Skip to main content

Tokoh Edisi 861 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Prakarsai Batik Bali

Keluarga Pande Beng Lestarikan Budaya Bangsa Jika bicara mengenai kerajinan lokal atau tekstil yang berasal dari Bali, selama ini masyarakat lebih mengenal keberadaan tenun ikatnya, yang disebut endek dan songket. Sedangkan batik dikenal sebagai produk dari luar Bali. Padahal pulau yang terkenal dengan seribu pura ini sesungguhnya memiliki produk bernama batik Bali.

L

antas yang bagaimana yang disebut Batik Bali? “���������������������� Kalau kita melihat ba� tik dengan motif bunga kembang sepatu, berwarna merah besar-besar, hingga motif pelangi itu� lah yang biasa disebut sebagai batik Bali,” ujar Pande Ketut Dresta. Bahkan dikatakannya dengan bendera “CV Meru Mas”, batik Bali tidak kalah bagus dengan batik yang ada di daerah lain di Nusantara ini. Bali sebagai salah satu tujuan wisata paling populer di dunia, dengan segala keindahan alam dan pesona budaya sangat menarik ketika di� jadikan salah satu inspirasi dalam pembuatan batik Bali. Geliat perkembangan batik Bali di mulai di Kabupaten Gianyar sekitar tahun 1978, khususnya Desa Beng.

Pasutri Pande Ketut Dresta dan Pande Putu Srinten

Sebenarnya, batik di Gianyar sudah berkembang sejak dulu, namum masyarakat lebih mengenalnya den� gan berbagai macam sebutan, seperti kain atau sarung pantai, bed cover dengan berbagai motif. Namun, tak diduga batik Bali berkembang dengan pesat setelah digarap dan dikembangkan olehnya

yang bergandengan dengan sang istri tercinta Pande Putu Srinten. Betapa tidak, peluang bisnis ini berhasil di� kembangkan secara besar-besaran. Sebab pada saat itu permintaan pasar sangat banyak. Produksinya mulai sarung pantai, daster, kemeja, sarung bantal, bed cover, sprei, sam� pai pakaian anak-anak. -ard

Tak Pernah Berhenti Berproduksi

Belum Dicuci sudah Diambil Sebenarnya semua diawali den� gan coba-coba. Ditambah latar belakang keluarga yang ditemuinya sejak kecil sudah berkecimpung di dunia produksi. Para perempuan khususnya sebagian besar adalah pedagang kain. Sejak dahulu mer� eka sudah maju dan dikenal orangorang yang sangat rajin bekerja. Se� mentara para laki-lakinya bekerja di perapen (pande besi). Entah kenapa Pande Ketut Dresta bisa membuat baju bar� ong. Padahal ia mengaku bukan orang seni. “Namun, ketika ada ide proses selanjutnya para karyawan yang membantu mewujudkan dan mengeksplorasinya,” ujarnya yang diawal sudah mempekerjakan seki� tar 30 orang karyawan ini. Ketika itu, katanya ia lebih men� erapkan manajemen keluarga. Mer� eka, para karyawannya diajak ting� gal di rumahnya. Kebanyakan dari mereka kembali ke kampungnya (terutama yang dari luar Gianyar, seperti dari Karangasem) ketika sudah menikah karena memang sudah cukup usia. “Ketika itu pesanan sangat luar biasa. Baru selesai digambar belum dicuci sudah diambil oleh pem� belinya. Kalau bicara penjualan, Pande Ketut Dresta mengingatingat ketika itu keuntungan yang diperoleh dari baju barong sampai 20%. Sedangkan dari kain batik pelangi bisa sampai 49 %.

Pada waktu itu, kata Pande Ketut Dresta yang mengorder datang dari luar daerah, semisal Jakarta, Band� ung, Surabaya, Yogja dan Lombok. Namun, yang lebih fantastis lagi ternyata pesanan juga datang dari luar negeri seperti Malaysia, Austra� lia dan juga Negeri Kincir Angin Be� landa. “Memang batik Bali atau batik painting sebutannya di Bali identik dengan Kabupaten Gianyar teru� tama yang digarap oleh masyarakat Pande yang ada di Desa Beng,” tutur ayah tujuh orang anak ini. Dikatakannya, masyarakat Desa Beng memang dikenal rajin. Kar� enanya tidak salah jika desa ini memiliki perkembangan kerajinan batik yang cukup memberikan peran bagi Gianyar. Sesungguhnya pula, motif batik Bali sangat be� ragam dan disebut-sebut memiliki kreativitas yang unggul. Terbukti juga dengan respons pasar yang sangat luar biasa ketika itu, serta makin terkenalnya batik Bali di tahun 80an. Motif batik Bali, kata Pande Ketut Dresta lebih banyak terinspirasi dari alam, seperti bunga kamboja dan bunga kembang sepatu, burung atau ikan, serta gambaran kegiatan sehari-hari penari Bali dan pros� esi ngaben atau agama dan mitologi makhluk seperti barong, kala dan singa bersayap ada umumnya. Hal ini sangat disukai oleh wisatawan domestik maupun orang asing. –ard

Batik pertama kali dibuat di Desa Beng Gi� anyar. Karena kurangnya tukang jahit di Desa Beng, selain di Desa Beng sendiri, akhirnya untuk proses menjahit material batik ini dik� erjakan di daerah Sayan dan Kedewatan yang mayoritas penduduk desanya bisa menjahit. Ciri khas batik Bali sendiri, menurut Pande Ketut Dresta, tidak memiliki pakem, secara umum lebih banyak menampilkan bentuk geometris, flora dan fauna. Pembuatannya, hampir sama dengan batik pada umumnya, dicanting dengan malam dan diisi warna den� gan kuas, hasilnya seperti yang banyak dilihat di Pasar Sukawati dan sekitarnya atau di pusat oleh-oleh. Sayangnya batik ini tidak berkembang dan monoton, sehingga pada tahun 1990 produksi batik Bali, mulai menurun. Namun, tidak perlu khawatir katanya, sebab beberapa pengrajin batik rajin belajar, mengembangkan dan melihat peluang pasar. Batik Bali, terutama motif barong sempat macet di tahun 80an. Namun akhir-akhir ini berkembang lagi ke kain-kain pantai. Terlebih Dengan perkembangana zaman begitu juga dengan pewarna dan datangnya kain-kain rayon. “Namun, apapun keadaannya keluarga kami tidak pernah berhenti berproduksi. Hanya jenis produknya yang berbeda, yang sekarang digarap adalah celana pantai,” tegasnya. Pande Ketut Dresta menuturkan di masa itu juga banyak tumbuh usaha kecil yang sejenis. “Sebab zaman dulu, ketika satu orang membuat sebuah usaha, yang lainnya ikut membuat usaha yang sejenis,” katanya ter� tawa. “Tapi itu ada baiknya juga, sehingga`sampai saat ini pembuat baju barong identik dengan daerah Gianyar,” lanjutnya bangga. Sekarang usaha sejenis berkembang di Beng. Pasutri ini mengaku sangat senang mendengarnya, terutama baju-baju barongnya. “Kami bangga hadir sebagai perin� tisnya. Mudah-mudahan saja anak-anak zaman sekarang ingat akan sejarahnya,” katanya tertawa. Pande Ketut Dresta pun salut akan kreativitas anak muda Bali. Karena kini dilihatnya cukup banyak para pengrajin batik di Bali yang mulai melakukan langkah strategis dan inovatif untuk menghindari tingkat kejenu� han konsumen pada batik. Misalnya dengan melakukan kombinasi motif batik Bali dengan motif batik yang berasal dari luar Bali. “Termasuk anak dan menantu saya yang membuat

usaha garmen, yang awalnya kebaya. Dia punya bakat, dan kemauan belajar membatik tumbuh dari dalam dirinya sendiri. Ketika ia berhasil kembali mengangkat batik yang dirintisnya dulu hingga bisa dikatakan booming di tingkat nasional bahkan hingga ke mancanegara,” tutur Pande Ketut Dresta yang merasa bangga terhadap para menantunya yang sudah dianggap anaknya sendiri itu. Untuk ke depannya, ia memiliki harapan besar agar anak-anaknya kembali memproduksi tenun ikat, yang dirintis, dikembangkan dan dipopulerkan oleh kakak dari sang istri, yakni Pande Nyoman Gede Mar� utha, pemilik Tenun CapTogog. (Minggu Depan akan ditampilkan kisah keberadaan Tenun Cap Togog). Pesan kepada generasi muda, berkarya terus dengan tetap mengutamakan pendidikan untuk anakanak mereka agar semakin maju. Seperti apa yang dilakukannya dulu, menyekolahkan anak-anaknya hingga ke Malang. Ia sangat ingin mengembalikan geliat Gianyar yang luar biasa dengan tenunnya. Sayangnya saat ini sebagian pertenunan di Gianyar yang juga masih di lingkaran keluarganya ini, sedang mengalami kemunduran. Pande Ketut Dresta juga memahami saat ini yang menjadi kendalanya adalah tenaga kerja. Ia jadi bertanya apakah orang-orang kita sekarang menjadi malas, sehingga banyak produk kerajinan yang mesti diselesaikan di luar Bali. “Kita harus belajar semangat dan berani seperti saudara-saudara kita yang dari luar Bali. Jadi generasi muda harus belajar dan mau bekerja keras, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras.” Demikian seman� gatnya kepada generasi muda sekarang. Kalaupun sekarang Pande Ketut Dresta dan sang istri Pande Putu Srinten sudah lanjut usia, produksi batiknya masih berjalan. Ada sebagian pengerjaannya dilaku� kan oleh pengrajin di rumahnya masing-mas� ing. -ard


2

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Ekspresso

DAri daPUr Redaksi

Pendekatan Kekinian

Orang yang berjasa dalam pengembangan kepramukaan di dunia adalah Sir Robert BadenPowell. Menurut Powell, kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari dengan tekun, bukan pula merupakan kumpulan ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, ketrampilan dan kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkannya. Kepramukaan memiliki 3 sifat, nasional, internasional dan universal. Nasional artinya kepramukaan itu diselenggarakan di masingmasing negara disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tersebut. Internasional, kepramukaan harus dapat mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antarsesama anggota kepanduan (pramuka) dan sebagai sesama manusia. Universal berarti kepramukaan itu dapat berlaku untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan dimana saja. Di Indonesia, tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Menengok sejarah, Pramuka dideklarasikan oleh Bung Karno pada 1961. Dari penuturan Adhyaksa

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault di halaman Istana Merdeka.

Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, ketika itu Bung Karno memberikan pataka panji kebesaran pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Bung Karno mengatakan agar Pramuka disebarkan ke seluruh kota, desa-desa sebagai wadah anak bangsa. Namun sekarang setelah masuk era reformasi tantangan anak muda berbeda dengan anak muda zaman dulu. Adhyaksa membagi sejarah Indonesia dalam tujuh generasi mulai dari generasi pertama generasi Cokroaminoto hingga kini generasi yang lahir tahun 1990-an, 2000-an bahkan 2010, mereka yang disebut generasi ‘C’ atau generasi cyber. Mereka ini adalah sasaran Pramuka saat ini. Untuk menangani generasi ini, kata Adhyaksa, tidak bisa dengan pendekatan formalistis seperti dulu. Pendekatannya adalah pendekatan kekinian.

Karenanya, kata Adhyaksa, Pramuka harus melakukan rebranding. “Kenapa harus rebranding, karena mereka adalah generasi anak-anak yang sudah jauh dari sejarah. Hal lainnya, mereka adalah anak-anak yang 24 jam real time di dunia maya. Bayangkan, putus sama pacar saja disampaikan secara terbuka. Mereka tidak menyukai organisasi yang sifatnya struktural. Jadi pramuka harus menyesuaikan dengan dunia mereka, pramuka harus masuk ke dunia mereka,” kantan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini. Bagi yang belum mengenal pramuka, masih ada kesempatan untuk bergabung. Banyak manfaat yang bisa diraih. Ada nilai kepemimpinan, nilai kesetiakawanan, dan petualangan. Banyak juga yang dulu aktif di pramuka bisa menjadi pemimpin karena mereka mendapat dasardasar kepemimpinan. Selamat Hari Pramuka. Salam Pramuka.

GORO-GORO

anak

“Anak adalah buah hati orangtua. Tapi sekarang anak jadi pergunjingan hangat. Benarkah itu?” “Ada kasus Engeline. Ada anak diculik di pasar Putu Wijaya swalayan di Jakarta. Menyusul berita di Makassar, anak menembak pelipis ibunya sendiri yang mengakibatkan maut. Apa sebenarnya yang sedang terjadi, Ami?” tanya Amat. Ami tak segera menjawab. Amat meneruskan pertanyaannya. “Apa itu berarti sekarang anak kurang mendapat perhatian dari orangtua? Akibat orangtuanya terlalu sibuk mengurus pekerjaan untuk bisa hidup layak? Itu pun masih kurang! Karena sekarang kebutuhan pokok, bukan hanya sandang-pangan. Tapi juga sandangpangan-papan.” Ami masih belum menjawab. “Dulu, waktu kamu kecil pun, bapak dan ibu kamu dua-duanya bekerja. Kamu kami titipkan di rumah tetangga. Sesudah mulai agak besar disuruh-suruh ini dan itu untuk bantu ibu kamu. Tapi kamu tidak apa-apa, malah jadi sarjana. Apa anak-anak sekarang terlalu manja? Minta terlalu banyak perhatian?” Ami masih diam. “Atau keadaan sudah terlalu banyak berubah? Tidak ada tetangga lagi yang mau dititipi anak kalau kita sibuk. Banyak ancaman yang menerkam anak kalau kita lalai. Kendor sedikit berbagai setan yang ada di internet bisa nyaplok. Atau kena sabet oleh para gerombolan yang menjajakan narkoba lewat permen. Atau diculik untuk pemerasan. Atau untuk dijual. Atau untuk diambil organ tubuhnya yang sudah dipesan oleh bandit dan orang yang memerlukannya di luar negeri. Begitu kan?” Ami terkejut. “Jangan terkejut Ami! Nanti kalau anakmu besaran sedikit, kamu harus memperhatikan dia. Kalau tidak, kamu akan termasuk orangtua yang menelantarkan anak. Atau kejam. Tetangga bapak yang kawin dengan orang Amerika Serikat bercerita, kalau meninggalkan anak sendirian dalam rumah di flat, hanya untuk keluar buang sampah, bisa dituntut. Sebab anak itu bukan milik orangtua, tapi milik negara. Akan diambil pengasuhannya kalau orang tuanya menelantarkan!” Ami bengong. “Bapak kok pinter sekarang?” Amat tertawa, “Habis waktu membongkar laci meja tulismu, ternyata ada buku puisi milik kamu yang ketinggalan. Tak baca saja ……. anakmu bukan anakmu ... “ “Kahlil Gibran!”

Satu Pie Susu Dua Nama

Pengalaman yang lucu ini selalu membuat saya tertawa. Masalahnya cukup sederhana, mencari oleh-oleh pie susu yang sedang trend di Bali. Gara-gara nama pie susu, kami harus ribut di mobil dan bolak-balik mencari tokonya. Peristiwa ini terjadi awal Juli 2015 ketika saya mendampingi teman dari Jakarta yang kebetulan bertugas ke Bali. Setelah semua urusan dinasnya beres, teman saya ini minta diantarkan mencari oleh-oleh pie susu. Beberapa temannya di Jakarta sudah nitip agar dibelikan pie susu. Salah satu sentra penjualan pie susu di Denpasar berada di Jalan Nangka. Kami pun meminta sopir untuk menuju ke Jalan Nangka. Teman saya ini mengatakan kepada sopir untuk mencari pie susu enak. Saya memberi saran sebaiknya beli

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

pie susu asli. Perdebatan pun terjadi antara memilih yang enak dan yang asli. Masing-masing dari kami memberi argumen bahwa pilihan kamilah yang terbaik. Teman saya ini ngotot karena ia sudah sering makan pie susu enak. Temannya di Jakarta pun nitip yang enak. Saya tak mau kalah. Saya pun bilang sering makan pie susu asli. Rasanya sangat khas, beda dengan pie susu lain Sopir pun bingung mana yang harus dituruti. Dari ujung Utara Jalan Nangka pencarian pun dimulai. Tetapi, karena sibuk berdebat, kami tak menemukan pie susu

Mozaik

yang dimaksud, baik yang asli maupun yang enak. Akhirnya sopir berinisiatif untuk mengulang lagi pencarian dari Utara. Pencarian kali ini membuahkan hasil karena kami berkonsentrasi untuk mencari penjual pie susu dan menunda perdebatan. Kami menemukan penjual itu sudah dipenuhi antrean pembeli. Ketika membaca plang nama penjualnya, kami lalu tertawa karena pie susu yang kami cari sama. “Oh my God…ini namanya satu pie dua nama. Asli Enaaak,” ujar teman saya. Ardi, Denpasar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Henny Ten

23

Tantangan adalah

Kewajiban “Makin tinggi jabatan, uang yang kita dapat akan mengikuti” kata itulah yang menjadi salah satu motivasi Henny Ten (42), Kepala Cabang Auto 2000 Kertajaya, Surabaya. Ketika kita meningkatkan kompetensi, secara otomatis akan membawa dampak positif untuk meningkatkan karier dan finansial. Karena menurutnya, bekerja bukan semata-mata untuk mencari uang.

Henny Ten

“Y

ang harus kita lakukan adalah belajar untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Pada akhirnya kita akan dipilih perusahaan karena kita berbeda. Kalau kita sama dengan yang lain, buat apa perusahaan memilih kita. Jadi kita harus lebih baik dari yang lain,” terangnya. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan untuk berbeda dengan yang lain dan lebih baik adalah dengan belajar sehingga kita memiliki keahlian dan pengetahuan. Perempuan yang memiliki tiga orang anak ini, tak pernah menyerah terhadap suatu hal. Baginya tantangan adalah kewajiban yang harus ia tempuh. Seperti yang sudah dilakukannya pada saat menginjakkan kaki di perusahaan otomotif ini. Berawal dari sales counter, hingga kini menjadi kepala ca-

bang bukan hal yang mudah. Banyak upaya yang ia lakukan untuk menjadi terdepan. Selama 2 tahun menjadi sales counter, Henny memiliki target sendiri untuk penjualannya yakni target diatas target kantor. Alhasil, selalu memenuhi target hingga ia mengikuti tes untuk kenaikan jabatan menjadi Supervisor (Spv). “Spv tidak hanya berjualan, tetapi juga memikirkan strategi serta penjualan secara umum. Bukan untuk diri sendiri seperti ketika menjadi sales counter,” ujar Henny. Setelah 4 tahun, akhirnya ia menjadi Sales Manager dan membuatnya harus lebih agresif terhadap pelanggan. Bukan pelanggan secara individu namun lebih pada perusahaan atau instansi. “Dimana kita harus membuat proposal penawaran, mengikuti presentasi untuk memenangkan tender,” jelas perempuan asal Ja-

karta ini. Hingga 4 tahun berikutnya ia menjadi kepala cabang. Disinilah kita harus bisa mengatur strategi, selain strategi penjualan juga strategi secara umum. Strategi untuk mendidik karyawan dan strategi untuk melakukan kerjasama. Konsep dan target sudah secara umum

untuk kemajuan perusahaan. Baginya semua itu merupakan pengalaman, bisa bertemu banyak orang dari berbagai level. Dari orang biasa hingga orang yang memiliki jabatan. Dari berbagai suku dan agama sehingga banyak pula yang kita pelajari sebagai pengalaman. Ia mengakui, jika du-

lunya adalah seorang perempuan yang pemalu dan malas bertemu dengan orang. “Namun, dengan lingkungan kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik dan kini sifat pendiam itu sudah hilang dengan sendirinya,” pungkasnya. -Diyah Khoirunnisa

Kerja dan Hobi saling Melengkapi

Siapa bilang orang yang bekgumpulkan uang. Kalau dibanderja akan lupa dengan keluarga ingkan dengan temannya, jatah ataupun hobi? Tidak semuanya uang sakunya cukup sedikit. seperti itu, Henny Ten adalah Namun, ia bisa mengumpulkansalah satu perempuan yang nya untuk dibelikan barang yang melengkapi hidupnya dengan diinginkannya,” ujarnya. keluarga dan tetap bisa berkarKarena selama ini, ia menier serta melakukan hobinya. erapkan hal tersebut. Ketika Perempuan kelahiran 1973 ingin sesuatu harus berkorban sudah bekerja sejak usia muda supaya bisa membeli yang disaat menempuh pendidikan inginkan. Karena orangtuanya sarjana di Jakarta. hanya membelikan dua kali Meski menjadi wanita karier, dalam setahun. Saat kenaikan namun ia tidak pernah melupakelas dan ulang tahun. kan keluarganya. Ketika bek“Bahkan mereka sampai erja, Henny menjadi seorang membuat kesepakatan. Ketika pimpinan di Auto 2000 cabang nilai sesuai target, saya harus Kertajaya. Namun, ketika di membelikan apa yang merrumah, ia adalah seorang istri eka inginkan. Sementara ketika Henny Ten dan ibu bagi ketiga anaknya. tidak, mereka malah membaLalu, bagaimana cara membagi waktunya untuk yar,” ceritanya sambil tertawa. keluarga? Komunikasi dan kedekatan adalah kuncinKetiga anaknya memang memiliki prestasi di ya. Setiap hari harus ada komunikasi, bertanya kesekolahnya. Nilai-nilai yang didapat bisa memuaskan pada anak, apa saja yang dilakukan sehari-hari. Serta hati Henny Ten dan suaminya. Namum hal tersebut kedekatan dengan mengajaknya makan malam setiap harus terus dipupuk supaya mereka berusaha ketika hari. Makan bersama sambil bercerita membuat menginginkan sesuatu ataupun berkorban untuk bisa salah satu upaya untuk mendekatkan pada anak. mendapatkan keinginannya. “Mereka juga harus “Apalagi sebelum menjadi Kacab, Sabtu dan tahu, kalau dulu orangtuanya juga begitu. Berusaha Minggu yang biasanya merupakan waktu untuk dulu sebelum keinginannya tercapat,” terangnya. keluarga, saya pakai untuk pameran. Karena kita Di tengah kesibukkannya terhadap pekerjaan, Sabtu dan Minggu biasanya ada pameran mobil, Henny Ten tak perlu khawatir untuk melakukan sehingga anak-anak saya ajak dan mereka bermain hobi. “Kalau jenuh bekerja saya akan pergi melihat di mall dan saya bekerja,” ungkap Henny. alam. Karena saya suka bepergian ke tempat-temSelain itu, tetap ikut terlibat dalam aktivitas anak, pat seperti pantai, gunung dan lainnya,” ujarnya. seperti menemaninya belajar, ikut aktif mengajari Karena menurutnya, pada saat bekerja ada anak, mengasah kemampuan anak dan lain sebatitik jenuhnya. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk gainya. Dengan cara memberi pertanyaan anaknya. melakukan hobi saat menghadapi titik jenuh seperti Sejauh mana mereka bisa menjawabnya. membaca. Karena selain bepergian ia juga suka Beruntung anak-anaknya bisa terdidik dengan membaca. “Buku bacaan yang ringan saja seperti baik. “Saya memang mengajari anak-anak saya buku detektif,” jelas dia. untuk selalu belajar dan berusaha. Berusaha dalam Jadi buatnya ketiga hal tersebut saling mengisi segala hal, baik untuk berusaha menghargai uang. kesehariannya. “Pekerjaan, keluarga, dan hobi, sal“Sejauh ini, mereka cukup pandai dalam mening melengkapi,” tegasnya. -Diyah Khoirunnisa


22

Sosialita

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

3

Berlomba Jadi Pengojek Siapa Cepat Dia Dapat Katanya mencari kerja di Jakarta tidak mudah. Apalagi jika menginginkan penghasilan di atas tiga juta per-bulan. Mungkin bisa dicapai misalnya dengan berwirausaha, tapi untuk itu Anda harus memiliki modal yang tak sedikit dan perlu waktu pula. Tapi kini ada peluang kerja di Jakarta yang bisa meraih pendapatan jutaan rupiah, melebihi UMR Jakarta yang Rp 2,7 juta. Modalnya, cukup motor dan tentu saja SIM sebagai pengendara.

L

apangan kerja yang kini terlihat menggiurkan adalah menjadi pengemudi ojek ‘Gojek’ ataupun ‘Grab Bike’. Menariknya, bekerja di ‘Gojek’ ataupun ‘Grab Bike’ bisa dilakukan sekalipun Anda telah bekerja di perusahaan tertentu alias bukan pengangguran. Kini pengemudi Gojek ataupun

Grab Bike, bukan hanya mereka yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek, tapi juga karyawan kantor, ibu-ibu, juga mahasiswa, yang sebelumnya tidak pernah mengojek. Mereka ‘berbondongbondong’ ngojek lantaran men­ dengar penghasilan yang didapat bisa mencapai jutaan rupiah. “Asal mau kerja keras, bekerja di Gojek justru sangat mengun-

tungkan, setidaknya memberi penghasilan tambahan untuk saya. Sebulan rata-rata saya mendapat penghasilan dari mengojek Rp 3 jutaan,” ungkap Rahmat, karyawan perusahaan maintenance mesin ATM. Kebetulan, kata Rahmat, dia adalah petugas lapangan sehingga tidak selalu harus berada di kantor. Kesempatan ini dipakainya untuk nyambi sebagai pengemudi Gojek. “Kalau saya sedang bertugas (kantor), ponsel saya matikan, setelah itu hidup lagi,” katanya. Sistem pengojek ‘Gojek’ adalah kecepatan mengambil orderan. Jadi sehari-hari kita memonitor ponsel. Jadi begitu ada pesanan yang masuk, bisa dengan cepat merespons. “Ngambil penumpang juga tidak sembarangan. Hanya Gojek yang berjarak tak lebih dari 10 menit dari calon penumpang yang bisa menerima orderan. Pelayanan dalam kecepatan kan penting. Jadi jangan biarkan calon penumpang menunggu lama,” kata Rahmat lagi. “Sistem ambil orderan ya berebut, siapa cepat dia dapat. Tapi meski begitu, tidak mungkin kita tidak dapat orderan. Pengalaman saya setiap hari pasti dapat orderan yang lumayan. Apalagi sekarang, jumlah pemakai Gojek makin banyak. Malah saya kadang tak bisa mengambil orderan karena harus kerja,” ungkap pria yang berdomisili di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat ini. Soal tarif, berbeda dengan pengojek konvensional yang tidak jelas tarifnya, maka Gojek memiliki tarif standar yakni untuk jarak di bawah 5 km kena biaya Rp 25 ribu. Namun, sekarang karena

Takut Dikeroyok, Lepas Jaket

Dengan semakin populernya transportasi berbasis aplikasi mobile ini, ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi para pengojek konvensional. Apalagi, menurut pengakuan mereka, banyak pelanggannya kabur dan beralih menggunakan Gojek ataupun Grab. Maka kini ini, meski menikmati penghasilan lumayan, para pengemudi Gojek agak was-was di lapangan. Khususnya, jika mengantar penumpang ke arah perumahan. “Biasanya saya tanya dulu, apa­ kah di kawasan perumahannya ada pangkalan ojek. Kalau ada, biasanya saya lepas jaket Gojek, supaya nggak dikeroyok. Begitu pun kalau mau jemput calon penumpang, saya tanya dulu situasi pengojek di sana. Saya cari aman, lepas jaket,” ucap Rahmat. Kasus pengeroyokan pengemudi

Gojek memang akhir-akhir ini kerap jadi pemberitaan media massa. Para pengojek konvensional salah paham, mereka mengira pengemudi Gojek menyabot pelanggannya, padahal si pelanggan itulah yang mengorder ke Gojek minta diantar ke suatu tempat. “Sejak Gojek terkenal, penghasilan saya jauh berkurang. Nggak seperti bia­ sanya. Saya sih nggak apa-apa mereka (Gojek) beroperasi, tapi jangan ngambil rezeki orang dong,” ucap seorang pengejok di bilangan Jakarta Timur dengan nada kesal. Para pengojek konvensional rupa­ nya kini seperti benar-benar kalap. Mereka tak peduli sekalipun pengemudi Gojek itu adalah wanita, pun dipukul juga. Ini terjadi pada seorang ibu yang jadi pengemudi Gojek. Dia dipukul di kawasan Warung Buncit Jakarta Selatan. Kasusnya sudah ditangani pihak ke­polisian. –Diana Runtu

sedang promo, jadi yang jaraknya di bawah 5 km hanya membayar Rp10 ribu, sedangkan untuk jarak di atas 5 km, per km dikenakan Rp 5 ribu. “Sistemnya bagi hasil, saya dapat 80% perusahaan 20%,” tambahnya. Soal penghasilan yang didapat per bulan, Rahmat menyebut hanya sekitar Rp 3 jutaan. Jumlah yang tidak terlalu banyak, jika dibanding teman-temannya yang full time beker­ja di Gojek mendapatkan lebih dari itu. “Kan saya hanya nyambi, jadi hasil Rp 3 juta sudah lumayan banget,” tambahnya tertawa sumringah. Sejak bekerja nyambi itu, Rahmat mengaku, kehidupan perekonomiannya membaik. Meski secara fisik menjadi sangat lelah, tapi ada hasil yang dibawa pulang. “Sekarang kehidupan lumayan banget, ada penghasilan dari Gojek dan dari kantor. Lumayan bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” ujar Rahmat yang sudah tiga bulan ini nyambi di Gojek. TERGIUR CERITA TEMAN Menurutnya, keikutsertaannya bergabung di Gojek karena tergiur cerita teman-temannya yang sudah lebih dulu bekerja di Gojek. Temannya bekerja full time, setiap bulan penghasilannya bisa mencapai Rp 5 jutaan. “Ketika saya tanya apakah orang yang sudah bekerja bisa juga bergabung di Gojek, dijawab bisa. Jadi saya pun ikut mendaftar,” katanya. Ketika mendaftar, dia hanya cukup melengkapi persyaratan, yakni memiliki motor sendiri, KTP, KK, SIM. Itupun tidak langsung disetujui, karena pihak perusahaan akan melakukan verifikasi terhadap data-data pendaftar. Setelah disetujui maka si pengemudi akan mendapat gadget android yang sudah terpasang kartu dan

aplikasinya, juga ada pulsa, guna berhubungan dengan calon penum­ pang. “Saya juga dapat dua helm (helm Gojek warna hijau, dua jaket, masker dan penutup kepala, serta uang Rp 500 ribu untuk modal, tapi itu hanya diberikan sekali,” katanya. Promosi dari mulut ke mulut, pemberitaan di berbagai media tentang kehidupan para penarik ojek yang kini menjadi ‘makmur dan sejahtera’ setelah bergabung dengan perusahaan peranti lunak itu, baik itu Gojek, Grab Bike, ternyata menarik minat banyak orang untuk bergabung. Maka, kalau awalnya hanya mereka yang sehari-hari bekerja sebagai ojek yang mendaftar, kini latar belakang pengemudinya lebih beragam. Mereka yang sudah bekerja seperti Rahmat, banyak juga yang nyambi sebagai pengojek lantaran mendengar pendapatan menggiurkan yang bisa diraih. “Pengemudinya dari bermacam-macam latar belakang, bukan hanya yang biasa ngojek. Banyak juga yang sebelumnya tidak pernah ngojek. Malah ada mahasiswa, ibu-ibu juga yang punya usaha kecil-kecilan nyambi di Gojek. Ada teman saya yang dari pagi sampai siang, jualan kecil-kecilan, abis itu dari siang sampai malam nyambung bekerja di Gojek,” tambah Rahmat. Tak heran kini pasukan Gojek maupun Grab Bike makin banyak berseliweran di Jakarta. Meski sudah banyak, namun ternyata permintaan pasar terhadap transportasi roda dua ini makin tinggi. Bisa jadi, ini lantaran penduduk Jakarta yang seharinya beraktivitas dengan transportasi umum jumlahnya mencapai jutaan. Di sisi lain, lalu lintas Jakarta yang super macet, ikut mendorong permintaan akan transportasi roda dua yang lebih mampu menembus kemacetan ketimbang kendaraan lainnya. “Saya dari rumah ke kantor naik mobil. Kalau ada acara di luar, maka lebih enak naik motor karena jalanan macet banget. Dulu saya suka naik ojek biasa, tapi sejak ada Gojek dan Grab, ya mending order lewat ponsel, kan dijemput langsung di kantor, nggak perlu repot nyarinyari. Biayanya juga lebih murah. Nggak perlu tawar-menawar karena sudah ada standarnya,” ungkap Andi yang mengaku naik Gojek dari kantor BNI Jl Gatot Subroto menuju kantor Direktorat Jenderal Pajak, yang jaraknya sekitar 5 km, hanya membayar Rp 10 ribu. “Murah banget. Coba bayangin kalau naik ojek biasa, bisa sekitar Rp 30 ribuan,” katanya. –Diana Runtu

Pasangan serasi, kompak dan sukses.

‘Restoran Bebek Garing’ (crispy duck) dengan kualitas cita rasa dan varian menu yang komplit, telah hadir di Jln. Cok Agung Tresna No. 36 Renon, Denpasar. Restoran yang diresmikan Jumat, 5 Juni 2015 itu, berbeda dengan restoran bebek garing lainnya. Sangat crispy dan benar-benar kremesss. Layak menjadi referensi masyarakat yang ­gemar de­ ngan menu bebek.

‘R

estoran Bebek Garing’ Re­non, menyajikan belasan menu istimewa (good food), harga terbaik (good price) dan pelayanan yang menyenangkan (good service). Restoran ini berlabel halal MUI, bahan-bahan lokal yang memenuhi standar kesehatan serta kontrol ketat dalam menjaga kualitas rasa. ‘Restoran Bebek Garing’ ini dikonsep untuk menjadi ‘The Best Restaurant in Down Town’. Berbagai menu bebek disajikan. Mulai bebek garing, bebek balado, bebek betutu, bebek barbeque, bebek plecing dan lain-lainnya

Menu favorit bebek garing ¼ dan ½.

dengan 3 macam sambal yaitu sambal matah, sambal merah dan sambal goreng cabe serta sayur plecing sebagai pelengkapnya. Tersedia paket menu bebek garing ¼, bebek garing ½ sampai menu utuh sehingga semua masyarakat dari berbagai kalangan bisa menikmatinya. ‘Restoran Bebek Ga­r ing’ didesain dengan interior yang up to date. Terdiri tiga lantai. Konsepnya, lantai 1 untuk family restaurant, lantai 2 untuk pertemuan dan gathering sementara lantai 3 untuk meeting seper­ti se­ minar, ulang tahun dan sebagainya dengan kapasitas 50 - 150 tempat duduk dengan paket-paket komplit. Fasilitas meeting yang lengkap dan modern. LOKAL DAN DOMESTIK Putu Arnawa, S.E.,owner ‘Res­ toran Bebek Garing’ di­dam­pingi istri, Ni Luh Parwati, S.E. menjelaskan, ‘Restoran Bebak Garing’ Renon merupakan pengembangan dari ‘Restoran Bebek Garing’ di Mall Bali Galeria (MBG). “Kami ingin membranding produk hasil karya dan kreasi sendiri. Kelak branding kami bisa mendunia dan menjadi oleh-oleh khas Bali,” ujar pemilik PT NU PRASADA, perusahaan dengan belasan bisnis di Bali itu.

Menu bebek garing (plecing, panggang, balado dan belasan varian menu).

Bahagia bersama keluarga.

Arnawa dan Parwati

‘Restoran Bebek Garing’ Renon

‘The Best Restaurant in Down Town’ Kehadiran ‘Restoran Bebek Garing’ menurut pemilik Prada Priority Restaurant, Prada Bali Restaurant, Prada Wine & Spirit Shop serta Prada Spa Bali di Bali Collection, Nusa Dua ini, dimaksudkan untuk mengisi peluang bisnis pasar lokal dan domestik. “Pasar lokal dan domestik selalu high season. Everyday always high season. Tidak ada sepi untuk pasar lokal dan domestik,” terang pemilik Prada Spa dan Restoran Bakmi Naga di Bandara Ngurah Rai ini. Tingginya respons masyarakat lokal terhadap menu-menu yang ditawarkan, membuat ‘Restoran Bebek Garing’ selalu ramai terutama di jam-jam istirahat siang mau pun malam hari. Pengunjung lokal dan domestik terlihat mendominasi bahkan banyak tamu-tamu langganan (repeater guest) yang datang berkali-kali. Ini menjadi bukti jika ‘Restoran Bebek Garing’ mampu menjamin kepuasan pengunjungnya. “Kami ingin fokus mengembangkan bisnis restoran bebek garing ini karena prospeknya yang sangat bagus,” sambung pengusaha yang juga membuka restoran, spa dan wine shop di Bandara Ngurah Rai serta Pantai Mengiat, Nusa Dua ini. Tak hanya cocok untuk acara keluarga dan acara resmi saja, ‘Restoran Bebek Garing’ juga sangat pas untuk foto prawedding, reuni, tempat berkumpulnya para kawula muda, eksekutif muda hingga tokoh masyarakat dan pejabat. “Di Restoran Bebek Garing, semua pengunjung mendapatkan kenyamanan dan kepuasan karena kami menjamin kualitas segalanya,” ujar pemilik Prada Priority Tour & Travel ini. KONTROL KETAT ‘Restoran Bebek Garing’ selain memiliki menu-menu unggulan, juga unggul dalam cita rasa. Untuk menjaga kualitas cita rasa ini, Parwati menegaskan, chef profesional didatangkan khusus untuk menjamin kualitas masakan.

“Kami punya chef profesional yang mengontrol kualitas masakan. Kami sangat konsen dalam menjaga kualitas,” tegas wanita ayu yang awet muda ini. Mantan front liner sebuah maskapai penerbangan terbesar di Indonesia itu menambahkan, selain menu utama bebek garing, restorannya juga mempunyai menu-menu nasional dan internasional seperti ayam goreng dan panggang, sate, chinese food juga spagheti, burger, sandwich, dll. Ada juga salad, soup, snacks, dessert dan berbagai minuman. Ia mengatakan, ‘Res­

toran Bebek Garing’ memakai bahan-bahan lokal Bali. Bumbu racikan tradisional warisan leluhur diolah oleh tangan-tangan ahli sehingga terasa sangat lezat. “Sangat pas untuk selera pengunjung,” katanya. Wagub Bali Ketut Sudikerta yang sempat mencicipi menu ‘Restoran Bebek Garing’ saat peresmian, mengakui kelezat­ an menu-menu restoran. Wagub bahkan mengapresasi Putu Arnawa dan istri yang turut melestarikan kuliner tradisional itu. –ari


4

Inspirasi

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Nyoman Mulyathi

Sampai Darah Terakhir Menjadi anggota Pramuka sangat meng­ asyikkan. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan pramuka. Karakter pun bisa berubah berkat pramuka. Hal ini diakui ­Nyoman Mulyathi, S.Pd. M.Psi., guru SD Cipta Dharma yang menjadi anggota ­p ramuka sejak tahun 1967.

N. Mulyathi

P

erempuan yang akrab disapa Bu Swan ini menuturkan, ia ter­ inspirasi menjadi ang­ gota pramuka sejak SD. Ketika itu, ia sering menyaksikan pawai 17 Agustus. Pawai ini dijaga pramuka dengan seragam coklatnya. “Masuk Sekolah Kesejahteraan Keluarga Per­ tama Negeri (SKKP) Denpasar tahun 1967, saya langsung ikut pramuka. Pembinanya AA Ayu Putera yang kami panggil Yunda Putera dan Yunda Oka Latri. Sekolah kami masuk Gugus Depan (Gudep) Badung 8,” kenangnya. Sejak masuk pramuka dengan berbagai kegiatan ini, Bu Swan meng­ aku banyak mengalami perubahan. Dulunya ia termasuk orang yang minder karena berasal dari desa dan bersekolah di kota. Jika ada acara keluarga, ia kerap cemas. Selalu saja merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga menjadi pusat perhatian orang. Mulyathi kecil sangat mudah tersinggung dan jarang mau bergaul dengan teman-temannya. Semua itu berubah ketika dirinya masuk pramuka bahkan menjadi pemimpin Regu Cendrawasih. Se­ bagai pemimpin ia bersaing dengan pemimpin regu lain. Persaingan ini bi­ asanya saat ada lomba. Ia dan regunya selalu berusaha menjadi yang terbaik. Ternyata usaha dan semangatnya ini menjadikan dirinya mendapat tem­ paan bagaimana bisa maju untuk diri sendiri dan untuk regu. Selain aktif di pramuka, ia juga bergabung dengan anak-anak STM yang punya grup menabuh. “Sekolah kami perempuan semua. Bertemu dengan anak STM yang laki-laki semua tentu sangat menyenangkan. Kami berkolaborasi, yang perempuan menari, yang laki menabuh. Pernah dalam satu kesempatan, saya meng­ abaikan latihan pramuka di lapan­ gan Puputan Badung dan memilih latihan menari. Padahal waktu itu, latihan pramukanya sangat istimewa, menaik­kan pesawat. Karena bolos, sampai sekarang saya pun tak bisa kemahiran itu,” ujarnya sembari tersenyum. Pulang dari latihan menari, ia lewat di lapangan Puputan Badung. Mulyathi pun “ditangkap” pembina­ nya. Sepedanya ditahan. Ia pun meng­ akui kesalahannya. Sebagai hukuman, Mulyathi harus masuk ke tiga toko dan mencatat semua barang yang dijual di toko itu. Laporan harus di­ serahkan seminggu kemudian. Selain itu, orangtuanya juga dikirimi surat dan surat itu harus ditandatangani.

Salah satu toko yang ia ingat adalah Toko Dewang di Jalan Gajah Mada. Untung pemilik toko tidak keberatan nama barangnya dicatat. Setelah kejadian itu, ia tidak berani untuk absen dari latihan pramuka. Ia sadar, pramuka sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Tamat SKKPN Denpasar tahun 1969, perempuan kelahiran 10 Se­ ptember 1954 ini melanjutkan ke TGA Saraswati. Ia memilih TGA karena bercita-cita menjadi guru. “Ada dua guru idola saya ketika saya SD, Bu Masning dan Bu Murniati. Bu Masning sering menyisir rambut saya. Beliau orang lembut dan penuh kasih sayang. Kalau Bu Murniati orangnya cantik. Orangtua pun setuju dengan pilihan saya untuk menjadi guru,” ujarnya. Tahun 1972, sebelum tamat TGA, Mulyathi sudah diajak Ida Bagus Oka (kepala SD Lukluk) untuk mengajar di sekolah tersebut. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk membentuk gerakan pramuka Gudep Badung 2930 yang berpangkalan di SD Lukluk. Tahun 1973 ia memulai kariernya di SD Cip (sekarang SD Cipta Dharma). Kegiatan di pramuka makin ber­ tambah karena ia men­ jadi andalan (pengurus) kwartir daerah Bali. Walaupun meng­ ajar di Cipta Dharma, Mulyathi tetap men­ jadi Pembina pramuka di Lukluk dan Sading. Ia pun kerap didatangi ke sekolah untuk berkon­ sultasi mengenai pramu­ ka. Ternyata ada siswa yang memperhatikan kesibukan istri Nengah Netra ini. “Ada siswa yang nanya saya, meng­ apa sering ada orang berpakaian pramuka da­ tang ke Cipta Dharma. Saya jelaskan, tentang ke­giatan pramuka yang saya ikuti. Siswa itu protes, mengapa orang lain diajar pramuka se­ dangkan siswa sendiri tidak diajar. Saya kaget, lalu saya tawarkan apa­ kah mau ikut pramuka. Akhirnya terkumpul be­ berapa siswa yang mau ikut pramuka. Saya lapor ke Yunda Putera, Yunda Suryaningrat,” kenang ibu tiga putri, Putu Indah Lestari, M.Pd, N. Dwi Handayani, M.Pd, dan N. Tri Wahyuni, S.E. ini. Latihan pertama diadakan di Indrakila (sekarang Tiara Dewa­ ta). Anak-anak yang ikut pramuka sangat senang. Setelah beberapa kali

latihan, Mulyathi dipanggil Kepala SD Cipta Dharma saat itu Elly Tanudibrata. Ia sempat khawatir akan dimarahi. Bu Elly lalu bercerita kalau dia dulunya kurcaci (sebutan untuk pramuka di zaman Belanda). Ia pun mendukung kegiatan pra­ muka di Cipta Dharma asalkan tidak digabung dengan yang lain. Akhirnya pramuka Cipta Dharma berdiri sendiri menjadi Gudep Badung 7-8, ini merupakan Gudep yang dulu dipakai di SKKP. Sebagai andalan, Mulyathi sering ikut kursus kepramukaan. Salah satu yang menjadi pengalaman berkesan ketika kursus lanjutan di Cibubur tahun 1976. Saat itulah para peserta mengusulkan pemberian nama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur un­ tuk tempat yang hingga kini menjadi lokasi Jambore Nasional. NILAI KEPEMIMPINAN Karena sudah resmi didirikan, Mulyathi pun fokus membina pra­

Mulyathi bersalaman dengan Ny. Try Sutrisno dalam sebuah kegiatan muka di Cipta Dharma. Ia melepas tugasnya di Lukluk dan Sading. Siswa yang ikut pramuka makin banyak, demikian juga guru yang menjadi Pembina. Latihan mereka lakukan berkeliling agar tidak bosan, kadang di lapangan Renon, di SPG, hingga di rumah siswa yang punya halaman luas. Ketika Badung dan Denpasar pisah, Gudep Badung 7-8 berubah menjadi Denpasar 25-26. Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Mulyathi sebagai Pembina pramuka Cipta Dharma ketika tahun 1996 untuk pertama kalinya kwartir cabang Denpasar mengeluarkan kebijaksanaan siswa SD Penggalang boleh ikut Jambore Nasional di Cibubur. Cipta Dharma meloloskan 6 siswa yang terdiri dari 2 putra dan 4 putri. Tahun berikutnya, kebijakan ini di­ evaluasi. Dari pengalaman ternyata ke­ mampuan siswa SD secara otak cukup baik tetapi dari sisi fisik me­reka belum mampu. Sejak itu, tak ada lagi siswa SD yang ikut Jambore Nasional. Mulyathi menegaskan pramuka sangat bermanfaat bagi siswa. “Ada

nilai kepemimpinan, kesetiakawan­ an, pengaturan strategi, dan hal-hal positif lainnya. Saya sendiri sudah membuktikan,” ujar guru yang memi­ liki prestasi Guru Ajeg Bali 2004, Kepala Sekolah Berprestasi 2006, finalis Ibu Teladan se-Bali 2008, dan penerima penghargaan Widya Kusuma provinsi Bali 2014 ini. Tahun 2004-2014, Mulyathi disi­ bukkan dengan tugas sebagai Kepala SD Cipta Dharma. Ia pun “absen” dari andalan kwarda Bali. Setelah menyelesaikan tugas sebagai kepala sekolah, ia kembali bergabung seba­ gai andalan dan ditugaskan di Bina Wasa, pembinaan orang dewasa. Pengalaman nenek lima cucu di dunia kepramukaan sering ia terap­ kan di bidang pendidikan dan kelu­ arga. Salah satunya mengenai disiplin. Ia berusaha mengatur jadwal dengan baik agar semua kegiatan yang harus dikerjakan bisa terselesaikan. “Saya ingin menggeluti pramuka dan guru sampai darah terakhir,” tegas pe­ nerima Satya Lencana VI karena sudah berkiprah di pramuka selama lebih dari 30 tahun ini. –Ngurah Budi

Mandalika

21

NTB Raih 6 Penghargaan Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Dalam momen puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII tahun 2015 yang berlangsung di Kota Tanggerang Selatan, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa pulang “oleh-oleh” enam penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut diterima oleh Gubernur NTB, Walikota Mataram, Bupati Lombok Utara dan tiga masyarakat atas dedikasi mereka dalam menyukseskan program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga).

