Skip to main content

Tokoh Edisi 859 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

Investasi Emas Relatif Aman

Ada beragam bentuk jenis investasi, ada tabung­an, deposito, hingga kaplingan tanah. Salah satu bentuk investasi yang banyak diminati masyarakat adalah investasi emas, baik berupa perhiasan emas ataupun logam mulia.

tor yang berinvestasi di properti beralih berinvestasi ke emas. Permint­ aan meningkat harga emas pun naik. “Namun, sekarang

ini lagi stagnan,” tegasnya lagi. Mariawan tak menampik jika disebut investasi emas tak selalu menguntungkan. Tetapi ia me­ negaskan investasi emas adalah salah satu wadah untuk me­ nempatkan investasi

takan India merupakan pembeli emas terbanyak, terutama pada musim kawin. Ketika itu pula biasanya harga emas turut ter­ dongkrak. Karena itu, kalimat “don’t put all your eggs in one

A

da banyak alasan masyarakat memilih berinvestasi emas, khususnya logam mulia, salah satunya adalah liquid dan mudah dicairkan. “Investasi emas tidak kena inflasi dan pajak penghasilan, seperti jika diinvesta­ sikan dalam bentuk tabungan. Keuntungan lain, jika tidak dalam bentuk emas mungkin sudah habis dipakai,” ujar Asisten Manajer Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Made Mari­ awan, S.E., M.M. Harga emas ini dijelaskannya mengikuti harga dolar. Sekarang ini harga dolar sedang turun, maka harga emas pun meng­ ikuti. “Sekarang ini waktu yang tepat untuk pembelian emas,” ucapnya. Nilai dolar ini dikata­ kannya sangat tergantung dengan kondisi perekonomian di Amer­

ika Serikat. Ketika situasi global gonjang-ganjing, khususnya di negara adikuasa tersebut, inves­

Emas bisa Dipamerkan Emas layak menjadi pilihan investasi bagi perempuan karena pada umumnya, kaum perempuan selalu mengutamakan keamanan dan cenderung menjauhi risiko, termasuk dalam menentukan langkah investasi. Latar belakang inilah yang menjadi dasar keterlibatan kaum hawa dalam transaksi emas. Perempuan harus punya simpanan, karena tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Kesukaan terhadap keindahan, menyebabkan banyak perempuan akrab dengan perhiasan emas. “Mereka membeli perhiasan yang tentunya bisa digunakan untuk sehari-hari dan sekaligus menjadi safety net apabila memerlukan uang karena perhiasan emas dengan mudah dapat dijual kembali,” ungkap Nur Octaviana dari Gallery Kohinoor. Ia menyebut san­ gat banyak ada keun­ tungan investasi emas. Emas adalah barang yang harganya selalu naik setiap tahun, en­ tah naik dengan tinggi secara tiba-tiba atau naik perlahan. Orang dapat membeli per­ hiasan cantik yang bisa dipamerkan ke orangorang dan seberapa rusaknya pun perhiasan tersebut masih bisa dijual kembali dengan harga yang pantas. “Emas juga memiliki pergerakkan harga tersendiri yang tidak diikuti oleh pergerakkan nilai mata uang asing, jadi membeli emas sama dengan kita menabung jumlah uang tersebut dengan barang yang bisa kita simpan sendiri,” ujar perempuan yang akrab disapa Ovie. Risikonya tentu apabila barang tersebut hilang atau kecurian karena penyimpanan

yang tidak aman. Namun, sekarang sudah ban­ yak bank maupun toko emas yang menerima penyimpanan emas dalam bentuk logam mulia. Mengenai cara merawat emas yang benar, Ovie memberi beberapa tips. Lap emas dengan lap yang mengandung bahan abrasif seperti autosol yang ada dijual di supermarket. Lap dengan bahan yang lembut dan bagus dari katun yang sudah sering dicuci. Perhiasan sebaiknya disimpan di dalam lemari atau kotak kertas maupun box penyimpanan emas. Jangan gunakan perhiasan emas apabila Anda mengoleskan handbody atau bahan kimia lainnya karena warna emas juga akan cepat pudar. Jangan juga gunakan perhiasan emas pada saat berenang karena kandungan kaporit bisa membuat rusak warna perhiasan Anda. “Meskipun rasanya emas tidak langsung menda­ patkan balik modal pada saat dijual kembali, nilai investasi emas selalu naik setiap tahunnya. Dalam berinvestasi emas, ada bai­ knya Anda membeli secara berkala seperti misalnya setiap bulan atau setiap be­ berapa bulan sekali. Belilah perhiasan emas yang mana bisa digunakan sehari-hari. Apabila anda ingin investasi untuk logam mulia, belilah emas dalam jumlah gram yang tetap seberapa mam­ punya Anda setiap bulannya. Ini lebih menguntungkan untuk jangka panjang karena ketika harga naik atau turun Anda tetap membelinya. Tidak terlalu penting membeli emas menunggu harga turun karena Anda tidak pernah tahu, apakah turunnya harga sudah mencapai harga terendah atau belum. Belilah emas ketika memang sudah waktunya atau sudah ada dana yang bisa disisakan untuk emas tersebut,” ujarnya. –Ngurah Budi

yang aman. Ia mencon­ tohkan jika sekarang ini berinvestasi di tanah, ada ke­ mung­ kinan rugi karena mungkin kena regulasi pemerintah atau tak mendapatkan aliran listrik. Se­ mentara jika berinvestasi di emas, uangnya akan tetap senilai awal. “Ini hukum bisnis, risiko besar keuntungan besar, risiko kecil keuntungan juga kecil. Investasi emas aman dan bisa mengun­ tungkan juga dengan mencari momen yang pas saat melakukan penjualan maupun pembelian,” paparnya. Selain mengikuti harga dolar, harga emas juga dipengaruhi tingkat konsumsi/daya beli masyarakat, terutama negarara India. Made Mariawan yang sharing ke beberapa pakar ini menga­

basket,” jangan me­ naruh semua telur (uang) Anda dalam satu tempat saja, dikata­ kannya sangat relevan. Sehingga, ketika investasi di properti sedang jeblok misalnya, di investasi emas tetap tenang. Meski demikian, investasi emas (logam mulia) juga ada kelemahan, yakni tak bisa dipergunakan seper­ ti halnya perhiasan emas. Logam mulia benar-benar murni untuk investasi. “Untuk berinvestasi emas ini pun prosedurnya sangat mudah, cukup datang ke Pegada­ ian dan membawa KTP. Kami juga memiliki beberapa instrumen sesuai kebutuhan dan kemauan konsumen, yakni pembelian cash, angsuran, dan sistem arisan di instansi masing-masing,” ucapnya. Pihak Pegadaian sendiri juga me­ nyiapkan beberapa pilihan keping logam mulia (emas batangan) ses­ uai kemampuan konsumen, yakni 1 gram, 5 gram, 10 gram, 20 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan 1 kg. –Inten Indrawati

Emas untuk Reward Perkembangan terakhir, selain sebagai bentuk investasi, emas batang­ an kini banyak dipakai sebagai bentuk apresiasi/penghargaan/reward perusahaan kepada karyawannya yang berprestasi. Pertimbangannya lebih mudah, simpel, dan aman. Kemudahan investasi emas ini terutama saat “disekolahkan” alias digadaikan untuk mendapatkan pinjaman modal. Kondisi seperti ini pa­ ling umum dilihat menjelang hari raya, seperti beberapa waktu lalu. Di Kantor Pegadaian Renon, Denpasar, pada H-7 sudah terlihat pergerakan transaksi meningkat hingga 15%-20% dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hal ini dikarenakan, gadai emas ini salah satu alternatif tercepat dan tak bertele-tele untuk mendapatkan pinjaman kredit. “Kecenderungan yang terjadi saat hari raya itu, emas batangan di­ masukkan (digadaikan), emas perhiasan dikeluarkan (ditebus). Dilihat dari jumlah transaksi yang menggadaikan dan menebus khusus untuk area Denpasar 50:50, karena masyarakat di sini heterogen. Setelah selesai hari raya, Kantor Pegadaian Renon yang mulai buka Rabu (22/7), didatangi banyak konsumen. Mereka kembali menyimpan emas dan perhiasannya. “Perhiasan ditaruh (digadaikan) lagi untuk mendapatkan modal kerja, ketika sudah mendapatkan keuntungan, ditarik satu persatu, emas per­ hiasan, emas batangan. Kondisi ini berbeda dengan daerah timur,” ujar pria yang sempat bertugas di daerah NTB-NTT ini. Kecenderungan menggadaikan emas di daearah ini saat musim tanam, sekitar bulan Januari untuk padi dan bulan Juli untuk jagung, yang dipanen dalam 3-4 bulan ke depan. “Di timur, persentase dari dampak musim tanam dan panen itu paling besar, mencapai 60-70%. Dampak hari raya hanya sekitar 40%,” tandasnya. –Inten Indrawati


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

Mau Investasi Apa? Rangkaian Hari Raya ­ alungan-Kuningan sudah seG lesai. Hari Raya Idul Fitri pun sudah berlalu. Momen berkumpul bersama keluarga besar dan kolega untuk silatu­ rahmi pun menjadi kisah yang sulit untuk dilupakan. Banyak canda dan tawa mewarnai silaturahmi. Ucapan maaf lahir batin dan salam semoga sukses di masa depan selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan. K r u To k o h p u n t a k k e ­ tinggalan melakukan silatu­ rahmi ke rumah Widminarko, ­t okoh pers yang membidani lahirnya Tokoh. Widminarko merupakan Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi Tokoh yang pertama saat Tokoh terbit dan beredar di Jakarta. Turut hadir dalam acara halal bihalal ini Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi dan Redaktur Pelaksana Bali Post Alit ­P urnatha. Sebagai media yang memilih segmen wanita dan keluarga, Tokoh terus berupaya menyajikan informasi yang menarik untuk wanita dan keluarga. Mulai

Putu Wijaya

Suasana acara halal bihalal di kediaman Widminarko

dari hal-hal sederhana sampai besar kami sajikan. Misalnya, resep-resep rumahan dari Chef Sarwan bisa menjadi panduan untuk menyiapkan hidangan bagi keluarga. Hal-hal yang sering ditemui di rumah tangga, urusan orangtua dan anak kami kupas juga. Dunia mode tak ketinggalan juga dan menjadi sajian andalan kami. Mau pelesir juga bisa merujuk dari tulisan yang kami sajikan. Semua kami berikan untuk p e m b a c a s e t i a To k o h d a n masyarakat yang ingin mendapat informasi tentang wanita dan keluarga.

Minggu ini kami sajikan tema tentang investasi untuk kaum wanita dan keluarga. Pilihan yang diungkapkan narasumber kami cukup beragam. Pe r t i m b a n g k a n s e g a l a s e ­ suatunya sebelum mengambil keputusan. Siapa tahu, satu di antaranya atau malah semua cocok untuk menjadi lahan investasi. Pesan untuk “tidak menempatkan telur di satu keranjang” juga penting di­ ingat. Ini menjaga kemungkinan agar tidak kehilangan semua modal karena hanya menempatkan di satu tempat saja. Selamat mencoba. Salam

Nota yang Membingungkan Kesempatan berlibur ke Thailand saya manfaatkan untuk wisata belanja. Harga barang di Negeri Gajah Putih relatif lebih murah jika dibanding dengan Malaysia dan Singapura. Mungkin karena perbedaan nilai mata uang rupiah dan baht tidak terlalu jauh. Saya berlibur bersama saudara dan teman-teman. Kami liburan dengan gaya backpacker, tanpa ada pemandu wisata. Pokoknya jalan-jalan ke mana kami suka. Bermodalkan gadget, kami mencari tahu lokasi wisata yang ingin dikunjungi dan tempat belanja yang murah meriah. Pokoknya menikmati liburan bebas. Setelah mengunjungi objek wisata, kami pun menuju tempat belanja. Barang-barang yang kami suka langsung masuk keranjang. Harga yang relatif murah ini membuat kami “ringan tangan” untuk berbelanja. Sampai di kasir, biar tidak terlalu banyak mengambil jalur, saya dan rombongan memutuskan untuk menggabung semua belanjaan. Walaupun kami

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tidak mengerti bahasa Thai, tak masalah karena kasir tidak ba­ nyak omong. Ia hanya mengecek harga barang lalu memasukkan ke tas. Salah satu saudara saya yang ikut dalam rombongan belanja ini menjadi sukarelawan untuk membayar semua belanjaan. Nanti sampai di hotel, kami akan menghitung berapa belanjaan masing-masing. Rasa gembira karena sudah mendapatkan barang yang dibeli plus oleh-oleh berubah menjadi kegaduhan. Oh…my God…nota yang diberikan kasir menggunakan huruf Thai. Hanya angka saja yang menggunakan huruf Latin. Kami pun tertawa terpingkal-pingkal karena tidak menyangka akan terjadi masalah. Kami tidak mengerti satu pun bacaan di nota.

Wajah saudara saya yang menjadi juru bayar lebih stress lagi…mungkin ia membayangkan kalau harus menanggung semua biaya belanjaan. Ak­ hirnya kami pisahkan barang masing-masing lalu mencari label harganya, lalu dicocokkan dengan nota yang kecil. Waktu pun tersita untuk membereskan urusan keuangan ini. Tidak semua bisa temukan di nota. Namun, demi rasa kebersamaan, harga yang tidak kami temukan, kami kumpulkan lalu ditanggung bersama. Ini benar-benar pengalaman berwisata yang berkesan. Bagi yang ingin wisata ke tempat yang hurufnya tidak kita kenali, ini bisa jadi pelajaran. Pastikan ada huruf Latin ya. Nina

Mozaik

GORO-GORO

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Pernikahan Sejenis

“Saya tidak setujui!” “Tapi itu kan urusan mereka?” “Betul! Tapi kalau sampai dibuatkan undang-undang berarti urusan kita!” “Tapi itu kan kenyataan!” “Kenyataan apa?! Itu salah!” “Salahnya apa?” “Agama apa pun tidak membenarkan!” “Emang! Tapi dibuatkan peraturan kan bukan berarti membenarkan?! Hanya mengatur!’ “Mengatur apa lagi, itu harus dilarang!” “Melarang kan perlu aturan!!” Bu Amat diam. Ia menatap suaminya. “Jadi Bapak setuju perkawinan sejenis?” “Tidak.” ‘”Kalau begitu kenapa ngomong seperti tadi?” “Lho bapak kan cuma bilang, setuju tak setuju mesti ada aturannya, karena itu kenyataan!” “Memang, tapi tetangga-tetangga akan berpikiran lain bapak akan dicap setuju pernikahan sejenis”. Betul saja. Tetangga mulai kasak-kusuk bilang Amat “gay”. Gara-gara Amat setuju ada aturan buat pernikahan sejenis. “Betul Pak Amat setuju perkawinan sejenis,” tanya Pak Made.”Belum ada aturan saja mereka sudah keluar dari liangnya, apalagi ada peraturan. Mereka akan merajalela. Itu kan menular, Pak Amat. Kalau bergaul dengan mereka banyak anak-anak muda kita, akan ikut-ikutan. Disangkanya itu gaya hidup gaul orang modern. Mereka kan banyak yang kaya dan punya kedudukan. Sudah banyak contohnya! Gara-gara mau dapat kedudukan, anak-anak itu pura-pura gay. Lama-lama keterusan!” Amat membantah. “Begini, Pak Made. Jangan keliru. Saya setuju aturan, karena mereka memang ada. Harus diatur, apakah mereka boleh masuk tentara misalnya. Di Amerika Serikat sendiri meskipun boleh menikah sejenis, tapi mereka tak boleh jadi tentara. Maksud saya begitu, jangan disangka saya setuju pernikaha sejenis. Tapi itu perlu diatur dengan undang -undang. Perkara mereka melakukan pernikahan sejenis terserah. Undang-undang tidak mengaturnya.” “Kalau begitu, itu aneh Pak Amat. Sekali mengatur, harus tuntas! Tidak bisa setengah-setengah! Orang setuju pernikahan sejenis seperti Pak Amat memang harus diatur!” Amat tidak membantah. Takut Pak Made tambah keliru. “Masak Pak Made bilang bapak setuju perkawinan sejenis? Bapak kan hanya bilang mesti ada aturan bahkan aturan yang melarang pernikahan sejenis! Pak Made kan orang berpendidikan?!” “Makanya!” “Lho makanya apa?” “Makanya jangan bilang perlu ada undang-undang. Sekali ada, Justru orang-orang berpendidikan akan menyelewengkannya. Itu namanya membangunkan macan tidur!”

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Andreas Ardi

Kreatif dalam Kemasan

Eforia Lebaran, tak ubahnya pesta tahunan secara massal. Jual apapun di momen Idul Fitri, yang baru lalu semuanya pasti laku. Mulai dari jual pakaian, perhiasan, aksesoris, dan lain sebagainya. Termasuk jual parsel atau bingkisan produk yang berisi makanan dan minuman. Untuk itulah, kesempatan ini selalu dimanfaatkan sebagian orang yang memiliki naluri bisnis untuk berjualan.

S

alah satunya adalah Andreas Ardi, seorang pemuda warga Desa Sanan Kulon, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar ini. Tiap kali menjelang Lebaran, Ardi selalu menjadi pembuat sekaligus penjual parsel. “Lumayan, hasilnya bisa buat tambah-tambahan,” kata Andreas Ardi. Usaha pembuatan parcel ini, dimulai Ardi pada lima tahun silam. Inspirasi itu di dapat setelah ia menerima sebuah parsel dari salah satu t e m a n d e k a t n y a . Ke m a s a n parsel itu, ia buka dan dihitung untung ruginya. Beberapa saat setelah dikaji, bisnis parsel

ternyata untungnya lumayan. Nah, pada saat itulah Ardi langsung memulai bisnisnya. “Awalnya nggak parsel seperti ini. Tapi merangkai bingkisan kado untuk mantenan atau ulang tahun,” papar lelaki yang suka bertopi ini. Sebagai pengusaha baru, tentu tidak langsung mulus begitu saja. Banyak tantangan yang harus dilalui Ardi. Mulai dari pengambilan barang, model kemasan, mencari pelanggan, dan lain sebagianya. Ardi tidak malu-malu menawarkan jasanya kepada setiap orang. Lambat laun usaha yang digeluti ini makin dikenal. Bahkan, pelanggannya mulai

Andreas Ardi membuat parcel

Andreas Ardi

terus berdatangan. Hampir tiap hari ada saja orderan pembuatan bingkisan. “Yang paling banyak pesan itu kado

ulang tahun. Kalau manten itu bulan-bulan tertentu,” ujar Ardi bangga dengan usaha yang dimiliki itu. Seiring dengan waktu, usaha home industry Ardi ini terus berkembang. Dengan dibantu beberapa karyawannya, Ardi mulai membuat kemasan parsel Lebaran. Peminatnya pun lumayan besar. Hanya via telepon tidak kurang dari 10 hingga 15 orang yang pesan barang tiap hari. Belum termasuk pembeli yang datang langsung ke rumahnya. Jumlahnya bisa mencapai antara 30 hingga 40 pembeli setiap hari. “Alhamdulillah, ada saja yang pesan. Biar kecil tapi ada,” urainya. Parsel buatan Ardi ini ada dua macam produk. Yang per-

tama, bahan dasar kemasan dibuat dari aneka produk makanan dan minuman. Mulai dari susu, biskuit, sirup, kopi, dan lainya sebagainya. Dengan harga antara Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta per parsel. Sedang parsel yang lain menggunakan bahan rangkaian pecah belah mulai dari mangkuk, panci, blender, sendok, garpu dan lain sebagainya dipatok dengan harga antara Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta rupiah. “Semua jenis permintaan saya layani. Mau yang besar atau yang kecil tak menjadi soal,” tuturnya lagi. Menurut Ardi, usaha parsel ini cukup mudah. Resepnya hanya dibutuhkan pemikiran kreatif dan tidak malu-malu dalam menawarkan barang. Kalau pesaing itu urusan belakang. Yang penting barang dikemas bagus dan bisa dipertanggung jawabkan. Artinya jangan sampai memasukkan produk yang cacat atau kadaluwarsa. -Khoirul Abadi

Mbah Tini

Pertahankan Serabi Khas Ponorogo Pernah mendengar kue serabi? Pada dasarnya bahan kue ini dan cara masaknya sama di beberapa daerah. Bahan dimasak di atas tungku tanah tanpa minyak. Tiap daerah tentu memiliki cita rasa dan kekhasan tersendiri. Mbah Tini salah satu pembuat dan penjaja Serabi berkuah di Ponorogo. Setiap pukul 03.00 dirinya sudah bangun, mempersiapkan perapian untuk memanasi kereweng tanah (wajan yang terbuat dari tanah). Kelapa dan santan sudah ia siapkan sejak pukul 01.00, sedang tepung beras sudah digilingkan sore harinya. Ketika adzan subuh tiba ia segera melangkah ke Masjid Agung yang tak jauh dari tempatnya jualan. Sekembali dari masjid orang sudah mengantri di tempat ia jualan. “Kulo dodol nggeh pas dalu ngantos isuk (saya jualan dari malam sampai pagi),” ujar mbah Tini yang menggelar dagangannya di pojok perempatan Alun-alun Ponorogo. Dirinya berjualan serabi mulai tahun 1970an setelah peristiwa Gestapu. Sebenarnya oleh anaknya sudah dilarang jualan, namun dirinya tetap saja berjualan makanan khas ini. “Sudah terbiasa bangun pagi dan beraktivitas, kalau nganggur badan saya terasa sakit malahan,” imbuhnya.

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Serabi buatan Mbah Tini

Mbah Tini sedang membuat serabi

Kini, di Ponorogo selain Mbah Tini, banyak lagi yang jualan serabi, hampir di pojokan perempatan ada yang jualan, seperti di perempatan Tonatan, perempatan Tambak Bayan, perempatan pasar Pon, perempatan pabrik es, bundaran timur pasar Legi dan perempatan depan kecamatan kota. Mereka pun mulai jualan pukul 03.00 dan siap matang pukul 04.00 ketika orang-orang sudah keluar masjid. Tidak tahu mengapa ciri khas jualan mereka di pinggir jalan, perempatan dan dekat masjid dan bukannya menjelang subuh sampai pukul 06.00. “Dari dulu ya jualan nya dipinggir jalan seperti ini dan memang sudah turun temurun sejak dari nenek saya dulu,” terangnya. Serabi Ponorogo rasanya unik mirip jenang sumsum, namun ada aroma tanah, krispi, gurih. Biasanya disukai oleh anakanak dan dipakai untuk sarapan pagi. Bagi orang tua yang sepulang dari masjid bisa buat sarapan sebelum pulang ke rumah. Harganya pun cukup terjangkau. Untuk seporsi hanya Rp 2 ribu, terdiri 2 tangkap (2 keping dobel, 4 keping), jadi per keping dihargai Rp 500, tapi menjualnya 1 tangkap (2 keping). “Saya akan tetap membuat serabi seperti ini, karena bagi saya kalau dibuat yang aneh-aneh bukan serabi lagi namanya,” ungkapnya. -Dinar Perdana


22

Sosialita

Edisi 859/27 juli - 2 Agustus 2015

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

3

Kusmini & Budaka

Jasa Cuci Mobil Panen Rezeki

Libur Lebaran usai, arus balik pemudik perlahan memasuki Jakarta. Giliran jasa pencucian mobil panen rezeki. Mobil-mobil yang luar biasa kotor pun langsung dimasukkan pemiliknya ke tempat jasa pencucian mobil. Mereka malas mencuci sendiri kendaraannya di rumah dengan alasan lelah. Maklum habis mudik. “Pekan-pekan ini pasti akan sangat ramai lebih dari biasanya. Setiap habis libur Lebaran pasti seperti ini. Banyak pemudik memasukkan mobilnya ke sini,” kata Ahmad, salah satu staf pencucian mobil ‘Kar Klin’ yang terletak di Jl Bypass Jend. Ahmad Yani, Rawasari, Jakarta Pusat.

D

i kawasan tersebut memang banyak terdapat jasa pencucian mobil. Letaknya saling berdekatan, bahkan beberapa bersebelahan. Namun seperti kata orang ‘rezeki tidak kemana’ maka para pemilik usaha seolah tidak merasa terganggu dengan letak yang berdekatan itu. Pemandangan yang ada memang seolah membuktikan itu. Hampir setiap tempat, penuh mobil baik itu yang sedang dibersihkan maupun yang mengantre menunggu giliran. Di beberapa tempat, bahkan antrean mobil sampai ke jalan. Sementara di tempat lain, memasang bangku di tengah jalan masuk yang menandakan tempat penuh atau waktunya istirahat. Menurut Habib, tempatnya bekerja baru dua hari ini buka kembali setelah libur sejak sehari sebelum takbiran. Mereka diberi waktu libur lebih cepat agar setelah Lebaran hari ketiga bisa bekerja kembali. Itu sebabnya mobil-mobil pelanggan begitu membludak. “Hampir semua tempat pencucian mobil di sini tutup sebelum takbiran. Makanya sekarang rame banget. Ditambah lagi, banyak orang yang baru pulang mudik,” jelas lelaki asal Betawi itu. Tarif Lebaran, begitu mereka menyebutnya, berbeda dengan biasanya. Tarif Lebaran mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu per mobil. Cukup mahal memang, namun umumnya pemilik mobil tidak keberatan dengan ‘harga khusus’ itu. Jadi, kalau sebelumnya tarif cuci mobil nonhidrolik Rp 15 ribu maka naik menjadi Rp 25 ribu per mobil. Itu belum termasuk jasa vaccum, poles ban, dll. Sedang tarif hidrolik yang Rp 25 ribu naik Rp 15 ribu, tanpa vaccum. “Udah biasa kok, pelanggan sudah ngerti, tidak ada yang protes. Ini kan ‘Harga Lebaran’ nanti akan turun lagi setelah keadaan normal,” tambah Habib yang mengaku baru mendapat kesempatan istirahat se-

jenak setelah bekerja terus menerus sejak pagi hingga pukul 18.00. “Sejak buka kembali sampai sekarang nggak pernah sepi. Makanya tadi sempat tutup sejenak, teman-teman (pekerja) sudah tidak sanggup lagi bekerja, mereka klenger. Bayangkan, dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00, nyaris tidak pernah istirahat. Mobil datang terus, akhirnya bos

putuskan untuk tutup sebentar, kasih kesempatan pekerja untuk istirahat,” tambahnya. “Saya nggak kuat, cape banget. Kaki sampai gemetaran, tangan rasanya kaku, gara-gara nyuci tak ada berhentinya,” ungkap pria itu dengan nada kocak. Dari pagi hingga sore, Habib sudah menangani 10 mobil. Ia masih akan bekerja karena tempat cucian mobil itu buka 24 jam. “Shift saya sampai pukul 20.00,” tambahnya. Sampai pukul 18.00, ia telah mengantongi uang Rp 250 ribu, upah dari mencuci mobil juga tips dari pelanggan. Maklum, mereka semua tidak digaji, jadi pendapatan perhari tergantung dari berapa banyak mobil yang ditanganinya. Ia sendiri mengaku betah bekerja di tempat tersebut selain karena selalu ramai pelanggan juga suasana kerja yang nyaman. “Saya sudah

Dengan Rp 60 Juta Punya Hutan Jabon Untuk menjadi investor, kini bukan hal yang tak mungkin lagi. Karena, hanya dengan Rp 60 jutaan, kita sudah bisa memiliki hutan jabon dan mendapatkan sertifikat hak milik (SHM). Hal ini ditegaskan pasutri I Made Budaka Wijaya dan Nyoman Kusmini saat ditemui di kantor Sri Farm di Jalan Tukad Batanghari No. 9, Denpasar, Bali.

delapan tahun bekerja di sini. Tempat pencucian mobil ini termasuk paling tua di sini, sudah 13 tahun berdiri. Omzetnya rata-rata Rp 100 jutaan per-bulan kalau hari biasa, sekarang bisa lebih lagi karena sangat ramai,” tuturnya. Omzet yang menggiurkan itu, bisa jadi membuat pemiliknya, pemilik lahan tidak menjual lahan 1000 M2 tersebut, meski nilainya telah mencapai belasan miliar rupiah. Maklum tanah ini terletak di tepi jalan utama yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Jalan ini termasuk salah satu jalan tua di Jakarta yang dibangun pada periode 1959-1965. Salah satu pertimbangan, bisa jadi karena bisnis ini berjalan bagus. Awalnya, bisnis ini dijalankan oleh Hj Ismunandar pada 2002.

Ketika itu bisnis pencucian mobil sedang marak-maraknya di Jakarta. Usaha ini terus berkembang, dan kini dikelola oleh anaknya, Adi. Untuk menjalankan bisnis ini boleh dibilang tidak bermodal terlalu besar, asalkan memiliki lahan sendiri dan letaknya strategis, itu sudah sangat baik. Kebutuhan air tidak terlalu masalah karena kebanyakan dipasok dari sumur. Untuk mengembangkan usahanya ini, Adi bukan hanya memiliki tiga mesin hidrolik tapi juga menyediakan sejumlah layanan perawatan, di antaranya adalah salon mobil. “Layanan salon eksternal biayanya sekitar Rp 400 ribu. Kami tidak menyediakan salon internal karena peralatannya tidak ada. Internal lebih sulit karena peralatan dan pekerjanya pun harus khusus,” ucap lelaki asal Palembang itu.-Diana Runtu

“Bahaya” Air Tanah untuk Cuci Mobil Di Jakarta, bisnis pencucian mobil memang marak. Mulai dari bisnis kecil-kecilan yang dijalankan warga di pinggir jalan alias memakai lahan umum -- entah dari mana mereka mendapat sumber air-- hingga memiliki lahan sendiri. Bisnis ini berkembang bagus seiring dengan semakin tingginya tingkat kesibukan

para pemilik kendaraan sehingga mereka tidak memiliki banyak waktu luang lagi untuk melakukan perawatan mobil sendiri. Hanya saja bagi pemilik kendaraan harus hati-hati jika ingin tampilan mobilnya terlihat tetap kinclong. Tak banyak orang tahu kalau ternyata mencuci mobil itu tak sesederhana yang terlihat. Bukan hanya harus hati-hati

dalam penggunaan sabun tapi air yang digunakan pun harus diwaspadai. Seperti diketahui, kebanyakan orang mencuci mobil dengan menggunakan air PAM atau air tanah. Nah, mengutip dari National Geographic, air tanah juga air PAM mengandung mineral tinggi sehingga mudah membentuk water spot atau jamur pada bodi mobil dibanding air hujan yang bersifat asam. Air hujan meski bersifat asam, namun nyaris tidak mengandung mineral, itu sebabnya air hujan sulit membentuk water spot. Kalaupun terbentuk, sangat tipis dan lebih mudah dihilangkan. Air hujan memang bersifat asam yang bisa menyebabkan karat, namun karena kemajuan teknologi, mobil-mobil modern dibuat lebih tahan terhadap asam karena diaplikasi anti karat, cat tipe polyurethane dan adanya coating. “Berbeda dengan air tanah atau air PAM, yang karena mengandung endapan mineral tinggi maka water spot mudah terbentuk dan lebih sulit dihilangkan. Kandungan mineral pada air tanah bisa mencapai 300 ppm, sementara yang paling aman maksimal kandungan mineralnya 150 ppm.

Lebih dari itu (150 ppm), endapan miniral yang timbul akan sulit dihilangkan,” kata Daniel Saputra dari Show Car Garage. Lalu bagaimana, apakah tidak bisa mencuci dengan air? Tentu saja bisa. Yang utama adalah jangan membiarkan air sampai mengering di bodi mobil. Air yang mengering sebelum dilap akan menimbulkan jamur. Maka jangan mencuci sendirian, minta bantuan orang lain untuk mengurangi risiko mineral yang mengendap. Juga yang harus diperhatikan, jangan mencuci di bawah sinar matahari. Tapi, tentu saja, yang teraman adalah, membeli filter untuk mengurangi kadar mineral dalam air. Atau, pergi ke tempat cuci mobil yang menggunakan filter mineral. Cara lainnya adalah, mencuci mobil tanpa air. Nah, ini memang tidak bisa dikerjakan sendiri karena umumnya peralatan cuci mobil tanpa air tidak dijual secara bebas. Di Jakarta, tempat cuci mobil tanpa air masih sangat terbatas. Biasanya, beroperasi di perkantoran dan apartemen-apartemen, dimana sumber air tidak mudah didapat. -Diana Runtu

“D

engan investasi Rp 60 jutaan itu, Anda su­ dah mendapat­ kan 200 bibit jabon dengan luas lahan 0, 25 hektare, dan SHM atas nama sendiri. Pembayaran bisa cash atau diangsur,” tegas Kusmini, owner Sri Farm. Dari investasi Rp 60 jutaan tersebut, estimasi potensi hasil yang didapat adalah Rp 291.200.000. Paket Bronze Cadamba ini sengaja diluncurkan agar bisa merangkul semua kalangan yang ingin ber­ investasi cerdas di Hutan Jabon Sri Farm. Pembayaran bisa diangsur hingga 12 kali dengan DP 30%. Ada juga pilihan lain, Silver Cad­ amba senilai Rp 120 jutaan. Paket ini mendapatkan lahan seluas 0,5 hektare dengan 400 bibit jabon. “Bagi investor yang berkeinginan ­ber­i­nvestasi lebih, tersedia juga pa­ ket yang lebih besar, yang kesemua­ nya itu terjamin legalitasnya dan aman. Berinvestasi di hutan jabon Sri Farm ini, benar-benar uang yang bekerja buat investor, karena semua proses dari penanaman, pe­

meliharaan hingga panen dikerjakan oleh tim profesional Sri Farm,” ujar Made Budaka. Investasi cerdas di Hutan Jabon Sri Farm ini, dijelaskan pemilik Delina Printing dan beberapa bisnis lain ini, dikarenakan memiliki beberapa ke­ untungan. Pertama, kebutuhan kayu selalu lebih tinggi dari ketersediaan­ nya dan harga kayu tiap tahunnya selalu meningkat. Belum lagi dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang penebangan hutan alam, sehingga industri perkayuan diwa­ jibkan menggunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR). “Jadi, peluang perkebunan kayu di Indonesia cukup luas dan menjanjikan,” tegasnya. Jabon (jati bongsor/jati am­ bon) yang merupakan salah satu jenis kayu terbaik dinilai banyak memiliki keunggulan. Karena, se­ lain cukup kebal terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan jabon sangat cepat, sekali menanam dapat dipanen dua kali. Alasan inilah yang menguatkan pasutri Budaka-Kusmini ini, untuk mengembangkan investasi bermerek hutan jabon. Pertumbuhan jabon paling cepat di dunia dibandingkan dengan tanaman kayu keras lainnya. “Bisa dibayangkan, jabon ini pertum­ buhan rata-rata diameternya 10 cm pertahun dan tingginya dapat men­

Kunjungan kedua para investor Jabon Sri Farm ke lokasi perkebunan di Mamuju, Sulawesi Barat, 13 Maret 2015

Pembibitan Jabon

capai 25 meter. Kayu jabon dapat dipanen pada usia 5 sampai dengan 6 tahun dengan volume kayu +0,9 m3/ pohon dengan harga jual mencapai di atas Rp.1.000.000/pohon,” jelas Made Budaka. Hal ini diperkuat dengan data yang menunjukkan kebutuhan In­ donesia tiap tahunnya mencapai 72 juta3 kayu siap olah. Namun saat ini dari ketersediaan, baru terpenuhi sekitar 50 juta3 saja. Kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Undang-undang mengenai HPH, di­ mana industri perkayuan di Indone­ sia harus tetap dikembangkan namun menggunakan kayu dari hasil hutan tanam rakyat, tidak boleh lagi meng­ gunakan kayu dari hasil peneba­ngan hutan alam, diterjemahkan Made Budaka sebagai peluang besar untuk berinvestasi di hutan jabon. Kedua, dengan berinvestasi di Hutan Jabon Sri Farm, investor seka­

ligus turut meyadnya de­ngan meles­ tarikan lingkungan (go green). Selain itu, secara otomatis juga investor membuka lapangan pekerjaan baru bagi para petani yang mengerjakan lahan kebun jabon yang berlokasi di Mamuju, Sulawesi Barat. Apa yang dilakukan Sri Farm ini menga­

dopsi konsep Tri Hita Karana yakni recovery dan pelestarian alam se­ bagai wujud bakti terhadap ciptaan Tuhan, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan hutan tanaman rakyat yang berkelanjutan sehingga memberikan benefit ekonomi yang besar. –ten

Kunjungan kedua para investor Jabon Sri Farm ke lokasi perkebunan di Mamuju, Sulawesi Barat, 13 Maret 2015

Lestarikan Alam Sembari Berkebun Uang

Sejak dilaunching 7 Maret 2015, telah 170 hektare lahan yang terjual. Itu berarti seluas itu pula lahanlahan tak produktif di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dihijaukan dengan jabon. Tanpa disadari pula, para investor yang berinvestasi di hutan jabon Sri Farm turut berkontribusi dan menjadi bagian dalam menyukseskan program pemerintah, go green dengan menanam pohon. “Ayo melestarikan alam sembari berkebun uang, dengan menanam pohon jabon,” ajak Made Budaka. Dalam beberapa kesempatan, Sri Farm bersama beberapa investor yang sudah bergabung di Sri Farm langsung turun memantau perkembangan hutan jabon di Mamuju Sulbar. Selanjutnya, pihak Sri Farm akan terus memberikan laporan rutin perkembangan kebun jabon setiap tahunnya. Selain, investor sendiri juga bisa memantau secara online karena di beberapa titik akan dipasangi kamera CCTV. Salah seorang investor, Putu Arta Susila (Tabanan) yang datang bersama anaknya mengatakan lokasi kebun­nya sangat bagus. Pemilihan lokasi perkebunan di Kabupaten Mamuju Sulbar ini dijelaskan Kusmini sudah melalui beberapa pertimbangan matang dan survei yang

Jabon berusia 2 bulan

cukup panjang. “Letaknya sangat strategis, kadar ke­ suburan tanahnya tinggi, dah wilayahnya luas, sehingga cocok untuk pengembangan jabon,” ucapnya. Made Budaka yang sudah sukses menjalankan beberapa bisnis ini tak menampik jika dalam ber­ bisnis selalu ada untung-rugi. Namun di Hutan Jabon Sri Farm ini ditegaskannya kemungkinan untuk rugi/ gagal sangat sedikit. Karena, pemasarannya sudah jelas dengan garansi kayu pasti laku karena Sri Farm sudah memiliki kontrak dengan beberapa perusahaan kayu. Kelangsungan kebun jabon pun dipastikan aman, karena menerapkan sistem pembagian hasil pada saat panen nantinya, antara investor, pengelola, dan petani (masyarakat di lokasi perkebunan). “Jika gagal, kami kembalikan investasi Anda dengan nilai 130%. Klausa ini pun akan kami tuangkan dalam perjanjian notaris,” janji Made Budaka. “Jadi, tunggu apalagi, mari berinvestasi cerdas dengan modal hanya Rp 60 jutaan di Kebun Jabon Sri Farm,” ujar Kusmini. Info selengkapnya, hubungi Sri Farm Office: jln. Tukad Batanghari No. 9, Denpasar, Bali, Telp 0361 228868, 085 338 183 888, wwwsri­ farm.com. –ten

Jabon setelah berusia 4 bulan


4

Inspirasi

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Elly “Sugigi”

Jagonya Urusan Pengerahan Massa Bisnis pengumpul massa semakin dilirik sebagai sumber penghasilan. Di masa kampanye, entah itu Pemilu, Pilpres ataupun Pilkada, bisnis ini tumbuh subur. Ketika ‘pesta demokrasi’ usai, banyak pelaku bisnis ini yang rontok karena kering job, hanya mereka yang profesional dan telah memiliki jaringan yang kuat yang bisa tetap eksis. Salah satu yang bisa tetap bertahan dengan bisnis ini adalah Elly Suhari atau kerap disebut Elly Sugigi lantaran giginya yang unik.

