Skip to main content

Tokoh Edisi 848 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Tak pernah Operasi saat Orang Tersenyum Berbicara Palang Merah Indonesia, pasti yang pertama terlintas dalam benak kita adalah donor darah yang giat dikampanyekan lembaga ini. Tak perlu heran, karena mengadakan darah lewat donor darah merupakan salah satu tugas pokok dari PMI. Di luar donor darah, PMI juga terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan seperti bencana alam—mulai dari banjir, longsor, gempa bumi hingga gunung meletus--- hingga kasus-kasus kecelakaan, baik itu berskala besar maupun kecil. Tentu yang masih hangat di benak kita adalah kasus kecelakaan pesawat Air Asia OZ 8501, dimana PMI bersama lembaga lainnya ikut bahu-membahu dalam penanganan musibah ini.

D

i usia PMI yang hampir mencapai 70 tahun ini, kiprah PMI dirasakan semakin meningkat dan nyata. Ini bukan hanya terjadi di dalam negeri tapi juga hingga ke luar negeri. Barubaru ini, saat gempa bumi dahsyat serta bencana longsor menimpa masyarakat Nepal, pasukan ‘Red Cross’ Indonesia tak ketinggalan ikut bergerak ke sana untuk melakukan aksi kemanusiaan. “Jangan pernah mengharap me­ nemui palang merah beroperasi pada saat orang tersenyum, tidak akan pernah kita dapati itu. Tapi membuat mereka bahagia, tersenyum, itulah kebahagiaan kita semua,” begitu kata Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia, saat Mukernas PMI di Wisma PMI Jakarta, baru-baru ini. PMI memiliki sejumlah tugas, salah satu yang utama adalah menjadi fasilitator untuk donor darah yang mencakup 240 juta penduduk.

Donor darah, masih merupakan prio­ritas PMI yang dituntut untuk terus mampu meningkatkan kualitas serta jumlahnya. “PMI ingin kualitas darah berstandar baku internasional dan itu tantangan. Tugas pertama kita adalah donor darah. Ini adalah gerakan kemanusiaan tertinggi,” begitu kata Kalla dalam setiap kesempatan acara PMI. Berdasarkan data, kebutuhan darah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk tahun ini saja, 2015, PMI menargetkan untuk dapat mengumpulkan 5 juta kantung darah atau sekitar 2% dari jumlah penduduk Indonesia. Dengan ‘beban’ tugas itu maka tak heran kalau kita melihat PMI begitu gencar berkampanye tentang kebutuhan darah dan mendorong masyarakat ikut menjadi pendonor. Menurut Ketua PMI DKI Jakarta, Rini Sutoyoso, untuk memenuhi kebutuhan stok darah PMI DKI Jakarta, pihaknya rutin menggelar kerjasama penyelenggaraan donor darah dengan berbagai pihak. Target pencapaian kantung darah per

tahun adalah 300.000 kantung. “Kebutuhan darah per-hari di Jakarta sekitar 800-1000 kantung,” ungkap istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, ini. Untuk mendapatkan darah, PMI juga menyasar ke anak muda. Salah satu caranya, kata Kepala Biro Humas PMI Pusat, Aulia Arriani, PMI mendekati tempat-tempat berkumpulnya anak muda, seperti kampus dan mal. Sejak 2010, PMI sudah membuka gerai donor darah di mal dan kampus, di antaranya di Jakarta adalah di Senayan City, kampus Universitas Trisakti, dan Pasar Tanah Abang Blok A. “Jadi kalau ada anak muda yang ingin mendorong, tidak perlu lagi datang ke kantor PMI, tapi mereka bisa mendonor langsu di mal atau di kampus. Gerai di kampus itu, bukan hanya untuk para mahasiswa tapi umum pun kalau kebetulan sedang berada di dekat sana, dapat mendonor. Tempatnya hanya kebetulan saja berada di kampus yang menjadi lokasi anak muda

Jusuf Kalla

tkh/net

berkumpul,” jelasnya. Selain itu juga dioperasikan mobil-mobil unit donor darah untuk menjangkau tempat-tempat ramai seperti event car free day, mal maupun taman. Saat ini ada sekitar 117 mobil unit donor darah yang tersebar di seluruh Indoneia. OUR PRINCIPLES IN ACTION Sementara itu terkait dengan perayaan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia yang jatuh pada 8 Mei lalu, PMI Pusat menyelenggarakan lomba menulis dengan tema ‘OurPrinciplesInAction’. Periode akan dilaksanakan mulai dari 11 Mei - 11 Juni 2015. Demikian rilis yang dikeluarkan oleh Biro Humas PMI Pusat. Tulisan tersebut memuat tentang pengalaman yang berhubungan atau bersinggungan dengan tujuh prinsip dasar gerakan. Sebagaimana diketahui, PMI sebagai organisasi kemanusian berpegang pada tujuh prinsip dasar gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Me­

rah, yaitu, Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kerelaan, Kesatuan dan Kesemestaan. Disebutkan, Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Mei merupakan perayaan tahunan bagi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Kini sudah 152 tahun lamanya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam menjalankan kegiatan, prinsip-prinsip dasar selalu menjadi panduan tindakan agar senantiasa bekerjasama melayani masyarakat tanpa memandang ras, keyakinan dan warna kulit. “Kemanusiaan adalah ekspresi motivasi kami. Kesamaan mengarahkan cara kami melayani masyarakat yang sangat membutuh­kan, sembari menjaga Kene­tralan dan Kemandirian kami setiap waktu. Kami dibentuk atas dasar Kesukarelaan. Kesatuan dan Kesemestaan mengjangkari aksi lokal kami dalam solidaritas global. Hal tersebut merupakan prinsip-prinsip dasar yang menjadi identitas gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional”. Tepat ditanggal yang sama juga dirayakan lahirnya Prinsip Dasar Gerakan yang tahun ini tepat berusia 50 tahun. Peringatan ke-50 tahun lahirnya Prinsip Dasar Gerakan menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan kembali penera­ pan Prinsip Dasar Gerakan baik pada saat bertugas maupun dalam kegiatan sehari-hari. Dengan tema ‘Our Principles in Action’, juga dimaksudkan guna mengedukasi masyarakat luas khususnya pihak internal agar dapat selalu menerapkan prinsip dengan sebaik-baiknya. –Diana Runtu


2

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Ekspresso

DAri daPUr Redaksi

Membuat Orang Bahagia Nama Henry Dunant (8 Mei 1828 - 30 Oktober 1910) tak bisa dilepaskan dari Palang Merah. Berawal dari perjalanan untuk urusan bisnis pada tahun 1859, dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran Solferino. Kenangan dan pengalamannya itu dituliskan dalam sebuah buku dengan judul “A Memory of Solferino” (Kenangan Solferino), yang menginspirasi pembentukan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863. Dunant melihat sekitar 38 ribu prajurit bergeletakan di medan tempur dalam keadaan terluka, sekarat, atau tewas, dan tidak tampak ada upaya yang berarti yang dilakukan untuk memberikan perawatan kepada mereka. Dalam keadaan terguncang melihat pemandangan itu, Dunant berinisiatif mengerahkan penduduk sipil setempat, terutama kaum perempuan, untuk memberikan pertolongan kepada para prajurit yang terluka dan sakit. Karena persediaan alat-alat dan obat-obatan yang diperlukan tidak memadai, Dunant sendiri mengatur

pembelian material yang dibutuhkan itu serta membantu mendirikan rumah sakit darurat. Dia berhasil meyakinkan penduduk setempat untuk melayani para korban luka tanpa melihat di pihak mana mereka bertempur, sesuai dengan slogan “Tutti fratelli” (Kita semua bersaudara) yang diciptakan oleh kaum perempuan dari kota Castiglione delle Stiviere tak jauh dari tempat itu. Dia juga berhasil membujuk pihak Prancis untuk membebaskan dokter-dokter Austria yang mereka tawan. B u k u Ke n a n g a n Solferino melukiskan pertempuran

yang terjadi, berbagai ongkos pertempuran tersebut, dan keadaan kacau-balau yang ditimbulkannya. Dia juga mengemukakan gagasan tentang perlunya dibentuk sebuah organisasi netral untuk memberikan perawatan kepada prajurit-prajurit yang terluka. Buku ini dia bagikan kepada banyak tokoh politik dan militer di Eropa. Dunant juga memulai perjalanan ke seluruh Eropa untuk mempromosikan gagasannya. Buku tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Perjuangan Dunant tidak sia-sia karena ia mampu menginspirasi berdirinya pendirian korps palang merah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Palang Merah Indonesia sendiri berdiri 17 September 1945. Sisi kemanusiaan yang dikembangkan PMI sejalan dengan cita-cita yang diharapkan Dunant. Hari kelahiran Dunant pun diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla pernah mengatakan Jangan mengharap menemui palang merah beroperasi pada saat orang tersenyum, tidak akan pernah kita dapati itu. Tapi membuat mereka bahagia, tersenyum, itulah kebahagiaan kita semua. Semoga

Topi Lusuh yang Sakti Setiap hari libur, saya pulang kampung untuk memperbaiki pagar tanah warisan orangtua. Karena sekarang musim hujan, pagar tanah itu sangat rimbun dan rumput liar tumbuh subur sekali. Setiap ke kebun saya selalu pakai “topi lusuh” untuk menghindari kepala dari duri. Saya juga membawa sabit dan linggis untuk merabas tanaman yang rimbun dan mengganti yang rusak. Pelan-pelan rumput liar saya rabas agar tak terkena duri pagar. Tanpa sadar saya membacok sarang tawon yang berukuran sebesar bola voli. Spontan ratusan induk tawon beterbangan, dan mengerubuti kepala saya. Karena panik, sambil berlari saya menampar, memukul, dan menangkis serangan tawon itu dengan tangan dan sabit. Tanpa sengaja topi saya ikut kena tampar lalu topi saya terbang sekitar 3 meter. Ternyata tawon itu malah mengejar topi saya lalu mengerubutinya. Oh my God... akhirnya saya selamat dari serangan tawon itu walaupun saya terkena sengatan pada telinga. Saya bersyukur ada

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“topi lusuh yang sakti”. Kalau tidak pakai topi dan tawon itu menyerang kepala saya, mungkin saya harus beristirahat di rumah sakit. Pengalaman ini saya ceritakan

kepada anak dan istri. Mereka tertawa mendengar cerita saya namun saya meringis kesakitan. I Nengah Mangku Karangasem

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 2.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

pacquiao

Kekalahan petinju Pacquiao membuat Amat berang. Putu Wijaya “Tanyakan kepada siapa saja di seluruh dunia, yang nonton pertandingan itu, pasti mereka akan bilang yang menang Pacquiao!” kata Amat gemas. “Tapi nampaknya Asia tidak boleh menang, meskipun menang!” Bu Amat mula-mula setuju pada pendapat suaminya, meskipun ia tidak sempat menonton pertandingan yang dijuluki Pertandingan Terbesar Abad ini, itu. Tapi karena Amat terus-menerus berkoar, ia jadi terganggu. “Sudahlah, Pak,” kata Bu Amat untuk menghentikan celoteh suaminya, “sudahlah meskipun kalah, dia kan tetap dapat 1,2 trilun?! Untuk hidup 7 turunan itu cukup!” Sebaliknya dari senyap, Amat malah jadi tambah sengit. “Ini bukan lagi soal duit, tapi kehormatan. Bukan hanya kehormatan satu orang, tapi satu bangsa, satu negara, bahkan satu benua yang disebut Asia! Dan, kita termasuk di dalamnya!” Untuk meredam amarah suaminya, Bu Amat masak “ayam merah”, kegemaran Amat. Tapi Amat, mencela ayam merah itu terlalu pedas. “Kan Bapak biasanya suka yang pedas?!” “Kekalahan Pacquiao sudah terlalu pedas! Masaklah yang netral saja sekarang. Pedas karena sambal, tidak apa, kan bisa diatur. Tapi kalau makanan sudah pedas, payah, tidak bisa dimakan!” “Sudah to, Pak. Pacquiaonya saja senyam-senyum meskipun kalah, karena dapat 1,2 triliun. Kok jadi bapak yang muring-muring?! Mestinya bersyukur seperti si Pacquiao itu!” “Ibu ini bagaimana sih? Uang bukan segala-galanya!” Bu Amat mulai ikut naik darah. Masakan ayam merah itu langsung dibuangnya. Sore hari, seorang ibu tetangga datang berurai air mata. Ia kebingungan, karena akan diusir oleh yang empunya rumah yang dikontraknya. “Kami memang sudah nunggak satu tahun, karena usaha kami macat. Tapi kalau harus keluar, kami tidak tahu mesti ke mana,” katanya panik. Amat langsung melupakan kekalahan Pacquiao. Bu Amat sendiri tak sanggup melihat nasib tetangga itu. Akhirnya sepakat. Menarik uang deposito mereka di bank, meskipun belum jatuh tempo. Ibu tetangga itu makin deras tangisnya. Tapi jelas kelihatan tidak sehisteris sebelumnya. Pagi-pagi Amat pergi ke bank mencairkan depositonya. Lalu menunggu ibu tetangga itu datang. Tapi sampai sore tak kunjung kelihatan. “Mungkin dia malu,” kata Bu Amat. Lantas Bu Amat mengantar sendiri uang itu ke rumah tetangganya. “Beribu-ribu terima kasih, Bu Amat. Saya sudah menyusahkan Ibu,” kata tetangga itu, sambil menangis kembali. “Maaf, kemarin saya panik seperti hampir gila. Saya kira hidup kami akan tamat. Tapi ketika mendengar ketulusan Bu Amat yang begitu spontan, rela menarik uang deposito Ibu yang belum jatuh tempo, untuk menolong kami, saya sangat terharu. Keberanian dan semangat saya pulih. Dengan terus-terang saya mohon diberikan waktu beberapa bulan lagi untuk membayar. Tapi kalau tidak bisa, ya sudah, saya ceritakan bahwa Bu Amat akan menalangi uang kontrakan kami.” “Mendengar begitu, pemilik rumah berbalik. Ia ikut terharu dan mengizinkan saya menangguhkan pembayaran kontrak, sampai tahun depan.” “Jadi, matur suksma Bu Amat. Ternyata uang bukan segala-galanya.”

Mohon informasi tentang Warung Sehat yang dimuat di Tokoh edisi 847. Jaya, Denpasar Warung Sehat Bali Tangi: Jln. Tukad Unda III/2 Renon Denpasar. Tlp. 0361 4723463, Hp: 082341996888. Pin BB: 265580BC Beberapa waktu lalu saya pernah membaca artikel tentang rumput sintetis di Tokoh. Di mana saya bisa mendapatkan informasinya? Arimbawa, Denpasar Silakan hubungi Bapak Daniel. Hp: 0811394746

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

Gethuk Golan Warisan Leluhur Memakan sepincuk sudah terasa mengenyangkan perut. Tidak mahal, harganya cuma seribu rupiah Gethuk Golan siap santap. Mengenyangkan dan memanjakan. Selain itu rasa nikmatnya membuat pengunjung untuk datang kembali.

M

anis gula merah cair, taburan kelapa parut, t a ­n a ­­k a n k e t an menghias sa­ji­­an sepincuk gethuk dari Desa Golan. Lembut tumbukan ke­t ela kaspe yang telah dita­n ak matang terasa meman­ja­­kan lidah. Para penikmat se­­perti lupa jika yang dinik­ma­ti adalah gethuk, makan­ an khas Jawa dari ketela itu. Teks­­t­u r lembut olahan hasil ratu­s ­a n jatuhan alu mem­b uat gethuk terasa molor. Na­­mun, rasa khas ketela deng­an aroma gurih dari ga­ram tak hilang. Gethuk Golan, itulah na­ma yang konon diambil dari na­ma desa. Berbeda dengan ge­t huk yang lainnya. Satu pun tidak ditemukan ketela utuh yang meng­g anggu lidah pe­n ikmat. Atau pun akar ke­t ela yang biasa­nya meman­jang tak hancur ditumbukan. Tak meng­herankan

jika Ge­thuk Golan men­jadi makanan fa­vo­rit men­jelang petang, deng­an obro­l­an ringan dite­ma­ni se­cang­kir kopi. Tak heran pula, menjadi alter­natif menu lembut saat ber­buka puasa. Bagi yang belum pernah me­­rasakan dan penasaran da­r i kemasyhuran namanya, silah­­kan datang mencoba dan membelinya untuk di­min­­­ta­kan apresiasi dari orang lain. Letaknya di Desa Go­lan, Keca­m atan Sukorejo, kira-kira 15 km arah barat Aloon-aloon Kota Pono­ rogo. Tak perlu berlama-lama un­ tuk mencoba memanjakan li­ dah rasa khas makanan ini. Setiap pukul 14.00 WIB, alu-alu para lelaki per­kasa pe­num­buk gethuk siap mem­­berikan irama berbeda. Na­mun jika sore hari, hanya ada satu warung ge­thuk yang dapat di­temui. Wa­rung Bu

Jeminah, warung di depan rumah berhadapan deng­an sawah. Plang kecil Gethuk Golan akan menjadi pe­tunjuk yang berharga. “Banyak yang jualan, se­kitar 15an orang, tapi nggeh semuanya pagi, di­ba­wa ke pasar,” ungkap Jem­i­nah, salah satu peng­usaha Ge­thuk di Golan. Para pengusaha atau pen­ju­ al rata-rata meneruskan usa­ha orang tuanya. Mereka meng­ikuti

kebiasaan orangtua mereka yang berjualan gethuk ke pasar. Seperti yang dilakukan Jeminah, wa­ ri­s­an orangtua berupa usaha ge­ thuk itu masih di­jaga­nya hing­ga kini. “Sepu­luh tahun saya jualan ke pasar, dan ba­ru 16 tahun ini di rumah,” ungkapnya.

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Sebagai salah satu desa yang mempunyai legenda pan­jang, tentunya Desa Go­lan makin dikenal dengan ma­k anan khas ini. Namun, se­t e­lah dirunut seja­rah Ge­thuk Golan tak ada sang­kut paut­nya dengan le­gen­ da Ki Ageng Golan. “Ini ha­nya usa­h a masyarakat saja, dan ke­be­tulan sepakat di­na­ma­ kan Gethuk Golan,” ung­kap Jemi­nah lagi. Jeminah lalu bercerita pan­­jang, bahwa rata-rata da­lam sehari produksinya meng­­habiskan 50 kg ketela, 20 butir kelapa parut, 3 liter ke­tan tanakan yang masingma­sing dapat dihitung dalam 700 bungkus. Bahkan, be­b e­­rapa pembeli terkadang ha­rus antri menunggu me­­num­­­buk gethuk untuk me­nik­­­matinya. Menurutnya da­ri pada ke pasar pagi, hal ini lebih untung karena ha­nya buka mulai pukul 14.00 sam­­pai malam, dan tak per­lu ber­jalan. Bupati Amin yang saat ini

23

men­­jadi orang nomor satu di Po­ no­­rogo pun sering datang untuk mencicipi lezatnya Ge­thuk Golan. Selain itu pesa­nan juga limpah ruah ber­da­tang­an, baik dari Desa Golan sen­diri maupun dari Pono­ ro­go. Pesanan untuk kon­­dang­an yang mencapai hitu­ngan ra­tu­san pun selalu di­layani. Ke­cuali, di bulan puasa khu­­­ sus­n ya, Jeminah tak lagi me­­ nerima pembeli, sebab me­reka sudah kewalahan me­n erima pesanan. “Rata-rata pesanan diambil jam wak­tu buka puasa,” ungkap Ririn, anak bungsunya yang telah berencana akan me­ wa­risi usaha Jeminah. Selain di Desa Golan, nik­ mat­n ya dapat kita temui di se­­kitar Aloon-Aloon Pono­ro­go. Tepatnya sebelah barat, bisa menjadi alternatif bagi pe­nik­mat gethuk ini. Tak per­lu khawatir, takut ge­thuk palsu atau imitasi. “Pen­­jualnya juga asli orang sini,” tegas Ririn. -Dinar Putra Perdana

Tamatkan Anak berkat Krupuk Di desa Siwalan Kec. Sambit, banyak penduduknya ber­ kecimpung di “usaha rumahan” pembuatan krupuk mentah. Sejak tahun 1980-an usaha ini sudah mulai ber­k embang. Cita rasa bumbunya yang khas, gurihnya yang terasa men­jadikan usaha rumahan ini bertahan hingga sekarang. Usaha pembuat krupuk bermula dari pembinaan usaha kecil dan me­neng­ah yang dicanangkan

oleh pe­m e­r intah setempat. “Awalnya bebe­r a­p a warga dikumpulkan kemudian diberikan se­buah pelatihan di kecamatan,” te­rang Mbah Jir, panggilan akrab Mu­ha­jir salah seorang pemilik ­usaha krupuk ini. Usaha rumahan pembuatan kru­puk banyak dilakukan oleh war­­ga di desa ini. Ada belasan “usaha rumahan” ber­ge­rak pada bidang yang sama yaitu mem­ buat krupuk. Usaha ini mampu

menyerap banyak tenaga kerja. Artinya ini menjadi nilai plus, karena telah menyerap banyak te­naga sekitar. Mbah Jir menuturkan setelah menda­p at­k an pembinaan dari pemerintah setempat, pelaku usaha kecil di Desa Siwa­lan diberikan modal. Permo­d a­lan diberikan kepada sekumpulan pela­ku usaha yang akan bergerak pa­da bidang usahanya masingmasing. Mbah Jir termasuk yang masih mampu bertahan hingga sekarang dengan usaha krupuknya. “ Waktu itu, setiap orang yang mau usa­ha mendapat bantuan uang dari pemerintah sebesar Rp 150 ribu, tapi waktu itu sebelum krisis ketika harga belum melambung tinggi seperti sekarang,” kenangnya Usaha krupuk ini, tidak

serta mer­t a bisa dipetik hasilnya dalam seke­jap, tidak semudah membalikkan tela­­pak tangan tetapi butuh proses pan­jang.. Perja­la­n an panjang telah dilakoni Mbah Jir dan para “usaha rumahan” lainnya. Mbah Jir sendiri mengaku sempat “banting setir” jualan bakso meng­ingat usaha ini belum begitu diminati ma­syarakat umum dan belum banyak dikenal orang. “Tak terasa 6 bu­lan berlalu saya jualan bakso tapi per­kembangannya sama saja,” ceritanya. Dengan tekad bulat Mbah Jir ber­anggapan, bahwa usaha tidak me­m an­d ang seberapa besar bentuk usa­ha­nya, sekecil apapun usaha ketika dila­kukan maksimal dengan tetap men­jaga kualitas, maka akan menda­pat­kan hasil

yang optimal. Kuncinya pada kualitas, akhirnya Mbah Jir menekuni bidang usaha krupuknya kem­bali hingga lambat laun mulai dike­nal banyak orang. “Bertahan pa­da kualitas, mempertahankan cita ra­s a khasnya lambat laun krupuk gurih Siwa­lan ini mulai banyak diminati banyak orang,” jelasnya. Citarasa krupuk siwalan yang khas, sekarang sudah dikonsumsi oleh banyak orang, khususnya dae­rah seputar Ponorogo. Rasanya yang khas membuat banyak orang ketagihan. Tak heran bi­la produksi krupuk, justru sering kela­bakan ketika ada order banyak. Solusinya pemesan harus menunggu ter­ lebih dahulu dalam waktu bebe­ ra­pa hari kemudian. Krupuk yang terbuat dari bahan da­sar pati tepung terigu ini terbilang pro­ses pembuatannya masih tradi­s io­n al, secara keseluruhan dilakukan oleh tangan-tangan cekatan peker­ja­ nya. Mulai dari racikan bumbunya, peng­irisan bahkan sampai penge­ringannya hanya memanfaatkan pa­nas sinar matahari. Saat ini Mbah Jir memerlukan 2 kwintal tepung pati untuk bahan krupuk. Soal nominal keuntungan, ia eng­g an menjawabnya dalam ukuran ru­piah. Usaha kru­puk ini sudah mampu menghidupi ke­luarga sekaligus bisa untuk menyekolahkan ke­ tiga anaknya hingga tamat. -Dinar Putra Perdana


22

Sosialita

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Bandung. Setiap peserta mendapat oleh-oleh batu akik pancawarna asal Garut, Jawa Barat, yang harganya jutaan rupiah. Yang juga menarik, kini ada anggapan kalau batu akik sebagai ‘bahasa pergaulan’ di kalangan pejabat. Untuk batu akik, para pejabat sepertinya betah bercakap-cakap lama tanpa bosan. “Kalau dulu ketika seseorang menjadi pejabat maka dia akan mulai mengoleksi lukisan, keris tapi kini selain dua benda itu ditambah lagi dengan batu akik. Yang terakhir ini (akik) menjadi paling dicari karena selain sedang booming, penggemarnya pun banyak,” ungkap seorang pejabat yang menolak

Pameran batu akik

memakai cicin akik jenis bacan, dia bukan saja menyukai batu akik tapi juga menggali lebih dalam tentang ‘cerita’ batu-batu akik yang ada di Indonesia. “Saya betah berjam-jam di pasar batu akik hanya untuk bercerita dengan para pedagang batu tentang batu-batu jualannya. Saya tidak membeli, cuma cerita saja. Biasanya pedagang kan kalau mau melakukan barangnya cerita macam-macam tentang batunya. Bagi saya itu yang menarik,” katanya. Cerita Tjahjo Kumolo , Menteri Dalam Negeri, lain lagi. Ia telah menjadi penggemar batu akik sejak belasan tahun lalu. Hanya saja,

Batu Akik

P

olitisi yang namanya dikenal luas setelah berseteru dengan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ini, bahkan sempat beberapa kali tampil di layar kaca hanya untuk berbicara tentang batu-batu akik koleksinya. Ini sebuah fenomena menarik, dimana batu akik yang dulunya dikenal hanya digemari oleh rakyat kebanyakan, namun kini

sudah merambah ke kalangan atas juga para pejabat negara. Yang tak kalah menariknya, kini sejumlah daerah penghasil batu akik, mengimbau para pejabatnya memakai batu akik setempat. Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan misalnya, meminta para pejabatnya memakai cincin ‘merah borneo’ yang berasal dari kabupetennya. Batu merah borneo saat ini termasuk

salah satu yang paling dicari para penggemar akik. Hal yang sama juga dilakukan oleh Bupati Sragen yang meminta para pejabatnya memakai batu akik. Booming batu akik di dalam negeri tak disia-siakan pemerintah dengan menjadikan akik sebagai souvenir dalam perhelatan akbar peri­ ngatan Konferensi Asia Afrika yang April lalu berlangsung di Jakarta dan

Koleksi Dua Tas Besar Tentang fenomena batu akik yang kini digemari masyarakat, Tjahjo Kumolo mengaku senang karena masyarakat kembali mencintai kekayaan alam sendiri. “Saya kira ini bagus karena masyarakat mencintai batu alam sendiri. Apalagi mutu baru alam Indonesia sangat bagus dan ragamnya pun banyak,” ucap pria asal Jawa Tengah ini yang mengaku juga memiliki beberapa batu alam dari luar negeri namun dia lebih tertarik pada batu alam negeri sendiri. Cerita Haji Lulung lain lagi. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengaku memiliki dua tas batu akik koleksinya. Awalnya, kata Lulung, dia mendapat batu alam dari sang anak sebagai hadiah ulang tahun. Sejak itu dia menjadi suka pada batu-batu alam. “Koleksi saya ada dua tas besar,” kata Lulung kepadas wartawan. Namun Lulung tak mau bercerita banyak ketika

ditanya berapa harga batu akiknya yang termahal. “Kebanyakan koleksi saya dikasih cuma-cuma, baik dari anak, saudara, teman, dll,” ujar Lulung yang baru-baru ini diundang khusus oleh Tommy Soeharto untuk menghadiri pameran batu akik yang digelar Great Stone Nusantara (GSN) di Taman Mini Indonesia Indah. Tommy Soeharto adalah Ketua Dewan Pembina Asosiasi Great Stone Nusantara. Yang menariknya, dalam acara tersebuy Lulung yang datang sesaat sebelum acara dimulai, berhasil memenangkan lelang batu cincin ‘Red Baron’ mil i k To m m y Soeharto seharga Rp150 juta. Tommy melelang cincin yang dipakainya untuk dana

sumbangan ke panti asuhan. “Ini bukan skenario ya. Saya tidak tahu kalau di acara ini ada lelangnya. Niatan saya baik. Bagi saya harga bukan masalah, ini adalah bentuk partisipasi saya,” kata Lulung. –Diana Runtu

Ni Ketut Seniwati

Gaya Hidup Sehat

Tjahjo Kumolo

­disebutkan namanya. Banyak pejabat yang tadinya bukan penggemar akik, karena tren jadi ikut-ikutan mengoleksi akik bahkan fasih membicarakannya. “Sebenarnya kini banyak pejabat yang secara diam-diam mengoleksi batu akik namun mereka enggan dipublikasi. Mereka hanya mau bercerita tentang akik miliknya di kalangan sendiri bukan untuk publikasi media. Mungkin mereka tidak enak kalau ditanya wartawan berapa harga akik miliknya,” ungkap pejabat itu lagi. Lain lagi dengan Kepala Biro Humas BPK Pusat, Yudi Ramdan menyebut, saat ini akik bisa menjadi alat yang ampuh untuk mencairkan suasana. “Dengan berbicara tentang batu akik suasana yang tadinya kaku bisa langsung mencair. Itulah salah satu kehebatan batu akik,” ujar kolektor batu akik ini sembari tertawa. Menurut Yudi, yang saat itu

mungkin ketika itu tidak terlalu menjadi perhatian karena belum sebooming sekarang. “Saya kolektor akik, sudah lama. Saya suka semua jenis akik yang penting berasal dari Indonesia,” ungkap Tjahjo yang selain memiliki koleksi puluhan cincin akik dari berbagai daerah di Indonesia, juga memiliki bongkahan batu akik yang siap digosok. “Saya mencari sendiri, ada juga beberapa yang saya beli dari teman, atau tukar menukar dengan koleksi teman,” ucap politisi senior PDI P ini. Menurut mantan anggota DPR ini, ia memiliki koleksi batu akik cukup lengkap. Di antaranya berasal dari Jawa Tengah, Aceh, Yogya, Kalimantan, Maluku Utara, dll.“Koleksi saya relatif cukup lengkap, mulai dari bacan, kecubung, jamrud, merah delima, dll. Kalau ditolak jumlahnya di atas 50-an,” tambah pria kelahiran Solo 1957 yang juga dikenal sebagai kolektor keris. –Diana Runtu

3

macetan yang terjadi dimanamana. Masyarakatnya memerlukan tempat seperti d’Tunjung yang mampu memenuhi banyak hal yang mereka perlukan usai disibukkan dengan berbagai aktivitas. “Di d’Tunjung kita bisa melepas kejenuhan, meredakan keletihan

d’Tunjung dan semua fasilitasnya adalah upaya memanjakan pengunjung. Di dalam satu area yang ber­ lokasi di kawasan Jalan Tukad Yeh Aya 100, Panjer ini, ada resto, butik sewa, karaoke keluarga, meeting room dan tentunya yang baru saja dilakukan grang opening-nya , yakni Studio d’Tunjung .

“S

“Bahasa Pergaulan” Kalangan Pejabat Pamor batu akik belum meredup juga. Bahkan kini makin kinclong setelah para pejabat tanpa sungkan memamerkan batu akik koleksinya. Sebut saja, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang ternyata men­ jadi penggemar batu akik sejak lama. Begitu juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau akrab disapa Haji Lulung, yang mengaku koleksi batu akiknya tersimpan dalam dua tas besar.

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

emua dipersiapkan dan ditata sedemikian rupa oleh owner-nya Sri Sutari, agar sekali datang peng­ unjung mendapatkan semua yang dibutuhkan,” ujar Manajer Studio d’Tunjung Ni Ketut Seniwati, S.E., yang lebih dikenal dengan panggilan Zen ini. Dengan konsep hidup sehat dan one stop entertainment, tak salah jika d’Tunjung makin ramai dikunjungi. “Benar d’Tunjung sekarang menjadi tempat pilihan yang nyaman di Kota Denpasar, untuk makan, olahraga sekaligus santai melepaskan lelah. Bayangkan asyiknya duduk makan, menikmati suasana sambil menyaksikan tari­ an salsa, line dance atau live music jika hari Minggu,” papar istri AA Gde Bayu Brahmasta ini. Istimewanya lagi resto di sini, kata Zen sedia masakan slow food, seperti makanan rumah­

Ny. Selly D Mantra saat Grand Opening Studio d’Tunjung

an rasa orang Bali, rasa tempo dulu hingga makanan rasa bule. Dan dipastikan semua hidangan yang disuguhkan kepada pengunjung, lezatnya menyehatkan sebab bebas MSG atau penyedap lainnya. Karena itu pula, pengunjung d’Tunjung terdiri dari beragam usia, Mulai anak-anak, remaja hingga mereka yang dewasa dan bahkan lanjut usia. “Bagi anak-anak tersedia kelas modelling, bagi pemula hingga advance. Juga ada klub untuk kelompok mahir, dan kelas modelling remaja. Kini sudah pula dibuka kelas akting,” ucap putri keempat dari enam bersaudara pasutri Ketut Mitha, S.H. (alm) dan Ni Made Ganti (almh) ini. Bagi para orangtua yang mengantarkan anak-anak mereka berlatih, juga tidak perlu khawatir. Manajemen d’Tunjung telah menyiapkan studio, untuk berkegiatan di satu lokasi. Jadi apa pun yang diperlukan pengunjung d’Tunjung siap memberikan layanannya.

“Mau arisan, meeting, nong­krong , karaokean dan mengikuti kegiatan olahraga ringan sesuai kesukaan,semua ada di sini,” jelas Ibu AA Gede Anra BW dan AA ­Bagus Satya Indrastra ini.

Untuk semua ini, Ny. IA Selly D. Mantra dalam kesempatan Grand Opening Studio d’Tunjung menyampaikan apresiasinya dengan mengatakan, Denpasar sebagai kota Metropolitan, dengan ke­

dan mengembalikan mood menjadi positif. Alangkah indahnya setelah menggerakkan badan dengan riang, kemudian menyantap makanan sehat sambil mendengarkan musik,” cetus Zen. -ard

Serunya acara saat Grand Opening Studio d’Tunjung

Sehat, Segar, dan Cantik

Kini, Kelompok Line Dance d’Tunjung makin berkibar. Mereka hampir selalu diminta tampil sebagai pembuka berbagai kegiatan olahraga atau gathering

di Kota Denpasar. “Begitu juga instruktur– instruktur andal di studio kami, salah satunya Gloris Putra Birawida juga sering diminta menjadi juri dalam berbagi lomba senam,” terang Zen. Zen bercerita di Studo d’Tunjung tersedia berbagai pilihan olahraga ringan mulai dari line dance, salsa, zumba, BL hingga yoga. “Awalnya memang hanya ada line dance, namun dengan makin banyaknya peminat, maka permintaan variasi senam pun muncul. Begitu dihadirkan zumba, lagi-lagi pesertanya membludak, hingga muncul salsa dan kegiatan lainnya,” tuturnya penuh semangat. Selama ini mereka yang datang ke studio kami sangat menikmati olahraga ringan dengan panduan tarian ini. Sangat menyenangkan. “Kalau akhirnya mereka yang ikut merasakan manfaatnya, menjadi sehat dan lebih segar, itu pasti. Menggerakkan tubuh dengan senang menjadikan peredaran darah semakin lancar. Kulit dan tubuh semakin bersih, karena seluruh keringat dan zat-zat tidak berguna dalam tubuh langsung keluar lewat pori-pori kulit. Bonusnya adalah wajah menjadi segar, serta tubuh makin seksi dan langsing,” tutur Zen tersenyum. Ibu dua anak ini menambahkan, tidak perlu berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan berat dan yang dilakukan dengan keterpaksaan. “Olah-

raga adalah bagian dari gaya hidup yang menyenangkan,”katanya sembari menunjukkan para peserta yang melakukan gerakan line dance dengan mudah meski gerakannya dalam tempo cepat dan wajah-wajah mereka selalu penuh keriangan. Zen juga mengatakan sangat merekomendasikan bagi perempuan maupun pria, termasuk lansia untuk ikut line dance. Meski tidak memerlukan tenaga dengan tarian ini cukup membuat berkeringat. “Dari keringat yang keluar tersebut bisa membuat tubuh lebih segar dan sehat. Selain latihan fisik, menari dengan semangat dan bergembira inilah juga membuat orang awet muda. Malah jika rutin diikuti senam yang gerakan­ nya banyak ini termasuk bisa menunda kepikunan,” cetus pengusaha perempuan yang energik ini. “Kami senang, sekaligus berterima kasih kepada para perempuan di Kota Denpasar yang telah mempercayakan d’Tunjung sebagai studio yang mampu membentuk tubuh sehat, dan membuat kecantikan semakin terpancar di wajah. Kami juga setiap hari membuka kesempatan kepada perempuan lainnya yang belum berolahraga untuk bergabung di Studio d’Tunjung ’’ ujar Zen yang penghobi berat olahraga, khusunya senam ini. Di d’Tunjung tiap orang bisa memilih olahraga yang sesuai dengan hobinya. Sehingga mereka bisa mengikutinya dengan ringan hati, “Ayo datang saja ke Jalan Tukad Yeh Aya 100, Panjer, nanti sampai di sana, yakinlah pasti semangatnya akan muncul,” kata Zen yang sudah menggeluti dunia senam cantik ini sejak 5 tahun lalu. -ard


4

Inspirasi

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Nursyda Syam

Tularkan “Virus” Membaca

Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sudah melek huruf.Data menyebutkan, persentase melek huruf di Indonesia cukup tinggi yakni mencapai 90%. Namun sayangnya, meski angka melek huruf negeri ini cukup tinggi, namun masyarakatnya termasuk dalam kategori tidak gemar membaca. Hasil berbagai survei menyebutkan, tingkat ketertarikan masyarakat untuk membaca tergolong rendah dibanding negara lain. Kenyataan ini sungguh memprihatinkan.

Nursyda Syam

P

epatah mengatakan, buku adalah jendela dunia. Untuk membuka jendela itu, tentunya dibutuhkan kuncinya, yakni membaca. Membaca juga disebut sebagai gerbang peradaban. Negara dengan kegemaran membaca yang tinggi cenderung memiliki peradaban yang lebih maju. Sayangnya, kata Nursyda Syam, manfaat ‘bersahabat dengan buku’ ini sepertinya kurang disadari oleh sebagian besar orang Indonesia. Di sisi lain mengajak orang untuk gemar membaca bukan lah perkara mudah. Setidaknya itulah yang dialami oleh Nursyda Syam saat memulai gerakan gemar membaca. Aktivis yang telah meraih berbagai penghargaan atas kiprahnya di tengah-tengah masyarakat ini, memulainya dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan kemudian mengembangkannya di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, tempat dimana dia tinggal. “Kelihatannya sepele, mengajak orang gemar membaca. Tapi pelaksanaannya sungguh tidak mudah. Berbagai komentar tidak mengenakkan terlontar saat awal gerakan ini digalakkan. Kata mereka, seperti orang yang tidak ada kerjaan saja, buang-buang waktu , mending mengurus keluarga, dan berbagai komentar lainnya. Tidak hanya mencemooh, banyak juga yang menertawakan,” ungkap Nursyda Syam mengenang awal memulai gerakan gemar membaca di lingkungannya. Tapi semua itu tak membuat ibu dua anak ini surut melangkah. Di awal-awal, tahun 2007, hanya beberapa orang yang tertarik. Meski jumlahnya sedikit, namun Nursyda tetap melanjutkan aksinya sembari berpikir keras bagaimana caranya agar para perempuan di daerahnya menjadi ‘doyan’ membaca. Ida, sapaan akrab wanita enerjik ini, memang menyasar gerakannya pada perempuan. “Dengan gemar membaca maka ia akan menjadi perempuan hebat, dan dia akan menulari kegemarannya itu pada anakanaknya sehingga mereka menjadi anak-anak cerdas. Begitu juga kepada suami, dan selanjutnya menularkannya pada lingkungan di luar keluarganya. Dan apa yang

saya perkirakan memang terjadi, setidaknya itu pengalaman saya terhadap keluarga sendiri, juga melihat apa yang dilakukan anggota klub kami,” papar Ida yang memulai gerakannya di Lombok Timur tahun 2007. “Kami sempat mendirikan ‘Rumah Pintar’ tapi hanya setahun, kemudian pindah ke Lombok Utara. Di sinilah, Desa Sokong, aktivitas gerakan gemar membaca dilanjutkan,” kata wanita kelahiran 1979 ini. Diakuinya, mendekati masyarakat untuk gemar membaca tidaklah mudah. Perlu cara jitu yang bisa membuat mereka tertarik. Untuk menyatakan bahwa sesuatu itu bermanfaat harus ada bukti, bukan sekadar bicara. “Kebetulan saya memiliki teman, dia awalnya bukan penggemar buku. Teman saya ini memiliki hobi memasak. Jadi pendekatan saya kepadanya adalah pada resep-resep masakan yang banyak terdapat di buku. Dan itu berhasil,” ungkapnya. Wanita ini, kata Ida lagi, bukan hanya menjadi penggemar buku tapi juga menjadi pengusaha sukses berkat kegemarannya membaca buku. “Berkat rajin membaca, hidup wanita iniberubah. Lewat resep-resep masakan yang dibacanya, dia justru berhasil mengembangkan bisnis makanan. Dari hanya membaca buku resep dia pun akhirnya membaca buku-buku tema lain. Dia kini menjadi Duta Baca dari kub kami,” kata pendiri Klub Baca Perempuan, ini. Menurut Ida, Klub Baca Perempuan didirikan oleh lima perempuan yakni dirinya, Cici, Nining, Vita dan Eka. “Selain Eka, kami berempat sejak dulu sudah saling kenal ketika kami masih sama-sama di Lombok Timur. Persahabat kami menjadi makin akrab karena memiliki visi dan misi yang sama,” ucapnya. Lalu apa kiat Ida menumbuhkan minat baca masyarakat? “ Pe n d e k a t a n k a m i adalah personal. Mulai dari hobi, berbagai permasalahan rumah tangga, kesehatan, dll. Ternyata pendekatan seperti ini ampuh untuk membuat orang suka membaca buku.

BERAWAL DARI KELUARGA Ida bercerita kalau kegemaran membaca berkat ayah yang penggemar baca. “Beliau sudah almarhum sekarang. Dulu beliau mengatakan, saya bisa berteman dengan siapa pun, namun harus ‘bersahabat dengan buku’. Bersahabat dengan orang lain bisa saja salah, tapi ‘bersahabat dengan buku’ tidak pernah salah,” ungkapnya. “Jadi sejak kecil, saya sudah diajarkan rajin membaca. Hal itu kemudian menjadi kebiasaan,” tambah anak sulung dari empat bersaudara ini. Setelah berkeluarga, maka kegemaran membacanya dia tularkan kepada suami dan anakanaknya. “Dulu suami saya bukan penggemar buku. Tapi saya mengajaknya mencintai buku, dan sekarang ia menjadi penggemar buku,” katanya. Hal yang sama juga terjadi pada dua anaknya yang baru berusia 8 tahun dan 4 tahun. “Khususnya anak sulung, Keisha. Dia sangat suka membaca buku. Kemanamana buku tak pernah lepas, pasti dibawanya. Banyak ibu-ibu yang senang, dan ingin anaknya juga menyukai buku seperti Keisha. Itu sebabnya kini Keisha pun menjadi Duta Baca Anak. Keberadaannya

bisa mendorong anak – anak lain menyukai buku,” papar peraih penghargaan Indihome Woman Award 2014, ini. Di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Klub Baca Perempuan membangun empat taman bacaan. Klub ini juga melebarkan ‘sayap’ ke daerah lainnya. Saat ini setidaknya sudah 20 taman bacaan berhasil dibangun yang semua itu meng-cover seluruh wilayah di Lombok Utara. “Kami memiliki koleksi 12.000 buku. Kami juga mengoperasikan perpustakaan keliling. Kebetulan ada anggota kami yang memiliki kendaraan dan mengizinkan dipakai untuk kampanye buku,” tutur peraih penghargaan ‘Nugra Jasadarma Pustaloka 2013’, ini. Di taman bacaan itu, kata Ida, aktivitasnya bukan hanya membaca tapi juga aktivitas lain seperti ketrampilan kuliner, pendidikan gizi keluarga, pengolahan sampah, kesehatan, dll. Semua kegiatan itu menggunakan buku sebagai media belajar, selain praktik. Ada banyak pengalaman berkesan yang dialaminya selama melakukan kampanye gemar membaca. Salah satunya adalah tentang seorang Kades yang tidak tamat SD yang berubah

sikap dan cara berpikirnya setelah ‘bersahabat dengan buku’. Dulu, karena tidak tamat SD, dia merasa minder dan tidak melakukan upaya-upaya kreatif untuk memajukan desanya. Namun sejak tertular ‘virus’ gemar membaca dia pun menjadi kepala desa yang kreatif. “Dia menjadi mandiri dan kreatif untuk kemajuan desanya. Misalnya, membangun kegiatan mengolah sampah menjadi bermanfaat, dll. Dia kini menjadi fasilitator dan ikut mengkampanyekan gemar membaca di desanya. Saya sungguh terharu,” kata Ida yang juga membangun sekolah alam ‘Anak Negeri’. Sekolah alam ‘Anak Negeri’ adalah tempat anak-anak belajar berbagai ketrampilan seusai belajar di sekolah. Pengajarnya adalah orang-orang yang berpengalaman di bidangnya. “Suatu ketika kami mendapat tenaga pengajar yang handal di bidang photografi. Dia mengajarkan anak-anak membuat camera dari kaleng, dan kamera itu digunakan untuk memotret. Hasilnya sungguh bagus. Karya anak-anak ini sempat ditayangkan sebuah televisi nasional,” kata Ida sembari menambahkan, telah memiliki empat sekolah alam ‘Anak Negeri’. Saat ini, lanjutnya, organisasi yang dipimpinnya tengah mempersiapkan acara ‘Deklarasi Keluarga NTB Membaca’. Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada 15 Mei mendatang. Gerakan ini sekaligus ingin mengkampanyekan bahwa minat membaca dimulai dari dalam rumah atau keluarga. Satu hal yang menarik dicatat dari gerakan ini adalah, para aktivisnya tidak mendapat bayaran sepeser pun. Mereka bergerak secara suka rela, mengobankan waktu dan tenaga, demi tercipta masyarakat yang gemar membaca. “Ada 30 orang yang secara tetap menggerakkan kampanye gemar membaca di Lombok Utara, kami dibantu oleh para relawan yang jumlahnya sekitar 150 orang. Yang luar biasa, kami ataupun para relawan, bahkan tenaga pengajar, tidak mendapat bayaran. Bahkan tak jarang kami justru keluar uang sendiri untuk membiayai gerakan ini,” ujar Ida, yang mendapat dukungan penuh dari sang suami yang adalah seorang pengusaha. Banyak prestasi yang telah ditorehkan Ida dan kawan-kawannya selama delapan tahun berkarya di tengah-tengah masyarakat. Namun kata Ida, itu semua belum membuatnya puas. “Itu semua tidak membuat saya puas diri. Karena saya tahu, rasa cepat puas akan membuat kita berhenti berkreativitas. Kalaupun mendapat penghargaan atas karya kami, itu hanyalah bonus. Meraih penghargaan bukan lah tujuan. Masih banyak hal yang ingin kami kerjakan,” kata Ida. –Diana Runtu

Mandalika

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

21

TNI Sapa Masyarakat lewat TMMD

Jika dulu dikenal istilah ABRI Masuk Desa dengan singkatan AMD, maka kini kegiatan TNI yang merakyat itu dikenal dengan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD. Kegiatan ini merupakan cara TNI menyapa masyarakat secara dekat dengan berbaur dan bekerjasama dengan masyarakat memba­ ngun desa setempat. Dalam membangun, TNI hadir di tengah-tengah masyarakat. Setidaknya inilah kesan yang tersampaikan dalam ­program seperti ini.

G

ubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi mendampingi Kepala Satuan Angkatan Darat (Kasad), Jendral TNI Gatot Nurmantyo memantau kegiatan donor darah dan pengobatan massal di Lombok Barat. Masyarakat tampak antusias

mengikuti kegiatan ini yang menjadi bagian dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-94 tahun 2015. Pengobatan massal ini mencakup pengobatan umum dan gigi, sunatan massal dan pemeriksaan mata dengan membagikan kacamata secara gratis. Pelaksanaan kegiatan TMMD

tahun 2015, yang dilaksanakan di 64 lokasi kabupaten dan kota se-Indonesia, pembukaannya dipusatkan di Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Lombok Barat NTB, beberapa waktu lalu. Menurut Kasad, fokus dari pelaksanaan TMMD adalah pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana

yang menjadi kebutuhan dalam menunjang aktivitas masyarakat di lokasi-lokasi TMMD khususnya di Desa Pelangan. Selain itu juga akan dilakukan pembinaan non fisik yakni dengan memberikan wawasan kebangsaan, yang bertujuan meningkatkan kerukunan umat beragama dan

mencegah terjadinya radikalisme di tengah-tengah masyarakat. “Program TMMD merupakan kelanjutan dari program ABRI masuk desa yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat, sebagai budaya luhur bangsa Indonesia,” ungkapnya.

kegiatan lain yang semuanya bermuara untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan nasional. Gubernur juga menambahkan bahwa, ada banyak manfaat yang didapatkan jika TNI lebih sering turun ke daerah, di antaranya akan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat. Di samping itu, kehadiran TNI juga akan sangat berkontribusi dalam menyukseskan program nasional yang dilaksanakan di daerah. Ketika program nasional diharapkan dapat berhasil dengan baik, maka seluruh elemen dan segala sumber daya nasional harus berperan. Dalam hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa TNI merupakan salah satu elemen pokok dari sumber daya nasional yang kita andalkan. Aktivitas TNI, maupun instansi vertikal lainnya di daerah tentunya

akan sangat bermanfaat. Saat ini dengan sistem pemerintahan yang bersifat otonomi daerah yang memungkinkan berbagai hal terjadi di daerah, di antaranya penyemaian bibit-bibit pimpinan di daerah, diikuti dengan semakin besarnya peluang masyarakat untuk menyampaikan gagasannya secara lebih partisipatif. Namun di sisi lain otonomi daerah juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus disikapi dengan baik. Dengan adanya keleluasaan untuk menyemai bibit pimpinan di daerah, agar tidak tercipta “raja-raja kecil” yang menguasai daerah. Untuk itu, Majdi berharap semua proses pembangunan di daerah berjalan lancar, dan daerah akan dipimpin oleh pimpinan yang baik. Hadirnya instansi vertikal di daerah dengan lebih intensif, seperti kegiatan TNI kali ini, yang lebih membaur dengan masyarakat, Gubernur yakin dapat menjadi perekat dan mampu meminimalisir apa yang disebut sebagai primordialisme, sehingga pada akhirnya ketahanan sebagai suatu bangsa, wawasan kebangsaan akan tetap hidup. Oleh karena itulah, Gubernur menyatakan kesiapannya semaksimal mungkin untuk mendukung segala bentuk program TNI yang bisa disinergikan dengan pemerintah daerah.

Gubernur Dukung Program TNI Dalam pelaksanaan program TMMD selama ini, diharapkan dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara optimal, terutama dalam membantu akselerasi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Dengan program TMMD, TNI juga merasa perlu terus melakukan evaluasi diri, dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sehingga Tri Sukses TMMD dapat

ceramah kebangsaan. Mengangkat tema “Peran Abdi Negara dalam Mewujudkan Indonesia Yang Maju dan Berketahanan Nasional Yang Kuat”. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan bahwa bangsa harus senantiasa kuat dan siap atas segala perubahan yang terjadi. Karena segala perubahan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun internasional tentu akan membawa implikasi terhadap

dicapai dengan baik, yakni sukses dalam penyelenggaraan, sukses kemanunggalan TNI bersama rakyat, dan sukses budaya gotong royong di Indonesia. Demi mendukung TMMD 2015, Kasad melakukan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada Dandim Lombok Barat, sebagai tanda dimulainya program TMMD ke-94 tahun 2015 di Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, juga diserahkan bantuan traktor kepada petani oleh gubernur NTB yang merupakan sinergitas dari Kementrian Pertanian dalam Program TMMD ke-94 tahun 2015. Selain melakukan pembukaan TMMD, Kasad juga memberikan

upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan berketahanan nasional yang kuat. “Menjadi tantangan bersama seluruh bangsa, utamanya para abdi negara untuk melakukan adaptasi dan melahirkan gagasan baru yang sesuai dengan berbagai tantangan dan bahkan ancaman yang kita hadapi, di antaranya proxy war (perang melalui berbagai aspek berbangsa dan bernegara). Ceramah kebangsaan yang juga dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH.M.Zainul Majdi, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI TorryDjohar Banguntoro, Danrem 162/WB Kol. CZi Lalu Rudy Irham Srigede,

ST,M.Si, Kapolda NTB Brigjen Pol. Sriyono, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-NTB, Pimpinan dan Anggota DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta keluarga besar TNI/Polri. Kasad mengatakan bahwa, sebagai abdi negara, ada beberapa hal konkrit yang bisa dilakukan untuk menangkal proxy war, di antaranya dengan mengasah kepekaan dalam mengidentifikasi musuh dan kepentingannya, mengembangkan kehidupan bangsa yang lebih sehat dan bertanggung jawab, membangkitkan kembali semangat dan budaya gotong royong, serta mengembangkan program pembangunan karakter bagi semua generasi muda, seperti kegiatan KNPI, Karang Taruna, dan Pramuka. Kegiatan TMMD jelas mendapatkan sambutan baik dari Pemerintah Provinsi NTB maupun masyarakatnya karena inilah momen TNI ikut membangun di tengah masyarakat. Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi, mengapresiasi kegiatan dengan baik. “Kehadiran TNI ke daerah sangat perlu dan sebaiknya sering dilakukan,” ungkapnya. Majdi sangat mendukung kehadiran TNI yang langsung ke daerah, baik dalam kegiatan pokok maupun

Foto-foto: Humas Pemprov NTB


20

Nine

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Marice Dillak

Empat tahun di Soe, hidup dalam sebuah tradisi asing konflik, intrik, eksekusi dan pembunuhan. Daerah mereka sangat terisolasi, tidak ada alat komunikasi memadai, terkecuali sebuah telepon umum masih tegak di dekat kediamannya. Tidak terasa empat tahun berada di PN Soe dalam situasi terus mengalami tekanan psikologis. Anaknya yang dibawa serta mengalami tekanan mental hebat pula. “Anak saya nangis terus sampai sakit,” kenangnya. Situasi itu membuat pikirannya runyam. Sebagai wanita, perasaan gentar karena situasi tak kondusif semakin membuatnya patah arang. Dalam pikiran kalutnya saat itu, hanya terlintas akan berhenti dari karir sebagai hakim. “Saya mau berhenti saja waktu itu. Tidak tahan,” akunya. “Suami bilang berhenti saja. Dia juga mau kalau kumpul dengan keluarga. Intinya, dia serahkan kepada saya. Kalau mau berhenti, berhenti saja,” sambungnya. Sampai akhirnya berkonsultasi dengan suami termasuk keluarga besarnya. Tapi takdir membuatnya tetap bertahan menjalani profesi hakim. Jiwanya dikuatkan orangtua. “Orangtua saya yang selalu Marice Dillak motivasi. Di kepercayaan kami jolak baru, karena bantuan militer han portugis. Pindah tempat tak (Kristiani), pekerjaan adalah dalam pengamanan ekstra ketat. berarti memperoleh ketenangan anugerah. Jika menerima yang Lepas dari suasana heroik itu, hidup dan pekerjaan. Waktu itu, baik, di dalamnya selalu ada yang Rice pindah ke Pengadilan Negeri anaknya, Amanda masih berusia tidak baik. Jangan mau enak enak Soe, Kabupaten Timor Tengah dua tahun. Konflik dan pembunu- saja,” demikian nasehat sang ibu Selatan. Sebuah wilayah berbeda han menjadi menu sidang yang dan ayah, membuat semangatnya dengan Kefamena, bekas penjaja- seolah tidak ada habisnya. pulih. -Haris M/Naniek I. Taufan

Pekerjaan adalah Anugerah

Dia salah satu perempuan yang punya pilihan berani dengan berkarier menjadi hakim, Marice Dillak, S.H., M.H. Bukan hanya soal kesiapan mental ketika menghadapi tekanan para pihak dalam perkara, tapi juga keberanian menggunakan nurani untuk membuat keputusan paling adil, karena dia sadar sedang menjadi wakil Tuhan.

A

krab disapa Bu Rice, hakim kelahiran Kota Kupang ini sedang menikmati makan siang di ruangannya. Menemukan waktu yang luang di saat-saat kesibukannya menangani perkara di Pengadilan Negeri Mataram bukan hal mudah. Sampai-sampai makan siang pun harus dibawa ke ruangan, sembari jemarinya mengetik di keyboard notebook, masih seputar berkas perkara yang ditangani tentunya. Sehari-hari, Rice dipercaya menjadi hakim PHI di Pengadilan Kelas IA tersebut. “Menjadi hakim, bagi saya adalah pilihan hidup,” kata Rice. Cerita hidupnya sebagai hakim dimulai dari Tahun 1992, ketika lulus Fakultas Hukum di tanah kelahirannya. Setelah itu pilihan hidupnya ia tentukan menjadi pengadil di persidangan. Setelah lulus tes, ia menjadi calon hakim (Cakim) dengan penempatan pertama di PN Kupang, NTT. Awal yang berat adalah ketika surat keputusan pengangkatan pertamanya menjadi hakim baru di Tahun 1996 di Pengadilan Negeri Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. “Daerah ini masih dilanda konflik, pengaruh dari konflik di Timor Timur,” kenang Rice, mengawali ceritanya. Di daerah itu banyak terjadi kasus pembunuhan. Penggunaan senjata api lebih mudah daripada membeli mainan. Warga warga sipil menguasai senjata, bahkan konon didapatkan dengan mudah dari militer angkatan bersenjata. Ini yang memicu pembunuhan, akibat pertengan antara dua kubu yang menginginkan Timor Timur berpisah dengan Indonesia dan kubu sipil yang tetap berjuang mempertahankan wilayah paling timur itu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Banyak kasus pembunuhan dan kepemilikan senjata api. Sehingga kami banyak menyidangkan perkara para Milisi Tim Tim,” katanya. Puncaknya ketika referendum Tahun 1999 yang akhirnya menjadi sejarah buruk, salah satu wilayah terpisah dari bingkai NKRI, Timor Timur. Rice ambil bagian merasakan atmosfir konflik, kekacauan bahkan pertumpahan daerah waktu itu. Ruang sidang yang seharusnya menjadi kewenangan penuh hakim sebagai

pengendali, hari hari menjadi ruangan pengap, penuh ketegangan, teror langsung kepada majelis hakim termasuk dirinya. “Kami banyak menyidangkan anak buahnya pimpinan Erico Guteres. Ada namanya kelompok Besi Merah Putih. Nama pimpinannya Lorenso Songares,” kenangnya. Proses yang dilematis, ditambah lagi intervensi asing ketika itu, membuat perkara makin runyam. Karena yang disidangkan pihaknya saat itu adalah warga sipil Indonesia yang berjuang untuk mempertahankan NKRI. Tapi hukum harus tetap ditegakkan yang terjadi adalah pembunuhan dan kepemilikan senjata api. Sidang pun dikawal ketat aparat. Kodam Siliwangi mengirim pasukan, khusus untuk menjaga sidang yang Rice terlibat menjadi hakim. Pekik pengunjung dan keluarga terdakwa memekakkan telinga, meminta terdakwa milisi dibebaskan dari hukuman. Hari hari yang jauh dari suasana tenang itu bertahap terlewati. “Yang saya yakini saat itu, saya dijaga Tuhan,” akunya. Tidak semata menggunakan pendekatan penegakan hukum, dengan keyakinannya, pendekatan kerohanian dilakukan. Di mengajak bicara dengan pendekatan hati kepada terdakwa, keluarga dan orang orang di sekitarnya. “Saya ajak bicara dengan pendekatan kerohanian. Karena saya punya keyakinan, kami sama sama percaya kepada Tuhan, walaupun berbeda keyakinan, tapi semua ingin masalah tidak berlarut,” paparnya. Para milisi tidak puas dengan pemerintah, terhadap TNI, terhadap pemberontak, semua diluapkan kepada hakim. Akhirnya setelah putusan dijatuhkan, semua hakim tak terkecuali dirinya dikarantina. Saat itu dia satu satunya hakim perempuan. Menjadi semakin runyam ketika hidup dengan anaknya yang baru berusia dua tahun. Ia harus berpisah dengan suaminya, Wily Parera tinggal karena bertugas di Kupang sebagai dosen. Berhari-hari mereka ditempatkan di gedung karantina tanpa bebas beraktifitas. Layaknya perang, mereka dijaga ketat TNI. Tapi pada akhirnya, semua selesai dengan baik. Putusan dijatuhkan tanpa ada ge-

Mertua Pingsan Lihat Senjata Tantangan paling besar, ketika pindah ke Kupang Tahun 2007 lalu. Ia mengadili perkara Pemilukada setempat. Sebenarnya itu perkara perdata, karena penggugatnya paket yang tidak lolos saat verifikasi. Penggugat kemudian menuntut provisi atau meminta tahapan pemilukada dihentikan saat itu tahapan sudah kampanhye, sampai putusan pengadilan selesai. Batinnya bergolak dan sedang diuji. Akhirnya putusanya, provisi tidak dikabulkan. Setelah putusan itu, situasi politik sangat panas, serba sensitif. Salah satu calon yang diketahui purnawirawan Polri itu, datang menyerang pengadilan menggunakan jasa preman. Tidak hanya ancaman langsung. Secara tidak langsung pun, teror dan ancaman pembunuhan dialami, bahkan dibuat dengan surat yang bertebaran. Karena tidak ingin mengambil risiko, akhirnya mereka dijaga polisi selama tiga bulan. Sehingga tak ayal harus pindah pindah rumah, ketika itu masih ngontrak. Dalam situasi tenang, mereka justru panik. “Saat tidur, kamar diketok. Kami diperintahkan pindah, dan saat itu kami langsung pindah di hotel,” terangnya. Bak pelaku kejahatan, mereka dalam situasi tertekan dan seperti diburu. Putus asa kembali menderanya, sampai ia harus bergumam. “Kok sial sekali saya ini jadi hakim?” keluhnya saat itu. Stress dan tertekan selain karena kisruh dan ancaman pembunuhan, juga teror langsung terhadap keluarga. Karena kerasnya ancaman itu, ia harus pindah rumah sebanyak lima kali dengan dramatis. Dari satu rumah ke rumah yang lain dalam pengawalan ekstra ketat oleh pasukan bersenjata. Jika ia menuju kantor, pola–pola menyamar yang membuatnya tidak nyaman, harus juga dilakukan. Senjata api laras panjang bertumpuk tumpuk di rumahnya, milik anggota TNI dan Polri yang berjaga–jaga, meski sudah seketat itu pun, keluarganya belum aman dari ancaman. “Mertua saya pernah pingsan ketika tahu ada senjata di rumah itu. Akhirnya kami sepa-

kat tidak memberitahukan kepada keluarga lain. Kami hanya sampaikan kepada orangtua, sedang di luar kota sehingga tidak perlu datang ke rumah,” kenangnya. Terhadap ancaman pembunuhan ia pun jawab. “Saya katakan, jika waktunya mati ya mati,” ujarnya berprinsip, karena jangankan diteror dan dibunuh, orang yang tidur di kamar hotel empuk pun akan mati jika itu sudah takdirnya. Prinsip harus tegak baginya, dengan cara menegakkan keadilan karena dari lembaganya lah keadilan itu bisa lahir. Karena satu hal prinsip yang mengingatkan dia. Lagi lagi pesan orang tuanya, yang mengatakan, “Jangan menumpahkan air mata orang karena putusan yang dijatuhkan itu demi kepentingan pribadi,” sebutnya. Jalur terjal, berkerikil dan berbatu selama 20 tahun lebih berkarier, sekarang sepertinya ia mendapatkan situasi berbeda. Ada angin segar dengan suasana tugas yang lebih “bersahabat” di PN Mataram. Perkara berkaitan degan Hubungan Industrial disidangkannya bersama komposisi hakim – hakim lainnya. Sekarang ia mengaku sedang memetik buah kesebarannya, menikmati karir sebagai pengadil, tentu saja tetap dengan prinsip haram melanggar aturan dan apalagi intervensi. “Bagi saya pekerjaan itu adalah panggilan hidup. Dimana pun, apapun profesi kita, itu panggilan. Baik jadi hakim, jadi guru, apapun pekerjaan itu. Sepanjang dijalani dengan ikhlas. Ini kesempatan hidup kita dan harus dimanfaatkan untuk berkarya,” ujarnya, meski pun ada saja perasaan berat, karena lagi lagi ia jauh dari keluarga. “Perempuan selalu ingin sejajar dengan laki laki, tapi kualitas diri ini harus ditingkatkan. Pada dasarnya perempuan punya kemampuan, cuma karena merasa dikekang budaya, sehingga sulit mendobrak tradisi itu,” tegasnya. -Haris M/Naniek I. Taufan

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

5

Painless Labour (Persalinan tanpa Nyeri) di Prima Medika Hospital Nyeri pada saat persalinan adalah sesuatu yang fisiologis. Namun, meski begitu, setiap ibu tak ingin pengalaman yang sa­ ngat tidak menyenangkan dalam persalinan. Akhirnya, banyak yang memilih operasi caesar. Ada alternatif lain yang dapat dilakukan untuk menghindari rasa nyeri tersebut yakni dengan cara persalinan normal tanpa rasa nyeri (painless labour). Menurut dr. Ilyas Angsar, Sp.OG(K), dokter spesialis kan­ dungan dari Prima Medika Hospital, teknik ini sebenarnya sudah lama dilakukan, hanya saja belum terlalu familiar di ka­langan masyarakat. Teknik ini dilakukan dengan melibatkan ahli anastesi pada saat per­ salinan. Begitu ibu hamil telah merasakan kontraksi maka dimulai proses pemberian obatobatan untuk menghilangkan rasa nyeri ini. “Proses persalinan ini sama sekali tidak memba­ hayakan bagi calon bayi. Manfaat dari persalinan adalah adanya perasaan tenang saat menjalani proses persalinan,” ujarnya. Direktur Pelayanan Medis Prima Medika Hospital, dr. Putu Dian Ekawati, MPH., menambah­ kan, dari segi biaya, persalinan ini memang lebih mahal, namun, bila dibandingkan dengan op­

erasi caesar tentu jauh lebih mu­ rah, dan efek pemulihan setelah melahirkan jauh le­bih cepat. “Karena kurangnya pengeta­ huan persalinan tanpa rasa nyeri ini, hanya sebagian kecil dari ibu hamil yang memilih melahirkan dengan proses persalinan tanpa rasa nyeri ini,” kata dr. Dian. Menurut dr. Ilyas Angsar, walau disebut persalinan tanpa rasa nyeri, kekuatan pasien saat mengejan juga memegang peranan penting. Karena itu, kata dokter yang suka musik ini, banyak pasien yang gagal melakukan teknik persalinan ini karena tak mampu mengejan. Salah seorang pasien yang berhasil melakukan teknik ini dengan baik, adalah I Gusti Ayu Kamaratih. Istri musisi I Wayan Balawan ini sudah dua kali melakukan persalinan dengan teknik painless labour. “Perasaan saya waktu melahirkan itu sangat nyaman. Tidak ada rasa sakit sedikit pun. Proses melahirkan juga sangat cepat hanya 10 detik,” tutur perempuan yang akrab disapa Ayu ini, saat ditemui di Prima Medika Hospital, Jumat (8/5). Awalnya, waktu hamil anak pertama, Ayu dihadapkan pada pilihan, persalinan normal pas­ ti sakit, atau operasi. Setelah

Dari kiri: dr. Putu Dian Ekawati, I Gusti Ayu Kamaratih menggendong putra keduanya yang lahir 7 Mei 2015, dan Balawan

berkonsultasi dengan dr. Ilyas, ia ditawarkan teknik persalinan ini. “Dokter hanya bilang ke saya, saya harus bisa mengejan, karena tidak ada rangsangan sakit waktu terjadi bukaan,” kata Ayu. Ia mencoba mencari info di berbagai buku dan internet teknik belajar mengejan. “Saya ini takut dengan rasa sakit. Tapi tak rela juga operasi caesar. Jadi saya pikir, teknik ini paling baik. Karena itu, saya berlatih menge­ jan,” ucap Ayu. Ia mengakui, walaupun teknik ini tak menimbulkan rasa sakit, kekuatan si ibu saat mengejan sangat dibutuhkan. “Karena tidak

Taman Laut Bunaken

ada rangsangan sakit, tentu agak sulit untuk mengejan. Kebetulan saya seorang penyanyi dan teknik mengejan ini hampir mirip se­ perti saat saya bernyanyi dengan suara keras dan melengking. Saya coba pelajari teknik ini sebelum waktu persalinan,” kata Ayu. Dua kali kesuksesan Ayu melakukan persalinan dengan teknik painless labour menuai pujian dari tim dokter. Karena menurut dr. Ilyas, kebanyakan pasien gagal tak bisa mengejan akhirnya memutuskan operasi caesar. Selain itu, kesiapan tim dok­ ter yang terdiri dari dr. Ilyas

Angsar, Sp.OG (K), dr. I Wayan Arya Biantara, Sp.An. (KIC) dan dr. Gst. Agung Utara Hartawan, Sp. An, tentu juga memegang pe­ ranan penting dalam kesukses­an persalinan ini. Menurut Ayu, ia sangat salut dengan kesigapan tim medis dari Prima Medika Hospital. Proses begitu cepat dan sangat nyaman dan Balawan diberikan kesempatan untuk memotong tali pusar putra keduanya itu yang lahir dengan berat 3.380 gram dan panjang 50 cm ini. Balawan menuturkan, sem­ pat tegang dan agak takut awal­ nya ketika memotong tali pusar. Namun, karena suasana per­ salinan yang begitu nyaman ia memberanikan diri melaku­ kan itu. Bahkan, ia merekam momen bersejarah tersebut sebagai momen terindah dalam kehidup­a n mahligai rumah­ tangganya. Balawan mengatakan sangat bahagia dapat melihat per­ salinan istrinya secara lang­ sung. “Syukurlah kesibukan saya masih di Bali, sehingga tak terlalu sulit membagi waktu. Beda waktu anak pertama, saya udah teken kontrak di Surabaya,” ujar Balawan yang sedang sibuk menyiapkan festival jazz untuk musisi lokal Bali ini. –ast

Keindahan Wisata Favorit Dunia Jika berkunjung ke Sulawesi Utara, jangan sampai tidak menyempatkan diri ke Taman Laut Bunaken. Untuk menuju ke sana, dapat melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan juga dari Marina Blue Banter. Jika memilih berangkat dari Pelabuhan Manado, bisa menggunakan perahu motor dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Apabila tidak mau direpotkan hal-hal kecil yang kadang menganggu kegiatan berwisata, dapat menghubungi travel agent. Ratarata, travel agent sudah memiliki paket wisata murah ke Bunaken. Itu karena tempat wisata tersebut sudah sangat dikenal hingga mancanegara, dan masuk dalam alternatif pilihan selain Bali.

Sejak dulu, Bunaken sudah menjadi tempat wisata favorit penyelam dan penikmat wisata pantai. Akan tetapi, setelah semakin populer lantaran Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana pernah melangsungkan perayaan bulan madu di Bunaken, maka keindahan wisata taman laut tersebut semakin mendunia. Pada 2005 lalu, UNESCO menetapkan Taman Laut Bunaken sebagai salah satu situs warisan dunia. Untuk dapat masuk ke kawasan wisata Taman Laut Bunaken, harus memiliki harga tanda masuk (HTM) atau tiket yang dapat diperoleh di Kota Manado, atau juga langsung di Taman Nasional Bunaken. Harga tiket masuk wisata Bunaken Rp 2 ribu per orang per hari untuk

wisatawan dalam negeri. Sementara, bagi wisatawan asing, harga tiket Rp 50 ribu per orang per hari. Tarif tersebut berlaku, baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun tidak. Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area seluas 75.265 hektare. Terdapat lima pulau yang termasuk dalam taman nasional, yaitu Pulau Naen, Bunaken, Manado Tua, Siladen, dan Mantehage, beserta anak pulau yang ada di sekelilingnya. Secara geografis, Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas”. Wilayah Segi Tiga Emas adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Karena kekayaan alamnya, organisasi nasional dan internasional nonpemerintah bekerja sama menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove. Karena keinginan pemerintah kota (Pemkot) Manado menjadikan Bunaken sebagai objek wisata bahari dan edukasi, pada 1991 Menteri Kelautan meresmikannya sebagai taman laut. Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area seluas 75.265 hektare. Terdapat lima pulau yang termasuk dalam taman nasional, yaitu Pulau Naen, Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, dan Mantehage, beserta anak pulau yang ada di sekelilingnya. Sejak dulu, Bunaken sudah menjadi tempat wisata favorit penyelam dan pecinta wisata pantai. Akan tetapi, setelah semakin populer lan-

taran Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana pernah melangsungkan perayaan bulan madu di Bunaken, maka keindahan wisata taman laut tersebut semakin mendunia. Eksotik Alam Bawah Laut Alam bawah laut Bunaken memang menjadi surga tersendiri bagi penggemar kegiatan menyelam, snorkeling, dan fotografi air. Dengan 40 titik selam, tentu akan membuat betah berlama-lama menyelam. Jika tak bisa berenang, tetap bisa menikmati keindahan tempat wisata bawah air, dengan menggunakan kapal selam yang telah didesain khusus. Dinding kapal berupa kaca transparan, sehingga bisa melihat dengan jelas pemandangan bawah laut yang luar biasa. Pemandangan bawah laut Bunaken menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Ada 150 spesies dari 58 jenis ikan dan ter-

umbu karang di kawasan tersebut. Spesies ikan yang umum dijumpai adalah wrase, dansel, trigger, sweetlip, unicorn, dan sebagainya. Karakter unik Taman Laut Bunaken adalah kedalaman lautnya yang mencapai hingga seribu meter. Pada bagian dalam laut, dapat disaksikan berbagai jenis ikan besar, seperti ikan tuna, marlin, hiu kepala palu, pari, layar, cakalang, barakuda, lumba-lumba, hingga paus. Jika beruntung, dapat melihat spesies ikan yang tergolong langka dan hampir punah, seperti dugong, kura-kura, dan ikan raja laut (coelacanth). Karakteristik alam bawah laut di Bunaken adalah adanya Underwater Great Walls, atau disebut juga hanging walls. Dinding-dinding karang raksasa tersebut berdiri vertikal dan melengkung ke atas setinggi 25-50 meter. Dinding karang ini adalah sumber makanan bagi ikan-ikan di kawasan Teluk Manado. -Yusuf Almakassary


6

Women on Top

Edisi 848/ 11 -17 mei 2015

Hj. Titiek Suharto

Satukan Persepsi Indonesia kaya adat dan budaya. Salah ­satunya tata rias pengantin. Di tiap daerah di Indonesia memiliki gaya tata rias yang berbedabeda. Untuk tetap menjaga ke­lestarian gaya tata rias pengantin nusantara ini pula, terbentuklah HARPI Melati (Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia). “Di NTB, baru terbentuk tahun 2000. Sempat vakum beberapa tahun dan aktif kembali sejak 2006,” ujar Ketua DPD HARPI Melati NTB, Hj. Titiek Suharto.

O

rganisasi ini dika­ takannya memi­ liki visi misi untuk mempersatukan persepsi gaya tata rias pengantin Sasak (NTB). Dengan memper­ satukan para ahlinya, yakni para

penata rias, pemilik salon mau­ pun LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan), diharapkan gaya tata rias pengantin tradisional ini tetap pada pakemnya, tetap terjaga, dan lestari. Di NTB, ada banyak penata

rias, namun sampai saat ini baru tercatat 30 anggota HARPI. Pro­ fesi ini dikatakan Titiek memiliki peluang besar untuk meraup ru­ piah. Karena, hampir tiap minggu ada saja acara-acara adat yang “mengharuskan” mereka untuk

Hj. Titiek Suharto setelah membuka Seminar dan Workshop TRP Bali Payas Agung dan Payas Madya

berdandan. “Biar murah, tapi rutin,” jelasnya. Untuk menyosialisasikan keberadaan HARPI di NTB, beberapa kegiatan digelar. Seperti dalam peringatan Hari Kartini bekerjasama dengan instansi pariwisata, HARPI Melati terlibat sebagai juri dalam Lomba Teruna Dedara. Juga, dalam pameran busana pengantin NTB. Yang paling fundamental adalah ketika HARPI merias 300 pasang pen­ gantin dalam pernikahan massal. “Jadi satu anggota bisa merias 10 sampai 15 pasang,” ungkap perempuan kelahiran Kediri, Jawa Timur yang memiliki moto hidup “menikmati hidup dengan santai seperti air mengalir” ini. Selaku Ketua HARPI yang menjabat dua periode hingga kini, serta berdasarkan SK/ penunjukkan dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) yang ditembuskan dari Direk­ torat, tahun 2007 LKP Endah Salon miliknya ditunjuk sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi) Tata Rias Pengantin (TRP) Endah Salon. TUK ini menjadi satu-satunya TUK TRP yang ada di NTB. NTB memiliki 4 gaya tata rias pen­ gantin, yakni Sasak, Semawa, Mbojo, dan Dompu. Namun saat ini yang baru dibakukan hanya Tata Rias Pengantin Sasak. Karena itu, HARPI Melati memiliki target ke depan untuk bisa membakukan TRP NTB khususnya di pulau Sumbawa, yakni gaya TRP Samawa, Dompu, dan Mbojo. Hal ini

dijelaskannya membutuhkan du­ kungan semua pihak karena demi kepentingan bersama, menjaga kelestarian busana adat daerah NTB. Bagi penata rias dan pemilikpemilik lembaga yang belum tersertifikasi, diimbaunya untuk mengikuti uji kompetensi. Bagi pemilik lembaga khususnya, tentunya hal ini akan memberikan akses-akses dan kemudahan lain yang berhubungan dengan tat arias pengantin. Sementara secara umum, sertifikasi ini menunjukkan kompetensi/kemampuan seorang perias yang sudah teruji dan memiliki daya saing di bidang­ nya. Sehingga nanatinya sertifikasi ini mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. –Inten Indrawati

Perempuan Punya “Sisternet”

D

Desy Sari Dewi

alam upaya ikut memajukan perempuan Indonesia, XL meluncurkan gerakan sosial untuk mendorong kemajuan perempuan Indonesia melalui peman­ faatan internet. Gerakan sosial ini juga diwujudkan dengan menyediakan aplikasi Sisternet, yaitu aplikasi layanan dengan beragam manfaat yang ditujukan bagi kaum perempuan. Dalam aplikasi ini terdapat berbagai fitur yang semuanya memfasilitasi kebutuhan utama perempuan, seperti antara lain untuk berbagi tips kes­ ehatan, karir, informasi gaya hidup, informasi kehidupan berkeluarga, belanja, kecantikan dan sebagainya. Vice President XL East Region, Desy Sari Dewi mengatakan, riset menemukan, perempuan lebih tert­ inggal dalam hal penggunaan layanan canggih daripada pria, mereka relatif kurang informasi, dan pengetahuan dalam mengoptimalkan penggunaan Internet termasuk mobile internet untuk mendukung kehidupan sehariharinya. “Sisternet merupakan wujud komitmen dan kepedulian XL untuk mengajak para perempuan In­ donesia lebih maju lagi melalui pemanfaatan Internet. Ini merupakan suatu gerakan sosial bersama guna membantu dan memberikan inspirasi perempuan In­ donesia untuk meraih manfaat secara maksimal dari keberadaan internet guna meningkatkan kualitas hidup secara individu dan keluarga,” ujarnya. Desy menambahkan, peluncuran Sisternet ini tidak semata atas pertimbangan bisnis. Program ini berlatar belakang keinginan XL untuk bisa ikut mendorong program pemerintah dalam menyiapkan masyarakat me­ nyongsong era digital, sekaligus mendorong pemerataan manfaat internet. Tingkat penggunaan internet oleh ka­ langan perempuan di Indonesia lebih rendah 30% - 40% dibandingkan di negara-negara ASEAN lainnya.

Mengenai gerakan ini lebih lanjut, XL menjalin kemitraan dengan media, komunitas maupun plat­ form online untuk menjangkau kaum perempuan, sekaligus akan menyelenggarakan kegiatan Roadshow di 3 kota, Jakarta, Bandung, Surabaya, untuk dapat tatap muka langsung dan melakukan edukasi tentang internet hingga penggunaan aplikasi internet seperti e-commerce dan lainnya. PERIKSA JADWAL MENSTRUASI XL juga menyiapkan layanan website dan ap­ likasi Sisternet yang dapat diakses melalui komputer maupun smartphone. Pengguna akan mendapatkan sejumlah fitur menarik khas perempuan, antara lain tips-tips kecantikan dan memasak. Ada juga fitur forum diskusi yang didalamnya pengguna bisa mendapatkan berbagai topik seperti kesehatan dan kecantikan, anak, jual beli, traveling, pakaian, belanja, dan lain-lain. Di forum ini, pengguna bisa “nimbrung’ berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau pengalamannya sesuai dengan topik. Selain itu, juga terdapat fitur promosi yang berisi informasi program promo suatu produk, games menarik khas perem­ puan, juga fitur kalender untuk memeriksa jadwal menstruasi. Tidak ketinggalan, ada fitur infotainmen yang menyajikan berita-berita tentang dunia hiburan. Layanan ini bisa dinikmati secara gratis untuk akses layanan non premium, yang mencakup artikel, games, mengakses forum serta kalendar siklus bulanan wanita. Akses layanan premium yang mencakup konten artikel, pelanggan dikenakan tarif langganan Rp. 5.000/bulan, belum termasuk biaya langganan akses Internet. –Ngurah Budi

19

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Sarat Misi Kemanusiaan Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia. Banyak suka-duka yang dialami para aktivis Palang Merah Indonesia termasuk yang ada di Bali. Berikut ini pengalaman kepala markas PMI Badung dan staf PMI Provinsi Bali.

B

ekerja di Palang Me­ rah Indonesia Kabu­ paten Badung sudah dilakoni­nya sejak ta­ hun 1966. Sampai sekarang sudah 49 tahun, Tjok Gde Agung Adnyana mengabdikan hidupnya di lembaga yang sarat dengan kemanusiaan ini. Berbagai suka duka dilaluinya, dengan tugas ganda, sebagai sek­ retaris dan kepala markas. Sejak tahun 2014, ia juga dipercaya se­ bagai Kepala Perhimpunan Donor Darah Indonesia menggantikan Prof. A.A. Sudewa. Seperti apa tantangannya ? “Bekerja di Palang Merah In­ donesia memang sarat dengan misi kemanusiaan, cinta kasih, dan kedamaian. Awalnya, saya tertarik mengabdikan diri di PMI, karena saat duduk di bangku SMA, mendapat­kan pengenalan pertolongan pertama dari PMI,” tuturnya tentang kisah awal bekerja di PMI. Disamping itu, salah satu kerabat dekatnya Prof. Cok Rai, juga duduk sebagai kepengurusan PMI. Tjok Adnyana sering diminta bantuan sebagai relawan. Akhirnya, semua mengalir begitu saja, Tjok Adnyana begitu menikmati tugas mulianya di PMI. Tahun 1971, atas perintah Bupati Badung Wayan Dhana,

Tjok Gde Agung Adnyana

diminta satu orang yang khusus menangani PMI secara penuh dan bukan ­pejabat pemerintah. Tahun 1972, Tjok Adnyana resmi diangkat sebagai sekretaris dan kepala markas PMI Badung. Ia merangkap dua tugas dengan tujuan, sistem satu meja tugas menjadi lebih efisien, efektif, dan produktif. Memulai pengembangan PMI

dari awal, Tjok Adnyana merasakan banyak sekali tantangan. Awalnya, ia berkantor di paviliun kepunyaan Prof. Tjok Rai. Ia mendapatkan fasilitas satu meja dan mesin ketik untuk menunjang kegiatannya. Be­ lum ada dana operasional. Mulailah ia mengalang bulan dana. Kemudian untuk menyosialisasikan PMI, ia harus berkeliling ke SKPD terkait, dengan naik sepeda miliknya satusatunya waktu itu. Akhirnya, mu­ lailah ada bantuan satu unit sepeda motor yang diberikan bupati untuk memperlancar operasionalnya. Dalam membuat laporan rutin, ia juga mendapat kendala. “Saat mengirim laporan saya malah diledek, ini Pak Tjok mau mengirim kertas kosong,” katanya sembari tertawa. Hal itu, dikarenakan masih banyak kolom yang kosong. “Waktu awal, saya hanya bekerja sendiri di PMI. Pelan-pelan tahun 1975 mulailah ada staf yang mem­ bantu. Kantor terus berpindah lagi ke Jalan Sri Rama, nambah dua staf. Kantor pindah lagi ke Jalan Melati, dan tahun 1976 resmi pindah ke Jalan Imam Bonjol,” kata lelaki yang berulangtahun tanggal 8 Mei, bertepatan dengan peringatan Hari Palang Merah Sedunia. Pembangunan markas juga

mulai dilakukan, sampai tahun 2000 akhirnya gedung di Imam Bonjol berdiri dengan megah. Ke­ tika terjadi perpisahan Denpasar dan Badung, PMI Badung akhirnya menempati gedung baru di dekat RS Kapal, satu gedung dengan KPA Badung, dan BNK Badung. DONOR DARAH 183 KALI Tantangan lain, kata Tjok ­A dnyana, adalah memutus ran­ tai calo darah. Tahun 1972, ia dan Prof. Cok Rai menghadap Dekan FK Unud waktu itu, Prof. ­Adnyana dan Direktur RS Sanglah dr. Made Sudia­na, untuk membuat kesepakat­an MoU, RS Sanglah, FK Unud, dan PMI, untuk memberan­ tas calo darah. Tempat transfusi tetap di RS Sanglah, FK Unud se­ bagai tenaga ahli bisa melakukan riset, dan manajamen tetap di­ pegang PMI. Tanggal 7 November 1973, MoU ditandatangani. Sejak tahun 1997, transfusi RS Sanglah diambil alih dan dikelola

PMI Provinsi Bali dengan nama Unit Transfusi Pembina PMI Bali. Menurut Tjok Andyana, bekerja di PMI membuatnya bisa membantu orang lain. “Saya bangga bisa mem­ bantu orang lain. Ini merupakan bekal PMA (penanaman modal akhirat),” ujar lelaki yang sudah melakukan donor darah sebanyak 183 kali. Dari awal berdirinya PMI, ada 28 orang yang rutin dan teratur melakukan donor darah. Sampai saat ini, sudah berkembang men­ jadi 50 ribuan. Kendala saat ini, kata lelaki usia 68 tahun ini, me­ nyadarkan masyarakat untuk rutin tiap tiga bulan melakukan donor darah dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Berkenaan dengan peringatan PMI belum lama ini, ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak baik itu masyarakat, dan pemerintah yang telah men­ dukung pelayanan kemanusiaan kepalangmerahan di kab. Badung dan pengembangan donor darah sukarela di Provinsi Bali. –Wirati Astiti

Oktianingsih

Siap on Call Walaupun bekerja sebagai staf di Palang Merah In­ donesia, bukan berarti tugasnya hanya duduk di kantor. Saat terjadi bencana, staf pun ikut terlibat. Demikian dituturkan Gusti Made Ayu ­Oktianingsih, staf Organisasi dan Komunikasi PMI Provinsi Bali. Gadis usia 28 tahun ini, menuturkan, menjalani tugasnya di PMI dengan keceriaan. “Awal melamar bekerja saya pikir bekerja di PMI sebagai staf hanya di belakang meja, ternyata saat diwawancara tes kerja, saya diinfokan juga, staf harus ikut terlibat di lapangan, jika terjadi bencana,” kata mantan aktivis mahasiswa BEM yang paling muda di PMI Bali. Sebagai staf kantor, ia juga dibekali pengetahuan tentang P3K, dan penanggulangan bencana. Walaupun perempuan, ­Oktianingsih juga sama gesitnya dengan staf laki-laki. Dia punya beberapa pengalaman saat terjun ke lapangan, selain juga ikut memberikan pelatihan P3K bagi masyarakat. Waktu kejadian banjir bandang di Titab Buleleng. Dia bersama relawan melakukan distribusi bantuan ke masyarakat. Hal yang menjadi tantangan bagi Oktianingsih, adalah saat evakuasi warga. Ada warga yang tidak mau dievakuasi karena merasa rumahnya tidak terkena banjir. Padahal, bisa saja ada banjir susulan karena derasnya hujan. Biasanya komunikasi dibantu aparat desa. Tantangan lain, saat evakuasi, medan yang berat, jalan rusak dan tertutup sungai. Jadi lebih banyak jalan kaki. Memang ia mengakui, sebagai staf PMI, ia siap on call kapan saja. “Itu sudah merupakan tanggungjawab dan komitmen bekerja di PMI,” kata gadis yang sudah donor darah 4 kali ini. –Wirati Astiti


18

WORKSHOP PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI III BERSAMA GURU MANGKU HIPNO

“SEMBUH DAN REZEKI MENGALIR DENGAN ENERGI QUANTUM” Seorang ibu datang dengan wajah duka, matanya bengkak pastinya habis menangis semalaman. Wajahnya jauh tampak lebih tua dari usianya, jalannya tertatih tatih, penderitaan yang teramat dalam tergambar jelas di wajahnya. “Guru, selamatkan saya, saya sudah tidak tahan. Sudah 5 tahun saya seperti ini, Jika bisa mati, pasti saya lebih tenang,” katanya dengan suara pelan.

Guru Mangku Hipno

M

ulailah si ibu itu bercerita tentang kehidupannya. ”Awalnya saya sehat dan sukses, keluarga baik baik saja. Suatu saat karena usaha saya menurun, mulailah masalah ini muncul, berhari hari saya tegang, takut, cemas dan selalu ingin mengeluh. Perut saya rasanya melilit, kepala saya pusing tiada berhenti, dan tiba tiba bisa lemas, susah tidur, selalu ingin marah, tidak mampu fokus bekerja, dan akhirnya seluruh bagian tubuh seperti pegal, kaku dan kesemutan, lalu mual dan dada berdebar keras, seketika tangan saya bergetar dan akhir akhir ini semuanya menjadi kacau dan saya sudah mulai panik, takut keramaian, selalu berprasangka buruk dan yang paling parah mulai takut keluar rumah.” “Ibu, tenang nggih, duduklah dengan tenang, konsentrasikan pikiran ibu untuk berdoa, lemaskan badan ibu, dan tidurlah….” Dalam hitungan detik, tiba-tiba ibu itu tertidur sangat dalam. Sekitar 5 menit Guru Mangku Hipno memasukan sugesti positif berupa tutur kejernihan ke alam bawah sadar ibu itu, dan menit berikutnya ketika tersadar terjadilah keajaiban yang dialami oleh ibu tersebut. ”Guru, apakah yang terjadi? Pikiran saya tiba-tiba senang, perasaan saya tiba-tiba tenang, tubuh saya tiba-tiba nyaman, semua penderitaan saya tak mampu saya pikirkan, hilang dari ingatan saya, seluruh bagian tubuh saya ringan dan sakitnya menghilang,” kata ibu itu dengan wajah berubah ceria, penuh senyum dan bernapas ringan. “Bu, ibu telah sembuh, penderitaan ibu akan berakhir karena Guru telah melakukan sihir petak (penyembuhan manik sekecap) atau dalam istilah modernnya disebut Body Mind Soul Refreshment,” Kata Guru Mangku Hipno.

KEKACAUAN HIDUP BERAWAL SALAH PERSEPSI Menurut cerita ibu tersebut, selama sakit dia telah berusaha berobat kemana mana, bahkan sampai keluar Bali. Banyak waktu dihabiskan, banyak uang dikeluarkan namun bukan kesembuhan yang didapat, melainkan kebingungan yang terjadi. Ketika dibawa ke medis, dan setelah melalui rangkaian pemeriksaaan dengan alat alat tertentu, ibu ini dinyatakan sehat atau tak ditemukan sakit yang bersifat organis, namun anehnya dia masih merasakan tubuhnya ada keluhan penyakit. Maka dia mulai berpikir kehal-hal yang bersifat irasional. Ketika datang ke orang pintar, mulailah hidupnya bertambah rumit dan tertekan, karena menurut orang pintar yang ditanganinya ternyata dia kena pepasangan di rumahnya, setelah rumahnya dibongkar lantainya tiba tiba yang membongkar dan mencabut pepasang tersebut memperlihatkan sesuatu yang seram, bahwa ditemukan ada tulang dan jarum terbungkus kain, semula setelah itu dia yakin akan sembuh, namun nyatanya sakitnya tak berkurang sama sekali, justru dia menambah beban hidupnya karena mencari utang untuk biaya membongkar pepasangan itu. Selanjutnya karena penasaran dia mendatangi banyak tempat praktek paranormal dan penyembuh yang sering berpromosi di beberapa media, hasilnya juga nihil, dan menjadi makin terpuruk. Baru baru ini katanya karena terdesak, ibu ini telah nekad ikut

program membuka rezeki dan memperkaya diri dengan beberapa proses ritual, juga hasilnya belum beruntung. Parahnya karena kebiasaanya mendatangi tempat tempat tertentu saat ini dia bermusuhan dengan tetangganya, bahkan dengan keluarga dekatnya karena dia dapat bisikan bahwa penyebab semua ini adalah karena adanya black magic. Karena putus-asa maka saat ini ibu tersebut memutuskan mengikuti saran orang pintar yang mengatakan dirinya harus “ngiring sesuhunan” karena kesenangan, namun dia sendiri belum tahu siapa sesuhunan yang diiringnya karena memang masih ragu terhadap kemampuan dan kebersihan dirinya. Semua itulah yang pada akhirnya membuat beban ibu ini bertambah berat dan akhirnya depresi dan tak menemukan jalan keluar atas segala masalahnya. “Berhati hatilah jika Anda sedang mengalami suatu penyakit ataupun penderitaan, karena tidak menutup kemungkinan karena kurangnya kesabaran dan kesadaran Anda akan kehilangan pikiran rasional sehingga sering mengalami salah penanganan, mendapatkan informasi yang salah, salah persepsi, salah memilih tempat penyembuhan, salah menerapkan cara dan metode penyembuhan, salah menganalisa penyebabnya, bahkan Anda akan kehilangan akal sehat dan kontrol diri dan akibatnya bisa fatal, sakit tidak sembuh, penderitaan tak berakhir malah hidup anda akan bertambah stress dan beban, inilah faktor yang akan memicu sakit dan derita anda bertambah parah. Maka dalam kondisi apapun kita harus mampu menghadapi hidup ini dengan tenang dan dituntut belajar ikhlas. Gunakan energi Quantum lalu jadikan semua sakit dan penderitaan serta masalah yang terjadi sebagai guru Suci yang mengajarkan kita arti sebuah kesabaran dan kesadaran. Dengan begitu kita tidak mudah diperdaya oleh hal-hal yang bukan bersifat menyelesaikan masalah namun justru memperburuk. Orang orang yang harusnya mempermudah namun justru mempersulit kehidupan kita,” demikian pemaparan Guru Mangku Hipno. PENYEBAB PENYAKIT DAN PENDERITAAN Ada 2 jenis penyebab penyakit yang saat ini dominan di masyarakat yaitu sakit karena faktor fisik (organis) dan sakit karena faktor psikis (psikosomatis). Penyakit organis bisa dideteksi dengan mudah sehingga dengan cepat ketahuan dan dicarikan pengobatannya. Namun, sakit psikosomatis tidak bisa terdeteksi oleh alat tercanggih apapun karena sakitnya berada di wilayah abstrak pikiran dan perasaan. Sakit psikosomatis karena tak terdeteksi sering membuat orang orang berpikir bahwa dirinya kena guna guna, blackmagic bahkan sampai mengobrak-abrik tetangga, pekarangan, bahkan yang paling ekstrem sampai berani menyalahkan leluhurnya. Menurut The American College of Family Physicians bahwa 90% penyakit karena faktor Psikis. Anda bisa bayangkan efeknya jika seseorang datang berobat ke tempat yang tidak memahami cara kerja pikiran dan perasaan, tidak paham hukum pikiran dan perasaan, tidak paham sifat pikiran dan perasaan, khususnya pikiran bawah sadar, tidak paham pengaruh emosi terhadap tubuh pisik dan tidak mengetahui teknik terapi yang sesuai. Jika salah penanganan bukannya membaik malah bisa mengacaukan hidup dan masa depannya, dengan ciri-ciri hilangnya kesenangan pikiran, ketenangan perasaan dan kenyamanan tubuh. Sebagai mahluk multi dimensi manusia sangat gampang mengalami sakit pada pikiran dan perasaan, misal : tidak tenang, stress, tertekan, diiringi munculnya emosi-emosi negatif seperti : marah, kecewa, dendam, benci, perasaan bersalah, malu, takut, sedih, dan terluka. Jika tak tertangani dengan baik maka sakit psikis ini akhirnya akan menyerang fisik seseorang. Jika Anda merasa seperti itu, jangan berdiam diri. Jangan memelihara gejala penyakit sehingga menjadi penyakit. angkat telepon segera hubungi kami “BRAHMAKUNTA CENTER DAN GMH INSTITUTE” PUSAT PENYEMBUHAN DAN PEMBELAJARAN HYPNOTHERAPI, PSIKOTHERAPI, SOMATOTHERAPI, ENERGI PRANA DAN SPIRITUAL UNIVERSAL. Tempat kami adalah solusi jitu menangani segala masalah kehidupan. Secara langsung ditangani oleh pakar hypnotherapi dan Prana ternama yang sudah terbukti menyembuhkan ribuan pasien dari seluruh wilayah Indonesia dan mancanegara. Dengan metode modern “BYSAID” berintikan analisa akurat berdasarkan analisa ilmiah, teoritis, empirik, neuro linguistic dan analisa mendalam supranatural, metafisika dan spiritual sekala niskala. Hub : Telp 03618442823 / 085103112404. PIN BB 7FB63D85.

7

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Pulau Liang Kareta Pasir Sehalus Tepung Terigu

Guru Mangku Hipno sedang membangkitkan energi Quantum

PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM Kapan dan mengapa Anda wajib mengikuti WORKSHOP SEMBUH DAN ALIRKAN REJEKI DIRI ? 1. Saat permasalahan mulai berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya. 2. Ketika permasalahan sudah tidak lagi dapat ditangani 3. Ketika semua upaya mengalami jalan buntu 4. Ketika akibat permasalah tersebut, fungsi sosial anda terganggu bahkan terhenti total. 5. Ketika sugesti diri dan usaha diri tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahan. 6. Ketika para pengobat lain dan para profesional lain tak lagi mempunyai jurus ampuh menangani permasalahan yang Anda hadapi. 7. Ketika Anda menyadari dan mendapat rujukan bahwa masalah Anda adalah masalah salah mengelola tindakan, gagal mengendalikan pikiran, gagal mengelola perasaan atau mental block (masalah yang sangat sulit terdeteksi dengan alat secanggih apapun karena bersifat abstrak dan bawah sadar, sehingga sangat sering dijadikan alasan kena guna guna, black magic, santet, dllnya, padahal sejatinya tidaklah seperti itu). Sehingga memerlukan seseorang yang benarbenar memiliki kemampuan multidimensi di bidang Spiritual, Supranatural (Meditasi/Konsentrasi dan Krya/Pemurnian), Pakar Ilmu Pikiran Bawah Sadar( Hypnoisis/Hypnotherapi dan Pakar NLP, Metafisika (mampu menganalisa dari 4 sudut pandang yaitu memakai Kecerdasan Intelegensia/IQ, Kecerdasan Emosional /EQ, Kecerdasan Spiritual/SQ, Kecerdasan Cosmis/CQ). Sehingga apapun masalah Anda pasti mampu terselesaikan secara multidimensi (Sekala Niskala ataupun Lahir Bathin). Dalam Workshop kali ini juga akan diisi dengan Pembangkitan Energi Quantum. Dengan energi ini Anda akan dengan mudah mengenali kelemahan dan celah tersembunyi dalam diri Anda, yang selama ini menjebak Anda dan menjadi penyebab berbagai kekeliruan, kesalahan dan sebagainya, lalu bagaimana Anda bisa mengelolanya. Anda bisa mengambil alih kuasa atas diri Anda dengan sangat mudah, memprogram pikiran, perasan dan perilaku Anda dengan teknik yang sudah secara berabad-abad teruji efektifitasnya. Anda akan bisa membangkitkan “Guru di dalam diri” yang akan menjadi pembimbing dan penuntun setiap langkah Anda, yang akan mengubah persepsi dan hidup Anda menuju kesehatan, kesuksesan, keberlimpahan rejeki serta kasih sayang dan kebahagiaan. Energi Quantum adalah potensi terbesar yang dimiliki oleh setiap umat manusia yang masih tertidur lelap di area bawah sadar. Energi ini menjadi penting dibangkitkan karena se-abad terakhir lewat berbagai risetnya para pendekar fisika kuantum sering mencengangkan

komunitas ilmiah di dunia dengan berbagai penjelasan yang sulit diterima akal ilmuwan tradisional lainya. Misalnya, saat mereka menjelaskan ditemukannya titik singgung antara rasionalitas dengan intuisi dan hati nurani. Tentang semakin terungkapnya hubungan antara “ kenyataan” dengan “kesunyataan” antara ilmu pengetahuan dengan kesadaran spiritual. Karena itu untuk meningkatkan kualitas kehidupan, membuka kebuntuan hidup, menguatkan hati menuju konsentrasi, mendapatkan rileksasi maka pondasi kesadaran kitalah yang perlu dibangun lebih dulu. Kesadaran yang bukan hanya sekedar mengacu pada nalar rasional (IQ), melainkan juga menggunakan kecerdasan hati (EQ), kecerdasan jiwa (SQ) yang bertumpu pada kecerdasan Ilahiah (CQ). Keempat kecerdasan inilah yang pada akhirnya membuat ilmu pengetahuan modern sepakat dengan pandangan spiritual yang menyatakan bahwa kesadaran (yang tak tampak) adalah penyebab dari semua ciptaan (yang tampak), ini berarti semua hasil duniawi yang akan kita dapatkan berawal kecerdasan dan metode kemampuan kita mempergunakan energi Quantum untuk mengolah pikiran, pengendalikan perasaan dan menjadikanya sebuah tindakan nyata. Untuk itu setelah diadakan di berbagai wilayah Indonesia, dan dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan dari mancanegara, kini dengan bangga untuk masyarakat Bali tercinta dipersembahkan “WORKSHOP SEMBUH DAN REZEKI MENGALIR DENGAN ENERGI QUANTUM”. Guru Mangku Hipno yang bernama lengkap “GMH KG SUATMAYASA SH., CH., CHt., MNNLP yang merupakan seorang putra Bali kelahiran Singaraja. Guru Mangku Hipno adalah seorang spiritualis pendiri Brahmakunta Spiritual dan Supranatural Modern Center/ Pusat Pembelajaran dan Penyembuhan, Pendiri GMH Institute, Pendiri Hypnosis dan Prana Club. Guru Mangku Hipno juga merupakan seorang pengajar meditasi Samatha dan Vipasana, juga seorang penyembuh profesional yang telah berhasil menyembuhkan ribuan pasien dari wilayah Indonesia bahkan sampai Prancis, Rusia, India, Dubai, Singapura, Jepang, Filipina dan telah mengantongi ijin praktek resmi dari Dinas Kesehatan no : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES, dan rekomendasi dari IPATRI : 139/DPC IPATRI/2014, Kemenag : Kd.18.09/III/BA.00/2662/2014. Guru Mangku Hipno merupakan pakar Hypnotherapi, Supranatural dan Prana yang sudah berkeliling Indonesia mengadakan Workshop, seminar dan diundang menjadi narasumber, pengajar, motivator, penyembuh, baik diundang oleh perseorangan, kelompok/perkumpulan, berbagai perusahaan, sekolah dan lembaga lainya. Untuk itu jika Anda tertarik untuk mendapatkan pelayanan dan berminat mengundang Guru Mangku Hipno, maka beliau selalu siap berbagi pengetahuan.

WORKSHOP PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI III “SEMBUH DAN REZEKI MENGALIR DENGAN ENERGI QUANTUM“

HARI/TGL : MINGGU 17 MEI 2015. TEMPAT : GEDUNG PWI BALI, GATSU TENGAH, LUMINTANG, DENPASAR. PUKUL : 15.00 SD 17.00 WITA. HARGA TIKET : HANYA RP 350 RIBU PESAN ANTAR TIKET hub : 1.0361-8442823, 085103112404 (Brahmakunta Center) 2.085738818906 ( Jro Mangku Swandra) 3.085238640217 ( Jro Abuck) 4.08563800133 (Jro Putu Anta) 5.0361-9133725 (Jro Ayuk) 6.08124681851 (Jro Musna) 7.085935051555 (Jro Made Chung)

tkh/Hasmiati Mus

Kabupaten Kepulauan Salayar terkenal dengan potensi alam lautnya yang tersebar di beberapa pulau. Salah satunya adalah Pulau Liang Kareta, tepatnya di Desa Bonto Borusu, Kecamatan Bonto Baharu. Jarak Pulau tersebut dengan ibu kota Benteng pun cukup dekat, sekitar lima kilometer dan mampu diakses dengan berkendara perahu bermotor sekitar 30 menit.

M

enariknya, pulau tersebut menyajikan berbagai keindahan alam laut, di antaranya hamparan pasir putih terigu (pasirnya sehalus tepung terigu), gua, keindahan lahan pertanian warga sekitar pulau (pulau tersebut tidak berpenghuni kecuali para petani yang bercocok tanam), serta suguhan keindahan biota lautnya, yakni hamparan terumbu karang yang dijadikan habitat berbagai jenis binatang laut. Oleh karena itu, pulau tersebut sangat cocok bagi komunitas bahari hingga tempat liburan keluarga. Di tempat ini, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan seperti snorkeling, diving, berenang, dan memancing. Tidak hanya itu, lahan pu-

lau tersebut, tepatnya puncak gua pulau, dijadikan area bercocok tanam bagi warga sekitar pulau. Keramahan para petani tersebut melengakapi kenyamanan para pengunjung. Pulau Liang Kareta ini memiliki kisah tersendiri. Sesuai namanya, Liang Kareta, yang dalam bahasa daerah Selayar berarti gua dan kendaraan (perahu), konon sempat dijadikan tempat bersembunyi atau mengasingkan diri warga yang lari dengan menggunakan perahu (kendaraan) untuk menghindari kekerasan para penjajah di masa lampau. Dengan demikian, potensi alam laut yang dianugerahkan Sang Kuasa di Kepulauan Selayar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, sudah sepatutnya semua elemen masyarakat menjaga dan melestarikan potensi alam di wilayah ini. -Hasmiati Mus

Kaya Biota Laut Potensi wisata alam, khususnya keindahan alam laut yang dimiliki Kabupaten Selayar, boleh dibilang sangat memukau namun masih jarang terjamah. Salah satu pulau eksotis tersebut adalah Pulau Liang Kareta. Beberapa pegiat dan pemerhati lingkungan di Makassar seperti Seleya Scuba Divers (SSD) bahkan sudah menjadikan Pulau Liang Kareta sebagai tempat aktivitas wisata mereka.

tkh/Hasmiati Mus

Wakil Ketua SSD, Yusuf Ronald, mengatakan, pihaknya mulai mempromosikan Pulau Liang Kareta sejak 2010. Pasalnya, pulau yang belum banyak diekspos ini sarat dengan kekayaan biota laut, yang kelak mampu menghipnotis wisatawan, baik domestik maupun mancanegara dengan keindahan bawah lautnya. “Wisatawan mancanegara yang pernah berkunjung, di antaranya Perancis, Belgia, Italia, Finlandia, Belanda, dan Amerika Serikat. Sedangkan domestik, antara lain Jakarta, Surabaya, dan Makassar sendiri,” paparnya. Selama ini, pihaknya menyajikan dua paket program wisata untuk wisatawan. “Paket pertama adalah Snorkling Gusung-Liang Kareta (termasuk transportasi kapal, guide, peralatan, dan makan). Paket ini terdiri empat bagian, paket personal Rp 800 ribu, paket bertiga Rp 500 ribu per orang, paket berenam Rp 350 ribu per orang, dan paket bersepuluh Rp 250 ribu per orang,” bebernya. Sedangkan untuk paket kedua, paket Diving Gusung-Liang Kareta (termasuk kapal, guide, peralatan, tabung, makan, dan tiga kali diving). “Paket ini terdiri dari empat bagian, antara lain paket personal Rp 1,5 juta per orang, paket bertiga Rp 1 juta per orang, paket berenam Rp 850 ribu per orang, dan paket bersepuluh Rp 750 ribu per orang,” imbuhnya. Selain itu, wisatawan yang hendak berkunjung ke Selayar mampu menempuh tiga jalur, udara, darat, dan laut. “Untuk darat dan laut, dengan menyewa bis Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu, dan untuk jalur udara Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu. Nah, dengan berbagai fasilitas yang disediakan, akan memudahkan wisatawan menikmati wisata alam di Selayar, terutama Pulau Liang Kareta,” tandasnya. -Hasmiati Mus


8

Bunda & Ananda

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Anak Jadi Decision Maker Anak-anak merupakan segmen potensial yang kini digarap para pemasar. Seringkali anakanaklah yang membuat keputusan pembelian suatu barang. Namun, orangtua harus bijak dalam memberikan pemahaman tentang perilaku konsumtif anak.

K

etika memutuskan untuk membeli mobil baru, Bu Wenda sudah punya pilihan jenis mobil yang diinginkan. Tetapi ketika diberi pilihan warna ia bingung. Akhirnya ibu tiga anak ini menyerahkan keputusan pemilihan warna kepada anak sulungnya. “Anak saya pilih warna abu-abu, saya nurut saja,” ujarnya. Pengalaman anak sebagai penentu pilihan juga dialami Bu Yanti ketika ingin membeli ponsel cerdas. Dari referensi beberapa teman di kantornya, ia disarankan membeli produk buatan Amerika Serikat. Namun, setelah dihitung-hitung, harga produk itu mahal. Ia pun beralih ke produk lain. Anak Bu Yanti mengusulkan agar memilih produk buatan Korea. “Anak saya ini lihat teman-temannya bawa ponsel cerdas buatan Korea. Katanya, ndak beda jauh kualitasnya dengan buatan Amerika Serikat. Akhirnya saya pun milih sesuai pilihan anak saya,” kata Bu Yanti. Selain Bu Wenda dan Bu Yanti mungkin masih ada ibuibu atau orangtua lain yang memberikan kesempatan kepada anaknya untuk menjadi decision maker. Hal ini tentu memiliki implikasi bagi si anak, bagi orangtua, dan bagi pihak lain khususnya produsen. “Kini banyak pemasar yang menjadikan anak-anak sebagai target promosi. Anaknya diberikan informasi dengan harapan mereka akan bilang kepada orangtuanya sehingga produk bisa terjual,” ujar Komang Rahayu Indrawati, S.Psi, M.Si, Psi. Ayu, sapaan akrab staf pengajar Psikologi Industri dan Organisasi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini mengatakan adanya perspektif baru dalam siklus kehidupan keluarga saat ini. Hal ini makin mendorong para marketers lebih serius mempertimbangkan segmentasi/pengelompokan pada konsumen. Anak-anak pun menjadi salah satu segmen potensial. Bahkan ada kecenderungan mereka lebih mudah mempengaruhi konsumen anak-anak. Setelah melalui proses sosialisasi (mengamati, meniru) anak belajar untuk menjadi konsumen. Anak-anak membedakan tiga jenis pasar, yaitu primary market (anak-anak banyak membelanjakan uangnya untuk

hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan). Influence market – parental yielding (orangtua “menyerah” pada permintaan anak). Future market (anakanak mulai menemukan dan membangun brand loyalty pada suatu produk). “Pada primary market, biasanya anak-anak dipengaruhi lingkungan. Misalnya di sekolah, ia melihat temannya belanja, lama-lama ia akan memiliki keinginan yang sama untuk belanja. Orangtua yang bijak harus memberi pengertian kepada anak, kapan saatnya belanja dan kapan tidak. Bila orangtua tidak ingin anaknya belanja, berikan si anak bekal makanan yang cukup. Tetapi, kalau tidak sempat membuatkan bekal, memberikan uang saku bisa menjadi solusi. Namun, ingatkan anak untuk tidak belanja sembarangan. Jika uang saku sisa, harus ditabung,” ungkap pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini. Hal yang paling parah jika orangtua “menyerah” terhadap permintaan anak. Contoh yang paling sering dilihat di pusat perbelanjaan. Ada saja anak-anak yang merengek minta dibelikan sesuatu. Rengekan ini bisa berisi tangisan dan aksi berguling di lantai. Orangtua kadang langsung menyerah dan menuruti permintaan si anak agar anaknya tidak menangis lagi. Seharusnya, anak diajak menjauh dulu dari lokasi sasaran. Berikan ia pemahaman dan alasan bahwa barang itu belum saatnya dibeli. Fenomena yang juga banyak ditemukan adalah future market, seperti yang dialami Bu Yanti. Anak-anak sekarang sudah fasih dengan teknologi. Mereka tak hanya mengenal merek tetapi bisa membedakan kualitas yang bagus dan yang jelek. “Anak-anak sekarang punya power untuk menjadi decision maker dalam pembelian suatu barang. Tetapi, jangan sampai hal ini menjadikan anak konsumtif. Orangtua yang tetap harus menjadi pemegang kendali,” tegas alumnus Universitas Indonesia ini. ORANGTUA HARUS KONSISTEN Orangtua harus kenal dan paham apa yang diinginkan anak. Namun, tidak semua hal harus diberikan. Komunikasi yang efektif dan elegan dengan anak akan membuat kedua pihak saling memahami. Mana

Komang Rahayu Indrawati

barang yang menjadi prioritas, mana yang kebutuhan, dan mana yang keinginan. Anak pun harus diajarkan self management, bagaimana ia mengatur diri dalam mengelola uang.

Menabung merupakan salah satu cara sederhana bagi anak untuk menyimpan kelebihan uangnya. Pesatnya perkembangan teknologi dan pergaulan sosial menurut Ayu menjadi faktor yang membuat anak menjadi sangat mudah dipengaruhi dalam perilaku konsumtif. Tayangan iklan yang gencar pun membuat anak menjadi tertarik. Selanjutnya anak bisa saja langsung mengutarakan keinginannya terhadap produk yang dimaksud. Kalau masih dalam batas wajar dan orangtua menilai itu memang diperlukan anak, boleh saja diberikan. Tetapi, jika merasa tidak penting, orangtua harus tegas mengatakan tidak. Komunikasi dan kesepakatan dengan anak juga perlu dibuat agar kedua pihak saling memahami apa hak dan

tanggung jawabnya. “Bentengi anak dengan pengetahuan tentang belanja sesuatu yang dibutuhkan, membuat prioritas, dan pengontrolan diri. Orangtua juga harus melakukan hal yang sama dan konsisten. Anak mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya,” ujar perempuan kelahiran 17 Desember 1979. Satu hal yang juga penting diajarkan kepada anak tentang perilaku konsumtif adalah tentang penggunaan uang. Minimal anak tahu tentang nilai mata uang agar ia bisa bertransaksi. Tetapi, jangan sampai membekali anak uang dalam jumlah banyak. Kalau memang memberi uang saku, nilainya harus sesuai dengan kebutuhan si anak. Misalnya cukup untuk membeli snack dan minuman di sekolah. –Ngurah Budi

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

TRP Bali dan Tengkuluk Lelunakan Masuk NTB

Tata Rias Pengantin (TRP) Bali dan Tengkuluk Lelunakan tak hanya menjadi milik masyarakat Bali. Masyarakat NTB, khususnya Lombok juga meminati busana dan tata rias adat Bali ini. Terbukti dari tiga acara workshop dan sosialisasi UJK Tata Rias Pengantin Bali yang digelar di Gedung PKK Provinsi NTB, Jumat (8/5) pukul 09.00 s.d. 12.00, dilanjutkan di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Mataram, pesertanya selalu membludak dan mendapatkan sambutan yang meriah..

K

eesokan harinya, Sabtu (9/5) pelatihan digelar di Gedung Dakwah Mesjid Agung Praya, Lombok Tengah, Sabtu (9/5). Dihadiri Ketua TP PKK Lombok Tengah, Hj. Baiq Irma

Suryani Fadli, Ketua DPD Katalia NTB, Kepala Balai Pengembangan PAUDNI Regional V (NTB-Bali). Istri orang nomor satu di Lombok Tengah tersebut sangat menyambut baik kegiatan yang dikatakannya amat

Seminar dan Workshop di Kampus STAH Mataram

Anak-anak berbelanja

Mendongeng Lima Menit Umur Manusia

Setelah Sang Pencipta selesai menentukan umur tumbuhtumbuhan, kini tiba giliran menentukan umur hewan dan manusia. Pertama yang dipanggilnya adalah Manusia. “Hai, Manusia! Kau kuberi umur 30 Made Taro tahun. Selama hidup banyak yang kau lakukan,” kata Maha Pencipta. Manusia itu mengangguk, namun dalam hati ia tidak puas, karena umur itu terlalu pendek. Giliran berikutnya adalah Keledai. “Hai, Keledai! Kau juga kuberi umur 30 tahun.” Keledai itu mengeluh. “Terlalu panjang, Yang Mulia! Selama 30 tahun hamba harus bekerja berat, menarik gerobak yang penuh dengan beban dari kampung ke pasar, dan balik dari pasar ke kampung. Tambah lagi hamba harus tahan dicambuk oleh majikan. Kalau Yang Mulia berkenan, hamba mohon diberi umur 18 tahun saja.” Sang Pencipta mengiakan, lalu memanggil Anjing. “Hai, Anjing! Kau juga kuberi umur 30 tahun.” Anjing itu juga mengeluh. “Terlalu panjang, Yang Mulia! Selama itu hamba harus menjaga rumah, menggonggong dan menggigit. Tambah lagi orang-orang yang tidak suka, melempari hamba dengan batu. Kalau Yang Mulia berkenan, berilah hamba umur 12 tahun saja.”

Yang Mulia pun berkenan, lalu memanggil Monyet. “Hai, Monyet! Kau juga kuberi umur 30 tahun.” Monyet cengar-cengir. Sang Pencipta tahu, bahwa ia tidak puas, lalu katanya, “Kamu tidak puas? Kamu minta umur berapa tahun?” “Orang mengira pekerjaan hamba menyenangkan, tetapi sesungguhnya sangat menjemukan,” jawab Monyet. “Tugas hamba adalah membuat orang tertawa, tetapi terus terang saja Yang Mulia, hamba tak sanggup cengar-cengir, melompat, memanjat, dan berdiri dengan dua kaki selama 30 tahun. Kalau Yang Mulia berkenan, izinkanlah hamba berumur 20 tahun saja.” Sang Pancipta pun tidak keberatan. Ketika monyet itu keluar ruangan, tiba-tiba manusia yang mendapat giliran pertama tadi kembali masuk ruangan. “Maaf, Sang Pencipta!” katanya. “Hamba dengar keledai, anjing dan monyet tidak mau menerima seluruh umurnya. Kalau Yang Mulia bermurah hati, izinkanlah hamba mengambil sisa umur ketiga hewan itu.” Sang Pencipta pun tidak keberatan. Beliau tahu, di antara mereka, manusialah yang paling serakah. Karena keserakahan itu, Beliau lalu mewajibkan manusia menjalani hidup seperti keledai, anjing dan monyet. Selama 30 tahun manusia hidup bahagia dan bekerja kuat; 12 tahun berikutnya manusia hidup seperti keledai, bekerja berat menanggung keluarga; 18 tahun berikutnya hidup seperti anjing, menjaga keluarga sambil mengomel tetapi kadang-kadang menggigit; dan 10 tahun kemudian, hidup seperti monyet, berperilaku jenaka dan kekanak-kanakan.

17

Tim Salon Agung didukung perias kawakan Sagung Inten Misnawati dan Ida Ayu Mirah sebagai model, serta Viva Cosmetic yang terus mendukung kegiatan Bu Agung dalam pelestarian budaya ini. “Kami Viva turut memasyarakatkan kecantikan dan mencantikkan masyarakat dengan kosmetik Viva yang sudah disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia,” ujar Direktur PT Moga Djaja-Viva Cosmetics, Yusuf Wiharto.

Seminar dan Workshop di Gedung PKK Provinsi NTB

penting ini untuk selanjutnya diwarisi kepada anak cucu. Terlebih dengan hadirnya perias cilik Sagung Diva yang dengan piawainya memainkan kuas di wajah model, dan menyulapnya menjadi tambah

Workshop di Gedung Dakwah Mesjid Praya Loteng. Inzert: Hj. Baiq Irma

Payas Agung Tabanan Perkembangan tata rias dan busana adat Bali tak terlepas dari dinamika masyarakat dan kebudayaannya. Pulau Bali yang menjadi destinasi tujuan wisata dunia, setidaknya turut andil dalam perubahan aspek sosial budaya masyarakat Bali. Memang, industri pariwisata memberikan dampak positif yakni meningkatkan perekonomian masyarakatnya, namun tak dipungkuri pula dampak negatif turut melekat di dalamnya. Unsur-unsur kebudayaan, salah satunya tata rias dan busana adat Bali menjadi konsumsi wisatawan. Peluang ini tentunya memberikan angin segar bagi pemilik salon dan penata rias yang kini jumlahnya sudah semakin banyak. Lembaga pendidikan nonformal yang memberikan kursus maupun pelatihan-pelatihan pun kian menjamur, yang tujuannya selain meningkatkan skill (keterampilan) di bidang tertentu, juga menangkap peluang pasar yang terbuka lebar yang nantinya mampu untuk mendongkrak perekonomian keluarga. Seiring perkembangan zaman dalam era globalisasi, sejak tahun 2000an tata rias dan busana adat Bali sudah menga-

lami transformasi, keluar dari pakemnya. Banyak penata rias memodifikasi busana adat Bali ini. Memang hal ini menunjukkan kreativitas dan inovasi yang luar biasa dari seorang penata rias. Namun jangan lupa bahwa selain menampilkan estetika, dalam tiap elemen dan bentuk/ simbol yang dipakai mengandung makna filosofis. “Hal inilah yang harus benar-benar dipahami seorang penata rias. Modifikasi boleh saja, namun jangan kebablasan. Jangan sampai generasi kita tercabut dari akar budaya Bali, khususnya tata rias dan busana adat Bali,” ujar pakar tata rias dan busana adat Bali, Anak Agung Ayu Ketut Agung. Ia mengatakan, meski di era kekinian semua lebih mementingkan komersil, namun di beberapa Puri ia amati masih belum terjadi transformasi pada pemakaian busana adat Bali ini. Salah satunya di Puri Agung Tabanan. Pada sebuah upacara perkawinan, tampak kedua mempelai menggunakan Payas Agung Tabanan yang sesuai dengan pakemnya. “Puri, Griya, maupun tokoh-tokoh masyarakat, sangat berperan dalam pelestarian ini. Karena pada merekalah masyarakat bercermin. Termasuk bagaima-

cantik dan menarik. Kehadiran perias cilik ini sebagai motivasi bagi generasi muda untuk mau belajar, mencintai dan melestarikan budayanya sendiri, khususnya tata rias dan busana adat Bali.

na memberi contoh cara berpakaian adat ke Pura yang baik dan benar,” ucapnya. Karena itu, langkah-langkah antisipasi untuk tetap menjaga tatanan budaya Bali ini sudah pula dilakukan oleh Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia “Katalia”. Lembaga swadaya ini berperan memodifikasi tata rias pengantin yang sudah dibakukan sesuai perkembangan zaman tanpa menghilangkan ciri khas daerah masing-masing. “Yang dimodifikasi tersebut tidak boleh lebih dari 30%,” ungkap Ketua Umum Dewan Pengurus

Pusat “Katalia”, Hj. Koen Mulyono, S.E., M.A. Sejatinya, program-program yang dijalankan Katalia ini turut membantu pemerintah dalam pelestarian budaya, serta bisa menyebarkan keterampilan tata rias pengantin ke seluruh Indonesia melalui pelaksanaan seminar-seminar. Seperti, Seminar dan Workshop Tata Rias Pengantin Bali, Payas Agung, Payas Madya, Modifikasi, Tengkuluk Lelunakan, Pusung Tagel, dan Tata Rias Wajah, yang kerap digelar LKP Agung bekerjasama dengan Kelompok Media Bali Post, produk Viva Cosmetic, dan instansi pemerintah maupun swasta. “Kegiatan pelatihan keterampilan ini merupakan pendidikan luar sekolah, bisa belajar kapan saja

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –iin dan dimana saja,” ujar Bu Agung yang juga menjabat Ketua DPD Katalia Bali ini. Selanjutnya, mereka yang berkecimpung di dunia tata rias ini diharapkan mengantongi sertifikat uji kompetensi. Karena dengan sertifikasi ini, perias akan memiliki kemampuan yang teruji sehingga berdaya saing menghadapi kompetitor. “Jangan sampai orang luar yang memiliki kompetensi di bidang ini, karena sudah seharusnya masyarakat Bali maupun Indonesia yang lebih menguasai keterampilan yang bersumber dari budaya kearifan lokal ini. Sehingga nantinya mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup,” ucap pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung ini. -ten

Keterangan foto: Sampai saat ini Payas Agung Tabanan masih belum mengalami transformasi. Tampak Bu Agung (5 dari kiri) dan Bu Koen (3 dari kanan) mengapit pengantin dalam balutan busana Payas Agung Tabanan yang sesuai dengan pakemnya saat upacara pernikahan di Puri Agung Tabanan belum lama ini.


Edukasi

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Peringati Hari Autis Madania Center Gelar Berbagai Lomba Anak adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada orangtua. Semua orangtua menghendaki putra-putrinya lahir dengan profil ideal yang mereka bayangkan, tumbuh dan berkembang sehat dan normal sebagaimana anak lain, memiliki kecerdasan, akhlak yang bagus, dapat bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain, serta diharapkan kelak dapat mandiri. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya berkembang sempurna.

K

etika orangtua menyadari bahwa buah hatinya ternya­ ta tidak sempurna atau tidak sesuai dengan apa yang mereka yakini, banyak reaksi-reaksi emosional yang ditampilkan. kegembiraan yang ada dapat berubah menjadi kekece­ waan. Orangtua yang memiliki anak dengan kategori berkebutuhan khusus (autis, retradasi mental dan ADHD dsb.) meng­ hadapi berbagai tantangan berat dalam kehidupan. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Auti Sedunia, Hari Kartini dan Hari pendidikan Nasional ,Madania Center sebagai wadah pengembangan pendidikan yang bermula dari rumah, oleh keluarga dan lingkungan masyarakat mewadahi ke­ unikan dan talenta setiap individu anak supaya semakin terperhatikan, walaupun standar dan keseragaman kompetensi tetap nyata ada dan dibutuhkan. Talenta anak berkebutu­ han khusus ini banyak dan perlu digali serta di­

kembangkan potensinya. Tema yang diang­ kat dalam event Madania Center adalah “ Memperingati Hari Peduli Autis, Kartini dan Hari Pendidikan Nasional” dimana Seman­ gat Kartini dan Pendidikan terus terafiliasi dalam berbagai aktivitas sehingga peng­ galian potensi pada anak berkemampuan khusus seperti ADHD, autis, tunarungu, down syndrome dan sebagainya dengan kegiatan lomba fashion busana daerah serta performance dan fotogenik” pada anak-anak berkemampuan khusus. Acara ini dilaksanakan Sabtu (2/5) bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional di Lippo Plaza Sunset Kuta, Bali. Lomba tersebut diikuti sekitar 100 anak dengan antusias. Para orangtua pun sangat men-support acara ini yang telah rela pagi- pagi mengantar putra-putrinya ke salon untuk mengenakan baju daerah yang telah dipilih yang membuat wajah putra-

putri mereka bertambah beda. Anak anak datang dengan wajah yang berseri-seri dengan berbagai macam paka­ ian daerah. Ada yang memakai baju daerah Bali, Jawa, Kalimantan, Ambon, Jakarta, dan masih banyak lainnya. Sebelum naik ke panggung fashion mereka menyerbu ke foto both untuk mengabadikan gaya yang unik dan gaya khas dari masing-masing peserta dalam lomba fotogenik. Acara ini dibuka dengan pembacaan surat pendek oleh Ananda yang mengalami gangguan perkembangan fisik maupun intelektual. Namun, Ananda mampu membuat de­ wan juri dan penonton berdecak kagum dan menitikkan air mata karena terharu. Selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang dinyanyikan sangat antusias dan semangat. Mereka mampu menghapal syairnya.

Belum lagi saat anak-anak tersebut membuka acara dengan tarian Pendet. Penonton sangat terpukau dengan ulah anak-anak yang lincah dalam menarikan pendet yang dibawakan oleh murid murid perempuan. Mereka terlihat lucu saat berjalan di atas panggung, ada yang percaya dirinya muncul, ada yang percaya dirinya hilang sampai lupa bagaimana cara berjalannya. Itu semua merupakan hiburan yang natural tanpa dibuat-buat oleh anak, yang membuat orangtua mer­ eka bangga. Anak-anak mampu membuat bangga kedua orangtuanya. Mereka mampu mem­ buktikan bahwa hak pendidikan dan kasih sayang memang sudah selayaknya dimiliki sama seperti anak-anak yang lainnya. Segala kemampuan yang dimiliki dengan segala keterbatasan yang ada, tidak menutup pengembangan potensi yang dimiliki mer­

eka. “Jika orangtua dan lingkungan mampu menggali lebih pada kemampuan mereka, maka akan bermunculan minat dan bakat yang luar bisa yang membuat orangtua, masyarakat daerah bahkan nasional sampai internasional untuk bersaing mengem­ bangkan potensi anak-anak berkebutuhan khusus di ajang yang lebih luas dengan mempersiapkan kemandirian dan bakat­ nya,” ujar Agus Binti Kh., Psi.,CHt,CI,M. NLP, pembina pelaksana kegiatan. Dari semua acara ada satu momen yang sangat mengharukan yaitu saat para ibu yang mempunyai anak berkemampuan khusus berbagi cara untuk menghadapi dan mengasuh putra-putri mereka sehingga tumbuh dengan rasa percaya diri, dan bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan. Walaupun putra-putrinya mempunyai ket­ erbatasan, ayah bunda tetap semangat dan selalu bersyukur. –Inten Indrawati

M

alino yang berada di ketinggian 1.000 meter di atas per­ mukaan laut (mdpl), merupakan objek wisata yang sudah melegenda sejak zaman kerajaan hingga zaman kolonial Belanda. Suasana dingin menusuk tubuh menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Malino berjarak 90 kilometer dari Kota Makassar atau ditempuh dengan jarak dua jam perjalanan dengan ber­ kendara roda dua maupun empat. Se­ jatinya, kawasan ini dipopulerkan kolonial Belanda sebagai tempat peristirahatan. Sebelumnya, para bangsawan Kerajaan Gowa juga telah lama menggunakan ka­ wasan ini sebagai tempat peristirahatan. Perjalanan ke kawasan ini pun me­ nawarkan pemandangan yang me­ nakjubkan. Melewati Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, wisatawan bakal disuguhkan indahnya Waduk Bilibili yang merupakan penyuplai air utama bagi se­ luruh petani di Kabupaten Gowa maupun Kabupaten Takalar. Melewati Waduk Bilibi wisatawan akan disuguhkan pemandangan pegu­ nungan yang menjulang tinggi. Akses jalan menyusuri Sungai Jeneberang yang merupakan sungai terpanjang di Sulawesi cukup memberi daya tarik tersendiri. Jalan menikung dengan jurang di kanan jalan, sangat memicu andrenalin peng­ unjung. Sayangnya, akses jalan ini mengalami kerusakan cukup parah karena setiap hari dilalui ratusan truk bertonase me­

Dara

Hamparan kebun teh

Menikmati Kawasan Wisata Malino Berlibur ke objek wisata, merupakan impian bagi setiap warga yang ingin melepaskan penat akibat menumpuknya pekerjaan. Salah satu kawasan wisata yang ideal dikunjungi adalah Malino, Ke­camatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulsel. lebihi kapasitas yang mengambil material bangunan di Sungai Jeneberang untuk menyuplai kebutuhan properti di Makas­ sar dan wilayah sekitarnya. Suasana sejuk mulai terasa saat be­ rada di Desa Pangngajian, 15 kilometer dari Malino. Hutan pinus dan jajaran vila merupakan pemandangan pertama

saat memasuki gerbang selamat datang. Setelah tiba, pengunjung disuguhkan beberapa pilihan objek wisata. Salah satunya adalah Air Terjun Takapala di Desa Bulutana, empat kilometer dari ibu kota kecamatan. Udara yang dingin seakan sirna saat menuruni ribuan anak tangga ke lokasi air terjun.

Takapala, demikian nama air terjun setinggi 109 meter ini. Dalam bahasa Makassar, berarti tidak tebal. Jika be­ rada di lokasi ini, pengunjung seakan lupa waktu dan enggan beranjak. Suara gemuruh air makin menambah nuansa natural kawasan ini. Untuk masuk ke objek wisata, pengunjung hanya perlu merogeh kocek Rp 3 ribu per orang. Selain Takapala, sekitar 50 meter dari air terjun, pengunjung juga bisa menikmati permandian di Air Terjun Kali Jodoh. Di tempat ini, pengunjung bebas menikmati dinginnya air. Puluhan peda­ gang lokal menjajakan berbagai macam kuliner yang mampu menghangatkan tubuh, seperti minuman khas Makassar berbahan jahe, Sarabba. Usai memanjakan diri di air terjun,

objek wisata lain sudah menunggu, seperti hutan pinus dan hamparan kebun teh. Sebelum ke hutan pinus, umumnya warga menyempatkan diri mampir ke pasar tradisional Malino yang menyedia­ kan beragam buah-buahan dan kuliner produk lokal seperti buah markisa, apel dan alpukat. Jarak hutan pinus dan pasar hanya satu kilometer. Di hutan ini, tersedia petualang­ an menunggang kuda. Untuk sekali tunggangan, pengunjung hanya perlu merogeh kocek Rp 3 ribu. “Cuma Rp 3 ribu, sudah dipandu terserah mau kemana. Yang penting jangan masuk ju­ rang,” promosi salah seorang joki kuda, Daeng Mangung, sembari terkekeh setelah bercanda. Umumnya, di tempat ini warga menggelar tikar dan menyantap maka­ nan bersama keluarga di bawah rindang­ nya hutan pinus. “Kami hampir setiap bulan ke sini bersama keluarga untuk berlibur. Di samping tenang, Malino juga sejuk, dan yang pasti murah meriah,” kata Arman, salah seorang pengunjung asal Kota Makassar yang memboyong is­ tri dan tiga anaknya. -Effendy Wongso

9

Program Spesial dari Suzuki Finance

Berkat Karya Tulis ke Amerika Serikat Gratis Ketekunan Ni Nyoman Oktaria Asmarani dan Ni Nyoman Shinta Prasista Sari, dalam memghasilkan karya tulis akhir­ nya berbuah manis. Kedua siswa berprestasi SMAN 3 Den­ pasar itu, lolos menjadi duta Indonesia dalam ajang Intel ISEF (International Science and Engineering Fair) 2015, yang diadakan di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat Minggu (10-15 Mei 2015).

K

Air Terjun Takapala di Desa Bulutana

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Rani dan Oming

16

eberhasilan Rani dan Oming –begitu sapaan akrab kedua siswa pegiat karya tulis itu, setelah berhasil menjadi peserta terbaik untuk kategori Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanu­ siaan, dalam ajang LKIR (Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja) ke-46, yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) No­ vember 2014 lalu. Ditemui seusai pamitan pada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra Senin (4/5) lalu, Rani menceritakan Intel ISEF merupakan pameran sekaligus lomba karya ilmiah remaja terbesar di dunia, yang diikuti oleh 70 nega­ ra. Untuk ajang yang sama tahun lalu melibatkan 1.700 kelompok peserta. “Kami bersyukur atas kesem­ patan ini. Tak banyak pelajar bisa mendapatkannya,” ujar Rani yang lahir di Denpasar, 8 Oktober 1996. Siswi kelas XII Jurusan IPS ini in­ gin membuktikan jika jurusan IPS mampu berprestasi nasional dan mendapat kesempatan berkom­ petisi di tingkat internasional. Rani yang aktif di ekstra kurikuler jurnalistik ini mengajak pelajar SMP yang akan masuk SMA, untuk

tidak rendah diri memilih jurusan IPS. Termasuk para orangtua, yang cukup banyak memaksakan putra-putrinya agar memilih jurusan MIPA. Padahal putra-putrinya tidak berminat masuk jurusan IPA. Rani pun berkata jujur masih banyak pelajar SMP yang akan masuk SMA, yang memaksakan diri masuk jurusan MIPA. Padahal mereka tidak memiliki ketertarikan dengan bidang studi tertentu yang jumlah jam pelajarannya cukup banyak di jurusan MIPA. Akibatnya setelah proses belajar berlangsung, muncul permasalahan. Demikian juga dengan para orangtua siswa, harus mendukung pilihan putraputrinya, sebab yang bersangkutan yang akan menjalani dan bukan orangtuanya yang sekolah “Saya sangat beruntung memi­ liki orangtua yang sangat demokra­ tis. Soal jurusan, saya diberikan kebebasan memilih asalkan diper­ tanggungjawabkan dan berprestasi. Saya ingin tunjukkan ke mereka, jika jurusan IPS pun bisa berperstasi nasional, bahkan internasional,” kata putri ketiga pasangan Ir. I Ketut Arya Asthana, M.Si-Putu Mariani, S.E. ini dengan semangat. Terkait dengan karya tulis yang

meloloskannya menjadi juara na­ sional dan berkesempatan berangkat ke negeri Paman Sam, Rani dan Oming menulis reaksi banjar adat dan desa adat di Kota Denpasar, dalam men­ gatasi aksiaksi kelompok pre­ manisme yang ada. Karya tulis itu lebih me­ nyoroti kebi­ jakan apa saja yang telah dibuat dan dilaksanakan pihak banjar dan desa adat, dalam melindungi warganya. Khususnya penduduk pendatang, yang di Bali disebut krama tamiu. Sudah bukan rahasia lagi, sering pen­ duduk pendatang itu rawan menjadi objek dari tindakan premanisme. Salah satunya pe­ merasan. Oming menambahkan, diang­ katnya permasalahan tersebut be­ rawal dari keresahan mereka yang

Menyambut ulangtahun ke-10, Suzuki Finance mempersembahkan program potong angsuran hingga 2 kali untuk tipe Suzuki Satria Series. “Promo istimewa ini berlaku nasional mulai tanggal 1 Mei s.d. 12 Agus­ tus,” ujar Sudarmaji, Kepala Divisi Motor Baru Suzuki Finance, Jumat (8/5), saat bertemu awak media di Nusa Dua. Sebagai contoh angsuran 29 kali cukup dibayar 27 kali dengan kondisi DP tertentu. Konsumen yang berminat dapat langsung ke dealer motor Suzuki terdekat dan memilih pembiayaan melalui Suzuki Finance. Selain potongan angsuran, Suzuki Finance juga memberikan kemudan dokuman kredit. Dengan DP 25% cukup menyerahkan KTP dan KK, konsumen dapat membawa pulang motor. Tanggal 13 Mei, saat ulangtahun Suzuki Finance, para konsumen yang datang ke kantor cabang akan mendapat bingkisan menarik. Hal ini merupakan salah satu bentuk penghargaan bagi kon­ sumen setia Suzuki Finance. Sebelumnya, 1 Januari – 30 April Suzuki Finance bekerja sama dengan PT Suzuki Indomobil Sales mengadakan “Suzuki Finance Photocontest with Suzuki Address” berhadiah 1 moge matik Suzuki Burgman. Pemenang kategori umum: grand prize 1 unit Suzuki Brugman diraih Darimata Auggie Joedistira, pemenang kedua 1 unit Satria FU, Nielvin Pastoe, dan pemenang ketiga 1 unit Suzuki ­Address, Wedha Pidja, serta 1 unit Suzuki Nex, Tejo Krsitanto. Kategori karyawan Suzuki, pemenang pertama Wibi, pemenang kedua Ridwan Hudha Sembada, dan pemenang ketiga Okta Sinaga. -Wirati Astiti sering melihat baliho-baliho ormas berukuran besar, yang terpasang di sudut-sudut kota. Oming pun berpikir, apa yang dilakukan banjar dan desa adat dalam menanggapi hal tersebut. Terutama dalam hal perlindungan terhadap warganya sendiri. Untuk merampungkan tulisan tersebut bagi Oming yang la­ hir di Denpasar, 8 Nopember 1996 ini menyelesaikannya dengan Rani. Keduanya merasakan bukan perkara mudah utuk meram­ pungkan karya tulis yang belum pernah dibuatnya. Putri dari Drs. I Wayan Mirta, M.Si.-Ni Nyoman Siratini ini harus berkeliling dari rumah ke rumah warga, untuk mendapatkan data tentang hal itu. Apalagi pembinanya I Wayan Ananta Wijaya, mengharuskannya mendapatkan data yang valid. Om­ ing dan Rani harus mewawancarai sebanyak 20 penduduk pendatang,

kelian banjar dan bendesa adat, serta mewawancarai narasumber ahli, seperti akademisi, jurnalis, pengamat premanisme serta ahli hukum adat. “Pokoknya untuk mendapatkan data ini sangat seru dan keliling Kota Denpasar,” kata Oming singkat. Belum lagi tanggungjawabnya sebagai siswa kelas XII yang wajib mengikuti ujian nasional. Belum lagi keduanya pun harus bolak-balik Denpasar-Jakarta untuk pemanta­ pan persiapan keberangkatan ke Amerika Serikat. Rani dan Oming menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan Kepala SMAN 3 Den­ pasar, Drs. Ketut Suyastra, MPd, guru-guru serta teman-temannya di sekolah yang selalu mendukung. Termasuk kepada orangtua masingmasing yang sangat memahami kes­ ibukan putrinya. Rasa terima kasih yang tak terhingga juga disampaikan kepada Pemkot Denpasar, khusus­ nya Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang sangat mendukung keberangkatan­ nya ke Amerika Serikat. “Kami mohon doa supaya se­ muanya berjalan lancar dan kami dapat memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar,” kata Oming dan Rani kompak. -Astra


10

Bugar

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

MRI Merupakan Prosedur Non-Invasive untuk Mengevaluasi Cedera Lutut

Style

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

dr. I Made Wijaya, Sp.Rad Penulis adalah Spesialis Radiology di Siloam Hospitals Bali

dr. I Made Wijaya, Sp.Rad

L

utut adalah sendi utama penopang berat badan yang memberikan mobilitas dan stabilitas selama aktivitas fisik serta keseimbangan saat berdiri. Cedera lutut traumatis sering disebabkan kegiatan olahraga dan dapat menyebabkan rasa nyeri yang amat sangat serta dapat menimbulkan kecacatan. Lutut adalah sendi yang paling sering mengalami cedera pada anak laki-laki yang berusia 12-15 tahun yang sedang berlatih sepak bola dan juga merupakan cedera tersering pada pemain sepak bola klub-klub elit dan seperempat dari pemain ini menjalani prosedur bedah pada lututnya. ACL (Anterior Cruciate Ligament) adalah ligamen yang paling sering terganggu pada lutut, terutama pada atlet yang berkecimpung di dalam olahraga yang mengutamakan kecepatan, berhenti mendadak serta berputar (misalnya pada sepak bola, basket, tenis, dan ski salju). ACL adalah salah satu ligamen penstabil penting dari lutut yang menahan gerakan translasi kedepan serta menahan kekuatan atau gaya yang berasal dari samping dalam dan samping luar dari lutut. Pasien dengan cedera ACL memiliki ketidakstabilan lutut yang bervariasi dan bahkan dapat membatasi atau mengganggu kegiatan sehari-harinya. ACL yang robekakan mengalami proses penyembuhan yang terbatas. Morbiditas jangka

panjang sering bersamaan dengangejala sisa termasuk osteoarthritis (OA) serta cedera sekunder pada bantalan tulang rawan sendi (meniscus tear). Magnetic Resonance Imaging (MRI) memungkinkan untuk memvisualisasikan struktur internal yang menggunakan medan magnet yang kuat, frekuensi radio serta sifat-sifat tubuh manusia untuk membuat gambar. Jaringan lunak dalam tubuh manusia (otot, lemak, ligamen, tendon, cairan, dll) berisi banyak molekul air dan lemak. Karena komposisi ini, maka MRI adalah modalitas yang sangat baik untuk memvisualisasikan jaringan lunak. Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah alat diagnostik yang penting dalam penilaian cedera olahraga. Sementara pemeriksaan x-ray biasa dan CT(computed tomography) scan diandalkan pada cedera akut misalnya pada cedera kepala dan berguna untuk mendeteksi patah tulang, tetapi memiliki keterbatasan dalam menilai atau mengevaluasi cedera jaringan lunak. Magnetic Resonance Imaging (MRI), memiliki kemampuan multi-planar dan kontras jaringan lunak yang sangat baik, sehingga menempatkan MRI sebagai modalitas utama untuk mengevaluasi secara noninvasif pada cedera olahraga seperti pada kasus cedera lutut. Pencitraan MRI Lutut yang mengalami cedera olahraga berupa robekan pada meniscus atau bantalan tulang rawan sendi lutut (tanda panah) Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah modalitas pencitraan yang telah dapat diterima dengan baik dalam mendiagnosis pasien dengan keluhan pada lutut serta sebagian besar telah menggantikan prosedur diagnostic invasif seperti artroskopi diagnostik. Hal ini dianggap sebagai alat diagnostik dengan pencitraan terbaik pada kasus sendi lutut, oleh karena kemampuannya untuk mengevaluasi berbagai anatomi dan patologi yang bervariasi dari cedera ligamen sampai cedera persendian tulang rawan. Pencitraan lutut membutuhkan kontras yang sangat baik, resolusi tinggi dan kemampuan untuk memvisualisasikan struktur yang sangat kecil, yang semuanya dapat diberikan oleh pencitraan MRI.

Shinta Chrisna

Kolaborasi Kebaya

Tempo Doeloe

hingga Kekinian D Pencitraan MRI Lutut pada pasien yang normal. ACL (Anterior Cruciate Ligament) dan PCL (Posterior Cruciate Ligament)

Pencitraan MRI Lututpasien yang cedera olahraga berupa terputusnya ligament ACL

Kebaya khas Bali menjadi sumber inspirasi desainer ternama Bali, Shinta Chrisna dalam berkarya. Tanpa takut melibas pakem yang ada, Shinta Chrisna menemukan ciri khasnya dengan menciptakan kebaya yang berwarna-warni berani dengan sentuhan yang berbeda dari desainer lainnya, unik, tanpa meninggalkan kesan tradisional khas Bali serta memancarkan kemewahan modern yang mempesona.

alam pagelaran Fashion Show Tunggal bertajuk The Masterpiece: Persembahan Karya untuk Sahabat, belum lama ini di Ballroom Fave Hotel Tohpati, Shinta Chrisna menampilkan 130 karyanya yang melibatkan 130 model profesional Bali dan Jakarta, serta kalangan sosialita di Bali. Setiap karyanya mencerminkan sebuah work of piece yang pe­n uh dengan detil dan perenungan seni yang dalam serta kolaborasi dari kebaya tradisional Bali dengan keglamouran akulturasi budaya internasional seperti Eropa, India, Timur Tengah dll. Karya-karya kebaya kolaborasi Bali tempo doeloe hingga kekinian, dihadir­kan lewat beberapa tema/sequence, yaitu: Opening, Heritage Art of ­Kebaya, Socialite in Black, ­B alineese Tatler, Stuning Dusty, Maha­ barata, Faboulous White, The Royal Taste, Vintage ­Velvet, She’s Rainbow, ­Tribute to Lovely Dad, dan Incridible Jodha Akbar. –Inten Indrawati

15


14

Jelita

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Rambut lurus adalah salah satu model yang tidak pernah ketinggalan tren sepanjang zaman. Selain simpel, mu­ dah ditata, rambut lurus juga di­anggap mampu meng­ hadirkan kesan lebih muda.

Sebelum pelurusan keratin

Sesudah pelurusan keratin

Kom­pyang Pariadnyani

kalau rambutnya justru rusak, men­ jadi mudah rontok, kusam, kering, juga cenderung pecah-pecah akibat bahan kimia yang didalam produk smoothing. Jero Melati mengatakan,

M

enurut Kom­ pyang Pariad­ nyani, pemilik Adibi Salon & Spa, yang biasa di sapa Jero Melati , rambut lurus memang menjadi

piliha favorit, apalagi rambut yang lurus dan berkilau adalah lambang rambut yang sehat dan terawat. Lantas, bagaimana acaranya agar mendapatkan rambut lurus tapi mudah diatur dan tetap memiliki

Proses pelurusan keratin

tekstur yang lembut? Selama ini, untuk memperoleh rambut yang benar-benar lurus cukup banyak perempuan emilih proses yang disebut smoothing. Namun,masih ada yang mengeluh

sebenarnya risiko rambut menjadi kering atau rusak setelah proses pelurusan atau pewarnaan dapat diminimalisasi. Untuk rambut yang sudah terlanjur kering, kasar, dan bercabang, penggunaan produk perawatan khusus dengan keratin sangat disarankannya. “Rambut rusak setelah diluruskan biasanya dipengaruhi oleh krim dan obat yang tidak sesuai saat proses pelurusan. Jenis dan tekstur rambut yang berbeda sangat menentukan proses pemilihan krim yang akan dipakai,” ujarnya. Saat ini, Popo salah seorang hairstylist Adibi Salon menam­ bahkan, untuk pelurusan sudah ada smoothing keratin, yang jauh lebih baik, lebih aman diobanding beberpa produk smoothing sebel­ umnya. Produk pelurusan ini tidak merubah struktur alami rambut dan lurusnya pun menjadi sangat alami. “Prosesnya juga lebih cepat, meski awalnya sama dicuci dengan sampo agar semua kotoran di rambut hilang dan pelurusannya bisa mak­ simal. Kemudian di keringkan dan disisir sampai tidak ada bagian yang kusut,” ucap Popo. “Bertikutnya proses pengolesan rambut dengan produk pelurus keratin, ini dilakukan selapis demi selpais pada rambut yang sudah dibagi –bagi. dilanjutkan dengan pencatokan untuk mengunci kan­ dungan keratin yang sudah dioles­ kan ke rambut. Kemudian, kembali dicuci disertai masker yang juga mengandung produk keratin,” papar Popo sambil dengan telaten memperlihatkan proses pelurusan yang dilakukannya. –Sri Ardhini

Perawatan dan Model Rambut Lurus Umumnya rambut perempuan Indonesia adalah bertesktur ikal. Rambut ikal biasanya lebih bervolume dan dapat ditata beragam gaya. Sedangkan, rambut lurus lebih licin, lemas, kadang terkesan agak tipis dan agak lepek. Karenanya bagi perempuan berambut lurus jika ingin gaya tentu perlu memilih model potongan rambutnya. Mulai dari rambut lurus dengan potongan pendek, sedang atau panjang. Sedangkan untuk tampil lebih bervolume bisa dengan diberikan sentuhan gaya trap atau shaggy. Dapat juga dengan gaya lainnya yakni bermain poni atau memberikan highlight pada rambut lurus, yang tujuan semuanya untuk menjadikan wajah makin cantik. Dikatakan oleh Jero Melati penting menjaga kesehatan dan kilau rambut lurus panjang tetap sehat sebagai kunci tampil sempurna. Za­ man sekarang, perawatan rambut sudah sangatlah banyak jenisnya. Salah satunya, adalah penggunaan keratin yang dapat menguatkan setiap helai rambut. Perawatan ini, katanya sangat aman dan bisa bertahan selama 3 bulan. Dalam proses perawatan dengan keratin ini, yang utama adalah pemberian zat keratin pada rambut. “Keratin sebenarnya sudah ada di rambut kita, namun karena polusi, gaya hidup yang tidak sehat dan ser­ ingnya penggunaan bahan kimia pada rambut, secara perlahan kandungan keratin di rambut berkurang,” terangnya. Biasanya rambut yang kadar keratinnya kurang akan terlihat kusam, megar dan mudah kusut. Perawatan keratin akan sangat bermanfaat, terlebih pada rambut yang rusak, suka di catok, diwarnai atau terkena zat kimia. “Untuk perawatan di rumah sampo dan kondisioner yang mengandung keratin dapat digunakan untuk mempertahankan kondisi dan tekstur rambut,” katanya. Hal lain diingatkannya kembali adalah untuk menjaga dan merawat rambut lurus setelah proses smoothing keratin ,dengan perawatan sampo yang benar-benar sesuai dengan jenis rambut dan tentunya diupayakan yang memiliki kandungan keratin . Sehingga, rambut yang telah diluruskan tetap sehat, indah terawat, tidak kering dan bercabang karena sudah diberikan nutrisi dan perlindungan yang tepat. Keuntungan lainnya dari perawatan ini , kata Jero Melati adalah da­ pat menjadikan rambut tetap rapi walaupun terkena hujan atau angin. Makanya, metode ini sangatlah bagus untuk dilakukan setiap 3 bulkan sekali. Keratin akan dapat memperkuat rambut . –Sri Ardhini

Mitos

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Mitos: Melahirkan secara normal itu lebih sakit daripada melahirkan dengan operasi sesaria Fakta: Saat melahir­ kan secara normal memang ada nyeri. Namun, proses pemulih­an lebih cepat diban­ dingkan dengan proses mela­ hirkan sesar. Jika operasi sesar, kare­na sudah dibius, tidak akan terasa nyeri tetapi pemulih­an lebih lambat. Mitos: Makin sering melahirkan, rasa sakit makin berkurang Fakta: Saat melahirkan pasti ada rasa sakit. Na­ mun, bagi yang sudah sering melahir­kan, prosesnya akan lebih cepat. Jika baru pertama kali melahirkan, pembukaan 1,5 cm per jam sedangkan yang sudah beberapa kali melahir­kan bisa 1 cm per jam. Kelonggaran jalan keluarnya bayi juga mempengaruhi kecepatan. Mengenai risiko pendarahan, bisa terjadi pada siapa pun. Hal ini disebabkan kontraksi rahim atau kelelahan otot rahim.

11

Haruskah

ngedennya benar atau tidak. Kalau hanya lecet, tidak perlu dijahit, cukup diobati.

setelah Melahirkan?

Mitos: Operasi sesar hanya boleh dilakukan tiga kali Fakta: Dulu memang disarankan setelah tiga kali melahirkan agar steril. Tetapi, kini tergantung kondisi pasien. Usia dan kondisi kesehatan ibu yang melahirkan yang perlu menjadi pertimbangan sebe­ lum memutuskan apakah akan melahirkan lagi atau tidak. Usia yang ideal untuk melahirkan adalah 20-35 tahun.

Vagina Dijahit

Seorang wanita yang melahirkan sampai 17 kali membuat masyarakat tercengang. Apalagi, sebagian besar proses kelahiran dilakukan secara normal. Apakah makin sering melahirkan makin mudah prosesnya? Apakah benar mitos yang mengatakan kalau sudah pernah melahirkan dengan operasi sesaria, tidak akan bisa melahirkan secara normal? Ber­ ikut penjelasan dr. Ida Ayu Putu Andayani, Sp.OG, dokter spesialis kan­ dungan dan kebidanan di RSIA Puri Bunda

Mitos: Vagina harus dijahit jika melahirkan secara normal Fakta: Perlu dijahit atau tidaknya vagina tergantung elastisitas vagina. Bagi wanita yang vaginanya elastis, tidak perlu jahitan karena memang tidak robek. Elastisitas vagina juga dipengaruhi gaya hidup dan pola makan. Tetapi, jika memang ada robekan, tentu harus dijahit. Terjadinya robek­ an atau tidak juga berkaitan dengan proses ngeden, apakah

dr. Andayani, Sp.OG

Kirim surat Anda ke Redaksi T­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Testosteron Menurun “Dok, saya laki-laki, empat puluh delapan tahun, dua tahun belakangan ini tidak lagi memiliki keinginan seksual yang bagus dan sudah tidak bisa mengimbangi keinginan seksual istri yang masih berusia tiga puluh tiga tahun. Badan sekarang terasa sering lelah, letih dan tidak bersemangat kerja. Sempat saya baca kalau ini adalah tanda hormon testosteron menurun, apa betul dok? Terimakasih.” (Rido,48) Penurunan level hormon testosteron biasanya ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala akibat proses penuaan. Banyak yang menyebutnya dengan istilah andropause. Testosteron sendiri selama ini dikenal sebagai hormon laki-laki, padahal sesungguhnya hormon ini juga diperlukan perempuan. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Secara keseluruhan, testosteron tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan seksual saja, tetapi testosteron diperlukan untuk membentuk otot, tulang, darah, energi, fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, fungsi kecerdasan dan kenyamanan secara umum. Gejala-gejala yang timbul jika seseorang mengalami penurunan kadar testosteron paling sering adalah sebagai berikut: Komposisi tubuh yang berubah terutama meningkatnya lemak di perut, jadi akan terlihat perut membuncit. Rambut yang mulai berkurang sehingga mengalami kebotakan. Fungsi seksual yang menurun, paling sering adalah menurunnya dorongan seksual, tidak maksimalnya ereksi dan tidak merasakan orgasme yang baik lagi. Gangguan tidur dan suasana hati. Penurunan rasa kenyamanan seperti lelah, depresi, bingung dan berkeringat di malam hari.

Mitos: Kalau persalinan pertama sesar, maka persalinan berikutnya harus sesar juga Fakta: Tidak selalu begitu. Jika persalinan pertama sesar, persalinan kedua dan berikutnya bisa saja normal. Syaratnya, kondisi ibu dan janin yang dikandung memungkinkan untuk melahirkan normal atau tidak ada kontraindikasi untuk proses persalinan normal. Sebaliknya, jika persalinan per­ tama normal, persalinan kedua dan berikutnya pun bisa sesar. Mitos: Selama masa nifas, tidak perlu pakai alat kon­ trasepsi Fakta: Jika proses menyu­ sui dilakukan secara insentif selama enam bulan (ASI eksk­ lusif), tidak masalah kalau tidak menggunakan alat kontrasepsi. Namun, bagi yang merasa khawatir dan karena belum merencanakan untuk memiliki anak lagi, penggunaan alat kon­ trasepsi sangat disarankan. Jarak anak yang ideal antara 2 sampai 4 tahun. –Ngurah Budi

Penurunan testosteron pada perempuan akan dirasakan motivasi seksual yang menurun, vagina menjadi lebih kering dan tidak terjadi lubrikasi sehingga hubungan seksual bisa memunculkan lecet dan juga fantasi seks mulai terganggu, tulang menjadi rapuh, otot menjadi lembek, frekuensi gangguan tidur meningkat dan sering mengalami sakit kepala tanpa sebab. Jika melihat adanya serangkaian keluhan tersebut maka perlu dipastikan kemudian antara tanda penurunan testosteron ini dengan pemeriksaan fisik yang lebih cermat oleh seorang dokter yang paham kesehatan seksual dan pengobatan hormon untuk selanjutnya dikonfirmasi juga dengan pemeriksaan laboratorium seperlunya. Beberapa penyebab umum yang bisa dideteksi sebagai penyebab turunnya hormon testosteron misalnya adalah dalam kasus: buah pelir tidak turun yang sering diketahui di usia balita, maka buah pelir bisa rusak dan tidak akan mampu menghasilkan testosteron yang banyak, lalu jika buah pelir (apalagi keduanya) terluka maka ada kemungkinan produksi testosteron juga akan menurun, selanjutnya pada proses penuaan akan terjadi penurunan kadar testosteron karena tubuh bertambah tua, lalu kasus gendongan (parotitis-orchitis) di mana virus gendongan dapat menyebabkan peradangan pada buah peliryang dapat menyebabkan kerusakan buah pelir dan menurunkan produksi hormon testosteron.Perlu dicatat bahwa obesitas atau kegemukan dapat juga menjadi penyebab testosteron rendah. Dalam kasus obesitas, jumlah sel-sel lemak dalam jumlah besar meningkatkan proses perubahan testosteron ke hormon lain (progesteron) sehingga menyebabkan kadar tes­ tosteron menjadi rendah. Kegemukan dan proses penuaan ini yang menjadi penyebab terbanyak penurunan testosteron saat ini. Secara lebih sederhana, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami defisiensi testosteron atau tidak, bisa dilakukan deteksi awal dengan cara menjawab pertanyaan berikut ini: 1. Apakah libido dan dorongan seksual menurun akhir-akhir ini? 2. Apakah merasa lemas dan kurang bertenaga? 3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun? 4. Apakah tinggi badan berkurang? 5. Apakah merasa kenikmatan hidup mulai menurun? 6. Apakah sering merasa kesal atau mudah marah? 7. Apakah kekuatan ereksi kurang kuat? 8. Apakah merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga? 9. Apakah sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam? 10. Apakah merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja? Jika jawaban no 1 dan 7 adalah ‘ya’ atau ada 3 jawaban yang ‘ya’ selain pada nomor tersebut, kemungkinan kadar testosteronnya menurun. Tapi hal ini harus dicek lagi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Selanjutnya untuk mengatasi semua kelhal ini, saat ini bisa dilakukan dengan lebih efektif dan cepat dengan cara melakukan testosteron replacement theraphy, yaitu sejenis terapi dengan cara memberikan hormon testosteron yang fungsinya sama dengan testosteron alami di dalam tubuh. Terapi testosteron ini ada dalam bentuk pil atau gel untuk jangka pendek, dan ada juga melalui injeksi untuk jangka lebih panjang. Pengobatan ini berlangsung jangka panjang, sehingga harus terus dimonitor agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Pemberian testosteron ini sesungguhnya tidak hanya meningkatkan fungsi seksual saja, tapi juga semua aspek yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup, aktifitas sehari-hari menjadi lebih sema­ ngat dan bergairah, hidup menjadi nyaman dan komposisi tubuh menjadi sehat dan bugar kembali. Tentu saja perlu didukung dengan pola hidup sehat, makan yang berimbang, olahraga yang cukup dan hindari stres.


Kuliner Antri demi Nasi Campur

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

12

Si Manis Favorit

Kue tradisional atau yang kita kenal dengan jajanan pasar, tak kalah menarik dan enak jika disajikan sebagai makanan penutup. Kue tradisional ini malah sering menjadi menu favorit dan disukai para tamu yang menginap di hotel berbintang. Dengan penyajian yang berkelas, kue tradisional, seperti Kue Putu, Lupis ketan, dan Getuk Lindri, menjadi sangat istimewa. Terbukti, banyak tamu di hotel Grand Zuri Kuta menyukai kue-kue ini. Berikut resep dari Wayan Karmana, Executive Chef Hotel Grand Zuri Kuta. –Wirati Astiti

Kue Putu

Bahan: 4 butir 310 gr 200 ml 250 gr 6 sdm

: : : : :

telur tepung terigu santan gula pasir minyak sayur

1 sdt : 200 gr : ¼ sdt : 1 lembar :

ovalet kelapa parut yang sudah dikukus pasta pandan daun pandan

Getuk Lindri Bahan: 1 kg ½ butir 200 gr ½ sdt ½ sdt

: singkong : kelapa parut, dikukus lebih kurang 10 menit : gula pasir : vanili : ubi ungu sebagai pewarna

Lupis Ketan

Bahan: 1 liter : beras ketan putih 1 sdm : air kapur sirih 1 sdt : garam 10 lembar : daun suji dan daun pandan sebagai pewarna hijau Daun pisang sebagai pembungkus.

Chef Wayan Karmana

Cara membuat: - Kocok telur dengan gula hingga setengah mengembang. Masukkan ovalet hingga adonan naik dan mengembang. - Cara mengetahui adonan benar-benar mengembang dengan cara, ambil sedikit adonan dengan sendok. Jika adonan tidak jatuh itu berarti adonan sudah mengembang. - Masukkan tepung terigu, minyak sayur, dan pasta pandan. - Masukkan secara bergantian hingga semua tercampur rata. - Ambil cetakan, olesi minyak. Jika cetakan terbuat dari plastik cukup basahi dengan air. - Masukkan kelapa parut dan ditekan perlahan-lahan hingga seperempat cetakan. Masukkan adonan ke cetakan dan kukus sekitar 15 menit. - Siap sajikan hangat-hangat.

Cara membuat: gula pasir, vanili, dan garam. - Kupas singkong dan ubi ungu, - Cek rasa dan kelembekannya. cuci bersih, dan rendam. TirisJika kurang lembek, tambahkan. kan air sedikit demi sedikit. - Kukus singkong dan ubi lebih - Sebelum membentuk adonan, kurang 30 menit atau sampai ambilah serat-serat yang ada lunak. pada singkong kemudian ben- Tumbuk singkong dan ubi ungu tuk sesuai selera dan taburi selagi panas. Campurkan dengan kelapa parut.

Cara membuat: - Rendam beras ketan putih lebih kurang 1 jam. - Cuci ketan hingga air rendamnnya berwana bening. - Rendam lagi beras ketan dengan air daun suji/pandan ditambahkan dengan garam dan air kapur sirih. Diamkan hingga beras berwarna agak kehijauan. Tiriskan. - Bungkus ketan tadi dengan duan pisang, bentuk segitiga dan bungkus rapat hingga tidak ada celah dan jangan terlalu erat (beras ketan bisa mengembang). - Kemudian tusuk dengan biting agar daunnya tidak lepas. - Rebus sekitar 5 jam kemudian tiriskan. - Siap sajikan bersama kelapa parut yang sudah dikukus, dan cairan gula merah.a

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

13

Nanang Mang

Banyak tempat wisata yang bisa kita temui menuju daerah Penebel. Ada permandian air panas dan obyek wisata terasering Jatiluwih. Menuju tempat wisata tersebut, sebelum memasuki Kecamatan Penebel, di Jalan Raya Wanasari, kita dapat mampir untuk sekadar melepas lelah dalam perjalanan, dan mengisi perut. Ada satu warung makan yang sangat terkenal namanya juga sangat unik, Warung Nanang Mang. Warung ini buka mulai pukul 08.00

P

engunjungnya selalu ramai setiap hari. Konsumen yang makan bukan hanya dari daerah sekitar Penebel, namun, sebagian besar pengunjung adalah wisatawan yang menuju Jatiluwih dan permandian air panas. Saat hari raya Hindu, warung ini ramai dikunjungi umat yang melakukan persembahyangan menuju beberapa pura di Penebel. Warung Nanang Mang menyajikan aneka makanan, mulai dari makanan tradisional Bali, baik dari daging ayam maupun babi, dan makanan Indonesia. Satu porsi nasi campur Bali Rp 12.500, sudah termasuk nasi campur yang terdiri dari nasi putih, lawar nangka, lawar kacang panjang, ayam sisit, dan ayam bumbu Bali,

satu kerupuk babi, tiga tusuk sate ayam bumbu kecap, dan satu mangkuk soto babat. Rasanya sangat enak dan porsinya standar, sehingga kadang, konsumen sering menambah lagi. Tak jarang, kalau ramai dikunjungi pembeli, mereka harus mengantri, kar-

ena keterbatasan tempat duduk. Seperti, keluarga Made Jaya yang sedang menuju tempat persembahyangan ke Pura Jatiluwih. “Pokoknya kalau mau ke Jatiluwih, harus mampir makan di sini dulu. Selain enak dan murah, sekalian istirahat sebelum menuju

Sate ayam

Nasi lawar

tempat persembahyangan,” kata karyawan bank yang tinggal di Denpasar ini. Menurut Jaya, banyak tempat makan di Penebel, namun memang yang spesial makanan khas Bali paling enak, warung Nanang Mang. Selain makanan Bali, makanan lain juga tersedia. Ada ikan goreng, ikan asin, perkedel jagung, telur goreng, ayam goreng, tum, urapan, aneka tumis sayuran, dll. Jika vegetar-

Soto babat

Semur Lidah

Ayam Saos Terasi Sarwan Bahan: 750 gr : ayam file 100 gr : tepung tapioka 5 siung : bawang putih 7 buah : bawang merah 4 biji : cabe besar merah 10 cabe : kecil 2 buah : tomat 10 gr : udang ebi, sangria 15 gr : terasi bakar 3 lbr : daun jeruk Daun kemangi, minyak goreng secukupnya Cara Membuat: - Potong ayam menurut selera.

- Campur ayam dengan sedikit garam dan kaldu bubuk, lalu campur ayam dengan tepung tapioka, aduk-aduk hingga tercampur merata, lalu goreng sampai matang dan kecokelatan, tiriskan. - Haluskan semua bumbu, kec-

uali daun jeruk dan kemangi, Lalu tumis bumbu halus sampai matang dan berminyak, tambahkan garam, gula dan kaldu bubuk, aduk-aduk hingga tercampur merata, ayam goreng siap untuk disajikan dengan daun kemangi dan nasi.

Bahan: 500 gr : lidah sapi, iris menurut selera 500 ml : air 70 ml : kecap manis Garam, gula, lada, kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus : 5 siung : bawang putih 3 buah : cabai merah 5 butir : kemiri sangrai 1 ruas : jari jahe

ian, bisa memilih tempe dan tahu. “Pasti nama asli dagangnya Bapak Komang, karena kalau di sini, bapak dipanggil nanang,” kata Jaya sembari tertawa, yang menambah makan dua kali ini. Sementara, menurut Dayu, ia bersama teman-temannya sering refresing ke air panas. Sebelum menuju lokasi, mereka mampir ke warung Nanang Mang, selain mengisi perut, juga membeli makanan untuk camilan sebagai bekal, seperti oteote, tahu, kerupuk beras, dan keripik bayam. “Harga makanan di perdesaan, selalu lebih murah dibandingkan di perkotaan. Saya suka dengan lawarnya. Beda banget,” kata Dayu. Jika Anda ada rencana ke Penebel, warung nasi ini bisa dicoba. Selain menjual nasi campur di tempat, warung ini juga melayani pesanan nasi kotak. Bagaimana, Anda tertarik mencobanya? –Wirati Astiti

Cara membuat : - Lumuri lidah sapi dengan bumbu halus, masukkan pala dan lada, aduk diamkan 15 menit hingga bumbu meresap. - Masukkan lidah berbumbu ke dalam panci presto, tuangkan air ke dalamnya, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk juga kecap, lalu tutup panci presto. - Masak sampai lidah empuk, selama 25 menit. Semur lidah siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Cumi Bakar Saus Pedas

Bahan: 750 gr 300 gr 4 sdm 3 sdm 1 sdm 2 sdm 2 sdm

: cumi besar buang tintanya, bersihkan lumuri dengan perasan air jeruk nipis : tahu kukus, hancurkan : saos pedas : saos tomat : bawang putih goreng : kecap manis : saos tiram

1 sdt : lada 1 butir : telur 1 sdm : maizena Garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak/margarin buat olesan

Cara membuat: - Campur tahu yang sudah dihaluskan dengan telur, garam dan bawang putih goreng. - Isikan campuran tahu ke

dalam cumi sampai bahan habis. - Campur sisa bahan menjadi satu, rendam cumi yang sudah diisi ke bahan rendaman selama 5 menit. - Panaskan panci pembakar, kasih tatakan, masukkan cumi,tata dengan dengan rapi lalu tutup hingga 15 menit. - Cumi bakar siap dihidangkan.


Kuliner Antri demi Nasi Campur

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

12

Si Manis Favorit

Kue tradisional atau yang kita kenal dengan jajanan pasar, tak kalah menarik dan enak jika disajikan sebagai makanan penutup. Kue tradisional ini malah sering menjadi menu favorit dan disukai para tamu yang menginap di hotel berbintang. Dengan penyajian yang berkelas, kue tradisional, seperti Kue Putu, Lupis ketan, dan Getuk Lindri, menjadi sangat istimewa. Terbukti, banyak tamu di hotel Grand Zuri Kuta menyukai kue-kue ini. Berikut resep dari Wayan Karmana, Executive Chef Hotel Grand Zuri Kuta. –Wirati Astiti

Kue Putu

Bahan: 4 butir 310 gr 200 ml 250 gr 6 sdm

: : : : :

telur tepung terigu santan gula pasir minyak sayur

1 sdt : 200 gr : ¼ sdt : 1 lembar :

ovalet kelapa parut yang sudah dikukus pasta pandan daun pandan

Getuk Lindri Bahan: 1 kg ½ butir 200 gr ½ sdt ½ sdt

: singkong : kelapa parut, dikukus lebih kurang 10 menit : gula pasir : vanili : ubi ungu sebagai pewarna

Lupis Ketan

Bahan: 1 liter : beras ketan putih 1 sdm : air kapur sirih 1 sdt : garam 10 lembar : daun suji dan daun pandan sebagai pewarna hijau Daun pisang sebagai pembungkus.

Chef Wayan Karmana

Cara membuat: - Kocok telur dengan gula hingga setengah mengembang. Masukkan ovalet hingga adonan naik dan mengembang. - Cara mengetahui adonan benar-benar mengembang dengan cara, ambil sedikit adonan dengan sendok. Jika adonan tidak jatuh itu berarti adonan sudah mengembang. - Masukkan tepung terigu, minyak sayur, dan pasta pandan. - Masukkan secara bergantian hingga semua tercampur rata. - Ambil cetakan, olesi minyak. Jika cetakan terbuat dari plastik cukup basahi dengan air. - Masukkan kelapa parut dan ditekan perlahan-lahan hingga seperempat cetakan. Masukkan adonan ke cetakan dan kukus sekitar 15 menit. - Siap sajikan hangat-hangat.

Cara membuat: gula pasir, vanili, dan garam. - Kupas singkong dan ubi ungu, - Cek rasa dan kelembekannya. cuci bersih, dan rendam. TirisJika kurang lembek, tambahkan. kan air sedikit demi sedikit. - Kukus singkong dan ubi lebih - Sebelum membentuk adonan, kurang 30 menit atau sampai ambilah serat-serat yang ada lunak. pada singkong kemudian ben- Tumbuk singkong dan ubi ungu tuk sesuai selera dan taburi selagi panas. Campurkan dengan kelapa parut.

Cara membuat: - Rendam beras ketan putih lebih kurang 1 jam. - Cuci ketan hingga air rendamnnya berwana bening. - Rendam lagi beras ketan dengan air daun suji/pandan ditambahkan dengan garam dan air kapur sirih. Diamkan hingga beras berwarna agak kehijauan. Tiriskan. - Bungkus ketan tadi dengan duan pisang, bentuk segitiga dan bungkus rapat hingga tidak ada celah dan jangan terlalu erat (beras ketan bisa mengembang). - Kemudian tusuk dengan biting agar daunnya tidak lepas. - Rebus sekitar 5 jam kemudian tiriskan. - Siap sajikan bersama kelapa parut yang sudah dikukus, dan cairan gula merah.a

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

13

Nanang Mang

Banyak tempat wisata yang bisa kita temui menuju daerah Penebel. Ada permandian air panas dan obyek wisata terasering Jatiluwih. Menuju tempat wisata tersebut, sebelum memasuki Kecamatan Penebel, di Jalan Raya Wanasari, kita dapat mampir untuk sekadar melepas lelah dalam perjalanan, dan mengisi perut. Ada satu warung makan yang sangat terkenal namanya juga sangat unik, Warung Nanang Mang. Warung ini buka mulai pukul 08.00

P

engunjungnya selalu ramai setiap hari. Konsumen yang makan bukan hanya dari daerah sekitar Penebel, namun, sebagian besar pengunjung adalah wisatawan yang menuju Jatiluwih dan permandian air panas. Saat hari raya Hindu, warung ini ramai dikunjungi umat yang melakukan persembahyangan menuju beberapa pura di Penebel. Warung Nanang Mang menyajikan aneka makanan, mulai dari makanan tradisional Bali, baik dari daging ayam maupun babi, dan makanan Indonesia. Satu porsi nasi campur Bali Rp 12.500, sudah termasuk nasi campur yang terdiri dari nasi putih, lawar nangka, lawar kacang panjang, ayam sisit, dan ayam bumbu Bali,

satu kerupuk babi, tiga tusuk sate ayam bumbu kecap, dan satu mangkuk soto babat. Rasanya sangat enak dan porsinya standar, sehingga kadang, konsumen sering menambah lagi. Tak jarang, kalau ramai dikunjungi pembeli, mereka harus mengantri, kar-

ena keterbatasan tempat duduk. Seperti, keluarga Made Jaya yang sedang menuju tempat persembahyangan ke Pura Jatiluwih. “Pokoknya kalau mau ke Jatiluwih, harus mampir makan di sini dulu. Selain enak dan murah, sekalian istirahat sebelum menuju

Sate ayam

Nasi lawar

tempat persembahyangan,” kata karyawan bank yang tinggal di Denpasar ini. Menurut Jaya, banyak tempat makan di Penebel, namun memang yang spesial makanan khas Bali paling enak, warung Nanang Mang. Selain makanan Bali, makanan lain juga tersedia. Ada ikan goreng, ikan asin, perkedel jagung, telur goreng, ayam goreng, tum, urapan, aneka tumis sayuran, dll. Jika vegetar-

Soto babat

Semur Lidah

Ayam Saos Terasi Sarwan Bahan: 750 gr : ayam file 100 gr : tepung tapioka 5 siung : bawang putih 7 buah : bawang merah 4 biji : cabe besar merah 10 cabe : kecil 2 buah : tomat 10 gr : udang ebi, sangria 15 gr : terasi bakar 3 lbr : daun jeruk Daun kemangi, minyak goreng secukupnya Cara Membuat: - Potong ayam menurut selera.

- Campur ayam dengan sedikit garam dan kaldu bubuk, lalu campur ayam dengan tepung tapioka, aduk-aduk hingga tercampur merata, lalu goreng sampai matang dan kecokelatan, tiriskan. - Haluskan semua bumbu, kec-

uali daun jeruk dan kemangi, Lalu tumis bumbu halus sampai matang dan berminyak, tambahkan garam, gula dan kaldu bubuk, aduk-aduk hingga tercampur merata, ayam goreng siap untuk disajikan dengan daun kemangi dan nasi.

Bahan: 500 gr : lidah sapi, iris menurut selera 500 ml : air 70 ml : kecap manis Garam, gula, lada, kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus : 5 siung : bawang putih 3 buah : cabai merah 5 butir : kemiri sangrai 1 ruas : jari jahe

ian, bisa memilih tempe dan tahu. “Pasti nama asli dagangnya Bapak Komang, karena kalau di sini, bapak dipanggil nanang,” kata Jaya sembari tertawa, yang menambah makan dua kali ini. Sementara, menurut Dayu, ia bersama teman-temannya sering refresing ke air panas. Sebelum menuju lokasi, mereka mampir ke warung Nanang Mang, selain mengisi perut, juga membeli makanan untuk camilan sebagai bekal, seperti oteote, tahu, kerupuk beras, dan keripik bayam. “Harga makanan di perdesaan, selalu lebih murah dibandingkan di perkotaan. Saya suka dengan lawarnya. Beda banget,” kata Dayu. Jika Anda ada rencana ke Penebel, warung nasi ini bisa dicoba. Selain menjual nasi campur di tempat, warung ini juga melayani pesanan nasi kotak. Bagaimana, Anda tertarik mencobanya? –Wirati Astiti

Cara membuat : - Lumuri lidah sapi dengan bumbu halus, masukkan pala dan lada, aduk diamkan 15 menit hingga bumbu meresap. - Masukkan lidah berbumbu ke dalam panci presto, tuangkan air ke dalamnya, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk juga kecap, lalu tutup panci presto. - Masak sampai lidah empuk, selama 25 menit. Semur lidah siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Cumi Bakar Saus Pedas

Bahan: 750 gr 300 gr 4 sdm 3 sdm 1 sdm 2 sdm 2 sdm

: cumi besar buang tintanya, bersihkan lumuri dengan perasan air jeruk nipis : tahu kukus, hancurkan : saos pedas : saos tomat : bawang putih goreng : kecap manis : saos tiram

1 sdt : lada 1 butir : telur 1 sdm : maizena Garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak/margarin buat olesan

Cara membuat: - Campur tahu yang sudah dihaluskan dengan telur, garam dan bawang putih goreng. - Isikan campuran tahu ke

dalam cumi sampai bahan habis. - Campur sisa bahan menjadi satu, rendam cumi yang sudah diisi ke bahan rendaman selama 5 menit. - Panaskan panci pembakar, kasih tatakan, masukkan cumi,tata dengan dengan rapi lalu tutup hingga 15 menit. - Cumi bakar siap dihidangkan.


14

Jelita

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Rambut lurus adalah salah satu model yang tidak pernah ketinggalan tren sepanjang zaman. Selain simpel, mu­ dah ditata, rambut lurus juga di­anggap mampu meng­ hadirkan kesan lebih muda.

Sebelum pelurusan keratin

Sesudah pelurusan keratin

Kom­pyang Pariadnyani

kalau rambutnya justru rusak, men­ jadi mudah rontok, kusam, kering, juga cenderung pecah-pecah akibat bahan kimia yang didalam produk smoothing. Jero Melati mengatakan,

M

enurut Kom­ pyang Pariad­ nyani, pemilik Adibi Salon & Spa, yang biasa di sapa Jero Melati , rambut lurus memang menjadi

piliha favorit, apalagi rambut yang lurus dan berkilau adalah lambang rambut yang sehat dan terawat. Lantas, bagaimana acaranya agar mendapatkan rambut lurus tapi mudah diatur dan tetap memiliki

Proses pelurusan keratin

tekstur yang lembut? Selama ini, untuk memperoleh rambut yang benar-benar lurus cukup banyak perempuan emilih proses yang disebut smoothing. Namun,masih ada yang mengeluh

sebenarnya risiko rambut menjadi kering atau rusak setelah proses pelurusan atau pewarnaan dapat diminimalisasi. Untuk rambut yang sudah terlanjur kering, kasar, dan bercabang, penggunaan produk perawatan khusus dengan keratin sangat disarankannya. “Rambut rusak setelah diluruskan biasanya dipengaruhi oleh krim dan obat yang tidak sesuai saat proses pelurusan. Jenis dan tekstur rambut yang berbeda sangat menentukan proses pemilihan krim yang akan dipakai,” ujarnya. Saat ini, Popo salah seorang hairstylist Adibi Salon menam­ bahkan, untuk pelurusan sudah ada smoothing keratin, yang jauh lebih baik, lebih aman diobanding beberpa produk smoothing sebel­ umnya. Produk pelurusan ini tidak merubah struktur alami rambut dan lurusnya pun menjadi sangat alami. “Prosesnya juga lebih cepat, meski awalnya sama dicuci dengan sampo agar semua kotoran di rambut hilang dan pelurusannya bisa mak­ simal. Kemudian di keringkan dan disisir sampai tidak ada bagian yang kusut,” ucap Popo. “Bertikutnya proses pengolesan rambut dengan produk pelurus keratin, ini dilakukan selapis demi selpais pada rambut yang sudah dibagi –bagi. dilanjutkan dengan pencatokan untuk mengunci kan­ dungan keratin yang sudah dioles­ kan ke rambut. Kemudian, kembali dicuci disertai masker yang juga mengandung produk keratin,” papar Popo sambil dengan telaten memperlihatkan proses pelurusan yang dilakukannya. –Sri Ardhini

Perawatan dan Model Rambut Lurus Umumnya rambut perempuan Indonesia adalah bertesktur ikal. Rambut ikal biasanya lebih bervolume dan dapat ditata beragam gaya. Sedangkan, rambut lurus lebih licin, lemas, kadang terkesan agak tipis dan agak lepek. Karenanya bagi perempuan berambut lurus jika ingin gaya tentu perlu memilih model potongan rambutnya. Mulai dari rambut lurus dengan potongan pendek, sedang atau panjang. Sedangkan untuk tampil lebih bervolume bisa dengan diberikan sentuhan gaya trap atau shaggy. Dapat juga dengan gaya lainnya yakni bermain poni atau memberikan highlight pada rambut lurus, yang tujuan semuanya untuk menjadikan wajah makin cantik. Dikatakan oleh Jero Melati penting menjaga kesehatan dan kilau rambut lurus panjang tetap sehat sebagai kunci tampil sempurna. Za­ man sekarang, perawatan rambut sudah sangatlah banyak jenisnya. Salah satunya, adalah penggunaan keratin yang dapat menguatkan setiap helai rambut. Perawatan ini, katanya sangat aman dan bisa bertahan selama 3 bulan. Dalam proses perawatan dengan keratin ini, yang utama adalah pemberian zat keratin pada rambut. “Keratin sebenarnya sudah ada di rambut kita, namun karena polusi, gaya hidup yang tidak sehat dan ser­ ingnya penggunaan bahan kimia pada rambut, secara perlahan kandungan keratin di rambut berkurang,” terangnya. Biasanya rambut yang kadar keratinnya kurang akan terlihat kusam, megar dan mudah kusut. Perawatan keratin akan sangat bermanfaat, terlebih pada rambut yang rusak, suka di catok, diwarnai atau terkena zat kimia. “Untuk perawatan di rumah sampo dan kondisioner yang mengandung keratin dapat digunakan untuk mempertahankan kondisi dan tekstur rambut,” katanya. Hal lain diingatkannya kembali adalah untuk menjaga dan merawat rambut lurus setelah proses smoothing keratin ,dengan perawatan sampo yang benar-benar sesuai dengan jenis rambut dan tentunya diupayakan yang memiliki kandungan keratin . Sehingga, rambut yang telah diluruskan tetap sehat, indah terawat, tidak kering dan bercabang karena sudah diberikan nutrisi dan perlindungan yang tepat. Keuntungan lainnya dari perawatan ini , kata Jero Melati adalah da­ pat menjadikan rambut tetap rapi walaupun terkena hujan atau angin. Makanya, metode ini sangatlah bagus untuk dilakukan setiap 3 bulkan sekali. Keratin akan dapat memperkuat rambut . –Sri Ardhini

Mitos

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Mitos: Melahirkan secara normal itu lebih sakit daripada melahirkan dengan operasi sesaria Fakta: Saat melahir­ kan secara normal memang ada nyeri. Namun, proses pemulih­an lebih cepat diban­ dingkan dengan proses mela­ hirkan sesar. Jika operasi sesar, kare­na sudah dibius, tidak akan terasa nyeri tetapi pemulih­an lebih lambat. Mitos: Makin sering melahirkan, rasa sakit makin berkurang Fakta: Saat melahirkan pasti ada rasa sakit. Na­ mun, bagi yang sudah sering melahir­kan, prosesnya akan lebih cepat. Jika baru pertama kali melahirkan, pembukaan 1,5 cm per jam sedangkan yang sudah beberapa kali melahir­kan bisa 1 cm per jam. Kelonggaran jalan keluarnya bayi juga mempengaruhi kecepatan. Mengenai risiko pendarahan, bisa terjadi pada siapa pun. Hal ini disebabkan kontraksi rahim atau kelelahan otot rahim.

11

Haruskah

ngedennya benar atau tidak. Kalau hanya lecet, tidak perlu dijahit, cukup diobati.

setelah Melahirkan?

Mitos: Operasi sesar hanya boleh dilakukan tiga kali Fakta: Dulu memang disarankan setelah tiga kali melahirkan agar steril. Tetapi, kini tergantung kondisi pasien. Usia dan kondisi kesehatan ibu yang melahirkan yang perlu menjadi pertimbangan sebe­ lum memutuskan apakah akan melahirkan lagi atau tidak. Usia yang ideal untuk melahirkan adalah 20-35 tahun.

Vagina Dijahit

Seorang wanita yang melahirkan sampai 17 kali membuat masyarakat tercengang. Apalagi, sebagian besar proses kelahiran dilakukan secara normal. Apakah makin sering melahirkan makin mudah prosesnya? Apakah benar mitos yang mengatakan kalau sudah pernah melahirkan dengan operasi sesaria, tidak akan bisa melahirkan secara normal? Ber­ ikut penjelasan dr. Ida Ayu Putu Andayani, Sp.OG, dokter spesialis kan­ dungan dan kebidanan di RSIA Puri Bunda

Mitos: Vagina harus dijahit jika melahirkan secara normal Fakta: Perlu dijahit atau tidaknya vagina tergantung elastisitas vagina. Bagi wanita yang vaginanya elastis, tidak perlu jahitan karena memang tidak robek. Elastisitas vagina juga dipengaruhi gaya hidup dan pola makan. Tetapi, jika memang ada robekan, tentu harus dijahit. Terjadinya robek­ an atau tidak juga berkaitan dengan proses ngeden, apakah

dr. Andayani, Sp.OG

Kirim surat Anda ke Redaksi T­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Testosteron Menurun “Dok, saya laki-laki, empat puluh delapan tahun, dua tahun belakangan ini tidak lagi memiliki keinginan seksual yang bagus dan sudah tidak bisa mengimbangi keinginan seksual istri yang masih berusia tiga puluh tiga tahun. Badan sekarang terasa sering lelah, letih dan tidak bersemangat kerja. Sempat saya baca kalau ini adalah tanda hormon testosteron menurun, apa betul dok? Terimakasih.” (Rido,48) Penurunan level hormon testosteron biasanya ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala akibat proses penuaan. Banyak yang menyebutnya dengan istilah andropause. Testosteron sendiri selama ini dikenal sebagai hormon laki-laki, padahal sesungguhnya hormon ini juga diperlukan perempuan. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Secara keseluruhan, testosteron tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan seksual saja, tetapi testosteron diperlukan untuk membentuk otot, tulang, darah, energi, fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, fungsi kecerdasan dan kenyamanan secara umum. Gejala-gejala yang timbul jika seseorang mengalami penurunan kadar testosteron paling sering adalah sebagai berikut: Komposisi tubuh yang berubah terutama meningkatnya lemak di perut, jadi akan terlihat perut membuncit. Rambut yang mulai berkurang sehingga mengalami kebotakan. Fungsi seksual yang menurun, paling sering adalah menurunnya dorongan seksual, tidak maksimalnya ereksi dan tidak merasakan orgasme yang baik lagi. Gangguan tidur dan suasana hati. Penurunan rasa kenyamanan seperti lelah, depresi, bingung dan berkeringat di malam hari.

Mitos: Kalau persalinan pertama sesar, maka persalinan berikutnya harus sesar juga Fakta: Tidak selalu begitu. Jika persalinan pertama sesar, persalinan kedua dan berikutnya bisa saja normal. Syaratnya, kondisi ibu dan janin yang dikandung memungkinkan untuk melahirkan normal atau tidak ada kontraindikasi untuk proses persalinan normal. Sebaliknya, jika persalinan per­ tama normal, persalinan kedua dan berikutnya pun bisa sesar. Mitos: Selama masa nifas, tidak perlu pakai alat kon­ trasepsi Fakta: Jika proses menyu­ sui dilakukan secara insentif selama enam bulan (ASI eksk­ lusif), tidak masalah kalau tidak menggunakan alat kontrasepsi. Namun, bagi yang merasa khawatir dan karena belum merencanakan untuk memiliki anak lagi, penggunaan alat kon­ trasepsi sangat disarankan. Jarak anak yang ideal antara 2 sampai 4 tahun. –Ngurah Budi

Penurunan testosteron pada perempuan akan dirasakan motivasi seksual yang menurun, vagina menjadi lebih kering dan tidak terjadi lubrikasi sehingga hubungan seksual bisa memunculkan lecet dan juga fantasi seks mulai terganggu, tulang menjadi rapuh, otot menjadi lembek, frekuensi gangguan tidur meningkat dan sering mengalami sakit kepala tanpa sebab. Jika melihat adanya serangkaian keluhan tersebut maka perlu dipastikan kemudian antara tanda penurunan testosteron ini dengan pemeriksaan fisik yang lebih cermat oleh seorang dokter yang paham kesehatan seksual dan pengobatan hormon untuk selanjutnya dikonfirmasi juga dengan pemeriksaan laboratorium seperlunya. Beberapa penyebab umum yang bisa dideteksi sebagai penyebab turunnya hormon testosteron misalnya adalah dalam kasus: buah pelir tidak turun yang sering diketahui di usia balita, maka buah pelir bisa rusak dan tidak akan mampu menghasilkan testosteron yang banyak, lalu jika buah pelir (apalagi keduanya) terluka maka ada kemungkinan produksi testosteron juga akan menurun, selanjutnya pada proses penuaan akan terjadi penurunan kadar testosteron karena tubuh bertambah tua, lalu kasus gendongan (parotitis-orchitis) di mana virus gendongan dapat menyebabkan peradangan pada buah peliryang dapat menyebabkan kerusakan buah pelir dan menurunkan produksi hormon testosteron.Perlu dicatat bahwa obesitas atau kegemukan dapat juga menjadi penyebab testosteron rendah. Dalam kasus obesitas, jumlah sel-sel lemak dalam jumlah besar meningkatkan proses perubahan testosteron ke hormon lain (progesteron) sehingga menyebabkan kadar tes­ tosteron menjadi rendah. Kegemukan dan proses penuaan ini yang menjadi penyebab terbanyak penurunan testosteron saat ini. Secara lebih sederhana, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami defisiensi testosteron atau tidak, bisa dilakukan deteksi awal dengan cara menjawab pertanyaan berikut ini: 1. Apakah libido dan dorongan seksual menurun akhir-akhir ini? 2. Apakah merasa lemas dan kurang bertenaga? 3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun? 4. Apakah tinggi badan berkurang? 5. Apakah merasa kenikmatan hidup mulai menurun? 6. Apakah sering merasa kesal atau mudah marah? 7. Apakah kekuatan ereksi kurang kuat? 8. Apakah merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga? 9. Apakah sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam? 10. Apakah merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja? Jika jawaban no 1 dan 7 adalah ‘ya’ atau ada 3 jawaban yang ‘ya’ selain pada nomor tersebut, kemungkinan kadar testosteronnya menurun. Tapi hal ini harus dicek lagi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Selanjutnya untuk mengatasi semua kelhal ini, saat ini bisa dilakukan dengan lebih efektif dan cepat dengan cara melakukan testosteron replacement theraphy, yaitu sejenis terapi dengan cara memberikan hormon testosteron yang fungsinya sama dengan testosteron alami di dalam tubuh. Terapi testosteron ini ada dalam bentuk pil atau gel untuk jangka pendek, dan ada juga melalui injeksi untuk jangka lebih panjang. Pengobatan ini berlangsung jangka panjang, sehingga harus terus dimonitor agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Pemberian testosteron ini sesungguhnya tidak hanya meningkatkan fungsi seksual saja, tapi juga semua aspek yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup, aktifitas sehari-hari menjadi lebih sema­ ngat dan bergairah, hidup menjadi nyaman dan komposisi tubuh menjadi sehat dan bugar kembali. Tentu saja perlu didukung dengan pola hidup sehat, makan yang berimbang, olahraga yang cukup dan hindari stres.


10

Bugar

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

MRI Merupakan Prosedur Non-Invasive untuk Mengevaluasi Cedera Lutut

Style

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

dr. I Made Wijaya, Sp.Rad Penulis adalah Spesialis Radiology di Siloam Hospitals Bali

dr. I Made Wijaya, Sp.Rad

L

utut adalah sendi utama penopang berat badan yang memberikan mobilitas dan stabilitas selama aktivitas fisik serta keseimbangan saat berdiri. Cedera lutut traumatis sering disebabkan kegiatan olahraga dan dapat menyebabkan rasa nyeri yang amat sangat serta dapat menimbulkan kecacatan. Lutut adalah sendi yang paling sering mengalami cedera pada anak laki-laki yang berusia 12-15 tahun yang sedang berlatih sepak bola dan juga merupakan cedera tersering pada pemain sepak bola klub-klub elit dan seperempat dari pemain ini menjalani prosedur bedah pada lututnya. ACL (Anterior Cruciate Ligament) adalah ligamen yang paling sering terganggu pada lutut, terutama pada atlet yang berkecimpung di dalam olahraga yang mengutamakan kecepatan, berhenti mendadak serta berputar (misalnya pada sepak bola, basket, tenis, dan ski salju). ACL adalah salah satu ligamen penstabil penting dari lutut yang menahan gerakan translasi kedepan serta menahan kekuatan atau gaya yang berasal dari samping dalam dan samping luar dari lutut. Pasien dengan cedera ACL memiliki ketidakstabilan lutut yang bervariasi dan bahkan dapat membatasi atau mengganggu kegiatan sehari-harinya. ACL yang robekakan mengalami proses penyembuhan yang terbatas. Morbiditas jangka

panjang sering bersamaan dengangejala sisa termasuk osteoarthritis (OA) serta cedera sekunder pada bantalan tulang rawan sendi (meniscus tear). Magnetic Resonance Imaging (MRI) memungkinkan untuk memvisualisasikan struktur internal yang menggunakan medan magnet yang kuat, frekuensi radio serta sifat-sifat tubuh manusia untuk membuat gambar. Jaringan lunak dalam tubuh manusia (otot, lemak, ligamen, tendon, cairan, dll) berisi banyak molekul air dan lemak. Karena komposisi ini, maka MRI adalah modalitas yang sangat baik untuk memvisualisasikan jaringan lunak. Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah alat diagnostik yang penting dalam penilaian cedera olahraga. Sementara pemeriksaan x-ray biasa dan CT(computed tomography) scan diandalkan pada cedera akut misalnya pada cedera kepala dan berguna untuk mendeteksi patah tulang, tetapi memiliki keterbatasan dalam menilai atau mengevaluasi cedera jaringan lunak. Magnetic Resonance Imaging (MRI), memiliki kemampuan multi-planar dan kontras jaringan lunak yang sangat baik, sehingga menempatkan MRI sebagai modalitas utama untuk mengevaluasi secara noninvasif pada cedera olahraga seperti pada kasus cedera lutut. Pencitraan MRI Lutut yang mengalami cedera olahraga berupa robekan pada meniscus atau bantalan tulang rawan sendi lutut (tanda panah) Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah modalitas pencitraan yang telah dapat diterima dengan baik dalam mendiagnosis pasien dengan keluhan pada lutut serta sebagian besar telah menggantikan prosedur diagnostic invasif seperti artroskopi diagnostik. Hal ini dianggap sebagai alat diagnostik dengan pencitraan terbaik pada kasus sendi lutut, oleh karena kemampuannya untuk mengevaluasi berbagai anatomi dan patologi yang bervariasi dari cedera ligamen sampai cedera persendian tulang rawan. Pencitraan lutut membutuhkan kontras yang sangat baik, resolusi tinggi dan kemampuan untuk memvisualisasikan struktur yang sangat kecil, yang semuanya dapat diberikan oleh pencitraan MRI.

Shinta Chrisna

Kolaborasi Kebaya

Tempo Doeloe

hingga Kekinian D Pencitraan MRI Lutut pada pasien yang normal. ACL (Anterior Cruciate Ligament) dan PCL (Posterior Cruciate Ligament)

Pencitraan MRI Lututpasien yang cedera olahraga berupa terputusnya ligament ACL

Kebaya khas Bali menjadi sumber inspirasi desainer ternama Bali, Shinta Chrisna dalam berkarya. Tanpa takut melibas pakem yang ada, Shinta Chrisna menemukan ciri khasnya dengan menciptakan kebaya yang berwarna-warni berani dengan sentuhan yang berbeda dari desainer lainnya, unik, tanpa meninggalkan kesan tradisional khas Bali serta memancarkan kemewahan modern yang mempesona.

alam pagelaran Fashion Show Tunggal bertajuk The Masterpiece: Persembahan Karya untuk Sahabat, belum lama ini di Ballroom Fave Hotel Tohpati, Shinta Chrisna menampilkan 130 karyanya yang melibatkan 130 model profesional Bali dan Jakarta, serta kalangan sosialita di Bali. Setiap karyanya mencerminkan sebuah work of piece yang pe­n uh dengan detil dan perenungan seni yang dalam serta kolaborasi dari kebaya tradisional Bali dengan keglamouran akulturasi budaya internasional seperti Eropa, India, Timur Tengah dll. Karya-karya kebaya kolaborasi Bali tempo doeloe hingga kekinian, dihadir­kan lewat beberapa tema/sequence, yaitu: Opening, Heritage Art of ­Kebaya, Socialite in Black, ­B alineese Tatler, Stuning Dusty, Maha­ barata, Faboulous White, The Royal Taste, Vintage ­Velvet, She’s Rainbow, ­Tribute to Lovely Dad, dan Incridible Jodha Akbar. –Inten Indrawati

15


Edukasi

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Peringati Hari Autis Madania Center Gelar Berbagai Lomba Anak adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada orangtua. Semua orangtua menghendaki putra-putrinya lahir dengan profil ideal yang mereka bayangkan, tumbuh dan berkembang sehat dan normal sebagaimana anak lain, memiliki kecerdasan, akhlak yang bagus, dapat bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain, serta diharapkan kelak dapat mandiri. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya berkembang sempurna.

K

etika orangtua menyadari bahwa buah hatinya ternya­ ta tidak sempurna atau tidak sesuai dengan apa yang mereka yakini, banyak reaksi-reaksi emosional yang ditampilkan. kegembiraan yang ada dapat berubah menjadi kekece­ waan. Orangtua yang memiliki anak dengan kategori berkebutuhan khusus (autis, retradasi mental dan ADHD dsb.) meng­ hadapi berbagai tantangan berat dalam kehidupan. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Auti Sedunia, Hari Kartini dan Hari pendidikan Nasional ,Madania Center sebagai wadah pengembangan pendidikan yang bermula dari rumah, oleh keluarga dan lingkungan masyarakat mewadahi ke­ unikan dan talenta setiap individu anak supaya semakin terperhatikan, walaupun standar dan keseragaman kompetensi tetap nyata ada dan dibutuhkan. Talenta anak berkebutu­ han khusus ini banyak dan perlu digali serta di­

kembangkan potensinya. Tema yang diang­ kat dalam event Madania Center adalah “ Memperingati Hari Peduli Autis, Kartini dan Hari Pendidikan Nasional” dimana Seman­ gat Kartini dan Pendidikan terus terafiliasi dalam berbagai aktivitas sehingga peng­ galian potensi pada anak berkemampuan khusus seperti ADHD, autis, tunarungu, down syndrome dan sebagainya dengan kegiatan lomba fashion busana daerah serta performance dan fotogenik” pada anak-anak berkemampuan khusus. Acara ini dilaksanakan Sabtu (2/5) bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional di Lippo Plaza Sunset Kuta, Bali. Lomba tersebut diikuti sekitar 100 anak dengan antusias. Para orangtua pun sangat men-support acara ini yang telah rela pagi- pagi mengantar putra-putrinya ke salon untuk mengenakan baju daerah yang telah dipilih yang membuat wajah putra-

putri mereka bertambah beda. Anak anak datang dengan wajah yang berseri-seri dengan berbagai macam paka­ ian daerah. Ada yang memakai baju daerah Bali, Jawa, Kalimantan, Ambon, Jakarta, dan masih banyak lainnya. Sebelum naik ke panggung fashion mereka menyerbu ke foto both untuk mengabadikan gaya yang unik dan gaya khas dari masing-masing peserta dalam lomba fotogenik. Acara ini dibuka dengan pembacaan surat pendek oleh Ananda yang mengalami gangguan perkembangan fisik maupun intelektual. Namun, Ananda mampu membuat de­ wan juri dan penonton berdecak kagum dan menitikkan air mata karena terharu. Selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang dinyanyikan sangat antusias dan semangat. Mereka mampu menghapal syairnya.

Belum lagi saat anak-anak tersebut membuka acara dengan tarian Pendet. Penonton sangat terpukau dengan ulah anak-anak yang lincah dalam menarikan pendet yang dibawakan oleh murid murid perempuan. Mereka terlihat lucu saat berjalan di atas panggung, ada yang percaya dirinya muncul, ada yang percaya dirinya hilang sampai lupa bagaimana cara berjalannya. Itu semua merupakan hiburan yang natural tanpa dibuat-buat oleh anak, yang membuat orangtua mer­ eka bangga. Anak-anak mampu membuat bangga kedua orangtuanya. Mereka mampu mem­ buktikan bahwa hak pendidikan dan kasih sayang memang sudah selayaknya dimiliki sama seperti anak-anak yang lainnya. Segala kemampuan yang dimiliki dengan segala keterbatasan yang ada, tidak menutup pengembangan potensi yang dimiliki mer­

eka. “Jika orangtua dan lingkungan mampu menggali lebih pada kemampuan mereka, maka akan bermunculan minat dan bakat yang luar bisa yang membuat orangtua, masyarakat daerah bahkan nasional sampai internasional untuk bersaing mengem­ bangkan potensi anak-anak berkebutuhan khusus di ajang yang lebih luas dengan mempersiapkan kemandirian dan bakat­ nya,” ujar Agus Binti Kh., Psi.,CHt,CI,M. NLP, pembina pelaksana kegiatan. Dari semua acara ada satu momen yang sangat mengharukan yaitu saat para ibu yang mempunyai anak berkemampuan khusus berbagi cara untuk menghadapi dan mengasuh putra-putri mereka sehingga tumbuh dengan rasa percaya diri, dan bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan. Walaupun putra-putrinya mempunyai ket­ erbatasan, ayah bunda tetap semangat dan selalu bersyukur. –Inten Indrawati

M

alino yang berada di ketinggian 1.000 meter di atas per­ mukaan laut (mdpl), merupakan objek wisata yang sudah melegenda sejak zaman kerajaan hingga zaman kolonial Belanda. Suasana dingin menusuk tubuh menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Malino berjarak 90 kilometer dari Kota Makassar atau ditempuh dengan jarak dua jam perjalanan dengan ber­ kendara roda dua maupun empat. Se­ jatinya, kawasan ini dipopulerkan kolonial Belanda sebagai tempat peristirahatan. Sebelumnya, para bangsawan Kerajaan Gowa juga telah lama menggunakan ka­ wasan ini sebagai tempat peristirahatan. Perjalanan ke kawasan ini pun me­ nawarkan pemandangan yang me­ nakjubkan. Melewati Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, wisatawan bakal disuguhkan indahnya Waduk Bilibili yang merupakan penyuplai air utama bagi se­ luruh petani di Kabupaten Gowa maupun Kabupaten Takalar. Melewati Waduk Bilibi wisatawan akan disuguhkan pemandangan pegu­ nungan yang menjulang tinggi. Akses jalan menyusuri Sungai Jeneberang yang merupakan sungai terpanjang di Sulawesi cukup memberi daya tarik tersendiri. Jalan menikung dengan jurang di kanan jalan, sangat memicu andrenalin peng­ unjung. Sayangnya, akses jalan ini mengalami kerusakan cukup parah karena setiap hari dilalui ratusan truk bertonase me­

Dara

Hamparan kebun teh

Menikmati Kawasan Wisata Malino Berlibur ke objek wisata, merupakan impian bagi setiap warga yang ingin melepaskan penat akibat menumpuknya pekerjaan. Salah satu kawasan wisata yang ideal dikunjungi adalah Malino, Ke­camatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulsel. lebihi kapasitas yang mengambil material bangunan di Sungai Jeneberang untuk menyuplai kebutuhan properti di Makas­ sar dan wilayah sekitarnya. Suasana sejuk mulai terasa saat be­ rada di Desa Pangngajian, 15 kilometer dari Malino. Hutan pinus dan jajaran vila merupakan pemandangan pertama

saat memasuki gerbang selamat datang. Setelah tiba, pengunjung disuguhkan beberapa pilihan objek wisata. Salah satunya adalah Air Terjun Takapala di Desa Bulutana, empat kilometer dari ibu kota kecamatan. Udara yang dingin seakan sirna saat menuruni ribuan anak tangga ke lokasi air terjun.

Takapala, demikian nama air terjun setinggi 109 meter ini. Dalam bahasa Makassar, berarti tidak tebal. Jika be­ rada di lokasi ini, pengunjung seakan lupa waktu dan enggan beranjak. Suara gemuruh air makin menambah nuansa natural kawasan ini. Untuk masuk ke objek wisata, pengunjung hanya perlu merogeh kocek Rp 3 ribu per orang. Selain Takapala, sekitar 50 meter dari air terjun, pengunjung juga bisa menikmati permandian di Air Terjun Kali Jodoh. Di tempat ini, pengunjung bebas menikmati dinginnya air. Puluhan peda­ gang lokal menjajakan berbagai macam kuliner yang mampu menghangatkan tubuh, seperti minuman khas Makassar berbahan jahe, Sarabba. Usai memanjakan diri di air terjun,

objek wisata lain sudah menunggu, seperti hutan pinus dan hamparan kebun teh. Sebelum ke hutan pinus, umumnya warga menyempatkan diri mampir ke pasar tradisional Malino yang menyedia­ kan beragam buah-buahan dan kuliner produk lokal seperti buah markisa, apel dan alpukat. Jarak hutan pinus dan pasar hanya satu kilometer. Di hutan ini, tersedia petualang­ an menunggang kuda. Untuk sekali tunggangan, pengunjung hanya perlu merogeh kocek Rp 3 ribu. “Cuma Rp 3 ribu, sudah dipandu terserah mau kemana. Yang penting jangan masuk ju­ rang,” promosi salah seorang joki kuda, Daeng Mangung, sembari terkekeh setelah bercanda. Umumnya, di tempat ini warga menggelar tikar dan menyantap maka­ nan bersama keluarga di bawah rindang­ nya hutan pinus. “Kami hampir setiap bulan ke sini bersama keluarga untuk berlibur. Di samping tenang, Malino juga sejuk, dan yang pasti murah meriah,” kata Arman, salah seorang pengunjung asal Kota Makassar yang memboyong is­ tri dan tiga anaknya. -Effendy Wongso

9

Program Spesial dari Suzuki Finance

Berkat Karya Tulis ke Amerika Serikat Gratis Ketekunan Ni Nyoman Oktaria Asmarani dan Ni Nyoman Shinta Prasista Sari, dalam memghasilkan karya tulis akhir­ nya berbuah manis. Kedua siswa berprestasi SMAN 3 Den­ pasar itu, lolos menjadi duta Indonesia dalam ajang Intel ISEF (International Science and Engineering Fair) 2015, yang diadakan di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat Minggu (10-15 Mei 2015).

K

Air Terjun Takapala di Desa Bulutana

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Rani dan Oming

16

eberhasilan Rani dan Oming –begitu sapaan akrab kedua siswa pegiat karya tulis itu, setelah berhasil menjadi peserta terbaik untuk kategori Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanu­ siaan, dalam ajang LKIR (Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja) ke-46, yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) No­ vember 2014 lalu. Ditemui seusai pamitan pada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra Senin (4/5) lalu, Rani menceritakan Intel ISEF merupakan pameran sekaligus lomba karya ilmiah remaja terbesar di dunia, yang diikuti oleh 70 nega­ ra. Untuk ajang yang sama tahun lalu melibatkan 1.700 kelompok peserta. “Kami bersyukur atas kesem­ patan ini. Tak banyak pelajar bisa mendapatkannya,” ujar Rani yang lahir di Denpasar, 8 Oktober 1996. Siswi kelas XII Jurusan IPS ini in­ gin membuktikan jika jurusan IPS mampu berprestasi nasional dan mendapat kesempatan berkom­ petisi di tingkat internasional. Rani yang aktif di ekstra kurikuler jurnalistik ini mengajak pelajar SMP yang akan masuk SMA, untuk

tidak rendah diri memilih jurusan IPS. Termasuk para orangtua, yang cukup banyak memaksakan putra-putrinya agar memilih jurusan MIPA. Padahal putra-putrinya tidak berminat masuk jurusan IPA. Rani pun berkata jujur masih banyak pelajar SMP yang akan masuk SMA, yang memaksakan diri masuk jurusan MIPA. Padahal mereka tidak memiliki ketertarikan dengan bidang studi tertentu yang jumlah jam pelajarannya cukup banyak di jurusan MIPA. Akibatnya setelah proses belajar berlangsung, muncul permasalahan. Demikian juga dengan para orangtua siswa, harus mendukung pilihan putraputrinya, sebab yang bersangkutan yang akan menjalani dan bukan orangtuanya yang sekolah “Saya sangat beruntung memi­ liki orangtua yang sangat demokra­ tis. Soal jurusan, saya diberikan kebebasan memilih asalkan diper­ tanggungjawabkan dan berprestasi. Saya ingin tunjukkan ke mereka, jika jurusan IPS pun bisa berperstasi nasional, bahkan internasional,” kata putri ketiga pasangan Ir. I Ketut Arya Asthana, M.Si-Putu Mariani, S.E. ini dengan semangat. Terkait dengan karya tulis yang

meloloskannya menjadi juara na­ sional dan berkesempatan berangkat ke negeri Paman Sam, Rani dan Oming menulis reaksi banjar adat dan desa adat di Kota Denpasar, dalam men­ gatasi aksiaksi kelompok pre­ manisme yang ada. Karya tulis itu lebih me­ nyoroti kebi­ jakan apa saja yang telah dibuat dan dilaksanakan pihak banjar dan desa adat, dalam melindungi warganya. Khususnya penduduk pendatang, yang di Bali disebut krama tamiu. Sudah bukan rahasia lagi, sering pen­ duduk pendatang itu rawan menjadi objek dari tindakan premanisme. Salah satunya pe­ merasan. Oming menambahkan, diang­ katnya permasalahan tersebut be­ rawal dari keresahan mereka yang

Menyambut ulangtahun ke-10, Suzuki Finance mempersembahkan program potong angsuran hingga 2 kali untuk tipe Suzuki Satria Series. “Promo istimewa ini berlaku nasional mulai tanggal 1 Mei s.d. 12 Agus­ tus,” ujar Sudarmaji, Kepala Divisi Motor Baru Suzuki Finance, Jumat (8/5), saat bertemu awak media di Nusa Dua. Sebagai contoh angsuran 29 kali cukup dibayar 27 kali dengan kondisi DP tertentu. Konsumen yang berminat dapat langsung ke dealer motor Suzuki terdekat dan memilih pembiayaan melalui Suzuki Finance. Selain potongan angsuran, Suzuki Finance juga memberikan kemudan dokuman kredit. Dengan DP 25% cukup menyerahkan KTP dan KK, konsumen dapat membawa pulang motor. Tanggal 13 Mei, saat ulangtahun Suzuki Finance, para konsumen yang datang ke kantor cabang akan mendapat bingkisan menarik. Hal ini merupakan salah satu bentuk penghargaan bagi kon­ sumen setia Suzuki Finance. Sebelumnya, 1 Januari – 30 April Suzuki Finance bekerja sama dengan PT Suzuki Indomobil Sales mengadakan “Suzuki Finance Photocontest with Suzuki Address” berhadiah 1 moge matik Suzuki Burgman. Pemenang kategori umum: grand prize 1 unit Suzuki Brugman diraih Darimata Auggie Joedistira, pemenang kedua 1 unit Satria FU, Nielvin Pastoe, dan pemenang ketiga 1 unit Suzuki ­Address, Wedha Pidja, serta 1 unit Suzuki Nex, Tejo Krsitanto. Kategori karyawan Suzuki, pemenang pertama Wibi, pemenang kedua Ridwan Hudha Sembada, dan pemenang ketiga Okta Sinaga. -Wirati Astiti sering melihat baliho-baliho ormas berukuran besar, yang terpasang di sudut-sudut kota. Oming pun berpikir, apa yang dilakukan banjar dan desa adat dalam menanggapi hal tersebut. Terutama dalam hal perlindungan terhadap warganya sendiri. Untuk merampungkan tulisan tersebut bagi Oming yang la­ hir di Denpasar, 8 Nopember 1996 ini menyelesaikannya dengan Rani. Keduanya merasakan bukan perkara mudah utuk meram­ pungkan karya tulis yang belum pernah dibuatnya. Putri dari Drs. I Wayan Mirta, M.Si.-Ni Nyoman Siratini ini harus berkeliling dari rumah ke rumah warga, untuk mendapatkan data tentang hal itu. Apalagi pembinanya I Wayan Ananta Wijaya, mengharuskannya mendapatkan data yang valid. Om­ ing dan Rani harus mewawancarai sebanyak 20 penduduk pendatang,

kelian banjar dan bendesa adat, serta mewawancarai narasumber ahli, seperti akademisi, jurnalis, pengamat premanisme serta ahli hukum adat. “Pokoknya untuk mendapatkan data ini sangat seru dan keliling Kota Denpasar,” kata Oming singkat. Belum lagi tanggungjawabnya sebagai siswa kelas XII yang wajib mengikuti ujian nasional. Belum lagi keduanya pun harus bolak-balik Denpasar-Jakarta untuk pemanta­ pan persiapan keberangkatan ke Amerika Serikat. Rani dan Oming menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan Kepala SMAN 3 Den­ pasar, Drs. Ketut Suyastra, MPd, guru-guru serta teman-temannya di sekolah yang selalu mendukung. Termasuk kepada orangtua masingmasing yang sangat memahami kes­ ibukan putrinya. Rasa terima kasih yang tak terhingga juga disampaikan kepada Pemkot Denpasar, khusus­ nya Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang sangat mendukung keberangkatan­ nya ke Amerika Serikat. “Kami mohon doa supaya se­ muanya berjalan lancar dan kami dapat memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar,” kata Oming dan Rani kompak. -Astra


8

Bunda & Ananda

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Anak Jadi Decision Maker Anak-anak merupakan segmen potensial yang kini digarap para pemasar. Seringkali anakanaklah yang membuat keputusan pembelian suatu barang. Namun, orangtua harus bijak dalam memberikan pemahaman tentang perilaku konsumtif anak.

K

etika memutuskan untuk membeli mobil baru, Bu Wenda sudah punya pilihan jenis mobil yang diinginkan. Tetapi ketika diberi pilihan warna ia bingung. Akhirnya ibu tiga anak ini menyerahkan keputusan pemilihan warna kepada anak sulungnya. “Anak saya pilih warna abu-abu, saya nurut saja,” ujarnya. Pengalaman anak sebagai penentu pilihan juga dialami Bu Yanti ketika ingin membeli ponsel cerdas. Dari referensi beberapa teman di kantornya, ia disarankan membeli produk buatan Amerika Serikat. Namun, setelah dihitung-hitung, harga produk itu mahal. Ia pun beralih ke produk lain. Anak Bu Yanti mengusulkan agar memilih produk buatan Korea. “Anak saya ini lihat teman-temannya bawa ponsel cerdas buatan Korea. Katanya, ndak beda jauh kualitasnya dengan buatan Amerika Serikat. Akhirnya saya pun milih sesuai pilihan anak saya,” kata Bu Yanti. Selain Bu Wenda dan Bu Yanti mungkin masih ada ibuibu atau orangtua lain yang memberikan kesempatan kepada anaknya untuk menjadi decision maker. Hal ini tentu memiliki implikasi bagi si anak, bagi orangtua, dan bagi pihak lain khususnya produsen. “Kini banyak pemasar yang menjadikan anak-anak sebagai target promosi. Anaknya diberikan informasi dengan harapan mereka akan bilang kepada orangtuanya sehingga produk bisa terjual,” ujar Komang Rahayu Indrawati, S.Psi, M.Si, Psi. Ayu, sapaan akrab staf pengajar Psikologi Industri dan Organisasi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini mengatakan adanya perspektif baru dalam siklus kehidupan keluarga saat ini. Hal ini makin mendorong para marketers lebih serius mempertimbangkan segmentasi/pengelompokan pada konsumen. Anak-anak pun menjadi salah satu segmen potensial. Bahkan ada kecenderungan mereka lebih mudah mempengaruhi konsumen anak-anak. Setelah melalui proses sosialisasi (mengamati, meniru) anak belajar untuk menjadi konsumen. Anak-anak membedakan tiga jenis pasar, yaitu primary market (anak-anak banyak membelanjakan uangnya untuk

hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan). Influence market – parental yielding (orangtua “menyerah” pada permintaan anak). Future market (anakanak mulai menemukan dan membangun brand loyalty pada suatu produk). “Pada primary market, biasanya anak-anak dipengaruhi lingkungan. Misalnya di sekolah, ia melihat temannya belanja, lama-lama ia akan memiliki keinginan yang sama untuk belanja. Orangtua yang bijak harus memberi pengertian kepada anak, kapan saatnya belanja dan kapan tidak. Bila orangtua tidak ingin anaknya belanja, berikan si anak bekal makanan yang cukup. Tetapi, kalau tidak sempat membuatkan bekal, memberikan uang saku bisa menjadi solusi. Namun, ingatkan anak untuk tidak belanja sembarangan. Jika uang saku sisa, harus ditabung,” ungkap pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini. Hal yang paling parah jika orangtua “menyerah” terhadap permintaan anak. Contoh yang paling sering dilihat di pusat perbelanjaan. Ada saja anak-anak yang merengek minta dibelikan sesuatu. Rengekan ini bisa berisi tangisan dan aksi berguling di lantai. Orangtua kadang langsung menyerah dan menuruti permintaan si anak agar anaknya tidak menangis lagi. Seharusnya, anak diajak menjauh dulu dari lokasi sasaran. Berikan ia pemahaman dan alasan bahwa barang itu belum saatnya dibeli. Fenomena yang juga banyak ditemukan adalah future market, seperti yang dialami Bu Yanti. Anak-anak sekarang sudah fasih dengan teknologi. Mereka tak hanya mengenal merek tetapi bisa membedakan kualitas yang bagus dan yang jelek. “Anak-anak sekarang punya power untuk menjadi decision maker dalam pembelian suatu barang. Tetapi, jangan sampai hal ini menjadikan anak konsumtif. Orangtua yang tetap harus menjadi pemegang kendali,” tegas alumnus Universitas Indonesia ini. ORANGTUA HARUS KONSISTEN Orangtua harus kenal dan paham apa yang diinginkan anak. Namun, tidak semua hal harus diberikan. Komunikasi yang efektif dan elegan dengan anak akan membuat kedua pihak saling memahami. Mana

Komang Rahayu Indrawati

barang yang menjadi prioritas, mana yang kebutuhan, dan mana yang keinginan. Anak pun harus diajarkan self management, bagaimana ia mengatur diri dalam mengelola uang.

Menabung merupakan salah satu cara sederhana bagi anak untuk menyimpan kelebihan uangnya. Pesatnya perkembangan teknologi dan pergaulan sosial menurut Ayu menjadi faktor yang membuat anak menjadi sangat mudah dipengaruhi dalam perilaku konsumtif. Tayangan iklan yang gencar pun membuat anak menjadi tertarik. Selanjutnya anak bisa saja langsung mengutarakan keinginannya terhadap produk yang dimaksud. Kalau masih dalam batas wajar dan orangtua menilai itu memang diperlukan anak, boleh saja diberikan. Tetapi, jika merasa tidak penting, orangtua harus tegas mengatakan tidak. Komunikasi dan kesepakatan dengan anak juga perlu dibuat agar kedua pihak saling memahami apa hak dan

tanggung jawabnya. “Bentengi anak dengan pengetahuan tentang belanja sesuatu yang dibutuhkan, membuat prioritas, dan pengontrolan diri. Orangtua juga harus melakukan hal yang sama dan konsisten. Anak mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya,” ujar perempuan kelahiran 17 Desember 1979. Satu hal yang juga penting diajarkan kepada anak tentang perilaku konsumtif adalah tentang penggunaan uang. Minimal anak tahu tentang nilai mata uang agar ia bisa bertransaksi. Tetapi, jangan sampai membekali anak uang dalam jumlah banyak. Kalau memang memberi uang saku, nilainya harus sesuai dengan kebutuhan si anak. Misalnya cukup untuk membeli snack dan minuman di sekolah. –Ngurah Budi

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

TRP Bali dan Tengkuluk Lelunakan Masuk NTB

Tata Rias Pengantin (TRP) Bali dan Tengkuluk Lelunakan tak hanya menjadi milik masyarakat Bali. Masyarakat NTB, khususnya Lombok juga meminati busana dan tata rias adat Bali ini. Terbukti dari tiga acara workshop dan sosialisasi UJK Tata Rias Pengantin Bali yang digelar di Gedung PKK Provinsi NTB, Jumat (8/5) pukul 09.00 s.d. 12.00, dilanjutkan di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Mataram, pesertanya selalu membludak dan mendapatkan sambutan yang meriah..

K

eesokan harinya, Sabtu (9/5) pelatihan digelar di Gedung Dakwah Mesjid Agung Praya, Lombok Tengah, Sabtu (9/5). Dihadiri Ketua TP PKK Lombok Tengah, Hj. Baiq Irma

Suryani Fadli, Ketua DPD Katalia NTB, Kepala Balai Pengembangan PAUDNI Regional V (NTB-Bali). Istri orang nomor satu di Lombok Tengah tersebut sangat menyambut baik kegiatan yang dikatakannya amat

Seminar dan Workshop di Kampus STAH Mataram

Anak-anak berbelanja

Mendongeng Lima Menit Umur Manusia

Setelah Sang Pencipta selesai menentukan umur tumbuhtumbuhan, kini tiba giliran menentukan umur hewan dan manusia. Pertama yang dipanggilnya adalah Manusia. “Hai, Manusia! Kau kuberi umur 30 Made Taro tahun. Selama hidup banyak yang kau lakukan,” kata Maha Pencipta. Manusia itu mengangguk, namun dalam hati ia tidak puas, karena umur itu terlalu pendek. Giliran berikutnya adalah Keledai. “Hai, Keledai! Kau juga kuberi umur 30 tahun.” Keledai itu mengeluh. “Terlalu panjang, Yang Mulia! Selama 30 tahun hamba harus bekerja berat, menarik gerobak yang penuh dengan beban dari kampung ke pasar, dan balik dari pasar ke kampung. Tambah lagi hamba harus tahan dicambuk oleh majikan. Kalau Yang Mulia berkenan, hamba mohon diberi umur 18 tahun saja.” Sang Pencipta mengiakan, lalu memanggil Anjing. “Hai, Anjing! Kau juga kuberi umur 30 tahun.” Anjing itu juga mengeluh. “Terlalu panjang, Yang Mulia! Selama itu hamba harus menjaga rumah, menggonggong dan menggigit. Tambah lagi orang-orang yang tidak suka, melempari hamba dengan batu. Kalau Yang Mulia berkenan, berilah hamba umur 12 tahun saja.”

Yang Mulia pun berkenan, lalu memanggil Monyet. “Hai, Monyet! Kau juga kuberi umur 30 tahun.” Monyet cengar-cengir. Sang Pencipta tahu, bahwa ia tidak puas, lalu katanya, “Kamu tidak puas? Kamu minta umur berapa tahun?” “Orang mengira pekerjaan hamba menyenangkan, tetapi sesungguhnya sangat menjemukan,” jawab Monyet. “Tugas hamba adalah membuat orang tertawa, tetapi terus terang saja Yang Mulia, hamba tak sanggup cengar-cengir, melompat, memanjat, dan berdiri dengan dua kaki selama 30 tahun. Kalau Yang Mulia berkenan, izinkanlah hamba berumur 20 tahun saja.” Sang Pancipta pun tidak keberatan. Ketika monyet itu keluar ruangan, tiba-tiba manusia yang mendapat giliran pertama tadi kembali masuk ruangan. “Maaf, Sang Pencipta!” katanya. “Hamba dengar keledai, anjing dan monyet tidak mau menerima seluruh umurnya. Kalau Yang Mulia bermurah hati, izinkanlah hamba mengambil sisa umur ketiga hewan itu.” Sang Pencipta pun tidak keberatan. Beliau tahu, di antara mereka, manusialah yang paling serakah. Karena keserakahan itu, Beliau lalu mewajibkan manusia menjalani hidup seperti keledai, anjing dan monyet. Selama 30 tahun manusia hidup bahagia dan bekerja kuat; 12 tahun berikutnya manusia hidup seperti keledai, bekerja berat menanggung keluarga; 18 tahun berikutnya hidup seperti anjing, menjaga keluarga sambil mengomel tetapi kadang-kadang menggigit; dan 10 tahun kemudian, hidup seperti monyet, berperilaku jenaka dan kekanak-kanakan.

17

Tim Salon Agung didukung perias kawakan Sagung Inten Misnawati dan Ida Ayu Mirah sebagai model, serta Viva Cosmetic yang terus mendukung kegiatan Bu Agung dalam pelestarian budaya ini. “Kami Viva turut memasyarakatkan kecantikan dan mencantikkan masyarakat dengan kosmetik Viva yang sudah disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia,” ujar Direktur PT Moga Djaja-Viva Cosmetics, Yusuf Wiharto.

Seminar dan Workshop di Gedung PKK Provinsi NTB

penting ini untuk selanjutnya diwarisi kepada anak cucu. Terlebih dengan hadirnya perias cilik Sagung Diva yang dengan piawainya memainkan kuas di wajah model, dan menyulapnya menjadi tambah

Workshop di Gedung Dakwah Mesjid Praya Loteng. Inzert: Hj. Baiq Irma

Payas Agung Tabanan Perkembangan tata rias dan busana adat Bali tak terlepas dari dinamika masyarakat dan kebudayaannya. Pulau Bali yang menjadi destinasi tujuan wisata dunia, setidaknya turut andil dalam perubahan aspek sosial budaya masyarakat Bali. Memang, industri pariwisata memberikan dampak positif yakni meningkatkan perekonomian masyarakatnya, namun tak dipungkuri pula dampak negatif turut melekat di dalamnya. Unsur-unsur kebudayaan, salah satunya tata rias dan busana adat Bali menjadi konsumsi wisatawan. Peluang ini tentunya memberikan angin segar bagi pemilik salon dan penata rias yang kini jumlahnya sudah semakin banyak. Lembaga pendidikan nonformal yang memberikan kursus maupun pelatihan-pelatihan pun kian menjamur, yang tujuannya selain meningkatkan skill (keterampilan) di bidang tertentu, juga menangkap peluang pasar yang terbuka lebar yang nantinya mampu untuk mendongkrak perekonomian keluarga. Seiring perkembangan zaman dalam era globalisasi, sejak tahun 2000an tata rias dan busana adat Bali sudah menga-

lami transformasi, keluar dari pakemnya. Banyak penata rias memodifikasi busana adat Bali ini. Memang hal ini menunjukkan kreativitas dan inovasi yang luar biasa dari seorang penata rias. Namun jangan lupa bahwa selain menampilkan estetika, dalam tiap elemen dan bentuk/ simbol yang dipakai mengandung makna filosofis. “Hal inilah yang harus benar-benar dipahami seorang penata rias. Modifikasi boleh saja, namun jangan kebablasan. Jangan sampai generasi kita tercabut dari akar budaya Bali, khususnya tata rias dan busana adat Bali,” ujar pakar tata rias dan busana adat Bali, Anak Agung Ayu Ketut Agung. Ia mengatakan, meski di era kekinian semua lebih mementingkan komersil, namun di beberapa Puri ia amati masih belum terjadi transformasi pada pemakaian busana adat Bali ini. Salah satunya di Puri Agung Tabanan. Pada sebuah upacara perkawinan, tampak kedua mempelai menggunakan Payas Agung Tabanan yang sesuai dengan pakemnya. “Puri, Griya, maupun tokoh-tokoh masyarakat, sangat berperan dalam pelestarian ini. Karena pada merekalah masyarakat bercermin. Termasuk bagaima-

cantik dan menarik. Kehadiran perias cilik ini sebagai motivasi bagi generasi muda untuk mau belajar, mencintai dan melestarikan budayanya sendiri, khususnya tata rias dan busana adat Bali.

na memberi contoh cara berpakaian adat ke Pura yang baik dan benar,” ucapnya. Karena itu, langkah-langkah antisipasi untuk tetap menjaga tatanan budaya Bali ini sudah pula dilakukan oleh Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia “Katalia”. Lembaga swadaya ini berperan memodifikasi tata rias pengantin yang sudah dibakukan sesuai perkembangan zaman tanpa menghilangkan ciri khas daerah masing-masing. “Yang dimodifikasi tersebut tidak boleh lebih dari 30%,” ungkap Ketua Umum Dewan Pengurus

Pusat “Katalia”, Hj. Koen Mulyono, S.E., M.A. Sejatinya, program-program yang dijalankan Katalia ini turut membantu pemerintah dalam pelestarian budaya, serta bisa menyebarkan keterampilan tata rias pengantin ke seluruh Indonesia melalui pelaksanaan seminar-seminar. Seperti, Seminar dan Workshop Tata Rias Pengantin Bali, Payas Agung, Payas Madya, Modifikasi, Tengkuluk Lelunakan, Pusung Tagel, dan Tata Rias Wajah, yang kerap digelar LKP Agung bekerjasama dengan Kelompok Media Bali Post, produk Viva Cosmetic, dan instansi pemerintah maupun swasta. “Kegiatan pelatihan keterampilan ini merupakan pendidikan luar sekolah, bisa belajar kapan saja

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –iin dan dimana saja,” ujar Bu Agung yang juga menjabat Ketua DPD Katalia Bali ini. Selanjutnya, mereka yang berkecimpung di dunia tata rias ini diharapkan mengantongi sertifikat uji kompetensi. Karena dengan sertifikasi ini, perias akan memiliki kemampuan yang teruji sehingga berdaya saing menghadapi kompetitor. “Jangan sampai orang luar yang memiliki kompetensi di bidang ini, karena sudah seharusnya masyarakat Bali maupun Indonesia yang lebih menguasai keterampilan yang bersumber dari budaya kearifan lokal ini. Sehingga nantinya mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup,” ucap pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung ini. -ten

Keterangan foto: Sampai saat ini Payas Agung Tabanan masih belum mengalami transformasi. Tampak Bu Agung (5 dari kiri) dan Bu Koen (3 dari kanan) mengapit pengantin dalam balutan busana Payas Agung Tabanan yang sesuai dengan pakemnya saat upacara pernikahan di Puri Agung Tabanan belum lama ini.


18

WORKSHOP PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI III BERSAMA GURU MANGKU HIPNO

“SEMBUH DAN REZEKI MENGALIR DENGAN ENERGI QUANTUM” Seorang ibu datang dengan wajah duka, matanya bengkak pastinya habis menangis semalaman. Wajahnya jauh tampak lebih tua dari usianya, jalannya tertatih tatih, penderitaan yang teramat dalam tergambar jelas di wajahnya. “Guru, selamatkan saya, saya sudah tidak tahan. Sudah 5 tahun saya seperti ini, Jika bisa mati, pasti saya lebih tenang,” katanya dengan suara pelan.

Guru Mangku Hipno

M

ulailah si ibu itu bercerita tentang kehidupannya. ”Awalnya saya sehat dan sukses, keluarga baik baik saja. Suatu saat karena usaha saya menurun, mulailah masalah ini muncul, berhari hari saya tegang, takut, cemas dan selalu ingin mengeluh. Perut saya rasanya melilit, kepala saya pusing tiada berhenti, dan tiba tiba bisa lemas, susah tidur, selalu ingin marah, tidak mampu fokus bekerja, dan akhirnya seluruh bagian tubuh seperti pegal, kaku dan kesemutan, lalu mual dan dada berdebar keras, seketika tangan saya bergetar dan akhir akhir ini semuanya menjadi kacau dan saya sudah mulai panik, takut keramaian, selalu berprasangka buruk dan yang paling parah mulai takut keluar rumah.” “Ibu, tenang nggih, duduklah dengan tenang, konsentrasikan pikiran ibu untuk berdoa, lemaskan badan ibu, dan tidurlah….” Dalam hitungan detik, tiba-tiba ibu itu tertidur sangat dalam. Sekitar 5 menit Guru Mangku Hipno memasukan sugesti positif berupa tutur kejernihan ke alam bawah sadar ibu itu, dan menit berikutnya ketika tersadar terjadilah keajaiban yang dialami oleh ibu tersebut. ”Guru, apakah yang terjadi? Pikiran saya tiba-tiba senang, perasaan saya tiba-tiba tenang, tubuh saya tiba-tiba nyaman, semua penderitaan saya tak mampu saya pikirkan, hilang dari ingatan saya, seluruh bagian tubuh saya ringan dan sakitnya menghilang,” kata ibu itu dengan wajah berubah ceria, penuh senyum dan bernapas ringan. “Bu, ibu telah sembuh, penderitaan ibu akan berakhir karena Guru telah melakukan sihir petak (penyembuhan manik sekecap) atau dalam istilah modernnya disebut Body Mind Soul Refreshment,” Kata Guru Mangku Hipno.

KEKACAUAN HIDUP BERAWAL SALAH PERSEPSI Menurut cerita ibu tersebut, selama sakit dia telah berusaha berobat kemana mana, bahkan sampai keluar Bali. Banyak waktu dihabiskan, banyak uang dikeluarkan namun bukan kesembuhan yang didapat, melainkan kebingungan yang terjadi. Ketika dibawa ke medis, dan setelah melalui rangkaian pemeriksaaan dengan alat alat tertentu, ibu ini dinyatakan sehat atau tak ditemukan sakit yang bersifat organis, namun anehnya dia masih merasakan tubuhnya ada keluhan penyakit. Maka dia mulai berpikir kehal-hal yang bersifat irasional. Ketika datang ke orang pintar, mulailah hidupnya bertambah rumit dan tertekan, karena menurut orang pintar yang ditanganinya ternyata dia kena pepasangan di rumahnya, setelah rumahnya dibongkar lantainya tiba tiba yang membongkar dan mencabut pepasang tersebut memperlihatkan sesuatu yang seram, bahwa ditemukan ada tulang dan jarum terbungkus kain, semula setelah itu dia yakin akan sembuh, namun nyatanya sakitnya tak berkurang sama sekali, justru dia menambah beban hidupnya karena mencari utang untuk biaya membongkar pepasangan itu. Selanjutnya karena penasaran dia mendatangi banyak tempat praktek paranormal dan penyembuh yang sering berpromosi di beberapa media, hasilnya juga nihil, dan menjadi makin terpuruk. Baru baru ini katanya karena terdesak, ibu ini telah nekad ikut

program membuka rezeki dan memperkaya diri dengan beberapa proses ritual, juga hasilnya belum beruntung. Parahnya karena kebiasaanya mendatangi tempat tempat tertentu saat ini dia bermusuhan dengan tetangganya, bahkan dengan keluarga dekatnya karena dia dapat bisikan bahwa penyebab semua ini adalah karena adanya black magic. Karena putus-asa maka saat ini ibu tersebut memutuskan mengikuti saran orang pintar yang mengatakan dirinya harus “ngiring sesuhunan” karena kesenangan, namun dia sendiri belum tahu siapa sesuhunan yang diiringnya karena memang masih ragu terhadap kemampuan dan kebersihan dirinya. Semua itulah yang pada akhirnya membuat beban ibu ini bertambah berat dan akhirnya depresi dan tak menemukan jalan keluar atas segala masalahnya. “Berhati hatilah jika Anda sedang mengalami suatu penyakit ataupun penderitaan, karena tidak menutup kemungkinan karena kurangnya kesabaran dan kesadaran Anda akan kehilangan pikiran rasional sehingga sering mengalami salah penanganan, mendapatkan informasi yang salah, salah persepsi, salah memilih tempat penyembuhan, salah menerapkan cara dan metode penyembuhan, salah menganalisa penyebabnya, bahkan Anda akan kehilangan akal sehat dan kontrol diri dan akibatnya bisa fatal, sakit tidak sembuh, penderitaan tak berakhir malah hidup anda akan bertambah stress dan beban, inilah faktor yang akan memicu sakit dan derita anda bertambah parah. Maka dalam kondisi apapun kita harus mampu menghadapi hidup ini dengan tenang dan dituntut belajar ikhlas. Gunakan energi Quantum lalu jadikan semua sakit dan penderitaan serta masalah yang terjadi sebagai guru Suci yang mengajarkan kita arti sebuah kesabaran dan kesadaran. Dengan begitu kita tidak mudah diperdaya oleh hal-hal yang bukan bersifat menyelesaikan masalah namun justru memperburuk. Orang orang yang harusnya mempermudah namun justru mempersulit kehidupan kita,” demikian pemaparan Guru Mangku Hipno. PENYEBAB PENYAKIT DAN PENDERITAAN Ada 2 jenis penyebab penyakit yang saat ini dominan di masyarakat yaitu sakit karena faktor fisik (organis) dan sakit karena faktor psikis (psikosomatis). Penyakit organis bisa dideteksi dengan mudah sehingga dengan cepat ketahuan dan dicarikan pengobatannya. Namun, sakit psikosomatis tidak bisa terdeteksi oleh alat tercanggih apapun karena sakitnya berada di wilayah abstrak pikiran dan perasaan. Sakit psikosomatis karena tak terdeteksi sering membuat orang orang berpikir bahwa dirinya kena guna guna, blackmagic bahkan sampai mengobrak-abrik tetangga, pekarangan, bahkan yang paling ekstrem sampai berani menyalahkan leluhurnya. Menurut The American College of Family Physicians bahwa 90% penyakit karena faktor Psikis. Anda bisa bayangkan efeknya jika seseorang datang berobat ke tempat yang tidak memahami cara kerja pikiran dan perasaan, tidak paham hukum pikiran dan perasaan, tidak paham sifat pikiran dan perasaan, khususnya pikiran bawah sadar, tidak paham pengaruh emosi terhadap tubuh pisik dan tidak mengetahui teknik terapi yang sesuai. Jika salah penanganan bukannya membaik malah bisa mengacaukan hidup dan masa depannya, dengan ciri-ciri hilangnya kesenangan pikiran, ketenangan perasaan dan kenyamanan tubuh. Sebagai mahluk multi dimensi manusia sangat gampang mengalami sakit pada pikiran dan perasaan, misal : tidak tenang, stress, tertekan, diiringi munculnya emosi-emosi negatif seperti : marah, kecewa, dendam, benci, perasaan bersalah, malu, takut, sedih, dan terluka. Jika tak tertangani dengan baik maka sakit psikis ini akhirnya akan menyerang fisik seseorang. Jika Anda merasa seperti itu, jangan berdiam diri. Jangan memelihara gejala penyakit sehingga menjadi penyakit. angkat telepon segera hubungi kami “BRAHMAKUNTA CENTER DAN GMH INSTITUTE” PUSAT PENYEMBUHAN DAN PEMBELAJARAN HYPNOTHERAPI, PSIKOTHERAPI, SOMATOTHERAPI, ENERGI PRANA DAN SPIRITUAL UNIVERSAL. Tempat kami adalah solusi jitu menangani segala masalah kehidupan. Secara langsung ditangani oleh pakar hypnotherapi dan Prana ternama yang sudah terbukti menyembuhkan ribuan pasien dari seluruh wilayah Indonesia dan mancanegara. Dengan metode modern “BYSAID” berintikan analisa akurat berdasarkan analisa ilmiah, teoritis, empirik, neuro linguistic dan analisa mendalam supranatural, metafisika dan spiritual sekala niskala. Hub : Telp 03618442823 / 085103112404. PIN BB 7FB63D85.

7

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Pulau Liang Kareta Pasir Sehalus Tepung Terigu

Guru Mangku Hipno sedang membangkitkan energi Quantum

PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM Kapan dan mengapa Anda wajib mengikuti WORKSHOP SEMBUH DAN ALIRKAN REJEKI DIRI ? 1. Saat permasalahan mulai berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya. 2. Ketika permasalahan sudah tidak lagi dapat ditangani 3. Ketika semua upaya mengalami jalan buntu 4. Ketika akibat permasalah tersebut, fungsi sosial anda terganggu bahkan terhenti total. 5. Ketika sugesti diri dan usaha diri tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahan. 6. Ketika para pengobat lain dan para profesional lain tak lagi mempunyai jurus ampuh menangani permasalahan yang Anda hadapi. 7. Ketika Anda menyadari dan mendapat rujukan bahwa masalah Anda adalah masalah salah mengelola tindakan, gagal mengendalikan pikiran, gagal mengelola perasaan atau mental block (masalah yang sangat sulit terdeteksi dengan alat secanggih apapun karena bersifat abstrak dan bawah sadar, sehingga sangat sering dijadikan alasan kena guna guna, black magic, santet, dllnya, padahal sejatinya tidaklah seperti itu). Sehingga memerlukan seseorang yang benarbenar memiliki kemampuan multidimensi di bidang Spiritual, Supranatural (Meditasi/Konsentrasi dan Krya/Pemurnian), Pakar Ilmu Pikiran Bawah Sadar( Hypnoisis/Hypnotherapi dan Pakar NLP, Metafisika (mampu menganalisa dari 4 sudut pandang yaitu memakai Kecerdasan Intelegensia/IQ, Kecerdasan Emosional /EQ, Kecerdasan Spiritual/SQ, Kecerdasan Cosmis/CQ). Sehingga apapun masalah Anda pasti mampu terselesaikan secara multidimensi (Sekala Niskala ataupun Lahir Bathin). Dalam Workshop kali ini juga akan diisi dengan Pembangkitan Energi Quantum. Dengan energi ini Anda akan dengan mudah mengenali kelemahan dan celah tersembunyi dalam diri Anda, yang selama ini menjebak Anda dan menjadi penyebab berbagai kekeliruan, kesalahan dan sebagainya, lalu bagaimana Anda bisa mengelolanya. Anda bisa mengambil alih kuasa atas diri Anda dengan sangat mudah, memprogram pikiran, perasan dan perilaku Anda dengan teknik yang sudah secara berabad-abad teruji efektifitasnya. Anda akan bisa membangkitkan “Guru di dalam diri” yang akan menjadi pembimbing dan penuntun setiap langkah Anda, yang akan mengubah persepsi dan hidup Anda menuju kesehatan, kesuksesan, keberlimpahan rejeki serta kasih sayang dan kebahagiaan. Energi Quantum adalah potensi terbesar yang dimiliki oleh setiap umat manusia yang masih tertidur lelap di area bawah sadar. Energi ini menjadi penting dibangkitkan karena se-abad terakhir lewat berbagai risetnya para pendekar fisika kuantum sering mencengangkan

komunitas ilmiah di dunia dengan berbagai penjelasan yang sulit diterima akal ilmuwan tradisional lainya. Misalnya, saat mereka menjelaskan ditemukannya titik singgung antara rasionalitas dengan intuisi dan hati nurani. Tentang semakin terungkapnya hubungan antara “ kenyataan” dengan “kesunyataan” antara ilmu pengetahuan dengan kesadaran spiritual. Karena itu untuk meningkatkan kualitas kehidupan, membuka kebuntuan hidup, menguatkan hati menuju konsentrasi, mendapatkan rileksasi maka pondasi kesadaran kitalah yang perlu dibangun lebih dulu. Kesadaran yang bukan hanya sekedar mengacu pada nalar rasional (IQ), melainkan juga menggunakan kecerdasan hati (EQ), kecerdasan jiwa (SQ) yang bertumpu pada kecerdasan Ilahiah (CQ). Keempat kecerdasan inilah yang pada akhirnya membuat ilmu pengetahuan modern sepakat dengan pandangan spiritual yang menyatakan bahwa kesadaran (yang tak tampak) adalah penyebab dari semua ciptaan (yang tampak), ini berarti semua hasil duniawi yang akan kita dapatkan berawal kecerdasan dan metode kemampuan kita mempergunakan energi Quantum untuk mengolah pikiran, pengendalikan perasaan dan menjadikanya sebuah tindakan nyata. Untuk itu setelah diadakan di berbagai wilayah Indonesia, dan dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan dari mancanegara, kini dengan bangga untuk masyarakat Bali tercinta dipersembahkan “WORKSHOP SEMBUH DAN REZEKI MENGALIR DENGAN ENERGI QUANTUM”. Guru Mangku Hipno yang bernama lengkap “GMH KG SUATMAYASA SH., CH., CHt., MNNLP yang merupakan seorang putra Bali kelahiran Singaraja. Guru Mangku Hipno adalah seorang spiritualis pendiri Brahmakunta Spiritual dan Supranatural Modern Center/ Pusat Pembelajaran dan Penyembuhan, Pendiri GMH Institute, Pendiri Hypnosis dan Prana Club. Guru Mangku Hipno juga merupakan seorang pengajar meditasi Samatha dan Vipasana, juga seorang penyembuh profesional yang telah berhasil menyembuhkan ribuan pasien dari wilayah Indonesia bahkan sampai Prancis, Rusia, India, Dubai, Singapura, Jepang, Filipina dan telah mengantongi ijin praktek resmi dari Dinas Kesehatan no : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES, dan rekomendasi dari IPATRI : 139/DPC IPATRI/2014, Kemenag : Kd.18.09/III/BA.00/2662/2014. Guru Mangku Hipno merupakan pakar Hypnotherapi, Supranatural dan Prana yang sudah berkeliling Indonesia mengadakan Workshop, seminar dan diundang menjadi narasumber, pengajar, motivator, penyembuh, baik diundang oleh perseorangan, kelompok/perkumpulan, berbagai perusahaan, sekolah dan lembaga lainya. Untuk itu jika Anda tertarik untuk mendapatkan pelayanan dan berminat mengundang Guru Mangku Hipno, maka beliau selalu siap berbagi pengetahuan.

WORKSHOP PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI III “SEMBUH DAN REZEKI MENGALIR DENGAN ENERGI QUANTUM“

HARI/TGL : MINGGU 17 MEI 2015. TEMPAT : GEDUNG PWI BALI, GATSU TENGAH, LUMINTANG, DENPASAR. PUKUL : 15.00 SD 17.00 WITA. HARGA TIKET : HANYA RP 350 RIBU PESAN ANTAR TIKET hub : 1.0361-8442823, 085103112404 (Brahmakunta Center) 2.085738818906 ( Jro Mangku Swandra) 3.085238640217 ( Jro Abuck) 4.08563800133 (Jro Putu Anta) 5.0361-9133725 (Jro Ayuk) 6.08124681851 (Jro Musna) 7.085935051555 (Jro Made Chung)

tkh/Hasmiati Mus

Kabupaten Kepulauan Salayar terkenal dengan potensi alam lautnya yang tersebar di beberapa pulau. Salah satunya adalah Pulau Liang Kareta, tepatnya di Desa Bonto Borusu, Kecamatan Bonto Baharu. Jarak Pulau tersebut dengan ibu kota Benteng pun cukup dekat, sekitar lima kilometer dan mampu diakses dengan berkendara perahu bermotor sekitar 30 menit.

M

enariknya, pulau tersebut menyajikan berbagai keindahan alam laut, di antaranya hamparan pasir putih terigu (pasirnya sehalus tepung terigu), gua, keindahan lahan pertanian warga sekitar pulau (pulau tersebut tidak berpenghuni kecuali para petani yang bercocok tanam), serta suguhan keindahan biota lautnya, yakni hamparan terumbu karang yang dijadikan habitat berbagai jenis binatang laut. Oleh karena itu, pulau tersebut sangat cocok bagi komunitas bahari hingga tempat liburan keluarga. Di tempat ini, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan seperti snorkeling, diving, berenang, dan memancing. Tidak hanya itu, lahan pu-

lau tersebut, tepatnya puncak gua pulau, dijadikan area bercocok tanam bagi warga sekitar pulau. Keramahan para petani tersebut melengakapi kenyamanan para pengunjung. Pulau Liang Kareta ini memiliki kisah tersendiri. Sesuai namanya, Liang Kareta, yang dalam bahasa daerah Selayar berarti gua dan kendaraan (perahu), konon sempat dijadikan tempat bersembunyi atau mengasingkan diri warga yang lari dengan menggunakan perahu (kendaraan) untuk menghindari kekerasan para penjajah di masa lampau. Dengan demikian, potensi alam laut yang dianugerahkan Sang Kuasa di Kepulauan Selayar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, sudah sepatutnya semua elemen masyarakat menjaga dan melestarikan potensi alam di wilayah ini. -Hasmiati Mus

Kaya Biota Laut Potensi wisata alam, khususnya keindahan alam laut yang dimiliki Kabupaten Selayar, boleh dibilang sangat memukau namun masih jarang terjamah. Salah satu pulau eksotis tersebut adalah Pulau Liang Kareta. Beberapa pegiat dan pemerhati lingkungan di Makassar seperti Seleya Scuba Divers (SSD) bahkan sudah menjadikan Pulau Liang Kareta sebagai tempat aktivitas wisata mereka.

tkh/Hasmiati Mus

Wakil Ketua SSD, Yusuf Ronald, mengatakan, pihaknya mulai mempromosikan Pulau Liang Kareta sejak 2010. Pasalnya, pulau yang belum banyak diekspos ini sarat dengan kekayaan biota laut, yang kelak mampu menghipnotis wisatawan, baik domestik maupun mancanegara dengan keindahan bawah lautnya. “Wisatawan mancanegara yang pernah berkunjung, di antaranya Perancis, Belgia, Italia, Finlandia, Belanda, dan Amerika Serikat. Sedangkan domestik, antara lain Jakarta, Surabaya, dan Makassar sendiri,” paparnya. Selama ini, pihaknya menyajikan dua paket program wisata untuk wisatawan. “Paket pertama adalah Snorkling Gusung-Liang Kareta (termasuk transportasi kapal, guide, peralatan, dan makan). Paket ini terdiri empat bagian, paket personal Rp 800 ribu, paket bertiga Rp 500 ribu per orang, paket berenam Rp 350 ribu per orang, dan paket bersepuluh Rp 250 ribu per orang,” bebernya. Sedangkan untuk paket kedua, paket Diving Gusung-Liang Kareta (termasuk kapal, guide, peralatan, tabung, makan, dan tiga kali diving). “Paket ini terdiri dari empat bagian, antara lain paket personal Rp 1,5 juta per orang, paket bertiga Rp 1 juta per orang, paket berenam Rp 850 ribu per orang, dan paket bersepuluh Rp 750 ribu per orang,” imbuhnya. Selain itu, wisatawan yang hendak berkunjung ke Selayar mampu menempuh tiga jalur, udara, darat, dan laut. “Untuk darat dan laut, dengan menyewa bis Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu, dan untuk jalur udara Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu. Nah, dengan berbagai fasilitas yang disediakan, akan memudahkan wisatawan menikmati wisata alam di Selayar, terutama Pulau Liang Kareta,” tandasnya. -Hasmiati Mus


6

Women on Top

Edisi 848/ 11 -17 mei 2015

Hj. Titiek Suharto

Satukan Persepsi Indonesia kaya adat dan budaya. Salah ­satunya tata rias pengantin. Di tiap daerah di Indonesia memiliki gaya tata rias yang berbedabeda. Untuk tetap menjaga ke­lestarian gaya tata rias pengantin nusantara ini pula, terbentuklah HARPI Melati (Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia). “Di NTB, baru terbentuk tahun 2000. Sempat vakum beberapa tahun dan aktif kembali sejak 2006,” ujar Ketua DPD HARPI Melati NTB, Hj. Titiek Suharto.

O

rganisasi ini dika­ takannya memi­ liki visi misi untuk mempersatukan persepsi gaya tata rias pengantin Sasak (NTB). Dengan memper­ satukan para ahlinya, yakni para

penata rias, pemilik salon mau­ pun LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan), diharapkan gaya tata rias pengantin tradisional ini tetap pada pakemnya, tetap terjaga, dan lestari. Di NTB, ada banyak penata

rias, namun sampai saat ini baru tercatat 30 anggota HARPI. Pro­ fesi ini dikatakan Titiek memiliki peluang besar untuk meraup ru­ piah. Karena, hampir tiap minggu ada saja acara-acara adat yang “mengharuskan” mereka untuk

Hj. Titiek Suharto setelah membuka Seminar dan Workshop TRP Bali Payas Agung dan Payas Madya

berdandan. “Biar murah, tapi rutin,” jelasnya. Untuk menyosialisasikan keberadaan HARPI di NTB, beberapa kegiatan digelar. Seperti dalam peringatan Hari Kartini bekerjasama dengan instansi pariwisata, HARPI Melati terlibat sebagai juri dalam Lomba Teruna Dedara. Juga, dalam pameran busana pengantin NTB. Yang paling fundamental adalah ketika HARPI merias 300 pasang pen­ gantin dalam pernikahan massal. “Jadi satu anggota bisa merias 10 sampai 15 pasang,” ungkap perempuan kelahiran Kediri, Jawa Timur yang memiliki moto hidup “menikmati hidup dengan santai seperti air mengalir” ini. Selaku Ketua HARPI yang menjabat dua periode hingga kini, serta berdasarkan SK/ penunjukkan dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) yang ditembuskan dari Direk­ torat, tahun 2007 LKP Endah Salon miliknya ditunjuk sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi) Tata Rias Pengantin (TRP) Endah Salon. TUK ini menjadi satu-satunya TUK TRP yang ada di NTB. NTB memiliki 4 gaya tata rias pen­ gantin, yakni Sasak, Semawa, Mbojo, dan Dompu. Namun saat ini yang baru dibakukan hanya Tata Rias Pengantin Sasak. Karena itu, HARPI Melati memiliki target ke depan untuk bisa membakukan TRP NTB khususnya di pulau Sumbawa, yakni gaya TRP Samawa, Dompu, dan Mbojo. Hal ini

dijelaskannya membutuhkan du­ kungan semua pihak karena demi kepentingan bersama, menjaga kelestarian busana adat daerah NTB. Bagi penata rias dan pemilikpemilik lembaga yang belum tersertifikasi, diimbaunya untuk mengikuti uji kompetensi. Bagi pemilik lembaga khususnya, tentunya hal ini akan memberikan akses-akses dan kemudahan lain yang berhubungan dengan tat arias pengantin. Sementara secara umum, sertifikasi ini menunjukkan kompetensi/kemampuan seorang perias yang sudah teruji dan memiliki daya saing di bidang­ nya. Sehingga nanatinya sertifikasi ini mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. –Inten Indrawati

Perempuan Punya “Sisternet”

D

Desy Sari Dewi

alam upaya ikut memajukan perempuan Indonesia, XL meluncurkan gerakan sosial untuk mendorong kemajuan perempuan Indonesia melalui peman­ faatan internet. Gerakan sosial ini juga diwujudkan dengan menyediakan aplikasi Sisternet, yaitu aplikasi layanan dengan beragam manfaat yang ditujukan bagi kaum perempuan. Dalam aplikasi ini terdapat berbagai fitur yang semuanya memfasilitasi kebutuhan utama perempuan, seperti antara lain untuk berbagi tips kes­ ehatan, karir, informasi gaya hidup, informasi kehidupan berkeluarga, belanja, kecantikan dan sebagainya. Vice President XL East Region, Desy Sari Dewi mengatakan, riset menemukan, perempuan lebih tert­ inggal dalam hal penggunaan layanan canggih daripada pria, mereka relatif kurang informasi, dan pengetahuan dalam mengoptimalkan penggunaan Internet termasuk mobile internet untuk mendukung kehidupan sehariharinya. “Sisternet merupakan wujud komitmen dan kepedulian XL untuk mengajak para perempuan In­ donesia lebih maju lagi melalui pemanfaatan Internet. Ini merupakan suatu gerakan sosial bersama guna membantu dan memberikan inspirasi perempuan In­ donesia untuk meraih manfaat secara maksimal dari keberadaan internet guna meningkatkan kualitas hidup secara individu dan keluarga,” ujarnya. Desy menambahkan, peluncuran Sisternet ini tidak semata atas pertimbangan bisnis. Program ini berlatar belakang keinginan XL untuk bisa ikut mendorong program pemerintah dalam menyiapkan masyarakat me­ nyongsong era digital, sekaligus mendorong pemerataan manfaat internet. Tingkat penggunaan internet oleh ka­ langan perempuan di Indonesia lebih rendah 30% - 40% dibandingkan di negara-negara ASEAN lainnya.

Mengenai gerakan ini lebih lanjut, XL menjalin kemitraan dengan media, komunitas maupun plat­ form online untuk menjangkau kaum perempuan, sekaligus akan menyelenggarakan kegiatan Roadshow di 3 kota, Jakarta, Bandung, Surabaya, untuk dapat tatap muka langsung dan melakukan edukasi tentang internet hingga penggunaan aplikasi internet seperti e-commerce dan lainnya. PERIKSA JADWAL MENSTRUASI XL juga menyiapkan layanan website dan ap­ likasi Sisternet yang dapat diakses melalui komputer maupun smartphone. Pengguna akan mendapatkan sejumlah fitur menarik khas perempuan, antara lain tips-tips kecantikan dan memasak. Ada juga fitur forum diskusi yang didalamnya pengguna bisa mendapatkan berbagai topik seperti kesehatan dan kecantikan, anak, jual beli, traveling, pakaian, belanja, dan lain-lain. Di forum ini, pengguna bisa “nimbrung’ berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau pengalamannya sesuai dengan topik. Selain itu, juga terdapat fitur promosi yang berisi informasi program promo suatu produk, games menarik khas perem­ puan, juga fitur kalender untuk memeriksa jadwal menstruasi. Tidak ketinggalan, ada fitur infotainmen yang menyajikan berita-berita tentang dunia hiburan. Layanan ini bisa dinikmati secara gratis untuk akses layanan non premium, yang mencakup artikel, games, mengakses forum serta kalendar siklus bulanan wanita. Akses layanan premium yang mencakup konten artikel, pelanggan dikenakan tarif langganan Rp. 5.000/bulan, belum termasuk biaya langganan akses Internet. –Ngurah Budi

19

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Sarat Misi Kemanusiaan Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia. Banyak suka-duka yang dialami para aktivis Palang Merah Indonesia termasuk yang ada di Bali. Berikut ini pengalaman kepala markas PMI Badung dan staf PMI Provinsi Bali.

B

ekerja di Palang Me­ rah Indonesia Kabu­ paten Badung sudah dilakoni­nya sejak ta­ hun 1966. Sampai sekarang sudah 49 tahun, Tjok Gde Agung Adnyana mengabdikan hidupnya di lembaga yang sarat dengan kemanusiaan ini. Berbagai suka duka dilaluinya, dengan tugas ganda, sebagai sek­ retaris dan kepala markas. Sejak tahun 2014, ia juga dipercaya se­ bagai Kepala Perhimpunan Donor Darah Indonesia menggantikan Prof. A.A. Sudewa. Seperti apa tantangannya ? “Bekerja di Palang Merah In­ donesia memang sarat dengan misi kemanusiaan, cinta kasih, dan kedamaian. Awalnya, saya tertarik mengabdikan diri di PMI, karena saat duduk di bangku SMA, mendapat­kan pengenalan pertolongan pertama dari PMI,” tuturnya tentang kisah awal bekerja di PMI. Disamping itu, salah satu kerabat dekatnya Prof. Cok Rai, juga duduk sebagai kepengurusan PMI. Tjok Adnyana sering diminta bantuan sebagai relawan. Akhirnya, semua mengalir begitu saja, Tjok Adnyana begitu menikmati tugas mulianya di PMI. Tahun 1971, atas perintah Bupati Badung Wayan Dhana,

Tjok Gde Agung Adnyana

diminta satu orang yang khusus menangani PMI secara penuh dan bukan ­pejabat pemerintah. Tahun 1972, Tjok Adnyana resmi diangkat sebagai sekretaris dan kepala markas PMI Badung. Ia merangkap dua tugas dengan tujuan, sistem satu meja tugas menjadi lebih efisien, efektif, dan produktif. Memulai pengembangan PMI

dari awal, Tjok Adnyana merasakan banyak sekali tantangan. Awalnya, ia berkantor di paviliun kepunyaan Prof. Tjok Rai. Ia mendapatkan fasilitas satu meja dan mesin ketik untuk menunjang kegiatannya. Be­ lum ada dana operasional. Mulailah ia mengalang bulan dana. Kemudian untuk menyosialisasikan PMI, ia harus berkeliling ke SKPD terkait, dengan naik sepeda miliknya satusatunya waktu itu. Akhirnya, mu­ lailah ada bantuan satu unit sepeda motor yang diberikan bupati untuk memperlancar operasionalnya. Dalam membuat laporan rutin, ia juga mendapat kendala. “Saat mengirim laporan saya malah diledek, ini Pak Tjok mau mengirim kertas kosong,” katanya sembari tertawa. Hal itu, dikarenakan masih banyak kolom yang kosong. “Waktu awal, saya hanya bekerja sendiri di PMI. Pelan-pelan tahun 1975 mulailah ada staf yang mem­ bantu. Kantor terus berpindah lagi ke Jalan Sri Rama, nambah dua staf. Kantor pindah lagi ke Jalan Melati, dan tahun 1976 resmi pindah ke Jalan Imam Bonjol,” kata lelaki yang berulangtahun tanggal 8 Mei, bertepatan dengan peringatan Hari Palang Merah Sedunia. Pembangunan markas juga

mulai dilakukan, sampai tahun 2000 akhirnya gedung di Imam Bonjol berdiri dengan megah. Ke­ tika terjadi perpisahan Denpasar dan Badung, PMI Badung akhirnya menempati gedung baru di dekat RS Kapal, satu gedung dengan KPA Badung, dan BNK Badung. DONOR DARAH 183 KALI Tantangan lain, kata Tjok ­A dnyana, adalah memutus ran­ tai calo darah. Tahun 1972, ia dan Prof. Cok Rai menghadap Dekan FK Unud waktu itu, Prof. ­Adnyana dan Direktur RS Sanglah dr. Made Sudia­na, untuk membuat kesepakat­an MoU, RS Sanglah, FK Unud, dan PMI, untuk memberan­ tas calo darah. Tempat transfusi tetap di RS Sanglah, FK Unud se­ bagai tenaga ahli bisa melakukan riset, dan manajamen tetap di­ pegang PMI. Tanggal 7 November 1973, MoU ditandatangani. Sejak tahun 1997, transfusi RS Sanglah diambil alih dan dikelola

PMI Provinsi Bali dengan nama Unit Transfusi Pembina PMI Bali. Menurut Tjok Andyana, bekerja di PMI membuatnya bisa membantu orang lain. “Saya bangga bisa mem­ bantu orang lain. Ini merupakan bekal PMA (penanaman modal akhirat),” ujar lelaki yang sudah melakukan donor darah sebanyak 183 kali. Dari awal berdirinya PMI, ada 28 orang yang rutin dan teratur melakukan donor darah. Sampai saat ini, sudah berkembang men­ jadi 50 ribuan. Kendala saat ini, kata lelaki usia 68 tahun ini, me­ nyadarkan masyarakat untuk rutin tiap tiga bulan melakukan donor darah dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Berkenaan dengan peringatan PMI belum lama ini, ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak baik itu masyarakat, dan pemerintah yang telah men­ dukung pelayanan kemanusiaan kepalangmerahan di kab. Badung dan pengembangan donor darah sukarela di Provinsi Bali. –Wirati Astiti

Oktianingsih

Siap on Call Walaupun bekerja sebagai staf di Palang Merah In­ donesia, bukan berarti tugasnya hanya duduk di kantor. Saat terjadi bencana, staf pun ikut terlibat. Demikian dituturkan Gusti Made Ayu ­Oktianingsih, staf Organisasi dan Komunikasi PMI Provinsi Bali. Gadis usia 28 tahun ini, menuturkan, menjalani tugasnya di PMI dengan keceriaan. “Awal melamar bekerja saya pikir bekerja di PMI sebagai staf hanya di belakang meja, ternyata saat diwawancara tes kerja, saya diinfokan juga, staf harus ikut terlibat di lapangan, jika terjadi bencana,” kata mantan aktivis mahasiswa BEM yang paling muda di PMI Bali. Sebagai staf kantor, ia juga dibekali pengetahuan tentang P3K, dan penanggulangan bencana. Walaupun perempuan, ­Oktianingsih juga sama gesitnya dengan staf laki-laki. Dia punya beberapa pengalaman saat terjun ke lapangan, selain juga ikut memberikan pelatihan P3K bagi masyarakat. Waktu kejadian banjir bandang di Titab Buleleng. Dia bersama relawan melakukan distribusi bantuan ke masyarakat. Hal yang menjadi tantangan bagi Oktianingsih, adalah saat evakuasi warga. Ada warga yang tidak mau dievakuasi karena merasa rumahnya tidak terkena banjir. Padahal, bisa saja ada banjir susulan karena derasnya hujan. Biasanya komunikasi dibantu aparat desa. Tantangan lain, saat evakuasi, medan yang berat, jalan rusak dan tertutup sungai. Jadi lebih banyak jalan kaki. Memang ia mengakui, sebagai staf PMI, ia siap on call kapan saja. “Itu sudah merupakan tanggungjawab dan komitmen bekerja di PMI,” kata gadis yang sudah donor darah 4 kali ini. –Wirati Astiti


20

Nine

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Marice Dillak

Empat tahun di Soe, hidup dalam sebuah tradisi asing konflik, intrik, eksekusi dan pembunuhan. Daerah mereka sangat terisolasi, tidak ada alat komunikasi memadai, terkecuali sebuah telepon umum masih tegak di dekat kediamannya. Tidak terasa empat tahun berada di PN Soe dalam situasi terus mengalami tekanan psikologis. Anaknya yang dibawa serta mengalami tekanan mental hebat pula. “Anak saya nangis terus sampai sakit,” kenangnya. Situasi itu membuat pikirannya runyam. Sebagai wanita, perasaan gentar karena situasi tak kondusif semakin membuatnya patah arang. Dalam pikiran kalutnya saat itu, hanya terlintas akan berhenti dari karir sebagai hakim. “Saya mau berhenti saja waktu itu. Tidak tahan,” akunya. “Suami bilang berhenti saja. Dia juga mau kalau kumpul dengan keluarga. Intinya, dia serahkan kepada saya. Kalau mau berhenti, berhenti saja,” sambungnya. Sampai akhirnya berkonsultasi dengan suami termasuk keluarga besarnya. Tapi takdir membuatnya tetap bertahan menjalani profesi hakim. Jiwanya dikuatkan orangtua. “Orangtua saya yang selalu Marice Dillak motivasi. Di kepercayaan kami jolak baru, karena bantuan militer han portugis. Pindah tempat tak (Kristiani), pekerjaan adalah dalam pengamanan ekstra ketat. berarti memperoleh ketenangan anugerah. Jika menerima yang Lepas dari suasana heroik itu, hidup dan pekerjaan. Waktu itu, baik, di dalamnya selalu ada yang Rice pindah ke Pengadilan Negeri anaknya, Amanda masih berusia tidak baik. Jangan mau enak enak Soe, Kabupaten Timor Tengah dua tahun. Konflik dan pembunu- saja,” demikian nasehat sang ibu Selatan. Sebuah wilayah berbeda han menjadi menu sidang yang dan ayah, membuat semangatnya dengan Kefamena, bekas penjaja- seolah tidak ada habisnya. pulih. -Haris M/Naniek I. Taufan

Pekerjaan adalah Anugerah

Dia salah satu perempuan yang punya pilihan berani dengan berkarier menjadi hakim, Marice Dillak, S.H., M.H. Bukan hanya soal kesiapan mental ketika menghadapi tekanan para pihak dalam perkara, tapi juga keberanian menggunakan nurani untuk membuat keputusan paling adil, karena dia sadar sedang menjadi wakil Tuhan.

A

krab disapa Bu Rice, hakim kelahiran Kota Kupang ini sedang menikmati makan siang di ruangannya. Menemukan waktu yang luang di saat-saat kesibukannya menangani perkara di Pengadilan Negeri Mataram bukan hal mudah. Sampai-sampai makan siang pun harus dibawa ke ruangan, sembari jemarinya mengetik di keyboard notebook, masih seputar berkas perkara yang ditangani tentunya. Sehari-hari, Rice dipercaya menjadi hakim PHI di Pengadilan Kelas IA tersebut. “Menjadi hakim, bagi saya adalah pilihan hidup,” kata Rice. Cerita hidupnya sebagai hakim dimulai dari Tahun 1992, ketika lulus Fakultas Hukum di tanah kelahirannya. Setelah itu pilihan hidupnya ia tentukan menjadi pengadil di persidangan. Setelah lulus tes, ia menjadi calon hakim (Cakim) dengan penempatan pertama di PN Kupang, NTT. Awal yang berat adalah ketika surat keputusan pengangkatan pertamanya menjadi hakim baru di Tahun 1996 di Pengadilan Negeri Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. “Daerah ini masih dilanda konflik, pengaruh dari konflik di Timor Timur,” kenang Rice, mengawali ceritanya. Di daerah itu banyak terjadi kasus pembunuhan. Penggunaan senjata api lebih mudah daripada membeli mainan. Warga warga sipil menguasai senjata, bahkan konon didapatkan dengan mudah dari militer angkatan bersenjata. Ini yang memicu pembunuhan, akibat pertengan antara dua kubu yang menginginkan Timor Timur berpisah dengan Indonesia dan kubu sipil yang tetap berjuang mempertahankan wilayah paling timur itu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Banyak kasus pembunuhan dan kepemilikan senjata api. Sehingga kami banyak menyidangkan perkara para Milisi Tim Tim,” katanya. Puncaknya ketika referendum Tahun 1999 yang akhirnya menjadi sejarah buruk, salah satu wilayah terpisah dari bingkai NKRI, Timor Timur. Rice ambil bagian merasakan atmosfir konflik, kekacauan bahkan pertumpahan daerah waktu itu. Ruang sidang yang seharusnya menjadi kewenangan penuh hakim sebagai

pengendali, hari hari menjadi ruangan pengap, penuh ketegangan, teror langsung kepada majelis hakim termasuk dirinya. “Kami banyak menyidangkan anak buahnya pimpinan Erico Guteres. Ada namanya kelompok Besi Merah Putih. Nama pimpinannya Lorenso Songares,” kenangnya. Proses yang dilematis, ditambah lagi intervensi asing ketika itu, membuat perkara makin runyam. Karena yang disidangkan pihaknya saat itu adalah warga sipil Indonesia yang berjuang untuk mempertahankan NKRI. Tapi hukum harus tetap ditegakkan yang terjadi adalah pembunuhan dan kepemilikan senjata api. Sidang pun dikawal ketat aparat. Kodam Siliwangi mengirim pasukan, khusus untuk menjaga sidang yang Rice terlibat menjadi hakim. Pekik pengunjung dan keluarga terdakwa memekakkan telinga, meminta terdakwa milisi dibebaskan dari hukuman. Hari hari yang jauh dari suasana tenang itu bertahap terlewati. “Yang saya yakini saat itu, saya dijaga Tuhan,” akunya. Tidak semata menggunakan pendekatan penegakan hukum, dengan keyakinannya, pendekatan kerohanian dilakukan. Di mengajak bicara dengan pendekatan hati kepada terdakwa, keluarga dan orang orang di sekitarnya. “Saya ajak bicara dengan pendekatan kerohanian. Karena saya punya keyakinan, kami sama sama percaya kepada Tuhan, walaupun berbeda keyakinan, tapi semua ingin masalah tidak berlarut,” paparnya. Para milisi tidak puas dengan pemerintah, terhadap TNI, terhadap pemberontak, semua diluapkan kepada hakim. Akhirnya setelah putusan dijatuhkan, semua hakim tak terkecuali dirinya dikarantina. Saat itu dia satu satunya hakim perempuan. Menjadi semakin runyam ketika hidup dengan anaknya yang baru berusia dua tahun. Ia harus berpisah dengan suaminya, Wily Parera tinggal karena bertugas di Kupang sebagai dosen. Berhari-hari mereka ditempatkan di gedung karantina tanpa bebas beraktifitas. Layaknya perang, mereka dijaga ketat TNI. Tapi pada akhirnya, semua selesai dengan baik. Putusan dijatuhkan tanpa ada ge-

Mertua Pingsan Lihat Senjata Tantangan paling besar, ketika pindah ke Kupang Tahun 2007 lalu. Ia mengadili perkara Pemilukada setempat. Sebenarnya itu perkara perdata, karena penggugatnya paket yang tidak lolos saat verifikasi. Penggugat kemudian menuntut provisi atau meminta tahapan pemilukada dihentikan saat itu tahapan sudah kampanhye, sampai putusan pengadilan selesai. Batinnya bergolak dan sedang diuji. Akhirnya putusanya, provisi tidak dikabulkan. Setelah putusan itu, situasi politik sangat panas, serba sensitif. Salah satu calon yang diketahui purnawirawan Polri itu, datang menyerang pengadilan menggunakan jasa preman. Tidak hanya ancaman langsung. Secara tidak langsung pun, teror dan ancaman pembunuhan dialami, bahkan dibuat dengan surat yang bertebaran. Karena tidak ingin mengambil risiko, akhirnya mereka dijaga polisi selama tiga bulan. Sehingga tak ayal harus pindah pindah rumah, ketika itu masih ngontrak. Dalam situasi tenang, mereka justru panik. “Saat tidur, kamar diketok. Kami diperintahkan pindah, dan saat itu kami langsung pindah di hotel,” terangnya. Bak pelaku kejahatan, mereka dalam situasi tertekan dan seperti diburu. Putus asa kembali menderanya, sampai ia harus bergumam. “Kok sial sekali saya ini jadi hakim?” keluhnya saat itu. Stress dan tertekan selain karena kisruh dan ancaman pembunuhan, juga teror langsung terhadap keluarga. Karena kerasnya ancaman itu, ia harus pindah rumah sebanyak lima kali dengan dramatis. Dari satu rumah ke rumah yang lain dalam pengawalan ekstra ketat oleh pasukan bersenjata. Jika ia menuju kantor, pola–pola menyamar yang membuatnya tidak nyaman, harus juga dilakukan. Senjata api laras panjang bertumpuk tumpuk di rumahnya, milik anggota TNI dan Polri yang berjaga–jaga, meski sudah seketat itu pun, keluarganya belum aman dari ancaman. “Mertua saya pernah pingsan ketika tahu ada senjata di rumah itu. Akhirnya kami sepa-

kat tidak memberitahukan kepada keluarga lain. Kami hanya sampaikan kepada orangtua, sedang di luar kota sehingga tidak perlu datang ke rumah,” kenangnya. Terhadap ancaman pembunuhan ia pun jawab. “Saya katakan, jika waktunya mati ya mati,” ujarnya berprinsip, karena jangankan diteror dan dibunuh, orang yang tidur di kamar hotel empuk pun akan mati jika itu sudah takdirnya. Prinsip harus tegak baginya, dengan cara menegakkan keadilan karena dari lembaganya lah keadilan itu bisa lahir. Karena satu hal prinsip yang mengingatkan dia. Lagi lagi pesan orang tuanya, yang mengatakan, “Jangan menumpahkan air mata orang karena putusan yang dijatuhkan itu demi kepentingan pribadi,” sebutnya. Jalur terjal, berkerikil dan berbatu selama 20 tahun lebih berkarier, sekarang sepertinya ia mendapatkan situasi berbeda. Ada angin segar dengan suasana tugas yang lebih “bersahabat” di PN Mataram. Perkara berkaitan degan Hubungan Industrial disidangkannya bersama komposisi hakim – hakim lainnya. Sekarang ia mengaku sedang memetik buah kesebarannya, menikmati karir sebagai pengadil, tentu saja tetap dengan prinsip haram melanggar aturan dan apalagi intervensi. “Bagi saya pekerjaan itu adalah panggilan hidup. Dimana pun, apapun profesi kita, itu panggilan. Baik jadi hakim, jadi guru, apapun pekerjaan itu. Sepanjang dijalani dengan ikhlas. Ini kesempatan hidup kita dan harus dimanfaatkan untuk berkarya,” ujarnya, meski pun ada saja perasaan berat, karena lagi lagi ia jauh dari keluarga. “Perempuan selalu ingin sejajar dengan laki laki, tapi kualitas diri ini harus ditingkatkan. Pada dasarnya perempuan punya kemampuan, cuma karena merasa dikekang budaya, sehingga sulit mendobrak tradisi itu,” tegasnya. -Haris M/Naniek I. Taufan

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

5

Painless Labour (Persalinan tanpa Nyeri) di Prima Medika Hospital Nyeri pada saat persalinan adalah sesuatu yang fisiologis. Namun, meski begitu, setiap ibu tak ingin pengalaman yang sa­ ngat tidak menyenangkan dalam persalinan. Akhirnya, banyak yang memilih operasi caesar. Ada alternatif lain yang dapat dilakukan untuk menghindari rasa nyeri tersebut yakni dengan cara persalinan normal tanpa rasa nyeri (painless labour). Menurut dr. Ilyas Angsar, Sp.OG(K), dokter spesialis kan­ dungan dari Prima Medika Hospital, teknik ini sebenarnya sudah lama dilakukan, hanya saja belum terlalu familiar di ka­langan masyarakat. Teknik ini dilakukan dengan melibatkan ahli anastesi pada saat per­ salinan. Begitu ibu hamil telah merasakan kontraksi maka dimulai proses pemberian obatobatan untuk menghilangkan rasa nyeri ini. “Proses persalinan ini sama sekali tidak memba­ hayakan bagi calon bayi. Manfaat dari persalinan adalah adanya perasaan tenang saat menjalani proses persalinan,” ujarnya. Direktur Pelayanan Medis Prima Medika Hospital, dr. Putu Dian Ekawati, MPH., menambah­ kan, dari segi biaya, persalinan ini memang lebih mahal, namun, bila dibandingkan dengan op­

erasi caesar tentu jauh lebih mu­ rah, dan efek pemulihan setelah melahirkan jauh le­bih cepat. “Karena kurangnya pengeta­ huan persalinan tanpa rasa nyeri ini, hanya sebagian kecil dari ibu hamil yang memilih melahirkan dengan proses persalinan tanpa rasa nyeri ini,” kata dr. Dian. Menurut dr. Ilyas Angsar, walau disebut persalinan tanpa rasa nyeri, kekuatan pasien saat mengejan juga memegang peranan penting. Karena itu, kata dokter yang suka musik ini, banyak pasien yang gagal melakukan teknik persalinan ini karena tak mampu mengejan. Salah seorang pasien yang berhasil melakukan teknik ini dengan baik, adalah I Gusti Ayu Kamaratih. Istri musisi I Wayan Balawan ini sudah dua kali melakukan persalinan dengan teknik painless labour. “Perasaan saya waktu melahirkan itu sangat nyaman. Tidak ada rasa sakit sedikit pun. Proses melahirkan juga sangat cepat hanya 10 detik,” tutur perempuan yang akrab disapa Ayu ini, saat ditemui di Prima Medika Hospital, Jumat (8/5). Awalnya, waktu hamil anak pertama, Ayu dihadapkan pada pilihan, persalinan normal pas­ ti sakit, atau operasi. Setelah

Dari kiri: dr. Putu Dian Ekawati, I Gusti Ayu Kamaratih menggendong putra keduanya yang lahir 7 Mei 2015, dan Balawan

berkonsultasi dengan dr. Ilyas, ia ditawarkan teknik persalinan ini. “Dokter hanya bilang ke saya, saya harus bisa mengejan, karena tidak ada rangsangan sakit waktu terjadi bukaan,” kata Ayu. Ia mencoba mencari info di berbagai buku dan internet teknik belajar mengejan. “Saya ini takut dengan rasa sakit. Tapi tak rela juga operasi caesar. Jadi saya pikir, teknik ini paling baik. Karena itu, saya berlatih menge­ jan,” ucap Ayu. Ia mengakui, walaupun teknik ini tak menimbulkan rasa sakit, kekuatan si ibu saat mengejan sangat dibutuhkan. “Karena tidak

Taman Laut Bunaken

ada rangsangan sakit, tentu agak sulit untuk mengejan. Kebetulan saya seorang penyanyi dan teknik mengejan ini hampir mirip se­ perti saat saya bernyanyi dengan suara keras dan melengking. Saya coba pelajari teknik ini sebelum waktu persalinan,” kata Ayu. Dua kali kesuksesan Ayu melakukan persalinan dengan teknik painless labour menuai pujian dari tim dokter. Karena menurut dr. Ilyas, kebanyakan pasien gagal tak bisa mengejan akhirnya memutuskan operasi caesar. Selain itu, kesiapan tim dok­ ter yang terdiri dari dr. Ilyas

Angsar, Sp.OG (K), dr. I Wayan Arya Biantara, Sp.An. (KIC) dan dr. Gst. Agung Utara Hartawan, Sp. An, tentu juga memegang pe­ ranan penting dalam kesukses­an persalinan ini. Menurut Ayu, ia sangat salut dengan kesigapan tim medis dari Prima Medika Hospital. Proses begitu cepat dan sangat nyaman dan Balawan diberikan kesempatan untuk memotong tali pusar putra keduanya itu yang lahir dengan berat 3.380 gram dan panjang 50 cm ini. Balawan menuturkan, sem­ pat tegang dan agak takut awal­ nya ketika memotong tali pusar. Namun, karena suasana per­ salinan yang begitu nyaman ia memberanikan diri melaku­ kan itu. Bahkan, ia merekam momen bersejarah tersebut sebagai momen terindah dalam kehidup­a n mahligai rumah­ tangganya. Balawan mengatakan sangat bahagia dapat melihat per­ salinan istrinya secara lang­ sung. “Syukurlah kesibukan saya masih di Bali, sehingga tak terlalu sulit membagi waktu. Beda waktu anak pertama, saya udah teken kontrak di Surabaya,” ujar Balawan yang sedang sibuk menyiapkan festival jazz untuk musisi lokal Bali ini. –ast

Keindahan Wisata Favorit Dunia Jika berkunjung ke Sulawesi Utara, jangan sampai tidak menyempatkan diri ke Taman Laut Bunaken. Untuk menuju ke sana, dapat melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan juga dari Marina Blue Banter. Jika memilih berangkat dari Pelabuhan Manado, bisa menggunakan perahu motor dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Apabila tidak mau direpotkan hal-hal kecil yang kadang menganggu kegiatan berwisata, dapat menghubungi travel agent. Ratarata, travel agent sudah memiliki paket wisata murah ke Bunaken. Itu karena tempat wisata tersebut sudah sangat dikenal hingga mancanegara, dan masuk dalam alternatif pilihan selain Bali.

Sejak dulu, Bunaken sudah menjadi tempat wisata favorit penyelam dan penikmat wisata pantai. Akan tetapi, setelah semakin populer lantaran Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana pernah melangsungkan perayaan bulan madu di Bunaken, maka keindahan wisata taman laut tersebut semakin mendunia. Pada 2005 lalu, UNESCO menetapkan Taman Laut Bunaken sebagai salah satu situs warisan dunia. Untuk dapat masuk ke kawasan wisata Taman Laut Bunaken, harus memiliki harga tanda masuk (HTM) atau tiket yang dapat diperoleh di Kota Manado, atau juga langsung di Taman Nasional Bunaken. Harga tiket masuk wisata Bunaken Rp 2 ribu per orang per hari untuk

wisatawan dalam negeri. Sementara, bagi wisatawan asing, harga tiket Rp 50 ribu per orang per hari. Tarif tersebut berlaku, baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun tidak. Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area seluas 75.265 hektare. Terdapat lima pulau yang termasuk dalam taman nasional, yaitu Pulau Naen, Bunaken, Manado Tua, Siladen, dan Mantehage, beserta anak pulau yang ada di sekelilingnya. Secara geografis, Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas”. Wilayah Segi Tiga Emas adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Karena kekayaan alamnya, organisasi nasional dan internasional nonpemerintah bekerja sama menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove. Karena keinginan pemerintah kota (Pemkot) Manado menjadikan Bunaken sebagai objek wisata bahari dan edukasi, pada 1991 Menteri Kelautan meresmikannya sebagai taman laut. Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area seluas 75.265 hektare. Terdapat lima pulau yang termasuk dalam taman nasional, yaitu Pulau Naen, Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, dan Mantehage, beserta anak pulau yang ada di sekelilingnya. Sejak dulu, Bunaken sudah menjadi tempat wisata favorit penyelam dan pecinta wisata pantai. Akan tetapi, setelah semakin populer lan-

taran Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana pernah melangsungkan perayaan bulan madu di Bunaken, maka keindahan wisata taman laut tersebut semakin mendunia. Eksotik Alam Bawah Laut Alam bawah laut Bunaken memang menjadi surga tersendiri bagi penggemar kegiatan menyelam, snorkeling, dan fotografi air. Dengan 40 titik selam, tentu akan membuat betah berlama-lama menyelam. Jika tak bisa berenang, tetap bisa menikmati keindahan tempat wisata bawah air, dengan menggunakan kapal selam yang telah didesain khusus. Dinding kapal berupa kaca transparan, sehingga bisa melihat dengan jelas pemandangan bawah laut yang luar biasa. Pemandangan bawah laut Bunaken menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Ada 150 spesies dari 58 jenis ikan dan ter-

umbu karang di kawasan tersebut. Spesies ikan yang umum dijumpai adalah wrase, dansel, trigger, sweetlip, unicorn, dan sebagainya. Karakter unik Taman Laut Bunaken adalah kedalaman lautnya yang mencapai hingga seribu meter. Pada bagian dalam laut, dapat disaksikan berbagai jenis ikan besar, seperti ikan tuna, marlin, hiu kepala palu, pari, layar, cakalang, barakuda, lumba-lumba, hingga paus. Jika beruntung, dapat melihat spesies ikan yang tergolong langka dan hampir punah, seperti dugong, kura-kura, dan ikan raja laut (coelacanth). Karakteristik alam bawah laut di Bunaken adalah adanya Underwater Great Walls, atau disebut juga hanging walls. Dinding-dinding karang raksasa tersebut berdiri vertikal dan melengkung ke atas setinggi 25-50 meter. Dinding karang ini adalah sumber makanan bagi ikan-ikan di kawasan Teluk Manado. -Yusuf Almakassary


4

Inspirasi

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Nursyda Syam

Tularkan “Virus” Membaca

Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sudah melek huruf.Data menyebutkan, persentase melek huruf di Indonesia cukup tinggi yakni mencapai 90%. Namun sayangnya, meski angka melek huruf negeri ini cukup tinggi, namun masyarakatnya termasuk dalam kategori tidak gemar membaca. Hasil berbagai survei menyebutkan, tingkat ketertarikan masyarakat untuk membaca tergolong rendah dibanding negara lain. Kenyataan ini sungguh memprihatinkan.

Nursyda Syam

P

epatah mengatakan, buku adalah jendela dunia. Untuk membuka jendela itu, tentunya dibutuhkan kuncinya, yakni membaca. Membaca juga disebut sebagai gerbang peradaban. Negara dengan kegemaran membaca yang tinggi cenderung memiliki peradaban yang lebih maju. Sayangnya, kata Nursyda Syam, manfaat ‘bersahabat dengan buku’ ini sepertinya kurang disadari oleh sebagian besar orang Indonesia. Di sisi lain mengajak orang untuk gemar membaca bukan lah perkara mudah. Setidaknya itulah yang dialami oleh Nursyda Syam saat memulai gerakan gemar membaca. Aktivis yang telah meraih berbagai penghargaan atas kiprahnya di tengah-tengah masyarakat ini, memulainya dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan kemudian mengembangkannya di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, tempat dimana dia tinggal. “Kelihatannya sepele, mengajak orang gemar membaca. Tapi pelaksanaannya sungguh tidak mudah. Berbagai komentar tidak mengenakkan terlontar saat awal gerakan ini digalakkan. Kata mereka, seperti orang yang tidak ada kerjaan saja, buang-buang waktu , mending mengurus keluarga, dan berbagai komentar lainnya. Tidak hanya mencemooh, banyak juga yang menertawakan,” ungkap Nursyda Syam mengenang awal memulai gerakan gemar membaca di lingkungannya. Tapi semua itu tak membuat ibu dua anak ini surut melangkah. Di awal-awal, tahun 2007, hanya beberapa orang yang tertarik. Meski jumlahnya sedikit, namun Nursyda tetap melanjutkan aksinya sembari berpikir keras bagaimana caranya agar para perempuan di daerahnya menjadi ‘doyan’ membaca. Ida, sapaan akrab wanita enerjik ini, memang menyasar gerakannya pada perempuan. “Dengan gemar membaca maka ia akan menjadi perempuan hebat, dan dia akan menulari kegemarannya itu pada anakanaknya sehingga mereka menjadi anak-anak cerdas. Begitu juga kepada suami, dan selanjutnya menularkannya pada lingkungan di luar keluarganya. Dan apa yang

saya perkirakan memang terjadi, setidaknya itu pengalaman saya terhadap keluarga sendiri, juga melihat apa yang dilakukan anggota klub kami,” papar Ida yang memulai gerakannya di Lombok Timur tahun 2007. “Kami sempat mendirikan ‘Rumah Pintar’ tapi hanya setahun, kemudian pindah ke Lombok Utara. Di sinilah, Desa Sokong, aktivitas gerakan gemar membaca dilanjutkan,” kata wanita kelahiran 1979 ini. Diakuinya, mendekati masyarakat untuk gemar membaca tidaklah mudah. Perlu cara jitu yang bisa membuat mereka tertarik. Untuk menyatakan bahwa sesuatu itu bermanfaat harus ada bukti, bukan sekadar bicara. “Kebetulan saya memiliki teman, dia awalnya bukan penggemar buku. Teman saya ini memiliki hobi memasak. Jadi pendekatan saya kepadanya adalah pada resep-resep masakan yang banyak terdapat di buku. Dan itu berhasil,” ungkapnya. Wanita ini, kata Ida lagi, bukan hanya menjadi penggemar buku tapi juga menjadi pengusaha sukses berkat kegemarannya membaca buku. “Berkat rajin membaca, hidup wanita iniberubah. Lewat resep-resep masakan yang dibacanya, dia justru berhasil mengembangkan bisnis makanan. Dari hanya membaca buku resep dia pun akhirnya membaca buku-buku tema lain. Dia kini menjadi Duta Baca dari kub kami,” kata pendiri Klub Baca Perempuan, ini. Menurut Ida, Klub Baca Perempuan didirikan oleh lima perempuan yakni dirinya, Cici, Nining, Vita dan Eka. “Selain Eka, kami berempat sejak dulu sudah saling kenal ketika kami masih sama-sama di Lombok Timur. Persahabat kami menjadi makin akrab karena memiliki visi dan misi yang sama,” ucapnya. Lalu apa kiat Ida menumbuhkan minat baca masyarakat? “ Pe n d e k a t a n k a m i adalah personal. Mulai dari hobi, berbagai permasalahan rumah tangga, kesehatan, dll. Ternyata pendekatan seperti ini ampuh untuk membuat orang suka membaca buku.

BERAWAL DARI KELUARGA Ida bercerita kalau kegemaran membaca berkat ayah yang penggemar baca. “Beliau sudah almarhum sekarang. Dulu beliau mengatakan, saya bisa berteman dengan siapa pun, namun harus ‘bersahabat dengan buku’. Bersahabat dengan orang lain bisa saja salah, tapi ‘bersahabat dengan buku’ tidak pernah salah,” ungkapnya. “Jadi sejak kecil, saya sudah diajarkan rajin membaca. Hal itu kemudian menjadi kebiasaan,” tambah anak sulung dari empat bersaudara ini. Setelah berkeluarga, maka kegemaran membacanya dia tularkan kepada suami dan anakanaknya. “Dulu suami saya bukan penggemar buku. Tapi saya mengajaknya mencintai buku, dan sekarang ia menjadi penggemar buku,” katanya. Hal yang sama juga terjadi pada dua anaknya yang baru berusia 8 tahun dan 4 tahun. “Khususnya anak sulung, Keisha. Dia sangat suka membaca buku. Kemanamana buku tak pernah lepas, pasti dibawanya. Banyak ibu-ibu yang senang, dan ingin anaknya juga menyukai buku seperti Keisha. Itu sebabnya kini Keisha pun menjadi Duta Baca Anak. Keberadaannya

bisa mendorong anak – anak lain menyukai buku,” papar peraih penghargaan Indihome Woman Award 2014, ini. Di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Klub Baca Perempuan membangun empat taman bacaan. Klub ini juga melebarkan ‘sayap’ ke daerah lainnya. Saat ini setidaknya sudah 20 taman bacaan berhasil dibangun yang semua itu meng-cover seluruh wilayah di Lombok Utara. “Kami memiliki koleksi 12.000 buku. Kami juga mengoperasikan perpustakaan keliling. Kebetulan ada anggota kami yang memiliki kendaraan dan mengizinkan dipakai untuk kampanye buku,” tutur peraih penghargaan ‘Nugra Jasadarma Pustaloka 2013’, ini. Di taman bacaan itu, kata Ida, aktivitasnya bukan hanya membaca tapi juga aktivitas lain seperti ketrampilan kuliner, pendidikan gizi keluarga, pengolahan sampah, kesehatan, dll. Semua kegiatan itu menggunakan buku sebagai media belajar, selain praktik. Ada banyak pengalaman berkesan yang dialaminya selama melakukan kampanye gemar membaca. Salah satunya adalah tentang seorang Kades yang tidak tamat SD yang berubah

sikap dan cara berpikirnya setelah ‘bersahabat dengan buku’. Dulu, karena tidak tamat SD, dia merasa minder dan tidak melakukan upaya-upaya kreatif untuk memajukan desanya. Namun sejak tertular ‘virus’ gemar membaca dia pun menjadi kepala desa yang kreatif. “Dia menjadi mandiri dan kreatif untuk kemajuan desanya. Misalnya, membangun kegiatan mengolah sampah menjadi bermanfaat, dll. Dia kini menjadi fasilitator dan ikut mengkampanyekan gemar membaca di desanya. Saya sungguh terharu,” kata Ida yang juga membangun sekolah alam ‘Anak Negeri’. Sekolah alam ‘Anak Negeri’ adalah tempat anak-anak belajar berbagai ketrampilan seusai belajar di sekolah. Pengajarnya adalah orang-orang yang berpengalaman di bidangnya. “Suatu ketika kami mendapat tenaga pengajar yang handal di bidang photografi. Dia mengajarkan anak-anak membuat camera dari kaleng, dan kamera itu digunakan untuk memotret. Hasilnya sungguh bagus. Karya anak-anak ini sempat ditayangkan sebuah televisi nasional,” kata Ida sembari menambahkan, telah memiliki empat sekolah alam ‘Anak Negeri’. Saat ini, lanjutnya, organisasi yang dipimpinnya tengah mempersiapkan acara ‘Deklarasi Keluarga NTB Membaca’. Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada 15 Mei mendatang. Gerakan ini sekaligus ingin mengkampanyekan bahwa minat membaca dimulai dari dalam rumah atau keluarga. Satu hal yang menarik dicatat dari gerakan ini adalah, para aktivisnya tidak mendapat bayaran sepeser pun. Mereka bergerak secara suka rela, mengobankan waktu dan tenaga, demi tercipta masyarakat yang gemar membaca. “Ada 30 orang yang secara tetap menggerakkan kampanye gemar membaca di Lombok Utara, kami dibantu oleh para relawan yang jumlahnya sekitar 150 orang. Yang luar biasa, kami ataupun para relawan, bahkan tenaga pengajar, tidak mendapat bayaran. Bahkan tak jarang kami justru keluar uang sendiri untuk membiayai gerakan ini,” ujar Ida, yang mendapat dukungan penuh dari sang suami yang adalah seorang pengusaha. Banyak prestasi yang telah ditorehkan Ida dan kawan-kawannya selama delapan tahun berkarya di tengah-tengah masyarakat. Namun kata Ida, itu semua belum membuatnya puas. “Itu semua tidak membuat saya puas diri. Karena saya tahu, rasa cepat puas akan membuat kita berhenti berkreativitas. Kalaupun mendapat penghargaan atas karya kami, itu hanyalah bonus. Meraih penghargaan bukan lah tujuan. Masih banyak hal yang ingin kami kerjakan,” kata Ida. –Diana Runtu

Mandalika

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

21

TNI Sapa Masyarakat lewat TMMD

Jika dulu dikenal istilah ABRI Masuk Desa dengan singkatan AMD, maka kini kegiatan TNI yang merakyat itu dikenal dengan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD. Kegiatan ini merupakan cara TNI menyapa masyarakat secara dekat dengan berbaur dan bekerjasama dengan masyarakat memba­ ngun desa setempat. Dalam membangun, TNI hadir di tengah-tengah masyarakat. Setidaknya inilah kesan yang tersampaikan dalam ­program seperti ini.

G

ubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi mendampingi Kepala Satuan Angkatan Darat (Kasad), Jendral TNI Gatot Nurmantyo memantau kegiatan donor darah dan pengobatan massal di Lombok Barat. Masyarakat tampak antusias

mengikuti kegiatan ini yang menjadi bagian dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-94 tahun 2015. Pengobatan massal ini mencakup pengobatan umum dan gigi, sunatan massal dan pemeriksaan mata dengan membagikan kacamata secara gratis. Pelaksanaan kegiatan TMMD

tahun 2015, yang dilaksanakan di 64 lokasi kabupaten dan kota se-Indonesia, pembukaannya dipusatkan di Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Lombok Barat NTB, beberapa waktu lalu. Menurut Kasad, fokus dari pelaksanaan TMMD adalah pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana

yang menjadi kebutuhan dalam menunjang aktivitas masyarakat di lokasi-lokasi TMMD khususnya di Desa Pelangan. Selain itu juga akan dilakukan pembinaan non fisik yakni dengan memberikan wawasan kebangsaan, yang bertujuan meningkatkan kerukunan umat beragama dan

mencegah terjadinya radikalisme di tengah-tengah masyarakat. “Program TMMD merupakan kelanjutan dari program ABRI masuk desa yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat, sebagai budaya luhur bangsa Indonesia,” ungkapnya.

kegiatan lain yang semuanya bermuara untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan nasional. Gubernur juga menambahkan bahwa, ada banyak manfaat yang didapatkan jika TNI lebih sering turun ke daerah, di antaranya akan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat. Di samping itu, kehadiran TNI juga akan sangat berkontribusi dalam menyukseskan program nasional yang dilaksanakan di daerah. Ketika program nasional diharapkan dapat berhasil dengan baik, maka seluruh elemen dan segala sumber daya nasional harus berperan. Dalam hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa TNI merupakan salah satu elemen pokok dari sumber daya nasional yang kita andalkan. Aktivitas TNI, maupun instansi vertikal lainnya di daerah tentunya

akan sangat bermanfaat. Saat ini dengan sistem pemerintahan yang bersifat otonomi daerah yang memungkinkan berbagai hal terjadi di daerah, di antaranya penyemaian bibit-bibit pimpinan di daerah, diikuti dengan semakin besarnya peluang masyarakat untuk menyampaikan gagasannya secara lebih partisipatif. Namun di sisi lain otonomi daerah juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus disikapi dengan baik. Dengan adanya keleluasaan untuk menyemai bibit pimpinan di daerah, agar tidak tercipta “raja-raja kecil” yang menguasai daerah. Untuk itu, Majdi berharap semua proses pembangunan di daerah berjalan lancar, dan daerah akan dipimpin oleh pimpinan yang baik. Hadirnya instansi vertikal di daerah dengan lebih intensif, seperti kegiatan TNI kali ini, yang lebih membaur dengan masyarakat, Gubernur yakin dapat menjadi perekat dan mampu meminimalisir apa yang disebut sebagai primordialisme, sehingga pada akhirnya ketahanan sebagai suatu bangsa, wawasan kebangsaan akan tetap hidup. Oleh karena itulah, Gubernur menyatakan kesiapannya semaksimal mungkin untuk mendukung segala bentuk program TNI yang bisa disinergikan dengan pemerintah daerah.

Gubernur Dukung Program TNI Dalam pelaksanaan program TMMD selama ini, diharapkan dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara optimal, terutama dalam membantu akselerasi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Dengan program TMMD, TNI juga merasa perlu terus melakukan evaluasi diri, dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sehingga Tri Sukses TMMD dapat

ceramah kebangsaan. Mengangkat tema “Peran Abdi Negara dalam Mewujudkan Indonesia Yang Maju dan Berketahanan Nasional Yang Kuat”. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan bahwa bangsa harus senantiasa kuat dan siap atas segala perubahan yang terjadi. Karena segala perubahan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun internasional tentu akan membawa implikasi terhadap

dicapai dengan baik, yakni sukses dalam penyelenggaraan, sukses kemanunggalan TNI bersama rakyat, dan sukses budaya gotong royong di Indonesia. Demi mendukung TMMD 2015, Kasad melakukan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada Dandim Lombok Barat, sebagai tanda dimulainya program TMMD ke-94 tahun 2015 di Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, juga diserahkan bantuan traktor kepada petani oleh gubernur NTB yang merupakan sinergitas dari Kementrian Pertanian dalam Program TMMD ke-94 tahun 2015. Selain melakukan pembukaan TMMD, Kasad juga memberikan

upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan berketahanan nasional yang kuat. “Menjadi tantangan bersama seluruh bangsa, utamanya para abdi negara untuk melakukan adaptasi dan melahirkan gagasan baru yang sesuai dengan berbagai tantangan dan bahkan ancaman yang kita hadapi, di antaranya proxy war (perang melalui berbagai aspek berbangsa dan bernegara). Ceramah kebangsaan yang juga dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH.M.Zainul Majdi, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI TorryDjohar Banguntoro, Danrem 162/WB Kol. CZi Lalu Rudy Irham Srigede,

ST,M.Si, Kapolda NTB Brigjen Pol. Sriyono, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-NTB, Pimpinan dan Anggota DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta keluarga besar TNI/Polri. Kasad mengatakan bahwa, sebagai abdi negara, ada beberapa hal konkrit yang bisa dilakukan untuk menangkal proxy war, di antaranya dengan mengasah kepekaan dalam mengidentifikasi musuh dan kepentingannya, mengembangkan kehidupan bangsa yang lebih sehat dan bertanggung jawab, membangkitkan kembali semangat dan budaya gotong royong, serta mengembangkan program pembangunan karakter bagi semua generasi muda, seperti kegiatan KNPI, Karang Taruna, dan Pramuka. Kegiatan TMMD jelas mendapatkan sambutan baik dari Pemerintah Provinsi NTB maupun masyarakatnya karena inilah momen TNI ikut membangun di tengah masyarakat. Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi, mengapresiasi kegiatan dengan baik. “Kehadiran TNI ke daerah sangat perlu dan sebaiknya sering dilakukan,” ungkapnya. Majdi sangat mendukung kehadiran TNI yang langsung ke daerah, baik dalam kegiatan pokok maupun

Foto-foto: Humas Pemprov NTB


22

Sosialita

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Bandung. Setiap peserta mendapat oleh-oleh batu akik pancawarna asal Garut, Jawa Barat, yang harganya jutaan rupiah. Yang juga menarik, kini ada anggapan kalau batu akik sebagai ‘bahasa pergaulan’ di kalangan pejabat. Untuk batu akik, para pejabat sepertinya betah bercakap-cakap lama tanpa bosan. “Kalau dulu ketika seseorang menjadi pejabat maka dia akan mulai mengoleksi lukisan, keris tapi kini selain dua benda itu ditambah lagi dengan batu akik. Yang terakhir ini (akik) menjadi paling dicari karena selain sedang booming, penggemarnya pun banyak,” ungkap seorang pejabat yang menolak

Pameran batu akik

memakai cicin akik jenis bacan, dia bukan saja menyukai batu akik tapi juga menggali lebih dalam tentang ‘cerita’ batu-batu akik yang ada di Indonesia. “Saya betah berjam-jam di pasar batu akik hanya untuk bercerita dengan para pedagang batu tentang batu-batu jualannya. Saya tidak membeli, cuma cerita saja. Biasanya pedagang kan kalau mau melakukan barangnya cerita macam-macam tentang batunya. Bagi saya itu yang menarik,” katanya. Cerita Tjahjo Kumolo , Menteri Dalam Negeri, lain lagi. Ia telah menjadi penggemar batu akik sejak belasan tahun lalu. Hanya saja,

Batu Akik

P

olitisi yang namanya dikenal luas setelah berseteru dengan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ini, bahkan sempat beberapa kali tampil di layar kaca hanya untuk berbicara tentang batu-batu akik koleksinya. Ini sebuah fenomena menarik, dimana batu akik yang dulunya dikenal hanya digemari oleh rakyat kebanyakan, namun kini

sudah merambah ke kalangan atas juga para pejabat negara. Yang tak kalah menariknya, kini sejumlah daerah penghasil batu akik, mengimbau para pejabatnya memakai batu akik setempat. Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan misalnya, meminta para pejabatnya memakai cincin ‘merah borneo’ yang berasal dari kabupetennya. Batu merah borneo saat ini termasuk

salah satu yang paling dicari para penggemar akik. Hal yang sama juga dilakukan oleh Bupati Sragen yang meminta para pejabatnya memakai batu akik. Booming batu akik di dalam negeri tak disia-siakan pemerintah dengan menjadikan akik sebagai souvenir dalam perhelatan akbar peri­ ngatan Konferensi Asia Afrika yang April lalu berlangsung di Jakarta dan

Koleksi Dua Tas Besar Tentang fenomena batu akik yang kini digemari masyarakat, Tjahjo Kumolo mengaku senang karena masyarakat kembali mencintai kekayaan alam sendiri. “Saya kira ini bagus karena masyarakat mencintai batu alam sendiri. Apalagi mutu baru alam Indonesia sangat bagus dan ragamnya pun banyak,” ucap pria asal Jawa Tengah ini yang mengaku juga memiliki beberapa batu alam dari luar negeri namun dia lebih tertarik pada batu alam negeri sendiri. Cerita Haji Lulung lain lagi. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengaku memiliki dua tas batu akik koleksinya. Awalnya, kata Lulung, dia mendapat batu alam dari sang anak sebagai hadiah ulang tahun. Sejak itu dia menjadi suka pada batu-batu alam. “Koleksi saya ada dua tas besar,” kata Lulung kepadas wartawan. Namun Lulung tak mau bercerita banyak ketika

ditanya berapa harga batu akiknya yang termahal. “Kebanyakan koleksi saya dikasih cuma-cuma, baik dari anak, saudara, teman, dll,” ujar Lulung yang baru-baru ini diundang khusus oleh Tommy Soeharto untuk menghadiri pameran batu akik yang digelar Great Stone Nusantara (GSN) di Taman Mini Indonesia Indah. Tommy Soeharto adalah Ketua Dewan Pembina Asosiasi Great Stone Nusantara. Yang menariknya, dalam acara tersebuy Lulung yang datang sesaat sebelum acara dimulai, berhasil memenangkan lelang batu cincin ‘Red Baron’ mil i k To m m y Soeharto seharga Rp150 juta. Tommy melelang cincin yang dipakainya untuk dana

sumbangan ke panti asuhan. “Ini bukan skenario ya. Saya tidak tahu kalau di acara ini ada lelangnya. Niatan saya baik. Bagi saya harga bukan masalah, ini adalah bentuk partisipasi saya,” kata Lulung. –Diana Runtu

Ni Ketut Seniwati

Gaya Hidup Sehat

Tjahjo Kumolo

­disebutkan namanya. Banyak pejabat yang tadinya bukan penggemar akik, karena tren jadi ikut-ikutan mengoleksi akik bahkan fasih membicarakannya. “Sebenarnya kini banyak pejabat yang secara diam-diam mengoleksi batu akik namun mereka enggan dipublikasi. Mereka hanya mau bercerita tentang akik miliknya di kalangan sendiri bukan untuk publikasi media. Mungkin mereka tidak enak kalau ditanya wartawan berapa harga akik miliknya,” ungkap pejabat itu lagi. Lain lagi dengan Kepala Biro Humas BPK Pusat, Yudi Ramdan menyebut, saat ini akik bisa menjadi alat yang ampuh untuk mencairkan suasana. “Dengan berbicara tentang batu akik suasana yang tadinya kaku bisa langsung mencair. Itulah salah satu kehebatan batu akik,” ujar kolektor batu akik ini sembari tertawa. Menurut Yudi, yang saat itu

mungkin ketika itu tidak terlalu menjadi perhatian karena belum sebooming sekarang. “Saya kolektor akik, sudah lama. Saya suka semua jenis akik yang penting berasal dari Indonesia,” ungkap Tjahjo yang selain memiliki koleksi puluhan cincin akik dari berbagai daerah di Indonesia, juga memiliki bongkahan batu akik yang siap digosok. “Saya mencari sendiri, ada juga beberapa yang saya beli dari teman, atau tukar menukar dengan koleksi teman,” ucap politisi senior PDI P ini. Menurut mantan anggota DPR ini, ia memiliki koleksi batu akik cukup lengkap. Di antaranya berasal dari Jawa Tengah, Aceh, Yogya, Kalimantan, Maluku Utara, dll.“Koleksi saya relatif cukup lengkap, mulai dari bacan, kecubung, jamrud, merah delima, dll. Kalau ditolak jumlahnya di atas 50-an,” tambah pria kelahiran Solo 1957 yang juga dikenal sebagai kolektor keris. –Diana Runtu

3

macetan yang terjadi dimanamana. Masyarakatnya memerlukan tempat seperti d’Tunjung yang mampu memenuhi banyak hal yang mereka perlukan usai disibukkan dengan berbagai aktivitas. “Di d’Tunjung kita bisa melepas kejenuhan, meredakan keletihan

d’Tunjung dan semua fasilitasnya adalah upaya memanjakan pengunjung. Di dalam satu area yang ber­ lokasi di kawasan Jalan Tukad Yeh Aya 100, Panjer ini, ada resto, butik sewa, karaoke keluarga, meeting room dan tentunya yang baru saja dilakukan grang opening-nya , yakni Studio d’Tunjung .

“S

“Bahasa Pergaulan” Kalangan Pejabat Pamor batu akik belum meredup juga. Bahkan kini makin kinclong setelah para pejabat tanpa sungkan memamerkan batu akik koleksinya. Sebut saja, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang ternyata men­ jadi penggemar batu akik sejak lama. Begitu juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau akrab disapa Haji Lulung, yang mengaku koleksi batu akiknya tersimpan dalam dua tas besar.

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

emua dipersiapkan dan ditata sedemikian rupa oleh owner-nya Sri Sutari, agar sekali datang peng­ unjung mendapatkan semua yang dibutuhkan,” ujar Manajer Studio d’Tunjung Ni Ketut Seniwati, S.E., yang lebih dikenal dengan panggilan Zen ini. Dengan konsep hidup sehat dan one stop entertainment, tak salah jika d’Tunjung makin ramai dikunjungi. “Benar d’Tunjung sekarang menjadi tempat pilihan yang nyaman di Kota Denpasar, untuk makan, olahraga sekaligus santai melepaskan lelah. Bayangkan asyiknya duduk makan, menikmati suasana sambil menyaksikan tari­ an salsa, line dance atau live music jika hari Minggu,” papar istri AA Gde Bayu Brahmasta ini. Istimewanya lagi resto di sini, kata Zen sedia masakan slow food, seperti makanan rumah­

Ny. Selly D Mantra saat Grand Opening Studio d’Tunjung

an rasa orang Bali, rasa tempo dulu hingga makanan rasa bule. Dan dipastikan semua hidangan yang disuguhkan kepada pengunjung, lezatnya menyehatkan sebab bebas MSG atau penyedap lainnya. Karena itu pula, pengunjung d’Tunjung terdiri dari beragam usia, Mulai anak-anak, remaja hingga mereka yang dewasa dan bahkan lanjut usia. “Bagi anak-anak tersedia kelas modelling, bagi pemula hingga advance. Juga ada klub untuk kelompok mahir, dan kelas modelling remaja. Kini sudah pula dibuka kelas akting,” ucap putri keempat dari enam bersaudara pasutri Ketut Mitha, S.H. (alm) dan Ni Made Ganti (almh) ini. Bagi para orangtua yang mengantarkan anak-anak mereka berlatih, juga tidak perlu khawatir. Manajemen d’Tunjung telah menyiapkan studio, untuk berkegiatan di satu lokasi. Jadi apa pun yang diperlukan pengunjung d’Tunjung siap memberikan layanannya.

“Mau arisan, meeting, nong­krong , karaokean dan mengikuti kegiatan olahraga ringan sesuai kesukaan,semua ada di sini,” jelas Ibu AA Gede Anra BW dan AA ­Bagus Satya Indrastra ini.

Untuk semua ini, Ny. IA Selly D. Mantra dalam kesempatan Grand Opening Studio d’Tunjung menyampaikan apresiasinya dengan mengatakan, Denpasar sebagai kota Metropolitan, dengan ke­

dan mengembalikan mood menjadi positif. Alangkah indahnya setelah menggerakkan badan dengan riang, kemudian menyantap makanan sehat sambil mendengarkan musik,” cetus Zen. -ard

Serunya acara saat Grand Opening Studio d’Tunjung

Sehat, Segar, dan Cantik

Kini, Kelompok Line Dance d’Tunjung makin berkibar. Mereka hampir selalu diminta tampil sebagai pembuka berbagai kegiatan olahraga atau gathering

di Kota Denpasar. “Begitu juga instruktur– instruktur andal di studio kami, salah satunya Gloris Putra Birawida juga sering diminta menjadi juri dalam berbagi lomba senam,” terang Zen. Zen bercerita di Studo d’Tunjung tersedia berbagai pilihan olahraga ringan mulai dari line dance, salsa, zumba, BL hingga yoga. “Awalnya memang hanya ada line dance, namun dengan makin banyaknya peminat, maka permintaan variasi senam pun muncul. Begitu dihadirkan zumba, lagi-lagi pesertanya membludak, hingga muncul salsa dan kegiatan lainnya,” tuturnya penuh semangat. Selama ini mereka yang datang ke studio kami sangat menikmati olahraga ringan dengan panduan tarian ini. Sangat menyenangkan. “Kalau akhirnya mereka yang ikut merasakan manfaatnya, menjadi sehat dan lebih segar, itu pasti. Menggerakkan tubuh dengan senang menjadikan peredaran darah semakin lancar. Kulit dan tubuh semakin bersih, karena seluruh keringat dan zat-zat tidak berguna dalam tubuh langsung keluar lewat pori-pori kulit. Bonusnya adalah wajah menjadi segar, serta tubuh makin seksi dan langsing,” tutur Zen tersenyum. Ibu dua anak ini menambahkan, tidak perlu berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan berat dan yang dilakukan dengan keterpaksaan. “Olah-

raga adalah bagian dari gaya hidup yang menyenangkan,”katanya sembari menunjukkan para peserta yang melakukan gerakan line dance dengan mudah meski gerakannya dalam tempo cepat dan wajah-wajah mereka selalu penuh keriangan. Zen juga mengatakan sangat merekomendasikan bagi perempuan maupun pria, termasuk lansia untuk ikut line dance. Meski tidak memerlukan tenaga dengan tarian ini cukup membuat berkeringat. “Dari keringat yang keluar tersebut bisa membuat tubuh lebih segar dan sehat. Selain latihan fisik, menari dengan semangat dan bergembira inilah juga membuat orang awet muda. Malah jika rutin diikuti senam yang gerakan­ nya banyak ini termasuk bisa menunda kepikunan,” cetus pengusaha perempuan yang energik ini. “Kami senang, sekaligus berterima kasih kepada para perempuan di Kota Denpasar yang telah mempercayakan d’Tunjung sebagai studio yang mampu membentuk tubuh sehat, dan membuat kecantikan semakin terpancar di wajah. Kami juga setiap hari membuka kesempatan kepada perempuan lainnya yang belum berolahraga untuk bergabung di Studio d’Tunjung ’’ ujar Zen yang penghobi berat olahraga, khusunya senam ini. Di d’Tunjung tiap orang bisa memilih olahraga yang sesuai dengan hobinya. Sehingga mereka bisa mengikutinya dengan ringan hati, “Ayo datang saja ke Jalan Tukad Yeh Aya 100, Panjer, nanti sampai di sana, yakinlah pasti semangatnya akan muncul,” kata Zen yang sudah menggeluti dunia senam cantik ini sejak 5 tahun lalu. -ard


2

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Ekspresso

DAri daPUr Redaksi

Membuat Orang Bahagia Nama Henry Dunant (8 Mei 1828 - 30 Oktober 1910) tak bisa dilepaskan dari Palang Merah. Berawal dari perjalanan untuk urusan bisnis pada tahun 1859, dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran Solferino. Kenangan dan pengalamannya itu dituliskan dalam sebuah buku dengan judul “A Memory of Solferino” (Kenangan Solferino), yang menginspirasi pembentukan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863. Dunant melihat sekitar 38 ribu prajurit bergeletakan di medan tempur dalam keadaan terluka, sekarat, atau tewas, dan tidak tampak ada upaya yang berarti yang dilakukan untuk memberikan perawatan kepada mereka. Dalam keadaan terguncang melihat pemandangan itu, Dunant berinisiatif mengerahkan penduduk sipil setempat, terutama kaum perempuan, untuk memberikan pertolongan kepada para prajurit yang terluka dan sakit. Karena persediaan alat-alat dan obat-obatan yang diperlukan tidak memadai, Dunant sendiri mengatur

pembelian material yang dibutuhkan itu serta membantu mendirikan rumah sakit darurat. Dia berhasil meyakinkan penduduk setempat untuk melayani para korban luka tanpa melihat di pihak mana mereka bertempur, sesuai dengan slogan “Tutti fratelli” (Kita semua bersaudara) yang diciptakan oleh kaum perempuan dari kota Castiglione delle Stiviere tak jauh dari tempat itu. Dia juga berhasil membujuk pihak Prancis untuk membebaskan dokter-dokter Austria yang mereka tawan. B u k u Ke n a n g a n Solferino melukiskan pertempuran

yang terjadi, berbagai ongkos pertempuran tersebut, dan keadaan kacau-balau yang ditimbulkannya. Dia juga mengemukakan gagasan tentang perlunya dibentuk sebuah organisasi netral untuk memberikan perawatan kepada prajurit-prajurit yang terluka. Buku ini dia bagikan kepada banyak tokoh politik dan militer di Eropa. Dunant juga memulai perjalanan ke seluruh Eropa untuk mempromosikan gagasannya. Buku tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Perjuangan Dunant tidak sia-sia karena ia mampu menginspirasi berdirinya pendirian korps palang merah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Palang Merah Indonesia sendiri berdiri 17 September 1945. Sisi kemanusiaan yang dikembangkan PMI sejalan dengan cita-cita yang diharapkan Dunant. Hari kelahiran Dunant pun diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla pernah mengatakan Jangan mengharap menemui palang merah beroperasi pada saat orang tersenyum, tidak akan pernah kita dapati itu. Tapi membuat mereka bahagia, tersenyum, itulah kebahagiaan kita semua. Semoga

Topi Lusuh yang Sakti Setiap hari libur, saya pulang kampung untuk memperbaiki pagar tanah warisan orangtua. Karena sekarang musim hujan, pagar tanah itu sangat rimbun dan rumput liar tumbuh subur sekali. Setiap ke kebun saya selalu pakai “topi lusuh” untuk menghindari kepala dari duri. Saya juga membawa sabit dan linggis untuk merabas tanaman yang rimbun dan mengganti yang rusak. Pelan-pelan rumput liar saya rabas agar tak terkena duri pagar. Tanpa sadar saya membacok sarang tawon yang berukuran sebesar bola voli. Spontan ratusan induk tawon beterbangan, dan mengerubuti kepala saya. Karena panik, sambil berlari saya menampar, memukul, dan menangkis serangan tawon itu dengan tangan dan sabit. Tanpa sengaja topi saya ikut kena tampar lalu topi saya terbang sekitar 3 meter. Ternyata tawon itu malah mengejar topi saya lalu mengerubutinya. Oh my God... akhirnya saya selamat dari serangan tawon itu walaupun saya terkena sengatan pada telinga. Saya bersyukur ada

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“topi lusuh yang sakti”. Kalau tidak pakai topi dan tawon itu menyerang kepala saya, mungkin saya harus beristirahat di rumah sakit. Pengalaman ini saya ceritakan

kepada anak dan istri. Mereka tertawa mendengar cerita saya namun saya meringis kesakitan. I Nengah Mangku Karangasem

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 2.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

pacquiao

Kekalahan petinju Pacquiao membuat Amat berang. Putu Wijaya “Tanyakan kepada siapa saja di seluruh dunia, yang nonton pertandingan itu, pasti mereka akan bilang yang menang Pacquiao!” kata Amat gemas. “Tapi nampaknya Asia tidak boleh menang, meskipun menang!” Bu Amat mula-mula setuju pada pendapat suaminya, meskipun ia tidak sempat menonton pertandingan yang dijuluki Pertandingan Terbesar Abad ini, itu. Tapi karena Amat terus-menerus berkoar, ia jadi terganggu. “Sudahlah, Pak,” kata Bu Amat untuk menghentikan celoteh suaminya, “sudahlah meskipun kalah, dia kan tetap dapat 1,2 trilun?! Untuk hidup 7 turunan itu cukup!” Sebaliknya dari senyap, Amat malah jadi tambah sengit. “Ini bukan lagi soal duit, tapi kehormatan. Bukan hanya kehormatan satu orang, tapi satu bangsa, satu negara, bahkan satu benua yang disebut Asia! Dan, kita termasuk di dalamnya!” Untuk meredam amarah suaminya, Bu Amat masak “ayam merah”, kegemaran Amat. Tapi Amat, mencela ayam merah itu terlalu pedas. “Kan Bapak biasanya suka yang pedas?!” “Kekalahan Pacquiao sudah terlalu pedas! Masaklah yang netral saja sekarang. Pedas karena sambal, tidak apa, kan bisa diatur. Tapi kalau makanan sudah pedas, payah, tidak bisa dimakan!” “Sudah to, Pak. Pacquiaonya saja senyam-senyum meskipun kalah, karena dapat 1,2 triliun. Kok jadi bapak yang muring-muring?! Mestinya bersyukur seperti si Pacquiao itu!” “Ibu ini bagaimana sih? Uang bukan segala-galanya!” Bu Amat mulai ikut naik darah. Masakan ayam merah itu langsung dibuangnya. Sore hari, seorang ibu tetangga datang berurai air mata. Ia kebingungan, karena akan diusir oleh yang empunya rumah yang dikontraknya. “Kami memang sudah nunggak satu tahun, karena usaha kami macat. Tapi kalau harus keluar, kami tidak tahu mesti ke mana,” katanya panik. Amat langsung melupakan kekalahan Pacquiao. Bu Amat sendiri tak sanggup melihat nasib tetangga itu. Akhirnya sepakat. Menarik uang deposito mereka di bank, meskipun belum jatuh tempo. Ibu tetangga itu makin deras tangisnya. Tapi jelas kelihatan tidak sehisteris sebelumnya. Pagi-pagi Amat pergi ke bank mencairkan depositonya. Lalu menunggu ibu tetangga itu datang. Tapi sampai sore tak kunjung kelihatan. “Mungkin dia malu,” kata Bu Amat. Lantas Bu Amat mengantar sendiri uang itu ke rumah tetangganya. “Beribu-ribu terima kasih, Bu Amat. Saya sudah menyusahkan Ibu,” kata tetangga itu, sambil menangis kembali. “Maaf, kemarin saya panik seperti hampir gila. Saya kira hidup kami akan tamat. Tapi ketika mendengar ketulusan Bu Amat yang begitu spontan, rela menarik uang deposito Ibu yang belum jatuh tempo, untuk menolong kami, saya sangat terharu. Keberanian dan semangat saya pulih. Dengan terus-terang saya mohon diberikan waktu beberapa bulan lagi untuk membayar. Tapi kalau tidak bisa, ya sudah, saya ceritakan bahwa Bu Amat akan menalangi uang kontrakan kami.” “Mendengar begitu, pemilik rumah berbalik. Ia ikut terharu dan mengizinkan saya menangguhkan pembayaran kontrak, sampai tahun depan.” “Jadi, matur suksma Bu Amat. Ternyata uang bukan segala-galanya.”

Mohon informasi tentang Warung Sehat yang dimuat di Tokoh edisi 847. Jaya, Denpasar Warung Sehat Bali Tangi: Jln. Tukad Unda III/2 Renon Denpasar. Tlp. 0361 4723463, Hp: 082341996888. Pin BB: 265580BC Beberapa waktu lalu saya pernah membaca artikel tentang rumput sintetis di Tokoh. Di mana saya bisa mendapatkan informasinya? Arimbawa, Denpasar Silakan hubungi Bapak Daniel. Hp: 0811394746

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

Gethuk Golan Warisan Leluhur Memakan sepincuk sudah terasa mengenyangkan perut. Tidak mahal, harganya cuma seribu rupiah Gethuk Golan siap santap. Mengenyangkan dan memanjakan. Selain itu rasa nikmatnya membuat pengunjung untuk datang kembali.

M

anis gula merah cair, taburan kelapa parut, t a ­n a ­­k a n k e t an menghias sa­ji­­an sepincuk gethuk dari Desa Golan. Lembut tumbukan ke­t ela kaspe yang telah dita­n ak matang terasa meman­ja­­kan lidah. Para penikmat se­­perti lupa jika yang dinik­ma­ti adalah gethuk, makan­ an khas Jawa dari ketela itu. Teks­­t­u r lembut olahan hasil ratu­s ­a n jatuhan alu mem­b uat gethuk terasa molor. Na­­mun, rasa khas ketela deng­an aroma gurih dari ga­ram tak hilang. Gethuk Golan, itulah na­ma yang konon diambil dari na­ma desa. Berbeda dengan ge­t huk yang lainnya. Satu pun tidak ditemukan ketela utuh yang meng­g anggu lidah pe­n ikmat. Atau pun akar ke­t ela yang biasa­nya meman­jang tak hancur ditumbukan. Tak meng­herankan

jika Ge­thuk Golan men­jadi makanan fa­vo­rit men­jelang petang, deng­an obro­l­an ringan dite­ma­ni se­cang­kir kopi. Tak heran pula, menjadi alter­natif menu lembut saat ber­buka puasa. Bagi yang belum pernah me­­rasakan dan penasaran da­r i kemasyhuran namanya, silah­­kan datang mencoba dan membelinya untuk di­min­­­ta­kan apresiasi dari orang lain. Letaknya di Desa Go­lan, Keca­m atan Sukorejo, kira-kira 15 km arah barat Aloon-aloon Kota Pono­ rogo. Tak perlu berlama-lama un­ tuk mencoba memanjakan li­ dah rasa khas makanan ini. Setiap pukul 14.00 WIB, alu-alu para lelaki per­kasa pe­num­buk gethuk siap mem­­berikan irama berbeda. Na­mun jika sore hari, hanya ada satu warung ge­thuk yang dapat di­temui. Wa­rung Bu

Jeminah, warung di depan rumah berhadapan deng­an sawah. Plang kecil Gethuk Golan akan menjadi pe­tunjuk yang berharga. “Banyak yang jualan, se­kitar 15an orang, tapi nggeh semuanya pagi, di­ba­wa ke pasar,” ungkap Jem­i­nah, salah satu peng­usaha Ge­thuk di Golan. Para pengusaha atau pen­ju­ al rata-rata meneruskan usa­ha orang tuanya. Mereka meng­ikuti

kebiasaan orangtua mereka yang berjualan gethuk ke pasar. Seperti yang dilakukan Jeminah, wa­ ri­s­an orangtua berupa usaha ge­ thuk itu masih di­jaga­nya hing­ga kini. “Sepu­luh tahun saya jualan ke pasar, dan ba­ru 16 tahun ini di rumah,” ungkapnya.

Edisi 848/ 11 - 17 Mei 2015

Sebagai salah satu desa yang mempunyai legenda pan­jang, tentunya Desa Go­lan makin dikenal dengan ma­k anan khas ini. Namun, se­t e­lah dirunut seja­rah Ge­thuk Golan tak ada sang­kut paut­nya dengan le­gen­ da Ki Ageng Golan. “Ini ha­nya usa­h a masyarakat saja, dan ke­be­tulan sepakat di­na­ma­ kan Gethuk Golan,” ung­kap Jemi­nah lagi. Jeminah lalu bercerita pan­­jang, bahwa rata-rata da­lam sehari produksinya meng­­habiskan 50 kg ketela, 20 butir kelapa parut, 3 liter ke­tan tanakan yang masingma­sing dapat dihitung dalam 700 bungkus. Bahkan, be­b e­­rapa pembeli terkadang ha­rus antri menunggu me­­num­­­buk gethuk untuk me­nik­­­matinya. Menurutnya da­ri pada ke pasar pagi, hal ini lebih untung karena ha­nya buka mulai pukul 14.00 sam­­pai malam, dan tak per­lu ber­jalan. Bupati Amin yang saat ini

23

men­­jadi orang nomor satu di Po­ no­­rogo pun sering datang untuk mencicipi lezatnya Ge­thuk Golan. Selain itu pesa­nan juga limpah ruah ber­da­tang­an, baik dari Desa Golan sen­diri maupun dari Pono­ ro­go. Pesanan untuk kon­­dang­an yang mencapai hitu­ngan ra­tu­san pun selalu di­layani. Ke­cuali, di bulan puasa khu­­­ sus­n ya, Jeminah tak lagi me­­ nerima pembeli, sebab me­reka sudah kewalahan me­n erima pesanan. “Rata-rata pesanan diambil jam wak­tu buka puasa,” ungkap Ririn, anak bungsunya yang telah berencana akan me­ wa­risi usaha Jeminah. Selain di Desa Golan, nik­ mat­n ya dapat kita temui di se­­kitar Aloon-Aloon Pono­ro­go. Tepatnya sebelah barat, bisa menjadi alternatif bagi pe­nik­mat gethuk ini. Tak per­lu khawatir, takut ge­thuk palsu atau imitasi. “Pen­­jualnya juga asli orang sini,” tegas Ririn. -Dinar Putra Perdana

Tamatkan Anak berkat Krupuk Di desa Siwalan Kec. Sambit, banyak penduduknya ber­ kecimpung di “usaha rumahan” pembuatan krupuk mentah. Sejak tahun 1980-an usaha ini sudah mulai ber­k embang. Cita rasa bumbunya yang khas, gurihnya yang terasa men­jadikan usaha rumahan ini bertahan hingga sekarang. Usaha pembuat krupuk bermula dari pembinaan usaha kecil dan me­neng­ah yang dicanangkan

oleh pe­m e­r intah setempat. “Awalnya bebe­r a­p a warga dikumpulkan kemudian diberikan se­buah pelatihan di kecamatan,” te­rang Mbah Jir, panggilan akrab Mu­ha­jir salah seorang pemilik ­usaha krupuk ini. Usaha rumahan pembuatan kru­puk banyak dilakukan oleh war­­ga di desa ini. Ada belasan “usaha rumahan” ber­ge­rak pada bidang yang sama yaitu mem­ buat krupuk. Usaha ini mampu

menyerap banyak tenaga kerja. Artinya ini menjadi nilai plus, karena telah menyerap banyak te­naga sekitar. Mbah Jir menuturkan setelah menda­p at­k an pembinaan dari pemerintah setempat, pelaku usaha kecil di Desa Siwa­lan diberikan modal. Permo­d a­lan diberikan kepada sekumpulan pela­ku usaha yang akan bergerak pa­da bidang usahanya masingmasing. Mbah Jir termasuk yang masih mampu bertahan hingga sekarang dengan usaha krupuknya. “ Waktu itu, setiap orang yang mau usa­ha mendapat bantuan uang dari pemerintah sebesar Rp 150 ribu, tapi waktu itu sebelum krisis ketika harga belum melambung tinggi seperti sekarang,” kenangnya Usaha krupuk ini, tidak

serta mer­t a bisa dipetik hasilnya dalam seke­jap, tidak semudah membalikkan tela­­pak tangan tetapi butuh proses pan­jang.. Perja­la­n an panjang telah dilakoni Mbah Jir dan para “usaha rumahan” lainnya. Mbah Jir sendiri mengaku sempat “banting setir” jualan bakso meng­ingat usaha ini belum begitu diminati ma­syarakat umum dan belum banyak dikenal orang. “Tak terasa 6 bu­lan berlalu saya jualan bakso tapi per­kembangannya sama saja,” ceritanya. Dengan tekad bulat Mbah Jir ber­anggapan, bahwa usaha tidak me­m an­d ang seberapa besar bentuk usa­ha­nya, sekecil apapun usaha ketika dila­kukan maksimal dengan tetap men­jaga kualitas, maka akan menda­pat­kan hasil

yang optimal. Kuncinya pada kualitas, akhirnya Mbah Jir menekuni bidang usaha krupuknya kem­bali hingga lambat laun mulai dike­nal banyak orang. “Bertahan pa­da kualitas, mempertahankan cita ra­s a khasnya lambat laun krupuk gurih Siwa­lan ini mulai banyak diminati banyak orang,” jelasnya. Citarasa krupuk siwalan yang khas, sekarang sudah dikonsumsi oleh banyak orang, khususnya dae­rah seputar Ponorogo. Rasanya yang khas membuat banyak orang ketagihan. Tak heran bi­la produksi krupuk, justru sering kela­bakan ketika ada order banyak. Solusinya pemesan harus menunggu ter­ lebih dahulu dalam waktu bebe­ ra­pa hari kemudian. Krupuk yang terbuat dari bahan da­sar pati tepung terigu ini terbilang pro­ses pembuatannya masih tradi­s io­n al, secara keseluruhan dilakukan oleh tangan-tangan cekatan peker­ja­ nya. Mulai dari racikan bumbunya, peng­irisan bahkan sampai penge­ringannya hanya memanfaatkan pa­nas sinar matahari. Saat ini Mbah Jir memerlukan 2 kwintal tepung pati untuk bahan krupuk. Soal nominal keuntungan, ia eng­g an menjawabnya dalam ukuran ru­piah. Usaha kru­puk ini sudah mampu menghidupi ke­luarga sekaligus bisa untuk menyekolahkan ke­ tiga anaknya hingga tamat. -Dinar Putra Perdana


24

What’s Up

Edisi 848/ 11 - 17 mei 2015

Tak pernah Operasi saat Orang Tersenyum Berbicara Palang Merah Indonesia, pasti yang pertama terlintas dalam benak kita adalah donor darah yang giat dikampanyekan lembaga ini. Tak perlu heran, karena mengadakan darah lewat donor darah merupakan salah satu tugas pokok dari PMI. Di luar donor darah, PMI juga terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan seperti bencana alam—mulai dari banjir, longsor, gempa bumi hingga gunung meletus--- hingga kasus-kasus kecelakaan, baik itu berskala besar maupun kecil. Tentu yang masih hangat di benak kita adalah kasus kecelakaan pesawat Air Asia OZ 8501, dimana PMI bersama lembaga lainnya ikut bahu-membahu dalam penanganan musibah ini.

D

i usia PMI yang hampir mencapai 70 tahun ini, kiprah PMI dirasakan semakin meningkat dan nyata. Ini bukan hanya terjadi di dalam negeri tapi juga hingga ke luar negeri. Barubaru ini, saat gempa bumi dahsyat serta bencana longsor menimpa masyarakat Nepal, pasukan ‘Red Cross’ Indonesia tak ketinggalan ikut bergerak ke sana untuk melakukan aksi kemanusiaan. “Jangan pernah mengharap me­ nemui palang merah beroperasi pada saat orang tersenyum, tidak akan pernah kita dapati itu. Tapi membuat mereka bahagia, tersenyum, itulah kebahagiaan kita semua,” begitu kata Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia, saat Mukernas PMI di Wisma PMI Jakarta, baru-baru ini. PMI memiliki sejumlah tugas, salah satu yang utama adalah menjadi fasilitator untuk donor darah yang mencakup 240 juta penduduk.

Donor darah, masih merupakan prio­ritas PMI yang dituntut untuk terus mampu meningkatkan kualitas serta jumlahnya. “PMI ingin kualitas darah berstandar baku internasional dan itu tantangan. Tugas pertama kita adalah donor darah. Ini adalah gerakan kemanusiaan tertinggi,” begitu kata Kalla dalam setiap kesempatan acara PMI. Berdasarkan data, kebutuhan darah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk tahun ini saja, 2015, PMI menargetkan untuk dapat mengumpulkan 5 juta kantung darah atau sekitar 2% dari jumlah penduduk Indonesia. Dengan ‘beban’ tugas itu maka tak heran kalau kita melihat PMI begitu gencar berkampanye tentang kebutuhan darah dan mendorong masyarakat ikut menjadi pendonor. Menurut Ketua PMI DKI Jakarta, Rini Sutoyoso, untuk memenuhi kebutuhan stok darah PMI DKI Jakarta, pihaknya rutin menggelar kerjasama penyelenggaraan donor darah dengan berbagai pihak. Target pencapaian kantung darah per

tahun adalah 300.000 kantung. “Kebutuhan darah per-hari di Jakarta sekitar 800-1000 kantung,” ungkap istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, ini. Untuk mendapatkan darah, PMI juga menyasar ke anak muda. Salah satu caranya, kata Kepala Biro Humas PMI Pusat, Aulia Arriani, PMI mendekati tempat-tempat berkumpulnya anak muda, seperti kampus dan mal. Sejak 2010, PMI sudah membuka gerai donor darah di mal dan kampus, di antaranya di Jakarta adalah di Senayan City, kampus Universitas Trisakti, dan Pasar Tanah Abang Blok A. “Jadi kalau ada anak muda yang ingin mendorong, tidak perlu lagi datang ke kantor PMI, tapi mereka bisa mendonor langsu di mal atau di kampus. Gerai di kampus itu, bukan hanya untuk para mahasiswa tapi umum pun kalau kebetulan sedang berada di dekat sana, dapat mendonor. Tempatnya hanya kebetulan saja berada di kampus yang menjadi lokasi anak muda

Jusuf Kalla

tkh/net

berkumpul,” jelasnya. Selain itu juga dioperasikan mobil-mobil unit donor darah untuk menjangkau tempat-tempat ramai seperti event car free day, mal maupun taman. Saat ini ada sekitar 117 mobil unit donor darah yang tersebar di seluruh Indoneia. OUR PRINCIPLES IN ACTION Sementara itu terkait dengan perayaan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia yang jatuh pada 8 Mei lalu, PMI Pusat menyelenggarakan lomba menulis dengan tema ‘OurPrinciplesInAction’. Periode akan dilaksanakan mulai dari 11 Mei - 11 Juni 2015. Demikian rilis yang dikeluarkan oleh Biro Humas PMI Pusat. Tulisan tersebut memuat tentang pengalaman yang berhubungan atau bersinggungan dengan tujuh prinsip dasar gerakan. Sebagaimana diketahui, PMI sebagai organisasi kemanusian berpegang pada tujuh prinsip dasar gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Me­

rah, yaitu, Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kerelaan, Kesatuan dan Kesemestaan. Disebutkan, Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Mei merupakan perayaan tahunan bagi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Kini sudah 152 tahun lamanya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam menjalankan kegiatan, prinsip-prinsip dasar selalu menjadi panduan tindakan agar senantiasa bekerjasama melayani masyarakat tanpa memandang ras, keyakinan dan warna kulit. “Kemanusiaan adalah ekspresi motivasi kami. Kesamaan mengarahkan cara kami melayani masyarakat yang sangat membutuh­kan, sembari menjaga Kene­tralan dan Kemandirian kami setiap waktu. Kami dibentuk atas dasar Kesukarelaan. Kesatuan dan Kesemestaan mengjangkari aksi lokal kami dalam solidaritas global. Hal tersebut merupakan prinsip-prinsip dasar yang menjadi identitas gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional”. Tepat ditanggal yang sama juga dirayakan lahirnya Prinsip Dasar Gerakan yang tahun ini tepat berusia 50 tahun. Peringatan ke-50 tahun lahirnya Prinsip Dasar Gerakan menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan kembali penera­ pan Prinsip Dasar Gerakan baik pada saat bertugas maupun dalam kegiatan sehari-hari. Dengan tema ‘Our Principles in Action’, juga dimaksudkan guna mengedukasi masyarakat luas khususnya pihak internal agar dapat selalu menerapkan prinsip dengan sebaik-baiknya. –Diana Runtu


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 848 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu