24
What’s Up
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Toleransi Tinggi Pasangan Beda Agama Bukan hanya kalangan muslim saja yang bersiap-siap menyambut Idul Fitri, tapi me reka yang beragama lain pun ikut sibuk mempersiapkannya. Setidaknya itu dilakukan oleh artis yang juga presenter Novita Angie yang bersuamikan seorang muslim, Sapto Haryo Rajasa. Seperti Lebaran sebelumnya, maka wanita yang bernama lengkap Novita Anggreini akan berkumpul bersama keluarga. Kali ini, kata Novita, ia tidak mudik.
“D
i rumah saja, tidak mudik. Biasanya bersama mertua mudik ke Yogyakarta, tapi tahun ini tidak. Kebetulan pembantu rumah tangga akan pulang, jadi sekalian mengajarkan anak-anak hidup mandiri,” ungkap bintang sinetron ‘Mewarnai Langit’ yang beragama Katolik ini. Lebaran nanti, katanya, selain mempersiapkan segala keperluan menyambut Hari Raya, dia juga mempersiapkan makanan khas Lebaran seperti ketupat dan opor. “Pokoknya nanti ada menu-menu Lebaran seperti opor dan ke tupat,” tambah wanita kelahiran 1975 ini. Belasan tahun menjalani Ramadan dan Idul Fitri bersama keluarganya dirasakan sebagai momen membahagiakan bagi Novita. Meski ia tidak berpuasa, ia tetap menemani anak-anaknya saat buka maupun sahur. Hubung an keluarga menjadi makin dekat karena mereka sering bersama. “Dulu, kalau waktu buka aku ikut makan, padahal sebelumnya makan siang juga. Lalu sahur juga ikut makan,” kata ibu dari yaitu Jeremy Cornelius dan Jemima Jasmine, sembari tertawa. Nama Novita mulai dikenal sejak ia membintangi sinetron ‘Lupus’ tahun 1995, setelah itu kariernya terus menanjak. Ia bukan saja tampil di berbagai sinetron tapi ia juga dikenal sebagai presenter berbagai acara. Kini dunia akting itu sepertinya ditinggal Novita lantaran sibuk berkiprah di dunia jurnalistik. Novita kini menjadi Pemred di
sebuah majalah gaya hidup. Terkait kehidup an rumah tangganya dengan Sapto Haryo yang telah dijalani selama 14 tahun, Novita mengatakan, kunci keharmonisan adalah komunikasi, saling percaya dan toleransi satu dengan yang lainnya. Mere ka, ucapnya, tak pernah bertengkar karena masalah agama. “Perbedaan bukan menjadi alasan tidak bisa menyatukan dua insan. Yang terpenting adalah komunikasi, saling pengertian dan saling percaya,” ungkap Novita tentang rahasia kelanggengan rumah tangganya. Pasangan artis beda agama yang juga pernikahannya langgeng
hingga kini adalah Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Pasangan yang menikah sejak 2003 lalu ini hingga kini tetap menjalankan kepercayaannya masing-masing. Ari,
kata Nia selalu mendukung dirinya saat menjalankan puasa, begitupun saat Lebaran. Bahkan mengantar Nia untuk sholat Ied saat Lebaran. Seperti keluarga Angie-Haryo, maka pasangan Ari dan Nia juga menyebut rasa toleransi tinggi adalah salah satu kunci dari kelanggengan pasangan beda agama. “Saat Ied, Ale (nama panggilan Ari) biasa nya nganterin aku, dia nunggu di parkiran,” kata Nia. Biasanya, setelah Ied, mereka akan
ke makam ayah Nia, Dicky Zulkarnaen. “Selama perayaan Ale nemenin, baik itu ke makam papa, habis itu ke rumah mama, dan berkunjung ke keluarga lain,” tambah Nia yang tahun lalu bersama Ari mempersembahkan film religi, ‘Seputih Cinta Melati’ yang ditayangkan pada Lebaran 2014. Lain lagi dengan Titi Kamal dan Christian Sugiono. Pasangan beda agama yang menikah di Australia 2009 ini berencana mudik Lebaran ke Jerman, tempat dimana ibu Tian, sapaan Christian Sugi ono, berada. Maklum, ibu Tian adalah wanita Jerman. Rencana mereka akan di sana selama tiga pekan. “Kita berangkat setelah Lebaran sekitar tanggal 20-an. Ibunya Tian kan ada di sana. Juna juga ikut,” ungkap Titi yang ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Juna yang bernama lengkap Arjuna Zayan Sugiono adalah anak pertama Titi yang baru berusia 1,8 tahun. Menurut Titi, anaknya sudah terbiasa perjalanan jauh menggunakan pesawat. “Juna nggak pernah rewel kalau perjalanan jauh. Dia sudah biasa. Dulu juga dia aku bawa ke Jepang. Baby sitter nggak ikut, nanti (Jerman) juga nggak bawa baby sitter. Dia sudah terbiasa aku bawa ke tempat kerja juga, jadi nggak apaapa,” ujarnya. –Diana Runtu
Rindu Kampung Halaman Mudik Lebaran ke kampung halamannya, Indramayu, Jawa Barat, selalu menjadi hal yang spesial bagi penyanyi dangdut, Iis Dahlia. Suasana yang tidak didapatnya jika berlebaran di Jakarta. “Yang paling aku rindukan adalah bisa bertemu keluarga besar, para tetangga, kita bisa silaturahmi juga saling tukar makanan. Aku kangen banget suasana itu,” ungkap Iis. Hampir setiap tahun pelantum ‘Bunga Seroja’ ini selalu mudik, baik bersama suami maupun tidak. Maklum suaminya adalah pilot, yang tidak selalu mendapat cuti ketika Lebaran tiba. Walhasil, hanya Iis dan dua anaknya, Shalsa dan Devano, yang mudik. Tahun lalu, kata Iis, tidak seperti biasanya mereka memutuskan berlebaran di Jakarta alias tidak mudik. Tapi tahun ini mereka mudik sekeluarga. “Jadi Lebaran di Jakarta dulu baru ke Indramayu,” ucapnya. Yang juga bikin Iis rindu pulang kampung saat Lebaran adalah menu khas yang disajikan saat Lebaran yakni pindang, sayur asem dan sambel terasi. “Iya kalau biasanya kan menu khas Lebaran opor, tapi di rumah aku andalannya sayur asem, pindang dan sambel terasi. Tapi opor juga ada kok,” ucap juri D’Academy ini. Di daerahnya, kata Iis, ada tradisi yang disebut kesenian obrog. Acara ini hanya digelar pada bulan Ramadan dan Lebaran. Kesenian itu pada saat Ramadan biasanya digunakan untuk membangunkan orang untuk sahur, mereka berkeliling kampung. Nah saat Lebaran, masyarakat akan memberi uang ataupun apapun kepada mereka yang telah membantu membangunkan warga selama bulan puasa. “Aku rindu itu juga,” ucapnya. Pendapat artis Zaskia Mecca agak berbeda dari yang lainnya. Menurut istri sutradara Hanung Bramantyo ini, justru dia paling menikmati Lebaran di Jakarta karena
Ibukota sangat lengang. “Aku paling suka Lebaran di Jakarta, Jakarta benar-benar sepi. Ibaratnya, kalau mau foto-foto tengah di Jalan Sudirman bisa banget,” kata pemeran film ‘Kiamat Sudah Dekat’, ini. Namun, Lebaran kali ini dia mudik ke kampung halaman suaminya, Yogyakarta. “Kali ini mudiknya cukup lama sampai tanggal 28 nanti. Dia (Hanung) maunya lama di kotanya. Alhamdulilah Tuhan kasih kesempatan jadi bisa lama. Karena biasanya cuma tiga hari di Yogyakarta. Itu pun setelah Lebaran, nginepnya pun di hotel,” ucap Zaskia yang mudik naik kereta ke Yogya. Untuk liburan panjang itu, katanya, dia tidak membawa banyak barang karena sebelumnya sebagian barang sudah dikirim. Tapi yang harus ada adalah makanan andalan Lebaran, yakni, lontong sayur dan daging balado. “Kayaknya tanpa dua makanan itu serasa nggak Lebaran. Jadi nanti harus ada. Itu yang bikin mbak aku sejak aku kelas tiga SD. Karena aku naik kereta, takut rusak, maka nanti makanan itu dititip ke teman yang akan datang pakai pesawat,” kata ibu dua anak ini. –Diana Runtu
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
nafsu
Merayakan Kemenangan Minggu yang penuh suasana religius sudah kita lalui. Dua hari raya besar, Galungan dan Idul Fitri berada di minggu yang sama. Dua hari raya ini pun memiliki makna yang sama. Perayaan kemenangan. Kemenangan yang dimaksud bukanlah kemenangan dalam sebuah kompetisi dan menghadapi lawan-lawan yang hebat. Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Adharma adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri manusia. Keberhasilan mengalahkan sifat yang ada dalam diri inilah yang dirayakan. Hal yang sama juga dialami umat Muslim. Setelah sebulan berpuasa untuk menahan diri dari berbagai godaan, akhirnya bisa memenangkan diri dan menyambut hari yang fitri. Kemenangan diri sendiri atas diri sendiri. Kalau kita sudah berhasil mengatasi diri sendiri, mengatasi orang lain tentu juga bisa. Hari raya kemenangan identik dengan suka-cita, mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang diberikan. Saling mengucapkan salam sela-
Putu Wijaya
mat kepada sesama juga menjadi tradisi. Istilahnya silaturahmi untuk memperkuat tali persaudaraan karena pada dasarnya semua orang bersaudara. Ciri khas hari raya yang banyak dilakukan adalah merayakan di kampung halaman, berkumpul bersama keluarga besar. Tetapi, jangan berkecil hati jika tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar. Dimana pun hari raya bisa dilaksanakan. Minggu ini kami sajikan pengalaman umat Hindu yang merayakan hari raya di Jerman. Suasana mereka buat seperti di Bali. Ini menjadi pengobat rindu kampung halaman. Kini hari raya sudah berlalu,
Voucherku Terjatuh Bekerja sambil jalan-jalan tentu sangat mengasyikkan. Seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air. Inilah yang membuat aku betah di perusahaan tempat aku bekerja sekarang. Akhir tahun, kami berencana membuat event di mall yang ada di Kuta. Untuk lebih mematangkan persiapan, kami melakukan survey ke lokasi. Selain aku, ada tiga lagi teman yang ikut. Kami sudah janjian dengan manajer di mall tersebut. Setelah mendapat penjelasan mengenai lokasi dan harga yang ditawarkan, kami bermaksud untuk melihat langsung sekaligus “cuci mata”. Lokasi acara berada di tengah mall dan dikeliling gerai produk-produk bermerek. Karena tanggal tua, kami hanya window shopping ha…ha… Dari hasil survey, kami merasa lokasi sangat cocok. Agar lebih mantap lagi, aku mengajak temantemanku untuk makan siang di salah satu restoran. “Aku punya voucher dua. Kita pakai ini, sisanya kita bagi rata,” ujarku dengan bersemangat sambil menunjukkan dua voucher yang masing-masing bernilai Rp 100 ribu.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Kami pun menuju restoran di lantai 3 yang memiliki pemandangan langsung ke arah pantai Kuta. Beberapa pengunjung khususnya wisatawan asing rela berpanaspanas demi mendapatkan suasana makan siang dengan latar belakang pantai Kuta. Di depan restoran, kami di sambut pramusaji dan dipersilakan masuk. Aku pun bertanya apakah bisa membayar dengan voucher. Ternyata voucher diterima sebagai alat pembayaran. Ketika hendak memperlihatkan voucher, aku kaget. Oh my God, voucherku kok tinggal satu. Yang satunya kemana ya. Aku mencari-cari dalam kantong baju, dalam tas. Tak ada. Wajahku mulai panik. Aku yakin tadi ada dua voucher. “Ada apa, kok panik,” tanya temanku yang laki-laki. “Voucher hilang
saatnya kembali ke aktivitas semula. Semangat kemenangan harus menjadi dasar untuk meraih citacita. Yakinlah apa yang dilakukan akan mendapatkan hasil terbaik. Tentu usaha yang dilakukan harus dengan semangat juga. Kalau belum berhasil, bersabarlah. Mungkin, ada kendala yang belum terselesaikan. Bagi Anda yang penasaran dengan masa depan, boleh berkonsultasi dengan Guru Mangku Hipno dan tim Brahmakunta dalam acara Sunday Market di Shankara Resto, Sanur, Minggu (19/7). Masa depan bukan untuk ditakuti tetapi harus dihadapi. Sampai jumpa di edisi berikutnya. Salam
satu,” ujarku dengan nada sedih. Semua temanku ikut mencaricari. Mereka juga terlihat sedih. Tak lama kemudian, temanku yang perempuan berkata, “Sudahlah…jangan bersedih. Ini aku punya voucher satu lagi,” kata temanku sambil menyerahkan satu voucher. Aku kaget karena itu adalah voucherku yang hilang. Aku mengumpat sekaligus bersyukur karena voucher sudah ketemu. Tiga temanku ini tertawa karena berhasil mempermainkan aku. Saking gembiranya saat berjalan ke restoran, voucher terjatuh dan diambil temanku. Mereka lalu menyusun siasat untuk mempermainkan aku. Kami pun makan siang dan membayar dengan dua voucher itu. Seperti perjanjian awal, kekurangan kami tanggung bersama dengan menggunakan uang jatah makan siang dari kantor. Asti, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Mozaik
GORO-GORO
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Amat sedang duduk santai di tepi tanah lapang, ketika seorang anak muda menyapa. “Pak Amat, boleh saya ganggu?” Amat terkejut. Ia tidak kenal siapa pemuda itu. Ia merasa cemas.
“Siapa, ya?” “Bapak tidak kenal saya, tapi saya kenal Bapak.” “O, teman kuliahnya Ami, anak saya?” “Bukan, Pak.” “Kok kenal Bapak?” Anak muda itu tersenyum. “Tadi di sana ada yang memberi tahu saya, siapa Bapak.” “O, Pak Made yang bekerja di kantor sebelah perempatan itu?” “Mungkin. Beliau menunjukkan Bapak. Mungkin Bapak bisa menolong saya.” Amat terkejut, ia cepat berpaling ke arah lain, tak mau bertatapan. Takut dihipnotis. “Boleh saya menanyakan sesuatu?” “Menanyakan apa?” “Menurut Bapak, cinta itu apa?” Amat kembali terkejut. Sekarang ia merasa sedang menghadapi orang gila. Atau, setengah gila. Atau, orang sedang mengalani proses akan gila. “Apakah cinta itu sayang? Kasih? Keinginan berkorban? Ingin memiliki atau nafsu?” Sekali lagi Amat terkejut. “Salahkah saya kalau menganggap cinta itu nafsu?” Sekarang Amat menoleh, anak muda itu yang justru mengalihkan pandangannya. “Apa artinya cinta, kalau tidak ada nafsu? Karena nafsulah kita jadi menyayangi, ingin mengasihi, ingin berkorban, ingin memiliki dan ingin, maaf, bersanggama dan lain sebagainya.” Amat terperanjat. “Ya kan, Pak?! Kalau tidak ada nafsu, paling banter kita hanya berteman saja! Untuk apa teman terus menerus seumur hidup? Kita kan perlu privasi dan kehangatan. Kan begitu, Pak?” Amat mulai tertarik. Tampaknya ia sedang berhadapan dengan seorang anak muda yang sedang patah hati atau frustasi. “Saya tidak patah hati, Pak,” lanjut anak muda itu,”Saya tidak frustasi dan saya tidak gila. Saya hanya ingin tahu, apa sebenarnya cinta itu? Apa orang tidak tahu itu salah? Kalau saya salah, tolong beri saya pengarahan!” Amat berpikir keras. Bukan tentang nafsu yang ditanyakan anak muda itu. Tentang siapa dia. “Menurut saya, tanpa nafsu semuanya akan tawar. Seperti masakan kurang garam dan kurang gizi. Saya bukan pemuja nafsu, itulah opini saya. Tetapi karena itu saya ditendang, karena nereka tidak tahu apa inti pendapat saya itu.” Anak itu sambil bicara, terus menghadap ke depan. Seakan_akan ia bicara pada dirinya sendiri. Perlahan-lahan Amat berdiri. Anak muda itu terus bicara tidak peduli. Bahkan ketika Amat perlahan-lahan pergi, Ia terus saja ngomel. “Apa artinya kasih, sayang, pengorbanan tanpa nafsu. Nafsu itu karunia yang membuat kita maju, asal kita bisa mengendalikan dan bukan dikendalikannya....” Dari kejauhan Amat mengintip. Anak muda itu terus bicara. “Siapa senarnya dia?” tanya Amat pada istrinya setelah sampai di rumah. “Bukan itu yang harus dibahas!” “Maksudnya?” “Ya, tidak penting apa yang ia tanyakan. Tapi apa jawaban Bapak?” “Lho kan bapak belum menjawab!’ “Ya itu dia! Jawaban bapak apa? Saya ingin tahu.” “Yang mana?” “Ya, soal nafsu itu!” Amat tertegun. “Pertanyaan tentang apa nafsu itu begitu pentingnya?” Amat berpikir. “Jangan mikir. Jawab langsung saja!” “Tentang nafsu itu?” “Ya!” Amat seperti terpojok. Anak muda itu, bisa ia tinggalkan. Tapi pertanyaan istri sendiri, tak bisa tidak dijawab. “Bu, apa?” “Tentang nafsu itu?” “Ya!!!” Digertak begitu otak Amat bekerja keras. “Ayo, apa?” Akhirnya Amat menjawab untung-untungan. “Ya.” “Ya. Apa? Setuju tidak?” Amat nekat. “Ya setuju!” Bu Amat meletakkan baju Amat yang sedang ditisiknya. Lalu tanpa komentar berjalan masuk kamar. Amat mengurut dada. “Padahal dia tahu, anak muda itu hanya cerita rekaanku. Istri sejati!” kata Amat dalam hati, sambil menyusul masuk kamar.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Mouriens Krisanto
23
Bisnis Itu Tanggung Jawab Jiwa bisnis yang sudah tertanam sejak Mouriens Krisanto masih muda, ternyata terus mengalir di dalam dirinya. Wanita kelahiran Magetan 8 Maret 1981 tersebut, hingga kini masih terus bergelut di dalam dunia bisnis. Putri pertama dari pebisnis kondang di Kabupaten Magetan Toto Krisanto itu, sampai sekarang juga mengurus beberapa bisnis yang masih terus eksis ketika dipegangnya. ‘’Sejak sekolah saya sudah diajak papa untuk mengenal bisnis. Dari situlah saya belajar tentang bisnis hingga saat ini,’’ katanya.
B
Mouriens Krisanto
erbisnis apapun bukan hambatan bagi Morin, panggilan Mouriens Krisanto. Belajar untuk terjun di dunia bisnis diawalainya dengan cara sederhana tanpa merasa malu. Bahkan, Morin muda dulu, pernah jual pakaian keliling hingga jual nasi bungkus. “Bagi saya, tidak ada kata gengsi untuk berbisnis. Asal, bisnis yang kita kerjakan itu halal,” tambahnya. Melihat bakat jiwa bisnis dari Morin, saat dirinya belum lulus kuliah, dia dipercaya untuk memegang apotik oleh orangtuanya. “Sejak tahun 2004 saya sudah mulai belajar suruh megang apotik sendiri. Selain
itu, juga ada toko alat tulis serta fotocopy,” kenangnya. Meski pada awal sempat mengalami kesulitan karena susah untuk berkembang, ahirnya ibu dua anak ini mencoba beberapa strategi. Kala itu, apotik miliknya memang belum mempunyai banyak rekanan. Namun, dengan cepat, dirinya mencoba mencari terobosan untuk kelangsungan apotiknya tersebut. “Dulu sangat sepi karena minimnya relasi. Tapi semua itu sudah teratasi, karena saya mau mencoba untuk terus mencari partner dalam perkembangan usaha saya,” tuturnya. Usahanya yang dilakukannya pun membuahkan hasil. Tidak per-
lu waktu lama untuk mendongkrak bisnis apotik yang dia jalani. Hanya perlu waktu satu tahun untuk membesarkan apotik yang bernama Apotik Nusantara itu. Sukses dengan bisnis apotik, masih seputar kesehatan Morin akhirnya mendirikan tempat fitness. Itu merupakan tempat fitness pertama kali yang ada di Kota Magetan. ‘’Setelah apotik mulai lancar, saya mencoba untuk membuka tempat fitness karena di Magetan dulu belum ada tempat olah raga seperti itu,” jelas istri Fadly Mallayudhawan ini. Selain terus berupaya untuk meningkatkan bisnis yang telah digelutinya tersebut, Ibu dari Zefanya Karen Effarina dan Faristha Carmel Effarina ternyata juga pandai memanfaatkan peluang
bisnis. Usai mendirikan fitness, Morin ahirnya menjatuhkan pilihan bisnisnya di dunia mainan anak. Meski berbeda dari bisnis sebelumnya, namun insting bisnisnya tersebut membuahkan hasil. “Dunia mainan saat itu ramairamainya. Maka dari itu, selain punya lokasi yang strategis, dan menurut saya prospek yang bagus, ahirnya saya putuskan untuk buka toko mainan,” ungkapnya. Menurut Morin, kunci sukses dari beberapa usahanya tersebut, selain terus berinovasi tentang bisnisnya ia terus membangun suasana kekeluargaan antar karyawannya. Hal itu dirasa Morin efektif dalam mendongkrak bis-
nisnya. “Suasana kekeluargaan antara saya dan karyawan terus saya jalin. Hal itu untuk menciptakan rasa nyaman saat bekerja. Jadi kalau semua karyawan kita nyaman, otomatis, dalam kerjaan juga enak. Karena bisnis saya ini selalu berhubungan dengan para pelanggan langsung,’’ jelasnya. Motivasi yang selalu ia terapkan untuk sukses dalam memegang beberapa bisnisnya tersebut, Morin menjadikan semua bisnis yang dia jalani bukan menjadi suatu beban. “Bisnis itu jangan dibikin kayak beban. Tapi anggap itu kewajiban dan tanggung jawab kita. Jalani saja dengan senang hati,” tegasnya. –Dinar Perdana
Susi Susiatin
Bekerja untuk Materi dan Ibadah Sebagai wanita karier, Susi Susiatin (46) yang bekerja di Sunlife Finance Indonesia sangat ulet dalam bekerja. Baginya, mencintai pekerjaan, fokus terhadap pekerjaan dan melakukan yang terbaik, berdedikasi serta bertanggung jawab adalah kiatnya dalam bekerja. Susi yang menjabat sebagai Agency Director Sunlife Finance Indonesia menjelaskan, dari segi pengembangan diri dan aktualisasi diri, seorang pekerja harus punya pengetahuan dan wawasan luas. Mengingat banyaknya training-training yang ada baik secara personal juga motivasi dari beberapa motivator, liburan ke luar negeri baik ke Asia maupun Eropa. “Selain itu kepuasan batin karena bisa membantu banyak orang. Bagi saya hidup ini harus bermanfaat bagi orang lain sekecil apapun.
Susi Susiatin
Sebab itu merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang sudah Tuhan berikan untuk kita,” katanya. Ia memulai karier pertamanya di asuransi akhir tahun 1999 hingga akhir 2003. Selama empat tahun tersebut, ia meraih 3x berturutturut MDRT (Million Dollar Around Table). “Karena sesuatu hal, pada 2004 saya keluar dari dunia asuransi. Pertengahan 2011, saya memutuskan untuk kembali ke asuransi dan memilih Sunlife Financial Indonesia untuk kembali berkarier,” ungkap istri seorang dokter ini. Pekerjaan di asuransi ini begitu mulia baginya. Banyak keluarga dan masyarakat yang terbantu ketika risiko itu terjadi. Ia bisa membantu merencanakan finansial bagi keluarga mereka.”Selain untuk karier dan pendapatan yang bagus, ibadah termasuk di dalam tujuan pekerjaan saya,” kata perempuan kelahiran 1969 ini. Sukses telah menghinggapinya. Perempuan yang memiliki satu orang anak ini, sudah bisa memiliki banyak aset. Diantaranya rumah dan mobil, serta bisa membiayai putrinya sampai sekarang hingga masuk ke Fakultas Kedokteran. “Dari bekerja ini saya juga alhamdulillah bisa berangkat menunaikan ibadah umroh beberapa kali,” pungkasnya. -Diyah
22
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Edisi 858/20 - 26 juli 2015
Shanty Paredes
Kampanyekan
Stop Kekerasan pada Anak
Masih ingat Shanty, kan? Penyanyi bersuara seksi yang namanya ngetop sejak menjadi VJ MTV. Pekan lalu, wanita yang bernama lengkap Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie, dan teman-temannya sesama artis menyambangi Komnas Perlindungan Anak di bilangan Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk men diskusikan tentang strategi kampanye stop kekerasan terhadap anak.
D
ijumpai di Komnas Anak, Shanty yang mengenakan kaos hitam bertuliskan “Stop Kekerasan pada Anak, Bicara!!”, menyebut dirinya dan teman-temannya sebagai volunteeratau relawan dari Komnas Perlindungan Anak yang akan melakukan kampanye agar masyarakat lebih peduli terhadap masalah tersebut. “Jangan takut melaporkan jika melihat terjadi kekerasan terhadap anak. Jangan juga mengira kalau kita melaporkan berarti kita mencampuri urusan orang. Karena menurut saya, ini adalah tindak kriminal dan harus menjadi urusan semua orang,” ucap Shanty
‘berapi-api’. Lalu apa yang membuat wanita yang kini bermukim di Hong Kong ini begitu peduli pada isu-isu kekerasan anak?Menurut wanita kelahiran Jakarta 30 Desember 1978 ini, sejak dulu ia sangat peduli pada anak-anak, setelah menikah dan memiliki anak kepedulian semakin bertambah. Apalagi, akunya, ia kerap mendengar dan membaca beritaberita tentang kekerasan terhadap anak, baik secara fisik maupun seksual. “Itu bikin perut saya mual. Waktu saya baca berita-berita seperti itu, saya sampenggak bisa tidur ngebayangin bagaimana kalau hal semacam ini menimpa anak-anak saya. Yang juga paling saya takutin adalah kidnapping atau penculikan anak yang berujung pada child
trafficking (perdagangan anak). Anak bisa dijual dijadikan pengemis atau malah dijual organ tubuhnya,” tutur peraih penghargaan Most Favorite New Artist (MTV Indonesia 2001, ini. Meski ia sangat peduli pada isuisu terkait anak, namun katanya, baru sekarang lah ia berkesempatan untuk turun ikut berkampanye. “Pas ada trigger-nya(kasus Engeline), saya trus kontak teman-teman yang mau datang berdiskusi ke Komnas Anak,” ucapnya. Kasus Engeline yang tewas dibunuh dan dikubur di pekarangan rumahnya, begitu menohok hati semua orang, termasuk dirinya.
“Tadi kita sudah berbicara (Komnas Anak). Jadi kerja kita yang pertama adalah sosialisasi, kampanye dulu. Kita akan bilang bahwa ini bukan stigma yang harus ditutup-tutupi. Ini adalah tindakan kriminal yang harus dilaporkan. Menurut saya, kalau anak tidak diperlakukan dengan baik (mengalami kekerasan), itu adalah urusan semua orang. Kalau kita tidak melaporkan, tidak akan ada aksi dari Komnas Anak ataupun polisi untuk membantu anak ini,” papar Shanty panjang lebar. Menurut Shanty, adanya kasus ini membuatnya menjadi lebih waspada lagi dalam mengawasi anakanaknya.“Tadinya saya kira saya sudah cukup waspada. Tapi dengan adanya kejadian seperti ini, membuat saya harus lebih waspada lagi,” ungkapnya. Menjadi orangtua, katanya, harus peka dan mau mendengarkan cerita atau keluhan anak. “Kalau anak bercerita atau mengadu, kita harus dengar dengan serius, jangan cuma sambil lalu atau sambil main handphone,” katanya. MENINGGALKAN KARIER DEMI KELUARGA Sejak menikah ia meninggalkan karier menyanyinya dan terjun langsung mengurusi ‘buah hatinya’. Sekalipun banyak tawaran job datang, ia terpaksa harus menolak karena tidak ingin meninggalkan anak-anaknya. Keputusannya untuk mengabdi pada keluarga dan vakum dari dunia entertainment memang telah menjadi komitmennya sejak sebelum menikah. Itu sebabnya ia pun bersedia pindah ke Hong Kong mengikuti suaminya, dan meninggalkan semua ‘kejayaan’ di Jakarta. Baginya, tidak yang lebih penting dari keluarga, anak-anak juga suaminya. Itulah yang utama dari hidup Shanty yang sekarang. Di rumah, tambah peraih Best New ComerAMI Awards 2001, dia juga memiliki baby sitter namun dia tidak menyerahkan sepenuhnya penjagaan anak kepada baby sitternya. “Dia itu hanya asisten saja. Saya tidak memberi 100% penjagaan anak kepadanya. Saya turun langsung. Makanya saya selalu tahu apa yang terjadi pada anak-anak saya. Saya selalu perhatikan tindak-tanduk mereka, kalau berubah, saya harus tahu kenapa dia berubah. Apakah karena sakit phisik atau karena ada sesuatu di sekolah. Kita harus tahu perbedaannya,” kata penulis buku ‘Shanty: Bongkar Rahasia, Bagi Cerita’. Shanty memulai kariernya di dunia hiburan sebagai penari latar. Bintangnya mulai bersinar ketika ia dikontrak oleh sebuah produsen rokok terkenal untuk menjadi host program televisi yang mereka adakan. Penampilan Shanty yang menarik perhatian membuatnya dikontrak menjadi VJ MTV. Namanya semakin dikenal luas karena ada banyak program di MTV yang dibawakannya, salah satunya adalah MTV 100% Indonesia. Usai kontrak di MTV, mantan penyiar Radio Prambors ini pun merambah ke dunia tarik suara dengan album perdana bertajuk ‘Shanty’ yang terbit tahun 2000 dan mendapat sambutan hangat dari para pencita musik Tanah Air. Sejak berkiprah di dunia tarik suara, setidaknya Shanty, telah mencetak empat album. Terakhir adalah tahun 2007 lalu, ia menerbitkan album kompilasi lagu-lagu terbaiknya dari tiga album sebelumnya.
Sukses di dunia tarik suara tidak membuat wanita cantik yang hobi menari ini, puas. Anak kedua dari pasangan Eddy Heryadie dan Ratna Sutamapun merambah ke dunia akting serta menjadi bintang iklan sejumlah produk. Tak dinyana, pemunculan Shanty di layar lebar langsung menampilkan akting yang lumayan seolah sudah lama berkiprah di dunia ini. Film perdananya, ‘Berbagi Suami’ arahan sutradara Nia Dinata, laris dipasaran, dan Shanty pun masuk nominasi sebagai Pemeran Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2006. Bukan hanya itu, film ini pun sempat melalang ke berbagai festival film internasional. Tahun 2007, bisa dibilang tahun paling produktif bagi Shanty di dunia film. Sepanjang tahun itu dia membintangi empat judul, ‘Kala’, ‘Maaf Saya Menghamili Istri Anda’, The Photograph, dan Lotus Requiem. Nah, semua ketenaran dan karier yang cemerlang itu dia tinggalkan ketika menikah dengan Sebastian Parades, seorang bankir asal Ekuador, Amerika Latin, pada 2010. Setelah menikah, ia pun pindah ke Hong Kong dimana suaminya mendapat tempat penugasan. Dari pernikahan itu, Shanty dikaruniai dua putra, Arjuna Lucio Paredes (4)dan Enrico Satria Paredes (1,7). THE BEST THING IN LIFE Menurutnya, ia tidak sayang melepas kariernya karena anak adalah anugerah yang tak tergantikan. “Punya anak is the best thing in life. Keuntungan tidak bekerja lagi adalah tidak melewatikan perkembangan anak-anak,” ucapnya. “Sebenernya suami aku tidak pernah melarang untuk meneruskan karier. Hanya aku saja yang tahu diri. Sebelum menikah aku bertekad bahwa kalau sudah menikah akan sepenuhnya mengurus keluarga, meninggalkan karier aku, dan komitmen itu aku pegang sampai sekarang. Masih banyak job yang datang, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa meninggalkan anak-anak aku lama-lama. Jadi aku pikir dari pada kerja setengah setengah, lebih baik tidak. Nanti saja kalau anak-anak sudah besar dan aku sudah kembali menetap di Indonesia baru bisa aku pikir kembali untuk meneruskan karier di dunia hiburan,” kata pelantun tembang ‘Oh Kasih’, ini. Memang, diakui Shanty, sekalipun ia menyatakan meninggalkan kariernya, namun sesekali ia masih juga terima job. Tapi katanya, itu lebih kepada pemuas kangen. Menyinggung tentang sexual abuse yang marak terjadi, Shanty juga telah mengajarkan anaknya cara melindungi diri sendiri. “Anak saya umur empat tahun sudah mengerti. Jadi kalau personal body partdisentuh orang lain, ia akan refleks menepis dan bilang, ‘No, dont touch, im going to tell my mom’. Dan dia selalu begitu sekarang,” tutur Santhy yang dua atau tiga bulan sekali pulang ke Indonesia. Tapi uniknya,kata Shanty, anaknya juga mempraktekkan apa yang diajarkannya itu pada orang-orang dekatnya juga. Misalnya saja, suatu ketika baby sitternya ketika membantu memandikan atau membersihkan anaknya, tak sengaja menyentuh. “Oleh anak saya langsung ditepis. Bahkan neneknya yang bantuin dia ke kamar mandi karena mau pipis dibegitukan juga. Jadi anak saya tahu hal ini,” kata Shanty. Jadi, lanjut Shanty, kalau kampanye dia dan temantemannya yang akan terus menerus dilancarkan berhasil, ia yakin hal itu akan melindungi anak-anak. –Diana Runtu
3
4
Mandalika
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Bulan Puasa “Bebas” Petasan
Ny. AA Ngurah Oka Ratmadi
Perlu Rem Jangan “Ngigel Jauk”
Akhir-akhir ini, di berbagai media massa mengabarkan ledakan petasan banyak menimbulkan korban jiwa. Tidak hanya korban jiwa, petasan bahkan mengganggu ketenangan masyarakat. Kebiasaan membunyikan petasan di bulan puasa yang biasanya dilakukan di malam hari sangat mengganggu umat muslim yang sedang beribadah terutama saat melaksanakan Salat Tarawih.
Sebagai tokoh Srikandi PDI Perjuangan, Ny. AA Ngurah Oka Ratmadi atau ia akrab disapa Bu Cok, berbagi pesan kepada para generasi muda khususnya para kader perempuan dan istri para Ketua DPC PDI Perjuangan.
G
enerasi muda dengan kemajuan teknologi jangan sampai melupakan akar budaya. Jangan terlalu serakah. Kita perlu “rem” jangan hanya menabung kekayaan sampai tujuh keturunan. Tapi jaga keseimbangan sekala dan niskala. Itu yang perlu kita disadari. Jangan lupa, berbuatlah sosial dan kepekaan terhadap orang yang tidak mampu. Banyak keluarga tidak sejahtera di Bali. Karena itu, bagi siapa saja, apalagi sebagai pejabat, mari kita bersama-sama membangkitkan semangat gotong-royong untuk membantu mereka. Sebagai seorang istri politisi, ia mengajak, semua istri ketua partai, untuk selalu mendukung
karier suami. Banyak tokoh politik setelah menduduki jabatan, kemudian akhirnya “pindah rumah”. Inilah yang harus dicermati para istri. Tugas istri untuk mengingatkan suami, jangan “ngigel jauk” semua disaup. Jangan suka mengambil hak orang lain. Menurutnya, istri para politisi, juga harus seimbang. Artinya, ha rus sadar dan paham, saat suami berkiprah di politik tentu banyak menyita waktu. Ketika suami pulang ke rumah, jangan “pasang badan”, tapi ingatlah apa peran istri. Walaupun tidak bekerja dan hanya sebagai ibu rumahtangga, istri juga harus tetap berdandan agar terlihat cantik. Suami dan istri, tetap saling pengertian dan saling komunikasi. Karena itu, ia
menegaskan, ini semuanya kembali kepada mental. Jangan sampai “satu tidak habis, banyak tidak cukup”. Para perempuan harus tahan banting, dalam kondisi apapun. Apapun yang dilakukan dengan tulus akan ada hasilnya. Justru, dengan keunikan yang kita miliki, itulah yang kita manfaatkan. Menurut Bu Cok, tetaplah sederhana, walaupun sudah menjabat, dan hindari korupsi. Prinsip inilah yang harus selalu diingatkan para istri kepada suami-suami mereka. Pesan lain yang disampaikan Bu Cok, banyak partai politik kekurangan kader perempuan.
Ny. Putri Suastini Koster Istri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Menurut Suastini Koster, kita ini adalah generasi muda. Biar bagaimana pun, kita harus menyadari dan mau belajar dari sesepuh atau senior. Seperti ungkapan “jas me rah”, jangan pernah meninggalkan sejarah. Bagaimana pun dalam satu perjalanan partai, benang merah pasti tetap ada. Memang, kita harus tetap berjalan ke depan, tapi tetap ingat, angin semangat akan ada, bila kita ingat cerita perjalanan partai. Sehingga akan memunculkan semangat baru dan loyalitas kepada partai. “Kalau saudara kita yang di partai tidak bersatu, tidak mungkin ada yang bisa duduk di legislatif, maupun eksekutif,” katanya. Jangan hanya ingat “jas merah” di bibir, namun, kita melakukannya dengan tindakan. Tapi, jangan lupa, kita tak boleh arogan. Kita harus siapkan diri loyalitas terhadap partai. Ia menilai, tugas seorang istri, jika diibaratkan kendaraan, berfungsi sebagai rem. Bisa menasihati suami, jangan serakah. Untuk merebut kekuasaan jangan ribut dengan saudara, dan jangan membuat fitnah. Menurutnya, persaingan yang tidak sehat justru akan mengecilkan partai. Sebuah partai besar haruslah dibentuk dari kadernya yang berjiwa besar. Kalau memang porsinya dapat di legislatif dan eksekutif, jalankan kewajiban dengan baik. Bagi yang belum lolos, harus legowo. Ia mengatakan, sebagai seorang perempuan yang tidak tahu tentang politik, ia hanya bisa sebagai penon-
M
Karena itu, perempuan harus merebut peluang itu. Syaratnya, perempuan harus mengisi diri dan jangan malu-malu. Perempuan memegang peranan penting. Dalam kitab Hindu disebutkan, tanpa keikutsertaan perempuan, kegiatan itu tidak sempurna. Perempuan juga harus mengerti
ton, dan memberikan penilaian. Ia berpandangan, jika semua istri bisa menjalankan fungsinya sebagai rem, tentu para suami akan selalu ingin meningkatkan kualitas diri dan ingat kewajiban untuk partai. Ada anggapan, seorang istri ha rus berada disamping suami. Padahal, menurut Suastini Koster, peran istri sangat fleksibel, kadang bisa di depan, di belakang, di samping, bahkan di atas. Seorang istri berada di depan, dia membawa lentera cahaya Tuhan, dengan kemurnian dan kebeningan hati, tatkala suami kegelapan dalam perjalanan, istrilah yang mengingatkan. Seorang istri kadang berada di tengah untuk menjadi pendengar yang baik. Suami sudah sibuk di luar beraktivitas dengan segala keruwetannya, sampai di rumah, istri harus menjadi pendengar yang baik. Telinga dibuka lebar-lebar dan mulut ditutup rapat-rapat. Biarkan semua beban suami keluar dan itu tentu saja akan meringankan suami. Seorang istri kadang juga di belakang, mendorong dan memberi semangat. Saat suami dihantam, istri harus kuat. “Seperti dulu, waktu bapak terkena kasus yang berat, tiap hari koran mencerca bapak, tiang harus kuat. Saya kuatkan bapak, tenang, saya yakin ada jalan keluar,” kata Suastini. Istri kadang juga harus berada di atas, dengan mengalunkan lantunan doa. “Setiap berdoa, saya selalu menyebut nama suami. Kalau suami selamat, istri pasti selamat. Mohon doa kepada Tuhan, agar suami diberikan kekuat an, dalam menghadapi rintangan,” kata Suastini. Istri juga kadang berada di bawah. Kalau diingatkan sebagai istri, kita harus menurut. Apapun nasihat
21
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
emansipasi. Ayo bergerak. Ja ngan malu bertanya kepada yang sukses. Begitu juga, ia berpesan kepada partai, jangan hanya sibuk mencari calon saat pencalonan, tapi berikan kesempatan dari awal kepada kader perempuan untuk berkiprah sehingga benar-benar menjadi kader yang siap pakai.
suami, harus dijalankan agar tetap nyaman. Bagi Suastini Koster, peran istri sangat lengkap. Idealnya, memang seperti itu, tapi kadang, dalam menjalankannya tak bisa semua. Namun, niat yang luhur harus selalu ada. “Saya memberikan kepercayaan yang penuh kepada suami, memberikan waktu dan selalu ada doa untuk keselamatannya,” kata Suastini Koster. Ada satu hal mengelitik diucapkan Suastini Koster. Begitu ketemu dengan istri-istri dari Ketua DPC, langsung memanggilnya ibu ketua. Padahal, kata dia, ia hanya istri ketua. Cukup panggil saya Ibu Koster. Karena menurutnya, kedudukannya sama dengan para istri lainnya. “Saya mulai dari diri sendiri untuk menyadari tempat dan posisi. Dengan sesama para istri ketua, kedudukan saya sama. Karena itu saya menggagas pertemuan dengan para istri ketua DPC untuk saling kenal dan saling mendukung satu sama lain,” kata Suastini Koster. Ia menilai, bekerja di dunia politik kadang terjadi gesekan. Disinilah para istri untuk mencairkan suasana, agar para suami bersatu kembali. Kehadiran perempuan di tengah lakilaki, pasti lebih indah. Begitu juga, ketika turun ke masyarakat. Kalau para istri ikut turun suasana pasti lebih indah. Menurutnya, pertemuan para istri ketua DPC ini bukan untuk membentuk satu organisasi lagi, namun, cukup suka-duka saja. “Dalam kepengurusan partai, sudah ada bidang pemberdayaan perempuan. Dalam setiap acara, kami akan dukung. Misalnya menjelang pilkada, kita bisa memberi dukungan dan dorongan moril dan doa,” ujarnya. -ast
eski kepolisian telah dengan tegas melarang membunyikan petasan, masih saja ada warga yang mengabaikan hal tersebut. Fenomena seperti ini terjadi merata hampir di seluruh tanah air, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Di Kota Bima misalnya, suara petasan atau kembang api yang menimbulkan gemuruh suara yang mengganggu saat warga tengah melakukan
Salat Tarawih, nyaris memicu keributan. Karena warga yang usai melaksanakan Salat Tarawih marah sehingga beramai-ramai mendatangi sumber suara dengan kesal. Tujuannya jelas mencari pelaku yang membunyikan petasan/kembang api yang menimbulkan bunyi. Beruntung, polisi cepat tanggap dan masalah ini segera selesai. Ekses petasan khususnya saat bulan puasa memang berbeda dengan ekses saat
Kapolres Lombok Timir AKBP Heri Prihantono, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lombok Timur
perayaan tahun baru ataupun perayaan lainnya. Entah kapan dimulai petasan dan kembang api yang mengeluarkan bunyi kerap mewarnai malam-malam saat puasa. Jika tahun-tahun lalu semarak bunyi petasan seperti ini sangat mendominasi dan mengganggu, maka beberapa tahun terakhir, hal ini sudah tidak lagi marak terdengar, meski masih ada.
Tentu saja hal ini masih akan terjadi melihat masih juga banyak warga yang menjual kembang api yang menimbulkan bunyi dan petasan di pinggirpinggir jalan. Namun, di bulan puasa tahun ini, warga Lombok Timur Nusa Tenggara Barat yang lebih dari 90% muslim, dapat bernapas lega dan khususnya dapat beribadah Salat Tarawih dengan tenang juga khusyuk.
Pasalnya, Kapolres Lombok Timur, AKBP Heri Prihanto dengan tegas melarang penjualan petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi dengan tidak memberikan rekomendasi penjualan. Kebijakan ini diambil Kapolres Lombok Timur karena banyaknya keluhan masyarakat yang masuk saat ia turun lapangan dalam program Kapolres Menyapa Desa. -Naniek I. Taufan
Kapolres Lombok Timur saat razia petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi ledakan
Jalankan Prinsip 4 R Rajinnya Heri menyapa hingga ke desa-desa menjadi metode yang efektif dalam menjaring harapan masyarakat akan kamtibmas yang stabil. “Dari pertemuan dengan masyarakat hingga ke desa-desa sangat efektif untuk mengetahui harapan warga akan kebutuhan kamtibmas. Termasuk soal keresahan masyarakat pada maraknya petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi yang mengganggu ibadah di bulan puasa, saya dapatkan saat menyapa desa,” ungkap AKBP Heri Prihantono. Karena itulah, Heri dengan tegas, bukan hanya melarang membunyikan petasan dan kembang api yang mengeluarkan suara ledakan, melainkan juga dengan tegas melarang pen-
jualan petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi semacam ledakan, dengan tidak memberikan rekomendasi penjualan barang yang menimbulkan keresahan ini. Razia terhadap peredaran kembang api dan petasan secara gencar dilakukan karena berdasarkan evaluasi Polres Lombok Timur, hal ini menjadi pemicu gangguan kamtibmas. “Alhamdulillah, tahun ini aman dari bunyi petasan dan kembang api yang meledak. Biasanya saat sedang Salat Tarawih bunyi petasan sangat mengganggu, sekarang rasanya tidak ada lagi. Ibadah jadi khusyuk tanpa petasan,” ungkap Gozali, salah seorang warga Lombok Timur.
Kini ia dan keluarganya merasa nyaman beribadah. Jika sebelumnya susah berkonsentrasi saat Salat Tarawih sehingga
menimbulkan kejengkelan dalam hati akibat gangguan gemuruh petasan yang menurutnya hal ini yang membuat ibadahnya tidak khusyuk, maka tahun ini ia bisa beribadah dengan tenang tanpa ledakan petasan dan bunyi kembang api. Menurut Kapolres Lombok
Sosialisasi tentang bahaya petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi ledakan
Timur, memang tidak seluruhnya hilang, melainkan ada satu dua yang masih membunyikan petasan dan kembang api. Namun, jika itu terjadi, anggota patroli akan segera menindaklanjuti alias merazianya. “Memang tidak hilang sama sekali, masih ada saja satu dua yang membunyikan namun segera kami sikapi untuk menghentikannya,” kata Heri. Bagi Heri, masalah kamtibmas adalah masalah yang harus mendapat perhatian bersama dan menjadi tanggung jawab bersama pula. Dengan menjalankan prinsip 4 R yang dimulai dari Rumah tangga (orang tua dan anak-anak), Rumah ibadah (tokoh agama dan masyarakat), Rumah sekolah (guru dan murid) dan Rumah pemerintah (seperti Polres dan Pemda), ia yakin kamtibmas Lombok Timur bisa terpelihara dengan baik. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Siti Aeni Maryam
Si Koki Tomboy Memiliki tubuh tinggi besar dan dikenal tomboy, Siti Aeni Maryam atau yang akrab disapa Condo, membuktikan dirinya mampu memiliki kelebihan sebagai seorang perempuan. Setidaknya ia piawai meramu adonan kue kering dan membuka usaha kafe yang membuatnya menjadi sangat dekat dengan “dunia dapur”.
Apalagi kafe yang baru tujuh bulan terakhir dibukanya di Jalan Pendidikan yang diberi nama “Oi Café” itu, juga menerima pesanan nasi kotak dengan harga murah meriah. Ini mengharuskannya banyak mengenal bumbu dapur dan meracik bumbu dengan ukuran yang pas agar pelanggannya puas menikmati nasi kotak produksinya. Sepanjang bulan puasa ini,
ia memilih menutup sementara kafenya karena harus beralih menyediakan berbagai pesanan nasi kotak dan memasuki minggu ketiga puasa telah lebih dari 100 kilogram pesanan kue kering beraneka ragam. Hal ini membuat kesibukan ibu dua anak, Muhammad Abiyyu Saputra dan Muhammad Daffa Rifqi Saputra, menjadi lebih tinggi. Capek, iya. Namun hal itu tidak menyurutkan
Engkau mungkin bisa menjadi raja dengan ribuan abdi Engkau bisa menumpuk semua berlian dan mutu manikam tetapi, Engkau tidak akan menjadi pria yang utuh keberhasilannya, jika engkau belum sepenuhnya mencintai istrimu Engkau menjadi yang terkaya, jika engkau menjadikan istrimu sebagai perhiasan terindahmu
semangat alumni Fakultas Hukum Universitas Mataram ini untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Dua anaknya tampak turut berdagang menemaninya hari itu. Demikian pula dengan sang suami yang seorang polisi itu, kerap datang untuk melihat ia beraktivitas di kafe. Baginya, suami dan dua buah hatinya itu adalah penyemangat yang sangat berarti. Bersama lima orang karyawannya di kafe tersebut, tiap pukul 11 siang ia telah berada di tengah bahan-bahan kue yang menumpuk di ruangan kafenya. “Karena banyak sekali pesanan kue kering untuk lebaran, kami harus membuat kue bahkan sampai jam 12 malam,” ungkap Condo yang mengaku menikmati aktivitasnya ini. Uniknya, meski produksi kue kering khas lebaran baru pertama kali ini dilakukannya, namun
Cita Rasa boleh Diadu
Membuat kue kering seperti ini, sesungguhnya pernah dilakukannya 10 tahunan silam. Namun tidak berjalan baik karena di samping masih dikelola sebagai bisnis rumahan ia juga sibuk menjadi wartawan yang kemudian mengelola media sendiri. Kini, setelah memiliki sebuah kafe, ia mencoba membangun kembali bisnis kue kering tersebut. “10 tahun yang lalu saya
sebenarnya sudah pernah usaha kue kering tapi masih sistem rumahan. Sekarang mumpung ada café, saya hidupkan lagi. Ternyata pelangganpelanggan saya yang lama pada senang semua dan kembali memesan kue lebaran tahun ini. Jadi tidak pakai promosi langsung banjir orderan,” ungkapnya saat ditemui di kafe miliknya. Kafe ini terbilang cukup ramai dikunjungi. Meski ia tidak pernah mempromosikan kafe ini secara khusus, Condo rajin memposting menu dan kegiatan kafenya di media sosial. Di momen puasa dan lebaran tahun inilah, keahlian putri dari H. Abdullah A. Rahman dan Fatmah ini meracik adonan kue kering kembali dilakukan. Dengan bahan-bahan sederhana resep warisan Sang Bunda sejak dulu, Condo memakai bahan yang disebutnya sebagai original alias tidak memakai bahan pengawet dan macam-macam bahan
Bunga Rampai Srikandi PDI-P
5
Engkau mungkin bisa membangun istana yang megah dan gemerlap
Siti Aeni Maryam, bersama karyawannya saat sibuk membuat kue kering yang resepnya dari warisan ibundanya
Bersama para pelanggan Oi Kafe
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
modern lainnya. Semua murni resep kue orang tempo dulu. “Bahan semua ori (original-red) dan murni seperti waktu masa dulu dibuat oleh ibu saya. Zaman dulu mana ada pengembang, pengawet atau pelembut dan lainnya,” kata perempuan 38 tahun ini. Oleh karenanya, kue kering produksinya yang diberi nama Oi Cafe Cookies and Bakery ini diawetkan secara alami. Cara pengawetan alami yang dilakukannya ada dengan memasak tepung terigu terlebih
Begitulah rangkaian kalimat indah yang menempatkan kedudukan seorang istri menjadi begitu penting dalam mendukung kesuksesan suami. Hal ini juga diyakini, para istri dari Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan se-Bali. Mereka berkumpul
pesanan terbilang membludak. Karena itulah, di status media sosialnya ia sempat menulis, close order atau tidak lagi menerima pesanan. “Saya sampai kewalahan dahulu sebelum dibuat adonan. “Tepung terigu disangrai lebih dahulu agar kue awet disimpan, jadi dengan begitu tidak perlu menggunakan bahan pengawet,” katanya. Condo seperti sudah menemukan bisnis yang cocok untuk dirinya. Kafenya terbilang ramai. Pergaulannya dengan banyak kalangan, turut menyumbang pelanggan tetap yang rajin menghidupkan kafenya juga kini menjadi pelanggan nasi kotak dan kue kering produksinya. Untuk menjaga rasa dan kepercayaan pelanggan, ia turun langsung menjadi “koki” yang meracik bumbu masakan dan
menerima orderan kue kering,” ujar istri dari Mahsun Saputra yang masih aktif sebagai pimpinan sebuah tabloid di Mataram ini. -Naniek I. Taufan
adonan untuk kue kering. Setelah sudah selesai meracik adonan kue keringnya, barulah bisa ia tinggal dan dilanjutkan oleh karyawannya. Dan dengan bahan asli warisan ibunya ini, Condo percaya diri untuk bersaing dengan kue kering lainnya. “Soal cita rasa boleh diadu,” ujarnya tersenyum. Melihat tingginya minat terhadap kue kering produksinya, Condo rencananya akan melanjutkan usaha ini bahkan setelah lebaran berlalu. Minimal ia tetap membuat kue kering untuk stok sehari-hari yang dijual di kafe miliknya. -Naniek I. Taufan
Ny. Anis Kembang Hartawan
Ny. Nuriasih Dana
Bagi Ny. Giri Prasta, suaminya adalah pekerja keras. Ia selalu mendukung apapun kegiatan suaminya. Dia selalu menekankan kepercayaan, sehingga ia memberikan waktu sepenuhnya untuk mengurus rumahtangga, tanpa menganggu konsentrasi suaminya berpolitik. Dengan kepercayaan rakyat saat ini kepada suaminya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Badung, ia berharap, suaminya dapat menjalankan tugas dengan baik. Walaupun ia sangat menyakini, saat ini, tidak tahu mana kawan mana lawan. Karena itu, dukungan doa selalu ia lakukan demi keselamatan suaminya dalam berpolitik. Ia sangat berharap, dukungan seluruh rakyat Badung, kalau suaminya dipercaya untuk maju dalam Pilkada. Baginya, menjadi seorang pemimpin bukanlah tugas yang mudah, tapi ia yakin, dengan dukungan moril dan spiritual, ia percaya suaminya, dapat membawa Badung ke arah yang lebih baik.
Dari awal sudah sangat dekat dengan politik karena sejarah keluarga ada yang terjun ke politik. Ketika, suami juga harus berpolitik bukanlah hal yang baru. Baginya, yang bisa ia lakukan hanya mendukung sepenuhnya, semoga karier suaminya dalam berpolitik lancar. Ia berharap, suaminya dapat membesarkan PDI Perjuangan di Kabupaten Jembrana. Kemana pun suaminya bertugas, doa sebagai bentuk dukungannya selalu ia lakukan. Ketika, suaminya dipercaya menjadi Wakil Bupati Jembrana, tentu tugasnya makin berat. Namun, ia sadar ia harus pandai membagi waktunya untuk keluarga dan organisasi. Kesibukannya di WHDI, Dharma Wanita, Forum Perempuan Srikandi, banyak memberinya kesempatan berkiprah dan langsung terjun ke masyarakat. Berbagai pelatihan telah digagasnya melibatkan para perempuan di Jembrana. Ia hanya berharap, kalau memang suaminya dipercaya kembali untuk ikut Pilkada, ia tetap memberi dukungan. Baginya, kepercayaan atas perjuangan suaminya itu, sangat diyakini akan memuluskan suaminya berkiprah baik dalam politik, maupun di eksekutif.
Memang ia mengakui, sebelum terjun ke politik, suaminya seorang pekerja di hotel, dengan waktu yang tetap. Sejak di politik, tentu banyak sekali kesibukan suaminya. Awalnya, memang tidak menyangka, kesibukannya seperti sekarang, karena dipikir seperti bekerja biasa. Namun, dengan perjalanan waktu, ia mulai terbiasa dan sepenuhnya memberikan dorongan agar suaminya bisa menjalankan harapan dari Partai. Apalagi, Gede Dana sudah tiga periode dipercaya memimpin PDI Perjuangan di Kabupaten Karangasem. Seiring waktu, Nuriasih bisa memahami sepenuhnya tugas-tugas yang menyita waktu suaminya. Prinsipnya, ia selalu percaya dan mendukung kegiatan suami se penuhnya. Saat turun ke masyarakat, ia selalu memberikan semangat dan dukungan moril. Ketika suaminya terjun ke politik, ia sudah sadar waktu suaminya akan berkurang untuk keluarga. Namun, sebagai seorang istri, ia harus mendukung dengan cara memberikan semangat dan membuat suaminya tenang. Artinya, tidak diribetkan dengan persoalan yang bisa mengganggu konsentrasinya berpolitik.
Ny. Rai Sanjaya
Ny. Sariasih Sedana Artha
Ny. AA Gde Anom
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klungkung
Mendengar curhat suami, itulah yang kerap dilakukan Ny. Rai Sanjaya. Hal itu merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap karier suaminya dalam berpolitik. Perjuangan sebagai politisi yang menyita waktu, baginya sudah dipahami dengan baik. Karena itu, ia mencoba tidak menganggu konsentrasi suaminya. Hal-hal rumahtangga ia tangani dengan baik, terutama dalam mengurus keluarga. Walaupun ia tak terlalu ikut campur dalam urusan partai, saat di rumah, dia merasa bahagia bisa menjadi tempat curhat bagi suaminya. Baginya, dengan menjadi pendengar yang baik sudah sangat membantu suaminya, agar bisa berpikir jernih kembali. Apalagi, dengan kepercayaan masyarakat Tabanan kepada suaminya menjadi Wakil Bupati Tabanan. Harapannya, semoga suaminya bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya melayani masyarakat dan benar-benar mampu menjalankan visi dan misi partai dan menjalankan kewajibannya dengan baik.
Sejak awal pacaran dengan Sedana Artha, Ny. Sariasih sudah tahu kalau calon suaminya itu sangat getol berpolitik. Karena itu, ia sudah menyiapkan diri baik fisik maupun mental, untuk mendukung kiprah suaminya itu. Setelah terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangli dan kemudian dipercaya menjadi Wakil Bupati, profesi pengusaha yang sebelumnya disandang Sedana Artha dilepas. Otomatis, Sariasih yang harus melanjutkan usaha yang sangat menopang kehidupan keluarganya itu. Begitu juga, ketika suaminya memutuskan untuk terjun ke politik, ia sangat paham, pasti perlu dana. Untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan eksekutif, ia tak menampik membutuhkan biaya untuk pembuatan baliho, baju, dll. Karena itu, ia sangat mendukung termasuk urusan material. Baginya, istri adalah mitra suami untuk saling mendukung satu sama lain, termasuk kiprah di politik. Ia tak mencampuri dalam hal strategi berpolitik, namun, bagi Sariasih, komitmen harus tetap dijaga. Karena itu, ia benar-benar sudah siap mental untuk mendampingi suaminya dalam berpolitik.
Bagi AA Istri Agung, ber karier di politik memang menyita waktu. Ia sangat menyadari, karena ia juga ikut duduk dalam kepengurusan partai. Dukungan terhadap suaminya, tidak hanya dalam urusan partai, namun, berbagai organisasi yang diikutinya. Dukungannya mencakup sekala dan niskala. Dulu, saat suaminya maju dalam pileg, ia ikut se penuhnya membantu simakrama, bahkan, sampai-sampai ia harus tidur pukul 3 pagi. Baginya, itu merupakan konsekuensi sebagai istri politisi. Bagi perempuan yang akrab disapa Ny. AA Gde Anom ini, menjadi mitra kerja suami dalam berpolitik sebagai bentuk dari kebersamaan. Paling tidak, kata dia, ia mengenal lebih banyak seluk-beluk dunia perpolitikan.
Ny. Surya Adnyani Mahayastra
Ny. Gusti Ngurah Gede
Ny. Aries Suradnyana
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng
Ny. Gusti Ngurah Gede tidak pernah ikut campur urusan politik. Tapi, ia selalu berusaha memdorong suami dan memberikan masukan untuk memajukan partai. Baginya, istri adalah pendamping suami. Sebagai istri kami perlu memberikan dukungan moral dan spiritual. Harapan ke depan, agar PDI Perjuangan terus menjadi partai pilihan rakyat Kota Denpasar dan mengemban misi untuk membawakan kedamaian bagi masyarakat Denpasar khususnya.
Sebagai pendamping suami, mendukung sepenuhnya langkah-langkah suami. Apapun perannya, tetap menjunjung keselarasan. Ketika suami terjun ke politik, tugas domestik harus ditangani istri sepenuhnya. Ia sangat berharap, suaminya mampu bersikap bijaksana, dimana tugas sebagai ketua partai dan dimana tugas sebagai Bupati. Inilah yang harus dipilahpilah dan suaminya dapat menempatkan dirinya dengan baik sesuai porsinya. Aries menceritakan awal pertemuannya dengan pria yang kini menjabat sebagai Bupati Buleleng ini ketika aktif dalam kegiatan perkuliahan. ‘’Dulu angkatan kami kekerabatannya sangat erat, mungkin itu salah satu yang mendekatkan saya dengan Bapak (Agus Suradnyana),” ujarnya. Ia pun mengakui meskipun berada di Jurusan Teknik namun dirinya lebih tertarik pada kegiatan sosial dan organisasi yang ada di kampusnya. Meskipun tidak pernah menduduki jabatan, tapi Aries mengakui bekal ilmu organisasi inilah yang telah membesarkannya hingga saat ini.
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar
Nasi kotak dan aneka kue kering produksi kafe Siti Aeni Maryam
bersama untuk saling memberi dukungan baik moril dan spiritual demi kejayaan PDI Perjuangan. Berikut bentuk dukungan para istri ketua partai berlambang moncong putih ini, yang berhasil dirangkum tokoh. -ast
Ny. Giri Prasta
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung
Siti Aeni Maryam bersama suami dan dua anaknya
Dari kiri: Ny. Anis Kembang Hartawan, Ny. Gusti Ngurah Gede, Ny. Aries Suradnyana, Ny. Sariasih Sedana Artha, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Ny. Putri Suastini Koster, Ny. AA Gde Anom, Ny. Nuriasih Dana, Ny. Giri Prasta, Ny. Rai Sanjaya
Ada tiga kata kunci yang menjadi prinsip Ny. Surya Adnyani Mahayastra. Sabar, percaya, dan yakin. Sabar, dalam artian, mengerti kondisi pekerjaan suami, saat turun ke masyarakat, waktunya tidak tentu. Ia berprinsip, harus sabar karena semua ada jalan terbaik. Percaya, artinya, memberikan kepercayaan kepada suami sepenuhnya, sehingga apapun yang dilakukan suami, dia merasa tenang. Apalagi, ada dukungan sepenuhnya dari anak, istri, dan keluarga besar. Yakin, artinya, apapun yang dilakukan suami, itu adalah benar. Tiga prinsip itu yang membuatnya makin menyadari perannya dalam mendam pingi suaminya yang saat ini dipercaya menjadi Wakil Bupati Kabupaten Gianyar. Tak lupa, ia selalu menekankan untuk bersyukur dan berdoa. Memang, ia mengakui, kadang semua perjalanan tidaklah semulus yang dibayangkan, namun, dengan kepasrahan kepada Tuhan, dan memohon kekuatan, ia sangat yakin, pasti ada jalan keluar terbaik. Ia berharap, dengan kepemimpinan suaminya di partai, mampu membesarkan PDI Perjuangan Gianyar. Turun ke masyarakat dan melakukan pembinaan, merupakan bentuk dukungan kepada suaminya. Baginya, ia akan selalu menyempatkan waktu untuk mendampingi suaminya, saat turun ke masyarakat. Selain dukungan moril tentunya setiap hari ia lakukan.
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem
6
Women on Top
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Ia sangat mendukung dengan digelarnya lomba baca puisi dari Teater Sadewa di Gedung PDI Perjuangan. Ia berharap, rumah politik dapat dijadikan sebagai rumah seni, agar tidak melihat politik itu sesuatu yang angker dan tidak canggung masuk ke rumah politik. “Jangan bilang seram dulu, kalau belum masuk.
Putri Suastini
Suaranya Membuat Merinding Pada Sang Durga ia bawa bokor tembaga darah amarah Air suci dari ketujuh sendang, dan kembang tujuh rupa dari ketujuh rasa tuba ia taburi dengan dendam berwarna jelaga
I
tulah sepenggal puisi karya Dhenok Kristianti tahun 2013, yang berjudul Padang Karma (Pintu bagi yang teraniaya), yang dibacakan Putri Suastini, sebagai pembuka lomba puisi yang digelar Teater Sadewa, di Gedung DPD PDI Perjuangan, Renon, Minggu (12/7). Puisi ini menceritakan Durga bukanlah dewi kejahatan, tapi sangat pengasih dan penyayang. Apapun yang diminta, akan diberikan kepada umatNya, asal risikonya tanggung sendiri. Dengan gaya teaterisasi Putri Suastini membawakan puisi itu dengan sangat “bernyawa”. Bahkan, beberapa orang penonton mengatakan, merinding menden-
gar jeritan Putri Suastini yang membawakan puisi tersebut dengan gaya tangan menari, memainkan mata, dan memainkan kakinya seperti seolah-olah memanggil kedatangan Dewi Durga. Tepuk tangan penonton bergemuruh, setelah ia menyelesaikan bait terakhir. Menurut Putri Suastini, membaca puisi adalah seni. Bukan hanya sekadar membaca. Menurutnya, setiap orang memiliki gaya sendiri, dalam membaca puisi. Putri Suastini mengatakan, ia jarang latihan membaca puisi. Kadang, tiba-tiba saja, ia merasa tertantang untuk membacakan satu puisi ketika ia menemukan “sesuatu” yang menuntunnya menjadi penuh ide. “Ada kerinduan yang
mengkristal. Tiba-tiba ide muncul untuk berkreasi,” kata Putri Suastini. Menurut pandangannya, seorang pembaca puisi akan lebih baik jika ia menguasai seni tari, seni suara, dan seni teater. Ia menilai, kecenderungan saat ini, penulis puisi juga pembaca puisi. Padahal, dua kemampuan ini berbeda. Sama juga dengan sutradara dan pemain. Namun, ia tak menampik, banyak juga, penulis puisi yang mahir membaca puisi, seperti Dhenok Kristianti. Putri Suastini sangat terkenal sebagai seniman drama yang andal di era 80-an. Perannya yang memukau, sebagai ratu dan permaisuri dalam berbagai kisah drama klasik Teater Mini Badung. Dengan berbekal kemampuan menari, ia diperkenalkan dunia teater modern oleh IB Anom Ranuara, Pimpinan Teater Mini Badung. Suastini di SMAN 1 Denpasar
bergabung dengan beberapa rekan nya, mendirikan Teater Angin, rutin mengisi acara drama remaja di TVRI Bali. Ia juga, memperkuat penampilan sanggar putih sebagai “Lady Macbeth” di Gedung Kesenian Jakarta, Drama Panggung Sumpah Palapa Gajahmada, dan Sinetron Puputan Klungkung. Saat ini, pintu seni untuk Putri Suastini, terbuka lebar di dunia membaca puisi. Respons positif mengalir begitu ia membaca puisi. “Ada yang mengatakan merinding mendengar, bahkan, ada yang kesurupan saat saya membaca puisi di Ashram Gandhi Puri dan saat tampil dalam pementasan musik mantra di Yogyakarta,” ucapnya.
Dari kiri: Tjok Gde Agung (Perwakilan dari PDIP Bali), Mira Astra, Putri Suastini, dan Moch. Satrio Welang
Hari Raya di Pura Hamburg
Jangan bilang partai politik itu tidak penting. Mari kita masuk ke dalamnya dan mengenalnya dengan baik,” kata istri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster ini. Ia sangat berharap, kegiatan membaca puisi dapat menarik minat generasi muda untuk berkesenian. “Dengan mengenal rumah partai politik, tanggungjawab generasi muda agar demokrasi itu jalan. Jangan sampai suryak siyu golput. Kalau begitu, demokrasi tidak jalan,” kata Putri Suastini. Selain Putri Suastini, juri lomba baca puisi lainnya, Moch. Satrio Welang, dan Mira Astra. –Wirati Astiti
“K
Astuti (kebaya putih) menari saat upacara
ami biasanya bisa berkumpul di Hari Sabtu saat Kuni ngan atau Saraswati. Saat itu kami melakukan persembahyangan ber sama di Pura Hamburg. Kalau Ga lungan tak bisa. Salah seorang teman yang rumahnya dekat dengan Pura, yang ditunjuk melakukan upacara,” kata perempuan yang bersuamikan
orang Jerman ini. Pura Hamburg berada di lokasi museum, yang mendapatkan rekomen dasi dari Pemerintah Jerman. Tempat nya luas dan bisa menampung banyak umat Hindu yang datang saat upacara. Biasanya, kata Astuti, umat yang datang hampir mencapai 200 orang. Astuti tinggal di Lippstadt, sebuah daerah yang sangat jauh menuju lokasi
Pura. Ia harus menempuh perjalanan selama tiga jam dengan naik kereta api untuk bisa sampai di Pura tersebut. Namun, kata Astuti, rasa jenuh dan jauh berkereta api, tak dirasakan, karena kebahagiaaan bisa merayakan hari raya dan bertemu sesama umat Hindu di Jerman. Menurut Astuti, biasanya, dari ang gota suka duka sudah ada pembagian tugas. Ada yang masang wastra, ada yang buat banten, dan ada yang bagian konsumsi. Astuti selalu kebagian seksi kon sumsi karena ia jago masak. Tentu saja, pada hari raya tersebut, seluruh umat Hindu ingin menikmati sajian makanan khas Bali yang sangat jarang bisa dinikmati. “Menjadi keistimewaan bagi yang bisa memasak makanan Bali karena bisa menyajikan makanan tersebut di hadapan tamu yang datang, sekaligus sebagai promosi terhadap Bali tentunya,” kata Astuti. Berbagai kisah unik dilontarkan Astuti dalam menyiapkan makanan khas Bali, yang bahan-bahannya sangat sulit dicari di Jerman. Lawar dan babi guling menjadi makanan spesial yang disajikan. Untuk bumbu lawar, biasanya Astuti sudah menyiapkan dari Bali, ketika sebelum hari raya ia selalu me nyempatkan diri pulang ke Bali. Astuti pulang ke Bali awal Juli 2015 dan kem
Perayaan di Pura Hamburg
bali ke Jerman (10/7). Selain menengok keluarga di Bali dan liburan, tak lupa, ia menyiapkan berbagai bahan-bahan upacara yang harus dibawa ke Jerman. Saat pulang, kopernya penuh den gan bumbu-bumbu yang khas Bali yang sulit didapatkan di Jerman. Misalnya bongkot, gedebog, kencur. Sementara, bumbu Bali yang lain bisa dibeli di Toko Asia di Jerman. “Ada beberapa bumbu yang mirip dengan bumbu Bali, biasanya produk Thailand, cuma rasanya memang agak beda. Bumbu langsung dari Bali, rasanya lebih mantap untuk masakan lawar,” kata Astuti. Begitu juga, sarana upacara lain, seperti gantung-gantungan atau wastra. Ia dimintakan tolong untuk membeli kan saat pulang ke Bali dan dimasuk kan ke dalam satu koper khusus. Untuk sampian biasanya digunakan
dari bahan ental yang nantinya bisa di pakai lagi. Untuk bunga-bunga canang disesuaikan dengan bunga-bunga yang di Jerman. Dalam perayaan di Pura Hamburg, kadang dalam pelaksanaan, bisa kena musim dingin atau panas. Untuk tahun ini, kebetulan musim panas. Biasanya di luar Pura sudah dipasang tenda dan banten-banten sudah disiapkan sehari sebelumnya di sana. Para mahasiswa Hindu yang sedang menempuh pen didikan di Jerman, biasanya bertugas untuk mekemit di tenda dan mengatur banten pada pagi harinya. Persembahyangan mulai pukul 08.00 dan selesai pukul 11.00 lalu dilanjutkan dengan makan siang dan ramah tamah. Sore hari dilanjutkan dengan acara megenjekan. Kadang, diisi juga dengan dharma wacana dari sulinggih yang dida tangkan dari Bali. –Wirati Astiti
19
Bali 1928
Digitalisasi Bali Tempo Dulu Kerinduan masyarakat Bali untuk mengetahui kehidupan masyarakat tempo dulu, seni budaya, dan keindahan alam Pulau Dewata yang masih alami, kini bisa terobati. Sekolah Tinggi Manaje men Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali berhasil memproduksi ulang film Bali kuno dalam bentuk kepingan CD dan DVD.
Wastra dan Sampian Bawa dari Bali Berada jauh di negeri orang, bukan berarti tak bisa melakukan ritual keagamaan. Walaupun tak bisa sama persis dengan tanah kelahiran, namun, perkumpulan suka-duka Nyama Braya Bali (NBB) Jerman, mampu memper satukan umat Hindu yang berada di Jerman. Salah satu pengurus NBB Jerman, Astuti Jablotschkin berbagi kisah menarik tentang perayaan Hari Kuningan dan Saraswati di Pura Hamburg, Jerman.
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Dari kiri: Marlowe Bandem, Warih Wisatsana, Prof. Bandem, Edward Herbst, dan Dadang Hermawan.
seperti yang Anda lihat sekarang ini. Satu-satunya piringan hitam asli dengan label tulisan aksara Bali ditemukan di arsip Jaap Kunst Universitas Amsterdam, Belanda yang berhasil kami copy,” lanjut nya. Kesulitan lainnya, adalah pemugaran kualitas audio dari rekaman-rekaman piringan hitam, pengaturan kecepatan dari filmfilm, maklum saja karena reka man sudah terlalu lama. Tetapi atas keuletan dan kepiawaian tim kerja sehingga hal itu bisa teratasi. “Hasilnya terdengar dan terlihat lebih nyambung dan mendekati kualitas penikmatan yang baik,” katanya. Marlowe Bandem menam bahkan, proyek pembuatan film ini melibatkan The Research Foundation of the City University of New York (CUNY) dan The Andrew A. Mellon Foundation untuk mendukung penelitian ini dengan Edward Herbs sebagai pemimpin proyek, etnomusikolog dan pe neliti utama, bersama Arbiter of Cultural Traditions di New York dibawa pimpinan Allan Evans dan STMIK STIKOM Bali dibawa koordinasi Marlowe Makaradh waja Bandem. Menurut Edward Herbst yang tu rut hadir di STIKOM Bali, meski film tanpa su ara, setidaknya masyarakat Bali Marlowe Bandem menunjukkan foto-foto masa lalu yang ada seka yang dipamerkan di Bentara Budaya rang maupun yang oordinator proyek istrinya, Jane Belo datang dan akan datang dapat I Made Marlowe menetap di Bali tahun 1931-1938. melihat para seni M a k a r a d h w a j a Dalam memoarnya “A House man beken Bali di Bandem, B.Bus in Bali” Mc Phee menulis, ”Tak masa lampau seperti mengisahkan, perjuangan panjang pernah kubayangkan sebelumnya I Maria yang kini na dan melelahkan membuat ulang bahwa beberapa piringan hitam manya diabadikan un film ini yang menghabiskan waktu itu akan mengubah keseluruhan tuk gedung kesenian di hampir dua tahun. “Semua materi hidupku, mendorong dan mem Tabanan, atau Ida Boda dalam film ini bersumber dari pir bawaku kemari, mencari musik dari Geria Kaliungu Denpasar. ingan hitam hasil rekaman Odeon dan pengalaman yang begitu sulit Ada juga cuplikan upacara agama yang dipimpin oleh Ida Pedanda dan Becca tentang gamelan dan kujelaskan”. tembang-tembang kuno Bali dan Marlowe menjelaskan, proses Made Sidemen. Tak hanya itu, film ini juga film-film hitam putih karya Collin repatriasi film ini tidak mudah menggambarkan keindahan McPhee selama periode 1928 – karena pemegang hak waris piri agrowisata Jati Luwih, Tanah 1938,” ujarnya. ngan hitam itu keberatan “barang Collin McPhee (1900-1964) berharga” itu dipinjam untuk Lot, Sungai Ayung, suasana pasar adalah seorang komponis dan diproduksi ulang. Kesulitan per tradisional, penguburan jenazah pianis asal Kanada, yang ketika tama soal hak cipta. Kedua, soal (nanem), pembakaran jenazah menetap di New York tahun 1930 keselamatan piringan hitam ter (ngaben/pelebon) hingga mem dia mendengar untuk pertama sebut. “Setelah dijelaskan bahwa buang abu jenazah ke laut (ngkalinya beberapa hasil rekaman tujuannya murni untuk pendidikan anyut). Yang menarik dari koleksi dari Odeon dan Becca yang ke bagi generasi muda Bali, akhirnya Bali 1928 ini adalah semuanya mudian menginspirasi McPhee mereka mau menyerahkannya merupakan hasil repatriasi ‘pe sehingga membuat McPhee dan sehingga bisa diproduksi ulang mulangan kembali’ dan digitalisasi
terhadap piringan-piringan hitam yang pertama kalinya dibuat pada tahun 1928 di Bali dan Lombok oleh perwakilan perusahaan rekaman Odeon dan Becca dari Jerman. Koleksi 5 DVD Bali 1928 me muat pelbagai cuplikan film tentang ranah berkesenian dan kehidupan di Bali masa tahun 1930-an yang bersumber dari film-film karya Colin McPhee, Miguel Covarru bias dan Rolf de Maré. “Repatriasi koleksi Bali 1928 ini sangat pent ing sebagai sebuah catatan sejarah kreativitas para empu, sekaa tari dan tabuh yang secara revolusioner telah menghasilkan karya-karya puncak pada zamannya,” ucap Edward Herbst. Menurut Dadang Hermawan, proyek ini dapat terlaksana set elah STIKOM Bali memenangkan dana hibah dari City University of New York (CUNY) dan Mellon Foundation senilai USD 25.000. “Hal ini membuktikan kepedu lian dan kecintaan STIKOM Bali terhadap seni dan budaya Bali, sekaligus kami telah menyela matkan sebagian kecil dari begitu banyak warisan seni dan budaya
K
Bali kuno tahun 1928 yang kini masih tersebar di manca negara,” kata Dadang Hermawan. Ia me nambahkan, pemulangan kembali dan digitalisasi rekaman-rekaman audio piringan hitam dan film Bali kuna ini melengkapi prestasi STIKOM Bali, khususnya para mahasiswa yang sudah banyak mengangkat warisan budaya Bali sebagai tugas akhir (skripsi). Antara lain skripsi tentang “Aug mented Reality Semar Pagulingan” atau skripsi tentang belajar tari Legong melalui Android atau ter jemahan bahasa Bali ke bahasa lain
melalui android, dain lain-lain. Pada tanggal 12 Juli, film Bali 1928 ini, diputar di Bentara Bu daya, yang sebelumnya diisi dengan diskusi budaya. Warih Wisatsana dari Bentara Budaya mengatakan, dengan melihat film ini kita tidak saja bisa melihat Bali di masa lam pau, namun, perspektif Bali di masa depan. “Dari sini kita bisa meli hat, seni dapat dikaitkan dengan teknologi. Artinya, Bali bukan saja eksotik, tapi juga bisa memberikan sesuatu nilai lebih,” ucapnya. Menurut Prof. Made Bandem, sebagai wakil STIKOM Bali, ia sudah bertemu dengan Gubernur Bali dan memberikan lima kepin gan CD dan DVD ini. Gubernur Bali Made Mangku Pastika me nyambut baik pembuatan ulang film Bali kuno bertajuk Restoration, Dissemination and Repatriation of the Earliest Music Recording And Films in Bali, ini. Menurut Prof. Bandem, Gubernur berjanji akan menindaklanjuti dengan du kungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali untuk penyebaran ke sekolah-sekolah. Prof. Bandem menambahkan, ha sil dari CD dan DVD ini merupa kan dokumen tasi dan aset kesenian Bali. Lima vol ume tersebut masing-masing Volume I, CD gamelan gong kebyar, tabuhtabuh dari Bela luan, Pangkung dan Busung Biu, DVD para mae stro tari dan tabuh legendaries kebyar di Bali tahun 1930an. Volume II, CD tembang kuna: nyany ian dari masa lampau. Tembang kidung dan kakawin dari Geria Pi dada, Klungkung, Geria Buddha Kaliungu, Banjar Abian Timbul, Geria Tampakgangsul dan Pe narukan, Singaraja. DVD Imaji dari masa lampau. Volume III, CD Lotring dan sumber-sumber tradisi gamelan. DVD sumbersumber tradisi tari dan tabuh. Volume IV, CD seni pertunjukan upacara. DVD seni pertunjukan upacara dan yadnya di Bali tahun 1930-an. Volume V, CD nyanyian dalam sendratari: Janger, Arja, Topeng, Cepung. DVD panorama, tabuh, tari dan nyanyian Bali tahun 1930-an. -Wirati Astiti
18
Kreasi
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Anak-anak muda yang memiliki ketertarikan dengan dunia teknologi digital berkumpul. Mereka ber kolaborasi memadukan imajinasi dan logika hingga menghasilkan hasil karya luar biasa. Kuncinya seni, animasi, dan interaktif.
Dari “Gong” untuk Corporate Brand
diri dengan konsep yang modern. Salah satunya dengan brand image berbasis multimedia yang mudah diingat masyarakat. Untuk memanc-
Bali. Ia ingin mempelajari tentang Bali dan segala yang ada di dalamnya,” kata Dwi. Pemilihan nama Gong telah melalui pemikiran dari mereka bertiga. Mereka ingin ada satu kata yang menggambarkan Bali dan bisa menjadi legenda, seperti halnya Mickey Mouse. Karakter Gong itu lucu, tidak berkelamin, cuek,
S
eptian Saputra (Asep), I Kadek Dwi Paramandita (Dwi), dan Nicolaus Suryadharma (Niko) adalah tiga anak muda yang bergabung dalam tim Imajilogi (kepanjangan dari imajinasi dan logika). Mereka tengah menyelesaikan pembuatan start up di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar. “Kami ingin memberi solusi bagi perusahaan yang ingin membuat brand yang unik. Misalnya, brand dipadukan dengan game animasi,” ujar Asep. Ia menuturkan pembuatan konsep ini memang tidak mudah karena memerlukan perencanaan dan komunikasi dengan klien. Sasaran mereka adalah UKMUKM yang ingin memperkenalkan
terhadap kehadiran Gong sekalian menunggu proses hak cipta. Ketiganya juga membuka peluang bagi perusahaan yang ingin membuat corporate brand dengan melibatkan Gong. Asep, Dwi, dan Niko merupakan salah satu kelompok yang mendapat kesempatan untuk berkreasi di inkubator
dalam waktu enam bulan harus bisa menghasilkan sebuah karya. Menumbuhkan kerja sama ini menjadi tantangan bagi mereka. Secara psikologis mereka harus menyatu untuk menggarap proyek yang harus selesai Agustus 2015 ini. Tiap minggu mereka harus membuat laporan perkembangan dan tiap bulan ada evaluasi dari pengelola termasuk
Life
Story
Kehidupan apa yang dijalankan oleh Selvi (40) dan saudara-saudaranya, sangatlah memprihatinkan. Selvi dan seorang kakak kandungnya, masing-masing memiliki seorang anak dari saudara laki-lakinya lain ibu. Ditambah lagi keduanya dan juga seorang kakak lainnya, sama-sama suka berselingkuh.
K
ing minat klien, Imajilogi menggunakan “Gong”. “Gong ini alien yang masuk ke Bumi tepatnya di
Sticker Line Gong
ceroboh, acuh tak acuh tetapi selalu penasaran. Ia berasal dari planet Gongong. “Kami sudah membuat sticker Line yang menggambarkan karakter Gong. Warnanya hijau karena bagi kami hijau itu fresh. Gong memiliki tiga teman, orang Bali, Jalak Bali, dan seekor babi,” imbuh Niko. Mereka menunggu respons penggemar media sosial
yang disiapkan Departemen Perindustrian di Balai Diklat Industri, Denpasar. Mereka terbentuk 15 Februari 2015. Ketika itu Asep mendapat kesempatan untuk membuat tim. Ia pun mengajak Dwi dan Niko. Mereka pun berbagi tugas. Asep membuat artist concept, Dwi sebagai graphic desainer, dan Niko sebagai game programmer. Mereka diberi target
Tim Imajilogi di ruang kerja mereka
para mentor. Mereka mendapat penilaian dengan penempatan gambar kopi di masing-masing kelompok. “Bagi Imajilogi, collective ideas create comprehensive solutions. Ide sebagai sebuah tim secara kolektif akan menghasilkan konsep yang dapat memecahkan masalah dengan banyak alternatif solusi,” tegas Asep. –Ngurah Budi
isah ini diperoleh dari sebuah peristiwa pertengkaran dua orang bertetangga antara Selvi dengan tetangganya yang mencurigai Selvi berselingkuh dengan suaminya. Peristiwanya terjadi di sebuah kota di Indonesia bagian timur. Selama ini Selvi memang dikenal suka menjalin hubungan dengan suami orang. Baik sebelum maupun setelah ia menikah. Dua dari tiga anaknya merupakan hasil hubungan gelap dengan dua laki-laki. Satu anak lahir sebelum ia menikah dan satu lagi lahir ketika ia berada dalam ikatan pernikahan dengan suaminya. Dari suami sahnya, Selvi memiliki seorang anak. Sejak kecil sesungguh- nya Selvi hidup tidak kurangkurang amat, melainkan cukup-cukupan saja. Ayahnya yang menikah beberapa kali memiliki beberapa istri dengan anak-anak yang cukup banyak. Selvi sendiri lahir dari ibunya yang
7
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Tiga Anak Beda Ayah
merupakan istri kedua dari ayahnya yang bekerja sebagai pegawai rendahan di instansi pemerintah. Ia anak keempat dari tujuh bersaudara satu ayah satu ibu. Dan dari beberapa ibu lain ia memiliki 18 saudara yang seayah. Orangtua Selvi berasal dari salah satu kota di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Mereka merantau ke bagian timur negeri ini sudah cukup lama. Apa yang terjadi dalam keluarga Selvi sesungguhnya sudah menjadi rahasia umum. Banyak orang yang mengenalnya tahu tentang amburadulnya kehidupan keluarga ini. “Semua orang tahu tentang Selvi dan keluarganya, namun orang-orang tidak urus dengan apa yang terjadi. Karena jika diberitahu oleh orangorang tua atau tetangga, dia (Selvi) malah lebih marah. Akhirnya semua orang diam saja,” ujar Katerina, salah seorang pegawai toko kue yang bersebelahan dengan salon milik
Selvi. Menurut Katerina, sudah sangat sering perempuan datang mengamuk ke salon milik Selvi. “Siapa lagi kalau bukan istri dari laki-laki yang diselingkuhi Selvi,” lanjut Dinda, rekan Katerina. Orang-orang yang mengenalnya tidak habis pikir. Dimulai dari kakak kandung Selvi, bernama Ria yang tiba-tiba hamil tanpa suami. Setelah melahirkan barulah kabar berkembang b a h - wa anak yang dilahirkan Ria merupakan anak hasil hubungannya dengan laki-laki yang sudah beristri. Lebih mengagetkan lagi, laki-laki tersebut adalah kakak
dari mereka, kakak lain ayah dari istri pertama ayah mereka. Dia adalah Rudi. “Yang bikin heran keluarga itu adem saja, biasa saja. Sampai sekarang anak yang dilahirkan Ria kehidupnnya ditanggung ayahnya yang merupakan kakak laki-laki dari ibunya itu, ya yang namanya Rudi itu,” ujar Katerina. Setelah Ria menikah dan memiliki anak dari suami sahnya, anak tersebut tetap mendapat dukungan biaya dari Rudi. Kisah incest ini ternyata berlanjut, menurun ke Selvi. Selvi yang masih gadis 10 tahun lalu, rupanya menjalin hubungan dengan Rudi juga. Sampai memiliki seorang anak juga. “Anak itu anak Rudi juga,” kata Katerina dan Dinda sambil menggeleng tanda tidak memahami jalan hidup yang dipilih oleh Selvi dan Ria. Sama juga dengan anaknya Ria, hingga sekarang a n a k Selvi tetap mendapat dukungan dana dari Rudi untuk kebutuhan seharihari. Menurut Katerina dan Dinda, Rudi memang tampan dan memiliki pekerjaan yang mapan sebagai pegawai s a l a h satu BUMN. Setelah Selvi menikah pun, anak itu masih tetap mendapat biaya dari Rudi. Memang dasar Selvi yang “nakal”, kata Katerina, setelah menikah pun ia masih suka berselingkuh. Sampaisampai ia memiliki seorang anak lagi dari selingkuhannya itu. Dari tiga anak Selvi, berasal dari tiga laki-laki, Rudi, suami sahnya dan selingkuhannya. “Amit- amit.....,” kata Dinda sambil menepuk jidat dan melanjutkannya dengan menepuk lantai, khas orang yang berharap tidak akan mengalami hal serupa.
SALON SEPI Dari tiga anak tersebut, seperti apa yang dilihat para tetangganya, Selvi memperlakukan anak-anaknya secara berbeda. Jelas kehidupan mereka inu menjadi pembicaraan umum karena menurut Katerina dan Dinda, semua orang sudah tahu. Selvi dan Ria hidup santai saja tanpa beban, seperti tidak ada masalah dan layaknya situasi normal saja. Tidak hanya Ria dan Selvi,
kakak perempuan mereka yang lain, Rani, juga senang berselingkuh dan terang-terangan. Meskipun tidak memiliki anak dark Rudi, namun perselingkuhan Rani dengan suami orang kerap memecahkan pertengkaran hebat yang disaksikan para tetangga. Kebiasaan selingkuh ini, tampaknya membuat Rani mendapat teguran dari Tuhan. Ia menderita kanker hati yang cukup parah dan lama sebelum akhirnya ia meninggal. Sakit yang diderita Rani terasa seperti hukuman dari perbuatannya selama ini. Beruntung dalam sakitnya itu, Rani sempat bertobat hingga sampai ia benar-benar tidak dapat bangun dari tempat tidur. Ia sempat salat dengan sisasisa tenaganya, sampai akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir dalam sekarat yang terlihat menyakitkan. Dari sanalah, Ria dan Selvi tampaknya mulai berubah, setidaknya di mata para tetangga mereka sudah cukup lama tidak terdengar ribut dengan istri
orang. “Sudah lama juga rasanya Selvi tidak bertengkar dengan istri orang yang biasanya datang melabraknya dan jadi tontonan warga,” kata Katerina. Sesungguhnya, dengan banyak keahlian yang dimiliki Selvi dalam dunia kecantikan, ia bisa hidup normal dengan penghasilan yang layak. Namun, gaya hidup Selvi yang tinggi membuat penghasilannya tidak mampu menutupi kebutuhan hidupnya. “Kemauan Selvi terlalu tinggi, karena itu ia banyak menjalin hubungan dengan laki-laki berduit. Karena banyak masalah, salon yang dibuka Selvi kini sepi-sepi saja, karena tampaknya orang malas selalu dengar caci maki kalau Selvi bertengkar dengan istri orang yang melabraknya,” ujar Dinda. Cukup lama jeda pertengkaran Selvi dengan istri orang, setidaknya memberikan harapan bagi Dinda dan Katerina yang sesungguhnya dulu pernah bersahabat baik dengan Selvi, bahwa Selvi sudah berubah. -Naniek I. Taufan
TERAWANG DAN KENALI MASA DEPAN ANDA Hampir 90% orang yang berhasil sukses dan hidup bahagia berawal dari insting mereka yang kuat membaca masa depannya. Banyak keuntungan yang dipetik ketika kita tahu bagaimana gambaran masa depan, sehingga kita bisa menyiapkan mental menghadapi segala kemungkinan peristiwa yang menanti di masa depan. Melalui ilmu Palmistri klasik kita bisa mendapat gambaran jelas masa depan
Ayo bergabung bersama pakar Palmistri, pakar Metafisika Spiritual dan Supranatural GMH KG SUATMAYASA, SH, CH, CHt, MNNLP (Guru Mangku Hipno)
Minggu, 19 Juli 2015 Pukul 08.30-12.00 Shankara Shankara Resto, Resto, Jln. Danau Toba No 7 Sanur
Tempat terbatas
!!
ibu
Donasi Rp 50 R
Siapkan TIGA PERTANYAAN penting yang ingin Anda ketahui tentang masa depan Semua akan dijawab dengan sangat jelas dan terbuka, sehingga Anda tahu APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN BERIKUTNYA...? Jalan menuju keberhasilan akan Anda ketahui dengan cepat. Penghambat sehat, sukses, keberlimpahan, kebahagiaan pun akan mendapatkan solusinya. Guru Mangku Hipno meramal dengan metode induksi/ spesifik analisis yang memakai penggabungan analisa teoritis, NLP, gerak tubuh, bentuk tubuh, cara bernapas, cara menoleh, cara berjalan, volume suara, dengan dasar SEKALA NISKALA.
Pendaftaran: Ayu (081999806095) Wah (08113800777)
tokoh bacaan wanita dan keluarga
Shankara Resto
8
Bunda & Ananda
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Dari Menakutkan Jadi Menyenangkan Masa orientasi siswa (MOS), biasanya diwarnai dengan perploncoan dan dipakai sebagai ajang ‘balas dendam’ kakak kelas kepada adik kelas (siswa baru). Namun, sejak dua tahun terakhir ini, ditegaskan Kepala Disdikpora Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M. sudah tak ditemukan lagi ada perploncoan. “Tetapi kami minta para kepala sekolah tetap mendampingi pelaksanaan MOS,” ujarnya.
Eddy Mulya
M
OS yang dilakukan kepada seluruh siswa SD yang akan masuk ke jenjang SMP, dan dari SMP ke SMA, sesungguhnya bertujuan agar anak (calon siswa
baru) bisa paham lingkungan sekolah barunya. “MOS seharusnya bermaterikan program pengenalan lingkungan dan gambaran kondisi sekolah masing-masing. Ini yang harus dipahami kepala sekolah dan guru, untuk memberikan pendampingan,” tegasnya. Ia mengharapkan pelaksaanan MOS diutamakan berisikan materi yang bersifat membangun pendidikan termasuk hal-hal yang berkaitan dengan budaya. “Saya harapkan kepala sekolah dapat menjaga ketertiban pelaksanaan MOS ini. Jika ada pelanggaran, Disdikpora Kabupaten/Kota berwenang menjatuhkan sanksi,” ucapnya. Kadisdikpora Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, S.E., M. Si. membenarkan adanya sanksi tersebut. “Jika ditemukan ada pelanggaran, seperti kekerasan, pelaksanaan MOS di sekolah bersangkutan akan langsung dihentikan,” ujarnya. Untuk mencegah agar tak terjadi perpoloncolan, pihaknya telah
Astra Holiday Campaign 2015
Seperti tahun-tahun sebelumnya, grup otomotif Astra kembali menyelenggarakan program layanan mudik Astra Holiday Campaign (AHC) 2015. Kegiatan ini berlangsung pada periode 13-22 Juli 2015 di sepanjang jalur mudik dari Jawa hingga Bali. Acara kick-off AHC dilaksanakan di Jakarta, Jumat (10/7) oleh Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto. Untuk wilayah Bali, kick-off dilaksanakan di Auto2000 Sanur. Alexandra Dewi, Regional Office Head Astra World mengatakan pos AHC Bali berlokasi di SPBU Selabih, Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan. Di Pos Siaga, pemudik maupun wisatawan dapat melakukan pemeriksaan kendaraan, pemeriksaan kesehatan serta beristirahat. Bagi yang singgah juga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi menghijaukan bumi Indonesia. Dari setiap tanda tangan, Astra akan menanam satu pohon. Agar mudik makin aman, Astra memberikan Personal Protection dari Asuransi Astra bagi mobil yang mengunjungi Pos Siaga. Alexandra menambahkan agenda tahunan ini merupakan wujud butir Catur Dharma yakni memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. -rls
Griya
Meski bergaya modern (kolonial) dengan pilar-pilar besarnya, sentuhan Bali masih tetap terlihat pada tampak depan (fasad) rumah tinggal. Pemakaian batu palimanan pada dinding senada dengan pilihan warna marmer pada lantai. Demikian halnya dengan pintu kayu dan meja-kursi kayu di teras, yang menjadi satu kesatuan menunjang keharmonisan ruang.
Ilustrasi pelaksanaan MOS
membuat kesepakatan dengan semua kepala sekolah, tim wakasek kesiswaan dan ketua OSIS, bahwa pelaksanaa MOS harus sesuai dengan rambu-rambu yang sudah ditetapkan. “Kalau memang memberi hukuman, berikan hukuman yang mendidik. Jika ada pelanggaran silakan dilaporkan, ada pemantau dari Disdikpora,” ujarnya. Pelaksanaan MOS untuk jenjang SMP dan SMA atau sederajat, akan serentak dilakukan 27 Juli mendatang selama tiga hari. Selanjutnya, adalah tambahan dari sekolah masing-masing. Tahun ini MOS mengambil tema, “Melalui MOS yang sejuk, Sehat, dan Berbudaya, Kita Wujudkan Insan Cerdas Komprehensif, Kompetitif,dan Berintegritas”. Dari tema tersebut, dijelaskan Eddy Mulya pelaksanaan MOS harus dalam suasana menggembirakan, mengembang-
kan aspek-aspek budaya, yang dalam hal ini tak hanya berkesenian semata. Namun juga, mengembangkan nilai, sikap, kepribadian, dan perilaku norma positif. “MOS ini untuk mempersiapkan anak memasuki komunitas baru dalam sekolah ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,” tegasnya. Ini dikatakannya lagi adalah bagian dari upaya menyiapkan anakanak berkompetisi/bersaing, memiliki integritas (kepribadian/ jati diri), sehingga tak hanya cerdas intelektual, tapi juga cerdas spiritual dan cerdas emosional. “Di sinilah komprehensifnya,” ucapnya. Dan, suasana pelaksanaan MOS ini, sesuai dengan temanya, diharapkannya betul-betul menjadi taman bagi anak. “Makanya MOS harus sesuai dengan analogi dari taman itu, yang biasanya menakutkan dan mencekam, menjadi
Rumah 3 in 1 Memiliki lahan luas, yang di dalamnya dibangun rumah tinggal, butik, sekaligus workshop, sudah menjadi impian pasutri Pande Putu Gede Wiratama dan Bintang Mira, sejak lama. Akhirnya impian itu pun terwujud di atas lahan seluas 20 are di Desa Sidan, Gianyar. “Ini impian saya, jadi kerja bisa langsung di rumah saja,” ujar Pande. B a l i modern menjadi konsep bangunannya, tanpa mengubah kontur tanah. –Inten Indrawati
Pande Putu Gede Wiratama
www.masterseni.web.id
Area depan difungsikan sebagai butik. Dua pilar besar yang tinggi dan kokoh, dengan display batik Bali koleksi “Bali Batiku”, siap menyambut pengunjung. Produk-produk Bali Batiku ditata dengan sedemikian apik dan menarik. Di salah satu pojok ruangan, terdapat satu area menerima tamu dengan sentuhan warna-warna lembut, senada dengan warna lantai, dinding, dan gorden.
TIA Kusuma Wardhani
MOS yang menyenangkan dan menggembrakan,” pungkasnya. –Inten Indrawati
Mendongeng Lima Menit
Satu set sofa dengan dudukan empuk memberikan kesan pemilik rumah menyilahkan tamunya untuk berlama-lama bertamu. Tak banyak aksesori di area ini, hanya satu lukisan yang digantung di dinding untuk memberikan aksen beda. Ruang tamu ini menjadi satu dengan ruang keluarga yang diberi pembatas dengan pilar-pilar tinggi berjejer.
PERSAHABATAN DUA EKOR KUTU
Te r s e b u t l a h seekor kutu busuk bernama I Titih. Tubuhnya yang kurus gepeng menunjukkan ia adalah kutu yang malang dan susah hidup. Siang-malam ia tinggal di sela-sela balai peraduan sang Raja. Setiap hendak Made Taro minum darah Raja, ia selalu kentara. Secepatnya ia lari terbirit-birit menuju rumah tempat persembunyiannya. Untung lolos. Teman-temannya banyak sekali yang terpencet, sehingga mati di tempat. Tak jauh dari tempat persembunyian I Titih, tinggal seekor kutu busuk lain bernama I Tuma. Tubuhnya gemuk bulat, menunjukkan ia selalu hidup enak. Ia tinggal di lipatan kasur Raja. Timbul pikiran I Titih untuk menceritakan nasibnya yang malang itu kepada I Tuma. Suatu siang, ia pun bertandang ke rumah tetangganya itu. “Kawan Tuma, bagaimana caramu hidup tenang dan mendapatkan makanan yang cukup?” tanya I Titih setelah menceritakan nasibnya. “Kasihan benar aku melihat keadaanmu,” jawab I Tuma. ”Aku mau memberi petunjuk, tetapi aku sangsi apakah kau sanggup melaksanakannya?”
17
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
“Tentu, Tuma! Segala petunjukmu akan kulaksanakan dengan baik.” “Kunci hidup tenang adalah pengendalian diri. Jangan mengikuti hawa nafsu berlebihan.” “Maksudmu?” “Periksa keadaan sebelum bertindak! Minumlah darah Raja pada saat beliau tidur lelap. Ingat, jangan minum berlebihan!” I Titih senang sekali mendapatkan pencerahan dari I Tuma. Hari itu ia minta izin menginap di rumah I Tuma. I Tuma pun tidak keberatan. Entah apa yang terjadi, siang itu sang Raja berbaring di balai berkasur empuk itu. Melihat tubuh Raja yang mulus, I Titih sangat bernafsu. Ia seolah-olah melihat dan mencium darah Raja yang gurih. Maka perlahan-lahan ia mendekati tubuh yang mulus itu. I Tuma berkali-kali mengerdipkan matanya, memberi tanda kepada I Titih, agar tidak bertindak, sebab sang Raja belum tidur lelap. Namun, I Titih tidak mau kehilangan kesempatan yang baik itu. Ia mulai meneguk darah Raja. Satu teguk, dua teguk, …. Aman! Satu teguk lagi, dua teguk lagi,…! Tiba-tiba sang Raja bangun. Beliau memanggil dayangdayang untuk membunuh kutu busuk itu. Dayangdayang pun dengan sigap memburu dan melacak tempat persembunyian kutu serakah itu. Di situlah, ya, di lipatan kasur itulah! Dayang-dayang melihat sekelompok kutu busuk. Ia memencet kutu-kutu itu satu persatu, termasuk I Titih dan I Tuma.
Tanpa mengubah kontur tanah, area rumah tinggal dan workshop yang berada di belakang butik, datarannya lebih rendah. Meski demikian, hal ini justru memberikan nuansa yang benar-benar alami, apalagi dengan memberikan porsi lebih untuk keberadaan ruang terbuka hijau. Pohon-pohon palem berjejer di sepanjang jalan yang dipasangi batu sikat, menuju area ini. Penataan taman dengan beragam jenis pohon, termasuk bonsai, semakin sejuk dengan hadirnya kolam ikan kecil disertai gemericik air. Keberadaan meja-kursi batu dan meja-kursi kayu, turut memperkuat nuansa alami dalam taman.
Di sisi lain ruang tamu, terdapat rak buku dan meja kayu solid tempat memajang beberapa pernak-pernik
16
Edukasi
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Merenungkan Arti Cinta Sesungguhnya Anak Agung Indira bekerja di sebuah perusahaan tekstil di Singapura. Suatu ketika, ada berita duka yang mengharuskannya untuk segera kembali ke Ubud, Bali. Setibanya dia di rumah, segala tanggung jawab sebagai seorang gadis Bali, mulai menuntutnya untuk mencurahkan waktu dan tenaganya. Di sisi lain, tanggung jawab dan garisnya sebagai penerus keluarga, mulai menekannya untuk segera mengambil keputusan.
I
ndira, yang begitu mencintai tanah kelahiran, keluarga dan leluhurnya harus mengalami pergulata n batin antara memilih adat atau cinta yang telah dia titipkan kepada seseorang pria di Singapura. Konflik internal cinta ini harus diselesaikan Indira. Ia sadar ada konsekuensi dari pilihannya. Ia paham cinta tak hanya urusan sepasang kekasih. Ada makna cinta yang lebih luas. Cinta kepada orangtua, cinta kepada keluarga. Merenungkan arti cinta sesungguhnya merupakan benang merah dari novel keenam Helfa Rif, yang berjudul “Di Bawah Langit yang Sama”. Novel berlatar belakang budaya Bali ini merupakan salah satu novel seri Indonesiana yang diluncurkan Gagas Media. Acara peluncuran novel ini dilaksanakan Minggu (12/7) di Danes Art Veranda, Denpasar. Perempuan bernama lengkap Helga
Keindahan alam Indonesia sudah dikenal di seantero dunia, para wisatawan berdatangan untuk menyaksikan dan mengaguminya, bukan hanya keindahan alamnya, beraneka ragam kebudayaan juga menjadi daya tarik tambahan. Salah satu destinasi wisata yang saat ini banyak yang dilirik wisatawan adalah Raja Ampat di Papua Barat.
U
ntuk mengunjungi Ra j a A m p a t , p a r a wisatawan dapat memulainya dari Kota Sorong di Papua Barat. Penerbangan ke Sorong saat ini sudah dilayani tiap hari oleh beberapa maskapai penerbangan domestik. Jadi tidak ada masalah dengan penerbangan, kecuali harganya yang masih termasuk mahal di dompet wisatawan domes-
Riftiana menuturkan dirinya memerlukan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan novel ini dan menunggu tiga tahun hingga novel bisa terbit. Aktivitas sebagai novelis dilakukan disela-sela kesibukannya sebagai model, atlet tembak, dan ibu rumah tangga. “Background ceritanya agak sensitif. Saya ha rus melakukan penelitian karena di masing-masing daerah punya aturan yang berbeda tentang kedudukan perempuan. Inilah uniknya Bali,” ujar istri Made Ngurah Bagus Sakaputera ini. Helga menambahkan dirinya jatuh cinta dengan Bali sejak pindah ke Bali 21 tahun silam. Ia pun ingin berbagi dengan pembaca novel tentang apa saja yang ada di Bali. Inspirasi untuk kisah novel ia dapat kan dari obrolan dengan
Kreatif, multikultur, dan sarat pesan ajaran kebaik an. Permainan nada dalam alat musik gamelan serta gerak-gerak tari tak hanya mengungkapkan keindahan jiwa, tetapi juga menjadi media dalam memberikan pendidikan tentang kehidup an. Karya-karya seni itu memperlihatkan berbagai latar belakang dan nilai-nilai kebudayaan yang berbeda. Ada yang bernuansa Kristiani dengan seni Gereja, Budha dengan roh Wihara dan Hindu yang menjadi dasar pokok penyajiannya.
teman, membaca berita, bahkan dari media sosial. HURUF TERBALIK Perempuan kelahiran Situbondo 28 Maret 1981 ini mengaku dirinya bisa menulis karena senang menulis dan membaca. Saat SMA, ia sering menulis buku harian. Curahan hati tentang apa yang dialami atau apa yang dilihat selalu dituangkan dalam diary. Mama dan teman sekelas pun paham kebiasaan Helga menulis buku harian. Mereka jadi ingin
Helga sedang menandatangani novel
tahu apa yang Helga tulis. “Biar tulisan saya ndak bisa dibaca, saya buat dengan huruf terbalik,” kenang ibu dari Gede Ngurah Arkana Putera Saka dan Made Ngurah Arkananta Putera Saka sembari tertawa. Produktivitas Helga sebagai novelis sudah membuahkan enam novel, “Gara-gara Irana jadi Arini”, “Menemukanmu”, “Kepingan Cinta Lalu”, “Melepaskanmu”, “First Love”, dan “Di Bawah Langit yang Sama”. Ia menuturkan novel pertama “Gara-gara Irana Jadi Arini” merupakan adaptasi dari tayangan film televisi “Menjadi penulis novel itu cukup berat karena harus membayangkan sesuatu yang belum pernah dirasakan. Ada tantangan untuk bisa menggambarkan karakter tokoh seakan-akan dia nyata,” ujar alumnus SMA 1 Denpasar dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini.
Suasana peluncuran novel ke enam Helga juga dirangkai dengan ulang tahun ke-9 Saka Bros, EO yang dikelola Helga bersama suami. Hadir dalam acara tersebut keluar ga dan para sahabat Helga. “Helga teman SMA saya, orangnya easy going, Enam tahun lalu kami bertemu karena Helga jadi model. Kalau ada pakaian yang aneh, Helga cocok membawakan. Saya kaget ketika tahu dia jago nembak. Perpaduan feminin vs maskulin. Lebih kaget lagi karena dia sudah punya 6 novel. Masih sempat ngurus anak-anak. Saya yakin dibalik istri yang hebat ada suami yang superhebat,” ungkap Shinta Chrisna, sahabat Helga. Desak Suartini, sahabat Helga saat kuliah menuturkan Helga orangnya tomboy dan suka menulis diary. “Hurufnya ndak bisa dibaca karena dibuat terbalik. Semoga karya yang sudah dihasilkan bisa men yenangkan banyak orang,” ujarnya. –Ngurah Budi
Raja Ampat
“Surga” di Indonesia Timur
tik. Harga tiket rata-rata saat ini dari Jakarta ke Sorong melalui Makassar adalah sekitar Rp 6 jutaan untuk tiket pulang dan pergi. Setelah tiba di Sorong, perjalanan harus dilanjutkan lagi ke ibukota kabupaten Raja Ampat, yaitu Waisai. Untuk mencapai Waisai, wisatawan bisa menyewa Speed boat dari pelabuhan “Usaha Mina”. Biaya sewa speed boat
Batu Pensil di Teluk Kabui
ini beragam sesuai dengan kapasitas tampungnya. Untuk kapasitas 15-20 orang, biayanya sekitar Rp 7-8 juta. Suasana alam Raja Ampat sudah sangat terasa saat memasuki wilayah Waisai. Tak ayal kota yang bertempat di pulau Waigeo ini pun di juluki “Pintu Gerbang ke Raja Ampat”. Di Waisai kita sudah dapat menikmati keindahan alam Raja Ampat dan juga keindahan bawah lautnya. Tempat menginap untuk para wisatawan, mulai dari homestay milik penduduk lokal yang harga sekitar Rp 300 ribu per malam sampai dengan resort-resort berkelas dengan harga jutaan per malam tersedia di sini. . Berikut adalah tujuan wisata di Raja Ampat: Teluk Kabui Teluk Kabui terletak diantara kepulauan Waigeo dan Gam. Jalur menuju ke Teluk Kabui sangatlah sempit, hanya perahu-perahu kecil yang dapat melewatinya. Di Kabui terdapat tempattempat yang dapat dikunjungi, antara lain Gua Tengkorak, Batu Pensil, dan juga kampung penduduk.
Dara
Pemandangan dari atas pulau di Painemo.
Painemo Painemo adalah gugusan pulau pulau karang yang berbentuk bulat seperti roti, foto-foto dari Painemulah yang kerap dijadikan bahan promosi daerah Raja Ampat.Untuk menyaksikan keindahan landscape dari tempat ini, pemerintah sudah meyediakan tangga untuk mencapai puncaknya. Pulau Mansuar Mansuar terkenal akan keindahan bawah lautnya yang beraneka ragam. Di sekitara Mansuar terdapat kurang lebih 30 titik penyelaman yang menjadi diver’s wish list. Di sini pula terdapat “Raja Ampat Dive Resort” yang sangat terkenal diantara penyelam. Di depan Anjungan Raja Ampat Dive Lodge merupakan titik snorkeling yang direkomendasikan, karena selain letaknya yang tidak sulit diraih juga karena keanekaragaman coral dan ikan hiasnya yang menawan. Pasir Timbul Pasir Timbul merupakan sebuah
daratan kecil yang ada bila air laut sedang surut. Disini kita dapat bermain air atau pun snorkeling. Bila ada ingin menyelam, dive spot di sini juga sangat indah. Wayag Wayag merupakan landmark dari kepulauan Raja Ampat. Kumpulan pulau –pulau karang yang tajam membentuk suatu formasi yang sangat indah. Ditambah latar belang langit biru dikejauhan, Wayag adalah destinasi wisata di Raja Ampat yang harus dikunjungi. Raja Ampat memang sebuah “surge” yang ada di Indonesia Timur. Untuk menikmatinya memang ha rus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Kepuasan saat berada di puncak Wayag atau snorling dengan ikan hias dan koral yang menawan atau bercengkrama dengan penduduk Raja Ampat yang ceria sepadan de ngan jumlah uang yang dikeluarkan. Karena di Raja Ampat, “surga” itu ada. -Yuddy
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Kebersamaan dalam Keberagaman Budaya
I
tulah seni pertunjukan merupakan karya kreasi baru dari Sanggar Cahya Art dibawah asuhan Ketut Lanus di Wantilan Taman Budaya yang turut menyemarakan Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke 37. Ada 8 karya seni yang terdiri dari 6 karya tari dan 2 karya tabuh yang semua penyajiannya sarat pesan multikultural. “Kalau kita mau hidup bersama dalam perbedaan seni-seni semacam ini harus diapresiasi dan mungkin harus diangkat,” kata pengamat budaya I Made Bandem yang menyaksikan pementasan itu. Memang, karya-karya yang disajikan oleh seniman-seniman muda itu menyajikan gagasan kebersamaan dalam keberagaman budaya, agama, warna, dan bahasa. Latar kebudayaan yang berbeda diadaptasikan dengan baik, sehingga menjadi sajian seni unik. Garapan ini menjadi pendalaman bagi masyarakat untuk hidup bersama dalam perbedaan. Pesan yang disampaikan tampak jelas dan bersifat kekinian. Unsur seni baik tari, tabuh ataupun tembang dan dialog sarat dengan pesan pendidikan utamanya dalam hal saling menghargai. Pementasan diawali dengan penampilan Tari Puja, sebuah tari sebagai perwujudan puja bahkti kepada Sang Buddha. Tari ini ditarikan pertama kali tahun 2004 pada saat menyambut prosesi Budha Rupang di Wihara Buddha Sakyamuni Denpasar. Belakangan tari ini difungsikan sebagai tari doa untuk kepentingan yang lebih universal dengan menggubah kembali beberapa bagian, baik dari segi komposisi gerak, dan musik. Selanjutnya menyajikan Tari Kreasi Wirapsari, sebuah tari yang memadukan karakter tari laki-laki dan karakter tari perempuan yang terinspirasi dari Pusparesti karya Prof. I Wayan Dibia. Penari laki membawa property bandrang dan wanita membawa semacam canang, untaian bunga dalam persembahan masyarakat Hindu di Bali. Dalam tari ini sudah mengalami pengembangan baik dari segi gerak, komposisi (pola lantai) dan musik pengiringnya. Tari ini difungsikan sebagai tari untuk
9
menyambut para tamu dalam sebuah acara universal. Ada pula Tari Kreasi Campuan, sebuah istilah untuk menyebutkan beberapa pertemuan aliran sungai menjadi satu. Tempat itu dipercaya oleh masyarakat Hindu sebagai tempat melukat atau penyucian diri. Kemudian dilanjutkan Tari Kreasi Pramaksara Saraswati Puja yang menyajikan nafas dan aksara adalah simbol suci, sehingga nafas dari semua makhluk hidup yang ada di dunia ini dibangkitkan oleh kekuatan aksara suci. Tarian ini ditarikan oleh empat orang anak-anak, empat orang dewasa. Mereka mengungkapkan lewat gerak tentang pentingnya ilmu pengetahuan bagi umat manusia untuk kelangsungan hidupnya. Selain itu ada pula Tari Pamujin, sebuah garapan tari karya bersama. Idenya lahir dari Romo Subaga, konsultan Prof. Aron, penata tari, Dewa Ayu Wedanaasih, dan penata musik I Ketut Lanus. Karya tari ini lebih menampilkan simbul-simbul yang sarat pesan moral. Gerak-gerak tari sangat lembut dan ekspresi para penari menjadi andalan, sehingga terkesan hikmad yang mengundang spirit. Di sela-sela pementasan ada persembahan Tabuh Kebyar Barong dengan penata tabuh I Ketut Lanus. Tabuh ini terinspirasi dari pola-pola tabuh bebarongan yang telah ada. Namun, beberapa bagian mengalami telah mengalami pengembangan baik dari segi motif lagu, pola komposisi, dan dimasukkannya pola hitungan ganjil dan pola kekebyaran. Selanjutnya menyajikan Fragmentari Gembala yang ditarikan oleh penari anak-anak. Dalam karya ini menekankan pendidikan hidup kebersamaan. Sebagai mahluk orang tak bias hidup sendiri, tanpa ada orang lain. Di akhir
pertunjukan menyajikan Tari Joged Pong, sebuah tari bentuk pengembangan dari tradisi joged yang sudah ada. Dengan penampilannya yang sangat atraktif, tari ini juga menjawab tantangan bahwa joged tidak harus porno aksi. Justru menjadi sebuah kreativitas estetik yang bisa digali dengan tradisi tari joged itu sendiri. Dalam pementasannya penari joged mula-mula menampilkan wajha penari yang buruk rupa, karena memiliki mulut yang tak sempurna. Ada yang lurus, jajaran genjang dan lainnya. Namun, pada bagian akhir para penari joged pong itu tampil dengan wajah cantik dengan gerak tari yang gemulai. Para penari juga mengajak penonton menari seperti yang ada dalam penampilan joged bumbung. Karena menarik, Prof. Bandem juga sempat ngibing, menari bersama joged. -Darsana
10
Bugar
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Jangan Panaskan Makanan Berulang-ulang
“Beberapa teori dan hasil penelitian menunjukkan salah satu mikroba patogen yang sering m enyebabkan keracunan makanan adalah bakteri s taphylococcus aureus”
www.heinzabc.co.id
Jangan makan sembarangan, begitulah nasihat yang sering kita dengar. Nasihat itu sering dianggap sepele. Padahal, sering terjadi kasus keracunan makanan karena kita sendiri lalai akan kebersihannya. Berikut penjelasan dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked., dosen pengajar di Bagian Mikro biologi Klinik Fakultas Kedokteran Unud.
K
eracunan makanan merupakan penyakit yang berhubungan dengan mengonsumsi makanan akibat menelan racun yang ada dalam makanan tersebut yang sering disebut intoksikasi. Selain akibat bahan kimia yang bersifat racun, juga dapat disebabkan karena adanya mikroba patogen dalam makanan yang menghasilkan racun. Jadi, bakteri ini menghasilkan racun dan racunnya masuk ke dalam pencernaan dan menimbulkan penyakit pada penderita. Banyak kasus keracunan makanan ini terjadi di masyarakat seperti di sekolahsekolah atau pada acara hajatan yang mengonsumsi nasi bungkus, nasi kotak atau katering siap santap. Kejadian keracunan makanan ini lebih sering terjadi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Menurut alumnus Magister Ilmu Ke-
dokteran Tropis ini, bakteri penyebab keracunan makanan ada beberapa jenis. “Beberapa teori dan hasil penelitian menunjukkan salah satu mikroba patogen yang sering menyebabkan keracunan makanan adalah bakteri staphylococcus aureus,” katanya. Bakteri ini sering sebagai penyebab terbanyak terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan. Bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang dapat menyerang saluran pencernaan yang disebut enterotoksin walaupun tidak semua strain dapat menghasilkan toksin ini. Bakteri staphylococcus aureus banyak terdapat di udara, tanah, debu, air, peralatan makanan, juga pada manusia khususnya dapat hidup pada kulit dan bagian luar manusia seperti hidung, dan tangan bahkan rambut. “Manusia yang sehat pun dapat sebagai pembawa bakteri ini walaupun dia tidak
sedang sakit,” jelasnya. Ia menyebutkan, toksin yang dihasilkan bersifat tahan terhadap panas. Oleh karena itu, walaupun sel bakterinya sudah mati karena pemanasan saat dimasak, tetapi toksinnya dapat bertahan. Kondisi ini bisa berbeda tergantung jenis bahan makanan dan lamanya dimasak. Bakteri ini beserta toksinnya juga tahan terhadap pembekuan sehingga masih dapat bertahan dengan baik pada bahan makanan yang disimpan pada suhu beku. Dokter yang pernah mengikuti pelatihan di Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, Göttingen, Germany dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, Rotterdam, Netherland ini mengatakan, bakteri patogen ini banyak terdapat pada bahan makanan terutama yang mengandung protein tinggi seperti daging, ayam, susu, dan produk-produk olahannya yang tidak diolah secara hiegenis. “Bahan makanan tersebut memiliki nutrisi yang tinggi,” kata dr. Agus. Nutrisi dalam makanan yaitu komponen karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, yang berguna bagi manusia juga dapat menjadi media yang bagi mikroba untuk tumbuh dan berkembang biak. Adanya bakteri ini pada makanan yang sudah siap santap biasanya mengindikasikan adanya kontaminasi dari kulit, rambut, mulut, atau hidung oleh orang yang mengolah dan atau penyaji makanan. Kontaminasi ini mungkin terjadi saat bersentuhan dengan makanan atau saat batuk dan bersin. Menurut para ahli, makanan yang mempunyai resiko
terjadinya bahaya keracunan akibat toksin bakteri staphylococcus aureus adalah justru makanan yang telah telah diolah tetapi tidak langsung dikonsumsi. Enterotoksin pada umumnya diproduksi oleh staphylococcus aureus di dalam makanan basah yang sudah pernah dimasak atau dipanaskan. Seperti kebiasaan menyajikan makanan dalam suhu kamar selama berjam-jam yang tidak langsung dikonsumsi. “Juga, karena mengonsumsi makanan sisa yang dipanaskan kembali apalagi secara berulang-ulang. Perilaku inilah yang dapat menyebabkan resiko keracunan makanan,” katanya. Gejala yang ditimbulkan dapat muncul dalam waktu 1-7 jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung enterotoksin. Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini menyatakan, parah tidaknya gejala yang timbul tergantung pada konsentrasi toksin yang tertelan, dan daya tahan tubuh individu tersebut. “Toksin yang tertelan akan merusak dinding usus dimana terjadi inflamasi dan menimbulkan sekresi usus dengan cepat,” ujarnya. Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter FK Unud ini, menyebutkan, gejala yang timbul dapat berupa pusing-pusing, berkeringat, mual, muntah-muntah, kram perut, dan diare hingga pingsan. Pernah dilaporkan pasien yang keracunan makanan dapat meninggal dunia akibat terlambat dalam pemberian pengobatan dan pada kondisi daya tahan tubuh yang rendah. –Wirati Astiti
Bagaimana cara mencegahnya? - Kebersihan adalah hal paling utama yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kontaminasi bakteri ini pada makanan. - Seperti menjaga kebersihan peralatan pengolahan dan penyajian makanan serta bahan baku pangan yang akan dipakai. - Makanan yang sudah diolah atau dimasak tetap dijaga kebersihannya agar tidak terkontaminasi dari debu dan sentuhan kulit manusia - Masaklah makanan dengan sempurna agar membunuh
semua mikroba patogen. - Segera mengonsumsi makanan yang telah diolah, tidak membiarkan makanan yang telah diolah pada suhu ruang selama lebih dari 2 jam. - Orang yang sedang sakit sebaiknya tidak mengolah atau menyajikan makanan - Yang paling penting adalah selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah dan menyajikan makanan dan menggunakan sarung tangan plastik bila perlu. –Wirati Astiti d r. M a d e A g u s H e n d r a y a n a , M . K e d .
Style Bali, khususnya Denpasar kini menjadi salah satu kota mode yang diperhitungkan. Bahkan kalangan anak mudanya pun semakin banyak yang bangga mengenakan rancang an para desainer muda lokal.
R
upanya kini fashion sudah menjadi salah salah satu gaya hidup di kota-kota Besar. Karena itu pula, Trisnawati Witono yang lebih dikenal dengan panggilan Nana, tak ketinggalan mengha dirkan koleksi busana ready to wear (siap
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Santai, Muda, dan Segar pakai) dengan label Dhouvu Apparel untuk menjadi pilihan. Desainer lulusan Angelica Wu Fashion Design Course ini sangat suka menggunakan bahan warna-warni. Menurutnya, warna mampu memunculkan kesan muda. Di sam ping itu sesuai juga dengan tema yang dipersembahkannya lebih ke colorful dengan desain playful. Dengan bergaya kasual, longgar, colorful tapi ringan, rancangan Nana sangat cocok untuk mereka yang ingin tetap bergaya saat santai. Begitu juga koleksi padu padan lainnya ,di
desain sedemikian rupa untuk memberikan kesan yang sangat ringan, membuat pemakainya menjadi tampil lebih segar. Salah satu koleksi favoritnya adalah desain overall skirt atau sering juga disebutnya rok kodok. Overall skirt ini inspirasinya digali dari internet, namun Nana mencoba mengembangkan sendiri sesuai tema labelnya. – Sri Ardhini
15
14
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Bulu mata lentik adalah idaman setiap perempuan. Sebab, bulu mata lentik se ring kali dianggap dapat mempercantik se seorang. Bagi yang tidak memiliki bulu mata yang lentik alami, saat ini ter sedia banyak cara untuk memperoleh bulu mata yang lentik, salah satunya dengan mengenakan bulu mata palsu.
M
enurut Tatik, seorang penata rias di Denpasar, saat ini bulu mata palsu tengah menjadi tren, karena semakin berkembangnya model make up seperti bintang-bintang serial Korea. Perempuan di Korea memang membuat rias matanya menjadi berbeda karena mereka lebih memilih bulu mata palsu dibandingkan eyeshadow. Dikatakannya kecantikan wajah tidak hanya didukung kebersihan , putih dan berseri. Penampilan sempurna mencakup seluruh bagian wajah termasuk mata. Bulu mata juga merupakan bagian dari riasan wajah yang tak kalah penting dan tak mungkin dilewatkan. Selain menggunakan maskara, cara lainnya dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bulu mata palsu untuk menambah dan mempercantik penampilan yang sempurna Namun, kalau mau meniru make up mata perempuan negeri ginseng ini tidak mudah sebab beberapa orang masih mengalami kesulitan memasang bulu mata agar terlihat indah alami. “Hanya perlu latihan dan telaten,” kata Tatik dan menyebutkan kalau bulu mata palsu dapat menjadi andalan untuk merubah betuk mata dan mempertegas eye makeup. Memakai bulu mata palsu juga mampu memberi kesan mata lebih hidup dan menonjol. Saat ini banyak sekali model dan bentuk bulu mata yang beredar di toko kecantikan dengan segala bentuk dan jenis bulu mata palsu. Ada beberapa tipe bulu mata palsu yang fungsinya untuk menunjang penampilan. Beberapa jenis bulu mata palsu yang paling umum digunakan diantaranya : Jenis bulu mata yang natural, ini biasa digunakan untuk kegiatan sehari-hari termasuk ke kantor. Bulu mata palsu ini membantu menonjolkan bentuk mata dan tidak terlalu berat hingga nyaman dikenakan dalam jangka lama. Bulu mata palsu bervolume, ini biasanya digunakan pada acara khusus . Misalnya pernikahan atau acara penting lainnya. Bulu mata ini ragamnya banyak serta dapat dipakai memberikan efek lebih pada mata kita. Karena tebal, jadi lebih cocok untuk kegiatan yang spesial. Bulu mata individual lashes, jenis bulu mata yang bisa memberikan hasil paling natural dibanding lainnya. Mengaplikasiannya disesuaikan keperluan dsn hasil yang diharapkan
Tampil Cantik dengan . Namun, disini dibutuhkan waktu juga kesabaran sebab memasangnya lebih lama. Meski sifatnya individual, tapi bulu mata jenis ini menjadikan mata tebal dan lentik. Sekarang tinggal dipilih mana yang paling kita sukai dan perlukan untuk menunjang makeup look yang diharapkan. “Hingga saat ini ada bulu mata yang digunakan para artis dan model ternama seperti Syahrini, Olga Lydia dan CherryBelle. Bulu mata artis tersebut kini kerap menjadi trendseter bagi para remaja wanita dan wanita dewasa yang ingin tampil percaya diri, cantik, ceria dan gaya,” tutur Tatik. Dalam memilih bulu mata palsu ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah menyesuaikannya dengan bentuk mata. Untuk mata kecil, pilih bulu mata yang terlihat alami dan tidak terlalu tebal. Sebab bulu mata palsu yang terlalu tebal bisa membuat mata terlihat lebih kecil. Pilihlah bulu mata palsu jenis individual lashes. Bulu mata jenis ini memepunyai efek paling alami dibandingkan bulu mata palsu jenis lainnya. Penggunaan individual lashes juga dapat membantu dalam membentuk mata dan mempertebal bulu mata namun masih terkesan alami. Lekatkan bulu mata individual lashes di sudut terluar mata anda dengan menggunakan lem bulu mata, lentikkan dengan menggunakan penjepit bulu mata dan pakai maskara agar bulu mata palsu terlihat menyatu dengan bulu mata yang asli. Bagi pemilik mata bulat, pilihlah bulu mata yang bisa menjadikan mata terlihat lebih panjang dengan ketebalan sedang. Sebaiknya gunakan bulu mata palsu jenis strip lashes atau dua individual lashes demi membuat mata bulat terlihat lebih panjang. Sedangkan untuk metreka yang memiliki mata besar, apat memilih bulu mata palsu ang lebih tebal dan lebih penuh. Dengan demikain mata akan terlihat semakin kecil. Ada juga mata almond, bentuk mata yang paling mudah dipercantik. Untuk ini dapat memilih bulu mata jenis apa saja sebab semua jenis bulu mata palsu dapat menghias dengan indah. Tanam Bulu Mata Masih bicara bulu mata untuk selalu tampil cantik dengan bulu mata lentik, namun tanpa harus menggunakan bulu mata palsu. Ada teknologi kecantik
Jelita
Kompyang Pariadnyani
an yang bisa mendukung upaya pelentikan bulu mata. Caranya adalah melakukan penanaman bulu mata baru . Menurut Kompyang Pariadnyani dari Adibi Salon & Spa, di Denpasar, ekstension bulu mata atau tanam bulu mata ini juga berasal dari Korea. Teknik ini menggunakan bulu mata tambahan yang ditempel di
sela-sela bulu mata kita yang asli. Bahannya terbuat dari bulu mata sintetis yang berkualitas disambung dengan perekat (lem) khusus. Pemakaian eye lash extension ditujukan untuk menambah volume dan panjang bulu mata yang asli serta memberi kesan bulu mata yang indah natural Bulu mata palsu, katanya mam-
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
11
Merokok Sebabkan Payudara Kendur
Bulu Mata Lentik
Tatik
Mitos
pu menempel antara dua minggu hingga dua bulan, tergantung bagai mana struktur kulit kelopak mata pemakai, pertumbuhan bulu mata asli, serta bagaimana perawatan dari si pemakai. Dikatakannya juga tanam bulu mata atau yang dikenal dengan eyelash extension adalah perawat an kecantikan yang diterapkan oleh salon untuk menanam bulu mata sehingga tampak lebih tebal. Untuk waktu setengah sampai satu jam,biasanya 80-100 helai mampu ditanamkan ke kelopak mata. Ini bisa menjadi alternatif untuk cantik secara alami tanpa menggunakan bulu mata palsu. Namun, sebelum melakukan tanam bulu mata permanen, perhatikan hal-hal berikut agar hasil yang anda dapat maksimal: Setelah melakukan penanaman bulu mata permanen, pastikan bulu mata tidak terkena air selama 1-2 hari setelah pemasangan. Hal ini untuk menghindari bulu mata saling menempel setelah pemasangan. Hindari juga melakukan pekerjaan yang menimbulkan keringat karena keadaan yang lembab akan bereaksi dengan perkat bulu mata anda se hingga akan terjadi penumpukan. – Sri Ardhini
Merokok mempunyai dampak negatif bagi kesehatan. Selama ini yang banyak diketahui adalah merokok mengakibatkan berbagai penyakit dalam seperti penyakit jantung, kanker paru-paru dan banyak lagi. Namun tahukan Anda bahwa merokok juga berdampak buruk terhadap estetika luar seperti kecantikan kulit?
D
okter AAA Laksmi Dewi B., Sp.KK mengatakan, jaringan kulit mendapatkan makanan dari suplai pembuluh darah kapiler halus yang berjalan mengantarkan oksigen dan zat nutrisi. “Semua makanan, minuman, atau apapun yang kita konsumsi akan dipecah oleh metabolisme tubuh menjadi bermacammacam zat yang diantarkan oleh darah ke sel-sel dan jaringan, termasuk ke jaringan kulit. Begitu pula dengan konsumsi makanan, minuman, maupun hal-hal yang tidak baik untuk kesehatan pun akan ikut diantarkan oleh darah ke sel-sel dan jaringan, termasuk ke jaring an kulit,” jelasnya. Karena itu, Konsultan Dermatovenerologi ini kembali menegaskan beberapa dampak lain dari merokok. Mitos: Kulit perokok lebih cepat kendur dan keriput Fakta: Ribuan bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok tidak hanya mendatangkan berbagai masalah kesehatan, tetapi juga membuat penampilan tampak lebih tua dari usia Anda sebenarnya. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia termasuk racun. Dari tiap isapan, zat-zat itu juga akan merusak kolagen dan elastin yang memberi kulit kekenyalan dan elastisitasnya. Akibatnya, kulit perokok terlihat kendur dan keriputnya lebih dalam. Asap rokok bukan hanya merusak penampilan kulit wajah, melainkan juga kulit lain di bagian tubuh. Ketika elastisitas kulit berkurang, ia menjadi tidak kencang lagi, termasuk di bagian lengan dalam dan payudara. Malah, rokok adalah penyebab utama payudara lebih cepat kendur. Bagian kulit wajah yang paling nyata terkena dampak rokok adalah area di sekitar mulut. Saat merokok, kita menggunakan otot tertentu di sekitar bibir sehingga menyebabkan keriput dinamis. Selain itu, karena elastisitas kulit berkurang, akan lebih terlihat garis yang dalam di sekitar bibir. Mitos: Bibir/garis di sekitar bibir perokok lebih hitam dibanding kan yang bukan perokok Fakta: Masalah yang paling lazim dari merokok adalah meng hitamnya bibir. Panas rokok yang menempel langsung pada bibir menjadi alasan utama penyebab bibir hitam para perokok. Selain itu, berkurangnya sirkulasi darah pada kulit bibir juga menjadi faktor pendukung terjadinya bibir hitam. Mitos: Perokok lebih rentan terhadap bintik-bintik pada wajah Fakta: Bintik hitam pada wajah yang seringkali disebut sebagai “age spot” seringkali terjadi karena paparan sinar matahari langsung. Namun, penelitian menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih rentan terhadap jenis kerusakan ini daripada mereka yang tidak merokok. Itu karena zat kimia dalam rokok mengubah kulit perokok, sehingga tidak sehat dan sulit memerangi masalah ini. Anda dapat menutupi bintik-bintik penuaan dengan make-up,
tetapi tentunya akan merasa jauh lebih sehat jika Anda tidak menambah faktor penuaan dini dengan merokok. Mitos: Merokok berakibat muncul keriput di seputar mata Fakta: Saat Anda terbuai dalam nikmatnya menghirup rokok Anda dalam-dalam, secara tidak sadar Anda akan mengernyitkan sudutsudut luar mata Anda dan juga mengatupkan bibir dalam-dalam. Kedua aktivitas tersebut memperburuk / mempertegas gambaran kerutankerutan kulit pada sudut luar mata dan juga kerutan-kerutan kulit di sekitar bibir. Mitos: Merokok dapat mempercepat proses penipisan rambut/kerontokan Fakta: Merokok bisa mempercepat penipisan rambut pada pria maupun wanita. Penyebabnya, merokok akan menyumbat pembuluh arteri yang bertugas mengirimkan nutrisi ke seluruh tubuh termasuk ke kulit kepala. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan nutrisinya dengan baik sehingga pertumbuhan rambut pun terhambat. Mitos: Merokok berlebihan menyebabkan perubahan warna pada kulit, kuku, gigi (stained finger) Fakta: Saat merokok, substansi-substansi racun semacam semacam karbon monoksida, nikotin dan ammonia serta beberapa gas racun lain dalam jumlah yang lebih kecil akan ikut terhisap dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah. Nikotin yang terserap ke dalam sirkulasi akan memicu plak plak di dinding pembuluh darah, sehingga memperkecil pembuluh-pembuluh kapiler termasuk pembuluh-pembuluh kapiler halus yang mengalir ke jaringan kulit. Sementara itu, di dalam sirkulasi darah hemoglobin akan mengikat karbon monoksida 200 kali lebih kuat dibandingkan mengikat oksigen. Sehingga, kadar karbon monoksida di dalam darah menjadi lebih tinggi daripada kadar oksigen dan sel-sel jaringan (termasuk jaringan kulit) akan kekurangan oksigen. Kadar oksigen yang rendah di dalam darah membuat kebutuhan oksigen sel dan jaringan semakin tinggi, sehingga otak akan meregulasi respons berupa pengerutan ukuran pembuluh darah (vasokonstriksi) agar laju pengantaran oksigen ke sel dan jaringan menjadi lebih cepat. Dokter spesialis yang akrab disapa dr. Amy, dan berpraktik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU Prima Medika ini menegaskan hal tersebut mengakibatkan kulit kehilangan rona menjadi pucat dan kurang segar. “Adanya hemoglobin yang terikat dengan karbon monoksida di dalam sirkulasi darah ke kulit mengakibatkan kulit menjadi lebih gelap sedikit kekuningan (yellowish grey),” ujar dokter yang juga berpraktik di Define Aesthetic and Beauty Clinic, dan Bali Beauty Clinic ini. Selain perubahan rona dan warna kulit, kulit perokok biasa nya lebih kering dibandingkan kulit normal. Hal ini diakibatkan asap panas yang dilepaskan saat merokok kemudian berkontak dengan kulit, ter utama kulit wajah. “Anda mungkin pernah mendengar bahwa minum teh, kopi atau soda dapat menyebabkan gigi menguning. Rokok juga menimbulkan risiko yang sama. Nikotin memberikan kontribusi untuk gigi menguning dan juga bau napas tidak sedap. Untungnya, para ahli mengatakan bahwa setelah Anda berhenti merokok, resiko bau mulut dan gigi kusam juga akan ikut berkurang,” tandasnya. –Inten Indrawati
Seks Jarak Jauh “Dok, saya baru menikah empat bulan. Kami sangat menikmati setiap saat kami bersama, termasuk romantisme seksual kami. Hanya saja, pasangan saya harus kembali meninggalkan saya selama enam bulan. Kami berpikir tentang melakukan seks jarak jauh, bagaimana tipsnya dok? Terima kasih”. (Ratih,24 thn) Tentu saja ditinggal oleh pasangan yang bekerja jauh, dan cukup lama, untuk memenuhi dorongan seksual yang muncul selama ditinggal pasangan memang bukan sesuatu yang mudah, tetapi bukan berarti menjadikan aktivitas seksual dan romantisme menjadi padam. Anda bisa menyalurkannya lewat fasilitas lain, yang paling populer dan sering digunakan adalah lewat telepon seks. Hal berikut ini
bisa dijadikan tips. Awali dengan sexting! Sexting itu mengirim pesan atau gambar bermuatan seksual lewat piranti elektronik, terutama antar ponsel. Sebelum telepon seks dilakukan, Anda bisa melakukan sexting. Mencoba berkirim pesan berisi kata-kata nakal dan menggairahkan. Tujuannya untuk menggiring suasana hati pasangan dan mengkondisikan mempersiapkan diri untuk telepon seks. Kirim-
kan pesan tentang apa yang ingin Anda lakukan dengannya di telepon seks. Selain teks, Anda juga bisa mengirimkan foto Anda yang sedikit genit, menggairahkan, misalnya saat mengenakan lingerie seksi. Tapi, tentu saja harus berhatihati, jangan sampai foto yang terkirim menjadi “bocor” dan tersebar sembarangan. Mulai dengan appetizer. Sebagai pembuka, bisa dimulai dengan menanyakan pada pasangan, apa yang sedang ia kenakan sekarang, sedang di mana berada, apa sedang dalam keadaan kangen, tentu saja sudah dimulai dengan kata-kata yang mesra. Lanjutkan dengan main course. Setelah pembukaan yang menggairahkan, Anda pasti sudah bisa melanjutkan dengan hal apa yang bisa dilakukan buat membuat pasangan lebih “turn on”. Ketika “terasa lebih hot” Anda berdua bisa mulai saling
memuaskan diri sendiri (bermasturbasi) satu sama lain selama masih tersambung di telepon. Eksplorasi semua gairah dan keinginan Anda di telpon, termasuk bisa berfantasi apa saja. Jangan takut untuk semakin vulgar. Walau pasangan tidak dapat melihat Anda, sesungguhnya ia masih dapat mendengar suara Anda. Desahan yang menggoda bagi laki-laki memiliki sensasi kesenangan tersendiri yang bisa membangkitkan gairah seksualnya. Sehingga tanpa penetrasi pun, Anda dan pasangan bisa meraih puncak kenikmatan seksual (orgasme). Tutup dengan dessert: Terakhir tentu saja dengan mengungkapkan rasa sayang dan berterimakasih atas “aktivitas menyenangkan” yang baru saja dicapai bersama. Akan sangat menyenangkan juga menanyakan apa perasaan pasangan sesudahnya. Sesungguhnya seks jarak
jauh lewat telepon seks bisa dijadikan agenda sehat untuk aktifitas seksual, asal dilakukan dengan pasangan yang sah dan di waktu yang tepat serta disepakati bersama. Memang bila dorongan seksual sedang menggebu, bukan melulu Anda harus menunggu waktu tiba bertemu dengan pasang an. Atau malah berpikir buat mencari pasangan selingkuh lain, bukan seperti itu. Karena aktifitas seksual tetap dapat dinikmati dalam durasi singkat dan dalam jarak yang jauh, lewat alat bantu telepon. Dan ini bisa juga dikombinasi de ngan fitur televideo conference menggunakan Skype misalnya. Jadi, ketika dalam kondisi tidak dalam satu tempat bersama, Anda bisa tetap menikmati romantisme dengan pasangan. Lewat telephone seks, Anda tetap bisa membicarakan apapun seputar seks yang sehat bersama pasangan.
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
12
Kuliner
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Gurihnya Keripik Talas dari Pelaga Talas atau dikenal dengan nama keladi di Bali, dapat diolah menjadi tepung dan keripik. Begitu juga, dari tepung keladi dapat dibuat mi dan camilan keripik stik. Salah satu ibu rumahtangga yang sedang menekuni usaha ini, Nyoman Sunarti. Perempuan Br. Tinggan, Desa Pelaga, Petang ini, ikut berpartisipasi dalam Festival Pertanian Kabupaten Badung, Sabtu ( 4/7).
A
Tepung keladi
walnya, Sunarti hanya bertanam kopi. Namun, belakangan, ia mempunyai ide, menanam keladi di sela-sela kebun kopi nya. “Keladi bisa diolah menjadi
aneka camilan, dan daunnya bisa dijadikan pakan ternak. Menanamnya juga tak repot, hanya di sela-sela pohon kopi. Jadi mudah, namanya tumpang sari,” kata Sunarti. Ia menambahkan, jenis
keladi besar seperti produknya, tidak enak dimakan sebagai keladi rebus. Menu rut Sunarti lebih co cok untuk olaha n baik itu tepung dan keripik. Menurut Sunarti, cara mem buat keripik keladi sangat seder hana. Setelah keladi dibersihkan, kemudian diiris tipis. Setelah tiga kali pencucian, irisan keladi dit ambahkan dengan bumbu pedas yang terdiri dari bawang putih, kencur, cabai rawit, ku nyit, dan garam. Setelah bercampur bumbu, keladi digoreng kering. Keripik keladi dibungkus dengan berba gai ukuran sesuai harga. Harga Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 10 ribu. Pemasaran keripik keladi tidak hanya di Petang, tapi juga sudah masuk ke beberapa warung di Kota
Es Krim, Puding, dan Selai Labu Siam
Selain bertanam keladi, Su narti menanam labu siam (jukut jepang). Labu siam biasanya diolah menjadi bahan sayuran. Namun, Sunarti berkreasi meng olah labu siam menjadi aneka makanan manis seperti es krim, pudding, dan selai. Selain rasanya manis dan legit, produk labu siam Sunarti, banyak dipuji pengunjung yang berkunjung ke stan Sunarti, saat Festival Pertanian Badung. Menurut Sunarti, cara meng olah labu siam menjadi es krim, sangat sederhana. Walaupun tak memiliki mesin es krim, ia bermodalkan hanya den gan blender dan mixer, bisa membuat es krim dengan tekstur yang halus. Caranya, setelah labu siam dikupas, direndam untuk menghilangkan ge tahnya. Kemudian, dipo tong-potong dan direbus setengah matang. Angkat dan dihancurkan dengan blender, lalu disaring. Hasil saringan ini, dicampur dengan tiga jenis susu, full cream, susu skim, dan whipping cream. Tam bahkan gula pasir, daun pandan, daun kayu sugih,
dan kuning telur. Direbus sampai mendidih. Kemudian didinginkan. Hasil yang sudah beku diblender. Kemudian ditaruh kembali di kul kas. Proses ini dilakukan berulang kali sampai tiga kali. Hal ini, karena Sunarti tidak memiliki mesin es krim, yang bisa otomatis langsung menjadikan campuran tadi dalam bentuk es krim. Hanya dengan alat blender dan mixer, es krim labu siam pun tersaji tak kalah dengan es krim yang dijual di pasaran. Hasil saringan labu siam se lain bisa dibuat es krim, juga
bisa diolah menjadi pudding labu siam. Caranya, air labu siam tadi dicampur agar-agar, daun pandan, gula pasir, daun pandan, daun kayu sugih. Rebus sampai mendidih dan dicetak sesuai selera. Sementara, ampas labu siam yang sudah tidak terpakai, dapat diolah menjadi selai. Caranya, ½ kg ampas labu siam ditambahkan dengan ½ kg gula pasir, dan ½ kg air, dicampur dan direbus sampai mendidih. Tambahkan sedikit asam sitrat. Siap dijadikan selai roti. -Wirati Astiti
Menikmati Segarnya Sirup Mangrove
Denpasar. Menurutnya, rasa keripik keladi-nya memang sedikit ber beda. “Ada rasa gurih dan agak pedas. Warna keripik keladi kekuning-kuningan. Itu bedanya keripik keladi produk saya de ngan yang lain,” kata Sunarti. Sementara, untuk pembuat an tepung keladi, ia gunakan perbandingan campuran keladi dan ketela rambat, 4:1. Cara membuat tepung keladi, setelah keladi dan ketela rambat diiris tipis-tipis kemudian dijemur dan di-slip untuk menjadi tepung. Dari hasil tepung ini, ia men coba berkreasi membuat mi dan keripik stik. –Wirati Astiti
13
Mangrove atau bakau merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya di perairan dekat pantai. Mangrove tumbuhnya dipengaruhi pasang surut air laut. Mangrove sangat dikenal manfaatnya untuk pelindung pantai dari ancaman abrasi. Namun, masih banyak manfaat lain, yakni manfaat buah mangrove. Kelompok Wanita Tani Merta Wana Segara Patasari Kuta, mengolah buah mangrove menjadi sirup.
Keripik keladi
Buah mangrove
P
roduk sirup mang rove ini juga di pamerkan dalam Festival Pertanian di Badung, pekan lalu. Menurut
Putri, salah satu anggota ke lompok tani, cara pembuatan sirup mangrove ini relatif sangat mudah. Buah yang digunakan adalah mangrove jenis pidada
yang dikupas dan digiling halus kemudian disaring. Kemudian ditambahkan gula pasir direbus sampai mendidih. Perbandingan buah mangrove dengan gula pasir, 1:3. “Rasa buah pidada ini sangat kecut karena itu per bandingan dengan gula pasirnya lebih banyak,” ujar Putri. Menurut Putri, untuk bahan baku, mereka mendapatkan lang sung dari pasar. Walaupun, buah ini bersifat musiman, ada saja yang menjual kepada mereka. Di samping itu, kadang ia menyetok agar tidak sampai kehabisan bahan baku. Saat ini anggota Kelompok Wanita Tani Merta Wana Segara Patasari Kuta berjumlah 30 orang. Mereka bersama-sama mengolah buah mangrove untuk dijadikan sirup, sebagai mata pencaharian para ibu rumahtangga ini. Awalnya, memang mereka mendapatkan pembinaan dari instansi terkait dalam pembuat an sirup mangrove ini. Menurut Putri, buah mangrove banyak
mengandung gizi, salah satunya banyak mengandung vitamin C, karena itu sirup ini sangat laku. Pemasar an sirup ini di sekitar areal mangrove. Satu botol kecil ia jual Rp 25 ribu. Dari sekilo buah mangrove, ia mendapatkan 12 botol sirup. –Wirati Astiti
Sirup mangrove
Putri (kiri)
Sunarti
Lumpia Tempe Sarwan Bahan kulit lumpia: 150 gr : tepung terigu 1 butir : telur 300 ml : air Margarin secukupnya Garam secukupnya
Keladi
Bahan isian : 200 gr : tempe kukus haluskan 100 gr : daging ayam giling 1 batang : daun prei cincang halus 1sdt : lada bubuk
Dapatkan
DISCOUNT 10% setiap pembelanjaan minimal Rp 100.000
Olahan labu siam
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Garam, gula, kaldu bubuk secu kupnya Minyak secukupnya Cara membuat kulit : - Campur semua bahan jadi satu hingga menjadi adonan, lalu buat dadar menggunakan teflon ukuran 20 cm tanpa lengket sampai habis. - Panaskan minyak, masukkan cincangan bawang prei hingga layu. Masukkan daging ayam, tempe, bumbu lainnya, aduk hingga matang dan tiriskan. - Siapkan kulit lumpia lalu isi
dengan isian, gulung hingga membentuk memanjang, ra patkan dengan putih telur, lakukan sampai bahan habis. - Panaskan minyak hingga panas, lalu masukkan lumpia goreng hingga matang kecokelatan, siap disajikan dengan saus siap pakai.
Orak-arik Kering Tempe Teri
Bakwan Udang Tempe
Bahan : 350 gr : tempe kukus haluskan 150 gr : udang kupas buang kulitnya 8 sdm : tepung terigu 2 butir : putih telur kocok lepas 5 buah : bawang merah haluskan 2 siung : bawang putih haluskan 2 batang : daun bawang iris halus ½ sdt : ketumbar halus ½ sdt : lada halus 150 ml : santan Garam, gula dan kaldu bubuk
Bahan : 500 gr : tempe potong dadu 100 gr : teri medan kering matang 1 butir : telur 3 sdm : kecap manis 1 sdm : kecap asin 60 ml : air Minyak goreng secukupnya Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu 7 buah 3 siung 2 buah
yang dirajang/iris : : bawang merah cincang kasar : bawang putih cincang kasar : cabe merah besar iris serong
secukupnya Minyak goreng secukupnya
Cara membuat : - Campur semua bahan menjadi satu kecuali minyak. Bentuk adonan menurut selera, lalu goreng adonan bakwan sam pai kuning kecokelatan dan matang. Goreng adonan sam pai habis - Siap untuk disajikan.
10 buah : cabe rawit potong kecil 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 lembar : daun jeruk purut buang tangkainya Cara membuat : - Goreng tempe hingga kecokelatan dan tiris kan, lalu panaskan minyak, masukkan bumbu yang sudah dirajang/iris hingga harum. Lalu masukkan telur orak-arik hingga telur matang, masukkan tempe, air dan bumbu-bumbu lain nya, aduk-aduk hingga matang dan bumbu meresap. - Taburi dengan bawang putih goreng, siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Gurihnya Keripik Talas dari Pelaga Talas atau dikenal dengan nama keladi di Bali, dapat diolah menjadi tepung dan keripik. Begitu juga, dari tepung keladi dapat dibuat mi dan camilan keripik stik. Salah satu ibu rumahtangga yang sedang menekuni usaha ini, Nyoman Sunarti. Perempuan Br. Tinggan, Desa Pelaga, Petang ini, ikut berpartisipasi dalam Festival Pertanian Kabupaten Badung, Sabtu ( 4/7).
A
Tepung keladi
walnya, Sunarti hanya bertanam kopi. Namun, belakangan, ia mempunyai ide, menanam keladi di sela-sela kebun kopi nya. “Keladi bisa diolah menjadi
aneka camilan, dan daunnya bisa dijadikan pakan ternak. Menanamnya juga tak repot, hanya di sela-sela pohon kopi. Jadi mudah, namanya tumpang sari,” kata Sunarti. Ia menambahkan, jenis
keladi besar seperti produknya, tidak enak dimakan sebagai keladi rebus. Menu rut Sunarti lebih co cok untuk olaha n baik itu tepung dan keripik. Menurut Sunarti, cara mem buat keripik keladi sangat seder hana. Setelah keladi dibersihkan, kemudian diiris tipis. Setelah tiga kali pencucian, irisan keladi dit ambahkan dengan bumbu pedas yang terdiri dari bawang putih, kencur, cabai rawit, ku nyit, dan garam. Setelah bercampur bumbu, keladi digoreng kering. Keripik keladi dibungkus dengan berba gai ukuran sesuai harga. Harga Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 10 ribu. Pemasaran keripik keladi tidak hanya di Petang, tapi juga sudah masuk ke beberapa warung di Kota
Es Krim, Puding, dan Selai Labu Siam
Selain bertanam keladi, Su narti menanam labu siam (jukut jepang). Labu siam biasanya diolah menjadi bahan sayuran. Namun, Sunarti berkreasi meng olah labu siam menjadi aneka makanan manis seperti es krim, pudding, dan selai. Selain rasanya manis dan legit, produk labu siam Sunarti, banyak dipuji pengunjung yang berkunjung ke stan Sunarti, saat Festival Pertanian Badung. Menurut Sunarti, cara meng olah labu siam menjadi es krim, sangat sederhana. Walaupun tak memiliki mesin es krim, ia bermodalkan hanya den gan blender dan mixer, bisa membuat es krim dengan tekstur yang halus. Caranya, setelah labu siam dikupas, direndam untuk menghilangkan ge tahnya. Kemudian, dipo tong-potong dan direbus setengah matang. Angkat dan dihancurkan dengan blender, lalu disaring. Hasil saringan ini, dicampur dengan tiga jenis susu, full cream, susu skim, dan whipping cream. Tam bahkan gula pasir, daun pandan, daun kayu sugih,
dan kuning telur. Direbus sampai mendidih. Kemudian didinginkan. Hasil yang sudah beku diblender. Kemudian ditaruh kembali di kul kas. Proses ini dilakukan berulang kali sampai tiga kali. Hal ini, karena Sunarti tidak memiliki mesin es krim, yang bisa otomatis langsung menjadikan campuran tadi dalam bentuk es krim. Hanya dengan alat blender dan mixer, es krim labu siam pun tersaji tak kalah dengan es krim yang dijual di pasaran. Hasil saringan labu siam se lain bisa dibuat es krim, juga
bisa diolah menjadi pudding labu siam. Caranya, air labu siam tadi dicampur agar-agar, daun pandan, gula pasir, daun pandan, daun kayu sugih. Rebus sampai mendidih dan dicetak sesuai selera. Sementara, ampas labu siam yang sudah tidak terpakai, dapat diolah menjadi selai. Caranya, ½ kg ampas labu siam ditambahkan dengan ½ kg gula pasir, dan ½ kg air, dicampur dan direbus sampai mendidih. Tambahkan sedikit asam sitrat. Siap dijadikan selai roti. -Wirati Astiti
Menikmati Segarnya Sirup Mangrove
Denpasar. Menurutnya, rasa keripik keladi-nya memang sedikit ber beda. “Ada rasa gurih dan agak pedas. Warna keripik keladi kekuning-kuningan. Itu bedanya keripik keladi produk saya de ngan yang lain,” kata Sunarti. Sementara, untuk pembuat an tepung keladi, ia gunakan perbandingan campuran keladi dan ketela rambat, 4:1. Cara membuat tepung keladi, setelah keladi dan ketela rambat diiris tipis-tipis kemudian dijemur dan di-slip untuk menjadi tepung. Dari hasil tepung ini, ia men coba berkreasi membuat mi dan keripik stik. –Wirati Astiti
13
Mangrove atau bakau merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya di perairan dekat pantai. Mangrove tumbuhnya dipengaruhi pasang surut air laut. Mangrove sangat dikenal manfaatnya untuk pelindung pantai dari ancaman abrasi. Namun, masih banyak manfaat lain, yakni manfaat buah mangrove. Kelompok Wanita Tani Merta Wana Segara Patasari Kuta, mengolah buah mangrove menjadi sirup.
Keripik keladi
Buah mangrove
P
roduk sirup mang rove ini juga di pamerkan dalam Festival Pertanian di Badung, pekan lalu. Menurut
Putri, salah satu anggota ke lompok tani, cara pembuatan sirup mangrove ini relatif sangat mudah. Buah yang digunakan adalah mangrove jenis pidada
yang dikupas dan digiling halus kemudian disaring. Kemudian ditambahkan gula pasir direbus sampai mendidih. Perbandingan buah mangrove dengan gula pasir, 1:3. “Rasa buah pidada ini sangat kecut karena itu per bandingan dengan gula pasirnya lebih banyak,” ujar Putri. Menurut Putri, untuk bahan baku, mereka mendapatkan lang sung dari pasar. Walaupun, buah ini bersifat musiman, ada saja yang menjual kepada mereka. Di samping itu, kadang ia menyetok agar tidak sampai kehabisan bahan baku. Saat ini anggota Kelompok Wanita Tani Merta Wana Segara Patasari Kuta berjumlah 30 orang. Mereka bersama-sama mengolah buah mangrove untuk dijadikan sirup, sebagai mata pencaharian para ibu rumahtangga ini. Awalnya, memang mereka mendapatkan pembinaan dari instansi terkait dalam pembuat an sirup mangrove ini. Menurut Putri, buah mangrove banyak
mengandung gizi, salah satunya banyak mengandung vitamin C, karena itu sirup ini sangat laku. Pemasar an sirup ini di sekitar areal mangrove. Satu botol kecil ia jual Rp 25 ribu. Dari sekilo buah mangrove, ia mendapatkan 12 botol sirup. –Wirati Astiti
Sirup mangrove
Putri (kiri)
Sunarti
Lumpia Tempe Sarwan Bahan kulit lumpia: 150 gr : tepung terigu 1 butir : telur 300 ml : air Margarin secukupnya Garam secukupnya
Keladi
Bahan isian : 200 gr : tempe kukus haluskan 100 gr : daging ayam giling 1 batang : daun prei cincang halus 1sdt : lada bubuk
Dapatkan
DISCOUNT 10% setiap pembelanjaan minimal Rp 100.000
Olahan labu siam
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Garam, gula, kaldu bubuk secu kupnya Minyak secukupnya Cara membuat kulit : - Campur semua bahan jadi satu hingga menjadi adonan, lalu buat dadar menggunakan teflon ukuran 20 cm tanpa lengket sampai habis. - Panaskan minyak, masukkan cincangan bawang prei hingga layu. Masukkan daging ayam, tempe, bumbu lainnya, aduk hingga matang dan tiriskan. - Siapkan kulit lumpia lalu isi
dengan isian, gulung hingga membentuk memanjang, ra patkan dengan putih telur, lakukan sampai bahan habis. - Panaskan minyak hingga panas, lalu masukkan lumpia goreng hingga matang kecokelatan, siap disajikan dengan saus siap pakai.
Orak-arik Kering Tempe Teri
Bakwan Udang Tempe
Bahan : 350 gr : tempe kukus haluskan 150 gr : udang kupas buang kulitnya 8 sdm : tepung terigu 2 butir : putih telur kocok lepas 5 buah : bawang merah haluskan 2 siung : bawang putih haluskan 2 batang : daun bawang iris halus ½ sdt : ketumbar halus ½ sdt : lada halus 150 ml : santan Garam, gula dan kaldu bubuk
Bahan : 500 gr : tempe potong dadu 100 gr : teri medan kering matang 1 butir : telur 3 sdm : kecap manis 1 sdm : kecap asin 60 ml : air Minyak goreng secukupnya Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu 7 buah 3 siung 2 buah
yang dirajang/iris : : bawang merah cincang kasar : bawang putih cincang kasar : cabe merah besar iris serong
secukupnya Minyak goreng secukupnya
Cara membuat : - Campur semua bahan menjadi satu kecuali minyak. Bentuk adonan menurut selera, lalu goreng adonan bakwan sam pai kuning kecokelatan dan matang. Goreng adonan sam pai habis - Siap untuk disajikan.
10 buah : cabe rawit potong kecil 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 lembar : daun jeruk purut buang tangkainya Cara membuat : - Goreng tempe hingga kecokelatan dan tiris kan, lalu panaskan minyak, masukkan bumbu yang sudah dirajang/iris hingga harum. Lalu masukkan telur orak-arik hingga telur matang, masukkan tempe, air dan bumbu-bumbu lain nya, aduk-aduk hingga matang dan bumbu meresap. - Taburi dengan bawang putih goreng, siap disajikan.
14
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Bulu mata lentik adalah idaman setiap perempuan. Sebab, bulu mata lentik se ring kali dianggap dapat mempercantik se seorang. Bagi yang tidak memiliki bulu mata yang lentik alami, saat ini ter sedia banyak cara untuk memperoleh bulu mata yang lentik, salah satunya dengan mengenakan bulu mata palsu.
M
enurut Tatik, seorang penata rias di Denpasar, saat ini bulu mata palsu tengah menjadi tren, karena semakin berkembangnya model make up seperti bintang-bintang serial Korea. Perempuan di Korea memang membuat rias matanya menjadi berbeda karena mereka lebih memilih bulu mata palsu dibandingkan eyeshadow. Dikatakannya kecantikan wajah tidak hanya didukung kebersihan , putih dan berseri. Penampilan sempurna mencakup seluruh bagian wajah termasuk mata. Bulu mata juga merupakan bagian dari riasan wajah yang tak kalah penting dan tak mungkin dilewatkan. Selain menggunakan maskara, cara lainnya dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bulu mata palsu untuk menambah dan mempercantik penampilan yang sempurna Namun, kalau mau meniru make up mata perempuan negeri ginseng ini tidak mudah sebab beberapa orang masih mengalami kesulitan memasang bulu mata agar terlihat indah alami. “Hanya perlu latihan dan telaten,” kata Tatik dan menyebutkan kalau bulu mata palsu dapat menjadi andalan untuk merubah betuk mata dan mempertegas eye makeup. Memakai bulu mata palsu juga mampu memberi kesan mata lebih hidup dan menonjol. Saat ini banyak sekali model dan bentuk bulu mata yang beredar di toko kecantikan dengan segala bentuk dan jenis bulu mata palsu. Ada beberapa tipe bulu mata palsu yang fungsinya untuk menunjang penampilan. Beberapa jenis bulu mata palsu yang paling umum digunakan diantaranya : Jenis bulu mata yang natural, ini biasa digunakan untuk kegiatan sehari-hari termasuk ke kantor. Bulu mata palsu ini membantu menonjolkan bentuk mata dan tidak terlalu berat hingga nyaman dikenakan dalam jangka lama. Bulu mata palsu bervolume, ini biasanya digunakan pada acara khusus . Misalnya pernikahan atau acara penting lainnya. Bulu mata ini ragamnya banyak serta dapat dipakai memberikan efek lebih pada mata kita. Karena tebal, jadi lebih cocok untuk kegiatan yang spesial. Bulu mata individual lashes, jenis bulu mata yang bisa memberikan hasil paling natural dibanding lainnya. Mengaplikasiannya disesuaikan keperluan dsn hasil yang diharapkan
Tampil Cantik dengan . Namun, disini dibutuhkan waktu juga kesabaran sebab memasangnya lebih lama. Meski sifatnya individual, tapi bulu mata jenis ini menjadikan mata tebal dan lentik. Sekarang tinggal dipilih mana yang paling kita sukai dan perlukan untuk menunjang makeup look yang diharapkan. “Hingga saat ini ada bulu mata yang digunakan para artis dan model ternama seperti Syahrini, Olga Lydia dan CherryBelle. Bulu mata artis tersebut kini kerap menjadi trendseter bagi para remaja wanita dan wanita dewasa yang ingin tampil percaya diri, cantik, ceria dan gaya,” tutur Tatik. Dalam memilih bulu mata palsu ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah menyesuaikannya dengan bentuk mata. Untuk mata kecil, pilih bulu mata yang terlihat alami dan tidak terlalu tebal. Sebab bulu mata palsu yang terlalu tebal bisa membuat mata terlihat lebih kecil. Pilihlah bulu mata palsu jenis individual lashes. Bulu mata jenis ini memepunyai efek paling alami dibandingkan bulu mata palsu jenis lainnya. Penggunaan individual lashes juga dapat membantu dalam membentuk mata dan mempertebal bulu mata namun masih terkesan alami. Lekatkan bulu mata individual lashes di sudut terluar mata anda dengan menggunakan lem bulu mata, lentikkan dengan menggunakan penjepit bulu mata dan pakai maskara agar bulu mata palsu terlihat menyatu dengan bulu mata yang asli. Bagi pemilik mata bulat, pilihlah bulu mata yang bisa menjadikan mata terlihat lebih panjang dengan ketebalan sedang. Sebaiknya gunakan bulu mata palsu jenis strip lashes atau dua individual lashes demi membuat mata bulat terlihat lebih panjang. Sedangkan untuk metreka yang memiliki mata besar, apat memilih bulu mata palsu ang lebih tebal dan lebih penuh. Dengan demikain mata akan terlihat semakin kecil. Ada juga mata almond, bentuk mata yang paling mudah dipercantik. Untuk ini dapat memilih bulu mata jenis apa saja sebab semua jenis bulu mata palsu dapat menghias dengan indah. Tanam Bulu Mata Masih bicara bulu mata untuk selalu tampil cantik dengan bulu mata lentik, namun tanpa harus menggunakan bulu mata palsu. Ada teknologi kecantik
Jelita
Kompyang Pariadnyani
an yang bisa mendukung upaya pelentikan bulu mata. Caranya adalah melakukan penanaman bulu mata baru . Menurut Kompyang Pariadnyani dari Adibi Salon & Spa, di Denpasar, ekstension bulu mata atau tanam bulu mata ini juga berasal dari Korea. Teknik ini menggunakan bulu mata tambahan yang ditempel di
sela-sela bulu mata kita yang asli. Bahannya terbuat dari bulu mata sintetis yang berkualitas disambung dengan perekat (lem) khusus. Pemakaian eye lash extension ditujukan untuk menambah volume dan panjang bulu mata yang asli serta memberi kesan bulu mata yang indah natural Bulu mata palsu, katanya mam-
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
11
Merokok Sebabkan Payudara Kendur
Bulu Mata Lentik
Tatik
Mitos
pu menempel antara dua minggu hingga dua bulan, tergantung bagai mana struktur kulit kelopak mata pemakai, pertumbuhan bulu mata asli, serta bagaimana perawatan dari si pemakai. Dikatakannya juga tanam bulu mata atau yang dikenal dengan eyelash extension adalah perawat an kecantikan yang diterapkan oleh salon untuk menanam bulu mata sehingga tampak lebih tebal. Untuk waktu setengah sampai satu jam,biasanya 80-100 helai mampu ditanamkan ke kelopak mata. Ini bisa menjadi alternatif untuk cantik secara alami tanpa menggunakan bulu mata palsu. Namun, sebelum melakukan tanam bulu mata permanen, perhatikan hal-hal berikut agar hasil yang anda dapat maksimal: Setelah melakukan penanaman bulu mata permanen, pastikan bulu mata tidak terkena air selama 1-2 hari setelah pemasangan. Hal ini untuk menghindari bulu mata saling menempel setelah pemasangan. Hindari juga melakukan pekerjaan yang menimbulkan keringat karena keadaan yang lembab akan bereaksi dengan perkat bulu mata anda se hingga akan terjadi penumpukan. – Sri Ardhini
Merokok mempunyai dampak negatif bagi kesehatan. Selama ini yang banyak diketahui adalah merokok mengakibatkan berbagai penyakit dalam seperti penyakit jantung, kanker paru-paru dan banyak lagi. Namun tahukan Anda bahwa merokok juga berdampak buruk terhadap estetika luar seperti kecantikan kulit?
D
okter AAA Laksmi Dewi B., Sp.KK mengatakan, jaringan kulit mendapatkan makanan dari suplai pembuluh darah kapiler halus yang berjalan mengantarkan oksigen dan zat nutrisi. “Semua makanan, minuman, atau apapun yang kita konsumsi akan dipecah oleh metabolisme tubuh menjadi bermacammacam zat yang diantarkan oleh darah ke sel-sel dan jaringan, termasuk ke jaringan kulit. Begitu pula dengan konsumsi makanan, minuman, maupun hal-hal yang tidak baik untuk kesehatan pun akan ikut diantarkan oleh darah ke sel-sel dan jaringan, termasuk ke jaring an kulit,” jelasnya. Karena itu, Konsultan Dermatovenerologi ini kembali menegaskan beberapa dampak lain dari merokok. Mitos: Kulit perokok lebih cepat kendur dan keriput Fakta: Ribuan bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok tidak hanya mendatangkan berbagai masalah kesehatan, tetapi juga membuat penampilan tampak lebih tua dari usia Anda sebenarnya. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia termasuk racun. Dari tiap isapan, zat-zat itu juga akan merusak kolagen dan elastin yang memberi kulit kekenyalan dan elastisitasnya. Akibatnya, kulit perokok terlihat kendur dan keriputnya lebih dalam. Asap rokok bukan hanya merusak penampilan kulit wajah, melainkan juga kulit lain di bagian tubuh. Ketika elastisitas kulit berkurang, ia menjadi tidak kencang lagi, termasuk di bagian lengan dalam dan payudara. Malah, rokok adalah penyebab utama payudara lebih cepat kendur. Bagian kulit wajah yang paling nyata terkena dampak rokok adalah area di sekitar mulut. Saat merokok, kita menggunakan otot tertentu di sekitar bibir sehingga menyebabkan keriput dinamis. Selain itu, karena elastisitas kulit berkurang, akan lebih terlihat garis yang dalam di sekitar bibir. Mitos: Bibir/garis di sekitar bibir perokok lebih hitam dibanding kan yang bukan perokok Fakta: Masalah yang paling lazim dari merokok adalah meng hitamnya bibir. Panas rokok yang menempel langsung pada bibir menjadi alasan utama penyebab bibir hitam para perokok. Selain itu, berkurangnya sirkulasi darah pada kulit bibir juga menjadi faktor pendukung terjadinya bibir hitam. Mitos: Perokok lebih rentan terhadap bintik-bintik pada wajah Fakta: Bintik hitam pada wajah yang seringkali disebut sebagai “age spot” seringkali terjadi karena paparan sinar matahari langsung. Namun, penelitian menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih rentan terhadap jenis kerusakan ini daripada mereka yang tidak merokok. Itu karena zat kimia dalam rokok mengubah kulit perokok, sehingga tidak sehat dan sulit memerangi masalah ini. Anda dapat menutupi bintik-bintik penuaan dengan make-up,
tetapi tentunya akan merasa jauh lebih sehat jika Anda tidak menambah faktor penuaan dini dengan merokok. Mitos: Merokok berakibat muncul keriput di seputar mata Fakta: Saat Anda terbuai dalam nikmatnya menghirup rokok Anda dalam-dalam, secara tidak sadar Anda akan mengernyitkan sudutsudut luar mata Anda dan juga mengatupkan bibir dalam-dalam. Kedua aktivitas tersebut memperburuk / mempertegas gambaran kerutankerutan kulit pada sudut luar mata dan juga kerutan-kerutan kulit di sekitar bibir. Mitos: Merokok dapat mempercepat proses penipisan rambut/kerontokan Fakta: Merokok bisa mempercepat penipisan rambut pada pria maupun wanita. Penyebabnya, merokok akan menyumbat pembuluh arteri yang bertugas mengirimkan nutrisi ke seluruh tubuh termasuk ke kulit kepala. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan nutrisinya dengan baik sehingga pertumbuhan rambut pun terhambat. Mitos: Merokok berlebihan menyebabkan perubahan warna pada kulit, kuku, gigi (stained finger) Fakta: Saat merokok, substansi-substansi racun semacam semacam karbon monoksida, nikotin dan ammonia serta beberapa gas racun lain dalam jumlah yang lebih kecil akan ikut terhisap dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah. Nikotin yang terserap ke dalam sirkulasi akan memicu plak plak di dinding pembuluh darah, sehingga memperkecil pembuluh-pembuluh kapiler termasuk pembuluh-pembuluh kapiler halus yang mengalir ke jaringan kulit. Sementara itu, di dalam sirkulasi darah hemoglobin akan mengikat karbon monoksida 200 kali lebih kuat dibandingkan mengikat oksigen. Sehingga, kadar karbon monoksida di dalam darah menjadi lebih tinggi daripada kadar oksigen dan sel-sel jaringan (termasuk jaringan kulit) akan kekurangan oksigen. Kadar oksigen yang rendah di dalam darah membuat kebutuhan oksigen sel dan jaringan semakin tinggi, sehingga otak akan meregulasi respons berupa pengerutan ukuran pembuluh darah (vasokonstriksi) agar laju pengantaran oksigen ke sel dan jaringan menjadi lebih cepat. Dokter spesialis yang akrab disapa dr. Amy, dan berpraktik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU Prima Medika ini menegaskan hal tersebut mengakibatkan kulit kehilangan rona menjadi pucat dan kurang segar. “Adanya hemoglobin yang terikat dengan karbon monoksida di dalam sirkulasi darah ke kulit mengakibatkan kulit menjadi lebih gelap sedikit kekuningan (yellowish grey),” ujar dokter yang juga berpraktik di Define Aesthetic and Beauty Clinic, dan Bali Beauty Clinic ini. Selain perubahan rona dan warna kulit, kulit perokok biasa nya lebih kering dibandingkan kulit normal. Hal ini diakibatkan asap panas yang dilepaskan saat merokok kemudian berkontak dengan kulit, ter utama kulit wajah. “Anda mungkin pernah mendengar bahwa minum teh, kopi atau soda dapat menyebabkan gigi menguning. Rokok juga menimbulkan risiko yang sama. Nikotin memberikan kontribusi untuk gigi menguning dan juga bau napas tidak sedap. Untungnya, para ahli mengatakan bahwa setelah Anda berhenti merokok, resiko bau mulut dan gigi kusam juga akan ikut berkurang,” tandasnya. –Inten Indrawati
Seks Jarak Jauh “Dok, saya baru menikah empat bulan. Kami sangat menikmati setiap saat kami bersama, termasuk romantisme seksual kami. Hanya saja, pasangan saya harus kembali meninggalkan saya selama enam bulan. Kami berpikir tentang melakukan seks jarak jauh, bagaimana tipsnya dok? Terima kasih”. (Ratih,24 thn) Tentu saja ditinggal oleh pasangan yang bekerja jauh, dan cukup lama, untuk memenuhi dorongan seksual yang muncul selama ditinggal pasangan memang bukan sesuatu yang mudah, tetapi bukan berarti menjadikan aktivitas seksual dan romantisme menjadi padam. Anda bisa menyalurkannya lewat fasilitas lain, yang paling populer dan sering digunakan adalah lewat telepon seks. Hal berikut ini
bisa dijadikan tips. Awali dengan sexting! Sexting itu mengirim pesan atau gambar bermuatan seksual lewat piranti elektronik, terutama antar ponsel. Sebelum telepon seks dilakukan, Anda bisa melakukan sexting. Mencoba berkirim pesan berisi kata-kata nakal dan menggairahkan. Tujuannya untuk menggiring suasana hati pasangan dan mengkondisikan mempersiapkan diri untuk telepon seks. Kirim-
kan pesan tentang apa yang ingin Anda lakukan dengannya di telepon seks. Selain teks, Anda juga bisa mengirimkan foto Anda yang sedikit genit, menggairahkan, misalnya saat mengenakan lingerie seksi. Tapi, tentu saja harus berhatihati, jangan sampai foto yang terkirim menjadi “bocor” dan tersebar sembarangan. Mulai dengan appetizer. Sebagai pembuka, bisa dimulai dengan menanyakan pada pasangan, apa yang sedang ia kenakan sekarang, sedang di mana berada, apa sedang dalam keadaan kangen, tentu saja sudah dimulai dengan kata-kata yang mesra. Lanjutkan dengan main course. Setelah pembukaan yang menggairahkan, Anda pasti sudah bisa melanjutkan dengan hal apa yang bisa dilakukan buat membuat pasangan lebih “turn on”. Ketika “terasa lebih hot” Anda berdua bisa mulai saling
memuaskan diri sendiri (bermasturbasi) satu sama lain selama masih tersambung di telepon. Eksplorasi semua gairah dan keinginan Anda di telpon, termasuk bisa berfantasi apa saja. Jangan takut untuk semakin vulgar. Walau pasangan tidak dapat melihat Anda, sesungguhnya ia masih dapat mendengar suara Anda. Desahan yang menggoda bagi laki-laki memiliki sensasi kesenangan tersendiri yang bisa membangkitkan gairah seksualnya. Sehingga tanpa penetrasi pun, Anda dan pasangan bisa meraih puncak kenikmatan seksual (orgasme). Tutup dengan dessert: Terakhir tentu saja dengan mengungkapkan rasa sayang dan berterimakasih atas “aktivitas menyenangkan” yang baru saja dicapai bersama. Akan sangat menyenangkan juga menanyakan apa perasaan pasangan sesudahnya. Sesungguhnya seks jarak
jauh lewat telepon seks bisa dijadikan agenda sehat untuk aktifitas seksual, asal dilakukan dengan pasangan yang sah dan di waktu yang tepat serta disepakati bersama. Memang bila dorongan seksual sedang menggebu, bukan melulu Anda harus menunggu waktu tiba bertemu dengan pasang an. Atau malah berpikir buat mencari pasangan selingkuh lain, bukan seperti itu. Karena aktifitas seksual tetap dapat dinikmati dalam durasi singkat dan dalam jarak yang jauh, lewat alat bantu telepon. Dan ini bisa juga dikombinasi de ngan fitur televideo conference menggunakan Skype misalnya. Jadi, ketika dalam kondisi tidak dalam satu tempat bersama, Anda bisa tetap menikmati romantisme dengan pasangan. Lewat telephone seks, Anda tetap bisa membicarakan apapun seputar seks yang sehat bersama pasangan.
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
10
Bugar
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Jangan Panaskan Makanan Berulang-ulang
“Beberapa teori dan hasil penelitian menunjukkan salah satu mikroba patogen yang sering m enyebabkan keracunan makanan adalah bakteri s taphylococcus aureus”
www.heinzabc.co.id
Jangan makan sembarangan, begitulah nasihat yang sering kita dengar. Nasihat itu sering dianggap sepele. Padahal, sering terjadi kasus keracunan makanan karena kita sendiri lalai akan kebersihannya. Berikut penjelasan dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked., dosen pengajar di Bagian Mikro biologi Klinik Fakultas Kedokteran Unud.
K
eracunan makanan merupakan penyakit yang berhubungan dengan mengonsumsi makanan akibat menelan racun yang ada dalam makanan tersebut yang sering disebut intoksikasi. Selain akibat bahan kimia yang bersifat racun, juga dapat disebabkan karena adanya mikroba patogen dalam makanan yang menghasilkan racun. Jadi, bakteri ini menghasilkan racun dan racunnya masuk ke dalam pencernaan dan menimbulkan penyakit pada penderita. Banyak kasus keracunan makanan ini terjadi di masyarakat seperti di sekolahsekolah atau pada acara hajatan yang mengonsumsi nasi bungkus, nasi kotak atau katering siap santap. Kejadian keracunan makanan ini lebih sering terjadi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Menurut alumnus Magister Ilmu Ke-
dokteran Tropis ini, bakteri penyebab keracunan makanan ada beberapa jenis. “Beberapa teori dan hasil penelitian menunjukkan salah satu mikroba patogen yang sering menyebabkan keracunan makanan adalah bakteri staphylococcus aureus,” katanya. Bakteri ini sering sebagai penyebab terbanyak terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan. Bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang dapat menyerang saluran pencernaan yang disebut enterotoksin walaupun tidak semua strain dapat menghasilkan toksin ini. Bakteri staphylococcus aureus banyak terdapat di udara, tanah, debu, air, peralatan makanan, juga pada manusia khususnya dapat hidup pada kulit dan bagian luar manusia seperti hidung, dan tangan bahkan rambut. “Manusia yang sehat pun dapat sebagai pembawa bakteri ini walaupun dia tidak
sedang sakit,” jelasnya. Ia menyebutkan, toksin yang dihasilkan bersifat tahan terhadap panas. Oleh karena itu, walaupun sel bakterinya sudah mati karena pemanasan saat dimasak, tetapi toksinnya dapat bertahan. Kondisi ini bisa berbeda tergantung jenis bahan makanan dan lamanya dimasak. Bakteri ini beserta toksinnya juga tahan terhadap pembekuan sehingga masih dapat bertahan dengan baik pada bahan makanan yang disimpan pada suhu beku. Dokter yang pernah mengikuti pelatihan di Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, Göttingen, Germany dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, Rotterdam, Netherland ini mengatakan, bakteri patogen ini banyak terdapat pada bahan makanan terutama yang mengandung protein tinggi seperti daging, ayam, susu, dan produk-produk olahannya yang tidak diolah secara hiegenis. “Bahan makanan tersebut memiliki nutrisi yang tinggi,” kata dr. Agus. Nutrisi dalam makanan yaitu komponen karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, yang berguna bagi manusia juga dapat menjadi media yang bagi mikroba untuk tumbuh dan berkembang biak. Adanya bakteri ini pada makanan yang sudah siap santap biasanya mengindikasikan adanya kontaminasi dari kulit, rambut, mulut, atau hidung oleh orang yang mengolah dan atau penyaji makanan. Kontaminasi ini mungkin terjadi saat bersentuhan dengan makanan atau saat batuk dan bersin. Menurut para ahli, makanan yang mempunyai resiko
terjadinya bahaya keracunan akibat toksin bakteri staphylococcus aureus adalah justru makanan yang telah telah diolah tetapi tidak langsung dikonsumsi. Enterotoksin pada umumnya diproduksi oleh staphylococcus aureus di dalam makanan basah yang sudah pernah dimasak atau dipanaskan. Seperti kebiasaan menyajikan makanan dalam suhu kamar selama berjam-jam yang tidak langsung dikonsumsi. “Juga, karena mengonsumsi makanan sisa yang dipanaskan kembali apalagi secara berulang-ulang. Perilaku inilah yang dapat menyebabkan resiko keracunan makanan,” katanya. Gejala yang ditimbulkan dapat muncul dalam waktu 1-7 jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung enterotoksin. Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini menyatakan, parah tidaknya gejala yang timbul tergantung pada konsentrasi toksin yang tertelan, dan daya tahan tubuh individu tersebut. “Toksin yang tertelan akan merusak dinding usus dimana terjadi inflamasi dan menimbulkan sekresi usus dengan cepat,” ujarnya. Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter FK Unud ini, menyebutkan, gejala yang timbul dapat berupa pusing-pusing, berkeringat, mual, muntah-muntah, kram perut, dan diare hingga pingsan. Pernah dilaporkan pasien yang keracunan makanan dapat meninggal dunia akibat terlambat dalam pemberian pengobatan dan pada kondisi daya tahan tubuh yang rendah. –Wirati Astiti
Bagaimana cara mencegahnya? - Kebersihan adalah hal paling utama yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kontaminasi bakteri ini pada makanan. - Seperti menjaga kebersihan peralatan pengolahan dan penyajian makanan serta bahan baku pangan yang akan dipakai. - Makanan yang sudah diolah atau dimasak tetap dijaga kebersihannya agar tidak terkontaminasi dari debu dan sentuhan kulit manusia - Masaklah makanan dengan sempurna agar membunuh
semua mikroba patogen. - Segera mengonsumsi makanan yang telah diolah, tidak membiarkan makanan yang telah diolah pada suhu ruang selama lebih dari 2 jam. - Orang yang sedang sakit sebaiknya tidak mengolah atau menyajikan makanan - Yang paling penting adalah selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah dan menyajikan makanan dan menggunakan sarung tangan plastik bila perlu. –Wirati Astiti d r. M a d e A g u s H e n d r a y a n a , M . K e d .
Style Bali, khususnya Denpasar kini menjadi salah satu kota mode yang diperhitungkan. Bahkan kalangan anak mudanya pun semakin banyak yang bangga mengenakan rancang an para desainer muda lokal.
R
upanya kini fashion sudah menjadi salah salah satu gaya hidup di kota-kota Besar. Karena itu pula, Trisnawati Witono yang lebih dikenal dengan panggilan Nana, tak ketinggalan mengha dirkan koleksi busana ready to wear (siap
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Santai, Muda, dan Segar pakai) dengan label Dhouvu Apparel untuk menjadi pilihan. Desainer lulusan Angelica Wu Fashion Design Course ini sangat suka menggunakan bahan warna-warni. Menurutnya, warna mampu memunculkan kesan muda. Di sam ping itu sesuai juga dengan tema yang dipersembahkannya lebih ke colorful dengan desain playful. Dengan bergaya kasual, longgar, colorful tapi ringan, rancangan Nana sangat cocok untuk mereka yang ingin tetap bergaya saat santai. Begitu juga koleksi padu padan lainnya ,di
desain sedemikian rupa untuk memberikan kesan yang sangat ringan, membuat pemakainya menjadi tampil lebih segar. Salah satu koleksi favoritnya adalah desain overall skirt atau sering juga disebutnya rok kodok. Overall skirt ini inspirasinya digali dari internet, namun Nana mencoba mengembangkan sendiri sesuai tema labelnya. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Merenungkan Arti Cinta Sesungguhnya Anak Agung Indira bekerja di sebuah perusahaan tekstil di Singapura. Suatu ketika, ada berita duka yang mengharuskannya untuk segera kembali ke Ubud, Bali. Setibanya dia di rumah, segala tanggung jawab sebagai seorang gadis Bali, mulai menuntutnya untuk mencurahkan waktu dan tenaganya. Di sisi lain, tanggung jawab dan garisnya sebagai penerus keluarga, mulai menekannya untuk segera mengambil keputusan.
I
ndira, yang begitu mencintai tanah kelahiran, keluarga dan leluhurnya harus mengalami pergulata n batin antara memilih adat atau cinta yang telah dia titipkan kepada seseorang pria di Singapura. Konflik internal cinta ini harus diselesaikan Indira. Ia sadar ada konsekuensi dari pilihannya. Ia paham cinta tak hanya urusan sepasang kekasih. Ada makna cinta yang lebih luas. Cinta kepada orangtua, cinta kepada keluarga. Merenungkan arti cinta sesungguhnya merupakan benang merah dari novel keenam Helfa Rif, yang berjudul “Di Bawah Langit yang Sama”. Novel berlatar belakang budaya Bali ini merupakan salah satu novel seri Indonesiana yang diluncurkan Gagas Media. Acara peluncuran novel ini dilaksanakan Minggu (12/7) di Danes Art Veranda, Denpasar. Perempuan bernama lengkap Helga
Keindahan alam Indonesia sudah dikenal di seantero dunia, para wisatawan berdatangan untuk menyaksikan dan mengaguminya, bukan hanya keindahan alamnya, beraneka ragam kebudayaan juga menjadi daya tarik tambahan. Salah satu destinasi wisata yang saat ini banyak yang dilirik wisatawan adalah Raja Ampat di Papua Barat.
U
ntuk mengunjungi Ra j a A m p a t , p a r a wisatawan dapat memulainya dari Kota Sorong di Papua Barat. Penerbangan ke Sorong saat ini sudah dilayani tiap hari oleh beberapa maskapai penerbangan domestik. Jadi tidak ada masalah dengan penerbangan, kecuali harganya yang masih termasuk mahal di dompet wisatawan domes-
Riftiana menuturkan dirinya memerlukan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan novel ini dan menunggu tiga tahun hingga novel bisa terbit. Aktivitas sebagai novelis dilakukan disela-sela kesibukannya sebagai model, atlet tembak, dan ibu rumah tangga. “Background ceritanya agak sensitif. Saya ha rus melakukan penelitian karena di masing-masing daerah punya aturan yang berbeda tentang kedudukan perempuan. Inilah uniknya Bali,” ujar istri Made Ngurah Bagus Sakaputera ini. Helga menambahkan dirinya jatuh cinta dengan Bali sejak pindah ke Bali 21 tahun silam. Ia pun ingin berbagi dengan pembaca novel tentang apa saja yang ada di Bali. Inspirasi untuk kisah novel ia dapat kan dari obrolan dengan
Kreatif, multikultur, dan sarat pesan ajaran kebaik an. Permainan nada dalam alat musik gamelan serta gerak-gerak tari tak hanya mengungkapkan keindahan jiwa, tetapi juga menjadi media dalam memberikan pendidikan tentang kehidup an. Karya-karya seni itu memperlihatkan berbagai latar belakang dan nilai-nilai kebudayaan yang berbeda. Ada yang bernuansa Kristiani dengan seni Gereja, Budha dengan roh Wihara dan Hindu yang menjadi dasar pokok penyajiannya.
teman, membaca berita, bahkan dari media sosial. HURUF TERBALIK Perempuan kelahiran Situbondo 28 Maret 1981 ini mengaku dirinya bisa menulis karena senang menulis dan membaca. Saat SMA, ia sering menulis buku harian. Curahan hati tentang apa yang dialami atau apa yang dilihat selalu dituangkan dalam diary. Mama dan teman sekelas pun paham kebiasaan Helga menulis buku harian. Mereka jadi ingin
Helga sedang menandatangani novel
tahu apa yang Helga tulis. “Biar tulisan saya ndak bisa dibaca, saya buat dengan huruf terbalik,” kenang ibu dari Gede Ngurah Arkana Putera Saka dan Made Ngurah Arkananta Putera Saka sembari tertawa. Produktivitas Helga sebagai novelis sudah membuahkan enam novel, “Gara-gara Irana jadi Arini”, “Menemukanmu”, “Kepingan Cinta Lalu”, “Melepaskanmu”, “First Love”, dan “Di Bawah Langit yang Sama”. Ia menuturkan novel pertama “Gara-gara Irana Jadi Arini” merupakan adaptasi dari tayangan film televisi “Menjadi penulis novel itu cukup berat karena harus membayangkan sesuatu yang belum pernah dirasakan. Ada tantangan untuk bisa menggambarkan karakter tokoh seakan-akan dia nyata,” ujar alumnus SMA 1 Denpasar dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini.
Suasana peluncuran novel ke enam Helga juga dirangkai dengan ulang tahun ke-9 Saka Bros, EO yang dikelola Helga bersama suami. Hadir dalam acara tersebut keluar ga dan para sahabat Helga. “Helga teman SMA saya, orangnya easy going, Enam tahun lalu kami bertemu karena Helga jadi model. Kalau ada pakaian yang aneh, Helga cocok membawakan. Saya kaget ketika tahu dia jago nembak. Perpaduan feminin vs maskulin. Lebih kaget lagi karena dia sudah punya 6 novel. Masih sempat ngurus anak-anak. Saya yakin dibalik istri yang hebat ada suami yang superhebat,” ungkap Shinta Chrisna, sahabat Helga. Desak Suartini, sahabat Helga saat kuliah menuturkan Helga orangnya tomboy dan suka menulis diary. “Hurufnya ndak bisa dibaca karena dibuat terbalik. Semoga karya yang sudah dihasilkan bisa men yenangkan banyak orang,” ujarnya. –Ngurah Budi
Raja Ampat
“Surga” di Indonesia Timur
tik. Harga tiket rata-rata saat ini dari Jakarta ke Sorong melalui Makassar adalah sekitar Rp 6 jutaan untuk tiket pulang dan pergi. Setelah tiba di Sorong, perjalanan harus dilanjutkan lagi ke ibukota kabupaten Raja Ampat, yaitu Waisai. Untuk mencapai Waisai, wisatawan bisa menyewa Speed boat dari pelabuhan “Usaha Mina”. Biaya sewa speed boat
Batu Pensil di Teluk Kabui
ini beragam sesuai dengan kapasitas tampungnya. Untuk kapasitas 15-20 orang, biayanya sekitar Rp 7-8 juta. Suasana alam Raja Ampat sudah sangat terasa saat memasuki wilayah Waisai. Tak ayal kota yang bertempat di pulau Waigeo ini pun di juluki “Pintu Gerbang ke Raja Ampat”. Di Waisai kita sudah dapat menikmati keindahan alam Raja Ampat dan juga keindahan bawah lautnya. Tempat menginap untuk para wisatawan, mulai dari homestay milik penduduk lokal yang harga sekitar Rp 300 ribu per malam sampai dengan resort-resort berkelas dengan harga jutaan per malam tersedia di sini. . Berikut adalah tujuan wisata di Raja Ampat: Teluk Kabui Teluk Kabui terletak diantara kepulauan Waigeo dan Gam. Jalur menuju ke Teluk Kabui sangatlah sempit, hanya perahu-perahu kecil yang dapat melewatinya. Di Kabui terdapat tempattempat yang dapat dikunjungi, antara lain Gua Tengkorak, Batu Pensil, dan juga kampung penduduk.
Dara
Pemandangan dari atas pulau di Painemo.
Painemo Painemo adalah gugusan pulau pulau karang yang berbentuk bulat seperti roti, foto-foto dari Painemulah yang kerap dijadikan bahan promosi daerah Raja Ampat.Untuk menyaksikan keindahan landscape dari tempat ini, pemerintah sudah meyediakan tangga untuk mencapai puncaknya. Pulau Mansuar Mansuar terkenal akan keindahan bawah lautnya yang beraneka ragam. Di sekitara Mansuar terdapat kurang lebih 30 titik penyelaman yang menjadi diver’s wish list. Di sini pula terdapat “Raja Ampat Dive Resort” yang sangat terkenal diantara penyelam. Di depan Anjungan Raja Ampat Dive Lodge merupakan titik snorkeling yang direkomendasikan, karena selain letaknya yang tidak sulit diraih juga karena keanekaragaman coral dan ikan hiasnya yang menawan. Pasir Timbul Pasir Timbul merupakan sebuah
daratan kecil yang ada bila air laut sedang surut. Disini kita dapat bermain air atau pun snorkeling. Bila ada ingin menyelam, dive spot di sini juga sangat indah. Wayag Wayag merupakan landmark dari kepulauan Raja Ampat. Kumpulan pulau –pulau karang yang tajam membentuk suatu formasi yang sangat indah. Ditambah latar belang langit biru dikejauhan, Wayag adalah destinasi wisata di Raja Ampat yang harus dikunjungi. Raja Ampat memang sebuah “surge” yang ada di Indonesia Timur. Untuk menikmatinya memang ha rus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Kepuasan saat berada di puncak Wayag atau snorling dengan ikan hias dan koral yang menawan atau bercengkrama dengan penduduk Raja Ampat yang ceria sepadan de ngan jumlah uang yang dikeluarkan. Karena di Raja Ampat, “surga” itu ada. -Yuddy
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Kebersamaan dalam Keberagaman Budaya
I
tulah seni pertunjukan merupakan karya kreasi baru dari Sanggar Cahya Art dibawah asuhan Ketut Lanus di Wantilan Taman Budaya yang turut menyemarakan Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke 37. Ada 8 karya seni yang terdiri dari 6 karya tari dan 2 karya tabuh yang semua penyajiannya sarat pesan multikultural. “Kalau kita mau hidup bersama dalam perbedaan seni-seni semacam ini harus diapresiasi dan mungkin harus diangkat,” kata pengamat budaya I Made Bandem yang menyaksikan pementasan itu. Memang, karya-karya yang disajikan oleh seniman-seniman muda itu menyajikan gagasan kebersamaan dalam keberagaman budaya, agama, warna, dan bahasa. Latar kebudayaan yang berbeda diadaptasikan dengan baik, sehingga menjadi sajian seni unik. Garapan ini menjadi pendalaman bagi masyarakat untuk hidup bersama dalam perbedaan. Pesan yang disampaikan tampak jelas dan bersifat kekinian. Unsur seni baik tari, tabuh ataupun tembang dan dialog sarat dengan pesan pendidikan utamanya dalam hal saling menghargai. Pementasan diawali dengan penampilan Tari Puja, sebuah tari sebagai perwujudan puja bahkti kepada Sang Buddha. Tari ini ditarikan pertama kali tahun 2004 pada saat menyambut prosesi Budha Rupang di Wihara Buddha Sakyamuni Denpasar. Belakangan tari ini difungsikan sebagai tari doa untuk kepentingan yang lebih universal dengan menggubah kembali beberapa bagian, baik dari segi komposisi gerak, dan musik. Selanjutnya menyajikan Tari Kreasi Wirapsari, sebuah tari yang memadukan karakter tari laki-laki dan karakter tari perempuan yang terinspirasi dari Pusparesti karya Prof. I Wayan Dibia. Penari laki membawa property bandrang dan wanita membawa semacam canang, untaian bunga dalam persembahan masyarakat Hindu di Bali. Dalam tari ini sudah mengalami pengembangan baik dari segi gerak, komposisi (pola lantai) dan musik pengiringnya. Tari ini difungsikan sebagai tari untuk
9
menyambut para tamu dalam sebuah acara universal. Ada pula Tari Kreasi Campuan, sebuah istilah untuk menyebutkan beberapa pertemuan aliran sungai menjadi satu. Tempat itu dipercaya oleh masyarakat Hindu sebagai tempat melukat atau penyucian diri. Kemudian dilanjutkan Tari Kreasi Pramaksara Saraswati Puja yang menyajikan nafas dan aksara adalah simbol suci, sehingga nafas dari semua makhluk hidup yang ada di dunia ini dibangkitkan oleh kekuatan aksara suci. Tarian ini ditarikan oleh empat orang anak-anak, empat orang dewasa. Mereka mengungkapkan lewat gerak tentang pentingnya ilmu pengetahuan bagi umat manusia untuk kelangsungan hidupnya. Selain itu ada pula Tari Pamujin, sebuah garapan tari karya bersama. Idenya lahir dari Romo Subaga, konsultan Prof. Aron, penata tari, Dewa Ayu Wedanaasih, dan penata musik I Ketut Lanus. Karya tari ini lebih menampilkan simbul-simbul yang sarat pesan moral. Gerak-gerak tari sangat lembut dan ekspresi para penari menjadi andalan, sehingga terkesan hikmad yang mengundang spirit. Di sela-sela pementasan ada persembahan Tabuh Kebyar Barong dengan penata tabuh I Ketut Lanus. Tabuh ini terinspirasi dari pola-pola tabuh bebarongan yang telah ada. Namun, beberapa bagian mengalami telah mengalami pengembangan baik dari segi motif lagu, pola komposisi, dan dimasukkannya pola hitungan ganjil dan pola kekebyaran. Selanjutnya menyajikan Fragmentari Gembala yang ditarikan oleh penari anak-anak. Dalam karya ini menekankan pendidikan hidup kebersamaan. Sebagai mahluk orang tak bias hidup sendiri, tanpa ada orang lain. Di akhir
pertunjukan menyajikan Tari Joged Pong, sebuah tari bentuk pengembangan dari tradisi joged yang sudah ada. Dengan penampilannya yang sangat atraktif, tari ini juga menjawab tantangan bahwa joged tidak harus porno aksi. Justru menjadi sebuah kreativitas estetik yang bisa digali dengan tradisi tari joged itu sendiri. Dalam pementasannya penari joged mula-mula menampilkan wajha penari yang buruk rupa, karena memiliki mulut yang tak sempurna. Ada yang lurus, jajaran genjang dan lainnya. Namun, pada bagian akhir para penari joged pong itu tampil dengan wajah cantik dengan gerak tari yang gemulai. Para penari juga mengajak penonton menari seperti yang ada dalam penampilan joged bumbung. Karena menarik, Prof. Bandem juga sempat ngibing, menari bersama joged. -Darsana
8
Bunda & Ananda
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Dari Menakutkan Jadi Menyenangkan Masa orientasi siswa (MOS), biasanya diwarnai dengan perploncoan dan dipakai sebagai ajang ‘balas dendam’ kakak kelas kepada adik kelas (siswa baru). Namun, sejak dua tahun terakhir ini, ditegaskan Kepala Disdikpora Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M. sudah tak ditemukan lagi ada perploncoan. “Tetapi kami minta para kepala sekolah tetap mendampingi pelaksanaan MOS,” ujarnya.
Eddy Mulya
M
OS yang dilakukan kepada seluruh siswa SD yang akan masuk ke jenjang SMP, dan dari SMP ke SMA, sesungguhnya bertujuan agar anak (calon siswa
baru) bisa paham lingkungan sekolah barunya. “MOS seharusnya bermaterikan program pengenalan lingkungan dan gambaran kondisi sekolah masing-masing. Ini yang harus dipahami kepala sekolah dan guru, untuk memberikan pendampingan,” tegasnya. Ia mengharapkan pelaksaanan MOS diutamakan berisikan materi yang bersifat membangun pendidikan termasuk hal-hal yang berkaitan dengan budaya. “Saya harapkan kepala sekolah dapat menjaga ketertiban pelaksanaan MOS ini. Jika ada pelanggaran, Disdikpora Kabupaten/Kota berwenang menjatuhkan sanksi,” ucapnya. Kadisdikpora Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, S.E., M. Si. membenarkan adanya sanksi tersebut. “Jika ditemukan ada pelanggaran, seperti kekerasan, pelaksanaan MOS di sekolah bersangkutan akan langsung dihentikan,” ujarnya. Untuk mencegah agar tak terjadi perpoloncolan, pihaknya telah
Astra Holiday Campaign 2015
Seperti tahun-tahun sebelumnya, grup otomotif Astra kembali menyelenggarakan program layanan mudik Astra Holiday Campaign (AHC) 2015. Kegiatan ini berlangsung pada periode 13-22 Juli 2015 di sepanjang jalur mudik dari Jawa hingga Bali. Acara kick-off AHC dilaksanakan di Jakarta, Jumat (10/7) oleh Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto. Untuk wilayah Bali, kick-off dilaksanakan di Auto2000 Sanur. Alexandra Dewi, Regional Office Head Astra World mengatakan pos AHC Bali berlokasi di SPBU Selabih, Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan. Di Pos Siaga, pemudik maupun wisatawan dapat melakukan pemeriksaan kendaraan, pemeriksaan kesehatan serta beristirahat. Bagi yang singgah juga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi menghijaukan bumi Indonesia. Dari setiap tanda tangan, Astra akan menanam satu pohon. Agar mudik makin aman, Astra memberikan Personal Protection dari Asuransi Astra bagi mobil yang mengunjungi Pos Siaga. Alexandra menambahkan agenda tahunan ini merupakan wujud butir Catur Dharma yakni memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. -rls
Griya
Meski bergaya modern (kolonial) dengan pilar-pilar besarnya, sentuhan Bali masih tetap terlihat pada tampak depan (fasad) rumah tinggal. Pemakaian batu palimanan pada dinding senada dengan pilihan warna marmer pada lantai. Demikian halnya dengan pintu kayu dan meja-kursi kayu di teras, yang menjadi satu kesatuan menunjang keharmonisan ruang.
Ilustrasi pelaksanaan MOS
membuat kesepakatan dengan semua kepala sekolah, tim wakasek kesiswaan dan ketua OSIS, bahwa pelaksanaa MOS harus sesuai dengan rambu-rambu yang sudah ditetapkan. “Kalau memang memberi hukuman, berikan hukuman yang mendidik. Jika ada pelanggaran silakan dilaporkan, ada pemantau dari Disdikpora,” ujarnya. Pelaksanaan MOS untuk jenjang SMP dan SMA atau sederajat, akan serentak dilakukan 27 Juli mendatang selama tiga hari. Selanjutnya, adalah tambahan dari sekolah masing-masing. Tahun ini MOS mengambil tema, “Melalui MOS yang sejuk, Sehat, dan Berbudaya, Kita Wujudkan Insan Cerdas Komprehensif, Kompetitif,dan Berintegritas”. Dari tema tersebut, dijelaskan Eddy Mulya pelaksanaan MOS harus dalam suasana menggembirakan, mengembang-
kan aspek-aspek budaya, yang dalam hal ini tak hanya berkesenian semata. Namun juga, mengembangkan nilai, sikap, kepribadian, dan perilaku norma positif. “MOS ini untuk mempersiapkan anak memasuki komunitas baru dalam sekolah ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,” tegasnya. Ini dikatakannya lagi adalah bagian dari upaya menyiapkan anakanak berkompetisi/bersaing, memiliki integritas (kepribadian/ jati diri), sehingga tak hanya cerdas intelektual, tapi juga cerdas spiritual dan cerdas emosional. “Di sinilah komprehensifnya,” ucapnya. Dan, suasana pelaksanaan MOS ini, sesuai dengan temanya, diharapkannya betul-betul menjadi taman bagi anak. “Makanya MOS harus sesuai dengan analogi dari taman itu, yang biasanya menakutkan dan mencekam, menjadi
Rumah 3 in 1 Memiliki lahan luas, yang di dalamnya dibangun rumah tinggal, butik, sekaligus workshop, sudah menjadi impian pasutri Pande Putu Gede Wiratama dan Bintang Mira, sejak lama. Akhirnya impian itu pun terwujud di atas lahan seluas 20 are di Desa Sidan, Gianyar. “Ini impian saya, jadi kerja bisa langsung di rumah saja,” ujar Pande. B a l i modern menjadi konsep bangunannya, tanpa mengubah kontur tanah. –Inten Indrawati
Pande Putu Gede Wiratama
www.masterseni.web.id
Area depan difungsikan sebagai butik. Dua pilar besar yang tinggi dan kokoh, dengan display batik Bali koleksi “Bali Batiku”, siap menyambut pengunjung. Produk-produk Bali Batiku ditata dengan sedemikian apik dan menarik. Di salah satu pojok ruangan, terdapat satu area menerima tamu dengan sentuhan warna-warna lembut, senada dengan warna lantai, dinding, dan gorden.
TIA Kusuma Wardhani
MOS yang menyenangkan dan menggembrakan,” pungkasnya. –Inten Indrawati
Mendongeng Lima Menit
Satu set sofa dengan dudukan empuk memberikan kesan pemilik rumah menyilahkan tamunya untuk berlama-lama bertamu. Tak banyak aksesori di area ini, hanya satu lukisan yang digantung di dinding untuk memberikan aksen beda. Ruang tamu ini menjadi satu dengan ruang keluarga yang diberi pembatas dengan pilar-pilar tinggi berjejer.
PERSAHABATAN DUA EKOR KUTU
Te r s e b u t l a h seekor kutu busuk bernama I Titih. Tubuhnya yang kurus gepeng menunjukkan ia adalah kutu yang malang dan susah hidup. Siang-malam ia tinggal di sela-sela balai peraduan sang Raja. Setiap hendak Made Taro minum darah Raja, ia selalu kentara. Secepatnya ia lari terbirit-birit menuju rumah tempat persembunyiannya. Untung lolos. Teman-temannya banyak sekali yang terpencet, sehingga mati di tempat. Tak jauh dari tempat persembunyian I Titih, tinggal seekor kutu busuk lain bernama I Tuma. Tubuhnya gemuk bulat, menunjukkan ia selalu hidup enak. Ia tinggal di lipatan kasur Raja. Timbul pikiran I Titih untuk menceritakan nasibnya yang malang itu kepada I Tuma. Suatu siang, ia pun bertandang ke rumah tetangganya itu. “Kawan Tuma, bagaimana caramu hidup tenang dan mendapatkan makanan yang cukup?” tanya I Titih setelah menceritakan nasibnya. “Kasihan benar aku melihat keadaanmu,” jawab I Tuma. ”Aku mau memberi petunjuk, tetapi aku sangsi apakah kau sanggup melaksanakannya?”
17
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
“Tentu, Tuma! Segala petunjukmu akan kulaksanakan dengan baik.” “Kunci hidup tenang adalah pengendalian diri. Jangan mengikuti hawa nafsu berlebihan.” “Maksudmu?” “Periksa keadaan sebelum bertindak! Minumlah darah Raja pada saat beliau tidur lelap. Ingat, jangan minum berlebihan!” I Titih senang sekali mendapatkan pencerahan dari I Tuma. Hari itu ia minta izin menginap di rumah I Tuma. I Tuma pun tidak keberatan. Entah apa yang terjadi, siang itu sang Raja berbaring di balai berkasur empuk itu. Melihat tubuh Raja yang mulus, I Titih sangat bernafsu. Ia seolah-olah melihat dan mencium darah Raja yang gurih. Maka perlahan-lahan ia mendekati tubuh yang mulus itu. I Tuma berkali-kali mengerdipkan matanya, memberi tanda kepada I Titih, agar tidak bertindak, sebab sang Raja belum tidur lelap. Namun, I Titih tidak mau kehilangan kesempatan yang baik itu. Ia mulai meneguk darah Raja. Satu teguk, dua teguk, …. Aman! Satu teguk lagi, dua teguk lagi,…! Tiba-tiba sang Raja bangun. Beliau memanggil dayangdayang untuk membunuh kutu busuk itu. Dayangdayang pun dengan sigap memburu dan melacak tempat persembunyian kutu serakah itu. Di situlah, ya, di lipatan kasur itulah! Dayang-dayang melihat sekelompok kutu busuk. Ia memencet kutu-kutu itu satu persatu, termasuk I Titih dan I Tuma.
Tanpa mengubah kontur tanah, area rumah tinggal dan workshop yang berada di belakang butik, datarannya lebih rendah. Meski demikian, hal ini justru memberikan nuansa yang benar-benar alami, apalagi dengan memberikan porsi lebih untuk keberadaan ruang terbuka hijau. Pohon-pohon palem berjejer di sepanjang jalan yang dipasangi batu sikat, menuju area ini. Penataan taman dengan beragam jenis pohon, termasuk bonsai, semakin sejuk dengan hadirnya kolam ikan kecil disertai gemericik air. Keberadaan meja-kursi batu dan meja-kursi kayu, turut memperkuat nuansa alami dalam taman.
Di sisi lain ruang tamu, terdapat rak buku dan meja kayu solid tempat memajang beberapa pernak-pernik
18
Kreasi
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Anak-anak muda yang memiliki ketertarikan dengan dunia teknologi digital berkumpul. Mereka ber kolaborasi memadukan imajinasi dan logika hingga menghasilkan hasil karya luar biasa. Kuncinya seni, animasi, dan interaktif.
Dari “Gong” untuk Corporate Brand
diri dengan konsep yang modern. Salah satunya dengan brand image berbasis multimedia yang mudah diingat masyarakat. Untuk memanc-
Bali. Ia ingin mempelajari tentang Bali dan segala yang ada di dalamnya,” kata Dwi. Pemilihan nama Gong telah melalui pemikiran dari mereka bertiga. Mereka ingin ada satu kata yang menggambarkan Bali dan bisa menjadi legenda, seperti halnya Mickey Mouse. Karakter Gong itu lucu, tidak berkelamin, cuek,
S
eptian Saputra (Asep), I Kadek Dwi Paramandita (Dwi), dan Nicolaus Suryadharma (Niko) adalah tiga anak muda yang bergabung dalam tim Imajilogi (kepanjangan dari imajinasi dan logika). Mereka tengah menyelesaikan pembuatan start up di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar. “Kami ingin memberi solusi bagi perusahaan yang ingin membuat brand yang unik. Misalnya, brand dipadukan dengan game animasi,” ujar Asep. Ia menuturkan pembuatan konsep ini memang tidak mudah karena memerlukan perencanaan dan komunikasi dengan klien. Sasaran mereka adalah UKMUKM yang ingin memperkenalkan
terhadap kehadiran Gong sekalian menunggu proses hak cipta. Ketiganya juga membuka peluang bagi perusahaan yang ingin membuat corporate brand dengan melibatkan Gong. Asep, Dwi, dan Niko merupakan salah satu kelompok yang mendapat kesempatan untuk berkreasi di inkubator
dalam waktu enam bulan harus bisa menghasilkan sebuah karya. Menumbuhkan kerja sama ini menjadi tantangan bagi mereka. Secara psikologis mereka harus menyatu untuk menggarap proyek yang harus selesai Agustus 2015 ini. Tiap minggu mereka harus membuat laporan perkembangan dan tiap bulan ada evaluasi dari pengelola termasuk
Life
Story
Kehidupan apa yang dijalankan oleh Selvi (40) dan saudara-saudaranya, sangatlah memprihatinkan. Selvi dan seorang kakak kandungnya, masing-masing memiliki seorang anak dari saudara laki-lakinya lain ibu. Ditambah lagi keduanya dan juga seorang kakak lainnya, sama-sama suka berselingkuh.
K
ing minat klien, Imajilogi menggunakan “Gong”. “Gong ini alien yang masuk ke Bumi tepatnya di
Sticker Line Gong
ceroboh, acuh tak acuh tetapi selalu penasaran. Ia berasal dari planet Gongong. “Kami sudah membuat sticker Line yang menggambarkan karakter Gong. Warnanya hijau karena bagi kami hijau itu fresh. Gong memiliki tiga teman, orang Bali, Jalak Bali, dan seekor babi,” imbuh Niko. Mereka menunggu respons penggemar media sosial
yang disiapkan Departemen Perindustrian di Balai Diklat Industri, Denpasar. Mereka terbentuk 15 Februari 2015. Ketika itu Asep mendapat kesempatan untuk membuat tim. Ia pun mengajak Dwi dan Niko. Mereka pun berbagi tugas. Asep membuat artist concept, Dwi sebagai graphic desainer, dan Niko sebagai game programmer. Mereka diberi target
Tim Imajilogi di ruang kerja mereka
para mentor. Mereka mendapat penilaian dengan penempatan gambar kopi di masing-masing kelompok. “Bagi Imajilogi, collective ideas create comprehensive solutions. Ide sebagai sebuah tim secara kolektif akan menghasilkan konsep yang dapat memecahkan masalah dengan banyak alternatif solusi,” tegas Asep. –Ngurah Budi
isah ini diperoleh dari sebuah peristiwa pertengkaran dua orang bertetangga antara Selvi dengan tetangganya yang mencurigai Selvi berselingkuh dengan suaminya. Peristiwanya terjadi di sebuah kota di Indonesia bagian timur. Selama ini Selvi memang dikenal suka menjalin hubungan dengan suami orang. Baik sebelum maupun setelah ia menikah. Dua dari tiga anaknya merupakan hasil hubungan gelap dengan dua laki-laki. Satu anak lahir sebelum ia menikah dan satu lagi lahir ketika ia berada dalam ikatan pernikahan dengan suaminya. Dari suami sahnya, Selvi memiliki seorang anak. Sejak kecil sesungguh- nya Selvi hidup tidak kurangkurang amat, melainkan cukup-cukupan saja. Ayahnya yang menikah beberapa kali memiliki beberapa istri dengan anak-anak yang cukup banyak. Selvi sendiri lahir dari ibunya yang
7
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Tiga Anak Beda Ayah
merupakan istri kedua dari ayahnya yang bekerja sebagai pegawai rendahan di instansi pemerintah. Ia anak keempat dari tujuh bersaudara satu ayah satu ibu. Dan dari beberapa ibu lain ia memiliki 18 saudara yang seayah. Orangtua Selvi berasal dari salah satu kota di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Mereka merantau ke bagian timur negeri ini sudah cukup lama. Apa yang terjadi dalam keluarga Selvi sesungguhnya sudah menjadi rahasia umum. Banyak orang yang mengenalnya tahu tentang amburadulnya kehidupan keluarga ini. “Semua orang tahu tentang Selvi dan keluarganya, namun orang-orang tidak urus dengan apa yang terjadi. Karena jika diberitahu oleh orangorang tua atau tetangga, dia (Selvi) malah lebih marah. Akhirnya semua orang diam saja,” ujar Katerina, salah seorang pegawai toko kue yang bersebelahan dengan salon milik
Selvi. Menurut Katerina, sudah sangat sering perempuan datang mengamuk ke salon milik Selvi. “Siapa lagi kalau bukan istri dari laki-laki yang diselingkuhi Selvi,” lanjut Dinda, rekan Katerina. Orang-orang yang mengenalnya tidak habis pikir. Dimulai dari kakak kandung Selvi, bernama Ria yang tiba-tiba hamil tanpa suami. Setelah melahirkan barulah kabar berkembang b a h - wa anak yang dilahirkan Ria merupakan anak hasil hubungannya dengan laki-laki yang sudah beristri. Lebih mengagetkan lagi, laki-laki tersebut adalah kakak
dari mereka, kakak lain ayah dari istri pertama ayah mereka. Dia adalah Rudi. “Yang bikin heran keluarga itu adem saja, biasa saja. Sampai sekarang anak yang dilahirkan Ria kehidupnnya ditanggung ayahnya yang merupakan kakak laki-laki dari ibunya itu, ya yang namanya Rudi itu,” ujar Katerina. Setelah Ria menikah dan memiliki anak dari suami sahnya, anak tersebut tetap mendapat dukungan biaya dari Rudi. Kisah incest ini ternyata berlanjut, menurun ke Selvi. Selvi yang masih gadis 10 tahun lalu, rupanya menjalin hubungan dengan Rudi juga. Sampai memiliki seorang anak juga. “Anak itu anak Rudi juga,” kata Katerina dan Dinda sambil menggeleng tanda tidak memahami jalan hidup yang dipilih oleh Selvi dan Ria. Sama juga dengan anaknya Ria, hingga sekarang a n a k Selvi tetap mendapat dukungan dana dari Rudi untuk kebutuhan seharihari. Menurut Katerina dan Dinda, Rudi memang tampan dan memiliki pekerjaan yang mapan sebagai pegawai s a l a h satu BUMN. Setelah Selvi menikah pun, anak itu masih tetap mendapat biaya dari Rudi. Memang dasar Selvi yang “nakal”, kata Katerina, setelah menikah pun ia masih suka berselingkuh. Sampaisampai ia memiliki seorang anak lagi dari selingkuhannya itu. Dari tiga anak Selvi, berasal dari tiga laki-laki, Rudi, suami sahnya dan selingkuhannya. “Amit- amit.....,” kata Dinda sambil menepuk jidat dan melanjutkannya dengan menepuk lantai, khas orang yang berharap tidak akan mengalami hal serupa.
SALON SEPI Dari tiga anak tersebut, seperti apa yang dilihat para tetangganya, Selvi memperlakukan anak-anaknya secara berbeda. Jelas kehidupan mereka inu menjadi pembicaraan umum karena menurut Katerina dan Dinda, semua orang sudah tahu. Selvi dan Ria hidup santai saja tanpa beban, seperti tidak ada masalah dan layaknya situasi normal saja. Tidak hanya Ria dan Selvi,
kakak perempuan mereka yang lain, Rani, juga senang berselingkuh dan terang-terangan. Meskipun tidak memiliki anak dark Rudi, namun perselingkuhan Rani dengan suami orang kerap memecahkan pertengkaran hebat yang disaksikan para tetangga. Kebiasaan selingkuh ini, tampaknya membuat Rani mendapat teguran dari Tuhan. Ia menderita kanker hati yang cukup parah dan lama sebelum akhirnya ia meninggal. Sakit yang diderita Rani terasa seperti hukuman dari perbuatannya selama ini. Beruntung dalam sakitnya itu, Rani sempat bertobat hingga sampai ia benar-benar tidak dapat bangun dari tempat tidur. Ia sempat salat dengan sisasisa tenaganya, sampai akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir dalam sekarat yang terlihat menyakitkan. Dari sanalah, Ria dan Selvi tampaknya mulai berubah, setidaknya di mata para tetangga mereka sudah cukup lama tidak terdengar ribut dengan istri
orang. “Sudah lama juga rasanya Selvi tidak bertengkar dengan istri orang yang biasanya datang melabraknya dan jadi tontonan warga,” kata Katerina. Sesungguhnya, dengan banyak keahlian yang dimiliki Selvi dalam dunia kecantikan, ia bisa hidup normal dengan penghasilan yang layak. Namun, gaya hidup Selvi yang tinggi membuat penghasilannya tidak mampu menutupi kebutuhan hidupnya. “Kemauan Selvi terlalu tinggi, karena itu ia banyak menjalin hubungan dengan laki-laki berduit. Karena banyak masalah, salon yang dibuka Selvi kini sepi-sepi saja, karena tampaknya orang malas selalu dengar caci maki kalau Selvi bertengkar dengan istri orang yang melabraknya,” ujar Dinda. Cukup lama jeda pertengkaran Selvi dengan istri orang, setidaknya memberikan harapan bagi Dinda dan Katerina yang sesungguhnya dulu pernah bersahabat baik dengan Selvi, bahwa Selvi sudah berubah. -Naniek I. Taufan
TERAWANG DAN KENALI MASA DEPAN ANDA Hampir 90% orang yang berhasil sukses dan hidup bahagia berawal dari insting mereka yang kuat membaca masa depannya. Banyak keuntungan yang dipetik ketika kita tahu bagaimana gambaran masa depan, sehingga kita bisa menyiapkan mental menghadapi segala kemungkinan peristiwa yang menanti di masa depan. Melalui ilmu Palmistri klasik kita bisa mendapat gambaran jelas masa depan
Ayo bergabung bersama pakar Palmistri, pakar Metafisika Spiritual dan Supranatural GMH KG SUATMAYASA, SH, CH, CHt, MNNLP (Guru Mangku Hipno)
Minggu, 19 Juli 2015 Pukul 08.30-12.00 Shankara Shankara Resto, Resto, Jln. Danau Toba No 7 Sanur
Tempat terbatas
!!
ibu
Donasi Rp 50 R
Siapkan TIGA PERTANYAAN penting yang ingin Anda ketahui tentang masa depan Semua akan dijawab dengan sangat jelas dan terbuka, sehingga Anda tahu APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN BERIKUTNYA...? Jalan menuju keberhasilan akan Anda ketahui dengan cepat. Penghambat sehat, sukses, keberlimpahan, kebahagiaan pun akan mendapatkan solusinya. Guru Mangku Hipno meramal dengan metode induksi/ spesifik analisis yang memakai penggabungan analisa teoritis, NLP, gerak tubuh, bentuk tubuh, cara bernapas, cara menoleh, cara berjalan, volume suara, dengan dasar SEKALA NISKALA.
Pendaftaran: Ayu (081999806095) Wah (08113800777)
tokoh bacaan wanita dan keluarga
Shankara Resto
6
Women on Top
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Ia sangat mendukung dengan digelarnya lomba baca puisi dari Teater Sadewa di Gedung PDI Perjuangan. Ia berharap, rumah politik dapat dijadikan sebagai rumah seni, agar tidak melihat politik itu sesuatu yang angker dan tidak canggung masuk ke rumah politik. “Jangan bilang seram dulu, kalau belum masuk.
Putri Suastini
Suaranya Membuat Merinding Pada Sang Durga ia bawa bokor tembaga darah amarah Air suci dari ketujuh sendang, dan kembang tujuh rupa dari ketujuh rasa tuba ia taburi dengan dendam berwarna jelaga
I
tulah sepenggal puisi karya Dhenok Kristianti tahun 2013, yang berjudul Padang Karma (Pintu bagi yang teraniaya), yang dibacakan Putri Suastini, sebagai pembuka lomba puisi yang digelar Teater Sadewa, di Gedung DPD PDI Perjuangan, Renon, Minggu (12/7). Puisi ini menceritakan Durga bukanlah dewi kejahatan, tapi sangat pengasih dan penyayang. Apapun yang diminta, akan diberikan kepada umatNya, asal risikonya tanggung sendiri. Dengan gaya teaterisasi Putri Suastini membawakan puisi itu dengan sangat “bernyawa”. Bahkan, beberapa orang penonton mengatakan, merinding menden-
gar jeritan Putri Suastini yang membawakan puisi tersebut dengan gaya tangan menari, memainkan mata, dan memainkan kakinya seperti seolah-olah memanggil kedatangan Dewi Durga. Tepuk tangan penonton bergemuruh, setelah ia menyelesaikan bait terakhir. Menurut Putri Suastini, membaca puisi adalah seni. Bukan hanya sekadar membaca. Menurutnya, setiap orang memiliki gaya sendiri, dalam membaca puisi. Putri Suastini mengatakan, ia jarang latihan membaca puisi. Kadang, tiba-tiba saja, ia merasa tertantang untuk membacakan satu puisi ketika ia menemukan “sesuatu” yang menuntunnya menjadi penuh ide. “Ada kerinduan yang
mengkristal. Tiba-tiba ide muncul untuk berkreasi,” kata Putri Suastini. Menurut pandangannya, seorang pembaca puisi akan lebih baik jika ia menguasai seni tari, seni suara, dan seni teater. Ia menilai, kecenderungan saat ini, penulis puisi juga pembaca puisi. Padahal, dua kemampuan ini berbeda. Sama juga dengan sutradara dan pemain. Namun, ia tak menampik, banyak juga, penulis puisi yang mahir membaca puisi, seperti Dhenok Kristianti. Putri Suastini sangat terkenal sebagai seniman drama yang andal di era 80-an. Perannya yang memukau, sebagai ratu dan permaisuri dalam berbagai kisah drama klasik Teater Mini Badung. Dengan berbekal kemampuan menari, ia diperkenalkan dunia teater modern oleh IB Anom Ranuara, Pimpinan Teater Mini Badung. Suastini di SMAN 1 Denpasar
bergabung dengan beberapa rekan nya, mendirikan Teater Angin, rutin mengisi acara drama remaja di TVRI Bali. Ia juga, memperkuat penampilan sanggar putih sebagai “Lady Macbeth” di Gedung Kesenian Jakarta, Drama Panggung Sumpah Palapa Gajahmada, dan Sinetron Puputan Klungkung. Saat ini, pintu seni untuk Putri Suastini, terbuka lebar di dunia membaca puisi. Respons positif mengalir begitu ia membaca puisi. “Ada yang mengatakan merinding mendengar, bahkan, ada yang kesurupan saat saya membaca puisi di Ashram Gandhi Puri dan saat tampil dalam pementasan musik mantra di Yogyakarta,” ucapnya.
Dari kiri: Tjok Gde Agung (Perwakilan dari PDIP Bali), Mira Astra, Putri Suastini, dan Moch. Satrio Welang
Hari Raya di Pura Hamburg
Jangan bilang partai politik itu tidak penting. Mari kita masuk ke dalamnya dan mengenalnya dengan baik,” kata istri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster ini. Ia sangat berharap, kegiatan membaca puisi dapat menarik minat generasi muda untuk berkesenian. “Dengan mengenal rumah partai politik, tanggungjawab generasi muda agar demokrasi itu jalan. Jangan sampai suryak siyu golput. Kalau begitu, demokrasi tidak jalan,” kata Putri Suastini. Selain Putri Suastini, juri lomba baca puisi lainnya, Moch. Satrio Welang, dan Mira Astra. –Wirati Astiti
“K
Astuti (kebaya putih) menari saat upacara
ami biasanya bisa berkumpul di Hari Sabtu saat Kuni ngan atau Saraswati. Saat itu kami melakukan persembahyangan ber sama di Pura Hamburg. Kalau Ga lungan tak bisa. Salah seorang teman yang rumahnya dekat dengan Pura, yang ditunjuk melakukan upacara,” kata perempuan yang bersuamikan
orang Jerman ini. Pura Hamburg berada di lokasi museum, yang mendapatkan rekomen dasi dari Pemerintah Jerman. Tempat nya luas dan bisa menampung banyak umat Hindu yang datang saat upacara. Biasanya, kata Astuti, umat yang datang hampir mencapai 200 orang. Astuti tinggal di Lippstadt, sebuah daerah yang sangat jauh menuju lokasi
Pura. Ia harus menempuh perjalanan selama tiga jam dengan naik kereta api untuk bisa sampai di Pura tersebut. Namun, kata Astuti, rasa jenuh dan jauh berkereta api, tak dirasakan, karena kebahagiaaan bisa merayakan hari raya dan bertemu sesama umat Hindu di Jerman. Menurut Astuti, biasanya, dari ang gota suka duka sudah ada pembagian tugas. Ada yang masang wastra, ada yang buat banten, dan ada yang bagian konsumsi. Astuti selalu kebagian seksi kon sumsi karena ia jago masak. Tentu saja, pada hari raya tersebut, seluruh umat Hindu ingin menikmati sajian makanan khas Bali yang sangat jarang bisa dinikmati. “Menjadi keistimewaan bagi yang bisa memasak makanan Bali karena bisa menyajikan makanan tersebut di hadapan tamu yang datang, sekaligus sebagai promosi terhadap Bali tentunya,” kata Astuti. Berbagai kisah unik dilontarkan Astuti dalam menyiapkan makanan khas Bali, yang bahan-bahannya sangat sulit dicari di Jerman. Lawar dan babi guling menjadi makanan spesial yang disajikan. Untuk bumbu lawar, biasanya Astuti sudah menyiapkan dari Bali, ketika sebelum hari raya ia selalu me nyempatkan diri pulang ke Bali. Astuti pulang ke Bali awal Juli 2015 dan kem
Perayaan di Pura Hamburg
bali ke Jerman (10/7). Selain menengok keluarga di Bali dan liburan, tak lupa, ia menyiapkan berbagai bahan-bahan upacara yang harus dibawa ke Jerman. Saat pulang, kopernya penuh den gan bumbu-bumbu yang khas Bali yang sulit didapatkan di Jerman. Misalnya bongkot, gedebog, kencur. Sementara, bumbu Bali yang lain bisa dibeli di Toko Asia di Jerman. “Ada beberapa bumbu yang mirip dengan bumbu Bali, biasanya produk Thailand, cuma rasanya memang agak beda. Bumbu langsung dari Bali, rasanya lebih mantap untuk masakan lawar,” kata Astuti. Begitu juga, sarana upacara lain, seperti gantung-gantungan atau wastra. Ia dimintakan tolong untuk membeli kan saat pulang ke Bali dan dimasuk kan ke dalam satu koper khusus. Untuk sampian biasanya digunakan
dari bahan ental yang nantinya bisa di pakai lagi. Untuk bunga-bunga canang disesuaikan dengan bunga-bunga yang di Jerman. Dalam perayaan di Pura Hamburg, kadang dalam pelaksanaan, bisa kena musim dingin atau panas. Untuk tahun ini, kebetulan musim panas. Biasanya di luar Pura sudah dipasang tenda dan banten-banten sudah disiapkan sehari sebelumnya di sana. Para mahasiswa Hindu yang sedang menempuh pen didikan di Jerman, biasanya bertugas untuk mekemit di tenda dan mengatur banten pada pagi harinya. Persembahyangan mulai pukul 08.00 dan selesai pukul 11.00 lalu dilanjutkan dengan makan siang dan ramah tamah. Sore hari dilanjutkan dengan acara megenjekan. Kadang, diisi juga dengan dharma wacana dari sulinggih yang dida tangkan dari Bali. –Wirati Astiti
19
Bali 1928
Digitalisasi Bali Tempo Dulu Kerinduan masyarakat Bali untuk mengetahui kehidupan masyarakat tempo dulu, seni budaya, dan keindahan alam Pulau Dewata yang masih alami, kini bisa terobati. Sekolah Tinggi Manaje men Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali berhasil memproduksi ulang film Bali kuno dalam bentuk kepingan CD dan DVD.
Wastra dan Sampian Bawa dari Bali Berada jauh di negeri orang, bukan berarti tak bisa melakukan ritual keagamaan. Walaupun tak bisa sama persis dengan tanah kelahiran, namun, perkumpulan suka-duka Nyama Braya Bali (NBB) Jerman, mampu memper satukan umat Hindu yang berada di Jerman. Salah satu pengurus NBB Jerman, Astuti Jablotschkin berbagi kisah menarik tentang perayaan Hari Kuningan dan Saraswati di Pura Hamburg, Jerman.
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Dari kiri: Marlowe Bandem, Warih Wisatsana, Prof. Bandem, Edward Herbst, dan Dadang Hermawan.
seperti yang Anda lihat sekarang ini. Satu-satunya piringan hitam asli dengan label tulisan aksara Bali ditemukan di arsip Jaap Kunst Universitas Amsterdam, Belanda yang berhasil kami copy,” lanjut nya. Kesulitan lainnya, adalah pemugaran kualitas audio dari rekaman-rekaman piringan hitam, pengaturan kecepatan dari filmfilm, maklum saja karena reka man sudah terlalu lama. Tetapi atas keuletan dan kepiawaian tim kerja sehingga hal itu bisa teratasi. “Hasilnya terdengar dan terlihat lebih nyambung dan mendekati kualitas penikmatan yang baik,” katanya. Marlowe Bandem menam bahkan, proyek pembuatan film ini melibatkan The Research Foundation of the City University of New York (CUNY) dan The Andrew A. Mellon Foundation untuk mendukung penelitian ini dengan Edward Herbs sebagai pemimpin proyek, etnomusikolog dan pe neliti utama, bersama Arbiter of Cultural Traditions di New York dibawa pimpinan Allan Evans dan STMIK STIKOM Bali dibawa koordinasi Marlowe Makaradh waja Bandem. Menurut Edward Herbst yang tu rut hadir di STIKOM Bali, meski film tanpa su ara, setidaknya masyarakat Bali Marlowe Bandem menunjukkan foto-foto masa lalu yang ada seka yang dipamerkan di Bentara Budaya rang maupun yang oordinator proyek istrinya, Jane Belo datang dan akan datang dapat I Made Marlowe menetap di Bali tahun 1931-1938. melihat para seni M a k a r a d h w a j a Dalam memoarnya “A House man beken Bali di Bandem, B.Bus in Bali” Mc Phee menulis, ”Tak masa lampau seperti mengisahkan, perjuangan panjang pernah kubayangkan sebelumnya I Maria yang kini na dan melelahkan membuat ulang bahwa beberapa piringan hitam manya diabadikan un film ini yang menghabiskan waktu itu akan mengubah keseluruhan tuk gedung kesenian di hampir dua tahun. “Semua materi hidupku, mendorong dan mem Tabanan, atau Ida Boda dalam film ini bersumber dari pir bawaku kemari, mencari musik dari Geria Kaliungu Denpasar. ingan hitam hasil rekaman Odeon dan pengalaman yang begitu sulit Ada juga cuplikan upacara agama yang dipimpin oleh Ida Pedanda dan Becca tentang gamelan dan kujelaskan”. tembang-tembang kuno Bali dan Marlowe menjelaskan, proses Made Sidemen. Tak hanya itu, film ini juga film-film hitam putih karya Collin repatriasi film ini tidak mudah menggambarkan keindahan McPhee selama periode 1928 – karena pemegang hak waris piri agrowisata Jati Luwih, Tanah 1938,” ujarnya. ngan hitam itu keberatan “barang Collin McPhee (1900-1964) berharga” itu dipinjam untuk Lot, Sungai Ayung, suasana pasar adalah seorang komponis dan diproduksi ulang. Kesulitan per tradisional, penguburan jenazah pianis asal Kanada, yang ketika tama soal hak cipta. Kedua, soal (nanem), pembakaran jenazah menetap di New York tahun 1930 keselamatan piringan hitam ter (ngaben/pelebon) hingga mem dia mendengar untuk pertama sebut. “Setelah dijelaskan bahwa buang abu jenazah ke laut (ngkalinya beberapa hasil rekaman tujuannya murni untuk pendidikan anyut). Yang menarik dari koleksi dari Odeon dan Becca yang ke bagi generasi muda Bali, akhirnya Bali 1928 ini adalah semuanya mudian menginspirasi McPhee mereka mau menyerahkannya merupakan hasil repatriasi ‘pe sehingga membuat McPhee dan sehingga bisa diproduksi ulang mulangan kembali’ dan digitalisasi
terhadap piringan-piringan hitam yang pertama kalinya dibuat pada tahun 1928 di Bali dan Lombok oleh perwakilan perusahaan rekaman Odeon dan Becca dari Jerman. Koleksi 5 DVD Bali 1928 me muat pelbagai cuplikan film tentang ranah berkesenian dan kehidupan di Bali masa tahun 1930-an yang bersumber dari film-film karya Colin McPhee, Miguel Covarru bias dan Rolf de Maré. “Repatriasi koleksi Bali 1928 ini sangat pent ing sebagai sebuah catatan sejarah kreativitas para empu, sekaa tari dan tabuh yang secara revolusioner telah menghasilkan karya-karya puncak pada zamannya,” ucap Edward Herbst. Menurut Dadang Hermawan, proyek ini dapat terlaksana set elah STIKOM Bali memenangkan dana hibah dari City University of New York (CUNY) dan Mellon Foundation senilai USD 25.000. “Hal ini membuktikan kepedu lian dan kecintaan STIKOM Bali terhadap seni dan budaya Bali, sekaligus kami telah menyela matkan sebagian kecil dari begitu banyak warisan seni dan budaya
K
Bali kuno tahun 1928 yang kini masih tersebar di manca negara,” kata Dadang Hermawan. Ia me nambahkan, pemulangan kembali dan digitalisasi rekaman-rekaman audio piringan hitam dan film Bali kuna ini melengkapi prestasi STIKOM Bali, khususnya para mahasiswa yang sudah banyak mengangkat warisan budaya Bali sebagai tugas akhir (skripsi). Antara lain skripsi tentang “Aug mented Reality Semar Pagulingan” atau skripsi tentang belajar tari Legong melalui Android atau ter jemahan bahasa Bali ke bahasa lain
melalui android, dain lain-lain. Pada tanggal 12 Juli, film Bali 1928 ini, diputar di Bentara Bu daya, yang sebelumnya diisi dengan diskusi budaya. Warih Wisatsana dari Bentara Budaya mengatakan, dengan melihat film ini kita tidak saja bisa melihat Bali di masa lam pau, namun, perspektif Bali di masa depan. “Dari sini kita bisa meli hat, seni dapat dikaitkan dengan teknologi. Artinya, Bali bukan saja eksotik, tapi juga bisa memberikan sesuatu nilai lebih,” ucapnya. Menurut Prof. Made Bandem, sebagai wakil STIKOM Bali, ia sudah bertemu dengan Gubernur Bali dan memberikan lima kepin gan CD dan DVD ini. Gubernur Bali Made Mangku Pastika me nyambut baik pembuatan ulang film Bali kuno bertajuk Restoration, Dissemination and Repatriation of the Earliest Music Recording And Films in Bali, ini. Menurut Prof. Bandem, Gubernur berjanji akan menindaklanjuti dengan du kungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali untuk penyebaran ke sekolah-sekolah. Prof. Bandem menambahkan, ha sil dari CD dan DVD ini merupa kan dokumen tasi dan aset kesenian Bali. Lima vol ume tersebut masing-masing Volume I, CD gamelan gong kebyar, tabuhtabuh dari Bela luan, Pangkung dan Busung Biu, DVD para mae stro tari dan tabuh legendaries kebyar di Bali tahun 1930an. Volume II, CD tembang kuna: nyany ian dari masa lampau. Tembang kidung dan kakawin dari Geria Pi dada, Klungkung, Geria Buddha Kaliungu, Banjar Abian Timbul, Geria Tampakgangsul dan Pe narukan, Singaraja. DVD Imaji dari masa lampau. Volume III, CD Lotring dan sumber-sumber tradisi gamelan. DVD sumbersumber tradisi tari dan tabuh. Volume IV, CD seni pertunjukan upacara. DVD seni pertunjukan upacara dan yadnya di Bali tahun 1930-an. Volume V, CD nyanyian dalam sendratari: Janger, Arja, Topeng, Cepung. DVD panorama, tabuh, tari dan nyanyian Bali tahun 1930-an. -Wirati Astiti
20
Nine
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Siti Aeni Maryam
Si Koki Tomboy Memiliki tubuh tinggi besar dan dikenal tomboy, Siti Aeni Maryam atau yang akrab disapa Condo, membuktikan dirinya mampu memiliki kelebihan sebagai seorang perempuan. Setidaknya ia piawai meramu adonan kue kering dan membuka usaha kafe yang membuatnya menjadi sangat dekat dengan “dunia dapur”.
Apalagi kafe yang baru tujuh bulan terakhir dibukanya di Jalan Pendidikan yang diberi nama “Oi Café” itu, juga menerima pesanan nasi kotak dengan harga murah meriah. Ini mengharuskannya banyak mengenal bumbu dapur dan meracik bumbu dengan ukuran yang pas agar pelanggannya puas menikmati nasi kotak produksinya. Sepanjang bulan puasa ini,
ia memilih menutup sementara kafenya karena harus beralih menyediakan berbagai pesanan nasi kotak dan memasuki minggu ketiga puasa telah lebih dari 100 kilogram pesanan kue kering beraneka ragam. Hal ini membuat kesibukan ibu dua anak, Muhammad Abiyyu Saputra dan Muhammad Daffa Rifqi Saputra, menjadi lebih tinggi. Capek, iya. Namun hal itu tidak menyurutkan
Engkau mungkin bisa menjadi raja dengan ribuan abdi Engkau bisa menumpuk semua berlian dan mutu manikam tetapi, Engkau tidak akan menjadi pria yang utuh keberhasilannya, jika engkau belum sepenuhnya mencintai istrimu Engkau menjadi yang terkaya, jika engkau menjadikan istrimu sebagai perhiasan terindahmu
semangat alumni Fakultas Hukum Universitas Mataram ini untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Dua anaknya tampak turut berdagang menemaninya hari itu. Demikian pula dengan sang suami yang seorang polisi itu, kerap datang untuk melihat ia beraktivitas di kafe. Baginya, suami dan dua buah hatinya itu adalah penyemangat yang sangat berarti. Bersama lima orang karyawannya di kafe tersebut, tiap pukul 11 siang ia telah berada di tengah bahan-bahan kue yang menumpuk di ruangan kafenya. “Karena banyak sekali pesanan kue kering untuk lebaran, kami harus membuat kue bahkan sampai jam 12 malam,” ungkap Condo yang mengaku menikmati aktivitasnya ini. Uniknya, meski produksi kue kering khas lebaran baru pertama kali ini dilakukannya, namun
Cita Rasa boleh Diadu
Membuat kue kering seperti ini, sesungguhnya pernah dilakukannya 10 tahunan silam. Namun tidak berjalan baik karena di samping masih dikelola sebagai bisnis rumahan ia juga sibuk menjadi wartawan yang kemudian mengelola media sendiri. Kini, setelah memiliki sebuah kafe, ia mencoba membangun kembali bisnis kue kering tersebut. “10 tahun yang lalu saya
sebenarnya sudah pernah usaha kue kering tapi masih sistem rumahan. Sekarang mumpung ada café, saya hidupkan lagi. Ternyata pelangganpelanggan saya yang lama pada senang semua dan kembali memesan kue lebaran tahun ini. Jadi tidak pakai promosi langsung banjir orderan,” ungkapnya saat ditemui di kafe miliknya. Kafe ini terbilang cukup ramai dikunjungi. Meski ia tidak pernah mempromosikan kafe ini secara khusus, Condo rajin memposting menu dan kegiatan kafenya di media sosial. Di momen puasa dan lebaran tahun inilah, keahlian putri dari H. Abdullah A. Rahman dan Fatmah ini meracik adonan kue kering kembali dilakukan. Dengan bahan-bahan sederhana resep warisan Sang Bunda sejak dulu, Condo memakai bahan yang disebutnya sebagai original alias tidak memakai bahan pengawet dan macam-macam bahan
Bunga Rampai Srikandi PDI-P
5
Engkau mungkin bisa membangun istana yang megah dan gemerlap
Siti Aeni Maryam, bersama karyawannya saat sibuk membuat kue kering yang resepnya dari warisan ibundanya
Bersama para pelanggan Oi Kafe
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
modern lainnya. Semua murni resep kue orang tempo dulu. “Bahan semua ori (original-red) dan murni seperti waktu masa dulu dibuat oleh ibu saya. Zaman dulu mana ada pengembang, pengawet atau pelembut dan lainnya,” kata perempuan 38 tahun ini. Oleh karenanya, kue kering produksinya yang diberi nama Oi Cafe Cookies and Bakery ini diawetkan secara alami. Cara pengawetan alami yang dilakukannya ada dengan memasak tepung terigu terlebih
Begitulah rangkaian kalimat indah yang menempatkan kedudukan seorang istri menjadi begitu penting dalam mendukung kesuksesan suami. Hal ini juga diyakini, para istri dari Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan se-Bali. Mereka berkumpul
pesanan terbilang membludak. Karena itulah, di status media sosialnya ia sempat menulis, close order atau tidak lagi menerima pesanan. “Saya sampai kewalahan dahulu sebelum dibuat adonan. “Tepung terigu disangrai lebih dahulu agar kue awet disimpan, jadi dengan begitu tidak perlu menggunakan bahan pengawet,” katanya. Condo seperti sudah menemukan bisnis yang cocok untuk dirinya. Kafenya terbilang ramai. Pergaulannya dengan banyak kalangan, turut menyumbang pelanggan tetap yang rajin menghidupkan kafenya juga kini menjadi pelanggan nasi kotak dan kue kering produksinya. Untuk menjaga rasa dan kepercayaan pelanggan, ia turun langsung menjadi “koki” yang meracik bumbu masakan dan
menerima orderan kue kering,” ujar istri dari Mahsun Saputra yang masih aktif sebagai pimpinan sebuah tabloid di Mataram ini. -Naniek I. Taufan
adonan untuk kue kering. Setelah sudah selesai meracik adonan kue keringnya, barulah bisa ia tinggal dan dilanjutkan oleh karyawannya. Dan dengan bahan asli warisan ibunya ini, Condo percaya diri untuk bersaing dengan kue kering lainnya. “Soal cita rasa boleh diadu,” ujarnya tersenyum. Melihat tingginya minat terhadap kue kering produksinya, Condo rencananya akan melanjutkan usaha ini bahkan setelah lebaran berlalu. Minimal ia tetap membuat kue kering untuk stok sehari-hari yang dijual di kafe miliknya. -Naniek I. Taufan
Ny. Anis Kembang Hartawan
Ny. Nuriasih Dana
Bagi Ny. Giri Prasta, suaminya adalah pekerja keras. Ia selalu mendukung apapun kegiatan suaminya. Dia selalu menekankan kepercayaan, sehingga ia memberikan waktu sepenuhnya untuk mengurus rumahtangga, tanpa menganggu konsentrasi suaminya berpolitik. Dengan kepercayaan rakyat saat ini kepada suaminya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Badung, ia berharap, suaminya dapat menjalankan tugas dengan baik. Walaupun ia sangat menyakini, saat ini, tidak tahu mana kawan mana lawan. Karena itu, dukungan doa selalu ia lakukan demi keselamatan suaminya dalam berpolitik. Ia sangat berharap, dukungan seluruh rakyat Badung, kalau suaminya dipercaya untuk maju dalam Pilkada. Baginya, menjadi seorang pemimpin bukanlah tugas yang mudah, tapi ia yakin, dengan dukungan moril dan spiritual, ia percaya suaminya, dapat membawa Badung ke arah yang lebih baik.
Dari awal sudah sangat dekat dengan politik karena sejarah keluarga ada yang terjun ke politik. Ketika, suami juga harus berpolitik bukanlah hal yang baru. Baginya, yang bisa ia lakukan hanya mendukung sepenuhnya, semoga karier suaminya dalam berpolitik lancar. Ia berharap, suaminya dapat membesarkan PDI Perjuangan di Kabupaten Jembrana. Kemana pun suaminya bertugas, doa sebagai bentuk dukungannya selalu ia lakukan. Ketika, suaminya dipercaya menjadi Wakil Bupati Jembrana, tentu tugasnya makin berat. Namun, ia sadar ia harus pandai membagi waktunya untuk keluarga dan organisasi. Kesibukannya di WHDI, Dharma Wanita, Forum Perempuan Srikandi, banyak memberinya kesempatan berkiprah dan langsung terjun ke masyarakat. Berbagai pelatihan telah digagasnya melibatkan para perempuan di Jembrana. Ia hanya berharap, kalau memang suaminya dipercaya kembali untuk ikut Pilkada, ia tetap memberi dukungan. Baginya, kepercayaan atas perjuangan suaminya itu, sangat diyakini akan memuluskan suaminya berkiprah baik dalam politik, maupun di eksekutif.
Memang ia mengakui, sebelum terjun ke politik, suaminya seorang pekerja di hotel, dengan waktu yang tetap. Sejak di politik, tentu banyak sekali kesibukan suaminya. Awalnya, memang tidak menyangka, kesibukannya seperti sekarang, karena dipikir seperti bekerja biasa. Namun, dengan perjalanan waktu, ia mulai terbiasa dan sepenuhnya memberikan dorongan agar suaminya bisa menjalankan harapan dari Partai. Apalagi, Gede Dana sudah tiga periode dipercaya memimpin PDI Perjuangan di Kabupaten Karangasem. Seiring waktu, Nuriasih bisa memahami sepenuhnya tugas-tugas yang menyita waktu suaminya. Prinsipnya, ia selalu percaya dan mendukung kegiatan suami se penuhnya. Saat turun ke masyarakat, ia selalu memberikan semangat dan dukungan moril. Ketika suaminya terjun ke politik, ia sudah sadar waktu suaminya akan berkurang untuk keluarga. Namun, sebagai seorang istri, ia harus mendukung dengan cara memberikan semangat dan membuat suaminya tenang. Artinya, tidak diribetkan dengan persoalan yang bisa mengganggu konsentrasinya berpolitik.
Ny. Rai Sanjaya
Ny. Sariasih Sedana Artha
Ny. AA Gde Anom
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klungkung
Mendengar curhat suami, itulah yang kerap dilakukan Ny. Rai Sanjaya. Hal itu merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap karier suaminya dalam berpolitik. Perjuangan sebagai politisi yang menyita waktu, baginya sudah dipahami dengan baik. Karena itu, ia mencoba tidak menganggu konsentrasi suaminya. Hal-hal rumahtangga ia tangani dengan baik, terutama dalam mengurus keluarga. Walaupun ia tak terlalu ikut campur dalam urusan partai, saat di rumah, dia merasa bahagia bisa menjadi tempat curhat bagi suaminya. Baginya, dengan menjadi pendengar yang baik sudah sangat membantu suaminya, agar bisa berpikir jernih kembali. Apalagi, dengan kepercayaan masyarakat Tabanan kepada suaminya menjadi Wakil Bupati Tabanan. Harapannya, semoga suaminya bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya melayani masyarakat dan benar-benar mampu menjalankan visi dan misi partai dan menjalankan kewajibannya dengan baik.
Sejak awal pacaran dengan Sedana Artha, Ny. Sariasih sudah tahu kalau calon suaminya itu sangat getol berpolitik. Karena itu, ia sudah menyiapkan diri baik fisik maupun mental, untuk mendukung kiprah suaminya itu. Setelah terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangli dan kemudian dipercaya menjadi Wakil Bupati, profesi pengusaha yang sebelumnya disandang Sedana Artha dilepas. Otomatis, Sariasih yang harus melanjutkan usaha yang sangat menopang kehidupan keluarganya itu. Begitu juga, ketika suaminya memutuskan untuk terjun ke politik, ia sangat paham, pasti perlu dana. Untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan eksekutif, ia tak menampik membutuhkan biaya untuk pembuatan baliho, baju, dll. Karena itu, ia sangat mendukung termasuk urusan material. Baginya, istri adalah mitra suami untuk saling mendukung satu sama lain, termasuk kiprah di politik. Ia tak mencampuri dalam hal strategi berpolitik, namun, bagi Sariasih, komitmen harus tetap dijaga. Karena itu, ia benar-benar sudah siap mental untuk mendampingi suaminya dalam berpolitik.
Bagi AA Istri Agung, ber karier di politik memang menyita waktu. Ia sangat menyadari, karena ia juga ikut duduk dalam kepengurusan partai. Dukungan terhadap suaminya, tidak hanya dalam urusan partai, namun, berbagai organisasi yang diikutinya. Dukungannya mencakup sekala dan niskala. Dulu, saat suaminya maju dalam pileg, ia ikut se penuhnya membantu simakrama, bahkan, sampai-sampai ia harus tidur pukul 3 pagi. Baginya, itu merupakan konsekuensi sebagai istri politisi. Bagi perempuan yang akrab disapa Ny. AA Gde Anom ini, menjadi mitra kerja suami dalam berpolitik sebagai bentuk dari kebersamaan. Paling tidak, kata dia, ia mengenal lebih banyak seluk-beluk dunia perpolitikan.
Ny. Surya Adnyani Mahayastra
Ny. Gusti Ngurah Gede
Ny. Aries Suradnyana
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng
Ny. Gusti Ngurah Gede tidak pernah ikut campur urusan politik. Tapi, ia selalu berusaha memdorong suami dan memberikan masukan untuk memajukan partai. Baginya, istri adalah pendamping suami. Sebagai istri kami perlu memberikan dukungan moral dan spiritual. Harapan ke depan, agar PDI Perjuangan terus menjadi partai pilihan rakyat Kota Denpasar dan mengemban misi untuk membawakan kedamaian bagi masyarakat Denpasar khususnya.
Sebagai pendamping suami, mendukung sepenuhnya langkah-langkah suami. Apapun perannya, tetap menjunjung keselarasan. Ketika suami terjun ke politik, tugas domestik harus ditangani istri sepenuhnya. Ia sangat berharap, suaminya mampu bersikap bijaksana, dimana tugas sebagai ketua partai dan dimana tugas sebagai Bupati. Inilah yang harus dipilahpilah dan suaminya dapat menempatkan dirinya dengan baik sesuai porsinya. Aries menceritakan awal pertemuannya dengan pria yang kini menjabat sebagai Bupati Buleleng ini ketika aktif dalam kegiatan perkuliahan. ‘’Dulu angkatan kami kekerabatannya sangat erat, mungkin itu salah satu yang mendekatkan saya dengan Bapak (Agus Suradnyana),” ujarnya. Ia pun mengakui meskipun berada di Jurusan Teknik namun dirinya lebih tertarik pada kegiatan sosial dan organisasi yang ada di kampusnya. Meskipun tidak pernah menduduki jabatan, tapi Aries mengakui bekal ilmu organisasi inilah yang telah membesarkannya hingga saat ini.
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar
Nasi kotak dan aneka kue kering produksi kafe Siti Aeni Maryam
bersama untuk saling memberi dukungan baik moril dan spiritual demi kejayaan PDI Perjuangan. Berikut bentuk dukungan para istri ketua partai berlambang moncong putih ini, yang berhasil dirangkum tokoh. -ast
Ny. Giri Prasta
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung
Siti Aeni Maryam bersama suami dan dua anaknya
Dari kiri: Ny. Anis Kembang Hartawan, Ny. Gusti Ngurah Gede, Ny. Aries Suradnyana, Ny. Sariasih Sedana Artha, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Ny. Putri Suastini Koster, Ny. AA Gde Anom, Ny. Nuriasih Dana, Ny. Giri Prasta, Ny. Rai Sanjaya
Ada tiga kata kunci yang menjadi prinsip Ny. Surya Adnyani Mahayastra. Sabar, percaya, dan yakin. Sabar, dalam artian, mengerti kondisi pekerjaan suami, saat turun ke masyarakat, waktunya tidak tentu. Ia berprinsip, harus sabar karena semua ada jalan terbaik. Percaya, artinya, memberikan kepercayaan kepada suami sepenuhnya, sehingga apapun yang dilakukan suami, dia merasa tenang. Apalagi, ada dukungan sepenuhnya dari anak, istri, dan keluarga besar. Yakin, artinya, apapun yang dilakukan suami, itu adalah benar. Tiga prinsip itu yang membuatnya makin menyadari perannya dalam mendam pingi suaminya yang saat ini dipercaya menjadi Wakil Bupati Kabupaten Gianyar. Tak lupa, ia selalu menekankan untuk bersyukur dan berdoa. Memang, ia mengakui, kadang semua perjalanan tidaklah semulus yang dibayangkan, namun, dengan kepasrahan kepada Tuhan, dan memohon kekuatan, ia sangat yakin, pasti ada jalan keluar terbaik. Ia berharap, dengan kepemimpinan suaminya di partai, mampu membesarkan PDI Perjuangan Gianyar. Turun ke masyarakat dan melakukan pembinaan, merupakan bentuk dukungan kepada suaminya. Baginya, ia akan selalu menyempatkan waktu untuk mendampingi suaminya, saat turun ke masyarakat. Selain dukungan moril tentunya setiap hari ia lakukan.
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana
Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem
4
Mandalika
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Bulan Puasa “Bebas” Petasan
Ny. AA Ngurah Oka Ratmadi
Perlu Rem Jangan “Ngigel Jauk”
Akhir-akhir ini, di berbagai media massa mengabarkan ledakan petasan banyak menimbulkan korban jiwa. Tidak hanya korban jiwa, petasan bahkan mengganggu ketenangan masyarakat. Kebiasaan membunyikan petasan di bulan puasa yang biasanya dilakukan di malam hari sangat mengganggu umat muslim yang sedang beribadah terutama saat melaksanakan Salat Tarawih.
Sebagai tokoh Srikandi PDI Perjuangan, Ny. AA Ngurah Oka Ratmadi atau ia akrab disapa Bu Cok, berbagi pesan kepada para generasi muda khususnya para kader perempuan dan istri para Ketua DPC PDI Perjuangan.
G
enerasi muda dengan kemajuan teknologi jangan sampai melupakan akar budaya. Jangan terlalu serakah. Kita perlu “rem” jangan hanya menabung kekayaan sampai tujuh keturunan. Tapi jaga keseimbangan sekala dan niskala. Itu yang perlu kita disadari. Jangan lupa, berbuatlah sosial dan kepekaan terhadap orang yang tidak mampu. Banyak keluarga tidak sejahtera di Bali. Karena itu, bagi siapa saja, apalagi sebagai pejabat, mari kita bersama-sama membangkitkan semangat gotong-royong untuk membantu mereka. Sebagai seorang istri politisi, ia mengajak, semua istri ketua partai, untuk selalu mendukung
karier suami. Banyak tokoh politik setelah menduduki jabatan, kemudian akhirnya “pindah rumah”. Inilah yang harus dicermati para istri. Tugas istri untuk mengingatkan suami, jangan “ngigel jauk” semua disaup. Jangan suka mengambil hak orang lain. Menurutnya, istri para politisi, juga harus seimbang. Artinya, ha rus sadar dan paham, saat suami berkiprah di politik tentu banyak menyita waktu. Ketika suami pulang ke rumah, jangan “pasang badan”, tapi ingatlah apa peran istri. Walaupun tidak bekerja dan hanya sebagai ibu rumahtangga, istri juga harus tetap berdandan agar terlihat cantik. Suami dan istri, tetap saling pengertian dan saling komunikasi. Karena itu, ia
menegaskan, ini semuanya kembali kepada mental. Jangan sampai “satu tidak habis, banyak tidak cukup”. Para perempuan harus tahan banting, dalam kondisi apapun. Apapun yang dilakukan dengan tulus akan ada hasilnya. Justru, dengan keunikan yang kita miliki, itulah yang kita manfaatkan. Menurut Bu Cok, tetaplah sederhana, walaupun sudah menjabat, dan hindari korupsi. Prinsip inilah yang harus selalu diingatkan para istri kepada suami-suami mereka. Pesan lain yang disampaikan Bu Cok, banyak partai politik kekurangan kader perempuan.
Ny. Putri Suastini Koster Istri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Menurut Suastini Koster, kita ini adalah generasi muda. Biar bagaimana pun, kita harus menyadari dan mau belajar dari sesepuh atau senior. Seperti ungkapan “jas me rah”, jangan pernah meninggalkan sejarah. Bagaimana pun dalam satu perjalanan partai, benang merah pasti tetap ada. Memang, kita harus tetap berjalan ke depan, tapi tetap ingat, angin semangat akan ada, bila kita ingat cerita perjalanan partai. Sehingga akan memunculkan semangat baru dan loyalitas kepada partai. “Kalau saudara kita yang di partai tidak bersatu, tidak mungkin ada yang bisa duduk di legislatif, maupun eksekutif,” katanya. Jangan hanya ingat “jas merah” di bibir, namun, kita melakukannya dengan tindakan. Tapi, jangan lupa, kita tak boleh arogan. Kita harus siapkan diri loyalitas terhadap partai. Ia menilai, tugas seorang istri, jika diibaratkan kendaraan, berfungsi sebagai rem. Bisa menasihati suami, jangan serakah. Untuk merebut kekuasaan jangan ribut dengan saudara, dan jangan membuat fitnah. Menurutnya, persaingan yang tidak sehat justru akan mengecilkan partai. Sebuah partai besar haruslah dibentuk dari kadernya yang berjiwa besar. Kalau memang porsinya dapat di legislatif dan eksekutif, jalankan kewajiban dengan baik. Bagi yang belum lolos, harus legowo. Ia mengatakan, sebagai seorang perempuan yang tidak tahu tentang politik, ia hanya bisa sebagai penon-
M
Karena itu, perempuan harus merebut peluang itu. Syaratnya, perempuan harus mengisi diri dan jangan malu-malu. Perempuan memegang peranan penting. Dalam kitab Hindu disebutkan, tanpa keikutsertaan perempuan, kegiatan itu tidak sempurna. Perempuan juga harus mengerti
ton, dan memberikan penilaian. Ia berpandangan, jika semua istri bisa menjalankan fungsinya sebagai rem, tentu para suami akan selalu ingin meningkatkan kualitas diri dan ingat kewajiban untuk partai. Ada anggapan, seorang istri ha rus berada disamping suami. Padahal, menurut Suastini Koster, peran istri sangat fleksibel, kadang bisa di depan, di belakang, di samping, bahkan di atas. Seorang istri berada di depan, dia membawa lentera cahaya Tuhan, dengan kemurnian dan kebeningan hati, tatkala suami kegelapan dalam perjalanan, istrilah yang mengingatkan. Seorang istri kadang berada di tengah untuk menjadi pendengar yang baik. Suami sudah sibuk di luar beraktivitas dengan segala keruwetannya, sampai di rumah, istri harus menjadi pendengar yang baik. Telinga dibuka lebar-lebar dan mulut ditutup rapat-rapat. Biarkan semua beban suami keluar dan itu tentu saja akan meringankan suami. Seorang istri kadang juga di belakang, mendorong dan memberi semangat. Saat suami dihantam, istri harus kuat. “Seperti dulu, waktu bapak terkena kasus yang berat, tiap hari koran mencerca bapak, tiang harus kuat. Saya kuatkan bapak, tenang, saya yakin ada jalan keluar,” kata Suastini. Istri kadang juga harus berada di atas, dengan mengalunkan lantunan doa. “Setiap berdoa, saya selalu menyebut nama suami. Kalau suami selamat, istri pasti selamat. Mohon doa kepada Tuhan, agar suami diberikan kekuat an, dalam menghadapi rintangan,” kata Suastini. Istri juga kadang berada di bawah. Kalau diingatkan sebagai istri, kita harus menurut. Apapun nasihat
21
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
emansipasi. Ayo bergerak. Ja ngan malu bertanya kepada yang sukses. Begitu juga, ia berpesan kepada partai, jangan hanya sibuk mencari calon saat pencalonan, tapi berikan kesempatan dari awal kepada kader perempuan untuk berkiprah sehingga benar-benar menjadi kader yang siap pakai.
suami, harus dijalankan agar tetap nyaman. Bagi Suastini Koster, peran istri sangat lengkap. Idealnya, memang seperti itu, tapi kadang, dalam menjalankannya tak bisa semua. Namun, niat yang luhur harus selalu ada. “Saya memberikan kepercayaan yang penuh kepada suami, memberikan waktu dan selalu ada doa untuk keselamatannya,” kata Suastini Koster. Ada satu hal mengelitik diucapkan Suastini Koster. Begitu ketemu dengan istri-istri dari Ketua DPC, langsung memanggilnya ibu ketua. Padahal, kata dia, ia hanya istri ketua. Cukup panggil saya Ibu Koster. Karena menurutnya, kedudukannya sama dengan para istri lainnya. “Saya mulai dari diri sendiri untuk menyadari tempat dan posisi. Dengan sesama para istri ketua, kedudukan saya sama. Karena itu saya menggagas pertemuan dengan para istri ketua DPC untuk saling kenal dan saling mendukung satu sama lain,” kata Suastini Koster. Ia menilai, bekerja di dunia politik kadang terjadi gesekan. Disinilah para istri untuk mencairkan suasana, agar para suami bersatu kembali. Kehadiran perempuan di tengah lakilaki, pasti lebih indah. Begitu juga, ketika turun ke masyarakat. Kalau para istri ikut turun suasana pasti lebih indah. Menurutnya, pertemuan para istri ketua DPC ini bukan untuk membentuk satu organisasi lagi, namun, cukup suka-duka saja. “Dalam kepengurusan partai, sudah ada bidang pemberdayaan perempuan. Dalam setiap acara, kami akan dukung. Misalnya menjelang pilkada, kita bisa memberi dukungan dan dorongan moril dan doa,” ujarnya. -ast
eski kepolisian telah dengan tegas melarang membunyikan petasan, masih saja ada warga yang mengabaikan hal tersebut. Fenomena seperti ini terjadi merata hampir di seluruh tanah air, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Di Kota Bima misalnya, suara petasan atau kembang api yang menimbulkan gemuruh suara yang mengganggu saat warga tengah melakukan
Salat Tarawih, nyaris memicu keributan. Karena warga yang usai melaksanakan Salat Tarawih marah sehingga beramai-ramai mendatangi sumber suara dengan kesal. Tujuannya jelas mencari pelaku yang membunyikan petasan/kembang api yang menimbulkan bunyi. Beruntung, polisi cepat tanggap dan masalah ini segera selesai. Ekses petasan khususnya saat bulan puasa memang berbeda dengan ekses saat
Kapolres Lombok Timir AKBP Heri Prihantono, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lombok Timur
perayaan tahun baru ataupun perayaan lainnya. Entah kapan dimulai petasan dan kembang api yang mengeluarkan bunyi kerap mewarnai malam-malam saat puasa. Jika tahun-tahun lalu semarak bunyi petasan seperti ini sangat mendominasi dan mengganggu, maka beberapa tahun terakhir, hal ini sudah tidak lagi marak terdengar, meski masih ada.
Tentu saja hal ini masih akan terjadi melihat masih juga banyak warga yang menjual kembang api yang menimbulkan bunyi dan petasan di pinggirpinggir jalan. Namun, di bulan puasa tahun ini, warga Lombok Timur Nusa Tenggara Barat yang lebih dari 90% muslim, dapat bernapas lega dan khususnya dapat beribadah Salat Tarawih dengan tenang juga khusyuk.
Pasalnya, Kapolres Lombok Timur, AKBP Heri Prihanto dengan tegas melarang penjualan petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi dengan tidak memberikan rekomendasi penjualan. Kebijakan ini diambil Kapolres Lombok Timur karena banyaknya keluhan masyarakat yang masuk saat ia turun lapangan dalam program Kapolres Menyapa Desa. -Naniek I. Taufan
Kapolres Lombok Timur saat razia petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi ledakan
Jalankan Prinsip 4 R Rajinnya Heri menyapa hingga ke desa-desa menjadi metode yang efektif dalam menjaring harapan masyarakat akan kamtibmas yang stabil. “Dari pertemuan dengan masyarakat hingga ke desa-desa sangat efektif untuk mengetahui harapan warga akan kebutuhan kamtibmas. Termasuk soal keresahan masyarakat pada maraknya petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi yang mengganggu ibadah di bulan puasa, saya dapatkan saat menyapa desa,” ungkap AKBP Heri Prihantono. Karena itulah, Heri dengan tegas, bukan hanya melarang membunyikan petasan dan kembang api yang mengeluarkan suara ledakan, melainkan juga dengan tegas melarang pen-
jualan petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi semacam ledakan, dengan tidak memberikan rekomendasi penjualan barang yang menimbulkan keresahan ini. Razia terhadap peredaran kembang api dan petasan secara gencar dilakukan karena berdasarkan evaluasi Polres Lombok Timur, hal ini menjadi pemicu gangguan kamtibmas. “Alhamdulillah, tahun ini aman dari bunyi petasan dan kembang api yang meledak. Biasanya saat sedang Salat Tarawih bunyi petasan sangat mengganggu, sekarang rasanya tidak ada lagi. Ibadah jadi khusyuk tanpa petasan,” ungkap Gozali, salah seorang warga Lombok Timur.
Kini ia dan keluarganya merasa nyaman beribadah. Jika sebelumnya susah berkonsentrasi saat Salat Tarawih sehingga
menimbulkan kejengkelan dalam hati akibat gangguan gemuruh petasan yang menurutnya hal ini yang membuat ibadahnya tidak khusyuk, maka tahun ini ia bisa beribadah dengan tenang tanpa ledakan petasan dan bunyi kembang api. Menurut Kapolres Lombok
Sosialisasi tentang bahaya petasan dan kembang api yang menimbulkan bunyi ledakan
Timur, memang tidak seluruhnya hilang, melainkan ada satu dua yang masih membunyikan petasan dan kembang api. Namun, jika itu terjadi, anggota patroli akan segera menindaklanjuti alias merazianya. “Memang tidak hilang sama sekali, masih ada saja satu dua yang membunyikan namun segera kami sikapi untuk menghentikannya,” kata Heri. Bagi Heri, masalah kamtibmas adalah masalah yang harus mendapat perhatian bersama dan menjadi tanggung jawab bersama pula. Dengan menjalankan prinsip 4 R yang dimulai dari Rumah tangga (orang tua dan anak-anak), Rumah ibadah (tokoh agama dan masyarakat), Rumah sekolah (guru dan murid) dan Rumah pemerintah (seperti Polres dan Pemda), ia yakin kamtibmas Lombok Timur bisa terpelihara dengan baik. -Naniek I. Taufan
22
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Edisi 858/20 - 26 juli 2015
Shanty Paredes
Kampanyekan
Stop Kekerasan pada Anak
Masih ingat Shanty, kan? Penyanyi bersuara seksi yang namanya ngetop sejak menjadi VJ MTV. Pekan lalu, wanita yang bernama lengkap Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie, dan teman-temannya sesama artis menyambangi Komnas Perlindungan Anak di bilangan Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk men diskusikan tentang strategi kampanye stop kekerasan terhadap anak.
D
ijumpai di Komnas Anak, Shanty yang mengenakan kaos hitam bertuliskan “Stop Kekerasan pada Anak, Bicara!!”, menyebut dirinya dan teman-temannya sebagai volunteeratau relawan dari Komnas Perlindungan Anak yang akan melakukan kampanye agar masyarakat lebih peduli terhadap masalah tersebut. “Jangan takut melaporkan jika melihat terjadi kekerasan terhadap anak. Jangan juga mengira kalau kita melaporkan berarti kita mencampuri urusan orang. Karena menurut saya, ini adalah tindak kriminal dan harus menjadi urusan semua orang,” ucap Shanty
‘berapi-api’. Lalu apa yang membuat wanita yang kini bermukim di Hong Kong ini begitu peduli pada isu-isu kekerasan anak?Menurut wanita kelahiran Jakarta 30 Desember 1978 ini, sejak dulu ia sangat peduli pada anak-anak, setelah menikah dan memiliki anak kepedulian semakin bertambah. Apalagi, akunya, ia kerap mendengar dan membaca beritaberita tentang kekerasan terhadap anak, baik secara fisik maupun seksual. “Itu bikin perut saya mual. Waktu saya baca berita-berita seperti itu, saya sampenggak bisa tidur ngebayangin bagaimana kalau hal semacam ini menimpa anak-anak saya. Yang juga paling saya takutin adalah kidnapping atau penculikan anak yang berujung pada child
trafficking (perdagangan anak). Anak bisa dijual dijadikan pengemis atau malah dijual organ tubuhnya,” tutur peraih penghargaan Most Favorite New Artist (MTV Indonesia 2001, ini. Meski ia sangat peduli pada isuisu terkait anak, namun katanya, baru sekarang lah ia berkesempatan untuk turun ikut berkampanye. “Pas ada trigger-nya(kasus Engeline), saya trus kontak teman-teman yang mau datang berdiskusi ke Komnas Anak,” ucapnya. Kasus Engeline yang tewas dibunuh dan dikubur di pekarangan rumahnya, begitu menohok hati semua orang, termasuk dirinya.
“Tadi kita sudah berbicara (Komnas Anak). Jadi kerja kita yang pertama adalah sosialisasi, kampanye dulu. Kita akan bilang bahwa ini bukan stigma yang harus ditutup-tutupi. Ini adalah tindakan kriminal yang harus dilaporkan. Menurut saya, kalau anak tidak diperlakukan dengan baik (mengalami kekerasan), itu adalah urusan semua orang. Kalau kita tidak melaporkan, tidak akan ada aksi dari Komnas Anak ataupun polisi untuk membantu anak ini,” papar Shanty panjang lebar. Menurut Shanty, adanya kasus ini membuatnya menjadi lebih waspada lagi dalam mengawasi anakanaknya.“Tadinya saya kira saya sudah cukup waspada. Tapi dengan adanya kejadian seperti ini, membuat saya harus lebih waspada lagi,” ungkapnya. Menjadi orangtua, katanya, harus peka dan mau mendengarkan cerita atau keluhan anak. “Kalau anak bercerita atau mengadu, kita harus dengar dengan serius, jangan cuma sambil lalu atau sambil main handphone,” katanya. MENINGGALKAN KARIER DEMI KELUARGA Sejak menikah ia meninggalkan karier menyanyinya dan terjun langsung mengurusi ‘buah hatinya’. Sekalipun banyak tawaran job datang, ia terpaksa harus menolak karena tidak ingin meninggalkan anak-anaknya. Keputusannya untuk mengabdi pada keluarga dan vakum dari dunia entertainment memang telah menjadi komitmennya sejak sebelum menikah. Itu sebabnya ia pun bersedia pindah ke Hong Kong mengikuti suaminya, dan meninggalkan semua ‘kejayaan’ di Jakarta. Baginya, tidak yang lebih penting dari keluarga, anak-anak juga suaminya. Itulah yang utama dari hidup Shanty yang sekarang. Di rumah, tambah peraih Best New ComerAMI Awards 2001, dia juga memiliki baby sitter namun dia tidak menyerahkan sepenuhnya penjagaan anak kepada baby sitternya. “Dia itu hanya asisten saja. Saya tidak memberi 100% penjagaan anak kepadanya. Saya turun langsung. Makanya saya selalu tahu apa yang terjadi pada anak-anak saya. Saya selalu perhatikan tindak-tanduk mereka, kalau berubah, saya harus tahu kenapa dia berubah. Apakah karena sakit phisik atau karena ada sesuatu di sekolah. Kita harus tahu perbedaannya,” kata penulis buku ‘Shanty: Bongkar Rahasia, Bagi Cerita’. Shanty memulai kariernya di dunia hiburan sebagai penari latar. Bintangnya mulai bersinar ketika ia dikontrak oleh sebuah produsen rokok terkenal untuk menjadi host program televisi yang mereka adakan. Penampilan Shanty yang menarik perhatian membuatnya dikontrak menjadi VJ MTV. Namanya semakin dikenal luas karena ada banyak program di MTV yang dibawakannya, salah satunya adalah MTV 100% Indonesia. Usai kontrak di MTV, mantan penyiar Radio Prambors ini pun merambah ke dunia tarik suara dengan album perdana bertajuk ‘Shanty’ yang terbit tahun 2000 dan mendapat sambutan hangat dari para pencita musik Tanah Air. Sejak berkiprah di dunia tarik suara, setidaknya Shanty, telah mencetak empat album. Terakhir adalah tahun 2007 lalu, ia menerbitkan album kompilasi lagu-lagu terbaiknya dari tiga album sebelumnya.
Sukses di dunia tarik suara tidak membuat wanita cantik yang hobi menari ini, puas. Anak kedua dari pasangan Eddy Heryadie dan Ratna Sutamapun merambah ke dunia akting serta menjadi bintang iklan sejumlah produk. Tak dinyana, pemunculan Shanty di layar lebar langsung menampilkan akting yang lumayan seolah sudah lama berkiprah di dunia ini. Film perdananya, ‘Berbagi Suami’ arahan sutradara Nia Dinata, laris dipasaran, dan Shanty pun masuk nominasi sebagai Pemeran Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2006. Bukan hanya itu, film ini pun sempat melalang ke berbagai festival film internasional. Tahun 2007, bisa dibilang tahun paling produktif bagi Shanty di dunia film. Sepanjang tahun itu dia membintangi empat judul, ‘Kala’, ‘Maaf Saya Menghamili Istri Anda’, The Photograph, dan Lotus Requiem. Nah, semua ketenaran dan karier yang cemerlang itu dia tinggalkan ketika menikah dengan Sebastian Parades, seorang bankir asal Ekuador, Amerika Latin, pada 2010. Setelah menikah, ia pun pindah ke Hong Kong dimana suaminya mendapat tempat penugasan. Dari pernikahan itu, Shanty dikaruniai dua putra, Arjuna Lucio Paredes (4)dan Enrico Satria Paredes (1,7). THE BEST THING IN LIFE Menurutnya, ia tidak sayang melepas kariernya karena anak adalah anugerah yang tak tergantikan. “Punya anak is the best thing in life. Keuntungan tidak bekerja lagi adalah tidak melewatikan perkembangan anak-anak,” ucapnya. “Sebenernya suami aku tidak pernah melarang untuk meneruskan karier. Hanya aku saja yang tahu diri. Sebelum menikah aku bertekad bahwa kalau sudah menikah akan sepenuhnya mengurus keluarga, meninggalkan karier aku, dan komitmen itu aku pegang sampai sekarang. Masih banyak job yang datang, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa meninggalkan anak-anak aku lama-lama. Jadi aku pikir dari pada kerja setengah setengah, lebih baik tidak. Nanti saja kalau anak-anak sudah besar dan aku sudah kembali menetap di Indonesia baru bisa aku pikir kembali untuk meneruskan karier di dunia hiburan,” kata pelantun tembang ‘Oh Kasih’, ini. Memang, diakui Shanty, sekalipun ia menyatakan meninggalkan kariernya, namun sesekali ia masih juga terima job. Tapi katanya, itu lebih kepada pemuas kangen. Menyinggung tentang sexual abuse yang marak terjadi, Shanty juga telah mengajarkan anaknya cara melindungi diri sendiri. “Anak saya umur empat tahun sudah mengerti. Jadi kalau personal body partdisentuh orang lain, ia akan refleks menepis dan bilang, ‘No, dont touch, im going to tell my mom’. Dan dia selalu begitu sekarang,” tutur Santhy yang dua atau tiga bulan sekali pulang ke Indonesia. Tapi uniknya,kata Shanty, anaknya juga mempraktekkan apa yang diajarkannya itu pada orang-orang dekatnya juga. Misalnya saja, suatu ketika baby sitternya ketika membantu memandikan atau membersihkan anaknya, tak sengaja menyentuh. “Oleh anak saya langsung ditepis. Bahkan neneknya yang bantuin dia ke kamar mandi karena mau pipis dibegitukan juga. Jadi anak saya tahu hal ini,” kata Shanty. Jadi, lanjut Shanty, kalau kampanye dia dan temantemannya yang akan terus menerus dilancarkan berhasil, ia yakin hal itu akan melindungi anak-anak. –Diana Runtu
3
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
nafsu
Merayakan Kemenangan Minggu yang penuh suasana religius sudah kita lalui. Dua hari raya besar, Galungan dan Idul Fitri berada di minggu yang sama. Dua hari raya ini pun memiliki makna yang sama. Perayaan kemenangan. Kemenangan yang dimaksud bukanlah kemenangan dalam sebuah kompetisi dan menghadapi lawan-lawan yang hebat. Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Adharma adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri manusia. Keberhasilan mengalahkan sifat yang ada dalam diri inilah yang dirayakan. Hal yang sama juga dialami umat Muslim. Setelah sebulan berpuasa untuk menahan diri dari berbagai godaan, akhirnya bisa memenangkan diri dan menyambut hari yang fitri. Kemenangan diri sendiri atas diri sendiri. Kalau kita sudah berhasil mengatasi diri sendiri, mengatasi orang lain tentu juga bisa. Hari raya kemenangan identik dengan suka-cita, mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang diberikan. Saling mengucapkan salam sela-
Putu Wijaya
mat kepada sesama juga menjadi tradisi. Istilahnya silaturahmi untuk memperkuat tali persaudaraan karena pada dasarnya semua orang bersaudara. Ciri khas hari raya yang banyak dilakukan adalah merayakan di kampung halaman, berkumpul bersama keluarga besar. Tetapi, jangan berkecil hati jika tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar. Dimana pun hari raya bisa dilaksanakan. Minggu ini kami sajikan pengalaman umat Hindu yang merayakan hari raya di Jerman. Suasana mereka buat seperti di Bali. Ini menjadi pengobat rindu kampung halaman. Kini hari raya sudah berlalu,
Voucherku Terjatuh Bekerja sambil jalan-jalan tentu sangat mengasyikkan. Seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air. Inilah yang membuat aku betah di perusahaan tempat aku bekerja sekarang. Akhir tahun, kami berencana membuat event di mall yang ada di Kuta. Untuk lebih mematangkan persiapan, kami melakukan survey ke lokasi. Selain aku, ada tiga lagi teman yang ikut. Kami sudah janjian dengan manajer di mall tersebut. Setelah mendapat penjelasan mengenai lokasi dan harga yang ditawarkan, kami bermaksud untuk melihat langsung sekaligus “cuci mata”. Lokasi acara berada di tengah mall dan dikeliling gerai produk-produk bermerek. Karena tanggal tua, kami hanya window shopping ha…ha… Dari hasil survey, kami merasa lokasi sangat cocok. Agar lebih mantap lagi, aku mengajak temantemanku untuk makan siang di salah satu restoran. “Aku punya voucher dua. Kita pakai ini, sisanya kita bagi rata,” ujarku dengan bersemangat sambil menunjukkan dua voucher yang masing-masing bernilai Rp 100 ribu.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Kami pun menuju restoran di lantai 3 yang memiliki pemandangan langsung ke arah pantai Kuta. Beberapa pengunjung khususnya wisatawan asing rela berpanaspanas demi mendapatkan suasana makan siang dengan latar belakang pantai Kuta. Di depan restoran, kami di sambut pramusaji dan dipersilakan masuk. Aku pun bertanya apakah bisa membayar dengan voucher. Ternyata voucher diterima sebagai alat pembayaran. Ketika hendak memperlihatkan voucher, aku kaget. Oh my God, voucherku kok tinggal satu. Yang satunya kemana ya. Aku mencari-cari dalam kantong baju, dalam tas. Tak ada. Wajahku mulai panik. Aku yakin tadi ada dua voucher. “Ada apa, kok panik,” tanya temanku yang laki-laki. “Voucher hilang
saatnya kembali ke aktivitas semula. Semangat kemenangan harus menjadi dasar untuk meraih citacita. Yakinlah apa yang dilakukan akan mendapatkan hasil terbaik. Tentu usaha yang dilakukan harus dengan semangat juga. Kalau belum berhasil, bersabarlah. Mungkin, ada kendala yang belum terselesaikan. Bagi Anda yang penasaran dengan masa depan, boleh berkonsultasi dengan Guru Mangku Hipno dan tim Brahmakunta dalam acara Sunday Market di Shankara Resto, Sanur, Minggu (19/7). Masa depan bukan untuk ditakuti tetapi harus dihadapi. Sampai jumpa di edisi berikutnya. Salam
satu,” ujarku dengan nada sedih. Semua temanku ikut mencaricari. Mereka juga terlihat sedih. Tak lama kemudian, temanku yang perempuan berkata, “Sudahlah…jangan bersedih. Ini aku punya voucher satu lagi,” kata temanku sambil menyerahkan satu voucher. Aku kaget karena itu adalah voucherku yang hilang. Aku mengumpat sekaligus bersyukur karena voucher sudah ketemu. Tiga temanku ini tertawa karena berhasil mempermainkan aku. Saking gembiranya saat berjalan ke restoran, voucher terjatuh dan diambil temanku. Mereka lalu menyusun siasat untuk mempermainkan aku. Kami pun makan siang dan membayar dengan dua voucher itu. Seperti perjanjian awal, kekurangan kami tanggung bersama dengan menggunakan uang jatah makan siang dari kantor. Asti, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Mozaik
GORO-GORO
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Amat sedang duduk santai di tepi tanah lapang, ketika seorang anak muda menyapa. “Pak Amat, boleh saya ganggu?” Amat terkejut. Ia tidak kenal siapa pemuda itu. Ia merasa cemas.
“Siapa, ya?” “Bapak tidak kenal saya, tapi saya kenal Bapak.” “O, teman kuliahnya Ami, anak saya?” “Bukan, Pak.” “Kok kenal Bapak?” Anak muda itu tersenyum. “Tadi di sana ada yang memberi tahu saya, siapa Bapak.” “O, Pak Made yang bekerja di kantor sebelah perempatan itu?” “Mungkin. Beliau menunjukkan Bapak. Mungkin Bapak bisa menolong saya.” Amat terkejut, ia cepat berpaling ke arah lain, tak mau bertatapan. Takut dihipnotis. “Boleh saya menanyakan sesuatu?” “Menanyakan apa?” “Menurut Bapak, cinta itu apa?” Amat kembali terkejut. Sekarang ia merasa sedang menghadapi orang gila. Atau, setengah gila. Atau, orang sedang mengalani proses akan gila. “Apakah cinta itu sayang? Kasih? Keinginan berkorban? Ingin memiliki atau nafsu?” Sekali lagi Amat terkejut. “Salahkah saya kalau menganggap cinta itu nafsu?” Sekarang Amat menoleh, anak muda itu yang justru mengalihkan pandangannya. “Apa artinya cinta, kalau tidak ada nafsu? Karena nafsulah kita jadi menyayangi, ingin mengasihi, ingin berkorban, ingin memiliki dan ingin, maaf, bersanggama dan lain sebagainya.” Amat terperanjat. “Ya kan, Pak?! Kalau tidak ada nafsu, paling banter kita hanya berteman saja! Untuk apa teman terus menerus seumur hidup? Kita kan perlu privasi dan kehangatan. Kan begitu, Pak?” Amat mulai tertarik. Tampaknya ia sedang berhadapan dengan seorang anak muda yang sedang patah hati atau frustasi. “Saya tidak patah hati, Pak,” lanjut anak muda itu,”Saya tidak frustasi dan saya tidak gila. Saya hanya ingin tahu, apa sebenarnya cinta itu? Apa orang tidak tahu itu salah? Kalau saya salah, tolong beri saya pengarahan!” Amat berpikir keras. Bukan tentang nafsu yang ditanyakan anak muda itu. Tentang siapa dia. “Menurut saya, tanpa nafsu semuanya akan tawar. Seperti masakan kurang garam dan kurang gizi. Saya bukan pemuja nafsu, itulah opini saya. Tetapi karena itu saya ditendang, karena nereka tidak tahu apa inti pendapat saya itu.” Anak itu sambil bicara, terus menghadap ke depan. Seakan_akan ia bicara pada dirinya sendiri. Perlahan-lahan Amat berdiri. Anak muda itu terus bicara tidak peduli. Bahkan ketika Amat perlahan-lahan pergi, Ia terus saja ngomel. “Apa artinya kasih, sayang, pengorbanan tanpa nafsu. Nafsu itu karunia yang membuat kita maju, asal kita bisa mengendalikan dan bukan dikendalikannya....” Dari kejauhan Amat mengintip. Anak muda itu terus bicara. “Siapa senarnya dia?” tanya Amat pada istrinya setelah sampai di rumah. “Bukan itu yang harus dibahas!” “Maksudnya?” “Ya, tidak penting apa yang ia tanyakan. Tapi apa jawaban Bapak?” “Lho kan bapak belum menjawab!’ “Ya itu dia! Jawaban bapak apa? Saya ingin tahu.” “Yang mana?” “Ya, soal nafsu itu!” Amat tertegun. “Pertanyaan tentang apa nafsu itu begitu pentingnya?” Amat berpikir. “Jangan mikir. Jawab langsung saja!” “Tentang nafsu itu?” “Ya!” Amat seperti terpojok. Anak muda itu, bisa ia tinggalkan. Tapi pertanyaan istri sendiri, tak bisa tidak dijawab. “Bu, apa?” “Tentang nafsu itu?” “Ya!!!” Digertak begitu otak Amat bekerja keras. “Ayo, apa?” Akhirnya Amat menjawab untung-untungan. “Ya.” “Ya. Apa? Setuju tidak?” Amat nekat. “Ya setuju!” Bu Amat meletakkan baju Amat yang sedang ditisiknya. Lalu tanpa komentar berjalan masuk kamar. Amat mengurut dada. “Padahal dia tahu, anak muda itu hanya cerita rekaanku. Istri sejati!” kata Amat dalam hati, sambil menyusul masuk kamar.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 858/ 20 - 26 JUlI 2015
Mouriens Krisanto
23
Bisnis Itu Tanggung Jawab Jiwa bisnis yang sudah tertanam sejak Mouriens Krisanto masih muda, ternyata terus mengalir di dalam dirinya. Wanita kelahiran Magetan 8 Maret 1981 tersebut, hingga kini masih terus bergelut di dalam dunia bisnis. Putri pertama dari pebisnis kondang di Kabupaten Magetan Toto Krisanto itu, sampai sekarang juga mengurus beberapa bisnis yang masih terus eksis ketika dipegangnya. ‘’Sejak sekolah saya sudah diajak papa untuk mengenal bisnis. Dari situlah saya belajar tentang bisnis hingga saat ini,’’ katanya.
B
Mouriens Krisanto
erbisnis apapun bukan hambatan bagi Morin, panggilan Mouriens Krisanto. Belajar untuk terjun di dunia bisnis diawalainya dengan cara sederhana tanpa merasa malu. Bahkan, Morin muda dulu, pernah jual pakaian keliling hingga jual nasi bungkus. “Bagi saya, tidak ada kata gengsi untuk berbisnis. Asal, bisnis yang kita kerjakan itu halal,” tambahnya. Melihat bakat jiwa bisnis dari Morin, saat dirinya belum lulus kuliah, dia dipercaya untuk memegang apotik oleh orangtuanya. “Sejak tahun 2004 saya sudah mulai belajar suruh megang apotik sendiri. Selain
itu, juga ada toko alat tulis serta fotocopy,” kenangnya. Meski pada awal sempat mengalami kesulitan karena susah untuk berkembang, ahirnya ibu dua anak ini mencoba beberapa strategi. Kala itu, apotik miliknya memang belum mempunyai banyak rekanan. Namun, dengan cepat, dirinya mencoba mencari terobosan untuk kelangsungan apotiknya tersebut. “Dulu sangat sepi karena minimnya relasi. Tapi semua itu sudah teratasi, karena saya mau mencoba untuk terus mencari partner dalam perkembangan usaha saya,” tuturnya. Usahanya yang dilakukannya pun membuahkan hasil. Tidak per-
lu waktu lama untuk mendongkrak bisnis apotik yang dia jalani. Hanya perlu waktu satu tahun untuk membesarkan apotik yang bernama Apotik Nusantara itu. Sukses dengan bisnis apotik, masih seputar kesehatan Morin akhirnya mendirikan tempat fitness. Itu merupakan tempat fitness pertama kali yang ada di Kota Magetan. ‘’Setelah apotik mulai lancar, saya mencoba untuk membuka tempat fitness karena di Magetan dulu belum ada tempat olah raga seperti itu,” jelas istri Fadly Mallayudhawan ini. Selain terus berupaya untuk meningkatkan bisnis yang telah digelutinya tersebut, Ibu dari Zefanya Karen Effarina dan Faristha Carmel Effarina ternyata juga pandai memanfaatkan peluang
bisnis. Usai mendirikan fitness, Morin ahirnya menjatuhkan pilihan bisnisnya di dunia mainan anak. Meski berbeda dari bisnis sebelumnya, namun insting bisnisnya tersebut membuahkan hasil. “Dunia mainan saat itu ramairamainya. Maka dari itu, selain punya lokasi yang strategis, dan menurut saya prospek yang bagus, ahirnya saya putuskan untuk buka toko mainan,” ungkapnya. Menurut Morin, kunci sukses dari beberapa usahanya tersebut, selain terus berinovasi tentang bisnisnya ia terus membangun suasana kekeluargaan antar karyawannya. Hal itu dirasa Morin efektif dalam mendongkrak bis-
nisnya. “Suasana kekeluargaan antara saya dan karyawan terus saya jalin. Hal itu untuk menciptakan rasa nyaman saat bekerja. Jadi kalau semua karyawan kita nyaman, otomatis, dalam kerjaan juga enak. Karena bisnis saya ini selalu berhubungan dengan para pelanggan langsung,’’ jelasnya. Motivasi yang selalu ia terapkan untuk sukses dalam memegang beberapa bisnisnya tersebut, Morin menjadikan semua bisnis yang dia jalani bukan menjadi suatu beban. “Bisnis itu jangan dibikin kayak beban. Tapi anggap itu kewajiban dan tanggung jawab kita. Jalani saja dengan senang hati,” tegasnya. –Dinar Perdana
Susi Susiatin
Bekerja untuk Materi dan Ibadah Sebagai wanita karier, Susi Susiatin (46) yang bekerja di Sunlife Finance Indonesia sangat ulet dalam bekerja. Baginya, mencintai pekerjaan, fokus terhadap pekerjaan dan melakukan yang terbaik, berdedikasi serta bertanggung jawab adalah kiatnya dalam bekerja. Susi yang menjabat sebagai Agency Director Sunlife Finance Indonesia menjelaskan, dari segi pengembangan diri dan aktualisasi diri, seorang pekerja harus punya pengetahuan dan wawasan luas. Mengingat banyaknya training-training yang ada baik secara personal juga motivasi dari beberapa motivator, liburan ke luar negeri baik ke Asia maupun Eropa. “Selain itu kepuasan batin karena bisa membantu banyak orang. Bagi saya hidup ini harus bermanfaat bagi orang lain sekecil apapun.
Susi Susiatin
Sebab itu merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang sudah Tuhan berikan untuk kita,” katanya. Ia memulai karier pertamanya di asuransi akhir tahun 1999 hingga akhir 2003. Selama empat tahun tersebut, ia meraih 3x berturutturut MDRT (Million Dollar Around Table). “Karena sesuatu hal, pada 2004 saya keluar dari dunia asuransi. Pertengahan 2011, saya memutuskan untuk kembali ke asuransi dan memilih Sunlife Financial Indonesia untuk kembali berkarier,” ungkap istri seorang dokter ini. Pekerjaan di asuransi ini begitu mulia baginya. Banyak keluarga dan masyarakat yang terbantu ketika risiko itu terjadi. Ia bisa membantu merencanakan finansial bagi keluarga mereka.”Selain untuk karier dan pendapatan yang bagus, ibadah termasuk di dalam tujuan pekerjaan saya,” kata perempuan kelahiran 1969 ini. Sukses telah menghinggapinya. Perempuan yang memiliki satu orang anak ini, sudah bisa memiliki banyak aset. Diantaranya rumah dan mobil, serta bisa membiayai putrinya sampai sekarang hingga masuk ke Fakultas Kedokteran. “Dari bekerja ini saya juga alhamdulillah bisa berangkat menunaikan ibadah umroh beberapa kali,” pungkasnya. -Diyah
24
What’s Up
Edisi 858/ 20 - 26 juli 2015
Toleransi Tinggi Pasangan Beda Agama Bukan hanya kalangan muslim saja yang bersiap-siap menyambut Idul Fitri, tapi me reka yang beragama lain pun ikut sibuk mempersiapkannya. Setidaknya itu dilakukan oleh artis yang juga presenter Novita Angie yang bersuamikan seorang muslim, Sapto Haryo Rajasa. Seperti Lebaran sebelumnya, maka wanita yang bernama lengkap Novita Anggreini akan berkumpul bersama keluarga. Kali ini, kata Novita, ia tidak mudik.
“D
i rumah saja, tidak mudik. Biasanya bersama mertua mudik ke Yogyakarta, tapi tahun ini tidak. Kebetulan pembantu rumah tangga akan pulang, jadi sekalian mengajarkan anak-anak hidup mandiri,” ungkap bintang sinetron ‘Mewarnai Langit’ yang beragama Katolik ini. Lebaran nanti, katanya, selain mempersiapkan segala keperluan menyambut Hari Raya, dia juga mempersiapkan makanan khas Lebaran seperti ketupat dan opor. “Pokoknya nanti ada menu-menu Lebaran seperti opor dan ke tupat,” tambah wanita kelahiran 1975 ini. Belasan tahun menjalani Ramadan dan Idul Fitri bersama keluarganya dirasakan sebagai momen membahagiakan bagi Novita. Meski ia tidak berpuasa, ia tetap menemani anak-anaknya saat buka maupun sahur. Hubung an keluarga menjadi makin dekat karena mereka sering bersama. “Dulu, kalau waktu buka aku ikut makan, padahal sebelumnya makan siang juga. Lalu sahur juga ikut makan,” kata ibu dari yaitu Jeremy Cornelius dan Jemima Jasmine, sembari tertawa. Nama Novita mulai dikenal sejak ia membintangi sinetron ‘Lupus’ tahun 1995, setelah itu kariernya terus menanjak. Ia bukan saja tampil di berbagai sinetron tapi ia juga dikenal sebagai presenter berbagai acara. Kini dunia akting itu sepertinya ditinggal Novita lantaran sibuk berkiprah di dunia jurnalistik. Novita kini menjadi Pemred di
sebuah majalah gaya hidup. Terkait kehidup an rumah tangganya dengan Sapto Haryo yang telah dijalani selama 14 tahun, Novita mengatakan, kunci keharmonisan adalah komunikasi, saling percaya dan toleransi satu dengan yang lainnya. Mere ka, ucapnya, tak pernah bertengkar karena masalah agama. “Perbedaan bukan menjadi alasan tidak bisa menyatukan dua insan. Yang terpenting adalah komunikasi, saling pengertian dan saling percaya,” ungkap Novita tentang rahasia kelanggengan rumah tangganya. Pasangan artis beda agama yang juga pernikahannya langgeng
hingga kini adalah Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Pasangan yang menikah sejak 2003 lalu ini hingga kini tetap menjalankan kepercayaannya masing-masing. Ari,
kata Nia selalu mendukung dirinya saat menjalankan puasa, begitupun saat Lebaran. Bahkan mengantar Nia untuk sholat Ied saat Lebaran. Seperti keluarga Angie-Haryo, maka pasangan Ari dan Nia juga menyebut rasa toleransi tinggi adalah salah satu kunci dari kelanggengan pasangan beda agama. “Saat Ied, Ale (nama panggilan Ari) biasa nya nganterin aku, dia nunggu di parkiran,” kata Nia. Biasanya, setelah Ied, mereka akan
ke makam ayah Nia, Dicky Zulkarnaen. “Selama perayaan Ale nemenin, baik itu ke makam papa, habis itu ke rumah mama, dan berkunjung ke keluarga lain,” tambah Nia yang tahun lalu bersama Ari mempersembahkan film religi, ‘Seputih Cinta Melati’ yang ditayangkan pada Lebaran 2014. Lain lagi dengan Titi Kamal dan Christian Sugiono. Pasangan beda agama yang menikah di Australia 2009 ini berencana mudik Lebaran ke Jerman, tempat dimana ibu Tian, sapaan Christian Sugi ono, berada. Maklum, ibu Tian adalah wanita Jerman. Rencana mereka akan di sana selama tiga pekan. “Kita berangkat setelah Lebaran sekitar tanggal 20-an. Ibunya Tian kan ada di sana. Juna juga ikut,” ungkap Titi yang ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Juna yang bernama lengkap Arjuna Zayan Sugiono adalah anak pertama Titi yang baru berusia 1,8 tahun. Menurut Titi, anaknya sudah terbiasa perjalanan jauh menggunakan pesawat. “Juna nggak pernah rewel kalau perjalanan jauh. Dia sudah biasa. Dulu juga dia aku bawa ke Jepang. Baby sitter nggak ikut, nanti (Jerman) juga nggak bawa baby sitter. Dia sudah terbiasa aku bawa ke tempat kerja juga, jadi nggak apaapa,” ujarnya. –Diana Runtu
Rindu Kampung Halaman Mudik Lebaran ke kampung halamannya, Indramayu, Jawa Barat, selalu menjadi hal yang spesial bagi penyanyi dangdut, Iis Dahlia. Suasana yang tidak didapatnya jika berlebaran di Jakarta. “Yang paling aku rindukan adalah bisa bertemu keluarga besar, para tetangga, kita bisa silaturahmi juga saling tukar makanan. Aku kangen banget suasana itu,” ungkap Iis. Hampir setiap tahun pelantum ‘Bunga Seroja’ ini selalu mudik, baik bersama suami maupun tidak. Maklum suaminya adalah pilot, yang tidak selalu mendapat cuti ketika Lebaran tiba. Walhasil, hanya Iis dan dua anaknya, Shalsa dan Devano, yang mudik. Tahun lalu, kata Iis, tidak seperti biasanya mereka memutuskan berlebaran di Jakarta alias tidak mudik. Tapi tahun ini mereka mudik sekeluarga. “Jadi Lebaran di Jakarta dulu baru ke Indramayu,” ucapnya. Yang juga bikin Iis rindu pulang kampung saat Lebaran adalah menu khas yang disajikan saat Lebaran yakni pindang, sayur asem dan sambel terasi. “Iya kalau biasanya kan menu khas Lebaran opor, tapi di rumah aku andalannya sayur asem, pindang dan sambel terasi. Tapi opor juga ada kok,” ucap juri D’Academy ini. Di daerahnya, kata Iis, ada tradisi yang disebut kesenian obrog. Acara ini hanya digelar pada bulan Ramadan dan Lebaran. Kesenian itu pada saat Ramadan biasanya digunakan untuk membangunkan orang untuk sahur, mereka berkeliling kampung. Nah saat Lebaran, masyarakat akan memberi uang ataupun apapun kepada mereka yang telah membantu membangunkan warga selama bulan puasa. “Aku rindu itu juga,” ucapnya. Pendapat artis Zaskia Mecca agak berbeda dari yang lainnya. Menurut istri sutradara Hanung Bramantyo ini, justru dia paling menikmati Lebaran di Jakarta karena
Ibukota sangat lengang. “Aku paling suka Lebaran di Jakarta, Jakarta benar-benar sepi. Ibaratnya, kalau mau foto-foto tengah di Jalan Sudirman bisa banget,” kata pemeran film ‘Kiamat Sudah Dekat’, ini. Namun, Lebaran kali ini dia mudik ke kampung halaman suaminya, Yogyakarta. “Kali ini mudiknya cukup lama sampai tanggal 28 nanti. Dia (Hanung) maunya lama di kotanya. Alhamdulilah Tuhan kasih kesempatan jadi bisa lama. Karena biasanya cuma tiga hari di Yogyakarta. Itu pun setelah Lebaran, nginepnya pun di hotel,” ucap Zaskia yang mudik naik kereta ke Yogya. Untuk liburan panjang itu, katanya, dia tidak membawa banyak barang karena sebelumnya sebagian barang sudah dikirim. Tapi yang harus ada adalah makanan andalan Lebaran, yakni, lontong sayur dan daging balado. “Kayaknya tanpa dua makanan itu serasa nggak Lebaran. Jadi nanti harus ada. Itu yang bikin mbak aku sejak aku kelas tiga SD. Karena aku naik kereta, takut rusak, maka nanti makanan itu dititip ke teman yang akan datang pakai pesawat,” kata ibu dua anak ini. –Diana Runtu