M

ungkin Anda sudah sering melihatnya Elly di layar kaca karena ia sering jadi bintang tamu di sejumlah acaraacara hiburan, khususnya bertema komedi. Gigi Elly yang tonggos selalu menjadi bahan candaan, namun si empunya gigi tak pernah marah, malah ikut tertawa terbahak. “Saya tidak pernah merasa dilecehkan karena memang beginilah kemampuan saya bekerja,” ucap wanita kelahiran Oktober 1971 yang juga sempat bermain sinetron berjudul ‘Vampire’. Cerita Elly bisa sampai ke panggung hiburan menjadi pelawak bahkan menjadi artis sinetron adalah perjalanan panjang yang sarat perjuangan. Betapa tidak, wanita beranak dua ini, pernah ‘bantingtulang’ sebagai penjual kue keliling, ia juga sempat menjadi pembantu rumah tangga, dan pekerjaan kasar lainnya demi mencari uang untuk penyambung hidup dan membayar hutang –hutang suaminya. Hidup dikejar-kejar rentenir dan suaminya yang suka melakukan kekerasan, akhirnya membuat Elly tak tahan dan minta cerai.” “Aku digebuk, ditendang, oleh suami. Aku nggak tahan akhirnya minta cerai. Aku ingin cari duit sendiri buat anak. Aku ingin anak anak bisa sekolah, kuliah supaya tidak seperti aku hidupnya. Tahun 2007 aku resmi cerai, jadi single parent sampai 2012,” kata Elly yang dulu sempat hendak menjual

Maaf untuk Taqwa

ini enak, dapat duitnya cepat. Jadi sekarang memang agak menurun, tapi tidak apa-apa. Rejeki Allah yang atur. Yang penting saya bekerja sebaik-baiknya, menjaga kualitas anak buah saya,” kata Elly yang kini berpenghasilan Rp 30 juta per-bulan. “Bayarannya tergantung acaranya. Untuk taping (acara yang direkam) misalnya, per kepala dibayar Rp75, saya kasih ke anak buah antara Rp50-60 ribu, kalau acara live sekitar Rp50.000 per kepala, saya kasih ke anak buah Rp40 ribu. Nah dalam sehari itu ada beberapa acara. Jadi bisa mulai dari jam 7 sampai selasai jam 12-an. Sepanjang itu bisa jadi mereka banyak berdiri dan yang pasti tepuk tangan terus,” ungkap Mpok Elly, begitu kadang orang memanggilnya. Menurut Elly, meski dia bertindak sebagai agen alias perekrut dan penyedia massa, bukan berarti ketika acara berjalan dia hanya ‘ongkangongkang kaki’. Elly mengaku ikut bekerja dan melakukan seperti anak buahnya, berdiri sepanjang hari, joget-joget juga bertepuk tangan. Saya ikut menyemangati mereka, meski tidak terpapar camera. “Saya ikut juga kayak mereka, berdiri, tepuk tangan, sesekali teriak-teriak, ayo..ayo, supaya semangat. Kita kan mendapat duit dari mereka (hasil kerja anak buah) jadi kita tidak bisa hanya diam saja, harus ikut cape juga,” ucapnya. Dari bisnis yang telah ditekuninya selama delapan tahun ini, kata Elly, kehidupannya meningkat setidaknya ia telah memiliki rumah sendiri, juga beberapa mobil. Ia juga berhasil membangun rumah untuk orangtuanya. “Orangtua aku hidup susah. Rumahnya setengah tembok. Dulu ketika ada jatah pembangunan rumah dari pemerintah, orangtua aku tidak dapat. Padahal semua tetangganya dapat. Jadi aku bilang ke ibu, doakan saja. Kalau aku dapat rejeki, aku akan

Elly di antara penonton

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

21

Hari Raya Idul Fitri 1436 H, baru saja berlalu. Kemeriahan menyambut hari kemenangan ini terlihat di mana-mana. Mulai dari Salat Idul Fitri yang menampakkan keceriaan dan kebahagiaan umat muslim, saling memaafkan dalam berbagai halal bi halal yang diselenggarakan oleh semua kalangan hingga berbagai tradisi yang menyertainya, seperti salah satunya tradisi Lebaran Topat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Elly Sugigi

banyak teman di lingkungan stasiun televisi. “Salah satu produser justru menawari saya bagaimana kalau saya membuat agency sendiri. Saya bilang tidak ada modal, maka orang itu membantu saya dalam permodalan. Jadi saya pun jalan dengan modal yang hanya beberapa ratus ribu,” katanya tentang awal mulai memulai bisnis agency pengumpul masa pada tahun 2007. Sikap persahabatan Elly pada semua orang membuat banyak orang membantunya dalam melancarkan bisnisnya. “Aku dari dulu memang seperti ini, selalu ramai, senang bergaul. Aku punya banyak sahabat, mereka banyak membantu aku” kata Elly. Bisnisnya terus berkembang, dari hanya mengkoordinir belasan orang sampai ratusan, bahkan ia juga mampu mengkoordinir ribuan orang untuk sebuah acara besar. Bisnis Ely Sugigi pacar barunya, Ferry berkembang, berarti penghasilannya pun meninginjalnya untuk biaya hidup. Tentang bisnis jasa penonton gkat. Di masa jayanya, kata Elly, bayaran, kata Elly, berawal dari dalam sehari dia bisa mengantongi ia kerap mendapat tawaran un- pendapatan bersih Rp4 jutaan dari tuk menjadi penonton bayaran. bisnis pengerahan massa ini. Be“Waktu itu saya masih menikah tapa tidak, ketika itu setiap harinya dengan suami pertama. Saya ia mengerahkan massa ke sejumlah mendapat bayaran Rp15 ribu, tapi stasiun televisi. saya bilang ke suami Rp25.000 PENGHASILAN supaya saya bisa tetap bekerja RP 30 JUTA PER-BULAN sebagai penonton bayaran. Lama“Bisnis ini bagus pada 2008 lama bayaran meningkat menjadi sampai 2011, saya memegang lima Rp25.000,” tuturnya. Dari sebagai penonton bayaran, stasiun televisi yang setiap harinya rupanya ia juga mempelajari seluk- menggelar beberapa acara. Setelah beluk bisnis ini. Salah satu keung- itu penghasilan agak menurun, gulan Elly adalah dia selalu tampil karena sekarang sudah semakin ceria dan ramah pada yang lain. banyak orang bikin agency seperti Ia supel bergaul sehingga memiliki saya. Mereka pikir, mungkin bisnis

Elly di antara teman-teman artisnya

Mandalika

bangunkan rumah untuk ibu. Dan akhirnya impian itu terwujud,” kata Elly dengan nada haru. Untuk mempertahankan bisnisnya, kata Elly lagi, ia terus menjaga kualitas anak-anak asuhnya. Baik dalam penampilan maupun bersikap. Untuk ini, Elly memang sangat disiplin dan tegas. “Aku ini galak orangnya. Kalau saatnya bekerja aku tidak ingin anak-anak main-main. Misalnya, main hape, ngerokok, dll. Pokoknya selama acara belum selesai, mereka tidak boleh keluar harus tetap ditempat. Mereka juga harus baik dalam sikap maupun dalam berpakaian. Soal pakaian memang tergantung acaranya ya. Misalnya diminta untuk acara bola, maka anak-anak pakai kaos bola. Kalau acara ultah, ya aku dandani yang ramai juga pakai topi-topi. Untuk kostum pihak aku yang sediakan semuanya. Tapi kalau untuk menjadi penonton biasa, ya pakai sepatu dan kemeja. Aku juga menyediakan penonton mahasiswa jika diminta. Biasanya untuk acara-acara diskusi,” katanya panjang-lebar. Menurut Elly meski sekarang banyak ‘pemain’ di bisnis ini, namun bisnis ini tetap menggiurkan karena banyak acara membutuhkan pengerahan massa, bukan hanya acara tv saja. Dia sendiri pun, kerap menghadirkan anak asuhnya di berbagai acara lain. “Memang sekarang banyak yang terjun ke bisnis ini, aku sih tidak apa-apa. Rejeki Tuhan yang atur. Kalau rejeki aku hanya segitu, ya aku terima saja. Yang penting aku terus berusaha,” tambahnya. ELLY DAN ‘BRONDONG’ Kisah Elly dan perjuangan hidupnya memang menarik disimak, namun yang tak kalah menariknya adalah kisah cintanya dengan sejumlah pemuda yang belasan tahun di bawahnya. Sebelumnya, Elly sempat menikah dengan pemuda ganteng bernama Aldo, usia keduanya berbeda 12 tahun. Tapi pernikahan yang sempat mengundang pergunjingan itu hanya seumur jagung. Kini kisah cinta Elly kembali menjadi sensasi lantaran ia berpacaran dengan seorang pria muda, Ferry Anggara, yang usianya beda 20 tahun darinya. Elly kini berusia hampir 44 tahun. Menariknya lagi, cowok yang dikenalkan Elly ke publik itu wajahnya mirip aktor tampan, Rizky Aditya. Mengomentari hal ini Elly dengan bergurau menyebut nama pacarnya adalah, ‘Rezky Aditya KW Super’. “Yang ini (Ferry) lain banget. Dia baik sama aku, aku juga sudah kenal orangtuanya,” ucap Elly memuji pacar barunya.-Diana Runtu

D

ari semua hal tentang lebaran, satu ‘ritual’ penting yang dilakukan umat muslim yang terlihat secara kasat mata adalah saling bersalaman tanda saling memaafkan satu sama lain. Bersalaman di momen lebaran seperti ini, terlihat di mana-mana. Baik usai melaksanakan Salat Idul Fitri maupun kala berkunjung ke rumah-rumah sahabat dan kerabat terutama lagi saat melaksanakan halal bi halal. Pemandangan salam-salaman ini juga terlihat di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terlihat berderet panjang mengantri untuk saling memberi salam satu sama lain dalam acara Halal Bi Halal yang diselenggarakan di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Setda. Provinsi Nusa Tenggara Barat di hari pertama masuk kerja (22/7) setelah cuti bersama menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Halal bi halal ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur H. Muh. Amin, S.H. M.Si., untuk mengawali masuk kerja pertama setelah cuti bersama sebagaimana dilaksanakan di tahun-tahun sebelumnya. Saling memaafkan dengan sesama yang merupakan salah satu ibadah yang akan mendekatkan setiap

muslim pada ketaqwaan, itulah hikmah halal bi halal yang disampaikan gubernur yang juga seorang Tuan Guru (ulama) ini. “Maaf itu adalah sedikit jalan yang dianjurkan untuk mencapai taqwa, memberi maaf adalah sesuatu yang mendekatkan kita kepada taqwa. Hubungan kata taqwa dengan saling memaafkan adalah sangat erat dimana saling memaafkan merupakan pra kondisi ketaqwaan yang diibaratkan seperti membersihkan rumah sendiri, sedangkan kata taqwa diibaratkan sebagai orang yang betah tinggal di dalam rumah yang bersih. Taqwa ada di tempat kita masing-masing untuk itu marilah bersihkan hati kita, marilah lupakan kesalahan orang lain dan dendam dengan cara memberi maaf dan saling memaafkan,” ujar Gubernur NTB dalam sambutannya. Memaafkan terkadang berat dirasakan namun hal ini akan berbeda jika satu sama lain mengingat bahwa hidup ini memerlukan bantuan dan dukungan orang lain maka memaafkan akan terasa ringan jika menyadari bahwa betapa setiap orang tidak akan pernah lepas dari bantuan orang lain dalam meraih kesuksesan hidup. -Naniek I. Taufan

Datangi Makam Keramat Tujuh hari setelah Lebaran Idul Fitri 1436 H, seperti tahun-tahun sebelumnya tradisi lebaran topat di Lombok kembali digelar. Ratusan ribu warga memadati bibir-bibir pantai di Pulau Lombok. Menumpang angkutan-angkutan umum yang sesak penumpang, warga Lombok berbondong-bondong mendatangi pantai untuk berekreasi dan juga mengujungi makam-makam keramat yang ada di Pulau Lombok. “Ritual” lebaran topat terasa lebih

kental manakala terlihat warga menjunjung baskom dan bakul yang berisi penuh makanan santapan khas dalam tradisi ini, seperti opor ayam dan telur serta tidak lupa topat dan lontong. Jika Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim secara keagamaan, maka lebaran topat adalah kemenangan secara tradisi bagi masyarakat muslim Lombok. Karena itu antusiasme menyambut lebaran topat tidak kalah meriahnya dengan Idul Fitri. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Mengintip Lebaran Topat di Lombok

Setelah merayakan Idul Fitri 1436 H yang jatuh pada 17 Juli 2015 dan disambut meriah oleh umat Islam di seluruh dunia, maka kemeriahan kembali tampak khususnya di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat dalam perayaan tradisi Lebaran Topat. Tradisi turun-temurun ini seperti menjadi puncak kebahagiaan masyarakat Pulau Lombok yang melengkapi kebahagiaan dalam meraih kemenangan di Hari Raya Idul Fitri setelah berpuasa sebulan lamanya.

khususnya pembuat topat dan lontong di kampung Punia Saba, Karang Kelayu dan Karang Katen, semakin bertambah. Di masa penampahan ini, para perempuan pembuat topat dan lontong harus menyiapkan tenaga ekstra untuk membuat topat dan lontong lebih banyak dari hari biasanya. “Sejak subuh tadi saya mem-

buat topat, lontong dan kue bantal, sudah lebih dari 40 kilogram beras,” ungkap Yanti, salah seorang pembuat topat dan lontong yang tinggal di Punia. Menurutnya, meski tiap hari dapur para perempuan Punia berasap memasak lontong dan topat untuk dijual di pasar-pasar tradisional di Mataram, namun

Guru Mangku Hipno

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

5

Cintai Dirimu

Jangan Biarkan Tersentuh Hal yang tidak Penting

L

Penjual Topat

ebaran Topat yang menjadi tradisi masyarakat Lombok ini dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri, di mana sehari setelah Idul Fitri, masyarakat di pulau yang dikenal dengan Pulau Seribu Masjid ini, rata-rata melaksanakan puasa sunah (Puasa Syawal) selama enam hari berturut-turut yang ditutup dengan merayakan Lebaran Topat di hari ketujuh. Maka, ratusan ribu orang pada

hari Lebaran Topat yang jatuh pada 24 Juli 2015 ini, tumpah ruah membanjiri nyaris seluruh pesisir pantai Pulau Lombok, dari timur hingga barat dan dari utara hingga selatan. Kegiatan berwisata di pantai ini, mereka sebut sebagai pesiar. Begitu pula dengan makam-makam yang dianggap keramat yang menjadi tujuan ziarah masyarakat dalam tradisi Lebaran Topat ini akan ikut kebanjiran pengunjung. -Naniek I. Taufan

Panen Rezeki Saat Lebaran Topat

Namanya juga Lebaran Topat, maka topat menjadi kuliner khas yang wajib ada dalam daftar menu, baik di rumah-rumah warga maupun yang dibawa sebagai bekal saat pesiar ke pantai maupun berziarah ke makam keramat. Hampir di setiap rumah warga bisa ditemukan topat maupun lontong di hari itu. Karena itulah, kebutuhan akan topat dan lontong menjadi sangat banyak di hari itu. Tingginya kebutuhan topat inilah yang dilirik sebagai peluang lebih bagi warga Kampung Punia yang terletak di tengah Kota Mataram. Kampung yang selama ini dikenal sebagai produsen topat dan lontong, akan panen penjualan topat dan lontong menjadi lebih banyak dari hari-hari biasanya, khususnya sehari sebelum perayaan Lebaran Topat, yang dikenal dengan masa penampahan Lebaran Topat. Di masa penampahan inilah, kesibukan para perempuan

Inspirasi

di masa penampahan ini hirukpikuk dapur menjadi lebih riuh oleh aktivitas pembutan lontong dan topat yang semakin meninggi. “Bahkan ada yang menghabiskan beras hingga 100 kilogram untuk membuat topat dan lontong untuk kebutuhan lebaran topat. Mereka ini biasanya yang sudah memiliki langganan tetap dan menerima pesanan,” kata Yanti. Dan di hari penampahan, para perempuan pembuat dan penjual topat ini akan terlihat berderet di sepanjang Jalan Airlangga, tepat di sebelah timur Taman Budaya NTB hingga Jalan Abdul Kadir Munsyi, Punia ramai oleh penjual topat yang nyaris seluruhnya perempuan. Uniknya, selain sibuk menyiapkan lontong dan topat lebih banyak untuk dijual di hari penampahan, para perempuan ini juga sibuk menyiapkan menu khas untuk berlebaran topat keesokan harinya. “Saat Lebaran Topat, tidak ramai begini yang jualan topat di sini, karena sebagian memilih berlebaran topat dan sebagian lagi memilih berjualan di hari Lebaran Topat,” ujar Hj. Sa’nah, yang berjualan topat di Jalan Airlangga, Mataram.

Selain topat dan lontong serta kue bantal yang dijual rata-rata Rp 15.000 tiap satu ikat isi 5-6 buah, ia juga sengaja menjual opor ayam dan telur. Menu khas lebaran topat. Sa’nah pandai membaca peluang ini karena ia tahu ini akan lebih praktis bagi pembeli. “Dari pada buat sendiri, lebih baik membeli topat dan opor yang sudah jadi,” kata salah seorang pelanggan Sa’nah. Para perempuan penjual topat di Jalan Airlangga dan Jalan Abdul Kadir Munsyi ini, rupanya tidak semua menjual topat dan lontong buatan sendiri melainkan ada yang membeli topat lalu dijual kembali. Salah satunya Munawarah, yang mengaku menjual topat yang dibelinya dari kakaknya yang juga membuat dan menjual topat lebaran. Bagi para perempuan ini, tingginya permintaan akan topat dan lontong memberi mereka penghasilan lebih juga untuk menambah biaya merayakan Lebaran Topat bersama keluarga. “Saya besok tidak berjualan karena mau pesiar ke pantai bersama keluarga,” ujar Sa’nah, yang tampak sumringah ketika didatangi para pembeli yang silih berganti tiada henti. -Naniek I. Taufan

“Sekarang aku bisa merasakan aku memegang kendali atas perasaanku. Bila aku bisa merasakan tidak tenang, tentu saja aku bisa memilih untuk merasa tenang. Sekarang aku bisa merasakan dan membayangkan memori-memori terbaik yang membahagiakanku….Bila aku pernah bahagia, aku bisa bahagia lagi.Sekarang aku menguasai perasaanku seutuhnya demi kebahagiaan dan kesuksesanku.Ada orang orang yang telah menyakitiku.Aku maafkan mereka demi kebahagiaan hidupku. Sekarang aku mengerti bahwa mereka adalah pribadi yang juga sama-sama mencari kebahagiaan seperti aku. Namun, mungkin mereka merasa gagal mencari kebahagiaan sehingga cenderung bersifat tidak baik kepada orang lain. Mereka aku maklumi, aku maafkan. Saat aku memaafkan mereka, sesungguhnya hal itu untuk diriku sendiri, demi kesehatanku, demi rezekiku, demi kebahagian hidupku” Demikian bait demi bait lantunan kalimat penyadaran dan pemulihan jiwa yang mengalir bagai siraman air yang membawa sejuta kesejukan bagi setiap hati dari Guru Mangku Hipno ke area bawah sadar ratusan peserta motivasi spiritual bangkit dari kegagalan, yang sanggup membuat seluruh peserta larut dalam keharuan dan tak kuasa menahan tangisnya.

MEMILIH JALAN SPIRITUAL Dilahirkan di Desa Pelapuan, Busungbiu, Singaraja, GMH KG Suatmayasa SH.,CH., CHt., MNNLP yang kini akrab dipanggil Guru Mangku Hipno, suami AA Sg Inten, SE., CH., CHt., MNNLP ini sejak kecil memang sudah menyenangi sesuatu yang bersifat supranatural. “Saya selalu penasaran pada hal-hal yang dikatakan ada namun tidak terlihat,” kata Guru Mangku Hipno, ayah dari L.G. Rara Bianca Sarasaty, ST, G.R. Nadine Tracy dan Ngr. Gd. Pangeran Daffa ini mengawali ceritanya. Setelah menginjak usia remaja rasa penasaran itu makin besar. Saat masih bersekolah di SMAN 1 Singaraja, ia sering bermeditasi sendiri dan terkadang bersama seorang teman. Pernah suatu ketika bermeditasi, teman yang diajak tiba -tiba tubuhnya bergetar hebat, lalu menari dengan gerakan halus, berbicara dengan bahasa sangat pelan dan tubuhnya seperti memancarkan cahaya. “Saya sempat berdialog lama dengannya dan ada beberapa wejangan yang diberikan saat itu.Wejangan itulah yang sampai saat ini selalu dijalaninya. Wejangan itu berisikan bahwa jika ingin bisa berhubungan langsung dengan beliau yang saat itu masuk ke dalam tubuh teman saya, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menetralkan diri, menolong tanpa memilih, hormati para dewa, hormati ibu dan bapak, jaga kesucian diri dan belajarlah pengetahuan suci, layani semua umat. Sejak itulah saya merasakan ada kekuatan dan kemampuan aneh yang saya miliki, saat itu saya benar benar tak mengerti, saat ada teman sakit kalau saya pegang tubuhnya maka dia akan merasakan hawa hangat yang kuat dan tiba-tiba sakitnya menghilang. Lama kelamaan ada rasa bahagia jika mampu memberi bantuan dan mampu memberikan pemecahan masalah kepada orang lain. Kebiasaaan melayani itu terus dilakukan sampai

Guru Mangku Hipno melakukan body mind soul refresh untuk 120 General Manager BUMN DAMRI seluruh Indonesia saat menyelesaikan kuliah di Undiknas,” ujarnya. Seiring berjalannya waktu banyak pengalaman gaib yang ia dapatkan, termasuk suatu saat mendapat penugrahan pasilan bambu yang menyala didalam air ketika bermeditasi tengah malam di Gua Maya Gianyar. Selanjutnya ditempa oleh banyak pengalaman yang sangat menantang, munculah kesadaran diri untuk selalu belajar menjadi lebih baik. Ini karena ternyata jenis penyakit dan keluhan pasien selalu berkembang mengikuti zaman. Ada penyebab penyakit yang tak mampu terdeteksi hanya dengan pewisik, ada juga penyebab penyakit yang tak terlihat saat dilakukan analisa medis. Beberapa keilmuan yang dulu dirasa mampu menyelesaikan segala masalah saat memberi pelayanan kini tak lagi mampu menuntaskan dan menyembuhkan sakit yang diderita. “Di zaman itu saya lebih sering menggunakan pewisik dan analisa niskala untuk menyelesaikan masalah penderita, namun sesuai perkembangan zaman dan kemajuan berpikir pasien, kini pasien lebih sering bertanya lebih detail tentang penyebab sakit dan cara penyembuhannya. Mereka tidak lagi percaya begitu saja pada pemecahan masalah yang bersifat ilusi (kone kene kone keto), mereka ingin analisa lebih nyata dan ilmiah dan berharap jika penyakitnya dianalisa bukan hanya dari satu sisi yaitu sisi niskala. Sisi niskala lebih mengarah ke masalah rasa dan keyakinan.Sedangkan sekarang mereka

Penyembuhan massal bersama Guru Mangku Hipno

sering minta penjelasan secara logika dan masuk akal,” jelas Guru Mangku Hipno. Karena itulah untuk dapat menganalisa lebih akurat terhadap keluhan pasien maka sangat diperlukan analisa atau diagnosa yang bersifat multidimensi. Untuk memenuhi keingintahuan dan t a n g g u n g j awa b moral kepada pasien itulah akhirnya Guru Mangku Hipno lebih banyak belajar ilmu metafisika yang mempelajari kekuatan gaib yang tersembunyi dalam bawah sadar manusia. Ilmu Energi Quantum yang mempelajari tentang adanya 3 energi dahsyat milik semesta. Neuro Linguistic programmer yang mempelajari bagaimana gestur postur reaksi tubuh mampu menjadi kode untuk mengetahui kondisi pisik dan psikis seseorang dan sekaligus mengetahui karakter dan sifat dasar seseorang sehingga mempermudah menemukan penyebab sakit dan gagalnya seseorang. Ilmu Supranatural klasik yang mempelajari bagaimana membangkitkan kecerdasar pikiran, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual serta kecerdasan kosmik. Selain itu Guru Mangku Hipno juga mengembangkan ilmu modern seperti hypnosis Bali modern dan klasik

yaitu ilmu untuk merileksasikan diri dan mempercepat memasuki alam meditasi, dharana, dhyana dan kontemplasi dalam semedi. Ilmu Sihir Petak yang merupakan warisan leluhur super dahsyat, mengajari bagaimana cara merubah persepsi seseorang agar segala pikiran kita, kata-kata kita, perbuatan kita diterima dengan hati terbuka tanpa penolakan sehingga mempermudah penyembuhan. Hypnotherapi yaitu ilmu untuk merubah kebiasaan buruk dan membuka mental block. Psikotherapi yaitu ilmu untuk menyembuhan penyakit psikosomatis atau sakit akibat salah olah pikir dan oleh rasa sehingga terjangkit penyakit pikiran dan perasaan. SomatoTherapi yaitu ilmu penyembuhan akibat salah bertindak sehingga tubuh menjadi sakit. Palmistry atau ilmu meramal masa depan dan masih ada banyak ilmu yang bersifat universal seperti ilmu energi

Pemurnian diri prana, meditasi dan yoga juga dipelajari oleh Guru Mangku Hipno.

MENJADI AHLI KARENA TELAH BIASA MELAKUKANNYA Bagi Guru Mangku Hipno berspiritual itu adalah bertindak, melayani, membangun, karena dalam pelayanan, dalam bertindak dan dalam membangun ada rasa syukur yang kuat. Untuk itulah Guru Mangku Hipno telah mendirikan Brahmakunta Center, sebagai Pusat Penyembuhan dan Pembelajaran Supranatural dan Spiritual Universal, yang sehari-harinya melakukan sevanam atau pelayanan yang sangat ramai dikunjungi oleh pasien dan penderita penyakit dari seluruh wilayah Indonesia bahkan dari mancanegara seperti India, UEA,

Spiritual motivasi untuk ratusan mahasiswa Undiksa

Guru Mangku Hipno Jepang, Australia, Filipina, Singapura, Rusia, Prancis. Brahmakunta Center melayani konsultasi dan penyembuhan segala penyakit, baik yang bersifat medis maupun nonmedis dengan metode Personal BYSAID, yang merupakan satu satunya di dunia, di Indonesia dan diBali. Metode ini adalah metode yang menitik beratkan pada personal analisa bahwa penyebab segala penyakit dan kegagalan hanyalah bersumber pada diri sendiri dan bersumber pada 3 hal yaitu sakit akibat salah mengolah pikiran, sakit akibat salah mengolah perasaan, dan sakit akibat salah mengolah tubuh atau tindakan. Maka untuk bisa berhasil dan sembuh tuntas maka hal pertama yang wajib dilakukan adalah introspeksi diri dan bukan menuduh hal hal lain dan orang lain sebagai penyebab gagal dan sakitnya. Metode ini terbukti mampu menyembuhkan secara tuntas dengan kecepatan luar biasa untuk segala penyakit, seperti lumpuh langsung bisa berjalan, buta langsung bisa melihat, stress langsung hilang, kebiasaan buruk langsung berubah baik, mengeluh jadi bersyukur. Dengan metode ini, semuanya akan tercerahkan, termurnikan, terbangkitkan untuk menjadi sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berakhir bahagia. Center Brahmakunta berada di Perumahan Gunung Sari Indah, Jalan Tukad Buana 1 no 61 Keboiwa Utara ( dekat kantor Bali TV). Jika ingin konsultasi, belajar ataupun penyembuhan bisa daftar ke 03618442823, 085103112404, pin BBM 7FB63D85, FB: Guru Mangku Hipno. Center buka untuk melayani seluruh umat setiap Senen sampai Sabtu, mulai pukul 10.00 s.d. 17.00 Wita. Setiap yang datang akan secara langsung ditangani dengan cepat oleh Guru Mangku Hipno, seorang putra Bali asli yang merupakan pakar Metafisika dan Supranatural, pakar Hypnotherapi dan Energi Prana, pakar Palmistri dan Profesional Healer. Ia juga pendiri Hypnosis & Prana Club Indonesia, pendiri GMH Institute dan merupakan seorang motivator spiritual, motivator pencapaian yang sudah sangat sering diundang untuk acara revolusi mental untuk siswa, mahasiswa, karyawan perusahaan, perkumpulan/ organisasi, maupun BUMN, Perbankan, stasiun TV dan beberapa Kementerian untuk menjadi pembicara, pelatih, dan penutur pemulihan jiwa ke seluruh wilayah Indonesia seperti Sumatra, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram dan secara regular setiap bulan mengadakan seminar dan motivasi di Bali. Mengakhiri ceritanya Guru Mangku Hipno berpesan kepada jutaan bhaktanya yang tersebar di seluruh dunia dan generasi muda khususnya, “Sebagai generasi yang hidup di zaman modern janganlah melupakan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur kita. Semua manusia sesungguhnya bersaudara, berasal dari ibu dan bapak yang sama, yaitu Tuhan, hindarkan diri untuk saling menuduh, memecah belah persatuan keluarga, saling menyakiti, mari mulat sarira. Jika ada kegagalan, ada penyakit atau apapun yang bersifat buruk jangan cepat-cepat mencari kambing hitam dengan menfitnah orang lain, pekarangan, sanggah, leluhur sebagai penyebabnya karena semua itu tidaklah bisa diterima logika dan cenderung masih bersifat ilusi. Untuk menghindarkan diri dari halhal yang memperburuk keadaan carilah tempat yang tepat untuk menemukan solusi sehingga apapun masalah yang dihadapi menjadi terang jalan keluarnya,” tegas Guru Mangku Hipno.


6

Women on Top

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

Vanny Adelina

Lakukan hal kecil apapun yang kita sukai walau mungkin belum men­ datangkan sebuah nilai materi. Suatu saat apa yang kita sukai dan tekuni mungkin akan menjadi mata pen­ caharian di kemudian hari.

Ketagihan Merias

T

erkadang kita tidak menduga apa yang kita lakukan sehari-hari dapat mendatangkan sebuah nilai ekonomis yang tidak terkira. Ketika hobi bertemu dengan bisnis maka akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan.­ Melakukan sesuatu jika dilandasi dengan hasrat yang tinggi dan ketekunan pasti mendatangkan hasil yang memuaskan. Vanny Adelina telah menemukan bakat yang terpendam dalam dirinya. Bersolek atau merias wajah adalah hal biasa yang kemudian menjadi bakat yang luar biasa dari gadis 22 tahun ini. Hobinya bersolek telah mengantarkannya menjadi seorang make up artist. Kegemarannya ini tidak datang begitu saja. Hobi itu terlihat ketika ia masih kecil. Tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Timur, Magetan, Vanny sering bersolek di meja rias milik ibunya. Ia selalu bersolek saat akan menghadiri resepsi atau acara lainnya. Tak jarang Vanny kecil sering dimarahi karena menghabiskan alat make up ibunya. “Jika ketahuan mama, aku sering kena marah karena menghabiskan make up milik mama,” katanya diawal pembicaraan. Bakat itu makin sering ia asah saat SMA. Vanny mulai menekuni dunia kecantikan dengan mengikuti sebuah lembaga kursus rias. Tak hanya belajar di tempat kursus Vanny, juga me­ ngasah keterampilannya de­n gan mempraktekkannya kepada orang di sekitar. Walaupun saat itu belum menghasilkan uang, namun karena kecintaannya akan dunia kecantikan membuat Vanny melakukannya de­ ngan sepenuh hati. “Model rias aku waktu itu adalah aku sendiri, kakak, mama dan teman-teman. Mereka senang, aku juga senang,” terangnya.

Melihat kesempatan untuk mengembangkan talentanya ke Ibu Kota,Vanny akhirnya memutuskan untuk kuliah ke Jakarta. Perkenalannya dengan teman sejawat dari berbagai daerah membuatnya semakin serius dalam mendalami ilmu kecantikan. Vanny memberanikan diri mendirikan sekolah make up artist. Berawal dari teman kuliah hingga masyarakat umum yang mulai tertarik untuk kursus pada Vanny. Disamping menjalankan kursus kecantikan, Vanny juga melayani make-up wedding. Untuk satu kali pertemuan kelas make up Vanny mematok harga Rp 1,5 juta dan untuk make up wedding, Vanny mematok harga kisaran Rp 6 juta, Sejak bertemu kekasihnya, Edo, seorang sinematografer, mereka saling bekerja sama. Dari segi make up dan fotografi, mereka saling mempromosikan usahanya masing-masing. Juga sebagai rekan kerja saat mendapat klien yang sama. “Kerja sama dalam bisnis juga harus harmonis. Untuk menjalin kerjasama yang sehat kami memisahkan urusan asmara dengan urusan bisnis,” ungkapnya. Ke depan Vanny akan mengembangkan bisnis make up artist miliknya. Mulai menjalin kerja sama dengan produsen make up untuk memproduksi produk dengan brand-nya sendiri. Sementara ini sudah terjalin kerja sama dengan salah satu produsen alat kecantikan bulu mata dan sulam alis. “Dengan bekerja sama dan membuat brand sendiri, aku yakin bisnisku akan semakin maju dan berkembang,” harapnya. Bagi Vanny, make up bukanlah mengekspos semua bagian wajah. Make up adalah menampilkan atau menambahi sisi yang kurang sehingga tampak seimbang dengan bagian wajah yang lain. Berikut tips-tips yang Vanny berikan, pertama, kenali karakter wajah Anda, apakah lembab atau kering. Kedua, gunakan make up jangan hanya karena merek terkenal. Namun, gunakan yang tidak mengganggu kesehatan kulit sehingga tidak mengakibatkan iritasi. Ketiga, bagi yang ingin belajar secara profesional, cintai apa yang kita inginkan. Lakukan dengan tekun dan bersungguh-sungguh. -Dinar

Baca Garis Tangan Beri Solusi untuk Masa Depan Minggu (19/7) pagi itu, jarum jam baru menunjukkan angka 8. Satu demi satu orang-orang yang ingin garis tangannya dibaca Guru Mangku Hipno mulai berdatangan ke Bale Banjar Bali Global Shankara, Sanur. Dengan tertib dan sabar mereka menunggu giliran untuk dipanggil ke beberapa meja yang telah disiapkan.

K

Suasana baca garis tangan

egiatan yang dimotori Tokoh dan didukung Bali Post, BaliTV, Shankara Resto dan Brahmakunta Centre ini rupanya mendapatkan apresiasi besar masyarakat. Alasan utama mereka bergabung dalam kegiatan yang menghadirkan pakar palmistri, pakar metafisika spiritual dan supranatural ini tak lain untuk menanyakan peruntungan dan berbagai masalah dalam kehidupan. Biang Mangku Hipno yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan , tujuan membaca garis tangan ini untuk memberikan solusi, saran dan sugesti. “Mungkin sebelumnya tak pernah berpikir kesana. Padahal ada sesuatu dalam diri seseorang yang bisa membuatnya sukses. Olah tubuh

olah rasa olah pikir. Dengan membaca garis tangan bisa melihat permasalahan dalam pasangan, di usia berapa bisa menemui kesuksesan, semua tergambar dari garis tangan,” ujarnya. Sekali lagi ia menekankan, bahwa baca garis tangan ini untuk memberi masukan akan kesehatan dan kesuksesan. Selain itu juga harus menjaga tali silaturahmi jalinan kasih antara orangtua, pasangan, anak, karena banya orang sukses yang melupakan bahwa seseungguhnya ada keluarga ada orangtua ada anak yang mendoakan kesuksesan mereka. “Hampir 90% orang yang berhasil sukses dan hidup bahagia berawal dari insting mereka yang kuat membaca masa depannya. Banyak keuntungan yang dipetik ketika kita tahu bagaiman

gambaran masa depan sehingga kita bisa menyiapkan mental menghadapi segala kemungkinan peristiwa yang menanti di masa depan. Melalui ilmu Palmistri klasik kita bisa mendapat gambaran jelas masa depan,” tegas Guru Mangku Hipno. Selain membaca garis tangan, Guru Mangku Hipno juga bisa membaca gestur tubuh dan membaca secara keseluruhan. Gestur tubuh itu dijelaskan Guru Mangku Hipno, apa pun gerakan yang dilakukan mengandung pemaknaan. Ini akan menunjang bagaimana seseorang mengolah pikir. Jika gestur tubuh sesorang menunjukkan keragu-raguan, akan bisa dibaca dari gerakannya yang lebih kaku, gerakan tidak beraturan atau cara memandang, atau cara bernapas. “Jadi gestur tubuh merupakan satu bagian dari cara kita menemukan solusi atas segala masalah yang dihadap,” ujarnya. Ia mencontohkan salah seorang pasiennya Anna, asal Rusia. Meski mengaku baik-baik saja, namun ges-

Artis Berbisnis

KD Fashion Online, Jupe Akik Kini makin banyak artis terjun ke dunia bisnis. Mereka makin memahami bahwa karier sebagai artis ada masanya dan tidak bisa menjadikan sebagai gantungan hidup. Mereka tak ingin masa depannya terlunta-lunta setelah tidak lagi ‘laku’ di dunia entertainmen. Ada banyak contoh artis-artis yang tidak bisa mempergunakan dengan baik rezekinya ketika masih populer dan banjir job, akhirnya terpuruk.

B

erkaca dari sana maka kini banyak artis menginvestasikan penghasilannya dari entertainmen untuk berbisnis. Titi Kamal mengaku telah menerapkan manajemen keuangan sejak dulu. Penghasilan­nya dari dunia entertainmen, 80 persen ditabung juga dipakai untuk bisnis, sedang sisanya digunakan untuk keper­luan pribadi harian. Hal yang sama juga ditempuh oleh Iis Dahlia, penyanyi dangdut senior. Ia mengaku tidak suka hura-hura juga hang

I

Mangku Hipno didampingi Byang Mangku Hipno memberi konsultasi kepada peserta

tur tubuhnya menunjukkan ia sedang depresi, senyumnya menghilang, pundak menurun, berjalan mulai dari kaki kiri. Secara medis penyakitnya tak bisa terdeteksi karena sakitnya ada pada sikap, sikap tubuhnya. “Jadi, kita hanya bisa menyembuhkan penyakit seseorang jika kita tahu sumbernya darimana. Itu bersumber dari sikap, artinya sumber sakitnya dari perasaan. Maka orang itu disebut sakit psikosomatis,” jelasnya. Itulah yang disebutkannya tujuan meramal, yakni mencegah, bukan mangajak berilusi tetapi mengajak menemukan solusi atas masa depan. Tuhan sudah menuliskan tinta emas untuk kesuksesan dan kesehatan manusia. Tidak susah, semua sudah diatur, Namun,

Tim Brahmakunta bersama tim Tokoh

apakah manusia mau menganalisanya? Guru Mangku Hipno mengatakan, “Tuhan mengatakan, Aku tuliskan takdirmu di tangan kiri dan di tangan kananmu. Jika engkau mau tahu baca, jika menyenangkan jangan bergembira, jika tak menyenangkan jangan bersedih. Karena itu adalah pesan takdirmu. Kau akan bisa membebaskan diri dari sana ketika engkau merubah diri.” Semua kehidupan punya garis takdir, ini akan berlaku jika tidak dibaca, tidak diubah. “Misalkan di usia 30 Anda akan diramalkan akan jatuh, maka di usia itu Anda lebih waspada sehingga terhindar dari bencana. Itu maksudnya membaca garis tangan, memberikan solusi akan masa depan,” tegasnya. –Inten Indrawati

19

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

Julia Perez

out di tempat-tempat hiburan, menginvestasikan uangnya untuk bisnis, di antaranya pada bisnis restoran My Pancake, bersama Yuni Shara di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Bisnis restoran ini, kata Iis, sudah berjalan lima tahun dan perkembangannya cukup baik, bahkan sudah merambah ke kota lain. Memiliki bisnis sendiri, kata Iis, memang telah menjadi mimpinya sejak lama. “Setidaknya memiliki penghasilan tambahan dari bisnis,” kata istri Satrio Dewan­dono ini. Selain bisnis kuliner, yang

juga tengah tren dilakoni para artis adalah bisnis pakaian muslim. Salah satu yang cukup dikenal adalah Zaskia Mecca, istri sutradara Hanung Bramantyo. Bahkan kini Marshanda dan Risty Tagor pun mengikuti jejaknya. Meski memiliki bisnis sejenis namun masing-masing mengaku memiliki strategi tersendiri untuk mengembangkan bisnisnya. Yang teranyar adalah Krisdayanti yang merambah ke bisnis fashion online. Baru-baru ini, pelantun tembang ‘Mencintaimu’ ini meluncurkan produk busana muslim bersama desainer Luthy Ibrahim Saleh yang diberi label ‘Lusesnse KD’. Istri Raul Lemos mengaku, terjun ke dunia fashion karena dirinya mencintai dunia fashion. Tapi Jupe memilih bisnis yang berbeda. Ketika temantemannya sedang ramai berbisnis busana muslim, Julia Perez alias Jupe justru terjun ke bisnis batu akik, sebuah bisnis yang kebanyakan dilakoni oleh para pria. “Iya, ini baru mulai,” ucap Jupe membenarkan. Menurut

Krisdayanti

Jupe, dia memilih bisnis batu akik karena melihat animo masyarakat yang besar juga prospek yang cerah dari bisnis ini. “Harga batu akik selalu naik bahkan bisa miliaran,” kata Jupe yang mengaku baru tahu kalau harga batu bisa begitu tinggi. Untuk bisnis ini, katanya, ia bekerja sama dengan Diego Michiels. Karena masih ‘pemain baru’ kata Jupe, ia masih harus banyak belajar , termasuk menelusuri batubatu akik yang bernilai jual tinggi. –Diana Runtu

Jangan Asal Ikut Investasi

nvestasi jenisnya ada bermacam-macam. Namun, jangan salah pilih investasi. Menurut pengamat ekonomi, Prof. Gede Sri Darma D.B.A. investasi ada tingkatannya. “Kalau punya uang lebih bisa memilih tabungan. Kemudian, setelah uang bertambah, bisa memilih deposito atau emas. Meningkat lagi, ada investasi obligasi, reksadana, saham, dan yang paling tinggi level investasi adalah properti,” kata Rektor Undiknas University ini. Sayangnya, kata Prof. Sri Darma, investasi properti agak sulit dalam menjualnya. Saat ini, ia menilai, pertumbuhan ekonomi sedang melambat, namun, walaupun demikian, investasi properti masih menjanjikan. “Semasih orang ingin mati di Bali, investasi properti tetap menjanjikan,” ucapnya. Dengan berlakunya Masya­ rakat Ekonomi Asean (MEA), banyak orang asing datang ke Bali. Mereka tentu ingin punya aset. “Luas tanah Bali yang tidak seberapa ini, dengan permintaan peminat yang banyak, tentu mengakibatkan harga menjadi naik,” ujarnya. Ia mengatakan, saat ini kita berpacu dengan inflasi. Karena itu, investasi apapun itu tentu berhubungan dengan inflasi.

Masing-masing investasi memiliki kelebihan dan kelemahan termasuk risikonya. Misalnya, investasi tabungan, karena saat ini rupiah tergerus dengan nilai dolar AS, maka, kurang menjanjikan. Sementara, investasi properti justru dapat bertahan, bahkan melampaui inflasi. Misalnya situasi inflasi 10%, tapi harga properti di Bali bisa naik 400% kalau lokasinya bagus. “Dulu properti dibeli seharga Rp 1 miliar dua bulan berikutnya mungkin harganya bisa mencapai 4 miliar. Tergantung hukum pasar. Namun, berapa lama bisa terjual, tentu waktunya tidak bisa kita tentukan,” ucapnya memberi contoh. Banyak orang mengira, investasi emas diperkirakan tahan inflasi. Buktinya, sudah tiga tahun ini, emas tetap bertahan di harga Rp 500 ribu per satu gram. Bagi yang punya investasi emas dan uang, dia sudah kalah inflasi. Ia mencoba memberikan perbandingan. Jika melihat konsep Macau, tidak ada warga di sana yang bekerja, tapi mereka menjaga tanah, adat, dan keamanan daerah mereka, karena di sana ada wisata kasino. Dari hasil uang kasino tersebut, digunakan untuk menyejahterakan masyarakat Macau. Melihat dari konsep Macau tersebut, untuk di Bali, kita bisa memberikan kesempatan orang asing mem-

beli properti di Bali. Namun, dikenakan pajak yang sangat tinggi. Pendapatan pajak ini yang digunakan untuk mensejahterakan masyarakat Bali. Kalau ingin mendatangkan investor asing ingat pajaknya diawasi. Jangan sampai pajak masuk ke tangan mafia. Dalam memilih investasi, kita harus tahu betul jenis investasi yang dipilih. Jangan sampai tertipu. Saat ini sedang gencar, penawaran investasi properti, tapi produknya belum ada. Mulai sekarang menyicil dan properti direncanakan kelar tahun 2019. Ironisnya, ketika uang sudah terkumpul, uangnya malah dilarikan oleh si pengelola. Sama halnya juga dengan investasi emas elektronik atau e-money. Kasus seperti ini banyak terjadi, karena itu kita harus waspada dalam memilih investasi. Ia menyarankan, lebih baik, beli investasi yang sudah jelas ada barangnya. Menurutnya, semua investasi pasti ada risikonya. Tips dari Prof Sri Darma, jangan simpan investasi dalam satu keranjang. Artinya, kalau tabungan dan deposito, jangan hanya pada satu bank. Pilihlah beberapa bank. Begitu juga, kalau tertarik bermain saham, pilihlah beberapa saham. Menurut Prof. Sri Darma, kemampuan berinvestasi itu

harus diajarkan. Namun, banyak orang tidak mau belajar. Ketika ada iming-iming, mereka mudah tergiur. Banyak yang tidak mau belajar karena dianggap sulit. Mending uangnya diserahkan kepada orang lain atau ikut investasi dengan orang lain. Ia menegaskan, tidak ada investasi menguntungkan secara instan kecuali menipu. Dalam pandangannya, keuntungan besar dalam investasi dapat dicapai dengan cara menjadi pengusaha. Asal, kuncinya jadilah pengusaha yang punya kreativitas dan inovatif. Usaha yang bisa dikembangkan perempuan Bali, misalnya, mem-

buat banten, busana dan kain tradisional, dan toko kelontong modern atau mini mart untuk kebutuhan sehari-hari.“Jika dibandingkan dengan investasi lain, keuntungan menjadi pengusaha bisa mencapai 400%. Keuntungan investasi tabungan hanya 3% dan keuntungan saham maksimal 20%,” kata Prof. Sri Darma. Untuk itu ia menyarankan, dalam berinvestasi, yang perlu dilakukan adalah, kenali, pelajari, dan ketahui produk itu baru bisa bermain. Jangan ikut-ikutan, akhirnya gagal. –Wirati Astiti


18

Kreasi

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Koperasi Perempuan Ramah Keluarga Ajak Perempuan Mandiri Secara Ekonomi Salah satu fokus pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan keluarga adalah mengembangkan ekonomi kerakyatan dalam bentuk koperasi. Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK), salah satu koperasi yang sigap merespons upaya pemerintah.

M

eski baru dibentuk pada 23 Februari 2015, namun kope­ rasi yang bergerak dalam berbagai bidang, dengan usaha utamanya perdagangan serba ada ini mampu menyuguhkan karya yang membanggakan. Salah satunya agenda bulanan “Warung Kaget ”. Seperti Warung Kaget yang di­gelar, Minggu (12/7), di Jalan Setiaki No. 9 Denpasar. Pada Pembukaaan yang dihadiri Ketua dan Wakil TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan Ny. Antari Jaya Negara, Kepala Per­

wakilan BI Provinsi Bali, Dewi Styowati serta Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Walikota Kota Denpasar IB Rai D. Mantra menyampaikan apresiasi­ nya atas keberadaan Ko­ perasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) yang melaksanakan berbagai kegiatan untuk mening­ katkan kesejahteraan ang­ gotanya. Bukan hanya itu, dika­ takan membawa nama perempuan dalam sebuah organisasi sangat luar bia­ sa, yang berarti pula peran dan partisipasinya sangat tinggi dalam pembangunan di Kota Denpasar. “Jika minimal 25% masyarakat Kota Den­ pasar bisa bergerak dan memberikan tempat seluas-luasnya, seperti meng­ gelar pasar murah yang dilakukan KPRK, tentu akan sangat membantu kerja pemerintah menekan kenaikan harga. Ini merupakan modal besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rai Mantra. Begitu pula, Ketua TP PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra menya­ takan hadirnya KPRK, tentu sangat menggembirakan dan membanggakan.

Komnas Perlindungan Anak turut hadir

Pembukaan Warung Kaget oleh Ibu Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar

Karena, inti dari tujuan koperasi adalah anggotanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Pasti, lanjutnya ia sangat men­ dukung termasuk kegiatan Warung Kaget. Apalagi dilaksanakan berte­ patan dengan menyambut Galungan, Kuningan dan Lebaran. Dengan hari raya yang waktunya hampir bersa­ maan, biasanya suplai barang ada keterlambatan dan menjadikan harga barang naik. “Jadi dengan Warung Kaget tersebut bisa mengurangi beban masyarakat,” katanya. Selly D. Mantra juga mengatakan, meski, KPRK belum lama dibentuk, namun perkembangannya cukup bagus dan substansi sudah hampir mengena. Sebab, sudah menyiapkan dan memudahkan masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga­ nya . “Semoga ke depannya, lahirnya KPRK ini membantu perempuan menjadi lebih mandiri khususnya di bidang ekonomi,” katanya.

Ibu Selly Mantra ikut belanja di warung kaget

Lengkap dengan Hiburan, Line dance oleh D’tunjung

Warung Kaget Setiap Bulan Kasir Warung Kaget

Manajer KPRK AA Rai Kartini menuturkan bahwa Warung Kaget adalah satu program unit warung KPRK, digelar setiap bulan tanggal 15. “Untuk bulan Juli, karena tanggal 15 bertepatan dengan Hari Raya Galungan, maka kegiatan kami majukan menjadi 12 Juli, yang bertepatan dengan Hari Koperasi, dengan suguhan seluruhnya produk lokal, sebagaimana yang diharapkan pe­ merintah Kota Denpasar, ” ucapnya. Warung Kaget, lanjut Gung Rai bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha para anggota, termasuk dari sisi pemasarannya. ”Pada dasarnya di setiap kegiatan unit yang lain juga mendukung. KPRK terdiri dari empat unit, ada unit Diklat yang namanya Diklat Astabrata dengan program ung­ gulan seperti, leadership, entrepreneur building, personal building, MC, public speaking serta cooking class. Unit Jas, di antaranya sudah siap tukang jahit untuk laki dan perempuan, yang sudah pula menerima pembuatan seragam seko­

lah dan komunitas. Bahkan pada pem­ bukaan Warung Kaget, Wali Kota langsung memesan bahan dan diukur ditempat. Begitu pula Kepala Per­ wakilan BI Bali. Untuk urusan simpan-pinjam, KPRK mengguna­ kan sistem tanggung renteng. “Maksud­ nya anggota terdiri dari kelompok-kelompok, setiap kelompok anggotanya 12 orang. yang berhak punya suara untuk rapat adalah ketua kelompok,” jelas Gung Rai. Sementara salah seorang ang­ gota KPRK yang hadir dan ber­

Selanjutnya, Ketua KPRK Dr. A.A.A Ngr. Tini Rusmini Gorda me­ ngatakan , KPRK dengan moto “Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas” ini merupakan solu­ si cerdas untuk memberdayakan perempaun agar menuju kemandi­ rian ekonomi. Pe m b e r d a y a a n perempuan da­ lam meningkat­ kan kesejahteraan keluarga menjadi sangat penting. Sebab, ketika ke­ mandirian ekono­ mi terjadi di diri perempuan secara utuh, di sana akan ada penghargaan positif bagi perem­ puan, tanpa harus meminta-minta untuk dihargai.

belanja saat acara Warung Kaget, Ari Agung mengaku kagum pada apa yang di­ lakukan sang Ketua Koperasi. Selain menyediakan halaman rumahnya untuk lokasi acara, juga hebat mampu meng­ koordinir sedemikian rupa hingga semua yang berpar­ tisipasi nampak bersemangat sekali. “Produk yang tersedia juga cukup bervariasi mulai dari sembako, kue-kue ker­ ing, buah lokal, tipat hingga pakaian dan aksesori. Mung­

Soal Warung kaget, disebutnya sebagai langkah awal dari suksesnya KPRK. Terlebih yang hadir memberi­ kan taksu. Bahkan di acara Warung Kaget itu juga, tak ketinggalan hadir Camat, Ketua Komnas Pe r l i n d u n g a n Anak RI, Arist Merdeka Sirait, Pasek Suardika dari DPD RI serta Ny. Agung Sri Utari Satria Naradha. “Yang paling penting adalah seluruh pengunjung dari Warung Kaget ramah keluarga ini menjadi sa­ ngat berwarna,” cetusnya. Ketika ditanya kenapa pilihannya harus koperasi, Tini Gorda menegas­ kan koperasi adalah salah satu bentuk perusahaan paling sederhana dan sa­ ngat demokratis. Di sini peluang besar bagi perempuan, karena koperasi bentuk perusahaan bukan kumpulan modal tapi orang-orang dan dasarnya kekeluargaan serta gotong royong. “Mengingat perempuan jumlahnya banyak, begitupun jiwa kekeluargaan dan gotong royong lekat dengan perempuan, jadi kenapa tidak dinaungi wadah yang benar yakni koperasi,” tandasnya. –ard

Terima Kasih Kepada

lSosro lPuri

Gede Karangasem Pengisi Acara Warung Kaget Koperasi Perempuan Ramah Keluarga lSeluruh Pembeli Voucher Warung Kaget lSeluruh

Pengurus: 1.Ketua 2.WakilKetua 3.Sekretaris 4.Bendahara I 5.Bendahara II

: Dr. A.A.A.Ngr.Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. : Dra. A.A. RaiTirtawati, M.Si. : Ni Komang Tri Ani, S.E. : Kristiana Tri Riawati : Luh Pande Eka Setiawati, S.E.

Pengawas : 1. Koordinator : Dra. Sri Umiyati 2. Anggota : Desak Ketut Sulitri 3. Anggota : Nena Ernawati / JroPuspawati Manajemen Manager Operasional kin untuk berikutnya bisa lebih banyak lagi menyertakan produk kerajin­an hasil dari ang­ gotanya,” ujar mantan model papan atas Bali ini. –ard

: A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si.

Kepala Unit 1. Warung Ramah Keluarga : Komang Nila dan Ni Ketut Rumini 2. SimpanPinjam : Auguslinar Simamora 3. Jasa : Dra. Ida Ayu Oka Sasih 4. Diklat : Ni Luh Putu Erma Merta Ningrum

Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Jalan Waturenggong No. 106 Panjer, Denpasar

Life

Story

Betapa kesalnya hati Sintya (43) ke­ pada adiknya Lily (30) karena mengabaikan nasehat ia dan orangorang di kampungnya. Lily memilih menikah dengan laki-laki yang sudah beristri dua dan lagi memiliki seorang kekasih selain dirinya. Karena itulah, Sintya mengusir adiknya tersebut dari rumah yang telah susah payah ia bangun. “Sebe­ narnya saya tidak tega melakukannya, tapi saya ingin memberikan pelajaran pada Lily, agar dia semakin tahu pahitnya hidup apalagi de­ngan kelakuan yang dibuatnya sendiri,” kata Sintya dengan wajah sedih.

M

elihat kondisi ke­ hidupan Sintya dan empat adik serta seorang kakaknya di kampung tempat mereka tinggal di Pulau Sum­ bawa, tentulah sangat menyen­ tuh hati. Hidup miskin -bisa dikatakan paling miskin di kam­ pungnya- bersama kedua orang tuanya sejak mereka kecil-kecil, kerap membuat warga sekitar iba padanya. Ayah yang hanya seorang petani serta ibu yang harus banting tulang bekerja sebagai tukang cuci di kampung tersebut, tidak mampu membia­ yai kehidupan ini dengan layak. Hal inilah yang membuat Sintya dan saudara-saudaranya sempat kocar-kacir tinggal menumpang di rumah-rumah tetangga atau pun keluarganya. Tentu saja, tinggal sambil bekerja. Saking kekurangannya hidup mereka, bahkan pernah suatu ketika, rumah panggung mereka

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Nekat Nikah

7

Motor “Ditarik”

yang reot nyaris rubuh sehingga para tetangga yang juga memiliki kemampuan ekonomi seadanya itu bahu membahu memper­ baiki rumah mereka dengan saling menolong membuatkan rumah yang layak untuk mereka, meski­ pun dengan kondisi seadanya juga. “Asal tidak rubuh saja,” kata Sintya berterima kasih pernah ditolong oleh tetangga-tetangganya. Mere­ ka menjalani kehidupan seperti ini hingga berpuluh-puluh tahun. Sampai suatu hari kakak tertua mereka mendapatkan pekerjaan yang layak di rantauanya di Ja­ karta. “Betapa lega kami waktu itu mendengar berita kalau anak tertua dalam keluarga itu sudah bekerja dengan layak. Setidaknya ia bisa membantu orang tua dan adik-adiknya,” kata Hasbi, salah seorang tetangganya. Rupanya napas lega Sintya dan keluarganya hanya sesaat saja. Cobaan datang mendera kembali tatkala kakak tertua mereka yang sedianya bisa menjadi tumpuan harapan itu, meninggal akibat sakit paruparu. Punah harapan Sintya untuk memiliki tulang punggung yang layak setidaknya untuk kelanjutan sekolah adik-adiknya. Hingga akhirnya seluruh sau­ dara Sintya tamat SMP dan SMA. Semua memilih merantau ke Jakarta, bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri-sendiri. Sintya tinggal di kampung mene­ mani orangtuanya sambil bekerja di rumah keluarganya. Ia ber­ syukur bisa melanjutkan kuliah atas biaya keluarganya tersebut hingga ia menjadi seorang PNS. Mulainya ia menjadi PNS tidak

membuat kehidupan ekonomi mereka cerah, karena Sintya harus membiayai adik-adiknya. Ia terlambat memikirkan untuk me­ nikah juga karena fokus mengurus adik-adiknya, termasuk Lily yang akhirnya lulus sekolah kesehatan swasta. Kehidupan mereka membaik dalam lima tahun terakhir juga karena Sintya mendapatkan jodoh seorang duda yang usianya jauh lebih tua darinya. Duda lumayan berada. Ekonomi mereka mulai

dipakai oleh bidan di kampung­ nya untuk membantu kala me­ nangani persalinan. Dan dari sana Lily bisa mendapat peng­ hasilan yang lumayan. Itulah sebabnya, untuk memperlancar pekerjaan Lily, Sintya mem­ belikan kendaraan yang layak untuk adiknya itu. “Tetapi, se­ jak berpacaran dengan laki-laki itu, Lily lebih banyak memakai sepeda motor itu untuk pacaran dari pada bekerja. Dia lupa dari mana ia berasal,” kata Sintya

tersanggah dengan baik. Kehidup­ an mulai berjalan dalam angin yang cukup “segar”. Namun begitu, Sintya tidak melupakan kehidupan susah yang pernah mereka alami. Karenanya, ia menangis manakala menemukan Lily, adik yang di sekolahkannya hingga sebenarnya mampu menjadi “orang” dan mampu berdiri sendiri dengan keahlian yang dimilikinya, namun Lily seperti lupa diri. Jasa Lily sebenarnya banyak

kesal pada Lily. Sore itu, para tetangga Sintya datang setelah mendengar keribu­ tan. Rupanya, seorang perem­ puan datang melabrak Lily dan kekasih­nya yang sudah berharihari di rumah tersebut. Sintya yang tinggal di Pulau Jawa sedih mendengar kabar ini sehingga ia pulang dan meminta maaf pada tetangga atas kelakuan Lily. Dari para tetangga inilah ia mendengar bahwa sebenar­nya sudah lama tetangga meminta agar Lily me­ nikah dengan laki-laki tersebut karena laki-laki ini terlihat selalu berada di rumah ini bersama Lily. Ibunya yang juga tinggal di rumah itu tidak dapat berbuat banyak karena Lily selalu melawan. “Atas saran para tetangga. Lily malah menantang dengan men­ gatakan bahwa itu urusannya,” kata Sintya. Puncaknya hari itu, di mana ia dilabrak perempuan yang mengaku kekasih dari lakilaki itu. Si perempuan yang me­ ngaku kekasih laki-laki itu, malah membuka semua ke­burukan laki-

“Tetapi, sejak ber­pacaran dengan laki-laki itu, Lily le­ bih banyak memakai sepeda motor itu untuk pacaran dari pada bekerja. Dia lupa dari mana ia berasal,”

laki itu di depan para tetangga Sintya. “Laki-laki tidak tahu diri, perlu bapak-bapak dan ibu-ibu ketahui, dia sudah beristri dua dan saya juga baru tahu kena tipu. Barang-barang saya banyak dia bawa dan kendaraan yang diapakainya itu (sepeda motor baru yang dibelikan Sintya untuk Lily), sudah dia tawarkan untuk dijual,” kata perempuan itu kesal bukan kepalang. Gaya Lily dan kekasihnya itu, menurut para tetangga, sangatlah menjengkelkan. Lily dengan lan­ tang di depan para tetangganya itu ia meminta kekasihnya itu untuk menikahinya segera. “Sudah tidak bisa dinasehati, maka ia akan menelan hasil dari sikapnya itu,” kata tetangganya. Perempuan yang datang melabrak justru lebih bisa menerima saran dari tetangga untuk meninggalkan laki-laki itu. “Bersyukurlah kamu akhirnya tahu bagaimana kelakuan laki-laki itu. Sekarang kamu pulang saja dan sujud syukur tidak jadi menikah dengannya,” bujuk tetangga Sintya pada perempuan itu yang akhir­ nya mau pulang dengan tenang. Mendengar kejadian itu, Sintya pulang kampung dan menasehati Lily. Memang dasar Lily sudah tidak mau mendengar nasehat siapa pun, tiba-tiba keesokan harinya ia lari dari rumah dan menemui laki-laki itu. Ia memilih menikah dengan laki-laki terse­ but. Sintya pun mengusir adiknya itu dari rumah dan menarik kembali sepeda motor yang diberikannya. “Saya ingin dia tahu bagaimana rasanya menyiasiakan kehidup­an yang seharus­ nya bisa diraih dengan mudah,” kata Sintya yang membawa kunci kamar rumahnya. Ia hanya menyisakan satu kunci kamar untuk ibunya dengan memberi pengertian pada ibunya terlebih dahulu bahwa apa yang dilaku­ kannya itu demi menyadarkan Lily yang sedang kasmaran buta. Sampai saat ini, Lily tinggal berpindah-pindah, dari satu rumah keluarga ke rumah ke­ luarga lainnya. Sintya ingin Lily mendapat pelajaran dari sikap dan keputusan yang diambilnya sendiri itu. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Serba Baru di Tahun Ajaran Baru

David Hizkia Tobing

D

i sebuah toko perlengkapan sekolah di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, beberapa pembeli menunggu giliran. Mereka membeli seragam sekolah. Ada yang langsung mengajak anaknya, sehingga bisa langsung mencoba pakaian yang dibeli. “Anak saya sekarang kelas 3. Seragamnya sudah kusam karena sudah dua tahun dipakai,” ujar Bu Dewi. Ia menambahkan ukuran

pakaian yang lama juga sudah kekecilan sehingga perlu dibelikan yang baru yang lebih besar. Di tempat lain, Bu Suci sibuk memilih sepatu hitam untuk anaknya. “Sepatunya harus hitam semua. Tidak boleh ada warna lain. Sebenarnya anak saya sudah punya sepatu hitam tapi ada corak putih. Daripada nanti dia dapat peringatan, saya carikan yang hitam,” ujarnya. Membeli perlengkapan sekolah jelang tahun ajaran baru sudah menjadi hal yang umum dilakukan orangtua. Mereka ingin anaknya “tampil” baru saat mulai tahun ajaran baru. “Boleh saja membelikan perlengkapan baru bagi anak asalkan anak memang memerlukan. Penting untuk mengajarkan anak konsep kesederhanaan. Apa yang ada harus disyukuri. Kalau memang masih bisa dipakai, silakan dipakai. Tetapi, kalau memang sudah tidak layak, silakan membeli yang baru,” ungkap David Hizkia Tobing S.Psi., MA, dosen di Departemen Psikologi Sosial, Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. David menuturkan tahun ajaran baru memang dipenuhi hal-hal baru. Misalnya, teman baru, guru baru, pelajaran baru, dan suasana baru. Bagi yang masuk kelas 1 SD,

tkh/dok. BP

Musim liburan sekolah usai. Saatnya siswa kembali ke sekolah. Tahun ajaran baru menjadi saat yang ditunggu karena akan bertemu halhal baru. Ruang kelas baru, guru baru, teman baru. Bahkan perlengkapan sekolah pun baru.

Suasana di sebuah kelas

semuanya serba baru, sedangkan bagi kelas 2 hingga 6 SD, mungkin ada masuk kelas baru dengan teman baru atau ada yang temannya memang masih tetap. Anak yang cinta sekolah cenderung akan bersemangat dan antusias menyambut tahun ajaran baru. Sebaliknya, anak yang tidak menikmati masa sekolah cenderung cemas menghadapi suasana yang baru. Ada anak yang sangat mudah masuk (adaptable) dalam suasana serba baru ini. Namun, ada yang sulit sehingga perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Waktu penyesuaian pun berbeda-beda dari masing-masing anak. Sekolah yang memahami kondisi ini pun memberi kebijaksanaan yang berbeda. Ada yang hanya memberi waktu dua hari bagi orangtua untuk mendampingi anak di sekolah. Ada yang memberi toleransi hingga seminggu. “Ada penelitian yang dilakukan terhadap anak sekolah. Satu

kelas berisi anak yang didampingi orangtuanya. Satu kelas lagi tanpa didampingi orangtuanya tetapi orangtua berada dalam jarak yang bisa terlihat si anak. Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang di kelas tanpa didampingi orangtua tingkat kepercayaan dirinya lebih bagus,” ujar pengurus Pengurus Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) Wilayah Bali bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Ketua Center For Health and Indigenous Psychology (CHIP) Fakultas Kedokteran, Unud ini. Penelitian lain juga menunjukkan anak yang pernah dititipkan di tempat penitipan anak dan sudah melalui jenjang Taman Kanak-kanak lebih mudah bersosialisasi dengan teman dan lingkungan baru. Pemilihan sekolah baru bagi anak juga perlu mendapat perhatian orangtua. Jangan sampai hanya kepentingan orangtua yang dijadikan alasan. Kebahagiaan orangtua belum tentu kebahagiaan anak. Karenanya,

sangat penting bagi orangtua untuk memahami perspektif anak. Salah satunya dengan mendengarkan apa pendapat anak tentang sekolah yang diinginkan. Suasana nyaman yang didapat anak di sekolah baru akan sangat berpengaruh bagi perkembangan si anak. “Untuk mengetahui apakah anak nyaman di lingkungan baru, cukup memancing dengan pertanyaan bagaimana tadi di sekolah. Kalau anak mau bercerita dengan lancar tentang pengalaman di sekolah, itu tandanya dia menikmati suasana baru. Tetapi, kalau anak tertutup dan tidak mau bercerita, orangtua sudah harus tanggap. Jalin komunikasi dengan gurunya. Jangan sama ada pengalaman buruk yang terjadi pada si anak. Sesuatu yang menakutkan biasanya cenderung dihindari tetapi bisa tersimpan lebih lama di alam bawah sadar,” ujar Sarjana Psikologi dan Magister Sains Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta ini. Perilaku anak saat di sekolah atau di luar rumah biasanya tergantung dari perilaku di rumah. Kalau di rumah dia selalu gembir, maka kecenderungan saat berada di luar rumah pun dia gembira. Sebaliknya jika dia bermasalah di sekolah, bisa ditelusuri di rumah atau lingkungan sekitarnya apakah ada masalah atau tidak. David mengatakan anak-anak juga bisa stres karena berbagai tekanan yang mereka alami. Namun, mereka tidak bisa mengelola stres itu dan melampiaskan dengan tidur, melamun, atau bermain. Karena itu, orangtua harus peka dengan perkembangan anak. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit Hari Anak di LP Anak

Penyerahan hadiah kepada anak-anak penghuni LP yang mendapatkan juara

LBH Apik Bali dan KPPA Karangasem memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, dengan kunjungan ke LP Anak kelas II Gianyar di Karangasem. Acara diisi berbagai lomba, band, baca puisi, main catur, dan kebersihan kamar. Lomba dilaksanakan Selasa (22/7) hingga Rabu (23/7). Acara juga dimeriahkan hiburan dari relawan KPPA Karangasem dan pementasan band anak-anak penghuni LP yang mendapat juara 1. Menurut Direktur LBH Apik Bali, Nengah Budawati, acara ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi anak didik di Lapas Anak yang saat ini berjumlah 16 orang.-Wirati Astiti

Kenari, Si Lidah Buntung

Seorang kakek tiba-tiba melihat seekor burung kenari jatuh di depan rumahnya. Syukur burung itu terlepas dari cengkeraman elang. Sang Kakek memungut kenari itu. Ia mengobati tubuhnya yang luka-luka, lalu memasukkannya ke dalam sangkar. Made Taro Sebulan kemudian burung kenari itu mulai bernyanyi-nyanyi. Luka-lukanya sembuh dan bulu-bulunya tumbuh subur. Setiap pagi, sebelum berangkat mencari kayu api di lereng gunung, sang Kakek terlebih dahulu menikmati nyanyian burung kesayangannya. “Tulalit, tulalit….!” Sungguh membahagiakan! Lama-kelamaan burung itu akrab dan jinak. Sekali-sekali ia dibiarkan lepas dari sangkarnya. Setelah tiba waktunya, burung itu kembali ke sangkarnya. “Tulalit, tulalit….!” Lain sang Kakek, lain sang Nenek. Sejak kehadiran burung itu, sang Nenek yang sibuk dengan pekerjaannya mencuci dan menyeterika, sangat benci kepada burung itu. Burung itulah yang menyebabkan suaminya agak malas mencari kayu api. Burung itulah yang menyebabkan sang Nenek terganggu. Bagi Nenek, bunyi tulalit itu sangat memekakkan, bukan membahagiakan. Sudah berkali-kali sang Nenek memperingatkan suaminya untuk mengusir burung itu, tetapi omelannya tak pernah dihiraukan. Nenek itu seharian memendam amarah. Tibalah pada suatu hari, sang Kakek membiarkan burungnya terlepas. Ia berangkat pagi-pagi benar ke lereng gunung, meninggalkan burungnya yang sedang

bernyanyi. “Tulalit, tulalit…!” Pagi itu sang Kakek lupa menaruh makanan di sangkar. Siang hari burung itu merasa lapar, lalu mencari makan sendiri. Didapatinya sepiring tepung kanji tersedia di meja seterika sang Nenek. Burung itu melahap kanji itu. “Nyam, nyam, nyam…!” Nah, pada saat itulah muncul sang Nenek. Betapa marahnya dia! Ia tangkap kenari itu. “Pencuri kau, bedebah! Pencuru kau, bedebah!” teriaknya sambil mengambil sebilah pisau. Nenek itu memaksa burung itu mengeluarkan kanji dari mulutnya, lalu memotong lidahnya. Kemudian ia melepas burung itu. Kenari si lidah buntung itu mengaduh kesakitan. “Di mana burungku?” tanya Kakek sekembali dari lereng gunung. Setelah mendengar penjelasan sang Nenek, Kakek itu marah. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia sangat sedih lalu kembali ke lereng gunung mencari-cari burung yang malang itu. Entah berapa lama sang Kakek tidak kembali pulang. Suatu siang, tiba-tiba sang Kakek muncul membawa sebuah besek kecil. “Kabar gembira, Nek!” katanya. “Burung kesayanganku sudah bisa bernyanyi. Ia memberiku dua besek hadiah, satu besar, satu kecil. Namun aku minta besek yang kecil, sebab tak sanggup membawa besek besar.” Nenek pendendam itu sangat senang. Ia membuka besek kecil itu. Amboi! Emas, perak, dan berlian. Nenek itu berjingkrak-jingkrak, namun kemudian ia marahmarah. “Bodoh kau! Mengapa kau tidak mengambil besek besar?” Sang Nenek lalu mencari rumah burung itu. Ia meminta haknya, satu besek besar. Lama ditunggu, sore hari nenek itu baru kembali. Seluruh tubuhnya merah-merah dan bengkak. Katanya, ia membuka besek besar itu di tengah jalan. Di dalamnya tidak ada emas, perak, dan berlian, tetapi ular, kalajengking, kelabang dan laba-laba beracun.

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

17

Dream For Freedom (D4F) Untuk Masyarakat Bermodal Kecil

Filli Muttaqien

“S

“Pada kesempatan kali ini saya menawarkan sebuah komunitas resmi dan legal dengan nama perusahaan PT Promo Indonesia Mandiri atau lebih dikenal dengan sebutan Dream For Freedom (D4F). Saat ini sistem D4F ini sudah tidak terbendung di Indonesia,” ujar ibu dari Gede Putu Bagus Yudhistira S., Kadek Glady Laksmi S. dan Komang Ayu Asteria ini. Dikatakannya, D4F memang telah dipersiapkan secara matang, memiliki testimoni dari berbagai pengalaman, belajar dari kekurang­ an dan kelebihan komunitaskomunitas yang pernah ada. Sebab, inti dari sebuah sistem komunitas, selain komitmen dan kepercayaan partisipannya, juga komitmen serta visi dan misi pengelola yang mem­ bangun komunitas tersebut. D4F menggunakan sistem yang real-

etiap manusia yang ada di dunia ini tentu memiliki keinginan untuk mencapai kebebasan. Baik itu kebebasan waktu maupun ke­ bebasan finansial. Kunci untuk men­ capai kebebasan ini sangat mudah. Kita mesti memi­ liki impian yang besar dan kuat un­ tuk meraihnya”. Begitu di­ sampaikan oleh Ir. Komang Adnyani, seorang Pebisnis Net work Sejati (PNS), ditemui di kediamannya di Jalan Gunung Lingga IIA/8, Pe­ rum Dukuh Sari, Gatsu Barat, Den­ pasar. Ia mengata­ kan, saat ini kita perlu membuka mata dan buka hati untuk ber­ juang bersama merubah kehidup­ an, meraih impian demi kebahagiaan Bu Komang dan Derrick Adhi Pratama keluarga.

time, dilengkapi IT dan sistem oto­ matisasi canggih dengan proteksi keamanan yang tinggi, juga sudah memiliki legalitas yang Jelas. D4F, katanya adalah sistem yang disediakan untuk meng­ atur jaringan komunitas bisnis, saling bantu membantu dengan pola transfer antar anggota. Partisipannya adalah mereka yang telah memiliki akun dan bersedia mengikuti semua aturan D4F tanpa terkecuali. “Partisipan wajib membeli tiket seharga Rp 200 ribu dan akan di kembalikan pada saat get freedom. Pada saat registrasi D4F, calon partisipan wajib memberikan data kepada upline nya. Untuk Berpartisipasi di D4F tersedia 3 pilihan paket, yakni 1) Silver senilai Rp 1.000.000; 2) Gold senilai Rp 5.000.000; 3)

Bu Komang Adnyani dan Suami

Platinum senilai Rp 10.000.000. Maksimal Get Freedom (GF), berpartisipasi Rp 1.000.000 => Maksimal Rp 1.500.000/minggu; berpartisipasi Rp 5.000.000 => Maksimal Rp 7.500.000/minggu; berpartisipasi Rp 10.000.000 => Maksimal Rp 15.000.000/minggu.

Ada 3 Bonus di Dream4Free­ dom: 1. Bonus Pasif, 2. Bonus Aktif, 3. Bonus Manager. Bonus Pasif 1% / hari selama 15 hari. Bonus Aktif terdiri dari - Bonus Refferal, bonus 10% dari setiap yang direkrut/referensi langsung. Dibayarkan setelah mereka melakukan transfer dan dikonfirmasi oleh pe­n erima transfer. - Bonus Pairing, bonus 10 % dari kaki kecil. Dibayarkan setelah 15 hari dari omzet dikaki kecil melakukan transfer dan dikon­ firmasi. - Bonus Matching, bonus 10% dari setiap generasi pertama/ referral mendapatkan bonus pairingnya. Berlaku sampai 5 generasi (jalur sponsorisasi/ tidak termasuk omzet place­ ment). Generasi 1 : 10% ; Ge­ nerasi 2 : 5%; Generasi 3 : 4% ; Generasi 4 : 3%; Generasi 5 : 2%. Bonus Matching, dibayarkan realtime setiap generasi keluar bonus pairingnya maka Anda memperoleh bonus Matching. Bonus Manager - Manager Ruby. Akumulasi omzet Rp 100 juta, kiri dan Rp 100 juta kanan serta sudah terkonfir­ masi, maka akan mendapatkan gaji Rp 5.000.000 / bulan. - Manager Shapire. Akumu­ lasi omzet Rp 1 milyar kiri dan Rp 1 milyar kanan dan sudah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 15.000.000/bulan. - Manager Emerald. Akumulasi

Bu Komang Adnyani

omzet Rp 10 milyar kiri dan Rp 10 milyar kanan dan su­ dah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 30.000.000/bulan. - Manager Diamond. Akumulasi omzet Rp 100 milyar kiri dan Rp 100 milyar kanan dan su­ dah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 100.000.000/Bulan. - Manager Crown. Akumu­ lasi omset Rp 1 triliun kiri dan Rp 1 triliun kanan dan sudah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 500.000.000/bulan.

Gaji dibayarkan diluar maksi­ mal income mingguan. Nah, sekarang apakah Anda mau gaji Rp 5 juta perbulan ? atau Rp 10 juta perbulan? pilih paket sesuai kemampuan dan harapan Anda. Atau mau pendapatan dari D4F lebih besar lagi ? Rp 20 jt ?, Rp 50 juta ? atau lebih ?, belajarlah jadi pemimpin dan kembangkanlah jaringan….” –ard

Antisipasi Partisipan Hit & Run dan Segera Diresmikan Presiden

Selanjutnya, Bu Komang ber­ gandengan bersama sang suami Nyoman Sugiri Seputra, M.E yang saat ini masih tercatat sebagai karyawan BUMN Pertamina, Ja­ karta, menjadi partisipan D4F dan sudah di level manajer ini menginformasikan kenapa D4F diminati dan diyakini masyarakat. Ini dikarekankan, D4F membuat inovasi berdasarkan pengalaman kegagalan komunitas serupa agar D4F berumur sangat panjang dan untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem dan mencegah kerugian anggotanya. Inovasi yang dilakukan adalah ;

Sistem tiket. Setiap anggota harus membeli tiket seharga Rp. 200.000,- untuk setiap siklus di­ mana uang tiket bisa diambil lagi pada akhir siklus. Sistem DP 20%. Setiap anggota harus membayar DP 20% dan diberikan waktu 72 jam untuk me­ nyelesaikan tugasnya. Jika anggota tidak menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan maka uang tiket akan hangus. Sistem Take Over. Sisa pem­ bayaran paket yang 80% akan diperintahkan oleh sistem antara H7-H10 dan diberikan waktu 36 jam untuk menyelesaikan tugas transfer, jika tidak bisa menyele­ saikan tugas maka akun anggota akan diambil alih (take over) oleh manager Emerald dan uang Tiket serta uang DP 20% akan dinyata­ kan hangus. Dream4Freedom, berinovasi untuk membuat Real Bisnis se­ perti ; Portal Iklan Promonesia.com yang diproyeksikan memiliki traffic yang sangat tinggi sehingga akan menghasilkan uang yang akan di share profitnya untuk anggota. Ring Back Tone Dream4Free­ dom, setiap anggota diharapkan berlangganan RBT Dream4Free­ dom dengan harga Rp. 8.800,perbulan, saat ini sudah bekerja sama dengan XL, Telkomsel dan Indosat, diproyeksikan dengan

Salah satu kegiatan dream meeting di Denpasar

anggota awal mencapai 1 juta maka akan menghasilkan income minimal lebih Rp 8 Milyar perbulan. Non member juga bisa berlangganan RBT ini sehingga akan memberikan sumbangan income yang sangat besar untuk komunitas D4F. Dream Tour and Travel, Segera dibuka sistem keagenan Tour and Travel saat keanggotaan D4F sudah mencapai minimal 50.000 anggota (saat ini Juli 2015 baru ada sekitar 40.000 anggota) Debit Card Promonesia, Promo­ nesia akan bekerja sama dengan Merchand-merchad besar di In­ donesia sehingga setiap member Promonesia akan mendapatkan diskon khusus saat belanja de­ ngan Promonesia Card, juga profit

bulanan akan dialokasikan (diper­ kirakan 5%) untuk dimasukkan dalam debit card anggota Inovasi-inovasi lain yang bisa dikembangkan karena Promone­ sia sudah mempunyai komunitas yang anggotanya sangat banyak dan terus berkembang seperti: dream Magazine, Promailnesia, Loketnesia, LOLnesia, Blogger­ nesia. Dan, kabar baiknya D4F juga

didukung Presiden Jokowi dan nanti pada bulan Oktober akan diresmikan Presiden di Gelora Bung Karno. Karena itu pula ia ingin mengajak lebih banyak masyarakat Bali melakukan yang terbaik untuk membantu orang lain melalui Dream For Freedom (D4F). “Bisnis ini bukan MLM, bukan juga Investasi, semua member bertanggung jawab terhadap kinerja masing- masing dan ber­ hubungan langsung dengan upline,” katanya. Ditanya siapa sosok dibalik D4F, Komang Adnyani menutur­ kan bahwa “Dream For Freedom (D4F) dibangun dan dikelola oleh Filli Muttaqien, putra bangsa dengan kredibilitas yang jelas, dengan visi dan misi yang diba­ ngun atas kekhawatiran dan ke­ prihatinan para partisipan dalam komunitas yang ada selama ini. Filli yang berasal dari Palem­ bang ini telah memiliki reputasi kuat di dunia MLM, siapapun yang senior di MLM pasti me­ ngenalnya. –ard

Salam 1.000.000 partisipan, Salam Dream For Freedom!!! Untuk Informasi Lengkap Hubungi Ir. Komang Adnyani Jalan Gunung Lingga IIA/8, Perum Dukuh Sari, Gatsu Barat - Denpasar. Telepon : 087860065599 - 081246072886


16

Edukasi

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Dara

Bali Kumara Generasi 2 Gebrak Blantika Musik Pop Bali

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

9

Rekreasi Alam di Dikubu

Pesona tembang-tembang Bali dari Bali Kumara Gene­ rasi 2, kembali menggema di kancah musik pok Bali. Album yang berisikan 13 lagu ini berhasil diluncurkan dengan meriah pada Minggu (19/7) di Krishna Gallery & Resto, di kawasan Jalan Diponegoro, Denpasar.

D

alam Album yang diproduseri Yong Sagita dan digarap Komang Dharmayuda pemilik Sanggar Cressendo, Sukawati, Gianyar ini, mengusung judul “Bhuana Shanti”. Album yang dicetak sebanyak 2000 keping ini, menyebarkan pesan agar kita lebih peduli terhadap alam Bali. Peluncuran Album Bali Kumara Generasi 2, yang digawangi 14 vokalis dari usia 10 hingga 13 tahun tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya Album Bali Kumara Generasi 1, pada Juni tahun silam sukses. Seluruh penyanyi yang tergabung dalam album tersebut pada malam itu tampil membawakan lagu

masing-masing. Di antaranya, Tahly Kasih mendendangkan tembang Sekar Cempaka, Bhuana Santhi dinyanyikan oleh Ratna Kartika, Ngelawang dibawakan oleh Degus Bati. Sedangkan lagu Shanghyang Dedari dinyanyikan Putri Nadia Paramitha, Kalangen ditembangkan Intan Dheya dan Bali Tiang Mepamit yang dilantunkan oleh Mirah Prayoga. Ada pula sebuah lagu di bagian terakhir yang merupakan lagu utama berupa gabungan para penyanyi di Bali Kumara Generasi 2 ini. Menurut Komang Dharmayuda, Pembina Bali Kumara, anak-anak Sanggar Cresendo yang dipimpinnya, sebelum pembuatan album telah berlatih olah vokal sejak

Rutinitas sehari-hari ditambah lagi dengan kondisi perkotaan yang semakin hiruk-pikuk, membuat kita ingin refreshing sekadar untuk melepas kepenatan. Tempat rekreasi yang dicari umumnya tempat-tempat di luar kota yang menawarkan pemandangan alam de­ ngan hawa sejuk. Salah satu daerah tujuan rekreasi yang banyak diserbu masyarakat di Bali adalah kawasan Bedugul, Tabanan. satu hingga dua tahun sebelumnya. Setelah itu baru dibuatkan album dan ini juga berkatb support

orangtua mereka. Pemilihan lagulagunya juga disesuaikan dengan karakter dan kemampuan vokal

Di Balik Lagu Bhuana Shanti

I Komang Dharmayuda, S.Sn., M.Si., menuturkan lagu Bhuana Shanti, maknanya adalah indahnya perdamaian dan per­ saudaraan hidup di dunia ini. Sedangkan tujuan dari lagu ini untuk mengajak semua umat manusia di muka bumi ini untuk selalu hidup rukun berdampingan saling asah asih dan asuh. Dikatakannya sejarah terciptanya lagu Bhuana Santhi, ketika Vokal Group (VG) SMP N 1 Denpasar berhasil sebagai juara 1 Nasional. Selanjutnya ditunjuk oleh Kemendikbud Pusat untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional di India. Ketika itu tema yang disodorkan panitia India, salah satunya adalah perdamaian. Karena itulah ia menciptakan lagu berjudul Bhuana Santhi yang syairnya ditulis oleh dr. A.A. Yuli Gayatri, Sp. PD. “Harapan saya agar lagu ini selalu bergema di Bali dan ke seluruh jagat demi terciptanya kedamaian dunia,” ucap Komang Darmayuda yang dikenal luas tidak hanya sebagai pencipta lagu yang produktif dan mumpuni, tapi juga seorang pendidik musik. Begitu juga yang disampaikan sang penulis lirik dr. AA Ayu Yuli

I Komang Dharmayuda, S.Sn., M.Si.

dr. AA Ayu Yuli Gayatri, Sp.PD.

Gayatri, Sp.PD. Sekitar Maret 2014, katanya VG SMPN 1 Denpasar menjadi juara Tingkat Nasional (FLS2N) dan mendapat kepercayaan mewakili Indonesia dalam Olympiade Seni dan Budaya di Lucknow India April 2014. “Salah satu syaratnya adalah membawakan lagu bertema perdamaian dunia dalam bahasa daerah. Lagu tersebut harus baru, belum pernah direkam atau diperjualbelikan. Pelatih VG SMPN 1, Pak Komang Dharmayuda meminta saya membantu menciptakan liriknya dengan waktu yang sangat pendek. Saya kebetulan punya hobi menyusun

puisi dalam bahasa Bali sejak SMP,” tutur dokter Yuli yang sering juga ditunjuk sebagi MC berbahasa Bali dalam upacara manusia yadnya/ keagamaan di lingkungan Puri Taensiat, Denpasar ini. Selanjutnya dokter Yuli menyusun liriknya, dan dilengkapi untaian nada yang luar biasa dari Komang Dharmayuda, terciptalah lagu Bhuana Santhi yang indah dan sangat mengena dengan tujuan lagu ini. “Lagu ini menceritakan dunia saat ini jenuh dengan peperangan antar manusia, akibat dari ambisi, loba angkara dan keegoisan sehingga tega saling membunuh

dan menyebabkan kehancuran dimana-mana. Kami mengimbau seluruh umat khususnya para pemimpin dunia marilah kita ‘miasa’ kembali saling menghargai, menyayangi dan bekerja setulus hati untuk menciptakan dunia damai sehingga umat manusia bisa hidup aman, nyaman, sejahtera, di dunia yang indah bagaikan di surga,” paparnya Akhirnya dengan lagu tersebut, berhasil menghantarkan VG SMPN 1 Denpasar meraih Juara 1 dan Juara Favorit di ajang Olympiade Seni dan Budaya di Lucknow India April-Mei 2014. Dan, dengan dilaunchingnya lagu ini dalam album Bali Kumara Generasi 2, ternyata banyak digemari anak-anak dari SD sampai SMA. Banyak sekali yang ingin membawakan lagu ini dalam lomba lagu Pop Daerah. “Harapan kami semoga lagu ini dapat memperkaya lagu daerah Bali, memberikan inspirasi untuk anak-anak, pemuda tunas bangsa untuk berkreasi dan mengimbau para pemimpin untuk mendukung usaha-usaha perdamaian dunia demi tercapai dunia damai “Bhuana Santhi” yang kita impikan. Astungkara,” ujar staf di Bagian Penyakit Dalam RSUP Sanglah/ FK Unud ini. - ard

setiap anak.. Lagu dalam album milik Bali Kumara Generasi 2 yang digarap selama 4 bulan ini juga diciptakan oleh Komang Raka dan Ni Wayan Ardini. Sebagian besar mengangkat berbagai isu, mulai dari kasih sayang, fenomena sosial hingga perkembangan budaya Bali terkini. Sang produser Yong Sagita menyatakan bahwa ada proses yang harus mereka lewati untuk bisa dan layak menjadi penerus Bali Kumara. “Ini bukan Bali Kumara volume 2 tapi generasi 2. Kedepannya juga akan ada Bali Kumara Generasi 3 dan seterusnya,” tandasnya. Lebih lanjut Komang Dharmayuda mengatakan lagu-lagu berbahasa Bali ini diciptakan ,agar anak-anak sebagai pewaris Bali lebih lagi mencintai dan ikut menjaga budaya dan kearifan lokal melalui dunia musik. Apalagi saat ini penggunaan Bahasa Bali semakin ditinggalkan akibat globalisasi. Bicara pelun curan album Bali Kumara Generasi 2 ini, keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan para orangtua penyanyi yang tergabung dalam kelompok penyanyi cilik yang terbesar di Bali saat ini. Selanjutnya, dengan dukungan seluruh orangtua, dorongan semangat juga motivasi kepada anak-anak mereka menjadikan musisi yang juga dosen ISI ini, juga bersemangat mencipta serta menggarap berbagai jenis tembang bagi anak-anak didiknya. Ia juga berharap lagu Bali tetap menjadi tuan di rumah di Bali. -ard

K

awasan puncak ini memang menawarkan panorama alam yang masih alami dengan hamparan perbukitan dan danau. Selain objek wisata alam Kebun Raya dan Candi Kuning, ada satu tempat yang menawarkan rekreasi petik stroberi, outbond, fishing, dan camping. Namanya Dikubu Strawberry. Lokasinya hanya beberapa ratus meter sebelah utara Candi Kuning. Awalnya, area seluas 1, 20 hektare ini hanya dimanfaatkan sebagai wisata petik stroberi. Namun, melihat perkembangan banyak sekolah yang ingin mengadakan kegiatan di luar sekolah (outing) kesulitan mencari tempat, khususnya tempat camping. Tahun 2010, Made Sutrisna, pemilik Dikubu mulai mengembangkan tempat ini menjadi tempat camping, outbond, dan kegiatan lainnya. “Syukur sambutan masyarakat sangat bagus,” ujarnya. Terbukti saat liburan panjang pekan lalu, khususnya

permintaan camping full booking. Area camping di Dikubu ini memang sangat indah karena view-nya langsung ke Danau Beratan dengan perbukitannya. Tak hanya itu, dalam area ini, kita juga bisa melakukan aktivitas memancing, petik stroberi, bersepeda, dan bahkan tersedia play ground, juga dilengkapi warung makan. Bahkan bagi yang ingin melakukan wisata spiritual juga bisa bersembahyang ke Pura Ulun Danu Bedugul, yang cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari area Dikubu sampai ke Pura. Tidak hanya itu, Dikubu juga tempat yang cocok untuk acara perpisahan sekolah, tempat mendidik anak-anak untuk bercocok tanam menanam straoberi. Beberapa instansi juga banyak yang memadukan acara outbound team building dengan wisata trekking dan lainnya. Untuk camping, penyewaan tenda hanya Rp 150 ribu, pancing Rp 10 ribu, sepeda Rp 25 ribu, playground Rp 5 ribu, dan petik stroberi dihitung Rp 40 ribu

per kilogram. Ke depannya, Dikubu akan dikembangkan menjadi lokasi prewed. “Ada masukan begitu dari konsumen karena tempatnya mendukung. Nanti rencananya saya isikan pancoran dan bunga anggrek, di sini kan bunganya bagus-bagus,” tandas Sutrisna. –Inten Indrawati


10

Bugar

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

HIPERTENSI: KENALI, CEGAH, ATASI

Style

Dimensi

Gaya Kebaya

Seksi

dr. Sabrina C. Smit, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals Bali sebagai salah satu faktor risiko utama kematian di Asia Tenggara.

Apa yang dimaksud dengan hipertensi? Darah di dalam tubuh dibawa dari jantung menuju ke seluruh organ tubuh melalui pembuluh darah. Setiap kali jantung berdetak, jantung memompa darah ke dalam pembuluh darah. Tekanan darah merupakan hasil dari kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri), ketika darah dipompa dari jantung. Tekanan darah dinyatakan dalam millimeter merkuri (mmHg) dan dicatat sebagai 2 angka. Angka yang dituliskan di atas adalah tekanan darah sistolik, yaitu tekanan darah ketika jantung memompa darah. Angka yang dituliskan di bawah adalah tekanan darah diastolic, yaitu tekanan darah ketika jantung ber­ istirahat. Tekanan darah normal untuk dewasa adalah tekanan sistolik 120 mmHg dan diastolic 80 mmHg. Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan pembuluh darah secara terus menerus dan bertahan dalam satu waktu. Seseorang didiagnosis menderita hipertensi ketika tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg.

H

dr. Sabrina C. Smit, Sp.PD

ipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan global, yang paling sering ditemukan di negara–negara dengan sosioekonomi rendah dan menengah karena lemahnya sistem kesehatan. Di sarana pelayanan kesehatan primer, hipertensi merupakan salah satu kondisi yang paling sering ditemukan. Menurut data dari WHO, satu dari tiga orang dewasa di Asia Tenggara menderita hipertensi. Hampir 1,5 juta orang meninggal dunia karena tekanan darah tinggi setiap tahunnya, sehingga menjadikan hipertensi

Apa saja penyebab hipertensi? Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita hipertensi. Faktor risiko tersebut dibagi menjadi: - Faktor yang tidak dapat diubah: - Usia tua - Ras terutama Afrika - Jenis kelamin - Riwayat hipertensi di keluarga - Faktor yang dapat diubah: - Makanan tinggi garam dan kurang serat - Alkohol - Rokok - Kurang olahraga - Kegemukan (obesitas) - Stres Gejala hipertensi Sudah menjadi persepsi umum yang salah,

bahwa orang dengan hipertensi pasti menunjukkan gejala, tetapi pada kenyataannya sebagian besar justru tidak memiliki gejala sama sekali. Terkadang hipertensi memiliki gejala seperti sakit kepala, sesak napas, pusing, nyeri dada, jantung berdebar atau mimisan. Sangat berbahaya untuk meremehkan gejala–gejala tersebut, namun tidak satupun dari gejala tersebut yang khas untuk hipertensi. Apa bahaya hipertensi? Hipertensi meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan kematian apabila tidak dideteksi dini dan diterapi secara tepat. Hipertensi disebut juga sebagai “silent killer” karena seringkali tidak menimbulkan gejala. Hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kebutaan, gangguan irama jantung, dan gagal jantung. Risiko terjadinya komplikasi–komplikasi ini meningkat pada orang–orang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular lain seperti diabetes.

Apakah hipertensi bisa disembuhkan? Hipertensi merupakan kondisi yang dapat dicegah dan diobati. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya hipertensi antara lain: mengurangi asupan garam, mengonsumsi bah dan sayur yang kaya serat, mengurangi asupan alkohol yang berlebihan, stop merokok, aktivitas fisik/olahraga teratur minimal 5 kali/minggu selama minimal 30 menit, menjaga berat badan ideal/menurunkan berat badan bagi mereka yang mengalami obesitas, serta istirahat cukup dan mengurangi stres. Untuk sebagian penderita hipertensi, perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk mengendalikan tekanan darah sehingga diperlukan obat–obatan. Ikuti saran dokter untuk obat–obat yang harus dikonsumsi, dan peme­ riksaan tambahan apa saja yang dibutuhkan untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Semua orang dewasa harus memeriksa dan mengetahui tekanan darah masing–masing. Alat untuk mengukur tekanan darah secara mandiri memungkinkan untuk pemantauan tekanan darah di luar sarana kesehatan. Diagnosis dini dan pencegahan hipertensi meupakan kunci dalam mengurangi tingginya angka komplikasi kardiovaskular dan kematian.

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Gaya modern look yang dipilih perancang muda satu ini, sangat terlihat pada desain kebaya terbarunya. Dengan tangan kreatifnya ia mampu menginterpretasikan ide dan memotret keindahan kebaya menjadi busana pesta ­pilihan selera wanita-wanita muda.

B

egitulah mengusung tema “ Gorgeous Mint”, Dewi Calista menghadirkan desain yang mengesan­kan dengan pendekatan wanita urban di kota-kota besar, yang lebih berani tampil dengan kesan seksi dan glamor berpadu tren dunia modern yang stylish. Koleksi ini dipercantik dengan dominasi warna hijau mint. Begitu pula sentuhan embroidery mampu menambah dimensi gaya. Dewi berhasil mengutak-atik dan mentranformasi komposisi kebaya tanpa meninggalkan unsur tradisional dan keunik­a n yang dimiliki kebaya. Begitu juga unsur lokalnya, hadir melalui padanan endek dan songket Bali, berpadu brokat dan materi halusserta ringan lainnya. Maka, para f­a shionista muda pun bisa tampil sangat edgy dalam balutan busana bersiluet kebaya yang bergaris tegas ini. –Sri Ardhini

Dewi Calista

15


14

Jelita

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Percaya Diri dengan Tubuh Segar dan Harum Memiliki tubuh segar dengan aroma yang wangi dan penampilan menawan sepanjang hari tentu menjadi impian setiap orang. Sebab, siapapun yang memiliki tubuh harum akan memberikan kesan ia adalah orang yang bersih dan terawat.

J

ika penampilan kita segar dan tubuh kita harum, orang lain pun akan betah berada di dekat kita, dan rasa percaya diri pun akan meningkat. Begitu diungkapkan Ni Putu Adnyani yang lebih dikenal dengan sapaan Bu Bara seorang pengusaha Perak dari Celuk, Gianyar. Namun sengatan panas matahari seringkali tak terhindarkan, dan ini membuat gerah dan berkeringat. Menurut Bu Bara, salah satu cara tercepat mengusir bau badan adalah dengan menyemprotkan parfum. Apalagi bagi perempuan yang berkarier, parfum juga tergolong investasi. Dikatakannya , begitu juga aroma diketiak merupakan salah satu faktor serius lainnya bagi para perempuan yang berpengaruh pada aroma tubuh. Seseorang, akan tidak percaya diri jika bau badan menyerang. Apalagi saat harus berhadapan dengan banyak orang. Selain itu, rasa percaya diri menghadirkan hal positif dan menjadi salah satu modal seseorang untuk lebih mudah mencapai tujuan atau melakukan suatu bisnis yang berhubungan dengan orang lain. Sambil menata beberapa aksesori koleksinya Bu Bara juga sempat membagikan tips untuk mendukung rasa percaya diri selain tubuh segar dan harum, diantaranya:

l Mempunyai penilaian yang baik pada diri, dengan mengupayakan hadir di antara teman-teman yang selalu berpandangan atau berpikir positif. Mau mencari wawasan dan pengalaman baru tentang apa saja atau minimal terkait pekerjaan kita. Selain untuk menambahan bekal juga memperluas pengetahuan. l Fokuslah pada kelebihan yang dimiliki, tidak perlu membandingkan –bandingkan diri dengan orang lain. lSetiap orang memiliki masa lalu, namun kita tidak perlu terperangkap pada masa lalu tersebut. l Siapapun kita dan kondisi saat ini, sebaiknya tetap tampil dengan baik. Sesekali boleh juga bereksperimen tampil beda. lJangan lupa mengatur waktu untuk rileks sejenak. Bisa memilih melakukan yoga atau melakukan hobi lainnya dengan komunitas .

Segar dengan Wewangian Masih bicara tentang aroma tubuh yang menjadikan kita percaya diri, I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E., pemilik salon Masdewi di Den-

pasar, menyatakan untuk hasil yang optimal, jangan lupa menyemprotkani parfum langsung di kulit setelah mandi, ketika kulit masih bersih dan lembab. Ini akan menyerap aroma parfum lebih lama. Diingatkannya juga untuk menggunakan produk kosmetik dengan wewangian sejenis atau senada dengan aroma parfum yang dipakai, agar tidak bertabrakan. “Ketika menyemprotkan parfum pada pergelangan tangan, tidak perlu digososk cukup diamkan saja,” katanya. Senada dengan Bu Bara, Gung Dewi juga mengakui kalau aroma yang segar bukan hanya dapat menstimulasi energi positif dan semangat tapi juga menumbuhkan perasaan yang penuh keceriaan. “Malah setiap aroma wewangian, memiliki kesan yang berbeda. Misalnya aroma buah-buahan dan bunga, biasanya menunjukkan orang yang memakainya tipe orang penuh semangat. Kalau musky bisa menimbulkan kesan

Mitos

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Hindari Donor Darah saat Menstruasi

11

Banyak data mengungkapkan bahwa pendonor pria lebih banyak daripada pendonor wanita. Hal ini dibenarkan Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Bali, dr. AA Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. “Jika dipersentasekan, 75% pendonor khususnya di UDD PMI RS Sanglah adalah pria,” ungkapnya. Hal ini dikatakannya disebabkan beberapa faktor, di antaranya menstruasi, kelelahan, dan faktor lain yang berpengaruh keras pada hormonal yang menyebabkan tekanan darah labil.

Ni Putu Adnyani

Gung Dewi

glamor,”katanya. Selanjutnya bagaimana membuat aroma harum di tubuh bisa bertahan lebih lama? Menurut Gung Dewi menyemprotkan parfum jangan sembarangan. Ada area yang paling tepat untuk menjadi tempat menyemprotkan parfum, diantaranya di daerah sekitar urat nadi, leher, dada dan bagian siku. Hal ini lanjutnya, karena dia area itu paling jarang atau sedikit bersentuhan dengan benda maupun tubuh lainnya sehingga mampu memancarkan aroma parfum secara alami. “ Ada juga yang menanyakan bagaimana jika di semprotkan di rambut, kenapa tidak , di sini juga wangi parfum bisa lebih terasa. Aromanya pun akan menebar ke sekitar,” lanjut Gung Dewi. Namun, katanya sebelum menyemprotkan par-

fum di rambut, yakinkan dulu bahwa rambut kita sudah bersih dan tidak basah. Selanjutnya, diingatkan juga bahwa waktu penggunaan parfum juga harus tepat dan sesuai. Jika kita berharap wangi parfum bisa lebih awet juga tahan lama, sebaiknya kya menyemprotkan sehabis mandi. Sebab, pada saat itu pori – pori tubuh masih terbuka sehingga wangi parfum lebih cepat meresap. Namun, ada lagi yang perlu diingat, yakni saat parfum menempel pada kulit l aromanya tidak akan sama disetiap orang. Hali ini, karena pengaruhi temperatur tubuh, cuaca, termasuk aroma dasar tubuh seseorang. Karenanya, jangan kaget jika parfum yang harum pada seseorang, belum tentu harumnya sama atau cocok untuk sosok lainnya. – Sri Ardhini

B

eberapa mitos yang banyak diyakini masyarakat juga kerap “membatalkan” wanita untuk mendonorkan darahnya. Berikut ini penjelasan dr. Sagung Mas. Mitos: Wanita menyusui tak boleh donor darah Fakta: Secara langsung, wanita menyusui tidak ada masalah signifikan untuk boleh tidaknya menjadi pendonor. Tetapi alangkah baiknya setelah menyusui eksklusif (6 bulan) baru mendonorkan darah. Proses laktasi secara langsung memang tak berhubungan dengan proses produksi darah yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Tetapi dalam hal ini sebaiknya ditunda dulu sampai proses pemberian laktasi secara eksklusif itu sudah selsai. Setelah itu bisa, tentu jika memenuhi syarat sebagai pendonor. Yakni, hemoglobin minimal 12,5 g/dl, tekanan darah 110/70 mmHg, berat badan minimal 45 kg, tidak mengonsumsi obat-obatan 3 hari sebelumnya, tidak pecandu atau di bawah pengaruh alkohol. Mitos: Wanita menstruasi tidak boleh donor darah Fakta: Saat menstruasi wanita otomatis kehilangan darah. Jika ada perdarahan terjadi penurunan

hemoglobin (HB). Itu sebabnya biasanya saat wanita menstruasi, HB akan cenderung rendah. Hal itu pula yang mengakibatkan syarat untuk menjadi pendonor tidak terpenuhi. Jika sudah lewat masa menstruasi 4-7 hari, biasanya secara bertahap tubuh akan me-recovery sendiri apalagi jika dibarengi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung hemoglobin tinggi, seperti daging merah yang cepat sekali meningkatkan hemoglobin. Jadi, memang saat menstruasi sebaiknya tidak melakukan donor darah. Sebelum mendonorkan darah, hal yang paling signifikan yang dilakukan pertama anamnesa, cek tensi dan hemoglobin. Mitos: Wanita yang sudah menopause tidak boleh donor darah Fakta: Di satu sisi, secara langsung menopause tidak berhubungan dengan hemoglobin. Tetapi dari sisi psikologis biasanya wanita yang sudah memasuki masa menopause akan mengalami masalah pada hormon-hormon tertentu, sehingga mengakibatkan terjadinya efek ketakutan. Hormon yang seharusnya memproduksi sel-sel darah merah tersebut akan menjadi agak lamban dalam memproduksi. Sebenarnya secara langsung tidak

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Herbal untuk Seks? “Dok, beberapa sahabat saya sering bereksperimen dengan mengkonsumsi jamu dan obat kuat herbal untuk meningkatkan kejantanannya. Tetapi ada yang bilang ada efeknya yang dahsyat, ada juga yang malah tidak bereaksi apa-apa, malah menjadi sakit kepala setelah meminumnya, terutama yang dikemas dalam bentuk kapsul. Saya jadi takut juga, karena saya sih menganggap potensi seksual saya masih baik-baik saja. Sebenarnya apa yang perlu diperhatikan kalau mau minum obat kuat seperti itu, dok?” (Wirawan,27)

A

da y a n g m e n a r i k jika dilihat dari hasil beberapa survei berurutan di lima tahun terakhir yang menemukan hasil yang hampir sama, bahwa seseorang menggunakan bahan atau obat buat meningkatkan potensi seksual dirinya, termasuk yang berbahan herbal, sebenarnya adalah kebanyakan karena ingin tahu dan coba-coba semata. Bia­

sanya atas rekomendasi teman dan relasinya. Sebagian benar-benar melanjutkannya karena merasakan manfaatnya, sebagian lagi meng­hentikannya karena ada efek sam­p ing atau tidak merasakan efeknya. Uniknya, sebagian masih mengaku menggunakannya dan menyebutkan ke teman-teman yang merekomendasikannya bahwa dia masih menggunakan “obat kuat” padahal sesungguh­nya sudah tidak

Tim UDD PMI Bali. Dokter Sagung Mas (berdiri empat dari kanan)

ada pengaruhnya boleh tidaknya wanita yang menopause mendonorkan darahnya. Tetapi biasanya secara psikologis mereka cenderung tidak mau mendonorkan darahnya. Karena orang menopause sangat sensitif dengan nyeri, dan moody terganggu karena hormon estrogen dan progesteron tidak seimbang. Jadi, wanita menopause boleh saja melakukan donor, tetapi persiapkan mental, dan tentunya memenuhi persyaratan. Mitos: Wanita atau pria perokok tidak boleh donor darah Fakta: Zat-zat adiktif yang terkandung dalam rokok memang berbahaya, namun zat-zat yang tersebut tak mempengaruhi HB. Sampai saat ini belum ada penelitian bahwa perokok tidak boleh donor. Mitos: Wanita atau pria bertato tidak boleh donor darah Fakta: Orang bertato boleh donor darah setelah 6 bulan ditato.

Hal ini dilakukan untuk men-screening kemungkinan reaksi-reaksi yang terjadi akibat ditato.Saat proses tato itu ada rasa nyeri dan ada beberapa tindakan memakai penghilang rasa/pemati rasa. Mitos: Darah yang diambil dari pendonor bisa langsung ditransfer kepada pasien Fakta: Darah yang baru saja didonorkan tidak bisa langsung diberikan ke pasien karena harus melalui beberapa tahapan screening untuk memastikan terbebas dari penyakit. Darah yang diberikan kepada pasien adalah darah lain yang sudah siap pakai, sementara pendonor yang baru saja mendonorkan darahnya itu disebut pendonor pengganti. Dari proses pengambilan darah hingga menjadi darah siap pakai membutuhkan waktu 20 jam. Kalaupun darah sudah siap pakai sudah ada, harus di-crossmath lagi dengan darah sample pasien yang memerlukan

waktu 2 jam. “Karena golongan darah A yang sample pasien, belum tentu sama dengan golongan darah A yang siap pakai. Itu yang sering terjadi. Jadi golongan darah A-A belum tentu sama. Proses satu itu saja memakan waktu 2 jam, bagaimana jika kita mencocokkan berkali-kali. Ini yang harus dipahami keluarga pasien,” ujar dr. Sagung Mas. Selain donor darah biasa, sekarang ini UDD PMI Bali juga sedang menggaungkan donor darah apheresis, yakni pengambilan komponen darah tertentu dari pendonor. Sedangkan komponen darah yang tidak diperlukan dikembalikan lagi ke tubuh pendonor dengan menggunakan mesin apheresis. Ini ditegaskan dr. Sagung Mas lebih efisien, karena satu kantung apheresis sama dengan 6-10 kantung trombosit biasa. Donor darah apheresis ini bisa dilakukan dengan interval 2 minggu dari donasi apheresis terakhir. –Inten Indrawati

digunakan. Jawaban ini demi gengsi solidaritas semata saja. Apakah Anda memang benarbenar memerlukannya? Bisa jadi ya, bisa juga tidak. Jika Anda hanya sering lelah, sesungguhnya yang Anda butuhkan adalah ambil cuti buat rileks, plus minum vitamin. Itu sudah cukup. Atau Anda suka jamu penambah tenaga dan segar bugar yang diracik langsung dari bahan yang Anda yakin berbahan alami bikinan mbok jamu gendong? Silakan itu bisa dinikmati. Istirahat juga bagus buat membuat lebih tenang, karena jangan-jangan penyebab gangguan seksual Anda adalah karena sedang stres berlebihan. Tetapi jika rupanya Anda mengalami gangguan seksual dengan ada riwayat kencing manis, kolesterol tinggi, merokok dan sering minum alkohol, sudah bisa dipastikan Anda justru butuh bantuan dokter yang paham kesehatan seksual. Obat dokterlah solusinya. Jadi, jangan sembarang meminum obat herbal buat mendongkrak stamina seksual Anda. Anda juga perlu tahu, jangan-ja­ ngan itu semua adalah “efek plasebo”. Ketidakpercayaan diri membuat Anda tergantung pada orang lain dan bahan tertentu. Mereka yang tergantung dengan pil tidur menjadi benar-benar susah tidur jika tidak meminumnya. Padahal tidak ada masalah. Seorang pasien sering kali merasa sakitnya sudah sembuh dengan hanya baru bertemu muka dengan dokter kepercayaannya. Begitu pula jika Anda diyakini jika dengan meminum “jamu herbal kuat perkasa” atau meminum

“pil biru viagra palsu” yang dibeli di lapak-lapak obat pinggir jalan, maka dorongan seksual akan meningkat dan sanggup memuaskan pasangan berkali-kali lipat. Padahal sesungguhnya Anda tidak membutuhkannya, tetapi Anda merasakan manfaatnya. Nah, pada kasus ini, sugesti yang berjalan. Ini namanya efek plasebo. Demikian juga saat sahabat Anda merekomendasikan kepada Anda untuk mencoba mengkonsumsi darah kobra, daging ular, tangkur buaya buat meningkatkan performa seksual Anda, mungkin ini belum menjadi masalah. Tetapi ketika yang ditawarkan adalah pil, kapsul atau suntikan yang disebutkan berbahan herbal, sebaiknya pikirkan baik-baik dan Anda harus bisa memastikan apa isi atau kandungan sebenarnya. Karena saat ini makin banyak herbal oplosan, disebutkan herbal tetapi kenyataannya dicampurkan dengan bahan obat kimia tanpa dosis yang jelas. Dan ini bisa sangat berbahaya. Bisa dibayangkan jika kapsul herbal yang disebutkan bisa menambah gairah seksual, memperpanjang durasi ereksi dan menunda ejakulasi, ternyata dicampur dengan kandungan sildenafil sitrat, seorang penderita jantung yang meminum kapsul ini bisa meninggal payah jantung saat hubungan seksual. Ini sudah sering terjadi. Bagaimana jika Anda benar-benar mengalami gangguan seksual? Seringkali Anda sudah berusaha mencari tahu dan mencoba banyak cara

dan minum obat, mulai dari obat medis hingga herbal dulu. Saat ternyata sudah banyak hal dicoba dan belum berhasil, kenapa Anda tidak memastikannya ke dokter? Jangan-jangan Anda mengalami salah satu dari jenis disfungsi seksual berikut: dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau disfungsi orgasme. Kalau sudah terjadi salah satunya, herbal jenis apapun tidak akan menolong. Kalaupun masih ingin mencobanya, tentu saja diskusikan dulu bahan atau obat yang Anda akan konsumsi seizin dokter. Yang mengandung tribulus, ginseng, macca, ginkgo, hingga purwaceng masih tidak masalah buat dikonsumsi. Tetapi bahan yang mencurigakan karena kemungkinan dioplos dengan bahan kimia obat, sebaiknya tidak dikonsumsi. Dan terakhir, apapun yang kemudian diputuskan untuk digunakan, harusl­ah tetap dibicarakan dan sepengetahuan pasangan Anda. Dan sebagai tambahan pekerjaan rumah buat pasangan yang merasa sudah mulai kehilangan kenyamanan dan gairah berhubungan seksual. Kenapa tidak mencoba membina komunikasi seksual dengan lebih baik, membahas masalah seksual Anda bersama dan mencoba melakukan variasi seksual, mulai dari membuat suasana lebih menggairahkan hingga variasi tempat dan posisi hubungan seksual. Sebelum berpikir menggunakan herbal seksual sembarangan.


12

Kuliner

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Rujak Cuka

Kuliner ala “Sunday Market” Shankara Resto

S

ariani punya trik sendiri dalam memproses tuak menjadi cuka. Tiap hari, ia menuang tuak ke dalam wadah baru, bahkan sampai sebulan. Menurut Sariani, hal ini dilakukan, agar cuka yang dihasilkan menjadi bersih. Biasanya, ia membeli lima jerigen tuak. Kemudian, ia memprosesnya sampai menjadi cuka yang sesuai dengan yang ia inginkan. “Itulah resep kelezatan rujak buatan saya,” kata Sariani berpromosi. Sariani menambahkan, cuka lima jerigen tak tentu habisnya. Namun, kata Sariani, biasanya sampai seminggu. Saat Tokoh mencicipi rujak khas Buleleng buatan Sariani, rasanya memang sangat enak. Perpaduan rasa masam dan manis sangat menyatu, membuat ketagihan untuk menambah lagi.

Untuk bahan utama rujak cuka khas Buleleng ini, terdiri dari mentimun, ubi jalar, dan pepaya. Cara mengiris buah juga sangat unik. Bukan diiris dengan pisau, tapi menggunakan parutan sehingga lembaran buah sangat panjang seperti pita. Untuk bumbu seporsi rujak, terdiri dari dua cabai rawit, sedikit garam, terasi bakar secukupnya, 2 iris biu batu, 2 sendok makan sirup gula pasir, dan 4 sendok makan cuka. Awalnya, cabai rawit, garam, terasi, dan biu batu diulek. Tuangkan cuka secukupnya dan sirup gula pasir. Aduk rata, agar bumbu menyatu. Siram kuah ke dalam buah-buahan yang sudah diparut. Rujak cuka khas Buleleng siap dinikmati. Wa r u n g r u j a k S a r i a n i , ternyata menjadi pilihan warga yang melintasi Kota Singaraja. Seperti penuturan Komang

Ayu. Sepulang tirtayatra, ia tertarik menikmati rujak cuka khas Buleleng ini. Ternyata, ia mendapatkan informasi, rujak warung Sariani sangat enak. “Setelah dicoba, ternyata benar-benar enak,” kata Ayu. Menurut Ayu, tak mudah mencari rujak cuka khas ini di Kota Singaraja. Sebelumnya, ia sempat mencari-cari sendiri ketika melintas di Kota Singaraja. Namun, karena tidak bertemu dengan apa yang dicari, ia lantas

bertanya kepada salah seorang warga. Ayu diberi saran, untuk mencoba mencari warung Sariani di depan Puri Sukasada. Menurut Sariani, ada beberapa pedagang rujak, namun yang membedakan rasa kuah cukanya. “Banyak rujak cuka terasa sangat asam. Apalagi, kadang konsumen minta ditambahkan nenas. Itu yang membedakan rujak saya dengan yang lain,” kata Sariani. –Wirati Astiti

khas Bali. Sejak duduk di bangku SMA, Putu Prita sudah belajar berwirausaha. Momen Valentine ia manfaatkan untuk menjual kue dan cokelat. Keterampilannya membuat kue otodidak. Ia biasa mencoba resep baru yang ia baca di buku atau

Stan brownies nangka

browsing di internet. Saat ini, Prita baru saja menamatkan kulihanya di STPBI jurusan Manajemen Perhotelan. “Inginnya sih kerja di hotel. Tapi prospek kue brownies nangka ini lumayan bagus. Jadi, saya fokus kembangkan usaha kue ini dulu,” kata Prita. Uniknya, modal awal gadis usia 23 tahun ini untuk memulai usaha brownies hanya Rp 500 ribu. Dengan bermodalkan berjualan lewat online dan di kantin kampus, usaha kue brownies nangkanya terus berkembang. Saat ini, kue brownies nangka buatan Prita juga dijual di Taman kota Denpasar dan

Renon. Prita mengajak 18 orang untuk bergabung membantunya, di tim produksi dan tim kreatif. Selain kue brownies, ada juga warung Bu Ayu yang menjual ayam bakar yang meramaikan acara “Sunday Market”. Biasanya, Bu Ayu berjualan di Jalan Sahadewa Denpasar, dengan warung Segara Ayu. Segala macam olahan ayam ia sajikan dengan sambal mentah. Selain ayam bakar, ada ayam goreng, ayam menyatnyat, ditambah plecing langkung, cah kangkung, termasuk rujak campur. Yang unik di “Sunday Market”, stan Rawon Babi. Pemiliknya, Gus

Bahan: 700 gr : ayam, potong menurut selera 1 sdm : bawang putih halus 1 sdt : lada bubuk 2 ruas : jahe, memarkan korek api, lalu campur semuan- 300 ml : air ya dengan terasi, garam, gula Gulam, garam, kaldu bubuk secukupnya dan minyak, aduk merata. - Siap untuk disajikan bersama Bahan saus mangga : gorengan gurami goreng. 7 buah : biji bawang merah 1 batang : serai, memarkan 3 buah : cabe merah 10 buah : cabe rawit 70 gr : mangga muda

Gurami Goreng Sambal Pencit Sarwan

Putu Sariani

nyuh, dan siram dengan kuah plecing. Lontong plecing ini enaknya dimakan dengan kerupuk beras. Warung Sariani buka mulai

pukul 07.00 sampai 19.00. Jika, Anda datang pagi hari, Anda dapat menikmati segarnya jukut undis di Warung Sariani. –Wirati Astiti

Dapatkan

DISCOUNT 10% setiap pembelanjaan minimal Rp 100.000

Kerupuk beras

P

utu Prita, adalah salah seorang yang mengembangkan usaha kue brownies nangka. Gadis yang tinggal di Desa Anggungan, Lukluk,Badung ini sedang mengggas kue brownies nangka sebagai oleh-oleh

Raden mengatakan, ia sengaja menjual rawon babi. “Selama ini, orang mengenal rawon identik dengan sapi atau kambing. Karena itu, saya ingin sesuatu yang unik,” kata Gus Raden. Ia mencoba mengolah daging babi menjadi rawon. Ternyata, sambutan konsumen sangat bagus. Sehari-hari, Gus Raden berjualan di jalan Tukad Pancoran Denpasar, di Kedai 786. Bumbu rawon yang khas adalah adanya pangi, satu bumbu yang memberikan rasa khas dan warna hitam pada kuah rawon. Untuk bumbu lain, ia gunakan base genep. “Pas sekali ternyata bumbu rawon dipadukan dengan daging babi. Pada dasarnya daging babi diberi bumbu apa saja tetap enak,” kata Gus Raden. Stan lain, dari Shankara Resto menyajikan bakso, pizza, nasi kuning, dan aneka jus. Dengan aneka pilihan makanan ini, para pengunjung Sunday Market yang saat itu mengikuti acara “Terawang dan Kenali Masa Depan Anda”, bersama Guru Mangku Hipno, bisa memilih menu yang mereka sukai. Salah seorang pengunjung, Bu Atik, mengatakan, menyambut baik digelarnya kuliner “Sunday Market”. Ia menyarankan, agar makanan tradisional Bali lebih dominan ditampilkan. Selain juga, untuk mempromosikan makanan Bali agar lebih dikenal. –Wirati Astiti

Ayam Goreng Saus Manggga

ditumis. Beri air agar berkuah. Kemudian ia membuat sambal nyuh. Caranya, kelapa diparut kemudian disangrai. Cara menyajikan lontong plecing ini, lontong dipotong-potong dan disajikan di piring. Tata sayuran di atas lontong, seperti toge yang sudah direbus dan terong bali mentah yang dipotongpotong kecil. Taburi sambal

Selain menjual rujak cuka, Sariani juga menjual lontong plecing. Bumbu plecing terbuat dari sambal sere tabia dan sambal nyuh. Bahannya, bawang putih, kemiri, cabai rawit, garam, terasi. Semua bumbu diulek halus, kemudian

Rujak cuka

Kue Brownies sedang naik daun. Padahal, kue brownies awalnya merupakan cake yang bantat. Namun, kini brownies sangat digemari. Berbagai variasi dan rasa yang ditawarkan penjual kue brownies. Seperti kue brownies nangka yang ikut meramaikan stan kuliner di acara “Sunday Market” di Shankara Resto, Sanur.

Stan rawon babi

Lontong Plecing Pedas

Lontong plecing

13

Dari Brownies Nangka sampai Rawon Babi

Khas Buleleng

Rujak merupakan makanan khas Indonesia yang sangat terkenal. Di Bali, rujak juga menjadi makanan yang sangat digemari. Masingmasing daerah di Bali memiliki rujak khas. Salah satunya, rujak cuka khas Kabupaten Buleleng. Nama penjualnya, Putu Sariani. Warung rujak Putu Sariani, terletak di pinggir jalan. Warungnya sangat sederhana, dan berada di depan pompa bensin Jalan Raya Sukasada, Singaraja, di depan Puri Sukasada. Uniknya, rujak cuka khas Buleleng ini memakai biu batu (pisang khas yang banyak batunya), sebagai campuran bumbunya. Begitu juga, cuka yang digunakan, terbuat khusus. Sariani membeli tuak sebagai bahan pokok cuka. Untuk memproses tuak menjadi cuka, memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan hampir sebulan.

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Bahan: 750 gr : gurami, bersihkan Bahan lalapan: 1 batang : kacang panjang, potong korek api ½ buah : mentimun, iris bulat 1 buah : tomat, potong bulat Kubis secukupnya Slada air secukupnya

Bahan sambal pencit: ½ buah : mangga muda 5 buah : bawang merah 2 biji : cabe merah 7 buah : cabe rawit 2 lembar : daun jeruk purut Garam, gula, terasi, minyak goreng secukupnya

Cara membuat: - Goreng ikan gurami sampai matang, tiriskan. - Untuk sambal pencit potong semua bahan sambal sebesar

Puding Mangga

2 bungkus : agar-agar 400 gr : gula pasir. 500 ml : susu full cream 300 ml : air 100 gr : mangga matang, blender sampai halus Cara membuat: - Campur agar-agar, susu, gula dan air, lalu aduk hingga tercampur merata. - Tambahkan halusan mangga, aduk perlahan, lalu rebus sampai mendidih, angkat dan tuang ke dalam cetakan menurut selera. Diamkan, tunggu sampai mengeras - Siap disajikan.

1 sdt : terasi Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara membuat: - Rebus ayam bersama bahan lainnya hingga matang, tiriskan, lalu goreng hingga matang, tiriskan. - Rebus bahan saus sampai matang, blender sampai halus, kemudian tumis sampai harum dan matang. Siapkan piring saji, letakkan/tata ayam goreng dengan irisan mentimun dan slada, lalu siram dengan saus mangga, siap disajikan.


12

Kuliner

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Rujak Cuka

Kuliner ala “Sunday Market” Shankara Resto

S

ariani punya trik sendiri dalam memproses tuak menjadi cuka. Tiap hari, ia menuang tuak ke dalam wadah baru, bahkan sampai sebulan. Menurut Sariani, hal ini dilakukan, agar cuka yang dihasilkan menjadi bersih. Biasanya, ia membeli lima jerigen tuak. Kemudian, ia memprosesnya sampai menjadi cuka yang sesuai dengan yang ia inginkan. “Itulah resep kelezatan rujak buatan saya,” kata Sariani berpromosi. Sariani menambahkan, cuka lima jerigen tak tentu habisnya. Namun, kata Sariani, biasanya sampai seminggu. Saat Tokoh mencicipi rujak khas Buleleng buatan Sariani, rasanya memang sangat enak. Perpaduan rasa masam dan manis sangat menyatu, membuat ketagihan untuk menambah lagi.

Untuk bahan utama rujak cuka khas Buleleng ini, terdiri dari mentimun, ubi jalar, dan pepaya. Cara mengiris buah juga sangat unik. Bukan diiris dengan pisau, tapi menggunakan parutan sehingga lembaran buah sangat panjang seperti pita. Untuk bumbu seporsi rujak, terdiri dari dua cabai rawit, sedikit garam, terasi bakar secukupnya, 2 iris biu batu, 2 sendok makan sirup gula pasir, dan 4 sendok makan cuka. Awalnya, cabai rawit, garam, terasi, dan biu batu diulek. Tuangkan cuka secukupnya dan sirup gula pasir. Aduk rata, agar bumbu menyatu. Siram kuah ke dalam buah-buahan yang sudah diparut. Rujak cuka khas Buleleng siap dinikmati. Wa r u n g r u j a k S a r i a n i , ternyata menjadi pilihan warga yang melintasi Kota Singaraja. Seperti penuturan Komang

Ayu. Sepulang tirtayatra, ia tertarik menikmati rujak cuka khas Buleleng ini. Ternyata, ia mendapatkan informasi, rujak warung Sariani sangat enak. “Setelah dicoba, ternyata benar-benar enak,” kata Ayu. Menurut Ayu, tak mudah mencari rujak cuka khas ini di Kota Singaraja. Sebelumnya, ia sempat mencari-cari sendiri ketika melintas di Kota Singaraja. Namun, karena tidak bertemu dengan apa yang dicari, ia lantas

bertanya kepada salah seorang warga. Ayu diberi saran, untuk mencoba mencari warung Sariani di depan Puri Sukasada. Menurut Sariani, ada beberapa pedagang rujak, namun yang membedakan rasa kuah cukanya. “Banyak rujak cuka terasa sangat asam. Apalagi, kadang konsumen minta ditambahkan nenas. Itu yang membedakan rujak saya dengan yang lain,” kata Sariani. –Wirati Astiti

khas Bali. Sejak duduk di bangku SMA, Putu Prita sudah belajar berwirausaha. Momen Valentine ia manfaatkan untuk menjual kue dan cokelat. Keterampilannya membuat kue otodidak. Ia biasa mencoba resep baru yang ia baca di buku atau

Stan brownies nangka

browsing di internet. Saat ini, Prita baru saja menamatkan kulihanya di STPBI jurusan Manajemen Perhotelan. “Inginnya sih kerja di hotel. Tapi prospek kue brownies nangka ini lumayan bagus. Jadi, saya fokus kembangkan usaha kue ini dulu,” kata Prita. Uniknya, modal awal gadis usia 23 tahun ini untuk memulai usaha brownies hanya Rp 500 ribu. Dengan bermodalkan berjualan lewat online dan di kantin kampus, usaha kue brownies nangkanya terus berkembang. Saat ini, kue brownies nangka buatan Prita juga dijual di Taman kota Denpasar dan

Renon. Prita mengajak 18 orang untuk bergabung membantunya, di tim produksi dan tim kreatif. Selain kue brownies, ada juga warung Bu Ayu yang menjual ayam bakar yang meramaikan acara “Sunday Market”. Biasanya, Bu Ayu berjualan di Jalan Sahadewa Denpasar, dengan warung Segara Ayu. Segala macam olahan ayam ia sajikan dengan sambal mentah. Selain ayam bakar, ada ayam goreng, ayam menyatnyat, ditambah plecing langkung, cah kangkung, termasuk rujak campur. Yang unik di “Sunday Market”, stan Rawon Babi. Pemiliknya, Gus

Bahan: 700 gr : ayam, potong menurut selera 1 sdm : bawang putih halus 1 sdt : lada bubuk 2 ruas : jahe, memarkan korek api, lalu campur semuan- 300 ml : air ya dengan terasi, garam, gula Gulam, garam, kaldu bubuk secukupnya dan minyak, aduk merata. - Siap untuk disajikan bersama Bahan saus mangga : gorengan gurami goreng. 7 buah : biji bawang merah 1 batang : serai, memarkan 3 buah : cabe merah 10 buah : cabe rawit 70 gr : mangga muda

Gurami Goreng Sambal Pencit Sarwan

Putu Sariani

nyuh, dan siram dengan kuah plecing. Lontong plecing ini enaknya dimakan dengan kerupuk beras. Warung Sariani buka mulai

pukul 07.00 sampai 19.00. Jika, Anda datang pagi hari, Anda dapat menikmati segarnya jukut undis di Warung Sariani. –Wirati Astiti

Dapatkan

DISCOUNT 10% setiap pembelanjaan minimal Rp 100.000

Kerupuk beras

P

utu Prita, adalah salah seorang yang mengembangkan usaha kue brownies nangka. Gadis yang tinggal di Desa Anggungan, Lukluk,Badung ini sedang mengggas kue brownies nangka sebagai oleh-oleh

Raden mengatakan, ia sengaja menjual rawon babi. “Selama ini, orang mengenal rawon identik dengan sapi atau kambing. Karena itu, saya ingin sesuatu yang unik,” kata Gus Raden. Ia mencoba mengolah daging babi menjadi rawon. Ternyata, sambutan konsumen sangat bagus. Sehari-hari, Gus Raden berjualan di jalan Tukad Pancoran Denpasar, di Kedai 786. Bumbu rawon yang khas adalah adanya pangi, satu bumbu yang memberikan rasa khas dan warna hitam pada kuah rawon. Untuk bumbu lain, ia gunakan base genep. “Pas sekali ternyata bumbu rawon dipadukan dengan daging babi. Pada dasarnya daging babi diberi bumbu apa saja tetap enak,” kata Gus Raden. Stan lain, dari Shankara Resto menyajikan bakso, pizza, nasi kuning, dan aneka jus. Dengan aneka pilihan makanan ini, para pengunjung Sunday Market yang saat itu mengikuti acara “Terawang dan Kenali Masa Depan Anda”, bersama Guru Mangku Hipno, bisa memilih menu yang mereka sukai. Salah seorang pengunjung, Bu Atik, mengatakan, menyambut baik digelarnya kuliner “Sunday Market”. Ia menyarankan, agar makanan tradisional Bali lebih dominan ditampilkan. Selain juga, untuk mempromosikan makanan Bali agar lebih dikenal. –Wirati Astiti

Ayam Goreng Saus Manggga

ditumis. Beri air agar berkuah. Kemudian ia membuat sambal nyuh. Caranya, kelapa diparut kemudian disangrai. Cara menyajikan lontong plecing ini, lontong dipotong-potong dan disajikan di piring. Tata sayuran di atas lontong, seperti toge yang sudah direbus dan terong bali mentah yang dipotongpotong kecil. Taburi sambal

Selain menjual rujak cuka, Sariani juga menjual lontong plecing. Bumbu plecing terbuat dari sambal sere tabia dan sambal nyuh. Bahannya, bawang putih, kemiri, cabai rawit, garam, terasi. Semua bumbu diulek halus, kemudian

Rujak cuka

Kue Brownies sedang naik daun. Padahal, kue brownies awalnya merupakan cake yang bantat. Namun, kini brownies sangat digemari. Berbagai variasi dan rasa yang ditawarkan penjual kue brownies. Seperti kue brownies nangka yang ikut meramaikan stan kuliner di acara “Sunday Market” di Shankara Resto, Sanur.

Stan rawon babi

Lontong Plecing Pedas

Lontong plecing

13

Dari Brownies Nangka sampai Rawon Babi

Khas Buleleng

Rujak merupakan makanan khas Indonesia yang sangat terkenal. Di Bali, rujak juga menjadi makanan yang sangat digemari. Masingmasing daerah di Bali memiliki rujak khas. Salah satunya, rujak cuka khas Kabupaten Buleleng. Nama penjualnya, Putu Sariani. Warung rujak Putu Sariani, terletak di pinggir jalan. Warungnya sangat sederhana, dan berada di depan pompa bensin Jalan Raya Sukasada, Singaraja, di depan Puri Sukasada. Uniknya, rujak cuka khas Buleleng ini memakai biu batu (pisang khas yang banyak batunya), sebagai campuran bumbunya. Begitu juga, cuka yang digunakan, terbuat khusus. Sariani membeli tuak sebagai bahan pokok cuka. Untuk memproses tuak menjadi cuka, memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan hampir sebulan.

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Bahan: 750 gr : gurami, bersihkan Bahan lalapan: 1 batang : kacang panjang, potong korek api ½ buah : mentimun, iris bulat 1 buah : tomat, potong bulat Kubis secukupnya Slada air secukupnya

Bahan sambal pencit: ½ buah : mangga muda 5 buah : bawang merah 2 biji : cabe merah 7 buah : cabe rawit 2 lembar : daun jeruk purut Garam, gula, terasi, minyak goreng secukupnya

Cara membuat: - Goreng ikan gurami sampai matang, tiriskan. - Untuk sambal pencit potong semua bahan sambal sebesar

Puding Mangga

2 bungkus : agar-agar 400 gr : gula pasir. 500 ml : susu full cream 300 ml : air 100 gr : mangga matang, blender sampai halus Cara membuat: - Campur agar-agar, susu, gula dan air, lalu aduk hingga tercampur merata. - Tambahkan halusan mangga, aduk perlahan, lalu rebus sampai mendidih, angkat dan tuang ke dalam cetakan menurut selera. Diamkan, tunggu sampai mengeras - Siap disajikan.

1 sdt : terasi Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara membuat: - Rebus ayam bersama bahan lainnya hingga matang, tiriskan, lalu goreng hingga matang, tiriskan. - Rebus bahan saus sampai matang, blender sampai halus, kemudian tumis sampai harum dan matang. Siapkan piring saji, letakkan/tata ayam goreng dengan irisan mentimun dan slada, lalu siram dengan saus mangga, siap disajikan.


14

Jelita

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Percaya Diri dengan Tubuh Segar dan Harum Memiliki tubuh segar dengan aroma yang wangi dan penampilan menawan sepanjang hari tentu menjadi impian setiap orang. Sebab, siapapun yang memiliki tubuh harum akan memberikan kesan ia adalah orang yang bersih dan terawat.

J

ika penampilan kita segar dan tubuh kita harum, orang lain pun akan betah berada di dekat kita, dan rasa percaya diri pun akan meningkat. Begitu diungkapkan Ni Putu Adnyani yang lebih dikenal dengan sapaan Bu Bara seorang pengusaha Perak dari Celuk, Gianyar. Namun sengatan panas matahari seringkali tak terhindarkan, dan ini membuat gerah dan berkeringat. Menurut Bu Bara, salah satu cara tercepat mengusir bau badan adalah dengan menyemprotkan parfum. Apalagi bagi perempuan yang berkarier, parfum juga tergolong investasi. Dikatakannya , begitu juga aroma diketiak merupakan salah satu faktor serius lainnya bagi para perempuan yang berpengaruh pada aroma tubuh. Seseorang, akan tidak percaya diri jika bau badan menyerang. Apalagi saat harus berhadapan dengan banyak orang. Selain itu, rasa percaya diri menghadirkan hal positif dan menjadi salah satu modal seseorang untuk lebih mudah mencapai tujuan atau melakukan suatu bisnis yang berhubungan dengan orang lain. Sambil menata beberapa aksesori koleksinya Bu Bara juga sempat membagikan tips untuk mendukung rasa percaya diri selain tubuh segar dan harum, diantaranya:

l Mempunyai penilaian yang baik pada diri, dengan mengupayakan hadir di antara teman-teman yang selalu berpandangan atau berpikir positif. Mau mencari wawasan dan pengalaman baru tentang apa saja atau minimal terkait pekerjaan kita. Selain untuk menambahan bekal juga memperluas pengetahuan. l Fokuslah pada kelebihan yang dimiliki, tidak perlu membandingkan –bandingkan diri dengan orang lain. lSetiap orang memiliki masa lalu, namun kita tidak perlu terperangkap pada masa lalu tersebut. l Siapapun kita dan kondisi saat ini, sebaiknya tetap tampil dengan baik. Sesekali boleh juga bereksperimen tampil beda. lJangan lupa mengatur waktu untuk rileks sejenak. Bisa memilih melakukan yoga atau melakukan hobi lainnya dengan komunitas .

Segar dengan Wewangian Masih bicara tentang aroma tubuh yang menjadikan kita percaya diri, I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E., pemilik salon Masdewi di Den-

pasar, menyatakan untuk hasil yang optimal, jangan lupa menyemprotkani parfum langsung di kulit setelah mandi, ketika kulit masih bersih dan lembab. Ini akan menyerap aroma parfum lebih lama. Diingatkannya juga untuk menggunakan produk kosmetik dengan wewangian sejenis atau senada dengan aroma parfum yang dipakai, agar tidak bertabrakan. “Ketika menyemprotkan parfum pada pergelangan tangan, tidak perlu digososk cukup diamkan saja,” katanya. Senada dengan Bu Bara, Gung Dewi juga mengakui kalau aroma yang segar bukan hanya dapat menstimulasi energi positif dan semangat tapi juga menumbuhkan perasaan yang penuh keceriaan. “Malah setiap aroma wewangian, memiliki kesan yang berbeda. Misalnya aroma buah-buahan dan bunga, biasanya menunjukkan orang yang memakainya tipe orang penuh semangat. Kalau musky bisa menimbulkan kesan

Mitos

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Hindari Donor Darah saat Menstruasi

11

Banyak data mengungkapkan bahwa pendonor pria lebih banyak daripada pendonor wanita. Hal ini dibenarkan Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Bali, dr. AA Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. “Jika dipersentasekan, 75% pendonor khususnya di UDD PMI RS Sanglah adalah pria,” ungkapnya. Hal ini dikatakannya disebabkan beberapa faktor, di antaranya menstruasi, kelelahan, dan faktor lain yang berpengaruh keras pada hormonal yang menyebabkan tekanan darah labil.

Ni Putu Adnyani

Gung Dewi

glamor,”katanya. Selanjutnya bagaimana membuat aroma harum di tubuh bisa bertahan lebih lama? Menurut Gung Dewi menyemprotkan parfum jangan sembarangan. Ada area yang paling tepat untuk menjadi tempat menyemprotkan parfum, diantaranya di daerah sekitar urat nadi, leher, dada dan bagian siku. Hal ini lanjutnya, karena dia area itu paling jarang atau sedikit bersentuhan dengan benda maupun tubuh lainnya sehingga mampu memancarkan aroma parfum secara alami. “ Ada juga yang menanyakan bagaimana jika di semprotkan di rambut, kenapa tidak , di sini juga wangi parfum bisa lebih terasa. Aromanya pun akan menebar ke sekitar,” lanjut Gung Dewi. Namun, katanya sebelum menyemprotkan par-

fum di rambut, yakinkan dulu bahwa rambut kita sudah bersih dan tidak basah. Selanjutnya, diingatkan juga bahwa waktu penggunaan parfum juga harus tepat dan sesuai. Jika kita berharap wangi parfum bisa lebih awet juga tahan lama, sebaiknya kya menyemprotkan sehabis mandi. Sebab, pada saat itu pori – pori tubuh masih terbuka sehingga wangi parfum lebih cepat meresap. Namun, ada lagi yang perlu diingat, yakni saat parfum menempel pada kulit l aromanya tidak akan sama disetiap orang. Hali ini, karena pengaruhi temperatur tubuh, cuaca, termasuk aroma dasar tubuh seseorang. Karenanya, jangan kaget jika parfum yang harum pada seseorang, belum tentu harumnya sama atau cocok untuk sosok lainnya. – Sri Ardhini

B

eberapa mitos yang banyak diyakini masyarakat juga kerap “membatalkan” wanita untuk mendonorkan darahnya. Berikut ini penjelasan dr. Sagung Mas. Mitos: Wanita menyusui tak boleh donor darah Fakta: Secara langsung, wanita menyusui tidak ada masalah signifikan untuk boleh tidaknya menjadi pendonor. Tetapi alangkah baiknya setelah menyusui eksklusif (6 bulan) baru mendonorkan darah. Proses laktasi secara langsung memang tak berhubungan dengan proses produksi darah yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Tetapi dalam hal ini sebaiknya ditunda dulu sampai proses pemberian laktasi secara eksklusif itu sudah selsai. Setelah itu bisa, tentu jika memenuhi syarat sebagai pendonor. Yakni, hemoglobin minimal 12,5 g/dl, tekanan darah 110/70 mmHg, berat badan minimal 45 kg, tidak mengonsumsi obat-obatan 3 hari sebelumnya, tidak pecandu atau di bawah pengaruh alkohol. Mitos: Wanita menstruasi tidak boleh donor darah Fakta: Saat menstruasi wanita otomatis kehilangan darah. Jika ada perdarahan terjadi penurunan

hemoglobin (HB). Itu sebabnya biasanya saat wanita menstruasi, HB akan cenderung rendah. Hal itu pula yang mengakibatkan syarat untuk menjadi pendonor tidak terpenuhi. Jika sudah lewat masa menstruasi 4-7 hari, biasanya secara bertahap tubuh akan me-recovery sendiri apalagi jika dibarengi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung hemoglobin tinggi, seperti daging merah yang cepat sekali meningkatkan hemoglobin. Jadi, memang saat menstruasi sebaiknya tidak melakukan donor darah. Sebelum mendonorkan darah, hal yang paling signifikan yang dilakukan pertama anamnesa, cek tensi dan hemoglobin. Mitos: Wanita yang sudah menopause tidak boleh donor darah Fakta: Di satu sisi, secara langsung menopause tidak berhubungan dengan hemoglobin. Tetapi dari sisi psikologis biasanya wanita yang sudah memasuki masa menopause akan mengalami masalah pada hormon-hormon tertentu, sehingga mengakibatkan terjadinya efek ketakutan. Hormon yang seharusnya memproduksi sel-sel darah merah tersebut akan menjadi agak lamban dalam memproduksi. Sebenarnya secara langsung tidak

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Herbal untuk Seks? “Dok, beberapa sahabat saya sering bereksperimen dengan mengkonsumsi jamu dan obat kuat herbal untuk meningkatkan kejantanannya. Tetapi ada yang bilang ada efeknya yang dahsyat, ada juga yang malah tidak bereaksi apa-apa, malah menjadi sakit kepala setelah meminumnya, terutama yang dikemas dalam bentuk kapsul. Saya jadi takut juga, karena saya sih menganggap potensi seksual saya masih baik-baik saja. Sebenarnya apa yang perlu diperhatikan kalau mau minum obat kuat seperti itu, dok?” (Wirawan,27)

A

da y a n g m e n a r i k jika dilihat dari hasil beberapa survei berurutan di lima tahun terakhir yang menemukan hasil yang hampir sama, bahwa seseorang menggunakan bahan atau obat buat meningkatkan potensi seksual dirinya, termasuk yang berbahan herbal, sebenarnya adalah kebanyakan karena ingin tahu dan coba-coba semata. Bia­

sanya atas rekomendasi teman dan relasinya. Sebagian benar-benar melanjutkannya karena merasakan manfaatnya, sebagian lagi meng­hentikannya karena ada efek sam­p ing atau tidak merasakan efeknya. Uniknya, sebagian masih mengaku menggunakannya dan menyebutkan ke teman-teman yang merekomendasikannya bahwa dia masih menggunakan “obat kuat” padahal sesungguh­nya sudah tidak

Tim UDD PMI Bali. Dokter Sagung Mas (berdiri empat dari kanan)

ada pengaruhnya boleh tidaknya wanita yang menopause mendonorkan darahnya. Tetapi biasanya secara psikologis mereka cenderung tidak mau mendonorkan darahnya. Karena orang menopause sangat sensitif dengan nyeri, dan moody terganggu karena hormon estrogen dan progesteron tidak seimbang. Jadi, wanita menopause boleh saja melakukan donor, tetapi persiapkan mental, dan tentunya memenuhi persyaratan. Mitos: Wanita atau pria perokok tidak boleh donor darah Fakta: Zat-zat adiktif yang terkandung dalam rokok memang berbahaya, namun zat-zat yang tersebut tak mempengaruhi HB. Sampai saat ini belum ada penelitian bahwa perokok tidak boleh donor. Mitos: Wanita atau pria bertato tidak boleh donor darah Fakta: Orang bertato boleh donor darah setelah 6 bulan ditato.

Hal ini dilakukan untuk men-screening kemungkinan reaksi-reaksi yang terjadi akibat ditato.Saat proses tato itu ada rasa nyeri dan ada beberapa tindakan memakai penghilang rasa/pemati rasa. Mitos: Darah yang diambil dari pendonor bisa langsung ditransfer kepada pasien Fakta: Darah yang baru saja didonorkan tidak bisa langsung diberikan ke pasien karena harus melalui beberapa tahapan screening untuk memastikan terbebas dari penyakit. Darah yang diberikan kepada pasien adalah darah lain yang sudah siap pakai, sementara pendonor yang baru saja mendonorkan darahnya itu disebut pendonor pengganti. Dari proses pengambilan darah hingga menjadi darah siap pakai membutuhkan waktu 20 jam. Kalaupun darah sudah siap pakai sudah ada, harus di-crossmath lagi dengan darah sample pasien yang memerlukan

waktu 2 jam. “Karena golongan darah A yang sample pasien, belum tentu sama dengan golongan darah A yang siap pakai. Itu yang sering terjadi. Jadi golongan darah A-A belum tentu sama. Proses satu itu saja memakan waktu 2 jam, bagaimana jika kita mencocokkan berkali-kali. Ini yang harus dipahami keluarga pasien,” ujar dr. Sagung Mas. Selain donor darah biasa, sekarang ini UDD PMI Bali juga sedang menggaungkan donor darah apheresis, yakni pengambilan komponen darah tertentu dari pendonor. Sedangkan komponen darah yang tidak diperlukan dikembalikan lagi ke tubuh pendonor dengan menggunakan mesin apheresis. Ini ditegaskan dr. Sagung Mas lebih efisien, karena satu kantung apheresis sama dengan 6-10 kantung trombosit biasa. Donor darah apheresis ini bisa dilakukan dengan interval 2 minggu dari donasi apheresis terakhir. –Inten Indrawati

digunakan. Jawaban ini demi gengsi solidaritas semata saja. Apakah Anda memang benarbenar memerlukannya? Bisa jadi ya, bisa juga tidak. Jika Anda hanya sering lelah, sesungguhnya yang Anda butuhkan adalah ambil cuti buat rileks, plus minum vitamin. Itu sudah cukup. Atau Anda suka jamu penambah tenaga dan segar bugar yang diracik langsung dari bahan yang Anda yakin berbahan alami bikinan mbok jamu gendong? Silakan itu bisa dinikmati. Istirahat juga bagus buat membuat lebih tenang, karena jangan-jangan penyebab gangguan seksual Anda adalah karena sedang stres berlebihan. Tetapi jika rupanya Anda mengalami gangguan seksual dengan ada riwayat kencing manis, kolesterol tinggi, merokok dan sering minum alkohol, sudah bisa dipastikan Anda justru butuh bantuan dokter yang paham kesehatan seksual. Obat dokterlah solusinya. Jadi, jangan sembarang meminum obat herbal buat mendongkrak stamina seksual Anda. Anda juga perlu tahu, jangan-ja­ ngan itu semua adalah “efek plasebo”. Ketidakpercayaan diri membuat Anda tergantung pada orang lain dan bahan tertentu. Mereka yang tergantung dengan pil tidur menjadi benar-benar susah tidur jika tidak meminumnya. Padahal tidak ada masalah. Seorang pasien sering kali merasa sakitnya sudah sembuh dengan hanya baru bertemu muka dengan dokter kepercayaannya. Begitu pula jika Anda diyakini jika dengan meminum “jamu herbal kuat perkasa” atau meminum

“pil biru viagra palsu” yang dibeli di lapak-lapak obat pinggir jalan, maka dorongan seksual akan meningkat dan sanggup memuaskan pasangan berkali-kali lipat. Padahal sesungguhnya Anda tidak membutuhkannya, tetapi Anda merasakan manfaatnya. Nah, pada kasus ini, sugesti yang berjalan. Ini namanya efek plasebo. Demikian juga saat sahabat Anda merekomendasikan kepada Anda untuk mencoba mengkonsumsi darah kobra, daging ular, tangkur buaya buat meningkatkan performa seksual Anda, mungkin ini belum menjadi masalah. Tetapi ketika yang ditawarkan adalah pil, kapsul atau suntikan yang disebutkan berbahan herbal, sebaiknya pikirkan baik-baik dan Anda harus bisa memastikan apa isi atau kandungan sebenarnya. Karena saat ini makin banyak herbal oplosan, disebutkan herbal tetapi kenyataannya dicampurkan dengan bahan obat kimia tanpa dosis yang jelas. Dan ini bisa sangat berbahaya. Bisa dibayangkan jika kapsul herbal yang disebutkan bisa menambah gairah seksual, memperpanjang durasi ereksi dan menunda ejakulasi, ternyata dicampur dengan kandungan sildenafil sitrat, seorang penderita jantung yang meminum kapsul ini bisa meninggal payah jantung saat hubungan seksual. Ini sudah sering terjadi. Bagaimana jika Anda benar-benar mengalami gangguan seksual? Seringkali Anda sudah berusaha mencari tahu dan mencoba banyak cara

dan minum obat, mulai dari obat medis hingga herbal dulu. Saat ternyata sudah banyak hal dicoba dan belum berhasil, kenapa Anda tidak memastikannya ke dokter? Jangan-jangan Anda mengalami salah satu dari jenis disfungsi seksual berikut: dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau disfungsi orgasme. Kalau sudah terjadi salah satunya, herbal jenis apapun tidak akan menolong. Kalaupun masih ingin mencobanya, tentu saja diskusikan dulu bahan atau obat yang Anda akan konsumsi seizin dokter. Yang mengandung tribulus, ginseng, macca, ginkgo, hingga purwaceng masih tidak masalah buat dikonsumsi. Tetapi bahan yang mencurigakan karena kemungkinan dioplos dengan bahan kimia obat, sebaiknya tidak dikonsumsi. Dan terakhir, apapun yang kemudian diputuskan untuk digunakan, harusl­ah tetap dibicarakan dan sepengetahuan pasangan Anda. Dan sebagai tambahan pekerjaan rumah buat pasangan yang merasa sudah mulai kehilangan kenyamanan dan gairah berhubungan seksual. Kenapa tidak mencoba membina komunikasi seksual dengan lebih baik, membahas masalah seksual Anda bersama dan mencoba melakukan variasi seksual, mulai dari membuat suasana lebih menggairahkan hingga variasi tempat dan posisi hubungan seksual. Sebelum berpikir menggunakan herbal seksual sembarangan.


10

Bugar

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

HIPERTENSI: KENALI, CEGAH, ATASI

Style

Dimensi

Gaya Kebaya

Seksi

dr. Sabrina C. Smit, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals Bali sebagai salah satu faktor risiko utama kematian di Asia Tenggara.

Apa yang dimaksud dengan hipertensi? Darah di dalam tubuh dibawa dari jantung menuju ke seluruh organ tubuh melalui pembuluh darah. Setiap kali jantung berdetak, jantung memompa darah ke dalam pembuluh darah. Tekanan darah merupakan hasil dari kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri), ketika darah dipompa dari jantung. Tekanan darah dinyatakan dalam millimeter merkuri (mmHg) dan dicatat sebagai 2 angka. Angka yang dituliskan di atas adalah tekanan darah sistolik, yaitu tekanan darah ketika jantung memompa darah. Angka yang dituliskan di bawah adalah tekanan darah diastolic, yaitu tekanan darah ketika jantung ber­ istirahat. Tekanan darah normal untuk dewasa adalah tekanan sistolik 120 mmHg dan diastolic 80 mmHg. Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan pembuluh darah secara terus menerus dan bertahan dalam satu waktu. Seseorang didiagnosis menderita hipertensi ketika tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg.

H

dr. Sabrina C. Smit, Sp.PD

ipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan global, yang paling sering ditemukan di negara–negara dengan sosioekonomi rendah dan menengah karena lemahnya sistem kesehatan. Di sarana pelayanan kesehatan primer, hipertensi merupakan salah satu kondisi yang paling sering ditemukan. Menurut data dari WHO, satu dari tiga orang dewasa di Asia Tenggara menderita hipertensi. Hampir 1,5 juta orang meninggal dunia karena tekanan darah tinggi setiap tahunnya, sehingga menjadikan hipertensi

Apa saja penyebab hipertensi? Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita hipertensi. Faktor risiko tersebut dibagi menjadi: - Faktor yang tidak dapat diubah: - Usia tua - Ras terutama Afrika - Jenis kelamin - Riwayat hipertensi di keluarga - Faktor yang dapat diubah: - Makanan tinggi garam dan kurang serat - Alkohol - Rokok - Kurang olahraga - Kegemukan (obesitas) - Stres Gejala hipertensi Sudah menjadi persepsi umum yang salah,

bahwa orang dengan hipertensi pasti menunjukkan gejala, tetapi pada kenyataannya sebagian besar justru tidak memiliki gejala sama sekali. Terkadang hipertensi memiliki gejala seperti sakit kepala, sesak napas, pusing, nyeri dada, jantung berdebar atau mimisan. Sangat berbahaya untuk meremehkan gejala–gejala tersebut, namun tidak satupun dari gejala tersebut yang khas untuk hipertensi. Apa bahaya hipertensi? Hipertensi meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan kematian apabila tidak dideteksi dini dan diterapi secara tepat. Hipertensi disebut juga sebagai “silent killer” karena seringkali tidak menimbulkan gejala. Hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kebutaan, gangguan irama jantung, dan gagal jantung. Risiko terjadinya komplikasi–komplikasi ini meningkat pada orang–orang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular lain seperti diabetes.

Apakah hipertensi bisa disembuhkan? Hipertensi merupakan kondisi yang dapat dicegah dan diobati. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya hipertensi antara lain: mengurangi asupan garam, mengonsumsi bah dan sayur yang kaya serat, mengurangi asupan alkohol yang berlebihan, stop merokok, aktivitas fisik/olahraga teratur minimal 5 kali/minggu selama minimal 30 menit, menjaga berat badan ideal/menurunkan berat badan bagi mereka yang mengalami obesitas, serta istirahat cukup dan mengurangi stres. Untuk sebagian penderita hipertensi, perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk mengendalikan tekanan darah sehingga diperlukan obat–obatan. Ikuti saran dokter untuk obat–obat yang harus dikonsumsi, dan peme­ riksaan tambahan apa saja yang dibutuhkan untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Semua orang dewasa harus memeriksa dan mengetahui tekanan darah masing–masing. Alat untuk mengukur tekanan darah secara mandiri memungkinkan untuk pemantauan tekanan darah di luar sarana kesehatan. Diagnosis dini dan pencegahan hipertensi meupakan kunci dalam mengurangi tingginya angka komplikasi kardiovaskular dan kematian.

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Gaya modern look yang dipilih perancang muda satu ini, sangat terlihat pada desain kebaya terbarunya. Dengan tangan kreatifnya ia mampu menginterpretasikan ide dan memotret keindahan kebaya menjadi busana pesta ­pilihan selera wanita-wanita muda.

B

egitulah mengusung tema “ Gorgeous Mint”, Dewi Calista menghadirkan desain yang mengesan­kan dengan pendekatan wanita urban di kota-kota besar, yang lebih berani tampil dengan kesan seksi dan glamor berpadu tren dunia modern yang stylish. Koleksi ini dipercantik dengan dominasi warna hijau mint. Begitu pula sentuhan embroidery mampu menambah dimensi gaya. Dewi berhasil mengutak-atik dan mentranformasi komposisi kebaya tanpa meninggalkan unsur tradisional dan keunik­a n yang dimiliki kebaya. Begitu juga unsur lokalnya, hadir melalui padanan endek dan songket Bali, berpadu brokat dan materi halusserta ringan lainnya. Maka, para f­a shionista muda pun bisa tampil sangat edgy dalam balutan busana bersiluet kebaya yang bergaris tegas ini. –Sri Ardhini

Dewi Calista

15


16

Edukasi

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Dara

Bali Kumara Generasi 2 Gebrak Blantika Musik Pop Bali

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

9

Rekreasi Alam di Dikubu

Pesona tembang-tembang Bali dari Bali Kumara Gene­ rasi 2, kembali menggema di kancah musik pok Bali. Album yang berisikan 13 lagu ini berhasil diluncurkan dengan meriah pada Minggu (19/7) di Krishna Gallery & Resto, di kawasan Jalan Diponegoro, Denpasar.

D

alam Album yang diproduseri Yong Sagita dan digarap Komang Dharmayuda pemilik Sanggar Cressendo, Sukawati, Gianyar ini, mengusung judul “Bhuana Shanti”. Album yang dicetak sebanyak 2000 keping ini, menyebarkan pesan agar kita lebih peduli terhadap alam Bali. Peluncuran Album Bali Kumara Generasi 2, yang digawangi 14 vokalis dari usia 10 hingga 13 tahun tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya Album Bali Kumara Generasi 1, pada Juni tahun silam sukses. Seluruh penyanyi yang tergabung dalam album tersebut pada malam itu tampil membawakan lagu

masing-masing. Di antaranya, Tahly Kasih mendendangkan tembang Sekar Cempaka, Bhuana Santhi dinyanyikan oleh Ratna Kartika, Ngelawang dibawakan oleh Degus Bati. Sedangkan lagu Shanghyang Dedari dinyanyikan Putri Nadia Paramitha, Kalangen ditembangkan Intan Dheya dan Bali Tiang Mepamit yang dilantunkan oleh Mirah Prayoga. Ada pula sebuah lagu di bagian terakhir yang merupakan lagu utama berupa gabungan para penyanyi di Bali Kumara Generasi 2 ini. Menurut Komang Dharmayuda, Pembina Bali Kumara, anak-anak Sanggar Cresendo yang dipimpinnya, sebelum pembuatan album telah berlatih olah vokal sejak

Rutinitas sehari-hari ditambah lagi dengan kondisi perkotaan yang semakin hiruk-pikuk, membuat kita ingin refreshing sekadar untuk melepas kepenatan. Tempat rekreasi yang dicari umumnya tempat-tempat di luar kota yang menawarkan pemandangan alam de­ ngan hawa sejuk. Salah satu daerah tujuan rekreasi yang banyak diserbu masyarakat di Bali adalah kawasan Bedugul, Tabanan. satu hingga dua tahun sebelumnya. Setelah itu baru dibuatkan album dan ini juga berkatb support

orangtua mereka. Pemilihan lagulagunya juga disesuaikan dengan karakter dan kemampuan vokal

Di Balik Lagu Bhuana Shanti

I Komang Dharmayuda, S.Sn., M.Si., menuturkan lagu Bhuana Shanti, maknanya adalah indahnya perdamaian dan per­ saudaraan hidup di dunia ini. Sedangkan tujuan dari lagu ini untuk mengajak semua umat manusia di muka bumi ini untuk selalu hidup rukun berdampingan saling asah asih dan asuh. Dikatakannya sejarah terciptanya lagu Bhuana Santhi, ketika Vokal Group (VG) SMP N 1 Denpasar berhasil sebagai juara 1 Nasional. Selanjutnya ditunjuk oleh Kemendikbud Pusat untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional di India. Ketika itu tema yang disodorkan panitia India, salah satunya adalah perdamaian. Karena itulah ia menciptakan lagu berjudul Bhuana Santhi yang syairnya ditulis oleh dr. A.A. Yuli Gayatri, Sp. PD. “Harapan saya agar lagu ini selalu bergema di Bali dan ke seluruh jagat demi terciptanya kedamaian dunia,” ucap Komang Darmayuda yang dikenal luas tidak hanya sebagai pencipta lagu yang produktif dan mumpuni, tapi juga seorang pendidik musik. Begitu juga yang disampaikan sang penulis lirik dr. AA Ayu Yuli

I Komang Dharmayuda, S.Sn., M.Si.

dr. AA Ayu Yuli Gayatri, Sp.PD.

Gayatri, Sp.PD. Sekitar Maret 2014, katanya VG SMPN 1 Denpasar menjadi juara Tingkat Nasional (FLS2N) dan mendapat kepercayaan mewakili Indonesia dalam Olympiade Seni dan Budaya di Lucknow India April 2014. “Salah satu syaratnya adalah membawakan lagu bertema perdamaian dunia dalam bahasa daerah. Lagu tersebut harus baru, belum pernah direkam atau diperjualbelikan. Pelatih VG SMPN 1, Pak Komang Dharmayuda meminta saya membantu menciptakan liriknya dengan waktu yang sangat pendek. Saya kebetulan punya hobi menyusun

puisi dalam bahasa Bali sejak SMP,” tutur dokter Yuli yang sering juga ditunjuk sebagi MC berbahasa Bali dalam upacara manusia yadnya/ keagamaan di lingkungan Puri Taensiat, Denpasar ini. Selanjutnya dokter Yuli menyusun liriknya, dan dilengkapi untaian nada yang luar biasa dari Komang Dharmayuda, terciptalah lagu Bhuana Santhi yang indah dan sangat mengena dengan tujuan lagu ini. “Lagu ini menceritakan dunia saat ini jenuh dengan peperangan antar manusia, akibat dari ambisi, loba angkara dan keegoisan sehingga tega saling membunuh

dan menyebabkan kehancuran dimana-mana. Kami mengimbau seluruh umat khususnya para pemimpin dunia marilah kita ‘miasa’ kembali saling menghargai, menyayangi dan bekerja setulus hati untuk menciptakan dunia damai sehingga umat manusia bisa hidup aman, nyaman, sejahtera, di dunia yang indah bagaikan di surga,” paparnya Akhirnya dengan lagu tersebut, berhasil menghantarkan VG SMPN 1 Denpasar meraih Juara 1 dan Juara Favorit di ajang Olympiade Seni dan Budaya di Lucknow India April-Mei 2014. Dan, dengan dilaunchingnya lagu ini dalam album Bali Kumara Generasi 2, ternyata banyak digemari anak-anak dari SD sampai SMA. Banyak sekali yang ingin membawakan lagu ini dalam lomba lagu Pop Daerah. “Harapan kami semoga lagu ini dapat memperkaya lagu daerah Bali, memberikan inspirasi untuk anak-anak, pemuda tunas bangsa untuk berkreasi dan mengimbau para pemimpin untuk mendukung usaha-usaha perdamaian dunia demi tercapai dunia damai “Bhuana Santhi” yang kita impikan. Astungkara,” ujar staf di Bagian Penyakit Dalam RSUP Sanglah/ FK Unud ini. - ard

setiap anak.. Lagu dalam album milik Bali Kumara Generasi 2 yang digarap selama 4 bulan ini juga diciptakan oleh Komang Raka dan Ni Wayan Ardini. Sebagian besar mengangkat berbagai isu, mulai dari kasih sayang, fenomena sosial hingga perkembangan budaya Bali terkini. Sang produser Yong Sagita menyatakan bahwa ada proses yang harus mereka lewati untuk bisa dan layak menjadi penerus Bali Kumara. “Ini bukan Bali Kumara volume 2 tapi generasi 2. Kedepannya juga akan ada Bali Kumara Generasi 3 dan seterusnya,” tandasnya. Lebih lanjut Komang Dharmayuda mengatakan lagu-lagu berbahasa Bali ini diciptakan ,agar anak-anak sebagai pewaris Bali lebih lagi mencintai dan ikut menjaga budaya dan kearifan lokal melalui dunia musik. Apalagi saat ini penggunaan Bahasa Bali semakin ditinggalkan akibat globalisasi. Bicara pelun curan album Bali Kumara Generasi 2 ini, keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan para orangtua penyanyi yang tergabung dalam kelompok penyanyi cilik yang terbesar di Bali saat ini. Selanjutnya, dengan dukungan seluruh orangtua, dorongan semangat juga motivasi kepada anak-anak mereka menjadikan musisi yang juga dosen ISI ini, juga bersemangat mencipta serta menggarap berbagai jenis tembang bagi anak-anak didiknya. Ia juga berharap lagu Bali tetap menjadi tuan di rumah di Bali. -ard

K

awasan puncak ini memang menawarkan panorama alam yang masih alami dengan hamparan perbukitan dan danau. Selain objek wisata alam Kebun Raya dan Candi Kuning, ada satu tempat yang menawarkan rekreasi petik stroberi, outbond, fishing, dan camping. Namanya Dikubu Strawberry. Lokasinya hanya beberapa ratus meter sebelah utara Candi Kuning. Awalnya, area seluas 1, 20 hektare ini hanya dimanfaatkan sebagai wisata petik stroberi. Namun, melihat perkembangan banyak sekolah yang ingin mengadakan kegiatan di luar sekolah (outing) kesulitan mencari tempat, khususnya tempat camping. Tahun 2010, Made Sutrisna, pemilik Dikubu mulai mengembangkan tempat ini menjadi tempat camping, outbond, dan kegiatan lainnya. “Syukur sambutan masyarakat sangat bagus,” ujarnya. Terbukti saat liburan panjang pekan lalu, khususnya

permintaan camping full booking. Area camping di Dikubu ini memang sangat indah karena view-nya langsung ke Danau Beratan dengan perbukitannya. Tak hanya itu, dalam area ini, kita juga bisa melakukan aktivitas memancing, petik stroberi, bersepeda, dan bahkan tersedia play ground, juga dilengkapi warung makan. Bahkan bagi yang ingin melakukan wisata spiritual juga bisa bersembahyang ke Pura Ulun Danu Bedugul, yang cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari area Dikubu sampai ke Pura. Tidak hanya itu, Dikubu juga tempat yang cocok untuk acara perpisahan sekolah, tempat mendidik anak-anak untuk bercocok tanam menanam straoberi. Beberapa instansi juga banyak yang memadukan acara outbound team building dengan wisata trekking dan lainnya. Untuk camping, penyewaan tenda hanya Rp 150 ribu, pancing Rp 10 ribu, sepeda Rp 25 ribu, playground Rp 5 ribu, dan petik stroberi dihitung Rp 40 ribu

per kilogram. Ke depannya, Dikubu akan dikembangkan menjadi lokasi prewed. “Ada masukan begitu dari konsumen karena tempatnya mendukung. Nanti rencananya saya isikan pancoran dan bunga anggrek, di sini kan bunganya bagus-bagus,” tandas Sutrisna. –Inten Indrawati


8

Bunda & Ananda

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Serba Baru di Tahun Ajaran Baru

David Hizkia Tobing

D

i sebuah toko perlengkapan sekolah di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, beberapa pembeli menunggu giliran. Mereka membeli seragam sekolah. Ada yang langsung mengajak anaknya, sehingga bisa langsung mencoba pakaian yang dibeli. “Anak saya sekarang kelas 3. Seragamnya sudah kusam karena sudah dua tahun dipakai,” ujar Bu Dewi. Ia menambahkan ukuran

pakaian yang lama juga sudah kekecilan sehingga perlu dibelikan yang baru yang lebih besar. Di tempat lain, Bu Suci sibuk memilih sepatu hitam untuk anaknya. “Sepatunya harus hitam semua. Tidak boleh ada warna lain. Sebenarnya anak saya sudah punya sepatu hitam tapi ada corak putih. Daripada nanti dia dapat peringatan, saya carikan yang hitam,” ujarnya. Membeli perlengkapan sekolah jelang tahun ajaran baru sudah menjadi hal yang umum dilakukan orangtua. Mereka ingin anaknya “tampil” baru saat mulai tahun ajaran baru. “Boleh saja membelikan perlengkapan baru bagi anak asalkan anak memang memerlukan. Penting untuk mengajarkan anak konsep kesederhanaan. Apa yang ada harus disyukuri. Kalau memang masih bisa dipakai, silakan dipakai. Tetapi, kalau memang sudah tidak layak, silakan membeli yang baru,” ungkap David Hizkia Tobing S.Psi., MA, dosen di Departemen Psikologi Sosial, Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. David menuturkan tahun ajaran baru memang dipenuhi hal-hal baru. Misalnya, teman baru, guru baru, pelajaran baru, dan suasana baru. Bagi yang masuk kelas 1 SD,

tkh/dok. BP

Musim liburan sekolah usai. Saatnya siswa kembali ke sekolah. Tahun ajaran baru menjadi saat yang ditunggu karena akan bertemu halhal baru. Ruang kelas baru, guru baru, teman baru. Bahkan perlengkapan sekolah pun baru.

Suasana di sebuah kelas

semuanya serba baru, sedangkan bagi kelas 2 hingga 6 SD, mungkin ada masuk kelas baru dengan teman baru atau ada yang temannya memang masih tetap. Anak yang cinta sekolah cenderung akan bersemangat dan antusias menyambut tahun ajaran baru. Sebaliknya, anak yang tidak menikmati masa sekolah cenderung cemas menghadapi suasana yang baru. Ada anak yang sangat mudah masuk (adaptable) dalam suasana serba baru ini. Namun, ada yang sulit sehingga perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Waktu penyesuaian pun berbeda-beda dari masing-masing anak. Sekolah yang memahami kondisi ini pun memberi kebijaksanaan yang berbeda. Ada yang hanya memberi waktu dua hari bagi orangtua untuk mendampingi anak di sekolah. Ada yang memberi toleransi hingga seminggu. “Ada penelitian yang dilakukan terhadap anak sekolah. Satu

kelas berisi anak yang didampingi orangtuanya. Satu kelas lagi tanpa didampingi orangtuanya tetapi orangtua berada dalam jarak yang bisa terlihat si anak. Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang di kelas tanpa didampingi orangtua tingkat kepercayaan dirinya lebih bagus,” ujar pengurus Pengurus Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) Wilayah Bali bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Ketua Center For Health and Indigenous Psychology (CHIP) Fakultas Kedokteran, Unud ini. Penelitian lain juga menunjukkan anak yang pernah dititipkan di tempat penitipan anak dan sudah melalui jenjang Taman Kanak-kanak lebih mudah bersosialisasi dengan teman dan lingkungan baru. Pemilihan sekolah baru bagi anak juga perlu mendapat perhatian orangtua. Jangan sampai hanya kepentingan orangtua yang dijadikan alasan. Kebahagiaan orangtua belum tentu kebahagiaan anak. Karenanya,

sangat penting bagi orangtua untuk memahami perspektif anak. Salah satunya dengan mendengarkan apa pendapat anak tentang sekolah yang diinginkan. Suasana nyaman yang didapat anak di sekolah baru akan sangat berpengaruh bagi perkembangan si anak. “Untuk mengetahui apakah anak nyaman di lingkungan baru, cukup memancing dengan pertanyaan bagaimana tadi di sekolah. Kalau anak mau bercerita dengan lancar tentang pengalaman di sekolah, itu tandanya dia menikmati suasana baru. Tetapi, kalau anak tertutup dan tidak mau bercerita, orangtua sudah harus tanggap. Jalin komunikasi dengan gurunya. Jangan sama ada pengalaman buruk yang terjadi pada si anak. Sesuatu yang menakutkan biasanya cenderung dihindari tetapi bisa tersimpan lebih lama di alam bawah sadar,” ujar Sarjana Psikologi dan Magister Sains Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta ini. Perilaku anak saat di sekolah atau di luar rumah biasanya tergantung dari perilaku di rumah. Kalau di rumah dia selalu gembir, maka kecenderungan saat berada di luar rumah pun dia gembira. Sebaliknya jika dia bermasalah di sekolah, bisa ditelusuri di rumah atau lingkungan sekitarnya apakah ada masalah atau tidak. David mengatakan anak-anak juga bisa stres karena berbagai tekanan yang mereka alami. Namun, mereka tidak bisa mengelola stres itu dan melampiaskan dengan tidur, melamun, atau bermain. Karena itu, orangtua harus peka dengan perkembangan anak. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit Hari Anak di LP Anak

Penyerahan hadiah kepada anak-anak penghuni LP yang mendapatkan juara

LBH Apik Bali dan KPPA Karangasem memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, dengan kunjungan ke LP Anak kelas II Gianyar di Karangasem. Acara diisi berbagai lomba, band, baca puisi, main catur, dan kebersihan kamar. Lomba dilaksanakan Selasa (22/7) hingga Rabu (23/7). Acara juga dimeriahkan hiburan dari relawan KPPA Karangasem dan pementasan band anak-anak penghuni LP yang mendapat juara 1. Menurut Direktur LBH Apik Bali, Nengah Budawati, acara ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi anak didik di Lapas Anak yang saat ini berjumlah 16 orang.-Wirati Astiti

Kenari, Si Lidah Buntung

Seorang kakek tiba-tiba melihat seekor burung kenari jatuh di depan rumahnya. Syukur burung itu terlepas dari cengkeraman elang. Sang Kakek memungut kenari itu. Ia mengobati tubuhnya yang luka-luka, lalu memasukkannya ke dalam sangkar. Made Taro Sebulan kemudian burung kenari itu mulai bernyanyi-nyanyi. Luka-lukanya sembuh dan bulu-bulunya tumbuh subur. Setiap pagi, sebelum berangkat mencari kayu api di lereng gunung, sang Kakek terlebih dahulu menikmati nyanyian burung kesayangannya. “Tulalit, tulalit….!” Sungguh membahagiakan! Lama-kelamaan burung itu akrab dan jinak. Sekali-sekali ia dibiarkan lepas dari sangkarnya. Setelah tiba waktunya, burung itu kembali ke sangkarnya. “Tulalit, tulalit….!” Lain sang Kakek, lain sang Nenek. Sejak kehadiran burung itu, sang Nenek yang sibuk dengan pekerjaannya mencuci dan menyeterika, sangat benci kepada burung itu. Burung itulah yang menyebabkan suaminya agak malas mencari kayu api. Burung itulah yang menyebabkan sang Nenek terganggu. Bagi Nenek, bunyi tulalit itu sangat memekakkan, bukan membahagiakan. Sudah berkali-kali sang Nenek memperingatkan suaminya untuk mengusir burung itu, tetapi omelannya tak pernah dihiraukan. Nenek itu seharian memendam amarah. Tibalah pada suatu hari, sang Kakek membiarkan burungnya terlepas. Ia berangkat pagi-pagi benar ke lereng gunung, meninggalkan burungnya yang sedang

bernyanyi. “Tulalit, tulalit…!” Pagi itu sang Kakek lupa menaruh makanan di sangkar. Siang hari burung itu merasa lapar, lalu mencari makan sendiri. Didapatinya sepiring tepung kanji tersedia di meja seterika sang Nenek. Burung itu melahap kanji itu. “Nyam, nyam, nyam…!” Nah, pada saat itulah muncul sang Nenek. Betapa marahnya dia! Ia tangkap kenari itu. “Pencuri kau, bedebah! Pencuru kau, bedebah!” teriaknya sambil mengambil sebilah pisau. Nenek itu memaksa burung itu mengeluarkan kanji dari mulutnya, lalu memotong lidahnya. Kemudian ia melepas burung itu. Kenari si lidah buntung itu mengaduh kesakitan. “Di mana burungku?” tanya Kakek sekembali dari lereng gunung. Setelah mendengar penjelasan sang Nenek, Kakek itu marah. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia sangat sedih lalu kembali ke lereng gunung mencari-cari burung yang malang itu. Entah berapa lama sang Kakek tidak kembali pulang. Suatu siang, tiba-tiba sang Kakek muncul membawa sebuah besek kecil. “Kabar gembira, Nek!” katanya. “Burung kesayanganku sudah bisa bernyanyi. Ia memberiku dua besek hadiah, satu besar, satu kecil. Namun aku minta besek yang kecil, sebab tak sanggup membawa besek besar.” Nenek pendendam itu sangat senang. Ia membuka besek kecil itu. Amboi! Emas, perak, dan berlian. Nenek itu berjingkrak-jingkrak, namun kemudian ia marahmarah. “Bodoh kau! Mengapa kau tidak mengambil besek besar?” Sang Nenek lalu mencari rumah burung itu. Ia meminta haknya, satu besek besar. Lama ditunggu, sore hari nenek itu baru kembali. Seluruh tubuhnya merah-merah dan bengkak. Katanya, ia membuka besek besar itu di tengah jalan. Di dalamnya tidak ada emas, perak, dan berlian, tetapi ular, kalajengking, kelabang dan laba-laba beracun.

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

17

Dream For Freedom (D4F) Untuk Masyarakat Bermodal Kecil

Filli Muttaqien

“S

“Pada kesempatan kali ini saya menawarkan sebuah komunitas resmi dan legal dengan nama perusahaan PT Promo Indonesia Mandiri atau lebih dikenal dengan sebutan Dream For Freedom (D4F). Saat ini sistem D4F ini sudah tidak terbendung di Indonesia,” ujar ibu dari Gede Putu Bagus Yudhistira S., Kadek Glady Laksmi S. dan Komang Ayu Asteria ini. Dikatakannya, D4F memang telah dipersiapkan secara matang, memiliki testimoni dari berbagai pengalaman, belajar dari kekurang­ an dan kelebihan komunitaskomunitas yang pernah ada. Sebab, inti dari sebuah sistem komunitas, selain komitmen dan kepercayaan partisipannya, juga komitmen serta visi dan misi pengelola yang mem­ bangun komunitas tersebut. D4F menggunakan sistem yang real-

etiap manusia yang ada di dunia ini tentu memiliki keinginan untuk mencapai kebebasan. Baik itu kebebasan waktu maupun ke­ bebasan finansial. Kunci untuk men­ capai kebebasan ini sangat mudah. Kita mesti memi­ liki impian yang besar dan kuat un­ tuk meraihnya”. Begitu di­ sampaikan oleh Ir. Komang Adnyani, seorang Pebisnis Net work Sejati (PNS), ditemui di kediamannya di Jalan Gunung Lingga IIA/8, Pe­ rum Dukuh Sari, Gatsu Barat, Den­ pasar. Ia mengata­ kan, saat ini kita perlu membuka mata dan buka hati untuk ber­ juang bersama merubah kehidup­ an, meraih impian demi kebahagiaan Bu Komang dan Derrick Adhi Pratama keluarga.

time, dilengkapi IT dan sistem oto­ matisasi canggih dengan proteksi keamanan yang tinggi, juga sudah memiliki legalitas yang Jelas. D4F, katanya adalah sistem yang disediakan untuk meng­ atur jaringan komunitas bisnis, saling bantu membantu dengan pola transfer antar anggota. Partisipannya adalah mereka yang telah memiliki akun dan bersedia mengikuti semua aturan D4F tanpa terkecuali. “Partisipan wajib membeli tiket seharga Rp 200 ribu dan akan di kembalikan pada saat get freedom. Pada saat registrasi D4F, calon partisipan wajib memberikan data kepada upline nya. Untuk Berpartisipasi di D4F tersedia 3 pilihan paket, yakni 1) Silver senilai Rp 1.000.000; 2) Gold senilai Rp 5.000.000; 3)

Bu Komang Adnyani dan Suami

Platinum senilai Rp 10.000.000. Maksimal Get Freedom (GF), berpartisipasi Rp 1.000.000 => Maksimal Rp 1.500.000/minggu; berpartisipasi Rp 5.000.000 => Maksimal Rp 7.500.000/minggu; berpartisipasi Rp 10.000.000 => Maksimal Rp 15.000.000/minggu.

Ada 3 Bonus di Dream4Free­ dom: 1. Bonus Pasif, 2. Bonus Aktif, 3. Bonus Manager. Bonus Pasif 1% / hari selama 15 hari. Bonus Aktif terdiri dari - Bonus Refferal, bonus 10% dari setiap yang direkrut/referensi langsung. Dibayarkan setelah mereka melakukan transfer dan dikonfirmasi oleh pe­n erima transfer. - Bonus Pairing, bonus 10 % dari kaki kecil. Dibayarkan setelah 15 hari dari omzet dikaki kecil melakukan transfer dan dikon­ firmasi. - Bonus Matching, bonus 10% dari setiap generasi pertama/ referral mendapatkan bonus pairingnya. Berlaku sampai 5 generasi (jalur sponsorisasi/ tidak termasuk omzet place­ ment). Generasi 1 : 10% ; Ge­ nerasi 2 : 5%; Generasi 3 : 4% ; Generasi 4 : 3%; Generasi 5 : 2%. Bonus Matching, dibayarkan realtime setiap generasi keluar bonus pairingnya maka Anda memperoleh bonus Matching. Bonus Manager - Manager Ruby. Akumulasi omzet Rp 100 juta, kiri dan Rp 100 juta kanan serta sudah terkonfir­ masi, maka akan mendapatkan gaji Rp 5.000.000 / bulan. - Manager Shapire. Akumu­ lasi omzet Rp 1 milyar kiri dan Rp 1 milyar kanan dan sudah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 15.000.000/bulan. - Manager Emerald. Akumulasi

Bu Komang Adnyani

omzet Rp 10 milyar kiri dan Rp 10 milyar kanan dan su­ dah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 30.000.000/bulan. - Manager Diamond. Akumulasi omzet Rp 100 milyar kiri dan Rp 100 milyar kanan dan su­ dah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 100.000.000/Bulan. - Manager Crown. Akumu­ lasi omset Rp 1 triliun kiri dan Rp 1 triliun kanan dan sudah terkonfirmasi maka Anda akan mendapatkan gaji Rp 500.000.000/bulan.

Gaji dibayarkan diluar maksi­ mal income mingguan. Nah, sekarang apakah Anda mau gaji Rp 5 juta perbulan ? atau Rp 10 juta perbulan? pilih paket sesuai kemampuan dan harapan Anda. Atau mau pendapatan dari D4F lebih besar lagi ? Rp 20 jt ?, Rp 50 juta ? atau lebih ?, belajarlah jadi pemimpin dan kembangkanlah jaringan….” –ard

Antisipasi Partisipan Hit & Run dan Segera Diresmikan Presiden

Selanjutnya, Bu Komang ber­ gandengan bersama sang suami Nyoman Sugiri Seputra, M.E yang saat ini masih tercatat sebagai karyawan BUMN Pertamina, Ja­ karta, menjadi partisipan D4F dan sudah di level manajer ini menginformasikan kenapa D4F diminati dan diyakini masyarakat. Ini dikarekankan, D4F membuat inovasi berdasarkan pengalaman kegagalan komunitas serupa agar D4F berumur sangat panjang dan untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem dan mencegah kerugian anggotanya. Inovasi yang dilakukan adalah ;

Sistem tiket. Setiap anggota harus membeli tiket seharga Rp. 200.000,- untuk setiap siklus di­ mana uang tiket bisa diambil lagi pada akhir siklus. Sistem DP 20%. Setiap anggota harus membayar DP 20% dan diberikan waktu 72 jam untuk me­ nyelesaikan tugasnya. Jika anggota tidak menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan maka uang tiket akan hangus. Sistem Take Over. Sisa pem­ bayaran paket yang 80% akan diperintahkan oleh sistem antara H7-H10 dan diberikan waktu 36 jam untuk menyelesaikan tugas transfer, jika tidak bisa menyele­ saikan tugas maka akun anggota akan diambil alih (take over) oleh manager Emerald dan uang Tiket serta uang DP 20% akan dinyata­ kan hangus. Dream4Freedom, berinovasi untuk membuat Real Bisnis se­ perti ; Portal Iklan Promonesia.com yang diproyeksikan memiliki traffic yang sangat tinggi sehingga akan menghasilkan uang yang akan di share profitnya untuk anggota. Ring Back Tone Dream4Free­ dom, setiap anggota diharapkan berlangganan RBT Dream4Free­ dom dengan harga Rp. 8.800,perbulan, saat ini sudah bekerja sama dengan XL, Telkomsel dan Indosat, diproyeksikan dengan

Salah satu kegiatan dream meeting di Denpasar

anggota awal mencapai 1 juta maka akan menghasilkan income minimal lebih Rp 8 Milyar perbulan. Non member juga bisa berlangganan RBT ini sehingga akan memberikan sumbangan income yang sangat besar untuk komunitas D4F. Dream Tour and Travel, Segera dibuka sistem keagenan Tour and Travel saat keanggotaan D4F sudah mencapai minimal 50.000 anggota (saat ini Juli 2015 baru ada sekitar 40.000 anggota) Debit Card Promonesia, Promo­ nesia akan bekerja sama dengan Merchand-merchad besar di In­ donesia sehingga setiap member Promonesia akan mendapatkan diskon khusus saat belanja de­ ngan Promonesia Card, juga profit

bulanan akan dialokasikan (diper­ kirakan 5%) untuk dimasukkan dalam debit card anggota Inovasi-inovasi lain yang bisa dikembangkan karena Promone­ sia sudah mempunyai komunitas yang anggotanya sangat banyak dan terus berkembang seperti: dream Magazine, Promailnesia, Loketnesia, LOLnesia, Blogger­ nesia. Dan, kabar baiknya D4F juga

didukung Presiden Jokowi dan nanti pada bulan Oktober akan diresmikan Presiden di Gelora Bung Karno. Karena itu pula ia ingin mengajak lebih banyak masyarakat Bali melakukan yang terbaik untuk membantu orang lain melalui Dream For Freedom (D4F). “Bisnis ini bukan MLM, bukan juga Investasi, semua member bertanggung jawab terhadap kinerja masing- masing dan ber­ hubungan langsung dengan upline,” katanya. Ditanya siapa sosok dibalik D4F, Komang Adnyani menutur­ kan bahwa “Dream For Freedom (D4F) dibangun dan dikelola oleh Filli Muttaqien, putra bangsa dengan kredibilitas yang jelas, dengan visi dan misi yang diba­ ngun atas kekhawatiran dan ke­ prihatinan para partisipan dalam komunitas yang ada selama ini. Filli yang berasal dari Palem­ bang ini telah memiliki reputasi kuat di dunia MLM, siapapun yang senior di MLM pasti me­ ngenalnya. –ard

Salam 1.000.000 partisipan, Salam Dream For Freedom!!! Untuk Informasi Lengkap Hubungi Ir. Komang Adnyani Jalan Gunung Lingga IIA/8, Perum Dukuh Sari, Gatsu Barat - Denpasar. Telepon : 087860065599 - 081246072886


18

Kreasi

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Koperasi Perempuan Ramah Keluarga Ajak Perempuan Mandiri Secara Ekonomi Salah satu fokus pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan keluarga adalah mengembangkan ekonomi kerakyatan dalam bentuk koperasi. Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK), salah satu koperasi yang sigap merespons upaya pemerintah.

M

eski baru dibentuk pada 23 Februari 2015, namun kope­ rasi yang bergerak dalam berbagai bidang, dengan usaha utamanya perdagangan serba ada ini mampu menyuguhkan karya yang membanggakan. Salah satunya agenda bulanan “Warung Kaget ”. Seperti Warung Kaget yang di­gelar, Minggu (12/7), di Jalan Setiaki No. 9 Denpasar. Pada Pembukaaan yang dihadiri Ketua dan Wakil TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan Ny. Antari Jaya Negara, Kepala Per­

wakilan BI Provinsi Bali, Dewi Styowati serta Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Walikota Kota Denpasar IB Rai D. Mantra menyampaikan apresiasi­ nya atas keberadaan Ko­ perasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) yang melaksanakan berbagai kegiatan untuk mening­ katkan kesejahteraan ang­ gotanya. Bukan hanya itu, dika­ takan membawa nama perempuan dalam sebuah organisasi sangat luar bia­ sa, yang berarti pula peran dan partisipasinya sangat tinggi dalam pembangunan di Kota Denpasar. “Jika minimal 25% masyarakat Kota Den­ pasar bisa bergerak dan memberikan tempat seluas-luasnya, seperti meng­ gelar pasar murah yang dilakukan KPRK, tentu akan sangat membantu kerja pemerintah menekan kenaikan harga. Ini merupakan modal besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rai Mantra. Begitu pula, Ketua TP PKK Kota Denpasar IA Selly D. Mantra menya­ takan hadirnya KPRK, tentu sangat menggembirakan dan membanggakan.

Komnas Perlindungan Anak turut hadir

Pembukaan Warung Kaget oleh Ibu Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar

Karena, inti dari tujuan koperasi adalah anggotanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Pasti, lanjutnya ia sangat men­ dukung termasuk kegiatan Warung Kaget. Apalagi dilaksanakan berte­ patan dengan menyambut Galungan, Kuningan dan Lebaran. Dengan hari raya yang waktunya hampir bersa­ maan, biasanya suplai barang ada keterlambatan dan menjadikan harga barang naik. “Jadi dengan Warung Kaget tersebut bisa mengurangi beban masyarakat,” katanya. Selly D. Mantra juga mengatakan, meski, KPRK belum lama dibentuk, namun perkembangannya cukup bagus dan substansi sudah hampir mengena. Sebab, sudah menyiapkan dan memudahkan masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga­ nya . “Semoga ke depannya, lahirnya KPRK ini membantu perempuan menjadi lebih mandiri khususnya di bidang ekonomi,” katanya.

Ibu Selly Mantra ikut belanja di warung kaget

Lengkap dengan Hiburan, Line dance oleh D’tunjung

Warung Kaget Setiap Bulan Kasir Warung Kaget

Manajer KPRK AA Rai Kartini menuturkan bahwa Warung Kaget adalah satu program unit warung KPRK, digelar setiap bulan tanggal 15. “Untuk bulan Juli, karena tanggal 15 bertepatan dengan Hari Raya Galungan, maka kegiatan kami majukan menjadi 12 Juli, yang bertepatan dengan Hari Koperasi, dengan suguhan seluruhnya produk lokal, sebagaimana yang diharapkan pe­ merintah Kota Denpasar, ” ucapnya. Warung Kaget, lanjut Gung Rai bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha para anggota, termasuk dari sisi pemasarannya. ”Pada dasarnya di setiap kegiatan unit yang lain juga mendukung. KPRK terdiri dari empat unit, ada unit Diklat yang namanya Diklat Astabrata dengan program ung­ gulan seperti, leadership, entrepreneur building, personal building, MC, public speaking serta cooking class. Unit Jas, di antaranya sudah siap tukang jahit untuk laki dan perempuan, yang sudah pula menerima pembuatan seragam seko­

lah dan komunitas. Bahkan pada pem­ bukaan Warung Kaget, Wali Kota langsung memesan bahan dan diukur ditempat. Begitu pula Kepala Per­ wakilan BI Bali. Untuk urusan simpan-pinjam, KPRK mengguna­ kan sistem tanggung renteng. “Maksud­ nya anggota terdiri dari kelompok-kelompok, setiap kelompok anggotanya 12 orang. yang berhak punya suara untuk rapat adalah ketua kelompok,” jelas Gung Rai. Sementara salah seorang ang­ gota KPRK yang hadir dan ber­

Selanjutnya, Ketua KPRK Dr. A.A.A Ngr. Tini Rusmini Gorda me­ ngatakan , KPRK dengan moto “Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas” ini merupakan solu­ si cerdas untuk memberdayakan perempaun agar menuju kemandi­ rian ekonomi. Pe m b e r d a y a a n perempuan da­ lam meningkat­ kan kesejahteraan keluarga menjadi sangat penting. Sebab, ketika ke­ mandirian ekono­ mi terjadi di diri perempuan secara utuh, di sana akan ada penghargaan positif bagi perem­ puan, tanpa harus meminta-minta untuk dihargai.

belanja saat acara Warung Kaget, Ari Agung mengaku kagum pada apa yang di­ lakukan sang Ketua Koperasi. Selain menyediakan halaman rumahnya untuk lokasi acara, juga hebat mampu meng­ koordinir sedemikian rupa hingga semua yang berpar­ tisipasi nampak bersemangat sekali. “Produk yang tersedia juga cukup bervariasi mulai dari sembako, kue-kue ker­ ing, buah lokal, tipat hingga pakaian dan aksesori. Mung­

Soal Warung kaget, disebutnya sebagai langkah awal dari suksesnya KPRK. Terlebih yang hadir memberi­ kan taksu. Bahkan di acara Warung Kaget itu juga, tak ketinggalan hadir Camat, Ketua Komnas Pe r l i n d u n g a n Anak RI, Arist Merdeka Sirait, Pasek Suardika dari DPD RI serta Ny. Agung Sri Utari Satria Naradha. “Yang paling penting adalah seluruh pengunjung dari Warung Kaget ramah keluarga ini menjadi sa­ ngat berwarna,” cetusnya. Ketika ditanya kenapa pilihannya harus koperasi, Tini Gorda menegas­ kan koperasi adalah salah satu bentuk perusahaan paling sederhana dan sa­ ngat demokratis. Di sini peluang besar bagi perempuan, karena koperasi bentuk perusahaan bukan kumpulan modal tapi orang-orang dan dasarnya kekeluargaan serta gotong royong. “Mengingat perempuan jumlahnya banyak, begitupun jiwa kekeluargaan dan gotong royong lekat dengan perempuan, jadi kenapa tidak dinaungi wadah yang benar yakni koperasi,” tandasnya. –ard

Terima Kasih Kepada

lSosro lPuri

Gede Karangasem Pengisi Acara Warung Kaget Koperasi Perempuan Ramah Keluarga lSeluruh Pembeli Voucher Warung Kaget lSeluruh

Pengurus: 1.Ketua 2.WakilKetua 3.Sekretaris 4.Bendahara I 5.Bendahara II

: Dr. A.A.A.Ngr.Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. : Dra. A.A. RaiTirtawati, M.Si. : Ni Komang Tri Ani, S.E. : Kristiana Tri Riawati : Luh Pande Eka Setiawati, S.E.

Pengawas : 1. Koordinator : Dra. Sri Umiyati 2. Anggota : Desak Ketut Sulitri 3. Anggota : Nena Ernawati / JroPuspawati Manajemen Manager Operasional kin untuk berikutnya bisa lebih banyak lagi menyertakan produk kerajin­an hasil dari ang­ gotanya,” ujar mantan model papan atas Bali ini. –ard

: A.A. Rai Kartini, S.Sos., M.Si.

Kepala Unit 1. Warung Ramah Keluarga : Komang Nila dan Ni Ketut Rumini 2. SimpanPinjam : Auguslinar Simamora 3. Jasa : Dra. Ida Ayu Oka Sasih 4. Diklat : Ni Luh Putu Erma Merta Ningrum

Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Jalan Waturenggong No. 106 Panjer, Denpasar

Life

Story

Betapa kesalnya hati Sintya (43) ke­ pada adiknya Lily (30) karena mengabaikan nasehat ia dan orangorang di kampungnya. Lily memilih menikah dengan laki-laki yang sudah beristri dua dan lagi memiliki seorang kekasih selain dirinya. Karena itulah, Sintya mengusir adiknya tersebut dari rumah yang telah susah payah ia bangun. “Sebe­ narnya saya tidak tega melakukannya, tapi saya ingin memberikan pelajaran pada Lily, agar dia semakin tahu pahitnya hidup apalagi de­ngan kelakuan yang dibuatnya sendiri,” kata Sintya dengan wajah sedih.

M

elihat kondisi ke­ hidupan Sintya dan empat adik serta seorang kakaknya di kampung tempat mereka tinggal di Pulau Sum­ bawa, tentulah sangat menyen­ tuh hati. Hidup miskin -bisa dikatakan paling miskin di kam­ pungnya- bersama kedua orang tuanya sejak mereka kecil-kecil, kerap membuat warga sekitar iba padanya. Ayah yang hanya seorang petani serta ibu yang harus banting tulang bekerja sebagai tukang cuci di kampung tersebut, tidak mampu membia­ yai kehidupan ini dengan layak. Hal inilah yang membuat Sintya dan saudara-saudaranya sempat kocar-kacir tinggal menumpang di rumah-rumah tetangga atau pun keluarganya. Tentu saja, tinggal sambil bekerja. Saking kekurangannya hidup mereka, bahkan pernah suatu ketika, rumah panggung mereka

Edisi 859/ 27 juli - 2 agustus 2015

Nekat Nikah

7

Motor “Ditarik”

yang reot nyaris rubuh sehingga para tetangga yang juga memiliki kemampuan ekonomi seadanya itu bahu membahu memper­ baiki rumah mereka dengan saling menolong membuatkan rumah yang layak untuk mereka, meski­ pun dengan kondisi seadanya juga. “Asal tidak rubuh saja,” kata Sintya berterima kasih pernah ditolong oleh tetangga-tetangganya. Mere­ ka menjalani kehidupan seperti ini hingga berpuluh-puluh tahun. Sampai suatu hari kakak tertua mereka mendapatkan pekerjaan yang layak di rantauanya di Ja­ karta. “Betapa lega kami waktu itu mendengar berita kalau anak tertua dalam keluarga itu sudah bekerja dengan layak. Setidaknya ia bisa membantu orang tua dan adik-adiknya,” kata Hasbi, salah seorang tetangganya. Rupanya napas lega Sintya dan keluarganya hanya sesaat saja. Cobaan datang mendera kembali tatkala kakak tertua mereka yang sedianya bisa menjadi tumpuan harapan itu, meninggal akibat sakit paruparu. Punah harapan Sintya untuk memiliki tulang punggung yang layak setidaknya untuk kelanjutan sekolah adik-adiknya. Hingga akhirnya seluruh sau­ dara Sintya tamat SMP dan SMA. Semua memilih merantau ke Jakarta, bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri-sendiri. Sintya tinggal di kampung mene­ mani orangtuanya sambil bekerja di rumah keluarganya. Ia ber­ syukur bisa melanjutkan kuliah atas biaya keluarganya tersebut hingga ia menjadi seorang PNS. Mulainya ia menjadi PNS tidak

membuat kehidupan ekonomi mereka cerah, karena Sintya harus membiayai adik-adiknya. Ia terlambat memikirkan untuk me­ nikah juga karena fokus mengurus adik-adiknya, termasuk Lily yang akhirnya lulus sekolah kesehatan swasta. Kehidupan mereka membaik dalam lima tahun terakhir juga karena Sintya mendapatkan jodoh seorang duda yang usianya jauh lebih tua darinya. Duda lumayan berada. Ekonomi mereka mulai

dipakai oleh bidan di kampung­ nya untuk membantu kala me­ nangani persalinan. Dan dari sana Lily bisa mendapat peng­ hasilan yang lumayan. Itulah sebabnya, untuk memperlancar pekerjaan Lily, Sintya mem­ belikan kendaraan yang layak untuk adiknya itu. “Tetapi, se­ jak berpacaran dengan laki-laki itu, Lily lebih banyak memakai sepeda motor itu untuk pacaran dari pada bekerja. Dia lupa dari mana ia berasal,” kata Sintya

tersanggah dengan baik. Kehidup­ an mulai berjalan dalam angin yang cukup “segar”. Namun begitu, Sintya tidak melupakan kehidupan susah yang pernah mereka alami. Karenanya, ia menangis manakala menemukan Lily, adik yang di sekolahkannya hingga sebenarnya mampu menjadi “orang” dan mampu berdiri sendiri dengan keahlian yang dimilikinya, namun Lily seperti lupa diri. Jasa Lily sebenarnya banyak

kesal pada Lily. Sore itu, para tetangga Sintya datang setelah mendengar keribu­ tan. Rupanya, seorang perem­ puan datang melabrak Lily dan kekasih­nya yang sudah berharihari di rumah tersebut. Sintya yang tinggal di Pulau Jawa sedih mendengar kabar ini sehingga ia pulang dan meminta maaf pada tetangga atas kelakuan Lily. Dari para tetangga inilah ia mendengar bahwa sebenar­nya sudah lama tetangga meminta agar Lily me­ nikah dengan laki-laki tersebut karena laki-laki ini terlihat selalu berada di rumah ini bersama Lily. Ibunya yang juga tinggal di rumah itu tidak dapat berbuat banyak karena Lily selalu melawan. “Atas saran para tetangga. Lily malah menantang dengan men­ gatakan bahwa itu urusannya,” kata Sintya. Puncaknya hari itu, di mana ia dilabrak perempuan yang mengaku kekasih dari lakilaki itu. Si perempuan yang me­ ngaku kekasih laki-laki itu, malah membuka semua ke­burukan laki-

“Tetapi, sejak ber­pacaran dengan laki-laki itu, Lily le­ bih banyak memakai sepeda motor itu untuk pacaran dari pada bekerja. Dia lupa dari mana ia berasal,”

laki itu di depan para tetangga Sintya. “Laki-laki tidak tahu diri, perlu bapak-bapak dan ibu-ibu ketahui, dia sudah beristri dua dan saya juga baru tahu kena tipu. Barang-barang saya banyak dia bawa dan kendaraan yang diapakainya itu (sepeda motor baru yang dibelikan Sintya untuk Lily), sudah dia tawarkan untuk dijual,” kata perempuan itu kesal bukan kepalang. Gaya Lily dan kekasihnya itu, menurut para tetangga, sangatlah menjengkelkan. Lily dengan lan­ tang di depan para tetangganya itu ia meminta kekasihnya itu untuk menikahinya segera. “Sudah tidak bisa dinasehati, maka ia akan menelan hasil dari sikapnya itu,” kata tetangganya. Perempuan yang datang melabrak justru lebih bisa menerima saran dari tetangga untuk meninggalkan laki-laki itu. “Bersyukurlah kamu akhirnya tahu bagaimana kelakuan laki-laki itu. Sekarang kamu pulang saja dan sujud syukur tidak jadi menikah dengannya,” bujuk tetangga Sintya pada perempuan itu yang akhir­ nya mau pulang dengan tenang. Mendengar kejadian itu, Sintya pulang kampung dan menasehati Lily. Memang dasar Lily sudah tidak mau mendengar nasehat siapa pun, tiba-tiba keesokan harinya ia lari dari rumah dan menemui laki-laki itu. Ia memilih menikah dengan laki-laki terse­ but. Sintya pun mengusir adiknya itu dari rumah dan menarik kembali sepeda motor yang diberikannya. “Saya ingin dia tahu bagaimana rasanya menyiasiakan kehidup­an yang seharus­ nya bisa diraih dengan mudah,” kata Sintya yang membawa kunci kamar rumahnya. Ia hanya menyisakan satu kunci kamar untuk ibunya dengan memberi pengertian pada ibunya terlebih dahulu bahwa apa yang dilaku­ kannya itu demi menyadarkan Lily yang sedang kasmaran buta. Sampai saat ini, Lily tinggal berpindah-pindah, dari satu rumah keluarga ke rumah ke­ luarga lainnya. Sintya ingin Lily mendapat pelajaran dari sikap dan keputusan yang diambilnya sendiri itu. -Naniek I. Taufan


6

Women on Top

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

Vanny Adelina

Lakukan hal kecil apapun yang kita sukai walau mungkin belum men­ datangkan sebuah nilai materi. Suatu saat apa yang kita sukai dan tekuni mungkin akan menjadi mata pen­ caharian di kemudian hari.

Ketagihan Merias

T

erkadang kita tidak menduga apa yang kita lakukan sehari-hari dapat mendatangkan sebuah nilai ekonomis yang tidak terkira. Ketika hobi bertemu dengan bisnis maka akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan.­ Melakukan sesuatu jika dilandasi dengan hasrat yang tinggi dan ketekunan pasti mendatangkan hasil yang memuaskan. Vanny Adelina telah menemukan bakat yang terpendam dalam dirinya. Bersolek atau merias wajah adalah hal biasa yang kemudian menjadi bakat yang luar biasa dari gadis 22 tahun ini. Hobinya bersolek telah mengantarkannya menjadi seorang make up artist. Kegemarannya ini tidak datang begitu saja. Hobi itu terlihat ketika ia masih kecil. Tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Timur, Magetan, Vanny sering bersolek di meja rias milik ibunya. Ia selalu bersolek saat akan menghadiri resepsi atau acara lainnya. Tak jarang Vanny kecil sering dimarahi karena menghabiskan alat make up ibunya. “Jika ketahuan mama, aku sering kena marah karena menghabiskan make up milik mama,” katanya diawal pembicaraan. Bakat itu makin sering ia asah saat SMA. Vanny mulai menekuni dunia kecantikan dengan mengikuti sebuah lembaga kursus rias. Tak hanya belajar di tempat kursus Vanny, juga me­ ngasah keterampilannya de­n gan mempraktekkannya kepada orang di sekitar. Walaupun saat itu belum menghasilkan uang, namun karena kecintaannya akan dunia kecantikan membuat Vanny melakukannya de­ ngan sepenuh hati. “Model rias aku waktu itu adalah aku sendiri, kakak, mama dan teman-teman. Mereka senang, aku juga senang,” terangnya.

Melihat kesempatan untuk mengembangkan talentanya ke Ibu Kota,Vanny akhirnya memutuskan untuk kuliah ke Jakarta. Perkenalannya dengan teman sejawat dari berbagai daerah membuatnya semakin serius dalam mendalami ilmu kecantikan. Vanny memberanikan diri mendirikan sekolah make up artist. Berawal dari teman kuliah hingga masyarakat umum yang mulai tertarik untuk kursus pada Vanny. Disamping menjalankan kursus kecantikan, Vanny juga melayani make-up wedding. Untuk satu kali pertemuan kelas make up Vanny mematok harga Rp 1,5 juta dan untuk make up wedding, Vanny mematok harga kisaran Rp 6 juta, Sejak bertemu kekasihnya, Edo, seorang sinematografer, mereka saling bekerja sama. Dari segi make up dan fotografi, mereka saling mempromosikan usahanya masing-masing. Juga sebagai rekan kerja saat mendapat klien yang sama. “Kerja sama dalam bisnis juga harus harmonis. Untuk menjalin kerjasama yang sehat kami memisahkan urusan asmara dengan urusan bisnis,” ungkapnya. Ke depan Vanny akan mengembangkan bisnis make up artist miliknya. Mulai menjalin kerja sama dengan produsen make up untuk memproduksi produk dengan brand-nya sendiri. Sementara ini sudah terjalin kerja sama dengan salah satu produsen alat kecantikan bulu mata dan sulam alis. “Dengan bekerja sama dan membuat brand sendiri, aku yakin bisnisku akan semakin maju dan berkembang,” harapnya. Bagi Vanny, make up bukanlah mengekspos semua bagian wajah. Make up adalah menampilkan atau menambahi sisi yang kurang sehingga tampak seimbang dengan bagian wajah yang lain. Berikut tips-tips yang Vanny berikan, pertama, kenali karakter wajah Anda, apakah lembab atau kering. Kedua, gunakan make up jangan hanya karena merek terkenal. Namun, gunakan yang tidak mengganggu kesehatan kulit sehingga tidak mengakibatkan iritasi. Ketiga, bagi yang ingin belajar secara profesional, cintai apa yang kita inginkan. Lakukan dengan tekun dan bersungguh-sungguh. -Dinar

Baca Garis Tangan Beri Solusi untuk Masa Depan Minggu (19/7) pagi itu, jarum jam baru menunjukkan angka 8. Satu demi satu orang-orang yang ingin garis tangannya dibaca Guru Mangku Hipno mulai berdatangan ke Bale Banjar Bali Global Shankara, Sanur. Dengan tertib dan sabar mereka menunggu giliran untuk dipanggil ke beberapa meja yang telah disiapkan.

K

Suasana baca garis tangan

egiatan yang dimotori Tokoh dan didukung Bali Post, BaliTV, Shankara Resto dan Brahmakunta Centre ini rupanya mendapatkan apresiasi besar masyarakat. Alasan utama mereka bergabung dalam kegiatan yang menghadirkan pakar palmistri, pakar metafisika spiritual dan supranatural ini tak lain untuk menanyakan peruntungan dan berbagai masalah dalam kehidupan. Biang Mangku Hipno yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan , tujuan membaca garis tangan ini untuk memberikan solusi, saran dan sugesti. “Mungkin sebelumnya tak pernah berpikir kesana. Padahal ada sesuatu dalam diri seseorang yang bisa membuatnya sukses. Olah tubuh

olah rasa olah pikir. Dengan membaca garis tangan bisa melihat permasalahan dalam pasangan, di usia berapa bisa menemui kesuksesan, semua tergambar dari garis tangan,” ujarnya. Sekali lagi ia menekankan, bahwa baca garis tangan ini untuk memberi masukan akan kesehatan dan kesuksesan. Selain itu juga harus menjaga tali silaturahmi jalinan kasih antara orangtua, pasangan, anak, karena banya orang sukses yang melupakan bahwa seseungguhnya ada keluarga ada orangtua ada anak yang mendoakan kesuksesan mereka. “Hampir 90% orang yang berhasil sukses dan hidup bahagia berawal dari insting mereka yang kuat membaca masa depannya. Banyak keuntungan yang dipetik ketika kita tahu bagaiman

gambaran masa depan sehingga kita bisa menyiapkan mental menghadapi segala kemungkinan peristiwa yang menanti di masa depan. Melalui ilmu Palmistri klasik kita bisa mendapat gambaran jelas masa depan,” tegas Guru Mangku Hipno. Selain membaca garis tangan, Guru Mangku Hipno juga bisa membaca gestur tubuh dan membaca secara keseluruhan. Gestur tubuh itu dijelaskan Guru Mangku Hipno, apa pun gerakan yang dilakukan mengandung pemaknaan. Ini akan menunjang bagaimana seseorang mengolah pikir. Jika gestur tubuh sesorang menunjukkan keragu-raguan, akan bisa dibaca dari gerakannya yang lebih kaku, gerakan tidak beraturan atau cara memandang, atau cara bernapas. “Jadi gestur tubuh merupakan satu bagian dari cara kita menemukan solusi atas segala masalah yang dihadap,” ujarnya. Ia mencontohkan salah seorang pasiennya Anna, asal Rusia. Meski mengaku baik-baik saja, namun ges-

Artis Berbisnis

KD Fashion Online, Jupe Akik Kini makin banyak artis terjun ke dunia bisnis. Mereka makin memahami bahwa karier sebagai artis ada masanya dan tidak bisa menjadikan sebagai gantungan hidup. Mereka tak ingin masa depannya terlunta-lunta setelah tidak lagi ‘laku’ di dunia entertainmen. Ada banyak contoh artis-artis yang tidak bisa mempergunakan dengan baik rezekinya ketika masih populer dan banjir job, akhirnya terpuruk.

B

erkaca dari sana maka kini banyak artis menginvestasikan penghasilannya dari entertainmen untuk berbisnis. Titi Kamal mengaku telah menerapkan manajemen keuangan sejak dulu. Penghasilan­nya dari dunia entertainmen, 80 persen ditabung juga dipakai untuk bisnis, sedang sisanya digunakan untuk keper­luan pribadi harian. Hal yang sama juga ditempuh oleh Iis Dahlia, penyanyi dangdut senior. Ia mengaku tidak suka hura-hura juga hang

I

Mangku Hipno didampingi Byang Mangku Hipno memberi konsultasi kepada peserta

tur tubuhnya menunjukkan ia sedang depresi, senyumnya menghilang, pundak menurun, berjalan mulai dari kaki kiri. Secara medis penyakitnya tak bisa terdeteksi karena sakitnya ada pada sikap, sikap tubuhnya. “Jadi, kita hanya bisa menyembuhkan penyakit seseorang jika kita tahu sumbernya darimana. Itu bersumber dari sikap, artinya sumber sakitnya dari perasaan. Maka orang itu disebut sakit psikosomatis,” jelasnya. Itulah yang disebutkannya tujuan meramal, yakni mencegah, bukan mangajak berilusi tetapi mengajak menemukan solusi atas masa depan. Tuhan sudah menuliskan tinta emas untuk kesuksesan dan kesehatan manusia. Tidak susah, semua sudah diatur, Namun,

Tim Brahmakunta bersama tim Tokoh

apakah manusia mau menganalisanya? Guru Mangku Hipno mengatakan, “Tuhan mengatakan, Aku tuliskan takdirmu di tangan kiri dan di tangan kananmu. Jika engkau mau tahu baca, jika menyenangkan jangan bergembira, jika tak menyenangkan jangan bersedih. Karena itu adalah pesan takdirmu. Kau akan bisa membebaskan diri dari sana ketika engkau merubah diri.” Semua kehidupan punya garis takdir, ini akan berlaku jika tidak dibaca, tidak diubah. “Misalkan di usia 30 Anda akan diramalkan akan jatuh, maka di usia itu Anda lebih waspada sehingga terhindar dari bencana. Itu maksudnya membaca garis tangan, memberikan solusi akan masa depan,” tegasnya. –Inten Indrawati

19

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

Julia Perez

out di tempat-tempat hiburan, menginvestasikan uangnya untuk bisnis, di antaranya pada bisnis restoran My Pancake, bersama Yuni Shara di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Bisnis restoran ini, kata Iis, sudah berjalan lima tahun dan perkembangannya cukup baik, bahkan sudah merambah ke kota lain. Memiliki bisnis sendiri, kata Iis, memang telah menjadi mimpinya sejak lama. “Setidaknya memiliki penghasilan tambahan dari bisnis,” kata istri Satrio Dewan­dono ini. Selain bisnis kuliner, yang

juga tengah tren dilakoni para artis adalah bisnis pakaian muslim. Salah satu yang cukup dikenal adalah Zaskia Mecca, istri sutradara Hanung Bramantyo. Bahkan kini Marshanda dan Risty Tagor pun mengikuti jejaknya. Meski memiliki bisnis sejenis namun masing-masing mengaku memiliki strategi tersendiri untuk mengembangkan bisnisnya. Yang teranyar adalah Krisdayanti yang merambah ke bisnis fashion online. Baru-baru ini, pelantun tembang ‘Mencintaimu’ ini meluncurkan produk busana muslim bersama desainer Luthy Ibrahim Saleh yang diberi label ‘Lusesnse KD’. Istri Raul Lemos mengaku, terjun ke dunia fashion karena dirinya mencintai dunia fashion. Tapi Jupe memilih bisnis yang berbeda. Ketika temantemannya sedang ramai berbisnis busana muslim, Julia Perez alias Jupe justru terjun ke bisnis batu akik, sebuah bisnis yang kebanyakan dilakoni oleh para pria. “Iya, ini baru mulai,” ucap Jupe membenarkan. Menurut

Krisdayanti

Jupe, dia memilih bisnis batu akik karena melihat animo masyarakat yang besar juga prospek yang cerah dari bisnis ini. “Harga batu akik selalu naik bahkan bisa miliaran,” kata Jupe yang mengaku baru tahu kalau harga batu bisa begitu tinggi. Untuk bisnis ini, katanya, ia bekerja sama dengan Diego Michiels. Karena masih ‘pemain baru’ kata Jupe, ia masih harus banyak belajar , termasuk menelusuri batubatu akik yang bernilai jual tinggi. –Diana Runtu

Jangan Asal Ikut Investasi

nvestasi jenisnya ada bermacam-macam. Namun, jangan salah pilih investasi. Menurut pengamat ekonomi, Prof. Gede Sri Darma D.B.A. investasi ada tingkatannya. “Kalau punya uang lebih bisa memilih tabungan. Kemudian, setelah uang bertambah, bisa memilih deposito atau emas. Meningkat lagi, ada investasi obligasi, reksadana, saham, dan yang paling tinggi level investasi adalah properti,” kata Rektor Undiknas University ini. Sayangnya, kata Prof. Sri Darma, investasi properti agak sulit dalam menjualnya. Saat ini, ia menilai, pertumbuhan ekonomi sedang melambat, namun, walaupun demikian, investasi properti masih menjanjikan. “Semasih orang ingin mati di Bali, investasi properti tetap menjanjikan,” ucapnya. Dengan berlakunya Masya­ rakat Ekonomi Asean (MEA), banyak orang asing datang ke Bali. Mereka tentu ingin punya aset. “Luas tanah Bali yang tidak seberapa ini, dengan permintaan peminat yang banyak, tentu mengakibatkan harga menjadi naik,” ujarnya. Ia mengatakan, saat ini kita berpacu dengan inflasi. Karena itu, investasi apapun itu tentu berhubungan dengan inflasi.

Masing-masing investasi memiliki kelebihan dan kelemahan termasuk risikonya. Misalnya, investasi tabungan, karena saat ini rupiah tergerus dengan nilai dolar AS, maka, kurang menjanjikan. Sementara, investasi properti justru dapat bertahan, bahkan melampaui inflasi. Misalnya situasi inflasi 10%, tapi harga properti di Bali bisa naik 400% kalau lokasinya bagus. “Dulu properti dibeli seharga Rp 1 miliar dua bulan berikutnya mungkin harganya bisa mencapai 4 miliar. Tergantung hukum pasar. Namun, berapa lama bisa terjual, tentu waktunya tidak bisa kita tentukan,” ucapnya memberi contoh. Banyak orang mengira, investasi emas diperkirakan tahan inflasi. Buktinya, sudah tiga tahun ini, emas tetap bertahan di harga Rp 500 ribu per satu gram. Bagi yang punya investasi emas dan uang, dia sudah kalah inflasi. Ia mencoba memberikan perbandingan. Jika melihat konsep Macau, tidak ada warga di sana yang bekerja, tapi mereka menjaga tanah, adat, dan keamanan daerah mereka, karena di sana ada wisata kasino. Dari hasil uang kasino tersebut, digunakan untuk menyejahterakan masyarakat Macau. Melihat dari konsep Macau tersebut, untuk di Bali, kita bisa memberikan kesempatan orang asing mem-

beli properti di Bali. Namun, dikenakan pajak yang sangat tinggi. Pendapatan pajak ini yang digunakan untuk mensejahterakan masyarakat Bali. Kalau ingin mendatangkan investor asing ingat pajaknya diawasi. Jangan sampai pajak masuk ke tangan mafia. Dalam memilih investasi, kita harus tahu betul jenis investasi yang dipilih. Jangan sampai tertipu. Saat ini sedang gencar, penawaran investasi properti, tapi produknya belum ada. Mulai sekarang menyicil dan properti direncanakan kelar tahun 2019. Ironisnya, ketika uang sudah terkumpul, uangnya malah dilarikan oleh si pengelola. Sama halnya juga dengan investasi emas elektronik atau e-money. Kasus seperti ini banyak terjadi, karena itu kita harus waspada dalam memilih investasi. Ia menyarankan, lebih baik, beli investasi yang sudah jelas ada barangnya. Menurutnya, semua investasi pasti ada risikonya. Tips dari Prof Sri Darma, jangan simpan investasi dalam satu keranjang. Artinya, kalau tabungan dan deposito, jangan hanya pada satu bank. Pilihlah beberapa bank. Begitu juga, kalau tertarik bermain saham, pilihlah beberapa saham. Menurut Prof. Sri Darma, kemampuan berinvestasi itu

harus diajarkan. Namun, banyak orang tidak mau belajar. Ketika ada iming-iming, mereka mudah tergiur. Banyak yang tidak mau belajar karena dianggap sulit. Mending uangnya diserahkan kepada orang lain atau ikut investasi dengan orang lain. Ia menegaskan, tidak ada investasi menguntungkan secara instan kecuali menipu. Dalam pandangannya, keuntungan besar dalam investasi dapat dicapai dengan cara menjadi pengusaha. Asal, kuncinya jadilah pengusaha yang punya kreativitas dan inovatif. Usaha yang bisa dikembangkan perempuan Bali, misalnya, mem-

buat banten, busana dan kain tradisional, dan toko kelontong modern atau mini mart untuk kebutuhan sehari-hari.“Jika dibandingkan dengan investasi lain, keuntungan menjadi pengusaha bisa mencapai 400%. Keuntungan investasi tabungan hanya 3% dan keuntungan saham maksimal 20%,” kata Prof. Sri Darma. Untuk itu ia menyarankan, dalam berinvestasi, yang perlu dilakukan adalah, kenali, pelajari, dan ketahui produk itu baru bisa bermain. Jangan ikut-ikutan, akhirnya gagal. –Wirati Astiti


20

Nine

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Mengintip Lebaran Topat di Lombok

Setelah merayakan Idul Fitri 1436 H yang jatuh pada 17 Juli 2015 dan disambut meriah oleh umat Islam di seluruh dunia, maka kemeriahan kembali tampak khususnya di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat dalam perayaan tradisi Lebaran Topat. Tradisi turun-temurun ini seperti menjadi puncak kebahagiaan masyarakat Pulau Lombok yang melengkapi kebahagiaan dalam meraih kemenangan di Hari Raya Idul Fitri setelah berpuasa sebulan lamanya.

khususnya pembuat topat dan lontong di kampung Punia Saba, Karang Kelayu dan Karang Katen, semakin bertambah. Di masa penampahan ini, para perempuan pembuat topat dan lontong harus menyiapkan tenaga ekstra untuk membuat topat dan lontong lebih banyak dari hari biasanya. “Sejak subuh tadi saya mem-

buat topat, lontong dan kue bantal, sudah lebih dari 40 kilogram beras,” ungkap Yanti, salah seorang pembuat topat dan lontong yang tinggal di Punia. Menurutnya, meski tiap hari dapur para perempuan Punia berasap memasak lontong dan topat untuk dijual di pasar-pasar tradisional di Mataram, namun

Guru Mangku Hipno

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

5

Cintai Dirimu

Jangan Biarkan Tersentuh Hal yang tidak Penting

L

Penjual Topat

ebaran Topat yang menjadi tradisi masyarakat Lombok ini dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri, di mana sehari setelah Idul Fitri, masyarakat di pulau yang dikenal dengan Pulau Seribu Masjid ini, rata-rata melaksanakan puasa sunah (Puasa Syawal) selama enam hari berturut-turut yang ditutup dengan merayakan Lebaran Topat di hari ketujuh. Maka, ratusan ribu orang pada

hari Lebaran Topat yang jatuh pada 24 Juli 2015 ini, tumpah ruah membanjiri nyaris seluruh pesisir pantai Pulau Lombok, dari timur hingga barat dan dari utara hingga selatan. Kegiatan berwisata di pantai ini, mereka sebut sebagai pesiar. Begitu pula dengan makam-makam yang dianggap keramat yang menjadi tujuan ziarah masyarakat dalam tradisi Lebaran Topat ini akan ikut kebanjiran pengunjung. -Naniek I. Taufan

Panen Rezeki Saat Lebaran Topat

Namanya juga Lebaran Topat, maka topat menjadi kuliner khas yang wajib ada dalam daftar menu, baik di rumah-rumah warga maupun yang dibawa sebagai bekal saat pesiar ke pantai maupun berziarah ke makam keramat. Hampir di setiap rumah warga bisa ditemukan topat maupun lontong di hari itu. Karena itulah, kebutuhan akan topat dan lontong menjadi sangat banyak di hari itu. Tingginya kebutuhan topat inilah yang dilirik sebagai peluang lebih bagi warga Kampung Punia yang terletak di tengah Kota Mataram. Kampung yang selama ini dikenal sebagai produsen topat dan lontong, akan panen penjualan topat dan lontong menjadi lebih banyak dari hari-hari biasanya, khususnya sehari sebelum perayaan Lebaran Topat, yang dikenal dengan masa penampahan Lebaran Topat. Di masa penampahan inilah, kesibukan para perempuan

Inspirasi

di masa penampahan ini hirukpikuk dapur menjadi lebih riuh oleh aktivitas pembutan lontong dan topat yang semakin meninggi. “Bahkan ada yang menghabiskan beras hingga 100 kilogram untuk membuat topat dan lontong untuk kebutuhan lebaran topat. Mereka ini biasanya yang sudah memiliki langganan tetap dan menerima pesanan,” kata Yanti. Dan di hari penampahan, para perempuan pembuat dan penjual topat ini akan terlihat berderet di sepanjang Jalan Airlangga, tepat di sebelah timur Taman Budaya NTB hingga Jalan Abdul Kadir Munsyi, Punia ramai oleh penjual topat yang nyaris seluruhnya perempuan. Uniknya, selain sibuk menyiapkan lontong dan topat lebih banyak untuk dijual di hari penampahan, para perempuan ini juga sibuk menyiapkan menu khas untuk berlebaran topat keesokan harinya. “Saat Lebaran Topat, tidak ramai begini yang jualan topat di sini, karena sebagian memilih berlebaran topat dan sebagian lagi memilih berjualan di hari Lebaran Topat,” ujar Hj. Sa’nah, yang berjualan topat di Jalan Airlangga, Mataram.

Selain topat dan lontong serta kue bantal yang dijual rata-rata Rp 15.000 tiap satu ikat isi 5-6 buah, ia juga sengaja menjual opor ayam dan telur. Menu khas lebaran topat. Sa’nah pandai membaca peluang ini karena ia tahu ini akan lebih praktis bagi pembeli. “Dari pada buat sendiri, lebih baik membeli topat dan opor yang sudah jadi,” kata salah seorang pelanggan Sa’nah. Para perempuan penjual topat di Jalan Airlangga dan Jalan Abdul Kadir Munsyi ini, rupanya tidak semua menjual topat dan lontong buatan sendiri melainkan ada yang membeli topat lalu dijual kembali. Salah satunya Munawarah, yang mengaku menjual topat yang dibelinya dari kakaknya yang juga membuat dan menjual topat lebaran. Bagi para perempuan ini, tingginya permintaan akan topat dan lontong memberi mereka penghasilan lebih juga untuk menambah biaya merayakan Lebaran Topat bersama keluarga. “Saya besok tidak berjualan karena mau pesiar ke pantai bersama keluarga,” ujar Sa’nah, yang tampak sumringah ketika didatangi para pembeli yang silih berganti tiada henti. -Naniek I. Taufan

“Sekarang aku bisa merasakan aku memegang kendali atas perasaanku. Bila aku bisa merasakan tidak tenang, tentu saja aku bisa memilih untuk merasa tenang. Sekarang aku bisa merasakan dan membayangkan memori-memori terbaik yang membahagiakanku….Bila aku pernah bahagia, aku bisa bahagia lagi.Sekarang aku menguasai perasaanku seutuhnya demi kebahagiaan dan kesuksesanku.Ada orang orang yang telah menyakitiku.Aku maafkan mereka demi kebahagiaan hidupku. Sekarang aku mengerti bahwa mereka adalah pribadi yang juga sama-sama mencari kebahagiaan seperti aku. Namun, mungkin mereka merasa gagal mencari kebahagiaan sehingga cenderung bersifat tidak baik kepada orang lain. Mereka aku maklumi, aku maafkan. Saat aku memaafkan mereka, sesungguhnya hal itu untuk diriku sendiri, demi kesehatanku, demi rezekiku, demi kebahagian hidupku” Demikian bait demi bait lantunan kalimat penyadaran dan pemulihan jiwa yang mengalir bagai siraman air yang membawa sejuta kesejukan bagi setiap hati dari Guru Mangku Hipno ke area bawah sadar ratusan peserta motivasi spiritual bangkit dari kegagalan, yang sanggup membuat seluruh peserta larut dalam keharuan dan tak kuasa menahan tangisnya.

MEMILIH JALAN SPIRITUAL Dilahirkan di Desa Pelapuan, Busungbiu, Singaraja, GMH KG Suatmayasa SH.,CH., CHt., MNNLP yang kini akrab dipanggil Guru Mangku Hipno, suami AA Sg Inten, SE., CH., CHt., MNNLP ini sejak kecil memang sudah menyenangi sesuatu yang bersifat supranatural. “Saya selalu penasaran pada hal-hal yang dikatakan ada namun tidak terlihat,” kata Guru Mangku Hipno, ayah dari L.G. Rara Bianca Sarasaty, ST, G.R. Nadine Tracy dan Ngr. Gd. Pangeran Daffa ini mengawali ceritanya. Setelah menginjak usia remaja rasa penasaran itu makin besar. Saat masih bersekolah di SMAN 1 Singaraja, ia sering bermeditasi sendiri dan terkadang bersama seorang teman. Pernah suatu ketika bermeditasi, teman yang diajak tiba -tiba tubuhnya bergetar hebat, lalu menari dengan gerakan halus, berbicara dengan bahasa sangat pelan dan tubuhnya seperti memancarkan cahaya. “Saya sempat berdialog lama dengannya dan ada beberapa wejangan yang diberikan saat itu.Wejangan itulah yang sampai saat ini selalu dijalaninya. Wejangan itu berisikan bahwa jika ingin bisa berhubungan langsung dengan beliau yang saat itu masuk ke dalam tubuh teman saya, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menetralkan diri, menolong tanpa memilih, hormati para dewa, hormati ibu dan bapak, jaga kesucian diri dan belajarlah pengetahuan suci, layani semua umat. Sejak itulah saya merasakan ada kekuatan dan kemampuan aneh yang saya miliki, saat itu saya benar benar tak mengerti, saat ada teman sakit kalau saya pegang tubuhnya maka dia akan merasakan hawa hangat yang kuat dan tiba-tiba sakitnya menghilang. Lama kelamaan ada rasa bahagia jika mampu memberi bantuan dan mampu memberikan pemecahan masalah kepada orang lain. Kebiasaaan melayani itu terus dilakukan sampai

Guru Mangku Hipno melakukan body mind soul refresh untuk 120 General Manager BUMN DAMRI seluruh Indonesia saat menyelesaikan kuliah di Undiknas,” ujarnya. Seiring berjalannya waktu banyak pengalaman gaib yang ia dapatkan, termasuk suatu saat mendapat penugrahan pasilan bambu yang menyala didalam air ketika bermeditasi tengah malam di Gua Maya Gianyar. Selanjutnya ditempa oleh banyak pengalaman yang sangat menantang, munculah kesadaran diri untuk selalu belajar menjadi lebih baik. Ini karena ternyata jenis penyakit dan keluhan pasien selalu berkembang mengikuti zaman. Ada penyebab penyakit yang tak mampu terdeteksi hanya dengan pewisik, ada juga penyebab penyakit yang tak terlihat saat dilakukan analisa medis. Beberapa keilmuan yang dulu dirasa mampu menyelesaikan segala masalah saat memberi pelayanan kini tak lagi mampu menuntaskan dan menyembuhkan sakit yang diderita. “Di zaman itu saya lebih sering menggunakan pewisik dan analisa niskala untuk menyelesaikan masalah penderita, namun sesuai perkembangan zaman dan kemajuan berpikir pasien, kini pasien lebih sering bertanya lebih detail tentang penyebab sakit dan cara penyembuhannya. Mereka tidak lagi percaya begitu saja pada pemecahan masalah yang bersifat ilusi (kone kene kone keto), mereka ingin analisa lebih nyata dan ilmiah dan berharap jika penyakitnya dianalisa bukan hanya dari satu sisi yaitu sisi niskala. Sisi niskala lebih mengarah ke masalah rasa dan keyakinan.Sedangkan sekarang mereka

Penyembuhan massal bersama Guru Mangku Hipno

sering minta penjelasan secara logika dan masuk akal,” jelas Guru Mangku Hipno. Karena itulah untuk dapat menganalisa lebih akurat terhadap keluhan pasien maka sangat diperlukan analisa atau diagnosa yang bersifat multidimensi. Untuk memenuhi keingintahuan dan t a n g g u n g j awa b moral kepada pasien itulah akhirnya Guru Mangku Hipno lebih banyak belajar ilmu metafisika yang mempelajari kekuatan gaib yang tersembunyi dalam bawah sadar manusia. Ilmu Energi Quantum yang mempelajari tentang adanya 3 energi dahsyat milik semesta. Neuro Linguistic programmer yang mempelajari bagaimana gestur postur reaksi tubuh mampu menjadi kode untuk mengetahui kondisi pisik dan psikis seseorang dan sekaligus mengetahui karakter dan sifat dasar seseorang sehingga mempermudah menemukan penyebab sakit dan gagalnya seseorang. Ilmu Supranatural klasik yang mempelajari bagaimana membangkitkan kecerdasar pikiran, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual serta kecerdasan kosmik. Selain itu Guru Mangku Hipno juga mengembangkan ilmu modern seperti hypnosis Bali modern dan klasik

yaitu ilmu untuk merileksasikan diri dan mempercepat memasuki alam meditasi, dharana, dhyana dan kontemplasi dalam semedi. Ilmu Sihir Petak yang merupakan warisan leluhur super dahsyat, mengajari bagaimana cara merubah persepsi seseorang agar segala pikiran kita, kata-kata kita, perbuatan kita diterima dengan hati terbuka tanpa penolakan sehingga mempermudah penyembuhan. Hypnotherapi yaitu ilmu untuk merubah kebiasaan buruk dan membuka mental block. Psikotherapi yaitu ilmu untuk menyembuhan penyakit psikosomatis atau sakit akibat salah olah pikir dan oleh rasa sehingga terjangkit penyakit pikiran dan perasaan. SomatoTherapi yaitu ilmu penyembuhan akibat salah bertindak sehingga tubuh menjadi sakit. Palmistry atau ilmu meramal masa depan dan masih ada banyak ilmu yang bersifat universal seperti ilmu energi

Pemurnian diri prana, meditasi dan yoga juga dipelajari oleh Guru Mangku Hipno.

MENJADI AHLI KARENA TELAH BIASA MELAKUKANNYA Bagi Guru Mangku Hipno berspiritual itu adalah bertindak, melayani, membangun, karena dalam pelayanan, dalam bertindak dan dalam membangun ada rasa syukur yang kuat. Untuk itulah Guru Mangku Hipno telah mendirikan Brahmakunta Center, sebagai Pusat Penyembuhan dan Pembelajaran Supranatural dan Spiritual Universal, yang sehari-harinya melakukan sevanam atau pelayanan yang sangat ramai dikunjungi oleh pasien dan penderita penyakit dari seluruh wilayah Indonesia bahkan dari mancanegara seperti India, UEA,

Spiritual motivasi untuk ratusan mahasiswa Undiksa

Guru Mangku Hipno Jepang, Australia, Filipina, Singapura, Rusia, Prancis. Brahmakunta Center melayani konsultasi dan penyembuhan segala penyakit, baik yang bersifat medis maupun nonmedis dengan metode Personal BYSAID, yang merupakan satu satunya di dunia, di Indonesia dan diBali. Metode ini adalah metode yang menitik beratkan pada personal analisa bahwa penyebab segala penyakit dan kegagalan hanyalah bersumber pada diri sendiri dan bersumber pada 3 hal yaitu sakit akibat salah mengolah pikiran, sakit akibat salah mengolah perasaan, dan sakit akibat salah mengolah tubuh atau tindakan. Maka untuk bisa berhasil dan sembuh tuntas maka hal pertama yang wajib dilakukan adalah introspeksi diri dan bukan menuduh hal hal lain dan orang lain sebagai penyebab gagal dan sakitnya. Metode ini terbukti mampu menyembuhkan secara tuntas dengan kecepatan luar biasa untuk segala penyakit, seperti lumpuh langsung bisa berjalan, buta langsung bisa melihat, stress langsung hilang, kebiasaan buruk langsung berubah baik, mengeluh jadi bersyukur. Dengan metode ini, semuanya akan tercerahkan, termurnikan, terbangkitkan untuk menjadi sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berakhir bahagia. Center Brahmakunta berada di Perumahan Gunung Sari Indah, Jalan Tukad Buana 1 no 61 Keboiwa Utara ( dekat kantor Bali TV). Jika ingin konsultasi, belajar ataupun penyembuhan bisa daftar ke 03618442823, 085103112404, pin BBM 7FB63D85, FB: Guru Mangku Hipno. Center buka untuk melayani seluruh umat setiap Senen sampai Sabtu, mulai pukul 10.00 s.d. 17.00 Wita. Setiap yang datang akan secara langsung ditangani dengan cepat oleh Guru Mangku Hipno, seorang putra Bali asli yang merupakan pakar Metafisika dan Supranatural, pakar Hypnotherapi dan Energi Prana, pakar Palmistri dan Profesional Healer. Ia juga pendiri Hypnosis & Prana Club Indonesia, pendiri GMH Institute dan merupakan seorang motivator spiritual, motivator pencapaian yang sudah sangat sering diundang untuk acara revolusi mental untuk siswa, mahasiswa, karyawan perusahaan, perkumpulan/ organisasi, maupun BUMN, Perbankan, stasiun TV dan beberapa Kementerian untuk menjadi pembicara, pelatih, dan penutur pemulihan jiwa ke seluruh wilayah Indonesia seperti Sumatra, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram dan secara regular setiap bulan mengadakan seminar dan motivasi di Bali. Mengakhiri ceritanya Guru Mangku Hipno berpesan kepada jutaan bhaktanya yang tersebar di seluruh dunia dan generasi muda khususnya, “Sebagai generasi yang hidup di zaman modern janganlah melupakan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur kita. Semua manusia sesungguhnya bersaudara, berasal dari ibu dan bapak yang sama, yaitu Tuhan, hindarkan diri untuk saling menuduh, memecah belah persatuan keluarga, saling menyakiti, mari mulat sarira. Jika ada kegagalan, ada penyakit atau apapun yang bersifat buruk jangan cepat-cepat mencari kambing hitam dengan menfitnah orang lain, pekarangan, sanggah, leluhur sebagai penyebabnya karena semua itu tidaklah bisa diterima logika dan cenderung masih bersifat ilusi. Untuk menghindarkan diri dari halhal yang memperburuk keadaan carilah tempat yang tepat untuk menemukan solusi sehingga apapun masalah yang dihadapi menjadi terang jalan keluarnya,” tegas Guru Mangku Hipno.


4

Inspirasi

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Elly “Sugigi”

Jagonya Urusan Pengerahan Massa Bisnis pengumpul massa semakin dilirik sebagai sumber penghasilan. Di masa kampanye, entah itu Pemilu, Pilpres ataupun Pilkada, bisnis ini tumbuh subur. Ketika ‘pesta demokrasi’ usai, banyak pelaku bisnis ini yang rontok karena kering job, hanya mereka yang profesional dan telah memiliki jaringan yang kuat yang bisa tetap eksis. Salah satu yang bisa tetap bertahan dengan bisnis ini adalah Elly Suhari atau kerap disebut Elly Sugigi lantaran giginya yang unik.

M

ungkin Anda sudah sering melihatnya Elly di layar kaca karena ia sering jadi bintang tamu di sejumlah acaraacara hiburan, khususnya bertema komedi. Gigi Elly yang tonggos selalu menjadi bahan candaan, namun si empunya gigi tak pernah marah, malah ikut tertawa terbahak. “Saya tidak pernah merasa dilecehkan karena memang beginilah kemampuan saya bekerja,” ucap wanita kelahiran Oktober 1971 yang juga sempat bermain sinetron berjudul ‘Vampire’. Cerita Elly bisa sampai ke panggung hiburan menjadi pelawak bahkan menjadi artis sinetron adalah perjalanan panjang yang sarat perjuangan. Betapa tidak, wanita beranak dua ini, pernah ‘bantingtulang’ sebagai penjual kue keliling, ia juga sempat menjadi pembantu rumah tangga, dan pekerjaan kasar lainnya demi mencari uang untuk penyambung hidup dan membayar hutang –hutang suaminya. Hidup dikejar-kejar rentenir dan suaminya yang suka melakukan kekerasan, akhirnya membuat Elly tak tahan dan minta cerai.” “Aku digebuk, ditendang, oleh suami. Aku nggak tahan akhirnya minta cerai. Aku ingin cari duit sendiri buat anak. Aku ingin anak anak bisa sekolah, kuliah supaya tidak seperti aku hidupnya. Tahun 2007 aku resmi cerai, jadi single parent sampai 2012,” kata Elly yang dulu sempat hendak menjual

Maaf untuk Taqwa

ini enak, dapat duitnya cepat. Jadi sekarang memang agak menurun, tapi tidak apa-apa. Rejeki Allah yang atur. Yang penting saya bekerja sebaik-baiknya, menjaga kualitas anak buah saya,” kata Elly yang kini berpenghasilan Rp 30 juta per-bulan. “Bayarannya tergantung acaranya. Untuk taping (acara yang direkam) misalnya, per kepala dibayar Rp75, saya kasih ke anak buah antara Rp50-60 ribu, kalau acara live sekitar Rp50.000 per kepala, saya kasih ke anak buah Rp40 ribu. Nah dalam sehari itu ada beberapa acara. Jadi bisa mulai dari jam 7 sampai selasai jam 12-an. Sepanjang itu bisa jadi mereka banyak berdiri dan yang pasti tepuk tangan terus,” ungkap Mpok Elly, begitu kadang orang memanggilnya. Menurut Elly, meski dia bertindak sebagai agen alias perekrut dan penyedia massa, bukan berarti ketika acara berjalan dia hanya ‘ongkangongkang kaki’. Elly mengaku ikut bekerja dan melakukan seperti anak buahnya, berdiri sepanjang hari, joget-joget juga bertepuk tangan. Saya ikut menyemangati mereka, meski tidak terpapar camera. “Saya ikut juga kayak mereka, berdiri, tepuk tangan, sesekali teriak-teriak, ayo..ayo, supaya semangat. Kita kan mendapat duit dari mereka (hasil kerja anak buah) jadi kita tidak bisa hanya diam saja, harus ikut cape juga,” ucapnya. Dari bisnis yang telah ditekuninya selama delapan tahun ini, kata Elly, kehidupannya meningkat setidaknya ia telah memiliki rumah sendiri, juga beberapa mobil. Ia juga berhasil membangun rumah untuk orangtuanya. “Orangtua aku hidup susah. Rumahnya setengah tembok. Dulu ketika ada jatah pembangunan rumah dari pemerintah, orangtua aku tidak dapat. Padahal semua tetangganya dapat. Jadi aku bilang ke ibu, doakan saja. Kalau aku dapat rejeki, aku akan

Elly di antara penonton

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

21

Hari Raya Idul Fitri 1436 H, baru saja berlalu. Kemeriahan menyambut hari kemenangan ini terlihat di mana-mana. Mulai dari Salat Idul Fitri yang menampakkan keceriaan dan kebahagiaan umat muslim, saling memaafkan dalam berbagai halal bi halal yang diselenggarakan oleh semua kalangan hingga berbagai tradisi yang menyertainya, seperti salah satunya tradisi Lebaran Topat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Elly Sugigi

banyak teman di lingkungan stasiun televisi. “Salah satu produser justru menawari saya bagaimana kalau saya membuat agency sendiri. Saya bilang tidak ada modal, maka orang itu membantu saya dalam permodalan. Jadi saya pun jalan dengan modal yang hanya beberapa ratus ribu,” katanya tentang awal mulai memulai bisnis agency pengumpul masa pada tahun 2007. Sikap persahabatan Elly pada semua orang membuat banyak orang membantunya dalam melancarkan bisnisnya. “Aku dari dulu memang seperti ini, selalu ramai, senang bergaul. Aku punya banyak sahabat, mereka banyak membantu aku” kata Elly. Bisnisnya terus berkembang, dari hanya mengkoordinir belasan orang sampai ratusan, bahkan ia juga mampu mengkoordinir ribuan orang untuk sebuah acara besar. Bisnis Ely Sugigi pacar barunya, Ferry berkembang, berarti penghasilannya pun meninginjalnya untuk biaya hidup. Tentang bisnis jasa penonton gkat. Di masa jayanya, kata Elly, bayaran, kata Elly, berawal dari dalam sehari dia bisa mengantongi ia kerap mendapat tawaran un- pendapatan bersih Rp4 jutaan dari tuk menjadi penonton bayaran. bisnis pengerahan massa ini. Be“Waktu itu saya masih menikah tapa tidak, ketika itu setiap harinya dengan suami pertama. Saya ia mengerahkan massa ke sejumlah mendapat bayaran Rp15 ribu, tapi stasiun televisi. saya bilang ke suami Rp25.000 PENGHASILAN supaya saya bisa tetap bekerja RP 30 JUTA PER-BULAN sebagai penonton bayaran. Lama“Bisnis ini bagus pada 2008 lama bayaran meningkat menjadi sampai 2011, saya memegang lima Rp25.000,” tuturnya. Dari sebagai penonton bayaran, stasiun televisi yang setiap harinya rupanya ia juga mempelajari seluk- menggelar beberapa acara. Setelah beluk bisnis ini. Salah satu keung- itu penghasilan agak menurun, gulan Elly adalah dia selalu tampil karena sekarang sudah semakin ceria dan ramah pada yang lain. banyak orang bikin agency seperti Ia supel bergaul sehingga memiliki saya. Mereka pikir, mungkin bisnis

Elly di antara teman-teman artisnya

Mandalika

bangunkan rumah untuk ibu. Dan akhirnya impian itu terwujud,” kata Elly dengan nada haru. Untuk mempertahankan bisnisnya, kata Elly lagi, ia terus menjaga kualitas anak-anak asuhnya. Baik dalam penampilan maupun bersikap. Untuk ini, Elly memang sangat disiplin dan tegas. “Aku ini galak orangnya. Kalau saatnya bekerja aku tidak ingin anak-anak main-main. Misalnya, main hape, ngerokok, dll. Pokoknya selama acara belum selesai, mereka tidak boleh keluar harus tetap ditempat. Mereka juga harus baik dalam sikap maupun dalam berpakaian. Soal pakaian memang tergantung acaranya ya. Misalnya diminta untuk acara bola, maka anak-anak pakai kaos bola. Kalau acara ultah, ya aku dandani yang ramai juga pakai topi-topi. Untuk kostum pihak aku yang sediakan semuanya. Tapi kalau untuk menjadi penonton biasa, ya pakai sepatu dan kemeja. Aku juga menyediakan penonton mahasiswa jika diminta. Biasanya untuk acara-acara diskusi,” katanya panjang-lebar. Menurut Elly meski sekarang banyak ‘pemain’ di bisnis ini, namun bisnis ini tetap menggiurkan karena banyak acara membutuhkan pengerahan massa, bukan hanya acara tv saja. Dia sendiri pun, kerap menghadirkan anak asuhnya di berbagai acara lain. “Memang sekarang banyak yang terjun ke bisnis ini, aku sih tidak apa-apa. Rejeki Tuhan yang atur. Kalau rejeki aku hanya segitu, ya aku terima saja. Yang penting aku terus berusaha,” tambahnya. ELLY DAN ‘BRONDONG’ Kisah Elly dan perjuangan hidupnya memang menarik disimak, namun yang tak kalah menariknya adalah kisah cintanya dengan sejumlah pemuda yang belasan tahun di bawahnya. Sebelumnya, Elly sempat menikah dengan pemuda ganteng bernama Aldo, usia keduanya berbeda 12 tahun. Tapi pernikahan yang sempat mengundang pergunjingan itu hanya seumur jagung. Kini kisah cinta Elly kembali menjadi sensasi lantaran ia berpacaran dengan seorang pria muda, Ferry Anggara, yang usianya beda 20 tahun darinya. Elly kini berusia hampir 44 tahun. Menariknya lagi, cowok yang dikenalkan Elly ke publik itu wajahnya mirip aktor tampan, Rizky Aditya. Mengomentari hal ini Elly dengan bergurau menyebut nama pacarnya adalah, ‘Rezky Aditya KW Super’. “Yang ini (Ferry) lain banget. Dia baik sama aku, aku juga sudah kenal orangtuanya,” ucap Elly memuji pacar barunya.-Diana Runtu

D

ari semua hal tentang lebaran, satu ‘ritual’ penting yang dilakukan umat muslim yang terlihat secara kasat mata adalah saling bersalaman tanda saling memaafkan satu sama lain. Bersalaman di momen lebaran seperti ini, terlihat di mana-mana. Baik usai melaksanakan Salat Idul Fitri maupun kala berkunjung ke rumah-rumah sahabat dan kerabat terutama lagi saat melaksanakan halal bi halal. Pemandangan salam-salaman ini juga terlihat di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terlihat berderet panjang mengantri untuk saling memberi salam satu sama lain dalam acara Halal Bi Halal yang diselenggarakan di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Setda. Provinsi Nusa Tenggara Barat di hari pertama masuk kerja (22/7) setelah cuti bersama menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Halal bi halal ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur H. Muh. Amin, S.H. M.Si., untuk mengawali masuk kerja pertama setelah cuti bersama sebagaimana dilaksanakan di tahun-tahun sebelumnya. Saling memaafkan dengan sesama yang merupakan salah satu ibadah yang akan mendekatkan setiap

muslim pada ketaqwaan, itulah hikmah halal bi halal yang disampaikan gubernur yang juga seorang Tuan Guru (ulama) ini. “Maaf itu adalah sedikit jalan yang dianjurkan untuk mencapai taqwa, memberi maaf adalah sesuatu yang mendekatkan kita kepada taqwa. Hubungan kata taqwa dengan saling memaafkan adalah sangat erat dimana saling memaafkan merupakan pra kondisi ketaqwaan yang diibaratkan seperti membersihkan rumah sendiri, sedangkan kata taqwa diibaratkan sebagai orang yang betah tinggal di dalam rumah yang bersih. Taqwa ada di tempat kita masing-masing untuk itu marilah bersihkan hati kita, marilah lupakan kesalahan orang lain dan dendam dengan cara memberi maaf dan saling memaafkan,” ujar Gubernur NTB dalam sambutannya. Memaafkan terkadang berat dirasakan namun hal ini akan berbeda jika satu sama lain mengingat bahwa hidup ini memerlukan bantuan dan dukungan orang lain maka memaafkan akan terasa ringan jika menyadari bahwa betapa setiap orang tidak akan pernah lepas dari bantuan orang lain dalam meraih kesuksesan hidup. -Naniek I. Taufan

Datangi Makam Keramat Tujuh hari setelah Lebaran Idul Fitri 1436 H, seperti tahun-tahun sebelumnya tradisi lebaran topat di Lombok kembali digelar. Ratusan ribu warga memadati bibir-bibir pantai di Pulau Lombok. Menumpang angkutan-angkutan umum yang sesak penumpang, warga Lombok berbondong-bondong mendatangi pantai untuk berekreasi dan juga mengujungi makam-makam keramat yang ada di Pulau Lombok. “Ritual” lebaran topat terasa lebih

kental manakala terlihat warga menjunjung baskom dan bakul yang berisi penuh makanan santapan khas dalam tradisi ini, seperti opor ayam dan telur serta tidak lupa topat dan lontong. Jika Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim secara keagamaan, maka lebaran topat adalah kemenangan secara tradisi bagi masyarakat muslim Lombok. Karena itu antusiasme menyambut lebaran topat tidak kalah meriahnya dengan Idul Fitri. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 859/27 juli - 2 Agustus 2015

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

3

Kusmini & Budaka

Jasa Cuci Mobil Panen Rezeki

Libur Lebaran usai, arus balik pemudik perlahan memasuki Jakarta. Giliran jasa pencucian mobil panen rezeki. Mobil-mobil yang luar biasa kotor pun langsung dimasukkan pemiliknya ke tempat jasa pencucian mobil. Mereka malas mencuci sendiri kendaraannya di rumah dengan alasan lelah. Maklum habis mudik. “Pekan-pekan ini pasti akan sangat ramai lebih dari biasanya. Setiap habis libur Lebaran pasti seperti ini. Banyak pemudik memasukkan mobilnya ke sini,” kata Ahmad, salah satu staf pencucian mobil ‘Kar Klin’ yang terletak di Jl Bypass Jend. Ahmad Yani, Rawasari, Jakarta Pusat.

D

i kawasan tersebut memang banyak terdapat jasa pencucian mobil. Letaknya saling berdekatan, bahkan beberapa bersebelahan. Namun seperti kata orang ‘rezeki tidak kemana’ maka para pemilik usaha seolah tidak merasa terganggu dengan letak yang berdekatan itu. Pemandangan yang ada memang seolah membuktikan itu. Hampir setiap tempat, penuh mobil baik itu yang sedang dibersihkan maupun yang mengantre menunggu giliran. Di beberapa tempat, bahkan antrean mobil sampai ke jalan. Sementara di tempat lain, memasang bangku di tengah jalan masuk yang menandakan tempat penuh atau waktunya istirahat. Menurut Habib, tempatnya bekerja baru dua hari ini buka kembali setelah libur sejak sehari sebelum takbiran. Mereka diberi waktu libur lebih cepat agar setelah Lebaran hari ketiga bisa bekerja kembali. Itu sebabnya mobil-mobil pelanggan begitu membludak. “Hampir semua tempat pencucian mobil di sini tutup sebelum takbiran. Makanya sekarang rame banget. Ditambah lagi, banyak orang yang baru pulang mudik,” jelas lelaki asal Betawi itu. Tarif Lebaran, begitu mereka menyebutnya, berbeda dengan biasanya. Tarif Lebaran mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu per mobil. Cukup mahal memang, namun umumnya pemilik mobil tidak keberatan dengan ‘harga khusus’ itu. Jadi, kalau sebelumnya tarif cuci mobil nonhidrolik Rp 15 ribu maka naik menjadi Rp 25 ribu per mobil. Itu belum termasuk jasa vaccum, poles ban, dll. Sedang tarif hidrolik yang Rp 25 ribu naik Rp 15 ribu, tanpa vaccum. “Udah biasa kok, pelanggan sudah ngerti, tidak ada yang protes. Ini kan ‘Harga Lebaran’ nanti akan turun lagi setelah keadaan normal,” tambah Habib yang mengaku baru mendapat kesempatan istirahat se-

jenak setelah bekerja terus menerus sejak pagi hingga pukul 18.00. “Sejak buka kembali sampai sekarang nggak pernah sepi. Makanya tadi sempat tutup sejenak, teman-teman (pekerja) sudah tidak sanggup lagi bekerja, mereka klenger. Bayangkan, dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00, nyaris tidak pernah istirahat. Mobil datang terus, akhirnya bos

putuskan untuk tutup sebentar, kasih kesempatan pekerja untuk istirahat,” tambahnya. “Saya nggak kuat, cape banget. Kaki sampai gemetaran, tangan rasanya kaku, gara-gara nyuci tak ada berhentinya,” ungkap pria itu dengan nada kocak. Dari pagi hingga sore, Habib sudah menangani 10 mobil. Ia masih akan bekerja karena tempat cucian mobil itu buka 24 jam. “Shift saya sampai pukul 20.00,” tambahnya. Sampai pukul 18.00, ia telah mengantongi uang Rp 250 ribu, upah dari mencuci mobil juga tips dari pelanggan. Maklum, mereka semua tidak digaji, jadi pendapatan perhari tergantung dari berapa banyak mobil yang ditanganinya. Ia sendiri mengaku betah bekerja di tempat tersebut selain karena selalu ramai pelanggan juga suasana kerja yang nyaman. “Saya sudah

Dengan Rp 60 Juta Punya Hutan Jabon Untuk menjadi investor, kini bukan hal yang tak mungkin lagi. Karena, hanya dengan Rp 60 jutaan, kita sudah bisa memiliki hutan jabon dan mendapatkan sertifikat hak milik (SHM). Hal ini ditegaskan pasutri I Made Budaka Wijaya dan Nyoman Kusmini saat ditemui di kantor Sri Farm di Jalan Tukad Batanghari No. 9, Denpasar, Bali.

delapan tahun bekerja di sini. Tempat pencucian mobil ini termasuk paling tua di sini, sudah 13 tahun berdiri. Omzetnya rata-rata Rp 100 jutaan per-bulan kalau hari biasa, sekarang bisa lebih lagi karena sangat ramai,” tuturnya. Omzet yang menggiurkan itu, bisa jadi membuat pemiliknya, pemilik lahan tidak menjual lahan 1000 M2 tersebut, meski nilainya telah mencapai belasan miliar rupiah. Maklum tanah ini terletak di tepi jalan utama yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Jalan ini termasuk salah satu jalan tua di Jakarta yang dibangun pada periode 1959-1965. Salah satu pertimbangan, bisa jadi karena bisnis ini berjalan bagus. Awalnya, bisnis ini dijalankan oleh Hj Ismunandar pada 2002.

Ketika itu bisnis pencucian mobil sedang marak-maraknya di Jakarta. Usaha ini terus berkembang, dan kini dikelola oleh anaknya, Adi. Untuk menjalankan bisnis ini boleh dibilang tidak bermodal terlalu besar, asalkan memiliki lahan sendiri dan letaknya strategis, itu sudah sangat baik. Kebutuhan air tidak terlalu masalah karena kebanyakan dipasok dari sumur. Untuk mengembangkan usahanya ini, Adi bukan hanya memiliki tiga mesin hidrolik tapi juga menyediakan sejumlah layanan perawatan, di antaranya adalah salon mobil. “Layanan salon eksternal biayanya sekitar Rp 400 ribu. Kami tidak menyediakan salon internal karena peralatannya tidak ada. Internal lebih sulit karena peralatan dan pekerjanya pun harus khusus,” ucap lelaki asal Palembang itu.-Diana Runtu

“Bahaya” Air Tanah untuk Cuci Mobil Di Jakarta, bisnis pencucian mobil memang marak. Mulai dari bisnis kecil-kecilan yang dijalankan warga di pinggir jalan alias memakai lahan umum -- entah dari mana mereka mendapat sumber air-- hingga memiliki lahan sendiri. Bisnis ini berkembang bagus seiring dengan semakin tingginya tingkat kesibukan

para pemilik kendaraan sehingga mereka tidak memiliki banyak waktu luang lagi untuk melakukan perawatan mobil sendiri. Hanya saja bagi pemilik kendaraan harus hati-hati jika ingin tampilan mobilnya terlihat tetap kinclong. Tak banyak orang tahu kalau ternyata mencuci mobil itu tak sesederhana yang terlihat. Bukan hanya harus hati-hati

dalam penggunaan sabun tapi air yang digunakan pun harus diwaspadai. Seperti diketahui, kebanyakan orang mencuci mobil dengan menggunakan air PAM atau air tanah. Nah, mengutip dari National Geographic, air tanah juga air PAM mengandung mineral tinggi sehingga mudah membentuk water spot atau jamur pada bodi mobil dibanding air hujan yang bersifat asam. Air hujan meski bersifat asam, namun nyaris tidak mengandung mineral, itu sebabnya air hujan sulit membentuk water spot. Kalaupun terbentuk, sangat tipis dan lebih mudah dihilangkan. Air hujan memang bersifat asam yang bisa menyebabkan karat, namun karena kemajuan teknologi, mobil-mobil modern dibuat lebih tahan terhadap asam karena diaplikasi anti karat, cat tipe polyurethane dan adanya coating. “Berbeda dengan air tanah atau air PAM, yang karena mengandung endapan mineral tinggi maka water spot mudah terbentuk dan lebih sulit dihilangkan. Kandungan mineral pada air tanah bisa mencapai 300 ppm, sementara yang paling aman maksimal kandungan mineralnya 150 ppm.

Lebih dari itu (150 ppm), endapan miniral yang timbul akan sulit dihilangkan,” kata Daniel Saputra dari Show Car Garage. Lalu bagaimana, apakah tidak bisa mencuci dengan air? Tentu saja bisa. Yang utama adalah jangan membiarkan air sampai mengering di bodi mobil. Air yang mengering sebelum dilap akan menimbulkan jamur. Maka jangan mencuci sendirian, minta bantuan orang lain untuk mengurangi risiko mineral yang mengendap. Juga yang harus diperhatikan, jangan mencuci di bawah sinar matahari. Tapi, tentu saja, yang teraman adalah, membeli filter untuk mengurangi kadar mineral dalam air. Atau, pergi ke tempat cuci mobil yang menggunakan filter mineral. Cara lainnya adalah, mencuci mobil tanpa air. Nah, ini memang tidak bisa dikerjakan sendiri karena umumnya peralatan cuci mobil tanpa air tidak dijual secara bebas. Di Jakarta, tempat cuci mobil tanpa air masih sangat terbatas. Biasanya, beroperasi di perkantoran dan apartemen-apartemen, dimana sumber air tidak mudah didapat. -Diana Runtu

“D

engan investasi Rp 60 jutaan itu, Anda su­ dah mendapat­ kan 200 bibit jabon dengan luas lahan 0, 25 hektare, dan SHM atas nama sendiri. Pembayaran bisa cash atau diangsur,” tegas Kusmini, owner Sri Farm. Dari investasi Rp 60 jutaan tersebut, estimasi potensi hasil yang didapat adalah Rp 291.200.000. Paket Bronze Cadamba ini sengaja diluncurkan agar bisa merangkul semua kalangan yang ingin ber­ investasi cerdas di Hutan Jabon Sri Farm. Pembayaran bisa diangsur hingga 12 kali dengan DP 30%. Ada juga pilihan lain, Silver Cad­ amba senilai Rp 120 jutaan. Paket ini mendapatkan lahan seluas 0,5 hektare dengan 400 bibit jabon. “Bagi investor yang berkeinginan ­ber­i­nvestasi lebih, tersedia juga pa­ ket yang lebih besar, yang kesemua­ nya itu terjamin legalitasnya dan aman. Berinvestasi di hutan jabon Sri Farm ini, benar-benar uang yang bekerja buat investor, karena semua proses dari penanaman, pe­

meliharaan hingga panen dikerjakan oleh tim profesional Sri Farm,” ujar Made Budaka. Investasi cerdas di Hutan Jabon Sri Farm ini, dijelaskan pemilik Delina Printing dan beberapa bisnis lain ini, dikarenakan memiliki beberapa ke­ untungan. Pertama, kebutuhan kayu selalu lebih tinggi dari ketersediaan­ nya dan harga kayu tiap tahunnya selalu meningkat. Belum lagi dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang penebangan hutan alam, sehingga industri perkayuan diwa­ jibkan menggunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR). “Jadi, peluang perkebunan kayu di Indonesia cukup luas dan menjanjikan,” tegasnya. Jabon (jati bongsor/jati am­ bon) yang merupakan salah satu jenis kayu terbaik dinilai banyak memiliki keunggulan. Karena, se­ lain cukup kebal terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan jabon sangat cepat, sekali menanam dapat dipanen dua kali. Alasan inilah yang menguatkan pasutri Budaka-Kusmini ini, untuk mengembangkan investasi bermerek hutan jabon. Pertumbuhan jabon paling cepat di dunia dibandingkan dengan tanaman kayu keras lainnya. “Bisa dibayangkan, jabon ini pertum­ buhan rata-rata diameternya 10 cm pertahun dan tingginya dapat men­

Kunjungan kedua para investor Jabon Sri Farm ke lokasi perkebunan di Mamuju, Sulawesi Barat, 13 Maret 2015

Pembibitan Jabon

capai 25 meter. Kayu jabon dapat dipanen pada usia 5 sampai dengan 6 tahun dengan volume kayu +0,9 m3/ pohon dengan harga jual mencapai di atas Rp.1.000.000/pohon,” jelas Made Budaka. Hal ini diperkuat dengan data yang menunjukkan kebutuhan In­ donesia tiap tahunnya mencapai 72 juta3 kayu siap olah. Namun saat ini dari ketersediaan, baru terpenuhi sekitar 50 juta3 saja. Kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Undang-undang mengenai HPH, di­ mana industri perkayuan di Indone­ sia harus tetap dikembangkan namun menggunakan kayu dari hasil hutan tanam rakyat, tidak boleh lagi meng­ gunakan kayu dari hasil peneba­ngan hutan alam, diterjemahkan Made Budaka sebagai peluang besar untuk berinvestasi di hutan jabon. Kedua, dengan berinvestasi di Hutan Jabon Sri Farm, investor seka­

ligus turut meyadnya de­ngan meles­ tarikan lingkungan (go green). Selain itu, secara otomatis juga investor membuka lapangan pekerjaan baru bagi para petani yang mengerjakan lahan kebun jabon yang berlokasi di Mamuju, Sulawesi Barat. Apa yang dilakukan Sri Farm ini menga­

dopsi konsep Tri Hita Karana yakni recovery dan pelestarian alam se­ bagai wujud bakti terhadap ciptaan Tuhan, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan hutan tanaman rakyat yang berkelanjutan sehingga memberikan benefit ekonomi yang besar. –ten

Kunjungan kedua para investor Jabon Sri Farm ke lokasi perkebunan di Mamuju, Sulawesi Barat, 13 Maret 2015

Lestarikan Alam Sembari Berkebun Uang

Sejak dilaunching 7 Maret 2015, telah 170 hektare lahan yang terjual. Itu berarti seluas itu pula lahanlahan tak produktif di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dihijaukan dengan jabon. Tanpa disadari pula, para investor yang berinvestasi di hutan jabon Sri Farm turut berkontribusi dan menjadi bagian dalam menyukseskan program pemerintah, go green dengan menanam pohon. “Ayo melestarikan alam sembari berkebun uang, dengan menanam pohon jabon,” ajak Made Budaka. Dalam beberapa kesempatan, Sri Farm bersama beberapa investor yang sudah bergabung di Sri Farm langsung turun memantau perkembangan hutan jabon di Mamuju Sulbar. Selanjutnya, pihak Sri Farm akan terus memberikan laporan rutin perkembangan kebun jabon setiap tahunnya. Selain, investor sendiri juga bisa memantau secara online karena di beberapa titik akan dipasangi kamera CCTV. Salah seorang investor, Putu Arta Susila (Tabanan) yang datang bersama anaknya mengatakan lokasi kebun­nya sangat bagus. Pemilihan lokasi perkebunan di Kabupaten Mamuju Sulbar ini dijelaskan Kusmini sudah melalui beberapa pertimbangan matang dan survei yang

Jabon berusia 2 bulan

cukup panjang. “Letaknya sangat strategis, kadar ke­ suburan tanahnya tinggi, dah wilayahnya luas, sehingga cocok untuk pengembangan jabon,” ucapnya. Made Budaka yang sudah sukses menjalankan beberapa bisnis ini tak menampik jika dalam ber­ bisnis selalu ada untung-rugi. Namun di Hutan Jabon Sri Farm ini ditegaskannya kemungkinan untuk rugi/ gagal sangat sedikit. Karena, pemasarannya sudah jelas dengan garansi kayu pasti laku karena Sri Farm sudah memiliki kontrak dengan beberapa perusahaan kayu. Kelangsungan kebun jabon pun dipastikan aman, karena menerapkan sistem pembagian hasil pada saat panen nantinya, antara investor, pengelola, dan petani (masyarakat di lokasi perkebunan). “Jika gagal, kami kembalikan investasi Anda dengan nilai 130%. Klausa ini pun akan kami tuangkan dalam perjanjian notaris,” janji Made Budaka. “Jadi, tunggu apalagi, mari berinvestasi cerdas dengan modal hanya Rp 60 jutaan di Kebun Jabon Sri Farm,” ujar Kusmini. Info selengkapnya, hubungi Sri Farm Office: jln. Tukad Batanghari No. 9, Denpasar, Bali, Telp 0361 228868, 085 338 183 888, wwwsri­ farm.com. –ten

Jabon setelah berusia 4 bulan


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

Mau Investasi Apa? Rangkaian Hari Raya ­ alungan-Kuningan sudah seG lesai. Hari Raya Idul Fitri pun sudah berlalu. Momen berkumpul bersama keluarga besar dan kolega untuk silatu­ rahmi pun menjadi kisah yang sulit untuk dilupakan. Banyak canda dan tawa mewarnai silaturahmi. Ucapan maaf lahir batin dan salam semoga sukses di masa depan selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan. K r u To k o h p u n t a k k e ­ tinggalan melakukan silatu­ rahmi ke rumah Widminarko, ­t okoh pers yang membidani lahirnya Tokoh. Widminarko merupakan Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi Tokoh yang pertama saat Tokoh terbit dan beredar di Jakarta. Turut hadir dalam acara halal bihalal ini Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi dan Redaktur Pelaksana Bali Post Alit ­P urnatha. Sebagai media yang memilih segmen wanita dan keluarga, Tokoh terus berupaya menyajikan informasi yang menarik untuk wanita dan keluarga. Mulai

Putu Wijaya

Suasana acara halal bihalal di kediaman Widminarko

dari hal-hal sederhana sampai besar kami sajikan. Misalnya, resep-resep rumahan dari Chef Sarwan bisa menjadi panduan untuk menyiapkan hidangan bagi keluarga. Hal-hal yang sering ditemui di rumah tangga, urusan orangtua dan anak kami kupas juga. Dunia mode tak ketinggalan juga dan menjadi sajian andalan kami. Mau pelesir juga bisa merujuk dari tulisan yang kami sajikan. Semua kami berikan untuk p e m b a c a s e t i a To k o h d a n masyarakat yang ingin mendapat informasi tentang wanita dan keluarga.

Minggu ini kami sajikan tema tentang investasi untuk kaum wanita dan keluarga. Pilihan yang diungkapkan narasumber kami cukup beragam. Pe r t i m b a n g k a n s e g a l a s e ­ suatunya sebelum mengambil keputusan. Siapa tahu, satu di antaranya atau malah semua cocok untuk menjadi lahan investasi. Pesan untuk “tidak menempatkan telur di satu keranjang” juga penting di­ ingat. Ini menjaga kemungkinan agar tidak kehilangan semua modal karena hanya menempatkan di satu tempat saja. Selamat mencoba. Salam

Nota yang Membingungkan Kesempatan berlibur ke Thailand saya manfaatkan untuk wisata belanja. Harga barang di Negeri Gajah Putih relatif lebih murah jika dibanding dengan Malaysia dan Singapura. Mungkin karena perbedaan nilai mata uang rupiah dan baht tidak terlalu jauh. Saya berlibur bersama saudara dan teman-teman. Kami liburan dengan gaya backpacker, tanpa ada pemandu wisata. Pokoknya jalan-jalan ke mana kami suka. Bermodalkan gadget, kami mencari tahu lokasi wisata yang ingin dikunjungi dan tempat belanja yang murah meriah. Pokoknya menikmati liburan bebas. Setelah mengunjungi objek wisata, kami pun menuju tempat belanja. Barang-barang yang kami suka langsung masuk keranjang. Harga yang relatif murah ini membuat kami “ringan tangan” untuk berbelanja. Sampai di kasir, biar tidak terlalu banyak mengambil jalur, saya dan rombongan memutuskan untuk menggabung semua belanjaan. Walaupun kami

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tidak mengerti bahasa Thai, tak masalah karena kasir tidak ba­ nyak omong. Ia hanya mengecek harga barang lalu memasukkan ke tas. Salah satu saudara saya yang ikut dalam rombongan belanja ini menjadi sukarelawan untuk membayar semua belanjaan. Nanti sampai di hotel, kami akan menghitung berapa belanjaan masing-masing. Rasa gembira karena sudah mendapatkan barang yang dibeli plus oleh-oleh berubah menjadi kegaduhan. Oh…my God…nota yang diberikan kasir menggunakan huruf Thai. Hanya angka saja yang menggunakan huruf Latin. Kami pun tertawa terpingkal-pingkal karena tidak menyangka akan terjadi masalah. Kami tidak mengerti satu pun bacaan di nota.

Wajah saudara saya yang menjadi juru bayar lebih stress lagi…mungkin ia membayangkan kalau harus menanggung semua biaya belanjaan. Ak­ hirnya kami pisahkan barang masing-masing lalu mencari label harganya, lalu dicocokkan dengan nota yang kecil. Waktu pun tersita untuk membereskan urusan keuangan ini. Tidak semua bisa temukan di nota. Namun, demi rasa kebersamaan, harga yang tidak kami temukan, kami kumpulkan lalu ditanggung bersama. Ini benar-benar pengalaman berwisata yang berkesan. Bagi yang ingin wisata ke tempat yang hurufnya tidak kita kenali, ini bisa jadi pelajaran. Pastikan ada huruf Latin ya. Nina

Mozaik

GORO-GORO

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Pernikahan Sejenis

“Saya tidak setujui!” “Tapi itu kan urusan mereka?” “Betul! Tapi kalau sampai dibuatkan undang-undang berarti urusan kita!” “Tapi itu kan kenyataan!” “Kenyataan apa?! Itu salah!” “Salahnya apa?” “Agama apa pun tidak membenarkan!” “Emang! Tapi dibuatkan peraturan kan bukan berarti membenarkan?! Hanya mengatur!’ “Mengatur apa lagi, itu harus dilarang!” “Melarang kan perlu aturan!!” Bu Amat diam. Ia menatap suaminya. “Jadi Bapak setuju perkawinan sejenis?” “Tidak.” ‘”Kalau begitu kenapa ngomong seperti tadi?” “Lho bapak kan cuma bilang, setuju tak setuju mesti ada aturannya, karena itu kenyataan!” “Memang, tapi tetangga-tetangga akan berpikiran lain bapak akan dicap setuju pernikahan sejenis”. Betul saja. Tetangga mulai kasak-kusuk bilang Amat “gay”. Gara-gara Amat setuju ada aturan buat pernikahan sejenis. “Betul Pak Amat setuju perkawinan sejenis,” tanya Pak Made.”Belum ada aturan saja mereka sudah keluar dari liangnya, apalagi ada peraturan. Mereka akan merajalela. Itu kan menular, Pak Amat. Kalau bergaul dengan mereka banyak anak-anak muda kita, akan ikut-ikutan. Disangkanya itu gaya hidup gaul orang modern. Mereka kan banyak yang kaya dan punya kedudukan. Sudah banyak contohnya! Gara-gara mau dapat kedudukan, anak-anak itu pura-pura gay. Lama-lama keterusan!” Amat membantah. “Begini, Pak Made. Jangan keliru. Saya setuju aturan, karena mereka memang ada. Harus diatur, apakah mereka boleh masuk tentara misalnya. Di Amerika Serikat sendiri meskipun boleh menikah sejenis, tapi mereka tak boleh jadi tentara. Maksud saya begitu, jangan disangka saya setuju pernikaha sejenis. Tapi itu perlu diatur dengan undang -undang. Perkara mereka melakukan pernikahan sejenis terserah. Undang-undang tidak mengaturnya.” “Kalau begitu, itu aneh Pak Amat. Sekali mengatur, harus tuntas! Tidak bisa setengah-setengah! Orang setuju pernikahan sejenis seperti Pak Amat memang harus diatur!” Amat tidak membantah. Takut Pak Made tambah keliru. “Masak Pak Made bilang bapak setuju perkawinan sejenis? Bapak kan hanya bilang mesti ada aturan bahkan aturan yang melarang pernikahan sejenis! Pak Made kan orang berpendidikan?!” “Makanya!” “Lho makanya apa?” “Makanya jangan bilang perlu ada undang-undang. Sekali ada, Justru orang-orang berpendidikan akan menyelewengkannya. Itu namanya membangunkan macan tidur!”

Edisi 859/ 27 JUlI - 2 Agustus 2015

Andreas Ardi

Kreatif dalam Kemasan

Eforia Lebaran, tak ubahnya pesta tahunan secara massal. Jual apapun di momen Idul Fitri, yang baru lalu semuanya pasti laku. Mulai dari jual pakaian, perhiasan, aksesoris, dan lain sebagainya. Termasuk jual parsel atau bingkisan produk yang berisi makanan dan minuman. Untuk itulah, kesempatan ini selalu dimanfaatkan sebagian orang yang memiliki naluri bisnis untuk berjualan.

S

alah satunya adalah Andreas Ardi, seorang pemuda warga Desa Sanan Kulon, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar ini. Tiap kali menjelang Lebaran, Ardi selalu menjadi pembuat sekaligus penjual parsel. “Lumayan, hasilnya bisa buat tambah-tambahan,” kata Andreas Ardi. Usaha pembuatan parcel ini, dimulai Ardi pada lima tahun silam. Inspirasi itu di dapat setelah ia menerima sebuah parsel dari salah satu t e m a n d e k a t n y a . Ke m a s a n parsel itu, ia buka dan dihitung untung ruginya. Beberapa saat setelah dikaji, bisnis parsel

ternyata untungnya lumayan. Nah, pada saat itulah Ardi langsung memulai bisnisnya. “Awalnya nggak parsel seperti ini. Tapi merangkai bingkisan kado untuk mantenan atau ulang tahun,” papar lelaki yang suka bertopi ini. Sebagai pengusaha baru, tentu tidak langsung mulus begitu saja. Banyak tantangan yang harus dilalui Ardi. Mulai dari pengambilan barang, model kemasan, mencari pelanggan, dan lain sebagianya. Ardi tidak malu-malu menawarkan jasanya kepada setiap orang. Lambat laun usaha yang digeluti ini makin dikenal. Bahkan, pelanggannya mulai

Andreas Ardi membuat parcel

Andreas Ardi

terus berdatangan. Hampir tiap hari ada saja orderan pembuatan bingkisan. “Yang paling banyak pesan itu kado

ulang tahun. Kalau manten itu bulan-bulan tertentu,” ujar Ardi bangga dengan usaha yang dimiliki itu. Seiring dengan waktu, usaha home industry Ardi ini terus berkembang. Dengan dibantu beberapa karyawannya, Ardi mulai membuat kemasan parsel Lebaran. Peminatnya pun lumayan besar. Hanya via telepon tidak kurang dari 10 hingga 15 orang yang pesan barang tiap hari. Belum termasuk pembeli yang datang langsung ke rumahnya. Jumlahnya bisa mencapai antara 30 hingga 40 pembeli setiap hari. “Alhamdulillah, ada saja yang pesan. Biar kecil tapi ada,” urainya. Parsel buatan Ardi ini ada dua macam produk. Yang per-

tama, bahan dasar kemasan dibuat dari aneka produk makanan dan minuman. Mulai dari susu, biskuit, sirup, kopi, dan lainya sebagainya. Dengan harga antara Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta per parsel. Sedang parsel yang lain menggunakan bahan rangkaian pecah belah mulai dari mangkuk, panci, blender, sendok, garpu dan lain sebagainya dipatok dengan harga antara Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta rupiah. “Semua jenis permintaan saya layani. Mau yang besar atau yang kecil tak menjadi soal,” tuturnya lagi. Menurut Ardi, usaha parsel ini cukup mudah. Resepnya hanya dibutuhkan pemikiran kreatif dan tidak malu-malu dalam menawarkan barang. Kalau pesaing itu urusan belakang. Yang penting barang dikemas bagus dan bisa dipertanggung jawabkan. Artinya jangan sampai memasukkan produk yang cacat atau kadaluwarsa. -Khoirul Abadi

Mbah Tini

Pertahankan Serabi Khas Ponorogo Pernah mendengar kue serabi? Pada dasarnya bahan kue ini dan cara masaknya sama di beberapa daerah. Bahan dimasak di atas tungku tanah tanpa minyak. Tiap daerah tentu memiliki cita rasa dan kekhasan tersendiri. Mbah Tini salah satu pembuat dan penjaja Serabi berkuah di Ponorogo. Setiap pukul 03.00 dirinya sudah bangun, mempersiapkan perapian untuk memanasi kereweng tanah (wajan yang terbuat dari tanah). Kelapa dan santan sudah ia siapkan sejak pukul 01.00, sedang tepung beras sudah digilingkan sore harinya. Ketika adzan subuh tiba ia segera melangkah ke Masjid Agung yang tak jauh dari tempatnya jualan. Sekembali dari masjid orang sudah mengantri di tempat ia jualan. “Kulo dodol nggeh pas dalu ngantos isuk (saya jualan dari malam sampai pagi),” ujar mbah Tini yang menggelar dagangannya di pojok perempatan Alun-alun Ponorogo. Dirinya berjualan serabi mulai tahun 1970an setelah peristiwa Gestapu. Sebenarnya oleh anaknya sudah dilarang jualan, namun dirinya tetap saja berjualan makanan khas ini. “Sudah terbiasa bangun pagi dan beraktivitas, kalau nganggur badan saya terasa sakit malahan,” imbuhnya.

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Serabi buatan Mbah Tini

Mbah Tini sedang membuat serabi

Kini, di Ponorogo selain Mbah Tini, banyak lagi yang jualan serabi, hampir di pojokan perempatan ada yang jualan, seperti di perempatan Tonatan, perempatan Tambak Bayan, perempatan pasar Pon, perempatan pabrik es, bundaran timur pasar Legi dan perempatan depan kecamatan kota. Mereka pun mulai jualan pukul 03.00 dan siap matang pukul 04.00 ketika orang-orang sudah keluar masjid. Tidak tahu mengapa ciri khas jualan mereka di pinggir jalan, perempatan dan dekat masjid dan bukannya menjelang subuh sampai pukul 06.00. “Dari dulu ya jualan nya dipinggir jalan seperti ini dan memang sudah turun temurun sejak dari nenek saya dulu,” terangnya. Serabi Ponorogo rasanya unik mirip jenang sumsum, namun ada aroma tanah, krispi, gurih. Biasanya disukai oleh anakanak dan dipakai untuk sarapan pagi. Bagi orang tua yang sepulang dari masjid bisa buat sarapan sebelum pulang ke rumah. Harganya pun cukup terjangkau. Untuk seporsi hanya Rp 2 ribu, terdiri 2 tangkap (2 keping dobel, 4 keping), jadi per keping dihargai Rp 500, tapi menjualnya 1 tangkap (2 keping). “Saya akan tetap membuat serabi seperti ini, karena bagi saya kalau dibuat yang aneh-aneh bukan serabi lagi namanya,” ungkapnya. -Dinar Perdana


24

What’s Up

Edisi 859/ 27 juli - 2 Agustus 2015

Investasi Emas Relatif Aman

Ada beragam bentuk jenis investasi, ada tabung­an, deposito, hingga kaplingan tanah. Salah satu bentuk investasi yang banyak diminati masyarakat adalah investasi emas, baik berupa perhiasan emas ataupun logam mulia.

tor yang berinvestasi di properti beralih berinvestasi ke emas. Permint­ aan meningkat harga emas pun naik. “Namun, sekarang

ini lagi stagnan,” tegasnya lagi. Mariawan tak menampik jika disebut investasi emas tak selalu menguntungkan. Tetapi ia me­ negaskan investasi emas adalah salah satu wadah untuk me­ nempatkan investasi

takan India merupakan pembeli emas terbanyak, terutama pada musim kawin. Ketika itu pula biasanya harga emas turut ter­ dongkrak. Karena itu, kalimat “don’t put all your eggs in one

A

da banyak alasan masyarakat memilih berinvestasi emas, khususnya logam mulia, salah satunya adalah liquid dan mudah dicairkan. “Investasi emas tidak kena inflasi dan pajak penghasilan, seperti jika diinvesta­ sikan dalam bentuk tabungan. Keuntungan lain, jika tidak dalam bentuk emas mungkin sudah habis dipakai,” ujar Asisten Manajer Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Made Mari­ awan, S.E., M.M. Harga emas ini dijelaskannya mengikuti harga dolar. Sekarang ini harga dolar sedang turun, maka harga emas pun meng­ ikuti. “Sekarang ini waktu yang tepat untuk pembelian emas,” ucapnya. Nilai dolar ini dikata­ kannya sangat tergantung dengan kondisi perekonomian di Amer­

ika Serikat. Ketika situasi global gonjang-ganjing, khususnya di negara adikuasa tersebut, inves­

Emas bisa Dipamerkan Emas layak menjadi pilihan investasi bagi perempuan karena pada umumnya, kaum perempuan selalu mengutamakan keamanan dan cenderung menjauhi risiko, termasuk dalam menentukan langkah investasi. Latar belakang inilah yang menjadi dasar keterlibatan kaum hawa dalam transaksi emas. Perempuan harus punya simpanan, karena tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Kesukaan terhadap keindahan, menyebabkan banyak perempuan akrab dengan perhiasan emas. “Mereka membeli perhiasan yang tentunya bisa digunakan untuk sehari-hari dan sekaligus menjadi safety net apabila memerlukan uang karena perhiasan emas dengan mudah dapat dijual kembali,” ungkap Nur Octaviana dari Gallery Kohinoor. Ia menyebut san­ gat banyak ada keun­ tungan investasi emas. Emas adalah barang yang harganya selalu naik setiap tahun, en­ tah naik dengan tinggi secara tiba-tiba atau naik perlahan. Orang dapat membeli per­ hiasan cantik yang bisa dipamerkan ke orangorang dan seberapa rusaknya pun perhiasan tersebut masih bisa dijual kembali dengan harga yang pantas. “Emas juga memiliki pergerakkan harga tersendiri yang tidak diikuti oleh pergerakkan nilai mata uang asing, jadi membeli emas sama dengan kita menabung jumlah uang tersebut dengan barang yang bisa kita simpan sendiri,” ujar perempuan yang akrab disapa Ovie. Risikonya tentu apabila barang tersebut hilang atau kecurian karena penyimpanan

yang tidak aman. Namun, sekarang sudah ban­ yak bank maupun toko emas yang menerima penyimpanan emas dalam bentuk logam mulia. Mengenai cara merawat emas yang benar, Ovie memberi beberapa tips. Lap emas dengan lap yang mengandung bahan abrasif seperti autosol yang ada dijual di supermarket. Lap dengan bahan yang lembut dan bagus dari katun yang sudah sering dicuci. Perhiasan sebaiknya disimpan di dalam lemari atau kotak kertas maupun box penyimpanan emas. Jangan gunakan perhiasan emas apabila Anda mengoleskan handbody atau bahan kimia lainnya karena warna emas juga akan cepat pudar. Jangan juga gunakan perhiasan emas pada saat berenang karena kandungan kaporit bisa membuat rusak warna perhiasan Anda. “Meskipun rasanya emas tidak langsung menda­ patkan balik modal pada saat dijual kembali, nilai investasi emas selalu naik setiap tahunnya. Dalam berinvestasi emas, ada bai­ knya Anda membeli secara berkala seperti misalnya setiap bulan atau setiap be­ berapa bulan sekali. Belilah perhiasan emas yang mana bisa digunakan sehari-hari. Apabila anda ingin investasi untuk logam mulia, belilah emas dalam jumlah gram yang tetap seberapa mam­ punya Anda setiap bulannya. Ini lebih menguntungkan untuk jangka panjang karena ketika harga naik atau turun Anda tetap membelinya. Tidak terlalu penting membeli emas menunggu harga turun karena Anda tidak pernah tahu, apakah turunnya harga sudah mencapai harga terendah atau belum. Belilah emas ketika memang sudah waktunya atau sudah ada dana yang bisa disisakan untuk emas tersebut,” ujarnya. –Ngurah Budi

yang aman. Ia mencon­ tohkan jika sekarang ini berinvestasi di tanah, ada ke­ mung­ kinan rugi karena mungkin kena regulasi pemerintah atau tak mendapatkan aliran listrik. Se­ mentara jika berinvestasi di emas, uangnya akan tetap senilai awal. “Ini hukum bisnis, risiko besar keuntungan besar, risiko kecil keuntungan juga kecil. Investasi emas aman dan bisa mengun­ tungkan juga dengan mencari momen yang pas saat melakukan penjualan maupun pembelian,” paparnya. Selain mengikuti harga dolar, harga emas juga dipengaruhi tingkat konsumsi/daya beli masyarakat, terutama negarara India. Made Mariawan yang sharing ke beberapa pakar ini menga­

basket,” jangan me­ naruh semua telur (uang) Anda dalam satu tempat saja, dikata­ kannya sangat relevan. Sehingga, ketika investasi di properti sedang jeblok misalnya, di investasi emas tetap tenang. Meski demikian, investasi emas (logam mulia) juga ada kelemahan, yakni tak bisa dipergunakan seper­ ti halnya perhiasan emas. Logam mulia benar-benar murni untuk investasi. “Untuk berinvestasi emas ini pun prosedurnya sangat mudah, cukup datang ke Pegada­ ian dan membawa KTP. Kami juga memiliki beberapa instrumen sesuai kebutuhan dan kemauan konsumen, yakni pembelian cash, angsuran, dan sistem arisan di instansi masing-masing,” ucapnya. Pihak Pegadaian sendiri juga me­ nyiapkan beberapa pilihan keping logam mulia (emas batangan) ses­ uai kemampuan konsumen, yakni 1 gram, 5 gram, 10 gram, 20 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan 1 kg. –Inten Indrawati

Emas untuk Reward Perkembangan terakhir, selain sebagai bentuk investasi, emas batang­ an kini banyak dipakai sebagai bentuk apresiasi/penghargaan/reward perusahaan kepada karyawannya yang berprestasi. Pertimbangannya lebih mudah, simpel, dan aman. Kemudahan investasi emas ini terutama saat “disekolahkan” alias digadaikan untuk mendapatkan pinjaman modal. Kondisi seperti ini pa­ ling umum dilihat menjelang hari raya, seperti beberapa waktu lalu. Di Kantor Pegadaian Renon, Denpasar, pada H-7 sudah terlihat pergerakan transaksi meningkat hingga 15%-20% dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hal ini dikarenakan, gadai emas ini salah satu alternatif tercepat dan tak bertele-tele untuk mendapatkan pinjaman kredit. “Kecenderungan yang terjadi saat hari raya itu, emas batangan di­ masukkan (digadaikan), emas perhiasan dikeluarkan (ditebus). Dilihat dari jumlah transaksi yang menggadaikan dan menebus khusus untuk area Denpasar 50:50, karena masyarakat di sini heterogen. Setelah selesai hari raya, Kantor Pegadaian Renon yang mulai buka Rabu (22/7), didatangi banyak konsumen. Mereka kembali menyimpan emas dan perhiasannya. “Perhiasan ditaruh (digadaikan) lagi untuk mendapatkan modal kerja, ketika sudah mendapatkan keuntungan, ditarik satu persatu, emas per­ hiasan, emas batangan. Kondisi ini berbeda dengan daerah timur,” ujar pria yang sempat bertugas di daerah NTB-NTT ini. Kecenderungan menggadaikan emas di daearah ini saat musim tanam, sekitar bulan Januari untuk padi dan bulan Juli untuk jagung, yang dipanen dalam 3-4 bulan ke depan. “Di timur, persentase dari dampak musim tanam dan panen itu paling besar, mencapai 60-70%. Dampak hari raya hanya sekitar 40%,” tandasnya. –Inten Indrawati


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 859 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu