24
S
What’s Up
Edisi 866/ 14 - 20 September 2015
Tiap Orang Punya Style Beda
ebagai seorang model, apapun fashion yang sedang menjadi trend, tak lantas diikutinya. “Walau sedang trend, jika tak cocok dengan style saya, ya saya tidak ikut-ikutan. Saya sesuaikan dengan style yang saya suka, sporty dan casual,” ujar model kaliber dunia Anak Agung Ayu Ratih Dhamma Iswari. Jika Ratih-sapaan akrabnya sampai memaksakan mengenakan fashion yang lagi trend, namun tak sesuai dengan style-nya, itu malahan menjadi tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. “Kok kamu pakai baju gitu, nggak cocok,” ungkap Ratih menirukan ucapan teman-temannya sembari tertawa. Trend busana memang berubah setiap saat. Tiap orang juga memiliki style yang berbeda. Namun, menurut perempuan cantik kelahiran 23 Januari 1987 ini, style-nya tetap sporty tapi mengikuti zaman. “Saya tidak 100% lah ikuti tren,” ucapnya. Dari pandangan model Paul Ropp Campaign dan Rituals Europe ini, trend fashion 2016 masih crop top, baju di atas udel dengan rok span dan flat shoes. “Skinny jeans sepertinya sudah mulai berkurang, sekarang lebih ke baggy,” ujarnya. Di Bali, terutama di Kuta dinilai jebolan “Look
Model Hunt” ini sudah banyak pengaruh brand Eropa dan Amerika. “Tak hanya orang Paris saja memakai brand tersebut, orang Bali juga. Jadi di seluruh dunia koleksinya sama. Bali sekarang sudah menginternasional,” imbuhnya. Ratih mengisahkan dirinya mulai terjun ke dunia model sejak kelas 3 SMA tahun 2003. Ia mengadu bakat modelingnya dalam ajang “Look Model Hunt”. Dari sanalah kemudian ia mendapatkan kontrak modeling di Jakarta selama dua bulan. Sepulangnya ke Bali, istri I Gusti Made Gede Oka Dharmawan ini langsung mengikuti ujian kelulusan. “Kuliah sempat juga break setahun, pindah ke Jakarta ikut modelling dengan agency. Pulang lagi ke Bali melanjutkan kuliah sambil modelling. Dari sini ngambil job yang di Hongkong Singapura, Srilanka, ya di Asia-lah,” ujar Ratih yang pernah tampil di Hongkong Fashion Week, Fashion Tandance, Bali Fashion Week, dan Fashion Festival ini. Banyak pengalaman yang didapatkannya selama menyelami dunia modelling. Hal menyedihkan juga pernah dialaminya, yakni ditipu orang dalam pemotretan. Di awal, Ratih dikatakan akan dijadikan model dalam sebuah majalah, namun ternyata foto-fotonya dari hasil pemotretan selama tiga hari oleh fotografer seorang kewarganegaraan Belanda, dipakai sebagai product campaign sebuah merek
kosmetika. “Karena tarif untuk pemotretan majalah, product campaign, produk baju itu berbeda. Ternyata foto saya dipakai untuk billboard yang sangat besar untuk produk kosmetik. SHikmahnya saya lebih hati-hati dan teliti,” tuturnya. Pengalaman pahit inilah yang kerap dipakainya menasihati model-model junior. Ia mengatakan tak sedikit oknum yang menipu dengan pura-pura menjadi fotografer atau wartawan. “Saya sering sampaikan kepada model-model baru, sebelum memulai job tanyakan yang jelas, kalau bisa minta kontrak tandatangan hitam di atas putih. Jadi jika dia macam-macam, kita bisa tuntut,” ujar ibu dua anak, Ara dan Ata ini. Menjadi seorang model baginya harus memiliki karakter, karena bekerja dengan banyak orang, ada desainer, fotogafer, director, dsb. Selera masing-masing tersebut kadang berbeda-beda. Ada yang minta model untuk menguruskan badan, ada yang malah minta badan dibesarkan, dsb. Banyak masukan dan kritikan yang terkadang membuat bingung dan tak percaya diri. Jadi, selain bermodalkan postur tubuh tinggi, yang paling penting sekarang ini adalah seorang model itu memiliki karakter (wajah), pintar membawa diri dan bersosialisasi dengan kru, serta ditunjang wawasan luas. –Inten Indrawati
Ratih Damma
Banyak Kejutan Busana 2015
Yudi dan modelnya
Secara umum trend busana 2015 sudah berjalan sesuai prediksi. Namun demikian, kata Gede Yudi Ardhana, tahun 2015 ini juga mencatat banyak kejutan menarik. “Sesuatu yang luput dari ramalan, di luar dugaan itu justru ngetren tahun ini. Salah satunya adalah busana model peplum
yang menurut saya itu menjadi salah satu yang booming,” ungkap desainer asal Singaraja, Bali, ini. Peplum adalah sebuah istilah yang telah lama dikenal dalam dunia fashion. Biasanya digunakan untuk blus juga rok. Ciri peplum adalah seperti kain yang berlebih pada sekitar ping-
gang, sehingga terkesan bertumpuk di sekitar pinggang. “Menurut saya, asalkan motifnya tepat, materialnya bagus, dan postur orang yang memakainya pas, busana model peplum akan terlihat cantik. Tapi jika salah motif, trus yang memakainya kurang pas, jadi terlihat kurang menarik,” tambahnya. Sebenarnya, peplum adalah busana yang populer tahun 1940-an hingga 1950-an, lalu memudar. Tahun 1980an dan awal 1990-an tren busana ini ‘on’ lagi. Lama tak dilirik, peplum sempat muncul sebentar tahun 2000 an namun tak lama. Sekarang kreasi peplum muncul lagi bahkan banyak digemari. “Saya juga sempat heran, kok, peplum muncul bahkan disukai banyak orang. Saya sendiri banyak mendapat pesanan untuk rancangan busana dengan peplum. Baru-baru ini saya merancang busana model peplum,
Busana Cerminkan Karakter Tarian
Ida Ayu Diah Setiari yang akrab disapa Dayu Diah memiliki hobi menari. Dengan melakukan seni gerak itu ia akan merasa lebih tenang. Lewat seni tari itu, ia juga bisa mengungkapkan perasaan senang, sedih, gembira ataupun marah. Menekuni seni tari juga membuatnya dapat ikut ambil peran dalam melestarikan warisan leluhur. “Jujur saja, seni tari itu juga dapat merangsang kreativitas kita,” katanya. Sebagai wanita Bali, ia menilai tak ada ruginya menekuni profesi sebagai seorang penari. Malah, lebih banyak untungnya karena sering melakukan teknik dan gerak tari Bali dapat membentuk tubuh menjadi lebih langsing. Sikap dan karakter akan menjadi lebih halus, sehingga tampak lebih segar dan memancarkan kecantikan. “Itulah yang saya rasakan sejak menjadi penari Bali,” ujarnya. Gadis kelahiran Badung, 14 Agustus 1988 ini mengaku, seni tari sudah ia geluti sejak TK berawal dari kebiasaan mengikuti Ajik (ayah) dan ibunya pentas di hotel-hotel. Para penari yang tampil tak hanya piawai tetapi juga tampak cantik sehingga memikat hatinya untuk bisa menari, bahkan muncul keinginan untuk menjadi seniman. “Syukur, ibu mau melatihnya. Mula-mula berlatih teknik dasar tari, kemudian belajar Tari Oleg Tamulingan,” cerita Staf Humas dan Protokol Kabupaten Badung ini kalem. Gara-gara menari itu, Dayu Diah kecil sempat mengikuti casting dalam film “Anak Seribu Pulau” yang disutradarai Garin Nugroho. Selanjutnya, dipercaya sebagai penari anak-anak festival gong kebyar Pesta Kesnian Bali (PKB) sebagai duta Kabupaten Badung. Demikian juga ketika remaja hingga menjadi bajang jegeg, ia selalu didapuk menjadi penari PKB. “Saya sudah bertekad menjadi seniman, sehingga setelah tamat SMA melanjutkan di ISI Denpasar dan ikut program pasca S2 di UNHI Bali,” ungkapnya.
Kegigihan putri dari pasangan Ida Bagus Karang (alm) dan Ida Ayu Suarningsih ini untuk menggapai cita-citanya sudah terwujud. Ketika menjadi mahasiswa ISI Denpasar ia sudah biasa mencipta tari. Misalnya menata tari baleganjur untuk lomba, tari kreasi untuk PKB dan tari maskot yang menjadi kebanggan sebuah sekolah menengah di Badung. Karya tari yang banyak mendapat sambutan adalah Tari Rare Oding yang dipentaskan di PKB. Tari kreasi yang merupakan karya gadis asal Geria Gede Bongkasa, Banjar Kedewatan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal Badung ini antara lain Tari Narasima iringan tabuh baleganjur (2010), Ganesha Duta (2012), Gugurnya Abimanyu (2013), Gugurnya Gatot Kaca dan Tari Kreasi Dresta Amacul (2014), Fragmentari Semara Lulut bersama Narmada dan Gus Swastika, serta Tari Kreasi Kimud. Tarian tentu tak bisa dipisahkan dari busana. “Busana itu pendukung dan pelengkap tarian. Busana itu jika dilihat dari warnanya bisa mencerminkan karakter tarian. Kalau warna merah keras, biru lembut, hijau bijaksana, merah muda pemanis. Warna busana juga disesuaikan dengan make up penari,” ujarnya. Untuk mendapatkan busana yang sesuai, Dayu Diah dibantu penata busana. Misalnya, ia sudah punya gambaran tari yang akan diciptakan. Busananya pun sudah bisa dirancang agar sesuai. “Paling susah untuk desain di riasan kepala. Perlu variasi agar tidak itu-itu saja. Di sini pentingnya mengetahui tentang desain,” ungkap penari yang pernah menjadi duta kesenian ke India, Tiongkok, Italia, Malaysia, Jepang, dan Jerman. -Darsana
bahannya dari tenun khas Bali. Hasilnya cantik sekali,” tutur desainer yang banyak mendesain busana artis ini. Yudi menambahkan tren busana itu selalu berputar. Busana-busana yang di masa lalu sempat hit, biasanya muncul lagi. Salah satunya adalah blazer tanpa lengan yang dulu pernah ngetren tahun ini pun muncul lagi. Malah tahun ini kreasinya lebih beragam. Lebih dari itu, Yudi mencatat bahwa tahun ini ‘kejayaan’ kain-kain Indonesia makin bersinar. Hal ini karena para desainer Indonesia amat sangat kreatif dalam berkarya dengan menggunakan kain-kain Nusantara. “Desainer Indonesia amat sangat kreatif. Lihat saja kain tapis Lampung yang dulunya kurang dilirik, di tangan desainer kreatif menjadi cantik banget,” kata pemilik Vplus
Management ini. Yudi sendiri mengaku sangat gembira karena kini banyak desainer berkreasi dengan kain-kain asli Indonesia. “Kita memiliki beragam kain khas dan ini jika dimaksimalkan akan menghasilkan karya yang sangat menarik. Sekaligus juga semakin mendorong para pengrajin kain di daerah-daerah untuk giat berkarya,” tambah Yudi yang kadang karyanya mengejutkan orang karena ‘out of the box’. Untuk tahun 2016, Yudi mengaku belum bisa bicara banyak. Namun ia memperkirakan untuk busana siap pakai atau ready to wear orang masih menyukai yang simple tapi elegan. Penggunaan kain daerah juga akan kreatif dan penuh kejutan. —Diana Runtu
2
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Ekspresso
DAri daPUr Redaksi
Pakaianku Identitasku
Tiga kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Sandang menjadi yang pertama karena meliputi pakaian yang menutupi tubuh manusia. Dari beberapa literatur disebutkan pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/ tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai identitas, simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Pakaian yang dikenakan seseorang menjadi penanda dimana ia bekerja. Perkembangan dan jenis-jenis pakaian tergantung pada adatistiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masingmasing. Pakaian juga meningkatkan keamanan selama kegiatan berbahaya seperti berpetualang dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman. Salah satu tujuan utama dari
pakaian adalah untuk menjaga pemakainya merasa nyaman. Dalam iklim panas busana menyediakan perlindungan dari terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin sifat insulasi termal umumnya lebih penting. Pakaian melindungi bagian tubuh yang tidak terlihat. Pakaian bertindak sebagai perlindungan dari unsur-unsur yang merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi tingkat risiko selama kegiatan, seperti bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-kadang dipakai sebagai perlindungan dari bahaya lingkungan tertentu, seperti serangga, bahan kimia berbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi lingkungan dari pemakai pakaian, seperti me-
Hampir Hilang Jalan-jalan bagi saya merupakan kebutuhan, oleh sebab itu setiap hari dilaksanakan. Mulai tanggal 1 Maret 2015, Kabupaten Klungkung melaksanakan Car Free Day. Kegiatan yang dilaksanakan, “senam” dan ditambah kegiatan lain dari tiap-tiap sekolah secara bergiliran. Setiap Minggu pukul 06.30, acara sudah dimulai. Pencinta acara ini sebelum pukul 06.00 sudah banyak yang hadir, lebihlebih masyarakat yang senang jalan-jalan. Mereka mengelilingi lapangan sampai 5-6 kali. Saya sebagai pencinta acara ini berusaha hadir setiap minggu. Pukul
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
05.00 saya sudah bangun dan menyelesaikan tugas-tugas lain di rumah sebelum berangkat. Awal Juli 2015 merupakan hari yang tidak mudah dilupakan. Selesai sembahyang saya mengambil tas pinggang yang berisi tiga ruang untuk menaruh barangbarang yang dibawa. Terakhir saya
makai masker. Begitu pentingnya peran pakaian membuat orang harus merawat pakaian dengan baik. Bagi yang memiliki banyak stok, pakaian yang digunakan bisa berganti-ganti sesuai dengan keperluan. Namun, bagi yang pakaiannya terbatas, tidak bisa terlalu sering berganti. Desain pun terus berganti. Orang yang awalnya tak bisa membuat desain bisa belajar sehingga bisa menjadi desainer bagi dirinya sendiri. Mau yang buatan desainer kondang juga sudah ada. Sajian “Sudut Pandang” kami minggu ini mengupas tentang pilihan pakaian kaum wanita termasuk dimana bisa belajar untuk mendesain pakaian. Tokoh yang identik dengan halaman “Style” selalu berupaya untuk menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca. Siapa tahu salah satu desain menjadi inspirasi Anda atau mungkin bisa di-share dengan orang di sekitar. Salam.
masukkan uang di ruang yang ketiga, tetapi sayang.... oh my God. Setelah memarkir sepeda motor, tas pinggang saya tarik ke atas dan uang saya berjatuhan. Betapa terkejutnya saya. Walaupun dari nilai tidak begitu banyak. Ucapan syukur kepada Tuhan muncul di pikiran. Saya langsung menuju ke lapangan dan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan, walaupun uang hampir hilang. Anak Agung Raka
GORO-GORO
mobil
Pagi sekali, Pak Made nyelonong ke rumah Amat. Sambil tersenyum puas ia menyapa: Putu Wijaya “Pak Amat sudah baca koran, belum?” “Sudah. Ada apa, Pak Made?” “O, pasti belum. Ini koran Jakarta, tidak ada di koran lokal.” “ O, ya? Berita apa, Pak Made?” Pak Made tersenyum lagi. “Itu, pemerintah kota Solo melelang mobil-mobil yang bekas dikendarai pejabat kota. Termasuk mobil yang bekas dikendarai Pak Jokowi Walikota Solo dulu, yang sekarang jadi orang nomor satu di negeri ini. Harga mobil sekitar Rp 90 juta. Semua laku, kecuali mobil yang bekas dikendarai Pak Jokowi. Tahu sebabnya?” “Apa, Pak Made?” “Karena mobil itu ditawarkan dengan harga Rp 150 juta!” Pak Made langsung tertawa lagi geli. “Pasti panitia mengira, berapa pun harga mobil bekas yang dipakai Jokowi pasti dibeli! Tapi ternyata tidak! Jadi jelas popularitas presiden kita yang suka blusukan itu. Hanya dalam tempo 6 bulan sudah merosot. Yah, asal tahu saja, Pak Amat!” Sambil cekikikan, Pak Made ngeloyor lagi pergi, tanpa menunggu reaksi Amat. Ia menjual lagi ceritanya, pada tetangga lain. Amat termangu oleh cerita Pak Made. Bu Amat yang nguping cerita itu dari dapur, keluar, menghampiri suaminya. “Bapak kok diam saja diejek Pak Made?” “Diejek bagaimana?” “Dia kan tahu, kita mendukung Pak Jokowi waktu pemilu!” “Betul!” “Itu ceritanya tadi, kan mau mengejek kita!” “Itu berita, Bu. Ibu jangan terlalu cepat tersinggung.” “Buat apa dia ceritakan itu, kalau bukan untuk mengejek kita.” “Mengejek?” “Aduh, bapak ini seperti orang bloon. Kok tidak sadar diejek begitu? Saya sampai geregetan tadi di dapur! Memang itu berita, tapi buat apa digembar-gemborkan?!” “Karena dia tidak tahu.” Bu Amat terkejut. “Tidak tahu? Tidak tahu apa?” “ Ada kemungkinan pemerintah kota Solo, tidak benarbenar mau menjual mobil yang bekas dipakai Pak Jokowi, sebab itu kan sejarah. Tapi supaya tidak menimbulkan pertanyaan, mereka tawarkan juga, tapi dengan harga sedemikian rupa, supaya tidak ada yang beli.” Bu Amat tercengang. “Kenapa Bapak tidak jawab begitu tadi?” Amat menatap istrinya. “Menyenangkan hati tetangga, apalagi tetangga yang sangat terluka karena kalah, itu kan sebuah dharma!”
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Kesulitan Jadi Tantangan Karier seseorang tak dapat diduga. Berawal dari mutasi kerja perusahaan innovation ke Jakarta, Ani, memutuskan untuk berhenti bekerja. Dunia kuliner menjadi alternatif pilihan. Padahal dirinya tidak mahir dalam hal masak-memasak. Namun, peluang dari beberapa warung kopi, menjadi inspirasi untuk memulai usaha.
D
ari situ, ia mulai memikirkan bisnis yang dapat digelutinya yakni mengantarkan nasi bungkus buatannya dengan memberikan alamat dan nomor telepon. Perlahan tapi pasti, perempuan yang juga seorang aktivis Bank Sampah di Lakarsantri ini mulai meluaskan bisnisnya. Ibu dua anak ini membuka pesanan katering nasi kotak dan tumpeng. Dengan berbekal kartu nama yang diselipkan pada nasi kotak tersebut, katering Pawon Bunda berdiri sejak 2011 hingga kini semakin dikenal. Harga yang dita-
Bunda Ani
warkan-pun terbilang bersahabat. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Katering dapat dipesan untuk acara pernikahan, syukuran, aqiqah, ulang tahun, rapat, wisuda, seminar, arisan, dan lain sebagainya. Ani juga memasarkan produknya lewat online melalui Facebook dan website pribadinya. “Yang sering dipesan para pelanggan nasi kotak untuk acara pernikahan dan seminar. Pada bulan tertentu banyak pesanan, karena musim haji yang biasanya dibarengi banyaknya orang menikah,” kata perempuan yang akrab disapa Bunda Ani ini. Menu yang disediakan antara lain, bermacam-macam nasi kotak. Misalnya, nasi putih, kuning, uduk, kebuli, tumpeng hias, serta disediakan juga prasmanan dengan beragam lauk sesuai pesanan. Menu andalannya, nasi dengan lauk ayam bakar madu. Menariknya, perempuan yang tetap cantik di usia 39 tahun ini mempunyai berbagai inovasi. Diantaranya, menghias nasi menjadi karakter hewan yang
Pilih Soya untuk Prestise Merintis usaha tak melulu menguras kocek. Lanny Rizky Arthanti, Dini, dan Cynthia Lyana, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuktikannya. Dalam membangun bisnisnya, mereka tak mengeluarkan uang sepeser pun. Melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2014, tiga sahabat ini memeroleh dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Bussines plan yang diusulkan, didanai Dikti sebesar Rp 21 juta. Dana tersebut kemudian digunakan membangun usaha. Mulai dari membeli booth sampai meracik formula yang pas untuk membuat produk. Sayangnya, Dini, mengundurkan diri saat Dankesoy mulai berdiri. Akhirnya posisi Dini digantikan Kiki Haryanto yang menjabat sebagai marketing. Dankesoy merupakan usaha minuman soya (susu kedelai) yang didirikan 2014. Terdapat delapan varian rasa soya, antara lain, clasic, chocolate, strawberry, taro, green tea, vanilla latte, bubble gum, dan milk tea. Taro menjadi rasa favorit
pelanggan. Dengan harga Rp 9.000, Dankesoy banyak diburu remaja. Sebelum memiliki booth yang terletak di Jalan Gayungsari Barat dan Ketintang Selatan, mereka juga sempat berjualan di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul. Selain menjual soya di booth, Dankesoy juga melayani delivery order ke Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dengan pemesanan minimal 10 gelas. Branding “soya” pada minuman Dankesoy bukan tanpa tujuan. Pemilihan kata “soya” dibanding “susu kedelai” diharapkan dapat meningkatkan prestise produk tersebut. “Kami gak pernah ngomong ini kedelai. Kami berusaha membranding orangorang dengan soya,” kata Kiki, laki-laki berambut cepak ini. Memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan merupakan tujuan awal berdirinya usaha ini. Melihat banyak
Pembeli Dankesoy
penghasil soya di sekitar rumah, Sukodono, Sidoarjo, mereka berpikir memodifikasi soya agar lebih menarik dan diminati semua kalangan, khususnya anak muda. Selain itu usaha soya dipilih berdasarkan peluang pasar. Kebanyakan bisnis minuman hanya menyasar pada produk kopi, susu, teh, coklat, dan jus. Sedangkan bisnis soya tidak dilirik. Hanya berkisar pada pedagang sayur dan eceran berskala kecil. Melalui Dankesoy, mahasiswa jurusan Sastra Jerman ini berharap soya naik pamor. “Kebanyakan anak-anak kalau tahu ini soya, mereka bakal bilang, ‘ah, soya? Gak mau ah’. Tapi setalah
Lanny
lucu sehingga dapat menggugah selera makan. Tak heran, pesanan mengalir dari berbagai kota, misalnya, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan kota lainnya yang ada di Jawa Timur (Jatim). Meski demikian, setiap usaha pasti mengalami masa-masa sulit. Terutama, mengelola karyawan. “Saya pernah kesusahan kalau banyak pesanan yang datangnya berbarengan. Sebab, yang membantu saya sedikit,’’ kilah perempuan berjilbab ini sambil menjelaskan tingkat kesulitannya terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memadai. Terutama untuk mencari karyawan yang nyobain malah senang, ” terang Lanny, CEO Dankesoy. Awal merintis usaha, mereka sempat trial and error menemukan racikan soya yang pas. Banyak pelanggan yang protes karena rasa soya mendominasi rasa yang lain. Perjuangan berat lainnya adalah mendapatkan pasar. “Kami mesti bersaing dengan franchise lebih besar yang sudah ada lebih dulu, seperti Pasco, Capcin,” tambah perempuan cantik ini. Dalam sehari mereka bisa menjual soya hingga 50 gelas. Biasanya tak kurang dari 3 jam, soya ludes terjual. Booth Dankesoy yang mulai buka pukul 2 siang ini tidak menjual soya dalam jumlah besar. “Branding kami fresh. Mulai dari soya sampai topping-nya harus fresh. Kalau kami bawa banyak, nanti malah gak fresh. Kan merugikan pelanggan,” lanjutnya.
23
mau membantu memasak di malam hari. Kesukaran yang ada, dijadikan sebagai tantangan yang harus dihadapi. Perempuan berdarah Jawa ini berharap agar usaha kateringnya dapat dikembangkan dengan membuka banyak cabang baru di luar kota. Seperti Jakarta, Malang, Yogyakarta, Bali. -Mega Purwaningrum
Menu Katering
Omzet yang mampu diraup Dankesoy per bulan tak kurang dari Rp 18 juta. Meski omzet terbilang besar bagi kantong mahasiswa, tidak menjadikan mereka fokus mengejar keuntungan dan melalaikan kewajiban akademiknya. “Gak perlu ngejar-ngejar keuntungan. Gak perlu kemaruk. Yang penting untung, ” imbuh laki-laki berkulit bersih. Mengawali berbisnis tidak perlu memikirkan modal. Niat merupakan kunci utama membuka usaha. “Pemerintah sedang gencar-gencarnya menggalakkan program kewirausahaan. Kita sering-sering aja ikut program seperti itu. Modal itu gampang, yang penting niat. Bikin ide kreatif,” pungkas Lanny dan Kiky yang akan terbang ke Ambon mengikuti PMW Award pada 9-14 September. -Nofianita Wahyuni
22
Sosialita
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Belajar Aneka Kerajinan Jepang
S
eni melipat kertas atau origami yang diajarkan di TK adalah yang paling sederhana. Origami yang tingkat kesulitannya tinggi namun hasilnya luar biasa pun ada. Ini biasanya dipelajari di tempattempat kursus. Dewasa ini tempat-tempat kursus kerajinan negeri Jepang banyak bertebaran di Jakarta. Minat masyarakat Jakarta, khususnya, dalam mempelajari kerajinan Jepang yang beragam itu, memang tergolong lumayan banyak jika dibandingkan kerajinan negara lain. Ini mungkin bisa menjadi bukti kesuksesan pihak kebudayaan negeri Sakura itu dalam menyosialisasikan kerajinan-kerajinan negerinya di Indonesia. Bagi masyarakat sendiri, banyak yang mempelajarinya bukan sekadar mengisi waktu luang atau hobi saja tapi juga untuk bisnis. Salah satu di antaranya adalah Rohana, seorang ibu rumah tangga yang mendapatkan penghasilan tambahan dari kreasi kerajinan Jepang. Dia bukan saja menjual produknya, tapi juga membuka tempat kursus. Menariknya, bagi yang mau belajar di tempat kursusnya tidak dikenakan biaya alias gratis, namun peserta harus
membeli sendiri material yang dibutuhkan sesuai dengan kerajinan yang hendak dipelajarinya. Material itu sendiri ada dijual di workshop Rohana. Bicara tentang kerajinan Jepang, bukan hanya origami tapi ada banyak sekali. Beberapa yang cukup populer di Jakarta antara lain oshibana yakni seni menempel bunga kering. Produkproduk seni oshibana ini banyak dijumpai di toko-toko, khususnya toko buku di mal-mal. Di Jakarta sendiri, seni menempel bunga kering ini juga diajarkan kepada banyak ibu-ibu PKK untuk hobi maupun peluang usaha. Di antaranya adalah kelompok ibu-ibu PKK di kawasan Jl Tambak, Jakarta Pusat, yang bahkan sudah bisa mensuplai karyanya ke sejumlah toko buku besar di Jakarta. “Kegiatan kami ini sudah puluhan tahun ada. Awal-
nya adalah dibawa oleh sebuah LSM untuk memberdayakan para ibu agar bisa mempunyai penghasilan sendiri. Kegiatan ini terus berkembang karena para ibu sudah bisa merasakan manfaatnya, yakni, mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan ini,” ungkap Ny. Ida yang sejak lama terlibat dalam pemberdayaan ekonomi ibu-ibu di Jl Tambak. Bagi penggemar kerajinan Jepang,
Karya peserta workshop kerajinan
kali ini tak perlu repot-repot mencari tempat kursus karena event JakJakarta Matsuri 2015 selain menggelar aneka hiburan, juga workshop di antaranya adalah workshop kerajinan. Ada macam-macam kerajinan yang bisa dipelajari pengunjung, salah satunya adalah kurumi-e. Kerajinan ini memang bukan kerajinan yang baru dikenalkan masyarakat Jakarta namun sudah sejak lama. Hanya saja belakangan peminatnya makin meningkat. Hal tersebut terlihat bertumbuhannya tempat-tempat kursus kurumi-e di Jakarta. Kurumi-e adalah seni kerajinan tradisional negeri Sakura yang sudah ada sejak jaman Edo tahun 1600-an. Kurumi-e berasal dari kata kurumu yang artinya gambar dan ‘e’ artinya bungkus. Jadi ini adalah kerajinan membungkus gambar. Biasanya yang dibungkus adalah gambar anak kecil, gadis Jepang, hewan-hewan lucu, dll. Untuk belajar kurumi-e di Jak- Japan Matsuri dikenakan biaya pembelian materialnya Rp140.000. Bahan pembuatan kurumi-e adalah kertas washi, pola boneka, karton dan gabus. Biasanya, kurumi-e yang sudah dimuat ini akan ditaruh di dalam sebuah bingkai sehingga seperti lukisan. Jika diperhatikan, lukisan ini seperti lukisan tiga dimensi. Belakangan, penggemar kurumi-e ini makin meningkat karena banyak yang menjadikannya sebagai bisnis. Oleh mereka yang kreatif kadang kertas washi yang harganya cukup mahal diganti menjadi kain dengan motifmotif unik. Inovasi perpaduan budaya Jepang-Indonesia ini, hasilnya tak kalah menarik dari kertas washi. Yang juga cukup diminati peserta adalah belajar kimekomi. Kimekomi adalah seni ketrampilan Jepang yang memerlukan teknik pengeleman, mengukir dan membentuk suatu benda
3
Gek Oka
Jak-Japan Matsuri 2015
Kerajinan negeri Jepang kian digemari masyarakat. Selain karena bentuknya yang unik juga cara membuatnya pun tak terlalu sulit. Kuncinya, asalkan tekun, pasti bisa. Sebut saja origmami. Tentu sebagian orang sudah mengenal kerajinan melipat kertas ini sejak lama. Bahkan sejak zaman kita masuk taman kanak-kanak pun seni melipat kertas ini sudah kita pelajari.
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Meluncur di Bisnis Properti Gubernur Jakarta Ahok dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia membuka acara JJM 2015 di Atrium Plaza Senayan
kemudian dilapisi kain Jepang. “Ikuti saja petunjuknya. Asalkan tekun, sabar, hasilnya pasti bagus,” kata panitia Jak Japan Matsuri ketika ditanya seorang peserta apakah membuat kerajinan ini sulit. Kirigami juga kerajinan yang diajarkan dalam workshop. Kirigami memang tak sepopuler origami namun pengerjaannya hampir mirip origami dalam hal seni melipat kertas. Hanya saja bedanya kalau origami seni melipat kertas sedang kirigami bukan hanya melipat kertas tapi juga melakukan pemotongan sehingga menghasilkan karya seni menakjubkan. JKT 48 PALING DITUNGGU Event akbar untuk memperingati hubungan diplomatik Jepang-Indonesia ini sudah diselenggarakan ketujuh kalinya. Seperti tahun lalu, Jak-Japan Matsuri tahun ini yang berlangsung sejak 6 September hingga 13 September ini, berlangsung di dua tempat yakni, Atrium Plaza Senayan dan Parkir Timur Senayan. Acara yang digelar pun beragam mulai dari hiburan musik, berbagai workshop, di antaranya worskhop manga dan cosplay, pameran foto hingga pemutaran film Jepang. Animo masyarakat terhadap event akbar ini terus meningkat, dan ini disikapi oleh pihak panitia yang terus menerus meningkatkan kualitas. “Kami gembira apabila JJM sedikit banyak telah berkontribusi bagi eratnya persahabatan ini. Bahkan akhir-akhir ini, pop culture Jepang seperti anime, manga, cosplay pun diakui dan dikenal akrab sebagai budaya baru Jepang di Indone-
Grup JKT 48 saat menghibur pengunjung
sia,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Kazunori Kobayashi. Menurutnya, JJM diselenggarakan dengan dukungan Pemda DKI Jakarta yang berharap agar masyarakat Jepang pun dapat mengetahui budaya Jakarta. “Kami berpikir agar JJM menyuguhkan kesempatan sebanyak mungkin bagi warga Jepang di Jabodetabek untuk lebih bersentuhan dan lebih mengetahui budaya Jakarta. Saya berharap, melalui acara ini warga Jepang memiliki minat terhadap budaya Indonesia, khususnya Jakarta. Dengan begitu akan semakin memperdalam saling pengertian masyarakat kedua negara,” tambahnya. Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama juga menyambut gembira digelarnya event ini. “Jakarta dan Jepang memiliki hubungan yang sangat panjang dan erat. Kami berharap dalam situasi ekonomi seperti ini, Jepang bisa mendatangkan banyak turis ke Jakarta,” ucap Gubernur Ahok yang bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki, meresmikan digelarnya JJM 2015. Acara lain yang juga diminati pengunjung adalah kehadiran penyanyi ‘Kokorono Tomo’ , Mayumi Itsuwa. Tentu saja, selain menyanyikan lagu Jepang lainnya, tak lupa Mayumi Itsuwa –penyanyi Jepang yang populer pada dekade 1980-an ini--mendendangkan ‘Kokorono Tomo’. Tapi tentu saja, bagi publik Jakarta khususnya, yang paling ditunggu adalah kehadiran grup ‘JKT 48’ yang selain tampil di Atrium Plaza Senayan juga meramaikan acara penutupan pada 13 September di Parkir Timur Senayan. –Diana Runtu
Meraup penghasilan lewat properti artinya mencakup segala investasi properti yang mampu memberikan arus kas tetap untuk pemiliknya. Mulai dari rumah yang disewakan, ruko, tanah, kompleks perkantoran hingga gudang. Perempuan satu ini tahu kuncinya, bagaimana menemukan properti yang tepat untuk dibeli serta potensial memberikan keuntungan.
“Mengapa tanah dan rumah? Selain alasan umum bahwa penduduk bumi bertambah sementara lahan tidak pernah bertambah. Demikian pula permintaan akan lahan lebih besar daripada ketersediaan lahan. Jika demand melebihi supply tentu harga akan naik. Makanya, menaruh investasi di properti tidak pernah rugi,” tutur putri pasutri Ida Bagus Made Mandhira dan Ida Ayu Made Alit ini. Ia pun menjabarkan berbagai keuntungan jika kita berinvestasi properti. Seperti kenaikan harga tanah cenderung lebih tinggi dari inflasi. Paling tidak keuntungan dari kenaikan harga bisa menutupi biaya pada saat pembelian dan penjualan tanah. Aset tanah dan bangunan pun bisa dipakai untuk pengajuan kredit ke Bank untuk pengembangan investasi selanjutnya. Gek Oka pun kembali mengajak kita semua mulai sekarang berpikir dan berhitung cermat. Jangan takut berinvestasi sejak dini. Bisa dimulai dengan nominal berapapun. “Belajar mengalokasikan sumber dana secara optimal. Hal ini, akan sangat berguna bagi para generasi muda yang kelak menjadi pelaku industri di masa depan,” cetusnya.
MEMACU DIRI DENGAN INVESTASI Saat ini Gek Oka menjalankan usaha properti yang investasinya diperuntukkan bagi skala menengah. Projek yang ditanganinya dipastikan, ada jaminan atas lokasinya yang berpotensi menjadi tempat favorit, aspek legalitasnya terkait dokumen dan surat-surat tanah lengkap dan jelas. Jika membeli tanah atau rumah sebagai investasi, sejelek-jeleknya bakal balik modal. Selama diinvestasikan tanah dan rumah tersebut masih bisa dikaryakan dengan cara disewakan untuk jangka waktu tertentu sebelum dimanfaatkan. “Misalnya investasi tanah, jika rencana dijual dua tahun lagi maka selama menunggu, tanah tersebut bisa disewakan sehingga menghasilkan arus kas positif. Sedangkan berinvestasi dalam bentuk rumah bisa menghasilkan income lebih besar lagi. Rumah juga bisa disewakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya,” paparnya Selanjutnya Gek Oka yang dalam bekerja dikenal sangat detail, fokus dan all out ini, menyatakan bukan hanya itu, tapi dalam berbisnis kejujuran pun perlu dipegang dengan teguh. Sebab jika kita melakukan
bisnis tanpa kejujuran akan sulit sekali bagi untuk mendapatkan penghasilan di masa yang akan datang. “Tanpa kejujuran sangatlah sulit orang untuk percaya dan akhirnya kita pun akan sulit untuk mendapatkan penghasilan,” kata penghobi olahraga ini. Ia juga sempat menekankan bagi mereka yang masih berpenghasilan kecil pun bisa memulai untuk membeli kavling kecil yang masih murah harganya. “Nantinya bisa dijual kembali dan dijadikan sebagai uang muka ketika ingin membeli rumah,” lanjutnya sambil menyatakan siap membantu untuk membicarakan hitung-hitungan biayanya. Tiap transaksi yang dijalankannya haruslah semua pihak senang. Ketika membeli properti, negosiasi harga yang pantas untuk pemilik, tapi juga menguntungkan untuknya. Begitu pula juga saat menyewakan atau menjual, Gek Oka melakukan hal yang sama sehingga kedua belah pihak tersenyum. Ia tidak berorientasi pada keuntungan materi semata, namun dengan berpikir menang – menang, ia memperoleh reputasi yang baik, jaringan yang meluas, keuntungan finansial dan kepuasan batin. “Apa yang lebih baik dari hal itu?” pungkasnya. -ard
Melirik Properti Indah di Bedugul
P
Gek Oka
emilik nama panjang Ida Ayu Oka Sunaryanthi, S.E., ini pun dengan lancar berbicara tentang investasi sejak dini. Investasi adalah hal yang berkaitan dengan keuangan dan ekonomi, berhubungan dengan akumulasi di masa mendatang. Investasi dan pentingnya investasi dipaparkannya, saat ditemui di kantornya Ananta Property, di Jalan Tunjung Gg. Mekar Sari I No. 3, Denpasar. Rupanya sejak muda, perempuan yang akrab disapa Gek Oka ini senang investasi dan memiliki keberanian melakukannya. Ketika orang lain yang seusianya diajak membicarakan soal investasi, akan menolak dengan berbagai alasan. Baginya berinvestasi di tanah atau rumah itu tidak akan merugi. Bahkan, setiap tahun harganya terus naik. Maka, tak heran jika kini ia memiliki bisnis properti sendiri. Menurut ibu dari Bagus Khrisna Aditya dan Bagus Whisnu Ananda ini,awal langkahnya enjadi seorang entrepreneur, karena terinspirasi dengam dibangunnya perumahan mungil di Perumnas Monang –Maning beberapa tahun silam. ”Bayangkan sampai saat kewajiban mencicil habis, nominalnya tetap kan. Padahal gaji pemiliknya sudah naik jauh. Begitu juga sebenarnya kalau kita
investasi beli rumah ,” kata perempuan yang sempat bekerja di hotel dan maskapai penerbangan ini.
Investasi terjangkau di Danau Buyan Bedugul. Hanya Rp 400 jutaan. Tipe 45/80m2. Hubungi Ananta Property, di Jalan Tunjung Sari Gg. Mekar Sari I No. 3, Denpasar. Tlp. (0361) 8444344, 081 338 918877
4
Inspirasi
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Tri Mumpuni
Wanita Listrik
T
tan pada tahun 90-an. Menurut Puni, tentang pembangunan PLTMH sebenarnya suaminya, Ir Iskandar Budisaroso Kuntoadji, yang menguasainya. Bahkan sang suami telah memulainya bersama teman-temannya sejak tahun 80-an. Sampai suatu ketika sang suami meminta bantuannya untuk mempresentasikan dana listrik mikro hidro. Setelah itu lalu muncul ide penggabungan kegiatan pembangunan PLTMH juga pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Jadi bagaimana dengan adanya listrik, perekonomian masyarakat bisa meningkat. Dari sanalah kemudian lahir IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) pada 1992, dimana Puni sebagai direkturnya. Sampai sekarang Puni dan IBEKA telah berhasil membangun PLTMH di 80 titik di seluruh Indonesia. Meski terlihat banyak, namun kata Puni, masih banyak daerah terpencil di Indonesia yang belum mendapatkan listrik. Inilah yang perlahan tengah diusahakan oleh Puni dan timnya. Kata Puni, meski masyarakat terpencil itu belum merasakan listrik, bukan berarti Puni dan kawan-kawannya mudah masuk ke sana. Ada banyak tantangan di lapangan yang didapatnya. “Langkah pertama setelah mengetahui kondisi desa tersebut adalah melakukan pendekatan pada kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat, memberi penjelasan pada mereka. Ini memerlukan waktu. Kami menunggu sampai masyarakat mempunyai passion, menunggu sampai mereka siap untuk dibangun. Sebelumnya kami juga melakukan pembangunan moral, attitude. Setelah siap, barulah pembangunan dilakukan bersama masyarakat, nanti mereka juga yang mengelola melalui
21
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Indonesia Investment Day
Potensi Peluang Investasi di NTB
Yang bergelut di bidang energi dan kelistrikan, pasti kenal dengan Tri Mumpuni, wanita hebat yang memiliki segudang prestasi dalam membangun puluhan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di daerah-daerah terpencil. Daerah terpencil yang tadinya gelap gulita bisa terang benderang berkat kerja keras Tri Mumpuni dan timnya di IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan). indah yang diberikan pada dirinya dan keluarganya. “Kerja saya ini adalah ungkapan rasa syukur atas anugerah Tuhan pada saya. Salah satu cara membalas apa yang Allah berikan kepada kita adalah dengan mengasihi orang-orang yang dikasihi oleh Allah. Nah dalam pemikiranku di antara orang yang dikasihi Allah adalah kaum duafa. Jadi semua yang aku lakukan itu adalah ungkapan rasa terima kasih aku kepada Allah,” kata peraih penghargaan Climate Hero dari Tri Mumpuni membangun listrik di desa World Wildlife Fund ak heran berkat for Nature, ini. prestasinya ini PuKarena itulah, meski mendani---begitu nama pat banyak hambatan dalam menwanita asal Sema- jalankan kerjanya, Puni mengaku rang ini akrab disapa--- meraih tidak putus asa. “Saya tuh hanya banyak penghargaan baik dari merasa lelah kalau bertemu dendalam maupun luar negeri. Di gan birokrat-birokrat di daerah antaranya adalah penghargaan yang sulit diajak berbicara masalah Ramon Magsaysay pada 2011, dan program pemberdayaan seperti Ashden Awards pada 2012. ini. Diotaknya, barangkali, hanya Bahkan Presiden Amerika duit..duit..saja. Jadi sungguh ribet Barack Obama pun dibuatnya berurusan dengan mereka. Ini terkagum-kagum. “Kita menda- banyak kali saya temukan di lapanpatkanseorangwirausahawanso- gan. Meski begitu, saya tetap maju sialseperti Tri Mumpuni, yang saja demi masyarakat. Saya tidak telahmembantumasyarakatdesa di patah semangat karena saya yakin Indonesia mendapatkanlistrikdan- memang ini jalan yang ditunjukkan pendapatandaripembangkitlistrik- Tuhan untuk saya lalui.” tenaga air,” kata Obama dalam “Saya berkeyakinan jika orang pidato pembukaan Presidential mensyukuri apa yang sudah didapSummit on Entrepreneurship di at (jalan hidup) dan menikmatinya, Washington DC, 2010. Saat itu tidak ada yang terasa berat,” kata Puni dan delapan orang Indonesia wanita kelahiran Semarang 1964 hadir dalam acara tersebut. seraya menambahkan, kebahagiaan Menurut Puni, saat mulai terbesarnya adalah ketika proyek terjun ke pekerjaan sosial ke- yang dijalankan masyarakatan ini, dia sama sekali membuahkan hasil tidak pernah berpikir bahwa dan melihat wabuah dari kerja kerasnya ini akan jah-wajah gembira menjadi seperti ini. Saat itu ia masyarakat kardan timnya hanya ingin membantu ena telah memimasyarakat memperoleh listrik liki PLTH. “Melisekaligus bisa meningkatkan taraf hat wajah-wajah hidup masyarakat. “Saya juga tak masyarakat yng pernah terpikirkan kalau suatu penuh syukur dan hari kelak karena ini saya bisa bisa bahagia, hati saya bertemu dengan tokoh-tokoh pun bahagia sekali. dunia, bahkan diundang makan Bagi saya itu kenoleh mereka. Allah benar-benar ikmatan terbesar menganugerahkan saya kehidu- dari pekerjaan ini,” pan yang luar biasa,” ujar Puni katanya. kepada Tokoh. Puni yang Menurutnya, apa yang dia laku- tamatan Institut kan sejak dulu sampai sekarang Pertanian Bogor dalam membantu masyarakat ke- mengawali kiprahcil adalah cara dirinya berterima nya di bidang sokasih kepada Tuhan atas kehidupan sial kemasyaraka-
Mandalika
Tri Mumpuni
koperasi,” jelasnya. MENGAWAL PROGRAM LISTRIK 35.000 MW Selama mengerjakan proyekproyek listrik pedesaan ini, Puni berupaya mencari pendanaan dari berbagai pihak, di luar pemerintah. Pemerintah hanya mendukung tapi untuk pendanaan tidak, itulah susahnya, karena terbentur dengan peraturan-peraturan. “Ini memang susah ya. Kita tuh berbicara dengan paradigma baru, sementara pemerintah masih melakukan business as usual. Jadi yang diperlukan adalah adjustment-adjustment baru, dan itu memang tidak gampang. Sistem pendanaan pemerintah (APBN) tidak memungkinkan untuk proses seperti yang kami lakukan. Ada aturannya dan harus ada tender,” jelasnya. Jadi, seharusnya ada sebuah terobosan dan adanya birokrat yang against all odds (berani melawan rintangan). “Harus ada pejabat yang berani berjalan di sebuah paradigma baru, tapi sayangnya sampai sekarang kok belum ada ya. Sebenarnya Pak Menteri ESDM sudah melihat jelas hal ini, beliau mendukung. Tapi kan Pak Menteri adalah komandan terdepan, sementara yang menjalankan adalah orangorang dibawahnya. Inilah yang harus direformasi lagi Di sisi lain, sebenarnya ada juga birokrat-birokrat di daerah yang punya niat baik dan memahami hal ini, namun mereka khawatir mengambil tindakan karena terbentur dengan peraturan. “Jadi saya melihat harus ada keberanian membongkar aturanaturan itu sehingga compatible
foto: winnovating
proyeknya untuk membangun rakyat. Yang terjadi sekarang kan tidak untuk membangun rakyat tapi paradigmanya membangun proyek. Yang diuntungkan adalah pihak ketiga seperti kontraktor dan pihak-pihak lain yang selama ini sudah merasa nyaman dnegan proyek pemerintah,” papar Puni panjang lebar. Ketika ditanya tentang program pemerintah yang akan membangun listrik 35.000 MW (megawatt) dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Puni mengaku berusaha memandangnya secara positif. Sekalipun saat ini terjadi kontroversi karena situasi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami perlambatan, Puni mengatakan, rencana pemerintah ini haruslah didukung. “Kalau saya sih memandangnya secara positif saja. “Kalau negara mau maju memang harus memiliki cita-cita setinggi langit. Dengan kondisi saat ini, saya kira asalkan bisa tercapai setengah atau bahkan sepertiganya saja dari target 35.000 MW, itu sudah sebuah keberhasilan. Saya kira, bangsa kita ini harus membiasakan diri berpikir besar (cita-cita), dengan demikian kita mempunyai tujuan yang jelas. Mimpi itu tidak boleh kecil, harus besar. Itu akan menyemangati kita untuk mencapai ke arah sana. Lihat saja orangtua kita selalu mengajarkan ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit’. Siapakah yang pernah menggapai bintang? Kan tidak ada. Jadi menurut saya, kita harus melihat sisi positifnya,” katanya. Dalam melaksanakan program 35.000 MW ini, Menteri ESDM Sudirman Said, telah memilih dua tokoh untuk mengawal pelaksanaan program ini, yakni mantan Dirut PLN Nur Pamudji dan tokoh listrik pedesaan, Tri Mumpuni. Puni dipilih karena dia berhasil membangun listrik di pedesaan. “Ya dalam pengawalan saya harus bisa melindungi hak-hak rakyat kecil agar mereka bisa mendapat akses terhadap energi yang selama ini sulit mereka dapat. Kita berharap ini bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya. Dia akan melihat sejauh mana program ini terlaksana dan memberi dampak positif kepada masyarakat. “Apakah program 35.000 MW ini bisa benar-benar mampu memberi kemakmuran pada masyarakat atau hanya untuk mereka-mereka yang sudah berada di zona nyaman. Nanti kita lihat,” tandasnya. -Diana Runtu
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang dipimpin Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, menghadiri acara Indonesia Investment Day di Kota Milan Italia beberapa waktu lalu. Kegiatan ini memiliki arti yang penting dan strategis bagi NTB karena dapat membuka potensi dan peluang investasi di Provinsi NTB khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
G
ubernur NTB yang didampingi Direktur Pengembangan ITDC - Edwin Darmasetiawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Drs. Lalu Gita Aryadi, Kepala BKPMPT dan
Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, dalam forum Indonesia Invesment Day di Italia
Kadis Perindag Provinsi NTB, mempresentasikan resort Mandalika yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus berdasarkan PP 52 tahun 2014 itu. “Bagi kami Pemerintah dan masyarakat NTB, forum ini sangat penting untuk mem-
promosikan sekaligus sebagai upaya percepatan pembangunan KEK Mandalika,” kata Gubernur di depan Menteri Perindustrian RI yang bertindak sebagai keynote speaker, Duta Besar Indonesia di Italia, wakil kementerian luar negeri dan kerjasama inter-
nasional Italia, Presiden Italia Trade Agency ( ITA) yang membawa 200-an anggotanya yang merupakan investor-investor Italia di berbagai penjuru dunia. Hadir pula Anggota Komisi VI DPR RI serta wakil beberapa kementerian / lembaga terkait.
Indonesia Investment Day Wujud Kerjasama Italia dan Indonesia
Gubernur NTB mendamping Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi Kawasan Mandalika di Lombok Tengah
Pada pidato pembukaan, Duta Besar Indonesia untuk Italia, FAO, IFAD dan WFP - Agus Parengkuan menyambut baik acara ini untuk menggambarkan potensi dan peluang investasi yang dimiliki Indonesia sembari berharap investor Italia untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia. Dubes menyebutkan situasi ekonomi dan politik Indonesia sangat kondusif. Masyarakat kelas menengah terus bertumbuh dengan baik dan kian dominan. Tak lupa Dubes pun menguraikan berbagai peluang
investasi yang dibutuhkan di Indonesia terutama pembangunan infrastruktur untuk mempercepat perkembangan ekonomi. Selanjutnya Mr. Benedetto Della Vedova yang mewakili kementerian luar negeri dan Kerjasama Luar Negeri Italia, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Indonesia Investment Day sebagai wujud nyata memperkuat kerjasama antara Italia dan Indonesia. Sebagai bentuk dukungan atas acara ini, dihadirkan tidak kurang 200-an calon
investor potensial di berbagai sektor yang bisa diajak untuk berinvestasi ke Indonesia. Sementara Presiden Italia Trade Agency (ITA) – Mr. Riccardo Mario Monti, memaparkan gambaran kekuatan ekonomi Italia serta minat untuk berinvestasi. Berbagai kegiatan investasi telah dilakukan investor Italia di kawasan Asia utamanya di Singapura termasuk Indonesia. Presiden ITA mengakui bahwa potensi Indonesia sangat menjanjikan untuk kegiatan berinvestasi. Pada informal meeting, One and One meeting antara calon investor dengan ITDC di Kepala BKPMPT NTB, dalam penjela-
sannya kepada calon investor memaparkan berbagai sektor yang diminati investor Italia dan Eropa pada umumnya yaitu sektor pariwisata, perdagangan, industri dan real estate. Tercatat total investasi negera-negara Eropa di NTB pada semester pertama 2015 sebesar 90,6 juta US $ yang berasal dari Italia, Belanda, Perancis,Inggris, Jerman, Belgia dan lain lain. Sementara Kadis Perindag NTB - Husni Fahri memaparkan hubungan dagang antara NTB dan Eropa sudah berlangsung lama. Berbagai komoditas unggulan daerah yang di ekspor ke Eropa antara lain ke Inggris, Jerman,
Swiss, Belanda, Prancis, Belgia, Hongaria dan Italia baik langsung dari NTB maupun melalui daerah lain seperti Bali, Surabaya dan Jakarta adalah kerajinan gerabah, mutiara, anyaman ketak, kerajinan kayu, kain tenun, buah kering, lobster, kerapu dan udang. Sampai dengan Juli 2015 total nilai ekspor ke Eropa sebesar 69,7 juta US $ terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2014 sebesar 62, 06 juta US $. Fahri optimis dengan mengikuti forum bisnis seperti ini membuka peluang bagi peningkatan jumlah ekspor komoditi unggulan NTB ke kawasan Eropa. -Naniek I. Taufan-hms
20
Nine
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Aisyah Odist
Dari Sepeda Kepincut Sampah
Bermula dari kegemarannya bersepeda dengan rekan-rekannya di tahun 2010, Aisyah Odist kepincut dengan sampah. Kebiasaannya naik sepeda jarak jauh dari Lombok hingga ke Sumbawa dan Bima bahkan sampai Bali, bagi perempuan kelahiran 17 Juni 1976 ini, bukan sekadar hobi, jalan-jalan biasa atau olah raga semata. Melainkan, ia melakukannya sembari “bersosialisasi” dengan lingkungan sekitar terutama pada jalur yang dilewatinya.
S
epanjang perjalanannya bersepeda itulah banyak pengalaman yang menjadi pelajaran berharga bagi perempuan dengan pembawaan tomboy ini. Kondisi lingkungan yang tidak menggembirakan sepanjang jalur yang dilaluinya telah mengasah kepekaannya untuk peduli pada lingkungan manakala ia melihat sampah berserakan di mana-mana. “Saya sedih melihat begitu banyak sampah yang tidak ditangani,” ungkap Aisyah yang selama lima tahun terakhir ini dikenal sebagai aktivis sampah. Bagaimana tidak, dikala bersepeda menikmati keindahan alam Lombok- Sumbawa, membuat ia pantas sedih ketika menemui banyak sampah di berbagai tempat. “Lombok-Sumbawa itu begitu in-
dah panoramanya, namun sampah sangat mengganggu pemandangan mata saya,” ujarnya. Dari sanalah ia berpikir untuk membuat sebuah ‘gerakan’ peduli sampah dalam kampanye kebersihan di mana pun tempat yang disinggahinya. Ia bersepeda sambil mengajak orang hingga ke desadesa terpencil untuk peduli pada kebersihan sekitarnya. Dua tahun ia melakukan hal ini namun menurutnya tidak berhasil. “Dua tahun saya hanya bicara saja, tidak berhasil merubah prilaku membuang sampah sembarangan. Hari ini saya ajak membersihkan sampah bersama-sama dan memang bersih. Namun besok-besok kembali kotor lagi. Saya merasakan bahwa bicara saja sangat tidak efektif, yang ada hanya buang-buang en-
ergi,” ujar perempuan yang pernah berkeliling ke beberapa negara sebagai tour guide untuk Asia di tahun 1995-2000 ini. Hal ini disebabkan karena sampah memang dipandang sebagai sesuatu yang tidak berharga juga tidak bernilai. Jadilah ia termenung memikirkan apa yang harus dilakukan untuk merubah sampah menjadi bernilai, entah apapun bentuk, nama dan caranya. “Saya kemudian melakukan pencarian pengelolaan dan pemanfaatan sampah lewat internet dan menemukan model bank sampah di Yogyakarta dan Bandung,” katanya. Karena tertarik dan feelingnya memperkirakan bahwa usaha ini akan berhasil, Aisyah dan dua rekannya akhirnya datang ke sana untuk mempelajari bagaimana sistem pengelolaan bank
“Sulap” Sampah Jadi Bernilai Saat pertama kali membuka bank sampah ini, Aisyah tidak memiliki keahlian untuk membuat kerajinan dari sampah seperti pada bank sampah di Yogyakarta, Surabaya dan Bandung. Perempuan yang biasa merantau ini, tak kehabisan akal untuk menemukan solusi dari apa yang sudah dimulainya itu. Yakni, modal nekad dan kepepet. Tapi rupanya niat baik Aisyah terbaca dengan baik juga oleh kebaikan alam. Jalan keluar itu ditemukan dengan cara tidak disengaja. Waktu itu, ujarnya, ia mengikuti pameran kerajinan di Mataram dan secara tidak sengaja ada orang yang melihat rajutan tas dan lainnya yang dipamerkannya. Orang tersebutlah yang menghubungkannya dengan seorang nelayan di Ampenan bernama Pak Dul dan mengatakan bahwa Pak Dul bisa membuat rajutan dari sampah plastik tersebut seperti yang dipamerkan. Tidak pikir panjang, Aisyah lalu mendatangi Pak Dul dan memintanya untuk membongkar tas rajutan tersebut kemudian merajut ulang agar dapat diketahui cara pembuatannya. Bersama Pak Dul serta dua rekannya Tene dan Rina, Aisyah merangkai dan merajut sampah tersebut menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi dan seni. Ia lalu melibatkan 20 orang yang tinggal di sekitar rumahnya di Lingkungan Banjar Selaparang, Ampenan untuk mempelajari hal tersebut dari Pak Dul. Mereka yang dilatih ini bahkan dibayar oleh Aisyah sejumlah Rp 20.000/hari selama dua hari agar
Pelatihan membuat kerajinan dari sampah plastik lunak
mau belajar hingga mereka bisa membuat kerajinan dari sampah tersebut. Mengawali niat menciptakan lingkungan yang bersih, Aisyah melakukan sosialisasi bahwa “sampah bisa ditabung”. Sembari bersosialisasi ia mulai mengumpulkan tabungan semua jenis sampah plastik lunak (seperti bungkus kopi, bungkus minumanminuman, detergen dan berbagai jenis lainnya) dari masyarakat di sana. Dengan sepeda motor yang telah dimodifikasi sehingga memiliki boks di belakangnya, Aisyah berkeliling khususnya di sepanjang Kerandangan dan wilayah Senggigi Lombok Barat untuk mengumpulkan sampah plastik ini. Pada akhirnya tidak hanya 20 orang yang bisa membantunya mengelola sampah plastik ini menjadi kerajinan melainkan para ibu
rumah tangga dan gadis-gadis di lingkungan tersebut terpicu untuk juga melakukan hal yang sama. Semakin hari semakin banyak yang tertarik untuk mempelajari hal ini
Inspirasi
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
I M a d e Pa t r i
5
Modal Satu Kompor Tak ada sukses tanpa perjuangan dan kerja keras. Itulah prinsip yang dipegang I Made Patri, pemilik Warung Mina. Ia terlahir dari keluarga sederhana, buah cinta pasangan I Made Cendora dan I Nyoman Repen. Masa kecil Patri tidak bahagia, karena hidupnya penuh dengan perjuangan dan kerja keras. Namun, siapa sangka, penderitaan itu telah melahirkan hasil kesuksesan yang luar biasa. Ia membangun bisnis warung Mina mulai dari nol, sampai akhirnya kini telah berdiri 11 outlet. Seperti apa kisahnya?
H
Aisyah Odist
sampah tersebut. Hasil yang ia dapatkan, bahwa tidak mudah memang. Di dua tempat yang didatanginya itu, butuh waktu sembilan tahun sistem tersebut baru berjalan dengan baik. Namun dengan tekad mencoba menerapkan hal tersebut di NTB, Aisyah memulai
semuanya dengan modal nekad dan kepepet. Semua dilakukan awalnya demi melihat lingkungan yang bersih dan sehat. Aisyah lalu mendirikan bank sampah yang diberi nama Bank Sampah NTB Mandiri, dengan sistem konvensional berbasis rumah tangga, di tahun 2011. -Naniek I. Taufan
karena mereka mendapatkan penghasilan juga dari pekerjaan ini. “Rata-rata ibu rumah tangga dan gadis-gadis di sekitar sini (lingkungan rumahnya), bisa melakukan proses ini, apakah itu melipat, menggunting, merajut dan proses lainnya,” kata Aisyah. Ini membuat semangat Aisyah menjadi bertambah. Kemajuan Bank Sampah ini terbilang cepat. Hanya dalam waktu dua tahun seluruh sistem telah berjalan dengan baik. Bagi Aisyah, alam ini memiliki hukum keadilan yang abstrak, alam akan bergerak dan berubah sesuai akibat dari cara manusia memperlakukannya. Kini Aisyah terus berusaha mengajak dan mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah menjadi hal yang tidak berharga, karena dengan menyimpan atau menyetor sampah plastik lunak ini di bank sampah, penyetor dapat memperoleh penghasilan. Setor sampah diganti dengan uang yang langsung dicatatkan dalam sebuah buku tabungan. “Mereka yang menyetor sampah, dihitung jumlahnya lalu dibayar. Namun
pembayarannya langsung masuk dalam buku tabungan nasabah,” ujar Aisyah. Tabungan ini bisa diambil sewaktu-waktu. Bank sampah yang dikelolanya kini mengalami perkembangan yang sangat baik. Tidak kurang dari 96 nasabah yang secara rutin menabung sampah di Bank Sampah NTB Mandiri. Selain mengelola bank sampah ini, kini Aisyah sibuk memberi pelatihan pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai di berbagai tempat di seluruh NTB. Tidak kurang dari 2.000 orang telah mendapatkan pelatihan ini. Sebenarnya apa yang diajarkan Aisyah ini bukan sekadar tentang sampah, melainkan ia lebih fokus pada pendidikan di pola pikir masyarakat. Dan setiap hari Sabtu pagi, ia memberi pelatihan secara gratis di rumahnya. Yang ikut boleh siapa saja dan dari mana saja. Mereka belajar membuat tas, tempat tisu, dompet, tempat laptop dan lainnya. Berbagai macam produk kerajinan yang terbuat dari sampah plastik lunak ini menjadi konsumsi ekspor hingga ke Australia, Jepang dan beberapa negara lain. Dengan lebih dari 100 jenis produk yang diberi nama Lombok Eco Craft, Aisyah telah menggerakkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sampah. Ia tidak hanya berpikir soal bisnis dari produk yang dihasilkan, melainkan juga apa yang telah dilakukannya ini harus menjadi rantai bagi peluang pekerjaan masyarakat. Kini sistem bank sampah yang diperkenalkannya kepada masyarakat NTB telah berkembang menjadi puluhan bank sampah yang tersebar di Nusa Tenggara Barat.
Pelatihan di Tamase -Sumbawa
-Naniek I. Taufan
idup miskin, itulah masa kecil Pa t r i . “ Tu g a s saya memelihara itik dan menjualnya saat hari Galungan. Saya ini anak petani. Saya sudah terbiasa memelihara ikan di sawah. Apalagi, Desa Peguyangan ini terkenal sebagai gudangnya ikan air tawar,” kata Patri, saat ditemui di Warung Mina Peguyangan. Perjuangan sulit masa kecilnya itu, membuat Patri tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Ketika seorang saudara mengajaknya ngayah di Gria Tampakgangsul, Denpasar, Patri langsung menyanggupinya. Ternyata keberadaanya di Tampakgangsul menjadi penanda awal karier militer Patri. Kebetulan di dekat Gria Tampakgangsul, adalah kantor Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Suatu saat, Patri membaca ada pengumuman, AURI merekrut para pemuda menjadi Pasukan Penangkis Serangan Udara. Walaupun hanya tamat SD, Patri tak ragu melamar. Patri pun rela memalsukan tanda-tangan orangtuanya, karena ia sudah berpikir tak mungkin mendapatkan izin. Sehari menjelang keberangkatan, barulah Patri mengabarkan akan mengikuti pendidikan kemiliteran ke Jawa. Walaupun kepergiannya ditangisi kedua orangtuanya, dan tak
mendapatkan restu dari Gria, Patri tetap menjalankan cita-citanya menjadi anggota TNI-AU. Setamat pendidikan dasar kemiliteran di Pangkalan Margahayu, dia mendapat penugasan pertama sebagai anggota pasukan Gerak Cepat (PGT) di pangkalan TNI-AU Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat tahun 1962. Dalam perkembangannya PGT berubah menjadi Komando Pasukan Gerakan Cepat (Kopasgat) yang merupakan pasukan elite TNI-AU. Di medan tugas, Patri menjadi penerjun payung yang ulung. Sambil berdinas Patri mendapat kesempatan melanjutkan sekolah sehingga tamat SMP tahun 1968. Saat bertugas di Bandung, Patri terkagum-kagum dengan keterampilan warga yang memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk budidaya ikan. Hal itu memberi inspirasi kepadanya dan mengetuk hatinya agar suatu saat ketika ia pulang ke Bali, ia ingin mengembangkan buidaya ikan. Setelah puluhan tahun mengabdi di tanah Pasundan, Patri akhirnya pulang kampung tahun 1979. Berpangkat sersan dua Patri dipindahkan ke Provost Lanud Ngurah Rai Bali. Sebelum itu, ia sempat mengikuti pendidikan di Pusdikom Cimahi. Sampai di Bali, Patri melanjutkan misinya untuk membuat pengemban-
Made Patri
gan budidaya ikan. Ditengah kesibukannya sebagai anggota TNI-AU, ia menyibukkan dirinya berbudidaya ikan. “Pada saat itu, Desa Peguyangan sudah terkenal dengan pengembangan mina padinya. Para petani enggan berbudidaya ikan dengan dalil kesulitan memasarkannya,” kata Patri. Namun, penolakan-penolakan itu tak menyurutkan langkahnya. “Ikan dipelihara, kalau belum bisa dipasarkan hasilnya disantap saja untuk konsumsi keluarga,” ujar lelaki usia 71 tahun ini. Memang ia mengakui, memelihara ikan dan mendatangkan hasil yang memadai, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kegagalan adalah guru yang utama, itulah prinsip Patri. Ia tak mau begitu saja menyerah. Awalnya, Patri membeli benih ikan di Baturiti seharga Rp 1500, yang kemudian ditebar di sawahsawah petani yang akhirnya merelakan sawahnya dijadikan tempat memelihara ikan. Berselang 6 bulan usaha itu mulai menampakkan hasil. Pembeli mulai berdatangan. Patri sampai kewalahan tak mampu menerima order. Untuk membangun kesinambungan bisnisnya, Patri mendatangkan ikan dari Gianyar, Tabanan, Sangeh. Dari kolamnya sendiri ia menghasilkan 2 ton ikan perminggu. Patri mendatangkan ikan juga
Made Sari bersama cucu pertamanya
dari Blitar, Gresik, Jember, Lamongan. Suatu ketika saat panen, ada soerang pembeli menanyakan apakah ada ikan? Tanpa ba bi bu lagi, Patri langsung berkata ada. Dengan bermodal vespa sebagai satu-satunya alat transportasi miliknya, ia berkeliling mencari ikan. Ia mengumpulkan para petani di Br. Pengukuh, Desa Peguyangan Kangin untuk bergabung membentuk kelompok petani ikan mina kencana tahun 1982. Rensponnya luar biasa. Sekitar 60 orang petani bergabung. Bahkan, Gubernur Bali waktu itu, Ida Bagus Mantra, diam-diam menaruh perhatian terhadap usaha Patri. Atas fasilitas Dinas Perikanan Provinsi Bali, Patri menerima bantuan pengembangan kolam air deras. Gubernur Bali Ida Bagus Mantra mengunjungi dan meresmikan kolam percontohan air deras Patri 4 Mei 1984. Patri juga mendapatkan bantuan lunak dari BPD Bali Rp 5 juta. MUSIBAH BANJIR Namun, usaha Patri tak selalu mulus. Suatu ketika, saat sibuk bertugas tiga hari penuh, musibah terjadi. Kebanjiran melanda termasuk kolam ikannya. “Saya bingung waktu itu, apa yang akan dipakai membayar pinjaman di BPD Bali. Saya lihat istri saya duduk termangu di kursi,” tutur Patri. Namun, selalu saja ada tangan Tuhan menolong. Bermula dari kisah Patri dimuat di Harian BaliPost, pimpinan perwakilan coca-cola cabang bali Nusra Drs. Purba mengundang Patri datang ke kantornya. Patri mendapat bantuan dari Rp 300 ribu. Menyusul kemudian, Patri mendapatkan bantuan dari BNI Rp 10 juta, Jasa Raharja Rp 10 juta, BRI, dan dll. Pelan tapi
pasti bisnisnya mulai bangkit. Bisnis sebagai supplier ikan terus meningkat. Setelah berkiprah sebagai supplier ikan ia tertarik mengembangkan kolam pancing dan rumah makan ikan. Patri pensiun tahun 1991 dengan pangkat terakhir Sersan Mayor. Sebelumnya, Patri menjabat sebagai Komandan Provost Lanud Ngurah Rai. Usai pensiun, waktu Patri benar-benar bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk mengurus bisnis ikannya. Ia tertarik mengembangkan rumah makan ikan. Warung Mina didirikan 18 Agustus 1993. Usaha ini dimulai dari kecil-kecilan. Bermodalkan alat masak sederhana dan satu kompor, hanya sepuluh pelanggan yang mampu dilayani. Dengan chef andalan sang istri Made Sari, Warung Mina terus berkembang. Dengan berjalannya waktu, warung Mina mulai berkembang, kini malah sudah memiliki 11 outlet; Peguyangan 2, Legian 4, Renon 1, Ubud 1, Petitenget 1, Kuta 2. Total keseluruhan karyawan 500 orang. Dengan usianya yang sudah tak muda lagi, Patri sudah memberikan tongkat estapet kepada putra sulungnya I Wayan Agus Setiawan. Putri keduanya Ni Made Delly Setiawati mengelola Warug Mesari. Nyoman Triawan melanjutkan menjadi supplier ikan, dan si bungsu Ni Ketut Kori bertanggungjawab mengurus keuangan di bawah bendera Mina Group. Walaupun Patri dan istrinya sudah lansia, mereka tetap ikut berkiprah di Warung mina. Malah, kata Patri, istrinya pukul 04.00 sudah di Pasar Batu Kandik. “Semangatnya masih menggelora walaupun sudah lansia,” ucap Patri sembari tertawa. –Wirati Astiti
6
Woman on Top
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Maria Advianti
Antara Pundak dan Lutut
Kekerasan seksual terhadap anak sepertinya makin menjadi-jadi. Yang memprihatinkan, banyak pelaku sudah dikenal baik oleh korban. Kasus yang baru-baru ini terungkap terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pelakunya oknum tukang ojek. Tak tanggungtanggung korbannya 20 orang lebih, jumlah ini kabarnya kemungkinan masih bisa bertambah.
I
ni juga menjadi salah satu keprihatinan dari Maria Advianti, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Menurutnya banyak kasus pedofilia ini pelakunya adalah orang-orang yang dikenal oleh korban. Artinya, pelaku pedofilia ini berada di lingkungan anak-anak. “Pertanyaannya kenapa mereka bisa melakukan kekerasan seksual? Itu pasti karena mereka dipercaya, kan? Baik oleh orangtua, guru atau lingkungan. Pelaku ini sangat pandai ‘menipu’ sehingga maksudnya tidak terlihat. Jadi mereka (pelaku pedofilia) ada di tengah-tengah kita,”
tegas Wakil Ketua KPAI periode 2014-2017, ini. Peringatan Vivi, begitu wanita ini akrab disapa, bukan bermaksud menakut-nakuti namun agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Masyarakat, khususnya para orangtua, ucap Vivi, harus bisa mengenali ciri-ciri pelaku. Hal ini untuk menghindari agar anak tidak menjadi korban kekerasan seksual, juga menghindari anak dari jangkauan pelaku. “Saya yakin meski pelaku berusaha menyembunyikan niatnya namun sesungguhnya mereka memiliki ciri-ciri tertentu. Misalnya pelaku tinggal serumah, pasti
ada ciri-ciri tertentu yang bisa dicurigai. Sesuatu yang tidak biasa,” katanya. Kepada anak, orangtua juga harus mengajarkan agar dia bercerita tentang apa yang dialaminya. Misalnya dia disuruh ke warung, apakah ada tindakan orang yang dikenalnya tidak biasa, seperti pegang-pegang atau peluk-peluk. “Kalau anak diajarkan bercerita maka dia akan terbiasa menceritakan apa yang dialaminya,” tambahnya. Anak adalah anak-anak usia 7 tahun ke bawah, rentan terhadap tindak kekerasan seksual. Karenanya para orangtua pun harus mengajarkan kepada anak-anak mereka yang bersekolah di SD. Tentunya, untuk mengedukasi mereka, wanita kelahiran Surabaya 1974 ini, haruslah dengan bahasa yang mudah dimengerti, juga tidak menakut-nakuti. Kalau di luar negeri, misalnya, diajarkan untuk tidak berbicara dengan orang asing atau orang yang tidak dikenalnya. “Nah, bagaimana kalau yang terjadi berbeda, justru orang sekitar atau orang yang dikenal yang juga harus diwaspadai. Jadi pendekatannya harus berbeda pula. Orangtua harus lebih aplikatif terhadap anak. Misalnya, mengajarkan agar anak tidak menerima apapun, baik uang maupun makanan dari orang lain. Yang boleh memberi hanya orangtua. Kalau guru, tetangga atau orang lain, tidak boleh. Untuk itu tentunya kita harus memberi alasan yang bisa dimengerti anak,” tuturnya. Vivi yang juga kerap menjadi pembicara dalam kelas-kelas parenting, juga berbicara tentang
Maria Advianti
bagaimana caranya agar anak menghindari tubuhnya orang lain. Bahasa yang digunakan kepada anak-anak adalah ‘antara pundak dan lutut’ tidak boleh dipegang oleh siapapun selain orangtua. “Atau mungkin bisa dikatakan, ‘antara pundak dan lutut’ hanya boleh disentuh oleh dirinya sendiri dan ibu. Jadi kalau ibu bisa memandikan, membasuh bagianbagian tubuhnya, di luar itu tidak boleh,” jelasnya. Suatu ketika, dalam grup parenting ada anak menjelaskan bahwa gurunya di sekolah memegang pinggangnya. “Nah yang harus diajarkan adalah, si anak harus mengatakan kepada guru itu, bahwa mamanya mengajarkan bahwa antara pundak dan lutut, tidak boleh di pegang oleh orang lain. Hal itu kemudian dilakukan oleh si anak. Akhirnya pihak sekolah (guru) pun paham. Ini cara kita mengajarkan keamanan bagi dirinya,” papar Vivi. Vivi sendiri memiliki dua orang anak, satu di antaranya adalah perempuan berusia 6 tahun. Tak
dapat dimungkiri, sebagai orangtua ia pun kerap merasa cemas akan hal tersebut. “Karena banyak tahu tentang kekerasan seksual terhadap anak, banyak tahu informasi dibanding orang lain, justru kecemasannya menjadi lebih tinggi dibanding orangtua lain,” kata Vivi. Untuk mengatasi hal tersebut, dia juga melakukan sejumlah langkah untuk mengamankan anaknya juga anak orang lain. Di antaranya dengan membentuk lingkungan. Dengan begitu bukan hanya orangtua yang menjaga anak-anak tapi lingkungan juga ikut membantu. “Di lingkungan kami ada 12 anak. Kami, di kalangan orangtua, sudah sepakat bahwa anak-anak hanya boleh bermain di depan rumah, tidak boleh sampai masuk ke rumah. Karena kita kan tidak tahu siapa tetangga kita. Kita mengenal para ibu karena sering ngobrol, tapi dengan orang-orang lain yang tinggal di rumah tetangga, kita tidak tahu. Apakah itu pamannya, pembantu laki-laki, dll. Jadi yang lebih aman adalah main di luar, tentunya dengan pengawasan pula. Main di luar, lingkungan pun ikut menjaga,” ungkapnya. Langkah lainnya adalah, menyosialisasikan informasi sebanyak mungkin tentang kekerasan seksual anak kepada masyarakat sekitar juga ke sekolah, baik kepada para orangtua murid maupun guru dengan tujuan agar semuanya menjadi sadar dan selalu waspada.“Jadi justru karena ketakutan maka kita akan mencari cara bagaimana agar anak kita dan orang lain bisa terlindungi. Di atas semua itu adalah kita berserah kepada Tuhan,” tambah Vivi. –Diana Runtu
Hadirilah…!!! Grand Launching Konsep Terkini Modal Dikembalikan 200%
Mulai 11 Juta bisa punya Villa Harmonis di Ubud Bali Bila kita berbicara tentang bisnis Villa, hal ini identik de ngan modal besar. Untuk itulah pelaku bisnis ini dimonopoli oleh orang-orang yang bermodal besar. Mereka sebagian besar dari luar Bali dan hanya sebagian kecil dari Bali. Mayoritas orang Bali menjadi karyawan di villa-villa tersebut dan hanya segelintir orang Bali yang menjadi Pemilik Villa. Sebagian besar penghasilan dari bisnis Villa mengalir ke kantong-kantong / Pemilik Villa. Sedangkan orang-orang Bali yang berprofesi sebagai karyawan di Villa tersebut hanya bisa mendapatkan penghasilan berupa gaji.
M
elihat fenomena ini saya I Gede Dermawan merasa tertantang dan terpanggil untuk mencari solusi bagaimana caranya agar banyak orang bisa menjadi Pemilik Villa. Dengan modal keyakinan, keberanian dan tekad yang bulat akhirnya pada 24 Mei 2013 saya I Gede Dermawan bersama Ni Ketut Suciarini mendirikan PT Pengembang Properti Harmonis dengan brand Harmonis Land yang berkantor pusat di Denpasar. Villa Harmonis yang berlokasi di Ubud Bali ini berbasis ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan prinsip gotong royong. Konsep Villa Harmonis ini memungkinkan setiap orang bisa menjadi Pemilik Villa. Mulai 11Juta bisa menjadi Pemilik Villa Harmonis dengan manfaat yang berlimpah antara lain : 1. Mendapat Voucher Menginap senilai 11Juta di Villa Harmonis ( 100% Balik Modal ). 2. Mendapat penghasilan pasif selama 25 tahun. Di Tahun ke-1,
Pilih yang Nyaman Memilih busana tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Masing-masing orang punya gaya yang berbeda. Namun, hal yang terpenting adalah kenyamanan saat memakai busana tersebut.
B
agi perempuan yang berprofesi sebagai dokter ini, pemilihan busana kesehariannya, lebih cenderung ke casual. Bagi Candra Puspita Dewi, kenyamanan menjadi prioritas utama agar tidak me nganggu aktivitas. Untuk bekerja, karena sudah mendapatkan uniform endek jadi ia merasa lebih praktis dengan keseragaman. Disamping itu, bahan yang sedang dipromosikan Kota
Denpasar ini menyerap keringat. “Jadi lebih nyaman dalam bekerja,” kata perempuan yang akrab disapa dr. Candra ini. Untuk aksesoris, ia tidak terlalu banyak memakainya, apalagi sebagai wanita pekerja di bidang kesehatan, tentu ada batasan asesoris yang digunakan. “Saya paling memakai cincin, anting, dan arloji,” tuturnya. Sementara, untuk sehari-hari, dr. Candra lebih suka memakai celana pendek. Menurutnya,
dengan kondisi panas seperti sekarang ini, celana pendek menjadi favoritnya, terutama untuk acara santai dan di rumah. Untuk acara belanja busana, ia punya waktu khusus. “Biasanya pas lagi ada acara ke luar kota, saya suka belanja sekalian. Jadi sudah ada persiapan yang akan dibeli,” kata dokter rumah sakit BROS ini. Senada dengan dr. Candra, Anie Asmoro, juga menuturkan, sangat menyukai pakaian casual, terutama saat santai untuk di rumah. “Suka juga pakai daster di rumah, tapi daster yang sopan,” kata Humas salah satu perusahaan ini. Ia mengatakan, sejak dulu tidak pernah menggunakan baju
I Gede Dermawan
ke-2 dan ke-3 mendapat 10% dari Modal. Ini berarti di 3 tahun pertama sudah mendapat penghasilan pasif 30%. Di tahun ke-4 sampai dengan di tahun ke-25 setiap 6 bulan mengikuti untung Villa. 3. Di tahun ke-10 Modal Dikem-
balikan 100% tunai dan masih berhak menikmati penghasilan pasif lagi 15 tahun. 4. Komisi 10% setiap me ngajak tamu menginap di Villa Harmonis. 5. Ikut undian Grand Prize berupa mobil BMW, Honda Jazz, Avanza & Emas Mutiara 6. Tergabung dalam Komunitas Pemilik Villa Harmonis (Peluang Berlimpah).
7. Mendapat ID Card Pemilik Villa Harmonis. 8. Mendapat Sertifikat Pemilik Villa Harmonis. 9. Salinan Akta Perjanjian Kerja sama dari Notaris. Untuk informasi lebih lanjut silakan hadiri Grand Launching “Konsep Terkini Villa Harmonis “ Sabtu, 19 September 2015 pkl. 10.00 wita di Grand Santhi Hotel, Jln. Patih Jelantik Denpasar GRATIS : Makan
& Door Prize. Ketik : Nama Anda / Hadir / Grand Launching SMS ke : 081 999 646 318, 081 236 790 818 atau PIN : 57FF05D0 Tiket undangan bisa diambil di kantor Harmonis Land, Perum Kerta Dalem Mansion Blok B / 29 Sidakarya Denpasar. Saksikan dialognya hari Rabu, 16 September 2015 pukul 20.00 wita di Bali TV. Live Streaming www.balitv.tv
Anie Asmoro
Candra Puspita Dewi
model you can see. Ia lebih suka memilih kaus yang ada tangannya. Untuk jalan-jalan, ia memilih celana jeans atau celana kain ukuran ¾. “Celana pendek hanya saya kenakan di rumah,” kata Anie. Sedangkan, untuk acara adat undangan, ia pasti memilih kamen
dan kebaya, dan selalu menyanggul rambut. Untuk busana ke kantor, ia memilih bahan endek dan batik. Soal harga ia tak terlalu mematok, yang penting nyaman dan menyerap keringat untuk keseharian beraktivitas di kantor. -Wirati Astiti
Lebih Bagus Buka Usaha Sendiri Angeliqa Wu (paling kanan) bersama siswanya yang berprestasi
Peran sekolah desain dalam menyalurkan bakat calon desainer sangatlah penting. Dengan tambahan pengetahuan dari sekolah berupa pola, jahit, desain sesuai proporsi, konsep desain dan koleksi, pengenalan bahan, pengolahan kain, komputer desain, mempelajari sejarah mode dan tren saat ini hingga presentasi, akan menambah wawasan siswa sebagai calon seorang desainer baru.. Saat ini generasi muda Bali sangat antusias dengan keberadaan sekolah fashion design, karena karier di dunia fashion cukup luas cakupan atau pilihannya . Saat ini sangat banyak dibutuhkan oleh perusahaan
fashion dan textile. “Karier yang dimaksud, mulai dari desainer, tukang pola, asisten desainer, fashion stylist, fashion journalist, buyer, dan lain-lain,” terang AngelicaWu pemilik Angelica Wu Fashion Design Course di kawasan Jalan Kenyeri, Denpasar. Karena itulah Angelica Wu Fashion Design Course yang terbentuk sejak 16 Juni 2010, bergerak hadir dengan bidang pendidikan mode atau fashion. Konsep yang dijalankan sekolah ini adalah membuat siswanya nyaman dengan tempat belajar modern minimalis yang didesain khusus dengan fasilitas lengkap seperti ruangan yang ber-AC.
Begitu juga ruang jahit dilengkapi berbagai mesin jahit, termasuk lounge & studio room, LCD TV, komputer, serta perpustakaan.” Setiap sekolah desain memiliki kurikulum berbeda dan memiliki kelebihan masing-masing,” ujarnya. “Bagi para murid, kami juga menyiapkan tenaga pengajar dari kalangan desainer profesional serta praktisi yang andal di bidangnya,” lanjut Angelica Wu. Dengan motto “learning by doing”, ia menginginkan para siswanya dapat mempelajari fashion dengan mempraktekkan langsung serta melihat hasil karya desain secara visual. Ia juga menggantungkan harapan dunia pendidikan fashion di Bali bisa maju dan makin banyak sumber daya manusia ( SDM ) yang bisa berkreasi membuahkan hasil karya yang spektakuler
Unik dengan Bahan Etnik
Kawasan Villa harmonis di Ubud Bali
19
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Sebagai daerah dengan mayoritas umat Muslim, wanitawanita di Nusa Tenggara Barat banyak mengenakan busana Muslim dalam kesehariannya. Berbagai motif dan model busana Muslim terus berkembang mengikuti selera pasarnya. Tidak hanya busana yang terbuat dari bahan-bahan umum, busana Muslim kini melirik bahan-bahan berbau tradisional lokal yang menonjolkan ciri khas tiga suku di NTB, Sasak, Samawa dan Mbojo. Songket dan tenun ikat adalah bahan etnik yang kini
digemari wanita muslimah di NTB. Bahan dari songket dan tenun ikat khas Nusa Tenggara Barat
kini menjadi trend dalam berbagai busana yang tampak dalam berbagai kesempatan pula, seperti busana pesta, busana kantor hingga busana Muslim. “Busana Muslim di NTB sekarang lebih banyak mengambil bahan-bahan etnik karena unik,” ungkap Maya Damayanti, salah seorang disainer di Mataram yang banyak mendesain busanabusana Muslim dari bahan etnik. Selera busana Muslim wanita di NTB kini lebih menyukai hal-hal yang berbau tradisional etnik sehingga busana Muslim
dan mampu membawa nama harum Bali. Ia menjamin para siswa lulusannya akan dapat disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang berkualitas seperti designer’s studio, garmen, ataupun textile company. “Atau mereka ingin membuka usaha sendiri, malah lebih bagus sebab akan lebih banyak lagi dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru,” cetusnya. “ Tu j u a n k a m i m e m b u k a kursus fashion design ini karena ingin berkontribusi memajukan dunia pendidikan fashion di Bali. Membantu murid untuk berkarya walaupun tidak memiliki basic sama sekali dan menciptakan SDM yang andal dan berkualitas, “ paparnya. Konsep pembelajaran yang dilaksanakannya selama ini materinya antara lain Patternmaking
& Sewing; Fashion Anatomy & Design; Fashion Design & Illustration, Costume & Trend; My Fashion World dan Computer Design. “Ada juga Short Course untuk belajar tentang Kebaya & Bustier; Beading, Corsage ; Evening & Wedding gown; Draping & Reconstruction. Pilihan terakhir adalah private course ,” paparnya Saat ini, lanjut Angelica Wu, mereka yang selesai belajar di kelas full course 9 bulan, beberapa alumni sudah bergabung dalam satu brand concept store garapan Angeliqa Wu FDC yang akan launching Oktober nanti, dimana selain membuat koleksi, mereka mendapat pelatihan dan juga ada group discussion.” Semuanya bertujuan mewadahi dan mengembangkan kretivitas di bidang fashion di Bali,” tandasnya.” -Sri Ardhini
berbahan etnik ini sekarang sangat diminati. “Busana Muslim berbahan etnik sangat diminati dan laku baik di pasaran NTB. Bahkan bahan etnik NTB juga sangat diminati jika kami bawa ke luar NTB dalam pameranpameran yang selama ini digelar,” kata Maya yang pernah mengikuti Indonesia Fashion Week pada tahun 2014 lalu. Dengan ciri khas ini, menurut Maya, busana Muslim wanita NTB tidak mengacu pada trend lain melainkan hadir dengan trend sendiri dengan cirinya sendiri, yaitu lebih berwarna etnik. Meski dengan rok lebar melambai tetapi tetap modis dan indah meskipun lebar. Tenun ikat dan songket NTB yang indah membuat busana Muslim wanita di NTB juga menjadi memiliki kekhasan tersendiri. Busana-busana Muslim kantor juga kini banyak memakai tenun ikat tiga suku di NTB yakni,
Sasak, Samawa dan Mbojo. “Meski diaplikasikan ke busana kantor, bahan etnik berbau lokal ini sangat pas,” ujar Maya yang kini banyak melahirkan disain busana Muslim berbahan dasar NTB. Busana Muslim berbahan tenun ikat memang lebih diminati dibandingkan songket karena harga songket yang terbilang relatif mahal. Hal ini tidak hanya terjadi di NTB melainkan saat bahan songket dibawa ke luar NTB. Maka tenun ikat dianggap lebih pas untuk pasar karena harganya yang relatif terjangkau. Minat pasar busana Muslim NTB juga tidak pada tenun ikat printing melainkan yang tenunan asli. Bahan lokal yang memiliki banyak sekali pilihan, membuat busana berbahan etnik mampu menjawab selera pasar wanita di daerah ini. -Naniek I. Taufan
18
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Life
Kreasi Soft Opening Beauty World Beauty World merupakan salon supplier terlengkap yang menyediakan produk-produk kecantikan ( cosmetic, beauty equipment dan accessories). Dengan target market customer yaitu beauty professional seperti salon, spa, klinik kecantikan, dokter (Aesthetic & Dematologi), wholesale bahkan end user (Retail). Selain menyediakan produk-produk, Beauty World juga menyediakan service atau treatment seperti face treatment berupa facial, body treatment berupa body massage, body spa, body whitening dan body slimming serta foot relax dan foot complate. Jasa treatment ini hanya ada di dua cabang Beauty World di Jakarta yaitu di cabang Mangga Dua Square dan Janssen House Pasar Baru. Dengan visi yang membawa konsep” One Stop Beauty Salon Supplier”, Beauty World mempunyai program kemitraan bagi siapa saja yang bergelut di bidang kecantikan dan spa yaitu program “Beautypreneurship”. “Program ini membawa mitra kami menjadi enterpreneur, dimana tujuan utama program ini adalahuntukmembangun dan menjaga hubungan yang baik dengan customer dan mitra kerja,” ujar Business Development Manager Achmad DJ. Orientasinya adalah untuk meningkatkan dan memperbesar bisnis di industri kecantikan dengan memberikan jasa edukasi berupa spa operating management, spa development consultacy dan training center. Beauty World yang sudah berdiri selama 13 tahun dengan Kantor Pusat di Jakarta, kini kembali Beauty World membuka cabang kedua di Bali, Senin (7/9) yang berlokasi di Jl. Maluku II No. 1 Dauh Puri, Denpasar Selatan- Bali. –Inten Indrawati
Sanggar Maha Bajra Sandi di Bandung
Sampaikan Pesan Bhineka Tunggal Ika Hari itu merupakan hari nasional, lahirnya Negara RI yang ke 70. Namun, suasana Gedung Indonesia Menggugat Bandung, tempat Soekarno membacakan pembelaannya terhadap negerinya itu diwarnai kegiatan seni tradisional. Dua budaya antara Karang Kamulyan Bandung dan Maha Bajra Sandhi Bali bertemu dalam satu pentas menyajikan seni tradisi menyuarakan Indonesia. Kreatif, indah dan menebar aura sacral.
D
uta seni Pulau Dewata yang pendukungnya lebih banyak anak-anak setingkat TK hingga SMP menyajikan pentas seni tanpa batas. Mereka tak hanya piawai memainkan gamelan tradisional, tetapi juga menari penuh ekpresif. Kemampuan seni yang multi itu seakan tak ada spesialisasi, sebab anak yang mula-mula sebagai penabuh tiba-tiba bangun berperan sebagai penari. Hal tersebut seakan menjawab kekhawatiran sistem pendidikan seni yang terspesialisasi seperti sekarang ini. Suasan pentas dengan sistem kalangan membuat antara penari dan penonton seakan tak ada jarak. Seniman belia ini tampil dengan penuh spirit Indonesia. Filosofi toleransi, tanpa membedakan atribut suku dan agama dijunjung tinggi hingga roh kebangkitan Bhineka Tunggal Ika terasa kental. Bahkan
penyajian seniman anak-anak ini menjadi simbol dari pagelaran 7 abad lahirnya Bhineka Tunggal Ika. “Kami senang dan bangga bisa tampil di Bandung walau itu dengan biaya sendiri,” kata Amri yang diiyakan teman-temannya. Kegiatan seni dengan tajuk “Manifesto Kebuda-YA-an Solusi Abad 21” itu diawali dari grup seni Karang Kamulyaan Bandung dengan menyajikan Tari Tarawangsa yang memiliki roh spiritual. Selanjutnya seniman Maha Bajra Sandhi yang didukung sekitar 70 seniman itu menampilkan moralitasnya sebagai penerus bangsa yang berkarakter yang digambarkan dalam sajian seni Garba Datu Menapak Bumi Nusantara. Sajian berikutnya ada tabuh Terompong Agung, Puisi Lang, Baris Sangkalpa, Tabuh Prakempa, dan Gong Goncangan Dunia Baru; Aubade Lebar Prana. Selanjutnya
diselingi tari dan tabuh Garuda dari Karang Kamulyan. Maha Bajra Sandhi kemabli menampilkan Tari Legong Seledet Tatit, Legong Tri Dewi, Tabuh PaBali, Tabuh Macan Ngreng dan tabuh Indonesia Menggugat yang diciptakan secara khusus. Ada pula rampak kendang dari Karang Kamulyan yang dimainkan oleh anak anak yang penuh spirit. Pementasan kemudian ditutup oleh pementasan ekplorasi kendang dari seniman Sunda dan Bali. Mula-mula Elan seniman Bandung berekplorasi dengan Gus Gentorang, Selanjutnya Kang Ugan tampil bersama Drs. Ida Wayan Oka Granoka. Walau mereka memainkan kendang dari masingmasing daerahnya, namun suara yang beda itu mereka ramu menjadi satu suara music yang indah. Ida Wayan Oka Granoka selaku pendiri dan penggagas Perguruan Yoga Musik Maha Bajra Sandhi (MBS) memaparkan, penyajian kreativitas MBS ini bukan sekedar pentas, melainkan untuk memaknai momentum 70 tahun Indonesia Merdeka, NKRI (1945-2015) dan Rekonsiliasi Besar Abad 21 “Menuju Puncak”. “Hal ini sebagai harapan capaian fase mahardika setelah merdeka. Mahardika yang dimaksud adalah kemerdekaan atau kebangkitan jiwa murni bangsa, kebangkitan
AirAsia Bali Beach Run 2015
AirAsia Bali Beach Run 2015 yang digelar Minggu (6/9) di Pantai Kuta, Bali, diikuti 1.800 pelari, dibuka oleh jajaran Komisaris AirAsia Indonesia dan Indonesia AirAsia X didampingi Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko dan Hendra Lapusa selaku President Director PT Trijaya Dewata. “Kami sangat senang melihat antusiasme peserta, karena peserta tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari negara Asia lainnya, Australia dan Eropa. AirAsia juga memiliki nilai yang sama dengan olahraga yang menghargai kegigihan, sportivitas, dan kerjasama,” ujar Sunu Widyatmoko. Tampil sebagai juara pertama kategori 10 km pria Dennis Isika dari Kenya. Juara pertama kategori 10 km wanita Jackline Musyawa Nzivo juga dari Kenya. Kategori 5 km, tampil sebagai juara pertama kategori pria Samgar Kamlasi dari Indonesia sedangkan Ni Kadek Ayu Sukamiti dari Indonesia kategori wanita. Selain kategori 5 km dan 10 km, AirAsia Bali Beach Run pada tahun ini juga menghadirkan kategori 2,5 km yang ditujukan sebagai salah satu aktivitas berlibur bagi pemula dan keluarga. –Inten Indrawati
kembali energy-energi lokal dan kreatif-kreatif lokal,” katanya. Granoka kemudian mendeskripsikan bahwa kondisi manusia saat ini memerlukan satu entitas pakarana (curriculum vitae) yaitu sejenis deskripsi awal seni-sainsfondasionalisme yang meliputi tiga katagori. Yaitu Musik (Musik Articulations), Linguistik (Linguistik Turn) dan Mistik (UnionMystica). Kurikulum inilah yang diterapkan dalam mendidik anak-anak asuhnya
yang tergabung dalam Maha Bajra Sandhi. Dikatakan pula, program ini sudah dirintis sejak tahun 2000 yang disebut Garba 2000-2020. Garba itu dibagi dalam tiga stadium, tahapan yaitu Estetik (2000-2006), Etik (2007-2013) dan Religius (20142020). Ia kemudian melakukan sebuah pencarian sehingga menemukan Indonesia (Nusantara Abad-21) saat ini berada dalam esensi waktu penciptaan kosmis yang disebut Mahawinduprasapta. Mahawinduprasapta itu, jelasnya yaitu tujuh kali periode waktu mistis penciptaan Brahma disebut Kalpa. Yaitu 70000 tahun letusan katastrofi Samosir Kaldera Danau Toba, 7000 tahun SadGuru pendiri Tantrayoga (Zaman bertemu diri, Perwujudan Kedamaian), 700 tahun Bhinneka Tunggal Ika (Sutasoma XIV-XXI, Solusi Terciptanya Toleransi Besar) dan 70 tahun Indonesia Merdeka. “Sebuah kebetulan yang tidak biasa yaitu kepemimpinan puncak RI I pun sedang berada dalam hitungan ke tujuh, sebuah periode waktu mistis yang harus dimaknai dengan bergegas menuju pencapaian puncak zaman,” imbuhnya. -Darsana
Story
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Luka Disembuhkan Lagu Alunan suara merdu Yolanda seolah membius para penonton di salah satu event musik di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tepuk tangan bergemuruh ketika Yolanda mengakhiri lagu jazz yang dinyanyikannya dengan begitu apik. Demikian pula ketika Yolanda tampil menyanyi di kafe tempatnya bekerja, ia total menyajikan syair demi syair yang mampu mengatur ‘irama’ suasana yang melegakan.
T
epuk tangan dan apresiasi penonton dan penikmat musik yang diterimanya hari ini, tidak didapat dengan mudah olehnya. Pahit getir kehidupan penuh cobaan yang telah dilaluinya sejak kecil, menjadikannya sebagai Yolanda hari ini. Yolanda yang tegar, tabah, kuat dan mandiri. Lahir dari keluarga yang broken home (orangtuanya bercerai sejak ia masih sangat kecil dan belum tahu apa-apa), membuat bungsu dari tiga bersaudara ini tidak banyak merasakan kasih sayang dari orangtua. Yolanda bahkan tidak mengenal benar wajah ayahnya, kecuali lewat foto. “Saya tidak pernah tahu wajah ayah kecuali saat ibu memperlihatkan fotonya,” kata Yolanda. Ketika orangtuanya bercerai, ia ikut dengan ibunya dan dua kakaknya ikut dengan ayah mereka (salah seorang kakaknya kini telah meninggal dunia). Sejak itu tiga bersaudara ini nyaris tak pernah berkomunikasi apalagi bertemu. “Semua seperti lepas dari ikatan kehidupan saya,” ujarnya. Apalagi saat ia duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, ayah kandungn ya meninggal dunia. Ketika ibunya memilih menikah lagi dengan duda beranak lima, hidup Yolanda makin terpuruk. Ayah tirinya yang tidak bisa memperlakukannya dengan baik, menjadi salah satu ujian terberat yang dihadapinya. Ketidakadilan prilaku ayah tirinya menjadi bagian paling menyakitkan baginya. Hari-harinya banyak mendengar umpatan dari ayah tirinya. “Bahkan secara fisik saya juga disakiti,” ujar Yolanda. Yang paling menyedihkan dan membekas serupa luka yang tidak bisa sembuh adalah ketika ayah tirinya melontarkan kata-kata sumpah serapah yang paling menyakitkan bagi seorang seorang perempuan. Itu dilakukan di muka umum, disaksikan banyak orang. Yolanda pun minggat dari rumah. Gadis kecil itu menumpang hidup beberapa hari di rumah tetangga. Sedih hati Yolanda bukan hanya mendapat perlakukan demikian, tetapi lebih dari itu bahwa ia harus memaklumi kepedihan hati ibundanya yang tidak bisa membelanya karena keadaan. “Meskipun saya sempat marah pada ibu yang tidak bisa membela saya, tapi saya memaklumi keadaannya waktu itu,” ujarnya. Yolanda sempat protes pada ibundanya saat itu, mengapa ibunya menikah lagi. Dengan lugas Yolanda mengatakan bahwa karena ibunya menikah lagi itulah membuat hidupnya sengsara. Lama Yolanda memahami mengapa ibunya memilih jalan menikah lagi. Ibunya memiliki alasan tersendiri tentang itu yang bisa diterima oleh Yolanda. Sehingga ia hanya berujar pendek, “saya maklum”. Meski hidup dengan suasana yang tidak dapat memberikan kasih sayang sepenuhnya pada putrinya itu, ibunda Yolanda harus menjalani takdir hidupnya mengurus lima anak dari suaminya. Dari sanalah Yolanda merasa bahwa ia jauh dari dukungan dan kasih sayang. Ia kehilangan hal-hal normatif dalam kehidupan sebuah keluarga. Anak sekecil itu dipaksa sudah harus mengambil dan menentukan sendiri pilihan-pilihan hidupnya, akan mau ke mana ia bawa masa depannya. Yolanda beruntung ketika menyadari potensi yang ada dalam dirinya. Dalam kondisi menghadapi
tekanan, di usia yang masih terbilang kecil yaitu saat duduk di bangku SMP, Yolanda meneguhkan hatinya untuk keluar dari masalah tersebut dan menemukan solusi sendiri dan dengan caranya. Yolanda yang pandai menyanyi ini terbilang anak yang luar biasa. Dalam kondisi tertekan seperti itu, Yolanda tidak jatuh ke hal-hal negatif melainkan
ia mampu beradaptasi dengan keadaannya dan menemukan kehidupannya sendiri pada jalur yang benar. Lewat suaranya yang merdu, Yolanda kecil mulai naik turun panggung. Secara otodidak keahliannya berolah vokal ini telah membawanya dari satu panggung ke panggung lainnya. Ia menjadi penyanyi sejak usia terbilang kecil. “Selama SMP dan SMA saya telah membiayai sendiri sekolah saya,” kata Yolanda. Ia sama sekali tidak lagi merepotkan ibunya karena ia tahu kondisi ibundanya yang serba sulit. DITONTON IBU Selain menyanyi secara profesional, Yolanda juga kerap menjadi bintang
panggung dengan menggaet predikatpredikat terbaik dalam berbagai lomba menyanyi yang diikutinya. Ia seperti berjalan sendiri. Sedih seorang diri dan ketika bahagia pun seorang diri. Ia selalu sedih ketika rekan-rekannya yang lain sesama peserta terlihat selalu diantar dan didampingi oleh ayah dan ibunya, sedangkan ia tampil berjuang di atas panggung tanpa ada yang membanggakan prestasinya. “Ibu sama sekali tidak pernah melihat saya menyanyi ataupun saat saya dapat juara, apalagi ayah. Saya selalu menerima penghargaan seorang diri tanpa siapa pun yang membanggakan saya sehingga bisa menjadi support bagi diri saya,” ujarnya tersenyum getir. Sampai akhirnya ia membuktikan diri dengan bakat dan kemampuannya menyanyi Yolanda mampu hidup mandiri. Bahkan ketika hijrah dari kota kelahirannya di Pulau Jawa ke Lombok, ia sukses menjadi penyanyi. Tidak hanya dapat membiayai kehidupannya dengan keluarga kecilnya,
7
Yolanda juga membagi rezeki dengan keluarga ibundanya. Kehidupan yang semakin dewasa telah mengajarkan banyak hal. Di samping suami dan anaknya, ia tidak memiliki siapa-siapa kecuali satu-satunya adalah ibundanya, yang dekat di hatinya. “Saya memahami kesulitan-kesulitan ibu sehingga seperi terlihat mengabaikan saya, namun saya juga memahami bahwa ibu sangat menyayangi dan mencintai saya,” kata Yolanda yang begitu bangga ketika suatu hari ibundanya menonton ia menyanyi di Senggigi. “Itu pertama kali ibu melihat saya menyanyi, setelah hampir 20 tahun saya menyanyi,” katanya. Kini Yolanda rajin berkomunikasi dengan ibunya dan atas apa yang pernah dilakukan oleh ayah tirinya pada dirinya, Yolanda kerap menyampaikan isi hatinya pada sang bunda. “Saya memaafkan Bapak (ayah tirinya), namun saya tidak bisa melupakan apa yang sudah dilakukannya,” ujar Yolanda dengan mata berkaca. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Kesuksesan tak Hanya Ditentukan Kecerdasan Intelegensi
Banyak orangtua yang ingin tahu tentang kemampuan intelegensi anaknya. Tes mengukur kemampuan biasanya dilakukan di sekolah atau secara pribadi. Orangtua harus memahami apa tujuan dari tes ini dan apa yang mau dilakukan dengan hasil tes.
“A
nak saya pernah tes kecerdasan intelegensi di sekolah. Hasilnya, dia berada di atas rata-rata. Tetapi, ada catatan, untuk teori kemampuannya bagus namun untuk praktik, agak kurang,” ujar Bu Agustin. Sementara itu Bu Yuniar mengaku anaknya belum pernah tes kecerdasan. “Saya belum tahu dimana bisa tes dan untuk apa hasil tes nanti,” katanya. Masyarakat umum mengenal inteligensi sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran ataupun kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Gambaran tentang anak yang berintelegensi tinggi adalah siswa yang pintar, selalu naik kelas dengan nilai baik, wajahnya bersih, pakaian rapi, mata bersinar, komunikatif dan sopan. Sebaliknya, gambaran anak yang berintelegensi rendah ditunjukkan sebagai orang yang lamban berpikir, sulit mengerti, prestasi belajar rendah serta kurang komunikatif. “Dalam buku Human Ability, Spearman dan Wynn Jones (1951) mengemukakan adanya suatu konsepsi lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia dengan gagasan abstrak yang universal, untuk dijadikan sumber pengetahuan sejati,” ujar Ni Ketut Jeni Adhi, S.Psi, M.Psi, Psikolog, dosen Prodi Psikologi Universitas Dhyana Pura, Bali. Ia menambahkan, kekuatan itu dalam bahasa Yunani disebut nous sedangkan penggunaan kekuatan disebut noesis. Kedua istilah ini dalam bahasa Latin dikenal dengan intelectus dan intelligentia yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi intellect dan intelligence. Dalam bahasa Indonesia, digunakan intelegensi. “David Wechsler, pencipta skala-skala intelegensi Wechsler (WPPSI, WISC, dan WAIS/ WB) menyebutkan intelegensi
Ilustrasi anak yang sedang mengikuti tes IQ
sebagai kumpulan atau totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional serta menghadapi lingkungan dengan efektif,” kata pengurus Himpunan Psikologi (Himpsi) Wilayah Bali sie Data dan Layanan ini. Ciri-ciri perilaku yang ditunjukkan seseorang yang memiliki kecerdasan intelegensi antara lain adanya kemampuan memahami dan menyelesaikan problem mental dengan cepat, kemampuan mengingat, kreativitas yang tinggi, imajinasi yang berkembang, kemampuan yang baik dalam mengemukakan pendapat, kekayaan informasi, kemampuan menggunakan konsep angka dalam berhitung, perhatian terhadap detil serta memiliki kemampuan untuk berpikir runtut. Pengukuran kecerdasan intelegensi dapat dilakukan dengan tes IQ yang diberikan seorang psikolog untuk menentukan kategori kecerdasan intelegensi sesorang. “Tes IQ diberikan sesuai dengan tingkatan usia seseorang dimana norma kelompok diberlakukan. Idealnya saat anak berusia 6 tahun dan ia sudah bisa berkomunikasi dengan baik,” kata Jeni.
“Orangtua jangan kaget kalau hasil tes IQ anak tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bawalah anak tes saat kondisinya sehat dan perasaannya tenang. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, jangan lantas kecewa. Berikan motivasi kepada anak untuk menunjukkan potensi terbaiknya”
Psikolog di Biro Psikologi Tema Insan ini menjelaskan kecerdasan intelegensi dipengaruhi dua hal, bawaan dan lingkungan. Faktor bawaan berupa potensi yang dapat dibarat sebagai bahan baku. Faktor lingkungan yang akan menstimulasi berupa proses yang dialami anak melalui belajar dan stimulasi yang didapat oleh anak. Makin sering diberi stimulus atau dilatih, kemampuan intelegensi anak
akan makin optimal. Kalau tidak ada stimulus, kemampuan anak menjadi stagnan.
INTERVENSI LEBIH AWAL Berdasarkan skala Wechsler, hasil tes IQ 131 ke atas (sangat cerdas), 121-130 (cerdas), 111120 (diatas rata-rata), 105-110 (rata-rata atas), 96-104 (ratarata), 91-95 (rata-rata bawah), 80-90 (dibawah rata-rata), 6679 (borderline), 52-65 (retardasi mental ringan), 36-51 (retardasi mental sedang), 20-35 (retardasi mental berat). Bagi anak yang hasilnya dibawah borderline, sebaiknya dimasukkan ke sekolah luar biasa atau sekolah inklusif. Namun, sekolah tidak akan langsung menerima. Harus ada rekomendasi dari psikolog serta hasil tes IQ. Mengenai pentingnya tes IQ, Jeni mengatakan ada dua hal. Pertama, untuk mendeteksi kelebihan atau kelemahan anak sehingga bisa melakukan intervensi lebih awal. Kalau memiliki kelebihan harus diberikan wadah agar kemampuannya tersalurkan. Sebaliknya jika memiliki kelemahan, segera lakukan konsultasi agar kondisinya segera tertangani. Kedua, untuk mengetahui fluktuasi emosi anak. Seberapa besar anak mau berusaha dan menunjukkan kreativitas. “Orangtua jangan kaget kalau hasil tes IQ anak tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bawalah anak tes saat kondis-
inya sehat dan perasaannya tenang. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, jangan lantas kecewa. Berikan motivasi kepada anak untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” papar Jeni. Mengenai korelasi kecerdasan intelegensi dengan kesuksesan, ia mengatakan kesuksesan tidak hanya ditentukan kecerdasan intelegensi semata. Masih ada banyak faktor yang menentukan, seperti kecerdasan emosi, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, dan daya juang. Kecerdasan intelegensi seseorang akan makin nampak dan berguna jika diimbangi dengan kecerdasan lain itu. –Ngurah Budi
Griya
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Pesona “Si Tanduk Rusa”
Salah satu jenis tanaman hias yang cukup menarik yang dikenal masyarakat dengan nama simbar merupakan sekelompok tumbuhan paku epifit yang tergabung dalam marga platycerium. Tanaman paku tanduk rusa ini memiliki penampilan yang khas karena memiliki dua tipe entalnya bercabang-cabang berbentuk seperti tanduk rusa. Spesies paku yang juga dikenal sebagai simbar menjangan ini dapat dijumpai tumbuh liar di berbagai daerah tropika dan subtropika di dunia.
S
alah satu stan bunga yang cukup banyak mengoleksi beragan jenis tanaman simbar ini adalah Bintang Orchid yang berlokasi di Tanjungbungkak, Denpasar. Pengelolanya, Gusti Ketut Catra mengatakan stan bunga milik kakaknya ini awalnya “bermain” di bunga anggrek. Lambut laun, Bintang Orchid yang sudah berjalan 8 tahun ini merambah ke jenis tanaman lain termasuk simbar. Tanaman simbar koleksinya ini, selain dari Bali, ada juga dari Papua, Kalimantan, Jambi,
Jeni Adhi
Mendongeng Lima Menit
burung hantu, raja si penidur
Burung-burung di Kerajaan Unggas merasa tidak pernah punya raja, karena mereka belum pernah melihat pemimpinnya. Konon raja mereka bernama Paduka Raja Burung Kondor. Burung raksasa itu acap kali mengambil muka ke kayangan, atau menyergap mangsanya Made Taro di padang pasir. Satu kali pun raja itu tidak pernah bertatap muka dengan rakyatnya. “Kita pilih raja baru, yuk!” usul Rangkok di tengahtengah banyak burung yang hinggap di cabang pohon. Usul itu disambut baik oleh para unggas. Mereka menugasi si Pelatuk untuk menyebarkan pengumuman. “Tuk tuk tuk, … tuk tuk tuk…!” demikian bunyi kulkul bertalu-talu yang dipukul oleh Pelatuk. Dalam waktu singkat sebagian besar unggas berkumpul. Muncul beberapa calon raja, antara lain : Pungguk, Rangkok, Belibis, dan lain-lain. Aneh, dalam pemilihan itu tiba-tiba muncul nama yang tidak pernah diunggulkan, yakni burung hantu. Pemimpin baru itu disambut sangat gembira oleh para unggas. Konon, pemimpin itu memenuhi persyaratan antara lain: berwibawa, sedikit bicara, bijaksana, dan rajin bekerja siang-malam. Ketika pemimpin baru itu akan dilantik, di atasnya melintas seekor burung gagak. Burung berbulu dan berparuh hitam itu terheran-heran melihat kerumunan yang meriah disertai tari, nyanyian
dan sorakan yang memekakkan telinga. Burung gagak itu lalu hinggap di sebuah ranting pohon yang tumbuh tidak jauh dari tempat itu. Melihat gagak yang keheranan, burung curik yang ikut dalam kerumunan itu terbang mendekati burung gagak. “Apa-apaan itu, Curik?” tanya Gagak. “Gawat, Tuan! Mereka memilih raja baru yakni Paduka Raja Burung Hantu.” Selanjutnya curik yang suka mengambil muka kepada gagak itu menjelaskan bahwa pemilihan itu dipaksakan dan sarat akan kepentingan. “Apakah dalam pemilihan itu ada Angsa, Elang atau Kasuari?” tanya Gagak. “Nah, itulah Tuan! Justru tokoh-tokoh itu, termasuk Tuan Gagak yang cakap, berwibawa dan berbakat tidak diundang.” Gagak yang sejak dulu berambisi menjadi raja itu, lalu hinggap di pohon tempat kerumunan itu. “Hai, Unggas!” teriaknya. “Tindakanmu sangat gegabah. Tahukah kamu bahwa bangsa unggas sudah punya raja bernama Paduka Raja Burung Kondor? Tahukah kamu apa akibatnya kalau sebuah negeri mempunyai dua pemimpin? Tanggunglah akibatnya, kalau Paduka Raja menuduh kau yang memulai menabuh genderang perang.” Mendengar wejangan Tuan Gagak, satu persatu kerumunan burung itu terbang meninggalkan tempat. Tinggal Paduka Raja Burung Hantu yang sedang duduk di singgasana. Di sebelahnya berdiri burung pelatuk yang asyik mengibas-ngibaskan kipas untuk raja yang baru itu. Namun kemudian tukang kipas itu pun terbang meninggalkan tempat. Di situ hanya tinggal seekor burung hantu yang tertidur lelap di atas singgasana.
17
Beberapa spesies simbar
Australia, Thailand dan Laos. “Masyarakat Bali khususnya paling banyak suka simbar Papua, karena bentuknya yang besar,” ujarnya. Simbar-simbar ini bisa ditempel pada batang pohon lain atau media lain, bisa jugadi gantung. Perawatannya juga tak terlalu sulit, yang terpenting berada di tempat lembab. “Kecuali simbar Jambi. Ini agak sulit perawatannya,” ujar Catra sembari menunjuk satu spesies simbar yang memiliki cabang-cabang daun seperti tanduk rusa. Daya tarik simbar memang terletak pada daun dan lidahnya.
Pengmbangbiakan simbar dari spora. Secara alami, spora akan diterbangkan angin dan tumbuh di tempat-tempat lembab. Bisa juga diternak, dicari sporanya, diisi lumut dan ditutup. Harga jual simbar yang sudah jadi pun cukup tinggi. Simbar Papua yang besarnya hanya sekepalan tangan bernilai Rp 150 ribu. Hingga yang paling besar denga ketinggian sekitar 1 meter dan diperkirakan berusia lebih dari 10 tahun dipatok dengan harga Rp 25 juta. “Jika penghobi tanaman, mereka pasti tau ini spesies langka, bentuknya indah,” tandasnya. -Inten Indrawati
16
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
“Leak Ngakak” Akhiri PKKMB IKIP PGRI Bali Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Bali 2015 yang berlangsung mulai Rabu (9/9), ditutup Sabtu (12/9). Selain ceramah-ceramah, Ketua Panitia Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd. mengatakan, PKKMB dengan tema “Melalui PKKMB IKIP PGRI Bali Mendidik Mahasiswa Proaktif, Analisis, Kreatif, Inovatif dan Berkarakter” yang diikuti 625 mahasiswa baru juga diisi dengan kerja bakti di lingkungan kampus dan penghijauan di luar kampus. Semua kegiatan tersebut dikatakannya sudah mengacu pada surat keputus an Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 25/DIKTI/Kep/2014, tentang panduan umum PKKMB.
Y
ang menjadi istimewa dari PKKMB IKIP PGRI Bali kali ini adalah ditutup dengan pementasan Calonarang Kolosal “Leak Ngakak” yang melibatkan dosen dan mahasiswa IKIP PGRI Bali. Pementasan seni ini dikatakan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta,S.H., M.Hum., untuk menunjukkan bahwa IKIP PGRI Bali yang memiliki Jurusan Sendratasik mampu menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat luas, yang sekaligus juga menjadi bagian dari promosi. Acara penutupan yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Centre Denpasar tersebut, juga diisi lagu, baca puisi, dan demo seni dari mahasiswa FPBS yang dipamerkan di depan Gedung Ardha Candra. Sebelumnya, diawali dengan penandatanganan MoU antara IKIP PGRI Bali dengan Pemda Klungkung, BNN Provinsi Bali, dan LPMP Provinsi Bali. “Sebelumnya,
Kawasan Tanjung Benoa dikenal sebagai tempat wisatawan untuk menguji adrenalin dalam urusan air. Banyak wahana yang ditawarkan di sepanjang pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Ada parasailing, banana boat, jetski, tubbing, dan fly fish. Semua ini termasuk aktivitas yang membuat jantung berdegup kencang.
kami sudah melakukan MoU dengan Kota Denpasar, Gianyar, dan Badung. Berikutnya tentu saja kami akan merangkul semua kabupaten di Bali. Ini merupakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bahwa keberadaan IKIP PGRI Bali benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. -ten
Dara
Edukasi
Leak Ngakak
Cerita ini dimulai dari perjalanan hidup Ni Calonarang di Desa Dirah. Sejak mendapatkan anugerah ilmu kesaktian dan pustaka suci Niscaya Lingga dan Nircaya Lingga oleh Dewi Durga, tiga dunia pun dikuasainya. Di Penepi Siring, ada seorang penduduk yang bernama Madu Segara. Begitu lama penyakit yang diderita suaminya tak kunjung pulih. Madu Segara memohon belas kasihan dan mengungkapkan keinginannya untuk berguru kepada Calonarang. Namun hal tersebut ditolak Calonarang karena Made Segara (suaminya) masyarakat “wong sudra”. Tentunya hal ini membuat Made Segara kecewa, sedih, dan marah bercampur menjadi satu. Seiring berjalannya waktu, sakit suaminya pun makin parah hingga ajal menjemput. Madu Segara hanya pasrah dan tak henti-hentinya memohon Dewa Maut untuk mencabut nyawanya agar dapat mendampingi suaminya di alam baka. Melihat keteguhan hati Madu Segara, Dewi
Pementasan Calonarang Kolosal “Leak Ngakak” oleh IKIP PGRI Bali Durga merasa kasihan dan menganugerahinya kesaktian yang melampaui kesaktian Calonarang. Perang tanding antara Calonarang dan Madu Segara pun tak dapat dihindari, sampai pada kekalahan di pihak Calonarang. Namun disini, Dewi Durga telah berjanji bahwa Calonarang adalah murid yang utama. Kesaktian Madu Segara diambil setengahnya, yang pada ketika itu Madu Segara dijuluki Ni Rarung. Kondisi tersebut berdampak negatif terhadap Kerajaan Kediri, termasuk Dirah yang masih dalam wilayah kekuasaan Kediri. Calonarang makin semena-mena, banyak korban berjatuhan. Dengan nasihat pendeta istana Mpu Baradah, Calonarang akhirnya mendapatkan hukuman yang layak atas segala perbuatannya. Dalam cerita Calonarang itu, Rektor Made Suarta mengatakan terselip
nilai-nilai pendidikan karakter yang selama ini diterapkan IKIP PGRI Bali. Bahwa, sehebat-hebatnya seseorang, jika sudah bersifat negatif pasti akan dikalahkan oleh kebenaran.Rwa Binneda selalu berdampingan. Tergantung seseorang mau menonjolkan yang mana? Salah menggunakan kelebihan yang dimiliki pasti bermuara pada kesulitan. Ilmu yang bersifat negatif lebih cepat dirasakan (instan) oleh masyarakat namun cepet juga hilangnya, kembali dikalahkan darma. Sementara ilmu yang bersifat darma akan tetap stabil dan bertahan sepanjang zaman. “Jadi penekanannya bagaimana menyatukan pikiran, perkataan dan perilaku. Tidak seperti tokoh Calonarang, yang pikiran, perkataan, dan perbuatannya tidak menyatu,” tandasnya. -ten
Terbang di Atas Ombak Tanjung Benoa memilih tandem dengan pengembudi jetski. “Kalau saya tidak pegangan yang kuat, mungkin sudah terbanting di tengah laut. Tetapi asyik, bisa diajak menikmati petualang, berputar dengan posisi jetski berdiri. Terbang di atas ombak juga mengasyikan. Tapi, kalau sendirian, tidak berani,” ujarnya sembari tertawa. Untuk menikmati jetski selama 15 menit tarifnya 35 USD. Itu harga yang tercantum di price list Taman Safari Dive & Marine Sports. Harga ini sudah termasuk pendampingan instruktur.
Wisatawan juga tidak usah khawatir karena ada tanggungan asuransi. Pengalaman yang tak kalah seru diungkapkan Wahyu yang menjajal parasailing. Ia merasa tubuhnya makin lama makin melayang karena terbang bersama parasailing yang ditarik boat. Untuk satu putaran, sudah cukup untuk menikmati kawasan wisata Tanjung Benoa. Semua aktivitas di pantai terlihat dengan jelas. Namun, harus berhati-hati kalau angin kencang.
9
“A
B
agi yang ingin santai, jangan khawatir karena aktivitas trawling fishing tour, pelesir ke pulau Penyu, atau hanya sekadar menikmati pantai Tanjung Benoa. Imam, salah seorang wisatawan asal Jawa Timur yang menjajal jetski mengaku awalnya degdegan. “Kelihatannya gampang, hanya memainkan panel gas. Tetapi, kalau sudah diterjang ombak, rasanya luar biasa,” ujarnya. Pengalaman Leon lain lagi. Karena tak berani sendiri, ia
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
“Turunnya itu yang sulit. Saya sudah berusaha untuk menarik tali sekuat tenaga agar bisa mendarat tepat di lokasi start. Untungnya petugas darat dengan sigap mengejar dan menarik,” ungkap wisatawan yang datang ke Tanjung Benoa dalam rangka gathering perusahaan ini. Bagi yang ingin menikmati atraksi beramai-ramai, pilihannya banana boat. Penumpangnya bisa 3 sampai 5 orang. Mereka bisa sambil bermain-
main dengan banana yang meliuk-liuk. Sekali waktu pengemudi boat bisa membuat banana ini terbalik. Durasi atraksi ini sama dengan jetski, 15 menit. Harganya pun sama, 35 USD. Bagi yang belum pernah melihat tukik dan penyu, jangan sampai melewatkan Tanjung Benoa. Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya, S.E., M.Si. berkelakar, dulu Tanjung Benoa identik dengan pembantaian penyu. “Kini Tanjung Benoa sudah berubah, kami memiliki penangkaran tukik. Kalau lihat tukik dan penyu datanglah ke Tanjung Benoa,” ujarnya di sela-sela kegiatan pelepasan tukik dalam rangkai an Pengabdian Masyarakat Pasca sarjana Unud Peduli 2015. –Ngurah Budi
yu sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua orang yang tanpa kenal bosan maupun lelah mendukung dan membantu Ayu sampai mendapatkan gelar Jegeg Bali. I wouldn’t be here if it wasn’t for their help and their support,” ujar dara kelahiran Denpasar, 6 Juli 1997 ini. Sebagai Jegeg Bali, Ayu mendapat kesempatan bertugas menghadiri dan berpartisipasi dalam banyak event, sharing mengenai pengalaman dan pandangan mengenai isu-isu, mendampingi dan berdiskusi dengan beberapa tokoh seperti Menteri UMKM, Menteri Pariwisata, Gubernur DKI Jakarta, Hermawan Kartajaya, dll. Ia juga berkesempatan menghadiri pemilihan Abang None Jakarta dan berkenalan dengan dutaduta wisata dari banyak provinsi dan saling tukar pengalaman mengenai pariwisata di daerah masing masing. Bersama seluruh temanteman Semeton Jegeg Bagus (Sejebag) Bali mereka akan berupaya untuk berkontribusi terhadap Bali baik dari segi pariwisata maupun nonpariwisata dengan melancarkan beberapa program kerja. “Program kami antara lain kegiatan sosial (safari kesehatan dan pariwisata sejebag Bali, gerakan seribu buku tulis, kunjungan ke panti asuhan dan kegiatan bersama difabel), mengadakan lombalomba bagi masyarakat luas agar dapat turut berpartisipasi dalam pelestarian wisata seperti speech contest, lomba fashion show endek kasual. Ada juga kunjungan pariwisata dan promosi budaya pariwisata ke beberapa daerah di Indonesia dan negaranegara lain,” ungkap peraih gelar “Miss Sunburst Youth Camp 2014” di International Youth Gathering “Sunburst Youth Camp 2014”, Singapura serta anggota delegasi Indonesia di International Community Development and Leadership Summit 2013, New Delhi, India ini. Ayu punya pengalaman berkesan selama mengikuti konferensi di India karena dapat kesempatan berkeliling India, mengunjungi historical sites di s a n a , belajar kebu-
Ayu Saraswati
Maksimalkan Waktu Pemilihan Jegeg-Bagus Bali 2015 sudah berlalu. Putu Ayu Saraswati terpilih sebagai Jegeg Bali 2015 sekaligus Jegeg Bali Favorit. Apa tugas Ayu selanjutnya dan apa harapannya terhadap generasi muda? dayaan dan kehidupan di India. Ia berkesempatan mendapatkan ilmu langsung dari tokohtokoh besar di India seperti Perdana Menteri India, sastrawan, dan pengusaha sukses di India. “Ayu mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai (cara mengembangkan dan membantu masyarakat) dan tentang kepemimpinan. Tentu saja yang terpenting adalah memperluas jaringan persahabatan dan menjalin hubungan baik dengan teman teman dari negara-negara di seluruh dunia,” ujarnya sembari tersenyum. Persiapan materi Jegeg-Bagus 2015 ia lakukan dengan belajar mengenai kebudayaan, isu-isu terkini, pariwisata, ekonomi, pembangunan, dll. Persiapan mental, persiapan fisik juga dilakukan agar kuat menjalani prakarantina dan karantina yang sangat padat. “Ayu juga berusaha lebih banyak belajar mengenai beberapa aspek penunjang seperti public speaking skills, kepercayaan diri, dan catwalk, modeling. Tidak lupa dengan meminta dukungan dan doa dari orang orang terdekat,” ujar alumnus SMAN 4 Denpasar ini.
SALING MENDUKUNG Ayu pun menuturkan pengalamannya saat malam penobatan Jegeg-Bagus Bali 2015 yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Provinsi Bali didukung Sejebag Bali dan Saka Bros. Yang paling berkesan bagi Teruni Denpasar 2015 ini adalah suasana kebersamaan dan rasa sayang yang dirasakan. Saat semua finalis (yang seharusnya bersaing) berdoa bersama dan saling mendukung dan berpelukan di belakang panggung. Semua berdoa agar siapapun yang menang dan apapun hasilnya, mereka tetaplah keluarga yang saling mendukung dan akan tetap berkontribusi untuk Bali sebagai tim yang kompak. Ternyata Ayulah yang berhasil menjadi jawara. Baginya, semua berkat dukungan orangtua, keluarga, dan teman-temannya. Ketartarikan Ayu yang jago debat dan sudah meraih banyak prestasi nasional untuk lomba debat ini untuk ikut ajang Jegag-Bagus karena ingin mendapatkan teman, kenalan, koneksi, kesempatan dan pengalaman yang amat sangat berharga. Ia juga banyak belajar hal-hal yang selama ini belum pernah pelajari. “Semoga Ayu bisa belajar dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari kesempatankesempatan berharga yang diberikan. Semoga dengan gelar yang Ayu sandang setahun ke depan, Ayu bisa memberi dan berkontribusi semaksimal mungkin,” ujar mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Mengenai cita-cita dan impiannya, Ayu mengaku ingin mengembangkan diri semaksimal mungkin agar bisa lebih banyak lagi menolong siapapun dan apapun yang membutuhkan, seperti orang kurang mampu, binatang terlantar, dll. Kepada generasi muda, ia pun memberi pesan. “Kita memiliki waktu yang terbatas dan kesempatan tidak akan datang dua kali. Time is off the essence. Jadi, maksimalkan waktu dan gunakan segala kesempatan yang kita miliki agar menjadi pribadi yang positif, produktif, dan berguna,” tegasnya. –Ngurah Budi
10
Bugar
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Pentingnya Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging ( MRI ) pada Guyon Canal Syndrome Oleh: dr. I Made Wijaya, Sp.Rad Penulis adalah Dokter Spesialis Radiologi RS Siloam Hospitals Bali
Guyon canal syn d ro m e ya n g j u ga dikenal sebagai Ulnar tunnel syndrome atau Handlebar palsy, di sebabkan oleh karena terjepitnya saraf Ul naris di Guyon canal saat melewati perge langan tangan. Guyon canal terletak antara tulang hamatum dan tulang pisiformis pa da pergelangan ta ngan dimana atapnya dr. I Made Wijaya, Sp.Rad dibentuk oleh liga mentum Carpal Palmar dan lantainya oleh Fleksor Retinakulum. Gejala biasanya dimulai dengan perasaan kesemutan pada jari manis dan jari kelingking serta dapat berkembang menjadi hilang nya sensasi dan / atau gangguan fungsi motorik dari otot-otot intrinsik tangan yang dipersarafi oleh saraf Ulnaris tersebut.
umumnya terjadi pada pengendara sepeda, karena tekanan yang berkepanjangan pada Guyon canal terhadap setang sepeda. Sebab lainnya adalah patah tulang, pasca trauma, ganglion, lipoma, ra dang sendi atau arthritis, bekuan darah di dalam pembuluh darah arteri ulnaris, aneurisma pembuluh darah arteri ulnaris, anomaly pada pembuluh darah arteri ulnaris dan lain-lain. Masalah ini mirip dengan kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) tetapi meli batkan saraf berbeda. Bila pada Carpal Tunnel Syndrome (CTS) melibatkan penekanan pada saraf Medianus sedangkan pada Guyon Canal Syndrome (GCS) melibatkan penekanan pada saraf Ulnaris yang keduanya berada di pergelangan tangan dengan posisi yang berbeda. Kadang-kadang kedua kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada tangan yang sama.
Gambaran hasil pencitraan MRI pergelangan tangan pada Guyon canal yang normal.
Gambar hasil pencitraan MRI pergelangan tangan pada kasus Ulnar tunnel syndrome karena penekanan oleh Ganglion (tanda panah putih)
Gambar Anatomi Guyon Canal Pada Pergelangan Tangan
Gambar hasil pencitraan MRI pergelangan tangan pada ulnar tunnel syndrome karena penekan oleh Lipoma (L)
Gambar contoh kasus UlnarTunnel syndrome yang menimbulkan penekanan pada saraf Ulnaris. Pada kasus patah tulang pergelangan tangan; B. Pada kasus radang sendi / arthritis; C. Pada kasus pembalap sepeda.
Gambar distribusi sensoris klasik saraf ulnaris, termasuk pada pertengah jari ke-4 (jari manis) dan jari ke-5 (kelingking). Guyon canal syndrome dapat disebabkan oleh beberapa hal. Terlalu seringnya menggunakan pergelangan tangan dari men cengkeram berat, memutar pergelangan tangan serta gerakan tangan secara berulang dapat menyebabkan timbulnya gejala. Bekerja dengan membungkukkan tangan ke bawah dan keluar da pat menekan saraf di dalam Guyon canal. Guyon canal syndrome
Diagnosis Guyon Canal Sindrom dimulai dengan rincian kejadiannya dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Kompresi atau penekanan dapat terjadi di beberapa daerah di sepan jang saraf ulnaris dan dokter akan mencoba untuk menemu kan di mana saraf yang terkompresi tersebut. Jika gejalanya oleh karena cedera pergelangan tangan yang traumatis, pemeriksaan dengan sinar-X diperlukan untuk memeriksa ada tidaknya keretakan atau patah tulang atau dislokasi pada perendian pergelangan tangan. MRI (Magnetic Resonance Imaging) sangat membantu dalam menegakkan diagnosis, karena dapat menampilkan gambaran anatomi jaringan lunak yang sangat baik. MRI dapat membedakan jaringan otot, jaringan lemak, jaringan saraf, pembuluh darah, tulang serta jaringan lunak lainnya dengan detail. Sehingga penekan jaringan saraf Ulnaris misalnya oleh karena kista ganglion, aneurysma pembuluh darah arteri ulnaris, lipoma, bekuan darah di dalam pembuluh darah arteri ulnaris, anomali pada pembuluh arteri ulnaris dan sebab lainnya, dapat terlihat dan ditampilkan dengan sangat baik pada MRI.
Tahap awal peng obatan adalah dengan pengunaan obat antiinflamasi atau sun tikan kortison atau kortiko-steroid. Peng gunaan sarung tangan atau Wrist brace dapat membantu melindungi saraf ulnaris dari kom presi atau penekanan. Pilihan pengobatan yang paling radikal adalah dengan operasi pada pergelangan ta ngan untuk mengu rangi ketegangan di ligamentum carpal Gambar hasil pencitraan MRI pergelangan Palmar yang memben tangan, penekana saraf ulnaris didalam tuk atap Guyon canal, Guyon Canal oleh anomaly pembuluh darah arieri ulnaris yang tampak berkelok-kelok. sehingga mengurangi kompresi pada saraf ulnaris. Tentunya tahap pilihan pengobat an tersebut tergantung pada kondisi keluhan penderita saat melakukan pemeriksaan awal serta kondisi pada saat peme riksaan follow-up atau pemeriksaan lanjutan oleh dokter.
Style
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Blossom
of
Endek
Blossom of Endek adalah tema yang dipilihnya untuk persembahan koleksinya kali ini. Ada keindahan pada dominasi kain tenun Bali, endek dengan nuansa blossom atau warna cerah namun teduh, seperti; fushia, abu-abu, serta peach.
D
eretan koleksi milik salah satu desainer papan atas Bali, Putu Aliki, yang juga pengurus APPMI Bali Bidang Kerorganisasian ini di persembahkan pada per ingatan HUT Kemerdekaan RI. Pagelarannya juga dilaksanakan serangkaian acara penggalangan dana pembangunan studio bagi penari maestro Bali, Ida Bagus Blangsinga di Le Meridien, Jim baran Bali pada Agustus silam.
Pada rancangannya kali ini pula, desainer yang lebih dari 15 tahun berkecimpung di dunia fashion ini menggunakan motif endek yang tidak biasa, yakni endek dengan layer keabuan yang menimbulkan efek ringan dan modern. Dengan taste dan talenta yang dimilikinya maka si luet simetris serta tidak simetris hadir memberi kesan bahwa busana siap pakai karya Putu Aliki ini tetap gaya dan memiliki karakter. – Sri Ardhini
Putu Aliki
15
14
Jelita
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Pesona Rambut Ikal Partiadnyani Melati
M
enurut Pariadnyani Melati, menjaga dan merawat rambut agar tetap sehat adalah ritual dan kewajiban yang harus dilakukan seseorang untuk mendapatkan rambut yang sehat, Namun, dilema yang dihadapi pemilik rambut ikal dan keriting terkadang terkesan merepotkan. “Ketika rambut tampak megar dan mengembang membuat kesan wajah yang terlihat besar. Karenanya, kebanyakan perempuan menginginkan rambut yang tidak terlalu mengembang dan tidak terlalu lepek adalah kondisi yang ideal dan menjadi jenis rambut yang diidam-idamkan,” tutur pemilik Adibi Salon & Spa ini. Rambut ikal katanya cenderung lebih kering dan sering tampak membutuhkan perawatan. Rambut jenis ini tidak tertanam kuat pada kulit kepala seperti rambut lurus dan hanya sedikit bersentuhan dengan kulit kepala. Karena itu rambut ikal sangat sensitif terhadap pengaruh kerusakan. “ Kondisi inilah yang menjadi alasan mengapa seseorang dan kita semua mesti memperlakukan rambut dengan baik,”cetusnya. Seperti sehabis keramas, kata Pariadnyani Melati, bungkus rambut memakai handuk dan tekan perlahan-lahan. “Jangan mengeringkan rambut dengan handuk secara kasa. Idealnya pengeringan alami tetap lebih baik untuk mambuat rambut ikal tampak lebih cantik. Kalaupun harus menggunakan
Rambut merupakan salah satu item penting penunjang penampilan untuk lebih menarik dan enak dipandang mata. Pada umumnya kebanyakan perempuan ingin memiliki rambut yang lurus. Lan tas, bagaimana dengan mereka yang di anugerahi rambut ikal dan keriting?
pengering rambut, pilih yang memakai pedam panas dengan setelan panas paling rendah. Menyisir pun sebaiknya gunakan sisir dengan gerigi renggang adalah untuk menguraikan rambut ikalmu,”katanya. Dikatakannya rambut ikal memerlukan banyak nutrisi. Keramas menggunakan lipid alami seperti shea butter atau minyak jojoba dapat melapisi setiap helai rambut dan memastikan agar rambut ikalmu tetap pada strukturnya. Produk perawatan rambut ikal mesti produk yang memang khusus untuk rambut ikal. Sehingga rambut ikal menjadi lenbut, bersih serta tidak kering. SEDANG DIGANDRUNGI Meski masih lebih banyak perempuan yang memilih rambut lurus, namun saat ini rambut ikal tengah banyak digandrungi. Sesungguhnyalah, kata Pariadnyani Melati, rambut ikal juga merupakan aset ketika seseorang mampu memelihara, merawat dan menatanya dengan baik. Dahulu memang banyak perempuan yang kecewa karena memiliki rambut ikal dan keriting. Mereka merasa rambut jenis itu, susah diatur dan ditata. Namun, saat ini justru pemilik ram-
“Ketika rambut tampak megar dan mengembang membuat kesan wajah yang terlihat besar. Karenanya, kebanyakan perempuan menginginkan rambut yang tidak terlalu mengembang dan tidak terlalu lepek adalah kondisi yang ideal dan menjadi jenis rambut yang diidam-idamkan,”
but ikal dan keriting bisa tampil beda, khas dan sangat menarik. Pariadnyani Melati mengatakan jika rambut ikal dan rambut keriting sudah cukup panjang, penting melakukan pemilihan potongan rambut yang sesuai. Hal ini, untuk menentukan perawatan selanjutynya. “Untuk rambut yang ikal dan keriting sebaiknya pilihah potongan rambut layer. Potongan ini akan membuat rambut nampak lebih tipis dalam beberapa tingkat,” ujarnya Selain itu,kita juga model layer bisa me-
nyesuaikan rambut dengan ketebalan yang diinginkan. Sehingga rambut yang ikal akan nampak lebih cantik tanpa menghilangkan keunikan dari keikalannya yang menggoda.”Sebelum menata rambut, oleskan produk perawatannya. Rambut yang ikal dan keriting pun akan terasa lebih lembut dan lebih tidak mengembang,”ucapnya. Selanjutnya dengan dilengkapi model poni, yang juga trennya muncul lagi, akan
membuat penampilan seseorang lebih cute dan menarik. Namun, sesekali kita juga bisa menarik poni ke belakang, terutama untuk acara formal, seperti ke undangan acara pernikahan dan acara lainnya. Selain cantik, tampilan seperti ini dapat membuat perempuan semakin elegan dan mempesona. Sebaiknya tata rambut dalam keadaan setengah basah, agar setelah kering, rambut tidak tampak kaku. Setelahnya, gunakan jari-jari tangan untuk mengaplikasikan produk mulai dari akar hingga ke ujung rambut, kemudian remas rambut mulai dari ujung ke arah kulit kepala. Namun, kata Partiadnyani Melati, bicara penataan rambut, jangan terlalu sering mengikat rabut, sebab akan membuat rambut kesulitan bernapas sehingga lebih mudah membuatnya rontok. Selain itu, saat mengikat rambut pastikan pula kita memakai karet rambut yang nyaman. – Sri Ardhini
Mitos
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
11
Wanita Menopouse Lebih Berisiko Kena Sakit Jantung Penyakit jantung menjadi salah satu dari sekian banyak penyakit yang menjadi pembunuh terbesar di Indonesia. Prof. Dr. I Wayan Wita, Sp. JP (K) menjelaskan penyakit jantung dibagi menjadi 5 kelompok besar. Yakni, penyakit jan tung koroner, jantung karena hipertensi, jantung karena rematik, jantung akibat organ lain (sep erti kelenjar gondok) atau penyakit lain, dan penyakit jantung bawaan.
A
pakah penyakit jantung selalu keluhannya nyeri pada dada? Ini dikatakan Prof. Wita adalah keluhan utama penderita jantung koroner. Selain sakit/nyeri pada dada atau dada seperti ditekan, bisa menjalar ke tangan, leher (leher seperti dicekik), hingga ke pugggung. “Rasanya seperti pegal, tetapi gejala itu
bisa tidak jelas jika si penderita ada sakit diabetes, atau berumur lanjut,” jelasnya. Bahkan pada wanita, gejalanya sering tidak khas. Sering juga didahului gejala lainnya seperti sesak napas. Kadang-kadang sesak napasnya lebih dirasakan daripada nyeri dadanya. Ada yang nyeri dadanya berat sekali seperti ditindih, ada juga yang ringan, tergantung
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di a mplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Coitus Interruptus “Dok, beberapa waktu lalu saya berhubungan seksual dengan istri saya tanpa menggunakan kondom. Saya biasanya mengeluarkan sperma di luar, untuk mencegah kehamilan, karena kami belum merencanakan memiliki anak lagi. Kemarin itu sperma saya tumpain di luar vagina, tapi tanpa saya perkirakan ada sedikit yg terdorong ke dalam. Apakah istri saya bisa hamil jika ada sedikit sperma di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong di jelaskan, Dok.” (Mayun, 27 thn) Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Hubungan seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma atau ejakulasi terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus interruptus. Sebenarnya
cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalannya cukup sering terjadi mengingat banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa mengontrol ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma
Prof. Dr. I Wayan Wita, Sp. JP (K)
pada persepsi orang. “Tapi yang paling khas sekali adalah dada berat disertai berkeringat, rasa ketakutan, rasa dijepit, ditindih,” imbuhnya. Pada wanita, khasnya tak begitu jelas, kadang lebih ringan dan
yang sudah diejakulasikan diluar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya. Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, sel spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali terdorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak perempuan juga sedang dalam masa subur. Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara sel spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat
timbulnya lebih belakangan. Jika pada laki-laki, penyakit jantung menyerang usia 40-50 tahun, pada perempuan serangan itu 10 tahun belakangan, atau sekitar usia 50-60 tahun. “Pada usia 40-50 tahun itu wanita masih terlindungi karena siklus haids mempengaruhi hormon hormon progesteron dan trestogen. Tapi pada usia 50-60 tahun atau sudah memasuki masa menopause, wanita justru lebih timggi risikonya,” jelasnya. Ditegaskan Prof. Wita, gejala utama jantung koroner memang nyeri dada. Tetapi jika ada komplikasi, gejalanya bisa macammacam. Penyakit jantung manapun bisa komplikasi. Jika komplikasinya gagal jantung, itu gejalanya sesak napas, berdebar, bengkak di kaki, batuk, malam hari timbul sesak dan banyak kencing. Jika komplikasinya gangguan irama jantung, gejalanya dada berdebar keras. Di Indonesia, khususnya di Bali, paling banyak yang menderita jantung koroner, hipertensi juga diabetes. “Pemicu jantung bawaan karena kelainan bawaan, penyakit jantung rematik karena kuman-kuman, penyakit jantung gondok karena hormon. Yang paling banyak yang dibilang serangan mendadak adalah jantung koroner,” paparnya. Pemicu penyakit jantung koroner disebutkannya ada 21 faktor. Penelitian paling terbanyak adalah karena merokok. Faktor lainnya, di antaranya karena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, dan kurang olahraga yang sekarang makin meningkat. Apakah benar banyak makan garam memicu penyakit jantung? Banyak garam dijelaskannya dapat mengakibatkan meningkatkan tekanan darah/hipertensi, yang membebankan kinerja jantung.
“Termasuk ikan asin membebankan jantung, tapi ikan segar menguntungkan jantung,” ingatnya. Selain faktor fisik, faktor nonfisik seperti stres juga cukup berpengaruh.” Karena banyak penyebabnya itu, harus bagi, yang mana karena keturunan, karena meskipun tidak besar sekali tetapi menentukan. Mencegahnya dengan gaya hidup,” tegasnya lagi. Ketika ada faktor genetik/ keturunan, Prof. Wita mengingatkan kita harus lebih awas. Penyakit jantung bisa tidak akan muncul jika yang bersangkutan tidak merokok, tidak kolesterol tinggi, atau tidak pada faktor pemicu. Meskipun ada faktor keturunan tak otomatis pasti kena. Faktor keturunan itu memperberat faktor risiko. “Misalkan dalam keluarga ada keturunan diabetes, kemudian yang bersangkutan memiliki berat badan lebih, ya kena diabetes. Jika ada riwayat harus lebih berhati-hati. Tapi tidak jaminan juga yang keluarganya bersih tidak bisa kena diabetes,” contohnya. Serangan jantung biasanya datang berulang dan biasanya serangan berikutnya lebih berat? Karena itulah ada yang disebut pencegahan sekunder. Yakni mencegah penyakit ulangan tersebut agar tidak bertambah parah. Penderita jantung wajib hukumnya minum obat seumur hidup? Prof. Wita tak mengelak. Paling tidak penderita jantung diberikan obat pengencer darah, jika ada hipertensi, obatnya diteruskan juga. Obat itu jenisnya bisa banyak, dosisnya bisa ringan. Yang penting ditanamkan pada masyarakat adalah pengobatan harus selektif, tak ada pengobatan yang sifatnya instan. Kepatuhan ini yang harus diedukasi.
tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamil an. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menhgindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus pastilah menjamin seratus persen hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan tentu saja keliru. Karena sekali lagi, kegagalannya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncatloncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi.
Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih banyak beredar dan dipercaya. Pe ngaruhnya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang butuh atau sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kese hatan reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, sehingga tidak jarang kita temui kasuskasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya. Lalu, kalau terjadi kehamilan, apa yang mesti dilakukan? Tentu saja kehamilannya harus dipertanggungjawabkan. Jika dilihat dari usianya, maka jawaban yang lebih tepat adalah dengan menikah dan melanjutkan kehamilan. Kecuali, memang ada pertimbangan medis lain yang tidak memungkinkan kehamilan dilanjutkan.
–Inten Indarawati
12
Kuliner
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Be Genyol
Pantai Matahari Terbit Menikmati makanan setelah berjalan-jalan atau mandi di pantai menjadi suasana yang mengasyikkan. Di sepanjang Pantai Matahari Terbit, Sanur, banyak warung makan yang menyediakan aneka makanan. Namun, hanya satu yang menarik perhatian, Warung Be Genyol. Be genyol merupakan satu makanan khas Bali yang terbuat dari daging babi. Biasanya, bahan utama diambil dari bagian samsam Babi sehingga banyak lemak atau biasa disebut muluk babi.
M
Putu
akanan ini tentu sangat istime wa karena tak biasa memakan be genyol setiap hari. Apalagi, bagi para turis yang melintas di sepanjang Pantai Matahari Terbit. Sepasang turis asing asal Australia yang sedang melintas, ternyata tertarik menikmati be ngenyol. Dua pasangan ini, terlihat bercakap-cakap dengan penjualnya sebelum memu tuskan untuk menikmatinya. Mereka terlihat sangat antusias menikmati seporsi nasi campur be genyol yang terdiri dari nasi putih, be ngenyol, babi ke cap, gorengan, dan lawar babi. “Syaratnya hanya satu, tidak pedas,” ujar pedagangnya, Putu Sunarti. Menurut Putu, warung yang tiap hari dijaga kemenakannya itu, kerap dikunjungi turis asing. “Biasanya turis Jepang, Cina, dan Eropa suka makan be genyol,” kata perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai caddy golf di ho tel Grand Inna Bali Beach ini. Putu menuturkan, warung be ngenyol buka mulai pukul 09.00 sampai 18.00. Paling ramai Hari Sabtu dan Minggu. “Apalagi libur hari raya, pembelinya banyak,” kata Putu. Hari biasa ia menghabiskan 3 kilogram be ngenyol. Kalau ramai, bisa habis sampai 5 ki logram be genyol. Urusan me masak be ngenyol, bagian tugas suaminya. Sementara kata Putu, ia hanya bisa mencampur lawar dan sayur urap. Namun, saat dit anya apa bumbu be ngenyol, kata
Putu, semuanya menggunakan bumbu genep Bali. Sebelum dio
Menurut Putu, warung be ngenyol baru buka tiga bulan lalu. Tapi sambutannya lumayan bagus. “Sejak dibuka sudah
lah, samsam direndam dalam air kelapa agar kotorannya lenyap dan mudah dibersihkan. Saat Tokoh datang ke warung be genyol, Putu yang bertugas menjaga warung karena keme nakannya sedang ada kesibukan. Kebetulan Putu sedang libur tiga hari dari rutinitasnya sebagai caddy golf. “Daripada warung tutup, kasihan sudah ada banyak pelanggan. Terutama pegawai hotel banyak yang makan ke sini,” tutur Putu. Putu juga tidak terlalu kaku soal harga. Seporsi nasi be ngenyol dia jual Rp 15 ribu. Na mun, kalau ada yang beli Rp 10 ribu, tetap ia layani. Ia tak mau pembelinya hilang.
banyak pembeli,” kata Putu. Awalnya, ia membuka warung, kebetulan bibinya sering jalanjalan ke pantai, dan melihat tak ada yang jualan nasi daging babi. Karena itu, bibinya tertarik menyewa satu warung untuk berjualan. Selain be ngenyol, Putu juga menjual nasi ayam yang terdiri dari ayam betutu, jukut urap, telur goreng, dan kacang tanah goreng. Namun, kata Putu, yang lebih banyak dicari memang be genyol. Kalau Anda penyuka daging babi, boleh dicoba nasi campur be genyol Pantai Ma tahari Terbit. –Wirati Astiti
Be Guling Dobiel
Kulit Renyah Daging Empuk
Usai jalan-jalan di Nusa Dua atau menikmati aneka atraksi air di Pantai Tanjung Benoa lalu ingin makan babi guling, ada satu tempat yang patut Anda jajal. Lokasinya tak jauh dari pintu masuk kawasan Nusa Dua. Namanya warung babi guling Sari Dewi Bp Dobiel.
W
Satu porsi babi guling dan kuah Warung Dobiel
arung Dobiel buka mulai pukul 09.00. Menu utamanya tentu saja babi (be) guling. Satu porsi terdiri dari nasi, sayur urap, kulit babi guling, daging babi gul ing, jeroan, sate, dan sambal khas Bali. Sajian pendampingnya kuah daging babi yang pedas. Nathan yang datang bersama keluarganya menuturkan tiap ke Bali mereka selalu mampir ke
Be genyol
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Dobiel. “Rasanya belum lengkap kalau ke Bali tanpa makan babi guling Dobiel,” ujar pria yang menetap di Surabaya ini. Ia mengaku senang dengan sa jian be guling yang renyah kulitnya dan empuk dagingnya. Walaupun agak pedas, tetapi itu malah membuatnya bergairah untuk makan. Soal harga, menurutnya relatif terjangkau untuk kalangan wisatawan domestik.
Warung Dobiel memiliki pembeli yang berimbang antara wisatawan dan nonwisatawan. Dari kalangan wisatawan, ada yang lokal dan ada juga internasional. Kebanyakan dari wisatawan inter nasional berwajah oriental. Mere ka ada yang datang sendiri dan ada yang diantar pemandu wisatanya. Dari kalangan nonwisatawan, ada warga sekitar Nusa Dua maupun karyawan yang bekerja di daerah Nusa Dua. Keramaian akan terlihat saat jam makan siang. Kalau kurang beruntung, Anda tidak akan ke bagian tempat duduk. Jadi harus menunggu ada yang selesai makan. Ada juga yang menyiasati dengan membungkus kalau tidak dapat tempat duduk. “Kalau ramai, kami beli yang bungkusan, lalu bawa ke pantai Nusa Dua. Makan babi guling sambil menikmati suasana pantai,” ujar Hendra, seorang karyawan bank di Denpasar yang sudah menjadi langganan sejak kuliah di Kampus Unud Bukit Jimbaran. –Ngurah Budi
Nasi campur
Mangut Lele Sarwan
Warung berjejer
Nasi ayam
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Dapatkan discount
Es Mie Ceria
riah Murah Meih & Bers
10%
Es Campur Mutiara
Bagi yang merayakan ulang tahun di bulan September
Berlaku mulai 1 s.d. 30 September 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan: 500 gr : lele 2 sdm : air jeruk nipis 2 lembar : daun salam 3 lembar : daun jeruk 250 ml : santan kental Gula, garam, kaldu bubuk, minyak goreng secukupnya Bumbu 1 sdm 4 siung 2 ruas
perendam: : ketumbar : bawang putih : jari kunyit
Bumbu yang Dihaluskan: 7 buah : bawang merah
4 siung 2 cm 4 butir 100 gr 1 ruas 1 ruas
: : : :
bawang putih kencur kemiri sangria daging keluwak yang sudah direndam dengan air panas : jari jahe : jari lengkuas
Cara membuat: - Lumuri lele dengan air je ruk nipis, diamkan selama 5 menit. - Haluskan bumbu peren dam, larutkan dalam air matang dan rendam lele beberapa menit lalu goreng sampai matang, angkat, tiriskan.
- Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan daun salam sampai harum, lalu masukkan ikan lele dan santan kental, aduk-aduk dan masak dengan api sedang agar santan tidak pecah. Masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan bi arkan sampai mendidih, angkat. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Galang Dana dengan Lelang Chef
B a l i Pi n k R i b bon Charity Dinner akan hadir dengan konsep yang lebih spesial. Tahun 2015 ini penggalangan dana dilaksanakan 23 Oktober 2015, di Ballroom The Trans Resort Bali. Malam penggalangan dana ini ditujukan untuk Para Chef yang akan “dilelang” dalam acara Bali Pink Ribbon Charity Dinner mendukung Bali Pink Ribbon Foundation dalam menjalankan program penanganan kanker payudara. “Bali Pink Ribbon Charity Dinner adalah salah satu program pengumpulan dana paling utama disamping kegiatan tahunan Bali Pink Ribbon Walk,” ujar Chris Lauder dan Patricia dari Bali Pink Foundation dalam acara temu wartawan di Roof Top The Trans Resort Bali, Jumat (11/9). Selain charity dinner, ada satu acara spesial yakni lelang chef. “Bagi pemenang lelang chef, boleh mengajak chef untuk memasak di rumah pemenang. Bahan-bahan disiapkan pemilik rumah. Menunya boleh makan siang atau makan malam. Tetapi, masakan tidak boleh dijual,” ujar Devorah K. Amalwati dari Project Link yang juga su karelawan Bali Pink Ribbon. Ia menambahkan maksimum porsi yang akan disiapkan chef belum ditentukan. Semua tergantung chef. Biasanya satu menu hanya untuk 6-8 orang agar makanan menjadi lebih istimewa. Para chef yang “dilelang” ini adalah chef-chef di The Trans Re sort Bali. Mereka antara lain Chef Allen Stevano, Chef Amauery, Chef Nurhadi, Chef Arif, Chef Dwi, dan Chef Muliartha. “Semoga chef-chef kami bisa memberikan yang terbaik dalam mendukung Bali Pink Ribbon Foundation,” ujar Alexander Jovanovic, GM The Trans Resort Bali. Charity Dinner akan dimeriahkan suguhan mewah pre-dinner cocktail dan canapes, 3 courses gourmet dinner, beverages during dinner, buffet Pink Dessert, coffee and tea, dan petite four. Malam penggalangan dana ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari breast cancer ambassador, menyebarkan informasi mengenai kanker payudara secara leng kap dan mendalam, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya pemeriksaan dini. – Ngurah Budi
Ikan Mujair Saus Tomat Bahan : 500 gr : ikan mujair, bersihkan, belah jadi 2 tidak putus 2 sdm : kecap asin 4 sdm : tepung terigu 3 sdm : tepung maizena 1buah : bawang bombay sedang, potong dadu ½ buah : paprika merah, potong dadu ½ buah : paprika hijau, potong dadu 4 sdm : saus tomat 2 sdm : saus sambal ½ sdm : minyak wijen Minyak secukupnya buat meng goreng Gula, garam, kaldu bubuk secu kupnya
Ikan Mas Rica-rica
Bahan: 500 gr : ikan mas, potong jadi 2 bagian tiap ekornya 4 siung : bawang putih, cincang halus 2 sdm : kecap asin 1sdm : air jeruk nipis 10 buah : cabe rawit 100 ml : air Minyak goreng, gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
13
Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 5 buah : cabe besar merah 1sdt : lada bubuk kasar Cara membuat: - Lumuri ikan mas dengan cincangan bawang putih dan garam, air jeruk nipis, diam kan selama 10 menit.
Cara Membuat: - Lumuri ikan dengan kecap asin dan garam, diamkan selama 10 menit. - Campur tepung terigu dan tepung maizena, lalu gulinggulingkan ikan ke atasnya. - Goreng ikan sampai kecokela tan, sisihkan. - Tumis bawang bombai dan paprika, aduk-aduk hingga layu dan harum. Masukkan ikan, tambahkan saus tomat dan saus sambal, gula, pasir, garam, kaldu bubuk dan air. Aduk-aduk hinga rata dan masak sampai mendi dih serta bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan irisan daun bawang dan bawang putih goreng.
- Goreng ikan mas sampai kuning kecokelatan, angkat, tiriskan. - Tumis bumbu halus dan cabe rawit sampai harum, tambah kan air, masukkan ikan, gula, garam, kaldu bubuk, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap - Siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Be Genyol
Pantai Matahari Terbit Menikmati makanan setelah berjalan-jalan atau mandi di pantai menjadi suasana yang mengasyikkan. Di sepanjang Pantai Matahari Terbit, Sanur, banyak warung makan yang menyediakan aneka makanan. Namun, hanya satu yang menarik perhatian, Warung Be Genyol. Be genyol merupakan satu makanan khas Bali yang terbuat dari daging babi. Biasanya, bahan utama diambil dari bagian samsam Babi sehingga banyak lemak atau biasa disebut muluk babi.
M
Putu
akanan ini tentu sangat istime wa karena tak biasa memakan be genyol setiap hari. Apalagi, bagi para turis yang melintas di sepanjang Pantai Matahari Terbit. Sepasang turis asing asal Australia yang sedang melintas, ternyata tertarik menikmati be ngenyol. Dua pasangan ini, terlihat bercakap-cakap dengan penjualnya sebelum memu tuskan untuk menikmatinya. Mereka terlihat sangat antusias menikmati seporsi nasi campur be genyol yang terdiri dari nasi putih, be ngenyol, babi ke cap, gorengan, dan lawar babi. “Syaratnya hanya satu, tidak pedas,” ujar pedagangnya, Putu Sunarti. Menurut Putu, warung yang tiap hari dijaga kemenakannya itu, kerap dikunjungi turis asing. “Biasanya turis Jepang, Cina, dan Eropa suka makan be genyol,” kata perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai caddy golf di ho tel Grand Inna Bali Beach ini. Putu menuturkan, warung be ngenyol buka mulai pukul 09.00 sampai 18.00. Paling ramai Hari Sabtu dan Minggu. “Apalagi libur hari raya, pembelinya banyak,” kata Putu. Hari biasa ia menghabiskan 3 kilogram be ngenyol. Kalau ramai, bisa habis sampai 5 ki logram be genyol. Urusan me masak be ngenyol, bagian tugas suaminya. Sementara kata Putu, ia hanya bisa mencampur lawar dan sayur urap. Namun, saat dit anya apa bumbu be ngenyol, kata
Putu, semuanya menggunakan bumbu genep Bali. Sebelum dio
Menurut Putu, warung be ngenyol baru buka tiga bulan lalu. Tapi sambutannya lumayan bagus. “Sejak dibuka sudah
lah, samsam direndam dalam air kelapa agar kotorannya lenyap dan mudah dibersihkan. Saat Tokoh datang ke warung be genyol, Putu yang bertugas menjaga warung karena keme nakannya sedang ada kesibukan. Kebetulan Putu sedang libur tiga hari dari rutinitasnya sebagai caddy golf. “Daripada warung tutup, kasihan sudah ada banyak pelanggan. Terutama pegawai hotel banyak yang makan ke sini,” tutur Putu. Putu juga tidak terlalu kaku soal harga. Seporsi nasi be ngenyol dia jual Rp 15 ribu. Na mun, kalau ada yang beli Rp 10 ribu, tetap ia layani. Ia tak mau pembelinya hilang.
banyak pembeli,” kata Putu. Awalnya, ia membuka warung, kebetulan bibinya sering jalanjalan ke pantai, dan melihat tak ada yang jualan nasi daging babi. Karena itu, bibinya tertarik menyewa satu warung untuk berjualan. Selain be ngenyol, Putu juga menjual nasi ayam yang terdiri dari ayam betutu, jukut urap, telur goreng, dan kacang tanah goreng. Namun, kata Putu, yang lebih banyak dicari memang be genyol. Kalau Anda penyuka daging babi, boleh dicoba nasi campur be genyol Pantai Ma tahari Terbit. –Wirati Astiti
Be Guling Dobiel
Kulit Renyah Daging Empuk
Usai jalan-jalan di Nusa Dua atau menikmati aneka atraksi air di Pantai Tanjung Benoa lalu ingin makan babi guling, ada satu tempat yang patut Anda jajal. Lokasinya tak jauh dari pintu masuk kawasan Nusa Dua. Namanya warung babi guling Sari Dewi Bp Dobiel.
W
Satu porsi babi guling dan kuah Warung Dobiel
arung Dobiel buka mulai pukul 09.00. Menu utamanya tentu saja babi (be) guling. Satu porsi terdiri dari nasi, sayur urap, kulit babi guling, daging babi gul ing, jeroan, sate, dan sambal khas Bali. Sajian pendampingnya kuah daging babi yang pedas. Nathan yang datang bersama keluarganya menuturkan tiap ke Bali mereka selalu mampir ke
Be genyol
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Dobiel. “Rasanya belum lengkap kalau ke Bali tanpa makan babi guling Dobiel,” ujar pria yang menetap di Surabaya ini. Ia mengaku senang dengan sa jian be guling yang renyah kulitnya dan empuk dagingnya. Walaupun agak pedas, tetapi itu malah membuatnya bergairah untuk makan. Soal harga, menurutnya relatif terjangkau untuk kalangan wisatawan domestik.
Warung Dobiel memiliki pembeli yang berimbang antara wisatawan dan nonwisatawan. Dari kalangan wisatawan, ada yang lokal dan ada juga internasional. Kebanyakan dari wisatawan inter nasional berwajah oriental. Mere ka ada yang datang sendiri dan ada yang diantar pemandu wisatanya. Dari kalangan nonwisatawan, ada warga sekitar Nusa Dua maupun karyawan yang bekerja di daerah Nusa Dua. Keramaian akan terlihat saat jam makan siang. Kalau kurang beruntung, Anda tidak akan ke bagian tempat duduk. Jadi harus menunggu ada yang selesai makan. Ada juga yang menyiasati dengan membungkus kalau tidak dapat tempat duduk. “Kalau ramai, kami beli yang bungkusan, lalu bawa ke pantai Nusa Dua. Makan babi guling sambil menikmati suasana pantai,” ujar Hendra, seorang karyawan bank di Denpasar yang sudah menjadi langganan sejak kuliah di Kampus Unud Bukit Jimbaran. –Ngurah Budi
Nasi campur
Mangut Lele Sarwan
Warung berjejer
Nasi ayam
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Dapatkan discount
Es Mie Ceria
riah Murah Meih & Bers
10%
Es Campur Mutiara
Bagi yang merayakan ulang tahun di bulan September
Berlaku mulai 1 s.d. 30 September 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan: 500 gr : lele 2 sdm : air jeruk nipis 2 lembar : daun salam 3 lembar : daun jeruk 250 ml : santan kental Gula, garam, kaldu bubuk, minyak goreng secukupnya Bumbu 1 sdm 4 siung 2 ruas
perendam: : ketumbar : bawang putih : jari kunyit
Bumbu yang Dihaluskan: 7 buah : bawang merah
4 siung 2 cm 4 butir 100 gr 1 ruas 1 ruas
: : : :
bawang putih kencur kemiri sangria daging keluwak yang sudah direndam dengan air panas : jari jahe : jari lengkuas
Cara membuat: - Lumuri lele dengan air je ruk nipis, diamkan selama 5 menit. - Haluskan bumbu peren dam, larutkan dalam air matang dan rendam lele beberapa menit lalu goreng sampai matang, angkat, tiriskan.
- Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan daun salam sampai harum, lalu masukkan ikan lele dan santan kental, aduk-aduk dan masak dengan api sedang agar santan tidak pecah. Masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan bi arkan sampai mendidih, angkat. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Galang Dana dengan Lelang Chef
B a l i Pi n k R i b bon Charity Dinner akan hadir dengan konsep yang lebih spesial. Tahun 2015 ini penggalangan dana dilaksanakan 23 Oktober 2015, di Ballroom The Trans Resort Bali. Malam penggalangan dana ini ditujukan untuk Para Chef yang akan “dilelang” dalam acara Bali Pink Ribbon Charity Dinner mendukung Bali Pink Ribbon Foundation dalam menjalankan program penanganan kanker payudara. “Bali Pink Ribbon Charity Dinner adalah salah satu program pengumpulan dana paling utama disamping kegiatan tahunan Bali Pink Ribbon Walk,” ujar Chris Lauder dan Patricia dari Bali Pink Foundation dalam acara temu wartawan di Roof Top The Trans Resort Bali, Jumat (11/9). Selain charity dinner, ada satu acara spesial yakni lelang chef. “Bagi pemenang lelang chef, boleh mengajak chef untuk memasak di rumah pemenang. Bahan-bahan disiapkan pemilik rumah. Menunya boleh makan siang atau makan malam. Tetapi, masakan tidak boleh dijual,” ujar Devorah K. Amalwati dari Project Link yang juga su karelawan Bali Pink Ribbon. Ia menambahkan maksimum porsi yang akan disiapkan chef belum ditentukan. Semua tergantung chef. Biasanya satu menu hanya untuk 6-8 orang agar makanan menjadi lebih istimewa. Para chef yang “dilelang” ini adalah chef-chef di The Trans Re sort Bali. Mereka antara lain Chef Allen Stevano, Chef Amauery, Chef Nurhadi, Chef Arif, Chef Dwi, dan Chef Muliartha. “Semoga chef-chef kami bisa memberikan yang terbaik dalam mendukung Bali Pink Ribbon Foundation,” ujar Alexander Jovanovic, GM The Trans Resort Bali. Charity Dinner akan dimeriahkan suguhan mewah pre-dinner cocktail dan canapes, 3 courses gourmet dinner, beverages during dinner, buffet Pink Dessert, coffee and tea, dan petite four. Malam penggalangan dana ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari breast cancer ambassador, menyebarkan informasi mengenai kanker payudara secara leng kap dan mendalam, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya pemeriksaan dini. – Ngurah Budi
Ikan Mujair Saus Tomat Bahan : 500 gr : ikan mujair, bersihkan, belah jadi 2 tidak putus 2 sdm : kecap asin 4 sdm : tepung terigu 3 sdm : tepung maizena 1buah : bawang bombay sedang, potong dadu ½ buah : paprika merah, potong dadu ½ buah : paprika hijau, potong dadu 4 sdm : saus tomat 2 sdm : saus sambal ½ sdm : minyak wijen Minyak secukupnya buat meng goreng Gula, garam, kaldu bubuk secu kupnya
Ikan Mas Rica-rica
Bahan: 500 gr : ikan mas, potong jadi 2 bagian tiap ekornya 4 siung : bawang putih, cincang halus 2 sdm : kecap asin 1sdm : air jeruk nipis 10 buah : cabe rawit 100 ml : air Minyak goreng, gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
13
Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 5 buah : cabe besar merah 1sdt : lada bubuk kasar Cara membuat: - Lumuri ikan mas dengan cincangan bawang putih dan garam, air jeruk nipis, diam kan selama 10 menit.
Cara Membuat: - Lumuri ikan dengan kecap asin dan garam, diamkan selama 10 menit. - Campur tepung terigu dan tepung maizena, lalu gulinggulingkan ikan ke atasnya. - Goreng ikan sampai kecokela tan, sisihkan. - Tumis bawang bombai dan paprika, aduk-aduk hingga layu dan harum. Masukkan ikan, tambahkan saus tomat dan saus sambal, gula, pasir, garam, kaldu bubuk dan air. Aduk-aduk hinga rata dan masak sampai mendi dih serta bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan irisan daun bawang dan bawang putih goreng.
- Goreng ikan mas sampai kuning kecokelatan, angkat, tiriskan. - Tumis bumbu halus dan cabe rawit sampai harum, tambah kan air, masukkan ikan, gula, garam, kaldu bubuk, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap - Siap disajikan.
14
Jelita
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Pesona Rambut Ikal Partiadnyani Melati
M
enurut Pariadnyani Melati, menjaga dan merawat rambut agar tetap sehat adalah ritual dan kewajiban yang harus dilakukan seseorang untuk mendapatkan rambut yang sehat, Namun, dilema yang dihadapi pemilik rambut ikal dan keriting terkadang terkesan merepotkan. “Ketika rambut tampak megar dan mengembang membuat kesan wajah yang terlihat besar. Karenanya, kebanyakan perempuan menginginkan rambut yang tidak terlalu mengembang dan tidak terlalu lepek adalah kondisi yang ideal dan menjadi jenis rambut yang diidam-idamkan,” tutur pemilik Adibi Salon & Spa ini. Rambut ikal katanya cenderung lebih kering dan sering tampak membutuhkan perawatan. Rambut jenis ini tidak tertanam kuat pada kulit kepala seperti rambut lurus dan hanya sedikit bersentuhan dengan kulit kepala. Karena itu rambut ikal sangat sensitif terhadap pengaruh kerusakan. “ Kondisi inilah yang menjadi alasan mengapa seseorang dan kita semua mesti memperlakukan rambut dengan baik,”cetusnya. Seperti sehabis keramas, kata Pariadnyani Melati, bungkus rambut memakai handuk dan tekan perlahan-lahan. “Jangan mengeringkan rambut dengan handuk secara kasa. Idealnya pengeringan alami tetap lebih baik untuk mambuat rambut ikal tampak lebih cantik. Kalaupun harus menggunakan
Rambut merupakan salah satu item penting penunjang penampilan untuk lebih menarik dan enak dipandang mata. Pada umumnya kebanyakan perempuan ingin memiliki rambut yang lurus. Lan tas, bagaimana dengan mereka yang di anugerahi rambut ikal dan keriting?
pengering rambut, pilih yang memakai pedam panas dengan setelan panas paling rendah. Menyisir pun sebaiknya gunakan sisir dengan gerigi renggang adalah untuk menguraikan rambut ikalmu,”katanya. Dikatakannya rambut ikal memerlukan banyak nutrisi. Keramas menggunakan lipid alami seperti shea butter atau minyak jojoba dapat melapisi setiap helai rambut dan memastikan agar rambut ikalmu tetap pada strukturnya. Produk perawatan rambut ikal mesti produk yang memang khusus untuk rambut ikal. Sehingga rambut ikal menjadi lenbut, bersih serta tidak kering. SEDANG DIGANDRUNGI Meski masih lebih banyak perempuan yang memilih rambut lurus, namun saat ini rambut ikal tengah banyak digandrungi. Sesungguhnyalah, kata Pariadnyani Melati, rambut ikal juga merupakan aset ketika seseorang mampu memelihara, merawat dan menatanya dengan baik. Dahulu memang banyak perempuan yang kecewa karena memiliki rambut ikal dan keriting. Mereka merasa rambut jenis itu, susah diatur dan ditata. Namun, saat ini justru pemilik ram-
“Ketika rambut tampak megar dan mengembang membuat kesan wajah yang terlihat besar. Karenanya, kebanyakan perempuan menginginkan rambut yang tidak terlalu mengembang dan tidak terlalu lepek adalah kondisi yang ideal dan menjadi jenis rambut yang diidam-idamkan,”
but ikal dan keriting bisa tampil beda, khas dan sangat menarik. Pariadnyani Melati mengatakan jika rambut ikal dan rambut keriting sudah cukup panjang, penting melakukan pemilihan potongan rambut yang sesuai. Hal ini, untuk menentukan perawatan selanjutynya. “Untuk rambut yang ikal dan keriting sebaiknya pilihah potongan rambut layer. Potongan ini akan membuat rambut nampak lebih tipis dalam beberapa tingkat,” ujarnya Selain itu,kita juga model layer bisa me-
nyesuaikan rambut dengan ketebalan yang diinginkan. Sehingga rambut yang ikal akan nampak lebih cantik tanpa menghilangkan keunikan dari keikalannya yang menggoda.”Sebelum menata rambut, oleskan produk perawatannya. Rambut yang ikal dan keriting pun akan terasa lebih lembut dan lebih tidak mengembang,”ucapnya. Selanjutnya dengan dilengkapi model poni, yang juga trennya muncul lagi, akan
membuat penampilan seseorang lebih cute dan menarik. Namun, sesekali kita juga bisa menarik poni ke belakang, terutama untuk acara formal, seperti ke undangan acara pernikahan dan acara lainnya. Selain cantik, tampilan seperti ini dapat membuat perempuan semakin elegan dan mempesona. Sebaiknya tata rambut dalam keadaan setengah basah, agar setelah kering, rambut tidak tampak kaku. Setelahnya, gunakan jari-jari tangan untuk mengaplikasikan produk mulai dari akar hingga ke ujung rambut, kemudian remas rambut mulai dari ujung ke arah kulit kepala. Namun, kata Partiadnyani Melati, bicara penataan rambut, jangan terlalu sering mengikat rabut, sebab akan membuat rambut kesulitan bernapas sehingga lebih mudah membuatnya rontok. Selain itu, saat mengikat rambut pastikan pula kita memakai karet rambut yang nyaman. – Sri Ardhini
Mitos
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
11
Wanita Menopouse Lebih Berisiko Kena Sakit Jantung Penyakit jantung menjadi salah satu dari sekian banyak penyakit yang menjadi pembunuh terbesar di Indonesia. Prof. Dr. I Wayan Wita, Sp. JP (K) menjelaskan penyakit jantung dibagi menjadi 5 kelompok besar. Yakni, penyakit jan tung koroner, jantung karena hipertensi, jantung karena rematik, jantung akibat organ lain (sep erti kelenjar gondok) atau penyakit lain, dan penyakit jantung bawaan.
A
pakah penyakit jantung selalu keluhannya nyeri pada dada? Ini dikatakan Prof. Wita adalah keluhan utama penderita jantung koroner. Selain sakit/nyeri pada dada atau dada seperti ditekan, bisa menjalar ke tangan, leher (leher seperti dicekik), hingga ke pugggung. “Rasanya seperti pegal, tetapi gejala itu
bisa tidak jelas jika si penderita ada sakit diabetes, atau berumur lanjut,” jelasnya. Bahkan pada wanita, gejalanya sering tidak khas. Sering juga didahului gejala lainnya seperti sesak napas. Kadang-kadang sesak napasnya lebih dirasakan daripada nyeri dadanya. Ada yang nyeri dadanya berat sekali seperti ditindih, ada juga yang ringan, tergantung
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di a mplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Coitus Interruptus “Dok, beberapa waktu lalu saya berhubungan seksual dengan istri saya tanpa menggunakan kondom. Saya biasanya mengeluarkan sperma di luar, untuk mencegah kehamilan, karena kami belum merencanakan memiliki anak lagi. Kemarin itu sperma saya tumpain di luar vagina, tapi tanpa saya perkirakan ada sedikit yg terdorong ke dalam. Apakah istri saya bisa hamil jika ada sedikit sperma di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong di jelaskan, Dok.” (Mayun, 27 thn) Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Hubungan seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma atau ejakulasi terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus interruptus. Sebenarnya
cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalannya cukup sering terjadi mengingat banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa mengontrol ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma
Prof. Dr. I Wayan Wita, Sp. JP (K)
pada persepsi orang. “Tapi yang paling khas sekali adalah dada berat disertai berkeringat, rasa ketakutan, rasa dijepit, ditindih,” imbuhnya. Pada wanita, khasnya tak begitu jelas, kadang lebih ringan dan
yang sudah diejakulasikan diluar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya. Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, sel spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali terdorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak perempuan juga sedang dalam masa subur. Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara sel spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat
timbulnya lebih belakangan. Jika pada laki-laki, penyakit jantung menyerang usia 40-50 tahun, pada perempuan serangan itu 10 tahun belakangan, atau sekitar usia 50-60 tahun. “Pada usia 40-50 tahun itu wanita masih terlindungi karena siklus haids mempengaruhi hormon hormon progesteron dan trestogen. Tapi pada usia 50-60 tahun atau sudah memasuki masa menopause, wanita justru lebih timggi risikonya,” jelasnya. Ditegaskan Prof. Wita, gejala utama jantung koroner memang nyeri dada. Tetapi jika ada komplikasi, gejalanya bisa macammacam. Penyakit jantung manapun bisa komplikasi. Jika komplikasinya gagal jantung, itu gejalanya sesak napas, berdebar, bengkak di kaki, batuk, malam hari timbul sesak dan banyak kencing. Jika komplikasinya gangguan irama jantung, gejalanya dada berdebar keras. Di Indonesia, khususnya di Bali, paling banyak yang menderita jantung koroner, hipertensi juga diabetes. “Pemicu jantung bawaan karena kelainan bawaan, penyakit jantung rematik karena kuman-kuman, penyakit jantung gondok karena hormon. Yang paling banyak yang dibilang serangan mendadak adalah jantung koroner,” paparnya. Pemicu penyakit jantung koroner disebutkannya ada 21 faktor. Penelitian paling terbanyak adalah karena merokok. Faktor lainnya, di antaranya karena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, dan kurang olahraga yang sekarang makin meningkat. Apakah benar banyak makan garam memicu penyakit jantung? Banyak garam dijelaskannya dapat mengakibatkan meningkatkan tekanan darah/hipertensi, yang membebankan kinerja jantung.
“Termasuk ikan asin membebankan jantung, tapi ikan segar menguntungkan jantung,” ingatnya. Selain faktor fisik, faktor nonfisik seperti stres juga cukup berpengaruh.” Karena banyak penyebabnya itu, harus bagi, yang mana karena keturunan, karena meskipun tidak besar sekali tetapi menentukan. Mencegahnya dengan gaya hidup,” tegasnya lagi. Ketika ada faktor genetik/ keturunan, Prof. Wita mengingatkan kita harus lebih awas. Penyakit jantung bisa tidak akan muncul jika yang bersangkutan tidak merokok, tidak kolesterol tinggi, atau tidak pada faktor pemicu. Meskipun ada faktor keturunan tak otomatis pasti kena. Faktor keturunan itu memperberat faktor risiko. “Misalkan dalam keluarga ada keturunan diabetes, kemudian yang bersangkutan memiliki berat badan lebih, ya kena diabetes. Jika ada riwayat harus lebih berhati-hati. Tapi tidak jaminan juga yang keluarganya bersih tidak bisa kena diabetes,” contohnya. Serangan jantung biasanya datang berulang dan biasanya serangan berikutnya lebih berat? Karena itulah ada yang disebut pencegahan sekunder. Yakni mencegah penyakit ulangan tersebut agar tidak bertambah parah. Penderita jantung wajib hukumnya minum obat seumur hidup? Prof. Wita tak mengelak. Paling tidak penderita jantung diberikan obat pengencer darah, jika ada hipertensi, obatnya diteruskan juga. Obat itu jenisnya bisa banyak, dosisnya bisa ringan. Yang penting ditanamkan pada masyarakat adalah pengobatan harus selektif, tak ada pengobatan yang sifatnya instan. Kepatuhan ini yang harus diedukasi.
tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamil an. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menhgindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus pastilah menjamin seratus persen hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan tentu saja keliru. Karena sekali lagi, kegagalannya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncatloncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi.
Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih banyak beredar dan dipercaya. Pe ngaruhnya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang butuh atau sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kese hatan reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, sehingga tidak jarang kita temui kasuskasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya. Lalu, kalau terjadi kehamilan, apa yang mesti dilakukan? Tentu saja kehamilannya harus dipertanggungjawabkan. Jika dilihat dari usianya, maka jawaban yang lebih tepat adalah dengan menikah dan melanjutkan kehamilan. Kecuali, memang ada pertimbangan medis lain yang tidak memungkinkan kehamilan dilanjutkan.
–Inten Indarawati
10
Bugar
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Pentingnya Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging ( MRI ) pada Guyon Canal Syndrome Oleh: dr. I Made Wijaya, Sp.Rad Penulis adalah Dokter Spesialis Radiologi RS Siloam Hospitals Bali
Guyon canal syn d ro m e ya n g j u ga dikenal sebagai Ulnar tunnel syndrome atau Handlebar palsy, di sebabkan oleh karena terjepitnya saraf Ul naris di Guyon canal saat melewati perge langan tangan. Guyon canal terletak antara tulang hamatum dan tulang pisiformis pa da pergelangan ta ngan dimana atapnya dr. I Made Wijaya, Sp.Rad dibentuk oleh liga mentum Carpal Palmar dan lantainya oleh Fleksor Retinakulum. Gejala biasanya dimulai dengan perasaan kesemutan pada jari manis dan jari kelingking serta dapat berkembang menjadi hilang nya sensasi dan / atau gangguan fungsi motorik dari otot-otot intrinsik tangan yang dipersarafi oleh saraf Ulnaris tersebut.
umumnya terjadi pada pengendara sepeda, karena tekanan yang berkepanjangan pada Guyon canal terhadap setang sepeda. Sebab lainnya adalah patah tulang, pasca trauma, ganglion, lipoma, ra dang sendi atau arthritis, bekuan darah di dalam pembuluh darah arteri ulnaris, aneurisma pembuluh darah arteri ulnaris, anomaly pada pembuluh darah arteri ulnaris dan lain-lain. Masalah ini mirip dengan kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) tetapi meli batkan saraf berbeda. Bila pada Carpal Tunnel Syndrome (CTS) melibatkan penekanan pada saraf Medianus sedangkan pada Guyon Canal Syndrome (GCS) melibatkan penekanan pada saraf Ulnaris yang keduanya berada di pergelangan tangan dengan posisi yang berbeda. Kadang-kadang kedua kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada tangan yang sama.
Gambaran hasil pencitraan MRI pergelangan tangan pada Guyon canal yang normal.
Gambar hasil pencitraan MRI pergelangan tangan pada kasus Ulnar tunnel syndrome karena penekanan oleh Ganglion (tanda panah putih)
Gambar Anatomi Guyon Canal Pada Pergelangan Tangan
Gambar hasil pencitraan MRI pergelangan tangan pada ulnar tunnel syndrome karena penekan oleh Lipoma (L)
Gambar contoh kasus UlnarTunnel syndrome yang menimbulkan penekanan pada saraf Ulnaris. Pada kasus patah tulang pergelangan tangan; B. Pada kasus radang sendi / arthritis; C. Pada kasus pembalap sepeda.
Gambar distribusi sensoris klasik saraf ulnaris, termasuk pada pertengah jari ke-4 (jari manis) dan jari ke-5 (kelingking). Guyon canal syndrome dapat disebabkan oleh beberapa hal. Terlalu seringnya menggunakan pergelangan tangan dari men cengkeram berat, memutar pergelangan tangan serta gerakan tangan secara berulang dapat menyebabkan timbulnya gejala. Bekerja dengan membungkukkan tangan ke bawah dan keluar da pat menekan saraf di dalam Guyon canal. Guyon canal syndrome
Diagnosis Guyon Canal Sindrom dimulai dengan rincian kejadiannya dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Kompresi atau penekanan dapat terjadi di beberapa daerah di sepan jang saraf ulnaris dan dokter akan mencoba untuk menemu kan di mana saraf yang terkompresi tersebut. Jika gejalanya oleh karena cedera pergelangan tangan yang traumatis, pemeriksaan dengan sinar-X diperlukan untuk memeriksa ada tidaknya keretakan atau patah tulang atau dislokasi pada perendian pergelangan tangan. MRI (Magnetic Resonance Imaging) sangat membantu dalam menegakkan diagnosis, karena dapat menampilkan gambaran anatomi jaringan lunak yang sangat baik. MRI dapat membedakan jaringan otot, jaringan lemak, jaringan saraf, pembuluh darah, tulang serta jaringan lunak lainnya dengan detail. Sehingga penekan jaringan saraf Ulnaris misalnya oleh karena kista ganglion, aneurysma pembuluh darah arteri ulnaris, lipoma, bekuan darah di dalam pembuluh darah arteri ulnaris, anomali pada pembuluh arteri ulnaris dan sebab lainnya, dapat terlihat dan ditampilkan dengan sangat baik pada MRI.
Tahap awal peng obatan adalah dengan pengunaan obat antiinflamasi atau sun tikan kortison atau kortiko-steroid. Peng gunaan sarung tangan atau Wrist brace dapat membantu melindungi saraf ulnaris dari kom presi atau penekanan. Pilihan pengobatan yang paling radikal adalah dengan operasi pada pergelangan ta ngan untuk mengu rangi ketegangan di ligamentum carpal Gambar hasil pencitraan MRI pergelangan Palmar yang memben tangan, penekana saraf ulnaris didalam tuk atap Guyon canal, Guyon Canal oleh anomaly pembuluh darah arieri ulnaris yang tampak berkelok-kelok. sehingga mengurangi kompresi pada saraf ulnaris. Tentunya tahap pilihan pengobat an tersebut tergantung pada kondisi keluhan penderita saat melakukan pemeriksaan awal serta kondisi pada saat peme riksaan follow-up atau pemeriksaan lanjutan oleh dokter.
Style
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Blossom
of
Endek
Blossom of Endek adalah tema yang dipilihnya untuk persembahan koleksinya kali ini. Ada keindahan pada dominasi kain tenun Bali, endek dengan nuansa blossom atau warna cerah namun teduh, seperti; fushia, abu-abu, serta peach.
D
eretan koleksi milik salah satu desainer papan atas Bali, Putu Aliki, yang juga pengurus APPMI Bali Bidang Kerorganisasian ini di persembahkan pada per ingatan HUT Kemerdekaan RI. Pagelarannya juga dilaksanakan serangkaian acara penggalangan dana pembangunan studio bagi penari maestro Bali, Ida Bagus Blangsinga di Le Meridien, Jim baran Bali pada Agustus silam.
Pada rancangannya kali ini pula, desainer yang lebih dari 15 tahun berkecimpung di dunia fashion ini menggunakan motif endek yang tidak biasa, yakni endek dengan layer keabuan yang menimbulkan efek ringan dan modern. Dengan taste dan talenta yang dimilikinya maka si luet simetris serta tidak simetris hadir memberi kesan bahwa busana siap pakai karya Putu Aliki ini tetap gaya dan memiliki karakter. – Sri Ardhini
Putu Aliki
15
16
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
“Leak Ngakak” Akhiri PKKMB IKIP PGRI Bali Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Bali 2015 yang berlangsung mulai Rabu (9/9), ditutup Sabtu (12/9). Selain ceramah-ceramah, Ketua Panitia Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd. mengatakan, PKKMB dengan tema “Melalui PKKMB IKIP PGRI Bali Mendidik Mahasiswa Proaktif, Analisis, Kreatif, Inovatif dan Berkarakter” yang diikuti 625 mahasiswa baru juga diisi dengan kerja bakti di lingkungan kampus dan penghijauan di luar kampus. Semua kegiatan tersebut dikatakannya sudah mengacu pada surat keputus an Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 25/DIKTI/Kep/2014, tentang panduan umum PKKMB.
Y
ang menjadi istimewa dari PKKMB IKIP PGRI Bali kali ini adalah ditutup dengan pementasan Calonarang Kolosal “Leak Ngakak” yang melibatkan dosen dan mahasiswa IKIP PGRI Bali. Pementasan seni ini dikatakan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta,S.H., M.Hum., untuk menunjukkan bahwa IKIP PGRI Bali yang memiliki Jurusan Sendratasik mampu menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat luas, yang sekaligus juga menjadi bagian dari promosi. Acara penutupan yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Centre Denpasar tersebut, juga diisi lagu, baca puisi, dan demo seni dari mahasiswa FPBS yang dipamerkan di depan Gedung Ardha Candra. Sebelumnya, diawali dengan penandatanganan MoU antara IKIP PGRI Bali dengan Pemda Klungkung, BNN Provinsi Bali, dan LPMP Provinsi Bali. “Sebelumnya,
Kawasan Tanjung Benoa dikenal sebagai tempat wisatawan untuk menguji adrenalin dalam urusan air. Banyak wahana yang ditawarkan di sepanjang pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Ada parasailing, banana boat, jetski, tubbing, dan fly fish. Semua ini termasuk aktivitas yang membuat jantung berdegup kencang.
kami sudah melakukan MoU dengan Kota Denpasar, Gianyar, dan Badung. Berikutnya tentu saja kami akan merangkul semua kabupaten di Bali. Ini merupakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bahwa keberadaan IKIP PGRI Bali benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. -ten
Dara
Edukasi
Leak Ngakak
Cerita ini dimulai dari perjalanan hidup Ni Calonarang di Desa Dirah. Sejak mendapatkan anugerah ilmu kesaktian dan pustaka suci Niscaya Lingga dan Nircaya Lingga oleh Dewi Durga, tiga dunia pun dikuasainya. Di Penepi Siring, ada seorang penduduk yang bernama Madu Segara. Begitu lama penyakit yang diderita suaminya tak kunjung pulih. Madu Segara memohon belas kasihan dan mengungkapkan keinginannya untuk berguru kepada Calonarang. Namun hal tersebut ditolak Calonarang karena Made Segara (suaminya) masyarakat “wong sudra”. Tentunya hal ini membuat Made Segara kecewa, sedih, dan marah bercampur menjadi satu. Seiring berjalannya waktu, sakit suaminya pun makin parah hingga ajal menjemput. Madu Segara hanya pasrah dan tak henti-hentinya memohon Dewa Maut untuk mencabut nyawanya agar dapat mendampingi suaminya di alam baka. Melihat keteguhan hati Madu Segara, Dewi
Pementasan Calonarang Kolosal “Leak Ngakak” oleh IKIP PGRI Bali Durga merasa kasihan dan menganugerahinya kesaktian yang melampaui kesaktian Calonarang. Perang tanding antara Calonarang dan Madu Segara pun tak dapat dihindari, sampai pada kekalahan di pihak Calonarang. Namun disini, Dewi Durga telah berjanji bahwa Calonarang adalah murid yang utama. Kesaktian Madu Segara diambil setengahnya, yang pada ketika itu Madu Segara dijuluki Ni Rarung. Kondisi tersebut berdampak negatif terhadap Kerajaan Kediri, termasuk Dirah yang masih dalam wilayah kekuasaan Kediri. Calonarang makin semena-mena, banyak korban berjatuhan. Dengan nasihat pendeta istana Mpu Baradah, Calonarang akhirnya mendapatkan hukuman yang layak atas segala perbuatannya. Dalam cerita Calonarang itu, Rektor Made Suarta mengatakan terselip
nilai-nilai pendidikan karakter yang selama ini diterapkan IKIP PGRI Bali. Bahwa, sehebat-hebatnya seseorang, jika sudah bersifat negatif pasti akan dikalahkan oleh kebenaran.Rwa Binneda selalu berdampingan. Tergantung seseorang mau menonjolkan yang mana? Salah menggunakan kelebihan yang dimiliki pasti bermuara pada kesulitan. Ilmu yang bersifat negatif lebih cepat dirasakan (instan) oleh masyarakat namun cepet juga hilangnya, kembali dikalahkan darma. Sementara ilmu yang bersifat darma akan tetap stabil dan bertahan sepanjang zaman. “Jadi penekanannya bagaimana menyatukan pikiran, perkataan dan perilaku. Tidak seperti tokoh Calonarang, yang pikiran, perkataan, dan perbuatannya tidak menyatu,” tandasnya. -ten
Terbang di Atas Ombak Tanjung Benoa memilih tandem dengan pengembudi jetski. “Kalau saya tidak pegangan yang kuat, mungkin sudah terbanting di tengah laut. Tetapi asyik, bisa diajak menikmati petualang, berputar dengan posisi jetski berdiri. Terbang di atas ombak juga mengasyikan. Tapi, kalau sendirian, tidak berani,” ujarnya sembari tertawa. Untuk menikmati jetski selama 15 menit tarifnya 35 USD. Itu harga yang tercantum di price list Taman Safari Dive & Marine Sports. Harga ini sudah termasuk pendampingan instruktur.
Wisatawan juga tidak usah khawatir karena ada tanggungan asuransi. Pengalaman yang tak kalah seru diungkapkan Wahyu yang menjajal parasailing. Ia merasa tubuhnya makin lama makin melayang karena terbang bersama parasailing yang ditarik boat. Untuk satu putaran, sudah cukup untuk menikmati kawasan wisata Tanjung Benoa. Semua aktivitas di pantai terlihat dengan jelas. Namun, harus berhati-hati kalau angin kencang.
9
“A
B
agi yang ingin santai, jangan khawatir karena aktivitas trawling fishing tour, pelesir ke pulau Penyu, atau hanya sekadar menikmati pantai Tanjung Benoa. Imam, salah seorang wisatawan asal Jawa Timur yang menjajal jetski mengaku awalnya degdegan. “Kelihatannya gampang, hanya memainkan panel gas. Tetapi, kalau sudah diterjang ombak, rasanya luar biasa,” ujarnya. Pengalaman Leon lain lagi. Karena tak berani sendiri, ia
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
“Turunnya itu yang sulit. Saya sudah berusaha untuk menarik tali sekuat tenaga agar bisa mendarat tepat di lokasi start. Untungnya petugas darat dengan sigap mengejar dan menarik,” ungkap wisatawan yang datang ke Tanjung Benoa dalam rangka gathering perusahaan ini. Bagi yang ingin menikmati atraksi beramai-ramai, pilihannya banana boat. Penumpangnya bisa 3 sampai 5 orang. Mereka bisa sambil bermain-
main dengan banana yang meliuk-liuk. Sekali waktu pengemudi boat bisa membuat banana ini terbalik. Durasi atraksi ini sama dengan jetski, 15 menit. Harganya pun sama, 35 USD. Bagi yang belum pernah melihat tukik dan penyu, jangan sampai melewatkan Tanjung Benoa. Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya, S.E., M.Si. berkelakar, dulu Tanjung Benoa identik dengan pembantaian penyu. “Kini Tanjung Benoa sudah berubah, kami memiliki penangkaran tukik. Kalau lihat tukik dan penyu datanglah ke Tanjung Benoa,” ujarnya di sela-sela kegiatan pelepasan tukik dalam rangkai an Pengabdian Masyarakat Pasca sarjana Unud Peduli 2015. –Ngurah Budi
yu sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua orang yang tanpa kenal bosan maupun lelah mendukung dan membantu Ayu sampai mendapatkan gelar Jegeg Bali. I wouldn’t be here if it wasn’t for their help and their support,” ujar dara kelahiran Denpasar, 6 Juli 1997 ini. Sebagai Jegeg Bali, Ayu mendapat kesempatan bertugas menghadiri dan berpartisipasi dalam banyak event, sharing mengenai pengalaman dan pandangan mengenai isu-isu, mendampingi dan berdiskusi dengan beberapa tokoh seperti Menteri UMKM, Menteri Pariwisata, Gubernur DKI Jakarta, Hermawan Kartajaya, dll. Ia juga berkesempatan menghadiri pemilihan Abang None Jakarta dan berkenalan dengan dutaduta wisata dari banyak provinsi dan saling tukar pengalaman mengenai pariwisata di daerah masing masing. Bersama seluruh temanteman Semeton Jegeg Bagus (Sejebag) Bali mereka akan berupaya untuk berkontribusi terhadap Bali baik dari segi pariwisata maupun nonpariwisata dengan melancarkan beberapa program kerja. “Program kami antara lain kegiatan sosial (safari kesehatan dan pariwisata sejebag Bali, gerakan seribu buku tulis, kunjungan ke panti asuhan dan kegiatan bersama difabel), mengadakan lombalomba bagi masyarakat luas agar dapat turut berpartisipasi dalam pelestarian wisata seperti speech contest, lomba fashion show endek kasual. Ada juga kunjungan pariwisata dan promosi budaya pariwisata ke beberapa daerah di Indonesia dan negaranegara lain,” ungkap peraih gelar “Miss Sunburst Youth Camp 2014” di International Youth Gathering “Sunburst Youth Camp 2014”, Singapura serta anggota delegasi Indonesia di International Community Development and Leadership Summit 2013, New Delhi, India ini. Ayu punya pengalaman berkesan selama mengikuti konferensi di India karena dapat kesempatan berkeliling India, mengunjungi historical sites di s a n a , belajar kebu-
Ayu Saraswati
Maksimalkan Waktu Pemilihan Jegeg-Bagus Bali 2015 sudah berlalu. Putu Ayu Saraswati terpilih sebagai Jegeg Bali 2015 sekaligus Jegeg Bali Favorit. Apa tugas Ayu selanjutnya dan apa harapannya terhadap generasi muda? dayaan dan kehidupan di India. Ia berkesempatan mendapatkan ilmu langsung dari tokohtokoh besar di India seperti Perdana Menteri India, sastrawan, dan pengusaha sukses di India. “Ayu mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai (cara mengembangkan dan membantu masyarakat) dan tentang kepemimpinan. Tentu saja yang terpenting adalah memperluas jaringan persahabatan dan menjalin hubungan baik dengan teman teman dari negara-negara di seluruh dunia,” ujarnya sembari tersenyum. Persiapan materi Jegeg-Bagus 2015 ia lakukan dengan belajar mengenai kebudayaan, isu-isu terkini, pariwisata, ekonomi, pembangunan, dll. Persiapan mental, persiapan fisik juga dilakukan agar kuat menjalani prakarantina dan karantina yang sangat padat. “Ayu juga berusaha lebih banyak belajar mengenai beberapa aspek penunjang seperti public speaking skills, kepercayaan diri, dan catwalk, modeling. Tidak lupa dengan meminta dukungan dan doa dari orang orang terdekat,” ujar alumnus SMAN 4 Denpasar ini.
SALING MENDUKUNG Ayu pun menuturkan pengalamannya saat malam penobatan Jegeg-Bagus Bali 2015 yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Provinsi Bali didukung Sejebag Bali dan Saka Bros. Yang paling berkesan bagi Teruni Denpasar 2015 ini adalah suasana kebersamaan dan rasa sayang yang dirasakan. Saat semua finalis (yang seharusnya bersaing) berdoa bersama dan saling mendukung dan berpelukan di belakang panggung. Semua berdoa agar siapapun yang menang dan apapun hasilnya, mereka tetaplah keluarga yang saling mendukung dan akan tetap berkontribusi untuk Bali sebagai tim yang kompak. Ternyata Ayulah yang berhasil menjadi jawara. Baginya, semua berkat dukungan orangtua, keluarga, dan teman-temannya. Ketartarikan Ayu yang jago debat dan sudah meraih banyak prestasi nasional untuk lomba debat ini untuk ikut ajang Jegag-Bagus karena ingin mendapatkan teman, kenalan, koneksi, kesempatan dan pengalaman yang amat sangat berharga. Ia juga banyak belajar hal-hal yang selama ini belum pernah pelajari. “Semoga Ayu bisa belajar dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari kesempatankesempatan berharga yang diberikan. Semoga dengan gelar yang Ayu sandang setahun ke depan, Ayu bisa memberi dan berkontribusi semaksimal mungkin,” ujar mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Mengenai cita-cita dan impiannya, Ayu mengaku ingin mengembangkan diri semaksimal mungkin agar bisa lebih banyak lagi menolong siapapun dan apapun yang membutuhkan, seperti orang kurang mampu, binatang terlantar, dll. Kepada generasi muda, ia pun memberi pesan. “Kita memiliki waktu yang terbatas dan kesempatan tidak akan datang dua kali. Time is off the essence. Jadi, maksimalkan waktu dan gunakan segala kesempatan yang kita miliki agar menjadi pribadi yang positif, produktif, dan berguna,” tegasnya. –Ngurah Budi
8
Bunda & Ananda
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Kesuksesan tak Hanya Ditentukan Kecerdasan Intelegensi
Banyak orangtua yang ingin tahu tentang kemampuan intelegensi anaknya. Tes mengukur kemampuan biasanya dilakukan di sekolah atau secara pribadi. Orangtua harus memahami apa tujuan dari tes ini dan apa yang mau dilakukan dengan hasil tes.
“A
nak saya pernah tes kecerdasan intelegensi di sekolah. Hasilnya, dia berada di atas rata-rata. Tetapi, ada catatan, untuk teori kemampuannya bagus namun untuk praktik, agak kurang,” ujar Bu Agustin. Sementara itu Bu Yuniar mengaku anaknya belum pernah tes kecerdasan. “Saya belum tahu dimana bisa tes dan untuk apa hasil tes nanti,” katanya. Masyarakat umum mengenal inteligensi sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran ataupun kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Gambaran tentang anak yang berintelegensi tinggi adalah siswa yang pintar, selalu naik kelas dengan nilai baik, wajahnya bersih, pakaian rapi, mata bersinar, komunikatif dan sopan. Sebaliknya, gambaran anak yang berintelegensi rendah ditunjukkan sebagai orang yang lamban berpikir, sulit mengerti, prestasi belajar rendah serta kurang komunikatif. “Dalam buku Human Ability, Spearman dan Wynn Jones (1951) mengemukakan adanya suatu konsepsi lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia dengan gagasan abstrak yang universal, untuk dijadikan sumber pengetahuan sejati,” ujar Ni Ketut Jeni Adhi, S.Psi, M.Psi, Psikolog, dosen Prodi Psikologi Universitas Dhyana Pura, Bali. Ia menambahkan, kekuatan itu dalam bahasa Yunani disebut nous sedangkan penggunaan kekuatan disebut noesis. Kedua istilah ini dalam bahasa Latin dikenal dengan intelectus dan intelligentia yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi intellect dan intelligence. Dalam bahasa Indonesia, digunakan intelegensi. “David Wechsler, pencipta skala-skala intelegensi Wechsler (WPPSI, WISC, dan WAIS/ WB) menyebutkan intelegensi
Ilustrasi anak yang sedang mengikuti tes IQ
sebagai kumpulan atau totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional serta menghadapi lingkungan dengan efektif,” kata pengurus Himpunan Psikologi (Himpsi) Wilayah Bali sie Data dan Layanan ini. Ciri-ciri perilaku yang ditunjukkan seseorang yang memiliki kecerdasan intelegensi antara lain adanya kemampuan memahami dan menyelesaikan problem mental dengan cepat, kemampuan mengingat, kreativitas yang tinggi, imajinasi yang berkembang, kemampuan yang baik dalam mengemukakan pendapat, kekayaan informasi, kemampuan menggunakan konsep angka dalam berhitung, perhatian terhadap detil serta memiliki kemampuan untuk berpikir runtut. Pengukuran kecerdasan intelegensi dapat dilakukan dengan tes IQ yang diberikan seorang psikolog untuk menentukan kategori kecerdasan intelegensi sesorang. “Tes IQ diberikan sesuai dengan tingkatan usia seseorang dimana norma kelompok diberlakukan. Idealnya saat anak berusia 6 tahun dan ia sudah bisa berkomunikasi dengan baik,” kata Jeni.
“Orangtua jangan kaget kalau hasil tes IQ anak tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bawalah anak tes saat kondisinya sehat dan perasaannya tenang. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, jangan lantas kecewa. Berikan motivasi kepada anak untuk menunjukkan potensi terbaiknya”
Psikolog di Biro Psikologi Tema Insan ini menjelaskan kecerdasan intelegensi dipengaruhi dua hal, bawaan dan lingkungan. Faktor bawaan berupa potensi yang dapat dibarat sebagai bahan baku. Faktor lingkungan yang akan menstimulasi berupa proses yang dialami anak melalui belajar dan stimulasi yang didapat oleh anak. Makin sering diberi stimulus atau dilatih, kemampuan intelegensi anak
akan makin optimal. Kalau tidak ada stimulus, kemampuan anak menjadi stagnan.
INTERVENSI LEBIH AWAL Berdasarkan skala Wechsler, hasil tes IQ 131 ke atas (sangat cerdas), 121-130 (cerdas), 111120 (diatas rata-rata), 105-110 (rata-rata atas), 96-104 (ratarata), 91-95 (rata-rata bawah), 80-90 (dibawah rata-rata), 6679 (borderline), 52-65 (retardasi mental ringan), 36-51 (retardasi mental sedang), 20-35 (retardasi mental berat). Bagi anak yang hasilnya dibawah borderline, sebaiknya dimasukkan ke sekolah luar biasa atau sekolah inklusif. Namun, sekolah tidak akan langsung menerima. Harus ada rekomendasi dari psikolog serta hasil tes IQ. Mengenai pentingnya tes IQ, Jeni mengatakan ada dua hal. Pertama, untuk mendeteksi kelebihan atau kelemahan anak sehingga bisa melakukan intervensi lebih awal. Kalau memiliki kelebihan harus diberikan wadah agar kemampuannya tersalurkan. Sebaliknya jika memiliki kelemahan, segera lakukan konsultasi agar kondisinya segera tertangani. Kedua, untuk mengetahui fluktuasi emosi anak. Seberapa besar anak mau berusaha dan menunjukkan kreativitas. “Orangtua jangan kaget kalau hasil tes IQ anak tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bawalah anak tes saat kondis-
inya sehat dan perasaannya tenang. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, jangan lantas kecewa. Berikan motivasi kepada anak untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” papar Jeni. Mengenai korelasi kecerdasan intelegensi dengan kesuksesan, ia mengatakan kesuksesan tidak hanya ditentukan kecerdasan intelegensi semata. Masih ada banyak faktor yang menentukan, seperti kecerdasan emosi, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, dan daya juang. Kecerdasan intelegensi seseorang akan makin nampak dan berguna jika diimbangi dengan kecerdasan lain itu. –Ngurah Budi
Griya
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Pesona “Si Tanduk Rusa”
Salah satu jenis tanaman hias yang cukup menarik yang dikenal masyarakat dengan nama simbar merupakan sekelompok tumbuhan paku epifit yang tergabung dalam marga platycerium. Tanaman paku tanduk rusa ini memiliki penampilan yang khas karena memiliki dua tipe entalnya bercabang-cabang berbentuk seperti tanduk rusa. Spesies paku yang juga dikenal sebagai simbar menjangan ini dapat dijumpai tumbuh liar di berbagai daerah tropika dan subtropika di dunia.
S
alah satu stan bunga yang cukup banyak mengoleksi beragan jenis tanaman simbar ini adalah Bintang Orchid yang berlokasi di Tanjungbungkak, Denpasar. Pengelolanya, Gusti Ketut Catra mengatakan stan bunga milik kakaknya ini awalnya “bermain” di bunga anggrek. Lambut laun, Bintang Orchid yang sudah berjalan 8 tahun ini merambah ke jenis tanaman lain termasuk simbar. Tanaman simbar koleksinya ini, selain dari Bali, ada juga dari Papua, Kalimantan, Jambi,
Jeni Adhi
Mendongeng Lima Menit
burung hantu, raja si penidur
Burung-burung di Kerajaan Unggas merasa tidak pernah punya raja, karena mereka belum pernah melihat pemimpinnya. Konon raja mereka bernama Paduka Raja Burung Kondor. Burung raksasa itu acap kali mengambil muka ke kayangan, atau menyergap mangsanya Made Taro di padang pasir. Satu kali pun raja itu tidak pernah bertatap muka dengan rakyatnya. “Kita pilih raja baru, yuk!” usul Rangkok di tengahtengah banyak burung yang hinggap di cabang pohon. Usul itu disambut baik oleh para unggas. Mereka menugasi si Pelatuk untuk menyebarkan pengumuman. “Tuk tuk tuk, … tuk tuk tuk…!” demikian bunyi kulkul bertalu-talu yang dipukul oleh Pelatuk. Dalam waktu singkat sebagian besar unggas berkumpul. Muncul beberapa calon raja, antara lain : Pungguk, Rangkok, Belibis, dan lain-lain. Aneh, dalam pemilihan itu tiba-tiba muncul nama yang tidak pernah diunggulkan, yakni burung hantu. Pemimpin baru itu disambut sangat gembira oleh para unggas. Konon, pemimpin itu memenuhi persyaratan antara lain: berwibawa, sedikit bicara, bijaksana, dan rajin bekerja siang-malam. Ketika pemimpin baru itu akan dilantik, di atasnya melintas seekor burung gagak. Burung berbulu dan berparuh hitam itu terheran-heran melihat kerumunan yang meriah disertai tari, nyanyian
dan sorakan yang memekakkan telinga. Burung gagak itu lalu hinggap di sebuah ranting pohon yang tumbuh tidak jauh dari tempat itu. Melihat gagak yang keheranan, burung curik yang ikut dalam kerumunan itu terbang mendekati burung gagak. “Apa-apaan itu, Curik?” tanya Gagak. “Gawat, Tuan! Mereka memilih raja baru yakni Paduka Raja Burung Hantu.” Selanjutnya curik yang suka mengambil muka kepada gagak itu menjelaskan bahwa pemilihan itu dipaksakan dan sarat akan kepentingan. “Apakah dalam pemilihan itu ada Angsa, Elang atau Kasuari?” tanya Gagak. “Nah, itulah Tuan! Justru tokoh-tokoh itu, termasuk Tuan Gagak yang cakap, berwibawa dan berbakat tidak diundang.” Gagak yang sejak dulu berambisi menjadi raja itu, lalu hinggap di pohon tempat kerumunan itu. “Hai, Unggas!” teriaknya. “Tindakanmu sangat gegabah. Tahukah kamu bahwa bangsa unggas sudah punya raja bernama Paduka Raja Burung Kondor? Tahukah kamu apa akibatnya kalau sebuah negeri mempunyai dua pemimpin? Tanggunglah akibatnya, kalau Paduka Raja menuduh kau yang memulai menabuh genderang perang.” Mendengar wejangan Tuan Gagak, satu persatu kerumunan burung itu terbang meninggalkan tempat. Tinggal Paduka Raja Burung Hantu yang sedang duduk di singgasana. Di sebelahnya berdiri burung pelatuk yang asyik mengibas-ngibaskan kipas untuk raja yang baru itu. Namun kemudian tukang kipas itu pun terbang meninggalkan tempat. Di situ hanya tinggal seekor burung hantu yang tertidur lelap di atas singgasana.
17
Beberapa spesies simbar
Australia, Thailand dan Laos. “Masyarakat Bali khususnya paling banyak suka simbar Papua, karena bentuknya yang besar,” ujarnya. Simbar-simbar ini bisa ditempel pada batang pohon lain atau media lain, bisa jugadi gantung. Perawatannya juga tak terlalu sulit, yang terpenting berada di tempat lembab. “Kecuali simbar Jambi. Ini agak sulit perawatannya,” ujar Catra sembari menunjuk satu spesies simbar yang memiliki cabang-cabang daun seperti tanduk rusa. Daya tarik simbar memang terletak pada daun dan lidahnya.
Pengmbangbiakan simbar dari spora. Secara alami, spora akan diterbangkan angin dan tumbuh di tempat-tempat lembab. Bisa juga diternak, dicari sporanya, diisi lumut dan ditutup. Harga jual simbar yang sudah jadi pun cukup tinggi. Simbar Papua yang besarnya hanya sekepalan tangan bernilai Rp 150 ribu. Hingga yang paling besar denga ketinggian sekitar 1 meter dan diperkirakan berusia lebih dari 10 tahun dipatok dengan harga Rp 25 juta. “Jika penghobi tanaman, mereka pasti tau ini spesies langka, bentuknya indah,” tandasnya. -Inten Indrawati
18
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Life
Kreasi Soft Opening Beauty World Beauty World merupakan salon supplier terlengkap yang menyediakan produk-produk kecantikan ( cosmetic, beauty equipment dan accessories). Dengan target market customer yaitu beauty professional seperti salon, spa, klinik kecantikan, dokter (Aesthetic & Dematologi), wholesale bahkan end user (Retail). Selain menyediakan produk-produk, Beauty World juga menyediakan service atau treatment seperti face treatment berupa facial, body treatment berupa body massage, body spa, body whitening dan body slimming serta foot relax dan foot complate. Jasa treatment ini hanya ada di dua cabang Beauty World di Jakarta yaitu di cabang Mangga Dua Square dan Janssen House Pasar Baru. Dengan visi yang membawa konsep” One Stop Beauty Salon Supplier”, Beauty World mempunyai program kemitraan bagi siapa saja yang bergelut di bidang kecantikan dan spa yaitu program “Beautypreneurship”. “Program ini membawa mitra kami menjadi enterpreneur, dimana tujuan utama program ini adalahuntukmembangun dan menjaga hubungan yang baik dengan customer dan mitra kerja,” ujar Business Development Manager Achmad DJ. Orientasinya adalah untuk meningkatkan dan memperbesar bisnis di industri kecantikan dengan memberikan jasa edukasi berupa spa operating management, spa development consultacy dan training center. Beauty World yang sudah berdiri selama 13 tahun dengan Kantor Pusat di Jakarta, kini kembali Beauty World membuka cabang kedua di Bali, Senin (7/9) yang berlokasi di Jl. Maluku II No. 1 Dauh Puri, Denpasar Selatan- Bali. –Inten Indrawati
Sanggar Maha Bajra Sandi di Bandung
Sampaikan Pesan Bhineka Tunggal Ika Hari itu merupakan hari nasional, lahirnya Negara RI yang ke 70. Namun, suasana Gedung Indonesia Menggugat Bandung, tempat Soekarno membacakan pembelaannya terhadap negerinya itu diwarnai kegiatan seni tradisional. Dua budaya antara Karang Kamulyan Bandung dan Maha Bajra Sandhi Bali bertemu dalam satu pentas menyajikan seni tradisi menyuarakan Indonesia. Kreatif, indah dan menebar aura sacral.
D
uta seni Pulau Dewata yang pendukungnya lebih banyak anak-anak setingkat TK hingga SMP menyajikan pentas seni tanpa batas. Mereka tak hanya piawai memainkan gamelan tradisional, tetapi juga menari penuh ekpresif. Kemampuan seni yang multi itu seakan tak ada spesialisasi, sebab anak yang mula-mula sebagai penabuh tiba-tiba bangun berperan sebagai penari. Hal tersebut seakan menjawab kekhawatiran sistem pendidikan seni yang terspesialisasi seperti sekarang ini. Suasan pentas dengan sistem kalangan membuat antara penari dan penonton seakan tak ada jarak. Seniman belia ini tampil dengan penuh spirit Indonesia. Filosofi toleransi, tanpa membedakan atribut suku dan agama dijunjung tinggi hingga roh kebangkitan Bhineka Tunggal Ika terasa kental. Bahkan
penyajian seniman anak-anak ini menjadi simbol dari pagelaran 7 abad lahirnya Bhineka Tunggal Ika. “Kami senang dan bangga bisa tampil di Bandung walau itu dengan biaya sendiri,” kata Amri yang diiyakan teman-temannya. Kegiatan seni dengan tajuk “Manifesto Kebuda-YA-an Solusi Abad 21” itu diawali dari grup seni Karang Kamulyaan Bandung dengan menyajikan Tari Tarawangsa yang memiliki roh spiritual. Selanjutnya seniman Maha Bajra Sandhi yang didukung sekitar 70 seniman itu menampilkan moralitasnya sebagai penerus bangsa yang berkarakter yang digambarkan dalam sajian seni Garba Datu Menapak Bumi Nusantara. Sajian berikutnya ada tabuh Terompong Agung, Puisi Lang, Baris Sangkalpa, Tabuh Prakempa, dan Gong Goncangan Dunia Baru; Aubade Lebar Prana. Selanjutnya
diselingi tari dan tabuh Garuda dari Karang Kamulyan. Maha Bajra Sandhi kemabli menampilkan Tari Legong Seledet Tatit, Legong Tri Dewi, Tabuh PaBali, Tabuh Macan Ngreng dan tabuh Indonesia Menggugat yang diciptakan secara khusus. Ada pula rampak kendang dari Karang Kamulyan yang dimainkan oleh anak anak yang penuh spirit. Pementasan kemudian ditutup oleh pementasan ekplorasi kendang dari seniman Sunda dan Bali. Mula-mula Elan seniman Bandung berekplorasi dengan Gus Gentorang, Selanjutnya Kang Ugan tampil bersama Drs. Ida Wayan Oka Granoka. Walau mereka memainkan kendang dari masingmasing daerahnya, namun suara yang beda itu mereka ramu menjadi satu suara music yang indah. Ida Wayan Oka Granoka selaku pendiri dan penggagas Perguruan Yoga Musik Maha Bajra Sandhi (MBS) memaparkan, penyajian kreativitas MBS ini bukan sekedar pentas, melainkan untuk memaknai momentum 70 tahun Indonesia Merdeka, NKRI (1945-2015) dan Rekonsiliasi Besar Abad 21 “Menuju Puncak”. “Hal ini sebagai harapan capaian fase mahardika setelah merdeka. Mahardika yang dimaksud adalah kemerdekaan atau kebangkitan jiwa murni bangsa, kebangkitan
AirAsia Bali Beach Run 2015
AirAsia Bali Beach Run 2015 yang digelar Minggu (6/9) di Pantai Kuta, Bali, diikuti 1.800 pelari, dibuka oleh jajaran Komisaris AirAsia Indonesia dan Indonesia AirAsia X didampingi Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko dan Hendra Lapusa selaku President Director PT Trijaya Dewata. “Kami sangat senang melihat antusiasme peserta, karena peserta tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari negara Asia lainnya, Australia dan Eropa. AirAsia juga memiliki nilai yang sama dengan olahraga yang menghargai kegigihan, sportivitas, dan kerjasama,” ujar Sunu Widyatmoko. Tampil sebagai juara pertama kategori 10 km pria Dennis Isika dari Kenya. Juara pertama kategori 10 km wanita Jackline Musyawa Nzivo juga dari Kenya. Kategori 5 km, tampil sebagai juara pertama kategori pria Samgar Kamlasi dari Indonesia sedangkan Ni Kadek Ayu Sukamiti dari Indonesia kategori wanita. Selain kategori 5 km dan 10 km, AirAsia Bali Beach Run pada tahun ini juga menghadirkan kategori 2,5 km yang ditujukan sebagai salah satu aktivitas berlibur bagi pemula dan keluarga. –Inten Indrawati
kembali energy-energi lokal dan kreatif-kreatif lokal,” katanya. Granoka kemudian mendeskripsikan bahwa kondisi manusia saat ini memerlukan satu entitas pakarana (curriculum vitae) yaitu sejenis deskripsi awal seni-sainsfondasionalisme yang meliputi tiga katagori. Yaitu Musik (Musik Articulations), Linguistik (Linguistik Turn) dan Mistik (UnionMystica). Kurikulum inilah yang diterapkan dalam mendidik anak-anak asuhnya
yang tergabung dalam Maha Bajra Sandhi. Dikatakan pula, program ini sudah dirintis sejak tahun 2000 yang disebut Garba 2000-2020. Garba itu dibagi dalam tiga stadium, tahapan yaitu Estetik (2000-2006), Etik (2007-2013) dan Religius (20142020). Ia kemudian melakukan sebuah pencarian sehingga menemukan Indonesia (Nusantara Abad-21) saat ini berada dalam esensi waktu penciptaan kosmis yang disebut Mahawinduprasapta. Mahawinduprasapta itu, jelasnya yaitu tujuh kali periode waktu mistis penciptaan Brahma disebut Kalpa. Yaitu 70000 tahun letusan katastrofi Samosir Kaldera Danau Toba, 7000 tahun SadGuru pendiri Tantrayoga (Zaman bertemu diri, Perwujudan Kedamaian), 700 tahun Bhinneka Tunggal Ika (Sutasoma XIV-XXI, Solusi Terciptanya Toleransi Besar) dan 70 tahun Indonesia Merdeka. “Sebuah kebetulan yang tidak biasa yaitu kepemimpinan puncak RI I pun sedang berada dalam hitungan ke tujuh, sebuah periode waktu mistis yang harus dimaknai dengan bergegas menuju pencapaian puncak zaman,” imbuhnya. -Darsana
Story
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Luka Disembuhkan Lagu Alunan suara merdu Yolanda seolah membius para penonton di salah satu event musik di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tepuk tangan bergemuruh ketika Yolanda mengakhiri lagu jazz yang dinyanyikannya dengan begitu apik. Demikian pula ketika Yolanda tampil menyanyi di kafe tempatnya bekerja, ia total menyajikan syair demi syair yang mampu mengatur ‘irama’ suasana yang melegakan.
T
epuk tangan dan apresiasi penonton dan penikmat musik yang diterimanya hari ini, tidak didapat dengan mudah olehnya. Pahit getir kehidupan penuh cobaan yang telah dilaluinya sejak kecil, menjadikannya sebagai Yolanda hari ini. Yolanda yang tegar, tabah, kuat dan mandiri. Lahir dari keluarga yang broken home (orangtuanya bercerai sejak ia masih sangat kecil dan belum tahu apa-apa), membuat bungsu dari tiga bersaudara ini tidak banyak merasakan kasih sayang dari orangtua. Yolanda bahkan tidak mengenal benar wajah ayahnya, kecuali lewat foto. “Saya tidak pernah tahu wajah ayah kecuali saat ibu memperlihatkan fotonya,” kata Yolanda. Ketika orangtuanya bercerai, ia ikut dengan ibunya dan dua kakaknya ikut dengan ayah mereka (salah seorang kakaknya kini telah meninggal dunia). Sejak itu tiga bersaudara ini nyaris tak pernah berkomunikasi apalagi bertemu. “Semua seperti lepas dari ikatan kehidupan saya,” ujarnya. Apalagi saat ia duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, ayah kandungn ya meninggal dunia. Ketika ibunya memilih menikah lagi dengan duda beranak lima, hidup Yolanda makin terpuruk. Ayah tirinya yang tidak bisa memperlakukannya dengan baik, menjadi salah satu ujian terberat yang dihadapinya. Ketidakadilan prilaku ayah tirinya menjadi bagian paling menyakitkan baginya. Hari-harinya banyak mendengar umpatan dari ayah tirinya. “Bahkan secara fisik saya juga disakiti,” ujar Yolanda. Yang paling menyedihkan dan membekas serupa luka yang tidak bisa sembuh adalah ketika ayah tirinya melontarkan kata-kata sumpah serapah yang paling menyakitkan bagi seorang seorang perempuan. Itu dilakukan di muka umum, disaksikan banyak orang. Yolanda pun minggat dari rumah. Gadis kecil itu menumpang hidup beberapa hari di rumah tetangga. Sedih hati Yolanda bukan hanya mendapat perlakukan demikian, tetapi lebih dari itu bahwa ia harus memaklumi kepedihan hati ibundanya yang tidak bisa membelanya karena keadaan. “Meskipun saya sempat marah pada ibu yang tidak bisa membela saya, tapi saya memaklumi keadaannya waktu itu,” ujarnya. Yolanda sempat protes pada ibundanya saat itu, mengapa ibunya menikah lagi. Dengan lugas Yolanda mengatakan bahwa karena ibunya menikah lagi itulah membuat hidupnya sengsara. Lama Yolanda memahami mengapa ibunya memilih jalan menikah lagi. Ibunya memiliki alasan tersendiri tentang itu yang bisa diterima oleh Yolanda. Sehingga ia hanya berujar pendek, “saya maklum”. Meski hidup dengan suasana yang tidak dapat memberikan kasih sayang sepenuhnya pada putrinya itu, ibunda Yolanda harus menjalani takdir hidupnya mengurus lima anak dari suaminya. Dari sanalah Yolanda merasa bahwa ia jauh dari dukungan dan kasih sayang. Ia kehilangan hal-hal normatif dalam kehidupan sebuah keluarga. Anak sekecil itu dipaksa sudah harus mengambil dan menentukan sendiri pilihan-pilihan hidupnya, akan mau ke mana ia bawa masa depannya. Yolanda beruntung ketika menyadari potensi yang ada dalam dirinya. Dalam kondisi menghadapi
tekanan, di usia yang masih terbilang kecil yaitu saat duduk di bangku SMP, Yolanda meneguhkan hatinya untuk keluar dari masalah tersebut dan menemukan solusi sendiri dan dengan caranya. Yolanda yang pandai menyanyi ini terbilang anak yang luar biasa. Dalam kondisi tertekan seperti itu, Yolanda tidak jatuh ke hal-hal negatif melainkan
ia mampu beradaptasi dengan keadaannya dan menemukan kehidupannya sendiri pada jalur yang benar. Lewat suaranya yang merdu, Yolanda kecil mulai naik turun panggung. Secara otodidak keahliannya berolah vokal ini telah membawanya dari satu panggung ke panggung lainnya. Ia menjadi penyanyi sejak usia terbilang kecil. “Selama SMP dan SMA saya telah membiayai sendiri sekolah saya,” kata Yolanda. Ia sama sekali tidak lagi merepotkan ibunya karena ia tahu kondisi ibundanya yang serba sulit. DITONTON IBU Selain menyanyi secara profesional, Yolanda juga kerap menjadi bintang
panggung dengan menggaet predikatpredikat terbaik dalam berbagai lomba menyanyi yang diikutinya. Ia seperti berjalan sendiri. Sedih seorang diri dan ketika bahagia pun seorang diri. Ia selalu sedih ketika rekan-rekannya yang lain sesama peserta terlihat selalu diantar dan didampingi oleh ayah dan ibunya, sedangkan ia tampil berjuang di atas panggung tanpa ada yang membanggakan prestasinya. “Ibu sama sekali tidak pernah melihat saya menyanyi ataupun saat saya dapat juara, apalagi ayah. Saya selalu menerima penghargaan seorang diri tanpa siapa pun yang membanggakan saya sehingga bisa menjadi support bagi diri saya,” ujarnya tersenyum getir. Sampai akhirnya ia membuktikan diri dengan bakat dan kemampuannya menyanyi Yolanda mampu hidup mandiri. Bahkan ketika hijrah dari kota kelahirannya di Pulau Jawa ke Lombok, ia sukses menjadi penyanyi. Tidak hanya dapat membiayai kehidupannya dengan keluarga kecilnya,
7
Yolanda juga membagi rezeki dengan keluarga ibundanya. Kehidupan yang semakin dewasa telah mengajarkan banyak hal. Di samping suami dan anaknya, ia tidak memiliki siapa-siapa kecuali satu-satunya adalah ibundanya, yang dekat di hatinya. “Saya memahami kesulitan-kesulitan ibu sehingga seperi terlihat mengabaikan saya, namun saya juga memahami bahwa ibu sangat menyayangi dan mencintai saya,” kata Yolanda yang begitu bangga ketika suatu hari ibundanya menonton ia menyanyi di Senggigi. “Itu pertama kali ibu melihat saya menyanyi, setelah hampir 20 tahun saya menyanyi,” katanya. Kini Yolanda rajin berkomunikasi dengan ibunya dan atas apa yang pernah dilakukan oleh ayah tirinya pada dirinya, Yolanda kerap menyampaikan isi hatinya pada sang bunda. “Saya memaafkan Bapak (ayah tirinya), namun saya tidak bisa melupakan apa yang sudah dilakukannya,” ujar Yolanda dengan mata berkaca. -Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Maria Advianti
Antara Pundak dan Lutut
Kekerasan seksual terhadap anak sepertinya makin menjadi-jadi. Yang memprihatinkan, banyak pelaku sudah dikenal baik oleh korban. Kasus yang baru-baru ini terungkap terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pelakunya oknum tukang ojek. Tak tanggungtanggung korbannya 20 orang lebih, jumlah ini kabarnya kemungkinan masih bisa bertambah.
I
ni juga menjadi salah satu keprihatinan dari Maria Advianti, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Menurutnya banyak kasus pedofilia ini pelakunya adalah orang-orang yang dikenal oleh korban. Artinya, pelaku pedofilia ini berada di lingkungan anak-anak. “Pertanyaannya kenapa mereka bisa melakukan kekerasan seksual? Itu pasti karena mereka dipercaya, kan? Baik oleh orangtua, guru atau lingkungan. Pelaku ini sangat pandai ‘menipu’ sehingga maksudnya tidak terlihat. Jadi mereka (pelaku pedofilia) ada di tengah-tengah kita,”
tegas Wakil Ketua KPAI periode 2014-2017, ini. Peringatan Vivi, begitu wanita ini akrab disapa, bukan bermaksud menakut-nakuti namun agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Masyarakat, khususnya para orangtua, ucap Vivi, harus bisa mengenali ciri-ciri pelaku. Hal ini untuk menghindari agar anak tidak menjadi korban kekerasan seksual, juga menghindari anak dari jangkauan pelaku. “Saya yakin meski pelaku berusaha menyembunyikan niatnya namun sesungguhnya mereka memiliki ciri-ciri tertentu. Misalnya pelaku tinggal serumah, pasti
ada ciri-ciri tertentu yang bisa dicurigai. Sesuatu yang tidak biasa,” katanya. Kepada anak, orangtua juga harus mengajarkan agar dia bercerita tentang apa yang dialaminya. Misalnya dia disuruh ke warung, apakah ada tindakan orang yang dikenalnya tidak biasa, seperti pegang-pegang atau peluk-peluk. “Kalau anak diajarkan bercerita maka dia akan terbiasa menceritakan apa yang dialaminya,” tambahnya. Anak adalah anak-anak usia 7 tahun ke bawah, rentan terhadap tindak kekerasan seksual. Karenanya para orangtua pun harus mengajarkan kepada anak-anak mereka yang bersekolah di SD. Tentunya, untuk mengedukasi mereka, wanita kelahiran Surabaya 1974 ini, haruslah dengan bahasa yang mudah dimengerti, juga tidak menakut-nakuti. Kalau di luar negeri, misalnya, diajarkan untuk tidak berbicara dengan orang asing atau orang yang tidak dikenalnya. “Nah, bagaimana kalau yang terjadi berbeda, justru orang sekitar atau orang yang dikenal yang juga harus diwaspadai. Jadi pendekatannya harus berbeda pula. Orangtua harus lebih aplikatif terhadap anak. Misalnya, mengajarkan agar anak tidak menerima apapun, baik uang maupun makanan dari orang lain. Yang boleh memberi hanya orangtua. Kalau guru, tetangga atau orang lain, tidak boleh. Untuk itu tentunya kita harus memberi alasan yang bisa dimengerti anak,” tuturnya. Vivi yang juga kerap menjadi pembicara dalam kelas-kelas parenting, juga berbicara tentang
Maria Advianti
bagaimana caranya agar anak menghindari tubuhnya orang lain. Bahasa yang digunakan kepada anak-anak adalah ‘antara pundak dan lutut’ tidak boleh dipegang oleh siapapun selain orangtua. “Atau mungkin bisa dikatakan, ‘antara pundak dan lutut’ hanya boleh disentuh oleh dirinya sendiri dan ibu. Jadi kalau ibu bisa memandikan, membasuh bagianbagian tubuhnya, di luar itu tidak boleh,” jelasnya. Suatu ketika, dalam grup parenting ada anak menjelaskan bahwa gurunya di sekolah memegang pinggangnya. “Nah yang harus diajarkan adalah, si anak harus mengatakan kepada guru itu, bahwa mamanya mengajarkan bahwa antara pundak dan lutut, tidak boleh di pegang oleh orang lain. Hal itu kemudian dilakukan oleh si anak. Akhirnya pihak sekolah (guru) pun paham. Ini cara kita mengajarkan keamanan bagi dirinya,” papar Vivi. Vivi sendiri memiliki dua orang anak, satu di antaranya adalah perempuan berusia 6 tahun. Tak
dapat dimungkiri, sebagai orangtua ia pun kerap merasa cemas akan hal tersebut. “Karena banyak tahu tentang kekerasan seksual terhadap anak, banyak tahu informasi dibanding orang lain, justru kecemasannya menjadi lebih tinggi dibanding orangtua lain,” kata Vivi. Untuk mengatasi hal tersebut, dia juga melakukan sejumlah langkah untuk mengamankan anaknya juga anak orang lain. Di antaranya dengan membentuk lingkungan. Dengan begitu bukan hanya orangtua yang menjaga anak-anak tapi lingkungan juga ikut membantu. “Di lingkungan kami ada 12 anak. Kami, di kalangan orangtua, sudah sepakat bahwa anak-anak hanya boleh bermain di depan rumah, tidak boleh sampai masuk ke rumah. Karena kita kan tidak tahu siapa tetangga kita. Kita mengenal para ibu karena sering ngobrol, tapi dengan orang-orang lain yang tinggal di rumah tetangga, kita tidak tahu. Apakah itu pamannya, pembantu laki-laki, dll. Jadi yang lebih aman adalah main di luar, tentunya dengan pengawasan pula. Main di luar, lingkungan pun ikut menjaga,” ungkapnya. Langkah lainnya adalah, menyosialisasikan informasi sebanyak mungkin tentang kekerasan seksual anak kepada masyarakat sekitar juga ke sekolah, baik kepada para orangtua murid maupun guru dengan tujuan agar semuanya menjadi sadar dan selalu waspada.“Jadi justru karena ketakutan maka kita akan mencari cara bagaimana agar anak kita dan orang lain bisa terlindungi. Di atas semua itu adalah kita berserah kepada Tuhan,” tambah Vivi. –Diana Runtu
Hadirilah…!!! Grand Launching Konsep Terkini Modal Dikembalikan 200%
Mulai 11 Juta bisa punya Villa Harmonis di Ubud Bali Bila kita berbicara tentang bisnis Villa, hal ini identik de ngan modal besar. Untuk itulah pelaku bisnis ini dimonopoli oleh orang-orang yang bermodal besar. Mereka sebagian besar dari luar Bali dan hanya sebagian kecil dari Bali. Mayoritas orang Bali menjadi karyawan di villa-villa tersebut dan hanya segelintir orang Bali yang menjadi Pemilik Villa. Sebagian besar penghasilan dari bisnis Villa mengalir ke kantong-kantong / Pemilik Villa. Sedangkan orang-orang Bali yang berprofesi sebagai karyawan di Villa tersebut hanya bisa mendapatkan penghasilan berupa gaji.
M
elihat fenomena ini saya I Gede Dermawan merasa tertantang dan terpanggil untuk mencari solusi bagaimana caranya agar banyak orang bisa menjadi Pemilik Villa. Dengan modal keyakinan, keberanian dan tekad yang bulat akhirnya pada 24 Mei 2013 saya I Gede Dermawan bersama Ni Ketut Suciarini mendirikan PT Pengembang Properti Harmonis dengan brand Harmonis Land yang berkantor pusat di Denpasar. Villa Harmonis yang berlokasi di Ubud Bali ini berbasis ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan prinsip gotong royong. Konsep Villa Harmonis ini memungkinkan setiap orang bisa menjadi Pemilik Villa. Mulai 11Juta bisa menjadi Pemilik Villa Harmonis dengan manfaat yang berlimpah antara lain : 1. Mendapat Voucher Menginap senilai 11Juta di Villa Harmonis ( 100% Balik Modal ). 2. Mendapat penghasilan pasif selama 25 tahun. Di Tahun ke-1,
Pilih yang Nyaman Memilih busana tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Masing-masing orang punya gaya yang berbeda. Namun, hal yang terpenting adalah kenyamanan saat memakai busana tersebut.
B
agi perempuan yang berprofesi sebagai dokter ini, pemilihan busana kesehariannya, lebih cenderung ke casual. Bagi Candra Puspita Dewi, kenyamanan menjadi prioritas utama agar tidak me nganggu aktivitas. Untuk bekerja, karena sudah mendapatkan uniform endek jadi ia merasa lebih praktis dengan keseragaman. Disamping itu, bahan yang sedang dipromosikan Kota
Denpasar ini menyerap keringat. “Jadi lebih nyaman dalam bekerja,” kata perempuan yang akrab disapa dr. Candra ini. Untuk aksesoris, ia tidak terlalu banyak memakainya, apalagi sebagai wanita pekerja di bidang kesehatan, tentu ada batasan asesoris yang digunakan. “Saya paling memakai cincin, anting, dan arloji,” tuturnya. Sementara, untuk sehari-hari, dr. Candra lebih suka memakai celana pendek. Menurutnya,
dengan kondisi panas seperti sekarang ini, celana pendek menjadi favoritnya, terutama untuk acara santai dan di rumah. Untuk acara belanja busana, ia punya waktu khusus. “Biasanya pas lagi ada acara ke luar kota, saya suka belanja sekalian. Jadi sudah ada persiapan yang akan dibeli,” kata dokter rumah sakit BROS ini. Senada dengan dr. Candra, Anie Asmoro, juga menuturkan, sangat menyukai pakaian casual, terutama saat santai untuk di rumah. “Suka juga pakai daster di rumah, tapi daster yang sopan,” kata Humas salah satu perusahaan ini. Ia mengatakan, sejak dulu tidak pernah menggunakan baju
I Gede Dermawan
ke-2 dan ke-3 mendapat 10% dari Modal. Ini berarti di 3 tahun pertama sudah mendapat penghasilan pasif 30%. Di tahun ke-4 sampai dengan di tahun ke-25 setiap 6 bulan mengikuti untung Villa. 3. Di tahun ke-10 Modal Dikem-
balikan 100% tunai dan masih berhak menikmati penghasilan pasif lagi 15 tahun. 4. Komisi 10% setiap me ngajak tamu menginap di Villa Harmonis. 5. Ikut undian Grand Prize berupa mobil BMW, Honda Jazz, Avanza & Emas Mutiara 6. Tergabung dalam Komunitas Pemilik Villa Harmonis (Peluang Berlimpah).
7. Mendapat ID Card Pemilik Villa Harmonis. 8. Mendapat Sertifikat Pemilik Villa Harmonis. 9. Salinan Akta Perjanjian Kerja sama dari Notaris. Untuk informasi lebih lanjut silakan hadiri Grand Launching “Konsep Terkini Villa Harmonis “ Sabtu, 19 September 2015 pkl. 10.00 wita di Grand Santhi Hotel, Jln. Patih Jelantik Denpasar GRATIS : Makan
& Door Prize. Ketik : Nama Anda / Hadir / Grand Launching SMS ke : 081 999 646 318, 081 236 790 818 atau PIN : 57FF05D0 Tiket undangan bisa diambil di kantor Harmonis Land, Perum Kerta Dalem Mansion Blok B / 29 Sidakarya Denpasar. Saksikan dialognya hari Rabu, 16 September 2015 pukul 20.00 wita di Bali TV. Live Streaming www.balitv.tv
Anie Asmoro
Candra Puspita Dewi
model you can see. Ia lebih suka memilih kaus yang ada tangannya. Untuk jalan-jalan, ia memilih celana jeans atau celana kain ukuran ¾. “Celana pendek hanya saya kenakan di rumah,” kata Anie. Sedangkan, untuk acara adat undangan, ia pasti memilih kamen
dan kebaya, dan selalu menyanggul rambut. Untuk busana ke kantor, ia memilih bahan endek dan batik. Soal harga ia tak terlalu mematok, yang penting nyaman dan menyerap keringat untuk keseharian beraktivitas di kantor. -Wirati Astiti
Lebih Bagus Buka Usaha Sendiri Angeliqa Wu (paling kanan) bersama siswanya yang berprestasi
Peran sekolah desain dalam menyalurkan bakat calon desainer sangatlah penting. Dengan tambahan pengetahuan dari sekolah berupa pola, jahit, desain sesuai proporsi, konsep desain dan koleksi, pengenalan bahan, pengolahan kain, komputer desain, mempelajari sejarah mode dan tren saat ini hingga presentasi, akan menambah wawasan siswa sebagai calon seorang desainer baru.. Saat ini generasi muda Bali sangat antusias dengan keberadaan sekolah fashion design, karena karier di dunia fashion cukup luas cakupan atau pilihannya . Saat ini sangat banyak dibutuhkan oleh perusahaan
fashion dan textile. “Karier yang dimaksud, mulai dari desainer, tukang pola, asisten desainer, fashion stylist, fashion journalist, buyer, dan lain-lain,” terang AngelicaWu pemilik Angelica Wu Fashion Design Course di kawasan Jalan Kenyeri, Denpasar. Karena itulah Angelica Wu Fashion Design Course yang terbentuk sejak 16 Juni 2010, bergerak hadir dengan bidang pendidikan mode atau fashion. Konsep yang dijalankan sekolah ini adalah membuat siswanya nyaman dengan tempat belajar modern minimalis yang didesain khusus dengan fasilitas lengkap seperti ruangan yang ber-AC.
Begitu juga ruang jahit dilengkapi berbagai mesin jahit, termasuk lounge & studio room, LCD TV, komputer, serta perpustakaan.” Setiap sekolah desain memiliki kurikulum berbeda dan memiliki kelebihan masing-masing,” ujarnya. “Bagi para murid, kami juga menyiapkan tenaga pengajar dari kalangan desainer profesional serta praktisi yang andal di bidangnya,” lanjut Angelica Wu. Dengan motto “learning by doing”, ia menginginkan para siswanya dapat mempelajari fashion dengan mempraktekkan langsung serta melihat hasil karya desain secara visual. Ia juga menggantungkan harapan dunia pendidikan fashion di Bali bisa maju dan makin banyak sumber daya manusia ( SDM ) yang bisa berkreasi membuahkan hasil karya yang spektakuler
Unik dengan Bahan Etnik
Kawasan Villa harmonis di Ubud Bali
19
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Sebagai daerah dengan mayoritas umat Muslim, wanitawanita di Nusa Tenggara Barat banyak mengenakan busana Muslim dalam kesehariannya. Berbagai motif dan model busana Muslim terus berkembang mengikuti selera pasarnya. Tidak hanya busana yang terbuat dari bahan-bahan umum, busana Muslim kini melirik bahan-bahan berbau tradisional lokal yang menonjolkan ciri khas tiga suku di NTB, Sasak, Samawa dan Mbojo. Songket dan tenun ikat adalah bahan etnik yang kini
digemari wanita muslimah di NTB. Bahan dari songket dan tenun ikat khas Nusa Tenggara Barat
kini menjadi trend dalam berbagai busana yang tampak dalam berbagai kesempatan pula, seperti busana pesta, busana kantor hingga busana Muslim. “Busana Muslim di NTB sekarang lebih banyak mengambil bahan-bahan etnik karena unik,” ungkap Maya Damayanti, salah seorang disainer di Mataram yang banyak mendesain busanabusana Muslim dari bahan etnik. Selera busana Muslim wanita di NTB kini lebih menyukai hal-hal yang berbau tradisional etnik sehingga busana Muslim
dan mampu membawa nama harum Bali. Ia menjamin para siswa lulusannya akan dapat disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang berkualitas seperti designer’s studio, garmen, ataupun textile company. “Atau mereka ingin membuka usaha sendiri, malah lebih bagus sebab akan lebih banyak lagi dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru,” cetusnya. “ Tu j u a n k a m i m e m b u k a kursus fashion design ini karena ingin berkontribusi memajukan dunia pendidikan fashion di Bali. Membantu murid untuk berkarya walaupun tidak memiliki basic sama sekali dan menciptakan SDM yang andal dan berkualitas, “ paparnya. Konsep pembelajaran yang dilaksanakannya selama ini materinya antara lain Patternmaking
& Sewing; Fashion Anatomy & Design; Fashion Design & Illustration, Costume & Trend; My Fashion World dan Computer Design. “Ada juga Short Course untuk belajar tentang Kebaya & Bustier; Beading, Corsage ; Evening & Wedding gown; Draping & Reconstruction. Pilihan terakhir adalah private course ,” paparnya Saat ini, lanjut Angelica Wu, mereka yang selesai belajar di kelas full course 9 bulan, beberapa alumni sudah bergabung dalam satu brand concept store garapan Angeliqa Wu FDC yang akan launching Oktober nanti, dimana selain membuat koleksi, mereka mendapat pelatihan dan juga ada group discussion.” Semuanya bertujuan mewadahi dan mengembangkan kretivitas di bidang fashion di Bali,” tandasnya.” -Sri Ardhini
berbahan etnik ini sekarang sangat diminati. “Busana Muslim berbahan etnik sangat diminati dan laku baik di pasaran NTB. Bahkan bahan etnik NTB juga sangat diminati jika kami bawa ke luar NTB dalam pameranpameran yang selama ini digelar,” kata Maya yang pernah mengikuti Indonesia Fashion Week pada tahun 2014 lalu. Dengan ciri khas ini, menurut Maya, busana Muslim wanita NTB tidak mengacu pada trend lain melainkan hadir dengan trend sendiri dengan cirinya sendiri, yaitu lebih berwarna etnik. Meski dengan rok lebar melambai tetapi tetap modis dan indah meskipun lebar. Tenun ikat dan songket NTB yang indah membuat busana Muslim wanita di NTB juga menjadi memiliki kekhasan tersendiri. Busana-busana Muslim kantor juga kini banyak memakai tenun ikat tiga suku di NTB yakni,
Sasak, Samawa dan Mbojo. “Meski diaplikasikan ke busana kantor, bahan etnik berbau lokal ini sangat pas,” ujar Maya yang kini banyak melahirkan disain busana Muslim berbahan dasar NTB. Busana Muslim berbahan tenun ikat memang lebih diminati dibandingkan songket karena harga songket yang terbilang relatif mahal. Hal ini tidak hanya terjadi di NTB melainkan saat bahan songket dibawa ke luar NTB. Maka tenun ikat dianggap lebih pas untuk pasar karena harganya yang relatif terjangkau. Minat pasar busana Muslim NTB juga tidak pada tenun ikat printing melainkan yang tenunan asli. Bahan lokal yang memiliki banyak sekali pilihan, membuat busana berbahan etnik mampu menjawab selera pasar wanita di daerah ini. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Aisyah Odist
Dari Sepeda Kepincut Sampah
Bermula dari kegemarannya bersepeda dengan rekan-rekannya di tahun 2010, Aisyah Odist kepincut dengan sampah. Kebiasaannya naik sepeda jarak jauh dari Lombok hingga ke Sumbawa dan Bima bahkan sampai Bali, bagi perempuan kelahiran 17 Juni 1976 ini, bukan sekadar hobi, jalan-jalan biasa atau olah raga semata. Melainkan, ia melakukannya sembari “bersosialisasi” dengan lingkungan sekitar terutama pada jalur yang dilewatinya.
S
epanjang perjalanannya bersepeda itulah banyak pengalaman yang menjadi pelajaran berharga bagi perempuan dengan pembawaan tomboy ini. Kondisi lingkungan yang tidak menggembirakan sepanjang jalur yang dilaluinya telah mengasah kepekaannya untuk peduli pada lingkungan manakala ia melihat sampah berserakan di mana-mana. “Saya sedih melihat begitu banyak sampah yang tidak ditangani,” ungkap Aisyah yang selama lima tahun terakhir ini dikenal sebagai aktivis sampah. Bagaimana tidak, dikala bersepeda menikmati keindahan alam Lombok- Sumbawa, membuat ia pantas sedih ketika menemui banyak sampah di berbagai tempat. “Lombok-Sumbawa itu begitu in-
dah panoramanya, namun sampah sangat mengganggu pemandangan mata saya,” ujarnya. Dari sanalah ia berpikir untuk membuat sebuah ‘gerakan’ peduli sampah dalam kampanye kebersihan di mana pun tempat yang disinggahinya. Ia bersepeda sambil mengajak orang hingga ke desadesa terpencil untuk peduli pada kebersihan sekitarnya. Dua tahun ia melakukan hal ini namun menurutnya tidak berhasil. “Dua tahun saya hanya bicara saja, tidak berhasil merubah prilaku membuang sampah sembarangan. Hari ini saya ajak membersihkan sampah bersama-sama dan memang bersih. Namun besok-besok kembali kotor lagi. Saya merasakan bahwa bicara saja sangat tidak efektif, yang ada hanya buang-buang en-
ergi,” ujar perempuan yang pernah berkeliling ke beberapa negara sebagai tour guide untuk Asia di tahun 1995-2000 ini. Hal ini disebabkan karena sampah memang dipandang sebagai sesuatu yang tidak berharga juga tidak bernilai. Jadilah ia termenung memikirkan apa yang harus dilakukan untuk merubah sampah menjadi bernilai, entah apapun bentuk, nama dan caranya. “Saya kemudian melakukan pencarian pengelolaan dan pemanfaatan sampah lewat internet dan menemukan model bank sampah di Yogyakarta dan Bandung,” katanya. Karena tertarik dan feelingnya memperkirakan bahwa usaha ini akan berhasil, Aisyah dan dua rekannya akhirnya datang ke sana untuk mempelajari bagaimana sistem pengelolaan bank
“Sulap” Sampah Jadi Bernilai Saat pertama kali membuka bank sampah ini, Aisyah tidak memiliki keahlian untuk membuat kerajinan dari sampah seperti pada bank sampah di Yogyakarta, Surabaya dan Bandung. Perempuan yang biasa merantau ini, tak kehabisan akal untuk menemukan solusi dari apa yang sudah dimulainya itu. Yakni, modal nekad dan kepepet. Tapi rupanya niat baik Aisyah terbaca dengan baik juga oleh kebaikan alam. Jalan keluar itu ditemukan dengan cara tidak disengaja. Waktu itu, ujarnya, ia mengikuti pameran kerajinan di Mataram dan secara tidak sengaja ada orang yang melihat rajutan tas dan lainnya yang dipamerkannya. Orang tersebutlah yang menghubungkannya dengan seorang nelayan di Ampenan bernama Pak Dul dan mengatakan bahwa Pak Dul bisa membuat rajutan dari sampah plastik tersebut seperti yang dipamerkan. Tidak pikir panjang, Aisyah lalu mendatangi Pak Dul dan memintanya untuk membongkar tas rajutan tersebut kemudian merajut ulang agar dapat diketahui cara pembuatannya. Bersama Pak Dul serta dua rekannya Tene dan Rina, Aisyah merangkai dan merajut sampah tersebut menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi dan seni. Ia lalu melibatkan 20 orang yang tinggal di sekitar rumahnya di Lingkungan Banjar Selaparang, Ampenan untuk mempelajari hal tersebut dari Pak Dul. Mereka yang dilatih ini bahkan dibayar oleh Aisyah sejumlah Rp 20.000/hari selama dua hari agar
Pelatihan membuat kerajinan dari sampah plastik lunak
mau belajar hingga mereka bisa membuat kerajinan dari sampah tersebut. Mengawali niat menciptakan lingkungan yang bersih, Aisyah melakukan sosialisasi bahwa “sampah bisa ditabung”. Sembari bersosialisasi ia mulai mengumpulkan tabungan semua jenis sampah plastik lunak (seperti bungkus kopi, bungkus minumanminuman, detergen dan berbagai jenis lainnya) dari masyarakat di sana. Dengan sepeda motor yang telah dimodifikasi sehingga memiliki boks di belakangnya, Aisyah berkeliling khususnya di sepanjang Kerandangan dan wilayah Senggigi Lombok Barat untuk mengumpulkan sampah plastik ini. Pada akhirnya tidak hanya 20 orang yang bisa membantunya mengelola sampah plastik ini menjadi kerajinan melainkan para ibu
rumah tangga dan gadis-gadis di lingkungan tersebut terpicu untuk juga melakukan hal yang sama. Semakin hari semakin banyak yang tertarik untuk mempelajari hal ini
Inspirasi
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
I M a d e Pa t r i
5
Modal Satu Kompor Tak ada sukses tanpa perjuangan dan kerja keras. Itulah prinsip yang dipegang I Made Patri, pemilik Warung Mina. Ia terlahir dari keluarga sederhana, buah cinta pasangan I Made Cendora dan I Nyoman Repen. Masa kecil Patri tidak bahagia, karena hidupnya penuh dengan perjuangan dan kerja keras. Namun, siapa sangka, penderitaan itu telah melahirkan hasil kesuksesan yang luar biasa. Ia membangun bisnis warung Mina mulai dari nol, sampai akhirnya kini telah berdiri 11 outlet. Seperti apa kisahnya?
H
Aisyah Odist
sampah tersebut. Hasil yang ia dapatkan, bahwa tidak mudah memang. Di dua tempat yang didatanginya itu, butuh waktu sembilan tahun sistem tersebut baru berjalan dengan baik. Namun dengan tekad mencoba menerapkan hal tersebut di NTB, Aisyah memulai
semuanya dengan modal nekad dan kepepet. Semua dilakukan awalnya demi melihat lingkungan yang bersih dan sehat. Aisyah lalu mendirikan bank sampah yang diberi nama Bank Sampah NTB Mandiri, dengan sistem konvensional berbasis rumah tangga, di tahun 2011. -Naniek I. Taufan
karena mereka mendapatkan penghasilan juga dari pekerjaan ini. “Rata-rata ibu rumah tangga dan gadis-gadis di sekitar sini (lingkungan rumahnya), bisa melakukan proses ini, apakah itu melipat, menggunting, merajut dan proses lainnya,” kata Aisyah. Ini membuat semangat Aisyah menjadi bertambah. Kemajuan Bank Sampah ini terbilang cepat. Hanya dalam waktu dua tahun seluruh sistem telah berjalan dengan baik. Bagi Aisyah, alam ini memiliki hukum keadilan yang abstrak, alam akan bergerak dan berubah sesuai akibat dari cara manusia memperlakukannya. Kini Aisyah terus berusaha mengajak dan mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah menjadi hal yang tidak berharga, karena dengan menyimpan atau menyetor sampah plastik lunak ini di bank sampah, penyetor dapat memperoleh penghasilan. Setor sampah diganti dengan uang yang langsung dicatatkan dalam sebuah buku tabungan. “Mereka yang menyetor sampah, dihitung jumlahnya lalu dibayar. Namun
pembayarannya langsung masuk dalam buku tabungan nasabah,” ujar Aisyah. Tabungan ini bisa diambil sewaktu-waktu. Bank sampah yang dikelolanya kini mengalami perkembangan yang sangat baik. Tidak kurang dari 96 nasabah yang secara rutin menabung sampah di Bank Sampah NTB Mandiri. Selain mengelola bank sampah ini, kini Aisyah sibuk memberi pelatihan pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai di berbagai tempat di seluruh NTB. Tidak kurang dari 2.000 orang telah mendapatkan pelatihan ini. Sebenarnya apa yang diajarkan Aisyah ini bukan sekadar tentang sampah, melainkan ia lebih fokus pada pendidikan di pola pikir masyarakat. Dan setiap hari Sabtu pagi, ia memberi pelatihan secara gratis di rumahnya. Yang ikut boleh siapa saja dan dari mana saja. Mereka belajar membuat tas, tempat tisu, dompet, tempat laptop dan lainnya. Berbagai macam produk kerajinan yang terbuat dari sampah plastik lunak ini menjadi konsumsi ekspor hingga ke Australia, Jepang dan beberapa negara lain. Dengan lebih dari 100 jenis produk yang diberi nama Lombok Eco Craft, Aisyah telah menggerakkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sampah. Ia tidak hanya berpikir soal bisnis dari produk yang dihasilkan, melainkan juga apa yang telah dilakukannya ini harus menjadi rantai bagi peluang pekerjaan masyarakat. Kini sistem bank sampah yang diperkenalkannya kepada masyarakat NTB telah berkembang menjadi puluhan bank sampah yang tersebar di Nusa Tenggara Barat.
Pelatihan di Tamase -Sumbawa
-Naniek I. Taufan
idup miskin, itulah masa kecil Pa t r i . “ Tu g a s saya memelihara itik dan menjualnya saat hari Galungan. Saya ini anak petani. Saya sudah terbiasa memelihara ikan di sawah. Apalagi, Desa Peguyangan ini terkenal sebagai gudangnya ikan air tawar,” kata Patri, saat ditemui di Warung Mina Peguyangan. Perjuangan sulit masa kecilnya itu, membuat Patri tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Ketika seorang saudara mengajaknya ngayah di Gria Tampakgangsul, Denpasar, Patri langsung menyanggupinya. Ternyata keberadaanya di Tampakgangsul menjadi penanda awal karier militer Patri. Kebetulan di dekat Gria Tampakgangsul, adalah kantor Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Suatu saat, Patri membaca ada pengumuman, AURI merekrut para pemuda menjadi Pasukan Penangkis Serangan Udara. Walaupun hanya tamat SD, Patri tak ragu melamar. Patri pun rela memalsukan tanda-tangan orangtuanya, karena ia sudah berpikir tak mungkin mendapatkan izin. Sehari menjelang keberangkatan, barulah Patri mengabarkan akan mengikuti pendidikan kemiliteran ke Jawa. Walaupun kepergiannya ditangisi kedua orangtuanya, dan tak
mendapatkan restu dari Gria, Patri tetap menjalankan cita-citanya menjadi anggota TNI-AU. Setamat pendidikan dasar kemiliteran di Pangkalan Margahayu, dia mendapat penugasan pertama sebagai anggota pasukan Gerak Cepat (PGT) di pangkalan TNI-AU Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat tahun 1962. Dalam perkembangannya PGT berubah menjadi Komando Pasukan Gerakan Cepat (Kopasgat) yang merupakan pasukan elite TNI-AU. Di medan tugas, Patri menjadi penerjun payung yang ulung. Sambil berdinas Patri mendapat kesempatan melanjutkan sekolah sehingga tamat SMP tahun 1968. Saat bertugas di Bandung, Patri terkagum-kagum dengan keterampilan warga yang memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk budidaya ikan. Hal itu memberi inspirasi kepadanya dan mengetuk hatinya agar suatu saat ketika ia pulang ke Bali, ia ingin mengembangkan buidaya ikan. Setelah puluhan tahun mengabdi di tanah Pasundan, Patri akhirnya pulang kampung tahun 1979. Berpangkat sersan dua Patri dipindahkan ke Provost Lanud Ngurah Rai Bali. Sebelum itu, ia sempat mengikuti pendidikan di Pusdikom Cimahi. Sampai di Bali, Patri melanjutkan misinya untuk membuat pengemban-
Made Patri
gan budidaya ikan. Ditengah kesibukannya sebagai anggota TNI-AU, ia menyibukkan dirinya berbudidaya ikan. “Pada saat itu, Desa Peguyangan sudah terkenal dengan pengembangan mina padinya. Para petani enggan berbudidaya ikan dengan dalil kesulitan memasarkannya,” kata Patri. Namun, penolakan-penolakan itu tak menyurutkan langkahnya. “Ikan dipelihara, kalau belum bisa dipasarkan hasilnya disantap saja untuk konsumsi keluarga,” ujar lelaki usia 71 tahun ini. Memang ia mengakui, memelihara ikan dan mendatangkan hasil yang memadai, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kegagalan adalah guru yang utama, itulah prinsip Patri. Ia tak mau begitu saja menyerah. Awalnya, Patri membeli benih ikan di Baturiti seharga Rp 1500, yang kemudian ditebar di sawahsawah petani yang akhirnya merelakan sawahnya dijadikan tempat memelihara ikan. Berselang 6 bulan usaha itu mulai menampakkan hasil. Pembeli mulai berdatangan. Patri sampai kewalahan tak mampu menerima order. Untuk membangun kesinambungan bisnisnya, Patri mendatangkan ikan dari Gianyar, Tabanan, Sangeh. Dari kolamnya sendiri ia menghasilkan 2 ton ikan perminggu. Patri mendatangkan ikan juga
Made Sari bersama cucu pertamanya
dari Blitar, Gresik, Jember, Lamongan. Suatu ketika saat panen, ada soerang pembeli menanyakan apakah ada ikan? Tanpa ba bi bu lagi, Patri langsung berkata ada. Dengan bermodal vespa sebagai satu-satunya alat transportasi miliknya, ia berkeliling mencari ikan. Ia mengumpulkan para petani di Br. Pengukuh, Desa Peguyangan Kangin untuk bergabung membentuk kelompok petani ikan mina kencana tahun 1982. Rensponnya luar biasa. Sekitar 60 orang petani bergabung. Bahkan, Gubernur Bali waktu itu, Ida Bagus Mantra, diam-diam menaruh perhatian terhadap usaha Patri. Atas fasilitas Dinas Perikanan Provinsi Bali, Patri menerima bantuan pengembangan kolam air deras. Gubernur Bali Ida Bagus Mantra mengunjungi dan meresmikan kolam percontohan air deras Patri 4 Mei 1984. Patri juga mendapatkan bantuan lunak dari BPD Bali Rp 5 juta. MUSIBAH BANJIR Namun, usaha Patri tak selalu mulus. Suatu ketika, saat sibuk bertugas tiga hari penuh, musibah terjadi. Kebanjiran melanda termasuk kolam ikannya. “Saya bingung waktu itu, apa yang akan dipakai membayar pinjaman di BPD Bali. Saya lihat istri saya duduk termangu di kursi,” tutur Patri. Namun, selalu saja ada tangan Tuhan menolong. Bermula dari kisah Patri dimuat di Harian BaliPost, pimpinan perwakilan coca-cola cabang bali Nusra Drs. Purba mengundang Patri datang ke kantornya. Patri mendapat bantuan dari Rp 300 ribu. Menyusul kemudian, Patri mendapatkan bantuan dari BNI Rp 10 juta, Jasa Raharja Rp 10 juta, BRI, dan dll. Pelan tapi
pasti bisnisnya mulai bangkit. Bisnis sebagai supplier ikan terus meningkat. Setelah berkiprah sebagai supplier ikan ia tertarik mengembangkan kolam pancing dan rumah makan ikan. Patri pensiun tahun 1991 dengan pangkat terakhir Sersan Mayor. Sebelumnya, Patri menjabat sebagai Komandan Provost Lanud Ngurah Rai. Usai pensiun, waktu Patri benar-benar bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk mengurus bisnis ikannya. Ia tertarik mengembangkan rumah makan ikan. Warung Mina didirikan 18 Agustus 1993. Usaha ini dimulai dari kecil-kecilan. Bermodalkan alat masak sederhana dan satu kompor, hanya sepuluh pelanggan yang mampu dilayani. Dengan chef andalan sang istri Made Sari, Warung Mina terus berkembang. Dengan berjalannya waktu, warung Mina mulai berkembang, kini malah sudah memiliki 11 outlet; Peguyangan 2, Legian 4, Renon 1, Ubud 1, Petitenget 1, Kuta 2. Total keseluruhan karyawan 500 orang. Dengan usianya yang sudah tak muda lagi, Patri sudah memberikan tongkat estapet kepada putra sulungnya I Wayan Agus Setiawan. Putri keduanya Ni Made Delly Setiawati mengelola Warug Mesari. Nyoman Triawan melanjutkan menjadi supplier ikan, dan si bungsu Ni Ketut Kori bertanggungjawab mengurus keuangan di bawah bendera Mina Group. Walaupun Patri dan istrinya sudah lansia, mereka tetap ikut berkiprah di Warung mina. Malah, kata Patri, istrinya pukul 04.00 sudah di Pasar Batu Kandik. “Semangatnya masih menggelora walaupun sudah lansia,” ucap Patri sembari tertawa. –Wirati Astiti
4
Inspirasi
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Tri Mumpuni
Wanita Listrik
T
tan pada tahun 90-an. Menurut Puni, tentang pembangunan PLTMH sebenarnya suaminya, Ir Iskandar Budisaroso Kuntoadji, yang menguasainya. Bahkan sang suami telah memulainya bersama teman-temannya sejak tahun 80-an. Sampai suatu ketika sang suami meminta bantuannya untuk mempresentasikan dana listrik mikro hidro. Setelah itu lalu muncul ide penggabungan kegiatan pembangunan PLTMH juga pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Jadi bagaimana dengan adanya listrik, perekonomian masyarakat bisa meningkat. Dari sanalah kemudian lahir IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) pada 1992, dimana Puni sebagai direkturnya. Sampai sekarang Puni dan IBEKA telah berhasil membangun PLTMH di 80 titik di seluruh Indonesia. Meski terlihat banyak, namun kata Puni, masih banyak daerah terpencil di Indonesia yang belum mendapatkan listrik. Inilah yang perlahan tengah diusahakan oleh Puni dan timnya. Kata Puni, meski masyarakat terpencil itu belum merasakan listrik, bukan berarti Puni dan kawan-kawannya mudah masuk ke sana. Ada banyak tantangan di lapangan yang didapatnya. “Langkah pertama setelah mengetahui kondisi desa tersebut adalah melakukan pendekatan pada kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat, memberi penjelasan pada mereka. Ini memerlukan waktu. Kami menunggu sampai masyarakat mempunyai passion, menunggu sampai mereka siap untuk dibangun. Sebelumnya kami juga melakukan pembangunan moral, attitude. Setelah siap, barulah pembangunan dilakukan bersama masyarakat, nanti mereka juga yang mengelola melalui
21
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Indonesia Investment Day
Potensi Peluang Investasi di NTB
Yang bergelut di bidang energi dan kelistrikan, pasti kenal dengan Tri Mumpuni, wanita hebat yang memiliki segudang prestasi dalam membangun puluhan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di daerah-daerah terpencil. Daerah terpencil yang tadinya gelap gulita bisa terang benderang berkat kerja keras Tri Mumpuni dan timnya di IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan). indah yang diberikan pada dirinya dan keluarganya. “Kerja saya ini adalah ungkapan rasa syukur atas anugerah Tuhan pada saya. Salah satu cara membalas apa yang Allah berikan kepada kita adalah dengan mengasihi orang-orang yang dikasihi oleh Allah. Nah dalam pemikiranku di antara orang yang dikasihi Allah adalah kaum duafa. Jadi semua yang aku lakukan itu adalah ungkapan rasa terima kasih aku kepada Allah,” kata peraih penghargaan Climate Hero dari Tri Mumpuni membangun listrik di desa World Wildlife Fund ak heran berkat for Nature, ini. prestasinya ini PuKarena itulah, meski mendani---begitu nama pat banyak hambatan dalam menwanita asal Sema- jalankan kerjanya, Puni mengaku rang ini akrab disapa--- meraih tidak putus asa. “Saya tuh hanya banyak penghargaan baik dari merasa lelah kalau bertemu dendalam maupun luar negeri. Di gan birokrat-birokrat di daerah antaranya adalah penghargaan yang sulit diajak berbicara masalah Ramon Magsaysay pada 2011, dan program pemberdayaan seperti Ashden Awards pada 2012. ini. Diotaknya, barangkali, hanya Bahkan Presiden Amerika duit..duit..saja. Jadi sungguh ribet Barack Obama pun dibuatnya berurusan dengan mereka. Ini terkagum-kagum. “Kita menda- banyak kali saya temukan di lapanpatkanseorangwirausahawanso- gan. Meski begitu, saya tetap maju sialseperti Tri Mumpuni, yang saja demi masyarakat. Saya tidak telahmembantumasyarakatdesa di patah semangat karena saya yakin Indonesia mendapatkanlistrikdan- memang ini jalan yang ditunjukkan pendapatandaripembangkitlistrik- Tuhan untuk saya lalui.” tenaga air,” kata Obama dalam “Saya berkeyakinan jika orang pidato pembukaan Presidential mensyukuri apa yang sudah didapSummit on Entrepreneurship di at (jalan hidup) dan menikmatinya, Washington DC, 2010. Saat itu tidak ada yang terasa berat,” kata Puni dan delapan orang Indonesia wanita kelahiran Semarang 1964 hadir dalam acara tersebut. seraya menambahkan, kebahagiaan Menurut Puni, saat mulai terbesarnya adalah ketika proyek terjun ke pekerjaan sosial ke- yang dijalankan masyarakatan ini, dia sama sekali membuahkan hasil tidak pernah berpikir bahwa dan melihat wabuah dari kerja kerasnya ini akan jah-wajah gembira menjadi seperti ini. Saat itu ia masyarakat kardan timnya hanya ingin membantu ena telah memimasyarakat memperoleh listrik liki PLTH. “Melisekaligus bisa meningkatkan taraf hat wajah-wajah hidup masyarakat. “Saya juga tak masyarakat yng pernah terpikirkan kalau suatu penuh syukur dan hari kelak karena ini saya bisa bisa bahagia, hati saya bertemu dengan tokoh-tokoh pun bahagia sekali. dunia, bahkan diundang makan Bagi saya itu kenoleh mereka. Allah benar-benar ikmatan terbesar menganugerahkan saya kehidu- dari pekerjaan ini,” pan yang luar biasa,” ujar Puni katanya. kepada Tokoh. Puni yang Menurutnya, apa yang dia laku- tamatan Institut kan sejak dulu sampai sekarang Pertanian Bogor dalam membantu masyarakat ke- mengawali kiprahcil adalah cara dirinya berterima nya di bidang sokasih kepada Tuhan atas kehidupan sial kemasyaraka-
Mandalika
Tri Mumpuni
koperasi,” jelasnya. MENGAWAL PROGRAM LISTRIK 35.000 MW Selama mengerjakan proyekproyek listrik pedesaan ini, Puni berupaya mencari pendanaan dari berbagai pihak, di luar pemerintah. Pemerintah hanya mendukung tapi untuk pendanaan tidak, itulah susahnya, karena terbentur dengan peraturan-peraturan. “Ini memang susah ya. Kita tuh berbicara dengan paradigma baru, sementara pemerintah masih melakukan business as usual. Jadi yang diperlukan adalah adjustment-adjustment baru, dan itu memang tidak gampang. Sistem pendanaan pemerintah (APBN) tidak memungkinkan untuk proses seperti yang kami lakukan. Ada aturannya dan harus ada tender,” jelasnya. Jadi, seharusnya ada sebuah terobosan dan adanya birokrat yang against all odds (berani melawan rintangan). “Harus ada pejabat yang berani berjalan di sebuah paradigma baru, tapi sayangnya sampai sekarang kok belum ada ya. Sebenarnya Pak Menteri ESDM sudah melihat jelas hal ini, beliau mendukung. Tapi kan Pak Menteri adalah komandan terdepan, sementara yang menjalankan adalah orangorang dibawahnya. Inilah yang harus direformasi lagi Di sisi lain, sebenarnya ada juga birokrat-birokrat di daerah yang punya niat baik dan memahami hal ini, namun mereka khawatir mengambil tindakan karena terbentur dengan peraturan. “Jadi saya melihat harus ada keberanian membongkar aturanaturan itu sehingga compatible
foto: winnovating
proyeknya untuk membangun rakyat. Yang terjadi sekarang kan tidak untuk membangun rakyat tapi paradigmanya membangun proyek. Yang diuntungkan adalah pihak ketiga seperti kontraktor dan pihak-pihak lain yang selama ini sudah merasa nyaman dnegan proyek pemerintah,” papar Puni panjang lebar. Ketika ditanya tentang program pemerintah yang akan membangun listrik 35.000 MW (megawatt) dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Puni mengaku berusaha memandangnya secara positif. Sekalipun saat ini terjadi kontroversi karena situasi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami perlambatan, Puni mengatakan, rencana pemerintah ini haruslah didukung. “Kalau saya sih memandangnya secara positif saja. “Kalau negara mau maju memang harus memiliki cita-cita setinggi langit. Dengan kondisi saat ini, saya kira asalkan bisa tercapai setengah atau bahkan sepertiganya saja dari target 35.000 MW, itu sudah sebuah keberhasilan. Saya kira, bangsa kita ini harus membiasakan diri berpikir besar (cita-cita), dengan demikian kita mempunyai tujuan yang jelas. Mimpi itu tidak boleh kecil, harus besar. Itu akan menyemangati kita untuk mencapai ke arah sana. Lihat saja orangtua kita selalu mengajarkan ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit’. Siapakah yang pernah menggapai bintang? Kan tidak ada. Jadi menurut saya, kita harus melihat sisi positifnya,” katanya. Dalam melaksanakan program 35.000 MW ini, Menteri ESDM Sudirman Said, telah memilih dua tokoh untuk mengawal pelaksanaan program ini, yakni mantan Dirut PLN Nur Pamudji dan tokoh listrik pedesaan, Tri Mumpuni. Puni dipilih karena dia berhasil membangun listrik di pedesaan. “Ya dalam pengawalan saya harus bisa melindungi hak-hak rakyat kecil agar mereka bisa mendapat akses terhadap energi yang selama ini sulit mereka dapat. Kita berharap ini bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya. Dia akan melihat sejauh mana program ini terlaksana dan memberi dampak positif kepada masyarakat. “Apakah program 35.000 MW ini bisa benar-benar mampu memberi kemakmuran pada masyarakat atau hanya untuk mereka-mereka yang sudah berada di zona nyaman. Nanti kita lihat,” tandasnya. -Diana Runtu
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang dipimpin Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, menghadiri acara Indonesia Investment Day di Kota Milan Italia beberapa waktu lalu. Kegiatan ini memiliki arti yang penting dan strategis bagi NTB karena dapat membuka potensi dan peluang investasi di Provinsi NTB khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
G
ubernur NTB yang didampingi Direktur Pengembangan ITDC - Edwin Darmasetiawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Drs. Lalu Gita Aryadi, Kepala BKPMPT dan
Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, dalam forum Indonesia Invesment Day di Italia
Kadis Perindag Provinsi NTB, mempresentasikan resort Mandalika yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus berdasarkan PP 52 tahun 2014 itu. “Bagi kami Pemerintah dan masyarakat NTB, forum ini sangat penting untuk mem-
promosikan sekaligus sebagai upaya percepatan pembangunan KEK Mandalika,” kata Gubernur di depan Menteri Perindustrian RI yang bertindak sebagai keynote speaker, Duta Besar Indonesia di Italia, wakil kementerian luar negeri dan kerjasama inter-
nasional Italia, Presiden Italia Trade Agency ( ITA) yang membawa 200-an anggotanya yang merupakan investor-investor Italia di berbagai penjuru dunia. Hadir pula Anggota Komisi VI DPR RI serta wakil beberapa kementerian / lembaga terkait.
Indonesia Investment Day Wujud Kerjasama Italia dan Indonesia
Gubernur NTB mendamping Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi Kawasan Mandalika di Lombok Tengah
Pada pidato pembukaan, Duta Besar Indonesia untuk Italia, FAO, IFAD dan WFP - Agus Parengkuan menyambut baik acara ini untuk menggambarkan potensi dan peluang investasi yang dimiliki Indonesia sembari berharap investor Italia untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia. Dubes menyebutkan situasi ekonomi dan politik Indonesia sangat kondusif. Masyarakat kelas menengah terus bertumbuh dengan baik dan kian dominan. Tak lupa Dubes pun menguraikan berbagai peluang
investasi yang dibutuhkan di Indonesia terutama pembangunan infrastruktur untuk mempercepat perkembangan ekonomi. Selanjutnya Mr. Benedetto Della Vedova yang mewakili kementerian luar negeri dan Kerjasama Luar Negeri Italia, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Indonesia Investment Day sebagai wujud nyata memperkuat kerjasama antara Italia dan Indonesia. Sebagai bentuk dukungan atas acara ini, dihadirkan tidak kurang 200-an calon
investor potensial di berbagai sektor yang bisa diajak untuk berinvestasi ke Indonesia. Sementara Presiden Italia Trade Agency (ITA) – Mr. Riccardo Mario Monti, memaparkan gambaran kekuatan ekonomi Italia serta minat untuk berinvestasi. Berbagai kegiatan investasi telah dilakukan investor Italia di kawasan Asia utamanya di Singapura termasuk Indonesia. Presiden ITA mengakui bahwa potensi Indonesia sangat menjanjikan untuk kegiatan berinvestasi. Pada informal meeting, One and One meeting antara calon investor dengan ITDC di Kepala BKPMPT NTB, dalam penjela-
sannya kepada calon investor memaparkan berbagai sektor yang diminati investor Italia dan Eropa pada umumnya yaitu sektor pariwisata, perdagangan, industri dan real estate. Tercatat total investasi negera-negara Eropa di NTB pada semester pertama 2015 sebesar 90,6 juta US $ yang berasal dari Italia, Belanda, Perancis,Inggris, Jerman, Belgia dan lain lain. Sementara Kadis Perindag NTB - Husni Fahri memaparkan hubungan dagang antara NTB dan Eropa sudah berlangsung lama. Berbagai komoditas unggulan daerah yang di ekspor ke Eropa antara lain ke Inggris, Jerman,
Swiss, Belanda, Prancis, Belgia, Hongaria dan Italia baik langsung dari NTB maupun melalui daerah lain seperti Bali, Surabaya dan Jakarta adalah kerajinan gerabah, mutiara, anyaman ketak, kerajinan kayu, kain tenun, buah kering, lobster, kerapu dan udang. Sampai dengan Juli 2015 total nilai ekspor ke Eropa sebesar 69,7 juta US $ terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2014 sebesar 62, 06 juta US $. Fahri optimis dengan mengikuti forum bisnis seperti ini membuka peluang bagi peningkatan jumlah ekspor komoditi unggulan NTB ke kawasan Eropa. -Naniek I. Taufan-hms
22
Sosialita
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Belajar Aneka Kerajinan Jepang
S
eni melipat kertas atau origami yang diajarkan di TK adalah yang paling sederhana. Origami yang tingkat kesulitannya tinggi namun hasilnya luar biasa pun ada. Ini biasanya dipelajari di tempattempat kursus. Dewasa ini tempat-tempat kursus kerajinan negeri Jepang banyak bertebaran di Jakarta. Minat masyarakat Jakarta, khususnya, dalam mempelajari kerajinan Jepang yang beragam itu, memang tergolong lumayan banyak jika dibandingkan kerajinan negara lain. Ini mungkin bisa menjadi bukti kesuksesan pihak kebudayaan negeri Sakura itu dalam menyosialisasikan kerajinan-kerajinan negerinya di Indonesia. Bagi masyarakat sendiri, banyak yang mempelajarinya bukan sekadar mengisi waktu luang atau hobi saja tapi juga untuk bisnis. Salah satu di antaranya adalah Rohana, seorang ibu rumah tangga yang mendapatkan penghasilan tambahan dari kreasi kerajinan Jepang. Dia bukan saja menjual produknya, tapi juga membuka tempat kursus. Menariknya, bagi yang mau belajar di tempat kursusnya tidak dikenakan biaya alias gratis, namun peserta harus
membeli sendiri material yang dibutuhkan sesuai dengan kerajinan yang hendak dipelajarinya. Material itu sendiri ada dijual di workshop Rohana. Bicara tentang kerajinan Jepang, bukan hanya origami tapi ada banyak sekali. Beberapa yang cukup populer di Jakarta antara lain oshibana yakni seni menempel bunga kering. Produkproduk seni oshibana ini banyak dijumpai di toko-toko, khususnya toko buku di mal-mal. Di Jakarta sendiri, seni menempel bunga kering ini juga diajarkan kepada banyak ibu-ibu PKK untuk hobi maupun peluang usaha. Di antaranya adalah kelompok ibu-ibu PKK di kawasan Jl Tambak, Jakarta Pusat, yang bahkan sudah bisa mensuplai karyanya ke sejumlah toko buku besar di Jakarta. “Kegiatan kami ini sudah puluhan tahun ada. Awal-
nya adalah dibawa oleh sebuah LSM untuk memberdayakan para ibu agar bisa mempunyai penghasilan sendiri. Kegiatan ini terus berkembang karena para ibu sudah bisa merasakan manfaatnya, yakni, mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan ini,” ungkap Ny. Ida yang sejak lama terlibat dalam pemberdayaan ekonomi ibu-ibu di Jl Tambak. Bagi penggemar kerajinan Jepang,
Karya peserta workshop kerajinan
kali ini tak perlu repot-repot mencari tempat kursus karena event JakJakarta Matsuri 2015 selain menggelar aneka hiburan, juga workshop di antaranya adalah workshop kerajinan. Ada macam-macam kerajinan yang bisa dipelajari pengunjung, salah satunya adalah kurumi-e. Kerajinan ini memang bukan kerajinan yang baru dikenalkan masyarakat Jakarta namun sudah sejak lama. Hanya saja belakangan peminatnya makin meningkat. Hal tersebut terlihat bertumbuhannya tempat-tempat kursus kurumi-e di Jakarta. Kurumi-e adalah seni kerajinan tradisional negeri Sakura yang sudah ada sejak jaman Edo tahun 1600-an. Kurumi-e berasal dari kata kurumu yang artinya gambar dan ‘e’ artinya bungkus. Jadi ini adalah kerajinan membungkus gambar. Biasanya yang dibungkus adalah gambar anak kecil, gadis Jepang, hewan-hewan lucu, dll. Untuk belajar kurumi-e di Jak- Japan Matsuri dikenakan biaya pembelian materialnya Rp140.000. Bahan pembuatan kurumi-e adalah kertas washi, pola boneka, karton dan gabus. Biasanya, kurumi-e yang sudah dimuat ini akan ditaruh di dalam sebuah bingkai sehingga seperti lukisan. Jika diperhatikan, lukisan ini seperti lukisan tiga dimensi. Belakangan, penggemar kurumi-e ini makin meningkat karena banyak yang menjadikannya sebagai bisnis. Oleh mereka yang kreatif kadang kertas washi yang harganya cukup mahal diganti menjadi kain dengan motifmotif unik. Inovasi perpaduan budaya Jepang-Indonesia ini, hasilnya tak kalah menarik dari kertas washi. Yang juga cukup diminati peserta adalah belajar kimekomi. Kimekomi adalah seni ketrampilan Jepang yang memerlukan teknik pengeleman, mengukir dan membentuk suatu benda
3
Gek Oka
Jak-Japan Matsuri 2015
Kerajinan negeri Jepang kian digemari masyarakat. Selain karena bentuknya yang unik juga cara membuatnya pun tak terlalu sulit. Kuncinya, asalkan tekun, pasti bisa. Sebut saja origmami. Tentu sebagian orang sudah mengenal kerajinan melipat kertas ini sejak lama. Bahkan sejak zaman kita masuk taman kanak-kanak pun seni melipat kertas ini sudah kita pelajari.
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Meluncur di Bisnis Properti Gubernur Jakarta Ahok dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia membuka acara JJM 2015 di Atrium Plaza Senayan
kemudian dilapisi kain Jepang. “Ikuti saja petunjuknya. Asalkan tekun, sabar, hasilnya pasti bagus,” kata panitia Jak Japan Matsuri ketika ditanya seorang peserta apakah membuat kerajinan ini sulit. Kirigami juga kerajinan yang diajarkan dalam workshop. Kirigami memang tak sepopuler origami namun pengerjaannya hampir mirip origami dalam hal seni melipat kertas. Hanya saja bedanya kalau origami seni melipat kertas sedang kirigami bukan hanya melipat kertas tapi juga melakukan pemotongan sehingga menghasilkan karya seni menakjubkan. JKT 48 PALING DITUNGGU Event akbar untuk memperingati hubungan diplomatik Jepang-Indonesia ini sudah diselenggarakan ketujuh kalinya. Seperti tahun lalu, Jak-Japan Matsuri tahun ini yang berlangsung sejak 6 September hingga 13 September ini, berlangsung di dua tempat yakni, Atrium Plaza Senayan dan Parkir Timur Senayan. Acara yang digelar pun beragam mulai dari hiburan musik, berbagai workshop, di antaranya worskhop manga dan cosplay, pameran foto hingga pemutaran film Jepang. Animo masyarakat terhadap event akbar ini terus meningkat, dan ini disikapi oleh pihak panitia yang terus menerus meningkatkan kualitas. “Kami gembira apabila JJM sedikit banyak telah berkontribusi bagi eratnya persahabatan ini. Bahkan akhir-akhir ini, pop culture Jepang seperti anime, manga, cosplay pun diakui dan dikenal akrab sebagai budaya baru Jepang di Indone-
Grup JKT 48 saat menghibur pengunjung
sia,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Kazunori Kobayashi. Menurutnya, JJM diselenggarakan dengan dukungan Pemda DKI Jakarta yang berharap agar masyarakat Jepang pun dapat mengetahui budaya Jakarta. “Kami berpikir agar JJM menyuguhkan kesempatan sebanyak mungkin bagi warga Jepang di Jabodetabek untuk lebih bersentuhan dan lebih mengetahui budaya Jakarta. Saya berharap, melalui acara ini warga Jepang memiliki minat terhadap budaya Indonesia, khususnya Jakarta. Dengan begitu akan semakin memperdalam saling pengertian masyarakat kedua negara,” tambahnya. Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama juga menyambut gembira digelarnya event ini. “Jakarta dan Jepang memiliki hubungan yang sangat panjang dan erat. Kami berharap dalam situasi ekonomi seperti ini, Jepang bisa mendatangkan banyak turis ke Jakarta,” ucap Gubernur Ahok yang bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki, meresmikan digelarnya JJM 2015. Acara lain yang juga diminati pengunjung adalah kehadiran penyanyi ‘Kokorono Tomo’ , Mayumi Itsuwa. Tentu saja, selain menyanyikan lagu Jepang lainnya, tak lupa Mayumi Itsuwa –penyanyi Jepang yang populer pada dekade 1980-an ini--mendendangkan ‘Kokorono Tomo’. Tapi tentu saja, bagi publik Jakarta khususnya, yang paling ditunggu adalah kehadiran grup ‘JKT 48’ yang selain tampil di Atrium Plaza Senayan juga meramaikan acara penutupan pada 13 September di Parkir Timur Senayan. –Diana Runtu
Meraup penghasilan lewat properti artinya mencakup segala investasi properti yang mampu memberikan arus kas tetap untuk pemiliknya. Mulai dari rumah yang disewakan, ruko, tanah, kompleks perkantoran hingga gudang. Perempuan satu ini tahu kuncinya, bagaimana menemukan properti yang tepat untuk dibeli serta potensial memberikan keuntungan.
“Mengapa tanah dan rumah? Selain alasan umum bahwa penduduk bumi bertambah sementara lahan tidak pernah bertambah. Demikian pula permintaan akan lahan lebih besar daripada ketersediaan lahan. Jika demand melebihi supply tentu harga akan naik. Makanya, menaruh investasi di properti tidak pernah rugi,” tutur putri pasutri Ida Bagus Made Mandhira dan Ida Ayu Made Alit ini. Ia pun menjabarkan berbagai keuntungan jika kita berinvestasi properti. Seperti kenaikan harga tanah cenderung lebih tinggi dari inflasi. Paling tidak keuntungan dari kenaikan harga bisa menutupi biaya pada saat pembelian dan penjualan tanah. Aset tanah dan bangunan pun bisa dipakai untuk pengajuan kredit ke Bank untuk pengembangan investasi selanjutnya. Gek Oka pun kembali mengajak kita semua mulai sekarang berpikir dan berhitung cermat. Jangan takut berinvestasi sejak dini. Bisa dimulai dengan nominal berapapun. “Belajar mengalokasikan sumber dana secara optimal. Hal ini, akan sangat berguna bagi para generasi muda yang kelak menjadi pelaku industri di masa depan,” cetusnya.
MEMACU DIRI DENGAN INVESTASI Saat ini Gek Oka menjalankan usaha properti yang investasinya diperuntukkan bagi skala menengah. Projek yang ditanganinya dipastikan, ada jaminan atas lokasinya yang berpotensi menjadi tempat favorit, aspek legalitasnya terkait dokumen dan surat-surat tanah lengkap dan jelas. Jika membeli tanah atau rumah sebagai investasi, sejelek-jeleknya bakal balik modal. Selama diinvestasikan tanah dan rumah tersebut masih bisa dikaryakan dengan cara disewakan untuk jangka waktu tertentu sebelum dimanfaatkan. “Misalnya investasi tanah, jika rencana dijual dua tahun lagi maka selama menunggu, tanah tersebut bisa disewakan sehingga menghasilkan arus kas positif. Sedangkan berinvestasi dalam bentuk rumah bisa menghasilkan income lebih besar lagi. Rumah juga bisa disewakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya,” paparnya Selanjutnya Gek Oka yang dalam bekerja dikenal sangat detail, fokus dan all out ini, menyatakan bukan hanya itu, tapi dalam berbisnis kejujuran pun perlu dipegang dengan teguh. Sebab jika kita melakukan
bisnis tanpa kejujuran akan sulit sekali bagi untuk mendapatkan penghasilan di masa yang akan datang. “Tanpa kejujuran sangatlah sulit orang untuk percaya dan akhirnya kita pun akan sulit untuk mendapatkan penghasilan,” kata penghobi olahraga ini. Ia juga sempat menekankan bagi mereka yang masih berpenghasilan kecil pun bisa memulai untuk membeli kavling kecil yang masih murah harganya. “Nantinya bisa dijual kembali dan dijadikan sebagai uang muka ketika ingin membeli rumah,” lanjutnya sambil menyatakan siap membantu untuk membicarakan hitung-hitungan biayanya. Tiap transaksi yang dijalankannya haruslah semua pihak senang. Ketika membeli properti, negosiasi harga yang pantas untuk pemilik, tapi juga menguntungkan untuknya. Begitu pula juga saat menyewakan atau menjual, Gek Oka melakukan hal yang sama sehingga kedua belah pihak tersenyum. Ia tidak berorientasi pada keuntungan materi semata, namun dengan berpikir menang – menang, ia memperoleh reputasi yang baik, jaringan yang meluas, keuntungan finansial dan kepuasan batin. “Apa yang lebih baik dari hal itu?” pungkasnya. -ard
Melirik Properti Indah di Bedugul
P
Gek Oka
emilik nama panjang Ida Ayu Oka Sunaryanthi, S.E., ini pun dengan lancar berbicara tentang investasi sejak dini. Investasi adalah hal yang berkaitan dengan keuangan dan ekonomi, berhubungan dengan akumulasi di masa mendatang. Investasi dan pentingnya investasi dipaparkannya, saat ditemui di kantornya Ananta Property, di Jalan Tunjung Gg. Mekar Sari I No. 3, Denpasar. Rupanya sejak muda, perempuan yang akrab disapa Gek Oka ini senang investasi dan memiliki keberanian melakukannya. Ketika orang lain yang seusianya diajak membicarakan soal investasi, akan menolak dengan berbagai alasan. Baginya berinvestasi di tanah atau rumah itu tidak akan merugi. Bahkan, setiap tahun harganya terus naik. Maka, tak heran jika kini ia memiliki bisnis properti sendiri. Menurut ibu dari Bagus Khrisna Aditya dan Bagus Whisnu Ananda ini,awal langkahnya enjadi seorang entrepreneur, karena terinspirasi dengam dibangunnya perumahan mungil di Perumnas Monang –Maning beberapa tahun silam. ”Bayangkan sampai saat kewajiban mencicil habis, nominalnya tetap kan. Padahal gaji pemiliknya sudah naik jauh. Begitu juga sebenarnya kalau kita
investasi beli rumah ,” kata perempuan yang sempat bekerja di hotel dan maskapai penerbangan ini.
Investasi terjangkau di Danau Buyan Bedugul. Hanya Rp 400 jutaan. Tipe 45/80m2. Hubungi Ananta Property, di Jalan Tunjung Sari Gg. Mekar Sari I No. 3, Denpasar. Tlp. (0361) 8444344, 081 338 918877
2
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Ekspresso
DAri daPUr Redaksi
Pakaianku Identitasku
Tiga kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Sandang menjadi yang pertama karena meliputi pakaian yang menutupi tubuh manusia. Dari beberapa literatur disebutkan pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/ tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai identitas, simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Pakaian yang dikenakan seseorang menjadi penanda dimana ia bekerja. Perkembangan dan jenis-jenis pakaian tergantung pada adatistiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masingmasing. Pakaian juga meningkatkan keamanan selama kegiatan berbahaya seperti berpetualang dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman. Salah satu tujuan utama dari
pakaian adalah untuk menjaga pemakainya merasa nyaman. Dalam iklim panas busana menyediakan perlindungan dari terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin sifat insulasi termal umumnya lebih penting. Pakaian melindungi bagian tubuh yang tidak terlihat. Pakaian bertindak sebagai perlindungan dari unsur-unsur yang merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi tingkat risiko selama kegiatan, seperti bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-kadang dipakai sebagai perlindungan dari bahaya lingkungan tertentu, seperti serangga, bahan kimia berbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi lingkungan dari pemakai pakaian, seperti me-
Hampir Hilang Jalan-jalan bagi saya merupakan kebutuhan, oleh sebab itu setiap hari dilaksanakan. Mulai tanggal 1 Maret 2015, Kabupaten Klungkung melaksanakan Car Free Day. Kegiatan yang dilaksanakan, “senam” dan ditambah kegiatan lain dari tiap-tiap sekolah secara bergiliran. Setiap Minggu pukul 06.30, acara sudah dimulai. Pencinta acara ini sebelum pukul 06.00 sudah banyak yang hadir, lebihlebih masyarakat yang senang jalan-jalan. Mereka mengelilingi lapangan sampai 5-6 kali. Saya sebagai pencinta acara ini berusaha hadir setiap minggu. Pukul
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
05.00 saya sudah bangun dan menyelesaikan tugas-tugas lain di rumah sebelum berangkat. Awal Juli 2015 merupakan hari yang tidak mudah dilupakan. Selesai sembahyang saya mengambil tas pinggang yang berisi tiga ruang untuk menaruh barangbarang yang dibawa. Terakhir saya
makai masker. Begitu pentingnya peran pakaian membuat orang harus merawat pakaian dengan baik. Bagi yang memiliki banyak stok, pakaian yang digunakan bisa berganti-ganti sesuai dengan keperluan. Namun, bagi yang pakaiannya terbatas, tidak bisa terlalu sering berganti. Desain pun terus berganti. Orang yang awalnya tak bisa membuat desain bisa belajar sehingga bisa menjadi desainer bagi dirinya sendiri. Mau yang buatan desainer kondang juga sudah ada. Sajian “Sudut Pandang” kami minggu ini mengupas tentang pilihan pakaian kaum wanita termasuk dimana bisa belajar untuk mendesain pakaian. Tokoh yang identik dengan halaman “Style” selalu berupaya untuk menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca. Siapa tahu salah satu desain menjadi inspirasi Anda atau mungkin bisa di-share dengan orang di sekitar. Salam.
masukkan uang di ruang yang ketiga, tetapi sayang.... oh my God. Setelah memarkir sepeda motor, tas pinggang saya tarik ke atas dan uang saya berjatuhan. Betapa terkejutnya saya. Walaupun dari nilai tidak begitu banyak. Ucapan syukur kepada Tuhan muncul di pikiran. Saya langsung menuju ke lapangan dan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan, walaupun uang hampir hilang. Anak Agung Raka
GORO-GORO
mobil
Pagi sekali, Pak Made nyelonong ke rumah Amat. Sambil tersenyum puas ia menyapa: Putu Wijaya “Pak Amat sudah baca koran, belum?” “Sudah. Ada apa, Pak Made?” “O, pasti belum. Ini koran Jakarta, tidak ada di koran lokal.” “ O, ya? Berita apa, Pak Made?” Pak Made tersenyum lagi. “Itu, pemerintah kota Solo melelang mobil-mobil yang bekas dikendarai pejabat kota. Termasuk mobil yang bekas dikendarai Pak Jokowi Walikota Solo dulu, yang sekarang jadi orang nomor satu di negeri ini. Harga mobil sekitar Rp 90 juta. Semua laku, kecuali mobil yang bekas dikendarai Pak Jokowi. Tahu sebabnya?” “Apa, Pak Made?” “Karena mobil itu ditawarkan dengan harga Rp 150 juta!” Pak Made langsung tertawa lagi geli. “Pasti panitia mengira, berapa pun harga mobil bekas yang dipakai Jokowi pasti dibeli! Tapi ternyata tidak! Jadi jelas popularitas presiden kita yang suka blusukan itu. Hanya dalam tempo 6 bulan sudah merosot. Yah, asal tahu saja, Pak Amat!” Sambil cekikikan, Pak Made ngeloyor lagi pergi, tanpa menunggu reaksi Amat. Ia menjual lagi ceritanya, pada tetangga lain. Amat termangu oleh cerita Pak Made. Bu Amat yang nguping cerita itu dari dapur, keluar, menghampiri suaminya. “Bapak kok diam saja diejek Pak Made?” “Diejek bagaimana?” “Dia kan tahu, kita mendukung Pak Jokowi waktu pemilu!” “Betul!” “Itu ceritanya tadi, kan mau mengejek kita!” “Itu berita, Bu. Ibu jangan terlalu cepat tersinggung.” “Buat apa dia ceritakan itu, kalau bukan untuk mengejek kita.” “Mengejek?” “Aduh, bapak ini seperti orang bloon. Kok tidak sadar diejek begitu? Saya sampai geregetan tadi di dapur! Memang itu berita, tapi buat apa digembar-gemborkan?!” “Karena dia tidak tahu.” Bu Amat terkejut. “Tidak tahu? Tidak tahu apa?” “ Ada kemungkinan pemerintah kota Solo, tidak benarbenar mau menjual mobil yang bekas dipakai Pak Jokowi, sebab itu kan sejarah. Tapi supaya tidak menimbulkan pertanyaan, mereka tawarkan juga, tapi dengan harga sedemikian rupa, supaya tidak ada yang beli.” Bu Amat tercengang. “Kenapa Bapak tidak jawab begitu tadi?” Amat menatap istrinya. “Menyenangkan hati tetangga, apalagi tetangga yang sangat terluka karena kalah, itu kan sebuah dharma!”
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 866/ 14 - 20 september 2015
Kesulitan Jadi Tantangan Karier seseorang tak dapat diduga. Berawal dari mutasi kerja perusahaan innovation ke Jakarta, Ani, memutuskan untuk berhenti bekerja. Dunia kuliner menjadi alternatif pilihan. Padahal dirinya tidak mahir dalam hal masak-memasak. Namun, peluang dari beberapa warung kopi, menjadi inspirasi untuk memulai usaha.
D
ari situ, ia mulai memikirkan bisnis yang dapat digelutinya yakni mengantarkan nasi bungkus buatannya dengan memberikan alamat dan nomor telepon. Perlahan tapi pasti, perempuan yang juga seorang aktivis Bank Sampah di Lakarsantri ini mulai meluaskan bisnisnya. Ibu dua anak ini membuka pesanan katering nasi kotak dan tumpeng. Dengan berbekal kartu nama yang diselipkan pada nasi kotak tersebut, katering Pawon Bunda berdiri sejak 2011 hingga kini semakin dikenal. Harga yang dita-
Bunda Ani
warkan-pun terbilang bersahabat. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Katering dapat dipesan untuk acara pernikahan, syukuran, aqiqah, ulang tahun, rapat, wisuda, seminar, arisan, dan lain sebagainya. Ani juga memasarkan produknya lewat online melalui Facebook dan website pribadinya. “Yang sering dipesan para pelanggan nasi kotak untuk acara pernikahan dan seminar. Pada bulan tertentu banyak pesanan, karena musim haji yang biasanya dibarengi banyaknya orang menikah,” kata perempuan yang akrab disapa Bunda Ani ini. Menu yang disediakan antara lain, bermacam-macam nasi kotak. Misalnya, nasi putih, kuning, uduk, kebuli, tumpeng hias, serta disediakan juga prasmanan dengan beragam lauk sesuai pesanan. Menu andalannya, nasi dengan lauk ayam bakar madu. Menariknya, perempuan yang tetap cantik di usia 39 tahun ini mempunyai berbagai inovasi. Diantaranya, menghias nasi menjadi karakter hewan yang
Pilih Soya untuk Prestise Merintis usaha tak melulu menguras kocek. Lanny Rizky Arthanti, Dini, dan Cynthia Lyana, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuktikannya. Dalam membangun bisnisnya, mereka tak mengeluarkan uang sepeser pun. Melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2014, tiga sahabat ini memeroleh dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Bussines plan yang diusulkan, didanai Dikti sebesar Rp 21 juta. Dana tersebut kemudian digunakan membangun usaha. Mulai dari membeli booth sampai meracik formula yang pas untuk membuat produk. Sayangnya, Dini, mengundurkan diri saat Dankesoy mulai berdiri. Akhirnya posisi Dini digantikan Kiki Haryanto yang menjabat sebagai marketing. Dankesoy merupakan usaha minuman soya (susu kedelai) yang didirikan 2014. Terdapat delapan varian rasa soya, antara lain, clasic, chocolate, strawberry, taro, green tea, vanilla latte, bubble gum, dan milk tea. Taro menjadi rasa favorit
pelanggan. Dengan harga Rp 9.000, Dankesoy banyak diburu remaja. Sebelum memiliki booth yang terletak di Jalan Gayungsari Barat dan Ketintang Selatan, mereka juga sempat berjualan di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul. Selain menjual soya di booth, Dankesoy juga melayani delivery order ke Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dengan pemesanan minimal 10 gelas. Branding “soya” pada minuman Dankesoy bukan tanpa tujuan. Pemilihan kata “soya” dibanding “susu kedelai” diharapkan dapat meningkatkan prestise produk tersebut. “Kami gak pernah ngomong ini kedelai. Kami berusaha membranding orangorang dengan soya,” kata Kiki, laki-laki berambut cepak ini. Memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan merupakan tujuan awal berdirinya usaha ini. Melihat banyak
Pembeli Dankesoy
penghasil soya di sekitar rumah, Sukodono, Sidoarjo, mereka berpikir memodifikasi soya agar lebih menarik dan diminati semua kalangan, khususnya anak muda. Selain itu usaha soya dipilih berdasarkan peluang pasar. Kebanyakan bisnis minuman hanya menyasar pada produk kopi, susu, teh, coklat, dan jus. Sedangkan bisnis soya tidak dilirik. Hanya berkisar pada pedagang sayur dan eceran berskala kecil. Melalui Dankesoy, mahasiswa jurusan Sastra Jerman ini berharap soya naik pamor. “Kebanyakan anak-anak kalau tahu ini soya, mereka bakal bilang, ‘ah, soya? Gak mau ah’. Tapi setalah
Lanny
lucu sehingga dapat menggugah selera makan. Tak heran, pesanan mengalir dari berbagai kota, misalnya, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan kota lainnya yang ada di Jawa Timur (Jatim). Meski demikian, setiap usaha pasti mengalami masa-masa sulit. Terutama, mengelola karyawan. “Saya pernah kesusahan kalau banyak pesanan yang datangnya berbarengan. Sebab, yang membantu saya sedikit,’’ kilah perempuan berjilbab ini sambil menjelaskan tingkat kesulitannya terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memadai. Terutama untuk mencari karyawan yang nyobain malah senang, ” terang Lanny, CEO Dankesoy. Awal merintis usaha, mereka sempat trial and error menemukan racikan soya yang pas. Banyak pelanggan yang protes karena rasa soya mendominasi rasa yang lain. Perjuangan berat lainnya adalah mendapatkan pasar. “Kami mesti bersaing dengan franchise lebih besar yang sudah ada lebih dulu, seperti Pasco, Capcin,” tambah perempuan cantik ini. Dalam sehari mereka bisa menjual soya hingga 50 gelas. Biasanya tak kurang dari 3 jam, soya ludes terjual. Booth Dankesoy yang mulai buka pukul 2 siang ini tidak menjual soya dalam jumlah besar. “Branding kami fresh. Mulai dari soya sampai topping-nya harus fresh. Kalau kami bawa banyak, nanti malah gak fresh. Kan merugikan pelanggan,” lanjutnya.
23
mau membantu memasak di malam hari. Kesukaran yang ada, dijadikan sebagai tantangan yang harus dihadapi. Perempuan berdarah Jawa ini berharap agar usaha kateringnya dapat dikembangkan dengan membuka banyak cabang baru di luar kota. Seperti Jakarta, Malang, Yogyakarta, Bali. -Mega Purwaningrum
Menu Katering
Omzet yang mampu diraup Dankesoy per bulan tak kurang dari Rp 18 juta. Meski omzet terbilang besar bagi kantong mahasiswa, tidak menjadikan mereka fokus mengejar keuntungan dan melalaikan kewajiban akademiknya. “Gak perlu ngejar-ngejar keuntungan. Gak perlu kemaruk. Yang penting untung, ” imbuh laki-laki berkulit bersih. Mengawali berbisnis tidak perlu memikirkan modal. Niat merupakan kunci utama membuka usaha. “Pemerintah sedang gencar-gencarnya menggalakkan program kewirausahaan. Kita sering-sering aja ikut program seperti itu. Modal itu gampang, yang penting niat. Bikin ide kreatif,” pungkas Lanny dan Kiky yang akan terbang ke Ambon mengikuti PMW Award pada 9-14 September. -Nofianita Wahyuni
24
S
What’s Up
Edisi 866/ 14 - 20 September 2015
Tiap Orang Punya Style Beda
ebagai seorang model, apapun fashion yang sedang menjadi trend, tak lantas diikutinya. “Walau sedang trend, jika tak cocok dengan style saya, ya saya tidak ikut-ikutan. Saya sesuaikan dengan style yang saya suka, sporty dan casual,” ujar model kaliber dunia Anak Agung Ayu Ratih Dhamma Iswari. Jika Ratih-sapaan akrabnya sampai memaksakan mengenakan fashion yang lagi trend, namun tak sesuai dengan style-nya, itu malahan menjadi tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. “Kok kamu pakai baju gitu, nggak cocok,” ungkap Ratih menirukan ucapan teman-temannya sembari tertawa. Trend busana memang berubah setiap saat. Tiap orang juga memiliki style yang berbeda. Namun, menurut perempuan cantik kelahiran 23 Januari 1987 ini, style-nya tetap sporty tapi mengikuti zaman. “Saya tidak 100% lah ikuti tren,” ucapnya. Dari pandangan model Paul Ropp Campaign dan Rituals Europe ini, trend fashion 2016 masih crop top, baju di atas udel dengan rok span dan flat shoes. “Skinny jeans sepertinya sudah mulai berkurang, sekarang lebih ke baggy,” ujarnya. Di Bali, terutama di Kuta dinilai jebolan “Look
Model Hunt” ini sudah banyak pengaruh brand Eropa dan Amerika. “Tak hanya orang Paris saja memakai brand tersebut, orang Bali juga. Jadi di seluruh dunia koleksinya sama. Bali sekarang sudah menginternasional,” imbuhnya. Ratih mengisahkan dirinya mulai terjun ke dunia model sejak kelas 3 SMA tahun 2003. Ia mengadu bakat modelingnya dalam ajang “Look Model Hunt”. Dari sanalah kemudian ia mendapatkan kontrak modeling di Jakarta selama dua bulan. Sepulangnya ke Bali, istri I Gusti Made Gede Oka Dharmawan ini langsung mengikuti ujian kelulusan. “Kuliah sempat juga break setahun, pindah ke Jakarta ikut modelling dengan agency. Pulang lagi ke Bali melanjutkan kuliah sambil modelling. Dari sini ngambil job yang di Hongkong Singapura, Srilanka, ya di Asia-lah,” ujar Ratih yang pernah tampil di Hongkong Fashion Week, Fashion Tandance, Bali Fashion Week, dan Fashion Festival ini. Banyak pengalaman yang didapatkannya selama menyelami dunia modelling. Hal menyedihkan juga pernah dialaminya, yakni ditipu orang dalam pemotretan. Di awal, Ratih dikatakan akan dijadikan model dalam sebuah majalah, namun ternyata foto-fotonya dari hasil pemotretan selama tiga hari oleh fotografer seorang kewarganegaraan Belanda, dipakai sebagai product campaign sebuah merek
kosmetika. “Karena tarif untuk pemotretan majalah, product campaign, produk baju itu berbeda. Ternyata foto saya dipakai untuk billboard yang sangat besar untuk produk kosmetik. SHikmahnya saya lebih hati-hati dan teliti,” tuturnya. Pengalaman pahit inilah yang kerap dipakainya menasihati model-model junior. Ia mengatakan tak sedikit oknum yang menipu dengan pura-pura menjadi fotografer atau wartawan. “Saya sering sampaikan kepada model-model baru, sebelum memulai job tanyakan yang jelas, kalau bisa minta kontrak tandatangan hitam di atas putih. Jadi jika dia macam-macam, kita bisa tuntut,” ujar ibu dua anak, Ara dan Ata ini. Menjadi seorang model baginya harus memiliki karakter, karena bekerja dengan banyak orang, ada desainer, fotogafer, director, dsb. Selera masing-masing tersebut kadang berbeda-beda. Ada yang minta model untuk menguruskan badan, ada yang malah minta badan dibesarkan, dsb. Banyak masukan dan kritikan yang terkadang membuat bingung dan tak percaya diri. Jadi, selain bermodalkan postur tubuh tinggi, yang paling penting sekarang ini adalah seorang model itu memiliki karakter (wajah), pintar membawa diri dan bersosialisasi dengan kru, serta ditunjang wawasan luas. –Inten Indrawati
Ratih Damma
Banyak Kejutan Busana 2015
Yudi dan modelnya
Secara umum trend busana 2015 sudah berjalan sesuai prediksi. Namun demikian, kata Gede Yudi Ardhana, tahun 2015 ini juga mencatat banyak kejutan menarik. “Sesuatu yang luput dari ramalan, di luar dugaan itu justru ngetren tahun ini. Salah satunya adalah busana model peplum
yang menurut saya itu menjadi salah satu yang booming,” ungkap desainer asal Singaraja, Bali, ini. Peplum adalah sebuah istilah yang telah lama dikenal dalam dunia fashion. Biasanya digunakan untuk blus juga rok. Ciri peplum adalah seperti kain yang berlebih pada sekitar ping-
gang, sehingga terkesan bertumpuk di sekitar pinggang. “Menurut saya, asalkan motifnya tepat, materialnya bagus, dan postur orang yang memakainya pas, busana model peplum akan terlihat cantik. Tapi jika salah motif, trus yang memakainya kurang pas, jadi terlihat kurang menarik,” tambahnya. Sebenarnya, peplum adalah busana yang populer tahun 1940-an hingga 1950-an, lalu memudar. Tahun 1980an dan awal 1990-an tren busana ini ‘on’ lagi. Lama tak dilirik, peplum sempat muncul sebentar tahun 2000 an namun tak lama. Sekarang kreasi peplum muncul lagi bahkan banyak digemari. “Saya juga sempat heran, kok, peplum muncul bahkan disukai banyak orang. Saya sendiri banyak mendapat pesanan untuk rancangan busana dengan peplum. Baru-baru ini saya merancang busana model peplum,
Busana Cerminkan Karakter Tarian
Ida Ayu Diah Setiari yang akrab disapa Dayu Diah memiliki hobi menari. Dengan melakukan seni gerak itu ia akan merasa lebih tenang. Lewat seni tari itu, ia juga bisa mengungkapkan perasaan senang, sedih, gembira ataupun marah. Menekuni seni tari juga membuatnya dapat ikut ambil peran dalam melestarikan warisan leluhur. “Jujur saja, seni tari itu juga dapat merangsang kreativitas kita,” katanya. Sebagai wanita Bali, ia menilai tak ada ruginya menekuni profesi sebagai seorang penari. Malah, lebih banyak untungnya karena sering melakukan teknik dan gerak tari Bali dapat membentuk tubuh menjadi lebih langsing. Sikap dan karakter akan menjadi lebih halus, sehingga tampak lebih segar dan memancarkan kecantikan. “Itulah yang saya rasakan sejak menjadi penari Bali,” ujarnya. Gadis kelahiran Badung, 14 Agustus 1988 ini mengaku, seni tari sudah ia geluti sejak TK berawal dari kebiasaan mengikuti Ajik (ayah) dan ibunya pentas di hotel-hotel. Para penari yang tampil tak hanya piawai tetapi juga tampak cantik sehingga memikat hatinya untuk bisa menari, bahkan muncul keinginan untuk menjadi seniman. “Syukur, ibu mau melatihnya. Mula-mula berlatih teknik dasar tari, kemudian belajar Tari Oleg Tamulingan,” cerita Staf Humas dan Protokol Kabupaten Badung ini kalem. Gara-gara menari itu, Dayu Diah kecil sempat mengikuti casting dalam film “Anak Seribu Pulau” yang disutradarai Garin Nugroho. Selanjutnya, dipercaya sebagai penari anak-anak festival gong kebyar Pesta Kesnian Bali (PKB) sebagai duta Kabupaten Badung. Demikian juga ketika remaja hingga menjadi bajang jegeg, ia selalu didapuk menjadi penari PKB. “Saya sudah bertekad menjadi seniman, sehingga setelah tamat SMA melanjutkan di ISI Denpasar dan ikut program pasca S2 di UNHI Bali,” ungkapnya.
Kegigihan putri dari pasangan Ida Bagus Karang (alm) dan Ida Ayu Suarningsih ini untuk menggapai cita-citanya sudah terwujud. Ketika menjadi mahasiswa ISI Denpasar ia sudah biasa mencipta tari. Misalnya menata tari baleganjur untuk lomba, tari kreasi untuk PKB dan tari maskot yang menjadi kebanggan sebuah sekolah menengah di Badung. Karya tari yang banyak mendapat sambutan adalah Tari Rare Oding yang dipentaskan di PKB. Tari kreasi yang merupakan karya gadis asal Geria Gede Bongkasa, Banjar Kedewatan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal Badung ini antara lain Tari Narasima iringan tabuh baleganjur (2010), Ganesha Duta (2012), Gugurnya Abimanyu (2013), Gugurnya Gatot Kaca dan Tari Kreasi Dresta Amacul (2014), Fragmentari Semara Lulut bersama Narmada dan Gus Swastika, serta Tari Kreasi Kimud. Tarian tentu tak bisa dipisahkan dari busana. “Busana itu pendukung dan pelengkap tarian. Busana itu jika dilihat dari warnanya bisa mencerminkan karakter tarian. Kalau warna merah keras, biru lembut, hijau bijaksana, merah muda pemanis. Warna busana juga disesuaikan dengan make up penari,” ujarnya. Untuk mendapatkan busana yang sesuai, Dayu Diah dibantu penata busana. Misalnya, ia sudah punya gambaran tari yang akan diciptakan. Busananya pun sudah bisa dirancang agar sesuai. “Paling susah untuk desain di riasan kepala. Perlu variasi agar tidak itu-itu saja. Di sini pentingnya mengetahui tentang desain,” ungkap penari yang pernah menjadi duta kesenian ke India, Tiongkok, Italia, Malaysia, Jepang, dan Jerman. -Darsana
bahannya dari tenun khas Bali. Hasilnya cantik sekali,” tutur desainer yang banyak mendesain busana artis ini. Yudi menambahkan tren busana itu selalu berputar. Busana-busana yang di masa lalu sempat hit, biasanya muncul lagi. Salah satunya adalah blazer tanpa lengan yang dulu pernah ngetren tahun ini pun muncul lagi. Malah tahun ini kreasinya lebih beragam. Lebih dari itu, Yudi mencatat bahwa tahun ini ‘kejayaan’ kain-kain Indonesia makin bersinar. Hal ini karena para desainer Indonesia amat sangat kreatif dalam berkarya dengan menggunakan kain-kain Nusantara. “Desainer Indonesia amat sangat kreatif. Lihat saja kain tapis Lampung yang dulunya kurang dilirik, di tangan desainer kreatif menjadi cantik banget,” kata pemilik Vplus
Management ini. Yudi sendiri mengaku sangat gembira karena kini banyak desainer berkreasi dengan kain-kain asli Indonesia. “Kita memiliki beragam kain khas dan ini jika dimaksimalkan akan menghasilkan karya yang sangat menarik. Sekaligus juga semakin mendorong para pengrajin kain di daerah-daerah untuk giat berkarya,” tambah Yudi yang kadang karyanya mengejutkan orang karena ‘out of the box’. Untuk tahun 2016, Yudi mengaku belum bisa bicara banyak. Namun ia memperkirakan untuk busana siap pakai atau ready to wear orang masih menyukai yang simple tapi elegan. Penggunaan kain daerah juga akan kreatif dan penuh kejutan. —Diana Runtu