Skip to main content

Tokoh Edisi 844 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Hari Nursiti

TKW Plus Fotografer Hari Nursiti

Banyak sekali berita-berita miring tentang tenaga kerja wanita (TKW) yang berasal dari Indonesia yang ingin mengubah ekonomi keluarga­nya dengan bekerja ke luar negeri. Apakah memang seorang yang menjadi “pah­ lawan” devisa selalu medapat stigma miring?

T

ernyata ada yang bisa mengubah pandangan miring itu dengan menunjukkan eksistensinya. Salah satunnya adalah Hari Nursiti, TKW asal Ponorogo, Jawa Timur. Perempuan yang akrab disapa Maiya ini lahir di Desa Bungkal, Ponorogo 29 September 1983. Ia anak ke-4 dari 5 bersaudara. Sejak tahun 2009, ia memulai menjalani hidup dengan suatu keadaan yang memaksanya untuk jauh dari suami dan kedua anaknya. “Saya mengadu nasib untuk bekerja ke Hong Kong menjadi TKW karena keadaan dan kondisi ekonomi,” ujarnya. Maiya pun menggali bakat

dengan memanfaatkan waktu libur untuk belajar fotografi. Di akun media sosialnya, anggota Buruh Migran Indonesia (BMI) ini menulis selalu menyempatkan waktu santainya dengan tetap berkarya untuk terus mengasah hobi dan bakat bakatnya di dunia fotografi. Sebelum menekuni hobi sebagai fotografer, biasanya disaat liburan Maiya hanya duduk-duduk santai bersama teman-teman BMI lainnya. Watak perempuan dengan zodiak Libra memang mempunyai naluri yang kuat. Ia mencoba berpikir untuk mengisi liburannya dengan aktivitas lainnya yang positif dan bermanfaat. “Awalnya hanya sekadar coba-coba,

dengan hanya bermodal memiliki sebuah kamera untuk jepret sana jepret sini membidik teman-teman sebagai objek, dan ternyata banyak yang suka dengan hasil foto saya,” ungkapnya. Belajar dari kesederhanaan dan otodidak Maiya memulai menganalisa hasil bidikannya dan terus mencoba untuk lebih sempurna lagi. Lama-kelaman, ia mulai senang dengan dunia fotografi. Akhirnya dia merasa telah menemukan hobi barunya selain bekerja untuk kelangsungan ekonominya keluarga di Indonesia. Tanpa rasa canggung, Maiya mencoba ikut hunting bersama fotografer senior yang ada di lingkungan tempat Maiya bekerja. “Dari situ saya mulai mendapat pembelajaran dan pengalaman dalam dunia fotografi. Para seniornya pun menganggap saya nggak bisa dipandang sebelah mata hasil jepretannya,” jelasnya dengan rasa malu. Maiya yang punya keinginan untuk membuka studio foto di saat pulang kampung nanti, kini mulai dikenal di kalangan BMI dan masyarakat Indonesia di Hong Kong. Ia kerap mendapat tambahan penghasilan karena sering dipanggil untuk mendokumentasikan atau memfoto orang-orang. -Dinar

Salah satu hasil karya Hari Nursiti


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

GORO-GORO

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

FB

Hidup ini Suka dan Duka Tanggal 8 April merupakan tanggal yang selalu istimewa bagi awak redaksi Tokoh. Tiap tanggal 8 April kru Tokoh berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun Bapak Widminarko, mantan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Tokoh. Acara yang dilaksanakan biasanya sederhana namun penuh rasa kekeluargaan. Widminarko merupakan wartawan senior Bali Post yang membidani kelahiran Tokoh pada 9 November 1998. Suasana perayaan ulang tahun Pak Wid yang ke-73 berbeda. Kamis (2/4), Pak Wid masuk rumah sakit Sanglah karena mengalami gangguan kesehatan. Pak Wid pun harus diopname dan akan menjalani operasi. Ulang tahun pun dirayakan di rumah sakit dan dihadiri beberapa kerabat dan kolega Pak Wid. Pemotongan kue tart dilakukan dua kali karena tamu yang membesuk lumayan banyak. Keesokan harinya Pak Wid boleh keluar rumah sakit. Tiup lilin dan pemotongan kue tart dilakukan sekali lagi. Kali ini bersama kru Tokoh. Acara sangat sederhana ini dibarengi dengan doa bersama. Sebelum berangkat ke rumah Pak Wid, kru Tokoh mendapat kabar duka. Imtihan Taufan, suami wartawati Tokoh di NTB Naniek Dwi Surahmi, meninggal dunia. Doa pun kami panjatkan semoga Mas Taufan mendapat tempat yang sesuai dengan amal dan ibadahnya di alam sana. Kami juga mendoakan

Putu Wijaya

Kru Tokoh saat merayakan HUT ke-73 Bapak Widminarko

Naniek dan keluarga agar tegar menghadapi cobaan ini. Sore hari sebelum suaminya meninggal, Naniek berkirim kabar ke kantor Tokoh. Ia mohon izin untuk liputan acara “Tambora Menyapa Dunia”. Ia ingin meliput tentang keunikan lokasi peringatan “Tambora Menyapa Dunia” dan berangkat bersama Humas Pemprov. NTB. Lokasi acara 18 jam dari Mataram. Sebelum berangkat Naniek berjanji akan membereskan semua tulisan yang menjadi tanggung jawabnya. Begitu mendengar kabar dari teman di NTB tentang meninggalnya Mas Taufan, Kamis (9/4) kami berusaha menghubungi Naniek. Ia bisa menjawab telepon tetapi ha­ nya sebentar karena shock. Jena­ zah Mas Taufan dikuburkan hari i t u juga. Hanya doa yang bisa kami sampaikan untuk mengiringi kepergian Mas Taufan.

Hidup itu penuh suka dan duka. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil. Kita hanya bisa berusaha untuk melakukan segala se­suatu dengan kemampuan terbaik. Sebuah untaian kalimat yang me­n g­a takan “bekerjalah kamu seakan akan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kamu seakan akan kamu akan mati besok” perlu menjadi cerminan. Kita harus selalu bersiap untuk menghadapi apa pun. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Melalui kesempatan ini Tokoh juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua Stikom Bali Drs. Dadang Hermawan, Ak, M.M. bersama tim ke Gedung Pers Bali K. Nadha pada Rabu (8/4). Tim Stikom diterima Tokoh dan Denpost. Semoga kunjungan ini memperkuat tali silaturahmi yang sudah terjalin serta dapat meningkatkan kerja sama antara Stikom dan Tokoh. Salam

Maaf….Motor Tiang Niki Siang itu benar-benar hari yang berat buatku. Setelah menghadiri resepsi pernikahan aku menunggu seorang teman yang membawakan SPT tahunan rekan-rekan tempatku bertugas. Setelah lama menunggu, temanku tak datang juga. Aku telepon, di bilang masih di jalan. Begitu teman datang, ia berkata SPT harus disetor dan jangan terlambat karena sudah akhir bulan. Akhirnya tanpa basa basi aku segera meluncur ke kantor pajak. Aku buka map, oh ya ampun ternyata belum difotokopi untuk arsipnya. Aku putuskan untuk memfotokopi dengan mencari tempat fotokopi terdekat tapi sial ternyata tempat fotokopi terdekat tutup. Aku pun ke tempat fotokopi lain yang jaraknya lebih dari 5 km dari kantor pajak.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Sampai di sana, aku menunggu agak lama karena ada seorang ibu yang sedang fotokopi. Aku minta tolong minta duluan dengan alasan buru-buru dan harus disetor segera. Untung petugas fotokopi mau membantu dan memfotokopi berkas SPT yang aku bawa. Begitu selesai, aku membayar dan keluar dari tempat fotokopi. Aku meraih kunci motor di saku celana dan memasukkan ke lubang kunci. Tetapi, entah mengapa motor dikunci stang. Dengan wajah bingung, aku mencoba membuka kunci. “Oh.. koq gak

bisa sih ?”. Aku makin bingung setelah double save lock aku tarik dan lubang kunci ketutup. Aku takut SPT yang aku bawa tidak bisa disetor. Aku makin bingung dan panik. Panas yang menye­ ngat tak kurasakan, malahan aku keluar keringat dingin. Beberapa kali aku coba membuka tutup kunci aku frustasi dan diam sejenak. Aku berusaha untuk tenang. Dalam hati aku terus bertanya tentang keanehan ini sampai seorang ibu berkata dan mengejutkanku. “Maaf motor tiang niki .......!!! Oh my God… ups salah. Lacong, Gianyar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Bapak dan Bu Alit datang bertandang. Mereka membawa gosip yang lagi hangat. Digunjingkan dengan rinci. Nyoman Neli terpesona melihat salah satu temannya di facebook. Tipenya klop dengan wajah ideal yang

dicarinya-carinya. “Wajahnya teduh. Sorot matanya menusuk. Membuat aku melamun. Pasti dia orang yang setia dan bertanggung jawab.” puji Neli, menyombongkan kekasihnya di dunia maya itu. Putu, yang sudah 2 tahun mengejar-ngejar Nyoman, cemburu. Penasaran dia menggedor. “Coba lihat, Nel, bagaimana sih tampang lelaki idealmu itu?!” “Wah itu rahasia perusahaan, bli. Pokoknya tunggu saja tanggal mainnya.” Putu tambah penasaran. Dia sogok Wirati dengan makan pizza, untuk mengusut siapa saingannya itu.. Tapi Wirati gagal mengorek Neli. “Dia merahasiakan pacar FB-nya, bli.” kata Wirati. “Tapi itu normal. Dengan merahasiakan, sensasinya jadi makin kenceng. Jangan dikejar-kejar lagi, Bli. Tambah diusut, tambah kusut. Tambah diburu, tambah Bli kejar, dia akan tambah kabur. Biarin aja dulu dia. Cinta di dunia maya, nanti kan akan reda sendiri.” Tapi Wirati keliru. Makin lama, cinta Neli tambah meluap. Ketika Putu mulai panik, kehilangan kesabaran, Neli tambah berusaha untuk menghindar. Akhirnya Putu capek. Ia membunuh cintanya perlahan-lahan. Mulanya sangat berat. Seperti perokok yang mencoba berhenti, perlu ada kompensasi. Yang mengherankan, Putu jadi bertambah dekat dengan Wirati. Setiap Putu curhat, Wirati tekun menampung keluhannya, sampai Putu adem. Akibatnya, tiap bersama Wirati, Putu merasa lengkap. “Bukan dari mata turun ke hati, tapi cinta itu dari hati, menutup mata,” kata Putu akhirnya menganalisa kehadiran baru Wirati. Neli heran, setelah Putu mulai secara berangsur menjauh, ia merasa ada sesuatu yang hilang. Ia tiba-tiba merasa tidak lengkap. “Kamu tipe orang yang ingin selalu dikejar” kata Wirati, ketika Neli curhat. “Akui sajalah Nel, sebenarnya bawah sadarmu mencintai Putu!” Neli ngamuk. “Ih jijik! Dengar namanya saja aku sudah sakit jiwa!” kata Neli sambil meludah muak. Neli mengadu pada John, kekasihnya di dunia maya tapi John membenarkan Wirati. “Itu betul, sayang” jawab John. “Apakah itu berarti aku harus mengejar-ngejar kamu?” Neli tertawa terbahak-bahak. “Tidak perlu honey! Kamu tidak mengejar pun aku sudah milikmu, John! Tapi ayolah ketemu kita hari Minggu ini, sarapan di KFC. Oke?” Di luar dugaan John setuju. “Pakailah baju yang kamu pakai di FB-mu, Neli, supaya aku tidak keliru. Oke?! Good! Aku juga akan memakai topi seperti yang kamu lihat di status FB-ku. Oke? Yes!” Begitulah, pada hari Minggu yang dijanjikan Neli sudah nongkrong di KFC, begitu resto dibuka. Ia kelihatan cantik sekali. Tapi setelah satu jam, tidak ada tanda-tanda John datang, wajahnya berangsur kuyu. Kemudian yang mengejutkan, muncul Wirati. Ia langsung nyamperin dan duduk di depan Neli. “Kamu ngapain di sini Neli? Kamu kan anti-fast food?” Neli keki sekali, menjawab ketus. “Aku ada janji dengan pacarku!” “John?” Neli terkejut. “Lho kamu kok tahu?” Wirati tertawa. “Bagaimana tidak?! Aku kan: John!” Pak dan Bu Alit menutup gosipnya dengan tertawa terkekeh-kekeh. Bu Amat ikut terpingkel-pingkel. Amat bengong. “Apanya sih yang lucu, Bu?” tanya Amat sesudah tamunya pulang. “Saya juga tidak tahu, Pak. Habis tamunya tertawa, masak kita merengut?!”

Mohon informasi tempat penyewaan pakaian Bali yang ada di daerah Renon Bu Yudi (081999560xxx) Silakan hubungi D’Tunjung, Jalan Tukad Yeh Aya, Renon Denpasar (HP. 081999164822) Saya tertarik mengenai penanganan anak autis. Mohon informasi tentang Madania Center. Pak Jeje, Jimbaran Silakan menghubungi Bunda Agus (Madania Center), (0361) 231798, Hp: 081558005309

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Kusnan dan Gamelan

23

Dengan Cinta Semua Mudah

Kusnan, atau lebih akrab dipanggil Mbah Kusnan, seorang lelaki pecinta gamelan. Sebagai seorang seniman yang masih mempertahankan kesenian nusantara, yakni gamelan asli dari JawaTimur, Kusnan bangga serta merasa hidupnya tak sia-sia. Berangkat dari hobi dan kecintaan terhadap gamelan, membuat Kusnan tak merasa jenuh jika setiap hari harus bergumul dengan seperangkat alat musik itu. Gamelan yang telah menyatu dengan dirinya itu ditekuni mulai tahun 1963. Pada waktu itu Kusnan masih duduk di bangku SMP. Saking cintanya, Kusnan sangat tekun dan getol bekerja dan mempelajari alat kesenian itu. Upaya tekun dan rajinnya berbuah manis. Tahun 1980, dengan semua keahlian dan hobi yang dimiliki, Kusnan mampu mandiri. Ia mendirikan rumah di wilayah Paju, Ponorogo. Alat gamelan buatan Kusnan diberi nama Ponorwirogo, yang berarti dari Ponorogo. Untuk saat ini, satu set gamelan Pelog-Slendro dapat diselesaikan dalam jangka waktu 20 hari. Mbah Kusnan, dibantu 5 orang pekerjanya. “Jika kita mengerjakan dengan rasa cinta semua akan mudah,” tandasnya. Kusnan selalu memberi motivasi

pada pekerjanya, bahwa sesuatu yang dilakukan ini semata-mata karena rasa peduli terhadap kesenian lokal. Satu set gamelan terdiri dari banyak jenis, diantaranya Gong Barong, Gong Penerus, Gong Kenong, Gong Kempul, Gong Saron Peking, Slentem, Gender Gambang, Kendang dan masih banyak lagi. Menurut Kusnan, jenis gamelan yang paling sulit dilakukan adalah jenis Gong Gede. Lantaran, ukuran yang besar saja, membutuhkan waktu 3 hari lamanya. Menurut Kusnan, seorang pembuat gamelan tidak perlu keahlian khusus. Yang lebih dibutuhkan sebenarnya adalah cinta dan kesadaran akan kesenian lokal. “Yang butuh keahlian itu hanya waktu penyetelan suara saja. Kalau pembuatannya tidak perlu,” tuturnya. Penjualan produk gamelan Kusnan tidak terbatas hanya di Jawa Timur saja. Hal ini juga dapat dibanggakan sebagai prestasi. Kusnan membedakan gamelan

Biting

Usaha Sampingan Warga Sawoo Bambu dipotong kecil-kecil hingga tertata rapi dalam sebuah ikatan tali, orang sering menyebutnya biting atau lidi. Di Kecamatan Sawoo, banyak warga di Desa Temon, Sriti, Tempuran, dan Tumpakpelem memanfaatkan waktunya untuk membuat biting. Ini merupakan usaha sampingan mereka. Sepotong bambu bisa dijadikan karya seni. Tampaknya, tidak sulit membuatnya tapi siapa sangka, potongan bambu ini bernilai jual tinggi dan banyak orang yang membutuhkannya bahkan banyak yang memesanan secara kontinyu. Industri kreatif dan terampil menjadi solusi alternatif penopang ekonomi mereka. Pembuatan biting ini salah satunya dilakoni oleh Samudji bersama dengan istrinya Suprihatin. Samuji adalah salah satu diantara puluhan bahkan ratusan warga lainnya yang membuat bit-

ing. “Warga Desa Temon, Sriti, Tempuran, Tumpakpelem hampir setiap rumah membuat biting,” katanya Selain menjadi pengrajin, Samudji juga menjadi pengepul dengan menampung hasil pembuatan biting dari warga setempat.“Saya sudah bertahun-tahun menggeluti usaha ini. Warga menjadikan usaha ini sebagai usaha sampingan, rata-rata mereka adalah petani,” terangnya sembari memperlihatkan usaha bitingnya. Usaha pembuatan biting sudah dilakoninya selama bertahuntahun. Menurutnya, satu bilah bambu setelah dipotong-potong bisa menjadi 15 kg-25 kg biting dan dalam sehari Samudji mampu membuat dan mengumpulkan hingga 1 kwintal bahkan 1 ton. “1 kwintal hingga 1 ton per harinya tapi juga tidak pasti karena prosesnya banyak,” ujarnya. Melihat langsung pembuatan biting, rupanya tidak sulit namun

buatannya menjadi 2, yakni jenis besi dan jenis kuningan. Jenis besi per satu set dijual dengan harga Rp 40 juta sedangkan yang terbuat dari kuningan Rp 150 juta. “Kalau yang kuningan antikarat jelas usianya pun berbeda, jadi lebih mahal. Tapi untuk suara sama saja, penyetelannya juga sama,” paparnya. Dalam 1 tahun minimal Kusnan dapat menjual 6 set gamelan. Untuk permodalan, ia tidak perlu khawatir karena telah dibantu oleh pihak perbanktetap saja perlu ketelatenan dan ada ukuran-ukuran tertentu yang harus sesuai. Pembuatan biting bermula dari bambu (Pring Ori) yang dipotong-potong. Bambu dibilah menjadi beberapa bagian dan dikelupas kulit bagian luar dan bagian dalamnya, dikeringkan, dipotong sesuai dengan ukuran dan dihaluskan. “Ada patokan ukuran panjangnya yaitu 22 cm, 28 cm, 32 cm dan 38 cm,” lanjutnya menjelaskan. Potongan bambu yang sudah menjadi biting dinilai harganya berdasarkan beratnya ditimbang. Dengan harga per kilogram senilai Rp 22.000 hingga Rp 27.000. Samudji menjualnya ke pengepul besar lagi, Ia mengaku mengirimkannya ke Trenggalek. Biting yang sudah jadi ini sesampai di Trenggalek masih diolah lagi, ditaburi obat-obat yang bisa membuat biting itu bisa menyala tersulut api. “Saya mengirimkan biting-biting ini ke Trenggalek dan di Trenggalek masih diolah lagi ditaburi obat,” ungkapnya. Dari Trenggalek, biting-biting itu masih dikirim lagi ke Bali, Lumajang dan Malang untuk dijadikan dupa. “Biting-biting itu nanti dijadikan dupa, sebagai alat peribadatan bagi umat Hindu dan Budha. Jelang Hari Raya Galungan, kami sering kehabisan stok,” ujar Samudji -Dinar

kan. Ia pun tak perlu khawair untuk pengadaan bahan. Tahun 1991, Kusnan pernah mendapat penghargaan dari Smithsonian In-

stitution Office Folklife Programm America. Dalam acara yang bertajuk, Festival Kesenian Daerah, ia diundang ke Amerika selama 1 bulan. Penghargaan itu diberikan atas partisipasinya dalam menjaga dan melestarikan alat music kesenian daerah. Kusnan bercerita, dia merasa bangga selama satu bulan di sana, karena perhatian terhadap kesenian daerah sangat tinggi. “Rasanya berbeda dengan di Indonesia,” katanya. Bahkan pihak Smithsonian Institution berpesan langsung pada Kusnan, bahwa kesenian gamelan harus dijaga dan dilestarikan. Jika dari Indonesia tidak melakukan hal itu, maka gamelan akan dibawa dan dilestarikan di Amerika. Kusnan berpesan kepada generasi muda untuk tidak melupakan seni budaya sendiri, khususnya gamelan. Menurutnya, memupuk rasa cinta untuk kesenian lokal sangat penting. “Jangan kalah dengan Amerika, karena di sana gamelan juga salah satu pelajaran sekolah,” tegasnya. -Dinar


22

Sosialita

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Inacraft 2015

D

i sisi lain, persaingan yang makin tinggi mendorong para pelaku industri terus berupaya meningkatkan kualitas serta rajin melakukan inovasi produk agar bisa tetap eksis di pasar kerajinan. Salah satu yang mungkin bisa dijadikan tolok ukur tentang pesatnya perkembangan kerajinan Indonesia adalah ajang Inacraft yang berlangsung setiap tahun di Jakarta International Center, Senayan, Jakarta. Seperti yang sudah-sudah, pameran kerajinan terbesar yang telah 17 kali digelar ini, begitu padat oleh pengunjung yang memenuhi areal pameran di JCC hingga ke gedung

Balai Sidang. Pihak penyelenggara menargetkan tahun ini jumlah pengunjung pameran ini sekitar 200 ribu orang dan 1000 buyer dari dalam dan luar negeri, dengan nilai transaksi Rp 127.363.999.429. Penyelenggaraan kali ini memang agak berbeda dengan jadwal biasanya Inacraft digelar. Semula dijadwal­ kan berlangsung dari 18-24 April, namun kemudian dimajukan menjadi 8-12 April karena bentrok dengan penyelenggaraan peringatan ‘60 Tahun Konferensi Asia Afrika’ dan New Asia Pacific Srategic Partership ke-10. Sebagian besar peserta pameran mengaku tidak masalah jadwal dimajukan karena mereka telah mempersiapkan produk-produk yang akan dipamerkan sejak jauhjauh hari. Berbeda dengan tahun sebelumnya, maka tahun 2015 ini, pameran yang diikuti oleh 1.600 pengusaha industri kreatif ini mengangkat sentuhan kekayaan warisan budaya Bali sebagai ikon dari Inacraft 2015, dengan tema ‘ Through Enchanting Bali Towards Global Market’. Ikon Inacraft memang selalu berubah setiap tahunnya, yakni, mengetengahkan sen-

Tekstil dan Fashion paling Diminati Dibanding area kerajinan lain, memang area pameran produk tekstil dan fashion tergolong lebih besar. Selain karena pesertanya tergolong paling banyak juga karena memang produk tersebut paling digemari pengunjung yang kebanyakan adalah para wanita. Tren makin digemarinya produk-produk tekstil dan fashion Indonesia ini makin mendorong munculnya para pengusahapengusaha baru di bidang tersebut. Pesatnya perkembangan produk tekstil dan fashion ini bukan hanya di dalam negeri tapi peminat dari mancanegara pun semakin banyak. Produk tekstil dan fashion Indonesia makin diminati pasar luar negeri. Ini karena selain harganya yang kompetitif juga kualitasnya relatif lebih unggul dari negara lain yang juga mengandalkan produk yang sama. Secara desain maupun inovasi dan kreativitas produk, Indonesia relatif unggul. Menurut Thamrin Bastomi, Ketua Umum BPP Asephi (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia), yang sudah-sudah seusai ajang Inacraft, ditindaklanjuti dengan transaksi ekspor oleh para peserta pameran. Tahun ini, ujarnya, ditargetkan nilai ekspor bisa mencapai 10 juta dolar AS. “Kita mengharapkan ada peningkatan dibanding tahun lalu,” ujarnya. Beberapa tujuan ekspor industri kreatif antara lain AS dan sejumlah negara di Eropa seperti; Perancis, Italia dan Jerman. “Produk yang paling banyak di ekspor antara lain; kerajinan berbahan dasar kayu dan rotan, serta tekstil. Tekstil sendiri tercatat mencapai 50% dari nilai ekspor,” tambahnya. Melemahnya rupiah terhadap dolar AS, kata Bastoni lagi, seharusnya bisa menjadi momentum mengenjot volume dan nilai ekspor kerajinan Indonesia. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Inacraft ketika pertama kali digelar tahun 1999, ketika itu dolar AS masih menguat pascakrisis 1998. Saat itu banyak buyer asing datang mencari produk-produk kerajinan Indonesia. “Jadi kami berharap hal itu akan terjadi lagi kali ini. Dengan begitu omzet pameran bisa meningkat bukan hanya 10% tapi lebih. Mudahmudahan bisa 20%,” katanya. –Diana Runtu

3

Wardhani Erawati

Cantik Alami dengan Buka Aura

Melalui Pesona Bali Menuju Pasar Global Industri kerajinan Indonesia makin diminati masyarakat maupun pasar internasional. Hal ini bisa terlihat dari berbagai pameran kerajinan khususnya yang berskala besar yang selalu ramai dikunjungi masyarakat juga para buyer asing. Kondisi ini berdampak positif dimana saat ini makin banyak pelaku-pelaku industri kerajinan bermunculan dengan produk-produk inovatif.

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

tuhan kekaya­an warisan budaya setiap daerah secara bergilir. Tahun ini pengunjung diajak menikmati suasana Bali dan segala kekayaan budayanya. Hal ini bisa dirasakan dari mulai gerbang utama hingga ke hampir seluruh ruang pameran. Ditambah lagi alunan gamelan yang selalu terdengar mengiringi para pengunjung yang tengah menikmati aneka produk yang dipamerkan. Sebagai ikon pameran, maka sudah barang tentu berbagai produk kerajinan Pulau Dewata pun mendapat tempat ‘istimewa’. Jadi begitu pengunjung masuk ke main lobby mata langsung ‘tertancap’ di ‘Bali Area’ tempat pelaku industri kerajinan asal Pulau Dewata memamerkan karyanya, mulai dari tekstil, perlengkapan rumah tangga, aneka produk fashion seperti tas, aksesoris, hingga pakaian. Salah satu stan yang paling ramai dikunjungi adalah stan Mama Leon yang menampilkan berbagai kebaya Bali. Menariknya yang ikut berdesak-desakan di stan itu bukan hanya para wanita tapi juga pria. “Respons pengunjung sangat positif, selama pameran banyak pengunjung yang datang. Mereka bukan hanya melihat-lihat tapi juga membeli,” ungkap seorang penjaga stan. Manisnya model kebaya Bali mungkin menjadi salah satu yang membuat banyak pengunjung terpikat. Ditambah lagi harga yang ditawarkan untuk membeli sehelai kebaya relatif terjangkau. “Bahannya katun, nyaman dipakai. Harganya pun

bervariasi, mulai dari Rp 168 ribu hingga jutaan. Untuk yang harga Rp 168 ribu motifnya dibuat dengan airbrush, sedang yang harga Rp 300 ribu ke atas kebayanya dipermanis dengan bordiran. Yang harga Rp 1 juta ke atas, itu adalah handmade dan full bordir. Lihat ini, sambungan lenggannya, ini hasil handmade,” jelas penjaga stan berparas manis itu kepada beberapa pengunjung yang sedang memegang kebaya berharga jutaan rupiah itu. Selain di ‘Bali Area’ yang terletak di main lobby, produk-produk unggulan Pulau Dewata juga dapat dijumpai di hall lain, di antaranya di Hall B tempat stan-stan berbagai daerah di Indonesia berkumpul. Bali sendiri selain mengetengahkan stan provinsi juga mengikutsertakan beberapa kabupatennya di antaranya adalah stan Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng yang bekerja sama dengan Dekranasda dan APIK (Asosiasi Pengrajin Industri Kecil). Stan berukuran 3 x 3 meter ini terlihat lebih didominasi oleh kerajinan kain khas Bali seperti songket, endek, dll. Di antara itu ada juga kerajinan perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari manggar aren dan lidi karya Putu Sinar Jaya. “Di stan ini ada enam pengusaha kerajinan asal Buleleng,” jelas Ketut Sri Poni yang pada pameran kali ini mengangkat songket Bali yang terbuat dari sutra. Selain Poni yang juga mengangkat produk tekstil adalah Luh Arie Wisadi. Wanita asal Desa Panji ini membawa sejumlah kerajinan seperti songket dan endek. –Diana Runtu

Perkembangan teknologi di bidang kecantikan kini semakin canggih. Berbagai klinik kecantikan berlomba-lomba menawarkan program unggulan mere­ ka yang penanganannya ada yang disertai dengan injeksi, dan sebagainya. Namun, tak sedikit pula yang mengaku takut melakukan perawatan yang disertai injeksi. Karena itu, Chandra Kirana Beauty Skin Care menawarkan alternatif perawatan kecantikan alami dengan buka aura.

W

Wardhani Erawati bersama beautician

ardhani Erawati, Dipl. CIBTAC., Akp. CH., pemilik sekaligus beauty therapy & cosmetology Chandra Kirana menjelaskan buka aura atau program yang diberi nama Roro Art Face ini merupakan program teranyar di Chandra Kirana yang ditangani langsung oleh Roro Indira, seorang praktisi buka aura yang sudah berpengalaman. Hasil perawatan dengan buka aura ini dikatakan Wardhani memang tak secepat injeksi. “Dengan injeksi, hasilnya cepat terlihat namun ada jangka waktunya. Tapi dengan buka aura, hasilnya perlahan-lahan namun permanen, karena dilakukan alami melalui sistem pemijatan pada wajah. Dengan buka aura, wajah lebih berkharisma dan hasil lebih sempurna,” ujar istri dari Ir. Gede Astawa Diputra, M.M., M.T. ini. Karena itu pula Wardhani menegaskan buka aura ini tak cukup dilakukan sekali. Namun dalam satu kali buka aura, hasil yang dapat dinikmati dalam 2 jam ke depannya antara lain, pipi lebih tirus, hidung lebih mancung (sesuai kebutuhan customer), kulit lebih halus, wajah lebih berseri dan menarik. “Anda akan lebih tampil beda, percaya diri, lebih cantik, dan menarik,” yakinnya. Kecantikan alami yang sudah didapat melalui buka aura ini tentunya akan lebih terjaga dengan meng­

ikuti kelas yoga. Chandra Kirana pun memasilitasinya dengan membuka Kelas Yoga Gotha, yoga tradisional India yang memiliki banyak manfaat. Di antaranya, tubuh lebih sehat karena peredaran darah lancar. Ini didapatkan dengan melakukan gerakan yang melenturkan otot-otot yang tegang agar tubuh tetap fit, semangat beraktivitas, dan sangat membantu menghilangkan stres. Yoga Gotha dapat membentuk jiwa lebih sabar, tenang, dan peka. Selain itu, dengan Yoga Gotha kita akan bisa lebih bersyukur, dengan ikhlas melakukan apapun yang positif dan bermanfaat untuk diri, orang lain, dan selalu mawas diri, serta selalu ingat akan pencipta alam semesta saat hening dan khusyuk. “Yoga Gotha amat penting sebagai awal akhlak seseorang agar selalu menerapkan 3i dalam kehidupannya, yakni introspeksi terhadap Tuhan, introspeksi terhadap diri, dan introspeksi terhadap keluarga dan lingkungan sekitar,” paparnya. Dari setiap kelas yang dilaksanakan 2 jam ini, dalam sekali pertemuan peserta dipastikan bisa menguasai 5 dasar gerakan. “Dengan diadakannya Kelas Yoga Gotha di Bali dan bergabung dengan Chandra Kirana yang juga sebagai satu-satunya tempat Roro Art Face, semoga bermanfaat dan menguntungkan bagi kita semua. Didasari dengan madep mantep dan karep, pasti sukses dan dapat berkat dari Tuhan,” imbuh Roro Indira.

Wardhani Erawati bersama keluarga

Beragam Jenis Perawatan Chandra Kirana yang berlokasi di Jalan Raya Kuta No. 10 (Perempatan Sunset Road arah dari Imam Bonjol kanan jalan), telepon 0361-755332, 081 238 53 997 ini, dibuka sejak 4 Januari 2004. Kini sudah pula memiliki cabang di Jalan Tukad Pancoran No. 6X, telepon 0361257031. Selain program-program terbaru tersebut, klinik yang juga menyediakan konsultasi dokter gratis ini juga memiliki beragam pilihan perawatan, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, seperti perawatan rambut, wajah, mata, leher, ear candling, body massage, body scrub, body spa, mandi susu, pedicure, manicure, waxing, perawatan payudara, cristaline keti, reflexy, dan totok langsing Bio Slimming yang melangsingkan lingkar pinggang berkurang hingga 4-9cm dalam sekali perawatan dan menurunkan berat badan dalam satu paket 5-7 kg. “Kami berupaya menghadirkan alat berteknologi tinggi yang mampu memberikan perawatan wajah dan tubuh ini untuk memenuhi keinginan pelanggan. Dengan datang ke satu tempat kami, mereka bisa mendapatkan semua perawatan, hingga lebih efektif dan efisien,” ujar ibu dua putra, I Gede Indra Surya Diputra, S.E. M.Si., dan I Made Aditha Dharma Diputra, S.Ked. Yang istimewa di klinik ini adalah penggunaan mesin oxymegastation untuk perawatan wajah. “Mesin dan kosmetiknya merupakan satu paket sehingga hasil perawatan bisa lebih maksimal,” ujar Wardhani. Mesin produksi Itali ini di bawah MBE (Maya Beauty Engineering) adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produksi teknologi dan jajaran produk untuk kecantikan dan kesehatan. Mesin ini multifungsi, bisa dipergunakan untuk perawatan microdermabration juga oxy microlifting. Proses mikrodermabrasi/pengelupasan kulit di Chandra Kirana menggunakan serbuk kristal aluminium oksida halus dan serum khusus yang disesuaikan dengan masalah kulit, juga menggunakan high frekuensi (HF). Fungsinya, mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi dan menghilangkan garis halus dan keriput pada wajah dan leher, meremajakan sel-sel kulit sehingga tampak lebih muda, merangsang regenerasi kulit baru dan merangsang pertumbuhan kolagen, mengurangi kantung mata dan memudarkan lingkaran kehitaman di bawah mata, serta menghilangkan flek dan bekas jerawat. Perawatan yang lebih spesifik, bisa memilih paket micro oxy lifting. Prosesnya, pembersihan setelah di-

mikrodermabrasi dilanjutkan dengan oxygen injection (suntikan injeksi) tanpa jarum. Penyemprotan oksigen murni dengan tekanan, membuat penyerapan maksimum dari bahan aktif untuk memperbaiki perawatan dan meningkatkan fungsi kolagen kulit, memberikan kesegaran kulit dan kulit menjadi lebih cerah. Ada juga perawatan Dermapheel, yang berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati, membersihkan pori-pori serta mempertahankan kelembaban alami kulit dan menumbuhkan sel kulit yang baru pada wajah. Yang istimewa lainnya di Chandra Kirana adalah facial treatment memakai alat Blue Mate. Dengan alat yang berfungsi mengencangkan dan mencerahkan kulit wajah, paha dan lengan, diyakinkannya mampu memberikan hasil lebih sempurna. Blue Mate, jelas perempuan kelahiran 55 tahun silam ini, merupakan sebuah alat elektroporasi cahaya yang dapat membantu penetrasi dan penyerapan bahan aktif melalui pijat stimulasi cahaya yang lembut, meningkatkan nutrisi kulit, membuat perawatan dapat dilakukan dengan lebih cepat karena kemudahan dari memasukkan dan mengeluarkan cartridge pada perangkat tangan, serta memungkinkan pengguna untuk memilih intensitas pijat cahaya yang paling sesuai untuk kasus tertentu. Cahaya merah berfungsi menstimulasi/merangsang, oranye: merangsang energi, kuning: mendetoksifikasi, hijau: menyeimbangkan, dan ungu: menyembuhkan. Selain itu, Chandra Kirana juga melayani akupunktur dan totok aura yang berfungsi membuka aura. Beberapa pelanggan mengaku mendapatkan sensasi berbeda dari pelayanan ini. Chandra Kirana juga dilengkapi dengan dengan praktik dokter dan apotek. Wardhani berprinsip, apapun yang ia kerjakan haruslah bersungguh-sungguh. Sampai saat ini ia masih kerap melanglang buana untuk memburu ilmu-ilmu terbaru di dunia kecantikan, entah itu mengikuti seminar maupun workshop. Semangatnya untuk membuat perempuan cantik yang sehat tak pernah kendur, yang selalu dilengkapi dengan doa. Hal itu pula yang sampai saat ini diterapkannya dalam mengelola klinik kecantikannya itu. Sebelum memulai pekerjaan, ia mengajak seluruh stafnya meditasi sejenak. Ini dimaksudkan untuk membuka aura positif hingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, seuai dengan moto Chandra Kirana, “Wellness for Body, Mind & Spirit. –ten

Kenyamanan perawatan di Chandra Kirana yang didukung fasilitas dan peralatan yang modern


4

Inspirasi

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Paulus Phoek

Pengusaha Boneka Unik “Micawork” Sebenarnya bukan hal yang aneh kalau lelaki terjun ke bisnis boneka karena saat ini pun ada banyak lelaki yang bukan hanya menjadi pengusaha tapi juga kreator pembuatan boneka. Namun Paulus Phoek, pengusaha sekaligus kreator boneka unik ‘micawork’, rupanya punya pengalaman menarik terkait keberadaannya sebagai kreator boneka. Betapa tidak, gara-gara dirinya adalah lelaki, beberapa kali kesempatannya untuk memperoleh ‘award’ atas boneka-boneka unik ciptaannya, hilang. Ini lantaran award yang akan diberikan itu adalah untuk para wirausaha wanita.

“A

da beberapa kali kejadian dimana orang mengira yang menciptakan boneka-boneka ini adalah wanita.Saya jadi kehilangan kesempatan mendapat ‘award’lantaran ketika ditanya siapa yang menciptakan, saya bilang saya sendiri. Ternyata laki-laki....hahahah, saya batal dapat penghargaan. Karena teryata penghargaan itu untuk wanita-wanita kreatif,” ujar Paulus Phoek yang ditemui di sela-sela pameran Inacraft 2015 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan. Paulus Phoek sendiri mengaku dirinya tak menyangka kalau akan menekuni bisnis pembuatan boneka. Sebelumnya ia bekerja sebagai arsitekdi Jakarta namun kemudian pulang ke kampung halamannya di Solo untuk meneruskan bisnis keluarga yang jauh berbeda dengan bidang

Paulus Phoek kearsitekan. Sebagai seorang arsitek, akunya, ia memiliki passion tersendiri terkait desain, warna, dsb. “Ada keinginan saya untuk membuat sesuatu, tapi tidak tahu apa,” katanya. Suatu ketika ia melihat toko boneka yang merupakan bisnis keluarganya. “Saya lihat, lho kok model-model bonekanya seperti ini ya. Lalu ada orang datang memesan bantal boneka berbentuk kaki. Ternyata produk bantal boneka itu digemari orang. Tapi ketika itu belum terbersit dalam diri saya untuk membuat bantal boneka. Saya ini penggemar traveling, suatu ketika melihat orang tertidur nyenyak di kereta, kepalanya teranggukangguk ke kanan-kiri.Di saat itulah inspirasi itu muncul, yakni membuat bantal untuk traveling. Dari sana kemudian berkembang ke produk-produk bantal boneka lainnya. Jadi boleh dibilang,bisnis

bantal boneka ini adalah temuan yang tidak sengaja,” ungkap lelaki jebolah Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada Yogyakarta ini, panjang-lebar. Mesk begitu, Paulus tidak mau bantal produknya sama dengan karya orang lain. Ia juga tak mau kreasinya tampak biasa-biasa saja. “Saya ini adalah seorang arsitek jadi harus bisa membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sesuatu yang bisa menarik orang banyak. Bagaimana memadupadankan sesuatu sehingga menghasilkan produk yang unik,” ungkapnya. Ketika memulai bisnis ini, kata Paulus, sungguh tidak mudah. “Untuk tes pasar, saya mencoba membuat dua bantal kreasi saya dan menitipkannya pada penjual yang mangkal di stasiun kereta Solobalapan, Solo.Tapi waktu itu ditolak penjual karena khawatir tidak laku,” ungkap lelaki kelahiran tahun 1967 ini mengenang

awal merintis bisnis bonekanya. Tapi itu tidak membuat Paulus patah semangat. Sebalinya ia menjadi makin tertantang dan termotivasi untuk terus maju. Dia tetap berproduksi dan melahirkan karya-karya kreatif yang kemudian dipasarkannya dan ke berbagai kalangan. Dia juga rajin mengikuti pameran dan bazar. Dibantu dengan keluarganya, perlahan namun pasti, bisnisnya berkembang. Pesanan bantal berlabel ‘micawork’ ini mulai membanjir hingga ia pun kewalahan. PRODUK HANDMADE MAKIN DIHARGAI Ia melihat bahwa sekarang ini orang semakin menghargai produk-produk handmade daripada pabrikan atau produk masal. Sekalipun harganya relatif lebih mahal, namun banyak konsumen senang membelinya. Misalnya saja, sarung jok mobil produk saya yang meski harganya tidak murah namun disukai konsumen. Strategi memasarkan lewat dunia maya, ujarnya, juga sangat efektif untuk pengembangan bisnisnya.Karena dunia maya mampu menjangkau konsumen dimana pun dia berada. “Saya mendapat banyak sekali pesanan. Namun yang tak kalah banyaknya adalah mereka yang memesan secara ekslusif, dalam artian desain, material yang digunakan dan lain-lain, konsumen yang menentukan. Jadi kami tinggal mengerjakannya saja. Ternyata banyak yang suka begitu, lho. Mereka tidak keberatan membayar mahal untuk suatu barang yang dia tahu hanya dia yang memiliki,” kata Paulus yang mengaku ketika kecil justru tidak suka pelajaran prakarya dan melukis. Namun, katanya, ada satu persoalan terkait pemasaranyang dirasakannya agak mengganggu. Yakni, masalah pengiriman produk ke daerah lain. Persoalannya ada pada cost yang tinggi untuk pengiriman, bahkan terkadang ongkos pengiriman tidak sebanding dengan harga produk yang dibeli. Alias, ongkos pengiriman lebih mahal daripada harga barang.Itu karena biaya pengiriman produk tersebut dihitung berdasarkan volume barang bukan berat barang. Contohnya, pengiriman ke Malaysia misalnya, untuk bantal boneka seharga Rp90 ribu biaya pengiriman bisa mencapai Ro200 ribu. Tapi

konsumen asal Malaysia itu tetap membelinya karena ia sudah telanjur suka. Sebagai perbandingan, pesaing dari Cina mampu menjual produk yang sama dengan harga yang sama namun tanpa biaya pengiriman ke Indonesia. “Bayangkan, Cina bisa seperti itu. Itu karena Cina memiliki kapal khusus untuk itu. Jadi saya berharap rencana tol laut Jokowi ini bisa terwujud. Itu akan sangat membantu bagi perkembangan bisnis ini,” kata Paulus yang telah empat kali mengikuti pameran Inacraft di Jakarta. Keikutsertaannya di Inacraft, katanya mengaku, berdampak sangat positif bagi bisnisnya. Salah satunya produk bantal bonekanya makin dikenal. Tahun lalu, tuturnya, ada buyer dari Amerika yang ingin membeli dalam partai besar. Namun saya menolak karena kondisi saya masih sangat terbatas. Ketika ditanya apakah tidak khawatir desain produknya ditiru pihak lain, maklum selama ini ada banyak kasus penjiplakan produk kerajinan, Paulus dengan tegas mengatakan tidak. “Saya tidak khawatir, biarkan saja. Yang terpenting adalah kita harus terus berkreasi, jangan pernah berhenti. Kreatif dan inovatif, itu saja kuncinya. Dengan dua hal itu, kita akan bisa bertahan dan berkembang, tentu saja, satu hal penting lainnya adalah bekerja keras,” kata Palulus. Bisnis boneka paparnya lebih lanjut memiliki prospek yang tetap cerah. “Suatu ketika saya menonton televisi, di sana saya melihat seorang pemilik pabrik boneka menulis,’Selama ada wanita melahirkan, bisnis boneka tidak akan pernah bangkrut’,” kata Paulus yang mengaku turun langsung mengerjakan produknya, mulai dari desain, pemilihan bahan dan finishing. Ia juga melakukan kualiti kontrol yang ketat terhadap produk-produknya agar kualitas terjaga. Dengan semakin membesarnya volume pekerjaan, seiring membanjirnya order, Paulus pun semakin sibuk. Tapi katanya, dia sangat menikmati pekerjaannya, sehingga hal itu tidak masalah. Apalagi, katanya, sampai saat ini dia belum mendapatkan orang yang punya kemampuan sebagaimana yang diharapkannya. “Saya sebenarnya ingin juga ada yang membantu, misalnya di bidang desain. Namun sampai sekarang saya belum menemukan orang yang pas. Jadi semua masih saya kerjakan sendiri,” lanjutnya. Satu hal yang menarik dari perkembangan bisnis bantal boneka milik Paulus ini, yakni, kalau dulu saat ia baru merintis, terasa sulit memasarkannya. Bahkan ada yang menolak memasarkan. Namun sekarang ia justru terpaksa menolak pesanan karena keterbatasan. “Terus terang saja, sekarang ini saya sampai menolak-nolak pesanan karena keterbatasan. Ini kan produk yang kebanyakan dikerjakan dengan tangan sehingga memerlukan waktu yang lama. Jadi kalau terlalu banyak pesanan, saya tentu harus berhitung cermat. Saya tidak mau asal terima atau disubkan kepada orang lain karena ini menyangkut kualitas produk. Kalau di-outsoursching-kan, saya tidak bisa melakukan kualiti kontrol. Itu saya tidak mau. Jangan sampai pembeli kecewa karena kualitas menurun,” katanya. Untuk menjaga mutu produk sekaligus image dari produknya, ia pun termasuk orang yang seletif dalam memasarkan. Baginya uang dan keuntungan bukan satu-satunya yang dijadikan orientasi dalam bisnisnya. “Ada macam-macam alasan, misalnya, saya tidak mau produk saya dijual bersama produk yang sama namun bermutu rendah yang diproduksi oleh pihak lain, dll. Saya susah payah membangun image, jangan sampai rusak (image) karena disanding dengan produk berkualitas rendah.Tapi sebaliknya, saya akan dengan senang hati menerima permintaan orang jika ia berkeinginan menjual (hanya) produk saya. Buktinya, saya mengizinkan orang melakukan resell meski ia hanya berjualan lewat instagram,” paparnya. –Diana Runtu

Mandalika Sabtu, 11 April 2015, tepat dua abad yang lalu, Gunung Tambora meletus dengan sangat dahsyatnya. Selain mengubur dua kerajaan yang ada di kaki gunung ini, yakni Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora, juga meluluhlantakkan Kerajaan Sanggar, akibat erupsi besar Gunung Tambora bahkan sempat mempenga­ruhi iklim global.

D

engan kekuatan ledak super besar itu, Tambora seperti menghempaskan emosinya. Menurut Igan

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Tambora Menyapa Dunia

Bibir kawah Tambora di pagi hari

S. Sutawija, geolog dari Museum Geologi Bandung yang peneliti Gunung Tambora, beberapa gunung pembanding adalah kisah letusan Gunung Krakatau yang menghebohkan di tahun 1883. Kekuatan ledak gunung ini hanya setara 21.500 kali bom atom. Gunung yang paling dekat dengan Tambora adalah Gunung Agung di

Bali yang meletus 1963, kekuatan ledaknya hanya 2.600 kali bom atom. Sedangkan ledakan gunung yang disebut paling mematikan dalam sejarah ini jauh lebih hebat dari dua gunung tersebut. “Dengan segenap kekuatannya, Tambora memuntahkan material yang sangat banyak, setara de­

ngan kekuatan ledaknya 171.428 kali bom atom,” ungkap Igan S. Sutawijaya. Menurutnya, ledakan itu akhirnya meninggalkan bekas kawah raksasa berdiameter 7 kilometer dengan kedalaman kawah mencapai 1.200 meter (1.2 km) dari bibir kawahnya. Itu terjadi dua abad silam. Sisa-sisa ledakan itu

Menikmati Sensasi Bunyi Unik Sepanjang perjalanan menuju lokasi peringatan yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo ini, banyak keunikan yang ditawarkan. Padang yang sangat luas adalah pemandangan tersendiri yang bisa dinikmati di kawasan ini. Dan di sepanjang padang tersebut, akan terlihat areal rumput yang menghijau jika musim hujan (kering di musim kemarau), batubatu muntahan letusan Gunung Tambora berserakan, juga padang yang ditumbuhi rumput itu rupanya menyimpan pasir yang cukup luas arealnya. Padang-padang rumput tampak kering di antara perbukitan dengan batu-batu besar teronggok di atas maupun di sekelilingnya. Di wilayah Doro Ncanga dan juga Doro Peti akan ditemui puluhan ribu ternak, seperti sapi, kerbau dan kuda yang berkeliaran sengaja dilepas di areal ini. Di sepanjang perjalanan sebelum memasuki permukiman-permukiman warga yang jaraknya terbilang jauh dari satu tempat ke tempat lainnya, juga masih bisa disaksikan begitu banyak sapi, kerbau dan kuda, yang juga dilepas pemiliknya begitu saja di perbukitan dan padang-padang luas tanpa pengawasan. Cara beternak seperti ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun di wilayah Bima dan Dompu. “Cara seperti ini dikenal dengan So,” ungkap Hamid, salah seorang peternak yang menjemput sapinya ketika sapi tersebut hendak melahirkan. Ternak-ternak warga dilepas begitu saja untuk mencari hidup sendiri. Masyarakat Bima dan Dompu pemilik ternak terutama dalam jumlah yang banyak, jarang ada yang memelihara ternak-

21

ternaknya di kandang melainkan melepasnya ke padang-padang luas maupun perbukitan. Meski cara ini tanpa pengawasan, sangat jarang ternak-ternak ini hilang akibat dicuri. Dan uniknya, ketika para peternak ini membutuhkan ternakternak mereka, masing-masing tuan ternak ini tinggal mendatangi lokasi tempat mereka melepas ternaknya. Dengan satu dua kali panggilan dengan suara khas, ternak-ternaknya akan datang mendekat. Uniknya lagi, jika misalnya Tuan A yang memanggil ternaknya, maka yang mendekat hanya ternak milik Tuan A tersebut. Setidaknya inilah pengakuan para peternak yang sempat ditemui di lokasi ini. Keunikan lain yang ada di kaki Gunung Tambora wilayah Doro Ncanga adalah padang rumputnya yang jika dijatuhi benda keras maka akan berbunyi seperti benda menumbuk wadah yang di dalamnya kosong. Di tengah

perjalanan, jika menggunakan mobil pribadi atau carteran, baiknya beristirahat sejenak di padang rumput yang luas tersebut untuk menikmati sensasi bunyi yang unik ini. Lokasinya di Doro Ncanga, sekitar dua jam perjalanan dari Dompu atau tiga setengah jam dari Bima. Doro Ncanga dalam bahasa Bima berarti gunung bercabang. Dari kawasan ini, di kejauhan tampak Gunung Tambora. Di kawasan ini pula merupakan pintu masuk ke Gunung Tambora yang siap dengan jalur adventure. Ada yang unik di padang rumput ini. Beberapa orang terlihat menghentakkan kaki berulangulang di padang rumput berbatubatu ini dan mereka beramairamai mengenggam sebuah batu lalu melemparkannya ke atas setinggi-tingginya. Begitu batu menumbuk tanah, terasa sesuatu yang lain terjadi dan memberikan pengalaman tersendiri. Keriuhan bunyi unik yang mun-

cul memberikan kesan tersendiri bagi mereka yang mencobanya. Satu……dua…..tiga…..! Dalam satu gerakan bersama dan serentak, batu melambung setinggitingginya lalu kembali menyentuh tanah, yang menghasilkan bunyi

masih bisa dilihat hingga hari ini. Dan, dengan tema “Tambora Menyapa Dunia”, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperingati peristiwa tersebut yang puncak acaranya digelar di kaki Gunung Tambora, tepatnya di Doro Ncanga, salah satu pintu masuk pendakian gunung Tambora. –Naniek I. Taufan tumbukan batu dan tanah yang terdengar berbeda dari biasanya. Buk…..nyaring namun terasa seperti ada yang meredamnya. Terasa pula seperti ada terowongan di bawah tanah. Fenomena unik ini menambah istimewanya kawasan Lingkar Gunung Tambora. Heryadi Rahmat, geolog lain dari Museum Geologi Bandung, menjelaskan tentang fenomena ini. Bahwa suara yang ditimbulkan itu umumnya dikarenakan batuan yang ada di bawah tanah tersebut terdiri dari tumpukan bongkah yang tidak teratur. Kemudian di atasnya tertutup endapan yang lebih halus namun tidak dapat mengisi rongga antarbongkahan dengan padat sehingga masih terdapat rongga-rongga walaupun di permukaannya terlihat sangat padat. Dan kemarin, padang yang biasanya sepi ini, riuh oleh ratusan ribu orang yang memperingati ledakan dahsyat Gunung Tambora dua ratus tahun yang lalu. Tendatenda dan segala persiapan, membuat Doro Ncanga menjadi ramai selama berhari-hari lamanya. –Naniek I. Taufan


20

Inspirasi

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Anak Agung Istri Acyuta Kirana

Bangga “Merah Putih” Berkibar di Fifth Avenue Selepas wisuda di Universitas Gadjah Mada tahun 2014 lalu, perempuan muda ini langsung mendaftar di University of Edinburgh, kampus terbaik ke-17 di dunia. Ia diterima dan juga mendapatkan unconditional offer of admission untuk program studi Master of Science International Relations. Siapa dia dan kenapa ia bisa dengan mudah lolos tanpa syarat.

Gung Is saat di Ateneo University di Manila

“M

ungkin kalau saya tidak mengikuti berbagai event internasional, tidak akan seperti sekarang. Bagi saya berbagai pengalaman itu berpengaruh pada pola pikir dan cara memandang dunia. Saya selalu memanfaatkan networking untuk memperoleh informasi mengenai kampuskampus asing atau berbagai acara internasional,” ujar pemilik nama lengkap Anak Agung Istri Acyuta Kirana, S.I.P., ini.

Pada Januari 2012, Gung Is begitu sapaan akrabnya, sempat mengikuti acara Konferensi Kepemimpinan Pemuda International atau International Youth Leadership Conference (IYLC) di Praha, Republik Ceko. Acara tersebut diselenggarakan Civic Concept International bekerja sama dengan European Union dan diikuti 164 peserta dari berbagai negara di dunia. Dalam event di luar negeri ini, Gung Is mengaku banyak belajar dan mulai membuka wawasan, apalagi ketika itu dirinya baru sebulan sebelumnya merayakan ulangtahun ke-18. “Mulai dari mencicipi kuliner khas Eropa, hingga berinteraksi di ajang simulasi parlemen Eropa dan International Court of Justice. Selain itu para delegasi juga diajak berkunjung ke Gedung Senat Republik Ceko dan bertemu salah seorang senator yang menyambut dengan pidato mengenai negaranya,” tutur putri sulung dari pasangan Anak Agung Ngurah Agung , S.H., dan Aryani Tedjamulja ini. Bagi gadis multitalenta ini, pengalamannya itu sangat berkesan. Selain membuka wawasan, ia merasa beruntung menjadi WNI terutama yang berasal dari Bali. Teman-teman asingnya sangat

Manfaatkan Sosmed

Gung Is bersyukur atas dukungan orangtuanya. Meski awalnya tidak mudah, namun, kini mereka pendukung utama sekaligus pemberi semangat yang luar biasa. Selama di luar negeri, selain sering berkabar tentang kegiatan, juga menceritakan teman-temannya seperti apa, hingga mereka tahu kalau ia ada di lingkungan yang baik “Orangtua saya adalah orang-orang yang sangat percaya pada kemampuan saya, sehingga kalau saya sedang merasa down dan merasa pesimis terhadap prestasi saya, merekalah yang mengingatkan saya lagi dan lagi, bahwa sebenarnya saya mampu,” katanya. Sementara itu ia juga menyayangkan, masih sering melihat teman-temannya di Bali yang ingin belajar di luar Bali selalu terhalang oleh keluarga yang berharap mereka belajar di Bali saja. “Memang sih, kita sudah merasa nyaman di sini dan semuanya sudah ada di Bali. Tetapi, kita harus bisa meyakinkan keluarga bahwa mimpimimpi kita tidak hanya di sini saja,” katanya Saran Gung Is untuk teman-teman, manfaatkan sosial media yang ada tidak hanya untuk ‘ngeksis’ tetapi menjalin pertemanan dengan teman-teman asing. Selain bisa berlatih bahasa, kita juga mendapatkan banyak info yang tidak mudah didapatkan di sini,”pungkas perempuan yang fasih berbahasa Inggris, Prancis dan juga mampu berbahsa Jepang dan Korea ini. -Nina

menyukai Pulau Dewata, dan sempat beberapa kali berpotret dengan Gung Is, yang mengenakan kebaya Bali pada acara malam kebudayaan. Namun, ada satu hal yang tidak pernah dilupakan Gung Is selama perjalanan ke Eropa, yakni pertemuannya dengan pasangan suami-istri muslim dari Prancis dan kebetulan duduk di sebelahnya dalam perjalanan dari Jakarta menuju Dubai. “ Selama kurang lebih delapan jam perjalanan, kami mengobrol tentang banyak hal, terutama bagaimana Indonesia dan keharmonisan antar agama di Indonesia. Waktu itu saya sedang membaca buku ber-genre agama, sehingga si bapak itu mau memulai pembicaraan mengenai agama. Ia dan istrinya juga sempat membantu saya yang nyasar karena airport Dubai begitu luas. Setelah berpisah di bandara, kami masih tetap berhubungan melalui email,” ucap lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Hubungan Internasional, Universitas Gajah Mada ini. MENGECAT RUMAH Masih di tahun 2012, di bulan Juli lagi-lagi Gung Is berangkat ke luar negeri. Kali ini ia mengikuti pertukaran budaya Indonesia–Filipina, Youth Cultural Exchange Program di Manila, Filipina. Acara ini diselenggarakan oleh ASEAN Youth Friendship Network (AYFN) yang bekerja sama dengan Ateneo University di Filipina.

“Kami delegasi Indonesia menginap di asrama kampus Ateneo dan masing-masing mendapat teman dari universitas untuk bertukar pikiran. Selain belajar budaya Filipina seperti tarian, bela diri, dan bahasanya, kami juga diajak mencicipi kuliner Filipina dan melakukan social work seperti mengecat rumah dan berkenalan dengan warga desa di Manila,” ujar Gung Is yang piawai memainkan beberapa alat musik dan menari Bali ini. “Menurut Gung Is, satu hal yang sangat kontras dari mahasiswa di Ateneo University dengan mahasiswa kampus di Indonesia, adalah cara mereka berpakaian. Di sana kuliah seperti sedang liburan, pakai celana pendek, kaos, topi, seperti itu. Kalau di sini, kita formal sekali untuk ke kampus. Walau begitu, mereka tetap serius belajar. Ateneo University tergolong salah satu kampus yang cukup terkenal di Filipina,” urai Gung Is yang saat itu sempat tampil menyanyi sambil main gitar. Setelah dari Filipina, Gung Is mengakui makin ketagihan mencari pengalaman di luar negeri. Ia giat terus mengikuti seleksi yang diadakan untuk menjaring delegasi. Akhirnya, setelah melalui tes esai dan wawancara, ia berhasil mendapatkan tempat dalam panel Law pada Harvard Project for Asian and International Relations (HPAIR) Harvard Conference 2013 yang berlangsung Februari di Boston, Amerika Serikat.

Gung Is saat di Harvard University

“Senang rasanya telah menjejakkan kaki di Eropa, kini bisa menjelajah benua yang lebih jauh. Apalagi keberangkatan saya waktu itu bertepatan dengan badai salju yang membuat kota Boston makin indah dengan salju yang menggunung,” ujar murid kelas percepatan di SMA 1 Denpasar, Bali yang sebelum ke Boston, sempat berkunjung ke New York dan Washington, DC ini. “Di New York saya tinggal di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Ternyata, mahasiswa dan WNI boleh menginap di KJRI dengan gratis asal memberitahu sebelumnya melalui email. Senang bisa tinggal di bangunan kecil di area Fifth Avenue dengan bendera Indonesia berkibar di atasnya. Saya juga berkenalan dengan Pak Nyoman yang juga berasal dari Gianyar. Rasanya senang tetapi makin rindu dengan Pulau Dewata, karena logat Bali-nya Pak Nyoman kental meskipun telah puluhan tahun menetap di Amerika,” ujar Gung Is. Selanjutnya Gung Is mengatakan saat memasuki lingkungan kampus Harvard, suasananya berbeda dan bangga bisa melihat langsung salah satu kampus terkenal di dunia yang berhasil melahirkan orang-orang luar biasa. “Saya menginap di salah satu kamar asrama atau dorm mahasiswa Harvard, dengan roommate yang berasal dari Nigeria. Kami banyak bertukar pendapat. Meskipun mereka mahasiswa kampus Ivy League tetapi tetap ramah dan sama sekali tidak sombong,” katanya. Pada acara itu juga Gung Is sempat bertukar pikiran dan cerita, dengan delegasi dari Jepang, Rusia, Jerman, Amerika, dan yang lainnya. Bahkan beberapa dari mereka kini menjadi sahabat dekatnya. “Malah yang dari Jerman mendukung saya mencari gelar Master di tempat dia belajar di University of Edinburgh,” cetusnya. Menurut Gung Is, teman-teman yang ditemuinya di luar negeri selama ini sangat membantu dalam memberikan saran dan informasi. Bahkan selama kuliah, banyak tugas kelas dan materi skripsi yang ditanyakan langsung kepada mereka. -Nina

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Yustina KM

5

Jalan-jalan Cari Batu Akik Cendol dan batu permata adalah dua benda yang berbeda. Perbedaannya sangat jelas baik dari segi bentuk, jenis, fungsi serta manfaatnya yang memang tidak sama. Tetapi, lain halnya dengan Yustina Kenyo Martin (KM), cendol dan batu permata adalah satu yang tak dapat dipisahkan. “Dimana pun ikut pameran atau bursa batu permata, saya juga menjual cendol,” katanya penuh canda.

Yustina Kenyo Martin

W

anita kelahiran 12 Desember 1951 ini memang tak dapat dipisahkan dengan batu permata dan cendol setiap mengikuti pameran. Termasuk dalam mengikuti Bursa Keris dan Batu Permata yang digelar Bali Travel News di Wantilan Bali TV. Ia menjual batu permata, sedang cendol dijual oleh karyawannya. Ia menjual cendol karena ingin mempertahankan jenis minuman tradisional ini. Namun, jenis minuman ini dikemas secara sehat, memakai pewarna dari tumbuh-tumbuhan. Demikian sebagai pemanis menggunakan gula merah asli Bali dan tidak memakai pengawet. Batu permata memang menjadi hobinya sejak kecil. Lewat batu-batu unik itu ia ingin memperkenalkan kekayaan alam

nusantara yang memang kaya sejak zaman dulu. Karena itu, jika berpameran ia tak selalu mengejar keuntungan, tetapi lebih pada mensosialisasikan batu permata. Dalam pameran itu ia juga membawa kristal yang didatangkan dari Myanmar. Batu akik dari berbagai daerah di nusantara. “Kalau pameran saya selalu nganggoang keneh, sesuai selera,” ucapnya seraya mengaku pernah pameran dengan istilah buka lapak di Padang, Bandung, Jateng dan di beberapa daerah di Bali. Menurut wanita yang biasa disapa Sekardalu itu, kristal lebih banyak dipilih karena baik untuk memusatkan pikiran dalam sebuah meditasi. Kristal memiliki aura positif dapat memberikan rasa damai dan jiwa tenang, sehingga meditasi menjadi lebih sempurna. “Kristal memiliki energi alam yang sangat kuat, karenanya kristal sering dipakai sarana healing,” ucapnya. Kuncinya, kata Yustina adalah keyakinan. Aura dalam kristal pasti akan muncul bila kita sudah mampu meyakininya. Jika tidak percaya, kristal itu akan menjadi benda biasa yang tak memiliki kekuatan apa-apanya. “Beda dengan batu akik, jenis kekuatannya sesuai dengan tempat atau dimana batu didapat,” tambahnya. Artinya, jika batu itu di dapat di tempat yang angker dan keramat, kekuatannya juga seperti itu. Demikian sebaliknya, kalau batu akik didapat di tempat suci dan baik, kekuatannya akan positif. “Juga sangat tergantung

Yustina saat melayani pembeli

dengan pikiran si pemakai. Kalau pikirannya jahat, maka kekuatan yang dimunculkan cendrung negatif. Demikian sebaliknya,” jelas Yustina. Ia mengatakan, dalam memilih batu permata mesti hati-hati, sehingga tidak tertipu dengan batu yang palsu. Salah satu cara untuk membedakan batu akik yang asli dan palsu dengan melihat warnanya. Batu akik yang asli jika disenter akan memunculkan cahaya yang tenang. Beda dengan yang palsu, cahayanya akan memantul keluar. BERAWAL DARI PURA MASCETI Yustina mengaku, sejak kecil (sekitar umur 6 tahun) sudah menyukai dengan batu-batu bertuah. Mula-mula mengumpulkan barang-barang antik dan unik, selanjutnya mengoleksi batu akik hingga kristal. “Orang selama ini hanya tahu batu, tetapi belum tahu kekuatan apa yang terkandung didalamnya. Itulah salah satu alasannya saya menyukai batu permata,” ujarnya. Sebagai kolektor barang antik terus ia tekuni hingga sebagai

siswa SMP (tahun 1971). Selain batu-batu antik, ia juga menyukai gelang, cincin dan jenis perhiasan lainnya. ada yang murni karya warga Indonesia, ada juga karya India. “Saya berjalan dari satu daerah ke daerah lain. Ketika ada yang memberinya barang, saya tidak membelinya, tetapi mahar yakni memberi imbalan jerih payah atau ongkos jalan,” ceritanya. Namun, setelah SMA yang pada musim-musim bercinta ia tak peduli dengan benda-benda unik itu. ia menghabiskan masa remajanya dengan bercinta. Setelah 15 tahun kemudian, ia kembali mengoleksi batu permata hingga kini. Indonesia dan Nusantara sangat kaya akan tambang, tetapi masyarakatnya cuek bahkan tidak menyayangi tambang itu termasuk batu. Ketika diambil dan diklaim oleh negara lain, baru kebakaran jenggot. “Artinya, batu itu juga bisa dijual agar bisa makan. Hal itu akan lebih baik ketimbang korupsi. Mari kita hargai apa yang ada di Nusantara, jangan tergiur benda luar yang tak ada apa-apanya,” ajak

Yustina. Zaman dulu, batu-batu unik ini tidak ada yang meliriknya. Namun, ia sendiri merasa tertarik dan terdorong untuk mengoleksinya. Bahkan, jauh sebelum batu permata menjadi favorit bagi orang-orang, ia sudah memilki beberapa koleksi. “Kalau wanita lain kemana-mana mencari baju, tetapi saya berjalan-jalan cendrung mencari batu antik,” kenangnya. Saat itu, banyak orang yang mengira dirinya kurang waras karena sebagai wanita bukannya suka dengan hal-hal modis seperti gadis kebanyakan. Tetapi justru mengumpulkan batu kuno dan antik. “Sindiran dan ledekan sering terjadi, tetapi saya santai saja. Saya senang kok,” jawab istri Gino ini kalem. Menurut Yustina, batu itu bisa ditemukan dimana saja. Ada yang didapat di jalan, saat meditasi, dan dalam kegiatan spiritual lainnya. “Kalau sudah jodoh, batu itu pasti datang pada kita,” ujarnya menyakinkan. Yustina mengaku pernah mendapat batu yang unik berawal dari Pura Masceti Gianyar. Ia melihat masyarakat yang sedang menggelar upacara larungan (pakelem istilah Bali). ia kemudian pulang dan duduk merenung tujuan dan fungsi dari pada upacara tersebut. Tiba-tiba ada yang melempar benda cukli, seperti keong. Pada mulanya ia tak mau mengambilnya, tetapi setelah mengeluarkan warna hijau maka ia coba ambil dan menaruhnya di tangan. Benda itu lengket seperti nyedot. “Sejak itu, saya yakin, bahwa alam punya jiwa dan kekuatan yang dipercayai masyarakat Hindu dalam melakukan upacara makelem,” terang ibu dari empat putra ini. -Darsana


6

Koen Mulyono

Modifikasi tak Lebih dari 30% Perkembangan tata rias pengantin modifikasi kini semakin berkembang dan banyak diminati generasi muda. Alasannya lebih praktis, simpel, namun tetap bisa tampil cantik. Demikian yang disampaikan Hj. Koen Mulyono, S.E., M.A. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia “Katalia”, ditemui disela-sela aktivitasnya sebagai tim penguji dalam Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Denpasar.

P

Woman on Top

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

erempuan energik berusia 73 tahun ini memaparkan pada zaman dulu bahanbahan susah didapat, seperti bedak dari tepung beras. Sekarang semua serba ada, ada kosmetik. Baju dulu bahannya dari beludru tebal dan panas, zaman sekarang dibuat yang tipis tapi dimodifikasi dengan ornamen maupun kreasi lain, namun tetap pada dasar dari daerah tersebut. Di sinilah ditegaskannya peran Katalia, yakni memodifikasi tata rias pengantin yang sudah dibakukan sesuai perkembangan zaman

tanpa menghilangkan ciri khas daerah masing-masing. “Yang dimodifikasi tersebut tidak boleh lebih dari 30%,” ujar Koen yang menjabat Ketum DPP Katalia untuk dua periode (2007-2012 dan 2012-2017) ini. Sampai saat ini, dikatakannya Katalia sudah memiliki 13 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk uji kompetensi, yang ditandatangani Menteri Depnaker RI. Ke-13 SKKNI tersebut mencakup, Pengantin Solo Putri Modifikasi, Pengantin Bali, Pengantin Bugis-Makassar, Pengantin Muslim, Pengantin

Melayu-Deli, Pengantin gaun panjang, Pengantin Betawi, Pengantin Padang, Pengantin JatimMalang, Pengantin Banjarmasin, Pengantin Modern Nusantara, dan Pengantin Sunda. Koen menyampaikan ada tiga tujuan standar kompetensi ini. Pertama, agar anak muda mendatang masih tetap menyenangi tata rias pengantin daerah. Kedua, lebih mudah memperkenalkannya ke luar negeri. Dan ketiga, untuk ujian mudah dilaksanakan, yang berkaitan dengan perlengkapan yang diperlukan. Target Katalia ke depan, menyusun SKKNI tata rias pengantin seluruh Indonesia, serta uji kompetensi pengantin ini dapat diakui nasional dan internasional. “Kami sudah melakukan uji kompetensi di Malaysia Oktober tahun lalu untuk Tata Rias Pengantin Muslim Modifikasi, di Deli untuk Pengantin Gaun Panjang, dan bulan depan ke Singapura untuk menguji ujian Pengantin Muslim Modifikasi,” paparnya. Lomba Tata Rias Pengantin Modifikasi ini pun sudah pernah dilaksanakan sekali di Malaysia dan tiga kali di Singapura. Bahkan, November mendatang, Katalia diundang Kedutaan Perancis untuk peragaan busana pengantin Muslim di Perancis. Yang paling membanggakan bagi Koen adalah meskipun kegiatan Katalia ini tak disubsidi pemerintah, ia bersyukur masih ada pihak swasta yang mendukung kegiatan

organisasi swadaya yang programnya dapat membantu pemerintah dalam pelestarian budaya, serta bisa menyebarkan keterampilan tata rias pengantin ke seluruh Indonesia melalui pelaksanaan seminar-minar. Seperti, Seminar dan Workshop Tata Rias Pengantin Bali Modifikasi & Tengkuluk Lelunakan yang digelar Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post) bekerjasama dengan LKP Agung,

Katalia, dan Ranee Cosmetic, Kamis (9/4) di Wantilan Bali TV, Denpasar. Koen yang sudah 68 tahun (20 tahun menjabat Ketua DPD Harpi Melati DKI, 15 tahun menjabat Ketua DPP Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia/HIPKI) berkecimpung di dunia tata rias ini mengatakan kegiatan pelatihan keterampilan yang dilakukan Katalia dan LKP Agung ini merupakan pendidikan luar sekolah, bisa belajar kapan saja dan dimana saja. Peserta seminar ini pun kemudian diberikan beasiswa oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) untuk uji kompetensi, yang diikuti 40 peserta, 1 orang dari NTT, 20 asal NTB, 19 dari Bali. Uji kompetensi yang digelar Jumat (10/4) di TUK Agung di Bali tersebut dijelaskannya merupakan pelaksanaan ujian pertama di tahun 2015 ini. Berikutnya masih ada 31 agenda serupa di TUK-TUK yang tersebar di seluruh Indonesia dengan peserta lebih kurang 800 orang. “Dengan uji kompetensi ini, perias akan memiliki kemampuan yang teruji sehingga berdaya saing menghadapi kompetitor. Jangan sampai orang luar yang memiliki kompetensi di bidang ini, karena sudah seharusnya masyarakat Bali maupun Indonesia yang lebih menguasai keterampilan yang bersumber dari budaya kearifan lokal ini. Sehingga nantinya mampu dimanfaatkan untuk meningkat­kan taraf hidup,” tandasnya. –Inten Indrawati

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Harus Tahan Godaan

“N

ggak salah tuh jadi security!” Begitu antara lain komentar kaget dari teman-teman Henikurnia ketika tahu wanita ini bekerja sebagai petugas keamanan di Mal of Serang (MOS), Banten, Jawa Barat. Namun, berbagai komentar itu ditanggapi Heni dengan santai. Ia maklum kalau profesi security untuk wanita masih belum biasa di masyarakat. Profesi ini masih dianggap ‘milik’ para lelaki lantaran risikonya cukup tinggi, pula, memerlukan banyak kegiatan fisik. Heni merupakan satu-satunya security perempuan di MOS. “Memang belum terlalu biasa ya wanita berprofesi sebagai tenaga security. Kebanyakan tenaga security kan lakilaki, di tempat saya pun hanya saya sendiri yang perempuan. Tapi tidak masalah, saya bisa menjalankan tugas seperti security lainnya. Tidak ada perbedaan tugas meski saya perempuan, jadi sama saja. Dari mulai soal pengamanan sampai pulang malam karena mendapat shift malam, saya juga menjalani itu. Tidak masalah kok,” ucap perempuan yang menguasai tiga macam bela diri ini. Awalnya, tutur ibu beranak dua ini, ia bekerja sebagai staf customer service di mal tersebut. Pekerjaan ini dia geluti selama dua tahun lebih, sebelum akhirnya mendapat tawaran menjadi petugas security. “Sebelumnya saya bekerja sebagai customer service, kemudian ditawari menjadi security di mal itu juga. Saya pikir, kenapa tidak? Meski memang jarang perempuan menjadi petugas satuan pengamanan (satpam), namun untuk saya sendiri hal itu tidak asing. Mungkin karena saya berasal dari keluarga tentara, kakak saya juga polisi. Jadi ketika dapat tawaran itu, saya terima saja. Ternyata malah seru dan enjoy,” ujar wanita 33 tahun ini. Suaminya ketika mendapat kabar tentang tawaran pekerjaan menjadi security, tidak merasa keberatan. Apapun pekerjaannya, asalkan halal tentu tidak masalah. Untuk penu-

19

Henikurnia

Jadi Security Terpaksa Potong Rambut gasan baru itu, ia terpaksa harus memotong rambutnya yang panjang menjadi pendek. “Sempat menjadi dilema buat saya. Karena suami saya lebih suka saya berambut panjang, hahahaha...Tapi akhirnya dia mengizinkan juga untuk potong rambut. Jadi cuma masalah ram-

Lebih Nyaman Salah satu perusahaan yang mempekerjakan security perempuan adalah Hotel Mercure Resort Sanur. Menurut Executive Assistant Manager Mercure Resort Sanur, Erlina, hotel di bawah naungan Accor ini, sudah memiliki standar yang memang wajib dipenuhi. Salah satunya, dengan mempekerjakan security perempuan. “Tamu yang datang ke hotel tidak hanya laki-laki, ada juga perempuan. Begitu juga, di internal, karyawan hotel juga banyak perempuan. Fungsi mempekerjakan security perempuan adalah untuk menjaga kenyamanan,” ujar perempuan yang sudah berkeliling bekerja di hotel naungan Accor di Bali ini. Ia mengatakan, Mercure Resort Sanur mempekerjakan dua security perempuan. Mereka bekerja sesuai shift, dan diusahakan tidak kosong tiap harinya. Security perempuan ini mempunyai waktu kerja yang berbeda dengan security laki-laki. “Jam kerja mereka dua shift. Pagi mulai pukul 07.00 sampai 15.00. Untuk sore hari, mulai pukul 12.00 sampai 20.00,” kata Erlina. Biasanya, kata Erlina, untuk pengecekan karyawan keluar masuk, untuk karyawan perempuan dilakukan security perempuan. Atau, misalnya terjadi sesuatu, dengan ditemani security perempuan, karyawan tentu ada rasa nyaman. “Saya juga merasa lebih nyaman, kalau ditemani security perempuan,” kata Erlina. Selama ini, kata Erlina, ada anggapan satpam atau security, orangnya harus tegas dan berbadan kekar. Ia menilai, dengan adanya security perempuan ini, ada sesuatu yang bervariasi. ‘Satpam tidak harus terlihat galak. Namun, disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Begitu juga, tergantung tempat dimana ia bekerja,” kata Erlina. Ia menambahkan, karena ditempatkan di hotel, para security harus memiliki keterampilan berbahasa Inggris, murah senyum, dan ramah. Selama ini, mereka merekrut security dari vendor. “Vendor yang sudah menyiapkan sesuai dengan kebutuhan. Untuk tes dan kualifikasi sudah dipilih vendor karena mereka sudah paham apa standar yang dibutuhkan hotel,” ucap Erlina. Khusus untuk security perempuan, selain murah senyum, ramah, dan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, wajah pun memakai make up termasuk memakai lipstick. “Dengan berdandan dan terlihat cantik, tentu sangat jauh dari kesan keras dan galak. Tamu yang datang juga lebih nyaman,” kata Erlina. -Wirati Astiti

but saja, lain dari itu tidak ada. Pesan suami, saya harus bekerja dengan baik, profesional juga berhati-hati,” kata Heni yang mengaku tidak suka bekerja di belakang meja. Seperti yang lain, untuk menjadi security ia pun menjalani pendidikan tertentu juga pelatihan-pelatihan. Sehingga ketika diturunkan ke ‘lapangan’ , tahu apa yang harus dilakukan sesuai tugas yang diembannya. Saat ini, tambahnya, sudah mulai banyak perusahaan mempekerjakan tenaga security perempuan, baik di perkantoran maupun di mal-mal. Karena ada beberapa hal yang ternyata lebih pas dilakukan oleh security perempuan. Misalnya saja memeriksa wanita yang dicurigai melakukan tindakan tertentu atau menggeledah perempuan, tentu lebih pas dilakukan oleh sesama perempuan. Heni sendiri pernah mengalaminya ketika berhadapan dengan seorang wanita yang dituduh melakukan pencurian di sebuah toko di dalam mal. “Kasus itu terjadi di sebuah toko di mal. Wanita itu dituduh menguntil di sebuah toko. Sungguh tidak menyangka, kalau liat penampilannya, orang itu rapi, memakai kerudung. Lalu pemeriksaan dilakukan, ditemukan barang bukti yaitu baju dari toko itu. Herannya, wanita itu mati-matian membantah meski ada barang bukti. Jadi ada beberapa kasus seperti ini. Biasanya penyelesaiannya tergantung pihak toko, apakah damai atau diteruskan ke jalur hukum. Kalau pelaku mengaku, diberikan sanksi berupa membayar beberapa kali lipat dari harga barang yang diambil. Ini untuk memberi efek jera. Tapi ada juga yang diteruskan ke jalur hukum,” tambahnya. NYARIS JADI KORBAN BEGAL MOTOR Sebagai tenaga pengamanan, seperti halnya security pria lainnya, ia pun kadang harus berhadapan dengan suatu situasi yang kurang mengenakan. Misalnya berhadapan dengan massa karena terjadinya kasus pencurian. “Suatu ketika ada tersangka pelaku pencurian handphone yang babak belur dipukuli massa. Orang itu sempat lari tapi berhasil ditangkap dan sempat dipukuli. Ketika tertangkap, kami membawanya ke kantor security. Nah sepanjang jalan kan penuh orang, tersangka itu dipukuli orang-orang yang kesal. Orang itu beroperasi dengan beberapa temannya, tapi cuma dia yang tertangkap. Keadaan jadi ricuh karena massa berkerumun di kantor security tidak mau membubarkan diri. Saya berusaha menenangkan massa yang masih ‘panas’ . Akhirnya mereka pun mau bubar,” ucapnya. Meskipun tidak sering kejadian-kejadian seperti itu, namun security seperti dirinya

Selama ini industri security dikenal maskulin, karena didominasi laki-laki. Bagaimanakah ketika kemudian ada sosok feminin dan cantik masuk di dunia ini? Menurut Letkol (Purn) Dra. I Gusti Ayu Wiratni Adriyani, M.M., Psikolog, profesi security guard, saat ini menjadi pilihan alternatif pekerjaan yang makin diminati bahkan oleh kaum perempuan. Melakukan tugas-tugas kepolisian terbatas dalam lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya, bukanlah hal yang mudah bagi seorang security guard perempuan. Meskipun semua tuntutan tugas security guard dapat dikerjakan oleh seorang perempuan, namun pada kenyataannya, sebuah perusahaan memiliki kebijaksanaan yang hanya mempekerjakan security guard perempuan dengan mempertimbangkan sisi keperempuanannya. Psikolog yang juga konsultan security ini mengatakan di lingkungan industri, security guard perempuan lebih banyak bekerja pada shift pagi-sore hari. Sedangkan di lingkungan perusahaan migas, perempuan tidak dilibatkan dalam pekerjaan patroli dan tidak bertugas di offshore. Namun, mereka ditempatkan di office. Memang, katanya bagi security guard perempuan, bekerja di lingkungan yang mayoritas laki-laki merupakan kebanggaan tersendiri. “Yang kerap menjadi kendala adalah bagi perempuan berstatus single adanya godaan-godaan dari rekan sejawat atau sikap cemburu suami terhadap rekan kerja bagi mereka telah menikah,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Yatni ini. Sedangkan bagi perusahaan, security guard, perempuan diperlukan untuk pekerjaan terkait pemeriksaan fisik tamu atau pengunjung perempuan, tenaga administrasi atau sebagai ajudan. Beberapa perusahaan ada yang enggan mempekerjakan security guard perempuan karena dianggap kurang fleksibel untuk pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan 24 jam. Yatni, sebagai security advisor pada perusahaan minyak dan gas, ia sangat merekomendasikan pekerjaan atau profesi sebagai security guard kepada para perempuan, untuk tidak ragu memilih sebagai salah satu alternatif lapangan pekerjaan. Namun, diingatkannya pula bahwa sebelum dipekerjakan, agar menjadi seorang security guard yang profesional, harus melalui pendidikan minimal garda pratama di Sekolah Polisi Negara. Selanjutnya secara bertahap, berjenjang dan berlanjut akan mendapatkan sesi pembekal pengetahuan serta keterampilan untuk menunjang tugas- tugasnya di lapangan. - Sri Ardhini harus selalu siap dan sigap dalam menghadapi berbagai kejadian terkait keamanan dan pengamanan mal. Baik terkait tindakan kriminal ataupun hal-hal biasa seperti mengingatkan customer untuk hal-hal tertentu. “Misalnya soal parkir sembarangan. Mereka parkir di depan lobi, padahal itu dilarang. Ini mungkin persoalan sepele, namun penertibannya tidak selalu mudah. Ada saja pengunjung yang bandel, meski sudah ditegur, tetap saja parkir di sana. Atau, misalnya tentang anakanak yang naik eskalator. Kepada orangtua saya sering mengingatkan agar berhati-hati. Atau orangtua yang membawa anak-anak di mal agar mengawasi, khawatir hilang, dll. Yang penting dalam menegur atau memberi tahu pengunjung dilakukan dengan baik-baik, dengan cara-cara yang mereka bisa terima,” katanya. Biasanya pengunjung jika diberi tahu dengan baik-baik bisa memahami. Namun, terkadang ada juga yang tidak terima atau malah marah dan tersinggung. Nah untuk mengatasi hal ini, yang diperlukan adalah tetap bersabar, jangan terpancing ikut marah. Kesabaran dan kekuatan mental memang diperlukan Heni dalam menjalankan tugas ini. “Pernah ada kasus seorang pengunjung marah-marah di sebuah toko. Saya membantu menyelesaikan, namun ikut kena damprat. Padahal jelas-jelas pengunjung itu salah. Dia marah sambil mengucapkan kata-kata kasar. Tapi saya berusaha tenang, menjaga kata-kata saya agar tidak membuatnya makin marah,” ucapnya. Jadi memang menjadi security atau satpam ini, boleh dibilang tantangannya cukup besar karena bukan hanya soal keamanan dan pengamanan tapi juga bagaimana menghadapi atau melayani para pengunjung yang beragam, baik karakter maupun latar belakangnya. “Tapi sejauh ini semua bisa diatasi. Saya bisa mengomunikasikan dengan pengunjung maupun pihak tenant apabila terjadi masalah,” tambahnya.

Secara keseluruhan, ujarnya lagi, dia merasa pengalamannya sebagai security yang telah dijalaninya selama dua tahun lebih ini, menyenangkan. Banyak pengalaman menarik yang dialaminya selama bekerja, makin ‘memperkaya’ dirinya. Bagaimana menghadapi orang dengan berbagai latar belakang juga masalahnya, mengatasi masalah-masalah yang terjadi di lapangan, atau bagaimana menghadapi suatu situasi yang penuh tekanan, menurutnya,merupakan tantangan tersendiri sekaligus merupakan proses pembelajaran bagi dirinya. Lebih dari itu, katanya lagi, dengan pekerjaannya yang sekarang, ia mendapat banyak relasi dari berbagai kalangan. “Pertemanan saya menjadi lebih luas karena menjadi kenal dengan berbagai orang dari berbagai kalangan. Bagi saya, memperbanyak relasi sangat penting dan berguna di kemudian hari,” katanya. Berbicara soal godaan lelaki iseng, menurut Heni sembari tertawa, itu adalah hal yang biasa dan cukup sering dialaminya. “Namanya juga di mal, pengunjung banyak, jadi ada saja yang iseng. Tapi saya menghadapinya biasa saja, tetap profesional,” kata Heni yang dua kali dalam sepekan bertugas hingga pukul 22.00. Sebagai orang yang bekerja hingga malam hari, Heni mengaku berita pembegalan membuatnya makin ekstra hati-hati ketika pulang malam. Untuk mencapai rumahnya, dibutuhkan 1 jam perjalanan dan harus melewati jalan-jalan yang relatif sepi. Ia sendiri mengaku sempat mengalami percobaan pembegalan, untungnya berhasil lolos setelah menendang motor yang memepet motornya. “Waktu itu pulang kerja, pukul 22.00 Di jalan, ada motor yang memepet motor saya dan berusaha menyenggol. Tapi saya tendang motor itu kemudian saya ngebut. Akhirnya lolos! Pengalaman itu membuat saya makin berhati-hati khusus ketika pulang malam. Selalu waspada terhadap hal-hal yang mencurigakan,” ungkapnya. -Diana Runtu


18

Kreasi

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Klasik dan Utamakan Safety Riding

T

ren motor modi­ fikasi banyak dipengaruhi Je­ pang. Karena itulah, di kalangan penggemar modifikasi ada istilah Japannese Style (Jap Style). Modelnya ada disebut Screamble, Greet Style, Café Racer, Chopper, dan Trail Wing (TW). Motor-motor modifikasi ini bahan aslinya adalah motor pabrikan yang kemudian diubah sesuai keinginan konsumen. “Ada beberapa motor yang banyak menjadi pilihan untuk dimodifikasi, diantaranya Honda Tiger, Honda Mega Pro, Honda GL Pro, Yamaha Scorpio, dan Suzuki Thunder. Meson tetap dipakai sedangkan body dipermak menyesuaikan dengan style yang diinginkan,” ujar I Made Sutama, modifikator mo-

tor di daerah Padangsambian, Denpasar. Pria yang akrab disapa Doglit ini menuturkan untuk Jap Style, rangka asli bisa dipotong menjadi setengah. Sayap, tangki, jok, dan lampu kemudian diubah menjadi tampilan yang klasik alias back to nature. Satu yang diutamakan motor Jap Style adalah safety riding. “Motornya dimodifikasi tetapi kelengkapan seperti lampu, spion, dan sein tetap harus ada,” ujar pemilik Doglit Motor Custom (DMC) ini. Untuk membuat motor modifikasi, paling cepat seminggu. Ini pun tergantung jenis motor, model yang diinginkan serta ketersediaan barang. Kadang kala, proses pengerjaan lama karena ada barang yang harus didatangkan dari luar Bali bahkan luar

Doglit

Indonesia. Doglit mencontohkan ada motor jenis TW yang akan dibuat tetapi prosesnya lebih dari seminggu karena menunggu kiriman pelek dan ban dari Jepang. Soal biaya yang harus dikeluarkan untuk modifikasi motor tergantung anggaran dan keinginan konsumen. “Minimal Rp 7 juta untuk modifikasi sederhana. Kalau yang mengubah total dan memerlukan barang dengan spek khusus, bisa sampai puluhan juta. Biasanya penggemar rela merogoh kocek untuk mendapatkan kepuasan dari motor modifikasinya,” ujar pria asal Br. Balun, Padangsambian ini. HARUS MANDIRI Doglit yang mengaku otodidak dalam urusan modifikasi ini menuturkan dirinya dulu memulai karier di bidang pariwisata. Papan surfing yang dipajang di bengkel menjadi bukti, keterlibatanya di dunia pariwisata. Setelah itu, ia belajar tentang motor. Hobi menggambar menjadi modal tambahan bagi pria kelahiran 1 September 1983 ini untuk menekuni dunia modifikasi. Ia sering membuat gambar yang dikreasikan dan diaplikasikan di motor. Karya Doglit sering menjadi juara. Bosnya pun memberikan dukungan bagi Doglit untuk mandiri dan membuka usaha sendiri.

Story

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

“Musuh dalam Selimut”

Motor Modifikasi Motor buatan pabrik sudah biasa kita lihat di jalanan. Bentuk seragam k ­ arena dibuat massal. Beda dengan motor modifikasi yang jumlahnya terbatas. Kalau ada motor modifikasi, orangorang biasa­nya akan menoleh bahkan mendekati untuk mencari tahu, apa yang unik dari motor itu.

Life

Doglit saat memeriksa motor yang akan dimodifikasi

Kini Doglit mengajak 3 anak buah untuk membantunya membuat modifikasi. “Dulu saya mengajak 6 orang. Saya bilang sama mereka, kalau sudah mahir, silakan buka sendiri. Saya juga ingin anak buah saya berkembang,” ujar pria yang menerima konsultasi tentang pembuatan motor modifikasi ini. Tempat Doglit pun pernah dikunjungi pimpinan pabrik motor Jepang. Ternyata

setelah kunjungan ini, nama Doglit menjadi dikenal. Konsumennya ada wisatawan asing yang sudah lama menetap di Bali hingga orang lokal. “Ada konsumen saya dari Malinau. Dia tahu saya dari internet. Dia mau modifikasi motornya. Saya carikan motor sejenis, kemudian buatkan desain, Setelah cocok, saya produksi. Biaya pengiriman ke Malinau cukup mahal, tetapi konsumen itu yang menanggungnya dan dia puas dengan karya saya,” ungkap Doglit. Ia juga menuturkan ada konsumen bule yang sampai tiga kali minta motornya dimodifikasi. Motor pertama, ia puas, dilanjutkan dengan motor kedua dan motor ketiga. Kepuasan konsumen juga menjadi kepuas­ an Doglit.

Motor-motor hasil modifikasi Doglit Motor Custom

–Ngurah Budi

Sepuluh tahun yang lalu, Ernita (50), merasakan kebahagiaan ketika menikmati bulan madu dengan suaminya, Arjuna. Meskipun diam-diam, Ernita mengaku masa itu adalah saat-saat yang indah baginya. Perjalanan hidup membawa Ernita pada situasi di mana ia pernah menjadi “istri tersembunyi”. Kehidupan dengan suaminya kala itu, tentu saja tidak bisa membuatnya leluasa tampil berdua dengan suaminya di muka umum. “Pokoknya hidup saya dan suami saya, benar-benar tersembunyi,” ungkap Ernita.

E

rnita yang seorang janda cantik ini dinikahi laki-laki yang telah beristri dan beranak lima. Ernita memang bukan sosok yang asing dalam keluarga suaminya karena bisa dikatakan ia merupakan sahabat dari keluarga besar suaminya itu. Tidak ada kegiatan atau acara keluarga besar Arjuna yang tidak dihadiri oleh Ernita sehingga ia terbilang sangat sering berada di antara kehangatan keluarga besar Arjuna. Pertemuan-demi pertemuan yang sering terjadi rupanya membuat Arjuna menaruh hati pada Ernita. “Saya sudah dianggap saudara dalam keluarga itu,” katanya tersenyum pahit. Tersirat rasa bersalah di wajahnya ketika ia mengakui bahwa dirinya sesungguhnya telah dianggap saudara dalam keluarga Arjuna. Namun, rasa cintanya pada Arjuna, telah memporakporandakan hubungan keluarga ini satu sama lain. Atas pernikahan diam-diamnya ini, bukan hanya ia yang diserang istri pertama Arjuna dan kelima anaknya, melainkan salah seorang kakak Arjuna yang sesungguhnya tidak tahu menahu soal pernikahan itu, juga menjadi sasaran kemurkaan istri dan anak-anak Arjuna.

Kakak tertua Arjuna ini dituduh sebagai pihak yang menikahkan Arjuna dengan Ernita sehingga ia dan keluarganya menjadi sasaran kemarahan istri dan anak-anak Arjuna yang bersatu dengan beberapa saudara Arjuna yang lainnya. Peta keluarga ini menjadi berubah dan kacau. Semua saling bertengkar dan saling menyalahkan. Sampai-sampai dalam keluarga ini ada blok-blokan. “Pokoknya sempat bertengkar dan berantem hebat,” kata Ernita menyesal. Namun, Ernita mengakui dengan sungguh-sungguh, bahwa kakak tertua Arjuna memang tidak tahu menahu soal pernikahan mereka. “Kakak (panggilannya pada kakak tertua Arjuna) sama sekali tidak tahu jika kami menikah karena kami menikahnya di Pulau Sumbawa bukan di Lombok,” kata Ernita. Tuduhan yang dialamatkan pada kakak tertua Arjuna itu memang semata-mata melihat Ernita sangat dekat dengan keluarga kakak tertua Arjuna dibandingkan dengan saudara-saudara Arjuna yang lainnya. Ini terlihat sebelum maupun sesudah pernikahan diamdiam mereka. Bahkan setelah pernikahan itu, beberapa kali ada

7

arga. “Bahkan tampaknya sampai sekarang hubungan keluarga itu tidak lagi harmonis seperti dulu,” kata Ernita yang memang merasa bersalah atas semua ini.

Ilustrasi @howdoeslooklike.com

kegiatan kumpul di rumah kakak tertua Arjuna ini, istri Arjuna dan anak-anaknya, tetap mesra dengan Ernita. Itu karena tidak seorang pun tahu bahwa Ernita telah menikah dengan Arjuna. “Yang tahu hanya kakak tertua suami saya,” ujarnya. Mungkin inilah yang membuat istri dan anak-anak Arjuna marah besar saat tahu kalau Ernita dan Arjuna sudah menikah dengan tuduhan kakak tertua Arjunalah yang menikahkan keduanya. “Setelah kami menikah, barulah kami memberitahukan kakak suami saya itu. Dialah satu-satunya orang yang kami beritahukan,” ujar Ernita. Menurut Ernita, kakak tertua Arjuna itu terlihat sangat kaget dan gugup ketika mereka menginformasikan hal itu. Namun ia tidak bisa menolak dan hanya terdiam seribu bahasa. “Mungkin karena sudah terlanjur, kakak tidak bisa bilang apa-apa kecuali merestui pernikahan kami,” kata Ernita. Sejak menikah mereka hanya bisa bertemu diam-diam. Setiap hari Sabtu siang, Ernita dan Arjuna bertemu di sebuah rumah milik keluarga Ernita. Meski bahagia

dengan pernikahan itu, Ernita merasa tersiksa dengan cara mereka berumah tangga. “Tidak ada yang namanya tidur bersama seperti suami istri dalam keadaan tenang,” ujarnya. Mereka hanya bertemu sesekali saja, tidak tinggal dalam satu rumah mengingat istri Arjuna rupanya streng dan sangat ketat mengontrol suaminya. “Hanya sesekali saja kami bisa tenang, saat Arjuna tugas keluar kota dan ikut bersamanya. Itu pun jika istrinya tidak ikut,” kata Ernita. Hampir setahun mereka menjalani hidup berumah tangga secara diam-diam. Sampai akhirnya pernikahan tersebut sedikit demi sedikit mulai terungkap dan menjadi terang benderang. “Entah dari mana kabar itu sampai juga ke telinga istri Arjuna,” kata Ernita. Istri Arjuna yang keras itu lantas mendatanginya dan tanpa basa basi menjambak rambut Ernita yang pasrah. Segala caci maki dan sumpah serapah diterimanya. Ia dianggap sebagai musuh dalam selimut. Kemurkaan istri Arjuna merembet ke mana-mana sampai terjadi perseteruan antar kelu-

BEBAS DARI TEROR Sejak itulah Arjuna tidak diperkenankan meninggalkan rumah, kebetulan juga sudah memasuki usia pensiun. Ke mana pun Arjuna pergi istrinya selalu mendampingi. Istrinya meminta Arjuna untuk menceraikan Ernita saat itu juga. “Kami bercerai tanpa berkomunikasi apa pun. Juga sejak itu, saya tidak pernah lagi melihat Arjuna sampai sekarang,” kata Ernita yang akhirnya menikah lagi dengan seorang duda beberapa tahun lalu. Pernikahan ini dilakukannya terutama untuk bisa melupakan Arjuna dan bebas dari teror istri pertama Arjuna. Namun, di luar semua itu, Ernita mengaku bahagia hidup bersama suaminya kini. “Saya kini bisa lega dan hidup bahagia lahir batin dengan suami yang sangat pengertian,” katanya. Ernita mau berbagi kisah hidupnya ini, menurutnya semata-mata untuk memberikan pelajaran bagi orang lain, betapa tidak enaknya merebut suami orang. Merebut kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga orang lain. “Saya benar-benar malu telah melakukan itu, meski pun saya dan Arjuna dulu saling mencintai,” ujarnya. Ketidakmampuan mereka mempertahankan cinta dalam keutuhan rumah tangga dalam badai yang besar itu, rupanya menyadarkan Ernita bahwa ini adalah hukuman yang diberikan Tuhan bagi mereka berdua. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Cegah Sariawan

Jaga Kebersihan Mulut Sudah dua hari Koko mengeluh kesulitan untuk makan. Ia merasa ada luka di mulutnya. Wajah siswa kelas II SD pun terlihat agak pucat. Setelah diperiksa oleh ibunya, ternyata ada sariawan dalam mulut Koko.

“P

antesan Koko susah makan. Ada sariawan di mulutnya. Kalau dipaksakan makan, dia malah meringis. Kalau tidak makan, lebih kasihan lagi. Wajahnya jadi pucat,” ungkap Bu Dewi. Sariawan di mulut ini juga membuat Koko tak banyak bicara. Apa yang dialami Koko masih lebih ringan. Nana, sepupu Koko juga pernah sariawan bahkan sampai mulutnya bengkak. Nana tak bisa makan karena mulutnya dipenuhi sariawan. Dalam beberapa kasus sariawan bisa bergerombol di satu tempat. Menurut dr. Ni Made Rini Suari, M.Biomed, Sp.A, sariawan atau stomatis bisa dialami anakanak mulai dari bayi yang sedang menyusui. “Sariawan adalah infeksi pada mukosa mulut. Penyebabnya virus herpes labialis yang ada di mulut. Sariawan berupa peninggian dan pelebaran mukosa yang menyebabkan luka kecil dengan pinggiran berwarna putih sedangkan di tengah-tengah merah,” jelasnya. Gejala selain luka kecil itu juga menyebabkan anak menjadi rewel, demam, dan drooling (air liur terus menetes). Sariawan ini bisa terjadi antara 1 sampai

2 minggu tergantung kekebalan tubuh si anak. Ada juga yang mengatakan sariawan terjadi karena kekurangan vitamin. Hal ini mungkin saja, karena kekurangan vitamin membuat daya tahan tubuh melemah sehingga virus mudah menyerang. Selain itu, daya tahan tubuh yang melemah membuat koordinasi antara otak dengan tangan dan mulut menjadi kurang bagus. Akibatnya, mulut bisa luka saat tidak fokus menggosok gigi. Inilah yang kemudian menjadi sariawan. Jika terkena sariawan, hal yang pertama harus dilakukan adalah oral hygiene dengan membersihkan mulut. Setelah bersih, berikan salep atau obat tetes yang mengandung orabase. Bagi anak kecil, obat tetes lebih sering digunakan. Jika anak sudah mengerti tentang mana yang boleh ditelan dan tidak, penggunaan obat kumur juga bisa digunakan. “Sariawan juga menyebabkan bau mulut. Obat kumur bisa menjadi salah satu sarana untuk membersihkan kotoran yang ada di mulut,” imbuh dr. Rini. Bagi orangtua yang memiliki bayi yang masih dalam masa menyusui dan minum susu formula, sering-seringlah membersihkan mulut bayi. “Gunakan sikat khusus

Dr. Rini Suari

atau kasa steril yang sudah dibasahi untuk membersihkan mulut bayi. Sisa-sisa susu formula kadang menempel di mulut. Gunakan kasa steril dan lakukan dengan hati-hati,” ujar dokter anak yang praktik di RS Puri Bunda dan Klinik Utama Dharma Siddhi ini. Berbeda dengan bayi yang hanya minum ASI. Sisa ASI jarang yang menempel di mulut bayi. Membersihkan dengan air dinilai kurang tepat karena tidak semua sisa susu bisa terangkat. Selain itu,

minum air setelah minum susu formula bisa mengubah komposisi yang sudah terdapat di susu formula. Karena itu, penggunaan kasa steril lebih dianjurkan. Bagi anak yang sudah memiliki gigi, ingatkan anak untuk membersihkan gigi. Menggosok gigi sesudah makan bisa meminimalkan kotoran di sela-sela gigi yang nantinya bisa menjadi tempat virus. Selain itu, pola makan yang sehat dengan rajin mengonsumsi sayur dan buah juga bisa mengurangi risiko sariawan. Bagi yang sudah bisa mengunyah makanan, rajin minum air putih juga sangat dianjurkan untuk membantu mencegah sariawan. Jika sariawan sudah parah dan anak tidak bisa makan atau terkena dehidrasi, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya penanganan harus dengan infus karena anak tidak makan melalui mulutnya. “Oral hygiene tetap menjadi prioritas karena dengan membersihkan sariawan terlebih dahulu, baru bisa memberikan obat,” ujar dr. Rini. –Ngurah Budi

“Oral hygiene tetap menjadi prioritas karena dengan membersihkan sariawan terlebih dahulu, baru bisa memberikan obat”

Ilustrasi sariawan

Mendongeng Lima Menit

Monyet yang Cantik

Sudah seminggu lamanya seekor monyet yang bernama Murdasa, bertapa di sebuah cabang pohon manggis. Ketika sedang khusuk, tibatiba terdengar suara. “Tapamu berhasil, Murdasa!” kata seMade Taro orang Dewa yang tiba-tiba berdiri di sebelahnya. Monyet itu segera sujud di depan Dewa yang sangat dihormati itu. “Katakanlah apa yang kau minta!” sambung sang Dewa. Tanpa malu-malu, Murdasa menjawab, “Kecantikan, Dewa Junjunganku!” “Kecantikan?” Dewa itu heran. Selama itu Dewa yang pemurah itu belum pernah menjumpai pertapa yang meminta kecantikan. Namun apa boleh buat, sang Dewa merasa wajib memenuhi permintaan pertapa yang berhasil. “Baiklah!” kata dewa itu sambil menyerahkan sebuah permata yang bercahaya. “Berjalanlah kamu ke arah timur laut! Cahaya permata itu akan padam kalau kamu tiba di sebuah danau. Nah, menceburlah ke air danau itu lalu menyelamlah tujuh kali. Keinginanmu pasti terpenuhi!” kata Dewa itu lalu menghilang. Monyet yang keras hati itu segera meninggalkan tempat menuju arah timur laut. Sungguh panjang dan melelahkan perjalanan itu! Namun monyet

yang bermuka buruk itu tidak mau berputus asa. Akhirnya, …. ia melihat cahaya permata itu makin redup, dan tepat ketika ia menemukan danau, cahaya itu padam. Byur! Monyet yang tidak sabar itu menceburkan diri ke dalam danau. Setelah menyelam dan membasahi sekujur tubuhnya, ia segera menyembul. Wah! Sungguh menyenangkan! Ia meraba sekujur tubuhnya. Halus. Ia menyelam, menyelam dan menyelam lagi. Wah! Ia tidak berekor lagi. Matanya yang menjorok ke dalam makin merata, wajahnya cantik dan senyumnya manis. Pada hitungan ketujuh ia menyelam agak lama. Setelah menyembul, ia lihat wajahnya benar-benar seperti bidadari. Ia tersenyum sendiri di tengah danau itu. Didengarnya beberapa ekor burung yang bertengger di pinggir danau, bernyanyi-nyanyi seolah-olah ikut menikmati kecantikan sang bidadari. Ketika air danau benar-benar tenang dan bening, ia mencoba mengamati wajahnya sekali lagi. Oh, sayang! Hidungnya memang sudah mancung, tetapi tampak menerawang bayangan hidung seekor monyet. Tinggal menyempurnakan sedikit lagi. Byur! Monyet cantik itu menyelam sekali lagi. Lalu segera menyembul. Setelah air danau tenang dan bening, ia melihat wajahnya dengan saksama. Entah apa yang dirasakan, bidadari itu tiba-tiba menangis meraung-raung sambil menutup wajahnya yang buruk. Burung-burung meninggalkan pohon lalu beterbangan di atas danau. Mereka berteriak, “Ada monyet di tengah danau, ada monyet di tengah danau!”

Griya

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

17

Cermin Artistik Fungsional

Mimpiproperti.com Gandeng LJ Hooker Indonesia

Cermin merupakan alat bantu untuk melihat refleksi bagian tubuh yang tak dapat dilihat langsung oleh mata kita. Pada zaman dulu, minimnya pengetahuan orang untuk membuat cermin membuat harga cermin relatif mahal. Bahkan, cermin menjadi tolok ukur kekayaan seseorang. Bisa dipastikan cermin berukuran besar dengan ukiran bingkai yang cantik, hanya bisa dimiliki para bangsawan.

D

alam perkembangannya kini, cermin kerap dipakai sebagai elemen dekoratif dalam interior. Keberadaan cermin dalam ruangan dapat menciptakan kesan lapang. Bahkan kini, cermin diperlakukan layaknya masterpiece yang patut dikagumi keindahannya. Cermin juga memiliki karakter avant garde dan futuristic, tergantung pada bagaimana cermin itu dimanfaatkan. Itu pula yang mungkin menjadi pertimbangan Fuad Hasyim, pemilik Venetian Mirror di kawasan Krobokan Denpasar, dalam mendesain cermin-cermin unik koleksinya. “Cermin-cermin saya ini bergaya vantage, bisa masuk ke modern dan klasik. Jadi bisa bertahan sepanjang zaman.” Demikian alasan Fuad, pemilik Toko Kaca Alkasa yang juga menggeluti bisnis cermin ini. Di showroom-nya tersebut, selain cermin yang memang difungsikan sebagai cermin, terdapat pula kursi dan meja yang terbuat dari cermin. Ada juga cermin yang didesain khusus berbentuk jendela. Menurut Fuad, selain desain dibuat artistik, juga dibuat secara fungsional, keduanya saling terkait. Desain ini dikatakannya merupakan perpaduan antara desain aslinya dari Itali yang dikombinasikan dengan ukiran Jawa dan Bali. Desain-desain ini kemudian mampu memberikan kesan glamor tapi elegan. Karena itu pula, koleksi Venetian Mirror banyak diburu para kalangan bangsawan (raja), museum, hotel, dan pribadi. Produk Itali yang dikombinasikan dengan ukiran Jawa dan Bali ini, justru banyak dijual kembali kepada orang Itali. Selain, banyak pula peminat dari negara-negara modern seperti Singapura, Taiwan, Jepang, Amerika, dan Australia. Serta beberapa negara kalasik, seperti Rusia dan sebaian besar Eropa. –Inten Indrawati

CEO dan Foundermimpiproperti.com, Johan Syah (kiri) menjelaskan tentang fitur mimpiproperti.com kepada Director LJ Hooker Indonesia, Oka Kauripan Pesatnya perkembangan teknologi digital membuat orang makin mudah mencari sesuatu, termasuk properti. Teknologi digital pun digunakan perusahaan properti untuk sarana promosi, marketing, dan penguatan image perusahaan. Hal inilah yang dikembangkan mimpiproperti.com. Guna merealisasikan target pada 2015, portal jual beli properti ini melakukan langkah strategis menggandeng LJ Hooker, salah satu agen properti besar di Indonesia. Penandatangan kerjasama (MoU) digelar di Aston Ungasan, Uluwatu, Rabu (8/4) oleh CEO dan Foundermimpiproperti.com, Johan Syah dengan Director LJ Hooker Indonesia, Oka Kauripan. Johan menjelaskan, pihaknya mengambil peluang untuk memasarkan properti melalui media digital dengan mengedepankan pelayanan pada konsumen dan memberi ruang pada agen properti untuk menemukan calon pembeli terbaik. Mimpiproperti.com memiliki layanan yang disebut premium listing. Layanan ini untuk memberi kesempatan kepada penjual properti yang tidak memahami internet atau terlalu sibuk dan tidak sempat membuka internet. “Kami percaya dengan adanya kerjasama ini, baik mimpiproperti, LJ Hooker, maupun konsumen akan memperoleh keuntungan,” tandasnya. Oka Kauripan menambahkan, konsep dan visi yang ditawarkan Mimpiproperti. com sejalan dengan LJ Hooker. Apalagi mimpiproperti.com merupakan portal jual beli properti yang dirintis dan dikelola generasi muda Indonesia. –wah

Seminar & Penyembuhan bersama Guru Mangku Hipno Seminar dan penyembuhan terspektakuler tahun ini dengan tema Terbuka, Mengalir, Tersenyum sesi II diadakan Minggu (12/4) di Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar, pukul 15.00 s.d. 17.00. Harga tiket Rp 350 ribu dan tempat sangat terbatas hanya untuk 50 orang. Anda harus ikut seminar ini jika memiliki permasalahan berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya. Satu langkah solusi jitu menyelesaikan segala masalah kehidupan Anda adalah dengan ikut seminar bersama Guru Mangku Hipno. Segera hubungi Pusat Pembelajaran dan Penyembuhan Hypnotherapi, Psikotherapi, Somatho therapy “Brahmakunta Center dan GMH Institute” Telp. (0361)8442823, 085103112404. PIN BB 7FB63D85. Secara langsung ditangani oleh pakar metafisika, supranatural, hypnotherapi, pikiran bawah sadar, palmistri GMH KG Suatmayasa, SH. CH. CHt. MNNLP. Izin praktek dari Dinkes : 448.3/28. PT.XII.14/DIKES. Rekomen dari: IPATRI, Kejaksaan Negeri dan Kemenag.

Standardpen Luncurkan Produk Inovatif NX7

CEO PT Standardpen Industries, Megusdyan Susanto memaparkan tentang produk terbarunya NX7 usai dilaunching secara resmi, Rabu (8/4) di Art Center Denpasar Bali, ditandai dengan penyalaan obor. PT Standardpen Industries yang merupakan perusahaan asli Indonesia, setiap tahunnya selalu mengeluarkan produk terbaru guna memenuhi kebutuhan konsumen dengan keunggulan masing-masing varian. Standardpen meluncurkan produk terbarunya Standard NX7 yang memiliki atribut dengan teknologi inovatif pertama di dunia. Peluncuran produk baru Standardpen yang sekaligus dirangkaikan dengan gala dinner tersebut mengundang Customer Top 50 dari seluruh Indonesia serta perwakilan pelajar, dilangsungkan, Rabu (8/4) di Art Center, Denpasar Bali. Standard NX7 ini dijelaskan CEO PT Standardpen Industries, Megusdyan Susanto, memiliki refill 35% lebih besar dari refill bolpoin pada umumnya. Disempurnakan dengan hybrid soft ink yang merupakan perpaduan tinta antara H2O gel dan oil gel, yang membuat tulisan semakin pekat. Bolpoin Standard NX7 ini juga dilengkapi dengan ZF-Ring (Zero Flex Ring) yaitu ring yang terbuat dari bahan TPR (Thermo Plastic Rubber) yang bisa mengurangi guncangan dan kerusakan mata pena, ketika terjatuh bolpoin tidak akan macet dan tetap lancar untuk menulis. Dan untuk melengkapi keistimewaannya, National Sales Manager PT Standardpen Industries, Marsudi menambahkan, bolpoin Standard NX7 dipadukan dengan bola mata pena zyrcon ball yang lebih resisten dan tahan korosi. “Sehingga dengan semua kelebihan tersebut, menulis dengan bolpoin Standard NX7 akan lebih mantap,” ujarnya didampingi Marketing Manager PT Standardpen Industries, Niken Maharani. Standardpen selalu berkomitmen untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dengan teknologi inovatif, bahkan pertama di dunia. –ten


16

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Geliat Petani Nusa Lembongan D ul u Mera n a Kin i Ba h a g i a

Nusa Lembongan merupakan salah satu pulau di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tahun 1970an, Nusa Lembongan, masih belum dikenal dunia akan keindahan alamnya. Justru, yang malah ter­ kenal, tiga pulau di Nusa Penida, Pulau Penida atau bisa disebut Nusa Gede, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan, termasuk daerah kering, dan kehidup­ an masyarakatnya di bawah garis kemiskinan. Kondisi alam yang kering, mengharuskan petani ­mengandalkan mata pencaharian dengan palawija, seperti menanam jagung dan ketela pohon.

S

alah seorang petani rumput laut, Wayan Suarbawa berkisah, tahun 1984, budidaya rumput laut mulai diperkenalkan di Nusa Lembongan. Salah seorang peneliti dari LIPI yang bernama Bambang mencoba mengembangkan budiaya rumput laut di Nusa Lembongan. Rupa-rupanya, usaha promosi ini berhasil, dan budidaya rumput laut mulai menjadi primadona petani Nusa Lembongan. Tingkat kesejahteraan masyarakat mulai meningkat. “Dulunya, tak banyak anak-anak yang bisa sekolah, karena para orangtua masih sibuk memenuhi kebutuhan perut,

kini sudah mulai ada perubahan. Pelan-pelan, banyak keluarga sudah bisa menyekolahkan anak mereka,” kata lelaki yang kini dipercaya se­ bagai ketua kelompok petani rumput laut di Nusa Lembongan ini. Produksi rumput laut yang dihasilkan masyarakat terus mening­ kat seiring dengan tak adanya hambatan dalam proses budidaya. “Tidak ada gulma, harga pun sa­ ngat stabil, sehingga kesejahteraan warga Nusa Lembongan terus meningkat,” ungkapnya. Ia mengatakan, tahun 1994, budidaya rumput laut mencapai masa keemasan. Namun, dengan berjalannya waktu, mulai ada se-

rangan hama. Harga pun menjadi tidak stabil. Malah menjadi menurun. “Satu kilo rumpur laut kering dengan kadar air 45%, kini hanya bernilai Rp 5.500,” kata Suarbawa. Akhirnya, mulailah petani pelanpelan meninggalkan usaha budidaya rumput laut. “Karena hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Beli bibit Rp 3 juta sudah rugi. Petani kapok,” tutur lelaki lulusan Antrologi Fakultas Sastra Universitas Udayana ini. Dengan berkembangnya pariwisata, banyak anak muda, mulai keluar dari Nusa Lembongan. Mereka bekerja di sektor pariwisata sehingga banyak para keluarga yang akhirnya menyisakan kedua orangtua mereka sebagai petani rumput laut, sekaligus nelayan. Salah seorang warga Nusa Lembongan, Gede Adnyana menambahkan, tahun 1991, pariwisata masuk Nusa Lembongan. Desa Jungut Batu dikenal memiliki pantai yang dapat digunakan untuk ­surfing. Beberapa biro wisata kapal pesiar membawa wisatawan asing ­mengelilingi Nusa Lembongan ­untuk menikmati wisata bahari. Dari perkembangan ini, beberapa turis ingin menginap. Mulailah muncul penginapan yang awalnya dibangun pemilik cruise. Mata pencaharian

Pemanfaatan Pariwisata Berkelanjutan

Nusa Lembongan bagai gula yang diserbu semut. Banyak turis datang dan tentu saja suatu saat akan berdampak pada ekosistem dan konservasi perairan di Nusa Lembongan. Karena merasa terpanggil untuk tetap melestarikan wilayahnya, Wayan Suarbawa bersama empat temannya, Ketut Budiasa, Wayan Ujiana, Made Andres, dan Nyoman Sujana, membentuk satu komunitas yang bernama “Satya Posana Nusa”. Misi utamanya, pelestarian lingkungan untuk pemanfaatan berkelanjutan. Tanggal 9 Juni 2003, komunitas ini diresmikan. Lima orang ini sebagai fasilitator pelestari­

masyarakat juga mulai banyak pilihan. Tukang bangunan men­dapatkan bayaran sehari Rp 150 ribu. Penginapan dan restoran mulai menjamur. Ada yang dimiliki warga setempat, ada juga yang dimiliki warga luar Nusa Lembongan dengan mengontrak tanah warga setempat. “Pelan tapi pasti kehidupan warga Nusa Lembongan mulai meningkat,” ucapnya. Banyak pilihan kapal ditawarkan untuk mencapai Nusa Lembongan. Yang paling dekat dari Pantai Sanur, dengan tiket Rp 70 ribu, menggunakan spead boat dengan waktu temput 30 menit, sudah tiba di Nusa Lembongan. Berbagai kemudahan ini tentu makin membuat wisatawan berdatangan ke Nusa Lembongan. Suarbawa mengatakan, ­rata-rata wisatawan yang datang ke Nusa Lembongan 200.000 per tahun. Adnyana menambahkan, tahun 2000, ada satu cruise awalnya menawarkan paket tur hutan bakau. Awalnya, dari satu sampan sampai lima sampan. Ternyata, banyak wisatawan yang tertarik dengan tur hutan bakau ini. “Akhirnya, para petani mulai berpikir, bagaimana mengatur kondisi tersebut, agar semua petani juga kecipratan rezeki. Apalagi, semua petani memilki sampan. Mulailah dibuat kelompok yang tugasnya

9

dr. Gede Wara Samsarga, S.Ked.

Lulusan Terbaik FK Unud Piawai Main Piano Klasik Tiga tahun sudah bisa membaca. Itulah kecerdasan yang ditunjukkan sejak bocah, dr. Gede Wara Samsarga, S.Ked., yang men­dapatkan predikat terbaik dengan IP tertinggi 3,96 dalam pelantikan dokter umum, Fakultas Kedokteran (FK) Unud, Kamis ( 9/4).

L

Gede Adnyana

bergiliran sehingga semuanya kebagian mengantar tamu,” tutur Adnyana. Harga sewa sampan Rp 100 ribu. Sampan dinaiki maksimal 4 orang. Adnyana mengatakan, satu hari, bisa mencapai 15 sampan yang beroperasi tergantung tamu yang datang. Minimal 10 sampan jika kondisi sepi. Saat ini, ada 34 anggota kelompok, namun, yang aktif hanya 15 orang. Menurut Adnyana, untuk penghitungan, ia menggunakan hitungan sampan. “Satu orang rata-rata mendapatkan tamu dengan 4 kali sampan,” ujarnya. –Wirati Astiti

elaki yang lahir 18 November 1993 ini menuturkan, dari awal ia memang sudah ingin menjadi seorang dokter. Karena itu, ia sangat disiplin dalam belajar. Saat SMP, ia masuk dalam kelas akselerasi (percepatan) sehingga tamat dua tahun. Begitu juga, saat di SMAN 1 Denpasar, putra kedua pasangan Sri Budarsa, S.T.M.T. dengan Putu Inten Rumini, S.E. ini, masuk kelas percepatan juga. Di Fakultas Kedokteran, Wara, begitu ia akrab disapa, memilih English class. Menurutnya, di English class ia dapat menambah wawasan karena bergabung de­ ngan mahasiswa internasional. Karena kecerdasannya, Wara pernah mendapat kesempatan menerima beasiswa belajar ke Jepang selama sebulan. Selain urusan akademik, Wara juga berprestasi dalam bidang karya tulis ilmiah. Wara pernah meraih juara II dalam lomba karya tulis yang diadakan Fakultas Ke-

dokteran UGM, Yogyakarta. Juara II karya tulis yang diadakan Fakultas Kedokteran Unud, dan juara III lomba karya tulis yang digelar

Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Wara menuturkan, sejak SMA, ia sudah masuk dalam kelompok ilmiah remaja. Adik dari Gede Raditya Sakha Dipha ini tak menampik kuliah di kedokteran sangat padat. Jam kuliah mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore. Saat kuliah, ia harus serius mendengarkan dosen mem­berikan materi, dan aktif dalam berdiskusi. Saat pulang kuliah, kadang ia merasa jenuh. Ia siasati dengan bermain piano klasik. Ternyata, dengan kegemarannya bermain musik, dapat mengurangi rasa lelah dari penatnya kuliah. Wara memang tak pernah ­setengah-setengah dalam mengembangkan dirinya, termasuk soal musik. Ia sudah les keyboard sejak SMP. Namun, setelah kuliah ia baru beralih ke piano klasik, dan sudah me­ngantongi sertifikat level 5, dan berhak mengajar musik. Menurut ayahnya, kecerdasannya bermain piano klasik juga disebut gurunya di Farabi, di atas rata-rata. Namun

dr. Gede Wara Samsarga, S.Ked. (tengah) bersama keluarga

kata Wara, musik hanya selingan di kala ia sedang penat belajar. “Saat ini saya masih konsentrasi ke dokter. Sebentar lagi saya mau PTT,” kata Wara yang akan diwisuda 28 Mei ini. Menurut ayahnya, Wara sangat mudah diarahkan. Malah, ia tak pernah sampai menyuruh belajar karena lebih aktif sendiri. “Saya kaget, dia sudah berlatih soal, sementara saya tidak tahu darimana ia mendapatkan soal-soal untuk belajar,” kata Sri Budarsa. Karena Wara suka membaca, Sri Budarsa sering mengajaknya mengisi waktu liburan ke toko buku untuk membeli buku. Sementara, menurut ibunya, Inten Rumini, ia lebih mengawasi putranya itu dari segi pergaulan. “Teman-temannya saya kenal semua. Sejak SMP, teman-temannya sering main ke rumah sehingga saya mengenalnya dengan baik.

Saya hanya berpesan, kalau pergi selalu beri kabar dimana berada dan jam berapa pulang sehingga kami tenang,” kata Inten Rumini. Menurut Wara, ia banyak belajar dari sang kakek yang selalu memberinya motivasi. Setiap Hari Raya Galungan, keluarga besarnya berkumpul di rumah Tabanan. Di sanalah mendiang sang kakek, Ida Ketut Meregeg, memberikan pesan dan motivasi. “Kakek selalu berpesan, prioritaskan pendidikan. Apapun pendidikan yang kami pilih harus dilakukan dengan sungguhsungguh dan memberikan hasil terbaik,” ucap kemenakan Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS (K) ini. Menurut Wara banyak kata motivator yang dilontarkan sang kakek yang selalu tergiang. “Manusia bisa saja melakukan kesalah­an, namun, jangan pernah sekalikali berbohong. Kejujuran di atas ­segalanya.” –Wirati Astiti

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Oleh: dr. I Gusti Putu Hery Sikesa, S.Ked.

Hutan Bakau yang kini dimanfaatkan menjadi objek wisata

an lingkungan di desa. Suarbawa dan teman-temannya merangkul anak muda yang belum bekerja, siswa SMA dan mahasiswa, untuk bersama-sama ikut aktif dalam komunitas ini. Ada 40 orang yang ikut aktif bergerak. Mereka mulai melakukan pemberdayaan di lingkungan masing-masing. Melarang penembakan burung, menjaga agar hutan bakau tetap lestari dengan tidak sembarangan menebangnya, termasuk penanaman bakau. Pelatihan juga dilakukan kepada siswa SD. “Ternyata dampaknya luar biasa. Mere­ka mampu menggugah orangtua mereka dengan melarang mereka menangkap ikan dengan potasium atau melarang menembak burung, dan melarang menebang bakau,” tutur Suarbawa. Komunitas ini juga berperan dalam nilai budaya yang tumbuh di Nusa Lembongan. Beberapa tarian seperti Sanghyang Grodok dan Sanghyang Sampat, tetap dilestarikan. Menurut Suarbawa, ada beberapa nilai filosofi yang terkandung di dalam tarian tersebut yang juga bertujuan untuk melestarikan lingkungan. “Sang­hyang Grodok dan Sanghyang Sampat untuk membersihkan buana alit dan agung, termasuk menanam bakau, untuk pelestarian lingkungan,” ucapnya. Berkat usaha keras komunitas ini, mereka mendapatkan penghargaan Coastal Award tahun 2014 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Saat ini, Suarbawa berharap, pariwisata Nusa Lembongan, tidak saja memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga setempat, namun, juga berdampak positif bagi pelestarian ling­kungan wilayah pesisir. -Wirati Astiti Jurnalis yang mengikuti workshop “Konservasi Laut Ekoregion Sunda Kecil” yang digelar The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) mendapatkan kesempatan field trip yang diisi juga dengan menanam bakau.

I

nfeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih yang terdiri dari ginjal, saluran ginjal (ureter), kandung kemih (bladder), dan saluran kencing bagian luar (uretra). ISK lebih sering ditemukan pada bayi atau anak kecil dibandingkan dengan dewasa. Wanita lebih sering terkena ISK karena saluran kencing wanita lebih pendek dibanding pria. Ini menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih karena saluran kencing lebih dekat ke sumber bakteri seperti daerah dubur. Pada wanita dengan seksualitas aktif, terdapat faktor lainnya untuk berkembang menjadi ISK, seperti penggunakan kontrasepsi diafragma (kondom wanita) dan metode seksual yang dilakukan. Pada wanita hamil, dapat lebih sering terkena ISK karena adanya perubahan hormonal dan perubahan dari posisi saluran kencing selama kehamilan. Makin tua seseorang, status imunnya akan makin menurun. Maka, makin mudah pula orang tersebut mengalami infeksi. Kaum geriatrik (lansia) dengan gangguan mood dan penurunan faal kognitif cenderung sulit merawat diri. Kebersihan tubuh terutama daerah genital kurang terjaga. Akibatnya, kuman mudah berkoloni di daerah tersebut sehingga terjadilah infeksi. Urin (air seni) merupakan media yang baik bagi pertumbuhan kuman. Maka dalam urin terdapat kuman tetapi dalam jumlah yang masih normal. Mengosongkan kandung kemih adalah cara alami yang dilakukan tubuh agar jumlah kolonisasi kuman dapat ditekan, sekaligus mencegah kuman naik ke saluran kemih bagian atas (ginjal). Di samping itu, tubuh menjaga agar urin yang dikeluarkan memiliki tingkat osmolalitas tinggi, konsentrasi urea tinggi, dan pH asam. Kondisi tersebut menyebabkan urin mempunyai ‘efek antibakteri’. Adanya gangguan terhadap mekanisme alami itulah yang memudahkan terjadinya ISK. Terdapat 2 tipe ISK yaitu tidak berkomplikasi (uncomplicated) dan berkomplikasi (complicated). Pada dasarnya semua ISK yang ditemukan pada pria tergolong ISK berkomplikasi, karena struktur anatomi saluran kemih pria menyulitkan terjadinya ISK. Sedangkan, ISK berkomplikasi pada perempuan lebih ‘lunak’ yaitu bila ditemukan adanya kelainan struktur pada sistem saluran kemih, batu, retensi urin, abses, atau terjadi karena penyebaran melalui aliran darah. ISK pada usia lanjut sebagian besar adalah ISK berkomplikasi. Pada usia diatas 65 tahun, ISK merupakan sebab dari 30% kasus bakteremia, dibandingkan dengan 16% pada usia dibawah 65 tahun. Anatomi Saluran Kemih dan Gambaran Urine Terinfeksi (Sumber: http://www.gejalapenyakit.net)

Gejala ISK Gejala–gejala ISK diantaranya rasa nyeri sewaktu buang air kecil, kencing keluar sedikit-sedikit (anyang-anyangan), sering kencing atau sulit menahan kencing, darah dalam air kencing, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, nyeri tekan perut bagian bawah, air

kencing tampak keruh dan atau berbau, panas, mual atau muntah. Kadang tanpa gejala, dan didiagnosis setelah terjadi komplikasi gagal ginjal. Pada bayi baru lahir, gejalanya tidak khas, sehingga sering tidak terpikirkan, misalnya suhu tidak stabil (demam atau suhu lebih rendah dari normal), tampak sakit, mudah terangsang atau irritable, tidak mau minum, muntah, mencret, perut kembung, air kemih berwarna kemerahan atau tampak kuning. Pada bayi lebih dari satu bulan, dapat berupa demam, air kemih berwarna kemerahan, mudah terangsang, tampak sakit, nafsu makan berkurang, muntah, diare, perut kembung atau tampak kuning. Jika terdapat kecurigaan terhadap ISK, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan urine rutin dan biakan. Hasil pemeriksaan urinalisis dapat segera diketahui, sedangkan hasil biakan memerlukan waktu satu minggu. Ada tiga hal yang penting yang biasa dilakukan jika pasien sudah didiagnosis ISK, yaitu memberantas infeksi: mendeteksi, mencegah, dan mengobati infeksi berulang; dan mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih serta menanggulanginya.

Pencegahan dan Saran Pencegahan ISK dengan banyak minum air putih dan tidak menahan buang air kecil (BAK), sebagai upaya untuk membersihkan saluran kemih dari kuman. Penderita ISK dengan nyeri ketika BAK cenderung untuk menahan kemih, padahal menahan kemih itu sendiri dapat memperberat ISK. Untuk mengurangi risiko ISK pada penggunaan kateter perlu diperhatikan jenis kateter, teknik dan lama penggunaan. Untuk wanita cara membersihkan kemaluan adalah mulai dari depan ke arah belakang, ini untuk mengurangi masuknya bakteri dari daerah anus ke area saluran kencing. Untuk memberantas infeksi, diberikan obat (antimikroba atau antibiotik) selama 7-10 hari. Sedapat mungkin obat ini diberikan sesuai hasil uji kepekaan kuman yang diketahui dari hasil biakan urine. Untuk mendeteksi infeksi berulang, perlu dilakukan pemeriksaan biakan urin secara berkala, dan kalau terdapat infeksi, maka infeksi ini diobati dengan antibiotik yang sesuai. Untuk mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih, biasanya dokter melakukan pemeriksaan fisik yang lebih teliti dan kalau perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan/radiologis seperti USG atau pemeriksaan rontgen terhadap ginjal dan saluran kemih. Jika ditemukan kelainan pada saluran kemih, maka tata laksana selanjutnya disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau tidak.

Ingat: MENCEGAH lebih baik daripada MENGOBATI!

Referensi:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, hal 369-376, 2004 www.urologyhealth.org


10

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Bugar

YANG PERLU ANDA KETAHUI MENGENAI MEDICAL CHECK UP

Kata Medical Check Up sudah sering kali kita dengar, akan tetapi masyarakat lebih familiar dengan istilah check up saat akan kontrol suatu penyakit atau berobat ke dokter. Jadi masyarakat belum bisa membedakan istilah medical check up yang sebenarnya dengan kontrol ke dokter karena suatu penyakit. Artikel ini akan coba menggambarkan mengenai medical check up kepada Anda. Apakah Medical Check Up itu? Medical Check Up adalah peme­ riksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan Anda, bukan untuk mendiagnosis suatu gejala ataupun mengobati suatu penyakit. Apakah Manfaat Medical check Up? Dengan melakukan Medical Check Up Anda diharapkan mendapatkan beberapa manfaat, di antaranya: - Mendapatkan informasi mengenai status kesehatan Anda saat itu. - Mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala. - Mencegah komplikasi atau halhal yang lebih berat agar tidak terjadi. - Dengan melakukan Medical Check Up secara berkala Anda dapat membandingkan status kesehatan Anda sekarang de­ ngan sebelumnya; apakah terjadi peningkatan ataupun suatu penurunan status kebugaran. Kapan Perlu Melakukan Medical Check Up? Disarankan melakukan Medical

yang akan Anda lakukan. Selain itu juga disarankan untuk tidak minum obat apapun sebelum dilakukan pemeriksaan agar tidak mempe­ ngaruhi hasil pemeriksaan, kecuali bila Anda wajib minum obat secara rutin seperti obat hipertensi atau diabetes. Konsultasikan dengan dokter yang memeriksa Anda bila sedang mengkonsumsi obat tertentu. Dibawah ini akan dijelaskan Check Up terutama pada usia 35 mengenai prosedur Medical Check tahun keatas, baik Anda memi- Up yang akan Anda lalui, yaitu: liki keluhan ataupun tidak. Hal ini Wawancara Kesehatan dikarenakan pada usia ini proses Dokter akan menanyakan konpenuaan mulai terjadi. Namun, Medical Check Up disarankan di- disi kesehatan Anda secara umum, lakukan sedini mungkin (dibawah riwayat penyakit sebelumnya, ri35 tahun) terutama bagi Anda yang wayat penyakit di keluarga, riwayat memilki faktor risiko tinggi seperti operasi yang pernah dijalani serta riwayat keluarga dengan diabetes, riwayat vaksinasi. Selain riwayat medis Anda, beberapa pertanyaan stroke, kanker, dll. Medical Check Up idealnya di- mengenai gaya hidup Anda juga lakukan berkala setiap 6 bulan penting untuk menilai faktor risiko, sampai 1 tahun sekali, bervariasi seperti apakah Anda merokok, tergantung kondisi kesehatan Anda. olahraga teratur, riwayat minum Dengan melakukan Medical Check alkohol dan mungkin pula pola Up secara rutin bukan berarti Anda makan Anda. Diharapkan Anda tidak mungkin menderita suatu pe- terbuka saat wawancara kesehatan nyakit, namun diharapkan kelainan agar didapatkan data yang spesifik yang ditemukan dapat ditangani mengenai status kesehatan Anda. secara dini, sehingga kualitas hidup Pemeriksaan Fisik dapat dipertahankan dengan baik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh Apa yang akan Anda mulai dari tinggi dan berat badan Lakukan Saat Medical untuk mengukur indeks massa Check Up? Saat akan melakukan Medical tubuh Anda, tekanan darah, nadi, Check Up sebaiknya Anda membuat sistem pernafasan, pencernaan, dll perjanjian terlebih dahulu. Biasanya secara sistematis. Anda disarankan untuk puasa terPemeriksaan Penunjang lebih dahulu 10-14 jam sebelum Pemeriksaan penunjang yang pengambilan darah, namun hal ini tergantung paket Medical Check Up disarankan dokter bervariasi bagi

setiap individu tergantung kondisi­ nya. Pemeriksaan penunjang dasar yang biasa dilakukan yaitu peme­ riksaan darah (biasanya meliputi kolesterol, gula darah, asam urat, fungsi hati maupun fungsi ginjal.), urin juga feses. Rontgen dada untuk menilai kelainan pada paru-paru atau jantung. EKG untuk merekam kerja jantung. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan beberapa pemeriksaan penunjang spesifik lainnya seperti Audiometry (menilai fungsi telinga), Spirometry (menilai fungsi paru), USG abdomen ataupun Treadmill. Pemeriksaan khusus lainnya untuk wanita yang sudah menikah juga bisa dilakukan seperti Papsmear, atau khusus bagi laki-laki Uroflowmetry (mengukur pancaran urin saat berkemih). Wawancara Akhir Setelah dilakukan seluruh prosedur diatas dokter akan menyimpulkan kondisi kesehatan Anda, kemudian akan membahas mengenai langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kondisi kesehat­ an Anda. Rujukan ke beberapa spesialis tertentu terkadang dilakukan bila dirasakan perlu untuk mening­ katkan kesehatan Anda. Pandangan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia Medical Check Up masih merupakan kegiatan yang mahal dan membuang-buang uang. Padahal dengan melakukan Medical Check Up secara dini dan rutin kita dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pengobatan di kemudian hari. Tim Medical Check Up Siloam Hospitals Bali

Style

Tampil Cantik dengan

Clucth Bag Kulit Saat ini begitu banyak pilihan tas tangan (clutch bag) di pasaran. Beragam desain, mudah diperoleh, mulai dari yang klasik tanpa banyak aksen, hingga yang glamor dengan tema tertentu.

W

Winda

inda, salah seorang anggota Asbest Denpasar melalui merek “Kamaratih” secara konsisten mendesain tas kulit berkualitas. Selain beberapa jenis kulit, tak ketinggalan clutch bag berbahan kain tenun lokal. Dengan desain dan pilihan warna yang kreatif Winda berhasil memenuhi selera para pecinta clutch bag di Bali khususnya

dan daerah lainnya. Produknya ada juga yang dilengkapi warna warni batu-batu indah, hingga menghadirkan kesan mewah. Begitu juga de­ ngan bagian dalam tas yang dilapisi dengan kain suede atau drill yang juga berkualitas prima dan tentu saja mampu menyimpan keperluan pesta secara fleksibel. Clucth bag koleksi “Kamaratih” ini sangat cocok digunakan untuk menghadiri acara formal atau undangan acara resepsi pernikahan, gala dinner dan pesta lainnya.Penggunaannya pun tinggal dipilih, bisa dikepit, digengam atau dikenakan dengan tali ekstra yang bisa dilepas. – Sri Ardhini

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

15


14

Jelita

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Cantik Sebelum dan Sesudah

Olahraga

Semua orang paham pentingnya olahraga bagi kesehatan tubuh. Namun,masih sedikit dari mereka yang memperhatikan perawatan kulit sebelum dan sesudah ­berolahraga. Padahal, perawatan sebelum olahraga dapat memberikan vitalitas ke kulit dan mencegah penuaan. Sedangkan perawatan sesudah olahraga mampu me­nyamankan kulit dan mencegah flek. Demikian disampaikan dr.Laksmi Anggari Duarsa, Sp. KK., di ruang kerjanya, pekan lalu

D

ikatakannya sebaiknya sebelum mulai olahraga, tetap membersihkan wajah dengan baik. Begitu pula seusai berolahraga, perlu membersihkan wajah dengan seksama demi menghilangkan debu dan berbagai kotoran yang

menempel. Kemudian, sebelum keluar rumah untuk berolahraga, pastikan kita sudah mengoleskan tabir surya ber-SPF ke seluruh bagian kulit yang bakal terpapar sinar matahari. Tabir surya, katanya dapat membantu kita mengontrol pigmentasi serta peradan-

gan setelah berjemur di bawah panasnya matahari. ”Jumlah yang sesuai, di tempat serta waktu yang tepat menjadi kunci pemakaian tabir surya yang benar. Tabir surya sebaiknya dioleskan 20 menit sebelum mulai berolahraga,” ujarnya Dokter spesialis kulit ini juga menyarankan menggunakan waslap atau spons untuk membersihkan wajah ketika berolahraga. Sebab, penumpukan , keringat, minyak dan debu pada kulit dapat memicu timbulnya jerawat. “ Setelah berolahraga tubuh mudah mengalami dehidrasi. Bersihkan sisa tabir surya dengan seksama. Gunakan spon

dikombinasikan dengan bath gel yang lembut supaya dapat membersihkan dengan baik,” tuturnya. Disampaikannya pula bahwa me­ ngonsumsi air sebelum dan sesudah berolahraga akan sangat berguna agar tubuh tetap terhidrasi. Kebiasaan yang sederhana ini dapat menjadikan kulit seseorang selalu bersinar. OLAHRAGA RUTIN MERANGSANG KOLAGEN Olahraga, katanya sekali lagi banyak memberikan manfaat bagi tubuh. “Namun, yang tidak kalah penting, olahraga juga bermanfaat untuk kecantikan. Dampak positifnya akan terlihat pada kulit. Selain kesehatan kulit terjaga , juga terlihat lebih segar dan bersinar,” ucapnya sembari memaparkan apa saja manfaat olahraga untuk kulit. Olahraga, dapat mengeluarkan racun dan radikal bebas dari dalam tubuh.Radikal bebas akibat polusi udara, asap rokok hingga bahan kimia pada kosmetik dapat merusak kulit dan mengakibatkan flek atau keriput. Berolahraga, berarti membantu mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh. Ini, menjadikan sirkulasi darah menjadi baik, sehingga distribusi nutrisi untuk kulit lancar, diserap maksimal dan membantu mengeluarkan racun di kulit. Olahraga rutin merangsang produksi kolagen, protein yang mendukung terbentuknya struktur kulit yang kencang, kenyal dan terlihat lebih sehat juga elastis. Sebab, di sini sel kulit bakal memperoleh oksigen juga distribusi nutrisi yang baik sehingga kulit bersinar, lentur dan bisa menghambat kerutan Olahraga juga mencegah timbulnya jerawat. Dengan berolahraga, kata dokter Laksmi kita bisa menyeimbangkan kadar hormon yang memicu munculnya jerawat. Olahraga juga mampu menurunkan stres dan kadar hormon dalam darah. Dengan begitu, dapat pula mengurangi produksi sebum berlebi-

Mitos

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Meningitis, Menularkah? Kematian komedian Olga Syahputra akibat penyakit ­meningitis atau radang selaput otak cukup menggemparkan publik. Hampir tiap hari media televisi menayangkan berita seputaran Olga. Apa sebenarnya meningitis itu? Apa penyakit meningitis menular?

dr.Laksmi Anggari Duarsa, Sp. KK.

han karena hormon yang berlebihan. Berkeringat saat berolahraga juga bisa menghilangkan sel kulit mati, minyak, dan zat racun dalam kulit. Selain itu, lanju dokter Laksmi olahraga juga membantu menghilangkan selulit. “Selulit yang umumnya ada di bokong, paha belakang atau lengan terjadi akibat jalinan fibroblast tertarik dan membentuk kantung lemak. Selanjutnya menjadikan kulit menyerupai kulit jeruk dan tentu mengganggu penampilan. Ketika kita berolahraga, tubuh mengalami proses pembentukan dan peregangan otot, maka selulit bisa dihilangkan,”paparnya. Bagaimana dengan kalian setelah mengetahui bahwa olahraga juga bermanfaat untuk kecantikan? Tidak ada alasan untuk tidak berolahraga bukan? “Namun, jangan lupa melakukan perawatan kulit sebelum dan sesudah berolahraga, agar kita sehat luar dalam serta memilik kulit yang cantik alami,”tandasnya. – Sri Ardhini

D

okter di Bagian Neurologi Sub bagian Nevroinfeksi FK Unud/ RSUP Sanglah, dr. Ni Made Susilawathi, Sp.S. menjelaskan meningitis adalah gejala peradangan yang mengenai lapisan selaput pelindung jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang juga menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, kanker, jamur, luka fisik, obat-obatan tertentu yang dikonsumsi oleh pasien dan parasit yang

menyebar kedalam darah dan melebur kecairan otak. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit serius yang harus segera mendapatkan penanganan, mengingat letak penyakit ini berada dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan gerak, pikiran dan bahkan berujung pada kematian. Apakah Meningitis menular? Radang ada infeksi ada yang tidak. Secara umum, radang selaput otak (meningitis) itu adalah infeksi, dan tiap penyakit infeksi ada-

lah menular. Media yang dapat menjadi bagian penularan penyakit meningitis ini adalah melalui ingus dan cairan ludah saat bersin, tertawa ataupun berbicara.Namun ditegaskannya, penularannya ini tak semudah seperti. Semua tergantung kondisi tubuh atau sistem kekebalan tubuh seseorang. Masuknya kuman ini juga tidak mudah karena otak memiliki banyak selaput pelindung. “Sebenarnya, secara alamiah otak memiliki pertahanan yang sangat

kuat karena mengandung berbagai selaput pelindung. Sehingga, kuman ini sulit masuk ke otak. Hanya pada orang yang kekebalan tubuhnya tidak bagus saja yang bisa terjangkit,” ujarnya. Menurunnya sistem kekebalan tubuh ini umumnya dikarenakan pola hidup tak sehat, seperti sering begadang/tak cukup tidur, kelelahan, minum minuman beralkohol, lingkungan rumah yang tak sehat seperti di daerah penampungan yang sanitasinya tidak bagus. “Itu faktor pencetusnya,” tegasnya. Bagaimana gejala meningitis? Penyakit ini merupakan sekumpulan gejala (sindrom) yang mencakup sakit kepala yang berat pada seluruh kepala, bersifat mendadak, disertai panas atau didahului/ riwayat panas, infeksi saluran pernapasan, diare, dan flu, dengan kekakuan leher dan perubahan kesadaran/perilaku (penurunan kesadaran), seperti cenderung mengantuk atau diam. Secara sistemik, proses terjadinya melalui infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang lebih sering masuk ke aliran darah hingga mengenai selaput otak dan timbullah peradangan di otak akibat infeksi kuman tersebut, sehingga menimbulkan gejala akibat peradangan di daerah seputarnya. Disadari atau tidak, penyakit meningitis ini diawali dengan ISPA. Jika gejala tak dikenali sejak dini, akan berlanjut menyebabkan gejala yang lebih berat sehingga menyebabkan infeksi otak yang bisa menimbulkan kejang, kelumpuhan, tuli, koma, hingga kematian. Meningitis ini dikatakan dr. Susi lebih banyak diderita anak-anak dikarenakan daya tahan tubuhnya lemah. Penyakit ini juga wajib diwaspadai bagi mereka yang menunaikan ibadah haji di daerah

11

endemis yakni di Afrika dan Timur Tengah. Karena itu, umumnya mereka diberikan vaksin sebelum berangkat ke Negara tersebut, demikian juga pada anak-anak. Pada bayi, gejala yang diperlihatkan mungkin akan sedikit sulit dikenali, karena umumnya mereka belum bisa menunjukkan detail ekspresi. Hanya saja mungkin bayi menjadi rewel dan tak mau makan, timbulnya ruam yang ketika disentuh akan membuat mereka menangis. Pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga dan meningkatkan kebersihan. Tranmisi penyakit meningitis ini dapat dicegah dengan meningkatkan tingkat kebersihan antara orang-orang dengan risiko infeksi dan di antara mereka yang mungkin menyebarkan penyakit. Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan tangan, karena tangan adalah media yang paling berisiko untuk menularkan virus dan bakteri. Untuk itu biasakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun antikuman dan bilas dengan air yang mengalir. Hindari juga berbagi peralatan seperti menggunakan piring, gelas, sedotan, handuk dan peralatan lain yang sama dengan si penderita, karena akan memudahkan penyebaran bakteri meningitis. Juga, tutuplah hidung dan mulut saat bersin. Untuk itu, bagi pasien yang didiagnosa menderita meningitis dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut, baik meningitis yang dideritanya disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Hal ini diperlukan untuk tindakan pengobatannya, karena masing-masing penyakit meningitis akan mendapatkan terapi yang sesuai dengan penyebabnya. –Inten Indrawati

Daya Tarik Pakaian Dalam Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. “Dok, suamiku belakangan memintaku untuk menggunakan underwear yang seksi-seksi yang katanya untuk membuatnya jadi bergairah lagi, yang juga ternyata membuatku juga tambah bergairah juga saat memakainya. Memang seberapa besar pengaruhnya dalam bercinta? Apa pengaruh fantasi seksual dan warna pakaian dalam juga berpengaruh? Mohon dijawab, Dok. Terima kasih.” (Angel, 24 thn) Ini dapat dilihat dari dua sudut pandang, yang pertama dari laki-laki. Secara seksualitas, laki-laki sering disebut sebagai makhluk visual. Apapun yang dianggap bisa memuaskan mata dan membuat tertarik secara seksual, maka itu yang akan dicari dan diharapkan dalam membangkitkan dorongan seksual. Salah satunya adalah pakaian dalam. Yang kedua dari sisi perempuan. Perempuan merasa dengan sanggup membuat pasangannya terpuaskan secara seksual, sering kali itu juga yang membangkit-

kan dorongan seksualnya, walau pada kenyataannya semuanya itu gradatif. Tidak semua perempuan nyaman dan berani bereksperimen dengan berbagai jenis pakaian dalam. Lalu apakah sebelum membeli sebuah underwear, perempuan juga sudah memiliki fantasi seksual ketika mengenakan underwear tersebut? Bisa jadi, dan fantasi itu dimunculkan dari dua kemungkinan. Yang pertama dari keinginan pasangannya, yang bagi seorang perempuan dengan menggunakan pakaian dalam yang

diminta atau direkomendasikan oleh pasangannya, maka itu akan membuatnya merasa nyaman, merasa lebih seksi dan percaya diri, serta merasa yakin dapat membuat pasangannya menjadi lebih tertarik. Kemungkinan kedua adalah, memang berdasarkan referensinya sendiri, bisa itu dari film, pengaruh teman, katalog yang dibaca, yang menurutnya membawanya berfantasi bahwa apa yang diiklankan akan juga dibayangkan ideal terjadi seperti itu untuk bisa ditampilkan untuk membangkitkan gairah seksual pasangannya. Akhirnya fantasi bisa bermacam-macam, bisa berfantasi sebagai perempuan seksi menggoda, bisa juga malah sebagai perempuan imut yang menggemaskan, bisa juga berfantasi liar sebagai perempuan dominatif. Sesekali fantasi yang muncul juga bisa dalam tampilan profesi tertentu yang imajinatif, misalnya tampil sebagai perawat seksi, guru seksi, cheerleader, yang dilengkapi dengan menggunakan pakaian dalam menggoda. Sementara apakah bentuk

dan warna underwear juga bisa membuat gairah merangsang, kalau yang ini sangat relatif, tergantung pasangan, kesukaan dan momentumnya. Bisa jadi juga dengan theme yang ingin ditampilkan. Kebanyakan pasangan masih menyukai warna standar hitam, krem dan merah buat pakaian dalam. Tapi jangan salah, kesan imut menggemaskan dari warna pink dan warna-warna cerah pastel lainnya juga bisa mengundang gairah yang membara. Malah warna yang tumben dikenakan pun bisa mengundang gairah, jika itu ditampilkan sebagai sebuah variasi atau kejutan yang menggoda. Sementara sebaliknya yang membuat pasangan menjadi enggan dan menjadi tidak lagi tertarik dengan penggunaan pakaian dalam yang dianggap seksi, lebih ke situasional. Biasanya lebih ke faktor lainnya, misalnya waktu yang tidak tepat, bau tak sedap yang ikut muncul mengganggu, atau pakaian dalam yang itu-itu saja yang digunakan. Warna merah muda bisa jadi tidak membuat nyaman saat pasangan rupanya

sedang ingin pihak perempuan tampil sebagai perempuan seksi menggoda dengan liar, demikian juga bau pakaian dalam yang tidak sedap bisa menurunkan gairah seksual walaupun warnanya menarik minat. Pakaian dalam yang itu-itu saja juga bisa mendatangkan kebosanan. Saat Anda sudah memiliki berbagai koleksi pakaian dalam, pastikan memang saat bercinta Anda memilih pakaian dalam yang nyaman buat Anda, bersih dan wangi. Lalu pilih yang sesuai dengan mood dan situasi romantisme yang diinginkan, tempat bercinta juga jadi salah satu penentu memilih pakaian dalam. Akan tidak seru jika memilih pakaian dalam yang tebal dan ribet dengan aksesoris jika memilih bercinta di daerah bernuansa pantai tropis yang panas, karenanya pilihan yang tepat adalah bisa jadi yang tipe g-string atau thong misalnya. Suasana atau theme yang diinginkan bersama juga bisa dijadikan referensi memilih pakaian dalam yang ingin digunakan.


Kuliner

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

12

Cicipi Makanan Khas Nusa Lembongan

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Pecel Ponorogo Bikin Ketagihan

Bahan Bumbu Pilihan, Ditumbuk Pakai Alu

Jalan-jalan ke Nusa Lembongan, tentu tak afdol jika tak mencoba makanan khas wilayah yang kini memiliki Taman Wisata Pesisir ini. Tahun 1980an, masyarakat Nusa Lembongan, yang merupakan bagian pulau dari Nusa Penida ini, memiliki satu makanan khas yakni gerian atau kekeran. Makanan ini adalah parutan ketela pohon yang digunakan sebagai campuran beras untuk makanan pokok.

Jaja Bulung

K

ini, setelah kehidupan masyarakat Nusa lembongan mulai membaik, warga bisa mengonsumsi nasi tulen tiap hari. Namun, terkadang, mereka masih mencampur beras dengan kekeran dengan maksud sebagai variasi makanan. Bahkan, kekeran juga bisa dibuat camilan yakni sebagai kue. Menurut Mendri, salah satu penjual kekeran, bahan makanan ini dibuat dengan cara ketela pohon dibersihkan kemudian diserut dengan parutan khusus. Kemudian dijemur sampai kering. Kekeran dijual sudah dalam bungkusan plastik. Harga satu bungkus Rp 15 ribu. Mendri mengatakan, cara memasak kekeran, ambil baskom, rendam kekeran selama lima menit. Setelah mengembang, aduk-aduk sebentar dengan tangan, kemudian, kukus sampai matang. Jika ingin dicampur dengan nasi, tambahkan saat beras sudah diaru. Kemudian kukus sampai matang. “Kalau ingin

mengolah kekeran menjadi kue, setelah dikukus sampai matang, tambahkan gula merah cair dan parutan kelapa,” ucap perempuan usia 50 tahun ini. Menurut

kong, yang dimasak dengan bumbu base genap ditambah kelapa parut. Hasil akhir makanan ini seperti bubur. Kadang juga ditambahkan sayuran seperti kacang komak sehingga sering disebut bubur komak. Makanan tradisional Nusa lembongan yang terkenal adalah rumput laut. Awalnya, rumput laut diperkenalkan tahun 1984 di Nusa Lembongan. Tahun 1990 sampai dengan tahun 1994 budidaya rumput laut mengalami masa keemasan. Namun, kini budidaya rumput laut mulai menurun. Walaupun demikian, petani Nusa Lembongan masih ada yang menggantungkan hidupnya dari budidaya rumput laut. Ada satu makanan yang dapat dibuat dari rumput laut, yakni jaja

Kekeran yang sudah diolah menjadi nasi

P

Kekeran

Mendri

Mendri, enaknya makan kekeran ditemani secangkir kopi menjelang sore hari. Ada lagi makanan tradisional Nusa Lembongan. Namanya bubur komak. Dibuat dari sing-

Rumput laut

bulung. Kue ini sangat terkenal dan rasanya sangat enak, kenyal, dan manis. Cara membuatnya juga sangat mudah. Menurut Wayan Suarbawa, salah satu ketua kelompok petani rumput laut di Nusa lembongan, cara membuat bulung, rumput laut yang sudah dijemur kering, dicuci bersih. Kemudian direndam semalam agar mengembang. Rumput laut tadi dicacah halus. Siapkan panci berisi air, masukkan cacahan rumput laut, rebus sampai mendidih. Kemudian diberi tambahan gula aren yang sudah disisir, aduk rata, tunggu sampai agak mengental. Kemudian ambil saringan, dan siapkan loyang di bawahnya untuk alas. Ampas saringan dibuang, dan tunggu bubur mengental. Setelah dingin, potong-potong sesuai selera. –Wirati Astiti

onorogo merupakan salah satu kota di Indonesia dan terkenal memiliki seni budaya yang beragam. Selain kesenian Reog yang mendunia itu masih ada lagi hal yang menarik yaitu wisata kulinernya. Bila kita ke kota Ponorogo, jangan heran di tepi jalan banyak berjejer warung tenda. Salah satu dari warung-warung itu adalah warung pecel

tenda yang memang terbilang lumanyan banyak di wilayah Ponorogo. Seperti halnya salah satu warung tenda nasi pecel Ngepos ini atau yang ada di Jalan Soekarno Hatta Kota Ponorogo. Warung pecel yang biasa buka pada malam hari ini merupakan sasaran utama warga Ponorogo maupun warga luar Ponorogo yang biasa memanjakan lidah, dengan nasi pecel yang khas pedas, gurih, dan hangat

dengan lauk pauknya yang komplit. Nasi pecel memang merupakan kuliner yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia terlebih di Jawa. Namun di Ponorogo, meski bahannya sama namun ada cita rasa yang berbeda-beda, mulai dari tingkat kepedasan sampai lauk yang melengkapinya. Para penjual nasi pecel ini biasanya berjualan antara tiga sampai empat jam sehari. Sriatun (40) penjual nasi pecel Ngepos mengatakan, setiap harinya mampu menjual nasi pecelnya hingga habis dengan keuntungan yang lumayan fantastis hingga ratusan ribu rupiah. “Saya biasanya sampai malam mas jualan dan selalu habis karena peminat nasi pecel terbilang banyak, mengenai keuntungan ya lumayan sekitar Rp 200-350 ribu per malamnya,” papar Sriatun di warung Ngeposnya pekan lalu. Selain warung nasi pecel Ngepos, warung nasi pecel yang buka hampir 20an tahun milik Katiran juga tidak kalah ramai, pada jam-jam buka, yaitu pagi hingga malam hari. Warung jualannya di dekat jembatan Sekayu sebelum masuk Kota Ponorogo dari arah barat. Meski di dekat sungai, namun jam enam pagi orang sudah berjubel antre makan dan sekitar jam sembilan sudah tutup karena biasanya dagangannya habis. Begitu juga warung milik Pak Katiran ini hanya buka jam enam sampai sekitar sembilan pagi. Menurut istri Katiran, biar segar sayur dan rasanya,

kalau kelamaan dihidangkan rasanya sudah berubah. Namun begitu dalam rentang waktu itu warungnya bisa menghabiskan 40 hingga 60 kilogram beras perhari. Lebih lanjut ia menambahkan, dalam sehari bisa menghabiskan kacang tanah untuk bahan sambal sekitar 5 kilogram. Bahan-bahan semua pilihan, kalau tidak baik dirinya tidak mau, karena pantang menurunkan mutu rasa khas pecel Ponorogo. Untuk sambal yang dibuat sendiri

dengan cara tidak digiling namun ditumbuk memakai lumpang dan alu yang terbuat dari kayu jeruk, katanya biar sambal terasa sedap. “Tidak digiling pakai mesin, karena aroma jadi seperti aroma bensin, dan ini sudah kami kerjakannya puluhan tahun,”imbuhnya. Jadi kalau datang ke Kota Ponorogo, rasanya belum lengkap kalau tidak makan dan mencoba pecel khas Kota Reog ini. Dijamin bakal ketagihan dan ingin mencobanya lagi. -Dinar P. Perdana

Iga Bakar Bumbu Kuning

Restoran Mulai Menjamur Nusa Lembongan telah berbenah sejak tahun 2008. Kini wisatawan sudah banyak berdatangan. Setahun mencapai 200 ribu wisatawan lokal maupun asing. Berjalan-jalan di Nusa lembongan, Anda akan menemui banyak warung makan masakan khas Indonesia seperti nasi goreng, pecel, mi goreng, dan lain-lain. Di sepanjang pantai dan jalan utama banyak terdapat kafe dan warung makan. Dengan menjamurnya restoran, makanan Barat betebaran, mulai dari steak, pizza, dll. Tak ketinggalan, warung kelontong yang menjual makanan dan minuman ringan juga banyak. Ada satu pantai yang terkenal, Mushroom Beach. Di sana, ada satu tempat makan, Mola Resto, yang menyediakan beragam menu untuk memanjakan lidah. Mulai makanan lokal khas Bali, khas Lembongan, atau makanan Barat. Yang paling favorit ikan tuna bakar. –Wirati Astiti

13

Mi Goreng Olala Sarwan

Bahan: 500 gr : mi kuning 2 buah : sosis rasa ayam 2 buah : bakso rasa sapi 7 buah : bawang merah, cincang halus 2 sdm : mayones 5 buah : cabe rawit, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : bawang putih goring 2 sdm : kecap manis 2 sdm : saus raja rasa Garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya

Cara Membuat: - Rebus mi hingga matang dan tiriskan. - Tumis bumbu irisan hingga harum, masukkan mi pentol bakso dan sosis, aduk-aduk hingga tercampur, lalu masukkan lada bubuk, kecap manis dan raja rasa, adukaduk hingga bumbu meresap dan matang. - Siap untuk disajikan. Tambahkan sosis di atasnya atau dikasih saus mayones.

Bahan: 750 gr : iga sapi yang paling bagus 2 lembar : daun jeruk 2 batang : serai, memarkan 150 ml : santan kental 1 sdt : lada bubuk 1000 ml : gula Garam, kaldu bubuk secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 3 butir 5 buah 3 ruas 2 ruas 1 sdm

yang Dihaluskan: : bawang merah : bawang putih : kemiri sangria : cabe rawit : jari kunyit bakar : jari jahe : ketumbar

Cara Membuat: - Presto iga sapi selama 30 menit atau sampai presto

Bandeng Bakar Kecap Bahan: 1 kg : bandeng, bersihkan, sayat punggungnya 3 sdm : kecap asin Arang secukupnya (digunakan untuk membakar bandeng) Margarin secukupnya Bumbu Sambal Kecap: 10 buah : bawang merah, iris kasar

250 ml : 2 sdm : 22 buah : 1 sdm :

kecap manis kecap asin cabe rawit, cincang halus bawang putih goreng

Cara membuat: - Campur bumbu sambal jadi satu, lalu bagi menjadi 2 bagian. Satu bagian digunakan untuk merendam bandeng dan yang satu bagian lagi digunakan

sebagai sambal hidangan. - Bakar arang hingga berapi dan siapkan ikan bandeng yang sudah direndam dengan saus kecap, siap dibakar di atas arang membara, olesi dengan margarin (agar ikan tidak lengket saat dibolak-balik). Bakar hingga matang merata. - Siap untuk disajikan dengan sambal kecap.

berdesis, lalu matikan. Biarkan hingga uapnya habis, buka panci presto, tiriskan iga. - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai dan bumbu lainnya hingga harum, lalu masukkan iga. Aduk-aduk hingga tercampur dengan bumbu, masukkan santan kental, masak dengan api sedang, aduk-aduk, masukkan gula, garam, dan kaldu bubuk, aduk agar bumbu tercampur merata dan aduk terus agar santan tidak pecah. Masak hingga santan agak mengental, lalu matikan api. - Siapkan panci anti lengket, olesi dengan margarin, lalu bakar iga di atas panci anti lengket, bolak-balik dengan olesan sisa bumbu, diamkan selama 5 menit, angkat. - Siap untuk disajikan.


Kuliner

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

12

Cicipi Makanan Khas Nusa Lembongan

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Pecel Ponorogo Bikin Ketagihan

Bahan Bumbu Pilihan, Ditumbuk Pakai Alu

Jalan-jalan ke Nusa Lembongan, tentu tak afdol jika tak mencoba makanan khas wilayah yang kini memiliki Taman Wisata Pesisir ini. Tahun 1980an, masyarakat Nusa Lembongan, yang merupakan bagian pulau dari Nusa Penida ini, memiliki satu makanan khas yakni gerian atau kekeran. Makanan ini adalah parutan ketela pohon yang digunakan sebagai campuran beras untuk makanan pokok.

Jaja Bulung

K

ini, setelah kehidupan masyarakat Nusa lembongan mulai membaik, warga bisa mengonsumsi nasi tulen tiap hari. Namun, terkadang, mereka masih mencampur beras dengan kekeran dengan maksud sebagai variasi makanan. Bahkan, kekeran juga bisa dibuat camilan yakni sebagai kue. Menurut Mendri, salah satu penjual kekeran, bahan makanan ini dibuat dengan cara ketela pohon dibersihkan kemudian diserut dengan parutan khusus. Kemudian dijemur sampai kering. Kekeran dijual sudah dalam bungkusan plastik. Harga satu bungkus Rp 15 ribu. Mendri mengatakan, cara memasak kekeran, ambil baskom, rendam kekeran selama lima menit. Setelah mengembang, aduk-aduk sebentar dengan tangan, kemudian, kukus sampai matang. Jika ingin dicampur dengan nasi, tambahkan saat beras sudah diaru. Kemudian kukus sampai matang. “Kalau ingin

mengolah kekeran menjadi kue, setelah dikukus sampai matang, tambahkan gula merah cair dan parutan kelapa,” ucap perempuan usia 50 tahun ini. Menurut

kong, yang dimasak dengan bumbu base genap ditambah kelapa parut. Hasil akhir makanan ini seperti bubur. Kadang juga ditambahkan sayuran seperti kacang komak sehingga sering disebut bubur komak. Makanan tradisional Nusa lembongan yang terkenal adalah rumput laut. Awalnya, rumput laut diperkenalkan tahun 1984 di Nusa Lembongan. Tahun 1990 sampai dengan tahun 1994 budidaya rumput laut mengalami masa keemasan. Namun, kini budidaya rumput laut mulai menurun. Walaupun demikian, petani Nusa Lembongan masih ada yang menggantungkan hidupnya dari budidaya rumput laut. Ada satu makanan yang dapat dibuat dari rumput laut, yakni jaja

Kekeran yang sudah diolah menjadi nasi

P

Kekeran

Mendri

Mendri, enaknya makan kekeran ditemani secangkir kopi menjelang sore hari. Ada lagi makanan tradisional Nusa Lembongan. Namanya bubur komak. Dibuat dari sing-

Rumput laut

bulung. Kue ini sangat terkenal dan rasanya sangat enak, kenyal, dan manis. Cara membuatnya juga sangat mudah. Menurut Wayan Suarbawa, salah satu ketua kelompok petani rumput laut di Nusa lembongan, cara membuat bulung, rumput laut yang sudah dijemur kering, dicuci bersih. Kemudian direndam semalam agar mengembang. Rumput laut tadi dicacah halus. Siapkan panci berisi air, masukkan cacahan rumput laut, rebus sampai mendidih. Kemudian diberi tambahan gula aren yang sudah disisir, aduk rata, tunggu sampai agak mengental. Kemudian ambil saringan, dan siapkan loyang di bawahnya untuk alas. Ampas saringan dibuang, dan tunggu bubur mengental. Setelah dingin, potong-potong sesuai selera. –Wirati Astiti

onorogo merupakan salah satu kota di Indonesia dan terkenal memiliki seni budaya yang beragam. Selain kesenian Reog yang mendunia itu masih ada lagi hal yang menarik yaitu wisata kulinernya. Bila kita ke kota Ponorogo, jangan heran di tepi jalan banyak berjejer warung tenda. Salah satu dari warung-warung itu adalah warung pecel

tenda yang memang terbilang lumanyan banyak di wilayah Ponorogo. Seperti halnya salah satu warung tenda nasi pecel Ngepos ini atau yang ada di Jalan Soekarno Hatta Kota Ponorogo. Warung pecel yang biasa buka pada malam hari ini merupakan sasaran utama warga Ponorogo maupun warga luar Ponorogo yang biasa memanjakan lidah, dengan nasi pecel yang khas pedas, gurih, dan hangat

dengan lauk pauknya yang komplit. Nasi pecel memang merupakan kuliner yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia terlebih di Jawa. Namun di Ponorogo, meski bahannya sama namun ada cita rasa yang berbeda-beda, mulai dari tingkat kepedasan sampai lauk yang melengkapinya. Para penjual nasi pecel ini biasanya berjualan antara tiga sampai empat jam sehari. Sriatun (40) penjual nasi pecel Ngepos mengatakan, setiap harinya mampu menjual nasi pecelnya hingga habis dengan keuntungan yang lumayan fantastis hingga ratusan ribu rupiah. “Saya biasanya sampai malam mas jualan dan selalu habis karena peminat nasi pecel terbilang banyak, mengenai keuntungan ya lumayan sekitar Rp 200-350 ribu per malamnya,” papar Sriatun di warung Ngeposnya pekan lalu. Selain warung nasi pecel Ngepos, warung nasi pecel yang buka hampir 20an tahun milik Katiran juga tidak kalah ramai, pada jam-jam buka, yaitu pagi hingga malam hari. Warung jualannya di dekat jembatan Sekayu sebelum masuk Kota Ponorogo dari arah barat. Meski di dekat sungai, namun jam enam pagi orang sudah berjubel antre makan dan sekitar jam sembilan sudah tutup karena biasanya dagangannya habis. Begitu juga warung milik Pak Katiran ini hanya buka jam enam sampai sekitar sembilan pagi. Menurut istri Katiran, biar segar sayur dan rasanya,

kalau kelamaan dihidangkan rasanya sudah berubah. Namun begitu dalam rentang waktu itu warungnya bisa menghabiskan 40 hingga 60 kilogram beras perhari. Lebih lanjut ia menambahkan, dalam sehari bisa menghabiskan kacang tanah untuk bahan sambal sekitar 5 kilogram. Bahan-bahan semua pilihan, kalau tidak baik dirinya tidak mau, karena pantang menurunkan mutu rasa khas pecel Ponorogo. Untuk sambal yang dibuat sendiri

dengan cara tidak digiling namun ditumbuk memakai lumpang dan alu yang terbuat dari kayu jeruk, katanya biar sambal terasa sedap. “Tidak digiling pakai mesin, karena aroma jadi seperti aroma bensin, dan ini sudah kami kerjakannya puluhan tahun,”imbuhnya. Jadi kalau datang ke Kota Ponorogo, rasanya belum lengkap kalau tidak makan dan mencoba pecel khas Kota Reog ini. Dijamin bakal ketagihan dan ingin mencobanya lagi. -Dinar P. Perdana

Iga Bakar Bumbu Kuning

Restoran Mulai Menjamur Nusa Lembongan telah berbenah sejak tahun 2008. Kini wisatawan sudah banyak berdatangan. Setahun mencapai 200 ribu wisatawan lokal maupun asing. Berjalan-jalan di Nusa lembongan, Anda akan menemui banyak warung makan masakan khas Indonesia seperti nasi goreng, pecel, mi goreng, dan lain-lain. Di sepanjang pantai dan jalan utama banyak terdapat kafe dan warung makan. Dengan menjamurnya restoran, makanan Barat betebaran, mulai dari steak, pizza, dll. Tak ketinggalan, warung kelontong yang menjual makanan dan minuman ringan juga banyak. Ada satu pantai yang terkenal, Mushroom Beach. Di sana, ada satu tempat makan, Mola Resto, yang menyediakan beragam menu untuk memanjakan lidah. Mulai makanan lokal khas Bali, khas Lembongan, atau makanan Barat. Yang paling favorit ikan tuna bakar. –Wirati Astiti

13

Mi Goreng Olala Sarwan

Bahan: 500 gr : mi kuning 2 buah : sosis rasa ayam 2 buah : bakso rasa sapi 7 buah : bawang merah, cincang halus 2 sdm : mayones 5 buah : cabe rawit, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : bawang putih goring 2 sdm : kecap manis 2 sdm : saus raja rasa Garam, kaldu bubuk, margarin secukupnya

Cara Membuat: - Rebus mi hingga matang dan tiriskan. - Tumis bumbu irisan hingga harum, masukkan mi pentol bakso dan sosis, aduk-aduk hingga tercampur, lalu masukkan lada bubuk, kecap manis dan raja rasa, adukaduk hingga bumbu meresap dan matang. - Siap untuk disajikan. Tambahkan sosis di atasnya atau dikasih saus mayones.

Bahan: 750 gr : iga sapi yang paling bagus 2 lembar : daun jeruk 2 batang : serai, memarkan 150 ml : santan kental 1 sdt : lada bubuk 1000 ml : gula Garam, kaldu bubuk secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 3 butir 5 buah 3 ruas 2 ruas 1 sdm

yang Dihaluskan: : bawang merah : bawang putih : kemiri sangria : cabe rawit : jari kunyit bakar : jari jahe : ketumbar

Cara Membuat: - Presto iga sapi selama 30 menit atau sampai presto

Bandeng Bakar Kecap Bahan: 1 kg : bandeng, bersihkan, sayat punggungnya 3 sdm : kecap asin Arang secukupnya (digunakan untuk membakar bandeng) Margarin secukupnya Bumbu Sambal Kecap: 10 buah : bawang merah, iris kasar

250 ml : 2 sdm : 22 buah : 1 sdm :

kecap manis kecap asin cabe rawit, cincang halus bawang putih goreng

Cara membuat: - Campur bumbu sambal jadi satu, lalu bagi menjadi 2 bagian. Satu bagian digunakan untuk merendam bandeng dan yang satu bagian lagi digunakan

sebagai sambal hidangan. - Bakar arang hingga berapi dan siapkan ikan bandeng yang sudah direndam dengan saus kecap, siap dibakar di atas arang membara, olesi dengan margarin (agar ikan tidak lengket saat dibolak-balik). Bakar hingga matang merata. - Siap untuk disajikan dengan sambal kecap.

berdesis, lalu matikan. Biarkan hingga uapnya habis, buka panci presto, tiriskan iga. - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai dan bumbu lainnya hingga harum, lalu masukkan iga. Aduk-aduk hingga tercampur dengan bumbu, masukkan santan kental, masak dengan api sedang, aduk-aduk, masukkan gula, garam, dan kaldu bubuk, aduk agar bumbu tercampur merata dan aduk terus agar santan tidak pecah. Masak hingga santan agak mengental, lalu matikan api. - Siapkan panci anti lengket, olesi dengan margarin, lalu bakar iga di atas panci anti lengket, bolak-balik dengan olesan sisa bumbu, diamkan selama 5 menit, angkat. - Siap untuk disajikan.


14

Jelita

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Cantik Sebelum dan Sesudah

Olahraga

Semua orang paham pentingnya olahraga bagi kesehatan tubuh. Namun,masih sedikit dari mereka yang memperhatikan perawatan kulit sebelum dan sesudah ­berolahraga. Padahal, perawatan sebelum olahraga dapat memberikan vitalitas ke kulit dan mencegah penuaan. Sedangkan perawatan sesudah olahraga mampu me­nyamankan kulit dan mencegah flek. Demikian disampaikan dr.Laksmi Anggari Duarsa, Sp. KK., di ruang kerjanya, pekan lalu

D

ikatakannya sebaiknya sebelum mulai olahraga, tetap membersihkan wajah dengan baik. Begitu pula seusai berolahraga, perlu membersihkan wajah dengan seksama demi menghilangkan debu dan berbagai kotoran yang

menempel. Kemudian, sebelum keluar rumah untuk berolahraga, pastikan kita sudah mengoleskan tabir surya ber-SPF ke seluruh bagian kulit yang bakal terpapar sinar matahari. Tabir surya, katanya dapat membantu kita mengontrol pigmentasi serta peradan-

gan setelah berjemur di bawah panasnya matahari. ”Jumlah yang sesuai, di tempat serta waktu yang tepat menjadi kunci pemakaian tabir surya yang benar. Tabir surya sebaiknya dioleskan 20 menit sebelum mulai berolahraga,” ujarnya Dokter spesialis kulit ini juga menyarankan menggunakan waslap atau spons untuk membersihkan wajah ketika berolahraga. Sebab, penumpukan , keringat, minyak dan debu pada kulit dapat memicu timbulnya jerawat. “ Setelah berolahraga tubuh mudah mengalami dehidrasi. Bersihkan sisa tabir surya dengan seksama. Gunakan spon

dikombinasikan dengan bath gel yang lembut supaya dapat membersihkan dengan baik,” tuturnya. Disampaikannya pula bahwa me­ ngonsumsi air sebelum dan sesudah berolahraga akan sangat berguna agar tubuh tetap terhidrasi. Kebiasaan yang sederhana ini dapat menjadikan kulit seseorang selalu bersinar. OLAHRAGA RUTIN MERANGSANG KOLAGEN Olahraga, katanya sekali lagi banyak memberikan manfaat bagi tubuh. “Namun, yang tidak kalah penting, olahraga juga bermanfaat untuk kecantikan. Dampak positifnya akan terlihat pada kulit. Selain kesehatan kulit terjaga , juga terlihat lebih segar dan bersinar,” ucapnya sembari memaparkan apa saja manfaat olahraga untuk kulit. Olahraga, dapat mengeluarkan racun dan radikal bebas dari dalam tubuh.Radikal bebas akibat polusi udara, asap rokok hingga bahan kimia pada kosmetik dapat merusak kulit dan mengakibatkan flek atau keriput. Berolahraga, berarti membantu mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh. Ini, menjadikan sirkulasi darah menjadi baik, sehingga distribusi nutrisi untuk kulit lancar, diserap maksimal dan membantu mengeluarkan racun di kulit. Olahraga rutin merangsang produksi kolagen, protein yang mendukung terbentuknya struktur kulit yang kencang, kenyal dan terlihat lebih sehat juga elastis. Sebab, di sini sel kulit bakal memperoleh oksigen juga distribusi nutrisi yang baik sehingga kulit bersinar, lentur dan bisa menghambat kerutan Olahraga juga mencegah timbulnya jerawat. Dengan berolahraga, kata dokter Laksmi kita bisa menyeimbangkan kadar hormon yang memicu munculnya jerawat. Olahraga juga mampu menurunkan stres dan kadar hormon dalam darah. Dengan begitu, dapat pula mengurangi produksi sebum berlebi-

Mitos

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Meningitis, Menularkah? Kematian komedian Olga Syahputra akibat penyakit ­meningitis atau radang selaput otak cukup menggemparkan publik. Hampir tiap hari media televisi menayangkan berita seputaran Olga. Apa sebenarnya meningitis itu? Apa penyakit meningitis menular?

dr.Laksmi Anggari Duarsa, Sp. KK.

han karena hormon yang berlebihan. Berkeringat saat berolahraga juga bisa menghilangkan sel kulit mati, minyak, dan zat racun dalam kulit. Selain itu, lanju dokter Laksmi olahraga juga membantu menghilangkan selulit. “Selulit yang umumnya ada di bokong, paha belakang atau lengan terjadi akibat jalinan fibroblast tertarik dan membentuk kantung lemak. Selanjutnya menjadikan kulit menyerupai kulit jeruk dan tentu mengganggu penampilan. Ketika kita berolahraga, tubuh mengalami proses pembentukan dan peregangan otot, maka selulit bisa dihilangkan,”paparnya. Bagaimana dengan kalian setelah mengetahui bahwa olahraga juga bermanfaat untuk kecantikan? Tidak ada alasan untuk tidak berolahraga bukan? “Namun, jangan lupa melakukan perawatan kulit sebelum dan sesudah berolahraga, agar kita sehat luar dalam serta memilik kulit yang cantik alami,”tandasnya. – Sri Ardhini

D

okter di Bagian Neurologi Sub bagian Nevroinfeksi FK Unud/ RSUP Sanglah, dr. Ni Made Susilawathi, Sp.S. menjelaskan meningitis adalah gejala peradangan yang mengenai lapisan selaput pelindung jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang juga menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, kanker, jamur, luka fisik, obat-obatan tertentu yang dikonsumsi oleh pasien dan parasit yang

menyebar kedalam darah dan melebur kecairan otak. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit serius yang harus segera mendapatkan penanganan, mengingat letak penyakit ini berada dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan gerak, pikiran dan bahkan berujung pada kematian. Apakah Meningitis menular? Radang ada infeksi ada yang tidak. Secara umum, radang selaput otak (meningitis) itu adalah infeksi, dan tiap penyakit infeksi ada-

lah menular. Media yang dapat menjadi bagian penularan penyakit meningitis ini adalah melalui ingus dan cairan ludah saat bersin, tertawa ataupun berbicara.Namun ditegaskannya, penularannya ini tak semudah seperti. Semua tergantung kondisi tubuh atau sistem kekebalan tubuh seseorang. Masuknya kuman ini juga tidak mudah karena otak memiliki banyak selaput pelindung. “Sebenarnya, secara alamiah otak memiliki pertahanan yang sangat

kuat karena mengandung berbagai selaput pelindung. Sehingga, kuman ini sulit masuk ke otak. Hanya pada orang yang kekebalan tubuhnya tidak bagus saja yang bisa terjangkit,” ujarnya. Menurunnya sistem kekebalan tubuh ini umumnya dikarenakan pola hidup tak sehat, seperti sering begadang/tak cukup tidur, kelelahan, minum minuman beralkohol, lingkungan rumah yang tak sehat seperti di daerah penampungan yang sanitasinya tidak bagus. “Itu faktor pencetusnya,” tegasnya. Bagaimana gejala meningitis? Penyakit ini merupakan sekumpulan gejala (sindrom) yang mencakup sakit kepala yang berat pada seluruh kepala, bersifat mendadak, disertai panas atau didahului/ riwayat panas, infeksi saluran pernapasan, diare, dan flu, dengan kekakuan leher dan perubahan kesadaran/perilaku (penurunan kesadaran), seperti cenderung mengantuk atau diam. Secara sistemik, proses terjadinya melalui infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang lebih sering masuk ke aliran darah hingga mengenai selaput otak dan timbullah peradangan di otak akibat infeksi kuman tersebut, sehingga menimbulkan gejala akibat peradangan di daerah seputarnya. Disadari atau tidak, penyakit meningitis ini diawali dengan ISPA. Jika gejala tak dikenali sejak dini, akan berlanjut menyebabkan gejala yang lebih berat sehingga menyebabkan infeksi otak yang bisa menimbulkan kejang, kelumpuhan, tuli, koma, hingga kematian. Meningitis ini dikatakan dr. Susi lebih banyak diderita anak-anak dikarenakan daya tahan tubuhnya lemah. Penyakit ini juga wajib diwaspadai bagi mereka yang menunaikan ibadah haji di daerah

11

endemis yakni di Afrika dan Timur Tengah. Karena itu, umumnya mereka diberikan vaksin sebelum berangkat ke Negara tersebut, demikian juga pada anak-anak. Pada bayi, gejala yang diperlihatkan mungkin akan sedikit sulit dikenali, karena umumnya mereka belum bisa menunjukkan detail ekspresi. Hanya saja mungkin bayi menjadi rewel dan tak mau makan, timbulnya ruam yang ketika disentuh akan membuat mereka menangis. Pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga dan meningkatkan kebersihan. Tranmisi penyakit meningitis ini dapat dicegah dengan meningkatkan tingkat kebersihan antara orang-orang dengan risiko infeksi dan di antara mereka yang mungkin menyebarkan penyakit. Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan tangan, karena tangan adalah media yang paling berisiko untuk menularkan virus dan bakteri. Untuk itu biasakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun antikuman dan bilas dengan air yang mengalir. Hindari juga berbagi peralatan seperti menggunakan piring, gelas, sedotan, handuk dan peralatan lain yang sama dengan si penderita, karena akan memudahkan penyebaran bakteri meningitis. Juga, tutuplah hidung dan mulut saat bersin. Untuk itu, bagi pasien yang didiagnosa menderita meningitis dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut, baik meningitis yang dideritanya disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Hal ini diperlukan untuk tindakan pengobatannya, karena masing-masing penyakit meningitis akan mendapatkan terapi yang sesuai dengan penyebabnya. –Inten Indrawati

Daya Tarik Pakaian Dalam Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. “Dok, suamiku belakangan memintaku untuk menggunakan underwear yang seksi-seksi yang katanya untuk membuatnya jadi bergairah lagi, yang juga ternyata membuatku juga tambah bergairah juga saat memakainya. Memang seberapa besar pengaruhnya dalam bercinta? Apa pengaruh fantasi seksual dan warna pakaian dalam juga berpengaruh? Mohon dijawab, Dok. Terima kasih.” (Angel, 24 thn) Ini dapat dilihat dari dua sudut pandang, yang pertama dari laki-laki. Secara seksualitas, laki-laki sering disebut sebagai makhluk visual. Apapun yang dianggap bisa memuaskan mata dan membuat tertarik secara seksual, maka itu yang akan dicari dan diharapkan dalam membangkitkan dorongan seksual. Salah satunya adalah pakaian dalam. Yang kedua dari sisi perempuan. Perempuan merasa dengan sanggup membuat pasangannya terpuaskan secara seksual, sering kali itu juga yang membangkit-

kan dorongan seksualnya, walau pada kenyataannya semuanya itu gradatif. Tidak semua perempuan nyaman dan berani bereksperimen dengan berbagai jenis pakaian dalam. Lalu apakah sebelum membeli sebuah underwear, perempuan juga sudah memiliki fantasi seksual ketika mengenakan underwear tersebut? Bisa jadi, dan fantasi itu dimunculkan dari dua kemungkinan. Yang pertama dari keinginan pasangannya, yang bagi seorang perempuan dengan menggunakan pakaian dalam yang

diminta atau direkomendasikan oleh pasangannya, maka itu akan membuatnya merasa nyaman, merasa lebih seksi dan percaya diri, serta merasa yakin dapat membuat pasangannya menjadi lebih tertarik. Kemungkinan kedua adalah, memang berdasarkan referensinya sendiri, bisa itu dari film, pengaruh teman, katalog yang dibaca, yang menurutnya membawanya berfantasi bahwa apa yang diiklankan akan juga dibayangkan ideal terjadi seperti itu untuk bisa ditampilkan untuk membangkitkan gairah seksual pasangannya. Akhirnya fantasi bisa bermacam-macam, bisa berfantasi sebagai perempuan seksi menggoda, bisa juga malah sebagai perempuan imut yang menggemaskan, bisa juga berfantasi liar sebagai perempuan dominatif. Sesekali fantasi yang muncul juga bisa dalam tampilan profesi tertentu yang imajinatif, misalnya tampil sebagai perawat seksi, guru seksi, cheerleader, yang dilengkapi dengan menggunakan pakaian dalam menggoda. Sementara apakah bentuk

dan warna underwear juga bisa membuat gairah merangsang, kalau yang ini sangat relatif, tergantung pasangan, kesukaan dan momentumnya. Bisa jadi juga dengan theme yang ingin ditampilkan. Kebanyakan pasangan masih menyukai warna standar hitam, krem dan merah buat pakaian dalam. Tapi jangan salah, kesan imut menggemaskan dari warna pink dan warna-warna cerah pastel lainnya juga bisa mengundang gairah yang membara. Malah warna yang tumben dikenakan pun bisa mengundang gairah, jika itu ditampilkan sebagai sebuah variasi atau kejutan yang menggoda. Sementara sebaliknya yang membuat pasangan menjadi enggan dan menjadi tidak lagi tertarik dengan penggunaan pakaian dalam yang dianggap seksi, lebih ke situasional. Biasanya lebih ke faktor lainnya, misalnya waktu yang tidak tepat, bau tak sedap yang ikut muncul mengganggu, atau pakaian dalam yang itu-itu saja yang digunakan. Warna merah muda bisa jadi tidak membuat nyaman saat pasangan rupanya

sedang ingin pihak perempuan tampil sebagai perempuan seksi menggoda dengan liar, demikian juga bau pakaian dalam yang tidak sedap bisa menurunkan gairah seksual walaupun warnanya menarik minat. Pakaian dalam yang itu-itu saja juga bisa mendatangkan kebosanan. Saat Anda sudah memiliki berbagai koleksi pakaian dalam, pastikan memang saat bercinta Anda memilih pakaian dalam yang nyaman buat Anda, bersih dan wangi. Lalu pilih yang sesuai dengan mood dan situasi romantisme yang diinginkan, tempat bercinta juga jadi salah satu penentu memilih pakaian dalam. Akan tidak seru jika memilih pakaian dalam yang tebal dan ribet dengan aksesoris jika memilih bercinta di daerah bernuansa pantai tropis yang panas, karenanya pilihan yang tepat adalah bisa jadi yang tipe g-string atau thong misalnya. Suasana atau theme yang diinginkan bersama juga bisa dijadikan referensi memilih pakaian dalam yang ingin digunakan.


10

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Bugar

YANG PERLU ANDA KETAHUI MENGENAI MEDICAL CHECK UP

Kata Medical Check Up sudah sering kali kita dengar, akan tetapi masyarakat lebih familiar dengan istilah check up saat akan kontrol suatu penyakit atau berobat ke dokter. Jadi masyarakat belum bisa membedakan istilah medical check up yang sebenarnya dengan kontrol ke dokter karena suatu penyakit. Artikel ini akan coba menggambarkan mengenai medical check up kepada Anda. Apakah Medical Check Up itu? Medical Check Up adalah peme­ riksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan Anda, bukan untuk mendiagnosis suatu gejala ataupun mengobati suatu penyakit. Apakah Manfaat Medical check Up? Dengan melakukan Medical Check Up Anda diharapkan mendapatkan beberapa manfaat, di antaranya: - Mendapatkan informasi mengenai status kesehatan Anda saat itu. - Mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala. - Mencegah komplikasi atau halhal yang lebih berat agar tidak terjadi. - Dengan melakukan Medical Check Up secara berkala Anda dapat membandingkan status kesehatan Anda sekarang de­ ngan sebelumnya; apakah terjadi peningkatan ataupun suatu penurunan status kebugaran. Kapan Perlu Melakukan Medical Check Up? Disarankan melakukan Medical

yang akan Anda lakukan. Selain itu juga disarankan untuk tidak minum obat apapun sebelum dilakukan pemeriksaan agar tidak mempe­ ngaruhi hasil pemeriksaan, kecuali bila Anda wajib minum obat secara rutin seperti obat hipertensi atau diabetes. Konsultasikan dengan dokter yang memeriksa Anda bila sedang mengkonsumsi obat tertentu. Dibawah ini akan dijelaskan Check Up terutama pada usia 35 mengenai prosedur Medical Check tahun keatas, baik Anda memi- Up yang akan Anda lalui, yaitu: liki keluhan ataupun tidak. Hal ini Wawancara Kesehatan dikarenakan pada usia ini proses Dokter akan menanyakan konpenuaan mulai terjadi. Namun, Medical Check Up disarankan di- disi kesehatan Anda secara umum, lakukan sedini mungkin (dibawah riwayat penyakit sebelumnya, ri35 tahun) terutama bagi Anda yang wayat penyakit di keluarga, riwayat memilki faktor risiko tinggi seperti operasi yang pernah dijalani serta riwayat keluarga dengan diabetes, riwayat vaksinasi. Selain riwayat medis Anda, beberapa pertanyaan stroke, kanker, dll. Medical Check Up idealnya di- mengenai gaya hidup Anda juga lakukan berkala setiap 6 bulan penting untuk menilai faktor risiko, sampai 1 tahun sekali, bervariasi seperti apakah Anda merokok, tergantung kondisi kesehatan Anda. olahraga teratur, riwayat minum Dengan melakukan Medical Check alkohol dan mungkin pula pola Up secara rutin bukan berarti Anda makan Anda. Diharapkan Anda tidak mungkin menderita suatu pe- terbuka saat wawancara kesehatan nyakit, namun diharapkan kelainan agar didapatkan data yang spesifik yang ditemukan dapat ditangani mengenai status kesehatan Anda. secara dini, sehingga kualitas hidup Pemeriksaan Fisik dapat dipertahankan dengan baik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh Apa yang akan Anda mulai dari tinggi dan berat badan Lakukan Saat Medical untuk mengukur indeks massa Check Up? Saat akan melakukan Medical tubuh Anda, tekanan darah, nadi, Check Up sebaiknya Anda membuat sistem pernafasan, pencernaan, dll perjanjian terlebih dahulu. Biasanya secara sistematis. Anda disarankan untuk puasa terPemeriksaan Penunjang lebih dahulu 10-14 jam sebelum Pemeriksaan penunjang yang pengambilan darah, namun hal ini tergantung paket Medical Check Up disarankan dokter bervariasi bagi

setiap individu tergantung kondisi­ nya. Pemeriksaan penunjang dasar yang biasa dilakukan yaitu peme­ riksaan darah (biasanya meliputi kolesterol, gula darah, asam urat, fungsi hati maupun fungsi ginjal.), urin juga feses. Rontgen dada untuk menilai kelainan pada paru-paru atau jantung. EKG untuk merekam kerja jantung. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan beberapa pemeriksaan penunjang spesifik lainnya seperti Audiometry (menilai fungsi telinga), Spirometry (menilai fungsi paru), USG abdomen ataupun Treadmill. Pemeriksaan khusus lainnya untuk wanita yang sudah menikah juga bisa dilakukan seperti Papsmear, atau khusus bagi laki-laki Uroflowmetry (mengukur pancaran urin saat berkemih). Wawancara Akhir Setelah dilakukan seluruh prosedur diatas dokter akan menyimpulkan kondisi kesehatan Anda, kemudian akan membahas mengenai langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kondisi kesehat­ an Anda. Rujukan ke beberapa spesialis tertentu terkadang dilakukan bila dirasakan perlu untuk mening­ katkan kesehatan Anda. Pandangan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia Medical Check Up masih merupakan kegiatan yang mahal dan membuang-buang uang. Padahal dengan melakukan Medical Check Up secara dini dan rutin kita dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pengobatan di kemudian hari. Tim Medical Check Up Siloam Hospitals Bali

Style

Tampil Cantik dengan

Clucth Bag Kulit Saat ini begitu banyak pilihan tas tangan (clutch bag) di pasaran. Beragam desain, mudah diperoleh, mulai dari yang klasik tanpa banyak aksen, hingga yang glamor dengan tema tertentu.

W

Winda

inda, salah seorang anggota Asbest Denpasar melalui merek “Kamaratih” secara konsisten mendesain tas kulit berkualitas. Selain beberapa jenis kulit, tak ketinggalan clutch bag berbahan kain tenun lokal. Dengan desain dan pilihan warna yang kreatif Winda berhasil memenuhi selera para pecinta clutch bag di Bali khususnya

dan daerah lainnya. Produknya ada juga yang dilengkapi warna warni batu-batu indah, hingga menghadirkan kesan mewah. Begitu juga de­ ngan bagian dalam tas yang dilapisi dengan kain suede atau drill yang juga berkualitas prima dan tentu saja mampu menyimpan keperluan pesta secara fleksibel. Clucth bag koleksi “Kamaratih” ini sangat cocok digunakan untuk menghadiri acara formal atau undangan acara resepsi pernikahan, gala dinner dan pesta lainnya.Penggunaannya pun tinggal dipilih, bisa dikepit, digengam atau dikenakan dengan tali ekstra yang bisa dilepas. – Sri Ardhini

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

15


16

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Geliat Petani Nusa Lembongan D ul u Mera n a Kin i Ba h a g i a

Nusa Lembongan merupakan salah satu pulau di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tahun 1970an, Nusa Lembongan, masih belum dikenal dunia akan keindahan alamnya. Justru, yang malah ter­ kenal, tiga pulau di Nusa Penida, Pulau Penida atau bisa disebut Nusa Gede, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan, termasuk daerah kering, dan kehidup­ an masyarakatnya di bawah garis kemiskinan. Kondisi alam yang kering, mengharuskan petani ­mengandalkan mata pencaharian dengan palawija, seperti menanam jagung dan ketela pohon.

S

alah seorang petani rumput laut, Wayan Suarbawa berkisah, tahun 1984, budidaya rumput laut mulai diperkenalkan di Nusa Lembongan. Salah seorang peneliti dari LIPI yang bernama Bambang mencoba mengembangkan budiaya rumput laut di Nusa Lembongan. Rupa-rupanya, usaha promosi ini berhasil, dan budidaya rumput laut mulai menjadi primadona petani Nusa Lembongan. Tingkat kesejahteraan masyarakat mulai meningkat. “Dulunya, tak banyak anak-anak yang bisa sekolah, karena para orangtua masih sibuk memenuhi kebutuhan perut,

kini sudah mulai ada perubahan. Pelan-pelan, banyak keluarga sudah bisa menyekolahkan anak mereka,” kata lelaki yang kini dipercaya se­ bagai ketua kelompok petani rumput laut di Nusa Lembongan ini. Produksi rumput laut yang dihasilkan masyarakat terus mening­ kat seiring dengan tak adanya hambatan dalam proses budidaya. “Tidak ada gulma, harga pun sa­ ngat stabil, sehingga kesejahteraan warga Nusa Lembongan terus meningkat,” ungkapnya. Ia mengatakan, tahun 1994, budidaya rumput laut mencapai masa keemasan. Namun, dengan berjalannya waktu, mulai ada se-

rangan hama. Harga pun menjadi tidak stabil. Malah menjadi menurun. “Satu kilo rumpur laut kering dengan kadar air 45%, kini hanya bernilai Rp 5.500,” kata Suarbawa. Akhirnya, mulailah petani pelanpelan meninggalkan usaha budidaya rumput laut. “Karena hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Beli bibit Rp 3 juta sudah rugi. Petani kapok,” tutur lelaki lulusan Antrologi Fakultas Sastra Universitas Udayana ini. Dengan berkembangnya pariwisata, banyak anak muda, mulai keluar dari Nusa Lembongan. Mereka bekerja di sektor pariwisata sehingga banyak para keluarga yang akhirnya menyisakan kedua orangtua mereka sebagai petani rumput laut, sekaligus nelayan. Salah seorang warga Nusa Lembongan, Gede Adnyana menambahkan, tahun 1991, pariwisata masuk Nusa Lembongan. Desa Jungut Batu dikenal memiliki pantai yang dapat digunakan untuk ­surfing. Beberapa biro wisata kapal pesiar membawa wisatawan asing ­mengelilingi Nusa Lembongan ­untuk menikmati wisata bahari. Dari perkembangan ini, beberapa turis ingin menginap. Mulailah muncul penginapan yang awalnya dibangun pemilik cruise. Mata pencaharian

Pemanfaatan Pariwisata Berkelanjutan

Nusa Lembongan bagai gula yang diserbu semut. Banyak turis datang dan tentu saja suatu saat akan berdampak pada ekosistem dan konservasi perairan di Nusa Lembongan. Karena merasa terpanggil untuk tetap melestarikan wilayahnya, Wayan Suarbawa bersama empat temannya, Ketut Budiasa, Wayan Ujiana, Made Andres, dan Nyoman Sujana, membentuk satu komunitas yang bernama “Satya Posana Nusa”. Misi utamanya, pelestarian lingkungan untuk pemanfaatan berkelanjutan. Tanggal 9 Juni 2003, komunitas ini diresmikan. Lima orang ini sebagai fasilitator pelestari­

masyarakat juga mulai banyak pilihan. Tukang bangunan men­dapatkan bayaran sehari Rp 150 ribu. Penginapan dan restoran mulai menjamur. Ada yang dimiliki warga setempat, ada juga yang dimiliki warga luar Nusa Lembongan dengan mengontrak tanah warga setempat. “Pelan tapi pasti kehidupan warga Nusa Lembongan mulai meningkat,” ucapnya. Banyak pilihan kapal ditawarkan untuk mencapai Nusa Lembongan. Yang paling dekat dari Pantai Sanur, dengan tiket Rp 70 ribu, menggunakan spead boat dengan waktu temput 30 menit, sudah tiba di Nusa Lembongan. Berbagai kemudahan ini tentu makin membuat wisatawan berdatangan ke Nusa Lembongan. Suarbawa mengatakan, ­rata-rata wisatawan yang datang ke Nusa Lembongan 200.000 per tahun. Adnyana menambahkan, tahun 2000, ada satu cruise awalnya menawarkan paket tur hutan bakau. Awalnya, dari satu sampan sampai lima sampan. Ternyata, banyak wisatawan yang tertarik dengan tur hutan bakau ini. “Akhirnya, para petani mulai berpikir, bagaimana mengatur kondisi tersebut, agar semua petani juga kecipratan rezeki. Apalagi, semua petani memilki sampan. Mulailah dibuat kelompok yang tugasnya

9

dr. Gede Wara Samsarga, S.Ked.

Lulusan Terbaik FK Unud Piawai Main Piano Klasik Tiga tahun sudah bisa membaca. Itulah kecerdasan yang ditunjukkan sejak bocah, dr. Gede Wara Samsarga, S.Ked., yang men­dapatkan predikat terbaik dengan IP tertinggi 3,96 dalam pelantikan dokter umum, Fakultas Kedokteran (FK) Unud, Kamis ( 9/4).

L

Gede Adnyana

bergiliran sehingga semuanya kebagian mengantar tamu,” tutur Adnyana. Harga sewa sampan Rp 100 ribu. Sampan dinaiki maksimal 4 orang. Adnyana mengatakan, satu hari, bisa mencapai 15 sampan yang beroperasi tergantung tamu yang datang. Minimal 10 sampan jika kondisi sepi. Saat ini, ada 34 anggota kelompok, namun, yang aktif hanya 15 orang. Menurut Adnyana, untuk penghitungan, ia menggunakan hitungan sampan. “Satu orang rata-rata mendapatkan tamu dengan 4 kali sampan,” ujarnya. –Wirati Astiti

elaki yang lahir 18 November 1993 ini menuturkan, dari awal ia memang sudah ingin menjadi seorang dokter. Karena itu, ia sangat disiplin dalam belajar. Saat SMP, ia masuk dalam kelas akselerasi (percepatan) sehingga tamat dua tahun. Begitu juga, saat di SMAN 1 Denpasar, putra kedua pasangan Sri Budarsa, S.T.M.T. dengan Putu Inten Rumini, S.E. ini, masuk kelas percepatan juga. Di Fakultas Kedokteran, Wara, begitu ia akrab disapa, memilih English class. Menurutnya, di English class ia dapat menambah wawasan karena bergabung de­ ngan mahasiswa internasional. Karena kecerdasannya, Wara pernah mendapat kesempatan menerima beasiswa belajar ke Jepang selama sebulan. Selain urusan akademik, Wara juga berprestasi dalam bidang karya tulis ilmiah. Wara pernah meraih juara II dalam lomba karya tulis yang diadakan Fakultas Ke-

dokteran UGM, Yogyakarta. Juara II karya tulis yang diadakan Fakultas Kedokteran Unud, dan juara III lomba karya tulis yang digelar

Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Wara menuturkan, sejak SMA, ia sudah masuk dalam kelompok ilmiah remaja. Adik dari Gede Raditya Sakha Dipha ini tak menampik kuliah di kedokteran sangat padat. Jam kuliah mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore. Saat kuliah, ia harus serius mendengarkan dosen mem­berikan materi, dan aktif dalam berdiskusi. Saat pulang kuliah, kadang ia merasa jenuh. Ia siasati dengan bermain piano klasik. Ternyata, dengan kegemarannya bermain musik, dapat mengurangi rasa lelah dari penatnya kuliah. Wara memang tak pernah ­setengah-setengah dalam mengembangkan dirinya, termasuk soal musik. Ia sudah les keyboard sejak SMP. Namun, setelah kuliah ia baru beralih ke piano klasik, dan sudah me­ngantongi sertifikat level 5, dan berhak mengajar musik. Menurut ayahnya, kecerdasannya bermain piano klasik juga disebut gurunya di Farabi, di atas rata-rata. Namun

dr. Gede Wara Samsarga, S.Ked. (tengah) bersama keluarga

kata Wara, musik hanya selingan di kala ia sedang penat belajar. “Saat ini saya masih konsentrasi ke dokter. Sebentar lagi saya mau PTT,” kata Wara yang akan diwisuda 28 Mei ini. Menurut ayahnya, Wara sangat mudah diarahkan. Malah, ia tak pernah sampai menyuruh belajar karena lebih aktif sendiri. “Saya kaget, dia sudah berlatih soal, sementara saya tidak tahu darimana ia mendapatkan soal-soal untuk belajar,” kata Sri Budarsa. Karena Wara suka membaca, Sri Budarsa sering mengajaknya mengisi waktu liburan ke toko buku untuk membeli buku. Sementara, menurut ibunya, Inten Rumini, ia lebih mengawasi putranya itu dari segi pergaulan. “Teman-temannya saya kenal semua. Sejak SMP, teman-temannya sering main ke rumah sehingga saya mengenalnya dengan baik.

Saya hanya berpesan, kalau pergi selalu beri kabar dimana berada dan jam berapa pulang sehingga kami tenang,” kata Inten Rumini. Menurut Wara, ia banyak belajar dari sang kakek yang selalu memberinya motivasi. Setiap Hari Raya Galungan, keluarga besarnya berkumpul di rumah Tabanan. Di sanalah mendiang sang kakek, Ida Ketut Meregeg, memberikan pesan dan motivasi. “Kakek selalu berpesan, prioritaskan pendidikan. Apapun pendidikan yang kami pilih harus dilakukan dengan sungguhsungguh dan memberikan hasil terbaik,” ucap kemenakan Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS (K) ini. Menurut Wara banyak kata motivator yang dilontarkan sang kakek yang selalu tergiang. “Manusia bisa saja melakukan kesalah­an, namun, jangan pernah sekalikali berbohong. Kejujuran di atas ­segalanya.” –Wirati Astiti

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Oleh: dr. I Gusti Putu Hery Sikesa, S.Ked.

Hutan Bakau yang kini dimanfaatkan menjadi objek wisata

an lingkungan di desa. Suarbawa dan teman-temannya merangkul anak muda yang belum bekerja, siswa SMA dan mahasiswa, untuk bersama-sama ikut aktif dalam komunitas ini. Ada 40 orang yang ikut aktif bergerak. Mereka mulai melakukan pemberdayaan di lingkungan masing-masing. Melarang penembakan burung, menjaga agar hutan bakau tetap lestari dengan tidak sembarangan menebangnya, termasuk penanaman bakau. Pelatihan juga dilakukan kepada siswa SD. “Ternyata dampaknya luar biasa. Mere­ka mampu menggugah orangtua mereka dengan melarang mereka menangkap ikan dengan potasium atau melarang menembak burung, dan melarang menebang bakau,” tutur Suarbawa. Komunitas ini juga berperan dalam nilai budaya yang tumbuh di Nusa Lembongan. Beberapa tarian seperti Sanghyang Grodok dan Sanghyang Sampat, tetap dilestarikan. Menurut Suarbawa, ada beberapa nilai filosofi yang terkandung di dalam tarian tersebut yang juga bertujuan untuk melestarikan lingkungan. “Sang­hyang Grodok dan Sanghyang Sampat untuk membersihkan buana alit dan agung, termasuk menanam bakau, untuk pelestarian lingkungan,” ucapnya. Berkat usaha keras komunitas ini, mereka mendapatkan penghargaan Coastal Award tahun 2014 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Saat ini, Suarbawa berharap, pariwisata Nusa Lembongan, tidak saja memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga setempat, namun, juga berdampak positif bagi pelestarian ling­kungan wilayah pesisir. -Wirati Astiti Jurnalis yang mengikuti workshop “Konservasi Laut Ekoregion Sunda Kecil” yang digelar The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) mendapatkan kesempatan field trip yang diisi juga dengan menanam bakau.

I

nfeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih yang terdiri dari ginjal, saluran ginjal (ureter), kandung kemih (bladder), dan saluran kencing bagian luar (uretra). ISK lebih sering ditemukan pada bayi atau anak kecil dibandingkan dengan dewasa. Wanita lebih sering terkena ISK karena saluran kencing wanita lebih pendek dibanding pria. Ini menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih karena saluran kencing lebih dekat ke sumber bakteri seperti daerah dubur. Pada wanita dengan seksualitas aktif, terdapat faktor lainnya untuk berkembang menjadi ISK, seperti penggunakan kontrasepsi diafragma (kondom wanita) dan metode seksual yang dilakukan. Pada wanita hamil, dapat lebih sering terkena ISK karena adanya perubahan hormonal dan perubahan dari posisi saluran kencing selama kehamilan. Makin tua seseorang, status imunnya akan makin menurun. Maka, makin mudah pula orang tersebut mengalami infeksi. Kaum geriatrik (lansia) dengan gangguan mood dan penurunan faal kognitif cenderung sulit merawat diri. Kebersihan tubuh terutama daerah genital kurang terjaga. Akibatnya, kuman mudah berkoloni di daerah tersebut sehingga terjadilah infeksi. Urin (air seni) merupakan media yang baik bagi pertumbuhan kuman. Maka dalam urin terdapat kuman tetapi dalam jumlah yang masih normal. Mengosongkan kandung kemih adalah cara alami yang dilakukan tubuh agar jumlah kolonisasi kuman dapat ditekan, sekaligus mencegah kuman naik ke saluran kemih bagian atas (ginjal). Di samping itu, tubuh menjaga agar urin yang dikeluarkan memiliki tingkat osmolalitas tinggi, konsentrasi urea tinggi, dan pH asam. Kondisi tersebut menyebabkan urin mempunyai ‘efek antibakteri’. Adanya gangguan terhadap mekanisme alami itulah yang memudahkan terjadinya ISK. Terdapat 2 tipe ISK yaitu tidak berkomplikasi (uncomplicated) dan berkomplikasi (complicated). Pada dasarnya semua ISK yang ditemukan pada pria tergolong ISK berkomplikasi, karena struktur anatomi saluran kemih pria menyulitkan terjadinya ISK. Sedangkan, ISK berkomplikasi pada perempuan lebih ‘lunak’ yaitu bila ditemukan adanya kelainan struktur pada sistem saluran kemih, batu, retensi urin, abses, atau terjadi karena penyebaran melalui aliran darah. ISK pada usia lanjut sebagian besar adalah ISK berkomplikasi. Pada usia diatas 65 tahun, ISK merupakan sebab dari 30% kasus bakteremia, dibandingkan dengan 16% pada usia dibawah 65 tahun. Anatomi Saluran Kemih dan Gambaran Urine Terinfeksi (Sumber: http://www.gejalapenyakit.net)

Gejala ISK Gejala–gejala ISK diantaranya rasa nyeri sewaktu buang air kecil, kencing keluar sedikit-sedikit (anyang-anyangan), sering kencing atau sulit menahan kencing, darah dalam air kencing, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, nyeri tekan perut bagian bawah, air

kencing tampak keruh dan atau berbau, panas, mual atau muntah. Kadang tanpa gejala, dan didiagnosis setelah terjadi komplikasi gagal ginjal. Pada bayi baru lahir, gejalanya tidak khas, sehingga sering tidak terpikirkan, misalnya suhu tidak stabil (demam atau suhu lebih rendah dari normal), tampak sakit, mudah terangsang atau irritable, tidak mau minum, muntah, mencret, perut kembung, air kemih berwarna kemerahan atau tampak kuning. Pada bayi lebih dari satu bulan, dapat berupa demam, air kemih berwarna kemerahan, mudah terangsang, tampak sakit, nafsu makan berkurang, muntah, diare, perut kembung atau tampak kuning. Jika terdapat kecurigaan terhadap ISK, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan urine rutin dan biakan. Hasil pemeriksaan urinalisis dapat segera diketahui, sedangkan hasil biakan memerlukan waktu satu minggu. Ada tiga hal yang penting yang biasa dilakukan jika pasien sudah didiagnosis ISK, yaitu memberantas infeksi: mendeteksi, mencegah, dan mengobati infeksi berulang; dan mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih serta menanggulanginya.

Pencegahan dan Saran Pencegahan ISK dengan banyak minum air putih dan tidak menahan buang air kecil (BAK), sebagai upaya untuk membersihkan saluran kemih dari kuman. Penderita ISK dengan nyeri ketika BAK cenderung untuk menahan kemih, padahal menahan kemih itu sendiri dapat memperberat ISK. Untuk mengurangi risiko ISK pada penggunaan kateter perlu diperhatikan jenis kateter, teknik dan lama penggunaan. Untuk wanita cara membersihkan kemaluan adalah mulai dari depan ke arah belakang, ini untuk mengurangi masuknya bakteri dari daerah anus ke area saluran kencing. Untuk memberantas infeksi, diberikan obat (antimikroba atau antibiotik) selama 7-10 hari. Sedapat mungkin obat ini diberikan sesuai hasil uji kepekaan kuman yang diketahui dari hasil biakan urine. Untuk mendeteksi infeksi berulang, perlu dilakukan pemeriksaan biakan urin secara berkala, dan kalau terdapat infeksi, maka infeksi ini diobati dengan antibiotik yang sesuai. Untuk mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih, biasanya dokter melakukan pemeriksaan fisik yang lebih teliti dan kalau perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan/radiologis seperti USG atau pemeriksaan rontgen terhadap ginjal dan saluran kemih. Jika ditemukan kelainan pada saluran kemih, maka tata laksana selanjutnya disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau tidak.

Ingat: MENCEGAH lebih baik daripada MENGOBATI!

Referensi:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, hal 369-376, 2004 www.urologyhealth.org


8

Bunda & Ananda

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Cegah Sariawan

Jaga Kebersihan Mulut Sudah dua hari Koko mengeluh kesulitan untuk makan. Ia merasa ada luka di mulutnya. Wajah siswa kelas II SD pun terlihat agak pucat. Setelah diperiksa oleh ibunya, ternyata ada sariawan dalam mulut Koko.

“P

antesan Koko susah makan. Ada sariawan di mulutnya. Kalau dipaksakan makan, dia malah meringis. Kalau tidak makan, lebih kasihan lagi. Wajahnya jadi pucat,” ungkap Bu Dewi. Sariawan di mulut ini juga membuat Koko tak banyak bicara. Apa yang dialami Koko masih lebih ringan. Nana, sepupu Koko juga pernah sariawan bahkan sampai mulutnya bengkak. Nana tak bisa makan karena mulutnya dipenuhi sariawan. Dalam beberapa kasus sariawan bisa bergerombol di satu tempat. Menurut dr. Ni Made Rini Suari, M.Biomed, Sp.A, sariawan atau stomatis bisa dialami anakanak mulai dari bayi yang sedang menyusui. “Sariawan adalah infeksi pada mukosa mulut. Penyebabnya virus herpes labialis yang ada di mulut. Sariawan berupa peninggian dan pelebaran mukosa yang menyebabkan luka kecil dengan pinggiran berwarna putih sedangkan di tengah-tengah merah,” jelasnya. Gejala selain luka kecil itu juga menyebabkan anak menjadi rewel, demam, dan drooling (air liur terus menetes). Sariawan ini bisa terjadi antara 1 sampai

2 minggu tergantung kekebalan tubuh si anak. Ada juga yang mengatakan sariawan terjadi karena kekurangan vitamin. Hal ini mungkin saja, karena kekurangan vitamin membuat daya tahan tubuh melemah sehingga virus mudah menyerang. Selain itu, daya tahan tubuh yang melemah membuat koordinasi antara otak dengan tangan dan mulut menjadi kurang bagus. Akibatnya, mulut bisa luka saat tidak fokus menggosok gigi. Inilah yang kemudian menjadi sariawan. Jika terkena sariawan, hal yang pertama harus dilakukan adalah oral hygiene dengan membersihkan mulut. Setelah bersih, berikan salep atau obat tetes yang mengandung orabase. Bagi anak kecil, obat tetes lebih sering digunakan. Jika anak sudah mengerti tentang mana yang boleh ditelan dan tidak, penggunaan obat kumur juga bisa digunakan. “Sariawan juga menyebabkan bau mulut. Obat kumur bisa menjadi salah satu sarana untuk membersihkan kotoran yang ada di mulut,” imbuh dr. Rini. Bagi orangtua yang memiliki bayi yang masih dalam masa menyusui dan minum susu formula, sering-seringlah membersihkan mulut bayi. “Gunakan sikat khusus

Dr. Rini Suari

atau kasa steril yang sudah dibasahi untuk membersihkan mulut bayi. Sisa-sisa susu formula kadang menempel di mulut. Gunakan kasa steril dan lakukan dengan hati-hati,” ujar dokter anak yang praktik di RS Puri Bunda dan Klinik Utama Dharma Siddhi ini. Berbeda dengan bayi yang hanya minum ASI. Sisa ASI jarang yang menempel di mulut bayi. Membersihkan dengan air dinilai kurang tepat karena tidak semua sisa susu bisa terangkat. Selain itu,

minum air setelah minum susu formula bisa mengubah komposisi yang sudah terdapat di susu formula. Karena itu, penggunaan kasa steril lebih dianjurkan. Bagi anak yang sudah memiliki gigi, ingatkan anak untuk membersihkan gigi. Menggosok gigi sesudah makan bisa meminimalkan kotoran di sela-sela gigi yang nantinya bisa menjadi tempat virus. Selain itu, pola makan yang sehat dengan rajin mengonsumsi sayur dan buah juga bisa mengurangi risiko sariawan. Bagi yang sudah bisa mengunyah makanan, rajin minum air putih juga sangat dianjurkan untuk membantu mencegah sariawan. Jika sariawan sudah parah dan anak tidak bisa makan atau terkena dehidrasi, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya penanganan harus dengan infus karena anak tidak makan melalui mulutnya. “Oral hygiene tetap menjadi prioritas karena dengan membersihkan sariawan terlebih dahulu, baru bisa memberikan obat,” ujar dr. Rini. –Ngurah Budi

“Oral hygiene tetap menjadi prioritas karena dengan membersihkan sariawan terlebih dahulu, baru bisa memberikan obat”

Ilustrasi sariawan

Mendongeng Lima Menit

Monyet yang Cantik

Sudah seminggu lamanya seekor monyet yang bernama Murdasa, bertapa di sebuah cabang pohon manggis. Ketika sedang khusuk, tibatiba terdengar suara. “Tapamu berhasil, Murdasa!” kata seMade Taro orang Dewa yang tiba-tiba berdiri di sebelahnya. Monyet itu segera sujud di depan Dewa yang sangat dihormati itu. “Katakanlah apa yang kau minta!” sambung sang Dewa. Tanpa malu-malu, Murdasa menjawab, “Kecantikan, Dewa Junjunganku!” “Kecantikan?” Dewa itu heran. Selama itu Dewa yang pemurah itu belum pernah menjumpai pertapa yang meminta kecantikan. Namun apa boleh buat, sang Dewa merasa wajib memenuhi permintaan pertapa yang berhasil. “Baiklah!” kata dewa itu sambil menyerahkan sebuah permata yang bercahaya. “Berjalanlah kamu ke arah timur laut! Cahaya permata itu akan padam kalau kamu tiba di sebuah danau. Nah, menceburlah ke air danau itu lalu menyelamlah tujuh kali. Keinginanmu pasti terpenuhi!” kata Dewa itu lalu menghilang. Monyet yang keras hati itu segera meninggalkan tempat menuju arah timur laut. Sungguh panjang dan melelahkan perjalanan itu! Namun monyet

yang bermuka buruk itu tidak mau berputus asa. Akhirnya, …. ia melihat cahaya permata itu makin redup, dan tepat ketika ia menemukan danau, cahaya itu padam. Byur! Monyet yang tidak sabar itu menceburkan diri ke dalam danau. Setelah menyelam dan membasahi sekujur tubuhnya, ia segera menyembul. Wah! Sungguh menyenangkan! Ia meraba sekujur tubuhnya. Halus. Ia menyelam, menyelam dan menyelam lagi. Wah! Ia tidak berekor lagi. Matanya yang menjorok ke dalam makin merata, wajahnya cantik dan senyumnya manis. Pada hitungan ketujuh ia menyelam agak lama. Setelah menyembul, ia lihat wajahnya benar-benar seperti bidadari. Ia tersenyum sendiri di tengah danau itu. Didengarnya beberapa ekor burung yang bertengger di pinggir danau, bernyanyi-nyanyi seolah-olah ikut menikmati kecantikan sang bidadari. Ketika air danau benar-benar tenang dan bening, ia mencoba mengamati wajahnya sekali lagi. Oh, sayang! Hidungnya memang sudah mancung, tetapi tampak menerawang bayangan hidung seekor monyet. Tinggal menyempurnakan sedikit lagi. Byur! Monyet cantik itu menyelam sekali lagi. Lalu segera menyembul. Setelah air danau tenang dan bening, ia melihat wajahnya dengan saksama. Entah apa yang dirasakan, bidadari itu tiba-tiba menangis meraung-raung sambil menutup wajahnya yang buruk. Burung-burung meninggalkan pohon lalu beterbangan di atas danau. Mereka berteriak, “Ada monyet di tengah danau, ada monyet di tengah danau!”

Griya

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

17

Cermin Artistik Fungsional

Mimpiproperti.com Gandeng LJ Hooker Indonesia

Cermin merupakan alat bantu untuk melihat refleksi bagian tubuh yang tak dapat dilihat langsung oleh mata kita. Pada zaman dulu, minimnya pengetahuan orang untuk membuat cermin membuat harga cermin relatif mahal. Bahkan, cermin menjadi tolok ukur kekayaan seseorang. Bisa dipastikan cermin berukuran besar dengan ukiran bingkai yang cantik, hanya bisa dimiliki para bangsawan.

D

alam perkembangannya kini, cermin kerap dipakai sebagai elemen dekoratif dalam interior. Keberadaan cermin dalam ruangan dapat menciptakan kesan lapang. Bahkan kini, cermin diperlakukan layaknya masterpiece yang patut dikagumi keindahannya. Cermin juga memiliki karakter avant garde dan futuristic, tergantung pada bagaimana cermin itu dimanfaatkan. Itu pula yang mungkin menjadi pertimbangan Fuad Hasyim, pemilik Venetian Mirror di kawasan Krobokan Denpasar, dalam mendesain cermin-cermin unik koleksinya. “Cermin-cermin saya ini bergaya vantage, bisa masuk ke modern dan klasik. Jadi bisa bertahan sepanjang zaman.” Demikian alasan Fuad, pemilik Toko Kaca Alkasa yang juga menggeluti bisnis cermin ini. Di showroom-nya tersebut, selain cermin yang memang difungsikan sebagai cermin, terdapat pula kursi dan meja yang terbuat dari cermin. Ada juga cermin yang didesain khusus berbentuk jendela. Menurut Fuad, selain desain dibuat artistik, juga dibuat secara fungsional, keduanya saling terkait. Desain ini dikatakannya merupakan perpaduan antara desain aslinya dari Itali yang dikombinasikan dengan ukiran Jawa dan Bali. Desain-desain ini kemudian mampu memberikan kesan glamor tapi elegan. Karena itu pula, koleksi Venetian Mirror banyak diburu para kalangan bangsawan (raja), museum, hotel, dan pribadi. Produk Itali yang dikombinasikan dengan ukiran Jawa dan Bali ini, justru banyak dijual kembali kepada orang Itali. Selain, banyak pula peminat dari negara-negara modern seperti Singapura, Taiwan, Jepang, Amerika, dan Australia. Serta beberapa negara kalasik, seperti Rusia dan sebaian besar Eropa. –Inten Indrawati

CEO dan Foundermimpiproperti.com, Johan Syah (kiri) menjelaskan tentang fitur mimpiproperti.com kepada Director LJ Hooker Indonesia, Oka Kauripan Pesatnya perkembangan teknologi digital membuat orang makin mudah mencari sesuatu, termasuk properti. Teknologi digital pun digunakan perusahaan properti untuk sarana promosi, marketing, dan penguatan image perusahaan. Hal inilah yang dikembangkan mimpiproperti.com. Guna merealisasikan target pada 2015, portal jual beli properti ini melakukan langkah strategis menggandeng LJ Hooker, salah satu agen properti besar di Indonesia. Penandatangan kerjasama (MoU) digelar di Aston Ungasan, Uluwatu, Rabu (8/4) oleh CEO dan Foundermimpiproperti.com, Johan Syah dengan Director LJ Hooker Indonesia, Oka Kauripan. Johan menjelaskan, pihaknya mengambil peluang untuk memasarkan properti melalui media digital dengan mengedepankan pelayanan pada konsumen dan memberi ruang pada agen properti untuk menemukan calon pembeli terbaik. Mimpiproperti.com memiliki layanan yang disebut premium listing. Layanan ini untuk memberi kesempatan kepada penjual properti yang tidak memahami internet atau terlalu sibuk dan tidak sempat membuka internet. “Kami percaya dengan adanya kerjasama ini, baik mimpiproperti, LJ Hooker, maupun konsumen akan memperoleh keuntungan,” tandasnya. Oka Kauripan menambahkan, konsep dan visi yang ditawarkan Mimpiproperti. com sejalan dengan LJ Hooker. Apalagi mimpiproperti.com merupakan portal jual beli properti yang dirintis dan dikelola generasi muda Indonesia. –wah

Seminar & Penyembuhan bersama Guru Mangku Hipno Seminar dan penyembuhan terspektakuler tahun ini dengan tema Terbuka, Mengalir, Tersenyum sesi II diadakan Minggu (12/4) di Gedung PWI Bali, Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar, pukul 15.00 s.d. 17.00. Harga tiket Rp 350 ribu dan tempat sangat terbatas hanya untuk 50 orang. Anda harus ikut seminar ini jika memiliki permasalahan berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya. Satu langkah solusi jitu menyelesaikan segala masalah kehidupan Anda adalah dengan ikut seminar bersama Guru Mangku Hipno. Segera hubungi Pusat Pembelajaran dan Penyembuhan Hypnotherapi, Psikotherapi, Somatho therapy “Brahmakunta Center dan GMH Institute” Telp. (0361)8442823, 085103112404. PIN BB 7FB63D85. Secara langsung ditangani oleh pakar metafisika, supranatural, hypnotherapi, pikiran bawah sadar, palmistri GMH KG Suatmayasa, SH. CH. CHt. MNNLP. Izin praktek dari Dinkes : 448.3/28. PT.XII.14/DIKES. Rekomen dari: IPATRI, Kejaksaan Negeri dan Kemenag.

Standardpen Luncurkan Produk Inovatif NX7

CEO PT Standardpen Industries, Megusdyan Susanto memaparkan tentang produk terbarunya NX7 usai dilaunching secara resmi, Rabu (8/4) di Art Center Denpasar Bali, ditandai dengan penyalaan obor. PT Standardpen Industries yang merupakan perusahaan asli Indonesia, setiap tahunnya selalu mengeluarkan produk terbaru guna memenuhi kebutuhan konsumen dengan keunggulan masing-masing varian. Standardpen meluncurkan produk terbarunya Standard NX7 yang memiliki atribut dengan teknologi inovatif pertama di dunia. Peluncuran produk baru Standardpen yang sekaligus dirangkaikan dengan gala dinner tersebut mengundang Customer Top 50 dari seluruh Indonesia serta perwakilan pelajar, dilangsungkan, Rabu (8/4) di Art Center, Denpasar Bali. Standard NX7 ini dijelaskan CEO PT Standardpen Industries, Megusdyan Susanto, memiliki refill 35% lebih besar dari refill bolpoin pada umumnya. Disempurnakan dengan hybrid soft ink yang merupakan perpaduan tinta antara H2O gel dan oil gel, yang membuat tulisan semakin pekat. Bolpoin Standard NX7 ini juga dilengkapi dengan ZF-Ring (Zero Flex Ring) yaitu ring yang terbuat dari bahan TPR (Thermo Plastic Rubber) yang bisa mengurangi guncangan dan kerusakan mata pena, ketika terjatuh bolpoin tidak akan macet dan tetap lancar untuk menulis. Dan untuk melengkapi keistimewaannya, National Sales Manager PT Standardpen Industries, Marsudi menambahkan, bolpoin Standard NX7 dipadukan dengan bola mata pena zyrcon ball yang lebih resisten dan tahan korosi. “Sehingga dengan semua kelebihan tersebut, menulis dengan bolpoin Standard NX7 akan lebih mantap,” ujarnya didampingi Marketing Manager PT Standardpen Industries, Niken Maharani. Standardpen selalu berkomitmen untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dengan teknologi inovatif, bahkan pertama di dunia. –ten


18

Kreasi

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Klasik dan Utamakan Safety Riding

T

ren motor modi­ fikasi banyak dipengaruhi Je­ pang. Karena itulah, di kalangan penggemar modifikasi ada istilah Japannese Style (Jap Style). Modelnya ada disebut Screamble, Greet Style, Café Racer, Chopper, dan Trail Wing (TW). Motor-motor modifikasi ini bahan aslinya adalah motor pabrikan yang kemudian diubah sesuai keinginan konsumen. “Ada beberapa motor yang banyak menjadi pilihan untuk dimodifikasi, diantaranya Honda Tiger, Honda Mega Pro, Honda GL Pro, Yamaha Scorpio, dan Suzuki Thunder. Meson tetap dipakai sedangkan body dipermak menyesuaikan dengan style yang diinginkan,” ujar I Made Sutama, modifikator mo-

tor di daerah Padangsambian, Denpasar. Pria yang akrab disapa Doglit ini menuturkan untuk Jap Style, rangka asli bisa dipotong menjadi setengah. Sayap, tangki, jok, dan lampu kemudian diubah menjadi tampilan yang klasik alias back to nature. Satu yang diutamakan motor Jap Style adalah safety riding. “Motornya dimodifikasi tetapi kelengkapan seperti lampu, spion, dan sein tetap harus ada,” ujar pemilik Doglit Motor Custom (DMC) ini. Untuk membuat motor modifikasi, paling cepat seminggu. Ini pun tergantung jenis motor, model yang diinginkan serta ketersediaan barang. Kadang kala, proses pengerjaan lama karena ada barang yang harus didatangkan dari luar Bali bahkan luar

Doglit

Indonesia. Doglit mencontohkan ada motor jenis TW yang akan dibuat tetapi prosesnya lebih dari seminggu karena menunggu kiriman pelek dan ban dari Jepang. Soal biaya yang harus dikeluarkan untuk modifikasi motor tergantung anggaran dan keinginan konsumen. “Minimal Rp 7 juta untuk modifikasi sederhana. Kalau yang mengubah total dan memerlukan barang dengan spek khusus, bisa sampai puluhan juta. Biasanya penggemar rela merogoh kocek untuk mendapatkan kepuasan dari motor modifikasinya,” ujar pria asal Br. Balun, Padangsambian ini. HARUS MANDIRI Doglit yang mengaku otodidak dalam urusan modifikasi ini menuturkan dirinya dulu memulai karier di bidang pariwisata. Papan surfing yang dipajang di bengkel menjadi bukti, keterlibatanya di dunia pariwisata. Setelah itu, ia belajar tentang motor. Hobi menggambar menjadi modal tambahan bagi pria kelahiran 1 September 1983 ini untuk menekuni dunia modifikasi. Ia sering membuat gambar yang dikreasikan dan diaplikasikan di motor. Karya Doglit sering menjadi juara. Bosnya pun memberikan dukungan bagi Doglit untuk mandiri dan membuka usaha sendiri.

Story

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

“Musuh dalam Selimut”

Motor Modifikasi Motor buatan pabrik sudah biasa kita lihat di jalanan. Bentuk seragam k ­ arena dibuat massal. Beda dengan motor modifikasi yang jumlahnya terbatas. Kalau ada motor modifikasi, orangorang biasa­nya akan menoleh bahkan mendekati untuk mencari tahu, apa yang unik dari motor itu.

Life

Doglit saat memeriksa motor yang akan dimodifikasi

Kini Doglit mengajak 3 anak buah untuk membantunya membuat modifikasi. “Dulu saya mengajak 6 orang. Saya bilang sama mereka, kalau sudah mahir, silakan buka sendiri. Saya juga ingin anak buah saya berkembang,” ujar pria yang menerima konsultasi tentang pembuatan motor modifikasi ini. Tempat Doglit pun pernah dikunjungi pimpinan pabrik motor Jepang. Ternyata

setelah kunjungan ini, nama Doglit menjadi dikenal. Konsumennya ada wisatawan asing yang sudah lama menetap di Bali hingga orang lokal. “Ada konsumen saya dari Malinau. Dia tahu saya dari internet. Dia mau modifikasi motornya. Saya carikan motor sejenis, kemudian buatkan desain, Setelah cocok, saya produksi. Biaya pengiriman ke Malinau cukup mahal, tetapi konsumen itu yang menanggungnya dan dia puas dengan karya saya,” ungkap Doglit. Ia juga menuturkan ada konsumen bule yang sampai tiga kali minta motornya dimodifikasi. Motor pertama, ia puas, dilanjutkan dengan motor kedua dan motor ketiga. Kepuasan konsumen juga menjadi kepuas­ an Doglit.

Motor-motor hasil modifikasi Doglit Motor Custom

–Ngurah Budi

Sepuluh tahun yang lalu, Ernita (50), merasakan kebahagiaan ketika menikmati bulan madu dengan suaminya, Arjuna. Meskipun diam-diam, Ernita mengaku masa itu adalah saat-saat yang indah baginya. Perjalanan hidup membawa Ernita pada situasi di mana ia pernah menjadi “istri tersembunyi”. Kehidupan dengan suaminya kala itu, tentu saja tidak bisa membuatnya leluasa tampil berdua dengan suaminya di muka umum. “Pokoknya hidup saya dan suami saya, benar-benar tersembunyi,” ungkap Ernita.

E

rnita yang seorang janda cantik ini dinikahi laki-laki yang telah beristri dan beranak lima. Ernita memang bukan sosok yang asing dalam keluarga suaminya karena bisa dikatakan ia merupakan sahabat dari keluarga besar suaminya itu. Tidak ada kegiatan atau acara keluarga besar Arjuna yang tidak dihadiri oleh Ernita sehingga ia terbilang sangat sering berada di antara kehangatan keluarga besar Arjuna. Pertemuan-demi pertemuan yang sering terjadi rupanya membuat Arjuna menaruh hati pada Ernita. “Saya sudah dianggap saudara dalam keluarga itu,” katanya tersenyum pahit. Tersirat rasa bersalah di wajahnya ketika ia mengakui bahwa dirinya sesungguhnya telah dianggap saudara dalam keluarga Arjuna. Namun, rasa cintanya pada Arjuna, telah memporakporandakan hubungan keluarga ini satu sama lain. Atas pernikahan diam-diamnya ini, bukan hanya ia yang diserang istri pertama Arjuna dan kelima anaknya, melainkan salah seorang kakak Arjuna yang sesungguhnya tidak tahu menahu soal pernikahan itu, juga menjadi sasaran kemurkaan istri dan anak-anak Arjuna.

Kakak tertua Arjuna ini dituduh sebagai pihak yang menikahkan Arjuna dengan Ernita sehingga ia dan keluarganya menjadi sasaran kemarahan istri dan anak-anak Arjuna yang bersatu dengan beberapa saudara Arjuna yang lainnya. Peta keluarga ini menjadi berubah dan kacau. Semua saling bertengkar dan saling menyalahkan. Sampai-sampai dalam keluarga ini ada blok-blokan. “Pokoknya sempat bertengkar dan berantem hebat,” kata Ernita menyesal. Namun, Ernita mengakui dengan sungguh-sungguh, bahwa kakak tertua Arjuna memang tidak tahu menahu soal pernikahan mereka. “Kakak (panggilannya pada kakak tertua Arjuna) sama sekali tidak tahu jika kami menikah karena kami menikahnya di Pulau Sumbawa bukan di Lombok,” kata Ernita. Tuduhan yang dialamatkan pada kakak tertua Arjuna itu memang semata-mata melihat Ernita sangat dekat dengan keluarga kakak tertua Arjuna dibandingkan dengan saudara-saudara Arjuna yang lainnya. Ini terlihat sebelum maupun sesudah pernikahan diamdiam mereka. Bahkan setelah pernikahan itu, beberapa kali ada

7

arga. “Bahkan tampaknya sampai sekarang hubungan keluarga itu tidak lagi harmonis seperti dulu,” kata Ernita yang memang merasa bersalah atas semua ini.

Ilustrasi @howdoeslooklike.com

kegiatan kumpul di rumah kakak tertua Arjuna ini, istri Arjuna dan anak-anaknya, tetap mesra dengan Ernita. Itu karena tidak seorang pun tahu bahwa Ernita telah menikah dengan Arjuna. “Yang tahu hanya kakak tertua suami saya,” ujarnya. Mungkin inilah yang membuat istri dan anak-anak Arjuna marah besar saat tahu kalau Ernita dan Arjuna sudah menikah dengan tuduhan kakak tertua Arjunalah yang menikahkan keduanya. “Setelah kami menikah, barulah kami memberitahukan kakak suami saya itu. Dialah satu-satunya orang yang kami beritahukan,” ujar Ernita. Menurut Ernita, kakak tertua Arjuna itu terlihat sangat kaget dan gugup ketika mereka menginformasikan hal itu. Namun ia tidak bisa menolak dan hanya terdiam seribu bahasa. “Mungkin karena sudah terlanjur, kakak tidak bisa bilang apa-apa kecuali merestui pernikahan kami,” kata Ernita. Sejak menikah mereka hanya bisa bertemu diam-diam. Setiap hari Sabtu siang, Ernita dan Arjuna bertemu di sebuah rumah milik keluarga Ernita. Meski bahagia

dengan pernikahan itu, Ernita merasa tersiksa dengan cara mereka berumah tangga. “Tidak ada yang namanya tidur bersama seperti suami istri dalam keadaan tenang,” ujarnya. Mereka hanya bertemu sesekali saja, tidak tinggal dalam satu rumah mengingat istri Arjuna rupanya streng dan sangat ketat mengontrol suaminya. “Hanya sesekali saja kami bisa tenang, saat Arjuna tugas keluar kota dan ikut bersamanya. Itu pun jika istrinya tidak ikut,” kata Ernita. Hampir setahun mereka menjalani hidup berumah tangga secara diam-diam. Sampai akhirnya pernikahan tersebut sedikit demi sedikit mulai terungkap dan menjadi terang benderang. “Entah dari mana kabar itu sampai juga ke telinga istri Arjuna,” kata Ernita. Istri Arjuna yang keras itu lantas mendatanginya dan tanpa basa basi menjambak rambut Ernita yang pasrah. Segala caci maki dan sumpah serapah diterimanya. Ia dianggap sebagai musuh dalam selimut. Kemurkaan istri Arjuna merembet ke mana-mana sampai terjadi perseteruan antar kelu-

BEBAS DARI TEROR Sejak itulah Arjuna tidak diperkenankan meninggalkan rumah, kebetulan juga sudah memasuki usia pensiun. Ke mana pun Arjuna pergi istrinya selalu mendampingi. Istrinya meminta Arjuna untuk menceraikan Ernita saat itu juga. “Kami bercerai tanpa berkomunikasi apa pun. Juga sejak itu, saya tidak pernah lagi melihat Arjuna sampai sekarang,” kata Ernita yang akhirnya menikah lagi dengan seorang duda beberapa tahun lalu. Pernikahan ini dilakukannya terutama untuk bisa melupakan Arjuna dan bebas dari teror istri pertama Arjuna. Namun, di luar semua itu, Ernita mengaku bahagia hidup bersama suaminya kini. “Saya kini bisa lega dan hidup bahagia lahir batin dengan suami yang sangat pengertian,” katanya. Ernita mau berbagi kisah hidupnya ini, menurutnya semata-mata untuk memberikan pelajaran bagi orang lain, betapa tidak enaknya merebut suami orang. Merebut kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga orang lain. “Saya benar-benar malu telah melakukan itu, meski pun saya dan Arjuna dulu saling mencintai,” ujarnya. Ketidakmampuan mereka mempertahankan cinta dalam keutuhan rumah tangga dalam badai yang besar itu, rupanya menyadarkan Ernita bahwa ini adalah hukuman yang diberikan Tuhan bagi mereka berdua. -Naniek I. Taufan


6

Koen Mulyono

Modifikasi tak Lebih dari 30% Perkembangan tata rias pengantin modifikasi kini semakin berkembang dan banyak diminati generasi muda. Alasannya lebih praktis, simpel, namun tetap bisa tampil cantik. Demikian yang disampaikan Hj. Koen Mulyono, S.E., M.A. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia “Katalia”, ditemui disela-sela aktivitasnya sebagai tim penguji dalam Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Denpasar.

P

Woman on Top

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

erempuan energik berusia 73 tahun ini memaparkan pada zaman dulu bahanbahan susah didapat, seperti bedak dari tepung beras. Sekarang semua serba ada, ada kosmetik. Baju dulu bahannya dari beludru tebal dan panas, zaman sekarang dibuat yang tipis tapi dimodifikasi dengan ornamen maupun kreasi lain, namun tetap pada dasar dari daerah tersebut. Di sinilah ditegaskannya peran Katalia, yakni memodifikasi tata rias pengantin yang sudah dibakukan sesuai perkembangan zaman

tanpa menghilangkan ciri khas daerah masing-masing. “Yang dimodifikasi tersebut tidak boleh lebih dari 30%,” ujar Koen yang menjabat Ketum DPP Katalia untuk dua periode (2007-2012 dan 2012-2017) ini. Sampai saat ini, dikatakannya Katalia sudah memiliki 13 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk uji kompetensi, yang ditandatangani Menteri Depnaker RI. Ke-13 SKKNI tersebut mencakup, Pengantin Solo Putri Modifikasi, Pengantin Bali, Pengantin Bugis-Makassar, Pengantin Muslim, Pengantin

Melayu-Deli, Pengantin gaun panjang, Pengantin Betawi, Pengantin Padang, Pengantin JatimMalang, Pengantin Banjarmasin, Pengantin Modern Nusantara, dan Pengantin Sunda. Koen menyampaikan ada tiga tujuan standar kompetensi ini. Pertama, agar anak muda mendatang masih tetap menyenangi tata rias pengantin daerah. Kedua, lebih mudah memperkenalkannya ke luar negeri. Dan ketiga, untuk ujian mudah dilaksanakan, yang berkaitan dengan perlengkapan yang diperlukan. Target Katalia ke depan, menyusun SKKNI tata rias pengantin seluruh Indonesia, serta uji kompetensi pengantin ini dapat diakui nasional dan internasional. “Kami sudah melakukan uji kompetensi di Malaysia Oktober tahun lalu untuk Tata Rias Pengantin Muslim Modifikasi, di Deli untuk Pengantin Gaun Panjang, dan bulan depan ke Singapura untuk menguji ujian Pengantin Muslim Modifikasi,” paparnya. Lomba Tata Rias Pengantin Modifikasi ini pun sudah pernah dilaksanakan sekali di Malaysia dan tiga kali di Singapura. Bahkan, November mendatang, Katalia diundang Kedutaan Perancis untuk peragaan busana pengantin Muslim di Perancis. Yang paling membanggakan bagi Koen adalah meskipun kegiatan Katalia ini tak disubsidi pemerintah, ia bersyukur masih ada pihak swasta yang mendukung kegiatan

organisasi swadaya yang programnya dapat membantu pemerintah dalam pelestarian budaya, serta bisa menyebarkan keterampilan tata rias pengantin ke seluruh Indonesia melalui pelaksanaan seminar-minar. Seperti, Seminar dan Workshop Tata Rias Pengantin Bali Modifikasi & Tengkuluk Lelunakan yang digelar Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post) bekerjasama dengan LKP Agung,

Katalia, dan Ranee Cosmetic, Kamis (9/4) di Wantilan Bali TV, Denpasar. Koen yang sudah 68 tahun (20 tahun menjabat Ketua DPD Harpi Melati DKI, 15 tahun menjabat Ketua DPP Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia/HIPKI) berkecimpung di dunia tata rias ini mengatakan kegiatan pelatihan keterampilan yang dilakukan Katalia dan LKP Agung ini merupakan pendidikan luar sekolah, bisa belajar kapan saja dan dimana saja. Peserta seminar ini pun kemudian diberikan beasiswa oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) untuk uji kompetensi, yang diikuti 40 peserta, 1 orang dari NTT, 20 asal NTB, 19 dari Bali. Uji kompetensi yang digelar Jumat (10/4) di TUK Agung di Bali tersebut dijelaskannya merupakan pelaksanaan ujian pertama di tahun 2015 ini. Berikutnya masih ada 31 agenda serupa di TUK-TUK yang tersebar di seluruh Indonesia dengan peserta lebih kurang 800 orang. “Dengan uji kompetensi ini, perias akan memiliki kemampuan yang teruji sehingga berdaya saing menghadapi kompetitor. Jangan sampai orang luar yang memiliki kompetensi di bidang ini, karena sudah seharusnya masyarakat Bali maupun Indonesia yang lebih menguasai keterampilan yang bersumber dari budaya kearifan lokal ini. Sehingga nantinya mampu dimanfaatkan untuk meningkat­kan taraf hidup,” tandasnya. –Inten Indrawati

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

Harus Tahan Godaan

“N

ggak salah tuh jadi security!” Begitu antara lain komentar kaget dari teman-teman Henikurnia ketika tahu wanita ini bekerja sebagai petugas keamanan di Mal of Serang (MOS), Banten, Jawa Barat. Namun, berbagai komentar itu ditanggapi Heni dengan santai. Ia maklum kalau profesi security untuk wanita masih belum biasa di masyarakat. Profesi ini masih dianggap ‘milik’ para lelaki lantaran risikonya cukup tinggi, pula, memerlukan banyak kegiatan fisik. Heni merupakan satu-satunya security perempuan di MOS. “Memang belum terlalu biasa ya wanita berprofesi sebagai tenaga security. Kebanyakan tenaga security kan lakilaki, di tempat saya pun hanya saya sendiri yang perempuan. Tapi tidak masalah, saya bisa menjalankan tugas seperti security lainnya. Tidak ada perbedaan tugas meski saya perempuan, jadi sama saja. Dari mulai soal pengamanan sampai pulang malam karena mendapat shift malam, saya juga menjalani itu. Tidak masalah kok,” ucap perempuan yang menguasai tiga macam bela diri ini. Awalnya, tutur ibu beranak dua ini, ia bekerja sebagai staf customer service di mal tersebut. Pekerjaan ini dia geluti selama dua tahun lebih, sebelum akhirnya mendapat tawaran menjadi petugas security. “Sebelumnya saya bekerja sebagai customer service, kemudian ditawari menjadi security di mal itu juga. Saya pikir, kenapa tidak? Meski memang jarang perempuan menjadi petugas satuan pengamanan (satpam), namun untuk saya sendiri hal itu tidak asing. Mungkin karena saya berasal dari keluarga tentara, kakak saya juga polisi. Jadi ketika dapat tawaran itu, saya terima saja. Ternyata malah seru dan enjoy,” ujar wanita 33 tahun ini. Suaminya ketika mendapat kabar tentang tawaran pekerjaan menjadi security, tidak merasa keberatan. Apapun pekerjaannya, asalkan halal tentu tidak masalah. Untuk penu-

19

Henikurnia

Jadi Security Terpaksa Potong Rambut gasan baru itu, ia terpaksa harus memotong rambutnya yang panjang menjadi pendek. “Sempat menjadi dilema buat saya. Karena suami saya lebih suka saya berambut panjang, hahahaha...Tapi akhirnya dia mengizinkan juga untuk potong rambut. Jadi cuma masalah ram-

Lebih Nyaman Salah satu perusahaan yang mempekerjakan security perempuan adalah Hotel Mercure Resort Sanur. Menurut Executive Assistant Manager Mercure Resort Sanur, Erlina, hotel di bawah naungan Accor ini, sudah memiliki standar yang memang wajib dipenuhi. Salah satunya, dengan mempekerjakan security perempuan. “Tamu yang datang ke hotel tidak hanya laki-laki, ada juga perempuan. Begitu juga, di internal, karyawan hotel juga banyak perempuan. Fungsi mempekerjakan security perempuan adalah untuk menjaga kenyamanan,” ujar perempuan yang sudah berkeliling bekerja di hotel naungan Accor di Bali ini. Ia mengatakan, Mercure Resort Sanur mempekerjakan dua security perempuan. Mereka bekerja sesuai shift, dan diusahakan tidak kosong tiap harinya. Security perempuan ini mempunyai waktu kerja yang berbeda dengan security laki-laki. “Jam kerja mereka dua shift. Pagi mulai pukul 07.00 sampai 15.00. Untuk sore hari, mulai pukul 12.00 sampai 20.00,” kata Erlina. Biasanya, kata Erlina, untuk pengecekan karyawan keluar masuk, untuk karyawan perempuan dilakukan security perempuan. Atau, misalnya terjadi sesuatu, dengan ditemani security perempuan, karyawan tentu ada rasa nyaman. “Saya juga merasa lebih nyaman, kalau ditemani security perempuan,” kata Erlina. Selama ini, kata Erlina, ada anggapan satpam atau security, orangnya harus tegas dan berbadan kekar. Ia menilai, dengan adanya security perempuan ini, ada sesuatu yang bervariasi. ‘Satpam tidak harus terlihat galak. Namun, disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Begitu juga, tergantung tempat dimana ia bekerja,” kata Erlina. Ia menambahkan, karena ditempatkan di hotel, para security harus memiliki keterampilan berbahasa Inggris, murah senyum, dan ramah. Selama ini, mereka merekrut security dari vendor. “Vendor yang sudah menyiapkan sesuai dengan kebutuhan. Untuk tes dan kualifikasi sudah dipilih vendor karena mereka sudah paham apa standar yang dibutuhkan hotel,” ucap Erlina. Khusus untuk security perempuan, selain murah senyum, ramah, dan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, wajah pun memakai make up termasuk memakai lipstick. “Dengan berdandan dan terlihat cantik, tentu sangat jauh dari kesan keras dan galak. Tamu yang datang juga lebih nyaman,” kata Erlina. -Wirati Astiti

but saja, lain dari itu tidak ada. Pesan suami, saya harus bekerja dengan baik, profesional juga berhati-hati,” kata Heni yang mengaku tidak suka bekerja di belakang meja. Seperti yang lain, untuk menjadi security ia pun menjalani pendidikan tertentu juga pelatihan-pelatihan. Sehingga ketika diturunkan ke ‘lapangan’ , tahu apa yang harus dilakukan sesuai tugas yang diembannya. Saat ini, tambahnya, sudah mulai banyak perusahaan mempekerjakan tenaga security perempuan, baik di perkantoran maupun di mal-mal. Karena ada beberapa hal yang ternyata lebih pas dilakukan oleh security perempuan. Misalnya saja memeriksa wanita yang dicurigai melakukan tindakan tertentu atau menggeledah perempuan, tentu lebih pas dilakukan oleh sesama perempuan. Heni sendiri pernah mengalaminya ketika berhadapan dengan seorang wanita yang dituduh melakukan pencurian di sebuah toko di dalam mal. “Kasus itu terjadi di sebuah toko di mal. Wanita itu dituduh menguntil di sebuah toko. Sungguh tidak menyangka, kalau liat penampilannya, orang itu rapi, memakai kerudung. Lalu pemeriksaan dilakukan, ditemukan barang bukti yaitu baju dari toko itu. Herannya, wanita itu mati-matian membantah meski ada barang bukti. Jadi ada beberapa kasus seperti ini. Biasanya penyelesaiannya tergantung pihak toko, apakah damai atau diteruskan ke jalur hukum. Kalau pelaku mengaku, diberikan sanksi berupa membayar beberapa kali lipat dari harga barang yang diambil. Ini untuk memberi efek jera. Tapi ada juga yang diteruskan ke jalur hukum,” tambahnya. NYARIS JADI KORBAN BEGAL MOTOR Sebagai tenaga pengamanan, seperti halnya security pria lainnya, ia pun kadang harus berhadapan dengan suatu situasi yang kurang mengenakan. Misalnya berhadapan dengan massa karena terjadinya kasus pencurian. “Suatu ketika ada tersangka pelaku pencurian handphone yang babak belur dipukuli massa. Orang itu sempat lari tapi berhasil ditangkap dan sempat dipukuli. Ketika tertangkap, kami membawanya ke kantor security. Nah sepanjang jalan kan penuh orang, tersangka itu dipukuli orang-orang yang kesal. Orang itu beroperasi dengan beberapa temannya, tapi cuma dia yang tertangkap. Keadaan jadi ricuh karena massa berkerumun di kantor security tidak mau membubarkan diri. Saya berusaha menenangkan massa yang masih ‘panas’ . Akhirnya mereka pun mau bubar,” ucapnya. Meskipun tidak sering kejadian-kejadian seperti itu, namun security seperti dirinya

Selama ini industri security dikenal maskulin, karena didominasi laki-laki. Bagaimanakah ketika kemudian ada sosok feminin dan cantik masuk di dunia ini? Menurut Letkol (Purn) Dra. I Gusti Ayu Wiratni Adriyani, M.M., Psikolog, profesi security guard, saat ini menjadi pilihan alternatif pekerjaan yang makin diminati bahkan oleh kaum perempuan. Melakukan tugas-tugas kepolisian terbatas dalam lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya, bukanlah hal yang mudah bagi seorang security guard perempuan. Meskipun semua tuntutan tugas security guard dapat dikerjakan oleh seorang perempuan, namun pada kenyataannya, sebuah perusahaan memiliki kebijaksanaan yang hanya mempekerjakan security guard perempuan dengan mempertimbangkan sisi keperempuanannya. Psikolog yang juga konsultan security ini mengatakan di lingkungan industri, security guard perempuan lebih banyak bekerja pada shift pagi-sore hari. Sedangkan di lingkungan perusahaan migas, perempuan tidak dilibatkan dalam pekerjaan patroli dan tidak bertugas di offshore. Namun, mereka ditempatkan di office. Memang, katanya bagi security guard perempuan, bekerja di lingkungan yang mayoritas laki-laki merupakan kebanggaan tersendiri. “Yang kerap menjadi kendala adalah bagi perempuan berstatus single adanya godaan-godaan dari rekan sejawat atau sikap cemburu suami terhadap rekan kerja bagi mereka telah menikah,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Yatni ini. Sedangkan bagi perusahaan, security guard, perempuan diperlukan untuk pekerjaan terkait pemeriksaan fisik tamu atau pengunjung perempuan, tenaga administrasi atau sebagai ajudan. Beberapa perusahaan ada yang enggan mempekerjakan security guard perempuan karena dianggap kurang fleksibel untuk pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan 24 jam. Yatni, sebagai security advisor pada perusahaan minyak dan gas, ia sangat merekomendasikan pekerjaan atau profesi sebagai security guard kepada para perempuan, untuk tidak ragu memilih sebagai salah satu alternatif lapangan pekerjaan. Namun, diingatkannya pula bahwa sebelum dipekerjakan, agar menjadi seorang security guard yang profesional, harus melalui pendidikan minimal garda pratama di Sekolah Polisi Negara. Selanjutnya secara bertahap, berjenjang dan berlanjut akan mendapatkan sesi pembekal pengetahuan serta keterampilan untuk menunjang tugas- tugasnya di lapangan. - Sri Ardhini harus selalu siap dan sigap dalam menghadapi berbagai kejadian terkait keamanan dan pengamanan mal. Baik terkait tindakan kriminal ataupun hal-hal biasa seperti mengingatkan customer untuk hal-hal tertentu. “Misalnya soal parkir sembarangan. Mereka parkir di depan lobi, padahal itu dilarang. Ini mungkin persoalan sepele, namun penertibannya tidak selalu mudah. Ada saja pengunjung yang bandel, meski sudah ditegur, tetap saja parkir di sana. Atau, misalnya tentang anakanak yang naik eskalator. Kepada orangtua saya sering mengingatkan agar berhati-hati. Atau orangtua yang membawa anak-anak di mal agar mengawasi, khawatir hilang, dll. Yang penting dalam menegur atau memberi tahu pengunjung dilakukan dengan baik-baik, dengan cara-cara yang mereka bisa terima,” katanya. Biasanya pengunjung jika diberi tahu dengan baik-baik bisa memahami. Namun, terkadang ada juga yang tidak terima atau malah marah dan tersinggung. Nah untuk mengatasi hal ini, yang diperlukan adalah tetap bersabar, jangan terpancing ikut marah. Kesabaran dan kekuatan mental memang diperlukan Heni dalam menjalankan tugas ini. “Pernah ada kasus seorang pengunjung marah-marah di sebuah toko. Saya membantu menyelesaikan, namun ikut kena damprat. Padahal jelas-jelas pengunjung itu salah. Dia marah sambil mengucapkan kata-kata kasar. Tapi saya berusaha tenang, menjaga kata-kata saya agar tidak membuatnya makin marah,” ucapnya. Jadi memang menjadi security atau satpam ini, boleh dibilang tantangannya cukup besar karena bukan hanya soal keamanan dan pengamanan tapi juga bagaimana menghadapi atau melayani para pengunjung yang beragam, baik karakter maupun latar belakangnya. “Tapi sejauh ini semua bisa diatasi. Saya bisa mengomunikasikan dengan pengunjung maupun pihak tenant apabila terjadi masalah,” tambahnya.

Secara keseluruhan, ujarnya lagi, dia merasa pengalamannya sebagai security yang telah dijalaninya selama dua tahun lebih ini, menyenangkan. Banyak pengalaman menarik yang dialaminya selama bekerja, makin ‘memperkaya’ dirinya. Bagaimana menghadapi orang dengan berbagai latar belakang juga masalahnya, mengatasi masalah-masalah yang terjadi di lapangan, atau bagaimana menghadapi suatu situasi yang penuh tekanan, menurutnya,merupakan tantangan tersendiri sekaligus merupakan proses pembelajaran bagi dirinya. Lebih dari itu, katanya lagi, dengan pekerjaannya yang sekarang, ia mendapat banyak relasi dari berbagai kalangan. “Pertemanan saya menjadi lebih luas karena menjadi kenal dengan berbagai orang dari berbagai kalangan. Bagi saya, memperbanyak relasi sangat penting dan berguna di kemudian hari,” katanya. Berbicara soal godaan lelaki iseng, menurut Heni sembari tertawa, itu adalah hal yang biasa dan cukup sering dialaminya. “Namanya juga di mal, pengunjung banyak, jadi ada saja yang iseng. Tapi saya menghadapinya biasa saja, tetap profesional,” kata Heni yang dua kali dalam sepekan bertugas hingga pukul 22.00. Sebagai orang yang bekerja hingga malam hari, Heni mengaku berita pembegalan membuatnya makin ekstra hati-hati ketika pulang malam. Untuk mencapai rumahnya, dibutuhkan 1 jam perjalanan dan harus melewati jalan-jalan yang relatif sepi. Ia sendiri mengaku sempat mengalami percobaan pembegalan, untungnya berhasil lolos setelah menendang motor yang memepet motornya. “Waktu itu pulang kerja, pukul 22.00 Di jalan, ada motor yang memepet motor saya dan berusaha menyenggol. Tapi saya tendang motor itu kemudian saya ngebut. Akhirnya lolos! Pengalaman itu membuat saya makin berhati-hati khusus ketika pulang malam. Selalu waspada terhadap hal-hal yang mencurigakan,” ungkapnya. -Diana Runtu


20

Inspirasi

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Anak Agung Istri Acyuta Kirana

Bangga “Merah Putih” Berkibar di Fifth Avenue Selepas wisuda di Universitas Gadjah Mada tahun 2014 lalu, perempuan muda ini langsung mendaftar di University of Edinburgh, kampus terbaik ke-17 di dunia. Ia diterima dan juga mendapatkan unconditional offer of admission untuk program studi Master of Science International Relations. Siapa dia dan kenapa ia bisa dengan mudah lolos tanpa syarat.

Gung Is saat di Ateneo University di Manila

“M

ungkin kalau saya tidak mengikuti berbagai event internasional, tidak akan seperti sekarang. Bagi saya berbagai pengalaman itu berpengaruh pada pola pikir dan cara memandang dunia. Saya selalu memanfaatkan networking untuk memperoleh informasi mengenai kampuskampus asing atau berbagai acara internasional,” ujar pemilik nama lengkap Anak Agung Istri Acyuta Kirana, S.I.P., ini.

Pada Januari 2012, Gung Is begitu sapaan akrabnya, sempat mengikuti acara Konferensi Kepemimpinan Pemuda International atau International Youth Leadership Conference (IYLC) di Praha, Republik Ceko. Acara tersebut diselenggarakan Civic Concept International bekerja sama dengan European Union dan diikuti 164 peserta dari berbagai negara di dunia. Dalam event di luar negeri ini, Gung Is mengaku banyak belajar dan mulai membuka wawasan, apalagi ketika itu dirinya baru sebulan sebelumnya merayakan ulangtahun ke-18. “Mulai dari mencicipi kuliner khas Eropa, hingga berinteraksi di ajang simulasi parlemen Eropa dan International Court of Justice. Selain itu para delegasi juga diajak berkunjung ke Gedung Senat Republik Ceko dan bertemu salah seorang senator yang menyambut dengan pidato mengenai negaranya,” tutur putri sulung dari pasangan Anak Agung Ngurah Agung , S.H., dan Aryani Tedjamulja ini. Bagi gadis multitalenta ini, pengalamannya itu sangat berkesan. Selain membuka wawasan, ia merasa beruntung menjadi WNI terutama yang berasal dari Bali. Teman-teman asingnya sangat

Manfaatkan Sosmed

Gung Is bersyukur atas dukungan orangtuanya. Meski awalnya tidak mudah, namun, kini mereka pendukung utama sekaligus pemberi semangat yang luar biasa. Selama di luar negeri, selain sering berkabar tentang kegiatan, juga menceritakan teman-temannya seperti apa, hingga mereka tahu kalau ia ada di lingkungan yang baik “Orangtua saya adalah orang-orang yang sangat percaya pada kemampuan saya, sehingga kalau saya sedang merasa down dan merasa pesimis terhadap prestasi saya, merekalah yang mengingatkan saya lagi dan lagi, bahwa sebenarnya saya mampu,” katanya. Sementara itu ia juga menyayangkan, masih sering melihat teman-temannya di Bali yang ingin belajar di luar Bali selalu terhalang oleh keluarga yang berharap mereka belajar di Bali saja. “Memang sih, kita sudah merasa nyaman di sini dan semuanya sudah ada di Bali. Tetapi, kita harus bisa meyakinkan keluarga bahwa mimpimimpi kita tidak hanya di sini saja,” katanya Saran Gung Is untuk teman-teman, manfaatkan sosial media yang ada tidak hanya untuk ‘ngeksis’ tetapi menjalin pertemanan dengan teman-teman asing. Selain bisa berlatih bahasa, kita juga mendapatkan banyak info yang tidak mudah didapatkan di sini,”pungkas perempuan yang fasih berbahasa Inggris, Prancis dan juga mampu berbahsa Jepang dan Korea ini. -Nina

menyukai Pulau Dewata, dan sempat beberapa kali berpotret dengan Gung Is, yang mengenakan kebaya Bali pada acara malam kebudayaan. Namun, ada satu hal yang tidak pernah dilupakan Gung Is selama perjalanan ke Eropa, yakni pertemuannya dengan pasangan suami-istri muslim dari Prancis dan kebetulan duduk di sebelahnya dalam perjalanan dari Jakarta menuju Dubai. “ Selama kurang lebih delapan jam perjalanan, kami mengobrol tentang banyak hal, terutama bagaimana Indonesia dan keharmonisan antar agama di Indonesia. Waktu itu saya sedang membaca buku ber-genre agama, sehingga si bapak itu mau memulai pembicaraan mengenai agama. Ia dan istrinya juga sempat membantu saya yang nyasar karena airport Dubai begitu luas. Setelah berpisah di bandara, kami masih tetap berhubungan melalui email,” ucap lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Hubungan Internasional, Universitas Gajah Mada ini. MENGECAT RUMAH Masih di tahun 2012, di bulan Juli lagi-lagi Gung Is berangkat ke luar negeri. Kali ini ia mengikuti pertukaran budaya Indonesia–Filipina, Youth Cultural Exchange Program di Manila, Filipina. Acara ini diselenggarakan oleh ASEAN Youth Friendship Network (AYFN) yang bekerja sama dengan Ateneo University di Filipina.

“Kami delegasi Indonesia menginap di asrama kampus Ateneo dan masing-masing mendapat teman dari universitas untuk bertukar pikiran. Selain belajar budaya Filipina seperti tarian, bela diri, dan bahasanya, kami juga diajak mencicipi kuliner Filipina dan melakukan social work seperti mengecat rumah dan berkenalan dengan warga desa di Manila,” ujar Gung Is yang piawai memainkan beberapa alat musik dan menari Bali ini. “Menurut Gung Is, satu hal yang sangat kontras dari mahasiswa di Ateneo University dengan mahasiswa kampus di Indonesia, adalah cara mereka berpakaian. Di sana kuliah seperti sedang liburan, pakai celana pendek, kaos, topi, seperti itu. Kalau di sini, kita formal sekali untuk ke kampus. Walau begitu, mereka tetap serius belajar. Ateneo University tergolong salah satu kampus yang cukup terkenal di Filipina,” urai Gung Is yang saat itu sempat tampil menyanyi sambil main gitar. Setelah dari Filipina, Gung Is mengakui makin ketagihan mencari pengalaman di luar negeri. Ia giat terus mengikuti seleksi yang diadakan untuk menjaring delegasi. Akhirnya, setelah melalui tes esai dan wawancara, ia berhasil mendapatkan tempat dalam panel Law pada Harvard Project for Asian and International Relations (HPAIR) Harvard Conference 2013 yang berlangsung Februari di Boston, Amerika Serikat.

Gung Is saat di Harvard University

“Senang rasanya telah menjejakkan kaki di Eropa, kini bisa menjelajah benua yang lebih jauh. Apalagi keberangkatan saya waktu itu bertepatan dengan badai salju yang membuat kota Boston makin indah dengan salju yang menggunung,” ujar murid kelas percepatan di SMA 1 Denpasar, Bali yang sebelum ke Boston, sempat berkunjung ke New York dan Washington, DC ini. “Di New York saya tinggal di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Ternyata, mahasiswa dan WNI boleh menginap di KJRI dengan gratis asal memberitahu sebelumnya melalui email. Senang bisa tinggal di bangunan kecil di area Fifth Avenue dengan bendera Indonesia berkibar di atasnya. Saya juga berkenalan dengan Pak Nyoman yang juga berasal dari Gianyar. Rasanya senang tetapi makin rindu dengan Pulau Dewata, karena logat Bali-nya Pak Nyoman kental meskipun telah puluhan tahun menetap di Amerika,” ujar Gung Is. Selanjutnya Gung Is mengatakan saat memasuki lingkungan kampus Harvard, suasananya berbeda dan bangga bisa melihat langsung salah satu kampus terkenal di dunia yang berhasil melahirkan orang-orang luar biasa. “Saya menginap di salah satu kamar asrama atau dorm mahasiswa Harvard, dengan roommate yang berasal dari Nigeria. Kami banyak bertukar pendapat. Meskipun mereka mahasiswa kampus Ivy League tetapi tetap ramah dan sama sekali tidak sombong,” katanya. Pada acara itu juga Gung Is sempat bertukar pikiran dan cerita, dengan delegasi dari Jepang, Rusia, Jerman, Amerika, dan yang lainnya. Bahkan beberapa dari mereka kini menjadi sahabat dekatnya. “Malah yang dari Jerman mendukung saya mencari gelar Master di tempat dia belajar di University of Edinburgh,” cetusnya. Menurut Gung Is, teman-teman yang ditemuinya di luar negeri selama ini sangat membantu dalam memberikan saran dan informasi. Bahkan selama kuliah, banyak tugas kelas dan materi skripsi yang ditanyakan langsung kepada mereka. -Nina

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Yustina KM

5

Jalan-jalan Cari Batu Akik Cendol dan batu permata adalah dua benda yang berbeda. Perbedaannya sangat jelas baik dari segi bentuk, jenis, fungsi serta manfaatnya yang memang tidak sama. Tetapi, lain halnya dengan Yustina Kenyo Martin (KM), cendol dan batu permata adalah satu yang tak dapat dipisahkan. “Dimana pun ikut pameran atau bursa batu permata, saya juga menjual cendol,” katanya penuh canda.

Yustina Kenyo Martin

W

anita kelahiran 12 Desember 1951 ini memang tak dapat dipisahkan dengan batu permata dan cendol setiap mengikuti pameran. Termasuk dalam mengikuti Bursa Keris dan Batu Permata yang digelar Bali Travel News di Wantilan Bali TV. Ia menjual batu permata, sedang cendol dijual oleh karyawannya. Ia menjual cendol karena ingin mempertahankan jenis minuman tradisional ini. Namun, jenis minuman ini dikemas secara sehat, memakai pewarna dari tumbuh-tumbuhan. Demikian sebagai pemanis menggunakan gula merah asli Bali dan tidak memakai pengawet. Batu permata memang menjadi hobinya sejak kecil. Lewat batu-batu unik itu ia ingin memperkenalkan kekayaan alam

nusantara yang memang kaya sejak zaman dulu. Karena itu, jika berpameran ia tak selalu mengejar keuntungan, tetapi lebih pada mensosialisasikan batu permata. Dalam pameran itu ia juga membawa kristal yang didatangkan dari Myanmar. Batu akik dari berbagai daerah di nusantara. “Kalau pameran saya selalu nganggoang keneh, sesuai selera,” ucapnya seraya mengaku pernah pameran dengan istilah buka lapak di Padang, Bandung, Jateng dan di beberapa daerah di Bali. Menurut wanita yang biasa disapa Sekardalu itu, kristal lebih banyak dipilih karena baik untuk memusatkan pikiran dalam sebuah meditasi. Kristal memiliki aura positif dapat memberikan rasa damai dan jiwa tenang, sehingga meditasi menjadi lebih sempurna. “Kristal memiliki energi alam yang sangat kuat, karenanya kristal sering dipakai sarana healing,” ucapnya. Kuncinya, kata Yustina adalah keyakinan. Aura dalam kristal pasti akan muncul bila kita sudah mampu meyakininya. Jika tidak percaya, kristal itu akan menjadi benda biasa yang tak memiliki kekuatan apa-apanya. “Beda dengan batu akik, jenis kekuatannya sesuai dengan tempat atau dimana batu didapat,” tambahnya. Artinya, jika batu itu di dapat di tempat yang angker dan keramat, kekuatannya juga seperti itu. Demikian sebaliknya, kalau batu akik didapat di tempat suci dan baik, kekuatannya akan positif. “Juga sangat tergantung

Yustina saat melayani pembeli

dengan pikiran si pemakai. Kalau pikirannya jahat, maka kekuatan yang dimunculkan cendrung negatif. Demikian sebaliknya,” jelas Yustina. Ia mengatakan, dalam memilih batu permata mesti hati-hati, sehingga tidak tertipu dengan batu yang palsu. Salah satu cara untuk membedakan batu akik yang asli dan palsu dengan melihat warnanya. Batu akik yang asli jika disenter akan memunculkan cahaya yang tenang. Beda dengan yang palsu, cahayanya akan memantul keluar. BERAWAL DARI PURA MASCETI Yustina mengaku, sejak kecil (sekitar umur 6 tahun) sudah menyukai dengan batu-batu bertuah. Mula-mula mengumpulkan barang-barang antik dan unik, selanjutnya mengoleksi batu akik hingga kristal. “Orang selama ini hanya tahu batu, tetapi belum tahu kekuatan apa yang terkandung didalamnya. Itulah salah satu alasannya saya menyukai batu permata,” ujarnya. Sebagai kolektor barang antik terus ia tekuni hingga sebagai

siswa SMP (tahun 1971). Selain batu-batu antik, ia juga menyukai gelang, cincin dan jenis perhiasan lainnya. ada yang murni karya warga Indonesia, ada juga karya India. “Saya berjalan dari satu daerah ke daerah lain. Ketika ada yang memberinya barang, saya tidak membelinya, tetapi mahar yakni memberi imbalan jerih payah atau ongkos jalan,” ceritanya. Namun, setelah SMA yang pada musim-musim bercinta ia tak peduli dengan benda-benda unik itu. ia menghabiskan masa remajanya dengan bercinta. Setelah 15 tahun kemudian, ia kembali mengoleksi batu permata hingga kini. Indonesia dan Nusantara sangat kaya akan tambang, tetapi masyarakatnya cuek bahkan tidak menyayangi tambang itu termasuk batu. Ketika diambil dan diklaim oleh negara lain, baru kebakaran jenggot. “Artinya, batu itu juga bisa dijual agar bisa makan. Hal itu akan lebih baik ketimbang korupsi. Mari kita hargai apa yang ada di Nusantara, jangan tergiur benda luar yang tak ada apa-apanya,” ajak

Yustina. Zaman dulu, batu-batu unik ini tidak ada yang meliriknya. Namun, ia sendiri merasa tertarik dan terdorong untuk mengoleksinya. Bahkan, jauh sebelum batu permata menjadi favorit bagi orang-orang, ia sudah memilki beberapa koleksi. “Kalau wanita lain kemana-mana mencari baju, tetapi saya berjalan-jalan cendrung mencari batu antik,” kenangnya. Saat itu, banyak orang yang mengira dirinya kurang waras karena sebagai wanita bukannya suka dengan hal-hal modis seperti gadis kebanyakan. Tetapi justru mengumpulkan batu kuno dan antik. “Sindiran dan ledekan sering terjadi, tetapi saya santai saja. Saya senang kok,” jawab istri Gino ini kalem. Menurut Yustina, batu itu bisa ditemukan dimana saja. Ada yang didapat di jalan, saat meditasi, dan dalam kegiatan spiritual lainnya. “Kalau sudah jodoh, batu itu pasti datang pada kita,” ujarnya menyakinkan. Yustina mengaku pernah mendapat batu yang unik berawal dari Pura Masceti Gianyar. Ia melihat masyarakat yang sedang menggelar upacara larungan (pakelem istilah Bali). ia kemudian pulang dan duduk merenung tujuan dan fungsi dari pada upacara tersebut. Tiba-tiba ada yang melempar benda cukli, seperti keong. Pada mulanya ia tak mau mengambilnya, tetapi setelah mengeluarkan warna hijau maka ia coba ambil dan menaruhnya di tangan. Benda itu lengket seperti nyedot. “Sejak itu, saya yakin, bahwa alam punya jiwa dan kekuatan yang dipercayai masyarakat Hindu dalam melakukan upacara makelem,” terang ibu dari empat putra ini. -Darsana


4

Inspirasi

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Paulus Phoek

Pengusaha Boneka Unik “Micawork” Sebenarnya bukan hal yang aneh kalau lelaki terjun ke bisnis boneka karena saat ini pun ada banyak lelaki yang bukan hanya menjadi pengusaha tapi juga kreator pembuatan boneka. Namun Paulus Phoek, pengusaha sekaligus kreator boneka unik ‘micawork’, rupanya punya pengalaman menarik terkait keberadaannya sebagai kreator boneka. Betapa tidak, gara-gara dirinya adalah lelaki, beberapa kali kesempatannya untuk memperoleh ‘award’ atas boneka-boneka unik ciptaannya, hilang. Ini lantaran award yang akan diberikan itu adalah untuk para wirausaha wanita.

“A

da beberapa kali kejadian dimana orang mengira yang menciptakan boneka-boneka ini adalah wanita.Saya jadi kehilangan kesempatan mendapat ‘award’lantaran ketika ditanya siapa yang menciptakan, saya bilang saya sendiri. Ternyata laki-laki....hahahah, saya batal dapat penghargaan. Karena teryata penghargaan itu untuk wanita-wanita kreatif,” ujar Paulus Phoek yang ditemui di sela-sela pameran Inacraft 2015 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan. Paulus Phoek sendiri mengaku dirinya tak menyangka kalau akan menekuni bisnis pembuatan boneka. Sebelumnya ia bekerja sebagai arsitekdi Jakarta namun kemudian pulang ke kampung halamannya di Solo untuk meneruskan bisnis keluarga yang jauh berbeda dengan bidang

Paulus Phoek kearsitekan. Sebagai seorang arsitek, akunya, ia memiliki passion tersendiri terkait desain, warna, dsb. “Ada keinginan saya untuk membuat sesuatu, tapi tidak tahu apa,” katanya. Suatu ketika ia melihat toko boneka yang merupakan bisnis keluarganya. “Saya lihat, lho kok model-model bonekanya seperti ini ya. Lalu ada orang datang memesan bantal boneka berbentuk kaki. Ternyata produk bantal boneka itu digemari orang. Tapi ketika itu belum terbersit dalam diri saya untuk membuat bantal boneka. Saya ini penggemar traveling, suatu ketika melihat orang tertidur nyenyak di kereta, kepalanya teranggukangguk ke kanan-kiri.Di saat itulah inspirasi itu muncul, yakni membuat bantal untuk traveling. Dari sana kemudian berkembang ke produk-produk bantal boneka lainnya. Jadi boleh dibilang,bisnis

bantal boneka ini adalah temuan yang tidak sengaja,” ungkap lelaki jebolah Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada Yogyakarta ini, panjang-lebar. Mesk begitu, Paulus tidak mau bantal produknya sama dengan karya orang lain. Ia juga tak mau kreasinya tampak biasa-biasa saja. “Saya ini adalah seorang arsitek jadi harus bisa membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sesuatu yang bisa menarik orang banyak. Bagaimana memadupadankan sesuatu sehingga menghasilkan produk yang unik,” ungkapnya. Ketika memulai bisnis ini, kata Paulus, sungguh tidak mudah. “Untuk tes pasar, saya mencoba membuat dua bantal kreasi saya dan menitipkannya pada penjual yang mangkal di stasiun kereta Solobalapan, Solo.Tapi waktu itu ditolak penjual karena khawatir tidak laku,” ungkap lelaki kelahiran tahun 1967 ini mengenang

awal merintis bisnis bonekanya. Tapi itu tidak membuat Paulus patah semangat. Sebalinya ia menjadi makin tertantang dan termotivasi untuk terus maju. Dia tetap berproduksi dan melahirkan karya-karya kreatif yang kemudian dipasarkannya dan ke berbagai kalangan. Dia juga rajin mengikuti pameran dan bazar. Dibantu dengan keluarganya, perlahan namun pasti, bisnisnya berkembang. Pesanan bantal berlabel ‘micawork’ ini mulai membanjir hingga ia pun kewalahan. PRODUK HANDMADE MAKIN DIHARGAI Ia melihat bahwa sekarang ini orang semakin menghargai produk-produk handmade daripada pabrikan atau produk masal. Sekalipun harganya relatif lebih mahal, namun banyak konsumen senang membelinya. Misalnya saja, sarung jok mobil produk saya yang meski harganya tidak murah namun disukai konsumen. Strategi memasarkan lewat dunia maya, ujarnya, juga sangat efektif untuk pengembangan bisnisnya.Karena dunia maya mampu menjangkau konsumen dimana pun dia berada. “Saya mendapat banyak sekali pesanan. Namun yang tak kalah banyaknya adalah mereka yang memesan secara ekslusif, dalam artian desain, material yang digunakan dan lain-lain, konsumen yang menentukan. Jadi kami tinggal mengerjakannya saja. Ternyata banyak yang suka begitu, lho. Mereka tidak keberatan membayar mahal untuk suatu barang yang dia tahu hanya dia yang memiliki,” kata Paulus yang mengaku ketika kecil justru tidak suka pelajaran prakarya dan melukis. Namun, katanya, ada satu persoalan terkait pemasaranyang dirasakannya agak mengganggu. Yakni, masalah pengiriman produk ke daerah lain. Persoalannya ada pada cost yang tinggi untuk pengiriman, bahkan terkadang ongkos pengiriman tidak sebanding dengan harga produk yang dibeli. Alias, ongkos pengiriman lebih mahal daripada harga barang.Itu karena biaya pengiriman produk tersebut dihitung berdasarkan volume barang bukan berat barang. Contohnya, pengiriman ke Malaysia misalnya, untuk bantal boneka seharga Rp90 ribu biaya pengiriman bisa mencapai Ro200 ribu. Tapi

konsumen asal Malaysia itu tetap membelinya karena ia sudah telanjur suka. Sebagai perbandingan, pesaing dari Cina mampu menjual produk yang sama dengan harga yang sama namun tanpa biaya pengiriman ke Indonesia. “Bayangkan, Cina bisa seperti itu. Itu karena Cina memiliki kapal khusus untuk itu. Jadi saya berharap rencana tol laut Jokowi ini bisa terwujud. Itu akan sangat membantu bagi perkembangan bisnis ini,” kata Paulus yang telah empat kali mengikuti pameran Inacraft di Jakarta. Keikutsertaannya di Inacraft, katanya mengaku, berdampak sangat positif bagi bisnisnya. Salah satunya produk bantal bonekanya makin dikenal. Tahun lalu, tuturnya, ada buyer dari Amerika yang ingin membeli dalam partai besar. Namun saya menolak karena kondisi saya masih sangat terbatas. Ketika ditanya apakah tidak khawatir desain produknya ditiru pihak lain, maklum selama ini ada banyak kasus penjiplakan produk kerajinan, Paulus dengan tegas mengatakan tidak. “Saya tidak khawatir, biarkan saja. Yang terpenting adalah kita harus terus berkreasi, jangan pernah berhenti. Kreatif dan inovatif, itu saja kuncinya. Dengan dua hal itu, kita akan bisa bertahan dan berkembang, tentu saja, satu hal penting lainnya adalah bekerja keras,” kata Palulus. Bisnis boneka paparnya lebih lanjut memiliki prospek yang tetap cerah. “Suatu ketika saya menonton televisi, di sana saya melihat seorang pemilik pabrik boneka menulis,’Selama ada wanita melahirkan, bisnis boneka tidak akan pernah bangkrut’,” kata Paulus yang mengaku turun langsung mengerjakan produknya, mulai dari desain, pemilihan bahan dan finishing. Ia juga melakukan kualiti kontrol yang ketat terhadap produk-produknya agar kualitas terjaga. Dengan semakin membesarnya volume pekerjaan, seiring membanjirnya order, Paulus pun semakin sibuk. Tapi katanya, dia sangat menikmati pekerjaannya, sehingga hal itu tidak masalah. Apalagi, katanya, sampai saat ini dia belum mendapatkan orang yang punya kemampuan sebagaimana yang diharapkannya. “Saya sebenarnya ingin juga ada yang membantu, misalnya di bidang desain. Namun sampai sekarang saya belum menemukan orang yang pas. Jadi semua masih saya kerjakan sendiri,” lanjutnya. Satu hal yang menarik dari perkembangan bisnis bantal boneka milik Paulus ini, yakni, kalau dulu saat ia baru merintis, terasa sulit memasarkannya. Bahkan ada yang menolak memasarkan. Namun sekarang ia justru terpaksa menolak pesanan karena keterbatasan. “Terus terang saja, sekarang ini saya sampai menolak-nolak pesanan karena keterbatasan. Ini kan produk yang kebanyakan dikerjakan dengan tangan sehingga memerlukan waktu yang lama. Jadi kalau terlalu banyak pesanan, saya tentu harus berhitung cermat. Saya tidak mau asal terima atau disubkan kepada orang lain karena ini menyangkut kualitas produk. Kalau di-outsoursching-kan, saya tidak bisa melakukan kualiti kontrol. Itu saya tidak mau. Jangan sampai pembeli kecewa karena kualitas menurun,” katanya. Untuk menjaga mutu produk sekaligus image dari produknya, ia pun termasuk orang yang seletif dalam memasarkan. Baginya uang dan keuntungan bukan satu-satunya yang dijadikan orientasi dalam bisnisnya. “Ada macam-macam alasan, misalnya, saya tidak mau produk saya dijual bersama produk yang sama namun bermutu rendah yang diproduksi oleh pihak lain, dll. Saya susah payah membangun image, jangan sampai rusak (image) karena disanding dengan produk berkualitas rendah.Tapi sebaliknya, saya akan dengan senang hati menerima permintaan orang jika ia berkeinginan menjual (hanya) produk saya. Buktinya, saya mengizinkan orang melakukan resell meski ia hanya berjualan lewat instagram,” paparnya. –Diana Runtu

Mandalika Sabtu, 11 April 2015, tepat dua abad yang lalu, Gunung Tambora meletus dengan sangat dahsyatnya. Selain mengubur dua kerajaan yang ada di kaki gunung ini, yakni Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora, juga meluluhlantakkan Kerajaan Sanggar, akibat erupsi besar Gunung Tambora bahkan sempat mempenga­ruhi iklim global.

D

engan kekuatan ledak super besar itu, Tambora seperti menghempaskan emosinya. Menurut Igan

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Tambora Menyapa Dunia

Bibir kawah Tambora di pagi hari

S. Sutawija, geolog dari Museum Geologi Bandung yang peneliti Gunung Tambora, beberapa gunung pembanding adalah kisah letusan Gunung Krakatau yang menghebohkan di tahun 1883. Kekuatan ledak gunung ini hanya setara 21.500 kali bom atom. Gunung yang paling dekat dengan Tambora adalah Gunung Agung di

Bali yang meletus 1963, kekuatan ledaknya hanya 2.600 kali bom atom. Sedangkan ledakan gunung yang disebut paling mematikan dalam sejarah ini jauh lebih hebat dari dua gunung tersebut. “Dengan segenap kekuatannya, Tambora memuntahkan material yang sangat banyak, setara de­

ngan kekuatan ledaknya 171.428 kali bom atom,” ungkap Igan S. Sutawijaya. Menurutnya, ledakan itu akhirnya meninggalkan bekas kawah raksasa berdiameter 7 kilometer dengan kedalaman kawah mencapai 1.200 meter (1.2 km) dari bibir kawahnya. Itu terjadi dua abad silam. Sisa-sisa ledakan itu

Menikmati Sensasi Bunyi Unik Sepanjang perjalanan menuju lokasi peringatan yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo ini, banyak keunikan yang ditawarkan. Padang yang sangat luas adalah pemandangan tersendiri yang bisa dinikmati di kawasan ini. Dan di sepanjang padang tersebut, akan terlihat areal rumput yang menghijau jika musim hujan (kering di musim kemarau), batubatu muntahan letusan Gunung Tambora berserakan, juga padang yang ditumbuhi rumput itu rupanya menyimpan pasir yang cukup luas arealnya. Padang-padang rumput tampak kering di antara perbukitan dengan batu-batu besar teronggok di atas maupun di sekelilingnya. Di wilayah Doro Ncanga dan juga Doro Peti akan ditemui puluhan ribu ternak, seperti sapi, kerbau dan kuda yang berkeliaran sengaja dilepas di areal ini. Di sepanjang perjalanan sebelum memasuki permukiman-permukiman warga yang jaraknya terbilang jauh dari satu tempat ke tempat lainnya, juga masih bisa disaksikan begitu banyak sapi, kerbau dan kuda, yang juga dilepas pemiliknya begitu saja di perbukitan dan padang-padang luas tanpa pengawasan. Cara beternak seperti ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun di wilayah Bima dan Dompu. “Cara seperti ini dikenal dengan So,” ungkap Hamid, salah seorang peternak yang menjemput sapinya ketika sapi tersebut hendak melahirkan. Ternak-ternak warga dilepas begitu saja untuk mencari hidup sendiri. Masyarakat Bima dan Dompu pemilik ternak terutama dalam jumlah yang banyak, jarang ada yang memelihara ternak-

21

ternaknya di kandang melainkan melepasnya ke padang-padang luas maupun perbukitan. Meski cara ini tanpa pengawasan, sangat jarang ternak-ternak ini hilang akibat dicuri. Dan uniknya, ketika para peternak ini membutuhkan ternakternak mereka, masing-masing tuan ternak ini tinggal mendatangi lokasi tempat mereka melepas ternaknya. Dengan satu dua kali panggilan dengan suara khas, ternak-ternaknya akan datang mendekat. Uniknya lagi, jika misalnya Tuan A yang memanggil ternaknya, maka yang mendekat hanya ternak milik Tuan A tersebut. Setidaknya inilah pengakuan para peternak yang sempat ditemui di lokasi ini. Keunikan lain yang ada di kaki Gunung Tambora wilayah Doro Ncanga adalah padang rumputnya yang jika dijatuhi benda keras maka akan berbunyi seperti benda menumbuk wadah yang di dalamnya kosong. Di tengah

perjalanan, jika menggunakan mobil pribadi atau carteran, baiknya beristirahat sejenak di padang rumput yang luas tersebut untuk menikmati sensasi bunyi yang unik ini. Lokasinya di Doro Ncanga, sekitar dua jam perjalanan dari Dompu atau tiga setengah jam dari Bima. Doro Ncanga dalam bahasa Bima berarti gunung bercabang. Dari kawasan ini, di kejauhan tampak Gunung Tambora. Di kawasan ini pula merupakan pintu masuk ke Gunung Tambora yang siap dengan jalur adventure. Ada yang unik di padang rumput ini. Beberapa orang terlihat menghentakkan kaki berulangulang di padang rumput berbatubatu ini dan mereka beramairamai mengenggam sebuah batu lalu melemparkannya ke atas setinggi-tingginya. Begitu batu menumbuk tanah, terasa sesuatu yang lain terjadi dan memberikan pengalaman tersendiri. Keriuhan bunyi unik yang mun-

cul memberikan kesan tersendiri bagi mereka yang mencobanya. Satu……dua…..tiga…..! Dalam satu gerakan bersama dan serentak, batu melambung setinggitingginya lalu kembali menyentuh tanah, yang menghasilkan bunyi

masih bisa dilihat hingga hari ini. Dan, dengan tema “Tambora Menyapa Dunia”, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperingati peristiwa tersebut yang puncak acaranya digelar di kaki Gunung Tambora, tepatnya di Doro Ncanga, salah satu pintu masuk pendakian gunung Tambora. –Naniek I. Taufan tumbukan batu dan tanah yang terdengar berbeda dari biasanya. Buk…..nyaring namun terasa seperti ada yang meredamnya. Terasa pula seperti ada terowongan di bawah tanah. Fenomena unik ini menambah istimewanya kawasan Lingkar Gunung Tambora. Heryadi Rahmat, geolog lain dari Museum Geologi Bandung, menjelaskan tentang fenomena ini. Bahwa suara yang ditimbulkan itu umumnya dikarenakan batuan yang ada di bawah tanah tersebut terdiri dari tumpukan bongkah yang tidak teratur. Kemudian di atasnya tertutup endapan yang lebih halus namun tidak dapat mengisi rongga antarbongkahan dengan padat sehingga masih terdapat rongga-rongga walaupun di permukaannya terlihat sangat padat. Dan kemarin, padang yang biasanya sepi ini, riuh oleh ratusan ribu orang yang memperingati ledakan dahsyat Gunung Tambora dua ratus tahun yang lalu. Tendatenda dan segala persiapan, membuat Doro Ncanga menjadi ramai selama berhari-hari lamanya. –Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Inacraft 2015

D

i sisi lain, persaingan yang makin tinggi mendorong para pelaku industri terus berupaya meningkatkan kualitas serta rajin melakukan inovasi produk agar bisa tetap eksis di pasar kerajinan. Salah satu yang mungkin bisa dijadikan tolok ukur tentang pesatnya perkembangan kerajinan Indonesia adalah ajang Inacraft yang berlangsung setiap tahun di Jakarta International Center, Senayan, Jakarta. Seperti yang sudah-sudah, pameran kerajinan terbesar yang telah 17 kali digelar ini, begitu padat oleh pengunjung yang memenuhi areal pameran di JCC hingga ke gedung

Balai Sidang. Pihak penyelenggara menargetkan tahun ini jumlah pengunjung pameran ini sekitar 200 ribu orang dan 1000 buyer dari dalam dan luar negeri, dengan nilai transaksi Rp 127.363.999.429. Penyelenggaraan kali ini memang agak berbeda dengan jadwal biasanya Inacraft digelar. Semula dijadwal­ kan berlangsung dari 18-24 April, namun kemudian dimajukan menjadi 8-12 April karena bentrok dengan penyelenggaraan peringatan ‘60 Tahun Konferensi Asia Afrika’ dan New Asia Pacific Srategic Partership ke-10. Sebagian besar peserta pameran mengaku tidak masalah jadwal dimajukan karena mereka telah mempersiapkan produk-produk yang akan dipamerkan sejak jauhjauh hari. Berbeda dengan tahun sebelumnya, maka tahun 2015 ini, pameran yang diikuti oleh 1.600 pengusaha industri kreatif ini mengangkat sentuhan kekayaan warisan budaya Bali sebagai ikon dari Inacraft 2015, dengan tema ‘ Through Enchanting Bali Towards Global Market’. Ikon Inacraft memang selalu berubah setiap tahunnya, yakni, mengetengahkan sen-

Tekstil dan Fashion paling Diminati Dibanding area kerajinan lain, memang area pameran produk tekstil dan fashion tergolong lebih besar. Selain karena pesertanya tergolong paling banyak juga karena memang produk tersebut paling digemari pengunjung yang kebanyakan adalah para wanita. Tren makin digemarinya produk-produk tekstil dan fashion Indonesia ini makin mendorong munculnya para pengusahapengusaha baru di bidang tersebut. Pesatnya perkembangan produk tekstil dan fashion ini bukan hanya di dalam negeri tapi peminat dari mancanegara pun semakin banyak. Produk tekstil dan fashion Indonesia makin diminati pasar luar negeri. Ini karena selain harganya yang kompetitif juga kualitasnya relatif lebih unggul dari negara lain yang juga mengandalkan produk yang sama. Secara desain maupun inovasi dan kreativitas produk, Indonesia relatif unggul. Menurut Thamrin Bastomi, Ketua Umum BPP Asephi (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia), yang sudah-sudah seusai ajang Inacraft, ditindaklanjuti dengan transaksi ekspor oleh para peserta pameran. Tahun ini, ujarnya, ditargetkan nilai ekspor bisa mencapai 10 juta dolar AS. “Kita mengharapkan ada peningkatan dibanding tahun lalu,” ujarnya. Beberapa tujuan ekspor industri kreatif antara lain AS dan sejumlah negara di Eropa seperti; Perancis, Italia dan Jerman. “Produk yang paling banyak di ekspor antara lain; kerajinan berbahan dasar kayu dan rotan, serta tekstil. Tekstil sendiri tercatat mencapai 50% dari nilai ekspor,” tambahnya. Melemahnya rupiah terhadap dolar AS, kata Bastoni lagi, seharusnya bisa menjadi momentum mengenjot volume dan nilai ekspor kerajinan Indonesia. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Inacraft ketika pertama kali digelar tahun 1999, ketika itu dolar AS masih menguat pascakrisis 1998. Saat itu banyak buyer asing datang mencari produk-produk kerajinan Indonesia. “Jadi kami berharap hal itu akan terjadi lagi kali ini. Dengan begitu omzet pameran bisa meningkat bukan hanya 10% tapi lebih. Mudahmudahan bisa 20%,” katanya. –Diana Runtu

3

Wardhani Erawati

Cantik Alami dengan Buka Aura

Melalui Pesona Bali Menuju Pasar Global Industri kerajinan Indonesia makin diminati masyarakat maupun pasar internasional. Hal ini bisa terlihat dari berbagai pameran kerajinan khususnya yang berskala besar yang selalu ramai dikunjungi masyarakat juga para buyer asing. Kondisi ini berdampak positif dimana saat ini makin banyak pelaku-pelaku industri kerajinan bermunculan dengan produk-produk inovatif.

Edisi 844/ 13 - 19 april 2015

tuhan kekaya­an warisan budaya setiap daerah secara bergilir. Tahun ini pengunjung diajak menikmati suasana Bali dan segala kekayaan budayanya. Hal ini bisa dirasakan dari mulai gerbang utama hingga ke hampir seluruh ruang pameran. Ditambah lagi alunan gamelan yang selalu terdengar mengiringi para pengunjung yang tengah menikmati aneka produk yang dipamerkan. Sebagai ikon pameran, maka sudah barang tentu berbagai produk kerajinan Pulau Dewata pun mendapat tempat ‘istimewa’. Jadi begitu pengunjung masuk ke main lobby mata langsung ‘tertancap’ di ‘Bali Area’ tempat pelaku industri kerajinan asal Pulau Dewata memamerkan karyanya, mulai dari tekstil, perlengkapan rumah tangga, aneka produk fashion seperti tas, aksesoris, hingga pakaian. Salah satu stan yang paling ramai dikunjungi adalah stan Mama Leon yang menampilkan berbagai kebaya Bali. Menariknya yang ikut berdesak-desakan di stan itu bukan hanya para wanita tapi juga pria. “Respons pengunjung sangat positif, selama pameran banyak pengunjung yang datang. Mereka bukan hanya melihat-lihat tapi juga membeli,” ungkap seorang penjaga stan. Manisnya model kebaya Bali mungkin menjadi salah satu yang membuat banyak pengunjung terpikat. Ditambah lagi harga yang ditawarkan untuk membeli sehelai kebaya relatif terjangkau. “Bahannya katun, nyaman dipakai. Harganya pun

bervariasi, mulai dari Rp 168 ribu hingga jutaan. Untuk yang harga Rp 168 ribu motifnya dibuat dengan airbrush, sedang yang harga Rp 300 ribu ke atas kebayanya dipermanis dengan bordiran. Yang harga Rp 1 juta ke atas, itu adalah handmade dan full bordir. Lihat ini, sambungan lenggannya, ini hasil handmade,” jelas penjaga stan berparas manis itu kepada beberapa pengunjung yang sedang memegang kebaya berharga jutaan rupiah itu. Selain di ‘Bali Area’ yang terletak di main lobby, produk-produk unggulan Pulau Dewata juga dapat dijumpai di hall lain, di antaranya di Hall B tempat stan-stan berbagai daerah di Indonesia berkumpul. Bali sendiri selain mengetengahkan stan provinsi juga mengikutsertakan beberapa kabupatennya di antaranya adalah stan Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng yang bekerja sama dengan Dekranasda dan APIK (Asosiasi Pengrajin Industri Kecil). Stan berukuran 3 x 3 meter ini terlihat lebih didominasi oleh kerajinan kain khas Bali seperti songket, endek, dll. Di antara itu ada juga kerajinan perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari manggar aren dan lidi karya Putu Sinar Jaya. “Di stan ini ada enam pengusaha kerajinan asal Buleleng,” jelas Ketut Sri Poni yang pada pameran kali ini mengangkat songket Bali yang terbuat dari sutra. Selain Poni yang juga mengangkat produk tekstil adalah Luh Arie Wisadi. Wanita asal Desa Panji ini membawa sejumlah kerajinan seperti songket dan endek. –Diana Runtu

Perkembangan teknologi di bidang kecantikan kini semakin canggih. Berbagai klinik kecantikan berlomba-lomba menawarkan program unggulan mere­ ka yang penanganannya ada yang disertai dengan injeksi, dan sebagainya. Namun, tak sedikit pula yang mengaku takut melakukan perawatan yang disertai injeksi. Karena itu, Chandra Kirana Beauty Skin Care menawarkan alternatif perawatan kecantikan alami dengan buka aura.

W

Wardhani Erawati bersama beautician

ardhani Erawati, Dipl. CIBTAC., Akp. CH., pemilik sekaligus beauty therapy & cosmetology Chandra Kirana menjelaskan buka aura atau program yang diberi nama Roro Art Face ini merupakan program teranyar di Chandra Kirana yang ditangani langsung oleh Roro Indira, seorang praktisi buka aura yang sudah berpengalaman. Hasil perawatan dengan buka aura ini dikatakan Wardhani memang tak secepat injeksi. “Dengan injeksi, hasilnya cepat terlihat namun ada jangka waktunya. Tapi dengan buka aura, hasilnya perlahan-lahan namun permanen, karena dilakukan alami melalui sistem pemijatan pada wajah. Dengan buka aura, wajah lebih berkharisma dan hasil lebih sempurna,” ujar istri dari Ir. Gede Astawa Diputra, M.M., M.T. ini. Karena itu pula Wardhani menegaskan buka aura ini tak cukup dilakukan sekali. Namun dalam satu kali buka aura, hasil yang dapat dinikmati dalam 2 jam ke depannya antara lain, pipi lebih tirus, hidung lebih mancung (sesuai kebutuhan customer), kulit lebih halus, wajah lebih berseri dan menarik. “Anda akan lebih tampil beda, percaya diri, lebih cantik, dan menarik,” yakinnya. Kecantikan alami yang sudah didapat melalui buka aura ini tentunya akan lebih terjaga dengan meng­

ikuti kelas yoga. Chandra Kirana pun memasilitasinya dengan membuka Kelas Yoga Gotha, yoga tradisional India yang memiliki banyak manfaat. Di antaranya, tubuh lebih sehat karena peredaran darah lancar. Ini didapatkan dengan melakukan gerakan yang melenturkan otot-otot yang tegang agar tubuh tetap fit, semangat beraktivitas, dan sangat membantu menghilangkan stres. Yoga Gotha dapat membentuk jiwa lebih sabar, tenang, dan peka. Selain itu, dengan Yoga Gotha kita akan bisa lebih bersyukur, dengan ikhlas melakukan apapun yang positif dan bermanfaat untuk diri, orang lain, dan selalu mawas diri, serta selalu ingat akan pencipta alam semesta saat hening dan khusyuk. “Yoga Gotha amat penting sebagai awal akhlak seseorang agar selalu menerapkan 3i dalam kehidupannya, yakni introspeksi terhadap Tuhan, introspeksi terhadap diri, dan introspeksi terhadap keluarga dan lingkungan sekitar,” paparnya. Dari setiap kelas yang dilaksanakan 2 jam ini, dalam sekali pertemuan peserta dipastikan bisa menguasai 5 dasar gerakan. “Dengan diadakannya Kelas Yoga Gotha di Bali dan bergabung dengan Chandra Kirana yang juga sebagai satu-satunya tempat Roro Art Face, semoga bermanfaat dan menguntungkan bagi kita semua. Didasari dengan madep mantep dan karep, pasti sukses dan dapat berkat dari Tuhan,” imbuh Roro Indira.

Wardhani Erawati bersama keluarga

Beragam Jenis Perawatan Chandra Kirana yang berlokasi di Jalan Raya Kuta No. 10 (Perempatan Sunset Road arah dari Imam Bonjol kanan jalan), telepon 0361-755332, 081 238 53 997 ini, dibuka sejak 4 Januari 2004. Kini sudah pula memiliki cabang di Jalan Tukad Pancoran No. 6X, telepon 0361257031. Selain program-program terbaru tersebut, klinik yang juga menyediakan konsultasi dokter gratis ini juga memiliki beragam pilihan perawatan, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, seperti perawatan rambut, wajah, mata, leher, ear candling, body massage, body scrub, body spa, mandi susu, pedicure, manicure, waxing, perawatan payudara, cristaline keti, reflexy, dan totok langsing Bio Slimming yang melangsingkan lingkar pinggang berkurang hingga 4-9cm dalam sekali perawatan dan menurunkan berat badan dalam satu paket 5-7 kg. “Kami berupaya menghadirkan alat berteknologi tinggi yang mampu memberikan perawatan wajah dan tubuh ini untuk memenuhi keinginan pelanggan. Dengan datang ke satu tempat kami, mereka bisa mendapatkan semua perawatan, hingga lebih efektif dan efisien,” ujar ibu dua putra, I Gede Indra Surya Diputra, S.E. M.Si., dan I Made Aditha Dharma Diputra, S.Ked. Yang istimewa di klinik ini adalah penggunaan mesin oxymegastation untuk perawatan wajah. “Mesin dan kosmetiknya merupakan satu paket sehingga hasil perawatan bisa lebih maksimal,” ujar Wardhani. Mesin produksi Itali ini di bawah MBE (Maya Beauty Engineering) adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produksi teknologi dan jajaran produk untuk kecantikan dan kesehatan. Mesin ini multifungsi, bisa dipergunakan untuk perawatan microdermabration juga oxy microlifting. Proses mikrodermabrasi/pengelupasan kulit di Chandra Kirana menggunakan serbuk kristal aluminium oksida halus dan serum khusus yang disesuaikan dengan masalah kulit, juga menggunakan high frekuensi (HF). Fungsinya, mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi dan menghilangkan garis halus dan keriput pada wajah dan leher, meremajakan sel-sel kulit sehingga tampak lebih muda, merangsang regenerasi kulit baru dan merangsang pertumbuhan kolagen, mengurangi kantung mata dan memudarkan lingkaran kehitaman di bawah mata, serta menghilangkan flek dan bekas jerawat. Perawatan yang lebih spesifik, bisa memilih paket micro oxy lifting. Prosesnya, pembersihan setelah di-

mikrodermabrasi dilanjutkan dengan oxygen injection (suntikan injeksi) tanpa jarum. Penyemprotan oksigen murni dengan tekanan, membuat penyerapan maksimum dari bahan aktif untuk memperbaiki perawatan dan meningkatkan fungsi kolagen kulit, memberikan kesegaran kulit dan kulit menjadi lebih cerah. Ada juga perawatan Dermapheel, yang berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati, membersihkan pori-pori serta mempertahankan kelembaban alami kulit dan menumbuhkan sel kulit yang baru pada wajah. Yang istimewa lainnya di Chandra Kirana adalah facial treatment memakai alat Blue Mate. Dengan alat yang berfungsi mengencangkan dan mencerahkan kulit wajah, paha dan lengan, diyakinkannya mampu memberikan hasil lebih sempurna. Blue Mate, jelas perempuan kelahiran 55 tahun silam ini, merupakan sebuah alat elektroporasi cahaya yang dapat membantu penetrasi dan penyerapan bahan aktif melalui pijat stimulasi cahaya yang lembut, meningkatkan nutrisi kulit, membuat perawatan dapat dilakukan dengan lebih cepat karena kemudahan dari memasukkan dan mengeluarkan cartridge pada perangkat tangan, serta memungkinkan pengguna untuk memilih intensitas pijat cahaya yang paling sesuai untuk kasus tertentu. Cahaya merah berfungsi menstimulasi/merangsang, oranye: merangsang energi, kuning: mendetoksifikasi, hijau: menyeimbangkan, dan ungu: menyembuhkan. Selain itu, Chandra Kirana juga melayani akupunktur dan totok aura yang berfungsi membuka aura. Beberapa pelanggan mengaku mendapatkan sensasi berbeda dari pelayanan ini. Chandra Kirana juga dilengkapi dengan dengan praktik dokter dan apotek. Wardhani berprinsip, apapun yang ia kerjakan haruslah bersungguh-sungguh. Sampai saat ini ia masih kerap melanglang buana untuk memburu ilmu-ilmu terbaru di dunia kecantikan, entah itu mengikuti seminar maupun workshop. Semangatnya untuk membuat perempuan cantik yang sehat tak pernah kendur, yang selalu dilengkapi dengan doa. Hal itu pula yang sampai saat ini diterapkannya dalam mengelola klinik kecantikannya itu. Sebelum memulai pekerjaan, ia mengajak seluruh stafnya meditasi sejenak. Ini dimaksudkan untuk membuka aura positif hingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, seuai dengan moto Chandra Kirana, “Wellness for Body, Mind & Spirit. –ten

Kenyamanan perawatan di Chandra Kirana yang didukung fasilitas dan peralatan yang modern


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

GORO-GORO

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

FB

Hidup ini Suka dan Duka Tanggal 8 April merupakan tanggal yang selalu istimewa bagi awak redaksi Tokoh. Tiap tanggal 8 April kru Tokoh berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun Bapak Widminarko, mantan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Tokoh. Acara yang dilaksanakan biasanya sederhana namun penuh rasa kekeluargaan. Widminarko merupakan wartawan senior Bali Post yang membidani kelahiran Tokoh pada 9 November 1998. Suasana perayaan ulang tahun Pak Wid yang ke-73 berbeda. Kamis (2/4), Pak Wid masuk rumah sakit Sanglah karena mengalami gangguan kesehatan. Pak Wid pun harus diopname dan akan menjalani operasi. Ulang tahun pun dirayakan di rumah sakit dan dihadiri beberapa kerabat dan kolega Pak Wid. Pemotongan kue tart dilakukan dua kali karena tamu yang membesuk lumayan banyak. Keesokan harinya Pak Wid boleh keluar rumah sakit. Tiup lilin dan pemotongan kue tart dilakukan sekali lagi. Kali ini bersama kru Tokoh. Acara sangat sederhana ini dibarengi dengan doa bersama. Sebelum berangkat ke rumah Pak Wid, kru Tokoh mendapat kabar duka. Imtihan Taufan, suami wartawati Tokoh di NTB Naniek Dwi Surahmi, meninggal dunia. Doa pun kami panjatkan semoga Mas Taufan mendapat tempat yang sesuai dengan amal dan ibadahnya di alam sana. Kami juga mendoakan

Putu Wijaya

Kru Tokoh saat merayakan HUT ke-73 Bapak Widminarko

Naniek dan keluarga agar tegar menghadapi cobaan ini. Sore hari sebelum suaminya meninggal, Naniek berkirim kabar ke kantor Tokoh. Ia mohon izin untuk liputan acara “Tambora Menyapa Dunia”. Ia ingin meliput tentang keunikan lokasi peringatan “Tambora Menyapa Dunia” dan berangkat bersama Humas Pemprov. NTB. Lokasi acara 18 jam dari Mataram. Sebelum berangkat Naniek berjanji akan membereskan semua tulisan yang menjadi tanggung jawabnya. Begitu mendengar kabar dari teman di NTB tentang meninggalnya Mas Taufan, Kamis (9/4) kami berusaha menghubungi Naniek. Ia bisa menjawab telepon tetapi ha­ nya sebentar karena shock. Jena­ zah Mas Taufan dikuburkan hari i t u juga. Hanya doa yang bisa kami sampaikan untuk mengiringi kepergian Mas Taufan.

Hidup itu penuh suka dan duka. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil. Kita hanya bisa berusaha untuk melakukan segala se­suatu dengan kemampuan terbaik. Sebuah untaian kalimat yang me­n g­a takan “bekerjalah kamu seakan akan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kamu seakan akan kamu akan mati besok” perlu menjadi cerminan. Kita harus selalu bersiap untuk menghadapi apa pun. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Melalui kesempatan ini Tokoh juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua Stikom Bali Drs. Dadang Hermawan, Ak, M.M. bersama tim ke Gedung Pers Bali K. Nadha pada Rabu (8/4). Tim Stikom diterima Tokoh dan Denpost. Semoga kunjungan ini memperkuat tali silaturahmi yang sudah terjalin serta dapat meningkatkan kerja sama antara Stikom dan Tokoh. Salam

Maaf….Motor Tiang Niki Siang itu benar-benar hari yang berat buatku. Setelah menghadiri resepsi pernikahan aku menunggu seorang teman yang membawakan SPT tahunan rekan-rekan tempatku bertugas. Setelah lama menunggu, temanku tak datang juga. Aku telepon, di bilang masih di jalan. Begitu teman datang, ia berkata SPT harus disetor dan jangan terlambat karena sudah akhir bulan. Akhirnya tanpa basa basi aku segera meluncur ke kantor pajak. Aku buka map, oh ya ampun ternyata belum difotokopi untuk arsipnya. Aku putuskan untuk memfotokopi dengan mencari tempat fotokopi terdekat tapi sial ternyata tempat fotokopi terdekat tutup. Aku pun ke tempat fotokopi lain yang jaraknya lebih dari 5 km dari kantor pajak.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Sampai di sana, aku menunggu agak lama karena ada seorang ibu yang sedang fotokopi. Aku minta tolong minta duluan dengan alasan buru-buru dan harus disetor segera. Untung petugas fotokopi mau membantu dan memfotokopi berkas SPT yang aku bawa. Begitu selesai, aku membayar dan keluar dari tempat fotokopi. Aku meraih kunci motor di saku celana dan memasukkan ke lubang kunci. Tetapi, entah mengapa motor dikunci stang. Dengan wajah bingung, aku mencoba membuka kunci. “Oh.. koq gak

bisa sih ?”. Aku makin bingung setelah double save lock aku tarik dan lubang kunci ketutup. Aku takut SPT yang aku bawa tidak bisa disetor. Aku makin bingung dan panik. Panas yang menye­ ngat tak kurasakan, malahan aku keluar keringat dingin. Beberapa kali aku coba membuka tutup kunci aku frustasi dan diam sejenak. Aku berusaha untuk tenang. Dalam hati aku terus bertanya tentang keanehan ini sampai seorang ibu berkata dan mengejutkanku. “Maaf motor tiang niki .......!!! Oh my God… ups salah. Lacong, Gianyar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Bapak dan Bu Alit datang bertandang. Mereka membawa gosip yang lagi hangat. Digunjingkan dengan rinci. Nyoman Neli terpesona melihat salah satu temannya di facebook. Tipenya klop dengan wajah ideal yang

dicarinya-carinya. “Wajahnya teduh. Sorot matanya menusuk. Membuat aku melamun. Pasti dia orang yang setia dan bertanggung jawab.” puji Neli, menyombongkan kekasihnya di dunia maya itu. Putu, yang sudah 2 tahun mengejar-ngejar Nyoman, cemburu. Penasaran dia menggedor. “Coba lihat, Nel, bagaimana sih tampang lelaki idealmu itu?!” “Wah itu rahasia perusahaan, bli. Pokoknya tunggu saja tanggal mainnya.” Putu tambah penasaran. Dia sogok Wirati dengan makan pizza, untuk mengusut siapa saingannya itu.. Tapi Wirati gagal mengorek Neli. “Dia merahasiakan pacar FB-nya, bli.” kata Wirati. “Tapi itu normal. Dengan merahasiakan, sensasinya jadi makin kenceng. Jangan dikejar-kejar lagi, Bli. Tambah diusut, tambah kusut. Tambah diburu, tambah Bli kejar, dia akan tambah kabur. Biarin aja dulu dia. Cinta di dunia maya, nanti kan akan reda sendiri.” Tapi Wirati keliru. Makin lama, cinta Neli tambah meluap. Ketika Putu mulai panik, kehilangan kesabaran, Neli tambah berusaha untuk menghindar. Akhirnya Putu capek. Ia membunuh cintanya perlahan-lahan. Mulanya sangat berat. Seperti perokok yang mencoba berhenti, perlu ada kompensasi. Yang mengherankan, Putu jadi bertambah dekat dengan Wirati. Setiap Putu curhat, Wirati tekun menampung keluhannya, sampai Putu adem. Akibatnya, tiap bersama Wirati, Putu merasa lengkap. “Bukan dari mata turun ke hati, tapi cinta itu dari hati, menutup mata,” kata Putu akhirnya menganalisa kehadiran baru Wirati. Neli heran, setelah Putu mulai secara berangsur menjauh, ia merasa ada sesuatu yang hilang. Ia tiba-tiba merasa tidak lengkap. “Kamu tipe orang yang ingin selalu dikejar” kata Wirati, ketika Neli curhat. “Akui sajalah Nel, sebenarnya bawah sadarmu mencintai Putu!” Neli ngamuk. “Ih jijik! Dengar namanya saja aku sudah sakit jiwa!” kata Neli sambil meludah muak. Neli mengadu pada John, kekasihnya di dunia maya tapi John membenarkan Wirati. “Itu betul, sayang” jawab John. “Apakah itu berarti aku harus mengejar-ngejar kamu?” Neli tertawa terbahak-bahak. “Tidak perlu honey! Kamu tidak mengejar pun aku sudah milikmu, John! Tapi ayolah ketemu kita hari Minggu ini, sarapan di KFC. Oke?” Di luar dugaan John setuju. “Pakailah baju yang kamu pakai di FB-mu, Neli, supaya aku tidak keliru. Oke?! Good! Aku juga akan memakai topi seperti yang kamu lihat di status FB-ku. Oke? Yes!” Begitulah, pada hari Minggu yang dijanjikan Neli sudah nongkrong di KFC, begitu resto dibuka. Ia kelihatan cantik sekali. Tapi setelah satu jam, tidak ada tanda-tanda John datang, wajahnya berangsur kuyu. Kemudian yang mengejutkan, muncul Wirati. Ia langsung nyamperin dan duduk di depan Neli. “Kamu ngapain di sini Neli? Kamu kan anti-fast food?” Neli keki sekali, menjawab ketus. “Aku ada janji dengan pacarku!” “John?” Neli terkejut. “Lho kamu kok tahu?” Wirati tertawa. “Bagaimana tidak?! Aku kan: John!” Pak dan Bu Alit menutup gosipnya dengan tertawa terkekeh-kekeh. Bu Amat ikut terpingkel-pingkel. Amat bengong. “Apanya sih yang lucu, Bu?” tanya Amat sesudah tamunya pulang. “Saya juga tidak tahu, Pak. Habis tamunya tertawa, masak kita merengut?!”

Mohon informasi tempat penyewaan pakaian Bali yang ada di daerah Renon Bu Yudi (081999560xxx) Silakan hubungi D’Tunjung, Jalan Tukad Yeh Aya, Renon Denpasar (HP. 081999164822) Saya tertarik mengenai penanganan anak autis. Mohon informasi tentang Madania Center. Pak Jeje, Jimbaran Silakan menghubungi Bunda Agus (Madania Center), (0361) 231798, Hp: 081558005309

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Kusnan dan Gamelan

23

Dengan Cinta Semua Mudah

Kusnan, atau lebih akrab dipanggil Mbah Kusnan, seorang lelaki pecinta gamelan. Sebagai seorang seniman yang masih mempertahankan kesenian nusantara, yakni gamelan asli dari JawaTimur, Kusnan bangga serta merasa hidupnya tak sia-sia. Berangkat dari hobi dan kecintaan terhadap gamelan, membuat Kusnan tak merasa jenuh jika setiap hari harus bergumul dengan seperangkat alat musik itu. Gamelan yang telah menyatu dengan dirinya itu ditekuni mulai tahun 1963. Pada waktu itu Kusnan masih duduk di bangku SMP. Saking cintanya, Kusnan sangat tekun dan getol bekerja dan mempelajari alat kesenian itu. Upaya tekun dan rajinnya berbuah manis. Tahun 1980, dengan semua keahlian dan hobi yang dimiliki, Kusnan mampu mandiri. Ia mendirikan rumah di wilayah Paju, Ponorogo. Alat gamelan buatan Kusnan diberi nama Ponorwirogo, yang berarti dari Ponorogo. Untuk saat ini, satu set gamelan Pelog-Slendro dapat diselesaikan dalam jangka waktu 20 hari. Mbah Kusnan, dibantu 5 orang pekerjanya. “Jika kita mengerjakan dengan rasa cinta semua akan mudah,” tandasnya. Kusnan selalu memberi motivasi

pada pekerjanya, bahwa sesuatu yang dilakukan ini semata-mata karena rasa peduli terhadap kesenian lokal. Satu set gamelan terdiri dari banyak jenis, diantaranya Gong Barong, Gong Penerus, Gong Kenong, Gong Kempul, Gong Saron Peking, Slentem, Gender Gambang, Kendang dan masih banyak lagi. Menurut Kusnan, jenis gamelan yang paling sulit dilakukan adalah jenis Gong Gede. Lantaran, ukuran yang besar saja, membutuhkan waktu 3 hari lamanya. Menurut Kusnan, seorang pembuat gamelan tidak perlu keahlian khusus. Yang lebih dibutuhkan sebenarnya adalah cinta dan kesadaran akan kesenian lokal. “Yang butuh keahlian itu hanya waktu penyetelan suara saja. Kalau pembuatannya tidak perlu,” tuturnya. Penjualan produk gamelan Kusnan tidak terbatas hanya di Jawa Timur saja. Hal ini juga dapat dibanggakan sebagai prestasi. Kusnan membedakan gamelan

Biting

Usaha Sampingan Warga Sawoo Bambu dipotong kecil-kecil hingga tertata rapi dalam sebuah ikatan tali, orang sering menyebutnya biting atau lidi. Di Kecamatan Sawoo, banyak warga di Desa Temon, Sriti, Tempuran, dan Tumpakpelem memanfaatkan waktunya untuk membuat biting. Ini merupakan usaha sampingan mereka. Sepotong bambu bisa dijadikan karya seni. Tampaknya, tidak sulit membuatnya tapi siapa sangka, potongan bambu ini bernilai jual tinggi dan banyak orang yang membutuhkannya bahkan banyak yang memesanan secara kontinyu. Industri kreatif dan terampil menjadi solusi alternatif penopang ekonomi mereka. Pembuatan biting ini salah satunya dilakoni oleh Samudji bersama dengan istrinya Suprihatin. Samuji adalah salah satu diantara puluhan bahkan ratusan warga lainnya yang membuat bit-

ing. “Warga Desa Temon, Sriti, Tempuran, Tumpakpelem hampir setiap rumah membuat biting,” katanya Selain menjadi pengrajin, Samudji juga menjadi pengepul dengan menampung hasil pembuatan biting dari warga setempat.“Saya sudah bertahun-tahun menggeluti usaha ini. Warga menjadikan usaha ini sebagai usaha sampingan, rata-rata mereka adalah petani,” terangnya sembari memperlihatkan usaha bitingnya. Usaha pembuatan biting sudah dilakoninya selama bertahuntahun. Menurutnya, satu bilah bambu setelah dipotong-potong bisa menjadi 15 kg-25 kg biting dan dalam sehari Samudji mampu membuat dan mengumpulkan hingga 1 kwintal bahkan 1 ton. “1 kwintal hingga 1 ton per harinya tapi juga tidak pasti karena prosesnya banyak,” ujarnya. Melihat langsung pembuatan biting, rupanya tidak sulit namun

buatannya menjadi 2, yakni jenis besi dan jenis kuningan. Jenis besi per satu set dijual dengan harga Rp 40 juta sedangkan yang terbuat dari kuningan Rp 150 juta. “Kalau yang kuningan antikarat jelas usianya pun berbeda, jadi lebih mahal. Tapi untuk suara sama saja, penyetelannya juga sama,” paparnya. Dalam 1 tahun minimal Kusnan dapat menjual 6 set gamelan. Untuk permodalan, ia tidak perlu khawatir karena telah dibantu oleh pihak perbanktetap saja perlu ketelatenan dan ada ukuran-ukuran tertentu yang harus sesuai. Pembuatan biting bermula dari bambu (Pring Ori) yang dipotong-potong. Bambu dibilah menjadi beberapa bagian dan dikelupas kulit bagian luar dan bagian dalamnya, dikeringkan, dipotong sesuai dengan ukuran dan dihaluskan. “Ada patokan ukuran panjangnya yaitu 22 cm, 28 cm, 32 cm dan 38 cm,” lanjutnya menjelaskan. Potongan bambu yang sudah menjadi biting dinilai harganya berdasarkan beratnya ditimbang. Dengan harga per kilogram senilai Rp 22.000 hingga Rp 27.000. Samudji menjualnya ke pengepul besar lagi, Ia mengaku mengirimkannya ke Trenggalek. Biting yang sudah jadi ini sesampai di Trenggalek masih diolah lagi, ditaburi obat-obat yang bisa membuat biting itu bisa menyala tersulut api. “Saya mengirimkan biting-biting ini ke Trenggalek dan di Trenggalek masih diolah lagi ditaburi obat,” ungkapnya. Dari Trenggalek, biting-biting itu masih dikirim lagi ke Bali, Lumajang dan Malang untuk dijadikan dupa. “Biting-biting itu nanti dijadikan dupa, sebagai alat peribadatan bagi umat Hindu dan Budha. Jelang Hari Raya Galungan, kami sering kehabisan stok,” ujar Samudji -Dinar

kan. Ia pun tak perlu khawair untuk pengadaan bahan. Tahun 1991, Kusnan pernah mendapat penghargaan dari Smithsonian In-

stitution Office Folklife Programm America. Dalam acara yang bertajuk, Festival Kesenian Daerah, ia diundang ke Amerika selama 1 bulan. Penghargaan itu diberikan atas partisipasinya dalam menjaga dan melestarikan alat music kesenian daerah. Kusnan bercerita, dia merasa bangga selama satu bulan di sana, karena perhatian terhadap kesenian daerah sangat tinggi. “Rasanya berbeda dengan di Indonesia,” katanya. Bahkan pihak Smithsonian Institution berpesan langsung pada Kusnan, bahwa kesenian gamelan harus dijaga dan dilestarikan. Jika dari Indonesia tidak melakukan hal itu, maka gamelan akan dibawa dan dilestarikan di Amerika. Kusnan berpesan kepada generasi muda untuk tidak melupakan seni budaya sendiri, khususnya gamelan. Menurutnya, memupuk rasa cinta untuk kesenian lokal sangat penting. “Jangan kalah dengan Amerika, karena di sana gamelan juga salah satu pelajaran sekolah,” tegasnya. -Dinar


24

What’s Up

Edisi 844/ 13 - 19 April 2015

Hari Nursiti

TKW Plus Fotografer Hari Nursiti

Banyak sekali berita-berita miring tentang tenaga kerja wanita (TKW) yang berasal dari Indonesia yang ingin mengubah ekonomi keluarga­nya dengan bekerja ke luar negeri. Apakah memang seorang yang menjadi “pah­ lawan” devisa selalu medapat stigma miring?

T

ernyata ada yang bisa mengubah pandangan miring itu dengan menunjukkan eksistensinya. Salah satunnya adalah Hari Nursiti, TKW asal Ponorogo, Jawa Timur. Perempuan yang akrab disapa Maiya ini lahir di Desa Bungkal, Ponorogo 29 September 1983. Ia anak ke-4 dari 5 bersaudara. Sejak tahun 2009, ia memulai menjalani hidup dengan suatu keadaan yang memaksanya untuk jauh dari suami dan kedua anaknya. “Saya mengadu nasib untuk bekerja ke Hong Kong menjadi TKW karena keadaan dan kondisi ekonomi,” ujarnya. Maiya pun menggali bakat

dengan memanfaatkan waktu libur untuk belajar fotografi. Di akun media sosialnya, anggota Buruh Migran Indonesia (BMI) ini menulis selalu menyempatkan waktu santainya dengan tetap berkarya untuk terus mengasah hobi dan bakat bakatnya di dunia fotografi. Sebelum menekuni hobi sebagai fotografer, biasanya disaat liburan Maiya hanya duduk-duduk santai bersama teman-teman BMI lainnya. Watak perempuan dengan zodiak Libra memang mempunyai naluri yang kuat. Ia mencoba berpikir untuk mengisi liburannya dengan aktivitas lainnya yang positif dan bermanfaat. “Awalnya hanya sekadar coba-coba,

dengan hanya bermodal memiliki sebuah kamera untuk jepret sana jepret sini membidik teman-teman sebagai objek, dan ternyata banyak yang suka dengan hasil foto saya,” ungkapnya. Belajar dari kesederhanaan dan otodidak Maiya memulai menganalisa hasil bidikannya dan terus mencoba untuk lebih sempurna lagi. Lama-kelaman, ia mulai senang dengan dunia fotografi. Akhirnya dia merasa telah menemukan hobi barunya selain bekerja untuk kelangsungan ekonominya keluarga di Indonesia. Tanpa rasa canggung, Maiya mencoba ikut hunting bersama fotografer senior yang ada di lingkungan tempat Maiya bekerja. “Dari situ saya mulai mendapat pembelajaran dan pengalaman dalam dunia fotografi. Para seniornya pun menganggap saya nggak bisa dipandang sebelah mata hasil jepretannya,” jelasnya dengan rasa malu. Maiya yang punya keinginan untuk membuka studio foto di saat pulang kampung nanti, kini mulai dikenal di kalangan BMI dan masyarakat Indonesia di Hong Kong. Ia kerap mendapat tambahan penghasilan karena sering dipanggil untuk mendokumentasikan atau memfoto orang-orang. -Dinar

Salah satu hasil karya Hari Nursiti


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 844 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu