121 Website: www.balichildrenshouse.com

Dara

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

9

Izzatul Fitriyah (Ria)

Kecil-kecil dengan Segudang Karya Menulis tujuh buku dalam rentang waktu tiga tahun tidak bisa dilakukan banyak orang. Jangankan tujuh buku, satu buku saja bagi seorang penulis kadang-kadang membutuhkan waktu bertahun-tahun merampungkannya. Namun, itu bisa dilakukan Izzatul Fitriyah atau yang akrab disapa Ria. Ia mampu menulis tujuh buku, enam novel dan satu naskah film dalam rentang waktu tiga tahun.

R

ia bukan sosok penulis senior, dengan segudang pengalaman dan jam terbang kepenulisan yang padat. Putri dari pasangan Mohamad Ali Susanto dan Farida ini memulai menulis buku novel sejak kelas IV sekolah dasar (SD). Karya novel pertamanya berjudul “Spider Girl”. Buku yang menceritakan tentang gadis laba-laba ini secara mengejutkan diterima penerbit terkemuka Indonesia Mizan, Bandung. Buku novel “Spider Girl” diterbitkan unit anak dan remaja Mizan, yakni Dar!Mizan pada tahun 2011. Usia Ria saat itu baru genap 10 tahun. Gadis kecil yang pemalu ini lahir di Singaraja, 14 Desember 2001. Kini Ria duduk sebagai siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Singaraja. Setelah novel pertamanya “Spider Girl”, menyusul terbit novel kedua Ria yang berjudul “Girl Cooking School”. Novel ini diterbitkan penerbit Lingkar Pena, Jakarta pada tahun yang sama, yakni tahun 2011. Bayangkan dalam satu tahun, Ria yang mempunyai hobi menulis, membaca novel dan nonton film ini berhasil menerbitkan dua buku novel. Pada tahun berikutnya, yakni 2012, buku-buku novel Ria kembali terbit. Novel ketiganya berjudul “Aku Pasti Bisa” diterbitkan penerbit Tiga Ananda sebuah imprint dari penerbit besar yang bermarkas di Solo, Tiga Serangkai. Novel keempat Ria, kembali diterbitkan penerbit Tiga Ananda, Solo pada tahun 2012. Judulnya “Mini Police”. Karya-karya tulis Ria terus mengalir. Sukses menerbitkan dua novel di tahun 2011 dan dua novel

pada 2012, Ria kembali menelurkan karya novel di tahun 2013. Pada tahun ini dua buku novel Ria kembali diluncurkan. Yakni, “Ghostly Girls” yang diterbitkan Noura Book’s, Jakarta, dan “Smile Forever Edeline!” yang kembali diterbitkan Dar! Mizan, Bandung. Pada tahun 2013 itu juga, Ria berhasil merampungkan penulisan naskah film yang berjudul “1000 Balon”. Naskah film ini memenangkan lomba penulisan naskah film yang diselenggarakan Biskuat Semangat. Filmnya kemudian ditayangkan di RCTI yang dibintangi sejumlah bintang film cilik Indonesia. Sebagai penulis naskah, Ria berkesempatan menyaksikan syuting film tersebut di wilayah Bogor yang disupervisi sejumlah sineas kenamaan Indonesia. Di sanalah, Ria juga bertemu sejumlah bintang film terkemuka Indonesia, seperti almarhum Didi Petet. Ria disebutnya sebagai anak berbakat dalam bidang kepenulisan. Selain enam buku novel dan satu naskah film, Ria juga menulis sejumlah cerpen. Cerpennya yang masuk dalam buku kumpulan cerpen berjudul “Sejuta Bibit Impian” yang diterbitkan Dar!Mizan, Bandung, pada tahun 2014. Ria ternyata tak hanya berprestasi dalam kepenulisan cerita. Gadis yang memang bercita-cita ingin menjadi penulis novel ini juga punya prestasi di bidang olahraga, yakni olahraga menembak. Pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Buleleng, Ria berhasil menyabet juara III menembak kelas 10 meter Pistol Junior Woman. Dan pada

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2015, Ria merupakan atlet Perbakin Buleleng mewakili Kabupaten Buleleng dalam ajang tersebut. Proses kreatif Ria dalam menulis novel cukup menarik dicermati. Ia belajar menulis secara otodidak. Tak ada yang mengajari. Ayahnya, M. Ali Susanto, merupakan seorang guru mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Ibunya, Farida, seorang ibu rumah tangga. Ayahnya tak menyangka anak keduanya, dari tiga bersaudara, tersebut menjelma menjadi penulis novel. Yang diketahui Ali, anaknya sejak kelas III SD mulai senang membaca buku-buku cerita. Lantas mencorat-coret kata-kata di komputer miliknya. Ria selalu melarang orangtuanya membaca apa yang ditulisnya di komputer karena malu. Juga kakaknya, Bughyatul Murtasyidah, dan adiknya Lisana Sidqin Aliya. Tahu-tahu ayahnya melihat Ria melahirkan sebuah karya. Jika Ria merasa karyanya rampung, baru orangnya dibolehkan membaca, dan mengedit kalau-kalau ada kata-kata yang salah. Setelah itu ayahnya bagian mengirim naskah ke penerbit. Itu juga diakui Ria. Ia mendapatkan inspirasi dari membaca buku-buku cerita. Terutama bu-

Izzatul Fitriyah

BIODATA

Nama Lengkap : Izzatul Fitriyah Panggilan : Ria Kelahiran : Singaraja, 14 Desember 2001 Orangtua : Mohammad Ali Susanto/Farida Saudara : Bughyatul Murtasyidah ( Kakak ) Lisana Sidqin Aliya (Adik ) Alamat : Jln. Camar I / 14, Singaraja-Bali Sekolah : Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Singaraja e-mail : ria_putriali@yahoo.co.id Hobi : Menulis cerita, membaca novel, nonton film. Cita-Cita : Penulis novel Karya Terpublikasi : 1. Spider Girl (Dar! Mizan; Bandung, 2011) 2. Girl Cooking School (Lingkar Pena; Jakarta, 2011) 3. Aku Pasti Bisa (Tiga Ananda; Solo, 2012 ) 4. Mini Police (Tiga Ananda; Solo, 2012) 5. Ghostly Girls (Noura Book’s;Jakarta, 2013) 6. Smile Forever Edeline! (Dar! Mizan; Bandung, 2013) 7. 1000 Balon (naskah Film, Biskuat Semangat, 2013) 8. Sejuta Bibit Impian: Kontributor naskah Cerpen (Dar! Mizan; Bandung, 2014) Prestasi : 1. Juara III 10 M Pistol Junior Woman ( Porkab. Buleleng 2014 ) 2. Atlit Perbakin Buleleng dalam rangka Porprov Bali, 2015

ku-buku seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) yang diterbitkan Dar!Mizan. Buku-buku KKPK memang ditulis oleh penulis-penulis cilik. Sejak itu, Ria keranjingan membaca buku. Setelah melahirkan karya-karya cerita, Ria semakin gila buku. Beragam buku novel karya-karya sastrawan besar Indonesia ditelan habis. Buku

berat semacam “The Da Vinci Code” karya Dan Brown dilahap dengan cepat oleh Ria. Itulah kegemaran Ria sekarang. Membaca buku-buku terjemahan karya pengarang-pengarang besar dunia. Lantas apa karya Ria saat ini? “Untuk buku belum ada. Tapi saya terus menulis di blog-blog,” kata Ria. –yum


10

Mitos

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Minum Kopi

dapat Kurangi

Nyeri Haid?

Menstruasi adalah bagian dari kehidupan normal seorang wanita pada umumnya, yang biasanya dimulai di usia 8 hingga 16 tahun. Selama siklus menstruasi, tubuh wanita mengeluarkan darah dan jaringan yang telah menumpuk sepanjang dinding rahimnya. Siklus wanita yang lebih banyak dikenal dengan masa haid atau datang bulan ini biasanya muncul secara berkala sekitar 28 hari.

“W

alaupun begitu, tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya menstruasi rata-rata terjadi 5 hari atau bisa juga sekitar 2 hari hingga 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter apakah ada penyakit yang menyertai ataukah tidak,” ungkap dr. Made Ani Yuli Susanti. Umumnya darah yang keluar saaat menstruasi adalah 10 ml hingga 80 ml per hari, tetapi biasanya dengan ratarata 35 ml per harinya. Menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak terjadinya pembuahan. Pada saat menstruasi, beberapa wanita kadang mengalami nyeri. Nyeri haid atau kram merupakan gejala yang paling sering terjadi. Sifat dan tingkat rasa nyerinya bervariasi mulai dari nyeri ringan hingga nyeri yang berat. Untuk yang berat, lazim disebut dismenorrhoe. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seorang wanita, seringkali mengharuskan penderita beristirahat bahkan meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari. Staf dokter di Puskesmas I Denpasar Selatan ini menjelaskan, nyeri haid ada dua macam yaitu nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder. Nyeri haid primer timbul sejak pertama haid dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista, polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya. Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi nyeri pada saat haid antara lain : kompres dengan botol hangat pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau di pinggang bagian belakang), mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri, minum minuman hangat yang mengandung kalsium, tarik nafas dalam- dalam secara perlahan untuk relaksasi, minum obat pereda nyeri. Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat tentang menstruasi.

Mitos tersebut beredar dari mulut ke mulut dan kadang tidak masuk akal. Namun sebagian orang sangat mempercayai mitos tersebut tanpa mencari sisi ilmiah dan kebenaran mitos tersebut. Berkut ini Disini mari kita bahas satu persatu mitos-mitos yang berkaitan dengan menstruasi. Mitos : Minum soda untuk memperlancar haid Fakta: Sebenarnya tidak ada hubungan antara minum minuman bersoda dengan hormon yang mempengaruhi menstruasi. Menstruasi yang tidak lancar diakibatkan adanya faktor internal yaitu ketidakseimbangan hormon yang bertugas mengatur siklus menstruasi. Ketidakseimbangan ini dipengaruhi oleh keadaan stres dan perubahan berat badan. Jadi minuman bersoda tidak ada hubungannya dengan kelancaran menstruasi. Mitos : Minuman dingin mengakibatkan pembekuan darah yang bisa menyebabkan kista rahim Fakta : Perlu diketahui bahwa menstruasi terjadi pada sistem reproduksi wanita sedangkan minum ataupun makan terjadi pada sistem pencernaan, dimana kedua sistem tubuh itu berbeda jalur dan fungsinya. Secara medis, tidak ada pengaruh antara minum minuman dingin dengan terjadinya gangguan pada menstruasi apalagi bisa menyebabkan adanya pembekuan darah dan kista. Kista adalah kantung abnormal yang berisi cairan abnormal yang tumbuh tak hanya di indung telur tetapi juga bisa tumbuh di bagian tubuh lainnya. Kista ovarium (indung telur) adalah jenis kista yang sering ditemui pada wanita dan tumbuh di indung telur wanita. Kista ovarium ada dua jenis yaitu kista fungsional yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi dan kista yang mengandung sel abnormal. Kista fungsional biasanya dapat hilang sendiri dan tidak berbahaya. Berlawanan dengan kista fungsional yaitu kista yang mengandung sel abnormal yang bersifat ganas. Mitos :Tidak boleh keramas saat menstruasi hari pertama karena bisa mempercepat mengalami menopause Fakta : Bila dikaitkan dengan mitos keramas saat haid akan mempercepat terjadinya menopause sama sekali tidak benar. Justru pada saat menstruasi, Anda harus menjaga kebersihan seluruh tubuh. Begitu pula dengan mencuci

rambut dan menjaga kebersihan kulit kepala Anda. Anda bisa melakukan aktivitas cuci rambut kapan pun tanpa melihat siklus haid Anda. Menopause adalah penghentian menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas folikuler indung telur. Pada saat menopause, produksi hormon estrogen menurun sebagai akibat dari folikel atau sel telur yang habis dalam indung telur. Menopause wanita umumnya terjadi pada usia 45-65 tahun, sedangkan menopause dini terjadi di bawah usia menopause pada umumnya. Menopause dini biasanya disebabkan karena beberapa hal, salah satunya adalah wanita dengan berat badan berlebih dan wanita pecandu rokok. Mitos : Minum obat pereda nyeri saat haid mempengaruhi kesuburan Fakta : Pada wanita yang mengalami nyeri hebat bisa minum obat pereda nyeri dan hal ini tidak ada kaitannya dengan faktor kesuburan seseorang. Yang perlu diperhatikan adalah apakah Anda tidak mengalami alergi terhadap obat yang Anda konsumsi. Jadi, bila nyeri haid melanda, tidak ada salahnya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk minum obat pereda nyeri. Kesuburan seorang wanita tidak dipengaruhi oleh obat pereda nyeri yang sesuai anjuran dokter. Adapun beberapa kasus yang bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada wanita antara lain : gangguan hormonal, sumbatan pada saluran telur, kista indung telur, penyakit endometriosis, berat badan berlebih, merokok, alkohol, pada masa menopause dan kondisi mental dan emosional yang tertekan/ stres. Jadi, tidak ada hubungan antara konsumsi obat pereda nyeri yang tepat di saat haid dengan gangguan kesuburan pada wanita. Mitos : Tidak boleh berenang saat menstruasi Fakta : Meskipun sebagian wanita merasa cemas saat berenang ketika sedang haid, Anda tidak boleh membiarkan siklus haid menghalangi Anda menikmati hari di pantai atau di kolam renang bersama teman ataupun keluarga Anda. Bahkan olahraga sambil berenang saat datang bulan bisa membantu mengurangi nyeri haid dan meningkatkan suasana hati Anda. Jangan dengar siapa pun yang mengatakan bahwa berenang saat haid itu tidak sehat, atau bahwa darah haid akan menarik ikan hiu berenang mendekati Anda.

Style

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Aksi dengan Tas Produk Lokal Namanya semakin berkibar di industri kreatif nasional. Tas koleksi “Mahanata Bali” ini ini masih bertahan dengan dengan nuansa vintage & urban culture. Namun, menariknya tetap memadukan unsur tradisional dengan material Bali.

Tidak ada kebenaran untuk pernyataan seperti ini dan Anda bebas berenang kapanpun Anda mau, baik Anda sedang menstruasi ataupun tidak. Saat menstruasi boleh saja berenang asalkan memakai pembalut yang tepat dan nyaman. Berenang saat haid tidak akan mempengaruhi kesehatan Anda. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat menstruasi yang disertai nyeri hebat, kadang otot perut mengalami kontraksi hebat yang bisa menyebabkan kram perut. Anda mungkin perlu minum obat pereda nyeri terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas renang. Mitos : Memakai pembalut saat menstruasi bisa menyebabkan kemandulan. Fakta : Pembalut merupakan sarana yang membantu seorang wanita agar tetap bersih dan tidak lembab saat menstruasi. Pada dasarnya semua pembalut itu baik, asalkan tidak mempunyai riwayat alergi. Ini dikarenakan sensitivitas dari organ kelamin setiap orang berbeda-beda. Pembalut yang lembab dan tidak diganti dalam jangka waktu cukup lama bisa saja menyebabkan pertumbuhan kuman/bakteri yang bisa menginfeksi saluran kencing Anda dan mengakibatkan infeksi saluran kencing. Karena itu disarankan agar selalu mengganti pembalut sesering mungkin dan selalu menjaga kebersihan organ kelamin Anda. Mitos : Menstruasi membuat tubuh lemas Fakta : Umumnya darah yang hilang pada saat menstruasi adalah rata-rata 35 ml. Jika dilihat dari volume tersebut sebenarnya tidak akan menimbulkan keluhan lemas pada wanita yang sedang menstruasi. Akan tetapi pada beberapa kasus, volume darah yang keluar bisa hingga maksimal 200 ml per hari. Dengan volume darah sebanyak ini tentunya akan menimbulkan resiko badan lemas karena pada saat keluarnya darah menstruasi tersebut disertai juga dengan keluarnya mineral dalam tubuh yaitu zat besi. Untuk mengatasi keluhan lemas ini, pada saat menstruasi Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daun bayam, hati ayam, kerang, kacang merah, daging merah dan telur. Selain makanan tersebut, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti buah-buahan yang berwarna kuning. Vitamin C ini dapat membantu penyerapan zat besi tersebut menjadi lebih optimal. Dan zat besi dalam makanan tersebut akan dapat membantu tubuh Anda untuk memproduksi sel darah merah sehingga keluhan badan lemas pada saat haid dapat berkurang. Selain itu, pada saat menstruasi, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan dari biasanya. Jika jarang minum, Anda akan mengalami kekurangan cairan yang berakibat pada rasa lemas di tubuh. Oleh karena itu disarankan untuk banyak minum air putih di saat haid. Mitos : Berhubungan intim saat menstruasi tidak akan hamil

Fakta : Melakukan hubungan intim saat haid memang memiliki kemungkinan yang kecil untuk dapat hamil. Namun meskipun demikian, sperma tetap bisa masuk ke dalam vagina. Sperma yang sudah masuk ini dapat bertahan selama tujuh hari dan sel telur bisa bertahan selama tiga hari. Jika periode menstruasi seorang wanita tidak teratur, maka bisa saja terjadi salah perhitungan sehingga kehamilan dapat terjadi. Mitos : Minum kopi dapat mengurangi nyeri haid Fakta : Wanita yang suka minum kopi pada saat sedang menstruasi dapat mengalami keluhan nyeri yang lebih intens. Hal ini disebabkan karena kopi mengandung kafein yang tinggi yang bisa menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tingkat ketegangan, yang membuat nyeri semakin parah. Minuman hangat dapat membantu meringankan nyeri haid tetapi pilih minuman tanpa kafein. Minuman yang mengandung kalsium, vitamin B6 dan suplemen magnesium dapat membantu meringankan nyeri selama periode menstruasi, contohnya adalah susu. Studi tahun 2010 yang dipublikasikan di Journal of Obstetrics and Gynaecology Research menemukan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi susu mengalami nyeri datang bulan yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum susu. Kalsium dan magnesium yang terdapat dalam susu diketahui dapat meringankan nyeri saat datang bulan. Mitos : Wanita haid tidak boleh tidur siang Fakta : Larangan pada wanita haid untuk tidak tidur siang karena darah akan naik ke kepala, sampai saat ini tidak ada penelitian yang menyebutkan tentang hal ini. Bahkan wanita yang sedang haid membutuhkan istirahat yang cukup untuk membantu meredakan dan mengatasi sindrom premenstrual. Mitos : Jangan berolahraga selama haid Fakta : Berolahraga memang tidak disarankan kalau Anda mengalami kram atau nyeri yang parah. Tetapi para ahli berpendapat bahwa olahraga ringan seperti joging, jalan santai atau berlari boleh dilakukan saat haid. Olahraga ringan bahkan bisa membantu wanita menjadi lebih bugar dan mengurangi rasa sakit akibat menstruasi. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga pada saat haid. Dokter Made Ani mengingatkan, meskipun banyak mitos yang berkembang di masyarakat, jangan mempercayainya seratus persen. “Anda perlu mencari penjelasan ilmiah sehingga Anda tidak ketakutan dengan mitos yang belum tentu kebenarannya. Andapun perlu selalu menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta menerapkan pola hidup yang sehat untuk menjaga keseimbangan hormon dan selalu memperhatikan siklus menstruasi Anda. Ingatlah bahwa menstruasi adalah anugrah yang Anda dapatkan dan jangan pernah lelah dan malu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda,” tandasnya. –Inten Indrawati

D

alam perjalanannya sang pemilik Freddy WM mengatakan, kalau sekarang ia tidak hanya ‘fanatik’ endek, tapi mulai mengeksplor beberapa kain tradisional luar Bali seperti Lombok, Ambon & Florest. Sebab, ia sadar Indonesia itu luas dan memiliki banyak warisan seni budaya yang istimewa. Untuk pilihan warna,” Mahanata Bali” condong hadirkan warna netral dan tidak kaku, eperti coklat, hitam, abu jeans dan biru jeans. Ini, katanya agar mudah dipadankan dengan busana sehari-hari. Jika awalnya ia ia hanya memakai kanvas sebagai material utama, namun kini mulai ber-

eksperimen lagi dengan bahan denim wash stone atau kain denim yang melalui proses pencucian. Hal ini, dilakukan demi menunjukkan eksistensinya di dunia industri kreatif, fashionnya anak muda. Terbukti pangsa pasarnya kali ini 75% anak muda di Indonesia, bukan hanya di Bali. Mereka juga ada yang dari Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Ambon dan daerah lainnya. Sisanya adalah mereka yang berasal dari Belanda, German, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Australia,karena produknya juga tersedia di beberapa outlet di Canggu & di Gili Trawangan, Lombok. - Sri Ardhini

15


14

Jelita

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Wajah Segar di Tahun Baru

pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit serta demi hasil yang terbaik.

Kulit wajah yang sehat, segar dan cerah adalah dambaan setiap orang, terutama para perempuan. Namun, semua menyadari jika kondisi alam dan lingkungan saat ini, tidak lagi sebersih dahulu. Polusi bertebaran dan ­paparannya tidak terhindarkan ­menempel di wajah.

J

ika ingin memiliki wajah yang selalu indah pandang, maka perawatan wajah wajib dilakukan. Hal ini, menurut Hartatik salah seorang make up artist (MUA) yang cukup lama berkecimpung di dunia kecantikan di kota Denpasar. Ia juga mengatakan , jangan biarkan kulit menjadi cepat kusam, hilang kesegarannya, sehingga memungkinkan terjadinya regenerasi kulit yang

terlalu cepat dan bisa mengakibatkan penuaan dini. Hartatik juga mengatakan, secara alamiah sebenarnya kulit mempunyai mekanisme regenerasi. Pada saat tertentu sel-sel kulit mengalami peremajaan dan muncul ke permukaan kulit. Pada usia muda pun regenerasi sudah terjadi setiap dua hingga tiga minggu. Sedangkan pada perempuan usia di atas 30 tahun, proses

tkh/net

Dewi Mastini

Hartatik

regenerasi kulit berjalan lebih lambat sehingga perlu perawatan ekstra. Setiap orang, lanjut Hartatik, apalagi perempuan, sudah pasti berharap memiliki wajah enak dipandang. Tetapi yang namanya kotoran dan kulit mati yang menempel di atas lapisan kulit tidak akan hilang hanya dengan membersihkan wajah dengan sabun biasa. Sedangkan, kalau dibiarkan terlalu lama penumpukan ini akan menghambat proses pergantian kulit baru. Lalu kulit wajah pun akan menjadi kusam, timbul jerawat, bahkan flek. Salah satu perawatan wajah yang standar dan paling umum dilakukan menurut Hartatik adalah facial. Treatment ini memiliki banyak manfaat untuk kulit. Jika dilakukan secara teratur, bermanfaat membersihkan kulit dari debu, keringat, minyak, sisa make-up dan jenis kotoran lainnya yang dapat menyumbat kulit yang berarti juga menjaga kebersihana, kesegaran, kesehatan serta kecantikan kulit. “Facial wajah juga dipercaya dapat melatih otot-otot wajah, mempertahankan kelenturan, melancarkan peredaran darah, serta memberikan efek relaksasi pada

tkh/net

kulit wajah ketika dilakukannya massage,” ungkapnya dan mengingatkan untuk memperhatikan juga faktor kebersihan tempat melakukan facial. Selanjutnya, Hartatik menyebutkan ada beberapa jenis variasi facial yang selama ini cukup banyak atau sering dipilih oleh para perempuan . Secara umum kata Tatik, proses facial dasar, yang dilakukan setiap klinik kecantikan atau salon hampir sama. Beauty theraphist akan melakukan mulai pembersihan (deep cleansing), penguapan (steaming), ekstrasi komedo, penggunaan masker, dan diakhiri dengan pelembab. Sedangkan untuk jenis facial yang dilakukan, memang disesuaikan dengan jenis kulit. Misalnya bagi mereka yang memiliki jenis kulit kering, tentu saja dilakukan dengan ekstra pelembap yang memang sangat bagus untuk kulit kering. Begitu pula dengan seseorang yang memiliki problem dengan kulit berminyak dan berjerawat, ada juga facial khusus acne. Sebenarnya masih ada beberapa model facial lainnya termasuk yang menggunakan alat elektroterapi. Namun, katanya jika wajah sedang berjerawat, apalagi sampai meradang, atau iritasi karena terkelupas, hindari dulu facial. Tunggu sampai iritasi atau radang jerawat mereda. Begitu pula sehabis facial, terkadang wajah terlihat merah-merah. Tidak usah panik. Karena itu memang efek samping dari awal perawatan. Jika tidak ada masalah kulit akan pulih kembali seperti semula dalam waktu sehari sampai dua hari Dikatakannya juga , untuk tidak ragu menyampaikan pada ahlinya, jika ada problem kulit wajah , agar jangan sampai salah terapi. Disamping itu, hal ini sangat mempengaruhi cara kerja tenaga facial, termasuk

Totok Wajah Dewi Mastini pemilik Totok Aura Natural di Denpasar, juga sependapat akan pentingnyta perawtan wajah. Berangkat dari konsep cantik sama dengan sehat, maka ia pun menyampaikan salah satu perawatan yang alami yakni totok wajah. Dikatakannya totok wajah merupakan pemijatan yang dilakukan di sekitar area wajah dengan teknik khusus mengaktifkan titik-titik aura wajah. Selain melakukan perawatan peeling, totok wajah juga dilakukan untuk menjadikan wajah terlihat lebih cerah, kencang, dan nampak lebih awet muda. Kelebihan totok wajah, menurut Dewi adalah, ketika dilakukan secara rutin, wajah menjadi lebih rileks, menghilangkan noda dan kerutan semakin berkurang. Selanjutnya membuat wajah nya tampak lebih cerah, serta melancarkan peredaran darah. Totok wajah, biasanya dilakukan dengan melakukan pemijatan antara lain di area garis senyum, pelipis, atas alis, dan pangkal hidung. Dewi mengatakan totok wajah sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli, yang mengerti dan paham teknik juga titik-titik totok untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ia juga mengingatkan hal –hal yang perlu diperhatikan ketika kita melakukan perawatan totok wajah. Sebelum melakukan totok wajah, kata Dewi wajah mesti dalam keadaan bersih. Wajah bertjerawat , sebaiknya tidak melakukan perawatan ini. Selain itu, akan lebih baik jika totok wajah dilakukan pada mereka yang usianya 17 tahun ke atas. Totok wajah dapat dilakukan kembali,, minimal 7 hari berikutnya. Selanjutnya , sebagaimana treatment wajah bernama facial, setelah totok wajah, pastikan wajah dimasker untuk menutup pori-pori yang terbuka saat pemijatan. Totok wajah, selain berfungsi untuk kecantikan, Dewi menyatakan juga sangat baik bagi kesehatan. Sebab, inti dari penotokan adalah melancarkan peredaran darah dan metabolisme tubuh. Karenanya, secara otomatis tubuh akan terasa lebih segar dan rileks sehingga menghilangkan stres dan ketegangan. Namun, lanjutnya apapun perawatan yang dipilih dan dijalankan ,selama orang tertsebut melakukannya dengan rutin, maka hasilnya tentu akan dapat emnjadikan kulit terlihat segar, kenyal, kencang dan bersinar. – Sri Ardhini

Bugar

11

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Waspadai Penyakit di Tahun 2016 Saat ini kita memasuki tahun 2016. Timbulnya masalah-masalah kesehatan di masyarakat perlu menjadi perhatian kita. Penyakit infeksi maupun yang noninfeksi dapat meningkat kejadiannya dalam setiap waktu.

M

enurut dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dengan gejala demam, batuk dan pilek masih mendominasi kunjungan pasien ke pusat-pusat kesehatan primer tingkat pertama seperti puskesmas, dokter praktik umum, klinik umum, dan poliklinik di rumah sakit. Dosen pengajar di Bagian Mikrobiologi Klinik FK Unud mengatakan, penyakit ISPA yang terutama disebabkan virus banyak diderita karena sifatnya memang mudah menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan ingus atau dahak orang yang sudah sakit. “Penyakit ISPA ini juga paling sering terjadi pada anak-anak karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Begitu juga, pada musim hujan dengan cuaca yang lebih dingin memudahkan seseorang menderita flu dan ISPA,” ujar Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter FK Unud ini. Penyakit-penyakit yang sering menjadi wabah di Indonesia terutama di daerah perkotaan adalah penyakit demam berdarah. Penyakit ini terus menjadi perhatian masyarakat karena dapat merebak terutama di musim hujan. Bali termasuk daerah yang tinggi angka kejadian penyakit demam berdarah di masyarakat. Menurutnya, kebersihan lingkungan tempat tinggal masyarakat yang masih tidak sehat dan kotor akan tetap mendukung merebaknya penyakit demam berdarah ini. Penyakit lain yang juga berhubungan dengan nyamuk dan sering terjadi di masyarakat adalah penyakit chikungunya. Penyakit ini disebarkan nyamuk aedes aegypti yang sama dengan penyebab penyakit demam berdarah. Ia berharap, di musim penghujan masyarakat perlu waspada terhadap berjangkitnya kedua penyakit ini. Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar ini menyebutkan, penyakit yang juga berhubungan dengan kebersihan lingkungan terutama ketika musim hujan adalah penyakit leptospirosis atau yang sering disebut penyakit kencing tikus. Tempat yang kotor seperti selokan dan gundukan sampah merupakan tempat potensial berbagai kuman penyakit, ter-

masuk di dalamnya kotoran dan air kencing tikus. Tikus dapat membawa bakteri yang bernama leptospira yang dapat dikeluarkan melalui air kencingnya dan dapat menularkannya kepada manusia. “Bakteri leptospira inilah yang dapat menyebabkan penyakit leptospirosis. Gejala penyakit yang dapat ditimbulkan dapat bersifat ringan seperti hanya mengalami nyeri otot, demam menggigil, dan sakit kepala,” kata dr. Agus. Terkadang, bisa sampai menjadi berat ketika bakteri menginfeksi ginjal, hati dan organ utama lainnya, dapat terjadi kegagalan organ dan pendarahan internal sehingga sampai mengancam jiwa. Penyakit ini sering terjadi terutama di kota-kota besar dimana sistem pembuangan air limbah selokanselokan yang tidak baik. Ia menambahkan, di Bali kita perlu tetap waspada terhadap penyakit rabies yang masih saja memakan korban terutama pada anak-anak. Anjing sebagai salah satu binatang yang menularkan virus rabies cukup banyak di Bali karena kebiasaan masyarakat anjing menjadi hewan peliharaan di rumahrumah. Masih banyak anjing liar yang tidak mendapat vaksinasi rabies berkeliaran berpotensi terjangkit rabies dan bisa menggigit manusia. Ia mengajak, masyarakat tetap waspada terhadap adanya anjing liar yang berkeliaran di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya globalisasi yang berkembang sangat pesat saat ini memudahkan orang untuk bepergian kemana saja. Hal ini juga dapat berakibat penyebaran penyakit menular demikian cepat bahkan sampai ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Beberapa penyakit yang menjadi wabah di belahan dunia lain dapat juga masuk ke Indonesia. Beberapa ahli menyarankan untuk tetap waspada terhadap beberapa pe-

nyakit yang dapat menjadi wabah global di dunia seperti Flu Burung, Ebola, SARS, dan MERS-CoV. “Kita mesti perlu tetap waspada terhadap penyakit-penyakit tersebut meskipun berita-berita di media massa sudah tidak terekspos lagi. namun sewaktu-waktu penyakit ini dapat lagi bermunculan di berbagai belahan dunia dan dapat menyebar sampai masuk ke Indonesia,” ucapnya. 3M PLUS Penyakit noninfeksi seperti hipertensi, kencing manis, kelainan jantung dan beberapa yang lainnya tetap menjadi masalah kesehatan yang serius yang perlu mendapat perhatian.Magister Ilmu Kedokteran Tropis menilai, kejadiannya terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan perekonomian masyarakat dan berubahnya gaya hidup. Penyakit noninfeksi ini bersifat kronis yang diderita lama penderita dan memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga dapat membebani secara financial. “Upaya pencegahan perlu lebih diutamakan daripada pengobatannya,” saran dokter yang pernah mengikuti pelatihan di Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, Gottingen, Germany

dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, Rotterdam ini. Ia menyarankan, kejadian penyakit di masyarakat dapat dicegah dengan beberapa cara, dengan tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih terutama pada musim hujan dengan memperhatikan saluran air dan pengelolaan sampah. Jangan lupa, dengan menggalakkan upayaupaya pencegahan 3M plus, dengan melakukan fogging dan menaburkan serbuk abate serta lebih mengaktifkan gerakan jumantik dan melakukan aksi-aksi kebersihan di lingkungan tempat tinggal dengan lebih intensif. Untuk menjaga kesehatan pribadi selalu menerapkan perilaku

hidup bersih dan sehat. Selalu cuci tangan dengan sabun, perhatikan makanan dan minuman dengan menjaga kualitas dan kebersihan makanan dan rajin berolahraga. Untuk mencegah terjangkitnya penyakit dapat melakukan imunisasi, terutama terhadap anak-anak. –Wirati Astiti

dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked.


Kuliner

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

12

Aneka Menu Sambal di Tahun Baru

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Ayam Penyon Spesial dari Sesetan

Makan tanpa sambal sepertinya kurang lengkap. Makanan khas Bali memiliki banyak jenis sambal yang sejak zaman dulu sudah biasa dihidangkan sebagai peneman nasi, walaupun tanpa lauk.

M

elestarikan khasanah sambal khas bali, Bali Safari and Marine Park kembali menggelar

“Chili Festival” (26 s.d. 27/12). Uniknya, beberapa puri/kerajaan di Bali ikut berpartisipasi memamerkan aneka sambal khas mereka. Salah satunya, Puri

Agung Klungkung yang diwakili Tjok Agung Adnyani. Berikut resep spesial aneka sambal di Tahun Baru. Anda tertarik, selamat mencoba. -Wirati Astiti

D

enpasar Festival yang berlangsung 28 s.d. 31 Desember, diserbu pengunjung. Stan kuliner men-

Sambal Dedalu Bahan: I butir : kelapa yang tidak terlalu tua 10 gr : bawang merah 5 biji : lombok merah besar 10 biji : cabai rawit 1 sdt : terasi Garam secukupnya

Minyak kelapa secukupnya Cara membuat: - Kelapa dikupas bersih. Kemudian dipotong seperti korek api. Goreng kelapa sampai berwarna kuning kecokelatan.

- Bawang merah, lombok merah besar, cabai rawit diiris. Kemudian semuanya digoreng. - Campurkan kelapa goreng tadi bersama campuran bawang. Tambahkan terasi goreng dan garam. Aduk rata. Siap disajikan.

Sambal Kendedes Bahan: 2 ikat : daun kemangi 5 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 10 biji : lombok hijau besar 10 biji : cabai rawit hijau 1 sdt : terasi 1 buah : jeruk limo Minyak kelapa secukupnya

Garam secukupnya Cara membuat: - Lombok hijau dan cabai ra­ wit hijau dibakar. Kemudian diiris. - Bawang merah dan bawang putih diiris kemudian tumis sampai aromanya keluar.

- Bawang merah, bawang putih, lombok hijau dan cabai rawit hijau diulek, lalu beri perasan air jeruk limo. Masukkan garam, dan terasi bakar ulek sampai halus lagi. Tambahkan daun kemangi yang sudah dipotong-potong kecil. Angkat siap dihidangkan.

Sambal Terong Kenyat Bahan: ½ kg : terong bulat 10 biji : cabai rawit 10 biji : lombok merah besar 5 buah : bawang merah 1 sdt : terasi Minyak kelapa secukupnya

Garam secukupnya Cara membuat: - Te r o n g b u l a t d i p o t o n g ­potong. - B a w a n g m e r a h , l o m b o k merah, dan cabai rawit

diiris. - Tu m i s b a w a n g m e r a h , masukkan terong, lombok besar dan cabai rawit. Ta m b a h k a n t e r a s i , d a n garam. Setelah matang, angkat, siap sajikan.

Wisatawan asing tertarik mencicipi sambal

Sambal Belimbing Wuluh Bahan: ¼ kg : belimbing wuluh segar 5 buah : bawang merah 1 sdt : terasi 5 biji : cabai rawit 1 sdm : gula pasir Garam secukupnya Cara membuat: - Iris tipis belimbing wuluh. Bawang merah juga diiris tipis. Kemudian remas belimbing dan bawang merah sampai airnya keluar. Kemudian cuci sampai bersih. Sisihkan. - Siapkan wajan, tumis belimbing dan bawang merah yang sudah diperas sampai layu. Tambahkan cabai, garam, dan terasi, dan gula pasir sedikit. Aduk rata, sampai sambal matang. Siap sajikan.

Chinesse Food

ati Nikm Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Dapatkan Diskon

10%

Es Salju

Murah Meriah & Bersih Soup Jagung

Para chef dari Bali Safari mencicipi sambal kreasi Cok Adnyani

Bu Cok Adnyani

setiap pembelanjaan

minimal 100.000 Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

13

Sarwan Bahan: 700 gr 400 ml 1 buah 1 sdm 1 buah ½ sdm 1 sdm

: daging sapi tanpa lemak, iris melebar tipis : kaldu sapi : bawang Bombay, cincang melintang tipis : saus raja rasa : mentimun muda, kupas belah dua, buang bijinya, iris melintang : air jeruk nipis : tepung maizena, larutkan dengan sedikit air

jadi favorit. Salah satu makanan yang diminati adalah nasi ayam penyon. Makanan khas Denpasar ini hadir di ajang Denpasar Festival sejak setahun lalu. Makanan

ini disajikan warung Nyoman Adi Suastini. Perempuan asal Sesetan ini, sehari-hari berjualan di depan Pura Sunantara, Br. Kaja, Sesetan. Warungnya buka mulai pukul 05.30 dan pukul 9.00 sudah habis. Nasi ayam penyon Nyoman Adi sangat dikenal masyarakat sekitar`Sesetan. Biasanya, pagi hari, yang diserbu bubur ayam penyon sebagai sarapan. Selain bubur dan nasi, ayam penyon juga enak dihidangkan bersama ketupat. Menurut Nyoman Adi, ayam penyon itu disajikan dengan bumbu kalas, yakni bumbu Bali yang ditambahkan santan. Satu porsi menu nasi ayam penyon, terdiri dari nasi putih, lawar ayam, ayam sisit, sate lilit ayam, ayam penyon, sayur urap, be jakan. Nyoman Adi mengatakan, sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam

Daging Gulung Bledeg Ala Sarwan

1 batang : daun bawang, cincang halus 1 buah : tomat, rendam air mendidih, kupas, buang kulitnya, potong dadu 2 sdm : daun ketumbar, cincang halus Gula, garam, kaldu bubuk, lada bubuk dan minyak goreng secukupnya Bumbu yang Dihaluskan: 4 siung : bawang putih 3 buah : cabe merah besar, buang bijinya

1 sdt 1 sdt

: garam : kaldu bubuk

Cara Membuat: - Keringkan daging dengan kain bersih, olesi salah satu permukaan daging dengan bumbu yang dihaluskan, gulung daging, lalu ikat dengan benang katun. - Tumis daging gulung sampai kecokelatan lalu masukkan kaldu sapi, didihkan dan masukkan irisan bawang Bombay, masak dengan api kecil sampai daging empuk, angkat daging. - Masukkan mentimun ke dalam air rebusan daging, masukkan pula air jeruk nipis, masak sampai mendidih, beri larutan tepung maizena, aduk-aduk sampai kental, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk dan lada bubuk, aduk-aduk merata lalu angkat. - Lepaskan benang ikatan, iris daging melintang lalu letakkan daging di atas piring, siram dengan kuahnya dan taburi dengan irisan daun bawang, tomat dan daun ketumbar. Sajikan selagi panas.

ajang kuliner Denpasar Festival. “Dalam ajang ini, saya bisa ikut mempromosikan makanan khas Kota Denpasar, sekaligus me-

manjakan selera konsumen yang sedang berburu makanan tradisional,” tutur perempuan usia 52 tahun ini. –Wirati Astiti

Ayam Goreng Ala Sarwan

Bahan: 1 ekor : ayam, potong jadi 4 bagian 400 ml : santan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang Dihaluskan: 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari jahe 1 ruas : jari lengkuas 5 buah : cabe merah besar 3 butir : kemiri, sangria

Cara Membuat: - Rebus ayam bersama bumbu halus dan santan, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, rebus hingga ayam matang dan empuk serta bumbu meresap, lalu tiriskan. - Panaskan minyak hingga benar-benar panas, lalu masukkan ayam, goreng hingga kecokelatan dan matang, lalu siap untuk disajikan bersama lalapan mentimun dan kol.


Kuliner

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

12

Aneka Menu Sambal di Tahun Baru

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Ayam Penyon Spesial dari Sesetan

Makan tanpa sambal sepertinya kurang lengkap. Makanan khas Bali memiliki banyak jenis sambal yang sejak zaman dulu sudah biasa dihidangkan sebagai peneman nasi, walaupun tanpa lauk.

M

elestarikan khasanah sambal khas bali, Bali Safari and Marine Park kembali menggelar

“Chili Festival” (26 s.d. 27/12). Uniknya, beberapa puri/kerajaan di Bali ikut berpartisipasi memamerkan aneka sambal khas mereka. Salah satunya, Puri

Agung Klungkung yang diwakili Tjok Agung Adnyani. Berikut resep spesial aneka sambal di Tahun Baru. Anda tertarik, selamat mencoba. -Wirati Astiti

D

enpasar Festival yang berlangsung 28 s.d. 31 Desember, diserbu pengunjung. Stan kuliner men-

Sambal Dedalu Bahan: I butir : kelapa yang tidak terlalu tua 10 gr : bawang merah 5 biji : lombok merah besar 10 biji : cabai rawit 1 sdt : terasi Garam secukupnya

Minyak kelapa secukupnya Cara membuat: - Kelapa dikupas bersih. Kemudian dipotong seperti korek api. Goreng kelapa sampai berwarna kuning kecokelatan.

- Bawang merah, lombok merah besar, cabai rawit diiris. Kemudian semuanya digoreng. - Campurkan kelapa goreng tadi bersama campuran bawang. Tambahkan terasi goreng dan garam. Aduk rata. Siap disajikan.

Sambal Kendedes Bahan: 2 ikat : daun kemangi 5 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 10 biji : lombok hijau besar 10 biji : cabai rawit hijau 1 sdt : terasi 1 buah : jeruk limo Minyak kelapa secukupnya

Garam secukupnya Cara membuat: - Lombok hijau dan cabai ra­ wit hijau dibakar. Kemudian diiris. - Bawang merah dan bawang putih diiris kemudian tumis sampai aromanya keluar.

- Bawang merah, bawang putih, lombok hijau dan cabai rawit hijau diulek, lalu beri perasan air jeruk limo. Masukkan garam, dan terasi bakar ulek sampai halus lagi. Tambahkan daun kemangi yang sudah dipotong-potong kecil. Angkat siap dihidangkan.

Sambal Terong Kenyat Bahan: ½ kg : terong bulat 10 biji : cabai rawit 10 biji : lombok merah besar 5 buah : bawang merah 1 sdt : terasi Minyak kelapa secukupnya

Garam secukupnya Cara membuat: - Te r o n g b u l a t d i p o t o n g ­potong. - B a w a n g m e r a h , l o m b o k merah, dan cabai rawit

diiris. - Tu m i s b a w a n g m e r a h , masukkan terong, lombok besar dan cabai rawit. Ta m b a h k a n t e r a s i , d a n garam. Setelah matang, angkat, siap sajikan.

Wisatawan asing tertarik mencicipi sambal

Sambal Belimbing Wuluh Bahan: ¼ kg : belimbing wuluh segar 5 buah : bawang merah 1 sdt : terasi 5 biji : cabai rawit 1 sdm : gula pasir Garam secukupnya Cara membuat: - Iris tipis belimbing wuluh. Bawang merah juga diiris tipis. Kemudian remas belimbing dan bawang merah sampai airnya keluar. Kemudian cuci sampai bersih. Sisihkan. - Siapkan wajan, tumis belimbing dan bawang merah yang sudah diperas sampai layu. Tambahkan cabai, garam, dan terasi, dan gula pasir sedikit. Aduk rata, sampai sambal matang. Siap sajikan.

Chinesse Food

ati Nikm Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Dapatkan Diskon

10%

Es Salju

Murah Meriah & Bersih Soup Jagung

Para chef dari Bali Safari mencicipi sambal kreasi Cok Adnyani

Bu Cok Adnyani

setiap pembelanjaan

minimal 100.000 Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

13

Sarwan Bahan: 700 gr 400 ml 1 buah 1 sdm 1 buah ½ sdm 1 sdm

: daging sapi tanpa lemak, iris melebar tipis : kaldu sapi : bawang Bombay, cincang melintang tipis : saus raja rasa : mentimun muda, kupas belah dua, buang bijinya, iris melintang : air jeruk nipis : tepung maizena, larutkan dengan sedikit air

jadi favorit. Salah satu makanan yang diminati adalah nasi ayam penyon. Makanan khas Denpasar ini hadir di ajang Denpasar Festival sejak setahun lalu. Makanan

ini disajikan warung Nyoman Adi Suastini. Perempuan asal Sesetan ini, sehari-hari berjualan di depan Pura Sunantara, Br. Kaja, Sesetan. Warungnya buka mulai pukul 05.30 dan pukul 9.00 sudah habis. Nasi ayam penyon Nyoman Adi sangat dikenal masyarakat sekitar`Sesetan. Biasanya, pagi hari, yang diserbu bubur ayam penyon sebagai sarapan. Selain bubur dan nasi, ayam penyon juga enak dihidangkan bersama ketupat. Menurut Nyoman Adi, ayam penyon itu disajikan dengan bumbu kalas, yakni bumbu Bali yang ditambahkan santan. Satu porsi menu nasi ayam penyon, terdiri dari nasi putih, lawar ayam, ayam sisit, sate lilit ayam, ayam penyon, sayur urap, be jakan. Nyoman Adi mengatakan, sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam

Daging Gulung Bledeg Ala Sarwan

1 batang : daun bawang, cincang halus 1 buah : tomat, rendam air mendidih, kupas, buang kulitnya, potong dadu 2 sdm : daun ketumbar, cincang halus Gula, garam, kaldu bubuk, lada bubuk dan minyak goreng secukupnya Bumbu yang Dihaluskan: 4 siung : bawang putih 3 buah : cabe merah besar, buang bijinya

1 sdt 1 sdt

: garam : kaldu bubuk

Cara Membuat: - Keringkan daging dengan kain bersih, olesi salah satu permukaan daging dengan bumbu yang dihaluskan, gulung daging, lalu ikat dengan benang katun. - Tumis daging gulung sampai kecokelatan lalu masukkan kaldu sapi, didihkan dan masukkan irisan bawang Bombay, masak dengan api kecil sampai daging empuk, angkat daging. - Masukkan mentimun ke dalam air rebusan daging, masukkan pula air jeruk nipis, masak sampai mendidih, beri larutan tepung maizena, aduk-aduk sampai kental, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk dan lada bubuk, aduk-aduk merata lalu angkat. - Lepaskan benang ikatan, iris daging melintang lalu letakkan daging di atas piring, siram dengan kuahnya dan taburi dengan irisan daun bawang, tomat dan daun ketumbar. Sajikan selagi panas.

ajang kuliner Denpasar Festival. “Dalam ajang ini, saya bisa ikut mempromosikan makanan khas Kota Denpasar, sekaligus me-

manjakan selera konsumen yang sedang berburu makanan tradisional,” tutur perempuan usia 52 tahun ini. –Wirati Astiti

Ayam Goreng Ala Sarwan

Bahan: 1 ekor : ayam, potong jadi 4 bagian 400 ml : santan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang Dihaluskan: 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari jahe 1 ruas : jari lengkuas 5 buah : cabe merah besar 3 butir : kemiri, sangria

Cara Membuat: - Rebus ayam bersama bumbu halus dan santan, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, rebus hingga ayam matang dan empuk serta bumbu meresap, lalu tiriskan. - Panaskan minyak hingga benar-benar panas, lalu masukkan ayam, goreng hingga kecokelatan dan matang, lalu siap untuk disajikan bersama lalapan mentimun dan kol.


14

Jelita

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Wajah Segar di Tahun Baru

pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit serta demi hasil yang terbaik.

Kulit wajah yang sehat, segar dan cerah adalah dambaan setiap orang, terutama para perempuan. Namun, semua menyadari jika kondisi alam dan lingkungan saat ini, tidak lagi sebersih dahulu. Polusi bertebaran dan ­paparannya tidak terhindarkan ­menempel di wajah.

J

ika ingin memiliki wajah yang selalu indah pandang, maka perawatan wajah wajib dilakukan. Hal ini, menurut Hartatik salah seorang make up artist (MUA) yang cukup lama berkecimpung di dunia kecantikan di kota Denpasar. Ia juga mengatakan , jangan biarkan kulit menjadi cepat kusam, hilang kesegarannya, sehingga memungkinkan terjadinya regenerasi kulit yang

terlalu cepat dan bisa mengakibatkan penuaan dini. Hartatik juga mengatakan, secara alamiah sebenarnya kulit mempunyai mekanisme regenerasi. Pada saat tertentu sel-sel kulit mengalami peremajaan dan muncul ke permukaan kulit. Pada usia muda pun regenerasi sudah terjadi setiap dua hingga tiga minggu. Sedangkan pada perempuan usia di atas 30 tahun, proses

tkh/net

Dewi Mastini

Hartatik

regenerasi kulit berjalan lebih lambat sehingga perlu perawatan ekstra. Setiap orang, lanjut Hartatik, apalagi perempuan, sudah pasti berharap memiliki wajah enak dipandang. Tetapi yang namanya kotoran dan kulit mati yang menempel di atas lapisan kulit tidak akan hilang hanya dengan membersihkan wajah dengan sabun biasa. Sedangkan, kalau dibiarkan terlalu lama penumpukan ini akan menghambat proses pergantian kulit baru. Lalu kulit wajah pun akan menjadi kusam, timbul jerawat, bahkan flek. Salah satu perawatan wajah yang standar dan paling umum dilakukan menurut Hartatik adalah facial. Treatment ini memiliki banyak manfaat untuk kulit. Jika dilakukan secara teratur, bermanfaat membersihkan kulit dari debu, keringat, minyak, sisa make-up dan jenis kotoran lainnya yang dapat menyumbat kulit yang berarti juga menjaga kebersihana, kesegaran, kesehatan serta kecantikan kulit. “Facial wajah juga dipercaya dapat melatih otot-otot wajah, mempertahankan kelenturan, melancarkan peredaran darah, serta memberikan efek relaksasi pada

tkh/net

kulit wajah ketika dilakukannya massage,” ungkapnya dan mengingatkan untuk memperhatikan juga faktor kebersihan tempat melakukan facial. Selanjutnya, Hartatik menyebutkan ada beberapa jenis variasi facial yang selama ini cukup banyak atau sering dipilih oleh para perempuan . Secara umum kata Tatik, proses facial dasar, yang dilakukan setiap klinik kecantikan atau salon hampir sama. Beauty theraphist akan melakukan mulai pembersihan (deep cleansing), penguapan (steaming), ekstrasi komedo, penggunaan masker, dan diakhiri dengan pelembab. Sedangkan untuk jenis facial yang dilakukan, memang disesuaikan dengan jenis kulit. Misalnya bagi mereka yang memiliki jenis kulit kering, tentu saja dilakukan dengan ekstra pelembap yang memang sangat bagus untuk kulit kering. Begitu pula dengan seseorang yang memiliki problem dengan kulit berminyak dan berjerawat, ada juga facial khusus acne. Sebenarnya masih ada beberapa model facial lainnya termasuk yang menggunakan alat elektroterapi. Namun, katanya jika wajah sedang berjerawat, apalagi sampai meradang, atau iritasi karena terkelupas, hindari dulu facial. Tunggu sampai iritasi atau radang jerawat mereda. Begitu pula sehabis facial, terkadang wajah terlihat merah-merah. Tidak usah panik. Karena itu memang efek samping dari awal perawatan. Jika tidak ada masalah kulit akan pulih kembali seperti semula dalam waktu sehari sampai dua hari Dikatakannya juga , untuk tidak ragu menyampaikan pada ahlinya, jika ada problem kulit wajah , agar jangan sampai salah terapi. Disamping itu, hal ini sangat mempengaruhi cara kerja tenaga facial, termasuk

Totok Wajah Dewi Mastini pemilik Totok Aura Natural di Denpasar, juga sependapat akan pentingnyta perawtan wajah. Berangkat dari konsep cantik sama dengan sehat, maka ia pun menyampaikan salah satu perawatan yang alami yakni totok wajah. Dikatakannya totok wajah merupakan pemijatan yang dilakukan di sekitar area wajah dengan teknik khusus mengaktifkan titik-titik aura wajah. Selain melakukan perawatan peeling, totok wajah juga dilakukan untuk menjadikan wajah terlihat lebih cerah, kencang, dan nampak lebih awet muda. Kelebihan totok wajah, menurut Dewi adalah, ketika dilakukan secara rutin, wajah menjadi lebih rileks, menghilangkan noda dan kerutan semakin berkurang. Selanjutnya membuat wajah nya tampak lebih cerah, serta melancarkan peredaran darah. Totok wajah, biasanya dilakukan dengan melakukan pemijatan antara lain di area garis senyum, pelipis, atas alis, dan pangkal hidung. Dewi mengatakan totok wajah sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli, yang mengerti dan paham teknik juga titik-titik totok untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ia juga mengingatkan hal –hal yang perlu diperhatikan ketika kita melakukan perawatan totok wajah. Sebelum melakukan totok wajah, kata Dewi wajah mesti dalam keadaan bersih. Wajah bertjerawat , sebaiknya tidak melakukan perawatan ini. Selain itu, akan lebih baik jika totok wajah dilakukan pada mereka yang usianya 17 tahun ke atas. Totok wajah dapat dilakukan kembali,, minimal 7 hari berikutnya. Selanjutnya , sebagaimana treatment wajah bernama facial, setelah totok wajah, pastikan wajah dimasker untuk menutup pori-pori yang terbuka saat pemijatan. Totok wajah, selain berfungsi untuk kecantikan, Dewi menyatakan juga sangat baik bagi kesehatan. Sebab, inti dari penotokan adalah melancarkan peredaran darah dan metabolisme tubuh. Karenanya, secara otomatis tubuh akan terasa lebih segar dan rileks sehingga menghilangkan stres dan ketegangan. Namun, lanjutnya apapun perawatan yang dipilih dan dijalankan ,selama orang tertsebut melakukannya dengan rutin, maka hasilnya tentu akan dapat emnjadikan kulit terlihat segar, kenyal, kencang dan bersinar. – Sri Ardhini

Bugar

11

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Waspadai Penyakit di Tahun 2016 Saat ini kita memasuki tahun 2016. Timbulnya masalah-masalah kesehatan di masyarakat perlu menjadi perhatian kita. Penyakit infeksi maupun yang noninfeksi dapat meningkat kejadiannya dalam setiap waktu.

M

enurut dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dengan gejala demam, batuk dan pilek masih mendominasi kunjungan pasien ke pusat-pusat kesehatan primer tingkat pertama seperti puskesmas, dokter praktik umum, klinik umum, dan poliklinik di rumah sakit. Dosen pengajar di Bagian Mikrobiologi Klinik FK Unud mengatakan, penyakit ISPA yang terutama disebabkan virus banyak diderita karena sifatnya memang mudah menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan ingus atau dahak orang yang sudah sakit. “Penyakit ISPA ini juga paling sering terjadi pada anak-anak karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Begitu juga, pada musim hujan dengan cuaca yang lebih dingin memudahkan seseorang menderita flu dan ISPA,” ujar Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter FK Unud ini. Penyakit-penyakit yang sering menjadi wabah di Indonesia terutama di daerah perkotaan adalah penyakit demam berdarah. Penyakit ini terus menjadi perhatian masyarakat karena dapat merebak terutama di musim hujan. Bali termasuk daerah yang tinggi angka kejadian penyakit demam berdarah di masyarakat. Menurutnya, kebersihan lingkungan tempat tinggal masyarakat yang masih tidak sehat dan kotor akan tetap mendukung merebaknya penyakit demam berdarah ini. Penyakit lain yang juga berhubungan dengan nyamuk dan sering terjadi di masyarakat adalah penyakit chikungunya. Penyakit ini disebarkan nyamuk aedes aegypti yang sama dengan penyebab penyakit demam berdarah. Ia berharap, di musim penghujan masyarakat perlu waspada terhadap berjangkitnya kedua penyakit ini. Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar ini menyebutkan, penyakit yang juga berhubungan dengan kebersihan lingkungan terutama ketika musim hujan adalah penyakit leptospirosis atau yang sering disebut penyakit kencing tikus. Tempat yang kotor seperti selokan dan gundukan sampah merupakan tempat potensial berbagai kuman penyakit, ter-

masuk di dalamnya kotoran dan air kencing tikus. Tikus dapat membawa bakteri yang bernama leptospira yang dapat dikeluarkan melalui air kencingnya dan dapat menularkannya kepada manusia. “Bakteri leptospira inilah yang dapat menyebabkan penyakit leptospirosis. Gejala penyakit yang dapat ditimbulkan dapat bersifat ringan seperti hanya mengalami nyeri otot, demam menggigil, dan sakit kepala,” kata dr. Agus. Terkadang, bisa sampai menjadi berat ketika bakteri menginfeksi ginjal, hati dan organ utama lainnya, dapat terjadi kegagalan organ dan pendarahan internal sehingga sampai mengancam jiwa. Penyakit ini sering terjadi terutama di kota-kota besar dimana sistem pembuangan air limbah selokanselokan yang tidak baik. Ia menambahkan, di Bali kita perlu tetap waspada terhadap penyakit rabies yang masih saja memakan korban terutama pada anak-anak. Anjing sebagai salah satu binatang yang menularkan virus rabies cukup banyak di Bali karena kebiasaan masyarakat anjing menjadi hewan peliharaan di rumahrumah. Masih banyak anjing liar yang tidak mendapat vaksinasi rabies berkeliaran berpotensi terjangkit rabies dan bisa menggigit manusia. Ia mengajak, masyarakat tetap waspada terhadap adanya anjing liar yang berkeliaran di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya globalisasi yang berkembang sangat pesat saat ini memudahkan orang untuk bepergian kemana saja. Hal ini juga dapat berakibat penyebaran penyakit menular demikian cepat bahkan sampai ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Beberapa penyakit yang menjadi wabah di belahan dunia lain dapat juga masuk ke Indonesia. Beberapa ahli menyarankan untuk tetap waspada terhadap beberapa pe-

nyakit yang dapat menjadi wabah global di dunia seperti Flu Burung, Ebola, SARS, dan MERS-CoV. “Kita mesti perlu tetap waspada terhadap penyakit-penyakit tersebut meskipun berita-berita di media massa sudah tidak terekspos lagi. namun sewaktu-waktu penyakit ini dapat lagi bermunculan di berbagai belahan dunia dan dapat menyebar sampai masuk ke Indonesia,” ucapnya. 3M PLUS Penyakit noninfeksi seperti hipertensi, kencing manis, kelainan jantung dan beberapa yang lainnya tetap menjadi masalah kesehatan yang serius yang perlu mendapat perhatian.Magister Ilmu Kedokteran Tropis menilai, kejadiannya terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan perekonomian masyarakat dan berubahnya gaya hidup. Penyakit noninfeksi ini bersifat kronis yang diderita lama penderita dan memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga dapat membebani secara financial. “Upaya pencegahan perlu lebih diutamakan daripada pengobatannya,” saran dokter yang pernah mengikuti pelatihan di Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, Gottingen, Germany

dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, Rotterdam ini. Ia menyarankan, kejadian penyakit di masyarakat dapat dicegah dengan beberapa cara, dengan tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih terutama pada musim hujan dengan memperhatikan saluran air dan pengelolaan sampah. Jangan lupa, dengan menggalakkan upayaupaya pencegahan 3M plus, dengan melakukan fogging dan menaburkan serbuk abate serta lebih mengaktifkan gerakan jumantik dan melakukan aksi-aksi kebersihan di lingkungan tempat tinggal dengan lebih intensif. Untuk menjaga kesehatan pribadi selalu menerapkan perilaku

hidup bersih dan sehat. Selalu cuci tangan dengan sabun, perhatikan makanan dan minuman dengan menjaga kualitas dan kebersihan makanan dan rajin berolahraga. Untuk mencegah terjangkitnya penyakit dapat melakukan imunisasi, terutama terhadap anak-anak. –Wirati Astiti

dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked.


10

Mitos

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Minum Kopi

dapat Kurangi

Nyeri Haid?

Menstruasi adalah bagian dari kehidupan normal seorang wanita pada umumnya, yang biasanya dimulai di usia 8 hingga 16 tahun. Selama siklus menstruasi, tubuh wanita mengeluarkan darah dan jaringan yang telah menumpuk sepanjang dinding rahimnya. Siklus wanita yang lebih banyak dikenal dengan masa haid atau datang bulan ini biasanya muncul secara berkala sekitar 28 hari.

“W

alaupun begitu, tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya menstruasi rata-rata terjadi 5 hari atau bisa juga sekitar 2 hari hingga 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter apakah ada penyakit yang menyertai ataukah tidak,” ungkap dr. Made Ani Yuli Susanti. Umumnya darah yang keluar saaat menstruasi adalah 10 ml hingga 80 ml per hari, tetapi biasanya dengan ratarata 35 ml per harinya. Menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak terjadinya pembuahan. Pada saat menstruasi, beberapa wanita kadang mengalami nyeri. Nyeri haid atau kram merupakan gejala yang paling sering terjadi. Sifat dan tingkat rasa nyerinya bervariasi mulai dari nyeri ringan hingga nyeri yang berat. Untuk yang berat, lazim disebut dismenorrhoe. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seorang wanita, seringkali mengharuskan penderita beristirahat bahkan meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari. Staf dokter di Puskesmas I Denpasar Selatan ini menjelaskan, nyeri haid ada dua macam yaitu nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder. Nyeri haid primer timbul sejak pertama haid dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista, polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya. Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi nyeri pada saat haid antara lain : kompres dengan botol hangat pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau di pinggang bagian belakang), mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri, minum minuman hangat yang mengandung kalsium, tarik nafas dalam- dalam secara perlahan untuk relaksasi, minum obat pereda nyeri. Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat tentang menstruasi.

Mitos tersebut beredar dari mulut ke mulut dan kadang tidak masuk akal. Namun sebagian orang sangat mempercayai mitos tersebut tanpa mencari sisi ilmiah dan kebenaran mitos tersebut. Berkut ini Disini mari kita bahas satu persatu mitos-mitos yang berkaitan dengan menstruasi. Mitos : Minum soda untuk memperlancar haid Fakta: Sebenarnya tidak ada hubungan antara minum minuman bersoda dengan hormon yang mempengaruhi menstruasi. Menstruasi yang tidak lancar diakibatkan adanya faktor internal yaitu ketidakseimbangan hormon yang bertugas mengatur siklus menstruasi. Ketidakseimbangan ini dipengaruhi oleh keadaan stres dan perubahan berat badan. Jadi minuman bersoda tidak ada hubungannya dengan kelancaran menstruasi. Mitos : Minuman dingin mengakibatkan pembekuan darah yang bisa menyebabkan kista rahim Fakta : Perlu diketahui bahwa menstruasi terjadi pada sistem reproduksi wanita sedangkan minum ataupun makan terjadi pada sistem pencernaan, dimana kedua sistem tubuh itu berbeda jalur dan fungsinya. Secara medis, tidak ada pengaruh antara minum minuman dingin dengan terjadinya gangguan pada menstruasi apalagi bisa menyebabkan adanya pembekuan darah dan kista. Kista adalah kantung abnormal yang berisi cairan abnormal yang tumbuh tak hanya di indung telur tetapi juga bisa tumbuh di bagian tubuh lainnya. Kista ovarium (indung telur) adalah jenis kista yang sering ditemui pada wanita dan tumbuh di indung telur wanita. Kista ovarium ada dua jenis yaitu kista fungsional yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi dan kista yang mengandung sel abnormal. Kista fungsional biasanya dapat hilang sendiri dan tidak berbahaya. Berlawanan dengan kista fungsional yaitu kista yang mengandung sel abnormal yang bersifat ganas. Mitos :Tidak boleh keramas saat menstruasi hari pertama karena bisa mempercepat mengalami menopause Fakta : Bila dikaitkan dengan mitos keramas saat haid akan mempercepat terjadinya menopause sama sekali tidak benar. Justru pada saat menstruasi, Anda harus menjaga kebersihan seluruh tubuh. Begitu pula dengan mencuci

rambut dan menjaga kebersihan kulit kepala Anda. Anda bisa melakukan aktivitas cuci rambut kapan pun tanpa melihat siklus haid Anda. Menopause adalah penghentian menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas folikuler indung telur. Pada saat menopause, produksi hormon estrogen menurun sebagai akibat dari folikel atau sel telur yang habis dalam indung telur. Menopause wanita umumnya terjadi pada usia 45-65 tahun, sedangkan menopause dini terjadi di bawah usia menopause pada umumnya. Menopause dini biasanya disebabkan karena beberapa hal, salah satunya adalah wanita dengan berat badan berlebih dan wanita pecandu rokok. Mitos : Minum obat pereda nyeri saat haid mempengaruhi kesuburan Fakta : Pada wanita yang mengalami nyeri hebat bisa minum obat pereda nyeri dan hal ini tidak ada kaitannya dengan faktor kesuburan seseorang. Yang perlu diperhatikan adalah apakah Anda tidak mengalami alergi terhadap obat yang Anda konsumsi. Jadi, bila nyeri haid melanda, tidak ada salahnya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk minum obat pereda nyeri. Kesuburan seorang wanita tidak dipengaruhi oleh obat pereda nyeri yang sesuai anjuran dokter. Adapun beberapa kasus yang bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada wanita antara lain : gangguan hormonal, sumbatan pada saluran telur, kista indung telur, penyakit endometriosis, berat badan berlebih, merokok, alkohol, pada masa menopause dan kondisi mental dan emosional yang tertekan/ stres. Jadi, tidak ada hubungan antara konsumsi obat pereda nyeri yang tepat di saat haid dengan gangguan kesuburan pada wanita. Mitos : Tidak boleh berenang saat menstruasi Fakta : Meskipun sebagian wanita merasa cemas saat berenang ketika sedang haid, Anda tidak boleh membiarkan siklus haid menghalangi Anda menikmati hari di pantai atau di kolam renang bersama teman ataupun keluarga Anda. Bahkan olahraga sambil berenang saat datang bulan bisa membantu mengurangi nyeri haid dan meningkatkan suasana hati Anda. Jangan dengar siapa pun yang mengatakan bahwa berenang saat haid itu tidak sehat, atau bahwa darah haid akan menarik ikan hiu berenang mendekati Anda.

Style

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Aksi dengan Tas Produk Lokal Namanya semakin berkibar di industri kreatif nasional. Tas koleksi “Mahanata Bali” ini ini masih bertahan dengan dengan nuansa vintage & urban culture. Namun, menariknya tetap memadukan unsur tradisional dengan material Bali.

Tidak ada kebenaran untuk pernyataan seperti ini dan Anda bebas berenang kapanpun Anda mau, baik Anda sedang menstruasi ataupun tidak. Saat menstruasi boleh saja berenang asalkan memakai pembalut yang tepat dan nyaman. Berenang saat haid tidak akan mempengaruhi kesehatan Anda. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat menstruasi yang disertai nyeri hebat, kadang otot perut mengalami kontraksi hebat yang bisa menyebabkan kram perut. Anda mungkin perlu minum obat pereda nyeri terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas renang. Mitos : Memakai pembalut saat menstruasi bisa menyebabkan kemandulan. Fakta : Pembalut merupakan sarana yang membantu seorang wanita agar tetap bersih dan tidak lembab saat menstruasi. Pada dasarnya semua pembalut itu baik, asalkan tidak mempunyai riwayat alergi. Ini dikarenakan sensitivitas dari organ kelamin setiap orang berbeda-beda. Pembalut yang lembab dan tidak diganti dalam jangka waktu cukup lama bisa saja menyebabkan pertumbuhan kuman/bakteri yang bisa menginfeksi saluran kencing Anda dan mengakibatkan infeksi saluran kencing. Karena itu disarankan agar selalu mengganti pembalut sesering mungkin dan selalu menjaga kebersihan organ kelamin Anda. Mitos : Menstruasi membuat tubuh lemas Fakta : Umumnya darah yang hilang pada saat menstruasi adalah rata-rata 35 ml. Jika dilihat dari volume tersebut sebenarnya tidak akan menimbulkan keluhan lemas pada wanita yang sedang menstruasi. Akan tetapi pada beberapa kasus, volume darah yang keluar bisa hingga maksimal 200 ml per hari. Dengan volume darah sebanyak ini tentunya akan menimbulkan resiko badan lemas karena pada saat keluarnya darah menstruasi tersebut disertai juga dengan keluarnya mineral dalam tubuh yaitu zat besi. Untuk mengatasi keluhan lemas ini, pada saat menstruasi Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daun bayam, hati ayam, kerang, kacang merah, daging merah dan telur. Selain makanan tersebut, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti buah-buahan yang berwarna kuning. Vitamin C ini dapat membantu penyerapan zat besi tersebut menjadi lebih optimal. Dan zat besi dalam makanan tersebut akan dapat membantu tubuh Anda untuk memproduksi sel darah merah sehingga keluhan badan lemas pada saat haid dapat berkurang. Selain itu, pada saat menstruasi, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan dari biasanya. Jika jarang minum, Anda akan mengalami kekurangan cairan yang berakibat pada rasa lemas di tubuh. Oleh karena itu disarankan untuk banyak minum air putih di saat haid. Mitos : Berhubungan intim saat menstruasi tidak akan hamil

Fakta : Melakukan hubungan intim saat haid memang memiliki kemungkinan yang kecil untuk dapat hamil. Namun meskipun demikian, sperma tetap bisa masuk ke dalam vagina. Sperma yang sudah masuk ini dapat bertahan selama tujuh hari dan sel telur bisa bertahan selama tiga hari. Jika periode menstruasi seorang wanita tidak teratur, maka bisa saja terjadi salah perhitungan sehingga kehamilan dapat terjadi. Mitos : Minum kopi dapat mengurangi nyeri haid Fakta : Wanita yang suka minum kopi pada saat sedang menstruasi dapat mengalami keluhan nyeri yang lebih intens. Hal ini disebabkan karena kopi mengandung kafein yang tinggi yang bisa menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tingkat ketegangan, yang membuat nyeri semakin parah. Minuman hangat dapat membantu meringankan nyeri haid tetapi pilih minuman tanpa kafein. Minuman yang mengandung kalsium, vitamin B6 dan suplemen magnesium dapat membantu meringankan nyeri selama periode menstruasi, contohnya adalah susu. Studi tahun 2010 yang dipublikasikan di Journal of Obstetrics and Gynaecology Research menemukan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi susu mengalami nyeri datang bulan yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum susu. Kalsium dan magnesium yang terdapat dalam susu diketahui dapat meringankan nyeri saat datang bulan. Mitos : Wanita haid tidak boleh tidur siang Fakta : Larangan pada wanita haid untuk tidak tidur siang karena darah akan naik ke kepala, sampai saat ini tidak ada penelitian yang menyebutkan tentang hal ini. Bahkan wanita yang sedang haid membutuhkan istirahat yang cukup untuk membantu meredakan dan mengatasi sindrom premenstrual. Mitos : Jangan berolahraga selama haid Fakta : Berolahraga memang tidak disarankan kalau Anda mengalami kram atau nyeri yang parah. Tetapi para ahli berpendapat bahwa olahraga ringan seperti joging, jalan santai atau berlari boleh dilakukan saat haid. Olahraga ringan bahkan bisa membantu wanita menjadi lebih bugar dan mengurangi rasa sakit akibat menstruasi. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga pada saat haid. Dokter Made Ani mengingatkan, meskipun banyak mitos yang berkembang di masyarakat, jangan mempercayainya seratus persen. “Anda perlu mencari penjelasan ilmiah sehingga Anda tidak ketakutan dengan mitos yang belum tentu kebenarannya. Andapun perlu selalu menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta menerapkan pola hidup yang sehat untuk menjaga keseimbangan hormon dan selalu memperhatikan siklus menstruasi Anda. Ingatlah bahwa menstruasi adalah anugrah yang Anda dapatkan dan jangan pernah lelah dan malu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda,” tandasnya. –Inten Indrawati

D

alam perjalanannya sang pemilik Freddy WM mengatakan, kalau sekarang ia tidak hanya ‘fanatik’ endek, tapi mulai mengeksplor beberapa kain tradisional luar Bali seperti Lombok, Ambon & Florest. Sebab, ia sadar Indonesia itu luas dan memiliki banyak warisan seni budaya yang istimewa. Untuk pilihan warna,” Mahanata Bali” condong hadirkan warna netral dan tidak kaku, eperti coklat, hitam, abu jeans dan biru jeans. Ini, katanya agar mudah dipadankan dengan busana sehari-hari. Jika awalnya ia ia hanya memakai kanvas sebagai material utama, namun kini mulai ber-

eksperimen lagi dengan bahan denim wash stone atau kain denim yang melalui proses pencucian. Hal ini, dilakukan demi menunjukkan eksistensinya di dunia industri kreatif, fashionnya anak muda. Terbukti pangsa pasarnya kali ini 75% anak muda di Indonesia, bukan hanya di Bali. Mereka juga ada yang dari Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Ambon dan daerah lainnya. Sisanya adalah mereka yang berasal dari Belanda, German, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Australia,karena produknya juga tersedia di beberapa outlet di Canggu & di Gili Trawangan, Lombok. - Sri Ardhini

15


16

Edukasi

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Tiga Resolusi Pendidikan Tahun 2016 Berbagai persoalan di bidang pen­ didikan masih menjadi PR besar bagi para pemerintah, praktisi, pengamat dan stakeholder. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. yang “vokal” menyuarakan ketim­ pangan-ketimpangan di dunia pendidik­an dan kerapkali diundang sebagai narasumber ini pun me­ nyampaikan tiga hal sebagai resolusi pendidikan di tahun 2016.

P

ertama, meningkatkan pendidikan karakter (budi pekerti ). Mengingat pentingnya karakter dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang kuat, ia menegaskan perlunya pendidikan karakter yang dilakukan dengan tepat. Dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. “Karena itu diperlukan kepedulian oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, masyarakat, keluarga maupun sekolah. Kondisi ini akan terban-

gun jika semua pihak memiliki kesadaran bersama dalam membangun pendidikan karakter,” ujarnya. Dengan demikian, pendidikan karakter harus menyertai semua pihak kehidupan termasuk di lembaga pendidikan. “Idealnya pembentukan atau pendidikan karakter ini diintegrasikan ke seluruh aspek kehidupan termasuk kehidupan sekolah,” ucapnya. Terkait dengan hal ini, ia menyebut Pemerintah sudah melakukannya, salah satunya melalui sekolah. “Implementasinya perlu ditingkatkan. Reformasi men-

tal yang diwacanakan Presiden Jokowi perlu disikapi dengan arif dan bijaksana. Hasil akhir yang diharapkan adalah manusia yang cerdas dan beretika, cerdas spiritual, cerdas akademis, cerdas emosional dan cerdas sosial,” tegasnya. Kedua, menumbuhkan budaya baca. Made Suarta mengatakan ada tiga hal yang tidak bisa diabaikan untuk menjadi cerdas, yakni menonton, membaca dan menyimak/mendengar. Anak-anak kita dominan dalam menonton/ melihat dan mendengar. Dari beberapa referensi, disebutkan 90% siswa Indonesia hanya mengandalkan hidupnya dengan melihat dan mendengar saja (Taufik Ismail). Alat makin modern tapi tanpa membaca buku berarti kita masih primitif. Bahkan Dr. Roger Farr mengatakan, membaca adalah jantungnya pendidikan. Tanpa membaca pendidikan akan mati. Membaca merupakan batu loncatan bagi keberhasilan di sekolah dan dalam kehidupan kelak dalam masyarakat. Tanpa kemampuan membaca yang layak, keberhasilan di sekolah lanjutan dan perguruan tinggi adalah tidak mungkin. Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses belajar didasarkan pada kemam-

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum.

puan membaca (Glann Doman). Lalu, bagaimana mungkin kita membangun pendidikan yang bermutu tanpa membaca buku? Made Suarta mengutip hasil penelitian Taufik Ismail ke SMA di 13 negara antara Juli-Oktober 1997 dan kesimpulan risetnya bahwa siswa kita tidak membaca dan tidak menulis, siswa kita “rabun membaca dan pincang menulis”. Dari realita tersebut, ada 4 faktor penting dalam menumbuhkan budaya baca; adanya penggerak membaca, yakni orangtua, guru, kepala sekolah, pustakawan, masyarakat

dan kepala daerah; adanya alokasi waktu untuk membaca secara khusus. Dalam hal ini, rumah dan sekolah harus membuat alokasi waktu khusus untuk membaca bagi siswa. Anak juga harus dibiasakan untuk membaca buku; tersedianya buku-buku bacaan; adanya program baca, misalnya baca buku sebelum tidur, story telling time, read aloud, resensi buku, bedah buku, baca puisi, lomba-lomba, dll. Ketiga, mengangkat guru sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan pengamatan Made Suarta baik melalui media cetak maupun langsung di lapangan, bahwa sesungguhnya kita kekurangan guru. Dampak dari kekurangan guru ini adalah adanya guru rangkap, adanya guru honorer ( guru tidak tetap/GTT). Kualitas guru rangkap dan GTT ini dikatakannya perlu dikaji dalam kerangka meningkatkan kualitas. Peningkatan kualitas yang diharapkan akan sulit tercapai mengingat kondisi kurang maksimal. “Kualitas menjadi lebih baik apabila profesionalisme guru diperhatikan, di antaranya disiplin ilmunya (linieritas). Karena itu, pengangkatan guru disesuaikan dengan kebutuhan bukan berdasarkan politis,” tandasnya. –Inten Indrawati

Hiper-Komunikasi Ponsel Pintar dan Gaya Hidup Alternatif lMiu

Nakamatsu lLusiya Oda

Manusia adalah mahluk sosial. Salah satu cara manusia bersosialisasi adalah menggunakan ponsel pintar. Ponsel pintar membantu berkomunikasi, mendengarkan lagu, mengambil foto, dan beraktivitas ekonomi (seperti berbelanja maupun berjualan). Selain dampak positif, ponsel pintar mempunyai dampak negatif. Salah satunya adalah kecanduan (sebagaimana kecanduan bukan hanya terkait dengan narkoba, judi dan game). Terdapat 81% dari orang Amerika Serikat yang mempunyai ponsel pintar dan membawa ponsel pintarnya kemana-mana dan setidaknya 72% dari mereka melihat ponsel pintar terlalu sering, 22% dari orang yang berusia 18-29 melihat ponsel pintar semenit sekali. Jika kondisi ini berkelanjutan, manusia tidak dapat lagi mengontrol objek, melainkan dikontrol oleh objek. Dengan demikian kemanusiaan manusia diragukan. Tulisan ini akan mencoba menganalisis masalah kecanduan ponsel pintar dari perspektif pelajaran kelas 7 SMP. Sistem operasi ponsel pintar pun berkembang. Android, iOS, Windows Phone adalah tiga besar dari seluruh sistem operasi ponsel pintar. Data menunjukkan bahwa sistem operasi Android lebih banyak digunakan dari pada iOS dan Windows Phone. Kemungkinan besar, market share Android akan meningkat sebesar 1,4%, sementara iOS turun sebesar 1,7% pada 2019. Windows Phone diprediksi akan memperoleh peningkatan market share sebesar 0,1% pada 2019. Ponsel Pintar (Remaja): Peluang dan Tantangan Hadirnya ponsel pintar sebagai teknologi terkini dapat menimbulkan masalah sosial, yakni perubahan masyarakat. Kemudahan komunikasi dengan ponsel pintar menjadi fenomena yang bisa merubah pola komu-

lJenny

Lusiana Dewi

nikasi antar manusia. Komunikasi face-toface digantikan dengan komunikasi virtual, surat digantikan dengan pesan singkat (SMS) dan diskusi dilakukan dalam forum virtual. Keadaan tersebut menuntut etiket antar manusia. Misalnya orang yang selalu memakai ponsel pintar saat temannya sedang berbicara. Orang yang memakai ponsel pintar selalu fokus dengan ponselnya, sehingga orang yang berhadapan langsung diabaikan. Memakai ponsel pintar dengan baik dan sopan adalah memilih waktu yang tepat untuk memakai ponsel pintar. Ponsel pintar perlu ditaruh sewaktu menghadapi lawan bicara. Jika pada sebuah keadaan, ponsel harus diangkat, maka perlu meminta izin dari lawan bicara. Dalam mengirim pesan singkat, pemilihan kata dan kalimat berperan penting untuk komunikasi yang baik. Dalam agama, berkomunikasi itu harus dengan lemah lembut (Ta-Ha ayat 43-44), pantas atau masuk akal (Al-Isra ayat 28) (Matius 13: 51, 54) dan dengan perkataan yang baik (Al-Ahzab ayat 32). Nilai-nilai etiket tersebut patut dilakukan untuk menggunakan ponsel pintar dengan etis. Pengambilan foto dan video pun, perlu dilakukan setelah meminta izin. Terdapat peluang atas teknologi ponsel pintar. Dengan ponsel pintar dan aplikasinya, batas-batas sosial lenyap. Artinya hubungan sosial antar manusia menjadi tidak ada batasnya. Bagaimana pun ponsel pintar memberi peluang dan tantangan. Tantangan pertama adalah tantangan budaya. Terdapat kecenderungan hiper pada masyarakat yang terlihat dalam perkembangan TV, internet, komputer dan multimedia. Segalanya tampak nyata, padahal tidak nyata. Semua hanya halusinasi image yang tercipta lewat media elektronik. Seperti remaja-remaja jatuh cinta melalui Facebook dan Instagram.

Remaja menganggap itu nyata, padahal itu tidak nyata. Kemudahan akses teknologi juga berpeluang mendorong homogenisasi budaya. Budaya di satu tempat sama dengan budaya lain. Ada penyeragaman cara, gaya dan pola hidup. Tantangan kedua adalah terkait dengan penggunaan waktu. Sebagai remaja, bertanggung jawab terhadap waktu ialah penting. “Time is our most precious commodity.” Waktu akan terus menerus maju tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Tantangan yang dihadapi dengan adanya ponsel pintar adalah waktu. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk ponsel pintar, sehingga semakin sedikit waktu untuk keluarga, teman, guru dan orang sekitarnya. Tantangan ketiga adalah kecanduan. Kegiatan berbasis internet seperti game, chatting dan pornografi telah menunjukkan tingkat yang sama dengan kecanduan sebagai penyalahguna narkoba dan zat. Sampai adanya kelupaan pekerjaan yang direncanakan akibat penggunaan ponsel pintar. Tantangan keempat adalah tentang kesehatan. Misalnya hipermetropi dan miopi. Hipermetropi adalah masuknya cahaya melebihi batas saraf optik, sehingga melihat benda dekat menjadi kabur. Menciptakan Gaya Hidup Alternatif Bagaimanapun, keadaan sudah demikian. Apa yang ada sekarang seakan tidak lagi dapat dihindarkan. Kecanduan ponsel pintar semakin mengkhawatirkan. Merujuk pada ujaran David Hume, kondisi sekarang tidaklah

seharusnya demikian. Masih ada usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya. Masalah kecanduan ponsel pintar tidak bisa begitu saja disebut karena belum adanya hukum penggunaan ponsel. Seandainya sudah ada hukum pun, belum tentu semua orang mengikutinya. Banyaknya penggunaan ponsel pintar saat ini mencerminkan bahwa manusia lebih peduli pada kecepatan daripada ketepatan. Di sanalah letak akar masalahnya. Orang semakin menyukai halhal yang instan. Kecanduan ponsel pintar di satu sisi dapat disebut sebagai akibat dari agresifnya produsen ponsel pintar memasarkan produknya. Produsen ponsel pintar memasarkan produknya untuk mendapatkan keuntungan, bukan karena kebaikan hatinya. Pada kondisi itulah aktifitas ekonomi bisa berjalan. Maka, pemerintah perlu membatasi banyaknya objek yang diproduksi, membatasi publikasi iklan dan produsen perlu menjunjung tinggi etika persaingan bisnis. Bagaimanapun, kontrol diri manusia adalah kunci untuk memperbaiki keadaan. Kecanduan ponsel pintar bukan saja merupakan bukti bahwa manusia sudah dikontrol objek, tapi juga menjadi bukti bahwa manusia semakin lemah. Manusia berbicara lewat pakaiannya, tidak lagi menggunakan kemampuannya berbicara. Maka, kontrol diri perlu diperkuat pada manusia. Hal praktis yang dapat dilakukan adalah berpikir lebih keras untuk “apakah penting sekarang menggunakannya atau tidak.” Manusia harus bisa mengontrol objek bukan dikontrol oleh objek seperti pakaian, ponsel, hiasan dan simbol.

SMP Cendekia Institut Bali, Indonesia

Alamat: Jalan Seruni i2/8 Perumahan Puri Gading. Telepon (0361) 702121 Website: www.balichildrenshouse.com

Dara

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

9

Izzatul Fitriyah (Ria)

Kecil-kecil dengan Segudang Karya Menulis tujuh buku dalam rentang waktu tiga tahun tidak bisa dilakukan banyak orang. Jangankan tujuh buku, satu buku saja bagi seorang penulis kadang-kadang membutuhkan waktu bertahun-tahun merampungkannya. Namun, itu bisa dilakukan Izzatul Fitriyah atau yang akrab disapa Ria. Ia mampu menulis tujuh buku, enam novel dan satu naskah film dalam rentang waktu tiga tahun.

R

ia bukan sosok penulis senior, dengan segudang pengalaman dan jam terbang kepenulisan yang padat. Putri dari pasangan Mohamad Ali Susanto dan Farida ini memulai menulis buku novel sejak kelas IV sekolah dasar (SD). Karya novel pertamanya berjudul “Spider Girl”. Buku yang menceritakan tentang gadis laba-laba ini secara mengejutkan diterima penerbit terkemuka Indonesia Mizan, Bandung. Buku novel “Spider Girl” diterbitkan unit anak dan remaja Mizan, yakni Dar!Mizan pada tahun 2011. Usia Ria saat itu baru genap 10 tahun. Gadis kecil yang pemalu ini lahir di Singaraja, 14 Desember 2001. Kini Ria duduk sebagai siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Singaraja. Setelah novel pertamanya “Spider Girl”, menyusul terbit novel kedua Ria yang berjudul “Girl Cooking School”. Novel ini diterbitkan penerbit Lingkar Pena, Jakarta pada tahun yang sama, yakni tahun 2011. Bayangkan dalam satu tahun, Ria yang mempunyai hobi menulis, membaca novel dan nonton film ini berhasil menerbitkan dua buku novel. Pada tahun berikutnya, yakni 2012, buku-buku novel Ria kembali terbit. Novel ketiganya berjudul “Aku Pasti Bisa” diterbitkan penerbit Tiga Ananda sebuah imprint dari penerbit besar yang bermarkas di Solo, Tiga Serangkai. Novel keempat Ria, kembali diterbitkan penerbit Tiga Ananda, Solo pada tahun 2012. Judulnya “Mini Police”. Karya-karya tulis Ria terus mengalir. Sukses menerbitkan dua novel di tahun 2011 dan dua novel

pada 2012, Ria kembali menelurkan karya novel di tahun 2013. Pada tahun ini dua buku novel Ria kembali diluncurkan. Yakni, “Ghostly Girls” yang diterbitkan Noura Book’s, Jakarta, dan “Smile Forever Edeline!” yang kembali diterbitkan Dar! Mizan, Bandung. Pada tahun 2013 itu juga, Ria berhasil merampungkan penulisan naskah film yang berjudul “1000 Balon”. Naskah film ini memenangkan lomba penulisan naskah film yang diselenggarakan Biskuat Semangat. Filmnya kemudian ditayangkan di RCTI yang dibintangi sejumlah bintang film cilik Indonesia. Sebagai penulis naskah, Ria berkesempatan menyaksikan syuting film tersebut di wilayah Bogor yang disupervisi sejumlah sineas kenamaan Indonesia. Di sanalah, Ria juga bertemu sejumlah bintang film terkemuka Indonesia, seperti almarhum Didi Petet. Ria disebutnya sebagai anak berbakat dalam bidang kepenulisan. Selain enam buku novel dan satu naskah film, Ria juga menulis sejumlah cerpen. Cerpennya yang masuk dalam buku kumpulan cerpen berjudul “Sejuta Bibit Impian” yang diterbitkan Dar!Mizan, Bandung, pada tahun 2014. Ria ternyata tak hanya berprestasi dalam kepenulisan cerita. Gadis yang memang bercita-cita ingin menjadi penulis novel ini juga punya prestasi di bidang olahraga, yakni olahraga menembak. Pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Buleleng, Ria berhasil menyabet juara III menembak kelas 10 meter Pistol Junior Woman. Dan pada

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2015, Ria merupakan atlet Perbakin Buleleng mewakili Kabupaten Buleleng dalam ajang tersebut. Proses kreatif Ria dalam menulis novel cukup menarik dicermati. Ia belajar menulis secara otodidak. Tak ada yang mengajari. Ayahnya, M. Ali Susanto, merupakan seorang guru mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Ibunya, Farida, seorang ibu rumah tangga. Ayahnya tak menyangka anak keduanya, dari tiga bersaudara, tersebut menjelma menjadi penulis novel. Yang diketahui Ali, anaknya sejak kelas III SD mulai senang membaca buku-buku cerita. Lantas mencorat-coret kata-kata di komputer miliknya. Ria selalu melarang orangtuanya membaca apa yang ditulisnya di komputer karena malu. Juga kakaknya, Bughyatul Murtasyidah, dan adiknya Lisana Sidqin Aliya. Tahu-tahu ayahnya melihat Ria melahirkan sebuah karya. Jika Ria merasa karyanya rampung, baru orangnya dibolehkan membaca, dan mengedit kalau-kalau ada kata-kata yang salah. Setelah itu ayahnya bagian mengirim naskah ke penerbit. Itu juga diakui Ria. Ia mendapatkan inspirasi dari membaca buku-buku cerita. Terutama bu-

Izzatul Fitriyah

BIODATA

Nama Lengkap : Izzatul Fitriyah Panggilan : Ria Kelahiran : Singaraja, 14 Desember 2001 Orangtua : Mohammad Ali Susanto/Farida Saudara : Bughyatul Murtasyidah ( Kakak ) Lisana Sidqin Aliya (Adik ) Alamat : Jln. Camar I / 14, Singaraja-Bali Sekolah : Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Singaraja e-mail : ria_putriali@yahoo.co.id Hobi : Menulis cerita, membaca novel, nonton film. Cita-Cita : Penulis novel Karya Terpublikasi : 1. Spider Girl (Dar! Mizan; Bandung, 2011) 2. Girl Cooking School (Lingkar Pena; Jakarta, 2011) 3. Aku Pasti Bisa (Tiga Ananda; Solo, 2012 ) 4. Mini Police (Tiga Ananda; Solo, 2012) 5. Ghostly Girls (Noura Book’s;Jakarta, 2013) 6. Smile Forever Edeline! (Dar! Mizan; Bandung, 2013) 7. 1000 Balon (naskah Film, Biskuat Semangat, 2013) 8. Sejuta Bibit Impian: Kontributor naskah Cerpen (Dar! Mizan; Bandung, 2014) Prestasi : 1. Juara III 10 M Pistol Junior Woman ( Porkab. Buleleng 2014 ) 2. Atlit Perbakin Buleleng dalam rangka Porprov Bali, 2015

ku-buku seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) yang diterbitkan Dar!Mizan. Buku-buku KKPK memang ditulis oleh penulis-penulis cilik. Sejak itu, Ria keranjingan membaca buku. Setelah melahirkan karya-karya cerita, Ria semakin gila buku. Beragam buku novel karya-karya sastrawan besar Indonesia ditelan habis. Buku

berat semacam “The Da Vinci Code” karya Dan Brown dilahap dengan cepat oleh Ria. Itulah kegemaran Ria sekarang. Membaca buku-buku terjemahan karya pengarang-pengarang besar dunia. Lantas apa karya Ria saat ini? “Untuk buku belum ada. Tapi saya terus menulis di blog-blog,” kata Ria. –yum


8

Bunda & Ananda

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Memanfaatkan Momentum Tahun Baru

Suasana menjelang perayaan tahun baru merupakan siklus rutin yang terjadi setiap tahun, begitu juga dalam menyongsong awal tahun baru. Banyak hal yang sudah terjadi di tahun yang lalu dan ada harapan-harapan di tahun yang baru. Keluarga sebagai wadah interaksi antara orangtua dan anak dapat memanfaatkan momentum menyongsong tahun baru dengan melakukan berbagai kegiatan seru bersama keluarga. Sebelum malam tahun baru 2016, Vian bersama saudara sepupunya berkumpul di rumah nenek. Mereka sudah merancang untuk merayakan malam pergantian tahun bersama keluarga besar. Balon berbentuk angka 2016 sudan disiapkan. Acara memanggang pun menjadi salah satu agenda. Mereka juga menikmati pesta kembang api yang menghiasi langit. Suara ledakan kembang api menjadikan malam tahun baru 2016 semarak. Keesokan harinya, mereka olahraga bersama dan jalan-jalan ke pantai. Menurut Luh Kadek Pande Ary Susilawati, S.Psi, M.Psi, Psikolog, menyiapkan acara bersama keluarga di rumah merupakan hal yang menyenangkan. Proses ini dapat dimulai dari mendekorasi ruangan yang akan menjadi pusat acara, dengan menghiasinya dari kertas warna warni, meniup balon, menyiapkan topi yang akan digunakan dan terompet sebagai penanda menyongsong pukul 00.00 di tahun yang baru. Selanjutnya menyiapkan menu makan malam yang menjadi favorit semua anggota keluarga dan tentunya menyehatkan, atau membuat jagung bakar sambil bersenda gurau bersama keluarga, namun harus berhati-hati dengan api panggang jika ada anak kecil. “Keluarga dapat merancang ak-

tivitas yang dapat dimainkan bersama sambil menunggu detik pergantian tahun, seperti monopoli, ular tangga, karaoke bersama, atau menonton film. Aktivitas lain yang seru adalah menutup momen acara dengan menyiapkan pohon resolusi yang dapat ditulis di kertas kemudian digulung dan digantung. Semua keluarga dapat diminta untuk menuliskan keinginan dan harapan mereka di tahun yang baru. Manfaat dari kegiatan ini adalah membangun kekompakan, bekerja sama dan saling mengetahui peran masing-masing, serta mendekatkan komunikasi antar anggota keluarga,” ujar staf pengajar PS Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Ia menambahkan mengunjungi pusat kota yang menyelenggarakan acara tutup tahun atau pertunjukan kembang api adalah aktivitas seru yang dapat dipilih untuk mengisi acara akhir tahun. Acara seperti ini cukup rutin diadakan oleh pemerintah daerah dan dapat dimanfaatkan oleh keluarga sebagai sarana rekreasi yang menyenangkan. Anak dapat melakukan aktivitas fisik, mendapat teman baru dan menambah wawasan. Orang tua juga dapat saling berkomunikasi dengan pasangan secara lebih intensif tentang berbagai hal sambil menunggu anak bermain.

Pande Ary Manfaat dari kegiatan ini adalah mengenalkan anak akan hal baru yang dapat menambah wawasan serta berproses di dalamnya, dan orang tua dapat saling melakukan introspeksi dan membahas resolusi di tahun yang baru. Kegiatan lainnya, pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besar. Jika jarak kampung halaman tidak terlalu jauh dan memiliki waktu libur, orang tua dan anak dapat memilih aktivitas ini sebagai cara menghabiskan tahun baru. Pertemuan dengan keluarga besar yang hanya dilakukan ketika ada acara khusus tentunya bisa menjadi pilihan sekaligus mengobati kerinduan terhadap keluarga besar, terutama kakek nenek dan kerabat yang lain. Anak yang jarang bertemu dengan kakek nenek dan kerabat lainnya karena perbedaan tempat tinggal jadi lebih mengenal anggota keluarga besarnya secara akrab. Manfaat dari kegiatan ini adalah lebih mengakrabkan hubungan anak dengan sepupu, kakek-nenek, dan om-tante, mengenal lingkungan asal keluarganya, termasuk silsilah keluarga dan tradisinya. “Momentum tahun baru dapat

dimanfaatkan orangtua untuk menyampaikan beberapa pesan kepada anak, antara lain mengajak anak merenungkan apa yang sudah dilakukan pada tahun yang sudah berlalu; positif maupun negatif, menyenangkan maupun tidak menyenangkan dan hikmah setiap peristiwa yang telah dilewati,” ujar psikolog yang menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi dan S2 Psikologi Klinis di Universitas Surabaya ini. Orangtua perlu mendengarkan keluh kesah anak tentang berbagai hal yang sudah dialaminya. Mengajak anak lebih optimis menyongsong tahun baru dengan berpikir secara positif dan melihat diri secara lebih berharga. Menuntun anak untuk merencanakan resolusi berdasarkan pengamatan orang tua atas peristiwa yang sudah terjadi pada diri anak di tahun sebelumnya, baik itu menyangkut pribadi, keluarga, teman, dan sekolah. Jika anak menghabiskan tahun baru bersama sepupunya, orang tua dapat mengingatkan anak agar berbicara dan berperilaku yang sopan, menjaga diri, turut membantu aktivitas yang ada di rumah sepupu, dan rajin memberi kabar pada orang tua. Anak juga dapat menyampaikan keinginan-keinginan kepada orang tua menyongsong tahun yang baru, seperti mampu menepati janji kepada anak. Bagi orangtua agar tidak menganggap sepele atau remeh janji yang telah diucapkan dan segera menepatinya, hindari mengingkari janji karena anak akan terus mengingatnya. Lebih meluangkan waktu bersama anak, seperti menetapkan satu hari sebagai hari bersama anak dengan tidak mengambil rutinitas kerja dan mengisinya dengan aktivitas bersama, seperti bermain di rumah, membaca dongeng, dan melakukan aktivitas fisik. Memenuhi kasih sayang dengan melakukan kedekatan afeksi, seperti rutin menanyakan kabar anak ketika orang tua bekerja dan mendengarkan keluh kesah tentang

hal yang sudah dilaluinya. Menjadi orang tua sekaligus teman dimana anak dapat menceritakan segala hal yang dialami dan dirasakannya tanpa diberi judgement negatif atau kritik sehingga anak tidak perlu takut bercerita kepada orang tua. BUAT RESOLUSI “Secara psikologis, kebersamaan anak dan orangtua saat merayakan tahun baru memberikan momen introspeksi diri dan saling memaafkan. Anak dan orangtua dapat melakukan introspeksi bersama dan saling memaafkan segala hal yang sudah terjadi di tahun yang sudah lewat,” tandas psikolog kelahiran Denpasar 22 Mei 1980 yang akrab disapa Bu Pande ini. Belajar saling mendengarkan isi hati antar anggota keluarga dan memutuskan emosi negatif. Memperkuat keakraban melalui aktivitas yang dilakukan bersama keluarga. Kesempatan untuk mengajarkan nilai dan perilaku positif yang dapat ditiru oleh anak. Satu hal yang tak bisa dilupakan adalah membuat resolusi sebagai salah satu bentuk visi atau target yang menjadi arah dalam menjalani tahun yang baru sehingga menjadi penting untuk diupayakan. Resolusi dapat disusun secara spesifik tujuannya, terukur tahap pencapaiannya, dapat dilakukan dan dicapai sesuai kemampuan, serta jelas secara target waktu untuk mencapainya. Yang dikenal dengan akronim SMART (Specific, Measurable, Actionable, Realistic and Time-based). Resolusi dapat menjadi semangat dan motivasi serta mengindikasikan adanya harapan dalam menyongsong tahun yang baru. Adapun manfaat resolusi tahun baru bagi orang tua dan anak adalah menjadi kerangka mencapai tujuan di tahun yang baru, meningkatkan hubungan secara positif, hangat dan akrab dan meningkatkan optimalisasi diri dari anak maupun orang tua dalam interaksi keluarga. -Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit Temu Alumni SMAN 1 Tabanan

Alumni SMAN 1 Tabanan menggelar pertemuan Jumat, 11 Desember 2015. Kegiatan temu alumni lintas generasi ini merupakan acara yang dikemas untuk meningkatkan mutu pendidikan SMAN 1 Tabanan. Selain memberikan penghargaan ntuk siswa berperestasi, alumni SMAN 1 Tabanan mengadakan diskusi panel. “Mulai dari awal, kita sudah harus membantu siswa-siswi untuk menentukan apa yang ia inginkan, kemudian strategi-strategi yang digunakan untuk mencapai jurusan yang mereka inginkan,” tutur Wahyu Widhiana, ketua panitia. Acara temu alumni yang digagas alumni SMAN 1 Tabanan angkatan 1986 tersebut bertjuan untuk mengembangkan kerja sama atau sinergi antara alumni, guru, dan siswa. Selain itu kegiatan ini juga difokuskan untuk memformulasikan ide-ide kongkrit dari alumni untuk kemajuan SMAN 1 Tabanan. “Kegiatan ini kami rencanakan setiap tahun. Selain diskusi panel, kami juga mengadakan sosialissi perguruan tinggi agar mereka lebih paham memilih jurusan di perguruan tinggi,” ujarnya. Acara yang digelar di aula SMAN 1 Tabanan terebut cukup disambut meriah oleh sekolah, siswa, dan para alumni. Tebukti mereka hadir dan memenuhi aula. Antusias alumni tersebut tentu tidak hanya melepas rindu dengan teman-teman lama, tetapi lebih pada memberi dorongan kepada almamaternya. SMAN 1 Tabanan yang dulu menduduki peringkat lima terbaik se-Indonesia, kini diharapkan mampu bangkit agar semakin berkualitas. Kegiatan alumni ini tentu diwadahi oleh Yayasan Alumni SMAN 1 Tabanan (Yasta). Saat ini beberapa alumni mulai membangkitkan lagi Yasta sebagai media penghubung antaraluni dan mampu memberi dukungan material maupun mental kepada sekolah terutama siswa-siswi SMAN 1 Tabanan. -Wulan

persahabatan tikus dan kucing

Seekor tikus keluar dari liangnya. Baru berjalan sepuluh langkah ia melihat seekor kucing terperangkap. Si Tikus mengurungkan niatnya, lalu kembali ke liang. Tetapi di depan liangnya telah berjaga seekor Made Taro musang yang siap untuk memangsanya. Ia maju lagi dan berbelok ke arah kanan. Ketika menengadah ke atas pohon, ia melihat seekor burung hantu yang sedang bersiapsiap menyergapnya. Tikus itu berpikir. “Demi keselamatanku, alangkah baiknya aku harus melupakan masa lampau dan mulai mengikat tali persahabatan dengan kucing.” Ia pun mendekati kucing yang pasrah akan nasibnya yang malang. Kata si Tikus, “Tak sampai hati aku melihat kamu dalam perangkap. Sebetulnya aku bisa menolongmu, tetapi dengan perjanjian.” “Perjanjian apa yang kau maksud? Tolonglah Tikus, lepaskanlah aku dari perangkap ini!” “Pertama, lupakanlah masa lampau. Kedua,

mulai saat ini kita mengikat tali persahabatan.” “Aku pasti menaati perjanjian itu. Segeralah Tikus, lepaskanlah aku dari perangkap ini!” Si Tikus mendekat lalu mengerat dinding perangkap itu. Melihat peristiwa itu, si Musang yang siap mencaplok mangsanya, segera pergi. Si Burung Hantu yang sedang bertengger itu pun terbang jauh meninggalkan pohon. Sambil tersenyum si Tikus pun dengan tenang melepas dinding perangkap itu. Tentu saja si Kucing dengan sangat gembira keluar dari perangkap itu. Sebagai ucapan terima kasih, ia menyodorkan tangannya untuk bersalaman, namun si Tikus berbalik lari menuju liangnya. “Tikus!” teriak si Kucing. “Bukankah kita telah melupakan masa lampau dan mengikat tali persahabatan? Jujur kukatakan, aku berhutang budi kepadamu, dan aku sedang memikirkan bagaimana cara membalas jasamu itu. Mendekatlah ke sini, Tikus!” Tikus seolah-olah tidak mendengar ucapan sahabat barunya itu. Di dalam liang ia merenung. “Ada dua jenis persahabatan,” bisiknya. “Pertama, persahabatan yang tulus-ikhlas; kedua, persahabatan terpaksa karena suatu kepentingan. Tidak jelas, persahabatan mana yang terjadi antara aku si Tikus dan dia si Kucing.”

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

WORKSHOP TERDAHSYAT 2016 GURU MANGKU HIPNO

17

“SEHAT DAN SUKSES 2016 DENGAN JURUS ANTILEAK & BLACK MAGIC” Siapa bilang di zaman modern saat ini leak tidak ada, black magic sudah punah. Men­ jadi sesuatu yang sangat menarik jika kita masuk dan mencoba membongkar misteri yang ada, bagaimana kuasa black magic dan leak mampu menyakiti, menghancurkan kehidupan dan masa depan seseorang. Dari­ mana sesungguhnya sumber kekuatan black magic dan leak itu muncul dan menguasai diri seseorang yang meyakininya.

G

Guru Mangku Hipno

ejala yang berkembang di masyarakat sam­ pai saat ini sangatlah kental dengan aura mistis, jika seseorang sakit mereka cenderung masih berpikir negatif dan lebih suka mencari alasan di luar dirinya daripada melakukan introspeksi diri. Isunya masih banyak orang sakit dan orang yang gagal dalam berusaha “merasa” dirinya kena black magic ataupun amah leak. Fenomena yang terjadi di masyarakat berbekal keyakinan tersebut maka seseorang sering kehilangan rasionya dan lebih mengunakan rasanya, biasanya dengan cepat memutuskan datang ke suatu tempat dan memohon pewisik, dan seringkali diberikan petunjuk bahwa sakit ataupun gagalnya memang benar karena amah leak ataupun dikenai black magic. Tetapi, masalahnya setelah itu kesembuhan dan keberhasilan tidak didapatkannya. Muncul pertanyaan, benarkah black magic dan amah leak dapat terjadi segampang itu? Benarkah black magic dan leak penyebab utama jika seseorang sakit ataupun gagal dalam usahanya? Meng­ apa seseorang dengan mudah dapat dikenai black magic dan amah leak? Bagaimanakah cara menghindari dan menghentikan pengaruh black magic dan amah leak? Kami akan memaparkan dengan tuntas dan terbuka agar para peserta benar-benar me­ mahami apa yang sesungguhnya

terjadi pada dirinya dan tidak sekadar berpikir “nak mule keto ataupun kone–kone“. Sesungguh­ nya saya pribadi sangat­ lah prihatin dan kasihan, black magic dan leak difitnah dan dijadikan kambing hitam seper­ti itu, karena semua ke­ ilmuan apapun jenis dan bentuknya tetaplah memiliki dua fungsi yang baik dan buruk, semua tergantung siapa yang menguasainya dan bagaimana etika orang yang memegangnya, dan apa tujuan memi­ liki ilmu tersebut, ririh, wikan ataupun pradnyan semua bermakna dan dapat diarahkan untuk kebaikan manu­ sia, menolong mahluk hidup dan menjaga ke­ harmonisan perputaran semesta ini. Untuk itulah dianjurkan ke­ pada masyarakat, agar jangan cepat menyimpulkan sendiri jika mengalami suatu peristiwa buruk, tanpa dasar pengetahuan, baik pengetahuan ilmiah, medis, spi­ ritual dan cosmic. Ini menjadi sangat penting agar kita tidak datang ke tempat yang salah dan mendapatkan petunjuk yang salah dan penanganan yang salah atas apa yang kita alami. Workshop ini akan memberi­ kan masyarakat sebuah konsep berpikir yang baru dengan me­ rekonstruksi pola pikir lama yang kurang efektif dan efesien, mem­ buang dan menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mengatasi masalahnya, bahkan terkadang be­ rakhir saling memusuhi, menuduh

Peserta workshop selalu membludak

dan menfitnah tanpa dapat dibuk­ tikan nyata. Dalam hukum pikiran bawah sadar, ada dua metode penyelesaian masalah dengan jitu yaitu secara ilusi (kebiasaan men­ cari sumber masalahnya di luar diri) dan secara solusi (kebiasaan mencari, menemukan sumber masalah, pemecahannya di dalam diri). Tentu saja cara solusi adalah pilihan terbaik. Demikian Guru Mangku Hipno, seorang motivator spiritual, profesional healer, pakar metafisika dan energi prana me­ maparkan pandangannya. SEMBUH DAN BERUBAH DALAM 2 JAM Workshop Dahsyat yang akan diadakan di Gedung PWI Bali, Gatsu Lumintang, hari Minggu, 10 Januari 2016, direncanakan selama dua jam mulai pukul 15.00 wita. Mengundang Anda yang belum tersembuhkan, belum mampu berubah. Materi yang diberikan adalah bagaimana menyembuh­ kan, menangkal dan menghilang­ kan efek negatif black magic, amah leak, bebai dan sejenisnya dalam diri. Ditambahkan 5 (lima) rahasia sumber pembuka pintu “Sehat, Sukses, Keberlimpahan Harta dan Kasih Sayang, serta Ba­ hagia, me­lalui: 1. Pemurnian diri, 2. Pencerah­an Jiwa dan Penyadaran diri, 3. Pembangkitan diri, 4. Per­ ubahan diri dan Kultivasi Potensi Hebat dalam diri. Mempergunakan metode Universal dan Modern yang disebut “BySaId”, sebuah metode yang dikembangkan ber­ dasarkan pengetahuan ilmiah, pengalaman empiris dan hasil berpraktik Guru Mangku Hipno se­ lama 10 Tahun yang telah mampu

mengubah, memper­ baiki, menuntaskan dan menyembuhkan jutaan pasien yang sebelumnya sangat susah disembuhkan, baik karena sakitnya tidak terdeteksi se­ cara medis maupun sakit karena pikiran, perasaan dan cara bertindak yang salah (Psikosomatis) dari seluruh wilayah Indo­ nesia seperti Jakarta, Bandung, Sumatra, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Lombok dan beberapa kota besar lainnya, be­ gitu juga pasien dari mancanegara seperti Jepang, Amerika Ser­ ikat, Perancis, Ing­ gris, India, Kanada, UEA, dan negara Asia Peserta terhipnotis mendengarkan pencerahan jiwa Lainnya. GMH Lebih banyak lagi manfaat deritaannya, mencapai cita-cita nyata dinikmati, seluruh peserta dan tujuan hidupnya secara nyata. workshop juga akan dibekali de­ Ayo berhenti memikirkan sakit, ngan ilmu anti black magic, anti memikirkan gagal, berhenti men­ amah leak dan ilmu metafisika derita, sudah saatnya memikirkan atau ilmu yang mempelajari ada masa depan cerah dan lebih hebat apakah dibalik yang ada, agar pe­ dan itu tentu dimulai saat ini juga. serta memiliki paradigma baru da­ Secara khusus Guru Mangku Hipno lam memandang kehidupan masa sebagai pakar palmistri atau me­ depannya dan wawasannya mulai ramal juga membeberkan karakter terbuka untuk mengungkapkan tahun 2016 adalah tahun keber­ dan mengupas bagaimanakah sakit untungan hanya bagi mereka yang dan gagal bermula dan bagaimana bekerja keras dan berpikir cerdas, memecahkannya. Dengan penge­ inilah tahun yang sangat bersaha­ tahuan yang akan diberikan oleh bat bagi mereka yang memiliki Guru Mangku Hipno yang memiliki kebaikan dalam hidupnya, dan nama lengkap GMH KG Suatmayasa, tahun ini adalah tahun sukses S.H., CHt., MNNLP, diyakini para bagi mereka yang mengerti dan peserta akan mulai menemukan mampu menggabungkan antara kemudahan dalam menyelesaikan kecerdasan intelektual, kecerdasan masalahnya yang berkepanjangan, emosional, kecerdasan spiritual mengakhiri kesedihan dan pen­ dan kecerdasan kosmic.

PELAYANAN DAN TIKET

Sahabat dari Perancis dan Kanada belajar meditasi di Center Brahmakunta

Untuk informasi lengkap dan membeli tiket Workshop, silakan hubungi Guru Mangku Hipno d/a “Brahmakunta Center atau GMH Institute” Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 no 61, Kebo Iwa Utara, Denpasar Bali. Tlp : 03618442823, 085103112404, 081337228580. Pin BB : 7FB63D85. Untuk konsultasi, pembelajaran, penyembuhan, hypnotherapi/ psikotherapi/somatotherapi, kami buka setiap Senin s.d. Kamis, pukul 10.00 s.d. 17.00 wita. Ijin Praktik DinKes: 448.3/28.pt.XII.14


18

Kreasi

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

I Gu sti N g u rah P e rtu A gung

Mendalami Filosofi Hindu Menyimak Rahasia Kesenian Bali Sebagai seniman Bali, I Gusti Ngurah Pertu Agung tak hanya puas dengan kemampuan menari ataupun menggarap sebuah tari baru. Pria kelahiran Banjar Tegaltamu, Batubulan, Gianyar, 4 September 1977 ini ingin menyelami dan menyimak rahasia kesenian Bali yang sudah terkenal ke seantero jagat raya ini. “Seniman Bali mesti memahami roh dari kesenian itu sendiri, sehingga mampu menjawab tantangan yang ada,” katanya.

G

ung Pertu menuturkan berkesenian di Bali adalah sebuah persembahan, dan persembahan seorang seniman adalah berkesenian. Maka berkesenian itu tidak hanya bicara estetika dan seni, tetapi ada filosofi yang membuatnya menjadi lebih sempurna. “Karena itu, saya melanjutkan kuliah di IHDN Denpasar setelah tamat di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar,” ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Batubulan ini. Menurut pria ramah yang hobi musik, tari, sastra, lukis, kriya dan olah raga itu seniman yang lahir ataupun menggeluti kesenian Bali, hendaknya mampu mengambil

peran sebagai dokter sosial untuk menjawab permasalahan sosial masyarakat terutama dalam agama dan budaya. “Salah satu caranya dengan mempelajari rahasia kesenian Bali yang rohnya adalah filosifi Hindu,” tegas penyiar radio ini kalem. Gung Pertu yang kini menjadi Dosen di Fakultas Dharma Duta, Prodi Komunikasi dan Penerangan Agama IHDN Denpasar itu mengatakan, berkesenian sebagai bagian dari budaya dan budaya Bali rohnya ada pada Agama Hindu, sudah terbukti mampu membahasakan dengan logis dan menjawab tantangan seni yang ada. “Oleh karena itu, saya tidak pernah

Membaca lontar

berhenti berkreativitas dalam seni sampai saat ini,” imbuh Gung Pertu yang aktif dalam berbagai organisasi ini. Suami dari Drg. I Gusti Agung Dyah Ambarawati, S.KG ini memiliki aktivitas seni yang selalu membuat hidupnya lebih bermanfaat. Beberapa diantaranya menegelola Sanggar Kori Agung yang memberikan pelatihan seni tari, tabuh, dan sastra bertempat di Puri Agung Tegaltamu, mengelola Seni Sangging Barong dan Seni Tari Sakral Bali di bawah bendera GOAK Tegaltamu, dan sebagai Ketua Sanggar Keroncong Saraswati. Mahasiswa S3 Program Pasca Sarjana IHDN Denpasar yang konsentrasi pada Ilmu Agama

Berbagi di Sanggar

Aktivitas Sanggar Kori Agung

Mewujudkan anak-anak yang berdas dan berbudaya jangan hanya sebatas wacana. Perlu sebuah tindakan nyata. Seniman serba bisa bernama I Gusti Ngurah Pertu Agung tak hanya memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk dirinya sendiri, melainkan juga kepada orang lain. Melalui wadah sosial berupa sanggar seni, ia berbagi ilmu sebagai upaya menciptakan

lingkungan yang baik. Sanggar Kori Agung adalah nama sekolah nonformal tempat Gung Pertu membagikan ilmu yang dimiliki. Berbagai seni tradisional juga modern yang dipercaya dapat menguatkan karakter anak dilatih di sana. Tak hanya berupa senbi tari, tetapi ada seni tari, tabuh, sastra, lukis, dan kriya. “Saya mengambil peran sebagai dokter sosial

untuk menjawab permasalahan di masyarakat terutama dalam agama dan budaya,” katanya. Selain anak-anak, kegiatan sanggar ini juga juga melibatkan para remaja dalam bidang seni tari tabuh, sastra Bali dan juga seni pahat topeng serta seni suara. “Saya lebih fokus kepada anak anak dan remaja, sebab masa anak anak adalah masa dimana mereka harus lebih diberikan kesempatan bermain dan belajar dengan riang dan tanpa beban. Hanya seni bisa melakukan itu,” ucapnya. Lewat seni ini, Gung Pertu berharap anak-anak tidak akan merasa terpenjara kekanak kanakannya karena alasan pintar secara akademis tetapi miskin budaya dan kehilangan masa riangnya. Dengan bermain dalam budaya dalam seni, kami berharap bisa mengasah budi dan membentuk karakter yang membumi untuk kehidupan generasi yang lebih baik. Hal tersebut juga berlaku untuk para remaja. Mendapat kesempatan yang sama, mereka bisa lebih mengaplikasikan

juga masih dipercaya untuk tampil menari dalam panggung. Ia pernah mengikuti lawatan

ke luar negeri baik dalam ajang festival ataupun eksebisi seni seperti Jepang, China, Taiwan, India, Singapura, Eropah dan terakhir ke Bulgaria dalam festival budaya se-Eropa Timur. Tak hanya itu, olah vokal yang dimilikinya membuat dirinya sikbuk dalam garapan seni bersama Sanggar Cahya Art Denpasar sebagai penggarap narasi drama dengan tema klasik dan spiritual. Ia juga menggeluti dunia film dengan ide-ide sederhana dengan tema komedi dan dokumenter. “Jika ada masyarakat yang menanggap, saya juga masih aktif menari topeng dan mendalang,” pungkasnya. -Darsana

Melukis

energy dan sikap emosi mereka yang bisa dibilang masih sangat labil. Dengan diberikan peluang berkesenian dan membentuk komunitasnya dengan agenda yang jelas, maka kegiatan kegiatan yang kurang baik bisa dihindari. Fasilitas untuk memainkan gambelan, terus belajar menari barong yang sedang marak saat ini pasti bisa membantu para remaja dalam menyalurkan minat dan bakatnya. Termasuk juga diberikan kesempatan belajar bagaimana membuat topeng

Pertu Agung dan istri

barong dan sekaligus membentuk barong itu sendiri. “Apalagi dilibatkan dalam kegiatan sakralisasi barong dihapkan mereka bisa paham sebuah budaya yang membangun keunikan Bali,” paparnya. Saat ini Sanggar Kori Agung memiliki sekitar 30 peserta yang terdiri dari 20 peserta anakanak setingkat SD dan sekitar 10 remaja yang masih aktif menimba ilmu seni di sanggar itu. Dalam menungkan ilmu, Gung Pertu dibantu oleh istri dan sekitar 5 orang guru yang merupakan tamatan ISI Denpasar dan IHDN Denpasar. Untuk para manula, Gung Pertu menyiapkan wadah keroncong Sarawati. Musik ini dibangun untuk memberikan ruang kepada para sepuh untuk bermain main nada dalam lagu sebulan sekali. “Kami tidak meminta iuran, tetapi semua kegiatan ini kami bangun dalam wisata puri untuk kebutuhan pariwisata budaya, yang juga memberikan penghasilan buat anakanak dan masyarakat yang terlibat,” imbuhnya. -Darsana

Life

Story

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

7

Dari Kekeringan Jadi Surplus Ulang tahun ke-57 Provinsi Nusa Tenggara Barat, membuka kembali kenangan Dr. Hj. Siti Maryam Muhammad Salahuddin, salah seorang tokoh NTB yang kini telah sepuh. Di tahun 1966 di balik kemudi mobil yang mogok di tengah jalan, Siti Maryam membuat was-was empat orang rekannya sesama pejabat yang menumpang mobil tersebut. Sekretaris Daerah NTB waktu itu, Abdurrahim, S.H, dan tiga lainnya H. Jalaluddin, S.H., Drs. L. Syukri dan Drs. L. Yusuf.

S

ebagai daerah yang tengah membangun, waktu itu NTB belum memiliki banyak fasilitas bagi para pejabatnya. Jangankan ajudan, menyupir saja kerapkali dilakukan sendiri oleh para pejabat. Waktu itu mereka tengah melakukan perjalanan meninjau Lombok Selatan sebagai daerah miskin yang masyarakatnya kerap dilanda kelaparan. Namun, di tengah jalan mobil mogok dan harus ada yang mendorongnya. Tidak ada pilihan lain, tiga laki-laki mengambil posisi mendorong dan Siti Maryam berada di belakang kemudi. Di saat yang tepat, usaha ke empat pejabat ini berhasil dan Siti Maryam mengendalikan mobil itu dengan baik sembari tertawa terpingkal-pingkal melihat para pejabat ini lari mengejarnya. Mereka mengira jika Siti Maryam tidak bisa mengemudi. Ia terus melajukan jip tersebut yang membuat para pejabat lainnya semakin panik. Beberapa saat kemudian dengan cekatan ia menginjak rem dan menghentikan laju mobil dengan mulus. Ia turun dari mobil sambil tersenyum dan berkata, “Sejak tahun 1957 saya sudah memiliki SIM,” ujarnya disambut lega rekan-rekan kerjanya yang masih ngos-ngosan. Siti Maryam memang telah terbiasa menyetir mobil sendiri ketika kuliah di Jakarta. Ia mengaku memang sengaja tak ingin mengatakannya, sekaligus ingin “mencandai” para pejabat tersebut. Perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak pernah dilupakannya. Kepergian mereka ke Lombok Selatan bukanlah untuk berlibur. Meski di tengah perjalanan mereka tertawa-tawa dengan kejadian yang baru saja mereka alami, para pejabat ini sebenarnya berada dalam keadaan sedih. Perjalanan ini adalah tugas dinas yang “genting”. Betapa tidak. Pada tahun 1960-an, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat miris menyaksikan kelaparan yang melanda masyarakat di Lombok Selatan. Ancaman kelaparan terus melanda daerah kering ini. Tidak kurang dari lima tahun berturutturut hingga tahun 1965, Lombok Selatan layu karena kelaparan. Peristiwa yang paling menghantam rasa kemanusiaan adalah kejadian di tahun 1966. Kelaparan di Lombok Selatan menyebabkan ratusan orang korban meninggal

Dr. Hj. Siti Maryam

dunia. “Mencuatnya kelaparan tersebut sempat menjadi isu nasional,” kenang Siti Maryam yang kala itu menjabat sebagai Kepala Biro DPRGR Setda NTB. Kekeringan berkepanjangan yang melanda Lombok Selatan waktu itu mengakibatkan ratusan ribu lahan pertanian gagal panen. Petani kehilangan mata pencaharian dan akibatnya tak ada lagi persediaan makanan untuk masyarakat. Lombok Selatan memang dikenal sebagai daerah kering kerontang dengan tanah keras berbatu, yang membuat masyarakat tak bisa bercocok tanam. Lombok Selatan menjadi daerah paling kritis saat itu, yang menyebabkan daerah ini kerap dilanda kelaparan. “Seperti sebuah siklus, kelaparan di Lombok Selatan telah terjadi sejak zaman Belanda menduduki Pulau Lombok,” kata

Siti Maryam. Kondisi ini membuat pemerintah daerah mulai berpikir untuk membebaskan masyarakat Lombok Selatan dari kelaparan yang terus melanda. Pemerintah Daerah NTB, saat itu di bawah kepemimpinan H. Gatot Suherman, lalu serius mencari jalan keluar agar kelaparan di daerah ini berakhir. “Segera diambil tindakan darurat saat itu,” kata Siti Maryam. Sebelumnya, upaya melawan kekeringan dan ancaman kelaparan dilakukan dengan menggelar sebuah operasi bernama “Operasi Penanggulangan Lombok Selatan”. Upaya ini gagal. Namun tidak membuat Pemerintah Daerah NTB patah arang, meski di era kepemimpinan Gubernur Wasita Kusumah, upaya serupa yakni “Operasi Penanggulangan Wijaya Kusuma”, hasilnya juga tidak menuntaskan kelaparan di Lombok Selatan. Keseriusan Pemerintah Daerah NTB menyelamatkan Lombok Selatan dari ancaman kelaparan terus dilakukan dengan berbagai upaya. Akhirnya ditemukan solusi gemilang menangani kekeringan dan kelaparan di Lombok Selatan. Para pejabat NTB melakukan peninjauan ke lokasi-lokasi kekeringan dan kelaparan di Lombok Selatan dan segera mengambil tindakan. Tiba di Lombok Selatan, Siti Maryam sangat terpukul menyaksikan kondisi masyarakatnya. Bencana kekeringan dan kelaparan di Lombok Selatan kala itu seolah-olah tak mungkin bisa ditanggulangi. Bukan saja di daerah ini sangat sedikit curah hujannya, namun tanah persawahan di sana kering membatu sepan-

Siti Maryam (dua dari kiri), bersama rekan sesama pejabat di NTB, tahun 1966

jang tahun. Biasanya, para petani menggunakan pacul untuk mengolah lahan. Tetapi masyarakat di Lombok Selatan memakai linggis untuk mengatasi lahan berbatu dan tanah keras yang retak-retak karena kekeringan. Siti Maryam ikut aktif ambil bagian menanggulangi kelaparan di Lombok Selatan. Pemerintah Daerah NTB, sejak Gubernur R.A.A Ruslan Cakraningrat, Wasita Kusumah hingga Gatot Suherman tak henti-hentinya mencari jalan keluar terbaik menyelamatkan masyarakat Lombok Selatan. Bahkan Presiden Suharto pun secara khusus memberi perhatian dengan memerintahkan para ahli pertanian menanggulangi bencana kekeringan di NTB. GOTONG ROYONG TANAM PADI Di bawah pimpinan Solichin, G. P, para ahli yang didatangkan ke NTB melakukan penelitian hingga akhirnya menemukan bibit padi yang tahan dan dapat tumbuh di lahan kering yang tak banyak air. Bibit ini diberi nama padi Gogo Rancah (Gora) dan bisa dengan cepat tumbuh di lahan kering. Gogo adalah sebutan untuk padi yang dapat tumbuh di ladang, sedangkan Rancah adalah sebutan untuk padi yang ditanam di sawah. Tekad memperjuangkan hak masyarakat Lombok Selatan untuk bebas dari kelaparan pun dimulai melalui suatu gerakan massal yang diberi nama Operasi Tekad Makmur yang langsung dipimpin Gubernur Gatot Suherman.

Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Provinsi ini dikenal sebagai Bumi Gora

Seluruh sumber daya dikerahkan untuk menyukseskan program ini. “Selama dua hari penuh ditetapkan sebagai hari libur ke kantor di Lingkup Pemerintah Daerah NTB. Digantikan dengan hari gotong royong menanam padi Gora di Lombok Selatan,” kata Siti Maryam. Bersama masyarakat Lombok Selatan, pegawai negeri pun dikerahkan turun membongkar tanah-tanah kering dengan linggis untuk menanam bibit padi tahan kering. Untuk menyiapkan ratusan linggis dalam operasi ini, Pemerintah Daerah NTB secara khusus memproduksinya melalui perusahaan daerah. Upaya serius dan sungguhsungguh Pemerintah Daerah NTB dalam penanggulangan kelaparan itu akhirnya berbuah manis. Tunas-tunas Gora mulai bermunculan membawa harapan. Kerja keras dari pemerintah daerah dan masyarakat Lombok Selatan teruji kelak berhasil membawa Lombok Selatan keluar dari ancaman kelaparan di tahun-tahun berikutnya. Padi Gora pun akhirnya menjadi primadona. Sejak itu sosialisasi penanaman padi Gora terus dilakukan tidak terbatas di Lombok Selatan tapi lebih luas lagi ke seluruh daerah NTB yang umumnya tanahnya kering. Di Pulau Sumbawa, masyarakat dianjurkan secara serentak menanam bibit padi Gora untuk menyiasati lahan-lahan kering agar produktif dengan bibit yang sesuai. Waktu itu Pemerintah Daerah NTB mengucurkan dana Rp 150 juta untuk membiayai Operasi Tekad Makmur, terutama untuk membiayai operasional, sosialisasi lewat pemutaran film, promosi dan lainnya. Sejak padi Gora berhasil tumbuh di tanah kering yang retak dan pecah, kekhawatiran ancaman kelaparan berangsur-angsur menyurut. Sedikit demi sedikit kelaparan tertanggulangi dan produksi padi NTB terus meningkat, sampai akhirnya surplus hingga sekarang. Gogo Rancah, mengantar NTB menerima penghargaan dari lembaga pangan dunia Food Assosiation Organization (FAO). Gubernur Gatot Suherman, berdiri tegak, mengangkat kebanggaan NTB di Italia, menerima penghargaan tersebut. Sejak itulah, NTB dikenal sebagai Bumi Gora. -Naniek I. Taufan


6

Inspirasi

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Dewa Sugama, Timo, dan Adrian

Musik lebih Variatif

Selama ini Dewa Sugama sering tampil solo saat di panggung. Namun, beberapa event belakangan ini, ia kerap tampil bertiga. Dua partnernya adalah Timotius Imannuel Harwanto dan Carolus Adrian Sambang. Timo sebagai peniup saksofon sedangkan Adrian pemain keyboard. Bagaimana Dewa Sugama bisa menggaet dua musisi muda ini dan apa proyek mereka berikutnya?

B

erawal dari lomba band yang diadakan salah satu BUMN, Dewa Sugama menemukan talenta muda di bidang musik. “Saya lihat Timo bermain saksofon dengan baik. Ia juga mau banyak belajar. Saya langsung minta nomor ponselnya dan mengajak ia bergabung dengan saya,” kenang Dewa Sugama yang saat itu menjadi juri. Timo yang meraih predikat best saksofon player tentu saja gembira ketika diajak bergabung dengan Dewa Sugama. “Saya sering dengar namanya. Senang sekali bisa diajak main musik bareng,” ujar siswa kelas XII SMA Santo Yoseph Denpasar yang bandnya “Before Sunday” meraih juara 3 di lomba band tersebut.

Mozaik

Pemutaran film berjudul ‘Ngenest’ atau Ngetawain Hidup ala Ernest Prakasa melengkapi sederet industri film Indonesia bergenre drama komedi lain seperti The Tarix Jabrix, Cinta Brontosurus dan Kukejar Cinta ke Nege­ri Cina. Film ini menceritakan tentang kisah Ernest bersama sahabatnya Patrick yang sejak kecil selalu dibully karena keturunan Tionghoa.

E

Timo mengaku baru dua tahun belakangan bermain saksofon, sebelumnya ia pemain gitar. Ia mendapat arahan dari ayahnya untuk bermain saksofon. Salah satu alasan ayahnya, pemain saksofon sangat jarang. Peluang untuk berkarier sebagai pemain saksofon sangat terbuka. Kini putra pasangan Bambang Meidianto dan Ester T. Sri Harwati ini punya jadwal tampil regular di Hotel Puri Santrian dan Krisna Gallery. Banyak hal yang diperoleh Timo sebagai pemain saksofon. Ia merasa nyaman saat meniup alat ini. Bermain saksofon juga bagus untuk kesehatan terutama pernapasan. Tamat SMA, Timo berencana mencari sekolah music di Jerman untuk memperdalam ilmu saksofon. Selanjutnya ia ingin membuka sekolah musik. AJAK ADIK KELAS Kolaborasi Dewa Sugama dan Timo yang berawal dari pertemuan di lomba band ini akhirnya terwujud. Uniknya, mereka tak pernah latihan bareng. “Saya hanya memberitahu lagu dan kunci serta patern yang biasa saya mainkan. Ternyata Timo bisa memahami apa yang saya maksid. Dia mau belajar dan saya

Dari kiri: Adrian, Timo, dan Dewa Sugama

senang dengan anak muda seperti ini,” ujar pria bernama lengkap Dewa Gede Dana Sugama ini. Dewa Sugama yang beraliran pop bertemu Timo yang beraliran jazz melahirkan musik yang variatif. Namun, keduanya merasa masih ada yang kurang. Mereka lalu mencari pemain keyboard. Timo lalu merekomendasikan Adrian, adik kelas sekaligus temannya di “Before Sunday”. “Sebelum ikut lomba band, saya dengar ada adik kelas bisa main keyboard. Saya cari dan ajak bergabung. Ternyata Adrian mau. Ketika Dewa Sugama mencari pemain keyboard, saya langsung rekomendasikan, dan disetujui,” kenang Timo yang lahir 23 Juni 1997 ini. Adrian sendiri sudah belajar keyboard sejak kelas 4 SD. Ia banyak mendapat dorongan dari oprangtuanya (Henbertus Sambang dan Rosa Budhi Roshinta Deasi). “Sejak kecil saya sudah belajar main organ karena dengan muasai organ bisa menjadi media untuk berdoa kepada Tuhan. Saya sering main organ di gereja,” ungkap remaja kelahiran 3 Juni 2000 ini. Ketika diajak bergabung dengan Dewa Sugama dain Timo,

Adrian juga senang. Ia mendapat banyak pengalaman. Selama ini dirinya bermain di gereja dan ikut lomba band. Tetapi, dengan Dewa dan Timo, mereka bisa tampil di depan publik. Tampilan perdana ketiga musisi ini di acara Jalan Sehat Coolant Star Fruit yang diadakan di Renon, Minggu 20 Desember 2015. “Timo dan Adrian bukan pengiring saya. Mereka adalah partner saya. Kami memiliki posisi yang sama. Kami mengusung musik karena kami cinta musik. Kolaborasi gitar, saksofon, dan keyboard menjadikan musik kami lebih variatif,” tegas suami Gusti Ayu Wulandari dan ayah dari I Dewa Ayu Alindya Nada Sugama ini. Ia juga menegaskan semuanya boleh berimprovisasi di panggung agar bisa menghibur penonton. Soal nama, Dewa Sugama menolak dikatakan band ini sebagai Dewa Sugama and Friends. Ia lebih

suka menyebut ini adalah band Dewa Sugama, Timo, dan Adrian. Ke depan, mereka berencana akan membuat band dengan format lengkap. Salah satu kemungkinan adalah menggabungkan Dewa Sugama dengan Before Sunday sehingga namanya menjadi “Dewa Sugama Before Sunday”. Pria yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana ini berkelakar, kalau ada yang bertanya apa yang dilakukan Dewa Sugama before Sunday, jawabannya adalah bermain musik. Timo dan Adrian yang mulai menapak karier di dunia musik berharap teman-teman remaja yang punya kelebihan atau hobi, silakan mengembangkan diri. Namun, hal terpenting adalah tetap belajar dan tidak sombong. “Kami ingin membuat orang lain bahagia dengan musik yang kami mainkan,” ujar Timo dan Adrian kompak. –Ngurah Budi

Dewa Sugama, Timo, dan Adrian sebelum tampil di salah satu acara di Hotel Nikki Denpasar

19

Kedatangan Artis Tingkatkan Jumlah Penonton

rnest Prakarsa selaku pemeran utama sekaligus suradara film berjudul ‘Ngenest’ ini mempunyai ide inspiratif membawa pesan harmonisasi dalam kehidupan Dewa Sugama, Timo, dan Adrian saat tampil di acara Jalan Sehat Coolant Star Fruit di Renon

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

bermasyarakat menyampaikan ilustrasi diskrimasi melalui komedi terbuka yang dikemas apik dari karya trilogi buku best seller yang pernah dibuat. “Kisah ini sebagian besar sengaja dibuat banyak melibatkan

berbagai pihak mulai budayawan, penyanyi, youtubers, komika, serta aktor profesional dan berbakat menciptakan spirit cerita kadang hidup perlu ditertawakan berkonsep drama komedi yang bisa ditonton semua usia,” jelas

Ernest, Selasa (29/12) di Tunjungan 21, Mall Tunjungan Plaza Surabaya. Santoso, Manager Bioskop Tunjungan 21, Mall TP Surabaya, menambahkan kedatangan artis pembuat film Indonesia se-

cara tidak langsung memberikan dampak positif naiknya angka kunjungan penonton. “Kalau di hari biasa sekitar 800 orang menikmati pemutaran film yang sedang trend. Kalau mendatangkan artisnya, jumlah penonton bisa sampai dua kali lipatnya. Satu diantaranya film judul ‘Ngenest’ ini sudah habis dipesan dari kapasitas 200 tempat duduk dan 160 untuk dua studio. Otomatis lonjakan juga berdampak kepada pengunjung yang hanya sekadar lewat ikut masuk melihat keramaian terjadi di bioskop tunjungan 21 ingin mengetahui bertemu langsung para pemain film,” paparnya. Ia juga mengamati banyak yang memanfaatkan libur panjang Natal dan Tahun Baru dengan menonton bareng teman dan keluarga. -Romadhona Yulian

Peluang Bisnis Telur Puyuh Telur puyuh memang berukuran kecil, namun sering diburu. Telur yang konon banyak mengandung gizi dan kaya manfaat ini seringkali diburu oleh ibu-ibu untuk dijadikan bahan hidangan kuliner yang lezat. Tak hanya telur, daging burung puyuh yang sudah afkir pun bisa disulap menjadi sajian yang tak kalah enaknya. Bagi peternak burung puyuh, prospek dan peluang usaha budidaya burung ini tak pernah surut. Tiap hari permintaan telur, daging bahkan kotoran puyuh pun terus meningkat. Burung puyuh yang dibudidayakan untuk diambil telurnya biasanya ada tiga jenis, yaitu puyuh putih, puyuh hitam atau biasa dikenal dengan bangkok lokal atau peksi, dan yang terakhir adalah puyuh emas atau biasa dikenal sebagai puyuh solo lokal. “Puyuh bangkok lokal memiliki badan yang lebih besar dengan warna dominasinya adalah hitam, sedangkan puyuh emas badan tidak terlalu besar, dengan warna dominasi kuning kecoklatan,” ungkap Mukodas peternak burung puyuh asal Kauman, Ponorogo. Menurut Mukodas, dari tiga jenis tersebut terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk puyuh emas, memiliki

kelebihan dia lebih tahan terhadap serangan virus dan penyakit, untuk produksinya standar yaitu 95 persen. Untuk ukuran telur yang dihasilkan lebih kecil daripada puyuh bangkok lokal. Sedangkan puyuh bangkok lokal memang memiliki ukuran telur yang lebih besar, namun puyuh jenis ini dalam mengonsumsi makanannya lebih banyak dan boros jika dibanding puyuh emas. Kalau puyuh putih, sebenarnya sudah maksimal dari segi produksi dan konsumsi yang tidak boros, namun puyuh jenis ini ternyata cukup rentan terhadap penyakit. “Saya beternak burung puyuh sejak tahun 2000, dan sudah mencoba berbagai jenis puyuh yang beredar di kalangan peternak, namun pada lima tahun terakhir saya memfokuskan diri pada jenis puyuh solo lokal. Jenis puyuh ini sangat ideal buat peternak, dan jenis ini cukup populer di tengah masyarakat di pulau Jawa hingga Sumatera.” tambahnya. Saat ini dari peternak puyuh milik Mukodas, sudah sekitar 60.000 butir telur puyuh dikeluarkan per minggu untuk memenuhi permintaan pasar di Jawa dan Sumatera. Untuk mencukupi permintaan pasar yang terus meningkat, Mukodas

Kandang ternak puyuh

bekerja sama dengan peternak puyuh yang masih skala kecil di sekitar tempatnya. “Tak hanya permintaan telur yang terus meningkat tiap harinya, permintaan burung puyuh yang sudah afkir pun turut meningkat. Selain itu, kerap para petani melon atau bawang merah datang ke tempat saya untuk membeli kotoran puyuh untuk dijadikan pupuk organik. Hampir semua yang ada di farm puyuh tidak ada yang terbuang sia-sia.” paparnya. “Bagi peternak pemula yang ingin mencoba peluang dengan wirausaha ternak puyuh, saya menyediakan paket puyuh dari mulai kapasitas 1.000 hingga 5.000 ekor. Untuk paket ini peternak pemula tak perlu khawatir bagaimana proses membuat kandangnya. Karena untuk paket sudah lengkap dengan kandang, pakan, obat-obatan untuk puyuh dan panduan gratis tiap hari, jika peternak menemui kendala,” terangnya. Untuk proses kandangnya, Mukodas menggunakan kandang sistem battery, sistem ini menurutnya lebih memudahkan peternak dalam merawat burung puyuh dibanding sistem litter atau koloni. Untuk sistem koloni, digunakan Mukodas hanya un-

Telur puyuh

tuk proses pembesaran burung puyuh. Sistem battery lebih mudah dibersihkan, dan cukup mudah memanen telurnya. Ransum atau pakan puyuh bisa menggunakan murni dari pabrik yang bisa didapatkan dengan mudah di toko pakan atau peternak besar. Atau, juga bisa menggunakan pakan campuran dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurut Mukodas harga telur saat ini sangat fluktuatif dan berubah-ubah mengikuti grafik harga pakan. Harga telur perbutir dari peternak biasanya dari Rp 150–170. Untuk harga puyuh usia 0–20 hari sekitar Rp 2000 sedangkan harga per ekor puyuh emas usia siap produk, antara Rp 5.500–5.700. -Dinar Perdana


20

Nine

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Masidah & Menim

Mengais Rezeki di Pantai Kelui Sepanjang pantai Batu Layar, Senggigi, Kerandangan, Mangsit hingga Kelui, padat oleh pengunjung yang merayakan Tahun Baru 2016. Sebenarnya sejak liburan sekolah dua minggu lalu, pantai ini telah ramai oleh pengunjung yang berwisata. Hingga puncak keramaian itu dimulai sejak siang hari di pengujung tahun, tanggal 31 Desember 2015. Keramaian di sepanjang pantai-pantai ini berlangsung hingga beberapa hari setelah tahun baru, beberapa waktu sebelum masuk sekolah dan cuti bersama bagi pegawai dan karyawan.

D

i Pantai Kelui, Desa Kelui Kecamatan Pemenang Lombok Barat warga tumpah ruah. Begitu juga di Pantai Duduk, Dusun Duduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, warga berbondong-bondong menikmati suasana pantai mengisi liburan. Semakin banyak pengunjung di tepi pantai ini, membuat senyum

para ibu yang berjualan kopi dan berbagai makanan ringan, semakin lebar. Di tepi pantai Kelui Lombok Utara, Menim (40) tengah menghitung uang hasil penjualannya hari itu. “Lumayan bisa menambah uang belanja dapur,” ungkap perempuan yang tinggal di Desa Kelui itu. Tiap hari Minggu maupun hari libur, ia selalu menghabiskan waktu berjualan

kopi, teh dan makanan ringan di pantai yang banyak dikunjungi warga untuk berlibur itu. Meni tidak sendiri. Bersama puluhan orang rekan sesama ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Kelui, mereka mencari nafkah di tempat wisata ini. Mereka adalah ibu rumah tangga yang selalu memanfaatkan waktu libur bagi orang lain, sebagai waktu bekerja bagi mereka.

Inilah yang menjadi mata pencaharian bagi para ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Kelui dan sekitarnya juga ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar pantai Batu Layar, Senggigi, Mangsit dan lainnya yang memilih berjualan kopi dan makanan ringan. Bertahun-tahun sudah mereka menggeluti pekerjaan ini demi membantu suami yang rata-rata adalah nelayan atau bekerja sebagai satpam di hotel-hotel sekitar Senggigi. Hari Minggu dan libur, khususnya saat Lebaran Topat (lebaran khas masyarakat Sasak Lombok yang banyak dirayakan di sepanjang pantai) dan juga tahun baru seperti ini, adalah berkah yang tidak ternilai bagi mereka. Jika di hari Minggu dan hari libur biasa, mereka bisa mendapatkan keuntungan antara Rp 100 ribu-Rp 250 ribu sehari. Dan berkah itu bertambah menjadi berlipat-lipat pada saat perayaan Lebaran To-

pat dan Tahun Baru. “Dagangan saya bisa laku Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta,” ungkap Menim. Dan pada musim lebaran topat serta tahun baru, mereka bisa meraup untung hingga seminggu lamanya sepanjang keramaian berlangsung. Demikian pula dengan Masidah (45) yang juga merupakan warga Desa Kelui. Hari-harinya ia habiskan di tepi pantai ini dari pagi hingga sore hari. Keuntungan yang didapat ia gunakan untuk membiayai kehidupannya bersama anak-anaknya. “Ini saja yang bisa saya kerjakan selain seharihari di luar daripada hari Minggu dan hari libur, ya.. saya membantu orang-orang di kampung, mencuci dan menyeterika,” katanya. Selain mencuci dan menyeterika, mereka juga biasanya ikut bekerja sebagai buruh angkut pasir, bata dan lainnya pada proyek-proyek yang m e m b u t u h k a n t e n a g a mereka. -Naniek I. Taufan

Banyak Pengunjung Banyak Rezeki

Di Pantai Kelui ini, tidak hanya Masidah dan Menim yang bergantung hidup dari pekerjaan ini, melainkan puluhan ibu rumah tangga lainnya juga akan turun serentak berjualan khususnya di masa musim Lebaran Topat (seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri) dan Tahun Baru tiba. Wajah Masidah dan Menim sumringah tiap kali menghadapi tahun baru seperti ini. dagangan yang mereka jual juga volumenya bertambah hingga tiga kali

lipat. Selain itu, tidak jarang mereka menambah dagangan dengan berjualan nasi bungkus, sate hingga kelapa muda. Semangat mereka membuncah tiap kali pagi-pagi harus melangkahkan kaki ke tepi Pantai Kelui menanti para pembeli (orang-orang yang mandi di pantai tersebut) hingga akhirnya mereka akan kembali pulang ke rumah masing-masing membawa rezeki hari itu. Jika di Pantai Kelui para ibu

yang berjualan kopi dan makanan ringan ini akan kembali ke rumahnya di Desa Kelui seusai berjualan sore hari, lain lagi dengan para ibu yang berjualan di Pantai Duduk yang berada di Dusun Duduk Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Lombok Barat. Di sini para penjualan kopi dan makanan ringan bahkan berjualan 24 jam alias mereka berjualan sekaligus tinggal di tepi pantai dalam menjalankan usaha ini. Mereka tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari gedek-gedek sederhana. Mereka yang berjualan di Pantai Duduk hampir seluruhnya berasal dari Dusun Duduk, baik yang berjualan tidak tinggal maupun mereka yang langsung tinggal di areal tempat wisata ini. Mereka yang berjualan di Pantai Duduk ini memilih tinggal di tempat ini karena pengunjungnya terbilang relatif lebih ramai daripada Pantai Kelui. Bahkan menurut Fatimah banyak pengunjung yang da-

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Semarak Lomba Fashion Endek Antar Kepala Pasar Rakyat di Denfest 2015

Untuk terus dan lebih lagi memomulerkan produk tenun lokal, kain endek, Pemerintah Kota Denpasar selalu menampilkan endek dengan berbagai perkembangannya. Salah satunya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Denpasar, yang kembali menggelar Lomba Fashion Busana Kerja Endek antar Kepala Pasar Rakyat Indonesia se-Kota Denpasar, di ajang Denfest 2015, Selasa 29 Desember 2015, di areal Patung Catur Muka.

Para Pemenang Lomba Fashion Endek Tahun 2015

K

Fashion Show koleksi Rhea Cempaka

egiatan yang berlangsung di Panggung Utama dan bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan rasa cinta masyarakat Kota Denpasar terhadap tenun lokal Bali dan salah satu produk unggulan Kota Denpasar ini, juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Purnawati Geria didampingi Kadisperindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra. Kepala Disperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagangan IA Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Bina Usaha Perdagangan I Gst Ayu Laxmy Saraswati, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan lomba fashion busana

kerja ini, untuk memasyarakatkan endek dengan terus melaksanakan program promosi secara berkesinambungan sejak enam tahun silam.

Untuk melengkapi kemeriahan acara lomba fashion endek hari itu, kata Laxmy, juga ada persembahan fashion show oleh Duta Endek Kota Denpasa r, dengan balutan busana koleksi Rhea Cempaka dan Taksu Desain. Hair do & make up ditangani Jegeg Bali Salon, sepatu dan sandal dari Mega Collection dan aksesori dari Senaka Jewelry. Dayu Citra dan Laxmy yang hampir setiap tahun turun langsung menangani kegiatan fashion endek ini mengatakan jika tahun-

tahun sebelumnya juga sudah dilaksanakan di antaranya lomba untuk pegawai rumah sakit, perbankan, restoran, hotel dan LPD. Untuk kali ini, mereka juga melihat bahwa ke 16 pasang peserta lomba yang tampil dengan kain endek, meski bukan model profesional mampu hadir dengan cukup elegan, santai tapi juga modern. Mereka berhasil berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan menebar senyum sambil mempromosikan busana endek yang dikenakan. Sementara salah seorang de-

Dikatakan, sejalan dengan perkembangannya, setelah promosi,endek kini mulai digemari semua kalangan baik anakanak, remaja maupun dewasa bahkan orang tua. Kini banyak ditemui masyarakat menggunakan produk endek tidak hanya untuk kegiatan resmi, namun endek bisa dikenakan kapan saja baik ke sekolah, ke kantor atau untuk kegiatan sehari-hari. Untuk lomba kali ini, kata Gatra khusus menyasar para pengelola pasar yang juga tak terlepas dari program pasar rakyat yang menjalankan program revitalisasi untuk pembenahan. Karenanya, para kepala pasar ataupun para pengelola pasar juga diikutkan

Fashion Show Taksu Desain

dalam acara fashion endek ini, sehingga kedepannya endek bisa benar-benar berkibar sebagaimana tag line- nya yang dikenal selama ini, yang berarti bisa kita pakai kita gunakan, serta kita banggakan. “Jadi kalau dulu yang memakainya hanya kalangan orang tua, namun seiring perkembangan zaman, anak-anak, remaja, hingga dewasa sudah biasa mengenakannya. Bahkan tidak hanya di Bali akan tetapi di tingkat nasional maupun internasional sudah memakai endek,” papar Gatra. Keikutsertaan kepala pasar dan pengelola pasar dalam acara fashion endek ini, lanjutnya karena saat ini tengah digalakkannya keberadaan pasar rakyat dan ini juga merupakan sebuah momen untuk ikut memublikasikan pasar rakyat tersebut. Setelah lomba berlangsung dan tiga juri yang terdiri dari A. A Bagus Shambara dari Duta Endek Kota Denpasar, Desainer Tude Togog dan seorang model senior Bali, Corry Veronica berembug , maka pada Lomba Fashion Endek antar Kepala dan Pengelola Pasar tersebut, ditetapkan tiga pemenang, yang terdiri dari Juara I diraih oleh PD Pasar Kota Denpasar dengan total nilai 255. Juara II adalah Pasar Gunung Sari Pena-

Penasaran dengan Lomba Tahun Depan

tang malam hari sekedar untuk menongkrong dan mengobrol hingga malam hari. Untuk tinggal di lokasi yang kerap dijadikan pusat perayaan Lebaran Topat ini, mereka harus menyisihkan sumbangan ke masjid di desa mereka. “Tiap minggu kami menyisihkan untuk sumbangan ke masjid di kampung dan juga ada biaya listrik, keamanan dan lainnya,” ujar Fatimah salah seorang penjual makanan ringan di Pantai Duduk ini.

Ramainya para pengunjung yang datang berlibur ke pantai, membuat “bisnis” makanan ringan Menim, Masidah, Fatimah dan para ibu rumah tangga lainnya ini semakin banyak yang laku dan memberikan keuntungan lebih bagi mereka. “Di sinilah rezeki kami, bisa dapat lebih. Pengunjung yang banyak, rezeki kami juga banyak,” ujar Menim dan Masidah, sembari melayani para pembeli yang mengantri. -Naniek I. Taufan

5

sainer anggota Indonesia Fashion Chamber (IFC) Bali, Dewi Suarjani menyebut bahwa ide cemerlang yang digagas Rai D. Mantra bersama Ny. Selly D. Mantra tersebut adalah sebuah upaya yang sangat tepat dalam menjaga serta mengangkat kearifan lokal milik kita ini. Kegiatan ini juga, katanya dapat mengajak seluruh anggota masyarakat dari anak-anak hingga yang dewasa termasuk kalangan fashionistha bisa semakin mengapresiasi, mencintai dan pastinya menggunakan endek di berbagai kesempatan.

Sebagian undangan yang menyaksikan lomba

tih dengan nilai 240 dan sebagai Juara III terpilih Pasar Agung Peninjauan dengan nilai 225. Sementara, salah seorang juri fashion endek Veronika mengatakan, beberapa kriteria yang paling poin dalam lomba ini, yang pertama adalah keserasian sebab ini merupakan lomba fashion berpasangan. “Kami menilai keserasiannya secara menyeluruh. Kemudian yang kedua, kami melihat model yang nyaman, begitu juga komposisi warna serta coraknya. Harus pas dengan citra busana endek itu sebagai busana kerja, dan yang terakhir adalah penampilan, total look mereka di atas panggung,” terang Veronika. Lebih lanjut Dayu Citra mengharapkan dengan adanya kegiatan lomba fashion endek serta persembahan pagelaran berbahan produk budaya kreatif Kota Denpasar lainnya, ini dapat berkembang secara berkelanjutan. Hal ini tentunya dengan semakin seringnya pemakaian kain endek dalam kesempatan baik formal maupun non formal, yang didukung dengan beragam desain dan motif yang up to date sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. –ard

Endek yang dulunya hanya memiliki kekhasan warna, kini telah berkembang dengan berbagai ra­ gam corak, warna, mo­tif dan gaya. Hal ini tidak terlepas dari Juri, Veronika dan Agung Shambara upaya Pemkot untuk mengangkat produk lokal ini dan semakin berkibar di dunia fashion tidak salah pula jika Denpasar men- dan dalam berbagai ajang lokal jadikan produk tenun ikat endek maupun nasional. Ia pun merasa ini sebagai produk unggulan masa penasaran dan ingin tahu tahun depan. Apalagi kini, endek yang depan lomba endek untuk kalangan dikenal sebagai salah satu ikon Bali mana lagi. -ard


4

Mandalika

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Kaleidoskop Kerjasama FPPI Bali dengan BNN

Resolusi 2016 Harapan untuk NTB Lebih Baik

dalam sejarah digabung menjadi satu even di Mataram, tahun mendatang dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Dan yang terpenting dari semua itu adalah agar segala bentuk kekerasan terhadap anakanak Indonesia khususnya lagi di NTB khususnya tidak terjadi lagi,” kata Nyayu. Untuk mewujudkan NTB bebas dari terjadinya kekerasan terhadap anak, maka ia dan Dewan Anak Kota Mataram serta lembaga lain yang konsen terhadap perlindungan anak-anak di NTB, mengajak peran serta semua lapisan masyarakat untuk ikut serta peduli dan melindungi anak-anak di mana pun dia berada. “Tanpa kepedulian semua orang, jelas perlindungan

terhadap anak-anak dari tindak kekerasan akan berat dilakukan. Karena itulah salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menekan angka kekerasan terhadap anak,” lanjutnya. Dalam dunia jurnalistik, Supriyanto Khafid, salah seorang wartawan senior di Nusa Tenggara Barat memiliki resolusi khusus bagi dunia jurnalistik di Bumi Gora. “Saya berharap adanya peningkatan pemberdayaan wartawan baik dari perusahaan tempatnya bekerja maupun pemerintah daerah. Media jangan hanya diharapkan dukungannya sebagai tim sukses. Mereka juga perlu penambahan wawasan untuk lebih tahu keadaan di dalam dan di luar daerahnya. Semoga tahun 2016, dunia jurnalistik NTB, baik wartawan maupun medianya semakin baik. Selain itu, harapan saya juga agar tidak bertambah banyaknya “pasukan bodrex” alias wartawan yang tidak jelas media dan beritanya. Dan semoga seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di NTB jangan takut terhadap mereka yang tidak jelas keberadaannya,” ungkap Supriyanto yang telah puluhan tahun menjadi wartawan ini, dengan tegas. Harapan ini tentu saja menjadi resolusi yang akan dibangun oleh Supriyanto karena ia memang sangat mengenal karakter dan dunia jurnalistik di daerah ini. -Naniek I. Taufan

dok. pribadi

dok. pribadi

“Good Morning. Good Morning NTB. Great and Wonderful. Happy New Year 2016. Jadilah Nusa Tenggara Barat yang lebih hebat dan luar biasa karena semua potensi untuk itu ada di NTB. Warm Regards.”

FPPI Kota Denpasar

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyrakat Ni Ketut Adi Liasdiani , S.K.M., M.H.P.,Ed

FPPI Kota Badung

Pembentukan Satgas Anti Narkoba kerjasama BNN dan FPPI Bali

Seminar BNN dan FPPI dengan kaum marjinal

Ketua FPPI Bali Eka Susilawati on air di RRI

21

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

I

Adhar Hakim

dok. pribadi

tulah kalimat pertama di pagi hari 1 Januari 2016, yang disampaikan Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Drs. Arif Wachjunadi, mantan Kapolda NTB dalam pesan singkat yang mengungkap tentang resolusinya di tahun 2016. NTB menjadi salah satu perhatiannya karena daerah ini menurutnya

memiliki nyaris semua potensi untuk bisa menjadi lebih baik. Jenderal bintang dua yang juga mantan Kapolda Bali ini memang selalu memberi perhatian pada setiap tempatnya pernah bertugas. Karena itu, meski kini ia menjadi Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Pengembangan (Asrena) yang bertugas di Mabes Polri, ia tidak pernah lupa memberi semangat pada wilayah yang telah memberinya banyak pengalaman dalam bertugas. Sampai-sampai resolusinya pun tidak melupakan daerah-daerah tersebut. Berbagai resolusi disampaikan oleh hampir semua kalangan dalam memasuki tahun 2016 ini. Harapan-harapan baik turut mengisi dan mewarnai datangnya tahun baru 2016 ini. Adhar Hakim, Ketua Ombudsman RI Perwakilan NTB, memiliki resolusi yang baginya mengalir saja. Namun ia ingin fokus dan lebih bersabar dalam mendorong perubahan karakter melayani bagi birokrasi. “Mendorong perubahan di Indonesia ini memang tidak gampang, karena lebih banyak ke-

Nyayu Ernawati

dok. pribadi

jahatan yang kompak sedangkan kebaikan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya Adhar yang juga mantan wartawan ini. Dalam bidang perlindungan anak, Nyayu Ernawati, yang selama ini aktif dalam perlindungan terhadap kekerasan yang kerap terjadi pada anak-anak NTB pun memiliki resolusi bagi kebaikan anak-anak NTB. Perempuan yang kerap dipanggil Bunda oleh anakanak di Dewan Anak Kota Mataram ini berharap bahwa Kongres dan Forum Anak Indonesia 2016, benar-benar terwujud dan pelaksanaannya di Mataram NTB. “Saya sangat berharap agar Kongres dan Forum Anak Indonesia 2016, yang untuk pertama kalinya

Supriyanto Khafid

dok. pribadi

Berolahraga sambil Berwisata FPPI menyanyikan Hymne dan Mars pada hari Ibu di Art Center

Kursus AC di Pusdiklat Jalan Tukad Batanghari Renon (8- 11 Desember) dilanjutkan kursus kulkas dan kompor gas (14-19 Desember)

Satgas Desa Singakerta Ubud

Bali Mars

Acara gosok gigi di SD Cipta Dharma

Kursus Salon gratis di Salon Agung

Kegiatan FPPI dan IWAPI di Beach Walk dlam rangha Hari Ibu 22 Desember

Kepala BNN Brigadir Jendral Polisi Drs. I Putu Gede Suatawa, S.H.

Satgas WHDI di Pererenan Canggu 20 Desember

Ketua KONI NTB, Andy Hadianto, menetapkan target-target dalam resolusinya memasuki tahun 2016. “Tahun 2016 akan menjadi tahun prestasi olahraga bagi Nusa Tenggara Barat,” ujarnya. Target yang yang akan dibuktikannya pada PON XIX/2016 di Jabar mendatang adalah dengan meraih sekurang-kurangnya/minimal 15 Medali Emas. Ia juga ingin mewujudkan tahun 2016 sebagai tahun event sport tourism dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berolahraga dan juga berolahraga sambil berwisata. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi

Kursus Komputer di BPLE Tiara Course

Kursus spa di Reeva Spa Padonan Canggu (17 - 20 Desember)

dok. pribadi

Ir. Budi Septiani

dok. pribadi

Ir. Husnanidiaty Nurdin. “Semoga tahun 2016 para penyuluh di NTB memiliki kepercayaan diri dalam mendampingi petani/nelayan karena kapasitasnya yang telah meningkat karena telah mendapat pelatihan-pelatihan,” katanya. Ia berharap bahwa Kelompok Tani yang didampingi juga menjadi mantap kelembagaan dan organisasinya sehingga bisa d i a r a h k a n u n t u k m en d a p a tkan dukungan dari perbankan sehigga dapat menjadi kelembagaan ekonomi. Selain itu ia ingin membangun sistem untuk pengendalian kegiatan berbasis

drg. Farida Istiarini, Sp.ort

NTB, Drs. Lalu Gita Aryadi, yang juga salah satu Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). memiliki resolusi yang sangat singkat namun penuh harapan. Bahwa di tahun 2016 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus mulai dibangun. “2016 adalah tahun fokus bukan lagi sejumlah daftar mimpi yang kualitatif dan sekedar wacana,” ujar mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, yang sukses dengan program sejuta wisatawan ini. Oleh karena kesuksesannya itu, ia bahkan dijuluki sebagai Mr. Visit. Selain itu resolusi disampaikan oleh Kepala Bakorluh NTB,

dok. pribadi

Ir. Husnanidiaty Nurdin

Andy Hadianto

Drs. Lalu Gita Aryadi

IT sampai ke tingkat yang paling bawah dengan memperkuat tim kerja Bakorluh NTB. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, dengan resolusinya mewujudkan NTB sebagai sumber bibit sapi Bali yang berkualitas dan pertumbuhan populasi ternak 10% serta bisa menciptakan sistem investasi bidang peternakan untuk sapi bibit dan sapi potong. “Selain itu saya ingin melanjutkan pembangunan pusat agroeduwisata dan teknopark di Banyumulek Lombok Barat. Selain itu ingin mengoptimalkan fungsi RPH dan mengembangkan kampung unggas di 10 kabupaten dan kota di NTB untuk mengurangi ketergantungan pasokan ayam lokal dari luar daerah,” katanya.

Ditutup oleh drg. Farida Istiarini, Sp.ort., Spesialis Orthodontis yang memiliki resolusi yang sama setiap tahunnya, yakni menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Yang memiliki rasa ikhlas pada dirinya. Berbagi setiap rezeki yang diberikan Sang Pencipta, dan tidak pernah meminta kembali apa yang sudah diberikan. “Jangan pernah berharap ada ganti saat kita memberikan sesuatu milik kita pada orang lain,” ujarnya. Menyangkut profesinya, dokter Farida ingin selalu memberikan pelayanan kesehatan di bidang orthodonti yang terbaik kepada masyarakat. “Saya juga ingin selalu meng-up grade ilmu baik di dalam maupun di luar negeri semoga ada rejeki dan kesempatan,” ujarnya. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

Semua orang pernah bermimpi, semua orang juga boleh berangan-angan, bercita-cita dalam hidupnya. Anak-anak TK-SMP yang tergabung dalam Sanggar Lintang juga mempunyai mimpi. Mimpi anak-anak Sanggar Lintang yang terdiri dari Sinta, Agung, Jung Is, Cintia, Eka Putri, Saputri, Andin, Ayu, Yukmang, Evelin, Arum, Firman, Govinda, Tino dan Yosi dipentaskan Selasa (29/12) malam dalam rangkaian Denpasar Festival 2015. Saat itu, Sanggar Lintang yang dikoordinir oleh Mas Ruscitadewi mementaskan sebuah drama operet yang berjudul “Mimpiku”.

O

peret yang meramu kemampuan akting, gerak dan lagu ini berhasil menyedot perhatian penonton yang memadati panggung utama Denpasar Festival. “Mimpi” Sinta menjadi Wali Kota Denpasar mampu membius ratusan penonton anak-anak dan dewasa.

Mimpi Jadi Wali Kota Denpasar

Pementasan Operet “Mimpiku” di Denfest 2015

Operet dimulai dengan adegan belasan anak-anak bermain sambil bernyanyi. Mereka membuat lingkaran, ada yang menjadi kucing, ada yang menjadi tikus, mereka berkejar-kejaran. Tetapi Andin terjatuh, kakinya sakit, dia mengaduh dan menangis. Tangis Andin terdengar oleh Sinta, anak yang paling tua. Sinta bertanya pada anak-anak lain, “Kenapa Andin menangis, siapa yang membuat Andin menangis, siapa yang menginjak, siapa yang mendorong?” tanya Sinta. Tak ada yang mau mengaku. Anak-anak itu malah saling tuduh. Akhirnya, Cintia maju ke depan dan mengatakan bahwa mereka

semualah yang menyebabkan Andin terjatuh, mereka semualah yang membuat Andin kesakitan. Tetapi mereka tidak sengaja menginjak dan mendorong, hal itu terjadi karena tempat bermain mereka terlalu sempit. Anak-anak yang lain pun juga mengakui kesalahannya, tetapi mereka tidak sengaja. Anak-anak mengeluh sambil bernyanyi: “Sempit, tempat ini terlalu sempit, bikin kita jadi terjepit. Sempit, kota ini semakin sempit, hati ini ingin menjerit”. Sinta akhirnya mengerti dan tidak menyalahkan anak-anak yang lain, Andin jatuh karena tempat bermain mereka terlalu sempit. Agung dan teman-temannya

Anak-anak Teater Sanggar Lintang usai mementaskan Operet “Mimpiku” di Denfest

datang dan mengejek anak-anak yang lain yang mengatakan perlu tempat yang lebih luas untuk bermain. “Hahahaha… dasar kuno, dasar katrok, main sekarang tak perlu tempat luas, cukup dengan satu HP, kita bisa bermain dengan puas, menjelajah dunia, memasuki luar angkasa hahahaha..” kata Agung sambil bernyanyi diikuti oleh teman-temannya. Cintia sedih mendengar ejekan Agung. “ Yahhh, kalian kan anak orang kaya, kalian bisa beli HP, sedangkan kami? Jangankan beli HP, beli buku tulis saja tidak bisa,” keluh Cintia. Tetapi Jung Is, tidak menerima ejekan Agung. Kata Jung Is, walaupun mereka tak punya uang mereka juga bisa bersenangsenang, bisa bergembira, bermain bersama teman-teman. Sementara kalau main HP bisa lupa belajar, lupa segalanya. Agung tak mau disalahkan, kelompok Cintia juga tidak mau direndahkan. Mereka bertengkar, Sinta berusaha melerai dan mengajak kedua kelompok anak-anak itu untuk tidak bertengkar. Menurut Sinta berteman harus saling menyayangi, bukan saling ejek dan saling menyalahkan. Pakai HP boleh saja, pakailah HP untuk yang berguna. Sinta kemudian menasihati kedua kelompok anak-anak itu. “Kalau kita bersatu, semua pasti bisa kita wujudkan. Bertengkar dan saling ejek tak ada gunanya, itu hanya membuang-buang waktu. Yang miskin tak boleh menyerah,

yang kaya tidak boleh sombong. Yang kecil harus disayangi, yang lebih tua harus dihormati. Kita bisa punya tempat yang lebih lapang, kita bisa beli HP, kita bisa memiliki kota ini, kita bisa menguasai teknologi. Kita bisa semuanya….”. Sinta melamun. Dalam lamunannya Sinta seolah-olah melihat anak-anak yang menderita karena kehilangan orangtuanya. Sinta juga melihat orang-orang yang kejam yang menindas orang-orang yang tak berdaya. Sinta melamun menjadi seorang Wali Kota yang bisa melindungi semua warganya, bisa mengatasi semua masalah. Sinta menghibur warganya dan bernyanyi: “ Aku ibu Wali Kota, kalian semua adalah anak-anakku, semuanya milikmu, milik kalian, milik kita semua. Belajarlah dengan giat, raihlah cita-citamu, terbanglah…” Dalam angannya Sinta juga memberi pelajaran pada orang yang bersalah, bahkan dia bisa melenyapkan orang-orang keji dan jahat. Sinta tersadar kembali dari lamunannya, mimpinya menjadi Wali Kota Denpasar yang bisa mengatasi semuanya. Sinta merasa malu karena mimpi menjadi Wali Kota Denpasar, tetapi tidak bisa berbahasa Bali, makanya ia mencari Jung Is agar bisa bersama-sama belajar berbahasa Bali. Operet ditutup dengan menyanyikan lagu “Siki-Siki” bersama-sama. -Inten Indrawati

Kemeriahan Tahun Baru 2016 Perayaan malam tahun 2016 berlangsung semarak. “Perang” kembang api membuat langit seperti dihiasi lampu disko. Suara ledakan pun terdengar saling bersahutan. “Saya memilih tahuan baruan di rumah saja bersama anak dan keponakan. Kami manggang lalu bermain kembang api,” ujar Mahendra, seorang warga Denpasar.

Banyaknya orang yang memilih tahun baruan di rumah membuat jalanan di Kota Denpasar tak begitu ramai. “Kami pulang dari gereja, jalanan lancar. Mungkin semuia sudah mempersiapkan diri di rumah. Jalanan sepi tetapi petasan ramai,” ungkap Diana. Keesokan harinya, Diana dan keluarga jalan-jalan ke Kuta. Suasana Kuta masih ramai namun lalu lintas cukup lancar.

Pentas Malam Tahun Baru Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Ibu Dewi merayakan tahun baru dengan mengawal putri-putrinya pentas di banjar yang kebetulan ulang tahunnya bertepatan dengan malam tahun baru. Putri keduanya, Ayu pentas Tari Condong dan putri bungsunya ikut fashion show. Mulai pukul 15.00, Ayu sudah bersiap-siap untuk dirias. Maklum, karena pengisi acara khususnya tarian lumayan banyak, jadi para penari pun harus lebih awal dirias. Acara di Banjar Dajan Tangluk dimulai sekitar pukul 20.00 dan berakhir hingga pergantian tahun. Usai Ayu dan Andin pentas yang ditonton oleh orangtua, kakeknenek, dan kerabatnya, mereka makan bersama sembari menunggu pergantian tahun. Menjelang detikdetik pergantian tahun, mereka segera naik ke lantai dua untuk menyaksikan suara gemuruh dan indahnya sinar kembang api.

Edisi 882/ 4 - 10 januari 2016

3

Made Robert & Made Ayu Dewi

Selamatkan Bali dengan Jadi Investor di Tanah Bali “Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Unit Atta Labeji Villas” Bagi sebagian orang, investasi masih dianggap sesuatu yang “mahal”. Mereka masih beranggapan bahwa hanya orangorang berduit yang bisa berinvestasi. Kehadiran Atta Labeji Villas yang me­ ngusung konsep “mepatung” telah menepis anggapan tersebut. Dengan konsep ini, bahkan anak-anak muda yang masih kuliah pun mampu menjadi investor.

“M

emang benar, karena hanya dengan Rp 12 juta, mereka sudah bisa memiliki atau menjadi owner villa. Dengan konsep mepatung yang merupakan konsep warisan leluhur masyarakat Bali, hal yang besar menjadi kecil. Dan kita semua bisa menjadi investor untuk mempertahankan tanah Bali,” ujar Made Robert, pendiri sekaligus konseptor Mesari Land dengan proyek villatel Villa Mesari dan BOS

Para Investor Atta Labeji Villas yang sudah menerima Surat Lot & Sudah melakukan Perjanjian Notariil

Land dengan proyek Atta Labeji Villas. Setelah sukses meluncurkan Villa Mesari yang berlokasi di daerah wisata eksotik Ubud Bali tahun 2013, Direktur Utama BOS Land ini, melalui BOS Land a Subsidiary of MESARI Land, pertengahan tahun 2015 meluncurkan kembali sebuah proyek villatel Atta Labeji Villas yang berlokasi di Desa Kenderan, Ubud, Bali. Dengan menjalankan misi “menyelamatkan Bali dengan berinvestasi di ta-

nah Bali”, masyarakat Bali mulai tergerak dan beberapa sudah bergabung sebagai investor. Marketing & Communication of Atta Labeji Villas sekaligus Komisaris Utama BOS Land, Made Ayu Dewi Saraswati mengatakan selama ini orang luar Bali bahkan orang luar negeri berlomba-lomba berinvestasi di Bali. “Kenapa kita orang Bali hanya menonton saja. Kenapa kita tidak ikut ambil bagian untuk menikmati kue pariwisata ini. Dengan berinvestasi di Atta

Labeji Villas, selain mendapatkan keuntungan, kita juga ikut menyelamatkan Bali dengan menjadi tuan rumah di tanah Bali,” ucapnya. Beberapa investor yang memutuskan bergabung di Atta Labeji Villas tentunya sudah mempertimbangkan banyak hal, salah satunya karena investasi yang berbasis kerakyatan ini sangat menguntungkan dan aman dari segi legalitasnya. Sehingga, siapa pun, khususnya orang Bali, sangat mungkin un-

tuk bisa menjadi investor maupun pemilik. Investasi cerdas di Atta Labeji Villas ini pun mendapatkan apresiasi besar saat dipresentasikan di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya beberapa waktu lalu. Bahkan beberapa dari investor mengungkapkan sangat memungkinkan jika proyek semacam ini dengan konsep mepatung, juga bisa dilakukan di luar Bali, karena hal ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat. -ten

Terobosan Investasi 100 % Uang Kembali di Tahun ke-10

Pentas Tari Condong

Pulang Pukul Tiga Pagi Kemeriahan perayaan Tahun Baru 2016 juga tampak di Mataram dan Lombok Barat. Ratusan ribu warga memenuhi di sepanjang jalan menuju kawasan Senggigi Lombok Barat sebagai salah satu pusat keramaian dalam merayakan tahun baru. Selain di Senggigi pusat perayaan tahun baru juga meriah di sepanjang Jalan Udayana Mataram. Banyaknya warga yang merayakan tahun baru membuat jalanan di Mataram dan arah Senggigi macet parah. Hal ini yang membuat banyak orang tiba di rumah pada dini hari, seperti Indras dan anakanaknya yang menikmati sajian unik pergelaran di Bandini Kofiie.”Saya tiba di rumah sekitar pukul tiga

dini hari. Terhalang macet yang luar biasa,” ungkap istri musisi Ary Juliyant ini yang tinggal di Montong Gunung Sari ini. Perayaan tahun baru yang terbilang unik dilakukan Bandini Koffie yang menampilkan selain grup 4 Peniti Bandung juga musik-musik tradisional. Tepat pukul 00.00 memasuki 1 Januari 2016, kembang api berpendar-pendar di langit Senggigi dan Udayana. Bunyi terompet tahun baru terdengar di mana-mana. Itulah pertanda dimulainya tahun 2016 dengan berbagai resolusi dari semua orang yang berharap kehidupan yang lebih baik dapat diraih di tahun ini. -Ngurah Budi/Inten Indrawati / Naniek I. Taufan

atta labeji villas masterplan

Beberapa keuntungan sebagai investor di Atta Labeji Villas, di antaranya, uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapat­kan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian

atta Labeji villas pool villa exterior couple

untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. “Klausa ini juga dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor bahkan telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris,” ujar Ayu Dewi Saraswati. Made Robert mengatakan, di zaman sekarang ini masyarakat harus memikirkan untuk memiliki investasi. “Boleh saja menjadi karyawan di pe-

atta labeji villas deluxeroom interior

rusahaan orang lain, tapi harus juga punya investasi untuk memiliki passive income. Belilah sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Berinvestasilah yang cerdas,” sarannya. Seperti, terobosan dan inovasi menguntungkan dan aman yang dilakukannya dalam proyek Atta Labeji Villas ini, diyakini akan mampu mengantarkan masyarakat Bali menuju kesejahteraan dan taraf hidup yang lebih baik. Karena dengan menjadi investor, masyarakat

Bali akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. “Hanya dengan Rp 12 juta, masyarakat sudah bisa menjadi owner villa. Saat ini senilai hanya Rp 12 juta, dan seiring waktu harganya pasti naik,” imbuh Made Ayu Dewi. Untuk itu, ia mengajak masyarakat yang belum bergabung menjadi investor, datang langsung ke kantor Bos Land, Jalan Tukad Pakerisan 79 Panjer Denpasar, telepon 0361- 4723260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten


Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

GORO-GORO Pulang dari rumah Ami, Amat disapa tukang warung. “Pak Amat, apa prediksinya tahun Putu Wijaya 2016?” Amat asal men­ jawab, sambil menggerutu dalam hati, kebanyakan nonton tv semua jadi gila prediksi. “Hoki!” “Masak?” “Dua tambah satu tambah enam jadi sembilan. Angka 9 angka sak­ ti!” Sampai di rumah, Amat terus menggerutu. “Tukang warung saja keranjingan prediksi-prediksian, Semua orang ingin meramal apa yang akan terjadi. Tandanya kita memang senang ber­ mimpi, kurang fokus pada apa yang sedang dihadapi di depan mata. Jadi tukang khayal semua!” “Jadi tadi ditanya prediksi 2016, Bapak jawab apa?” “Jawab iseng saja supaya dia senang. Hoki!” “Wah, itu namanya ngasih hara­ pan. Mancing orang mimpi. Hati-hati, Pak, iseng-iseng suka jadi racun.” Amat ketawa. Tapi esok paginya kejadian. Ada 5 orang menunggu de­ pan rumah mau konsultasi. Bu Amat bingung, tapi Amat ketawa lagi. “Ah ini pasti tukang warung itu yang iseng. Awas ya!” kata Amat sambil keluar menghadapi tamu­ nya. “Ada apa ini? Mau nanya apa? Bapak lagi sibuk ini. Cepetan, ya.” “Saya, Pak, saya nomor satu.” “Ya. Apa?” “Mau nanya peluang yang basah tahun 2016 lahan apa?” “O jelas, buka warung.” “Di mana, Pak?”

PREDIKSI

“Di sini. Baik. Yang lain!” “Saya mau bisnis, bagusnya bisnis apa. Pak?” “Bisnis warung!” Bu Amat yang nguping ketawa. Amat menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang sama. Buka warung. Tapi anehnya semua men­ erima dengan serius. “Kamu yang terakhir, tak usah nanya, Bapak tahu kamu mau apa. Pokoknya buka warung, pasti sukses!” Terimakasih, Pak!” Amat masuk rumah kembali sambil tertawa. “Bener-bener tukang warung itu sudah meracuni orang, bilang Bapak sudah dapat wangsit, bisa meramal. Awas rasain sekarang!!” Sebaliknya Bu Amat cemas. Ia sudah sering melihat banyak mainmain jadi sungguhan. Tapi Amat menjamin tidak. “Sudah jelas kelima orang itu di­ suruh oleh tukang warung itu. Masak pertanyaannya sama. Dikasih jawa­ ban sama, kok semuanya puas!” Tapi seminggu kemudian kejadian lagi. Sejak subuh di depan rumah su­ dah menunggu tukang warung. Mu­ kanya kelihatan susah dan panik. Begitu Amat keluar mau jalanjalan, ia langsung curhat. *Pak Amat, katanya 2016 hoki, tapi kenapa saya bangkrut?”

“Bangkrut?” “Ya! Usaha yang bisa untung ce­ pat, apa Pak?” “Ya, buka warung!” “Tapi sudah 5 orang mau buka warung. Modalnya kuat. Ada beking­ nya juga. Saya pasti akan bangkrut. Tolong Pak Amat!l” Amat tidak terkejut. Ia yakin itu pasti lelucon lagi. “Baiknya saya kerja apa Pak Amat?” “Buka warung!” “Tapi .... .” “Buka warung!” Amat membentak. Tukang war­ ung tidak bertanya lagi. Dia terus pulang. “Warungnya yang tadinya mau ditutup, dibuka lagi,”kata Bu Amat, “tapi lima orang yang berkonsultasi itu juga semua buka warung. Sekarang di sekitar ini ada 6 warung, Pak!” Amat terkejut. Tiba-tiba dia merasa bersalah. “Tapi anehnya laku samua, Pak. Karena bersaing mereka jor-joran enak. Orang suka. Banyak karyawan makan di warung sekarang, jadi laku keras semua! “ “O, ya?” “Ya! Tapi jangan cuma ngasih. Jalan orang lain saja dong, bisnis yang basah untuk kita sendiri, apa Pak? Warung juga?”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budi­artha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Se­kretariat Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi ­Jakarta Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­ Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur

Penyerahan program kerja Kelompok Media Bali Post tahun 2016 dilaksanakan Sabtu (2/1). Penyerahan dilakukan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha kepada Penanggung jawab masing-masing media.

Kaja-Kelod Kami mendapat berita duka dari seorang teman. Suaminya meninggal dunia. Sebagai wujud keprihatinan dan menyampaikan salam duka cita, saya dan teman-teman pun berencana melayat ke rumah duka di Buleleng. Acara melayat kami laksanakan setelah acara kantor. Ada tiga mo­ bil yang berangkat. Saya berada di mobil ketiga alias terakhir. Jalanan agak macet karena ada evakuasi kendaraan yang masuk jurang. Macetnya jalan ini kami gunakan untuk mengawasi daerah sekitar, apalagi rombongan terpisah. Dua mobil pertama sudah lewat. Alamat yang diberikan sudah jelas, Banjar Kelod, Desa Busungbiu. Kami yang datang dari arah Utara terus saja melaju. Desa yang dituju

Ekspresso

pun sudah dekat. Seorang teman me­ nyarankan agar nanti bertanya saja. Kami yang ada di mobil setuju. Begitu memasuki desa Busungbiu, mobil terus melaju. Alasan kami, kalau namanya Banjar Kelod pasti di Selatan karena Selatan itu dalam bahasa Bali­ nya Kelod. Hingga hampir mendekati batas desa berikutnya, kami tak juga menemukan tanda-tanda nama Banjar Kelod. Saya pun turun di depan sebuah warung untuk menanyakan lokasi

Banjar Kelod. “Oh my God…ternyata baru sadar ini di Buleleng. Kelod itu Kaja. Niki Buleleng pak,” ujar saya kepada teman-teman sambil me­ nirukan penjelasan pemilik warung. Bagi masyarakat Buleleng, bagian gunung berada di Selatan sehingga itu dijadikan acuan hulu (duur) atau Kaja, sedangkan laut berada di Utara sebagai hilir (teben). Kami yang sudah melaju ke Selatan pun putar arah dan kembali ke Utara. Setelah bertanya sekali lagi, akhirnya kami menemukan rumah duka. Dua mobil yang tadinya bareng dengan kami sudah terparkir di sana. Kami yang datang paling belakang jadi bahan ledekan. Dewa Dita

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau meng­ asyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­Faksi­mile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. ­ Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar

Sudut Pandang

23

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Prioritaskan Keluarga dan Doakan Anak Sukses

Memasuki tahun 2016 sebagian orang sudah menetapkan resolusi yang akan dicapai, namun sebagian lagi memilih ‘mengalir seperti air’. Itu juga yang terjadi pada sebagian publik figur ke­ tika ditanya apakah memiliki resolusi tertentu di tahun 2016.

“S

aya nggak berani menetapkan bikin resolusi karena biasanya---yang sudah-sudah--semakin saya memiliki keinginan, sepertinya itu malah menjauh. Jadi saya kira tahun 2016 juga begitu. Lebih baik mengalir saja. Yang terpenting adalah berbuat yang terbaik, bekerja dengan baik, selebihnya biar Tuhan yang atur hasilnya akan seperti apa,” ungkap seorang artis. Becky Tumewu juga men­ gaku tidak mau muluk-muluk dalam menetapkan resolusi 2016.

Baginya asalkan segala yang dica­ pai pada 2015 lalu dapat terus dipertahankan, kalau mungkin bisa meningkat, dia sudah merasa sangat bersyukur. “Saya tidak mau muluk-muluk. Keinginan saya adalah mempertahankan dan memaintenance dengan baik apa yang sudah menjadi pencapaian saya di tahun sebelumnya. Itu saja yang saya kerjakan dengan baik. Selain itu, tahun 2016 saya akan semakin memprioritaskan keluarga,” un­ gkap pemeran film ‘Langit Biru’ yang kini menekuni sejumlah bisnis di antaranya restoran dan

Kuantitas Bagus Kualitas Menurun

Masyarakat Bali masih menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif. Sepan­ jang tahun 2015, sektor ini menjadi penggerak ekonomi. Bagaimana di tahun 2016? Apa yang mesti dibenahi? Prediksi pariwisata di ta­ hun 2016 tetap menggeliat. Namun, ada beberapa catatan. Menurut praktisi pariwisata Nyoman Sarjana, dari segi kuantitas, pariwisata masih bagus, namun, dari segi kuali­ tas menurun. “Pariwisata Bali sekarang bukan saja murah, tapi sudah murahan. Banyak yang datang berwisata ke Bali cuma kw. Artinya, bukan memberi manfaat kepada masyarakat Bali tapi malah Nyoman Sarjana menambah beban. Contohnya, ada wisatawan yang menipu, ada yang jadi guide liar,” ujar tokoh masyarakat Legian ini. Menurut mahasiswa Pascasarjana IHDN Denpasar ini, pem­ bangunan hotel sudah tidak sesuai dengan aturan sebelumnya. Sesuai aturan, lahan yang boleh dibangun hanya 40%, sedangkan, yang 60% untuk kebun. Tapi kenyataannya 100% malah menjadi bangunan. Akibatnya, belum lagi masalah air bawah tanah dan juga pemborosan untuk masyarakat. Pompa yang dipakai lebih besar. Listrik yang digunakan juga lebih besar. Ketua Akari Bali ini menegaskan, semestinya pariwisata menye­ jahterakan masyarakat. Namun, pariwisata hanya menguntungkan pemodal besar sedangkan masyarakat lokal hanya jadi penonton. Ia memberi contoh, kemacetan yang terjadi di Kuta. “Mengapa Kuta macet? Karena masyarakat Bali terlalu baik. Seharusnya jan­ gan berikan mobil pribadi masuk daerah wisata. Mobil wisatawan harus distop di Mengwi. Mereka menggunakan bus ke lokasi,” sarannya. Ia juga menegaskan, soal keamanan menjadi catatan. Jangan sampai bentrok antar warga lokal Bali justru mengganggu pari­ wisata Bali. Secara keseluruhan, ia optimis, pariwisata Bali semakin terus bergeliat. Asal, kekurangan dan kelemahannya dicarikan solusinya. –Wirati Astiti

kapanlagi.com

2

Becky Tumewu

Wulan Guritno

Venna Melinda

sekolah komunikasi ini. Saat ini, Becky yang namanya melejit lewat penampilannya di sinetron ‘Lenong Rumpi’, masih menjadi presenter, juga disibuk­ kan dengan mengelola bisnis restoran serta sekolah komu­ nikasi ‘Talk Inc’ “Saya sungguh bersyukur beberapa bisnis yang saya kelola berjalan dengan baik sepanjang tahun 2015, baik itu bisnis restoran maupun seko­ lah. Malah tahun 2016 ini kami berencana membuka beberapa cabang, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta. Mudah-mudahan tercapai, ya,” ungkapnya. Dirinya berharap agar tahun 2016 kondisi ekonomi menjadi jauh lebih baik. “Saya sangat berharap sekali tahun 2016 ada peruba­ han yang lebih baik dalam bidang ekonomi dan hukum. Saya kira ini merupakan harapan semua orang. Sekarang ini saya akui kondisinya lesu. Bayangkan saja, kalau kita saja bisa merasakan hal ini, bagaimana dengan masyarakat di bawah kita. Kita saja merasakan susah, apalagi mereka. Jadi saya berharap, pemer­ intah tolong lah hal ini diperhatikan. Jangan sampai masyarakat menjadi semakin susah,” ucapnya. Venna Melinda ketika dit­ anya resolusi 2016 mengungkap­ kan kalau dirinya akan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena dari pengalaman hidup­ nya, khususnya dalam tiga tahun terakhir, dia menemukan sebuah ‘resep’ bahwa kesuksesan hidup hanya jika kita bergantung kepada Tuhan, bukan kepada manusia, bukan kepada siapa pun, baik itu suami maupun anak.

saya jalani, ternyata saya bisa, dan alhamdulilah sampai saat ini saya baik-baik saja. Saya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, bergantung pada-Nya. Itu yang menguatkan saya. Jadi resolusi saya adalah, ‘hidup itu sukses ka­ lau kita hanya bergantung kepada Tuhan. Bukan kepada siapa pun, baik itu suami maupun anak. Kalau orangtua lain ya, karena beliau adalah ‘wakil Tuhan di dunia’, apalagi ibu. Jadi resolusi saya ke depan adalah semakin percaya diri bahwa semakin kita bergantung kepada Tuhan, Insya Allah kita selamat di dunia dan akhirat,” tandas Venna yang kini berkiprah sebagai wakil rakyat di DPR RI. Bagi Venna, capaian sukses adalah bukan berapa duit yang didapat atau jabatan apa yang raih, tapi bagaimana memaknai hidup ini di saat up and down. “Bahwa ketakutan-ketakutan itu tidak perlu karena kita mempunyai Tuhan. Jadi bagi saya itu resolusi terbesar di tahun 2015 yang baru bisa saya maknai ketika usia saya 43 tahun. Bahwa ternyata hidup ini simple, kok. Kalau kita hidup bergantung kepada Tuhan maka apapun yang kita inginkan akan diberikan. Baik itu rezeki, jodoh juga kasih sayang anak pada kita. Jadi sebenarnya sesederhana itu. Mendewakan manusia, termasuk mendewakan suami, yang akh­ irnya malah mengecewakan kita. Jadi kini saya sudah bisa memaknai apa yang terjadi dalam hidup saya, dan belajar dari saya. Itulah kesuksesan saya yang terbesar. Karena tidak semua orang bisa melakukannya, tidak semua orang bisa belajar dari kegagalannya,” tandas wanita cantik ini.

karena kesehatan anaknya yang kini semakin membaik. Anak Wulan, Jeremiah Alric Dimitri (4), beberapa waktu lalu diketahui mengidap penyakit langka, nephrotic syndrome dan harus menjalani perawatan khusus. “Alhamdulilah anak aku semakin membaik. Yang paling utama yang aku harapkan di tahun 2016 ini adalah pulihnya anakku. Aku berharap dia bisa clear 100 persen dari nephrotic syndrome,” kata peraih penghargaan MTV Indone­ sia Movie Award untuk kategori Artis Pendukung Terfavorit. Soal harapan lainnya, menurut Wulan, sebagai manusia tentunya dia punya banyak harapan di antaranya terkait dengan kari­ ernya di dunia perfilman. Bulan Februari 2016 ini, katanya film ‘I am Hope’ yang disutradarainya akan tayang. Dia sangat ber­ harap agar filmnya ini bisa men­ jadi inspirasi bagi banyak orang. “Film ini sangat inspiratif. Film ini terinspirasi dari gerakan sosial bernama Bracelet of Hope yang mendukung para pejuang kanker berserta keluarganya. Aku ingin agar film ini juga bisa memberi inspirasi dan harapan untuk para penderita kanker,” jelasnya. “Juga aku berharap film ini bakal tayang dan laku...hahahhaha,” ucapnya sembari tertawa. Soal harapan lainnya, kata Wu­ lan dia tidak mau yang muluk-mu­ luk. Yang penting banyak bersyu­ kur dan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. “Tahun 2015 aku dapat banyak sekali, baik itu yang aku harapkan maupun capaian yang diluar rencana. Tapi ada juga yang belum tercapai. Se­ bagai ibu, aku juga berharap anak aku, Shaloom yang sudah kelas 3 SMA dan akan segera kuliah bisa mendapat sekolah yang dia ingink­ an karena dia sudah bekerja keras untuk itu. Yang namanya seorang ibu, kalau berbicara , ya, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga memikirkan anaknya. Yang penting kita terus bersemangat menyambut 2016, dan itu akan memberi dampak yang baik bagi kita,” kata penerima penghar­ gaan Indonesia Movie Award 2012 ini. –Diana Runtu

SUKSES MELAWAN KETAKUTAN Banyak hanya yang dia telah capai sepanjang tahun 2015, dan Venna merasa sangat bersyukur. “Tapi yang terpenting bagi saya adalah berhasil melawan ketaku­ tan saya. Yakni, kalau dulu saya merasa tidak berani hidup sendiri, begitu tergantung pada orang lain. Berbagai kepahitan saya alami dalam pernikahan saya, tekanan psikis dll. Kemudian terjadi per­ ceraian. Awalnya saya merasa takut. Tapi tahun demi tahun

HARAP KESEMBUHAN ANAK Rasa syukur yang sama juga diungkap oleh Wulan Guritno, artis yang kini banyak berkiprah di dunia penyutradaraan dan produksi film. Banyak hal yang dia dapat di tahun 2015, baik itu sesuatu yang memang telah menjadi targetnya maupun capa­ ian yang diluar dugaan. Tapi satu hal yang membuat rasa syukur Wulan teramat sangat adalah


24

What’s Up

Edisi 882/ 4 - 10 Januari 2016

Target Emas di Tahun 2016 Tahun 2015 sudah berakhir dan tahun 2016 datang. Bagi para atlet, pencapaian yang kurang maksimal di tahun 2015, bakal dimaksimalkan di tahun 2016. Peningkatan kualitas diri untuk mengejar sebuah prestasi menjadi harapan selama ini. Apalagi tahun September 2016 ada Pekan Olahraga Nasional (PON) XII yang dihelat di ­Bandung, Jawa Barat.

A

jang multievent empat tahunan itu, bakal menjadi saksi bagi atlet Bali yang berlaga di ajang itu. Atlet dituntut tampil semaksimal mungkin demi raihan prestasi terbaik bagi Pulau Dewata. KONI Bali sendiri menargetkan 20 medali emas di PON nanti. Itu merupakan tugas yang cukup berat bagi semua atlet memenuhi target itu. Lifter putri PON Bali yang juga penghuni Pelatnas PB PABBSI Indonesia Ni Luh Sinta Damariani menyatakan, prestasi dirinya sepanjang 2015 sedikit kurang membanggakan. Tahun 2015, Sinta masih dalam pemulihan cedera yang dialaminya. Namun, ia tetap mensyukuri apa yang diraihnya selama setahun ini. Selain sukses meraih tiket ke PON, Sinta dan lifter Bali lainnya

I Ketut “Banat” Ariana mampu menorehkan prestasi yang cukup gemilang bagi Merah Putuh di tingkat internasional.

Saat kejuaraan di Amerika Serikat (AS) belum lama ini, lifter peraih emas di PON Riau 2012 itu mampu masuk peringkat 14 besar dari 94 negara yang ikut ambil bagian dalam ajang itu. ”Saya tetap beryukur karena saya masih bisa memberikan yang terbaik bagi Bali yakni bisa lolos ke PON Bandung. Sebelumya juga bisa menuai hasil positif bagi Indonesia di AS yang sukses masuk peringkat 14 besar bersaing dengan negar-negara yang memiliki lifter-lifter tanguh di dunia. Hasil itu bagi saya cukup luar biasa. Semoga tahun 2016 prestasi saya bisa jauh lebih baik

Tahun 2016 saya harus ber­ juang agar bisa lolos seleknas supaya ­mampu masuk timnas ­Perpani Indonesia yang rencana­ nya digember ­Februari 2016 ­di Jakarta.

Indah Dewi Rahayu Suhariyanto

lagi,” ungkapnya. Sinta mengatakan, di tahun 2016 ia punya misi besar, kembali bisa meraih medali emas di PON Bandung. Ajang itu sangat bergengsi bagi seluruh provinsi di Indonesa, jadi dia benar-benar bakal mempersiapkan diri dengan maksimal agar bisa menjaga prestasi yang sudah diraih selama ini.

Siapkan Proyek Pengolahan Perca

Angeliqa bersama anggota Angeliqa Wu FDC

Tiap individu pasti memiliki resolusi sendiri tiap tahunnya. Sebagai seorang desainer yang sudah punya nama, Angeliqa Wu mengatakan bahwa resolusinya di tahun 2016 adalah ingin meningkatkan jumlah desain dari tahun lalu dengan pemasaran melalui online dan sosial media. Menurutnya, teknologi semakin maju dan perkembangan fashion pun pesat. “Kami juga memilih untuk membuat desain-desain yang lebih simple, nyaman. Namun, memiliki cutting yang baru, modern dan berkarakter dengan harga lebih terjangkau,” ungkapnya. Selain busana, lanjut Angeliqa ingin mengembangkan ke arah aksesoris berbahan perca namun dibuat cantik dan unik. Tentu juga dengan konsep detil yang baru dan fresh. “Kami ingin membuat proyek pengolahan perca atau bahan tak terpakai ini menjadi sesuatu yang bagus dan menarik. Dengan begitu pembuangan terhadap kain bisa ditekan seminimal mungkin,” katanya. Untuk warna, tahun 2016, ia mengaku banyak memilih warna putih dan hitam , serta selain warna pastel. Tahun ini, katanya ia juga memilih warna yang lebih berani, warna cerah diantaranya merah, kuning, peach cerah, fuschia, dan biru electric. Di tahun 2016 pula ia bakal melakukan riset untuk desain dan aplikasi detail yang baru, serta pengolahan kain yang lebih beragam. Selanjutnya Angelica Wu yang saat ini juga tengah konsen di pendidikan dunia fashion di Bali khususnya dan Indonesia umumnya,

juga memiliki resolusi tersendiri. Untuk sekolah desainnya “Angeliqa Wu FDC (Fashion Design Cours)”, selain menerapkan sistem yang mudah dipelajari dan dipraktekkan juga dipastikan pula selalu keep update dengan tren yang ada, agar siswa juga dapat mengetahui fashion seperti apa yang sedang terjadi di luar negeri. “Harapan kami, tempat kursus kami makin dikenal masyarakat dan dapat menghasilkan siswa yang berprestasi. Juga bisa menjadi desainer yang sukses dan membawa nama Bali dan Indonesia kedepannya. Saat ini beberapa siswa kami sudah membuka usaha sendiri dan cukup dikenal di masyarakat Bali. Beberapa siswa lainnya juga mengikuti kompetisi fashion design dan berhasil menjadi juara. Kami mempersiapkan seluruh siswa untuk siap terjun di dunia fashion, karena lulusan kami melalui 9 tahapan ujian presentasi dan ujian fashion show,” paparnya Dikatakannya jika Angeliqa Wu FDC telah menerbitkan label concept store baru dengan nama UnyX. “Brand UnyX by Angeliqa Wu FDC adalah sarana bagi murid, alumni mau pun guru sekolah ini, yang ingin berkreasi untuk menunjukkan hasil terbaik dan keunikan dari hasil karya mereka di hadapan para pecinta mode,” lanjutnya. Angelica Wu juga menyebutkan ada 10 desainer yang tergabung di Bran UnyX ini, yakni Jacinda Lie, Natasya K Dharani, Ari Veji, Devi Asrini, Niti Swari, Yue Hui Cai, Kartika Adiputra, Toly Sukma, Eunike Asih dan Angeliqa Wu yang menyuguhkan koleksi busananya mulai dari cocktail, ready to wear deluxe, evening dress, kebaya pesta hingga wedding gown dan kebaya wedding Melalui wadah UnyX pula, lanjutnya mereka berencana mengadakan show secara berkala serta mengikuti beberapa exhibition atau event fashion. Selain menyiapkan koleksi concept store nya, mereka juga tetap mengadakan pelatihan dan grup diskusi untuk meningkatkan pengetahuan terhadap fashion secara lebih mendalam. “Harapan kami yang lainnya yang sedang kami garap, adalah pengembangan kursus kami ke luar daerah. Kami ingin menciptakan SDM yang bisa juga membuka usaha sendiri dan membuka lapangan pekerjaan baru dan tumbuh bibit generasi baru fashion yang muda, yang bisa membawa nama baik Indonesia ke dunia luar,” tegasnya. – Sri Ardhini

Sinta

“Saya berharap tahun 2016 bisa jauh lebih baik dan siap lagi. Tak hanya itu, saya juga mengaharapkan nantinya setiap kejuaraan nasional maupun internasional yang saya ikuti bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Bali dan Indonesia,” tegas Sinta. Sementara salah satu atlet panahan asal Perpani Badung Indah Dewi Rahayu Suhariyanto mengatakan, sepanjang 2015 prestasi yang diraih cukup baik. Namun, raihan semua prestasi itu belum bisa memuaskan dirinya, karena masih ada banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan lebih ditingkatkan lagi di tahun 2016. “Tahun 2016 saya harus berjuang agar bisa lolos seleknas supaya mampu masuk timnas Perpani Indonesia yang rencananya digember Februari 2016 di Jakarta. Itu merupakan PR sekaligus sebuah tantangan besar yang harus saya jalani. Tak hanya itu saja prestasi yang lainnya di event-event daerah maupun nasional juga harus lebih baik lagi. Semoga saja harapan itu nanti bisa terwujud di 2016,” ungkap Dewi. Ia juga mengatakan, perjalanan prestasi dirinya selama setahun ini tidak lepas dari dorongan semua pihak, mulai dari orangtua, teman-teman di lapangan dan masyarakat yang selalu memberikan support dan motivasi terhadap prestasinya. Karena tanpa dukungan itu, mungkin saja dia tidak bisa seperti sekarang ini. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama pada pelatih yang selama ini sudah setia membina, memberikan tuntunan, masukan, dan yang lainnya demi kemajuan dirinya. “Saya berharap apa yang sudah diberikan selama ini bisa lebih ditingkatkan di tahun 2016. Prestasi yang sudah dicapai semoga bisa dipertahankan, sementara yang belum terwujud di 2015 semoga bisa tercapai di tahun 2016,” harapnya. –Eka Nanda/Ngurah Budi

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 882 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu