Skip to main content

Tokoh Edisi 867 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 867/ 21 - 27 September 2015

H. Abdul Kadir

Penghasilan Melebihi PNS Nama Haji Abdul Kadir cukup dikenal seantero Kelurahan Rorotan, Cilincing Jakarta Utara. Ini bukan saja karena dia tokoh masyarakat setempat, tapi juga karena sederet prestasinya di bidang pertanian yang diukirnya. Salah satu di antaranya adalah keberhasilannya meraih gelar Petani Teladan Nasional pada 2007, peraih Adhikarya Pangan Nusantara pada 2012 lalu. “Itu waktu saya menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden SBY di Istana Negara,” ujarnya bangga sembari menunjuk foto dirinya saat mendapat penghargaan dari Presiden SBY.

A

bdul Kadir boleh dibilang bukan petani biasa. Lelaki 62 tahun ini bukan hanya tahu bercocok tanam tapi juga kaya ilmu terkait hal itu. Segala pengetahuannya di bidang pertanian didapat karena dia rajin ikut pelatihan. “Sejak tahun 1980-an saya terlibat aktif dalam organisasi pertanian, kelompok tani, rajin ikut pelatihan, termasuk mempelajari inovasi teknologi untuk pertanian. Hasil dari pelatihan-pelatihan itu saya praktekkan. Hasilnya, produksi pertanian saya meningkat. Itu juga yang menjadi salah satu penilaian kenapa saya akhirnya dipilih sebagai Petani Teladan,” ungkap Ketua Gabungan Kelompok Tani Rorotan Jaya, ini. Menjadi petani, sudah turun temurun dalam keluarganya. Ayahnya Haji Nawin dan ibunya Hj Sa’diyah, adalah petani. “Sejak kecil kami didik menjadi petani dan setelah orangtua tidak ada, kami meneruskan profesi itu, termasuk kakak saya yang perempuan pun tetap bertani,” katanya. Zaman sudah berubah. Generasi

penerus agaknya banyak yang enggan mengikuti jejak orangtuanya, termasuk kelima anaknya yang tak satupun mau jadi petani. “Mereka menolak jadi petani dengan berbagai alasan, ya mungkin zaman sudah beda ya,” ungkapnya. Tapi dirinya sendiri, selama hayat dikandung badan, tetap bertekad mengabdi pada dunia pertanian, khususnya di Rorotan, tanah kelahirannya. Itu sebabnya, meski banyak petani menjual lahannya kepada pengembang, dia tetap bertahan. “Kepada anak-anak saya juga berpesan, sekalipun mereka tidak ingin menjadi petani, agar tetap mempertahankan lahan ini,” kata Kadir yang juga Ketua Kelompok Tani ‘Makmur Jaya’. Bercerita tentang suka-duka menjadi penjadi petani selama puluhan tahun, wajah Kadir pun langsung cerah ketika diingatkan masa-masa bahagia menjadi petani tahun 1980-1990-an. “Dulu di sini, sejauh mata memandang adalah hamparan persawahan, juga banyak lahan kosong. Tapi sekarang. Lahan sawah menyusut, permukiman tumbuh dalam tempo cepat sehingga menjadi daerah

yang padat, belum lagi banyak gudang, pabrik dan bangunan lainnya. Rorotan kini padat sekali,” tuturnya. Menjadi petani, kata Kadir, selain panggilan jiwa, hasilnya juga sangat lumayan asalkan tidak diganggu hama, kekeringan dan banjir. Selama dirinya jadi petani, katanya, baru tiga kali dia mengalami kegagalan panen secara total. “Pertama karena banjir. Waktu itu para petani sudah siap panen, padipadi sudah menguning. Tapi semuanya dimusnahkan oleh banjir besar. Semua padi kami ludes. Setelah musibah itu, kembali tertimpa hama, hingga panen gagal total. Saya benar-benar habishabisan,” katanya. Beberapa kali kegagalan dalam bertani, membuat Kadir mencoba usaha di bidang lain. “Saya bahkan sempat jadi sopir angkot, juga pernah narik ojek. Tapi lahan pertanian tidak saya jual. Jadi ketika pertanian bermasalah, saya beralih ke usaha lain. Kalau sudah normal ya balik lagi sebagai petani,” katanya. Namun dengan perkembangan yang mengkhawatirkan seperti sekarang, dia juga para petani lainnya merasa cemas, apakah mungkin mereka masih bisa bertahan menjadi petani dalam 5 atau 10 tahun ke depan. “Perkembangan pembangunan cepat sekali. Saya tidak berani ngomong untuk 10 tahun ke depan. Saya bilang ke teman-teman, ya sudah tidak usah terlalu dipikirkan. Yang penting sekarang ini, ketika kita masih memiliki kesempatan menjadi petani, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan keluarga kita,” tuturnya.

H. Abdul Kadir

Untuk lahan miliknya seluas hampir 1,8 ha, Kadir mengaku menggarapnya sendiri. Mesin hand tractor miliknya amat sangat membantu. “Mesin pembajak sawah ini dalam satu hari mampu menggarap 3-4 ha. Saya baru meminta bantuan orang lain kalau waktu persiapan untuk menanam mepet, tapi kalau masih panjang waktunya, saya kerjakan sendiri dengan cara mencicil,” jelasnya. Jika dalam kondisi bagus, artinya tidak banyak gangguan berarti, maka dalam sekali panen dia bisa meraup sekitar 10-12 ton atau jika dinilai dengan rupiah menjadi Rp 60-65 juta. Sedang modal yang dikeluarkan sekitar Rp 6-8 juta. “Jadi saya masih bisa menerima hasil bersih sekitar Rp 55 juta-an. Itu kalau kondisi normal ya, tidak ada gangguan,” katanya. Dengan hasil yang sangat lumayan itu, membuatnya semakin semangat menjadi petani. “Ya kalau dibanding dengan PNS golong biasa, hasil yang saya dapat jauh lebih bagus dong,” katanya sembari tertawa. “Apalagi panen bisa dua kali dalam setahun. Jadi

kira-kira penghasilan sekitar Rp 120130 juta,” ungkapnya lagi. Tapi dengan kondisi sekarang ini, dengan berbagai permasalahan, hasil yang didapat hanya Rp 30 juta. “Ya masih untung tidak gagal total,” tambahnya. Bicara tentang gabungan kelompok tani Rorotan Jaya, maupun kelompok tani binaannya ‘Makmur Jaya’, Kadir merasa berbangga hati. Karena ada banyak prestasi yang telah diukir di pentas nasional. Untuk kelompok tani Makmur Jaya misalnya, berkat memenangkan lomba intensifikasi padi, mereka mendapat hadiah hand tractor, alat perontok padi dan terpal penjemur seluas 800 m2. “Alat hand tractor ini bisa digunakan oleh anggota dengan biaya sewa Rp 400 ribu jika memakai operator atau jika menggunakannya sendiri hanya bayar Rp 200 ribu. Hasil penyewaan itu akan masuk ke kas kelompok tani untuk dipergunakan bagi pengembangan kelompok tani Makmur Jaya. Petani non anggota juga bisa menyewa tapi biayanya Rp 800 ribu,” kata Kadir. —Diana Runtu


2

Ekspresso

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

DAri daPUr Redaksi

“Menyelam sambil Minum Air”

Suasana persembahyangan di tepi Danau Batur

Bertepatan dengan Tilem sasih Ketiga yang jatuh pada Minggu (13/9), warga Songan, Bangli dan krama Bali mengadakan pekelem di Danau Batur. Acara dilanjutkan dengan persembahyangan di Pura Hulun Danu Batur. Acara ini bertujuan mohon kerahayuan Bali dan Nusantara. Sebelum persembahyangan, kru Tokoh yang ikut dalam acara ini bertemu dengan Ibu Teladan Tokoh 2011, Ni Wayan Kartini yang tinggal di Songan. Kami banyak berbincang tentang kiprah

wanita-wanita Songan di bidang pertanian. Kartini merupakan pionir kelompok wanita tani. Dari lahan yang dianggap tak produktif bisa berubah menjadi produktif dan hasilnya membantu menopang perekonomian keluarga. Kami pun seperti “menyelam sambil minum air” karena bisa mendapat banyak pengetahuan dan informasi. Perjalanan dari Denpasar menuju Songan dan sebaliknya juga kami tuangkan di rubrik Pelesir. Hamparan batu karang yang kokoh menjadi objek foto yang sayang untuk dilewatkan. Pemandangan danau dan gunung Batur juga bisa dimasukkan di agenda per-

Lupa Bahasa Bali Dulu ketika saya masih tinggal bersama orangtua saya di kampung Tabanan, tepatnya di Desa Kelating, kami tinggal di satu rumah dan satu dapur. Yang namanya di kampung pastilah serba alami dan terbuka begitu pula dengan dapurnya hanya berdinding bambu saja tanpa pintu dan berlantaikan tanah. Suatu ketika saya masuk ke dapur untuk memasak air, tiba-tiba sepasang kecoa menempel di din­ ding bambu di dekat saya lalu saya menangkapnya dengan tangan dan membungkusnya dengan secarik kertas kemudian membakarnya. Api baru saja membakar sebagian kecil dari kertas tersebut kemudian ayah saya datang dan langsung melihat saya sedang membakar sesuatu dan ayah saya

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

bertanya dalam Bahasa Bali “Apa tunjel to Tu?” yang artinya dalam Bahasa Indonesia “Apa yang kamu bakar, Tu?” Oh my God, saya tersentak dan mau bilang kecoa tapi ayah tidak mengerti apa itu kecoa sedangkan saya lupa kecoa dalam Bahasa Bali Tabanan. Saya buru-buru memadamkan api tersebut dengan menginjaknya lalu setelah api itu padam saya membuka bungkusan tersebut

jalanan Anda. Edisi kali ini kami juga mengupas tentang pertanian. Sektor yang seharusnya menjadi andalan ini makin terpinggirkan. Jumlah lahan makin berkurang, jumlah petani setali tiga uang. Padahal, ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan petani “masa depan”. Kuncinya adalah kuasai proses produksi dan buat “pasar ”. Semua ini menjadi bagian dari entrepreneur. Wanita pun memiliki peran besar dalam bidang ini. Salah satunya yang ditunjukkan Bu Kartini. Semoga apa yang kami sajikan di edisi kali ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi inspirasi bagi pembaca dan masyarakat. Salam dan menunjukkannya kepada ayah saya kemudian dengan entengnya ayah saya bilang oh temuyukan. Setelah kejadian itu, saya selalu ingat bahwa kecoa itu dalam Bahasa Bali adalah temuyukan. Mekel Gede Putu Yasa

GORO-GORO

dharna

Dan Gde Dharna pun, tiada lagi. Amat tercenung di kursi mendengar berita itu. Ia kenal betul almarhum, hampir seperti sanak sendiri. Putu Wijaya “Kalau memang sahabat, datanglah ke Sukasada, Buleleng, setor muka pada keluarganya, tabahkan hati mereka.” “Jangankan menabahkan mereka, Menabahkan hati sendiri saja, bapak tak sanggup!” “Lho, katanya tadi sahabat yang sudah seperti saudara?!” “Memang! Tapi mengenang sahabat tidak cukup hanya dengan setor muka, tapi harus menunjukkan apa jasa-jasanya kepada masyarakat!” “Ya sudah, kalau begitu Bapak tunjukkan! Jangan cuma termenung!” “Ini bukan termenung! Ini mencari apa sebenarnya arti kehadirannya! Kenapa kita harus sedih karena kehilangan dia!”’ “Mencari itu bukan termenung tapi mempelajari, apa yang sudah dibuatnya yang berguna buat kita? Apa?” Amat manggut-manggut “Dari muda sampai tuA, ia berhasl menggambungkan antar seni dengan kehidupan keluarga dan kehidupan bermasyarakat! Sesuatu yang tak Mudah bagi orang lain.” “Kenapa?” “Ya itu sumbangannya. Ia memberikan contoh, bahwa menggabungkan ketiga hal itu bisa, kalau kita mau. Kebanyakan orang tidak mau! Padahal Itulah arti perjuangan di masa merdeka!’” “Betul! Tapi kenapa almarhum berhasil dan banyak orang lain tidak?” “Ya, karena kegigihan, keuletan, tekad dan kemampuannya!” “Itu saja?’ “Habis apa lagi?” Bu Amat kelihatan kecewa. Lalu ia ngeloyor ke dapur. Amat merasa lega karena dibiarkan kembali merenung. Ia teringat bagaimana almarhum ke sana-kemari naik sepeda mengurus sastra. Bersama pelajar, anak didiknya membaca puisi di RRI. Tanpa bayaran apa-apa. Siapa yang mau melakukan itu sekarang. Amat teringat bagaimana almarhum main drama karangan Kirjomuljo bersama Sutarmas, guru menyanyi di SGA. Di situ Dharna menyanyikan lagu seriosa. Suaranya tinggi menusuk Amat: “Senja tenggelam di sisiku .........” Tak terasa air mata Amat menetes. Bukan hanya untuk almarhum, tetapi juga untuk masa lalu yang mengalir hilang, entah ke mana. Dan, baru tersadari setelah lewat. “Itu saja?” Amat tersentak. Lalu menoleh ke belakang. Astaga, di depan pintu nampak Gde Dharna tersenyum lebar dan sedikit terkekeh seperti biasanya. “Itu saja, Mat?” “Itu saja apa?” “Hanya keuletan, kegigihan dan tekad yang membuat kita berhasil menggabungkan karier, kehidupan keluarga dan hidup bermasyarakat?” “Habis apalagi?” Dharna tersenyum lebih lebar. Lalu hilang. Muncul Bu Amat tersenyum dengan secangkir kopi dan kue laklak kegemaran Amat. “Ya,” bisik Amat, terharu, “karena pengertian dan dorongan dia.”

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

23

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Ki Yohan Susilo

Dalang Plus Dosen Memiliki dua profesi merupakan sebuah pilihan. Profesi dalang dan dosen dijalankan dengan baik oleh Yohan Susilo. Laki-laki 37 tahun ini adalah seorang dalang pertunjukan wayang kulit, sekaligus dosen karawitan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Bapaknya dhalang dan ibunya sinden. Ki Yohan mendalami wayang kulit sejak kecil hingga memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kesenian Indonesia (SMKI) dan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Tak hanya keahlian dalam ndhalang, ia juga mempelajari, ilmu karawitan. Hasilnya, dia pun saat ini menjalankan kedua profesi yang berbeda itu tanpa masalah. Hobinya Yohan Susilo, dalang wayang kulit yang juga merupakan berkesenian, kini seorang dosen menjadi pekerjaan eahlian mendalang sebagai dosen karawitan civitas didapat dari ke- akademika Unesa dan di luar luarga besarnya. mengajar, ia berprofesi sebagai Jiwa seni yang dalang. Ki Yohan memilih jurusan dimiliki pria ini warisan dari orangtuanya yang berprofesi Pendidikan Bahasa dan Sastra sebagai seniman wayang kulit. Jawa karena ingin mendalami

bahasa dalam perwayangan. Tak diduga, dirinya ditawari mengajar di jurusan tersebut karena ada salah satu dosen yang tidak bisa melanjutkan mengampu/mengajar mata kuliah karawitan. Alhasil, ia kini menjadi dosen karawitan sampai sekarang. Meski menjalankan dua profesi yang berbeda, Ki Yohan, awalnya ragu. Ia minta saran kepada dalang senior. Tak sedikit orang yang menjalankan kedua profesi

Yohan Susilo dalam sebuah pementasan wayang kulit

tersebut akhirnya terbengkalai. “Namun, keyakinan saya muncul dengan mantap ketika ibu saya memberi masukan. Memang ada buktinya banyak yang tidak kuat menjalani kedua profesi itu,” kata Ki Yohan, pekan lalu. Pertunjukan wayang kulit yang disajikan Ki Yohan, merupakan jenis Wayang Jawa Timur-an dengan menggunakan dialek arek. Meski begitu, tetap tidak meninggalkan pakem cerita wayang kulit.

K

Yohan Susilo

Berkibar berkat Sosis Bakar

Aditya Chosma Herdianta

Usia muda tak menjadi kendala memulai usaha. Aditya Chosma Herdianta, satu diantara pengusaha muda yang merintis bisnis kuliner di usia 23 tahun. Kecintaannya terhadap camilan sosis mengantarkan Adit, sapaan akrabnya, menjadi pebisnis sukses sosis bakar aneka rasa. Awalnya laki-laki berbadan tegap ini, mengaku tertarik dengan bisnis sosis bakar langganannya yang dikenal murah dan enak. Dari situlah, ia berani menjalin kerjasama dengan bisnis langganannya tersebut. Meskipun bekerjasama, Adit hanya memasok sosis sebagai bahan baku. Sedangkan untuk lapak, pemanggang, dan kebutuhan lain lulusan D3 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya itu mengusahakan sendiri. Aditya menjabat sebagai

marketing dan kakak iparnya menangani bagian administrasi. Alumni Universitas Negeri Surabaya ini menjalankan bisnisnya bersama kedua rekannya yang diberi nama Sosis Kobong A2M. Yakni singkatan nama Adit, Asep, dan Medy. Sampai sekarang Adit memiliki sudah tiga cabang. Cabang pertama di Wringin Anom, kedua di Krian dekat Polsek Krian, dan yang terakhir di Mojosari, dekat stadion Gresik. Ada banyak varian rasa sosis bakar yang dijual lakilaki kelahiran Sidoarjo ini. Ada rasa ayam, sapi, original, blackpaper, dan keju. Blackpaper menjadi varian rasa yang banyak diburu anak muda. Sedikitnya ada enam ukuran sosis yang tersedia di lapaknya, ekonomis, regular, mini jumbo, medium, big jumbo, dan super big jumbo. Adit mematok harga paling rendah Rp 2000 dan paling mahal Rp 16.000 untuk ukuran super big jumbo. Sosis Kobong A2M

buka mulai pukul 15.00–21.00. Para pengujung dilayani empat karyawan yang stand by di tiap lapak. Setiap hari, minimal ada 30 pembeli yang datang. Rata-rata dalam sehari ia bisa menghabiskan 16 pak sosis. Penggemar berat sosis ini mengaku dagangannya paling laris ketika ada event seperti lebaran, konser musik, dan weekend. Sebagai sarana promosi, penggemar jus semangka ini mengatakan teknik pemasaran diantaranya, menyebar brosur dan via media sosial. Sayangnya, ia belum menyediakan layanan delivery order. Meskipun begitu, ia selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk semua pelanggannya. “Dalam berwirausaha itu harus

menjaga semangat kerja, juga pelayanan yang baik kepada customer. Bikin suasana senyaman mungkin agar pelanggan tidak lari.” tuturnya dengan ramah. Adit mengatakan modal awal hanya Rp 4 juta. Tak sampai dua minggu modal tersebut sudah kembali. Usaha yang baru dirintis ini bisa dibilang sukses. Terbukti tiap bulannya minimal omzet Rp 10 juta bisa ia kantongi. Mantan pegawai Jawa Pos ini menceritakan pengalamannya selama berwirausaha. Selama menjalankan

“Kendala pertunjukan wayang kulit terletak pada bahasa. Solusinya, dengan menggunakan bahasa arek dan tetap menggunakan krama inggil untuk adegan keraton,” jelas bapak dua anak yang murah senyum ini. Menurut dia, masyarakat kalau tidak dituruti kemauannya tidak akan senang dengan apa yang disuguhkan. Kalau ingin suguhannya banyak ditonton orang, harus menyajikan apa yang diinginkan masyarakat. Contohnya, dalam pertunjukan wayang, orang akan bosan ketika disuguhkan ceritacerita pakem saja. “Solusi saya dengan memasukkan isu daerah dan nasional yang lagi hangat. Baru masuk pada cerita pakem bergantung kemauan si-pemilik gawe,” tuturnya. Ki Yohan, berharap pada kawula muda untuk tetap melestarikan apapun kesenian dalam negeri dan tidak kolot pada kesenian luar. Dengan begitu akan muncul generasi muda yang peduli terhadap kelestarian seni di Indonesia. -Nur Jelang Margadinata

usaha masa-masa sulit pernah ia alami, begitupun sebaliknya. Tetapi ia tidak patah semangat, justru makin giat memperbaiki produknya. “Pernah dulu nyewa lapak di depan Indomart Krian selama satu bulan, tetapi pendapatan hanya Rp 59.000. Jadi tidak sinkron dengan biaya sewanya. Kalau pengalaman yang menyenangkan ya pas lagi ramai. Ada juga pelanggan yang datang belakangan tapi minta didahulukan. Lucu dan serulah,” papar anak pertama pasangan Heru Suyanto dan Husnul Khotimah ini. -Anik Pujianti


22

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Berharap Sawah Abadi di Jakarta

P

meraih penghargaan Petani Teladan tingkat Nasional tahun 2007. Sampai saat ini, ada 300 petani yang masih bertahan, baik dengan menyewa lahan pengembang ataupun memiliki sendiri. Dia sendiri, mendapat lahan sawah dari warisan orangtuanya yakni 1,2 ha dan kemudian dikembangkannya menjadi hampir 1,8 ha. Sementara petani yang tidak memiliki sawah menyewa dari pihak pengembang sekitar

B

pat rusak. “Sekarang sudah diperbaiki tapi baru sebagian,” tambahnya. “Kasihan para petani banyak yang gagal panen. Saya sendiri pun dari lahan yang ada hanya bisa memanen setengahnya. Kalau dalam keadaan normal, hasil dari panen sekitar Rp 65 juta, maka kini hanya dapat sekitar Rp 30 juta,” ungkap Kadir yang meraih banyak penghargaan dari kiprahnya puluhan tahun di dunia pertanian.

“Untungnya saya selalu menabungkan sebagian hasil panen sehingga ketika gagal panen saya tidak kesulitan untuk mendapat modal menanam lagi. Tapi kasihan bagi petani yang gagal total atau penghasilannya tidak seberapa karena lahannya kecil, gagal panen bikin mereka ‘menangis’. Karena untuk menanam lagi harus ada modal, terpaksa berhutang atau mengijonkan,” katanya. –Diana Runtu

SWASEMBADA PANGAN JANGAN HANYA WACANA para petani, juga bertekad akan swasembada pangan. “Semoga apa yang dikatakan pemerintah tidak hanya dihanya wacana saja tapi bisa diwujudkan,” harapnya. Entah, apakah harapan para petani Rorotan ini akan didengar oleh pemerintah DKI Jakarta atau tidak. Karena baru-baru ini Gubernur Ahok sempat menyebut pertanian konvensional sudah tidak cocok lagi dengan kondisi Jakarta lantaran lahan yang semakin sempit. Pertanian di Jakarta yang cocok saat ini antara lain dengan sistem hidroponik yang tidak membutuhkan lahan yang luas. –Diana Runtu

nawarkan penanganan berbeda. Pasien yang melakukan perawatan estetika untuk kulit wajah, tubuh, rambut, perawatan gigi, serta dilengkapi wellness spa untuk kecantikan dan kebugaran, dipastikannya akan merasakan suasana yang nyaman seperti di rumah sendiri. Hal ini tentunya karena perawatan di BBC ditangani langsung oleh dokter yang berkompeten di bidangnya dan berpengalaman. Juga, ditunjang peralatan treatment dengan teknologi terbaru (FDA approved), serta produk perawatan yang sudah lulus uji BPOM sehingga sangat aman dan berkualitas. “Kami merekomendasikan BBC sebagai klinik terbaik dan terlengkap di Bali khususnya, dengan mengedepankan kualitas dan pelayanan, serta meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri ke tahap yang lebih tinggi,” imbuh dr. Amy-sapaan akrabnya didampingi drg. AAA Agung Pratita.

3

Cantik di BBC

Terdapat juga beberapa metode pengencangan, seperti radio frekuensi, laser sampai yang sedang “in” saat ini adalah dengan metode gelombang ultrasound. Gelombang ultrasound sebenarnya telah digunakan oleh berbagai disiplin ilmu dalam dunia medis sejak lebih dari 50 tahun yang lalu, dan terbukti aman dan efektif. Metode pengencangan dengan gelombang ultrasound ini merupakan prosedur pengencangan kulit tanpa pembedahan (facelift without surgery). Ini ditegaskannya merupakan teknologi terbaru yang sangat efektif untuk mengencangkan kembali kulit wajah yang tampak mulai kendur seiring dengan berjalannya usia. “Dengan metode ini, garis halus, garis senyum atau kulit yang bergelambir akan tertarik dan menjadi kencang. Hasilnya, wajah Anda akan terlihat 10 tahun lebih muda dan untuk tindakannya pun tak perlu

berkali-kali. Bagi Anda yang belum siap melakukan tindakan operasi, tidak mempunyai waktu untuk pemulihan pasca operasi dan kekenduran wajah yang tidak berlebihan, maka metode ini dapat menjadi pilihan Anda,” jelas dr. Amy. Metode pengencangan ini telah hadir di Bali Beauty Clinic, yaitu Ultherapy. Energi ultrasound yang dihasilkan akan menembus jauh ke dalam kulit untuk memacu jaringan kulit untuk melakukan proses regenerasi. Dalam beberapa waktu proses ini akan menghasilkan kolagen baru yang sehat dan kuat, disertai dengan perubahan tekstur kulit lebih baik. Tindakan Ultherapy ini, non-invasive (dokter tidak membuat luka pada permukaan kulit), pasien langsung dapat beraktivitas seperti biasa setelah tindakan, dan rasa tidak nyaman pada waktu tindakan secara umum dapat diterima oleh pasien. Hasil Ultherapy sangat memuaskan. Kulit kembali menjadi kenyal dan kencang, kerutan-kerutan halus menghilang, kelopak dan sudut mata terangkat, kulit pada bagian bawah rahang yang kendor kembali mengencang, dll. Hasil ini akan terlihat secara bertahap dalam waktu 2-6 bulan dan akan bertahan 1-2 tahun. Dokter Amy menjelaskan, untuk saat ini Ultherapy adalah satu-satunya alat pengencangan wajah, leher dan dada tanpa operasi (pembedahan) yang telah disetujui oleh FDA (Food and Drugs Administration). Perawatan dengan Ultherapy telah terbukti aman dan efektif berdasarkan penelitian klinis dan telah dilakukan lebih dari 350.000 perawatan di seluruh dunia. –ten

Veneer juga dapat memperbaiki dan meratakan posisi gigi. Bahan yang digunakan adalah porselen karena bahan ini memiliki warna dan tekstur yang menyerupai gigi asli. Selanjutnya, ada Orthodontic yang merupakan metode terbaik untuk mendapatkan susunan gigi yang rapi dan ideal, serta fungsi gigi yang baik. “Dengan demikian akan diperoleh bentuk wajah yang proporsional,” tegas drg. Tita. Ada juga Invisalignteknik terbaru untuk merapikan gigi tanpa harus memakai kawat. Bentuknya yang transparan karena terbuat dari plastik akan tetap menjaga keutuhan senyum pasien. Invisalign pun

bisa dilepas sewaktu-waktu dengan mudah. Dari sekian banyak perawatan gigi tersebut, hanya beberapa perawatan gigi yang berhubungan dengan kecantikan atau aesthetic. Jangan melupakan juga perawatan gigi yang lain, seperti tambalan sewarna gigi, perawatan saluran akar, pembuatan gigi palsu, sampai tindakan pembedahan seperti implant gigi. “Namun, yang paling utama adalah mengembalikan fungsi dan kesehatan gigi, serta rongga mulut untuk mengembalikan fungsi pengunyahan kembali normal, tetapi juga tidak melewatkan segi kecantikan atau aesthetic-nya,” tandasnya. –ten

Jln. Dewi Sri No. 9 A-D Kuta, Abian Base-Kuta Bali Phone : 0361-763 940, 763 837, Mobile : 081 3310 83080 balibeautyclinic@gmail.com/ www.balibeautyclinic.com

ali Beauty Clinic (BBC), yang menerapkan konsep “One Stop Aesthetic Clinic & Spa” yang juga mencakup dental aesthetic ini, me-

Rp 3 juta per satu ha. Petani tidak keberatan karena ternyata hasil pertanian sekali panen biasa mencapai puluhan juta. Tentu saja dengan catatan, dalam kondisi normal, tidak banyak gangguan seperti sekarang. Tahun ini, boleh dibilang yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, pasalnya, selain dihantam hama, musim kering yang panjang menjadi penyebabnya. Makin menyedihkan, karena irigasi sem-

Sebentar lagi, katanya, Hari Tani Nasional yakni 24 September. Kadir berharap ini menjadi momentum agar pemerintah memperhatikan kelangsungan hidup pertanian di Jakarta. Jakarta sebagai Ibukota memang terus menerus membangun tapi hendaknya tetap menyisakan lahan untuk pertanian. Sampai saat ini Jakarta Utara, khususnya Rorotan, masih menjadi lahan pertanian konvensional terluas di Jakarta. Karenanya tidak muluk harapan petani agar sebagian lahan sawah itu ditetapkan sebagai ‘lahan sawah abadi’. “Ini harapan saya, dan saya sudah mengusulkannya kepada Pemda melalui Walikota Jakarta Utara yang berjanji akan diteruskan ke gubernur,” ujar ayah dari lima anak ini. Sebenarnya, kata lelaki 62 tahun ini, Jakarta juga telah memiliki lahan sawah abadi di wilayah Cakung Jakarta Timur. Tapi itu kurang produktif, tidak seperti di Rorotan. Pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi, mengatakan akan memperhatikan

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Tampil cantik dan menarik tentu saja menjadi dambaan setiap wanita. Seiring dengan bertambahnya usia, paparan sinar matahari, adanya polusi dari lingkungan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, gaya hidup, stres dan lain sebagai­nya dapat menimbulkan kerut-kerut halus hingga dalam pada kulit, kulit menjadi kendur dan tampak kusam. Untuk mengatasi hal ini banyak sekali klinik yang menawarkan solusi mudah untuk mendapatkan hasil yang instan. “Namun, berhati-hati dan bijaksanalah dalam memilih,” ujar Konsultan Divisi Dermatologi Bali Beauty Clinic (BBC), dr. AAA Laksmi Dewi Budiani, Sp. KK.

Tidak semua penduduk Jakarta ‘ngeh’ kalau Jakarta ternyata masih memiliki lahan persawah­ an. Tahun 1980-an bahkan 1990-an, masyarakat mungkin masih mudah melihat hamparan sawah hijau atau padi menguning siap yang panen. Namun, pemandangan itu kini boleh dibilang langka. Alih fungsi lahan pertanian/perkebunan terjadi secara besar-besar di Ibukota. Lahan persawahan juga kebun palawija berubah menjadi per­mukiman, perkantoran bahkan mal-mal dan bangunan-bangunan lainnya. enyusutan sawah irigasi, kebun, ladang, terus menerus terjadi sejalan dengan kebijakan pembangunan Jakarta. Berdasarkan data statistik, per 2009 lahan sawah irigasi masih tersisa 1.215 ha. Namun data statistik yang dipublikasi 2014 menyebut sawah irigasi tinggal 895 ha (2013), kebun tinggal 1.004 ha, ladang hanya 25 ha, itupun hanya ada di Jakarta Timur. Lahan kian menyusut padahal ada ratusan petani di Jakarta yang masih menggantungkan hidupnya dari pertanian. Seperti di Jakarta Utara misalnya, sampai sekarang boleh dibilang memiliki lahan sawah irigasi paling luas dibanding wilayah lainnya. Meski terus menerus menyusut seperti daerah lainnya, namun sampai kini masih tersisa sekitar 528 ha dan 25 ha non irigasi. Tapi ini agaknya ini mungkin tak akan bertahan lama. Lantaran 85% dari lahan itu ternyata bukanlah milik petani melainkan milik pengembang. Saat ini pengembang-pengembang itu memang belum menggunakan tanahnya, karena itu diserahkan kepada petani yang ingin mengelolanya. “Di Kelurahan Rorotan ini luas areal persawahan sekitar 430 ha, namun 85% adalah milik pengembang. Karena belum digunakan, dipinjamkan kepada petani untuk dikelola,” ungkap Haji Abdul Kadir, Ketua Gabungan Kelompok Tani Rorotan Jaya. Karena bukan milik sendiri, sudah pasti sewaktu-waktu pemiliknya akan mengambil kembali lahan itu dan para petani pun kehilangan penghasilan. Keadaan ini, sungguh menyedihkan, mengingat faktanya lahan pertanian di Rorotan memang terus menerus mengalami penyusutan, berganti menjadi permukiman, pergudangan, dll, sebagai dampak perkembangan pelabuhan Tanjung Priok. “Saya sangat berharap agar pemerintah memberi perhatian pada petani, khususnya petani Rorotan. Masak sih Jakarta tidak ada lahan percontohan untuk pertanian. Tolong jangan semua sawah disini ‘digusur’. Saya sangat berharap agar ada kebijakan menetapkan persawahan abadi di Rorotan. Mungkin memang tidak bisa seluas sekarang, tapi cukup beberapa hektare saja,” ungkap Kadir yang pernah

Sosialita

BBC menawarkan berbagai perawatan, seperti botox, laser, dan generasi terbaru mikrodermabrasi yang menggunakan oxygeneo. Oxygeneo merupakan sistem mikrodermabrasi

yang terbaik yang bekerja dalam 3 aspek, yakni exfoaliting (mengangkat lapisan kulit yang mati), skin rejuvenation (memasukkan zat aktif yang terdapat di dalam gel yakni hyaluronic acid, peptidase, dan antioxidant), dan oxygenation (mengoksigenasi jaringan kulit).

Dental Treatment Dunia kecantikan saat ini berkembang sangat pesat. Tak cukup mempercantik diri dengan perawatan wajah dan tubuh saja. “Selain kecantikan dari dalam (inner beauty), alangkah baiknya menyempurnakannya melalui senyuman yang indah dengan susunan gigi yang cantik dan proporsional dengan wajah,” ujar drg. AAA Agung Pratita. Saat ini, gigi termasuk hal yang utama juga dalam dunia kecantikan. Diikuti dengan pengetahuan, teknologi dan bahan yang berkembang sangat pesat, BBC pun menyiapkan pelayanan dental aesthetic yang terus mengikuti segala perkembangan di dunia aesthetic, dengan harga yang masih terjangkau masyarakat. “Tentunya juga dengan tidak melewatkan kesehatan dari kondisi gigi dan mulut itu sendiri. Perawatan gigi yang tepat akan sangat membantu dalam mendapatkan senyum yang ideal,” ujar drg.

Tita-panggilan karibnya. Beberapa treatment yang dapat memperbaiki struktur gigi dan juga untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut adalah: Whitening Teeth/Pemutihan gigi. Treatment ini adalah yang paling cepat untuk mendapatkan gigi tampak lebih putih dan sehat dari sebelumnya, tetapi masih terlihat putih natural. Proses ini dilakukan selama kurang lebih 1 jam dengan menggunakan bahan pemutih gigi yang aman untuk kondisi gigi. Setelah perawatan ini, dampak yang akan dirasakan pasien seperti gigi terasa ngilu. Tetapi, rasa ngilunya hanya terasa paling lama 2 hari. Rasa ngilu ini juga tergantung pada kondisi gigi setiap pasien, ada yang tidak merasakan ngilu sama sekali tetapi ada juga yg merasakan ngilu dan hanya bersifat sementara. Pastinya dibutuhkan pembersihan plak dan karang gigi dahulu sebelum tindakan pemutihan gigi Perawatan berikutnya adalah Veneer yang saat ini sedang tren. Veneer adalah lapisan tipis yang melapisi permukaan email gigi. Lapisan ini dilekatkan pada permukaan gigi sehingga dapat menutupi kelainan bentuk gigi, kerusakan gigi, serta warna yang tidak merata pada gigi.


4

Inspirasi

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Ni Wayan Wardani

Tiga Tugas Cita – citanya menjadi guru TK ter­wujud hingga akhirnya mengelola sekolah ­sendiri. “Sekolah ini sebenarnya hadiah ulang ­tahun dari almarhum suami, “ujar ­Ni Wayan Wardani, perempuan yang ter­lahir 48 tahun silam ini.

S

epeninggal suaminya, menyandang perempuan single parent dan memposisikan diri sebagai figur seorang ayah sekaligus ibu, sangat sulit. Kehadiran sebuah sekolah yang dekat dengan kehidupan anak – anak menjadikan dirinya terhibur. Sekolah Play Group dan Taman Kanak- Kanak Putra Pertiwi memberi kisah tersndiri yang penuh liku dan kenangan. Sekolah yang dia pimpin sekarang berada di bawah Yayasan Dharma Putra Petiwi ini memang tidak terlepas dari peran almarhum suaminya. Sekolah ini diberikan kepadanya sebagai wujud hadiah ulang tahunnya yang ke-34 yang tepat diberikan pada tanggal 6 April 2001. Ketika itu dirinya masih mengemban sebagai guru TK di Nusa Dua. “Dulu saya mengajar

di Nusa Dua, mungkin almarhum suami saya melihat background dan skill dari sana, sehinggu muncul ide untuk memberikan saya sekolah TK “ ucapnya. Perempuan energik alumnus Pendidikan Guru TK TP 45 Denpasar tahun 1988 mampu membawa sekolahnya tumbuh besar. Jika dulu ketika baru berdiri, dia ingat betul jumlah sisiwa pertama berjumlah 12 anak – anak TK sebagi murid perdananya. Sekarang di atas lahan kontrakan yang memiliki luas 4,5 hektare mempu mengoperasikan 4 kelas dengan 65 murid TK. Dengan membawahi 6 tenaga didik yang semuanya merupakan sarjana, dirinya berharap sekolah yang dia emban bisa melenggang dengan tekad maju bersama merangkul semua guru tanpa melihat latar

belakang agama. Sekolahnya kini terbukti dipercaya oleh orang tua murid dari berbagai kalangan. Bukan saja itu, sekolahnya yang memberikan warna dalam kehiduapnnya yang kental akan sebuah bidang spiritual Hindu justru membawa warna berbeda dari jumlah siswa yang dominan umat Muslim. Selain pernah memenangkan lomba antar gugus di tingkat Kabupaten, sekolah yang dirintisnya ini pun jago dalam lomba Manasik Haji yang turut berkontribusi menjadi juara melawan sekolah negeri. Untuk mempertahankan itu tidaklah gampang, dirinya sangat sadar jika saat ini tantangan terberat adalah adanya banyak sekolah yang sama. Memimpin sekolah TK di Gugus PAUD V, Kuta Selatan dibutuhkan hubungan yang harmonis untuk menciptakan suasana yang kondusif. Atas latar belakang mendirikan sekolah yang memegang teguh kebhinekaan ini, dirinya menjaga betul hubungan baik antar orang tua murid, guru dan lingkungan masyarakat. Untuk menciptakan itu dirinya selalu menjaga hubungan baik antar guru. Hal ini dilakukan dengan cara menghidari perilaku over protektif. “ Disini kami ciptakan suasana kondusif dengan cara mengajak untuk melangkah bersama. Kami selalu berbagi untuk

Mandalika

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Lomba Mewarnai Tenun NTB Catatkan Rekor MURI

Tidak kurang dari 7.000 anak Taman Kanak-kanak dan PAUD se-Pulau Lombok ramai memeriahkan lomba mewarnai yang mengangkat tema tenun khas Nusa Tenggara Barat. Keindahan dan keunikan serta ragam warna tenun ikat NTB yang kini terus dibumikan tidak hanya kepada seluruh masyarakat NTB khususnya anak-anak melainkan “mengirim gaung” hingga ke tingkat nasional. Karena itulah, lomba mewarnai tenun NTB yang digelar di sepanjang jalan protokol mulai dari depan BRI Mataram hingga depan Pendopo Gubernur NTB ini pun akhirnya berhasil mencatat rekor MURI.

Ni Wayan Wardani

selalu berjalan sama-sama, sekolah ini anggap milik bersama untuk jalan bersama – sama, “ujar ibu tiga anak dengan satu cucu. “Nyungsung” Tapakan Sekolah PAUD TK, dimana anak belajar mengenal diri dan menemukan tempat bermain disisi lain menyimpan sebuah tempat suci. Termpat suci inilah sebagai media untuk menekuni spiritual dari sang kepala sekolah. Menjadi guru, sekaligus sebagai seorang kepala TK, untuk menjalani ini tidaklah mudah. “ Tugas ibu banyak, bukan saja di guru, di pkk, dan desa juga

aktif. Ibu juga menjalani spiritual atau dasaran yang sekrang punya paiketan di Tabanan berjumlah 50 dasaran, “ ucap ibu yang pernah mengenyam sarjana di Universitas Terbuka, Denpasar tahun 2013. Aktivitas mengajar sama sekali tidak terusik, sekolah dan juga tempat berbagai tapakan Ida Bhatara memang adanya terpisah, tepatnya di belakang. Sekolah TK baginya memiliki tiga fungsi, sebagai proses mengajar, sebagai tempat nunas baos, dan sebagai dirinya tinggal. “ Untuk mengatur ini semua semampunya saja, cuman tetap saya menomor satukan spiritual, karena sudah pernah terbukti ketika mengabaikan spiritual, “ ungkapnya. Tipa harinya, sebebelum memulai sekolah digunakan oleh anakanak. Dirinya sudah melakukan aktivitas yang dimulai dari pukul 5 pagi untuk melakukan aktivitas sembahyang di lingkungan sekolah.

Hal ini selalu dilakukannya karena penting bagi kelangsungan sekolah dan anak- anak didiknya. Pernah ketika itu, banyak anak didik terjatuh dilingkungan sekolah, banyak terjadi ketidak cocokan antar guru. “Pokoknya yang di kamar suci itu nomor satu, banyak pengalaman terjadi akibat menomor duakan,” katanya Atas kondisi ini, di lingkungan sekolah para orang tua murid telah menyadari. Selagi dirinya masih berada di lingkungan sekolah sekaligus tempatnya tinggal, pintu tetap terbuka bagi siapa saja yang butuh dirinya, terkecuali ada kegiatan paiketan di Tabanan bersama dengan Dasaran. Ia menambahkan, awal sampai dirinya bisa menekuni kegiatan spiritual dengan nyungsung berbagai tapakan dan lawatan dari Pura Dalem Ped sedikitpun tidak terbesit untuk itu. Hal ini muncul dari gejala kerasukan yang dialami oleh almarhum suaminya yang mengisyaratkan akan hal ini. “Awalnya saya tampil apa adanya, tidak ada pikiran ke situ, awalnya almarhum suami kepingit jadi mangku. Awalnya saya tidak percaya dengan hal seperti itu, “ tambahnya. Di dalam kamar suci ini, terdapat Tapakan Ratu Niang, banyak minta petunjuk kepada-Nya, Ida Dalem Ped, Ida Sapu Jagad, Ratu Ayu Mas Meketel, Ibunda Dewi Kuan In, Kanjeng Ratu Pantai Selatan, Pemucuk Ida di Uluwatu. Semua yang ada disini diwujudkan dalam bentuk Topeng, dan Arca, bahkan pula dalam bentuk Daksina yang mewakili Lanang – Wadon. Bukan rahasia lagi, kondisi ini disadari betul oleh masyarakat, dan siswa murid atau pun guru dari umat lain. Namun atas kondisi ini pula berbagai cobaan pernah dia alami, baik itu secara nyata maupun tidak nyata, begitu pula cemooh dari orang lain. Semua ini dihadapi dengan kesabaran dan ketulusan dengan menjalani tanpa beban. Semua dilakukannya dengan saling mengisi dijalani tanpa mengabaikan satu pun kewajiban. “ Pintar-pintar saja memilah waktu, selama ini tidak pernah terjadi benturan sampai batal melakukan sesuatu, saya pun tidak merasa beban, walaupun hidup sendiri. Karena hiburannya ada di anak-anak sini, “ ucapnya. – Eka Juni Artawan

21

K

Kegiatan lomba mewarnai motif tenun NTB

egiatan ini terbilang unik karena melibatkan lebih dari 7.000 anakanak NTB, yang berkreasi me-

warnai motif tenun khas NTB. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkenalkan ragam tenun ikat NTB dengan ciri khasnya kepada anak-anak sejak

usia dini, agar anak-anak NTB lebih mengenal dan mencintai keunikan budaya lewat motif dan warna khas tenun Sasak, Samawa dan Mbojo. Ramai, tentu saja. Karena selain melibatkan anak-anak dari seluruh TK dan PAUD yang ada di Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, juga dihadiri oleh orangtua murid yang ikut mengantar putra-putri mereka sehingga membuat kegiatan menjadi lebih semarak. Kegiatan yang merupakan bagian akhir dari Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) 2015 yang telah berlangsung sejak 18 Agustus hingga 16 September 2015 ini, memiliki arti penting untuk menanamkan rasa cinta anak-anak pada tenun khas daerahnya.

Kampanye Gemar Makan Ikan Mengingat masih rendahnya tingkat konsumsi ikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang hanya 31 kilogram perkapita di mana angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional yakni 35,21 kilogram perkapita berdasarkan data tahun 2013, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Nusa Tenggara Barat yang bekerja sama dengan PKK NTB mengampanyekan gemar makan ikan pada masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam kegiatan bertajuk Festival Masak Serba Ikan dan Lomba Menggambar Ikan. Sembilan kabupaten/kota dan perwakilan SLTA dan Pondok Pesantren serta Perwakilan TK dan RA Kota Mataram mengikuti kegiatan ini. Peserta lomba juga berasal dari unsur tim penggerak PKK kabupaten dan kecamatan, perwakilan SMK, SMA, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Kelompok Pengolah Ikan di Provinsi NTB. Festival yang digelar di eks Pelabuhan Ampenan, Mataram beberapa waktu yang lalu ini, bertujuan untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat dalam menciptakan menu dan cita rasa masakan hasil perikanan, baik ikan tawar mau-

Rekor MURI untuk lomba mewarnai tenun khas NTB yang diikuti oleh 7.000 peserta anak-anak

“Anak-anak memiliki daya imajinasi yang tinggi, ditambah dengan kepolosan dan keceriaan dunia anak-anak, yang pastinya akan menghasilkan warna-warna tenun istimewa dalam karya mereka, akan menjadi inspirasi dan masukan bagi para pengrajin kain tenun daerah, untuk memproduksi kain tenun dengan berbagai pilihan warna, yang semakin menarik dan beragam,” ungkap Hj. Erica Zainul Majdi, Bunda PAUD NTB yang turut hadir menyemangati para peserta lomba. Tenun ikat NTB rupanya kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB khususnya oleh PKK dan Dekranasda NTB. Hal ini terlihat dengan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan untuk mengangkat tenun ikat NTB. Selain memperkenalkan

tenun NTB hingga ke mancanegara dalam berbagai event fashion show busana dari tenun NTB di panggung-panggung bergengsi di luar negeri, juga berbagai kegiatan lain seperti pameran tenun dan yang terakhir lomba mewarnai motif tenun khas NTB. “Kain tenun merupakan salah satu kekayaan daerah yang sudah selayaknya menjadi kebanggaan kita, dan menanamkan kecintaan terhadap tenun daerah, memang seharusnya dapat dilakukan sedini mungkin, salah satunya melalui kegiatan lomba mewarnai seperti ini, jika bukan kita yang mencintai, memelihara dan melestarikan kain tenun daerah, siapa lagi yang akan merawat budaya daerah kita ini,” kata Erica yang juga Ketua PKK dan Dekranasda NTB. -Naniek I. Taufan

mengetahui manfaat mengonsumsi ikan bagi perbaikan mutu gizi keluarga. Padahal, saat ini harga ikan sangat terjangkau hampir semua lapisan masyarakat. Ketua GEMARIKAN NTB, Hj. Erica Muhammad Zainul Majdi, mengungkapkan bahwa makan ikan bukan sekedar untuk memenuhi rasa lapar tetapi makan ikan adalah makanan yang berdampak kepada kesehatan, kecerdasan dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. “Jika dilihat secara makro negara-negara yang memiliki etos kerja yang baik dan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat itu adalah negara-negara yang tingkat konsumsi makan ikannya tinggi,

sehingga saya pikir jika kita ingin menjadi provinsi dengan etos kerja yang baik dan tingkat pertumbuhan ekonominya yang cepat, maka mutlak kita juga harus meningkatkan konsumsi ikan,” ujar Erica. Ia meyakini keragaman jenis masakan ikan yang dihasilkan atau dikreasikan dapat menstimulasi tingkat konsumsi ikan di masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dengan lugas, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin mengatakan bahwa gerakan makan ikan harus diwujudkan dengan upaya konkrit yaitu tidak hanya sosialisasi saja tapi langsung hadir dan mempraktikkannya di rumah masingmasing dengan memasak ikan setiap hari. -Naniek I. Taufan

Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin dan Ketua Gemarikan NTB Hj. Erica Zainul Majdi, meninjau peserta festival masakan serba ikan 2015 di Mataram, NTB

pun ikan laut. Tingkat konsumsi ikan yang tertinggi di NTB ada di Kabupaten Sumbawa yaitu 48 kg/ kapita di atas rata-rata nasional sedangkan Kabupaten Lombok Utara tingkat konsumsi ikannya berada di bawah 25kg/kapita. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Aminollah menyampaikan, bahwa Festival Masakan Serba Ikan ini dapat dijadikan sebagai motivasi untuk menggerakkan semangat masyarakat agar mengkonsumsi ikan sebagai asupan utama gizi keluarga. “Karena itulah, untuk

meningkatkan konsumsi ikan di Nusa Tenggara Barat sampai pada tahun 2013, pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah melepas 1, 98 juta ekor bibit ikan, baik itu yang besar maupun yang kecil di seluruh embung yang tersebar di kabupaten se- NTB dan terus akan berupaya meningkatkan kuantitas konsumsi ikan,” ujar Aminollah. Menurutnya, ikan memiliki gizi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh, terutama dalam membantu perkembangan anak. Namun masyarakat belum sepenuhnya

Gubernur NTB dan istri bersama anak-anak NTB mengampanyekan Gemar Makan Ikan


20

Nine

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Tri Pitaka

Musik adalah Seni

Memiliki prinsip dan konsisten pada pilihan hidupnya sebagai ­penyanyi membawa Tri Pitaka (35), menjelajah Lombok Nusa ­Tenggara ­Barat ­sejak tahun 2001. Perempuan berwajah manis ini selalu tampil ­percaya diri dalam tiap kesempatan berdiri di atas panggung. Kisah hidup dan perjuangan Pipit, panggilan akrabnya, yang memilih ­berjuang hidup mandiri sejak duduk di bangku kelas satu SMP tampaknya patut ­d icontoh. Di usia kanak-kanak yang seharusnya masih ceria ­menghabis­k an waktu bermain bersama kawan-kawan kecilnya, ­justru ditinggalkan Pipit demi menyanyi dari satu panggung ke panggung ­lainnya.

P

erceraian kedua orangtuanya dan kehidupan yang tidak berjalan baik, membuatnya memutuskan untuk tidak merepotkan ibundanya melainkan ia memilih jalannya sendiri, dengan menjadi penyanyi profesional sejak usia 13 tahun dengan bayaran kala itu Rp 15.000 sekali manggung. “Saya bangga bisa mendapatkan penghasilan sendiri dan bayar SPP Rp 7.500/ bulan waktu itu,” ungkapnya. Pipit adalah potret anak yang gigih dan mampu meraih kehidupan yang lebih baik meski sempat berada dalam tekanan psikologi pada masa kanak-kanaknya. Sejak usia SMP Pipit tidak lagi mengandalkan orangtuanya untuk membayar biaya sekolahnya,

melainkan ia membiayai sendiri kebutuhan sekolahnya. Meski itu merupakan masa yang seharusnya menjadi waktu penentu bagi perjalanan hidupnya, ia gigih membuktikan dirinya menjadi anak yang mandiri. Di saat anak-anak seusianya sibuk bersenda gurau saat liburan bersama orangtua mereka, Pipit sibuk menerima piala-piala dan penghargaan atas prestasinya sebagai penyanyi di panggungpanggung festival di Jawa Timur. Setidaknya, empat kali ia meraih the best dalam berbagai ajang Rock dan satu momen ia bahkan menjadi yang terbaik se-Jawa Timur di tahun 1996. Dalam kondisi yang serba terbatas, Pipit akhirnya berhasil membuktikan bahwa ia mampu

keluar dari berbagai persoalan tekanan tersebut hingga berada pada posisi yang stabil kini. Ia menjadi salah satu penyanyi perempuan yang kerap mengisi di kafe-kafe, even-even penting hingga menjadi penyanyi pembuka maupun pengiring konser-konser musik artis Jakarta. Selain itu, ia juga dikenal sebagai guru vokal di Mataram dan kerap menjadi juri dalam dalam even-even festival musik di Mataram. Sejak hijrah ke Lombok dari Kediri Jawa Timur 14 tahun silam, lalu setelah lepas dari manajemen yang selama ini menaunginya, Pipit langsung jatuh cinta pada Lombok seperti halnya ia mencintai musik. Sempat bolak-balik Kediri – Lombok selama setahun pertama, akhirnya di 2002 Pipit

Rajin Mendengar lah basic saya,” ungkap penyanyi yang kini dikenal juga sebagai penyanyi jazz. Ia mahir menyanyi country, keroncong, seriosa hingga dangdut melayu dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Ary Juliant, salah seorang musisi yang tidak hanya dikenal sebagai pemusik kafe namun juga dikenal performaperformanya di berbagai panggung seni di Mataram, bahkan mengakui Pipit sebagai penyanyi yang mampu menyanyi jenis musik country dengan penguasaan teknik country yang baik. Bakat menyanyi dan kemampuan musikalitas Pipit yang dikenal hari ini, rupanya lahir dari Di Lomboklah, Pipit yang sudah membiayai sendiri sekolahnya sejak usia SMP ini, mengembangkan karirnya sebagai penyanyi. Wajahnya menjadi sangat akrab di panggung-panggung musik yang digelar di Mataram termasuk di panggung-panggung artis terkenal yang menggelar konser di Mataram. Bagi Pipit, seberat apapun perjuangan hidupnya dalam dunia musik tampaknya tidak berpengaruh bagi dirinya karena ia sangat mencintai dunia musik. “Seberat apapun hidupku, musik telah mengantarkanku mampu menjalaninya semua ini dengan ringan,” ujar Pipit yang meneka-

nkan semua itu dapat dilewatinya karena kecintaannya yang besar terhadap musik. Itulah sebabnya ibu dari Bintang Pablo Armadan (5) ini tidak sedikit pun bergeming dari musik, meski beberapa tawaran lain datang padanya karena ia merasa tidak pernah mendapat kesulitan dalam dunia musik. Dan ia bermusik tidak melulu soal entertainment melainkan musik sebagai seni yang menghidupkan aura artistik dalam dirinya. Inilah yang membedakan ia dengan penyanyi dan musisi lainnya. Tidak banyak penyanyi yang bisa menyanyikan semua jenis musik seperti dirinya. “Rock ada-

memilih menetap di Lombok. Apalagi ia kemudian kenal dan bergaul dengan musisi di Lombok seperti Ary Juliant yang memiliki kesamaan pandangan dengannya,

bahwa musik bukan hanya sekedar entertainment melainkan seni. “Sejak itu saya jatuh cinta pada Lombok dan gak mau balik lagi,” ujarnya. –Naniek I. Taufan

“jalanan” alias otodidak. Pipit sama sekali tidak pernah belajar menyanyi atau bermain musik secara khusus. “Semua ini lahir karena keadaan yang mengharuskan saya berada di dunia musik,” ujarnya tertawa. Pipit hanya perlu meningkatkan kemampuan musiknya dengan rajin mendengar dan ia menitikberatkan pada telinganya. “Apapun yang ada hubungannya dengan musik, kuncinya ada di telinga,” kata Pipit. Dan satu lagi, ia tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa ia tidak suka dengan jenis musik ini atau itu. Inilah yang membuat Pipit kerap membawa serta anaknya sejak masih dalam kereta dorong, ke tempat ia bekerja (menyanyi). “Apa yang saya cintai dari kecil kini menjadi bagian hidup juga bagi keluarga kecil saya,” ujarnya.

Karena dari perjalanan hidupnya ini ia beroleh pengalaman bahwa apapun profesinya, selama benarbenar dilakukan dengan sungguhsungguh maka akan bisa memberikan hasil yang dicita-citakan. Pipit sampai pada titik hari ini, itu karena perjuangannya yang sungguh-sungguh. “Kalau mau menghasilkan sesuatu ya harus bekerja dan berjuang, jangan cuma menghayal,” katanya tersenyum. Baginya, proses dalam melakukan pekerjaan itulah yang penting. Sehingga ketika sukses atau mampu membuktikan hasil perjuangan itu, maka akan memberikan nilai lebih dalam menikmatinya. Dan perjuangan Pipit pada musik telah menjadikannya begitu mencintai dunianya kini. Jika ada dua tawaran musik atau dunia di luar musik yang menjanjikan penghasilan yang besar maka diakui Pipit itu sebagai siksaan baginya. “Saya akan lebih memilih musik karena itu hidup saya. Saya akan sangat menderita jika dijauhkan dari musik,” katanya. Meski kini dunia menyanyi dan musik lebih mengedepankan entertainment, Pipit tidak larut di dalamnya. Ia tetap konsisten dengan pilihannya. Melihat konsistensinya pada dunia musik, tampaknya tidak banyak penyanyi/musisi perempuan di Mataram yang total seperti dirinya, khususnya dalam memandang musik sebagai seni. -Naniek I. Taufan

Inspirasi Menemukan masakan Khas Bali di kawasan Jimbaran tidaklah susah. Sesekali cobalah salah satu menu khas Warung Nasi Bu Andre yang menyuguhkan masakan asli Bali. Menu yang ditawarkan pun ada yang berasal dari proses pematangan menggunakan kayu bakar yang kian jarang kita temukan. Saat waktu bersantap siang, bersiaplah untuk berbaur dengan para sopir pariwisata dan sopir truk ditengah hiruk-pikuk kawasan Jalan Uluwatu II.

A

yam Betutu sama Jukut Undis, dua menu ini bisa dibilang menu andalan yang bisa Anda coba. Selain itu ada juga gorengan dan urutan. Semua menu ini diakui memang betul- betul dimasak menggunakan kayu bakar. “Masak pakai kayu bakar biar enak, rasanya lain dengan menggunakan kompor,” ujar penjualnya, Ni Nengah Kartini ketika ditemui sambil menyuguhkan pesanan. Olahan menu lainnya jelas dilihat dari rak kaca yang begitu mudah mencuri perhatian pengendara yang lewat. Untuk satu porsi nasi terdiri dari lawar babi, sayur nangka, babi kecap, betutu, darah kering, urutan dan sate babi. Kesemua tersaji di atas meja yang sudah didesain nyaman kendati ruang berjualan agak sempit. Secara fisik, bagunan masih terbilang baru dengan bentuk bangunan permanen. Salah seorang pelanggan, I Nengah Diasta, sopir travel yang selalu mengantarkan wisatawan ke kawasan Jimbaran mengaku sering makan siang ketika sedang mengantarkan tamunya ke hotel. “Saya suka ayamnya yang empuk, begitu juga kuah undisnya yang selalu disajikan panaspanas,” ungkapnya. Sebagai peneman bersantap, tersedia juga sebagai pelepas dahaga es jeruk, jus tomat, dan minuman ringan. Untuk satu porsi nasi cukup dengan merogoh kocek Rp 18.000. Warung Nasi Bu Indra pertama buka tahun 2011 di atas tanah lapang dengan bangunan sederhana berdinding anyaman. Dari atas tanah kontrakan ini, perlahan mulai bisa bangkit dengan menyewa bentuk bangunan yang lebih kokoh tidak jauh dari tempat semula. Dari awal buka hingga sekarang, seluruh proses masak memang dilakukan di tempat terpisah dari tempat berjualan. Setiap harinya, warung ini buka mulai dari pukul 7.30 pagi hingga pukul 6 sore. Mereka melibatkan 4 orang juru masak yang juga sekaligus sebagai penjual. – Eka Juni Artawan

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

5

Masak Pakai Kayu Bakar


6

Woman on Top

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

AA Ayu Ketut Agung

Ciptakan Petani Masa Depan

Duo Perias Maestro Bertemu

Belajar Enterpreneur Pertanian harus dipandang sebagai industri. Petani masa depan, bukan lagi, hanya sekadar mencangkul dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, harus bisa menjadikan pertanian sebagai suatu industri. Demikian diungkapkan Dosen pertanian Unud, Prof. Dr. Ir. Gede Putu Wirawan, M.Sc.

Menghadapi MEA 20015, IB Rai D. Mantra yang saat itu masih menjabat Wali Kota Denpasar memandang pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja khususnya di sektor pariwisata. Untuk itu, 10 Agustus 2015 Pemkot Denpasar dan pemangku kepentingan pariwisata se-Kota Denpasar mendeklarasikan “Kota Denpasar Kompeten di Bidang Pariwisata”. Mereka yang bergerak di bidang pariwisata diharapkan meningkatkan kompetensinya dan mengikuti ujian hingga akhirnya memiliki sertifikat kompetensi.

I

Pertemuan duo Perias Maestro, Tienuk Rifki (kiri) dan Bu Agung (kanan)

A

nak Agung Ayu Ketut Agung, pakar tata rias dan kecantikan yang sudah puluhan tahun membuka kursus dan pelatihan tata rias tersebut mengapresiasi langkah IB Rai Mantra, yang menjadikan Denpasar sebagai kota pertama di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai Kota Kompeten. Apa yang dilakukan IB Rai Mantra tersebut dikatakannya juga sejalan dengan apa yang sudah dilakoninya di bidang tata rias. Hampir tiap tiga bulan, Bu agung-sapaan karibnya, yang juga pemilik LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) dan TUK (Tempat Uji Kompetensi) Agung untuk Tata Kecantikan Kulit dan Tata Rias Pengantin Bali. “Jadi, mereka

yang kursus di LKP Agung, kami langsung arahkan untuk mengikuti uji kompetensi,” ujarnya. Bu Agung mengimbau bagi pemilik salon yang belum memiliki sertifikat uji kompetensi, untuk mengikuti uji kompetensi. Karena untuk tahun ini ada masingmasing 100 beasiswa untuk Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin dan Tata Kecantikan Kulit. Uji kompetensi ini akan dilaksanakan Minggu, 27 September 2015 di TUK Agung. Dan, Sabtu 10 Oktober 2015 kembali akan digelar Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali. Dengan mengantongi sertifikat kompetensi ini, kemampuan perias mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas. Hal ini otomatis

akan meningkatkan daya saing akan kualitas diri di masyarakat, menjadi perias profesional. “Dan, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi perias orang-orang penting,” ujar Bu Agung yang mengaku dari menjadi perias biasalah, ia akhirnya kini dipercaya merias para pejabat, artis, hingga pre­siden. Terkait hal tersebut, 24 s.d. 27 Agustus 2015, Bu Agung juga diundang untuk mengikuti Pelatihan Penguji dan Refreshing Penguji Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin, Mengacu Pada Kerangka Kualitas Nasional Indonesia (KKNI), “Peningkatan Mutu dan Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Menghadapi MEA” di Gedung Molvcca, Jakarta. Pada kesempatan langka terse-

Ni Wayan Kartini

Berbagi Ilmu dengan Masyarakat

Keberadaan Kelompok Wanita Tani Desa Songan, tak terlepas dari peran Ni Wayan Kartini. “Dulu, anggotanya didominasi laki-laki, namun sekarang para istri sudah dimasukkan sebagai anggota. Jadi sekarang informasi terkait holtikultura lebih cepat bisa tersosialisasikan,” ucap Kartini. Peran para perempuan ini dalam pertanian dikatakannya sejajar dengan peran laki-laki. Mereka mengerjakan lahannya bersama-

sama. “Memang kebanyakan yang perempuan mengurusi buruh tani, seperti menyiapkan makanan, tapi setelah itu sisanya dikerjakan bersamasama,” imbuhnya. Di Songan, Kintamani, Bangli khususnya, jenis pertanian yang banyak berkembang antara lain, bawang, cabai dan tomat. Sebut saja harga bawang super saat ini Rp10-12 ribu, yang mana harga umumnya berkisar antara Rp 15-20 ribu. Sementara harga cabai dikatakannya sekalinya mahal akan mahal sekali, dan ketika murah akan murah sekali harganya. Seperti harga tomat saat ini yakni Rp 2.800 dijelaskannya meski murah, para petani masih bisa bekerja. Namun jika harga tomat di bawah Rp 2.000 per kilogram, terpaksa tomat itu dipakai makan ternak babi. Namun paling tidak, ketika harga tomat turun, tidak terbuang percuma. Kartini menjelaskan 99% masyarakat Songan mengandalkan hidup dari pertanian. Ketika panen tiba mereka tak perlu memasarkan hasil panennya ke luar daerah, karena umumnya mereka (para pengepul) yang langsung

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

mengambil produk pertaniannya ke Songan. Rata-rata usia panen untuk bawang 60 hari, sementara cabai 4-6 bulan. Kendala saat musim panas seperti saat ini dikatakannya ada serangan ulat. Mau tak mau para petani menggunakan sedikit pestisida. Untuk keperluan air yang didapat dari air danau, diungkapkannya sekarang ini sudah lebih mudah karena sudah banyak ada mesin-mesin air yang disalurkan ke lahan pertanian masyarakat. Kartini yang terlahir ������������������� dari keluarga petani, memang sudah akrab dengan dunia pertanian. Sejak kecil ia sudah terbiasa membantu orangtuanya menggarap

but Bu Agung bertemu dengan Hj. Tienuk Rifki yang juga menjadi langganan merias pengantin keluarga presiden, khususnya pengantin Jawa. Pertemuan kedua perias maestro itu menjadi sangat istimewa. Mereka dengan kompetensinya masing-masing berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tata rias dan busana adat Nusantara.

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Sebagai bentuk apresiasi yang besar terhadap pelestarian budaya Bali serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung mem-

lahan pertanian di kaldera Gunung Batur. Karena itu pula, pertanian sudah menjadi bagian yang sangat melekat dalam hidupnya. Selain dari pengalaman langsung, ilmu holtikultura didapatkannya juga dari belajar melalui buku dan melalui mahasiswa-mahasiswa PPL dan KKN di sana. Ia belajar tentang bibit dan cara bercocok tanam yang baik. Ilmu bertani ini dibagikannya ke masyarakat, hingga hasil ladang mereka pun mening-

berikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benarbenar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_ agung@yahoo.com. website:www. salonagung.com. –inten

kat, dan sangat berpengaruh pada perekonomian mereka. Kartinilah yang menggagas terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) di desanya, dan dipercaya menjabat ketua sejak berdiri belasan tahun lalu sampai sekarang. Ia termotivasi membentuk kelompok wanita tani karena tanah di kaldera Gunung Batur sangat produktif dibandingkan lahan sawah. Hasilnya bisa 20 kali lipat daripada hasil lahan sawah. Ia berdayakan tanah di kaldera itu bersama anggota kelompok dan warga desa lainnya. –Inten Indrawati

a menyadari, kampus memiliki peran besar dalam mengantarkan lulusan pertanian untuk menjadi petani masa depan. Dalam artian, kampus khususnya Fakultas Pertanian Unud, sudah memasukkan mata kuliah entrepreneur. “Mahasiswa disiapkan bermental pengusaha. Mereka bisa menciptakan pasar sendiri,” ujarnya. Dalam pandangannya, petani masa depan, tak lagi hanya menanam papaya kemudian dijual di Renon atau di pasar Sanglah. Ketika harga turun langsung putus asa. Kondisi ini yang

sedang dibenahi di kampus dengan pemberian mata kuliah entrepreneur. “Dengan belajar entrepreneur, mahasiswa mengetahui bagaimana trik-trik menjadi pengusaha. Selain teori, juga praktik lapangan meninjau langsung dan sharing ilmu dari para praktisi yang sudah sukses,” ujarnya. Ia menyebutkan, beberapa hal yang memang harus dikuasai petani, harus bisa mengelola proses produksi dan mengetahui dengan baik proses pemasaran, dimana memerlukan komunikasi, tahu bagaimana segmen pasar sehingga bisa

Prof. Dr. Ir. Gede Putu Wirawan, M.Sc.

menentukan kualitas produksi dan negoisasi harga pasar. “Petani masa depan, tak lagi sekadar memproduksi, tapi justru men­dapatkan pasarnya

sendiri,” kata ­Prof. Wirawan. Ia menambahkan, orang Indonesia bisa belajar dari petani di Jepang. Pendidikan mereka sudah maju, bahkan sebagian besar sudah sarjana. Mereka dapat membuat melon yang sangat manis dan tekstur yang bagus, dengan produksi terbatas sehingga harga mahal. Mereka menciptakan pasar sendiri, misalnya dengan online. ONE STOP SHOPPING Prof. Wirawan menawarkan satu ide kreatif. Dengan menggunakan beberapa sepeda motor yang diberi keranjang di belakangnya, kita berkeliling ke perumahan elit mencari pasar. Kita tinggal berikan nomer ponsel dan email, kepada para ibu ini, kalau mereka ingin memesan sayuran atau daging misalnya. Pasti sambutannya lumayan bagus. Itu beberapa cara berpikir kre­a tif yang bisa dipraktikkkan. Namun, ia menegaskan, memang harus ada keberanian untuk mempraktikkan. “Kita harus belajar teknik marketing dan komunikasi. Mari kita lihat fenomena Go-Jek. Itu sangat sederhana, tapi sekarang sedang booming,” ujarnya. Ada lagi satu contoh dilontarkannya. Seorang pengusaha di Lampung memiliki banyak kolam ikan. Ketika ditanya, berapa penghasilan dari pen-

19

jualan ikan, pengusaha itu berkata, saya mendapatkan uang bukan dari penjualan ikan, tapi dari kunjungan tamu yang datang melihat agro wisata ini. Misalnya, punya kebun kopi. Buat café di sampingnya, ditambah dengan spa berbahan baku kopi. Jadikan objek pariwisata. Buat pelayanan dalam one stop shopping. Inilah yang harus dipikirkan petani masa depan. Menurutnya, teknologi pertanian sudah ada banyak. Jangan lagi menekankan soal produksi. Tapi, menciptakan pasar dan segmen pasar yang harus difokuskan. Dengan bermental pengusaha, orang akan melihat celah-celah baru yang bisa dijadikan peluang. Intinya, bagaimana lulusan pertanian mampu mengaitkan setiap aktivitas pertanian dengan pasar yang ada kaitannya pariwisata. Masalah utama adalah pendidikan. Petani kebanyakan lulusan SD dan SMP. Tamatan perguruan tinggi tidak mau jadi petani. Ini yang perlu diubah. Yang lebih parah, tidak ada organisasi petani yang bersifat komersial. Dulu ada KUD, tetapi tidak dikelola secara terpusat. Di Jepang itu ada organisasi pertanian, dari pusat sampai ke daerah yang mengelola dari alat pertanian, supermarket, pasar, bahkan ada bank untuk mencari kredit. –Wirati Astiti

Memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri di Pura Subak Pustaka suci Rgveda X.36.14 menyatakan Tuhan memancarkan Savita dan Dirgha Ayu kepada semua ciptaan-Nya sepanjang zaman dari segala penjuru. Savita artinya pencerahan atau vitalitas hidup. Dirgha Ayu artinya keselamatan hidup sepanjang zaman. Dirgha artinya terus menerus dan Ayu artinya keselamatan. Lantas mengapa ada umat yang hidupnya menderita dan ada yang berkecukupan hidup tenang dan bahagia. Menurut pengurus PHDI Pusat Bidang Agama dan Lintas Iman, I Ketut Wiana, pancaran Tuhan itu ibarat pemancar televisi. Kalau tidak disetel TV yang kita miliki sesuai dengan nomor frekuensi gelombang TV yang diinginkan maka gambar yang dipancarkan oleh TV tersebut tidak akan kelihatan. Demikian juga orang yang sakit sudah disiapkan obat sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Kalau obat itu dibiarkan disamping tempat tidur maka obat itu tidak bisa menyembuhkan. Begitulah kehidupan ini, meskipun Tuhan telah memancarkan pencerahan hidup dan pancaran keselamatan kalau tidak kita tempuh cara-cara mencapainya maka kehidupan cerah dan Dirgha Ayu itu tidak bisa dicapai. Dalam Bhagawad Gita XVIII.44 menyatakan basis dari kemakmuran itu adanya tiga yang menjadi kewajiban utama Vaisya Varna yaitu Krsi artinya pertanian,Goraksya artinya peternakan dan Vanijyam artinya perdagangan.Tiga hal itulah sebagai basis kemakmuran. Betapapun majunya suatu industri tanpa tiga dasar itu dunia tidak bisa akan hidup makmur. Betapapun hebatnya suatu industri tanpa menguatkan tiga dasar hidup makmur maka tidak mungkin manusia bisa hidup sejahtera. Selanjutnya Ketut Wiana menyatakan

dalam Manawa Dharmasastra I.31 menyatakan tujuan Tuhan menciptakan Brahmaa, Ksatria ,Vaisya dan Sudra adalah untuk melindungi kebahagiaan dunia. Dalam sloka tersebut dinyatakan dengan istillah “Lokawiwriddhyartham”. Kebahagiaan dunia itu menyangkut keamanan dan kemakmuran. Meskipun bertani,beternak dan berdagang menjadi kewajiban Vaisya Varna untuk menggerakan namun Varna lain seperti Brahmana, Ksatriya dan Sudra untuk memberi dukungan. Karena itu, kata Ketut Wiana dalam mantra Yajurveda XXX.5 menyatakan bahwa,Tuhan telah menciptakan empat bakat atau profesi yaitu Brahmana untuk membina ilmu pengetahuan, Ksatriya untuk perlindungan,Vaisya untuk kemakmuran dan Sudra untuk pekerjaan jasmani. Untuk mengembangkan Krsi,Goraksya dan Vanijyam ini menjadi tugas utama Vaisya Varna untuk mengoordinasikannya. Vaisya dalam melakukan tugas menciptakan kemakmuran itu dalam Bhagavata Purana VII.XI. sloka 153 pertama-tama adalah berbhakti pada Tuhan dan berguru pada Brahmana atau disebut Deva gurvachyate bhakti. Hal ini rupanya menjadi sumber tradisi di Bali pertanian basah di sawah punya Pura Subak dimana yang dipuja adalah Tuhan dalam prabhawanya sebagai Dewa Wisnu dan Dewi Sri sebagai saktinya. Kalau kebun atau abian punya Pura Alas Rasmini untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Sangkara atau lebih populer dengan Ida Bhatara Sang Hyang Tumuwuh. Sedangkan sinar suci Hyang Widhi yang menjiwai tanah disebut Sang Butha Bhuwana. Sedangkan untuk memohon keteraturan cuaca di Pura Penataran Agung Besakih ada Pelinggih untuk memuja Tuhan sebagai Bhatara Sila Majemuh de­

ngan pelinggih Naga distanakan di pelinggih Tepas. Ketika umat Hindu di Bali memulai menanan pada musim tanam selalu ada Upacara Dewasa Nandur demikian juga saat panen pasti ada Upacara Yadnya. Kalau panen kebun Tuhan di Puja sebagai Sang Hyang Sengkara atau Sang Hyang Tumuwuh. Sedangkan kalau panen padi disawah Tuhan di puja sebagai Bhatara Sri. Demikian juga kalau menjual hasil-hasil pertanian di pasar ada juga Tuhan dipuja sebagai Dewi Laksmi yang di pasar-pasar di Bali disebut Bhatara Melanting sebagai Dewi Kemakmuran.Ini maksudnya agar proses jual beli itu tidak ada kecurangan sehingga produsen, distributor/dagang dan konsumen sama-sama untung. Tidak ada dalam ajaran Hindu, dagang itu boleh bohong. Ini artinya semua denyut kehidupan umat Hindu di Bali selalu diawali dengan pemujaan pada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa. Karena, Dewa itu artinya sinar pencerahan.Tuhan bersinar(diva) tidak terbatas artinya mencerahkan kehidupan ciptaan-Nya sepanjang zaman. Tujuan pemujaan Tuhan dengan berbagai manifestasi-Nya menggambarkan bahwa semua denyut kehidupan hendaknya diawali dengan menguatkan daya spiritual melalui pemujaan Tuhan untuk mendapatkan keluhuran moral dan ketahanan mental dalam menghadapi kehidupan ini. Wiana juga mengatakan, sebab hanya mereka yang memiliki moral yang luhur dan mental yang tangguh itulah yang bisa mendapatkan Savita dan Dirgha Ayu itu seperti yang dinyatakan dalam Rgveda X.36.14 diatas.Hari Pertanian di Bali pada Hari Tumpek Wariga yang dalam Lontar Sunarigama disebut sebagai ”Payogan Bhatara Sangkara” adalah Tuhan sebagai Dewa tumbuh-tumbuhan. ”Ini artinya hidup menurut ajaran Hindu hidup menempuh jalan yang dibenarkan oleh Tuhan. Inilah pula inti kepercayaan umat Hindu di Bali dalam menyelenggarakan hidup di bumi ini,” pungkas Wiana.-Sri Ardhini

Wanita Punya Tugas Mulia Bali tak bisa dipisahkan dari subak. Sistem irigasi yang menjadi ciri khas Bali ini merupakan bagian dari budaya Bali. Subak sejatinya memiliki lima peran, yakni distribusi air, pemerliharaan sarana irigasi, pengelolaan sumber daya, penyelesaian konflik, dan aktivitas ritual. “Dari semua peran itu, untuk aktivitas ritual menjadi domain kaum wanita. Namun, bukan berarti di bagian lain wanita tidak berkiprah. Porsi paling banyak berada di aktivitas ritual. Ada 16 upacara ritual yang berkaitan dengan pertanian di Bali mulai dari mendak toya (menjemput air) sampai padi naik lumbung,” ujar Prof. Dr. I Wayan Windia, Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana. Walaupun sudah memiliki tanggung jawab untuk mengurus upacara ritual, wanita Bali tidak bisa diam setelah tugasnya selesai. Mereka kadang ikut membantu proses produksi. Misalnya, para istri membawakan suaminya makanan. Dari sini bisa terlihat adanya sinergi antara pria dan wanita dalam urusan pertanian. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana ini menuturkan, secara umum kaum wanita lebih terlihat di pascaproduksi, termasuk menjual hasil pertanian dan mengolah hasil pertanian. “Di subak Guama, Mengwi, ada kelompok tani wanita yang dibantu koperasi subak. Ini menunjukkan peran wanita menjadi sangat penting dalam pertanian. Di subak Wangaya Betan, Tabanan, kaum wanita mengolah padi beras merah menjadi teh

beras merah,” ujar Prof. Windia. Ia menegaskan sepanjang subak masih ada, kaum wanita memiliki tugas yang sangat mulia,. Untuk itulah, ia dan teman-teman yang peduli subak terus berupaya agar masing-masing kabupaten/kota memiliki subak abadi. Subak di kalangan pengamat dan pemerhati disebut a body of knowledge karena banyaknya ilmu pengetahuan di dalamnya. Subak identik dengan budaya Bali. Wujud kebudayaan itu ada tiga, nilai, sosial, dan artefak. Subak menjadi bagian dari kebudayaan yang berwujud sosial. Untuk melestarian kebudayaan ini diperlukan sinergi antara petani dan pemerintah. Di Tabanan, 14 subak yang yang menjadi warisan dunia diberikan keringanan dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Di Gianyar, ada 3 subak di Tampaksiring yang bebas PBB. Prof. Windia menambahkan, saat ini di Bali terdapat 1599 subak. “Subak itu sangat khas, dengan mengacu kepada lima hal, memiliki sumber air, memiliki persawahan, ada petani, memiliki Pura Subak, dan otonom. Pekaseh tidak tunduk kepada Bendesa atau Perbekel. Batas-batas subak juga ada yang berada di dua atau lebih desa adat. Patokannya adalah sampai dimana air bisa mengaliri sawah, sampai disanalah batas subak itu,” jelas dosen yang aktif menulis tentang kiprah dan eksistensi subak di media massa ini. –Ngurah Budi


18

Kreasi

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Media untuk melu­ kis tak hanya kanvas atau kertas. Kini baju pun bisa dijadikan media lukis. Apalagi kalau lukisan yang dibuat merupakan simbul-simbul yang sarat makna religius. Ini pun menjadi salah satu industri kre­ atif yang bisa terus dikembangkan.

I

Ketut Ngabdi merupakan pelukis baju yang memilih terjun di industri kreatif ini. Ia berasal dari keluarga seniman. Kakeknya terkenal sebagai pembuat barong di Tegal Asah, Tembuku, Bang­ li. desanya. Sebelum melukis, Ngabdi pernah bekerja di salah satu koperasi di Gianyar selama 13 tahun. Karena hasilnya tak seberapa, ia memutuskan untuk menjadi pelukis baju. Bagi Ngabdi, baju dengan lukisan religius bukan karena tren semata tetapi ada makna tersirat yang membuat pemakainya merasa percaya diri. Lukisan yang biasanya dibuat motif paksi, barong, rangda, Dewa Baruna dan tokoh-tokoh pewayangan. Seluruh motif ini tidak terlepas dari budaya masyarakat Bali, khususnya umat Hindu. Lukisan rangda menurut Ngabdi sangat cocok untuk menggambarkan semangat dan menumbuhkan rasa percaya diri. Demikian juga dengan Baruna sebagai lambang laut yang mengitari pulau ini. “Seluruh motif ini mempunyai makna tersendiri. Itu sangat erat hubungannya dengan budaya masyarakat Bali, khususnya Hindu,” jelasnya. Ciri khas lukisan baju Ngabdi adalah pemilihanwarna hitam putih dan menggunakan teknik arsiran. “Hal ini tidak lepas dari filosofi Bali, yakni simbol Rwa Bhineda (dua hal yang berbeda). Budaya Bali tidak

Percaya Diri dengan

Kaus Lukisan Rangda bisa lepas dari lukisan yang saya buat,” ungkapnya. Usaha yang telah ditekuni selama dua tahun dan menjadi satusatunya penunjang keperluan hidup Ngabdi. Ia pun sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Menjelang hari raya umat Hindu, ia kerap kebanjiran order. Selain dari masyarakat sekitar, pesanan juga datang dari butik di daerah Denpasar. Terkait dengan upah, tergantung dengan motif. “Kalau pesanan lebih banyak datang jelang hari raya. Kalau upahnya untuk motif yang paling gampang hanya Rp 50 ribu kalau yang paling sulit sampai Rp 200 ribu untuk satu baju,” ujar Ngabdi. Pria lulusan sekolah seni ini juga menyampaikan dibalik perkembangan usahanya, ia mengaku kekurangan modal. Hal ini mengakibatkan dirinya hanya bisa membuka in-

dustri di rumahnya, yang jauh dari kota Bangli. Tentunya hal ini menyebabkan industrinya tidak bisa dikenal oleh masyarakat dalam waktu yang cepat. “Karena kurang modal, saya hanya bisa melukis di rumah saja. Jadinya masyarakat belum banyak tahu,” jelasnya. Agar bisa berkembang, Ngabdi berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli bisa memberikan pembinaan, baik dari segi manajemen modal maupun cara pemasaran. Kadisperindag Bangli, I Nengah Sudibia memberikan respon positif. Ia menjelaskan usaha kreatif melukis

baju ini merupakan industri yang sangat baik untuk dikembangkan. Di tengah perkembangan trend busana, tentunya industri yang memiliki ciri khas tersendiri ini akan mampu bersaing dengan produk yang lain.

Terkait permintaan pembinaan, Sudibia mengatakan agar segera menindaklanjuti. “Ini industri yang sangat bagus. Nanti permohonan pembinaannya akan kami tindaklanjuti,” ujarnya. -Sosiawan

Life

Story

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

7

Disuruh Jauh karena Suka Selingkuh

Berangkat dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah kecamatan di Nusa Teng­ gara Barat, Nita (36), bukan nama se­ benarnya, memiliki keinginan yang lebih dari apa yang bisa dipenuhi oleh orangtuanya yang hanya seorang pegawai biasa di salah satu instansi pemerintah. Gambaran ini ten­ tulah tidak bisa dijadikan contoh. Dengan penghasilan yang biasa Nita dan keluarga­ nya, termasuk orangtuanya menginginkan sesuatu yang “berlebihan” dalam hidup mere­ka, salah satunya penampilan yang mentereng. Karena­nya hidup dengan utang pun menjadi bagian keseharian mereka. tkh/net

S

ebagai anak sulung, sejak usia SMP Nita telah memperlihatkan gaya yang lebih dibandingkan dengan rekan-rekan lainnya. Penampilan dan dandanannya lebih cepat dewasa dan sudah mulai mengenal pacaran sejak SMP. Ditambah lagi prilaku yang genit dan suka menggoda, lengkaplah sudah ia dicap sebagai perempuan “nakal”. “Kami sesungguhnya malu dengan sikap Nita, namun karena dia kawan kami, ya… mau bagaimana lagi,”

ungkap Lina dan Rina, dua sahabat Nita yang semasa kuliah akhirnya meninggalkan Nita karena saran dari selingkuhan Nita agar mereka berdua menjauhi Nita. Seiring bertambahnya usia, masa SMU Nita dihabiskan di antara cemoohan orang. “Meski pun tidak terang-terangan, orang banyak yang mencemooh sikap dan prilaku Nita yang kadang berlebihan,” kata Lina. Saat itulah Nita dikenal banyak memiliki pacar dan bahkan berpacaran dengan suami orang. Berulang

kali Lina dan Rina menasehati Nita, namun dianggap angin lalu saja. “Belum lagi ibunya suka memperkenalkan Nita dengan orang-orang baru yang datang ke kampung kami. Mereka biasanya pegawai-pegawai yang datang dari luar daerah,” kata Rina. Intinya menurut Lina dan Rina, ibunda Nita turut menyumbang sikap yang membuat Nita merasa mendapat dukungan dengan apa yang dilakukannya meski pun untuk ukuran hidup di kampung, hal tersebut terasa tabu. Yang

Genit dan Suka Menggoda Namun setelah cukup lama menunggu, Lina meminta Nita untuk mengantarnya ke kamar kecil di bagian belakang dari tempat mereka duduk. untuk sampai ke kamar kecil itu, mereka harus melewati pintu ruangan dokter tersebut. Saat melintas itulah mereka tercengang dengan apa yang mereka lihat di dalam ruangan dokter tersebut. “Kami melihat Nita dan dokter itu berciuman. Sungguh menjijikkan,” ungkap Rina dengan wajah tidak suka. Mereka terdiam dan saling pandang. Sementara Nita tidak mengetahui jika kedua kawannya itu melihat ‘aksinya’. Namun sang dokter pembimbing mengetahui bahwa Rina dan Lina melihat perbuatan mereka. Setelah kembali dari kamar kecil dan keduanya saling terdiam, dokter itu mendatangi mereka yang duduk di ruang tunggu pasien. “Kalian anak-anak baik, sebaiknya jauhi Nita dan jangan bergaul dengannya lagi. Jangan ikuti apa yang dilakukannya,” kata dokter tersebut

menasehati keduanya. Bagi Rina dan Lina, dokter yang mereka kenal selama sering mengantar Nita berkonsultasi itu adalah sosok yang baik. Entah mengapa ia jatuh ke dalam rayuan Nita. “Mungkin karena Nita terlalu genit dan suka menggoda,” kata Lina menyalahkan Nita atas terlibatnya dokter tersebut dengan Nita. Nyatanya dokter itu masih mau menasehati mereka berdua. Itulah kali terakhir Rina dan Lina berkawan dengan Nita. Setelah itu mereka berdua mengikuti nasehat sang dokter dan tidak lagi bergaul dekat dengan Nita. “Sudah empat tahun kami tidak bersama Nita lagi,” kata Lina. Kabar terakhir yang mereka dengar tentang mantan kawannya itu adalah bahwa Nita telah menikah dengan suami orang yang saban hari selalu dilabrak istri orang. “Peristiwa labrak-melabrak sudah biasa dialami Nita sejak dulu, karena yang dipacarinya orang-orang mapan yang sudah beristri,” kata Rina sinis. -Naniek I. Taufan

disasar Nita berpacaran dengan mereka yang mapan adalah uang untuk menunjang menampilannya. Selain itu agar terlihat bahwa mereka orang-orang yang bergaul dengan kelas yang berbeda. Namun mereka lupa, bahwa mereka tinggal di kampung yang tiap mata menyoroti sikap dan prilaku mereka. Meski begitu, mereka tidak peduli. Sampailah saat Nita menempuh pendidikan di salah satu kampus kesehatan di Mataram. Ia meninggalkan orangtua dan keluarga. Jauh dari keluarga membuat Nita semakin menjadi. “Nita pacaran ‘kanan – kiri’ bergantian lelaki. Saya melihat kuliahnya jadi tidak fokus karena yang dipikirkannya cuma bagaimana agar bisa berpenampilan yang wah,” ujar Rina. Nita tinggal di kos-kosan yang terbilang mewah. Untuk ukuran kemampuan finansial orangtua Nita, rasanya tidak mungkin Nita bisa tinggal di kos semewah itu. Ketika ditanya dari mana Nita mendapatkan uang untuk bayar sewa kos semewah itu, Lina dan Rina saling panjang dan hanya tersenyum sembari merubah topik pembicaraan. “Yang kami tahu, terakhir kali ia berpacaran dengan seorang dokter yang sudah berkeluarga,” kata Lina. Awalnya Lina dan Rina tidak mengetahui jika Nita dan dokter tersebut menjalin hubungan terlarang. “Memang kami sering mengantarkan Nita bertemu dengan dokter tersebut

karena katanya akan mengkonsultasikan skripsinya,” ujar Rina. Saat itu Nita memang sudah mulai menyusun skripsi dan dokter tersebut, menurut Nita pada Rina dan Lina, adalah pembimbing skripsinya. “Kami percaya saja dan membantu mengantarkannya tiap kali ia ingin konsultasi skripsi,” ungkap Rina. Hingga suatu hari, Nita minta bantuan Rina dan Lina untuk mengantarkannya menemui sang pembimbing itu untuk konsultasi sekali lagi. Hari itu sudah menjelang larut. Pasien dokter tersebut sudah habis dan stafnya sudah pulang. “Kami berpikir mungkin karena penting sekali untuk konsultasi akhir, maka pembimbingnya memberikan ia kelonggaran waktu berkonsultasi meski sang pembimbing itu capek,” ujar Lina tertawa. Sampai di tempat praktek dokter tersebut, Nita langsung masuk ke ruangan sementara Lina dan Rina menunggu di ruang tunggu pasien. Mereka semakin yakin jika Nita tengah menjalankan tugas kuliahnya itu karena pintu ruangan dokter tidak ditutup melainkan dibiarkan terbuka setengah. Dari tempat duduk mereka, Rina dan Lina memang tidak melihat langsung keberadaan Nita dan sang dokter yang tengah berkonsultasi di bagian samping pintu karena posisi meja dokter tertutup oleh pintu yang terbuka sebagian itu. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Asah Kecerdasan Interpersonal dengan Bergaul

Kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelejensi. Masih ada kecerdasan lain yang harus diasah. Salah satunya kecerdasan interpersonal. Apa saja yang berkaitan dengan kecerdasan interpersonal? Bagaimana menanamkan kecerdasan interpersonal kepada anak-anak?

D

ua ibu duduk sambil menunggu anaknya bermainmain di tempat les. Ibu yang lebih tua memuji anak dari ibu yang lebih muda. “Anak ibu gaul ya. Ia cepat sekali bisa akrab dengan temannya. Anak saya agak susah untuk langsung akrab,” ujarnya. Ibu yang lebih muda menimpali. Ia mengaku dirinya sering mengajak anaknya untuk pergi ke berbagai acara. “Mungkin karena sering bertemu orang di berbagai kesempatan, ia menjadi lebih mudah bergaul. Biasanya, anak saya memperhatikan, kalau saya akrab dengan orang itu, anak saya pun mudah akrab dengan orang itu,” ungkapnya. Kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan orang lain memiliki kaitan dengan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan, kepentingan, dan kebutuhan orang lain, serta membangun hubungan yang kooperatif, konstruktif, dan memuaskan. “Kecerdasan ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berelasi dengan orang lain dan menghargai perbedaan. Orang yang punya kecerdasan interpersonal cenderung bisa berempati dan punya banyak teman,” ujar Lyly Puspa Palupi Sutaryo, M.Si, Psi. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini menambahkan kecerdasan interpersonal harus dibentuk sejak kecil, mulai dari anak bisa berkomunikasi dan berelasi dengan orang lain. Misalnya, anak diajarkan bagaimana saling berbagi atau gantian menggunakan mainan. Ini termasuk pengalaman langsung yang bisa diajarkan. Kadang ada juga yang mengajarkan kecerdasan ini melalui buku atau cerita. Namun, metode melalui cerita ini kadang hanya dibayangkan dan pemahaman lebih dangkal atau tidak optimal. Kalau pengajaran dilakukan lang-

Lyly Puspa

sung ketika anak melihat temannya menangis atau tertawa, hal ini akan membuat penjelasan lebih mudah. Menangis itu apa dan kapan terjadi atau tertawa itu apa dan mengapa orang tertawa. Dari sini anak bisa mengerti bahwa ekspresi manusia bisa bermacammacam tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. “Orangtua memiliki peran penting untuk mendidik anak agar memahami banyak ekspresi ini. Karena itu, berikan kesempatan atau buka akses kepada anak untuk bergaul dengan teman dan lingkungannya, tetapi tetap dalam pengawasan orangtua. Kepribadian anak akan tumbuh dan berkembang karena banyak hal yang bisa dilihat,” ujar staf di bagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RS Sanglah ini. Lyly mengingatkan jika orangtua memiliki keterbukaan dalam pergaulan, anak cenderung melakukan hal yang sama. Sebaliknya, jika orangtua cenderung tertutup termasuk membatasi akses anak, besar kemungkinan anak juga berlaku demikian. Hal ini terjadi karena anak melakukan proses peniruan terhadap apa yang dilakukan orangtua. Namun, masih ada factor lingkungan yang memberi pengaruh. Jika lingkungan seperti rumah

“Dari penelitian para ahli, kesuksesan ditentukan 80% oleh kecerdasan interpersonal. Jika dianalisa lebih dalam, anak atau orang yang mudah ­bergaul memang lebih mudah beradaptasi dengan ­lingkungan sehingga lebih cepat dalam ­ meraih kemajuan”

dan sekolah membuka peluang anak untuk berinteraksi lebih banyak, maka peluang terbentuknya kecerdasan interpersonal lebih besar. Anak yang mudah bergaul cenderung memiliki kemampuan berempati yang tinggi. Ia memiliki banyak pemahaman tentang ekspresi sehingga bisa menempatkan dirinya. “Dari penelitian para ahli, kesuksesan ditentukan 80% oleh kecerdasan interpersonal. Jika dianalisa lebih dalam, anak atau orang yang mudah bergaul memang lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sehingga lebih cepat dalam meraih kemajuan,” ujar Lyly. Ia juga menyebut manfaat kecerdasan interpersonal untuk anak-anak. Pertama, anak menjadi lebih luwes dan mudah beradaptasi. Anak tidak memiliki stress tambahan ketika berada di lingkungan baru atau orang-orang baru. Ada anak yang merasa khawatir ketika harus masuk lingkungan baru. Ini akan menimbulkan stress sebelum apa yang sebenarnya terjadi.

Griya

Sejuk di Bawah Atap Alang-Alang

Saat ini, banyak pilihan jenis atap yang beredar di pasaran. Masyarakat tinggal memilih jenis atap yang disukai dan tentunya sesuai ­dengan gaya bangunan. Salah satu jenis atap yang masih diminati, khususnya yang diperuntukkan bangunan villa, adalah atap alang-alang.

A

tap alang-alang merupakan jenis bahan atau material bangunan yang sangat ramah lingkungan. Atap alang-alang merupakan atap

Anak-anak yang sedang bermain bersama

Kedua, anak menjadi lebih percaya diri. Anak siap menghadapi situasi apapun karena ia sudah memiliki pemahaman tentang berbagai karakter orang. Semua

ini didapat dari proses belajar dan bergaul dengan teman-temannya. Makin luas pergaulan, makin percaya diri, makin besar peluang untuk sukses. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

pisang atau bulan

Setelah Tuhan menciptakan angkasa, bumi, tumbuh-tumbuhan dan hewan, beliau selanjutnya menciptakan manusia. Sebelum hal itu terjadi, Tuhan memanggil sepasang bibit manusia lakiMade Taro perempuan. “Hai, kau bibit manusia! Sebentar lagi kau akan kuciptakan menjadi Manusia, penghuni bumi. Tugasmu adalah memelihara segala ciptaanku.” Bibit manusia itu mengangguk, tanda setuju. “Sebelum kau kuturunkan ke bumi, pikirkanlah baik-baik!” lanjut Tuhan. “Kau ingin hidup seperti pisang atau bulan?” Pasangan bibit manusia itu saling pandang. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Tuhan. Oleh karena kedua bibit itu tidak menemukan jawaban, lalu Tuhan menjelaskan. “Kalau ingin hidup seperti pisang, hidupmu berlangsung sementara. Kau lahir dan mati, meninggalkan banyak anak. Kalau kau ingin hidup seperti bulan, kau akan hidup berkali-kali, tetapi menyendiri.” Kedua bibit manusia itu berembug. Mereka menimbang-nimbang baik-buruk dan untung-rug-

inya. Tugas pokok di bumi adalah memelihara ciptaan Tuhan. Itu berarti pasangan laki-perempuan itu harus bekerja keras sepanjang masa. Manusia merasa pekerjaan itu tidak mungkin dikerjakannya sendiri. Kalau hidup seperti bulan, Manusia akan mengalami hidup, mati dan hidup lagi, tetapi akan dirundung rasa sepi berkepanjangan. Dengan siapa manusia berbincang-bincang dan menyatakan keluhannya? Sanggupkah manusia mengambil pekerjaan yang berat itu sendirian tanpa bantuan orang lain? “Kami memilih pisang, Tuhan Yang Mulia!” jawab pasangan itu tanpa ragu-ragu. Seketika itu pula Tuhan menurunkan pasangan bibit manusia itu ke bumi. Oleh karena manusia memilih pola hidup seperti pisang, maka manusia punya banyak anak. Mereka tinggal berkumpul dalam satu rumah. Mereka makan dan tidur bersama, bekerja dan bercengkerma bersama-sama. Namun, manusia yang melahirkan anak-anak itu makin lama makin tua, sakit, dan akhirnya mati. Manusia yang mati itu sangat sedih meninggalkan rumah dan anakanaknya, demikian pula anak-anak yang dilahirkannya itu sangat sedih ditinggalkan orang tuanya. Manusia yang mati itu tidak mungkin hidup kembali. Seharusnya manusia memilih pola hidup pisang dan bulan. Namun, memilih keduanya tidaklah mungkin.

17

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

dengan bahan alami rumput alang-alang. Kelebihan atap alang-alang ini di antaranya, dapat memberikan kesejukan dalam bangunan, menciptakan kesan natural/alami, dapat dikombinasikan dengan material-material modern lainnya, berkarakter plastis sehingga mudah dibentuk menjadi berbagai jenisbentuk atap, dapat diterapkan pada jenis bangunan apapun, dan teknik pemasangan dan konstruksi sederhana. Salah seorang penjual atap alang-alang di Jalan P r o f. I B M a n t r a , Denpasar, Majidah (62) mengatakan, sejak dulu hingga kini atap alang-alang dikerjakan secara konvensional. Helai demi helai rumput alang-alang dirangkaikan serta diikat pada sebilah bambu sehingga membentuk sebuah lembaran dengan ukuran tertentu. Bahan tali pengikat biasanya

menggunakan bahan serat ijuk atau serat bambu. “Lembaran alang-alang tersebut yang nantinya diletakkan dan disusun pada rangka atau struktur atap, sehingga akan menutupi seluruh permukaan atap serta melindungi secara fisik ruang di bawahnya,” ujar Eldah yang mengaku memulai bisnisnya sejak tahun 1989 di Lombok dan sejak 2003 mengembangkannya di Bali. Rumput liar sebagai bahan atap alang-alang yang dijualnya ini dikatakannya didatangkan dari Lombok. “Di Bali memang ada rumput alang-alang, namun masih muda sudah dipanen. Jika di Lombok, ketersediannya masih banyak. Di sana tumbuh bagus, dipanen sekali setahun dengan tinggi sekitar 1,5 meter,” jelasnya. Proses pengerjaannya sederhana. Rumput alang-lang yang

sudah dipanen dijemur 2-3 hari sampai kering. Namun harus diperhatikan juga penjemurannya jangan sampai terlalu kering karena akan mengakibatkan alang-alang cepat rapuh atau patah. Atap alang-alang ini pun ditawarkan dengan beragam pilihan harga yang tentunya disesuaikan dengan kualitas pembuatannya. Jenis super dengan ikatan yang rapat, dikatakan Eldah-sapaan akrabnya, bisa bertahan hingga 20 tahun. Sementara yang jenis standar, paling banter bertahan hingga 8 tahun. Eldah yang kerap menerima pesanan atap alang-alang tak hanya dari Bali namun hingga dari Jakarta ini, juga menawarkan gazebo. Atapnya bisa dari alang-alang atau dari sirap sesuai kebutuhan konsumen. Strukturnya pun bisa dari kayu ataupun bamboo, dengan sitem

Majidah

konstruksi knockdown. Sebut saja, gazebo bambu berukuran 2x2 meter dengan atap alangalang hanya ditawarkan dengan harga Rp 6,5 juta. –ten


16

Edukasi

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Jadilah Orang Unik

Jika lulusan yang sama melamar ke sebuah perusahaan yang sama, dengan waktu kedatangan sama, apa yang membuat salah seorang di antaranya yang terpilih? “Salah satu faktor yang membuatnya terpilih adalah keunikan diri yang terlihat dari kemampuan melakukan presentasi publik dan kemampuan berkomunikasi. Itu yang akan menjadi nilai plus bagi seseorang,” ujar Charles Bonar Sirait dalam sebuah kesempatan.

C

harles yang kondang sebagai presenter dan kini mengepakkan sayapnya sebagai penulis buku “Public Speaking and Business” ini mengatakan gaya berbicara sangat mempengaruhi untuk mampu meyakinkan lawan bicara atau orang lain. “Saat presentasi, jangan membuat orang lain memposisikan Anda di tempat rendah. Buat terus yang unik, jangan berhenti,” tegasnya.

Dalam presentasi produk misalnya, ia mengingatkan untuk tampil percaya diri dan bangun keyakinan bahwa produk kita adalah the best design, fondasi kuat dengan alasan penciptaan karya, dan yang paling penting bisa mempertahankan karya. “Dalam presentasi, jelaskan secara terstruktur dengan mimik wajah yang meyakinkan. Penting juga menampilkan referensi desain-desain yang ada sebelumnya, dan cari keunggulan produk

Anda dibandingkan yang lainnya,” ucapnya. Kemampuan berbicara di depan publik atau forum bisnis telah menjadi kebutuhan setiap orang bisnis. Itu artinya pemilik perusahaan, direktur utama, kepala departemen, supervisor, karyawan baru, bahkan karyawan magang harus mampu tampil dan berbicara dalam forum seperti rapat, presentasi, paparan publik, sosialisasi program, pengajuan proposal, peluncuran produk, jumpa pers, berbicara kepada pelanggan, berbicara kepada atasan dan bawahan, memberikan pujian, memberikan motivasi, dsb. Dunia bisnis dan keterampilan berkomunikasi tidak dapat dipisahkan, keduanya terikat erat. Jika keduanya dipisahkan, bukan tidak mungkin akan muncul ketidaknyamanan, kesalahpahaman, bahkan kegagalan dalam meraih kesepahaman dan kerjasama bisnis. “Hal yang paling mendasar dalam setiap persoalan adalah komunikasi,” tegasnya lagi. Tips Public Speaking: 1.Pembelajar public speaking dan business tak akan pernah memisahkan 3 tahapan pembelajaran (inteligensia, pengalaman, eksperimentasi) dan 3 elemen kepribadian manusia (kognitif, afektif, psikomotorik). 2.Ingin sukses berbicara di forum bisnis? Tak ada jalan lain,

berlatihlah! 3.Rancanglah sedikitnya 2 format rencana dan penilaian berbicara dalam forum bisnis (sebelum dan sesudah berbicara). 4.Setelah berbicara dalam forum bisnis, lakukan evaluasi. 5.Sabar menyimak, mendengar orang lain berbicara adalah salah satu kemampuan yang perlu dimiliki dalam melakukan public speaking untuk kepentingan bisnis. 6.Dengan kesabaran tersebut, Anda akan mendapatkan semua data secara terperinci, sebab dalam berbisnis, perincian dan detail adalah hal yang sangat diperlukan. 7.Public speaking Anda akan jauh lebih meningkat kalau Anda terlebih dahulu bersedia mengubah karakter bisnis Anda. 8.Harus ada kalimat baru yang

Menikmati Pemandangan di Pertengahan Gunung dan Danau Batur

T

ahun 1990-an, ada iklan mobil yang syutingnya dilakukan jalan menuju Danau Batur. Kawasan bebatuan yang kesannya ke­ ring dan gersang ini kontras dengan pemandangan danau yang dikelilingi bukit hijau dan airnya membiru. Pemilihan lokasi syuting ini mungkin ingin memberi gambaran kepada masyarakat, ada objek wisata yang sayang untuk dilewatkan. Sampai saat ini bebatuan di

sepanjang jalan menuju Danau Batur ini masih menjadi tempat untuk berfoto. Mau pilih background gunung bisa, mau pilih background bukit juga bisa. Posisi jalan yang berada di tengah ini sangat bagus. Bagi penggemar fotografi, spot bebatuan ini bisa menjadi alternatif. Pengunjung yang kawasan bebatuan ini tidak hanya warga lokal Bali. Ada juga wisatawan asing yang sengaja berhenti untuk berfoto di kawasan tersebut. Adanya beberapa tempat parkir kecil membuat orang

keluar dari mulut kita sebagai profesional bisnis yang menunjukkan semangat perubahan dan ide baru bisnis yang belum pernah didengar lawan bicara bibnis kita sebelumnya. 9.Sekali kita memilki kalimat baru yang ada kaitannya dengan perubahan, sikap dan karakter bisnis kita harus tetap konsisten dengan janji perubahan. Walk the talk. Talk the walk. 10.Public speaking harus dapat membuat pelanggan kita nyaman dan memutuskan untukterus berbisnis dengan organisasi bisnis kita. 11.Untuk menciptakan organisasi bisnis yang semua anggotanya mahir berkomunikasi terlebih dahulu kita perlu menciptakan Susana kerja yang bahagia. 12.Dalam organisasi bisnis, feedback atau umpan balik kepada anggota tim diperlukan. 13.Cara yang paling sempurna melakukan feedback adalah dengan melakukan pembicaraan/ komunikasi secara personal/ pribadi, one by one. 14.Saat memberikan feedback, jangan hanya berbicara tapi berikan pula sikap empati dan apresiasi dilanjutkan dengan menatap mata lawan bicara dengan suasana tenang, tidak boleh menatap dengan intimidasi. 15.Rancang jadwal berbicara harian di organisasi bisnis Anda secara teratur. –Inten Indrawati lebih mudah memilih lokasi. Yudi, warga Jawa Timur termasuk yang memanfaatkan spot-spot foto sepanjang perjalanan menuju Danau Batur. Ia bahkan mencari tempat yang lebih tinggi agar bisa melihat pemandangan yang lebih luas. Hal yang sama dilakukan Indra dan Ardi. Mereka bahkan naik ke bebatuan agar bisa mendapatkan posisi foto yang bagus. Mereka ingin mem-posting foto terbaik di sosial media. “Kami ingin menunjukkan ke teman-teman, ada banyak spot foto di kawasan ini,” ujar Indra. Aktivitas di danau Batur dan petani di ladang bawang pun tak luput dari jepretan orang yang berkunjung ke danau. Walaupun jalan kadang macet karena ada konvoi truk, tidak usah khawatir. Manfaatkan waktu macet itu untuk memotret. –Ngurah Budi

Dara

9

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Aplikasi ngeKost yang siap membantu pemilik dan pencari kos

Pengalaman Pribadi Jadi Aplikasi Tim Sandatindo

Bingung cari kos? Hal ini kerap dialami orang yang datang ke lingkungan baru untuk menetap di lingkungan tersebut. Salah satu solusinya adalah berkeliling untuk mencari tempat kos yang sesuai. Ini tentu memerlukan waktu dan tenaga. Ketika sudah menemukan tempat yang dinilai tepat pun belum tentu bisa langsung deal. Bisa saja tuan rumah tidak ada atau tempat itu sudah dipesan orang lain.

B

erbagai pengalaman ini bisa menjadi inspirasi untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif. “Kami mengalami hal ini tahun 2008 ketika mulai masuk kuliah di Universitas Udayana dan harus mencari tempat kos di daerah Jimbaran. Kami masuk dari satu kos ke kos lain agar mendapat tempat yang cocok. Ini pun tidak bisa langsung dapat, ada saja kendala,” kenang Ade Saputra. Pengalaman Ade sama dengan yang dialami Oka Gartria, Chandra Kusuma, Suma Artha, dan Putra Danahita. Mereka lalu sering berkumpul. Daripada kumpulkumpul tak jelas, mereka sepakat membentuk usaha Sandatindo Group tahun 2013 yang bergerak di bidang software development & IT. Tempat kos Ade pun menjadi “markas”. Oka sebagai CEO menambahkan, pemilihan nama Sandatindo yang terdiri dari kata sandat dan Indo ini memiliki makna khusus. “Bunga sandat sangat terkenal karena keharumanannya. Walaupun sudah layu, sandat tetap harum. Kalau Indo merupakan kependekan dari Indonesia. Jadi kami ingin harum dari Bali hingga

seluruh Indonesia di bidang IT,” ujarnya. Kelima anak muda ini lalu membuat berbagai proyek IT. Ketika ada peluang untuk menjadi tenant di Bali Creative Industry Centre (BCIC), mereka pun mencoba masuk dan berhasil. Kini sebuah aplikasi yang diberi nama “ngeKost” siap untuk diluncurkan. “Pengalaman pribadi mencari kos ini yang kami tuangkan ke dalam aplikasi,” kata Chandra yang bertugas di bagian finance. Ia menjelaskan ngeKost adalah aplikasi untuk mempertemukan pencari dan pemilik kos. Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur sehingga mempermudah orang yang mencari kos dan bisa hemat waktu serta tenaga. Dengan mengunduh aplikasi yang sudah selesai versi betanya ini, pencari kos bisa mencari kos yang dekat dengan posisi mereka, lalu akan dipandu untuk menuju kos tersebut. Penggunaan koordinat untuk posisi kos tujuan menjadikan lokasi pencarian lebih akurat. Kos yang tersedia juga dilengkapi dengan foto sehingga memudahkan pencari kos untuk mengetahui bagaimana bentuk kos yang ditawarkan. Kalau sudah

cocok, pembayaran pun bisa dilakukan melalui aplikasi ini. “Bagi pemilik kos, ada beberapa hal yang memudahkan

mereka. Pertama, mereka tidak perlu repot pasang pengumuman “Terima Kos” di tiang listrik. Kedua, caranya sangat mudah. Cukup register dengan melampirkan foto kos yang ditawarkan. Ini gratis. Ketiga, pemilik kos bisa mengetahui data diri pencari kos melalui data yang sudah ada di Facebook dan akun Gmail,” jelas Putra yang bertugas di bagian networking. Untuk menghasilkan aplikasi ini, mereka harus terjun langsung ke lapangan alias door to door. “Kami berbagi tugas untuk mendata dimana saja ada kos-kosan. Ada pemilik yang menerima dengan baik dan senang dengan aplikasi ini. Tetapi, ada juga yang menolak,” kata Ade yang menjadi designer untuk aplikasi ini. Tahap

awal, sasaran mereka adalah kos yang ada di Denpasar dan Jimbaran. “Kami memilih Jimbaran karena pengalaman kami dulu. Banyak mahasiswa baru yang perlu kos di Jimbaran,” imbuh Suma yang bertugas sebagai programmer. Aplikasi ini diharapkan membantu pencari dan pemilik kos untuk bertemu di dunia maya. Bagi mereka, kini era teknologi, dengan berbagai fitur yang ada di gadget, semua hal bisa dilakukan dengan cepat. Namun, Ade dan kawan-kawan mengaku masih perlu banyak penambahan data tentang kos. Bagi mereka aplikasi ini ibarat yang ditampilkan Agoda. Kalau Agoda untuk hotel, ngeKost khusus untuk tempat kos. –Ngurah Budi

Salurkan Ide Anak-anak muda kreatif yang menjadi tenant di Bali Creative Industry Centre (BCIC) mendapat kunjungan anggota DPR RI khususnya Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Rabu (16/9). Mahfudz Abdurrahman adalah salah satu yang menyempatkan diri berdialog dengan mereka, termasuk tim Sandatindo. “Tempat semacam ini merupakan wadah bagi para generasi muda untuk menyalurkan ide dan mengembangkan potensi positif. Daripada hanya menunggu untuk mendapat pekerjaan, lebih

baik ciptakan peluang kerja sendiri berdasarkan keahlian yang dimiliki,” ujar anggota Komisi V DPR RI ini. Ia berharap anak-anak muda ini terus meningkatkan skill dan menambah portofolio agar benarbenar siap bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Mengenai kendala yang dihadapi khususnya dana, ia berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Koperasi dan UKM bisa memasilitasi anak-anak muda kreatif ini. –Ngurah Budi

Mahfudz Abdurrahman (pegang buku) bersama tim Sandatindo


10

Bugar

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

MRI DAPAT MENDETEKSI STROKE YANG TERJADI

Style

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Kalung Bebatuan Unik

KURANG DARI SATU JAM Oleh: dr. I Made Wijaya, SpRad

Stroke iskemik timbul se­ bagai akibat terjadinya peng­ hentian secara mendadak aliran darah didalam bagian-bagian dari otak. Gangguan aliran darah melalui arteri intrakranial ini menyebabkan kekurangan ok­ sigen dan glukosa pada bagianbagian otak yang sesuai dengan teritori pembuluh darahnya . Hal ini akan menimbulkan ke­ matian sel otak secara bertahap dan permanen. Secara epidemiologi stroke adalah penyebab morbiditas tersering kedua di seluruh dunia setelah infark miokard (serangan jantung). Faktor risiko stroke iskemik sebagian besar terletak pada faktor risiko aterosklerosis dan juga termasuk usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, me­ rokok, hipertensi, hiperkoleste­ dr. I Made Wijaya, SpRad rolemia dan diabetes. Stroke iskemik biasanya timbul dengan onset defisit neurologis yang cepat, yang ditentukan oleh daerah otak yang terlibat. Gejalanya sering berkembang selama beberapa jam dan dapat memburuk atau bahkan menetap. MRI memiliki sensitivitas dan spesifisitas lebih tinggi secara signifikan dalam mendiagnosis infark iskemik akut dalam beberapa jam pertama se­ telah onset. Infark hiperakut yang terjadi kurang dari 12 jam, 50-60% akan tampak normal pada CT scan sedangkan pada MRI, stroke yang terjadi kurang dari 1 jam sudah dapat terdeteksi khususunya pada Diffusion-weighted MRI (DWI). MRI lebih mampu mendeteksi infark akut dan infark kecil, terutama yang melibatkan korteks serebral. MRI (Magentic Resonance Imaging) meru­ pakan alat pencitraan diagnostik canggih yang mempergunakan gelombang elektromagnetik dalam mendeteksi abnormalitas atau kelainan pada tubuh manusia dan bebas dari paparan radiasi sinar-x. Berikut gambara unit MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Contoh kasus MRI iskemik stroke yang terjadi kurang dari satu jam, yang tidak terdeteksi pada CT scan tetapi terdeteksi pada MRI.

Sejak dahulu hingga kini, aksesori sudah menjadi salah satu benda yang wajib dimiliki, khususnya bagi ­perempuan. Aksesori dari bahan bebatuan adalah salah satu jenis aksesoris yang tak lekang oleh waktu. Apalagi saat ini fenomena bebatuan kembali popular.

Sebagai kesimpulan, stroke dapat diidentifikasi dengan baik dengan multimodal CT scan, tetapi Diffusion-weighted MRI atau DWI tetap me­ tode yang paling baik dan akurat untuk identifikasi stroke terutama yang onsetnya kurang dari satu jam. Prosedur MRI dengan demikian sangatlah bermakna dalam mengkonfirmasikan diagnosis stroke infark akut serta sebagai monitor atau pemantau perkembangannya. Kemajuan dalam teknik MRI dalam melakukan diagnosis dini dan penilaian secara dini, diperlukan dalam terapi trombolitik untuk mencegah kerusakan otak secara ireversibel atau permanen.

D

engan liontin atau kalung bebatuan yang tengah menjadi magnet yang cukup besar akhir -akhir ini, tidak hanya menjadikan seseorang tampil beda tapi juga elegan dan cantik. Melalui tangan terampilnya AA Putri Asmari pemilik “Putri Coliection”, merangkai bahan batu -batu alam menjadi liotin

atau kalung-kalung cantik dan menarik. Aneka jenis dan warna bebatuan berhasil divariasikan dengan indah. Koleksi kalung –kalung sederhana dan simpel ini, bisa dikenakan kapan saja, dengan busana nuansa formil ataupun yang lebih kasual. Selain itu rangkaian kalung ini cocok juga jika dijadikan sebagai hadiah untuk orang-orang tersayang. –Sri Ardhini

Kalung batu pecah ungu kombinasi panjang

Kalung hijau

Kalung rose

Kalung batu pecah ungu kombinasi

Batu pecah merah

Kalung batu pecah coklat maroon

Kalung batu pasir tabung kombinasi hitam

Kalung big stone

Campur-campur

Kalung hitam diatas putih

Kalung batu pecah hijau

Hitam ditas putih 2

Kalung batu pecah putih

Dalam pelaksanaan prosedur MRI, tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu apa yang menjadi kontraindikasi relatif pada prosedur MRI sehingga prosedur ini tidak dapat dilakukan, antara lain: - Adanya implant metalik - Claustrophobia (ketakutan pada ruang yang sempit dan gelap) - Pacemaker (alat pacu jantung) - Prostetik katup jantung yang tidak kompatibel dengan MRI - Alergi pada bahan kontras media

15

Kristal hijau

Cat ice

Kalung batu pecah hitam

Kristal dop putih tulang


14

Jelita

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Pria Juga Perlu Perawatan Wajah Kini, merawat wajah tak hanya di dominasi atau menjadi ritual kalangan wanita saja. Semakin besarnya minat pria melakukan perawatan membuktikan kepedulian yang meningkat. Sebab, kaum pria pun ingin tampil lebih percaya diri dengan wajah yang bersih, sehat juga mulus dan bebas jerawat.

M

enurut dr. Ketut Adi Megasari dari Natasha Skin Care, Renon, Denpasar, kalau minat kaum pria atau kaum adam di Bali untuk melakukan perawatan wajah saat ini cukup tinggi. Sebab, saat ini semakin banyak kaum pria yang menyadari pentingnya penampilan. Dikatakan oleh dokter Megasari para pria juga menginginkan solusi yang terbaik untuk mengatasi berbagai masalah kulitnya. Hal itu, katanya dibuktikan dari meningkatnya prosentase kunjungan kaum pria ke Natasha setiap bulannya. Untuk itu pula, Natasha Skin Care mulai membuka pelayanan perawatan untuk pria di tahun 2014, dengan menyediakan produk perawatan khusus untuk pria. “Ketika ada pertanyaan kenapa pria juga perlu ke klinik perawatan kecantikan, ini karena melihat dari karakternya kulit para pria .Mereka mempunyai karakter kulit yang lebih tebal, tekstur kulit lebih kasar, relatif lebih tidak sensitif, dan lebih berminyak daripada kulit wanita , “ katanya Selain itu juga pria pun mempunyai pori-pori yang lebih lebar daripada kulit wanita. Karena ini, para pria perlu melakukan perawatan, supaya kulit wajah mereka tetap sehat serta menambah kepercayaan diri pada saat melakukan aktivitasnya. 10 MENIT REMAJAKAN KULIT Berikutnya mengenai adanya banyak pertanyaan mengenai; apakah benar pria mesti lebih sering membersihkan wajah dibanding wanita? Dokter Megasari mengatakan, jawabannya lebih banyak “tidak” nya daripada “ya”. “Karena memang terdapat perbedaan antara kulit wajah pria dan wanita. Yakni, perbedaan fisiologis yang nyata seperti lebih tebalnya lapisan dermis juga lebih besarnya ukuran kelenjar keringat dan kelenjar minyak yang disebabkan pengaruh hormonal. Ini akhirnya menyebabkan kulit pria cen­ derung lebih berminyak dan memiliki pori-pori yang lebih besar daripada wanita,”paparnya. Namun, dengan adanya komposisi

bahan-bahan yang tepat dan sesuai de­ ngan setiap jenis kulit tersebut, maka kini kaum pria tidak perlu lagi lebih sering membersihkan kulit wajah mereka. Produk yang tepat , tentu mampu membuat kulit wajah tidak menjadi kering karena kadar oksigen di kulit yang dapat ikut terangkat akibat terlalu seringnya membersihkan wajah. Bicara jenis perawatan disebutkannnya Natasha Skin Care memiliki beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan kaum pria. Mulai dari facial pencerahan, facial peremajaan dan facial acne, jika kondisi wajahnya sedang berjerawat. Selain perawatan standar terse-

dr. Ketut Adi Megasari

acne, peremajaan, dan menyembuhkan peradangan kulit, serta Mesotherapy untuk flek,”paparnya. Selama penangan kalangan pria di Natasha, dokter Megarasi menyampaikan permasalahan yang sering dialami kaum pria adalah masalah kulit berminyak, mudah berkomedo atau berjerawat, pori yang lebar dan tak jarang muncul acne scar atau bopeng karena but, mereka juga bisa menambahkannya de­ ngan perawat­an lain agar memperoleh hasil yang maksimal. Seperti perawatan Natasha Botanical Peeling, Diamond Peel dan Laser Peel yang dapat membantu meminimalkan tampilan pori besar. Ada juga Microneedle Therapy (MTS) jika terdapat luka atau scar yang dalam karena bekasbekas jerawat. “Yang lainnya, kaum pria juga se­ ring melakukan perawatan Natasha Photodinamic Therapy, yakni perawatan

bekas jerawat, dan bahkan flek karena sering terpapar matahari. Natasha memiliki produk khusus untuk pria yang disebut Natasha for Men yang terdiri dari facial wash, skin toner, day cream, sunscreen, hingga night cream. Sedangkan untuk terapi Diamond Peel menggunakan alat seperti microdermabrasi yang bertujuan untuk meng­angkat sel-sel kulit mati, meremajakan kulit, membantu memudarkan noda-noda hitam termasuk scar atau bekas jerawat sehingga membuat kulit tidak kusam dan tampak lebih cerah. “Terapi Diamond Peel ini, dilakukan

setelah wajah dibersihkan terlebih dahulu, dan proses ini hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit. Treatmen ini juga dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan standar lainnya seperti facial sebelum dilakukan terapi dengan tindak­ an Diamond Peel ini,”lanjutnya. Dokter Megasari juga menyampaikan bahwa treatmen seperti facial juga perlu rutin dilakukan seorang pria. Sebab, kulit pria sama rapuhnya dengan kulit wanita. Kondisi kesehatan kulit pria juga bisa terganggu, dari kasus yang pa­ ling ringan seperti kulit berminyak, sampai jerawat meradang, atau masalah kulit lain seperti flek akibat terlalu sering dan terlalu lama terpapar sinar matahari. “Pria yang kulitnya sehat terawat dapat mencerminkan sisi positif dari pria itu sendiri, dan tentunya turut menumbuhkan rasa percaya diri. Yang berarti dapat mendukung berbagai aktivitas, terutama aktivitas sosial, seperti misalnya saat ini banyak bidang kerja yang mengharuskan penampilan fisik yang baik termasuk penilaian untuk kulit wajah yang sehat, bersih dan terawat. Dan, pastinya hal ini dapat menambah nilai plus tersendiri bagi penampilan seorang pria. – Sri Ardhini

Mitos

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

K

anker payudara merupakan kanker penyebab utama kematian perempuan. Kesadaran untuk mengetahui tanda-tanda kanker payudara dan berkonsultasi dengan dokter merupakan upaya untuk penanganan lebih awal. Bali Pink Ribbon, sebagai organisasi yang menyediakan informasi dan layanan dukungan kanker payudara membuat leaflet yang diperbanyak dari leaflet Yayasan Kanker Payudara Singapura. Beberapa mitos pun terangkum dalam leaflet ini.

Mitos: Kanker payudara adalah “hukuman mati” Fakta: Jika cukup dini diketahui dan diobati, kanker payudara tidak akan mengakibatkan kematian. Deteksi dini dapat membantu menyelamatkan nyawa dan payudara. Mitos: Payudara besar lebih mudah terkena kanker payudara Fakta: Tidak pernah ada pembuktian melalui penelitian. Orang yang memiliki payudara besar memiliki peluang yang sama dengan orang yang memiliki payudara kecil. Namun, kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Mitos: Kanker payudara menular Fakta: Orang tidak dapat terjangkit kanker payudara melalui sentuhan badan (bersentuhan, minum dari gelas yang sama, saling berbagi makanan, atau melakukan hubungan intim). Mitos:Deodoran, antiperspirant, atau memakai bra

Cedera di Payudara

11

Sebabkan Kanker Payudara?

menyebabkan kanker Fakta: Sampai saat ini belum ada data ilmiah untuk mendukung pernyataan tersebut. Mitos: Semua benjolan adalah kanker Fakta: 9 dari 10 benjolan pada payudara bukan merupakan kanker Mitos: Cedera pada payudara dapat menyebabkan kanker Fakta: Memar atau benturan tidak akan menyebabkan kanker. Jika kanker berkembang di tempat yang luka, itu hanyalah kebetulan. Mitos: Sepanjang telah melakukan mammogram dan tidak ditemukan kelainan, artinya bebas kanker Fakta: Kanker dapat terjadi kapamn saja. Mamogram mesti dilakukan tiap tahun atau dua tahun sekali, bersamaan dengan pemeriksaan payudara pada diri sendiri setiap bulan dan pemeriksaan payudara oleh tenaga kesehatan. Jika terjadi kelainan atau perubahan dapat

Tim Bali Pink Ribbon

dilaksanakan pengangkatan sesegera mungkin oleh dokter. Mitos: Radiasi dari mammogram berbahaya Fakta: Jumlah radiasi yang ditimbulkan dri mammogram sangatlah rendah. Jangan biarkan ketakutan terhadap radiasi atau rasa sakit terhadap mammogram membuat Anda tidak melakukan pemeriksaan mammogram secara teratur. Mitos: Kanker payudara adalah benjolan yang menyakitkan dan tumbuh cepat Fakta: Benjolan kanker cenderung menyakitkan, keras, tetap tinggal dalam posisinya dan bertahan bahkan setelah siklus-siklus menstruasi. Biasanya tumbuh perlahan-lahan. Jika Anda didiagnosis mengalami kanker payudara, sempatkan berbicara dengan orang-orang yang berhubungan atau orangorang yang menderita kanker payudara, bahkan yang sudah sembuh. Hal ini penting sebelum memutuskan untuk mendapat pengobatan. Mitos: Mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) adalah satu-satunya cara untuk menyingkirkan kanker payudara Fakta: Mastektomi tidak diperlukan untuk semua kanker payudara. Teknologi baru, penemuan terbaru dan peningkatan terapi terus dikembangkan. Mereka yang didiagnosis menderita kanker payudara memiliki pilihan, tergantung pada tahap dan jenis kanker payudaranya. Perempuan memang memiliki risiko terkena kanker payudara. Namun, 1% kanker payudara terjadi pada laki-laki. Risiko perempuan terkena kanker payudara meningkat seiring usia. Ketika usia bertambah ada kemungkinan terjadi perubahan sel yang tidak normal.

Beberapa studi telah menunjukkan diet lemak tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara sementara penelitian lain belum ditemukan. Namun, penting untuk membatasi lemak sebagai bagian dari diet lemak tinggi. Lemak tinggi dapat menjadi penyebab jenis kanker lainnya atau penyakit jantung. Selain itu, bahan kimia yang disebut phyoestrogen (hormone tanaman) ditemukan dalam berbagai sayuran dan kedelai dapat

melindungi orang dari kanker payudara serta memperlambat pertumbuhannya. Deteksi dini memberi banyak pilihan pengobatan dan kesempatan yang lebih baik untuk kesembuhan dan bertahan hidup. Bertanggungjawablah terhadap kesehatan payudara sendiri dengan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga professional serta pemeriksaan mamografi. –Ngurah Budi

Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas Untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas, PT Astra International Tbk melalui Grup Astra wilayah Bali mengadakan kegiatan Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas yang dirangkaikan dengan Astra Road Safety Fest. Kegiatan dilaksanakan Jumat (18/9). Acara yang dibuka Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, ST, MASC, Ph.D diawali talkshow di Auditorium Wiswakarma Fakultas Teknik Universitas Udayana dengan narasumber Kompol Ni Wayan Supiati, Kasi Dikmas Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali. Acara lainnya berupa pameran produk Grup Astra, kampanye Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL), membentangkan spanduk IAABL, membagikan buku panduan IAABL, stiker, dan 10 helm gratis bagi pengendara motor yang tidak menggunakan helm. IAABL Bali akan dilanjutkan pada 22 September di Banjar Berseri Astra. Haris Prasetya, Kordinator Wilayah Grup Astra Bali mengatakan keselamatan berlalu lintas harus terus ditingkatkan karena kecelakaan lalu lintas menjadi “pembunuh” nomor tiga di Indonesia. –Ngurah Budi


Kuliner Kreasi Ayam dan Seafood Tawarkan Tekstur Kue lebih Krispi 12

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

“K

Kue pia

rasa, ada tiga jenis; cokelat, keju, dan kacang hijau. Namun, jika ada konsumen yang ingin mengorder isi yang lain, Sri Hapsari, dengan senang hati melayaninya. “Ada juga kadang pesanan kue pia dengan kacang merah, tetap saya layani,” kata perempuan yang hanya membuat kue sesuai pesanan ini. Sri Hapsari memulai usaha ini sekitar awal tahun. Ia menuturkan, hanya sekadar mencoba, awalnya, namun ketika beberapa konsumen memberi pujian, ia menjadi t e r t a r i k

untuk lebih fokus. “Untuk saat ini pemasarannya masih sebatas di toko oleh-oleh khas Bali,” ucap perempuan yang juga menekuni bisnis online ini. Untuk karyawan, ia hanya dibantu dua orang. Pengerjaan kue mulai pukul 9 sampai 17.00 sudah termasuk pada proses pengemasan. Dengan membuat satu brand “Pia Delli”, Sri Hapsari memproduksi kue pia langsung di rumahnya di Jalan Nangka, Denpasar.

Bahan: 80 gr : 80 gr : 1 batang : 2 buah : 7 cm : 20 gr : 30 gr :

ikan sniper dipotong udang dibersihkan sereh dimemarkan jeruk nipis diiris batang kayumanis basil tomat

Bahan II: 40 gr : singkong diparut 40 gr : ketela ungu diparut 100 gr : tepung terigu 25 gr : tepung beras 10 gr : daun prei 10 gr : cabai hijau 10 gr : merica 500 ml : air 250 ml : minyak Garam dan merica secukupnya Terasi secukupnya

Bumbu untuk sayuran: 5 buah : lombok merah besar 5 cm : kunyit

–Wirati Astiti

Sarwan Bubur

Chinesse Food

ati Nikm Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai Dapatkan discount

Es Mie Ceria

riah Murah Meih & Bers Bu Wayan

cm buah buah siung

: : : :

jahe kemiri bawang merah bawang putih

Cara membuat: - Tumis daun pandan, daun kunyit, dan sereh sampai wangi. Tambahkan basil, dan daun jeruk. Tambahkan bumbu lain, masak sampai lembut. - Masukkan ayam dan tambahkan air. Beri kemiri, merica, garam, dan kaldu. Masak sampai daging ayam matang. - Bumbu untuk sayuran dihaluskan dan ditumis. - Gunakan bumbu ini untuk mencampur sayuran. - Sajikan ketela ungu rebus, dan sayuran tadi bersama daging ayam.

Salad Buah Saus Stroberi

Salad Kacang Merah pukul 06.00 sampai 10.00. Bu Wayan menuturkan, untuk bumbu dari campuran daging dan sayuran, ia cukup menggunakan basa genep. Bumbu ini ia buat tiap tiga hari sekali, dan disimpan di kulkas. –Wirati Astiti

5 1 5 2

Cara membuat: - Tumis bahan bersama sereh, daun jeruk, batang kayumanis. - Tambahkan air, masukkan ikan. Tambahkan basil, merica, garam, tomat, dan bawang putih. - Udang digoreng. - Bahan II dicampur jadi satu, kukus. Tambahkan udang goreng. Sajikan bersama saus kuning.

Sarapan Bubur Bali Banyak pilihan makanan yang dapat disajikan untuk sarapan, salah satunya bubur nasi. Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba bubur Bali Bu Wayan di depan Puri Jero Kuta, Jalan Sutomo, Denpasar. Warung Bu Wayan sangat sederhana, hanya terdiri dari satu meja yang memajang aneka perlengkapan bubur Bali. Di depan warung, ia memasang satu papan dengan bertuliskan Bubur Bali, agar pengendara kendaraan yang lewat dengan jelas bisa melihat dari jauh. Seporsi bubur ia jual Rp 7.000, terdiri dari bubur beras, ayam betutu, sayur urap, be nyuh, telur rebus, dan sambal. “Satu porsi cukup untuk sarapan,” ucap Ira, salah seorang pelanggan setia bubur Bu Wayan yang sempat ditemui Tokoh. Jam buka Bu Wayan

Bahan: 200 gr : daging ayam bagian paha dipotong 50 gr : daun singkong rebus 50 gr : ketela ungu rebus 10 lembar : daun pepaya rebus 1 lembar : daun kunyit 1 lembar : daun jeruk 1 lembar : daun pandan 20 gr : basil 20 gr : sereh 20 gr : lombok merah 30 gr : lengkuas 200 ml : air 20 gr : kaldu ayam 200 ml : minyak Garam dan merica secukupnya Terasi secukupnya

–Wirati Astiti

Seafood Woku

13

Ayam Bumbu RW

Kreasi dan inovasi membuat sajian makanan menjadi lebih mewah. Seperti dua menu kreasi dari I Gusti Ketut Suranata, S.Pd., executive chef SAVVOYA Hotel Seminyak. Selain sajiannya menarik, rasanya tentu sangat istimewa. Selamat mencoba.

Ada satu kue yang sudah tak asing lagi bagi kita, namanya kue pia. Kue ini sudah menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Bali. Bahkan, ada satu toko yang menjual sampai pembelinya rela antri. Peluang ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi yang ingin kreatif menciptakan pasar. Hal ini yang dilakukan Sri Hapsari. Dengan melihat berbagai kekurangan dan kelemahan kue pia yang sudah terkenal tersebut, ia mencoba membuat satu kue pia dengan ciri khas yang lebih spesifik.

ami menawarkan tekstur kue yang lebih krispi dan campuran rasa untuk kulit yang lebih pas,” ujar Sri Hapsari. Selama ini, kue pia lebih dikenal dengan bentuk mungil. Sementara, kue pia kreasi Sri Hapsari lebih besar dan dengan satu porsi, sudah cukup mengenyangkan. Satu kue ia jual Rp 5.000. Ia menawarkan, tekstur kue yang lebih krispi, dengan trik mencampurkan susu ke dalam adonan kulit. Selain itu, untuk

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

10%

Es Campur Mutiara

Bagi yang merayakan ulang tahun di bulan September

Berlaku mulai 1 s.d. 30 September 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: 500 gr : 1sdm : 100 ml : 1sdm : 2 siung : ½ buah : 1 batang : 1 sdt : 1sdt :

kacang merah, rebus sampai matang, tiriskan cuka apel minyak zaitun peterseli, cincang halus bawang putih, cincang halus bawang Bombay, cincang melintang daun bawang, cincang halus garam lada bubuk

1 sdm 3 sdm

: mustard : susu kental manis

Cara Membuat: - Campur semua bahan salad,

aduk sampai rata, simpan ke dalam lemari pendingin selama 1 atau 2 jam sampai bumbu meresap. Siap di­ sajikan.

Bahan: 150 gr 200 gr 100 gr 100 gr 200 gr 50 gr

: stroberi, belah dua : mangga matang, potong dadu : anggur merah, belah dua : anggur hijau, belah dua : jeruk mandarin kalengan : keju cheddar parut

Saus stroberi: 100 gr : stroberi, haluskan 100 ml : yoghrut stroberi 3 sdm : air jeruk lemon 2 sdm : sirup rasa cocopandan Cara membuat: - S a u s s t r o b e r i : m a s u k k a n stroberi, yoghurt, air jeruk lemon dan sirup coco-

pandan dalam blender, haluskan sampai lembut, saring dan dinginkan. - Campur semua bahan irisan buah stroberi, mangga, anggur dan jeruk mandarin kalengan dalam piring saji, siram dengan saus stroberi, simpan dalam lemari pen­ dingin - Sajikan selagi dingin, taburi dengan keju parut.

Salad Kentang Buah Campur Bahan: 200 gr : baby kentang kupas kukus ½ buah : nanas kupas, potong dadu, rendam dengan air garam 2 buah : mentimun, potong korek api, buang bijinya 3 buah : tomat, belah jadi 4 1 batang : daun selada bokor iris iris 2 sdm : kismis

Saus: 7 sdm 6 sdm 5 sdm sdm

: : : :

selai kacang saus sambal sirup gula putih air jeruk lemon

Cara Membuat: - Simpan kentang, nanas, mentimun, tomat, daun slada bokor dan kismis

secara terpisah, simpan dalam lemari pendingin. - Saus: campur selai kacang, saus sambal, cairan gula dan air jeruk, aduk-aduk rata, simpan dalam lemari pendingin. - Campur jadi satu semua bahan dan sausnya sesaat sebelum disajikan, taburi dengan kismis.


Kuliner Kreasi Ayam dan Seafood Tawarkan Tekstur Kue lebih Krispi 12

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

“K

Kue pia

rasa, ada tiga jenis; cokelat, keju, dan kacang hijau. Namun, jika ada konsumen yang ingin mengorder isi yang lain, Sri Hapsari, dengan senang hati melayaninya. “Ada juga kadang pesanan kue pia dengan kacang merah, tetap saya layani,” kata perempuan yang hanya membuat kue sesuai pesanan ini. Sri Hapsari memulai usaha ini sekitar awal tahun. Ia menuturkan, hanya sekadar mencoba, awalnya, namun ketika beberapa konsumen memberi pujian, ia menjadi t e r t a r i k

untuk lebih fokus. “Untuk saat ini pemasarannya masih sebatas di toko oleh-oleh khas Bali,” ucap perempuan yang juga menekuni bisnis online ini. Untuk karyawan, ia hanya dibantu dua orang. Pengerjaan kue mulai pukul 9 sampai 17.00 sudah termasuk pada proses pengemasan. Dengan membuat satu brand “Pia Delli”, Sri Hapsari memproduksi kue pia langsung di rumahnya di Jalan Nangka, Denpasar.

Bahan: 80 gr : 80 gr : 1 batang : 2 buah : 7 cm : 20 gr : 30 gr :

ikan sniper dipotong udang dibersihkan sereh dimemarkan jeruk nipis diiris batang kayumanis basil tomat

Bahan II: 40 gr : singkong diparut 40 gr : ketela ungu diparut 100 gr : tepung terigu 25 gr : tepung beras 10 gr : daun prei 10 gr : cabai hijau 10 gr : merica 500 ml : air 250 ml : minyak Garam dan merica secukupnya Terasi secukupnya

Bumbu untuk sayuran: 5 buah : lombok merah besar 5 cm : kunyit

–Wirati Astiti

Sarwan Bubur

Chinesse Food

ati Nikm Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai Dapatkan discount

Es Mie Ceria

riah Murah Meih & Bers Bu Wayan

cm buah buah siung

: : : :

jahe kemiri bawang merah bawang putih

Cara membuat: - Tumis daun pandan, daun kunyit, dan sereh sampai wangi. Tambahkan basil, dan daun jeruk. Tambahkan bumbu lain, masak sampai lembut. - Masukkan ayam dan tambahkan air. Beri kemiri, merica, garam, dan kaldu. Masak sampai daging ayam matang. - Bumbu untuk sayuran dihaluskan dan ditumis. - Gunakan bumbu ini untuk mencampur sayuran. - Sajikan ketela ungu rebus, dan sayuran tadi bersama daging ayam.

Salad Buah Saus Stroberi

Salad Kacang Merah pukul 06.00 sampai 10.00. Bu Wayan menuturkan, untuk bumbu dari campuran daging dan sayuran, ia cukup menggunakan basa genep. Bumbu ini ia buat tiap tiga hari sekali, dan disimpan di kulkas. –Wirati Astiti

5 1 5 2

Cara membuat: - Tumis bahan bersama sereh, daun jeruk, batang kayumanis. - Tambahkan air, masukkan ikan. Tambahkan basil, merica, garam, tomat, dan bawang putih. - Udang digoreng. - Bahan II dicampur jadi satu, kukus. Tambahkan udang goreng. Sajikan bersama saus kuning.

Sarapan Bubur Bali Banyak pilihan makanan yang dapat disajikan untuk sarapan, salah satunya bubur nasi. Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba bubur Bali Bu Wayan di depan Puri Jero Kuta, Jalan Sutomo, Denpasar. Warung Bu Wayan sangat sederhana, hanya terdiri dari satu meja yang memajang aneka perlengkapan bubur Bali. Di depan warung, ia memasang satu papan dengan bertuliskan Bubur Bali, agar pengendara kendaraan yang lewat dengan jelas bisa melihat dari jauh. Seporsi bubur ia jual Rp 7.000, terdiri dari bubur beras, ayam betutu, sayur urap, be nyuh, telur rebus, dan sambal. “Satu porsi cukup untuk sarapan,” ucap Ira, salah seorang pelanggan setia bubur Bu Wayan yang sempat ditemui Tokoh. Jam buka Bu Wayan

Bahan: 200 gr : daging ayam bagian paha dipotong 50 gr : daun singkong rebus 50 gr : ketela ungu rebus 10 lembar : daun pepaya rebus 1 lembar : daun kunyit 1 lembar : daun jeruk 1 lembar : daun pandan 20 gr : basil 20 gr : sereh 20 gr : lombok merah 30 gr : lengkuas 200 ml : air 20 gr : kaldu ayam 200 ml : minyak Garam dan merica secukupnya Terasi secukupnya

–Wirati Astiti

Seafood Woku

13

Ayam Bumbu RW

Kreasi dan inovasi membuat sajian makanan menjadi lebih mewah. Seperti dua menu kreasi dari I Gusti Ketut Suranata, S.Pd., executive chef SAVVOYA Hotel Seminyak. Selain sajiannya menarik, rasanya tentu sangat istimewa. Selamat mencoba.

Ada satu kue yang sudah tak asing lagi bagi kita, namanya kue pia. Kue ini sudah menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Bali. Bahkan, ada satu toko yang menjual sampai pembelinya rela antri. Peluang ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi yang ingin kreatif menciptakan pasar. Hal ini yang dilakukan Sri Hapsari. Dengan melihat berbagai kekurangan dan kelemahan kue pia yang sudah terkenal tersebut, ia mencoba membuat satu kue pia dengan ciri khas yang lebih spesifik.

ami menawarkan tekstur kue yang lebih krispi dan campuran rasa untuk kulit yang lebih pas,” ujar Sri Hapsari. Selama ini, kue pia lebih dikenal dengan bentuk mungil. Sementara, kue pia kreasi Sri Hapsari lebih besar dan dengan satu porsi, sudah cukup mengenyangkan. Satu kue ia jual Rp 5.000. Ia menawarkan, tekstur kue yang lebih krispi, dengan trik mencampurkan susu ke dalam adonan kulit. Selain itu, untuk

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

10%

Es Campur Mutiara

Bagi yang merayakan ulang tahun di bulan September

Berlaku mulai 1 s.d. 30 September 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: 500 gr : 1sdm : 100 ml : 1sdm : 2 siung : ½ buah : 1 batang : 1 sdt : 1sdt :

kacang merah, rebus sampai matang, tiriskan cuka apel minyak zaitun peterseli, cincang halus bawang putih, cincang halus bawang Bombay, cincang melintang daun bawang, cincang halus garam lada bubuk

1 sdm 3 sdm

: mustard : susu kental manis

Cara Membuat: - Campur semua bahan salad,

aduk sampai rata, simpan ke dalam lemari pendingin selama 1 atau 2 jam sampai bumbu meresap. Siap di­ sajikan.

Bahan: 150 gr 200 gr 100 gr 100 gr 200 gr 50 gr

: stroberi, belah dua : mangga matang, potong dadu : anggur merah, belah dua : anggur hijau, belah dua : jeruk mandarin kalengan : keju cheddar parut

Saus stroberi: 100 gr : stroberi, haluskan 100 ml : yoghrut stroberi 3 sdm : air jeruk lemon 2 sdm : sirup rasa cocopandan Cara membuat: - S a u s s t r o b e r i : m a s u k k a n stroberi, yoghurt, air jeruk lemon dan sirup coco-

pandan dalam blender, haluskan sampai lembut, saring dan dinginkan. - Campur semua bahan irisan buah stroberi, mangga, anggur dan jeruk mandarin kalengan dalam piring saji, siram dengan saus stroberi, simpan dalam lemari pen­ dingin - Sajikan selagi dingin, taburi dengan keju parut.

Salad Kentang Buah Campur Bahan: 200 gr : baby kentang kupas kukus ½ buah : nanas kupas, potong dadu, rendam dengan air garam 2 buah : mentimun, potong korek api, buang bijinya 3 buah : tomat, belah jadi 4 1 batang : daun selada bokor iris iris 2 sdm : kismis

Saus: 7 sdm 6 sdm 5 sdm sdm

: : : :

selai kacang saus sambal sirup gula putih air jeruk lemon

Cara Membuat: - Simpan kentang, nanas, mentimun, tomat, daun slada bokor dan kismis

secara terpisah, simpan dalam lemari pendingin. - Saus: campur selai kacang, saus sambal, cairan gula dan air jeruk, aduk-aduk rata, simpan dalam lemari pendingin. - Campur jadi satu semua bahan dan sausnya sesaat sebelum disajikan, taburi dengan kismis.


14

Jelita

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Pria Juga Perlu Perawatan Wajah Kini, merawat wajah tak hanya di dominasi atau menjadi ritual kalangan wanita saja. Semakin besarnya minat pria melakukan perawatan membuktikan kepedulian yang meningkat. Sebab, kaum pria pun ingin tampil lebih percaya diri dengan wajah yang bersih, sehat juga mulus dan bebas jerawat.

M

enurut dr. Ketut Adi Megasari dari Natasha Skin Care, Renon, Denpasar, kalau minat kaum pria atau kaum adam di Bali untuk melakukan perawatan wajah saat ini cukup tinggi. Sebab, saat ini semakin banyak kaum pria yang menyadari pentingnya penampilan. Dikatakan oleh dokter Megasari para pria juga menginginkan solusi yang terbaik untuk mengatasi berbagai masalah kulitnya. Hal itu, katanya dibuktikan dari meningkatnya prosentase kunjungan kaum pria ke Natasha setiap bulannya. Untuk itu pula, Natasha Skin Care mulai membuka pelayanan perawatan untuk pria di tahun 2014, dengan menyediakan produk perawatan khusus untuk pria. “Ketika ada pertanyaan kenapa pria juga perlu ke klinik perawatan kecantikan, ini karena melihat dari karakternya kulit para pria .Mereka mempunyai karakter kulit yang lebih tebal, tekstur kulit lebih kasar, relatif lebih tidak sensitif, dan lebih berminyak daripada kulit wanita , “ katanya Selain itu juga pria pun mempunyai pori-pori yang lebih lebar daripada kulit wanita. Karena ini, para pria perlu melakukan perawatan, supaya kulit wajah mereka tetap sehat serta menambah kepercayaan diri pada saat melakukan aktivitasnya. 10 MENIT REMAJAKAN KULIT Berikutnya mengenai adanya banyak pertanyaan mengenai; apakah benar pria mesti lebih sering membersihkan wajah dibanding wanita? Dokter Megasari mengatakan, jawabannya lebih banyak “tidak” nya daripada “ya”. “Karena memang terdapat perbedaan antara kulit wajah pria dan wanita. Yakni, perbedaan fisiologis yang nyata seperti lebih tebalnya lapisan dermis juga lebih besarnya ukuran kelenjar keringat dan kelenjar minyak yang disebabkan pengaruh hormonal. Ini akhirnya menyebabkan kulit pria cen­ derung lebih berminyak dan memiliki pori-pori yang lebih besar daripada wanita,”paparnya. Namun, dengan adanya komposisi

bahan-bahan yang tepat dan sesuai de­ ngan setiap jenis kulit tersebut, maka kini kaum pria tidak perlu lagi lebih sering membersihkan kulit wajah mereka. Produk yang tepat , tentu mampu membuat kulit wajah tidak menjadi kering karena kadar oksigen di kulit yang dapat ikut terangkat akibat terlalu seringnya membersihkan wajah. Bicara jenis perawatan disebutkannnya Natasha Skin Care memiliki beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan kaum pria. Mulai dari facial pencerahan, facial peremajaan dan facial acne, jika kondisi wajahnya sedang berjerawat. Selain perawatan standar terse-

dr. Ketut Adi Megasari

acne, peremajaan, dan menyembuhkan peradangan kulit, serta Mesotherapy untuk flek,”paparnya. Selama penangan kalangan pria di Natasha, dokter Megarasi menyampaikan permasalahan yang sering dialami kaum pria adalah masalah kulit berminyak, mudah berkomedo atau berjerawat, pori yang lebar dan tak jarang muncul acne scar atau bopeng karena but, mereka juga bisa menambahkannya de­ ngan perawat­an lain agar memperoleh hasil yang maksimal. Seperti perawatan Natasha Botanical Peeling, Diamond Peel dan Laser Peel yang dapat membantu meminimalkan tampilan pori besar. Ada juga Microneedle Therapy (MTS) jika terdapat luka atau scar yang dalam karena bekasbekas jerawat. “Yang lainnya, kaum pria juga se­ ring melakukan perawatan Natasha Photodinamic Therapy, yakni perawatan

bekas jerawat, dan bahkan flek karena sering terpapar matahari. Natasha memiliki produk khusus untuk pria yang disebut Natasha for Men yang terdiri dari facial wash, skin toner, day cream, sunscreen, hingga night cream. Sedangkan untuk terapi Diamond Peel menggunakan alat seperti microdermabrasi yang bertujuan untuk meng­angkat sel-sel kulit mati, meremajakan kulit, membantu memudarkan noda-noda hitam termasuk scar atau bekas jerawat sehingga membuat kulit tidak kusam dan tampak lebih cerah. “Terapi Diamond Peel ini, dilakukan

setelah wajah dibersihkan terlebih dahulu, dan proses ini hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit. Treatmen ini juga dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan standar lainnya seperti facial sebelum dilakukan terapi dengan tindak­ an Diamond Peel ini,”lanjutnya. Dokter Megasari juga menyampaikan bahwa treatmen seperti facial juga perlu rutin dilakukan seorang pria. Sebab, kulit pria sama rapuhnya dengan kulit wanita. Kondisi kesehatan kulit pria juga bisa terganggu, dari kasus yang pa­ ling ringan seperti kulit berminyak, sampai jerawat meradang, atau masalah kulit lain seperti flek akibat terlalu sering dan terlalu lama terpapar sinar matahari. “Pria yang kulitnya sehat terawat dapat mencerminkan sisi positif dari pria itu sendiri, dan tentunya turut menumbuhkan rasa percaya diri. Yang berarti dapat mendukung berbagai aktivitas, terutama aktivitas sosial, seperti misalnya saat ini banyak bidang kerja yang mengharuskan penampilan fisik yang baik termasuk penilaian untuk kulit wajah yang sehat, bersih dan terawat. Dan, pastinya hal ini dapat menambah nilai plus tersendiri bagi penampilan seorang pria. – Sri Ardhini

Mitos

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

K

anker payudara merupakan kanker penyebab utama kematian perempuan. Kesadaran untuk mengetahui tanda-tanda kanker payudara dan berkonsultasi dengan dokter merupakan upaya untuk penanganan lebih awal. Bali Pink Ribbon, sebagai organisasi yang menyediakan informasi dan layanan dukungan kanker payudara membuat leaflet yang diperbanyak dari leaflet Yayasan Kanker Payudara Singapura. Beberapa mitos pun terangkum dalam leaflet ini.

Mitos: Kanker payudara adalah “hukuman mati” Fakta: Jika cukup dini diketahui dan diobati, kanker payudara tidak akan mengakibatkan kematian. Deteksi dini dapat membantu menyelamatkan nyawa dan payudara. Mitos: Payudara besar lebih mudah terkena kanker payudara Fakta: Tidak pernah ada pembuktian melalui penelitian. Orang yang memiliki payudara besar memiliki peluang yang sama dengan orang yang memiliki payudara kecil. Namun, kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Mitos: Kanker payudara menular Fakta: Orang tidak dapat terjangkit kanker payudara melalui sentuhan badan (bersentuhan, minum dari gelas yang sama, saling berbagi makanan, atau melakukan hubungan intim). Mitos:Deodoran, antiperspirant, atau memakai bra

Cedera di Payudara

11

Sebabkan Kanker Payudara?

menyebabkan kanker Fakta: Sampai saat ini belum ada data ilmiah untuk mendukung pernyataan tersebut. Mitos: Semua benjolan adalah kanker Fakta: 9 dari 10 benjolan pada payudara bukan merupakan kanker Mitos: Cedera pada payudara dapat menyebabkan kanker Fakta: Memar atau benturan tidak akan menyebabkan kanker. Jika kanker berkembang di tempat yang luka, itu hanyalah kebetulan. Mitos: Sepanjang telah melakukan mammogram dan tidak ditemukan kelainan, artinya bebas kanker Fakta: Kanker dapat terjadi kapamn saja. Mamogram mesti dilakukan tiap tahun atau dua tahun sekali, bersamaan dengan pemeriksaan payudara pada diri sendiri setiap bulan dan pemeriksaan payudara oleh tenaga kesehatan. Jika terjadi kelainan atau perubahan dapat

Tim Bali Pink Ribbon

dilaksanakan pengangkatan sesegera mungkin oleh dokter. Mitos: Radiasi dari mammogram berbahaya Fakta: Jumlah radiasi yang ditimbulkan dri mammogram sangatlah rendah. Jangan biarkan ketakutan terhadap radiasi atau rasa sakit terhadap mammogram membuat Anda tidak melakukan pemeriksaan mammogram secara teratur. Mitos: Kanker payudara adalah benjolan yang menyakitkan dan tumbuh cepat Fakta: Benjolan kanker cenderung menyakitkan, keras, tetap tinggal dalam posisinya dan bertahan bahkan setelah siklus-siklus menstruasi. Biasanya tumbuh perlahan-lahan. Jika Anda didiagnosis mengalami kanker payudara, sempatkan berbicara dengan orang-orang yang berhubungan atau orangorang yang menderita kanker payudara, bahkan yang sudah sembuh. Hal ini penting sebelum memutuskan untuk mendapat pengobatan. Mitos: Mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) adalah satu-satunya cara untuk menyingkirkan kanker payudara Fakta: Mastektomi tidak diperlukan untuk semua kanker payudara. Teknologi baru, penemuan terbaru dan peningkatan terapi terus dikembangkan. Mereka yang didiagnosis menderita kanker payudara memiliki pilihan, tergantung pada tahap dan jenis kanker payudaranya. Perempuan memang memiliki risiko terkena kanker payudara. Namun, 1% kanker payudara terjadi pada laki-laki. Risiko perempuan terkena kanker payudara meningkat seiring usia. Ketika usia bertambah ada kemungkinan terjadi perubahan sel yang tidak normal.

Beberapa studi telah menunjukkan diet lemak tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara sementara penelitian lain belum ditemukan. Namun, penting untuk membatasi lemak sebagai bagian dari diet lemak tinggi. Lemak tinggi dapat menjadi penyebab jenis kanker lainnya atau penyakit jantung. Selain itu, bahan kimia yang disebut phyoestrogen (hormone tanaman) ditemukan dalam berbagai sayuran dan kedelai dapat

melindungi orang dari kanker payudara serta memperlambat pertumbuhannya. Deteksi dini memberi banyak pilihan pengobatan dan kesempatan yang lebih baik untuk kesembuhan dan bertahan hidup. Bertanggungjawablah terhadap kesehatan payudara sendiri dengan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga professional serta pemeriksaan mamografi. –Ngurah Budi

Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas Untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas, PT Astra International Tbk melalui Grup Astra wilayah Bali mengadakan kegiatan Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas yang dirangkaikan dengan Astra Road Safety Fest. Kegiatan dilaksanakan Jumat (18/9). Acara yang dibuka Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, ST, MASC, Ph.D diawali talkshow di Auditorium Wiswakarma Fakultas Teknik Universitas Udayana dengan narasumber Kompol Ni Wayan Supiati, Kasi Dikmas Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali. Acara lainnya berupa pameran produk Grup Astra, kampanye Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL), membentangkan spanduk IAABL, membagikan buku panduan IAABL, stiker, dan 10 helm gratis bagi pengendara motor yang tidak menggunakan helm. IAABL Bali akan dilanjutkan pada 22 September di Banjar Berseri Astra. Haris Prasetya, Kordinator Wilayah Grup Astra Bali mengatakan keselamatan berlalu lintas harus terus ditingkatkan karena kecelakaan lalu lintas menjadi “pembunuh” nomor tiga di Indonesia. –Ngurah Budi


10

Bugar

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

MRI DAPAT MENDETEKSI STROKE YANG TERJADI

Style

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Kalung Bebatuan Unik

KURANG DARI SATU JAM Oleh: dr. I Made Wijaya, SpRad

Stroke iskemik timbul se­ bagai akibat terjadinya peng­ hentian secara mendadak aliran darah didalam bagian-bagian dari otak. Gangguan aliran darah melalui arteri intrakranial ini menyebabkan kekurangan ok­ sigen dan glukosa pada bagianbagian otak yang sesuai dengan teritori pembuluh darahnya . Hal ini akan menimbulkan ke­ matian sel otak secara bertahap dan permanen. Secara epidemiologi stroke adalah penyebab morbiditas tersering kedua di seluruh dunia setelah infark miokard (serangan jantung). Faktor risiko stroke iskemik sebagian besar terletak pada faktor risiko aterosklerosis dan juga termasuk usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, me­ rokok, hipertensi, hiperkoleste­ dr. I Made Wijaya, SpRad rolemia dan diabetes. Stroke iskemik biasanya timbul dengan onset defisit neurologis yang cepat, yang ditentukan oleh daerah otak yang terlibat. Gejalanya sering berkembang selama beberapa jam dan dapat memburuk atau bahkan menetap. MRI memiliki sensitivitas dan spesifisitas lebih tinggi secara signifikan dalam mendiagnosis infark iskemik akut dalam beberapa jam pertama se­ telah onset. Infark hiperakut yang terjadi kurang dari 12 jam, 50-60% akan tampak normal pada CT scan sedangkan pada MRI, stroke yang terjadi kurang dari 1 jam sudah dapat terdeteksi khususunya pada Diffusion-weighted MRI (DWI). MRI lebih mampu mendeteksi infark akut dan infark kecil, terutama yang melibatkan korteks serebral. MRI (Magentic Resonance Imaging) meru­ pakan alat pencitraan diagnostik canggih yang mempergunakan gelombang elektromagnetik dalam mendeteksi abnormalitas atau kelainan pada tubuh manusia dan bebas dari paparan radiasi sinar-x. Berikut gambara unit MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Contoh kasus MRI iskemik stroke yang terjadi kurang dari satu jam, yang tidak terdeteksi pada CT scan tetapi terdeteksi pada MRI.

Sejak dahulu hingga kini, aksesori sudah menjadi salah satu benda yang wajib dimiliki, khususnya bagi ­perempuan. Aksesori dari bahan bebatuan adalah salah satu jenis aksesoris yang tak lekang oleh waktu. Apalagi saat ini fenomena bebatuan kembali popular.

Sebagai kesimpulan, stroke dapat diidentifikasi dengan baik dengan multimodal CT scan, tetapi Diffusion-weighted MRI atau DWI tetap me­ tode yang paling baik dan akurat untuk identifikasi stroke terutama yang onsetnya kurang dari satu jam. Prosedur MRI dengan demikian sangatlah bermakna dalam mengkonfirmasikan diagnosis stroke infark akut serta sebagai monitor atau pemantau perkembangannya. Kemajuan dalam teknik MRI dalam melakukan diagnosis dini dan penilaian secara dini, diperlukan dalam terapi trombolitik untuk mencegah kerusakan otak secara ireversibel atau permanen.

D

engan liontin atau kalung bebatuan yang tengah menjadi magnet yang cukup besar akhir -akhir ini, tidak hanya menjadikan seseorang tampil beda tapi juga elegan dan cantik. Melalui tangan terampilnya AA Putri Asmari pemilik “Putri Coliection”, merangkai bahan batu -batu alam menjadi liotin

atau kalung-kalung cantik dan menarik. Aneka jenis dan warna bebatuan berhasil divariasikan dengan indah. Koleksi kalung –kalung sederhana dan simpel ini, bisa dikenakan kapan saja, dengan busana nuansa formil ataupun yang lebih kasual. Selain itu rangkaian kalung ini cocok juga jika dijadikan sebagai hadiah untuk orang-orang tersayang. –Sri Ardhini

Kalung batu pecah ungu kombinasi panjang

Kalung hijau

Kalung rose

Kalung batu pecah ungu kombinasi

Batu pecah merah

Kalung batu pecah coklat maroon

Kalung batu pasir tabung kombinasi hitam

Kalung big stone

Campur-campur

Kalung hitam diatas putih

Kalung batu pecah hijau

Hitam ditas putih 2

Kalung batu pecah putih

Dalam pelaksanaan prosedur MRI, tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu apa yang menjadi kontraindikasi relatif pada prosedur MRI sehingga prosedur ini tidak dapat dilakukan, antara lain: - Adanya implant metalik - Claustrophobia (ketakutan pada ruang yang sempit dan gelap) - Pacemaker (alat pacu jantung) - Prostetik katup jantung yang tidak kompatibel dengan MRI - Alergi pada bahan kontras media

15

Kristal hijau

Cat ice

Kalung batu pecah hitam

Kristal dop putih tulang


16

Edukasi

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Jadilah Orang Unik

Jika lulusan yang sama melamar ke sebuah perusahaan yang sama, dengan waktu kedatangan sama, apa yang membuat salah seorang di antaranya yang terpilih? “Salah satu faktor yang membuatnya terpilih adalah keunikan diri yang terlihat dari kemampuan melakukan presentasi publik dan kemampuan berkomunikasi. Itu yang akan menjadi nilai plus bagi seseorang,” ujar Charles Bonar Sirait dalam sebuah kesempatan.

C

harles yang kondang sebagai presenter dan kini mengepakkan sayapnya sebagai penulis buku “Public Speaking and Business” ini mengatakan gaya berbicara sangat mempengaruhi untuk mampu meyakinkan lawan bicara atau orang lain. “Saat presentasi, jangan membuat orang lain memposisikan Anda di tempat rendah. Buat terus yang unik, jangan berhenti,” tegasnya.

Dalam presentasi produk misalnya, ia mengingatkan untuk tampil percaya diri dan bangun keyakinan bahwa produk kita adalah the best design, fondasi kuat dengan alasan penciptaan karya, dan yang paling penting bisa mempertahankan karya. “Dalam presentasi, jelaskan secara terstruktur dengan mimik wajah yang meyakinkan. Penting juga menampilkan referensi desain-desain yang ada sebelumnya, dan cari keunggulan produk

Anda dibandingkan yang lainnya,” ucapnya. Kemampuan berbicara di depan publik atau forum bisnis telah menjadi kebutuhan setiap orang bisnis. Itu artinya pemilik perusahaan, direktur utama, kepala departemen, supervisor, karyawan baru, bahkan karyawan magang harus mampu tampil dan berbicara dalam forum seperti rapat, presentasi, paparan publik, sosialisasi program, pengajuan proposal, peluncuran produk, jumpa pers, berbicara kepada pelanggan, berbicara kepada atasan dan bawahan, memberikan pujian, memberikan motivasi, dsb. Dunia bisnis dan keterampilan berkomunikasi tidak dapat dipisahkan, keduanya terikat erat. Jika keduanya dipisahkan, bukan tidak mungkin akan muncul ketidaknyamanan, kesalahpahaman, bahkan kegagalan dalam meraih kesepahaman dan kerjasama bisnis. “Hal yang paling mendasar dalam setiap persoalan adalah komunikasi,” tegasnya lagi. Tips Public Speaking: 1.Pembelajar public speaking dan business tak akan pernah memisahkan 3 tahapan pembelajaran (inteligensia, pengalaman, eksperimentasi) dan 3 elemen kepribadian manusia (kognitif, afektif, psikomotorik). 2.Ingin sukses berbicara di forum bisnis? Tak ada jalan lain,

berlatihlah! 3.Rancanglah sedikitnya 2 format rencana dan penilaian berbicara dalam forum bisnis (sebelum dan sesudah berbicara). 4.Setelah berbicara dalam forum bisnis, lakukan evaluasi. 5.Sabar menyimak, mendengar orang lain berbicara adalah salah satu kemampuan yang perlu dimiliki dalam melakukan public speaking untuk kepentingan bisnis. 6.Dengan kesabaran tersebut, Anda akan mendapatkan semua data secara terperinci, sebab dalam berbisnis, perincian dan detail adalah hal yang sangat diperlukan. 7.Public speaking Anda akan jauh lebih meningkat kalau Anda terlebih dahulu bersedia mengubah karakter bisnis Anda. 8.Harus ada kalimat baru yang

Menikmati Pemandangan di Pertengahan Gunung dan Danau Batur

T

ahun 1990-an, ada iklan mobil yang syutingnya dilakukan jalan menuju Danau Batur. Kawasan bebatuan yang kesannya ke­ ring dan gersang ini kontras dengan pemandangan danau yang dikelilingi bukit hijau dan airnya membiru. Pemilihan lokasi syuting ini mungkin ingin memberi gambaran kepada masyarakat, ada objek wisata yang sayang untuk dilewatkan. Sampai saat ini bebatuan di

sepanjang jalan menuju Danau Batur ini masih menjadi tempat untuk berfoto. Mau pilih background gunung bisa, mau pilih background bukit juga bisa. Posisi jalan yang berada di tengah ini sangat bagus. Bagi penggemar fotografi, spot bebatuan ini bisa menjadi alternatif. Pengunjung yang kawasan bebatuan ini tidak hanya warga lokal Bali. Ada juga wisatawan asing yang sengaja berhenti untuk berfoto di kawasan tersebut. Adanya beberapa tempat parkir kecil membuat orang

keluar dari mulut kita sebagai profesional bisnis yang menunjukkan semangat perubahan dan ide baru bisnis yang belum pernah didengar lawan bicara bibnis kita sebelumnya. 9.Sekali kita memilki kalimat baru yang ada kaitannya dengan perubahan, sikap dan karakter bisnis kita harus tetap konsisten dengan janji perubahan. Walk the talk. Talk the walk. 10.Public speaking harus dapat membuat pelanggan kita nyaman dan memutuskan untukterus berbisnis dengan organisasi bisnis kita. 11.Untuk menciptakan organisasi bisnis yang semua anggotanya mahir berkomunikasi terlebih dahulu kita perlu menciptakan Susana kerja yang bahagia. 12.Dalam organisasi bisnis, feedback atau umpan balik kepada anggota tim diperlukan. 13.Cara yang paling sempurna melakukan feedback adalah dengan melakukan pembicaraan/ komunikasi secara personal/ pribadi, one by one. 14.Saat memberikan feedback, jangan hanya berbicara tapi berikan pula sikap empati dan apresiasi dilanjutkan dengan menatap mata lawan bicara dengan suasana tenang, tidak boleh menatap dengan intimidasi. 15.Rancang jadwal berbicara harian di organisasi bisnis Anda secara teratur. –Inten Indrawati lebih mudah memilih lokasi. Yudi, warga Jawa Timur termasuk yang memanfaatkan spot-spot foto sepanjang perjalanan menuju Danau Batur. Ia bahkan mencari tempat yang lebih tinggi agar bisa melihat pemandangan yang lebih luas. Hal yang sama dilakukan Indra dan Ardi. Mereka bahkan naik ke bebatuan agar bisa mendapatkan posisi foto yang bagus. Mereka ingin mem-posting foto terbaik di sosial media. “Kami ingin menunjukkan ke teman-teman, ada banyak spot foto di kawasan ini,” ujar Indra. Aktivitas di danau Batur dan petani di ladang bawang pun tak luput dari jepretan orang yang berkunjung ke danau. Walaupun jalan kadang macet karena ada konvoi truk, tidak usah khawatir. Manfaatkan waktu macet itu untuk memotret. –Ngurah Budi

Dara

9

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Aplikasi ngeKost yang siap membantu pemilik dan pencari kos

Pengalaman Pribadi Jadi Aplikasi Tim Sandatindo

Bingung cari kos? Hal ini kerap dialami orang yang datang ke lingkungan baru untuk menetap di lingkungan tersebut. Salah satu solusinya adalah berkeliling untuk mencari tempat kos yang sesuai. Ini tentu memerlukan waktu dan tenaga. Ketika sudah menemukan tempat yang dinilai tepat pun belum tentu bisa langsung deal. Bisa saja tuan rumah tidak ada atau tempat itu sudah dipesan orang lain.

B

erbagai pengalaman ini bisa menjadi inspirasi untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif. “Kami mengalami hal ini tahun 2008 ketika mulai masuk kuliah di Universitas Udayana dan harus mencari tempat kos di daerah Jimbaran. Kami masuk dari satu kos ke kos lain agar mendapat tempat yang cocok. Ini pun tidak bisa langsung dapat, ada saja kendala,” kenang Ade Saputra. Pengalaman Ade sama dengan yang dialami Oka Gartria, Chandra Kusuma, Suma Artha, dan Putra Danahita. Mereka lalu sering berkumpul. Daripada kumpulkumpul tak jelas, mereka sepakat membentuk usaha Sandatindo Group tahun 2013 yang bergerak di bidang software development & IT. Tempat kos Ade pun menjadi “markas”. Oka sebagai CEO menambahkan, pemilihan nama Sandatindo yang terdiri dari kata sandat dan Indo ini memiliki makna khusus. “Bunga sandat sangat terkenal karena keharumanannya. Walaupun sudah layu, sandat tetap harum. Kalau Indo merupakan kependekan dari Indonesia. Jadi kami ingin harum dari Bali hingga

seluruh Indonesia di bidang IT,” ujarnya. Kelima anak muda ini lalu membuat berbagai proyek IT. Ketika ada peluang untuk menjadi tenant di Bali Creative Industry Centre (BCIC), mereka pun mencoba masuk dan berhasil. Kini sebuah aplikasi yang diberi nama “ngeKost” siap untuk diluncurkan. “Pengalaman pribadi mencari kos ini yang kami tuangkan ke dalam aplikasi,” kata Chandra yang bertugas di bagian finance. Ia menjelaskan ngeKost adalah aplikasi untuk mempertemukan pencari dan pemilik kos. Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur sehingga mempermudah orang yang mencari kos dan bisa hemat waktu serta tenaga. Dengan mengunduh aplikasi yang sudah selesai versi betanya ini, pencari kos bisa mencari kos yang dekat dengan posisi mereka, lalu akan dipandu untuk menuju kos tersebut. Penggunaan koordinat untuk posisi kos tujuan menjadikan lokasi pencarian lebih akurat. Kos yang tersedia juga dilengkapi dengan foto sehingga memudahkan pencari kos untuk mengetahui bagaimana bentuk kos yang ditawarkan. Kalau sudah

cocok, pembayaran pun bisa dilakukan melalui aplikasi ini. “Bagi pemilik kos, ada beberapa hal yang memudahkan

mereka. Pertama, mereka tidak perlu repot pasang pengumuman “Terima Kos” di tiang listrik. Kedua, caranya sangat mudah. Cukup register dengan melampirkan foto kos yang ditawarkan. Ini gratis. Ketiga, pemilik kos bisa mengetahui data diri pencari kos melalui data yang sudah ada di Facebook dan akun Gmail,” jelas Putra yang bertugas di bagian networking. Untuk menghasilkan aplikasi ini, mereka harus terjun langsung ke lapangan alias door to door. “Kami berbagi tugas untuk mendata dimana saja ada kos-kosan. Ada pemilik yang menerima dengan baik dan senang dengan aplikasi ini. Tetapi, ada juga yang menolak,” kata Ade yang menjadi designer untuk aplikasi ini. Tahap

awal, sasaran mereka adalah kos yang ada di Denpasar dan Jimbaran. “Kami memilih Jimbaran karena pengalaman kami dulu. Banyak mahasiswa baru yang perlu kos di Jimbaran,” imbuh Suma yang bertugas sebagai programmer. Aplikasi ini diharapkan membantu pencari dan pemilik kos untuk bertemu di dunia maya. Bagi mereka, kini era teknologi, dengan berbagai fitur yang ada di gadget, semua hal bisa dilakukan dengan cepat. Namun, Ade dan kawan-kawan mengaku masih perlu banyak penambahan data tentang kos. Bagi mereka aplikasi ini ibarat yang ditampilkan Agoda. Kalau Agoda untuk hotel, ngeKost khusus untuk tempat kos. –Ngurah Budi

Salurkan Ide Anak-anak muda kreatif yang menjadi tenant di Bali Creative Industry Centre (BCIC) mendapat kunjungan anggota DPR RI khususnya Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Rabu (16/9). Mahfudz Abdurrahman adalah salah satu yang menyempatkan diri berdialog dengan mereka, termasuk tim Sandatindo. “Tempat semacam ini merupakan wadah bagi para generasi muda untuk menyalurkan ide dan mengembangkan potensi positif. Daripada hanya menunggu untuk mendapat pekerjaan, lebih

baik ciptakan peluang kerja sendiri berdasarkan keahlian yang dimiliki,” ujar anggota Komisi V DPR RI ini. Ia berharap anak-anak muda ini terus meningkatkan skill dan menambah portofolio agar benarbenar siap bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Mengenai kendala yang dihadapi khususnya dana, ia berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Koperasi dan UKM bisa memasilitasi anak-anak muda kreatif ini. –Ngurah Budi

Mahfudz Abdurrahman (pegang buku) bersama tim Sandatindo


8

Bunda & Ananda

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Asah Kecerdasan Interpersonal dengan Bergaul

Kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelejensi. Masih ada kecerdasan lain yang harus diasah. Salah satunya kecerdasan interpersonal. Apa saja yang berkaitan dengan kecerdasan interpersonal? Bagaimana menanamkan kecerdasan interpersonal kepada anak-anak?

D

ua ibu duduk sambil menunggu anaknya bermainmain di tempat les. Ibu yang lebih tua memuji anak dari ibu yang lebih muda. “Anak ibu gaul ya. Ia cepat sekali bisa akrab dengan temannya. Anak saya agak susah untuk langsung akrab,” ujarnya. Ibu yang lebih muda menimpali. Ia mengaku dirinya sering mengajak anaknya untuk pergi ke berbagai acara. “Mungkin karena sering bertemu orang di berbagai kesempatan, ia menjadi lebih mudah bergaul. Biasanya, anak saya memperhatikan, kalau saya akrab dengan orang itu, anak saya pun mudah akrab dengan orang itu,” ungkapnya. Kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan orang lain memiliki kaitan dengan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan, kepentingan, dan kebutuhan orang lain, serta membangun hubungan yang kooperatif, konstruktif, dan memuaskan. “Kecerdasan ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berelasi dengan orang lain dan menghargai perbedaan. Orang yang punya kecerdasan interpersonal cenderung bisa berempati dan punya banyak teman,” ujar Lyly Puspa Palupi Sutaryo, M.Si, Psi. Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini menambahkan kecerdasan interpersonal harus dibentuk sejak kecil, mulai dari anak bisa berkomunikasi dan berelasi dengan orang lain. Misalnya, anak diajarkan bagaimana saling berbagi atau gantian menggunakan mainan. Ini termasuk pengalaman langsung yang bisa diajarkan. Kadang ada juga yang mengajarkan kecerdasan ini melalui buku atau cerita. Namun, metode melalui cerita ini kadang hanya dibayangkan dan pemahaman lebih dangkal atau tidak optimal. Kalau pengajaran dilakukan lang-

Lyly Puspa

sung ketika anak melihat temannya menangis atau tertawa, hal ini akan membuat penjelasan lebih mudah. Menangis itu apa dan kapan terjadi atau tertawa itu apa dan mengapa orang tertawa. Dari sini anak bisa mengerti bahwa ekspresi manusia bisa bermacammacam tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. “Orangtua memiliki peran penting untuk mendidik anak agar memahami banyak ekspresi ini. Karena itu, berikan kesempatan atau buka akses kepada anak untuk bergaul dengan teman dan lingkungannya, tetapi tetap dalam pengawasan orangtua. Kepribadian anak akan tumbuh dan berkembang karena banyak hal yang bisa dilihat,” ujar staf di bagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RS Sanglah ini. Lyly mengingatkan jika orangtua memiliki keterbukaan dalam pergaulan, anak cenderung melakukan hal yang sama. Sebaliknya, jika orangtua cenderung tertutup termasuk membatasi akses anak, besar kemungkinan anak juga berlaku demikian. Hal ini terjadi karena anak melakukan proses peniruan terhadap apa yang dilakukan orangtua. Namun, masih ada factor lingkungan yang memberi pengaruh. Jika lingkungan seperti rumah

“Dari penelitian para ahli, kesuksesan ditentukan 80% oleh kecerdasan interpersonal. Jika dianalisa lebih dalam, anak atau orang yang mudah ­bergaul memang lebih mudah beradaptasi dengan ­lingkungan sehingga lebih cepat dalam ­ meraih kemajuan”

dan sekolah membuka peluang anak untuk berinteraksi lebih banyak, maka peluang terbentuknya kecerdasan interpersonal lebih besar. Anak yang mudah bergaul cenderung memiliki kemampuan berempati yang tinggi. Ia memiliki banyak pemahaman tentang ekspresi sehingga bisa menempatkan dirinya. “Dari penelitian para ahli, kesuksesan ditentukan 80% oleh kecerdasan interpersonal. Jika dianalisa lebih dalam, anak atau orang yang mudah bergaul memang lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sehingga lebih cepat dalam meraih kemajuan,” ujar Lyly. Ia juga menyebut manfaat kecerdasan interpersonal untuk anak-anak. Pertama, anak menjadi lebih luwes dan mudah beradaptasi. Anak tidak memiliki stress tambahan ketika berada di lingkungan baru atau orang-orang baru. Ada anak yang merasa khawatir ketika harus masuk lingkungan baru. Ini akan menimbulkan stress sebelum apa yang sebenarnya terjadi.

Griya

Sejuk di Bawah Atap Alang-Alang

Saat ini, banyak pilihan jenis atap yang beredar di pasaran. Masyarakat tinggal memilih jenis atap yang disukai dan tentunya sesuai ­dengan gaya bangunan. Salah satu jenis atap yang masih diminati, khususnya yang diperuntukkan bangunan villa, adalah atap alang-alang.

A

tap alang-alang merupakan jenis bahan atau material bangunan yang sangat ramah lingkungan. Atap alang-alang merupakan atap

Anak-anak yang sedang bermain bersama

Kedua, anak menjadi lebih percaya diri. Anak siap menghadapi situasi apapun karena ia sudah memiliki pemahaman tentang berbagai karakter orang. Semua

ini didapat dari proses belajar dan bergaul dengan teman-temannya. Makin luas pergaulan, makin percaya diri, makin besar peluang untuk sukses. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

pisang atau bulan

Setelah Tuhan menciptakan angkasa, bumi, tumbuh-tumbuhan dan hewan, beliau selanjutnya menciptakan manusia. Sebelum hal itu terjadi, Tuhan memanggil sepasang bibit manusia lakiMade Taro perempuan. “Hai, kau bibit manusia! Sebentar lagi kau akan kuciptakan menjadi Manusia, penghuni bumi. Tugasmu adalah memelihara segala ciptaanku.” Bibit manusia itu mengangguk, tanda setuju. “Sebelum kau kuturunkan ke bumi, pikirkanlah baik-baik!” lanjut Tuhan. “Kau ingin hidup seperti pisang atau bulan?” Pasangan bibit manusia itu saling pandang. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Tuhan. Oleh karena kedua bibit itu tidak menemukan jawaban, lalu Tuhan menjelaskan. “Kalau ingin hidup seperti pisang, hidupmu berlangsung sementara. Kau lahir dan mati, meninggalkan banyak anak. Kalau kau ingin hidup seperti bulan, kau akan hidup berkali-kali, tetapi menyendiri.” Kedua bibit manusia itu berembug. Mereka menimbang-nimbang baik-buruk dan untung-rug-

inya. Tugas pokok di bumi adalah memelihara ciptaan Tuhan. Itu berarti pasangan laki-perempuan itu harus bekerja keras sepanjang masa. Manusia merasa pekerjaan itu tidak mungkin dikerjakannya sendiri. Kalau hidup seperti bulan, Manusia akan mengalami hidup, mati dan hidup lagi, tetapi akan dirundung rasa sepi berkepanjangan. Dengan siapa manusia berbincang-bincang dan menyatakan keluhannya? Sanggupkah manusia mengambil pekerjaan yang berat itu sendirian tanpa bantuan orang lain? “Kami memilih pisang, Tuhan Yang Mulia!” jawab pasangan itu tanpa ragu-ragu. Seketika itu pula Tuhan menurunkan pasangan bibit manusia itu ke bumi. Oleh karena manusia memilih pola hidup seperti pisang, maka manusia punya banyak anak. Mereka tinggal berkumpul dalam satu rumah. Mereka makan dan tidur bersama, bekerja dan bercengkerma bersama-sama. Namun, manusia yang melahirkan anak-anak itu makin lama makin tua, sakit, dan akhirnya mati. Manusia yang mati itu sangat sedih meninggalkan rumah dan anakanaknya, demikian pula anak-anak yang dilahirkannya itu sangat sedih ditinggalkan orang tuanya. Manusia yang mati itu tidak mungkin hidup kembali. Seharusnya manusia memilih pola hidup pisang dan bulan. Namun, memilih keduanya tidaklah mungkin.

17

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

dengan bahan alami rumput alang-alang. Kelebihan atap alang-alang ini di antaranya, dapat memberikan kesejukan dalam bangunan, menciptakan kesan natural/alami, dapat dikombinasikan dengan material-material modern lainnya, berkarakter plastis sehingga mudah dibentuk menjadi berbagai jenisbentuk atap, dapat diterapkan pada jenis bangunan apapun, dan teknik pemasangan dan konstruksi sederhana. Salah seorang penjual atap alang-alang di Jalan P r o f. I B M a n t r a , Denpasar, Majidah (62) mengatakan, sejak dulu hingga kini atap alang-alang dikerjakan secara konvensional. Helai demi helai rumput alang-alang dirangkaikan serta diikat pada sebilah bambu sehingga membentuk sebuah lembaran dengan ukuran tertentu. Bahan tali pengikat biasanya

menggunakan bahan serat ijuk atau serat bambu. “Lembaran alang-alang tersebut yang nantinya diletakkan dan disusun pada rangka atau struktur atap, sehingga akan menutupi seluruh permukaan atap serta melindungi secara fisik ruang di bawahnya,” ujar Eldah yang mengaku memulai bisnisnya sejak tahun 1989 di Lombok dan sejak 2003 mengembangkannya di Bali. Rumput liar sebagai bahan atap alang-alang yang dijualnya ini dikatakannya didatangkan dari Lombok. “Di Bali memang ada rumput alang-alang, namun masih muda sudah dipanen. Jika di Lombok, ketersediannya masih banyak. Di sana tumbuh bagus, dipanen sekali setahun dengan tinggi sekitar 1,5 meter,” jelasnya. Proses pengerjaannya sederhana. Rumput alang-lang yang

sudah dipanen dijemur 2-3 hari sampai kering. Namun harus diperhatikan juga penjemurannya jangan sampai terlalu kering karena akan mengakibatkan alang-alang cepat rapuh atau patah. Atap alang-alang ini pun ditawarkan dengan beragam pilihan harga yang tentunya disesuaikan dengan kualitas pembuatannya. Jenis super dengan ikatan yang rapat, dikatakan Eldah-sapaan akrabnya, bisa bertahan hingga 20 tahun. Sementara yang jenis standar, paling banter bertahan hingga 8 tahun. Eldah yang kerap menerima pesanan atap alang-alang tak hanya dari Bali namun hingga dari Jakarta ini, juga menawarkan gazebo. Atapnya bisa dari alang-alang atau dari sirap sesuai kebutuhan konsumen. Strukturnya pun bisa dari kayu ataupun bamboo, dengan sitem

Majidah

konstruksi knockdown. Sebut saja, gazebo bambu berukuran 2x2 meter dengan atap alangalang hanya ditawarkan dengan harga Rp 6,5 juta. –ten


18

Kreasi

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Media untuk melu­ kis tak hanya kanvas atau kertas. Kini baju pun bisa dijadikan media lukis. Apalagi kalau lukisan yang dibuat merupakan simbul-simbul yang sarat makna religius. Ini pun menjadi salah satu industri kre­ atif yang bisa terus dikembangkan.

I

Ketut Ngabdi merupakan pelukis baju yang memilih terjun di industri kreatif ini. Ia berasal dari keluarga seniman. Kakeknya terkenal sebagai pembuat barong di Tegal Asah, Tembuku, Bang­ li. desanya. Sebelum melukis, Ngabdi pernah bekerja di salah satu koperasi di Gianyar selama 13 tahun. Karena hasilnya tak seberapa, ia memutuskan untuk menjadi pelukis baju. Bagi Ngabdi, baju dengan lukisan religius bukan karena tren semata tetapi ada makna tersirat yang membuat pemakainya merasa percaya diri. Lukisan yang biasanya dibuat motif paksi, barong, rangda, Dewa Baruna dan tokoh-tokoh pewayangan. Seluruh motif ini tidak terlepas dari budaya masyarakat Bali, khususnya umat Hindu. Lukisan rangda menurut Ngabdi sangat cocok untuk menggambarkan semangat dan menumbuhkan rasa percaya diri. Demikian juga dengan Baruna sebagai lambang laut yang mengitari pulau ini. “Seluruh motif ini mempunyai makna tersendiri. Itu sangat erat hubungannya dengan budaya masyarakat Bali, khususnya Hindu,” jelasnya. Ciri khas lukisan baju Ngabdi adalah pemilihanwarna hitam putih dan menggunakan teknik arsiran. “Hal ini tidak lepas dari filosofi Bali, yakni simbol Rwa Bhineda (dua hal yang berbeda). Budaya Bali tidak

Percaya Diri dengan

Kaus Lukisan Rangda bisa lepas dari lukisan yang saya buat,” ungkapnya. Usaha yang telah ditekuni selama dua tahun dan menjadi satusatunya penunjang keperluan hidup Ngabdi. Ia pun sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Menjelang hari raya umat Hindu, ia kerap kebanjiran order. Selain dari masyarakat sekitar, pesanan juga datang dari butik di daerah Denpasar. Terkait dengan upah, tergantung dengan motif. “Kalau pesanan lebih banyak datang jelang hari raya. Kalau upahnya untuk motif yang paling gampang hanya Rp 50 ribu kalau yang paling sulit sampai Rp 200 ribu untuk satu baju,” ujar Ngabdi. Pria lulusan sekolah seni ini juga menyampaikan dibalik perkembangan usahanya, ia mengaku kekurangan modal. Hal ini mengakibatkan dirinya hanya bisa membuka in-

dustri di rumahnya, yang jauh dari kota Bangli. Tentunya hal ini menyebabkan industrinya tidak bisa dikenal oleh masyarakat dalam waktu yang cepat. “Karena kurang modal, saya hanya bisa melukis di rumah saja. Jadinya masyarakat belum banyak tahu,” jelasnya. Agar bisa berkembang, Ngabdi berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli bisa memberikan pembinaan, baik dari segi manajemen modal maupun cara pemasaran. Kadisperindag Bangli, I Nengah Sudibia memberikan respon positif. Ia menjelaskan usaha kreatif melukis

baju ini merupakan industri yang sangat baik untuk dikembangkan. Di tengah perkembangan trend busana, tentunya industri yang memiliki ciri khas tersendiri ini akan mampu bersaing dengan produk yang lain.

Terkait permintaan pembinaan, Sudibia mengatakan agar segera menindaklanjuti. “Ini industri yang sangat bagus. Nanti permohonan pembinaannya akan kami tindaklanjuti,” ujarnya. -Sosiawan

Life

Story

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

7

Disuruh Jauh karena Suka Selingkuh

Berangkat dari keluarga sederhana yang tinggal di sebuah kecamatan di Nusa Teng­ gara Barat, Nita (36), bukan nama se­ benarnya, memiliki keinginan yang lebih dari apa yang bisa dipenuhi oleh orangtuanya yang hanya seorang pegawai biasa di salah satu instansi pemerintah. Gambaran ini ten­ tulah tidak bisa dijadikan contoh. Dengan penghasilan yang biasa Nita dan keluarga­ nya, termasuk orangtuanya menginginkan sesuatu yang “berlebihan” dalam hidup mere­ka, salah satunya penampilan yang mentereng. Karena­nya hidup dengan utang pun menjadi bagian keseharian mereka. tkh/net

S

ebagai anak sulung, sejak usia SMP Nita telah memperlihatkan gaya yang lebih dibandingkan dengan rekan-rekan lainnya. Penampilan dan dandanannya lebih cepat dewasa dan sudah mulai mengenal pacaran sejak SMP. Ditambah lagi prilaku yang genit dan suka menggoda, lengkaplah sudah ia dicap sebagai perempuan “nakal”. “Kami sesungguhnya malu dengan sikap Nita, namun karena dia kawan kami, ya… mau bagaimana lagi,”

ungkap Lina dan Rina, dua sahabat Nita yang semasa kuliah akhirnya meninggalkan Nita karena saran dari selingkuhan Nita agar mereka berdua menjauhi Nita. Seiring bertambahnya usia, masa SMU Nita dihabiskan di antara cemoohan orang. “Meski pun tidak terang-terangan, orang banyak yang mencemooh sikap dan prilaku Nita yang kadang berlebihan,” kata Lina. Saat itulah Nita dikenal banyak memiliki pacar dan bahkan berpacaran dengan suami orang. Berulang

kali Lina dan Rina menasehati Nita, namun dianggap angin lalu saja. “Belum lagi ibunya suka memperkenalkan Nita dengan orang-orang baru yang datang ke kampung kami. Mereka biasanya pegawai-pegawai yang datang dari luar daerah,” kata Rina. Intinya menurut Lina dan Rina, ibunda Nita turut menyumbang sikap yang membuat Nita merasa mendapat dukungan dengan apa yang dilakukannya meski pun untuk ukuran hidup di kampung, hal tersebut terasa tabu. Yang

Genit dan Suka Menggoda Namun setelah cukup lama menunggu, Lina meminta Nita untuk mengantarnya ke kamar kecil di bagian belakang dari tempat mereka duduk. untuk sampai ke kamar kecil itu, mereka harus melewati pintu ruangan dokter tersebut. Saat melintas itulah mereka tercengang dengan apa yang mereka lihat di dalam ruangan dokter tersebut. “Kami melihat Nita dan dokter itu berciuman. Sungguh menjijikkan,” ungkap Rina dengan wajah tidak suka. Mereka terdiam dan saling pandang. Sementara Nita tidak mengetahui jika kedua kawannya itu melihat ‘aksinya’. Namun sang dokter pembimbing mengetahui bahwa Rina dan Lina melihat perbuatan mereka. Setelah kembali dari kamar kecil dan keduanya saling terdiam, dokter itu mendatangi mereka yang duduk di ruang tunggu pasien. “Kalian anak-anak baik, sebaiknya jauhi Nita dan jangan bergaul dengannya lagi. Jangan ikuti apa yang dilakukannya,” kata dokter tersebut

menasehati keduanya. Bagi Rina dan Lina, dokter yang mereka kenal selama sering mengantar Nita berkonsultasi itu adalah sosok yang baik. Entah mengapa ia jatuh ke dalam rayuan Nita. “Mungkin karena Nita terlalu genit dan suka menggoda,” kata Lina menyalahkan Nita atas terlibatnya dokter tersebut dengan Nita. Nyatanya dokter itu masih mau menasehati mereka berdua. Itulah kali terakhir Rina dan Lina berkawan dengan Nita. Setelah itu mereka berdua mengikuti nasehat sang dokter dan tidak lagi bergaul dekat dengan Nita. “Sudah empat tahun kami tidak bersama Nita lagi,” kata Lina. Kabar terakhir yang mereka dengar tentang mantan kawannya itu adalah bahwa Nita telah menikah dengan suami orang yang saban hari selalu dilabrak istri orang. “Peristiwa labrak-melabrak sudah biasa dialami Nita sejak dulu, karena yang dipacarinya orang-orang mapan yang sudah beristri,” kata Rina sinis. -Naniek I. Taufan

disasar Nita berpacaran dengan mereka yang mapan adalah uang untuk menunjang menampilannya. Selain itu agar terlihat bahwa mereka orang-orang yang bergaul dengan kelas yang berbeda. Namun mereka lupa, bahwa mereka tinggal di kampung yang tiap mata menyoroti sikap dan prilaku mereka. Meski begitu, mereka tidak peduli. Sampailah saat Nita menempuh pendidikan di salah satu kampus kesehatan di Mataram. Ia meninggalkan orangtua dan keluarga. Jauh dari keluarga membuat Nita semakin menjadi. “Nita pacaran ‘kanan – kiri’ bergantian lelaki. Saya melihat kuliahnya jadi tidak fokus karena yang dipikirkannya cuma bagaimana agar bisa berpenampilan yang wah,” ujar Rina. Nita tinggal di kos-kosan yang terbilang mewah. Untuk ukuran kemampuan finansial orangtua Nita, rasanya tidak mungkin Nita bisa tinggal di kos semewah itu. Ketika ditanya dari mana Nita mendapatkan uang untuk bayar sewa kos semewah itu, Lina dan Rina saling panjang dan hanya tersenyum sembari merubah topik pembicaraan. “Yang kami tahu, terakhir kali ia berpacaran dengan seorang dokter yang sudah berkeluarga,” kata Lina. Awalnya Lina dan Rina tidak mengetahui jika Nita dan dokter tersebut menjalin hubungan terlarang. “Memang kami sering mengantarkan Nita bertemu dengan dokter tersebut

karena katanya akan mengkonsultasikan skripsinya,” ujar Rina. Saat itu Nita memang sudah mulai menyusun skripsi dan dokter tersebut, menurut Nita pada Rina dan Lina, adalah pembimbing skripsinya. “Kami percaya saja dan membantu mengantarkannya tiap kali ia ingin konsultasi skripsi,” ungkap Rina. Hingga suatu hari, Nita minta bantuan Rina dan Lina untuk mengantarkannya menemui sang pembimbing itu untuk konsultasi sekali lagi. Hari itu sudah menjelang larut. Pasien dokter tersebut sudah habis dan stafnya sudah pulang. “Kami berpikir mungkin karena penting sekali untuk konsultasi akhir, maka pembimbingnya memberikan ia kelonggaran waktu berkonsultasi meski sang pembimbing itu capek,” ujar Lina tertawa. Sampai di tempat praktek dokter tersebut, Nita langsung masuk ke ruangan sementara Lina dan Rina menunggu di ruang tunggu pasien. Mereka semakin yakin jika Nita tengah menjalankan tugas kuliahnya itu karena pintu ruangan dokter tidak ditutup melainkan dibiarkan terbuka setengah. Dari tempat duduk mereka, Rina dan Lina memang tidak melihat langsung keberadaan Nita dan sang dokter yang tengah berkonsultasi di bagian samping pintu karena posisi meja dokter tertutup oleh pintu yang terbuka sebagian itu. -Naniek I. Taufan


6

Woman on Top

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

AA Ayu Ketut Agung

Ciptakan Petani Masa Depan

Duo Perias Maestro Bertemu

Belajar Enterpreneur Pertanian harus dipandang sebagai industri. Petani masa depan, bukan lagi, hanya sekadar mencangkul dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, harus bisa menjadikan pertanian sebagai suatu industri. Demikian diungkapkan Dosen pertanian Unud, Prof. Dr. Ir. Gede Putu Wirawan, M.Sc.

Menghadapi MEA 20015, IB Rai D. Mantra yang saat itu masih menjabat Wali Kota Denpasar memandang pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja khususnya di sektor pariwisata. Untuk itu, 10 Agustus 2015 Pemkot Denpasar dan pemangku kepentingan pariwisata se-Kota Denpasar mendeklarasikan “Kota Denpasar Kompeten di Bidang Pariwisata”. Mereka yang bergerak di bidang pariwisata diharapkan meningkatkan kompetensinya dan mengikuti ujian hingga akhirnya memiliki sertifikat kompetensi.

I

Pertemuan duo Perias Maestro, Tienuk Rifki (kiri) dan Bu Agung (kanan)

A

nak Agung Ayu Ketut Agung, pakar tata rias dan kecantikan yang sudah puluhan tahun membuka kursus dan pelatihan tata rias tersebut mengapresiasi langkah IB Rai Mantra, yang menjadikan Denpasar sebagai kota pertama di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai Kota Kompeten. Apa yang dilakukan IB Rai Mantra tersebut dikatakannya juga sejalan dengan apa yang sudah dilakoninya di bidang tata rias. Hampir tiap tiga bulan, Bu agung-sapaan karibnya, yang juga pemilik LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) dan TUK (Tempat Uji Kompetensi) Agung untuk Tata Kecantikan Kulit dan Tata Rias Pengantin Bali. “Jadi, mereka

yang kursus di LKP Agung, kami langsung arahkan untuk mengikuti uji kompetensi,” ujarnya. Bu Agung mengimbau bagi pemilik salon yang belum memiliki sertifikat uji kompetensi, untuk mengikuti uji kompetensi. Karena untuk tahun ini ada masingmasing 100 beasiswa untuk Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin dan Tata Kecantikan Kulit. Uji kompetensi ini akan dilaksanakan Minggu, 27 September 2015 di TUK Agung. Dan, Sabtu 10 Oktober 2015 kembali akan digelar Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali. Dengan mengantongi sertifikat kompetensi ini, kemampuan perias mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas. Hal ini otomatis

akan meningkatkan daya saing akan kualitas diri di masyarakat, menjadi perias profesional. “Dan, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi perias orang-orang penting,” ujar Bu Agung yang mengaku dari menjadi perias biasalah, ia akhirnya kini dipercaya merias para pejabat, artis, hingga pre­siden. Terkait hal tersebut, 24 s.d. 27 Agustus 2015, Bu Agung juga diundang untuk mengikuti Pelatihan Penguji dan Refreshing Penguji Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin, Mengacu Pada Kerangka Kualitas Nasional Indonesia (KKNI), “Peningkatan Mutu dan Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Menghadapi MEA” di Gedung Molvcca, Jakarta. Pada kesempatan langka terse-

Ni Wayan Kartini

Berbagi Ilmu dengan Masyarakat

Keberadaan Kelompok Wanita Tani Desa Songan, tak terlepas dari peran Ni Wayan Kartini. “Dulu, anggotanya didominasi laki-laki, namun sekarang para istri sudah dimasukkan sebagai anggota. Jadi sekarang informasi terkait holtikultura lebih cepat bisa tersosialisasikan,” ucap Kartini. Peran para perempuan ini dalam pertanian dikatakannya sejajar dengan peran laki-laki. Mereka mengerjakan lahannya bersama-

sama. “Memang kebanyakan yang perempuan mengurusi buruh tani, seperti menyiapkan makanan, tapi setelah itu sisanya dikerjakan bersamasama,” imbuhnya. Di Songan, Kintamani, Bangli khususnya, jenis pertanian yang banyak berkembang antara lain, bawang, cabai dan tomat. Sebut saja harga bawang super saat ini Rp10-12 ribu, yang mana harga umumnya berkisar antara Rp 15-20 ribu. Sementara harga cabai dikatakannya sekalinya mahal akan mahal sekali, dan ketika murah akan murah sekali harganya. Seperti harga tomat saat ini yakni Rp 2.800 dijelaskannya meski murah, para petani masih bisa bekerja. Namun jika harga tomat di bawah Rp 2.000 per kilogram, terpaksa tomat itu dipakai makan ternak babi. Namun paling tidak, ketika harga tomat turun, tidak terbuang percuma. Kartini menjelaskan 99% masyarakat Songan mengandalkan hidup dari pertanian. Ketika panen tiba mereka tak perlu memasarkan hasil panennya ke luar daerah, karena umumnya mereka (para pengepul) yang langsung

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

mengambil produk pertaniannya ke Songan. Rata-rata usia panen untuk bawang 60 hari, sementara cabai 4-6 bulan. Kendala saat musim panas seperti saat ini dikatakannya ada serangan ulat. Mau tak mau para petani menggunakan sedikit pestisida. Untuk keperluan air yang didapat dari air danau, diungkapkannya sekarang ini sudah lebih mudah karena sudah banyak ada mesin-mesin air yang disalurkan ke lahan pertanian masyarakat. Kartini yang terlahir ������������������� dari keluarga petani, memang sudah akrab dengan dunia pertanian. Sejak kecil ia sudah terbiasa membantu orangtuanya menggarap

but Bu Agung bertemu dengan Hj. Tienuk Rifki yang juga menjadi langganan merias pengantin keluarga presiden, khususnya pengantin Jawa. Pertemuan kedua perias maestro itu menjadi sangat istimewa. Mereka dengan kompetensinya masing-masing berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tata rias dan busana adat Nusantara.

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Sebagai bentuk apresiasi yang besar terhadap pelestarian budaya Bali serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung mem-

lahan pertanian di kaldera Gunung Batur. Karena itu pula, pertanian sudah menjadi bagian yang sangat melekat dalam hidupnya. Selain dari pengalaman langsung, ilmu holtikultura didapatkannya juga dari belajar melalui buku dan melalui mahasiswa-mahasiswa PPL dan KKN di sana. Ia belajar tentang bibit dan cara bercocok tanam yang baik. Ilmu bertani ini dibagikannya ke masyarakat, hingga hasil ladang mereka pun mening-

berikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benarbenar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_ agung@yahoo.com. website:www. salonagung.com. –inten

kat, dan sangat berpengaruh pada perekonomian mereka. Kartinilah yang menggagas terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) di desanya, dan dipercaya menjabat ketua sejak berdiri belasan tahun lalu sampai sekarang. Ia termotivasi membentuk kelompok wanita tani karena tanah di kaldera Gunung Batur sangat produktif dibandingkan lahan sawah. Hasilnya bisa 20 kali lipat daripada hasil lahan sawah. Ia berdayakan tanah di kaldera itu bersama anggota kelompok dan warga desa lainnya. –Inten Indrawati

a menyadari, kampus memiliki peran besar dalam mengantarkan lulusan pertanian untuk menjadi petani masa depan. Dalam artian, kampus khususnya Fakultas Pertanian Unud, sudah memasukkan mata kuliah entrepreneur. “Mahasiswa disiapkan bermental pengusaha. Mereka bisa menciptakan pasar sendiri,” ujarnya. Dalam pandangannya, petani masa depan, tak lagi hanya menanam papaya kemudian dijual di Renon atau di pasar Sanglah. Ketika harga turun langsung putus asa. Kondisi ini yang

sedang dibenahi di kampus dengan pemberian mata kuliah entrepreneur. “Dengan belajar entrepreneur, mahasiswa mengetahui bagaimana trik-trik menjadi pengusaha. Selain teori, juga praktik lapangan meninjau langsung dan sharing ilmu dari para praktisi yang sudah sukses,” ujarnya. Ia menyebutkan, beberapa hal yang memang harus dikuasai petani, harus bisa mengelola proses produksi dan mengetahui dengan baik proses pemasaran, dimana memerlukan komunikasi, tahu bagaimana segmen pasar sehingga bisa

Prof. Dr. Ir. Gede Putu Wirawan, M.Sc.

menentukan kualitas produksi dan negoisasi harga pasar. “Petani masa depan, tak lagi sekadar memproduksi, tapi justru men­dapatkan pasarnya

sendiri,” kata ­Prof. Wirawan. Ia menambahkan, orang Indonesia bisa belajar dari petani di Jepang. Pendidikan mereka sudah maju, bahkan sebagian besar sudah sarjana. Mereka dapat membuat melon yang sangat manis dan tekstur yang bagus, dengan produksi terbatas sehingga harga mahal. Mereka menciptakan pasar sendiri, misalnya dengan online. ONE STOP SHOPPING Prof. Wirawan menawarkan satu ide kreatif. Dengan menggunakan beberapa sepeda motor yang diberi keranjang di belakangnya, kita berkeliling ke perumahan elit mencari pasar. Kita tinggal berikan nomer ponsel dan email, kepada para ibu ini, kalau mereka ingin memesan sayuran atau daging misalnya. Pasti sambutannya lumayan bagus. Itu beberapa cara berpikir kre­a tif yang bisa dipraktikkkan. Namun, ia menegaskan, memang harus ada keberanian untuk mempraktikkan. “Kita harus belajar teknik marketing dan komunikasi. Mari kita lihat fenomena Go-Jek. Itu sangat sederhana, tapi sekarang sedang booming,” ujarnya. Ada lagi satu contoh dilontarkannya. Seorang pengusaha di Lampung memiliki banyak kolam ikan. Ketika ditanya, berapa penghasilan dari pen-

19

jualan ikan, pengusaha itu berkata, saya mendapatkan uang bukan dari penjualan ikan, tapi dari kunjungan tamu yang datang melihat agro wisata ini. Misalnya, punya kebun kopi. Buat café di sampingnya, ditambah dengan spa berbahan baku kopi. Jadikan objek pariwisata. Buat pelayanan dalam one stop shopping. Inilah yang harus dipikirkan petani masa depan. Menurutnya, teknologi pertanian sudah ada banyak. Jangan lagi menekankan soal produksi. Tapi, menciptakan pasar dan segmen pasar yang harus difokuskan. Dengan bermental pengusaha, orang akan melihat celah-celah baru yang bisa dijadikan peluang. Intinya, bagaimana lulusan pertanian mampu mengaitkan setiap aktivitas pertanian dengan pasar yang ada kaitannya pariwisata. Masalah utama adalah pendidikan. Petani kebanyakan lulusan SD dan SMP. Tamatan perguruan tinggi tidak mau jadi petani. Ini yang perlu diubah. Yang lebih parah, tidak ada organisasi petani yang bersifat komersial. Dulu ada KUD, tetapi tidak dikelola secara terpusat. Di Jepang itu ada organisasi pertanian, dari pusat sampai ke daerah yang mengelola dari alat pertanian, supermarket, pasar, bahkan ada bank untuk mencari kredit. –Wirati Astiti

Memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri di Pura Subak Pustaka suci Rgveda X.36.14 menyatakan Tuhan memancarkan Savita dan Dirgha Ayu kepada semua ciptaan-Nya sepanjang zaman dari segala penjuru. Savita artinya pencerahan atau vitalitas hidup. Dirgha Ayu artinya keselamatan hidup sepanjang zaman. Dirgha artinya terus menerus dan Ayu artinya keselamatan. Lantas mengapa ada umat yang hidupnya menderita dan ada yang berkecukupan hidup tenang dan bahagia. Menurut pengurus PHDI Pusat Bidang Agama dan Lintas Iman, I Ketut Wiana, pancaran Tuhan itu ibarat pemancar televisi. Kalau tidak disetel TV yang kita miliki sesuai dengan nomor frekuensi gelombang TV yang diinginkan maka gambar yang dipancarkan oleh TV tersebut tidak akan kelihatan. Demikian juga orang yang sakit sudah disiapkan obat sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Kalau obat itu dibiarkan disamping tempat tidur maka obat itu tidak bisa menyembuhkan. Begitulah kehidupan ini, meskipun Tuhan telah memancarkan pencerahan hidup dan pancaran keselamatan kalau tidak kita tempuh cara-cara mencapainya maka kehidupan cerah dan Dirgha Ayu itu tidak bisa dicapai. Dalam Bhagawad Gita XVIII.44 menyatakan basis dari kemakmuran itu adanya tiga yang menjadi kewajiban utama Vaisya Varna yaitu Krsi artinya pertanian,Goraksya artinya peternakan dan Vanijyam artinya perdagangan.Tiga hal itulah sebagai basis kemakmuran. Betapapun majunya suatu industri tanpa tiga dasar itu dunia tidak bisa akan hidup makmur. Betapapun hebatnya suatu industri tanpa menguatkan tiga dasar hidup makmur maka tidak mungkin manusia bisa hidup sejahtera. Selanjutnya Ketut Wiana menyatakan

dalam Manawa Dharmasastra I.31 menyatakan tujuan Tuhan menciptakan Brahmaa, Ksatria ,Vaisya dan Sudra adalah untuk melindungi kebahagiaan dunia. Dalam sloka tersebut dinyatakan dengan istillah “Lokawiwriddhyartham”. Kebahagiaan dunia itu menyangkut keamanan dan kemakmuran. Meskipun bertani,beternak dan berdagang menjadi kewajiban Vaisya Varna untuk menggerakan namun Varna lain seperti Brahmana, Ksatriya dan Sudra untuk memberi dukungan. Karena itu, kata Ketut Wiana dalam mantra Yajurveda XXX.5 menyatakan bahwa,Tuhan telah menciptakan empat bakat atau profesi yaitu Brahmana untuk membina ilmu pengetahuan, Ksatriya untuk perlindungan,Vaisya untuk kemakmuran dan Sudra untuk pekerjaan jasmani. Untuk mengembangkan Krsi,Goraksya dan Vanijyam ini menjadi tugas utama Vaisya Varna untuk mengoordinasikannya. Vaisya dalam melakukan tugas menciptakan kemakmuran itu dalam Bhagavata Purana VII.XI. sloka 153 pertama-tama adalah berbhakti pada Tuhan dan berguru pada Brahmana atau disebut Deva gurvachyate bhakti. Hal ini rupanya menjadi sumber tradisi di Bali pertanian basah di sawah punya Pura Subak dimana yang dipuja adalah Tuhan dalam prabhawanya sebagai Dewa Wisnu dan Dewi Sri sebagai saktinya. Kalau kebun atau abian punya Pura Alas Rasmini untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Sangkara atau lebih populer dengan Ida Bhatara Sang Hyang Tumuwuh. Sedangkan sinar suci Hyang Widhi yang menjiwai tanah disebut Sang Butha Bhuwana. Sedangkan untuk memohon keteraturan cuaca di Pura Penataran Agung Besakih ada Pelinggih untuk memuja Tuhan sebagai Bhatara Sila Majemuh de­

ngan pelinggih Naga distanakan di pelinggih Tepas. Ketika umat Hindu di Bali memulai menanan pada musim tanam selalu ada Upacara Dewasa Nandur demikian juga saat panen pasti ada Upacara Yadnya. Kalau panen kebun Tuhan di Puja sebagai Sang Hyang Sengkara atau Sang Hyang Tumuwuh. Sedangkan kalau panen padi disawah Tuhan di puja sebagai Bhatara Sri. Demikian juga kalau menjual hasil-hasil pertanian di pasar ada juga Tuhan dipuja sebagai Dewi Laksmi yang di pasar-pasar di Bali disebut Bhatara Melanting sebagai Dewi Kemakmuran.Ini maksudnya agar proses jual beli itu tidak ada kecurangan sehingga produsen, distributor/dagang dan konsumen sama-sama untung. Tidak ada dalam ajaran Hindu, dagang itu boleh bohong. Ini artinya semua denyut kehidupan umat Hindu di Bali selalu diawali dengan pemujaan pada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa. Karena, Dewa itu artinya sinar pencerahan.Tuhan bersinar(diva) tidak terbatas artinya mencerahkan kehidupan ciptaan-Nya sepanjang zaman. Tujuan pemujaan Tuhan dengan berbagai manifestasi-Nya menggambarkan bahwa semua denyut kehidupan hendaknya diawali dengan menguatkan daya spiritual melalui pemujaan Tuhan untuk mendapatkan keluhuran moral dan ketahanan mental dalam menghadapi kehidupan ini. Wiana juga mengatakan, sebab hanya mereka yang memiliki moral yang luhur dan mental yang tangguh itulah yang bisa mendapatkan Savita dan Dirgha Ayu itu seperti yang dinyatakan dalam Rgveda X.36.14 diatas.Hari Pertanian di Bali pada Hari Tumpek Wariga yang dalam Lontar Sunarigama disebut sebagai ”Payogan Bhatara Sangkara” adalah Tuhan sebagai Dewa tumbuh-tumbuhan. ”Ini artinya hidup menurut ajaran Hindu hidup menempuh jalan yang dibenarkan oleh Tuhan. Inilah pula inti kepercayaan umat Hindu di Bali dalam menyelenggarakan hidup di bumi ini,” pungkas Wiana.-Sri Ardhini

Wanita Punya Tugas Mulia Bali tak bisa dipisahkan dari subak. Sistem irigasi yang menjadi ciri khas Bali ini merupakan bagian dari budaya Bali. Subak sejatinya memiliki lima peran, yakni distribusi air, pemerliharaan sarana irigasi, pengelolaan sumber daya, penyelesaian konflik, dan aktivitas ritual. “Dari semua peran itu, untuk aktivitas ritual menjadi domain kaum wanita. Namun, bukan berarti di bagian lain wanita tidak berkiprah. Porsi paling banyak berada di aktivitas ritual. Ada 16 upacara ritual yang berkaitan dengan pertanian di Bali mulai dari mendak toya (menjemput air) sampai padi naik lumbung,” ujar Prof. Dr. I Wayan Windia, Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana. Walaupun sudah memiliki tanggung jawab untuk mengurus upacara ritual, wanita Bali tidak bisa diam setelah tugasnya selesai. Mereka kadang ikut membantu proses produksi. Misalnya, para istri membawakan suaminya makanan. Dari sini bisa terlihat adanya sinergi antara pria dan wanita dalam urusan pertanian. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana ini menuturkan, secara umum kaum wanita lebih terlihat di pascaproduksi, termasuk menjual hasil pertanian dan mengolah hasil pertanian. “Di subak Guama, Mengwi, ada kelompok tani wanita yang dibantu koperasi subak. Ini menunjukkan peran wanita menjadi sangat penting dalam pertanian. Di subak Wangaya Betan, Tabanan, kaum wanita mengolah padi beras merah menjadi teh

beras merah,” ujar Prof. Windia. Ia menegaskan sepanjang subak masih ada, kaum wanita memiliki tugas yang sangat mulia,. Untuk itulah, ia dan teman-teman yang peduli subak terus berupaya agar masing-masing kabupaten/kota memiliki subak abadi. Subak di kalangan pengamat dan pemerhati disebut a body of knowledge karena banyaknya ilmu pengetahuan di dalamnya. Subak identik dengan budaya Bali. Wujud kebudayaan itu ada tiga, nilai, sosial, dan artefak. Subak menjadi bagian dari kebudayaan yang berwujud sosial. Untuk melestarian kebudayaan ini diperlukan sinergi antara petani dan pemerintah. Di Tabanan, 14 subak yang yang menjadi warisan dunia diberikan keringanan dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Di Gianyar, ada 3 subak di Tampaksiring yang bebas PBB. Prof. Windia menambahkan, saat ini di Bali terdapat 1599 subak. “Subak itu sangat khas, dengan mengacu kepada lima hal, memiliki sumber air, memiliki persawahan, ada petani, memiliki Pura Subak, dan otonom. Pekaseh tidak tunduk kepada Bendesa atau Perbekel. Batas-batas subak juga ada yang berada di dua atau lebih desa adat. Patokannya adalah sampai dimana air bisa mengaliri sawah, sampai disanalah batas subak itu,” jelas dosen yang aktif menulis tentang kiprah dan eksistensi subak di media massa ini. –Ngurah Budi


20

Nine

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Tri Pitaka

Musik adalah Seni

Memiliki prinsip dan konsisten pada pilihan hidupnya sebagai ­penyanyi membawa Tri Pitaka (35), menjelajah Lombok Nusa ­Tenggara ­Barat ­sejak tahun 2001. Perempuan berwajah manis ini selalu tampil ­percaya diri dalam tiap kesempatan berdiri di atas panggung. Kisah hidup dan perjuangan Pipit, panggilan akrabnya, yang memilih ­berjuang hidup mandiri sejak duduk di bangku kelas satu SMP tampaknya patut ­d icontoh. Di usia kanak-kanak yang seharusnya masih ceria ­menghabis­k an waktu bermain bersama kawan-kawan kecilnya, ­justru ditinggalkan Pipit demi menyanyi dari satu panggung ke panggung ­lainnya.

P

erceraian kedua orangtuanya dan kehidupan yang tidak berjalan baik, membuatnya memutuskan untuk tidak merepotkan ibundanya melainkan ia memilih jalannya sendiri, dengan menjadi penyanyi profesional sejak usia 13 tahun dengan bayaran kala itu Rp 15.000 sekali manggung. “Saya bangga bisa mendapatkan penghasilan sendiri dan bayar SPP Rp 7.500/ bulan waktu itu,” ungkapnya. Pipit adalah potret anak yang gigih dan mampu meraih kehidupan yang lebih baik meski sempat berada dalam tekanan psikologi pada masa kanak-kanaknya. Sejak usia SMP Pipit tidak lagi mengandalkan orangtuanya untuk membayar biaya sekolahnya,

melainkan ia membiayai sendiri kebutuhan sekolahnya. Meski itu merupakan masa yang seharusnya menjadi waktu penentu bagi perjalanan hidupnya, ia gigih membuktikan dirinya menjadi anak yang mandiri. Di saat anak-anak seusianya sibuk bersenda gurau saat liburan bersama orangtua mereka, Pipit sibuk menerima piala-piala dan penghargaan atas prestasinya sebagai penyanyi di panggungpanggung festival di Jawa Timur. Setidaknya, empat kali ia meraih the best dalam berbagai ajang Rock dan satu momen ia bahkan menjadi yang terbaik se-Jawa Timur di tahun 1996. Dalam kondisi yang serba terbatas, Pipit akhirnya berhasil membuktikan bahwa ia mampu

keluar dari berbagai persoalan tekanan tersebut hingga berada pada posisi yang stabil kini. Ia menjadi salah satu penyanyi perempuan yang kerap mengisi di kafe-kafe, even-even penting hingga menjadi penyanyi pembuka maupun pengiring konser-konser musik artis Jakarta. Selain itu, ia juga dikenal sebagai guru vokal di Mataram dan kerap menjadi juri dalam dalam even-even festival musik di Mataram. Sejak hijrah ke Lombok dari Kediri Jawa Timur 14 tahun silam, lalu setelah lepas dari manajemen yang selama ini menaunginya, Pipit langsung jatuh cinta pada Lombok seperti halnya ia mencintai musik. Sempat bolak-balik Kediri – Lombok selama setahun pertama, akhirnya di 2002 Pipit

Rajin Mendengar lah basic saya,” ungkap penyanyi yang kini dikenal juga sebagai penyanyi jazz. Ia mahir menyanyi country, keroncong, seriosa hingga dangdut melayu dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Ary Juliant, salah seorang musisi yang tidak hanya dikenal sebagai pemusik kafe namun juga dikenal performaperformanya di berbagai panggung seni di Mataram, bahkan mengakui Pipit sebagai penyanyi yang mampu menyanyi jenis musik country dengan penguasaan teknik country yang baik. Bakat menyanyi dan kemampuan musikalitas Pipit yang dikenal hari ini, rupanya lahir dari Di Lomboklah, Pipit yang sudah membiayai sendiri sekolahnya sejak usia SMP ini, mengembangkan karirnya sebagai penyanyi. Wajahnya menjadi sangat akrab di panggung-panggung musik yang digelar di Mataram termasuk di panggung-panggung artis terkenal yang menggelar konser di Mataram. Bagi Pipit, seberat apapun perjuangan hidupnya dalam dunia musik tampaknya tidak berpengaruh bagi dirinya karena ia sangat mencintai dunia musik. “Seberat apapun hidupku, musik telah mengantarkanku mampu menjalaninya semua ini dengan ringan,” ujar Pipit yang meneka-

nkan semua itu dapat dilewatinya karena kecintaannya yang besar terhadap musik. Itulah sebabnya ibu dari Bintang Pablo Armadan (5) ini tidak sedikit pun bergeming dari musik, meski beberapa tawaran lain datang padanya karena ia merasa tidak pernah mendapat kesulitan dalam dunia musik. Dan ia bermusik tidak melulu soal entertainment melainkan musik sebagai seni yang menghidupkan aura artistik dalam dirinya. Inilah yang membedakan ia dengan penyanyi dan musisi lainnya. Tidak banyak penyanyi yang bisa menyanyikan semua jenis musik seperti dirinya. “Rock ada-

memilih menetap di Lombok. Apalagi ia kemudian kenal dan bergaul dengan musisi di Lombok seperti Ary Juliant yang memiliki kesamaan pandangan dengannya,

bahwa musik bukan hanya sekedar entertainment melainkan seni. “Sejak itu saya jatuh cinta pada Lombok dan gak mau balik lagi,” ujarnya. –Naniek I. Taufan

“jalanan” alias otodidak. Pipit sama sekali tidak pernah belajar menyanyi atau bermain musik secara khusus. “Semua ini lahir karena keadaan yang mengharuskan saya berada di dunia musik,” ujarnya tertawa. Pipit hanya perlu meningkatkan kemampuan musiknya dengan rajin mendengar dan ia menitikberatkan pada telinganya. “Apapun yang ada hubungannya dengan musik, kuncinya ada di telinga,” kata Pipit. Dan satu lagi, ia tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa ia tidak suka dengan jenis musik ini atau itu. Inilah yang membuat Pipit kerap membawa serta anaknya sejak masih dalam kereta dorong, ke tempat ia bekerja (menyanyi). “Apa yang saya cintai dari kecil kini menjadi bagian hidup juga bagi keluarga kecil saya,” ujarnya.

Karena dari perjalanan hidupnya ini ia beroleh pengalaman bahwa apapun profesinya, selama benarbenar dilakukan dengan sungguhsungguh maka akan bisa memberikan hasil yang dicita-citakan. Pipit sampai pada titik hari ini, itu karena perjuangannya yang sungguh-sungguh. “Kalau mau menghasilkan sesuatu ya harus bekerja dan berjuang, jangan cuma menghayal,” katanya tersenyum. Baginya, proses dalam melakukan pekerjaan itulah yang penting. Sehingga ketika sukses atau mampu membuktikan hasil perjuangan itu, maka akan memberikan nilai lebih dalam menikmatinya. Dan perjuangan Pipit pada musik telah menjadikannya begitu mencintai dunianya kini. Jika ada dua tawaran musik atau dunia di luar musik yang menjanjikan penghasilan yang besar maka diakui Pipit itu sebagai siksaan baginya. “Saya akan lebih memilih musik karena itu hidup saya. Saya akan sangat menderita jika dijauhkan dari musik,” katanya. Meski kini dunia menyanyi dan musik lebih mengedepankan entertainment, Pipit tidak larut di dalamnya. Ia tetap konsisten dengan pilihannya. Melihat konsistensinya pada dunia musik, tampaknya tidak banyak penyanyi/musisi perempuan di Mataram yang total seperti dirinya, khususnya dalam memandang musik sebagai seni. -Naniek I. Taufan

Inspirasi Menemukan masakan Khas Bali di kawasan Jimbaran tidaklah susah. Sesekali cobalah salah satu menu khas Warung Nasi Bu Andre yang menyuguhkan masakan asli Bali. Menu yang ditawarkan pun ada yang berasal dari proses pematangan menggunakan kayu bakar yang kian jarang kita temukan. Saat waktu bersantap siang, bersiaplah untuk berbaur dengan para sopir pariwisata dan sopir truk ditengah hiruk-pikuk kawasan Jalan Uluwatu II.

A

yam Betutu sama Jukut Undis, dua menu ini bisa dibilang menu andalan yang bisa Anda coba. Selain itu ada juga gorengan dan urutan. Semua menu ini diakui memang betul- betul dimasak menggunakan kayu bakar. “Masak pakai kayu bakar biar enak, rasanya lain dengan menggunakan kompor,” ujar penjualnya, Ni Nengah Kartini ketika ditemui sambil menyuguhkan pesanan. Olahan menu lainnya jelas dilihat dari rak kaca yang begitu mudah mencuri perhatian pengendara yang lewat. Untuk satu porsi nasi terdiri dari lawar babi, sayur nangka, babi kecap, betutu, darah kering, urutan dan sate babi. Kesemua tersaji di atas meja yang sudah didesain nyaman kendati ruang berjualan agak sempit. Secara fisik, bagunan masih terbilang baru dengan bentuk bangunan permanen. Salah seorang pelanggan, I Nengah Diasta, sopir travel yang selalu mengantarkan wisatawan ke kawasan Jimbaran mengaku sering makan siang ketika sedang mengantarkan tamunya ke hotel. “Saya suka ayamnya yang empuk, begitu juga kuah undisnya yang selalu disajikan panaspanas,” ungkapnya. Sebagai peneman bersantap, tersedia juga sebagai pelepas dahaga es jeruk, jus tomat, dan minuman ringan. Untuk satu porsi nasi cukup dengan merogoh kocek Rp 18.000. Warung Nasi Bu Indra pertama buka tahun 2011 di atas tanah lapang dengan bangunan sederhana berdinding anyaman. Dari atas tanah kontrakan ini, perlahan mulai bisa bangkit dengan menyewa bentuk bangunan yang lebih kokoh tidak jauh dari tempat semula. Dari awal buka hingga sekarang, seluruh proses masak memang dilakukan di tempat terpisah dari tempat berjualan. Setiap harinya, warung ini buka mulai dari pukul 7.30 pagi hingga pukul 6 sore. Mereka melibatkan 4 orang juru masak yang juga sekaligus sebagai penjual. – Eka Juni Artawan

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

5

Masak Pakai Kayu Bakar


4

Inspirasi

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Ni Wayan Wardani

Tiga Tugas Cita – citanya menjadi guru TK ter­wujud hingga akhirnya mengelola sekolah ­sendiri. “Sekolah ini sebenarnya hadiah ulang ­tahun dari almarhum suami, “ujar ­Ni Wayan Wardani, perempuan yang ter­lahir 48 tahun silam ini.

S

epeninggal suaminya, menyandang perempuan single parent dan memposisikan diri sebagai figur seorang ayah sekaligus ibu, sangat sulit. Kehadiran sebuah sekolah yang dekat dengan kehidupan anak – anak menjadikan dirinya terhibur. Sekolah Play Group dan Taman Kanak- Kanak Putra Pertiwi memberi kisah tersndiri yang penuh liku dan kenangan. Sekolah yang dia pimpin sekarang berada di bawah Yayasan Dharma Putra Petiwi ini memang tidak terlepas dari peran almarhum suaminya. Sekolah ini diberikan kepadanya sebagai wujud hadiah ulang tahunnya yang ke-34 yang tepat diberikan pada tanggal 6 April 2001. Ketika itu dirinya masih mengemban sebagai guru TK di Nusa Dua. “Dulu saya mengajar

di Nusa Dua, mungkin almarhum suami saya melihat background dan skill dari sana, sehinggu muncul ide untuk memberikan saya sekolah TK “ ucapnya. Perempuan energik alumnus Pendidikan Guru TK TP 45 Denpasar tahun 1988 mampu membawa sekolahnya tumbuh besar. Jika dulu ketika baru berdiri, dia ingat betul jumlah sisiwa pertama berjumlah 12 anak – anak TK sebagi murid perdananya. Sekarang di atas lahan kontrakan yang memiliki luas 4,5 hektare mempu mengoperasikan 4 kelas dengan 65 murid TK. Dengan membawahi 6 tenaga didik yang semuanya merupakan sarjana, dirinya berharap sekolah yang dia emban bisa melenggang dengan tekad maju bersama merangkul semua guru tanpa melihat latar

belakang agama. Sekolahnya kini terbukti dipercaya oleh orang tua murid dari berbagai kalangan. Bukan saja itu, sekolahnya yang memberikan warna dalam kehiduapnnya yang kental akan sebuah bidang spiritual Hindu justru membawa warna berbeda dari jumlah siswa yang dominan umat Muslim. Selain pernah memenangkan lomba antar gugus di tingkat Kabupaten, sekolah yang dirintisnya ini pun jago dalam lomba Manasik Haji yang turut berkontribusi menjadi juara melawan sekolah negeri. Untuk mempertahankan itu tidaklah gampang, dirinya sangat sadar jika saat ini tantangan terberat adalah adanya banyak sekolah yang sama. Memimpin sekolah TK di Gugus PAUD V, Kuta Selatan dibutuhkan hubungan yang harmonis untuk menciptakan suasana yang kondusif. Atas latar belakang mendirikan sekolah yang memegang teguh kebhinekaan ini, dirinya menjaga betul hubungan baik antar orang tua murid, guru dan lingkungan masyarakat. Untuk menciptakan itu dirinya selalu menjaga hubungan baik antar guru. Hal ini dilakukan dengan cara menghidari perilaku over protektif. “ Disini kami ciptakan suasana kondusif dengan cara mengajak untuk melangkah bersama. Kami selalu berbagi untuk

Mandalika

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Lomba Mewarnai Tenun NTB Catatkan Rekor MURI

Tidak kurang dari 7.000 anak Taman Kanak-kanak dan PAUD se-Pulau Lombok ramai memeriahkan lomba mewarnai yang mengangkat tema tenun khas Nusa Tenggara Barat. Keindahan dan keunikan serta ragam warna tenun ikat NTB yang kini terus dibumikan tidak hanya kepada seluruh masyarakat NTB khususnya anak-anak melainkan “mengirim gaung” hingga ke tingkat nasional. Karena itulah, lomba mewarnai tenun NTB yang digelar di sepanjang jalan protokol mulai dari depan BRI Mataram hingga depan Pendopo Gubernur NTB ini pun akhirnya berhasil mencatat rekor MURI.

Ni Wayan Wardani

selalu berjalan sama-sama, sekolah ini anggap milik bersama untuk jalan bersama – sama, “ujar ibu tiga anak dengan satu cucu. “Nyungsung” Tapakan Sekolah PAUD TK, dimana anak belajar mengenal diri dan menemukan tempat bermain disisi lain menyimpan sebuah tempat suci. Termpat suci inilah sebagai media untuk menekuni spiritual dari sang kepala sekolah. Menjadi guru, sekaligus sebagai seorang kepala TK, untuk menjalani ini tidaklah mudah. “ Tugas ibu banyak, bukan saja di guru, di pkk, dan desa juga

aktif. Ibu juga menjalani spiritual atau dasaran yang sekrang punya paiketan di Tabanan berjumlah 50 dasaran, “ ucap ibu yang pernah mengenyam sarjana di Universitas Terbuka, Denpasar tahun 2013. Aktivitas mengajar sama sekali tidak terusik, sekolah dan juga tempat berbagai tapakan Ida Bhatara memang adanya terpisah, tepatnya di belakang. Sekolah TK baginya memiliki tiga fungsi, sebagai proses mengajar, sebagai tempat nunas baos, dan sebagai dirinya tinggal. “ Untuk mengatur ini semua semampunya saja, cuman tetap saya menomor satukan spiritual, karena sudah pernah terbukti ketika mengabaikan spiritual, “ ungkapnya. Tipa harinya, sebebelum memulai sekolah digunakan oleh anakanak. Dirinya sudah melakukan aktivitas yang dimulai dari pukul 5 pagi untuk melakukan aktivitas sembahyang di lingkungan sekolah.

Hal ini selalu dilakukannya karena penting bagi kelangsungan sekolah dan anak- anak didiknya. Pernah ketika itu, banyak anak didik terjatuh dilingkungan sekolah, banyak terjadi ketidak cocokan antar guru. “Pokoknya yang di kamar suci itu nomor satu, banyak pengalaman terjadi akibat menomor duakan,” katanya Atas kondisi ini, di lingkungan sekolah para orang tua murid telah menyadari. Selagi dirinya masih berada di lingkungan sekolah sekaligus tempatnya tinggal, pintu tetap terbuka bagi siapa saja yang butuh dirinya, terkecuali ada kegiatan paiketan di Tabanan bersama dengan Dasaran. Ia menambahkan, awal sampai dirinya bisa menekuni kegiatan spiritual dengan nyungsung berbagai tapakan dan lawatan dari Pura Dalem Ped sedikitpun tidak terbesit untuk itu. Hal ini muncul dari gejala kerasukan yang dialami oleh almarhum suaminya yang mengisyaratkan akan hal ini. “Awalnya saya tampil apa adanya, tidak ada pikiran ke situ, awalnya almarhum suami kepingit jadi mangku. Awalnya saya tidak percaya dengan hal seperti itu, “ tambahnya. Di dalam kamar suci ini, terdapat Tapakan Ratu Niang, banyak minta petunjuk kepada-Nya, Ida Dalem Ped, Ida Sapu Jagad, Ratu Ayu Mas Meketel, Ibunda Dewi Kuan In, Kanjeng Ratu Pantai Selatan, Pemucuk Ida di Uluwatu. Semua yang ada disini diwujudkan dalam bentuk Topeng, dan Arca, bahkan pula dalam bentuk Daksina yang mewakili Lanang – Wadon. Bukan rahasia lagi, kondisi ini disadari betul oleh masyarakat, dan siswa murid atau pun guru dari umat lain. Namun atas kondisi ini pula berbagai cobaan pernah dia alami, baik itu secara nyata maupun tidak nyata, begitu pula cemooh dari orang lain. Semua ini dihadapi dengan kesabaran dan ketulusan dengan menjalani tanpa beban. Semua dilakukannya dengan saling mengisi dijalani tanpa mengabaikan satu pun kewajiban. “ Pintar-pintar saja memilah waktu, selama ini tidak pernah terjadi benturan sampai batal melakukan sesuatu, saya pun tidak merasa beban, walaupun hidup sendiri. Karena hiburannya ada di anak-anak sini, “ ucapnya. – Eka Juni Artawan

21

K

Kegiatan lomba mewarnai motif tenun NTB

egiatan ini terbilang unik karena melibatkan lebih dari 7.000 anakanak NTB, yang berkreasi me-

warnai motif tenun khas NTB. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkenalkan ragam tenun ikat NTB dengan ciri khasnya kepada anak-anak sejak

usia dini, agar anak-anak NTB lebih mengenal dan mencintai keunikan budaya lewat motif dan warna khas tenun Sasak, Samawa dan Mbojo. Ramai, tentu saja. Karena selain melibatkan anak-anak dari seluruh TK dan PAUD yang ada di Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, juga dihadiri oleh orangtua murid yang ikut mengantar putra-putri mereka sehingga membuat kegiatan menjadi lebih semarak. Kegiatan yang merupakan bagian akhir dari Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) 2015 yang telah berlangsung sejak 18 Agustus hingga 16 September 2015 ini, memiliki arti penting untuk menanamkan rasa cinta anak-anak pada tenun khas daerahnya.

Kampanye Gemar Makan Ikan Mengingat masih rendahnya tingkat konsumsi ikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang hanya 31 kilogram perkapita di mana angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional yakni 35,21 kilogram perkapita berdasarkan data tahun 2013, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Nusa Tenggara Barat yang bekerja sama dengan PKK NTB mengampanyekan gemar makan ikan pada masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam kegiatan bertajuk Festival Masak Serba Ikan dan Lomba Menggambar Ikan. Sembilan kabupaten/kota dan perwakilan SLTA dan Pondok Pesantren serta Perwakilan TK dan RA Kota Mataram mengikuti kegiatan ini. Peserta lomba juga berasal dari unsur tim penggerak PKK kabupaten dan kecamatan, perwakilan SMK, SMA, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Kelompok Pengolah Ikan di Provinsi NTB. Festival yang digelar di eks Pelabuhan Ampenan, Mataram beberapa waktu yang lalu ini, bertujuan untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat dalam menciptakan menu dan cita rasa masakan hasil perikanan, baik ikan tawar mau-

Rekor MURI untuk lomba mewarnai tenun khas NTB yang diikuti oleh 7.000 peserta anak-anak

“Anak-anak memiliki daya imajinasi yang tinggi, ditambah dengan kepolosan dan keceriaan dunia anak-anak, yang pastinya akan menghasilkan warna-warna tenun istimewa dalam karya mereka, akan menjadi inspirasi dan masukan bagi para pengrajin kain tenun daerah, untuk memproduksi kain tenun dengan berbagai pilihan warna, yang semakin menarik dan beragam,” ungkap Hj. Erica Zainul Majdi, Bunda PAUD NTB yang turut hadir menyemangati para peserta lomba. Tenun ikat NTB rupanya kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB khususnya oleh PKK dan Dekranasda NTB. Hal ini terlihat dengan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan untuk mengangkat tenun ikat NTB. Selain memperkenalkan

tenun NTB hingga ke mancanegara dalam berbagai event fashion show busana dari tenun NTB di panggung-panggung bergengsi di luar negeri, juga berbagai kegiatan lain seperti pameran tenun dan yang terakhir lomba mewarnai motif tenun khas NTB. “Kain tenun merupakan salah satu kekayaan daerah yang sudah selayaknya menjadi kebanggaan kita, dan menanamkan kecintaan terhadap tenun daerah, memang seharusnya dapat dilakukan sedini mungkin, salah satunya melalui kegiatan lomba mewarnai seperti ini, jika bukan kita yang mencintai, memelihara dan melestarikan kain tenun daerah, siapa lagi yang akan merawat budaya daerah kita ini,” kata Erica yang juga Ketua PKK dan Dekranasda NTB. -Naniek I. Taufan

mengetahui manfaat mengonsumsi ikan bagi perbaikan mutu gizi keluarga. Padahal, saat ini harga ikan sangat terjangkau hampir semua lapisan masyarakat. Ketua GEMARIKAN NTB, Hj. Erica Muhammad Zainul Majdi, mengungkapkan bahwa makan ikan bukan sekedar untuk memenuhi rasa lapar tetapi makan ikan adalah makanan yang berdampak kepada kesehatan, kecerdasan dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. “Jika dilihat secara makro negara-negara yang memiliki etos kerja yang baik dan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat itu adalah negara-negara yang tingkat konsumsi makan ikannya tinggi,

sehingga saya pikir jika kita ingin menjadi provinsi dengan etos kerja yang baik dan tingkat pertumbuhan ekonominya yang cepat, maka mutlak kita juga harus meningkatkan konsumsi ikan,” ujar Erica. Ia meyakini keragaman jenis masakan ikan yang dihasilkan atau dikreasikan dapat menstimulasi tingkat konsumsi ikan di masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dengan lugas, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin mengatakan bahwa gerakan makan ikan harus diwujudkan dengan upaya konkrit yaitu tidak hanya sosialisasi saja tapi langsung hadir dan mempraktikkannya di rumah masingmasing dengan memasak ikan setiap hari. -Naniek I. Taufan

Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin dan Ketua Gemarikan NTB Hj. Erica Zainul Majdi, meninjau peserta festival masakan serba ikan 2015 di Mataram, NTB

pun ikan laut. Tingkat konsumsi ikan yang tertinggi di NTB ada di Kabupaten Sumbawa yaitu 48 kg/ kapita di atas rata-rata nasional sedangkan Kabupaten Lombok Utara tingkat konsumsi ikannya berada di bawah 25kg/kapita. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Aminollah menyampaikan, bahwa Festival Masakan Serba Ikan ini dapat dijadikan sebagai motivasi untuk menggerakkan semangat masyarakat agar mengkonsumsi ikan sebagai asupan utama gizi keluarga. “Karena itulah, untuk

meningkatkan konsumsi ikan di Nusa Tenggara Barat sampai pada tahun 2013, pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah melepas 1, 98 juta ekor bibit ikan, baik itu yang besar maupun yang kecil di seluruh embung yang tersebar di kabupaten se- NTB dan terus akan berupaya meningkatkan kuantitas konsumsi ikan,” ujar Aminollah. Menurutnya, ikan memiliki gizi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh, terutama dalam membantu perkembangan anak. Namun masyarakat belum sepenuhnya

Gubernur NTB dan istri bersama anak-anak NTB mengampanyekan Gemar Makan Ikan


22

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Berharap Sawah Abadi di Jakarta

P

meraih penghargaan Petani Teladan tingkat Nasional tahun 2007. Sampai saat ini, ada 300 petani yang masih bertahan, baik dengan menyewa lahan pengembang ataupun memiliki sendiri. Dia sendiri, mendapat lahan sawah dari warisan orangtuanya yakni 1,2 ha dan kemudian dikembangkannya menjadi hampir 1,8 ha. Sementara petani yang tidak memiliki sawah menyewa dari pihak pengembang sekitar

B

pat rusak. “Sekarang sudah diperbaiki tapi baru sebagian,” tambahnya. “Kasihan para petani banyak yang gagal panen. Saya sendiri pun dari lahan yang ada hanya bisa memanen setengahnya. Kalau dalam keadaan normal, hasil dari panen sekitar Rp 65 juta, maka kini hanya dapat sekitar Rp 30 juta,” ungkap Kadir yang meraih banyak penghargaan dari kiprahnya puluhan tahun di dunia pertanian.

“Untungnya saya selalu menabungkan sebagian hasil panen sehingga ketika gagal panen saya tidak kesulitan untuk mendapat modal menanam lagi. Tapi kasihan bagi petani yang gagal total atau penghasilannya tidak seberapa karena lahannya kecil, gagal panen bikin mereka ‘menangis’. Karena untuk menanam lagi harus ada modal, terpaksa berhutang atau mengijonkan,” katanya. –Diana Runtu

SWASEMBADA PANGAN JANGAN HANYA WACANA para petani, juga bertekad akan swasembada pangan. “Semoga apa yang dikatakan pemerintah tidak hanya dihanya wacana saja tapi bisa diwujudkan,” harapnya. Entah, apakah harapan para petani Rorotan ini akan didengar oleh pemerintah DKI Jakarta atau tidak. Karena baru-baru ini Gubernur Ahok sempat menyebut pertanian konvensional sudah tidak cocok lagi dengan kondisi Jakarta lantaran lahan yang semakin sempit. Pertanian di Jakarta yang cocok saat ini antara lain dengan sistem hidroponik yang tidak membutuhkan lahan yang luas. –Diana Runtu

nawarkan penanganan berbeda. Pasien yang melakukan perawatan estetika untuk kulit wajah, tubuh, rambut, perawatan gigi, serta dilengkapi wellness spa untuk kecantikan dan kebugaran, dipastikannya akan merasakan suasana yang nyaman seperti di rumah sendiri. Hal ini tentunya karena perawatan di BBC ditangani langsung oleh dokter yang berkompeten di bidangnya dan berpengalaman. Juga, ditunjang peralatan treatment dengan teknologi terbaru (FDA approved), serta produk perawatan yang sudah lulus uji BPOM sehingga sangat aman dan berkualitas. “Kami merekomendasikan BBC sebagai klinik terbaik dan terlengkap di Bali khususnya, dengan mengedepankan kualitas dan pelayanan, serta meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri ke tahap yang lebih tinggi,” imbuh dr. Amy-sapaan akrabnya didampingi drg. AAA Agung Pratita.

3

Cantik di BBC

Terdapat juga beberapa metode pengencangan, seperti radio frekuensi, laser sampai yang sedang “in” saat ini adalah dengan metode gelombang ultrasound. Gelombang ultrasound sebenarnya telah digunakan oleh berbagai disiplin ilmu dalam dunia medis sejak lebih dari 50 tahun yang lalu, dan terbukti aman dan efektif. Metode pengencangan dengan gelombang ultrasound ini merupakan prosedur pengencangan kulit tanpa pembedahan (facelift without surgery). Ini ditegaskannya merupakan teknologi terbaru yang sangat efektif untuk mengencangkan kembali kulit wajah yang tampak mulai kendur seiring dengan berjalannya usia. “Dengan metode ini, garis halus, garis senyum atau kulit yang bergelambir akan tertarik dan menjadi kencang. Hasilnya, wajah Anda akan terlihat 10 tahun lebih muda dan untuk tindakannya pun tak perlu

berkali-kali. Bagi Anda yang belum siap melakukan tindakan operasi, tidak mempunyai waktu untuk pemulihan pasca operasi dan kekenduran wajah yang tidak berlebihan, maka metode ini dapat menjadi pilihan Anda,” jelas dr. Amy. Metode pengencangan ini telah hadir di Bali Beauty Clinic, yaitu Ultherapy. Energi ultrasound yang dihasilkan akan menembus jauh ke dalam kulit untuk memacu jaringan kulit untuk melakukan proses regenerasi. Dalam beberapa waktu proses ini akan menghasilkan kolagen baru yang sehat dan kuat, disertai dengan perubahan tekstur kulit lebih baik. Tindakan Ultherapy ini, non-invasive (dokter tidak membuat luka pada permukaan kulit), pasien langsung dapat beraktivitas seperti biasa setelah tindakan, dan rasa tidak nyaman pada waktu tindakan secara umum dapat diterima oleh pasien. Hasil Ultherapy sangat memuaskan. Kulit kembali menjadi kenyal dan kencang, kerutan-kerutan halus menghilang, kelopak dan sudut mata terangkat, kulit pada bagian bawah rahang yang kendor kembali mengencang, dll. Hasil ini akan terlihat secara bertahap dalam waktu 2-6 bulan dan akan bertahan 1-2 tahun. Dokter Amy menjelaskan, untuk saat ini Ultherapy adalah satu-satunya alat pengencangan wajah, leher dan dada tanpa operasi (pembedahan) yang telah disetujui oleh FDA (Food and Drugs Administration). Perawatan dengan Ultherapy telah terbukti aman dan efektif berdasarkan penelitian klinis dan telah dilakukan lebih dari 350.000 perawatan di seluruh dunia. –ten

Veneer juga dapat memperbaiki dan meratakan posisi gigi. Bahan yang digunakan adalah porselen karena bahan ini memiliki warna dan tekstur yang menyerupai gigi asli. Selanjutnya, ada Orthodontic yang merupakan metode terbaik untuk mendapatkan susunan gigi yang rapi dan ideal, serta fungsi gigi yang baik. “Dengan demikian akan diperoleh bentuk wajah yang proporsional,” tegas drg. Tita. Ada juga Invisalignteknik terbaru untuk merapikan gigi tanpa harus memakai kawat. Bentuknya yang transparan karena terbuat dari plastik akan tetap menjaga keutuhan senyum pasien. Invisalign pun

bisa dilepas sewaktu-waktu dengan mudah. Dari sekian banyak perawatan gigi tersebut, hanya beberapa perawatan gigi yang berhubungan dengan kecantikan atau aesthetic. Jangan melupakan juga perawatan gigi yang lain, seperti tambalan sewarna gigi, perawatan saluran akar, pembuatan gigi palsu, sampai tindakan pembedahan seperti implant gigi. “Namun, yang paling utama adalah mengembalikan fungsi dan kesehatan gigi, serta rongga mulut untuk mengembalikan fungsi pengunyahan kembali normal, tetapi juga tidak melewatkan segi kecantikan atau aesthetic-nya,” tandasnya. –ten

Jln. Dewi Sri No. 9 A-D Kuta, Abian Base-Kuta Bali Phone : 0361-763 940, 763 837, Mobile : 081 3310 83080 balibeautyclinic@gmail.com/ www.balibeautyclinic.com

ali Beauty Clinic (BBC), yang menerapkan konsep “One Stop Aesthetic Clinic & Spa” yang juga mencakup dental aesthetic ini, me-

Rp 3 juta per satu ha. Petani tidak keberatan karena ternyata hasil pertanian sekali panen biasa mencapai puluhan juta. Tentu saja dengan catatan, dalam kondisi normal, tidak banyak gangguan seperti sekarang. Tahun ini, boleh dibilang yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, pasalnya, selain dihantam hama, musim kering yang panjang menjadi penyebabnya. Makin menyedihkan, karena irigasi sem-

Sebentar lagi, katanya, Hari Tani Nasional yakni 24 September. Kadir berharap ini menjadi momentum agar pemerintah memperhatikan kelangsungan hidup pertanian di Jakarta. Jakarta sebagai Ibukota memang terus menerus membangun tapi hendaknya tetap menyisakan lahan untuk pertanian. Sampai saat ini Jakarta Utara, khususnya Rorotan, masih menjadi lahan pertanian konvensional terluas di Jakarta. Karenanya tidak muluk harapan petani agar sebagian lahan sawah itu ditetapkan sebagai ‘lahan sawah abadi’. “Ini harapan saya, dan saya sudah mengusulkannya kepada Pemda melalui Walikota Jakarta Utara yang berjanji akan diteruskan ke gubernur,” ujar ayah dari lima anak ini. Sebenarnya, kata lelaki 62 tahun ini, Jakarta juga telah memiliki lahan sawah abadi di wilayah Cakung Jakarta Timur. Tapi itu kurang produktif, tidak seperti di Rorotan. Pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi, mengatakan akan memperhatikan

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Tampil cantik dan menarik tentu saja menjadi dambaan setiap wanita. Seiring dengan bertambahnya usia, paparan sinar matahari, adanya polusi dari lingkungan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, gaya hidup, stres dan lain sebagai­nya dapat menimbulkan kerut-kerut halus hingga dalam pada kulit, kulit menjadi kendur dan tampak kusam. Untuk mengatasi hal ini banyak sekali klinik yang menawarkan solusi mudah untuk mendapatkan hasil yang instan. “Namun, berhati-hati dan bijaksanalah dalam memilih,” ujar Konsultan Divisi Dermatologi Bali Beauty Clinic (BBC), dr. AAA Laksmi Dewi Budiani, Sp. KK.

Tidak semua penduduk Jakarta ‘ngeh’ kalau Jakarta ternyata masih memiliki lahan persawah­ an. Tahun 1980-an bahkan 1990-an, masyarakat mungkin masih mudah melihat hamparan sawah hijau atau padi menguning siap yang panen. Namun, pemandangan itu kini boleh dibilang langka. Alih fungsi lahan pertanian/perkebunan terjadi secara besar-besar di Ibukota. Lahan persawahan juga kebun palawija berubah menjadi per­mukiman, perkantoran bahkan mal-mal dan bangunan-bangunan lainnya. enyusutan sawah irigasi, kebun, ladang, terus menerus terjadi sejalan dengan kebijakan pembangunan Jakarta. Berdasarkan data statistik, per 2009 lahan sawah irigasi masih tersisa 1.215 ha. Namun data statistik yang dipublikasi 2014 menyebut sawah irigasi tinggal 895 ha (2013), kebun tinggal 1.004 ha, ladang hanya 25 ha, itupun hanya ada di Jakarta Timur. Lahan kian menyusut padahal ada ratusan petani di Jakarta yang masih menggantungkan hidupnya dari pertanian. Seperti di Jakarta Utara misalnya, sampai sekarang boleh dibilang memiliki lahan sawah irigasi paling luas dibanding wilayah lainnya. Meski terus menerus menyusut seperti daerah lainnya, namun sampai kini masih tersisa sekitar 528 ha dan 25 ha non irigasi. Tapi ini agaknya ini mungkin tak akan bertahan lama. Lantaran 85% dari lahan itu ternyata bukanlah milik petani melainkan milik pengembang. Saat ini pengembang-pengembang itu memang belum menggunakan tanahnya, karena itu diserahkan kepada petani yang ingin mengelolanya. “Di Kelurahan Rorotan ini luas areal persawahan sekitar 430 ha, namun 85% adalah milik pengembang. Karena belum digunakan, dipinjamkan kepada petani untuk dikelola,” ungkap Haji Abdul Kadir, Ketua Gabungan Kelompok Tani Rorotan Jaya. Karena bukan milik sendiri, sudah pasti sewaktu-waktu pemiliknya akan mengambil kembali lahan itu dan para petani pun kehilangan penghasilan. Keadaan ini, sungguh menyedihkan, mengingat faktanya lahan pertanian di Rorotan memang terus menerus mengalami penyusutan, berganti menjadi permukiman, pergudangan, dll, sebagai dampak perkembangan pelabuhan Tanjung Priok. “Saya sangat berharap agar pemerintah memberi perhatian pada petani, khususnya petani Rorotan. Masak sih Jakarta tidak ada lahan percontohan untuk pertanian. Tolong jangan semua sawah disini ‘digusur’. Saya sangat berharap agar ada kebijakan menetapkan persawahan abadi di Rorotan. Mungkin memang tidak bisa seluas sekarang, tapi cukup beberapa hektare saja,” ungkap Kadir yang pernah

Sosialita

BBC menawarkan berbagai perawatan, seperti botox, laser, dan generasi terbaru mikrodermabrasi yang menggunakan oxygeneo. Oxygeneo merupakan sistem mikrodermabrasi

yang terbaik yang bekerja dalam 3 aspek, yakni exfoaliting (mengangkat lapisan kulit yang mati), skin rejuvenation (memasukkan zat aktif yang terdapat di dalam gel yakni hyaluronic acid, peptidase, dan antioxidant), dan oxygenation (mengoksigenasi jaringan kulit).

Dental Treatment Dunia kecantikan saat ini berkembang sangat pesat. Tak cukup mempercantik diri dengan perawatan wajah dan tubuh saja. “Selain kecantikan dari dalam (inner beauty), alangkah baiknya menyempurnakannya melalui senyuman yang indah dengan susunan gigi yang cantik dan proporsional dengan wajah,” ujar drg. AAA Agung Pratita. Saat ini, gigi termasuk hal yang utama juga dalam dunia kecantikan. Diikuti dengan pengetahuan, teknologi dan bahan yang berkembang sangat pesat, BBC pun menyiapkan pelayanan dental aesthetic yang terus mengikuti segala perkembangan di dunia aesthetic, dengan harga yang masih terjangkau masyarakat. “Tentunya juga dengan tidak melewatkan kesehatan dari kondisi gigi dan mulut itu sendiri. Perawatan gigi yang tepat akan sangat membantu dalam mendapatkan senyum yang ideal,” ujar drg.

Tita-panggilan karibnya. Beberapa treatment yang dapat memperbaiki struktur gigi dan juga untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut adalah: Whitening Teeth/Pemutihan gigi. Treatment ini adalah yang paling cepat untuk mendapatkan gigi tampak lebih putih dan sehat dari sebelumnya, tetapi masih terlihat putih natural. Proses ini dilakukan selama kurang lebih 1 jam dengan menggunakan bahan pemutih gigi yang aman untuk kondisi gigi. Setelah perawatan ini, dampak yang akan dirasakan pasien seperti gigi terasa ngilu. Tetapi, rasa ngilunya hanya terasa paling lama 2 hari. Rasa ngilu ini juga tergantung pada kondisi gigi setiap pasien, ada yang tidak merasakan ngilu sama sekali tetapi ada juga yg merasakan ngilu dan hanya bersifat sementara. Pastinya dibutuhkan pembersihan plak dan karang gigi dahulu sebelum tindakan pemutihan gigi Perawatan berikutnya adalah Veneer yang saat ini sedang tren. Veneer adalah lapisan tipis yang melapisi permukaan email gigi. Lapisan ini dilekatkan pada permukaan gigi sehingga dapat menutupi kelainan bentuk gigi, kerusakan gigi, serta warna yang tidak merata pada gigi.


2

Ekspresso

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

DAri daPUr Redaksi

“Menyelam sambil Minum Air”

Suasana persembahyangan di tepi Danau Batur

Bertepatan dengan Tilem sasih Ketiga yang jatuh pada Minggu (13/9), warga Songan, Bangli dan krama Bali mengadakan pekelem di Danau Batur. Acara dilanjutkan dengan persembahyangan di Pura Hulun Danu Batur. Acara ini bertujuan mohon kerahayuan Bali dan Nusantara. Sebelum persembahyangan, kru Tokoh yang ikut dalam acara ini bertemu dengan Ibu Teladan Tokoh 2011, Ni Wayan Kartini yang tinggal di Songan. Kami banyak berbincang tentang kiprah

wanita-wanita Songan di bidang pertanian. Kartini merupakan pionir kelompok wanita tani. Dari lahan yang dianggap tak produktif bisa berubah menjadi produktif dan hasilnya membantu menopang perekonomian keluarga. Kami pun seperti “menyelam sambil minum air” karena bisa mendapat banyak pengetahuan dan informasi. Perjalanan dari Denpasar menuju Songan dan sebaliknya juga kami tuangkan di rubrik Pelesir. Hamparan batu karang yang kokoh menjadi objek foto yang sayang untuk dilewatkan. Pemandangan danau dan gunung Batur juga bisa dimasukkan di agenda per-

Lupa Bahasa Bali Dulu ketika saya masih tinggal bersama orangtua saya di kampung Tabanan, tepatnya di Desa Kelating, kami tinggal di satu rumah dan satu dapur. Yang namanya di kampung pastilah serba alami dan terbuka begitu pula dengan dapurnya hanya berdinding bambu saja tanpa pintu dan berlantaikan tanah. Suatu ketika saya masuk ke dapur untuk memasak air, tiba-tiba sepasang kecoa menempel di din­ ding bambu di dekat saya lalu saya menangkapnya dengan tangan dan membungkusnya dengan secarik kertas kemudian membakarnya. Api baru saja membakar sebagian kecil dari kertas tersebut kemudian ayah saya datang dan langsung melihat saya sedang membakar sesuatu dan ayah saya

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

bertanya dalam Bahasa Bali “Apa tunjel to Tu?” yang artinya dalam Bahasa Indonesia “Apa yang kamu bakar, Tu?” Oh my God, saya tersentak dan mau bilang kecoa tapi ayah tidak mengerti apa itu kecoa sedangkan saya lupa kecoa dalam Bahasa Bali Tabanan. Saya buru-buru memadamkan api tersebut dengan menginjaknya lalu setelah api itu padam saya membuka bungkusan tersebut

jalanan Anda. Edisi kali ini kami juga mengupas tentang pertanian. Sektor yang seharusnya menjadi andalan ini makin terpinggirkan. Jumlah lahan makin berkurang, jumlah petani setali tiga uang. Padahal, ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan petani “masa depan”. Kuncinya adalah kuasai proses produksi dan buat “pasar ”. Semua ini menjadi bagian dari entrepreneur. Wanita pun memiliki peran besar dalam bidang ini. Salah satunya yang ditunjukkan Bu Kartini. Semoga apa yang kami sajikan di edisi kali ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi inspirasi bagi pembaca dan masyarakat. Salam dan menunjukkannya kepada ayah saya kemudian dengan entengnya ayah saya bilang oh temuyukan. Setelah kejadian itu, saya selalu ingat bahwa kecoa itu dalam Bahasa Bali adalah temuyukan. Mekel Gede Putu Yasa

GORO-GORO

dharna

Dan Gde Dharna pun, tiada lagi. Amat tercenung di kursi mendengar berita itu. Ia kenal betul almarhum, hampir seperti sanak sendiri. Putu Wijaya “Kalau memang sahabat, datanglah ke Sukasada, Buleleng, setor muka pada keluarganya, tabahkan hati mereka.” “Jangankan menabahkan mereka, Menabahkan hati sendiri saja, bapak tak sanggup!” “Lho, katanya tadi sahabat yang sudah seperti saudara?!” “Memang! Tapi mengenang sahabat tidak cukup hanya dengan setor muka, tapi harus menunjukkan apa jasa-jasanya kepada masyarakat!” “Ya sudah, kalau begitu Bapak tunjukkan! Jangan cuma termenung!” “Ini bukan termenung! Ini mencari apa sebenarnya arti kehadirannya! Kenapa kita harus sedih karena kehilangan dia!”’ “Mencari itu bukan termenung tapi mempelajari, apa yang sudah dibuatnya yang berguna buat kita? Apa?” Amat manggut-manggut “Dari muda sampai tuA, ia berhasl menggambungkan antar seni dengan kehidupan keluarga dan kehidupan bermasyarakat! Sesuatu yang tak Mudah bagi orang lain.” “Kenapa?” “Ya itu sumbangannya. Ia memberikan contoh, bahwa menggabungkan ketiga hal itu bisa, kalau kita mau. Kebanyakan orang tidak mau! Padahal Itulah arti perjuangan di masa merdeka!’” “Betul! Tapi kenapa almarhum berhasil dan banyak orang lain tidak?” “Ya, karena kegigihan, keuletan, tekad dan kemampuannya!” “Itu saja?’ “Habis apa lagi?” Bu Amat kelihatan kecewa. Lalu ia ngeloyor ke dapur. Amat merasa lega karena dibiarkan kembali merenung. Ia teringat bagaimana almarhum ke sana-kemari naik sepeda mengurus sastra. Bersama pelajar, anak didiknya membaca puisi di RRI. Tanpa bayaran apa-apa. Siapa yang mau melakukan itu sekarang. Amat teringat bagaimana almarhum main drama karangan Kirjomuljo bersama Sutarmas, guru menyanyi di SGA. Di situ Dharna menyanyikan lagu seriosa. Suaranya tinggi menusuk Amat: “Senja tenggelam di sisiku .........” Tak terasa air mata Amat menetes. Bukan hanya untuk almarhum, tetapi juga untuk masa lalu yang mengalir hilang, entah ke mana. Dan, baru tersadari setelah lewat. “Itu saja?” Amat tersentak. Lalu menoleh ke belakang. Astaga, di depan pintu nampak Gde Dharna tersenyum lebar dan sedikit terkekeh seperti biasanya. “Itu saja, Mat?” “Itu saja apa?” “Hanya keuletan, kegigihan dan tekad yang membuat kita berhasil menggabungkan karier, kehidupan keluarga dan hidup bermasyarakat?” “Habis apalagi?” Dharna tersenyum lebih lebar. Lalu hilang. Muncul Bu Amat tersenyum dengan secangkir kopi dan kue laklak kegemaran Amat. “Ya,” bisik Amat, terharu, “karena pengertian dan dorongan dia.”

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

23

Edisi 867/ 21 - 27 september 2015

Ki Yohan Susilo

Dalang Plus Dosen Memiliki dua profesi merupakan sebuah pilihan. Profesi dalang dan dosen dijalankan dengan baik oleh Yohan Susilo. Laki-laki 37 tahun ini adalah seorang dalang pertunjukan wayang kulit, sekaligus dosen karawitan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Bapaknya dhalang dan ibunya sinden. Ki Yohan mendalami wayang kulit sejak kecil hingga memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kesenian Indonesia (SMKI) dan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Tak hanya keahlian dalam ndhalang, ia juga mempelajari, ilmu karawitan. Hasilnya, dia pun saat ini menjalankan kedua profesi yang berbeda itu tanpa masalah. Hobinya Yohan Susilo, dalang wayang kulit yang juga merupakan berkesenian, kini seorang dosen menjadi pekerjaan eahlian mendalang sebagai dosen karawitan civitas didapat dari ke- akademika Unesa dan di luar luarga besarnya. mengajar, ia berprofesi sebagai Jiwa seni yang dalang. Ki Yohan memilih jurusan dimiliki pria ini warisan dari orangtuanya yang berprofesi Pendidikan Bahasa dan Sastra sebagai seniman wayang kulit. Jawa karena ingin mendalami

bahasa dalam perwayangan. Tak diduga, dirinya ditawari mengajar di jurusan tersebut karena ada salah satu dosen yang tidak bisa melanjutkan mengampu/mengajar mata kuliah karawitan. Alhasil, ia kini menjadi dosen karawitan sampai sekarang. Meski menjalankan dua profesi yang berbeda, Ki Yohan, awalnya ragu. Ia minta saran kepada dalang senior. Tak sedikit orang yang menjalankan kedua profesi

Yohan Susilo dalam sebuah pementasan wayang kulit

tersebut akhirnya terbengkalai. “Namun, keyakinan saya muncul dengan mantap ketika ibu saya memberi masukan. Memang ada buktinya banyak yang tidak kuat menjalani kedua profesi itu,” kata Ki Yohan, pekan lalu. Pertunjukan wayang kulit yang disajikan Ki Yohan, merupakan jenis Wayang Jawa Timur-an dengan menggunakan dialek arek. Meski begitu, tetap tidak meninggalkan pakem cerita wayang kulit.

K

Yohan Susilo

Berkibar berkat Sosis Bakar

Aditya Chosma Herdianta

Usia muda tak menjadi kendala memulai usaha. Aditya Chosma Herdianta, satu diantara pengusaha muda yang merintis bisnis kuliner di usia 23 tahun. Kecintaannya terhadap camilan sosis mengantarkan Adit, sapaan akrabnya, menjadi pebisnis sukses sosis bakar aneka rasa. Awalnya laki-laki berbadan tegap ini, mengaku tertarik dengan bisnis sosis bakar langganannya yang dikenal murah dan enak. Dari situlah, ia berani menjalin kerjasama dengan bisnis langganannya tersebut. Meskipun bekerjasama, Adit hanya memasok sosis sebagai bahan baku. Sedangkan untuk lapak, pemanggang, dan kebutuhan lain lulusan D3 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya itu mengusahakan sendiri. Aditya menjabat sebagai

marketing dan kakak iparnya menangani bagian administrasi. Alumni Universitas Negeri Surabaya ini menjalankan bisnisnya bersama kedua rekannya yang diberi nama Sosis Kobong A2M. Yakni singkatan nama Adit, Asep, dan Medy. Sampai sekarang Adit memiliki sudah tiga cabang. Cabang pertama di Wringin Anom, kedua di Krian dekat Polsek Krian, dan yang terakhir di Mojosari, dekat stadion Gresik. Ada banyak varian rasa sosis bakar yang dijual lakilaki kelahiran Sidoarjo ini. Ada rasa ayam, sapi, original, blackpaper, dan keju. Blackpaper menjadi varian rasa yang banyak diburu anak muda. Sedikitnya ada enam ukuran sosis yang tersedia di lapaknya, ekonomis, regular, mini jumbo, medium, big jumbo, dan super big jumbo. Adit mematok harga paling rendah Rp 2000 dan paling mahal Rp 16.000 untuk ukuran super big jumbo. Sosis Kobong A2M

buka mulai pukul 15.00–21.00. Para pengujung dilayani empat karyawan yang stand by di tiap lapak. Setiap hari, minimal ada 30 pembeli yang datang. Rata-rata dalam sehari ia bisa menghabiskan 16 pak sosis. Penggemar berat sosis ini mengaku dagangannya paling laris ketika ada event seperti lebaran, konser musik, dan weekend. Sebagai sarana promosi, penggemar jus semangka ini mengatakan teknik pemasaran diantaranya, menyebar brosur dan via media sosial. Sayangnya, ia belum menyediakan layanan delivery order. Meskipun begitu, ia selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk semua pelanggannya. “Dalam berwirausaha itu harus

menjaga semangat kerja, juga pelayanan yang baik kepada customer. Bikin suasana senyaman mungkin agar pelanggan tidak lari.” tuturnya dengan ramah. Adit mengatakan modal awal hanya Rp 4 juta. Tak sampai dua minggu modal tersebut sudah kembali. Usaha yang baru dirintis ini bisa dibilang sukses. Terbukti tiap bulannya minimal omzet Rp 10 juta bisa ia kantongi. Mantan pegawai Jawa Pos ini menceritakan pengalamannya selama berwirausaha. Selama menjalankan

“Kendala pertunjukan wayang kulit terletak pada bahasa. Solusinya, dengan menggunakan bahasa arek dan tetap menggunakan krama inggil untuk adegan keraton,” jelas bapak dua anak yang murah senyum ini. Menurut dia, masyarakat kalau tidak dituruti kemauannya tidak akan senang dengan apa yang disuguhkan. Kalau ingin suguhannya banyak ditonton orang, harus menyajikan apa yang diinginkan masyarakat. Contohnya, dalam pertunjukan wayang, orang akan bosan ketika disuguhkan ceritacerita pakem saja. “Solusi saya dengan memasukkan isu daerah dan nasional yang lagi hangat. Baru masuk pada cerita pakem bergantung kemauan si-pemilik gawe,” tuturnya. Ki Yohan, berharap pada kawula muda untuk tetap melestarikan apapun kesenian dalam negeri dan tidak kolot pada kesenian luar. Dengan begitu akan muncul generasi muda yang peduli terhadap kelestarian seni di Indonesia. -Nur Jelang Margadinata

usaha masa-masa sulit pernah ia alami, begitupun sebaliknya. Tetapi ia tidak patah semangat, justru makin giat memperbaiki produknya. “Pernah dulu nyewa lapak di depan Indomart Krian selama satu bulan, tetapi pendapatan hanya Rp 59.000. Jadi tidak sinkron dengan biaya sewanya. Kalau pengalaman yang menyenangkan ya pas lagi ramai. Ada juga pelanggan yang datang belakangan tapi minta didahulukan. Lucu dan serulah,” papar anak pertama pasangan Heru Suyanto dan Husnul Khotimah ini. -Anik Pujianti


24

What’s Up

Edisi 867/ 21 - 27 September 2015

H. Abdul Kadir

Penghasilan Melebihi PNS Nama Haji Abdul Kadir cukup dikenal seantero Kelurahan Rorotan, Cilincing Jakarta Utara. Ini bukan saja karena dia tokoh masyarakat setempat, tapi juga karena sederet prestasinya di bidang pertanian yang diukirnya. Salah satu di antaranya adalah keberhasilannya meraih gelar Petani Teladan Nasional pada 2007, peraih Adhikarya Pangan Nusantara pada 2012 lalu. “Itu waktu saya menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden SBY di Istana Negara,” ujarnya bangga sembari menunjuk foto dirinya saat mendapat penghargaan dari Presiden SBY.

A

bdul Kadir boleh dibilang bukan petani biasa. Lelaki 62 tahun ini bukan hanya tahu bercocok tanam tapi juga kaya ilmu terkait hal itu. Segala pengetahuannya di bidang pertanian didapat karena dia rajin ikut pelatihan. “Sejak tahun 1980-an saya terlibat aktif dalam organisasi pertanian, kelompok tani, rajin ikut pelatihan, termasuk mempelajari inovasi teknologi untuk pertanian. Hasil dari pelatihan-pelatihan itu saya praktekkan. Hasilnya, produksi pertanian saya meningkat. Itu juga yang menjadi salah satu penilaian kenapa saya akhirnya dipilih sebagai Petani Teladan,” ungkap Ketua Gabungan Kelompok Tani Rorotan Jaya, ini. Menjadi petani, sudah turun temurun dalam keluarganya. Ayahnya Haji Nawin dan ibunya Hj Sa’diyah, adalah petani. “Sejak kecil kami didik menjadi petani dan setelah orangtua tidak ada, kami meneruskan profesi itu, termasuk kakak saya yang perempuan pun tetap bertani,” katanya. Zaman sudah berubah. Generasi

penerus agaknya banyak yang enggan mengikuti jejak orangtuanya, termasuk kelima anaknya yang tak satupun mau jadi petani. “Mereka menolak jadi petani dengan berbagai alasan, ya mungkin zaman sudah beda ya,” ungkapnya. Tapi dirinya sendiri, selama hayat dikandung badan, tetap bertekad mengabdi pada dunia pertanian, khususnya di Rorotan, tanah kelahirannya. Itu sebabnya, meski banyak petani menjual lahannya kepada pengembang, dia tetap bertahan. “Kepada anak-anak saya juga berpesan, sekalipun mereka tidak ingin menjadi petani, agar tetap mempertahankan lahan ini,” kata Kadir yang juga Ketua Kelompok Tani ‘Makmur Jaya’. Bercerita tentang suka-duka menjadi penjadi petani selama puluhan tahun, wajah Kadir pun langsung cerah ketika diingatkan masa-masa bahagia menjadi petani tahun 1980-1990-an. “Dulu di sini, sejauh mata memandang adalah hamparan persawahan, juga banyak lahan kosong. Tapi sekarang. Lahan sawah menyusut, permukiman tumbuh dalam tempo cepat sehingga menjadi daerah

yang padat, belum lagi banyak gudang, pabrik dan bangunan lainnya. Rorotan kini padat sekali,” tuturnya. Menjadi petani, kata Kadir, selain panggilan jiwa, hasilnya juga sangat lumayan asalkan tidak diganggu hama, kekeringan dan banjir. Selama dirinya jadi petani, katanya, baru tiga kali dia mengalami kegagalan panen secara total. “Pertama karena banjir. Waktu itu para petani sudah siap panen, padipadi sudah menguning. Tapi semuanya dimusnahkan oleh banjir besar. Semua padi kami ludes. Setelah musibah itu, kembali tertimpa hama, hingga panen gagal total. Saya benar-benar habishabisan,” katanya. Beberapa kali kegagalan dalam bertani, membuat Kadir mencoba usaha di bidang lain. “Saya bahkan sempat jadi sopir angkot, juga pernah narik ojek. Tapi lahan pertanian tidak saya jual. Jadi ketika pertanian bermasalah, saya beralih ke usaha lain. Kalau sudah normal ya balik lagi sebagai petani,” katanya. Namun dengan perkembangan yang mengkhawatirkan seperti sekarang, dia juga para petani lainnya merasa cemas, apakah mungkin mereka masih bisa bertahan menjadi petani dalam 5 atau 10 tahun ke depan. “Perkembangan pembangunan cepat sekali. Saya tidak berani ngomong untuk 10 tahun ke depan. Saya bilang ke teman-teman, ya sudah tidak usah terlalu dipikirkan. Yang penting sekarang ini, ketika kita masih memiliki kesempatan menjadi petani, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan keluarga kita,” tuturnya.

H. Abdul Kadir

Untuk lahan miliknya seluas hampir 1,8 ha, Kadir mengaku menggarapnya sendiri. Mesin hand tractor miliknya amat sangat membantu. “Mesin pembajak sawah ini dalam satu hari mampu menggarap 3-4 ha. Saya baru meminta bantuan orang lain kalau waktu persiapan untuk menanam mepet, tapi kalau masih panjang waktunya, saya kerjakan sendiri dengan cara mencicil,” jelasnya. Jika dalam kondisi bagus, artinya tidak banyak gangguan berarti, maka dalam sekali panen dia bisa meraup sekitar 10-12 ton atau jika dinilai dengan rupiah menjadi Rp 60-65 juta. Sedang modal yang dikeluarkan sekitar Rp 6-8 juta. “Jadi saya masih bisa menerima hasil bersih sekitar Rp 55 juta-an. Itu kalau kondisi normal ya, tidak ada gangguan,” katanya. Dengan hasil yang sangat lumayan itu, membuatnya semakin semangat menjadi petani. “Ya kalau dibanding dengan PNS golong biasa, hasil yang saya dapat jauh lebih bagus dong,” katanya sembari tertawa. “Apalagi panen bisa dua kali dalam setahun. Jadi

kira-kira penghasilan sekitar Rp 120130 juta,” ungkapnya lagi. Tapi dengan kondisi sekarang ini, dengan berbagai permasalahan, hasil yang didapat hanya Rp 30 juta. “Ya masih untung tidak gagal total,” tambahnya. Bicara tentang gabungan kelompok tani Rorotan Jaya, maupun kelompok tani binaannya ‘Makmur Jaya’, Kadir merasa berbangga hati. Karena ada banyak prestasi yang telah diukir di pentas nasional. Untuk kelompok tani Makmur Jaya misalnya, berkat memenangkan lomba intensifikasi padi, mereka mendapat hadiah hand tractor, alat perontok padi dan terpal penjemur seluas 800 m2. “Alat hand tractor ini bisa digunakan oleh anggota dengan biaya sewa Rp 400 ribu jika memakai operator atau jika menggunakannya sendiri hanya bayar Rp 200 ribu. Hasil penyewaan itu akan masuk ke kas kelompok tani untuk dipergunakan bagi pengembangan kelompok tani Makmur Jaya. Petani non anggota juga bisa menyewa tapi biayanya Rp 800 ribu,” kata Kadir. —Diana Runtu


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 867 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu