24
What’s Up
Edisi 846/ 27 April - 3 mei 2015
Wanita harus Jadi Pencerah Peradaban Peringatan Hari Kartini secara khusus dilakukan di beberapa instansi. Momen Hari Kartini menjadi ajang untuk menunjukkan semangat RS Kartini yang perlu diteladani. Seiring waktu berjalan emansipasi wanita dengan melangkah lebih maju, lebih cerdas, bijaksana, dan mampu memberikan manfaat kepada keluarga, di lingkungan tempat tinggal, dan di tempat kerjanya.
D
i Kodam IX/Udayana, Wanita TNI Garni zun Denpasar mem peringati Hari Karti ni sekaligus melaksanakan syukuran dalam rangka pembinaan Korps Wanita TNI (Kowad, Kowal dan Wara), Tema yang diusung dalam pelaksanaan syu kuran kali ini “Dengan Semangat Juang RA Kartini, Wanita TNI Siap Mening katkan Profesionalisme, Soliditas dan
Solidaritas guna Mendukung Tugas Pokok TNI” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud ungkapan terima kasih dari Korps Wanita TNI atas perjuangan RA Kartini yang telah menggagas perjuangan gera kan emansipasi bagi wanita Indonesia, sehingga momentum ini dijadikan se bagai tonggak pelaksanaan pembinaan Korps Wanita TNI secara serentak baik ditingkat pusat maupun daerah.
Lomba penyajian makanan dalam rangka Hari Kartini di XL area Bali
Pangdam IX/Udayana Mayor Jen deral TNI Torry Djohar Banguntoro membacakan amanat Panglima TNI selaku Pembina Wanita TNI menyam paikan, wanita harus mampu menjadi pencerah peradaban di suatu negara. Karena itu, wanita jangan terlalu ber gulat dalam menghadapi tantangan internal keluarga semata. Lebih jauh lagi wanita harus mampu memasuki era modern dengan segala kekuatan jati diri, baik sebagai individu maupun se bagai masyarakat yang berbudi-pekerti luhur. Wanita juga sebagai pribadi yang genuine dalam menentukan kualitas masyarakat Indonesia pada masa datang. Sebagai unsur dalam relatifitas kehidu pan, wanita tidak dapat dilepaskan dari kodratnya untuk berperan dalam mem perkuat eksistensi negara. Peran itu bisa berwujud dalam bentuk keterlibatan aktif sebagai TNI, Polri, PNS, pebisnis, dan aktivitas lainnya yang produktif. “Wanita TNI merupakan bagian dari masa depan TNI, dan bagian dari reali tas kehidupan bangsa Indonesia, untuk itu saya berharap peran itu akan makin nyata, ketika wanita TNI mampu men jaga spirit profesionalitas dan moralitas
ist
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Torry Djohar Banguntoro potong tumpeng untuk memperingati Hari Kartini dan syukuran pembinaan Korps Wanita TNI.
dalam kehidupan sesuai kodratnya namun tetap profesional dan militan, sekaligus menjadi pembimbing generasi penerus masa depan yang berkualitas dalam realitas kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujar Pangdam. LOMBA PENYAJIAN MAKANAN Sementara itu, untuk memperingati hari Kartini, seluruh karyawan PT. XL Axiata Tbk area Bali ikut serta dalam lomba yang diselenggarakan di Kantor XL Sunset Road Kuta. Lomba yang menunjukkan kebersamaan, kekom pakan, keserasian dan kerjasama. Di Hari Kartini, karyawan memilih lomba menyajikan makanan. Semua karyawan ikut berlomba, tidak hanya penampilan makanan, tetapi peserta wajib meng gunakan pakaian daerah dari berbagai nusantara. Makanan yang disajikan pun makanan nusantara yang terdiri dari nasi kuning, lontong sayur, mie goreng, sop
buah, rujak buah dan puding. Penilaian mengacu pada keserasian tim, kekompakan tim, cara penyajian makanan dan harus dapat membagi ke semua peserta lomba dan juri, serta penilaian terakhir adalah penampilan tim. Karyawan XL berharap dapat meneladani semangat Kartini yang be rani melakukan terobosan untuk suatu perubahan yang lebih baik dengan ilmu yang dimilikinya dapat berkontribusi di bidang yang digelutinya untuk kemajuan bangsa dan negara. “Dengan adanya lomba dalam mem peringati hari Kartini yang melibatkan karyawan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan se mangat dalam melaksanakan kinerja. Hal ini dapat berdampak pada kualitas layanan dan yang terpenting solusi untuk setiap permasalahan pelanggan yang ber hubungan dengan produk dan layanan, yang utama adalah standar kepuasan pelanggan,” ujar GM Sales XL Bali Nusra Dodyk Supriyono. –Ngurah Budi
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Pilih Angkutan Massal atau Pribadi? Suasana Hari Kartini sangat terasa pekan lalu. Beberapa instansi membuat acara untuk memperingati Hari Kartini, mulai aneka lomba, syukuran, hingga seminar. Semua mengambil tema global, peran wanita di era terkini. Wanita zaman dulu dan zaman sekarang sudah berbeda. Dulu wanita hanya di ranah domestik. Sekarang, wanita dan pria memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan eksistensi. Tergantung bagaimana memanfaatkan peluang yang ada agar mampu mengimbangi pesan perkembangan zaman. Kini makin banyak wanitawanita yang menempati posisi puncak di instansi pemerintah. Saat digelar Seminar bertajuk “Perempuan dan Kemandirian Finansial” di Bank Indonesia Denpasar. Acara yang diselenggarakan BisnisBali (Kelompok Media Bali Post) ini menghadirkan empat pembicara, Friderica Widyasari Dewi (Direksi Bursa Efek Indonesia), Dewi Setyowati (Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali), I
Trans Sarbagita di halte Jln. Kamboja
Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha (Ketua Hipmi Bali), dan AAA Tini Rusmini Gorda (Ketua Iwapi Bali). Hasil seminar dapat Anda baca di edisi ini. Selain itu, untuk memperingati Hari Angkutan Nasional, kami membahas mengenai pengelolaan sarana transportasi massal di Bali. Kehadiran Trans Sarbagita menjadi salah satu solusi untuk mengajak masyarakat memilih angkutan massal dan mengurangi penggunaan angkutan pribadi. Namun, upaya ini masih memerlukan proses. Sarana transportasi massal banyak memberi kemudahan sepanjang penyediaan
sarana dan prasarana berikut jalurjalur yang dilalui bisa memenuhi ekspektasi masyarakat. Kalau hal ini tidak dilakukan, masyarakat tentu akan lebih memilih kendaraan pribadi agar lebih praktis. Sajian yang tak kalah menarik untuk pembaca khususnya penggemar fotografi adalah tipstips fotografi landscape. Pesona alam nusantara tak akan habishabisnya untuk dieksplorasi dengan kamera. Banyak spot-spot menarik yang bisa diabadikan. Apalagi pancaran sinar matahari di Bumi Khatulistiwa ini sangat membantu pencahayaan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendukung hobi fotografi Anda. Selamat mencoba. Salam
Mimpi Jadi Kenyataan Masa-masa kecil yang kulalui dengan hidup pas-pasan membuat aku berpikir untuk meminta sesuatu kepada orangtuaku. Orangtuaku petani penggarap yang panen padi kadang berhasil kadang tidak. Walaupun keadaan serba kekurangan tak mengurangi keinginanku untuk mengubah keadaan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Aku tak meratapi hidup serba kekurangan namun tekadku dalam hati sangat kuat, aku ingin mengubah nasib keluargaku serta membahagiakan orangtua. Setelah menamatkan pendidikan SLTA aku mencari pekerjaan kesana kemari namun nasib baik belum berhasil. Aku lelah, aku hampir putus asa namun semangat untuk mendapatkan pekerjaan telah tertanam dalam jiwaku. Aku masih ingat kata-kata ayahku, ibarat memasang pancing patok saking banyaknya memasang pasti salah satu akan mendapatkan ikan. Benar saja apa yang dikatakan ayahku, surat lamaran yang aku kirim akhirnya mendapat jawaban dan aku harus interview dengan banyak saingan, rupanya nasib baik berpihak kepadaku dan aku mendapatkan pekerjaan. Aku pun mengikuti job training di Jakarta. Aku minta pamit kepada orangtuaku. “Ayah izinkan saya pergi untuk mengubah nasib keluarga kita”. Ayahku pun memberi doa restu untuk mengikuti job training. Aku sangat bangga dengan orangtuaku mereka hanyalah petani kecil bisa me-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
nyekolahkan dan kakak-kakak walaupun sebatas SMA. Dengan semangat dan pengalaman, aku pindah dari tempat satu ke tempat yang lain, untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Ekonomi keluargaku sedikit demi sedikit mulai berubah. Aku bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kebahagiaan dalam keluargaku makin aku rasakan seiring berjalannya waktu. Aku selalu sharing pengalamanpengalaman yang aku dapat di tempat kerja baik itu masalah berat maupun ringan. Aku sering meminta nasihat kepada ayahku. Pada 23 Juni 1999 malam harinya aku bermimpi ayahku meninggal dan dalam mimpi itu aku menangis sejadijadinya dan berguling-guling di tanah. Mataku terasa lembab dan badanku capek. Apakah ini kenyataan? Kuusap mataku dan kulihat jam 1 malam. Esok paginya aku akan siap-siap kerja, kok tumben ada burung gagak di tempat kosku?, perasaanku galau ada apa gerangan? Tiba-tiba kakakku datang ke tempat
kerjaku. “Ayo pulang, ayah meninggal”. “OMG, ternyata mimpiku menjadi kenyataan kemarin aku lihat bapak masih sehat-sehat saja”. Setibanya aku di rumah aku melihat ayah sudah terbujur kaku di balai adat. Air mataku tak bisa kubendung, aku tak terima dengan kenyataan ini. Lama sekali aku termenung dan berpikir, ayah secepat itu meninggalkan kami. Setelah orang-orang datang kerumah ku untuk melayat banyak yang menyadari diriku dan aku berpikir kematian itu adalah wajib. Manusia hanya bisa merencanakan semuanya Tuhanlah yang menentukan. Apapun kejadiannya aku berusaha untuk tegar walaupun pil pahit telah kutelan. Seandainya ayah masih hidup mungkin ayah akan senang melihat dan bercanda dengan cucu-cucunya. Dengan sepuluh jari tanganku, aku berdoa semoga mereka mendapat tempat yang sesuai, mohon maaf seandainnya anakmu punya kesalahan di masa yang lalu. Wayan Sudiasa, Seminyak
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 2.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
kartini
Tetangga Amat memberi nama anaknya R.A. Kartini. Ketika ditanya apa kepanjangan RA, ia menjawab jelas Putu Wijaya tegas, “Raden Ajeng!” Semua orang protes. “Raden Ajeng dari mana? Itu kan gelar bangsawan Jawa! Lha kamu orang Bali dari kasta sudra! Tidak klop!” “Betul! Tapi pada anak saya, RA itu bukan gelar tapi nama. Nama! Nama saja! Bukan gelar!” “Tidak bisa! RA Itu sudah disepakati sebagai gelar, tidak bisa dijadikan nama. Seperti dokter atau insinyur atau Anak Agung, itu gelar yang diturunkan, tidak bisa dipakai sembarang orang, tidak boleh dijadikan nama!” Tetapi tetangga itu tetap teguh memberi nama anaknya RA Kartini. Baru setelah anak itu sakit-sakitan dan balian minta nama itu diganti, ia berniat mengganti nama anaknya. Tapi setelah ada negosiasi yang cukup alot, ada titik temu. Nama itu boleh dipakai, asal RA ditulis Ra - a ditulis dengan huruf kecil. Sembilan belas tahun kemudian ada persoalan. Ibu-ibu kembali protes. Karena Ra Kartini makin dewasa dianggap semakin menyimpang dari sosok RA Kartini yang mereka hormati. “RA Kartini kan seorang pejuang-pelopor yang membebaskan kaum perempuan dari dominasi pria dan kungkungan feodalisme. Ia merintis cakrawala baru bagi kaumnya agar sama derajat dan hak dengan pria. Tapi Ra Kartini sama sekali kebalikannya. Dia mengacaukan peranan Ibu Kartini, sebab dia jadi hostes di klab malam sebuah hotel mewah. Itu bisa mencoreng-moreng nama Ibu Kartini kita!” “Jadi maksudnya bagaimana?” “Ganti namanya! Dia tidak berhak pakai nama RA Kartini!” “Ra Kartini, bukan RA Kartini!” “Sama saja!” “Enak aja! Gue bukan RA Kartini! Gue Ra Kartini, tahu! Bisa baca kagak?! Dan bicara tentang kepeloporan, jelek-jelek gini, gue juga pelopor! Tidak semua hostes itu pelacur. Gue hostes seperti geisa di Jepang! Tuan rumah. Teman ngobrol yang memberikan rasa nyaman, energi segar bagi tamu-tamu terhormat. Para eksekutif yang lelah seharian bekerja! Itu sebuah pekerjaan mulia, dalam kemilau hidup metropolitan, ketika banyak orang sudah kehilangan tempat untuk curhat, sehingga jiwanya kering! Gue membuat terobosan, menggemboskan kekeringan itu, supaya mereka bisa bekerja kembali dengan semangat, nyaman dan sukses! Nilai sosial kemanusiaannya tinggi, tahu?!” Kewalahan atau tak sudi berdebat, para ibu mengadu pada Amat. Minta tolong supaya Ra Kartini tidak menodai nama RA Kartini. “Tiap tahun kita terus akan merayakan hari Kartini besar-besaran, Pak Amat. Jangan sampai kita diejek komunitas tetangga. Karena cacad, punya hostes bernama Kartini!” Amat tidak mau ikut campur. Ia mengoper persoalan itu pada istrinya. Dan Bu Amat cukup tanggap. “Angkat saja si Ra itu jadi ketua panitia peringatan hari Ibu dan Hari Kartini!” Ibu-ibu kaget mendengar saran Bu Amat. Tapi setelah mereka diskusikan, memang tak ada jalan yang lebih baik. Ra Kartini sendiri tercengang. Begitu mendengar dirinya diangkat jadi ketua panitia. Ia buru-buru menolak. “Gue kagak sanggup. Gue kan hostes bukan Kartini. Biar orang lain saja!” Tapi pilihan sudah dijatuhkan. Ra Kartini harus memimpin. Ra jadi panik. Dia menghadap bosnya minta solusi. Tapi bos malah mendukung. “Ibu-ibu merayakan hari Kartini, sudah lumrah. Tapi kalau elu, itu baru berita. Kamu ambil cuti, laksanakan peringatan hari Kartini. Tapi jangan hanya seremoni, itu kuno! Seremoni itu hanya buang waktu, tenaga dan duit! Peringati Kartini dengan mempraktikkan jiwanya! Bukan sanggul atau kebaya dan kainnya, tetapi jiwanya! Semangat Kartininya!” Ra terpaksa menerima tugas itu. Ia langsung membentuk panitia yang semuanya pria. Lalu menggarap rangkaian acara yang lain dari yang biasa dilakukan. Ada pertandingan sepak bola antara kelompok pria lawan perempuan. Kelompok pria hanya boleh menendang dengan kaki kiri. Ada perlombaan masak khusus pria. Ada pertandingan mengurus bayi khusus pria. Semua pertandingan fokus pada pria. Jurinya para ibu. Sebagai penutup acara, Ra menugaskan bapak-bapak membereskan tempat pertemuan. Para ibu rapat membuat evaluasi dan memilih bapak/ suami/pria teladan. Sukses besar. Tidak ada lagi yang keberatan atas nama Ra Kartini. Tapi justru Ra sendiri yang mencopot namanya. “Sensasi kadang perlu, tapi itu cederung untuk menutupi kelemahan. Interpretasi jauh lebih indah, seperti perayaan yang barusan kita kakukan. Bukan seremoninya tapi esensinya. Bukan hanya meniru sanggul dan kebaya Kartini, tapi langsung ke tujuan akhirnya: kaum perempuan tidak boleh lagi hanya dijadikan objek! Untuk itu kaum perempuan tidak boleh menggantungkan dirinya dari kaum lelaki, apalagi dari sebuah nama besar! Mulai hari ini namaku Ni Luh Wayan Putri!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
23
Leni Kumalasari
Nyaman dengan Pilihan Niat adalah satu kunci untuk mendapatkan kesuksesan. Itu menjadi prinsip dari Leni Kumalasari. Pendidikan dan karier wanita yang berpostur tinggi semampai ini tak perlu diragukan lagi. Ia banyak mengikuti seminar untuk menambah pengetahuan. Awalnya tak terpikirkan, tetapi akhirnya Leni jadi dokter kecantikan.
S
dr Leni Kumalasari
eiring berjalannya waktu, ia memantapkan pilihan menekuni bedah estetika untuk membuat para wanita menjadi lebih cantik dan percaya diri. Ibu dua anak ini merasa nyaman dengan pilihannya. Sejak lulus kuliah dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, wanita yang berkulit putih mulus ini bergabung dengan Miracle. Ia
sempat bertugas Batam selama dua tahun dan enam tahun berikutnya di Surabaya. Setelah enam tahun Leni, diajak mendirikan klinik kecantikan yang bernama emdee. Kliniknya kini sudah memiliki tiga cabang, yakni di kawasan Nginden Semolo, Biliton, dan Ruko Bukit Darmo. Ketiganya ada di Surabaya. Satu cabang berada di Batam. “Kalau ditanya tentang keinginan untuk memiliki klinik ke-
cantikan, saya sangat ingin sekali memiliki klinik dan mengelolanya. Jadi saya wajib membesarkannya dan masih banyak utang budi pada emdee,” kata dokter yang mempunyai suami seorang wiraswastawan ini. Wanita yang murah senyum ini sebagai dokter senior di klinik bertanggung jawab atas suksesnya klinik, apalagi ia juga menjabat direktur. Keluh kesahnya men-
jika disimpan dalam lemari es. Jenis mama pie ada dua ukuran. Ukuran sedang harga antara Rp 25.000 - Rp 35.000. Sedangkan ukuran besar harga Rp 65.000 - Rp 75.000. Hari-hari tertentu seperti Lebaran dan Natal, Cicin kebanjiran pesanan. Mantan wartawan ini bisa mengatasi karena beberapa karyawan siap membantu untuk pesanan. “Terkadang karyawan saya kerja mulai dari siang hingga subuh karena saking banyaknya pesanan. Jadi saya mengatur mereka untuk bekerja dengan sistem shift,” ujarnya. Pemasaran Mama Pie dilakukan lewat online, karena sangat efisien dan lebih hemat. Impian membuka gerai menjadi angan-angannya, Cicin pun perlahan mulai mewujudkan ke inginannya itu dengan mendaftarkan merek Mama Pie ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya. “Target ke depan, Mama Pie harus memiliki toko. Sekarang pembeli harus order dulu,” kata wanita lulusan AWS ini. Ia mematenkan merek dagang Mama Pie karena ingin buatannya menjadi camilan khas Surabaya. Hal itu agar ketika orang tidak berdomisili lagi di Surabaya teringat kembali saat
makan camilan produknya. Ada beberapa menu Mama Pie, diantaranya original, chocolate pie, choco cheese pie, mocca pie, dan durian pie. Isian pie Cicin berbeda dengan makanan lainnya, sep-
jadi senior ketika dirinya harus mengatur pegawainya yang pendidikannya lebih tinggi darinya. Menyinggung target, wanita yang memiliki hobi berbelanja di mall dan membaca buku ini dengan lugas menjawab ingin klinik ini tersebar di seluruh Indonesia dan membuka cabang di luar negeri. Soal kritik dan komplain, ia menjelaskan, dengan telaten kepada pasien, proses itu tidak instan dengan 1 kali tindakan. Dokter yang pandai bergaul ini menghindari efek samping seminimal mungkin. Selain menangani kecantikan wajah, kliniknya ini juga memberi pelayanan untuk perawatan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai kaki. -Winda Aliffia
“Mama Pie”
Camilan Khas Arek-arek Suroboyo Masa tua perlu direncanakan sejak dini. Salah satunya dengan menyiapkan bisnis dari sekarang agar nanti tinggal memetik hasilnya. Apalagi roda kehidupan akan selalu berputar. Hal ini diyakini Ambar Cinta Rukmin yang akrab dipanggil Cicin dengan membuat camilan khas arek-arek Suroboyo bernama Mama Pie. Nama Mama Pie dibuat saat Cicin berkumpul dengan dua anaknya dan mempertimbangkan nama yang cocok dan menarik untuk usahanya ini. Akhirnya mereka sepakat dengan nama Mams Pie agar si pembeli bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan memakan kue pie bersama orang yang dicintai seperti keluarga. Mama Pie bukan satu-satunya sumber penghasilan yang didapat
Cicin. Ia masih aktif bekerja di Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya (LPKS) dan sebagai sekretaris Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional yang berkantor di Jakarta. Cicin membuka usaha ini untuk bekal nanti sewaktu sudah pensiun, dan bisa menambah penghasilan. Biasanya pie memiliki tekstur keras. Tetapi, pie buatan Cicin ini sangat lembut saat dimakan dan mudah hancur. Ia ingin sesuatu yang berbeda dengan tidak terlalu mementingkan kulitnya melainkan isinya. “Saya menerapkan resep dari keturunan keluarga saya untuk membuat pie ini,” kata wanita yang masih terlihat cantik di usia yang sudah setengah abad ini. Kue pie buatan Cicin bisa tahan selama 3 minggu
erti kue tart karena mempunyai 4 lapisan. Pelanggannya kini tidak sebatas di Jawa Timur saja, tetapi sudah sampai Bali, Jakarta, hingga Singapura, Belanda dan Jerman. -Winda Aliffia
22
Sosialita
Edisi 846/ 27 April - 3 mei 2015
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Ida Ayu Putu Sri Widnyani
Keliling Jakarta hanya Rp 3.500
Kangen Mengajar Perempuan kelahiran, Blahkiuh, 29 Juni 1975 ini baru saja menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Ilmu Ad ministrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang. Berbagai rintangan sempat mewarnai perjuangannya dalam meraih gelar doktor.
Meski kerap mendapat kritikan seputar pelayanannya, namun harus diakui busway atau TransJakarta sampai saat ini adalah angkutan terbaik yang dimiliki Jakarta. Ada tiga keunggulan busway, ongkosnya murah meriah, Rp 3.500 bisa berkeliling Ja karta yang memiliki lima daerah administratif. Syaratnya hanya satu, jangan keluar dari halte busway ketika melakukan per pindahan jalur. Keunggulan lainnya, keamanan dan kecepatan.
S
oal keamanan yang dimaksud adalah kasus kriminal seperti pencopetan dan penjambretan, serta pelecehan seksual yang dalam setahun terakhir makin jarang terdengar. Ini karena pengamanan dalam area halte maupun di dalam bus sangat ketat. “Di dalam bus, setidaknya ada tiga sampai empat penjaga keamanan,
tergantung besarnya bus. Kalau bus gandeng bisa sampai empat orang. Mereka itu galak lho, jadi penumpang nggak ada yang berani bandel atau melanggar aturan. Misalnya soal pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan yang sudah berlaku satu setengah tahun terakhir ini. Nggak ada yang berani melanggar meski kondisi di dalam bus sesak,” ungkap Pingkan Melita,
Harus Siap Antri Soal ongkos busway yang murah meriah mungkin menjadi cacatan tersendiri di tengah mahalnya biaya transportasi di Jakarta. “Kalau kita berangkat pagi sebelum jam 7, malah ongkosnya bisa lebih murah lagi yakni hanya Rp 2000,” tambah Grace. Hal ini, katanya, tentu sangat meringankan bagi para pelajar maupun pekerja yang sekolah/ tempat kerjanya jauh atau berada di wilayah lain. “Kalau naik angkutan umum biasa, kita harus berkali-kali ganti kendaraan, ongkos yang dibayar pun berbeda-beda. Jika ditotal, dalam sekali jalan biaya yang harus dikeluarkan berlipat-lipat daripada naik busway. Dengan busway, meski beberapa kali ganti bus, tapi ongkosnya tetap Rp 3500,” ucap Grace yang lokasi rumahnya di wilayah Jakarta Utara sementara kantornya di Jakarta Selatan. “Yang paling untung, mungkin, adalah pekerja seperti saya yang berkantor di Jl Jendral Sudirman, dekat halte busway. Jadi turun dari halte, jalan kaki menuju kantor. Biayanya ngirit,” tambah Grace sambil tertawa. Hal yang sama juga dirasakan Pingkan yang kampusnya berada di kawasan Jendral Sudirman. “Rumahku di Manggarai, Jakarta Selatan, dekat dengan halte busway. Kampus juga dekat halte busway, jadi memang soal biaya lumayan ngirit,” ucap mahasiswi Fakultas Hukum ini. Tetapi, meski ngirit, kadang ia tak tahan dengan antrian. Kalau jam sibuk, pagi dan sore hingga jam 7 malam, antrian di halte Dukuh Atas Jl Jendral Sudirman, bisa sampai setengah jembatan penyeberangan. “Udah cape di kampus, cape ngantri, bikin bete aja. Makanya aku kadang milih naik metromini biar cepat sampai rumah,” katanya. Bagi penumpang yang sudah terbiasa naik TransJakarta, biasanya sudah tahu jam padat dan lenggang penumpang.
mahasiswa Universitas Atmajaya Jakarta. Pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan ini dilakukan karena dulu kerap kali terjadi kasus pelecehan seksual di dalam busway yang padat penumpang. Berkat publikasi yang terus menerus akhirnya dilakukan pengaturan seperti sekarang ini. Walhasil, kasuskasus pelecehan seksual pun
menurun drastis bahkan nyaris tak terdengar. Begitupun kasus pencopetan, penjambretan, jauh berkurang. Ini karena selain pengawasan yang diperketat juga adanya CCTV di dalam bus yang terus dipantau oleh petugas. “Pernah suatu ketika ada penumpang nakal yang cobacoba nyopet. Tapi apes, aksinya terpantau CCTV. Sopir langsung
Diakui Grace, pelayanan TransJakarta semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sebagai pengguna TransJakarta sejak pertama kali bus ini beroperasi 11 tahun lalu, dia merasakan betul kemajuan yang dicapai. Namun, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. “Kemajuannya lumayan, namun masih belum sesuai harapan. Alangkah bagusnya kalau bisa seperti MRT di negara lain, seperti Singapura misalnya,” kata perempuan yang mengaku sudah beberapa kali merasakan naik angkutan massal di sejumlah negara. Dari 12 koridor busway yang ada di Jakarta, lanjutnya, tidak semuanya memiliki pelayanan yang bagus. Hanya beberapa koridor yang bagus, salah satunya adalah Koridor I jurusan Blok M-Harmoni Kota melintasi Jl Jendral Sudirman-Thamrin. “Ini jalur yang setiap hari saya lewati, busway-nya ok banget. Pendingin udara bekerja bagus, busnya pun bagus. Apalagi baru-baru ini ada tambahan bus baru, jadi memang lumayan dibanding TransJakarta di koridor lainnya. Mungkin karena melewati jalan protokol ya, jalan utama yang berada di pusat kota Jakarta. Yang naik pun pekerja perkantoran juga banyak orang asingnya. Jadi pelayanannya bagus,” ujarnya. Lepas dari itu, Grace tetap memberi apresiasi pada Pemda DKI Jakarta maupun pengelola yang terus berupaya meningkatkan pelayanan angkutan umum ini. Satu hal yang menjadi penekanannya adalah masalah AC (air conditioner) yang juga menjadi keluhan kebanyakan para pengguna bus ini. “Untuk mencapai rumah, saya tidak hanya melewati Koridor I tapi juga dua koridor lainnya, ada AC bus tidak berfungsi bagus. Masalah AC ini sangat penting, karena sekalipun lalu lintas macet, penumpang berdesak-desakan, namun jika pendingin udara bekerja bagus, kami tidak terlalu menderita,” tandas Grace. –Diana Runtu
3
memperingatkan semua penumpang agar berhati-hati karena ada aksi. Habis itu, orang yang dicurigai langsung digeledah. HP yang dicuri akhirnya kembali,” kata Pingkan yang mulai menggunakan busway sejak masih SMP. Hal senada juga diungkap Grace Zacharias. Sebagai perempuan, salah satu hal yang paling mengkhawatirkannya saat naik angkutan umum adalah masalah keamanan. Hal ini karena penumpang angkutan umum sangat banyak apalagi di saat jam sibuk berangkat dan pulang kantor. Jumlah bangku hanya sedikit sehingga memberi space yang besar untuk orang berdiri. “Karena padatnya maka kami berhimpit-himpitan. Saat itulah mereka yang punya ‘otak kotor’ beraksi mulai dari pelecehan seksual sampai pencurian/pencopetan. Tapi sejak pengaturan keamanan di TransJakarta diperketat, kasus-kasus semacam itu sangat jauh berkurang. Ini bagus sekali,” ungkap karyawan sebuah kantor konsultan hukum di kawasan SCBD (Sudirman Central Bussiness District) ini. Mengenai kecepatan, tentu semua orang tahu. Hal itu terjadi karena TransJakarta memiliki ‘keistimewaan’ yakni jalur khusus yang sesuai peraturan tidak boleh digunakan oleh kendaraan lainnya. Walau kenyataannya, karena lalu lintas Jakarta begitu macetnya, maka ada saja pengendara mobil yang tidak disiplin menyerobot jalur busway. Meski begitu, tetap saja, dibanding kendaraan lain, naik busway relatif lebih cepat dalam menembus kemacetan Jakarta. –Diana Runtu
M
enurut perempuan bernama lengkap Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos.,M.AP., ini, belajar tak mengenal pengorbanan. Dosen Universitas Ngurah Rai ini menyatakan, impian harus diperjuangkan. Itulah tekadnya sejak remaja, agar cita-citanya menjadi PNS terwujud. Walaupun awalnya, tak terpikir menjadi dosen, tapi impian menjadi PNS justru diraih lewat mengajar. Justru, kini ia merasakan kangen mengajar. Perempuan yang akrab di sapa, Dayu Widnyani ini, menuturkan, dunia cuap-cuap atau master ceremony sudah digandrungi sejak remaja. Sejak SMA, ia sering didaulat menjadi pembaca acara dalam ber bagai acara sekolah dan di desa. Berbekal keterampilannya itu, ia ingin sekali bisa bekerja sebagai humas di instansi pemerintah. “Dari dulu ber keinginan menjadi PNS,” kata istri Ir. Ida Bagus Ketut Sugirianta, M.T. ini. Saat SMP, kesukaannya ber organisasi sudah terlihat. Dayu ikut sebagai pengurus OSIS. Ia berpen dapat, den gan bero rganisasi, ia
Dayu Widnyani bersama keluarga
anyak belajar disiplin dan tanggung b jawab. Dayu juga aktif dalam kegiat an pramuka dan PMR. Setelah menamatkan SMA, Dayu ingin merealisasikan keinginannya menjadi PNS dengan kuliah di bagian Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa. “Waktu itu Fisip belum ada di Unud,” kata Dayu yang pernah memperoleh penghargaan juara III tingkat Provinsi Bali dalam lomba menulis Prasi di atas daun lontar sebagai wakil Kabupaten Badung. Selain kuliah, ia juga menyibukkan diri sebagai salah satu penari Parwa Agung Desa Blahkiuh, juga menjadi pengurus senat di kampus dan anggota pencinta alam. “Saya memang suka traveling dan men daki,” kata ibunda IB Prabha Girindra, IA Githa Girindra, IA Vipra Girindra, dan IB Dipra Girindra ini. Dalam perjalanan kuliah, Dayu bertemu tambatan hatinya, dan memutuskan menikah setelah tamat kuliah. Keinginannya untuk menjadi PNS masih terpendam karena disibukkan mengurus buah hatinya. Sembari mengurus buah hatinya,
Dayu ikut membantu usaha suaminya yang bergerak dalam bidang konsultan MEP (mechanical, electrical, and plumbing). “Ya hitung-hitung saya mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di kuliah,” tuturnya. Dengan berjalannya waktu, anak-anaknya mulai tumbuh dan sudah bisa ditinggal. Dayu masih punya impian mengejar cita-citanya menjadi PNS. Tahun 2004, Dayu mendapat informasi ada lowongan dosen kopertis. Saat itu, suaminya, sudah menjadi PNS sebagai dosen di Politeknik Negeri Bali. Kebetulan, lulusan Fisip dicari 11 orang. Dayu berpikir, ini kesempatannya mencoba. Walaupun sempat ragu, ia mencoba memberanikan diri. Apalagi, suami nya, sangat mendukung keinginannya itu. Dayu makin percaya diri. Ternyata, Dayu lulus tanpa hambatan. Dari 28 alumni Fisip yang melamar, 10 orang diterima, termasuk Dayu. Tahun 2005, ia ditempatkan sebagai dosen di Fisip Universitas Ngurah Rai Denpasar. “Dunia mengajar hal yang baru bagi saya. Awalnya saya sempat agak grogi,” ujarnya sembari tertawa tentang sukaduka awal sebagai dosen. Namun, lambat-laun dalam perjalanan, Dayu mulai bisa menyesuaikan diri dengan dunia mengajar. Dayu banyak membaca buku metode mengajar dan
Dayu Widnyani bersama rekan Fisip Universitas Ngurah Rai dan promotor doktornya setelah selesai ujian disertasi
edagogik yang membuat ia makin p menguasai teknik mengajar. Yang pada akhirnya, membuat Dayu, sangat menikmati tugasnya menjadi dosen. Dalam perjalanannya sebagai akademisi, ia bertemu dengan Luh Riniti Rahayu, yang waktu itu ber kiprah di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali. Banyak hal yang ia tanyakan, menunjukkan keseriusan belajar politik. “Saya tertarik soal kepemiluan. Mungkin juga, karena pada dasarnya saya ini suka belajar banyak hal,” tutur Dayu. Dari Riniti Rahayu, ia mendapatkan saran dan kiat untuk bisa lolos menjadi anggota komisioner KPU. Awalnya, ia berpikir, apakah waktunya akan cukup dibagi untuk seabrek kegiatannya. Namun, setelah berkonsultasi dengan suami dan keluarga, keinginannya itu sangat didukung, yang memulus kan langkahnya ikut test. Keber untungan berpihak kepada Dayu. Tanpa halangan, ia lolos menjadi anggota KPU Badung Periode 20082013, dan Dayu, satu-satunya perempuan dalam formasi Komisioner KPU Badung. Saat pemilu ia mengakui, banyak pekerjaan sehingga tak jarang, ia harus pulang malam bahkan dini hari. Bahkan, ia pernah tidur di kantor camat, menunggu kotak suara tiba di sana, saat menjadi korwil kecamatan. Ditengah kesibukannya, ia tetap ada waktu mengajar di kampus. “Saya enjoy saja melakukan semua aktivitas, termasuk mengurus keluarga dan manyama-braya di desa,” kata Dayu. Setahun setelah di KPU, Universitas Ngurah Rai membuka Program Pascasarjana. Dayu melanjutkan pendidikannya ke Magister Administrasi Publik. Sebelum tamat, Dayu dan suaminya sempat berdiskusi tentang kelanjutan pendidikannya. Dayu ingin terus melanjutkan ke program doktor. Namun, setelah mencari-cari kampus, program yang sesuai hanya ada di luar Bali. “Waktu itu, saya ragu, karena harus berpisah dengan keluarga,” katanya. Namun, suaminya terus men dukung Dayu agar tak ragu-ragu melanjutkan pendidikannya. Ia menuturkan, banyak sekali tantangan waktu menyelesaikan program doktornya. Di awal penyusunan proposal disertasi, promotornya jatuh sakit dan meninggal
Kebijakan Publik Berbasis Traditional Good Local Governance
Disertasi Dayu meneliti tentang implementasi kebijakan usrenbang dalam rangka merumuskan sebuah kebijakan Rencana m Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Penelitian dilakukan di tiga desa, yaitu Sangeh, Mengwi, dan Tibubeneng. Hasil penelitiannya ini memberikan rekomendasi, agar ketika melakukan proses kebijakan publik melalui musrenbang harus melibatkan tiga pilar governance yaitu pemerintah, masyarakat sipil, pihak swasta dan ditambah satu aktor lembaga adat. Sikap para peserta hendaknya mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali seperti paras-paros, sagilik-saguluk salunglung sabayantaka, ngalap kasor, ngayah, dimana sikap ini sudah mulai terdegradasi oleh
epentingan pribadi atau golongan. Hendaknya dilakukan reformasi k regulasi tentang proses musrenbang sehingga nantinya produk RKPD yang dihasilkan berbasis pada aspirasi (nilai-nilai lokal) dan basic need masyarakat yang dikelola melalui networking antara pemerintah, masyarakat sipil, pihak swasta dan lembaga adat dengan prinsip good governance. Dayu juga mengucapkan terimakasih kepada, Bupati dan Sekda Badung, Bappeda Badung, Kesbangpol dan Linmas Badung, para kepala desa dan sekdes, bendesa adat dan wakil, para kelian dinas dan adat di Desa Sangeh, Desa Mengwi, dan Desa Tibubeneng serta para narasumber atas informasi dan dukungan datanya. -ast
sehingga perlu waktu untuk mencari penggantinya. “Untuk menghemat biaya, saya dua hari sekali DPSMalang naik bus. Banyak kejadian menegangkan waktu perjalanan. Bus yang saya tumpangi pernah kecelakaan, laptop saya pernah hilang dicuri orang menjelang ujian proposal. Pernah kebanjiran dalam perjalanan ke Malang sehingga harus naik ojek selama 2 jam. Pokoknya kalau ingat itu jadi terharu,” kata Dayu dengan mata berkaca-kaca. Bahkan, saat akan berangkat menuju Malang, melihat anak- anaknya, Dayu sedih. “Perasaan seorang ibu tentu sedih meninggalkan keluarga. Makanya, saya usahakan kalau memang jadwal kuliah pendek, saya pulang ke Bali,” kata Dayu. Namun, dari semua tantangannya itu, kata Dayu, ia menjadi lebih kuat dan termotivasi untuk segera menyelesaikan studinya. Bekerja dengan tulus ikhlas, semangat, dan pantang menyerah merupakan prinsipnya sehingga perjuangan Dayu menghasilkan kebanggaan bagi dirinya, keluarga, dan tentu saja kampus Universitas Ngurah Rai (UNR). Saat ujian, selain keluarganya, teman-temannya di Fisip, bahkan, Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si, dan istri datang memberinya semangat. “Saya kaget sekaligus bangga dan haru Pak Rektor beserta ibu juga datang memberi semangat saat ujian akhir disertasi bulan Februari,” kata Dayu yang diyudisium 29 April 2015. Ia menuturkan, sejak bulan April, ia sudah mulai aktif mengajar di kampus. Hal itu tentu saja mengobati rasa kangennya mengajar, yang selama ini sempat jeda karena kesibukannya kuliah. “Sekarang mengajar menjadi suatu keasyikan. Dalam Tri Dharma Perguruan tinggi, selain mengajar, dosen juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketiga hal itu, sangat saya nikmati,” kata Dayu yang berasal dari Br. Brahmana, Desa Sangeh, Kab. Badung ini. –ast
4
Inspirasi
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Perempuan Berperan Penting dalam Ekonomi
P
erekonomian dunia tahun ini diperkirakan membaik diban dingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan 2015 vers�������������������� i������������������� Wor���������������� l��������������� d Economic Outlook tercatat 3,5 % atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang 3������������ ,3%. P������ erkembangan perekonomian yang cukup baik tersebut tak terlepas dari peran perempuan di dalamnya. “Sebut saja Angela Merkel yang merupakan kanselir Jerman saat ini, Janet Yellen yang merupakan Gubernur Bank Sentral Amerika
Serikat, dan Hillary Clinton yang merupakan senator wanita pertama dan satu-satunya di Amerika Serikat yang ikut berperan aktif dalam partumbuhan ekonomi global,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Dewi Setyowati saat membuka “Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial” yang sekaligus sebagai keynote speaker, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Jumat (24/4). Dewi menjelaskan, di Indonesia sendiri khususnya Bali, perempuan juga memiliki posisi penting dalam sektor pertumbuhan perekonomi-
an. Terlebih lagi dengan kondisi Bali sebagai provinsi yang ekonominya sangat terkoneksi dengan kondisi global. Selain itu, pertumbuhan populasi wanita dan tingkat partisipasi keria yang cukup besar juga mencerminkan tingginya kontribusi wanita dalam perekonomian. Tidak jauh berbeda dengan komposisi penduduk wanita dunia dengan data BPS yang menunjukkan jumlah penduduk wanita di lndonesia mencapai 49,75% pada 2013. Dari jumlah tersebut, partisipasi tenaga kerja wanita semakin meningkat sebagaimana tercermin dari tren penurunan tingkat pen-
Foto bersama Ny. Satria Naradha, Ny. Selly D. Mantra, Dewi Setyowati, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda saat Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial
Pakai Resep MMS Ketika seorang perempuan ingin mandiri secara finasial, maka ia harus terlepas lebih dahulu dari tuntutan-tuntutan ekonomi. Dalam arti tidak tergantung pada laki-laki secara ekonomi. Dengan kemandiriannya perempuan lebih leluasa mentransformasikan kemampuannya kepada perempuan lainnya untuk maju bersama. Demikian disampaikan Dr. AAA Ngr Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M,. M.H. dalam “Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial” di BI. Bicara mengenai tuntutan hidup, Gung Tini menyebutkan 5 kebutuhan hidup yang harus diperjuangkan, menurut teori Maslow. Mulai dari kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, penghargaan hingga aktualisasi diri. Untuk bisa memenuhi bahkan lepas dari kelima kebutuhan dasar hidup manusia tersebut, Gung Tini berbagi resep dengan menyebutkan istilah MMS (mau, mampu, dan siap). “Tidak ada dikotomi antara kegiatan domestik dan publik, siap dengan segala konsekuensinya dan segera bekerja, bekerja, dan bekerja,” ucapnya. Gung Tini pun mengutip kali-
mat Dewi Motik Pramono “Cepat kaya dan bahagia dengan berwirausaha”, sebagai penggugah. Kemudian untuk langkah sukses mencapai kemandirian finansial, Gung Tini menggunakan The cashflow quadrant atau teori 4 kuadran dari Robert T. Kiyosaki sebagai panduannya yang menggambarkan jika perempuan ingin bebas finasial maka ia harus memiliki kecerdasan finasial. Ini berarti, ketika perempuan mandiri secara finansial, akan menjadi pribadi yang mandiri dan penuh percaya diri. Selanjutnya,
tentu akan membesarkan anakanak yang mandiri dan percaya diri juga. Agar perempuan lebih siap mengambil langkah menuju jalur cepat finansial, untuk urusan bagaimana mengurus bisnis, mengenal cashflow, mengetahui perbedaan antara risiko dan berisiko, ingin menjadi investor tipe apa, menumbuhkan keyakinan untuk semuanya, serta sukses tanpa konflik di keluarga, Ketua Iwapi Bali ini menyarankan untuk tidak sungkan datang ke Klinik Konsultasi Bisnis Iwapi Bali.
gangguran terbuka untuk perempuan, sehingga tercatat mencapai 6,77% pada 2012 lalu. ”Di Bali sendiri, p��������� orsi penduduk ���������������������� wanita ��������������� tercatat mencapai 49,68 persen. Peran perempuan Bali dalam lapangan kerja terlihat lebih tinggi dibandingkan peran perempuan nasional,” ujarnya. Seminar yang digelar serangkaian peringatan Hari Kartini ini terselenggara atas kerjasama harian BisnisBali dengan BI Provinsi Bali, Pemkot Denpasar, IDX, Iwapi Provinsi Bali, dan Hipmi Provinsi Bali, yang juga didukung Bali Post, Denpost, Tokoh, dan Bali TV. Seminar juga dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali Zulmi, istri Wali Kota Denpasar Selly D. Mantra, istri Pimpinan Kelompok Media Bali Post Ny. Satria Naradha, Ketua Iwapi Bali Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. dan Ketua Hipmi Bali I Gusti Ayu Inda Trimafo Yudha, Ketua Iwaba Ny Made Suja, Ketua Pipebi Ny. Suarpika Bimantoro, dan Komunitas UMKM Kota Denpasar. INVESTASI DI PASAR MODAL Equty Analyst Phillip Securities Indonesia, Milka Mutiara dalam seminar tersebut mengatakan berinvestasi di pasar modal ini ditegaskannya 3M+1A yakni mudah, murah, menguntungkan, dan aman. Mudah, karena siapa pun bisa berinvestasi dan bisa dipantau dari rumah. Murah, karena harga saham sekarang ini sangat murah, minimal Rp 50, 1 lotnya isi 100
SMART DAN FLEKSIBEL Mandiri secara finansial, bagi Ketua Hipmi Bali I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, tidak hanya bisa menghasilkan tapi juga bisa mengatur keuangan dengan baik. Menurut lulusan International College Hotel Management (ICHM) Adelaide- South Australia ini, cara untuk mencapai kemandirian finansial adalah dengan bekerja secara profesional atau berwirausaha. Untuk itu yang diperlukan adalah kemauan, keterampilan, modal tunai keyakinan yang dilengkapi dengan doa. “Dengan bekerja atau berwirausaha, kita dapat mengasah kemampuan atau bakat terpendam. Ketika disalurkan secara positif akan
Suasana Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial di BI
Dewi Setyowati lembar. “Jadi dengan Rp 5 ribu kita sudah bisa punya saham,” ujarnya. Investasi ini juga disebut menguntungkan untuk jangka panjang, karena perkembangan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) rata-rata 18% pertahun. Selain itu, investasi ini aman dikarenakan pasar modal berada di bawah naungan pemerintah, bukan invest abal-abal/bodong. Selanjutnya, ia mengatakan perempuan di era globalisasi ini memiliki peran penting bagi pertumbuhan investasi di dalam negeri. Perempuan, berperan dalam mengelola investasi dari suatu rumah tangga yang didukung dengan cukup banyaknya waktu untuk memperhatikan perkembangan saham yang mengalami kenaikan maupun penurunan. –Inten Indrawati
dapat memberikan manfaat pada lingkungan sekitar dan bahkan menjadi contoh atau inspirasi bagi orang lain atau generasi penerus kita,” ucapnya. Ia juga menyampaikan bahwa kemandirian seorang ibu bisa memberikan atmosfir positif bagi lingkungan terutama anak-anak, sebab orangtua juga sebagai rule model mereka. Dalam kesempatan tersebut, Gung Inda juga menyampaikan strategi memulai usaha dari kecil di rumah sampai menjadi pengusaha yang sukses. Orang wajib memiliki motivasi mengetahui apa yang diinginkan. Memiliki ide sesuai selera juga tren yang sedang berlaku serta memiliki bekal keterampilan untuk melaksanakannya.Kemudian merancang strategi dan siap berkompetisi. Yang penting pula dalam proses trial & error adalah tidak mudah putus asa. Berikutnya, ia juga mengingatkan untuk tidak lupa menyeimbangkan segala aspek kehidupan, baik urusan komunikasi dengan keluarga, menyadari tidak ada kekuatan yang lebih besar selain dari Yang Maha Kuasa dan menyempatkan diri sejenak untuk menikmati hasil dari kerja keras yang sudah dilakukan. “Selain itu, smart dan fleksibel juga menjadi pedoman lainnya untuk menggapai kesuksesan,” tandasnya. –Sri Ardhini
Mandalika
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Semarakkan HUT ke-47
21
BKOW NTB Gelar Beragam Kegiatan Puncak peringatan HUT ke-47 BKOW NTB dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April 2015 dan digelar di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Sebagai wadah pemersatu organisasi-organisasi wanita di NTB, BKOW memiliki prinsip sebagai lembaga federasi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, berharkat dan bermartabat luhur, berkesetaraan dan keadilan gender serta demokratis dalam tata kelola pemerintahan. Mengusung tema HUT kali ini, “Mantapkan Kualitas Kaum Perempuan sebagai Pendidik Utama Keluarga dan Pendidik Bangsa,” BKOW NTB siap berkontribusi dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat.
S
ebelum puncak peringatan ini, berbagai kegiatan yang mendorong peranan wanita dalam pembangunan maupun peranan sebagai seorang ibu, dilaksanakan untuk menyemarakkan HUT Ke-47 BKOW. Di
antaranya Seminar dan Kampanye Keliling Antikorupsi di kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat, kampanye pencegahan Kanker Serviks yang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Lomba Fashion Show, Talk Show Kesehatan bersama Putri
Indonesia tahun 2015, Lomba MC, dan Lomba Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebagai gabungan organisasi wanita, BKOW tentu memiliki kekuatan tersendiri untuk dapat berperan dalam pembangunan di daerah ini. Hal inilah yang diharapkan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin yang hadir pada puncak peringatan tersebut. “Jajaran Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB diminta benar-benar dapat menjadi wadah bagi organisasi wanita di NTB dan terus menjaga kekompakan,” ungkap H. Muh. Amin. Ia meminta agar organisasi wanita di NTB harus mampu berperan dan memiliki semangat seperti R.A Kartini dan pahlawan wanita Indonesia lainnya dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah. Di depan
HUT BKOW dan Kartini di Graha Bhakti Praja
para anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kabupaten/kota se-NTB yang dalam kegiatan ini, Ketua BKOW NTB Hj. Syamsiah Muh. Amin meminta agar BKOW
harus mampu menjaga dan memupuk rasa kekeluargaan serta saling menyemangati demi dapat berkontribusi dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat.
Audiensi APII dengan Gubernur NTB
NTB Potensial sebagai Wisata Syariah Sebagai daerah berpenduduk mayoritas muslim, Nusa Tenggara Barat, dinilai paling potensial untuk dikembangkan sebagai pusat wisata syariah terbaik di Indonesia. Hal tersebut disampaikan H. Fauzan, Ketua Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) NTB, saat bertemu dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi beberapa waktu lalu. Apalagi katanya, wisata syariah tidak hanya dibutuhkan oleh wisatawan muslim, tapi juga sudah menjadi kebutuhan wisatawan secara umum baik lokal maupun mancanegara. Fauzan, mengatakan bahwa wisatawan muslim memiliki andil yang cukup besar dalam pariwisata dunia. Menurut penelitian dari Crescentrating, pengeluaran wisatawan muslim dalam suatu perjalanan cukup tinggi. Dapat dibayangkan uang yang dihabiskan wisatawan muslim di dunia pada tahun 2011 mencapai 126 milyar dolar AS atau setara Rp 1.222,1 Triliun. Angka ini dua kali lebih besar dari seluruh uang yang dikeluarkan oleh wisatawan Cina yang mencapai 65 milyar dolar AS atau setara Rp 630 Triliun. Upaya menjadikan syariah sebagai khas pariwisata NTB mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII). “Pariwisata NTB harus jauh lebih ber-
martabat, NTB harus berbenah menjadi destinasi wisata syariah dunia. Karena, wisata syariah tidak hanya dibutuhkan oleh wisatawan muslim, tapi juga sudah menjadi kebutuhan wisatawan secara umum baik lokal maupun mancanegara,” kata Fauzan. Menurutnya, wisata syariah
sudah menjadi tren pariwisata dunia bukan hanya negara berpenduduk mayoritas Muslim. Seperti Malaysia menggunakan istilah Islamic Tourism, di Uni Emirat Arab disebut sebagai Family Friendly Tourism, di Thailand disebut Sharia Tourism, sementara di Jepang disebut Halal Tourism.
“Pariwisata harus dikembangkan sesuai kultur daerah masing-masing,” katanya. Untuk mewujudkan hal ini di Nusa Tenggara Barat memang butuh waktu untuk menyelesaikan banyak tantangan dan hambatan dalam mengembangkannya. Gubernur NTB merasakan tantangan tersebut, namun pemerintah daerah mendukung sepenuhnya program wisata syariah ini dengan memasilitasi sarana dan prasarana infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan sebagainya, untuk mendukung hal ini ke depan. Yang terpenting menurut gubernur adalah bagaimana menjadikan pelaku pariwisata yang jujur. Perlu penanaman nilai moral dimulai dari attitude, hospitality serta kejujuran dari setiap pelaku pariwisata yaitu tour guide dan pihak hotel. Majdi mengharapkan NTB sebagai daerah wisata islami dengan menyelenggarakan event-event pariwisata syariah, seperti event halal food dunia. “Kita harus mulai memperbaharui sistem pariwisata kita dari hal-hal kecil seperti sertifikasi halal food dan konsep wisata keluarga agar mudah dipahami dan tidak membuat kesalahpahaman antar umat beragama,” katanya. Foto-foto: Humas Setda NTB
20
Nine
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Siap Bertugas Sesuai Komando
Tiga polwan Satuan Narkoba Polres Mataram, Aiptu Elmi, Bripka Nur Imansyah, dan Brigadir Yovita memberi warna sekaligus kekuatan berbeda untuk korps seragam cokelat dalam mengungkap mafia narkoba. Apa saja kegiatan mereka?
D
erap sepatu satu peleton Sat Sabhara masuk ke sebuah gang di Lingkungan Karang Bagu Perluasan, Kelurahan Cakra Timur, Mataram. Pusat perhatian masyarakat tertuju pada sebuah rumah di area padat permukiman itu. Pasukan tadi, bersama sejumlah personel Sat Narkoba memang sedang “menyeruduk” ke sebuah rumah yang dicurigai dipakai pesta sabu sabu. Tibalah pasukan itu di rumah yang dituju, tiga pria dan seorang wanita yang sedang asyik duduk di sebuah “berugak” tiba-tiba blingsatan. Salah satu di antaranya berusaha membuang sesuatu ke pekarangan tetangga, dan setelah diperiksa ternyata itu sebuah plasik kecil berisi butiran butiran bening halus yang dipastikan narkoba jenis sabu sabu. Warga yang mengetahui ada penggerebekan di rumah milik AH alias Ali (32) makin berjubel di gang, penasaran dengan kejadian itu. Diantara banyak personel polisi itu, Bripka Nur Imansyah tak tinggal diam. Dia melakukan apa yang personel Sat Narkoba lainnya lakukan, menggeledah, mencari benda benda yang di-
curigai narkoba atau perangkat yang ada hubungannya dengan pemakaian narkoba. Operasi yang tidak sia sia. Di ruang tamu, rak sepatu sampai dapur, bahkan di atas plafon rumah, pasukan yang dipimpin Kasat Narkoba AKP I Putu Hardhianto, S.H. dan Kasat Sabhara AKP Taufik menemukan benda benda menyerupai bong dan kristal bening dalam beberapa paket yang diyakini sabu sabu. Perhatian Ima –sapaan Bripka Nur Imansyah– tertuju pada sesosok wanita dengan jeans ketat selutut, kaos kuning, sedang menggendong anak. Wanita itu berusaha kabur saat duduk di berugak. Ima berusaha menenangkan wanita berinisial FT itu diketahui istri dari AH alias Ali. Situasi panik, karena anak yang digendong terlihat ketakutan mengetahui ayahnya ditangkap polisi. Tidak sampai disana, FT yang tengah menggendong anaknya juga ikut digelandang ke Mapolres Mataram. Ima membayangkan betapa situasi itu membuatnya dilema. “Sebagai seorang perempuan, ketika melihat seorang ibu yang ditangkap ketika menggendong
Potensi Kerajinan Tembaga di Desa Tumang Jawa Tengah D
Bripka Nur Imansyah saat menenangkan FT dan anaknya dalam penggerebekan di Karang Bagu Perluasan
kepada tersangka perempuan. Dalam tiga bulan terakhir, beberapa tersangka perempuan ditangkap, dia periksa. “Saya berusaha memperlakukan mereka tetap seperti perempuan. Menginterogasi selayaknya menghadapi perempuan, berbeda perlakuan dengan menginterogasi pelaku laki-laki,” kata Yovita. Ada tantangan tersendiri dihadapinnya, karena bagaimana pun juga, perempuan tetaplah perempuan yang tidak bisa diberikan tekanan dengan pertanyaan pertanyaan keras. Tapi disisi lain, posisinya sebagai penyidik, harus mendapat informasi lengkap dan akurat tentang tindak pidana yang dilakukan, hingga mengungkap ke jaringan yang lain. “Cara interogasi pelaku perempuan ini berbeda, karena mereka ini jarang mau buka diri. Ini kesulitannya,” tuturnya. Sebelum itu, Yovita penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mataram. Ketika itu, dia banyak
berhadapan dengan perempuan yang menjadi korban kekerasan, tak sedikit juga pelaku perempuan dihadapinya. Pengalaman itu dijadikan rujukan ketika sejak tiga tahun lalu dia dimutasi ke Sat Narkoba. Ada saja cara interogasi untuk mengulik fakta-fakta dari para pelaku perempuan. Ketika di lapangan, ada seabrek pengalaman unik, berkesan, dilema, bahkan menakutkan, campur aduk yang bisa berujung trauma. Baru-baru ini misalnya. Dia terlibat dalam penggerebekan di Seganteng, wilayah Cakranegara. Sasarannya tersangka Mandok. Situasi menegangkan terjadi. Ia menyaksikan aparat berjibaku dengan target. Mandok lolos penyergapan itu, namun adiknya, Rusdi alias Kebot berhasil ditangkap. “Yang membuat saya miris dan trauma, ketika melihat orang tuanya pelaku jantungan karena ada penangkapan itu,” ujar polwan kelahiran Mataram 10 Januari 1988 ini. - Haris M./Naniek I. Taufan
Perempuan Pilihan
Brigadir Yovita, Bripka Nur Imansyah, Aiptu Elmi
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Anda suka kerajinan tembaga dan kuningan? Datanglah ke Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Di sana keinginan Anda untuk melihat aneka kerajinan yang terbuat dari tembaga dan kuningan, dijamin terpuaskan. Segala keperluan perlengkapan rumah mulai dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, hingga peralatan rumah tangga, semua ada. Perlengkapan hotel dan kantor pun ada.
anaknya, tentu ini menyedihkan,” tutur Ima, yang saat itu langsung mengamankan FT. Situasi makin dilematis ketika ia berusaha meyakinkan si anak. “Jangan takut, tidak ada apa apa kok,” ujarnya sambil elus kepala anaknya umur dua tahun itu. “ATMOSFER” BERBEDA Pekerjaan Ima tidak selesai sampai disana. Setelah para pelaku diamankan. Dia naik truk Dalmas, mengawal AH alias ali, ES dan DSU, termasuk si ibu, ST, dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Selagalas Mataram, untuk dilakukan tes urine. Itulah rangkaian pekerjaan Ima, Yovita dan Emi. Jika ada operasi penangkapan, maka kesibukan menyesuaikan. Aktivitas mereka tidak jauh berbeda dengan tim opsnal laki laki lainnya di kesatuan itu. Mereka ambil bagian dengan perannya masing masing, sesuai komando dari atasan. Tak jarang mereka juga terlibat dalam pemeriksaan atau interogasi tersangka sekaligus membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Yovita misalnya, mengaku mendapatkan “atmosfer” berbeda setelah tiga tahun mengabdi di kesatuan ini. Ada tantangan ketika harus berbadapan dengan pelaku, baik pengguna maupun pengedar narkoba, mulai dari kelas teri sampai kelas kakap. “Mereka ini kan jaringan. Disinilah kesulitan kami untuk mengungkap ke pelaku lain,” ujar Yovita. Dalam rangkaian penangkapan pelaku hingga pemeriksaan, Yovita memfokuskan perhatian
Inspirasi
Bripka Nur Imansyah, memetik satu kesan yang sama ketika dia bertahun tahun bertugas di Sat Lantas Polres Mataram. “Ada kekompakan yang saya rasakan,” sebutnya. Kompak dalam sebuah tim, apalagi saat bertugas disadarinya akan menentukan hasil. Ketika di Sat Lantas, dia kompak bersama polwan dan personel laki laki lainnya untuk menegur pengendara yang ngeyel tak taat aturan, sampai ke tilang sebagai bentuk penindakan. Tapi di Opsnal Sat Narkoba, dia harus melakukan lebih dari itu, lebih menantang dan berbahaya tentunya. “Kalau di Sat Lantas pelanggarannya terlihat dengan kasat mata, tegur atau tilang bagi yang melanggar. Tapi kalau di Sat Narkoba, penyelidikan butuh kerja keras, harus menyamar, menunggu berjam jam. Kadang nihil, tentu saja kecewa. Tapi justru ini yang seru,” ujar Ima. Mengenyam pengalaman di Setum Polda NTB, kemudian melanjutkan karier brigadirnya sebagai personel di Samapta, hingga dipercaya di Spripim Kapolda, kemudian cukup lama menempa karir di Sat Lantas, sejak 2007. Dia tergabung dengan sejumlah polwan lainnya membuat beragam karya untuk membuat polisi makin humanis di tengah masyarakat. Patroli menggunakan sepeda dan sepatu
roda, salah satu revolusi cara pendekatan humanis itu. Tapi di Sat Narkoba keadaannya tentu jauh berbeda. Menurutnya, polisi yang ditempatkan di satuan ini adalah orang–orang pilihan. Meski baru empat bulan, tapi dia sudah merasakan atmosfer yang berbeda itu. “Saya dipilih bertugas di Sat Narkoba, mudah mudahan karena memang atasan memandang saya termasuk orang pilihan,” Ima tak melepas senyum. Kata–kata perempuan “pilihan” beralasan menurutnya, ketika dia diikutkan bersama dua tandemnya bersama tim opsnal saat melakukan penangkapan. Mereka diajak ketika oknum warga yang menjadi target itu perempuan. Tidak cuma fisik, tapi mental harus siap sebaik mungkin. Karena sekali lagi yang akan ditangkap ini adalah perempuan, orang yang sekaum dengannya, tentu dengan perasaan sama jika berada di situasi itu. Disinilah situasi miris itu menurut Ima. Contoh kasus ketika ia terlibat langsung dalam penangkapan di Karang Bagu perluasan beberapa waktu lalu. “Apalagi ada anaknya, kemudian nangis karena ndak mau ibu atau bapaknya kami tangkap. Rasa dilema. Ada rasa kasihan, tapi penegakan hukum harus tetap dilakukan,” tegasnya. -Haris M./Naniek I. Taufan
i desa yang berpenduduk sekitar 7000 jiwa ini, hampir kebanyakan masyarakatnya adalah pengrajin tembaga dan kuningan secara turun temurun. Dalam daftar objek wisata Provinsi Jawa Tengah, Desa Tumang yang terletak di lereng Gunung Merbabu ini, merupakan salah satu destinasi wisata belanja barangbarang kerajinan. Jadi ketika kita ke Desa Tumang, bukan hanya disuguhi pemandangan alam yang indah di lereng gunung tapi juga menikmati indahnya kerajinan karya masyarakat setempat. Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan dari dekat proses terciptanya suatu produk di workshopworkshop kelompok pengrajin. Ario Widiatmiko, salah satu pengusaha kerajinan tembaga asal Desa Tumang, bertutur, desanya menjadi pusat kerajinan tembaga dan kuningan sejak dahulu kala. Bahkan boleh dibilang sejak zaman Kerajaan Mataram, masyarakat desa tersebut sudah bekerja sebagai pengrajin. “Usaha saya ini pun dilakukan secara turun temurun, sejak zaman nenek moyang hingga ke orangtua saya adalah pengrajin,” ungkap Ario yang ditemui Tokoh di sebuah pameran kerajinan di Jakarta. Menurutnya, Jakarta menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan perusahaannya untuk memasarkan produk-produk kerajinan tembaga. Selain karena merupakan barometer perdagangan nasional, juga di Ibukota terdapat banyak orang dari berbagai latar belakang yang potensial untuk menyerap kerajinan tembaga. “Di Jakarta juga banyak buyer dari luar negeri, karena itu berpameran di Jakarta saya anggap memiliki potensi yang bagus untuk pengembangan bisnis ini,” ungkapnya. Ario sendiri mulai secara serius menekuni bisnis ini tahun 90-an. Awalnya, tuturnya, orangtuanya menjadi pengrajin tembaga tapi hanya khusus untuk perlengkapan rumah tangga seperti panci, dandang, dll. Namun seiring waktu, harga tembaga kian mahal, dan ini berimbas pada harga produk. “Harga tembaga kian mahal, harga produk pun ikut naik. Bisnis kerajinan barang rumah tangga menjadi sulit berkembang, kalah bersaing dengan produk-produk aluminium yang harganya lebih murah,” jelasnya. Bisnis barang-barang rumah tangga dari tembaga pun semakin terseokseok, sampai akhirnya seorang tokoh seniman asal Yogyakarta, Sapto Hudoyo, memperkenalkan produkproduk tembaga bernilai seni.Perlahan konsentrasi para pengrajin pun berubah yang sebelumnya mengerjakan barang-barang kebutuhan rumah tangga, menjadi barang-barang bernilai seni. Ternyata, perubahan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Aneka wadah, kap lampu dari tembaga, lampu gantung dengan banyak tangkai, bahkan tempat tidur dan bathtub dengan desain unik pun kini mudah dijumpai di galeri-galeri para pengrajin di Desa Tumang.
‘PENCURIAN’ DESAIN PRODUK Pasar kerajinan tembaga, ujar Ario lagi, memang belum seperti kerajinan jenis lainnya. Pembelinya pun kebanyakan adalah kalangan tertentu. Namun dengan semakin beragamnya produk tembaga, peminat pun semakin banyak. “Semakin banyaknya produk tembaga dengan desain-desain unik membuat peminat kerajinan ini semakin banyak. Tembaga memang unik karena bisa diaplikasikan disegala bidang,”tambahnya. Soal harga, diakuinya, memang selama ini orang beranggapan kerajinan ini harganya mahal.“Mahal itu kan relatif ya. Namun sebenarnya bisa tidak mahal-mahal amat, karena kualitas tembaga pun bermacam-macam dan itu bisa menentukan harga jual dari produk. Misalnya saja, tembaga yang lebih tipis harga produknya bisa lebih murah,” tuturnya. Selain bahannya (tembaga) yang memang harganya tidak murah, juga kata Ario, harga kerajinan tembaga menjadi mahal karena itu adalah 100% handmade. Semuanya dikerjakan secara manual tahap demi tahap, dimana ketelitian dan kesabaran diperlukan untuk dapat menghasilkan produk bernilai tinggi. “Semuanya 100% handmade dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Harus teliti dan sabar, perhitungan juga harus matang. Jadi memang tidak mudah membuatnya. Itu juga yang membuat produk kerajinan tembaga harganya cukup tinggi,” kata Ario yang sebelum merambah ke pembuatan aneka perlengkapan rumah dan ‘aksesorisnya’, ia menekuni pembuatan lukisan dari tembaga. Pasaran untuk lukisan tembaga, katanya, cukup baik. Banyak yang tertarik, baik itu untuk keperluan perkantoran, rumah ibadah maupun perorangan. Baru-baru ini, ucapnya, ia mendapat proyek cukup besar dari sebuah vihara yang menginginkan lukisan besar dari tembaga untuk menghiasi viharanya. “Potensi lukisan berbahan tembaga ini memang cukup bagus, khususnya rumah-rumah ibadah maupun kantor,” katanya. Namun sayangnya, kata Ario dengan nada sedikit kuatir, kondisi perekonomian Indonesia sekarang ini sedang kurang bagus. Naiknya dolar serta turunnya daya beli masyarakat, ikut mempengaruhi bisnis kerajinan tembaga, setidaknya
bisnisnya. Pasalnya, dengan kondisi seperti ini, lonjakan harga material tembaga menjadi tak menentu dan ini menyulitkan bagi para pedagang dalam memasarkan produknya. “Untuk mendapatkan materialnya tidak sulit, tapi harganya sungguh ‘minta ampun’, a ‘naik-turun’-nya bukan main. Harga material naik, maka kami pun terpaksa menaikkan harga sekitar 20% dari sebelumnya. Penjualan juga jadi agak lesu,” ucapnya dengan senyum kecut. Tapi lanjutnya, dengan kondisi seperti ini, baik pengusaha maupun pengrajin tidak putus asa. Karena ‘toh’ kondisi seperti ini bukan baru pertama kali terjadi, dulu pun pernah seperti ini, dan kerajinan tembaga tetap survive. Bahkan, ketika dulu
gonjang-ganjing dolar yang melambung tinggi, bisnis kerajinan justru banyak yang booming. Ini karena banyak buyer asing datang dan membeli produk kerajinan Indonesia. Karena itu, Ario juga berharap agar pemerintah mau membantu agar pengusaha kerajinan tembaga dapat berkembang dalam situasi seperti sekarang. “Pihak kementerian (Kemenneg Kop dan UKM) berjanji akan memberi kesempatan pada pengusaha kerajinan tembaga untuk berpameran di luar negeri. Kementerian kan sudah memiliki agenda pameran di luar negeri, kami rencananya akan diajak berpameran karena potensi pasar kerajinan tembaga ini sungguh bagus di manca negara,” paparnya. Sebenarnya, tambah Ario yang
5
melabeli produknya dengan ‘Cooper Art Indonesia’ ini, aneka produknya kerap dibawa ke luar negeri oleh pedagang-pedagang dalam negeri. “Mereka membeli dari kami kemudian dipasarkan ke berbagai negara. Ini karena mereka memang punya akses dan jaringan untuk perdagangan internasional. Misalnya pedagang dari Bali, dia sudah memiliki jaringan di luar negeri,” katanya. Meski Bali termasuk salah satu daerah yang potensial untuk memasarkan produknya, namun Ario mengaku tidak membuka toko khusus di Bali. “Saya kira belum perlu untuk membuka toko di sana. Saya berpikir, tidak ingin ‘mengganggu Bali’ dengan kerajinan ini karena kan Bali memiliki seni kerajinan tersendiri. Selain itu, saya juga berpikir, jika wisatawan menginginkan produk kerajinan tembaga, kenapa tidak datang ke sentra nya langsung. Datanglah ke Jawa Tengah, ke Desa Tumang, jadi bisa langsung melihat. Selain Desa Tumang, Jawa Tengah juga memiliki banyak sentra berbagai macam kerajinan. Jadi sebaiknya wisatawan datang langsung. Jadi bagi-bagi lah, jangan ke Bali saja, tapi ke Jawa Tengah juga,” katanya sambil tertawa. Hal lain yang juga menjadi keluhan adalah penjiplakan desain produk. Memang, katanya, ini sudah terjadi diberbagai produk kerajinan sejak lama, bukan hanya tembaga. Meski ini ‘menyakitkan’ namun produsen, desainer pencipta tidak bisa berbuat apa-apa karena memang banyak barang kerajinan tidak memiliki hak paten. “Ini memang jadi dilema ya. Produk kerajinan kan desainnya banyak sekali, dan terus menerus mengalami perubahan. Sedang untuk membuat hak paten kan per item. Tapi bagi-baru ini pihak kementerian memberi kami aplikasi gratis untuk hak paten. Soal bagaimana penerapannya, masih saya pelajari,” ucap Ario yang berkantor pusat di Solo. -Diana Runtu
6
Women on Top
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
19
Plus Minus e-Ticketing Salah satu masalah busway atau TransJakarta yang menjadi pro-kontra di masyarakat saat ini adalah pemberlakuan e-ticketing. Banyak yang memuji namun yang mengkritik pun tak kurang banyaknya. Salah satu penyebabnya adalah layanan baru ini seolah membatasi akses masyarakat yang ingin menggunakan busway.
D
Usai pengukuhan pengurus BKOW Bali oleh kepala BP3A Provinsi Bali
Komitmen Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga
engan sistem ini, seluruh penumpang/calon penumpang harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.000 untuk pembelian kartu, saat pertama kali akan menggunakan busway. Selanjutnya, jika dana habis calon penumpang bisa melakukan pengisian ulang di kartu itu. Dengan sistem ini maka tidak ada pelayanan single trip. Padahal tidak semua penumpang adalah pengguna aktif busway sehingga saldo dalam kartu pun terasa jadi sia-sia. Misalnya saja Marno, warga Yogyakarta yang kebetulan berada di Jakarta sempat mengeluh karena terpaksa harus membeli kartu seharga Rp 40.000 untuk bisa
Semarakkan HUT ke-52 BKOW Provinsi Bali
Pemotongan Tumpeng HUT ke - 52 BKOW Provinsi Bali
Berorganisasi dan Berdedikasi Pada acara yang dibuka tari Puspanjali oleh anak-anak tunarungu dan tunawicara binaan WKRI Bali-NTB dan dimeriahkan fashion show dari induk organisasi yang bernaung dalam BKOW tersebut, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-52 BKOW Erna Kusuma memaparkan bahwa serangkaian peringatan HUT dengan tema “Perempuan Cerdas , Perempuan yang Ramah Keluarga” telah pula dilaksanakan beberapa program. Dikatakannya bakti sosial dilakukan pada (18/4), dirangkaikan dengan perayaan Nyepi Bersama. Bersinergi dengan WHDI dan WKRI, mengusung tema “BKOW Peduli” melakukan pelayanan kesehatan dan pemberian bingkisan kepada nelayan dan buruh di kampung nelayan, Tanjung Benoa. Perwujudan kasih dan dedikasi BKOW terhadap sesama tanpa memandang suku dan agama. Juga telah diselenggarakan lomba penulisan artikel bertemakan “Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga”, dengan peserta dari berbagai organisasi, yang diwadahi BKOW maupun GOW. Di saat yang bersamaan pula dilangsungkan soft launching buku “Bunga Rampai Artikel Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga” yang akan menjadi referensi tambahan untuk meningkatkan wawasan pentingnya penguatan keluarga untuk mengantarkan sukses di ranah domestik dan publik. Selanjutnya untuk kerjasama dengan media diangkat tema “Kami Mampu dan Berani Berbicara yang Benar di Publik” yang ditandai penandatanganan MoU dengan KPID Provinsi Bali. Menurut Erna Kusuma, selain itu mereka juga melaksanakan kegiat an outbond sebagai revolusi mental intern organisasi, di Area Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) di Bengkel, Busung Biu, Buleleng. “Seluruh kegiatan kami ini dapat terselenggara, adalah hasil kerjasama yang baik, ikhlas, cerdas dan tuntas,” ucapnya. -ard
Setelah penandatanganan MOU antara KPID Provinsi Bali dengan BKOW Provinsi Bali
H
U T ke - 5 2 B KOW ya n g b e r te p a t a n dengan Hari Kartini dan dikemas penuh kekeluargaan itu, dirangkaikan de ngan “Pengukuhan Pengurus BKOW Provinsi Bali Periode 2014-2019” oleh Ketua BP3A Provinsi Bali. Dilanjutkan penandatanganan MoU Lembaga Pemantau Penyiaran Daerah BKOW dengan KPID Provinsi Bali. Setelah Pemotongan Tumpeng HUT ke-52 BKOW Provinsi Bali, disusul acara soft launching buku “Bunga Rampai Artikel Perempuan
Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga” yang memperoleh apresiasi dari Menteri PP & PA. Juga dilaksanakan pengumuman pemenang penulisan artikel. Terpilih sebagai juara 1,2 dan 3 adalah; IGA Rai Widowati, S.Si.,Apt.,C.H., Ni Luh Ketut Sudha Sucandrawati, S.H., M.M., Dessy Irmayanti, S.E. dan juara harapan 1,2 dan 3 diraih: Luh Putu Sukarini, S.ST.,S.E., M.M., Kes., Dra. Sri Handayani, Ni Ketut Suarni, S.Pd., M.M. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum BKOW Provinsi Bali, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda,
Pemenang Lomba Artikel
Peluncuran buku Bunga Rampai, Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga
Terima Kasih kepada Baksos HUT ke-52 BKOW sekaligus perayaan tahun saka 1937 di Tanjung Benoa
1. Ganeca Exact Penerbit Jakarta; 2. Perdiknas; 3. Puri Gede Karangasem ; 4. Bank BTN ; 5. Master Data Bali; 6. Perwatusi Bali ; 7. Hardy’s; 8. Minyak Oles Bokashi; 9. Inna Sindhu Beach ; 10. Bali Shop ; 11. Apotek Manyar; 12. WKRI Bali- NTB; 13. Bali Beauty Clinic; 14. Sarana Dewata; 15. Bank Danamon; 16. Bank BRI; 17. Mutiara Bank ; 18. Wardah Kosmetik; 19. Bank Syariah Mandiri; 20. Tupperware; 21. Grand Inna Bali Beach; 22. d’Tunjung; 23. Indo Bali Gas ; 24. Farabi; 25. Tiara Kusuma; 26. Siloam Spa; 27. Koperasi Perempuan Ramah Keluarga; 28. Organisasi-organisasi induk dalam wadah BKOW Provinsi Bali
Suasana di dalam busway saat lengang
one trip, dinilai sebagian masyarakat sebagai tindakan pembatasan akses untuk menggunakan angkutan ini. “Untuk mereka yang punya uang lebih mungkin tidak terlalu masalah, tapi buat orang yang dananya pas-pasan, mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk sekali jalan pasti akan sangat terasa,” tegas Dwi lagi. Meski memahami hal tersebut, na-
Hindari Macet, Siapkan Program Bus Priority
Perayaan puncak HUT ke-52 BKOW Provinsi Bali digelar di Auditorium Perdiknas, Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar, Selasa (21/4). Acara tersebut dihadiri Kepala BP3A Bali, Ni Luh Putu Praharsini, S.H., Penasihat BKOW, Ni Nyoman Masni, S.H., Ketua KPID Bali, AA Rai Sahadewa, S.H., Ny. Sri Utari Naradha, Manajer Grand Inna Bali Beach, Manajer Inna Sindhu Beach, Ketua-Ketua Organisasi Wanita dan undangan lainnya. S.H., M.M., M.H. mengatakan perempuan bukan hanya cerdas me ngelola diri sendiri, juga keluarga dan masyarakat. “Semuanya melalui pendekatan konsep keluarga. Sebab, keluarga sebagai fondasi utama dan pertama bagi kekuatan sebuah bangsa yang besar,” katanya. Ia juga menyampaikan BKOW berhasil menerbitkan empat (4) buku dalam rangkaian HUT-nya, yakni : Kita Pun Bisa Sukses (2011); Buku Bunga Rampai Kiprah Emas Perempuan Indonesia Menuju Bali Ramah Keluarga, Melalui Keluarga Menyelamatkan Bali (2013); Formulasi Baru Perlindungan Hukum Bagi Anak Korban Fedofilia (2014), dan Bunga Rampai Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga (2015). Ketua KPID Bali mengapresiasi inisiatif BKOW terkait kepedulian nya pada lembaga penyiaran. Begitu pula Nyoman Masni, sangat mengapresiasi, bahkan yakin BKOW mampu menjadi badan pemersatu perjuangan wanita di Indonesia. Sementara Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala BP3A, tak ketinggalan meng apresiasi apa yang sudah dilakukan BKOW Bali. -ard
naik busway. “Saya kan dari luar Jakarta, tidak tahu kalau harus membeli kartu Rp 40.000 baru bisa naik. Padahal saya hanya untuk sekali perjalanan karena habis itu akan naik bus rombongan menuju bandara. Ingin membatalkan, rasanya sudah ‘ kepalang tanggung’ karena sudah berada di dalam area halte busway, lagi pula saya terburu-buru mengejar waktu,” keluh Marno yang berada di Jakarta karena tugas kantor. Hal yang sama juga dialami Dwi, warga Cijantung Jakarta Timur. Keluhannya pun berkaitan dengan diberlakukannya e-ticketing. “Saya tidak tahu kalau e-ticketing diberlakukan. Jadi suatu ketika saya naik busway dari Cawang menuju Slipi. Uang saya hanya
Rp 50.000. Terpaksa beli kartu busway Rp 40.000. Rasanya seperti terjebak. Padahal dulu tidak begitu. Saya cukup siapkan uang Rp 3500 sudah bisa naik busway. Menurut saya masalah ini kurang sosialisasi sehingga banyak warga tidak tahu. Bayangkan, bagaimana kalau orang hanya bawa Rp 10.000 berarti dia tidak bisa dong naik busway,” ungkapnya. Ini karena sekarang busway tidak memberlakukan pembayaran sekali jalan. Buat orang yang biasa naik busway, sistem ini tidak masalah. Tapi untuk mereka yang hanya sesekali menggunakan atau orang daerah, ini sepertinya merugikan. Pasti merasa betapa mahalnya naik bus di Jakarta. Sisa saldo pun seolah jadi sia-sia karena dia tidak tahu kapan lagi akan datang ke Jakarta dan naik busway,” tutur Dwi dengan nada kesal. Kasus semacam Marno dan Dwi memang paling sering muncul. Sebagian warga merasa pihak pengelola kurang dalam menyosialisasikan hal ini. Tidak memberlakukan sistem pembayaran
Ir. I Ketut Artika, MT
Pertumbuhan kendaraan di Bali terus meningkat sedangkan perkembangan jalan sangat terbatas. Diprediksi, sekitar 35% pertumbuhan kendaraan pribadi, namun, pertumbuhan angkutan umum hanya 1%. Salah satu solusi mengatasi kemacetan di jalan, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan angkutan umum Trans Sarbagita. Fasilitas bus ini sangat memadai, mulai dari penggunaan AC, tempat duduk khusus untuk orang cacat, dan kebersihan di da-
lam bus. Bagaimana perkembangan Trans Sarbagita sampai saat ini? Menurut Kepala Dinas Perhubu ngan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali, Ir. I Ketut Artika, MT, sejak tahun 2012 jumlah koridor Trans Sarbagita yang digunakan hanya dua, yakni melayani Kuta, Nusa Dua, Batubulan dengan 15 unit, dan GWK dengan 10 unit. Saat ini, sedang dirancang untuk koridor 3 yang sebenarnya merupakan koridor 6, yang akan melayani Mengwi ke Benoa, termasuk Bandara Ngurah Rai. Rute sedang dibuat bersama pihak terkait. “Pembuatan rute ini melibatkan banyak pihak, seperti Organda, Dirlantas Polda Bali, Polresta, Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ucapnya. Rute ini sudah diujicoba, rencana nya akan melewati, Mengwi, Kapal, Sempidi, Kargo, Buluh Indah, Mahendratta, Gunung Soputan, Imam Bonjol, Sunset Road, Simpang Dewa Ruci, di dekat Tanah Kilap berbelok. Ujicoba juga dilakukan sampai ke Bandara
Ngurah Rai. “Setelah hitung-hitungan dengan tim, dengan jarak tempuh sekitar 68 kilometer dari Mengwi ke Bandara, diperlukan 15 unit bus dan 2 cadangan bus,” kata Artika. Ia mengatakan, koridor ini merupakan kawasan permukiman, sehingga diharapkan masyarakat yang memerlukan transportasi umum, dapat cepat terlayani. Saat ini, kata dia, sedang tahap penyelesaiaan administrasi agar rute koridor ini segera bisa diluncurkan. Ia optimis dengan kapasitas 50 seat, Trans Sarbagita koridor 3 ini, akan memudahkan masyarakat yang memerlukan transportasi umum. “Karena ini bantuan Presiden, Menteri Perhubungan sudah menugaskan PT Damri dalam pengoperasiannya. Namun, tetap mengikuti SOP Sarbagita, mengenai kenyamanan, waktu tempuh, tarif, logo dll,” katanya. Sarbagita mendapatkan bantuan 30 bus dari Presiden. Rencananya, sisa dari bus itu akan digunakan untuk mengisi koridor lain yang berpotensi mengang-
kut penumpang lebih banyak. Sosialisasi Trans Sarbagita ini, sudah dilakukan di berbagai media massa, terutama radio, dan juga ada satu lagu diciptakan yang syutingnya dilakukan di bus Sarbagita. Sosialisasi juga sudah dilakukan ke sekolah-sekolah, yang bertujuan, agar masyarakat tertarik naik angkutan umum. “Seperti contohnya, koridor 1 rute ke Bukit jimbaran. Para dosen dan mahasiswa kini sudah melirik Trans Sarbagita sebagai transportasi mereka ke kampus Bukit,” kata Artika. Selama ini, kedatangan bus di tiap halte dengan batas waktu 15 menit. Namun, dengan kondisi jalan, kemungkinan bisa saja terlambat. Untuk itu, sedang dipikirkan untuk program bus priority, yakni ada jalur khusus bus Sarbagita. “Hal ini tentu tak mudah, Banyak pihak yang harus diajak duduk bersama mengenai jalur khusus bus ini. Tapi memang sedang menjadi pemikiran,” kata Artika. -Wirati Astiti
mun Debora, pelanggan busway, justru merasa sangat terbantu dengan adanya e-ticketing. Antrian penumpang jadi lebih cepat mengalir dibanding dengan sistem lama. “Kalau dulu antrian pembayaran terasa lama karena kadang orang tidak membayar dengan uang pas, jadi harus menunggu kembalian, dll. Dengan e-tickecting, malah lebih mudah dan cepat. Saya merasakan manfaatnya, jadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya. Lagi pula tambahnya, di kartu busway itu, tidak ada masa berlaku kartu. Artinya, saldo yang ada tidak akan hangus sekalipun tidak digunakan. Kartu itu bisa disimpan kalau tidak digunakan karena saldo yang tersisa tidak hangus. Namun, ia memahami alasan orang yang keberatan dengan tidak adanya sistem pembayaran sekali jalan. Karena itu, Debora menyarankan agar pengelola TransJakarta melakukan penyempurnaan pada sistem pembayaran. “Sebaiknya pengelola ‘tidak main pukul rata’, semua harus beli kartu Rp 40.000. Kasihan mereka yang hanya naik busway untuk sekali jalan. Sebaiknya diberlakukan juga tarif sekali jalan. Kalau misalnya untuk pelanggan ongkosnya Rp 3500, maka yang sekali jalan membayar Rp 4000- 5000,” tuturnya. Kepala Dishub DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan akan banyak melakukan penyempurnaan terkait perbaikan dan peningkatan pelayanan TransJakarta agar angkutan umum ini bisa semakin nyaman bagi masyarakat penggunanya. “Ada banyak perbaikan yang akan dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan. Di antaranya adalah penambahan armada bus sekitar 234 bus di tahun ini, juga layanan Angkutan Malam Hari (Amari) untuk koridor 1,3 dan 9. Selain itu meningkatkan keamanan dengan CCTV dan penyempurnaan sistem tiket, sterilisasi jalur, dll,” jelasnya. –Diana Runtu
Jangan Sampai Penumpang Frustrasi Kehadiran sarana transportasi massal diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas di Bali khususnya Badung dan Denpasar. Namun, solusi ini belum sepenuhnya efektif karena masyarakat juga memiliki alasan untuk masih bertahan dengan transportasi pribadi. Ini menunjukkan adanya plus minus dalam pemanfaatan sarana transportasi massal maupun transportasi pribadi. “Sarana transportasi pribadi menguntungkan karena bisa berangkat kapan saja dan lokasi pemberhentian tepat di lokasi tujuan. Mau berhenti dimana saja boleh. Kelemahannya, antara lain, kalau jarak tempuh jauh, tidak bisa tidur di jalan karena harus mengendarai kendaraan, tidak boleh main ponsel, keluar biaya untuk membeli BBM, dan kena macet. Sebaliknya, kelemahan dari sarana transportasi pribadi menjadi kelebihan dari sarana angkutan massal dan kelebihan sarana transportasi pribadi menjadi kelemahan transportasi massal,” ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali I Made Rai Ridartha, ATD, Dipl.UG, M.Eng.Sc. Kelemahan sarana transportasi umum adalah tidak boleh berhenti di sembarang tempat. Kendaraan hanya boleh berhenti di terminal dan halte. Waktu pemberangkatan juga sudah ditentukan. Kalau lewat dari jadwal, penumpang harus menunggu kendaraan berikutnya. Keuntungannya, penumpang bisa hemat biaya karena tarif angkutan massal relatif murah. Sebagai penumpang, bisa memanfaatkan waktu untuk tidur
bahkan baca buku. Naik transportasi massal juga membantu mengurangi polusi udara. Angka kecelakaan pun bisa diminimalkan. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika kemudahan dengan naik kendaraan umum ini berhadapan dengan kemacetan lalu-lintas. “Solusinya adalah membuatkan jalur khusus untuk angkutan umum seperti yang dilakukan busway TransJakarta. Jalur ini hanya boleh untuk angkutan umum,” tegas Rai. Ia menambahkan kehadiran Trans Sarbagita di Bali saat ini sudah ikut membantu mengatasi permasalahan lalu-lintas. Tetapi, masih ada tahapan-tahapan yang harus diselesaikan pengelola termasuk perhatian pemerintah dan kepedulian masyarakat. Dari 17 koridor yang direncanakan, baru 2 koridor yang beroperasi. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota juga harus saling bekerja sama untuk mewujudkan semua koridor ini. Di sisi lain, kepedulian masyarakat juga harus ditingkatkan. Kepedulian bisa ditunjukkan dengan menggunakan angkutan massal dengan melihat kelebihan-kelebihan yang bisa didapatkan. “Saat ini masyarakat masih belum memanfaatkan karena jalur yang sering mereka lalui belum terhubung dengan sarana angkutan massal. Misalnya dari rumah ke halte dia harus naik motor. Dari halte pemberhentian ke lokasi tujuan jaraknya masih jauh. Ini tentu merepotkan. Kalau semua sudah terhubung, saya yakin, masyarakat akan memilih angkutan
umum,” tegas pria asal Pejeng, Gianyar ini. Terlalu lamanya realisasi koridor-koridor Sarbagita dikhawatirkan akan menimbulkan resistensi. Masyarakat yang berharap mendapat layanan angkutan umum, kare na terlalu lama menunggu, akhirnya memilih membeli kendaraan pribadi. Ini malah akan menambah kemacetan lalu lintas. “Jangan sampai penum pang frustrasi karen a terlalu lama menunggu realisasi koridorkoridor Sarbagita. Kalau sesuai jadwal, nanti 2019, semua sudah terhubung,” ujar Rai. –Ngurah Budi
18
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Manfaatkan Golden Moment
Kreasi
Life
Story
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Ibu Hamil Curi Motor
Jika melihat paras mereka yang ayu layaknya remaja umumnya, agaknya orang tak yakin apa yang telah mereka lakukan. Apalagi salah satu diantaranya sedang hamil tujuh bulan. Ketiganya diduga sindikat curanmor yang aksinya tak kalah “hebat” dari pelaku pria umumnya.
H
ari itu, Dwi Indah Paramagita (16) dan SPS (19), bolos sekolah menggunakan motor milik temannya menuju kos-kosan kawannya TBP alias Dea (19) yang berada di Lingkungan Cemara, Kelurahan Monjok Mataram. Di kos-kosan itu, oleh SPS, Dwi kemudian diperkenalkan dengan Dea dan RAP (19).
Biasa memotret? Sekali waktu cobalah tekuni pemotretan landscape. Pemotretan landscape menjadi sebuah genre fotografi paling populer saat ini. Bahkan, jenis potretan ini digemari oleh kalangan fotografer di Indonesia. “Hal itu karena objek keindahan alam yang sangat luar biasa di seluruh pelosok nusantara ini,” kata I Made Bayu Pramana, pengajar Program Studi Fotografi FSRD ISI Denpasar. Contoh hasil fotografi landscape
I
a menuturkan sinar matahari yang berlimpah di sepanjang khatulistiwa sangat mendukung totalitas pemotretan landscape. Bagi fotografer pemula maupun profesional, landscape merupakan sebuah target foto yang sangat menantang. “Seringkali seorang fotografer pemula sedikit kecewa setelah melakukan pemotretan landscape dalam perjalanan cukup jauh,” ucap pengelola Lingkar Art Space – Denpasar ini. Untuk menanggulangi hal itu, jebolan Magister Penciptaan Seni Fotografi ISI Yogyakarta 2010 itu menegaskan, banyak hal yang harus menjadi perhatian utama sebelum memulai pemotretan landscape. “Hal ini juga menjadi rahasia jika melakukan pemotretaan jenis landscape, seperti pencahayaan, komposisi, peralatan dan pastikan menguasai kamera,” kata Bayu yang sering sering memenangkan berbagai penghargaan lomba foto tingkat daerah, nasional, dan internasional ini. Bayu yang juga menjadi instruktur di Nikon School Indonesia ini mengatakan, dalam foto landscape cahaya matahari merupakan faktor utama penentu keindahan sebuah foto. Fotografer dapat memanfaatkan cahaya matahari dalam foto sunrise dan sunset. Bahkan memanfaatkan posisi cahaya sebagai pemberi efek dramatis dalam kesatuan foto, seperti cahaya depan, cahaya samping, cahaya belakang, dan cahaya atas. Seorang fotografer landscape harus peka dalam mengamati arah dan sumber cahaya sebelum memulai pemotretannya. Dalam foto landscape, pencahayaan juga terkait erat dengan cuaca dan
musim. Cahaya terbaik pemotretan landscape adalah mulai dari pagi matahari terbit saat cahaya bernada kemerahan, menuju kekuningan, sampai karakter kuning hilang dan sore hari saat matahari mulai berkarakter kekuningan (golden moment), sampai matahari terbenam dan memunculkan cahaya kemerahan kembali. Komposisi pencahayaan yang baik juga harus didukung dengan penataan komposisi foto yang baik pula. Hal itu untuk mendukung kesatuan yang menarik dalam karya foto. Dalam hal ini membutuhkan penempatan sebuah Focus of Interest (FOI) atau Point of Interest yang menjadi objek utama dalam sebuah frame foto. Hal itu untuk menarik mata penikmat foto saat melihat karya foto. Titik utama dapat berupa permainan warna, bentuk, atau dominasi yang cukup kuat dalam sebuah foto. Hindari juga kesan monoton dengan tidak menempatkan objek utama di tengah-tengah gambar. Hal itu, untuk menghilangkan kesan statis dalam foto. Sesekali masukan juga elemen framing sebagai bingkai, misalnya ranting pohon dan obyek lainnya. Faktor ketiga adalah peralatan. Walau tidak mutlak, peralatan yang memadai merupakan salah satu penentu bagus atau tidaknya sebuah foto landscape. Ada beberapa gear fotografi yang harus Anda bawa saat memotret landscape, antara lain baterai sudah terisi penuh. Dalam pemotretan landscape kamera membutuhkan tenaga ekstra, terutama di daerah pegunungan yang dingin. Pastikan juga membawa memory card cadangan, untuk menjaga kemungkinan memori penuh, atau hi-
lang, sehingga tidak kehilangan momen. Ingat membawa tripod karena dalam pemotretan landscape itu kadang-kadang menghadapi ketidakpastian cuaca. Sering menemukan cahaya yang minim dan area yang gelap. “Tripod sangat membantu saat kondisi low light serta dapat menjaga kamera
tetap steady,” ujar Bayu. Lensa wide angle perlu juga karena seorang fotografer membutuhkan sudut pandang yang lebar untuk dapat menangkap ruang lebar dalam pemotretan landscape, sehingga semua elemen dapat dimasukkan ke dalam frame foto. Untuk itu lensa wide angle merupakan peralatan
wajib yang harus dibawa. Bawa juga filter. Karena dalam situasi tertentu, fotografer membutuhkan filter untuk menguatkan intensitas warna dalam karya fotonya. Filter yang baik untuk pemotretan landscape adalah PL atau Polarizing Filter. Filter ini akan membantu untuk menguatkan kepekatan warna langit, sehingga menjadi lebih biru, selain juga untuk menanggulangi refleksi atau pantulan sinar di air. Faktor keempat bagusnya pemotretan landscape adalah dengan menguasai teknis kamera. Saat ini kamera digital sudah dilengkapi fitur yang canggih, baik dari sisi pengukuran eksposur, ketajaman lensa, kecepatan dan fitur lainnya. Bahkan seseorang yang baru pertama memotret pun langsung bisa menghasilkan foto baik dengan fitur otomatis. Hal itu tidak cukup untuk menghasilkan foto yang menakjubkan, di belakang kamera juga harus piawai memfungsikan diafragma. yang berfungsi untuk mengatur ketajaman lensa. Dalam foto landscape, fotografer dapat memasang diafragma bukaan lebar untuk membuat foto dengan background yang blur atau sebaliknya memasang diafragma bukaan kecil untuk menajamkan seluruh elemen dalam karya fotografi. Disamping diafragma, fotografer juga harus bisa memainkan shutter speed yaitu permainan kecepatan rana dapat juga mendukung pemotretan landscape. “Fotografer bisa memanfaatkan slow speed untuk menghasilkan efek gerak misalnya pada foto air terjun atau juga memasang high speed untuk membekukan gerak objek,” jelas fotografer yang menekuni fotografi sejak 2001 ini. -Darsana
SPS, Dea dan RAP adalah tiga sahabat. Pertemuan ketiganya di awal Maret 2015 lalu ini, bukan sekadar pertemuan biasa melainkan menjadi awal dari sebuah skenario yang kemudian mengantarkan mereka ke tangan polisi. Mereka membuat sebuah rencana kejahatan pada Dwi. RAP kemudian meminjam sepeda motor itu dengan alasan
Untuk Biaya Persalinan Mengapa Dea terjerumus melakukan kejahatan curanmor? Kepada petugas kepolisian, ia mengaku pusing karena tidak ada uang untuk biaya persalinan. “Saya ndak ada uang untuk check up dan persalinan juga,” kata Dea menyebut alasannya menggondol sepeda motor sembari tertunduk di ruang penyidik Unit Reskrim Polsek Cakra. Saat ini ia sedang hamil enam bulan. Dulu ia sempat bekerja sebagai karyawan di Mataram Mall. Namun karena ada masalah, dia akhirnya dipecat, lantas menganggur. Karena tidak ada penghasilan, Dead an suaminya kalap, kemudian menempuh jalan pintas dengan mengambil sepeda motor untuk dijual. Kasus itu bisa terungkap setelah korban Novi Yulianti Fazri (17) melapor ke Polsek Cakranegara beberapa jam setelah kejadian. Berdasarkan laporan itu, aparat kemudian mengembangkan penyelidikan. Petunjuk penting didapat aparat, ketika korban mengaku sepeda motornya pernah dipinjam pelaku. “Menurut pengakuan kedua pelaku, uang ini memang akan dipakai untuk biaya ke dokter dan persalinan,” tuturnya. Namun apapun alasannya, mereka tetap harus menjalani proses hukum. Ditambahkan Kapolsek, modus yang dijalankan tergolong tidak asaing, dengan meminjam sepeda motor milik orang dikenalnya. Karena pemiliknya tidak curiga, dimanfaatkan pelaku dengan meminjam sepeda motor tersebut, kemudian dibuatkan kunci duplikatnya. Sehingga saat korban parkir, pelaku dengan mudan mengambil sepeda motor dengan kunci yang sama. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP. Demi kepentingan kemanusiaan, Dea tidak ditahan. Dia dikenakan wajib lapor. Bahkan dalam kehamilannya yang sudah memasuki tujuh bulan, kepolisian memfasilitasi pemeriksaan kesehatannya. “Ini demi pertimbangan kemanusiaan, sehingga dia hanya kami kenakan wajib lapor,” kata Kapolsek Cakranegara, Kompol I Gusti Putu Suarnaya, SH, Sabtu (18/4) lalu. Dea juga mendapat perawatan layaknya ibu hamil. Demi membantu menjaga kondisi bayinya tetap sehat, Dea diantar ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan. Tindakan penanganan ini bahkan difasilitasi tim dari Universitas Indonesia (UI) yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. -Haris M./Naniek I. Taufan
untuk membeli makanan di kios. Tak terpikir di benak Dwi akan menjadi sasaran korban kejahatan, apalagi saat itu ia bersama sobat karibnya dan teman perempuan meski baru dikenal. Beberapa jam kemudian motor itu dikembalikan. “Rupanya motor itu tidak sekedar dipinjam, tapi kunci kontaknya digandakan oleh RAP,” kata Kapolsek Cakra, Kompol I Gusti Putu Suarnaya, S.H. Setelah motor dikembalikan, Dwi kemudian pamit ke teman karibnya dan tiga teman barunya itu. Sepeninggal Dwi, skenario trio curanmor ini kemudian berlanjut. “SPS dan RAP ini membuntuti ke mana arah Dwi menggunakan sepeda motor itu,” sambung Suarnaya. Aktivitas Dwi saat itu berujung di parkiran sebelah barat Mataram Mall, pinggir Jalan Cilinaya. Setelah memastikan posisi motor itu parkir, SPS kemudian menghubungi Dea untuk memberitahukan, sekaligus isyarat bahwa motor itu sudah siap dicuri. Dea pun tanpa kesulitan mengeksekusi. Motor dibawa kabur.
7
Polwan Polsek Cakra saat menggelandang tiga tersangka kasus curanmor, Dea (paling kiri), SPS dan RAP.
Setelah motor itu dicuri, Dea melanjutkan perannya sebagai otak dari aksi pencurian itu. Dia kemudian mengajak dua rekannya untuk menggadai ke seseorang. Hasil gadai, menjadi Rp 4 Juta. Uang itu akan dibagi bagi, namun tentu saja porsi lebih besar didapat Dea. Dari catatan kepolisian ternyata bukan kali ini saja Dea melakukan aksi pencurian. Februari lalu, dia ditangkap dalam kasus yang sama, terlibat kasus pencurian sepeda motor dan yang membuat miris, aksi pertama itu dilakukan bersama suaminya. Dea diberikan keleluasaan dengan tidak ditahan. Saat itu Dea memang sedang hamil enam bulan, sehingga penahanannya dibantarkan. Bukannya bertobat dan merawat kehamilannya, justru Dea melakukan aksi yang sama bersama kawanan berbeda. Modusnya pun sama, menduplikasi kunci motor milik korbannya yang sebelumnya dipinjam, kemudian dicuri saat parkir di halaman Swalayan Ruby, Cakranegara. Alasan Dea saat itu mencuri untuk membeli susu hamil dan biaya konsultasi dan
pemeriksaan di dokter. Alibi kali ini, Dea terpaksa mencuri karena suaminya ditahan sehingga tidak bisa mencari nafkah, sedangkan dirinya dalam keadaan sakit sehingga butuh berobat. Hasil gadai motor curian itu kemudian dibagi, untuk SPS dan RAP, mendapat masing masing Rp 750.000. Sedangkan Dea mengambil kelebihannya. “Saya baru dikasi Rp 350.000 sama Dea,” tutur SPS menyambung cerita konyol aksi mereka. Dia mengaku telibat aksi itu hanya karena butuh biaya untuk membeli kosmetik. Maklum remaja 17 tahun yang masih duduk di bangku kelas II salah satu SMK di Mataram ini, mengaku bergaya hidup layaknya remaja naik puber yang ingin tampil anggun. Sampai akhirnya, tiga perempuan ini tak bisa lagi berlenggak lenggok setelah menikmati hasil curiannya. Polisi yang mendapat laporan kehilangan, kemudian melakukan penyelidikan, menemukan keterlibatan SPS dan RAP, sedangkan Dea adalah otaknya aksi itu. –Haris M./Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Orangtua Pegang “Kunci” Anak-anak usia SD dan SMP sudah naik motor. Ini fenomena yang biasa ditemui di perdesaan maupun perkotaan. Dari sisi usia dan kematangan psikologis, mereka se harusnya belum diperkenankan untuk naik motor. Tetapi, ada orangtua yang malah bangga anaknya bisa naik motor di usia dini.
P
ulang sekolah, Nando ganti pakaian. Setelah itu siswa kelas 5 SD ini pergi ke tukang cukur yang berlokasi dua blok dari rumahnya. Ia pergi naik motor matik. Badan yang agak bongsor membuatnya mudah untuk naik motor apalagi hanya perlu gas dan rem. Tak sampai setengah jam, Nando sudah datang lagi dengan tampilan rambut baru. Ia kemudian mandi lalu berganti pakaian. Nando bersiap lagi untuk pergi les. Lokasi les tak begitu jauh dari rumah. Tetapi, ia bingung karena lupa dimana menaruh kunci motor. Kakek dan neneknya ikut sibuk mencarikan kunci. Fenomena anak SD dan SMP naik motor ini sudah sering ditemui. Bahkan ada yang sampai bonceng tiga, tanpa memakai helm. Ini tentu membahayakan keselamatan si anak. Kadang kala orangtua berperan memberikan fasilitas yang “berlebihan” untuk anak. Hal ini diakui Bu Dek Ari. “Anak saya sejak SD sudah bisa naik motor. Satu sisi, mempermudah saya karena tidak perlu repot untuk mengantar jemput dia saat sekolah maupun les. Tetapi, di sisi lain saya khawatir juga karena di jalan sering ada razia. Saya hanya berpesan, kalau ada razia, jangan lari,” ungkapnya tentang alasan memberikan anaknya yang masih SMP ini untuk naik motor. Tak hanya urusan sekolah, urusan belanja pun jadi mudah bagi orangtua yang anaknya sudah bisa naik motor. Tanpa disuruh pun anak menawarkan diri untuk membantu belanja asal dapat naik motor. Dari pengamatan I Made Widiantara, S.Psi, M.Si, fenomena anak kecil naik motor ini melibatkan empat faktor, orangtua, anak, polisi, dan dealer. “Dari sisi
orangtua, kalau sudah tahu anak belum cukup umur sesuai dengan aturan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jangan dipaksakan untuk memberikan anak naik motor bahkan membelikan motor. Kalau beralasan sayang, ini sayang yang salah,” ujar dosen Politeknik Negeri Bali dan Universitas Dwijendra Denpasar ini. Pria yang akrab disapa Widi ini menambahkan pernah melakukan survey terhadap mahasiswanya. Ia mendapatkan jawaban 74% mahasiswa belajar naik motor di usia 12 tahun dan 44% bisa naik motor karena diajar ayah. Ada kesan orangtua bangga ketika anaknya bisa naik motor kemudian membelikan anaknya motor di saat yang belum tepat. Kasih sayang tidak harus diwujudkan dengan membelikan motor. “Kalau dibelikan motor, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi, anak ikut geng motor, anak berkumpul dengan teman sebaya lalu pergi naik motor sejauh mungkin, dan kemungkinan kecelakaan yang bisa merugikan si anak, orangtua, bahkan orang lain,” ujar pengurus seksi Pengabdian Masyarakat Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini. Widi menegaskan secara legalitas, usia yang diperkenankan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun. Penetapan usia ini tentu sudah mempertimbangkan berbagai kajian dari sisi fisik, kematangan psikologis. Kalau kurang dari 17 tahun, emosi anak sangat labil. Baru disalip bisa langsung ngejar atau karena buru-buru malah menerobos lampu merah. “Anak memiliki fase perkembangan yang sudah sesuai umurnya. Namun, kecenderungan sekarang anak tumbuh bong-
Anak-anak naik motor tanpa helm
sor. Usia dan fisik tidak sesuai. Pola asuh dari orangtua sangat menentukan. Orangtua yang memegang kunci sebelum memperbolehkan anak naik motor. Jangan sampai menyesal di kemudian hari jika terjadi kecelakaan pada anak. Berikan pemahaman kepada anak bahwa usia yang diperbolehkan adalah 17 tahun. Kenalkan juga tentang aturan berlalu lintas di jalan raya dan bagaimana bertanggungjawab,” ujar alumnus Magister Psikologi Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung ini. SIAPKAN ANGKUTAN MASSAL Faktor ketiga adalah aparat kepolisian. Polisi harus tegas dalam menindak anak-anak yang belum cukup umur yang naik motor di jalanan. Harus ada efek jera bagi anak-anak. Selain penindakan langsung di jalan, aparat polisi
harus turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi. Hal ini menurut Widi penting untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan anak-anak sekolah yang belum 17 tahun untuk tidak melanggaran aturan lalu lintas. Berikutnya faktor promosi yang dilakukan dealer motor. Kemudahan untuk memiliki motor juga menjadi peluang bagi orangtua untuk membelikan a n a k n y a m o t o r. “Ada anak yang merengek minta dibelikan motor. Kalau tidak dibelikan dia mengancam tidak mau sekolah bahkan ingin bunuh diri. Ini membuat orangtua panik akhirnya mau
membelikan motor. Secara ergonomi, motor keluaran pabrik yang dijual dealer itu didesain untuk orang dewasa, bukan anakanak,” tegas Widi. Sebagai solusi, pria asal Nongan, Karangasem ini berharap adanya sinergi dari orangtua, sekolah, dan pemerintah. Orangtua harus mendampingi anak yang sedang dalam masa perkembangan dengan mengarahkan mereka ke hal-hal positif. Sekolah dan polisi harus sering mengadakan razia dan sosialisasi tentang aturan lalu lintas. Jangan menunggu ada kecelakaan baru mengadakan sosialisasi. Pemerintah juga harus menyiapkan angkutan massal untuk meminimalkan kendaraan pribadi yang lalu-lalang di jalanan. Jalur-jalur yang dilewati angkutan massal juga harus melewati sekolah-sekolah agar anak-anak bisa memanfaatkannya. –Ngurah Budi
Griya
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Si Cantik Berdaun Indah Salah satu tanaman hias berdaun cantik adalah puring. Keindahan puring (Codiaeum variegatum) ini terletak pada bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi.
Puring
A
I Made Widiantara
Mendongeng Lima Menit
da bentuk bulat telur, panjang lonjong, seperti panah, atau berupa pita lebar. Pinggiran daun ada yang halus ada pula yang berombak, keriting malahan ada yang terpeluntir. Warna daun puring biasanya merah, namun ada pula yang hijau, kuning, cokelat dan campuran warna-warna tersebut. Di Bali, tanaman puring yang harganya sangat terjangkau ini umumnya dipakai sebagai tanaman pagar, tumbuh besar di media tanah. Bahkan tak jarang dipakai sebagai salah satu sarana mebanten. Masyarakat Bali kerap menyebutnya don kayu. Ada beberapa jenis
puring yang umum diberi nama puring merah, hijau, sesuai warnanya. Ada juga yang diberi nama berdasarkan bentuknya, seperti puring keriting, bor, kirana, apel, dan puring teri. Sebenarnya tanaman hias puring ini juga berbunga, meskipun jarang terlihat karena kalah menarik warna dan bentuk daunnya yang unik. Buah puring yang bulat akan pecah, tapi bijinya juga jarang mendapatkan perhatian, sebab tanaman hias ini lebih mudah diperbanyak dengan cara stek atau cangkok. Hal ini diakui Tutik Ika Rahayu, perempuan asal Malang, pemilik Stan Bungan Pucuk Sari di kawasan Renon,
Denpasar. Perbanyakan dengan stek, dijelaskannya cukup dibuat 20 cm saja, dan diusahakan agar paling sedikit ada dua mata tunasnya. “Potongan bagian bawah diusahakan berada di bawah mata tunas paling bawah. Kalau terlalu jauh di bawah mata tunas, sisa setek yang panjang di bawah tunas akan mudah busuk dan jadi sumber penyakit di persemaian,” ujarnya. Cara berikutnya adalah pencangkokan. Meski agak merepotkan, namun cangkok punya keberhasilan lebih besar dari pada model stek. Sebab, akar dirangsang sebelum batang dipotong. Caranya, pilih batang yang sudah tua, kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok. Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik, lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara. Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman (jaga agar tidak kering). Bila akar sudah terlihat, lepas media tanam dan potong batang, lalu tanam di media tanam. Perawatan tanaman puring ini pun cukup mudah. Untuk mendapatkan penampilan yang maksimal, sebaiknya tanaman puring tidak terlalu banyak terkena sinar matahari, juga jangan terlalu teduh (tidak cukup sinar). Kondisi ini bisa menghilangan/ memudarkan corak warna daun. Untuk pemupukan, bisa menggunakan kompos . Penyiramannya pun cukup sekali sehari. –Inten Indrawati
Nyanyian Mohon Hujan Waktu itu kemarau amat panjang. Hewan-hewan banyak yang mati kehausan. Di pinggir sungai kering, seekor kodok menengadah ke langit. Ia berkali-kali bernyanyi, mohon seteguk air kepada Made Taro Dewa Hujan yang bersemayam di puncak gunung. Namun permohonannya itu tidak mendapat tanggapan. “Kwek, kwek, kwek…!” katanya terengah-engah. Nasib serupa juga dialami oleh belalang. Walaupun ia masih menemukan daun semak, namun daun-daun itu layu dan terasa pahit. “Krik, krik, krik…!” demikian ia bernyanyi mendayu-dayu sejak pagi hari. Doa mohon air si Belalang juga tidak didengar Dewa Hujan. Tak jauh dari tempatnya bertengger, si Belalang mendengar suara jangkrik yang lemah dan terputus-putus. “Kring, kring, kring…!” Hewan itu juga memohon setetes air kepada Dewa Hujan. Konon Dewa Hujan dalam kemarau panjang itu sengaja berbuat kikir, karena ingin menghukum manusia yang berbuat sewenang-wenang kepada alam. Manusia yang serakah itu membabat hutan dan membuang limbah sekehendaknya. Sudah
berkali-kali diperingati dengan bencana banjir dan tanah longsor, namun manusia tidak juga mau mengubah perangainya. Penderitaan yang terlampau panjang itu tidak membuat jangkrik putus asa. Ia mencoba mendatangi belalang. Katanya, “Kawan Belalang, rupa-rupanya nyanyian doa kita tidak terdengar oleh Dewa Hujan. Bagaimana kalau kita bernyanyi bersama-sama sekeras-kerasnya, sehingga sampai ke puncak gunung.” Usul baik itu disetujui oleh Belalang, bahkan ia juga meminta agar si Kodok tetangganya diikutsertakan, sehingga nyanyian bersama itu bertambah indah, berirama dan keras. Maka ketiga hewan itu berkumpullah di suatu tempat, lalu bernyanyi bersama-sama. “Kwek, kwek, kwek…, krik, krik, krik,…, kring, kring, kring…! Kwek, krik, kring…. Kwek, krik, kring….!” Nyanyian yang indah dan keras itu terdengar pula oleh hewan-hewan lainnya seperti burung, cecak, tawon, kambing, bahkan sapi dan kerbau. Mereka lalu bernyanyi bersama-sama sekeras-kerasnya. Nah, kelihatan pohon-pohon bergoyang, kilat berdenyar disertai guruh, dan awan berarak-arak. Awan-awan itu berkumpul membentuk mega tebal kehitam-hitaman. Tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya, mengairi lembah, sungai, danau, dan sawah-sawah. Nyanyian hewan-hewan itu terus membahana seperti sebuah konser yang indah dan ceria.
17
Puring Bor
Puring Kirana
Fashion Show Shinta Chrisna untuk Sahabat
Desainer cantik asal Bali, Shinta Chrisna menggebrak Bali lewat pagelaran akbar bertajuk “The Master Piece: Persembahan Karya untuk Sahabat”, Sabtu (25/4) di Ballroom Fave Hotel Tohpati. Sebanyak 110 karya terbaiknya diperagakan oleh 80 model profesional Bali dan Jakarta, seperti para finalis Putri Bali, Miss Internet yang kerap memakai desainnya. “Saya sering mensupport acara-acara seperti ini. Sekarang mereka yang mensupport saya,” ucap Shinta Chrisna yang juga menggandeng 30 sosialita termasuk ibu nomor satu di Bali, Ny. Ayu Pastika. Shinta Chrisna pernah meraih beberapa penghargaan di antaranya JCI Award 2014 sebagai Creative Young Entrepeneur Award dan penghargaan dari Indonesia Book of Record 2014 sebagai Desainer Culture Wanita Muda Indonesia. Karya-karyanya berkesan glamour namun tetap cantik dan elegan, tanpa menghilangkan ciri khas busana nusantara yakni kebaya yang menonjolkan culture of Bali. Fashion show tunggal yang juga serangkaian dengan soft launching Fave Hotel Tohpati ini didedikasikan kepada para sahabat yang selama ini telah sangat mendukung pembentukan karier seorang Shinta Chrisna, hingga saat ini. –ten
16
Edukasi
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
D
alam Hair Do Demo tersebut pemilik Salon Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung menggandeng putrid keduanya Anak Agung Sagung Diva Wastuningtyas yang mendemonstrasikan tata rias wajah. Dengan sigap siswi kekas VII SMPN 3 Denpasar ini memoles wajah model menjadi lebih cantik. Selanjutnya, Bu Agung mendemonstrasikan tata rambut., di antaranya membuat sanggul Bali (pusung tagel) dengan model rambut pendek (model cukuran laki), sanggul modern yang praktis, serta tengkuluk lelunakan. Penampilan penata rias cilik tersebut mengundang decak kagum para peserta. Mereka terkagum-kagum melihat kepiawaian Sagung Diva dengan
hasil akhir sapuan kuasnya. “Anak kecil seusia dia sudah bisa tata rias dengan baik. Kami sangat terkesan, luar biasa,” ungkap salah seorang Panitia Acara, AA Sagung Rat Mudani, yang juga Ketua Regional Bali Serikat Pekerja Mandiri Grand Hyatt Bali. Tak mengherankan tentunya, sejak kelas 4 SD Sagung Diva memang sudah mulai serius belajar tata rias. Awalnya memang hanya corat-coret, namun karena pengaruh lingkungan khususnya sang ibu seorang penata rias, ketertarikannya pun muncul. Di waktu senggangnya Sagung Diva pun kerap mengajarkan tata rias kepada peserta kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Bahkan, beberapa peserta kursus mengaku senang diajarkan Sagung Diva. “Teman-
Jaga Lansia Tetap Sehat, Ceria, dan Bahagia Dari kika: Sagung Diva berkesempatan bertemu Ibu SBY tahun 2014; Sagung Diva menggunakan busana tengkuluk lelunakan didampingi Bu Agung; Salah satu aksi demonstrasi tata rias oleh Sagung Diva
teman sekolah Tugek (Sagung Diva) juga sering minta diajari merias kalau pas main ke sini,” ungkap Sagung Diva. Bu agung mengiyakan pernyataan putrinya itu. “Mereka melali ke sini tapi sambil melajah¸ belajar tata rias,” timpal Bu Agung. Pujian kepada Sagung Diva juga meluncur dari Koen Mulyono, Ketua Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia “Katalia” beberapa waktu silam. “Diva itu pintar. Bentuk alis yang dibuatnya itu bagus sekali. Belum tentu perias lain bisa membuat alis seperti itu,” ucapnya lebih mendetail menilai hasil riasan Sagung Diva yang juga tercatat sebagai peserta ujian Tata Rias Pengantin Bali termuda seIndonesia tahun 2014. Kepiawaiannya makin terasah dan sudah tak canggung-canggung lagi tampil di depan umum. Dan, di tiap akhir demonstrasi tata riasnya, Sagung Diva selalu mendapat applause dari peserta.
Apalagi di tahun kemarin 2014, jika jadwal roadshow tata rias yang digelar Salon Agung (LKP Agung) dan Viva Cosmetic dilaksanakan Sabtu sore, Minggu, atau hari libur, Sagung Diva pasti ikut hingga ke daerah-daerah. Keterlibatan Sagung Diva dalam dunia tata rias ini ditegaskan Bu Agung bukan untuk mencari nafkah, tapi untuk mengasah keterampilan, juga untuk penyemangat anak-anak muda sekarang untuk mengenal dan mencintai budaya Bali sejak dini. “Dampaknya luas sekali, sudah ada beberapa yang mendaftarkan anak-cucunya untuk kursus tata rias,” ujar Bu Agung. Sebagai seorang pendidik, Bu Agung yang sempat dianugerahi APP Award (Anugerah Peduli Pendidikan) dari Kemendikbud ini mengatakan, di zaman sekarang, selain memiliki kecerdasan akademik, seseorang juga harus memiliki skill. Bisa itu keterampilan tata rias, menjahit, memasak, komputer, dsb. Itulah yang dim-
Mentawai,‘Surga’ yang Tersembunyi
“Jika ada cita-cita yang masih tergantung di langit, raihlah citacita yang lebih sederhana: Kunjungi Mentawai!” Ajakan ini bukan sekadar asal bicara tapi memang nyatanya kepulauan yang terdiri dari puluhan pulau ini, memiliki sesuatu yang sangat dicari para pencinta wisata bahari yakni pantainya yang indah yang konon tak kalah dengan Hawaii, negara bagian Amerika Serikat. ‘Surga’ yang tersembunyi, begitulah orang yang sudah sempat merasakan keindahan pantai Mentawai, menyebutnya.
K
epulauan Mentawai adalahbagian dari serangkaian pulau non-vulkanik yang merupakan puncak-puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut, terletak di Samudera Hindia.
Luas keseluruhan kepulauan yang memanjang di bagian paling barat pulau Sumatera ini, mencapai 6.011,35 km2. Jarak persisnya dari ibukotanya Tuapejat di Kacamatan Sipora Utara ke Padang sekitar 153 km. Untuk mencapai Mentawai lebih
9
IA Selly D. Mantra
Kartini Cilik Demo Merias Momentum Hari Kartini diperingati berbagai kalangan dengan cara berbeda-beda. Hotel Grand Hyatt Bali, Nusa Dua misalkan. Instansi ini mengadakan beberapa agenda, yakni seminar kesehatan dan Hair and Beauty Demonstration by Agung Salon yang diisi juga dengan bazar produk makanan, pakaian dan kosmetik untuk karyawannya.
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
mudah diakses dari daerah pantai. Melalui fasilitas transportasi laut itulah, wisatawan bisa menjelajah keindahan objek-objek wisata laut di empat pulau utama Mentawai, Siberut, Sipora, Pagai Utara, Pagai Selatan. Jika kondisi ombak bersahabat, wisatawan bisa berlalulalang mengelilingi kepulauan Mentawai dengan nyaman. Perahu sewaan ada di mana-mana. Di hamparan pantai-pantai Kepulau an Mentawai, para wisatawan serasa memiliki private beach. Ada banyak spot diving, snorkeling dan fishing di sana. Jika waktunya pas, maka wisatawan akan mendapat pemandangan menakjubkan yakni lumba-lumba beratraksi di laut lepas. Tapi, tentu saja, yang tak kalah senangnya adalah mereka yang gemar berselancar atau gemar berpetualang mencari spotspot surfing yang menantang. Ombak yang menantang memang menjadi salah satu daya tarik bagi para peselancar datang ke Mentawai. Konon, Mentawai memiliki ombak luar biasa
indah dengan ketinggian 3-4 meter. Setidaknya dari 71 spot surfing, 49 di antaranya masuk kategori ekskusif. Dua dari puluhan spot tersebut masuk dalam list 10 ombak terbaik dunia menurut majalah Surfer. Tak heran kalau banyak turis asing datang hanya untuk menaklukannya. Dua ombak tersebut adalah “Lan ces Right” di Katiet dan “Macaronies” di Silabu. Keunggulan dua tempat ini ada pada ombaknya yang memiliki barel atau terowongan ombak yang konsisten. Hampir semua ombak di mentawai punya barel. Ada yang berbentuk ular, lapis-lapis, teropong dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa tempat yang bisa menjadi panduan Anda bila suatu saat berkunjung ke Mentawai. Siberut Barat Daya: Di sini, wisatawan bisa menikmati spot-spot surfing yang menantang. Potensi lain adalah spot diving dan snorkeling. Di titik-titik tertentu, wisatawan bisa menikmati keindahan taman bawah
antapkan untuk bisa survive di masa mendatang. Untuk itu pula, memperingati Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, dan untuk mengisi waktu liburan panjang akhir tahun ajaran, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus tata rias regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –iin
laut dan panorama terumbu karang. Bagi yang hobi memancing, di Siberut Barat Daya juga memiliki sejumlah spot mancing yang menantang. Potensi keindahan alam lain yang bisa dinikmati di sini adalah wisata mang rove, wisata pantai berpasir putih, serta wisata alam. Siberut Selatan: Kawasan ini memang tidak memiliki spot surfing, tetapi ada wisata alam berupa kawasan konservasi Taman Nasional. Di sana kita bisa menikmati panorama pegunungan, suaka marga satwa dan flora endemik yang sangat menarik. Di Siberut Selatan, juga bisa beranjangsana ke pedalaman menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat Mentawai serta menyaksikan seni tato tertua di dunia. Tak jauh dari perkampungan suku Mentawai, kita juga bisa menikmati keindahan air terjun, danau, dan sungai yang alami dan jernih airnya.Untuk potensi wisata laut, Siberut Selatan menawarkan wisata memancing, di ving dan snorkeling serta pantai indah berpasir putih. Siberut Tengah: Selain pantai berpasir putih, wilayah ini menawarkan wisata diving dan snorkeling dan memancing. Bagi pecinta alam, Siberut Tengah juga memiliki alam yang eksotik untuk dinikmati. Pagai Utara-Pagai Selatan-Sikakap: Tiga kecamatan yang terletak di dua pulau berdekatan (Pagai Utara dan Pagai Selatan) tak kalah menarik. Selain spot-spot surfing yang sangat bagus untuk berselancar, juga memiliki spot-spot indah bagi yang hobi menyelam menikmati keindahan taman bawah laut dan panorama terumbu karang. Seperti pantai-pantai di pulau lainnya, di sini pun menjanjikan pantai landai berpasir putih yang sangat indah dan cocok untuk berenang. Kegiatan memancing juga bisa dilakukan di tiga kecamatan ini. –Diana Runtu
Mencapai usia lanjut adalah anugerah. Setiap orang umumnya berdoa agar tetap sehat dan berfungsi secara baik sampai akhir hayatnya. Oleh karena nya, menjaga para lansia merupakan aktivitas yang membanggakan dan sangat membahagiakan.Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra.
D
ikatakannya demikian pula dengan Pemerintah Kota Denpasar, melalui TP PKK, K3S dan dinas terkait dikenal memiliki kepedulian dan perhatian sangat tinggi pada masyarakat usia lanjut ini. Menurut Selly D. Mantra, pemerintah selalu mendukung berbagai kegiatan mereka termasuk terus mengupayakan meningkatkan kesejahteraan para lansia dengan memberikan pelayanan kesehatan , keagamaan hingga kemudahan ber-
bagai fasilitas. Apalagi populasi lanjut usia di Kota Denpasar selama ini cukup tinggi. Salah satunya, dipengaru hi dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup (UHH) masyarakat. Pada tahun 2014 UHH di Kota Denpasaar tercatat 73 tahun, di atas usia harapan hidup nasional yang mencapai 72 tahun.
K3S memberikan bantuan kepada lansia
Bantuan K3S pada lansia
Ia mengatakan, di samping keluarga telah merawat para lansia dan memperhatikan kebutuhan
K3S menyerahkan bantuan kepada lansia
Ibu Sekaligus Guru Sebenarnya, menjadi tua adalah proses alami yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Usia lanjut adalah sesuatu yang harus diterima sebagai suatu kenyataan. Begitu pula adanya beberapa perubahan dan secara alamiah terjadi penurunan fungsi berbagai organ, serta aktivitas yang dapat dilakukan semakin terbatas tetapi jangan sampai
menimbulkan rasa tidak nyaman. Dengan antusias Selly D. Mantra me ngatakan, mereka harus sehat dan terus semangat. “Jangan pernah biarkan mere ka meratapi proses penuaan ini. Mari kita bersama gelorakan hidup sejahtera, tetap berguna dan melakukan aktivitas fisiknya secara wajar,” ujar istri Wali Kota Denpasar
Kegiatan pembukaan posyandu paripurna Br. Gladag
fisiknya, pemerintah Kota Denpasar juga secara bersama-sama terus aktif mengambil peran memberi-
K3S bantu lansia
IB Rai D. Mantra yang juga Ketua K3S Kota Denpasar ini. Lebih lanjut dikatakannya, lansia adalah orangtua kita, ibu, ayah sekaligus guru. Mereka lebih dulu mengisi pembangunan ini. Dengan beragam pengalamannya tentu dapat menjadi teladan dalam bertingkah laku, sopan santun dan disiplin, semangat perjuangan dan banyak pemikiran-pemikiran mereka yang sarat nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik. Di samping banyak pula yang membantu dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Selanjutnya, demi menjaga agar daya ingat lansia tidak cepat berubah karena kondisi fisik dan usia, maka perlu dihindarkan atau paling tidak dikurangi dari hal-hal yang dapat menimbulkan kelelahan, kekhawatiran, kecemasan, rangsangan emosi, depresi dan sakit. “Di sinilah kembali diperlukan kepedulian dari kita semua, orang yang lebih muda sebagai kontrol dan merangsang ingatan-ingatannya agar dapat berfungsi secara optimal,” ujar perempuan yang dikenal energik ini. Sekali lagi ditekankannya kalau keberadaan lansia bukan sebagai beban melainkan sebagai orangtua dan penuntun dalam kehidupan. Sebagai anak dan generasi yang lebih muda, sepatutnya juga bisa lebih peka, memiliki tanggungjawab, mengembangkan rasa kasih sayang serta berbakti kepada mereka.
kan dukungan sosial dan memberi dorongan dan kesempatan untuk dapat bersosialisasi dan meningkatkan religiusitasnya, hingga mereka bukan hanya sehat tapi juga ceria dan bahagia. Begitu pula TP PKK misalnya, sebagai partner pemerintah melaksanakan kegiatan posyandu paripurna. Untuk kota Denpasar menyasar 17 lokasi banjar. Dalam program ini PKK benar-benar memberikan perhatiannya kepada lansia . Mengecek kesehatan, memberikan vitamin, serta makanan tambahan. “Tiap tahun kami juga menggelar acara lomba-lomba untuk mengembangkan kreativitas mereka . Ada tari massal, lomba janger, senam lansia, magending bali, fashion show dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu juga dilaksanakan matirta yatra bersama,” tuturnya.-ard
Sementara dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (Halun), merupakan hari pen ting setiap tahunnya. Acara sepenuhnya diisi oleh para lansia. Di sini, katanya juga menjadi gebyar organisasi lansia dan berkumpulnya lansia dari seluruh pelosok Denpasar. Selain itu, Halun juga menjadi ajang silaturahmi. “Kegiatan yang dilaksankan pada saat itu semua oleh dan dari para lansia. Mereka bisa untuk kreativitas sesuai dengan kemampuannya,” ucapnya.. Ditambahkannya, dengan dirayakannya Halun dapat memberikan apresiasi pada lansia. Sebab, kalau tidak ada lansia, tentunya bakal tak ada pelopor jati diri bangsa ini. Mengingat pula tage line Denpasar Kreatif, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kreativitas. Bahwa kreatif adalah hak semua masyarakat dari anak-anak sampai lansia untuk mengisi ruang kehidupan mereka sesuai porsinya masing-masing. Bicara semua langkah dan aktivitasnya bersama para lansia , Selly D. Mantra me ngatakan sebagai anak dirinya memang harus memahami dengan penuh kasih sayang dan sabar pada dampak keterbatasan yang terjadi karena usia lanjut. “Namun, apapun bentuk hambatannya, ikatan ibu dan anak ini akan membahagiakan ketika kita selalu mengemukakan kasih sayang dan keikhlasan, apalagi pada gilirannya kita juga akan ada di posisi mereka,” katanya. – ard
10
Bugar
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Apa dan Bagaimana Penanganan Luka Bakar? Dr. Henry Kasudarman, Sp.EM. (Spesialis Kedokteran Emergensi di Siloam Hospitals Bali) Insiden Luka Bakar Berdasarkan Usia Luka bakar dapat terjadi pada semua kelompok usia seperti : - Anak balita sampai usia 4 tahun yang meru pakan 20% dari seluruh korban luka bakar. Penyebab tersering dari kelompok usia ini adalah tersiram air panas secara tidak di sengaja. - Anak usia sekolah dan remaja yang merupakan 10% dari seluruh kasus luka bakar. - Kelompok pemuda dan usia produktif (15–64 tahun) merupakan persentase terbesar dari korban luka bakar (> 60%) yang mayoritas disebabkan oleh api, dan sepertiga kasus terjadi ka rena kecelakaan di tempat kerja. - Kelompok usia lanjut (10% dari seluruh korban luka bakar).
Dr. Henry Kasudarman, Sp.EM.
Pendahuluan Peristiwa atau kasus luka bakar dapat kita temui dalam kegiatan sehari–hari baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungan kerja. Seringkali oleh kurang nya pengetahuan tentang luka bakar dan cara pe nanganannya maka makin memperparah kondisi luka bakar yang telah ada. Masyarakat awam seringkali membubuhkan berbagai macam bahan pada luka bakar seperti pasta gigi, mentega, minyak goreng, maupun salep antibiotik. Penanganan luka bakar yang kurang tepat ini malah dapat memperparah keadaan luka bakar bahkan menimbulkan infeksi. Penyebab Luka Bakar Luka bakar dapat disebabkan oleh berbagai macam hal antara lain (dari paling sering): - Api (55%) - Cairan panas (40%) seperti air panas - Bahan kimia dan elektrik/tersengat listrik (5%)
Pertolongan Pertama Luka Bakar Jauhkan korban dari semua objek yang menjadi penyebab luka bakar. Segera lakukan langkah–langkah untuk mendinginkan luka bakar, hal ini dapat dilakukan dengan aturan “10–15” yaitu : - Dinginkan luka bakar dalam 10–15 menit. - Gunakan air dingin (kira–kira bersuhu 10-15 °C) - Gunakan air mengalir atau rendam bagian tubuh yang mengalami luka bakar selama 10–15 menit. - Pada luka bakar yang luas pasien sebaiknya segera di bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk perto longan lebih lanjut.
Tindakan Pencegahan Fakta bahwa 90% peristiwa luka bakar sesung guhnya dapat dicegah, maka mendorong beberapa langkah untuk mengurangi terjadinya hal tersebut. Langkah–langkah untuk mencegah terjadinya keba karan khususnya di rumah adalah : - Pemasangan alarm asap - Hati-hati saat menggoreng/memasak di dapur. - Jangan meninggalkan lilin menyala. - Puntung rokok harus dimatikan. - Jangan merokok di tempat tidur. - Jauhkan korek api dari anak-anak. - Bila terdapat kebakaran, keluarlah segera.
Contoh luka bakar yang terjadi pada seorang anak akibat tersiram air panas
Style
Pesona Batik Bali
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Berbagai rancangan Batik Bali menjadi persembahannya pada ajang “In donesia Fashion Week 2015” di JCC , Jakarta belum lama ini. Bertajuk “Batik Bali for The World,” koleksinya mulai dari batik poleng hingga aneka motif lainnya yang sarat dengan unsur-unsur khas pulau Dewata.
B
atik Bali milik Bintang Mira ini berhasil menghadirkan pesonanya melalui siluet dan potongan yang modern. Selain tampil dengan kekuatan warna hitam dan putih, ia juga menyertakan sentuhan warna orange yang me nyegarkan, baik pada busana maupun aksesorinya. Rupanya desainer papan atas Bali yang bermukim di Sidan, Gianyar ini tengah fokus pada identitas baru perkembangan industri tekstil di Gianyar yakni Batik Bali. Bagian dari kekayaan budaya ini pun menjadi pilihan utama anggota APPMI Bali ini untuk dirancang sebagai busana siap pakai bagi para fashionista di Indonesia. – Sri Ardhini Bintang Mira
15
14
Jelita
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Mengenal Kuas Lebih Dekat
ukuran namun bentuknya sama, bulunya pendek, ujung membulat dengan tekstur halus dan lembut. Setelah digunakan mengaplikasikan dan membaurkan warena eye shadow agar tercampur rapi, juga dapat dipakai membentuk ujung mata. Dengan riasan mata yang bagus akan sangat mendukung keberhasilan kesdeluruhan tampilan riasan wajah seseorang. Kuas eyeliner dengan ujung runcing dan bulu kecil tapi panjang. Kuas ini memiliki dua fungsi, yaitu ketika kering berguna mengaplikasikan eyeliner cair. Sedangkan saat basah dapat dipakai untuk membentuk eyeliner. Karena bentuknya bisa juga berfungsi menciptakan sudut atau mempertegas sisi eye shadow atau eyeliner. Kuas blush on, berfungsi khusus untuk mengaplikasikan blush on pada wajah atau bronzer di pipi. Ukurannya beragam, mulai dari yang kecil, medium hingga besar. Digunakan dengan pulasan vertikal maupun melingkar, sehingga meninggalkan kesan natural dan merata. Kuas bibir, berujung lancip dengan bulu kecil dan tipis memudahkan memakainya Digunakan untuk mengaplikasikan lipstik agar lebih rapi dan terbingkai indah. Sikat alis, bentuknya seperti sikat gigi dengan sisir kecil. Digunakan untuk merapikan alis sebelum dan setelah dibentuk. Selanjutnya difungsikan untuk membaurkan warna agar nampak lebih alami.
RAWAT dan BERSIHKAN Sebenarnya, lanjut Heny masih banyak nama dan fungsi kuat lainnya , seperti kuas high light, untuk mengaplikasikan high light di bawah alis mata; kuas concealer digunakan untuk menutup beberapa bagian kulit di wajah, terutama yang bernoda atau sedang berjerawat. Kuas bulu mata, untuk melentikan bulu mata dan merapikan pemakaian mascara. Ada juga kuas fan yang gunanya untuk membersihkan serpihan make up yang berjatuhan. Intinya semua kuas tersebut, kata Heny mampu membantu memberikan penampilan yang lebih natural pada keseluruhan tampilan wajah “Setelah kita mengenal beberapa kuas yang biasa digunakan untuk make up seharihari , yang tidak kalah penting adalah bagaimana merawat kuas-kuas tersebut agar tidak cepat rusak,” katanya . Setiap kuas make up perlu dibersihkan minimal 3 bulan sekali. Caranya, basahi kuas dengan air yang bersih. Gunakan sampo bayi untuk mencucinya.. Sampo berguna untuk menghilangkan lemak bekas make up. Setelah di cuci, setiap kuas dibilas dengan posisi kuas ke arah bawah . Akan lebih baik jika dilakukan langsung di bawah air yang mengalir. Perhatikan hingga tidak ada lagi sisa-sisa make up maupun sampo yang menempel. Peras perlahan kemudan letakkan di atas handuk yang lembut atau tisu dan biarkan mengering. Jika di tempat Anda sudah ada dijual pembersih khusus untuk kuas, maka ini bisa gunakan. Jika ada gunakan pembungkus khusus kuas agar bentuknya tidak berubah. Terakhir simpan kuas di tempat bersih dan tertutup. Lebih baik jika menghindari kontak langsung dengan sinar matahari atau hawa panas yang bisa merusak. - Sri Ardhini
Mitos
M
lalu tebal dilengkapi bulu cukup halus. Kuas ini sangat baik dipakai untuk mengaplikasikan alas bedak, sehingga warnanya merata sekaligus bisa menutup pori-pori secara alami. Memang, katanya ada beberapa orang yang suka menggunakan jari dibandingkan kuas . Namun, hasil pulasan alas bedak dengan kuas akan lebih halus, merata terhindar dari ketebalan disisi terntentu. Jika menggunakan foundation cair, dapat dipulaskan terlebih dahulu dengan jari, sesudahnya diratakan dengan kuas. Kuas powder dengan bulu yang cukup tebal dan rapat. Selain digunakan untuk meratakan loose powder atau bedak tabur juga dapat dipakai mengaplikasikan shimmer atau bedak pewarna sebagai sentuhan terakhir. Kuas powder ini terdiri dari 3 ukuran yakni : besar, sedang dan kecil. Tinggal dipilih disesuaikan dengan besar kecilnya wajah masing-masing. Kuas eye shadow, ada beberapa
11
Senam Aerobik bikin Seksi? Puluhan orang bergerak mengikuti irama musik dan lagu “Sakitnya Tuh Disini” yang dibawakan Cita Citata sambil memperhatikan instruktur yang berdiri di podium. Keringat mengucur dari tubuh peserta senam aerobik. Mereka sangat bersemangat. Usai senam, ada yang tetap bersemangat, ada yang terlihat k elelahan. “Senam aerobik kalau dilakukan dengan gerakan yang tepat, takaran yang tepat dan gerakan sesuai dengan usia, akan memberi hasil bermanfaat,” ujar Adolfina Grace Tangkudung, Ketua Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI) Bali.
N
amun, pemilik Lala Studio yang juga Magister Fisiologi Olahraga ini mengakui masih ada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yang perlu mendapat pelurusan informasi. Berikut ini beberapa mitos yang berkembang seputar senam aerobik.
Kenapa foundation dan bedak saya tidak mau menempel dengan baik? Begitu juga pulas an eyeshadow tidak berhasil menghias mata dengan cantik termasuk blush on yang kurang natural terlihat di wajah? enurut seorang penata rias muda berbakat Heny Agustina (21), bahwa hasil make up yang kurang baik diantaranya disebabkan karena kita tidak mampu menggunakan peralatan make up dengan benar dan sesuai fungsinya. Kuas, katanya sebagai salah satu alat investasi penting yang digunakan ketika seseorang mengaplikasikan make up ke wajah. Dikatakannya cukup banyak jenis kuas yang biasa digunakan para penata rias atau make up artis selama ini. Namun untuk make up sehari-harti, cukup memiliki seperti ; kuas foundation, kuas powder, kuas eye shadow, kuas eyeliner, kuas blush on , kuas bibir dan sikat alis. Lantas apa saja fungsinya dan bagaimana cara memilih dan merawat kuas dengan benar? Heny yang ditemuai usai merias untuk acara prewedding ini pun memaparkannya. Kuas foundation berbentuk pipih dan tidak ter-
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Mitos: senam aerobik harus dengan musik berirama cepat. Fakta: senam aerobik tidak harus dengan musik yang berirama cepat. Musik yang digunakan harus sesuai dengan takaran gerakan. Karena adanya musik yang sedang nge-trend, itu membantu menarik masyarakat agar mau senam.
Senam aerobic harus disesuaikan dengan usia peserta dan takaran gerakan. Di AS, peserta dipisahkan sesuai usia karena kecepatan gerakan berbeda-beda. Jika usia peserta bercampur, instruktur harus jeli dan tanggap dalam memberikan gerakan. Inti dari senam aerobik adalah pemanasan,
Peserta senam aerobik
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Swinger dan Orgy “Dok, teman dari suami saya mengajak suami saya buat mencoba melakukan hubungan seksual bertukar pasangan. Suami saya berulang kali merayu saya untuk menyetujui ajakan temannya. Katanya temannya itu sudah terbiasa dan juga suka melakukan ini berama-ramai sebelumnya di beberapa tempat. Ini apa bukan kelainan dan berbahaya dok?” (Nancy, 27 thn) Seks bertukar pasangan, yang disebut dengan swinger, bukanlah hal baru. Ini sudah terjadi sejak lama. Demikian pula dengan seks beramai-ramai. Seorang raja atau penguasa di zaman dulu kala sering dikenal melakukan hubungan seksual dalam satu waktu dengan permaisuri dan para selir, bahkan dayangnya. Buat saat ini, aktivitas seksual dengan melibatkan orang banyak dalam satu waktu dan tempat disebut dengan orgy. Sebuah aktivitas seksal yang
dianggap nyeleneh, tetapi hanya dilakukan sekali dua kali saja dan hanya untuk mencoba sensasi baru, itu jelas hanya merupakan variasi seksual semata dan bukanlah kelainan seksual. Jika aktivitas seksual nyeleneh ini menjadi eksklusif, hanya satu-satunya itu saja, dan tidak menikmati hubungan seksual yang dianggap normal oleh orang kebanyakan, bisa jadi itu diduga sebuah kelainan. Untuk jenis aktivitas swinger dan orgy yang dilakukan saat ini sebagian besar masih semata-mata sebagai variasi untuk menstimulus ak-
tivitas seksual agar nantinya bisa lebih bergairah kembali dengan pasangan seksual semula yang dimiliki. Memang ada sensasi yang berbeda saat melakukannya, termasuk keterlibatan perasaan dan emosi yang berbeda dengan hubungan seksual biasa yang tidak semata-mata nafsu belaka, dilakukan sebagai variasi dan upaya mencari sensasi dan petualangan baru untuk mengatasi kebosanan dari seks yang monoton selama ini. Untuk kepentingan variasi seksual, aktivitas swinger ataupun orgy, harusnya disetujui bersama, dinikmati bersama dan bebas dari risiko. Risiko ini yang harus diminimalisasi atau dijauhkan. Ada bahayanya? Tentu saja. Pelaku swinger dan orgy sangat lekat dengan infeksi menular seksual hingga HIV AIDS selama melakukannya tanpa proteksi kondom. Jadi, kondom adalah syarat mutlak buat aktivitas seksual berganti-ganti pasangan atau multipartner. Kenyataannya memang pada beberapa aktivitas gangbang seringkali penggunaan kondom membuat ribet dan menjadi penghalang untuk “beraksi beramai-ramai”, dan akibatnya bisa ditebak, tidak sedikit pelakunya yang akhirnya tertular gonore, sifilis, herpes, hingga infeksi HIV dari aktivitas ini. Satu lagi, tentu saja risiko hukum dan sosial bisa mengancam pelaku swinger dan orgy. Secara hukum andaikan hal ini menjadi diketahui orang lain dan diadukan sebagai delik aduan hukum, maka ancaman pidana tetap bisa terjadi.
gerakan inti, dan pendinginan. Mitos: makin sering senam aerobik, makin cepat kurus. Fakta: senam aerobik merupakan senam yang memiliki banyak variasi gerakan. Makin banyak gerakan, tentu membuat keringat yang keluar makin banyak. Inilah yang menyebabkan lemak terbakar sehingga badan terlihat menjadi kurus. Tetapi, yang harus diingat adalah kurusnya badan bukan hanya karena senam. Ada faktor lain seperti asupan nutrisi, waktu istirahat, dan aktivitas lainnya. Waktu senam yang normal adalah 4 kali seminggu. Harus ada waktu istirahat bagi tubu. Kecuali seorang instruktur yang bisa melatih tiap hari. Itu pun dimaklumi karena instruktur hanya memberi contoh gerakan dan memantau saja. Mitos: sudah sering senam aerobik tetapi badan jadi melar. Fakta: senam aerobik membuat peserta berkeringat. Untuk mencegah dehidrasi, minumlah air putih. Jangan minum air dingin usai senam aerobik. Ada peserta senam aerobic yang setelah senam langsung makan. Alasannya, perut menjadi lapar sehingga perlu makan. Kalau ini yang dilakukan, tentu saja badan makin melar. Peserta yang obesitas disarankan tidak melakukan senam aerobik karena model senam ini menggunakan lutut sebagai penopang. Kalau dipaksakan sangat rentan cedera. Karena itu, bagi yang mengalami obesitas, sebaiknya turunkan berat badan terlebih dahulu setelah itu baru melakukan senam aerobik. Mitos: senam aerobik tidak boleh dilakukan orang yang menderita sakit jantung. Fakta: senam aerobik harus dilakukan sesuai usia dan takaran. Sebelum mulai senam, lakukan Jadi, tetaplah berhati-hati. Kembali yang menjadi pertimbangan adalah apakah hal nyeleneh yang dilakukan ini memang sebuah perilaku eksklusif, atau cuma trend yang dilakukan sebagai sebuah variasi seksual semata? Nyatanya perilaku seks rame-rame, bisa itu orgy, threesome dan swinger ini kalaupun makin berkembang komunitas pelakunya, itu sebagian besar adalah masih berupa trend semata. Nah, seandainya Anda ditawarkan untuk ikut serta, diajak dalam perilaku seksual seperti ini, apa yang harus dilakukan? Ini tipsnya. 1.Look At to Yourself in The Mirror Coba bercermin. Apakah Anda benar-benar membutuhkan untuk melakukan aktivitas orgy dan swinger? Anda bakal menyukainya? Sedemikian monotonkah kehidupan seksual Anda sehingga membutuhkan variasi seksual yang rada ekstrim seperti ini? Dan masih banyak pertanyaan pertama yang harus ditujukan ke diri sendiri dulu, sebelum mencoba berpikir lebih masif untuk mencobanya, termasuk berpikir risikonya. 2.Look At to Your Partner Jangan egois. Partner Anda juga perlu diberi kesempatan menentukan keputusan. Ingat, syarat buat mencoba variasi seksual adalah disepakati bersama, dinikmati bersama
Adolfina Grace Tangkudung
pengecekan denyut nadi. Hal ini penting untuk mengetahui seberapa takaran latihan yang boleh dilakukan. Jangan sampai kurang dari batas bawah atau melebih batas atas. Bagi penderita jantung, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokte. Jika diizinkan, barulah boleh ikut senam aerobik. Itu pun dengan gerakan-gerakan yang iramanya tidak terlalu cepat. Mitos: senam aerobik bisa membuat tubuh menjadi seksi dan gairah seksual meningkat. Fakta: senam aerobik yang baik dan benar akan memberi manfaat bagi tubuh. Karena keringat yang keluar bisa memberi dampak terhadap penurunan berat badan, tetapi bukan pembentukan badan. Jika ingin membentuk badan menjadi seksi, pilihlah senam irama atau senam body language. Rajin senam tentu memberi dampak terhadap fisik. Fisik yang kuat ini secara tidak langsung akan menunjang aktivitas seksual. Jika ingin mendapat hasil yang lebih baik untuk seksual, ada senam kebugaran seksual. Prinsip senam kebugaran seksual dilakukan secara isometrik khususnya di otot dasar panggul dan melakukan latihan dengan konsentrasi penuh.–Ngurah Budi dan tidak merugikan kedua pihak. Itu artinya Anda perlu melibatkan pasangan Anda buat menentukan keputusan. 3.Don’t be Too Easy to be Influenced Jangan ikut-ikutan dan terlalu mudah terpengaruh. Jika teman atau orang lain menyukai dan menikmatinya, belum tentu itu cocok juga buat Anda. Mudah terpengaruh dan tanpa pertimbangan justru akan membuat Anda terperangkap ke masalah baru. Bisa dibayangkan jika akhirnya Anda tidak nyaman dengan aktivitas swinger dan merasa pasangan Anda terkesan “diperkosa” oleh teman Anda dan Anda diam saja atas nama solidaritas pertemanan? Itu akan membuat Anda menyimpan stres yang berkepanjangan selama belum keluar dari lingkungan ini. 4.Know the Risk Ini yang paling penting. Anda harus tahu apa risiko dari melakukan orgy dan swinger. Tidak hanya infeksi menular seksual dan HIV AIDS yang harus diproteksi dengan wajib menggunakan kondom, tetapi juga risiko nama baik Anda bisa menjadi mendadak tercemar andai Anda adalah seorang yang dikenal baik atau public figure, karena tidak sedikit yang melakukan aktivitas ini dengan mendokumentasikannya dengan foto atau video.
12
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Jaja Bali Pantai Sindhu Kawasan jogging track Pantai Sanur kini makin digandrungi masyarakat Kota Denpasar. Hari Minggu sudah menjadi pemandangan rutin, ramai dipenuhi masyarakat yang berjalan kaki, maupun bersepeda. Selain untuk berolahraga, banyak warga yang memanfaatkan untuk refresing sekadar menghirup udara pantai pagi yang menyehatkan.
D
i antara, kawasan jogging track ini, di d e k a t Pa n t a i Sindhu atau lebih dikenal dengan Sindhu Beach, Anda dapat menemukan penjual jaja Bali yakni kue khas tradisional Bali yang terdiri dari laklak, kukis, injin, bubuh sumsum, pisang rai, ongol-ongol, dan batun bedil. Aneka kue tradisional ini sudah sangat familiar bagi warga Denpasar. Jaja Bali mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional. Penjual jaja Bali yang mangkal di areal jogging track Sindhu Beach ini, Nengah Wati. Ia su dah berjual an sejak 15 tahun lalu. Setiap Hari Minggu, jaja Bali Nengah Wati ini rama i d i bur u p e m b eli. Konsumennya tak hanya orang lokal. Ekspatriat yang tinggal di Sanur ataupun turis asing, juga suka dengan jaja Bali buatan Nengah Wati ini. Perempuan asal Karang asem ini awalnya kos di dae rah Sanur. Dengan berbekal kepiawaiannya membuat jaja Bali, ia berjualan di seputaran Sanur. Mulai pagi pukul 10 sampai 3 sore, ia mengitari rumah-rumah warga di seputaran Sanur. Khusus Minggu, ia berjualan di areal jogging track Pantai Sindhu. Dari mulai kos di Sanur, kini Nengah Wati sudah bisa
membeli rumah di daerah Batubulan. Namun demikian, Nengah Wati masih seperti dulu. Tetap berjualan keliling mulai Senin sampai Sabtu, dan khusus Hari Minggu ada di Pantai Sindhu. “Dulu awal jualan harga satu bungkus jaja Bali Rp 3000, sekarang Rp 5000. Harga bahan baku juga semua naik,” ujar Wati. Tiap hari, ia mengatakan menghabisk an masing-masing satu kilogram
tepung untuk tiap jenis jaja Bali. Pukul 5 pagi, ia sudah memulai aktivitasnya membuat jaja Bali. Berdua bersama suaminya, Nengah Wati menyiapkan semua keperluan jualannya. Setelah semua siap, suaminya bekerja sebagai tukang proyek. Sementara, Nengah Wati siap berkeliling dengan satu meja yang disuun-nya. Sementara, pada saat Hari Minggu, ia sudah mempunyai tempat kecil di areal jogging track pantai Sindhu. Nengah Wati hanya membawa satu meja untuk tempat kuenya. Ia juga sudah menyiapkan satu kresek untuk tempat
Kuliner
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Es Pisang Hijau ala Jaja Bali Liligundi
Turis juga Suka Kebanyakan pelanggan Nengah Wati di Hari Minggu, warga yang sedang berolahraga. Sembari beristirahat setelah lelah menyusuri areal jogging track Pantai Sanur, jaja Bali Nengah Wati ramai diserbu pembeli. Seperti salah seorang pembeli, Dian yang datang berolahraga bersama keluarganya. Ia memborong enam bungkus jaja Bali untuk dimakan di tempat. Dian adalah warga Denpasar yang sedang kedatangan tamu di rumahnya. Awalnya, ia mendengar dari teman, jogging track Sanur salah satu tempat alternatif untuk berolahraga dan refresing. Ia tertarik mencoba sekitar enam bulan lalu. “Kini, kalau tiap Minggu saya pasti datang ke sini ramai-ramai. Kebetulan ada tamu saya ajak sekalian mengenalkan jaja Bali,” tuturnya sembari tertawa. Berjualan di daerah wisata, tentu saja membuat Nengah Wati secara otodidak mampu berbahasa Inggris. Ketika seorang turis asing lewat, dengan sigap ia berucap “Hello Miss. Do you want balinese cake?” Turis itu berhenti dan tersenyum. “Ehm, ok. Just a little, I want to try.” Turis asing asal Jerman itu mengatakan, sedang liburan di Bali, dan menginap di salah satu hotel di Sanur. Ini kedatangannya yang ketiga, mengunjungi temannya di Sanur. Setelah mencoba jaja Bali Nengah Wati, ia langsung berkata, “Sweet, enak,” ucapnya sembari mengacungkan jempol. Nengah Wati mengaku, tak mahir berbahasa Inggris, hanya bisa sedikit, itu pun belajar dari pegawai hotel yang kerap ditemuinya di sepanjang jogging track. “Tiang ten masuk,” ujarnya sembari tertawa, ketika disebut jago bahasa Inggris. Makan kue untuk sarapan, lebih enak ditemani dengan minum teh atau kopi. Nengah wati juga sudah menyiapkan kopi sachet dan teh. “Biasanya yang suka teh atau kopi pembeli yang naik sepeda. Mereka istirahat sambil makan jaja dan minum kopi,” tuturnya. Nengah Wati sudah mempunyai pelanggan tetap. Ia bahkan, mengenal beberapa pelanggannya. Saat mereka datang, ia menyapa dengan sikap bersahabat dan tersenyum ramah. “Halo pak, kenken sube kenyel negak sepeda,” katanya pada seorang laki-laki paruh baya. “Biase nah bungkus telu,” kata lelaki yang mengaku bernama Made itu. – Wirati Astiti
Makanan tradisional Bali, mempunyai peluang yang sangat menjanjikan. Tipat cantok, tipat plecing, rujak, bulung, dan jaja Bali, disukai tua muda. Di seputaran Kota Denpasar, menjamur warung yang menjual makanan tradisional Bali ini. Salah satunya, warung Jaja Bali Liligundi yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto Denpasar. Walaupun nama wa rungnya Jaja Bali, bukan berarti hanya menjual jaja Bali, tapi semua makanan tradisional Bali tersedia, mulai dari tipat cantok, tipat plecing, rujak campur, rujak kuah pindang, bulung campur, bulung boni, jaja Bali, es daluman, es campur dan banyak lagi.
Rujak
M
enurut pemiliknya Komang Sridewi, warungnya ini baru buka beberapa bulan lalu. Ternyata sambutan konsumen luar biasa. “Makanan khas Bali sudah menjadi favorit,” kata perempuan yang juga pekerja pariwisata ini. “Saya melihat animo masyarakat cukup besar untuk mencintai makanan tradisional Bali. Kebetulan ada lahan, walaupun kecil, saya manfaatkan untuk warung ini,” ucapnya. Ada satu menu makanan yang menjadi favorit konsumen yakni es pisang hijau. Minuman ini terdiri dari satu buah pisang yang dibungkus dengan kue dadar berwarna hijau. Kemudian dadar ini disiram dengan kuah santan manis berwarna merah muda. Agar lebih segar, diberi
Tipat
–Wirati Astiti
tambahan es batu. Satu porsi es pisang hijau sangat mengenyangkan dan enak sekali jika dimakan sebagai makanan penutup. Tambah enak lagi, kata Komang Sridewi, karena warna hijau dari kue dadar berasal dari daun pandan dan daun suji sehingga lebih wangi. Salah satu pembeli yang menjadi pelanggan warung ini, Oming, yang sengaja datang dari Penatih untuk menikmati es pisang hijau ini. Uniknya, Oming mengaku bisa membuat sendiri es pisang hijau. “Kalau lagi santai, saya sering mencoba memasak, terutama buat kue. Saya bisa buat es pisang hijau ini. Tapi kalau pulang kerja capek, mending beli saja,” tutur karyawan swasta yang mengatakan suka memanfaatkan wifi gratis di warung ini. –Wirati Astiti
Es Pisang Hijau
Iga Bakar Mayones Pedas
Iga Bakar Saus Telur Asin 1 buah : bawang bombay, potong dadu kecil 4 buah : telur asin, ambil kuningSarwan nya, haluskan Bahan: 3 sdm : saus tomat 50 gr : iga, bersihkan, potong- 2 sdm : saus sambal potong menurut selera 700 ml : air
1 sdm : lada bubuk 3 sdm : teriyaki sauce 3 buah: cabe besar merah, iris kecil Garam, gula, kaldu bubuk, margarin secukupnya Cara Membuat: - Rebus iga hingga air mendidih dan iga agak matang, tiriskan. - Siapkan panci presto, masukkan iga dan semua bahan-bahan lainnya, presto iga selama 25-30 menit hingga presto berbunyi, lalu diamkan dan uapnya habis, buka panci presto, tiriskan. - Bakar iga di atas panci teflon anti lengket hingga matang dan iga siap disajikan.
Bahan: 750 gr 300 ml 100 ml 1 buah 2 buah 7 buah 2 ruas
lalu presto selama 30 menit, : iga, potong-potong matikan, diamkan hingga menurut selera uap panci presto habis lalu : mayonise tiriskan. : saus sambal - Bakar iga di atas panci anti : bawang bombai, lengket dan oleskan dengan cincang halus saus sisa rebusan. : cabe besar merah, - Iga bakar siap disajikan dencincang halus gan rebusan baby buncis dan : cabe rawit, cincang halus wortel. : jari jahe, memarkan 2 sdm : saus tiram 1 sdt : lada bubuk 700 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya. Cara Membuat: - Rebus iga hingga matang, tiriskan. - Siapkan panci presto, masukkan iga dan bahan-bahan lainnya,
Iga Bakar Kecap sampah, bagi pembeli yang makan di tempat. Sebagai alas makan, ia menggunakan potongan kertas cokelat sebagai piring dan potongan janur sebagai sendok. Pembeli biasanya duduk santai di pinggir areal jogging track sembari menikmati legitnya jaja Bali Nengah Wati.
13
Bahan: 750 gr 4 siung 1 buah 3 ruas 4 sdm 2 sdm 1 sdt 10 buah
: iga sapi, potong menurut selera : bawang putih, cincang halus : bawang bombay, cincang halus : jari jahe, cincang kasar atau keprak : kecap manis : saus tiram : lada bubuk : cabe rawit, cincang halus
1000 ml : air atau secukupnya Margarine, gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Tumis irisan bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum, lalu masukkan iga, bolak-balik hingga berubah warna. - Masukkan kecap manis, saus tiram, lada bubuk, garam, gula, kaldu
bubuk, lalu aduk- aduk hingga tercampur merata. - Masukkan air, diamkan sampai mendidih dan daging iga matang serta lunak, pastikan air berkurang dan agak mengental, tiriskan. - Iga siap dibakar di atas arang membara atau dibakar pakai teflon anti lengket. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
12
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Jaja Bali Pantai Sindhu Kawasan jogging track Pantai Sanur kini makin digandrungi masyarakat Kota Denpasar. Hari Minggu sudah menjadi pemandangan rutin, ramai dipenuhi masyarakat yang berjalan kaki, maupun bersepeda. Selain untuk berolahraga, banyak warga yang memanfaatkan untuk refresing sekadar menghirup udara pantai pagi yang menyehatkan.
D
i antara, kawasan jogging track ini, di d e k a t Pa n t a i Sindhu atau lebih dikenal dengan Sindhu Beach, Anda dapat menemukan penjual jaja Bali yakni kue khas tradisional Bali yang terdiri dari laklak, kukis, injin, bubuh sumsum, pisang rai, ongol-ongol, dan batun bedil. Aneka kue tradisional ini sudah sangat familiar bagi warga Denpasar. Jaja Bali mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional. Penjual jaja Bali yang mangkal di areal jogging track Sindhu Beach ini, Nengah Wati. Ia su dah berjual an sejak 15 tahun lalu. Setiap Hari Minggu, jaja Bali Nengah Wati ini rama i d i bur u p e m b eli. Konsumennya tak hanya orang lokal. Ekspatriat yang tinggal di Sanur ataupun turis asing, juga suka dengan jaja Bali buatan Nengah Wati ini. Perempuan asal Karang asem ini awalnya kos di dae rah Sanur. Dengan berbekal kepiawaiannya membuat jaja Bali, ia berjualan di seputaran Sanur. Mulai pagi pukul 10 sampai 3 sore, ia mengitari rumah-rumah warga di seputaran Sanur. Khusus Minggu, ia berjualan di areal jogging track Pantai Sindhu. Dari mulai kos di Sanur, kini Nengah Wati sudah bisa
membeli rumah di daerah Batubulan. Namun demikian, Nengah Wati masih seperti dulu. Tetap berjualan keliling mulai Senin sampai Sabtu, dan khusus Hari Minggu ada di Pantai Sindhu. “Dulu awal jualan harga satu bungkus jaja Bali Rp 3000, sekarang Rp 5000. Harga bahan baku juga semua naik,” ujar Wati. Tiap hari, ia mengatakan menghabisk an masing-masing satu kilogram
tepung untuk tiap jenis jaja Bali. Pukul 5 pagi, ia sudah memulai aktivitasnya membuat jaja Bali. Berdua bersama suaminya, Nengah Wati menyiapkan semua keperluan jualannya. Setelah semua siap, suaminya bekerja sebagai tukang proyek. Sementara, Nengah Wati siap berkeliling dengan satu meja yang disuun-nya. Sementara, pada saat Hari Minggu, ia sudah mempunyai tempat kecil di areal jogging track pantai Sindhu. Nengah Wati hanya membawa satu meja untuk tempat kuenya. Ia juga sudah menyiapkan satu kresek untuk tempat
Kuliner
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Es Pisang Hijau ala Jaja Bali Liligundi
Turis juga Suka Kebanyakan pelanggan Nengah Wati di Hari Minggu, warga yang sedang berolahraga. Sembari beristirahat setelah lelah menyusuri areal jogging track Pantai Sanur, jaja Bali Nengah Wati ramai diserbu pembeli. Seperti salah seorang pembeli, Dian yang datang berolahraga bersama keluarganya. Ia memborong enam bungkus jaja Bali untuk dimakan di tempat. Dian adalah warga Denpasar yang sedang kedatangan tamu di rumahnya. Awalnya, ia mendengar dari teman, jogging track Sanur salah satu tempat alternatif untuk berolahraga dan refresing. Ia tertarik mencoba sekitar enam bulan lalu. “Kini, kalau tiap Minggu saya pasti datang ke sini ramai-ramai. Kebetulan ada tamu saya ajak sekalian mengenalkan jaja Bali,” tuturnya sembari tertawa. Berjualan di daerah wisata, tentu saja membuat Nengah Wati secara otodidak mampu berbahasa Inggris. Ketika seorang turis asing lewat, dengan sigap ia berucap “Hello Miss. Do you want balinese cake?” Turis itu berhenti dan tersenyum. “Ehm, ok. Just a little, I want to try.” Turis asing asal Jerman itu mengatakan, sedang liburan di Bali, dan menginap di salah satu hotel di Sanur. Ini kedatangannya yang ketiga, mengunjungi temannya di Sanur. Setelah mencoba jaja Bali Nengah Wati, ia langsung berkata, “Sweet, enak,” ucapnya sembari mengacungkan jempol. Nengah Wati mengaku, tak mahir berbahasa Inggris, hanya bisa sedikit, itu pun belajar dari pegawai hotel yang kerap ditemuinya di sepanjang jogging track. “Tiang ten masuk,” ujarnya sembari tertawa, ketika disebut jago bahasa Inggris. Makan kue untuk sarapan, lebih enak ditemani dengan minum teh atau kopi. Nengah wati juga sudah menyiapkan kopi sachet dan teh. “Biasanya yang suka teh atau kopi pembeli yang naik sepeda. Mereka istirahat sambil makan jaja dan minum kopi,” tuturnya. Nengah Wati sudah mempunyai pelanggan tetap. Ia bahkan, mengenal beberapa pelanggannya. Saat mereka datang, ia menyapa dengan sikap bersahabat dan tersenyum ramah. “Halo pak, kenken sube kenyel negak sepeda,” katanya pada seorang laki-laki paruh baya. “Biase nah bungkus telu,” kata lelaki yang mengaku bernama Made itu. – Wirati Astiti
Makanan tradisional Bali, mempunyai peluang yang sangat menjanjikan. Tipat cantok, tipat plecing, rujak, bulung, dan jaja Bali, disukai tua muda. Di seputaran Kota Denpasar, menjamur warung yang menjual makanan tradisional Bali ini. Salah satunya, warung Jaja Bali Liligundi yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto Denpasar. Walaupun nama wa rungnya Jaja Bali, bukan berarti hanya menjual jaja Bali, tapi semua makanan tradisional Bali tersedia, mulai dari tipat cantok, tipat plecing, rujak campur, rujak kuah pindang, bulung campur, bulung boni, jaja Bali, es daluman, es campur dan banyak lagi.
Rujak
M
enurut pemiliknya Komang Sridewi, warungnya ini baru buka beberapa bulan lalu. Ternyata sambutan konsumen luar biasa. “Makanan khas Bali sudah menjadi favorit,” kata perempuan yang juga pekerja pariwisata ini. “Saya melihat animo masyarakat cukup besar untuk mencintai makanan tradisional Bali. Kebetulan ada lahan, walaupun kecil, saya manfaatkan untuk warung ini,” ucapnya. Ada satu menu makanan yang menjadi favorit konsumen yakni es pisang hijau. Minuman ini terdiri dari satu buah pisang yang dibungkus dengan kue dadar berwarna hijau. Kemudian dadar ini disiram dengan kuah santan manis berwarna merah muda. Agar lebih segar, diberi
Tipat
–Wirati Astiti
tambahan es batu. Satu porsi es pisang hijau sangat mengenyangkan dan enak sekali jika dimakan sebagai makanan penutup. Tambah enak lagi, kata Komang Sridewi, karena warna hijau dari kue dadar berasal dari daun pandan dan daun suji sehingga lebih wangi. Salah satu pembeli yang menjadi pelanggan warung ini, Oming, yang sengaja datang dari Penatih untuk menikmati es pisang hijau ini. Uniknya, Oming mengaku bisa membuat sendiri es pisang hijau. “Kalau lagi santai, saya sering mencoba memasak, terutama buat kue. Saya bisa buat es pisang hijau ini. Tapi kalau pulang kerja capek, mending beli saja,” tutur karyawan swasta yang mengatakan suka memanfaatkan wifi gratis di warung ini. –Wirati Astiti
Es Pisang Hijau
Iga Bakar Mayones Pedas
Iga Bakar Saus Telur Asin 1 buah : bawang bombay, potong dadu kecil 4 buah : telur asin, ambil kuningSarwan nya, haluskan Bahan: 3 sdm : saus tomat 50 gr : iga, bersihkan, potong- 2 sdm : saus sambal potong menurut selera 700 ml : air
1 sdm : lada bubuk 3 sdm : teriyaki sauce 3 buah: cabe besar merah, iris kecil Garam, gula, kaldu bubuk, margarin secukupnya Cara Membuat: - Rebus iga hingga air mendidih dan iga agak matang, tiriskan. - Siapkan panci presto, masukkan iga dan semua bahan-bahan lainnya, presto iga selama 25-30 menit hingga presto berbunyi, lalu diamkan dan uapnya habis, buka panci presto, tiriskan. - Bakar iga di atas panci teflon anti lengket hingga matang dan iga siap disajikan.
Bahan: 750 gr 300 ml 100 ml 1 buah 2 buah 7 buah 2 ruas
lalu presto selama 30 menit, : iga, potong-potong matikan, diamkan hingga menurut selera uap panci presto habis lalu : mayonise tiriskan. : saus sambal - Bakar iga di atas panci anti : bawang bombai, lengket dan oleskan dengan cincang halus saus sisa rebusan. : cabe besar merah, - Iga bakar siap disajikan dencincang halus gan rebusan baby buncis dan : cabe rawit, cincang halus wortel. : jari jahe, memarkan 2 sdm : saus tiram 1 sdt : lada bubuk 700 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya. Cara Membuat: - Rebus iga hingga matang, tiriskan. - Siapkan panci presto, masukkan iga dan bahan-bahan lainnya,
Iga Bakar Kecap sampah, bagi pembeli yang makan di tempat. Sebagai alas makan, ia menggunakan potongan kertas cokelat sebagai piring dan potongan janur sebagai sendok. Pembeli biasanya duduk santai di pinggir areal jogging track sembari menikmati legitnya jaja Bali Nengah Wati.
13
Bahan: 750 gr 4 siung 1 buah 3 ruas 4 sdm 2 sdm 1 sdt 10 buah
: iga sapi, potong menurut selera : bawang putih, cincang halus : bawang bombay, cincang halus : jari jahe, cincang kasar atau keprak : kecap manis : saus tiram : lada bubuk : cabe rawit, cincang halus
1000 ml : air atau secukupnya Margarine, gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Tumis irisan bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum, lalu masukkan iga, bolak-balik hingga berubah warna. - Masukkan kecap manis, saus tiram, lada bubuk, garam, gula, kaldu
bubuk, lalu aduk- aduk hingga tercampur merata. - Masukkan air, diamkan sampai mendidih dan daging iga matang serta lunak, pastikan air berkurang dan agak mengental, tiriskan. - Iga siap dibakar di atas arang membara atau dibakar pakai teflon anti lengket. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
14
Jelita
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Mengenal Kuas Lebih Dekat
ukuran namun bentuknya sama, bulunya pendek, ujung membulat dengan tekstur halus dan lembut. Setelah digunakan mengaplikasikan dan membaurkan warena eye shadow agar tercampur rapi, juga dapat dipakai membentuk ujung mata. Dengan riasan mata yang bagus akan sangat mendukung keberhasilan kesdeluruhan tampilan riasan wajah seseorang. Kuas eyeliner dengan ujung runcing dan bulu kecil tapi panjang. Kuas ini memiliki dua fungsi, yaitu ketika kering berguna mengaplikasikan eyeliner cair. Sedangkan saat basah dapat dipakai untuk membentuk eyeliner. Karena bentuknya bisa juga berfungsi menciptakan sudut atau mempertegas sisi eye shadow atau eyeliner. Kuas blush on, berfungsi khusus untuk mengaplikasikan blush on pada wajah atau bronzer di pipi. Ukurannya beragam, mulai dari yang kecil, medium hingga besar. Digunakan dengan pulasan vertikal maupun melingkar, sehingga meninggalkan kesan natural dan merata. Kuas bibir, berujung lancip dengan bulu kecil dan tipis memudahkan memakainya Digunakan untuk mengaplikasikan lipstik agar lebih rapi dan terbingkai indah. Sikat alis, bentuknya seperti sikat gigi dengan sisir kecil. Digunakan untuk merapikan alis sebelum dan setelah dibentuk. Selanjutnya difungsikan untuk membaurkan warna agar nampak lebih alami.
RAWAT dan BERSIHKAN Sebenarnya, lanjut Heny masih banyak nama dan fungsi kuat lainnya , seperti kuas high light, untuk mengaplikasikan high light di bawah alis mata; kuas concealer digunakan untuk menutup beberapa bagian kulit di wajah, terutama yang bernoda atau sedang berjerawat. Kuas bulu mata, untuk melentikan bulu mata dan merapikan pemakaian mascara. Ada juga kuas fan yang gunanya untuk membersihkan serpihan make up yang berjatuhan. Intinya semua kuas tersebut, kata Heny mampu membantu memberikan penampilan yang lebih natural pada keseluruhan tampilan wajah “Setelah kita mengenal beberapa kuas yang biasa digunakan untuk make up seharihari , yang tidak kalah penting adalah bagaimana merawat kuas-kuas tersebut agar tidak cepat rusak,” katanya . Setiap kuas make up perlu dibersihkan minimal 3 bulan sekali. Caranya, basahi kuas dengan air yang bersih. Gunakan sampo bayi untuk mencucinya.. Sampo berguna untuk menghilangkan lemak bekas make up. Setelah di cuci, setiap kuas dibilas dengan posisi kuas ke arah bawah . Akan lebih baik jika dilakukan langsung di bawah air yang mengalir. Perhatikan hingga tidak ada lagi sisa-sisa make up maupun sampo yang menempel. Peras perlahan kemudan letakkan di atas handuk yang lembut atau tisu dan biarkan mengering. Jika di tempat Anda sudah ada dijual pembersih khusus untuk kuas, maka ini bisa gunakan. Jika ada gunakan pembungkus khusus kuas agar bentuknya tidak berubah. Terakhir simpan kuas di tempat bersih dan tertutup. Lebih baik jika menghindari kontak langsung dengan sinar matahari atau hawa panas yang bisa merusak. - Sri Ardhini
Mitos
M
lalu tebal dilengkapi bulu cukup halus. Kuas ini sangat baik dipakai untuk mengaplikasikan alas bedak, sehingga warnanya merata sekaligus bisa menutup pori-pori secara alami. Memang, katanya ada beberapa orang yang suka menggunakan jari dibandingkan kuas . Namun, hasil pulasan alas bedak dengan kuas akan lebih halus, merata terhindar dari ketebalan disisi terntentu. Jika menggunakan foundation cair, dapat dipulaskan terlebih dahulu dengan jari, sesudahnya diratakan dengan kuas. Kuas powder dengan bulu yang cukup tebal dan rapat. Selain digunakan untuk meratakan loose powder atau bedak tabur juga dapat dipakai mengaplikasikan shimmer atau bedak pewarna sebagai sentuhan terakhir. Kuas powder ini terdiri dari 3 ukuran yakni : besar, sedang dan kecil. Tinggal dipilih disesuaikan dengan besar kecilnya wajah masing-masing. Kuas eye shadow, ada beberapa
11
Senam Aerobik bikin Seksi? Puluhan orang bergerak mengikuti irama musik dan lagu “Sakitnya Tuh Disini” yang dibawakan Cita Citata sambil memperhatikan instruktur yang berdiri di podium. Keringat mengucur dari tubuh peserta senam aerobik. Mereka sangat bersemangat. Usai senam, ada yang tetap bersemangat, ada yang terlihat k elelahan. “Senam aerobik kalau dilakukan dengan gerakan yang tepat, takaran yang tepat dan gerakan sesuai dengan usia, akan memberi hasil bermanfaat,” ujar Adolfina Grace Tangkudung, Ketua Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI) Bali.
N
amun, pemilik Lala Studio yang juga Magister Fisiologi Olahraga ini mengakui masih ada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yang perlu mendapat pelurusan informasi. Berikut ini beberapa mitos yang berkembang seputar senam aerobik.
Kenapa foundation dan bedak saya tidak mau menempel dengan baik? Begitu juga pulas an eyeshadow tidak berhasil menghias mata dengan cantik termasuk blush on yang kurang natural terlihat di wajah? enurut seorang penata rias muda berbakat Heny Agustina (21), bahwa hasil make up yang kurang baik diantaranya disebabkan karena kita tidak mampu menggunakan peralatan make up dengan benar dan sesuai fungsinya. Kuas, katanya sebagai salah satu alat investasi penting yang digunakan ketika seseorang mengaplikasikan make up ke wajah. Dikatakannya cukup banyak jenis kuas yang biasa digunakan para penata rias atau make up artis selama ini. Namun untuk make up sehari-harti, cukup memiliki seperti ; kuas foundation, kuas powder, kuas eye shadow, kuas eyeliner, kuas blush on , kuas bibir dan sikat alis. Lantas apa saja fungsinya dan bagaimana cara memilih dan merawat kuas dengan benar? Heny yang ditemuai usai merias untuk acara prewedding ini pun memaparkannya. Kuas foundation berbentuk pipih dan tidak ter-
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Mitos: senam aerobik harus dengan musik berirama cepat. Fakta: senam aerobik tidak harus dengan musik yang berirama cepat. Musik yang digunakan harus sesuai dengan takaran gerakan. Karena adanya musik yang sedang nge-trend, itu membantu menarik masyarakat agar mau senam.
Senam aerobic harus disesuaikan dengan usia peserta dan takaran gerakan. Di AS, peserta dipisahkan sesuai usia karena kecepatan gerakan berbeda-beda. Jika usia peserta bercampur, instruktur harus jeli dan tanggap dalam memberikan gerakan. Inti dari senam aerobik adalah pemanasan,
Peserta senam aerobik
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Swinger dan Orgy “Dok, teman dari suami saya mengajak suami saya buat mencoba melakukan hubungan seksual bertukar pasangan. Suami saya berulang kali merayu saya untuk menyetujui ajakan temannya. Katanya temannya itu sudah terbiasa dan juga suka melakukan ini berama-ramai sebelumnya di beberapa tempat. Ini apa bukan kelainan dan berbahaya dok?” (Nancy, 27 thn) Seks bertukar pasangan, yang disebut dengan swinger, bukanlah hal baru. Ini sudah terjadi sejak lama. Demikian pula dengan seks beramai-ramai. Seorang raja atau penguasa di zaman dulu kala sering dikenal melakukan hubungan seksual dalam satu waktu dengan permaisuri dan para selir, bahkan dayangnya. Buat saat ini, aktivitas seksual dengan melibatkan orang banyak dalam satu waktu dan tempat disebut dengan orgy. Sebuah aktivitas seksal yang
dianggap nyeleneh, tetapi hanya dilakukan sekali dua kali saja dan hanya untuk mencoba sensasi baru, itu jelas hanya merupakan variasi seksual semata dan bukanlah kelainan seksual. Jika aktivitas seksual nyeleneh ini menjadi eksklusif, hanya satu-satunya itu saja, dan tidak menikmati hubungan seksual yang dianggap normal oleh orang kebanyakan, bisa jadi itu diduga sebuah kelainan. Untuk jenis aktivitas swinger dan orgy yang dilakukan saat ini sebagian besar masih semata-mata sebagai variasi untuk menstimulus ak-
tivitas seksual agar nantinya bisa lebih bergairah kembali dengan pasangan seksual semula yang dimiliki. Memang ada sensasi yang berbeda saat melakukannya, termasuk keterlibatan perasaan dan emosi yang berbeda dengan hubungan seksual biasa yang tidak semata-mata nafsu belaka, dilakukan sebagai variasi dan upaya mencari sensasi dan petualangan baru untuk mengatasi kebosanan dari seks yang monoton selama ini. Untuk kepentingan variasi seksual, aktivitas swinger ataupun orgy, harusnya disetujui bersama, dinikmati bersama dan bebas dari risiko. Risiko ini yang harus diminimalisasi atau dijauhkan. Ada bahayanya? Tentu saja. Pelaku swinger dan orgy sangat lekat dengan infeksi menular seksual hingga HIV AIDS selama melakukannya tanpa proteksi kondom. Jadi, kondom adalah syarat mutlak buat aktivitas seksual berganti-ganti pasangan atau multipartner. Kenyataannya memang pada beberapa aktivitas gangbang seringkali penggunaan kondom membuat ribet dan menjadi penghalang untuk “beraksi beramai-ramai”, dan akibatnya bisa ditebak, tidak sedikit pelakunya yang akhirnya tertular gonore, sifilis, herpes, hingga infeksi HIV dari aktivitas ini. Satu lagi, tentu saja risiko hukum dan sosial bisa mengancam pelaku swinger dan orgy. Secara hukum andaikan hal ini menjadi diketahui orang lain dan diadukan sebagai delik aduan hukum, maka ancaman pidana tetap bisa terjadi.
gerakan inti, dan pendinginan. Mitos: makin sering senam aerobik, makin cepat kurus. Fakta: senam aerobik merupakan senam yang memiliki banyak variasi gerakan. Makin banyak gerakan, tentu membuat keringat yang keluar makin banyak. Inilah yang menyebabkan lemak terbakar sehingga badan terlihat menjadi kurus. Tetapi, yang harus diingat adalah kurusnya badan bukan hanya karena senam. Ada faktor lain seperti asupan nutrisi, waktu istirahat, dan aktivitas lainnya. Waktu senam yang normal adalah 4 kali seminggu. Harus ada waktu istirahat bagi tubu. Kecuali seorang instruktur yang bisa melatih tiap hari. Itu pun dimaklumi karena instruktur hanya memberi contoh gerakan dan memantau saja. Mitos: sudah sering senam aerobik tetapi badan jadi melar. Fakta: senam aerobik membuat peserta berkeringat. Untuk mencegah dehidrasi, minumlah air putih. Jangan minum air dingin usai senam aerobik. Ada peserta senam aerobic yang setelah senam langsung makan. Alasannya, perut menjadi lapar sehingga perlu makan. Kalau ini yang dilakukan, tentu saja badan makin melar. Peserta yang obesitas disarankan tidak melakukan senam aerobik karena model senam ini menggunakan lutut sebagai penopang. Kalau dipaksakan sangat rentan cedera. Karena itu, bagi yang mengalami obesitas, sebaiknya turunkan berat badan terlebih dahulu setelah itu baru melakukan senam aerobik. Mitos: senam aerobik tidak boleh dilakukan orang yang menderita sakit jantung. Fakta: senam aerobik harus dilakukan sesuai usia dan takaran. Sebelum mulai senam, lakukan Jadi, tetaplah berhati-hati. Kembali yang menjadi pertimbangan adalah apakah hal nyeleneh yang dilakukan ini memang sebuah perilaku eksklusif, atau cuma trend yang dilakukan sebagai sebuah variasi seksual semata? Nyatanya perilaku seks rame-rame, bisa itu orgy, threesome dan swinger ini kalaupun makin berkembang komunitas pelakunya, itu sebagian besar adalah masih berupa trend semata. Nah, seandainya Anda ditawarkan untuk ikut serta, diajak dalam perilaku seksual seperti ini, apa yang harus dilakukan? Ini tipsnya. 1.Look At to Yourself in The Mirror Coba bercermin. Apakah Anda benar-benar membutuhkan untuk melakukan aktivitas orgy dan swinger? Anda bakal menyukainya? Sedemikian monotonkah kehidupan seksual Anda sehingga membutuhkan variasi seksual yang rada ekstrim seperti ini? Dan masih banyak pertanyaan pertama yang harus ditujukan ke diri sendiri dulu, sebelum mencoba berpikir lebih masif untuk mencobanya, termasuk berpikir risikonya. 2.Look At to Your Partner Jangan egois. Partner Anda juga perlu diberi kesempatan menentukan keputusan. Ingat, syarat buat mencoba variasi seksual adalah disepakati bersama, dinikmati bersama
Adolfina Grace Tangkudung
pengecekan denyut nadi. Hal ini penting untuk mengetahui seberapa takaran latihan yang boleh dilakukan. Jangan sampai kurang dari batas bawah atau melebih batas atas. Bagi penderita jantung, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokte. Jika diizinkan, barulah boleh ikut senam aerobik. Itu pun dengan gerakan-gerakan yang iramanya tidak terlalu cepat. Mitos: senam aerobik bisa membuat tubuh menjadi seksi dan gairah seksual meningkat. Fakta: senam aerobik yang baik dan benar akan memberi manfaat bagi tubuh. Karena keringat yang keluar bisa memberi dampak terhadap penurunan berat badan, tetapi bukan pembentukan badan. Jika ingin membentuk badan menjadi seksi, pilihlah senam irama atau senam body language. Rajin senam tentu memberi dampak terhadap fisik. Fisik yang kuat ini secara tidak langsung akan menunjang aktivitas seksual. Jika ingin mendapat hasil yang lebih baik untuk seksual, ada senam kebugaran seksual. Prinsip senam kebugaran seksual dilakukan secara isometrik khususnya di otot dasar panggul dan melakukan latihan dengan konsentrasi penuh.–Ngurah Budi dan tidak merugikan kedua pihak. Itu artinya Anda perlu melibatkan pasangan Anda buat menentukan keputusan. 3.Don’t be Too Easy to be Influenced Jangan ikut-ikutan dan terlalu mudah terpengaruh. Jika teman atau orang lain menyukai dan menikmatinya, belum tentu itu cocok juga buat Anda. Mudah terpengaruh dan tanpa pertimbangan justru akan membuat Anda terperangkap ke masalah baru. Bisa dibayangkan jika akhirnya Anda tidak nyaman dengan aktivitas swinger dan merasa pasangan Anda terkesan “diperkosa” oleh teman Anda dan Anda diam saja atas nama solidaritas pertemanan? Itu akan membuat Anda menyimpan stres yang berkepanjangan selama belum keluar dari lingkungan ini. 4.Know the Risk Ini yang paling penting. Anda harus tahu apa risiko dari melakukan orgy dan swinger. Tidak hanya infeksi menular seksual dan HIV AIDS yang harus diproteksi dengan wajib menggunakan kondom, tetapi juga risiko nama baik Anda bisa menjadi mendadak tercemar andai Anda adalah seorang yang dikenal baik atau public figure, karena tidak sedikit yang melakukan aktivitas ini dengan mendokumentasikannya dengan foto atau video.
10
Bugar
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Apa dan Bagaimana Penanganan Luka Bakar? Dr. Henry Kasudarman, Sp.EM. (Spesialis Kedokteran Emergensi di Siloam Hospitals Bali) Insiden Luka Bakar Berdasarkan Usia Luka bakar dapat terjadi pada semua kelompok usia seperti : - Anak balita sampai usia 4 tahun yang meru pakan 20% dari seluruh korban luka bakar. Penyebab tersering dari kelompok usia ini adalah tersiram air panas secara tidak di sengaja. - Anak usia sekolah dan remaja yang merupakan 10% dari seluruh kasus luka bakar. - Kelompok pemuda dan usia produktif (15–64 tahun) merupakan persentase terbesar dari korban luka bakar (> 60%) yang mayoritas disebabkan oleh api, dan sepertiga kasus terjadi ka rena kecelakaan di tempat kerja. - Kelompok usia lanjut (10% dari seluruh korban luka bakar).
Dr. Henry Kasudarman, Sp.EM.
Pendahuluan Peristiwa atau kasus luka bakar dapat kita temui dalam kegiatan sehari–hari baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungan kerja. Seringkali oleh kurang nya pengetahuan tentang luka bakar dan cara pe nanganannya maka makin memperparah kondisi luka bakar yang telah ada. Masyarakat awam seringkali membubuhkan berbagai macam bahan pada luka bakar seperti pasta gigi, mentega, minyak goreng, maupun salep antibiotik. Penanganan luka bakar yang kurang tepat ini malah dapat memperparah keadaan luka bakar bahkan menimbulkan infeksi. Penyebab Luka Bakar Luka bakar dapat disebabkan oleh berbagai macam hal antara lain (dari paling sering): - Api (55%) - Cairan panas (40%) seperti air panas - Bahan kimia dan elektrik/tersengat listrik (5%)
Pertolongan Pertama Luka Bakar Jauhkan korban dari semua objek yang menjadi penyebab luka bakar. Segera lakukan langkah–langkah untuk mendinginkan luka bakar, hal ini dapat dilakukan dengan aturan “10–15” yaitu : - Dinginkan luka bakar dalam 10–15 menit. - Gunakan air dingin (kira–kira bersuhu 10-15 °C) - Gunakan air mengalir atau rendam bagian tubuh yang mengalami luka bakar selama 10–15 menit. - Pada luka bakar yang luas pasien sebaiknya segera di bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk perto longan lebih lanjut.
Tindakan Pencegahan Fakta bahwa 90% peristiwa luka bakar sesung guhnya dapat dicegah, maka mendorong beberapa langkah untuk mengurangi terjadinya hal tersebut. Langkah–langkah untuk mencegah terjadinya keba karan khususnya di rumah adalah : - Pemasangan alarm asap - Hati-hati saat menggoreng/memasak di dapur. - Jangan meninggalkan lilin menyala. - Puntung rokok harus dimatikan. - Jangan merokok di tempat tidur. - Jauhkan korek api dari anak-anak. - Bila terdapat kebakaran, keluarlah segera.
Contoh luka bakar yang terjadi pada seorang anak akibat tersiram air panas
Style
Pesona Batik Bali
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Berbagai rancangan Batik Bali menjadi persembahannya pada ajang “In donesia Fashion Week 2015” di JCC , Jakarta belum lama ini. Bertajuk “Batik Bali for The World,” koleksinya mulai dari batik poleng hingga aneka motif lainnya yang sarat dengan unsur-unsur khas pulau Dewata.
B
atik Bali milik Bintang Mira ini berhasil menghadirkan pesonanya melalui siluet dan potongan yang modern. Selain tampil dengan kekuatan warna hitam dan putih, ia juga menyertakan sentuhan warna orange yang me nyegarkan, baik pada busana maupun aksesorinya. Rupanya desainer papan atas Bali yang bermukim di Sidan, Gianyar ini tengah fokus pada identitas baru perkembangan industri tekstil di Gianyar yakni Batik Bali. Bagian dari kekayaan budaya ini pun menjadi pilihan utama anggota APPMI Bali ini untuk dirancang sebagai busana siap pakai bagi para fashionista di Indonesia. – Sri Ardhini Bintang Mira
15
16
Edukasi
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
D
alam Hair Do Demo tersebut pemilik Salon Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung menggandeng putrid keduanya Anak Agung Sagung Diva Wastuningtyas yang mendemonstrasikan tata rias wajah. Dengan sigap siswi kekas VII SMPN 3 Denpasar ini memoles wajah model menjadi lebih cantik. Selanjutnya, Bu Agung mendemonstrasikan tata rambut., di antaranya membuat sanggul Bali (pusung tagel) dengan model rambut pendek (model cukuran laki), sanggul modern yang praktis, serta tengkuluk lelunakan. Penampilan penata rias cilik tersebut mengundang decak kagum para peserta. Mereka terkagum-kagum melihat kepiawaian Sagung Diva dengan
hasil akhir sapuan kuasnya. “Anak kecil seusia dia sudah bisa tata rias dengan baik. Kami sangat terkesan, luar biasa,” ungkap salah seorang Panitia Acara, AA Sagung Rat Mudani, yang juga Ketua Regional Bali Serikat Pekerja Mandiri Grand Hyatt Bali. Tak mengherankan tentunya, sejak kelas 4 SD Sagung Diva memang sudah mulai serius belajar tata rias. Awalnya memang hanya corat-coret, namun karena pengaruh lingkungan khususnya sang ibu seorang penata rias, ketertarikannya pun muncul. Di waktu senggangnya Sagung Diva pun kerap mengajarkan tata rias kepada peserta kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Bahkan, beberapa peserta kursus mengaku senang diajarkan Sagung Diva. “Teman-
Jaga Lansia Tetap Sehat, Ceria, dan Bahagia Dari kika: Sagung Diva berkesempatan bertemu Ibu SBY tahun 2014; Sagung Diva menggunakan busana tengkuluk lelunakan didampingi Bu Agung; Salah satu aksi demonstrasi tata rias oleh Sagung Diva
teman sekolah Tugek (Sagung Diva) juga sering minta diajari merias kalau pas main ke sini,” ungkap Sagung Diva. Bu agung mengiyakan pernyataan putrinya itu. “Mereka melali ke sini tapi sambil melajah¸ belajar tata rias,” timpal Bu Agung. Pujian kepada Sagung Diva juga meluncur dari Koen Mulyono, Ketua Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia “Katalia” beberapa waktu silam. “Diva itu pintar. Bentuk alis yang dibuatnya itu bagus sekali. Belum tentu perias lain bisa membuat alis seperti itu,” ucapnya lebih mendetail menilai hasil riasan Sagung Diva yang juga tercatat sebagai peserta ujian Tata Rias Pengantin Bali termuda seIndonesia tahun 2014. Kepiawaiannya makin terasah dan sudah tak canggung-canggung lagi tampil di depan umum. Dan, di tiap akhir demonstrasi tata riasnya, Sagung Diva selalu mendapat applause dari peserta.
Apalagi di tahun kemarin 2014, jika jadwal roadshow tata rias yang digelar Salon Agung (LKP Agung) dan Viva Cosmetic dilaksanakan Sabtu sore, Minggu, atau hari libur, Sagung Diva pasti ikut hingga ke daerah-daerah. Keterlibatan Sagung Diva dalam dunia tata rias ini ditegaskan Bu Agung bukan untuk mencari nafkah, tapi untuk mengasah keterampilan, juga untuk penyemangat anak-anak muda sekarang untuk mengenal dan mencintai budaya Bali sejak dini. “Dampaknya luas sekali, sudah ada beberapa yang mendaftarkan anak-cucunya untuk kursus tata rias,” ujar Bu Agung. Sebagai seorang pendidik, Bu Agung yang sempat dianugerahi APP Award (Anugerah Peduli Pendidikan) dari Kemendikbud ini mengatakan, di zaman sekarang, selain memiliki kecerdasan akademik, seseorang juga harus memiliki skill. Bisa itu keterampilan tata rias, menjahit, memasak, komputer, dsb. Itulah yang dim-
Mentawai,‘Surga’ yang Tersembunyi
“Jika ada cita-cita yang masih tergantung di langit, raihlah citacita yang lebih sederhana: Kunjungi Mentawai!” Ajakan ini bukan sekadar asal bicara tapi memang nyatanya kepulauan yang terdiri dari puluhan pulau ini, memiliki sesuatu yang sangat dicari para pencinta wisata bahari yakni pantainya yang indah yang konon tak kalah dengan Hawaii, negara bagian Amerika Serikat. ‘Surga’ yang tersembunyi, begitulah orang yang sudah sempat merasakan keindahan pantai Mentawai, menyebutnya.
K
epulauan Mentawai adalahbagian dari serangkaian pulau non-vulkanik yang merupakan puncak-puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut, terletak di Samudera Hindia.
Luas keseluruhan kepulauan yang memanjang di bagian paling barat pulau Sumatera ini, mencapai 6.011,35 km2. Jarak persisnya dari ibukotanya Tuapejat di Kacamatan Sipora Utara ke Padang sekitar 153 km. Untuk mencapai Mentawai lebih
9
IA Selly D. Mantra
Kartini Cilik Demo Merias Momentum Hari Kartini diperingati berbagai kalangan dengan cara berbeda-beda. Hotel Grand Hyatt Bali, Nusa Dua misalkan. Instansi ini mengadakan beberapa agenda, yakni seminar kesehatan dan Hair and Beauty Demonstration by Agung Salon yang diisi juga dengan bazar produk makanan, pakaian dan kosmetik untuk karyawannya.
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
mudah diakses dari daerah pantai. Melalui fasilitas transportasi laut itulah, wisatawan bisa menjelajah keindahan objek-objek wisata laut di empat pulau utama Mentawai, Siberut, Sipora, Pagai Utara, Pagai Selatan. Jika kondisi ombak bersahabat, wisatawan bisa berlalulalang mengelilingi kepulauan Mentawai dengan nyaman. Perahu sewaan ada di mana-mana. Di hamparan pantai-pantai Kepulau an Mentawai, para wisatawan serasa memiliki private beach. Ada banyak spot diving, snorkeling dan fishing di sana. Jika waktunya pas, maka wisatawan akan mendapat pemandangan menakjubkan yakni lumba-lumba beratraksi di laut lepas. Tapi, tentu saja, yang tak kalah senangnya adalah mereka yang gemar berselancar atau gemar berpetualang mencari spotspot surfing yang menantang. Ombak yang menantang memang menjadi salah satu daya tarik bagi para peselancar datang ke Mentawai. Konon, Mentawai memiliki ombak luar biasa
indah dengan ketinggian 3-4 meter. Setidaknya dari 71 spot surfing, 49 di antaranya masuk kategori ekskusif. Dua dari puluhan spot tersebut masuk dalam list 10 ombak terbaik dunia menurut majalah Surfer. Tak heran kalau banyak turis asing datang hanya untuk menaklukannya. Dua ombak tersebut adalah “Lan ces Right” di Katiet dan “Macaronies” di Silabu. Keunggulan dua tempat ini ada pada ombaknya yang memiliki barel atau terowongan ombak yang konsisten. Hampir semua ombak di mentawai punya barel. Ada yang berbentuk ular, lapis-lapis, teropong dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa tempat yang bisa menjadi panduan Anda bila suatu saat berkunjung ke Mentawai. Siberut Barat Daya: Di sini, wisatawan bisa menikmati spot-spot surfing yang menantang. Potensi lain adalah spot diving dan snorkeling. Di titik-titik tertentu, wisatawan bisa menikmati keindahan taman bawah
antapkan untuk bisa survive di masa mendatang. Untuk itu pula, memperingati Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, dan untuk mengisi waktu liburan panjang akhir tahun ajaran, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus tata rias regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –iin
laut dan panorama terumbu karang. Bagi yang hobi memancing, di Siberut Barat Daya juga memiliki sejumlah spot mancing yang menantang. Potensi keindahan alam lain yang bisa dinikmati di sini adalah wisata mang rove, wisata pantai berpasir putih, serta wisata alam. Siberut Selatan: Kawasan ini memang tidak memiliki spot surfing, tetapi ada wisata alam berupa kawasan konservasi Taman Nasional. Di sana kita bisa menikmati panorama pegunungan, suaka marga satwa dan flora endemik yang sangat menarik. Di Siberut Selatan, juga bisa beranjangsana ke pedalaman menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat Mentawai serta menyaksikan seni tato tertua di dunia. Tak jauh dari perkampungan suku Mentawai, kita juga bisa menikmati keindahan air terjun, danau, dan sungai yang alami dan jernih airnya.Untuk potensi wisata laut, Siberut Selatan menawarkan wisata memancing, di ving dan snorkeling serta pantai indah berpasir putih. Siberut Tengah: Selain pantai berpasir putih, wilayah ini menawarkan wisata diving dan snorkeling dan memancing. Bagi pecinta alam, Siberut Tengah juga memiliki alam yang eksotik untuk dinikmati. Pagai Utara-Pagai Selatan-Sikakap: Tiga kecamatan yang terletak di dua pulau berdekatan (Pagai Utara dan Pagai Selatan) tak kalah menarik. Selain spot-spot surfing yang sangat bagus untuk berselancar, juga memiliki spot-spot indah bagi yang hobi menyelam menikmati keindahan taman bawah laut dan panorama terumbu karang. Seperti pantai-pantai di pulau lainnya, di sini pun menjanjikan pantai landai berpasir putih yang sangat indah dan cocok untuk berenang. Kegiatan memancing juga bisa dilakukan di tiga kecamatan ini. –Diana Runtu
Mencapai usia lanjut adalah anugerah. Setiap orang umumnya berdoa agar tetap sehat dan berfungsi secara baik sampai akhir hayatnya. Oleh karena nya, menjaga para lansia merupakan aktivitas yang membanggakan dan sangat membahagiakan.Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra.
D
ikatakannya demikian pula dengan Pemerintah Kota Denpasar, melalui TP PKK, K3S dan dinas terkait dikenal memiliki kepedulian dan perhatian sangat tinggi pada masyarakat usia lanjut ini. Menurut Selly D. Mantra, pemerintah selalu mendukung berbagai kegiatan mereka termasuk terus mengupayakan meningkatkan kesejahteraan para lansia dengan memberikan pelayanan kesehatan , keagamaan hingga kemudahan ber-
bagai fasilitas. Apalagi populasi lanjut usia di Kota Denpasar selama ini cukup tinggi. Salah satunya, dipengaru hi dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup (UHH) masyarakat. Pada tahun 2014 UHH di Kota Denpasaar tercatat 73 tahun, di atas usia harapan hidup nasional yang mencapai 72 tahun.
K3S memberikan bantuan kepada lansia
Bantuan K3S pada lansia
Ia mengatakan, di samping keluarga telah merawat para lansia dan memperhatikan kebutuhan
K3S menyerahkan bantuan kepada lansia
Ibu Sekaligus Guru Sebenarnya, menjadi tua adalah proses alami yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Usia lanjut adalah sesuatu yang harus diterima sebagai suatu kenyataan. Begitu pula adanya beberapa perubahan dan secara alamiah terjadi penurunan fungsi berbagai organ, serta aktivitas yang dapat dilakukan semakin terbatas tetapi jangan sampai
menimbulkan rasa tidak nyaman. Dengan antusias Selly D. Mantra me ngatakan, mereka harus sehat dan terus semangat. “Jangan pernah biarkan mere ka meratapi proses penuaan ini. Mari kita bersama gelorakan hidup sejahtera, tetap berguna dan melakukan aktivitas fisiknya secara wajar,” ujar istri Wali Kota Denpasar
Kegiatan pembukaan posyandu paripurna Br. Gladag
fisiknya, pemerintah Kota Denpasar juga secara bersama-sama terus aktif mengambil peran memberi-
K3S bantu lansia
IB Rai D. Mantra yang juga Ketua K3S Kota Denpasar ini. Lebih lanjut dikatakannya, lansia adalah orangtua kita, ibu, ayah sekaligus guru. Mereka lebih dulu mengisi pembangunan ini. Dengan beragam pengalamannya tentu dapat menjadi teladan dalam bertingkah laku, sopan santun dan disiplin, semangat perjuangan dan banyak pemikiran-pemikiran mereka yang sarat nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik. Di samping banyak pula yang membantu dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Selanjutnya, demi menjaga agar daya ingat lansia tidak cepat berubah karena kondisi fisik dan usia, maka perlu dihindarkan atau paling tidak dikurangi dari hal-hal yang dapat menimbulkan kelelahan, kekhawatiran, kecemasan, rangsangan emosi, depresi dan sakit. “Di sinilah kembali diperlukan kepedulian dari kita semua, orang yang lebih muda sebagai kontrol dan merangsang ingatan-ingatannya agar dapat berfungsi secara optimal,” ujar perempuan yang dikenal energik ini. Sekali lagi ditekankannya kalau keberadaan lansia bukan sebagai beban melainkan sebagai orangtua dan penuntun dalam kehidupan. Sebagai anak dan generasi yang lebih muda, sepatutnya juga bisa lebih peka, memiliki tanggungjawab, mengembangkan rasa kasih sayang serta berbakti kepada mereka.
kan dukungan sosial dan memberi dorongan dan kesempatan untuk dapat bersosialisasi dan meningkatkan religiusitasnya, hingga mereka bukan hanya sehat tapi juga ceria dan bahagia. Begitu pula TP PKK misalnya, sebagai partner pemerintah melaksanakan kegiatan posyandu paripurna. Untuk kota Denpasar menyasar 17 lokasi banjar. Dalam program ini PKK benar-benar memberikan perhatiannya kepada lansia . Mengecek kesehatan, memberikan vitamin, serta makanan tambahan. “Tiap tahun kami juga menggelar acara lomba-lomba untuk mengembangkan kreativitas mereka . Ada tari massal, lomba janger, senam lansia, magending bali, fashion show dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu juga dilaksanakan matirta yatra bersama,” tuturnya.-ard
Sementara dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (Halun), merupakan hari pen ting setiap tahunnya. Acara sepenuhnya diisi oleh para lansia. Di sini, katanya juga menjadi gebyar organisasi lansia dan berkumpulnya lansia dari seluruh pelosok Denpasar. Selain itu, Halun juga menjadi ajang silaturahmi. “Kegiatan yang dilaksankan pada saat itu semua oleh dan dari para lansia. Mereka bisa untuk kreativitas sesuai dengan kemampuannya,” ucapnya.. Ditambahkannya, dengan dirayakannya Halun dapat memberikan apresiasi pada lansia. Sebab, kalau tidak ada lansia, tentunya bakal tak ada pelopor jati diri bangsa ini. Mengingat pula tage line Denpasar Kreatif, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kreativitas. Bahwa kreatif adalah hak semua masyarakat dari anak-anak sampai lansia untuk mengisi ruang kehidupan mereka sesuai porsinya masing-masing. Bicara semua langkah dan aktivitasnya bersama para lansia , Selly D. Mantra me ngatakan sebagai anak dirinya memang harus memahami dengan penuh kasih sayang dan sabar pada dampak keterbatasan yang terjadi karena usia lanjut. “Namun, apapun bentuk hambatannya, ikatan ibu dan anak ini akan membahagiakan ketika kita selalu mengemukakan kasih sayang dan keikhlasan, apalagi pada gilirannya kita juga akan ada di posisi mereka,” katanya. – ard
8
Bunda & Ananda
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Orangtua Pegang “Kunci” Anak-anak usia SD dan SMP sudah naik motor. Ini fenomena yang biasa ditemui di perdesaan maupun perkotaan. Dari sisi usia dan kematangan psikologis, mereka se harusnya belum diperkenankan untuk naik motor. Tetapi, ada orangtua yang malah bangga anaknya bisa naik motor di usia dini.
P
ulang sekolah, Nando ganti pakaian. Setelah itu siswa kelas 5 SD ini pergi ke tukang cukur yang berlokasi dua blok dari rumahnya. Ia pergi naik motor matik. Badan yang agak bongsor membuatnya mudah untuk naik motor apalagi hanya perlu gas dan rem. Tak sampai setengah jam, Nando sudah datang lagi dengan tampilan rambut baru. Ia kemudian mandi lalu berganti pakaian. Nando bersiap lagi untuk pergi les. Lokasi les tak begitu jauh dari rumah. Tetapi, ia bingung karena lupa dimana menaruh kunci motor. Kakek dan neneknya ikut sibuk mencarikan kunci. Fenomena anak SD dan SMP naik motor ini sudah sering ditemui. Bahkan ada yang sampai bonceng tiga, tanpa memakai helm. Ini tentu membahayakan keselamatan si anak. Kadang kala orangtua berperan memberikan fasilitas yang “berlebihan” untuk anak. Hal ini diakui Bu Dek Ari. “Anak saya sejak SD sudah bisa naik motor. Satu sisi, mempermudah saya karena tidak perlu repot untuk mengantar jemput dia saat sekolah maupun les. Tetapi, di sisi lain saya khawatir juga karena di jalan sering ada razia. Saya hanya berpesan, kalau ada razia, jangan lari,” ungkapnya tentang alasan memberikan anaknya yang masih SMP ini untuk naik motor. Tak hanya urusan sekolah, urusan belanja pun jadi mudah bagi orangtua yang anaknya sudah bisa naik motor. Tanpa disuruh pun anak menawarkan diri untuk membantu belanja asal dapat naik motor. Dari pengamatan I Made Widiantara, S.Psi, M.Si, fenomena anak kecil naik motor ini melibatkan empat faktor, orangtua, anak, polisi, dan dealer. “Dari sisi
orangtua, kalau sudah tahu anak belum cukup umur sesuai dengan aturan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jangan dipaksakan untuk memberikan anak naik motor bahkan membelikan motor. Kalau beralasan sayang, ini sayang yang salah,” ujar dosen Politeknik Negeri Bali dan Universitas Dwijendra Denpasar ini. Pria yang akrab disapa Widi ini menambahkan pernah melakukan survey terhadap mahasiswanya. Ia mendapatkan jawaban 74% mahasiswa belajar naik motor di usia 12 tahun dan 44% bisa naik motor karena diajar ayah. Ada kesan orangtua bangga ketika anaknya bisa naik motor kemudian membelikan anaknya motor di saat yang belum tepat. Kasih sayang tidak harus diwujudkan dengan membelikan motor. “Kalau dibelikan motor, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi, anak ikut geng motor, anak berkumpul dengan teman sebaya lalu pergi naik motor sejauh mungkin, dan kemungkinan kecelakaan yang bisa merugikan si anak, orangtua, bahkan orang lain,” ujar pengurus seksi Pengabdian Masyarakat Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini. Widi menegaskan secara legalitas, usia yang diperkenankan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun. Penetapan usia ini tentu sudah mempertimbangkan berbagai kajian dari sisi fisik, kematangan psikologis. Kalau kurang dari 17 tahun, emosi anak sangat labil. Baru disalip bisa langsung ngejar atau karena buru-buru malah menerobos lampu merah. “Anak memiliki fase perkembangan yang sudah sesuai umurnya. Namun, kecenderungan sekarang anak tumbuh bong-
Anak-anak naik motor tanpa helm
sor. Usia dan fisik tidak sesuai. Pola asuh dari orangtua sangat menentukan. Orangtua yang memegang kunci sebelum memperbolehkan anak naik motor. Jangan sampai menyesal di kemudian hari jika terjadi kecelakaan pada anak. Berikan pemahaman kepada anak bahwa usia yang diperbolehkan adalah 17 tahun. Kenalkan juga tentang aturan berlalu lintas di jalan raya dan bagaimana bertanggungjawab,” ujar alumnus Magister Psikologi Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung ini. SIAPKAN ANGKUTAN MASSAL Faktor ketiga adalah aparat kepolisian. Polisi harus tegas dalam menindak anak-anak yang belum cukup umur yang naik motor di jalanan. Harus ada efek jera bagi anak-anak. Selain penindakan langsung di jalan, aparat polisi
harus turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi. Hal ini menurut Widi penting untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan anak-anak sekolah yang belum 17 tahun untuk tidak melanggaran aturan lalu lintas. Berikutnya faktor promosi yang dilakukan dealer motor. Kemudahan untuk memiliki motor juga menjadi peluang bagi orangtua untuk membelikan a n a k n y a m o t o r. “Ada anak yang merengek minta dibelikan motor. Kalau tidak dibelikan dia mengancam tidak mau sekolah bahkan ingin bunuh diri. Ini membuat orangtua panik akhirnya mau
membelikan motor. Secara ergonomi, motor keluaran pabrik yang dijual dealer itu didesain untuk orang dewasa, bukan anakanak,” tegas Widi. Sebagai solusi, pria asal Nongan, Karangasem ini berharap adanya sinergi dari orangtua, sekolah, dan pemerintah. Orangtua harus mendampingi anak yang sedang dalam masa perkembangan dengan mengarahkan mereka ke hal-hal positif. Sekolah dan polisi harus sering mengadakan razia dan sosialisasi tentang aturan lalu lintas. Jangan menunggu ada kecelakaan baru mengadakan sosialisasi. Pemerintah juga harus menyiapkan angkutan massal untuk meminimalkan kendaraan pribadi yang lalu-lalang di jalanan. Jalur-jalur yang dilewati angkutan massal juga harus melewati sekolah-sekolah agar anak-anak bisa memanfaatkannya. –Ngurah Budi
Griya
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Si Cantik Berdaun Indah Salah satu tanaman hias berdaun cantik adalah puring. Keindahan puring (Codiaeum variegatum) ini terletak pada bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi.
Puring
A
I Made Widiantara
Mendongeng Lima Menit
da bentuk bulat telur, panjang lonjong, seperti panah, atau berupa pita lebar. Pinggiran daun ada yang halus ada pula yang berombak, keriting malahan ada yang terpeluntir. Warna daun puring biasanya merah, namun ada pula yang hijau, kuning, cokelat dan campuran warna-warna tersebut. Di Bali, tanaman puring yang harganya sangat terjangkau ini umumnya dipakai sebagai tanaman pagar, tumbuh besar di media tanah. Bahkan tak jarang dipakai sebagai salah satu sarana mebanten. Masyarakat Bali kerap menyebutnya don kayu. Ada beberapa jenis
puring yang umum diberi nama puring merah, hijau, sesuai warnanya. Ada juga yang diberi nama berdasarkan bentuknya, seperti puring keriting, bor, kirana, apel, dan puring teri. Sebenarnya tanaman hias puring ini juga berbunga, meskipun jarang terlihat karena kalah menarik warna dan bentuk daunnya yang unik. Buah puring yang bulat akan pecah, tapi bijinya juga jarang mendapatkan perhatian, sebab tanaman hias ini lebih mudah diperbanyak dengan cara stek atau cangkok. Hal ini diakui Tutik Ika Rahayu, perempuan asal Malang, pemilik Stan Bungan Pucuk Sari di kawasan Renon,
Denpasar. Perbanyakan dengan stek, dijelaskannya cukup dibuat 20 cm saja, dan diusahakan agar paling sedikit ada dua mata tunasnya. “Potongan bagian bawah diusahakan berada di bawah mata tunas paling bawah. Kalau terlalu jauh di bawah mata tunas, sisa setek yang panjang di bawah tunas akan mudah busuk dan jadi sumber penyakit di persemaian,” ujarnya. Cara berikutnya adalah pencangkokan. Meski agak merepotkan, namun cangkok punya keberhasilan lebih besar dari pada model stek. Sebab, akar dirangsang sebelum batang dipotong. Caranya, pilih batang yang sudah tua, kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok. Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik, lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara. Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman (jaga agar tidak kering). Bila akar sudah terlihat, lepas media tanam dan potong batang, lalu tanam di media tanam. Perawatan tanaman puring ini pun cukup mudah. Untuk mendapatkan penampilan yang maksimal, sebaiknya tanaman puring tidak terlalu banyak terkena sinar matahari, juga jangan terlalu teduh (tidak cukup sinar). Kondisi ini bisa menghilangan/ memudarkan corak warna daun. Untuk pemupukan, bisa menggunakan kompos . Penyiramannya pun cukup sekali sehari. –Inten Indrawati
Nyanyian Mohon Hujan Waktu itu kemarau amat panjang. Hewan-hewan banyak yang mati kehausan. Di pinggir sungai kering, seekor kodok menengadah ke langit. Ia berkali-kali bernyanyi, mohon seteguk air kepada Made Taro Dewa Hujan yang bersemayam di puncak gunung. Namun permohonannya itu tidak mendapat tanggapan. “Kwek, kwek, kwek…!” katanya terengah-engah. Nasib serupa juga dialami oleh belalang. Walaupun ia masih menemukan daun semak, namun daun-daun itu layu dan terasa pahit. “Krik, krik, krik…!” demikian ia bernyanyi mendayu-dayu sejak pagi hari. Doa mohon air si Belalang juga tidak didengar Dewa Hujan. Tak jauh dari tempatnya bertengger, si Belalang mendengar suara jangkrik yang lemah dan terputus-putus. “Kring, kring, kring…!” Hewan itu juga memohon setetes air kepada Dewa Hujan. Konon Dewa Hujan dalam kemarau panjang itu sengaja berbuat kikir, karena ingin menghukum manusia yang berbuat sewenang-wenang kepada alam. Manusia yang serakah itu membabat hutan dan membuang limbah sekehendaknya. Sudah
berkali-kali diperingati dengan bencana banjir dan tanah longsor, namun manusia tidak juga mau mengubah perangainya. Penderitaan yang terlampau panjang itu tidak membuat jangkrik putus asa. Ia mencoba mendatangi belalang. Katanya, “Kawan Belalang, rupa-rupanya nyanyian doa kita tidak terdengar oleh Dewa Hujan. Bagaimana kalau kita bernyanyi bersama-sama sekeras-kerasnya, sehingga sampai ke puncak gunung.” Usul baik itu disetujui oleh Belalang, bahkan ia juga meminta agar si Kodok tetangganya diikutsertakan, sehingga nyanyian bersama itu bertambah indah, berirama dan keras. Maka ketiga hewan itu berkumpullah di suatu tempat, lalu bernyanyi bersama-sama. “Kwek, kwek, kwek…, krik, krik, krik,…, kring, kring, kring…! Kwek, krik, kring…. Kwek, krik, kring….!” Nyanyian yang indah dan keras itu terdengar pula oleh hewan-hewan lainnya seperti burung, cecak, tawon, kambing, bahkan sapi dan kerbau. Mereka lalu bernyanyi bersama-sama sekeras-kerasnya. Nah, kelihatan pohon-pohon bergoyang, kilat berdenyar disertai guruh, dan awan berarak-arak. Awan-awan itu berkumpul membentuk mega tebal kehitam-hitaman. Tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya, mengairi lembah, sungai, danau, dan sawah-sawah. Nyanyian hewan-hewan itu terus membahana seperti sebuah konser yang indah dan ceria.
17
Puring Bor
Puring Kirana
Fashion Show Shinta Chrisna untuk Sahabat
Desainer cantik asal Bali, Shinta Chrisna menggebrak Bali lewat pagelaran akbar bertajuk “The Master Piece: Persembahan Karya untuk Sahabat”, Sabtu (25/4) di Ballroom Fave Hotel Tohpati. Sebanyak 110 karya terbaiknya diperagakan oleh 80 model profesional Bali dan Jakarta, seperti para finalis Putri Bali, Miss Internet yang kerap memakai desainnya. “Saya sering mensupport acara-acara seperti ini. Sekarang mereka yang mensupport saya,” ucap Shinta Chrisna yang juga menggandeng 30 sosialita termasuk ibu nomor satu di Bali, Ny. Ayu Pastika. Shinta Chrisna pernah meraih beberapa penghargaan di antaranya JCI Award 2014 sebagai Creative Young Entrepeneur Award dan penghargaan dari Indonesia Book of Record 2014 sebagai Desainer Culture Wanita Muda Indonesia. Karya-karyanya berkesan glamour namun tetap cantik dan elegan, tanpa menghilangkan ciri khas busana nusantara yakni kebaya yang menonjolkan culture of Bali. Fashion show tunggal yang juga serangkaian dengan soft launching Fave Hotel Tohpati ini didedikasikan kepada para sahabat yang selama ini telah sangat mendukung pembentukan karier seorang Shinta Chrisna, hingga saat ini. –ten
18
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Manfaatkan Golden Moment
Kreasi
Life
Story
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Ibu Hamil Curi Motor
Jika melihat paras mereka yang ayu layaknya remaja umumnya, agaknya orang tak yakin apa yang telah mereka lakukan. Apalagi salah satu diantaranya sedang hamil tujuh bulan. Ketiganya diduga sindikat curanmor yang aksinya tak kalah “hebat” dari pelaku pria umumnya.
H
ari itu, Dwi Indah Paramagita (16) dan SPS (19), bolos sekolah menggunakan motor milik temannya menuju kos-kosan kawannya TBP alias Dea (19) yang berada di Lingkungan Cemara, Kelurahan Monjok Mataram. Di kos-kosan itu, oleh SPS, Dwi kemudian diperkenalkan dengan Dea dan RAP (19).
Biasa memotret? Sekali waktu cobalah tekuni pemotretan landscape. Pemotretan landscape menjadi sebuah genre fotografi paling populer saat ini. Bahkan, jenis potretan ini digemari oleh kalangan fotografer di Indonesia. “Hal itu karena objek keindahan alam yang sangat luar biasa di seluruh pelosok nusantara ini,” kata I Made Bayu Pramana, pengajar Program Studi Fotografi FSRD ISI Denpasar. Contoh hasil fotografi landscape
I
a menuturkan sinar matahari yang berlimpah di sepanjang khatulistiwa sangat mendukung totalitas pemotretan landscape. Bagi fotografer pemula maupun profesional, landscape merupakan sebuah target foto yang sangat menantang. “Seringkali seorang fotografer pemula sedikit kecewa setelah melakukan pemotretan landscape dalam perjalanan cukup jauh,” ucap pengelola Lingkar Art Space – Denpasar ini. Untuk menanggulangi hal itu, jebolan Magister Penciptaan Seni Fotografi ISI Yogyakarta 2010 itu menegaskan, banyak hal yang harus menjadi perhatian utama sebelum memulai pemotretan landscape. “Hal ini juga menjadi rahasia jika melakukan pemotretaan jenis landscape, seperti pencahayaan, komposisi, peralatan dan pastikan menguasai kamera,” kata Bayu yang sering sering memenangkan berbagai penghargaan lomba foto tingkat daerah, nasional, dan internasional ini. Bayu yang juga menjadi instruktur di Nikon School Indonesia ini mengatakan, dalam foto landscape cahaya matahari merupakan faktor utama penentu keindahan sebuah foto. Fotografer dapat memanfaatkan cahaya matahari dalam foto sunrise dan sunset. Bahkan memanfaatkan posisi cahaya sebagai pemberi efek dramatis dalam kesatuan foto, seperti cahaya depan, cahaya samping, cahaya belakang, dan cahaya atas. Seorang fotografer landscape harus peka dalam mengamati arah dan sumber cahaya sebelum memulai pemotretannya. Dalam foto landscape, pencahayaan juga terkait erat dengan cuaca dan
musim. Cahaya terbaik pemotretan landscape adalah mulai dari pagi matahari terbit saat cahaya bernada kemerahan, menuju kekuningan, sampai karakter kuning hilang dan sore hari saat matahari mulai berkarakter kekuningan (golden moment), sampai matahari terbenam dan memunculkan cahaya kemerahan kembali. Komposisi pencahayaan yang baik juga harus didukung dengan penataan komposisi foto yang baik pula. Hal itu untuk mendukung kesatuan yang menarik dalam karya foto. Dalam hal ini membutuhkan penempatan sebuah Focus of Interest (FOI) atau Point of Interest yang menjadi objek utama dalam sebuah frame foto. Hal itu untuk menarik mata penikmat foto saat melihat karya foto. Titik utama dapat berupa permainan warna, bentuk, atau dominasi yang cukup kuat dalam sebuah foto. Hindari juga kesan monoton dengan tidak menempatkan objek utama di tengah-tengah gambar. Hal itu, untuk menghilangkan kesan statis dalam foto. Sesekali masukan juga elemen framing sebagai bingkai, misalnya ranting pohon dan obyek lainnya. Faktor ketiga adalah peralatan. Walau tidak mutlak, peralatan yang memadai merupakan salah satu penentu bagus atau tidaknya sebuah foto landscape. Ada beberapa gear fotografi yang harus Anda bawa saat memotret landscape, antara lain baterai sudah terisi penuh. Dalam pemotretan landscape kamera membutuhkan tenaga ekstra, terutama di daerah pegunungan yang dingin. Pastikan juga membawa memory card cadangan, untuk menjaga kemungkinan memori penuh, atau hi-
lang, sehingga tidak kehilangan momen. Ingat membawa tripod karena dalam pemotretan landscape itu kadang-kadang menghadapi ketidakpastian cuaca. Sering menemukan cahaya yang minim dan area yang gelap. “Tripod sangat membantu saat kondisi low light serta dapat menjaga kamera
tetap steady,” ujar Bayu. Lensa wide angle perlu juga karena seorang fotografer membutuhkan sudut pandang yang lebar untuk dapat menangkap ruang lebar dalam pemotretan landscape, sehingga semua elemen dapat dimasukkan ke dalam frame foto. Untuk itu lensa wide angle merupakan peralatan
wajib yang harus dibawa. Bawa juga filter. Karena dalam situasi tertentu, fotografer membutuhkan filter untuk menguatkan intensitas warna dalam karya fotonya. Filter yang baik untuk pemotretan landscape adalah PL atau Polarizing Filter. Filter ini akan membantu untuk menguatkan kepekatan warna langit, sehingga menjadi lebih biru, selain juga untuk menanggulangi refleksi atau pantulan sinar di air. Faktor keempat bagusnya pemotretan landscape adalah dengan menguasai teknis kamera. Saat ini kamera digital sudah dilengkapi fitur yang canggih, baik dari sisi pengukuran eksposur, ketajaman lensa, kecepatan dan fitur lainnya. Bahkan seseorang yang baru pertama memotret pun langsung bisa menghasilkan foto baik dengan fitur otomatis. Hal itu tidak cukup untuk menghasilkan foto yang menakjubkan, di belakang kamera juga harus piawai memfungsikan diafragma. yang berfungsi untuk mengatur ketajaman lensa. Dalam foto landscape, fotografer dapat memasang diafragma bukaan lebar untuk membuat foto dengan background yang blur atau sebaliknya memasang diafragma bukaan kecil untuk menajamkan seluruh elemen dalam karya fotografi. Disamping diafragma, fotografer juga harus bisa memainkan shutter speed yaitu permainan kecepatan rana dapat juga mendukung pemotretan landscape. “Fotografer bisa memanfaatkan slow speed untuk menghasilkan efek gerak misalnya pada foto air terjun atau juga memasang high speed untuk membekukan gerak objek,” jelas fotografer yang menekuni fotografi sejak 2001 ini. -Darsana
SPS, Dea dan RAP adalah tiga sahabat. Pertemuan ketiganya di awal Maret 2015 lalu ini, bukan sekadar pertemuan biasa melainkan menjadi awal dari sebuah skenario yang kemudian mengantarkan mereka ke tangan polisi. Mereka membuat sebuah rencana kejahatan pada Dwi. RAP kemudian meminjam sepeda motor itu dengan alasan
Untuk Biaya Persalinan Mengapa Dea terjerumus melakukan kejahatan curanmor? Kepada petugas kepolisian, ia mengaku pusing karena tidak ada uang untuk biaya persalinan. “Saya ndak ada uang untuk check up dan persalinan juga,” kata Dea menyebut alasannya menggondol sepeda motor sembari tertunduk di ruang penyidik Unit Reskrim Polsek Cakra. Saat ini ia sedang hamil enam bulan. Dulu ia sempat bekerja sebagai karyawan di Mataram Mall. Namun karena ada masalah, dia akhirnya dipecat, lantas menganggur. Karena tidak ada penghasilan, Dead an suaminya kalap, kemudian menempuh jalan pintas dengan mengambil sepeda motor untuk dijual. Kasus itu bisa terungkap setelah korban Novi Yulianti Fazri (17) melapor ke Polsek Cakranegara beberapa jam setelah kejadian. Berdasarkan laporan itu, aparat kemudian mengembangkan penyelidikan. Petunjuk penting didapat aparat, ketika korban mengaku sepeda motornya pernah dipinjam pelaku. “Menurut pengakuan kedua pelaku, uang ini memang akan dipakai untuk biaya ke dokter dan persalinan,” tuturnya. Namun apapun alasannya, mereka tetap harus menjalani proses hukum. Ditambahkan Kapolsek, modus yang dijalankan tergolong tidak asaing, dengan meminjam sepeda motor milik orang dikenalnya. Karena pemiliknya tidak curiga, dimanfaatkan pelaku dengan meminjam sepeda motor tersebut, kemudian dibuatkan kunci duplikatnya. Sehingga saat korban parkir, pelaku dengan mudan mengambil sepeda motor dengan kunci yang sama. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP. Demi kepentingan kemanusiaan, Dea tidak ditahan. Dia dikenakan wajib lapor. Bahkan dalam kehamilannya yang sudah memasuki tujuh bulan, kepolisian memfasilitasi pemeriksaan kesehatannya. “Ini demi pertimbangan kemanusiaan, sehingga dia hanya kami kenakan wajib lapor,” kata Kapolsek Cakranegara, Kompol I Gusti Putu Suarnaya, SH, Sabtu (18/4) lalu. Dea juga mendapat perawatan layaknya ibu hamil. Demi membantu menjaga kondisi bayinya tetap sehat, Dea diantar ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan. Tindakan penanganan ini bahkan difasilitasi tim dari Universitas Indonesia (UI) yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. -Haris M./Naniek I. Taufan
untuk membeli makanan di kios. Tak terpikir di benak Dwi akan menjadi sasaran korban kejahatan, apalagi saat itu ia bersama sobat karibnya dan teman perempuan meski baru dikenal. Beberapa jam kemudian motor itu dikembalikan. “Rupanya motor itu tidak sekedar dipinjam, tapi kunci kontaknya digandakan oleh RAP,” kata Kapolsek Cakra, Kompol I Gusti Putu Suarnaya, S.H. Setelah motor dikembalikan, Dwi kemudian pamit ke teman karibnya dan tiga teman barunya itu. Sepeninggal Dwi, skenario trio curanmor ini kemudian berlanjut. “SPS dan RAP ini membuntuti ke mana arah Dwi menggunakan sepeda motor itu,” sambung Suarnaya. Aktivitas Dwi saat itu berujung di parkiran sebelah barat Mataram Mall, pinggir Jalan Cilinaya. Setelah memastikan posisi motor itu parkir, SPS kemudian menghubungi Dea untuk memberitahukan, sekaligus isyarat bahwa motor itu sudah siap dicuri. Dea pun tanpa kesulitan mengeksekusi. Motor dibawa kabur.
7
Polwan Polsek Cakra saat menggelandang tiga tersangka kasus curanmor, Dea (paling kiri), SPS dan RAP.
Setelah motor itu dicuri, Dea melanjutkan perannya sebagai otak dari aksi pencurian itu. Dia kemudian mengajak dua rekannya untuk menggadai ke seseorang. Hasil gadai, menjadi Rp 4 Juta. Uang itu akan dibagi bagi, namun tentu saja porsi lebih besar didapat Dea. Dari catatan kepolisian ternyata bukan kali ini saja Dea melakukan aksi pencurian. Februari lalu, dia ditangkap dalam kasus yang sama, terlibat kasus pencurian sepeda motor dan yang membuat miris, aksi pertama itu dilakukan bersama suaminya. Dea diberikan keleluasaan dengan tidak ditahan. Saat itu Dea memang sedang hamil enam bulan, sehingga penahanannya dibantarkan. Bukannya bertobat dan merawat kehamilannya, justru Dea melakukan aksi yang sama bersama kawanan berbeda. Modusnya pun sama, menduplikasi kunci motor milik korbannya yang sebelumnya dipinjam, kemudian dicuri saat parkir di halaman Swalayan Ruby, Cakranegara. Alasan Dea saat itu mencuri untuk membeli susu hamil dan biaya konsultasi dan
pemeriksaan di dokter. Alibi kali ini, Dea terpaksa mencuri karena suaminya ditahan sehingga tidak bisa mencari nafkah, sedangkan dirinya dalam keadaan sakit sehingga butuh berobat. Hasil gadai motor curian itu kemudian dibagi, untuk SPS dan RAP, mendapat masing masing Rp 750.000. Sedangkan Dea mengambil kelebihannya. “Saya baru dikasi Rp 350.000 sama Dea,” tutur SPS menyambung cerita konyol aksi mereka. Dia mengaku telibat aksi itu hanya karena butuh biaya untuk membeli kosmetik. Maklum remaja 17 tahun yang masih duduk di bangku kelas II salah satu SMK di Mataram ini, mengaku bergaya hidup layaknya remaja naik puber yang ingin tampil anggun. Sampai akhirnya, tiga perempuan ini tak bisa lagi berlenggak lenggok setelah menikmati hasil curiannya. Polisi yang mendapat laporan kehilangan, kemudian melakukan penyelidikan, menemukan keterlibatan SPS dan RAP, sedangkan Dea adalah otaknya aksi itu. –Haris M./Naniek I. Taufan
6
Women on Top
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
19
Plus Minus e-Ticketing Salah satu masalah busway atau TransJakarta yang menjadi pro-kontra di masyarakat saat ini adalah pemberlakuan e-ticketing. Banyak yang memuji namun yang mengkritik pun tak kurang banyaknya. Salah satu penyebabnya adalah layanan baru ini seolah membatasi akses masyarakat yang ingin menggunakan busway.
D
Usai pengukuhan pengurus BKOW Bali oleh kepala BP3A Provinsi Bali
Komitmen Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga
engan sistem ini, seluruh penumpang/calon penumpang harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.000 untuk pembelian kartu, saat pertama kali akan menggunakan busway. Selanjutnya, jika dana habis calon penumpang bisa melakukan pengisian ulang di kartu itu. Dengan sistem ini maka tidak ada pelayanan single trip. Padahal tidak semua penumpang adalah pengguna aktif busway sehingga saldo dalam kartu pun terasa jadi sia-sia. Misalnya saja Marno, warga Yogyakarta yang kebetulan berada di Jakarta sempat mengeluh karena terpaksa harus membeli kartu seharga Rp 40.000 untuk bisa
Semarakkan HUT ke-52 BKOW Provinsi Bali
Pemotongan Tumpeng HUT ke - 52 BKOW Provinsi Bali
Berorganisasi dan Berdedikasi Pada acara yang dibuka tari Puspanjali oleh anak-anak tunarungu dan tunawicara binaan WKRI Bali-NTB dan dimeriahkan fashion show dari induk organisasi yang bernaung dalam BKOW tersebut, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-52 BKOW Erna Kusuma memaparkan bahwa serangkaian peringatan HUT dengan tema “Perempuan Cerdas , Perempuan yang Ramah Keluarga” telah pula dilaksanakan beberapa program. Dikatakannya bakti sosial dilakukan pada (18/4), dirangkaikan dengan perayaan Nyepi Bersama. Bersinergi dengan WHDI dan WKRI, mengusung tema “BKOW Peduli” melakukan pelayanan kesehatan dan pemberian bingkisan kepada nelayan dan buruh di kampung nelayan, Tanjung Benoa. Perwujudan kasih dan dedikasi BKOW terhadap sesama tanpa memandang suku dan agama. Juga telah diselenggarakan lomba penulisan artikel bertemakan “Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga”, dengan peserta dari berbagai organisasi, yang diwadahi BKOW maupun GOW. Di saat yang bersamaan pula dilangsungkan soft launching buku “Bunga Rampai Artikel Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga” yang akan menjadi referensi tambahan untuk meningkatkan wawasan pentingnya penguatan keluarga untuk mengantarkan sukses di ranah domestik dan publik. Selanjutnya untuk kerjasama dengan media diangkat tema “Kami Mampu dan Berani Berbicara yang Benar di Publik” yang ditandai penandatanganan MoU dengan KPID Provinsi Bali. Menurut Erna Kusuma, selain itu mereka juga melaksanakan kegiat an outbond sebagai revolusi mental intern organisasi, di Area Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) di Bengkel, Busung Biu, Buleleng. “Seluruh kegiatan kami ini dapat terselenggara, adalah hasil kerjasama yang baik, ikhlas, cerdas dan tuntas,” ucapnya. -ard
Setelah penandatanganan MOU antara KPID Provinsi Bali dengan BKOW Provinsi Bali
H
U T ke - 5 2 B KOW ya n g b e r te p a t a n dengan Hari Kartini dan dikemas penuh kekeluargaan itu, dirangkaikan de ngan “Pengukuhan Pengurus BKOW Provinsi Bali Periode 2014-2019” oleh Ketua BP3A Provinsi Bali. Dilanjutkan penandatanganan MoU Lembaga Pemantau Penyiaran Daerah BKOW dengan KPID Provinsi Bali. Setelah Pemotongan Tumpeng HUT ke-52 BKOW Provinsi Bali, disusul acara soft launching buku “Bunga Rampai Artikel Perempuan
Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga” yang memperoleh apresiasi dari Menteri PP & PA. Juga dilaksanakan pengumuman pemenang penulisan artikel. Terpilih sebagai juara 1,2 dan 3 adalah; IGA Rai Widowati, S.Si.,Apt.,C.H., Ni Luh Ketut Sudha Sucandrawati, S.H., M.M., Dessy Irmayanti, S.E. dan juara harapan 1,2 dan 3 diraih: Luh Putu Sukarini, S.ST.,S.E., M.M., Kes., Dra. Sri Handayani, Ni Ketut Suarni, S.Pd., M.M. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum BKOW Provinsi Bali, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda,
Pemenang Lomba Artikel
Peluncuran buku Bunga Rampai, Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga
Terima Kasih kepada Baksos HUT ke-52 BKOW sekaligus perayaan tahun saka 1937 di Tanjung Benoa
1. Ganeca Exact Penerbit Jakarta; 2. Perdiknas; 3. Puri Gede Karangasem ; 4. Bank BTN ; 5. Master Data Bali; 6. Perwatusi Bali ; 7. Hardy’s; 8. Minyak Oles Bokashi; 9. Inna Sindhu Beach ; 10. Bali Shop ; 11. Apotek Manyar; 12. WKRI Bali- NTB; 13. Bali Beauty Clinic; 14. Sarana Dewata; 15. Bank Danamon; 16. Bank BRI; 17. Mutiara Bank ; 18. Wardah Kosmetik; 19. Bank Syariah Mandiri; 20. Tupperware; 21. Grand Inna Bali Beach; 22. d’Tunjung; 23. Indo Bali Gas ; 24. Farabi; 25. Tiara Kusuma; 26. Siloam Spa; 27. Koperasi Perempuan Ramah Keluarga; 28. Organisasi-organisasi induk dalam wadah BKOW Provinsi Bali
Suasana di dalam busway saat lengang
one trip, dinilai sebagian masyarakat sebagai tindakan pembatasan akses untuk menggunakan angkutan ini. “Untuk mereka yang punya uang lebih mungkin tidak terlalu masalah, tapi buat orang yang dananya pas-pasan, mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk sekali jalan pasti akan sangat terasa,” tegas Dwi lagi. Meski memahami hal tersebut, na-
Hindari Macet, Siapkan Program Bus Priority
Perayaan puncak HUT ke-52 BKOW Provinsi Bali digelar di Auditorium Perdiknas, Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar, Selasa (21/4). Acara tersebut dihadiri Kepala BP3A Bali, Ni Luh Putu Praharsini, S.H., Penasihat BKOW, Ni Nyoman Masni, S.H., Ketua KPID Bali, AA Rai Sahadewa, S.H., Ny. Sri Utari Naradha, Manajer Grand Inna Bali Beach, Manajer Inna Sindhu Beach, Ketua-Ketua Organisasi Wanita dan undangan lainnya. S.H., M.M., M.H. mengatakan perempuan bukan hanya cerdas me ngelola diri sendiri, juga keluarga dan masyarakat. “Semuanya melalui pendekatan konsep keluarga. Sebab, keluarga sebagai fondasi utama dan pertama bagi kekuatan sebuah bangsa yang besar,” katanya. Ia juga menyampaikan BKOW berhasil menerbitkan empat (4) buku dalam rangkaian HUT-nya, yakni : Kita Pun Bisa Sukses (2011); Buku Bunga Rampai Kiprah Emas Perempuan Indonesia Menuju Bali Ramah Keluarga, Melalui Keluarga Menyelamatkan Bali (2013); Formulasi Baru Perlindungan Hukum Bagi Anak Korban Fedofilia (2014), dan Bunga Rampai Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga (2015). Ketua KPID Bali mengapresiasi inisiatif BKOW terkait kepedulian nya pada lembaga penyiaran. Begitu pula Nyoman Masni, sangat mengapresiasi, bahkan yakin BKOW mampu menjadi badan pemersatu perjuangan wanita di Indonesia. Sementara Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala BP3A, tak ketinggalan meng apresiasi apa yang sudah dilakukan BKOW Bali. -ard
naik busway. “Saya kan dari luar Jakarta, tidak tahu kalau harus membeli kartu Rp 40.000 baru bisa naik. Padahal saya hanya untuk sekali perjalanan karena habis itu akan naik bus rombongan menuju bandara. Ingin membatalkan, rasanya sudah ‘ kepalang tanggung’ karena sudah berada di dalam area halte busway, lagi pula saya terburu-buru mengejar waktu,” keluh Marno yang berada di Jakarta karena tugas kantor. Hal yang sama juga dialami Dwi, warga Cijantung Jakarta Timur. Keluhannya pun berkaitan dengan diberlakukannya e-ticketing. “Saya tidak tahu kalau e-ticketing diberlakukan. Jadi suatu ketika saya naik busway dari Cawang menuju Slipi. Uang saya hanya
Rp 50.000. Terpaksa beli kartu busway Rp 40.000. Rasanya seperti terjebak. Padahal dulu tidak begitu. Saya cukup siapkan uang Rp 3500 sudah bisa naik busway. Menurut saya masalah ini kurang sosialisasi sehingga banyak warga tidak tahu. Bayangkan, bagaimana kalau orang hanya bawa Rp 10.000 berarti dia tidak bisa dong naik busway,” ungkapnya. Ini karena sekarang busway tidak memberlakukan pembayaran sekali jalan. Buat orang yang biasa naik busway, sistem ini tidak masalah. Tapi untuk mereka yang hanya sesekali menggunakan atau orang daerah, ini sepertinya merugikan. Pasti merasa betapa mahalnya naik bus di Jakarta. Sisa saldo pun seolah jadi sia-sia karena dia tidak tahu kapan lagi akan datang ke Jakarta dan naik busway,” tutur Dwi dengan nada kesal. Kasus semacam Marno dan Dwi memang paling sering muncul. Sebagian warga merasa pihak pengelola kurang dalam menyosialisasikan hal ini. Tidak memberlakukan sistem pembayaran
Ir. I Ketut Artika, MT
Pertumbuhan kendaraan di Bali terus meningkat sedangkan perkembangan jalan sangat terbatas. Diprediksi, sekitar 35% pertumbuhan kendaraan pribadi, namun, pertumbuhan angkutan umum hanya 1%. Salah satu solusi mengatasi kemacetan di jalan, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan angkutan umum Trans Sarbagita. Fasilitas bus ini sangat memadai, mulai dari penggunaan AC, tempat duduk khusus untuk orang cacat, dan kebersihan di da-
lam bus. Bagaimana perkembangan Trans Sarbagita sampai saat ini? Menurut Kepala Dinas Perhubu ngan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali, Ir. I Ketut Artika, MT, sejak tahun 2012 jumlah koridor Trans Sarbagita yang digunakan hanya dua, yakni melayani Kuta, Nusa Dua, Batubulan dengan 15 unit, dan GWK dengan 10 unit. Saat ini, sedang dirancang untuk koridor 3 yang sebenarnya merupakan koridor 6, yang akan melayani Mengwi ke Benoa, termasuk Bandara Ngurah Rai. Rute sedang dibuat bersama pihak terkait. “Pembuatan rute ini melibatkan banyak pihak, seperti Organda, Dirlantas Polda Bali, Polresta, Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ucapnya. Rute ini sudah diujicoba, rencana nya akan melewati, Mengwi, Kapal, Sempidi, Kargo, Buluh Indah, Mahendratta, Gunung Soputan, Imam Bonjol, Sunset Road, Simpang Dewa Ruci, di dekat Tanah Kilap berbelok. Ujicoba juga dilakukan sampai ke Bandara
Ngurah Rai. “Setelah hitung-hitungan dengan tim, dengan jarak tempuh sekitar 68 kilometer dari Mengwi ke Bandara, diperlukan 15 unit bus dan 2 cadangan bus,” kata Artika. Ia mengatakan, koridor ini merupakan kawasan permukiman, sehingga diharapkan masyarakat yang memerlukan transportasi umum, dapat cepat terlayani. Saat ini, kata dia, sedang tahap penyelesaiaan administrasi agar rute koridor ini segera bisa diluncurkan. Ia optimis dengan kapasitas 50 seat, Trans Sarbagita koridor 3 ini, akan memudahkan masyarakat yang memerlukan transportasi umum. “Karena ini bantuan Presiden, Menteri Perhubungan sudah menugaskan PT Damri dalam pengoperasiannya. Namun, tetap mengikuti SOP Sarbagita, mengenai kenyamanan, waktu tempuh, tarif, logo dll,” katanya. Sarbagita mendapatkan bantuan 30 bus dari Presiden. Rencananya, sisa dari bus itu akan digunakan untuk mengisi koridor lain yang berpotensi mengang-
kut penumpang lebih banyak. Sosialisasi Trans Sarbagita ini, sudah dilakukan di berbagai media massa, terutama radio, dan juga ada satu lagu diciptakan yang syutingnya dilakukan di bus Sarbagita. Sosialisasi juga sudah dilakukan ke sekolah-sekolah, yang bertujuan, agar masyarakat tertarik naik angkutan umum. “Seperti contohnya, koridor 1 rute ke Bukit jimbaran. Para dosen dan mahasiswa kini sudah melirik Trans Sarbagita sebagai transportasi mereka ke kampus Bukit,” kata Artika. Selama ini, kedatangan bus di tiap halte dengan batas waktu 15 menit. Namun, dengan kondisi jalan, kemungkinan bisa saja terlambat. Untuk itu, sedang dipikirkan untuk program bus priority, yakni ada jalur khusus bus Sarbagita. “Hal ini tentu tak mudah, Banyak pihak yang harus diajak duduk bersama mengenai jalur khusus bus ini. Tapi memang sedang menjadi pemikiran,” kata Artika. -Wirati Astiti
mun Debora, pelanggan busway, justru merasa sangat terbantu dengan adanya e-ticketing. Antrian penumpang jadi lebih cepat mengalir dibanding dengan sistem lama. “Kalau dulu antrian pembayaran terasa lama karena kadang orang tidak membayar dengan uang pas, jadi harus menunggu kembalian, dll. Dengan e-tickecting, malah lebih mudah dan cepat. Saya merasakan manfaatnya, jadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya. Lagi pula tambahnya, di kartu busway itu, tidak ada masa berlaku kartu. Artinya, saldo yang ada tidak akan hangus sekalipun tidak digunakan. Kartu itu bisa disimpan kalau tidak digunakan karena saldo yang tersisa tidak hangus. Namun, ia memahami alasan orang yang keberatan dengan tidak adanya sistem pembayaran sekali jalan. Karena itu, Debora menyarankan agar pengelola TransJakarta melakukan penyempurnaan pada sistem pembayaran. “Sebaiknya pengelola ‘tidak main pukul rata’, semua harus beli kartu Rp 40.000. Kasihan mereka yang hanya naik busway untuk sekali jalan. Sebaiknya diberlakukan juga tarif sekali jalan. Kalau misalnya untuk pelanggan ongkosnya Rp 3500, maka yang sekali jalan membayar Rp 4000- 5000,” tuturnya. Kepala Dishub DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan akan banyak melakukan penyempurnaan terkait perbaikan dan peningkatan pelayanan TransJakarta agar angkutan umum ini bisa semakin nyaman bagi masyarakat penggunanya. “Ada banyak perbaikan yang akan dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan. Di antaranya adalah penambahan armada bus sekitar 234 bus di tahun ini, juga layanan Angkutan Malam Hari (Amari) untuk koridor 1,3 dan 9. Selain itu meningkatkan keamanan dengan CCTV dan penyempurnaan sistem tiket, sterilisasi jalur, dll,” jelasnya. –Diana Runtu
Jangan Sampai Penumpang Frustrasi Kehadiran sarana transportasi massal diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas di Bali khususnya Badung dan Denpasar. Namun, solusi ini belum sepenuhnya efektif karena masyarakat juga memiliki alasan untuk masih bertahan dengan transportasi pribadi. Ini menunjukkan adanya plus minus dalam pemanfaatan sarana transportasi massal maupun transportasi pribadi. “Sarana transportasi pribadi menguntungkan karena bisa berangkat kapan saja dan lokasi pemberhentian tepat di lokasi tujuan. Mau berhenti dimana saja boleh. Kelemahannya, antara lain, kalau jarak tempuh jauh, tidak bisa tidur di jalan karena harus mengendarai kendaraan, tidak boleh main ponsel, keluar biaya untuk membeli BBM, dan kena macet. Sebaliknya, kelemahan dari sarana transportasi pribadi menjadi kelebihan dari sarana angkutan massal dan kelebihan sarana transportasi pribadi menjadi kelemahan transportasi massal,” ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali I Made Rai Ridartha, ATD, Dipl.UG, M.Eng.Sc. Kelemahan sarana transportasi umum adalah tidak boleh berhenti di sembarang tempat. Kendaraan hanya boleh berhenti di terminal dan halte. Waktu pemberangkatan juga sudah ditentukan. Kalau lewat dari jadwal, penumpang harus menunggu kendaraan berikutnya. Keuntungannya, penumpang bisa hemat biaya karena tarif angkutan massal relatif murah. Sebagai penumpang, bisa memanfaatkan waktu untuk tidur
bahkan baca buku. Naik transportasi massal juga membantu mengurangi polusi udara. Angka kecelakaan pun bisa diminimalkan. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika kemudahan dengan naik kendaraan umum ini berhadapan dengan kemacetan lalu-lintas. “Solusinya adalah membuatkan jalur khusus untuk angkutan umum seperti yang dilakukan busway TransJakarta. Jalur ini hanya boleh untuk angkutan umum,” tegas Rai. Ia menambahkan kehadiran Trans Sarbagita di Bali saat ini sudah ikut membantu mengatasi permasalahan lalu-lintas. Tetapi, masih ada tahapan-tahapan yang harus diselesaikan pengelola termasuk perhatian pemerintah dan kepedulian masyarakat. Dari 17 koridor yang direncanakan, baru 2 koridor yang beroperasi. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota juga harus saling bekerja sama untuk mewujudkan semua koridor ini. Di sisi lain, kepedulian masyarakat juga harus ditingkatkan. Kepedulian bisa ditunjukkan dengan menggunakan angkutan massal dengan melihat kelebihan-kelebihan yang bisa didapatkan. “Saat ini masyarakat masih belum memanfaatkan karena jalur yang sering mereka lalui belum terhubung dengan sarana angkutan massal. Misalnya dari rumah ke halte dia harus naik motor. Dari halte pemberhentian ke lokasi tujuan jaraknya masih jauh. Ini tentu merepotkan. Kalau semua sudah terhubung, saya yakin, masyarakat akan memilih angkutan
umum,” tegas pria asal Pejeng, Gianyar ini. Terlalu lamanya realisasi koridor-koridor Sarbagita dikhawatirkan akan menimbulkan resistensi. Masyarakat yang berharap mendapat layanan angkutan umum, kare na terlalu lama menunggu, akhirnya memilih membeli kendaraan pribadi. Ini malah akan menambah kemacetan lalu lintas. “Jangan sampai penum pang frustrasi karen a terlalu lama menunggu realisasi koridorkoridor Sarbagita. Kalau sesuai jadwal, nanti 2019, semua sudah terhubung,” ujar Rai. –Ngurah Budi
20
Nine
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Siap Bertugas Sesuai Komando
Tiga polwan Satuan Narkoba Polres Mataram, Aiptu Elmi, Bripka Nur Imansyah, dan Brigadir Yovita memberi warna sekaligus kekuatan berbeda untuk korps seragam cokelat dalam mengungkap mafia narkoba. Apa saja kegiatan mereka?
D
erap sepatu satu peleton Sat Sabhara masuk ke sebuah gang di Lingkungan Karang Bagu Perluasan, Kelurahan Cakra Timur, Mataram. Pusat perhatian masyarakat tertuju pada sebuah rumah di area padat permukiman itu. Pasukan tadi, bersama sejumlah personel Sat Narkoba memang sedang “menyeruduk” ke sebuah rumah yang dicurigai dipakai pesta sabu sabu. Tibalah pasukan itu di rumah yang dituju, tiga pria dan seorang wanita yang sedang asyik duduk di sebuah “berugak” tiba-tiba blingsatan. Salah satu di antaranya berusaha membuang sesuatu ke pekarangan tetangga, dan setelah diperiksa ternyata itu sebuah plasik kecil berisi butiran butiran bening halus yang dipastikan narkoba jenis sabu sabu. Warga yang mengetahui ada penggerebekan di rumah milik AH alias Ali (32) makin berjubel di gang, penasaran dengan kejadian itu. Diantara banyak personel polisi itu, Bripka Nur Imansyah tak tinggal diam. Dia melakukan apa yang personel Sat Narkoba lainnya lakukan, menggeledah, mencari benda benda yang di-
curigai narkoba atau perangkat yang ada hubungannya dengan pemakaian narkoba. Operasi yang tidak sia sia. Di ruang tamu, rak sepatu sampai dapur, bahkan di atas plafon rumah, pasukan yang dipimpin Kasat Narkoba AKP I Putu Hardhianto, S.H. dan Kasat Sabhara AKP Taufik menemukan benda benda menyerupai bong dan kristal bening dalam beberapa paket yang diyakini sabu sabu. Perhatian Ima –sapaan Bripka Nur Imansyah– tertuju pada sesosok wanita dengan jeans ketat selutut, kaos kuning, sedang menggendong anak. Wanita itu berusaha kabur saat duduk di berugak. Ima berusaha menenangkan wanita berinisial FT itu diketahui istri dari AH alias Ali. Situasi panik, karena anak yang digendong terlihat ketakutan mengetahui ayahnya ditangkap polisi. Tidak sampai disana, FT yang tengah menggendong anaknya juga ikut digelandang ke Mapolres Mataram. Ima membayangkan betapa situasi itu membuatnya dilema. “Sebagai seorang perempuan, ketika melihat seorang ibu yang ditangkap ketika menggendong
Potensi Kerajinan Tembaga di Desa Tumang Jawa Tengah D
Bripka Nur Imansyah saat menenangkan FT dan anaknya dalam penggerebekan di Karang Bagu Perluasan
kepada tersangka perempuan. Dalam tiga bulan terakhir, beberapa tersangka perempuan ditangkap, dia periksa. “Saya berusaha memperlakukan mereka tetap seperti perempuan. Menginterogasi selayaknya menghadapi perempuan, berbeda perlakuan dengan menginterogasi pelaku laki-laki,” kata Yovita. Ada tantangan tersendiri dihadapinnya, karena bagaimana pun juga, perempuan tetaplah perempuan yang tidak bisa diberikan tekanan dengan pertanyaan pertanyaan keras. Tapi disisi lain, posisinya sebagai penyidik, harus mendapat informasi lengkap dan akurat tentang tindak pidana yang dilakukan, hingga mengungkap ke jaringan yang lain. “Cara interogasi pelaku perempuan ini berbeda, karena mereka ini jarang mau buka diri. Ini kesulitannya,” tuturnya. Sebelum itu, Yovita penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mataram. Ketika itu, dia banyak
berhadapan dengan perempuan yang menjadi korban kekerasan, tak sedikit juga pelaku perempuan dihadapinya. Pengalaman itu dijadikan rujukan ketika sejak tiga tahun lalu dia dimutasi ke Sat Narkoba. Ada saja cara interogasi untuk mengulik fakta-fakta dari para pelaku perempuan. Ketika di lapangan, ada seabrek pengalaman unik, berkesan, dilema, bahkan menakutkan, campur aduk yang bisa berujung trauma. Baru-baru ini misalnya. Dia terlibat dalam penggerebekan di Seganteng, wilayah Cakranegara. Sasarannya tersangka Mandok. Situasi menegangkan terjadi. Ia menyaksikan aparat berjibaku dengan target. Mandok lolos penyergapan itu, namun adiknya, Rusdi alias Kebot berhasil ditangkap. “Yang membuat saya miris dan trauma, ketika melihat orang tuanya pelaku jantungan karena ada penangkapan itu,” ujar polwan kelahiran Mataram 10 Januari 1988 ini. - Haris M./Naniek I. Taufan
Perempuan Pilihan
Brigadir Yovita, Bripka Nur Imansyah, Aiptu Elmi
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Anda suka kerajinan tembaga dan kuningan? Datanglah ke Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Di sana keinginan Anda untuk melihat aneka kerajinan yang terbuat dari tembaga dan kuningan, dijamin terpuaskan. Segala keperluan perlengkapan rumah mulai dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, hingga peralatan rumah tangga, semua ada. Perlengkapan hotel dan kantor pun ada.
anaknya, tentu ini menyedihkan,” tutur Ima, yang saat itu langsung mengamankan FT. Situasi makin dilematis ketika ia berusaha meyakinkan si anak. “Jangan takut, tidak ada apa apa kok,” ujarnya sambil elus kepala anaknya umur dua tahun itu. “ATMOSFER” BERBEDA Pekerjaan Ima tidak selesai sampai disana. Setelah para pelaku diamankan. Dia naik truk Dalmas, mengawal AH alias ali, ES dan DSU, termasuk si ibu, ST, dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Selagalas Mataram, untuk dilakukan tes urine. Itulah rangkaian pekerjaan Ima, Yovita dan Emi. Jika ada operasi penangkapan, maka kesibukan menyesuaikan. Aktivitas mereka tidak jauh berbeda dengan tim opsnal laki laki lainnya di kesatuan itu. Mereka ambil bagian dengan perannya masing masing, sesuai komando dari atasan. Tak jarang mereka juga terlibat dalam pemeriksaan atau interogasi tersangka sekaligus membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Yovita misalnya, mengaku mendapatkan “atmosfer” berbeda setelah tiga tahun mengabdi di kesatuan ini. Ada tantangan ketika harus berbadapan dengan pelaku, baik pengguna maupun pengedar narkoba, mulai dari kelas teri sampai kelas kakap. “Mereka ini kan jaringan. Disinilah kesulitan kami untuk mengungkap ke pelaku lain,” ujar Yovita. Dalam rangkaian penangkapan pelaku hingga pemeriksaan, Yovita memfokuskan perhatian
Inspirasi
Bripka Nur Imansyah, memetik satu kesan yang sama ketika dia bertahun tahun bertugas di Sat Lantas Polres Mataram. “Ada kekompakan yang saya rasakan,” sebutnya. Kompak dalam sebuah tim, apalagi saat bertugas disadarinya akan menentukan hasil. Ketika di Sat Lantas, dia kompak bersama polwan dan personel laki laki lainnya untuk menegur pengendara yang ngeyel tak taat aturan, sampai ke tilang sebagai bentuk penindakan. Tapi di Opsnal Sat Narkoba, dia harus melakukan lebih dari itu, lebih menantang dan berbahaya tentunya. “Kalau di Sat Lantas pelanggarannya terlihat dengan kasat mata, tegur atau tilang bagi yang melanggar. Tapi kalau di Sat Narkoba, penyelidikan butuh kerja keras, harus menyamar, menunggu berjam jam. Kadang nihil, tentu saja kecewa. Tapi justru ini yang seru,” ujar Ima. Mengenyam pengalaman di Setum Polda NTB, kemudian melanjutkan karier brigadirnya sebagai personel di Samapta, hingga dipercaya di Spripim Kapolda, kemudian cukup lama menempa karir di Sat Lantas, sejak 2007. Dia tergabung dengan sejumlah polwan lainnya membuat beragam karya untuk membuat polisi makin humanis di tengah masyarakat. Patroli menggunakan sepeda dan sepatu
roda, salah satu revolusi cara pendekatan humanis itu. Tapi di Sat Narkoba keadaannya tentu jauh berbeda. Menurutnya, polisi yang ditempatkan di satuan ini adalah orang–orang pilihan. Meski baru empat bulan, tapi dia sudah merasakan atmosfer yang berbeda itu. “Saya dipilih bertugas di Sat Narkoba, mudah mudahan karena memang atasan memandang saya termasuk orang pilihan,” Ima tak melepas senyum. Kata–kata perempuan “pilihan” beralasan menurutnya, ketika dia diikutkan bersama dua tandemnya bersama tim opsnal saat melakukan penangkapan. Mereka diajak ketika oknum warga yang menjadi target itu perempuan. Tidak cuma fisik, tapi mental harus siap sebaik mungkin. Karena sekali lagi yang akan ditangkap ini adalah perempuan, orang yang sekaum dengannya, tentu dengan perasaan sama jika berada di situasi itu. Disinilah situasi miris itu menurut Ima. Contoh kasus ketika ia terlibat langsung dalam penangkapan di Karang Bagu perluasan beberapa waktu lalu. “Apalagi ada anaknya, kemudian nangis karena ndak mau ibu atau bapaknya kami tangkap. Rasa dilema. Ada rasa kasihan, tapi penegakan hukum harus tetap dilakukan,” tegasnya. -Haris M./Naniek I. Taufan
i desa yang berpenduduk sekitar 7000 jiwa ini, hampir kebanyakan masyarakatnya adalah pengrajin tembaga dan kuningan secara turun temurun. Dalam daftar objek wisata Provinsi Jawa Tengah, Desa Tumang yang terletak di lereng Gunung Merbabu ini, merupakan salah satu destinasi wisata belanja barangbarang kerajinan. Jadi ketika kita ke Desa Tumang, bukan hanya disuguhi pemandangan alam yang indah di lereng gunung tapi juga menikmati indahnya kerajinan karya masyarakat setempat. Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan dari dekat proses terciptanya suatu produk di workshopworkshop kelompok pengrajin. Ario Widiatmiko, salah satu pengusaha kerajinan tembaga asal Desa Tumang, bertutur, desanya menjadi pusat kerajinan tembaga dan kuningan sejak dahulu kala. Bahkan boleh dibilang sejak zaman Kerajaan Mataram, masyarakat desa tersebut sudah bekerja sebagai pengrajin. “Usaha saya ini pun dilakukan secara turun temurun, sejak zaman nenek moyang hingga ke orangtua saya adalah pengrajin,” ungkap Ario yang ditemui Tokoh di sebuah pameran kerajinan di Jakarta. Menurutnya, Jakarta menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan perusahaannya untuk memasarkan produk-produk kerajinan tembaga. Selain karena merupakan barometer perdagangan nasional, juga di Ibukota terdapat banyak orang dari berbagai latar belakang yang potensial untuk menyerap kerajinan tembaga. “Di Jakarta juga banyak buyer dari luar negeri, karena itu berpameran di Jakarta saya anggap memiliki potensi yang bagus untuk pengembangan bisnis ini,” ungkapnya. Ario sendiri mulai secara serius menekuni bisnis ini tahun 90-an. Awalnya, tuturnya, orangtuanya menjadi pengrajin tembaga tapi hanya khusus untuk perlengkapan rumah tangga seperti panci, dandang, dll. Namun seiring waktu, harga tembaga kian mahal, dan ini berimbas pada harga produk. “Harga tembaga kian mahal, harga produk pun ikut naik. Bisnis kerajinan barang rumah tangga menjadi sulit berkembang, kalah bersaing dengan produk-produk aluminium yang harganya lebih murah,” jelasnya. Bisnis barang-barang rumah tangga dari tembaga pun semakin terseokseok, sampai akhirnya seorang tokoh seniman asal Yogyakarta, Sapto Hudoyo, memperkenalkan produkproduk tembaga bernilai seni.Perlahan konsentrasi para pengrajin pun berubah yang sebelumnya mengerjakan barang-barang kebutuhan rumah tangga, menjadi barang-barang bernilai seni. Ternyata, perubahan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Aneka wadah, kap lampu dari tembaga, lampu gantung dengan banyak tangkai, bahkan tempat tidur dan bathtub dengan desain unik pun kini mudah dijumpai di galeri-galeri para pengrajin di Desa Tumang.
‘PENCURIAN’ DESAIN PRODUK Pasar kerajinan tembaga, ujar Ario lagi, memang belum seperti kerajinan jenis lainnya. Pembelinya pun kebanyakan adalah kalangan tertentu. Namun dengan semakin beragamnya produk tembaga, peminat pun semakin banyak. “Semakin banyaknya produk tembaga dengan desain-desain unik membuat peminat kerajinan ini semakin banyak. Tembaga memang unik karena bisa diaplikasikan disegala bidang,”tambahnya. Soal harga, diakuinya, memang selama ini orang beranggapan kerajinan ini harganya mahal.“Mahal itu kan relatif ya. Namun sebenarnya bisa tidak mahal-mahal amat, karena kualitas tembaga pun bermacam-macam dan itu bisa menentukan harga jual dari produk. Misalnya saja, tembaga yang lebih tipis harga produknya bisa lebih murah,” tuturnya. Selain bahannya (tembaga) yang memang harganya tidak murah, juga kata Ario, harga kerajinan tembaga menjadi mahal karena itu adalah 100% handmade. Semuanya dikerjakan secara manual tahap demi tahap, dimana ketelitian dan kesabaran diperlukan untuk dapat menghasilkan produk bernilai tinggi. “Semuanya 100% handmade dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Harus teliti dan sabar, perhitungan juga harus matang. Jadi memang tidak mudah membuatnya. Itu juga yang membuat produk kerajinan tembaga harganya cukup tinggi,” kata Ario yang sebelum merambah ke pembuatan aneka perlengkapan rumah dan ‘aksesorisnya’, ia menekuni pembuatan lukisan dari tembaga. Pasaran untuk lukisan tembaga, katanya, cukup baik. Banyak yang tertarik, baik itu untuk keperluan perkantoran, rumah ibadah maupun perorangan. Baru-baru ini, ucapnya, ia mendapat proyek cukup besar dari sebuah vihara yang menginginkan lukisan besar dari tembaga untuk menghiasi viharanya. “Potensi lukisan berbahan tembaga ini memang cukup bagus, khususnya rumah-rumah ibadah maupun kantor,” katanya. Namun sayangnya, kata Ario dengan nada sedikit kuatir, kondisi perekonomian Indonesia sekarang ini sedang kurang bagus. Naiknya dolar serta turunnya daya beli masyarakat, ikut mempengaruhi bisnis kerajinan tembaga, setidaknya
bisnisnya. Pasalnya, dengan kondisi seperti ini, lonjakan harga material tembaga menjadi tak menentu dan ini menyulitkan bagi para pedagang dalam memasarkan produknya. “Untuk mendapatkan materialnya tidak sulit, tapi harganya sungguh ‘minta ampun’, a ‘naik-turun’-nya bukan main. Harga material naik, maka kami pun terpaksa menaikkan harga sekitar 20% dari sebelumnya. Penjualan juga jadi agak lesu,” ucapnya dengan senyum kecut. Tapi lanjutnya, dengan kondisi seperti ini, baik pengusaha maupun pengrajin tidak putus asa. Karena ‘toh’ kondisi seperti ini bukan baru pertama kali terjadi, dulu pun pernah seperti ini, dan kerajinan tembaga tetap survive. Bahkan, ketika dulu
gonjang-ganjing dolar yang melambung tinggi, bisnis kerajinan justru banyak yang booming. Ini karena banyak buyer asing datang dan membeli produk kerajinan Indonesia. Karena itu, Ario juga berharap agar pemerintah mau membantu agar pengusaha kerajinan tembaga dapat berkembang dalam situasi seperti sekarang. “Pihak kementerian (Kemenneg Kop dan UKM) berjanji akan memberi kesempatan pada pengusaha kerajinan tembaga untuk berpameran di luar negeri. Kementerian kan sudah memiliki agenda pameran di luar negeri, kami rencananya akan diajak berpameran karena potensi pasar kerajinan tembaga ini sungguh bagus di manca negara,” paparnya. Sebenarnya, tambah Ario yang
5
melabeli produknya dengan ‘Cooper Art Indonesia’ ini, aneka produknya kerap dibawa ke luar negeri oleh pedagang-pedagang dalam negeri. “Mereka membeli dari kami kemudian dipasarkan ke berbagai negara. Ini karena mereka memang punya akses dan jaringan untuk perdagangan internasional. Misalnya pedagang dari Bali, dia sudah memiliki jaringan di luar negeri,” katanya. Meski Bali termasuk salah satu daerah yang potensial untuk memasarkan produknya, namun Ario mengaku tidak membuka toko khusus di Bali. “Saya kira belum perlu untuk membuka toko di sana. Saya berpikir, tidak ingin ‘mengganggu Bali’ dengan kerajinan ini karena kan Bali memiliki seni kerajinan tersendiri. Selain itu, saya juga berpikir, jika wisatawan menginginkan produk kerajinan tembaga, kenapa tidak datang ke sentra nya langsung. Datanglah ke Jawa Tengah, ke Desa Tumang, jadi bisa langsung melihat. Selain Desa Tumang, Jawa Tengah juga memiliki banyak sentra berbagai macam kerajinan. Jadi sebaiknya wisatawan datang langsung. Jadi bagi-bagi lah, jangan ke Bali saja, tapi ke Jawa Tengah juga,” katanya sambil tertawa. Hal lain yang juga menjadi keluhan adalah penjiplakan desain produk. Memang, katanya, ini sudah terjadi diberbagai produk kerajinan sejak lama, bukan hanya tembaga. Meski ini ‘menyakitkan’ namun produsen, desainer pencipta tidak bisa berbuat apa-apa karena memang banyak barang kerajinan tidak memiliki hak paten. “Ini memang jadi dilema ya. Produk kerajinan kan desainnya banyak sekali, dan terus menerus mengalami perubahan. Sedang untuk membuat hak paten kan per item. Tapi bagi-baru ini pihak kementerian memberi kami aplikasi gratis untuk hak paten. Soal bagaimana penerapannya, masih saya pelajari,” ucap Ario yang berkantor pusat di Solo. -Diana Runtu
4
Inspirasi
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Perempuan Berperan Penting dalam Ekonomi
P
erekonomian dunia tahun ini diperkirakan membaik diban dingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan 2015 vers�������������������� i������������������� Wor���������������� l��������������� d Economic Outlook tercatat 3,5 % atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang 3������������ ,3%. P������ erkembangan perekonomian yang cukup baik tersebut tak terlepas dari peran perempuan di dalamnya. “Sebut saja Angela Merkel yang merupakan kanselir Jerman saat ini, Janet Yellen yang merupakan Gubernur Bank Sentral Amerika
Serikat, dan Hillary Clinton yang merupakan senator wanita pertama dan satu-satunya di Amerika Serikat yang ikut berperan aktif dalam partumbuhan ekonomi global,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Dewi Setyowati saat membuka “Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial” yang sekaligus sebagai keynote speaker, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Jumat (24/4). Dewi menjelaskan, di Indonesia sendiri khususnya Bali, perempuan juga memiliki posisi penting dalam sektor pertumbuhan perekonomi-
an. Terlebih lagi dengan kondisi Bali sebagai provinsi yang ekonominya sangat terkoneksi dengan kondisi global. Selain itu, pertumbuhan populasi wanita dan tingkat partisipasi keria yang cukup besar juga mencerminkan tingginya kontribusi wanita dalam perekonomian. Tidak jauh berbeda dengan komposisi penduduk wanita dunia dengan data BPS yang menunjukkan jumlah penduduk wanita di lndonesia mencapai 49,75% pada 2013. Dari jumlah tersebut, partisipasi tenaga kerja wanita semakin meningkat sebagaimana tercermin dari tren penurunan tingkat pen-
Foto bersama Ny. Satria Naradha, Ny. Selly D. Mantra, Dewi Setyowati, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda saat Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial
Pakai Resep MMS Ketika seorang perempuan ingin mandiri secara finasial, maka ia harus terlepas lebih dahulu dari tuntutan-tuntutan ekonomi. Dalam arti tidak tergantung pada laki-laki secara ekonomi. Dengan kemandiriannya perempuan lebih leluasa mentransformasikan kemampuannya kepada perempuan lainnya untuk maju bersama. Demikian disampaikan Dr. AAA Ngr Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M,. M.H. dalam “Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial” di BI. Bicara mengenai tuntutan hidup, Gung Tini menyebutkan 5 kebutuhan hidup yang harus diperjuangkan, menurut teori Maslow. Mulai dari kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, penghargaan hingga aktualisasi diri. Untuk bisa memenuhi bahkan lepas dari kelima kebutuhan dasar hidup manusia tersebut, Gung Tini berbagi resep dengan menyebutkan istilah MMS (mau, mampu, dan siap). “Tidak ada dikotomi antara kegiatan domestik dan publik, siap dengan segala konsekuensinya dan segera bekerja, bekerja, dan bekerja,” ucapnya. Gung Tini pun mengutip kali-
mat Dewi Motik Pramono “Cepat kaya dan bahagia dengan berwirausaha”, sebagai penggugah. Kemudian untuk langkah sukses mencapai kemandirian finansial, Gung Tini menggunakan The cashflow quadrant atau teori 4 kuadran dari Robert T. Kiyosaki sebagai panduannya yang menggambarkan jika perempuan ingin bebas finasial maka ia harus memiliki kecerdasan finasial. Ini berarti, ketika perempuan mandiri secara finansial, akan menjadi pribadi yang mandiri dan penuh percaya diri. Selanjutnya,
tentu akan membesarkan anakanak yang mandiri dan percaya diri juga. Agar perempuan lebih siap mengambil langkah menuju jalur cepat finansial, untuk urusan bagaimana mengurus bisnis, mengenal cashflow, mengetahui perbedaan antara risiko dan berisiko, ingin menjadi investor tipe apa, menumbuhkan keyakinan untuk semuanya, serta sukses tanpa konflik di keluarga, Ketua Iwapi Bali ini menyarankan untuk tidak sungkan datang ke Klinik Konsultasi Bisnis Iwapi Bali.
gangguran terbuka untuk perempuan, sehingga tercatat mencapai 6,77% pada 2012 lalu. ”Di Bali sendiri, p��������� orsi penduduk ���������������������� wanita ��������������� tercatat mencapai 49,68 persen. Peran perempuan Bali dalam lapangan kerja terlihat lebih tinggi dibandingkan peran perempuan nasional,” ujarnya. Seminar yang digelar serangkaian peringatan Hari Kartini ini terselenggara atas kerjasama harian BisnisBali dengan BI Provinsi Bali, Pemkot Denpasar, IDX, Iwapi Provinsi Bali, dan Hipmi Provinsi Bali, yang juga didukung Bali Post, Denpost, Tokoh, dan Bali TV. Seminar juga dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali Zulmi, istri Wali Kota Denpasar Selly D. Mantra, istri Pimpinan Kelompok Media Bali Post Ny. Satria Naradha, Ketua Iwapi Bali Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. dan Ketua Hipmi Bali I Gusti Ayu Inda Trimafo Yudha, Ketua Iwaba Ny Made Suja, Ketua Pipebi Ny. Suarpika Bimantoro, dan Komunitas UMKM Kota Denpasar. INVESTASI DI PASAR MODAL Equty Analyst Phillip Securities Indonesia, Milka Mutiara dalam seminar tersebut mengatakan berinvestasi di pasar modal ini ditegaskannya 3M+1A yakni mudah, murah, menguntungkan, dan aman. Mudah, karena siapa pun bisa berinvestasi dan bisa dipantau dari rumah. Murah, karena harga saham sekarang ini sangat murah, minimal Rp 50, 1 lotnya isi 100
SMART DAN FLEKSIBEL Mandiri secara finansial, bagi Ketua Hipmi Bali I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, tidak hanya bisa menghasilkan tapi juga bisa mengatur keuangan dengan baik. Menurut lulusan International College Hotel Management (ICHM) Adelaide- South Australia ini, cara untuk mencapai kemandirian finansial adalah dengan bekerja secara profesional atau berwirausaha. Untuk itu yang diperlukan adalah kemauan, keterampilan, modal tunai keyakinan yang dilengkapi dengan doa. “Dengan bekerja atau berwirausaha, kita dapat mengasah kemampuan atau bakat terpendam. Ketika disalurkan secara positif akan
Suasana Seminar Perempuan dan Kemandirian Finansial di BI
Dewi Setyowati lembar. “Jadi dengan Rp 5 ribu kita sudah bisa punya saham,” ujarnya. Investasi ini juga disebut menguntungkan untuk jangka panjang, karena perkembangan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) rata-rata 18% pertahun. Selain itu, investasi ini aman dikarenakan pasar modal berada di bawah naungan pemerintah, bukan invest abal-abal/bodong. Selanjutnya, ia mengatakan perempuan di era globalisasi ini memiliki peran penting bagi pertumbuhan investasi di dalam negeri. Perempuan, berperan dalam mengelola investasi dari suatu rumah tangga yang didukung dengan cukup banyaknya waktu untuk memperhatikan perkembangan saham yang mengalami kenaikan maupun penurunan. –Inten Indrawati
dapat memberikan manfaat pada lingkungan sekitar dan bahkan menjadi contoh atau inspirasi bagi orang lain atau generasi penerus kita,” ucapnya. Ia juga menyampaikan bahwa kemandirian seorang ibu bisa memberikan atmosfir positif bagi lingkungan terutama anak-anak, sebab orangtua juga sebagai rule model mereka. Dalam kesempatan tersebut, Gung Inda juga menyampaikan strategi memulai usaha dari kecil di rumah sampai menjadi pengusaha yang sukses. Orang wajib memiliki motivasi mengetahui apa yang diinginkan. Memiliki ide sesuai selera juga tren yang sedang berlaku serta memiliki bekal keterampilan untuk melaksanakannya.Kemudian merancang strategi dan siap berkompetisi. Yang penting pula dalam proses trial & error adalah tidak mudah putus asa. Berikutnya, ia juga mengingatkan untuk tidak lupa menyeimbangkan segala aspek kehidupan, baik urusan komunikasi dengan keluarga, menyadari tidak ada kekuatan yang lebih besar selain dari Yang Maha Kuasa dan menyempatkan diri sejenak untuk menikmati hasil dari kerja keras yang sudah dilakukan. “Selain itu, smart dan fleksibel juga menjadi pedoman lainnya untuk menggapai kesuksesan,” tandasnya. –Sri Ardhini
Mandalika
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Semarakkan HUT ke-47
21
BKOW NTB Gelar Beragam Kegiatan Puncak peringatan HUT ke-47 BKOW NTB dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April 2015 dan digelar di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Sebagai wadah pemersatu organisasi-organisasi wanita di NTB, BKOW memiliki prinsip sebagai lembaga federasi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, berharkat dan bermartabat luhur, berkesetaraan dan keadilan gender serta demokratis dalam tata kelola pemerintahan. Mengusung tema HUT kali ini, “Mantapkan Kualitas Kaum Perempuan sebagai Pendidik Utama Keluarga dan Pendidik Bangsa,” BKOW NTB siap berkontribusi dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat.
S
ebelum puncak peringatan ini, berbagai kegiatan yang mendorong peranan wanita dalam pembangunan maupun peranan sebagai seorang ibu, dilaksanakan untuk menyemarakkan HUT Ke-47 BKOW. Di
antaranya Seminar dan Kampanye Keliling Antikorupsi di kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat, kampanye pencegahan Kanker Serviks yang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Lomba Fashion Show, Talk Show Kesehatan bersama Putri
Indonesia tahun 2015, Lomba MC, dan Lomba Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebagai gabungan organisasi wanita, BKOW tentu memiliki kekuatan tersendiri untuk dapat berperan dalam pembangunan di daerah ini. Hal inilah yang diharapkan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin yang hadir pada puncak peringatan tersebut. “Jajaran Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB diminta benar-benar dapat menjadi wadah bagi organisasi wanita di NTB dan terus menjaga kekompakan,” ungkap H. Muh. Amin. Ia meminta agar organisasi wanita di NTB harus mampu berperan dan memiliki semangat seperti R.A Kartini dan pahlawan wanita Indonesia lainnya dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah. Di depan
HUT BKOW dan Kartini di Graha Bhakti Praja
para anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kabupaten/kota se-NTB yang dalam kegiatan ini, Ketua BKOW NTB Hj. Syamsiah Muh. Amin meminta agar BKOW
harus mampu menjaga dan memupuk rasa kekeluargaan serta saling menyemangati demi dapat berkontribusi dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat.
Audiensi APII dengan Gubernur NTB
NTB Potensial sebagai Wisata Syariah Sebagai daerah berpenduduk mayoritas muslim, Nusa Tenggara Barat, dinilai paling potensial untuk dikembangkan sebagai pusat wisata syariah terbaik di Indonesia. Hal tersebut disampaikan H. Fauzan, Ketua Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) NTB, saat bertemu dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi beberapa waktu lalu. Apalagi katanya, wisata syariah tidak hanya dibutuhkan oleh wisatawan muslim, tapi juga sudah menjadi kebutuhan wisatawan secara umum baik lokal maupun mancanegara. Fauzan, mengatakan bahwa wisatawan muslim memiliki andil yang cukup besar dalam pariwisata dunia. Menurut penelitian dari Crescentrating, pengeluaran wisatawan muslim dalam suatu perjalanan cukup tinggi. Dapat dibayangkan uang yang dihabiskan wisatawan muslim di dunia pada tahun 2011 mencapai 126 milyar dolar AS atau setara Rp 1.222,1 Triliun. Angka ini dua kali lebih besar dari seluruh uang yang dikeluarkan oleh wisatawan Cina yang mencapai 65 milyar dolar AS atau setara Rp 630 Triliun. Upaya menjadikan syariah sebagai khas pariwisata NTB mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII). “Pariwisata NTB harus jauh lebih ber-
martabat, NTB harus berbenah menjadi destinasi wisata syariah dunia. Karena, wisata syariah tidak hanya dibutuhkan oleh wisatawan muslim, tapi juga sudah menjadi kebutuhan wisatawan secara umum baik lokal maupun mancanegara,” kata Fauzan. Menurutnya, wisata syariah
sudah menjadi tren pariwisata dunia bukan hanya negara berpenduduk mayoritas Muslim. Seperti Malaysia menggunakan istilah Islamic Tourism, di Uni Emirat Arab disebut sebagai Family Friendly Tourism, di Thailand disebut Sharia Tourism, sementara di Jepang disebut Halal Tourism.
“Pariwisata harus dikembangkan sesuai kultur daerah masing-masing,” katanya. Untuk mewujudkan hal ini di Nusa Tenggara Barat memang butuh waktu untuk menyelesaikan banyak tantangan dan hambatan dalam mengembangkannya. Gubernur NTB merasakan tantangan tersebut, namun pemerintah daerah mendukung sepenuhnya program wisata syariah ini dengan memasilitasi sarana dan prasarana infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan sebagainya, untuk mendukung hal ini ke depan. Yang terpenting menurut gubernur adalah bagaimana menjadikan pelaku pariwisata yang jujur. Perlu penanaman nilai moral dimulai dari attitude, hospitality serta kejujuran dari setiap pelaku pariwisata yaitu tour guide dan pihak hotel. Majdi mengharapkan NTB sebagai daerah wisata islami dengan menyelenggarakan event-event pariwisata syariah, seperti event halal food dunia. “Kita harus mulai memperbaharui sistem pariwisata kita dari hal-hal kecil seperti sertifikasi halal food dan konsep wisata keluarga agar mudah dipahami dan tidak membuat kesalahpahaman antar umat beragama,” katanya. Foto-foto: Humas Setda NTB
22
Sosialita
Edisi 846/ 27 April - 3 mei 2015
Edisi 846/ 27 april - 3 mei 2015
Ida Ayu Putu Sri Widnyani
Keliling Jakarta hanya Rp 3.500
Kangen Mengajar Perempuan kelahiran, Blahkiuh, 29 Juni 1975 ini baru saja menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Ilmu Ad ministrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang. Berbagai rintangan sempat mewarnai perjuangannya dalam meraih gelar doktor.
Meski kerap mendapat kritikan seputar pelayanannya, namun harus diakui busway atau TransJakarta sampai saat ini adalah angkutan terbaik yang dimiliki Jakarta. Ada tiga keunggulan busway, ongkosnya murah meriah, Rp 3.500 bisa berkeliling Ja karta yang memiliki lima daerah administratif. Syaratnya hanya satu, jangan keluar dari halte busway ketika melakukan per pindahan jalur. Keunggulan lainnya, keamanan dan kecepatan.
S
oal keamanan yang dimaksud adalah kasus kriminal seperti pencopetan dan penjambretan, serta pelecehan seksual yang dalam setahun terakhir makin jarang terdengar. Ini karena pengamanan dalam area halte maupun di dalam bus sangat ketat. “Di dalam bus, setidaknya ada tiga sampai empat penjaga keamanan,
tergantung besarnya bus. Kalau bus gandeng bisa sampai empat orang. Mereka itu galak lho, jadi penumpang nggak ada yang berani bandel atau melanggar aturan. Misalnya soal pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan yang sudah berlaku satu setengah tahun terakhir ini. Nggak ada yang berani melanggar meski kondisi di dalam bus sesak,” ungkap Pingkan Melita,
Harus Siap Antri Soal ongkos busway yang murah meriah mungkin menjadi cacatan tersendiri di tengah mahalnya biaya transportasi di Jakarta. “Kalau kita berangkat pagi sebelum jam 7, malah ongkosnya bisa lebih murah lagi yakni hanya Rp 2000,” tambah Grace. Hal ini, katanya, tentu sangat meringankan bagi para pelajar maupun pekerja yang sekolah/ tempat kerjanya jauh atau berada di wilayah lain. “Kalau naik angkutan umum biasa, kita harus berkali-kali ganti kendaraan, ongkos yang dibayar pun berbeda-beda. Jika ditotal, dalam sekali jalan biaya yang harus dikeluarkan berlipat-lipat daripada naik busway. Dengan busway, meski beberapa kali ganti bus, tapi ongkosnya tetap Rp 3500,” ucap Grace yang lokasi rumahnya di wilayah Jakarta Utara sementara kantornya di Jakarta Selatan. “Yang paling untung, mungkin, adalah pekerja seperti saya yang berkantor di Jl Jendral Sudirman, dekat halte busway. Jadi turun dari halte, jalan kaki menuju kantor. Biayanya ngirit,” tambah Grace sambil tertawa. Hal yang sama juga dirasakan Pingkan yang kampusnya berada di kawasan Jendral Sudirman. “Rumahku di Manggarai, Jakarta Selatan, dekat dengan halte busway. Kampus juga dekat halte busway, jadi memang soal biaya lumayan ngirit,” ucap mahasiswi Fakultas Hukum ini. Tetapi, meski ngirit, kadang ia tak tahan dengan antrian. Kalau jam sibuk, pagi dan sore hingga jam 7 malam, antrian di halte Dukuh Atas Jl Jendral Sudirman, bisa sampai setengah jembatan penyeberangan. “Udah cape di kampus, cape ngantri, bikin bete aja. Makanya aku kadang milih naik metromini biar cepat sampai rumah,” katanya. Bagi penumpang yang sudah terbiasa naik TransJakarta, biasanya sudah tahu jam padat dan lenggang penumpang.
mahasiswa Universitas Atmajaya Jakarta. Pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan ini dilakukan karena dulu kerap kali terjadi kasus pelecehan seksual di dalam busway yang padat penumpang. Berkat publikasi yang terus menerus akhirnya dilakukan pengaturan seperti sekarang ini. Walhasil, kasuskasus pelecehan seksual pun
menurun drastis bahkan nyaris tak terdengar. Begitupun kasus pencopetan, penjambretan, jauh berkurang. Ini karena selain pengawasan yang diperketat juga adanya CCTV di dalam bus yang terus dipantau oleh petugas. “Pernah suatu ketika ada penumpang nakal yang cobacoba nyopet. Tapi apes, aksinya terpantau CCTV. Sopir langsung
Diakui Grace, pelayanan TransJakarta semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sebagai pengguna TransJakarta sejak pertama kali bus ini beroperasi 11 tahun lalu, dia merasakan betul kemajuan yang dicapai. Namun, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. “Kemajuannya lumayan, namun masih belum sesuai harapan. Alangkah bagusnya kalau bisa seperti MRT di negara lain, seperti Singapura misalnya,” kata perempuan yang mengaku sudah beberapa kali merasakan naik angkutan massal di sejumlah negara. Dari 12 koridor busway yang ada di Jakarta, lanjutnya, tidak semuanya memiliki pelayanan yang bagus. Hanya beberapa koridor yang bagus, salah satunya adalah Koridor I jurusan Blok M-Harmoni Kota melintasi Jl Jendral Sudirman-Thamrin. “Ini jalur yang setiap hari saya lewati, busway-nya ok banget. Pendingin udara bekerja bagus, busnya pun bagus. Apalagi baru-baru ini ada tambahan bus baru, jadi memang lumayan dibanding TransJakarta di koridor lainnya. Mungkin karena melewati jalan protokol ya, jalan utama yang berada di pusat kota Jakarta. Yang naik pun pekerja perkantoran juga banyak orang asingnya. Jadi pelayanannya bagus,” ujarnya. Lepas dari itu, Grace tetap memberi apresiasi pada Pemda DKI Jakarta maupun pengelola yang terus berupaya meningkatkan pelayanan angkutan umum ini. Satu hal yang menjadi penekanannya adalah masalah AC (air conditioner) yang juga menjadi keluhan kebanyakan para pengguna bus ini. “Untuk mencapai rumah, saya tidak hanya melewati Koridor I tapi juga dua koridor lainnya, ada AC bus tidak berfungsi bagus. Masalah AC ini sangat penting, karena sekalipun lalu lintas macet, penumpang berdesak-desakan, namun jika pendingin udara bekerja bagus, kami tidak terlalu menderita,” tandas Grace. –Diana Runtu
3
memperingatkan semua penumpang agar berhati-hati karena ada aksi. Habis itu, orang yang dicurigai langsung digeledah. HP yang dicuri akhirnya kembali,” kata Pingkan yang mulai menggunakan busway sejak masih SMP. Hal senada juga diungkap Grace Zacharias. Sebagai perempuan, salah satu hal yang paling mengkhawatirkannya saat naik angkutan umum adalah masalah keamanan. Hal ini karena penumpang angkutan umum sangat banyak apalagi di saat jam sibuk berangkat dan pulang kantor. Jumlah bangku hanya sedikit sehingga memberi space yang besar untuk orang berdiri. “Karena padatnya maka kami berhimpit-himpitan. Saat itulah mereka yang punya ‘otak kotor’ beraksi mulai dari pelecehan seksual sampai pencurian/pencopetan. Tapi sejak pengaturan keamanan di TransJakarta diperketat, kasus-kasus semacam itu sangat jauh berkurang. Ini bagus sekali,” ungkap karyawan sebuah kantor konsultan hukum di kawasan SCBD (Sudirman Central Bussiness District) ini. Mengenai kecepatan, tentu semua orang tahu. Hal itu terjadi karena TransJakarta memiliki ‘keistimewaan’ yakni jalur khusus yang sesuai peraturan tidak boleh digunakan oleh kendaraan lainnya. Walau kenyataannya, karena lalu lintas Jakarta begitu macetnya, maka ada saja pengendara mobil yang tidak disiplin menyerobot jalur busway. Meski begitu, tetap saja, dibanding kendaraan lain, naik busway relatif lebih cepat dalam menembus kemacetan Jakarta. –Diana Runtu
M
enurut perempuan bernama lengkap Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos.,M.AP., ini, belajar tak mengenal pengorbanan. Dosen Universitas Ngurah Rai ini menyatakan, impian harus diperjuangkan. Itulah tekadnya sejak remaja, agar cita-citanya menjadi PNS terwujud. Walaupun awalnya, tak terpikir menjadi dosen, tapi impian menjadi PNS justru diraih lewat mengajar. Justru, kini ia merasakan kangen mengajar. Perempuan yang akrab di sapa, Dayu Widnyani ini, menuturkan, dunia cuap-cuap atau master ceremony sudah digandrungi sejak remaja. Sejak SMA, ia sering didaulat menjadi pembaca acara dalam ber bagai acara sekolah dan di desa. Berbekal keterampilannya itu, ia ingin sekali bisa bekerja sebagai humas di instansi pemerintah. “Dari dulu ber keinginan menjadi PNS,” kata istri Ir. Ida Bagus Ketut Sugirianta, M.T. ini. Saat SMP, kesukaannya ber organisasi sudah terlihat. Dayu ikut sebagai pengurus OSIS. Ia berpen dapat, den gan bero rganisasi, ia
Dayu Widnyani bersama keluarga
anyak belajar disiplin dan tanggung b jawab. Dayu juga aktif dalam kegiat an pramuka dan PMR. Setelah menamatkan SMA, Dayu ingin merealisasikan keinginannya menjadi PNS dengan kuliah di bagian Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa. “Waktu itu Fisip belum ada di Unud,” kata Dayu yang pernah memperoleh penghargaan juara III tingkat Provinsi Bali dalam lomba menulis Prasi di atas daun lontar sebagai wakil Kabupaten Badung. Selain kuliah, ia juga menyibukkan diri sebagai salah satu penari Parwa Agung Desa Blahkiuh, juga menjadi pengurus senat di kampus dan anggota pencinta alam. “Saya memang suka traveling dan men daki,” kata ibunda IB Prabha Girindra, IA Githa Girindra, IA Vipra Girindra, dan IB Dipra Girindra ini. Dalam perjalanan kuliah, Dayu bertemu tambatan hatinya, dan memutuskan menikah setelah tamat kuliah. Keinginannya untuk menjadi PNS masih terpendam karena disibukkan mengurus buah hatinya. Sembari mengurus buah hatinya,
Dayu ikut membantu usaha suaminya yang bergerak dalam bidang konsultan MEP (mechanical, electrical, and plumbing). “Ya hitung-hitung saya mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di kuliah,” tuturnya. Dengan berjalannya waktu, anak-anaknya mulai tumbuh dan sudah bisa ditinggal. Dayu masih punya impian mengejar cita-citanya menjadi PNS. Tahun 2004, Dayu mendapat informasi ada lowongan dosen kopertis. Saat itu, suaminya, sudah menjadi PNS sebagai dosen di Politeknik Negeri Bali. Kebetulan, lulusan Fisip dicari 11 orang. Dayu berpikir, ini kesempatannya mencoba. Walaupun sempat ragu, ia mencoba memberanikan diri. Apalagi, suami nya, sangat mendukung keinginannya itu. Dayu makin percaya diri. Ternyata, Dayu lulus tanpa hambatan. Dari 28 alumni Fisip yang melamar, 10 orang diterima, termasuk Dayu. Tahun 2005, ia ditempatkan sebagai dosen di Fisip Universitas Ngurah Rai Denpasar. “Dunia mengajar hal yang baru bagi saya. Awalnya saya sempat agak grogi,” ujarnya sembari tertawa tentang sukaduka awal sebagai dosen. Namun, lambat-laun dalam perjalanan, Dayu mulai bisa menyesuaikan diri dengan dunia mengajar. Dayu banyak membaca buku metode mengajar dan
Dayu Widnyani bersama rekan Fisip Universitas Ngurah Rai dan promotor doktornya setelah selesai ujian disertasi
edagogik yang membuat ia makin p menguasai teknik mengajar. Yang pada akhirnya, membuat Dayu, sangat menikmati tugasnya menjadi dosen. Dalam perjalanannya sebagai akademisi, ia bertemu dengan Luh Riniti Rahayu, yang waktu itu ber kiprah di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali. Banyak hal yang ia tanyakan, menunjukkan keseriusan belajar politik. “Saya tertarik soal kepemiluan. Mungkin juga, karena pada dasarnya saya ini suka belajar banyak hal,” tutur Dayu. Dari Riniti Rahayu, ia mendapatkan saran dan kiat untuk bisa lolos menjadi anggota komisioner KPU. Awalnya, ia berpikir, apakah waktunya akan cukup dibagi untuk seabrek kegiatannya. Namun, setelah berkonsultasi dengan suami dan keluarga, keinginannya itu sangat didukung, yang memulus kan langkahnya ikut test. Keber untungan berpihak kepada Dayu. Tanpa halangan, ia lolos menjadi anggota KPU Badung Periode 20082013, dan Dayu, satu-satunya perempuan dalam formasi Komisioner KPU Badung. Saat pemilu ia mengakui, banyak pekerjaan sehingga tak jarang, ia harus pulang malam bahkan dini hari. Bahkan, ia pernah tidur di kantor camat, menunggu kotak suara tiba di sana, saat menjadi korwil kecamatan. Ditengah kesibukannya, ia tetap ada waktu mengajar di kampus. “Saya enjoy saja melakukan semua aktivitas, termasuk mengurus keluarga dan manyama-braya di desa,” kata Dayu. Setahun setelah di KPU, Universitas Ngurah Rai membuka Program Pascasarjana. Dayu melanjutkan pendidikannya ke Magister Administrasi Publik. Sebelum tamat, Dayu dan suaminya sempat berdiskusi tentang kelanjutan pendidikannya. Dayu ingin terus melanjutkan ke program doktor. Namun, setelah mencari-cari kampus, program yang sesuai hanya ada di luar Bali. “Waktu itu, saya ragu, karena harus berpisah dengan keluarga,” katanya. Namun, suaminya terus men dukung Dayu agar tak ragu-ragu melanjutkan pendidikannya. Ia menuturkan, banyak sekali tantangan waktu menyelesaikan program doktornya. Di awal penyusunan proposal disertasi, promotornya jatuh sakit dan meninggal
Kebijakan Publik Berbasis Traditional Good Local Governance
Disertasi Dayu meneliti tentang implementasi kebijakan usrenbang dalam rangka merumuskan sebuah kebijakan Rencana m Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Penelitian dilakukan di tiga desa, yaitu Sangeh, Mengwi, dan Tibubeneng. Hasil penelitiannya ini memberikan rekomendasi, agar ketika melakukan proses kebijakan publik melalui musrenbang harus melibatkan tiga pilar governance yaitu pemerintah, masyarakat sipil, pihak swasta dan ditambah satu aktor lembaga adat. Sikap para peserta hendaknya mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali seperti paras-paros, sagilik-saguluk salunglung sabayantaka, ngalap kasor, ngayah, dimana sikap ini sudah mulai terdegradasi oleh
epentingan pribadi atau golongan. Hendaknya dilakukan reformasi k regulasi tentang proses musrenbang sehingga nantinya produk RKPD yang dihasilkan berbasis pada aspirasi (nilai-nilai lokal) dan basic need masyarakat yang dikelola melalui networking antara pemerintah, masyarakat sipil, pihak swasta dan lembaga adat dengan prinsip good governance. Dayu juga mengucapkan terimakasih kepada, Bupati dan Sekda Badung, Bappeda Badung, Kesbangpol dan Linmas Badung, para kepala desa dan sekdes, bendesa adat dan wakil, para kelian dinas dan adat di Desa Sangeh, Desa Mengwi, dan Desa Tibubeneng serta para narasumber atas informasi dan dukungan datanya. -ast
sehingga perlu waktu untuk mencari penggantinya. “Untuk menghemat biaya, saya dua hari sekali DPSMalang naik bus. Banyak kejadian menegangkan waktu perjalanan. Bus yang saya tumpangi pernah kecelakaan, laptop saya pernah hilang dicuri orang menjelang ujian proposal. Pernah kebanjiran dalam perjalanan ke Malang sehingga harus naik ojek selama 2 jam. Pokoknya kalau ingat itu jadi terharu,” kata Dayu dengan mata berkaca-kaca. Bahkan, saat akan berangkat menuju Malang, melihat anak- anaknya, Dayu sedih. “Perasaan seorang ibu tentu sedih meninggalkan keluarga. Makanya, saya usahakan kalau memang jadwal kuliah pendek, saya pulang ke Bali,” kata Dayu. Namun, dari semua tantangannya itu, kata Dayu, ia menjadi lebih kuat dan termotivasi untuk segera menyelesaikan studinya. Bekerja dengan tulus ikhlas, semangat, dan pantang menyerah merupakan prinsipnya sehingga perjuangan Dayu menghasilkan kebanggaan bagi dirinya, keluarga, dan tentu saja kampus Universitas Ngurah Rai (UNR). Saat ujian, selain keluarganya, teman-temannya di Fisip, bahkan, Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si, dan istri datang memberinya semangat. “Saya kaget sekaligus bangga dan haru Pak Rektor beserta ibu juga datang memberi semangat saat ujian akhir disertasi bulan Februari,” kata Dayu yang diyudisium 29 April 2015. Ia menuturkan, sejak bulan April, ia sudah mulai aktif mengajar di kampus. Hal itu tentu saja mengobati rasa kangennya mengajar, yang selama ini sempat jeda karena kesibukannya kuliah. “Sekarang mengajar menjadi suatu keasyikan. Dalam Tri Dharma Perguruan tinggi, selain mengajar, dosen juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketiga hal itu, sangat saya nikmati,” kata Dayu yang berasal dari Br. Brahmana, Desa Sangeh, Kab. Badung ini. –ast
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
Pilih Angkutan Massal atau Pribadi? Suasana Hari Kartini sangat terasa pekan lalu. Beberapa instansi membuat acara untuk memperingati Hari Kartini, mulai aneka lomba, syukuran, hingga seminar. Semua mengambil tema global, peran wanita di era terkini. Wanita zaman dulu dan zaman sekarang sudah berbeda. Dulu wanita hanya di ranah domestik. Sekarang, wanita dan pria memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan eksistensi. Tergantung bagaimana memanfaatkan peluang yang ada agar mampu mengimbangi pesan perkembangan zaman. Kini makin banyak wanitawanita yang menempati posisi puncak di instansi pemerintah. Saat digelar Seminar bertajuk “Perempuan dan Kemandirian Finansial” di Bank Indonesia Denpasar. Acara yang diselenggarakan BisnisBali (Kelompok Media Bali Post) ini menghadirkan empat pembicara, Friderica Widyasari Dewi (Direksi Bursa Efek Indonesia), Dewi Setyowati (Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali), I
Trans Sarbagita di halte Jln. Kamboja
Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha (Ketua Hipmi Bali), dan AAA Tini Rusmini Gorda (Ketua Iwapi Bali). Hasil seminar dapat Anda baca di edisi ini. Selain itu, untuk memperingati Hari Angkutan Nasional, kami membahas mengenai pengelolaan sarana transportasi massal di Bali. Kehadiran Trans Sarbagita menjadi salah satu solusi untuk mengajak masyarakat memilih angkutan massal dan mengurangi penggunaan angkutan pribadi. Namun, upaya ini masih memerlukan proses. Sarana transportasi massal banyak memberi kemudahan sepanjang penyediaan
sarana dan prasarana berikut jalurjalur yang dilalui bisa memenuhi ekspektasi masyarakat. Kalau hal ini tidak dilakukan, masyarakat tentu akan lebih memilih kendaraan pribadi agar lebih praktis. Sajian yang tak kalah menarik untuk pembaca khususnya penggemar fotografi adalah tipstips fotografi landscape. Pesona alam nusantara tak akan habishabisnya untuk dieksplorasi dengan kamera. Banyak spot-spot menarik yang bisa diabadikan. Apalagi pancaran sinar matahari di Bumi Khatulistiwa ini sangat membantu pencahayaan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendukung hobi fotografi Anda. Selamat mencoba. Salam
Mimpi Jadi Kenyataan Masa-masa kecil yang kulalui dengan hidup pas-pasan membuat aku berpikir untuk meminta sesuatu kepada orangtuaku. Orangtuaku petani penggarap yang panen padi kadang berhasil kadang tidak. Walaupun keadaan serba kekurangan tak mengurangi keinginanku untuk mengubah keadaan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Aku tak meratapi hidup serba kekurangan namun tekadku dalam hati sangat kuat, aku ingin mengubah nasib keluargaku serta membahagiakan orangtua. Setelah menamatkan pendidikan SLTA aku mencari pekerjaan kesana kemari namun nasib baik belum berhasil. Aku lelah, aku hampir putus asa namun semangat untuk mendapatkan pekerjaan telah tertanam dalam jiwaku. Aku masih ingat kata-kata ayahku, ibarat memasang pancing patok saking banyaknya memasang pasti salah satu akan mendapatkan ikan. Benar saja apa yang dikatakan ayahku, surat lamaran yang aku kirim akhirnya mendapat jawaban dan aku harus interview dengan banyak saingan, rupanya nasib baik berpihak kepadaku dan aku mendapatkan pekerjaan. Aku pun mengikuti job training di Jakarta. Aku minta pamit kepada orangtuaku. “Ayah izinkan saya pergi untuk mengubah nasib keluarga kita”. Ayahku pun memberi doa restu untuk mengikuti job training. Aku sangat bangga dengan orangtuaku mereka hanyalah petani kecil bisa me-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
nyekolahkan dan kakak-kakak walaupun sebatas SMA. Dengan semangat dan pengalaman, aku pindah dari tempat satu ke tempat yang lain, untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Ekonomi keluargaku sedikit demi sedikit mulai berubah. Aku bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kebahagiaan dalam keluargaku makin aku rasakan seiring berjalannya waktu. Aku selalu sharing pengalamanpengalaman yang aku dapat di tempat kerja baik itu masalah berat maupun ringan. Aku sering meminta nasihat kepada ayahku. Pada 23 Juni 1999 malam harinya aku bermimpi ayahku meninggal dan dalam mimpi itu aku menangis sejadijadinya dan berguling-guling di tanah. Mataku terasa lembab dan badanku capek. Apakah ini kenyataan? Kuusap mataku dan kulihat jam 1 malam. Esok paginya aku akan siap-siap kerja, kok tumben ada burung gagak di tempat kosku?, perasaanku galau ada apa gerangan? Tiba-tiba kakakku datang ke tempat
kerjaku. “Ayo pulang, ayah meninggal”. “OMG, ternyata mimpiku menjadi kenyataan kemarin aku lihat bapak masih sehat-sehat saja”. Setibanya aku di rumah aku melihat ayah sudah terbujur kaku di balai adat. Air mataku tak bisa kubendung, aku tak terima dengan kenyataan ini. Lama sekali aku termenung dan berpikir, ayah secepat itu meninggalkan kami. Setelah orang-orang datang kerumah ku untuk melayat banyak yang menyadari diriku dan aku berpikir kematian itu adalah wajib. Manusia hanya bisa merencanakan semuanya Tuhanlah yang menentukan. Apapun kejadiannya aku berusaha untuk tegar walaupun pil pahit telah kutelan. Seandainya ayah masih hidup mungkin ayah akan senang melihat dan bercanda dengan cucu-cucunya. Dengan sepuluh jari tanganku, aku berdoa semoga mereka mendapat tempat yang sesuai, mohon maaf seandainnya anakmu punya kesalahan di masa yang lalu. Wayan Sudiasa, Seminyak
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 2.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
kartini
Tetangga Amat memberi nama anaknya R.A. Kartini. Ketika ditanya apa kepanjangan RA, ia menjawab jelas Putu Wijaya tegas, “Raden Ajeng!” Semua orang protes. “Raden Ajeng dari mana? Itu kan gelar bangsawan Jawa! Lha kamu orang Bali dari kasta sudra! Tidak klop!” “Betul! Tapi pada anak saya, RA itu bukan gelar tapi nama. Nama! Nama saja! Bukan gelar!” “Tidak bisa! RA Itu sudah disepakati sebagai gelar, tidak bisa dijadikan nama. Seperti dokter atau insinyur atau Anak Agung, itu gelar yang diturunkan, tidak bisa dipakai sembarang orang, tidak boleh dijadikan nama!” Tetapi tetangga itu tetap teguh memberi nama anaknya RA Kartini. Baru setelah anak itu sakit-sakitan dan balian minta nama itu diganti, ia berniat mengganti nama anaknya. Tapi setelah ada negosiasi yang cukup alot, ada titik temu. Nama itu boleh dipakai, asal RA ditulis Ra - a ditulis dengan huruf kecil. Sembilan belas tahun kemudian ada persoalan. Ibu-ibu kembali protes. Karena Ra Kartini makin dewasa dianggap semakin menyimpang dari sosok RA Kartini yang mereka hormati. “RA Kartini kan seorang pejuang-pelopor yang membebaskan kaum perempuan dari dominasi pria dan kungkungan feodalisme. Ia merintis cakrawala baru bagi kaumnya agar sama derajat dan hak dengan pria. Tapi Ra Kartini sama sekali kebalikannya. Dia mengacaukan peranan Ibu Kartini, sebab dia jadi hostes di klab malam sebuah hotel mewah. Itu bisa mencoreng-moreng nama Ibu Kartini kita!” “Jadi maksudnya bagaimana?” “Ganti namanya! Dia tidak berhak pakai nama RA Kartini!” “Ra Kartini, bukan RA Kartini!” “Sama saja!” “Enak aja! Gue bukan RA Kartini! Gue Ra Kartini, tahu! Bisa baca kagak?! Dan bicara tentang kepeloporan, jelek-jelek gini, gue juga pelopor! Tidak semua hostes itu pelacur. Gue hostes seperti geisa di Jepang! Tuan rumah. Teman ngobrol yang memberikan rasa nyaman, energi segar bagi tamu-tamu terhormat. Para eksekutif yang lelah seharian bekerja! Itu sebuah pekerjaan mulia, dalam kemilau hidup metropolitan, ketika banyak orang sudah kehilangan tempat untuk curhat, sehingga jiwanya kering! Gue membuat terobosan, menggemboskan kekeringan itu, supaya mereka bisa bekerja kembali dengan semangat, nyaman dan sukses! Nilai sosial kemanusiaannya tinggi, tahu?!” Kewalahan atau tak sudi berdebat, para ibu mengadu pada Amat. Minta tolong supaya Ra Kartini tidak menodai nama RA Kartini. “Tiap tahun kita terus akan merayakan hari Kartini besar-besaran, Pak Amat. Jangan sampai kita diejek komunitas tetangga. Karena cacad, punya hostes bernama Kartini!” Amat tidak mau ikut campur. Ia mengoper persoalan itu pada istrinya. Dan Bu Amat cukup tanggap. “Angkat saja si Ra itu jadi ketua panitia peringatan hari Ibu dan Hari Kartini!” Ibu-ibu kaget mendengar saran Bu Amat. Tapi setelah mereka diskusikan, memang tak ada jalan yang lebih baik. Ra Kartini sendiri tercengang. Begitu mendengar dirinya diangkat jadi ketua panitia. Ia buru-buru menolak. “Gue kagak sanggup. Gue kan hostes bukan Kartini. Biar orang lain saja!” Tapi pilihan sudah dijatuhkan. Ra Kartini harus memimpin. Ra jadi panik. Dia menghadap bosnya minta solusi. Tapi bos malah mendukung. “Ibu-ibu merayakan hari Kartini, sudah lumrah. Tapi kalau elu, itu baru berita. Kamu ambil cuti, laksanakan peringatan hari Kartini. Tapi jangan hanya seremoni, itu kuno! Seremoni itu hanya buang waktu, tenaga dan duit! Peringati Kartini dengan mempraktikkan jiwanya! Bukan sanggul atau kebaya dan kainnya, tetapi jiwanya! Semangat Kartininya!” Ra terpaksa menerima tugas itu. Ia langsung membentuk panitia yang semuanya pria. Lalu menggarap rangkaian acara yang lain dari yang biasa dilakukan. Ada pertandingan sepak bola antara kelompok pria lawan perempuan. Kelompok pria hanya boleh menendang dengan kaki kiri. Ada perlombaan masak khusus pria. Ada pertandingan mengurus bayi khusus pria. Semua pertandingan fokus pada pria. Jurinya para ibu. Sebagai penutup acara, Ra menugaskan bapak-bapak membereskan tempat pertemuan. Para ibu rapat membuat evaluasi dan memilih bapak/ suami/pria teladan. Sukses besar. Tidak ada lagi yang keberatan atas nama Ra Kartini. Tapi justru Ra sendiri yang mencopot namanya. “Sensasi kadang perlu, tapi itu cederung untuk menutupi kelemahan. Interpretasi jauh lebih indah, seperti perayaan yang barusan kita kakukan. Bukan seremoninya tapi esensinya. Bukan hanya meniru sanggul dan kebaya Kartini, tapi langsung ke tujuan akhirnya: kaum perempuan tidak boleh lagi hanya dijadikan objek! Untuk itu kaum perempuan tidak boleh menggantungkan dirinya dari kaum lelaki, apalagi dari sebuah nama besar! Mulai hari ini namaku Ni Luh Wayan Putri!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 846/ 27 April - 3 Mei 2015
23
Leni Kumalasari
Nyaman dengan Pilihan Niat adalah satu kunci untuk mendapatkan kesuksesan. Itu menjadi prinsip dari Leni Kumalasari. Pendidikan dan karier wanita yang berpostur tinggi semampai ini tak perlu diragukan lagi. Ia banyak mengikuti seminar untuk menambah pengetahuan. Awalnya tak terpikirkan, tetapi akhirnya Leni jadi dokter kecantikan.
S
dr Leni Kumalasari
eiring berjalannya waktu, ia memantapkan pilihan menekuni bedah estetika untuk membuat para wanita menjadi lebih cantik dan percaya diri. Ibu dua anak ini merasa nyaman dengan pilihannya. Sejak lulus kuliah dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, wanita yang berkulit putih mulus ini bergabung dengan Miracle. Ia
sempat bertugas Batam selama dua tahun dan enam tahun berikutnya di Surabaya. Setelah enam tahun Leni, diajak mendirikan klinik kecantikan yang bernama emdee. Kliniknya kini sudah memiliki tiga cabang, yakni di kawasan Nginden Semolo, Biliton, dan Ruko Bukit Darmo. Ketiganya ada di Surabaya. Satu cabang berada di Batam. “Kalau ditanya tentang keinginan untuk memiliki klinik ke-
cantikan, saya sangat ingin sekali memiliki klinik dan mengelolanya. Jadi saya wajib membesarkannya dan masih banyak utang budi pada emdee,” kata dokter yang mempunyai suami seorang wiraswastawan ini. Wanita yang murah senyum ini sebagai dokter senior di klinik bertanggung jawab atas suksesnya klinik, apalagi ia juga menjabat direktur. Keluh kesahnya men-
jika disimpan dalam lemari es. Jenis mama pie ada dua ukuran. Ukuran sedang harga antara Rp 25.000 - Rp 35.000. Sedangkan ukuran besar harga Rp 65.000 - Rp 75.000. Hari-hari tertentu seperti Lebaran dan Natal, Cicin kebanjiran pesanan. Mantan wartawan ini bisa mengatasi karena beberapa karyawan siap membantu untuk pesanan. “Terkadang karyawan saya kerja mulai dari siang hingga subuh karena saking banyaknya pesanan. Jadi saya mengatur mereka untuk bekerja dengan sistem shift,” ujarnya. Pemasaran Mama Pie dilakukan lewat online, karena sangat efisien dan lebih hemat. Impian membuka gerai menjadi angan-angannya, Cicin pun perlahan mulai mewujudkan ke inginannya itu dengan mendaftarkan merek Mama Pie ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya. “Target ke depan, Mama Pie harus memiliki toko. Sekarang pembeli harus order dulu,” kata wanita lulusan AWS ini. Ia mematenkan merek dagang Mama Pie karena ingin buatannya menjadi camilan khas Surabaya. Hal itu agar ketika orang tidak berdomisili lagi di Surabaya teringat kembali saat
makan camilan produknya. Ada beberapa menu Mama Pie, diantaranya original, chocolate pie, choco cheese pie, mocca pie, dan durian pie. Isian pie Cicin berbeda dengan makanan lainnya, sep-
jadi senior ketika dirinya harus mengatur pegawainya yang pendidikannya lebih tinggi darinya. Menyinggung target, wanita yang memiliki hobi berbelanja di mall dan membaca buku ini dengan lugas menjawab ingin klinik ini tersebar di seluruh Indonesia dan membuka cabang di luar negeri. Soal kritik dan komplain, ia menjelaskan, dengan telaten kepada pasien, proses itu tidak instan dengan 1 kali tindakan. Dokter yang pandai bergaul ini menghindari efek samping seminimal mungkin. Selain menangani kecantikan wajah, kliniknya ini juga memberi pelayanan untuk perawatan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai kaki. -Winda Aliffia
“Mama Pie”
Camilan Khas Arek-arek Suroboyo Masa tua perlu direncanakan sejak dini. Salah satunya dengan menyiapkan bisnis dari sekarang agar nanti tinggal memetik hasilnya. Apalagi roda kehidupan akan selalu berputar. Hal ini diyakini Ambar Cinta Rukmin yang akrab dipanggil Cicin dengan membuat camilan khas arek-arek Suroboyo bernama Mama Pie. Nama Mama Pie dibuat saat Cicin berkumpul dengan dua anaknya dan mempertimbangkan nama yang cocok dan menarik untuk usahanya ini. Akhirnya mereka sepakat dengan nama Mams Pie agar si pembeli bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan memakan kue pie bersama orang yang dicintai seperti keluarga. Mama Pie bukan satu-satunya sumber penghasilan yang didapat
Cicin. Ia masih aktif bekerja di Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya (LPKS) dan sebagai sekretaris Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional yang berkantor di Jakarta. Cicin membuka usaha ini untuk bekal nanti sewaktu sudah pensiun, dan bisa menambah penghasilan. Biasanya pie memiliki tekstur keras. Tetapi, pie buatan Cicin ini sangat lembut saat dimakan dan mudah hancur. Ia ingin sesuatu yang berbeda dengan tidak terlalu mementingkan kulitnya melainkan isinya. “Saya menerapkan resep dari keturunan keluarga saya untuk membuat pie ini,” kata wanita yang masih terlihat cantik di usia yang sudah setengah abad ini. Kue pie buatan Cicin bisa tahan selama 3 minggu
erti kue tart karena mempunyai 4 lapisan. Pelanggannya kini tidak sebatas di Jawa Timur saja, tetapi sudah sampai Bali, Jakarta, hingga Singapura, Belanda dan Jerman. -Winda Aliffia
24
What’s Up
Edisi 846/ 27 April - 3 mei 2015
Wanita harus Jadi Pencerah Peradaban Peringatan Hari Kartini secara khusus dilakukan di beberapa instansi. Momen Hari Kartini menjadi ajang untuk menunjukkan semangat RS Kartini yang perlu diteladani. Seiring waktu berjalan emansipasi wanita dengan melangkah lebih maju, lebih cerdas, bijaksana, dan mampu memberikan manfaat kepada keluarga, di lingkungan tempat tinggal, dan di tempat kerjanya.
D
i Kodam IX/Udayana, Wanita TNI Garni zun Denpasar mem peringati Hari Karti ni sekaligus melaksanakan syukuran dalam rangka pembinaan Korps Wanita TNI (Kowad, Kowal dan Wara), Tema yang diusung dalam pelaksanaan syu kuran kali ini “Dengan Semangat Juang RA Kartini, Wanita TNI Siap Mening katkan Profesionalisme, Soliditas dan
Solidaritas guna Mendukung Tugas Pokok TNI” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud ungkapan terima kasih dari Korps Wanita TNI atas perjuangan RA Kartini yang telah menggagas perjuangan gera kan emansipasi bagi wanita Indonesia, sehingga momentum ini dijadikan se bagai tonggak pelaksanaan pembinaan Korps Wanita TNI secara serentak baik ditingkat pusat maupun daerah.
Lomba penyajian makanan dalam rangka Hari Kartini di XL area Bali
Pangdam IX/Udayana Mayor Jen deral TNI Torry Djohar Banguntoro membacakan amanat Panglima TNI selaku Pembina Wanita TNI menyam paikan, wanita harus mampu menjadi pencerah peradaban di suatu negara. Karena itu, wanita jangan terlalu ber gulat dalam menghadapi tantangan internal keluarga semata. Lebih jauh lagi wanita harus mampu memasuki era modern dengan segala kekuatan jati diri, baik sebagai individu maupun se bagai masyarakat yang berbudi-pekerti luhur. Wanita juga sebagai pribadi yang genuine dalam menentukan kualitas masyarakat Indonesia pada masa datang. Sebagai unsur dalam relatifitas kehidu pan, wanita tidak dapat dilepaskan dari kodratnya untuk berperan dalam mem perkuat eksistensi negara. Peran itu bisa berwujud dalam bentuk keterlibatan aktif sebagai TNI, Polri, PNS, pebisnis, dan aktivitas lainnya yang produktif. “Wanita TNI merupakan bagian dari masa depan TNI, dan bagian dari reali tas kehidupan bangsa Indonesia, untuk itu saya berharap peran itu akan makin nyata, ketika wanita TNI mampu men jaga spirit profesionalitas dan moralitas
ist
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Torry Djohar Banguntoro potong tumpeng untuk memperingati Hari Kartini dan syukuran pembinaan Korps Wanita TNI.
dalam kehidupan sesuai kodratnya namun tetap profesional dan militan, sekaligus menjadi pembimbing generasi penerus masa depan yang berkualitas dalam realitas kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujar Pangdam. LOMBA PENYAJIAN MAKANAN Sementara itu, untuk memperingati hari Kartini, seluruh karyawan PT. XL Axiata Tbk area Bali ikut serta dalam lomba yang diselenggarakan di Kantor XL Sunset Road Kuta. Lomba yang menunjukkan kebersamaan, kekom pakan, keserasian dan kerjasama. Di Hari Kartini, karyawan memilih lomba menyajikan makanan. Semua karyawan ikut berlomba, tidak hanya penampilan makanan, tetapi peserta wajib meng gunakan pakaian daerah dari berbagai nusantara. Makanan yang disajikan pun makanan nusantara yang terdiri dari nasi kuning, lontong sayur, mie goreng, sop
buah, rujak buah dan puding. Penilaian mengacu pada keserasian tim, kekompakan tim, cara penyajian makanan dan harus dapat membagi ke semua peserta lomba dan juri, serta penilaian terakhir adalah penampilan tim. Karyawan XL berharap dapat meneladani semangat Kartini yang be rani melakukan terobosan untuk suatu perubahan yang lebih baik dengan ilmu yang dimilikinya dapat berkontribusi di bidang yang digelutinya untuk kemajuan bangsa dan negara. “Dengan adanya lomba dalam mem peringati hari Kartini yang melibatkan karyawan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan se mangat dalam melaksanakan kinerja. Hal ini dapat berdampak pada kualitas layanan dan yang terpenting solusi untuk setiap permasalahan pelanggan yang ber hubungan dengan produk dan layanan, yang utama adalah standar kepuasan pelanggan,” ujar GM Sales XL Bali Nusra Dodyk Supriyono. –Ngurah Budi