24
What’s Up
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Pesan Lingkungan dari “Air Kotor” Seorang anak perempuan, Komang Ayu pergi dari rumahnya. Saat dalam perjalanan, ia dikejar oleh sesuatu yang jahat. Komang Ayu pergi hanya berbekal sebotol air. Untuk menghindari para penjahat, Komang Ayu sampai ke sebuah sungai. Dengan gembira Komang Ayu melepaskan lelah dan bermaksud mencuci mukanya. Tapi saat air sungai itu diambilnya, tercium bau yang sangat menyengat. Ia pandangi lagi air sungai itu, ternyata air sungai itu berwarna hitam danberbau busuk. Komang Ayu sadar air sungai itu sudah tercemar, sehingga dia tak jadi mencuci mukanya.
U
ntuk menghindari penjahat, Komang Ayu merasa harus menyeberangi sungai, tetapi ia tak bisa berenang. Tiba-tiba di pinggir sungai, ia melihat seorang anak laki-laki. Ia memanggil anak itu, tapi anak lelaki itu seperti tidak mendengarnya, ia sibuk menciprat-cipratkan air. Akhirnya Komang Ayu memberanikan diri menyeberangi sungai. Saat di tengah sungai Monster menyerangnya, untung saja ia berhasil diselamatkan oleh anak lelaki yang di sungai itu. Karena bertempur melawan monster untuk menyelamatkannya, anak lelaki itu kehabisan tenaga, dan kesehatannya pulih setelah Komang Ayu memberikannya air yang dibawanya tadi. Mereka pun berkenalan. Anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Tonya, penjaga sungai. Komang Ayu kaget dan tidak pertaya. “Yah…aku Tonya, penjaga
sungai, energi dari sungai. Karena air di sungai ini sudah tercemar, kehidupanku juga jadi terganggu,” katanya. Komang Ayu dan Tonya akhirnya bersahabat, mereka bersepakat untuk menyadarkan masyarakat agar menjaga kebersihan air, untuk menjaga lingkungan. Yang pertama dicarinya adalah ratu dan raja. Tapi sayang, ratu dan raja tidak percaya apa yang dikatakannya. Komang Ayu dan Tonya juga menemui para petani, tetapi mereka juga tidak percaya. Tonya merasa putus asa, tetapi Komang Ayu meyakinkannya bahwa mereka pasti bisa melakukan sesuatu. “Pokoknya aku akan mengalahkan monster itu, monster yang membuat sungai dan lingkungan kita tercemar,” tekad Komang Ayu. Namun, Tonya meragukannya. “Sulit kamu bisa mengalahkan monster itu, karena monster itu adalah perilaku buruk manusia, mon-
ster itu adalah kemarahan, kebodohan dan kerakusan manusia,” kata Tonya. Tetapi apapun itu, Komang Ayu bertekad untuk memenangkannya. Saat mereka berdua mencari cara untuk mengalahkan monster-monster itu, para monster kembali menyerangnya. Kali ini serangan mereka lebih dahsyat, sehingga membuat Tonya tidak sadarkan diri. Komang Ayu berusaha menyadarkan temannya. Ia beri Tonya air dari botolnya, dan anehnya, Tonya bisa sadar dan kembali segar. Komang Ayu tersentak, seperti ingat sesuatu. “Yah air ini, air ini.., aku harus ke sumber air ini,” katanya gembira. Komang Ayu mengajak Tonya ke sebuah tempat di pegunungan yang airnya bersih dan segar. Di sana hidup berbagai macam binatang dan tumbuh berbagai macam tumbuhan. Tempat itu seperti sorga. Saat, Komang
Pementasan drama “Air Kotor” oleh Sanggar Lintang
Viktor dan Mas Ruscitadewi berfoto bersama anak-anak Sanggar Lintang, usai mementaskan drama “Air Kotor” dalam “Trash Stock Festival” belum lama ini
Ayu pergi ke sana, secara tidak sadar ia diikuti oleh teman-temannya. Ibu dan Ayahnya juga ke tempat itu. Teman-temannya, ibu dan ayahnya kagum atas keindahan tempat itu. Tonya juga mengatakan ingin tinggal di sana. Saat bertemu Komang Ayu, teman-temannya bertanya, “Bagaimana caranya agar desa kita juga bisa seindah dan sebersih tempat ini?” Komang Ayu mengajak teman-temannya untuk menjaga lingkungan, dengan tidak mencemari air, tanah dan udara agar tercipta tempat bersih, subur dan indah. Drama “Air Kotor” yang dipentaskan Sanggar Lintang di Taman Baca Kesiman di Jalan Sedap Malam ini, serangkaian “Trash Stock Festival” yang berlangsung 20-21 Juni lalu. Drama yang ceritanya ditulis oleh Viktor, seorang sukarelawan lingkungan asal Spanyol dan dibantu oleh sastrawan Bali, Mas Ruscitadewi ini, dimainkan oleh 7 orang anak, yang
merangkap-rangkap dalam peran. Komang Ayu dimainkan oleh Sinta, Tonya dimainkan oleh Yoga. Sedangkan Arjun dan Ria, bermain sebagai monster, Ratu dan Raja, petani dan orangtua Komang Ayu. Sementara Eka Putri, Saputri dan Cintia bermain sebagai sungai dan pohon, petani, pelayan istana dan teman-teman Komang Ayu. Melalui drama tentang lingkungan ini, anak-anak Sanggar Lintang ingin menyampaikan pesan bahwa tanggung jawab untuk menyelamatkan bumi, melalui menjaga lingkungan salah satunya dengan tidak membuang sampah semestinya dibiasakan sejak masa kanak-kanak, dimulai dari diri sendiri. “Semoga setelah keluar dari acara ini, semakin sadar dengan masalah sampah, dan juga bisa meningkatkan penyadaran orang-orang di sekitar,” ujar Hendra, penggerak acara ini penuh harap. Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra yang berkesempatan hadir memberikan apresiasi positif atas keseluruhan acara tersebut. “Jika orang disuruh jangan membuang sampah, susah. Namun dengan dikemas seperti acara ini, ditunjang dengan perpustakaan yang konsepnya beda, ini sangat kreatif dan edukatif,” ujarnya. “Trash Stock Festival” diisi juga dengan photo hunting, pameran kesenian lingkung an, games edukasi, capoera, fashion, live sketch, dan konser musik. –Inten Indrawati
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Favorit
Pengumuman peserta didik baru sudah dilakukan. Ada yang senang karena masuk sekolah favorit. Ada yang sedih karena gagal tetapi bisa bangkit dan memilih sekolah yang bukan tujuan utamanya. Mengapa harus sekolah favorit? Apa kriteria sekolah favorit? Apakah pasti lulus kalau sekolah di sekolah favorit? Ini pertanyaan yang sering muncul. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani mengatakan predikat sekolah favorit hanya persepsi masyarakat. Idealnya, semua sekolah adalah sama baik itu negeri maupun swasta. Orangtualah yang harus membuka diri untuk melihat kemampuan si anak. Jangan paksakan anak harus mencari sekolah favorit. Jangan sampai muncul juga sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. “Sekolah di Bali itu sama, sehingga siswa di sekolah negeri dan swasta sama-sama merasakan kenyamanan. Inilah
yang harus diciptakan dunia pendidikan ke depan, sehingga tidak memunculkan ini baik, itu tidak baik, itu sedang,” ujar TIA. Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Denpasar Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.T. Menurutnya orangtua harus bisa memberi pemahaman kepada anaknya, kalau mau pintar yang harus belajar. Kalau nilai bagus bisa masuk sekolah yang diinginkan. Kalau ternyata anak gagal, orangtua jangan kecewa. Muatan pendidikan dimana-mana sama, Ada anggapan sekolah favorit, karena
itu hanya pandangan masyarakat saja. Kadang ada faktor gengsi kalau bisa masuk sekolah favorit. Banyak juga orang sukses yang dulunya tidak sekolah di sekolah favorit. Di sisi lain Rumawan melihat kemampuan seorang anak harus disesuaikan dengan tempat ia sekolah. Kalau kemampuan biasa lalu masuk sekolah favorit, tentu sulit untuk mengimbangi. Ibarat bermain tinju, carilah sparring partner yang seimbang untuk mengukur sejauhmana kemampuan diri. Kalau dianalogikan, jadilah raja kecil di tempat kecil daripada menjadi parekan (anak buah) di tempat besar. Pilihan ada ditangan anak dan orangtua. Selamat menjadi murid baru. Raihlah cita-citamu setinggi langit. Salam
Siswa melihat pengumuman
Kuncinya Terkunci
Pagi itu aku begitu lemas. Entah kenapa sejak mimpi aneh semalam, aku menjadi murung. Akan tetapi, aku tidak mau berdiam dalam situasi seperti itu terlalu lama. Kubangkitkan semangatku dan kujalani aktivitas seperti biasanya. Pukul 7 pagi, aku memutuskan untuk mencuci semua pakaian kotorku agar kamarku bersih kembali dan pikiranku pun kurasa akan lebih tenang. Seperti biasa, akupun selesai mengerjakan semua tugas pagiku pukul 8 kurang 15 menit. Entah itu paginya aku hanya menyapu ataupun sekadar mencuci dan sembahyang, tetap saja aku selesai beraktivitas jam segitu. Hal itu kadang membuatku merasa jengkel, karena seberapa pagi pun aku bangun, seberapa cepat pun aku berusaha untuk menyelesaikan tugasku, pasti ujung-ujungnya selesai jam segitu. Itulah sebabnya aku selalu tergesagesa berangkat kerja, tanpa make up atau apalah yang penting rapi. He…he…, maklum aku harus berangkat pukul 8 pagi.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Aku pun berangkat kerja. Mampir dulu membeli bensin dulu di warung dekat rumahku. Setelah sampai di sana, aku memarkir motorku dan meminta si dagang untuk mengisi bensin seliter saja. Saat membuka sadel motor, entah kenapa tiba-tiba saja aku berniat untuk mengambil kunci motorku dari lubang kuncinya itu. Padahal sebelumnya aku tak pernah melakukan itu. Saat motorku itu telah diberi bensin, tanpa berpikir panjang aku langsung menutupnya dengan percaya diri. Nah, sewaktu aku ingin menyalakan motorku, aku pun dengan santai mengambil kunci yang kukira telah kumasukan ke dalam saku bajuku. Setelah kucari ternyata tidak ada di sana. Disitulah aku mulai
berpikir. Aku pun mencarinya ke dalam tas dan beberapa kali memeriksa sakuku. Beberapa lama setelah itu , aku baru ingat kalau kuncinya itu aku taruh di sadel motor yang telah kututup. OMG! Aku berusaha menenangkan diri walaupun saat itu aku benarbenar sudah terlambat. Lalu, kuhubungi kakakku untuk mencarikan kunci yang lain, eehh.. HP ku lowbat dan mendadak mati! Ya Tuhan… Selang beberapa lama, dengan pasrah aku menunggu di sana dengan harapan kakakku membaca pesan yang sempat kukirim sebelumnya. Syukurlah kakakku datang dan membawakan kuncinya. Huh.. betapa leganya aku. Terima kasih Tuhan. Aku hanya menyeringai kepada kakakku sembari mengucapkan terima kasih. Ck..ck..ck.. konyol. Ni Nengah Kartini, Bangli
GORO-GORO
sadap
Penyadapan yang menjadi salah satu senjata KPK, menjadi sorotan. Apakah itu bertenPutu Wijaya tangan dengan hak asasi manusia sehingga harus diatur? Atau dibiarkan apa adanya? Karena itu hanya untuk menjerat koruptor. Bukan mencanpuri urusan pribadi. “Tidak, jangan diatur, itu kan alat KPK yang penting! Kalau diatur nanti kPK susah memburu koruptor,” kata Pak Made. Amat mendebat. “Kalau tidak diatur, KPK akan cenderung bisa sewenang-wenang!” “Tidak mungkin! Ada praperadilan yang dapat menggugurkan tangkapan KPK. Dan, sudah 3 kali KPK kalah dalam praperadilan. Yang oleh KPK tersangka di praperadilan dibebaskan!” “Nah itu dia! Kalau ada pengaturan, tidak akan ada kekalahan KPK. Kekalahan itu kan bisa menjatuhkan pamor KPK?!” “Tidak bisa! Itu justru akan membuat calon-calon koruptor ciut nyalinya! Sebab yang dipersangkakan KPK tak cukup bukti untuk dipersalahkan!” Perdebatan berakhir tanpa ada yang menang. “Bapak kok ngurus KPK, seperti nggak ada kerjaan!” kata Bu Amat mengeritik suaminya. “Serahkan pada ahlinya saja!” Amat ketawa. “Itu bukan diskusi beneran, Bu. Hanya untuk bahan percakapan saja. Kalau tidak ada pertentangan percakapan,tidak akan asyik!” “Itu yang namanya cari-cari kerjaan! Daripada ngomong-omong kosong ngalor-ngidol kan lebih baik seterika baju, misalnya, meringankan kerjaan saya!” “Lho, itu bukan ngomong-omong kosong! Itu yang namanya gaul. Baik untuk kesehatan rohani. Jiwa kan juga perlu ventilasi supaya terus bugar. Kalau tidak diolahragakan sedikit, bisa pikun. Kena sakit alzhaimer!” “Itu alasan saja! Siapa bilang bekerja itu bukan olahraga batin?! Hanya pemalas seperti Bapak yang berpikir begitu!’! Percakapan lama-lama jadi perdebatan. Dan, tidak ada yang kalah atau menang. Esok paginya, Bu Amat masih kesal. Amat tidak dibuatkan kopi. Bukan hanya itu. Ketika Amat menyapa Pak Made, yang bersangkutan pura-pura tak mendengar. “Ternyata omong-omong kosong bisa jadi gara-gara permusuhan,” kata Amat dalam hati. Ketika Pak Made lewat lagi, Amat langsung menyapa. “Setelah saya pikirkan, Pak Made betul. Penyadapan itu tak boleh diatur. Nanti KPK bisa kehilangan gigi!” Pak Made kaget, lalu menjawab ketus. “Silakan Pak Amat bangun tembok beton, pembatas rumah, supaya percakapan di rumah Bapak tldak kami dengar lagi!!”
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
23
Dari Hobi Jadi Bisnis
Inspirasi bisnis dapat berasal dari mana saja. Banyak pebisnis menemukan inspirasi dari hobi. Hentri Yudoyono salah satunya. Ia hobi memelihara ikan sejak masih kecil. Bahkan tak disangka hobi itu meng antarkannya ke dunia bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan seharihari keluarganya. Saat itu Hentri layaknya seorang anak kecil bermimpi ingin mempunyai toko ikan hias.
S
Bisnis ikan Guppy
etiap ditanya tentang cita-citanya, ia selalu menjawab ingin mempunyai toko ikan hias. Sejak itulah Ia mulai
mengoleksi berbagai macam ikan hias dalam akuarium miliknya. “Ketika pulang sekolah saya selalu berkunjung ke sebuah toko ikan, uang saku untuk jajan saya
sisihkan untuk membeli ikan hias,” katanya. Dari hari ke hari kecintaanya akan ikan hias jatuh pada pilihan jenis ikan Guppy. Ikan kecil dengan berbagai corak dan warna ini mengambil hatinya. Ia pun mulai mempelajari karakteristik dari ikan Guppy dari berbagai artikel dan forum. Ditengah-tengah kesibukannya bekerja, ia masih menyempatkan diri untuk belajar budidaya ikan Guppy. “Awalnya saya bertemu dengan teman yang sama-sama hobi memelihara ikan. Dari obrolan-obrolan seputar ikan hias tersebut, akhirnya saya memupuk keberanian untuk mengembangkan usaha ternak ikan hias ini,” terangnya. Awalnya ia membeli sepasang ikan Guppy yang kemudian ia ternakkan. Setelah berhasil membudidayakan beberapa ikan Guppy, kemudian ia tawarkan hasil budidaya tersebut kepada teman-teman sekantor. Hingga akhirnya ada yang tertarik dengan ikan hias Guppy dan memborong
Ikan Guppy
ikan hasil budidayanya. “Kebetulan ada beberapa teman yang tertarik dan membeli sebagian besar hasil budidaya ikan Guppy yang saya miliki,” imbuhnya. Ia pun mulai masuk ke forum dunia ikan Guppy dan membuka wawasannya tentang ikan Guppy. Lewat forum-forum tersebut ia mulai membeli bibit ikan Guppy yang memiliki harga jual tinggi dan mulai membudidayakannya. Melalui forum-forum itu juga ia menawawarkan ikan Guppy hasil budidayanya tersebut. Diluar dugaan, ikan hasil budidaya itu mendapat respons positif dari pasar. Permintaan dan pesanan mulai berdatangan. “Di forum saya berhasil me-
masarkan ikan hasil ternak sendiri. Banyak kolektor ikan hias mulai membeli hasil budidaya ikan Gupy yang saya tawarkan,” jelasnya. Kisaran harga perpasang ikan Guppy ini antara Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Tergantung dari jenis dan ras ikan hiasnya. Dalam sebulan Hentri berhasil menjual sekitar 50 pasang ikan Guppy. Pelanggannya pun dari berbagai daerah, mulai dari kota sekitar Ponorogo hingga Bandung dan Surabaya. Kini di lahan terbatas dekat dapur dan seputaran rumahnya dijadikan tempat untuk membudidayakan ikan hias Guppy. Mimpinya ketika masih kecil pun menjadi kenyataan. -Dinar Perdana
Brem Laris Jelang Lebaran Puluhan pemilik usaha di Sentral Industri Brem (SIB) di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan panen. Mereka mengaku kewalahan melayani pasar maupun pesanan baik dari dalam maupun luar Madiun. Peningkatan produksi brem terasa mulai memasuki bulan puasa. Produksi rutin sebelumnya diolah oleh setiap pemilik usaha brem antara 30-50 kg beras ketan per harinya. Namun, sejak memasuki Ramadan, produksi mengalami peningkatan antara 50 kg hingga 1 ton beras ketan per harinya. “Peningkatan produksi brem kami rasakan sebelum memasuki bulan Ramadan tahun ini. Sebelumnya, pesanan hanya sebatas dalam Kabupaten/Kota Madiun, Magetan, Ngawi hingga Pacitan, saja. Sekarang ini kami tiap hari harus menyediakan 1 ton beras ketan yang bagus untuk memenuhi permintaan,” tutur Parti (40), pemilik home industri “Duta Rasa” Madiun. Menurut dia, pesanan datang juga dari tetangga kota seperti Nganjuk, Kertosono, Jombang, Bojonegoro, Sragen, Solo hingga Yogya. Untuk 1 ton beras ketan, dapat menghasilan antara 2.000 potong brem ukuran 4x16 cm hingga 2.500 potong brem 4x15 cm berbagai rasa. “Kami menerima pesanan brem sesuai pesanan, baik ukuran maupun rasanya,” ujarnya.
Hal sama juga diungkapkan oleh Parmin (48), pengolah brem “Rumah Joglo”. Produksi brem yang diracik memiliki stok 15 cita rasa, diantaranya stroberi, apel, dan coklat. “Kami tinggal memenuhi pesanan pembeli, mau brem rasa apa? Yang banyak disukai maupun dipesan, rasa original,” katanya. Ia mengaku menjelang Lebaran 2015 ini, “Rumah Joglo” mendapat pesanan tidak hanya dari Kabupaten/Kota Madiun. Tapi juga dari luar Madiun, seperti Jepara, Rembang, Purwokerto dan Bali. Sedangkan luar Jawa, seperti dari Banjarmasin, Kalimantan, Samarinda dan
Balikpapan. “Kebanyakan pemesan langsung pesan brem asli Madiun ke “Rumah Joglo”, karena kami tidak membuka cabang di manapun,” tegasnya. Produksi brem berbagai rasa, kata Parmin, memproduksi 2 ton beras ketan, sebelumnya hanya 50 kg-1 ton beras ketan per hari. Makin banyaknya permintaan, prediksi mendekati lebaran produksi brem bakal terus mengalami peningkatan. Pengalaman dari lebaran tahun lalu para pemudik atau pendatang sangat berminat untuk membeli brem asli Madiun sebagai oleh-oleh. -Ajun Ally
Pekerja membalikan potongan brem saat dijemur di depan rumahnya
22
Sosialita
Edisi 856/6 - 12 juli 2015
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Sejak dilantik menjadi Ketua TP PKK Kota Denpasar, 5 tahun silam, IA Selly D. Mantra mantap melangkah sebagai ibu dari masyarakat Kota Denpasar. Tanggung jawabnya tidak sedikit. Kiprahnya menakhodai berbagai organisasi, menjadikan dirinya memperoleh kesempatan berbuat lebih banyak khususnya bagi masyarakat Kota Denpasar.
Nebeng Mudik Asyik dan Irit Biaya Meski harus melalui kemacetan lalu lintas yang luar biasa untuk bisa mencapai kampung halaman, namun mudik Lebaran lewat jalan darat tetaplah menjadi favorit kebanyakan masyarakat Pulau Jawa. Karena sudah terbiasa maka kebanyakan orang mengaku bisa menikmati suasana ‘bermacetmacet ria’ dalam perjalanan mudik.
M
eski sudah tahu betapa ‘sengsaranya’ perjalanan mudik Lebaran namun tetap saja jutaan orang, khususnya di Jakarta, berbondong-bondong keluar Ibukota. Maka sudah bisa dipastikan seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta akan lengang pada masa Lebaran hingga sepekan kemudian. “Lebaran di kampung halaman lebih nikmat ketimbang di Jakarta. Di kampung, suasana Lebaran sangat kental, silaturahmi dengan keluarga besar juga masyarakat kampung halaman terasa lebih menyenangan,” ungkap Andy yang akan mudik ke Semarang. Sayangnya, ayah satu anak ini, sampai sekarang belum berhasil mendapat tiket kereta api. Tiket yang diinginkannya sesuai cuti Lebaran kantor telah ludes. “Saya sudah usaha tapi belum dapat juga. Saya sibuk kerja jadi nggak sempat memantau tiket terus menerus. Istri juga kerja. Jadi alternatifnya, kalau sampai hari ‘H’ tidak dapat tiket saya minta keluarga di Semarang datang jemput ke Jakarta,” ungkap Andy. Masalah sampai sekarang belum mendapat transportasi untuk pulang mudik seperti kasus Andy juga dialami oleh banyak orang. Sekalipun banyak transportasi disediakan, bahkan ada yang gratis juga, tetap saja tidak mampu menampung membludaknya pemudik. Hal ini disadari benar oleh
komunitas-komunitas nebeng di Jakarta. Karenanya mereka pun menawarkan mudik bareng dengan komunitasnya. Komunitas nebengers.com misalnya, telah menggelar mudik bareng sejak dua tahun lalu. Tahun ini, kata Andreas Aditya, aktivitas penyelenggaraan mudik komunitas ini bertambah dengan menggelar mudik gratis naik bus. “Mereka yang ingin mudik gratis, disediakan satu unit bus donasi dari Express Group. Ada 29 seat yang disediakan bagi yang ingin mudik Jakarta-Yogyakarta (PP) pada 19-20 Juli 2015,” ujar Andreas. Selain mudik gratis dengan bus, Nebengers juga menggelar mudik bareng dengan mobil pribadi para anggota Nebengers yang lain. Ini program seperti biasa, bagi mereka pencari tumpangan mudik yang kebetulan searah dengan pemudik Nebengers, bisa ikut bergabung. Tahun lalu, 50 orang berhasil mudik melalui pertukaran informasi via Nebengers. Meski baru dua tahun menggelar layanan nebeng mudik, namun sesungguhnya layanan nebeng jarak jauh (inter city) semacam ini sudah lama menjadi salah satu layanan komunitas ini. Rutenya adalah JakartaBandung yang diadakan setiap pekan. Komunitas ini didirikan tahun 2011 lalu dan termasuk salah satu komunitas yang perkembangannya sangat pesat. “Inspirasinya dari ibu yang kalau akan ke gereja suka menel-
Andreas Aditya
epon tetangga untuk mengajak bareng naik mobil. Lalu suatu ketika dalam suatu situasi macet, saya ingat itu. Saya pikir kenapa saya nggak kayak ibu saja, ngajak teman pulang bareng. Sejak itu saya pun mulai koordinasi lewat twitter, FB, website, kemudian
berkembang dengan membuat wadah namanya Nebengers,” tutur Andreas. Sampai kini Nebengers telah berkembang juga disejumlah kota antara lain; Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang. Anggotanya pun sudah ribuan orang. Layanannya makin berkembang, di antaranya layanan nebeng hanya untuk kaum wanita, hal ini karena pemberi tembengan wanita hanya mau penumpang yang nebeng juga hanya perempuan. Layanan ‘goes toschool’ yakni layanan tebengan untuk anak-anak sekolah. Yang tak kalah menariknya adalah layanan kurir. “Ini bisa menjadi pekerjaan sampingan. Terinspirasi dari adanya anggota yang punya waktu untuk mengantarkan barang asalkan tempatnya sesuai dengan rute dia,” katanya. SHARING BIAYA PERJALANAN Akan halnya mudik, ini adalah layanan yang baru dua tahun lalu digelar. Tujuannya untuk membantu sebagai alternatif transportasi. Jadi para pemudik yang masih punya seat kosong akan saling sharing, termasuk sharing biaya perjalanan dan giliran nyetir, dengan begitu bisa menjadi lebih ngirit. Pengalaman mudik juga diungkap Dicky, saat pulang mudik dari Jakarta-Malang. “Hari ke-2 Lebaran saya mau pulang mudik via jalur selatan. Trus saya ngetwitt dan mendapat respons dari beberapa orang. Saya juga kasih syarat, setidaknya bisa nyetir, karena maksudnya supaya bisa gantian nyetir, juga kalau bisa jangan bawa barang besar-besar seperti koper. Akhirnya saya dapat tumpangan dua mahasiswa. Mereka
turun di Yogyakarta, sedang saya melanjutkan perjalanan sendiri ke Malang,” tuturnya. Soal biaya, menurut Dicky, dirinya tidak menyebut angka. Namun kedua penumpangnya itu cukup pengertian. Jadi meski tidak diminta patungan, mereka mereka ikut sharing biaya, baik itu saat membeli bensin maupun makan. “Tapi ada juga pemberi tebengan yang sejak awal sudah ngomong soal patungan biaya. Jadi itu sih terserah saja,” tambah Andreas. Bicara soal sharing biaya juga pernah dialami Andreas pada high season Natal beberapa waktu lalu, dengan rute Yogyakarta-Jakarta. “Waktu itu saya cuma share gantian nyetir, bayar tol dan makan malam. Kalau dihitung-hitung, saya cuma keluar uang Rp100 ribu. Padahal biasanya kalau sendiri balik ke Jakarta, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 400 ribu buat tiket kereta api. Jadi dengan nebeng bisa berhemat,” kenangnya. Selain Nebengers, yang juga menggelar mudik bareng adalah nebeng.com. Komunitas tebengmenebeng yang berdiri sejak tahun 2005.ini, sudah sejak lama menyelenggarakan layanan mudik. Dengan adanya layanan ini, kata Sylvia, salah satu pendiri nebeng.com, selain bisa menjalin silaturahmi di antara penebeng dan pemberi tebengan juga bisa mengirit biaya perjalanan mudik karena ditanggung bersama. Soal biaya, tambahnya, memang tergantung kesepakatan. Ada pemberi tebengan yang tidak menetapkan besarnya biaya alias tergantung kerelaan penebeng, tapi ada juga yang sejak awal menyebut soal patungan biaya. Jadi bila oke, maka mereka pun mudik bersama. –Diana Runtu
S
ejak awal, ia sadar tugasnya bukan hanya mendampingi dan memberi semangat sang suami IB Rai D.Mantra sebagai Wali Kota Denpasar, namun mesti rela menancapkan jiwa raganya dan waktunya untuk berkembang bersama-bersama masyarakat Kota Denpasar. Itu terbukti, dengan terobosan di berbagai bidang serta banyaknya penghargaan dan prestasi membanggakan yang ditorehkannya. Menurut perempuan yang dikenal energik ini, sesungguhnya melalui TP PKK yang dikomandaninya, ia mengaku sangat beruntung, sebab di dalam kegiatannya semua sisi kehidupan dapat disentuh. Apakah itu kegiatan pemberdayaan, peduli kesehatan, pendidikan, lingkungan, pendidikan, hingga pengembangan keterampilan dan kepribadian pun ada dan dilaksanakan secara berkala. Apalagi PKK sebagai partner pemerintah, selalu siap melaksanakan kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat secara umum. Karenanya, ia pun tak menyianyiakan setiap kesempatan untuk bergandengan dengan instansi terkait melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan sikap dan contoh yang selalu ditunjukkannya, Selly D. Mantra mampu menggairahkan dan memotivasi seluruh pengurus dan anggota PKK hingga
di perdesaan untuk selalu memiliki harapan dan terus bersemangat bersama – sama membangun keluarga dan Kota Denpasar.
DEDIKASI DAN INOVASI Sebagai istri orang nomor satu di Kota Denpasar yang masyarakatnya heterogen, maka pemikiran yang cerdas dan terbuka pun sangat diperlukan. Bagaimana dirinya sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Denpasar melihat kondisi pengrajin dan segera melakukan langkah –langkah untuk membuka kesempatan menjadi lebih berkembang. “Bersyukur juga suasana yang ada sangat kondusif, semua pihak tanggap, baik itu pemerintah, masyarakatnya , berbagai organisasi wanita dan organisasi sosial lainnya hingga para pengusaha, semua proaktif khususnya di saat ada yang membutuhkan pertolongan,” ucapnya Salah satu inovasi yang telah dilakukannya adalah di gelarnya Pemilihan Duta Endek yang pertama di Bali yang kini sudah menjadi salah satu agenda tahunan Kota Denpasar, “Di program ini, bukan hanya bicara fashion sebatas penampilan, namun lebih jauh didalamnya ada pengembangan dan pelestarian hasil budaya,” tegasnya. Bahkan semua aktivitas terkait mode ini, pelaksanaannya berbasis budaya. “Endek, salah satu
3
IA Selly D. Mantra
Menyatu Sepenuh Hati
produk budaya Bali juga tercatat sebagai produk unggulan Kota Denpasar,” imbuhnya. Untuk urusan anak-anak, ia juga bersyukur sebab ada pelaksa-
naan Bina Keluarga Balita (BKB) , ia sangat terbantu oleh para kader di semua wilayah Kota Denpasar yang loyal. BKB bertujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran peran orangtua serta
anggota keluarga lainya dalam membina tumbuh kembang balita secara menyeluruh dan terpadu, agar anak-anak juga tumbuh optimal dalam kondisi yang sehat, cerdas, dan ceria. Apalagi, yang namanya lansia, masih dalam usia lanjut adalah anugerah. Dikatakannya untuk mereka juga sebagai orangtua kita semua, selain tersedianya kegiatan Posyandu Paripurna, pemerintah juga selain mengupayakan meningkatkan kesejahteraan mereka di samping turut memberikan dukungan dengan menjadwalkan kegiatan khusus, berupa acara tirtayatra bersama setiap tahunnya. “Mereka harus dijaga lahir dan batinnya,” kata Selly yang merasakan kebahagiaan lebih ketika melihat para lansia bukan hanya sehat tapi ceria dalam hidupnya. Begitu juga saat melihat semua penyandang disabilitas, baik itu tunarungu, tunawicara dan yang lainnya, penuh semangat menyambut semua program yang disiapkan pemerintah dan mau belajar mandiri. “Lagi-lagi saya tidak sanggup untuk berbicara, sangat bahagia melihat mereka bukan hanya bisa berprestasi
hingga tingkat nasional tapi juga berhasil mandiri,” katanya. Apalagi saat ini, makin banyak relawan muda yang mau diajak untuk membina kebersamaan tanpa perbedaan.
PENDAMPING LUAR BIASA Ditanya soal semangatnya yang selalu terjaga, pengoleksi endek dan songket ini mengatakan bahwa kekuatan itu muncul begitu dirinya turun ke lapangan. “Dengan melakukan kegiatan yang positif dan member motivasi, secara otomatis pikiran dan tenaga pun ikut menyatu sepenuh hati,” cetus Selly D. Mantra yang biasa mengisi hari liburnya dengan blusukan ke berbagai pelosok Kota Denpasar menengok mereka yang memerlukan bantuan ini. Selain itu katanya, rahasia energinya selama seolah tidak ada habisnya, sekaligus juga menjaga semangatnya adalah karena memiliki pendamping yang luar biasa, Wakil Ketua TP PKK yang juga Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Darma Wanita Persatuan Ny. Kerti Rai Iswara, yang selalu siap dan merelakan waktunya untuk berdiskusi, koordinasi serta berbagi tugas dan pekerjaan. -ard
4
Inspirasi
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Si Nyoman Adnyana
Menjaga Tradisi “Ngaturan Ayah ring Betara Rare Angon” Bermain layang-layang merupakan salah satu kegemaran mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Layang-layang terbang tinggi menarinari ditiup angin. Bagi orang Bali, layanglayang bukan sekedar benda karena layanglayang diyakini memiliki dewa yang disebut Rare Angon.
“T
ahun 1986, penggemar layang-layang di Bali bekerja sama dengan Fakultas Sastra Universitas Udayana mengadakan seminar de ngan tema sejarah layang-layang Bali. Bagi masyarakat Bali, layang-layang bukan sekadar mainan yang diterbangkan dengan seutas tali. Menurut cerita rakyat, layang-layang memiliki tulang, badan, bahkan roh yang dikenal dengan Ida Betara Rare Angon,” ungkap Si Nyoman Adnyana, salah satu tokoh layang-layang Bali. Pria yang lahir 15 April 1935 ini menuturkan seminar berangkat dari minimnya referensi yang lebih detail tentang layang-layang dan Rare Angon. Kebanyakan referensi didapatkan dari luar negeri yang menyatakan layang-layang berasal dari Tiongkok lalu menyebar ke Jepang, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Dalam Ensiklopedia Indonesia layang-layang didefinisikan sebagai alat terbang yang diikat dengan benang dan menunjang dirinya sendiri beserta benang berkat gaya aerodinamik dari gerakan relatifnya angin. Masyarakat Bali pada masa lalu mempercayai pada musim layang an setelah panen di sawah, Rare Angon turun ke bumi diiringi tiupan sunari, pertanda memanggil angin. Rangkaian kegi atan
S i
alami dan sederhana ini juga menjadi penanda rasa syukur kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa atas karunia berupa padi yang membawa ke sejahteraan bagi manusia. Tradisi ini berlangsung turun temurun mulai dari layang-layang berbahan tali rami dan pelepah pisang hingga kini berbahan kertas, plastik dan yang lainnya serta menggunakan tali plastik. “Layang-layang tradisional Bali ada tiga jenis, Bebean, Janggan, dan Pecukan. Seiring perjalanan waktu, orang makin kreatif membuat layanglayang sehingga layang-layang bisa eksis sampai sekarang,” ujar pria yang sudah berkunjung ke banyak negara untuk memperkenalkan layanglayang tradisional Bali ini dan menjadi saksi mulainya Lomba Layang-layang Bali sejak tahun 1979. Ketika itu, Adnyana yang bekerja di Dinas Pariwisata Badung mendapat tugas dari Gubernur Bali IB Mantra untuk mengadakan event layanglayang yang bertujuan menjaga tradisi Bali. Event ini bekerja sama dengan masyarakat Bali pecinta layanglayang dan lokasinya di persawahan Subak Tanjung Bungkak, Denpasar. Event pertama kali dikaitkan juga de ngan
N y o m a n
A d n y a n a
Mandalika
Berbagai kegiatan diselenggarakan instansi pemerintah maupun swasta di Nusa Tenggara Barat khususnya di Mataram, dalam menyambut dan memeriahkan ibadah di Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Seperti, acara buka bersama juga kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan ibadah di bulan seribu hikmah ini.
S
Pesta Kesenian Bali (PKB) pertama, HUT Kemerdekaan RI, HUT Puput an Badung, dan HUT Provinsi Bali. Animo masyarakat sangat luar biasa karena menjadi salah satu upaya untuk ngaturan ayah ring Betara Rare Angon. Hingga kini, event tetap diselenggarakan. Kategorinya layangan tradisional dan kreasi baru. Pesertanya tak hanya masyarakat Bali tetapi ada juga pecinta layanglayang dari luar Bali dan luar Indonesia. “Teman saya dari Prancis sudah menghubungi saya. Dia bilang akan hadir di Lomba Layang-layang tahun 2015 ini,” kata Adnyana. LAYANGAN KNOCK DOWN Adnyana mengenal layang-layang sejak karena lingkungan masyarakat di Sempidi merupakan penggemar layang-layang. Hampir semua banjar memiliki layang-layang ber ukuran besar. Kecintaannya pada tradisi ini terus terbawa hingga tua. Ia mempelajari cara pembuatan layang-layang secara otodidak. “Saya bersyukur bisa berkunjung ke ba nyak negara untuk memperkenalkan layang-layang tradisional Bali. Saya juga mendapat banyak pengalaman selama bergaul dengan komunitas layang-layang dari mancanegara. Salah satunya adalah, layang-layang di Bali identik dengan kelompok besar, misalnya seka layangan. Di luar negeri, lebih banyak personal. Kadang ada yang terdiri dari suami-istri saja. Mereka ini termasuk ke lompok kecil. Namun, dari semua itu saya temukan bahwa kecintaan terhadap layang-layang menjadi bahasa yang bisa mempersatukan kelompok besar dan kelompok kecil,” ujar suami Si Luh Putu Arga, SKM ini.
Pengalaman yang terlupakan bagi ayah dari Paramita Adnyana, Yudistira Adnyana, dan Larasati Adnyana ini ketika tahun 2000 dinobatkan sebagai The Best Kite Flayer di Festival Layang-layang di Kalifornia. Ketika itu ia menaikkan layang-layang dengan menggunakan pakaian adat Bali. Ia bersama koleganya juga pernah unjuk kemampuan menaikkan layanglayang berbahan ental di Festival Layang-layang di Prancis. Membawa layang-layang tradisi onal Bali ke luar negeri ternyata bukan perkara mudah. Adnyana harus menyiasati layangan yang memiliki ukuran 4 hingga 5 meter agar bisa naik pesawat. “Waktu ikut Festival di Kanada, saya mendapat pengalaman yang juga berkesan. Dari Vancouver ke Toronto, tidak bisa membawa layangan besar. Saya harus mencari akal. Akhirnya layangan dibongkar dulu. Sejak saat itu saya selalu membawa layangan yang bisa bongkar pasang (knock down) kalau ke luar negeri. Ini lebih praktis,” ujarnya. Dari kegemarannya mengurus layang-layang, Adnyana menemukan kepuasan batin. Ia teringat pesan IB Mantra yang mengatakan kalau bukan kita orang Bali yang menjaga tradisi, siapa yang akan melakukannya. Niat yang tulus untuk ngayah kepada Betara Rare Angon membuatnya menemukan konsep tentang Rare Angon. “Rare itu anak-anak, angon itu bisa diartikan pekerjaan. Kalau diartikan Rare Angon itu pekerjaan yang berhubungan dengan anak-anak. Makna yang tersirat,
anak-anak itu kalau melakukan sesuatu pasti tulus iklas. Tidak ada tendensi apa-apa selain keceriaan, kegembiraan. Jadi menurut saya, Rare Angon itu berkaitan dengan kegembiraan yang dilatarbelakangi rasa tulus iklas,” ungkapnya. Selain gemar layang-layang, Adnyana juga seorang atlet. Tahun 1960 ia ikut PON di Bandung dan meraih medali perunggu di cabang lompat galah. Selanjutnya ia beralih ke olahraga tenis lapangan. Karena sering menjadi juara, ia pun didapuk untuk menjadi pelatih. Hingga usia 70 tahun, ia masih sering bermain tenis. Namun, sejak setahun silam, Adnyana mulai mengurangi kegiatan olahraga karena terkena stroke. Kepada para penggemar layanglayang Adnyana berpesan agar mereka tetap menjunjung semangat kebersamaan tetapi tidak boleh arogan. Misalnya, ketika membawa layangan besar di jalan raya harus menghormati juga pengguna jalan lainnya. “Satu hal yang juga penting, jangan main layang-layang dekat SUTT 150.000 Volt. Kalau kabel kena tali, bisa kesetrum dan pasokan listrik Bali bisa padam. Di satu sisi layang-layang merupakam bagian dari tradisi sedangkan listrik bagian dari teknologi. Mari berjalan bersama-sama tanpa saling merusak atau mengganggu. Naikkanlah layang-layang di tempat terbuka yang tidak ada lintasan kabel, mi salnya di tepi pantai. Kalau sudah senang, semua akan terasa meng asyikkan,” tandasnya. -Ngurah Budi
“Layang-layang tradisional Bali ada tiga jenis, Bebean, Janggan, dan Pecukan. Seiring perjalanan waktu, orang makin kreatif membuat layang-layang sehingga layang-layang bisa eksis sampai sekarang”
21
Pemprov NTB Gelar Kompetisi Baca Al-quran
elain itu, Safari Ramadhan juga dilakukan khususnya oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ke seluruh wilayah NTB. Sebagai gubernur yang juga seorang ulama, Majdi
Anak-anak bermain layang-layang
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
turun ke daerah-daerah untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan ceramah Ramadhan kepada masyarakatnya. Hal ini menjadi salah satu bentuk upaya gubernur mengajak masyarakat NTB untuk meningkatkan ibadah
Para PNS dan karyawan yang menjadi peserta STQ Korpri X tahun 2015
bagi masyarakat khususnya dalam mendengarkan ceramah-ceramah yang mengandung nilai-nilai kebaikan. Tidak hanya masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB juga mengerakkan para pegawai dan
karyawan di NTB untuk berlombalomba melakukan ibadah di bulan penuh berkah ini dalam kompetisi membaca Al-quran. Tidak kurang dari 48 orang yang terdiri dari peserta dari SKPD kabupaten/kota sebanyak 18 orang, SKPD provinsi
NTB sebanyak 26 orang, instansi vertikal BPS dan BI ada 2 orang, dan BUMN (PLN) sebanyak 2 orang, menjadi peserta untuk memeriahkan bulan Ramadhan tahun ini, dalam STQ Korpri X tahun 2015. -Naniek I. Taufan
Penting Tingkatkan Pemahaman Al-qur’an
Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, menyerahkan santunan kepada masyarakat saat turun ke berbagai daerah di NTB dalam kegiatan Safari Ramadhan
STQ yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja lingkungan Pemerintah Provinsi NTB pada 30 Juni hingga 2 Juli lalu ini secara resmi dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga seorang ulama. Kegiatan ini menjadi bagian dari “cara menikmati” bulan Ramadhan yang berkualitas. Hal ini disampaikan oleh gubernur untuk menyemangati para peserta. “Cara menikmati Ramadhan adalah dengan melakukan amal sholeh, salah satunya yaitu memahami Al-qur’an. Beragama itu harus berdasarkan kepahaman maka keberagamaan akan membawa kita kepada kemajuan. Jika kita mampu membaca alqur’an dengan baik, maka kita mampu untuk memahaminya dengan baik,” ungkap Gubernur. Menurutnya, orang yang mendapatkan kemuliaan secara utuh adalah orang yang menjalankan agama dengan kepahaman, untuk itu meningkatkan pemahaman akan Al-qur’an, menjadi
sangat penting nilainya. Bagi pegawai yang beragama Islam, kegiatan keagamaan seperti ini, lebih-lebih di bulan Ramadhan, menjadi kegiatan positif yang banyak manfaatnya. Gubernur berharap kepada para PNS bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam pelaksanaan tugasnya perlu mempersenjatai dirinya tidak hanya dengan kemampuan kognitif tetapi perlu juga kompetensi emosional dan spiritual
yang baik. Kompetensi spiritual dan emosional tidak bisa diperoleh hanya dengan gelar atau sekolah, namun diperoleh juga dengan penghayatan dan pemahaman Al-qur’an. “Dengan kemampuan spiritual dan emosional yang baik maka ASN dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” ujarnya. Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Korpri Provinsi NTB, Drs. H. Hendro Kartiko, M.Si., bahwa tujuan diadakannya STQ Korpri X tahun 2015 supaya setiap anggota Korpri yang beragama Islam dapat memahami, mengkaji, dan melaksanakan isi Al-qur’an serta dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT sesuai dengan visi pemerintah NTB mewujudkan masyarakat NTB yang beriman, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera. Hadir sebagai tim penilai yang disebut Dewan Hakim adalah anggota LPTQ Provinsi NTB yang dikukuhkan oleh Gubernur NTB. Dewan Hakim memiliki tugas untuk menilai peserta, menetapkan pemenang, dan mengumumkan pemenang berdasarkan fokus penilaian terhadap Tajwid, Fashahah
Pengukuhan Dewan Hakim (Tim Penilai STQ)oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi
(fasih), suara dan irama lantunan ayat suci Al-quran yang dibacakan peserta. Tampil sebagai Juara I kategori putera adalah Usman A. Aziz utusan dari Kabupaten Dompu, Juara II Ahmad Sukri dari Kabupaten Sumbawa, Juara III Putra dari Kabupaten Lombok Tengah. Syaifullah utusan Kota Bima sebagai Juara Harapan I, Abubakar, utusan Kabupaten Bima sebagai Juara Harapan II dan Suhaimi utusan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB sebagai Juara Harapan III. Sementara itu untuk kategori Putri tampil sebagai Juara I Supriati utusan dari Kabupaten Lombok Barat, kemudian secara berturut-
turut, Misdar dari Kabupaten Bima Juara II, Azizah Latifah dari Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Juara III, Jumhuriatin dari Kabupaten Dompu sebagai Juara Harapan I, Sri Astuti utusan Kota Bima sebagai Juara Harapan II, dan Khadijah utusan dari Biro Kesra Provinsi NTB sebagai Juara Harapan III. “Saya rasa ini bukanlah akhir, tapi awal yang baik, senantiasa terus tingkatkan kualitas dan pemahaman akan Al-quran. Masih ada kompetisi selanjutnya dan persiapkan diri untuk mengikuti kompetisi berikutnya,” kata H. Muh. Amin, Wakil Gubernur NTB, saat menutup kegiatan sekaligus menyerahkan hadiah kepeda para juara. -Naniek I. Taufan
Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, menyerahkan hadiah kepada para pemenang STQ Korpri X tahun 2015
20
Inspirasi
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Disperindag Kota Denpasar
Bekali Pengusaha Strategi Meningkatkan Daya Saing Produk Ekspor
Daya saing produk lokal menjadi perhatian, ketika pemerintah ingin adanya pe ningkatan angka ekspor. Berbagai upaya pun dilakukan untuk pengembangan ba rang ekspor di Kota Denpasar. Salah satunya, Sosialisasi Pengembangan Informasi Peluang Pasar Luar Negeri dengan tema “Strategi Peningkatan Ekspor Melalui Upaya Peningkatan Daya Saing Ekspor” yang diikuti kalangan pengusaha ekspor Kota Denpasar, Selasa (30/6) di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar,
H
Enik dan Mery
al ini diperlukan un tuk memperkuat posisi tawar para eksp ortir, agar tercipta ruang bagi mereka untuk memperbaiki efisiensi maupun unggulan ekspor di tengah perda gangan bebas. Salah satu program yang dilaksanakan kali ini. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perin dustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagang an Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Ekspor Impor. A.Ag.A. Kartika Dewi, S.E. Dikatakan oleh Wayan Gatra, bahwa pelaku pengusaha harus siap dengan strategi. Bisa saja kesamping dulu untuk kemudian mencari jalan ke depan. Ekspor ini penting untuk bisa berkiprah
pangsa ekspor di pasar utama, dengan memperluas pangsa pasar ekspor di pasar prospektif dan hubungan perdagangan interna sional. Misalnya dengan program misi dagang ke negara-negara Afrika Selatan, Amerika Latin, Eropa Timur, Asia Selatan dan Timur Tengah, termasuk melaku kan penguatan citra Indonesia melalui promosi dan nation branding disertai diplomasi perdagangan untuk membuka akses pasar dan mengurangi hambatan di negara tujuan ekspor serta mengaman kan pasar dalam negeri. Selain itu Lulu Husein juga mempersilakan para eksportir di Kota Denpasar untuk membuat company profile sesuai dengan spek produknya dengan menu
Selanjutnya untuk menciptakan daya saing ekspor, Budiman Sutris no sebagai seorang praktisi yang juga desainer produk senior mema parkan berdasarkan pengalamannya perihal beberapa hal yang sangat penting diketahui sebagai landasan dalam sebuah strategi baru. Pertama, memiliki pengetahuan mengenai pasar yang akan kita masuki. Baik itu ekonomi, politik juga peraturan negara tujuan pasar. Mengintip selera budaya dan gaya hidupnya. Kedua, pengetahuan akan siapa dan bagaimana saingan kita di pasar yang akan kita masuki. Siapa saja mereka dan dari negara mana serta bagaimana kualitasnya. Ketiga, mengetahui semua kekurangan atau kelemahan diri. Misalnya dalam hal inisiatif, perha tian kepada detil pekerjaan. Juga kurangnya informasi pasar. Tidak
liskan ingin mencari buyer Selan jutnya, segera mengirimkannya ke kementrian sub perwakilan dagang luar negeri melalui in ternet. Berikutnya Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Bali, I Made Swastika, mengata kan bahwa barang ekspor dike lompokkan menjadi : barang yang bebas ekspornya, yang diatur, yang diawasi ekspornya dan yang
dilarang. Ekspor, jelasnya dapat dilaku kan oleh setiap perusahaan atau perorangan dengan catatan telah memiliki SIUP, Ijin usaha dari Departemen Teknis atau lembaga Pemerintah Non Departemen, dan memiliki juga TDP. Made Swastika juga dengan terbuka menyatakan siap membimbing siapa saja produsen yang ingin menjadi seorang eksportir.
Budiman
Gatra
Lulu Husein
Made Swastika
lupa meningkatkan kemampuan teknis dan efisiensi tenaga kerja serta waktu produksi. Perlu ada komitmen, komunikasi termasuk laporan perkembangan pekerjaan lengkap dengan servis terbaik. Biasakan sampaikan progres ekspor tanpa ditanya, disamping menjaga desain sebagai ujung tombak bisnis termasuk urusan packing-nya. Pada kesempatan tersebut Budiman juga memberika catatan strategi terbaik untuk bersaing di pasar dunia. Di antaranya: - Jadilah inovator atau pencipta bagi produk yang akan dipasar kan , hingga bisa memiliki waktu lebih panjang untuk memasar kannya dan dengan harga yang lebih baik. - Usahakan bekerjasama dengan desainer produk demi mencip takan karya yang inovatif sesuai
-
-
-
-
tujuan pasar. Tidak sekadar untuk keindahan tapi juga konsep pan dai dari produk yang dipasarkan. Bekerjalah secara profesional. Jangan menawarkan desain yang telah ada atau meng-copy dari tetangga, sebab bisa men jatuhkan harga jual akibat saling bersaing. Untuk desain juga harus diper hatikan ketika memulai mem buat adalah fungsinya. Ketika ekonomi dunia seperti ini, me reka lebih suka membeli barang yang punya fungsi ketimbang barang hanya sebagai hiasan. Jangan menjadi follower, karena jenis usaha ini memiliki peluang waktu lebih sedikit untuk me masarkan, sebab akan berisiko menghadapi klaim. Carilah keunikan tersendiri ter utama dalam penggunaan bahan,
Sakit di Kepala, Kaki yang Diobati
“S
Suasana sosialisasi
karena kita kaya akan beragam bahan baku, dari tumbuhan sampai batu-batuan. Dengan tetap menjaga lingkungan. - Buat nilai tambah pada setiap produk yang dihasilkan, seperti memperhalus detil , menambah kombinasi material dan me nyajikan dalam kemasan yang dapat menunjang nilai. Lengkapi sistem produksi dengan alat bantu canggih yang bisa meri ngankan pekerjaan. - Bekerja jujur dan memegang komitmen agar selalu dipercaya buyer. Berikan mereka servis maksimal. Ketika buyer datang, kita harus tahu jenis produk atau barang apa yang diminta. Jangan menawarkan sesuatu yang tidak diminta, untuk meng hadirkan kesan kita paham apa yang mereka inginkan. “Hal kecil ini lainnya yang juga perlu mendapat perhatian bagi
yang terjun di dunia ekspor adalah persoalan kalender. Sebab di Bali seringkali ada upacara, sebaiknya sebagai seorang eksportir, ber sedia mengirimkan kalender Bali ke semua buyer, agar ke depan nya tidak ada problem,” tegas Budiman. Mendengar paparan ketiga narasumber dalam sosialiasi terkait informasi bidang ekspor terse but, salah seorang peserta yakni Mery Cristina dari Pacific Express Cargo, mengaku senang menda pat undangan untuk menambah pengetahuan dan informasi serta pengalaman menariknya Budiman yang sudah malang melintang di bisnisnya. Peserta lain, Marie Enik pemilik MGM Bali Carpenter di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai ini, mengaku kehadirannya kali itu untuk mendengar maupun sharing info terbaru di samping ia merasa perlu men-charger otaknya-agar terus up date. -ard
5
Baby Jim Aditya
Meski informasi bahaya HIV/AIDS sudah de mikian gencar disosialisasikan, namun tetap saja orang melakukan prilaku seks tak aman. Faktanya informasi yang melimpah, tidak bisa serta-merta mengubah prilaku. Hal ini mem buat heran Baby Jim Aditya, aktivis HIV AIDS yang juga seorang peneliti prilaku seksual.
di dunia. Harap annya, kegiatan yang dilaksana kan pemerintah Kota Denpasar ini mampu mem berikan arahan kepada eksportir untuk bertahan, berkembang dan terus berseman gat meningkatkan usahanya mengh adapi perdagang an bebas. Menyadari pentingnya akses pasar pengusaha Indonesia di luar negeri, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Lulu Husein berbicara tentang mengamankan
Upaya Penciptaan Daya Saing Ekspor
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
aya benar-benar heran ya, kok orang sudah tahu adanya informasi (HIV/AIDS) itu, tapi tetap saja prilaku (seks tidak aman)-nya tidak berubah. Dari hasil penelitian bertahun-tahun, dari hasil pengamatan dan turun ke lapangan, saya menemukan bahwa prilaku itu susah diubah, meski informasi sudah demikian banyak digelontorkan. Banyak orang beranggapan kalau orang sudah mendapat informasi, prilaku akan berubah, menurut saya itu adalah pandangan sempit. Karena faktanya adalah belum tentu terjadi demikian,” tegasnya. Pandangan seperti itu juga ter gambar dari pendekatan-pendeka tan pencegahan dan penanggu langan epidemi HIV/AIDS yang hanya mengutamakan penyebaran informasi. “Prilaku itu tidak akan berubah hanya dengan menambah informasi,” ucapnya. Seharusnya selain melakukan penyebaran infor masi, juga harus dilakukan cara-cara lainnya,misalnya dengan pendamp ingan pada mereka yang berisiko tinggi secara terus-menerus untuk mengurangi risiko. Apa yang menjadi kekhawatiran Baby memang sangat beralasan. Karena faktanya, jumlah penderita
HIV/AIDS di Indonesia terus ber tambah, padahal sosialisasi begitu gencar dilakukan.Apa yang terjadi di Indonesia ini juga menjadi per hatian United Nation Program on HIV/AIDS (UNAIDS) yang lantas memberi ‘rapor merah’ pada Indo neia pada 2014 lalu. Betapa tidak, jumlah pasien baru meningkat hingga 47% sejak 2005. Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang memiliki penderita HIV terbanyak setelah China dan India. “Jadi yang terjadi adalah iba rat sakit di kepala tapi kaki yang diobati, makanya nggak sembuhsembuh. Angka itu kan yang ter data, tapi yang tidak terdata bisa jadi lebih banyak lagi,” tutur peraih Inspiring Woman Award 2007, ini. Bicara tentang prilaku seksual tak aman para lelaki membuat Baby tak habis-habisnya mengge leng kepala. Sekarang ini katanya, terjadi pergeseran. Selama ini kebanyakan orang berpikir mereka yang berisiko tinggi hanya para pekerja seks. Orang lupa, justru yang juga berisiko tinggi adalah lelaki pengguna pekerja seks yang jumlahnya berdasarkan data seki tar 6,7 juta orang. “Mereka ini justru lebih ber bahaya karena jumlahnya sangat banyak, berlipat-lipat dibanding
pekerja seks. Mereka menularkan kepada pasangan seksnya sep erti istri, pacar, selingkuhan, dll. Bayangkan kalau laki-laki itu (6,7 juta) punya pasangan seks lima, jadi berapa jumlahnya yang tertu lar? Ini sungguh berbahaya karena kini epidemi HIV/AIDS justru mulai terkonsentrasi kepada kelompokkelompok yang kita pikir baik-baik saja, yakni kelompok ibu rumah tangga. Ini apa artinya? Kita tidak perlu menjadi orang cerdas untuk berpikir dan memahami bahwa ka lau istri tertular berarti itu prilaku seks tak aman suaminya, kan?” paparnya. DARI LOKALISASI PELACURAN Bercerita tentang HIV/AIDS hingga prilaku seks tak aman para lelaki hidung belang, Baby memang fasih. Maklum saja dia menggeluti itu selama berpuluh tahun. Untuk memperdalam pengetahuannya, ia juga mengikuti berbagai kon ferensi, training juga seminar di luar negeri. Dia memulainya sejak tahun 80-an, ketika belum banyak orang ‘ngeh’ tentang HIV/AIDS, Baby Jim Aditya justru sudah ‘melek’ penyakit berbahaya itu, termasuk ancaman epideminya. Salah satu sumber informasinya kala itu ada lah majalah hiburan luar negeri di antaranya; Rolling Stones dan Bilboard. Baby ketika itu adalah penyiar sebuah radio yang terkenal di Ibukota. “Dulu kan belum ada internet, dsb, jadi untuk referensi kami ber langganan majalah luar seperti Roling Stones dan Billboard. Dari situ selain kami menyusun chart lagu juga disana ada macam-macam informasi. Termasuk tentang Rock Hudson, Freddy Mercury, juga
Baby Jim Aditya terima penghargaan
kiprah Liz Taylor. Dari informasi majalah dan lain-lain saya menjadi tahu adanya penyakit ini,” ungkap ibu dua anak ini. Selain sebagai penyiar radio, Baby juga aktif di ‘Teater Koma’. Untuk pendalaman peran, terka dang ia mengunjungi lokalisasi pelacuran untuk memotret dari dekat kehidupan di sana.. Dia juga mengobrol dengan pekeja seks dan orang-orang yang terlibat dalam kehidupan di lokalisasi itu. Dari awalnya hanya untuk pendalaman peran sebagai aktris, ia menjadi tertarik mengamati pri laku orang-orang yang bergelut di bisnis ini. “Saya orang yang sangat menaruh perhatian pada prilaku manusia, terutama prilaku seks, karena itu sangat berhubungan dengan kemunafikan kita,” ucap Baby yang meraih puluhan peng hargaan dari dalam dan luar neg eri dari kiprahnya puluhan tahun
Penelitian “Pelor” Baby beruntung, keterlibatan nya dalam bidang penanggulangan HIV/AIDS mendapat dukungan sep enuhnya dari keluarga, khususnya sang suami, Jim Aditya. Di tambah lagi minatnya pada ilmu psikologi, khususnya dalam mengamati pri laku seksual, membuatnya terus memperdalam ilmu. “Sedari awal saya tidak khawatir berkecimpung di bidang ini (sebagai aktivis) karena saya banyak belajar dan sampai sekarang pun masih sekolah (program doktor Univer sitas Indonesia). Karena saya pikir, kalau kita membiarkan diri bodoh akan gampang terombang-ambing oleh sesuatu yang keliru. Kalau kita punya pengetahuan, referensi, pen galaman, aktif di lapangan, bisa main di segala aspek. Soal teori-teori saya tahu, temuan-temuan bah kan yang terbaru, saya juga tahu. Begitu pula kesulitan-kesulitan di
lapangan, karena setiap hari saya di lapangan di mana orang tidak mau berubah,” tutur Baby yang hampir menyelesaikan program doktor-nya di Universitas Indonesia. Sejak tahun 2010, kata Baby, ia mengambil program doktornya dan aktif melakukan penelitian ke pen jara-penjara tentang prilaku seksual. Penelitian yang sedang digarapnya adalah berkaitan dengan ‘makna hidup, narapidana dan HIV/AIDS’. Baby khusus melakukan penelitian pada narapidana yang memiliki ‘manik-manik’ pada kemaluannya. Istilah “manik-manik”, kata Baby, dikenal di kalangan orang penjara. “Manik-manik” atau juga disebut “pelor” adalah sesuatu yang dibuat dengan bahan sikat gigi yang dibentuk menjadi bulatan seperti permen mentos. “Pelor-pelor” itu disisipkan ke bawah kulit kemaluan napi itu dengan menggunakan sikat
Baby sedang penyuluhan di penjara
gigi yang sudah ditajamkan. “Untuk kepentingan penelitian saya mewawancarai mereka (napi yang memiliki “pelor”) bahkan memotretnya.Tujuan mereka untuk kepuasan seks, dsb. Berarti kalau mereka punya prilaku seperti itu, artinya, secara seksual mempunyai petualangan seks. Yang kasihan
perempuannya, pasti akan menga lami perlukaan besar karena tajam. Tidak tanggung-tanggung lho, malah ada napi yang ternyata punya tu juh “pelor”, itu saya temukan di LP Gorontalo. Makanya, biasanya napi yang punya ‘pelor’ seperti ini punya istri lebih dari satu atau ser ing kawin cerai karena istri tidak
sebagai aktivis HIV/AIDS. Hasil temuannya di lapangan, plus adanya informasi tentang epidemi HIV/AIDS membuatnya makin tertarik untuk tahu lebih banyak lagi. “Tahun 1983, saya dan mas Jim (suami Baby-red), dulu kami masih pacaran, sempat membahas tentang Liz Taylor yang kabarnya akan melakukan tur ke Asia dan akan mampir ke Singapura. Kami ingin mendatang kan Liz ke Indonesia untuk bicara masalah ini. Mas Jim mendukung, lalu kami menghubungi berbagai pihak untuk menggalang dana. Tapi yang terjadi malah diketawain. Kata mereka,’Ngapain sih lu, Indonesia tuh tidak mungkin ada epidemi HIV/AIDS, kita kan negara be ragama..bla..bla..bla.’ Akhirnya rencana itu gagal. Nah sekarang lihat seperti apa?” ungkap penulis buku ‘Dari Cakalang Pampis Sampai Cabe-Cabean’ ini. -Diana Runtu tahan dengan prilaku suaminya,” ungkapnya. Kembali ke soal penanggulangan HIV/AIDS. Menurut Baby, jika pola penanganan HIV/AIDS tidak diubah atau masih seperti sekarang, jangan heran kalau penyakit ini makin merajalela. Yang terjadi sekarang, dalam pandangan Baby, banyak orang bikin project tanpa peduli apakah project-nya ini akan efektif, efisien, atau tidak. Yang penting bagi mereka project itu ada dananya. “Mengutip kata Albert Einstain, ’Kalau Anda melakukan hal yang sama berulang-ulang tapi Anda mengharapkan hasil yang berbeda, itu namanya Anda gila! Nah, di Indonesia ini ada banyak sekali kegilaan yang disengaja dan dibiarkan berulang-ulang. Kita ini sudah terlena puluhan tahun se jak HID/AIDS resmi diumumkan di sini. Itu artinya sekitar 28 tahun lalu. Sekarang ini sudah nyata pergeser annya, semakin banyak perempuan yang terinfeksi pasangan sendiri,” tegasnya dengan nada gemas. –Diana Runtu
6
Laba Dwikarini
Tak Menunggu Kaya untuk Berbagi Terenyuh dan galau selalu menyelimuti nurani keibuan sosok ibu muda yang memiliki nama lengkap Ni Made Laba Dwikarini, SST, M.Si. ini. Rasa tersebut hampir selalu dirasakan ketika melakukan tugas dinas terjun ke lokasi kantong-kantong kemiskinan di wilayah Kabupaten Karangasem.
P
Women on Top
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
erempuan berusia 35 tahun ini selalu menemukan balita kekurangan gizi dan perawatan yang jauh dari layak karena didera kemiskinan. Tatapan mata balita yang kosong itu terus terbayang dan menginspirasi Laba untuk ikut turut mengurangi beban berat balita miskin itu. Fenomena berbagai kemiskinan lainnya juga kerap dijumpai ketika menjalankan misi kemanusiaan dari instansi tempatnya bekerja. Rasa kemanusian ibu tiga anak ini muncul dan ingin berbuat sesuatu agar perlahan mengikis kemiskinan di bumi lahar. Sekretaris Camat Karangasem ini sadar ia tidak bisa sendirian. Ia berdiskusi dengan teman-temanya hingga pada 1 April 2015 terbentuk komunitas peduli balita keluarga miskin yang diberi nama Save the Toddler Community (STC). Laba pun ditunjuk sebagai ketua STC dan dibantu oleh pengurus lainnya. Hanya baru hitungan hari melalui berbagai media sosial, STC telah bergerak bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dari kalangan medis diantaranya dokter, bidan, petugas gizi, donatur dan pihak kompeten lainnya. Menurut Laba, sumber dana STC murni dari donasi para donatur
yang disumbangkan secara rutin minimal Rp 20.000/bulan. Dari donasi yang terkumpul saat ini, banyak donatur yang berdonasi melebihi dari jumlah minimal dan sebagian sudah menyumbang per semester bahkan tahunan. Ia menambahkan, akan sangat selektif dalam penyaluran bantuan. “Gerakan STC bukan tanpa arah, visinya memberikan kesempatan kepada balita untuk mendapatkan pemenuhan gizi yang baik. Misinya memberikan bantuan makanan bergizi bagi balita dari keluarga kurang mampu, mengedukasi/membina orang tua balita tentang pola hidup bersih dan sehat, mengedukasi orang tua balita tentang pentingnya pendidikan pendidikan usia dini, memfasilitasi balita dari KK miskin untuk mendapatkan pelayanan dari instansi terkait seperti Puskesmas, pemerintah, atau instansi/lembaga lainnya,” ujar Laba. DARI LUAR KARANGASEM Jumlah anggota yang ikut bergabung bersama STC saat ini sekaligus menjadi donatur baru mencapai 90 orang. Donatur komunitas ini tidak hanya dari wilayah Kabupaten Karangasem bahkan ada beberapa donatur dari luar Kabupaten Karangasem dan Bali. Meskipun termasuk baru, sebagai
sebuah lembaga sosial STC minimal telah menyusun program jangka pendek diantaranya memberikan bantuan pendampingan makanan bergizi secara berkelanjutan kepada balita yang memenuhi syarat minimal selama 3 bulan dan dapat diperpanjang kembali dilihat dari keadaan balita dan kondisi perekonomian keluarganya. STC juga memberikan bantuan pendampingan snack bergizi minimal sebulan sekali kepada anakanak PAUD yang ada di daerah terpencil. Program jangka panjangnya STC membuat cabang kepengurusan di kecamatan atau kabupaten lainnya untuk memperluas area pemberian bantuan dan untuk meningkatkan penggalangan dana dari donatur dan stakeholder yang bisa diajak bekerjasama. Nantinya STC dapat memberikan bantuan pendampingan kepada balita di luar Kabupaten Karangasem. Setelah terbentuk, STC sudah memberi bantuan untuk 3 balita cacat fisik 3 di Desa Seraya Timur, 4 balita gizi kurang di Desa Seraya Timur, Desa Bukit dan Desa Seraya Barat, 5 balita yatim-piatu di Desa Tumbu, Desa Bukit dan Desa Seraya Barat, PAUD Kuncup Mekar Lestari di Dusun Bukit Catu Desa Seraya Timur, PAUD di Dusun Selalang Desa Seraya Barat dan PAUD Lila Taman Sari, Br Ujung Tengah Desa Tumbu. “Pemberian bantuan akan menyebar ke wilayah lain apabila jumlah donasi terus meningkat. Kami berharap masyarakat mau membantu kehidupan orang-orang di sekitarnya khususnya anak-anak dan balita miskin. Tidak harus menunggu kaya untuk bisa berbagi dengan sesama,” ujar istri Ketut Suardana ini. Laba menegaskan lebih spesifik sasaran penerima bantuan dari STC terhadap balita KK miskin diutamakan tidak sedang menerima bantuan program serupa dari pihak lembaga pemerintah/swasta lainnya. Bantuan juga disasar bagi PAUD daerah terpencil yang tidak memungut bayaran kepada peserta didiknya. STC awal bulan Juni lalu sasaran bantuan kepada PAUD Bukit Catu Desa Seraya Timur berupa sikat gigi, pasta gigi dan mengajarkan cara menggosok gigi
Gebyar Budaya Bali 2015
Paguyuban Teruna-Teruni Bali 2014 berhasil menghelat event Gebyar Budaya Bali 2015. pada tanggal 13-14 Juni 2015 di Krisna Gallery & Resto Denpasar. Ini adalah ajang dengan tiga macam kegiatan perlombaan, lomba lagu pop Bali (tingkat SMP dan SMA/ SMK), lomba fashion show busana casual kain tradisional Bali (tingkat SMP dan SMA/ SMK), dan Instagram Video Competition dengan tema “Budaya dan Pariwisata Bali”. Event ini dipandu Teruna Gus Tu, Teruni Ita dan Teruna Ananda . “Tujuan kegiatan ini adalah membentuk genersi muda di Bali yang berbudaya, kreatif, dan mampu berkompetisi secara sehat sehingga mampu melestarikan dan memperjuangkan budaya Bali baik di kancah nasional maupun internasional. Astungkara kegiatan ini dapat mencapai tujuan tersebut,” ujar Teruni Nita Teruni Bali 2014 sekaligus ketua panitia kegiatan. Jengah dan ngayah adalah sikap yang mendasari seluruh komponen Paguyuban Teruna Teruni Bali 2014 sebagai Duta Wisata Provinsi Bali untuk menyelenggarakan event besar ini secara mandiri dengan melakukan penyebaran proposal, diskusi, dan diplomasi
untuk pelaksanaan dan pendanaan kegitan ini. Pendanaan kegiatan ini berasal dari badan usaha yang ada di Bali, dan donator-donatur pribadi. Sponsor tersebut antara lain Krisna Gallery&Resto, Hardy’s GH Holdings, Indivara Aesthetic, Honda, Oriflame, Bali Bird Park, Seven Barber, Mahendradatta Sport Centre Café, The Royal Boutique SPA& Salon, MA Store, Sunaka Jewelry, Sita Wedastiti Fashion Designer, Tudi Joe Joy Salon, Jazz Photograph, Teen Models, dan Sukadana Kontraktor. Untuk media partner, Tabloid Tokoh merupakan salah satu mitra kerja. “Paguyuban Teruna Teruni Bali 2014 selalu berusaha menjadi pelopor, contoh bagi masyarakat Bali khususnya generasi muda Bali untuk eling dengan budaya dengan melakukan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan komponennya dengan sesana (sikap) yang santun dan bertata krama dalam mempertahankan tradisi. Kami berharap semua korporasi di Bali dengan sesana yang sama dapat segera ikut berpartisipasi mendukung kegiatan seperti ini dengan Corporate Social Responsibility sebagai legal obligation (kewajiban hukum),” ujar Teruna Indra Teruna Bali 2014, penanggung jawab kegiatan. Sita Wedastiti, Ketua Yayasan Teruna Teruni Bali memberikan apresiasi terhadap Paguyuban Teruna Teruni Bali 2014 karena berhasil menyelenggarakan kegiatan seperti kunjungan dan memberi penghargaan serta bantuan kepada seniman Bali, Gebyar Budaya Bali 2015 dan berbagai macam kegiatan yang diprogramkan Yayasan. -rls
yang benar serta bantuan alat-alat tulis sumbangan langsungi donatur. MERAWAT KESEHATAN TUBUH Menurut Laba, bantuan yang diberikan STC bukan berupa uang akan tetapi berbentuk makanan bergizi menyesuaikan dengan usia dan kebutuhan balita seperti susu, sereal, telur, kacang hijau, biskuit balita, bubur bayi dan beras. Untuk anak-anak PAUD bantuan selain berupa snack bergizi juga mengedukasi pola hidup sehat dan bersih kepada mereka melalui pemberian sikat gigi dan pasta gigi anak. Bantuan kepada anak PAUD juga berupa buku dan alat-alat mewarnai sumbangan langsung dari para donatur. “Kami juga memberikan perlengkapan mandi dengan tujuan anak-anak termotivasi untuk rajin merawat kebersihan tubuhnya meskipun dihadapkan dengan keterbatasan air bersih. Selain itu, STC akan bekerjasama dengan Rotary dan Kepolisian untuk
program safety riding dengan memberikan bantuan helm standard bagi anak-anak PAUD yang sebagian besar siswanya diantar ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor,” ungkapnya. Laba yang didampingi Sekretaris STC, I Wayan Suarthawa, S.Sos menjelaskan mereka menyasar balita karena ini merupakan masa keemasan dari seorang anak sebagai generasi penerus bangsa. Pada masa ini seorang anak harus mendapatkan asupan gizi yang baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan otak dan tubuhnya. “Hidup sehat dan layak adalah hak setiap balita,” tegas Laba. -Pasek Antara
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
19
Predikat Favorit hanya Persepsi Masyarakat
Anak yang Cari Sekolah, Orangtua yang Stres
Pengecekan nilai secara online
“Ibuuu…yes..yes..Bagus dapat SMAN 5,” ujar Bagus ke girangan mendapati namanya masuk di nomor urut 300 dari 319 nama siswa yang diterima. Seakan tak percaya, sang ibu yang Sabtu (27/6) pagi itu masih sibuk memasak di dapur membuka situs www.denpasar.siap-ppdb.com melalui komputernya. Memang benar, namanya anaknya diterima di SMA negeri tersebut. Namun, di pengumuman itu masih tertulis hasil seleksi semen tara tanggal 26 Juni 2015 pukul 23.04 wita. “Bagus, jangan senang dulu. Ini masih hasil seleksi sementara, belum final. Berdoa saja, semoga kamu beneran dapat,” ujar ibunya, Dewi.
K
egirangan Bagus sa ngat beralasan. Sejak melakukan verifikasi di hari kedua, tiap hari Bagus selalu memantau hasil seleksi sementara, dan namanya belum diterima di sekolah pilihannya. Maklum nilai akhirnya pas-pasan, hanya 351.500. Namun, dari prediksi yang dikeluarkan beberapa pihak di lihat dari nilai akhir tahun sebelumnya, yang rata-rata nilai terendah adalah 340.000, Dewi yakin nilai putranya itu bisa masuk di satu dari tiga sekolah pilihannya itu. “Sebelumnya, saya yakin sekali anak saya bisa masuk, minimal di SMAN yang nilainya terendah. Ternyata saya salah, ternyata nilai anak-anak sekarang besar-besar. Namun paling tidak, dari segi pilihan, saya sudah tepat memilih 3 sekolah ini,” ungkap Dewi yang tak dapat menyembunyikan kekecewaannya
dengan hasil akhir yang diumumkan 27 Juni 2015 pukul 08.00 wita itu. Nama putranya, Bagus terdepak dari sekolah tersebut. Bagus tak kalah kecewanya. Berulangkali ia mengeluarkan katakata yang kesannya tidak menerima hasil seleksi akhir tersebut. “Coba Bagus punya prestasi,” ucapnya menyesali diri, karena ada temannya yang nilai akhirnya hanya 330.000, berhasil masuk SMA favorit lewat jalur prestasi. Sejak Senin (22/6) sampai Sabtu (27/6) itu memang hari menegangkan, tak hanya bagi anak-anak SMP yang akan mencari SMA, namun juga para orangtua. Mereka turut sibuk dan dipusingkan dengan urusan mencari sekolah ini. Dewi pun hampir tiap hari saling BBM-an dengan temannya, Firmani yang juga memiliki anak yang akan mencari SMA.
Anak temannya itu, Ayu lebih beruntung, karena nilainya 368.500. Ayu melakukan verifikasi di sekolah pilihan pertamanya SMAN 7, pada hari pertama. Tak lama setelah verifikasi, nama Ayu masuk di SMAN 7. Namun itu hanya sementara. Pada tahap akhir, nama Ayu terdampar di SMAN 8 Denpasar. Pengalaman serupa dikisahkan Linda yang tahun ini putrinya akan masuk SMP. Nila akhir Manda, putrinya itu 474.000. Dari seminggu sebelum waktu pendaftaran, ia sudah gusar menanyakan ke temantemannya, perkiraan nilai terendah di 3 SMP pilihan putrinya. Di hari kedua verifikasi, (27/6) nama Manda sempat terlempar ke SMPN 3, namun akhirnya balik lagi ke sekolah pilihan pertamanya, SMPN 1, lolos lewat jalur prestasi. “Anaknya sih santai, ibunya yang stres, saya sampai bolak-balik kamar kecil terus,” ucap Linda yang kini sudah tenang tentang urusan sekolah putrinya itu. Rama juga menuturkan kisah yang sama. “Keponakan yang nyari sekolah, saya dan istri juga ikut memantau statistik nilai terendah di sekolah tujuan,” ungkapnya. Setelah yakin posisi aman jauh dari batas bawah, barulah mendaftar. Ia mengaku pemantauan secara online memang mempermudah pengecekan fluktuasi nilai yang masuk. -Inten Indrawati
Faktor Gengsi
Pengumuman peserta didik baru sudah dilakukan. Ada orangtua yang senang karena anaknya berhasil masuk sekolah favorit, ada juga yang sedihnya karena anaknya tak lolos. Hal ini menurut Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.T. merupakan hal yang harus disikapi dengan bijaksana. Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar ini mengingatkan pendidikan merupakan sebuah proses panjang. “Pendidikan tidak hanya saat ujian dan saat diterima di sekolah favorit,” ungkapnya. Ia memahami banyak orangtua yang ingin anaknya masuk sekolah favorit namun gagal. Ini artinya antara keinginan dan keperluan tidak sama. Kalau sudah paham bahwa untuk masuk sekolah favorit atau sekolah yang diinginkan, tentu hal pertama yang harus dilaku-
kan adalah mempersiapkan diri dengan baik. Nilai ujian harus berada di atas syarat minimal di sekolah yang dituju. “Orangtua harus bisa memberi pemahaman kepada anaknya, kalau mau pintar yang harus belajar. Kalau nilai bagus bisa masuk sekolah yang diinginkan. Kalau ternyata anak gagal, orangtua jangan kecewa. Muatan pendidikan dimana-mana sama, Mengapa ada sekolah favorit, karena itu hanya pandangan masyarakat saja. Kadang ada faktor gengsi kalau bisa masuk sekolah favorit. Banyak juga orang sukses yang dulunya tidak sekolah di sekolah favorit,” tegas pria yang juga dosen ini. Tidak lolos di sekolah yang diinginkan perlu disikapi dengan melakukan evaluasi. Munculkan sikap jengah agar bisa menjadi lebih baik di tahapan berikutnya. Evaluasi kemampuan belajar
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Disdikpora Provinsi Bali hanya membuat juklak. Untuk teknis pelaksanaan, diberikan kepada kebijakan masing-masing Disdikpora kabupaten/kota. Misalnya, seperti sistem pindah rayon. Tujuannya, agar jangan sampai ada masalah di kemudian hari. Misalnya, ada siswa dari SMP Gianyar mendaftar di SMA 1 Denpasar. Sekolah di Denpasar memiliki rambu-rambu yang harus dikuti. Misalnya, ada kebijakan sekolah di Denpasar hanya menerima jalur prestasi akademik, sementara prestasi nonakademik tidak bisa digunakan. Prestasi akademik juga masih dipilih, apakah nilai matematika nomor satu, kemudian Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia. Kesepakatan masing-masing sekolah ini dibuat saat rapat dengan Disdikpora kabupaten/kota. Ada sekolah yang membuat aturan harus menyertakan surat domisili dsb, itu sudah disepakati saat rapat dengan Disdikpora kabupaten/kota. Untuk predikat sekolah favorit, menurut TIA Kusuma Wardhani, itu hanya persepsi masyarakat. Idealnya, semua sekolah di Bali adalah sama baik itu negeri maupun swasta. “Harusnya orangtua sudah mulai membuka diri untuk melihat kemampuan si anak jangan dipaksakan harus mencari sekolah favorit,” katanya. Ia menyatakan, tentu ke depan, jangan sampai muncul ada sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. “Sekolah di Bali itu sama, sehingga siswa di sekolah negeri dan swasta sama-sama merasakan kenyamanan. Inilah yang harus diciptakan dunia pendidikan ke depan, sehingga tidak memunculkan ini baik, itu tidak baik, itu sedang,” ucapnya. Ada satu sekolah yang menumplek banyak sekali peminatnya. Padahal, daya tampungnya, belum tentu mencukupi. Predikat favorit itu mereka ciptakan sendiri. “Masyarakat melihat sekolah tersebut berprestasi di banyak bidang sehingga secara tidak langsung brand sekolah meningkat. Kita tidak bisa salahkan juga. Media juga banyak mengekpos sekolah yang berprestasi, sehingga masyarakat menilai itulah sekolah favorit,” kata TIA. Harapannya ke depan, tugas dunia pendidikan jangan sampai ada jurang pemisah antarjenjang. Artinya, tidak ada perbedaan yang menjolok di masing-masing sekolah baik itu SD, SMP, maupun SMA/ SMK. “Tugas berat ke depan, kita harus mampu menyetarakan kualitas pendidikan,” kata TIA. -Wirati Astiti
anak juga harus diperhatikan. Jika ada kekurangan, lakukan usaha-usaha untuk menutupi kekurangan itu. RAJA KECIL Di sisi lain Rumawan melihat kemampuan seorang anak harus disesuaikan dengan tempat ia sekolah. Kalau
kemampuan biasa lalu masuk sekolah favorit, tentu sulit untuk mengimbangi. Ibarat bermain tinju, carilah sparring partner yang seimbang untuk mengukur sejauhmana kemampuan diri. “Kalau boleh saya analogikan, jadilah raja kecil di tempat kecil daripada menjadi parekan (anak buah) di tempat besar,” tegasnya. Ia pun menyoroti bagaimana Denpasar menjadi incaran siswa dari luar Denpasar. Menurutnya penerapan sistem rayon memang perlu dilakukan untuk menghindari penumpukan siswa. Dengan adanya rayon ini memberi peluang kepada siswa yang hebat di daerahnya untuk menonjol di daerah. “Orang masih saja ada yang salah sangka, kalau sekolah di Denpasar nanti bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dari kecil sudah “dititip” di Denpasar. Kalau mau melanjutkan sampai pendidikan tinggi, mau darimana saja boleh. Yang penting punya niat dan lulus tes,” tandas Rumawan. –Ngurah Budi
18
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Kreasi
Melayangan Yuk Melayangan Pelepasan balon ke udara yang dilaksanakan Ny.Selly D. Mantra didampingi Ketua Panitia ABG Putra Agung SN , Ny. Agung Sri Satria Naradha dan IB Ugrasena Narendra bersama anak -anak pecinta layangan menandai di bukanya acara “Belajar Membuat Layang –Layang Bersama Undagi Layangan International Kite Maestro Ida Bagus Ugrasena Narendra, ” Minggu (28/6) , di Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar.
A
cara ini diselenggarakan dalam rangka mengisi kegiatan liburan sekolah dan menyambut hari Anak Nasional pada 23 Juli. Kegiatan yang juga ikut melestarikan budaya Bali ini, mendapatkan respon sangat positif. Terbukti hari itu Wantilan Bali TV terlihat penuh anak-anak dan masyarakat pepanyuka layangan. Pada kesempatan tersebut anak-anak yang datang dipandu caranya membuat layangan tradisional sederhana yang bahannya dari koran bekas lengkap dengan kerangka dari bambu. Mereka pun terlihat sangat gembira dan menikmati aktivitas membuat dan bermain layangan tersebut. Selain IB Ugrasena Narendra pun langsung memberikan arahan dan contoh membuat layangan. Ia mengatakan ketika anak-anak tersebut menyukai layangan itu berarti pula menyayangi alam bahkan ikut menyelamatkannya, karena bahan-bahan layanga tersebut semuanya dari alam yang sepatutnya dijaga. Bermain layang- layang juga menjadi salah satu interaksi sosial yang baik diantara anak-anak agar tidak hanyut dengan permainan game yang tengah mewabah. Saat itu hadir pula Ide Pedande Nabe Gede Putra Telabah (78) yang berkenan bercerita kepada anak-anak perihal tradisi layang-layang yang sudah sangat kental di Pulau Dewata ini, lengkap beserta kisahnya “Rare Angon”. Lebih lanjut IB Ugrasena, yang lebih dari 20 tahun menggeluti dunia layangan bersama sang Istri Raden Ajeng Helmi Ginanti menyampaikan bahwa den-
gan layangan selain kita ikut melestarikan permainan tradisonal ini, juga bisa berkeliling dunia membawa nama harum nama Bali bahkan Indonesia. Seru dan Semarak Acara yang sekaligus memperingati HUT ke 1 “Darmawangsa Bali Kite Club” ini menjadi sangat menarik. Sebab, yang hadir mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan bahkan orang tua. Salah satunya, seorang tokoh senior layang –layang Bali, Nyoman Adnyana (80). “Saya mengetahui acara ini dari koran, dan saya senang ada acara yang mengajarkan anak-anak membuat layangan, Bermain layang-layang,
merupakan sebuah permainan tradisional yang sangat tua namun tetap popular ,”kata Adnyana yang juga sudah berkeliling dunia dengan layangan ini tersenyum. Sementara peserta terkecil Komang Bayu Arya W (3,5), yang didampingi sang ibu ternyata kehadirannya kali ini adalah yang kedua kali (acara membuat layangan pertama, 28 Juni 1914). Ia dan anak-anak lainnya yang hadir terlihat begitu antusias, sebab selain merasakan keseruan membuat dan langsung memainkan l atau mener-
Trisna STE, yang melantunkan “Indonesia Damai” dan “Kiyap”. Hiburan lainnya juga dimeriahkan oleh The Ambar Band
dari Yayasan Taman Permata Hati, Ubud. Semakin meriah lagi dengan hadirannya keindahan Tari Baris yang dibawakan Dewa Bagus dan permainan Gender. Disuguhkan pula Mesatua Bali yang disampaikan Dodi Iswara, ketiganya adalah murid SD Cipta Dharma Denpasar. Ketua Panita acara Belajar Membuat Layang-_layang yang juga President Yunior Darmawangsa Bali Kite Club, ABG Putra Agung SN, murid kelas V SD Cipta Dharma yang akrab disapa Ajus ini, setelah sukses dua kali menyelenggarakan program belajar membuat layangan, kemudian ditanya rencana berikutnya, ia mengatakan harapannya, agar tahun depan bisa menyelenggarakan lomba layang-layang khusus untuk anak-anak. – Sri Ardhini
bangkan layangan mereka di halaman Bali TVdiiringi lagu “Rare Angon”. Seluruh peserta kegiatan yang dibawakan Yupi juga mendapatkan edukasi tentang memilih permainan yang baik dan cara mengatur waktu dari Ketua Lentera Anak Bali, dr. AA Sri Wahyuni, Sp., Kj., dengan gayanya yang seru menjadikan anak-anak antusia mendengarkan. Berikutnya anak-anak juga memperoleh hiburan dari artis Bali kondang seperti Mr. Botak dengan lagunya “Rare Angon” dan
Terima Kasih pada Pendukung Acara l l l l l l
WHDI Provinsi Bali Iwapi Badung Aqua Wali Kota Denpasar Bounty Cruise Susu Zee
Yayasan YKBK Seluruh Pendukung Acara l Panitia Dan semua pihak yang membantu lancarnya acara l l
Life
Story
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
7
Trauma Gemuruh Ombak tkh/net
Gempa dan tsunami Aceh telah berlalu hampir 11 tahun silam. Namun, trauma masih membekas pada orangorang yang mengalaminya. Jangankan mereka yang langsung menyaksikan bencana di tempat kejadian yakni di Banda Aceh dan sekitarnya, mereka yang tinggalnya cukup jauh dari Banda Aceh pun masih merasa trauma dengan peristiwa bencana yang menjadi paling dahsyat di dunia di abad 21 ini.
D
i Aceh Tengah, pagi itu, 26 Desember 2004, ketika gempa hebat berkekuatan 9,3 skala ricther (di pusat gempa) mengguncang bumi, Azizah Yoenoes Naning (44), tengah memandikan putra pertamanya, Aulia Adi Nugraha. Beberapa saat sebelum tanah bergetar hebat, Azizah yang kala itu baru dua bulan kembali ke Aceh Tengah dari Palembang usai melahirkan, seperti menyaksikan pohon-pohon merunduk perlahan. Azizah juga mendengar gemeretak tanah kering seperti tengah pecah. Sambil terus memandikan anaknya, ia sempat bertanya-tanya dalam hati mengapa pohon-pohon itu lunglai. “Agak aneh saya rasa pagi itu saat melihat pohon-pohon seperti bersujud, ada apa dengan pohonpohon itu,” ungkapnya. Saat bertanya-tanya dalam hati, tidak lama kemudian guncangan kuat terjadi dan ia menjadi sangat panik. Azizah tidak ingat apa-apa kecuali menyelamatkan anak-anaknya, termasuk bayinya yang baru berusia dua bulan. Kebetulan hari itu hari Minggu, suaminya, Komisaris Polisi Kurnianto Purwoko yang kala itu menjadi Kapolres Persiapan Bener Meriah Aceh Tengah, sedang berada di rumah dan menerima tamu. Secepat kilat ia dan suaminya meraih anak-anaknya menyelamatkan diri keluar rumah. Tubuhnya gemetar karena kaget dengan guncangan yang demikian kuat dan cukup lama. “Mas Kur (sapaannya pada suaminya) lari menggendong
Ghina yang baru berusia dua bulan dan saya langsung menggendong Adi (anak pertamanya) lari keluar rumah,” ujar istri dari AKBP Kurnianto Puwoko, SH., yang saat ini menjadi Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini. Di luar rumah, para tetangga asrama tidak kalah takutnya. Suasana tampak tegang dan kepanikan terjadi. “Meski panik perlahan kendur namun ketegangan terjadi sekitar seminggu lamanya karena gempa terus menerus masih terjadi,” ungkapnya. Waktu gempa hebat terjadi, lanjutnya, tidak ada daya upaya untuk menolong orang lain, karena masing-masing orang sibuk karena harus menolong diri sendiri dan keluarganya terlebih dahulu. Mereka yang berada di Aceh Tengah ini masih beruntung, karena tidak terkena sapuan tsunami. Wilayah tempat suaminya bertugas termasuk berada pada dataran tinggi dan tidak dekat dengan laut. Azizah dan keluarganya sempat berada pada situasi terisolir karena hanya beberapa saat setelah gempa besar dan tsunami itu, seluruh komunikasi terputus. Listrik padam dan tidak dapat berhubungan dengan dunia luar akibat putusnya jaringan komunikasi. Begitu juga dengan jalan dan jembatan yang putus akibat guncangan dan retakan. “Untungnya saya sempat kontak ke keluarga di Palembang, mengabarkan bahwa kami baiknaik saja. Saya telepon beberapa
saat setelah gempa besar terjadi, minta agar keluarga di Palembang memantau siaran televisi untuk mengetahui situasi di tempat lain karena ada misan saya beserta suami dan anak-anaknya tinggal di Banda Aceh. Namun, tak lama kemudian, sekitar 15 menit setelah gempa besar itu komunikasi mati (terputus) total,” katanya. Hari itu hingga dua hari ke depannya, mereka masih terisolir. Tidak tahu perkembangan apa-apa kecuali siaga untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu gempa besar kembali terjadi di tengah gempagempa susulan yang terus menerus menggetarkan bumi yang mereka pijak. Pengalaman ini menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup Azizah. Dimana ketika tidak ada orang yang bisa dimintai pertolongan karena semua sibuk mengurus diri sendiri dan semua dalam kondisi tertekan, beberapa saat setelah gempa terjadi, suaminya pun harus meninggalkannya bersama dua anak mereka untuk terjun ke lapangan mengecek situasi masyarakat dan anggota Polres Persiapan Bener Meriah Aceh Tengah. MENOLAK PULANG KE PALEMBANG Di sinilah Azizah memahami dan memaklumi tugas dan tanggung jawab suaminya. Meski dengan perasaan tidak tenang karena harus meninggalkan anak-anak dan istrinya dalam situasi yang belum stabil, sebagai seorang polisi Kurnianto rela melakukannya demi tugas dan
tanggung jawabnya pada negara. Namun, sebagai seorang suami dan ayah bagi anak-anaknya, tentu ia pun merasakan tertekan dihantui rasa cemas meninggalkan keluarga kecilnya itu karena ia juga harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara. Kecemasannya tentu saja memuncak ketika tidak ada komunikasi yang bsia dilakukan sementara ia turun lapangan dan jauh dari istri dan anak-anaknya. Tercetuslah idenya untuk “memulangkan” sementara istri dan anak-anaknya ke tanah kelahiran istrinya, Palembang. Semua dilakukannya demi keselamatan istri dan anak-anaknya.. Ia sadar hanya memiliki dua tangan. Jika bencana yang belum lagi stabil pada kondisi normal itu, siapa yang akan diselamatkannya lebih dulu dari tiga orang yang sangat dicintainya itu, istrinya atau dua anaknya? Belum lagi ia memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan anggotaanggotanya juga masyarakat Aceh Tengah. Niat itu pun disampaikannya pada istrinya. Kurnianto benar-benar tidak menduga, bahwa idenya itu ditolak mentah-mentah oleh Azizah istrinya. “Saya tidak akan pulang ke Palembang. Masak iya, di saat senang saya bahagia berada di samping suami, lalu di saat susah seperti ini saya harus meninggalkannya? Tentu saja ini tidak adil dan tidak akan saya lakukan. Saya akan tetap berada di sini, mendampingi Mas Kur,” ujarnya kala itu.
Azizah bersikukuh untuk tetap berada di tempat itu, membuat Kurnianto mengamini keinginan sang istri. Azizah tetap menyemangati suaminya dengan selalu berada di sampingnya. Dua hari setelah gempa terjadi, barulah listrik dan jaringan komunikasi mulai berfungsi. Kurnianto sempat datang ke Banda Aceh untuk mencari saudara sepupu dari Azizah yang tinggal dekat dengan pantai. “Sampai hari ini, saudara sepupu saya beserta suami dan dua anaknya, tidak ditemukan,” ujarnya sedih. Saat itulah Azizah merasakan hidup dengan tingkat kecemasan yang “meneror” psikologinya. “Bahkan sampai hari ini saya seperti masih trauma jika berada di pantai,” ujarnya. Meski tidak mengalami langsung tersapu oleh tsunami, memori akan bencana yang sangat dekat dengannya itu membuat imajinasinya akan tsunami demikian kuat. Azizah kerap takut mendengar gemuruh ombak yang keras jika berada di tepi pantai. “Saya sempat menghindar dari pantai karena tidak berani mendengar ombak yang bergemuruh. Kalau pun menginap di wilayah pantai, saya tidak bisa tidur,” katanya. Pengalaman ini, memberinya pelajaran berharga yang mewarnai kisah hidup yang tidak bisa dilupakan oleh Azizah. Baginya, dalam situasi apapun, dalam suka maupun duka, ia harus tetap berada di samping suaminya. Karena kebersamaanlah yang mampu memberikan kekuatan hebat antara sepasang suami istri. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Bedah Anak
Pertolongan Pertama
tentukan Hasil Akhir Bagi orangtua yang memiliki anak yang sakit, tentu akan berupaya untuk memberikan perawatan yang terbaik. Tetapi, bila sakit yang diderita cukup parah hingga memerlukan operasi pembedahan, kadang orangtua merasa khawatir.
“W
aktu Gus Wira didiagnosa hernia dan disarankan operasi, saya galau. Dia masih kecil, bagaimana dampak operasinya nanti. Ada yang menyarankan tidak usah operasi,” kenang Bu Rai, ibu Gus Wira. Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas, Bu Rai lalu menghubungi keluarganya yang dokter umum. Ia kemudian disarankan untuk konsultasi ke dokter bedah. Apa dampak dari operasi harus ditanyakan dengan jelas agar tidak menjadi ganjalan dalam hati. Apa yang dilakukan Bu Rai dengan meminta informasi kepada dokter ini merupakan bagian dari komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Hal ini penting dilakukan agar pasien dan keluarga mendapat penjelasan yang detail tentang penanganan yang akan dilakukan tim dokter. Apalagi yang
dilakukan adalah operasi terhadap anak-anak. “Ilmu bedah anak merupakan ilmu yang paling muda saat ini. Penanganan bedah anak berbeda dengan bedah orang dewasa karena anak-anak bukan miniatur orang dewasa. Anakanak punya karakteristik sendiri dan ini memerlukan perlakukan berbeda. Ilmunya pun beda,” ungkap dr. I Made Darmajaya, Sp.B., Sp.BA(K)., MARS, Kepala Sub Divisi Bedah Anak Lab. Bedah RS Sanglah. Hal yang paling sering ditemukan adalah anak-anak tidak bisa mengatakan di sebelah mana sakitnya. Mereka mengungkapkan rasa sakit dengan tangisan. Inilah yang memuat orangtua panik. Beda dengan orang dewasa yang bisa menyampaikan sendiri dimana sakit, sejak kapan sakit, dan apa yang mereka rasakan. Kategori anak-anak yang dipakai di Indonesia umumnya adalah
dibawah usia 12 tahun sedangkan standar WHO adalah usia dibawah 18 tahun. Karena anak tidak bisa menyampaikan dan orangtua terlambat mengetahui keluhan anaknya, akan berdampak terhadap lambatnya diagnose, lambatnya penanganan atau operasi, bahkan dampak dari operasi. “Disinilah uniknya menangani anak-anak, yang sakit dan akan dioperasi anaknya, yang ditanya orangtua atau yang mengasuhnya. Makin banyak informasi yang bisa digali, makin mudah dalam melakukan anamnesa. Kuncinya, lebih awal, lebih intens, dan lebih komunikatif,” jelas dr. Darmajaya yang juga Kepala Instalasi Wings Amertha RS Sanglah ini. KIE antara dokter dan keluarga pasien merupakan kesempatan bagi keluarga untuk menanyakan berbagai hal tentang penyakit yang dialami anaknya termasuk dampak dari operasi. Kini bahkan banyak orangtua yang sudah mencari informasi di internet terlebih dahulu lalu dibahas dengan dokternya.
LAPAROSKOPI ANAK Dari pengalamannya menangani bedah anak sejak sembilan tahun silam, dr. Darmajaya mengatakan sebagian besar operasi bedah yang dilakukan terhadap
dalam akan lebih mudah dilihat. Jadi tidak perlu robek sanasini untuk melihat kelainan. Satu kamera yang berputar akan lebih efektif dan efisien. “Karena efektif ini, bisa saja dari satu operasi bisa melihat kelainan di tempat lain sehingga penanganan bisa lebih cepat. Manfaat lain memang luka lebih cepat sembuh sembuh karena hanya ada sayatan kecil,” kata dr. Darmajaya. Ia mengaku walaupun sudah ada teknik operasi bedah yang canggih, masih ada juga orangtua yang belum yakin. Karena itu, antara dokter dan keluarga pasien harus duduk bersama dan berkomunikasi. Dokter juga bisa memberi penjelasan pertolongan pertama yang baik akan membuat hasil akhir lebih baik. Kalau tidak yakin dan terlambat menangani, hasil akhirnya pun kemungkinan menjadi tidak baik.
anak-anak merupakan kelainan bawaan. Kelainan ini misalnya kelainan saluran pencernaan, kelainan saluran kencing. Ada juga operasi tumor, kasus infeksi, dan trauma. Tim yang melakukan operasi pun tim khusus karena melibatkan ahli anastesi anak, ahli anak, dan peralatan khusus untuk anak dan bayi. “Kini peralatan sudah makin canggih sejak adanya teknik lap–Ngurah Budi aroskopi untuk bedah minimal invasif. Cukup dengan satu kamera 3 mm yang dimasukkan dari pusar, bisa melihat kondisi dalam tubuh. Ada pilihan bagi orangtua yang ingin mendapatkan hasil operasi lebih baik,” ujar dokter yang juga praktik di RSIA Puri Bunda ini. Namun, masih ada yang salah kaprah tentang laparoskopi karena hanya mengira hasil operasi membuat bekas operasi secara kosmetika lebih baik. Manfaat laparoskopi yang paling baik adalah hanya dengan satu kamera, bisa mendeteksi lebih banyak kelainan dalam tubuh. Dr. Darmajaya, Sp.B, Sp.BA(K) Anatomi tubuh bagian
Mendongeng Lima Menit Dengingan Nyamuk
Alat laparoskopi
Sejak tadi seekor nyamuk terbang mondar-mandir di atas kepala seekor kerbau. Ia takut meminta izin untuk hinggap di tubuh yang besar itu. Namun demikian, ia dengan sopan memberi tanda Made Taro dengan mendenging-denging dekat telinga kerbau. Kerbau itu tetap asyik mengunyah rumput tanpa melakukan gerakan yang berarti. Akhirnya nyamuk itu menghentikan dengingannya, lalu hinggap di ujung tanduk sang kerbau. Sang kerbau terus saja asyik mengunyah rumput. Nyamuk berpikir, hewan besar itu tidak keberatan kalau ia beristirahat terlalu lama. Ketika kerbau itu menengadahkan kepala, nyamuk kecil dan ringan itu berkata, “Maaf Tuan, aku beristirahat terlalu lama. Apabila Tuan merasa bebanku terlalu berat, aku rela untuk terbang. Namun sekali waktu aku akan kembali hinggap di tanduk Tuan. Izinkanlah permohonanku itu. Berilah aku tanda apabila
Tuan merasa berat.” Kerbau itu menguak sambil menengadahkan kepala. “Mbooo….!” Tiba-tiba di punggung kerbau itu hinggap seekor burung curik. “Kamu mengerti apa yang dikatakan kerbau itu?” tanya Curik kepada Nyamuk. “Ya, aku mengerti. Ia tidak keberatan apabila aku beristirahat terlalu lama.” “Ha, ha, ha…!” Curik itu tertawa terbahakbahak. “Kamu salah tanggap. Kerbau itu mengatakan bahwa, ia tidak tahu siapa kamu. Kamu ada maupun tiada, sama saja. Ia tidak pernah tahu dan tidak pernah memasalahkan. Lihat aku! Beratku seribu kali kamu. Hewan besar yang bernama Kerbau itu tidak pernah tahu, aku ada atau tidak. Apalagi kamu! Sia-sialah berlaku sopan kepada makhluk besar yang tidak perduli kepada masalah kecil.” Setelah berkata demikian, burung curik itu terbang lalu hinggap di punggung sapi. “Benar juga,” pikir nyamuk yang kecil dan ringan itu. Kemudian ia memanggil temantemannya untuk mendenging di tanduk kerbau. “Ngiiing, ngiiing…! Tak perlu merendahkan diri dan berlaku sopan kepada kekuatan besar yang tidak peduli kepada kekuatan kecil. Ngiiing, ngiiing …” katanya ramai-ramai.
17
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Denpasar Model Percontohan Tingkat Nasional
“Program revitalisasi pasar tradisional Poh Ga ding, Denpasar Utara sudah berlangsung dengan pembangunan fisik 2,9 % . Relokasi pedagang berjalan dengan baik dan dibantu dari dana APBD Denpasar mencapai Rp 198 juta. Pembangunan revitalisasi pasar tradisional di Pasar Poh Ga ding, diharapkan tuntas November dari target yang ditetapkan pada Desember 2015,” demikian cuplikan dialog singkat video confrence yang dilaksanakan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, dengan Presiden RI Joko Widodo, dipandu Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel dari Banyumas, JawaTengah, Selasa (30/6).
A
cara video conference yang berlangsung di areal pasar Poh Gading tersebut, juga dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dan Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, serta SKPD di lingkungan Kota Denpasar, instansi terkait dan kepala pasar setempat. Rupanya, Wali Kota Den-
pasar dengan ide cerdasnya dan keberhasilannya melakukan revitalisasi pasar tradisional sejak lama, menjadikannya terpilih melakukan video confrence tersebut. Sebagaimana disampaikan presiden, bahwa revitalisasi meliputi empat bidang, yaitu revitalisasi fisik, manajemen, ekonomi, dan revitalisasi sosial budaya, sehingga menambah daya saing pasar tradisional da-
Wali Kota sedang melakukan video confrence dengan Presiden RI
Areal Pasar Poh Gading yang tengah direnovasi
lam menghadapi serbuan pasar modern. Hal itu pula yang dilaksanakan pemerintah Kota Denpasar dan menjadi contoh untuk tingkat nasional. Berikutnya Rai D. Mantra mengatakan jumlah pasar tradisi onal di Kota Denpasar 52 buah. Dan, pasar yang telah direvitalisasi sebanyak 22 buah. Melalui dana APBD Kota Denpasar sebanyak 15 buah. Sedangkan yang melalui dana Tugas pembantuan (dana TP) 6 buah pasar, serta sebuah pasar dengan bantuan dana DAK. Ditanya perkembangan dari pasar yang telah direvitalisasi, Rai Mantra dengan sumringah
menyebutkan beberapa contoh, di antaranya PasarAgung yang direvitalisasi tahun 2011. Sebelum revitalisasi omzetnya berkisar Rp 2 juta s.d Rp 3 juta, setelah revitalisasi mengalami peningkatan yang cukup tajam yakni mencapai Rp 14 juta per bulan. Begitu juga dengan Pasar Nyanggelan, sebelum revitalisasi memiliki omzet Rp 2,5 juta, setelahnya menjadi Rp 6,3 juta per bulan. Semua pasar yang direvitalisasi, omzetnya mengalami pertumbuhan. Memang ada yang belum meningkat pesat, hal itu karena pasar tersebut sedang mengalami renovasi tambahan. Seperti,
Bersama pedagang pasar Poh Gading yang hadir di acara video confrence
PasarKerthawaringin Sari, Pasar Padangsambian dan Pasar Poh Gading, semuanya masih dalam tahap renovasi tambahan. Selanjutnya Wali Kota Denpasar Rai D. Mantra, menyatakan menyambut positif program presiden mengenai revitalisasi pasar di Indonesia. “Apalagi revitalisasi bukan hanya menyasar fisik saja, namun juga termasuk membangun capacity building bagi pedagang. “Di Kota Denpasar, untuk pembangunan fisik dikoordinir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sedangkan untuk capacity building pedagang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat,” ucap Rai Mantra. Ditambahkannya bahwa , capacity building pedagang pasar tradisional tersebut dilombakan setiap tahun mulai dari kebersihan, manjamen temasuk juga cara pelayanannya. Sebelum dilombakan para pedagang pasar mendapat pendidikan melalui sekolah pasar yang meliputi pendidikan manajeman, pelayanan, kebersihan dan penataan barang. “Revitalisasi ini program yang sangat tepat meningkatkan ekonomi masyarakat,” lanjut Rai Mantra. –ard
Siap Hadapi Serbuan Pasar Modern Menurut Kadisperindag Kota Denpadar, I Wayan Gatra, selama ini Pemerintah Kota Denpasar sudah berhasil mewujudkan kondisi pasar tradisional dengan pelayanan yang semi modern. Baik dari segi bangunan fisik,sarana dan prasarana maupun peningkatan kualitas pengelola dan pedagangnya demi pelayanan terbaik bagi masyarakat desa. Hal ini juga berarti meningkatkan kapasitas ekonomi kerakyatan. Disamping itu, tercipta pasar yang dapat bersaing serta aman, bersih nyaman sekaligus representatif
untuk semua kalangan. Seperti kegiatan pengembang an pasar desa pekraman Poh Gading yang berdiri di atas tanah kurang lebih 7.230 M2 , menjadi pasar semi modern juga sudah berjalan lancar, meski dana yang diterima sebesar 5 Miliar dari usulan 15 Milliar. Pasar Desa Pekraman Poh Gading yang menempati tanah seluas 40 are tersebut terdiri dari 46 kios, 101 los, dan 38 pedagang pela taran tersebut, proses renovasinya sedang berlanjut dengan bantuan
Banner Telekonpres President
dana APBD Kota Denpasar. Pasar yang awalnya dibangun sejak tahun 1999 dengan dana inpres dan swadaya masyarakat ini pun berhasil mengalami perkembangan laba pasar dari tahun ke tahun. Hal ini juga dibenarkan oleh Wayan Sutriatni (55) yang sudah berjualan di pasar Poh Gading selama 13 tahun. Jika di awal jualan, barang dagangannya masih sedikit, namun dalam perkembangannya ia pun mengalami peningkatan , dan kini Sutriatni bisa menyediakan kebutuhan sembako yang lengkap. Ia juga mengaku bangga, dengan berjulan sembako di pasar Poh Gading , mampu menjadikan kedua anaknya menjadi sarjana. Selanjutnya Wayan Gatra juga mengatakan, sebelum Presiden Joko Widodo menyampaikan tentang merevitalisasi 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia hingga tahun 2019. Kemudian untuk tahun 2015 ini dilaksanakan untuk 1.000 pasar tradisional disertai penegasannya agar para
Bupati dan Walikota se-Indonesia membantu para pedagang kecil terutama di pasar tradisional supaya mampu bersaing menghadapi serbuan pasar modern, Pemerintah Kota Denpasar sudah melaksanakannya. Bahkan, revitalisasi pasar tradisional yang digagas Rai D. Mantra sejak tahun 2009 lalu dijadikan model percontohan di tingkat nasional. Dalam meningkatkan daya saing menghadapai serbuan pasar modern, seperti juga dikatakan oleh Presiden Joko Widodo dan Wali Kota Denpasar, bahwa pasar tradisional yang akan direvitalisasi meliputi empat bidang, yakni revitalisasi fisik, revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi dan revitalisasi sosial budaya sehingga mampu menambah daya saing pasar tradisional dalam meng hadapi serbuan pasar modern. Wayan Gatra menyebutkan, ide cerdas terkait revitalisasi pasar yang dilaksanakan Wali Kota Denpasar, juga berhasil membuahkan
Wayan Sutriatni
predikat Kota terbaik ke-2 untuk perlindungan konsumen. Sebab dengan program revitalisasi pasar tradisional, Pemkot Denpasar melalui Disperindag juga secara rutin terus melakukan tera/tera ulang pada semua alat ukur dan timbangan di setiap pasar yang ada di Denpasar. -ard
16
Edukasi
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Glitersz
Sejak singel perdananya berjudul “Cuek Bebek” dirilis dan menjadi hits, nama “Glitersz” pun semakin melambung. Girl band cilik yang pertama di Bali ini juga semakin ramai diperbincangkan.
Dari kiri: Anggi, Sally, Marsha, dan Mutiara
G
litersz , yang personilnya terdiri dari Anggi (10), Sally (10), Mutiara (9), dan Marsha (8) ini, begitu muncul, langsung berhasil mewarnai musik pop Indonesia dengan gaya dan lagu anakanak mereka. Terlebih saat tampil membawakan “Cuek Bebek” disertai koreo yang unik tapi mudah diikuti. “Video klip Glitersz dapat dilihat di youtube, di Dewata TV dan Bali TV, serta bias didengar di radio-radio favorit warga kota,” ucap Anggi yang diamini keempat rekannya. Karena itu pula, girl band cilik ini kerepotan menerima undangan tampil. Meski sibuk, personil Glitersz yang selain berparas cantik juga bersuara cantik ini, mengaku tak merasa lelah, justru bersemangat setiap kali mau manggung. Apalagi saat tampil para Glitersz Lover (sebutan untuk fans Glitersz) selalu ramai dan mengikuti gerakan mereka. “Seru dan seneng jadinya,” kata
Sally .“Apalagi sekarang kami masih dalam suasana liburan sekolah, jadi bisa lebih sering manggungnya,” ujar mereka serempak. Glitersz, awalnya dibentuk Maria Santoz pada pertengahan tahun 2014, dan sejak Mei 2015 manajemennya resmi dipegang oleh d’Tunjung. Menariknya, Glitersz hadir dengan visi dan misi yang mulia bagi anak-anak lainnya. Mereka ingin menghidupkan kembali lagu anak-anak, yang sangat minim di pasaran sehingga anaklebih banyak menyanyikan lagu dewasa. Berita baiknya, untuk pecinta lagu anak-anak, saat ini manajemen Glitersz tengah sibuk mempersiapkan sederetan lagu anak-anak, ciptaan Maria Santoz dan beberapa pencipta lainnya. Selain itu Glitersz juga bakal merilis ulang lagu anak-anak yang dulu sempat menjadi hits.
untuk tampil. Selain mengisi di even bergengsi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar, seperti Pets Festival, Detik Festival, Denpasar Festival, Pekenan dan Pasar Murah Kota Denpasar, mereka juga banyak diundang tampil sebagai bintang tamu, dalam berbagai acara yang melibatkan anak-anak. Selain sering tampil di mal-mal besar di Bali, Glitersz juga biasa tampil di restoran, hotel dalam acara ulang tahun. Meski sibuk di dunia seni, sebab mereka bukan hanya piawai menyanyi tapi juga top di dunia modelling, presenting dan akting ini,
2015, Glitersz dinobatkan sebagai Brand Ambassador Rumah Pintar dan Kedai Baca Kota Denpasar. Program ini bertujuan untuk memotivasi agar anak-anak di Bali lebih giat membaca. Selain Brand Ambasaddor Rumah Pintar Glitersz juga hadir sebagai duta anak di Bali yang aktif mengampanyekan Gerakan Anti KekerasanTerhadap Anak yang dideklarasikan olehWali Kota Denpasar IB Rai D.Mantra dan Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak belum lama ini. Selanjutnya bicara jadwal mang-
Ambassador Rumah Pintar Saat ini, Glitersz semakin dikenal dan memiliki jadwal cukup panjang
Di rumah pintar
gung, Glitersz yang baru saja usai tampil di acara “Bagi-bagi cendol gratis seluruh Indonesia” bersama KasKus, sebuah Kegiatan Sosial dan Kreativitas Anak menjelang Har iAnak Nasional 23 Juli 2015, serta Sosialisasi Cerdas Kreatif bersama Rumah Pintar dan Kedai Baca Kota Denpasar. Beberapa iklan produk makanan, minuman, pakaian dan alat tulis dengan menggunakan Glitersz sebagai ikonnya juga segera diluncurkan. Selain itu,diam-diam Glitersz yang selalu tampil dengan kostum khas ini, juga sedang mempersiapkan diri sebagai ikon anak-anak Cinta Pertanian, Peduli sampah Plastik dan turut mengampanyekan Cinta Buah dan Pangan Lokal, Anti Fast Food dan kembali mengonsumsi pangan organik sehat dengan slow food. Kini sambil terus melatih vokalnya pada Bambang Bogi Prasetyo, Gliterszjuga meningkatkan kemampuan koreo dan dance bersama Miss Listya dibawah asuhan Ganda Talent ( Kaknanda) serta belajar modelling, public speaking dan soft skill pada Mrs.Nenny Aryani. Dengan manajemen yang profesional dan visi misi yang jelas, diharapkan Glitersz yang mengusung konsep ceria smart dan elegan mampu membawa nuansa baru dalam dunia anak-anak. Tampil sebagai anak-anak yang cerdas, berbakat dan berprestasi luar biasa. Selanjutnya, siap sebagai generasi penerus bangsa yang hebat. -ard
ternyata keempat gadis multi talenta ini juga anak yang berprestasi di sekolahnya masing-masing. Saat ini Anggi tercatat sebagai murid kelas 5 SD Cerdas Mandiri, DCC; Sally kelas 5 SD Saraswati 3 Denpasar; Mutiara kelas 4 SD Sanur Indepedent School; dan Marsha kelas 3 SD Anugerah Denpasar. Tak salah jika pada awal Juni
Booking Contact
Anggi
Marsha
Mutiara
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Bebaskan Uang Gedung dan SPP
Ceria, Smart, dan Elegan
Bersama Kepala UPT Rumah Pintar
Dara 9 415 Peserta Lulus SPMB IKIP PGRI Bali
Sally
d’Tunjung Management/ Warung Makan d’Tunjung Jalan Tukad Yeh Aya No. 100, Denpasar Sri Sutari : 081 338 9955 00 Dewi : 081 353 1422 88 Fb : Glitersz Girl Band Cilik
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) IKIP PGRI Bali Gelombang I tahun ajaran 2015/2016 yang dilaksanakan Selasa (30/6) diikuti 444 peserta. Hari itu, mereka wajib mengikuti dua tes, yakni tes tulis (teori) dan tes wawancara. Dan, khusus calon mahasiswa yang memilih jurusan olahraga mengikuti tes kebugaran jasmani, Kamis (2/7). Dari 444 peserta tersebut, 415 dinyatakan lulus, yang resmi diumumkan Sabtu (4/7).
K
etua Panitia SPMB yang juga Pembantu Rektor I, Drs. Pande Wayan Bawa, M. Si. mengatakan pendaftaran gelombang II dibuka mulai 30 Juni s.d. 17 Agustus 2015, dan testing dilaksanakan 18 Agustus 2015. Ke 415 yang lulus SPMB Gelombang I tersebut, tersebar di 9 program studi di 5 fakultas, yakni jurusan Bimbingan Konseling, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Pendidikan Seni Rupa, Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik), Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Biologi. Tiga program studi dengan kelas tergemuk yakni Olahraga, Matematika, dan Ekonomi.
Pande Bawa menambahkan, untuk tahun ini peminat Jurusan Sendratasik meningkat tajam. Sementara, jurusan bahasa daerah minim peminat. Hal ini dikatakannya masih dikarenakan imbas dari wacana Bahasa Daerah Bali yang akan dihapuskan dari Kurikulum 2013. Padahal, sudah ada Pergub Bali No. 20 tahun 2013 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah Bali pada Pendidikan Dasar dan Menengah, yang dalam pasal-pasalnya ini sudah jelas disebutkan bahwa Bahasa Daerah Bali diajarkan sebagai mata pelajaran mandiri pada muatan lokal. Meski demikian, IKIP PGRI Bali komitmen menjaga dan mengemban amanat almarhum Prof. Mantra untuk tetap menjaga dan melestarikan bahasa Bali dan seni tradisi Bali,
BRI Gandeng HIMBARA Buka Puasa Bersama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar acara buka puasa bersama (bukber) 3.500 anak yatim-piatu Kamis (2/7) di Jakarta Convention Center (JCC). Kali ini BRI bekerja sama dengan anggota Himpunan Bank-bank Negara (HIMBARA) yaitu PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam penyelenggaraannya. “Acara yang bagi BRI diselenggarakan untuk kesebelas kalinya dan bagi sinergi Himbara yang pertama ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi beserta Ibu Iriana Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kall dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla,” ungkap Budi Satria, Corporate Secretary BRI. Ada 3.500 anak dari 70 Yayasan Yatim Piatu se-Jabodetabek. Tiaptiap yayasan didampingi oleh tiga orang pendamping. Acara inti diawali dengan tausyiah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Othman Omar Shihab, kemudian disambung dengan Sholat Maghrib berjamaah dan buka puasa bersama Presiden Jokowi dan seluruh tamu undangan. Setelah Sholat Isya dan Tarawih berjamaah, anak-anak yatim piatu yang hadir dihibur oleh penampilan salah satu grup musik Indonesia yang terkenal banyak merilis album religi, Wali Band. Pada kesempatan ini, seluruh bank anggota HIMBARA juga menyerahkan bantuan sarana penunjang pendidikan berupa buku bacaan, alat peraga pendidikan berupa model tubuh manusia, bola dunia/globe, serta bantuan sarana olahraga seperti bola kaki, bola basket, raket badminton, dan shuttle cock dengan total nilai Rp 200 juta. Terkait kegiatan Ramadan tahun ini, BRI juga telah menyelenggarakan pembagian sembako sebanyak 25.000 paket yang antara terdiri dari beras, biskuit, minyak goreng, gula pasir, kecap, margarin, dan mie instan di 15 titik lokasi do Jakarta, Tangerang dan Bekasi. “Selain itu, pada tanggal 14 Juli 2015 nanti, kami juga akan mengadakan Mudik Bersama yang diberi tajuk Nge-Buzz Bareng BRI untuk sekitar 5500 orang. Sebanyak 105 bus kita siapkan untuk membawa mereka pulang kampong ke berbagai kota di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur,” tambah Budi. -rls
Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, dan para Pembantu Rektor meninjau pelaksanaan SPMB IKIP PGRI Bali 2015
dengan tetap mengadakan Jurusan Bahasa Daerah (Bali). Komitmen itu pun didukung dengan pemberian bebas SPP bagi Jurusan Bahasa Daerah, Sendratasik, Seni Rupa, dan Sejarah. “Kami tetap membebaskan uang gedung untuk semua jurusan,” imbuh Pande Bawa. IKIP PGRI Bali masih menjadi pilihan utama kampus keguruan di Bali yang layak diperhitungkan. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya peminat luar Bali khususnya bagian timur, yang mendaftarkan diri di IKIP PGRI Bali. Hal tersebut dikatakan Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd., menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap kualitas lulusan IKIP PGRI Bali. Apalagi masyarakat sekarang juga menunggu pengangkatan guru akibat dua atau tiga tahun mendatang
terjadi pensiun massal. “Ini peluang besar bagi lulusan SMA untuk menjadi guru PNS,” ucapnya. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. membenarkan hal tersebut. Untuk menjaring calon guru berkualitas sudah dimulai sejak SPMB. Peserta bertato dan bertindik apalagi pemakai narkoba langsung digugurkan. Kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar (PBM) berkualitas yang bermuara pada output yang berkualitas pula. “Sarana prasarana sudah lengkap sesuai dengan kebutuhan, tinggal menjalani PBM. Untuk jangka pendek belum perlu ditambah lagi. Namun jika ada kebutuhan baru, kami pasti akan melengkapi lagi. Inovasi tetap dilakukan, kerjasama dengan perguruan tinggi lain juga tetap dilakukan. Selain itu, Rektor Suarta menyam-
paikan bahwa IKIP PGRI Bali meraih terbaik I di bidang akreditasi di Bali, NTB, dan NTT. Dari 9 prodi yang ada kesemuanya sudah terakreditasi B. Ini menunjukkan IKIP PGRI Bali taat azas legalitas dan mencerminkan bahwa LPTK terfavorit di Bali ini sudah berjalan dengan ketentuan yang benar. “Akreditasi ini modal dasar untuk menjaga dan mempertanggungjawabkan kepercayaan masyarakat,” ucapnya. SPMB itu pun ditinjau langsung Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, Ketua Panitia yang juga PR I Pande Bawa, dan PR II Dewa Putu Juwana, usai membuka lomba membuat gebogan, penjor, dan ngelawar, serangkaian piodalan di Pura Luhur Jagat Widya Aksara di Kampus IKIP PGRI Bali, Rabu (1/7) Purnama Kasa. –ten
10
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Radikulopati Servikal ( Nyeri Leher yang Menjalar )
Oleh: dr. I Made Wijaya, Sp.Rad Penulis adalah Spesialis Radiology di Siloam Hospitals Bali Beberapa orang pernah mengalami sakit pada leher yang dapat menjalar ke bahu dan lengan. Jenis rasa sakit ini sering disebabkan oleh cedera atau iritasi atau peradangan di dekat akar saraf dari tulang belakang saraf servikal atau leher. Cedera akar saraf kadang-kadang disebut sebagai saraf “terjepit”. Rasa sakit ini terletak dilengan atas pada sisi yang sama dengan yang sakit (ipsilateral) Oleh: dr. I Made Wijaya, Sp.Rad dan keluhannya akut, menusuk serta seperti ke setrum listrik. Istilah medis untuk kondisi ini disebut radikulopati servikal. Nyeri radikuler servikal ditandai dengan nyeri leher yang menjalar ke sisi belakang bahu, lengan dan kadangkadang bisa mencapai ke tangan. Penjalaran nyeri meng ikuti distribusi dermatom saraf yang terkena dan juga bias mempengaruhi jaringan yang dipersarafi oleh saraf tersebut, seperti otot, sendi, ligamen dan kulit. Selain itu, mungkin ada perasaan kelemahan pada kegiatan tertentu. Nyeri yang berasal dari akar saraf servikal keempat (C4) terlokalisir dileher dan daerah supraskapular (di atas tulang belikat). Nyeri dari akar servikal kelima (C5) menyebar ke lengan bawah, sedangkan rasa sakit dari akar saraf keenam dan ketujuh (C6 dan C7) meluas keleher, bahu, lengan dan tangan.
akan menekan disk antara tulang belakang dan cenderung akan menonjolkan disk ke belakang yaitu ke arah saluran atau kanal saraf yang terdapat akar saraf di dalamnya. Kondisi ini disebut herniasi disk atau herniated disc. Tekanan terhadap akar saraf dari herniated disc dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan sepanjang saraf. Ketika akar saraf meradang, tekanan akan bertambah pada disk dan hal ini dapat menyebabkan sakit yang sangat mendalam pada tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan nyeri tajam, linu menjalar sepanjang jalur saraf tersebut. Suatu herniated disc dapat terjadi ketika terlalu besar kekuatan atau gaya yang diberikan pada disk intervertebralis yang sehat. Kekuatan atau gaya yang besar pada tulang belakang tersebut mungkin terlalu berat untuk di serap oleh disk, bahkan oleh disk yang sehat sekalipun. Penonjolan atau herniated disc lebih sering terjadi pada orang dewasa setengah baya. Hal ini karena proses alami dari penuaan yang menyebabkan disk menjadi melemah (proses degenerasi). Kekuatan yang minimal saja sudah cukup dapat menyebabkan disk yang mengalami proses degenerasi tersebut mengalami herniasi. Tidak semua orang dengan herniated disc memiliki masalah degeneratif. Demikian juga, tidak semua orang dengan degenerasi akan menderita herniated disc.
Bugar Penyebab yang cukup sering lainnya dari radikulopati termasuk osteoarthritis (OA), yang biasanya mempenga ruhi tulang belakang leher (servikal) dan tulang belakang lumbar (pinggang). Radikulopati juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis tumor, diabetes dan infeksi tertentu termasuk Herpes zoster, yang merupakan virus yang menyebabkan cacar air. Pemeriksaan yang paling umum digunakan sebagai pemeriksaan pelengkap adalah evaluasi secara radiologi, test elektrofisiologi dan diagnostik blok selektif akar saraf. Pemeriksaan sinar-x polos yang digunakan ter utama untuk menyingkirkan patologi primer lainnya yang serius, seperti tumor, infeksi dan patah tulang belakang. Sinar-x dari tulang belakang leher jarang menunjukkan sumber rasa sakit; tetapi magnetic resonance imaging (MRI) scan merupakan tes yang menunjukkan jaringan lunak dan dapat dengan mudah mengkonfirmasikan diagnosis. CT scan memberikan informasi yang baik tentang struktur tulang tetapi ada keterbatasan dalam hal jaringan lunak. MRI adalah pemeriksaan pilihan, menunjukkan perubahan morfologi yang terjadi di disk intervertebralis, saraf tulang belakang, akar saraf dan jaringan lunak sekitarnya. Diagnosis tidak hanya didasarkan pada temuan radiologi, sejumlah studi telah menunjukkan bahwa sekitar 30% dari pasien dengan temuan MRI tidak menunjukkan gejala. Ketika temuan klinis dan radiologi cocok, maka jauh lebih mudah untuk membuat diagnosa yang tepat.
Hasil pencitraan MRI Leher atau Cervical dengan kasus HNP setinggi C3 - C4
Gambar proses terjadinya herniasi pada saraf leher (cervical)
Pada orang tua, penyakit degeneratif pada disk dapat menyebabkan timbulnya tulang taji (spur) yang terbentuk dekat akar saraf. Jika tulang taji ini cukup besar, mungkin akan mengiritasi dan mengganggu pada akar saraf tersebut. Hal ini biasanya terjadi di dalam foramen (saluran saraf tepi) akar saraf tersebut. Akar saraf yang teriritasi yang ditekan oleh tulang taji dapat menyebabkan gejala yang sama seperti herniated disc yaitu nyeri, mati rasa dan kelemahan dibagian yang terkena pada tubuh.
Gambar proses nyeri yang menjalar ke lengan
Penyebab tersering dari radikulopati servikal adalah herniasi atau penonjolan pada bantalan antar tulang belakang atau disk, yang menyebabkan tulang belakang atas dan di bawah disk untuk bergerak lebih dekat bersamasama dan menekan akar saraf. Disk antara setiap tulang belakang merespon dengan bertindak sebagai peredam atau shock absorber. Membungkukkan leher ke depan
Gambar iluastrasi dan hasil pencitraan CT scan dan MRI tulang taji (spur) yang menekan akar saraf di leher.
Hasil pencitraan MRI Leher atau Cervical dengan kasus HNP setinggi HNP C6-C7
Style
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Tonjolkan Karakter dalam Balutan Warna Saat ini semakin banyak desainer yang menyiapkan rancangan busana ready to wear atau siap pakai. Seperti yang dipersembahkan beberapa anggota APPMI Bali di “Bali Collection Fashion Festival 2015” belum lama ini.
S
udah pasti pula, mereka sangat mengenal perkembangan fashion saat ini sehingga karyanya selalu trendi dan up date. Mau kesan mewah, elegan, etnik maupun kasual, tinggal dipilih. Begitu juga balutan warnanya hadir dengan karakter yang kuat di setiap busana. Ekspresi mereka dalam karya, cocok untuk pria dan wanita modern yang sibuk beraktivitas namun peduli penampilan. Apalagi
bagi mereka yang kerap mendapat undangan ke acara pesta ataupun jamuan bisnis. Menggunakan gaun rancangan para desainer papan atas adalah sebuah style dengan nilai tersendiri. Untuk itu Tokoh sengaja menghadirkan kreasi mereka. Setiap desainer yang karyanya terpajang memiliki unsur memikat dan gaya yang khas. Selain itu suguhan koleksi mereka inipun bisa menjadi inspirasi untuk melengkapi penampilan Anda. –Sri Ardhini
15
14
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Yuk, Mewarnai Rambut
Sejak beberapa tahun terakhir, mewarnai rambut menjadi semakin digemari dan populer di Indonesia termasuk di Bali. Kini, yang melaku kannya bukan hanya para artis atau selebriti tapi perempuan dari berbagai kalangan dan usia tidak ragu lagi untuk mewarnai rambutnya. Bahkan banyak pula orang yang tidak pernah membiarkan rambutnya berwarna hitam.
M
enurut Dayu Nyo man , pemilik Salon Ayu dikawasan Jalan Sedap Malam, Den pasar, mewarnai rambut sama dengan memotong atau melakukan penataan rambut lainnya. “Sekarang, mewarnai rambut rambut menjadi bagian dari tata rambut modern. Apalagi dengan se makin canggihnya teknologi kecantikan, bertambah banyak pula pilihan pewarna rambut yang aman untuk berbagai jenis rambut. Warna rambut yang tepat, katanya mampu membantu menambah nilai pada penampilan seseorang. Hingga saat ini, warna yang paling banyak dipilih saat mengecat rambut adalah pirang, coklat, keemasan dan kemerahan. Lan tas bagiamana dengan Anda? Beranikah mengubah warna rambut Anda? Dikatakannya kalau setiap orang memiliki alasan tersendiri tentang berani atau tidak untuk mewarnai rambutnya. Ada beberapa kekhawatiran yang sering mereka kemukakan, seperti takut akan efek samping yang bisa menjadikan rambut rusak atau kering. Ada juga karena bingung memilih warna yang cocok dan pas untuk mereka. “Mereka yang berani dan santai mewarnai ram butnya, biasanya mengaku ingin penampilan yang bervariasi dan tidak terkesan monoton,”kata Dayu yang sudah lebih dari 20 tahun di dunia kecantikan ini. Bagi siapa saja yang ingin mewarnai rambut , Dayu menyarankan pada siapapun yang ingin mewarnai rambut, bisa memilih warna yang tepat dan pantas sehingga merasa nyaman. Bagi perempuan yang pertama kali mencoba mewarnai rambut, katanya pilih pewarna yang bersifat semi-permanen, karena umumnya warnanya memudar setelah 10 - 12 kali kali keramas. Disamping itu jenis pe warna ini tidak memakai peroksida atau amonia sehingga
Beberapa hal yang perlu diketahui tentang mewarnai rambut: l Highlight, yakni pewarnaan pada beberapa helai rambut saja. Tujuan biasanya adalah menutupi rambut tipis agar terkesan lebih tebal serta banyak. Ini baik bagi seseorang yang ingin mewarnai rambutnya tapi masih ragu-ragu atau takut. Juga bermanfaat menutupi uban. lLowlight, kebalikan dari highlight, yakni dengan menonjol
kan warna dasar rambut. Gunanya lebih kepada aksen semata. lToning, proses pewarnaan rambut dengan cara melapisi bagian luar rambut saja, tidak sampai masuk ke kutikula. Toning dan hair manicure termasuk proses pewarnaan rambut semi permanen. Warna baru hilang setelah 6 bulan atau setelah dicuci 30-32 kali.
Heradad: proses pewarnaan seluruh rambut. Biasanya dijalani ketika seseorang ingin mengubah total penampila lFull
lHighlight, lowlight, dan full-head merupakan proses pe warnaan rambut permanen. Warna baru akan hilang setelah rambut dipotong atau ditimpa warna lain l Highlight yang elegan, umumnya menggunakan war na tembaga kecokelatan, atau pirang kemerahan dan bukan warna fashion seperti biru dan yang lainnya. Untuk perempuan dewasa atau mereka yang bekerja, highlight cukup diterapkan pada 10-25 helai saja, atau disesuaikan tebal – tipisnya rambut. –Sri Ardhini
warna rambut kita tidak akan berubah drastis dan hanya memperkuat warna rambut dan akan tampak lebih kentara dibanding sebelumnya. Tapi, lanjutnya semua tergantung selera. Jika memang serius dan senang mewarnai rambut, kenapa tidak meng gunakan produk yang masuk kategori demi-permanen, sehingga mampu bertahan lebih lama di rambut dan akan memudar setelah 25 – 3o kali keramas. Efek warna yang dihasilkan pun satu tingkat lebih terang atau dua tingkat lebih gelap dari warna asli rambut. Sedangkan pewarna rambut permanen , bagi mereka yang yakin sepenuhnya atau 100% berani dan memang suka tampil beda. “Karena,warna rambutnya bakal berubah total dengan efek pewarnaan nya yang menghasilkan kesan dramatis hingga menjadikan penampilan berubah. Untuk pewarnaan ini, rambut tidak akan berubah warna lagi, kecuali tumbuh atau digunting,” terang Dayu. Namun, diingatkannya lagi, bahwa untuk memperoleh hasil yang maksi mal, yakni rambut berwarna indah dan berkilau hanya bisa dimiliki dengan proses dan teknik pengecatan yang benar. Selain itu, harus pula diperhatikan dan disesuai kan dengan jenis dan warna kulit termsuk melihat profesi yang digeluti. Warna Unik Selain warna-warna yang umum dipilih selama ini, banyak juga yang menyukai warna ash alias mengandung unsur abu atau keperakperakan. Walau banyak juga yang heran, kenapa ada orang yang mau mewarnai rambutnya demikian.” Itulah yang namanya selera,” ujar Dayu. “Meskipun terlihat warnanya tidak biasa, namun dengan trik yang tepat seseorang justru bisa nampak lebih istimewa dengan warna yang cukup unik ini,” lanjut Dayu yang be lajar lebih dalam tentang warna-warna rambut termasuk
Jelita
Mitos
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
11
Mesiodens harus Dicabut? dari seminar dan pengalamanya selama ini mewarnai para pelanggan salonnya. “Ketika seseorang memutuskan untuk mewarnai ram butnya maka ia mesti mengerti bahwa ia juga harus merawat rambutnya lebih ekstra. Akan lebih baik jika kita memakai sampo yang memang khusus untuk rambut diwarnai. Sebab, hal utama untuk rambut yang diwarnai adalah perawatan. Sepatutnyalah kita rajin mengoleskan vitamin, memakai serum, masker rambut, serta spa rambut. Hal ini untuk menjaga rambut yang diwarnai tetap sehat dan segar,” paparnya. Namun, lanjutnya diluar itu semua poin paling penting bagi seseorang yang mewarnai rambutnya adalah percaya diri. “Rambut dapat diwarnai apa saja jika kita memiliki rasa percaya diri yang tinggi,”tandasnya . – Sri Ardhini
B
erbagai permasalahan pada gigi kerap terjadi pada anak. Seperti, gigi berlubang, gigi renggang, belum tumbuh gigi, dan tumbuhnya gigi berlebih (mesiodens). Kali ini, Tokoh khusus mengulas tentang mesiodens. Berikut penjelasan drg. Sarah Kartimah D, Sp.KGA. Mitos: Mesiodens bisa tumbuh di mana saja Fakta: Mesiodens adalah gigi lebih yang timbul di daerah insisive rahang atas yang bisa berada di atas gigi insisive (gigi seri) atau di antaranya. Bila gigi lebih berada di daerah posterior atau dekat geraham, maka disebut sebagai distomolar. Bila gigi lebih berada di daerah lingual/bukal (dekat lidah atau pipi) maka disebut sebagai paramolar. Mitos: Gigi mesiodens harus dicabut Fakta: Gigi mesiodens memang benar harus dicabut karena dapat menyebabkan
gangguan pada pertumbuhan gigi dan juga dapat menganggu penampilan. Apa itu mesiodens? Dokter gigi spesialis gigi anak RSAD Udayana Denpasar Bali ini menjelaskan, mesiodens (gigi lebih) adalah suatu kelainan di mana jumlah gigi lebih dari nor mal yang mempunyai morfologi dan bentuk tidak normal yang muncul pada gigi anterior rahang atas dengan persentase keja dian 0,15%-1,9% . Mesiodens cenderung dua kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Mesiodens bisa tunggal atau ganda dengan arah pertumbu
han bisa normal, terinversi atau horizontal. Bentuk mesiodens biasanya berupa sebuah mahkota berbentuk kerucut dan sebuah akar pendek. Mesiodens dapat muncul pada masa anak anak dan terjadi pada periode gigi susu atau gigi permanen. Ada berbagai teori menge nai terjadinya mesiodens, salah satunya teori hypergenesis epi thel. Bahwa, gigi supernumerary terjadi akibat hipergenesis epitel dimana sisa lamina dental atau cabang palatal dental lamina yang aktif dirangsang untuk berkem bang menjadi benih gigi tambahan sehingga terbentuklah gigi super numerary. Teori faktor keturunan
tkh/net
Seks Pagi Hari Dok, aku sudah menikah dua tahun. Selama ini kemesraan seksualk u dengan suami sih baik-baik saja. Tetapi belakang an s uami sering mengajak untuk berhubungan seksual di pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Dia menikmati sekali hubungan seksual di pagi hari. Ini bagaimana dok? Apa ada manfaatnya? (Nuri,28 thn)
W
alau pagi hari terkesan le bih sibuk dan terkadang bisa membosankan karena harus mempersiapkan diri buat kesibu kan kantor yang rutin itu-itu saja, sesungguhnya Anda bisa meng ganti pagi Anda menjadi sangat menyenangkan dengan melakukan hal lain yang bisa dinikmati di pagi hari, bukan dengan segelas kopi hangat, melainkan bercinta dengan pasangan Anda di pagi hari.
Di pagi hari hormon testoster on laki-laki tengah tinggi-tingginya dan sirkulasi darah ke penis juga meningkat. Ini membuat laki-laki merasa sangat bergairah begitu mereka membuka mata di pagi hari, apalagi ereksi di pagi hari memang terjadi sebagai tanda metabolisme tubuh masih bagus. Seperti juga hubungan seks yang biasa, hubungan seks di pagi hari juga akan melepaskan hormon en dorfin yang membuat kita merasa nikmat dan senang, sekaligus juga
hormon bahagia yang disebut ok sitosin. Ini yang membuat orang merasa dicintai dan saling terikat secara emosional sepanjang hari. Belum banyak yang menyadari, bahwa hubungan seks di pagi hari tidak hanya menyenangkan tapi juga memiliki banyak dampak positif yang akan Anda rasakan selama seharian penuh. Apa saja manfaatnya? Endorfin yang dihasilkan akan membuat tubuh merasa senang dan memicu kekebalan alami tubuh. Endorfin ini juga bisa berfungsi sebagai penghi lang rasa sakit. Juga IgA (antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas) akan meningkat. Jika jumlah antibodi ini bertambah, Anda tidak akan mudah jatuh sakit. Hubungan seks di pagi hari juga da pat melepaskan hormon oksitosin, senyawa kimia yang dapat memun culkan rasa bahagia. Tentu saja ini akan membuat pasangan merasa lebih dicintai dan akan terjaga ke terikatan emosional yang memba hagiakan sepanjang hari. Demikian pula, hubungan seks sebenarnya bisa disamakan dengan olah raga, karena hampir semua otot ikut bergerak bahkan kalori yang dike luarkan bisa disamakan dengan lari pagi atau senam. Berhubungan seksual juga bisa dianggap sebagai
juga disebut dapat menyebabkan terjadinya gigi lebih yang di turunkan dan dibawa oleh suatu gen mutan sehingga kelainan ini bisa terjadi pada ayah/ibu dan anggota keluarga lainnya. Sebelum dilakukan pe nanganan lebih lanjut pada gigi mesiodens diperlukan pemerik saan radiologis untuk menegak kan diagnosa. Dari hasil rontgen foto akan terlihat arah pertum buhan, lokasi dan pengaruh pada gigi gigi di sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk men
cari metode yang tepat dalam mengeluarkan gigi mesiodens. Setelah dilakukan pencabutan pada gigi mesiodens diperlukan rencana penatalaksaan yang te pat dan dilakukan oleh dokter gigi dalam rangka mencegah atau mengoreksi maloklusi yang terjadi. Penggunaan alat ortodontik aktif dibutuhkan dalam hal ini baik penggunaan alat ortodontik cekat maupun lepasan agar pasien dapat me rasa nyaman pada penampilan nya. –Inten indrawati
bentuk lain dari senam kardio, yang berfungsi meningkatkan kebugaran jantung. Jadi Anda sesungguhnya tidak perlu repot-repot nge-gym pagi-pagi. Pada perempuan, seks yang dilakukan di pagi hari akan membuat rasa senang, wajah terli hat lebih cerah dan lebih segar yang dihubungkan dengan terpeliharanya dengan baik fungsi dan level hor mon estrogen. Hubungan seks yang dilakukan secara teratur di pagi hari pun telah terbukti menurunkan tekanan darah dan membuat Anda akan mampu menghadapi masalah yang Anda sedang hadapi. Akhirnya Anda akan merasa jadi lebih rileks, mood makin baik, senyum lebih lebar dan kepercayaan diri Anda akan meningkat seharian. Bagaimana memaksimalkan seks di pagi hari agar lebih romantis dan bisa sama-sama menikmat inya, ini tipsnya: 1) Jangan terlalu direncanakan, akan lebih seru bila dilakukan secara spontan. 2) Akan lebih baik sempatkan sikat gigi sebelum melakukannya karena tidak hanya menjadikan napas se gar, tapi rasa segar menthol dari pasta gigi akan memberi sensasi yang lebih menyenangkan saat berciuman atau seks oral. 3) Ingat, cukup gosok gigi saja tanpa perlu mandi apalagi menata rambut.
Laki-laki sering kali lebih suka melihat penampilan alami Anda saat tampil polos dengan rambut acak-acakan setelah bangun tidur. 4) Ini adalah kesempatan untuk mencoba hal yang baru. Bangunkan pasangan Anda dengan sentuhan mesra sembari memutar lagulagu romantis sebagai kejutan. 5) Sesekali, ajaklah pasangan untuk bercinta di kamar mandi atau bisa jadi di ruang tamu, dan seks kilat juga bisa jadi pilihan. Memulai kesibukan di pagi hari dengan lebih menyenangkan dapat menjadi langkah awal yang baik un tuk memulai aktivitas sepanjang hari. Seks di pagi hari adalah pilihannya, yang bisa membuat Anda tersenyum di pagi hari dan bisa semangat sepan jang hari. Tetapi semua ada takaran dan variasinya, morning sex bisa juga menjadi hal membosankan jika dilakukan rutin setiap hari, terutama jika ternyata pasangan Anda memang kurang menyukainya. Jadi, bila se muanya sudah bisa dipahami dan buat mengatasi kejenuhan seksual, kenapa tidak mencobanya karena selain mendapatkan kenikmatan, Anda dan pasangan pun bisa lebih semangat untuk bangun pagi dan akan merasa lebih sehat, bugar dan bahagia. Itulah serunya seks di pagi hari.
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
12
Kita sangat familiar dengan masakan khas Jepang yang bernama sushi. Namun, tahukah Anda dengan teppanyaki? Penyajian makanan ini sangat menarik dan unik karena disertai aksi chef. Tokoh berkesempatan menikmati aksi Ida Bagus Ketut Arimbawa, sous chef Restaurant Tenku Japanese di Hotel The Patra Bali, Tuban, Bali.
T
eppanyaki sendiri berasal dari dua kata, teppan yang berarti piring besi dan yaki yang berarti penggorengan terbuka yang bisa digunakan untuk menggoreng dan memangang. Teppanyaki dapat diartikan memanggang di atas piring besi. Dengan kepulan asap dan aroma yang unik dari Teppanyaki dining menjadikan suasana makan yang khas. Para penikmat makanan ini dapat melihat langsung aksi chef yang sangat menarik. Bagaimana saat memanggang daging, api langsung naik karena terkena siraman arak khas Jepang. Tentu menjadi tontonan yang sangat menarik bagi para tamu yang makan. Begitu juga, saat memotong daging. Terkadang para chef memainkan pisau seperti dalam film laga. Sangat mengagumkan. Saking asyiknya melihat tontonan tersebut, tamu biasanya tak terasa sudah makan sangat banyak. Disamping itu, chef juga memasak makanan satu demi satu dengan kecepatan yang disesuaikan dengan cara makan tamu. “Kalau tamu makannya cepat, chef juga harus cepat memasak. Kalau tamunya makan dengan santai, chef juga harus mengikuti iramanya,”
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Teppanyaki
Konsep Santap
yang Unik
kata lelaki yang dipanggil chef Gus Tut ini. Terkadang, di pertengahan masak, para tamu meminta chef untuk beristirahat dulu. “Mungkin tamu ada meeting sejenak setelah piringnya kosong dan melanjutkan makan lagi setelah meeting. Chef bisa istirahat sejenak atas permintaan tamu,” imbuhnya. Menurutnya, dalam santap makan teppanyaki, seorang chef sudah dibayar langsung oleh tamunya sehingga memang, harga untuk jamuan makan dengan gaya live cooking ini terbilang sangat mahal. Perpaduan rasa makanan dan aksi para chef. Chef biasanya dibantu waitress untuk menyiapkan bahan makanannya. Ada tiga bumbu digunakan, garam, merica, dan sake (satu minuman beralkohol dari Jepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Sering juga disebut anggur beras). Penyajian Teppanyaki dimulai dari saat tamu baru datang disuguhkan minuman teha jepang dengan rasa agak pahit. Kemudian disajikan salad yang terdiri dari lobak, wortel, dan daun selada yang diiris halus diberi tambahan saus yang rasanya agak asam.
Sebagai chef teppanyaki tentu disamping jago memasak juga harus memiliki keahlian dalam hal seni. Santap makan ini tergolong sangat mahal, karena itu para chef harus dapat menyajikan atraksi yang menarik bagi tamu yang makan. Apalagi, ada aksi melempar pisau. Aksi tersebut tentu memerlukan kedisiplinan tinggi dan jam terbang yang mumpuni, karena jangan sampai pisau malah bisa mengenai tamu atau melukai chef itu sendiri. Ada satu pengalaman
Kemudian mulailah chef beraksi. Sebagai persiapan, meja besi dibersihkan dengan minyak. Kemudian dilap dan dibersihkan dengan sake untuk mensterilkan. Menu yang disajikan bernama “Tenku Set Teppanyaki”. Masakan pertama adalah ikan salmon dan ikan gindara. Sebelum memasak chef akan menceritakan asal mula kedua ikan tersebut. Walaupun tamu tidak bertanya, chef akan memperlihatkan kedua jenis ikan tersebut dalam kondisi yang segar. Ikan dimasukkan ke dalam piring besi diberi tambahan garam dan merica. Saat ikan sudah berubah warna segera dibalik. Ikan salmon tidak boleh terlalu matang. Saat disajikan di piring diberikan tambahan irisan daun prei dan jeruk nipis. Saat makan ditemani dengan saus gomandare yakni saus kacang yang rasanya sedikit asam. Selesai memasak, piring besi dibersihkan dengan es batu. Tujuannya, agar semua kotoran setelah memasak keluar dan lebih mudah untuk dibersihkan. Masakan kedua, sayuran. Kubis, wortel, paprika, dan bawang Bombay, yang sudah diiris halus dimasak
Ikan salmon dan ikan gindara
menarik chef Gus Tut yang dikisahkan kepada Tokoh. Saat beraksi, ada seorang tamu yang sangat tertarik dengan kepiawaian Gus Tut memainkan pisau saat masak. Kemudian ia mendapatkan order untuk kesokan harinya agar memasak lagi. Ternyata, tamunya membawa kamera untuk merekam gaya Gus Tut. Karena dilihat Gus Tut agak grogi, tamu memberinya minum sake. Saking keenakan karena agak mabuk, chef Gus Tut memainkan
Sup Miso
pisau salah prediksi. Saat melempar pisau, pisau kembali dan menancap di jari tangannya yang membuat darah bercucuran, dan ia harus segera dibawa ke klinik. “Jari tangan saya dijarit 5,” katanya tertawa. Setelah mendapatkan pengobatan, dengan tangan terbalut, ia kembali melanjutkan aksinya. Namun, sang tamu melarangnya karena merasa bersalah membuatnya mabuk dan mengatakan sudah cukup melihat aksinya. Bagi chef Gus Tut, setiap hari baginya waktu untuk belajar. Karena itu, ia selalu menciptakan kreativitas dan terus mengasah keahliannya dalam seni memasak. –Wirati Astiti
13
Takjil merupakan makanan wajib saat berbuka puasa. Banyak penjual takjil dadakan mencoba mengais rezeki di bulan Ramadan. Namun, ada juga yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk berbagi bersama dan menjalin kebersamaan. Itulah yang dilakukan siswa-siswi Komunitas Pencinta Alam dari SMA Santo Yoseph Denpasar.
ala Jepang
Keahlian Seni
Nasi Goreng
Kuliner Jual Takjil untuk Kebersamaan
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
M
enurut Andini, yang didapuk sebagai juru bicara, berjualan takjil di bulan Ramadan sudah rutin mereka lakukan. “Dari kakak kelas sudah melakukannya. Kami hanya melanjutkan,” kata Andini yang diamini temantemannya. Ada berbagai macam takjil yang mereka jual, seperti es buah, kolak, pisang goreng,
Ida Bagus Ketut Arimbawa
bersama garam dan merica. Kemudian ditambahkan sake agar rasanya lebih mantap. Masakan ketiga, steak. Pertama, masak terlebih dahulu bawang putih. Tujuannya, agar aroma minyak bawang putih juga masuk ke dalam daging. Kemudian masukkan daging sapi. Beri tambahan garam dan merica. Yang paling unik, saat sake dituangkan, api langsung naik dan membuat decak kagum. Steak langsung matang dan siap dimakan. Masakan berikutnya, udang galah yang besar. Kemudian dilanjutkan dengan nasi goreng. Memasak nasi goreng ala Jepang sangat unik. Pertama, semua campuran sayuran dimasak, setelah diberi bumbu garam dan merica, dibungkus dalam telur dadar. Kemudian telur yang membungkus sayuran tersebut dicincang dengan sendok sutil, kemudian masukkan nasi, digoreng sampai tercampur rata. Tambahkan garam dan merica kembali. Saat penyajian, udang ditaruh di atas nasi goreng yang disajikan dalam mangkuk. Makanan terakhir yang dikeluarkan, sup miso yang terdiri dari tahu jepang, miso, rumput laut jepang, dan daun prei. Sup ini disajikan dalam mangkuk tertutup, tujuannya agar tetap panas. Memakannya pun dengan cara langsung menyeruputnya,
tanpa sendok. Sedangkan, untuk makanan lainnya, menggunakan alat makan khusus yakni sumpit. Menurut chef Gus Tut, untuk standar penyajian teppanyaki biasanya dimulai dari masakan sayuran, seafood, steak, dan nasi goreng. Namun, di tempatnya bekerja, kadang ia membuat variasi sendiri untuk urutan makanan yang harus dimasak. Intinya, hanya satu, rasa seafood tidak tercampur oleh steak, begitu juga sebaliknya. Sebagai makanan penutup disajikan irisan buah-buahan. –Wirati Astiti
dan puding. Harganya mulai dari Rp 3.000. Untuk menyiapkan takjil mereka membagi tugas dari 20 orang anggota. “Masingmasing punya tugas sendiri, ada yang membuat kolak, es, pisang goreng atau puding,” ucapnya. Uniknya, anggota komunitas ini, terdiri dari lintas agama. “Tujuan kami juga selain untuk menambah uang kas, juga untuk menambah kekompakan dan
Anak-anak SMA Santo Yoseph
menghormati agama lain,” kata Andini. Selain berjualan di depan SMA Santo Yoseph, mereka juga
Es Buah
berjualan keliling dengan sepeda motor. “Ada beberapa teman yang jualan keliling ke warnet dan warung,” katanya. Uniknya, pembeli bukan hanya dari umat muslim, bahkan temanteman mereka sendiri ikut membeli. Apalagi, kata Andini, kalau takjil yang mereka buat tidak habis. “Kami makan bareng-bareng,” ujarnya yang disambut tawa teman-temannya. Ia juga menegaskan, bahan-bahan yang di-
gunakan untuk membuat takjil semua bahan yang memang untuk khusus makanan, terutama pewarna dan tanpa bahan pengawet. Kegiatan ini juga sangat didukung orangtua mereka masingmasing. “Kegiatan ini juga untuk mengisi waktu liburan,” ucap Andini. Jam buka mulai pukul 15.00 sampai 19.00. Salah seorang siswa menggunakan alat pengeras suara untuk memanggil konsumen. “Kami lakukan semua dengan senang hati,” kata Andini yang diamini teman-temannya. -Wirati Astiti
Besengek Tempe Gurih Sarwan Bahan : 350 gr 150 gr 100 gr 150 ml 100 ml
Salad
: tempe kukus potong menurut selera : tempe busuk rebus potong menurut selera : udang kering/ ebi sangrai : santan encer : santan kental
Bebek Ingkung Dapatkan
DISCOUNT 10% setiap pembelanjaan minimal Rp 100.000
Bahan: 1 ekor : bebek muda utuh 150 gr : jeroan bebek 2 liter : santan 3 ruas : jari jahe, memarkan 4 batang : serai, memarkan 1 buah : pala, tumbuk kasar 2 ruas : lengkuas, memarkan 3 lembar : daun salam 5 lembar : daun jeruk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 9 buah 5 siung 1 sdt 1 sdt 7 buah
yang dihaluskan : : bawang merah : bawang putih : lada kasar : ketumbar : kemiri sangria
2 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 2 buah : cabe merah besar buang bijinya 10 buah : cabe rawit 4 cm : kencur 3 ruas : jari kunyit bakar Cara Membuat: - Bagi menjadi dua bagian bumbu halus. - Lumuri bebek dan jeroan bersama sebagian bumbu, lalu masuk-
Cara membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daun jeruk, daun salam hingga harum. Lalu masukkan tempe dan ebi goreng, santan cair. Biarkan mendidih, kecilkan api, masukkan santan kental, gula, garam, kaldu bubuk, aduk hingga mendidih biar santan tidak pecah. - Siap untuk disajikan dengan bawang putih goreng. kan jeroan ke dalan perut bebek. Biarkan selama 30 menit agar bumbu meresap. - Rebus santan dan sisa-sisa bumbu hingga mendidih dan masukkan bebek pada santan bumbu. Masak hingga bebek matang dan lunak - Bebek ingkung siap disajikan.
Rolade Ayam Gurih
Bahan: 500 gr : daging ayam fille 2 buah : tahu cina, cincang halus 4 siung : bawang putih, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 1 butir : telur, kocok lepas 1 sdt : garam 1 sdt : kaldu bubuk 1 sdt : gula margarin secukupnya Bahan Kulit: 2 butir : telur, kocok lepas 2 siung : bawang putih, haluskan 4 buah : bawang merah, haluskan ½ sdt : garam
Cara membuat: - Lumuri daging fille ayam bagian dada dengan cincangan bawang putih dan garam sampai rata. - Kukus bersama tahu Cina sampai matang, angkat dan
biarkan sampai dingin. - Cincang ayam dan tahu Cina lalu campur dengan daun bawang, telur, kaldu dan garam, adukaduk rata dan sisihkan. Cara membuat Kulit: - Campur bahan kulit jadi satu, aduk-aduk hingga tercampur merata. - Panaskan wajan anti lengket dengan margarin secukupnya. Lalu tuang bahan kulit, buatlah dadar agak tipis, masak sampai dadar agak kering, angkat dan lakukan sampai bahan adonan habis. - Ambil selembar dadar, beri adonan isi, ratakan dan gulung lalu bungkus dengan kertas aluminium foil. Kukus sampai matang, angkat dan biarkan dingin, lepas lapisan aluminium foil, potong-potong rolade menurut selera, sajikan dengan saus pedas dan saus tomat.
12
Kita sangat familiar dengan masakan khas Jepang yang bernama sushi. Namun, tahukah Anda dengan teppanyaki? Penyajian makanan ini sangat menarik dan unik karena disertai aksi chef. Tokoh berkesempatan menikmati aksi Ida Bagus Ketut Arimbawa, sous chef Restaurant Tenku Japanese di Hotel The Patra Bali, Tuban, Bali.
T
eppanyaki sendiri berasal dari dua kata, teppan yang berarti piring besi dan yaki yang berarti penggorengan terbuka yang bisa digunakan untuk menggoreng dan memangang. Teppanyaki dapat diartikan memanggang di atas piring besi. Dengan kepulan asap dan aroma yang unik dari Teppanyaki dining menjadikan suasana makan yang khas. Para penikmat makanan ini dapat melihat langsung aksi chef yang sangat menarik. Bagaimana saat memanggang daging, api langsung naik karena terkena siraman arak khas Jepang. Tentu menjadi tontonan yang sangat menarik bagi para tamu yang makan. Begitu juga, saat memotong daging. Terkadang para chef memainkan pisau seperti dalam film laga. Sangat mengagumkan. Saking asyiknya melihat tontonan tersebut, tamu biasanya tak terasa sudah makan sangat banyak. Disamping itu, chef juga memasak makanan satu demi satu dengan kecepatan yang disesuaikan dengan cara makan tamu. “Kalau tamu makannya cepat, chef juga harus cepat memasak. Kalau tamunya makan dengan santai, chef juga harus mengikuti iramanya,”
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Teppanyaki
Konsep Santap
yang Unik
kata lelaki yang dipanggil chef Gus Tut ini. Terkadang, di pertengahan masak, para tamu meminta chef untuk beristirahat dulu. “Mungkin tamu ada meeting sejenak setelah piringnya kosong dan melanjutkan makan lagi setelah meeting. Chef bisa istirahat sejenak atas permintaan tamu,” imbuhnya. Menurutnya, dalam santap makan teppanyaki, seorang chef sudah dibayar langsung oleh tamunya sehingga memang, harga untuk jamuan makan dengan gaya live cooking ini terbilang sangat mahal. Perpaduan rasa makanan dan aksi para chef. Chef biasanya dibantu waitress untuk menyiapkan bahan makanannya. Ada tiga bumbu digunakan, garam, merica, dan sake (satu minuman beralkohol dari Jepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Sering juga disebut anggur beras). Penyajian Teppanyaki dimulai dari saat tamu baru datang disuguhkan minuman teha jepang dengan rasa agak pahit. Kemudian disajikan salad yang terdiri dari lobak, wortel, dan daun selada yang diiris halus diberi tambahan saus yang rasanya agak asam.
Sebagai chef teppanyaki tentu disamping jago memasak juga harus memiliki keahlian dalam hal seni. Santap makan ini tergolong sangat mahal, karena itu para chef harus dapat menyajikan atraksi yang menarik bagi tamu yang makan. Apalagi, ada aksi melempar pisau. Aksi tersebut tentu memerlukan kedisiplinan tinggi dan jam terbang yang mumpuni, karena jangan sampai pisau malah bisa mengenai tamu atau melukai chef itu sendiri. Ada satu pengalaman
Kemudian mulailah chef beraksi. Sebagai persiapan, meja besi dibersihkan dengan minyak. Kemudian dilap dan dibersihkan dengan sake untuk mensterilkan. Menu yang disajikan bernama “Tenku Set Teppanyaki”. Masakan pertama adalah ikan salmon dan ikan gindara. Sebelum memasak chef akan menceritakan asal mula kedua ikan tersebut. Walaupun tamu tidak bertanya, chef akan memperlihatkan kedua jenis ikan tersebut dalam kondisi yang segar. Ikan dimasukkan ke dalam piring besi diberi tambahan garam dan merica. Saat ikan sudah berubah warna segera dibalik. Ikan salmon tidak boleh terlalu matang. Saat disajikan di piring diberikan tambahan irisan daun prei dan jeruk nipis. Saat makan ditemani dengan saus gomandare yakni saus kacang yang rasanya sedikit asam. Selesai memasak, piring besi dibersihkan dengan es batu. Tujuannya, agar semua kotoran setelah memasak keluar dan lebih mudah untuk dibersihkan. Masakan kedua, sayuran. Kubis, wortel, paprika, dan bawang Bombay, yang sudah diiris halus dimasak
Ikan salmon dan ikan gindara
menarik chef Gus Tut yang dikisahkan kepada Tokoh. Saat beraksi, ada seorang tamu yang sangat tertarik dengan kepiawaian Gus Tut memainkan pisau saat masak. Kemudian ia mendapatkan order untuk kesokan harinya agar memasak lagi. Ternyata, tamunya membawa kamera untuk merekam gaya Gus Tut. Karena dilihat Gus Tut agak grogi, tamu memberinya minum sake. Saking keenakan karena agak mabuk, chef Gus Tut memainkan
Sup Miso
pisau salah prediksi. Saat melempar pisau, pisau kembali dan menancap di jari tangannya yang membuat darah bercucuran, dan ia harus segera dibawa ke klinik. “Jari tangan saya dijarit 5,” katanya tertawa. Setelah mendapatkan pengobatan, dengan tangan terbalut, ia kembali melanjutkan aksinya. Namun, sang tamu melarangnya karena merasa bersalah membuatnya mabuk dan mengatakan sudah cukup melihat aksinya. Bagi chef Gus Tut, setiap hari baginya waktu untuk belajar. Karena itu, ia selalu menciptakan kreativitas dan terus mengasah keahliannya dalam seni memasak. –Wirati Astiti
13
Takjil merupakan makanan wajib saat berbuka puasa. Banyak penjual takjil dadakan mencoba mengais rezeki di bulan Ramadan. Namun, ada juga yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk berbagi bersama dan menjalin kebersamaan. Itulah yang dilakukan siswa-siswi Komunitas Pencinta Alam dari SMA Santo Yoseph Denpasar.
ala Jepang
Keahlian Seni
Nasi Goreng
Kuliner Jual Takjil untuk Kebersamaan
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
M
enurut Andini, yang didapuk sebagai juru bicara, berjualan takjil di bulan Ramadan sudah rutin mereka lakukan. “Dari kakak kelas sudah melakukannya. Kami hanya melanjutkan,” kata Andini yang diamini temantemannya. Ada berbagai macam takjil yang mereka jual, seperti es buah, kolak, pisang goreng,
Ida Bagus Ketut Arimbawa
bersama garam dan merica. Kemudian ditambahkan sake agar rasanya lebih mantap. Masakan ketiga, steak. Pertama, masak terlebih dahulu bawang putih. Tujuannya, agar aroma minyak bawang putih juga masuk ke dalam daging. Kemudian masukkan daging sapi. Beri tambahan garam dan merica. Yang paling unik, saat sake dituangkan, api langsung naik dan membuat decak kagum. Steak langsung matang dan siap dimakan. Masakan berikutnya, udang galah yang besar. Kemudian dilanjutkan dengan nasi goreng. Memasak nasi goreng ala Jepang sangat unik. Pertama, semua campuran sayuran dimasak, setelah diberi bumbu garam dan merica, dibungkus dalam telur dadar. Kemudian telur yang membungkus sayuran tersebut dicincang dengan sendok sutil, kemudian masukkan nasi, digoreng sampai tercampur rata. Tambahkan garam dan merica kembali. Saat penyajian, udang ditaruh di atas nasi goreng yang disajikan dalam mangkuk. Makanan terakhir yang dikeluarkan, sup miso yang terdiri dari tahu jepang, miso, rumput laut jepang, dan daun prei. Sup ini disajikan dalam mangkuk tertutup, tujuannya agar tetap panas. Memakannya pun dengan cara langsung menyeruputnya,
tanpa sendok. Sedangkan, untuk makanan lainnya, menggunakan alat makan khusus yakni sumpit. Menurut chef Gus Tut, untuk standar penyajian teppanyaki biasanya dimulai dari masakan sayuran, seafood, steak, dan nasi goreng. Namun, di tempatnya bekerja, kadang ia membuat variasi sendiri untuk urutan makanan yang harus dimasak. Intinya, hanya satu, rasa seafood tidak tercampur oleh steak, begitu juga sebaliknya. Sebagai makanan penutup disajikan irisan buah-buahan. –Wirati Astiti
dan puding. Harganya mulai dari Rp 3.000. Untuk menyiapkan takjil mereka membagi tugas dari 20 orang anggota. “Masingmasing punya tugas sendiri, ada yang membuat kolak, es, pisang goreng atau puding,” ucapnya. Uniknya, anggota komunitas ini, terdiri dari lintas agama. “Tujuan kami juga selain untuk menambah uang kas, juga untuk menambah kekompakan dan
Anak-anak SMA Santo Yoseph
menghormati agama lain,” kata Andini. Selain berjualan di depan SMA Santo Yoseph, mereka juga
Es Buah
berjualan keliling dengan sepeda motor. “Ada beberapa teman yang jualan keliling ke warnet dan warung,” katanya. Uniknya, pembeli bukan hanya dari umat muslim, bahkan temanteman mereka sendiri ikut membeli. Apalagi, kata Andini, kalau takjil yang mereka buat tidak habis. “Kami makan bareng-bareng,” ujarnya yang disambut tawa teman-temannya. Ia juga menegaskan, bahan-bahan yang di-
gunakan untuk membuat takjil semua bahan yang memang untuk khusus makanan, terutama pewarna dan tanpa bahan pengawet. Kegiatan ini juga sangat didukung orangtua mereka masingmasing. “Kegiatan ini juga untuk mengisi waktu liburan,” ucap Andini. Jam buka mulai pukul 15.00 sampai 19.00. Salah seorang siswa menggunakan alat pengeras suara untuk memanggil konsumen. “Kami lakukan semua dengan senang hati,” kata Andini yang diamini teman-temannya. -Wirati Astiti
Besengek Tempe Gurih Sarwan Bahan : 350 gr 150 gr 100 gr 150 ml 100 ml
Salad
: tempe kukus potong menurut selera : tempe busuk rebus potong menurut selera : udang kering/ ebi sangrai : santan encer : santan kental
Bebek Ingkung Dapatkan
DISCOUNT 10% setiap pembelanjaan minimal Rp 100.000
Bahan: 1 ekor : bebek muda utuh 150 gr : jeroan bebek 2 liter : santan 3 ruas : jari jahe, memarkan 4 batang : serai, memarkan 1 buah : pala, tumbuk kasar 2 ruas : lengkuas, memarkan 3 lembar : daun salam 5 lembar : daun jeruk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 9 buah 5 siung 1 sdt 1 sdt 7 buah
yang dihaluskan : : bawang merah : bawang putih : lada kasar : ketumbar : kemiri sangria
2 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 2 buah : cabe merah besar buang bijinya 10 buah : cabe rawit 4 cm : kencur 3 ruas : jari kunyit bakar Cara Membuat: - Bagi menjadi dua bagian bumbu halus. - Lumuri bebek dan jeroan bersama sebagian bumbu, lalu masuk-
Cara membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daun jeruk, daun salam hingga harum. Lalu masukkan tempe dan ebi goreng, santan cair. Biarkan mendidih, kecilkan api, masukkan santan kental, gula, garam, kaldu bubuk, aduk hingga mendidih biar santan tidak pecah. - Siap untuk disajikan dengan bawang putih goreng. kan jeroan ke dalan perut bebek. Biarkan selama 30 menit agar bumbu meresap. - Rebus santan dan sisa-sisa bumbu hingga mendidih dan masukkan bebek pada santan bumbu. Masak hingga bebek matang dan lunak - Bebek ingkung siap disajikan.
Rolade Ayam Gurih
Bahan: 500 gr : daging ayam fille 2 buah : tahu cina, cincang halus 4 siung : bawang putih, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 1 butir : telur, kocok lepas 1 sdt : garam 1 sdt : kaldu bubuk 1 sdt : gula margarin secukupnya Bahan Kulit: 2 butir : telur, kocok lepas 2 siung : bawang putih, haluskan 4 buah : bawang merah, haluskan ½ sdt : garam
Cara membuat: - Lumuri daging fille ayam bagian dada dengan cincangan bawang putih dan garam sampai rata. - Kukus bersama tahu Cina sampai matang, angkat dan
biarkan sampai dingin. - Cincang ayam dan tahu Cina lalu campur dengan daun bawang, telur, kaldu dan garam, adukaduk rata dan sisihkan. Cara membuat Kulit: - Campur bahan kulit jadi satu, aduk-aduk hingga tercampur merata. - Panaskan wajan anti lengket dengan margarin secukupnya. Lalu tuang bahan kulit, buatlah dadar agak tipis, masak sampai dadar agak kering, angkat dan lakukan sampai bahan adonan habis. - Ambil selembar dadar, beri adonan isi, ratakan dan gulung lalu bungkus dengan kertas aluminium foil. Kukus sampai matang, angkat dan biarkan dingin, lepas lapisan aluminium foil, potong-potong rolade menurut selera, sajikan dengan saus pedas dan saus tomat.
14
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Yuk, Mewarnai Rambut
Sejak beberapa tahun terakhir, mewarnai rambut menjadi semakin digemari dan populer di Indonesia termasuk di Bali. Kini, yang melaku kannya bukan hanya para artis atau selebriti tapi perempuan dari berbagai kalangan dan usia tidak ragu lagi untuk mewarnai rambutnya. Bahkan banyak pula orang yang tidak pernah membiarkan rambutnya berwarna hitam.
M
enurut Dayu Nyo man , pemilik Salon Ayu dikawasan Jalan Sedap Malam, Den pasar, mewarnai rambut sama dengan memotong atau melakukan penataan rambut lainnya. “Sekarang, mewarnai rambut rambut menjadi bagian dari tata rambut modern. Apalagi dengan se makin canggihnya teknologi kecantikan, bertambah banyak pula pilihan pewarna rambut yang aman untuk berbagai jenis rambut. Warna rambut yang tepat, katanya mampu membantu menambah nilai pada penampilan seseorang. Hingga saat ini, warna yang paling banyak dipilih saat mengecat rambut adalah pirang, coklat, keemasan dan kemerahan. Lan tas bagiamana dengan Anda? Beranikah mengubah warna rambut Anda? Dikatakannya kalau setiap orang memiliki alasan tersendiri tentang berani atau tidak untuk mewarnai rambutnya. Ada beberapa kekhawatiran yang sering mereka kemukakan, seperti takut akan efek samping yang bisa menjadikan rambut rusak atau kering. Ada juga karena bingung memilih warna yang cocok dan pas untuk mereka. “Mereka yang berani dan santai mewarnai ram butnya, biasanya mengaku ingin penampilan yang bervariasi dan tidak terkesan monoton,”kata Dayu yang sudah lebih dari 20 tahun di dunia kecantikan ini. Bagi siapa saja yang ingin mewarnai rambut , Dayu menyarankan pada siapapun yang ingin mewarnai rambut, bisa memilih warna yang tepat dan pantas sehingga merasa nyaman. Bagi perempuan yang pertama kali mencoba mewarnai rambut, katanya pilih pewarna yang bersifat semi-permanen, karena umumnya warnanya memudar setelah 10 - 12 kali kali keramas. Disamping itu jenis pe warna ini tidak memakai peroksida atau amonia sehingga
Beberapa hal yang perlu diketahui tentang mewarnai rambut: l Highlight, yakni pewarnaan pada beberapa helai rambut saja. Tujuan biasanya adalah menutupi rambut tipis agar terkesan lebih tebal serta banyak. Ini baik bagi seseorang yang ingin mewarnai rambutnya tapi masih ragu-ragu atau takut. Juga bermanfaat menutupi uban. lLowlight, kebalikan dari highlight, yakni dengan menonjol
kan warna dasar rambut. Gunanya lebih kepada aksen semata. lToning, proses pewarnaan rambut dengan cara melapisi bagian luar rambut saja, tidak sampai masuk ke kutikula. Toning dan hair manicure termasuk proses pewarnaan rambut semi permanen. Warna baru hilang setelah 6 bulan atau setelah dicuci 30-32 kali.
Heradad: proses pewarnaan seluruh rambut. Biasanya dijalani ketika seseorang ingin mengubah total penampila lFull
lHighlight, lowlight, dan full-head merupakan proses pe warnaan rambut permanen. Warna baru akan hilang setelah rambut dipotong atau ditimpa warna lain l Highlight yang elegan, umumnya menggunakan war na tembaga kecokelatan, atau pirang kemerahan dan bukan warna fashion seperti biru dan yang lainnya. Untuk perempuan dewasa atau mereka yang bekerja, highlight cukup diterapkan pada 10-25 helai saja, atau disesuaikan tebal – tipisnya rambut. –Sri Ardhini
warna rambut kita tidak akan berubah drastis dan hanya memperkuat warna rambut dan akan tampak lebih kentara dibanding sebelumnya. Tapi, lanjutnya semua tergantung selera. Jika memang serius dan senang mewarnai rambut, kenapa tidak meng gunakan produk yang masuk kategori demi-permanen, sehingga mampu bertahan lebih lama di rambut dan akan memudar setelah 25 – 3o kali keramas. Efek warna yang dihasilkan pun satu tingkat lebih terang atau dua tingkat lebih gelap dari warna asli rambut. Sedangkan pewarna rambut permanen , bagi mereka yang yakin sepenuhnya atau 100% berani dan memang suka tampil beda. “Karena,warna rambutnya bakal berubah total dengan efek pewarnaan nya yang menghasilkan kesan dramatis hingga menjadikan penampilan berubah. Untuk pewarnaan ini, rambut tidak akan berubah warna lagi, kecuali tumbuh atau digunting,” terang Dayu. Namun, diingatkannya lagi, bahwa untuk memperoleh hasil yang maksi mal, yakni rambut berwarna indah dan berkilau hanya bisa dimiliki dengan proses dan teknik pengecatan yang benar. Selain itu, harus pula diperhatikan dan disesuai kan dengan jenis dan warna kulit termsuk melihat profesi yang digeluti. Warna Unik Selain warna-warna yang umum dipilih selama ini, banyak juga yang menyukai warna ash alias mengandung unsur abu atau keperakperakan. Walau banyak juga yang heran, kenapa ada orang yang mau mewarnai rambutnya demikian.” Itulah yang namanya selera,” ujar Dayu. “Meskipun terlihat warnanya tidak biasa, namun dengan trik yang tepat seseorang justru bisa nampak lebih istimewa dengan warna yang cukup unik ini,” lanjut Dayu yang be lajar lebih dalam tentang warna-warna rambut termasuk
Jelita
Mitos
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
11
Mesiodens harus Dicabut? dari seminar dan pengalamanya selama ini mewarnai para pelanggan salonnya. “Ketika seseorang memutuskan untuk mewarnai ram butnya maka ia mesti mengerti bahwa ia juga harus merawat rambutnya lebih ekstra. Akan lebih baik jika kita memakai sampo yang memang khusus untuk rambut diwarnai. Sebab, hal utama untuk rambut yang diwarnai adalah perawatan. Sepatutnyalah kita rajin mengoleskan vitamin, memakai serum, masker rambut, serta spa rambut. Hal ini untuk menjaga rambut yang diwarnai tetap sehat dan segar,” paparnya. Namun, lanjutnya diluar itu semua poin paling penting bagi seseorang yang mewarnai rambutnya adalah percaya diri. “Rambut dapat diwarnai apa saja jika kita memiliki rasa percaya diri yang tinggi,”tandasnya . – Sri Ardhini
B
erbagai permasalahan pada gigi kerap terjadi pada anak. Seperti, gigi berlubang, gigi renggang, belum tumbuh gigi, dan tumbuhnya gigi berlebih (mesiodens). Kali ini, Tokoh khusus mengulas tentang mesiodens. Berikut penjelasan drg. Sarah Kartimah D, Sp.KGA. Mitos: Mesiodens bisa tumbuh di mana saja Fakta: Mesiodens adalah gigi lebih yang timbul di daerah insisive rahang atas yang bisa berada di atas gigi insisive (gigi seri) atau di antaranya. Bila gigi lebih berada di daerah posterior atau dekat geraham, maka disebut sebagai distomolar. Bila gigi lebih berada di daerah lingual/bukal (dekat lidah atau pipi) maka disebut sebagai paramolar. Mitos: Gigi mesiodens harus dicabut Fakta: Gigi mesiodens memang benar harus dicabut karena dapat menyebabkan
gangguan pada pertumbuhan gigi dan juga dapat menganggu penampilan. Apa itu mesiodens? Dokter gigi spesialis gigi anak RSAD Udayana Denpasar Bali ini menjelaskan, mesiodens (gigi lebih) adalah suatu kelainan di mana jumlah gigi lebih dari nor mal yang mempunyai morfologi dan bentuk tidak normal yang muncul pada gigi anterior rahang atas dengan persentase keja dian 0,15%-1,9% . Mesiodens cenderung dua kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Mesiodens bisa tunggal atau ganda dengan arah pertumbu
han bisa normal, terinversi atau horizontal. Bentuk mesiodens biasanya berupa sebuah mahkota berbentuk kerucut dan sebuah akar pendek. Mesiodens dapat muncul pada masa anak anak dan terjadi pada periode gigi susu atau gigi permanen. Ada berbagai teori menge nai terjadinya mesiodens, salah satunya teori hypergenesis epi thel. Bahwa, gigi supernumerary terjadi akibat hipergenesis epitel dimana sisa lamina dental atau cabang palatal dental lamina yang aktif dirangsang untuk berkem bang menjadi benih gigi tambahan sehingga terbentuklah gigi super numerary. Teori faktor keturunan
tkh/net
Seks Pagi Hari Dok, aku sudah menikah dua tahun. Selama ini kemesraan seksualk u dengan suami sih baik-baik saja. Tetapi belakang an s uami sering mengajak untuk berhubungan seksual di pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Dia menikmati sekali hubungan seksual di pagi hari. Ini bagaimana dok? Apa ada manfaatnya? (Nuri,28 thn)
W
alau pagi hari terkesan le bih sibuk dan terkadang bisa membosankan karena harus mempersiapkan diri buat kesibu kan kantor yang rutin itu-itu saja, sesungguhnya Anda bisa meng ganti pagi Anda menjadi sangat menyenangkan dengan melakukan hal lain yang bisa dinikmati di pagi hari, bukan dengan segelas kopi hangat, melainkan bercinta dengan pasangan Anda di pagi hari.
Di pagi hari hormon testoster on laki-laki tengah tinggi-tingginya dan sirkulasi darah ke penis juga meningkat. Ini membuat laki-laki merasa sangat bergairah begitu mereka membuka mata di pagi hari, apalagi ereksi di pagi hari memang terjadi sebagai tanda metabolisme tubuh masih bagus. Seperti juga hubungan seks yang biasa, hubungan seks di pagi hari juga akan melepaskan hormon en dorfin yang membuat kita merasa nikmat dan senang, sekaligus juga
hormon bahagia yang disebut ok sitosin. Ini yang membuat orang merasa dicintai dan saling terikat secara emosional sepanjang hari. Belum banyak yang menyadari, bahwa hubungan seks di pagi hari tidak hanya menyenangkan tapi juga memiliki banyak dampak positif yang akan Anda rasakan selama seharian penuh. Apa saja manfaatnya? Endorfin yang dihasilkan akan membuat tubuh merasa senang dan memicu kekebalan alami tubuh. Endorfin ini juga bisa berfungsi sebagai penghi lang rasa sakit. Juga IgA (antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas) akan meningkat. Jika jumlah antibodi ini bertambah, Anda tidak akan mudah jatuh sakit. Hubungan seks di pagi hari juga da pat melepaskan hormon oksitosin, senyawa kimia yang dapat memun culkan rasa bahagia. Tentu saja ini akan membuat pasangan merasa lebih dicintai dan akan terjaga ke terikatan emosional yang memba hagiakan sepanjang hari. Demikian pula, hubungan seks sebenarnya bisa disamakan dengan olah raga, karena hampir semua otot ikut bergerak bahkan kalori yang dike luarkan bisa disamakan dengan lari pagi atau senam. Berhubungan seksual juga bisa dianggap sebagai
juga disebut dapat menyebabkan terjadinya gigi lebih yang di turunkan dan dibawa oleh suatu gen mutan sehingga kelainan ini bisa terjadi pada ayah/ibu dan anggota keluarga lainnya. Sebelum dilakukan pe nanganan lebih lanjut pada gigi mesiodens diperlukan pemerik saan radiologis untuk menegak kan diagnosa. Dari hasil rontgen foto akan terlihat arah pertum buhan, lokasi dan pengaruh pada gigi gigi di sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk men
cari metode yang tepat dalam mengeluarkan gigi mesiodens. Setelah dilakukan pencabutan pada gigi mesiodens diperlukan rencana penatalaksaan yang te pat dan dilakukan oleh dokter gigi dalam rangka mencegah atau mengoreksi maloklusi yang terjadi. Penggunaan alat ortodontik aktif dibutuhkan dalam hal ini baik penggunaan alat ortodontik cekat maupun lepasan agar pasien dapat me rasa nyaman pada penampilan nya. –Inten indrawati
bentuk lain dari senam kardio, yang berfungsi meningkatkan kebugaran jantung. Jadi Anda sesungguhnya tidak perlu repot-repot nge-gym pagi-pagi. Pada perempuan, seks yang dilakukan di pagi hari akan membuat rasa senang, wajah terli hat lebih cerah dan lebih segar yang dihubungkan dengan terpeliharanya dengan baik fungsi dan level hor mon estrogen. Hubungan seks yang dilakukan secara teratur di pagi hari pun telah terbukti menurunkan tekanan darah dan membuat Anda akan mampu menghadapi masalah yang Anda sedang hadapi. Akhirnya Anda akan merasa jadi lebih rileks, mood makin baik, senyum lebih lebar dan kepercayaan diri Anda akan meningkat seharian. Bagaimana memaksimalkan seks di pagi hari agar lebih romantis dan bisa sama-sama menikmat inya, ini tipsnya: 1) Jangan terlalu direncanakan, akan lebih seru bila dilakukan secara spontan. 2) Akan lebih baik sempatkan sikat gigi sebelum melakukannya karena tidak hanya menjadikan napas se gar, tapi rasa segar menthol dari pasta gigi akan memberi sensasi yang lebih menyenangkan saat berciuman atau seks oral. 3) Ingat, cukup gosok gigi saja tanpa perlu mandi apalagi menata rambut.
Laki-laki sering kali lebih suka melihat penampilan alami Anda saat tampil polos dengan rambut acak-acakan setelah bangun tidur. 4) Ini adalah kesempatan untuk mencoba hal yang baru. Bangunkan pasangan Anda dengan sentuhan mesra sembari memutar lagulagu romantis sebagai kejutan. 5) Sesekali, ajaklah pasangan untuk bercinta di kamar mandi atau bisa jadi di ruang tamu, dan seks kilat juga bisa jadi pilihan. Memulai kesibukan di pagi hari dengan lebih menyenangkan dapat menjadi langkah awal yang baik un tuk memulai aktivitas sepanjang hari. Seks di pagi hari adalah pilihannya, yang bisa membuat Anda tersenyum di pagi hari dan bisa semangat sepan jang hari. Tetapi semua ada takaran dan variasinya, morning sex bisa juga menjadi hal membosankan jika dilakukan rutin setiap hari, terutama jika ternyata pasangan Anda memang kurang menyukainya. Jadi, bila se muanya sudah bisa dipahami dan buat mengatasi kejenuhan seksual, kenapa tidak mencobanya karena selain mendapatkan kenikmatan, Anda dan pasangan pun bisa lebih semangat untuk bangun pagi dan akan merasa lebih sehat, bugar dan bahagia. Itulah serunya seks di pagi hari.
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
10
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Radikulopati Servikal ( Nyeri Leher yang Menjalar )
Oleh: dr. I Made Wijaya, Sp.Rad Penulis adalah Spesialis Radiology di Siloam Hospitals Bali Beberapa orang pernah mengalami sakit pada leher yang dapat menjalar ke bahu dan lengan. Jenis rasa sakit ini sering disebabkan oleh cedera atau iritasi atau peradangan di dekat akar saraf dari tulang belakang saraf servikal atau leher. Cedera akar saraf kadang-kadang disebut sebagai saraf “terjepit”. Rasa sakit ini terletak dilengan atas pada sisi yang sama dengan yang sakit (ipsilateral) Oleh: dr. I Made Wijaya, Sp.Rad dan keluhannya akut, menusuk serta seperti ke setrum listrik. Istilah medis untuk kondisi ini disebut radikulopati servikal. Nyeri radikuler servikal ditandai dengan nyeri leher yang menjalar ke sisi belakang bahu, lengan dan kadangkadang bisa mencapai ke tangan. Penjalaran nyeri meng ikuti distribusi dermatom saraf yang terkena dan juga bias mempengaruhi jaringan yang dipersarafi oleh saraf tersebut, seperti otot, sendi, ligamen dan kulit. Selain itu, mungkin ada perasaan kelemahan pada kegiatan tertentu. Nyeri yang berasal dari akar saraf servikal keempat (C4) terlokalisir dileher dan daerah supraskapular (di atas tulang belikat). Nyeri dari akar servikal kelima (C5) menyebar ke lengan bawah, sedangkan rasa sakit dari akar saraf keenam dan ketujuh (C6 dan C7) meluas keleher, bahu, lengan dan tangan.
akan menekan disk antara tulang belakang dan cenderung akan menonjolkan disk ke belakang yaitu ke arah saluran atau kanal saraf yang terdapat akar saraf di dalamnya. Kondisi ini disebut herniasi disk atau herniated disc. Tekanan terhadap akar saraf dari herniated disc dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan sepanjang saraf. Ketika akar saraf meradang, tekanan akan bertambah pada disk dan hal ini dapat menyebabkan sakit yang sangat mendalam pada tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan nyeri tajam, linu menjalar sepanjang jalur saraf tersebut. Suatu herniated disc dapat terjadi ketika terlalu besar kekuatan atau gaya yang diberikan pada disk intervertebralis yang sehat. Kekuatan atau gaya yang besar pada tulang belakang tersebut mungkin terlalu berat untuk di serap oleh disk, bahkan oleh disk yang sehat sekalipun. Penonjolan atau herniated disc lebih sering terjadi pada orang dewasa setengah baya. Hal ini karena proses alami dari penuaan yang menyebabkan disk menjadi melemah (proses degenerasi). Kekuatan yang minimal saja sudah cukup dapat menyebabkan disk yang mengalami proses degenerasi tersebut mengalami herniasi. Tidak semua orang dengan herniated disc memiliki masalah degeneratif. Demikian juga, tidak semua orang dengan degenerasi akan menderita herniated disc.
Bugar Penyebab yang cukup sering lainnya dari radikulopati termasuk osteoarthritis (OA), yang biasanya mempenga ruhi tulang belakang leher (servikal) dan tulang belakang lumbar (pinggang). Radikulopati juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis tumor, diabetes dan infeksi tertentu termasuk Herpes zoster, yang merupakan virus yang menyebabkan cacar air. Pemeriksaan yang paling umum digunakan sebagai pemeriksaan pelengkap adalah evaluasi secara radiologi, test elektrofisiologi dan diagnostik blok selektif akar saraf. Pemeriksaan sinar-x polos yang digunakan ter utama untuk menyingkirkan patologi primer lainnya yang serius, seperti tumor, infeksi dan patah tulang belakang. Sinar-x dari tulang belakang leher jarang menunjukkan sumber rasa sakit; tetapi magnetic resonance imaging (MRI) scan merupakan tes yang menunjukkan jaringan lunak dan dapat dengan mudah mengkonfirmasikan diagnosis. CT scan memberikan informasi yang baik tentang struktur tulang tetapi ada keterbatasan dalam hal jaringan lunak. MRI adalah pemeriksaan pilihan, menunjukkan perubahan morfologi yang terjadi di disk intervertebralis, saraf tulang belakang, akar saraf dan jaringan lunak sekitarnya. Diagnosis tidak hanya didasarkan pada temuan radiologi, sejumlah studi telah menunjukkan bahwa sekitar 30% dari pasien dengan temuan MRI tidak menunjukkan gejala. Ketika temuan klinis dan radiologi cocok, maka jauh lebih mudah untuk membuat diagnosa yang tepat.
Hasil pencitraan MRI Leher atau Cervical dengan kasus HNP setinggi C3 - C4
Gambar proses terjadinya herniasi pada saraf leher (cervical)
Pada orang tua, penyakit degeneratif pada disk dapat menyebabkan timbulnya tulang taji (spur) yang terbentuk dekat akar saraf. Jika tulang taji ini cukup besar, mungkin akan mengiritasi dan mengganggu pada akar saraf tersebut. Hal ini biasanya terjadi di dalam foramen (saluran saraf tepi) akar saraf tersebut. Akar saraf yang teriritasi yang ditekan oleh tulang taji dapat menyebabkan gejala yang sama seperti herniated disc yaitu nyeri, mati rasa dan kelemahan dibagian yang terkena pada tubuh.
Gambar proses nyeri yang menjalar ke lengan
Penyebab tersering dari radikulopati servikal adalah herniasi atau penonjolan pada bantalan antar tulang belakang atau disk, yang menyebabkan tulang belakang atas dan di bawah disk untuk bergerak lebih dekat bersamasama dan menekan akar saraf. Disk antara setiap tulang belakang merespon dengan bertindak sebagai peredam atau shock absorber. Membungkukkan leher ke depan
Gambar iluastrasi dan hasil pencitraan CT scan dan MRI tulang taji (spur) yang menekan akar saraf di leher.
Hasil pencitraan MRI Leher atau Cervical dengan kasus HNP setinggi HNP C6-C7
Style
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Tonjolkan Karakter dalam Balutan Warna Saat ini semakin banyak desainer yang menyiapkan rancangan busana ready to wear atau siap pakai. Seperti yang dipersembahkan beberapa anggota APPMI Bali di “Bali Collection Fashion Festival 2015” belum lama ini.
S
udah pasti pula, mereka sangat mengenal perkembangan fashion saat ini sehingga karyanya selalu trendi dan up date. Mau kesan mewah, elegan, etnik maupun kasual, tinggal dipilih. Begitu juga balutan warnanya hadir dengan karakter yang kuat di setiap busana. Ekspresi mereka dalam karya, cocok untuk pria dan wanita modern yang sibuk beraktivitas namun peduli penampilan. Apalagi
bagi mereka yang kerap mendapat undangan ke acara pesta ataupun jamuan bisnis. Menggunakan gaun rancangan para desainer papan atas adalah sebuah style dengan nilai tersendiri. Untuk itu Tokoh sengaja menghadirkan kreasi mereka. Setiap desainer yang karyanya terpajang memiliki unsur memikat dan gaya yang khas. Selain itu suguhan koleksi mereka inipun bisa menjadi inspirasi untuk melengkapi penampilan Anda. –Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Glitersz
Sejak singel perdananya berjudul “Cuek Bebek” dirilis dan menjadi hits, nama “Glitersz” pun semakin melambung. Girl band cilik yang pertama di Bali ini juga semakin ramai diperbincangkan.
Dari kiri: Anggi, Sally, Marsha, dan Mutiara
G
litersz , yang personilnya terdiri dari Anggi (10), Sally (10), Mutiara (9), dan Marsha (8) ini, begitu muncul, langsung berhasil mewarnai musik pop Indonesia dengan gaya dan lagu anakanak mereka. Terlebih saat tampil membawakan “Cuek Bebek” disertai koreo yang unik tapi mudah diikuti. “Video klip Glitersz dapat dilihat di youtube, di Dewata TV dan Bali TV, serta bias didengar di radio-radio favorit warga kota,” ucap Anggi yang diamini keempat rekannya. Karena itu pula, girl band cilik ini kerepotan menerima undangan tampil. Meski sibuk, personil Glitersz yang selain berparas cantik juga bersuara cantik ini, mengaku tak merasa lelah, justru bersemangat setiap kali mau manggung. Apalagi saat tampil para Glitersz Lover (sebutan untuk fans Glitersz) selalu ramai dan mengikuti gerakan mereka. “Seru dan seneng jadinya,” kata
Sally .“Apalagi sekarang kami masih dalam suasana liburan sekolah, jadi bisa lebih sering manggungnya,” ujar mereka serempak. Glitersz, awalnya dibentuk Maria Santoz pada pertengahan tahun 2014, dan sejak Mei 2015 manajemennya resmi dipegang oleh d’Tunjung. Menariknya, Glitersz hadir dengan visi dan misi yang mulia bagi anak-anak lainnya. Mereka ingin menghidupkan kembali lagu anak-anak, yang sangat minim di pasaran sehingga anaklebih banyak menyanyikan lagu dewasa. Berita baiknya, untuk pecinta lagu anak-anak, saat ini manajemen Glitersz tengah sibuk mempersiapkan sederetan lagu anak-anak, ciptaan Maria Santoz dan beberapa pencipta lainnya. Selain itu Glitersz juga bakal merilis ulang lagu anak-anak yang dulu sempat menjadi hits.
untuk tampil. Selain mengisi di even bergengsi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar, seperti Pets Festival, Detik Festival, Denpasar Festival, Pekenan dan Pasar Murah Kota Denpasar, mereka juga banyak diundang tampil sebagai bintang tamu, dalam berbagai acara yang melibatkan anak-anak. Selain sering tampil di mal-mal besar di Bali, Glitersz juga biasa tampil di restoran, hotel dalam acara ulang tahun. Meski sibuk di dunia seni, sebab mereka bukan hanya piawai menyanyi tapi juga top di dunia modelling, presenting dan akting ini,
2015, Glitersz dinobatkan sebagai Brand Ambassador Rumah Pintar dan Kedai Baca Kota Denpasar. Program ini bertujuan untuk memotivasi agar anak-anak di Bali lebih giat membaca. Selain Brand Ambasaddor Rumah Pintar Glitersz juga hadir sebagai duta anak di Bali yang aktif mengampanyekan Gerakan Anti KekerasanTerhadap Anak yang dideklarasikan olehWali Kota Denpasar IB Rai D.Mantra dan Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak belum lama ini. Selanjutnya bicara jadwal mang-
Ambassador Rumah Pintar Saat ini, Glitersz semakin dikenal dan memiliki jadwal cukup panjang
Di rumah pintar
gung, Glitersz yang baru saja usai tampil di acara “Bagi-bagi cendol gratis seluruh Indonesia” bersama KasKus, sebuah Kegiatan Sosial dan Kreativitas Anak menjelang Har iAnak Nasional 23 Juli 2015, serta Sosialisasi Cerdas Kreatif bersama Rumah Pintar dan Kedai Baca Kota Denpasar. Beberapa iklan produk makanan, minuman, pakaian dan alat tulis dengan menggunakan Glitersz sebagai ikonnya juga segera diluncurkan. Selain itu,diam-diam Glitersz yang selalu tampil dengan kostum khas ini, juga sedang mempersiapkan diri sebagai ikon anak-anak Cinta Pertanian, Peduli sampah Plastik dan turut mengampanyekan Cinta Buah dan Pangan Lokal, Anti Fast Food dan kembali mengonsumsi pangan organik sehat dengan slow food. Kini sambil terus melatih vokalnya pada Bambang Bogi Prasetyo, Gliterszjuga meningkatkan kemampuan koreo dan dance bersama Miss Listya dibawah asuhan Ganda Talent ( Kaknanda) serta belajar modelling, public speaking dan soft skill pada Mrs.Nenny Aryani. Dengan manajemen yang profesional dan visi misi yang jelas, diharapkan Glitersz yang mengusung konsep ceria smart dan elegan mampu membawa nuansa baru dalam dunia anak-anak. Tampil sebagai anak-anak yang cerdas, berbakat dan berprestasi luar biasa. Selanjutnya, siap sebagai generasi penerus bangsa yang hebat. -ard
ternyata keempat gadis multi talenta ini juga anak yang berprestasi di sekolahnya masing-masing. Saat ini Anggi tercatat sebagai murid kelas 5 SD Cerdas Mandiri, DCC; Sally kelas 5 SD Saraswati 3 Denpasar; Mutiara kelas 4 SD Sanur Indepedent School; dan Marsha kelas 3 SD Anugerah Denpasar. Tak salah jika pada awal Juni
Booking Contact
Anggi
Marsha
Mutiara
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Bebaskan Uang Gedung dan SPP
Ceria, Smart, dan Elegan
Bersama Kepala UPT Rumah Pintar
Dara 9 415 Peserta Lulus SPMB IKIP PGRI Bali
Sally
d’Tunjung Management/ Warung Makan d’Tunjung Jalan Tukad Yeh Aya No. 100, Denpasar Sri Sutari : 081 338 9955 00 Dewi : 081 353 1422 88 Fb : Glitersz Girl Band Cilik
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) IKIP PGRI Bali Gelombang I tahun ajaran 2015/2016 yang dilaksanakan Selasa (30/6) diikuti 444 peserta. Hari itu, mereka wajib mengikuti dua tes, yakni tes tulis (teori) dan tes wawancara. Dan, khusus calon mahasiswa yang memilih jurusan olahraga mengikuti tes kebugaran jasmani, Kamis (2/7). Dari 444 peserta tersebut, 415 dinyatakan lulus, yang resmi diumumkan Sabtu (4/7).
K
etua Panitia SPMB yang juga Pembantu Rektor I, Drs. Pande Wayan Bawa, M. Si. mengatakan pendaftaran gelombang II dibuka mulai 30 Juni s.d. 17 Agustus 2015, dan testing dilaksanakan 18 Agustus 2015. Ke 415 yang lulus SPMB Gelombang I tersebut, tersebar di 9 program studi di 5 fakultas, yakni jurusan Bimbingan Konseling, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Pendidikan Seni Rupa, Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik), Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Biologi. Tiga program studi dengan kelas tergemuk yakni Olahraga, Matematika, dan Ekonomi.
Pande Bawa menambahkan, untuk tahun ini peminat Jurusan Sendratasik meningkat tajam. Sementara, jurusan bahasa daerah minim peminat. Hal ini dikatakannya masih dikarenakan imbas dari wacana Bahasa Daerah Bali yang akan dihapuskan dari Kurikulum 2013. Padahal, sudah ada Pergub Bali No. 20 tahun 2013 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah Bali pada Pendidikan Dasar dan Menengah, yang dalam pasal-pasalnya ini sudah jelas disebutkan bahwa Bahasa Daerah Bali diajarkan sebagai mata pelajaran mandiri pada muatan lokal. Meski demikian, IKIP PGRI Bali komitmen menjaga dan mengemban amanat almarhum Prof. Mantra untuk tetap menjaga dan melestarikan bahasa Bali dan seni tradisi Bali,
BRI Gandeng HIMBARA Buka Puasa Bersama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar acara buka puasa bersama (bukber) 3.500 anak yatim-piatu Kamis (2/7) di Jakarta Convention Center (JCC). Kali ini BRI bekerja sama dengan anggota Himpunan Bank-bank Negara (HIMBARA) yaitu PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam penyelenggaraannya. “Acara yang bagi BRI diselenggarakan untuk kesebelas kalinya dan bagi sinergi Himbara yang pertama ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi beserta Ibu Iriana Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kall dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla,” ungkap Budi Satria, Corporate Secretary BRI. Ada 3.500 anak dari 70 Yayasan Yatim Piatu se-Jabodetabek. Tiaptiap yayasan didampingi oleh tiga orang pendamping. Acara inti diawali dengan tausyiah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Othman Omar Shihab, kemudian disambung dengan Sholat Maghrib berjamaah dan buka puasa bersama Presiden Jokowi dan seluruh tamu undangan. Setelah Sholat Isya dan Tarawih berjamaah, anak-anak yatim piatu yang hadir dihibur oleh penampilan salah satu grup musik Indonesia yang terkenal banyak merilis album religi, Wali Band. Pada kesempatan ini, seluruh bank anggota HIMBARA juga menyerahkan bantuan sarana penunjang pendidikan berupa buku bacaan, alat peraga pendidikan berupa model tubuh manusia, bola dunia/globe, serta bantuan sarana olahraga seperti bola kaki, bola basket, raket badminton, dan shuttle cock dengan total nilai Rp 200 juta. Terkait kegiatan Ramadan tahun ini, BRI juga telah menyelenggarakan pembagian sembako sebanyak 25.000 paket yang antara terdiri dari beras, biskuit, minyak goreng, gula pasir, kecap, margarin, dan mie instan di 15 titik lokasi do Jakarta, Tangerang dan Bekasi. “Selain itu, pada tanggal 14 Juli 2015 nanti, kami juga akan mengadakan Mudik Bersama yang diberi tajuk Nge-Buzz Bareng BRI untuk sekitar 5500 orang. Sebanyak 105 bus kita siapkan untuk membawa mereka pulang kampong ke berbagai kota di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur,” tambah Budi. -rls
Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, dan para Pembantu Rektor meninjau pelaksanaan SPMB IKIP PGRI Bali 2015
dengan tetap mengadakan Jurusan Bahasa Daerah (Bali). Komitmen itu pun didukung dengan pemberian bebas SPP bagi Jurusan Bahasa Daerah, Sendratasik, Seni Rupa, dan Sejarah. “Kami tetap membebaskan uang gedung untuk semua jurusan,” imbuh Pande Bawa. IKIP PGRI Bali masih menjadi pilihan utama kampus keguruan di Bali yang layak diperhitungkan. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya peminat luar Bali khususnya bagian timur, yang mendaftarkan diri di IKIP PGRI Bali. Hal tersebut dikatakan Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd., menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap kualitas lulusan IKIP PGRI Bali. Apalagi masyarakat sekarang juga menunggu pengangkatan guru akibat dua atau tiga tahun mendatang
terjadi pensiun massal. “Ini peluang besar bagi lulusan SMA untuk menjadi guru PNS,” ucapnya. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. membenarkan hal tersebut. Untuk menjaring calon guru berkualitas sudah dimulai sejak SPMB. Peserta bertato dan bertindik apalagi pemakai narkoba langsung digugurkan. Kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar (PBM) berkualitas yang bermuara pada output yang berkualitas pula. “Sarana prasarana sudah lengkap sesuai dengan kebutuhan, tinggal menjalani PBM. Untuk jangka pendek belum perlu ditambah lagi. Namun jika ada kebutuhan baru, kami pasti akan melengkapi lagi. Inovasi tetap dilakukan, kerjasama dengan perguruan tinggi lain juga tetap dilakukan. Selain itu, Rektor Suarta menyam-
paikan bahwa IKIP PGRI Bali meraih terbaik I di bidang akreditasi di Bali, NTB, dan NTT. Dari 9 prodi yang ada kesemuanya sudah terakreditasi B. Ini menunjukkan IKIP PGRI Bali taat azas legalitas dan mencerminkan bahwa LPTK terfavorit di Bali ini sudah berjalan dengan ketentuan yang benar. “Akreditasi ini modal dasar untuk menjaga dan mempertanggungjawabkan kepercayaan masyarakat,” ucapnya. SPMB itu pun ditinjau langsung Rektor Made Suarta, Ketua Yayasan Arthanegara, Ketua Panitia yang juga PR I Pande Bawa, dan PR II Dewa Putu Juwana, usai membuka lomba membuat gebogan, penjor, dan ngelawar, serangkaian piodalan di Pura Luhur Jagat Widya Aksara di Kampus IKIP PGRI Bali, Rabu (1/7) Purnama Kasa. –ten
8
Bunda & Ananda
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Bedah Anak
Pertolongan Pertama
tentukan Hasil Akhir Bagi orangtua yang memiliki anak yang sakit, tentu akan berupaya untuk memberikan perawatan yang terbaik. Tetapi, bila sakit yang diderita cukup parah hingga memerlukan operasi pembedahan, kadang orangtua merasa khawatir.
“W
aktu Gus Wira didiagnosa hernia dan disarankan operasi, saya galau. Dia masih kecil, bagaimana dampak operasinya nanti. Ada yang menyarankan tidak usah operasi,” kenang Bu Rai, ibu Gus Wira. Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas, Bu Rai lalu menghubungi keluarganya yang dokter umum. Ia kemudian disarankan untuk konsultasi ke dokter bedah. Apa dampak dari operasi harus ditanyakan dengan jelas agar tidak menjadi ganjalan dalam hati. Apa yang dilakukan Bu Rai dengan meminta informasi kepada dokter ini merupakan bagian dari komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Hal ini penting dilakukan agar pasien dan keluarga mendapat penjelasan yang detail tentang penanganan yang akan dilakukan tim dokter. Apalagi yang
dilakukan adalah operasi terhadap anak-anak. “Ilmu bedah anak merupakan ilmu yang paling muda saat ini. Penanganan bedah anak berbeda dengan bedah orang dewasa karena anak-anak bukan miniatur orang dewasa. Anakanak punya karakteristik sendiri dan ini memerlukan perlakukan berbeda. Ilmunya pun beda,” ungkap dr. I Made Darmajaya, Sp.B., Sp.BA(K)., MARS, Kepala Sub Divisi Bedah Anak Lab. Bedah RS Sanglah. Hal yang paling sering ditemukan adalah anak-anak tidak bisa mengatakan di sebelah mana sakitnya. Mereka mengungkapkan rasa sakit dengan tangisan. Inilah yang memuat orangtua panik. Beda dengan orang dewasa yang bisa menyampaikan sendiri dimana sakit, sejak kapan sakit, dan apa yang mereka rasakan. Kategori anak-anak yang dipakai di Indonesia umumnya adalah
dibawah usia 12 tahun sedangkan standar WHO adalah usia dibawah 18 tahun. Karena anak tidak bisa menyampaikan dan orangtua terlambat mengetahui keluhan anaknya, akan berdampak terhadap lambatnya diagnose, lambatnya penanganan atau operasi, bahkan dampak dari operasi. “Disinilah uniknya menangani anak-anak, yang sakit dan akan dioperasi anaknya, yang ditanya orangtua atau yang mengasuhnya. Makin banyak informasi yang bisa digali, makin mudah dalam melakukan anamnesa. Kuncinya, lebih awal, lebih intens, dan lebih komunikatif,” jelas dr. Darmajaya yang juga Kepala Instalasi Wings Amertha RS Sanglah ini. KIE antara dokter dan keluarga pasien merupakan kesempatan bagi keluarga untuk menanyakan berbagai hal tentang penyakit yang dialami anaknya termasuk dampak dari operasi. Kini bahkan banyak orangtua yang sudah mencari informasi di internet terlebih dahulu lalu dibahas dengan dokternya.
LAPAROSKOPI ANAK Dari pengalamannya menangani bedah anak sejak sembilan tahun silam, dr. Darmajaya mengatakan sebagian besar operasi bedah yang dilakukan terhadap
dalam akan lebih mudah dilihat. Jadi tidak perlu robek sanasini untuk melihat kelainan. Satu kamera yang berputar akan lebih efektif dan efisien. “Karena efektif ini, bisa saja dari satu operasi bisa melihat kelainan di tempat lain sehingga penanganan bisa lebih cepat. Manfaat lain memang luka lebih cepat sembuh sembuh karena hanya ada sayatan kecil,” kata dr. Darmajaya. Ia mengaku walaupun sudah ada teknik operasi bedah yang canggih, masih ada juga orangtua yang belum yakin. Karena itu, antara dokter dan keluarga pasien harus duduk bersama dan berkomunikasi. Dokter juga bisa memberi penjelasan pertolongan pertama yang baik akan membuat hasil akhir lebih baik. Kalau tidak yakin dan terlambat menangani, hasil akhirnya pun kemungkinan menjadi tidak baik.
anak-anak merupakan kelainan bawaan. Kelainan ini misalnya kelainan saluran pencernaan, kelainan saluran kencing. Ada juga operasi tumor, kasus infeksi, dan trauma. Tim yang melakukan operasi pun tim khusus karena melibatkan ahli anastesi anak, ahli anak, dan peralatan khusus untuk anak dan bayi. “Kini peralatan sudah makin canggih sejak adanya teknik lap–Ngurah Budi aroskopi untuk bedah minimal invasif. Cukup dengan satu kamera 3 mm yang dimasukkan dari pusar, bisa melihat kondisi dalam tubuh. Ada pilihan bagi orangtua yang ingin mendapatkan hasil operasi lebih baik,” ujar dokter yang juga praktik di RSIA Puri Bunda ini. Namun, masih ada yang salah kaprah tentang laparoskopi karena hanya mengira hasil operasi membuat bekas operasi secara kosmetika lebih baik. Manfaat laparoskopi yang paling baik adalah hanya dengan satu kamera, bisa mendeteksi lebih banyak kelainan dalam tubuh. Dr. Darmajaya, Sp.B, Sp.BA(K) Anatomi tubuh bagian
Mendongeng Lima Menit Dengingan Nyamuk
Alat laparoskopi
Sejak tadi seekor nyamuk terbang mondar-mandir di atas kepala seekor kerbau. Ia takut meminta izin untuk hinggap di tubuh yang besar itu. Namun demikian, ia dengan sopan memberi tanda Made Taro dengan mendenging-denging dekat telinga kerbau. Kerbau itu tetap asyik mengunyah rumput tanpa melakukan gerakan yang berarti. Akhirnya nyamuk itu menghentikan dengingannya, lalu hinggap di ujung tanduk sang kerbau. Sang kerbau terus saja asyik mengunyah rumput. Nyamuk berpikir, hewan besar itu tidak keberatan kalau ia beristirahat terlalu lama. Ketika kerbau itu menengadahkan kepala, nyamuk kecil dan ringan itu berkata, “Maaf Tuan, aku beristirahat terlalu lama. Apabila Tuan merasa bebanku terlalu berat, aku rela untuk terbang. Namun sekali waktu aku akan kembali hinggap di tanduk Tuan. Izinkanlah permohonanku itu. Berilah aku tanda apabila
Tuan merasa berat.” Kerbau itu menguak sambil menengadahkan kepala. “Mbooo….!” Tiba-tiba di punggung kerbau itu hinggap seekor burung curik. “Kamu mengerti apa yang dikatakan kerbau itu?” tanya Curik kepada Nyamuk. “Ya, aku mengerti. Ia tidak keberatan apabila aku beristirahat terlalu lama.” “Ha, ha, ha…!” Curik itu tertawa terbahakbahak. “Kamu salah tanggap. Kerbau itu mengatakan bahwa, ia tidak tahu siapa kamu. Kamu ada maupun tiada, sama saja. Ia tidak pernah tahu dan tidak pernah memasalahkan. Lihat aku! Beratku seribu kali kamu. Hewan besar yang bernama Kerbau itu tidak pernah tahu, aku ada atau tidak. Apalagi kamu! Sia-sialah berlaku sopan kepada makhluk besar yang tidak perduli kepada masalah kecil.” Setelah berkata demikian, burung curik itu terbang lalu hinggap di punggung sapi. “Benar juga,” pikir nyamuk yang kecil dan ringan itu. Kemudian ia memanggil temantemannya untuk mendenging di tanduk kerbau. “Ngiiing, ngiiing…! Tak perlu merendahkan diri dan berlaku sopan kepada kekuatan besar yang tidak peduli kepada kekuatan kecil. Ngiiing, ngiiing …” katanya ramai-ramai.
17
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Denpasar Model Percontohan Tingkat Nasional
“Program revitalisasi pasar tradisional Poh Ga ding, Denpasar Utara sudah berlangsung dengan pembangunan fisik 2,9 % . Relokasi pedagang berjalan dengan baik dan dibantu dari dana APBD Denpasar mencapai Rp 198 juta. Pembangunan revitalisasi pasar tradisional di Pasar Poh Ga ding, diharapkan tuntas November dari target yang ditetapkan pada Desember 2015,” demikian cuplikan dialog singkat video confrence yang dilaksanakan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, dengan Presiden RI Joko Widodo, dipandu Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel dari Banyumas, JawaTengah, Selasa (30/6).
A
cara video conference yang berlangsung di areal pasar Poh Gading tersebut, juga dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dan Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, serta SKPD di lingkungan Kota Denpasar, instansi terkait dan kepala pasar setempat. Rupanya, Wali Kota Den-
pasar dengan ide cerdasnya dan keberhasilannya melakukan revitalisasi pasar tradisional sejak lama, menjadikannya terpilih melakukan video confrence tersebut. Sebagaimana disampaikan presiden, bahwa revitalisasi meliputi empat bidang, yaitu revitalisasi fisik, manajemen, ekonomi, dan revitalisasi sosial budaya, sehingga menambah daya saing pasar tradisional da-
Wali Kota sedang melakukan video confrence dengan Presiden RI
Areal Pasar Poh Gading yang tengah direnovasi
lam menghadapi serbuan pasar modern. Hal itu pula yang dilaksanakan pemerintah Kota Denpasar dan menjadi contoh untuk tingkat nasional. Berikutnya Rai D. Mantra mengatakan jumlah pasar tradisi onal di Kota Denpasar 52 buah. Dan, pasar yang telah direvitalisasi sebanyak 22 buah. Melalui dana APBD Kota Denpasar sebanyak 15 buah. Sedangkan yang melalui dana Tugas pembantuan (dana TP) 6 buah pasar, serta sebuah pasar dengan bantuan dana DAK. Ditanya perkembangan dari pasar yang telah direvitalisasi, Rai Mantra dengan sumringah
menyebutkan beberapa contoh, di antaranya PasarAgung yang direvitalisasi tahun 2011. Sebelum revitalisasi omzetnya berkisar Rp 2 juta s.d Rp 3 juta, setelah revitalisasi mengalami peningkatan yang cukup tajam yakni mencapai Rp 14 juta per bulan. Begitu juga dengan Pasar Nyanggelan, sebelum revitalisasi memiliki omzet Rp 2,5 juta, setelahnya menjadi Rp 6,3 juta per bulan. Semua pasar yang direvitalisasi, omzetnya mengalami pertumbuhan. Memang ada yang belum meningkat pesat, hal itu karena pasar tersebut sedang mengalami renovasi tambahan. Seperti,
Bersama pedagang pasar Poh Gading yang hadir di acara video confrence
PasarKerthawaringin Sari, Pasar Padangsambian dan Pasar Poh Gading, semuanya masih dalam tahap renovasi tambahan. Selanjutnya Wali Kota Denpasar Rai D. Mantra, menyatakan menyambut positif program presiden mengenai revitalisasi pasar di Indonesia. “Apalagi revitalisasi bukan hanya menyasar fisik saja, namun juga termasuk membangun capacity building bagi pedagang. “Di Kota Denpasar, untuk pembangunan fisik dikoordinir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sedangkan untuk capacity building pedagang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat,” ucap Rai Mantra. Ditambahkannya bahwa , capacity building pedagang pasar tradisional tersebut dilombakan setiap tahun mulai dari kebersihan, manjamen temasuk juga cara pelayanannya. Sebelum dilombakan para pedagang pasar mendapat pendidikan melalui sekolah pasar yang meliputi pendidikan manajeman, pelayanan, kebersihan dan penataan barang. “Revitalisasi ini program yang sangat tepat meningkatkan ekonomi masyarakat,” lanjut Rai Mantra. –ard
Siap Hadapi Serbuan Pasar Modern Menurut Kadisperindag Kota Denpadar, I Wayan Gatra, selama ini Pemerintah Kota Denpasar sudah berhasil mewujudkan kondisi pasar tradisional dengan pelayanan yang semi modern. Baik dari segi bangunan fisik,sarana dan prasarana maupun peningkatan kualitas pengelola dan pedagangnya demi pelayanan terbaik bagi masyarakat desa. Hal ini juga berarti meningkatkan kapasitas ekonomi kerakyatan. Disamping itu, tercipta pasar yang dapat bersaing serta aman, bersih nyaman sekaligus representatif
untuk semua kalangan. Seperti kegiatan pengembang an pasar desa pekraman Poh Gading yang berdiri di atas tanah kurang lebih 7.230 M2 , menjadi pasar semi modern juga sudah berjalan lancar, meski dana yang diterima sebesar 5 Miliar dari usulan 15 Milliar. Pasar Desa Pekraman Poh Gading yang menempati tanah seluas 40 are tersebut terdiri dari 46 kios, 101 los, dan 38 pedagang pela taran tersebut, proses renovasinya sedang berlanjut dengan bantuan
Banner Telekonpres President
dana APBD Kota Denpasar. Pasar yang awalnya dibangun sejak tahun 1999 dengan dana inpres dan swadaya masyarakat ini pun berhasil mengalami perkembangan laba pasar dari tahun ke tahun. Hal ini juga dibenarkan oleh Wayan Sutriatni (55) yang sudah berjualan di pasar Poh Gading selama 13 tahun. Jika di awal jualan, barang dagangannya masih sedikit, namun dalam perkembangannya ia pun mengalami peningkatan , dan kini Sutriatni bisa menyediakan kebutuhan sembako yang lengkap. Ia juga mengaku bangga, dengan berjulan sembako di pasar Poh Gading , mampu menjadikan kedua anaknya menjadi sarjana. Selanjutnya Wayan Gatra juga mengatakan, sebelum Presiden Joko Widodo menyampaikan tentang merevitalisasi 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia hingga tahun 2019. Kemudian untuk tahun 2015 ini dilaksanakan untuk 1.000 pasar tradisional disertai penegasannya agar para
Bupati dan Walikota se-Indonesia membantu para pedagang kecil terutama di pasar tradisional supaya mampu bersaing menghadapi serbuan pasar modern, Pemerintah Kota Denpasar sudah melaksanakannya. Bahkan, revitalisasi pasar tradisional yang digagas Rai D. Mantra sejak tahun 2009 lalu dijadikan model percontohan di tingkat nasional. Dalam meningkatkan daya saing menghadapai serbuan pasar modern, seperti juga dikatakan oleh Presiden Joko Widodo dan Wali Kota Denpasar, bahwa pasar tradisional yang akan direvitalisasi meliputi empat bidang, yakni revitalisasi fisik, revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi dan revitalisasi sosial budaya sehingga mampu menambah daya saing pasar tradisional dalam meng hadapi serbuan pasar modern. Wayan Gatra menyebutkan, ide cerdas terkait revitalisasi pasar yang dilaksanakan Wali Kota Denpasar, juga berhasil membuahkan
Wayan Sutriatni
predikat Kota terbaik ke-2 untuk perlindungan konsumen. Sebab dengan program revitalisasi pasar tradisional, Pemkot Denpasar melalui Disperindag juga secara rutin terus melakukan tera/tera ulang pada semua alat ukur dan timbangan di setiap pasar yang ada di Denpasar. -ard
18
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Kreasi
Melayangan Yuk Melayangan Pelepasan balon ke udara yang dilaksanakan Ny.Selly D. Mantra didampingi Ketua Panitia ABG Putra Agung SN , Ny. Agung Sri Satria Naradha dan IB Ugrasena Narendra bersama anak -anak pecinta layangan menandai di bukanya acara “Belajar Membuat Layang –Layang Bersama Undagi Layangan International Kite Maestro Ida Bagus Ugrasena Narendra, ” Minggu (28/6) , di Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar.
A
cara ini diselenggarakan dalam rangka mengisi kegiatan liburan sekolah dan menyambut hari Anak Nasional pada 23 Juli. Kegiatan yang juga ikut melestarikan budaya Bali ini, mendapatkan respon sangat positif. Terbukti hari itu Wantilan Bali TV terlihat penuh anak-anak dan masyarakat pepanyuka layangan. Pada kesempatan tersebut anak-anak yang datang dipandu caranya membuat layangan tradisional sederhana yang bahannya dari koran bekas lengkap dengan kerangka dari bambu. Mereka pun terlihat sangat gembira dan menikmati aktivitas membuat dan bermain layangan tersebut. Selain IB Ugrasena Narendra pun langsung memberikan arahan dan contoh membuat layangan. Ia mengatakan ketika anak-anak tersebut menyukai layangan itu berarti pula menyayangi alam bahkan ikut menyelamatkannya, karena bahan-bahan layanga tersebut semuanya dari alam yang sepatutnya dijaga. Bermain layang- layang juga menjadi salah satu interaksi sosial yang baik diantara anak-anak agar tidak hanyut dengan permainan game yang tengah mewabah. Saat itu hadir pula Ide Pedande Nabe Gede Putra Telabah (78) yang berkenan bercerita kepada anak-anak perihal tradisi layang-layang yang sudah sangat kental di Pulau Dewata ini, lengkap beserta kisahnya “Rare Angon”. Lebih lanjut IB Ugrasena, yang lebih dari 20 tahun menggeluti dunia layangan bersama sang Istri Raden Ajeng Helmi Ginanti menyampaikan bahwa den-
gan layangan selain kita ikut melestarikan permainan tradisonal ini, juga bisa berkeliling dunia membawa nama harum nama Bali bahkan Indonesia. Seru dan Semarak Acara yang sekaligus memperingati HUT ke 1 “Darmawangsa Bali Kite Club” ini menjadi sangat menarik. Sebab, yang hadir mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan bahkan orang tua. Salah satunya, seorang tokoh senior layang –layang Bali, Nyoman Adnyana (80). “Saya mengetahui acara ini dari koran, dan saya senang ada acara yang mengajarkan anak-anak membuat layangan, Bermain layang-layang,
merupakan sebuah permainan tradisional yang sangat tua namun tetap popular ,”kata Adnyana yang juga sudah berkeliling dunia dengan layangan ini tersenyum. Sementara peserta terkecil Komang Bayu Arya W (3,5), yang didampingi sang ibu ternyata kehadirannya kali ini adalah yang kedua kali (acara membuat layangan pertama, 28 Juni 1914). Ia dan anak-anak lainnya yang hadir terlihat begitu antusias, sebab selain merasakan keseruan membuat dan langsung memainkan l atau mener-
Trisna STE, yang melantunkan “Indonesia Damai” dan “Kiyap”. Hiburan lainnya juga dimeriahkan oleh The Ambar Band
dari Yayasan Taman Permata Hati, Ubud. Semakin meriah lagi dengan hadirannya keindahan Tari Baris yang dibawakan Dewa Bagus dan permainan Gender. Disuguhkan pula Mesatua Bali yang disampaikan Dodi Iswara, ketiganya adalah murid SD Cipta Dharma Denpasar. Ketua Panita acara Belajar Membuat Layang-_layang yang juga President Yunior Darmawangsa Bali Kite Club, ABG Putra Agung SN, murid kelas V SD Cipta Dharma yang akrab disapa Ajus ini, setelah sukses dua kali menyelenggarakan program belajar membuat layangan, kemudian ditanya rencana berikutnya, ia mengatakan harapannya, agar tahun depan bisa menyelenggarakan lomba layang-layang khusus untuk anak-anak. – Sri Ardhini
bangkan layangan mereka di halaman Bali TVdiiringi lagu “Rare Angon”. Seluruh peserta kegiatan yang dibawakan Yupi juga mendapatkan edukasi tentang memilih permainan yang baik dan cara mengatur waktu dari Ketua Lentera Anak Bali, dr. AA Sri Wahyuni, Sp., Kj., dengan gayanya yang seru menjadikan anak-anak antusia mendengarkan. Berikutnya anak-anak juga memperoleh hiburan dari artis Bali kondang seperti Mr. Botak dengan lagunya “Rare Angon” dan
Terima Kasih pada Pendukung Acara l l l l l l
WHDI Provinsi Bali Iwapi Badung Aqua Wali Kota Denpasar Bounty Cruise Susu Zee
Yayasan YKBK Seluruh Pendukung Acara l Panitia Dan semua pihak yang membantu lancarnya acara l l
Life
Story
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
7
Trauma Gemuruh Ombak tkh/net
Gempa dan tsunami Aceh telah berlalu hampir 11 tahun silam. Namun, trauma masih membekas pada orangorang yang mengalaminya. Jangankan mereka yang langsung menyaksikan bencana di tempat kejadian yakni di Banda Aceh dan sekitarnya, mereka yang tinggalnya cukup jauh dari Banda Aceh pun masih merasa trauma dengan peristiwa bencana yang menjadi paling dahsyat di dunia di abad 21 ini.
D
i Aceh Tengah, pagi itu, 26 Desember 2004, ketika gempa hebat berkekuatan 9,3 skala ricther (di pusat gempa) mengguncang bumi, Azizah Yoenoes Naning (44), tengah memandikan putra pertamanya, Aulia Adi Nugraha. Beberapa saat sebelum tanah bergetar hebat, Azizah yang kala itu baru dua bulan kembali ke Aceh Tengah dari Palembang usai melahirkan, seperti menyaksikan pohon-pohon merunduk perlahan. Azizah juga mendengar gemeretak tanah kering seperti tengah pecah. Sambil terus memandikan anaknya, ia sempat bertanya-tanya dalam hati mengapa pohon-pohon itu lunglai. “Agak aneh saya rasa pagi itu saat melihat pohon-pohon seperti bersujud, ada apa dengan pohonpohon itu,” ungkapnya. Saat bertanya-tanya dalam hati, tidak lama kemudian guncangan kuat terjadi dan ia menjadi sangat panik. Azizah tidak ingat apa-apa kecuali menyelamatkan anak-anaknya, termasuk bayinya yang baru berusia dua bulan. Kebetulan hari itu hari Minggu, suaminya, Komisaris Polisi Kurnianto Purwoko yang kala itu menjadi Kapolres Persiapan Bener Meriah Aceh Tengah, sedang berada di rumah dan menerima tamu. Secepat kilat ia dan suaminya meraih anak-anaknya menyelamatkan diri keluar rumah. Tubuhnya gemetar karena kaget dengan guncangan yang demikian kuat dan cukup lama. “Mas Kur (sapaannya pada suaminya) lari menggendong
Ghina yang baru berusia dua bulan dan saya langsung menggendong Adi (anak pertamanya) lari keluar rumah,” ujar istri dari AKBP Kurnianto Puwoko, SH., yang saat ini menjadi Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini. Di luar rumah, para tetangga asrama tidak kalah takutnya. Suasana tampak tegang dan kepanikan terjadi. “Meski panik perlahan kendur namun ketegangan terjadi sekitar seminggu lamanya karena gempa terus menerus masih terjadi,” ungkapnya. Waktu gempa hebat terjadi, lanjutnya, tidak ada daya upaya untuk menolong orang lain, karena masing-masing orang sibuk karena harus menolong diri sendiri dan keluarganya terlebih dahulu. Mereka yang berada di Aceh Tengah ini masih beruntung, karena tidak terkena sapuan tsunami. Wilayah tempat suaminya bertugas termasuk berada pada dataran tinggi dan tidak dekat dengan laut. Azizah dan keluarganya sempat berada pada situasi terisolir karena hanya beberapa saat setelah gempa besar dan tsunami itu, seluruh komunikasi terputus. Listrik padam dan tidak dapat berhubungan dengan dunia luar akibat putusnya jaringan komunikasi. Begitu juga dengan jalan dan jembatan yang putus akibat guncangan dan retakan. “Untungnya saya sempat kontak ke keluarga di Palembang, mengabarkan bahwa kami baiknaik saja. Saya telepon beberapa
saat setelah gempa besar terjadi, minta agar keluarga di Palembang memantau siaran televisi untuk mengetahui situasi di tempat lain karena ada misan saya beserta suami dan anak-anaknya tinggal di Banda Aceh. Namun, tak lama kemudian, sekitar 15 menit setelah gempa besar itu komunikasi mati (terputus) total,” katanya. Hari itu hingga dua hari ke depannya, mereka masih terisolir. Tidak tahu perkembangan apa-apa kecuali siaga untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu gempa besar kembali terjadi di tengah gempagempa susulan yang terus menerus menggetarkan bumi yang mereka pijak. Pengalaman ini menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup Azizah. Dimana ketika tidak ada orang yang bisa dimintai pertolongan karena semua sibuk mengurus diri sendiri dan semua dalam kondisi tertekan, beberapa saat setelah gempa terjadi, suaminya pun harus meninggalkannya bersama dua anak mereka untuk terjun ke lapangan mengecek situasi masyarakat dan anggota Polres Persiapan Bener Meriah Aceh Tengah. MENOLAK PULANG KE PALEMBANG Di sinilah Azizah memahami dan memaklumi tugas dan tanggung jawab suaminya. Meski dengan perasaan tidak tenang karena harus meninggalkan anak-anak dan istrinya dalam situasi yang belum stabil, sebagai seorang polisi Kurnianto rela melakukannya demi tugas dan
tanggung jawabnya pada negara. Namun, sebagai seorang suami dan ayah bagi anak-anaknya, tentu ia pun merasakan tertekan dihantui rasa cemas meninggalkan keluarga kecilnya itu karena ia juga harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara. Kecemasannya tentu saja memuncak ketika tidak ada komunikasi yang bsia dilakukan sementara ia turun lapangan dan jauh dari istri dan anak-anaknya. Tercetuslah idenya untuk “memulangkan” sementara istri dan anak-anaknya ke tanah kelahiran istrinya, Palembang. Semua dilakukannya demi keselamatan istri dan anak-anaknya.. Ia sadar hanya memiliki dua tangan. Jika bencana yang belum lagi stabil pada kondisi normal itu, siapa yang akan diselamatkannya lebih dulu dari tiga orang yang sangat dicintainya itu, istrinya atau dua anaknya? Belum lagi ia memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan anggotaanggotanya juga masyarakat Aceh Tengah. Niat itu pun disampaikannya pada istrinya. Kurnianto benar-benar tidak menduga, bahwa idenya itu ditolak mentah-mentah oleh Azizah istrinya. “Saya tidak akan pulang ke Palembang. Masak iya, di saat senang saya bahagia berada di samping suami, lalu di saat susah seperti ini saya harus meninggalkannya? Tentu saja ini tidak adil dan tidak akan saya lakukan. Saya akan tetap berada di sini, mendampingi Mas Kur,” ujarnya kala itu.
Azizah bersikukuh untuk tetap berada di tempat itu, membuat Kurnianto mengamini keinginan sang istri. Azizah tetap menyemangati suaminya dengan selalu berada di sampingnya. Dua hari setelah gempa terjadi, barulah listrik dan jaringan komunikasi mulai berfungsi. Kurnianto sempat datang ke Banda Aceh untuk mencari saudara sepupu dari Azizah yang tinggal dekat dengan pantai. “Sampai hari ini, saudara sepupu saya beserta suami dan dua anaknya, tidak ditemukan,” ujarnya sedih. Saat itulah Azizah merasakan hidup dengan tingkat kecemasan yang “meneror” psikologinya. “Bahkan sampai hari ini saya seperti masih trauma jika berada di pantai,” ujarnya. Meski tidak mengalami langsung tersapu oleh tsunami, memori akan bencana yang sangat dekat dengannya itu membuat imajinasinya akan tsunami demikian kuat. Azizah kerap takut mendengar gemuruh ombak yang keras jika berada di tepi pantai. “Saya sempat menghindar dari pantai karena tidak berani mendengar ombak yang bergemuruh. Kalau pun menginap di wilayah pantai, saya tidak bisa tidur,” katanya. Pengalaman ini, memberinya pelajaran berharga yang mewarnai kisah hidup yang tidak bisa dilupakan oleh Azizah. Baginya, dalam situasi apapun, dalam suka maupun duka, ia harus tetap berada di samping suaminya. Karena kebersamaanlah yang mampu memberikan kekuatan hebat antara sepasang suami istri. -Naniek I. Taufan
6
Laba Dwikarini
Tak Menunggu Kaya untuk Berbagi Terenyuh dan galau selalu menyelimuti nurani keibuan sosok ibu muda yang memiliki nama lengkap Ni Made Laba Dwikarini, SST, M.Si. ini. Rasa tersebut hampir selalu dirasakan ketika melakukan tugas dinas terjun ke lokasi kantong-kantong kemiskinan di wilayah Kabupaten Karangasem.
P
Women on Top
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
erempuan berusia 35 tahun ini selalu menemukan balita kekurangan gizi dan perawatan yang jauh dari layak karena didera kemiskinan. Tatapan mata balita yang kosong itu terus terbayang dan menginspirasi Laba untuk ikut turut mengurangi beban berat balita miskin itu. Fenomena berbagai kemiskinan lainnya juga kerap dijumpai ketika menjalankan misi kemanusiaan dari instansi tempatnya bekerja. Rasa kemanusian ibu tiga anak ini muncul dan ingin berbuat sesuatu agar perlahan mengikis kemiskinan di bumi lahar. Sekretaris Camat Karangasem ini sadar ia tidak bisa sendirian. Ia berdiskusi dengan teman-temanya hingga pada 1 April 2015 terbentuk komunitas peduli balita keluarga miskin yang diberi nama Save the Toddler Community (STC). Laba pun ditunjuk sebagai ketua STC dan dibantu oleh pengurus lainnya. Hanya baru hitungan hari melalui berbagai media sosial, STC telah bergerak bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dari kalangan medis diantaranya dokter, bidan, petugas gizi, donatur dan pihak kompeten lainnya. Menurut Laba, sumber dana STC murni dari donasi para donatur
yang disumbangkan secara rutin minimal Rp 20.000/bulan. Dari donasi yang terkumpul saat ini, banyak donatur yang berdonasi melebihi dari jumlah minimal dan sebagian sudah menyumbang per semester bahkan tahunan. Ia menambahkan, akan sangat selektif dalam penyaluran bantuan. “Gerakan STC bukan tanpa arah, visinya memberikan kesempatan kepada balita untuk mendapatkan pemenuhan gizi yang baik. Misinya memberikan bantuan makanan bergizi bagi balita dari keluarga kurang mampu, mengedukasi/membina orang tua balita tentang pola hidup bersih dan sehat, mengedukasi orang tua balita tentang pentingnya pendidikan pendidikan usia dini, memfasilitasi balita dari KK miskin untuk mendapatkan pelayanan dari instansi terkait seperti Puskesmas, pemerintah, atau instansi/lembaga lainnya,” ujar Laba. DARI LUAR KARANGASEM Jumlah anggota yang ikut bergabung bersama STC saat ini sekaligus menjadi donatur baru mencapai 90 orang. Donatur komunitas ini tidak hanya dari wilayah Kabupaten Karangasem bahkan ada beberapa donatur dari luar Kabupaten Karangasem dan Bali. Meskipun termasuk baru, sebagai
sebuah lembaga sosial STC minimal telah menyusun program jangka pendek diantaranya memberikan bantuan pendampingan makanan bergizi secara berkelanjutan kepada balita yang memenuhi syarat minimal selama 3 bulan dan dapat diperpanjang kembali dilihat dari keadaan balita dan kondisi perekonomian keluarganya. STC juga memberikan bantuan pendampingan snack bergizi minimal sebulan sekali kepada anakanak PAUD yang ada di daerah terpencil. Program jangka panjangnya STC membuat cabang kepengurusan di kecamatan atau kabupaten lainnya untuk memperluas area pemberian bantuan dan untuk meningkatkan penggalangan dana dari donatur dan stakeholder yang bisa diajak bekerjasama. Nantinya STC dapat memberikan bantuan pendampingan kepada balita di luar Kabupaten Karangasem. Setelah terbentuk, STC sudah memberi bantuan untuk 3 balita cacat fisik 3 di Desa Seraya Timur, 4 balita gizi kurang di Desa Seraya Timur, Desa Bukit dan Desa Seraya Barat, 5 balita yatim-piatu di Desa Tumbu, Desa Bukit dan Desa Seraya Barat, PAUD Kuncup Mekar Lestari di Dusun Bukit Catu Desa Seraya Timur, PAUD di Dusun Selalang Desa Seraya Barat dan PAUD Lila Taman Sari, Br Ujung Tengah Desa Tumbu. “Pemberian bantuan akan menyebar ke wilayah lain apabila jumlah donasi terus meningkat. Kami berharap masyarakat mau membantu kehidupan orang-orang di sekitarnya khususnya anak-anak dan balita miskin. Tidak harus menunggu kaya untuk bisa berbagi dengan sesama,” ujar istri Ketut Suardana ini. Laba menegaskan lebih spesifik sasaran penerima bantuan dari STC terhadap balita KK miskin diutamakan tidak sedang menerima bantuan program serupa dari pihak lembaga pemerintah/swasta lainnya. Bantuan juga disasar bagi PAUD daerah terpencil yang tidak memungut bayaran kepada peserta didiknya. STC awal bulan Juni lalu sasaran bantuan kepada PAUD Bukit Catu Desa Seraya Timur berupa sikat gigi, pasta gigi dan mengajarkan cara menggosok gigi
Gebyar Budaya Bali 2015
Paguyuban Teruna-Teruni Bali 2014 berhasil menghelat event Gebyar Budaya Bali 2015. pada tanggal 13-14 Juni 2015 di Krisna Gallery & Resto Denpasar. Ini adalah ajang dengan tiga macam kegiatan perlombaan, lomba lagu pop Bali (tingkat SMP dan SMA/ SMK), lomba fashion show busana casual kain tradisional Bali (tingkat SMP dan SMA/ SMK), dan Instagram Video Competition dengan tema “Budaya dan Pariwisata Bali”. Event ini dipandu Teruna Gus Tu, Teruni Ita dan Teruna Ananda . “Tujuan kegiatan ini adalah membentuk genersi muda di Bali yang berbudaya, kreatif, dan mampu berkompetisi secara sehat sehingga mampu melestarikan dan memperjuangkan budaya Bali baik di kancah nasional maupun internasional. Astungkara kegiatan ini dapat mencapai tujuan tersebut,” ujar Teruni Nita Teruni Bali 2014 sekaligus ketua panitia kegiatan. Jengah dan ngayah adalah sikap yang mendasari seluruh komponen Paguyuban Teruna Teruni Bali 2014 sebagai Duta Wisata Provinsi Bali untuk menyelenggarakan event besar ini secara mandiri dengan melakukan penyebaran proposal, diskusi, dan diplomasi
untuk pelaksanaan dan pendanaan kegitan ini. Pendanaan kegiatan ini berasal dari badan usaha yang ada di Bali, dan donator-donatur pribadi. Sponsor tersebut antara lain Krisna Gallery&Resto, Hardy’s GH Holdings, Indivara Aesthetic, Honda, Oriflame, Bali Bird Park, Seven Barber, Mahendradatta Sport Centre Café, The Royal Boutique SPA& Salon, MA Store, Sunaka Jewelry, Sita Wedastiti Fashion Designer, Tudi Joe Joy Salon, Jazz Photograph, Teen Models, dan Sukadana Kontraktor. Untuk media partner, Tabloid Tokoh merupakan salah satu mitra kerja. “Paguyuban Teruna Teruni Bali 2014 selalu berusaha menjadi pelopor, contoh bagi masyarakat Bali khususnya generasi muda Bali untuk eling dengan budaya dengan melakukan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan komponennya dengan sesana (sikap) yang santun dan bertata krama dalam mempertahankan tradisi. Kami berharap semua korporasi di Bali dengan sesana yang sama dapat segera ikut berpartisipasi mendukung kegiatan seperti ini dengan Corporate Social Responsibility sebagai legal obligation (kewajiban hukum),” ujar Teruna Indra Teruna Bali 2014, penanggung jawab kegiatan. Sita Wedastiti, Ketua Yayasan Teruna Teruni Bali memberikan apresiasi terhadap Paguyuban Teruna Teruni Bali 2014 karena berhasil menyelenggarakan kegiatan seperti kunjungan dan memberi penghargaan serta bantuan kepada seniman Bali, Gebyar Budaya Bali 2015 dan berbagai macam kegiatan yang diprogramkan Yayasan. -rls
yang benar serta bantuan alat-alat tulis sumbangan langsungi donatur. MERAWAT KESEHATAN TUBUH Menurut Laba, bantuan yang diberikan STC bukan berupa uang akan tetapi berbentuk makanan bergizi menyesuaikan dengan usia dan kebutuhan balita seperti susu, sereal, telur, kacang hijau, biskuit balita, bubur bayi dan beras. Untuk anak-anak PAUD bantuan selain berupa snack bergizi juga mengedukasi pola hidup sehat dan bersih kepada mereka melalui pemberian sikat gigi dan pasta gigi anak. Bantuan kepada anak PAUD juga berupa buku dan alat-alat mewarnai sumbangan langsung dari para donatur. “Kami juga memberikan perlengkapan mandi dengan tujuan anak-anak termotivasi untuk rajin merawat kebersihan tubuhnya meskipun dihadapkan dengan keterbatasan air bersih. Selain itu, STC akan bekerjasama dengan Rotary dan Kepolisian untuk
program safety riding dengan memberikan bantuan helm standard bagi anak-anak PAUD yang sebagian besar siswanya diantar ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor,” ungkapnya. Laba yang didampingi Sekretaris STC, I Wayan Suarthawa, S.Sos menjelaskan mereka menyasar balita karena ini merupakan masa keemasan dari seorang anak sebagai generasi penerus bangsa. Pada masa ini seorang anak harus mendapatkan asupan gizi yang baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan otak dan tubuhnya. “Hidup sehat dan layak adalah hak setiap balita,” tegas Laba. -Pasek Antara
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
19
Predikat Favorit hanya Persepsi Masyarakat
Anak yang Cari Sekolah, Orangtua yang Stres
Pengecekan nilai secara online
“Ibuuu…yes..yes..Bagus dapat SMAN 5,” ujar Bagus ke girangan mendapati namanya masuk di nomor urut 300 dari 319 nama siswa yang diterima. Seakan tak percaya, sang ibu yang Sabtu (27/6) pagi itu masih sibuk memasak di dapur membuka situs www.denpasar.siap-ppdb.com melalui komputernya. Memang benar, namanya anaknya diterima di SMA negeri tersebut. Namun, di pengumuman itu masih tertulis hasil seleksi semen tara tanggal 26 Juni 2015 pukul 23.04 wita. “Bagus, jangan senang dulu. Ini masih hasil seleksi sementara, belum final. Berdoa saja, semoga kamu beneran dapat,” ujar ibunya, Dewi.
K
egirangan Bagus sa ngat beralasan. Sejak melakukan verifikasi di hari kedua, tiap hari Bagus selalu memantau hasil seleksi sementara, dan namanya belum diterima di sekolah pilihannya. Maklum nilai akhirnya pas-pasan, hanya 351.500. Namun, dari prediksi yang dikeluarkan beberapa pihak di lihat dari nilai akhir tahun sebelumnya, yang rata-rata nilai terendah adalah 340.000, Dewi yakin nilai putranya itu bisa masuk di satu dari tiga sekolah pilihannya itu. “Sebelumnya, saya yakin sekali anak saya bisa masuk, minimal di SMAN yang nilainya terendah. Ternyata saya salah, ternyata nilai anak-anak sekarang besar-besar. Namun paling tidak, dari segi pilihan, saya sudah tepat memilih 3 sekolah ini,” ungkap Dewi yang tak dapat menyembunyikan kekecewaannya
dengan hasil akhir yang diumumkan 27 Juni 2015 pukul 08.00 wita itu. Nama putranya, Bagus terdepak dari sekolah tersebut. Bagus tak kalah kecewanya. Berulangkali ia mengeluarkan katakata yang kesannya tidak menerima hasil seleksi akhir tersebut. “Coba Bagus punya prestasi,” ucapnya menyesali diri, karena ada temannya yang nilai akhirnya hanya 330.000, berhasil masuk SMA favorit lewat jalur prestasi. Sejak Senin (22/6) sampai Sabtu (27/6) itu memang hari menegangkan, tak hanya bagi anak-anak SMP yang akan mencari SMA, namun juga para orangtua. Mereka turut sibuk dan dipusingkan dengan urusan mencari sekolah ini. Dewi pun hampir tiap hari saling BBM-an dengan temannya, Firmani yang juga memiliki anak yang akan mencari SMA.
Anak temannya itu, Ayu lebih beruntung, karena nilainya 368.500. Ayu melakukan verifikasi di sekolah pilihan pertamanya SMAN 7, pada hari pertama. Tak lama setelah verifikasi, nama Ayu masuk di SMAN 7. Namun itu hanya sementara. Pada tahap akhir, nama Ayu terdampar di SMAN 8 Denpasar. Pengalaman serupa dikisahkan Linda yang tahun ini putrinya akan masuk SMP. Nila akhir Manda, putrinya itu 474.000. Dari seminggu sebelum waktu pendaftaran, ia sudah gusar menanyakan ke temantemannya, perkiraan nilai terendah di 3 SMP pilihan putrinya. Di hari kedua verifikasi, (27/6) nama Manda sempat terlempar ke SMPN 3, namun akhirnya balik lagi ke sekolah pilihan pertamanya, SMPN 1, lolos lewat jalur prestasi. “Anaknya sih santai, ibunya yang stres, saya sampai bolak-balik kamar kecil terus,” ucap Linda yang kini sudah tenang tentang urusan sekolah putrinya itu. Rama juga menuturkan kisah yang sama. “Keponakan yang nyari sekolah, saya dan istri juga ikut memantau statistik nilai terendah di sekolah tujuan,” ungkapnya. Setelah yakin posisi aman jauh dari batas bawah, barulah mendaftar. Ia mengaku pemantauan secara online memang mempermudah pengecekan fluktuasi nilai yang masuk. -Inten Indrawati
Faktor Gengsi
Pengumuman peserta didik baru sudah dilakukan. Ada orangtua yang senang karena anaknya berhasil masuk sekolah favorit, ada juga yang sedihnya karena anaknya tak lolos. Hal ini menurut Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.T. merupakan hal yang harus disikapi dengan bijaksana. Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar ini mengingatkan pendidikan merupakan sebuah proses panjang. “Pendidikan tidak hanya saat ujian dan saat diterima di sekolah favorit,” ungkapnya. Ia memahami banyak orangtua yang ingin anaknya masuk sekolah favorit namun gagal. Ini artinya antara keinginan dan keperluan tidak sama. Kalau sudah paham bahwa untuk masuk sekolah favorit atau sekolah yang diinginkan, tentu hal pertama yang harus dilaku-
kan adalah mempersiapkan diri dengan baik. Nilai ujian harus berada di atas syarat minimal di sekolah yang dituju. “Orangtua harus bisa memberi pemahaman kepada anaknya, kalau mau pintar yang harus belajar. Kalau nilai bagus bisa masuk sekolah yang diinginkan. Kalau ternyata anak gagal, orangtua jangan kecewa. Muatan pendidikan dimana-mana sama, Mengapa ada sekolah favorit, karena itu hanya pandangan masyarakat saja. Kadang ada faktor gengsi kalau bisa masuk sekolah favorit. Banyak juga orang sukses yang dulunya tidak sekolah di sekolah favorit,” tegas pria yang juga dosen ini. Tidak lolos di sekolah yang diinginkan perlu disikapi dengan melakukan evaluasi. Munculkan sikap jengah agar bisa menjadi lebih baik di tahapan berikutnya. Evaluasi kemampuan belajar
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Disdikpora Provinsi Bali hanya membuat juklak. Untuk teknis pelaksanaan, diberikan kepada kebijakan masing-masing Disdikpora kabupaten/kota. Misalnya, seperti sistem pindah rayon. Tujuannya, agar jangan sampai ada masalah di kemudian hari. Misalnya, ada siswa dari SMP Gianyar mendaftar di SMA 1 Denpasar. Sekolah di Denpasar memiliki rambu-rambu yang harus dikuti. Misalnya, ada kebijakan sekolah di Denpasar hanya menerima jalur prestasi akademik, sementara prestasi nonakademik tidak bisa digunakan. Prestasi akademik juga masih dipilih, apakah nilai matematika nomor satu, kemudian Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia. Kesepakatan masing-masing sekolah ini dibuat saat rapat dengan Disdikpora kabupaten/kota. Ada sekolah yang membuat aturan harus menyertakan surat domisili dsb, itu sudah disepakati saat rapat dengan Disdikpora kabupaten/kota. Untuk predikat sekolah favorit, menurut TIA Kusuma Wardhani, itu hanya persepsi masyarakat. Idealnya, semua sekolah di Bali adalah sama baik itu negeri maupun swasta. “Harusnya orangtua sudah mulai membuka diri untuk melihat kemampuan si anak jangan dipaksakan harus mencari sekolah favorit,” katanya. Ia menyatakan, tentu ke depan, jangan sampai muncul ada sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. “Sekolah di Bali itu sama, sehingga siswa di sekolah negeri dan swasta sama-sama merasakan kenyamanan. Inilah yang harus diciptakan dunia pendidikan ke depan, sehingga tidak memunculkan ini baik, itu tidak baik, itu sedang,” ucapnya. Ada satu sekolah yang menumplek banyak sekali peminatnya. Padahal, daya tampungnya, belum tentu mencukupi. Predikat favorit itu mereka ciptakan sendiri. “Masyarakat melihat sekolah tersebut berprestasi di banyak bidang sehingga secara tidak langsung brand sekolah meningkat. Kita tidak bisa salahkan juga. Media juga banyak mengekpos sekolah yang berprestasi, sehingga masyarakat menilai itulah sekolah favorit,” kata TIA. Harapannya ke depan, tugas dunia pendidikan jangan sampai ada jurang pemisah antarjenjang. Artinya, tidak ada perbedaan yang menjolok di masing-masing sekolah baik itu SD, SMP, maupun SMA/ SMK. “Tugas berat ke depan, kita harus mampu menyetarakan kualitas pendidikan,” kata TIA. -Wirati Astiti
anak juga harus diperhatikan. Jika ada kekurangan, lakukan usaha-usaha untuk menutupi kekurangan itu. RAJA KECIL Di sisi lain Rumawan melihat kemampuan seorang anak harus disesuaikan dengan tempat ia sekolah. Kalau
kemampuan biasa lalu masuk sekolah favorit, tentu sulit untuk mengimbangi. Ibarat bermain tinju, carilah sparring partner yang seimbang untuk mengukur sejauhmana kemampuan diri. “Kalau boleh saya analogikan, jadilah raja kecil di tempat kecil daripada menjadi parekan (anak buah) di tempat besar,” tegasnya. Ia pun menyoroti bagaimana Denpasar menjadi incaran siswa dari luar Denpasar. Menurutnya penerapan sistem rayon memang perlu dilakukan untuk menghindari penumpukan siswa. Dengan adanya rayon ini memberi peluang kepada siswa yang hebat di daerahnya untuk menonjol di daerah. “Orang masih saja ada yang salah sangka, kalau sekolah di Denpasar nanti bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dari kecil sudah “dititip” di Denpasar. Kalau mau melanjutkan sampai pendidikan tinggi, mau darimana saja boleh. Yang penting punya niat dan lulus tes,” tandas Rumawan. –Ngurah Budi
20
Inspirasi
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Disperindag Kota Denpasar
Bekali Pengusaha Strategi Meningkatkan Daya Saing Produk Ekspor
Daya saing produk lokal menjadi perhatian, ketika pemerintah ingin adanya pe ningkatan angka ekspor. Berbagai upaya pun dilakukan untuk pengembangan ba rang ekspor di Kota Denpasar. Salah satunya, Sosialisasi Pengembangan Informasi Peluang Pasar Luar Negeri dengan tema “Strategi Peningkatan Ekspor Melalui Upaya Peningkatan Daya Saing Ekspor” yang diikuti kalangan pengusaha ekspor Kota Denpasar, Selasa (30/6) di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar,
H
Enik dan Mery
al ini diperlukan un tuk memperkuat posisi tawar para eksp ortir, agar tercipta ruang bagi mereka untuk memperbaiki efisiensi maupun unggulan ekspor di tengah perda gangan bebas. Salah satu program yang dilaksanakan kali ini. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perin dustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagang an Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Ekspor Impor. A.Ag.A. Kartika Dewi, S.E. Dikatakan oleh Wayan Gatra, bahwa pelaku pengusaha harus siap dengan strategi. Bisa saja kesamping dulu untuk kemudian mencari jalan ke depan. Ekspor ini penting untuk bisa berkiprah
pangsa ekspor di pasar utama, dengan memperluas pangsa pasar ekspor di pasar prospektif dan hubungan perdagangan interna sional. Misalnya dengan program misi dagang ke negara-negara Afrika Selatan, Amerika Latin, Eropa Timur, Asia Selatan dan Timur Tengah, termasuk melaku kan penguatan citra Indonesia melalui promosi dan nation branding disertai diplomasi perdagangan untuk membuka akses pasar dan mengurangi hambatan di negara tujuan ekspor serta mengaman kan pasar dalam negeri. Selain itu Lulu Husein juga mempersilakan para eksportir di Kota Denpasar untuk membuat company profile sesuai dengan spek produknya dengan menu
Selanjutnya untuk menciptakan daya saing ekspor, Budiman Sutris no sebagai seorang praktisi yang juga desainer produk senior mema parkan berdasarkan pengalamannya perihal beberapa hal yang sangat penting diketahui sebagai landasan dalam sebuah strategi baru. Pertama, memiliki pengetahuan mengenai pasar yang akan kita masuki. Baik itu ekonomi, politik juga peraturan negara tujuan pasar. Mengintip selera budaya dan gaya hidupnya. Kedua, pengetahuan akan siapa dan bagaimana saingan kita di pasar yang akan kita masuki. Siapa saja mereka dan dari negara mana serta bagaimana kualitasnya. Ketiga, mengetahui semua kekurangan atau kelemahan diri. Misalnya dalam hal inisiatif, perha tian kepada detil pekerjaan. Juga kurangnya informasi pasar. Tidak
liskan ingin mencari buyer Selan jutnya, segera mengirimkannya ke kementrian sub perwakilan dagang luar negeri melalui in ternet. Berikutnya Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Bali, I Made Swastika, mengata kan bahwa barang ekspor dike lompokkan menjadi : barang yang bebas ekspornya, yang diatur, yang diawasi ekspornya dan yang
dilarang. Ekspor, jelasnya dapat dilaku kan oleh setiap perusahaan atau perorangan dengan catatan telah memiliki SIUP, Ijin usaha dari Departemen Teknis atau lembaga Pemerintah Non Departemen, dan memiliki juga TDP. Made Swastika juga dengan terbuka menyatakan siap membimbing siapa saja produsen yang ingin menjadi seorang eksportir.
Budiman
Gatra
Lulu Husein
Made Swastika
lupa meningkatkan kemampuan teknis dan efisiensi tenaga kerja serta waktu produksi. Perlu ada komitmen, komunikasi termasuk laporan perkembangan pekerjaan lengkap dengan servis terbaik. Biasakan sampaikan progres ekspor tanpa ditanya, disamping menjaga desain sebagai ujung tombak bisnis termasuk urusan packing-nya. Pada kesempatan tersebut Budiman juga memberika catatan strategi terbaik untuk bersaing di pasar dunia. Di antaranya: - Jadilah inovator atau pencipta bagi produk yang akan dipasar kan , hingga bisa memiliki waktu lebih panjang untuk memasar kannya dan dengan harga yang lebih baik. - Usahakan bekerjasama dengan desainer produk demi mencip takan karya yang inovatif sesuai
-
-
-
-
tujuan pasar. Tidak sekadar untuk keindahan tapi juga konsep pan dai dari produk yang dipasarkan. Bekerjalah secara profesional. Jangan menawarkan desain yang telah ada atau meng-copy dari tetangga, sebab bisa men jatuhkan harga jual akibat saling bersaing. Untuk desain juga harus diper hatikan ketika memulai mem buat adalah fungsinya. Ketika ekonomi dunia seperti ini, me reka lebih suka membeli barang yang punya fungsi ketimbang barang hanya sebagai hiasan. Jangan menjadi follower, karena jenis usaha ini memiliki peluang waktu lebih sedikit untuk me masarkan, sebab akan berisiko menghadapi klaim. Carilah keunikan tersendiri ter utama dalam penggunaan bahan,
Sakit di Kepala, Kaki yang Diobati
“S
Suasana sosialisasi
karena kita kaya akan beragam bahan baku, dari tumbuhan sampai batu-batuan. Dengan tetap menjaga lingkungan. - Buat nilai tambah pada setiap produk yang dihasilkan, seperti memperhalus detil , menambah kombinasi material dan me nyajikan dalam kemasan yang dapat menunjang nilai. Lengkapi sistem produksi dengan alat bantu canggih yang bisa meri ngankan pekerjaan. - Bekerja jujur dan memegang komitmen agar selalu dipercaya buyer. Berikan mereka servis maksimal. Ketika buyer datang, kita harus tahu jenis produk atau barang apa yang diminta. Jangan menawarkan sesuatu yang tidak diminta, untuk meng hadirkan kesan kita paham apa yang mereka inginkan. “Hal kecil ini lainnya yang juga perlu mendapat perhatian bagi
yang terjun di dunia ekspor adalah persoalan kalender. Sebab di Bali seringkali ada upacara, sebaiknya sebagai seorang eksportir, ber sedia mengirimkan kalender Bali ke semua buyer, agar ke depan nya tidak ada problem,” tegas Budiman. Mendengar paparan ketiga narasumber dalam sosialiasi terkait informasi bidang ekspor terse but, salah seorang peserta yakni Mery Cristina dari Pacific Express Cargo, mengaku senang menda pat undangan untuk menambah pengetahuan dan informasi serta pengalaman menariknya Budiman yang sudah malang melintang di bisnisnya. Peserta lain, Marie Enik pemilik MGM Bali Carpenter di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai ini, mengaku kehadirannya kali itu untuk mendengar maupun sharing info terbaru di samping ia merasa perlu men-charger otaknya-agar terus up date. -ard
5
Baby Jim Aditya
Meski informasi bahaya HIV/AIDS sudah de mikian gencar disosialisasikan, namun tetap saja orang melakukan prilaku seks tak aman. Faktanya informasi yang melimpah, tidak bisa serta-merta mengubah prilaku. Hal ini mem buat heran Baby Jim Aditya, aktivis HIV AIDS yang juga seorang peneliti prilaku seksual.
di dunia. Harap annya, kegiatan yang dilaksana kan pemerintah Kota Denpasar ini mampu mem berikan arahan kepada eksportir untuk bertahan, berkembang dan terus berseman gat meningkatkan usahanya mengh adapi perdagang an bebas. Menyadari pentingnya akses pasar pengusaha Indonesia di luar negeri, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Lulu Husein berbicara tentang mengamankan
Upaya Penciptaan Daya Saing Ekspor
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
aya benar-benar heran ya, kok orang sudah tahu adanya informasi (HIV/AIDS) itu, tapi tetap saja prilaku (seks tidak aman)-nya tidak berubah. Dari hasil penelitian bertahun-tahun, dari hasil pengamatan dan turun ke lapangan, saya menemukan bahwa prilaku itu susah diubah, meski informasi sudah demikian banyak digelontorkan. Banyak orang beranggapan kalau orang sudah mendapat informasi, prilaku akan berubah, menurut saya itu adalah pandangan sempit. Karena faktanya adalah belum tentu terjadi demikian,” tegasnya. Pandangan seperti itu juga ter gambar dari pendekatan-pendeka tan pencegahan dan penanggu langan epidemi HIV/AIDS yang hanya mengutamakan penyebaran informasi. “Prilaku itu tidak akan berubah hanya dengan menambah informasi,” ucapnya. Seharusnya selain melakukan penyebaran infor masi, juga harus dilakukan cara-cara lainnya,misalnya dengan pendamp ingan pada mereka yang berisiko tinggi secara terus-menerus untuk mengurangi risiko. Apa yang menjadi kekhawatiran Baby memang sangat beralasan. Karena faktanya, jumlah penderita
HIV/AIDS di Indonesia terus ber tambah, padahal sosialisasi begitu gencar dilakukan.Apa yang terjadi di Indonesia ini juga menjadi per hatian United Nation Program on HIV/AIDS (UNAIDS) yang lantas memberi ‘rapor merah’ pada Indo neia pada 2014 lalu. Betapa tidak, jumlah pasien baru meningkat hingga 47% sejak 2005. Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang memiliki penderita HIV terbanyak setelah China dan India. “Jadi yang terjadi adalah iba rat sakit di kepala tapi kaki yang diobati, makanya nggak sembuhsembuh. Angka itu kan yang ter data, tapi yang tidak terdata bisa jadi lebih banyak lagi,” tutur peraih Inspiring Woman Award 2007, ini. Bicara tentang prilaku seksual tak aman para lelaki membuat Baby tak habis-habisnya mengge leng kepala. Sekarang ini katanya, terjadi pergeseran. Selama ini kebanyakan orang berpikir mereka yang berisiko tinggi hanya para pekerja seks. Orang lupa, justru yang juga berisiko tinggi adalah lelaki pengguna pekerja seks yang jumlahnya berdasarkan data seki tar 6,7 juta orang. “Mereka ini justru lebih ber bahaya karena jumlahnya sangat banyak, berlipat-lipat dibanding
pekerja seks. Mereka menularkan kepada pasangan seksnya sep erti istri, pacar, selingkuhan, dll. Bayangkan kalau laki-laki itu (6,7 juta) punya pasangan seks lima, jadi berapa jumlahnya yang tertu lar? Ini sungguh berbahaya karena kini epidemi HIV/AIDS justru mulai terkonsentrasi kepada kelompokkelompok yang kita pikir baik-baik saja, yakni kelompok ibu rumah tangga. Ini apa artinya? Kita tidak perlu menjadi orang cerdas untuk berpikir dan memahami bahwa ka lau istri tertular berarti itu prilaku seks tak aman suaminya, kan?” paparnya. DARI LOKALISASI PELACURAN Bercerita tentang HIV/AIDS hingga prilaku seks tak aman para lelaki hidung belang, Baby memang fasih. Maklum saja dia menggeluti itu selama berpuluh tahun. Untuk memperdalam pengetahuannya, ia juga mengikuti berbagai kon ferensi, training juga seminar di luar negeri. Dia memulainya sejak tahun 80-an, ketika belum banyak orang ‘ngeh’ tentang HIV/AIDS, Baby Jim Aditya justru sudah ‘melek’ penyakit berbahaya itu, termasuk ancaman epideminya. Salah satu sumber informasinya kala itu ada lah majalah hiburan luar negeri di antaranya; Rolling Stones dan Bilboard. Baby ketika itu adalah penyiar sebuah radio yang terkenal di Ibukota. “Dulu kan belum ada internet, dsb, jadi untuk referensi kami ber langganan majalah luar seperti Roling Stones dan Billboard. Dari situ selain kami menyusun chart lagu juga disana ada macam-macam informasi. Termasuk tentang Rock Hudson, Freddy Mercury, juga
Baby Jim Aditya terima penghargaan
kiprah Liz Taylor. Dari informasi majalah dan lain-lain saya menjadi tahu adanya penyakit ini,” ungkap ibu dua anak ini. Selain sebagai penyiar radio, Baby juga aktif di ‘Teater Koma’. Untuk pendalaman peran, terka dang ia mengunjungi lokalisasi pelacuran untuk memotret dari dekat kehidupan di sana.. Dia juga mengobrol dengan pekeja seks dan orang-orang yang terlibat dalam kehidupan di lokalisasi itu. Dari awalnya hanya untuk pendalaman peran sebagai aktris, ia menjadi tertarik mengamati pri laku orang-orang yang bergelut di bisnis ini. “Saya orang yang sangat menaruh perhatian pada prilaku manusia, terutama prilaku seks, karena itu sangat berhubungan dengan kemunafikan kita,” ucap Baby yang meraih puluhan peng hargaan dari dalam dan luar neg eri dari kiprahnya puluhan tahun
Penelitian “Pelor” Baby beruntung, keterlibatan nya dalam bidang penanggulangan HIV/AIDS mendapat dukungan sep enuhnya dari keluarga, khususnya sang suami, Jim Aditya. Di tambah lagi minatnya pada ilmu psikologi, khususnya dalam mengamati pri laku seksual, membuatnya terus memperdalam ilmu. “Sedari awal saya tidak khawatir berkecimpung di bidang ini (sebagai aktivis) karena saya banyak belajar dan sampai sekarang pun masih sekolah (program doktor Univer sitas Indonesia). Karena saya pikir, kalau kita membiarkan diri bodoh akan gampang terombang-ambing oleh sesuatu yang keliru. Kalau kita punya pengetahuan, referensi, pen galaman, aktif di lapangan, bisa main di segala aspek. Soal teori-teori saya tahu, temuan-temuan bah kan yang terbaru, saya juga tahu. Begitu pula kesulitan-kesulitan di
lapangan, karena setiap hari saya di lapangan di mana orang tidak mau berubah,” tutur Baby yang hampir menyelesaikan program doktor-nya di Universitas Indonesia. Sejak tahun 2010, kata Baby, ia mengambil program doktornya dan aktif melakukan penelitian ke pen jara-penjara tentang prilaku seksual. Penelitian yang sedang digarapnya adalah berkaitan dengan ‘makna hidup, narapidana dan HIV/AIDS’. Baby khusus melakukan penelitian pada narapidana yang memiliki ‘manik-manik’ pada kemaluannya. Istilah “manik-manik”, kata Baby, dikenal di kalangan orang penjara. “Manik-manik” atau juga disebut “pelor” adalah sesuatu yang dibuat dengan bahan sikat gigi yang dibentuk menjadi bulatan seperti permen mentos. “Pelor-pelor” itu disisipkan ke bawah kulit kemaluan napi itu dengan menggunakan sikat
Baby sedang penyuluhan di penjara
gigi yang sudah ditajamkan. “Untuk kepentingan penelitian saya mewawancarai mereka (napi yang memiliki “pelor”) bahkan memotretnya.Tujuan mereka untuk kepuasan seks, dsb. Berarti kalau mereka punya prilaku seperti itu, artinya, secara seksual mempunyai petualangan seks. Yang kasihan
perempuannya, pasti akan menga lami perlukaan besar karena tajam. Tidak tanggung-tanggung lho, malah ada napi yang ternyata punya tu juh “pelor”, itu saya temukan di LP Gorontalo. Makanya, biasanya napi yang punya ‘pelor’ seperti ini punya istri lebih dari satu atau ser ing kawin cerai karena istri tidak
sebagai aktivis HIV/AIDS. Hasil temuannya di lapangan, plus adanya informasi tentang epidemi HIV/AIDS membuatnya makin tertarik untuk tahu lebih banyak lagi. “Tahun 1983, saya dan mas Jim (suami Baby-red), dulu kami masih pacaran, sempat membahas tentang Liz Taylor yang kabarnya akan melakukan tur ke Asia dan akan mampir ke Singapura. Kami ingin mendatang kan Liz ke Indonesia untuk bicara masalah ini. Mas Jim mendukung, lalu kami menghubungi berbagai pihak untuk menggalang dana. Tapi yang terjadi malah diketawain. Kata mereka,’Ngapain sih lu, Indonesia tuh tidak mungkin ada epidemi HIV/AIDS, kita kan negara be ragama..bla..bla..bla.’ Akhirnya rencana itu gagal. Nah sekarang lihat seperti apa?” ungkap penulis buku ‘Dari Cakalang Pampis Sampai Cabe-Cabean’ ini. -Diana Runtu tahan dengan prilaku suaminya,” ungkapnya. Kembali ke soal penanggulangan HIV/AIDS. Menurut Baby, jika pola penanganan HIV/AIDS tidak diubah atau masih seperti sekarang, jangan heran kalau penyakit ini makin merajalela. Yang terjadi sekarang, dalam pandangan Baby, banyak orang bikin project tanpa peduli apakah project-nya ini akan efektif, efisien, atau tidak. Yang penting bagi mereka project itu ada dananya. “Mengutip kata Albert Einstain, ’Kalau Anda melakukan hal yang sama berulang-ulang tapi Anda mengharapkan hasil yang berbeda, itu namanya Anda gila! Nah, di Indonesia ini ada banyak sekali kegilaan yang disengaja dan dibiarkan berulang-ulang. Kita ini sudah terlena puluhan tahun se jak HID/AIDS resmi diumumkan di sini. Itu artinya sekitar 28 tahun lalu. Sekarang ini sudah nyata pergeser annya, semakin banyak perempuan yang terinfeksi pasangan sendiri,” tegasnya dengan nada gemas. –Diana Runtu
4
Inspirasi
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Si Nyoman Adnyana
Menjaga Tradisi “Ngaturan Ayah ring Betara Rare Angon” Bermain layang-layang merupakan salah satu kegemaran mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Layang-layang terbang tinggi menarinari ditiup angin. Bagi orang Bali, layanglayang bukan sekedar benda karena layanglayang diyakini memiliki dewa yang disebut Rare Angon.
“T
ahun 1986, penggemar layang-layang di Bali bekerja sama dengan Fakultas Sastra Universitas Udayana mengadakan seminar de ngan tema sejarah layang-layang Bali. Bagi masyarakat Bali, layang-layang bukan sekadar mainan yang diterbangkan dengan seutas tali. Menurut cerita rakyat, layang-layang memiliki tulang, badan, bahkan roh yang dikenal dengan Ida Betara Rare Angon,” ungkap Si Nyoman Adnyana, salah satu tokoh layang-layang Bali. Pria yang lahir 15 April 1935 ini menuturkan seminar berangkat dari minimnya referensi yang lebih detail tentang layang-layang dan Rare Angon. Kebanyakan referensi didapatkan dari luar negeri yang menyatakan layang-layang berasal dari Tiongkok lalu menyebar ke Jepang, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Dalam Ensiklopedia Indonesia layang-layang didefinisikan sebagai alat terbang yang diikat dengan benang dan menunjang dirinya sendiri beserta benang berkat gaya aerodinamik dari gerakan relatifnya angin. Masyarakat Bali pada masa lalu mempercayai pada musim layang an setelah panen di sawah, Rare Angon turun ke bumi diiringi tiupan sunari, pertanda memanggil angin. Rangkaian kegi atan
S i
alami dan sederhana ini juga menjadi penanda rasa syukur kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa atas karunia berupa padi yang membawa ke sejahteraan bagi manusia. Tradisi ini berlangsung turun temurun mulai dari layang-layang berbahan tali rami dan pelepah pisang hingga kini berbahan kertas, plastik dan yang lainnya serta menggunakan tali plastik. “Layang-layang tradisional Bali ada tiga jenis, Bebean, Janggan, dan Pecukan. Seiring perjalanan waktu, orang makin kreatif membuat layanglayang sehingga layang-layang bisa eksis sampai sekarang,” ujar pria yang sudah berkunjung ke banyak negara untuk memperkenalkan layanglayang tradisional Bali ini dan menjadi saksi mulainya Lomba Layang-layang Bali sejak tahun 1979. Ketika itu, Adnyana yang bekerja di Dinas Pariwisata Badung mendapat tugas dari Gubernur Bali IB Mantra untuk mengadakan event layanglayang yang bertujuan menjaga tradisi Bali. Event ini bekerja sama dengan masyarakat Bali pecinta layanglayang dan lokasinya di persawahan Subak Tanjung Bungkak, Denpasar. Event pertama kali dikaitkan juga de ngan
N y o m a n
A d n y a n a
Mandalika
Berbagai kegiatan diselenggarakan instansi pemerintah maupun swasta di Nusa Tenggara Barat khususnya di Mataram, dalam menyambut dan memeriahkan ibadah di Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Seperti, acara buka bersama juga kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan ibadah di bulan seribu hikmah ini.
S
Pesta Kesenian Bali (PKB) pertama, HUT Kemerdekaan RI, HUT Puput an Badung, dan HUT Provinsi Bali. Animo masyarakat sangat luar biasa karena menjadi salah satu upaya untuk ngaturan ayah ring Betara Rare Angon. Hingga kini, event tetap diselenggarakan. Kategorinya layangan tradisional dan kreasi baru. Pesertanya tak hanya masyarakat Bali tetapi ada juga pecinta layanglayang dari luar Bali dan luar Indonesia. “Teman saya dari Prancis sudah menghubungi saya. Dia bilang akan hadir di Lomba Layang-layang tahun 2015 ini,” kata Adnyana. LAYANGAN KNOCK DOWN Adnyana mengenal layang-layang sejak karena lingkungan masyarakat di Sempidi merupakan penggemar layang-layang. Hampir semua banjar memiliki layang-layang ber ukuran besar. Kecintaannya pada tradisi ini terus terbawa hingga tua. Ia mempelajari cara pembuatan layang-layang secara otodidak. “Saya bersyukur bisa berkunjung ke ba nyak negara untuk memperkenalkan layang-layang tradisional Bali. Saya juga mendapat banyak pengalaman selama bergaul dengan komunitas layang-layang dari mancanegara. Salah satunya adalah, layang-layang di Bali identik dengan kelompok besar, misalnya seka layangan. Di luar negeri, lebih banyak personal. Kadang ada yang terdiri dari suami-istri saja. Mereka ini termasuk ke lompok kecil. Namun, dari semua itu saya temukan bahwa kecintaan terhadap layang-layang menjadi bahasa yang bisa mempersatukan kelompok besar dan kelompok kecil,” ujar suami Si Luh Putu Arga, SKM ini.
Pengalaman yang terlupakan bagi ayah dari Paramita Adnyana, Yudistira Adnyana, dan Larasati Adnyana ini ketika tahun 2000 dinobatkan sebagai The Best Kite Flayer di Festival Layang-layang di Kalifornia. Ketika itu ia menaikkan layang-layang dengan menggunakan pakaian adat Bali. Ia bersama koleganya juga pernah unjuk kemampuan menaikkan layanglayang berbahan ental di Festival Layang-layang di Prancis. Membawa layang-layang tradisi onal Bali ke luar negeri ternyata bukan perkara mudah. Adnyana harus menyiasati layangan yang memiliki ukuran 4 hingga 5 meter agar bisa naik pesawat. “Waktu ikut Festival di Kanada, saya mendapat pengalaman yang juga berkesan. Dari Vancouver ke Toronto, tidak bisa membawa layangan besar. Saya harus mencari akal. Akhirnya layangan dibongkar dulu. Sejak saat itu saya selalu membawa layangan yang bisa bongkar pasang (knock down) kalau ke luar negeri. Ini lebih praktis,” ujarnya. Dari kegemarannya mengurus layang-layang, Adnyana menemukan kepuasan batin. Ia teringat pesan IB Mantra yang mengatakan kalau bukan kita orang Bali yang menjaga tradisi, siapa yang akan melakukannya. Niat yang tulus untuk ngayah kepada Betara Rare Angon membuatnya menemukan konsep tentang Rare Angon. “Rare itu anak-anak, angon itu bisa diartikan pekerjaan. Kalau diartikan Rare Angon itu pekerjaan yang berhubungan dengan anak-anak. Makna yang tersirat,
anak-anak itu kalau melakukan sesuatu pasti tulus iklas. Tidak ada tendensi apa-apa selain keceriaan, kegembiraan. Jadi menurut saya, Rare Angon itu berkaitan dengan kegembiraan yang dilatarbelakangi rasa tulus iklas,” ungkapnya. Selain gemar layang-layang, Adnyana juga seorang atlet. Tahun 1960 ia ikut PON di Bandung dan meraih medali perunggu di cabang lompat galah. Selanjutnya ia beralih ke olahraga tenis lapangan. Karena sering menjadi juara, ia pun didapuk untuk menjadi pelatih. Hingga usia 70 tahun, ia masih sering bermain tenis. Namun, sejak setahun silam, Adnyana mulai mengurangi kegiatan olahraga karena terkena stroke. Kepada para penggemar layanglayang Adnyana berpesan agar mereka tetap menjunjung semangat kebersamaan tetapi tidak boleh arogan. Misalnya, ketika membawa layangan besar di jalan raya harus menghormati juga pengguna jalan lainnya. “Satu hal yang juga penting, jangan main layang-layang dekat SUTT 150.000 Volt. Kalau kabel kena tali, bisa kesetrum dan pasokan listrik Bali bisa padam. Di satu sisi layang-layang merupakam bagian dari tradisi sedangkan listrik bagian dari teknologi. Mari berjalan bersama-sama tanpa saling merusak atau mengganggu. Naikkanlah layang-layang di tempat terbuka yang tidak ada lintasan kabel, mi salnya di tepi pantai. Kalau sudah senang, semua akan terasa meng asyikkan,” tandasnya. -Ngurah Budi
“Layang-layang tradisional Bali ada tiga jenis, Bebean, Janggan, dan Pecukan. Seiring perjalanan waktu, orang makin kreatif membuat layang-layang sehingga layang-layang bisa eksis sampai sekarang”
21
Pemprov NTB Gelar Kompetisi Baca Al-quran
elain itu, Safari Ramadhan juga dilakukan khususnya oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ke seluruh wilayah NTB. Sebagai gubernur yang juga seorang ulama, Majdi
Anak-anak bermain layang-layang
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
turun ke daerah-daerah untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan ceramah Ramadhan kepada masyarakatnya. Hal ini menjadi salah satu bentuk upaya gubernur mengajak masyarakat NTB untuk meningkatkan ibadah
Para PNS dan karyawan yang menjadi peserta STQ Korpri X tahun 2015
bagi masyarakat khususnya dalam mendengarkan ceramah-ceramah yang mengandung nilai-nilai kebaikan. Tidak hanya masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB juga mengerakkan para pegawai dan
karyawan di NTB untuk berlombalomba melakukan ibadah di bulan penuh berkah ini dalam kompetisi membaca Al-quran. Tidak kurang dari 48 orang yang terdiri dari peserta dari SKPD kabupaten/kota sebanyak 18 orang, SKPD provinsi
NTB sebanyak 26 orang, instansi vertikal BPS dan BI ada 2 orang, dan BUMN (PLN) sebanyak 2 orang, menjadi peserta untuk memeriahkan bulan Ramadhan tahun ini, dalam STQ Korpri X tahun 2015. -Naniek I. Taufan
Penting Tingkatkan Pemahaman Al-qur’an
Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, menyerahkan santunan kepada masyarakat saat turun ke berbagai daerah di NTB dalam kegiatan Safari Ramadhan
STQ yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja lingkungan Pemerintah Provinsi NTB pada 30 Juni hingga 2 Juli lalu ini secara resmi dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga seorang ulama. Kegiatan ini menjadi bagian dari “cara menikmati” bulan Ramadhan yang berkualitas. Hal ini disampaikan oleh gubernur untuk menyemangati para peserta. “Cara menikmati Ramadhan adalah dengan melakukan amal sholeh, salah satunya yaitu memahami Al-qur’an. Beragama itu harus berdasarkan kepahaman maka keberagamaan akan membawa kita kepada kemajuan. Jika kita mampu membaca alqur’an dengan baik, maka kita mampu untuk memahaminya dengan baik,” ungkap Gubernur. Menurutnya, orang yang mendapatkan kemuliaan secara utuh adalah orang yang menjalankan agama dengan kepahaman, untuk itu meningkatkan pemahaman akan Al-qur’an, menjadi
sangat penting nilainya. Bagi pegawai yang beragama Islam, kegiatan keagamaan seperti ini, lebih-lebih di bulan Ramadhan, menjadi kegiatan positif yang banyak manfaatnya. Gubernur berharap kepada para PNS bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam pelaksanaan tugasnya perlu mempersenjatai dirinya tidak hanya dengan kemampuan kognitif tetapi perlu juga kompetensi emosional dan spiritual
yang baik. Kompetensi spiritual dan emosional tidak bisa diperoleh hanya dengan gelar atau sekolah, namun diperoleh juga dengan penghayatan dan pemahaman Al-qur’an. “Dengan kemampuan spiritual dan emosional yang baik maka ASN dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” ujarnya. Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Korpri Provinsi NTB, Drs. H. Hendro Kartiko, M.Si., bahwa tujuan diadakannya STQ Korpri X tahun 2015 supaya setiap anggota Korpri yang beragama Islam dapat memahami, mengkaji, dan melaksanakan isi Al-qur’an serta dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT sesuai dengan visi pemerintah NTB mewujudkan masyarakat NTB yang beriman, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera. Hadir sebagai tim penilai yang disebut Dewan Hakim adalah anggota LPTQ Provinsi NTB yang dikukuhkan oleh Gubernur NTB. Dewan Hakim memiliki tugas untuk menilai peserta, menetapkan pemenang, dan mengumumkan pemenang berdasarkan fokus penilaian terhadap Tajwid, Fashahah
Pengukuhan Dewan Hakim (Tim Penilai STQ)oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi
(fasih), suara dan irama lantunan ayat suci Al-quran yang dibacakan peserta. Tampil sebagai Juara I kategori putera adalah Usman A. Aziz utusan dari Kabupaten Dompu, Juara II Ahmad Sukri dari Kabupaten Sumbawa, Juara III Putra dari Kabupaten Lombok Tengah. Syaifullah utusan Kota Bima sebagai Juara Harapan I, Abubakar, utusan Kabupaten Bima sebagai Juara Harapan II dan Suhaimi utusan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB sebagai Juara Harapan III. Sementara itu untuk kategori Putri tampil sebagai Juara I Supriati utusan dari Kabupaten Lombok Barat, kemudian secara berturut-
turut, Misdar dari Kabupaten Bima Juara II, Azizah Latifah dari Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Juara III, Jumhuriatin dari Kabupaten Dompu sebagai Juara Harapan I, Sri Astuti utusan Kota Bima sebagai Juara Harapan II, dan Khadijah utusan dari Biro Kesra Provinsi NTB sebagai Juara Harapan III. “Saya rasa ini bukanlah akhir, tapi awal yang baik, senantiasa terus tingkatkan kualitas dan pemahaman akan Al-quran. Masih ada kompetisi selanjutnya dan persiapkan diri untuk mengikuti kompetisi berikutnya,” kata H. Muh. Amin, Wakil Gubernur NTB, saat menutup kegiatan sekaligus menyerahkan hadiah kepeda para juara. -Naniek I. Taufan
Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, menyerahkan hadiah kepada para pemenang STQ Korpri X tahun 2015
22
Sosialita
Edisi 856/6 - 12 juli 2015
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Sejak dilantik menjadi Ketua TP PKK Kota Denpasar, 5 tahun silam, IA Selly D. Mantra mantap melangkah sebagai ibu dari masyarakat Kota Denpasar. Tanggung jawabnya tidak sedikit. Kiprahnya menakhodai berbagai organisasi, menjadikan dirinya memperoleh kesempatan berbuat lebih banyak khususnya bagi masyarakat Kota Denpasar.
Nebeng Mudik Asyik dan Irit Biaya Meski harus melalui kemacetan lalu lintas yang luar biasa untuk bisa mencapai kampung halaman, namun mudik Lebaran lewat jalan darat tetaplah menjadi favorit kebanyakan masyarakat Pulau Jawa. Karena sudah terbiasa maka kebanyakan orang mengaku bisa menikmati suasana ‘bermacetmacet ria’ dalam perjalanan mudik.
M
eski sudah tahu betapa ‘sengsaranya’ perjalanan mudik Lebaran namun tetap saja jutaan orang, khususnya di Jakarta, berbondong-bondong keluar Ibukota. Maka sudah bisa dipastikan seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta akan lengang pada masa Lebaran hingga sepekan kemudian. “Lebaran di kampung halaman lebih nikmat ketimbang di Jakarta. Di kampung, suasana Lebaran sangat kental, silaturahmi dengan keluarga besar juga masyarakat kampung halaman terasa lebih menyenangan,” ungkap Andy yang akan mudik ke Semarang. Sayangnya, ayah satu anak ini, sampai sekarang belum berhasil mendapat tiket kereta api. Tiket yang diinginkannya sesuai cuti Lebaran kantor telah ludes. “Saya sudah usaha tapi belum dapat juga. Saya sibuk kerja jadi nggak sempat memantau tiket terus menerus. Istri juga kerja. Jadi alternatifnya, kalau sampai hari ‘H’ tidak dapat tiket saya minta keluarga di Semarang datang jemput ke Jakarta,” ungkap Andy. Masalah sampai sekarang belum mendapat transportasi untuk pulang mudik seperti kasus Andy juga dialami oleh banyak orang. Sekalipun banyak transportasi disediakan, bahkan ada yang gratis juga, tetap saja tidak mampu menampung membludaknya pemudik. Hal ini disadari benar oleh
komunitas-komunitas nebeng di Jakarta. Karenanya mereka pun menawarkan mudik bareng dengan komunitasnya. Komunitas nebengers.com misalnya, telah menggelar mudik bareng sejak dua tahun lalu. Tahun ini, kata Andreas Aditya, aktivitas penyelenggaraan mudik komunitas ini bertambah dengan menggelar mudik gratis naik bus. “Mereka yang ingin mudik gratis, disediakan satu unit bus donasi dari Express Group. Ada 29 seat yang disediakan bagi yang ingin mudik Jakarta-Yogyakarta (PP) pada 19-20 Juli 2015,” ujar Andreas. Selain mudik gratis dengan bus, Nebengers juga menggelar mudik bareng dengan mobil pribadi para anggota Nebengers yang lain. Ini program seperti biasa, bagi mereka pencari tumpangan mudik yang kebetulan searah dengan pemudik Nebengers, bisa ikut bergabung. Tahun lalu, 50 orang berhasil mudik melalui pertukaran informasi via Nebengers. Meski baru dua tahun menggelar layanan nebeng mudik, namun sesungguhnya layanan nebeng jarak jauh (inter city) semacam ini sudah lama menjadi salah satu layanan komunitas ini. Rutenya adalah JakartaBandung yang diadakan setiap pekan. Komunitas ini didirikan tahun 2011 lalu dan termasuk salah satu komunitas yang perkembangannya sangat pesat. “Inspirasinya dari ibu yang kalau akan ke gereja suka menel-
Andreas Aditya
epon tetangga untuk mengajak bareng naik mobil. Lalu suatu ketika dalam suatu situasi macet, saya ingat itu. Saya pikir kenapa saya nggak kayak ibu saja, ngajak teman pulang bareng. Sejak itu saya pun mulai koordinasi lewat twitter, FB, website, kemudian
berkembang dengan membuat wadah namanya Nebengers,” tutur Andreas. Sampai kini Nebengers telah berkembang juga disejumlah kota antara lain; Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang. Anggotanya pun sudah ribuan orang. Layanannya makin berkembang, di antaranya layanan nebeng hanya untuk kaum wanita, hal ini karena pemberi tembengan wanita hanya mau penumpang yang nebeng juga hanya perempuan. Layanan ‘goes toschool’ yakni layanan tebengan untuk anak-anak sekolah. Yang tak kalah menariknya adalah layanan kurir. “Ini bisa menjadi pekerjaan sampingan. Terinspirasi dari adanya anggota yang punya waktu untuk mengantarkan barang asalkan tempatnya sesuai dengan rute dia,” katanya. SHARING BIAYA PERJALANAN Akan halnya mudik, ini adalah layanan yang baru dua tahun lalu digelar. Tujuannya untuk membantu sebagai alternatif transportasi. Jadi para pemudik yang masih punya seat kosong akan saling sharing, termasuk sharing biaya perjalanan dan giliran nyetir, dengan begitu bisa menjadi lebih ngirit. Pengalaman mudik juga diungkap Dicky, saat pulang mudik dari Jakarta-Malang. “Hari ke-2 Lebaran saya mau pulang mudik via jalur selatan. Trus saya ngetwitt dan mendapat respons dari beberapa orang. Saya juga kasih syarat, setidaknya bisa nyetir, karena maksudnya supaya bisa gantian nyetir, juga kalau bisa jangan bawa barang besar-besar seperti koper. Akhirnya saya dapat tumpangan dua mahasiswa. Mereka
turun di Yogyakarta, sedang saya melanjutkan perjalanan sendiri ke Malang,” tuturnya. Soal biaya, menurut Dicky, dirinya tidak menyebut angka. Namun kedua penumpangnya itu cukup pengertian. Jadi meski tidak diminta patungan, mereka mereka ikut sharing biaya, baik itu saat membeli bensin maupun makan. “Tapi ada juga pemberi tebengan yang sejak awal sudah ngomong soal patungan biaya. Jadi itu sih terserah saja,” tambah Andreas. Bicara soal sharing biaya juga pernah dialami Andreas pada high season Natal beberapa waktu lalu, dengan rute Yogyakarta-Jakarta. “Waktu itu saya cuma share gantian nyetir, bayar tol dan makan malam. Kalau dihitung-hitung, saya cuma keluar uang Rp100 ribu. Padahal biasanya kalau sendiri balik ke Jakarta, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 400 ribu buat tiket kereta api. Jadi dengan nebeng bisa berhemat,” kenangnya. Selain Nebengers, yang juga menggelar mudik bareng adalah nebeng.com. Komunitas tebengmenebeng yang berdiri sejak tahun 2005.ini, sudah sejak lama menyelenggarakan layanan mudik. Dengan adanya layanan ini, kata Sylvia, salah satu pendiri nebeng.com, selain bisa menjalin silaturahmi di antara penebeng dan pemberi tebengan juga bisa mengirit biaya perjalanan mudik karena ditanggung bersama. Soal biaya, tambahnya, memang tergantung kesepakatan. Ada pemberi tebengan yang tidak menetapkan besarnya biaya alias tergantung kerelaan penebeng, tapi ada juga yang sejak awal menyebut soal patungan biaya. Jadi bila oke, maka mereka pun mudik bersama. –Diana Runtu
S
ejak awal, ia sadar tugasnya bukan hanya mendampingi dan memberi semangat sang suami IB Rai D.Mantra sebagai Wali Kota Denpasar, namun mesti rela menancapkan jiwa raganya dan waktunya untuk berkembang bersama-bersama masyarakat Kota Denpasar. Itu terbukti, dengan terobosan di berbagai bidang serta banyaknya penghargaan dan prestasi membanggakan yang ditorehkannya. Menurut perempuan yang dikenal energik ini, sesungguhnya melalui TP PKK yang dikomandaninya, ia mengaku sangat beruntung, sebab di dalam kegiatannya semua sisi kehidupan dapat disentuh. Apakah itu kegiatan pemberdayaan, peduli kesehatan, pendidikan, lingkungan, pendidikan, hingga pengembangan keterampilan dan kepribadian pun ada dan dilaksanakan secara berkala. Apalagi PKK sebagai partner pemerintah, selalu siap melaksanakan kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat secara umum. Karenanya, ia pun tak menyianyiakan setiap kesempatan untuk bergandengan dengan instansi terkait melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan sikap dan contoh yang selalu ditunjukkannya, Selly D. Mantra mampu menggairahkan dan memotivasi seluruh pengurus dan anggota PKK hingga
di perdesaan untuk selalu memiliki harapan dan terus bersemangat bersama – sama membangun keluarga dan Kota Denpasar.
DEDIKASI DAN INOVASI Sebagai istri orang nomor satu di Kota Denpasar yang masyarakatnya heterogen, maka pemikiran yang cerdas dan terbuka pun sangat diperlukan. Bagaimana dirinya sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Denpasar melihat kondisi pengrajin dan segera melakukan langkah –langkah untuk membuka kesempatan menjadi lebih berkembang. “Bersyukur juga suasana yang ada sangat kondusif, semua pihak tanggap, baik itu pemerintah, masyarakatnya , berbagai organisasi wanita dan organisasi sosial lainnya hingga para pengusaha, semua proaktif khususnya di saat ada yang membutuhkan pertolongan,” ucapnya Salah satu inovasi yang telah dilakukannya adalah di gelarnya Pemilihan Duta Endek yang pertama di Bali yang kini sudah menjadi salah satu agenda tahunan Kota Denpasar, “Di program ini, bukan hanya bicara fashion sebatas penampilan, namun lebih jauh didalamnya ada pengembangan dan pelestarian hasil budaya,” tegasnya. Bahkan semua aktivitas terkait mode ini, pelaksanaannya berbasis budaya. “Endek, salah satu
3
IA Selly D. Mantra
Menyatu Sepenuh Hati
produk budaya Bali juga tercatat sebagai produk unggulan Kota Denpasar,” imbuhnya. Untuk urusan anak-anak, ia juga bersyukur sebab ada pelaksa-
naan Bina Keluarga Balita (BKB) , ia sangat terbantu oleh para kader di semua wilayah Kota Denpasar yang loyal. BKB bertujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran peran orangtua serta
anggota keluarga lainya dalam membina tumbuh kembang balita secara menyeluruh dan terpadu, agar anak-anak juga tumbuh optimal dalam kondisi yang sehat, cerdas, dan ceria. Apalagi, yang namanya lansia, masih dalam usia lanjut adalah anugerah. Dikatakannya untuk mereka juga sebagai orangtua kita semua, selain tersedianya kegiatan Posyandu Paripurna, pemerintah juga selain mengupayakan meningkatkan kesejahteraan mereka di samping turut memberikan dukungan dengan menjadwalkan kegiatan khusus, berupa acara tirtayatra bersama setiap tahunnya. “Mereka harus dijaga lahir dan batinnya,” kata Selly yang merasakan kebahagiaan lebih ketika melihat para lansia bukan hanya sehat tapi ceria dalam hidupnya. Begitu juga saat melihat semua penyandang disabilitas, baik itu tunarungu, tunawicara dan yang lainnya, penuh semangat menyambut semua program yang disiapkan pemerintah dan mau belajar mandiri. “Lagi-lagi saya tidak sanggup untuk berbicara, sangat bahagia melihat mereka bukan hanya bisa berprestasi
hingga tingkat nasional tapi juga berhasil mandiri,” katanya. Apalagi saat ini, makin banyak relawan muda yang mau diajak untuk membina kebersamaan tanpa perbedaan.
PENDAMPING LUAR BIASA Ditanya soal semangatnya yang selalu terjaga, pengoleksi endek dan songket ini mengatakan bahwa kekuatan itu muncul begitu dirinya turun ke lapangan. “Dengan melakukan kegiatan yang positif dan member motivasi, secara otomatis pikiran dan tenaga pun ikut menyatu sepenuh hati,” cetus Selly D. Mantra yang biasa mengisi hari liburnya dengan blusukan ke berbagai pelosok Kota Denpasar menengok mereka yang memerlukan bantuan ini. Selain itu katanya, rahasia energinya selama seolah tidak ada habisnya, sekaligus juga menjaga semangatnya adalah karena memiliki pendamping yang luar biasa, Wakil Ketua TP PKK yang juga Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Darma Wanita Persatuan Ny. Kerti Rai Iswara, yang selalu siap dan merelakan waktunya untuk berdiskusi, koordinasi serta berbagi tugas dan pekerjaan. -ard
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
Favorit
Pengumuman peserta didik baru sudah dilakukan. Ada yang senang karena masuk sekolah favorit. Ada yang sedih karena gagal tetapi bisa bangkit dan memilih sekolah yang bukan tujuan utamanya. Mengapa harus sekolah favorit? Apa kriteria sekolah favorit? Apakah pasti lulus kalau sekolah di sekolah favorit? Ini pertanyaan yang sering muncul. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani mengatakan predikat sekolah favorit hanya persepsi masyarakat. Idealnya, semua sekolah adalah sama baik itu negeri maupun swasta. Orangtualah yang harus membuka diri untuk melihat kemampuan si anak. Jangan paksakan anak harus mencari sekolah favorit. Jangan sampai muncul juga sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. “Sekolah di Bali itu sama, sehingga siswa di sekolah negeri dan swasta sama-sama merasakan kenyamanan. Inilah
yang harus diciptakan dunia pendidikan ke depan, sehingga tidak memunculkan ini baik, itu tidak baik, itu sedang,” ujar TIA. Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Denpasar Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.T. Menurutnya orangtua harus bisa memberi pemahaman kepada anaknya, kalau mau pintar yang harus belajar. Kalau nilai bagus bisa masuk sekolah yang diinginkan. Kalau ternyata anak gagal, orangtua jangan kecewa. Muatan pendidikan dimana-mana sama, Ada anggapan sekolah favorit, karena
itu hanya pandangan masyarakat saja. Kadang ada faktor gengsi kalau bisa masuk sekolah favorit. Banyak juga orang sukses yang dulunya tidak sekolah di sekolah favorit. Di sisi lain Rumawan melihat kemampuan seorang anak harus disesuaikan dengan tempat ia sekolah. Kalau kemampuan biasa lalu masuk sekolah favorit, tentu sulit untuk mengimbangi. Ibarat bermain tinju, carilah sparring partner yang seimbang untuk mengukur sejauhmana kemampuan diri. Kalau dianalogikan, jadilah raja kecil di tempat kecil daripada menjadi parekan (anak buah) di tempat besar. Pilihan ada ditangan anak dan orangtua. Selamat menjadi murid baru. Raihlah cita-citamu setinggi langit. Salam
Siswa melihat pengumuman
Kuncinya Terkunci
Pagi itu aku begitu lemas. Entah kenapa sejak mimpi aneh semalam, aku menjadi murung. Akan tetapi, aku tidak mau berdiam dalam situasi seperti itu terlalu lama. Kubangkitkan semangatku dan kujalani aktivitas seperti biasanya. Pukul 7 pagi, aku memutuskan untuk mencuci semua pakaian kotorku agar kamarku bersih kembali dan pikiranku pun kurasa akan lebih tenang. Seperti biasa, akupun selesai mengerjakan semua tugas pagiku pukul 8 kurang 15 menit. Entah itu paginya aku hanya menyapu ataupun sekadar mencuci dan sembahyang, tetap saja aku selesai beraktivitas jam segitu. Hal itu kadang membuatku merasa jengkel, karena seberapa pagi pun aku bangun, seberapa cepat pun aku berusaha untuk menyelesaikan tugasku, pasti ujung-ujungnya selesai jam segitu. Itulah sebabnya aku selalu tergesagesa berangkat kerja, tanpa make up atau apalah yang penting rapi. He…he…, maklum aku harus berangkat pukul 8 pagi.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Aku pun berangkat kerja. Mampir dulu membeli bensin dulu di warung dekat rumahku. Setelah sampai di sana, aku memarkir motorku dan meminta si dagang untuk mengisi bensin seliter saja. Saat membuka sadel motor, entah kenapa tiba-tiba saja aku berniat untuk mengambil kunci motorku dari lubang kuncinya itu. Padahal sebelumnya aku tak pernah melakukan itu. Saat motorku itu telah diberi bensin, tanpa berpikir panjang aku langsung menutupnya dengan percaya diri. Nah, sewaktu aku ingin menyalakan motorku, aku pun dengan santai mengambil kunci yang kukira telah kumasukan ke dalam saku bajuku. Setelah kucari ternyata tidak ada di sana. Disitulah aku mulai
berpikir. Aku pun mencarinya ke dalam tas dan beberapa kali memeriksa sakuku. Beberapa lama setelah itu , aku baru ingat kalau kuncinya itu aku taruh di sadel motor yang telah kututup. OMG! Aku berusaha menenangkan diri walaupun saat itu aku benarbenar sudah terlambat. Lalu, kuhubungi kakakku untuk mencarikan kunci yang lain, eehh.. HP ku lowbat dan mendadak mati! Ya Tuhan… Selang beberapa lama, dengan pasrah aku menunggu di sana dengan harapan kakakku membaca pesan yang sempat kukirim sebelumnya. Syukurlah kakakku datang dan membawakan kuncinya. Huh.. betapa leganya aku. Terima kasih Tuhan. Aku hanya menyeringai kepada kakakku sembari mengucapkan terima kasih. Ck..ck..ck.. konyol. Ni Nengah Kartini, Bangli
GORO-GORO
sadap
Penyadapan yang menjadi salah satu senjata KPK, menjadi sorotan. Apakah itu bertenPutu Wijaya tangan dengan hak asasi manusia sehingga harus diatur? Atau dibiarkan apa adanya? Karena itu hanya untuk menjerat koruptor. Bukan mencanpuri urusan pribadi. “Tidak, jangan diatur, itu kan alat KPK yang penting! Kalau diatur nanti kPK susah memburu koruptor,” kata Pak Made. Amat mendebat. “Kalau tidak diatur, KPK akan cenderung bisa sewenang-wenang!” “Tidak mungkin! Ada praperadilan yang dapat menggugurkan tangkapan KPK. Dan, sudah 3 kali KPK kalah dalam praperadilan. Yang oleh KPK tersangka di praperadilan dibebaskan!” “Nah itu dia! Kalau ada pengaturan, tidak akan ada kekalahan KPK. Kekalahan itu kan bisa menjatuhkan pamor KPK?!” “Tidak bisa! Itu justru akan membuat calon-calon koruptor ciut nyalinya! Sebab yang dipersangkakan KPK tak cukup bukti untuk dipersalahkan!” Perdebatan berakhir tanpa ada yang menang. “Bapak kok ngurus KPK, seperti nggak ada kerjaan!” kata Bu Amat mengeritik suaminya. “Serahkan pada ahlinya saja!” Amat ketawa. “Itu bukan diskusi beneran, Bu. Hanya untuk bahan percakapan saja. Kalau tidak ada pertentangan percakapan,tidak akan asyik!” “Itu yang namanya cari-cari kerjaan! Daripada ngomong-omong kosong ngalor-ngidol kan lebih baik seterika baju, misalnya, meringankan kerjaan saya!” “Lho, itu bukan ngomong-omong kosong! Itu yang namanya gaul. Baik untuk kesehatan rohani. Jiwa kan juga perlu ventilasi supaya terus bugar. Kalau tidak diolahragakan sedikit, bisa pikun. Kena sakit alzhaimer!” “Itu alasan saja! Siapa bilang bekerja itu bukan olahraga batin?! Hanya pemalas seperti Bapak yang berpikir begitu!’! Percakapan lama-lama jadi perdebatan. Dan, tidak ada yang kalah atau menang. Esok paginya, Bu Amat masih kesal. Amat tidak dibuatkan kopi. Bukan hanya itu. Ketika Amat menyapa Pak Made, yang bersangkutan pura-pura tak mendengar. “Ternyata omong-omong kosong bisa jadi gara-gara permusuhan,” kata Amat dalam hati. Ketika Pak Made lewat lagi, Amat langsung menyapa. “Setelah saya pikirkan, Pak Made betul. Penyadapan itu tak boleh diatur. Nanti KPK bisa kehilangan gigi!” Pak Made kaget, lalu menjawab ketus. “Silakan Pak Amat bangun tembok beton, pembatas rumah, supaya percakapan di rumah Bapak tldak kami dengar lagi!!”
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 856/ 6 - 12 JUlI 2015
23
Dari Hobi Jadi Bisnis
Inspirasi bisnis dapat berasal dari mana saja. Banyak pebisnis menemukan inspirasi dari hobi. Hentri Yudoyono salah satunya. Ia hobi memelihara ikan sejak masih kecil. Bahkan tak disangka hobi itu meng antarkannya ke dunia bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan seharihari keluarganya. Saat itu Hentri layaknya seorang anak kecil bermimpi ingin mempunyai toko ikan hias.
S
Bisnis ikan Guppy
etiap ditanya tentang cita-citanya, ia selalu menjawab ingin mempunyai toko ikan hias. Sejak itulah Ia mulai
mengoleksi berbagai macam ikan hias dalam akuarium miliknya. “Ketika pulang sekolah saya selalu berkunjung ke sebuah toko ikan, uang saku untuk jajan saya
sisihkan untuk membeli ikan hias,” katanya. Dari hari ke hari kecintaanya akan ikan hias jatuh pada pilihan jenis ikan Guppy. Ikan kecil dengan berbagai corak dan warna ini mengambil hatinya. Ia pun mulai mempelajari karakteristik dari ikan Guppy dari berbagai artikel dan forum. Ditengah-tengah kesibukannya bekerja, ia masih menyempatkan diri untuk belajar budidaya ikan Guppy. “Awalnya saya bertemu dengan teman yang sama-sama hobi memelihara ikan. Dari obrolan-obrolan seputar ikan hias tersebut, akhirnya saya memupuk keberanian untuk mengembangkan usaha ternak ikan hias ini,” terangnya. Awalnya ia membeli sepasang ikan Guppy yang kemudian ia ternakkan. Setelah berhasil membudidayakan beberapa ikan Guppy, kemudian ia tawarkan hasil budidaya tersebut kepada teman-teman sekantor. Hingga akhirnya ada yang tertarik dengan ikan hias Guppy dan memborong
Ikan Guppy
ikan hasil budidayanya. “Kebetulan ada beberapa teman yang tertarik dan membeli sebagian besar hasil budidaya ikan Guppy yang saya miliki,” imbuhnya. Ia pun mulai masuk ke forum dunia ikan Guppy dan membuka wawasannya tentang ikan Guppy. Lewat forum-forum tersebut ia mulai membeli bibit ikan Guppy yang memiliki harga jual tinggi dan mulai membudidayakannya. Melalui forum-forum itu juga ia menawawarkan ikan Guppy hasil budidayanya tersebut. Diluar dugaan, ikan hasil budidaya itu mendapat respons positif dari pasar. Permintaan dan pesanan mulai berdatangan. “Di forum saya berhasil me-
masarkan ikan hasil ternak sendiri. Banyak kolektor ikan hias mulai membeli hasil budidaya ikan Gupy yang saya tawarkan,” jelasnya. Kisaran harga perpasang ikan Guppy ini antara Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Tergantung dari jenis dan ras ikan hiasnya. Dalam sebulan Hentri berhasil menjual sekitar 50 pasang ikan Guppy. Pelanggannya pun dari berbagai daerah, mulai dari kota sekitar Ponorogo hingga Bandung dan Surabaya. Kini di lahan terbatas dekat dapur dan seputaran rumahnya dijadikan tempat untuk membudidayakan ikan hias Guppy. Mimpinya ketika masih kecil pun menjadi kenyataan. -Dinar Perdana
Brem Laris Jelang Lebaran Puluhan pemilik usaha di Sentral Industri Brem (SIB) di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan panen. Mereka mengaku kewalahan melayani pasar maupun pesanan baik dari dalam maupun luar Madiun. Peningkatan produksi brem terasa mulai memasuki bulan puasa. Produksi rutin sebelumnya diolah oleh setiap pemilik usaha brem antara 30-50 kg beras ketan per harinya. Namun, sejak memasuki Ramadan, produksi mengalami peningkatan antara 50 kg hingga 1 ton beras ketan per harinya. “Peningkatan produksi brem kami rasakan sebelum memasuki bulan Ramadan tahun ini. Sebelumnya, pesanan hanya sebatas dalam Kabupaten/Kota Madiun, Magetan, Ngawi hingga Pacitan, saja. Sekarang ini kami tiap hari harus menyediakan 1 ton beras ketan yang bagus untuk memenuhi permintaan,” tutur Parti (40), pemilik home industri “Duta Rasa” Madiun. Menurut dia, pesanan datang juga dari tetangga kota seperti Nganjuk, Kertosono, Jombang, Bojonegoro, Sragen, Solo hingga Yogya. Untuk 1 ton beras ketan, dapat menghasilan antara 2.000 potong brem ukuran 4x16 cm hingga 2.500 potong brem 4x15 cm berbagai rasa. “Kami menerima pesanan brem sesuai pesanan, baik ukuran maupun rasanya,” ujarnya.
Hal sama juga diungkapkan oleh Parmin (48), pengolah brem “Rumah Joglo”. Produksi brem yang diracik memiliki stok 15 cita rasa, diantaranya stroberi, apel, dan coklat. “Kami tinggal memenuhi pesanan pembeli, mau brem rasa apa? Yang banyak disukai maupun dipesan, rasa original,” katanya. Ia mengaku menjelang Lebaran 2015 ini, “Rumah Joglo” mendapat pesanan tidak hanya dari Kabupaten/Kota Madiun. Tapi juga dari luar Madiun, seperti Jepara, Rembang, Purwokerto dan Bali. Sedangkan luar Jawa, seperti dari Banjarmasin, Kalimantan, Samarinda dan
Balikpapan. “Kebanyakan pemesan langsung pesan brem asli Madiun ke “Rumah Joglo”, karena kami tidak membuka cabang di manapun,” tegasnya. Produksi brem berbagai rasa, kata Parmin, memproduksi 2 ton beras ketan, sebelumnya hanya 50 kg-1 ton beras ketan per hari. Makin banyaknya permintaan, prediksi mendekati lebaran produksi brem bakal terus mengalami peningkatan. Pengalaman dari lebaran tahun lalu para pemudik atau pendatang sangat berminat untuk membeli brem asli Madiun sebagai oleh-oleh. -Ajun Ally
Pekerja membalikan potongan brem saat dijemur di depan rumahnya
24
What’s Up
Edisi 856/ 6 - 12 juli 2015
Pesan Lingkungan dari “Air Kotor” Seorang anak perempuan, Komang Ayu pergi dari rumahnya. Saat dalam perjalanan, ia dikejar oleh sesuatu yang jahat. Komang Ayu pergi hanya berbekal sebotol air. Untuk menghindari para penjahat, Komang Ayu sampai ke sebuah sungai. Dengan gembira Komang Ayu melepaskan lelah dan bermaksud mencuci mukanya. Tapi saat air sungai itu diambilnya, tercium bau yang sangat menyengat. Ia pandangi lagi air sungai itu, ternyata air sungai itu berwarna hitam danberbau busuk. Komang Ayu sadar air sungai itu sudah tercemar, sehingga dia tak jadi mencuci mukanya.
U
ntuk menghindari penjahat, Komang Ayu merasa harus menyeberangi sungai, tetapi ia tak bisa berenang. Tiba-tiba di pinggir sungai, ia melihat seorang anak laki-laki. Ia memanggil anak itu, tapi anak lelaki itu seperti tidak mendengarnya, ia sibuk menciprat-cipratkan air. Akhirnya Komang Ayu memberanikan diri menyeberangi sungai. Saat di tengah sungai Monster menyerangnya, untung saja ia berhasil diselamatkan oleh anak lelaki yang di sungai itu. Karena bertempur melawan monster untuk menyelamatkannya, anak lelaki itu kehabisan tenaga, dan kesehatannya pulih setelah Komang Ayu memberikannya air yang dibawanya tadi. Mereka pun berkenalan. Anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Tonya, penjaga sungai. Komang Ayu kaget dan tidak pertaya. “Yah…aku Tonya, penjaga
sungai, energi dari sungai. Karena air di sungai ini sudah tercemar, kehidupanku juga jadi terganggu,” katanya. Komang Ayu dan Tonya akhirnya bersahabat, mereka bersepakat untuk menyadarkan masyarakat agar menjaga kebersihan air, untuk menjaga lingkungan. Yang pertama dicarinya adalah ratu dan raja. Tapi sayang, ratu dan raja tidak percaya apa yang dikatakannya. Komang Ayu dan Tonya juga menemui para petani, tetapi mereka juga tidak percaya. Tonya merasa putus asa, tetapi Komang Ayu meyakinkannya bahwa mereka pasti bisa melakukan sesuatu. “Pokoknya aku akan mengalahkan monster itu, monster yang membuat sungai dan lingkungan kita tercemar,” tekad Komang Ayu. Namun, Tonya meragukannya. “Sulit kamu bisa mengalahkan monster itu, karena monster itu adalah perilaku buruk manusia, mon-
ster itu adalah kemarahan, kebodohan dan kerakusan manusia,” kata Tonya. Tetapi apapun itu, Komang Ayu bertekad untuk memenangkannya. Saat mereka berdua mencari cara untuk mengalahkan monster-monster itu, para monster kembali menyerangnya. Kali ini serangan mereka lebih dahsyat, sehingga membuat Tonya tidak sadarkan diri. Komang Ayu berusaha menyadarkan temannya. Ia beri Tonya air dari botolnya, dan anehnya, Tonya bisa sadar dan kembali segar. Komang Ayu tersentak, seperti ingat sesuatu. “Yah air ini, air ini.., aku harus ke sumber air ini,” katanya gembira. Komang Ayu mengajak Tonya ke sebuah tempat di pegunungan yang airnya bersih dan segar. Di sana hidup berbagai macam binatang dan tumbuh berbagai macam tumbuhan. Tempat itu seperti sorga. Saat, Komang
Pementasan drama “Air Kotor” oleh Sanggar Lintang
Viktor dan Mas Ruscitadewi berfoto bersama anak-anak Sanggar Lintang, usai mementaskan drama “Air Kotor” dalam “Trash Stock Festival” belum lama ini
Ayu pergi ke sana, secara tidak sadar ia diikuti oleh teman-temannya. Ibu dan Ayahnya juga ke tempat itu. Teman-temannya, ibu dan ayahnya kagum atas keindahan tempat itu. Tonya juga mengatakan ingin tinggal di sana. Saat bertemu Komang Ayu, teman-temannya bertanya, “Bagaimana caranya agar desa kita juga bisa seindah dan sebersih tempat ini?” Komang Ayu mengajak teman-temannya untuk menjaga lingkungan, dengan tidak mencemari air, tanah dan udara agar tercipta tempat bersih, subur dan indah. Drama “Air Kotor” yang dipentaskan Sanggar Lintang di Taman Baca Kesiman di Jalan Sedap Malam ini, serangkaian “Trash Stock Festival” yang berlangsung 20-21 Juni lalu. Drama yang ceritanya ditulis oleh Viktor, seorang sukarelawan lingkungan asal Spanyol dan dibantu oleh sastrawan Bali, Mas Ruscitadewi ini, dimainkan oleh 7 orang anak, yang
merangkap-rangkap dalam peran. Komang Ayu dimainkan oleh Sinta, Tonya dimainkan oleh Yoga. Sedangkan Arjun dan Ria, bermain sebagai monster, Ratu dan Raja, petani dan orangtua Komang Ayu. Sementara Eka Putri, Saputri dan Cintia bermain sebagai sungai dan pohon, petani, pelayan istana dan teman-teman Komang Ayu. Melalui drama tentang lingkungan ini, anak-anak Sanggar Lintang ingin menyampaikan pesan bahwa tanggung jawab untuk menyelamatkan bumi, melalui menjaga lingkungan salah satunya dengan tidak membuang sampah semestinya dibiasakan sejak masa kanak-kanak, dimulai dari diri sendiri. “Semoga setelah keluar dari acara ini, semakin sadar dengan masalah sampah, dan juga bisa meningkatkan penyadaran orang-orang di sekitar,” ujar Hendra, penggerak acara ini penuh harap. Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra yang berkesempatan hadir memberikan apresiasi positif atas keseluruhan acara tersebut. “Jika orang disuruh jangan membuang sampah, susah. Namun dengan dikemas seperti acara ini, ditunjang dengan perpustakaan yang konsepnya beda, ini sangat kreatif dan edukatif,” ujarnya. “Trash Stock Festival” diisi juga dengan photo hunting, pameran kesenian lingkung an, games edukasi, capoera, fashion, live sketch, dan konser musik. –Inten Indrawati