D

iserahkan langsung oleh Presid e n R I , J o ko Widodo, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menerima penghargaan Satya Wira Karya Kencana. NTB patut berbangga karena meru-

pakan satu-satunya Gubernur di Indonesia yang mendapatkan penghargaan atas peran aktifnya dalam program KKBPK, setelah sebelumnya pada tahun 2011 lalu, Gubernur NTB juga pernah mendapatkan penghargaan Manggala Karya Ken-

Presiden RI Joko Widodo menyematkan anugerah Satya Wira Karya Kencana kepada Gubernur NTB atas jasanya terhadap negara dan masyarakat mendorong dalam pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana nasional

Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi dalam mendukung Aksi Mahasiswa Untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan, sebagai wujud kepedulian pada lahirnya generasi NTB ke depan yang berkualitas.

cana. Tahun ini, Gubernur NTB kembali menerima satu dari 23 penghargaan yang diberikan kepada Kepala Daerah se-Indonesia. Penganugerahan Satya Lencana Pembangunan diberikan atas jasa-jasa Kepala Daerah terhadap negara dan masyarakat mendorong dalam pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana nasional. Penghargaan lain yang dibawa pulang ke NTB adalah penghargaan Satya Wira Karya Kencana untuk Walikota Kota Mataram, Ahyar Abduh dan penghargaan Manggala Karya Kencana untuk Bupati Lombok Utara, Djohan Syamsu. Tiga penghargaan lainnya yang diterima masyarakat NTB adalah,

penghargaan Wira Satya Kencana untuk dr. Sabarudin serta penghargaan Dharma Karya Kencana masing-masing untuk Hj. Rokhliana, Ketua IBI Cabang Kabupaten Lombok Timur dan Hj. Sitti Rohmi Djajilah, Ketua

Umum PP Muslimat Nahdhatul Wathan. “Saya mengucapkan selamat dan berharap agar prestasi ini tetap dipertahankan,” ujar Presiden dalam sambutannya. –Hms/Naniek I. Taufan

Ketua PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi (delapan dari kiri belakang) saat berkunjung ke salah satu Tanam Kanak-kanak di Mataram. Ia aktif mendorong tumbuh kembang generasi NTB yang berkualitas.

Pemprov NTB Komitmen Jalankan Program KKBPK Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII yang berlangsung meriah ini juga berhasil tercatat dalam rekor MURI yaitu sebagai ajang pengucapan ikrar untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas menyongsong masa depan yang lebih baik oleh lebih dari 22.000 pelajar SMP dan SMA sederajat seProvinsi Banten. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Surya Chandra Surapaty mengatakan bahwa ikrar ini merupakan bentuk komitmen para pelajar untuk tetap fokus pada prestasi di masa muda. ”Tingkat pendidikan yang tinggi mampu membawa generasi muda untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan kemudian membangun keluarga yang sejahtera,” ujar Surya. Kesejahteraan keluarga merupakan hal yang mendasar dalam pembangunan. Karena itu merupakan pondasi struktur bangsa dan negara

Hj. Erica Zainul Majdi aktif mengkampanyekan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menjalankan program KKBPK tentang Pendewasaan Usia Perkawinan dan juga kampanye deteksi dini kanker serviks bagi perempuan NTB.

yang kokoh. Indonesia pernah mendapatkan apresiasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam aspek Kependudukan dan Keluarga Berencana karena mampu mengendalikan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk yang mengesankan. Tidak hanya itu, pada forum Global Summit of Parliamentarians ahead of the G8 dan G20 Summits tahun 2013 lalu, Indonesia mendapatkan pengakuan atas keberhasilan program Keluarga Berencana.

Ke b e r h a s i l a n p ro g ra m Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia adalah bentuk kerja keras pemerintah pusat maupun daerah serta peran serta aktif masyarakat. Kepala BKKBN Provinsi NTB dra. Virginia Anggraeni, mengatakan Pemerintah Provinsi NTB memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan program KKBPK. Bentuk konkrit komitmen ini adalah dengan menerbitkan surat edaran Gubernur No-

mor 150/1138/KUM tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). “Kami bersama Tim Penggerak PKK provinsi NTB yang diketuai Ibu Hj. Erica Zainul Majdi, organisasi-organisasi perempuan dan beberapa tokoh agama dan masyarakat mengusulkan untuk merevisi Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 yang mengatur

tentang perkawinan. Namun usulan ini ditolak oleh MK,” ujar Virginia. Meskipun begitu usaha untuk meningkatkan kualitas perkawinan di NTB tidak berhenti sampai di sana. BKKBN perwakilan NTB dan Tim Penggerak PKK provinsi NTB terus melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat agar tujuan itu dapat diraih. –Hms/Naniek I. Taufan

Gubernur NTB bersama anak-anak yang diharapkan lahir dari sebuah keluarga berkualitas karena mereka akan menjadi generasi penerus daerah ini.


20

Nine

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Ada Istri di Balik

Inspirasi

Alia Noor Anoviar

G

angguan kamtibmas di Jawa T i m u r khususnya wilayah-wilayah tersebut, membuat kepolisian bekerja keras untuk kembali menstabilkan kamtibmas demi melindungi masyarakat yang dicekam ketakutan. Polres Pasuruan, salah satunya yang berada dalam situasi siaga I kala itu. Ini tentu saja membuat seluruh jajaran Polres Pasuruan sibuk luar biasa, termasuk Kasat Reskrim Polres Pasuruan saat itu, AKP Kurnianto Purwoko, yang sempat tidak pulang ke rumah selama beberapa hari demi menangani masalah ini. “Kalau pun pulang, ya sebentar saja lalu pergi lagi. Namun lebih banyak tidak pu-

langnya waktu suasana genting isu dukun santet itu,” ujar Azizah Yoenoes Naning istri dari Kurnianto. Azizah mengenang masa itu sebagai masa-masa terberat dalam hidupnya, karena ia harus menghadapi proses persalinan tanpa suami. Namun situasi apapun yang dihadapinya, ia sudah siap lahir dan batin, karena itulah janjinya ketika ia menikahi Kurnianto yang seorang polisi. Kala itu, kisahnya, ia akan melahirkan anak pertama mereka dan ketuban pecah lebih awal dari perkiraan dokter. Tengah malam, persis jam 12 malam. Bisa dibayangkan rasanya menjadi seorang perempuan yang akan

Dreamdelion melahirkan anak pertama tanpa suami di sampingnya. Pada saat yang sangat penting itu, suaminya yang sedang bertugas tidak dapat datang karena tengah berada jauh dari Kota Pasuruan. Azizah merasa sendiri karena di Pasuruan ia juga tidak memiliki keluarga. “Keluarga saya jauh di Palembang. Akhirnya saya pergi ke rumah sakit diantar tetangga,” ujarnya. Di sinilah ia memaknai arti kemandirian dan ikhlas menerima. Ikhlas menerima bahwa tidak semua waktu hidup itu harus sempurna. Seperti yang dialaminya saat itu. Ikhlas menjalani masa-masa pentingnya sebagai seorang perempuan tanpa suami yang harus menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara. Azizah tidak cengeng menghadapi situasi ini, bahkan untuk melapor ke atasannya saja ia memilih tidak melakukannya dengan alasan tidak ingin merepotkan atasannya. Ia tegar dan sama sekali tidak menangis.

sekalipun, Azizah tetap mendampinginya meskipun mempertaruhkan kenyamanan hidup tenang bersama anaknya. Maka ketika suaminya hendak “menitipkannya” sementara pada keluarganya di Palembang karena situasi Aceh yang berbahaya kala suaminya bertugas sebagai Kapolres Persiapan Bener Meriah di wilayah konflik (GAM/Gerakan Aceh Merdeka) tahun 2000-2004 itu, Azizah menolak tegas. “Saya tidak ingin saat senang saja berada di samping suami. Saat suami susah (memiliki beban tugas yang lebih berat), masak iya saya tinggalkan untuk berjuang sendiri. Azizah bersama suami dan kedua anaknya. Foto saat suaminya bertugas di Aceh

Workshop Opening Cakra for Healing

Guru Made Sumantra dan Bunda Dian dari Pasraman Markandeya Yoga mengadakan workshop Opening Cakra for Healing, pada Minggu (16/8) di Pasraman Markandeya Yoga. Donasi Rp 100 ribu, peserta mendapatkan CD Opening Cakra, pendulum, dan makan siang. Untuk pendaftaran, hubungi 082145142424, 087861187825 -rls

Apapun yang terjadi kami harus hadapi bersama. Saya tetap berada di Aceh sampai suami saya mengakhiri masa tugasnya di sana,” kata Azizah. Di sini Azizah juga harus berperan dengan tepat sebagai seorang ibu. Ketika pertama kali ke Aceh, ia tidak berani bicara dengan sembarang orang mengingat GAM saat itu terus melakukan “identifikasi” pada aparat dan keluarganya. Ia tidak menyimpan foto suaminya yang

Saat ini semakin banyak saja anak-anak muda peduli pada lingkungan ­social ­kemasyarakatan. Lewat beragam kreativitas, mereka bukan hanya ikut ­membangun lingkungan tapi juga datang dengan proyek-proyek pemberdayaan perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah Alia Noor Alnoviar yang ­bersama teman-temannya terjun kekawasan kumuh Manggarai, Jakarta Selatan.

Aktifitas Azizah saat menjadi Ketua Bhayangkari Mataram

Bahkan ketika dokter harus mengambil tindakan operasi cesar, dokter meminta agar suami atau keluarga terdekatnya harus menandatangani surat persetujuan tindakan. “Sempat bingung karena Mas Kur (suaminya), tidak bisa segera datang karena sedang berada jauh dari Kota Pasuruan. Lalu saya berinisiatif bilang pada dokter, biar saya sendiri yang menandatangani surat tersebut,” ujarnya mengenang. Dokter dengan tegas tidak mengizinkannya menandatangani surat pernyataan tersebut sampai akhirnya kondisinya ini diketahui oleh Kapolres Pasuruan kala itu, yang langsung membantunya, membantu segera “memulangkan” suaminya dari tempatnya tengah bertugas, secepatnya ke Pasuruan. Itulah buah dari kesabaran dan keihlasan Azizah, pada saat yang tepat, Kurnianto pun akhirnya datang dan menemani istrinya yang akan melahirkan anak pertama mereka. –Naniek I. Taufan

Senang dan Susah Hadapi Bersama Inilah salah satu dari begitu banyak kisah yang dialami Azizah dalam mendampingi suaminya. Baginya, sebagai perempuan dan seorang istri, ia harus membuat suaminya senyaman mungkin ketika melaksanakan tugasnya, seberat apapun situasi yang dihadapi. Inilah peran penting seorang perempuan di balik kesuksesan seorang laki-laki. Karena itulah, Azizah lebih memilih mengikuti ke mana pun suaminya bertugas. Tak sekali pun ia meninggalkan suaminya untuk hidup terpisah apapun alasannya. Bahkan ketika suaminya bertugas di wilayah konflik

5

Pendiri Komunitas

Kesuksesan Suami Ketika isu dukun santet melanda wilayah Jawa Timur di tahun 1998 silam yang berujung pada amuk massa, suasana khususnya di beberapa wilayah seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep demikian mencekam. Bagaimana tidak, nyaris semua kalangan termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat kebingungan menyikapi situasi ini dan tidak dapat mengendalikan situasi.

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

berpakaian dinas di dompetnya. “Saya juga mengingatkan anakanak saya untuk tidak pernah mengatakan bahwa ayah mereka seorang polisi. Jika ditanya jangan bilang tinggal di asrama polisi dan kalau ditanya apa pekerjaan papanya, saya minta mereka mengatakan papanya seorang pedagang,” ungkap ibunda dari Aulia Adi Nugraha (17), Gina Amira Naqiyyah (10) dan Lutfia Amaani Nafila (5). Inilah yang tampaknya mem-

buat karir AKBP Kurnianto Purwoko yang kini menjadi Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting, Lombok Timur NTB ini terus melaju. Tercatat tigak kali ia menjabat sebagai Kapolres, yakni Kapolres Persiapan Bener Meriah Aceh Tengah, Kapolres Sumbawa dan Kapolres Mataram. Tiga kali menjadi Ketua Bhayangkari, Azizah selalu menanamkan kesederhanaan pada anggotanya. “Saya mengingatkan untuk tidak berlebihan. Tidak perlu orang tahu apa yang kita punya,” ujarnya. Ia juga selalu mengingatkan agar memandang posisi dengan yang lain itu sama. “Bhayangkari ada karena menikah dengan polisi. Jadi tidak ada bedanya antara bintara dan perwira, semua sama. Samasama polisi, jadi harus peduli satu sama lain,” kata perempuan kelahiran 11 Juni 1971 ini. Inilah salah satu bentuk dukungan Azizah bagi suaminya. Ia bahkan kerap mengatakan bahwa hingga hari ini ia tidak pernah lulus “ujian” dalam menyiapkan atribut pada pakaian dinas suaminya karena setiap hari ia masih melakukan hal itu. Memasang atribut dinas suaminya. -Naniek I. Taufan

Alia di antara produk karya masyarakat binaan Dreamdelion

L

bergerak dan mendatangi warga lingkungankumuh itu satu per satu. Mereka juga melakukan sosialisasi juga pendekatan-pendekatan pada tokoh-tokoh masyarakat setempat.“Kami datangi secara door to door, dari 40 yang kami datangi hanya tujuh orang yang bersedia mengikuti program itu.Ya kami tetap jalan terus,”kata gadis kelahiran Surabaya ini. Alia pun mengajak para ibu membuat kerajinan yang nantinya dijual ke masyarakat. Hasil penjualannya, selain digunakan untuk honor para ibu, juga untuk biaya operasional komunitas yang dipimpinnya. Tentu saja, termasuk membeli bahan untuk kerajinan.

ewat Komunitas Dreamdelion yang digagasnya, ia berhasil membantu masyarakat Manggarai lewat program Dreamdelion Cerdas, Sehat, dan Kreatif. Kini Alia dan Komunitas Dreamdelion-nya bukan hanya berkarya di Jakarta tapi juga sejumlah daerah lainnya. Berbicara tentang nama’Dreamdelion’, mungkin orang pertama kali mendengar agak sedikit asing di telinga. Di Manggarai pun ketika pertama kali diperkenalkan nama SEMPAT PUTUS ASA komunitas itu, banyak warga yang kesulitan menyebut. “Kami memulainya dengan kerajinan Menurut Alia, dream artinya mimpi, sementara delion jahit-menjahit.Ternyata, meski wanita, adalah nama bunga dan delion yang ketika ditiup akan tidak semua punya kemampuan menjahit. menyebar kemana-mana. Itu juga yang diharapkan dari Walhasil, banyak bahan saya terbuang komunitas yang dibangunnya ini agar bisa menyebar juga alias rusak. Di sisi lain, saya sendiri pun manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. kurang bisa menjahit...hahaha,” katanya Tentang konsep bisnis sosial yang dijalankannya itu, kata lagi.Dia dan teman-temannya sempat diAlia, berawal ketika dia mendapat kesempatan exchange hinggapi rasa putus asa. “Sempat terpikir dari kampusnya untuk belajar ilmu bisnis selama empat untuk menghentikan program,” kata Alia bulan di Thailand. Salah satu materi yang diajarkan adalah yang lulus dengan predikat cum laude bisnis sosial. Dari sana dia memahami tentang konsep dan menjadi lulusan terbaik kategori bisnis yang mempunyai kepedulian terhadap kondisi Pengabdian Masyarakat dari Manajemen masyarakat. Konsep itu pun kemudian diterapkan Alia di Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi kawasan padat penduduk, Manggarai, Jakarta Selatan. Universtas Indonesia, 2013 lalu. Tapi, tuturnya, tidak mudah ketika masuk pertama Namun belum lagi hal itu sempat kali ke masyarakat kawasan padat penduduk Manggarai, terucap, seorang ibu datang pada Alia Jakarta Selatan. Mereka datang dengan program-program sembari mengucapkan terimakasih karpemberdayaan, bukannya mendapat sambutan hangat ena berkat bekerja membuat kerajinan justru menerima perlakuan yang tak mengenakkan. Ini penghasilannya meningkat. “Ada seorang menjadi tantangan besar bagi Alia dan kelompoknya. Ruibu datang dan mengucapkan terimakasih panya, sikap acuh tak acuh masyarakat itu, beralasan. karena mendapatkan penghasilan tamTernyata, mereka sebelumnya juga kerap didatangi bahan yang lumayan dari kegiatan ini. kelompok-kelompok yang menawarkan program-proPadahal, dari hasil kerjanya dia hanya dibayar Rp250 ribu. gram perubahan. Namun setelah kepentingan kelompok Bayangkan. Bagi kita mungkin nilai itu tak seberapa, tapi itu selesai, mereka tak kembali lagi. Masyarakat yang bagi mereka itu sangat berarti,” katanya. tadinya berharap banyak, kecewa. Tak heran ketika Gara-gara ucapan ibu tersebut, kata Alia, semangat bertemu dengan Ali dan teman-temannya, mereka tim mereka pun bangkit kembali. Mereka merasa sangat bersikap cuek. senang kalau pada akhirnya masyarakat dapat terbantu “Ketika itu masyarakat tidak bisa menerima begitu dengan kegiatan pembuatan kerajinan tersebut. Akhirnya, saja program yang kami tawarkan.Malah sempat ada program tak jadi dihentikan, justru sebaliknya makin warga yang berkata;‘Mbak ini kan yang datang menawarkan ini-dan itu beberapa bulan lalu.’Tentu saja bukan saya, karena beberapa bulan lalu sebagai mana disebutkan si ibu itu, saya berada di Thailand. Rupanya beberapa bulan lalu itu ada pihak lain yang juga datang kepada mereka dan menjanjikan macammacam, tapi tak kembali lagi. Akibatnya, masyarakat merasa apatis karena mereka terlalusering dijadikan objek,” ungkap peraih‘Danamond Social Entrepreneur Award 2014’, ini. Meski ditanggapi seperti itu, namun Alia dan temantemannya yang ketika itu masih menjadi mahasiswa Universitas Indonesia, tidak putus asa. Mereka tetap Alia menerima sertifikat National Business Camp dari Prof. Rhenald Kasali

dikembangkan. Tim Dreamdelion bukan hanya mencari pasar bagi produk-produk para ibu tersebut tapi juga bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah juga perusahaan-perusahaan. Komunitas ibu-ibu pembuat kerajinan di Manggarai itu pun semakin berkembang karena penjualan produk cukup laris dan jenisnya pun semakin beragam. Mereka yang tadinya ragu, pun akhirnya ikut bergabung setelah melihat teman-temannya mendapat man-

Aneka produk Dreamdelion

faat dari program tersebut. Dan memang, Dreamdelion bukan hanya memberi manfaat secara ekonomi tapi juga membantu pendidikan anak-anak mereka. Untuk keperluan pendidikan juga dibangun ‘Taman Baca Dreamdelion’ dengan koleksi buku sekitar 700-an lebih. Dulu, tutur Alia, untuk sumber pendanaan menjalankan program tersebut selain datang dari donator juga dari kerja mereka menjual barang orang lain (reseller). Namun setelah produksi para ibu binaan maju pesat, maka diputuskan hanya menjual produk para ibu tersebut. “Alhamdulilah penjualannya bagus. Banyak yang beli.Kami menjualnya lewat toko online. Hasil dari penjualan, 20 persen untuk honor ibu-ibu, sisanya digunakan untuk biaya produksi, organisasi dan untuk mendukung program-program sosial Dreamdelion lainnya,” katanya. Setelah dua tahun mengembangkan komunitas bisnis sosial di Manggarai, Dreamdelion pun melebarkan sayap ke daerah lain, di antaranya Yogyakarta, Lombok NTB, dan Surabaya. Seiring makin berkembangnya kegiatan, jumlah penggerak Dreamdelion pun yang awalnya hanya beberapa orang, bertambah menjadi berlipat-lipat. Malah kini tim intinya telah mencapai 65 orang, itu belum termasuk jumlah relawan. Meski banyak penghargaan diterimanya, di antaranya Young Change Maker Ashoka Indonesia 2012, serta Peneliti Terbaik Jenjang S 1 Kemendikbud 2013, Alia tidak mau berpuas diri. Dia masih ingin berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat, khususnya kalangan marjinal. Untuk itu, meski Alia sibuk bekerja di sebuah bank, Alia tetap menyisikan sebagian waktunya untuk aktivitas sosial, khususnya pada Sabtu dan Minggu. –Diana Runtu


6

Woman on Top

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Alexandra Dewi

Adrenalin dan Tantangan Dunia otomotif sering diidentikkan dengan dunia kaum lelaki. Namun, bukan berarti perempuan tak bisa berkecimpung di dalamnya. Salah satu perempuan yang bergelut di dunia oto­ motif adalah Alexandra Dewi, Head Regional Bali & Indonesia Timur, AstraWorld.

A

lex, sapaan Alexandra menuturkan dia ber­ gabung di AstraWorld sejak 2003 sebagai Head Representative. Tahun 2012 – 2014 ia ditarik ke pusat PT Astra International Tbk, Divisi Corporate Industrial Relations (holding company) kemudian kembali ke Bali sebagai Head Regional Bali dan Indonesia Timur “Dulu saya pernah bekerja sebagai Sales & Marketing Manager sebuah boutique

resort di Nusa Dua,” kenangnya. Ketertarikannya dengan dunia otomotif karena adrenalin dan ada tantangan. “ Saya gemar otomotif sejak masa sekolah dimulai dengan bergabung di sebuah motor sport club di Surabaya selama 2 tahun”. Namun adrenalin pada dunia balap mobil lebih menantang baginya. Mulai SMU bergabung dalam klub otomotif untuk kejuaraan timerally regional dan nasional. Bersama timnya, ia sempat masuk urutan 8 besar

Alexandra, ketua panitia Bali Green Run 2015 saat acara penyerahan simbolis 1000 bibit pohon nangka dari 500 pelari untuk hutan binaan di Desa Puakan, Taro

nasional beberapa tahun silam. “Beda pulau beda pula tantangan menaklukan medan. Persiapannya bisa lebih lama dibanding berkompetisi di daerah sendiri. Reli mobil mengajarkan ketajaman mind mapping, analisa waktu dan risiko, sporitivitas dalam kompetisi, emotional-adrenalin, teamwork, intuisi dan perhitungan bagi driver dan codriver, serta pengambilan keputusan yang tepat dan akurat. Brave and calculated risk menjadi tantangan tersendiri dalam dunia otomotif,” jelas perem­ puan yang juga gemar travel-adventure, hiking, yoga, dan bodycombat ini. Ia menambahkan suka high impact sport yaitu body combat, dengan gerakan MMA (Mix Martial Arts) jadi semacam gabungan olahraga karate, muaythai, taekwondo, capoeira diramu dengan musik beat tinggi. Tiap tahun Alex selalu memasukan tantangan baru untuk men­ jaga dynamic rhythm of life. Tantangan barunya tahun ini belajar menjadi keahl­ ian meracik kopi (barista), bagaimana membuat coffee latte art. Suka-duka pun dialami Alex di dunia otomotif. Baginya semua aspek kehidup­an ada positif dan negatif, pro dan kontra memang selalu berjalan beriringan. Laki-laki dan perempuan harus mampu menemukan dan men­ geluarkan potensi dalam dirinya. Oto­ motif identik dengan dunia laki-laki karena umumnya laki-laki dianggap mampu memimpin organisasi dengan tanggung jawab besar, dinamika dan ritme kerja cepat dan tepat, cara berpikir praktis-logis, ketegasan dan keberanian, komitmen di luar jam

kerja. Semua ini memerlukan proses pembelajaran. Bagi perempuan, harus mampu menyesuaikan diri serta bisa melebur dengan gaya kerjasama dan kepemimpinan laki-laki. Namun dunia otomotif pun tetap memerlukan sen­ tuhan feminim, imbuhnya. Selama bergabung di Astra, baik di induk ataupun di anak perusahaan Alex mengaku mendapat kesempatan mengembangkan potensi dan kapasitas. “Meskipun background saya tourism industry, saya diberi kesempatan belajar singkat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Saat bertugas 2,5 tahun di Astra International Divisi Corporate Industrial Relations saya berkolaborasi dengan rekan kerja lulusan S2 Univ. Indonesia, Univ. Gajah Mada, dan ITB. Hanya saya lulusan Diploma IV Tourism Management. Divisi itu memperluas wawasan saya, belajar strategi me­ ngenai corporate legal, risk management dan investor relations. Saya dilibatkan dalam berbagai proyek Corporate Astra. Pada kesempatan lain saya men­ jadi fasilitator bagi karyawan-karyawan Astra yang dipersiapkan menjadi supervisor/manager,” ungkapnya. Ia menuturkan Astra International memiliki enam lini bisnis, otomotif, jasa keuangan, alat berat-pertambangan dan energi, agribisnis, infrastruktur & mata rantai lositik dan teknologi informasi yang membawahi 183 anak perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki dinamika tan­ tangan berbeda. Winning Concept, Winning System dan Winning Team menjadi porosnya. “Kami memiliki filosofi Catur Dharma Astra, salah satunya menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Jadi setiap langkah bisnis Astra harus mengarah pada kontribusi dan kemajuan bangsa, kembali kepada masyarakat dan Indo­ nesia,” tegasnya. Mengenai harapannya terhadap dunia otomotif dan perempuan, ia menilai masyarakat modern di era globalisasi memiliki mobilitas tinggi.

Dulu Pilihan Sekarang Wajib

P

ramuka bukan ek­ strakurikuler (ek­ skul) biasa. Gerakan pramuka merupakan sebuah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga. Kegiatankegiatan yang ditawarkan dalam pramuka terbilang menarik, meny­ enangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan karena banyak dilakukan di alam terbuka.

Pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur dan karakter merupakan sasaran dari gerakan pramuka yang memiliki prinsip dasar kepramukaan dan me­ tode kepramukaan yang mampu menjadikan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan den­ gan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia. Meski pramuka tidak lagi men­

jadi favorit bagi siswa dan maha­ siswa sekarang seperti di masa dulu, namun pramuka di Nusa Tenggara Barat terus menggeliat dengan berbagai kegiatan sep­ erti penguatan kelembagaan dan mempersiapkan SDM pembina dan pelatih pramuka. Di bulan Agustus menjelang Hari Pramuka ke-54, tanggal 14 Agustus 2015, Kwarda NTB tengah siapkan upacara peringatan tingkat provinsi yang

Kwarda Pramuka NTB mendorong agar pramuka tetap eksis. Husnandiyati Nurdin (tiga dari kanan depan) bersama Gubernur NTB dan pengurus Kwarda NTB.

Husninandiyati Nurdin dalam sebuah kegiatan pramuka

dipusatkan di Hortipark Karang Sidemen, Batu Kliang Utara, Lom­ bok Tengah. “Merayakan Hari Pramuka tahun ini, Pramuka NTB melaksanakan berbagai kegiatan seperti, perkema­ han penggalang, penegak dan pande­ ga yang diikuti oleh tidak kurang dari 700 orang, yang dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2015. Sebelumnya pada tanggal 5 Agustus 2015 lalu, Kwarda NTB telah memulai kegiatan yakni memasang patok pembangunan gedung Koperasi Pandu Kwarda NTB. Selain itu, Kwarda NTB bek­ erjasama dengan Dinas Dikpora NTB juga tengah mempersiap­ kan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi 348 guru SMP se-NTB dan

Pertumbuhan otomotif harus disertai pengembangan infrastruktur ter­ encana jangka panjang. Perusahaan otomotif memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mengem­ bangkan kapasitas dan potensinya agar bisa menduduki posisi strategis dalam organisasi. Mengoptimumkan kom­ petensi agar perempuan Indonesia bisa berkompetisi dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Alex menambahkan dirinya bukan superwoman yang mampu melakukan segalanya. Communication, teamwork and trust menjadi kunci utama dalam keluarga, saling mendukung dan meleng­ kapi. “Crea­tive quality time menjadi relationship booster saat akhir pekan dari hari libur,” ujar Alex. –Ngurah Budi

160 guru SMA se-NTB dengan rencana tiga angkatan, di mana satu angkatan akan dipusatkan di Mataram pada pertengahan Agustus 2015,” ungkap Husnandi­ yati Nurdin, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat yang juga adalah Humas Kwarda Pramuka Nusa Tenggara Barat. Karena masa terus berjalan, maka pramuka dulu dan sekarang tentu berbeda. Jika dulu pramuka adalah pilihan, maka sekarang pramuka telah menjadi salah satu ekskul wajib di sekolah. “Bedanya terasa dan terlihat sangat signifi­ kan, kalau dulu pramuka begitu menarik diikuti kesukarelaan dan kemandirian yang tertanam erat, dengan disiplin yang sangat tinggi, kebersamaan/persaudaraan tertan­ am. Ini biasanya terlihat saat latihan di Gugus Depan, di arena kegiatan, dalam pengabdian masyarakat dan dalam pergaulan sehari-hari. Namun seiring perkembangan di negara kita dan berkembangnya aneka macam organsasi kepemudaan, maka kuan­ titas dan kualitas dan nilai-nilai tersebut makin hari makin surut, bahkan nyaris pramuka kurang diminati generasi muda,” ungkap Husnandiyati Nurdin. Namun begitu, Kwarda Pra­ muka NTB selalu berupaya untuk menjadikan pramuka memiliki kelas tersendiri. Karena dalam berbagai kegiatan pramuka senantiasa me­ nanamkan nilai-nilai kebersamaan dan nilai-nilai baik lainnya yang diharapkan dapat membentuk karakter khususnya bagi generasi muda bangsa ini. -Naniek I. Taufan

19

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Gerakan Pramuka

Wadah Efektif “Revolusi Mental” Pramuka membutuhkan dukungan penuh pemerintah untuk dapat berkembang di masa sekarang ini. Salah satu bentuk dukungan itu, misalnya menjadikan pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah. Di sisi lain, pra­ muka juga harus menciptakan program-program terobosan yang sesuai dengan kekinian guna memikat hati anak-anak agar mau bergabung dalam gerakan pramuka.

“T

antangan pramuka untuk tetap eksis lebih berat saat ini. Karena kita sekarang menghadapi Generasi ‘C’ atau Generasi Cyber, mereka yang lahir di tahun 1990-an dan tahun 2000 bahkan 2010. Mereka ini adalah anak-anak yang tidak suka organisasi bersifat struktural. Mereka adalah generasi yang boleh dibilang banyak menghabiskan waktunya di­ dunia maya. Inilah generasi yang kita hadapi sekarang,” ungkap Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gera­ kan Pramuka, kepada Tokoh. Karenanya, kata Adhyaksa lagi, salah satu terobosan yang dilakukan pihaknya adalah membuat ‘pasukan cyber’ pramuka. Mereka ini lah yang hadir di dunia maya lewat berbagai macam medsos seperti Facebook, Twitter, dll. “Sekarang pramuka banyak masuk ke media sosial. Itu karena kita melakukan penguatan. Kita masuk pada itu. Kita bikin twit­ ter sendiri, facebook, semua kita besarkan untuk menampung anak anak muda ini. Dulu kan kita dapat morse, semaphore, itu masih tetap ada sampai sekarang. Hanya saja, kita juga membekali mereka dengan kemampuan pengusaan terhadap IT,” lanjutnya. Terobosan lainnya adalah kini pramuka membuat registrasi online. Indonesia memiliki 17 ribu lebih pulau dari Sabang sampai Merauke.

Adhyaksa Dault

Pramuka anggotanya sekitar 22 jutaan tapi untuk registrasi terlalu lama karena harus melalui kelurahan, kecamatan, gugus depan (Gudep), ke kabupaten, jadi sangat struktural. “Nah sekarang, hal itu kita per­ baharui dengan membuat regis­ trasi online. Kan semuanya, rata-rata, memiliki ponsel, nah mereka bisa melakukan registrasi secara online. Melalui ponsel, mereka bisa men­ erima berbagai berita dari pusat,” ungkapnya. Gerakan pramuka, ungkapnya lebih jauh, adalah sebuah kekuatan besar. “Jadi kalau Jokowi mengata­ kan tentang ‘revolusi mental’, maka

Pramuka merupakan suatu bentuk pembinaan ke­ pada generasi muda melalui kepanduan. Nilai yang dibentuk dari pramuka, sejak dulu dan sekarang tetap sama, namun, kemasannya yang diubah se­ suai perkembang­an zaman. “Nilai seperti kesetiaan kepada bangsa, sifat jujur, disiplin, cinta lingkungan dan alam, cinta demokrasi dan berdiskusi, setia pada janji, dan se­bagainya tetap dipertahankan. Metode­ logi, pendekat­an, dan pengemasannya yang kami ubah. Karena kami ingin pramuka tetap up to date,” ujar Ketua Kwartir Daerah Provinsi Bali, Ketut Wija.

A

sisten II Pemprov. Bali ini mengatakan, za­ man sekarang meru­ pakan zaman teknologi dan globalisasi, sehingga metodelogi pramuka harus disesuaikan. “Dunia anak saat ini dunia IT. Dunia pramuka juga harus dise­ suaikan dengan perkembangan IT. Contohnya, ada jamboree on the air dan jamboree on the internet,” katanya. Jamboree on the internet ini merupakan satu kegiatan jam­ bore dimana para paramuka berkumpul di satu lapangan, dan mengerjakan tugas yang dikirim lewat internet. Jawabannya pun harus dikirim via internet. Ke­

giatan lain yang dilakukan saat jambore, misalnya penanaman po­ hon, penelitian alam, bersih-bersih lingkungan, ceramah teknologi sampah, HIV, narkoba, kenakalan remaja. Semau materi digarap sesuai keterampilan masa kini. Saat ini, pramuka meningkat dari segi jumlah. Apalagi dengan berlakunya kurikulum 2013 yang mewajibkan adanya kegiatan pramuka di SD, SMP, dan SMA. Saat ini jumlah SD sebanyak 2400 sekolah, SMP 1400 sekolah, dan SMA 800 sekolah. Jika dihitung, tentu banyak sekali jumlah pra­ muka yang tercatat. Namun, jumlah pramuka yang aktif sekitar 75 ribu.

pramuka adalah paling wadah paling efektif. Karena pramuka memiliki Dasa Dharma,” katanya sembari me­ nambahkan saat ini sekitar 465 anak Pramuka Indonesia tengah berlaga dalam Jambore Dunia di Jepang. Diperlukan perubahan yang mendasar dari pramuka agar tidak ditinggalkan oleh generasi muda. Untuk itu diperlukan penguatan dari pemerintah. “Sekalipun pem­ berlakuan Kurikulum 2013 telah ditunda, namun kami memohon agar pemerintah menjadikan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib bagi anak-anak sekolah. Karena di pra­ muka, diajarkan tentang patriotisme, hidup mandiri, survive, dll. Jadi kita minta pemerintah mendukung dan menguatkan pramuka, sambil kita sendiri juga melakukan pembenahanpembenahan agar generasi muda kita ini selamat dalam pendidikannya,” ucapnya. Tanpa peran pemerintah, pramu­ ka akan kesulitan. “Pramuka bukan ormas, bukan organisasi politik, tapi organisasi pendidikan non formal. Kalau pemerintah jeli, seharusnya ini terus dikuatkan. Tapi kami sekarang berada di bawah Kementerian Pemu­ da dan Olah Raga, padahal harusnya dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami berharap itu dikembalikan kesemula, karena anakanak kami, kan, kebanyakan berusia di bawah 17 tahun,” jelasnya. Untuk mendorong itu, pramuka katanya melakukan dialog-dialog, ter­ masuk berdiskusi dengan Komisi X DPR RI. “Pramuka ini penting sekali. Kalau bicara revolusia mental, me­ mangnya mau pakai apa wadahnya, ya yang paling tepat adalah dengan pramuka. Coba lihat saja, mana ada anak-anak pramuka tawuran, nyabu,” ujar Adhyaksa. –Diana Runtu

Gung Sinta (kiri) dan Diah Anggraini didampingi Wakasek Kesiswaan SMAN 7 Denpasar, I Wayan Sedana

Belajar Mengatasi Tantangan Meski diwajibkan dalam kurikulum 2013, ekskul pra­ muka, khususnya di tingkat anak-anak sekolah menengah atas (SMA) masih minim pemi­ nat. Pramuka masih terkesan “milik” anak SD. “Walaupun sering di­o lokolok teman, saya tetap senang ekskul ini. Banyak hal yang saya dapatkan di sini,” ungkap Gung Sinta, Ketua Ekskul Pramuka Asmi Suara Sisma. Sejak SMP, Gung Sinta mengikuti pramuka, dan berlanjut hingga ke SMA. Awalnya memang sekadar ikut karena ditawari pihak sekolah. Namun setelah “nyemplung” dan mengikuti lomba, Gung Sin­ ta merasa inilah dunianya. “Saya belajar banyak tentang kedisi­ plinan, kebersamaan, mencari solusi dari masalah, tali-temali, dsb.,” ujar siswi kelas XII IIS 3 ini yang mengaku makin ber­ semangat mengembangkan pramuka di sekolahnya, setelah berhasil menggondol Juara I Lomba Short Indie Movie yang digelar SMAN 2 Denpasar, tahun lalu. Kader pramuka lainnya pun

mengakui hal yang sama. Diah Anggraini, siswi XI IIS 4 menu­ turkan, ia sejak SMP sampai saat ini ikut pramuka. Ini demi menunjang cita-citanya yang in­ gin menjadi polwan. “Ada LKBB (Latihan Keterampilan Barisberbaris) seperti pelatihan polisi dengan dasar-dasar kemiliteran­ nya. Juga, belajar bikin tenda, cara hidup di alam bebas, dan kita bisa lebih percaya diri, lebih banyak kesempatan mengenal orang luar, serta belajar menga­ tasi tantangan.” ucapnya. Wakasek Kesiswaan SMAN 7 Denpasar, I Wayan Sedana, S.Pd., M.M. menambahkan, ekskul ini sesungguhnya sangat bagus, karena banyak manfaat positif yang bisa didapatkan dan bisa diterapkan siswa dalam kehidupannya. Kekompakan, disiplin, juga bisa mencari solusi penyelesaian dalam suatu per­ masalahan. Karena itu pula, ia menginstruksikan kepada Gung Sinta untuk lebih menyosial­ isasikan lagi program-program pramuka untuk dapat menjaring lebih banyak peminat. –Inten Indrawati

Jamboree on the Internet Ia menilai, pilihan ekstrakuri­ kuler di sekolah sangat ba­nyak. Kegiatan pramuka juga ba­nyak saingan. Namun, dengan wajibnya kegiatan pramuka di sekolah akh­ irnya, banyak siswa bergabung. Yang awalnya, ikut pramuka kare­ na diwajibkan, akhirnya lamakelamaan menjadi tertarik karena ternyata kegiatan pramuka sangat menye­ nangkan. Dalam pan­ dangannya, menjadi pra­ muka, merupa­ kan pendidik­an parakter yang paling leng­ kap, holistik, d a n t e r­ intergrasi. “Dari pra­ mukalah, ada nilai nasiona­

lisme, disiplin, karakter, keju­ juran, cinta tanah air, dan juga keseder­hanaan. Dalam pramuka, pendidikan karakter budi pekerti sudah langsung dipraktikkan,” kata Wija. Ia menegaskan, dengan pramuka, cara men­ jalani hidup lebih mudah, indah, dan bermakna. Mudah karena dididik de­ ngan berbagai keterampilan, sehingga mu­ dah hidup di mana

saja. Indah ke­giatan pramuka bermain, ber­nyanyi, dan sangat menyenangkan. Bermakna kare­ na pramuka diajarkan mencintai sesama, membantu orang, mena­ nam pohon, sehingga hidup lebih bermakna bagi diri sendiri, orang lain, dan juga lingkungan. Untuk peringatan hari pra­ muka tahun ini, temanya pramu­ ka kembali kepada jati diri solusi terbaik penanganan masalah remaja. Berbagai kegiatan sudah digelar sebelumnya, mulai dari jambore daerah, perkemah­an, pesta siaga, lomba gugus tergiat. Tanggal 13 Agustus di kantor Kwarda Provinsi Bali, digelar berbagai lomba, paduan suara, tutor sebaya, alat musik dari ba­ rang bekas, fotografi, dan semar­ phone. Puncak peringatan pada tanggal 14 Agustus berbarengan dengan HUT Pemprov. Bali, apel di lapangan dan penyerahan hadiah. Malam harinya, kemah di kantor Kwarda Provinsi Bali, un­ tuk ulang janji dan api unggun. -Wirati Astiti


18

Life

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

Jaga Budaya Lokal Pemkot Denpasar Laksanakan Bedah Warung H Warung Urip rampung direnovasi. Warung yang menjual kuliner tradisional khas Bali ini adalah salah satu warung yang berhak mendapatkan program bedah warung dari Pemerintah Kota Denpasar. Maka, Rabu (5/8), Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra , melakukan peninjauan dan penyerahan hasil renovasi di Kawasan Jalan Trenggana, Br. Anggabaya, Denpasar Timur.

ari itu pemilik warung , I Ketut Sirta Arta yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Urip dan sang Istri Ni Nengah Suartini tampak penuh semangat menerima kehadiran orang nomor satu di Kota Denpasar ini. Sebab, selain pembenahan warungnya secara fisik ia juga mendapatkan bimbingan untuk dapat meningkatkan pelayanan yang ramah dan cepat. “Yang pasti tiang dan keluarga sangat bahagia dan berterima kasih bisa terpilih menjadi salah satu pemilik warung yang direnovasi,” ungkapnya sumringah dan penuh rasa syukur. Warung milik Pak Urip ini, selain menyediakan nasi bubur Bali dan berbagai jajanan tradisional, juga siap dengan gorengan dan rujak. Untuk minuman, Pak Urip yang menjalankan usaha warung sebagai pekerjaan utama ini pun, menyiapkan kopi, es buah, hingga jus. Menurut Wayan Gatra, program bedah warung dengan anggaran dana

Warung Bakti sesudah direnovasi

Warung Urip sesudah direnovasi, sebelum dibuka

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

7

Demi Tugas, Menyamar Jadi PSK Penyerahan hasil renovasi kepada wakil dari Warung Bakti dan Warung Urip

Rp 50 juta untuk setiap warungnya tersebut, saat ini diberikan kepada dua unit warung, yakni Warung Urip dan Warung Bakti. “Selain memenuhi persyaratan utama, seperti usaha tersebut merupakan pekerjaan utama dan bukan usaha sampingan, kepemilikan tempat adalah hak milik, bukan menyewa. Warung yang akan dibantu juga harus berlokasi di jalur yang mudah diakses, tidak di dalam pemukiman. Jenis warung yang direhab pun menyasar warung yang menjual kuliner tradisional khas Bali,” paparnya menjelaskan. Selanjutnya IB Rai D. Mantra menekankan, kenapa yang dibantu adalah pengusaha warung masakan tradisional Bali. “Sebab, kuliner ini juga bagian dari wawasan budaya.

Dengan dilakukan perbaikan disertai pengembangannya, tentu ada harapan Bali tidak akan kehilangan identitas, khususnya melalui produk kulinernya,” katanya. Pada program bedah warung yang merupakan kepedulian Pemkot Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar dan telah berjalan sejak 2014 ini, Wali Kota Denpasar yang berlatar belakang pengusaha ini tak lupa mengingatkan soal pentingnya menjaga kebersihan. “Tempat penyajiannya mesti bersih begitu juga tempat mencuci alat-alat jualannya. Tentu saja beserta panganan atau jajanan yang dijualnya,” ucap Rai D. Mantra sambil menyampaikan agar jenis makanan yang dijual diperbanyak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan. - ard

pasangannya Ni Made Rempen pemilik Warung Bakti, yang diwakili oleh putranya dan sang menantu Ni Luh Storini, juga mengatakan sangat mensyukuri dan merasakan kebahagiaan atas dilakukannya perbaikan terhadap penampilan kualitas fisik bangunan warung mereka. “Pastinya setelah dilaksanakan bedah warung, tampilannya menjadi lebih bersih dan nyaman bagi pelanggan yang datang,” ucap Storini. Menurut Storini, usaha keluarganya tersebut sudah berlangsung lebih dari 30 tahun. Dan, sudah sejak lama pula mereka berjualan jajan Bali. Salah satunya jaje laklak, yang menjadi jajan paling dicari masyarakat selama ini. “Kami mulai berjualan jajanan tradisional, pukul 6 pagi sampai dengan pukul 9 atau maskimal pukul 10, semua jajan sudah habis,” tuturnya. Storini menyampaikan, mereka juga berjualan nasi. Baik itu nasi jinggo atau nasi kotak hingga nasi yase, karena mereka juga melayani pesanan. Sampai saat ini untuk menjalankan semua kegiatan berjualan di Warung Bakti, keluarga Storini dibantu oleh dua orang

tenaga kerja. Selanjutnya, Wayan Gatra menjelaskan, bahwa program bedah warung ini tidak berbeda dengan rehabilitasi pasar yang telah dilakukan selama ini. Selain menjadikan tampilan warung lebih layak, lebih bersih, barang atau produknya lebih tertata serta jumlah item barang yang dijual semakin banyak. Juga dfilakukan pendampingan manajemen ekonomi ini sebelumnya sudah pula dilaksankan pada kedua warung tersebut. Sambil menuliskan pesan kalimat penyemangat “Usaha, kalau ditekuni secara tekun pasti akan sukses dan berhasil,” Wali KotaDenpasar pun menyatakan bahwa program yang digulirkan berkelanjutan ini bertujuan demi berhasil meningkatkan perekonomian usaha kecil masyarakat di Kota Denpasar. Kemudian selain turut dalam pelestarian kuliner lokal, dengan bantuan itu juga mereka akan cepat maju baik dalam manajemen pengelolaan dan omzet pendapatannya, yang berarti akan ada peningkatan kesejahteraan mereka. - ard

Jaje Renges Warung Urip dan Laklak Warung Bakti

Dua unit yang berhasil dibedah tahun ini, selain Warung Urip milik Ketut Sira Arta juga ada Warung Bakti milik Nyoman Jaya (70) di Sidakarya, Denpasar Selatan. Mengingat secara fisik tampilan warung keduanya kini sudah lebih bersih dan rapi dari sebelumnya, maka pembeli pun akan merasa lebih nyaman untuk berbelanja dan makan di sana. Pada kesempatan tersebut I Ketut Sira Arta, yang lebih dikenal dengan Pan Urip ini berkisah bahwa setiap harinya ia mulai berjulan pukul 03.30 hingga 17.00. “Nggih kami juga menyiapkan nasi jinggo atau nasi bungkus, serta melayani pesanan jajanan untuk berbagai kegiatan upacara atau untuk dijual lagi,” lanjut Nengah Suartini sambil menunjukkan jaje renges, salah satu gorengan yang menjadi andalannya itu. Sebelumnya, lanjut pak Urip, mereka melayani pesanan jejaitan untuk keperluan sembahyang sehari-hari maupun rerainan. Namun, dengan semakin banyaknya pesanan jajan, ia pun memilih lebih fokus menyediakan jajanan tradisional Bali tersebut. “Kalau pisang goreng, yang bahannya tepung dan pisang itu sudah biasa, jaje renges cukup unik dan enak, berbahan tepung dan ketela ungu. “Sekarang saya siap menjalankan tantangan yang diberikan oleh Wali Kota Denpasar untuk meningkatkan omzet, setelah bedah warung dan menambah jenis produk jualan,” cetusnya. Begitu pula, Nyoman Jaya (70) dan

Story

Setelah janjian lewat telepon, Fahira (29), nama samaran, akhirnya bertemu dengan seorang laki-laki yang “dikenal” sebagai pengedar narkoba di sebuah kamar hotel di Lombok. Laki-laki ini membuat janji dengan Fahira sebagai seorang pekerja seks komersial (PSK). Tentu saja saat akan bertemu dengan “sang pelanggan” Fahira berdandan dan berlagak bak seorang PSK profesional untuk menarik minat si laki-laki dan agar si pelanggan ini yakin dengan profesinya. Memilih salah satunya menjadi “pelacur” terpaksa dilakukan oleh Fahira dalam penyamaran-penyamaran­nya demi melaksanakan tugas pemberantasan narkoba yang dilakukan bersama rekan-rekan abdi negara lainnya.

S

ebagai seorang polwan, ia rela melakukan tugas-tugas “berbahaya” seperti ini demi menyelamatkan bangsa dari gencarnya peredaran narkoba. Ini hanya satu dari banyak cara yang kerap dilakukan Fahira dan rekanrekannya dalam mengungkap jaringan narkoba di suatu wilayah. Fahira bisa menjadi apa saja saat penyamaran dilakukan. Ketika mengejar seorang pengedar narkoba di Lombok, Fahira mengaku sungguh deg-degan, terutama sekali ketika mendekati pintu kamar hotel di mana seorang laki-laki tengah menantinya. “Rasa takut dan khawatir itu selalu ada, tapi saya serahkan semua pada Allah akan apa yang terjadi pada diri saya saat bertugas. Tentu saja sebelum saya memasrahkan diri pada ketentuan Allah, saya berusaha secermat mungkin untuk hati-hati dan waspada,” ungkap Fahira, tegas.

Hari itu, dengan bantuan beberapa rekannya yang sudah siaga di sekitar kamar hotel tempat mereka membuat janji bertemu, perlahan-lahan Fahira mendekati pintu kamar hotel dan mengetuknya. Tak lama kemudian, seorang laki-laki membuka pintu dan Fahira masuk kamar yang tertutup. Rekan-rekannya

mulai lebih mendekat ke kamar tersebut untuk menanti kode dari Fahira. Kode untuk melakukan

“Saya khawatir penyamaran saya diketahui dan orang itu memiliki senjata tajam yang bisa saja melukai saya”

penggerebekan. Menghadapi situasi berduaan dengan laki-laki yang tidak dikenalnya secara pribadi dalam sebuah kamar hotel pula, tentu bukan persoalan mudah. Kekhawatiran Fahira terus memuncak. Yang ia tuju adalah barang bukti narkoba yang ada pada laki-laki tersebut. Ia fokus untuk menemukan tempat barang haram tersebut, sebelum laki-laki itu “menjamahnya”. Ia ingin segera menyudahi penyamarannya. Fahira gelisah dan semakin khawatir. “Saya khawatir penyamaran saya dike-

tahui dan orang itu memiliki senjata tajam yang bisa saja melukai saya,” ungkapnya. Namun dengan penuh keyakinan, Fahira percaya bahwa Allah akan melindunginya, apalagi rekan-rekannya telah siaga di luar dan berada sangat dekat dengan dirinya. Karenanya, sebelum laki-laki itu melaksanakan niatnya, Fahira yang telah tahu posisi barang bukti narkoba tersebut, dengan seluruh keberanian yang dimilikinya sebagai seorang perempuan, ia langsung memegang dan memelintir tan-

gan laki-laki yang menjadi target operasi mereka. Fahira memberi kode pada rekan-rekannya yang langsung melakukan penggerebekan di dalam kamar tersebut. “Alhamdulillah operasi sukses, barang bukti kami dapatkan dan tersangka juga berhasil dibekuk,” ujarnya tentang pengalaman yang mendebarkan ini. RASA KEMANUSIAAN Banyak kisah dan peristiwa yang telah dilalui Fahira dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Jika penggerebekan narkoba penuh dengan kekhawatiran dan harus selalu waspada, maka pada tugas yang lain hati dan perasaan Fahira terasa miris manakala menyaksikan seorang anak angkat yang disiksa oleh orangtuanya. Ini menjadi bagian tugas yang tidak pernah bisa dilupakan Fahira karena sungguh membuat rasa kemanusiaannya teriris. Suatu hari di tahun 2011 di wilayah Lombok Barat, Fahira mendapat tele-

pon dari masyarakat yang mengabarkan bahwa ada seorang anak berusia 3,5 tahun di lingkungan mereka yang disiksa orangtuanya. Kondisinya sangat parah dan memprihatinkan. Sebagai seorang polisi, Fahira dan rekannya pun mendatangi tempat di mana anak yang menjadi korban itu tinggal bersama orangtua angkatnya. Kebetulan saat mereka datang ke sana, orangtua anak ini sedang

tidak berada di rumah. Fahira menemukan suasana yang begitu dramatis sampaisampai sempat membuatnya shock. “Anak dengan penuh luka memar di sekujur tubuhnya dan terdapat perban pula, langsung minta saya gendong,” kata Fahira. Menurut informasi yang disampaikan tetangga si anak pada Fahira, anak ini telah menerima siksaan sejak usia 1,5 tahun. Luka terakhir yang diingat si anak adalah kena lemparan piring dan disiram dengan minyak tanah dan luka memar kena pukulan gayung. Saat itu pula, Fahira dan rekannya langsung membawa anak tersebut untuk diperiksa dan diobati luka-lukanya di rumah sakit. “Anak itu nempel terus sama saya,” ujar Fahira yang menjadi sangat dekat dengan anak tersebut setidaknya selama proses hukum yang dijalani orangtua angkatnya. Sesungguhnya kisah si anak tinggal bersama orangtua angkatnya, bukanlah dari proses adopsi atau pengangkatan resmi, melainkan si anak lahir dari seorang PS (Partner Song) yang bekerja di salah satu kafe di Senggigi Lombok Barat. Si anak dititipkan pada keluarga ini dan ditinggalkan oleh ibunya yang entah ke mana. Selama proses hukum orang tua angkatnya itu, anak tersebut dititipkan di salah satu rumah aman di Mataram. Tiap kali Fahira datang menjenguknya, anak tersebut selalu memeluknya erat-erat dan memohon agar ia tidak meninggalkannya. Namun, dengan berbagai cara, Fahira meyakinkan anak tersebut aman berada di rumah aman ini, sehingga tiap kali kala ia ingin melanjutkan melaksanakan tugasnya, si anak mau melepasnya. Mereka menjadi dekat satu sama lain. Selama persidangan orangtua angkat si anak, Fahira juga selalu menyempatkan diri hadir di tiap persidangannya hingga sidang putusan yang seingat Fahira hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara bagi orang tua si anak. Kisah ini menjadi pelajaran penting bagi Fahira dalam menjalankan tugas sebagai seorang polisi. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Pola Asuh Anak dengan

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

3L dan 3K

Kebiasaan siswa menyalami guru menjadi perhatian Ida Bagus Sudiarta, seorang guru SD di Ubung. Ia mengaku sering memperhatikan apa yang dilakukan oleh siswa. Baginya ini sebuah bentuk kedekatan guru dengan siswa. Jika di sekolah siswa melakukan seperti itu, besar kemungkinan, di rumahnya ia juga mendapatkan cinta kasih dari keluarga. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang harus bertanggung jawab selama siswa sudah keluar dari sekolah dan sebelum sampai di rumah.

I

Griya

ni merupakan salah satu pertanyaan yang terungkap dalam Seminar “Pengasuhan Anak dengan Cinta” di Gedung Pers Bali K. Nadha, Selasa (4/8). Seminar dalam rangkaian hari anak nasional ini dilaksanakan Bali TV, Lentera Anak Bali, SMF Psikiatri RS Sanglah, dan Pemkot Denpasar. Tiga narasumber yang dihadirkan antara lain dr. IGA Endah Ardjana, Sp.KJ(K), Psikiatri Anak FK Unud/ RSUP Sanglah Denpasar; Drs. Ida Bagus Pascima, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali; dan dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ. Menanggapi pertanyaan Sudirta, dr. Endah mengatakan cium tangan merupakan tanda kesopanan terhadap orang yang dihormati. Apalagi ada aura yang terpancar dari Sudirta sehingga ia disenangi siswa. Hal ini merupakan hal positif yang harus terus dikembanngkan. “Sebagai guru dan orangtua, jadilah model yang baik karena siswa dan anak. Berikan rasa nyaman kepada siswa dan anak. Jangan malah memberi label negatif seperti nakal, bego, dan yang lainnya,” jelasnya. Terkait siapa yang harus bertanggung jawab terhadap siswa setelah keluar sekolah dan sebelum tiba di rumah, dr. Endah memberi jawaban tegas, semua harus bertanggung jawab. Pihak sekolah, pemerintah, orangtua, dan masyarakat. Kalau semua saling bekerja sama, urusan anakanak akan lebih jmudah ditangani. Tetapi, ada saja anak yang mencoba berulah untuk mencari perhatian. Bagi anak yang melakukan kesalahan atau kekeliruan, ia menyarankan jangan memarahi anak karena benci. “Orangtua boleh marah atau menghukum karena perbuatann anaknya. Jangan disalahkan di depan teman-temannya. Lebih baik ajak ngomong di tempat terpisah secara personal. Ingatkan untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut,” ujar ibu 3 anak dan nenek 6 cucu ini.

Pertanyaan tentang anak berkebutuhan khusus disampaikan Putu Prima. Ia mengatakan anaknya yang berusia 9 tahun termasuk anak berkebutuhan khusus. Walaupun sudah mengikuti kelas khusus, ternyata tidak ada perkembangan yang menggembirakan. Ia pun disarankan untuk mengajak anaknya diperiksa lagi agar tidak salah diagnosis. Sementara itu, Triasih dari Wangaya mempertanyakan mengapa sekarang jarang ada simulasi pola asuh anak. Dulu ia sering mengikuti kegiatan simulasi tersebut. Ia juga mohon tips untuk mengasuh anak. Dokter Endah menjelaskan semua orangtua ingin anaknya lahir normal, tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, kondisi yang terjadi kadang berbeda. “Bila terpantau ada kelainan, segera lakukan penyembuhan. Makin cepat dideteksi, makin besar harapan untuk tumbuh kembang secara optimal,” tegasnya. Ia mencontohkan pemantauan anak bisa dilakukan secara fisik dengan memandikan anak. Ketika anak mandi bisa ketahuan apa yang terjadi tubuh anak. Bisa saja ada lebam karena dicubit atau mungkin ada kelainan yang bisa dideteksi lebih awal. Mengenai masa emas (golden age) anak berada di usia 0 hingga 3 tahun. Perkembangan sel otak hingga 75%. Setelah usia 3 tahun, hanya akar-akar selnya yang tumbuh. Orangtua harus tahu apa cirri usia emas. Kemampuan kognitif dan intektual dari sisi bahasa akan terlihat. Pada periode awal, anak mengoceh sampai 18 bulan pertama. Kalau anak tidak bisa mengucapkan 15 suku kata, sudah perlu diwaspadai. Usia 2 tahun normalnya bisa 50 suku kata. Setelah itu bisa menyambungkan dua suku kata, tahu 3 warna dasar, yakni merah, putih, dan hitam. “Orangtua wajib perhatikan tumbuh kembang anak. Imunitas anak ditopang dengan pemberian

Suasana seminar “Pengasuhan Anak dengan Cinta” di Gedung Pers Bali K. Nadha

vaksin dan yang paling penting adalah memberi air susu ibu (ASI). Usia diatas 3 tahun, kemampuan otak tidak sepesat dibawah 3 tahun. Berikan protein dengan ASI eksklusif. Karena kekebalan tubuh ibu diturunkan ke anak,” paparnya. Mengenai anak berkebutuhan khusus seperti autis bisa dideteksi dari usia 3 bulan. Kalau anak tidak memberi respons ketika diajak berkomunikasi, segera lakukan pemeriksaan. Ada tiga tips yang diberikan dr. Endah dalam mengasuh anak. Pola asah dengan memberi rangsang untuk anak agar terus berkembang. Pola asih dengan memberi asupan nutrisi seimbang dan jangan selalu berikan menu instan. Pola asuh dengan cara mengasuh anak dengan baik, misalnya seringkan komunikasi, berikan stimulus dengan dongeng, hipnoterapi, serta ajak anak rekreasi, “Tumbuh kembang anak dipengaruhi faktor dari dalam (genetik, ras), luar (pola asuh, gizi, lingkungan). Segera konsultasi ke klinik tumbuh kembang anak jika ada masalah. Kalau saya biasa gunakan prinsip 3L, love, limitation (pembatasan untuk tujuan disiplin) dan let them grow up. Ada juga 3K, kasih

Pot Batu Mozaik sayang, kontrol, kesempatan. Dari ibu unggulan akan lahirkan anak unggulan. Bapak yang menentukan jenis kelamin,” tegasnya. PENGANGKATAN ANAK Sementara itu IB Pascima memaparkan tentang adopsi anak. Ia menuturkan masalah sosial ada yang konvensional dan kontemporer. Masalah konvensional adalah masalah yang ada sejak zaman dulu seperti kemiskinan, keterlantaran (balita terlantar, anak terlantar, anak jalanan dan lanjut usia terlantar), keterasingan/KAT, keterpencilan, kecacatan, ketunaan sosial (tuna susila, bekas napi, waria, gepeng), bencana alam/sosial, dll. Masalah sosial kontemporer adalah masalah akibat proses globalisasi/modernisasi, misalnya (kerusuhan sosial, KTK, peningkatan masalah anak, Napza, HIV/AIDS, dll. “Terkait anak, ada Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) yang bertujuan terwujudnya pemenuhan hak dasar anak dan perlindungan terhadap anak dari keterlantaran, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi sehingga tumbuh kembang, kelangsungan hidup dan partisipasi anak dapat terwujud,” jelasnya. Ia juga menjelaskan tentang

pengangkatan anak adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orangtua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat. Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku antara lain pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orangtua kandungnya; calon orangtua asuh harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat; dalam hal asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk tempat ditemukannya anak tersebut; dan pengangkatan anak Warga Negara Indonesia oleh Warga Negara Asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. Selain prinsip itu, orangtua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan mental anak. –Ngurah Budi

Bagi para penggemar tanaman hias, tentunya tak pernah bisa lepas dari yang namanya pot. Ada berbagai jenis pot yang bisa dipilih dengan beragam bahan. Ada yang terbuat dari plastik, gerabah, keramik, batu, dsb. Pot yang terbuat dari batu alam, menjadi salah satu pot yang menarik untuk dibahas. Selain karena bentuknya yang terlihat lebih anggun dan elegan, pot batu kini dibuat dengan ­beragam motif cantik dan menarik.

S

alah seorang pengrajin pot batu yang memiliki workshop sekaligus showroom di kawasan By Pass Ngurah Rai Sanur, Denpasar Bali, adalah Sape. Laki-laki asal Malang yang lebih akrab disapa Pak Sam ini sudah mulai mengerjakan pot batu dan membuka showroom di Ubud sejak 2007. Baru sekitar enam

bulan lalu ia membuka showroom di tempat ini. Konsumen pemakai produknya adalah masyarakat lokal dan ekspatriat. Pot batu yang kini banyak diproduksinya adalah motif mozaik. Hal ini diakuinya terus berkembang dengan melihat dan mencoba motif-motif baru yang tentu saja laku di pasaran. Karena tak jarang pula, konsumen datang

dengan membawa desain sendiri. “Dari sanalah kemudian saya mencoba motif-motif baru,” ucapnya. Motif mozaik pada pot batu ini, ada yang prosesnya ditempel, ada juga yang disusun sedemikian rupa. Proses pengerjaannya memakan waktu dua hari, dan dua hari berikutnya dikeringkan untuk selanjutnya siap dipasarkan. –Inten Indrawati

Mendongeng Lima Menit

Petani dan Tanah Miliknya

Seorang petani selalu menyesali hidupnya yang malang. Ia rajin mengerjakan tanahnya yang sempit, namun tetap miskin. Sejak dahulu ia berangan-angan memiliki tanah luas, namun angan-angan itu tak pernah menjadi kenyataan. Ketika melamun di Made Taro bawah pohon, tiba-tiba ia mendengar pengumuman yang disampaikan seorang menteri. “Demi kesejahteraan rakyat, mulai tahun ini, Paduka Raja akan memberikan tanah cuma-cuma kepada petani yang rajin.” Mula-mula petani itu ragu-ragu akan kebenaran pengumuman itu. Namun karena pemberitahuan itu diumumkan berkali-kali, ia mulai percaya. Saat itu pula ia menghadap Raja. “Ampun, Paduka! Hamba adalah petani miskin dan pekerja keras. Sudilah kiranya Paduka menganugerahi hamba sebidang tanah untuk digarap.” “Tentu, Petani yang rajin! Pilihlah tanah sekehendakmu! Tanah itu akan menjadi milikmu seterusnya. Mulailah melangkah dari pohon suar itu, lalu berjalanlah melingkar. Sebelum matahari terbenam, kamu harus sudah berada di pohon suar itu. Nah, tanah seluas lingkaran yang kamu tempuh itu, adalah tanah milikmu.” Petani itu sangat senang. Setelah mengucapkan terimakasih, ia segera menuju pohon suar dimaksud,

kemudian melangkah ke arah kanan. Sambil berjalan ia membayangkan luas tanah yang akan dimilikinya. Tanah itu sebagian akan dijadikan sawah, sebagian diolah menjadi kebun, dan sebagian lagi dipelihara menjadi hutan lindung. Sekali-sekali ia menoleh matahari yang sudah condong ke barat. Ia mempercepat langkahnya, lalu berlari sambil melebarkan arah ke kanan. Perhitungannya sangat tepat. Dengan berlari melebar dan melingkar ia akan memperoleh tanah yang luas. Ketika berbelok ke kiri, ia menginjak tanah yang berbukit-bukit. Tanah itu akan dijadikan taman yang indah. Di sepanjang lereng bukit ditanam beraneka warna bunga-bungaan. “Wah!” serunya tiba-tiba. Tidak disadarinya matahari menurun dengan sangat cepat. Ia mempercepat larinya, memperluas lingkaran, lalu berbelok ke kiri. Perhitungannya sangat tepat. Pada saat matahari menyentuh garis horizon, ia sudah menginjakkan kaki tepat di pohon suar. Tanah yang ia lalui sekarang cukup luas. Tanah itu akan dijadikan tanah garapan. Ia akan mengangkat petani-petani yang rajin untuk menggarap tanah miliknya. Hasilnya sebagian untuk dirinya dan keluarganya, sisanya akan disumbangkan kepada orangorang miskin. Sejenak ia melempar pandang ke pohon suar. Tampak bayangan pohon itu remang-remang. Ia mulai membelokkan arah larinya ke kiri menuju pohon suar. Walaupun napasnya mulai ngos-ngosan dan sekujur tubuhnya bermandi keringat, namun perhitungannya sangat tepat. Matahari yang berwarna jingga itu akan menyentuh garis horizon bertepatan dengan injakan kakinya di pohon suar. Lihat! Jarak pohon itu tinggal tujuh langkah lagi. Petani yang riang-gembira itu tampak melaju dengan cepat. Selangkah lagi, ya selangkah lagi! Buk! Petani itu jatuh tersungkur. Denyut jantungnya berhenti tiba-tiba.

Pak Sam di antara beberapa pot batu mozaik karyanya

Beragam motif pot batu mozaik

17


16

Edukasi

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

S

ejatinya, museum ini sudah ada sejak tahun 1974. “Dulu namanya Museum Manusa Yadnya. Pengelolaannya berada di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, namun pembinanya tetap dari Pendidikan Dasar, seksi Permuseuman,” ungkap Kepala UPT D Museum Yadnya Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Gede Sujana, S.Ag. Museum ini masih beroperasi hingga tahun 1998. Setelah itu museum ini tak terkelola dengan baik, dan tahun 2006 di bawah kepemimpinan Bupati AA Gede Agung, mulai lagi dirintis berkaitan dengan keberadaan Pura Taman Ayun yang diusulkan Pemprov Bali sebagai warisan dunia. “Untuk mendukung hal itu dibuatlah kembali Museum Yadnya yang cakupannya lebih luas, tak hanya manusa yadnya. Namun sekarang sudah mencakup panca yadnya, termasuk bagaimana kehidupan kita di Bali pada umumnya. Sesungguhnya

intinya sama, budaya Hindu di bali yang diangkat, dari lahir sampai meninggal,” ujar Gede Sujana yang menjabat sejak 2009 tersebut. Secara bertahap museum ini mengalami pembenahan dan dibangun gedung pameran. Hingga saat ini, Museum Yadnya yang berdiri di atas lahan

seluas 25 are ini memiliki bangunan wantilan indoor, amphiteater outdoor, gedung diorama yang sekaligus sebagai tempat pameran dan penyimpanan, dan bale adat Bali. Terdapat juga dua bale bengong, dan satu bangunan yang rencananya akan dibuatkan kantin. Ketika memasuki ruang diorama/ pameran, di lantai 1, pengunjung akan mendapati sebuah ruangan terbuka yang kerap dipakai sebagai tempat pertemuan/rapat. Secara langsung pula, mata pengunjung pasti tertuju pada tiga etalase kaca besar yang dipajang di depan podium. “Ini koleksi terbaru kami, baru disetujui di tahun 2015 ini,” ujar Gede Sujana. Kehadiran tiga pasang manekin, yakni busana payas madya,

Amphiteater outdoor Museum Yadnya

payas agung, dan busana ke Pura memberikan nuansa baru beraroma Bali. Display tersebut ditangani langsung oleh pakar tata rias dan busana adat Bali, AA Ayu Ketut Agung. Koleksi berikutnya, ada di lantai 2. Proses ritual kehidupan manusia Hindu Bali dari baru lahir hingga meninggal terwakili dari beberapa replika yang ada di tempat ini. Salah satu upacara yang diadakan dalam proses kehidupan seseorang dalam masyarakat Bali adalah upacara kelahiran (otonan/ pawetonan). Upacara ini dilaksanakan 210 hari setelah bayi dilahirkan. Memasuki usia pubertas, diadakan upacara akil balig (ngeraja sewala) serta upacara potong gigi (mapandes) yang memiliki makna pembersihan diri dari hawa nafsu. Memasuki usia dewasa, ritual penting lain yang harus dilalui adalah pernikahan dan perjalanan hidup seseorang, yang diakhiri dengan kematian dengan ritual ngaben, hingga memukur/nyekah. Di museum ini, para pengunjaug dapat memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan ritual-ritual tersebut beserta maksud yang terkandung di dalamnya. Berbagai peralatan dan bebantenan yang berkaitan dengan rangkaian ritual tersebut ditata berurutan sesuai alur kehidupan manusia. “Inilah tugas museum yang sesungguhnya, melestarikan nilai-nilai pendidikan dan nilai pelestarian bu-

Menghayati Keunikan

Alas Kedaton

Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan dikenal karena memiliki wilayah yang masih dijaga utuh warisan alam dan budayanya. Di desa ini terdapat objek wisata Alas Kedaton. Banyak yang mengira Alas Kedaton hanyalah tempat berkumpulnya gerombolan kera dan kelelawar. Nyatanya, tidak hanya itu. Masih banyak hal yang menjadikan Alas Kedaton benar-benar menjaga utuh warisan budaya. Tidak hanya menjaga satwa dan lingkungan, masyarakat juga mampu menghayati nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Taman Wisata Alam Alas Kedatom (Alas Kedaton Monkey Forest) memiliki hutan yang luas dan lebat. Hutan Alas Kedaton merupakan salah satu hutan tropika basah yang memiliki flora dan

fauna. Hutan tersebut dihuni oleh kera yang diperkirakan berjumlah lebih dari 300 populasi. Selain kera, juga terdapat ratusan kelelawar/kalong yang bergelantungan di pohon-pohon besar. Ada satu Pura di kawasan ini, Pura Dalem Kahyangan yang memiliki aura magis dan cerita historis yang panjang. Berdasarkan data arkeologis, pura tersebut dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakhertha yang hidup di masa pemerintahan Raja Sri Masuli di tahun 1.100 Saka atau sekitar tahun 1.178 M. Mahasiswa Undiksha, Buleleng yang sedang melaksanakan KKN di Desa Kukuh berkesempatan mengunjungi Alas Kedaton. Beberapa kali mereka menemui Manajer Operasional Alas Kedaton untuk mendiskusikan beberapa pandangan tentang Alas Kedaton dan mendapatkan cerita tentang sejarah dan keunikan Alas Kedaton. Informasi yang didapatkan akan dikemas dalam bentuk buku guna mempublikasikan Alas Kedaton kepada masyarakat luas. “Berdasarkan prasasti di Sading, Pura Dalem Khayangan Kedaton didirikan tahun 1100 saka/ 1178 Masehi saat Mpu Kuturan datang ke Bali, Tim KKN Undiksha Singaraja

Kera Alas Kedaton mendirikan 18 Pura, salah satunya Pura Dalem Khayangan Kedaton. Pada saat itu raja yang memerintah Raja Sri Masula sekitar 77 tahun,” ungkap Manajer Operasional, I Gusti Bagus Suryawan kepada mahasiswa KKN Undiksha. Suryawan menambahkan, Alas Kedaton memiliki situs purbakala, keberadaan hutan yang masih terlindung, dan keberadaan satwanya. Semua hal itu menjadi tawaran untuk pengunjung yang ingin menikmati alam,” tukasnya. Uniknya, kegiatan pelestarian satwa dan tumbuhan telah dilaksanakan sejak zaman dulu (dilaksanakan secara turun temurun) oleh masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Sampai pada akhirnya seiring dengan perkembangan kegiatan pariwisata di Pulau Bali kegiatan pelestarian dilaksanakan oleh masyarakat secara terorganisir dengan dibentuknya Badan Pengelola. Alas Kedaton yang telah diresmikan sejak tahun 1990 tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. “Masyarakat sekitar selain wajib untuk menjaga dan melestarikan warisan ini, mereka juga mendapatkan lapangan pekerjaan sehingga mampu

mengangkat ekonomi mereka. Selain itu hasil pertanian mesyarakat juga dapat digunakan untuk makanan kera. Jadi kami membeli hasil tani dari mereka untuk makanan sehari-hari satwa di sini,” jelas Suryawan. Setelah mendapatkan informasi terkait sejarah Alas Kedaton, Tim KKN Undiksha berkesempatan mengunjungi Pura Dalem Kahyangan Kedaton yang mempunyai beberapa nilai unik, tidak boleh menyalakan dupa saat upacara dan Ngerebeg. “Tradisi Ngerebegbiasanya diadakan usai upacara. Hal tersebut merupakan simbol ungkapan suka cita karena seluruh rangkain upacara telah berjalan baik. Sebab jika ditilik dari arti kata ngerebeg bermakna greget. Tradisi ini sudah ada dari zaman dahulu, jadi semua ini tetap kami lakukan untuk menjaga tradisi serta ucapan syukur karena acara telah berjalan sesuai harapan,” imbuh I Ketut Budiarta, Perbekel Desa Kukuh. Keunikan yang dimiliki oleh Pura tersebut adalah apabila pada umumnya Pura di Bali memiliki pintu masuk tak lebih dari dua, maka Pura Dalem Kahyangan Kedaton memiliki 4 buah

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

9

Pramuka

Belajar Budaya Bali di Museum Yadnya Mungkin tak banyak orang yang tahu keberadaan Museum Yadnya. Padahal letak museum ini sangat strategis, yakni tepat di sebelah barat objek wisata Taman Ayun, Mengwi, Bali. Bisa jadi karena di pinggir jalan besar itu tak ada plang nama museum yang menunjukkan keberadaannya. Museum yang mengoleksi replika berbagai ritual kehidupan tradisional masyarakat Bali dan tata bebantenannya ini pun terkesan sepi pengunjung.

Dara

Permainan Menyenangkan di Alam Terbuka

Gede Sujana, S.Ag.

daya yang tersembunyi di dalamnya,” ucap Gede Sujana yang mengaku hanya dibantu satu karyawan dalam mengelola museum ini. Meski demikian, ia tak patah semangat. Dengan segala keterbatasan ia dan staf tetap mengupayakan menyosialisasikan keberadaan Museum Yadnya ini terutamanya ke sekolah-sekolah. “Ke depannya, kami mengusulkan di depan itu ada tempat avokatif, tempat koleksi seperti macam motif songket di Bali. Kami juga terbuka jika ada masyarakat yang berkeinginan mengadakan kegiatan di sini,” ucapnya. Areal ini sungguh sangat indah dan alami. Di sebelah timur, pengunjung bisa dengan sangat jelas melihat kompleks Pura Taman Ayun yang hanya dipisahkan oleh sungai dengan areal museum ini. Pada area belakang museum, sebelah utara, terdapat Bale Adat Bali yang merupakan contoh rumah adat Bali yang dibangun berdasarkan konsep asta kosala kosali. –Inten Indrawati “pemedal” (pintu) yang digunakan sebagai tempat masuk dan keluar. Selain keunikan fisik, dari segi sarana upakara saat pujawali juga memiliki banyak keunikan. Jika pada umumnya Pura di Bali sarana sembahyang berupa dupa dan kwangen, namun di Pura Dalem Kahyangan Kedaton pantang menggunakan dupa dan kwangen. Demikian pula dengan menggunakan penjor dan ceniga. Di Pura Dalem Kahyangan Kedaton tidak menggunakan ceniga mereringgitan, cukup menggunakan ceniga yang hanya terbuat dari daun pisang mas. Penggunaan jaje begina berwarna merah juga tidak diperbolehkan di Pura ini. Masih banyak keunikan lainnya yang masih dapat kita dapat jumpai di Pura ini. Di mandala utama atau jeroan Pura, para pemangku saat mereresik (bersih-bersih) tidak menggunakan sapu lidi, melainkan menggunakan ranting-ranting pohon. Di mandala utama tidak diperkenankan menggunakan sunar (lampau) karena berpantang menggunakan sarana api, sehingga rangkaian puja pujawali harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Saat rangkaian upacara selesai diiringi dengan tradisi ngerebeg, yakni berlari dengan menggunakan sarana seperti tumbak, lelontek, tedung, atau dengan sarana terdekat seperti ranting yang berisi daun. “Semoga Alas Kedaton dapat membawa pencerahan batin dan hiburan untk jiwa pengunjungnya. Semoga dapat disebarluaskan agar tempat ini semakin diperhatikan dan diminati. Harapan saya agar mereka menyadari dari banyaknya tempat pariwisata di Bali, Alas Kedaton merupakan salah satu objek yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Bali,” harap Suryawan. Ketua Kelompok KKN Undiksha Kukuh Marga, Made Wikrama menjelaskan tentang rencana pembuatan buku untuk Desa Kukuh yang tentunya menjelaskan pula Alas Kedaton sebagai warisan budaya. –Wulan

Seluk-beluk tentang kepramukaan dituturkan Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes. Ia Pamong SBH Provinsi Bali/SBH Poltekkes Denpasar, Andalan Saka Kwarda Bali/Kwarcab Denpasar. “Orang yang berjasa dalam pengembangan kepanduan di dunia adalah Sir Robert Baden-Powell, yang dikenal sebagai bapak pandu sedunia. Setiap pandu mengucapkan sumpah pandu dan berusaha menjadi seorang yang kuat jasmaninya, kuat mentalnya dan bermoral baik,” ucapnya.

K

epramukaan bukan­l ah suatu ilmu yang harus dipelajari dengan tekun, bukan pula merupakan kumpulan ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, ketrampilan dan kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkannya. Kepramukaan, dijelaskannya memiliki 3 sifat, nasional, inter-

nasional dan universal. Nasional artinya kepramukaan itu diselenggarakan di masing-masing negara disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tersebut. Internasional, kepramukaan harus dapat mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antarsesama anggota kepanduan (pramuka) dan sebagai sesama manusia. Universal berarti kepramukaan itu dapat berlaku untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan dimana saja. Fungsi kepramukaan, merupakan kegiatan menarik yang mengandung pendidikan bagi anak-anak, remaja dan pemuda; merupakan suatu pengabdi-

Poltekkes Denpasar Wajibkan Pramuka

Poltekkes Denpasar yang ada di bawah Kementerian Kesehatan diwajibkan untuk mengembangkan dan mengaktifkan salah satu satuan karya (Saka) Gerakan Pramuka yaitu Saka Bakti Husada (SBH). Setiap mahasiswa yang ada di masing-masing Jurusan di bawah Poltekkes Denpasar diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pramuka dan menjadi anggota SBH. Kegiatan pelantikan Pramuka Pandega dan Pengukuhan Anggota SBH dilakukan secara rutin setiap tahun. Materi latihan kepramukaan disesuaikan dengan syarat kecakapan umum (SKU) dan syarat kecakapan khusus (SKK), sedangkan untuk pengembangan Saka menyesuaikan dengan materi yang tercantum pada 6 krida SBH. “Krida yang dimaksud adalah krida bina lingkungan sehat, bina keluarga sehat, penanggulangan penyakit, bina gizi, bina obat dan bina PHBS,” jelas Agusjaya Mataram. Setelah mengikuti latihan SBH ini, setiap anggota diharapkan memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman dalam bidang kesehatan; sadar, mau dan mampu menyebarluaskan informasi dan pengetahuan kesehatan kepada keluarga serta masyarakat terutama tentang kesehatan keluarga, kesehatan lingkungan, gizi, manfaat dan bahaya obat serta pencegahan dan penanggulangan penyakit; dapat menjadi contoh hidup sehat bagi remaja, masyarakat di lingkungannya; memiliki sikap dan perilaku kesehatan yang lebih mantap; mampu memberikan orientasi/latihan tentang kesehatan praktis kepada anggota Pramuka di gugus depannya. “Kegiatan yang pernah kami ikuti di tingkat Cabang Denpasar adalah Kwarda Bali dan Nasional. Di tingkat nasional seperti Pertinas III Jatinangor (2006), Pertinas IV Gorontalo (2011), Kemnas I Cibubur (2010), Kemnas II Semarang (2013),” tandasnya. –Inten Indrawati

an bagi para anggota dewasa yang merupakan tugas yang memerluikan keikhlasan, kerelaan dan pengabdian; merupakan alat bagi masyarakat, negara atau organisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, alat bagi organisasi atau negara untuk mencapai tujuannya. Gerakan Pramuka ini dikatakan Agusjaya adalah nama organisasi yang merupakan suatu wadah proses pendidikan kepramukaan yang ada di Indonesia. “Di Indonesia Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Untuk mencapai tujuan gerakan pramuka, para anggota gerakan pramuka harus mematuhi kode kehormatan gerakan pramuka,” ujarnya. Yang dimaksud dengan kode kehormatan adalah suatu norma atau nilai-nilai luhur dalam kehidupan para anggota gerakan pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku seorang

anggota gerakan pramuka. Sebagai contoh kode kehormatan di golongan penggalang terdiri dari janji (satya) berupa trisatya dan ketentuan moral (darma) berupa dasadarma. “Dengan adanya kode kehormatan bagi Gerakan Pramuka,

diharapkan pola tingkah laku atau tindakan para anggota Gerakan pramuka akan menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran Pendidikan Gerakan pramuka seperti tercantum dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka,” lanjutnya. Kepedulian pemerin­ tah terhadap kegiatan Gerakan Pramuka, ditunjukkan dengan diterbitkannya UU No. 12 Tahun 2010, Tentang Gerakan Pramuka. Pendidikan kepramukaan dalam Sistem Pendidikan Nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup. Kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan berlandaskan kode kehormatan pramuka (satya dan darma) untuk meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional, sosial dan intelektual. –Inten Indrawati


10

Bugar

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Beberapa Tips Pencegahan Stroke Tim Radiologi Siloam Hospitals Bali

Dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan persaingan dalam kehidupan makin ketat, makin sering pula kita mendengar kabar orang-orang yang mengalami stroke di usianya yang masih produktif. Salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat umum tentang stroke ataupun pencegahannya. Stroke terjadi ketika aliran darah diotak berhenti atau adanya perdarahan yang menekan jaringan otak. Secara normal aliran darah ke otak membawa serta oksigen untuk menghidupi sel-sel otak. Ketika suplai oksigen ke suatu bagian diotak terganggu maka sel otak diarea tersebut akan mati. Stroke dapat disebabkan oleh gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah, irama jantung yang tidak teratur, aliran darah yang lambat, gangguan pembekuan darah, rupturnya pembuluh darah atau abnormalitas dinding pembuluh darah. Kematian sel otak mengakibatkan gangguan fungsi salah satu bagian tubuh seperti mendadak mengalami kelemahan separuh tubuh (wajah, lengan dan tungkai), hilangnya sensasi rasa pada separuh tubuh, mendadak tampak ‘kebingungan’, kesulitan bicara atau tampak tidak mengerti, gangguan penglihatan pada salah satu atau kedua mata, kesulitan berjalan disertai pusing berputar, gangguan keseimbangan bahkan nyeri kepala hebat yang tidak diketahui penyebabnya. Stroke didiagnosis berdasarkan gejala klinis, hasil pemeriksaan neurologis dan beberapa prosedur penunjang seperti CT Scan/ MRI kepala, dan laboratorium. Sebagian besar jenis stroke yang terjadi adalah stroke non hemoragik akibat penyumbatan pembuluh darah diotak dan penanganannya dengan obat-obatan. Jenis lainnya yaitu stroke hemoragik sebagai akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang pada beberapa keadaan memerlukan tindakan pembedahan. Beberapa komplikasi medis yang dapat menyertai stroke adalah bangkitan kejang, pneumonia, dekubitus, infeksi saluran kencing, nyeri otot dan sendi. Setiap orang dapat memiliki risiko mengalami stroke. Sebagian besar faktor risiko stroke dapat dikontrol. Tidak ada kata terlalu dini atau terlambat bagi kita semua untuk mengadopsi gaya hidup sehat seperti pola makan yang teratur dan sehat, berolahraga secara rutin untuk mengontrol faktor-faktor risiko berikut ini. Faktor risiko yang tidak dapat dikontrol adalah usia (di atas 55 tahun), jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko tinggi dibanding perempuan), etnik (lebih tinggi berisiko pada ras Afrika-amerika dan hispanik) dan riwayat stroke sebelumnya. Faktor risiko yang dapat dikontrol dengan pengobatan adalah hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan riwayat serangan iskemik sesaat. Faktor risiko yang dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup adalah kebiasaan merokok, tingginya kadar lemak dalam darah, kurang berolahraga, kegemukan, kebiasaan minum alkohol dan penggunaan obat-obatan berlebihan. Dengan mengenal faktor risiko tersebut diatas tentunya akan lebih mudah untuk mencegah kejadian stroke dengan mengontrol beberapa faktor risiko yang mungkin terjadi pada diri kita masing-masing. Faktor risiko stroke yang paling sering terjadi adalah hipertensi. Hipertensi jika tekanan darah anda lebih dari 120/80 mmHg. Tekanan darah normal yaitu kurang dari 120 mmHg untuk batas angka diatas (sistolik), dan kurang dari 80 mmHg untuk batas angka di bawah ( diastolik). Jika tekanan darah Anda termasuk normal, pertahankan dengan pola hidup yang sehat. Hipertensi jika tekanan darah Anda lebih dari 120/80 mmHg. Seseorang dengan hipertensi akan menyebabkan jantungnya bekerja lebih berat, makin lama akan membesar. Kalau mem­ besar ringan jantung masih mampu bekerja dengan baik namun makin membesar nantinya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh. Hipertensi juga akan mempengaruhi pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil. Makin usia kita bertambah maka pembuluh darah akan mengeras dan menjadi kurang lentur walaupun kita tidak mempunyai masalah hipertensi. Dengan adanya hipertensi maka proses pengerasan pembuluh darah akan makin cepat. Istilah untuk pengerasan pembuluh darah itu adalah arteriosklerosis. Dengan adanya kerusakan pada pembuluh darah akan menyebabkan ketidakmampuan pembuluh darah tersebut menyuplai darah sesuai dengan ke-

butuhan tubuh. Organ-organ dalam tubuh tidak dapat bekerja dengan baik jika suplai oksigen dan makanan tidak memenuhi kebutuhannya. Hipertensi kronis akan menyebabkan gangguan pada ginjal atau mata juga. Seringkali pengerasan dari pembuluh darah diikuti dengan penyempitan dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh tertimbunnya plak/gumpalan darah pada dinding pembuluh darah. Gumpalan darah dapat terlepas mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah yang telah menyempit sehingga memutuskan suplai darah yang normal ke beberapa bagian ditubuh seperti di otak yang menyebabkan kejadian stroke. Makin besar pembuluh darah yang mengalami penyumbatan maka akan makin berat gejala stroke yang akan terjadi karena berarti makin luas area di otak yang tidak mendapat suplai darah yang cukup. Hipertensi biasanya tidak memberikan gejala atau tanda sampai akhirnya mendadak seseorang mengalami serangan jantung atau stroke. Hipertensi dapat secara diam-diam merusak jantung dan pembuluh darah dalam jangka waktu panjang. Untuk menentukan penanganan seseorang dengan hipertensi, mula-mula dokter akan menilai rentangan tekanan darah pada orang tersebut. Kemudian mencari tanda-tanda apakah hipertensi tersebut telah mengakibatkan kerusakan organ-organ seperti jantung, pembuluh darah, ginjal atau mata. Penanganan selanjutnya dengan kombinasi antara perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Perubahan gaya hidup saja dilakukan pertama kali pada orangorang dengan kecendrungan mengalami hipertensi (tekanan darah 120-139/80-89 mmHg) tanpa faktor risiko penyakit jantung, tanpa tanda-tanda adanya kerusakan organ lain. Yang termasuk dalam perubahan gaya hidup yaitu berusaha mempertahankan berat badan yang ideal, rutin berolahraga, me­ ngurangi garam dalam makanan (tidak menambah garam pada makanan yang telah jadi), mengonsumsi diet rendah lemak/tinggi serat, kurangi minuman beralkohol, berhenti merokok, belajar cara mengecek tekanan darah dirumah dan kurangi stres dalam hidup. Kombinasi perubahan gaya hidup dengan obat-obatan dilakukan pada orang-orang yang termasuk hipertensi, dengan adanya faktor risiko penyakit jantung dan adanya bukti kerusakan organ lain. Beberapa tips untuk yang mengalami hipertensi: - Secara rutin mengecek tekanan darah dan mencatatnya - Mengontrol berat badan - Tidak mengonsumsi terlalu banyak garam - Makan makanan yang rendah lemak - Tidak merokok - Minum obat hipertensi secara teratur - Rutin kontrol ke dokter - Pastikan keluarga juga mengecek tekanan darah secara rutin - Rutin berolahraga - Mengurangi stres dengan mengembangkan pikiran positif dalam hidup. Riwayat keluarga dengan kadar kolesterol yang tinggi membuat seseorang berisiko mengalami kadar kolesterol darah yang tinggi. Demikian pula makanan yang dikonsumsi akan meningkatkan risiko tersebut. Mengonsumsi lemak hewani akan lebih meningkatkan kadar kolesterol. Beberapa makanan yang me­ ngandung kolesterol tinggi yaitu telur yama, jeroan dan produk susu. Sebaiknya diet sehari-hari mengandung kolesterol kurang dari 300 mg. Ketidakseimbangan kadar kolesterol dalam darah akan menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah, yang disebut plak. Plak akan menyempitkan pembuluh darah dan memudahkan terjadinya stroke. Sebaiknya melakukann pengecekan kadar kolesterol sejak berusia 20 tahun. Setelah itu sesuai dengan indikasi dari dokter. Total kadar kolesterol normal sebaiknya dibawah angka 200, kadar kolesterol ‘baik’ (HDL) lebih tinggi dari 35 dan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) kurang dari 100 (tergantung riwayat kesehatan sebelumnya), demikian pula kadar trigliserida dibawah 200. Untuk mencapai angka tersebut diperlukan usaha dengan diet, olahraga atau obat-obatan. Jika sudah pernah mengalami stroke sebelumnya, sangatlah penting untuk lebih mengontrol kadar kolesterol demi mencegah serangan stroke berikutnya. Beberapa tips untuk mengurangi lemak dan

kolesterol pada diet sehari-hari: - Gunakan lemak nabati untuk memasak - Pilihlah daging tanpa lemak atau disisihkan lemak yang terlihat pada daging sebelum dimasak - Kurangi porsi daging per hari - Lebih sering mengonsumsi ikan atau daging ayam tanpa kulit dari pada daging sapi/babi - Kurangi mengonsumsi jeroan - Pilih produk susu/keju rendah/tanpa lemak - Mengonsumsi telur dalam seminggu maksimal 3-4 butir - Mengonsumsi daging yang tidak digoreng

Beberapa penyakit jantung dapat menjadi pencetus terjadinya stroke. Pembuluh darah karotis adalah pembuluh darah utama yang membawa darah ke otak, jika terdapat plak disana maka akan terjadi penyempitan dan berisiko untuk terjadinya stroke. Obat-obatan atau operasi akan dapat mengatasi penyempitan tersebut sehingga mengurangi risiko kejadian stroke. Gangguan irama jantung yang biasa disebut atrial fibrilasi merupakan penyebab yang cukup sering pada stroke. Irama jantung yang tidak teratur pada mengakibatkan aliran darah di dalam jantung menjadi tidak beraturan sehingga mempermudah terjadinya gumpalan darah yang dapat sewaktuwaktu terlepas dan menyumbat pembuluh darah yang dilewatinya termasuk diotak sehingga menimbulkan kejadian stroke. Lakukan pengecekan denyut jantung masing-masing dengan meraba denyut nadi di pergelangan tangan anda. Caranya, dengan jari tangan Anda lakukan penekanan pada daerah di bawah jempol, dua jari dari pergelangan tangan, dirasakan denyutannya dan dihitung selama 1 menit. Jika dirasakan denyutannya tidak teratur (jarak antar denyutan tidak sama), sebaiknya berkonsultasi de­ ngan dokter. Jika Anda mengalami atrial fibrilasi, tujuan terapinya adalah mendapatkan denyutan yang teratur dan apabila tidak memungkinkan untuk itu kemungkinan memerlukan obat untuk mengencerkan darah. Serangan jantung dapat terjadi apabila suplai darah ke otot jantung berkurang atau berhenti, 3% dari seseorang dengan serangan jantung akan mengalami stroke. Gangguan pada katup jantung juga akan memudahkan terbentuknya gumpalan darah yang sewaktu-waktu dapat terlepas dan menyumbat pembuluh darah di otak sehingga terjadi stroke. Diabetes dapat menyebabkan stroke melalui beberapa cara. Salah satunya dengan mempermudah terbentuknya plak yang menyempitkan pembuluh darah sehingga akhirnya terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak. Seseorang dengan diabetes juga mempunyai kecendrungan berat badan yang berlebih. Obesitas dapat memicu kejadian hipertensi dan hiperkolesterolemia. Untuk mengontrolnya dengan melakukan monitor kadar gula darah, mengikuti program diet dan berolahraga. Beberapa tips untuk menurunkan berat badan: - Makan 3 kali sehari, untuk mengurangi kebiasaan mengemil makanan tinggi kalori - Mulailah dengan sarapan yang baik tiap pagi, mencegah keingin­ an makan makanan ekstra kalori di sore hari - Kurangi daging yang digoreng, usahakan dikukus/rebus - Rebuslah sayuran - Minum 6-8 gelas per hari, pilih minuman berkalori rendah atau tanpa kalori seperti teh, soda diet, jus buah tanpa gula - Kurangi mengonsumsi daging tiap harinya - Pilihlah makanan ringan yang sehat, rendah lemak (yogurt tanpa lemak, keju tanpa lemak, buah-buahan, sayur-sayuran) - Perhatikan besarnya porsi makanan, biasakan mengurangi Âź dari porsi sebelumnya - Lebih banyak mengonsumsi makanan berserat seperti buahbuahan, sayur-sayuran, biji-bijian - Usahakan membaca petunjuk jumlah kalori di setiap kemasan makanan - Kurangi makanan berlemak (gorengan, keju, dessert, makanan ringan) - Kurangi jumlah mentega/margarin/minyak yang digunakan Âź-1/2 dari biasanya - Istilah ‘rendah lemak’ tidak selalu berarti rendah kalori, sering­ kali produk ‘rendah lemak’ mengandung gula lebih banyak yang berarti kalorinya juga tinggi.

Style

Simpel tetap

Modis

Bagi sebagian besar perempuan, tampil ­menarik dari kepala hingga ujung kaki ­menjadi sebuah kewajiban. Bicara soal fashion tak lengkap tanpa mengungkap alas kaki. Apalagi sandal juga menjadi salah satu fashion item untuk tampil gaya.

B

ahkan, agar kedua kaki tetap bersih dan terlihat menarik, para perempuan tak segan-segan mengoleksi puluhan pasang atau lebih alas kaki untuk menyempurnakan penampilan mereka setiap hari. Salah seorang pengusaha wanita Bali, Ni Nyoman Ayu Upadani, pemilik Candra Collection ini pun memproduksi aneka kerajinan sandal cantik

yang dewasa ini semakin banyak digemari, baik oleh masyarakat lokal maupun konsumen dari luar Bali. Jenis sandal koleksi milik Ayu Upadani antara lain berupa sandal santai model flat, wedges, sandal bali model tri datu, kulit ular, sandal berbahan kain endek hingga sandal jepit, dengan beragam warna. Sandalsandal ini sangat cocok untuk para remaja putri hingga perempuan dewasa. Sandal teplek (flat) dari Candra Collection adalah pilihan yang paling aman , simpel tapi tetap modis. Sedangkan untuk kesan trendi, bisa mengenakan wedges. Sandal model ini dapat menampilkan kesan tubuh jadi terlihat lebih tinggi. Sementara pilihan sandal beraksen kayu dengan material dari kulit maupun sintetis bisa dikenakan untuk menampilkan kesan feminin. Selanjutnya, untuk suasana lebih rileks atau menikmati liburan cukup memadukan busana kasual dengan sandal jepit. Tampilan pun akan terlihat lebih santai dan pastinya merasa nyaman. - Sri Ardhini

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

15


14

Jelita

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

Pernahkah kamu merasa khawatir, takut, bahkan sampai keluar keringat dingin, kerong­kongan kering, ingin buang air kecil sesaat sebelum tampil di depan umum padahal pakaian dan tata rias wajah sudah oke.

B

anyak pakar komunikasi mengatakan benar bah­ wa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam membangun rasa percaya diri, namun akan menjadi lebih baik jika dilengkapi dengan kermampuan publik speaking. Upik Rustiah Manajer Miracle Aesthetric Clinic Cabang Denpasar , juga sangat menyadari bahwa komunikasi yang dominan kita lakukan dalam melakukan tugas sehari-hari adalah bahasa lisan. Memiliki kemampuan public speaking, katanya menjadikan setiap orang mampu tampil lebih percaya diri, baik saat berbicara empat mata maupun di depan umum. Sementara soal rasa takut dikata­ kannya takut atau gelisah tidak perlu, dihilang­kan. Sebab selama kita hidup, selama itu pula rasa takut itu selalu ada. Dengan bekal public speaking pula, katanya kita dapat mengendalikan rasa takut dan menjadikannya daya dorong dan alat kontrol dalam berkomunikasi. “Begitu rasa percaya diri tumbuh, maka kita dengan mudah pula mendeliver pesan maupun berbagai informasi kepada klien atau lawan bicara,” ucap Upik yang selama ini bersama-sama dengan seluruh tim di Miracle Cabang Denpasar berhasil menjalankan tugas pelayanan dengan optimal kepada pelang­ gan Miracle. “Sekalipun penampilan sudah sangat mendukung , jika pesan yang kita sampaikan tidak dipahami orang lain, maka sebagus apapun program yang kita miliki , semua tidak ada gunanya,”lanjutnya. Kemampuan public speaking yang baik akan menjadikan seseorang kelihatan menarik di hadapan orang lain. Semakin baik kita dalam public speaking maka pergaulan pun akan semakin baik pula. Orang akan mengenal dan mengakui kita Apa saja masalah bentuk tubuh kita? Timbunan lemak, love handle, tonjolan perut, muffin top, dll. sulit sekali menyingkirkan lemak yang membandel. Untuk beberapa area tubuh yang memiliki stubborn fat ataupun lemak yang membandel, bisa melakukan olahraga berefek kecil untuk menghilangkannya. CBC Beauty Care merupakan satusatunya klinik di Indonesia yang menawarkan pilihan pengobatan non-bedah baru dengan cara mem­ bekukan lemak. CBC Beauty Care Clinic yang berpusat di Jln. Wijaya 2 No. 119, Jakarta Selatan, mulai menggunakan CoolSculpting pada bulan November 2013. CBC Beauty Care Clinic menjadi pengguna pertama alat ini di Indonesia. Di Amerika, Australia, Hongkong, Singapura, Malaysia dan negara lain­ nya, telah ratusan klinik melakukan perawatan Coolsculpting ini. Sejak itu, mesin telah digunakan konstan dan mengerjakan pasien mendekati 100 Cycle. Dikerjakan oleh tim dokter dan perawat bersertifikasi. Menurut pengakuan para pasien, “Timbunan lemak ini merupakan suatu masalah. Orang tidak selalu ingin diet dan olahraga, dan mereka tidak ingin operasi. Kami melihat hasil yang luar biasa - hasil yang mengagumkan untuk sesuatu yang non-bedah”. Sistem ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard, Amerika. Berawal dari penelitian terhadap beberapa anak-anak yang membentuk lesung pipit karena makan es krim batangan. Cryolipolysis, atau metode menghancurkan sel-sel lemak dengan pembekuan, adalah ide di balik

Pentingnya

Public Speaking

sebagai pribadi yang satu kali lebih unggul dibanding mereka yang tidak pandai public speaking Dengan melatih kemampuan public speaking pula, yakin diri kita bisa tampil penuh percaya diri kapan saja dan dimana saja. Semua keraguan yang meracuni pikiran hilang. Tips Tingkatkan Rasa Percaya Diri Karena memang public speaking atau berbicara di depan umum memerlukan keahlian, latihan dan keberanian. Maka dari pengalamannya selama ini Upik memberikan beberapa tips yang mungkin bisa membantu memperlancar dan meningkatkan rasa percaya diri. Selain pakaian yang tepat juga perlu untuk tersenyum. Tersenyum bukan hanya ketika kita merasa senang, tapi dengan terse­ nyum tidak saja menjadikan merasa lebih baik dan menebarkan perasaan positif. Sebagaimana kekuaan senyum, menatap mata lawan bicara juga di­ pastikan menjadikan mereka meras diperhatikan dan dihormati dan akan memebrikan balasan yang positif. Ini juga bisa membuat meningkatkan rasa percaya diri. Perhatikan juga pakaian dikenakan, hendaknya menyesuaikan dengan tugas yang dijalankan. Jangan pernah merendahkan diri sendiri. Hindari pembicaraan berbau SARA (suku, agama, dan ras) Jangan menyudutkan seseorang dalam percakapan, kare­ na setiap orang tentu ingin dihargai dan dihormati. Menjauhkan pikiran negatif, melakukanafirmasi dalam diri , bahwa apaun tu aktivitas yang akan dilaksankan hari itu , berjalan dengan baik lancar emua akan berjalan dengan baik dan lancar. Terus menumbuhkan pikiran positif. Berpikir positif umumnya dapat menggerakkan adrenalin dalam tubuh serta

dan mengubahnya menjadi rasa percaya diri, selanjutnya bakal mempengaruhi proses berpikir dalam melakukan percakapan atau komunikasi Berbicaralah dengan tenang dan tidak terburu-buru saat melakukan komunikas.i, mamapu membantu orang lain lebih mudah mencerna apa yang akan kita ungkapkan atau sampikan. Dan, yang terakhir sebagai orang timur yang meyakini ada­ nya Tuhan. Jangan lupa mengucapkan doa setiap kali bertemu orang lain dan akan menjalin komunikasi. – Sri Ardhini

COOLSCULPTING SLIMMING CENTER (CBC)

TERBARU di INDONESIA, Kini Hadir di Bali: Cara Non Invasif Menghilangkan Lemak Keras & Membandel

Soft opening CBC yang berlokasi di Lippo Mall Sunset Road #GF 15 Badung-Bali, Minggu (2/8) dihadiri pihak manajemen CBC dan Coolsculpting

CoolSculpting yang telah mendapatkan izin resmi dari FDA (Food and Drug Administration). Dokter dan perawat melakukan free assessment untuk melihat kebutu­ han berapa area yang harus dikerjakan untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Kemudian dilanjutkan dengan para per­ awat yang melakukan prosedurnya dia­ wasi oleh dokter. Proses Coolsculpting membutuhkan waktu satu jam untuk masing-masing area yang dikerjakan. Nozel alat kemudian diletakkan pada area yang akan dikerjakan, dan secara otomatis area tersebut tersedot dalam nozel dengan rapatnya sam­

pai tidak ada udara luar yang masuk, mencubit kulit berlebih, yang dibuat ke dalam perangkat melalui ruang hampa. Piring pembekuan khusus (Special Freezing Plate) di dalam nozel yang mendinginkan lemak di bawah kulit yang mengakibatkan sel-sel lemak membeku tanpa merusak kulit. Kemudian, pasien dapat menonton televisi, tidur siang, memeriksa email ataupun membaca buku selama prose­ dur, dan kemudian kembali ke aktivitas normal. Pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan pada saat nozel menghisap meraih kulit. Setelah 10 me­

nit, wilayah ini mati rasa. Di area perut, setelah Coolsculpting rasa kenas dapat dirasakan selama tiga sampai empat minggu. Dari mulai dikerjakan, sel-sel mati perlahan-lahan dan secara alami dieliminasi dari tubuh sampai 3 bulan ke depan. Para tim ahli merekomendasikan pengobatan kedua setelah 3 bulan untuk hasil terbaik. Namun beberapa pasien sudah sangat puas setelah perawatan pertama, sehingga untuk perawatan berikutnya pasien ingin melakukannya di area yang lain. CoolSculpting dapat digunakan di area lengan, perut, love handles, bra line, paha bagian dalam, dan yang sekarang banyak bermasalah - payudara laki-laki. Ini menargetkan lemak-lemak yang sulit dihilangkan melalui olahraga, sehingga teknologi ini sangat cocok untuk orang yang menginginkan bentuk tubuh ideal sesuai dengan berat badan. Pada area yang telah melakukan perawatan CoolSculpting, sel-sel lemak

mati. Karena sel lemak yang telah mati secara merata, maka lemak tidak akan membentuk di area yang sama. Apakah perbedaan Coolsculpting dengan Sedot Lemak? Prosedur Ini tidak melibatkan jarum, operasi, atau downtime. Karena prosedur CoolSculpting adalah non-invasif, pasien dapat melanjutkan kegiatan sehari-hari termasuk pekerjaan dan olahraga, segera setelah perawatan. Tidak ada efek samping, bisa untuk berbagai umur dengan kondisi apapun kecuali hamil dan menyusui. Bahkan para wanita yang sudah menopause pun melihat hasil yang signifikan dari proses Coolsculpting ini. Te s t i m o n i a l p a r a p a s i e n : “ Coolsculpting fabulous! Tonjolan lemak di perut belakang bisa hilang dalam waktu 1 bulan,” Bertrand Antolin, artis. “Lekuk tubuh saya bisa terlihat terben­ tuk dalam waktu 2 minggu,” Sari Pra­ mono, Pengusaha. “Bagi para pria yang suka olahraga, masalah utama adalah perut bawah dan sam­ping, walau sudah lari 5 km per hari, saya perlu melakukan Coolsculpting agar cepat terbentuk 6pack,” Hendra Nugraga, VP Celebrity Fit­ ness. “Lingkar saya mengecil 10 cm dalam waktu 1,5 bulan dengan Coolsculpt­ ing,” Emmy Sumangkut, Pe­ngusaha. –ten

CBC Coolsculpting Slimming Center

Lippo Mall Sunset Road #GF 15 Badung. Bali Phone: +62-82187677960; Contact Person: Ayu +62-896-6748-3803 www.cbcbeautycare.com

Mitos

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

“Belum 5 Menit”

Bakteri tidak bisa dilihat secara kasat mata dan ada dimana-mana. Dengan segala macam aktivitas manusia yang selalu berhubungan dengan benda (benda yang kita sentuh) atau memakai fasilitas umum, sangat sulit untuk benar-benar bisa terhindar dari bakteri. Vice President, Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria,Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., yang juga adalah doktor Mikrobiologi Terapan, dan Peneliti Keamanan Pangan/Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana ini memberi penjelasan. Berikut ulasannya terkait beberapa mitos yang akrab di masyarakat. Mitos: Toilet duduk membawa penyakit karena menempel banyak bakteri Fakta: Ternyata toilet duduk membawa sedemikian banyak bak­ teri. Data ilmiah menunjukkan bahwa pada kloset ditemukan berbagai bakteri yang berasal dari saluran pencernaan seperi E-coli, bacte­ roides, clostridum, streptococcus, staphyloccusserta bakteri saluran kencing seperti Lactobacillus. Studi lain juga membuktikan adanya E-coli patogen penyebab penyakit dan virus pada toilet duduk. Sehingga, bakteri patogen kemungkian dapat menyeba­ ban penyakit akibat kontak pada saat duduk di toilet. Clamidia, penyebab penyakit menular seksual (PMS), juga ditemukan pada toliet duduk, tetapi tidak pernah dilaporkan terjadi PMS melalui toilet. Beberapa bakteri dan virus bahkan dapat bertahan pada toilet duduk selama 42 hari. Sehingga, toilet duduk, khususnya pada fasilitas publik, berpotensi menyebabkan penyakit sehingga penting dijaga kebersihan dan sanitasinya. Mitos : “Belum 5 menit”. Ma­ kanan yang jatuh masih aman dima­ kan kembali sebelum 5 menit Fakta: Ungkapan tersebut ser­ ing kita dengar di masyarakat ketika

mereka menjatuhkan makanan dan secepatnya mengambilnya kembali untuk dimakan. Namun sesungguh­ nya, cepat lambatnya makanan men­ jadi rusak karena bakteri tergantung jumlah dan waktu yang diperlukan oleh bakteri untuk membelah diri. Bakteri E-coli membelah diri set­ elah 17-20 menit, bakteri lain dapat 30 menit bahkan lebih tergantung faktor lingkungan. Tetapi, manakala makanan tercemar bakteri patogen, walau jumlahnya sedikit, dimakan dan masuk ke dalam perut, maka sel bakteri akan membelah di dalam perut sehingga kita keracunan. Ada berbagai tipe keracunan, dari diare sampai keracunan akibat racun bak­ teri seperti botulinin, staphylococcal toxin, yang dapat menyebabkan diare ringan, diare berdarah, sampai kematian. Dengan demikian, jika makanan terjatuh, walau belum 5 menit, dapat menyebabkan keracu­ nan apabila tercemar oleh bakteri patogen. Sehingga, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang telah jatuh karena berisiko tercemar bak­ teri patogen. Bagi para penjamah (foodhandler) harus menjaga keber­ sihan lingkungan dan personal higiene yang baik seperti mencuci tangan agar makanan yang disajikan aman dan sehat.

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Sex Toys “Dok, saya ingin bertanya tentang sex toys. Bulan lalu, teman saya tanpa sepengetahuan suami saya menghadiahkan saya vibrator buat hadiah ulang tahun saya. Tujuannya sih untuk lucu-lucuan saja, tetapi saya jadi ingin tahu dan malah sempat menggunakannya saat suami sedang tugas keluar negeri. Saya sangat menikmati alat ini. Apakah vibrator kalau digunakan terus akan menjadi berbahaya dok?” (Rika, 28 thn)

M

anusia adalah juga makhluk seksual. Itu artinya manusia memiliki dorongan seksual dan selalu berupaya mencapai kepuasan seksual untuk kesenangan maupun keba­ hagiaan. Dorongan seksual dan keinginan diri melepaskan hasrat seksual dapat menjadi alasan seseorang untuk melaku­ kan eksplorasi seksual, termasuk dengan menggunakan alat bantu seks. Seiring dengan pengaruh keterbukaan media dan keberadaan internet, satu dekade ter­ akhir semakin banyak informasi tersedia tentang berbagai jenis alat bantu seks. Yang paling populer adalah alat bantu yang menyerupai kelamin laki-laki yang

disebut dildo, atau yang dapat bergetar secara elektrik yang disebut vibrator yang ditujukan buat perempuan. Juga alat bantu seks untuk laki-laki yang me­ nyerupai alat kelamin perempuan yang bisa bergetar yang disebut vaginator, hingga boneka perempuan, atau sex doll. Akibatnya makin banyak yang tahu dan menggunakannya. Semua ini memang populer dengan istilah sex toys. Sebenarnya siapa saja bisa me­ makainya, selama menggunakannya dengan bertanggung jawab dan mem­ perhatikan kebersihan alat. Gunakan seperlunya saja, di saat diperlukan. Jadi, alat bantu seks boleh-boleh saja diguna­

Mitos : Sabun anti-bakteri adalah cara terbaik untuk terlindungi dari kuman Fakta: Sabun pada awalnya dipakai sebagai salah satu bahan pembersih karena sifatnya yang dapat mengurangi pelekatan kotoran, bak­ teri patogen dan dapat melarutkan lemak dan minyak. Tetapi, efektifitas antimikrobial sabun terhadap bakteri dan kuman lainnya tidak cukup untuk membunuh kuman sampai pada level yang aman, sehingga perlu dilanjutkan dengan menggunakan antiseptik/des­ infektan. Pada praktiknya, sabun yang banyak beredar di pasaran sudah banyak ditambahkan zat antiseptik. Sabun dengan antiseptik dapat diper­ gunakan secara simultan pada saat mencuci tangan.Beberapa jenis sabun antiseptik telah terbukti efektif dapat membunuh bakteri patogen penghuni kulit dan tangan seperti Staphyloccus aureus, penyebab keracunan pangan, serta bakteri E-coli penyebab diare. Sehingga untuk melindungi diri dari infeksi bakteri patogen dapat di­ lakukan dengan cara mencuci tangan dengan sabun antiseptik.

virus tersebut kepada 7 objek yang disentuh berikutnya. Tangan kita yang banyak menyentuh benda benda lain adalah rute penularan kuman patogen. Sehingga pedagang makanan yang merangkap fungsi sebagai penyaji sekaligus kasir, sangat potensial menambah beban mik­ roba pada uang. Dengan demikian, walaupun sulit ditemukan uang yang steril, khusus bagi penjual makanan hendaknya mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan fungsi kasir, atau hindari rangkap jabatan kasir dan penyaji/penjamu makanan. Mitos: Kumur-kumur pakai minyak kelapa, bisa hi­ langkan bakteri dan plak gigi Fakta: Mu­ lut adalah tem­ pat pertama di mana makanan dihancurkan se­ cara mekanis dan sedikit enzimatis, sehingga mulut adalah habitat yang ideal bagi lebih dari 350 jenis bakteri rongga mu­ lut. Ber­ bagai

11

jenis bakteri terdapat pada rongga mulut dan gigi seperti Lactobacillus salivarius dan Streptococcus mutans, bakteri produser asam laktat meng­ gunakan sisa gula dan karbohidrat/ pati yang kita konsumsi di mulut. Beberapa bakteri bersifat karioge­ nik, penyebab karies, khususnya Streptococcus mutans. Bakteri ini, berkontribusi dalam pembentukan karang gigi yang tersusun dari ba­ han organik: polisakarida, protein, glikoprotein dan lemak serta bahan anorganik seperti Ca, F, Na, K dan F. Membersihkan mulut dengan cara berkumur menggunakan minyak kelapa, bukanlah cara yang tepat untuk menjaga kesehatan rongga mulut, karena minyak kelapa (yang komponen utamanya adalah asam oleat, palmitat, stearat dan asam lemak lainnya) tidak dapat melarutkan komponen plak gigi serta tidak menunjukkan sifat antimikrobial yang kuat. Seh­ ingga, menggosok gigi dengan teratur setelah makan masih dipandang sebagai cara optimal untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut dan gigi. –Inten Indrawati

Mitos : Uang banyak mengand­ ung bakteri Fakta : Selain makanan yang kita makan, ternyata uang juga sebagai media penyebaran kuman penyakit. Studi ilmiah menunjuk­ kan bahwa pada uang ditemukan lebih dari 3.000 kuman pathogen penyebab penyakit. Sehingga, uang adalah perantara kuman patogen. Beberapa mikroba dapat bertahan pada permukaan uang yang kering. Salmonella, bakteri patogen pada telur ayam, tahan berhari-hari pada lingkungan kering. Virus pada permu­ kaan benda terbukti dapat ditularkan sebanyak tujuh kali secara berurutan. Kalau uang kertas/koin mengandung virus dan disentuh seseorang, maka orang tersebut dapat menularkan

kan bagi mereka yang tidak sedang punya pasangan seksual, atau memang memu­ tuskan tidak menikah atas alasan tertentu tetapi tetap ingin menikmati kebutuhan seksualnya. Atau seperti dalam kasus ini, seorang istri yang karena suaminya pergi bertugas dan berpisah sementara dari istrinya. Suami dengan profesi sebagai pe­ laut misalnya, atau suami tugas beberapa bulan di luar kota atau luar negeri, tentu saja dalam keadaan seperti ini, alat bantu seks bisa jadi solusi kebutuhan seksual­ nya, daripada muncul keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan orang lain atau pekerja seks. Menggunakan alat bantu seks yang sesuai tentu akan menjadi lebih aman. Bebas dari infeksi menular seksual. Bebas risiko kehamilan tidak diinginkan. Karena jika berganti pasangan seksual yang dipilih, tentu saja akan memun­ culkan masalah, dalam norma dan budaya yang masih kita anut ini juga belum bisa diterima, dari segi nilai-nilai moral mungkin akan dipermasalahkan orang lain, dan bisa jadi mempengaruhi pandangan orang terhadap citra diri kita. Dengan semakin terbukanya media masa menyampaikan informasi tentang kehidupan seksual dan bagaimana me­ nikmatinya demi kebugaran, banyak orang yang tidak memiliki pasangan seksual merasakan punya solusi un­ tuk menikmati kehidupan seksualnya, merasa diri masih boleh menikmati seks. Dengan alat bantu seks akan ada sebuah pilihan, tanpa harus mencari orang lain atau pekerja seks yang bisa mengundang risiko infeksi menular seksual, salah satu­ nya HIV AIDS. Apakah menggunakan alat bantu seks itu berbahaya? Selama tidak meng­

gunakan alat bantu seks yang kotor atau yang bisa membuat luka, sesungguhnya menggunakan alat bantu seks tidak ada pengaruh negatif bagi kesehatan. Bahkan secara psikis penggunaan perangkat alat bantu seksual juga dapat membuat sese­ orang merasa aman dan nyaman karena risiko infeksi menular seksual dari peng­ gunaan alat bantu seks tidak ada. Alat bantu seks juga dapat digunakan secara secara ilmiah untuk terapi kasus tertentu, tentu saja alat bantu yang memenuhi syarat medis, bersih, secara bentuk mirip dengan ukuran kelamin sesungguhnya dan tidak berisiko fisik karena ada aliran listrik yang berbahaya atau yang bisa mengakibatkan luka atau lecet. Alat bantu seks seperti ini bisa direkomendasikan pada perempuan yang mengalami kegagalan mencapai orgasme, khususnya kegagalan orgasme yang disebabkan gangguan seksual justru pada pihak suaminya. Salah satu cara latihan yang dapat dilakukan pada kasus ini adalah sebuah sex therapy berupa program masturbasi terarah. Alat bantu seks juga bisa digunakan oleh perempuan yang mengalami menopause dengan tambahan menggunakan gel lubrikan yang direkomendasikan dokter untuk menikmati kehidupan seksual pascamenopause. Alat bantu seksual juga bisa saja digunakan bersama pasangan, untuk variasi dalam hubungan seksual. Silakan terbuka dengan pasangan, itu jauh lebih baik. Jadikanlah penggunaan alat bantu seks juga bagian dari hubungan sek­ sual, buat variasi seksual. Gunakan pada saat foreplay atau pemanasan menuju hubung­an seksual untuk memaksimalkan rangsangan seksual, karena rangsangan

seksual yang maksimal akan membawa hubungan seksual kepada kepuasan maksimal bersama pula. Seorang suami juga bisa membantu menggunakan dildo atau vibtaror buat istrinya misalnya dalam keadaan suami kondisi dimana suami leb­ ih cepat mencapai orgasme dan ejakulasi, sementara istri masih belum mencapai orgasmenya. Jadi gunakan alat bantu buat membantu istri mencapai orgasmenya, itu juga bisa dilakukan, tentu saja dengan disepakati dan dinikmati bersama. Jadikan penggunaan alat bantu seks untuk kebutuhan membantu kehar­ monisan seksual bersama, karena justru penggunaannya yang tepat waktu dan disetujui bersama akan menghindari ke­ inginan akan perselingkuhan, misalnya. Buatlah hal-hal seperti ini justru untuk membangun keharmonisan bersama. Dan yang perlu dicatat juga, karena sesungguhnya alat bantu seks tetaplah tidak bisa menggantikan hubungan seksual yang sesungguhnya, kepuasan seksual akan tercapai dari kehangatan yang dimunculkan oleh pasangan yang dilanjutkan dengan kemesraan seksual yang dinikmati bersama. Tentu saja alat bantu seks tidak akan bisa meng­ gantikan sentuhan, rabaan, ciuman dan kehangatan tubuh dari pasangan. Jadi gunakanlah alat bantu seks seperlunya. Diskusikan dengan terbuka peng­ gunaannya dengan pasangan, jangan sembunyi-sembunyi menggunakannya karena akan memunculkan persepsi salah dan dugaan ketidak percayaan seksual pada pasangan. Serta satu lagi, bila ada keluhan seksual dan merasa perlu menggunakan alat bantu seks, ja­ ngan lupa berkonsultasi dengan dokter yang paham kesehatan seksual.


Kuliner Dari Thai Manggo Salad sampai Mongolia Beef Segarnya Ginger Jelly Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

12

Menikmati Chinesse food dengan suasana Tiong­ kok dan perpaduan Western, bisa Anda coba di Happy Chappy Bar & Restaurant Seminyak. Walaupun dekorasi restoran dominasi Tiongkok, Anda bisa juga menikmati makanan Asia maupun Western ini. Di samping itu, ada bar yang dibuka khusus bagi yang suka menikmati live music dan suasana malam di Seminyak.

S

aat masuk, sudah kental aura Tiong­ kok. Mulai dari bangunan khas Tiongkok, dan pernak-pernik hiasan dindingnya. Kursi-kursi sudah tertata dengan jamuan makan ala Tiongkok, lengkap dengan sumpitnya. Menurut Happy Samboh, perwakilan owner yang juga Marcom Happy Chappy Bar & Restaurant Seminyak, awalnya restoran ini hadir untuk memberikan satu pilihan restoran di Seminyak kepada ekspatriat. Ternyata, sejak dibuka bulan Mei, justru konsumen lokal yang banyak datang. “Ada tamu dari Jakarta, Surabaya, dan orang lokal Bali juga banyak yang suka makan di sini,” kata Happy Samboh.

Menurut Happy, banyaknya konsumen lokal yang datang dikarenakan harga sangat terjangkau, selain banyak makanan spesial yang disajikan di restoran ini. Saat duduk, Tokoh langsung disuguhkan welcome drink teh olong yang rasanya agak p a h i t . Ke m u d i a n , a d a b e berapa hidangan spesial yang ditampilkan di meja. Mulai dari makanan pembuka, Thai Manggo Salad. Sesuai namanya, salad ini terbuat dari parutan buah mangga yang dicampur dengan tauge, daun selada, kubis, bawang merah, lombok merah besar, daun ketumbar, dan ikan teri. Untuk sausnya menggunakan Thai saus. Rasa­ nya perpaduan pedas dan asam. Tujuannya, untuk meng-

gugah selera makan menuju makanan berikutnya. Menurut Executive Chef Suratno, biasanya Thai Manggo Salad menggunakan daging sapi. Kreasi dari Happy Chappy Bar & Restaurant Seminyak ini, menggunakan ikan teri. Jadi terasa lebih segar, rasa pedas dan asamnya, dicampur dengan ikan teri yang asin. Setelah makan salad, enaknya mencoba Hot and Sour Soup Sea food . Sup panas ini terbuat dari jamur shitake, rebung muda, perut ikan, tahu, dan seafood. “ Yang spesial, karena kami membuat tahu sendiri. Rasa

tahu lebih empuk dan lembut,” ujar Executive Sous Chef Sonny menambahkan. Menurut chef Suratno, selain tahu buatan sendiri, ada tam­ bah­an perut ikan yang berkhasiat melenturkan organ tubuh atau melancarkan peredaran darah. Bagi yang sedang flu, sangat cocok sekali makan sup ini. Rasa sup ini komplit, asam, pedas, asin, dan manis. Untuk makanan utama, ada Mongolia Beef. Bahan utamanya

daging sapi jenis tenderloin, dengan saus spesial ada campuran merica hitamnya. Jadi sangat hangat dan bagus untuk vitalitas. “Dingin-dingin cocoknya makan Mongolia Beef, sekaligus menghangatkan badan. Menu ini juga paling ba­ nyak di-request konsumen,” kata chef Suratno. Makanan utama lain, ada Lomein Noodles. Menu ini, sajian mi goreng dengan tambahan beberapa sayuran seperti kucai, tauge, dan seafood. Seperti biasa, makan tanpa sambal tentu tak sedap. Makan­ an utama ini bisa dimakan de­ ngan tambahan sambal cabai kering dan sambal XO tanpa MSG. Bagi yang suka pedas, bisa pilih sambal cabai kering. Happy menambahkan, semua makanan di restoran ini sangat fresh, karena memang sengaja disiapkan khusus pada hari itu. Jam buka restoran di Jalan Beraban, Seminyak ini, mulai pukul 11.00 s.d. 14.30. kemudian buka lagi, 18.00 s.d. 22.30. “Tujuan off beberapa jam, agar kami bisa menyiapkan semua bahan dalam kondisi ­segar,” kata Happy. –Wirati Astiti

Minuman jahe sudah terkenal sangat bagus untuk menjaga kese­hatan. Selain dibuat wedang jahe, rimpang jahe bisa diolah menjadi minuman dingin yang sangat spesial, Ginger Jelly Lemon Sorbie.

M

inuman saji­ an dari Happy Chappy Bar & Restaurant Semi­ nyak ini, sangat istimewa karena perpaduan jahe yang sudah diolah menjadi jelly dan sirup lemon. Menurut Harri, supervisor di restoran ini, keistimewaan minum­an ini terletak pada jahe

yang diolah menjadi jelly. “Inilah kreasi minuman dari restoran kami. Sangat spesial dan tentu saja sehat dan segar. Apalagi, dinikmati setelah makanan utama, sangat tepat sekali,” kata Harri. Menurutnya, belum ada restoran yang menyajikan makanan penutup ginger jelly ini. Sebagai bahan utama, jahe

diolah terlebih dahulu menjadi jelly. Ia mengatakan, semua proses pembuatan ginger jelly dilakukan fresh home made. Cara menyajikan di gelas, tuang lemon sorbie paling bawah, beri sedikit es batu, kemudian tata ginger jelly. Paling atas beri hiasan dari parutan jahe yang sudah dicampur dengan sirup gula. Hiasan ini mirip dengan permen jahe yang memberi rasa pedas manis di minuman ini. Sedangkan, lemon sorbie memberikan rasa asam manis. Ginger Jelly Lemon Sorbie, siap disajikan. Menurut Harri, minuman ini menjadi makanan penutup favorit yang paling dicari konsumen. Saat

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

13

Ginger jahe

Tokoh mencoba minuman ini, rasanya benar-benar pas. Saat diminum dingin, tapi di kerongko­ ngan hangat. Pantas saja menjadi

favorit konsumen. Apalagi, ada parutan jahe di atasnya, minuman dingin ini benar-benar sangat menyegarkan. –Wirati Astiti

Kreasi Es Teh dan Buah Segar

Camomile Strawberry Ice Tea

Red Dragon

Jika Anda ingin bersantai, Anda bisa juga mencoba Camomile Strawberry Ice Tea atau Red Dragon. Dua kreasi sirup ini sebenarnya sangat sederhana. Menurut Harri, dua minuman ini campuran beberapa jenis teh spesial dengan buah segar. “Ada teh khusus yang dicampurkan dengan stroberi dan buah naga. Untuk rasa manis, kami tambahkan sirup spesial dari Perancis. Sebagai pemanis minuman, saya beri daun mint agar

lebih segar,” kata Harri. Harri menjelaskan, proses pembuatan minuman ini, stroberi atau buah naga dipotong-potong. Ada juga sebagian dihancurkan. Kemudian ditata di gelas saji. Dituangkan teh dan sirup spesial dari Perancis. Beri es batu dan hiasan daun mint. Sangat simpel. Namun, rasanya sangat menyegarkan. Sangat cocok menikmati minuman ini sembari bercengkrama dengan keluarga. –Wirati Astiti

Bebek Lada Hitam

Thai manggo salad

Mongolia beef

Sarwan

Bakpao Isi Peking Duck Satu sajian menu ala Tiongkok adalah dim sum. Makanan ini paling favorit di Hongkong. Aneka makanan dibentuk kecil tersaji baik dikukus maupun digoreng. Dim sum disajikan dalam satu wadah terbuat dari bambu dan sering dijadikan camilan sembari bercengkrama bersama keluarga. Happy Chappy Bar & Restaurant juga menyajikan dimsum. Mulai dari dim sum dalam porsi kecil, ataupun big platter. Satu paket big platter terdiri dari 4 siomay ayam, 4 hakao udang, 4 panko udang, 4 dumpling daging babi, dan 3 bakpao isi peking duck.

Dim sum big platter

Chinesse Food

ati Nikm Hanya di... Chef Sonny dan Happy di dalam bar

Dari aneka dim sum ini tentu yang paling spesial bakpao isi peking duck. Biasanya, kita mengenal isian bakpao dari daging ayam atau daging babi. Namun, bakpao ini isiannya peking duck yang biasanya diolah menjadi bebek panggang. Peking duck roasted menjadi hidangan spesial yang berkelas. Kadang disajikan satu ekor utuh atau dipotong tipis. Perpaduan bakpao dengan isian ini tentu membuat dim sum ini menjadi makanan yang lebih berkelas dan tentu saja enak. Selain rotinya yang empuk, rasa isinya juga pas. Executive Sous Chef Sonny mengatakan, semua dim sum ini dibuat dengan fresh home made. Bagi Anda yang ingin mencari suasana baru menikmati makan di luar Kota Denpasar, restoran ini bisa dijadikan pilihan. Selamat mencoba. –Wirati Astiti

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai Gratis makan & minum

bagi pelanggan yang mengajak 5 orang teman/ kerabat.

Nasi Goreng Bali

eriah Murah Msih & Ber

Berlaku mulai tanggal 1 s.d. 31 Agustus 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: 200 gr : cincau hitam, potong dadu 500 ml : santan kental 2 lembar : daun pandan ikat simpul 250 ml : sirup merah siap pakai Garam secukupnya Susu kental manis secukupnya Es serut secukupnya

Es Cincau Hitam

Cara membuat : - Rebus santan dan daun pandan, aduk-aduk, masak dengan api kecil. Aduk-aduk perlahan agar santan tidak pecah dan mendidih, tiriskan. - Masukkan irisan cincau dalam rebusan santan, siapkan gelas saji, lalu masukkan campuran cincau, serutan es batu, siram atasnya serutan es dengan sirup merah dan susu kental manis putih, siap disajikan.

Tumis Sawi Putih Saus Tiram Bahan: 250 gr : sawi putih, cuci bersih, potong-potong menurut selera 150 gr : wortel, potong serong

5 butir : bakso ikan, potong menjadi 4 bagian 75 gr : udang, kupas, buang kulitnya 1 buah : bawang bombay sedang, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 buah : cabe merah, iris serong 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 3 sdm : saus tiram 2 sdm : saus raja rasa 1 butir : kaldu blok

70 ml : air 1 sdt : lada bubuk Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Panaskan minyak, tumis irisan bawang bombay, jahe, lengkuas hingga harum, lalu masukkan cabe, wortel dan udang, adukaduk hingga layu dan dan agak matang. - Masukkan irisan sawi, irisan bakso ikan, aduk-aduk hingga tercampur, lalu masukkan saus tiram, air dan saus raja rasa, lada, dan sisa bahan-bahan lainnya, aduk-aduk hingga tercampur merata dan masak hingga matang. Siap disajikan.

Bahan: 750 gr : bebek, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 1 buah : bawang bombay sedang, cincang kasar 3 buah : bawang merah, iris-iris menurut selera 10 buah : cabe rawit, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 3 buah : cabe besar hijau, iris menurut selera 1 sdt : lada hitam bubuk 2 sdm : saus tiram 2 sdm : kecap manis 400 ml : air 1 sdm : parutan jahe Gula, garam, kaldu bubuk, air secukupnya

Cara membuat: - Campur air jeruk nipis dan parutan jahe serta garam jadi satu, lumurkan ke irisan bebek, diamkan selama 10 menit, sisihkan. - Tumis irisan bawang putih, bawang bombay, cabe rawit hijau, cabe besar hijau hingga harum, masukkan potongan bebek, aduk-aduk hingga bebek berubah warna, lalu masukkan saus tiram, kecap manis dan air, rebuslah hingga mendidih, kemudian masukkan lada bubuk, garam, gula dan kaldu bubuk hingga matang dan daging bebek menjadi empuk serta air susut dan kering, tiriskan. Siap disajikan.


Kuliner Dari Thai Manggo Salad sampai Mongolia Beef Segarnya Ginger Jelly Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

12

Menikmati Chinesse food dengan suasana Tiong­ kok dan perpaduan Western, bisa Anda coba di Happy Chappy Bar & Restaurant Seminyak. Walaupun dekorasi restoran dominasi Tiongkok, Anda bisa juga menikmati makanan Asia maupun Western ini. Di samping itu, ada bar yang dibuka khusus bagi yang suka menikmati live music dan suasana malam di Seminyak.

S

aat masuk, sudah kental aura Tiong­ kok. Mulai dari bangunan khas Tiongkok, dan pernak-pernik hiasan dindingnya. Kursi-kursi sudah tertata dengan jamuan makan ala Tiongkok, lengkap dengan sumpitnya. Menurut Happy Samboh, perwakilan owner yang juga Marcom Happy Chappy Bar & Restaurant Seminyak, awalnya restoran ini hadir untuk memberikan satu pilihan restoran di Seminyak kepada ekspatriat. Ternyata, sejak dibuka bulan Mei, justru konsumen lokal yang banyak datang. “Ada tamu dari Jakarta, Surabaya, dan orang lokal Bali juga banyak yang suka makan di sini,” kata Happy Samboh.

Menurut Happy, banyaknya konsumen lokal yang datang dikarenakan harga sangat terjangkau, selain banyak makanan spesial yang disajikan di restoran ini. Saat duduk, Tokoh langsung disuguhkan welcome drink teh olong yang rasanya agak p a h i t . Ke m u d i a n , a d a b e berapa hidangan spesial yang ditampilkan di meja. Mulai dari makanan pembuka, Thai Manggo Salad. Sesuai namanya, salad ini terbuat dari parutan buah mangga yang dicampur dengan tauge, daun selada, kubis, bawang merah, lombok merah besar, daun ketumbar, dan ikan teri. Untuk sausnya menggunakan Thai saus. Rasa­ nya perpaduan pedas dan asam. Tujuannya, untuk meng-

gugah selera makan menuju makanan berikutnya. Menurut Executive Chef Suratno, biasanya Thai Manggo Salad menggunakan daging sapi. Kreasi dari Happy Chappy Bar & Restaurant Seminyak ini, menggunakan ikan teri. Jadi terasa lebih segar, rasa pedas dan asamnya, dicampur dengan ikan teri yang asin. Setelah makan salad, enaknya mencoba Hot and Sour Soup Sea food . Sup panas ini terbuat dari jamur shitake, rebung muda, perut ikan, tahu, dan seafood. “ Yang spesial, karena kami membuat tahu sendiri. Rasa

tahu lebih empuk dan lembut,” ujar Executive Sous Chef Sonny menambahkan. Menurut chef Suratno, selain tahu buatan sendiri, ada tam­ bah­an perut ikan yang berkhasiat melenturkan organ tubuh atau melancarkan peredaran darah. Bagi yang sedang flu, sangat cocok sekali makan sup ini. Rasa sup ini komplit, asam, pedas, asin, dan manis. Untuk makanan utama, ada Mongolia Beef. Bahan utamanya

daging sapi jenis tenderloin, dengan saus spesial ada campuran merica hitamnya. Jadi sangat hangat dan bagus untuk vitalitas. “Dingin-dingin cocoknya makan Mongolia Beef, sekaligus menghangatkan badan. Menu ini juga paling ba­ nyak di-request konsumen,” kata chef Suratno. Makanan utama lain, ada Lomein Noodles. Menu ini, sajian mi goreng dengan tambahan beberapa sayuran seperti kucai, tauge, dan seafood. Seperti biasa, makan tanpa sambal tentu tak sedap. Makan­ an utama ini bisa dimakan de­ ngan tambahan sambal cabai kering dan sambal XO tanpa MSG. Bagi yang suka pedas, bisa pilih sambal cabai kering. Happy menambahkan, semua makanan di restoran ini sangat fresh, karena memang sengaja disiapkan khusus pada hari itu. Jam buka restoran di Jalan Beraban, Seminyak ini, mulai pukul 11.00 s.d. 14.30. kemudian buka lagi, 18.00 s.d. 22.30. “Tujuan off beberapa jam, agar kami bisa menyiapkan semua bahan dalam kondisi ­segar,” kata Happy. –Wirati Astiti

Minuman jahe sudah terkenal sangat bagus untuk menjaga kese­hatan. Selain dibuat wedang jahe, rimpang jahe bisa diolah menjadi minuman dingin yang sangat spesial, Ginger Jelly Lemon Sorbie.

M

inuman saji­ an dari Happy Chappy Bar & Restaurant Semi­ nyak ini, sangat istimewa karena perpaduan jahe yang sudah diolah menjadi jelly dan sirup lemon. Menurut Harri, supervisor di restoran ini, keistimewaan minum­an ini terletak pada jahe

yang diolah menjadi jelly. “Inilah kreasi minuman dari restoran kami. Sangat spesial dan tentu saja sehat dan segar. Apalagi, dinikmati setelah makanan utama, sangat tepat sekali,” kata Harri. Menurutnya, belum ada restoran yang menyajikan makanan penutup ginger jelly ini. Sebagai bahan utama, jahe

diolah terlebih dahulu menjadi jelly. Ia mengatakan, semua proses pembuatan ginger jelly dilakukan fresh home made. Cara menyajikan di gelas, tuang lemon sorbie paling bawah, beri sedikit es batu, kemudian tata ginger jelly. Paling atas beri hiasan dari parutan jahe yang sudah dicampur dengan sirup gula. Hiasan ini mirip dengan permen jahe yang memberi rasa pedas manis di minuman ini. Sedangkan, lemon sorbie memberikan rasa asam manis. Ginger Jelly Lemon Sorbie, siap disajikan. Menurut Harri, minuman ini menjadi makanan penutup favorit yang paling dicari konsumen. Saat

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

13

Ginger jahe

Tokoh mencoba minuman ini, rasanya benar-benar pas. Saat diminum dingin, tapi di kerongko­ ngan hangat. Pantas saja menjadi

favorit konsumen. Apalagi, ada parutan jahe di atasnya, minuman dingin ini benar-benar sangat menyegarkan. –Wirati Astiti

Kreasi Es Teh dan Buah Segar

Camomile Strawberry Ice Tea

Red Dragon

Jika Anda ingin bersantai, Anda bisa juga mencoba Camomile Strawberry Ice Tea atau Red Dragon. Dua kreasi sirup ini sebenarnya sangat sederhana. Menurut Harri, dua minuman ini campuran beberapa jenis teh spesial dengan buah segar. “Ada teh khusus yang dicampurkan dengan stroberi dan buah naga. Untuk rasa manis, kami tambahkan sirup spesial dari Perancis. Sebagai pemanis minuman, saya beri daun mint agar

lebih segar,” kata Harri. Harri menjelaskan, proses pembuatan minuman ini, stroberi atau buah naga dipotong-potong. Ada juga sebagian dihancurkan. Kemudian ditata di gelas saji. Dituangkan teh dan sirup spesial dari Perancis. Beri es batu dan hiasan daun mint. Sangat simpel. Namun, rasanya sangat menyegarkan. Sangat cocok menikmati minuman ini sembari bercengkrama dengan keluarga. –Wirati Astiti

Bebek Lada Hitam

Thai manggo salad

Mongolia beef

Sarwan

Bakpao Isi Peking Duck Satu sajian menu ala Tiongkok adalah dim sum. Makanan ini paling favorit di Hongkong. Aneka makanan dibentuk kecil tersaji baik dikukus maupun digoreng. Dim sum disajikan dalam satu wadah terbuat dari bambu dan sering dijadikan camilan sembari bercengkrama bersama keluarga. Happy Chappy Bar & Restaurant juga menyajikan dimsum. Mulai dari dim sum dalam porsi kecil, ataupun big platter. Satu paket big platter terdiri dari 4 siomay ayam, 4 hakao udang, 4 panko udang, 4 dumpling daging babi, dan 3 bakpao isi peking duck.

Dim sum big platter

Chinesse Food

ati Nikm Hanya di... Chef Sonny dan Happy di dalam bar

Dari aneka dim sum ini tentu yang paling spesial bakpao isi peking duck. Biasanya, kita mengenal isian bakpao dari daging ayam atau daging babi. Namun, bakpao ini isiannya peking duck yang biasanya diolah menjadi bebek panggang. Peking duck roasted menjadi hidangan spesial yang berkelas. Kadang disajikan satu ekor utuh atau dipotong tipis. Perpaduan bakpao dengan isian ini tentu membuat dim sum ini menjadi makanan yang lebih berkelas dan tentu saja enak. Selain rotinya yang empuk, rasa isinya juga pas. Executive Sous Chef Sonny mengatakan, semua dim sum ini dibuat dengan fresh home made. Bagi Anda yang ingin mencari suasana baru menikmati makan di luar Kota Denpasar, restoran ini bisa dijadikan pilihan. Selamat mencoba. –Wirati Astiti

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai Gratis makan & minum

bagi pelanggan yang mengajak 5 orang teman/ kerabat.

Nasi Goreng Bali

eriah Murah Msih & Ber

Berlaku mulai tanggal 1 s.d. 31 Agustus 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: 200 gr : cincau hitam, potong dadu 500 ml : santan kental 2 lembar : daun pandan ikat simpul 250 ml : sirup merah siap pakai Garam secukupnya Susu kental manis secukupnya Es serut secukupnya

Es Cincau Hitam

Cara membuat : - Rebus santan dan daun pandan, aduk-aduk, masak dengan api kecil. Aduk-aduk perlahan agar santan tidak pecah dan mendidih, tiriskan. - Masukkan irisan cincau dalam rebusan santan, siapkan gelas saji, lalu masukkan campuran cincau, serutan es batu, siram atasnya serutan es dengan sirup merah dan susu kental manis putih, siap disajikan.

Tumis Sawi Putih Saus Tiram Bahan: 250 gr : sawi putih, cuci bersih, potong-potong menurut selera 150 gr : wortel, potong serong

5 butir : bakso ikan, potong menjadi 4 bagian 75 gr : udang, kupas, buang kulitnya 1 buah : bawang bombay sedang, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 buah : cabe merah, iris serong 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 3 sdm : saus tiram 2 sdm : saus raja rasa 1 butir : kaldu blok

70 ml : air 1 sdt : lada bubuk Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Panaskan minyak, tumis irisan bawang bombay, jahe, lengkuas hingga harum, lalu masukkan cabe, wortel dan udang, adukaduk hingga layu dan dan agak matang. - Masukkan irisan sawi, irisan bakso ikan, aduk-aduk hingga tercampur, lalu masukkan saus tiram, air dan saus raja rasa, lada, dan sisa bahan-bahan lainnya, aduk-aduk hingga tercampur merata dan masak hingga matang. Siap disajikan.

Bahan: 750 gr : bebek, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 1 buah : bawang bombay sedang, cincang kasar 3 buah : bawang merah, iris-iris menurut selera 10 buah : cabe rawit, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 3 buah : cabe besar hijau, iris menurut selera 1 sdt : lada hitam bubuk 2 sdm : saus tiram 2 sdm : kecap manis 400 ml : air 1 sdm : parutan jahe Gula, garam, kaldu bubuk, air secukupnya

Cara membuat: - Campur air jeruk nipis dan parutan jahe serta garam jadi satu, lumurkan ke irisan bebek, diamkan selama 10 menit, sisihkan. - Tumis irisan bawang putih, bawang bombay, cabe rawit hijau, cabe besar hijau hingga harum, masukkan potongan bebek, aduk-aduk hingga bebek berubah warna, lalu masukkan saus tiram, kecap manis dan air, rebuslah hingga mendidih, kemudian masukkan lada bubuk, garam, gula dan kaldu bubuk hingga matang dan daging bebek menjadi empuk serta air susut dan kering, tiriskan. Siap disajikan.


14

Jelita

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

Pernahkah kamu merasa khawatir, takut, bahkan sampai keluar keringat dingin, kerong­kongan kering, ingin buang air kecil sesaat sebelum tampil di depan umum padahal pakaian dan tata rias wajah sudah oke.

B

anyak pakar komunikasi mengatakan benar bah­ wa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam membangun rasa percaya diri, namun akan menjadi lebih baik jika dilengkapi dengan kermampuan publik speaking. Upik Rustiah Manajer Miracle Aesthetric Clinic Cabang Denpasar , juga sangat menyadari bahwa komunikasi yang dominan kita lakukan dalam melakukan tugas sehari-hari adalah bahasa lisan. Memiliki kemampuan public speaking, katanya menjadikan setiap orang mampu tampil lebih percaya diri, baik saat berbicara empat mata maupun di depan umum. Sementara soal rasa takut dikata­ kannya takut atau gelisah tidak perlu, dihilang­kan. Sebab selama kita hidup, selama itu pula rasa takut itu selalu ada. Dengan bekal public speaking pula, katanya kita dapat mengendalikan rasa takut dan menjadikannya daya dorong dan alat kontrol dalam berkomunikasi. “Begitu rasa percaya diri tumbuh, maka kita dengan mudah pula mendeliver pesan maupun berbagai informasi kepada klien atau lawan bicara,” ucap Upik yang selama ini bersama-sama dengan seluruh tim di Miracle Cabang Denpasar berhasil menjalankan tugas pelayanan dengan optimal kepada pelang­ gan Miracle. “Sekalipun penampilan sudah sangat mendukung , jika pesan yang kita sampaikan tidak dipahami orang lain, maka sebagus apapun program yang kita miliki , semua tidak ada gunanya,”lanjutnya. Kemampuan public speaking yang baik akan menjadikan seseorang kelihatan menarik di hadapan orang lain. Semakin baik kita dalam public speaking maka pergaulan pun akan semakin baik pula. Orang akan mengenal dan mengakui kita Apa saja masalah bentuk tubuh kita? Timbunan lemak, love handle, tonjolan perut, muffin top, dll. sulit sekali menyingkirkan lemak yang membandel. Untuk beberapa area tubuh yang memiliki stubborn fat ataupun lemak yang membandel, bisa melakukan olahraga berefek kecil untuk menghilangkannya. CBC Beauty Care merupakan satusatunya klinik di Indonesia yang menawarkan pilihan pengobatan non-bedah baru dengan cara mem­ bekukan lemak. CBC Beauty Care Clinic yang berpusat di Jln. Wijaya 2 No. 119, Jakarta Selatan, mulai menggunakan CoolSculpting pada bulan November 2013. CBC Beauty Care Clinic menjadi pengguna pertama alat ini di Indonesia. Di Amerika, Australia, Hongkong, Singapura, Malaysia dan negara lain­ nya, telah ratusan klinik melakukan perawatan Coolsculpting ini. Sejak itu, mesin telah digunakan konstan dan mengerjakan pasien mendekati 100 Cycle. Dikerjakan oleh tim dokter dan perawat bersertifikasi. Menurut pengakuan para pasien, “Timbunan lemak ini merupakan suatu masalah. Orang tidak selalu ingin diet dan olahraga, dan mereka tidak ingin operasi. Kami melihat hasil yang luar biasa - hasil yang mengagumkan untuk sesuatu yang non-bedah”. Sistem ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard, Amerika. Berawal dari penelitian terhadap beberapa anak-anak yang membentuk lesung pipit karena makan es krim batangan. Cryolipolysis, atau metode menghancurkan sel-sel lemak dengan pembekuan, adalah ide di balik

Pentingnya

Public Speaking

sebagai pribadi yang satu kali lebih unggul dibanding mereka yang tidak pandai public speaking Dengan melatih kemampuan public speaking pula, yakin diri kita bisa tampil penuh percaya diri kapan saja dan dimana saja. Semua keraguan yang meracuni pikiran hilang. Tips Tingkatkan Rasa Percaya Diri Karena memang public speaking atau berbicara di depan umum memerlukan keahlian, latihan dan keberanian. Maka dari pengalamannya selama ini Upik memberikan beberapa tips yang mungkin bisa membantu memperlancar dan meningkatkan rasa percaya diri. Selain pakaian yang tepat juga perlu untuk tersenyum. Tersenyum bukan hanya ketika kita merasa senang, tapi dengan terse­ nyum tidak saja menjadikan merasa lebih baik dan menebarkan perasaan positif. Sebagaimana kekuaan senyum, menatap mata lawan bicara juga di­ pastikan menjadikan mereka meras diperhatikan dan dihormati dan akan memebrikan balasan yang positif. Ini juga bisa membuat meningkatkan rasa percaya diri. Perhatikan juga pakaian dikenakan, hendaknya menyesuaikan dengan tugas yang dijalankan. Jangan pernah merendahkan diri sendiri. Hindari pembicaraan berbau SARA (suku, agama, dan ras) Jangan menyudutkan seseorang dalam percakapan, kare­ na setiap orang tentu ingin dihargai dan dihormati. Menjauhkan pikiran negatif, melakukanafirmasi dalam diri , bahwa apaun tu aktivitas yang akan dilaksankan hari itu , berjalan dengan baik lancar emua akan berjalan dengan baik dan lancar. Terus menumbuhkan pikiran positif. Berpikir positif umumnya dapat menggerakkan adrenalin dalam tubuh serta

dan mengubahnya menjadi rasa percaya diri, selanjutnya bakal mempengaruhi proses berpikir dalam melakukan percakapan atau komunikasi Berbicaralah dengan tenang dan tidak terburu-buru saat melakukan komunikas.i, mamapu membantu orang lain lebih mudah mencerna apa yang akan kita ungkapkan atau sampikan. Dan, yang terakhir sebagai orang timur yang meyakini ada­ nya Tuhan. Jangan lupa mengucapkan doa setiap kali bertemu orang lain dan akan menjalin komunikasi. – Sri Ardhini

COOLSCULPTING SLIMMING CENTER (CBC)

TERBARU di INDONESIA, Kini Hadir di Bali: Cara Non Invasif Menghilangkan Lemak Keras & Membandel

Soft opening CBC yang berlokasi di Lippo Mall Sunset Road #GF 15 Badung-Bali, Minggu (2/8) dihadiri pihak manajemen CBC dan Coolsculpting

CoolSculpting yang telah mendapatkan izin resmi dari FDA (Food and Drug Administration). Dokter dan perawat melakukan free assessment untuk melihat kebutu­ han berapa area yang harus dikerjakan untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Kemudian dilanjutkan dengan para per­ awat yang melakukan prosedurnya dia­ wasi oleh dokter. Proses Coolsculpting membutuhkan waktu satu jam untuk masing-masing area yang dikerjakan. Nozel alat kemudian diletakkan pada area yang akan dikerjakan, dan secara otomatis area tersebut tersedot dalam nozel dengan rapatnya sam­

pai tidak ada udara luar yang masuk, mencubit kulit berlebih, yang dibuat ke dalam perangkat melalui ruang hampa. Piring pembekuan khusus (Special Freezing Plate) di dalam nozel yang mendinginkan lemak di bawah kulit yang mengakibatkan sel-sel lemak membeku tanpa merusak kulit. Kemudian, pasien dapat menonton televisi, tidur siang, memeriksa email ataupun membaca buku selama prose­ dur, dan kemudian kembali ke aktivitas normal. Pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan pada saat nozel menghisap meraih kulit. Setelah 10 me­

nit, wilayah ini mati rasa. Di area perut, setelah Coolsculpting rasa kenas dapat dirasakan selama tiga sampai empat minggu. Dari mulai dikerjakan, sel-sel mati perlahan-lahan dan secara alami dieliminasi dari tubuh sampai 3 bulan ke depan. Para tim ahli merekomendasikan pengobatan kedua setelah 3 bulan untuk hasil terbaik. Namun beberapa pasien sudah sangat puas setelah perawatan pertama, sehingga untuk perawatan berikutnya pasien ingin melakukannya di area yang lain. CoolSculpting dapat digunakan di area lengan, perut, love handles, bra line, paha bagian dalam, dan yang sekarang banyak bermasalah - payudara laki-laki. Ini menargetkan lemak-lemak yang sulit dihilangkan melalui olahraga, sehingga teknologi ini sangat cocok untuk orang yang menginginkan bentuk tubuh ideal sesuai dengan berat badan. Pada area yang telah melakukan perawatan CoolSculpting, sel-sel lemak

mati. Karena sel lemak yang telah mati secara merata, maka lemak tidak akan membentuk di area yang sama. Apakah perbedaan Coolsculpting dengan Sedot Lemak? Prosedur Ini tidak melibatkan jarum, operasi, atau downtime. Karena prosedur CoolSculpting adalah non-invasif, pasien dapat melanjutkan kegiatan sehari-hari termasuk pekerjaan dan olahraga, segera setelah perawatan. Tidak ada efek samping, bisa untuk berbagai umur dengan kondisi apapun kecuali hamil dan menyusui. Bahkan para wanita yang sudah menopause pun melihat hasil yang signifikan dari proses Coolsculpting ini. Te s t i m o n i a l p a r a p a s i e n : “ Coolsculpting fabulous! Tonjolan lemak di perut belakang bisa hilang dalam waktu 1 bulan,” Bertrand Antolin, artis. “Lekuk tubuh saya bisa terlihat terben­ tuk dalam waktu 2 minggu,” Sari Pra­ mono, Pengusaha. “Bagi para pria yang suka olahraga, masalah utama adalah perut bawah dan sam­ping, walau sudah lari 5 km per hari, saya perlu melakukan Coolsculpting agar cepat terbentuk 6pack,” Hendra Nugraga, VP Celebrity Fit­ ness. “Lingkar saya mengecil 10 cm dalam waktu 1,5 bulan dengan Coolsculpt­ ing,” Emmy Sumangkut, Pe­ngusaha. –ten

CBC Coolsculpting Slimming Center

Lippo Mall Sunset Road #GF 15 Badung. Bali Phone: +62-82187677960; Contact Person: Ayu +62-896-6748-3803 www.cbcbeautycare.com

Mitos

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

“Belum 5 Menit”

Bakteri tidak bisa dilihat secara kasat mata dan ada dimana-mana. Dengan segala macam aktivitas manusia yang selalu berhubungan dengan benda (benda yang kita sentuh) atau memakai fasilitas umum, sangat sulit untuk benar-benar bisa terhindar dari bakteri. Vice President, Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria,Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., yang juga adalah doktor Mikrobiologi Terapan, dan Peneliti Keamanan Pangan/Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana ini memberi penjelasan. Berikut ulasannya terkait beberapa mitos yang akrab di masyarakat. Mitos: Toilet duduk membawa penyakit karena menempel banyak bakteri Fakta: Ternyata toilet duduk membawa sedemikian banyak bak­ teri. Data ilmiah menunjukkan bahwa pada kloset ditemukan berbagai bakteri yang berasal dari saluran pencernaan seperi E-coli, bacte­ roides, clostridum, streptococcus, staphyloccusserta bakteri saluran kencing seperti Lactobacillus. Studi lain juga membuktikan adanya E-coli patogen penyebab penyakit dan virus pada toilet duduk. Sehingga, bakteri patogen kemungkian dapat menyeba­ ban penyakit akibat kontak pada saat duduk di toilet. Clamidia, penyebab penyakit menular seksual (PMS), juga ditemukan pada toliet duduk, tetapi tidak pernah dilaporkan terjadi PMS melalui toilet. Beberapa bakteri dan virus bahkan dapat bertahan pada toilet duduk selama 42 hari. Sehingga, toilet duduk, khususnya pada fasilitas publik, berpotensi menyebabkan penyakit sehingga penting dijaga kebersihan dan sanitasinya. Mitos : “Belum 5 menit”. Ma­ kanan yang jatuh masih aman dima­ kan kembali sebelum 5 menit Fakta: Ungkapan tersebut ser­ ing kita dengar di masyarakat ketika

mereka menjatuhkan makanan dan secepatnya mengambilnya kembali untuk dimakan. Namun sesungguh­ nya, cepat lambatnya makanan men­ jadi rusak karena bakteri tergantung jumlah dan waktu yang diperlukan oleh bakteri untuk membelah diri. Bakteri E-coli membelah diri set­ elah 17-20 menit, bakteri lain dapat 30 menit bahkan lebih tergantung faktor lingkungan. Tetapi, manakala makanan tercemar bakteri patogen, walau jumlahnya sedikit, dimakan dan masuk ke dalam perut, maka sel bakteri akan membelah di dalam perut sehingga kita keracunan. Ada berbagai tipe keracunan, dari diare sampai keracunan akibat racun bak­ teri seperti botulinin, staphylococcal toxin, yang dapat menyebabkan diare ringan, diare berdarah, sampai kematian. Dengan demikian, jika makanan terjatuh, walau belum 5 menit, dapat menyebabkan keracu­ nan apabila tercemar oleh bakteri patogen. Sehingga, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang telah jatuh karena berisiko tercemar bak­ teri patogen. Bagi para penjamah (foodhandler) harus menjaga keber­ sihan lingkungan dan personal higiene yang baik seperti mencuci tangan agar makanan yang disajikan aman dan sehat.

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Sex Toys “Dok, saya ingin bertanya tentang sex toys. Bulan lalu, teman saya tanpa sepengetahuan suami saya menghadiahkan saya vibrator buat hadiah ulang tahun saya. Tujuannya sih untuk lucu-lucuan saja, tetapi saya jadi ingin tahu dan malah sempat menggunakannya saat suami sedang tugas keluar negeri. Saya sangat menikmati alat ini. Apakah vibrator kalau digunakan terus akan menjadi berbahaya dok?” (Rika, 28 thn)

M

anusia adalah juga makhluk seksual. Itu artinya manusia memiliki dorongan seksual dan selalu berupaya mencapai kepuasan seksual untuk kesenangan maupun keba­ hagiaan. Dorongan seksual dan keinginan diri melepaskan hasrat seksual dapat menjadi alasan seseorang untuk melaku­ kan eksplorasi seksual, termasuk dengan menggunakan alat bantu seks. Seiring dengan pengaruh keterbukaan media dan keberadaan internet, satu dekade ter­ akhir semakin banyak informasi tersedia tentang berbagai jenis alat bantu seks. Yang paling populer adalah alat bantu yang menyerupai kelamin laki-laki yang

disebut dildo, atau yang dapat bergetar secara elektrik yang disebut vibrator yang ditujukan buat perempuan. Juga alat bantu seks untuk laki-laki yang me­ nyerupai alat kelamin perempuan yang bisa bergetar yang disebut vaginator, hingga boneka perempuan, atau sex doll. Akibatnya makin banyak yang tahu dan menggunakannya. Semua ini memang populer dengan istilah sex toys. Sebenarnya siapa saja bisa me­ makainya, selama menggunakannya dengan bertanggung jawab dan mem­ perhatikan kebersihan alat. Gunakan seperlunya saja, di saat diperlukan. Jadi, alat bantu seks boleh-boleh saja diguna­

Mitos : Sabun anti-bakteri adalah cara terbaik untuk terlindungi dari kuman Fakta: Sabun pada awalnya dipakai sebagai salah satu bahan pembersih karena sifatnya yang dapat mengurangi pelekatan kotoran, bak­ teri patogen dan dapat melarutkan lemak dan minyak. Tetapi, efektifitas antimikrobial sabun terhadap bakteri dan kuman lainnya tidak cukup untuk membunuh kuman sampai pada level yang aman, sehingga perlu dilanjutkan dengan menggunakan antiseptik/des­ infektan. Pada praktiknya, sabun yang banyak beredar di pasaran sudah banyak ditambahkan zat antiseptik. Sabun dengan antiseptik dapat diper­ gunakan secara simultan pada saat mencuci tangan.Beberapa jenis sabun antiseptik telah terbukti efektif dapat membunuh bakteri patogen penghuni kulit dan tangan seperti Staphyloccus aureus, penyebab keracunan pangan, serta bakteri E-coli penyebab diare. Sehingga untuk melindungi diri dari infeksi bakteri patogen dapat di­ lakukan dengan cara mencuci tangan dengan sabun antiseptik.

virus tersebut kepada 7 objek yang disentuh berikutnya. Tangan kita yang banyak menyentuh benda benda lain adalah rute penularan kuman patogen. Sehingga pedagang makanan yang merangkap fungsi sebagai penyaji sekaligus kasir, sangat potensial menambah beban mik­ roba pada uang. Dengan demikian, walaupun sulit ditemukan uang yang steril, khusus bagi penjual makanan hendaknya mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan fungsi kasir, atau hindari rangkap jabatan kasir dan penyaji/penjamu makanan. Mitos: Kumur-kumur pakai minyak kelapa, bisa hi­ langkan bakteri dan plak gigi Fakta: Mu­ lut adalah tem­ pat pertama di mana makanan dihancurkan se­ cara mekanis dan sedikit enzimatis, sehingga mulut adalah habitat yang ideal bagi lebih dari 350 jenis bakteri rongga mu­ lut. Ber­ bagai

11

jenis bakteri terdapat pada rongga mulut dan gigi seperti Lactobacillus salivarius dan Streptococcus mutans, bakteri produser asam laktat meng­ gunakan sisa gula dan karbohidrat/ pati yang kita konsumsi di mulut. Beberapa bakteri bersifat karioge­ nik, penyebab karies, khususnya Streptococcus mutans. Bakteri ini, berkontribusi dalam pembentukan karang gigi yang tersusun dari ba­ han organik: polisakarida, protein, glikoprotein dan lemak serta bahan anorganik seperti Ca, F, Na, K dan F. Membersihkan mulut dengan cara berkumur menggunakan minyak kelapa, bukanlah cara yang tepat untuk menjaga kesehatan rongga mulut, karena minyak kelapa (yang komponen utamanya adalah asam oleat, palmitat, stearat dan asam lemak lainnya) tidak dapat melarutkan komponen plak gigi serta tidak menunjukkan sifat antimikrobial yang kuat. Seh­ ingga, menggosok gigi dengan teratur setelah makan masih dipandang sebagai cara optimal untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut dan gigi. –Inten Indrawati

Mitos : Uang banyak mengand­ ung bakteri Fakta : Selain makanan yang kita makan, ternyata uang juga sebagai media penyebaran kuman penyakit. Studi ilmiah menunjuk­ kan bahwa pada uang ditemukan lebih dari 3.000 kuman pathogen penyebab penyakit. Sehingga, uang adalah perantara kuman patogen. Beberapa mikroba dapat bertahan pada permukaan uang yang kering. Salmonella, bakteri patogen pada telur ayam, tahan berhari-hari pada lingkungan kering. Virus pada permu­ kaan benda terbukti dapat ditularkan sebanyak tujuh kali secara berurutan. Kalau uang kertas/koin mengandung virus dan disentuh seseorang, maka orang tersebut dapat menularkan

kan bagi mereka yang tidak sedang punya pasangan seksual, atau memang memu­ tuskan tidak menikah atas alasan tertentu tetapi tetap ingin menikmati kebutuhan seksualnya. Atau seperti dalam kasus ini, seorang istri yang karena suaminya pergi bertugas dan berpisah sementara dari istrinya. Suami dengan profesi sebagai pe­ laut misalnya, atau suami tugas beberapa bulan di luar kota atau luar negeri, tentu saja dalam keadaan seperti ini, alat bantu seks bisa jadi solusi kebutuhan seksual­ nya, daripada muncul keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan orang lain atau pekerja seks. Menggunakan alat bantu seks yang sesuai tentu akan menjadi lebih aman. Bebas dari infeksi menular seksual. Bebas risiko kehamilan tidak diinginkan. Karena jika berganti pasangan seksual yang dipilih, tentu saja akan memun­ culkan masalah, dalam norma dan budaya yang masih kita anut ini juga belum bisa diterima, dari segi nilai-nilai moral mungkin akan dipermasalahkan orang lain, dan bisa jadi mempengaruhi pandangan orang terhadap citra diri kita. Dengan semakin terbukanya media masa menyampaikan informasi tentang kehidupan seksual dan bagaimana me­ nikmatinya demi kebugaran, banyak orang yang tidak memiliki pasangan seksual merasakan punya solusi un­ tuk menikmati kehidupan seksualnya, merasa diri masih boleh menikmati seks. Dengan alat bantu seks akan ada sebuah pilihan, tanpa harus mencari orang lain atau pekerja seks yang bisa mengundang risiko infeksi menular seksual, salah satu­ nya HIV AIDS. Apakah menggunakan alat bantu seks itu berbahaya? Selama tidak meng­

gunakan alat bantu seks yang kotor atau yang bisa membuat luka, sesungguhnya menggunakan alat bantu seks tidak ada pengaruh negatif bagi kesehatan. Bahkan secara psikis penggunaan perangkat alat bantu seksual juga dapat membuat sese­ orang merasa aman dan nyaman karena risiko infeksi menular seksual dari peng­ gunaan alat bantu seks tidak ada. Alat bantu seks juga dapat digunakan secara secara ilmiah untuk terapi kasus tertentu, tentu saja alat bantu yang memenuhi syarat medis, bersih, secara bentuk mirip dengan ukuran kelamin sesungguhnya dan tidak berisiko fisik karena ada aliran listrik yang berbahaya atau yang bisa mengakibatkan luka atau lecet. Alat bantu seks seperti ini bisa direkomendasikan pada perempuan yang mengalami kegagalan mencapai orgasme, khususnya kegagalan orgasme yang disebabkan gangguan seksual justru pada pihak suaminya. Salah satu cara latihan yang dapat dilakukan pada kasus ini adalah sebuah sex therapy berupa program masturbasi terarah. Alat bantu seks juga bisa digunakan oleh perempuan yang mengalami menopause dengan tambahan menggunakan gel lubrikan yang direkomendasikan dokter untuk menikmati kehidupan seksual pascamenopause. Alat bantu seksual juga bisa saja digunakan bersama pasangan, untuk variasi dalam hubungan seksual. Silakan terbuka dengan pasangan, itu jauh lebih baik. Jadikanlah penggunaan alat bantu seks juga bagian dari hubungan sek­ sual, buat variasi seksual. Gunakan pada saat foreplay atau pemanasan menuju hubung­an seksual untuk memaksimalkan rangsangan seksual, karena rangsangan

seksual yang maksimal akan membawa hubungan seksual kepada kepuasan maksimal bersama pula. Seorang suami juga bisa membantu menggunakan dildo atau vibtaror buat istrinya misalnya dalam keadaan suami kondisi dimana suami leb­ ih cepat mencapai orgasme dan ejakulasi, sementara istri masih belum mencapai orgasmenya. Jadi gunakan alat bantu buat membantu istri mencapai orgasmenya, itu juga bisa dilakukan, tentu saja dengan disepakati dan dinikmati bersama. Jadikan penggunaan alat bantu seks untuk kebutuhan membantu kehar­ monisan seksual bersama, karena justru penggunaannya yang tepat waktu dan disetujui bersama akan menghindari ke­ inginan akan perselingkuhan, misalnya. Buatlah hal-hal seperti ini justru untuk membangun keharmonisan bersama. Dan yang perlu dicatat juga, karena sesungguhnya alat bantu seks tetaplah tidak bisa menggantikan hubungan seksual yang sesungguhnya, kepuasan seksual akan tercapai dari kehangatan yang dimunculkan oleh pasangan yang dilanjutkan dengan kemesraan seksual yang dinikmati bersama. Tentu saja alat bantu seks tidak akan bisa meng­ gantikan sentuhan, rabaan, ciuman dan kehangatan tubuh dari pasangan. Jadi gunakanlah alat bantu seks seperlunya. Diskusikan dengan terbuka peng­ gunaannya dengan pasangan, jangan sembunyi-sembunyi menggunakannya karena akan memunculkan persepsi salah dan dugaan ketidak percayaan seksual pada pasangan. Serta satu lagi, bila ada keluhan seksual dan merasa perlu menggunakan alat bantu seks, ja­ ngan lupa berkonsultasi dengan dokter yang paham kesehatan seksual.


10

Bugar

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Beberapa Tips Pencegahan Stroke Tim Radiologi Siloam Hospitals Bali

Dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan persaingan dalam kehidupan makin ketat, makin sering pula kita mendengar kabar orang-orang yang mengalami stroke di usianya yang masih produktif. Salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat umum tentang stroke ataupun pencegahannya. Stroke terjadi ketika aliran darah diotak berhenti atau adanya perdarahan yang menekan jaringan otak. Secara normal aliran darah ke otak membawa serta oksigen untuk menghidupi sel-sel otak. Ketika suplai oksigen ke suatu bagian diotak terganggu maka sel otak diarea tersebut akan mati. Stroke dapat disebabkan oleh gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah, irama jantung yang tidak teratur, aliran darah yang lambat, gangguan pembekuan darah, rupturnya pembuluh darah atau abnormalitas dinding pembuluh darah. Kematian sel otak mengakibatkan gangguan fungsi salah satu bagian tubuh seperti mendadak mengalami kelemahan separuh tubuh (wajah, lengan dan tungkai), hilangnya sensasi rasa pada separuh tubuh, mendadak tampak ‘kebingungan’, kesulitan bicara atau tampak tidak mengerti, gangguan penglihatan pada salah satu atau kedua mata, kesulitan berjalan disertai pusing berputar, gangguan keseimbangan bahkan nyeri kepala hebat yang tidak diketahui penyebabnya. Stroke didiagnosis berdasarkan gejala klinis, hasil pemeriksaan neurologis dan beberapa prosedur penunjang seperti CT Scan/ MRI kepala, dan laboratorium. Sebagian besar jenis stroke yang terjadi adalah stroke non hemoragik akibat penyumbatan pembuluh darah diotak dan penanganannya dengan obat-obatan. Jenis lainnya yaitu stroke hemoragik sebagai akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang pada beberapa keadaan memerlukan tindakan pembedahan. Beberapa komplikasi medis yang dapat menyertai stroke adalah bangkitan kejang, pneumonia, dekubitus, infeksi saluran kencing, nyeri otot dan sendi. Setiap orang dapat memiliki risiko mengalami stroke. Sebagian besar faktor risiko stroke dapat dikontrol. Tidak ada kata terlalu dini atau terlambat bagi kita semua untuk mengadopsi gaya hidup sehat seperti pola makan yang teratur dan sehat, berolahraga secara rutin untuk mengontrol faktor-faktor risiko berikut ini. Faktor risiko yang tidak dapat dikontrol adalah usia (di atas 55 tahun), jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko tinggi dibanding perempuan), etnik (lebih tinggi berisiko pada ras Afrika-amerika dan hispanik) dan riwayat stroke sebelumnya. Faktor risiko yang dapat dikontrol dengan pengobatan adalah hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan riwayat serangan iskemik sesaat. Faktor risiko yang dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup adalah kebiasaan merokok, tingginya kadar lemak dalam darah, kurang berolahraga, kegemukan, kebiasaan minum alkohol dan penggunaan obat-obatan berlebihan. Dengan mengenal faktor risiko tersebut diatas tentunya akan lebih mudah untuk mencegah kejadian stroke dengan mengontrol beberapa faktor risiko yang mungkin terjadi pada diri kita masing-masing. Faktor risiko stroke yang paling sering terjadi adalah hipertensi. Hipertensi jika tekanan darah anda lebih dari 120/80 mmHg. Tekanan darah normal yaitu kurang dari 120 mmHg untuk batas angka diatas (sistolik), dan kurang dari 80 mmHg untuk batas angka di bawah ( diastolik). Jika tekanan darah Anda termasuk normal, pertahankan dengan pola hidup yang sehat. Hipertensi jika tekanan darah Anda lebih dari 120/80 mmHg. Seseorang dengan hipertensi akan menyebabkan jantungnya bekerja lebih berat, makin lama akan membesar. Kalau mem­ besar ringan jantung masih mampu bekerja dengan baik namun makin membesar nantinya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh. Hipertensi juga akan mempengaruhi pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil. Makin usia kita bertambah maka pembuluh darah akan mengeras dan menjadi kurang lentur walaupun kita tidak mempunyai masalah hipertensi. Dengan adanya hipertensi maka proses pengerasan pembuluh darah akan makin cepat. Istilah untuk pengerasan pembuluh darah itu adalah arteriosklerosis. Dengan adanya kerusakan pada pembuluh darah akan menyebabkan ketidakmampuan pembuluh darah tersebut menyuplai darah sesuai dengan ke-

butuhan tubuh. Organ-organ dalam tubuh tidak dapat bekerja dengan baik jika suplai oksigen dan makanan tidak memenuhi kebutuhannya. Hipertensi kronis akan menyebabkan gangguan pada ginjal atau mata juga. Seringkali pengerasan dari pembuluh darah diikuti dengan penyempitan dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh tertimbunnya plak/gumpalan darah pada dinding pembuluh darah. Gumpalan darah dapat terlepas mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah yang telah menyempit sehingga memutuskan suplai darah yang normal ke beberapa bagian ditubuh seperti di otak yang menyebabkan kejadian stroke. Makin besar pembuluh darah yang mengalami penyumbatan maka akan makin berat gejala stroke yang akan terjadi karena berarti makin luas area di otak yang tidak mendapat suplai darah yang cukup. Hipertensi biasanya tidak memberikan gejala atau tanda sampai akhirnya mendadak seseorang mengalami serangan jantung atau stroke. Hipertensi dapat secara diam-diam merusak jantung dan pembuluh darah dalam jangka waktu panjang. Untuk menentukan penanganan seseorang dengan hipertensi, mula-mula dokter akan menilai rentangan tekanan darah pada orang tersebut. Kemudian mencari tanda-tanda apakah hipertensi tersebut telah mengakibatkan kerusakan organ-organ seperti jantung, pembuluh darah, ginjal atau mata. Penanganan selanjutnya dengan kombinasi antara perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Perubahan gaya hidup saja dilakukan pertama kali pada orangorang dengan kecendrungan mengalami hipertensi (tekanan darah 120-139/80-89 mmHg) tanpa faktor risiko penyakit jantung, tanpa tanda-tanda adanya kerusakan organ lain. Yang termasuk dalam perubahan gaya hidup yaitu berusaha mempertahankan berat badan yang ideal, rutin berolahraga, me­ ngurangi garam dalam makanan (tidak menambah garam pada makanan yang telah jadi), mengonsumsi diet rendah lemak/tinggi serat, kurangi minuman beralkohol, berhenti merokok, belajar cara mengecek tekanan darah dirumah dan kurangi stres dalam hidup. Kombinasi perubahan gaya hidup dengan obat-obatan dilakukan pada orang-orang yang termasuk hipertensi, dengan adanya faktor risiko penyakit jantung dan adanya bukti kerusakan organ lain. Beberapa tips untuk yang mengalami hipertensi: - Secara rutin mengecek tekanan darah dan mencatatnya - Mengontrol berat badan - Tidak mengonsumsi terlalu banyak garam - Makan makanan yang rendah lemak - Tidak merokok - Minum obat hipertensi secara teratur - Rutin kontrol ke dokter - Pastikan keluarga juga mengecek tekanan darah secara rutin - Rutin berolahraga - Mengurangi stres dengan mengembangkan pikiran positif dalam hidup. Riwayat keluarga dengan kadar kolesterol yang tinggi membuat seseorang berisiko mengalami kadar kolesterol darah yang tinggi. Demikian pula makanan yang dikonsumsi akan meningkatkan risiko tersebut. Mengonsumsi lemak hewani akan lebih meningkatkan kadar kolesterol. Beberapa makanan yang me­ ngandung kolesterol tinggi yaitu telur yama, jeroan dan produk susu. Sebaiknya diet sehari-hari mengandung kolesterol kurang dari 300 mg. Ketidakseimbangan kadar kolesterol dalam darah akan menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah, yang disebut plak. Plak akan menyempitkan pembuluh darah dan memudahkan terjadinya stroke. Sebaiknya melakukann pengecekan kadar kolesterol sejak berusia 20 tahun. Setelah itu sesuai dengan indikasi dari dokter. Total kadar kolesterol normal sebaiknya dibawah angka 200, kadar kolesterol ‘baik’ (HDL) lebih tinggi dari 35 dan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) kurang dari 100 (tergantung riwayat kesehatan sebelumnya), demikian pula kadar trigliserida dibawah 200. Untuk mencapai angka tersebut diperlukan usaha dengan diet, olahraga atau obat-obatan. Jika sudah pernah mengalami stroke sebelumnya, sangatlah penting untuk lebih mengontrol kadar kolesterol demi mencegah serangan stroke berikutnya. Beberapa tips untuk mengurangi lemak dan

kolesterol pada diet sehari-hari: - Gunakan lemak nabati untuk memasak - Pilihlah daging tanpa lemak atau disisihkan lemak yang terlihat pada daging sebelum dimasak - Kurangi porsi daging per hari - Lebih sering mengonsumsi ikan atau daging ayam tanpa kulit dari pada daging sapi/babi - Kurangi mengonsumsi jeroan - Pilih produk susu/keju rendah/tanpa lemak - Mengonsumsi telur dalam seminggu maksimal 3-4 butir - Mengonsumsi daging yang tidak digoreng

Beberapa penyakit jantung dapat menjadi pencetus terjadinya stroke. Pembuluh darah karotis adalah pembuluh darah utama yang membawa darah ke otak, jika terdapat plak disana maka akan terjadi penyempitan dan berisiko untuk terjadinya stroke. Obat-obatan atau operasi akan dapat mengatasi penyempitan tersebut sehingga mengurangi risiko kejadian stroke. Gangguan irama jantung yang biasa disebut atrial fibrilasi merupakan penyebab yang cukup sering pada stroke. Irama jantung yang tidak teratur pada mengakibatkan aliran darah di dalam jantung menjadi tidak beraturan sehingga mempermudah terjadinya gumpalan darah yang dapat sewaktuwaktu terlepas dan menyumbat pembuluh darah yang dilewatinya termasuk diotak sehingga menimbulkan kejadian stroke. Lakukan pengecekan denyut jantung masing-masing dengan meraba denyut nadi di pergelangan tangan anda. Caranya, dengan jari tangan Anda lakukan penekanan pada daerah di bawah jempol, dua jari dari pergelangan tangan, dirasakan denyutannya dan dihitung selama 1 menit. Jika dirasakan denyutannya tidak teratur (jarak antar denyutan tidak sama), sebaiknya berkonsultasi de­ ngan dokter. Jika Anda mengalami atrial fibrilasi, tujuan terapinya adalah mendapatkan denyutan yang teratur dan apabila tidak memungkinkan untuk itu kemungkinan memerlukan obat untuk mengencerkan darah. Serangan jantung dapat terjadi apabila suplai darah ke otot jantung berkurang atau berhenti, 3% dari seseorang dengan serangan jantung akan mengalami stroke. Gangguan pada katup jantung juga akan memudahkan terbentuknya gumpalan darah yang sewaktu-waktu dapat terlepas dan menyumbat pembuluh darah di otak sehingga terjadi stroke. Diabetes dapat menyebabkan stroke melalui beberapa cara. Salah satunya dengan mempermudah terbentuknya plak yang menyempitkan pembuluh darah sehingga akhirnya terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak. Seseorang dengan diabetes juga mempunyai kecendrungan berat badan yang berlebih. Obesitas dapat memicu kejadian hipertensi dan hiperkolesterolemia. Untuk mengontrolnya dengan melakukan monitor kadar gula darah, mengikuti program diet dan berolahraga. Beberapa tips untuk menurunkan berat badan: - Makan 3 kali sehari, untuk mengurangi kebiasaan mengemil makanan tinggi kalori - Mulailah dengan sarapan yang baik tiap pagi, mencegah keingin­ an makan makanan ekstra kalori di sore hari - Kurangi daging yang digoreng, usahakan dikukus/rebus - Rebuslah sayuran - Minum 6-8 gelas per hari, pilih minuman berkalori rendah atau tanpa kalori seperti teh, soda diet, jus buah tanpa gula - Kurangi mengonsumsi daging tiap harinya - Pilihlah makanan ringan yang sehat, rendah lemak (yogurt tanpa lemak, keju tanpa lemak, buah-buahan, sayur-sayuran) - Perhatikan besarnya porsi makanan, biasakan mengurangi Âź dari porsi sebelumnya - Lebih banyak mengonsumsi makanan berserat seperti buahbuahan, sayur-sayuran, biji-bijian - Usahakan membaca petunjuk jumlah kalori di setiap kemasan makanan - Kurangi makanan berlemak (gorengan, keju, dessert, makanan ringan) - Kurangi jumlah mentega/margarin/minyak yang digunakan Âź-1/2 dari biasanya - Istilah ‘rendah lemak’ tidak selalu berarti rendah kalori, sering­ kali produk ‘rendah lemak’ mengandung gula lebih banyak yang berarti kalorinya juga tinggi.

Style

Simpel tetap

Modis

Bagi sebagian besar perempuan, tampil ­menarik dari kepala hingga ujung kaki ­menjadi sebuah kewajiban. Bicara soal fashion tak lengkap tanpa mengungkap alas kaki. Apalagi sandal juga menjadi salah satu fashion item untuk tampil gaya.

B

ahkan, agar kedua kaki tetap bersih dan terlihat menarik, para perempuan tak segan-segan mengoleksi puluhan pasang atau lebih alas kaki untuk menyempurnakan penampilan mereka setiap hari. Salah seorang pengusaha wanita Bali, Ni Nyoman Ayu Upadani, pemilik Candra Collection ini pun memproduksi aneka kerajinan sandal cantik

yang dewasa ini semakin banyak digemari, baik oleh masyarakat lokal maupun konsumen dari luar Bali. Jenis sandal koleksi milik Ayu Upadani antara lain berupa sandal santai model flat, wedges, sandal bali model tri datu, kulit ular, sandal berbahan kain endek hingga sandal jepit, dengan beragam warna. Sandalsandal ini sangat cocok untuk para remaja putri hingga perempuan dewasa. Sandal teplek (flat) dari Candra Collection adalah pilihan yang paling aman , simpel tapi tetap modis. Sedangkan untuk kesan trendi, bisa mengenakan wedges. Sandal model ini dapat menampilkan kesan tubuh jadi terlihat lebih tinggi. Sementara pilihan sandal beraksen kayu dengan material dari kulit maupun sintetis bisa dikenakan untuk menampilkan kesan feminin. Selanjutnya, untuk suasana lebih rileks atau menikmati liburan cukup memadukan busana kasual dengan sandal jepit. Tampilan pun akan terlihat lebih santai dan pastinya merasa nyaman. - Sri Ardhini

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

15


16

Edukasi

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

S

ejatinya, museum ini sudah ada sejak tahun 1974. “Dulu namanya Museum Manusa Yadnya. Pengelolaannya berada di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, namun pembinanya tetap dari Pendidikan Dasar, seksi Permuseuman,” ungkap Kepala UPT D Museum Yadnya Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Gede Sujana, S.Ag. Museum ini masih beroperasi hingga tahun 1998. Setelah itu museum ini tak terkelola dengan baik, dan tahun 2006 di bawah kepemimpinan Bupati AA Gede Agung, mulai lagi dirintis berkaitan dengan keberadaan Pura Taman Ayun yang diusulkan Pemprov Bali sebagai warisan dunia. “Untuk mendukung hal itu dibuatlah kembali Museum Yadnya yang cakupannya lebih luas, tak hanya manusa yadnya. Namun sekarang sudah mencakup panca yadnya, termasuk bagaimana kehidupan kita di Bali pada umumnya. Sesungguhnya

intinya sama, budaya Hindu di bali yang diangkat, dari lahir sampai meninggal,” ujar Gede Sujana yang menjabat sejak 2009 tersebut. Secara bertahap museum ini mengalami pembenahan dan dibangun gedung pameran. Hingga saat ini, Museum Yadnya yang berdiri di atas lahan

seluas 25 are ini memiliki bangunan wantilan indoor, amphiteater outdoor, gedung diorama yang sekaligus sebagai tempat pameran dan penyimpanan, dan bale adat Bali. Terdapat juga dua bale bengong, dan satu bangunan yang rencananya akan dibuatkan kantin. Ketika memasuki ruang diorama/ pameran, di lantai 1, pengunjung akan mendapati sebuah ruangan terbuka yang kerap dipakai sebagai tempat pertemuan/rapat. Secara langsung pula, mata pengunjung pasti tertuju pada tiga etalase kaca besar yang dipajang di depan podium. “Ini koleksi terbaru kami, baru disetujui di tahun 2015 ini,” ujar Gede Sujana. Kehadiran tiga pasang manekin, yakni busana payas madya,

Amphiteater outdoor Museum Yadnya

payas agung, dan busana ke Pura memberikan nuansa baru beraroma Bali. Display tersebut ditangani langsung oleh pakar tata rias dan busana adat Bali, AA Ayu Ketut Agung. Koleksi berikutnya, ada di lantai 2. Proses ritual kehidupan manusia Hindu Bali dari baru lahir hingga meninggal terwakili dari beberapa replika yang ada di tempat ini. Salah satu upacara yang diadakan dalam proses kehidupan seseorang dalam masyarakat Bali adalah upacara kelahiran (otonan/ pawetonan). Upacara ini dilaksanakan 210 hari setelah bayi dilahirkan. Memasuki usia pubertas, diadakan upacara akil balig (ngeraja sewala) serta upacara potong gigi (mapandes) yang memiliki makna pembersihan diri dari hawa nafsu. Memasuki usia dewasa, ritual penting lain yang harus dilalui adalah pernikahan dan perjalanan hidup seseorang, yang diakhiri dengan kematian dengan ritual ngaben, hingga memukur/nyekah. Di museum ini, para pengunjaug dapat memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan ritual-ritual tersebut beserta maksud yang terkandung di dalamnya. Berbagai peralatan dan bebantenan yang berkaitan dengan rangkaian ritual tersebut ditata berurutan sesuai alur kehidupan manusia. “Inilah tugas museum yang sesungguhnya, melestarikan nilai-nilai pendidikan dan nilai pelestarian bu-

Menghayati Keunikan

Alas Kedaton

Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan dikenal karena memiliki wilayah yang masih dijaga utuh warisan alam dan budayanya. Di desa ini terdapat objek wisata Alas Kedaton. Banyak yang mengira Alas Kedaton hanyalah tempat berkumpulnya gerombolan kera dan kelelawar. Nyatanya, tidak hanya itu. Masih banyak hal yang menjadikan Alas Kedaton benar-benar menjaga utuh warisan budaya. Tidak hanya menjaga satwa dan lingkungan, masyarakat juga mampu menghayati nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Taman Wisata Alam Alas Kedatom (Alas Kedaton Monkey Forest) memiliki hutan yang luas dan lebat. Hutan Alas Kedaton merupakan salah satu hutan tropika basah yang memiliki flora dan

fauna. Hutan tersebut dihuni oleh kera yang diperkirakan berjumlah lebih dari 300 populasi. Selain kera, juga terdapat ratusan kelelawar/kalong yang bergelantungan di pohon-pohon besar. Ada satu Pura di kawasan ini, Pura Dalem Kahyangan yang memiliki aura magis dan cerita historis yang panjang. Berdasarkan data arkeologis, pura tersebut dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakhertha yang hidup di masa pemerintahan Raja Sri Masuli di tahun 1.100 Saka atau sekitar tahun 1.178 M. Mahasiswa Undiksha, Buleleng yang sedang melaksanakan KKN di Desa Kukuh berkesempatan mengunjungi Alas Kedaton. Beberapa kali mereka menemui Manajer Operasional Alas Kedaton untuk mendiskusikan beberapa pandangan tentang Alas Kedaton dan mendapatkan cerita tentang sejarah dan keunikan Alas Kedaton. Informasi yang didapatkan akan dikemas dalam bentuk buku guna mempublikasikan Alas Kedaton kepada masyarakat luas. “Berdasarkan prasasti di Sading, Pura Dalem Khayangan Kedaton didirikan tahun 1100 saka/ 1178 Masehi saat Mpu Kuturan datang ke Bali, Tim KKN Undiksha Singaraja

Kera Alas Kedaton mendirikan 18 Pura, salah satunya Pura Dalem Khayangan Kedaton. Pada saat itu raja yang memerintah Raja Sri Masula sekitar 77 tahun,” ungkap Manajer Operasional, I Gusti Bagus Suryawan kepada mahasiswa KKN Undiksha. Suryawan menambahkan, Alas Kedaton memiliki situs purbakala, keberadaan hutan yang masih terlindung, dan keberadaan satwanya. Semua hal itu menjadi tawaran untuk pengunjung yang ingin menikmati alam,” tukasnya. Uniknya, kegiatan pelestarian satwa dan tumbuhan telah dilaksanakan sejak zaman dulu (dilaksanakan secara turun temurun) oleh masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Sampai pada akhirnya seiring dengan perkembangan kegiatan pariwisata di Pulau Bali kegiatan pelestarian dilaksanakan oleh masyarakat secara terorganisir dengan dibentuknya Badan Pengelola. Alas Kedaton yang telah diresmikan sejak tahun 1990 tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. “Masyarakat sekitar selain wajib untuk menjaga dan melestarikan warisan ini, mereka juga mendapatkan lapangan pekerjaan sehingga mampu

mengangkat ekonomi mereka. Selain itu hasil pertanian mesyarakat juga dapat digunakan untuk makanan kera. Jadi kami membeli hasil tani dari mereka untuk makanan sehari-hari satwa di sini,” jelas Suryawan. Setelah mendapatkan informasi terkait sejarah Alas Kedaton, Tim KKN Undiksha berkesempatan mengunjungi Pura Dalem Kahyangan Kedaton yang mempunyai beberapa nilai unik, tidak boleh menyalakan dupa saat upacara dan Ngerebeg. “Tradisi Ngerebegbiasanya diadakan usai upacara. Hal tersebut merupakan simbol ungkapan suka cita karena seluruh rangkain upacara telah berjalan baik. Sebab jika ditilik dari arti kata ngerebeg bermakna greget. Tradisi ini sudah ada dari zaman dahulu, jadi semua ini tetap kami lakukan untuk menjaga tradisi serta ucapan syukur karena acara telah berjalan sesuai harapan,” imbuh I Ketut Budiarta, Perbekel Desa Kukuh. Keunikan yang dimiliki oleh Pura tersebut adalah apabila pada umumnya Pura di Bali memiliki pintu masuk tak lebih dari dua, maka Pura Dalem Kahyangan Kedaton memiliki 4 buah

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

9

Pramuka

Belajar Budaya Bali di Museum Yadnya Mungkin tak banyak orang yang tahu keberadaan Museum Yadnya. Padahal letak museum ini sangat strategis, yakni tepat di sebelah barat objek wisata Taman Ayun, Mengwi, Bali. Bisa jadi karena di pinggir jalan besar itu tak ada plang nama museum yang menunjukkan keberadaannya. Museum yang mengoleksi replika berbagai ritual kehidupan tradisional masyarakat Bali dan tata bebantenannya ini pun terkesan sepi pengunjung.

Dara

Permainan Menyenangkan di Alam Terbuka

Gede Sujana, S.Ag.

daya yang tersembunyi di dalamnya,” ucap Gede Sujana yang mengaku hanya dibantu satu karyawan dalam mengelola museum ini. Meski demikian, ia tak patah semangat. Dengan segala keterbatasan ia dan staf tetap mengupayakan menyosialisasikan keberadaan Museum Yadnya ini terutamanya ke sekolah-sekolah. “Ke depannya, kami mengusulkan di depan itu ada tempat avokatif, tempat koleksi seperti macam motif songket di Bali. Kami juga terbuka jika ada masyarakat yang berkeinginan mengadakan kegiatan di sini,” ucapnya. Areal ini sungguh sangat indah dan alami. Di sebelah timur, pengunjung bisa dengan sangat jelas melihat kompleks Pura Taman Ayun yang hanya dipisahkan oleh sungai dengan areal museum ini. Pada area belakang museum, sebelah utara, terdapat Bale Adat Bali yang merupakan contoh rumah adat Bali yang dibangun berdasarkan konsep asta kosala kosali. –Inten Indrawati “pemedal” (pintu) yang digunakan sebagai tempat masuk dan keluar. Selain keunikan fisik, dari segi sarana upakara saat pujawali juga memiliki banyak keunikan. Jika pada umumnya Pura di Bali sarana sembahyang berupa dupa dan kwangen, namun di Pura Dalem Kahyangan Kedaton pantang menggunakan dupa dan kwangen. Demikian pula dengan menggunakan penjor dan ceniga. Di Pura Dalem Kahyangan Kedaton tidak menggunakan ceniga mereringgitan, cukup menggunakan ceniga yang hanya terbuat dari daun pisang mas. Penggunaan jaje begina berwarna merah juga tidak diperbolehkan di Pura ini. Masih banyak keunikan lainnya yang masih dapat kita dapat jumpai di Pura ini. Di mandala utama atau jeroan Pura, para pemangku saat mereresik (bersih-bersih) tidak menggunakan sapu lidi, melainkan menggunakan ranting-ranting pohon. Di mandala utama tidak diperkenankan menggunakan sunar (lampau) karena berpantang menggunakan sarana api, sehingga rangkaian puja pujawali harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Saat rangkaian upacara selesai diiringi dengan tradisi ngerebeg, yakni berlari dengan menggunakan sarana seperti tumbak, lelontek, tedung, atau dengan sarana terdekat seperti ranting yang berisi daun. “Semoga Alas Kedaton dapat membawa pencerahan batin dan hiburan untk jiwa pengunjungnya. Semoga dapat disebarluaskan agar tempat ini semakin diperhatikan dan diminati. Harapan saya agar mereka menyadari dari banyaknya tempat pariwisata di Bali, Alas Kedaton merupakan salah satu objek yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Bali,” harap Suryawan. Ketua Kelompok KKN Undiksha Kukuh Marga, Made Wikrama menjelaskan tentang rencana pembuatan buku untuk Desa Kukuh yang tentunya menjelaskan pula Alas Kedaton sebagai warisan budaya. –Wulan

Seluk-beluk tentang kepramukaan dituturkan Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes. Ia Pamong SBH Provinsi Bali/SBH Poltekkes Denpasar, Andalan Saka Kwarda Bali/Kwarcab Denpasar. “Orang yang berjasa dalam pengembangan kepanduan di dunia adalah Sir Robert Baden-Powell, yang dikenal sebagai bapak pandu sedunia. Setiap pandu mengucapkan sumpah pandu dan berusaha menjadi seorang yang kuat jasmaninya, kuat mentalnya dan bermoral baik,” ucapnya.

K

epramukaan bukan­l ah suatu ilmu yang harus dipelajari dengan tekun, bukan pula merupakan kumpulan ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, ketrampilan dan kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkannya. Kepramukaan, dijelaskannya memiliki 3 sifat, nasional, inter-

nasional dan universal. Nasional artinya kepramukaan itu diselenggarakan di masing-masing negara disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tersebut. Internasional, kepramukaan harus dapat mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antarsesama anggota kepanduan (pramuka) dan sebagai sesama manusia. Universal berarti kepramukaan itu dapat berlaku untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan dimana saja. Fungsi kepramukaan, merupakan kegiatan menarik yang mengandung pendidikan bagi anak-anak, remaja dan pemuda; merupakan suatu pengabdi-

Poltekkes Denpasar Wajibkan Pramuka

Poltekkes Denpasar yang ada di bawah Kementerian Kesehatan diwajibkan untuk mengembangkan dan mengaktifkan salah satu satuan karya (Saka) Gerakan Pramuka yaitu Saka Bakti Husada (SBH). Setiap mahasiswa yang ada di masing-masing Jurusan di bawah Poltekkes Denpasar diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pramuka dan menjadi anggota SBH. Kegiatan pelantikan Pramuka Pandega dan Pengukuhan Anggota SBH dilakukan secara rutin setiap tahun. Materi latihan kepramukaan disesuaikan dengan syarat kecakapan umum (SKU) dan syarat kecakapan khusus (SKK), sedangkan untuk pengembangan Saka menyesuaikan dengan materi yang tercantum pada 6 krida SBH. “Krida yang dimaksud adalah krida bina lingkungan sehat, bina keluarga sehat, penanggulangan penyakit, bina gizi, bina obat dan bina PHBS,” jelas Agusjaya Mataram. Setelah mengikuti latihan SBH ini, setiap anggota diharapkan memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman dalam bidang kesehatan; sadar, mau dan mampu menyebarluaskan informasi dan pengetahuan kesehatan kepada keluarga serta masyarakat terutama tentang kesehatan keluarga, kesehatan lingkungan, gizi, manfaat dan bahaya obat serta pencegahan dan penanggulangan penyakit; dapat menjadi contoh hidup sehat bagi remaja, masyarakat di lingkungannya; memiliki sikap dan perilaku kesehatan yang lebih mantap; mampu memberikan orientasi/latihan tentang kesehatan praktis kepada anggota Pramuka di gugus depannya. “Kegiatan yang pernah kami ikuti di tingkat Cabang Denpasar adalah Kwarda Bali dan Nasional. Di tingkat nasional seperti Pertinas III Jatinangor (2006), Pertinas IV Gorontalo (2011), Kemnas I Cibubur (2010), Kemnas II Semarang (2013),” tandasnya. –Inten Indrawati

an bagi para anggota dewasa yang merupakan tugas yang memerluikan keikhlasan, kerelaan dan pengabdian; merupakan alat bagi masyarakat, negara atau organisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, alat bagi organisasi atau negara untuk mencapai tujuannya. Gerakan Pramuka ini dikatakan Agusjaya adalah nama organisasi yang merupakan suatu wadah proses pendidikan kepramukaan yang ada di Indonesia. “Di Indonesia Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Untuk mencapai tujuan gerakan pramuka, para anggota gerakan pramuka harus mematuhi kode kehormatan gerakan pramuka,” ujarnya. Yang dimaksud dengan kode kehormatan adalah suatu norma atau nilai-nilai luhur dalam kehidupan para anggota gerakan pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku seorang

anggota gerakan pramuka. Sebagai contoh kode kehormatan di golongan penggalang terdiri dari janji (satya) berupa trisatya dan ketentuan moral (darma) berupa dasadarma. “Dengan adanya kode kehormatan bagi Gerakan Pramuka,

diharapkan pola tingkah laku atau tindakan para anggota Gerakan pramuka akan menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran Pendidikan Gerakan pramuka seperti tercantum dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka,” lanjutnya. Kepedulian pemerin­ tah terhadap kegiatan Gerakan Pramuka, ditunjukkan dengan diterbitkannya UU No. 12 Tahun 2010, Tentang Gerakan Pramuka. Pendidikan kepramukaan dalam Sistem Pendidikan Nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup. Kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan berlandaskan kode kehormatan pramuka (satya dan darma) untuk meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional, sosial dan intelektual. –Inten Indrawati


8

Bunda & Ananda

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Pola Asuh Anak dengan

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

3L dan 3K

Kebiasaan siswa menyalami guru menjadi perhatian Ida Bagus Sudiarta, seorang guru SD di Ubung. Ia mengaku sering memperhatikan apa yang dilakukan oleh siswa. Baginya ini sebuah bentuk kedekatan guru dengan siswa. Jika di sekolah siswa melakukan seperti itu, besar kemungkinan, di rumahnya ia juga mendapatkan cinta kasih dari keluarga. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang harus bertanggung jawab selama siswa sudah keluar dari sekolah dan sebelum sampai di rumah.

I

Griya

ni merupakan salah satu pertanyaan yang terungkap dalam Seminar “Pengasuhan Anak dengan Cinta” di Gedung Pers Bali K. Nadha, Selasa (4/8). Seminar dalam rangkaian hari anak nasional ini dilaksanakan Bali TV, Lentera Anak Bali, SMF Psikiatri RS Sanglah, dan Pemkot Denpasar. Tiga narasumber yang dihadirkan antara lain dr. IGA Endah Ardjana, Sp.KJ(K), Psikiatri Anak FK Unud/ RSUP Sanglah Denpasar; Drs. Ida Bagus Pascima, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali; dan dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ. Menanggapi pertanyaan Sudirta, dr. Endah mengatakan cium tangan merupakan tanda kesopanan terhadap orang yang dihormati. Apalagi ada aura yang terpancar dari Sudirta sehingga ia disenangi siswa. Hal ini merupakan hal positif yang harus terus dikembanngkan. “Sebagai guru dan orangtua, jadilah model yang baik karena siswa dan anak. Berikan rasa nyaman kepada siswa dan anak. Jangan malah memberi label negatif seperti nakal, bego, dan yang lainnya,” jelasnya. Terkait siapa yang harus bertanggung jawab terhadap siswa setelah keluar sekolah dan sebelum tiba di rumah, dr. Endah memberi jawaban tegas, semua harus bertanggung jawab. Pihak sekolah, pemerintah, orangtua, dan masyarakat. Kalau semua saling bekerja sama, urusan anakanak akan lebih jmudah ditangani. Tetapi, ada saja anak yang mencoba berulah untuk mencari perhatian. Bagi anak yang melakukan kesalahan atau kekeliruan, ia menyarankan jangan memarahi anak karena benci. “Orangtua boleh marah atau menghukum karena perbuatann anaknya. Jangan disalahkan di depan teman-temannya. Lebih baik ajak ngomong di tempat terpisah secara personal. Ingatkan untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut,” ujar ibu 3 anak dan nenek 6 cucu ini.

Pertanyaan tentang anak berkebutuhan khusus disampaikan Putu Prima. Ia mengatakan anaknya yang berusia 9 tahun termasuk anak berkebutuhan khusus. Walaupun sudah mengikuti kelas khusus, ternyata tidak ada perkembangan yang menggembirakan. Ia pun disarankan untuk mengajak anaknya diperiksa lagi agar tidak salah diagnosis. Sementara itu, Triasih dari Wangaya mempertanyakan mengapa sekarang jarang ada simulasi pola asuh anak. Dulu ia sering mengikuti kegiatan simulasi tersebut. Ia juga mohon tips untuk mengasuh anak. Dokter Endah menjelaskan semua orangtua ingin anaknya lahir normal, tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, kondisi yang terjadi kadang berbeda. “Bila terpantau ada kelainan, segera lakukan penyembuhan. Makin cepat dideteksi, makin besar harapan untuk tumbuh kembang secara optimal,” tegasnya. Ia mencontohkan pemantauan anak bisa dilakukan secara fisik dengan memandikan anak. Ketika anak mandi bisa ketahuan apa yang terjadi tubuh anak. Bisa saja ada lebam karena dicubit atau mungkin ada kelainan yang bisa dideteksi lebih awal. Mengenai masa emas (golden age) anak berada di usia 0 hingga 3 tahun. Perkembangan sel otak hingga 75%. Setelah usia 3 tahun, hanya akar-akar selnya yang tumbuh. Orangtua harus tahu apa cirri usia emas. Kemampuan kognitif dan intektual dari sisi bahasa akan terlihat. Pada periode awal, anak mengoceh sampai 18 bulan pertama. Kalau anak tidak bisa mengucapkan 15 suku kata, sudah perlu diwaspadai. Usia 2 tahun normalnya bisa 50 suku kata. Setelah itu bisa menyambungkan dua suku kata, tahu 3 warna dasar, yakni merah, putih, dan hitam. “Orangtua wajib perhatikan tumbuh kembang anak. Imunitas anak ditopang dengan pemberian

Suasana seminar “Pengasuhan Anak dengan Cinta” di Gedung Pers Bali K. Nadha

vaksin dan yang paling penting adalah memberi air susu ibu (ASI). Usia diatas 3 tahun, kemampuan otak tidak sepesat dibawah 3 tahun. Berikan protein dengan ASI eksklusif. Karena kekebalan tubuh ibu diturunkan ke anak,” paparnya. Mengenai anak berkebutuhan khusus seperti autis bisa dideteksi dari usia 3 bulan. Kalau anak tidak memberi respons ketika diajak berkomunikasi, segera lakukan pemeriksaan. Ada tiga tips yang diberikan dr. Endah dalam mengasuh anak. Pola asah dengan memberi rangsang untuk anak agar terus berkembang. Pola asih dengan memberi asupan nutrisi seimbang dan jangan selalu berikan menu instan. Pola asuh dengan cara mengasuh anak dengan baik, misalnya seringkan komunikasi, berikan stimulus dengan dongeng, hipnoterapi, serta ajak anak rekreasi, “Tumbuh kembang anak dipengaruhi faktor dari dalam (genetik, ras), luar (pola asuh, gizi, lingkungan). Segera konsultasi ke klinik tumbuh kembang anak jika ada masalah. Kalau saya biasa gunakan prinsip 3L, love, limitation (pembatasan untuk tujuan disiplin) dan let them grow up. Ada juga 3K, kasih

Pot Batu Mozaik sayang, kontrol, kesempatan. Dari ibu unggulan akan lahirkan anak unggulan. Bapak yang menentukan jenis kelamin,” tegasnya. PENGANGKATAN ANAK Sementara itu IB Pascima memaparkan tentang adopsi anak. Ia menuturkan masalah sosial ada yang konvensional dan kontemporer. Masalah konvensional adalah masalah yang ada sejak zaman dulu seperti kemiskinan, keterlantaran (balita terlantar, anak terlantar, anak jalanan dan lanjut usia terlantar), keterasingan/KAT, keterpencilan, kecacatan, ketunaan sosial (tuna susila, bekas napi, waria, gepeng), bencana alam/sosial, dll. Masalah sosial kontemporer adalah masalah akibat proses globalisasi/modernisasi, misalnya (kerusuhan sosial, KTK, peningkatan masalah anak, Napza, HIV/AIDS, dll. “Terkait anak, ada Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) yang bertujuan terwujudnya pemenuhan hak dasar anak dan perlindungan terhadap anak dari keterlantaran, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi sehingga tumbuh kembang, kelangsungan hidup dan partisipasi anak dapat terwujud,” jelasnya. Ia juga menjelaskan tentang

pengangkatan anak adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orangtua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat. Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku antara lain pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orangtua kandungnya; calon orangtua asuh harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat; dalam hal asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk tempat ditemukannya anak tersebut; dan pengangkatan anak Warga Negara Indonesia oleh Warga Negara Asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. Selain prinsip itu, orangtua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan mental anak. –Ngurah Budi

Bagi para penggemar tanaman hias, tentunya tak pernah bisa lepas dari yang namanya pot. Ada berbagai jenis pot yang bisa dipilih dengan beragam bahan. Ada yang terbuat dari plastik, gerabah, keramik, batu, dsb. Pot yang terbuat dari batu alam, menjadi salah satu pot yang menarik untuk dibahas. Selain karena bentuknya yang terlihat lebih anggun dan elegan, pot batu kini dibuat dengan ­beragam motif cantik dan menarik.

S

alah seorang pengrajin pot batu yang memiliki workshop sekaligus showroom di kawasan By Pass Ngurah Rai Sanur, Denpasar Bali, adalah Sape. Laki-laki asal Malang yang lebih akrab disapa Pak Sam ini sudah mulai mengerjakan pot batu dan membuka showroom di Ubud sejak 2007. Baru sekitar enam

bulan lalu ia membuka showroom di tempat ini. Konsumen pemakai produknya adalah masyarakat lokal dan ekspatriat. Pot batu yang kini banyak diproduksinya adalah motif mozaik. Hal ini diakuinya terus berkembang dengan melihat dan mencoba motif-motif baru yang tentu saja laku di pasaran. Karena tak jarang pula, konsumen datang

dengan membawa desain sendiri. “Dari sanalah kemudian saya mencoba motif-motif baru,” ucapnya. Motif mozaik pada pot batu ini, ada yang prosesnya ditempel, ada juga yang disusun sedemikian rupa. Proses pengerjaannya memakan waktu dua hari, dan dua hari berikutnya dikeringkan untuk selanjutnya siap dipasarkan. –Inten Indrawati

Mendongeng Lima Menit

Petani dan Tanah Miliknya

Seorang petani selalu menyesali hidupnya yang malang. Ia rajin mengerjakan tanahnya yang sempit, namun tetap miskin. Sejak dahulu ia berangan-angan memiliki tanah luas, namun angan-angan itu tak pernah menjadi kenyataan. Ketika melamun di Made Taro bawah pohon, tiba-tiba ia mendengar pengumuman yang disampaikan seorang menteri. “Demi kesejahteraan rakyat, mulai tahun ini, Paduka Raja akan memberikan tanah cuma-cuma kepada petani yang rajin.” Mula-mula petani itu ragu-ragu akan kebenaran pengumuman itu. Namun karena pemberitahuan itu diumumkan berkali-kali, ia mulai percaya. Saat itu pula ia menghadap Raja. “Ampun, Paduka! Hamba adalah petani miskin dan pekerja keras. Sudilah kiranya Paduka menganugerahi hamba sebidang tanah untuk digarap.” “Tentu, Petani yang rajin! Pilihlah tanah sekehendakmu! Tanah itu akan menjadi milikmu seterusnya. Mulailah melangkah dari pohon suar itu, lalu berjalanlah melingkar. Sebelum matahari terbenam, kamu harus sudah berada di pohon suar itu. Nah, tanah seluas lingkaran yang kamu tempuh itu, adalah tanah milikmu.” Petani itu sangat senang. Setelah mengucapkan terimakasih, ia segera menuju pohon suar dimaksud,

kemudian melangkah ke arah kanan. Sambil berjalan ia membayangkan luas tanah yang akan dimilikinya. Tanah itu sebagian akan dijadikan sawah, sebagian diolah menjadi kebun, dan sebagian lagi dipelihara menjadi hutan lindung. Sekali-sekali ia menoleh matahari yang sudah condong ke barat. Ia mempercepat langkahnya, lalu berlari sambil melebarkan arah ke kanan. Perhitungannya sangat tepat. Dengan berlari melebar dan melingkar ia akan memperoleh tanah yang luas. Ketika berbelok ke kiri, ia menginjak tanah yang berbukit-bukit. Tanah itu akan dijadikan taman yang indah. Di sepanjang lereng bukit ditanam beraneka warna bunga-bungaan. “Wah!” serunya tiba-tiba. Tidak disadarinya matahari menurun dengan sangat cepat. Ia mempercepat larinya, memperluas lingkaran, lalu berbelok ke kiri. Perhitungannya sangat tepat. Pada saat matahari menyentuh garis horizon, ia sudah menginjakkan kaki tepat di pohon suar. Tanah yang ia lalui sekarang cukup luas. Tanah itu akan dijadikan tanah garapan. Ia akan mengangkat petani-petani yang rajin untuk menggarap tanah miliknya. Hasilnya sebagian untuk dirinya dan keluarganya, sisanya akan disumbangkan kepada orangorang miskin. Sejenak ia melempar pandang ke pohon suar. Tampak bayangan pohon itu remang-remang. Ia mulai membelokkan arah larinya ke kiri menuju pohon suar. Walaupun napasnya mulai ngos-ngosan dan sekujur tubuhnya bermandi keringat, namun perhitungannya sangat tepat. Matahari yang berwarna jingga itu akan menyentuh garis horizon bertepatan dengan injakan kakinya di pohon suar. Lihat! Jarak pohon itu tinggal tujuh langkah lagi. Petani yang riang-gembira itu tampak melaju dengan cepat. Selangkah lagi, ya selangkah lagi! Buk! Petani itu jatuh tersungkur. Denyut jantungnya berhenti tiba-tiba.

Pak Sam di antara beberapa pot batu mozaik karyanya

Beragam motif pot batu mozaik

17


18

Life

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

Jaga Budaya Lokal Pemkot Denpasar Laksanakan Bedah Warung H Warung Urip rampung direnovasi. Warung yang menjual kuliner tradisional khas Bali ini adalah salah satu warung yang berhak mendapatkan program bedah warung dari Pemerintah Kota Denpasar. Maka, Rabu (5/8), Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra , melakukan peninjauan dan penyerahan hasil renovasi di Kawasan Jalan Trenggana, Br. Anggabaya, Denpasar Timur.

ari itu pemilik warung , I Ketut Sirta Arta yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Urip dan sang Istri Ni Nengah Suartini tampak penuh semangat menerima kehadiran orang nomor satu di Kota Denpasar ini. Sebab, selain pembenahan warungnya secara fisik ia juga mendapatkan bimbingan untuk dapat meningkatkan pelayanan yang ramah dan cepat. “Yang pasti tiang dan keluarga sangat bahagia dan berterima kasih bisa terpilih menjadi salah satu pemilik warung yang direnovasi,” ungkapnya sumringah dan penuh rasa syukur. Warung milik Pak Urip ini, selain menyediakan nasi bubur Bali dan berbagai jajanan tradisional, juga siap dengan gorengan dan rujak. Untuk minuman, Pak Urip yang menjalankan usaha warung sebagai pekerjaan utama ini pun, menyiapkan kopi, es buah, hingga jus. Menurut Wayan Gatra, program bedah warung dengan anggaran dana

Warung Bakti sesudah direnovasi

Warung Urip sesudah direnovasi, sebelum dibuka

Edisi 861/ 10 - 16 agustus 2015

7

Demi Tugas, Menyamar Jadi PSK Penyerahan hasil renovasi kepada wakil dari Warung Bakti dan Warung Urip

Rp 50 juta untuk setiap warungnya tersebut, saat ini diberikan kepada dua unit warung, yakni Warung Urip dan Warung Bakti. “Selain memenuhi persyaratan utama, seperti usaha tersebut merupakan pekerjaan utama dan bukan usaha sampingan, kepemilikan tempat adalah hak milik, bukan menyewa. Warung yang akan dibantu juga harus berlokasi di jalur yang mudah diakses, tidak di dalam pemukiman. Jenis warung yang direhab pun menyasar warung yang menjual kuliner tradisional khas Bali,” paparnya menjelaskan. Selanjutnya IB Rai D. Mantra menekankan, kenapa yang dibantu adalah pengusaha warung masakan tradisional Bali. “Sebab, kuliner ini juga bagian dari wawasan budaya.

Dengan dilakukan perbaikan disertai pengembangannya, tentu ada harapan Bali tidak akan kehilangan identitas, khususnya melalui produk kulinernya,” katanya. Pada program bedah warung yang merupakan kepedulian Pemkot Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar dan telah berjalan sejak 2014 ini, Wali Kota Denpasar yang berlatar belakang pengusaha ini tak lupa mengingatkan soal pentingnya menjaga kebersihan. “Tempat penyajiannya mesti bersih begitu juga tempat mencuci alat-alat jualannya. Tentu saja beserta panganan atau jajanan yang dijualnya,” ucap Rai D. Mantra sambil menyampaikan agar jenis makanan yang dijual diperbanyak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan. - ard

pasangannya Ni Made Rempen pemilik Warung Bakti, yang diwakili oleh putranya dan sang menantu Ni Luh Storini, juga mengatakan sangat mensyukuri dan merasakan kebahagiaan atas dilakukannya perbaikan terhadap penampilan kualitas fisik bangunan warung mereka. “Pastinya setelah dilaksanakan bedah warung, tampilannya menjadi lebih bersih dan nyaman bagi pelanggan yang datang,” ucap Storini. Menurut Storini, usaha keluarganya tersebut sudah berlangsung lebih dari 30 tahun. Dan, sudah sejak lama pula mereka berjualan jajan Bali. Salah satunya jaje laklak, yang menjadi jajan paling dicari masyarakat selama ini. “Kami mulai berjualan jajanan tradisional, pukul 6 pagi sampai dengan pukul 9 atau maskimal pukul 10, semua jajan sudah habis,” tuturnya. Storini menyampaikan, mereka juga berjualan nasi. Baik itu nasi jinggo atau nasi kotak hingga nasi yase, karena mereka juga melayani pesanan. Sampai saat ini untuk menjalankan semua kegiatan berjualan di Warung Bakti, keluarga Storini dibantu oleh dua orang

tenaga kerja. Selanjutnya, Wayan Gatra menjelaskan, bahwa program bedah warung ini tidak berbeda dengan rehabilitasi pasar yang telah dilakukan selama ini. Selain menjadikan tampilan warung lebih layak, lebih bersih, barang atau produknya lebih tertata serta jumlah item barang yang dijual semakin banyak. Juga dfilakukan pendampingan manajemen ekonomi ini sebelumnya sudah pula dilaksankan pada kedua warung tersebut. Sambil menuliskan pesan kalimat penyemangat “Usaha, kalau ditekuni secara tekun pasti akan sukses dan berhasil,” Wali KotaDenpasar pun menyatakan bahwa program yang digulirkan berkelanjutan ini bertujuan demi berhasil meningkatkan perekonomian usaha kecil masyarakat di Kota Denpasar. Kemudian selain turut dalam pelestarian kuliner lokal, dengan bantuan itu juga mereka akan cepat maju baik dalam manajemen pengelolaan dan omzet pendapatannya, yang berarti akan ada peningkatan kesejahteraan mereka. - ard

Jaje Renges Warung Urip dan Laklak Warung Bakti

Dua unit yang berhasil dibedah tahun ini, selain Warung Urip milik Ketut Sira Arta juga ada Warung Bakti milik Nyoman Jaya (70) di Sidakarya, Denpasar Selatan. Mengingat secara fisik tampilan warung keduanya kini sudah lebih bersih dan rapi dari sebelumnya, maka pembeli pun akan merasa lebih nyaman untuk berbelanja dan makan di sana. Pada kesempatan tersebut I Ketut Sira Arta, yang lebih dikenal dengan Pan Urip ini berkisah bahwa setiap harinya ia mulai berjulan pukul 03.30 hingga 17.00. “Nggih kami juga menyiapkan nasi jinggo atau nasi bungkus, serta melayani pesanan jajanan untuk berbagai kegiatan upacara atau untuk dijual lagi,” lanjut Nengah Suartini sambil menunjukkan jaje renges, salah satu gorengan yang menjadi andalannya itu. Sebelumnya, lanjut pak Urip, mereka melayani pesanan jejaitan untuk keperluan sembahyang sehari-hari maupun rerainan. Namun, dengan semakin banyaknya pesanan jajan, ia pun memilih lebih fokus menyediakan jajanan tradisional Bali tersebut. “Kalau pisang goreng, yang bahannya tepung dan pisang itu sudah biasa, jaje renges cukup unik dan enak, berbahan tepung dan ketela ungu. “Sekarang saya siap menjalankan tantangan yang diberikan oleh Wali Kota Denpasar untuk meningkatkan omzet, setelah bedah warung dan menambah jenis produk jualan,” cetusnya. Begitu pula, Nyoman Jaya (70) dan

Story

Setelah janjian lewat telepon, Fahira (29), nama samaran, akhirnya bertemu dengan seorang laki-laki yang “dikenal” sebagai pengedar narkoba di sebuah kamar hotel di Lombok. Laki-laki ini membuat janji dengan Fahira sebagai seorang pekerja seks komersial (PSK). Tentu saja saat akan bertemu dengan “sang pelanggan” Fahira berdandan dan berlagak bak seorang PSK profesional untuk menarik minat si laki-laki dan agar si pelanggan ini yakin dengan profesinya. Memilih salah satunya menjadi “pelacur” terpaksa dilakukan oleh Fahira dalam penyamaran-penyamaran­nya demi melaksanakan tugas pemberantasan narkoba yang dilakukan bersama rekan-rekan abdi negara lainnya.

S

ebagai seorang polwan, ia rela melakukan tugas-tugas “berbahaya” seperti ini demi menyelamatkan bangsa dari gencarnya peredaran narkoba. Ini hanya satu dari banyak cara yang kerap dilakukan Fahira dan rekanrekannya dalam mengungkap jaringan narkoba di suatu wilayah. Fahira bisa menjadi apa saja saat penyamaran dilakukan. Ketika mengejar seorang pengedar narkoba di Lombok, Fahira mengaku sungguh deg-degan, terutama sekali ketika mendekati pintu kamar hotel di mana seorang laki-laki tengah menantinya. “Rasa takut dan khawatir itu selalu ada, tapi saya serahkan semua pada Allah akan apa yang terjadi pada diri saya saat bertugas. Tentu saja sebelum saya memasrahkan diri pada ketentuan Allah, saya berusaha secermat mungkin untuk hati-hati dan waspada,” ungkap Fahira, tegas.

Hari itu, dengan bantuan beberapa rekannya yang sudah siaga di sekitar kamar hotel tempat mereka membuat janji bertemu, perlahan-lahan Fahira mendekati pintu kamar hotel dan mengetuknya. Tak lama kemudian, seorang laki-laki membuka pintu dan Fahira masuk kamar yang tertutup. Rekan-rekannya

mulai lebih mendekat ke kamar tersebut untuk menanti kode dari Fahira. Kode untuk melakukan

“Saya khawatir penyamaran saya diketahui dan orang itu memiliki senjata tajam yang bisa saja melukai saya”

penggerebekan. Menghadapi situasi berduaan dengan laki-laki yang tidak dikenalnya secara pribadi dalam sebuah kamar hotel pula, tentu bukan persoalan mudah. Kekhawatiran Fahira terus memuncak. Yang ia tuju adalah barang bukti narkoba yang ada pada laki-laki tersebut. Ia fokus untuk menemukan tempat barang haram tersebut, sebelum laki-laki itu “menjamahnya”. Ia ingin segera menyudahi penyamarannya. Fahira gelisah dan semakin khawatir. “Saya khawatir penyamaran saya dike-

tahui dan orang itu memiliki senjata tajam yang bisa saja melukai saya,” ungkapnya. Namun dengan penuh keyakinan, Fahira percaya bahwa Allah akan melindunginya, apalagi rekan-rekannya telah siaga di luar dan berada sangat dekat dengan dirinya. Karenanya, sebelum laki-laki itu melaksanakan niatnya, Fahira yang telah tahu posisi barang bukti narkoba tersebut, dengan seluruh keberanian yang dimilikinya sebagai seorang perempuan, ia langsung memegang dan memelintir tan-

gan laki-laki yang menjadi target operasi mereka. Fahira memberi kode pada rekan-rekannya yang langsung melakukan penggerebekan di dalam kamar tersebut. “Alhamdulillah operasi sukses, barang bukti kami dapatkan dan tersangka juga berhasil dibekuk,” ujarnya tentang pengalaman yang mendebarkan ini. RASA KEMANUSIAAN Banyak kisah dan peristiwa yang telah dilalui Fahira dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Jika penggerebekan narkoba penuh dengan kekhawatiran dan harus selalu waspada, maka pada tugas yang lain hati dan perasaan Fahira terasa miris manakala menyaksikan seorang anak angkat yang disiksa oleh orangtuanya. Ini menjadi bagian tugas yang tidak pernah bisa dilupakan Fahira karena sungguh membuat rasa kemanusiaannya teriris. Suatu hari di tahun 2011 di wilayah Lombok Barat, Fahira mendapat tele-

pon dari masyarakat yang mengabarkan bahwa ada seorang anak berusia 3,5 tahun di lingkungan mereka yang disiksa orangtuanya. Kondisinya sangat parah dan memprihatinkan. Sebagai seorang polisi, Fahira dan rekannya pun mendatangi tempat di mana anak yang menjadi korban itu tinggal bersama orangtua angkatnya. Kebetulan saat mereka datang ke sana, orangtua anak ini sedang

tidak berada di rumah. Fahira menemukan suasana yang begitu dramatis sampaisampai sempat membuatnya shock. “Anak dengan penuh luka memar di sekujur tubuhnya dan terdapat perban pula, langsung minta saya gendong,” kata Fahira. Menurut informasi yang disampaikan tetangga si anak pada Fahira, anak ini telah menerima siksaan sejak usia 1,5 tahun. Luka terakhir yang diingat si anak adalah kena lemparan piring dan disiram dengan minyak tanah dan luka memar kena pukulan gayung. Saat itu pula, Fahira dan rekannya langsung membawa anak tersebut untuk diperiksa dan diobati luka-lukanya di rumah sakit. “Anak itu nempel terus sama saya,” ujar Fahira yang menjadi sangat dekat dengan anak tersebut setidaknya selama proses hukum yang dijalani orangtua angkatnya. Sesungguhnya kisah si anak tinggal bersama orangtua angkatnya, bukanlah dari proses adopsi atau pengangkatan resmi, melainkan si anak lahir dari seorang PS (Partner Song) yang bekerja di salah satu kafe di Senggigi Lombok Barat. Si anak dititipkan pada keluarga ini dan ditinggalkan oleh ibunya yang entah ke mana. Selama proses hukum orang tua angkatnya itu, anak tersebut dititipkan di salah satu rumah aman di Mataram. Tiap kali Fahira datang menjenguknya, anak tersebut selalu memeluknya erat-erat dan memohon agar ia tidak meninggalkannya. Namun, dengan berbagai cara, Fahira meyakinkan anak tersebut aman berada di rumah aman ini, sehingga tiap kali kala ia ingin melanjutkan melaksanakan tugasnya, si anak mau melepasnya. Mereka menjadi dekat satu sama lain. Selama persidangan orangtua angkat si anak, Fahira juga selalu menyempatkan diri hadir di tiap persidangannya hingga sidang putusan yang seingat Fahira hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara bagi orang tua si anak. Kisah ini menjadi pelajaran penting bagi Fahira dalam menjalankan tugas sebagai seorang polisi. -Naniek I. Taufan


6

Woman on Top

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Alexandra Dewi

Adrenalin dan Tantangan Dunia otomotif sering diidentikkan dengan dunia kaum lelaki. Namun, bukan berarti perempuan tak bisa berkecimpung di dalamnya. Salah satu perempuan yang bergelut di dunia oto­ motif adalah Alexandra Dewi, Head Regional Bali & Indonesia Timur, AstraWorld.

A

lex, sapaan Alexandra menuturkan dia ber­ gabung di AstraWorld sejak 2003 sebagai Head Representative. Tahun 2012 – 2014 ia ditarik ke pusat PT Astra International Tbk, Divisi Corporate Industrial Relations (holding company) kemudian kembali ke Bali sebagai Head Regional Bali dan Indonesia Timur “Dulu saya pernah bekerja sebagai Sales & Marketing Manager sebuah boutique

resort di Nusa Dua,” kenangnya. Ketertarikannya dengan dunia otomotif karena adrenalin dan ada tantangan. “ Saya gemar otomotif sejak masa sekolah dimulai dengan bergabung di sebuah motor sport club di Surabaya selama 2 tahun”. Namun adrenalin pada dunia balap mobil lebih menantang baginya. Mulai SMU bergabung dalam klub otomotif untuk kejuaraan timerally regional dan nasional. Bersama timnya, ia sempat masuk urutan 8 besar

Alexandra, ketua panitia Bali Green Run 2015 saat acara penyerahan simbolis 1000 bibit pohon nangka dari 500 pelari untuk hutan binaan di Desa Puakan, Taro

nasional beberapa tahun silam. “Beda pulau beda pula tantangan menaklukan medan. Persiapannya bisa lebih lama dibanding berkompetisi di daerah sendiri. Reli mobil mengajarkan ketajaman mind mapping, analisa waktu dan risiko, sporitivitas dalam kompetisi, emotional-adrenalin, teamwork, intuisi dan perhitungan bagi driver dan codriver, serta pengambilan keputusan yang tepat dan akurat. Brave and calculated risk menjadi tantangan tersendiri dalam dunia otomotif,” jelas perem­ puan yang juga gemar travel-adventure, hiking, yoga, dan bodycombat ini. Ia menambahkan suka high impact sport yaitu body combat, dengan gerakan MMA (Mix Martial Arts) jadi semacam gabungan olahraga karate, muaythai, taekwondo, capoeira diramu dengan musik beat tinggi. Tiap tahun Alex selalu memasukan tantangan baru untuk men­ jaga dynamic rhythm of life. Tantangan barunya tahun ini belajar menjadi keahl­ ian meracik kopi (barista), bagaimana membuat coffee latte art. Suka-duka pun dialami Alex di dunia otomotif. Baginya semua aspek kehidup­an ada positif dan negatif, pro dan kontra memang selalu berjalan beriringan. Laki-laki dan perempuan harus mampu menemukan dan men­ geluarkan potensi dalam dirinya. Oto­ motif identik dengan dunia laki-laki karena umumnya laki-laki dianggap mampu memimpin organisasi dengan tanggung jawab besar, dinamika dan ritme kerja cepat dan tepat, cara berpikir praktis-logis, ketegasan dan keberanian, komitmen di luar jam

kerja. Semua ini memerlukan proses pembelajaran. Bagi perempuan, harus mampu menyesuaikan diri serta bisa melebur dengan gaya kerjasama dan kepemimpinan laki-laki. Namun dunia otomotif pun tetap memerlukan sen­ tuhan feminim, imbuhnya. Selama bergabung di Astra, baik di induk ataupun di anak perusahaan Alex mengaku mendapat kesempatan mengembangkan potensi dan kapasitas. “Meskipun background saya tourism industry, saya diberi kesempatan belajar singkat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Saat bertugas 2,5 tahun di Astra International Divisi Corporate Industrial Relations saya berkolaborasi dengan rekan kerja lulusan S2 Univ. Indonesia, Univ. Gajah Mada, dan ITB. Hanya saya lulusan Diploma IV Tourism Management. Divisi itu memperluas wawasan saya, belajar strategi me­ ngenai corporate legal, risk management dan investor relations. Saya dilibatkan dalam berbagai proyek Corporate Astra. Pada kesempatan lain saya men­ jadi fasilitator bagi karyawan-karyawan Astra yang dipersiapkan menjadi supervisor/manager,” ungkapnya. Ia menuturkan Astra International memiliki enam lini bisnis, otomotif, jasa keuangan, alat berat-pertambangan dan energi, agribisnis, infrastruktur & mata rantai lositik dan teknologi informasi yang membawahi 183 anak perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki dinamika tan­ tangan berbeda. Winning Concept, Winning System dan Winning Team menjadi porosnya. “Kami memiliki filosofi Catur Dharma Astra, salah satunya menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Jadi setiap langkah bisnis Astra harus mengarah pada kontribusi dan kemajuan bangsa, kembali kepada masyarakat dan Indo­ nesia,” tegasnya. Mengenai harapannya terhadap dunia otomotif dan perempuan, ia menilai masyarakat modern di era globalisasi memiliki mobilitas tinggi.

Dulu Pilihan Sekarang Wajib

P

ramuka bukan ek­ strakurikuler (ek­ skul) biasa. Gerakan pramuka merupakan sebuah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga. Kegiatankegiatan yang ditawarkan dalam pramuka terbilang menarik, meny­ enangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan karena banyak dilakukan di alam terbuka.

Pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur dan karakter merupakan sasaran dari gerakan pramuka yang memiliki prinsip dasar kepramukaan dan me­ tode kepramukaan yang mampu menjadikan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan den­ gan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia. Meski pramuka tidak lagi men­

jadi favorit bagi siswa dan maha­ siswa sekarang seperti di masa dulu, namun pramuka di Nusa Tenggara Barat terus menggeliat dengan berbagai kegiatan sep­ erti penguatan kelembagaan dan mempersiapkan SDM pembina dan pelatih pramuka. Di bulan Agustus menjelang Hari Pramuka ke-54, tanggal 14 Agustus 2015, Kwarda NTB tengah siapkan upacara peringatan tingkat provinsi yang

Kwarda Pramuka NTB mendorong agar pramuka tetap eksis. Husnandiyati Nurdin (tiga dari kanan depan) bersama Gubernur NTB dan pengurus Kwarda NTB.

Husninandiyati Nurdin dalam sebuah kegiatan pramuka

dipusatkan di Hortipark Karang Sidemen, Batu Kliang Utara, Lom­ bok Tengah. “Merayakan Hari Pramuka tahun ini, Pramuka NTB melaksanakan berbagai kegiatan seperti, perkema­ han penggalang, penegak dan pande­ ga yang diikuti oleh tidak kurang dari 700 orang, yang dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2015. Sebelumnya pada tanggal 5 Agustus 2015 lalu, Kwarda NTB telah memulai kegiatan yakni memasang patok pembangunan gedung Koperasi Pandu Kwarda NTB. Selain itu, Kwarda NTB bek­ erjasama dengan Dinas Dikpora NTB juga tengah mempersiap­ kan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi 348 guru SMP se-NTB dan

Pertumbuhan otomotif harus disertai pengembangan infrastruktur ter­ encana jangka panjang. Perusahaan otomotif memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mengem­ bangkan kapasitas dan potensinya agar bisa menduduki posisi strategis dalam organisasi. Mengoptimumkan kom­ petensi agar perempuan Indonesia bisa berkompetisi dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Alex menambahkan dirinya bukan superwoman yang mampu melakukan segalanya. Communication, teamwork and trust menjadi kunci utama dalam keluarga, saling mendukung dan meleng­ kapi. “Crea­tive quality time menjadi relationship booster saat akhir pekan dari hari libur,” ujar Alex. –Ngurah Budi

160 guru SMA se-NTB dengan rencana tiga angkatan, di mana satu angkatan akan dipusatkan di Mataram pada pertengahan Agustus 2015,” ungkap Husnandi­ yati Nurdin, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat yang juga adalah Humas Kwarda Pramuka Nusa Tenggara Barat. Karena masa terus berjalan, maka pramuka dulu dan sekarang tentu berbeda. Jika dulu pramuka adalah pilihan, maka sekarang pramuka telah menjadi salah satu ekskul wajib di sekolah. “Bedanya terasa dan terlihat sangat signifi­ kan, kalau dulu pramuka begitu menarik diikuti kesukarelaan dan kemandirian yang tertanam erat, dengan disiplin yang sangat tinggi, kebersamaan/persaudaraan tertan­ am. Ini biasanya terlihat saat latihan di Gugus Depan, di arena kegiatan, dalam pengabdian masyarakat dan dalam pergaulan sehari-hari. Namun seiring perkembangan di negara kita dan berkembangnya aneka macam organsasi kepemudaan, maka kuan­ titas dan kualitas dan nilai-nilai tersebut makin hari makin surut, bahkan nyaris pramuka kurang diminati generasi muda,” ungkap Husnandiyati Nurdin. Namun begitu, Kwarda Pra­ muka NTB selalu berupaya untuk menjadikan pramuka memiliki kelas tersendiri. Karena dalam berbagai kegiatan pramuka senantiasa me­ nanamkan nilai-nilai kebersamaan dan nilai-nilai baik lainnya yang diharapkan dapat membentuk karakter khususnya bagi generasi muda bangsa ini. -Naniek I. Taufan

19

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Gerakan Pramuka

Wadah Efektif “Revolusi Mental” Pramuka membutuhkan dukungan penuh pemerintah untuk dapat berkembang di masa sekarang ini. Salah satu bentuk dukungan itu, misalnya menjadikan pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah. Di sisi lain, pra­ muka juga harus menciptakan program-program terobosan yang sesuai dengan kekinian guna memikat hati anak-anak agar mau bergabung dalam gerakan pramuka.

“T

antangan pramuka untuk tetap eksis lebih berat saat ini. Karena kita sekarang menghadapi Generasi ‘C’ atau Generasi Cyber, mereka yang lahir di tahun 1990-an dan tahun 2000 bahkan 2010. Mereka ini adalah anak-anak yang tidak suka organisasi bersifat struktural. Mereka adalah generasi yang boleh dibilang banyak menghabiskan waktunya di­ dunia maya. Inilah generasi yang kita hadapi sekarang,” ungkap Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gera­ kan Pramuka, kepada Tokoh. Karenanya, kata Adhyaksa lagi, salah satu terobosan yang dilakukan pihaknya adalah membuat ‘pasukan cyber’ pramuka. Mereka ini lah yang hadir di dunia maya lewat berbagai macam medsos seperti Facebook, Twitter, dll. “Sekarang pramuka banyak masuk ke media sosial. Itu karena kita melakukan penguatan. Kita masuk pada itu. Kita bikin twit­ ter sendiri, facebook, semua kita besarkan untuk menampung anak anak muda ini. Dulu kan kita dapat morse, semaphore, itu masih tetap ada sampai sekarang. Hanya saja, kita juga membekali mereka dengan kemampuan pengusaan terhadap IT,” lanjutnya. Terobosan lainnya adalah kini pramuka membuat registrasi online. Indonesia memiliki 17 ribu lebih pulau dari Sabang sampai Merauke.

Adhyaksa Dault

Pramuka anggotanya sekitar 22 jutaan tapi untuk registrasi terlalu lama karena harus melalui kelurahan, kecamatan, gugus depan (Gudep), ke kabupaten, jadi sangat struktural. “Nah sekarang, hal itu kita per­ baharui dengan membuat regis­ trasi online. Kan semuanya, rata-rata, memiliki ponsel, nah mereka bisa melakukan registrasi secara online. Melalui ponsel, mereka bisa men­ erima berbagai berita dari pusat,” ungkapnya. Gerakan pramuka, ungkapnya lebih jauh, adalah sebuah kekuatan besar. “Jadi kalau Jokowi mengata­ kan tentang ‘revolusi mental’, maka

Pramuka merupakan suatu bentuk pembinaan ke­ pada generasi muda melalui kepanduan. Nilai yang dibentuk dari pramuka, sejak dulu dan sekarang tetap sama, namun, kemasannya yang diubah se­ suai perkembang­an zaman. “Nilai seperti kesetiaan kepada bangsa, sifat jujur, disiplin, cinta lingkungan dan alam, cinta demokrasi dan berdiskusi, setia pada janji, dan se­bagainya tetap dipertahankan. Metode­ logi, pendekat­an, dan pengemasannya yang kami ubah. Karena kami ingin pramuka tetap up to date,” ujar Ketua Kwartir Daerah Provinsi Bali, Ketut Wija.

A

sisten II Pemprov. Bali ini mengatakan, za­ man sekarang meru­ pakan zaman teknologi dan globalisasi, sehingga metodelogi pramuka harus disesuaikan. “Dunia anak saat ini dunia IT. Dunia pramuka juga harus dise­ suaikan dengan perkembangan IT. Contohnya, ada jamboree on the air dan jamboree on the internet,” katanya. Jamboree on the internet ini merupakan satu kegiatan jam­ bore dimana para paramuka berkumpul di satu lapangan, dan mengerjakan tugas yang dikirim lewat internet. Jawabannya pun harus dikirim via internet. Ke­

giatan lain yang dilakukan saat jambore, misalnya penanaman po­ hon, penelitian alam, bersih-bersih lingkungan, ceramah teknologi sampah, HIV, narkoba, kenakalan remaja. Semau materi digarap sesuai keterampilan masa kini. Saat ini, pramuka meningkat dari segi jumlah. Apalagi dengan berlakunya kurikulum 2013 yang mewajibkan adanya kegiatan pramuka di SD, SMP, dan SMA. Saat ini jumlah SD sebanyak 2400 sekolah, SMP 1400 sekolah, dan SMA 800 sekolah. Jika dihitung, tentu banyak sekali jumlah pra­ muka yang tercatat. Namun, jumlah pramuka yang aktif sekitar 75 ribu.

pramuka adalah paling wadah paling efektif. Karena pramuka memiliki Dasa Dharma,” katanya sembari me­ nambahkan saat ini sekitar 465 anak Pramuka Indonesia tengah berlaga dalam Jambore Dunia di Jepang. Diperlukan perubahan yang mendasar dari pramuka agar tidak ditinggalkan oleh generasi muda. Untuk itu diperlukan penguatan dari pemerintah. “Sekalipun pem­ berlakuan Kurikulum 2013 telah ditunda, namun kami memohon agar pemerintah menjadikan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib bagi anak-anak sekolah. Karena di pra­ muka, diajarkan tentang patriotisme, hidup mandiri, survive, dll. Jadi kita minta pemerintah mendukung dan menguatkan pramuka, sambil kita sendiri juga melakukan pembenahanpembenahan agar generasi muda kita ini selamat dalam pendidikannya,” ucapnya. Tanpa peran pemerintah, pramu­ ka akan kesulitan. “Pramuka bukan ormas, bukan organisasi politik, tapi organisasi pendidikan non formal. Kalau pemerintah jeli, seharusnya ini terus dikuatkan. Tapi kami sekarang berada di bawah Kementerian Pemu­ da dan Olah Raga, padahal harusnya dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami berharap itu dikembalikan kesemula, karena anakanak kami, kan, kebanyakan berusia di bawah 17 tahun,” jelasnya. Untuk mendorong itu, pramuka katanya melakukan dialog-dialog, ter­ masuk berdiskusi dengan Komisi X DPR RI. “Pramuka ini penting sekali. Kalau bicara revolusia mental, me­ mangnya mau pakai apa wadahnya, ya yang paling tepat adalah dengan pramuka. Coba lihat saja, mana ada anak-anak pramuka tawuran, nyabu,” ujar Adhyaksa. –Diana Runtu

Gung Sinta (kiri) dan Diah Anggraini didampingi Wakasek Kesiswaan SMAN 7 Denpasar, I Wayan Sedana

Belajar Mengatasi Tantangan Meski diwajibkan dalam kurikulum 2013, ekskul pra­ muka, khususnya di tingkat anak-anak sekolah menengah atas (SMA) masih minim pemi­ nat. Pramuka masih terkesan “milik” anak SD. “Walaupun sering di­o lokolok teman, saya tetap senang ekskul ini. Banyak hal yang saya dapatkan di sini,” ungkap Gung Sinta, Ketua Ekskul Pramuka Asmi Suara Sisma. Sejak SMP, Gung Sinta mengikuti pramuka, dan berlanjut hingga ke SMA. Awalnya memang sekadar ikut karena ditawari pihak sekolah. Namun setelah “nyemplung” dan mengikuti lomba, Gung Sin­ ta merasa inilah dunianya. “Saya belajar banyak tentang kedisi­ plinan, kebersamaan, mencari solusi dari masalah, tali-temali, dsb.,” ujar siswi kelas XII IIS 3 ini yang mengaku makin ber­ semangat mengembangkan pramuka di sekolahnya, setelah berhasil menggondol Juara I Lomba Short Indie Movie yang digelar SMAN 2 Denpasar, tahun lalu. Kader pramuka lainnya pun

mengakui hal yang sama. Diah Anggraini, siswi XI IIS 4 menu­ turkan, ia sejak SMP sampai saat ini ikut pramuka. Ini demi menunjang cita-citanya yang in­ gin menjadi polwan. “Ada LKBB (Latihan Keterampilan Barisberbaris) seperti pelatihan polisi dengan dasar-dasar kemiliteran­ nya. Juga, belajar bikin tenda, cara hidup di alam bebas, dan kita bisa lebih percaya diri, lebih banyak kesempatan mengenal orang luar, serta belajar menga­ tasi tantangan.” ucapnya. Wakasek Kesiswaan SMAN 7 Denpasar, I Wayan Sedana, S.Pd., M.M. menambahkan, ekskul ini sesungguhnya sangat bagus, karena banyak manfaat positif yang bisa didapatkan dan bisa diterapkan siswa dalam kehidupannya. Kekompakan, disiplin, juga bisa mencari solusi penyelesaian dalam suatu per­ masalahan. Karena itu pula, ia menginstruksikan kepada Gung Sinta untuk lebih menyosial­ isasikan lagi program-program pramuka untuk dapat menjaring lebih banyak peminat. –Inten Indrawati

Jamboree on the Internet Ia menilai, pilihan ekstrakuri­ kuler di sekolah sangat ba­nyak. Kegiatan pramuka juga ba­nyak saingan. Namun, dengan wajibnya kegiatan pramuka di sekolah akh­ irnya, banyak siswa bergabung. Yang awalnya, ikut pramuka kare­ na diwajibkan, akhirnya lamakelamaan menjadi tertarik karena ternyata kegiatan pramuka sangat menye­ nangkan. Dalam pan­ dangannya, menjadi pra­ muka, merupa­ kan pendidik­an parakter yang paling leng­ kap, holistik, d a n t e r­ intergrasi. “Dari pra­ mukalah, ada nilai nasiona­

lisme, disiplin, karakter, keju­ juran, cinta tanah air, dan juga keseder­hanaan. Dalam pramuka, pendidikan karakter budi pekerti sudah langsung dipraktikkan,” kata Wija. Ia menegaskan, dengan pramuka, cara men­ jalani hidup lebih mudah, indah, dan bermakna. Mudah karena dididik de­ ngan berbagai keterampilan, sehingga mu­ dah hidup di mana

saja. Indah ke­giatan pramuka bermain, ber­nyanyi, dan sangat menyenangkan. Bermakna kare­ na pramuka diajarkan mencintai sesama, membantu orang, mena­ nam pohon, sehingga hidup lebih bermakna bagi diri sendiri, orang lain, dan juga lingkungan. Untuk peringatan hari pra­ muka tahun ini, temanya pramu­ ka kembali kepada jati diri solusi terbaik penanganan masalah remaja. Berbagai kegiatan sudah digelar sebelumnya, mulai dari jambore daerah, perkemah­an, pesta siaga, lomba gugus tergiat. Tanggal 13 Agustus di kantor Kwarda Provinsi Bali, digelar berbagai lomba, paduan suara, tutor sebaya, alat musik dari ba­ rang bekas, fotografi, dan semar­ phone. Puncak peringatan pada tanggal 14 Agustus berbarengan dengan HUT Pemprov. Bali, apel di lapangan dan penyerahan hadiah. Malam harinya, kemah di kantor Kwarda Provinsi Bali, un­ tuk ulang janji dan api unggun. -Wirati Astiti


20

Nine

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Ada Istri di Balik

Inspirasi

Alia Noor Anoviar

G

angguan kamtibmas di Jawa T i m u r khususnya wilayah-wilayah tersebut, membuat kepolisian bekerja keras untuk kembali menstabilkan kamtibmas demi melindungi masyarakat yang dicekam ketakutan. Polres Pasuruan, salah satunya yang berada dalam situasi siaga I kala itu. Ini tentu saja membuat seluruh jajaran Polres Pasuruan sibuk luar biasa, termasuk Kasat Reskrim Polres Pasuruan saat itu, AKP Kurnianto Purwoko, yang sempat tidak pulang ke rumah selama beberapa hari demi menangani masalah ini. “Kalau pun pulang, ya sebentar saja lalu pergi lagi. Namun lebih banyak tidak pu-

langnya waktu suasana genting isu dukun santet itu,” ujar Azizah Yoenoes Naning istri dari Kurnianto. Azizah mengenang masa itu sebagai masa-masa terberat dalam hidupnya, karena ia harus menghadapi proses persalinan tanpa suami. Namun situasi apapun yang dihadapinya, ia sudah siap lahir dan batin, karena itulah janjinya ketika ia menikahi Kurnianto yang seorang polisi. Kala itu, kisahnya, ia akan melahirkan anak pertama mereka dan ketuban pecah lebih awal dari perkiraan dokter. Tengah malam, persis jam 12 malam. Bisa dibayangkan rasanya menjadi seorang perempuan yang akan

Dreamdelion melahirkan anak pertama tanpa suami di sampingnya. Pada saat yang sangat penting itu, suaminya yang sedang bertugas tidak dapat datang karena tengah berada jauh dari Kota Pasuruan. Azizah merasa sendiri karena di Pasuruan ia juga tidak memiliki keluarga. “Keluarga saya jauh di Palembang. Akhirnya saya pergi ke rumah sakit diantar tetangga,” ujarnya. Di sinilah ia memaknai arti kemandirian dan ikhlas menerima. Ikhlas menerima bahwa tidak semua waktu hidup itu harus sempurna. Seperti yang dialaminya saat itu. Ikhlas menjalani masa-masa pentingnya sebagai seorang perempuan tanpa suami yang harus menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara. Azizah tidak cengeng menghadapi situasi ini, bahkan untuk melapor ke atasannya saja ia memilih tidak melakukannya dengan alasan tidak ingin merepotkan atasannya. Ia tegar dan sama sekali tidak menangis.

sekalipun, Azizah tetap mendampinginya meskipun mempertaruhkan kenyamanan hidup tenang bersama anaknya. Maka ketika suaminya hendak “menitipkannya” sementara pada keluarganya di Palembang karena situasi Aceh yang berbahaya kala suaminya bertugas sebagai Kapolres Persiapan Bener Meriah di wilayah konflik (GAM/Gerakan Aceh Merdeka) tahun 2000-2004 itu, Azizah menolak tegas. “Saya tidak ingin saat senang saja berada di samping suami. Saat suami susah (memiliki beban tugas yang lebih berat), masak iya saya tinggalkan untuk berjuang sendiri. Azizah bersama suami dan kedua anaknya. Foto saat suaminya bertugas di Aceh

Workshop Opening Cakra for Healing

Guru Made Sumantra dan Bunda Dian dari Pasraman Markandeya Yoga mengadakan workshop Opening Cakra for Healing, pada Minggu (16/8) di Pasraman Markandeya Yoga. Donasi Rp 100 ribu, peserta mendapatkan CD Opening Cakra, pendulum, dan makan siang. Untuk pendaftaran, hubungi 082145142424, 087861187825 -rls

Apapun yang terjadi kami harus hadapi bersama. Saya tetap berada di Aceh sampai suami saya mengakhiri masa tugasnya di sana,” kata Azizah. Di sini Azizah juga harus berperan dengan tepat sebagai seorang ibu. Ketika pertama kali ke Aceh, ia tidak berani bicara dengan sembarang orang mengingat GAM saat itu terus melakukan “identifikasi” pada aparat dan keluarganya. Ia tidak menyimpan foto suaminya yang

Saat ini semakin banyak saja anak-anak muda peduli pada lingkungan ­social ­kemasyarakatan. Lewat beragam kreativitas, mereka bukan hanya ikut ­membangun lingkungan tapi juga datang dengan proyek-proyek pemberdayaan perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah Alia Noor Alnoviar yang ­bersama teman-temannya terjun kekawasan kumuh Manggarai, Jakarta Selatan.

Aktifitas Azizah saat menjadi Ketua Bhayangkari Mataram

Bahkan ketika dokter harus mengambil tindakan operasi cesar, dokter meminta agar suami atau keluarga terdekatnya harus menandatangani surat persetujuan tindakan. “Sempat bingung karena Mas Kur (suaminya), tidak bisa segera datang karena sedang berada jauh dari Kota Pasuruan. Lalu saya berinisiatif bilang pada dokter, biar saya sendiri yang menandatangani surat tersebut,” ujarnya mengenang. Dokter dengan tegas tidak mengizinkannya menandatangani surat pernyataan tersebut sampai akhirnya kondisinya ini diketahui oleh Kapolres Pasuruan kala itu, yang langsung membantunya, membantu segera “memulangkan” suaminya dari tempatnya tengah bertugas, secepatnya ke Pasuruan. Itulah buah dari kesabaran dan keihlasan Azizah, pada saat yang tepat, Kurnianto pun akhirnya datang dan menemani istrinya yang akan melahirkan anak pertama mereka. –Naniek I. Taufan

Senang dan Susah Hadapi Bersama Inilah salah satu dari begitu banyak kisah yang dialami Azizah dalam mendampingi suaminya. Baginya, sebagai perempuan dan seorang istri, ia harus membuat suaminya senyaman mungkin ketika melaksanakan tugasnya, seberat apapun situasi yang dihadapi. Inilah peran penting seorang perempuan di balik kesuksesan seorang laki-laki. Karena itulah, Azizah lebih memilih mengikuti ke mana pun suaminya bertugas. Tak sekali pun ia meninggalkan suaminya untuk hidup terpisah apapun alasannya. Bahkan ketika suaminya bertugas di wilayah konflik

5

Pendiri Komunitas

Kesuksesan Suami Ketika isu dukun santet melanda wilayah Jawa Timur di tahun 1998 silam yang berujung pada amuk massa, suasana khususnya di beberapa wilayah seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep demikian mencekam. Bagaimana tidak, nyaris semua kalangan termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat kebingungan menyikapi situasi ini dan tidak dapat mengendalikan situasi.

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

berpakaian dinas di dompetnya. “Saya juga mengingatkan anakanak saya untuk tidak pernah mengatakan bahwa ayah mereka seorang polisi. Jika ditanya jangan bilang tinggal di asrama polisi dan kalau ditanya apa pekerjaan papanya, saya minta mereka mengatakan papanya seorang pedagang,” ungkap ibunda dari Aulia Adi Nugraha (17), Gina Amira Naqiyyah (10) dan Lutfia Amaani Nafila (5). Inilah yang tampaknya mem-

buat karir AKBP Kurnianto Purwoko yang kini menjadi Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting, Lombok Timur NTB ini terus melaju. Tercatat tigak kali ia menjabat sebagai Kapolres, yakni Kapolres Persiapan Bener Meriah Aceh Tengah, Kapolres Sumbawa dan Kapolres Mataram. Tiga kali menjadi Ketua Bhayangkari, Azizah selalu menanamkan kesederhanaan pada anggotanya. “Saya mengingatkan untuk tidak berlebihan. Tidak perlu orang tahu apa yang kita punya,” ujarnya. Ia juga selalu mengingatkan agar memandang posisi dengan yang lain itu sama. “Bhayangkari ada karena menikah dengan polisi. Jadi tidak ada bedanya antara bintara dan perwira, semua sama. Samasama polisi, jadi harus peduli satu sama lain,” kata perempuan kelahiran 11 Juni 1971 ini. Inilah salah satu bentuk dukungan Azizah bagi suaminya. Ia bahkan kerap mengatakan bahwa hingga hari ini ia tidak pernah lulus “ujian” dalam menyiapkan atribut pada pakaian dinas suaminya karena setiap hari ia masih melakukan hal itu. Memasang atribut dinas suaminya. -Naniek I. Taufan

Alia di antara produk karya masyarakat binaan Dreamdelion

L

bergerak dan mendatangi warga lingkungankumuh itu satu per satu. Mereka juga melakukan sosialisasi juga pendekatan-pendekatan pada tokoh-tokoh masyarakat setempat.“Kami datangi secara door to door, dari 40 yang kami datangi hanya tujuh orang yang bersedia mengikuti program itu.Ya kami tetap jalan terus,”kata gadis kelahiran Surabaya ini. Alia pun mengajak para ibu membuat kerajinan yang nantinya dijual ke masyarakat. Hasil penjualannya, selain digunakan untuk honor para ibu, juga untuk biaya operasional komunitas yang dipimpinnya. Tentu saja, termasuk membeli bahan untuk kerajinan.

ewat Komunitas Dreamdelion yang digagasnya, ia berhasil membantu masyarakat Manggarai lewat program Dreamdelion Cerdas, Sehat, dan Kreatif. Kini Alia dan Komunitas Dreamdelion-nya bukan hanya berkarya di Jakarta tapi juga sejumlah daerah lainnya. Berbicara tentang nama’Dreamdelion’, mungkin orang pertama kali mendengar agak sedikit asing di telinga. Di Manggarai pun ketika pertama kali diperkenalkan nama SEMPAT PUTUS ASA komunitas itu, banyak warga yang kesulitan menyebut. “Kami memulainya dengan kerajinan Menurut Alia, dream artinya mimpi, sementara delion jahit-menjahit.Ternyata, meski wanita, adalah nama bunga dan delion yang ketika ditiup akan tidak semua punya kemampuan menjahit. menyebar kemana-mana. Itu juga yang diharapkan dari Walhasil, banyak bahan saya terbuang komunitas yang dibangunnya ini agar bisa menyebar juga alias rusak. Di sisi lain, saya sendiri pun manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. kurang bisa menjahit...hahaha,” katanya Tentang konsep bisnis sosial yang dijalankannya itu, kata lagi.Dia dan teman-temannya sempat diAlia, berawal ketika dia mendapat kesempatan exchange hinggapi rasa putus asa. “Sempat terpikir dari kampusnya untuk belajar ilmu bisnis selama empat untuk menghentikan program,” kata Alia bulan di Thailand. Salah satu materi yang diajarkan adalah yang lulus dengan predikat cum laude bisnis sosial. Dari sana dia memahami tentang konsep dan menjadi lulusan terbaik kategori bisnis yang mempunyai kepedulian terhadap kondisi Pengabdian Masyarakat dari Manajemen masyarakat. Konsep itu pun kemudian diterapkan Alia di Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi kawasan padat penduduk, Manggarai, Jakarta Selatan. Universtas Indonesia, 2013 lalu. Tapi, tuturnya, tidak mudah ketika masuk pertama Namun belum lagi hal itu sempat kali ke masyarakat kawasan padat penduduk Manggarai, terucap, seorang ibu datang pada Alia Jakarta Selatan. Mereka datang dengan program-program sembari mengucapkan terimakasih karpemberdayaan, bukannya mendapat sambutan hangat ena berkat bekerja membuat kerajinan justru menerima perlakuan yang tak mengenakkan. Ini penghasilannya meningkat. “Ada seorang menjadi tantangan besar bagi Alia dan kelompoknya. Ruibu datang dan mengucapkan terimakasih panya, sikap acuh tak acuh masyarakat itu, beralasan. karena mendapatkan penghasilan tamTernyata, mereka sebelumnya juga kerap didatangi bahan yang lumayan dari kegiatan ini. kelompok-kelompok yang menawarkan program-proPadahal, dari hasil kerjanya dia hanya dibayar Rp250 ribu. gram perubahan. Namun setelah kepentingan kelompok Bayangkan. Bagi kita mungkin nilai itu tak seberapa, tapi itu selesai, mereka tak kembali lagi. Masyarakat yang bagi mereka itu sangat berarti,” katanya. tadinya berharap banyak, kecewa. Tak heran ketika Gara-gara ucapan ibu tersebut, kata Alia, semangat bertemu dengan Ali dan teman-temannya, mereka tim mereka pun bangkit kembali. Mereka merasa sangat bersikap cuek. senang kalau pada akhirnya masyarakat dapat terbantu “Ketika itu masyarakat tidak bisa menerima begitu dengan kegiatan pembuatan kerajinan tersebut. Akhirnya, saja program yang kami tawarkan.Malah sempat ada program tak jadi dihentikan, justru sebaliknya makin warga yang berkata;‘Mbak ini kan yang datang menawarkan ini-dan itu beberapa bulan lalu.’Tentu saja bukan saya, karena beberapa bulan lalu sebagai mana disebutkan si ibu itu, saya berada di Thailand. Rupanya beberapa bulan lalu itu ada pihak lain yang juga datang kepada mereka dan menjanjikan macammacam, tapi tak kembali lagi. Akibatnya, masyarakat merasa apatis karena mereka terlalusering dijadikan objek,” ungkap peraih‘Danamond Social Entrepreneur Award 2014’, ini. Meski ditanggapi seperti itu, namun Alia dan temantemannya yang ketika itu masih menjadi mahasiswa Universitas Indonesia, tidak putus asa. Mereka tetap Alia menerima sertifikat National Business Camp dari Prof. Rhenald Kasali

dikembangkan. Tim Dreamdelion bukan hanya mencari pasar bagi produk-produk para ibu tersebut tapi juga bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah juga perusahaan-perusahaan. Komunitas ibu-ibu pembuat kerajinan di Manggarai itu pun semakin berkembang karena penjualan produk cukup laris dan jenisnya pun semakin beragam. Mereka yang tadinya ragu, pun akhirnya ikut bergabung setelah melihat teman-temannya mendapat man-

Aneka produk Dreamdelion

faat dari program tersebut. Dan memang, Dreamdelion bukan hanya memberi manfaat secara ekonomi tapi juga membantu pendidikan anak-anak mereka. Untuk keperluan pendidikan juga dibangun ‘Taman Baca Dreamdelion’ dengan koleksi buku sekitar 700-an lebih. Dulu, tutur Alia, untuk sumber pendanaan menjalankan program tersebut selain datang dari donator juga dari kerja mereka menjual barang orang lain (reseller). Namun setelah produksi para ibu binaan maju pesat, maka diputuskan hanya menjual produk para ibu tersebut. “Alhamdulilah penjualannya bagus. Banyak yang beli.Kami menjualnya lewat toko online. Hasil dari penjualan, 20 persen untuk honor ibu-ibu, sisanya digunakan untuk biaya produksi, organisasi dan untuk mendukung program-program sosial Dreamdelion lainnya,” katanya. Setelah dua tahun mengembangkan komunitas bisnis sosial di Manggarai, Dreamdelion pun melebarkan sayap ke daerah lain, di antaranya Yogyakarta, Lombok NTB, dan Surabaya. Seiring makin berkembangnya kegiatan, jumlah penggerak Dreamdelion pun yang awalnya hanya beberapa orang, bertambah menjadi berlipat-lipat. Malah kini tim intinya telah mencapai 65 orang, itu belum termasuk jumlah relawan. Meski banyak penghargaan diterimanya, di antaranya Young Change Maker Ashoka Indonesia 2012, serta Peneliti Terbaik Jenjang S 1 Kemendikbud 2013, Alia tidak mau berpuas diri. Dia masih ingin berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat, khususnya kalangan marjinal. Untuk itu, meski Alia sibuk bekerja di sebuah bank, Alia tetap menyisikan sebagian waktunya untuk aktivitas sosial, khususnya pada Sabtu dan Minggu. –Diana Runtu


4

Inspirasi

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Nyoman Mulyathi

Sampai Darah Terakhir Menjadi anggota Pramuka sangat meng­ asyikkan. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan pramuka. Karakter pun bisa berubah berkat pramuka. Hal ini diakui ­Nyoman Mulyathi, S.Pd. M.Psi., guru SD Cipta Dharma yang menjadi anggota ­p ramuka sejak tahun 1967.

N. Mulyathi

P

erempuan yang akrab disapa Bu Swan ini menuturkan, ia ter­ inspirasi menjadi ang­ gota pramuka sejak SD. Ketika itu, ia sering menyaksikan pawai 17 Agustus. Pawai ini dijaga pramuka dengan seragam coklatnya. “Masuk Sekolah Kesejahteraan Keluarga Per­ tama Negeri (SKKP) Denpasar tahun 1967, saya langsung ikut pramuka. Pembinanya AA Ayu Putera yang kami panggil Yunda Putera dan Yunda Oka Latri. Sekolah kami masuk Gugus Depan (Gudep) Badung 8,” kenangnya. Sejak masuk pramuka dengan berbagai kegiatan ini, Bu Swan meng­ aku banyak mengalami perubahan. Dulunya ia termasuk orang yang minder karena berasal dari desa dan bersekolah di kota. Jika ada acara keluarga, ia kerap cemas. Selalu saja merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga menjadi pusat perhatian orang. Mulyathi kecil sangat mudah tersinggung dan jarang mau bergaul dengan teman-temannya. Semua itu berubah ketika dirinya masuk pramuka bahkan menjadi pemimpin Regu Cendrawasih. Se­ bagai pemimpin ia bersaing dengan pemimpin regu lain. Persaingan ini bi­ asanya saat ada lomba. Ia dan regunya selalu berusaha menjadi yang terbaik. Ternyata usaha dan semangatnya ini menjadikan dirinya mendapat tem­ paan bagaimana bisa maju untuk diri sendiri dan untuk regu. Selain aktif di pramuka, ia juga bergabung dengan anak-anak STM yang punya grup menabuh. “Sekolah kami perempuan semua. Bertemu dengan anak STM yang laki-laki semua tentu sangat menyenangkan. Kami berkolaborasi, yang perempuan menari, yang laki menabuh. Pernah dalam satu kesempatan, saya meng­ abaikan latihan pramuka di lapan­ gan Puputan Badung dan memilih latihan menari. Padahal waktu itu, latihan pramukanya sangat istimewa, menaik­kan pesawat. Karena bolos, sampai sekarang saya pun tak bisa kemahiran itu,” ujarnya sembari tersenyum. Pulang dari latihan menari, ia lewat di lapangan Puputan Badung. Mulyathi pun “ditangkap” pembina­ nya. Sepedanya ditahan. Ia pun meng­ akui kesalahannya. Sebagai hukuman, Mulyathi harus masuk ke tiga toko dan mencatat semua barang yang dijual di toko itu. Laporan harus di­ serahkan seminggu kemudian. Selain itu, orangtuanya juga dikirimi surat dan surat itu harus ditandatangani.

Salah satu toko yang ia ingat adalah Toko Dewang di Jalan Gajah Mada. Untung pemilik toko tidak keberatan nama barangnya dicatat. Setelah kejadian itu, ia tidak berani untuk absen dari latihan pramuka. Ia sadar, pramuka sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Tamat SKKPN Denpasar tahun 1969, perempuan kelahiran 10 Se­ ptember 1954 ini melanjutkan ke TGA Saraswati. Ia memilih TGA karena bercita-cita menjadi guru. “Ada dua guru idola saya ketika saya SD, Bu Masning dan Bu Murniati. Bu Masning sering menyisir rambut saya. Beliau orang lembut dan penuh kasih sayang. Kalau Bu Murniati orangnya cantik. Orangtua pun setuju dengan pilihan saya untuk menjadi guru,” ujarnya. Tahun 1972, sebelum tamat TGA, Mulyathi sudah diajak Ida Bagus Oka (kepala SD Lukluk) untuk mengajar di sekolah tersebut. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk membentuk gerakan pramuka Gudep Badung 2930 yang berpangkalan di SD Lukluk. Tahun 1973 ia memulai kariernya di SD Cip (sekarang SD Cipta Dharma). Kegiatan di pramuka makin ber­ tambah karena ia men­ jadi andalan (pengurus) kwartir daerah Bali. Walaupun meng­ ajar di Cipta Dharma, Mulyathi tetap men­ jadi Pembina pramuka di Lukluk dan Sading. Ia pun kerap didatangi ke sekolah untuk berkon­ sultasi mengenai pramu­ ka. Ternyata ada siswa yang memperhatikan kesibukan istri Nengah Netra ini. “Ada siswa yang nanya saya, meng­ apa sering ada orang berpakaian pramuka da­ tang ke Cipta Dharma. Saya jelaskan, tentang ke­giatan pramuka yang saya ikuti. Siswa itu protes, mengapa orang lain diajar pramuka se­ dangkan siswa sendiri tidak diajar. Saya kaget, lalu saya tawarkan apa­ kah mau ikut pramuka. Akhirnya terkumpul be­ berapa siswa yang mau ikut pramuka. Saya lapor ke Yunda Putera, Yunda Suryaningrat,” kenang ibu tiga putri, Putu Indah Lestari, M.Pd, N. Dwi Handayani, M.Pd, dan N. Tri Wahyuni, S.E. ini. Latihan pertama diadakan di Indrakila (sekarang Tiara Dewa­ ta). Anak-anak yang ikut pramuka sangat senang. Setelah beberapa kali

latihan, Mulyathi dipanggil Kepala SD Cipta Dharma saat itu Elly Tanudibrata. Ia sempat khawatir akan dimarahi. Bu Elly lalu bercerita kalau dia dulunya kurcaci (sebutan untuk pramuka di zaman Belanda). Ia pun mendukung kegiatan pra­ muka di Cipta Dharma asalkan tidak digabung dengan yang lain. Akhirnya pramuka Cipta Dharma berdiri sendiri menjadi Gudep Badung 7-8, ini merupakan Gudep yang dulu dipakai di SKKP. Sebagai andalan, Mulyathi sering ikut kursus kepramukaan. Salah satu yang menjadi pengalaman berkesan ketika kursus lanjutan di Cibubur tahun 1976. Saat itulah para peserta mengusulkan pemberian nama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur un­ tuk tempat yang hingga kini menjadi lokasi Jambore Nasional. NILAI KEPEMIMPINAN Karena sudah resmi didirikan, Mulyathi pun fokus membina pra­

Mulyathi bersalaman dengan Ny. Try Sutrisno dalam sebuah kegiatan muka di Cipta Dharma. Ia melepas tugasnya di Lukluk dan Sading. Siswa yang ikut pramuka makin banyak, demikian juga guru yang menjadi Pembina. Latihan mereka lakukan berkeliling agar tidak bosan, kadang di lapangan Renon, di SPG, hingga di rumah siswa yang punya halaman luas. Ketika Badung dan Denpasar pisah, Gudep Badung 7-8 berubah menjadi Denpasar 25-26. Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Mulyathi sebagai Pembina pramuka Cipta Dharma ketika tahun 1996 untuk pertama kalinya kwartir cabang Denpasar mengeluarkan kebijaksanaan siswa SD Penggalang boleh ikut Jambore Nasional di Cibubur. Cipta Dharma meloloskan 6 siswa yang terdiri dari 2 putra dan 4 putri. Tahun berikutnya, kebijakan ini di­ evaluasi. Dari pengalaman ternyata ke­ mampuan siswa SD secara otak cukup baik tetapi dari sisi fisik me­reka belum mampu. Sejak itu, tak ada lagi siswa SD yang ikut Jambore Nasional. Mulyathi menegaskan pramuka sangat bermanfaat bagi siswa. “Ada

nilai kepemimpinan, kesetiakawan­ an, pengaturan strategi, dan hal-hal positif lainnya. Saya sendiri sudah membuktikan,” ujar guru yang memi­ liki prestasi Guru Ajeg Bali 2004, Kepala Sekolah Berprestasi 2006, finalis Ibu Teladan se-Bali 2008, dan penerima penghargaan Widya Kusuma provinsi Bali 2014 ini. Tahun 2004-2014, Mulyathi disi­ bukkan dengan tugas sebagai Kepala SD Cipta Dharma. Ia pun “absen” dari andalan kwarda Bali. Setelah menyelesaikan tugas sebagai kepala sekolah, ia kembali bergabung seba­ gai andalan dan ditugaskan di Bina Wasa, pembinaan orang dewasa. Pengalaman nenek lima cucu di dunia kepramukaan sering ia terap­ kan di bidang pendidikan dan kelu­ arga. Salah satunya mengenai disiplin. Ia berusaha mengatur jadwal dengan baik agar semua kegiatan yang harus dikerjakan bisa terselesaikan. “Saya ingin menggeluti pramuka dan guru sampai darah terakhir,” tegas pe­ nerima Satya Lencana VI karena sudah berkiprah di pramuka selama lebih dari 30 tahun ini. –Ngurah Budi

Mandalika

21

NTB Raih 6 Penghargaan Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Dalam momen puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII tahun 2015 yang berlangsung di Kota Tanggerang Selatan, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa pulang “oleh-oleh” enam penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut diterima oleh Gubernur NTB, Walikota Mataram, Bupati Lombok Utara dan tiga masyarakat atas dedikasi mereka dalam menyukseskan program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga).

D

iserahkan langsung oleh Presid e n R I , J o ko Widodo, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menerima penghargaan Satya Wira Karya Kencana. NTB patut berbangga karena meru-

pakan satu-satunya Gubernur di Indonesia yang mendapatkan penghargaan atas peran aktifnya dalam program KKBPK, setelah sebelumnya pada tahun 2011 lalu, Gubernur NTB juga pernah mendapatkan penghargaan Manggala Karya Ken-

Presiden RI Joko Widodo menyematkan anugerah Satya Wira Karya Kencana kepada Gubernur NTB atas jasanya terhadap negara dan masyarakat mendorong dalam pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana nasional

Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi dalam mendukung Aksi Mahasiswa Untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan, sebagai wujud kepedulian pada lahirnya generasi NTB ke depan yang berkualitas.

cana. Tahun ini, Gubernur NTB kembali menerima satu dari 23 penghargaan yang diberikan kepada Kepala Daerah se-Indonesia. Penganugerahan Satya Lencana Pembangunan diberikan atas jasa-jasa Kepala Daerah terhadap negara dan masyarakat mendorong dalam pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana nasional. Penghargaan lain yang dibawa pulang ke NTB adalah penghargaan Satya Wira Karya Kencana untuk Walikota Kota Mataram, Ahyar Abduh dan penghargaan Manggala Karya Kencana untuk Bupati Lombok Utara, Djohan Syamsu. Tiga penghargaan lainnya yang diterima masyarakat NTB adalah,

penghargaan Wira Satya Kencana untuk dr. Sabarudin serta penghargaan Dharma Karya Kencana masing-masing untuk Hj. Rokhliana, Ketua IBI Cabang Kabupaten Lombok Timur dan Hj. Sitti Rohmi Djajilah, Ketua

Umum PP Muslimat Nahdhatul Wathan. “Saya mengucapkan selamat dan berharap agar prestasi ini tetap dipertahankan,” ujar Presiden dalam sambutannya. –Hms/Naniek I. Taufan

Ketua PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi (delapan dari kiri belakang) saat berkunjung ke salah satu Tanam Kanak-kanak di Mataram. Ia aktif mendorong tumbuh kembang generasi NTB yang berkualitas.

Pemprov NTB Komitmen Jalankan Program KKBPK Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII yang berlangsung meriah ini juga berhasil tercatat dalam rekor MURI yaitu sebagai ajang pengucapan ikrar untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas menyongsong masa depan yang lebih baik oleh lebih dari 22.000 pelajar SMP dan SMA sederajat seProvinsi Banten. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Surya Chandra Surapaty mengatakan bahwa ikrar ini merupakan bentuk komitmen para pelajar untuk tetap fokus pada prestasi di masa muda. ”Tingkat pendidikan yang tinggi mampu membawa generasi muda untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan kemudian membangun keluarga yang sejahtera,” ujar Surya. Kesejahteraan keluarga merupakan hal yang mendasar dalam pembangunan. Karena itu merupakan pondasi struktur bangsa dan negara

Hj. Erica Zainul Majdi aktif mengkampanyekan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menjalankan program KKBPK tentang Pendewasaan Usia Perkawinan dan juga kampanye deteksi dini kanker serviks bagi perempuan NTB.

yang kokoh. Indonesia pernah mendapatkan apresiasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam aspek Kependudukan dan Keluarga Berencana karena mampu mengendalikan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk yang mengesankan. Tidak hanya itu, pada forum Global Summit of Parliamentarians ahead of the G8 dan G20 Summits tahun 2013 lalu, Indonesia mendapatkan pengakuan atas keberhasilan program Keluarga Berencana.

Ke b e r h a s i l a n p ro g ra m Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia adalah bentuk kerja keras pemerintah pusat maupun daerah serta peran serta aktif masyarakat. Kepala BKKBN Provinsi NTB dra. Virginia Anggraeni, mengatakan Pemerintah Provinsi NTB memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan program KKBPK. Bentuk konkrit komitmen ini adalah dengan menerbitkan surat edaran Gubernur No-

mor 150/1138/KUM tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). “Kami bersama Tim Penggerak PKK provinsi NTB yang diketuai Ibu Hj. Erica Zainul Majdi, organisasi-organisasi perempuan dan beberapa tokoh agama dan masyarakat mengusulkan untuk merevisi Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 yang mengatur

tentang perkawinan. Namun usulan ini ditolak oleh MK,” ujar Virginia. Meskipun begitu usaha untuk meningkatkan kualitas perkawinan di NTB tidak berhenti sampai di sana. BKKBN perwakilan NTB dan Tim Penggerak PKK provinsi NTB terus melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat agar tujuan itu dapat diraih. –Hms/Naniek I. Taufan

Gubernur NTB bersama anak-anak yang diharapkan lahir dari sebuah keluarga berkualitas karena mereka akan menjadi generasi penerus daerah ini.


22

Sosialita

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

3

Berlomba Jadi Pengojek Siapa Cepat Dia Dapat Katanya mencari kerja di Jakarta tidak mudah. Apalagi jika menginginkan penghasilan di atas tiga juta per-bulan. Mungkin bisa dicapai misalnya dengan berwirausaha, tapi untuk itu Anda harus memiliki modal yang tak sedikit dan perlu waktu pula. Tapi kini ada peluang kerja di Jakarta yang bisa meraih pendapatan jutaan rupiah, melebihi UMR Jakarta yang Rp 2,7 juta. Modalnya, cukup motor dan tentu saja SIM sebagai pengendara.

L

apangan kerja yang kini terlihat menggiurkan adalah menjadi pengemudi ojek ‘Gojek’ ataupun ‘Grab Bike’. Menariknya, bekerja di ‘Gojek’ ataupun ‘Grab Bike’ bisa dilakukan sekalipun Anda telah bekerja di perusahaan tertentu alias bukan pengangguran. Kini pengemudi Gojek ataupun

Grab Bike, bukan hanya mereka yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek, tapi juga karyawan kantor, ibu-ibu, juga mahasiswa, yang sebelumnya tidak pernah mengojek. Mereka ‘berbondongbondong’ ngojek lantaran men­ dengar penghasilan yang didapat bisa mencapai jutaan rupiah. “Asal mau kerja keras, bekerja di Gojek justru sangat mengun-

tungkan, setidaknya memberi penghasilan tambahan untuk saya. Sebulan rata-rata saya mendapat penghasilan dari mengojek Rp 3 jutaan,” ungkap Rahmat, karyawan perusahaan maintenance mesin ATM. Kebetulan, kata Rahmat, dia adalah petugas lapangan sehingga tidak selalu harus berada di kantor. Kesempatan ini dipakainya untuk nyambi sebagai pengemudi Gojek. “Kalau saya sedang bertugas (kantor), ponsel saya matikan, setelah itu hidup lagi,” katanya. Sistem pengojek ‘Gojek’ adalah kecepatan mengambil orderan. Jadi sehari-hari kita memonitor ponsel. Jadi begitu ada pesanan yang masuk, bisa dengan cepat merespons. “Ngambil penumpang juga tidak sembarangan. Hanya Gojek yang berjarak tak lebih dari 10 menit dari calon penumpang yang bisa menerima orderan. Pelayanan dalam kecepatan kan penting. Jadi jangan biarkan calon penumpang menunggu lama,” kata Rahmat lagi. “Sistem ambil orderan ya berebut, siapa cepat dia dapat. Tapi meski begitu, tidak mungkin kita tidak dapat orderan. Pengalaman saya setiap hari pasti dapat orderan yang lumayan. Apalagi sekarang, jumlah pemakai Gojek makin banyak. Malah saya kadang tak bisa mengambil orderan karena harus kerja,” ungkap pria yang berdomisili di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat ini. Soal tarif, berbeda dengan pengojek konvensional yang tidak jelas tarifnya, maka Gojek memiliki tarif standar yakni untuk jarak di bawah 5 km kena biaya Rp 25 ribu. Namun, sekarang karena

Takut Dikeroyok, Lepas Jaket

Dengan semakin populernya transportasi berbasis aplikasi mobile ini, ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi para pengojek konvensional. Apalagi, menurut pengakuan mereka, banyak pelanggannya kabur dan beralih menggunakan Gojek ataupun Grab. Maka kini ini, meski menikmati penghasilan lumayan, para pengemudi Gojek agak was-was di lapangan. Khususnya, jika mengantar penumpang ke arah perumahan. “Biasanya saya tanya dulu, apa­ kah di kawasan perumahannya ada pangkalan ojek. Kalau ada, biasanya saya lepas jaket Gojek, supaya nggak dikeroyok. Begitu pun kalau mau jemput calon penumpang, saya tanya dulu situasi pengojek di sana. Saya cari aman, lepas jaket,” ucap Rahmat. Kasus pengeroyokan pengemudi

Gojek memang akhir-akhir ini kerap jadi pemberitaan media massa. Para pengojek konvensional salah paham, mereka mengira pengemudi Gojek menyabot pelanggannya, padahal si pelanggan itulah yang mengorder ke Gojek minta diantar ke suatu tempat. “Sejak Gojek terkenal, penghasilan saya jauh berkurang. Nggak seperti bia­ sanya. Saya sih nggak apa-apa mereka (Gojek) beroperasi, tapi jangan ngambil rezeki orang dong,” ucap seorang pengejok di bilangan Jakarta Timur dengan nada kesal. Para pengojek konvensional rupa­ nya kini seperti benar-benar kalap. Mereka tak peduli sekalipun pengemudi Gojek itu adalah wanita, pun dipukul juga. Ini terjadi pada seorang ibu yang jadi pengemudi Gojek. Dia dipukul di kawasan Warung Buncit Jakarta Selatan. Kasusnya sudah ditangani pihak ke­polisian. –Diana Runtu

sedang promo, jadi yang jaraknya di bawah 5 km hanya membayar Rp10 ribu, sedangkan untuk jarak di atas 5 km, per km dikenakan Rp 5 ribu. “Sistemnya bagi hasil, saya dapat 80% perusahaan 20%,” tambahnya. Soal penghasilan yang didapat per bulan, Rahmat menyebut hanya sekitar Rp 3 jutaan. Jumlah yang tidak terlalu banyak, jika dibanding teman-temannya yang full time beker­ja di Gojek mendapatkan lebih dari itu. “Kan saya hanya nyambi, jadi hasil Rp 3 juta sudah lumayan banget,” tambahnya tertawa sumringah. Sejak bekerja nyambi itu, Rahmat mengaku, kehidupan perekonomiannya membaik. Meski secara fisik menjadi sangat lelah, tapi ada hasil yang dibawa pulang. “Sekarang kehidupan lumayan banget, ada penghasilan dari Gojek dan dari kantor. Lumayan bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” ujar Rahmat yang sudah tiga bulan ini nyambi di Gojek. TERGIUR CERITA TEMAN Menurutnya, keikutsertaannya bergabung di Gojek karena tergiur cerita teman-temannya yang sudah lebih dulu bekerja di Gojek. Temannya bekerja full time, setiap bulan penghasilannya bisa mencapai Rp 5 jutaan. “Ketika saya tanya apakah orang yang sudah bekerja bisa juga bergabung di Gojek, dijawab bisa. Jadi saya pun ikut mendaftar,” katanya. Ketika mendaftar, dia hanya cukup melengkapi persyaratan, yakni memiliki motor sendiri, KTP, KK, SIM. Itupun tidak langsung disetujui, karena pihak perusahaan akan melakukan verifikasi terhadap data-data pendaftar. Setelah disetujui maka si pengemudi akan mendapat gadget android yang sudah terpasang kartu dan

aplikasinya, juga ada pulsa, guna berhubungan dengan calon penum­ pang. “Saya juga dapat dua helm (helm Gojek warna hijau, dua jaket, masker dan penutup kepala, serta uang Rp 500 ribu untuk modal, tapi itu hanya diberikan sekali,” katanya. Promosi dari mulut ke mulut, pemberitaan di berbagai media tentang kehidupan para penarik ojek yang kini menjadi ‘makmur dan sejahtera’ setelah bergabung dengan perusahaan peranti lunak itu, baik itu Gojek, Grab Bike, ternyata menarik minat banyak orang untuk bergabung. Maka, kalau awalnya hanya mereka yang sehari-hari bekerja sebagai ojek yang mendaftar, kini latar belakang pengemudinya lebih beragam. Mereka yang sudah bekerja seperti Rahmat, banyak juga yang nyambi sebagai pengojek lantaran mendengar pendapatan menggiurkan yang bisa diraih. “Pengemudinya dari bermacam-macam latar belakang, bukan hanya yang biasa ngojek. Banyak juga yang sebelumnya tidak pernah ngojek. Malah ada mahasiswa, ibu-ibu juga yang punya usaha kecil-kecilan nyambi di Gojek. Ada teman saya yang dari pagi sampai siang, jualan kecil-kecilan, abis itu dari siang sampai malam nyambung bekerja di Gojek,” tambah Rahmat. Tak heran kini pasukan Gojek maupun Grab Bike makin banyak berseliweran di Jakarta. Meski sudah banyak, namun ternyata permintaan pasar terhadap transportasi roda dua ini makin tinggi. Bisa jadi, ini lantaran penduduk Jakarta yang seharinya beraktivitas dengan transportasi umum jumlahnya mencapai jutaan. Di sisi lain, lalu lintas Jakarta yang super macet, ikut mendorong permintaan akan transportasi roda dua yang lebih mampu menembus kemacetan ketimbang kendaraan lainnya. “Saya dari rumah ke kantor naik mobil. Kalau ada acara di luar, maka lebih enak naik motor karena jalanan macet banget. Dulu saya suka naik ojek biasa, tapi sejak ada Gojek dan Grab, ya mending order lewat ponsel, kan dijemput langsung di kantor, nggak perlu repot nyarinyari. Biayanya juga lebih murah. Nggak perlu tawar-menawar karena sudah ada standarnya,” ungkap Andi yang mengaku naik Gojek dari kantor BNI Jl Gatot Subroto menuju kantor Direktorat Jenderal Pajak, yang jaraknya sekitar 5 km, hanya membayar Rp 10 ribu. “Murah banget. Coba bayangin kalau naik ojek biasa, bisa sekitar Rp 30 ribuan,” katanya. –Diana Runtu

Pasangan serasi, kompak dan sukses.

‘Restoran Bebek Garing’ (crispy duck) dengan kualitas cita rasa dan varian menu yang komplit, telah hadir di Jln. Cok Agung Tresna No. 36 Renon, Denpasar. Restoran yang diresmikan Jumat, 5 Juni 2015 itu, berbeda dengan restoran bebek garing lainnya. Sangat crispy dan benar-benar kremesss. Layak menjadi referensi masyarakat yang ­gemar de­ ngan menu bebek.

‘R

estoran Bebek Garing’ Re­non, menyajikan belasan menu istimewa (good food), harga terbaik (good price) dan pelayanan yang menyenangkan (good service). Restoran ini berlabel halal MUI, bahan-bahan lokal yang memenuhi standar kesehatan serta kontrol ketat dalam menjaga kualitas rasa. ‘Restoran Bebek Garing’ ini dikonsep untuk menjadi ‘The Best Restaurant in Down Town’. Berbagai menu bebek disajikan. Mulai bebek garing, bebek balado, bebek betutu, bebek barbeque, bebek plecing dan lain-lainnya

Menu favorit bebek garing ¼ dan ½.

dengan 3 macam sambal yaitu sambal matah, sambal merah dan sambal goreng cabe serta sayur plecing sebagai pelengkapnya. Tersedia paket menu bebek garing ¼, bebek garing ½ sampai menu utuh sehingga semua masyarakat dari berbagai kalangan bisa menikmatinya. ‘Restoran Bebek Ga­r ing’ didesain dengan interior yang up to date. Terdiri tiga lantai. Konsepnya, lantai 1 untuk family restaurant, lantai 2 untuk pertemuan dan gathering sementara lantai 3 untuk meeting seper­ti se­ minar, ulang tahun dan sebagainya dengan kapasitas 50 - 150 tempat duduk dengan paket-paket komplit. Fasilitas meeting yang lengkap dan modern. LOKAL DAN DOMESTIK Putu Arnawa, S.E.,owner ‘Res­ toran Bebek Garing’ di­dam­pingi istri, Ni Luh Parwati, S.E. menjelaskan, ‘Restoran Bebak Garing’ Renon merupakan pengembangan dari ‘Restoran Bebek Garing’ di Mall Bali Galeria (MBG). “Kami ingin membranding produk hasil karya dan kreasi sendiri. Kelak branding kami bisa mendunia dan menjadi oleh-oleh khas Bali,” ujar pemilik PT NU PRASADA, perusahaan dengan belasan bisnis di Bali itu.

Menu bebek garing (plecing, panggang, balado dan belasan varian menu).

Bahagia bersama keluarga.

Arnawa dan Parwati

‘Restoran Bebek Garing’ Renon

‘The Best Restaurant in Down Town’ Kehadiran ‘Restoran Bebek Garing’ menurut pemilik Prada Priority Restaurant, Prada Bali Restaurant, Prada Wine & Spirit Shop serta Prada Spa Bali di Bali Collection, Nusa Dua ini, dimaksudkan untuk mengisi peluang bisnis pasar lokal dan domestik. “Pasar lokal dan domestik selalu high season. Everyday always high season. Tidak ada sepi untuk pasar lokal dan domestik,” terang pemilik Prada Spa dan Restoran Bakmi Naga di Bandara Ngurah Rai ini. Tingginya respons masyarakat lokal terhadap menu-menu yang ditawarkan, membuat ‘Restoran Bebek Garing’ selalu ramai terutama di jam-jam istirahat siang mau pun malam hari. Pengunjung lokal dan domestik terlihat mendominasi bahkan banyak tamu-tamu langganan (repeater guest) yang datang berkali-kali. Ini menjadi bukti jika ‘Restoran Bebek Garing’ mampu menjamin kepuasan pengunjungnya. “Kami ingin fokus mengembangkan bisnis restoran bebek garing ini karena prospeknya yang sangat bagus,” sambung pengusaha yang juga membuka restoran, spa dan wine shop di Bandara Ngurah Rai serta Pantai Mengiat, Nusa Dua ini. Tak hanya cocok untuk acara keluarga dan acara resmi saja, ‘Restoran Bebek Garing’ juga sangat pas untuk foto prawedding, reuni, tempat berkumpulnya para kawula muda, eksekutif muda hingga tokoh masyarakat dan pejabat. “Di Restoran Bebek Garing, semua pengunjung mendapatkan kenyamanan dan kepuasan karena kami menjamin kualitas segalanya,” ujar pemilik Prada Priority Tour & Travel ini. KONTROL KETAT ‘Restoran Bebek Garing’ selain memiliki menu-menu unggulan, juga unggul dalam cita rasa. Untuk menjaga kualitas cita rasa ini, Parwati menegaskan, chef profesional didatangkan khusus untuk menjamin kualitas masakan.

“Kami punya chef profesional yang mengontrol kualitas masakan. Kami sangat konsen dalam menjaga kualitas,” tegas wanita ayu yang awet muda ini. Mantan front liner sebuah maskapai penerbangan terbesar di Indonesia itu menambahkan, selain menu utama bebek garing, restorannya juga mempunyai menu-menu nasional dan internasional seperti ayam goreng dan panggang, sate, chinese food juga spagheti, burger, sandwich, dll. Ada juga salad, soup, snacks, dessert dan berbagai minuman. Ia mengatakan, ‘Res­

toran Bebek Garing’ memakai bahan-bahan lokal Bali. Bumbu racikan tradisional warisan leluhur diolah oleh tangan-tangan ahli sehingga terasa sangat lezat. “Sangat pas untuk selera pengunjung,” katanya. Wagub Bali Ketut Sudikerta yang sempat mencicipi menu ‘Restoran Bebek Garing’ saat peresmian, mengakui kelezat­ an menu-menu restoran. Wagub bahkan mengapresasi Putu Arnawa dan istri yang turut melestarikan kuliner tradisional itu. –ari


2

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Ekspresso

DAri daPUr Redaksi

Pendekatan Kekinian

Orang yang berjasa dalam pengembangan kepramukaan di dunia adalah Sir Robert BadenPowell. Menurut Powell, kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari dengan tekun, bukan pula merupakan kumpulan ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, ketrampilan dan kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkannya. Kepramukaan memiliki 3 sifat, nasional, internasional dan universal. Nasional artinya kepramukaan itu diselenggarakan di masingmasing negara disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tersebut. Internasional, kepramukaan harus dapat mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antarsesama anggota kepanduan (pramuka) dan sebagai sesama manusia. Universal berarti kepramukaan itu dapat berlaku untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan dimana saja. Di Indonesia, tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Menengok sejarah, Pramuka dideklarasikan oleh Bung Karno pada 1961. Dari penuturan Adhyaksa

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault di halaman Istana Merdeka.

Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, ketika itu Bung Karno memberikan pataka panji kebesaran pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Bung Karno mengatakan agar Pramuka disebarkan ke seluruh kota, desa-desa sebagai wadah anak bangsa. Namun sekarang setelah masuk era reformasi tantangan anak muda berbeda dengan anak muda zaman dulu. Adhyaksa membagi sejarah Indonesia dalam tujuh generasi mulai dari generasi pertama generasi Cokroaminoto hingga kini generasi yang lahir tahun 1990-an, 2000-an bahkan 2010, mereka yang disebut generasi ‘C’ atau generasi cyber. Mereka ini adalah sasaran Pramuka saat ini. Untuk menangani generasi ini, kata Adhyaksa, tidak bisa dengan pendekatan formalistis seperti dulu. Pendekatannya adalah pendekatan kekinian.

Karenanya, kata Adhyaksa, Pramuka harus melakukan rebranding. “Kenapa harus rebranding, karena mereka adalah generasi anak-anak yang sudah jauh dari sejarah. Hal lainnya, mereka adalah anak-anak yang 24 jam real time di dunia maya. Bayangkan, putus sama pacar saja disampaikan secara terbuka. Mereka tidak menyukai organisasi yang sifatnya struktural. Jadi pramuka harus menyesuaikan dengan dunia mereka, pramuka harus masuk ke dunia mereka,” kantan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini. Bagi yang belum mengenal pramuka, masih ada kesempatan untuk bergabung. Banyak manfaat yang bisa diraih. Ada nilai kepemimpinan, nilai kesetiakawanan, dan petualangan. Banyak juga yang dulu aktif di pramuka bisa menjadi pemimpin karena mereka mendapat dasardasar kepemimpinan. Selamat Hari Pramuka. Salam Pramuka.

GORO-GORO

anak

“Anak adalah buah hati orangtua. Tapi sekarang anak jadi pergunjingan hangat. Benarkah itu?” “Ada kasus Engeline. Ada anak diculik di pasar Putu Wijaya swalayan di Jakarta. Menyusul berita di Makassar, anak menembak pelipis ibunya sendiri yang mengakibatkan maut. Apa sebenarnya yang sedang terjadi, Ami?” tanya Amat. Ami tak segera menjawab. Amat meneruskan pertanyaannya. “Apa itu berarti sekarang anak kurang mendapat perhatian dari orangtua? Akibat orangtuanya terlalu sibuk mengurus pekerjaan untuk bisa hidup layak? Itu pun masih kurang! Karena sekarang kebutuhan pokok, bukan hanya sandang-pangan. Tapi juga sandangpangan-papan.” Ami masih belum menjawab. “Dulu, waktu kamu kecil pun, bapak dan ibu kamu dua-duanya bekerja. Kamu kami titipkan di rumah tetangga. Sesudah mulai agak besar disuruh-suruh ini dan itu untuk bantu ibu kamu. Tapi kamu tidak apa-apa, malah jadi sarjana. Apa anak-anak sekarang terlalu manja? Minta terlalu banyak perhatian?” Ami masih diam. “Atau keadaan sudah terlalu banyak berubah? Tidak ada tetangga lagi yang mau dititipi anak kalau kita sibuk. Banyak ancaman yang menerkam anak kalau kita lalai. Kendor sedikit berbagai setan yang ada di internet bisa nyaplok. Atau kena sabet oleh para gerombolan yang menjajakan narkoba lewat permen. Atau diculik untuk pemerasan. Atau untuk dijual. Atau untuk diambil organ tubuhnya yang sudah dipesan oleh bandit dan orang yang memerlukannya di luar negeri. Begitu kan?” Ami terkejut. “Jangan terkejut Ami! Nanti kalau anakmu besaran sedikit, kamu harus memperhatikan dia. Kalau tidak, kamu akan termasuk orangtua yang menelantarkan anak. Atau kejam. Tetangga bapak yang kawin dengan orang Amerika Serikat bercerita, kalau meninggalkan anak sendirian dalam rumah di flat, hanya untuk keluar buang sampah, bisa dituntut. Sebab anak itu bukan milik orangtua, tapi milik negara. Akan diambil pengasuhannya kalau orang tuanya menelantarkan!” Ami bengong. “Bapak kok pinter sekarang?” Amat tertawa, “Habis waktu membongkar laci meja tulismu, ternyata ada buku puisi milik kamu yang ketinggalan. Tak baca saja ……. anakmu bukan anakmu ... “ “Kahlil Gibran!”

Satu Pie Susu Dua Nama

Pengalaman yang lucu ini selalu membuat saya tertawa. Masalahnya cukup sederhana, mencari oleh-oleh pie susu yang sedang trend di Bali. Gara-gara nama pie susu, kami harus ribut di mobil dan bolak-balik mencari tokonya. Peristiwa ini terjadi awal Juli 2015 ketika saya mendampingi teman dari Jakarta yang kebetulan bertugas ke Bali. Setelah semua urusan dinasnya beres, teman saya ini minta diantarkan mencari oleh-oleh pie susu. Beberapa temannya di Jakarta sudah nitip agar dibelikan pie susu. Salah satu sentra penjualan pie susu di Denpasar berada di Jalan Nangka. Kami pun meminta sopir untuk menuju ke Jalan Nangka. Teman saya ini mengatakan kepada sopir untuk mencari pie susu enak. Saya memberi saran sebaiknya beli

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

pie susu asli. Perdebatan pun terjadi antara memilih yang enak dan yang asli. Masing-masing dari kami memberi argumen bahwa pilihan kamilah yang terbaik. Teman saya ini ngotot karena ia sudah sering makan pie susu enak. Temannya di Jakarta pun nitip yang enak. Saya tak mau kalah. Saya pun bilang sering makan pie susu asli. Rasanya sangat khas, beda dengan pie susu lain Sopir pun bingung mana yang harus dituruti. Dari ujung Utara Jalan Nangka pencarian pun dimulai. Tetapi, karena sibuk berdebat, kami tak menemukan pie susu

Mozaik

yang dimaksud, baik yang asli maupun yang enak. Akhirnya sopir berinisiatif untuk mengulang lagi pencarian dari Utara. Pencarian kali ini membuahkan hasil karena kami berkonsentrasi untuk mencari penjual pie susu dan menunda perdebatan. Kami menemukan penjual itu sudah dipenuhi antrean pembeli. Ketika membaca plang nama penjualnya, kami lalu tertawa karena pie susu yang kami cari sama. “Oh my God…ini namanya satu pie dua nama. Asli Enaaak,” ujar teman saya. Ardi, Denpasar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Henny Ten

23

Tantangan adalah

Kewajiban “Makin tinggi jabatan, uang yang kita dapat akan mengikuti” kata itulah yang menjadi salah satu motivasi Henny Ten (42), Kepala Cabang Auto 2000 Kertajaya, Surabaya. Ketika kita meningkatkan kompetensi, secara otomatis akan membawa dampak positif untuk meningkatkan karier dan finansial. Karena menurutnya, bekerja bukan semata-mata untuk mencari uang.

Henny Ten

“Y

ang harus kita lakukan adalah belajar untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Pada akhirnya kita akan dipilih perusahaan karena kita berbeda. Kalau kita sama dengan yang lain, buat apa perusahaan memilih kita. Jadi kita harus lebih baik dari yang lain,” terangnya. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan untuk berbeda dengan yang lain dan lebih baik adalah dengan belajar sehingga kita memiliki keahlian dan pengetahuan. Perempuan yang memiliki tiga orang anak ini, tak pernah menyerah terhadap suatu hal. Baginya tantangan adalah kewajiban yang harus ia tempuh. Seperti yang sudah dilakukannya pada saat menginjakkan kaki di perusahaan otomotif ini. Berawal dari sales counter, hingga kini menjadi kepala ca-

bang bukan hal yang mudah. Banyak upaya yang ia lakukan untuk menjadi terdepan. Selama 2 tahun menjadi sales counter, Henny memiliki target sendiri untuk penjualannya yakni target diatas target kantor. Alhasil, selalu memenuhi target hingga ia mengikuti tes untuk kenaikan jabatan menjadi Supervisor (Spv). “Spv tidak hanya berjualan, tetapi juga memikirkan strategi serta penjualan secara umum. Bukan untuk diri sendiri seperti ketika menjadi sales counter,” ujar Henny. Setelah 4 tahun, akhirnya ia menjadi Sales Manager dan membuatnya harus lebih agresif terhadap pelanggan. Bukan pelanggan secara individu namun lebih pada perusahaan atau instansi. “Dimana kita harus membuat proposal penawaran, mengikuti presentasi untuk memenangkan tender,” jelas perempuan asal Ja-

karta ini. Hingga 4 tahun berikutnya ia menjadi kepala cabang. Disinilah kita harus bisa mengatur strategi, selain strategi penjualan juga strategi secara umum. Strategi untuk mendidik karyawan dan strategi untuk melakukan kerjasama. Konsep dan target sudah secara umum

untuk kemajuan perusahaan. Baginya semua itu merupakan pengalaman, bisa bertemu banyak orang dari berbagai level. Dari orang biasa hingga orang yang memiliki jabatan. Dari berbagai suku dan agama sehingga banyak pula yang kita pelajari sebagai pengalaman. Ia mengakui, jika du-

lunya adalah seorang perempuan yang pemalu dan malas bertemu dengan orang. “Namun, dengan lingkungan kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik dan kini sifat pendiam itu sudah hilang dengan sendirinya,” pungkasnya. -Diyah Khoirunnisa

Kerja dan Hobi saling Melengkapi

Siapa bilang orang yang bekgumpulkan uang. Kalau dibanderja akan lupa dengan keluarga ingkan dengan temannya, jatah ataupun hobi? Tidak semuanya uang sakunya cukup sedikit. seperti itu, Henny Ten adalah Namun, ia bisa mengumpulkansalah satu perempuan yang nya untuk dibelikan barang yang melengkapi hidupnya dengan diinginkannya,” ujarnya. keluarga dan tetap bisa berkarKarena selama ini, ia menier serta melakukan hobinya. erapkan hal tersebut. Ketika Perempuan kelahiran 1973 ingin sesuatu harus berkorban sudah bekerja sejak usia muda supaya bisa membeli yang disaat menempuh pendidikan inginkan. Karena orangtuanya sarjana di Jakarta. hanya membelikan dua kali Meski menjadi wanita karier, dalam setahun. Saat kenaikan namun ia tidak pernah melupakelas dan ulang tahun. kan keluarganya. Ketika bek“Bahkan mereka sampai erja, Henny menjadi seorang membuat kesepakatan. Ketika pimpinan di Auto 2000 cabang nilai sesuai target, saya harus Kertajaya. Namun, ketika di membelikan apa yang merrumah, ia adalah seorang istri eka inginkan. Sementara ketika Henny Ten dan ibu bagi ketiga anaknya. tidak, mereka malah membaLalu, bagaimana cara membagi waktunya untuk yar,” ceritanya sambil tertawa. keluarga? Komunikasi dan kedekatan adalah kuncinKetiga anaknya memang memiliki prestasi di ya. Setiap hari harus ada komunikasi, bertanya kesekolahnya. Nilai-nilai yang didapat bisa memuaskan pada anak, apa saja yang dilakukan sehari-hari. Serta hati Henny Ten dan suaminya. Namum hal tersebut kedekatan dengan mengajaknya makan malam setiap harus terus dipupuk supaya mereka berusaha ketika hari. Makan bersama sambil bercerita membuat menginginkan sesuatu ataupun berkorban untuk bisa salah satu upaya untuk mendekatkan pada anak. mendapatkan keinginannya. “Mereka juga harus “Apalagi sebelum menjadi Kacab, Sabtu dan tahu, kalau dulu orangtuanya juga begitu. Berusaha Minggu yang biasanya merupakan waktu untuk dulu sebelum keinginannya tercapat,” terangnya. keluarga, saya pakai untuk pameran. Karena kita Di tengah kesibukkannya terhadap pekerjaan, Sabtu dan Minggu biasanya ada pameran mobil, Henny Ten tak perlu khawatir untuk melakukan sehingga anak-anak saya ajak dan mereka bermain hobi. “Kalau jenuh bekerja saya akan pergi melihat di mall dan saya bekerja,” ungkap Henny. alam. Karena saya suka bepergian ke tempat-temSelain itu, tetap ikut terlibat dalam aktivitas anak, pat seperti pantai, gunung dan lainnya,” ujarnya. seperti menemaninya belajar, ikut aktif mengajari Karena menurutnya, pada saat bekerja ada anak, mengasah kemampuan anak dan lain sebatitik jenuhnya. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk gainya. Dengan cara memberi pertanyaan anaknya. melakukan hobi saat menghadapi titik jenuh seperti Sejauh mana mereka bisa menjawabnya. membaca. Karena selain bepergian ia juga suka Beruntung anak-anaknya bisa terdidik dengan membaca. “Buku bacaan yang ringan saja seperti baik. “Saya memang mengajari anak-anak saya buku detektif,” jelas dia. untuk selalu belajar dan berusaha. Berusaha dalam Jadi buatnya ketiga hal tersebut saling mengisi segala hal, baik untuk berusaha menghargai uang. kesehariannya. “Pekerjaan, keluarga, dan hobi, sal“Sejauh ini, mereka cukup pandai dalam mening melengkapi,” tegasnya. -Diyah Khoirunnisa


24

What’s Up

Edisi 861/ 10 - 16 Agustus 2015

Prakarsai Batik Bali

Keluarga Pande Beng Lestarikan Budaya Bangsa Jika bicara mengenai kerajinan lokal atau tekstil yang berasal dari Bali, selama ini masyarakat lebih mengenal keberadaan tenun ikatnya, yang disebut endek dan songket. Sedangkan batik dikenal sebagai produk dari luar Bali. Padahal pulau yang terkenal dengan seribu pura ini sesungguhnya memiliki produk bernama batik Bali.

L

antas yang bagaimana yang disebut Batik Bali? “���������������������� Kalau kita melihat ba� tik dengan motif bunga kembang sepatu, berwarna merah besar-besar, hingga motif pelangi itu� lah yang biasa disebut sebagai batik Bali,” ujar Pande Ketut Dresta. Bahkan dikatakannya dengan bendera “CV Meru Mas”, batik Bali tidak kalah bagus dengan batik yang ada di daerah lain di Nusantara ini. Bali sebagai salah satu tujuan wisata paling populer di dunia, dengan segala keindahan alam dan pesona budaya sangat menarik ketika di� jadikan salah satu inspirasi dalam pembuatan batik Bali. Geliat perkembangan batik Bali di mulai di Kabupaten Gianyar sekitar tahun 1978, khususnya Desa Beng.

Pasutri Pande Ketut Dresta dan Pande Putu Srinten

Sebenarnya, batik di Gianyar sudah berkembang sejak dulu, namum masyarakat lebih mengenalnya den� gan berbagai macam sebutan, seperti kain atau sarung pantai, bed cover dengan berbagai motif. Namun, tak diduga batik Bali berkembang dengan pesat setelah digarap dan dikembangkan olehnya

yang bergandengan dengan sang istri tercinta Pande Putu Srinten. Betapa tidak, peluang bisnis ini berhasil di� kembangkan secara besar-besaran. Sebab pada saat itu permintaan pasar sangat banyak. Produksinya mulai sarung pantai, daster, kemeja, sarung bantal, bed cover, sprei, sam� pai pakaian anak-anak. -ard

Tak Pernah Berhenti Berproduksi

Belum Dicuci sudah Diambil Sebenarnya semua diawali den� gan coba-coba. Ditambah latar belakang keluarga yang ditemuinya sejak kecil sudah berkecimpung di dunia produksi. Para perempuan khususnya sebagian besar adalah pedagang kain. Sejak dahulu mer� eka sudah maju dan dikenal orangorang yang sangat rajin bekerja. Se� mentara para laki-lakinya bekerja di perapen (pande besi). Entah kenapa Pande Ketut Dresta bisa membuat baju bar� ong. Padahal ia mengaku bukan orang seni. “Namun, ketika ada ide proses selanjutnya para karyawan yang membantu mewujudkan dan mengeksplorasinya,” ujarnya yang diawal sudah mempekerjakan seki� tar 30 orang karyawan ini. Ketika itu, katanya ia lebih men� erapkan manajemen keluarga. Mer� eka, para karyawannya diajak ting� gal di rumahnya. Kebanyakan dari mereka kembali ke kampungnya (terutama yang dari luar Gianyar, seperti dari Karangasem) ketika sudah menikah karena memang sudah cukup usia. “Ketika itu pesanan sangat luar biasa. Baru selesai digambar belum dicuci sudah diambil oleh pem� belinya. Kalau bicara penjualan, Pande Ketut Dresta mengingatingat ketika itu keuntungan yang diperoleh dari baju barong sampai 20%. Sedangkan dari kain batik pelangi bisa sampai 49 %.

Pada waktu itu, kata Pande Ketut Dresta yang mengorder datang dari luar daerah, semisal Jakarta, Band� ung, Surabaya, Yogja dan Lombok. Namun, yang lebih fantastis lagi ternyata pesanan juga datang dari luar negeri seperti Malaysia, Austra� lia dan juga Negeri Kincir Angin Be� landa. “Memang batik Bali atau batik painting sebutannya di Bali identik dengan Kabupaten Gianyar teru� tama yang digarap oleh masyarakat Pande yang ada di Desa Beng,” tutur ayah tujuh orang anak ini. Dikatakannya, masyarakat Desa Beng memang dikenal rajin. Kar� enanya tidak salah jika desa ini memiliki perkembangan kerajinan batik yang cukup memberikan peran bagi Gianyar. Sesungguhnya pula, motif batik Bali sangat be� ragam dan disebut-sebut memiliki kreativitas yang unggul. Terbukti juga dengan respons pasar yang sangat luar biasa ketika itu, serta makin terkenalnya batik Bali di tahun 80an. Motif batik Bali, kata Pande Ketut Dresta lebih banyak terinspirasi dari alam, seperti bunga kamboja dan bunga kembang sepatu, burung atau ikan, serta gambaran kegiatan sehari-hari penari Bali dan pros� esi ngaben atau agama dan mitologi makhluk seperti barong, kala dan singa bersayap ada umumnya. Hal ini sangat disukai oleh wisatawan domestik maupun orang asing. –ard

Batik pertama kali dibuat di Desa Beng Gi� anyar. Karena kurangnya tukang jahit di Desa Beng, selain di Desa Beng sendiri, akhirnya untuk proses menjahit material batik ini dik� erjakan di daerah Sayan dan Kedewatan yang mayoritas penduduk desanya bisa menjahit. Ciri khas batik Bali sendiri, menurut Pande Ketut Dresta, tidak memiliki pakem, secara umum lebih banyak menampilkan bentuk geometris, flora dan fauna. Pembuatannya, hampir sama dengan batik pada umumnya, dicanting dengan malam dan diisi warna den� gan kuas, hasilnya seperti yang banyak dilihat di Pasar Sukawati dan sekitarnya atau di pusat oleh-oleh. Sayangnya batik ini tidak berkembang dan monoton, sehingga pada tahun 1990 produksi batik Bali, mulai menurun. Namun, tidak perlu khawatir katanya, sebab beberapa pengrajin batik rajin belajar, mengembangkan dan melihat peluang pasar. Batik Bali, terutama motif barong sempat macet di tahun 80an. Namun akhir-akhir ini berkembang lagi ke kain-kain pantai. Terlebih Dengan perkembangana zaman begitu juga dengan pewarna dan datangnya kain-kain rayon. “Namun, apapun keadaannya keluarga kami tidak pernah berhenti berproduksi. Hanya jenis produknya yang berbeda, yang sekarang digarap adalah celana pantai,” tegasnya. Pande Ketut Dresta menuturkan di masa itu juga banyak tumbuh usaha kecil yang sejenis. “Sebab zaman dulu, ketika satu orang membuat sebuah usaha, yang lainnya ikut membuat usaha yang sejenis,” katanya ter� tawa. “Tapi itu ada baiknya juga, sehingga`sampai saat ini pembuat baju barong identik dengan daerah Gianyar,” lanjutnya bangga. Sekarang usaha sejenis berkembang di Beng. Pasutri ini mengaku sangat senang mendengarnya, terutama baju-baju barongnya. “Kami bangga hadir sebagai perin� tisnya. Mudah-mudahan saja anak-anak zaman sekarang ingat akan sejarahnya,” katanya tertawa. Pande Ketut Dresta pun salut akan kreativitas anak muda Bali. Karena kini dilihatnya cukup banyak para pengrajin batik di Bali yang mulai melakukan langkah strategis dan inovatif untuk menghindari tingkat kejenu� han konsumen pada batik. Misalnya dengan melakukan kombinasi motif batik Bali dengan motif batik yang berasal dari luar Bali. “Termasuk anak dan menantu saya yang membuat

usaha garmen, yang awalnya kebaya. Dia punya bakat, dan kemauan belajar membatik tumbuh dari dalam dirinya sendiri. Ketika ia berhasil kembali mengangkat batik yang dirintisnya dulu hingga bisa dikatakan booming di tingkat nasional bahkan hingga ke mancanegara,” tutur Pande Ketut Dresta yang merasa bangga terhadap para menantunya yang sudah dianggap anaknya sendiri itu. Untuk ke depannya, ia memiliki harapan besar agar anak-anaknya kembali memproduksi tenun ikat, yang dirintis, dikembangkan dan dipopulerkan oleh kakak dari sang istri, yakni Pande Nyoman Gede Mar� utha, pemilik Tenun CapTogog. (Minggu Depan akan ditampilkan kisah keberadaan Tenun Cap Togog). Pesan kepada generasi muda, berkarya terus dengan tetap mengutamakan pendidikan untuk anakanak mereka agar semakin maju. Seperti apa yang dilakukannya dulu, menyekolahkan anak-anaknya hingga ke Malang. Ia sangat ingin mengembalikan geliat Gianyar yang luar biasa dengan tenunnya. Sayangnya saat ini sebagian pertenunan di Gianyar yang juga masih di lingkaran keluarganya ini, sedang mengalami kemunduran. Pande Ketut Dresta juga memahami saat ini yang menjadi kendalanya adalah tenaga kerja. Ia jadi bertanya apakah orang-orang kita sekarang menjadi malas, sehingga banyak produk kerajinan yang mesti diselesaikan di luar Bali. “Kita harus belajar semangat dan berani seperti saudara-saudara kita yang dari luar Bali. Jadi generasi muda harus belajar dan mau bekerja keras, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras.” Demikian seman� gatnya kepada generasi muda sekarang. Kalaupun sekarang Pande Ketut Dresta dan sang istri Pande Putu Srinten sudah lanjut usia, produksi batiknya masih berjalan. Ada sebagian pengerjaannya dilaku� kan oleh pengrajin di rumahnya masing-mas� ing. -ard


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 861 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu