24
Sudut Pandang
Edisi 872/ 26 Oktober - 1 November 2015
Wujudkan dengan Karya Nyata Masihkah generasi muda menjadikan hari Sumpah Pemuda sebagai momen untuk lebih meningkatkan jiwa berkarakter kebangsaan, seperti cinta tanah air, berkarya dengan penuh disiplin, dan pantang menyerah?
S
umpah Pemuda yang diperingati tiap 28 Oktober diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa patriotisme dan kebangsaan yang tinggi di kalangan pemuda, salah satunya dengan wujud karya dan kreativitas melalui berbagai
wadah positif yang dipilihnya. Apalagi jika kita masih ingat kalimat yang pernah diucapkan Bung Karno “Berikan aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Ini berarti bahwa pemuda adalah harapan bangsa dan tulang
punggung kemajuan bangsa ini dengan aksi –aksi nyatanya. Menurut sososk pemuda bernama Komang Tri ini, Sumpah Pemuda tidak hanya tiga ucapan sumpah oleh para pemuda di eranya, melainkan spirit juang untuk menyatukan tujuan nyata dalam membela negara kita tercinta ini. “Saat itu semangat pemersatu bangsa sangatlah diperlukan untuk menjunjung persatuan atau menyatukan perbedaan yang ada, demi keutuhan di tengah masa kemerdekaan,” ujar Local President
JCI Badung yang sempat menjadi satu satunya pembicara asal Indonesia di event International MICE Young Generation Forum di Taiwan belum lama ini. Hari Sumpah Pemuda perlu diperingati tiap tahun agar semangat bela negara para pemuda makin meningkat. Bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai bidang yang digeluti dan kemapuan yang dimiliki. “Sekarang skill bela negara harus diimbangi dengan skill komunikasi, dan negosiasi karena bela negara bisa diwujudkan dengan skill yang kita
nya, sangat bagus. Di media, juga menyajikan sisi pro dan kontra. Menurut saya itu wajar. Pemerintah harus terus menjalankan program yang memang penting sekali, untuk membangun kembali karakter bangsa yang kini mulai luntur,” ujar aktor keturunan Tionghoa muslim itu.
REVOLUSI MENTAL DAN BELA NEGARA Lelaki bernama lengkap Muhammad Ibrahim itu, menilai, jika gerakan revolusi mental, program bela negara dijalankan secara konsisten dan didukung segenap elemen bangsa yang lain, kita boleh optimis, bahwa kejayaan Indonesia akan terwujud. “Itu dari sisi pemerintah, tentu saja, rakyat juga harus punya kesadaran, untuk lebih mengapresiasi nilai-nilai perjuangan bangsa, sehingga kita menjadi bangsa yang tidak pernah melupakan jasa para pahlawan,” tuturnya. Dari sisi pemuda, aktor yang memulai debutnya tahun 2001 itu mengimbau untuk menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar. “Saya bukan anti bahasa gaul dan bahasa tidak resmi lainnya. Tetapi, menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar, adalah keharusan. Dengan begitu, kita tidak menjumpai, generasi muda berbicara dengan bahasa gaul justru di forum formal. Atau sebaliknya, berbicara formal di tempat yang tidak semestinya,” kata Baim.
Baim Wong
Kebhinekaan Jadi Kesatuan Baim Wong, seorang aktor yang tetap “mengorbit” di jagat seni peran Indonesia, punya perhatian khusus terhadap Sumpah Pemuda. Saat dihubungi Tokoh di tengah kesibukan syuting film terbarunya, ‘Jakarta Undercover’, Baim antusias sekali berbicara tentang relevansi Sumpah Pemuda bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Aktor kelahiran Jakarta, 27 April 1981 itu, mengaku beruntung mendapat wawancara seputar isu kepemudaan dan kebangsaan, justru di saat ia merasa sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang itu. “Terus terang, ada semacam fase ‘kilas-balik’ pada diri saya, khsusunya terhadap tema nasionalisme. Ini terjadi menjelang, selama, dan setelah saya memerankan tokoh besar Bung Karno dalam film ‘Ketika Bung di Ende’ akhir 2013 lalu,” ujarnya. Menurut Baim Wong, mungkin banyak orang, khususnya generasi muda yang tidak tahu, bahwa kalau tidak ada peristiwa Sumpah Pemuda, mungkin kesatuan bangsa tidak akan terjaga. “Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan besar sekali maknanya, terutama bagi negara yang memiliki suku bangsa yang begitu banyak dengan bahasa daerah yang berbeda-beda. Karena Sumpah Pemudalah, kebhinekaan menjadi kesatuan,” tegasnya Ditanya pendapatnya ihwal awareness pemuda modern terhadap Sumpah Pemuda, kembali pria yang masih melajang itu menjawab antusias. Kali ini, terselip nafas kekecewaan atas keadaan yang menurutnya, memprihatinkan. “Mungkin saya salah, tetapi saya setidaknya punya pendapat, bahwa kebanyakan pemuda modern, melihat Sumpah Pemuda saat ini hanya
sebagai hari besar belaka. Kurang dalam hal pemaknaan,” ujar lirih. Lepas dari perkara politik, Baim Wong memuji gerakan nasional revolusi mental yang dijalankan pemerintahan Jokowi – JK. “Saya baca di media, baik cetak atau online, gerakan revolusi mental, program bela negara, dan sejenis-
Kenal Sejarah lewat Sastra Pemuda masa kini, harus diakui kehebatannya melebihi pemuda di masa lalu. Tetapi di sisi lain, akibat kemajuan teknologi, mereka yang tak kuat imam justru banyak terjerumus ke hal-hal negatif. Demikianlah pengamatan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd. “Jasa pendahulu kita ketika mengikrarkan Sumpah Pemuda harus dihargai. Karena sejak saat itulah kita bisa merasakan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sejak itu pula kita tidak lagi membeda-bedakan ini orang Bali, ini orang Jawa, itu orang Maluku, tapi ini orang Indonesia yang lahir di Bali, itu orang Indonesia yang lahir di Aceh, dsb. Kepulauan Nusantara ini tidak lagi dipisahkan oleh laut tetapi disambungkan oleh laut. Bali dan Jawa bukan dipisahkan oleh laut, tapi dihubungkan oleh laut,” tegas Arthanegara yang pada zaman dulu pernah bergabung di organisasi kepemudaan KNPI. Hal inilah yang dikatakannya harus dipupuk terus-menerus karena sekarang ini bangsa kita sangat membutuhkan generasi muda yang bisa mengerti dan me-
maklumi arti persatuan, sehingga serta tak mudah diadu domba, sehingga perkelahian antarkelompok tak terjadi. “Jika itu sampai terjadi berarti ini sebuah kemunduran. Sementara dari dulu kita selalu mengkoar-koarkan ‘bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,” ujarnya menyayangkan. Ketika ditanya tentang bahasa dan sastra Indonesia, penulis novel ini mengatakan perkembangan bahasa saat ini kurang greget, karena terlalu banyak dicampur dengan bahasa-bahasa prokem dan bahasa asing. Sehingga anak-anak sekarang menjadi tidak mengerti lagi mana bahasa Indonesia yang benar dan baik. “Solusinya, pengajaran Bahasa Indonesia perlu lebih digalakkan lagi. Jangan bahasa itu hanya sebatas pelajaran bahasa. Tetapi juga dikembangkan kepada penguasaan dan pengenalan terhadap karya-karya sastra serta pengarang-pengarangnya yang perlu juga dihayati,” ungkapnya. Arthanegara mengatakan, dulu kita mengenal ada angkatan 45, angkatan 66, namun sekarang sudah hampir tak terdengar lagi. Menurutnya, ini disebabkan seka-
Komang Tri
miliki. Sebagai generasi penerus, sekecil apapun usaha yang kita lakukan untuk negara ini akan sangat bermakna, “ ucap anak muda kelahiran 1989 yang karyanya telah menghiasi panggung Miss Universe tersebut.– Sri Ardhini Hal yang tak kalah penting menurut Baim, adalah perlunya generasi muda membaca sejarah perjuangan Indonesia. “Ini sangat penting untuk memupuk jiwa nasionalisme. Terus terang, ini pengalaman pribadi. Awalnya karena tuntutan peran, maka saya diharuskan membaca buku-buku tentang Bung Karno. Saya membaca bukunya Cindy Adams, membaca buku dan blognya Roso Daras, dan referensi lainnya. Itu sangat memperkaya khasanah pengetahuan saya tentang sejarah Indonesia. Dari situ, saya mendapat banyak pelajaran kebangsaan, dan bagaimana mengapresiasi perjuangan para pahlawan kemerdekaan,” papar Baim pula. Ia merasa ada perubahan karakter yang cukup drastis, yang dia rasakan sendiri setelah menjadi Bung Karno. “Dulu saya cuek saja kalau terlambat sholat… sekarang, justru kepikiran kalau sampai terlambat sholat. Dulu, saya masih cukup mudah tergoda hal-hal yang bersifat duniawi, sekarang saya merasa geli jika mengenang masa-masa itu,” ujarnya. –Diana Runtu
rang tak ba nyak orang yang mau berkarya. Mereka lebih banyak mau membaca yang sudah ada, lebih senang menikmati yang sudah ada dibandingkan mencipta. Drs. IGB Arthanegara, Drs. Ida Bagus Padahal, S.H., M.Pd. Suyasaputra,M.Si karya sastra itu adalah juga cermin kehidupan kurang. Karena itu perlu dibudayaterdahulu. Sebut saja tentang se- kan konsep Prof. Darji Darmodijarah Majapahit, kita tahu karena harjo berkenaan dengan kebiasan, ada karya sastra. Demikian halnya gemar dan butuh membaca,” dengan novelnya yang berjudul ungkapnya. Bagaimana upaya kita menum“Dunia Kampus yang Lain”, juga buhkan kegemaran anak untuk sedang diteliti seorang profesor dari Australia. Karena dari novel membaca, sehingga terbiasa, dan akhirnya menjadi kebutuhan. Septersebut, si peneliti tahu bagaimana erti halnya ketika kita lapar butuh kehidupan zaman tersebut. “Kare makan, ketika haus butuh minum. na itu, jika kita berkarya sekarang, Bagaimana agar terkondisikan bubeberapa tahun ke depan, karya tuh membaca agar tidak pusing. kita bisa menjadi cermin bagaimana Ia mengingatkan, bahwa pemuda kehidupan sekarang,” ucapnya. merupakan tulang punggung bangsa Sementara itu, Kepala SMAN 7 untuk melakukan terobosan terkait Denpasar Drs. Ida Bagus Suyasa peningkatan kualitasnya melalui putra, M.Si. mengomentari ke- budaya gemar, biasa dan butuh tika teknologi makin maju dengan membaca. Karena melalui budaya bahan bacaan yang lebih mudah itu akan mendapatkan banyak pe diakses dan cepat, justru minat ngalaman, pengetahuan, sehingga baca anak muda sekarang masih mengurangi hal-hal yang tidak direndah. “Budaya baca kita masih inginkan. –Inten Indrawati
Email: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
Website: www.tokoh.co.id
2
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
GORO-GORO Sumpah Pem ud a s u dah dilakukan oleh para Perintis Kemerdekaan. “Apakah itu masih Putu Wijaya berlaku bagi para pemuda Indonesia sampai sekarang? Atau kita harus mengulang, bersumpah kembali?” Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang mahasiswa di hunian Amat. Masalahnya karena ketua lingkungan menganjurkan untuk membuat peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan upacara di lapangan dan mengulang kembali pengucapan Sumpah Pemuda sebagaimana aslinya. “Padahal pada hari yang sama sudah ada jadwal final futsal dengan finalis dari kelompok futsal kita, yang tidak boleh disepelekan, karena hadiahnya Rp 25 juta!” Dengan alasan itu para pemuda menolak ikut upacara. “Kami ingin fokus pada meraih kemenangan dan minta izin absen beserta dengan para suporter kami,” kata kapten futsal. Ketua lingkungan marah. Soalnya ia sudah terlanjur mengundang lurah, camat dan jajaran setingkatnya untuk meramaikan perayaan Sumpah Pemuda.
merek
“Kalau hanya untuk merebut Rp 25 juta itu, kami dari pengurus lingkungan, siap mengeluarkan dana dari kas kita, asal perayaan bisa berlangsung maksimal. Ini kesempatan kita, merebut hati Pak Bupati, agar beliau memperhatikan permohonan yang sudah lama kita ajukan, agar perbaikan jalan dan saluran air di hunian kita ini direalisasikan, mengingat sebentar lagi musim hujan datang!” Para pemuda membalas beringas. “Ini bukan hanya soal duit Rp 25 juta Pak, tapi soal kehormatan dan harga diri. Sudah 10 tahun kita kalah terus, sekarang ini kans menang 80 persen. Ini juga bagian dari refleksi Sumpah Pemuda, kalau kita bersatu teguh, kita bisa menang!” “Tidak bisa! Rumah futsal akan ditutup! Semua pemuda harus ikut apel ke lapangan!” “Tidak! Kami tetap bertanding! Di dalam gedung atau di mana saja!” “ Tidak bisa! Petugas akan menindak yang main futsal di hari Sumpah Pemuda” “Diktator!” Keadaan jadi panas. Amat menjabat sebagai penasehat panitia peringatan Sumpah Pemuda tapi sekaligus pelindung kelompok futsal, diminta cari solusi. “Sebagai penasehat panitia, tentu saja Bapak tak ingin apel peringatan Sumpah Pemuda batal. Tapi se-
bagai pembina pemuda futsal, Bapak juga tidak mau anak-anak kita kehilangan kesempatan jadi juara. Kontradiksi ini bikin bludrek, karena malam ini, Bapak ditugaskan oleh kedua belah pihak ambil keputusan.” “Terus keputusannya apa?” Amat bengong. “Apa?” “Bapak lebih baik mundur sebagai penasehat dan berhenti jadi pembina futsal!” Bu Amat kaget. “Mundur? Memalukan! Tidak usah ya! Kalau mau mundur, dulu waktu ditunjuk, bukan sekarang! Ayo Pak, berani ambil risiko, jangan cuma mau kedudukannya!” Amat malu sekali. Setelah seharian mikir akhirnya ia nekat ambil risiko. “Apel Hari Sumpah Pemuda jalan terus!” seru Amat lantang di malam penentuan solusi, “Semua pemuda, termasuk pemain futsal harus hadir!” Para pemuda langsung berteriak-teriak protes mau meninggalkan pertemuan. Amat berkoar lebih keras. “Apel dilakukan di gedung futsal, dilanjutkan dengan final futsal!” Semua diam. Tapi tiba-tiba kemudian bersorak liar tanda setuju. “Yes!” kata Bu Amat, “Begitu Pak, penasehat dan pembina itu bukan hanya merek basa-basi, tapi pimpinan tertinggi!”
Ekspresso bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono
Sudut Pandang
Semangat Juang dalam Belajar
Biasanya peringatan Sumpah Pemuda rutin dilakukan dengan upacara bendera. Namun, di balik peringatan seremonial tersebut, bagaimana remaja memaknai Sumpah Pemuda? Berikut penuturan Ni Putu Anggie Krisnaningrum, siswi Kelas XI Jurusan Akuntansi, SMK Dwijendra Denpasar.
“R
asa kebangsaan atau nasionalisme pada sebagian besar pelajar sudah mulai memudar bahkan menghilang. Pengaruh globalisasi telah memberi perubahan pola pikir, teknologi, gaya berpakaian,
Pada saat anakku pulang dari sekolah, ia memarkir sepeda motornya di tempat biasa. Ia melihat binatang aneh yang jarang ditemui. Walau ada perasaan was-was dengan binatang itu, anakku tetep menyelesaikan memarkirkan sepeda motornya pada posisinya yang benar. Maklumlah yang namanya tempat kos banyak penghuni dan tempat parkirnya berhimpitan. Karenya fokusnya pada posisi sepeda motor, maka sementara waktu binatang yang disebut biawak itu luput dari perhatian. Biawak yang panjangnya hampir satu meter sudah menghilang. Ada kekhawatiran binatang yang cukup menyeramkan tersebut sembunyi, sekejap mata sudah hilang dari pandangan. Sebenarnya ada biawak di tempat itu tidaklah terlalu aneh mengingat tidak jauh dari tempat kos anak-anakku ada sungai, jurang serta semak-semak yang cukup rimbun tempat pembuangan sampah. Tapi dilihat dari jarak seharusnya biawak tersebut menyambangi kos-kosan yang ada di sekitar jurang, malah lewat sampai
ke tempat kos di pinggir jalan. Begitu curiga hilangnya biawak tersebut jangan-jangan memasuki tempat kosnya, maka dikontrollah tamu tak diundang tersebut, dengan rasa gusar dan takut. Ternyata binatang itu kebingungan di kamar mandi. Yang kebingungan bukan saja si biawak, anakku juga bingung mau ngusir takut, mau nangkap pakai apa? Dibangunkanlah kakaknya, setengah sadar dia bergegas minta bantuan tetangga, sedangkan adiknya menutup pintupintu kamar. Bukannya biawak itu keluar rumah malah ikut sembunyi. Padahal sudah diperiksa ke manamana tidak ada, Barangkali sudah keluar. Besoknya begitu mau mandi kedengaran ada suara aneh di bawah cucian baju kotor yang menumpuk serta ada gerakan
bergeliat-geliat, karena curiga mungkin itu biawaknya maka kakak lagi minta bantuan tetangga. Setelah dipastikan dengan was-was ternyata,”Oh my God biawak tersebut dalam keadaan lemas setelah menginap satu malam. Mungkin biawak itu belum biasa mencium bau cucian kotor sehingga lemas tak berdaya. Atau, terlalu banyak mikir jika kemarinnya dia keluar jangan-jangan biawak itu malu berkerudung cucian kotor, sehingga memutuskan menginap semalam. Sambil mencium aroma tak sedap, begitu kepalanya dilatih dia lunglai tidak ada perlawanan sama sekali. Rupanya dia menyerah tanpa syarat dalam keadaan pingsan. Ni Wayan Weti
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas, Malah, kata Anggie, hanya sebagian kecil pelajar masa kini yang mengetahui dengan jelas asal-usul dari peristiwa Sumpah Pemuda. Bahkan isi dari Sumpah Pemuda pun tidak banyak yang mengetahuinya. “Sebagai generasi muda, seharusnya para remaja, mampu meningkatkan rasa nasionalisme dan partisipasi dalam mengisi kemerdekaan. Tidak hanya sebatas mengenang peristiwa Sumpah Pemuda tapi mengembangkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan kita, seperti disiplin, bertanggung jawab, rajin dan memelihara semangat juang dalam belajar,” ucap Anggie. Ia menambahkan, dari Bali, ia sangat berharap, generasi muda mampu mengikrarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih dalam konsep umat Hindu keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan tertuang dalam “Tri Hita Karana”,
Ni Putu Anggie Krisnaningrum
keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, Alam, dan manusia. Ia menilai, dengan semangat dalam konsep “Tri Hita Karana” menyadarkan umat manusia di
tengah globalisasi untuk tetap memupuk rasa persatuan dalam bingkai “kebhinnekaan”. Sementara, menurut Krisna, siswi SMAN 5 Denpasar, Sumpah Pemuda sebaiknya dimaknai dengan rajin belajar. “Minimal kita tidak mengecewakan orangtua,” ujarnya. Selain itu, remaja sebagai generasi muda yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini, juga hendaknya rajin menolong orangtua. “Minimal mengerjakan pekerjaan di rumah, mulai menyapu, membersihkan kamar tidur, atau mencuci baju. Kemandirian remaja merupakan awal dari semangat perjuangan Sumpah Pemuda,” ujarnya. Dalam penilaiannya, remaja tidak boleh patah semangat dalam mengerjakan apapun. “Semangat menyerah sebelum berjuang, sudah tidak mencerminkan semangat Sumpah Pemuda,” kata Krisna. –Wirati Astiti
Alamat Redaksi/Iklan Denpasar
Komang Adnyani dan D4F
Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605
Yuk Kita Saling Bantu untuk Sukses Bersama
NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank
Lemas setelah Menginap
dan pola perilaku pelajar yang cenderung mengikuti gaya hidup negara Barat,” ujar remaja kelahiran 18 Agustus 1999 ini. Gadis yang akrab disapa Anggie ini memberi contoh, banyak terjadi tawuran antar pelajar yang terjadi di mana-mana,
23
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan
Komang Adnyani
BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
“Dream For Freedom (D4F) tidak menjual produk. Kami adalah komunitas saling bantu dengan sistem yang lebih sempurna dan aman dari yang sudah pernah ada sebelumnya”. Demikian diungkapkan Komang Adnyani, salah seorang Shapphire Manager Bali yang telah bergabung sejak awal Mei silam. Dikatakannya pada kesempatan kali ini ia menawarkan sebuah komunitas yang resmi dan legal dengan Nama Perusahaan PT Promo Indonesia Mandiri atau lebih dikenal dengan sebutan Dream For Freedom (D4F) yang hingga saat ini telah berjalan 10 bulan. Bicara apa yang diperolehnya di Dream For Freedom, katanya bukan semata bicara soal uang saja. Namun D4F merubah kehidupan banyak orang, termasuk dirinya, yang berhasil mendapatkan beberapa impiannya termasuk membiayai sekolah putranya di Australia. “Dalam komunitas ini, kami saling
Mohon info mengenai Guru Mangku Hipno dan Workshop Spiritual Natha (081558116xxx) “Workshop Petik dan Nikmati Buah Berspiritual” dilaksanakan Minggu, 25 Oktober 2015 di Gedung PWI Bali, Jl. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, mulai pukul 15.0017.00. Harga tiket Rp 350 ribu per orang. Guru Mangku Hipno juga membuka praktik pelatihan, pembelajaran dan penyembuhan dengan metode Hypnotherapi, Psykotherapi, Somatho Therapi, untuk segala penyakit yang selama ini belum mampu tersembuhkan tuntas baik secara medis maupun nonmedis. Buka setiap Senin sampai Sabtu, mulai pukul 10.00 sd 17.00 Wita. Alamat Brahmakunta Center/ GMH Institute : Perumahan Gunung Sari Indah, Jl. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara Denpasar, no telp Center 03618442823/ 085103112404, FB : Guru Mangku Hipno. Pin BB : 7FB63D85. Email: suatmayasash79@gmail.com.
membantu. Konsepnya telah dipersiapkan secara matang, profesional dari berbagai pengalaman, kekurangan dan kelebihan komunitas-komunitas yang pernah ada. Karena inti dari sebuah sistem komunitas adalah komitmen dan kepercayaan partisipannya. Juga, komitmen serta visi dan misi pengelola yang membangun komunitas tersebut,” ujarnya. Dalam D4F, modal dikunci selama 210 hari agar jika terjadi sebuah isu, tidak menarik (modal) secara massal yang menyebabkan perputaran dana habis. Saat ini katanya ada 4 pilihan paket di D4 F yaitu, Silver, Gold, Platinum dan Titanium. - Paket silver senilai Rp 1 juta (Maks. penarikan Rp 1,5 juta/minggu) - Paket Gold senilai Rp 5 juta (Maks. penarikan Rp 7,5 juta/minggu) - Paket Platinum senilai Rp 10 juta (Maks. penarikan 15 juta/minggu) - Paket Titanium (3 titik Platinum) senilai Rp 30 juta (Maks. Penarikan Rp 45 juta/minggu) Selanjutnya, Komang menjelaskan bahwa bagi member yang join mesti membeli tiket Rp 200 ribu per- akun. Uang tiket ini akan di refund otomatis bersamaan dengan pencairan bonus/ get freedom (GF). Setelah membayar uang tiket Rp 200 ribu member wajib DP 20% dari nilai join, sehingga tidak ada member yang stop ketika akan memberi bantuan
Komang dan suami atau send dream . Dikatakannya oleh istri dari Nyoman Sugiri Seputra, M.E. yang juga Shappire manager ini, bagi member yang tidak konfirmasi atau yang tidak transfer, maka “ID” nya akan diblokir dan tidak ada pembukaan pemblokiran. Selanjutnya, ketika dalam 36 jam tidak ada yang transfer kepada yang menerima bantuan maka admin akan men”take over” atau diambil alih oleh Manager Shapphire untuk memberikan bantuan. Lebih lanjut Komang menjelaskan, kalau satu nomor rekening maksimal bisa dipakai untuk 3 ID, sehingga menghindari pemain PAUS yang Hit
Foto tiket
& Run atau hanya mengejar keuntungan lalu kabur. Dengan sistem ketahanan D4F yang sangat ketat, akan menghindari Get Freedom (GF) yang Zonk. “Yang pasti D4F memiliki fitur anti Hit & Run. Dan kami juga rutin mengadakan “gathering atau seminar” agar kesolidan tetap terjaga. Komunitas D4F juga mempunyai berbagai unit bisnis yang dijalankan seperti Portal Iklan Promonesia.com, selain itu juga ada Loketnesia.com, dimana untuk RBT/NSP yang bekerja sama dengan Telkomsel, Indosat, XL. Ada juga Dream Magazine. Di Loketnesia juga kita sudah bisa melakukan transaksi membeli tiket pesawat, membayar PDAM, beli pulsa, membayar listrik dan
Komang dalam acara Dream Meeting
lain sebagainya. D4F atau Dream for Freedom memiliki keunggulan yang sangat luar biasa dan merupakan penyempurnaan dari sistem bisnis komunitas atau bisnis online yang lainnya. Berikut keunggulan D4F dibanding BO lain yakni : - Dibangun dengan konsep yang matang dan punya visi & misi yang jelas. Selalu mengedepankan inovasi yang memanjakan anggota komunitas. - Asli dibuat & dimaintain oleh bangsa Indonesia. Jadi tidak ada dana yang tersedot ke luar negeri. Ada indikasi BO lain menyedot uang IDR ke luar negeri. - Sistem ketahanan berlapis & keamanan ekuitas yang sangat baik. - Menggunakan model network marketing referral commission based dengan Binary System
Dream Meeting
Dream For Freedom Eagle Powwer Team Minggu, 25 Oktober 2015 Tempat Hotel Puri Ayu Jalan PB Sudirman 14 A Pukul 18.30-21.30 Wita
Pastikan keluarga dan temanteman Anda hadir untuk mendapatkan secara gratis cara bagaimana menghasilkan Profit yang besar dengan modal kecil..!!! GS. Bunda Komang Adnyani (Shappire Manager) PIC.Cindy 087761316373 Salam Dahsyat..!!!
22
Sosialita
Edisi 872/ 26 oktober - 1 November 2015
Warna-warni “Trade Expo Indonesia” 2015 Sudah pernah mendengar kopi bercita rasa wine? Penasaran dan ingin mencobanya, datanglah ke “Trade Expo Indonesia” 2015 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 21-25 Oktober. Adalah Armiga, pengusaha kopi arabica wine dari Duta Kopi Indonesia, yang bikin buyer asal Korea Selatan ter cengang. Ini lataran kopi yang ditawarkannya ke buyer tersebut bercita rasa wine.
M
eski bercita rasa wine, jangan khawatir kopi asal Aceh itu tidak mengandung alkohol. Lantas dari mana sensasi rasa wine be rasal? Ternyata sensasi ini muncul dari kulit kopi yang terfermentasi selama masa pengolahan. Kopi bercita rasa wine han ya salah satu dari sekian ban yak produk unggulan Indonesia yang dipamerkan di ajang TEI 2015. Produk unggulan lainnya antara berasal dari sector industri strategis ( kertas, perahu karet, perlengkapan medis), produk bioteknologi (kantong plastic ra mah lingkungan, green resources material, vaksin), produk hilir
hasil perkebunan (makanan or ganik, essential oil), pertambangan (emas batangan), produk otomo tif dan bagiannya, IT dan creative products, serta produk UKM. Terdapat juga arena open space yang memamerkan garden furniture, knockdown house, dan heavy equipment. Yang pasti, semua produk itu adalah yang terbaik dan berkuali tas ekspor. Yang juga cukup me narik dan diletakkan di tengah areal pameran adalah Pavilliun Pride of Indonesia yang memamer kan kelompok produk dan jasa dari perusahaan di Indonesia yang tercatat berkinerja baik. Namun begitu, jangan mendu ga kalau pameran promosi dagang
terbesar berskala internasional ini, akan terlihat hiruk pikuk seperti kebanyakan pameran besar. Se baliknya, suasana terasa ‘tenang’ bahkan mungkin terkesan sepi bagi pengunjung yang terbiasa datang ke pameran lokal lainnya. TEI memang berbeda dengan pameran pada umumnya. Segmen yang disasar adalah buyer mancanegara. Berdasarkan data ‘business matching’ yang terdaftar sebagai peserta adalah buyer dari 47 negara, jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 35 negara,” kata Aria Satria, Direktur Pengembangan Informasi Ekspor, Kementerin Perdagangan. RI Program yang digelar se jak 2013 ini bertujuan untuk memfasilitasi buyer menemukan produk yang tepat, baik produk yang ditampilkan dalam ajang TEI maupun di luar TEI. Program ini, tambahnya, disambut antusias oleh para buyer yang datang, ini terbukti dari semakin banyaknya buyer mancanegara yang datang dan mendaftar ikut program ini setiap ta hunnya. Nyatanya bukan hanya buyer man canegara yang antusias, para eksportir lokal pun tak kurang semangatnya karena mera sa program ini mendatangkan banyak man faat bagi bisnis nya, khususnya untuk ekpor. Mereka be ranggapan program ‘business maching’ ini ibarat ‘biro jodoh’ yang mempertemukan buyers
Made Ninik Sutadiasih, S.E.
Edisi 872/ 26 oktober - 1 November 2015
3
Menuju Spiritual Alam Semesta Energi positif akan selalu aktif jika diimbangi pola dan gaya hidup positif . Baik dari segi berpikir, berbicara, berperasaan dan bertingkah laku. Maka, seseorang akan berada dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Demikian diungkapkan Made Ninik Sutadiasih, S.E.
Terapi di Istana Taman Jepun Denpasar
mancanegara dan eksportir In donesia. “Semoga ada buyer tertarik membeli produk kerajinan tangan yang saya buat. Bagi saya ini ada lah pengalaman yang tidak ternilai jika saya bisa dipertemukan oleh buyer internasional,” harap Sefti, pemilik perusahaan kerajinan tangan Askar. Hal yang sama juga dirasakan oleh Aryanti, pemilik perusahaan batik dan kulit ‘Arya Putri’ yang berhasil menarik perhatian buyer asal Australia. “Dari kegiatan business matching pagi ini, kami berjanji dengan buyer Australia untuk bertemu lagi pekan depan membicarakan bisnis batik dan kulit lebih jauh,” kata Aryanti yang mengaku sebagai ‘pemain’ baru
dalam ekpor produk. Berbeda dengan Toyo, pen grajin asal Bantul, Yogyakarta, yang memang sudah menjadi
Australia tersebut Toyo ini men jadi spesialis di bidang lighting dan home decoration. Satu hal yang menarik, semua produk yang dihasilkannya adalah handmade dan Toyo lah desainernya. Be berapa produk yang ditawarkan antara lain; lighting, stool, figura, hingga guci. Keunikan desain yang diton jolkan MD Craft adalah gaya modern yang mudah disesuaikan dengan interior rumah yang akhir-akhir ini berkiblat ke arah modern. Tak heran kalau stand Toyo yang terletak di Hall D, tak pernah sepi pengunjung. Mereka bukan sekadar melihatlihat tapi langsung bertransaksi. Di antaranya adalah buyer asal Dubai dan Jepang yang masingmasing memborong 100 unit lampu. D i a k u i To y o , sekarang ini semakin banyak pelaku usa ha kerajinan yang juga ‘bermain’ di bidang yang sama dengannya. Namun begitu katanya, persaingan ketat itu justru semakin memacunya untuk terus berkreasi dan berinovasi. Itu juga yang membeda kan desain modern minimalis yang di tonjolkannya den gan desain yang ada pada umumnya. “Setiap saya hadir di pameran, saya tidak pernah membawa ba rang yang sama karena kreativitas
Keunikan desain yang ditonjolkan MD Craft adalah gaya modern yang mudah disesuaikan dengan interior rumah yang akhir-akhir ini berkiblat ke arah modern. eksportir sukses. Membawa ben dera ‘MD Craft’ , produk-produk karya Toyo, menjadi salah satu yang diminati oleh buyer pen gunjung TEI. Toyo yang memulai binsisnya tahun 2007 ini mengaku belajar membuat kerajinan dari seniman asal Australia. Berkat bimbingan seniman
harus selalu muncul. Dan saya tidak boleh berhenti belajar,” kata Toyo yang mengaku inspirasinya biasa datang dari hasil pengama tannya terhadap kecenderungan dan ketertarikan minat pasar. Itulah yang membuat produkproduk yang dilahirkannya selalu up to date. –Diana Runtu.
S
Terapi di Panti Asuhan Singaraja
aat ini ia lebih dikenal sebagai seorang Konsultan Spiritual Universal Mo dern dan Master Energi Positif Alam Semesta. Ia banyak diminta untuk memberikan terapi energi alam baik di instansi pemerintah, perusaha an swasta, komunitas hingga panti asuhan. Banyak sudah orang yang dibantunya untuk bisa hidup lebih baik , sembuh dari sakitnya hingga merasa lebih tenang. Siapa sebenarnya sosok yang satu ini? Ia mengaku kemampuan ini tumbuh secara alami tanpa berguru. Makin hari makin meningkat seiring dengan pen galaman hidupnya. “Sistem kerja dari energi positif akan mengikuti pikiran positif. Peran energi positif ini mampu memberikan kekuatan dari dalam diri untuk menguatkan jiwa dan mental seseorang yang dibantu dengan moti vasi spiritual,” jelasnya
Sesungguhnya bakat Ninik terlihat sejak usia 5 tahun, ia tumbuh menjadi anak berani, lincah, rajin, cekatan dan cerdas. Sejak kecil pula ia layaknya orang dewasa, berinisitaif dan mampu menye lesaikan pekerjaan rumah dengan baik termasuk menata hidupnya. Ternyata, perempuan kelahiran Bondalem, 17 Desember 1969 ini memiliki kelebihan seperti anak indigo, yang tidak diduga termasuk oleh orangtuanya. Karena itu pula, dalam perjalanan nya ia merasa yakin untuk lebih me nekuni dunia spiritual. Ia pun lanjut menggeluti dunia spiritual sejak tahun 2003. Namun, baru di tahun 2012 ,Ninik lebih fokus pada dunia spiritual nya. Ia merasakan inilah panggilan jiwa, yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dikatakan oleh ibu dua anak yang kerap disapa Bu Ninik ini segala inisiatifnya yang tinggi, adalah karena
Terapi di Yayasan Panti Asuhan Tat Twam Asi
Terapi di Kantor Pajak Pratama Denpasar
adanya energi yang menuntunnya dalam melakukan pekerjaan. Ninik menyebutkan bahwa energi tersebut tidak berasal dari langit ataupun luar angkasa melainkan dari dalam diri yang berasal dari kata hatinya. “Untuk dapat merasakan energi positif di dalam tubuh cukup dengan cara yang sederhana yakni mengikuti terapi dengan posisi duduk bersila tanpa perlu konsentrasi pikiran. Begitu praktisnya, Tuhan memberkati jiwa-jiwa manusia yang ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik,” ucap Ninik juga sempat mendulang sukses sebagai pengusaha wanita hingga tahun 2011 Energi positif alam semesta, ka tanya bekerja di dalam organ fisik un tuk membersihkan unsur negatif yang mempengaruhi sistem organ secara keseluruhan. Baik itu sistem pencer naan, peredaran darah, pernafasan dan lainnya. Energi positif alam semesta juga bisa meminimalisir dan mampu menyembuhkan penyakit dalam tubuh seseorang yang bersifat medis dan nonmedis. Kinerja energi positif alam semesta tersebut masuk ke dalam tubuh melalui ubun-ubun dan panca indera. Energi ini kemudian merambat ke organ fisik lain yang perlu disembuhkan. Setelah itu mengaktifkan sistem inti energi tubuh sebagai alat penyerap energi positif alam semesta , penetralisir unsur negatif yang akan dikeluarkan melalui ubun-ubun. Menurut Ninik, tujuan utama selain sebagai penyembuhan organ fisik, energi positif alam semesta juga dapat memperbanyak sel-sel pada otak yang akan membentuk jaringan dan sistemnya menjadi lebih luas. Sehingga, seseorang mampu untuk berpikir cer das, berkualitas dan makin kuat dalam menghadapi dan mengatasi masalah. Ninik juga mengatakan dalam hidupnya ia berprinsip segala sesuatu bisa dikerjakan, asalkan ada tekad dan kemauan kuat dari hati. Ia percaya, bakatnya mampu memberikan petun juk hidup. Sudah banyak hal yang ia temui dalam hidupnya, dulu maupun sekarang. Pengalamannya inilah di jadikan sebagai guru sejatinya. Ia men jadi pribadi yang memilih berpikiran positif dalam menghadapi apapun dan siapapun. Jika ada hal yang kurang berkenan, ia memilih berserah pada Yang Maha Kuasa. MEMBERI DAN MELUPAKAN Begitulah motivasi dalam dirinya
mampu memperkuat bakatnya. Makin sempurna dengan kepercayaannya pada Tuhan Yang Maha Esa. Ia berhasil men jadi sosok spiritual dengan kesadaran diri yang tinggi. Ninik tidak pernah merasa puas dalam memperbaiki diri demi kebaikan diri dan kebahagiaan orang lain. Setiap tugas dan pekerjaan yang dijalani selalu total dengan tulus dan ikhlas. “Memberi selanjutnya melupakan”, begitu kalimat yang sering dilontar kan dan menjadi pedoman hidupnya. Bahwa, apapun yang telah diberikan, dikorbankannya kepada banyak orang, ia tidak pernah berharap imbalan ataupun balasan. Baginya itu pelayanan kepada sesama adalah salah satu cara melayani Tuhan dan mendapatkan kepuasan batin. Tidak hanya itu, Ninik pun ter biasa bertindak berdasarkan kebajikan dan kebenaran dari segi apapun. Menggunakan kecerdasan spiritual, ia mampu memberdayakan potensi, jiwa, hati dan pikirannya selaras. Caranya membimbing pun cukup praktis, hanya dengan membuka jalan energi positif alam semesta tersebut agar dapat masuk kedalam tubuh seseorang. Karena dengan menyatukan jiwa, hati , pikiran, intelek dan panca indera, Ninik dapat menarik dan men dorong energi positif alam semesta tanpa tenaga dalam, namun cukup dengan kekuatan pikiran positif. “Melalui terapi dan konsul tasi yang saya berikan, sese orang akan mampu mendapat kan solusi untuk memecahkan masalahnya sendiri. Kemudian menyelaraskan jiwa, hati, ser ta pikirannya dalam menjalani kehidupan ke arah yang lebih baik dengan mengubah cara berpikir ke frame yang positif, “ tuturnya. Di dalam memberikan bimbingan seseorang da pat berkonsultasi dengan Ninik mengenai segala aspek kehidupan baik itu tentang kecer dasan spiritual yang bertujuan untuk meningkatkan ke sadaran diri. Juga agar dapat ber sikap fleksibel, mampu meng hadapi pend eritaan dan rasa sakit, mewu judkan
hidup sesuai visi dan misi, mampu meli hat keterkaitan antara berbagai hal. Masih banyak layanan yang ia berikan di Aura Alam, berupa konsultasi problematika hidup,tentang aura dan pekerjaan, problem kesehatan, aura sumber daya manusia pada perusahan, organisasi, hotel, kantor dan sekolah. Selain itu Aura Alam memberikan layanan dalam membersihkan aura rumah, perusahaan, hotel, dan sekolah dari unsur negatif. Di zaman sekarang, lanjutnya kita tidak hanya harus cerdas emosional dan cerdas intelektual tetapi juga harus cerdas spiritual untuk hidup yang lebih baik. Bagi Anda yang bersungguh-sung guh ingin berkonsultasi maupun terapi untuk membuka jalan masuknya energi positif alam semesta ke dalam tubuh agar senantiasa sehat, bahagia damai dan sejahtera dalam menjalani hidup, bisa menghubungi telepon 087 8088 67486, atau email : niniksutadiasih@ yahoo.co.id. “Mari bersama Aura Alam mulai lah mengubah cara berpikir menjadi lebih positif untuk hidup yang lebih baik dan berkualitas bagi diri sendiri yang akan berpengaruh bagi ling kungan dan masyarakat menuju ajeg B a l i dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama di seluruh Indonesia menuju Nusantara Jaya,”pungkasnya. -ard
4
Inspirasi
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Angela Megawati Hartono
Gemuk bukan Akhir Segalanya
“Cantik tidak harus berbadan langsing, berambut panjang. Tapi cantik itu muncul dari dalam diri. Cantik muncul dari rasa percaya diri yang kuat”. Kata-kata pemberi motivasi dan inspirasi itu sangat melekat kuat dalam benak Angela Megawati Hartono, Runner Up Miss Big Indonesia. “Itulah yang saya yakini dan semakin menambah rasa percaya diri saya untuk terus berkiprah dan berprestasi,” kata Angela yang berat badannya sempat menyentuh 160 kg.
T
idak ada wanita yang ingin badannya gemuk, apalagi jika kegemukan itu sampai melewati batas alias obesitas. Namun jika hal itu terjadi, katanya, bukan berarti harus larut dalam kesedihan yang terus menerus, dan menutup diri dari orang lain. “Merasa sedih, kecewa, adalah wajar. Itu manusiawi. Namun jangan sampai larut dan terus menerus terpuruk. Saya pernah mengalaminya, tapi saya bisa bangkit lagi. Percaya diri saya tumbuh bahkan kini semakin besar. Kalau saya bisa begitu, tentu yang lain pun bisa, asalkan ada kemauan. Yang terpenting adalah selalu berpikir dan bersikap positif,” ungkap gadis 25 tahun asal Surabaya ini. Diakui Angela, memiliki tubuh gemuk dengan kategori ‘ekstra large’ seperti dirinya, tidak menyenangkan, khususnya jika berhadapan dengan orang lain. Yang namanya di-bully sudah sering dia rasakan, baik lewat kata-kata maupun sekadar pandangan. “Yang namanya di-bully, sudah kenyang deh. Bukan sesekali tapi sering kali, mungkin ribuan kali. Bukan hanya dulu bahkan sekarang pun masih merasakan. Orang ngomong dengan nada menghina, bukan hal baru lagi. Atau kalau sedang jalan-jalan, lalu bertemu orang, mereka memandang dari ‘atas ke bawah’ seakan kita orang aneh,” ungkapnya. Beruntung, kata Angela yang juga Wakil Ketua Komunitas ‘Ektra Large’ Surabaya, dirinya bukan orang rendah diri. Justru sebaliknya, ia termasuk orang yang cuek dan tidak mau terlalu ambil peduli dengan perkataan dan sikap orang lain. Itu sebabnya, tambah guru play group ini, dirinya bisa terus aktif di berbagai kegiatan. “Dulu kalau orang mem-bully, saya marah. Tapi sekarang tidak lagi. Seiring bertambah usia, jadi semakin dewasa dan memiliki pikiran lebih bijak. Gemuk bukan akhir segalanya. Saya menjadi lebih sabar dan tenang karena yakin Tuhan memiliki rencana dalam hidup saya. Dan rencana Tuhan, pasti adalah sesuatu yang baik,” kata Angela yang aktif da-
Angela Megawati Hartono
lam kampanye konservasi badak Indonesia. Bercerita tentang keluarganya, Angela dulu sempat heran karena dalam keluarganya hanya dirinya yang memiliki tubuh besar. Kondisi itu, katanya, dimulai saat ia SMP. “Awalnya hanya gemuk biasa atau berisi. Tapi herannya kok lama kelamaan berat badan terus bertambah. Padahal saya ini tidak suka lho makanan-makanan manis, berlemak atau makananmakanan yang dikabarkan menjadi pemicu naiknya berat badan. Saya tidak suka ice cream, jeroan, dll. Saya juga bukan tergolong orang yang suka makan banyak. Tapi ternyata berat badan saya terus naik bahkan lewat 100 kg,” kata Angela yang belakangan aktif memberi motivasi dan inspirasi pada mereka yang juga memiliki problema berat badan. Seperti mereka yang menderita hal yang sama, Angela pun telah berupaya menurunkan berat badannya dengan berbagai cara. Diet ketat, mengkonsumsi herbal pelangsing, rajin olah raga, dll, semua telah dijalankan Angela. Dan, katanya, semua itu membawa hasil signifikan, berat badannya turun luaman banyak. Bahkan, tambahnya, berat badannya sempat turun 25 kg. Hasil yang sungguh luar biasa.
SAKIT KARENA DIET Hanya saja, semua upaya itu membuatnya kerap jatuh sakit. Itu lantaran dia terlalu keras berdiet ditambah olah raga yang berlebih. Di sisi lain, dia menjadi kurang perhatian pada kebutuhan tubuhnya atas asupan makanan. Walhasil, berat badan memang turun puluhan kg, tapi dia pun sakit, di antaranya menderita maag kronis. “Yang paling parah adalah beberapa tahun lalu, saya jatuh sakit karena diet ketat dan terlalu banyak olah raga. Tubuh saya menjadi terlalu lelah, sementara saya malas makan. Akibatnya, saya sakit lumayan parah. Dokter meminta saya untuk sementara menghentikan upaya-upaya yang saya lakukan dalam rangka menurunkan berat badan. Maksudnya adalah agar bisa recovery. Tapi yang terjadi adalah kebablasan, saya tidak diet dan lain-lain, berat saya pun akhirnya bertambah lagi,” tuturnya. Saat mengikuti audisi Miss Big Indonesia, tuturnya, berat badannya mencapai puncak yakni sekitar 160 kg. Meski begitu, katanya, dia tetap ‘PD’. Ketika temannya menawarkan untuk ikut kontes Miss Big Indonesia, Angela pun langsung setuju. “Saya ikut audisi di Surabaya. Pemikiran saya ketika itu, hanya untuk iseng, sekadar ingin tahu sejauh mana kemampuan
dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Kenapa badak? Dulu saya sempat tidak mengerti ketika diminta belajar tentang badak Indonesia. Pasti orang awalnya berpikir, apakah karena gemuk trus disamakan dengan badak. Padahal tidak! Ini karena kita bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan untuk membuat gerakan pelestarian badak Indonesia yang hampir punah. Jadi kita melakukan kampanye-kampanye,” ucapnya. Masih soal kampanye, Angela saat ini juga aktif berkampano rto nye ‘Stop Bully’. Ha ti wa An ge la Me ga Menurutnya, kampanye ‘Stop saya. Ternyata malah berhasil. Bully’ gencar disuarakan oleh Syukur kepada Tuhan. Waktu ikut komunitas ‘Ekstra Large’ lantaran audisi orangtua saya tidak tahu, semakin berkembangnya tren saya baru cerita setelah berhasil. orang ‘membuli’ orang lain. “Kita Orangtua kaget, tapi mereka kampanye lewat berbagai media, mendukung. Apalagi kemudian di antaranya melalui medsos. saya berhasil menembus babak Ini untuk semua strata, bukan penyisihan dan masuk grand final hanya untuk kalangan berbadan di Jakarta. Ketika itu saya tidak besar. Kita harus bisa menghargai berpikir macam-macam, dengan orang lain, jangan hanya melihat capaian masuk grand final saja, penampilan fisik orang lain saja. bagi saya sudah luar biasa. Ternyata Jangan men-judge. Tapi di sisi Tuhan memberi sesuatu yang lebih, lain, kita juga jangan membuka saya bisa menjadi terbaik kedua. peluang atau memancing orang Saya bersyukur dan menangis sehingga mem-bully kita,” jelasdalam hati. Rencana Tuhan selalu nya panjang-lebar. indah,” ucapnya. Misalnya saja, kata Angela, Yang membuat Angela se- untuk mereka yang bertubuh bemakin bahagia, orang-orang yang sar. Memang harus memiliki rasa dulunya sempat memandang percaya diri, namun katanya, rasa sebelah mata pada dirinya karena ‘PD’ itu jangan sampai kelewat kondisi fisiknya, justru berbalik batas atau ‘over dosis’. “Karena membanggakan dia. “Awalnya jika itu yang terjadi, bukannya mereka sempat heran dan tidak kita menuai pujian tapi sebaliknya, percaya atas prestasi yang saya malah orang menghina kita. Misraih. Tapi kemudian mereka jadi alnya, orang gemuk memakai bangga pada saya,” katanya. rok mini banget yang membuat Setelah menjadi runner up, pahanya terlihat. Ini kan kurang Angela menjadi lebih sibuk, selain baik. Ini membuka peluang orang berkiprah di komunitas ‘Ekstra mencemooh kita. Yang ingin Large’ Surabaya, aksi-aksi sosial, saya katakan adalah, semua ada dia juga terlibat aktif sebagai tempatnya. Kita harus pandai Duta Konservasi Badak. Kegia- menempatkan diri,” katanya. tan ini merupakan kerja sama -Diana Runtu
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Mengucapkan Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un Turut Beduka Cita dan Berbelasungkawa atas Wafatnya
H. M. Djalaluddin, SH., MM (Ayahanda dari Dr. TGH. M. Zainul Majdi - Gubernur Nusa Tenggara Barat)
Senin, 19 Oktober 2015 Semoga amal ibadah Beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilaf dan salahnya, serta mendapatkan yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Dan, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, Amiin Ya Robbal Alamin. Jajaran Pol. PP se-Nusa Tenggara Barat
Kepala Bakorluh NTB
TTD
TTD
Kasat. Pol. PP NTB Ibnu Salim, SH., M.Si
Ir. Husnanidiyati Nurdin, MM
Kabag. Kesekretariatan & PDE, Biro Umum Setda. NTB
Kepala Taman Budaya NTB TTD
TTD
Kepala Museum NTB
GP. Aryadi, S.Sos., Mh.
TTD Ir. Baiq Rahmayati, M.Si
Angela dan teman-temannya di Komunitas Xtra Large Surabaya
Dra. Endah Setyorini
21
20
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Inspirasi Ni Wayan Nik Suriasih
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
5
Produksi Minyak VCO saat Kajeng Kliwon Pohon kelapa sebagai tumbuhan tropis di Indonesia punya bermacam jenis perbedaan. Kelapa yang tumbuh mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan ini memiliki khasiat yang dihasilkan dari buahnya. Virgin Coconut Oil (VCO) Sudamala salah satunya. Minyak ini terbuat dari sebelas jenis buah kelapa segar pilihan yang diproduksi oleh seorang ibu rumah tangga asal Banjar Sengguan, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
N
i Wayan Nik Su riasih, 48 tahun, pertama kali memproses buah kelapa menjadi minyak berkha siat berawal dari ajakan seorang pemilik kebun kelapa. Dirinya diminta untuk mengelola buah kelapa agar menjadi bermanfaat dan berkhasiat. Ajakan ini seka ligus sebagai langkah awal dalam keterlibatan dirinya terjun dalam sebuah kelompok pembuat min yak VCO yang pernah dia ikuti di Jembrana. Sebagai salah satu partisipan, awalnya ketertarikan dirinya untuk turut menjadi bagian kel ompok pengolah minyak kelapa dirasa kurang menarik. Dia pikir sudah menggeluti pekerjaan uta ma mencari dan mengumpulkan buah kelapa, janur, dan pelepah sebagai penyuplai makanan gajah di Gianyar. Semua hasil alam ini dikirim 4 hari sekali kepada pihak pembeli di Kabupaten Gianyar. Pekerjaan sebagai pedagang hasil bumi sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan yang tak bisa ia lepas selain sebagai ibu rumah tangga. “Entah karena apa, akhirnya kok saya di rumah bisa membuat minyak VCO. Padahal ketika praktik sedikit pun saya tidak tertarik, justru malahan sempat tertidur waktu dikasi pelatihan,” jelas Nik Suriasih. Keseriusan mengolah minyak VCO perlahan tertanam seiring jumlah permintaan serta keber hasilannya dalam memenangkan lomba, baik itu di tingkat desa maupun ke tingkat kabupaten.
Minyak VCO yang terbuat dari 11 jenis kelapa
Minyak VCO olahannya semakin dikenal dan dirasakan khasiatnya oleh tim penilai yang berasal dari luar daerah. Semenjak itu, pesanan mulai berdatangan dibarengi pula kabar baik dari sebagian pelang gannya yang sudah merasakan khasiat dari minyak tersebut. Dia mengatakan, minyak VCO Sudamala justru lebih laris ketim bang minyak biasa. Alasannya cukup jelas, bahwa minyak biasa hanya menggunakan satu jenis kelapa, sedangkan minyak VCO Sudamala terbuat dari sebelas jenis kelapa seperti, Sudamala, Mulung, Udang, Pudak, Kebo Ca ling, Rangda, Bulan, Surya, Julit, dan Bojog. Kelapa ini dianggap cocok diolah bila usianya sudah kering dan telah tumbuh tunas. Prioritas tetap mengutamakan sebelas jenis kelapa yang berbeda. “Sekarang minimal di rumah harus ada stok seratus botol minyak, kalau sisa lima saya sudah harus bikin lagi,” ujarnya.
Buah kelapa yang merupakan bahan dasar pembuatan minyak VCO
Saat ini, dirinya secara rutin memburu bermacam jenis buah kelapa yang berbeda. Ini sangat mudah dia lakukan karena se cara langsung terjun langsung di lapangan selaku pedagang kelapa. Bahkan tak sungkan, membeli harga tinggi jenis kelapa yang dicarinya ini. Sehingga upayanya ini memberi semangat bagi sang pemilik penjual kebun kelapa. Karena terjun langsung di kebun inilah dirinya tau betul bermacam jenis kelapa yang dia cari. 11 JENIS MACAM KELAPA Atas siasat ini, memudahkan pula dirinya untuk mengumpulkan sebelas macam jenis kelapa untuk kemudian diolah menjadi VCO. Bila sedang permintaan tinggi atau persediaan mulai berkurang, mulailah dia memproduksi dalam jumlah banyak sekaligus. Dirinya mengakui, dari sebelas jenis butir kelapa ini bisa menghasilkan
Ni Wayan Nik Suriasih
minyak VCO murni dalam satu botol ukuran volume 600 mili liter. Sekali proses, menghasilkan 50 botol minyak VCO. Produksi jumlah banyak pernah dia lakukan sampai 300 botol dalam satu kali proses. Minyak VCO Sudamala, tam bah dia sudah pernah melalui uji laboratorium yang dilakukan oleh tim penilai ketika mengikuti perlombaan. Bahkan ketika per wakilannya dikirim ke Jakarta, juara pertama pernah diraihnya. Minyak VCO dipercaya memiliki berbagai manfaat dan khasiat. “Minyak Suda mala sekarang sudah menjadi biasa diminta orang, semua yang meng gunakan tidak ada yang mengeluh,” ujar ibu dua anak ini. Saat ini, dirinya lebih sering melakukan pekerjaan ini seba gai pekerjaan sampingan, dan kadang dibantu pula oleh suami bahkan kerabatnya. Memproduk si minyak VCO, menurut dia gampang-gampang susah. Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda. Bahkan di tempat nya mengolah yang juga sekaligus rumah tinggal ini, kerap dilaku kan oleh ibu PKK melakukan praktik yang ingin belajar banyak darinya. “Saya heran, mungkin minyak saya ini kramat, waktu ibu-ibu PKK praktik, mer eka gagal. Minyaknya tidak keluar, padahal sudah saya temani sejak proses awal,” katanya. Sampai sekarang, proses pem buatan minyak VCO ini murni di lakukan secara tradisional meng gunakan alat seadanya. Biasanya dia melakukannya sejak sore mulai digarapnya dari proses awal, hingga berakhir esok siang sembari melakukan pekerjaan
Proses penyaringan yang menggunakan lima susun saring dalam sekali proses
utama yang selalu sejalan dia ker jakan sebagai sampingannya. Secara umum, minyak VCO yang dia olah cukup sederhana, yakni kelapa yang sudah diparut, selanjutnya diperas untuk dicari santannya, lalu ditunggu hingga ada perbedaan antara air, ampas, dan minyak dalam satu wadah. Kega galan lebih cenderung terjadi pada tahap ini, kerap minyak masih ber bentuk santan. Selanjutnya setelah melewati pemisahan, tahap akhir minyak disaring hingga sepuluh kali. Untuk lebih efisien, penyar ingan bisa dilakukan dua kali yang terbagi menjadi lima susun saring dalam sekali proses. “ Minyak yang hasilnya bagus akan beraroma gurih, sedangkan bila gagal akan beraroma busuk,” jelasnya. Sepuluh tahun sudah, Ni Wayan Nik Suriasih mengenal proses membuat minyak VCO Sudamala. Sejak awal pertama menekuni bidang ini, dirinya punya keyakinan bahwa minyak buatan nya ini bisa bermanfaat bagi orang lain sekaligus sebagai obat. Untuk dasar inilah, setiap hari Kajeng Kliwon, dipilih sebagai hari yang baik untuk membuat minyak VCO secara rutin. “Saya bersama suami sepakat, setiap membuat minyak selalu di hari Kajeng Kliwon. Saya punya keyakinan pribadi, karena siapapun yang menggunakan min yak ini agar betul- betul sembuh dan mendapatkan manfaatnya,” ungkapnya penuh yakin. Hingga kini, minyak olahan nya dicari banyak orang karena khasiatnya lumayan banyak, salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh, dengan cara minum satu sendok makan setiap satu kali sehari. Selain sebagai rujukan tem pat belajar praktik oleh ibu – ibu PKK, di tempatnya ini sering pula dikunjungi oleh mahasiswa yang tengah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Berbekal konsistensi, produk olahannya mudah ditemu kan di beberapa warung, tidak jauh dari tempat tinggalnya. Persoalan yang dia hadapai dari semenjak pertama mengenal minyak VCO hanyalah dalam tutup kemasan botol yang masih menggunakan tutup bekas. Ini menjadi permasalahan serius, yang ia harap agar segera menemukan solusi. “Mencari tutup botol itu sangat sulit sampai sekarang ini, saya sudah mencari kemana-mana, masih mudah mencari botolnya,” pungkasnya. – Eka Juni Artawan
6
Mozaik
Woman on Top
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
Ariyani
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015 Seorang pekerja menyelesaikan pewarnaan batik
Target Hidup Sehat Bonus Badan Seksi Bagi wanita yang su dah memiliki anak, fokus perhatian pasti tertuju pada buah hati. Namun, saat waktu senggang bisa dimanf aatkan untuk kegiat an positif, salah satunya olahraga. Hal inilah yang dilakukan Ariyani, wanita kelahiran Jakarta, 9 Januari 1981 yang sudah belasan tahun tinggal di Bali.
S
ejak menikah dengan Frank Sheeran dan memi liki seorang putra, Logan Sheeran (8), aktivitas Ari yani lebih banyak mengurus rumah tangga. Ia mengantar putranya sekolah lalu mengurus rumah. Saat waktu seng gang, ia sering melihat model-model Victoria Secret yang seksi-seksi padahal usianya sudah tidak muda. Model ini ada yang sudah punya anak. Ariyani pun termotivasi agar bisa memiliki tubuh seperti model. Ia me ngawali dengan pole dance. Instruktur pun didatangkan ke rumahnya. Ia giat berlatih hingga mendapat manfaat dari olahraga yang menggunakan alat bantu berupa tiang besi itu. “Setelah tahu pole dance, saya ingin mencari tantangan baru. Pilihannya
Ariyani meraih juara 2 Women Figure
fitness. Saya daftar di Rai Fitness. Saya menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga teratur , makan teratur dengan nutrisi seimbang, dan istirahat cukup,” ujar wanita yang memiliki tinggi 165 cm dan berat 48 kg ini. Ariyani menuturkan ia mulai fitness setelah mengantarkan putra sekolah di Australian School. Pulang latihan ia langsung menjemput putranya. “Me ngurus anak prioritas saya karena suami
tugas di Australia. Anak saya juga hobi olahraga, sekarang dia menekuni tinju. Kadang dia saya ajak ke tempat fitness. Bahkan suami kalau ada di Bali, kami sering fitness bersama,” ungkap wanita yang dulu hobi naik motor ini. Ia juga mengatakan targetnya ada lah menerapkan pola hidup sehat. Hasil berupa badan seksi dan proporsional merupakan bonus. Ketika diadakan kompetisi Women Figure dalam rangkai HUT ke-2 Rai Fitness, Ari yani berhasil menjadi juara 2. Ia tak menyangka dirinya meraih prestasi berkat lati han tekun selama 4 bulan. Ini membuatnya makin giat menekuni fitness. Tahun 2016 nanti ia ingin menjajal kemampuannya di kelas open internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah berat badan menjadi 50 kg agar lebih proporsional. Mengenai kiat suk sesnya, Ariyani mengaku belajar dari pengalaman. Dulu ia bebas mau makan apa saja sesuka hatinya. Tetapi, setelah mendapat pemahaman mengenai pola hidup sehat, ia mulai di siplin. Urusan menyiapkan
BEHAVIOR PROFILE Mari sama-sama kita kaji sedikit lebih dalam tentang sebuah model behavior profile yang digunakan dalam interaksi dalam perusahaan/ korporasi – DiSC Behavior Profile. Inisial DiSC ini muncul pertama kali tahun 1920-an oleh Dr. Willam Marston, seorang Profesor dari Columbia University yang melakukan penelitian terhadap perilaku orang normal. DiSC mem berikan pemahaman mendalam terhadap peri laku seseorang sehari-hari tentang bagaimana mereka bepikir, bersikap dan berinteraksi. DiSC dijabarkan sebagai perilaku sese orang yang Dominance – Influence – Steadiness – Conscientiousness. Keempat perilaku
ini juga menunjukkan karakteristik yang sangat jelas yaitu perilaku baik (positive behavior) dan ketakutan (fear). Tipe Dominance menunjukan perilaku bicara tegas dan cend erung keras, memimpin, ia melihat rencana dan masalah dalam gambaran yang lebih besar untuk bisa mengambil keputusan dengan benar, berani menerima tantangan, berbicara langsung pada hal yang ingin dibicarakan. Lantas apa yang menjadi fear dan challenge bagi mereka. Tipe D ini sulit untuk bersabar (show patience) dan sulit untuk merasa sensitif atas apa yang dirasakan orang lain (display sensitivity). Challenge untuk diajak bicara tentang hal-hal yang lebih detail (get into the details) dan sulit untuk menjabar kan tujuan, pembicaraan dengan lebih panjang agar membuat lawan bicara memahami tujuan yang ingin dicapai (allow deliberation). Bagi la wan bicara yang memiliki kekaguman terhadap mereka, tipe D akan mendapat respect penuh namun bagi mereka yang cenderung lebih mandiri, tipe D akan sangat sulit mendapat respect dan jikapun ada, respect yang diperoleh adalah sebuah keharusan (mandatory respect). Tipe I (Influence) memiliki karakteristik perilaku mempengaruhi, (persuading others), sangat menilai tinggi keterbukaan, dan sangat mengutamakan hubungan individu. Mereka berbicara dengan antusias dan optimis. Sangat menginginkan kolaborasi dalam membuat keputusa n dan dalam pekerjaan. Apa yang
n u i d a M s a h K Batik
Ariyani bersama su
ami dan anaknya.
bahan makan dan masak pun dilakukan sendiri. “Malam saya siapkan apa yang mau dimasak besok paginya. Saya selalu menghitung kalori dari nutrisi yang kami konsumsi. Suami dan anak pun jadi ikut dengan pola hidup sehat saya,” ujarnya. Ia pun berharap apa yang dilakukan nya bisa menjadi role model bagi ibu-ibu.
Keluarga tetap menjadi prioritas namun harus bisa memanfaatkan waktu untuk hal-hal bermanfaat. Kalau sudah memi lih apa yang akan ditekuni harus konsis ten, disiplin, dan giat berlatih. Ariyani juga siap untuk diajak diskusi dengan ibu-ibu terkait pola hidup sehat. –Ngurah Budi
Seorang pekerja merapikan kain batik di gallery
M
ereka mayori tas wanita remaja yang ingin selalu menggoreskan imajinasinya lewat kreativitas mem batik dan melestarikan batik khas Kota Madiun. Satu lembar kain berwarna putih berukuran 1,15 x 2,5 meter itu, terus tergores beberapa warna
indah hingga bermotif batik jenis sarimbit, jenis pecelan dan seger arum. Selain itu, mereka juga me nyelesaikan pembatikan yakni batik tulis warna alam. Order yang diterima, kebanya kan pesanan dari kantor swasta hingga instansi pemerintahan. Kare na dari ajang temu acara kantor maupun arisan, mereka ada saja
Nenek Maryani Ariyani saat latihan di Rai Fitness
Give Respect & Demand Respect
Pada saat berkomunikasi dengan seorang te man melalui media sosial beberapa waktu lalu, perhatian saya tertuju pada satu quote yang sederhana namun sarat makna; “Your value does not decrease based on someone’s inability to see your worth. You deserve respects”. Hanya karena orang lain tidak mampu melihat hal-hal positif dalam diri seseorang bukan berarti nilai-nilai itu tidak ada. Siapapun pantas mendapat respect. Wow! Ini adalah salah satu pengembangan dari konsep RESPECT FOR PEOPLE PRINCIPLE. Respect sangat dekat dengan perilaku sese orang; bagaimana cara mereka bepikir, nilai yang diyakini dan implementasi terhadap lawan bicara dan orang-orang di sekitar.
19
menjadi fear dari tipe I? Mereka punya challenge untuk mengikuti/mendengar/menyimak sesuatu dengan seksama dan lengkap. Sulit untuk melihat fakta, sulit untuk bicara ke pokok permasalahan, dan sulit untuk fokus pada satu hal dalam periode yang lama. Fear yang sangat jelas tampak dari perilaku ini adalah diacuhkan oleh lawan bicara atau orang sekitar (fear of being ignored). Lantas bagaimana pandangan mereka terhadap respect? Tipe I memberi respect atas happiness & friendship. Bagaimana dengan Tipe S (Steadiness). Tipe S menunjukan perilaku yang tidak suka buruburu, calm manner and approach, dan sangat dekat dengan hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan. Tipe ini menekankan ketulusan (sincerity), kerjasama (cooperation) dan keter gantungan dengan yang lain (dependability). Apa yang menjadi fear tipe S? Mereka sulit untuk cepat beradaptasi terhadap perubahan dan sulit untuk melakukan beberapa pekerjaan sekaligus (multitask). Tipe S cenderung tidak mau muncul mempromosikan dirinya bahwa mereka bisa dan mereka sangat menghindari konflik dan konfrontasi. Tipe S rupanya lebih mudah memberi respect kepada orang-orang sekitar tanpa perlu mencari alasan kuat untuk menghormati orang lain. Tipe C (Conscientiousness) sangat me nekankan kualitas, akurasi, keahliannya da lam pekerjaan atau hubungan sesama, dan competency (kemampuan). Tipe ini sangat produktif jika mereka diberikan kebebasan memutuskan; they enjoy independence. Dalam perilaku sehari-hari mereka cenderung melihat sesuatu dari sudut pandang objective & factual. Sangat menginginkan penjelasan dan cenderung memberi penjelasan details. Lantas apa yang menjadi fear dari tipe C? Tipe ini takut akan membuat kesalahan. Jadi sebelum memu tuskan sesuatu, mereka lebih memilih untuk menganalisa lebih dalam sehingga terkadang tanpa disadari mereka membuang banyak waktu (time consuming). Tipe C sangat sensitif terhadap respect. Karena mereka takut untuk
membuat kesalahan terhadap orang lain, maka tipe C mengharapkan hal yang sama dari orang lain. Mereka sangat berhati-hati bicara dan memastikan selalu memberi respect terhadap lawan bicara, sebaliknya mereka menuntut hal yang sama dari lawan bicara. PROFESSIONAL MATURITY Tidak ada yang salah dengan keempat tipe dalam DiSC model. Semuanya mewakili perilaku seseorang dalam periode tertentu dan bukan merupakan karakter fundamental seseorang. Pada saat saya menulis perspektif ini, se orang teman yang pada saat itu mendampingi bertanya; apakah perilaku ini bisa berubah? Tentu bisa. Perubahan juga tergantung orang-orang di sekitar dan orang-orang terdekat. Bahkan pe rubahan perilaku ini bisa terjadi melalui proses duplikasi. Duplicating the person you adore. Biasanya proses ini terjadi kerena kekaguman dan keputusan kita (reasonable decision) untuk menjadikan seseorang sebagai role model. Da lam lingkungan wanita dan entrepreneurship, barangkali kedewasaan profesional (professional maturity) memegang kendali kuat dalam proses perubahan perilaku (professional behavior) dan menjadi kendali bagaimana mereka memberi respect dan mendapat respect dari orang lain. Rupanya mereka luar biasa sensitif terhadap respect. Apabila lawan bicara atau orang-orang ter dekat pada suatu waktu menunjukkan perilaku berlawanan (disrespect) beberapa dari mereka lebih memilih mengambil langkah doormat yang membuat keputusan dengan sangat realistis; take it or leave it. Ambil atau tinggalkan. Wanita dalam karir dan wirausaha ternyata memiliki cara yang berbeda terhadap bagaimana mereka memastikan untuk mendapatkan respect dari lawan bicara dan lingkungan sekitar. Dalam perbincangan dengan seorang teman dari corporate Philippines di sebuah coffee shop beberapa waktu lalu, saya mendapat satu pandangan bahwa Respect can be given and can be earned.
Beli Partai Besar dapat Diskon
yang saling bertanya. Tamu luar daerah banyak yang kagum, gaun atau pakaian batik yang dikenakan bagus, sederhana tapi tidak bosanbosan untuk dipandang. “Jika minat, saya antar disalah satu galery batik jenis sarimbit, jenis pecelan dan seger arum?,” ujar Ida (28), salah satu perempuan kreatif yang sudah lama bekerja di Gallery Batik Murni, Kota Madiun.
Dirawat Tetangga Peduli Sehari-hari nenek Maryani (75), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidurnya. Kondisi fisiknya terus me lemah. Ia hanya mampu melirikkan kedua bola matanya. Air mata menetes dari kedua kelopak matanya, bahkan mengalir tanpa “makna nasib” yang dira sakan. Tetangga yang berkunjung untuk mengantar makanan dan minuman, hanya bisa pasrah me lihat kondisi nenek nenek Maryani yang sebatang kara. Suami dan anak semata wayangnya sudah meninggal dunia. Harapan nenek Maryani kelak nanti di alam sana, bisa bertemu lagi keluarganya serta mendapatkan kebahagiaan. “Meski kondisinya sudah tua, namun nenek Maryani masih ingin hidup serta mau makan dan mi num. Sehari-hari untuk makan dan minum, harus disuapi istri saya. Kadang juga ada tetangga yang ikut
Sunarto bersama anaknya berdiri di depan rumah nenek Maryani
peduli,” kata Sunarto (58), tetangga nenek Maryani. Menurutnya sejak nenek Marya ni jatuh sakit dan menderita kelum puhan, memang sesekali mendapat bantuan dari pihak desa serta te
Istri Sunarto (berkaos) saat merawat nenek Maryani yang terbaring lemas.
tangga. “Kalau dari pihak terkait serta Pemerintah Kabupaten Madiun, belum pernah ada bantuan maupun perhatian soal kesehatan nenek Maryani,” tuturnya. Nenek Maryani selain hanya bisa terbaring diatas tempat tidur juga menempati rumah bilik bambu beru kuran sekitar 2,5 x 4 meter. Siangmalam nenek Maryani merasakan dinginnya angin yang berhembus dari kawasan Gunung Wilis. Tubuhnya yang kurus terkapar diatas tempat tidur, terus menatap celah bilik-bilik dinding rumahnya. Agar tubuh kurusnya tidak selalu menggigil kedinginan, tetangga me lapisi dinding bilik bambu itu dengan karung beras maupun lembaran triplek bekas. “Sebelum sakit, nenek Mary ani bekerja serabutan di sawah. Kalau musim panen kedelai, ikut bersama teman-teman sebayanya sebagai tenaga pemilah biji kedelai hitam,” tambah Sunarto. -Ajun Ally
Siang itu, sejumlah pekerja n ampak sibuk. Mereka begitu sabar dan teliti. Mereka menyelesaikan tugasnya masing-masing demi sehelai kain berwarna putih yang ter bentang itu, berubah menjadi warna serta bermotif batik. Dari informasi kalangan pe gawai, produksi makin bertambah bahkan kebanyakan pembeli dari pesanan partai besar. Mereka dari kantor, lalu pesan kain batik untuk suatu acara. “Begitu pemesan memberi uang muka, kami langsung mengerjakan nya. Kalau pesan kain batik partai besar, kami memberinya diskon. Ini strategi bisnis, juga bagian samasama untuk melestarikan batik khas Kota Madiun,” paparnya. Menurutnya ketidakstabilan nilai rupiah, sama sekali tidak mempen garui harga kain batik yang mereka produksi. Meski ada sejumlah ke naikan harga bahan baku seperti ba han kain warna putih polos, cairan pewarnaan dan lainnya. “Namun, kami masih bisa mencarikan solusi agar tidak ter pengaruh dengan naik turun nilai dolar di Indonesia. Ya, kami ber usaha tidak menaikkan harga kain
batik,” jelas Ida. Ia menambahkan kain batik yang banyak diminati yakni motif pecelan dan seger arum. Untuk satu lembar kain batik cap dijual dengan harga Rp 150 ribu, dengan ukuran 1,15 x 2,5 meter. Kain batik tulis jenis sarimbit, pecelan dan seger arum dengan warna sintetis dijual Rp 200 ribu dengan ukuran 1,15 x 2,5 meter. “Beda dengan kain batik tulis pe warnaan alam dijual Rp 450 ribu hingga Rp 750 ribu. Ukurannya juga sama yakni 1,15 x 2,5 meter,” ungkapnya. Ida menambahkan agar hasil produksi batik dapat diminati masyarakat baik dalam maupun luar Madiun, ia selalu mengguna kan cara khas agar kain batik saat dikenakan terasa nyaman dan tidak panas. Selain itu, juga racikan cairan untuk pengunci pewarnaan yang pas. -Ajun Ally
18
Edisi 872/ 26 Oktober - 1 november 2015
Life
Kreasi
Pencarian Kedamaian Jiwa “Seandainya aku tahu di mana kau berada Aku akan berlari mencarimu Tapi sayang, aku terlahir buta Tak bisa mendaki ke puncak tertinggi Lebih parah lagi, sebagai orang bisu dan tuli Aku tak bisa memanggil atau mendengar suaraMu, Tuhan”
D
emikian terjemahan lagu dari drama musikal “Loving the Silent Tears”, yang diputar Minggu, (25/10) di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar. Bali merupakan tempat pemutaran film kedua setelah Jakarta. Drama musikal ini dipersembahkan Asosiasi International Supreme Master Ching Hai bekerja sama dengan Supreme Master Television yang berkantor di California, AS. Bait-bait dalam film musikal ini, diangkat dari puisi karya Maha Guru Ching Hai. Puisi karya tokoh spiritual itu diadaptasi menjadi libretto dan lagu. Musik digarap melibatkan berbagai genre seperti pop, rock, jazz, klasik, dan reggae. Koreografi digarap dengan kaidah-kaidah tontonan panggung musikal yang penuh gebyar dan cerah. Ada berbagai elemen tari mulai dari gaya kabaret, tari rakyat Rusia, hingga lebih kurang 16 kultur global. “Loving the Silent Tears” disutradarai Vincet Paterson, peraih nominasi Tony Award yang juga sutradara tur dunia Michael Jackson “Bad”, dan tur dunia Maddona “Blond Ambition”. Koreografernya adalah peraih “Emmy” Bonnie Story. Pertunjukkan musikal ini merupakan kerja sama yang begitu indah dan mengesankan dari para artis ternama, penggubah lagu terkenal, dan seniman hebat dengan 15 Grammy Awards, 4 Academy Awards, 3 Tony Awards, dan 6 Emmy Awards. Drama musikal ini menampilkan, ikon musik Jon Secada, Jody Watley, Debbie Gravitte, Liz Callaway, komposer Al Kasha, Jorge Calandrelli, Doug Katsaros, Henry Krieger, Nan Schwartz. Hasilnya, Loving the Silent Tears bisa dinikmati sebagai musikal segar dan menghibur lewat musik dan tari tanpa kehilangan spritualitasnya. “Loving the Silent Tears” digubah dengan struktur naratif yang diolah dari puisi. Narasi menyatu dengan komposisi sebagai satu kesatuan ucap. Narasi tidak menjadi pengantar, seperti yang sering dijumpai pada musikal lain. Semua elemen dalam musikal tersebut, termasuk koreografi digunakan untuk bercerita tentang kebahagiaan lahir batin yang bisa diraih setiap orang. Kebahagian yang dibangun dengan cinta, hati damai, kebaikan, dan saling memaafkan. Tokoh utama cuma tiga; kondektur, dan dua penumpang kereta api, tetapi mereka mewakili tipe–tipe manusia. Setting hanya sebuah gerbong kereta,
dalam perjalanan semalam, tetapi kereta menjelajah melintas ke segala penjuru dunia, dan bertemu dengan orang di berbagai sudut bumi. Ini sebuah perjalanan spiri-
tual mencari pencerahan. Seiring perjalanan mereka saling belajar, yakni manusia memerlukan asuransi spiritual bukan asuransi properti. Di tengah tontonan musikal yang meriah gemerlap, penonton diajak merenung tentang kesejatian hidup. Tentang upaya mencari kedamaian jiwa dan makna cinta. Seluruh perjalanan hidup, perenungan, dan pencerahan itu menjelma dalam
Story
Edisi 872/ 26 Oktober - 1 november 2015
7
Mengenang H.M. Djalaluddin, S.H.,M.M.
Ibadah dalam Kedisiplinan dan Konsistensi Para panitia pemuteran drama musikal Loving the Silent Tears, Pater Ananta, Nyoman Merta, Nyoman Suarsana, dan Agung Ari Putri
lagu dan terintegrasi dengan narasi secara mulus dan rapi. Tidak terasa ada sandungan yang memberi kesan lagu itu hanya
ilustrasi. Penonton “Loving the Silent Tears” diajak menikmati perjalanan spiritual lewat musik, lagu, dan tari.-Wirati Astiti
Ribuan pelayat mengantar jenazah H.M. Djalaluddin, S.H.,M.M. ke peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga, Apitaik Lombok Timur, 20 Oktober 2015. Ramainya pelayat dan pengantar jenazah, tampaknya bukan semata-mata karena ia adalah ayah dari Gubernur NTB, melainkan karena kecintaan banyak orang pada sosoknya.
S
uasana sedih dan haru menyelimuti keluarga besar tokoh birokrasi NTB ini kala melepas kepergiannya. Salah seorang putranya, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat, bahkan terlihat ikut memanggul keranda yang membawa jenazah ayahandanya itu menuju pemakaman. Djalaluddin meninggalkan kenangan yang tidak terlupakan. Sosoknya yang disiplin dan konsisten telah membawa kelima anaknya menjadi anak-anak yang sukses. Tidak hanya bagi keluarga, kisah kedisiplinan Djalaluddin menjadi kenangan yang tidak pernah bisa dilupakan oleh orang-orang yang pernah mengenalnya, terutama bagi kelima anaknya. Bahkan kata “disiplin” menjadi kosakata wajib saat bicara tetang Pak Djalal. Tidak ada kata fleksibel dalam menjalankan aturan agama melainkan harus dengan disiplin yang ketat dan
mutlak. Karena baginya dalam beribadah tidak mengenal tawar menawar. Almarhum adalah sosok inspiratif yang dimiliki Nusa Tenggara Barat. Anak desa Apitaik, Lombok Timur yang sejak kecil tertarik dengan pendidikan ini telah mewariskan ilmu kepada anak-anaknya yang kemudian menjadi para pemimpin di daerah ini. Ia membuktikan bahwa dengan kesederhanaan hidup, konsistensi akan pendidikan agama dan kedisiplinan yang sangat ketat, mampu mengantar putra-putrinya pada kehidupan yang sukses. Selain disiplin dan konsisten, hal menonjol lain darinya adalah kesederhanaan. Ia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk sederhana sesuai porsinya. “Beliau mengajarkan kami untuk mengambil dari dunia ini secukupnya, tak kalap dan berlebihan,” ungkap Zainul Majdi, tentang ayahnya itu. Konsistensinya pada kedisiplinan,
sulit dicari bandingannya, terutama dalam hal ibadah. Tiap kali waktu salat tiba, ia akan kehilangan konsentrasi duniawi, jika tidak segera melaksanakan ibadah salat wajibnya sesegera mungkin. Disiplin itu tidak pernah luntur dimakan usia. Inilah yang terlihat pada menit-menit terakhir menjelang ia berpulang. DISIPLIN KUNCI SUKSES Sore itu, 19 Oktober 2015, sekitar lima menit sebelum Adzan Magrib berkumandang, Djalaluddin menanti adzan dan telah siap melaksanakan Salat Magrib. “Tiba-tiba Bapak lemas dan melorot dari kursi tempatnya duduk. Beberapa saat kemudian Bapak sudah meninggal. Kejadian sekitar pukul 18.05 wita,” ungkap Wahyuni Sofiatun, istri yang mendampinginya beribadah di masa tuanya itu. Kepergiannya yang demikian mudah di depan waktu ibadah untuk menghadap Sang Khalik, menjadi cermin Djalaluddin semasa hidupnya. Ibadah dalam kedisiplinan dan konsistensi itulah yang dilakukannya semasa hidup. 30 menit sebelum waktu salat tiba, ia akan sangat gelisah jika masih ada tamu. Bagi orang yang sudah sangat mengenalnya, kegelisahan itu adalah tanda bahwa ia akan mengakhiri seluruh
Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi memanggul keranda jenazah Almarhum H.M. Djalaluddin, S.H., M.M. bersama warga masyarakat NTB dari Masjid Baiturrahman
Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi memberikan sambutan pada acara Sholat Jenazah H.M. Djalaluddin, S.H., M.M. di Masjid At-Taqwa, Selasa, 20 Oktober 2015
aktivitas duniawinya, guna bersiap-siap melaksanakan salat. Disiplin itu rupanya tidak hanya dalam hal ibadah melainkan juga dalam semua aspek kehidupannya yang lain. Yang juga tidak pernah berubah dari dirinya adalah waktu makan. Pagi ia akan sarapan pukul 07.00, siang pukul 12.00 dan malam habis Isya. “Jika belum waktunya makan, biar pun menghadiri acara resepsi pernikahan atau acara lainnya, sepenting apa pun kegiatan itu, ia tidak akan pernah makan,” kata Wahyuni. Dalam hal ini, tidak seorang pun bisa memaksanya. Tampaknya tidak banyak orang yang mampu melakukan semua hal dengan kedisiplinan yang tinggi dan detil dengan konsistensi yang sangat baik seperti halnya Djalaluddin. Baginya, kedisiplinan itu bisa menjadi kunci kesuksesan. Karena kedisiplinan itulah, ia kemudian melahirkan anak-anak yang menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya. Tiga dari lima anaknya lahir sebagai pemimpin di Nusa Tenggara Barat. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pernah menjadi Ketua DPRD Lombok Timur (2009-2013), H. M. Syamsul Luthfi, pernah menjadi Wakil Bupati Lombok Timur (2008-2013) dan Dr. TGH. M. Zainul Majdi, kini tengah mengemban tugas sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (sejak 2008). Selain ketiganya, dua anak lain yakni M. Jamaluddin memilih sebagai seorang profesional dan Sitti Suraija lebih banyak mengbadikan dirinya sebagai ibu rumah tangga terdidik. Kiprah Djalaluddin dalam birokrasi dan dunia pendidikan serta organisasi di NTB, juga menjadi bagian dari pembangunan di daerah ini. Berikut riwayat hidup H.M. Djalaluddin (almarhum). Riwayat pendidikan: Volkschool di Apitaik (1934-1937), Vervolgschool di Pringgabaya (1938-1940), CVO di Praya (1942-1944), SN di Mataram (19441945), SMP di Yogyakarta (1956), S.M. Afc di Yogyakarta (1954-1957), Prop. Bac. Pdn di UGM Yogyakarta (1957-1958), B.A. di UGM Yogyakarta (1958-1960), Sarjana Hukum di UGM
Yogyakarta (1963), MM di Universitas Labora, Jakarta (2000). Riwayat pekerjaannya Guru Bantu SRS di Pringgabaya (1945-1947), Guru Bantu SR 6 Tahun di Pringgabaya (1949), Kepala SR 6 Tahun di Wanasaba (1950), Kepala SR 6 Tahun di Pringgabaya (1952), diangkat sebagai Pegawai Bulanan di Kantor Gubernur Prop. NTB (1950), diangkat sebagai Pegawai Sementara di Kantor Gubernur Prop. NTB, (1960), Sekretaris Kantor Sensus Penduduk NTB, (1960), Karo Keuangan Kantor Gubernur NTB, (1964), Anggota BPS BPD NTB (1964), Administratur II Kantor Gubernur NTB, (1966), Presiden Direktur BPD NTB, (1967), Inspektur pada Kantor Gubernur NTB, (1971), Anggota MPR-RI (1971-1977), merintis pendirian Akademi Padegogik NW, (1971-1972), Ketua PUPN (Panitia Urusan Piutang Negara), 1972-1978, Kepala Inspektorat Kantor Gubernur NTB, (1973), Ketua Dewan Pengawas Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) NTB, 1976-2006, Direktur APDN Mataram (1981), Ketua BKPMD Prop. NTB (1984), Rektor Universitas 45 Mataram (1994-1998), Rektor Universitas Nusa Tenggara Barat (2001-2006 dan 2008-2010). Pengalaman organisasinya pengurus BKR Ranting Pringgabaya (1945), Pengurus SGJL Ranting Pringgabaya (1946), Anggota Kopindo di Mekkah (1948), Anggota Pargindo Ranting Pringgabaya (1949), Anggota Taman Pembatjaan “Penghibur”, di Pohgading (1949), Ketua PPJM Ranting Apitaik (1950), Pengurus GPRJ Ranting Pringgabaya (1950) 8. Ketua PPJM Ranting Wanasaba (1950), Kepala Penerangan PR Sub Sektor Wanasaba (1951), Ketua GPJJ Ranting Wanasaba (1951), Ketua PCRI Ranting Pringgabaya (1952), Pengurus PPIM Anak Cabang Pringgabaya (1952), Ketua Organisasi NW Ranting Apitaik (1953), Ketua DPA PPII SMA/C JJ V Jogjakarta (1955) ,Pengurus IPL Yogyakarta (1957), Anggota Piagam Fadjar Jogjakarta (1957), Wakil Ketua Panitia Aksi Peladjar SMA Jogjakarta (1956), Ketua PB NW 1966-1978. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Makin Banyak Pengalaman Makin Banyak Pengetahuan
Ketika anak kecil terlibat “konflik” dengan temannya, orangtua jangan langsung memvonis si anak bersalah atau tidak. Perhatikan mengapa anak bisa terlibat perseteruan dengan temannya, lalu bagaimana dia membuat pilihan. Orangtua yang bijaksana pasti membekali anaknya dengan pendidikan karakter untuk saling menghormati dan saling menyayangi.
U
ang saku yang dibawa May ke sekolah selalu habis. Orangtuanya mengira uang tersebut dipakai untuk membeli makanan. Namun, karena sudah tidak tahan lagi, May akhirnya cerita kalau uang jajannya itu sering dipakai untuk menraktir temannya. Itu pun dengan cara paksaan. “Anak saya tidak mau terlibat konfrontasi dengan temannya. Ia memilih untuk memberikan uangnya dipakai belanja oleh temannya. Tetapi, sang kakak mengingatkan, uang jajan kalau sisa sebaiknya ditabung. Kalau dipaksa belanja, harus bisa menolak,” ungkap Bu Tini, ibu May. Apa yang disarankan sang kakak
dan ibu diterapkan May. Ia pun berani menolak ketika temannya memaksa agar dibelikan sesuatu di sekolah. “Dari kecil saya melatih mental May agar kuat. Kalau tidak harus bisa bilang tidak,” tegas Bu Tini. Dalam ilmu psikologi ada yang dikenal dengan adversity question. “Adversity question adalah kecerdasan mental dalam menghadapi konflik. Siapapun bisa mengalami konflik, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimana cara mengatasi konflik inilah yang harus dipelajari sejak kecil,” ujar Sad Yuli Prihartati, S.Psi., Psikolog. Ia menggunakan contoh anak kecil yang rebutan mainan. Ada anak yang menangis kalau tidak
Bali Tuan Rumah ICFP 2015
Persiapan administratif Bali sebagai tuan rumah pelaksanaan Internasional Conference on Family Planing (ICFP) 2015 yang akan dihelat di Nusa Dua, 9 - 12 November mendatang telah mencapai 90 persen. Kepastian ini disampaikan oleh Sekretaris Utama BKKBN RI, Ir. Ambar Rahayu, MNS seusai melakukan rapat final persiapan ICFP dengan instansi terkait di ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (19/10). Ambar Rahayu yang didampingi Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Bali, Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes. ini menjelaskan, kesiapan dari keamanan baik provinsi maupun tim pusat juga harus bersatu supaya kegiatan ICFP ini bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada gangguan apapun. Ambar Rahayu menyampaikan National Sharing Committee ini selalu berkomunikasi dengan International Sharing Committee, tentang semua perkembangan-perkembangan yang menyangkut hal-hal yang krusial, termasuk kedatangan tamu VVIP, kepastian narasumber dan juga tidak kalah pentingnya adalah mendapatkan izin visa bagi 109 negara. ICFP ini tidak saja menggaungkan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di dunia internasional, tapi juga di nasional, Provinsi Bali dan seluruh kabupaten/kota yang ada Bali. -Ngurah Budi
Hackathon Merdeka 2.0
Code4Nation bersama Telkom mengadakan lomba pembuatan aplikasi TI Nasional-Hackathon Merdeka 2.0. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi guna memecahkan persoalan bangsa. Ini adalah kesempatan masyarakat untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan dan ikut menyelesaikan persoalan bangsa. Metode pengumpulan data yang berbeda melalui crowdsourcing (pengumpulan data berbasis massa) diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat, efektif, dan efisien. GM Witel Bali Selatan Gusti Bagus Ranuh mengatakan tema hackathon kali ini adalah masalah kependudukan yang dapat mengambil sasaran masalah seperti KTP, BPJS, Akte Kelahiran, warga miskin, anak putus sekolah, anak berprestasi, dll. Dengan data yang akurat dan terkini, pemerintah diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat sasaran. -Ngurah Budi
Sad Yuli
mendapat mainan, ada yang santai saja, bahkan ada yang marah ketika mainannya dipinjam. Berbagai karakter ini harus dikenal sejak kecil. Bahkan cara minta maaf kalau melakukan kesalahan pun perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini. Sikap saling menghormati dan saling menyayangi sesama teman. “Pengalaman saya dulu, di jenjang TK A, kalau anak rebutan mainan, guru akan menengahi. Anak-anak diminta saling memaafkan. Naik ke jenjang TK B, guru tidak mau turut campur lagi ketika anak rebutan. Guru hanya memperhatikan dan berpesan masalah harus diselesaikan sendiri. Seiring perjalanan waktu dan pertumbuhan usia, anak akan memiliki banyak pemahaman sehingga menempa
dia untuk menyelesaikan sendiri permasalahan,” ujar Ketua Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) wilayah Bali yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Yuli juga mengingatkan orangtua untuk menjadi contoh yang baik bagi anak. Anak akan meniru orangtua sebagai role model. Karenanya penting bagi orangtua untuk memperhatikan tingkah laku di depan anak. Sama halnya ketika ada permasalahan, orangtua harus bisa memberikan solusi. Seringkali orangtua mencari jalan pintas. Misalnya, ketika anak jatuh terantuk meja. Jangan langsung menjadikan meja sebagai “kambing hitam”. Hal ini akan menimbulkan perasaan dendam. Ajarkanlah anak untuk berhati-
hati agar tidak terantuk lagi. Untuk mencapai kecerdasan adversity, alumnus Jurusan Psikologi Unika Soegijapranata Semarang ini mengatakan perlu ada stimulus dari lingkungan keluarga. Jadikan kecerdasan mental ini sebagai kebiasaan agar bisa mengendalikan diri. Pemberian pendidikan ini mulai dilakukan di usia emas pertumbuhan anak. Orangtua juga jangan terlalu sering mengatakan anaknya masih kecil. “Pemahaman anak-anak bisa seperti orang dewasa kalau dari kecil sudah dibiasakan. Hanya, anak-anak itu fisiknya kecil, orang dewasa fisiknya besar,” tegas ibu satu putri ini. Psikolog yang tengah menempuh pendidikan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di Program Pascasarjana Universitas Udayana ini mengibaratkan anak kecil sebagai kertas putih yang bersih. Kertas itu perlu diberi berbagai macam warna agar menjadi indah. “Warna” itu berupa tangisan, tawa, kegembiraan, kesedihan, dll. Makin banyak pengalaman, makin banyak pengetahuan anak dalam kecerdasan mental ini. Pengelolaan emosi juga sangat penting bagi proses kehidupan. –Ngurah Budi
Griya
Art Glass Unik M
enurut Komang Ada, salah seorang karyawan yang sudah 5 tahun bekerja di sini, ada dua jenis produk kaca yang proses pengerjaannya berbeda. Yakni, art glass dari kaca lembaran (kilen) dan kaca pecahan (beling). Kaca-kaca lembaran ini diolah menjadi produk air mancur, ventilasi, dan pintu yang unik, yang tentunya dengan motif-motif menarik. Untuk mendapatkan lembaran kaca bermotif ini, prosesnya cukup rumit. Diawali dengan membuat mal dari campuran serbuk paras dan semen, kemudian mal tersebut dikeringkan dengan gas selama 8 jam. “Ini tujuannya agar kaca tak pecah. Jika mal tidak kering, ketika dicetak di tungku pemanas, kaca berisiko pecah dan hasilnya kemungkinan dop,” jelasnya. Peminat art glass ini lebih banyak orang berkewar-
ganegaraan Australia, hanya 5% orang lokal. Sementara untuk art glass dari kaca pecahan, prosesnya diawali dengan memanaskan pecahanpecahan kaca ini hingga mencair, baru kemudian dibentuk secara manual dengan cara ditiup. Karena itu, hasil satu produk dengan produk lainnya tidak bisa sama. Produk yang dihasilkan seperti bola lampu, vas, gelas wine, mangkok, dan produk pajangan lainnya. Ada juga art glass yang dikombinasikan dengan kayu, yang umumnya difungsikan untuk aquarium nini, vas/pot bunga, atau tempat kacang. Bentuknya sangat unik, karena bentuk alas kaca ini mengikuti karakter kayu yang menyangganya. Produk yang ia sebut kayu-glass ini, paling banyak dicari konsumen yang didominasi ekspatriat. Art glass ini dikatakan Komang
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Di sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai Tohpati Sanur, Denpasar Bali, banyak berderet showroom yang memajang produk-produk kerajinan dengan beragam bentuk, yang didominasi dengan bahan kayu, batu, serta gerabah. Ada satu showroom yang agak berbeda, yakni Sari Ananta yang menawarkan kerajinan art glass. Produk yang ditawarkan berupa lampu gantung, gelas wine, mangkok, pot, hingga air mancur. Ada, memakai sisa-sisa potongan kaca yang banyak dipasok dari toko-toko kaca di Bali. Bahkan, limbah dari kaca-kaca ini pun ditegaskannya bisa diproses lagi menjadi semacam batu yang dibentuk beragam, seperti Ganesha, dll. Karena batu ini warnanya kehijauan seperti giok, konsumennya kerap menyebutnya batu giok. –Inten Indrawati
Komang Ada Anak-anak
Mendongeng Lima Menit DUa pemuda kota
Made Taro
Dua laki-laki bersaudara hidup susah di kota. Orangtuanya meninggal ketika mereka masih kecil. Setelah dewasa dua saudara itu mengambil pekerjaan apa saja. Membantu tukang bangunan, menjadi pengangkut beban di pasar atau
menjadi pelayan toko. Pada suatu hari seorang tua bertongkat, berpakaian kumal, berambut dan berjanggut putih menghampiri rumahnya yang reot. Mendengar penderitaan anak yatim-piatu itu, orang tua itu sangat iba. “Kalau kau mau bekerja di desa, akan kuantar ke sana,” kata orang tua itu. Kedua saudara itu menuruti petunjuk orang tua itu. Mereka berjalan jauh ke desa-desa terpencil. Di sebuah desa mereka bertemu dengan seorang gadis cantik yang sedang menyiram kebun sayur. “Kamu mau membantu anak gadis itu? Ia tinggal sendirian, mengurus kebun sayurnya sendirian,” kata orang tua itu kepada si Sulung. Saudara tua itu pun mengangguk. “Kalau kamu berhasil, jangan lupa berbuat bijak,” demikian pesan orang tua itu, lalu melanjutkan perjalanan. Di desa lain, mereka bertemu dengan seorang laki penggembala kambing. “Kamu mau membantu penggembala itu mengurus ternaknya? Ia tinggal sendirian dan mengurus ternaknya sendirian,”
kata orang tua itu kepada si Bungsu. Si Bungsu pun mengangguk. “Kalau kamu berhasil, jangan lupa berbuat bijak,” demikian pesan orang tua itu, lalu melanjutkan perjalanan. Sepuluh tahun telah berlalu. Orang tua bertongkat, berpakaian kumal, berambut dan berjanggut putih itu mengunjungi kedua anak kesayangannya itu. Orang tua itu terkejut melihat si Sulung tinggal di rumah mewah bersama istri yang cantik dan anak-anaknya. “Minta sesuap nasi, Tuan. Hamba belum makan sejak pagi,” kata orang tua bertongkat itu menadahkan tangan sambil membungkuk. “Apa katamu? Aku bersusah-payah membanting tulang untuk sesuap nasi, lalu kamu enak-enak minta makan!?” bentak si Sulung. Orang tua berpakaian kumal itu diusirnya. Di depan rumah si Bungsu, orang tua itu menahan perutnya yang lapar. “Kakek pasti lapar, ya! Makanlah di rumahku.” Si Bungsu mempersilakan orang tua itu masuk ke rumahnya yang sederhana. Setelah makan, orang tua itu tergesa-gesa minta diri. Namun, si Bungsu menahannya untuk tinggal selamanya di rumah itu. Lama kelamaan, si Bungsu tahu bahwa orang tua itu adalah ayah asuh yang pernah menolongnya. Lama-kelamaan terdengar berita, bahwa si Sulung jatuh miskin. Ia menjadi kaya karena hasil rampokan. Setelah masuk penjara, rumahnya terbakar dan keluarganya tak terurus. “Jangan lupa berbuat bijak, Anakku! Apa yang kau miliki adalah anugerah Tuhan,” kata orang tua itu kepada si Bungsu.
17
Beragam art glass karya Sari Ananta
16
Edukasi
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
Dunia Pendidikan Krisis Figur Teladan
Kasus tewasnya pelajar SMK karena berkelahi dengan temannya belum lama ini, cukup mengusik ketenangan masyarakat khususnya para orangtua. Dunia pendidikan yang juga sebagai salah satu tempat yang seharusnya membrikan pendidikan budi pekerti, selain di keluarga dan masyarakat pun merasa turut bertanggungjawab.
Jika tidak pernah, anak akan menganggap dirinya benar. Ini salah satu pendidikan praktis yang tidak ada di sekolah. Inilah yang akan menjadi karakte. Proses pembiasaan positf dari rumah, itu penting.
KEJAR CERDAS AKADEMIK ABAIKAN CERDAS EMOSIONAL DAN SOSIAL Terkait penegakan disiplin, Suarta menegaskan orangtua/guru jangan takut mengatakan benar-salah. Sekolah jangan semata-mata mengejar kecerdasan akademis. Realitanya di lapanendidikan budi pekerti itu dimulai dari rumah. Keharmonisan antara oranggan, sekolah terkesan takut dan gengsi jika nilai akademis anak didiknya kecil. “Saya amati di tua dan anak serta dengan saudaranya sangat berpengaruh. Jika anak dari lapangan, prosentasenya sekitar 70% penekanannya pada mata pelajaran yang di-UN-kan, rumah sudah salah, disekolah-lah diluruskan,” ucap pengamat pendidikan dengan sedikit mengorbankan mata pelajaran yang tidak di-UN-kan. Dari sini sudah sudah ada Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. pilih kasih, dari sini sudah mulai melanggar aturan main, membiasakan anak mengejar itu dan Hal ini juga dikatakan Rektor IKIP PGRI Bali ini, tak terlepas dari peran media elektronik mengabaikan yang lain. Bisa dicek, mata pelajaran Agama ada berapa jam dalam seminggu? khususnya tontonan tentang kekerasan hingga begitu mudahnya orang membunuh orang. Sementara mata pelajaran yang di UN-kan seperti Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, “KPI harus selektif dengan siaran yang bersifat kekerasan,” tegasnya. berapa jam? Ini otomatis mengabaikan budi pekerti,” ujarnya. Di sekolah, pendidikan budi pekerti/karakter sangat mutlak diperlukan. Pemahaman Setelah dilakukan penelitian terkait hal tersebut, yang disayangkan adalah, kini Bali di mata terhadap pendidikan etika, moral, dan tata krama. Selama ini dalam pengamatan Suarta, nasional, indeks integritas kejujurannya kurang. Ini dikarenakan sekolah mengejar kelulusan sekolah hanya menekankan keberhasilan terhadap mata pelajaran yang di UN-kan dengan 100%, dan ada tim khususnya untuk itu. “Jika bertanya kepada kepala sekolah, pasti bilang “sedikit mengabaikan mata pelajaran yang tak di UN-kan”. Misalnya, ada kekurangan jam tidak. Namun, inilah yang terjadi sekarang, bahwa Bali bohong. Sekaranglah hasilnya tampak. Matematika. Agar lebih matap, jam mata pelajaran lain (yang tidak di UN-kan) dikorbankan. Nilai kecil tapi indeks integritas kejujurannya besar, masih lebih bagus ketimbang nilai besar “Ini menunjukkan, yang dikejar adalah kecerdasan akademis dengan mengabaikan cerdas tapi indeks integritas kejujurannya rendah,” kecamnya. emosional, dan cerdas sosial,” ujarnya tajam. Dari pengamatannya itu, ia menyimpulkan ada pergeseran kecenderunSuarta yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia pendidikan, menegaskan pengan memberikan ruang/waktu lebih banyak pada mata pelajaran didikan karaktter itu tidak bisa diabaikan. “Bagaimana kita berbicara disiplin jika justru kita yang di UN-kan dengan mengorbankan jam mata pelajaran lain. yang melanggar disiplin. Faktor aturan main yang ada di sekolah juga harus ditegakkan. Jika Ini menunjukkan kecenderungan yang dicari adalah kecerdasan salah tegakkan aturan kenakan sanksi. Sanksi harus dijalankan dengan memberi pengertian akademik. pada anak,” sentilnya. Secara teori, budi pekerti itu sebanarnya penyatuan Karena itu, pendidikan karakter sudah semestinya tak hanya menjadi tanggungjawab guru pikiran, ucapan, dan pelaksanaannya, yang di Bali istilah agama dan guru BK, semua harus terlibat. Pendidikan karakter secara terintegrasi. PenanaTri Kaya Parisudha. Teorinya gampang pelaksanaannya man dan pemahaman terhadap pendidikan etika/karakter itu tidak bisa dilakukan sambil susah. Jika di jalan anak-anak melanggar peraturan, polisi lalu, karena hal tersebut nantinya akan bermuara pada perkembangan anak berikutnya. harus berani menegakkan itu salah, tilang. Ini proses “Di kampus IKIP, bahkan saya sendiri yang memberikan pendidikan karakter, 0 SKS, tidak pembiasaan yang tidak baik, dari sedikit (kecil) yang masuk dalam kurikulum tapi saya terus berikan,” ucapnya. lama-lama akan menjadi terbiasa karena merasaitu Ia kembali menegaskan, dalam hal ini yang paling berperan penting adalah struktur bisa dibenarkan. keluarga di rumah, setelah itu baru sekolah, kemudian masyarakat. Orangtua diingatkanIa pun menyebut bahwa kita saat ini krisis nya jangan takut meluruskan anak-anak dengan alasan sayang. Kenapa anak sampai figur. Karena berbicara tentang pendidikan berani terhadap orangtuanya? Ini dikatakannya karena orangtua kurang memiliki karakter juga tak terlepas dari tauladan, wibawa, orangtua tidak berani mengatakan yang salah dan yang benar. “Anak-anak yang harus mampu memberi contoh. sekarang pemikirannya kritis. Ketika meluruskan yang salah ataupun membe“Jangan sampai guru/kasek melarang narkan yang benar, orangtua harus bisa bisa memberikan argumentasi kuat. anak didiknya merokok, tetapi ia Ketika anak melawan, sementara orangtua tak bisa memberikan argumen, justru merokok. Tentu guru akan anak akan merasa benar. Itu yang banyak terjadi sekarang,” tuturnya. diprotes muridnya. Jangan-jangan Karena itu, orangtua harus berani menegakkan disiplin untuk mendapjustru guru malah mengatakan atkan wibawa. Ajarkan tattwam asi, jangan saling menyalahkan. Kembalikan jangan merokok di depan Bapak. pada figur di rumah. Karena itu, orangtua perlu introspeksi diri, kenapa anak Jika seperti itu, ini namanya sudah bisa berbuat X, apakah kita (orangtua) pernah melarang untuk tidak berbuat mengajarkan berbohong, dan X. Sekalipun anak salah (berbuat X), apa pernah kita untuk meluruskan. tindakan tersebut sangat disayangDr. I Made Suarta, S.H. M.Hum. kan,” tandasnya.
“P
–Inten Indrawati
Chiba, Jepang
Provinsi Penghasil Padi Terbesar Chiba adalah salah satu provinsi bisnis dan industri penting di Jepang. Sejumlah pabrik besar ada di wilayah ini. Salah satunya, yakni sebuah pabrik besi terbesar, Nippon Steel. Jumlah penduduknya mencapai enam juta jiwa. Chiba tumbuh sebagai provinsi penghasil padi terbesar. Hasil perta-
nian setempat banyak dikirim lewat sungai dan kanal dari sebuah kota perdagangan kuno, Sawara. Dari tahun ke tahun Chiba terus berkembang. Perkembangan di kota itu sangat pesat. Bahkan, beberapa waktu silam, Kota Makuhari ditunjuk sebagai tempat pameran otomotif terbesar di Jepang
Salah satu kuil yang ada di Chiba. Kuil ini banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke kota ini.
Suasana kota Chiba dilihat dari lantai 19 Kantor Gubernur Chiba.
dengan pengunjung mencapai empat juta orang. Staf kantor Gubernur Chiba, Kamagata didampingi Yosi mengatakan wilayahnya memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bukan saja objek wisata buatan, seperti Tokyo Disney Resort, namun juga banyak wisata alam, serta budaya yang tersebar di beberapa lokasi. Pemandangan pantai yang indah serta gunung yang menawan juga dimiliki provinsi ini. Karena itu, tidak salah bila wisatawan yang berkunjung ke Jepang tidak sempat mampir ke Chiba, akan rugi besar. “Kami sangat terbuka dengan kehadiran wisatawan berkunjung ke Chiba,” ujar Kamagata, saat menerima kunjungan peserta Bali-Kanaya International Art Week, awal Oktober 2015 lalu.
Chiba juga merupakan provinsi dengan penghasil padi terbesar di Jepang. Posisi provinsi ini terletak di daerah Tokyo-Yokohama, Pulau Honshu Jepang. Ibu kota dari perfektur ini adalah Chiba. Pendapatan perfektur ini menduduki peringkat kelima di Jepang. Bahkan, pemerintah Jepang menetapkan Kota Chiba sebagai salah satu kota terbesar di Jepang. Selain itu, Chiba adalah salah satu pusat bisnis dan industri penting di Jepang. Chiba mempunyai dua fasilitas terkenal yaitu Tokyo Disney Resort dan Bandara Internasional Narita. Banyak terdapat objek wisata terkenal selain Tokyo Disney Resort, yaitu Kamogawa Aquarium, Resor Taman Bunga, Nokogiri-Yama dan lainnya. Provinsi ini juga memiliki pantai yang
cukup panjang dan menarik bagi pada penggemar wisata air. Bukan hanya itu, provinsi ini juga memiliki beberapa peninggalan bersejarah seperti benteng, kuil, sangat cocok jika ingin menikmati keindahan tempat ini dengan berjalan-jalan. Melihat potensi yang cukup besar itu, tidak salah bila pemerintah setempat membuka pintu selebarlebarnya untuk para wisatawan.”Jika berkesempatan berwisata ke Jepang, jangan lupa mampir ke Provinsi Chiba. Pemadangan di Chiba tak kalah dengan provinsi lain di Negara Matahari Terbit ini,” ujar Kamagata. Provinsi ini juga dilengkapi dengan Bandar Udara Narita--sebuah bandara internasional tersibuk dengan jumlah pengunjung 30 juta orang per tahun. Jasa transportasi yang melayani jalur Chiba cukup banyak. Letak Provinsi Chiba juga dinilai strategis karena berdekatan dengan Kota Tokyo. Di Chiba, terdapat juga kuil bersejarah Naritasan Shinshoji. Kuil itu menjadi situs religius yang berdiri sejak ribuan tahun silam. Jutaan umat sering datang ke sana untuk berdoa. Lokasi kuil yang cukup dekat dengan Bandara Narita juga memudahkan pelancong membeli aneka ragam suvenir. Bagi penggemar suaka alam, Taman Nasional YatsuHigata bisa menjadi hiburan pilihan. Para pelancong bisa melihat berbagai burung-burung liar termasuk jenis burung berkaki panjang (sandpiper) dan burung laut berekor pendek (plovers). -Asmara Putera
Dara
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
9
Don Biu
Beri Pilihan Baru untuk Penikmat Musik
Musik merupakan bahasa universal yang bisa menyatukan banyak orang. Aliran musik pun bermacam-macam. Ada yang instrumen saja, ada yang berisi syair lagu. Makin banyak pilihan makin luas cakrawala musik yang dinikmati. Kini hadirnya Don Biu ingin memberi pilihan baru bagi penikmat musik khususnya kolaborasi musik tradisional Bali dan musik modern.
D
on Biu yang terdiri dari Made Swaindra (bass), Lukita (gitar), Jigo (suling), Eka Sudarma (gamelan), Deni (gamelan), dan Yudi Cahyana (kajon) baru saja meluncurkan album perdana bertajuk “Bali Island”. Album instrumentalia ini terdiri dari 7 judul, “Mejangeran”, “Childhood Memories”, “Good Morning”, “Little Made”, “Night & Ubud”, “Fisherman”, dan “Bali Island”. “Kami memilih judul yang berbahasa Inggris karena audiens kami kebanyakan wisatawan asing. Mereka jugalah yang membuat kami termotivasi untuk membuat album, karena sering menanyakan, apakah sudah punya album,” ungkap Made sembari menambahkan Don Biu tampil regular di Ubud tiap Senin malam. Materi album “Bali Island” ini sudah mereka kumpulkan sejak lama. Temanya tentang kehidupan di Bali yang sudah dikenal dunia. Proses penyelesaian album memerlukan waktu tiga bulan. Itu sudah termasuk satu video klip. “Pengerjaan album ini juga dibantu teman-teman,” imbuh Luki. Deni menambahkan hadirnya album instrumentalia ini memberi pilihan atau diferensiasi baru bagi penikmat musik. Musik Bali itu tidak monoton. Musik tradisional Bali bisa dikombinasikan dengan musik modern. “Don Biu lebih menonjolkan komposisi musik. Namun, kami juga bisa menggandeng vokalis untuk pentas. Sajian kami ini fleksibel,” ujar Jigo. Ia pun menuturkan selama ini selain tampil regular, mereka juga tampil di acara-acara pesta pernikahan. SAMPINGAN YANG SERIUS Don Biu lahir resmi 18 Oktober 2014. Mereka menandai ulang tahun pertamanya dengan peluncuran album. Tahun berikutnya, berharap bisa merilis album lagi karena materi sudah ada. Semua personil memiliki kesempatan untuk mengusulkan ide yang kemudian digodok bersama. Nama Don Biu (daun pisang) ini juga menjadi pilihan karena filosofi daun pisang yang bisa digunakan untuk berbagai hal. “Kami pilih nama yang berbau Bali dan
sesuatu yang berguna. Akhirnya kami sepakat nama Don Biu,” ungkap Eka. Cikal bakal Don Biu berdiri dimulai dari persahabatan Made, Luki, Eka, Deni, dan Yudi yang
sama-sama kuliah di Yogyakarta. Mereka sering berkumpul di kontrakan Made atau di Pura Banguntapan, Bantul. Hobi bermusik membuat mereka tetap kompak hingga semua lulus dari Kota Pelajar dan bekerja di Bali. Made dan Luki sebagai guru musik, Deni bekerja di percetakan, dan Eka sebagai perawat. Di Bali mereka berteman dengan Jigo yang selain musisi juga mengelola studio Palawara bersama kakaknya. Akhirnya semua sepakat untuk membentuk Don Biu.
Para personil Don Biu
“Semua sudah punya pekerjaan tetap. Bermusik ini sebagai sampingan tetapi serius. Semua karena
Don Biu saat manggung
hobi dan keluarga mendukung, sehingga kami bisa sampai sejauh ini,” imbuh Deni. –Ngurah Budi
10
Mitos
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Korban Bullying Jadi Pelaku Bullying ?
Beberapa bulan yang lalu, Bali digegerkan dengan kasus kematian Angeline yang menyedot perhatian nasional bahkan internasional. Belum lama ini, kasus kekerasan kembali terjadi, perkelahian antar remaja yang berujung maut. Mengapa itu terjadi?
K
ini pada zaman era globalisasi kekerasan yang terjadi pada anak-anak makin meningkat. “Hal tersebut bisa diminimalkan dengan pencegahan, yang mana keluarga menjadi dasar pokok penanaman mental dan budi pekerti pada pendidikan karakter diri seorang anak,” ungkap Agus binti Khoiriyah, S.Psi, CH.,C. Ht.,M.NLP. Di era globalisasi kini, hal tersebut telah bergeser karena pendidikan yang diberikan di keluarga bahkan d isekolah didominasi kecerdasan intelektual, sehingga kecerdasan emosional yang menjadi landasan dasar kehidupan seseorang menjadi lemah. Kasus yang menimpa remaja X di Denpasar tersebut, adalah cerminan seorang remaja yang memiliki kecerdasan emosi yang rendah. Perkelahian yang berujung maut muncul dari perasaan rendah diri yang disebabkan oleh pengalaman bullying yang dialaminya. Baik langsung maupun tidak langsung bullying yang dialami remaja X adalah bentuk intimidasi fisik ataupun psikologis yang terjadi berkali-kali dan secara terus-menerus. Sehingga membentuk pemikiran yang negatif, persepsi ataupun pola pikir/sudut pandang yang sempit atas keyakinan irasional atau pernyataan diri negatif yang dimiliki dan dapat mempengaruhi perasaan dan perilaku yang negatif pula. Perilaku negatif tersebut memicu perilaku kekerasan. Sebuah cerita untuk dijadikan renungan seperti kasus yang terjadi pada remaja X ini, banyak pula terjadi di tempat lain, bahkan di rumah maupun di sekolah. Gelitik canda anak-anak dengan canda riangnya bermain dan bercanda saat jelang istirahat tiba, ada balutan ketakutan dan ancaman yang menghampiri diri mereka saat bermain. Keriangan yang awalnya dirasakan saat bermain berubah menjadi keheningan , saat ada seorang anak kelas empat ber-
nama Dodo datang ke kantin sekolah dan mengancam siswa-siswi lain untuk membelikan makanan serta minuman untuk dirinya. Tak ada guru yang tahu dengan kejadian tersebut, karena memang tak ada pula siswa yang berani mengadu. Dari sepenggalan cerita itu, tanpa disadari kejadian kekerasan di lingkungan di sekitar para pendidik di sekolah sering terjadi. Dan anehnya walaupun ada yang mengetahui, mereka yang tahu kejadian tersebut cenderung menyepelekan. Padahal sikap dan perbuatan anak tersebut merupakan awal pembentukan pribadi yang buruk dan mengancam perubahan karakter diri yang lemah pada siswa-siswa lainnya di sekolah tersebut. Ancaman yang dilakukan oleh Dodo merupakan bentuk dari bullying. APA ITU BULLYING? Banyak orang yang belum mengetahui apa itu bullying? Selain itu, ada yang memahami bullying namun belum menyadari apakah dirinya telah melakukan bullying atau tidak? “Terlebih pada diri para orangtua dan guru, yang tanpa disadari mereka telah melakukan bullying pada anak-anak yang ada di sekitar mereka,” ujar psikolog yang akrab disapa Bunda Agus ini. Bullying adalah sebuah situasi dimana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekerasan yang dilakukan oleh seseorang/ kelompok tertentu. Bullying terbagi atas tiga yaitu bullying fisik, bullying nonfisik (verbal) dan bullying mental (psikologi). Wujud bullying fisik misalnya memukul, menyiksa dan sebagainya. Sedangkan wujud dari bullying non fisik atau verbal melalui ucapan-ucapan buruk, menghina, mengejek, mencaci-maki, dsb. Sementara wujud dari bullying mental yaitu memandang sinis, mengucilkan, mencibir, mempermalukan, dsb. Terkadang orangtua dan guru di sekolah salah mengartikan. Banyak juga
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Cepat Loyo
“Pak Dokter, satu tahun terakhir ini saya mengalami disfungsi ereksi. Kadang-kadang mau ereksi namun cepat sekali loyo. Saya berumur 54 tahun dengan tiga anak, apakah memang sudah wajar terjadi hal ini di usia saya? Dan apakah ini bisa digolongkan disfungsi ereksi yang serius? Bagaimana cara awal mengetahuinya lebih dini. Sekian, mohon penjelasannya. “ (Wi, Denpasar) Sebenarnya tidak sedikit yang mengalami keluhan serupa, karena hampir 25 persen laki-laki di Indonesia memiliki gangguan ereksi dengan keluhan tidak merasakan kekerasan ereksi yang optimal lagi. Tentu saja ini akan membawa akibat cukup serius
dalam kepuasan seksual pasangan yang akhirnya mengganggu keharmonisan rumah tangga serta aktivitas sehari-hari juga. Disfungsi ereksi adalah kondisi saat laki-laki tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual
Bunda Agus hal-hal lain yang tidak termasuk bullying. Seperti aksi pura-pura memukul dan bergulat dengan tujuan dan maksud tidak menyakiti namun hanya untuk bermain. Adanya penyebab dari bullying tentunya ada akibat bullying pada diri anak yaitu anak-anak yang menjadi korban bullying akan berkepribadian rapuh, mudah sedih, tidak percaya diri, timbulkan stres, sering murung, mudah ketakutan, bunuh diri dan mudah sakit hati. Bullying bisa terjadi di sekolah , antara siswa dengan siswa, siswa dan guru, lingkungan masyarakat, teman sepermainan di dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah, bahkan di rumah bisa pula terjadi, dari karakter dan perilaku orangtua yang mendokrinisasi diri anak hingga membentuk kepribadian dalam dirinya. Selain itu kemajuan teknologi, baik melalui mobile phone maupun dunia maya (media internet) berpengaruh besar mengakibatkan dampak bullying. Yang jauh lebih menarik menjadi perhatian adalah , siapa saja yang berada paling dekat dengan terjadinya bullying? Ada tiga hal yang melatarbelakangi bullying, yaitu pelaku bullying, korban bullying dan saksi bullying. Pada sisi pelaku bullying, aktornya akan merasa puas dan cenderung berkuasa setelah dan sebelum melakukan bullying, ciriciri manusianya temperamental, tidak punya rasa simpatik dan pendendam. Biasanya pula pelaku ini melakukan bullying karena pernah menjadi korban bullying itu sendiri dan adanya unsur balas dendam. Pada sisi latar belakang korban bullying, ciri-ciri manusianya
dalam hubungan seksual. Sebagai deteksi awal ada sebuah cara sederhana yang bisa dilakukan buat mencari tahun apakah gangguan ereksi yang dialami itu termasuk yang ringan, sedang, atau berat. Sebuah cara mengukur sederhana mengukur kekerasan ereksi penis yang disebut tes Erection Hardness Score (EHS). EHS ini mengelompokkan kekerasan ereksi dalam empat skala. Coba disimak keempat skala tersebut sekalian membandingkan dengan kondisi ereksi masing-masing: Skala 1 : Saat ereksi, penis membesar namun tidak mengeras, kalau diraba atau dipencet terasa serupa tape singkong. Disfungsi ereksi dalam skala ini termasuk gangguan ereksi derajat berat. Skala 2 : Penis terasa keras namun tidak cukup keras untuk penetrasi dalam hubungan seksual, kalau diraba atau dipencet terasa seperti pisang yang sudah dibuka kulit buahnya. Disfungsi Ereksi skala ini terbilang moderat, penis membesar namun tidak cukup keras. Skala 3 : Penis cukup keras untuk penetrasi namun benar-benar keras, teraba seperti sosis. Walaupun masih bisa melakukan hubungan seks, ereksi yang dirasakan tetap tidak optimal. Sering kali disfungsi ereksi di skala ringan ini tidak disadari laki-laki.
memiliki fisik lemah, sulit bergaul, rendah diri dan cenderung tidak percaya diri. Penyebab timbulnya bullying adalah saat si korban adalah seorang yang pasif. Saat bullying terjadi pada dirinya, tidak diketahui oleh orang lain atau korban tidak melapor kepada seseorang yang bisa dipercaya untuk membantunya. Tertutupnya korban bullying ini, karena beberapa alasan yaitu takut ancaman, belum dewasa, tidak percaya pada guru di sekolah bila terjadi bullying dan tidak percaya orangtua di dalam keluarga. Buruknya hubungan orangtua dan guru berdampak pada diri anak yang menjadi korban bullying. Selain dari pelaku dan korban bullying ada satu hal lagi yang jauh lebih mempunyai peran yaitu saksi bullying. Di mana saksi bullying tahu terjadinya bullying pada diri seseorang namun hanya cenderung mengamati tanpa ada tindakan yang melerai. Lebih parah lagi, saksi bullying ada unsur menikmati atau terhibur dari
adanya bullying pada seseorang. Banyak contoh kasus yang terjadi dari saksi bullying ini seperti aksi yang beredar di media sosial, youtobe dimana siswi perempuan memukul siswi perempuan sekolahnya sementara temantemannya hanya asyik melihat dan menertawainya. Terjadinya bullying ini merupakan wujud dari efek “gunung es”. Hampir seluruh sistem pendidikan bangsa ini tak mengindahkan bahaya bullying di sekitar lingkungannya. Keluarga sebagai pilar utama pendidikan anak merupakan unsur awal terjadinya bullying. Karena itu diharapkan keluarga menjadi solusi utama untuk meminimalkan bullying dengan menanamkan dasar pendidikan agama yang memunculkan akhlak dan budi pekerti kuat serta kokoh. Selain keluarga, sekolah sebagai pelengkap terjadinya bullying, diharapkan dapat menguatkan pembentukan karakteristik anak dalam sikap dan ilmu. –Inten Indrawati
STRATEGI REFRAMING
“Kita sebagai orangtua dan guru dapat melatih anak supaya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan memberikan ruang aktivitas kemandirian dan aktivitas-aktivitas yang positif seperti, bermain olah raga, seni, organisasi dan kegiatan positif lain. Juga bisa membantu melatih anak dengan mengajari anak mereframe dirinya saat anak memiliki masalah,” tegas Bunda Agus yang juga pemilik Madania Center. Reframing adalah upaya untuk membingkai ulang sebuah kejadian, dengan mengubah sudut pandang tanpa mengubah kejadiannya itu sendiri. Reframing adalah pendekatan yang mengubah atau menyusun kembali persepsi atau cara pandang terhadap masalah atau tingkah laku. Tujuannya agar seseorang mampu mengendalikan pikiran negatif/buruk yang berulang-ulang muncul. Strategi reframing dapat digunakan setiap orang untuk menyediakan alternatif-alternatif dalam memandang suatu masalah tingkah laku. Dengan demikian strategi reframing dapat digunakan untuk diri sendiri terhadap emosi yang dimiliki seperti rasa rendah diri akibat tindakan kekerasan yang terjadi sehingga seseorang dapat mengontrol dan mengendalikan emosinya untuk dapat mencapai kesuksesan yang diinginkan. “Marilah kita semua membekali diri bagaimana upaya membentuk penguatan mental yang kokoh . Mulai sadari serta pahami mana yang termasuk bullying dan mana yang bukan termasuk bullying,” imbaunya. Instrospeksi bersama, mungkinkah cara mendidik yang kita pakai salah? Sudahkah kita memperlakukan anak-anak yang sudah diamanahkan Tuhan kepada kita dengan baik? Ataukah mungkin kebijakan pendidikan yang ada di negeri tercinta telah memberikan peluang untuk melakukan kesalahan pula? Tentu tidak, bukan? Karena itu, Bunda Agus mengajak kita semua bercermin, sebagai orangtua, guru, masyarakat bahkan pemerintah untuk meminimalkan bahkan menghindari tindakan bullying pada anak-anak yang kita didik dan asuh ini. Semoga kita semua dapat bersinergi untuk fokus pada solusi untuk mengindari dan meminimalkan kekerasan yang terjadi. –Inten Indrawati
Skala 4 : Saat ereksi, penis keras seluruhnya dan tegang sepenuhnya, seperti buah ketimun. Ereksi terasa optimal dan saat penetrasi akan terasa maksimal sehingga hubungan seksual terasa memuaskan. Kemudian, perlu sekali memperhatikan apa yang menjadi penyebab gangguan seksual, dalam hal ini gangguan ereksi, mulai dari problem ada tidaknya problem psikis seperti: adanya stres (permasalahan dengan istri, pekerjaan, orang lain, dll), atau justru penyebab fisik antara lain : 1) Kelelahan, yang bisa menyebabkan aliran darah terganggu, 2) Penyakit, misalnya kencing manis dan kolesterol tinggi, 3) Merokok, di mana nikotin yang terserap oleh darah akan dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, termasuk penyumbatan pembuluh darah dalam penis, 4) Mengonsumsi obatan-obatan tertentu juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, demikian pula kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah. Satu lagi yang bisa jadi ada hubungan dengan pertanyaan adalah faktor usia dan penuaan, yang erat kaitannya kemudian dengan penurunan level hormon seksual, dalam hal ini adalah
hormon testosteron. Kadar hormon testosteron menurun akan muncul keluhan yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang juga secara umum. Saat seseorang mengalami penurunan kadar testosteron, yang paling sering terjadi adalah meningkatnya lemak di perut sehingga terlihat perut membuncit, rambut yang mulai berkurang sehingga mengalami kebotakan. Yang kemudian sering dikeluhkan adalah fungsi seksual yang menurun sehingga sering muncul dorongan seksual yang menurun, tidak maksimalnya ereksi dan tidak merasakan orgasme yang baik lagi. Kemungkinan ini yang sudah terjadi. Jika sudah mulai mengalami gangguan ereksi yang tidak optimal, prinsip utamanya sebenarnya adalah semakin awal dikonsultasikan dan dicari penyebabnya maka akan menjadi semakin lebih cepat sembuh. Menentukan jenis penyebabnya adalah hal yang paling penting dilakukan, dengan berkonsultasi ke dokter yang paham kesehatan seksual. Prinsip terapi medis sebenarnya bisa dilakukan lewat tahapan pertama pemberian obat oral (diminum), jika gagal bisa dilanjutkan dengan tahap kedua lewat injeksi atau suntikan dan terakhir lewat operasi. Semua tergantung dari jenis gangguan seksualnya.
Style
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Tren Kebaya Bali 2016
“Lelakon Biyang Girah” adalah tema yang diusung Tjok Abi pada Pagelaran Bali Fashion Tendance (BFT) 2016 di TS Suites, Seminyak belum lama ini.
D
iiringi lagu dan koreografi khusus, ia berhasil menyuguhkan suasana dan kesan berbeda di panggung. Desainer asal Gianyar dikenal konsen dengan kebaya ini, melalui sederetan busananya ia menyunting keindahan filosofi Hindu dengan mengangkat sisi positif seseorang. Tak heran jika koleksi kebayanya yang padat dengan nuansa Bali ini sangat menarik perhatian.
Seluruh rancangan kebayanya kali ini berhasil dipadankan dengan kain songket, endek dan kain prada atau kamen prada khas Bali. Sementara untuk kebaya selain pilihan warna hitam, putih dan abu, Tjok Abi juga tak lupa dengan ciri khasnya, poleng. Beberapa kebaya juga digarapnya dalam gaya modern namun tidak umum. Dalam BFT ini Tjok Abi juga melengkapi persembahannya dengan menampilkan koleksi baju pen-
gantin dengan sentuhan Bali yang cantik. Bahan brokat dan warna serba putih dengan selendang yang menjuntai serta dilengkapi hiasan mahkota pada rambut yang panjang, sangat menarik. Selanjutnya menurut desainer papan atas Bali ini, koleksi kebaya yang ditampilkannya kali ini bakal menjadi tren di tahun depan. – Sri Ardhini
15
14
Jelita
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
Yuk , Ratakan Warna Kulit Ketika, ada pertanyaan tentang perawatan kecantikan, apa yang paling sering dilakukan? Mungkin sebagian besar perempuan akan serempak menjawab perawatan kulit wajah. Padahal, kesempurnaan kecantikan seseorang juga di nilai dari kesehatan seluruh kulitnya. gangkat atau mengikis perlahan kulit mati. Gunakan scrub setiap hari saat mandi atau setidaknya tiga kali seminggu. Selan itu perlu juga mengoleskan krim pelembab tau penerah sesua jenis kulit, yang jelas aman,” tegasnya Scrub dengan kandungan nu trisinya, terbukti ampuh meng angkat noda dan kulit mati pada lutut dan siku yang gelap. Lakukan secara rutin untuk mendapat kan hasil cerah yang maksimal,” ujarnya.
Ni Made Rai Sariani
M
enurut Ni Made Rai Sariani, pemi lik Gaya Warna Spa Suplier, yang cukup lama berkecimpung di dunia produk –produk perawa tan, khususnya perawatan kulit, semua orang apalagi perempuan tentu ingin memiliki kulit dengan warna yang bersih dan rata.Na mun, sebuah survey menunjukkan kalau lebih dari 70% perempuan Indonesia memiliki kulit tidak rata alias belang, yakni tidak sama ditempat –tempat tertentu yang letaknya di luar namun di sudut atau tersembunyi. Dikatakannya, perbedaan warna yang sering terjadi biasanya ada pada bagian siku tangan, lutut kaki dan leher belakang. Yang paling terlihat adalah dua area bernama siku dan lutut. Keduanya kerap berwarna lebih gelap dari bagian kulit lainnya. “Persoalan ini tidak akan beres hanya dengan mengenakan busana berlengan panjang atau pun celana panjang. Kuncinya kita wajib melakukan perawatan agar memperoleh warna kulit yang rata,” katanya. Sesungguhnya kulit kita memi liki kelenjar minyak, yang menjadi kannya terlihat lembab dan segar. Sementara siku dan lutut meru pakan bagian kulit yang sedikit kandungan kelenjar minyaknya. Kondisi ini menjadikan siku dan lutut mudah terlihat kusam, akibat menumpuknya sel kulit mati. Untuk menghilangkan sel kulit mati, salah satunya dapat meng gunakan sabun scrub. Butiran kecilnya bisa menolong men
LAKUKAN PERAWATAN RUTIN Selanjutnya Rai juga menyebut kan beberapa produk dan buah yang manfaatnya mencerahkan serta melembutkan kulit. Seperti, buah alpukat banyak mengandung vitamin A,C,E, zat besi, potas sium, niasin , asa pantotenik serta protein. Ini, katanya berguna bagi kesehatan dan keinda han kulit. Begitu juga kulit al[pukat berkhasi at menghaluskan lutut dan siku. Selain itu,jeruk ni pis yang mengandung vitamin C dan biasa di manfaatkan sebagai an tioksidan, juga memi liki sifat menghambat melamin dan mencer ahkan kulit serta me lembutkan dan men ghaluskan kulit. “Ada juga minyak zaitun, yang sangat berman faat melembabkan dan menghaluskan kekeri ngan pada lutut dan siku,” lanjutnya. Masih ada juga cara efektif lainnya yakni dengan skin bleacing, pemutihan dan penge lupasan atau exfoliation, disebutnya juga meru pakan cara yang cu kup efektif mengatasi masalah ini. “Namun, tidak boleh berlebihan, karena jika melaku kan pengelupasan kulit terlalu sering , dapat membuat kulit semakin kasar dan menghitam,” terangnya. Dapat juga mencerahkn kulit de ngan menggunakan vitamint E yang cair. Diusapkan pada lutut dan siku secara rutin, dapat mencegah ke
keringan sekaligus mencerahkan area kulit kusam pada lutut dan siku. Rai juga menyampaikan, jika kita bisa memilih cara tradisional yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Seperti dengan jeruk
dan garam. Kandungan vitamin C dan asam sitrat dari lemon atau jeruk nipis mampu meembersih kan kotoran dan mencerahkan kulit kusam. Sedangkan garamnya bermanfaat mengikis sel kulit mati sehingga membuat kulit lebih halus. Gula dan minyak zaitun, se telah dicampurkan lalu oles kan pada lutut dan siku sampai rata. Setelah mengering bilas dengan air hangat. “Sedangkan, alpukat dihilangkan dagingnya, diambil bagian kulitnya saja. Sisi dalam kulit alpukat ini diguna
kan menggosok lutut dan siku. Setelahnya dibilas dengan air hangat,”tuturnya sambil meng takan ada juga bumbu dapur bernama kunyit, bagus pula untuk mencerahkan warna gelap pada lutut dan siku. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan perawatan yang rutin dan teratur. Perawatan juga dapat dlakukan dengan mengom binasikan bahan tradisional dan modern. “Ini langkah alternatif yang bisa dicoba. Dengan sikap konsistensi menerapkan bebera pa langkah yang kam sampaikan, yakinlah kita bisa menjaga ke bersihan kulit secara umum serta lutut dan siku khususnya yang cu kup memuaskan,” pungkasnya. - Sri Ardhini
Bugar
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
11
KEGEMUKAN SENTRAL & KEHAMILAN
M
emiliki perut buncit atau lingkar perut yang berlebihan bukan hanya kurang baik dari segi penampilan fisik namun juga dari segi kesehat an. Perut buncit biasanya lebih umum terjadi pada pria dibanding wanita karena secara biologis pria punya kecenderungan menumpuk kelebihan lemak di bagian perut dibanding wanita, meskipun perut buncit juga tidak jarang ditemukan pada wanita. Lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Yang pertama adalah lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan. Yang kedua lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut yang biasa disebut lemak visceral. Dari kedua jenis lemak yang membuncitkan perut ini, lemak visceral atau lemak yang disimpan dalam rongga perut dianggap lebih berbahaya karena berhubungan erat dengan berbagai risiko penyakit terkait metabolisme seperti penyakit kencing manis, penyakit jantung, dan stroke.
tkh/net
Salah satu mekanisme yang mendasari timbulnya perut buncit (obesitas sentral) dapat disebabkan karena obesitas yang terjadi pada ibu selama kehamilan. Selain itu, banyak bukti yang menunjukkan bahwa asupan makan ibu yang tidak sesuai selama kehamilan dapat mempengaruhi kerentanan anak akan timbulnya perut buncit pada masa dewasa. Awalnya, banyak penelitian terfokus pada studi klinis retrospektif yang merinci hubungan antara berat lahir rendah dengan kejadian penyakit jantung pada usia dewasa, kemudian Barker dkk telah membuktikan bahwa faktor lingkungan yang merugikan pada awal kehidupan menyebabkan gangguan pada pertumbuh
dr. Agustinus I Wayan Harimawan, MPH., Sp.GK Siloam Hospitals Bali
an normal dan perkembangannya, yang kemudian dikenal sebagai hipotesa “developmental origins of health and disease” (DOHaD). Manipulasi pasokan energi pada janin berupa rendahnya asupan protein telah terbukti mengubah proses ekspansi islet cell, yang menyebabkan massa sel-β pankreas yang kecil saat lahir, yang menjadi lebih nyata ketika diet protein terbatas dipertahankan sampai masa penyapihan. Asupan kalori yang berlebih (Overfeeding) selama periode prasapih secara permanen dapat meningkatkan hipertrofi adipocyte. Selain itu, asupan tinggi lemak dapat menginduksi penumpukan lemak tubuh pada usia perkembangan, yang makin buruk bila terpapar diet tinggi kalori terus menerus dalam tahap pasca-sapih. Kebutuhan akan zat gizi meningkat selama kehamilan dibandingkan selama setiap tahapan dalam kehidupan seorang wanita dewasa. Tambahan zat gizi diperlukan selama kehamilan baik untuk perkembangan janin maupun untuk pertumbuhan jaringan ibu dalam mendukung perkembangan janin. Zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut sangat tergantung dari asupan makanan ibu. Namun peran masing-masing zat gizi berbeda dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan selama terjadi perubahan homeostasis pada kehamilan, sehing ga peningkatan kebutuhan akan masing-masing zat gizi tidak sama. Mekanisme homeostasis yang terjadi selama kehamilan berupa perubahan dalam absorpsi makanan dari saluran pencernaan serta perubahan dalam penyimpanan cadangan makanan maka perlu diperhatikan pemenuhan kebutuhan akan zat gizi selama kehamilan agar tetap optimal. Mulai awal kehamilan, wanita hamil memang membutuhkan kalori ekstra untuk menunjang perkembangan janin, namun kalori ekstra yang dimaksud disini bukan berarti makan untuk berdua (untuk ibu sendiri dan untuk janin), sehingga makan dua kali lipat dari biasanya. Yang benar adalah memperbaiki nilai gizi makanan yang dikonsumsi, sebab sehat atau tidaknya ibu dan bayinya tergantung pada makanan yang dimakan, jadi jangan menambah jumlahnya menjadi berlebihan sehingga kalorinya melampaui batas kebutuhan, namun jaga kandungan zat gizi agar sesuai dengan kebutuhan. Sebagian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari rahim dan isinya. Kemudian payudara, volume darah, dan cairan ekstraseluler. Diperkirakan selama kehamilan normal berat badan akan bertambah 12,5 kg. Pada trimester ke-2 dan ke-3 perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah berat badan sebesar 0,4 kg/minggu, perempuan dengan gizi kurang sebesar 0,5 kg/minggu sedangkan perem-
dr. Agustinus I Wayan Harimawan, MPH., Sp.GK
puan dengan gizi lebih sebesar 0,3 kg/minggu. Jadi kenaikan berat badan yang terjadi selama kehamilan dianggap wajar bila anda memiliki berat badan yang kurang sebelum kehamilan terjadi antara 14-20 kg; Jika berat badan normal sebelum kehamilan, dianjurkan kenaikan berat badan anda antara 12.5-17.5 kg; Dan jika berat badan anda sudah berlebih sebelum kehamil an maka kenaikan berat badan antara 7.5-12.5kg. Kebutuhan energi selama kehamilan bervariasi sesuai dengan tingkat metabolisme basal wanita, berat badan sebelum hamil, jumlah dan komposisi kenaikan berat badan, tahap kehamilan, dan tingkat aktivitas fisik. Diperkirakan bahwa rata-rata wanita hamil membutuhkan sebanyak 85.000 kalori tambahan selama 40 minggu kehamilan, sekitar 300 kalori ekstra per hari. Kebutuhan energi pada trimester pertama kehamilan yang minimal, dimana pada trimester pertama ini ditandai dengan pesatnya perkembangan jaringan dan organ janin, proses ini tidak membutuhkan energi yang intensif. Tingkat metabolisme basal ibu sampai bulan keempat kehamilan didapatkan tidak ada peningkatan. Seiring dengan peningkatan berat badan seorang wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak energi meskipun aktivitas fisik tidak berubah. Namun peningkatan jumlah energi tersebut hendaklah sesuai dengan keadaan ibu hamil dengan berpedoman pada gizi seimbang.
12
Kuliner Sehat Bersama Loving Hut
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
I Made Suarsa
Keterpaksaan Jadi Berkah
Untuk menjadi ahli di bidang pastry bakery (kue dan roti) semua dimulai dari niat dan kerja keras. Tak ada putus asa untuk terus mencoba dan berkreasi, itulah moto dari I Made Suarsa, pemilik Ayu Bakery Kedonganan, Kuta.
L
elaki asli kedonganan yang awalnya sebagai chef di beberapa hotel ini, justru tak menyangka, nasibnya berubah menjadi lebih baik setelah menekuni bisnis kue dan roti. Walaupun ia mengaku, sempat hampir putus asa, menghadapi berbagai tantangan. Namun, berkat dukungan sang istri Wayan Sudiayu, membuat Suarsa terus bangkit. Kisah hidupnya, ingin ia jadikan motivasi untuk para generasi muda, agar tak selalu menyerah dengan tantangan. “Justru tantangan harus membuat kita lebih kuat dan menjadi pemenang. Jangan takut dengan hal yang baru,” tutur lelaki yang ditemui Tokoh, dalam stan Indonesian Chef Association (ICA) Bali, di ajang Nusa Dua Fiesta 2015 ini. Suarsa, memulai karier di dunia kuliner dengan mengenyam pendidikan di BPLP Nusa Dua (STP Nusa Dua) Bali. Setamat kuliah, ia mulai bekerja di beberapa hotel, seperti Bali Dynasti, Imperial Bali, dan Sofitel Seminyak. Awalnya, Suarsa menekuni bidang memasak makanan Barat. Menurutnya, makanan Western lebih sedikit tantangannya. Ketika, suatu saat, ia dipindah ke bagian pastry, Suarsa mulai merasa ada yang tidak pas dengan dirinya. Ia merasakan, bidangnya di makanan Barat lebih mudah, sementara, di bagian pastry, ia merasa terlalu banyak tantangan dan kesulitan. Surasa mulai merasa tak nyaman bekerja. Bahkan, saking menyita fokusnya bekerja, ia berencana berhenti bekerja. Alasannya, karena urusan membuat kue lebih susah dengan memasak. “Salah mengukur bahan bisa-bisa kuenya tak jadi. Beda dengan memasak. Kurang garam, bisa ditambahkan garam,” kata Suarsa. Namun, karena urusan bekerja berhubungan dengan urusan nafkah keluarga, dengan sangat terpaksa, Suarsa mencoba bertahan. “Saya terpaksa saja bekerja karena tuntutan perut,” katanya. Tak terasa, hari demi hari ia lewati, tanpa terasa tiga bulan, ia sudah mampu melewati kebosanan bekerja di pastry. Tanpa disadari, Suarsa, pelan-pelan mulai tertarik bereksperimen dalam membuat kue dan roti. “Keterpaksaan menjadi berkah,” katanya sembari tertawa. Ia pun tertarik mencoba membuat aneka roti dan kue di rumah, hanya sekadar untuk makanan di rumah. Terbersit keinginan Suarsa untuk menjual roti buatannya. Ia
I Made Suarsa
hanya ingin tahu bagaimana sambutan masyarakat. “Kebetulan ada tempat kecil di pinggir jalan, saya buat toko kue. Iseng saya taruh beberapa roti, ternyata sambutannya luar biasa. Roti saya langsung ludes dalam hitungan jam,” kata Suarsa. Ia menambahkan, aneka roti ia jual dengan harga yang lebih murah Rp 2.500. Kualitas roti yang dijual juga sama dengan yang dikirim ke hotel. Awalnya, ia hanya membuat kue dengan bahan baku sekilo tepung terigu. Suarsa pelajari selama setahun, bagaimana respons masyarakat. Saat hari raya, kue buatannya diserbu pembeli. Kue seperti roti kukus dan bolu sangat diminati pembeli untuk sarana upakara. Ia dan istrinya bisa begadang hanya untuk membuat kue saat hari raya tiba. Malah, sekali panen, ia bisa mendapatkan omset Rp 7 juta. Mulai dari satu oven biasa kelas rumahtangga, ia dan istrinya mengadu keberuntungan dengan sambilan berjualan kue. Setelah melihat perkembangan yang semakin hari semkain membaik, Suarsa berniat menyalurkan kue dan rotinya ke hotel-hotel. Ia mencoba menghubungi beberapa kenalan chef yang bisa membantunya agar kuenya bisa diterima di hotel. Mulai dari satu hotel terus bertambah dengan hotel yang lain. Mulailah ia ingin profesional dengan membeli oven yang besar. Suarsa pun mengambil tindakan yang cukup berani untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. “Setelah saya mendapatkan klien 9 hotel, saya putuskan untuk mengundurkan diri dari hotel tempat bekerja,” kata Suarsa.
Tak ada keraguan dalam dirinya untuk melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Namun, ia tetap rembug dengan keluarga besarnya ketika ia memutuskan untuk berhenti bekerja. Seandainya ia gagal, ia tak ingin ditinggalkan keluarganya. Ia masih tetap perlu bantuan. Dengan uang pensiun dari hotel Rp 45 juta, ia membeli kendaraan yang ia gunakan sebagai operasional, dan membeli mixer dan oven besar. Berkolaborasi dengan istri, usaha Suarsa makin bersinar. Dengan memakai nama istri sebagai nama toko kuenya, ia yakin hokinya pasti terus naik. Mulai dari satu karyawan, kini ia sudah memiliki 18 karyawan. Namun, perjalanan usaha Suarsa tak selalu mulus. Suatu ketika, beberapa hotel mundur berbarengan dan tak lagi menjadi kliennya. “Saya panik dan kalang kabut. Ibu saya menangis karena saya sudah tak lagi bekerja. Sementara, beberapa klien besar berhenti,” kata Suarsa. Namun, dalam perjalanan, selalu ada jalan keluar. Ia bertemu dengan teman sesama chef. Ia berkisah dengan kondisinya. Temannya itu langsung merekomendasikan kue buatannya bisa masuk hotel tempat temannya bekerja dan langsung diterima. Kondisinya yang terpuruk mulai pelan-pelan bangkit lagi. Beberapa klien mulai ia dapatkan kembali. Usaha toko kuenya mulai stabil lagi. CROISSANT DAN DANISH JADI FAVORIT Ada dua roti yang paling menjadi favorit dari Ayu Bakery yakni croissant dan danish pastry. Rotinya sangat digemari karena selain dari rasa yang lebih enak, tekstur rotinya sangat pas sehingga penampilan rotinya terlihat lebih manis. Menurut Suarsa, membuat roti croissant dan danish, memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi. Dalam tahap pelapisan mentega dan dough, harus terlihat harmonis sehingga tekstur roti terlihat seperti berlapis-lapis dan ada rongganya. “Kalau dari dua roti itu sudah terlihat bagus, roti-roti yang lain pasti lebih bagus lagi karena croissant dan danish yang paling sulit,” ucapnya. Saat ini, satu hari ia bisa menghabiskan 100 kilogram tepung terigu. Dengan karyawan yang berjumlah 18 orang, ia merasa sudah cukup terlayani semua order yang masuk ditambah kue dan roti untuk di toko.
Sebuah laporan resmi terbaru yang diterbitkan Worldwatch, yang ditulis Goodland dan Anhang menyimpulkan lebih dari 51 % emisi gas rumah kaca berasal dari peternakan. Sumber utama gas rumah kaca dari peternakan adalah, penggundulan hutan untuk menanam pakan ternak, gas metana yang dihasilkan dari limbah kotoran.
Croissant dan danish
Suarsa tak takut ilmu rotinya dicuri karyawannya. Ia sangat mempercayai orang-orang yang bekerja dengannya. Malah, ia tak masalah memberi tahu resep asli kepada mereka. “Bagi saya, kalau mereka tertarik untuk mandiri, itu sah-sah saja. Saya malah bangga karena mereka juga bisa sukses,” kata Suarsa. Tanpa disadari, putri tunggalnya juga punya bakat di bidang membuat kue. Walaupun tak pernah belajar, secara otodidak putrinya itu sudah piawai membuat kue seperti blackforest. Suarsa tak memaksa putrinya untuk mengikuti jejaknya. “Saya tak memaksa anak saya kuliah di pariwisata. Ia tertarik di bidang ekonomi bisnis. Silakan saja. Tapi ternyata, ia bisa juga membuat kue
secara otodidak, mungkin bakat ya,” kata Suarsa. Ketika ditanya soal persaingan bisnis, Suarsa mengatakan, punya trik sendiri. “Saya kedepankan kualitas. Itu yang bisa menjaga bisnis kue saya ke depan terus lancar,” katanya dengan mantap. Suarsa mengatakan, dari perjalanan kariernya, ia merasa sudah cukup puas. Ada satu cita-citanya yang belum terlaksana. Ia ingin menjadi mangku. “Kebetulan bapak saya mangku dadia, ya saya yang akan meneruskan nanti,” kata suarsa. Baginya, hidup itu harus seimbang. Ketika ia merasa kondisi finansial sudah cukup stabil, ia mulai mengisi dengan spiritual. “itu sudah panggilan jiwa saya,” kata Suarsa.
P
endinginan dan transportasi daging di seluruh dunia dan pemeliharaan pengolahan dan penyembelihan hewan, juga disebut menjadi penyebabnya. Produksi daging juga menggunakan banyak air dan sumber daya lain yang akan lebih baik jika digunakan untuk memberi makan orang kelaparan. Konsep ini yang melatarbelakangi berdirinya restoran Loving Hut. Menurut pengelolanya, Pater Ananta, mengutip dari penelitian
–Wirati Astiti
Sarwan Bahan: 750 gr : tulang iga sapi 200 gr : wortel, potong serong 200 gr : kentang, potong kotak 1liter : air 2 lembar : daun salam 3 lembar : daun jeruk, buang tulangya 1 lembar : daun kunyit 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 batang : serai, memarkan 2 sdm : kecap manis Gula, garam, kaldu bubuk, minyak goreng secukupnya
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Beli 10 Mangkok Es
Gratis
1 Mangkok Es Kasih Sayang
iah Murah Mer & Bersih
Roti Bakar Coklat
Berlaku mulai 1 s.d. 31 Oktober 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Goodland dan Anhang, mengganti produk peternakan dengan produk kedelai dan alternatif lainnya akan menjadi strategi terbaik untuk membalikkan perubahan iklim. “Loving Hut didirikan dengan misi agar planet bumi beserta makhluk hidup dapat terus berlanjut dan hidup bersama dengan damai, penuh kasih sayang, dan harmonis. Loving Hut sudah ada sejak tahun 2008. Saat ini sudah ada 220 restoran yang tersebar di berbagai negara,” ujarnya. Dengan semangat untuk mem-
bantu, menyelamatkan bumi, beserta seluruh penghuninya, kata Pater, kehadiran Loving hut diharapkan menjadi pemicu bagi mereka yang ingin melakukan transisi ke pola makan yang mulia, sangat ramah lingkungan, dan sehat. Loving Hut mempersembahkan sajian makanan dengan cita-rasa internasional, yang terbuat dari bahan nonhewani, tidak menggunakan sarang burung, tanpa madu, dan tidak menggunakan bahan apapun yang berasal dari penyiksaan, hewan. Semua bahan diolah dengan bahan nonMSG dan menggunakan beras dan sayur organik. Menurut Pater, tata ruang Loving Hut sengaja dibuat dengan nuansa cerah, murni dan menyejukkan, sehingga diharapkan dapat membawa perasaan surgawi bagi siapa saja yang datang makan di restoran yang berlokasi di Pertokoan Grand Sudirman Agung ini. –Wirati Astiti
Tulang Iga Kuah Pedas
Bumbu yang Dihaluskan: 9 buah : bawang merah 5 siung : bawamg putih Cara Membuat: - Rebus iga sampai empuk. saring air kaldunya, lalu masukkan iga rebus ke dalam kaldu yg sudah disaring dalam panci. - Tumis bumbu halus bersama
bahan lainnya hingga harum, lalu masukkan kedalam panci, rebus iga sampai bumbu me
resep dan siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng di atasnya.
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
13
Rainbow salad
Akarui spring rolls
Soto Sumsum Sapi
Bahan: 750 gr : sumsum sapi, potong potong 2 buah : serai, memarkan 2 buah : daun jeruk, buang batangnya 1 liter : air 2 batang : daun pre, iris halus 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : daun seledri, cincang halus Gula, garam kaldu bubuk dan minyak secukupnya
Bumbu yang dihaluskan: 6 siung : bawang putih 3 ruas : jari jahe 2 ruas : jari kunyit bakar Cara Membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan serai, daun jeruk dan masukkan irisan sumsum, lalu masukkan air dan bumbu bumbu lainnya, masak sampai matang dan sumsum bumbu meresap. - Siap disajikan, tambahkan seledri dan bawang putih goreng.
12
Kuliner Sehat Bersama Loving Hut
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
I Made Suarsa
Keterpaksaan Jadi Berkah
Untuk menjadi ahli di bidang pastry bakery (kue dan roti) semua dimulai dari niat dan kerja keras. Tak ada putus asa untuk terus mencoba dan berkreasi, itulah moto dari I Made Suarsa, pemilik Ayu Bakery Kedonganan, Kuta.
L
elaki asli kedonganan yang awalnya sebagai chef di beberapa hotel ini, justru tak menyangka, nasibnya berubah menjadi lebih baik setelah menekuni bisnis kue dan roti. Walaupun ia mengaku, sempat hampir putus asa, menghadapi berbagai tantangan. Namun, berkat dukungan sang istri Wayan Sudiayu, membuat Suarsa terus bangkit. Kisah hidupnya, ingin ia jadikan motivasi untuk para generasi muda, agar tak selalu menyerah dengan tantangan. “Justru tantangan harus membuat kita lebih kuat dan menjadi pemenang. Jangan takut dengan hal yang baru,” tutur lelaki yang ditemui Tokoh, dalam stan Indonesian Chef Association (ICA) Bali, di ajang Nusa Dua Fiesta 2015 ini. Suarsa, memulai karier di dunia kuliner dengan mengenyam pendidikan di BPLP Nusa Dua (STP Nusa Dua) Bali. Setamat kuliah, ia mulai bekerja di beberapa hotel, seperti Bali Dynasti, Imperial Bali, dan Sofitel Seminyak. Awalnya, Suarsa menekuni bidang memasak makanan Barat. Menurutnya, makanan Western lebih sedikit tantangannya. Ketika, suatu saat, ia dipindah ke bagian pastry, Suarsa mulai merasa ada yang tidak pas dengan dirinya. Ia merasakan, bidangnya di makanan Barat lebih mudah, sementara, di bagian pastry, ia merasa terlalu banyak tantangan dan kesulitan. Surasa mulai merasa tak nyaman bekerja. Bahkan, saking menyita fokusnya bekerja, ia berencana berhenti bekerja. Alasannya, karena urusan membuat kue lebih susah dengan memasak. “Salah mengukur bahan bisa-bisa kuenya tak jadi. Beda dengan memasak. Kurang garam, bisa ditambahkan garam,” kata Suarsa. Namun, karena urusan bekerja berhubungan dengan urusan nafkah keluarga, dengan sangat terpaksa, Suarsa mencoba bertahan. “Saya terpaksa saja bekerja karena tuntutan perut,” katanya. Tak terasa, hari demi hari ia lewati, tanpa terasa tiga bulan, ia sudah mampu melewati kebosanan bekerja di pastry. Tanpa disadari, Suarsa, pelan-pelan mulai tertarik bereksperimen dalam membuat kue dan roti. “Keterpaksaan menjadi berkah,” katanya sembari tertawa. Ia pun tertarik mencoba membuat aneka roti dan kue di rumah, hanya sekadar untuk makanan di rumah. Terbersit keinginan Suarsa untuk menjual roti buatannya. Ia
I Made Suarsa
hanya ingin tahu bagaimana sambutan masyarakat. “Kebetulan ada tempat kecil di pinggir jalan, saya buat toko kue. Iseng saya taruh beberapa roti, ternyata sambutannya luar biasa. Roti saya langsung ludes dalam hitungan jam,” kata Suarsa. Ia menambahkan, aneka roti ia jual dengan harga yang lebih murah Rp 2.500. Kualitas roti yang dijual juga sama dengan yang dikirim ke hotel. Awalnya, ia hanya membuat kue dengan bahan baku sekilo tepung terigu. Suarsa pelajari selama setahun, bagaimana respons masyarakat. Saat hari raya, kue buatannya diserbu pembeli. Kue seperti roti kukus dan bolu sangat diminati pembeli untuk sarana upakara. Ia dan istrinya bisa begadang hanya untuk membuat kue saat hari raya tiba. Malah, sekali panen, ia bisa mendapatkan omset Rp 7 juta. Mulai dari satu oven biasa kelas rumahtangga, ia dan istrinya mengadu keberuntungan dengan sambilan berjualan kue. Setelah melihat perkembangan yang semakin hari semkain membaik, Suarsa berniat menyalurkan kue dan rotinya ke hotel-hotel. Ia mencoba menghubungi beberapa kenalan chef yang bisa membantunya agar kuenya bisa diterima di hotel. Mulai dari satu hotel terus bertambah dengan hotel yang lain. Mulailah ia ingin profesional dengan membeli oven yang besar. Suarsa pun mengambil tindakan yang cukup berani untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. “Setelah saya mendapatkan klien 9 hotel, saya putuskan untuk mengundurkan diri dari hotel tempat bekerja,” kata Suarsa.
Tak ada keraguan dalam dirinya untuk melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Namun, ia tetap rembug dengan keluarga besarnya ketika ia memutuskan untuk berhenti bekerja. Seandainya ia gagal, ia tak ingin ditinggalkan keluarganya. Ia masih tetap perlu bantuan. Dengan uang pensiun dari hotel Rp 45 juta, ia membeli kendaraan yang ia gunakan sebagai operasional, dan membeli mixer dan oven besar. Berkolaborasi dengan istri, usaha Suarsa makin bersinar. Dengan memakai nama istri sebagai nama toko kuenya, ia yakin hokinya pasti terus naik. Mulai dari satu karyawan, kini ia sudah memiliki 18 karyawan. Namun, perjalanan usaha Suarsa tak selalu mulus. Suatu ketika, beberapa hotel mundur berbarengan dan tak lagi menjadi kliennya. “Saya panik dan kalang kabut. Ibu saya menangis karena saya sudah tak lagi bekerja. Sementara, beberapa klien besar berhenti,” kata Suarsa. Namun, dalam perjalanan, selalu ada jalan keluar. Ia bertemu dengan teman sesama chef. Ia berkisah dengan kondisinya. Temannya itu langsung merekomendasikan kue buatannya bisa masuk hotel tempat temannya bekerja dan langsung diterima. Kondisinya yang terpuruk mulai pelan-pelan bangkit lagi. Beberapa klien mulai ia dapatkan kembali. Usaha toko kuenya mulai stabil lagi. CROISSANT DAN DANISH JADI FAVORIT Ada dua roti yang paling menjadi favorit dari Ayu Bakery yakni croissant dan danish pastry. Rotinya sangat digemari karena selain dari rasa yang lebih enak, tekstur rotinya sangat pas sehingga penampilan rotinya terlihat lebih manis. Menurut Suarsa, membuat roti croissant dan danish, memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi. Dalam tahap pelapisan mentega dan dough, harus terlihat harmonis sehingga tekstur roti terlihat seperti berlapis-lapis dan ada rongganya. “Kalau dari dua roti itu sudah terlihat bagus, roti-roti yang lain pasti lebih bagus lagi karena croissant dan danish yang paling sulit,” ucapnya. Saat ini, satu hari ia bisa menghabiskan 100 kilogram tepung terigu. Dengan karyawan yang berjumlah 18 orang, ia merasa sudah cukup terlayani semua order yang masuk ditambah kue dan roti untuk di toko.
Sebuah laporan resmi terbaru yang diterbitkan Worldwatch, yang ditulis Goodland dan Anhang menyimpulkan lebih dari 51 % emisi gas rumah kaca berasal dari peternakan. Sumber utama gas rumah kaca dari peternakan adalah, penggundulan hutan untuk menanam pakan ternak, gas metana yang dihasilkan dari limbah kotoran.
Croissant dan danish
Suarsa tak takut ilmu rotinya dicuri karyawannya. Ia sangat mempercayai orang-orang yang bekerja dengannya. Malah, ia tak masalah memberi tahu resep asli kepada mereka. “Bagi saya, kalau mereka tertarik untuk mandiri, itu sah-sah saja. Saya malah bangga karena mereka juga bisa sukses,” kata Suarsa. Tanpa disadari, putri tunggalnya juga punya bakat di bidang membuat kue. Walaupun tak pernah belajar, secara otodidak putrinya itu sudah piawai membuat kue seperti blackforest. Suarsa tak memaksa putrinya untuk mengikuti jejaknya. “Saya tak memaksa anak saya kuliah di pariwisata. Ia tertarik di bidang ekonomi bisnis. Silakan saja. Tapi ternyata, ia bisa juga membuat kue
secara otodidak, mungkin bakat ya,” kata Suarsa. Ketika ditanya soal persaingan bisnis, Suarsa mengatakan, punya trik sendiri. “Saya kedepankan kualitas. Itu yang bisa menjaga bisnis kue saya ke depan terus lancar,” katanya dengan mantap. Suarsa mengatakan, dari perjalanan kariernya, ia merasa sudah cukup puas. Ada satu cita-citanya yang belum terlaksana. Ia ingin menjadi mangku. “Kebetulan bapak saya mangku dadia, ya saya yang akan meneruskan nanti,” kata suarsa. Baginya, hidup itu harus seimbang. Ketika ia merasa kondisi finansial sudah cukup stabil, ia mulai mengisi dengan spiritual. “itu sudah panggilan jiwa saya,” kata Suarsa.
P
endinginan dan transportasi daging di seluruh dunia dan pemeliharaan pengolahan dan penyembelihan hewan, juga disebut menjadi penyebabnya. Produksi daging juga menggunakan banyak air dan sumber daya lain yang akan lebih baik jika digunakan untuk memberi makan orang kelaparan. Konsep ini yang melatarbelakangi berdirinya restoran Loving Hut. Menurut pengelolanya, Pater Ananta, mengutip dari penelitian
–Wirati Astiti
Sarwan Bahan: 750 gr : tulang iga sapi 200 gr : wortel, potong serong 200 gr : kentang, potong kotak 1liter : air 2 lembar : daun salam 3 lembar : daun jeruk, buang tulangya 1 lembar : daun kunyit 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 batang : serai, memarkan 2 sdm : kecap manis Gula, garam, kaldu bubuk, minyak goreng secukupnya
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Beli 10 Mangkok Es
Gratis
1 Mangkok Es Kasih Sayang
iah Murah Mer & Bersih
Roti Bakar Coklat
Berlaku mulai 1 s.d. 31 Oktober 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Goodland dan Anhang, mengganti produk peternakan dengan produk kedelai dan alternatif lainnya akan menjadi strategi terbaik untuk membalikkan perubahan iklim. “Loving Hut didirikan dengan misi agar planet bumi beserta makhluk hidup dapat terus berlanjut dan hidup bersama dengan damai, penuh kasih sayang, dan harmonis. Loving Hut sudah ada sejak tahun 2008. Saat ini sudah ada 220 restoran yang tersebar di berbagai negara,” ujarnya. Dengan semangat untuk mem-
bantu, menyelamatkan bumi, beserta seluruh penghuninya, kata Pater, kehadiran Loving hut diharapkan menjadi pemicu bagi mereka yang ingin melakukan transisi ke pola makan yang mulia, sangat ramah lingkungan, dan sehat. Loving Hut mempersembahkan sajian makanan dengan cita-rasa internasional, yang terbuat dari bahan nonhewani, tidak menggunakan sarang burung, tanpa madu, dan tidak menggunakan bahan apapun yang berasal dari penyiksaan, hewan. Semua bahan diolah dengan bahan nonMSG dan menggunakan beras dan sayur organik. Menurut Pater, tata ruang Loving Hut sengaja dibuat dengan nuansa cerah, murni dan menyejukkan, sehingga diharapkan dapat membawa perasaan surgawi bagi siapa saja yang datang makan di restoran yang berlokasi di Pertokoan Grand Sudirman Agung ini. –Wirati Astiti
Tulang Iga Kuah Pedas
Bumbu yang Dihaluskan: 9 buah : bawang merah 5 siung : bawamg putih Cara Membuat: - Rebus iga sampai empuk. saring air kaldunya, lalu masukkan iga rebus ke dalam kaldu yg sudah disaring dalam panci. - Tumis bumbu halus bersama
bahan lainnya hingga harum, lalu masukkan kedalam panci, rebus iga sampai bumbu me
resep dan siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng di atasnya.
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
13
Rainbow salad
Akarui spring rolls
Soto Sumsum Sapi
Bahan: 750 gr : sumsum sapi, potong potong 2 buah : serai, memarkan 2 buah : daun jeruk, buang batangnya 1 liter : air 2 batang : daun pre, iris halus 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : daun seledri, cincang halus Gula, garam kaldu bubuk dan minyak secukupnya
Bumbu yang dihaluskan: 6 siung : bawang putih 3 ruas : jari jahe 2 ruas : jari kunyit bakar Cara Membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan serai, daun jeruk dan masukkan irisan sumsum, lalu masukkan air dan bumbu bumbu lainnya, masak sampai matang dan sumsum bumbu meresap. - Siap disajikan, tambahkan seledri dan bawang putih goreng.
14
Jelita
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
Yuk , Ratakan Warna Kulit Ketika, ada pertanyaan tentang perawatan kecantikan, apa yang paling sering dilakukan? Mungkin sebagian besar perempuan akan serempak menjawab perawatan kulit wajah. Padahal, kesempurnaan kecantikan seseorang juga di nilai dari kesehatan seluruh kulitnya. gangkat atau mengikis perlahan kulit mati. Gunakan scrub setiap hari saat mandi atau setidaknya tiga kali seminggu. Selan itu perlu juga mengoleskan krim pelembab tau penerah sesua jenis kulit, yang jelas aman,” tegasnya Scrub dengan kandungan nu trisinya, terbukti ampuh meng angkat noda dan kulit mati pada lutut dan siku yang gelap. Lakukan secara rutin untuk mendapat kan hasil cerah yang maksimal,” ujarnya.
Ni Made Rai Sariani
M
enurut Ni Made Rai Sariani, pemi lik Gaya Warna Spa Suplier, yang cukup lama berkecimpung di dunia produk –produk perawa tan, khususnya perawatan kulit, semua orang apalagi perempuan tentu ingin memiliki kulit dengan warna yang bersih dan rata.Na mun, sebuah survey menunjukkan kalau lebih dari 70% perempuan Indonesia memiliki kulit tidak rata alias belang, yakni tidak sama ditempat –tempat tertentu yang letaknya di luar namun di sudut atau tersembunyi. Dikatakannya, perbedaan warna yang sering terjadi biasanya ada pada bagian siku tangan, lutut kaki dan leher belakang. Yang paling terlihat adalah dua area bernama siku dan lutut. Keduanya kerap berwarna lebih gelap dari bagian kulit lainnya. “Persoalan ini tidak akan beres hanya dengan mengenakan busana berlengan panjang atau pun celana panjang. Kuncinya kita wajib melakukan perawatan agar memperoleh warna kulit yang rata,” katanya. Sesungguhnya kulit kita memi liki kelenjar minyak, yang menjadi kannya terlihat lembab dan segar. Sementara siku dan lutut meru pakan bagian kulit yang sedikit kandungan kelenjar minyaknya. Kondisi ini menjadikan siku dan lutut mudah terlihat kusam, akibat menumpuknya sel kulit mati. Untuk menghilangkan sel kulit mati, salah satunya dapat meng gunakan sabun scrub. Butiran kecilnya bisa menolong men
LAKUKAN PERAWATAN RUTIN Selanjutnya Rai juga menyebut kan beberapa produk dan buah yang manfaatnya mencerahkan serta melembutkan kulit. Seperti, buah alpukat banyak mengandung vitamin A,C,E, zat besi, potas sium, niasin , asa pantotenik serta protein. Ini, katanya berguna bagi kesehatan dan keinda han kulit. Begitu juga kulit al[pukat berkhasi at menghaluskan lutut dan siku. Selain itu,jeruk ni pis yang mengandung vitamin C dan biasa di manfaatkan sebagai an tioksidan, juga memi liki sifat menghambat melamin dan mencer ahkan kulit serta me lembutkan dan men ghaluskan kulit. “Ada juga minyak zaitun, yang sangat berman faat melembabkan dan menghaluskan kekeri ngan pada lutut dan siku,” lanjutnya. Masih ada juga cara efektif lainnya yakni dengan skin bleacing, pemutihan dan penge lupasan atau exfoliation, disebutnya juga meru pakan cara yang cu kup efektif mengatasi masalah ini. “Namun, tidak boleh berlebihan, karena jika melaku kan pengelupasan kulit terlalu sering , dapat membuat kulit semakin kasar dan menghitam,” terangnya. Dapat juga mencerahkn kulit de ngan menggunakan vitamint E yang cair. Diusapkan pada lutut dan siku secara rutin, dapat mencegah ke
keringan sekaligus mencerahkan area kulit kusam pada lutut dan siku. Rai juga menyampaikan, jika kita bisa memilih cara tradisional yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Seperti dengan jeruk
dan garam. Kandungan vitamin C dan asam sitrat dari lemon atau jeruk nipis mampu meembersih kan kotoran dan mencerahkan kulit kusam. Sedangkan garamnya bermanfaat mengikis sel kulit mati sehingga membuat kulit lebih halus. Gula dan minyak zaitun, se telah dicampurkan lalu oles kan pada lutut dan siku sampai rata. Setelah mengering bilas dengan air hangat. “Sedangkan, alpukat dihilangkan dagingnya, diambil bagian kulitnya saja. Sisi dalam kulit alpukat ini diguna
kan menggosok lutut dan siku. Setelahnya dibilas dengan air hangat,”tuturnya sambil meng takan ada juga bumbu dapur bernama kunyit, bagus pula untuk mencerahkan warna gelap pada lutut dan siku. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan perawatan yang rutin dan teratur. Perawatan juga dapat dlakukan dengan mengom binasikan bahan tradisional dan modern. “Ini langkah alternatif yang bisa dicoba. Dengan sikap konsistensi menerapkan bebera pa langkah yang kam sampaikan, yakinlah kita bisa menjaga ke bersihan kulit secara umum serta lutut dan siku khususnya yang cu kup memuaskan,” pungkasnya. - Sri Ardhini
Bugar
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
11
KEGEMUKAN SENTRAL & KEHAMILAN
M
emiliki perut buncit atau lingkar perut yang berlebihan bukan hanya kurang baik dari segi penampilan fisik namun juga dari segi kesehat an. Perut buncit biasanya lebih umum terjadi pada pria dibanding wanita karena secara biologis pria punya kecenderungan menumpuk kelebihan lemak di bagian perut dibanding wanita, meskipun perut buncit juga tidak jarang ditemukan pada wanita. Lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Yang pertama adalah lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan. Yang kedua lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut yang biasa disebut lemak visceral. Dari kedua jenis lemak yang membuncitkan perut ini, lemak visceral atau lemak yang disimpan dalam rongga perut dianggap lebih berbahaya karena berhubungan erat dengan berbagai risiko penyakit terkait metabolisme seperti penyakit kencing manis, penyakit jantung, dan stroke.
tkh/net
Salah satu mekanisme yang mendasari timbulnya perut buncit (obesitas sentral) dapat disebabkan karena obesitas yang terjadi pada ibu selama kehamilan. Selain itu, banyak bukti yang menunjukkan bahwa asupan makan ibu yang tidak sesuai selama kehamilan dapat mempengaruhi kerentanan anak akan timbulnya perut buncit pada masa dewasa. Awalnya, banyak penelitian terfokus pada studi klinis retrospektif yang merinci hubungan antara berat lahir rendah dengan kejadian penyakit jantung pada usia dewasa, kemudian Barker dkk telah membuktikan bahwa faktor lingkungan yang merugikan pada awal kehidupan menyebabkan gangguan pada pertumbuh
dr. Agustinus I Wayan Harimawan, MPH., Sp.GK Siloam Hospitals Bali
an normal dan perkembangannya, yang kemudian dikenal sebagai hipotesa “developmental origins of health and disease” (DOHaD). Manipulasi pasokan energi pada janin berupa rendahnya asupan protein telah terbukti mengubah proses ekspansi islet cell, yang menyebabkan massa sel-β pankreas yang kecil saat lahir, yang menjadi lebih nyata ketika diet protein terbatas dipertahankan sampai masa penyapihan. Asupan kalori yang berlebih (Overfeeding) selama periode prasapih secara permanen dapat meningkatkan hipertrofi adipocyte. Selain itu, asupan tinggi lemak dapat menginduksi penumpukan lemak tubuh pada usia perkembangan, yang makin buruk bila terpapar diet tinggi kalori terus menerus dalam tahap pasca-sapih. Kebutuhan akan zat gizi meningkat selama kehamilan dibandingkan selama setiap tahapan dalam kehidupan seorang wanita dewasa. Tambahan zat gizi diperlukan selama kehamilan baik untuk perkembangan janin maupun untuk pertumbuhan jaringan ibu dalam mendukung perkembangan janin. Zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut sangat tergantung dari asupan makanan ibu. Namun peran masing-masing zat gizi berbeda dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan selama terjadi perubahan homeostasis pada kehamilan, sehing ga peningkatan kebutuhan akan masing-masing zat gizi tidak sama. Mekanisme homeostasis yang terjadi selama kehamilan berupa perubahan dalam absorpsi makanan dari saluran pencernaan serta perubahan dalam penyimpanan cadangan makanan maka perlu diperhatikan pemenuhan kebutuhan akan zat gizi selama kehamilan agar tetap optimal. Mulai awal kehamilan, wanita hamil memang membutuhkan kalori ekstra untuk menunjang perkembangan janin, namun kalori ekstra yang dimaksud disini bukan berarti makan untuk berdua (untuk ibu sendiri dan untuk janin), sehingga makan dua kali lipat dari biasanya. Yang benar adalah memperbaiki nilai gizi makanan yang dikonsumsi, sebab sehat atau tidaknya ibu dan bayinya tergantung pada makanan yang dimakan, jadi jangan menambah jumlahnya menjadi berlebihan sehingga kalorinya melampaui batas kebutuhan, namun jaga kandungan zat gizi agar sesuai dengan kebutuhan. Sebagian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari rahim dan isinya. Kemudian payudara, volume darah, dan cairan ekstraseluler. Diperkirakan selama kehamilan normal berat badan akan bertambah 12,5 kg. Pada trimester ke-2 dan ke-3 perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah berat badan sebesar 0,4 kg/minggu, perempuan dengan gizi kurang sebesar 0,5 kg/minggu sedangkan perem-
dr. Agustinus I Wayan Harimawan, MPH., Sp.GK
puan dengan gizi lebih sebesar 0,3 kg/minggu. Jadi kenaikan berat badan yang terjadi selama kehamilan dianggap wajar bila anda memiliki berat badan yang kurang sebelum kehamilan terjadi antara 14-20 kg; Jika berat badan normal sebelum kehamilan, dianjurkan kenaikan berat badan anda antara 12.5-17.5 kg; Dan jika berat badan anda sudah berlebih sebelum kehamil an maka kenaikan berat badan antara 7.5-12.5kg. Kebutuhan energi selama kehamilan bervariasi sesuai dengan tingkat metabolisme basal wanita, berat badan sebelum hamil, jumlah dan komposisi kenaikan berat badan, tahap kehamilan, dan tingkat aktivitas fisik. Diperkirakan bahwa rata-rata wanita hamil membutuhkan sebanyak 85.000 kalori tambahan selama 40 minggu kehamilan, sekitar 300 kalori ekstra per hari. Kebutuhan energi pada trimester pertama kehamilan yang minimal, dimana pada trimester pertama ini ditandai dengan pesatnya perkembangan jaringan dan organ janin, proses ini tidak membutuhkan energi yang intensif. Tingkat metabolisme basal ibu sampai bulan keempat kehamilan didapatkan tidak ada peningkatan. Seiring dengan peningkatan berat badan seorang wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak energi meskipun aktivitas fisik tidak berubah. Namun peningkatan jumlah energi tersebut hendaklah sesuai dengan keadaan ibu hamil dengan berpedoman pada gizi seimbang.
10
Mitos
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Korban Bullying Jadi Pelaku Bullying ?
Beberapa bulan yang lalu, Bali digegerkan dengan kasus kematian Angeline yang menyedot perhatian nasional bahkan internasional. Belum lama ini, kasus kekerasan kembali terjadi, perkelahian antar remaja yang berujung maut. Mengapa itu terjadi?
K
ini pada zaman era globalisasi kekerasan yang terjadi pada anak-anak makin meningkat. “Hal tersebut bisa diminimalkan dengan pencegahan, yang mana keluarga menjadi dasar pokok penanaman mental dan budi pekerti pada pendidikan karakter diri seorang anak,” ungkap Agus binti Khoiriyah, S.Psi, CH.,C. Ht.,M.NLP. Di era globalisasi kini, hal tersebut telah bergeser karena pendidikan yang diberikan di keluarga bahkan d isekolah didominasi kecerdasan intelektual, sehingga kecerdasan emosional yang menjadi landasan dasar kehidupan seseorang menjadi lemah. Kasus yang menimpa remaja X di Denpasar tersebut, adalah cerminan seorang remaja yang memiliki kecerdasan emosi yang rendah. Perkelahian yang berujung maut muncul dari perasaan rendah diri yang disebabkan oleh pengalaman bullying yang dialaminya. Baik langsung maupun tidak langsung bullying yang dialami remaja X adalah bentuk intimidasi fisik ataupun psikologis yang terjadi berkali-kali dan secara terus-menerus. Sehingga membentuk pemikiran yang negatif, persepsi ataupun pola pikir/sudut pandang yang sempit atas keyakinan irasional atau pernyataan diri negatif yang dimiliki dan dapat mempengaruhi perasaan dan perilaku yang negatif pula. Perilaku negatif tersebut memicu perilaku kekerasan. Sebuah cerita untuk dijadikan renungan seperti kasus yang terjadi pada remaja X ini, banyak pula terjadi di tempat lain, bahkan di rumah maupun di sekolah. Gelitik canda anak-anak dengan canda riangnya bermain dan bercanda saat jelang istirahat tiba, ada balutan ketakutan dan ancaman yang menghampiri diri mereka saat bermain. Keriangan yang awalnya dirasakan saat bermain berubah menjadi keheningan , saat ada seorang anak kelas empat ber-
nama Dodo datang ke kantin sekolah dan mengancam siswa-siswi lain untuk membelikan makanan serta minuman untuk dirinya. Tak ada guru yang tahu dengan kejadian tersebut, karena memang tak ada pula siswa yang berani mengadu. Dari sepenggalan cerita itu, tanpa disadari kejadian kekerasan di lingkungan di sekitar para pendidik di sekolah sering terjadi. Dan anehnya walaupun ada yang mengetahui, mereka yang tahu kejadian tersebut cenderung menyepelekan. Padahal sikap dan perbuatan anak tersebut merupakan awal pembentukan pribadi yang buruk dan mengancam perubahan karakter diri yang lemah pada siswa-siswa lainnya di sekolah tersebut. Ancaman yang dilakukan oleh Dodo merupakan bentuk dari bullying. APA ITU BULLYING? Banyak orang yang belum mengetahui apa itu bullying? Selain itu, ada yang memahami bullying namun belum menyadari apakah dirinya telah melakukan bullying atau tidak? “Terlebih pada diri para orangtua dan guru, yang tanpa disadari mereka telah melakukan bullying pada anak-anak yang ada di sekitar mereka,” ujar psikolog yang akrab disapa Bunda Agus ini. Bullying adalah sebuah situasi dimana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekerasan yang dilakukan oleh seseorang/ kelompok tertentu. Bullying terbagi atas tiga yaitu bullying fisik, bullying nonfisik (verbal) dan bullying mental (psikologi). Wujud bullying fisik misalnya memukul, menyiksa dan sebagainya. Sedangkan wujud dari bullying non fisik atau verbal melalui ucapan-ucapan buruk, menghina, mengejek, mencaci-maki, dsb. Sementara wujud dari bullying mental yaitu memandang sinis, mengucilkan, mencibir, mempermalukan, dsb. Terkadang orangtua dan guru di sekolah salah mengartikan. Banyak juga
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Cepat Loyo
“Pak Dokter, satu tahun terakhir ini saya mengalami disfungsi ereksi. Kadang-kadang mau ereksi namun cepat sekali loyo. Saya berumur 54 tahun dengan tiga anak, apakah memang sudah wajar terjadi hal ini di usia saya? Dan apakah ini bisa digolongkan disfungsi ereksi yang serius? Bagaimana cara awal mengetahuinya lebih dini. Sekian, mohon penjelasannya. “ (Wi, Denpasar) Sebenarnya tidak sedikit yang mengalami keluhan serupa, karena hampir 25 persen laki-laki di Indonesia memiliki gangguan ereksi dengan keluhan tidak merasakan kekerasan ereksi yang optimal lagi. Tentu saja ini akan membawa akibat cukup serius
dalam kepuasan seksual pasangan yang akhirnya mengganggu keharmonisan rumah tangga serta aktivitas sehari-hari juga. Disfungsi ereksi adalah kondisi saat laki-laki tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual
Bunda Agus hal-hal lain yang tidak termasuk bullying. Seperti aksi pura-pura memukul dan bergulat dengan tujuan dan maksud tidak menyakiti namun hanya untuk bermain. Adanya penyebab dari bullying tentunya ada akibat bullying pada diri anak yaitu anak-anak yang menjadi korban bullying akan berkepribadian rapuh, mudah sedih, tidak percaya diri, timbulkan stres, sering murung, mudah ketakutan, bunuh diri dan mudah sakit hati. Bullying bisa terjadi di sekolah , antara siswa dengan siswa, siswa dan guru, lingkungan masyarakat, teman sepermainan di dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah, bahkan di rumah bisa pula terjadi, dari karakter dan perilaku orangtua yang mendokrinisasi diri anak hingga membentuk kepribadian dalam dirinya. Selain itu kemajuan teknologi, baik melalui mobile phone maupun dunia maya (media internet) berpengaruh besar mengakibatkan dampak bullying. Yang jauh lebih menarik menjadi perhatian adalah , siapa saja yang berada paling dekat dengan terjadinya bullying? Ada tiga hal yang melatarbelakangi bullying, yaitu pelaku bullying, korban bullying dan saksi bullying. Pada sisi pelaku bullying, aktornya akan merasa puas dan cenderung berkuasa setelah dan sebelum melakukan bullying, ciriciri manusianya temperamental, tidak punya rasa simpatik dan pendendam. Biasanya pula pelaku ini melakukan bullying karena pernah menjadi korban bullying itu sendiri dan adanya unsur balas dendam. Pada sisi latar belakang korban bullying, ciri-ciri manusianya
dalam hubungan seksual. Sebagai deteksi awal ada sebuah cara sederhana yang bisa dilakukan buat mencari tahun apakah gangguan ereksi yang dialami itu termasuk yang ringan, sedang, atau berat. Sebuah cara mengukur sederhana mengukur kekerasan ereksi penis yang disebut tes Erection Hardness Score (EHS). EHS ini mengelompokkan kekerasan ereksi dalam empat skala. Coba disimak keempat skala tersebut sekalian membandingkan dengan kondisi ereksi masing-masing: Skala 1 : Saat ereksi, penis membesar namun tidak mengeras, kalau diraba atau dipencet terasa serupa tape singkong. Disfungsi ereksi dalam skala ini termasuk gangguan ereksi derajat berat. Skala 2 : Penis terasa keras namun tidak cukup keras untuk penetrasi dalam hubungan seksual, kalau diraba atau dipencet terasa seperti pisang yang sudah dibuka kulit buahnya. Disfungsi Ereksi skala ini terbilang moderat, penis membesar namun tidak cukup keras. Skala 3 : Penis cukup keras untuk penetrasi namun benar-benar keras, teraba seperti sosis. Walaupun masih bisa melakukan hubungan seks, ereksi yang dirasakan tetap tidak optimal. Sering kali disfungsi ereksi di skala ringan ini tidak disadari laki-laki.
memiliki fisik lemah, sulit bergaul, rendah diri dan cenderung tidak percaya diri. Penyebab timbulnya bullying adalah saat si korban adalah seorang yang pasif. Saat bullying terjadi pada dirinya, tidak diketahui oleh orang lain atau korban tidak melapor kepada seseorang yang bisa dipercaya untuk membantunya. Tertutupnya korban bullying ini, karena beberapa alasan yaitu takut ancaman, belum dewasa, tidak percaya pada guru di sekolah bila terjadi bullying dan tidak percaya orangtua di dalam keluarga. Buruknya hubungan orangtua dan guru berdampak pada diri anak yang menjadi korban bullying. Selain dari pelaku dan korban bullying ada satu hal lagi yang jauh lebih mempunyai peran yaitu saksi bullying. Di mana saksi bullying tahu terjadinya bullying pada diri seseorang namun hanya cenderung mengamati tanpa ada tindakan yang melerai. Lebih parah lagi, saksi bullying ada unsur menikmati atau terhibur dari
adanya bullying pada seseorang. Banyak contoh kasus yang terjadi dari saksi bullying ini seperti aksi yang beredar di media sosial, youtobe dimana siswi perempuan memukul siswi perempuan sekolahnya sementara temantemannya hanya asyik melihat dan menertawainya. Terjadinya bullying ini merupakan wujud dari efek “gunung es”. Hampir seluruh sistem pendidikan bangsa ini tak mengindahkan bahaya bullying di sekitar lingkungannya. Keluarga sebagai pilar utama pendidikan anak merupakan unsur awal terjadinya bullying. Karena itu diharapkan keluarga menjadi solusi utama untuk meminimalkan bullying dengan menanamkan dasar pendidikan agama yang memunculkan akhlak dan budi pekerti kuat serta kokoh. Selain keluarga, sekolah sebagai pelengkap terjadinya bullying, diharapkan dapat menguatkan pembentukan karakteristik anak dalam sikap dan ilmu. –Inten Indrawati
STRATEGI REFRAMING
“Kita sebagai orangtua dan guru dapat melatih anak supaya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan memberikan ruang aktivitas kemandirian dan aktivitas-aktivitas yang positif seperti, bermain olah raga, seni, organisasi dan kegiatan positif lain. Juga bisa membantu melatih anak dengan mengajari anak mereframe dirinya saat anak memiliki masalah,” tegas Bunda Agus yang juga pemilik Madania Center. Reframing adalah upaya untuk membingkai ulang sebuah kejadian, dengan mengubah sudut pandang tanpa mengubah kejadiannya itu sendiri. Reframing adalah pendekatan yang mengubah atau menyusun kembali persepsi atau cara pandang terhadap masalah atau tingkah laku. Tujuannya agar seseorang mampu mengendalikan pikiran negatif/buruk yang berulang-ulang muncul. Strategi reframing dapat digunakan setiap orang untuk menyediakan alternatif-alternatif dalam memandang suatu masalah tingkah laku. Dengan demikian strategi reframing dapat digunakan untuk diri sendiri terhadap emosi yang dimiliki seperti rasa rendah diri akibat tindakan kekerasan yang terjadi sehingga seseorang dapat mengontrol dan mengendalikan emosinya untuk dapat mencapai kesuksesan yang diinginkan. “Marilah kita semua membekali diri bagaimana upaya membentuk penguatan mental yang kokoh . Mulai sadari serta pahami mana yang termasuk bullying dan mana yang bukan termasuk bullying,” imbaunya. Instrospeksi bersama, mungkinkah cara mendidik yang kita pakai salah? Sudahkah kita memperlakukan anak-anak yang sudah diamanahkan Tuhan kepada kita dengan baik? Ataukah mungkin kebijakan pendidikan yang ada di negeri tercinta telah memberikan peluang untuk melakukan kesalahan pula? Tentu tidak, bukan? Karena itu, Bunda Agus mengajak kita semua bercermin, sebagai orangtua, guru, masyarakat bahkan pemerintah untuk meminimalkan bahkan menghindari tindakan bullying pada anak-anak yang kita didik dan asuh ini. Semoga kita semua dapat bersinergi untuk fokus pada solusi untuk mengindari dan meminimalkan kekerasan yang terjadi. –Inten Indrawati
Skala 4 : Saat ereksi, penis keras seluruhnya dan tegang sepenuhnya, seperti buah ketimun. Ereksi terasa optimal dan saat penetrasi akan terasa maksimal sehingga hubungan seksual terasa memuaskan. Kemudian, perlu sekali memperhatikan apa yang menjadi penyebab gangguan seksual, dalam hal ini gangguan ereksi, mulai dari problem ada tidaknya problem psikis seperti: adanya stres (permasalahan dengan istri, pekerjaan, orang lain, dll), atau justru penyebab fisik antara lain : 1) Kelelahan, yang bisa menyebabkan aliran darah terganggu, 2) Penyakit, misalnya kencing manis dan kolesterol tinggi, 3) Merokok, di mana nikotin yang terserap oleh darah akan dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, termasuk penyumbatan pembuluh darah dalam penis, 4) Mengonsumsi obatan-obatan tertentu juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, demikian pula kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah. Satu lagi yang bisa jadi ada hubungan dengan pertanyaan adalah faktor usia dan penuaan, yang erat kaitannya kemudian dengan penurunan level hormon seksual, dalam hal ini adalah
hormon testosteron. Kadar hormon testosteron menurun akan muncul keluhan yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang juga secara umum. Saat seseorang mengalami penurunan kadar testosteron, yang paling sering terjadi adalah meningkatnya lemak di perut sehingga terlihat perut membuncit, rambut yang mulai berkurang sehingga mengalami kebotakan. Yang kemudian sering dikeluhkan adalah fungsi seksual yang menurun sehingga sering muncul dorongan seksual yang menurun, tidak maksimalnya ereksi dan tidak merasakan orgasme yang baik lagi. Kemungkinan ini yang sudah terjadi. Jika sudah mulai mengalami gangguan ereksi yang tidak optimal, prinsip utamanya sebenarnya adalah semakin awal dikonsultasikan dan dicari penyebabnya maka akan menjadi semakin lebih cepat sembuh. Menentukan jenis penyebabnya adalah hal yang paling penting dilakukan, dengan berkonsultasi ke dokter yang paham kesehatan seksual. Prinsip terapi medis sebenarnya bisa dilakukan lewat tahapan pertama pemberian obat oral (diminum), jika gagal bisa dilanjutkan dengan tahap kedua lewat injeksi atau suntikan dan terakhir lewat operasi. Semua tergantung dari jenis gangguan seksualnya.
Style
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Tren Kebaya Bali 2016
“Lelakon Biyang Girah” adalah tema yang diusung Tjok Abi pada Pagelaran Bali Fashion Tendance (BFT) 2016 di TS Suites, Seminyak belum lama ini.
D
iiringi lagu dan koreografi khusus, ia berhasil menyuguhkan suasana dan kesan berbeda di panggung. Desainer asal Gianyar dikenal konsen dengan kebaya ini, melalui sederetan busananya ia menyunting keindahan filosofi Hindu dengan mengangkat sisi positif seseorang. Tak heran jika koleksi kebayanya yang padat dengan nuansa Bali ini sangat menarik perhatian.
Seluruh rancangan kebayanya kali ini berhasil dipadankan dengan kain songket, endek dan kain prada atau kamen prada khas Bali. Sementara untuk kebaya selain pilihan warna hitam, putih dan abu, Tjok Abi juga tak lupa dengan ciri khasnya, poleng. Beberapa kebaya juga digarapnya dalam gaya modern namun tidak umum. Dalam BFT ini Tjok Abi juga melengkapi persembahannya dengan menampilkan koleksi baju pen-
gantin dengan sentuhan Bali yang cantik. Bahan brokat dan warna serba putih dengan selendang yang menjuntai serta dilengkapi hiasan mahkota pada rambut yang panjang, sangat menarik. Selanjutnya menurut desainer papan atas Bali ini, koleksi kebaya yang ditampilkannya kali ini bakal menjadi tren di tahun depan. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
Dunia Pendidikan Krisis Figur Teladan
Kasus tewasnya pelajar SMK karena berkelahi dengan temannya belum lama ini, cukup mengusik ketenangan masyarakat khususnya para orangtua. Dunia pendidikan yang juga sebagai salah satu tempat yang seharusnya membrikan pendidikan budi pekerti, selain di keluarga dan masyarakat pun merasa turut bertanggungjawab.
Jika tidak pernah, anak akan menganggap dirinya benar. Ini salah satu pendidikan praktis yang tidak ada di sekolah. Inilah yang akan menjadi karakte. Proses pembiasaan positf dari rumah, itu penting.
KEJAR CERDAS AKADEMIK ABAIKAN CERDAS EMOSIONAL DAN SOSIAL Terkait penegakan disiplin, Suarta menegaskan orangtua/guru jangan takut mengatakan benar-salah. Sekolah jangan semata-mata mengejar kecerdasan akademis. Realitanya di lapanendidikan budi pekerti itu dimulai dari rumah. Keharmonisan antara oranggan, sekolah terkesan takut dan gengsi jika nilai akademis anak didiknya kecil. “Saya amati di tua dan anak serta dengan saudaranya sangat berpengaruh. Jika anak dari lapangan, prosentasenya sekitar 70% penekanannya pada mata pelajaran yang di-UN-kan, rumah sudah salah, disekolah-lah diluruskan,” ucap pengamat pendidikan dengan sedikit mengorbankan mata pelajaran yang tidak di-UN-kan. Dari sini sudah sudah ada Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. pilih kasih, dari sini sudah mulai melanggar aturan main, membiasakan anak mengejar itu dan Hal ini juga dikatakan Rektor IKIP PGRI Bali ini, tak terlepas dari peran media elektronik mengabaikan yang lain. Bisa dicek, mata pelajaran Agama ada berapa jam dalam seminggu? khususnya tontonan tentang kekerasan hingga begitu mudahnya orang membunuh orang. Sementara mata pelajaran yang di UN-kan seperti Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, “KPI harus selektif dengan siaran yang bersifat kekerasan,” tegasnya. berapa jam? Ini otomatis mengabaikan budi pekerti,” ujarnya. Di sekolah, pendidikan budi pekerti/karakter sangat mutlak diperlukan. Pemahaman Setelah dilakukan penelitian terkait hal tersebut, yang disayangkan adalah, kini Bali di mata terhadap pendidikan etika, moral, dan tata krama. Selama ini dalam pengamatan Suarta, nasional, indeks integritas kejujurannya kurang. Ini dikarenakan sekolah mengejar kelulusan sekolah hanya menekankan keberhasilan terhadap mata pelajaran yang di UN-kan dengan 100%, dan ada tim khususnya untuk itu. “Jika bertanya kepada kepala sekolah, pasti bilang “sedikit mengabaikan mata pelajaran yang tak di UN-kan”. Misalnya, ada kekurangan jam tidak. Namun, inilah yang terjadi sekarang, bahwa Bali bohong. Sekaranglah hasilnya tampak. Matematika. Agar lebih matap, jam mata pelajaran lain (yang tidak di UN-kan) dikorbankan. Nilai kecil tapi indeks integritas kejujurannya besar, masih lebih bagus ketimbang nilai besar “Ini menunjukkan, yang dikejar adalah kecerdasan akademis dengan mengabaikan cerdas tapi indeks integritas kejujurannya rendah,” kecamnya. emosional, dan cerdas sosial,” ujarnya tajam. Dari pengamatannya itu, ia menyimpulkan ada pergeseran kecenderunSuarta yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia pendidikan, menegaskan pengan memberikan ruang/waktu lebih banyak pada mata pelajaran didikan karaktter itu tidak bisa diabaikan. “Bagaimana kita berbicara disiplin jika justru kita yang di UN-kan dengan mengorbankan jam mata pelajaran lain. yang melanggar disiplin. Faktor aturan main yang ada di sekolah juga harus ditegakkan. Jika Ini menunjukkan kecenderungan yang dicari adalah kecerdasan salah tegakkan aturan kenakan sanksi. Sanksi harus dijalankan dengan memberi pengertian akademik. pada anak,” sentilnya. Secara teori, budi pekerti itu sebanarnya penyatuan Karena itu, pendidikan karakter sudah semestinya tak hanya menjadi tanggungjawab guru pikiran, ucapan, dan pelaksanaannya, yang di Bali istilah agama dan guru BK, semua harus terlibat. Pendidikan karakter secara terintegrasi. PenanaTri Kaya Parisudha. Teorinya gampang pelaksanaannya man dan pemahaman terhadap pendidikan etika/karakter itu tidak bisa dilakukan sambil susah. Jika di jalan anak-anak melanggar peraturan, polisi lalu, karena hal tersebut nantinya akan bermuara pada perkembangan anak berikutnya. harus berani menegakkan itu salah, tilang. Ini proses “Di kampus IKIP, bahkan saya sendiri yang memberikan pendidikan karakter, 0 SKS, tidak pembiasaan yang tidak baik, dari sedikit (kecil) yang masuk dalam kurikulum tapi saya terus berikan,” ucapnya. lama-lama akan menjadi terbiasa karena merasaitu Ia kembali menegaskan, dalam hal ini yang paling berperan penting adalah struktur bisa dibenarkan. keluarga di rumah, setelah itu baru sekolah, kemudian masyarakat. Orangtua diingatkanIa pun menyebut bahwa kita saat ini krisis nya jangan takut meluruskan anak-anak dengan alasan sayang. Kenapa anak sampai figur. Karena berbicara tentang pendidikan berani terhadap orangtuanya? Ini dikatakannya karena orangtua kurang memiliki karakter juga tak terlepas dari tauladan, wibawa, orangtua tidak berani mengatakan yang salah dan yang benar. “Anak-anak yang harus mampu memberi contoh. sekarang pemikirannya kritis. Ketika meluruskan yang salah ataupun membe“Jangan sampai guru/kasek melarang narkan yang benar, orangtua harus bisa bisa memberikan argumentasi kuat. anak didiknya merokok, tetapi ia Ketika anak melawan, sementara orangtua tak bisa memberikan argumen, justru merokok. Tentu guru akan anak akan merasa benar. Itu yang banyak terjadi sekarang,” tuturnya. diprotes muridnya. Jangan-jangan Karena itu, orangtua harus berani menegakkan disiplin untuk mendapjustru guru malah mengatakan atkan wibawa. Ajarkan tattwam asi, jangan saling menyalahkan. Kembalikan jangan merokok di depan Bapak. pada figur di rumah. Karena itu, orangtua perlu introspeksi diri, kenapa anak Jika seperti itu, ini namanya sudah bisa berbuat X, apakah kita (orangtua) pernah melarang untuk tidak berbuat mengajarkan berbohong, dan X. Sekalipun anak salah (berbuat X), apa pernah kita untuk meluruskan. tindakan tersebut sangat disayangDr. I Made Suarta, S.H. M.Hum. kan,” tandasnya.
“P
–Inten Indrawati
Chiba, Jepang
Provinsi Penghasil Padi Terbesar Chiba adalah salah satu provinsi bisnis dan industri penting di Jepang. Sejumlah pabrik besar ada di wilayah ini. Salah satunya, yakni sebuah pabrik besi terbesar, Nippon Steel. Jumlah penduduknya mencapai enam juta jiwa. Chiba tumbuh sebagai provinsi penghasil padi terbesar. Hasil perta-
nian setempat banyak dikirim lewat sungai dan kanal dari sebuah kota perdagangan kuno, Sawara. Dari tahun ke tahun Chiba terus berkembang. Perkembangan di kota itu sangat pesat. Bahkan, beberapa waktu silam, Kota Makuhari ditunjuk sebagai tempat pameran otomotif terbesar di Jepang
Salah satu kuil yang ada di Chiba. Kuil ini banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke kota ini.
Suasana kota Chiba dilihat dari lantai 19 Kantor Gubernur Chiba.
dengan pengunjung mencapai empat juta orang. Staf kantor Gubernur Chiba, Kamagata didampingi Yosi mengatakan wilayahnya memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bukan saja objek wisata buatan, seperti Tokyo Disney Resort, namun juga banyak wisata alam, serta budaya yang tersebar di beberapa lokasi. Pemandangan pantai yang indah serta gunung yang menawan juga dimiliki provinsi ini. Karena itu, tidak salah bila wisatawan yang berkunjung ke Jepang tidak sempat mampir ke Chiba, akan rugi besar. “Kami sangat terbuka dengan kehadiran wisatawan berkunjung ke Chiba,” ujar Kamagata, saat menerima kunjungan peserta Bali-Kanaya International Art Week, awal Oktober 2015 lalu.
Chiba juga merupakan provinsi dengan penghasil padi terbesar di Jepang. Posisi provinsi ini terletak di daerah Tokyo-Yokohama, Pulau Honshu Jepang. Ibu kota dari perfektur ini adalah Chiba. Pendapatan perfektur ini menduduki peringkat kelima di Jepang. Bahkan, pemerintah Jepang menetapkan Kota Chiba sebagai salah satu kota terbesar di Jepang. Selain itu, Chiba adalah salah satu pusat bisnis dan industri penting di Jepang. Chiba mempunyai dua fasilitas terkenal yaitu Tokyo Disney Resort dan Bandara Internasional Narita. Banyak terdapat objek wisata terkenal selain Tokyo Disney Resort, yaitu Kamogawa Aquarium, Resor Taman Bunga, Nokogiri-Yama dan lainnya. Provinsi ini juga memiliki pantai yang
cukup panjang dan menarik bagi pada penggemar wisata air. Bukan hanya itu, provinsi ini juga memiliki beberapa peninggalan bersejarah seperti benteng, kuil, sangat cocok jika ingin menikmati keindahan tempat ini dengan berjalan-jalan. Melihat potensi yang cukup besar itu, tidak salah bila pemerintah setempat membuka pintu selebarlebarnya untuk para wisatawan.”Jika berkesempatan berwisata ke Jepang, jangan lupa mampir ke Provinsi Chiba. Pemadangan di Chiba tak kalah dengan provinsi lain di Negara Matahari Terbit ini,” ujar Kamagata. Provinsi ini juga dilengkapi dengan Bandar Udara Narita--sebuah bandara internasional tersibuk dengan jumlah pengunjung 30 juta orang per tahun. Jasa transportasi yang melayani jalur Chiba cukup banyak. Letak Provinsi Chiba juga dinilai strategis karena berdekatan dengan Kota Tokyo. Di Chiba, terdapat juga kuil bersejarah Naritasan Shinshoji. Kuil itu menjadi situs religius yang berdiri sejak ribuan tahun silam. Jutaan umat sering datang ke sana untuk berdoa. Lokasi kuil yang cukup dekat dengan Bandara Narita juga memudahkan pelancong membeli aneka ragam suvenir. Bagi penggemar suaka alam, Taman Nasional YatsuHigata bisa menjadi hiburan pilihan. Para pelancong bisa melihat berbagai burung-burung liar termasuk jenis burung berkaki panjang (sandpiper) dan burung laut berekor pendek (plovers). -Asmara Putera
Dara
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
9
Don Biu
Beri Pilihan Baru untuk Penikmat Musik
Musik merupakan bahasa universal yang bisa menyatukan banyak orang. Aliran musik pun bermacam-macam. Ada yang instrumen saja, ada yang berisi syair lagu. Makin banyak pilihan makin luas cakrawala musik yang dinikmati. Kini hadirnya Don Biu ingin memberi pilihan baru bagi penikmat musik khususnya kolaborasi musik tradisional Bali dan musik modern.
D
on Biu yang terdiri dari Made Swaindra (bass), Lukita (gitar), Jigo (suling), Eka Sudarma (gamelan), Deni (gamelan), dan Yudi Cahyana (kajon) baru saja meluncurkan album perdana bertajuk “Bali Island”. Album instrumentalia ini terdiri dari 7 judul, “Mejangeran”, “Childhood Memories”, “Good Morning”, “Little Made”, “Night & Ubud”, “Fisherman”, dan “Bali Island”. “Kami memilih judul yang berbahasa Inggris karena audiens kami kebanyakan wisatawan asing. Mereka jugalah yang membuat kami termotivasi untuk membuat album, karena sering menanyakan, apakah sudah punya album,” ungkap Made sembari menambahkan Don Biu tampil regular di Ubud tiap Senin malam. Materi album “Bali Island” ini sudah mereka kumpulkan sejak lama. Temanya tentang kehidupan di Bali yang sudah dikenal dunia. Proses penyelesaian album memerlukan waktu tiga bulan. Itu sudah termasuk satu video klip. “Pengerjaan album ini juga dibantu teman-teman,” imbuh Luki. Deni menambahkan hadirnya album instrumentalia ini memberi pilihan atau diferensiasi baru bagi penikmat musik. Musik Bali itu tidak monoton. Musik tradisional Bali bisa dikombinasikan dengan musik modern. “Don Biu lebih menonjolkan komposisi musik. Namun, kami juga bisa menggandeng vokalis untuk pentas. Sajian kami ini fleksibel,” ujar Jigo. Ia pun menuturkan selama ini selain tampil regular, mereka juga tampil di acara-acara pesta pernikahan. SAMPINGAN YANG SERIUS Don Biu lahir resmi 18 Oktober 2014. Mereka menandai ulang tahun pertamanya dengan peluncuran album. Tahun berikutnya, berharap bisa merilis album lagi karena materi sudah ada. Semua personil memiliki kesempatan untuk mengusulkan ide yang kemudian digodok bersama. Nama Don Biu (daun pisang) ini juga menjadi pilihan karena filosofi daun pisang yang bisa digunakan untuk berbagai hal. “Kami pilih nama yang berbau Bali dan
sesuatu yang berguna. Akhirnya kami sepakat nama Don Biu,” ungkap Eka. Cikal bakal Don Biu berdiri dimulai dari persahabatan Made, Luki, Eka, Deni, dan Yudi yang
sama-sama kuliah di Yogyakarta. Mereka sering berkumpul di kontrakan Made atau di Pura Banguntapan, Bantul. Hobi bermusik membuat mereka tetap kompak hingga semua lulus dari Kota Pelajar dan bekerja di Bali. Made dan Luki sebagai guru musik, Deni bekerja di percetakan, dan Eka sebagai perawat. Di Bali mereka berteman dengan Jigo yang selain musisi juga mengelola studio Palawara bersama kakaknya. Akhirnya semua sepakat untuk membentuk Don Biu.
Para personil Don Biu
“Semua sudah punya pekerjaan tetap. Bermusik ini sebagai sampingan tetapi serius. Semua karena
Don Biu saat manggung
hobi dan keluarga mendukung, sehingga kami bisa sampai sejauh ini,” imbuh Deni. –Ngurah Budi
8
Bunda & Ananda
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Makin Banyak Pengalaman Makin Banyak Pengetahuan
Ketika anak kecil terlibat “konflik” dengan temannya, orangtua jangan langsung memvonis si anak bersalah atau tidak. Perhatikan mengapa anak bisa terlibat perseteruan dengan temannya, lalu bagaimana dia membuat pilihan. Orangtua yang bijaksana pasti membekali anaknya dengan pendidikan karakter untuk saling menghormati dan saling menyayangi.
U
ang saku yang dibawa May ke sekolah selalu habis. Orangtuanya mengira uang tersebut dipakai untuk membeli makanan. Namun, karena sudah tidak tahan lagi, May akhirnya cerita kalau uang jajannya itu sering dipakai untuk menraktir temannya. Itu pun dengan cara paksaan. “Anak saya tidak mau terlibat konfrontasi dengan temannya. Ia memilih untuk memberikan uangnya dipakai belanja oleh temannya. Tetapi, sang kakak mengingatkan, uang jajan kalau sisa sebaiknya ditabung. Kalau dipaksa belanja, harus bisa menolak,” ungkap Bu Tini, ibu May. Apa yang disarankan sang kakak
dan ibu diterapkan May. Ia pun berani menolak ketika temannya memaksa agar dibelikan sesuatu di sekolah. “Dari kecil saya melatih mental May agar kuat. Kalau tidak harus bisa bilang tidak,” tegas Bu Tini. Dalam ilmu psikologi ada yang dikenal dengan adversity question. “Adversity question adalah kecerdasan mental dalam menghadapi konflik. Siapapun bisa mengalami konflik, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimana cara mengatasi konflik inilah yang harus dipelajari sejak kecil,” ujar Sad Yuli Prihartati, S.Psi., Psikolog. Ia menggunakan contoh anak kecil yang rebutan mainan. Ada anak yang menangis kalau tidak
Bali Tuan Rumah ICFP 2015
Persiapan administratif Bali sebagai tuan rumah pelaksanaan Internasional Conference on Family Planing (ICFP) 2015 yang akan dihelat di Nusa Dua, 9 - 12 November mendatang telah mencapai 90 persen. Kepastian ini disampaikan oleh Sekretaris Utama BKKBN RI, Ir. Ambar Rahayu, MNS seusai melakukan rapat final persiapan ICFP dengan instansi terkait di ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (19/10). Ambar Rahayu yang didampingi Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Bali, Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes. ini menjelaskan, kesiapan dari keamanan baik provinsi maupun tim pusat juga harus bersatu supaya kegiatan ICFP ini bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada gangguan apapun. Ambar Rahayu menyampaikan National Sharing Committee ini selalu berkomunikasi dengan International Sharing Committee, tentang semua perkembangan-perkembangan yang menyangkut hal-hal yang krusial, termasuk kedatangan tamu VVIP, kepastian narasumber dan juga tidak kalah pentingnya adalah mendapatkan izin visa bagi 109 negara. ICFP ini tidak saja menggaungkan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di dunia internasional, tapi juga di nasional, Provinsi Bali dan seluruh kabupaten/kota yang ada Bali. -Ngurah Budi
Hackathon Merdeka 2.0
Code4Nation bersama Telkom mengadakan lomba pembuatan aplikasi TI Nasional-Hackathon Merdeka 2.0. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi guna memecahkan persoalan bangsa. Ini adalah kesempatan masyarakat untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan dan ikut menyelesaikan persoalan bangsa. Metode pengumpulan data yang berbeda melalui crowdsourcing (pengumpulan data berbasis massa) diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat, efektif, dan efisien. GM Witel Bali Selatan Gusti Bagus Ranuh mengatakan tema hackathon kali ini adalah masalah kependudukan yang dapat mengambil sasaran masalah seperti KTP, BPJS, Akte Kelahiran, warga miskin, anak putus sekolah, anak berprestasi, dll. Dengan data yang akurat dan terkini, pemerintah diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat sasaran. -Ngurah Budi
Sad Yuli
mendapat mainan, ada yang santai saja, bahkan ada yang marah ketika mainannya dipinjam. Berbagai karakter ini harus dikenal sejak kecil. Bahkan cara minta maaf kalau melakukan kesalahan pun perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini. Sikap saling menghormati dan saling menyayangi sesama teman. “Pengalaman saya dulu, di jenjang TK A, kalau anak rebutan mainan, guru akan menengahi. Anak-anak diminta saling memaafkan. Naik ke jenjang TK B, guru tidak mau turut campur lagi ketika anak rebutan. Guru hanya memperhatikan dan berpesan masalah harus diselesaikan sendiri. Seiring perjalanan waktu dan pertumbuhan usia, anak akan memiliki banyak pemahaman sehingga menempa
dia untuk menyelesaikan sendiri permasalahan,” ujar Ketua Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) wilayah Bali yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Yuli juga mengingatkan orangtua untuk menjadi contoh yang baik bagi anak. Anak akan meniru orangtua sebagai role model. Karenanya penting bagi orangtua untuk memperhatikan tingkah laku di depan anak. Sama halnya ketika ada permasalahan, orangtua harus bisa memberikan solusi. Seringkali orangtua mencari jalan pintas. Misalnya, ketika anak jatuh terantuk meja. Jangan langsung menjadikan meja sebagai “kambing hitam”. Hal ini akan menimbulkan perasaan dendam. Ajarkanlah anak untuk berhati-
hati agar tidak terantuk lagi. Untuk mencapai kecerdasan adversity, alumnus Jurusan Psikologi Unika Soegijapranata Semarang ini mengatakan perlu ada stimulus dari lingkungan keluarga. Jadikan kecerdasan mental ini sebagai kebiasaan agar bisa mengendalikan diri. Pemberian pendidikan ini mulai dilakukan di usia emas pertumbuhan anak. Orangtua juga jangan terlalu sering mengatakan anaknya masih kecil. “Pemahaman anak-anak bisa seperti orang dewasa kalau dari kecil sudah dibiasakan. Hanya, anak-anak itu fisiknya kecil, orang dewasa fisiknya besar,” tegas ibu satu putri ini. Psikolog yang tengah menempuh pendidikan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di Program Pascasarjana Universitas Udayana ini mengibaratkan anak kecil sebagai kertas putih yang bersih. Kertas itu perlu diberi berbagai macam warna agar menjadi indah. “Warna” itu berupa tangisan, tawa, kegembiraan, kesedihan, dll. Makin banyak pengalaman, makin banyak pengetahuan anak dalam kecerdasan mental ini. Pengelolaan emosi juga sangat penting bagi proses kehidupan. –Ngurah Budi
Griya
Art Glass Unik M
enurut Komang Ada, salah seorang karyawan yang sudah 5 tahun bekerja di sini, ada dua jenis produk kaca yang proses pengerjaannya berbeda. Yakni, art glass dari kaca lembaran (kilen) dan kaca pecahan (beling). Kaca-kaca lembaran ini diolah menjadi produk air mancur, ventilasi, dan pintu yang unik, yang tentunya dengan motif-motif menarik. Untuk mendapatkan lembaran kaca bermotif ini, prosesnya cukup rumit. Diawali dengan membuat mal dari campuran serbuk paras dan semen, kemudian mal tersebut dikeringkan dengan gas selama 8 jam. “Ini tujuannya agar kaca tak pecah. Jika mal tidak kering, ketika dicetak di tungku pemanas, kaca berisiko pecah dan hasilnya kemungkinan dop,” jelasnya. Peminat art glass ini lebih banyak orang berkewar-
ganegaraan Australia, hanya 5% orang lokal. Sementara untuk art glass dari kaca pecahan, prosesnya diawali dengan memanaskan pecahanpecahan kaca ini hingga mencair, baru kemudian dibentuk secara manual dengan cara ditiup. Karena itu, hasil satu produk dengan produk lainnya tidak bisa sama. Produk yang dihasilkan seperti bola lampu, vas, gelas wine, mangkok, dan produk pajangan lainnya. Ada juga art glass yang dikombinasikan dengan kayu, yang umumnya difungsikan untuk aquarium nini, vas/pot bunga, atau tempat kacang. Bentuknya sangat unik, karena bentuk alas kaca ini mengikuti karakter kayu yang menyangganya. Produk yang ia sebut kayu-glass ini, paling banyak dicari konsumen yang didominasi ekspatriat. Art glass ini dikatakan Komang
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Di sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai Tohpati Sanur, Denpasar Bali, banyak berderet showroom yang memajang produk-produk kerajinan dengan beragam bentuk, yang didominasi dengan bahan kayu, batu, serta gerabah. Ada satu showroom yang agak berbeda, yakni Sari Ananta yang menawarkan kerajinan art glass. Produk yang ditawarkan berupa lampu gantung, gelas wine, mangkok, pot, hingga air mancur. Ada, memakai sisa-sisa potongan kaca yang banyak dipasok dari toko-toko kaca di Bali. Bahkan, limbah dari kaca-kaca ini pun ditegaskannya bisa diproses lagi menjadi semacam batu yang dibentuk beragam, seperti Ganesha, dll. Karena batu ini warnanya kehijauan seperti giok, konsumennya kerap menyebutnya batu giok. –Inten Indrawati
Komang Ada Anak-anak
Mendongeng Lima Menit DUa pemuda kota
Made Taro
Dua laki-laki bersaudara hidup susah di kota. Orangtuanya meninggal ketika mereka masih kecil. Setelah dewasa dua saudara itu mengambil pekerjaan apa saja. Membantu tukang bangunan, menjadi pengangkut beban di pasar atau
menjadi pelayan toko. Pada suatu hari seorang tua bertongkat, berpakaian kumal, berambut dan berjanggut putih menghampiri rumahnya yang reot. Mendengar penderitaan anak yatim-piatu itu, orang tua itu sangat iba. “Kalau kau mau bekerja di desa, akan kuantar ke sana,” kata orang tua itu. Kedua saudara itu menuruti petunjuk orang tua itu. Mereka berjalan jauh ke desa-desa terpencil. Di sebuah desa mereka bertemu dengan seorang gadis cantik yang sedang menyiram kebun sayur. “Kamu mau membantu anak gadis itu? Ia tinggal sendirian, mengurus kebun sayurnya sendirian,” kata orang tua itu kepada si Sulung. Saudara tua itu pun mengangguk. “Kalau kamu berhasil, jangan lupa berbuat bijak,” demikian pesan orang tua itu, lalu melanjutkan perjalanan. Di desa lain, mereka bertemu dengan seorang laki penggembala kambing. “Kamu mau membantu penggembala itu mengurus ternaknya? Ia tinggal sendirian dan mengurus ternaknya sendirian,”
kata orang tua itu kepada si Bungsu. Si Bungsu pun mengangguk. “Kalau kamu berhasil, jangan lupa berbuat bijak,” demikian pesan orang tua itu, lalu melanjutkan perjalanan. Sepuluh tahun telah berlalu. Orang tua bertongkat, berpakaian kumal, berambut dan berjanggut putih itu mengunjungi kedua anak kesayangannya itu. Orang tua itu terkejut melihat si Sulung tinggal di rumah mewah bersama istri yang cantik dan anak-anaknya. “Minta sesuap nasi, Tuan. Hamba belum makan sejak pagi,” kata orang tua bertongkat itu menadahkan tangan sambil membungkuk. “Apa katamu? Aku bersusah-payah membanting tulang untuk sesuap nasi, lalu kamu enak-enak minta makan!?” bentak si Sulung. Orang tua berpakaian kumal itu diusirnya. Di depan rumah si Bungsu, orang tua itu menahan perutnya yang lapar. “Kakek pasti lapar, ya! Makanlah di rumahku.” Si Bungsu mempersilakan orang tua itu masuk ke rumahnya yang sederhana. Setelah makan, orang tua itu tergesa-gesa minta diri. Namun, si Bungsu menahannya untuk tinggal selamanya di rumah itu. Lama kelamaan, si Bungsu tahu bahwa orang tua itu adalah ayah asuh yang pernah menolongnya. Lama-kelamaan terdengar berita, bahwa si Sulung jatuh miskin. Ia menjadi kaya karena hasil rampokan. Setelah masuk penjara, rumahnya terbakar dan keluarganya tak terurus. “Jangan lupa berbuat bijak, Anakku! Apa yang kau miliki adalah anugerah Tuhan,” kata orang tua itu kepada si Bungsu.
17
Beragam art glass karya Sari Ananta
18
Edisi 872/ 26 Oktober - 1 november 2015
Life
Kreasi
Pencarian Kedamaian Jiwa “Seandainya aku tahu di mana kau berada Aku akan berlari mencarimu Tapi sayang, aku terlahir buta Tak bisa mendaki ke puncak tertinggi Lebih parah lagi, sebagai orang bisu dan tuli Aku tak bisa memanggil atau mendengar suaraMu, Tuhan”
D
emikian terjemahan lagu dari drama musikal “Loving the Silent Tears”, yang diputar Minggu, (25/10) di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar. Bali merupakan tempat pemutaran film kedua setelah Jakarta. Drama musikal ini dipersembahkan Asosiasi International Supreme Master Ching Hai bekerja sama dengan Supreme Master Television yang berkantor di California, AS. Bait-bait dalam film musikal ini, diangkat dari puisi karya Maha Guru Ching Hai. Puisi karya tokoh spiritual itu diadaptasi menjadi libretto dan lagu. Musik digarap melibatkan berbagai genre seperti pop, rock, jazz, klasik, dan reggae. Koreografi digarap dengan kaidah-kaidah tontonan panggung musikal yang penuh gebyar dan cerah. Ada berbagai elemen tari mulai dari gaya kabaret, tari rakyat Rusia, hingga lebih kurang 16 kultur global. “Loving the Silent Tears” disutradarai Vincet Paterson, peraih nominasi Tony Award yang juga sutradara tur dunia Michael Jackson “Bad”, dan tur dunia Maddona “Blond Ambition”. Koreografernya adalah peraih “Emmy” Bonnie Story. Pertunjukkan musikal ini merupakan kerja sama yang begitu indah dan mengesankan dari para artis ternama, penggubah lagu terkenal, dan seniman hebat dengan 15 Grammy Awards, 4 Academy Awards, 3 Tony Awards, dan 6 Emmy Awards. Drama musikal ini menampilkan, ikon musik Jon Secada, Jody Watley, Debbie Gravitte, Liz Callaway, komposer Al Kasha, Jorge Calandrelli, Doug Katsaros, Henry Krieger, Nan Schwartz. Hasilnya, Loving the Silent Tears bisa dinikmati sebagai musikal segar dan menghibur lewat musik dan tari tanpa kehilangan spritualitasnya. “Loving the Silent Tears” digubah dengan struktur naratif yang diolah dari puisi. Narasi menyatu dengan komposisi sebagai satu kesatuan ucap. Narasi tidak menjadi pengantar, seperti yang sering dijumpai pada musikal lain. Semua elemen dalam musikal tersebut, termasuk koreografi digunakan untuk bercerita tentang kebahagiaan lahir batin yang bisa diraih setiap orang. Kebahagian yang dibangun dengan cinta, hati damai, kebaikan, dan saling memaafkan. Tokoh utama cuma tiga; kondektur, dan dua penumpang kereta api, tetapi mereka mewakili tipe–tipe manusia. Setting hanya sebuah gerbong kereta,
dalam perjalanan semalam, tetapi kereta menjelajah melintas ke segala penjuru dunia, dan bertemu dengan orang di berbagai sudut bumi. Ini sebuah perjalanan spiri-
tual mencari pencerahan. Seiring perjalanan mereka saling belajar, yakni manusia memerlukan asuransi spiritual bukan asuransi properti. Di tengah tontonan musikal yang meriah gemerlap, penonton diajak merenung tentang kesejatian hidup. Tentang upaya mencari kedamaian jiwa dan makna cinta. Seluruh perjalanan hidup, perenungan, dan pencerahan itu menjelma dalam
Story
Edisi 872/ 26 Oktober - 1 november 2015
7
Mengenang H.M. Djalaluddin, S.H.,M.M.
Ibadah dalam Kedisiplinan dan Konsistensi Para panitia pemuteran drama musikal Loving the Silent Tears, Pater Ananta, Nyoman Merta, Nyoman Suarsana, dan Agung Ari Putri
lagu dan terintegrasi dengan narasi secara mulus dan rapi. Tidak terasa ada sandungan yang memberi kesan lagu itu hanya
ilustrasi. Penonton “Loving the Silent Tears” diajak menikmati perjalanan spiritual lewat musik, lagu, dan tari.-Wirati Astiti
Ribuan pelayat mengantar jenazah H.M. Djalaluddin, S.H.,M.M. ke peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga, Apitaik Lombok Timur, 20 Oktober 2015. Ramainya pelayat dan pengantar jenazah, tampaknya bukan semata-mata karena ia adalah ayah dari Gubernur NTB, melainkan karena kecintaan banyak orang pada sosoknya.
S
uasana sedih dan haru menyelimuti keluarga besar tokoh birokrasi NTB ini kala melepas kepergiannya. Salah seorang putranya, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat, bahkan terlihat ikut memanggul keranda yang membawa jenazah ayahandanya itu menuju pemakaman. Djalaluddin meninggalkan kenangan yang tidak terlupakan. Sosoknya yang disiplin dan konsisten telah membawa kelima anaknya menjadi anak-anak yang sukses. Tidak hanya bagi keluarga, kisah kedisiplinan Djalaluddin menjadi kenangan yang tidak pernah bisa dilupakan oleh orang-orang yang pernah mengenalnya, terutama bagi kelima anaknya. Bahkan kata “disiplin” menjadi kosakata wajib saat bicara tetang Pak Djalal. Tidak ada kata fleksibel dalam menjalankan aturan agama melainkan harus dengan disiplin yang ketat dan
mutlak. Karena baginya dalam beribadah tidak mengenal tawar menawar. Almarhum adalah sosok inspiratif yang dimiliki Nusa Tenggara Barat. Anak desa Apitaik, Lombok Timur yang sejak kecil tertarik dengan pendidikan ini telah mewariskan ilmu kepada anak-anaknya yang kemudian menjadi para pemimpin di daerah ini. Ia membuktikan bahwa dengan kesederhanaan hidup, konsistensi akan pendidikan agama dan kedisiplinan yang sangat ketat, mampu mengantar putra-putrinya pada kehidupan yang sukses. Selain disiplin dan konsisten, hal menonjol lain darinya adalah kesederhanaan. Ia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk sederhana sesuai porsinya. “Beliau mengajarkan kami untuk mengambil dari dunia ini secukupnya, tak kalap dan berlebihan,” ungkap Zainul Majdi, tentang ayahnya itu. Konsistensinya pada kedisiplinan,
sulit dicari bandingannya, terutama dalam hal ibadah. Tiap kali waktu salat tiba, ia akan kehilangan konsentrasi duniawi, jika tidak segera melaksanakan ibadah salat wajibnya sesegera mungkin. Disiplin itu tidak pernah luntur dimakan usia. Inilah yang terlihat pada menit-menit terakhir menjelang ia berpulang. DISIPLIN KUNCI SUKSES Sore itu, 19 Oktober 2015, sekitar lima menit sebelum Adzan Magrib berkumandang, Djalaluddin menanti adzan dan telah siap melaksanakan Salat Magrib. “Tiba-tiba Bapak lemas dan melorot dari kursi tempatnya duduk. Beberapa saat kemudian Bapak sudah meninggal. Kejadian sekitar pukul 18.05 wita,” ungkap Wahyuni Sofiatun, istri yang mendampinginya beribadah di masa tuanya itu. Kepergiannya yang demikian mudah di depan waktu ibadah untuk menghadap Sang Khalik, menjadi cermin Djalaluddin semasa hidupnya. Ibadah dalam kedisiplinan dan konsistensi itulah yang dilakukannya semasa hidup. 30 menit sebelum waktu salat tiba, ia akan sangat gelisah jika masih ada tamu. Bagi orang yang sudah sangat mengenalnya, kegelisahan itu adalah tanda bahwa ia akan mengakhiri seluruh
Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi memanggul keranda jenazah Almarhum H.M. Djalaluddin, S.H., M.M. bersama warga masyarakat NTB dari Masjid Baiturrahman
Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi memberikan sambutan pada acara Sholat Jenazah H.M. Djalaluddin, S.H., M.M. di Masjid At-Taqwa, Selasa, 20 Oktober 2015
aktivitas duniawinya, guna bersiap-siap melaksanakan salat. Disiplin itu rupanya tidak hanya dalam hal ibadah melainkan juga dalam semua aspek kehidupannya yang lain. Yang juga tidak pernah berubah dari dirinya adalah waktu makan. Pagi ia akan sarapan pukul 07.00, siang pukul 12.00 dan malam habis Isya. “Jika belum waktunya makan, biar pun menghadiri acara resepsi pernikahan atau acara lainnya, sepenting apa pun kegiatan itu, ia tidak akan pernah makan,” kata Wahyuni. Dalam hal ini, tidak seorang pun bisa memaksanya. Tampaknya tidak banyak orang yang mampu melakukan semua hal dengan kedisiplinan yang tinggi dan detil dengan konsistensi yang sangat baik seperti halnya Djalaluddin. Baginya, kedisiplinan itu bisa menjadi kunci kesuksesan. Karena kedisiplinan itulah, ia kemudian melahirkan anak-anak yang menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya. Tiga dari lima anaknya lahir sebagai pemimpin di Nusa Tenggara Barat. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pernah menjadi Ketua DPRD Lombok Timur (2009-2013), H. M. Syamsul Luthfi, pernah menjadi Wakil Bupati Lombok Timur (2008-2013) dan Dr. TGH. M. Zainul Majdi, kini tengah mengemban tugas sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (sejak 2008). Selain ketiganya, dua anak lain yakni M. Jamaluddin memilih sebagai seorang profesional dan Sitti Suraija lebih banyak mengbadikan dirinya sebagai ibu rumah tangga terdidik. Kiprah Djalaluddin dalam birokrasi dan dunia pendidikan serta organisasi di NTB, juga menjadi bagian dari pembangunan di daerah ini. Berikut riwayat hidup H.M. Djalaluddin (almarhum). Riwayat pendidikan: Volkschool di Apitaik (1934-1937), Vervolgschool di Pringgabaya (1938-1940), CVO di Praya (1942-1944), SN di Mataram (19441945), SMP di Yogyakarta (1956), S.M. Afc di Yogyakarta (1954-1957), Prop. Bac. Pdn di UGM Yogyakarta (1957-1958), B.A. di UGM Yogyakarta (1958-1960), Sarjana Hukum di UGM
Yogyakarta (1963), MM di Universitas Labora, Jakarta (2000). Riwayat pekerjaannya Guru Bantu SRS di Pringgabaya (1945-1947), Guru Bantu SR 6 Tahun di Pringgabaya (1949), Kepala SR 6 Tahun di Wanasaba (1950), Kepala SR 6 Tahun di Pringgabaya (1952), diangkat sebagai Pegawai Bulanan di Kantor Gubernur Prop. NTB (1950), diangkat sebagai Pegawai Sementara di Kantor Gubernur Prop. NTB, (1960), Sekretaris Kantor Sensus Penduduk NTB, (1960), Karo Keuangan Kantor Gubernur NTB, (1964), Anggota BPS BPD NTB (1964), Administratur II Kantor Gubernur NTB, (1966), Presiden Direktur BPD NTB, (1967), Inspektur pada Kantor Gubernur NTB, (1971), Anggota MPR-RI (1971-1977), merintis pendirian Akademi Padegogik NW, (1971-1972), Ketua PUPN (Panitia Urusan Piutang Negara), 1972-1978, Kepala Inspektorat Kantor Gubernur NTB, (1973), Ketua Dewan Pengawas Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) NTB, 1976-2006, Direktur APDN Mataram (1981), Ketua BKPMD Prop. NTB (1984), Rektor Universitas 45 Mataram (1994-1998), Rektor Universitas Nusa Tenggara Barat (2001-2006 dan 2008-2010). Pengalaman organisasinya pengurus BKR Ranting Pringgabaya (1945), Pengurus SGJL Ranting Pringgabaya (1946), Anggota Kopindo di Mekkah (1948), Anggota Pargindo Ranting Pringgabaya (1949), Anggota Taman Pembatjaan “Penghibur”, di Pohgading (1949), Ketua PPJM Ranting Apitaik (1950), Pengurus GPRJ Ranting Pringgabaya (1950) 8. Ketua PPJM Ranting Wanasaba (1950), Kepala Penerangan PR Sub Sektor Wanasaba (1951), Ketua GPJJ Ranting Wanasaba (1951), Ketua PCRI Ranting Pringgabaya (1952), Pengurus PPIM Anak Cabang Pringgabaya (1952), Ketua Organisasi NW Ranting Apitaik (1953), Ketua DPA PPII SMA/C JJ V Jogjakarta (1955) ,Pengurus IPL Yogyakarta (1957), Anggota Piagam Fadjar Jogjakarta (1957), Wakil Ketua Panitia Aksi Peladjar SMA Jogjakarta (1956), Ketua PB NW 1966-1978. -Naniek I. Taufan
6
Mozaik
Woman on Top
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015
Ariyani
Edisi 872/ 26 oktober - 1 november 2015 Seorang pekerja menyelesaikan pewarnaan batik
Target Hidup Sehat Bonus Badan Seksi Bagi wanita yang su dah memiliki anak, fokus perhatian pasti tertuju pada buah hati. Namun, saat waktu senggang bisa dimanf aatkan untuk kegiat an positif, salah satunya olahraga. Hal inilah yang dilakukan Ariyani, wanita kelahiran Jakarta, 9 Januari 1981 yang sudah belasan tahun tinggal di Bali.
S
ejak menikah dengan Frank Sheeran dan memi liki seorang putra, Logan Sheeran (8), aktivitas Ari yani lebih banyak mengurus rumah tangga. Ia mengantar putranya sekolah lalu mengurus rumah. Saat waktu seng gang, ia sering melihat model-model Victoria Secret yang seksi-seksi padahal usianya sudah tidak muda. Model ini ada yang sudah punya anak. Ariyani pun termotivasi agar bisa memiliki tubuh seperti model. Ia me ngawali dengan pole dance. Instruktur pun didatangkan ke rumahnya. Ia giat berlatih hingga mendapat manfaat dari olahraga yang menggunakan alat bantu berupa tiang besi itu. “Setelah tahu pole dance, saya ingin mencari tantangan baru. Pilihannya
Ariyani meraih juara 2 Women Figure
fitness. Saya daftar di Rai Fitness. Saya menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga teratur , makan teratur dengan nutrisi seimbang, dan istirahat cukup,” ujar wanita yang memiliki tinggi 165 cm dan berat 48 kg ini. Ariyani menuturkan ia mulai fitness setelah mengantarkan putra sekolah di Australian School. Pulang latihan ia langsung menjemput putranya. “Me ngurus anak prioritas saya karena suami
tugas di Australia. Anak saya juga hobi olahraga, sekarang dia menekuni tinju. Kadang dia saya ajak ke tempat fitness. Bahkan suami kalau ada di Bali, kami sering fitness bersama,” ungkap wanita yang dulu hobi naik motor ini. Ia juga mengatakan targetnya ada lah menerapkan pola hidup sehat. Hasil berupa badan seksi dan proporsional merupakan bonus. Ketika diadakan kompetisi Women Figure dalam rangkai HUT ke-2 Rai Fitness, Ari yani berhasil menjadi juara 2. Ia tak menyangka dirinya meraih prestasi berkat lati han tekun selama 4 bulan. Ini membuatnya makin giat menekuni fitness. Tahun 2016 nanti ia ingin menjajal kemampuannya di kelas open internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah berat badan menjadi 50 kg agar lebih proporsional. Mengenai kiat suk sesnya, Ariyani mengaku belajar dari pengalaman. Dulu ia bebas mau makan apa saja sesuka hatinya. Tetapi, setelah mendapat pemahaman mengenai pola hidup sehat, ia mulai di siplin. Urusan menyiapkan
BEHAVIOR PROFILE Mari sama-sama kita kaji sedikit lebih dalam tentang sebuah model behavior profile yang digunakan dalam interaksi dalam perusahaan/ korporasi – DiSC Behavior Profile. Inisial DiSC ini muncul pertama kali tahun 1920-an oleh Dr. Willam Marston, seorang Profesor dari Columbia University yang melakukan penelitian terhadap perilaku orang normal. DiSC mem berikan pemahaman mendalam terhadap peri laku seseorang sehari-hari tentang bagaimana mereka bepikir, bersikap dan berinteraksi. DiSC dijabarkan sebagai perilaku sese orang yang Dominance – Influence – Steadiness – Conscientiousness. Keempat perilaku
ini juga menunjukkan karakteristik yang sangat jelas yaitu perilaku baik (positive behavior) dan ketakutan (fear). Tipe Dominance menunjukan perilaku bicara tegas dan cend erung keras, memimpin, ia melihat rencana dan masalah dalam gambaran yang lebih besar untuk bisa mengambil keputusan dengan benar, berani menerima tantangan, berbicara langsung pada hal yang ingin dibicarakan. Lantas apa yang menjadi fear dan challenge bagi mereka. Tipe D ini sulit untuk bersabar (show patience) dan sulit untuk merasa sensitif atas apa yang dirasakan orang lain (display sensitivity). Challenge untuk diajak bicara tentang hal-hal yang lebih detail (get into the details) dan sulit untuk menjabar kan tujuan, pembicaraan dengan lebih panjang agar membuat lawan bicara memahami tujuan yang ingin dicapai (allow deliberation). Bagi la wan bicara yang memiliki kekaguman terhadap mereka, tipe D akan mendapat respect penuh namun bagi mereka yang cenderung lebih mandiri, tipe D akan sangat sulit mendapat respect dan jikapun ada, respect yang diperoleh adalah sebuah keharusan (mandatory respect). Tipe I (Influence) memiliki karakteristik perilaku mempengaruhi, (persuading others), sangat menilai tinggi keterbukaan, dan sangat mengutamakan hubungan individu. Mereka berbicara dengan antusias dan optimis. Sangat menginginkan kolaborasi dalam membuat keputusa n dan dalam pekerjaan. Apa yang
n u i d a M s a h K Batik
Ariyani bersama su
ami dan anaknya.
bahan makan dan masak pun dilakukan sendiri. “Malam saya siapkan apa yang mau dimasak besok paginya. Saya selalu menghitung kalori dari nutrisi yang kami konsumsi. Suami dan anak pun jadi ikut dengan pola hidup sehat saya,” ujarnya. Ia pun berharap apa yang dilakukan nya bisa menjadi role model bagi ibu-ibu.
Keluarga tetap menjadi prioritas namun harus bisa memanfaatkan waktu untuk hal-hal bermanfaat. Kalau sudah memi lih apa yang akan ditekuni harus konsis ten, disiplin, dan giat berlatih. Ariyani juga siap untuk diajak diskusi dengan ibu-ibu terkait pola hidup sehat. –Ngurah Budi
Seorang pekerja merapikan kain batik di gallery
M
ereka mayori tas wanita remaja yang ingin selalu menggoreskan imajinasinya lewat kreativitas mem batik dan melestarikan batik khas Kota Madiun. Satu lembar kain berwarna putih berukuran 1,15 x 2,5 meter itu, terus tergores beberapa warna
indah hingga bermotif batik jenis sarimbit, jenis pecelan dan seger arum. Selain itu, mereka juga me nyelesaikan pembatikan yakni batik tulis warna alam. Order yang diterima, kebanya kan pesanan dari kantor swasta hingga instansi pemerintahan. Kare na dari ajang temu acara kantor maupun arisan, mereka ada saja
Nenek Maryani Ariyani saat latihan di Rai Fitness
Give Respect & Demand Respect
Pada saat berkomunikasi dengan seorang te man melalui media sosial beberapa waktu lalu, perhatian saya tertuju pada satu quote yang sederhana namun sarat makna; “Your value does not decrease based on someone’s inability to see your worth. You deserve respects”. Hanya karena orang lain tidak mampu melihat hal-hal positif dalam diri seseorang bukan berarti nilai-nilai itu tidak ada. Siapapun pantas mendapat respect. Wow! Ini adalah salah satu pengembangan dari konsep RESPECT FOR PEOPLE PRINCIPLE. Respect sangat dekat dengan perilaku sese orang; bagaimana cara mereka bepikir, nilai yang diyakini dan implementasi terhadap lawan bicara dan orang-orang di sekitar.
19
menjadi fear dari tipe I? Mereka punya challenge untuk mengikuti/mendengar/menyimak sesuatu dengan seksama dan lengkap. Sulit untuk melihat fakta, sulit untuk bicara ke pokok permasalahan, dan sulit untuk fokus pada satu hal dalam periode yang lama. Fear yang sangat jelas tampak dari perilaku ini adalah diacuhkan oleh lawan bicara atau orang sekitar (fear of being ignored). Lantas bagaimana pandangan mereka terhadap respect? Tipe I memberi respect atas happiness & friendship. Bagaimana dengan Tipe S (Steadiness). Tipe S menunjukan perilaku yang tidak suka buruburu, calm manner and approach, dan sangat dekat dengan hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan. Tipe ini menekankan ketulusan (sincerity), kerjasama (cooperation) dan keter gantungan dengan yang lain (dependability). Apa yang menjadi fear tipe S? Mereka sulit untuk cepat beradaptasi terhadap perubahan dan sulit untuk melakukan beberapa pekerjaan sekaligus (multitask). Tipe S cenderung tidak mau muncul mempromosikan dirinya bahwa mereka bisa dan mereka sangat menghindari konflik dan konfrontasi. Tipe S rupanya lebih mudah memberi respect kepada orang-orang sekitar tanpa perlu mencari alasan kuat untuk menghormati orang lain. Tipe C (Conscientiousness) sangat me nekankan kualitas, akurasi, keahliannya da lam pekerjaan atau hubungan sesama, dan competency (kemampuan). Tipe ini sangat produktif jika mereka diberikan kebebasan memutuskan; they enjoy independence. Dalam perilaku sehari-hari mereka cenderung melihat sesuatu dari sudut pandang objective & factual. Sangat menginginkan penjelasan dan cenderung memberi penjelasan details. Lantas apa yang menjadi fear dari tipe C? Tipe ini takut akan membuat kesalahan. Jadi sebelum memu tuskan sesuatu, mereka lebih memilih untuk menganalisa lebih dalam sehingga terkadang tanpa disadari mereka membuang banyak waktu (time consuming). Tipe C sangat sensitif terhadap respect. Karena mereka takut untuk
membuat kesalahan terhadap orang lain, maka tipe C mengharapkan hal yang sama dari orang lain. Mereka sangat berhati-hati bicara dan memastikan selalu memberi respect terhadap lawan bicara, sebaliknya mereka menuntut hal yang sama dari lawan bicara. PROFESSIONAL MATURITY Tidak ada yang salah dengan keempat tipe dalam DiSC model. Semuanya mewakili perilaku seseorang dalam periode tertentu dan bukan merupakan karakter fundamental seseorang. Pada saat saya menulis perspektif ini, se orang teman yang pada saat itu mendampingi bertanya; apakah perilaku ini bisa berubah? Tentu bisa. Perubahan juga tergantung orang-orang di sekitar dan orang-orang terdekat. Bahkan pe rubahan perilaku ini bisa terjadi melalui proses duplikasi. Duplicating the person you adore. Biasanya proses ini terjadi kerena kekaguman dan keputusan kita (reasonable decision) untuk menjadikan seseorang sebagai role model. Da lam lingkungan wanita dan entrepreneurship, barangkali kedewasaan profesional (professional maturity) memegang kendali kuat dalam proses perubahan perilaku (professional behavior) dan menjadi kendali bagaimana mereka memberi respect dan mendapat respect dari orang lain. Rupanya mereka luar biasa sensitif terhadap respect. Apabila lawan bicara atau orang-orang ter dekat pada suatu waktu menunjukkan perilaku berlawanan (disrespect) beberapa dari mereka lebih memilih mengambil langkah doormat yang membuat keputusan dengan sangat realistis; take it or leave it. Ambil atau tinggalkan. Wanita dalam karir dan wirausaha ternyata memiliki cara yang berbeda terhadap bagaimana mereka memastikan untuk mendapatkan respect dari lawan bicara dan lingkungan sekitar. Dalam perbincangan dengan seorang teman dari corporate Philippines di sebuah coffee shop beberapa waktu lalu, saya mendapat satu pandangan bahwa Respect can be given and can be earned.
Beli Partai Besar dapat Diskon
yang saling bertanya. Tamu luar daerah banyak yang kagum, gaun atau pakaian batik yang dikenakan bagus, sederhana tapi tidak bosanbosan untuk dipandang. “Jika minat, saya antar disalah satu galery batik jenis sarimbit, jenis pecelan dan seger arum?,” ujar Ida (28), salah satu perempuan kreatif yang sudah lama bekerja di Gallery Batik Murni, Kota Madiun.
Dirawat Tetangga Peduli Sehari-hari nenek Maryani (75), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidurnya. Kondisi fisiknya terus me lemah. Ia hanya mampu melirikkan kedua bola matanya. Air mata menetes dari kedua kelopak matanya, bahkan mengalir tanpa “makna nasib” yang dira sakan. Tetangga yang berkunjung untuk mengantar makanan dan minuman, hanya bisa pasrah me lihat kondisi nenek nenek Maryani yang sebatang kara. Suami dan anak semata wayangnya sudah meninggal dunia. Harapan nenek Maryani kelak nanti di alam sana, bisa bertemu lagi keluarganya serta mendapatkan kebahagiaan. “Meski kondisinya sudah tua, namun nenek Maryani masih ingin hidup serta mau makan dan mi num. Sehari-hari untuk makan dan minum, harus disuapi istri saya. Kadang juga ada tetangga yang ikut
Sunarto bersama anaknya berdiri di depan rumah nenek Maryani
peduli,” kata Sunarto (58), tetangga nenek Maryani. Menurutnya sejak nenek Marya ni jatuh sakit dan menderita kelum puhan, memang sesekali mendapat bantuan dari pihak desa serta te
Istri Sunarto (berkaos) saat merawat nenek Maryani yang terbaring lemas.
tangga. “Kalau dari pihak terkait serta Pemerintah Kabupaten Madiun, belum pernah ada bantuan maupun perhatian soal kesehatan nenek Maryani,” tuturnya. Nenek Maryani selain hanya bisa terbaring diatas tempat tidur juga menempati rumah bilik bambu beru kuran sekitar 2,5 x 4 meter. Siangmalam nenek Maryani merasakan dinginnya angin yang berhembus dari kawasan Gunung Wilis. Tubuhnya yang kurus terkapar diatas tempat tidur, terus menatap celah bilik-bilik dinding rumahnya. Agar tubuh kurusnya tidak selalu menggigil kedinginan, tetangga me lapisi dinding bilik bambu itu dengan karung beras maupun lembaran triplek bekas. “Sebelum sakit, nenek Mary ani bekerja serabutan di sawah. Kalau musim panen kedelai, ikut bersama teman-teman sebayanya sebagai tenaga pemilah biji kedelai hitam,” tambah Sunarto. -Ajun Ally
Siang itu, sejumlah pekerja n ampak sibuk. Mereka begitu sabar dan teliti. Mereka menyelesaikan tugasnya masing-masing demi sehelai kain berwarna putih yang ter bentang itu, berubah menjadi warna serta bermotif batik. Dari informasi kalangan pe gawai, produksi makin bertambah bahkan kebanyakan pembeli dari pesanan partai besar. Mereka dari kantor, lalu pesan kain batik untuk suatu acara. “Begitu pemesan memberi uang muka, kami langsung mengerjakan nya. Kalau pesan kain batik partai besar, kami memberinya diskon. Ini strategi bisnis, juga bagian samasama untuk melestarikan batik khas Kota Madiun,” paparnya. Menurutnya ketidakstabilan nilai rupiah, sama sekali tidak mempen garui harga kain batik yang mereka produksi. Meski ada sejumlah ke naikan harga bahan baku seperti ba han kain warna putih polos, cairan pewarnaan dan lainnya. “Namun, kami masih bisa mencarikan solusi agar tidak ter pengaruh dengan naik turun nilai dolar di Indonesia. Ya, kami ber usaha tidak menaikkan harga kain
batik,” jelas Ida. Ia menambahkan kain batik yang banyak diminati yakni motif pecelan dan seger arum. Untuk satu lembar kain batik cap dijual dengan harga Rp 150 ribu, dengan ukuran 1,15 x 2,5 meter. Kain batik tulis jenis sarimbit, pecelan dan seger arum dengan warna sintetis dijual Rp 200 ribu dengan ukuran 1,15 x 2,5 meter. “Beda dengan kain batik tulis pe warnaan alam dijual Rp 450 ribu hingga Rp 750 ribu. Ukurannya juga sama yakni 1,15 x 2,5 meter,” ungkapnya. Ida menambahkan agar hasil produksi batik dapat diminati masyarakat baik dalam maupun luar Madiun, ia selalu mengguna kan cara khas agar kain batik saat dikenakan terasa nyaman dan tidak panas. Selain itu, juga racikan cairan untuk pengunci pewarnaan yang pas. -Ajun Ally
20
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Inspirasi Ni Wayan Nik Suriasih
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
5
Produksi Minyak VCO saat Kajeng Kliwon Pohon kelapa sebagai tumbuhan tropis di Indonesia punya bermacam jenis perbedaan. Kelapa yang tumbuh mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan ini memiliki khasiat yang dihasilkan dari buahnya. Virgin Coconut Oil (VCO) Sudamala salah satunya. Minyak ini terbuat dari sebelas jenis buah kelapa segar pilihan yang diproduksi oleh seorang ibu rumah tangga asal Banjar Sengguan, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
N
i Wayan Nik Su riasih, 48 tahun, pertama kali memproses buah kelapa menjadi minyak berkha siat berawal dari ajakan seorang pemilik kebun kelapa. Dirinya diminta untuk mengelola buah kelapa agar menjadi bermanfaat dan berkhasiat. Ajakan ini seka ligus sebagai langkah awal dalam keterlibatan dirinya terjun dalam sebuah kelompok pembuat min yak VCO yang pernah dia ikuti di Jembrana. Sebagai salah satu partisipan, awalnya ketertarikan dirinya untuk turut menjadi bagian kel ompok pengolah minyak kelapa dirasa kurang menarik. Dia pikir sudah menggeluti pekerjaan uta ma mencari dan mengumpulkan buah kelapa, janur, dan pelepah sebagai penyuplai makanan gajah di Gianyar. Semua hasil alam ini dikirim 4 hari sekali kepada pihak pembeli di Kabupaten Gianyar. Pekerjaan sebagai pedagang hasil bumi sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan yang tak bisa ia lepas selain sebagai ibu rumah tangga. “Entah karena apa, akhirnya kok saya di rumah bisa membuat minyak VCO. Padahal ketika praktik sedikit pun saya tidak tertarik, justru malahan sempat tertidur waktu dikasi pelatihan,” jelas Nik Suriasih. Keseriusan mengolah minyak VCO perlahan tertanam seiring jumlah permintaan serta keber hasilannya dalam memenangkan lomba, baik itu di tingkat desa maupun ke tingkat kabupaten.
Minyak VCO yang terbuat dari 11 jenis kelapa
Minyak VCO olahannya semakin dikenal dan dirasakan khasiatnya oleh tim penilai yang berasal dari luar daerah. Semenjak itu, pesanan mulai berdatangan dibarengi pula kabar baik dari sebagian pelang gannya yang sudah merasakan khasiat dari minyak tersebut. Dia mengatakan, minyak VCO Sudamala justru lebih laris ketim bang minyak biasa. Alasannya cukup jelas, bahwa minyak biasa hanya menggunakan satu jenis kelapa, sedangkan minyak VCO Sudamala terbuat dari sebelas jenis kelapa seperti, Sudamala, Mulung, Udang, Pudak, Kebo Ca ling, Rangda, Bulan, Surya, Julit, dan Bojog. Kelapa ini dianggap cocok diolah bila usianya sudah kering dan telah tumbuh tunas. Prioritas tetap mengutamakan sebelas jenis kelapa yang berbeda. “Sekarang minimal di rumah harus ada stok seratus botol minyak, kalau sisa lima saya sudah harus bikin lagi,” ujarnya.
Buah kelapa yang merupakan bahan dasar pembuatan minyak VCO
Saat ini, dirinya secara rutin memburu bermacam jenis buah kelapa yang berbeda. Ini sangat mudah dia lakukan karena se cara langsung terjun langsung di lapangan selaku pedagang kelapa. Bahkan tak sungkan, membeli harga tinggi jenis kelapa yang dicarinya ini. Sehingga upayanya ini memberi semangat bagi sang pemilik penjual kebun kelapa. Karena terjun langsung di kebun inilah dirinya tau betul bermacam jenis kelapa yang dia cari. 11 JENIS MACAM KELAPA Atas siasat ini, memudahkan pula dirinya untuk mengumpulkan sebelas macam jenis kelapa untuk kemudian diolah menjadi VCO. Bila sedang permintaan tinggi atau persediaan mulai berkurang, mulailah dia memproduksi dalam jumlah banyak sekaligus. Dirinya mengakui, dari sebelas jenis butir kelapa ini bisa menghasilkan
Ni Wayan Nik Suriasih
minyak VCO murni dalam satu botol ukuran volume 600 mili liter. Sekali proses, menghasilkan 50 botol minyak VCO. Produksi jumlah banyak pernah dia lakukan sampai 300 botol dalam satu kali proses. Minyak VCO Sudamala, tam bah dia sudah pernah melalui uji laboratorium yang dilakukan oleh tim penilai ketika mengikuti perlombaan. Bahkan ketika per wakilannya dikirim ke Jakarta, juara pertama pernah diraihnya. Minyak VCO dipercaya memiliki berbagai manfaat dan khasiat. “Minyak Suda mala sekarang sudah menjadi biasa diminta orang, semua yang meng gunakan tidak ada yang mengeluh,” ujar ibu dua anak ini. Saat ini, dirinya lebih sering melakukan pekerjaan ini seba gai pekerjaan sampingan, dan kadang dibantu pula oleh suami bahkan kerabatnya. Memproduk si minyak VCO, menurut dia gampang-gampang susah. Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda. Bahkan di tempat nya mengolah yang juga sekaligus rumah tinggal ini, kerap dilaku kan oleh ibu PKK melakukan praktik yang ingin belajar banyak darinya. “Saya heran, mungkin minyak saya ini kramat, waktu ibu-ibu PKK praktik, mer eka gagal. Minyaknya tidak keluar, padahal sudah saya temani sejak proses awal,” katanya. Sampai sekarang, proses pem buatan minyak VCO ini murni di lakukan secara tradisional meng gunakan alat seadanya. Biasanya dia melakukannya sejak sore mulai digarapnya dari proses awal, hingga berakhir esok siang sembari melakukan pekerjaan
Proses penyaringan yang menggunakan lima susun saring dalam sekali proses
utama yang selalu sejalan dia ker jakan sebagai sampingannya. Secara umum, minyak VCO yang dia olah cukup sederhana, yakni kelapa yang sudah diparut, selanjutnya diperas untuk dicari santannya, lalu ditunggu hingga ada perbedaan antara air, ampas, dan minyak dalam satu wadah. Kega galan lebih cenderung terjadi pada tahap ini, kerap minyak masih ber bentuk santan. Selanjutnya setelah melewati pemisahan, tahap akhir minyak disaring hingga sepuluh kali. Untuk lebih efisien, penyar ingan bisa dilakukan dua kali yang terbagi menjadi lima susun saring dalam sekali proses. “ Minyak yang hasilnya bagus akan beraroma gurih, sedangkan bila gagal akan beraroma busuk,” jelasnya. Sepuluh tahun sudah, Ni Wayan Nik Suriasih mengenal proses membuat minyak VCO Sudamala. Sejak awal pertama menekuni bidang ini, dirinya punya keyakinan bahwa minyak buatan nya ini bisa bermanfaat bagi orang lain sekaligus sebagai obat. Untuk dasar inilah, setiap hari Kajeng Kliwon, dipilih sebagai hari yang baik untuk membuat minyak VCO secara rutin. “Saya bersama suami sepakat, setiap membuat minyak selalu di hari Kajeng Kliwon. Saya punya keyakinan pribadi, karena siapapun yang menggunakan min yak ini agar betul- betul sembuh dan mendapatkan manfaatnya,” ungkapnya penuh yakin. Hingga kini, minyak olahan nya dicari banyak orang karena khasiatnya lumayan banyak, salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh, dengan cara minum satu sendok makan setiap satu kali sehari. Selain sebagai rujukan tem pat belajar praktik oleh ibu – ibu PKK, di tempatnya ini sering pula dikunjungi oleh mahasiswa yang tengah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Berbekal konsistensi, produk olahannya mudah ditemu kan di beberapa warung, tidak jauh dari tempat tinggalnya. Persoalan yang dia hadapai dari semenjak pertama mengenal minyak VCO hanyalah dalam tutup kemasan botol yang masih menggunakan tutup bekas. Ini menjadi permasalahan serius, yang ia harap agar segera menemukan solusi. “Mencari tutup botol itu sangat sulit sampai sekarang ini, saya sudah mencari kemana-mana, masih mudah mencari botolnya,” pungkasnya. – Eka Juni Artawan
4
Inspirasi
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Angela Megawati Hartono
Gemuk bukan Akhir Segalanya
“Cantik tidak harus berbadan langsing, berambut panjang. Tapi cantik itu muncul dari dalam diri. Cantik muncul dari rasa percaya diri yang kuat”. Kata-kata pemberi motivasi dan inspirasi itu sangat melekat kuat dalam benak Angela Megawati Hartono, Runner Up Miss Big Indonesia. “Itulah yang saya yakini dan semakin menambah rasa percaya diri saya untuk terus berkiprah dan berprestasi,” kata Angela yang berat badannya sempat menyentuh 160 kg.
T
idak ada wanita yang ingin badannya gemuk, apalagi jika kegemukan itu sampai melewati batas alias obesitas. Namun jika hal itu terjadi, katanya, bukan berarti harus larut dalam kesedihan yang terus menerus, dan menutup diri dari orang lain. “Merasa sedih, kecewa, adalah wajar. Itu manusiawi. Namun jangan sampai larut dan terus menerus terpuruk. Saya pernah mengalaminya, tapi saya bisa bangkit lagi. Percaya diri saya tumbuh bahkan kini semakin besar. Kalau saya bisa begitu, tentu yang lain pun bisa, asalkan ada kemauan. Yang terpenting adalah selalu berpikir dan bersikap positif,” ungkap gadis 25 tahun asal Surabaya ini. Diakui Angela, memiliki tubuh gemuk dengan kategori ‘ekstra large’ seperti dirinya, tidak menyenangkan, khususnya jika berhadapan dengan orang lain. Yang namanya di-bully sudah sering dia rasakan, baik lewat kata-kata maupun sekadar pandangan. “Yang namanya di-bully, sudah kenyang deh. Bukan sesekali tapi sering kali, mungkin ribuan kali. Bukan hanya dulu bahkan sekarang pun masih merasakan. Orang ngomong dengan nada menghina, bukan hal baru lagi. Atau kalau sedang jalan-jalan, lalu bertemu orang, mereka memandang dari ‘atas ke bawah’ seakan kita orang aneh,” ungkapnya. Beruntung, kata Angela yang juga Wakil Ketua Komunitas ‘Ektra Large’ Surabaya, dirinya bukan orang rendah diri. Justru sebaliknya, ia termasuk orang yang cuek dan tidak mau terlalu ambil peduli dengan perkataan dan sikap orang lain. Itu sebabnya, tambah guru play group ini, dirinya bisa terus aktif di berbagai kegiatan. “Dulu kalau orang mem-bully, saya marah. Tapi sekarang tidak lagi. Seiring bertambah usia, jadi semakin dewasa dan memiliki pikiran lebih bijak. Gemuk bukan akhir segalanya. Saya menjadi lebih sabar dan tenang karena yakin Tuhan memiliki rencana dalam hidup saya. Dan rencana Tuhan, pasti adalah sesuatu yang baik,” kata Angela yang aktif da-
Angela Megawati Hartono
lam kampanye konservasi badak Indonesia. Bercerita tentang keluarganya, Angela dulu sempat heran karena dalam keluarganya hanya dirinya yang memiliki tubuh besar. Kondisi itu, katanya, dimulai saat ia SMP. “Awalnya hanya gemuk biasa atau berisi. Tapi herannya kok lama kelamaan berat badan terus bertambah. Padahal saya ini tidak suka lho makanan-makanan manis, berlemak atau makananmakanan yang dikabarkan menjadi pemicu naiknya berat badan. Saya tidak suka ice cream, jeroan, dll. Saya juga bukan tergolong orang yang suka makan banyak. Tapi ternyata berat badan saya terus naik bahkan lewat 100 kg,” kata Angela yang belakangan aktif memberi motivasi dan inspirasi pada mereka yang juga memiliki problema berat badan. Seperti mereka yang menderita hal yang sama, Angela pun telah berupaya menurunkan berat badannya dengan berbagai cara. Diet ketat, mengkonsumsi herbal pelangsing, rajin olah raga, dll, semua telah dijalankan Angela. Dan, katanya, semua itu membawa hasil signifikan, berat badannya turun luaman banyak. Bahkan, tambahnya, berat badannya sempat turun 25 kg. Hasil yang sungguh luar biasa.
SAKIT KARENA DIET Hanya saja, semua upaya itu membuatnya kerap jatuh sakit. Itu lantaran dia terlalu keras berdiet ditambah olah raga yang berlebih. Di sisi lain, dia menjadi kurang perhatian pada kebutuhan tubuhnya atas asupan makanan. Walhasil, berat badan memang turun puluhan kg, tapi dia pun sakit, di antaranya menderita maag kronis. “Yang paling parah adalah beberapa tahun lalu, saya jatuh sakit karena diet ketat dan terlalu banyak olah raga. Tubuh saya menjadi terlalu lelah, sementara saya malas makan. Akibatnya, saya sakit lumayan parah. Dokter meminta saya untuk sementara menghentikan upaya-upaya yang saya lakukan dalam rangka menurunkan berat badan. Maksudnya adalah agar bisa recovery. Tapi yang terjadi adalah kebablasan, saya tidak diet dan lain-lain, berat saya pun akhirnya bertambah lagi,” tuturnya. Saat mengikuti audisi Miss Big Indonesia, tuturnya, berat badannya mencapai puncak yakni sekitar 160 kg. Meski begitu, katanya, dia tetap ‘PD’. Ketika temannya menawarkan untuk ikut kontes Miss Big Indonesia, Angela pun langsung setuju. “Saya ikut audisi di Surabaya. Pemikiran saya ketika itu, hanya untuk iseng, sekadar ingin tahu sejauh mana kemampuan
dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Kenapa badak? Dulu saya sempat tidak mengerti ketika diminta belajar tentang badak Indonesia. Pasti orang awalnya berpikir, apakah karena gemuk trus disamakan dengan badak. Padahal tidak! Ini karena kita bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan untuk membuat gerakan pelestarian badak Indonesia yang hampir punah. Jadi kita melakukan kampanye-kampanye,” ucapnya. Masih soal kampanye, Angela saat ini juga aktif berkampano rto nye ‘Stop Bully’. Ha ti wa An ge la Me ga Menurutnya, kampanye ‘Stop saya. Ternyata malah berhasil. Bully’ gencar disuarakan oleh Syukur kepada Tuhan. Waktu ikut komunitas ‘Ekstra Large’ lantaran audisi orangtua saya tidak tahu, semakin berkembangnya tren saya baru cerita setelah berhasil. orang ‘membuli’ orang lain. “Kita Orangtua kaget, tapi mereka kampanye lewat berbagai media, mendukung. Apalagi kemudian di antaranya melalui medsos. saya berhasil menembus babak Ini untuk semua strata, bukan penyisihan dan masuk grand final hanya untuk kalangan berbadan di Jakarta. Ketika itu saya tidak besar. Kita harus bisa menghargai berpikir macam-macam, dengan orang lain, jangan hanya melihat capaian masuk grand final saja, penampilan fisik orang lain saja. bagi saya sudah luar biasa. Ternyata Jangan men-judge. Tapi di sisi Tuhan memberi sesuatu yang lebih, lain, kita juga jangan membuka saya bisa menjadi terbaik kedua. peluang atau memancing orang Saya bersyukur dan menangis sehingga mem-bully kita,” jelasdalam hati. Rencana Tuhan selalu nya panjang-lebar. indah,” ucapnya. Misalnya saja, kata Angela, Yang membuat Angela se- untuk mereka yang bertubuh bemakin bahagia, orang-orang yang sar. Memang harus memiliki rasa dulunya sempat memandang percaya diri, namun katanya, rasa sebelah mata pada dirinya karena ‘PD’ itu jangan sampai kelewat kondisi fisiknya, justru berbalik batas atau ‘over dosis’. “Karena membanggakan dia. “Awalnya jika itu yang terjadi, bukannya mereka sempat heran dan tidak kita menuai pujian tapi sebaliknya, percaya atas prestasi yang saya malah orang menghina kita. Misraih. Tapi kemudian mereka jadi alnya, orang gemuk memakai bangga pada saya,” katanya. rok mini banget yang membuat Setelah menjadi runner up, pahanya terlihat. Ini kan kurang Angela menjadi lebih sibuk, selain baik. Ini membuka peluang orang berkiprah di komunitas ‘Ekstra mencemooh kita. Yang ingin Large’ Surabaya, aksi-aksi sosial, saya katakan adalah, semua ada dia juga terlibat aktif sebagai tempatnya. Kita harus pandai Duta Konservasi Badak. Kegia- menempatkan diri,” katanya. tan ini merupakan kerja sama -Diana Runtu
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
Mengucapkan Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un Turut Beduka Cita dan Berbelasungkawa atas Wafatnya
H. M. Djalaluddin, SH., MM (Ayahanda dari Dr. TGH. M. Zainul Majdi - Gubernur Nusa Tenggara Barat)
Senin, 19 Oktober 2015 Semoga amal ibadah Beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilaf dan salahnya, serta mendapatkan yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Dan, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, Amiin Ya Robbal Alamin. Jajaran Pol. PP se-Nusa Tenggara Barat
Kepala Bakorluh NTB
TTD
TTD
Kasat. Pol. PP NTB Ibnu Salim, SH., M.Si
Ir. Husnanidiyati Nurdin, MM
Kabag. Kesekretariatan & PDE, Biro Umum Setda. NTB
Kepala Taman Budaya NTB TTD
TTD
Kepala Museum NTB
GP. Aryadi, S.Sos., Mh.
TTD Ir. Baiq Rahmayati, M.Si
Angela dan teman-temannya di Komunitas Xtra Large Surabaya
Dra. Endah Setyorini
21
22
Sosialita
Edisi 872/ 26 oktober - 1 November 2015
Warna-warni “Trade Expo Indonesia” 2015 Sudah pernah mendengar kopi bercita rasa wine? Penasaran dan ingin mencobanya, datanglah ke “Trade Expo Indonesia” 2015 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 21-25 Oktober. Adalah Armiga, pengusaha kopi arabica wine dari Duta Kopi Indonesia, yang bikin buyer asal Korea Selatan ter cengang. Ini lataran kopi yang ditawarkannya ke buyer tersebut bercita rasa wine.
M
eski bercita rasa wine, jangan khawatir kopi asal Aceh itu tidak mengandung alkohol. Lantas dari mana sensasi rasa wine be rasal? Ternyata sensasi ini muncul dari kulit kopi yang terfermentasi selama masa pengolahan. Kopi bercita rasa wine han ya salah satu dari sekian ban yak produk unggulan Indonesia yang dipamerkan di ajang TEI 2015. Produk unggulan lainnya antara berasal dari sector industri strategis ( kertas, perahu karet, perlengkapan medis), produk bioteknologi (kantong plastic ra mah lingkungan, green resources material, vaksin), produk hilir
hasil perkebunan (makanan or ganik, essential oil), pertambangan (emas batangan), produk otomo tif dan bagiannya, IT dan creative products, serta produk UKM. Terdapat juga arena open space yang memamerkan garden furniture, knockdown house, dan heavy equipment. Yang pasti, semua produk itu adalah yang terbaik dan berkuali tas ekspor. Yang juga cukup me narik dan diletakkan di tengah areal pameran adalah Pavilliun Pride of Indonesia yang memamer kan kelompok produk dan jasa dari perusahaan di Indonesia yang tercatat berkinerja baik. Namun begitu, jangan mendu ga kalau pameran promosi dagang
terbesar berskala internasional ini, akan terlihat hiruk pikuk seperti kebanyakan pameran besar. Se baliknya, suasana terasa ‘tenang’ bahkan mungkin terkesan sepi bagi pengunjung yang terbiasa datang ke pameran lokal lainnya. TEI memang berbeda dengan pameran pada umumnya. Segmen yang disasar adalah buyer mancanegara. Berdasarkan data ‘business matching’ yang terdaftar sebagai peserta adalah buyer dari 47 negara, jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 35 negara,” kata Aria Satria, Direktur Pengembangan Informasi Ekspor, Kementerin Perdagangan. RI Program yang digelar se jak 2013 ini bertujuan untuk memfasilitasi buyer menemukan produk yang tepat, baik produk yang ditampilkan dalam ajang TEI maupun di luar TEI. Program ini, tambahnya, disambut antusias oleh para buyer yang datang, ini terbukti dari semakin banyaknya buyer mancanegara yang datang dan mendaftar ikut program ini setiap ta hunnya. Nyatanya bukan hanya buyer man canegara yang antusias, para eksportir lokal pun tak kurang semangatnya karena mera sa program ini mendatangkan banyak man faat bagi bisnis nya, khususnya untuk ekpor. Mereka be ranggapan program ‘business maching’ ini ibarat ‘biro jodoh’ yang mempertemukan buyers
Made Ninik Sutadiasih, S.E.
Edisi 872/ 26 oktober - 1 November 2015
3
Menuju Spiritual Alam Semesta Energi positif akan selalu aktif jika diimbangi pola dan gaya hidup positif . Baik dari segi berpikir, berbicara, berperasaan dan bertingkah laku. Maka, seseorang akan berada dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Demikian diungkapkan Made Ninik Sutadiasih, S.E.
Terapi di Istana Taman Jepun Denpasar
mancanegara dan eksportir In donesia. “Semoga ada buyer tertarik membeli produk kerajinan tangan yang saya buat. Bagi saya ini ada lah pengalaman yang tidak ternilai jika saya bisa dipertemukan oleh buyer internasional,” harap Sefti, pemilik perusahaan kerajinan tangan Askar. Hal yang sama juga dirasakan oleh Aryanti, pemilik perusahaan batik dan kulit ‘Arya Putri’ yang berhasil menarik perhatian buyer asal Australia. “Dari kegiatan business matching pagi ini, kami berjanji dengan buyer Australia untuk bertemu lagi pekan depan membicarakan bisnis batik dan kulit lebih jauh,” kata Aryanti yang mengaku sebagai ‘pemain’ baru
dalam ekpor produk. Berbeda dengan Toyo, pen grajin asal Bantul, Yogyakarta, yang memang sudah menjadi
Australia tersebut Toyo ini men jadi spesialis di bidang lighting dan home decoration. Satu hal yang menarik, semua produk yang dihasilkannya adalah handmade dan Toyo lah desainernya. Be berapa produk yang ditawarkan antara lain; lighting, stool, figura, hingga guci. Keunikan desain yang diton jolkan MD Craft adalah gaya modern yang mudah disesuaikan dengan interior rumah yang akhir-akhir ini berkiblat ke arah modern. Tak heran kalau stand Toyo yang terletak di Hall D, tak pernah sepi pengunjung. Mereka bukan sekadar melihatlihat tapi langsung bertransaksi. Di antaranya adalah buyer asal Dubai dan Jepang yang masingmasing memborong 100 unit lampu. D i a k u i To y o , sekarang ini semakin banyak pelaku usa ha kerajinan yang juga ‘bermain’ di bidang yang sama dengannya. Namun begitu katanya, persaingan ketat itu justru semakin memacunya untuk terus berkreasi dan berinovasi. Itu juga yang membeda kan desain modern minimalis yang di tonjolkannya den gan desain yang ada pada umumnya. “Setiap saya hadir di pameran, saya tidak pernah membawa ba rang yang sama karena kreativitas
Keunikan desain yang ditonjolkan MD Craft adalah gaya modern yang mudah disesuaikan dengan interior rumah yang akhir-akhir ini berkiblat ke arah modern. eksportir sukses. Membawa ben dera ‘MD Craft’ , produk-produk karya Toyo, menjadi salah satu yang diminati oleh buyer pen gunjung TEI. Toyo yang memulai binsisnya tahun 2007 ini mengaku belajar membuat kerajinan dari seniman asal Australia. Berkat bimbingan seniman
harus selalu muncul. Dan saya tidak boleh berhenti belajar,” kata Toyo yang mengaku inspirasinya biasa datang dari hasil pengama tannya terhadap kecenderungan dan ketertarikan minat pasar. Itulah yang membuat produkproduk yang dilahirkannya selalu up to date. –Diana Runtu.
S
Terapi di Panti Asuhan Singaraja
aat ini ia lebih dikenal sebagai seorang Konsultan Spiritual Universal Mo dern dan Master Energi Positif Alam Semesta. Ia banyak diminta untuk memberikan terapi energi alam baik di instansi pemerintah, perusaha an swasta, komunitas hingga panti asuhan. Banyak sudah orang yang dibantunya untuk bisa hidup lebih baik , sembuh dari sakitnya hingga merasa lebih tenang. Siapa sebenarnya sosok yang satu ini? Ia mengaku kemampuan ini tumbuh secara alami tanpa berguru. Makin hari makin meningkat seiring dengan pen galaman hidupnya. “Sistem kerja dari energi positif akan mengikuti pikiran positif. Peran energi positif ini mampu memberikan kekuatan dari dalam diri untuk menguatkan jiwa dan mental seseorang yang dibantu dengan moti vasi spiritual,” jelasnya
Sesungguhnya bakat Ninik terlihat sejak usia 5 tahun, ia tumbuh menjadi anak berani, lincah, rajin, cekatan dan cerdas. Sejak kecil pula ia layaknya orang dewasa, berinisitaif dan mampu menye lesaikan pekerjaan rumah dengan baik termasuk menata hidupnya. Ternyata, perempuan kelahiran Bondalem, 17 Desember 1969 ini memiliki kelebihan seperti anak indigo, yang tidak diduga termasuk oleh orangtuanya. Karena itu pula, dalam perjalanan nya ia merasa yakin untuk lebih me nekuni dunia spiritual. Ia pun lanjut menggeluti dunia spiritual sejak tahun 2003. Namun, baru di tahun 2012 ,Ninik lebih fokus pada dunia spiritual nya. Ia merasakan inilah panggilan jiwa, yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dikatakan oleh ibu dua anak yang kerap disapa Bu Ninik ini segala inisiatifnya yang tinggi, adalah karena
Terapi di Yayasan Panti Asuhan Tat Twam Asi
Terapi di Kantor Pajak Pratama Denpasar
adanya energi yang menuntunnya dalam melakukan pekerjaan. Ninik menyebutkan bahwa energi tersebut tidak berasal dari langit ataupun luar angkasa melainkan dari dalam diri yang berasal dari kata hatinya. “Untuk dapat merasakan energi positif di dalam tubuh cukup dengan cara yang sederhana yakni mengikuti terapi dengan posisi duduk bersila tanpa perlu konsentrasi pikiran. Begitu praktisnya, Tuhan memberkati jiwa-jiwa manusia yang ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik,” ucap Ninik juga sempat mendulang sukses sebagai pengusaha wanita hingga tahun 2011 Energi positif alam semesta, ka tanya bekerja di dalam organ fisik un tuk membersihkan unsur negatif yang mempengaruhi sistem organ secara keseluruhan. Baik itu sistem pencer naan, peredaran darah, pernafasan dan lainnya. Energi positif alam semesta juga bisa meminimalisir dan mampu menyembuhkan penyakit dalam tubuh seseorang yang bersifat medis dan nonmedis. Kinerja energi positif alam semesta tersebut masuk ke dalam tubuh melalui ubun-ubun dan panca indera. Energi ini kemudian merambat ke organ fisik lain yang perlu disembuhkan. Setelah itu mengaktifkan sistem inti energi tubuh sebagai alat penyerap energi positif alam semesta , penetralisir unsur negatif yang akan dikeluarkan melalui ubun-ubun. Menurut Ninik, tujuan utama selain sebagai penyembuhan organ fisik, energi positif alam semesta juga dapat memperbanyak sel-sel pada otak yang akan membentuk jaringan dan sistemnya menjadi lebih luas. Sehingga, seseorang mampu untuk berpikir cer das, berkualitas dan makin kuat dalam menghadapi dan mengatasi masalah. Ninik juga mengatakan dalam hidupnya ia berprinsip segala sesuatu bisa dikerjakan, asalkan ada tekad dan kemauan kuat dari hati. Ia percaya, bakatnya mampu memberikan petun juk hidup. Sudah banyak hal yang ia temui dalam hidupnya, dulu maupun sekarang. Pengalamannya inilah di jadikan sebagai guru sejatinya. Ia men jadi pribadi yang memilih berpikiran positif dalam menghadapi apapun dan siapapun. Jika ada hal yang kurang berkenan, ia memilih berserah pada Yang Maha Kuasa. MEMBERI DAN MELUPAKAN Begitulah motivasi dalam dirinya
mampu memperkuat bakatnya. Makin sempurna dengan kepercayaannya pada Tuhan Yang Maha Esa. Ia berhasil men jadi sosok spiritual dengan kesadaran diri yang tinggi. Ninik tidak pernah merasa puas dalam memperbaiki diri demi kebaikan diri dan kebahagiaan orang lain. Setiap tugas dan pekerjaan yang dijalani selalu total dengan tulus dan ikhlas. “Memberi selanjutnya melupakan”, begitu kalimat yang sering dilontar kan dan menjadi pedoman hidupnya. Bahwa, apapun yang telah diberikan, dikorbankannya kepada banyak orang, ia tidak pernah berharap imbalan ataupun balasan. Baginya itu pelayanan kepada sesama adalah salah satu cara melayani Tuhan dan mendapatkan kepuasan batin. Tidak hanya itu, Ninik pun ter biasa bertindak berdasarkan kebajikan dan kebenaran dari segi apapun. Menggunakan kecerdasan spiritual, ia mampu memberdayakan potensi, jiwa, hati dan pikirannya selaras. Caranya membimbing pun cukup praktis, hanya dengan membuka jalan energi positif alam semesta tersebut agar dapat masuk kedalam tubuh seseorang. Karena dengan menyatukan jiwa, hati , pikiran, intelek dan panca indera, Ninik dapat menarik dan men dorong energi positif alam semesta tanpa tenaga dalam, namun cukup dengan kekuatan pikiran positif. “Melalui terapi dan konsul tasi yang saya berikan, sese orang akan mampu mendapat kan solusi untuk memecahkan masalahnya sendiri. Kemudian menyelaraskan jiwa, hati, ser ta pikirannya dalam menjalani kehidupan ke arah yang lebih baik dengan mengubah cara berpikir ke frame yang positif, “ tuturnya. Di dalam memberikan bimbingan seseorang da pat berkonsultasi dengan Ninik mengenai segala aspek kehidupan baik itu tentang kecer dasan spiritual yang bertujuan untuk meningkatkan ke sadaran diri. Juga agar dapat ber sikap fleksibel, mampu meng hadapi pend eritaan dan rasa sakit, mewu judkan
hidup sesuai visi dan misi, mampu meli hat keterkaitan antara berbagai hal. Masih banyak layanan yang ia berikan di Aura Alam, berupa konsultasi problematika hidup,tentang aura dan pekerjaan, problem kesehatan, aura sumber daya manusia pada perusahan, organisasi, hotel, kantor dan sekolah. Selain itu Aura Alam memberikan layanan dalam membersihkan aura rumah, perusahaan, hotel, dan sekolah dari unsur negatif. Di zaman sekarang, lanjutnya kita tidak hanya harus cerdas emosional dan cerdas intelektual tetapi juga harus cerdas spiritual untuk hidup yang lebih baik. Bagi Anda yang bersungguh-sung guh ingin berkonsultasi maupun terapi untuk membuka jalan masuknya energi positif alam semesta ke dalam tubuh agar senantiasa sehat, bahagia damai dan sejahtera dalam menjalani hidup, bisa menghubungi telepon 087 8088 67486, atau email : niniksutadiasih@ yahoo.co.id. “Mari bersama Aura Alam mulai lah mengubah cara berpikir menjadi lebih positif untuk hidup yang lebih baik dan berkualitas bagi diri sendiri yang akan berpengaruh bagi ling kungan dan masyarakat menuju ajeg B a l i dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama di seluruh Indonesia menuju Nusantara Jaya,”pungkasnya. -ard
2
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
GORO-GORO Sumpah Pem ud a s u dah dilakukan oleh para Perintis Kemerdekaan. “Apakah itu masih Putu Wijaya berlaku bagi para pemuda Indonesia sampai sekarang? Atau kita harus mengulang, bersumpah kembali?” Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang mahasiswa di hunian Amat. Masalahnya karena ketua lingkungan menganjurkan untuk membuat peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan upacara di lapangan dan mengulang kembali pengucapan Sumpah Pemuda sebagaimana aslinya. “Padahal pada hari yang sama sudah ada jadwal final futsal dengan finalis dari kelompok futsal kita, yang tidak boleh disepelekan, karena hadiahnya Rp 25 juta!” Dengan alasan itu para pemuda menolak ikut upacara. “Kami ingin fokus pada meraih kemenangan dan minta izin absen beserta dengan para suporter kami,” kata kapten futsal. Ketua lingkungan marah. Soalnya ia sudah terlanjur mengundang lurah, camat dan jajaran setingkatnya untuk meramaikan perayaan Sumpah Pemuda.
merek
“Kalau hanya untuk merebut Rp 25 juta itu, kami dari pengurus lingkungan, siap mengeluarkan dana dari kas kita, asal perayaan bisa berlangsung maksimal. Ini kesempatan kita, merebut hati Pak Bupati, agar beliau memperhatikan permohonan yang sudah lama kita ajukan, agar perbaikan jalan dan saluran air di hunian kita ini direalisasikan, mengingat sebentar lagi musim hujan datang!” Para pemuda membalas beringas. “Ini bukan hanya soal duit Rp 25 juta Pak, tapi soal kehormatan dan harga diri. Sudah 10 tahun kita kalah terus, sekarang ini kans menang 80 persen. Ini juga bagian dari refleksi Sumpah Pemuda, kalau kita bersatu teguh, kita bisa menang!” “Tidak bisa! Rumah futsal akan ditutup! Semua pemuda harus ikut apel ke lapangan!” “Tidak! Kami tetap bertanding! Di dalam gedung atau di mana saja!” “ Tidak bisa! Petugas akan menindak yang main futsal di hari Sumpah Pemuda” “Diktator!” Keadaan jadi panas. Amat menjabat sebagai penasehat panitia peringatan Sumpah Pemuda tapi sekaligus pelindung kelompok futsal, diminta cari solusi. “Sebagai penasehat panitia, tentu saja Bapak tak ingin apel peringatan Sumpah Pemuda batal. Tapi se-
bagai pembina pemuda futsal, Bapak juga tidak mau anak-anak kita kehilangan kesempatan jadi juara. Kontradiksi ini bikin bludrek, karena malam ini, Bapak ditugaskan oleh kedua belah pihak ambil keputusan.” “Terus keputusannya apa?” Amat bengong. “Apa?” “Bapak lebih baik mundur sebagai penasehat dan berhenti jadi pembina futsal!” Bu Amat kaget. “Mundur? Memalukan! Tidak usah ya! Kalau mau mundur, dulu waktu ditunjuk, bukan sekarang! Ayo Pak, berani ambil risiko, jangan cuma mau kedudukannya!” Amat malu sekali. Setelah seharian mikir akhirnya ia nekat ambil risiko. “Apel Hari Sumpah Pemuda jalan terus!” seru Amat lantang di malam penentuan solusi, “Semua pemuda, termasuk pemain futsal harus hadir!” Para pemuda langsung berteriak-teriak protes mau meninggalkan pertemuan. Amat berkoar lebih keras. “Apel dilakukan di gedung futsal, dilanjutkan dengan final futsal!” Semua diam. Tapi tiba-tiba kemudian bersorak liar tanda setuju. “Yes!” kata Bu Amat, “Begitu Pak, penasehat dan pembina itu bukan hanya merek basa-basi, tapi pimpinan tertinggi!”
Ekspresso bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono
Sudut Pandang
Semangat Juang dalam Belajar
Biasanya peringatan Sumpah Pemuda rutin dilakukan dengan upacara bendera. Namun, di balik peringatan seremonial tersebut, bagaimana remaja memaknai Sumpah Pemuda? Berikut penuturan Ni Putu Anggie Krisnaningrum, siswi Kelas XI Jurusan Akuntansi, SMK Dwijendra Denpasar.
“R
asa kebangsaan atau nasionalisme pada sebagian besar pelajar sudah mulai memudar bahkan menghilang. Pengaruh globalisasi telah memberi perubahan pola pikir, teknologi, gaya berpakaian,
Pada saat anakku pulang dari sekolah, ia memarkir sepeda motornya di tempat biasa. Ia melihat binatang aneh yang jarang ditemui. Walau ada perasaan was-was dengan binatang itu, anakku tetep menyelesaikan memarkirkan sepeda motornya pada posisinya yang benar. Maklumlah yang namanya tempat kos banyak penghuni dan tempat parkirnya berhimpitan. Karenya fokusnya pada posisi sepeda motor, maka sementara waktu binatang yang disebut biawak itu luput dari perhatian. Biawak yang panjangnya hampir satu meter sudah menghilang. Ada kekhawatiran binatang yang cukup menyeramkan tersebut sembunyi, sekejap mata sudah hilang dari pandangan. Sebenarnya ada biawak di tempat itu tidaklah terlalu aneh mengingat tidak jauh dari tempat kos anak-anakku ada sungai, jurang serta semak-semak yang cukup rimbun tempat pembuangan sampah. Tapi dilihat dari jarak seharusnya biawak tersebut menyambangi kos-kosan yang ada di sekitar jurang, malah lewat sampai
ke tempat kos di pinggir jalan. Begitu curiga hilangnya biawak tersebut jangan-jangan memasuki tempat kosnya, maka dikontrollah tamu tak diundang tersebut, dengan rasa gusar dan takut. Ternyata binatang itu kebingungan di kamar mandi. Yang kebingungan bukan saja si biawak, anakku juga bingung mau ngusir takut, mau nangkap pakai apa? Dibangunkanlah kakaknya, setengah sadar dia bergegas minta bantuan tetangga, sedangkan adiknya menutup pintupintu kamar. Bukannya biawak itu keluar rumah malah ikut sembunyi. Padahal sudah diperiksa ke manamana tidak ada, Barangkali sudah keluar. Besoknya begitu mau mandi kedengaran ada suara aneh di bawah cucian baju kotor yang menumpuk serta ada gerakan
bergeliat-geliat, karena curiga mungkin itu biawaknya maka kakak lagi minta bantuan tetangga. Setelah dipastikan dengan was-was ternyata,”Oh my God biawak tersebut dalam keadaan lemas setelah menginap satu malam. Mungkin biawak itu belum biasa mencium bau cucian kotor sehingga lemas tak berdaya. Atau, terlalu banyak mikir jika kemarinnya dia keluar jangan-jangan biawak itu malu berkerudung cucian kotor, sehingga memutuskan menginap semalam. Sambil mencium aroma tak sedap, begitu kepalanya dilatih dia lunglai tidak ada perlawanan sama sekali. Rupanya dia menyerah tanpa syarat dalam keadaan pingsan. Ni Wayan Weti
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas, Malah, kata Anggie, hanya sebagian kecil pelajar masa kini yang mengetahui dengan jelas asal-usul dari peristiwa Sumpah Pemuda. Bahkan isi dari Sumpah Pemuda pun tidak banyak yang mengetahuinya. “Sebagai generasi muda, seharusnya para remaja, mampu meningkatkan rasa nasionalisme dan partisipasi dalam mengisi kemerdekaan. Tidak hanya sebatas mengenang peristiwa Sumpah Pemuda tapi mengembangkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan kita, seperti disiplin, bertanggung jawab, rajin dan memelihara semangat juang dalam belajar,” ucap Anggie. Ia menambahkan, dari Bali, ia sangat berharap, generasi muda mampu mengikrarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih dalam konsep umat Hindu keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan tertuang dalam “Tri Hita Karana”,
Ni Putu Anggie Krisnaningrum
keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, Alam, dan manusia. Ia menilai, dengan semangat dalam konsep “Tri Hita Karana” menyadarkan umat manusia di
tengah globalisasi untuk tetap memupuk rasa persatuan dalam bingkai “kebhinnekaan”. Sementara, menurut Krisna, siswi SMAN 5 Denpasar, Sumpah Pemuda sebaiknya dimaknai dengan rajin belajar. “Minimal kita tidak mengecewakan orangtua,” ujarnya. Selain itu, remaja sebagai generasi muda yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini, juga hendaknya rajin menolong orangtua. “Minimal mengerjakan pekerjaan di rumah, mulai menyapu, membersihkan kamar tidur, atau mencuci baju. Kemandirian remaja merupakan awal dari semangat perjuangan Sumpah Pemuda,” ujarnya. Dalam penilaiannya, remaja tidak boleh patah semangat dalam mengerjakan apapun. “Semangat menyerah sebelum berjuang, sudah tidak mencerminkan semangat Sumpah Pemuda,” kata Krisna. –Wirati Astiti
Alamat Redaksi/Iklan Denpasar
Komang Adnyani dan D4F
Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605
Yuk Kita Saling Bantu untuk Sukses Bersama
NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank
Lemas setelah Menginap
dan pola perilaku pelajar yang cenderung mengikuti gaya hidup negara Barat,” ujar remaja kelahiran 18 Agustus 1999 ini. Gadis yang akrab disapa Anggie ini memberi contoh, banyak terjadi tawuran antar pelajar yang terjadi di mana-mana,
23
Edisi 872/ 26 OKTOBER - 1 November 2015
BRI Cabang Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan
Komang Adnyani
BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
“Dream For Freedom (D4F) tidak menjual produk. Kami adalah komunitas saling bantu dengan sistem yang lebih sempurna dan aman dari yang sudah pernah ada sebelumnya”. Demikian diungkapkan Komang Adnyani, salah seorang Shapphire Manager Bali yang telah bergabung sejak awal Mei silam. Dikatakannya pada kesempatan kali ini ia menawarkan sebuah komunitas yang resmi dan legal dengan Nama Perusahaan PT Promo Indonesia Mandiri atau lebih dikenal dengan sebutan Dream For Freedom (D4F) yang hingga saat ini telah berjalan 10 bulan. Bicara apa yang diperolehnya di Dream For Freedom, katanya bukan semata bicara soal uang saja. Namun D4F merubah kehidupan banyak orang, termasuk dirinya, yang berhasil mendapatkan beberapa impiannya termasuk membiayai sekolah putranya di Australia. “Dalam komunitas ini, kami saling
Mohon info mengenai Guru Mangku Hipno dan Workshop Spiritual Natha (081558116xxx) “Workshop Petik dan Nikmati Buah Berspiritual” dilaksanakan Minggu, 25 Oktober 2015 di Gedung PWI Bali, Jl. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, mulai pukul 15.0017.00. Harga tiket Rp 350 ribu per orang. Guru Mangku Hipno juga membuka praktik pelatihan, pembelajaran dan penyembuhan dengan metode Hypnotherapi, Psykotherapi, Somatho Therapi, untuk segala penyakit yang selama ini belum mampu tersembuhkan tuntas baik secara medis maupun nonmedis. Buka setiap Senin sampai Sabtu, mulai pukul 10.00 sd 17.00 Wita. Alamat Brahmakunta Center/ GMH Institute : Perumahan Gunung Sari Indah, Jl. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara Denpasar, no telp Center 03618442823/ 085103112404, FB : Guru Mangku Hipno. Pin BB : 7FB63D85. Email: suatmayasash79@gmail.com.
membantu. Konsepnya telah dipersiapkan secara matang, profesional dari berbagai pengalaman, kekurangan dan kelebihan komunitas-komunitas yang pernah ada. Karena inti dari sebuah sistem komunitas adalah komitmen dan kepercayaan partisipannya. Juga, komitmen serta visi dan misi pengelola yang membangun komunitas tersebut,” ujarnya. Dalam D4F, modal dikunci selama 210 hari agar jika terjadi sebuah isu, tidak menarik (modal) secara massal yang menyebabkan perputaran dana habis. Saat ini katanya ada 4 pilihan paket di D4 F yaitu, Silver, Gold, Platinum dan Titanium. - Paket silver senilai Rp 1 juta (Maks. penarikan Rp 1,5 juta/minggu) - Paket Gold senilai Rp 5 juta (Maks. penarikan Rp 7,5 juta/minggu) - Paket Platinum senilai Rp 10 juta (Maks. penarikan 15 juta/minggu) - Paket Titanium (3 titik Platinum) senilai Rp 30 juta (Maks. Penarikan Rp 45 juta/minggu) Selanjutnya, Komang menjelaskan bahwa bagi member yang join mesti membeli tiket Rp 200 ribu per- akun. Uang tiket ini akan di refund otomatis bersamaan dengan pencairan bonus/ get freedom (GF). Setelah membayar uang tiket Rp 200 ribu member wajib DP 20% dari nilai join, sehingga tidak ada member yang stop ketika akan memberi bantuan
Komang dan suami atau send dream . Dikatakannya oleh istri dari Nyoman Sugiri Seputra, M.E. yang juga Shappire manager ini, bagi member yang tidak konfirmasi atau yang tidak transfer, maka “ID” nya akan diblokir dan tidak ada pembukaan pemblokiran. Selanjutnya, ketika dalam 36 jam tidak ada yang transfer kepada yang menerima bantuan maka admin akan men”take over” atau diambil alih oleh Manager Shapphire untuk memberikan bantuan. Lebih lanjut Komang menjelaskan, kalau satu nomor rekening maksimal bisa dipakai untuk 3 ID, sehingga menghindari pemain PAUS yang Hit
Foto tiket
& Run atau hanya mengejar keuntungan lalu kabur. Dengan sistem ketahanan D4F yang sangat ketat, akan menghindari Get Freedom (GF) yang Zonk. “Yang pasti D4F memiliki fitur anti Hit & Run. Dan kami juga rutin mengadakan “gathering atau seminar” agar kesolidan tetap terjaga. Komunitas D4F juga mempunyai berbagai unit bisnis yang dijalankan seperti Portal Iklan Promonesia.com, selain itu juga ada Loketnesia.com, dimana untuk RBT/NSP yang bekerja sama dengan Telkomsel, Indosat, XL. Ada juga Dream Magazine. Di Loketnesia juga kita sudah bisa melakukan transaksi membeli tiket pesawat, membayar PDAM, beli pulsa, membayar listrik dan
Komang dalam acara Dream Meeting
lain sebagainya. D4F atau Dream for Freedom memiliki keunggulan yang sangat luar biasa dan merupakan penyempurnaan dari sistem bisnis komunitas atau bisnis online yang lainnya. Berikut keunggulan D4F dibanding BO lain yakni : - Dibangun dengan konsep yang matang dan punya visi & misi yang jelas. Selalu mengedepankan inovasi yang memanjakan anggota komunitas. - Asli dibuat & dimaintain oleh bangsa Indonesia. Jadi tidak ada dana yang tersedot ke luar negeri. Ada indikasi BO lain menyedot uang IDR ke luar negeri. - Sistem ketahanan berlapis & keamanan ekuitas yang sangat baik. - Menggunakan model network marketing referral commission based dengan Binary System
Dream Meeting
Dream For Freedom Eagle Powwer Team Minggu, 25 Oktober 2015 Tempat Hotel Puri Ayu Jalan PB Sudirman 14 A Pukul 18.30-21.30 Wita
Pastikan keluarga dan temanteman Anda hadir untuk mendapatkan secara gratis cara bagaimana menghasilkan Profit yang besar dengan modal kecil..!!! GS. Bunda Komang Adnyani (Shappire Manager) PIC.Cindy 087761316373 Salam Dahsyat..!!!
24
Sudut Pandang
Edisi 872/ 26 Oktober - 1 November 2015
Wujudkan dengan Karya Nyata Masihkah generasi muda menjadikan hari Sumpah Pemuda sebagai momen untuk lebih meningkatkan jiwa berkarakter kebangsaan, seperti cinta tanah air, berkarya dengan penuh disiplin, dan pantang menyerah?
S
umpah Pemuda yang diperingati tiap 28 Oktober diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa patriotisme dan kebangsaan yang tinggi di kalangan pemuda, salah satunya dengan wujud karya dan kreativitas melalui berbagai
wadah positif yang dipilihnya. Apalagi jika kita masih ingat kalimat yang pernah diucapkan Bung Karno “Berikan aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Ini berarti bahwa pemuda adalah harapan bangsa dan tulang
punggung kemajuan bangsa ini dengan aksi –aksi nyatanya. Menurut sososk pemuda bernama Komang Tri ini, Sumpah Pemuda tidak hanya tiga ucapan sumpah oleh para pemuda di eranya, melainkan spirit juang untuk menyatukan tujuan nyata dalam membela negara kita tercinta ini. “Saat itu semangat pemersatu bangsa sangatlah diperlukan untuk menjunjung persatuan atau menyatukan perbedaan yang ada, demi keutuhan di tengah masa kemerdekaan,” ujar Local President
JCI Badung yang sempat menjadi satu satunya pembicara asal Indonesia di event International MICE Young Generation Forum di Taiwan belum lama ini. Hari Sumpah Pemuda perlu diperingati tiap tahun agar semangat bela negara para pemuda makin meningkat. Bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai bidang yang digeluti dan kemapuan yang dimiliki. “Sekarang skill bela negara harus diimbangi dengan skill komunikasi, dan negosiasi karena bela negara bisa diwujudkan dengan skill yang kita
nya, sangat bagus. Di media, juga menyajikan sisi pro dan kontra. Menurut saya itu wajar. Pemerintah harus terus menjalankan program yang memang penting sekali, untuk membangun kembali karakter bangsa yang kini mulai luntur,” ujar aktor keturunan Tionghoa muslim itu.
REVOLUSI MENTAL DAN BELA NEGARA Lelaki bernama lengkap Muhammad Ibrahim itu, menilai, jika gerakan revolusi mental, program bela negara dijalankan secara konsisten dan didukung segenap elemen bangsa yang lain, kita boleh optimis, bahwa kejayaan Indonesia akan terwujud. “Itu dari sisi pemerintah, tentu saja, rakyat juga harus punya kesadaran, untuk lebih mengapresiasi nilai-nilai perjuangan bangsa, sehingga kita menjadi bangsa yang tidak pernah melupakan jasa para pahlawan,” tuturnya. Dari sisi pemuda, aktor yang memulai debutnya tahun 2001 itu mengimbau untuk menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar. “Saya bukan anti bahasa gaul dan bahasa tidak resmi lainnya. Tetapi, menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar, adalah keharusan. Dengan begitu, kita tidak menjumpai, generasi muda berbicara dengan bahasa gaul justru di forum formal. Atau sebaliknya, berbicara formal di tempat yang tidak semestinya,” kata Baim.
Baim Wong
Kebhinekaan Jadi Kesatuan Baim Wong, seorang aktor yang tetap “mengorbit” di jagat seni peran Indonesia, punya perhatian khusus terhadap Sumpah Pemuda. Saat dihubungi Tokoh di tengah kesibukan syuting film terbarunya, ‘Jakarta Undercover’, Baim antusias sekali berbicara tentang relevansi Sumpah Pemuda bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Aktor kelahiran Jakarta, 27 April 1981 itu, mengaku beruntung mendapat wawancara seputar isu kepemudaan dan kebangsaan, justru di saat ia merasa sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang itu. “Terus terang, ada semacam fase ‘kilas-balik’ pada diri saya, khsusunya terhadap tema nasionalisme. Ini terjadi menjelang, selama, dan setelah saya memerankan tokoh besar Bung Karno dalam film ‘Ketika Bung di Ende’ akhir 2013 lalu,” ujarnya. Menurut Baim Wong, mungkin banyak orang, khususnya generasi muda yang tidak tahu, bahwa kalau tidak ada peristiwa Sumpah Pemuda, mungkin kesatuan bangsa tidak akan terjaga. “Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan besar sekali maknanya, terutama bagi negara yang memiliki suku bangsa yang begitu banyak dengan bahasa daerah yang berbeda-beda. Karena Sumpah Pemudalah, kebhinekaan menjadi kesatuan,” tegasnya Ditanya pendapatnya ihwal awareness pemuda modern terhadap Sumpah Pemuda, kembali pria yang masih melajang itu menjawab antusias. Kali ini, terselip nafas kekecewaan atas keadaan yang menurutnya, memprihatinkan. “Mungkin saya salah, tetapi saya setidaknya punya pendapat, bahwa kebanyakan pemuda modern, melihat Sumpah Pemuda saat ini hanya
sebagai hari besar belaka. Kurang dalam hal pemaknaan,” ujar lirih. Lepas dari perkara politik, Baim Wong memuji gerakan nasional revolusi mental yang dijalankan pemerintahan Jokowi – JK. “Saya baca di media, baik cetak atau online, gerakan revolusi mental, program bela negara, dan sejenis-
Kenal Sejarah lewat Sastra Pemuda masa kini, harus diakui kehebatannya melebihi pemuda di masa lalu. Tetapi di sisi lain, akibat kemajuan teknologi, mereka yang tak kuat imam justru banyak terjerumus ke hal-hal negatif. Demikianlah pengamatan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd. “Jasa pendahulu kita ketika mengikrarkan Sumpah Pemuda harus dihargai. Karena sejak saat itulah kita bisa merasakan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sejak itu pula kita tidak lagi membeda-bedakan ini orang Bali, ini orang Jawa, itu orang Maluku, tapi ini orang Indonesia yang lahir di Bali, itu orang Indonesia yang lahir di Aceh, dsb. Kepulauan Nusantara ini tidak lagi dipisahkan oleh laut tetapi disambungkan oleh laut. Bali dan Jawa bukan dipisahkan oleh laut, tapi dihubungkan oleh laut,” tegas Arthanegara yang pada zaman dulu pernah bergabung di organisasi kepemudaan KNPI. Hal inilah yang dikatakannya harus dipupuk terus-menerus karena sekarang ini bangsa kita sangat membutuhkan generasi muda yang bisa mengerti dan me-
maklumi arti persatuan, sehingga serta tak mudah diadu domba, sehingga perkelahian antarkelompok tak terjadi. “Jika itu sampai terjadi berarti ini sebuah kemunduran. Sementara dari dulu kita selalu mengkoar-koarkan ‘bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,” ujarnya menyayangkan. Ketika ditanya tentang bahasa dan sastra Indonesia, penulis novel ini mengatakan perkembangan bahasa saat ini kurang greget, karena terlalu banyak dicampur dengan bahasa-bahasa prokem dan bahasa asing. Sehingga anak-anak sekarang menjadi tidak mengerti lagi mana bahasa Indonesia yang benar dan baik. “Solusinya, pengajaran Bahasa Indonesia perlu lebih digalakkan lagi. Jangan bahasa itu hanya sebatas pelajaran bahasa. Tetapi juga dikembangkan kepada penguasaan dan pengenalan terhadap karya-karya sastra serta pengarang-pengarangnya yang perlu juga dihayati,” ungkapnya. Arthanegara mengatakan, dulu kita mengenal ada angkatan 45, angkatan 66, namun sekarang sudah hampir tak terdengar lagi. Menurutnya, ini disebabkan seka-
Komang Tri
miliki. Sebagai generasi penerus, sekecil apapun usaha yang kita lakukan untuk negara ini akan sangat bermakna, “ ucap anak muda kelahiran 1989 yang karyanya telah menghiasi panggung Miss Universe tersebut.– Sri Ardhini Hal yang tak kalah penting menurut Baim, adalah perlunya generasi muda membaca sejarah perjuangan Indonesia. “Ini sangat penting untuk memupuk jiwa nasionalisme. Terus terang, ini pengalaman pribadi. Awalnya karena tuntutan peran, maka saya diharuskan membaca buku-buku tentang Bung Karno. Saya membaca bukunya Cindy Adams, membaca buku dan blognya Roso Daras, dan referensi lainnya. Itu sangat memperkaya khasanah pengetahuan saya tentang sejarah Indonesia. Dari situ, saya mendapat banyak pelajaran kebangsaan, dan bagaimana mengapresiasi perjuangan para pahlawan kemerdekaan,” papar Baim pula. Ia merasa ada perubahan karakter yang cukup drastis, yang dia rasakan sendiri setelah menjadi Bung Karno. “Dulu saya cuek saja kalau terlambat sholat… sekarang, justru kepikiran kalau sampai terlambat sholat. Dulu, saya masih cukup mudah tergoda hal-hal yang bersifat duniawi, sekarang saya merasa geli jika mengenang masa-masa itu,” ujarnya. –Diana Runtu
rang tak ba nyak orang yang mau berkarya. Mereka lebih banyak mau membaca yang sudah ada, lebih senang menikmati yang sudah ada dibandingkan mencipta. Drs. IGB Arthanegara, Drs. Ida Bagus Padahal, S.H., M.Pd. Suyasaputra,M.Si karya sastra itu adalah juga cermin kehidupan kurang. Karena itu perlu dibudayaterdahulu. Sebut saja tentang se- kan konsep Prof. Darji Darmodijarah Majapahit, kita tahu karena harjo berkenaan dengan kebiasan, ada karya sastra. Demikian halnya gemar dan butuh membaca,” dengan novelnya yang berjudul ungkapnya. Bagaimana upaya kita menum“Dunia Kampus yang Lain”, juga buhkan kegemaran anak untuk sedang diteliti seorang profesor dari Australia. Karena dari novel membaca, sehingga terbiasa, dan akhirnya menjadi kebutuhan. Septersebut, si peneliti tahu bagaimana erti halnya ketika kita lapar butuh kehidupan zaman tersebut. “Kare makan, ketika haus butuh minum. na itu, jika kita berkarya sekarang, Bagaimana agar terkondisikan bubeberapa tahun ke depan, karya tuh membaca agar tidak pusing. kita bisa menjadi cermin bagaimana Ia mengingatkan, bahwa pemuda kehidupan sekarang,” ucapnya. merupakan tulang punggung bangsa Sementara itu, Kepala SMAN 7 untuk melakukan terobosan terkait Denpasar Drs. Ida Bagus Suyasa peningkatan kualitasnya melalui putra, M.Si. mengomentari ke- budaya gemar, biasa dan butuh tika teknologi makin maju dengan membaca. Karena melalui budaya bahan bacaan yang lebih mudah itu akan mendapatkan banyak pe diakses dan cepat, justru minat ngalaman, pengetahuan, sehingga baca anak muda sekarang masih mengurangi hal-hal yang tidak direndah. “Budaya baca kita masih inginkan. –Inten Indrawati
Email: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
Website: www.tokoh.co.id