19 - 25 Januari 2015
24
Bintang Mira
Belajar, Bersinergi, dan Berbagi “Poppy Dharsono adalah sosok desainer milik Indonesia yang bukan hanya cantik dan awet muda tapi juga baik hati, dan pastinya sukses sebagai pengusaha dan fashion designer. Karena itulah saya menjadikan figur Ibu Poppy sebagai role model. Saya ingin menggapai keberhasilan sepertinya kelak,” ucap Bintang Mira Afriningrum, salah seorang desainer papan atas Bali, saat ditemui di show room-nya di Sidan, Gianyar pekan lalu.
Poppy Dharsono saat melihat-lihat endek produksi pengrajin Gianyar
D
ikatakan per kenalannya den gan perempuan multitalenta ber nama Poppy Dharsono ini terjadi pada tahun 2002. Jauh sebelum dirinya menjadi seorang desainer dan sebagai anggota Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) Bali. Pada saat itu Mira, begitu sapaannya mengaku memberanikan diri un tuk memberikan 2 (dua) sarung kepada Poppy. “Tepatnya menyelundupkan. Saya minta tolong seorang teman. Ia yang memberikan informasi
kalau Bu Poppy menginap di hotel tempatnya bekerja. Saya me nangkap signal itu dan menitip kan sarung kepada teman yang bertugas sebagai bell boy terse but untuk memasukkan sarung box ke kamar Bu Poppy tanpa sepengetahuan manajer hotel maupun pihak lainnya,” tuturnya tersenyum. Pada kesempatan tersebut pula, istri Pande Putu Gede Wiratama ini berhasil menyer takan surat yang berisikan ke luhannya tentang tragedi bom Bali yang membuat bisnisnya hampir bangkrut. “Tak disangka,
saya ditelepon dan dipersilahkan datang ke kamarnya. Senang nya, Bu Poppy juga suka dengan produk saya. Selanjutnya, sejak itu, Bu Poppy selalu membeli produk- produk saya sampai saat ini,” lanjut Mira dengan semburat wajah bahagia sembari menekan kan jika Poppy Dharsono adalah role model yang memacu dan motivasinya untuk maju. Singkat cerita, Mira akhirnya berhasil memancangkan nama nya sebagai salah satu desainer top Bali dan menjadi anggota APPMI Bali pada tahun 2004, dan Poppy Dharsono tercatat sebagai salah seorang pendirinya.“Dari situ saya menganggap bahwa alam menghendaki saya untuk bersinergi dengan Ibu Poppy kalau saya ingin maju,” tandas ibu dari Pande Putu Rangga Raditya, Pande Kadek Anggara Wedas wara, dan Pande Nyoman Bintang Paramitha ini. Tidak berhenti sampai di situ. Mira mengatakan kalau dirinya selalu mengganggu dan meng ganggu Poppy Dharsono untuk semua problem kariernya di dunia fashion ini. Bahkan ia mera sakan segala bentuk dukungan baik dalam kehidupan berkeluar ga, berasosiasi dan bisnis pun diperolehnya dari seorang Poppy Dharsono. “Sampai akhirnya Bu Poppy berkenan datang khusus dari Jakarta dalam acara fashion show saya di Puri Agung Gianyar pada Rabu 10 Desember silam. Saya merasa istimewa dan sangat dihargai. Bu Poppy benar-benar memberikan support yang luar biasa pada saya,” lanjut perintis eksistensi industri fashion tradis ional di desa Sidan, Gianyar ini. Melihat perkembangan karyakarya Mira, Poppy Dharsono sang mentor pun berkomentar bahwa kepiawaiannya dalam merancang dan apa yang dikerjakannya sudah bagus, inovatif, dan bisa dijadikan contoh untuk tetap kreatif dengan mengangkat kainkain lokal. “Namun, di awal-awal merintis karier di dunia desain,
Poppy Dharsono saat memotivasi pelajar SMA 1 Gianyar
Bintang Mira dan Poppy Dharsono
Bu Poppy sempat memberikan masukan seputar warna, bahwa kalau di panggung kita harus be rani,” ucap penghobi melukis ini. Mira yang namanya sekarang sudah berkibar bukan saja di ajang nasional tapi juga inter nasional ini juga bakalan turut meramaikan Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta Februari mendatang. Ia bakal memuncul kan kain endek spesial desain Bintang Mira, dan tak ketinggalan hasil olah budaya lokal yang di transformasikannya dalam ben tuk batik poleng dengan unsur warna tridatu . Di kesempatan berbeda , sete lah sempat diajak berkeliling me lihat pengrajin endek di Gianyar, Poppy menilai desain-desain mo tif para pengrajin endek Gianyar sudah bagus. Hanya pesannya, jangan menjual terlalu tinggi un tuk para desainer, mungkin har ganya bisa dibedakan. “Bu Poppy juga mengapresiasi pemerintah Gianyar yang mensupport secara penuh untuk desainer beserta pengrajinnya. Tidak hanya itu, Bu Poppy juga ikut mendudukung dengan menggunakan endek dari pengrajin Gianyar pada shownya di Indonesia Fashion Week (IFW) 2015,” terang Mira. TIDAK LUPA BERBAGI Meski namanya sudah berkibar sebagai seorang desainer, namun ia tetap berkreativitas dan menin gkatkan kualitas karya-karyanya. Bukan hanya itu, ternyata perem puan yang dikenal berkepriba dian hangat dan ramah ini pun tidak hanya mendesain busana, namun juga mendesain hidupnya untuk tidak lupa berbagi. Menurut Mira, ketika apa yang dikerjakannya mampu mengin spirasi orang-orang di sekitarnya dan menjadikan mereka berse
mangat bahkan menjadi optimis, itu sebuah kebahagiaan baginya. Belum lama ini, ia juga berhasil mencuri waktu Poppy Dharsono, untuk diajak ke SMAN 1 Gianyar. Di sana, Poppy memberikan kiatkiat serta motivasi seputar in dustri dan proses kreatif. Ia juga memotivasi para remaja tersebut, untuk tidak takut salah, berani mencoba, mau magang atau bersedia bekerja dahulu sebelum membuka usaha. Mereka juga ditekankan untuk belajar melihat pangsa pasar sebelum masuk ke dunia industri kreatif. Mira mengatakan murid-mu rid di SMAN 1 Gianyar, rata-rata senang bahkan aktif untuk ber tanya . “Kelihatan sekali mereka ingin sukses dan tidak menyianyiakan momen tersebut. Kami ingin anak-anak bisa terinspirasi dengan adanya kehadiran Bu Poppy yang berhasil di berbagai bidang ini. Mimpi saya juga akan semakin banyak anak-anak yang sukses sehingga bisa datang kem bali ke sekolahnya SMAN 1 Gian yar untuk menginspirasi generasi berikutnya,” katanya antusias. Dikatakan oleh Mira, sudah sejak lama ia menjalin kerjasama dengan SMAN 1 Gianyar untuk kegiatan positif ini, memberikan program motivasi bagi generasi muda Gianyar. Sudah banyak pula tokoh-tokoh sukses dan kompeten yang dihadirkan selaku pembicara, seperti Mario Blanco, Tjokorda Raka Sosrobahu (alm), Ade Rai dan Rhenald Kasali, IB Rai Mantra, Safir Senduk, Alex P Chandra, dr. Hariasa Sanjaya, hingga Poppy Dharsono belum lama ini. “Selain wawasannya semakin terbuka, diharapkan anak-anak juga mampu melihat potensi-potensi yang mereka miliki untuk dikembangkan kede pannya,” ucap Mira. – ard
Poppy Dharsono dan Jegeg Gianyar Pradnya Nitya Pastini
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
19 - 25 januari 2015
Naik-Turun Mencapai Keseimbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali turun. Ini merupakan penurunan harga BBM kedua selama Januari 2015. Harga premium turun menjadi Rp 6.600/ liter. Solar turun menjadi Rp 6.400/ liter. Harga ini mulai berlaku pada Senin (19/1) pukul 00.00. Penurunan ini merupakan kali kedua selama Januari 2015. Pada 1 Januari 2015 harga BBM premium turun dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter sedangkan harga solar turun dari Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.250/liter. Harga premium dan solar kini memang naik-turun setelah pemerintah merombak kebijakan subsidi BBM. Premium sudah tidak lagi disubsidi sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar sedangkan solar masih diberi subsidi tetap Rp 1.000/ liter. Sebelumnya, 18 November 2014, pemerintah menaikkan harga BBM premium menjadi Rp 8.500 Di Bali harga BBM premium lebih mahal Rp 350. Artinya jika di luar Bali harga premium per liternya Rp 7.600 maka di Bali harganya Rp 7.950. “Lebih mahal-nya” harga di Bali mengacu kepada pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) di Bali yang mencapai 10%. Selain penurunan harga BBM ini, pemerintah juga mengumumkan penurunan harga LPG dan semen.
Suasana pasar
Harga LPG nonsubsidi tabung 12 kg dari Rp 134.700 menjadi Rp 129.000 sedangkan harga semen produksi BUMN mengalami penurunan Rp 3000 per zak. Naik-turun harga BBM ini sudah sering dialami Indonesia. Namun, kurun waktu yang singkat ini menjadi salah satu gebrakan pemerintah yang dipimpin Jokowi. Salah satu alasan adalah turunnya harga minyak dunia. Naik-turun harga BBM ini ternyata dibarengi dengan naikturunnya harga sembako. Sembako adalah sembilan bahan pokok yang terdiri atas berbagai bahan-bahan makanan dan minuman yang secara umum sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia. Sembako merupakan kebutuhan pokok utama sehari-hari yang wajib ada dijual bebas di pasar. Sembako terdiri dari beras dan
sagu, jagung, sayur-sayuran dan buah-buahan, daging (sapi dan ayam), susu, gula pasir, garam yang mengandung yodium, minyak goreng dan margarine, serta minyak tanah atau LPG. Semua ini merupakan kebutuhan rumah tangga yang sangat diperlukan masyarakat. Ada konsumen yang mengeluh karena harga BBM sudah turun tetapi harga sembako yang sudah telanjur naik, malah tidak ikut turun. Ada yang pasrah saja mengikuti fluktuasi harga. Pemerintah dalam hal ini harus peka dan bisa menjaga stabilitas harga. Di sisi lain, masyarakat harus mulai harus bijak untuk memilih dan memilah mana yang benar-benar kebutuhan pokok dan mana yang bisa dikesampingkan. Untuk mendapatkan keseimbangan memang memerlukan upaya. Tapi, jika semua bisa saling memahami dan mengerti, tujuan bersama pasti tercapai. Salam
Kisah Cinta yang Unik Cerita ini cerita lama, tetapi benar-benar unik. Saya menaruh hati kepada mantan pacar saya. Sekian bulan berjalan sama sekali tidak pernah terucap kata cinta. Mengapa hal itu terjadi, jawabannya lama baru diketahui. Pada tanggal 11 Januari 1968, rumah saya kena bencana tanah longsor. Bencana ini terjadi pukul 02.00 wita. Ketika itu ada keluarga di sebelah rumah, meninggal 7 orang. Rumah rata dengan tanah, malahan atap rumah hanyut dibawa banjir, karena tempat tinggal saya di tepi sungai Kali Unda. Setelah rumah kena bencana, kami tetap mengadakan komunikasi. Rasa simpati dari mantan pacar mulai bertambah, malahan lebih dekat dari sebelumnya. Setiap ada kesempatan, selalu mengarah kepada rasa sayang dan cinta kasih yang tidak pernah
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pudar. Walaupun hidup tanpa rumah, tanpa busana, tanpa uang yang memadai. Sekian bulan berlalu tanpa apa, kecuali badan dan pikiran, yang selalu tercetus adalah ucapan yang mulai saling menyayangi. Pada saat seperti inilah baru terucap kata darinya:” Aku menyayangi mu”. Saya kembali bertanya, ”mengapa baru kamu berani menyampaikan cintamu?” Jawabannya, “selama kamu masih punya rumah, saya belum menyampaikan cinta.” Lama kelamaan barulah ia bercerita, “Aku mau hidup mulai dari nol”. Memang menjadi
kenyataan, sejak itu hubungan kami bertambah akrab dan disertai kasih sayang yang lebih dari sebelumnya. Oh My God, aku berterimakasih kepadamu. Akhirnya, jam berputar, hari berjalan dan bulan berlalu. Tibalah saat yang dinanti-nanti. Tuhan telah memberikan kami jalan untuk menikah 30 September 1968. Hingga kini apa yang menjadi idaman kami terpenuhi yaitu bisa hidup rukun, aman, tenang, tentram, damai, sejahtera dan bahagia bersama keluarga walaupun dalam kesederhanaan. AA Raka
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
TEROR
Pencarian korban kecelakaan, Air Asia QZ 8501, di Karimata, masih hangat di televisi, menyeruak berita panas lain. Terbongkarnya penyeludupan narkotika seberat 800 kg oleh sejumlah. Mereka warganegara asing dan 4 pribumi yang menurut hukum diancam pidana mati. “Kemudian disusul teror di di Paris. Tiga orang nekat menembak mati beberapa wartawan dan pemimpin redaksi sebuah majalah yang memuat karikatur yang mengolok-olok agama atas nama kebebasan berekspresi, serta penyanderaan di supermarket yang didahului tertembak matinya seorang polwan.” “Kenapa hidup jadi hutan teror?!” sambat Amat, sambil berhenti makan, sebelum piringnya tandas. “Habiskan dulu makanannya, nanti boleh ngomel lagi,” kata Bu Amat, “tapi jangan ngomel soal teror di rumah, sana di tetangga atau di warung”. “Ini bukan ngomel, Bu! Ini kenyataan hidup. Apa salahnya kita diskusikan di rumah kenapa hidup penuh teror?” “Sudahlah, Pak, di rumah bicarakan masalah sehari-hari sekitar kita saja! Yang enteng-enteng supaya kita tidak stres. Rumah harus dipelihara tetap jadi oase nyaman, sejuk, bersih. Buat apa memikirkan masalah orang lain yang jauh. Rumah bukan tempat membuang unek-unek!” “Ini bukan unek-unek, Bu! Memang ini persoalan di tempat lain, tapi kalau kita tidak awas, nanti bisa menyergap kita juga! Itu gunanya diskusi. Nambah pengetahuan, supaya kita ngeh. Persis tahu di mana posisi kita sebetulnya? Tepatnya di atas atau di bawah. Jadi perilaku kita terarah, tidak ngambang!” “Menurut Bapak, posisi kita di mana?” “Sekarang? Ya, di pinggir jurang. Salah melangkah, sedikit saja bisa tumbang! Meskipun mengganggu, tapi hitung-hitung setelah direnungkan, kok sebenarnya teror itu perlu untuk memacu kita?” “Memacu ambruk?!” Amat mati langkah. Ia tidak senang tanggapan istrinya, lalu pergi ke warung. Berharap akan ketemu lawan ngobrol yang cocok. “Teror ada di mana-mana. Kita alpa sedikit, dia sudah menggilas kita!” kata Amat memancing percakapan di warung. “Kita hidup di hutan teror. Tapi jangan lari. Teror memang menakutkan dan merugikan, tapi tanpa teror kita akan terus malas-malasan. Teror memacu kita lari makin cepat dan bergerak lebih awas! Ya, tidak?!” Tapi tak ada yang menanggapi. Semua asyik makan, sambil menggunjingkan gosip-gosip selebriti yang dimuntahkan televisi. “Heran saya, kenapa tidak ada yang tertarik membicarakan bahaya yang sudah bercokol di hidung kita itu. Baru saja ditangkap pemasokan 800 kg. narkotik,” kata Amat kemudian di rapat warga, malam itu. Rapat warga akibat ada konglomerat mau membeli seluruh kawasan hunian. Ia mau membangun pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara. Ganti rugi yang ditawarkannya sangat menggiurkan. Tapi warga terbelah yang pro dan kontra. Sudah 5 kali rapat, belum tercapai keputusan. Rapat berjalan alot. Ketegangan memucak, hampir melahirkan baku hantam. Lewat tengah malam, baru rapat berakhir. Di rumah, Bu Amat masih terpaku di depan televisi. Tanpa menoleh, ia menyapa Amat yang pulang rapat. “Kok baru pulang? Apa hasilnya, Pak?” “Mengumpulkan generasi muda setiap hari Minggu, untuk diberi motivasi mengatakan tidak!” Bu Amat terkejut. “ Lho, soal tanah kita yang diincer konglomerat itu, bagaimana?” “Nyaris tidak dibicarakan, karena sudah terlalu malam.” “Kenapa?” “Semuanya asyik membicarakan bahaya narkotika, setelah Bapak menceritakan penangkapan 800 kg narkotik itu! Lima menit sebelum bubar, baru soal tanah dibicarakan. Semua sepakat menolak!”” Tetap tanpa menoleh Bu Amat, menggumam lirih: “Bagus! Kalau begitu betul Bapak. Teror itu, berguna”
Putu Wijaya
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
19 - 25 januari 2015
Para Koordinator
Balutan Produk
.
23
19 - 25 Januari 2015
22
Cok Mirah bersama para koordinator Ode-nant dalam “Semarak Ode-nant 2015””
S
Cok Mirah bersama penasihat Ode-nant yang tak lain adalah kedua orangtuanya
ejak berdiri 22 Agustus 2013, Ode-nant yang menerapkan sistem retail dan direct selling (berjenjang) ini memang berkomitmen memberikan reward-reward mulai dari hal kecil hingga yang besar. Seperti, penghargaan untuk undangan yang datang paling awal, koordinator yang pembayarannya tepat waktu, koordinator paling rajin menghadiri pertemuan/acara, koordinator yang paling banyak menjual produk unggulan, koordinator berpenampilan modis, hingga penghargaan bagi Top Sales Member dan Top Sales Coordinator. “Jika ada usaha ada niat, yang kecil bisa menjadi besar. Kami semua punya kesempatan sama untuk menjalankan bisnis ini”. Demikian beberapa testimoni yang disampaikan tiga peraih penghargaan Top Sales Coordinator tentang pengalamannya terjun di bisnis Ode-nant. Selain itu, baik member maupun koordinator yang mampu memenuhi target diberikan fasilitas khusus, bahkan berkesempatan jalan-jalan ke luar negeri. Tahun lalu sudah diberangkatkan 23 member dan koordinator ke Malaysia. Dan tahun ini, seluruh member dan koordinator mengikuti challenge mulai Desember 2014 s.d. Maret 2015 untuk mem-
perebutkan tiket ke Thailand. “Setiap kerja keras harus diapresiasi. Apalagi Ode-nant memiliki konsep menjalani bisnis bersama dan berkelanjutan,” ujar Cok Istri Mirah, S.E., owner Ode-nant Textile yang sudah 18 tahun malang melintang di dunia pertekstilan. Bagi masyarakat Bali yang ingin menjalankan bisnis tekstil dengan risiko minim bahkan tanpa modal, dianjurkannya bergabung di Ode-nant. Konsep bisnis ini terlihat jelas dalam visinya yakni, mengajak masyarakat yang bergabung sebagai member maupun koordinator untuk memperoleh penghasilan setinggi-tingginya dengan risiko sangat minimal. Juga, menjadikan member dan koordinator sebagai mitra utama maupun sampingan. Ode-nant memiliki misi untuk turut menumbuhkan semangat berwirausaha, menjadikan member maupun koordinator yang bergabung untuk memanfaatkan secara positif peluang yang ada, membentuk pribadi tangguh untuk menghadapi persaingan, dan menyediakan produk-produk terbaru dengan harga maksimal maupun minimal sesuai dengan kualitas produk dengan beraneka ragam jenis produk. Baru satu setengah tahun berjalan, Ode-nant sudah menunjukkan
perkembangan luar biasa. Jumlah member per 31 Desember 2014 mencapai 2.328 member biasa dan 36 member prioritas (member yang memanfaatkan peluang bisnis di Ode-nant), dengan 28 koordinator (3 koordinator bronze, 17 silver, 8 gold). Bahkan, Ode-nant Textile yang berpusat di Jalan Kenyeri 154 Denpasar, telah membuka cabang di Jalan Mawar 99 Tabanan. Dalam “Semarak Ode-nant 2015” yang dihadiri lebih dari 600 member dan koodinator tersebut, dirangkaikan juga dengan acara pelantikan 18 koordinator baru dan 33 member prioritas. Selain itu, diluncurkan juga beberapa produk baru, seperti batik kain pucuk, batik kain bima, batik katun astina, endek bidak, endek jimbaran, dll., serta promo produk paling luar biasa yang bisa didapatkan langsung saat berbelanja di Ode-nant Textile sampai dengan 21 Januari 2015. Ode-nant Textile memiliki produk unggulan berupa batik (dari bahan katun sutra, dobby, ATBM, fiscos, paris) dan endek (sutra dan katun). Ada juga produk pendamping/tambahan, seperti border, brokat, tas, dompet, sandal, dan aneka tekstil), serta beberapa produk kerja sama. “Produk baru 2015 ada endek super asli tenunan Bali, katun 100%, tidak luntur walaupun dicuci di mesin cuci. Produk Ode-nant sesuaikan harga dengan kualitasnya,” ujar Cok Mirah di sela-sela acara “Semarak Ode-nant 2015” yang dimeriahkan dengan lomba fashion show oleh koordinator Ode-nant dan dihibur penyanyi pop Bali AA RAka Sidan.Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi HP 081 23882871, 081 934377080. –ten
Sukses dengan Team Work dan Networking Kinerja Badan Kerjasama Organisasi Wa nita (BKOW) Provinsi Bali telah teruji. Sebagai wa dah organisasi yang memi liki kekhususan mengkoordinir organisasi– organisasi wanita di Bali, mereka dengan komitmen dan konsistensinya berhasil menangani segala kondisi, persoalan, serta kepentingan wanita di Bali.
M
Penyerahan penghargaan oleh Cok Mirah dan Cok Agung kepada 3 Top Sales Koordinator 2014
Penyerahan penghargaan oleh Cok Mirah dan Cok Agung kepada 3 Top Sales Member 2014
elalui misi “Berperan aktif mendukung program pemerintah dalam rangka pemberdayaan perempuan menuju keadilan dan kesetaraan gender”, BKOW Provinsi Bali juga bergerak bersama melalui sinergi jajaran pengurus yang ada di dalamnya untuk membantu mempercepat tercapainya program yang digulirkan pemerintah. Team work dibangun oleh Ketua Umum (Ketum) BKOW Provinsi Bali periode 2014-2019 , Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. Kelima ketua yang penuh potensi inilah yang memancangkan komitmennya untuk menggolkan semua program kerja BKOW Bali yang langsung menyentuh masyarakat. Ketua I, Ni Ketut Adi Arini, S.Sos.,S.ST.,MM., dari organisasi IBI bertanggung jawab pada Bidang Organisasi dan Humas; Ketua II, Dra. Ni
Ketut Sriathi Dana dari Tiara Kesuma pada Bidang Pendidikan; Ketua III, Ni Nyoman Nilawati dari WHDI di Bidang Ekonomi; Ketua IV, Hj. Zuhro Nurindahwati, S.H.,M.H., dari Alisa Khadijah menangani Bidang Hukum serta Ketua V, Erna Kusuma dari WKRI untuk Bidang Sosial Kesejahteraan Rakyat. “Saat ini karena Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga menjalankan tugas sebagai istri menteri, tentu tidak bisa lagi selalu ada di Bali, sehingga ditunjuklah Ni Nyoman Nilawati sebagai Ketua III menangani bidang ekonomi di BKOW Bali,” ujar Tini Gorda yang didampingi Sekretaris Umum Hj. Dewi Sinaryati Rully, S.E., dan Bendahara Umum Dra. I Gst Ayu Rai Widowati, S.Si. Untuk periode kepemimpinan lima tahun ke depan, Tini Gorda mengatakan seluruh ketua induk organisasi yang ada di BKOW saat ini, bersama-sama bersinergi secara efektif akan merealisasikan pelaksanaan program-program yang dibidanginya. Apalagi tahun 2015 ini, hibah bansos kepada organisasi atau ormas sudah tidak diperbolehkan lagi. BKOW yang merupakan wadah organisasi wanita ini, kegiatan dan programnya akan tetap bergerak dengan penguatan pada sinergi.
Cok Mirah dan keluarga bersama karyawan
Sekum: Hj. Dewi Sinaryati Rully, S.E. dan Wasekum: Etty Chrisnawan
Suasana “Semarak Ode-nant 2015”. Selamat bagi undangan yang foto wajahnya dilingkari. Anda berhak mendapatkan hadiah istimewa dari Ode-nant. Silakan menghubungi 081 23882871, 081 934377080
Salah satu produk baru katun Ode-nant yang diluncurkan dalam “Semarak Ode-nant 2015”
3
BKOW Provinsi Bali
Luncurkan Produk Baru Aneka Batik & Endek “Ode-nant bagus, karena bisnis ini benarbenar tanpa modal”. Demikian ungkapan salah seorang dari 20 undangan yang datang pertama yang berhasil mendapatkan souvenir dalam “Semarak Ode-nant 2015”, Minggu (11/1) di Hotel Nikki, Denpasar.
Sosialita
19 - 25 Januari 2015
Bendum: Dra. I Gst Ayu Rai Widowati Wabendum: Caecilia Lilyani Singgih
Diawal kepengurusan periode 2014–2019, BKOW Provinsi Bali telah pula memulai langkahnya dengan menerima kunjungan BKOW Jakarta yang diketuai Heppy Farida, istri Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat. Selain itu telah pula menyampaikan Pokok- Pokok Pikiran Persoalan Perempuan dan Anak di Provinsi Bali dalam acara Rapat Dengar Pendapat bersama DPD RI Komisi III Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna MWS III, S.E., (MTRU), M.Si., di Sekretariat DPD RI pada Sabtu (10/1).
CERDAS, IKHLAS, DAN TUNTAS Untuk tahun ini unggulan program BKOW Provinsi Bali adalah membentuk Koperasi Wanita Serba Usaha Ramah Keluarga BKOW Provinsi Bali, membentuk Lembaga Bantuan Hukun Ramah Keluarga BKOW Provinsi Bali, dan membedah Lembaga Pendidikan Berkonsep Ramah Keluarga melalui bedah perpustakaan, kantin sehat, usaha kesehatan sekolah dan peningkatan SDM guru dan siswa. Tini Gorda menambahkan bidang ekonomi tahun ini segera menggarap terbentuknya koperasi wanita. Sebab, di pusat ada koperasi Kowani, harapannya di Bali juga demikiani. “Kami berharap pada 21 April 2015 ini lahir Koperasi Wanita Serba Usaha Ramah Keluarga BKOW Provinsi Bali,” tegasnya. Apalagi ketika menghadapi MEA, aset bangsa yakni SDM-nya tidak semua pintar dan tidak semua melek hukum khususnya untuk wanita, sehingga mereka tidak mungkin bisa bersaing. “Di sinilah porsinya kami organisasi masyarakat yang menangani mereka,” ujarnya. Mengenai konsep ramah keluarga, hal ini diusung agar mencakup semua, yakni berlaku ramah di mana saja dan kepada semua orang yang ada di sekitarnya. “Sebagaimana misi BKOW bahwa kami tidak mungkin berdiri sendiri. Begitu menyebut BKOW maka semua komponen wanita ada di dalamnya,” kata Tini
Gorda yang diamini Dewi Rully dan Rai Widowati. Dengan berhasil membangun komunikasi dan koordinasi yang baik disertai semangat diantara 23 organisasi yang bernaung di bawah BKOW Provinsi Bali tentu akan tercipta tim yang kuat. Terlebih dengan terlibatnya ketua induk organisasi di dalam kepengurusan. Maka program kerja yang berkaitan dengan dana dapat dilakukan efisiensi melalui kebersamaan. “Alangkah indahnya jika pemerintah, BKOW, masyarakat, dan pengusaha mau bersinergi,” ucap Tini Gorda lagi. Melihat keberadaan BKOW Bali periode sebelumnya dan program yang akan dilaksanakan di lima tahun ke depan, Tini Gorda pun pantas diacungi jempol atas kecerdasannya memimpin sekaligus melihat peluang dan potensi yang ada di dalam organisasinya. Ia sangat menyadari dengan
Foto bersama senator Dr. Arya Wedakarna, Komisi III DPD RI usai rapat dengar pendapat
membangun team work dan networking yang bagus akan tercipta sinergi. Sinergi inilah senjata ampun BKOW Provinsi Bali dalam berkarya. Makin sempurna dengan prinsip kerja yang digenggam oleh sang ketua umum yakni bekerja dengan cerdas, ikhlas dan tuntas. Karena komitmen yang sudah dibangun dilaksanakan secara konsisten , makanya sekecil apapun karya BKOW Provinsi Bali pasti berdampak postif bagi banyak orang. Saat Rapim BKOW Daerah Bali pada Desember 2014 silam, ada 3 kandidat calon Ketua Umum. Hebatnya lagi semua calon adalah akademisi. Hal ini juga menjadi satu indikasi keberhasilan Tini Gorda memimpin untuk periode sebelumnya. Ia dan jajaran pengurus serta anggota BKOW Provinsi Bali pun optimis siap menjalankan tugas memimpin BKOW Provinsi Bali periode 20142019. - ard
Pengurus BKOW Prov. Bali
Bersama BKOW Prov. DKI Jakarta
Inspirasi
4
19 - 25 januari 2015
Suparno
Letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian dunia karena ledakannya yang mahadahsyat di tahun 1815. Namun, bukti-bukti sejarah “keberingasan” ledakan itu hanya samar-samar, “tertidur” lebih dari 150 tahun lamanya. Hingga akhirnya tahun 1979, beberapa penemuan tembikar dan peralatan rumah tangga lainnya yang ditemukan dari bawah bongkaran tanah di dalam hutan Tambora, menguak sedikit demi sedikit sejarah letusan yang disebut-sebut sebagai yang terdahsyat di masa prasejarah peradaban manusia. Suparno
tar dan menemani,” ungkapnya. Di sanalah mengalir cerita tentang pertama kali situs Tambora terkuak.
S
uparno yang kala itu bekerja sebagai security di perkebunan kopi sekitar hutan Tambora, merupakan salah seorang saksi mata menyaksikan penemuan dan pembongkaran benda-benda purbakala yang ditemukan itu. Mengendarai sepeda motor, pria berjanggut tebal ini menyusuri perkebunan kopi, menuju lokasi situs Gunung Tambora dimana benda-benda purbakala itu ditemukan. Suparno memang memiliki kenangan tersendiri, bukan semata-mata sebagai saksi mata penemuan benda-benda purbakala dari sebuah peninggalan bersejarah, melainkan juga perantauannya dari Pulau Jawa hingga perkebunan dan hutan Tambora, yang nun jauh di ujung Pulau Sumbawa. Dengan penuh semangat, Suparno mengisahkan pengalamannya merantau ke Tambora yang penuh dengan perjuangan. Tahun 1974, Suparno yang berasal dari Pati Jawa Tengah ini, memulai perjalanan perantauannya hingga ke Lombok. Ia bekerja sebagai kondektur Bus Bimasena Ekspress jurusan Tanjung dan Labuhan Haji Lombok Timur. Di Mataram, ia tinggal bersama direktur perusahaan yang mengelola perkebunan kopi Tambora. Sampai akhirnya di tahun 1979 bersama 30 orang lainnya, Suparno berangkat dari Pelabuhan Kayangan Lombok Timur menggunakan kapal layar menuju Pelabuhan Kananga, Desa Kananga Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, untuk bekerja di perkebunan kopi PT. Bayu Aji Bimasena. Tiba di daerah bukaan baru
di kaki Gunung Tambora, dimana suasana kala itu masih sangat sepi, ia dan kawan-kawannya pun harus menempuh perjalanan menuju lokasi perkebunan sejauh 12 kilometer. “Bukan pakai kendaraan, melainkan naik kuda,” kata Suparno mengenang betapa sulitnya keadaan di daerah itu saat pertama kali ia menginjakan kakinya 37 tahun yang lalu. Selain akan bekerja di perkebunan ini, Suparno saat itu ditugaskan untuk membawa barang-barang keperluan karyawan perkebunan kopi Tambora itu dari Lombok. Dua minggu ia beradaptasi dengan bekerja di perkebunan kopi di tengah hutan Tambora, ia rupanya merasa betah. Sejak tiba pertama kali di Tambora 19 Agustus 1978 itulah, Suparno jatuh hati pada daerah terpencil ini. Dari sinilah pengabdiannya menjaga aset negara berupa perkebunan kopi Tambora, hingga hari ini. Lebih dari separuh usianya, ia habiskan untuk mengurus perkebunan yang kini menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bima ini. Tahun 1981, Suparno pernah menjadi Kepala Keamanan yang merangkap Ketua SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) wilayah perkebunan kopi Tambora. Perjalanan hidup Suparno terus dilaluinya dengan derita, pahit dan getirnya perkembangan perkebunan yang dulunya bernama NV. Pasuma. Tahun 1991 ia menjadi koordinator mandor besar dan kecil (sebutan mandor dalam perkebunan ini), merangkap juga ia sebagai mandor Sumber Rejo sampai akhirnya di tahun 2006-2013, Suparno menjadi
Kepala Perkebunan Kopi Tambora merangkap sebagai penjaga aset pariwisata Bima. Sepanjang pengabdiannya ini, Suparno tidak pernah mengeluh, meski pun status sebagai pegawai negeri tidak pernah datang padanya. Suparno memaknai benar tugas yang diembannya ini dengan ikhlas. Karena sudah sangat lama mengurus perkebunan ini dan menjaga situs Tambora dengan sukarela, Suparno dikenal oleh banyak orang termasuk oleh para ahli yang kerap melakukan penelitian di situs Tambora dan sekitarnya. Bisa dikatakan, Suparno adalah “juru kunci” Situs Tambora. “Tiap kali orang hendak berkunjung atau datang ke perkebunan kopi Tambora atau ke situs Tambora, saya selalu dihubungi untuk mengan-
21
Aktivitas Gunung Tambora
“Juru Kunci” Situs Tambora
Suparno kerap mengantar para pengunjung ke Situs Tambora
Mandalika
19 - 25 januari 2015
PENEMUAN BENDA PURBAKALA Pada suatu hari, di tahun 1979, dikisahkan oleh Suparno, perusahaan kayu di Calabai bernama PT. Veneer, tengah melakukan pembukaan hutan untuk membuat jalan di tengah hutan Tambora yang berdampingan dengan perkebunan kopi. Alat-alat berat dikerahkan untuk membongkar tanah dan merambah hutan untuk pembuatan jalan tersebut. Tiba-tiba di sebuah titik, alat berat membentur bendabenda yang mengeluarkan suara gemerincing, barang pecah belah. “Operator alat beratnya berteriak, mengatakan bahwa alat berat yang dikemudikannya membentur bendabenda seperti piring, tembikar dan lain-lain,” kata Suparno. Sebagai petugas keamanan perkebunan kopi dan hutan sekitar kaki Gunung Tambora, Suparno tentulah menjadi salah seorang pertama yang datang melihat penemuan itu. “Kami sempat heran melihat banyak sekali piring, keris karat, bokor, rantai kuda dan tembikar juga lainlainnya, terkubur di bawah tanah,” ungkapnya yang kala itu belum mengerti kalau benda-benda itu adalah benda purbakala yang bernilai sejarah luar biasa. Begitu juga dengan orang-orang di sekitar perkebunan. Penemuan itu pun akhirnya menjadi
berita yang menyebar dari mulut ke mulut. “Orang-orang kampung di sekitar perkebunan berdatangan mengambil benda-benda penemuan itu,” ujar Suparno. Karena ketidaktahuan tentang sejarah letusan Tambora, Suparno juga mengaku sempat mengambil beberapa dari benda-benda tersebut. “Waktu itu, benda-benda yang ditemukan dan diambil oleh masyarakat dan diberikan kepada manajer PT. Veneer, Mr. Hendry, begitu kami biasa memanggilnya dan Mr. Hendry memberikan ganti rugi kepada masyarakat kala itu,” ungkap pria kelahiran 15 Maret 1954 ini. Benda-benda bersejarah itu sempat menjadi incaran masyarakat yang berbondong-bondong masuk kawasan tersebut selama lebih kurang tiga tahun. Pemerintah melalui Kepala Desa dan pihak kepolisian serta TNI setempat, mulai menutup wilayah penemuan tersebut dan melarang masyarakat menggali benda-benda penemuan itu. “Karena wilayah penemuan itu masih masuk dalam wilayah perkebunan kopi tempat saya bekerja, maka saya ditugaskan untuk mengamankan bukan hanya perkebunan melainkan juga lokasi penemuan itu,” katanya. Hingga akhirnya, pada sekitar tahun 2005, Suparno mulai menemani para peneliti yang datang ke lokasi itu. “Bahkan saat eskavasi situs, saya turut serta mendampingi para arkeolog,” ujarnya. Kini, Situs Tambora yang berada di Dusun Tambora, Desa Oibura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima tersebut makin banyak dikunjungi. Suparno yang sangat mencintai perkebunan kopi dan hutan sekitar Tambora itu, tidak ingin meninggalkan tempat yang banyak memberikannya pengalaman ini. Meski kini, statusnya tidak lagi sebagai kepala perkebunan kopi tersebut sejak tahun 2014, Suparno tetap merasa memiliki tanggung jawab mengamankan perkebunan tersebut. Ia bahkan kerap secara sukarela menjadi pemandu bagi orang-orang yang berkunjung ke situs di Sori Sumba, Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora tersebut. Suparno, sang “juru kunci” Situs Tambora yang bekerja sukarela. --Naniek I. Taufan
Terus Terpantau Dari arah Barat Laut, di kejauhan Gunung Tambora tampak berdiri kokoh. Di sebuah pos di tengah perkampungan, di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Dompu, beberapa orang mengamati Tambora sembari berbincang-bincang seputar aktivitas gunung api yang masih aktif itu. Meskipun pos yang dikenal dengan nama pos pantau ini merupakan sebuah rumah sederhana, namun memiliki fungsi yang tidak sederhana, yakni sebagai tempat pengamatan aktivitas gunung berapi yang pernah meledak dengan sangat dahsyat di tahun 1815 dan bahkan ledakan itu tercatat memangkas separuh dari badan Gunung Tambora yang kini memiliki ketinggian 2.851 mdpl, ini.
S
eluruh aktivitas pemantauan gunung yang ledakan dua abadnya (200 tahun) akan diperingati pada April 2015 mendatang sebagai sejarah yang pernah mengguncang dunia ini, dilakukan dengan sangat intensif. Seluruh aktivitas termasuk kegempaan dipantau selama 24 jam tiap hari tanpa henti. Di sebuah pos sederhana inilah, peralatan pemantauan gunung berapi, analog (seismograf) dan digital (komputer) terlihat lengkap. Seismograf, dengan jarumnya yang terus bergerak “menggoreskan” catatan berupa garis naik turun khas aktivitas vulkanik lainnya mencatat data vulkanik dari waktu ke waktu. Dari Pos Pemantauan/Pengamatan Gunung Tambora inilah, aktivitas gunung api aktif tersebut bisa tercatat jelas. “Seluruh aktivitas gunung berapi Tambora, kami pantau dari sini,” ungkap Abdul Haris, Kepala Pos Pemantauan Gunung Tambora. Tiap hari tanpa henti, dari waktu ke waktu, ia dan dua rekannya, Yuliana Jaya dan Sastradin, mengamati gunung tersebut dengan fokus memantau aktivitas vulkanik dan tektonik. Selain itu mereka juga melakukan pengamatan visual dari aktivitas vulkanologi yang terjadi, salah satunya mengamati asap solvatara/ kumarola. “Kami juga memantau aktivitas asap solvataranya meski pun dari sini (pos pantau-red) asapnya tidak tampak karena kedalaman kawah yang mencapai
Abdul Haris dan timnya melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Tambora selama 24 jam sehari
satu kilometer,” kata Haris. Asap ini tidak setiap waktu dapat diamati secara langsung dari pos pantau mengingat kedalaman kawah Gunung Tambora yang mencapai satu kilometer. Namun, sesekali asap ini terkadang bisa dilihat dengan jelas dari pos pantau tersebut. “Jika ingin mengamati asap solvatara, kami akan menuju puncak Tambora untuk melihat secara langsung aktivitas tersebut,” katanya. Di pos pantau milik Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) ini juga sebagai tempat memantau empat stasiun/alat seismik (alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah), yang ada di lapangan atau di Gunung Tambora. Empat alat tersebut terdapat di stasiun pertama ada di Jalur Teko, jalur yang biasa dipakai untuk off
road ke Gunung Tambora berada di Doro Ncanga bagian selatan Gunung Tambora. Stasiun kedua ada di Oi Kalo, stasiun ketiga di Jalur Hodo arah Tenggara Gunung Tambora serta satu lagi ada di Desa Pancasila atau bagian sebelah barat dari Gunung Tambora. “Selama 24 jam kami harus standby untuk mengamati tiap waktu perkembangan Gunung Tambora,” kata Haris yang bekerja di pos pantau ini sejak pos ini berdiri tahun 1984. Menurut Haris, empat stasiun ini terbilang lengkap dan cukup untuk bisa mengamati aktivitas Gunung Tambora. Menurut Haris, di Bulan Januari atau Februari 2015 ini, rencananya akan kembali dipasang dua alat lagi yang berfungsi sebagai stasiun pemantauan. Satu di wilayah Sanggar atau di Oi Saro yang ada di wilayah Timur Gunung Tambora. Stasiun ini masuk wilayah Kabupaten Bima. Kedua akan di pasang
Print out hasil pencatatan aktivitas vulkanik di Gunung Tambora
Pos Pemantauan Gunung Tambora di Desa Doro Peti Kecamatan Pekat, Dompu.
di dasar kaldera. Sebuah CCTV yang dirancang khusus untuk memantau aktivitas sekitar kaldera (kawah) juga akan dipasang dalam bulan Januari atau Februari 2015. CCTV ini akan di pasang pada puncak bibir kaldera, di wilayah bagian barat atau barat laut kaldera. “CCTV ini akan berfungsi sebagai pemantau aktivitas keseluruhan di dasar kalera/ kawah Gunung Tambora,” ujar Haris. Ketiga alat baru yang akan dipasang ini, melengkapi peralatan pantau Gunung Tambora di pos pantau tersebut. Kertas-kertas catatan hasil print out dari rekaman seismograf (sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat aktivitas gempa bumi), menumpuk rapi di lemari dan meja-meja di pos ini. Bagaimana tidak, perhitungan aktivitas dari seismograf ini dilakukan tiap 12 jam sekali. Itu artinya dalam 24 jam atau satu hari, terdapat dua lembar kertas yang harus di prin out sebagai hasil dari aktivitas Gunung Tambora yang harus didokumentasikan dengan baik. “Alat ini hanya akan beristirahat mencatat sekitar dua menit saja, di saat jeda pencatatan ketika penggantian kertas dilakukan,” kata Yuliana. Menurut Haris, sejauh ini, aktivitas kegempaan di gunung yang ledakannya sempat mempengaruhi iklim dunia dan melenyapkan tiga kerajaan di Pulau Sumbawa yakni Kerajaan Pekat, Sanggar, dan Kerajaan Tambora ini, kini aktivitas vulkanik rata-rata terjadi tujuh kali dalam sehari. “Namun gempa dalam skala kecil ini tidak bisa dirasakan oleh manusia,” katanya. Hanya alat inilah yang memiliki sensitifitas yang peka sehingga dapat mencatat dengan detil sekecil apapun aktivitas gempa itu terjadi. Ini artinya bahwa seluruh aktivitas Gunung Tambora, terpantau den-
gan detil dari waktu ke waktu. Karena itu seluruh peralatan pemantauan ini dipastikan tetap mendapat suplai listrik yang tidak boleh mati walau sedetik pun. “Jika listrik tiba-tiba padam, pos telah menyediakan empat aki berkapasitas besar yang siap mengalirkan listrik agar alat tetap bisa mencatat aktivitas Gunung Tambora tanpa jeda,” ujar Haris. Lima aki berkapasitas 12 volt 70 Ampere ini sudah dirancang untuk dapat mengalirkan listrik secara otomatis jika lampu tiba-tiba padam. Begitu juga dengan ketiga petugas di pos pantau ini, secara bergiliran mereka menjaga dan memastikan seluruh aktivitas
Abdul Haris
peralatan pemantauan ini berjalan dengan baik. “Kami tidak pernah libur. Jika pun ada keperluan yang mendesak, maka diatur harus tetap ada personil yang standby di pos pantau,” kata Yuliana. Sebulan yang lalu, 12 Desember 2014, tim dari pos pantau ini baru saja turun ke kaldera Gunung Tambora untuk melakukan pengukuran suhu di dasar kaldera. Pengukuran suhu ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas kegiatan magma di sana. “Pengukuran suhu ini dilakukan untuk mendapatkan data lengkap dari dasar kaldera. Data yang kami dapatkan terakhir dari dasar kawah adalah suhu di dua anak Gunung Tambora, yakni di Doro Afi Toi dan Doro Afi Bou, di dasar kawah tercatat rata-rata 96 derajad. “Suhu ini masih terbilang wajar, artinya ini menandakan bahwa aktivitas Gunung Tambora masih wajar dan tidak berlebihan. Pemantauan suhu ini diharapkan dapat dilakukan secara kontinyu minimal sebulan sekali. -Naniek I. Taufan
Nine
20
19 - 25 januari 2015
Keuntungan Dibagi Rata M
ekonomi dari kegiatan sampingan ini di luar dari kegiatan rutin mereka sebagai buruh tani. “Dengan produktifnya para perempuan adat dalam menghasilkan tenunan ini, ada peningkatan taraf hidup secara ekonomi. Dari yang tadinya hanya berpenghasilan sebagai buruh tani yang tidak seberapa, kini mendapatkan hasil tambahan yang lumayan dari menenun,” ujar Sarbiniwati. Bagaimana tidak, harga kain tenun tradisional yang khas ini terbilang mahal. Untuk satu tenun kain poleng (motif kotak-kotak) harganya Rp 250 ribu perlembar kain ukuran 2 meter x 1,10 meter. Sebuah selendang ukuran kecil yang biasa dipakai untuk kemben pada acara-acara ritual adat seharga Rp 150 ribu, sedangkan yang ukuran besar harganya mencapai Rp 300 ribu. Sementara itu sebuah kain yang khas pula dari pakaian tradisional Lombok Utara yang berbeda dengan pakaian tradisional Lombok pada umumnya adalah topi khas bagi perempuan Bayan termasuk Karang Bajo yang disebut Jong, seharga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. “Jong ini memang terbilang mahal karena pembuatannya relatif rumit,” kata Sarbini. Jong ini dipakai oleh perempuan tradisional Bayan di kepala, bentuknya meninggi. KAYA MOTIF Selain motif poleng, tenun khas Bayan juga ada yang dikenal sebagai kain Rejasa yang diperuntukkan khusus bagi laki-laki. Ada juga yang disebut Londong Abang yang biasa dipakai oleh laki-laki atau pun perempuan pada saat mengikuti ritual atau upacara adat. Keuntungan dari membuat kelompok penenun yang saat ini berjumlah sekitar 20 penenun, menurut Sarbiniwati, adalah membuat para penenun tradisional tersebut semakin kaya dengan motif-motif baru seperti, motif Rang-rang yang mereka dapatkan ketika lembaga ini mendatangkan pelatih tenun dari Lombok Tengah. “Mereka bahkan bisa berdiskusi soal motif yang lebih kreatif jika ten-
RALAT Terjadi kesalahan penulisan pada Rubrik Nine edisi 831 halaman 20, judul “Razia Penyakit Masyarakat”. Pada lead ditulis: Hamparan perkebunan kopi menghijau di Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kebun-kebun kopi ini juga berbatasan langsung dengan perkebunan kopi yang berada di Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Ratusan hektar lahan perkebunan kopi di dua kabupaten ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Hal inilah yang bahkan membuat kebun kopi menjadi ikon desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora, salah satunya Dusun Pancasila. Seharusnya, tulisan tersebut tidak ada. Atas kesalahan ini kami mohon maaf. Terima kasih. Redaksi
gah berkumpul,” katanya. Hasil tenunan para perempuan adat ini dikumpulkan untuk dipasarkan. “Meski tidak sangat banyak, pesanan tenun khas Karang Bajo lumayan, sedikit demi sedikit mulai terlihat ada peningkatan pesanan bahkan hingga Manado, Kalimantan dan
5
Ary Widianti
Sajikan Menu Istimewa Herbal Chicken
Lembaga pranata adat di Karang Bajo, Kecamatan Bayan Lombok Utara, menggerakan para perempuan adat untuk berkarya dan berkreativitas mengikuti perkembangan zaman, namun sama sekali tidak pernah meninggalkan keaslian tradisi dan adat istiadatnya. Mereka patuh menjaga tradisi yang hidup secara turun temurun. Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan kebudayaan yang menjadi warisan leluhur masyarakat Karang Bajo, salah satunya dengan melibatkan perempuan adat untuk mengisi gerbong dalam upaya pelestarian tersebut lewat berbagai kegiatan. eningkatkan kapasitas perempuan adat memang menjadi salah satu tujuan dari Lembaga Pranata Adat Karang Bajo yang digerakkan oleh bidang pemberdayaan perempuannya. Bagi lembaga adat di sini, perempuan adat di daerah ini harus bisa maju. “Jangan dilihat bahwa perempuan adat itu tidak ada apa-apanya, karena begitu mereka diajak berkelompok terbukti dapat meningkatkan kapasitas dirinya,” ujar Sarbiniwati, salah seorang penggerak kegiatan-kegiatan perempuan adat ini. Selain telah memiliki Klub Baca Perempuan Adat yang membuat perempuan adat di sana akhirnya bisa bebas buta huruf, komunitas perempuan adat di Desa Karang Bajo ini juga tengah giat-giatnya membangkitkan kembali aktivitas menenun di kalangan perempuan adat. Dengan nama kelompok “Setuk Jajak Bilang Bale” yang artinya alat tenun yang bernama setuk jajak ada di tiap rumah, karya-karya tenun perempuan adat di sini kini makin banyak diproduksi. “Para penenun tradisional ini kini bisa berproduksi lebih banyak setelah dibuatkan kelompok, dibandingkan saat menenun sendiri-sendiri di rumah masing-masing,” ungkap Sarbiniwati. Selama ini, tenun khas Karang Bajo dan Lombok Utara umumnya memang memiliki ciri dan keunikan tersendiri yang masih dipertahankan keaslian motifnya, seperti yang biasa mereka sebut motif poleng (kotakotak). Aktivitas menenun telah ada turun temurun dalam masyarakat Karang Bajo. Pemeliharaan dan pelestarian adat dan tradisi di Bayan umumnya dan secara khusus di Karang Bajo yang selalu menghadirkan berbagai ritual dan upacara adat secara rutin, membuat banyaknya kebutuhan akan kain tenun tradisional untuk dipakai pada kegiatan adat tersebut. “Inilah yang menjadi pemikiran mengapa kegiatan menenun ini kembali kami hidupkan, karena banyak dibutuhkan kain tradisional Karang Bajo atau Bayan,” ungkap Sarbiniwati. Gencarnya lembaga adat dalam meningkatkan aktivitas menenun, rupanya tidak hanya berdampak baik bagi tersedianya kain tenun tradisional untuk keperluan ritual atau upacara adat melainkan juga kini para perempuan adat tersebut dapat meningkatkan nilai
Inspirasi
19 - 25 januari 2015
Anda penggemar ayam goreng tepung krispi ala restoran Amerika? Kini telah hadir satu produk makanan yang sehat dan lezat, herbal chicken. Menu istimewa ini, kini sedang dikembangkan Ary Widianti. Ibu tiga anak ini, awalnya hanya mencoba peluang yang ada.
Hasil tenunan perempuan adat Karang Bayan yang dikumpulkan untuk dipasarkan secara berkelompok
Sulawesi,” kata Sarbiniwati. Uniknya kain tenun yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama-sama ini, jika laku semua maka keuntungannya dibagi rata kepada semua penenun
yang menyertakan kain untuk dijual. Tentu saja sesuai juga dengan porsi jumlah kain yang diserahkan untuk dijual secara berkelompok. -Naniek I. Taufan
Empat Kelompok Kegiatan Mendorong perempuan adat Karang Bajo bukan hanya dalam hal meningkatkan kreativitas tenun tradisionalnya, melainkan mereka juga diajak untuk melestarikan kuliner khas Lombok. Selain itu, juga dilakukan pelestarian kesenian khas Karang Bajo Bayan seperti tari tradisional Ning-ning She, sebuah tarian tradisional Karang Bajo Bayan yang diiringi seruling dan lelakak (pantun kuno). Anak-anak Karang Bajo kini giat berlatih tarian ini di bawah asuhan lembaga adat bagian pemberdayaan perempuan adatnya. Sejak program pemberdayaan perempuan adat yang dimulai tahun 2013 lalu, Sarbini melihat ada peningkatan rasa percaya diri para perempuan adat. Di samping mereka kini rata-rata bisa membaca, juga memiliki wawasan setidaknya dalam hal menenun. Berdasarkan data pemberantasan buta huruf yang pernah dilakukan di wilayah ini tahun 2010 bahkan hingga kini, menurut Sarbiniwati, tidak
kurang dari 150 perempuan adat dari empat desa yakni, Karang Bajo, Desa Anyar, Desa Loloan dan Desa Senaru, Bayan, mengikuti program ini. Usia mereka paling tua 40 tahun dan diikuti pula oleh anak-anak yang putus sekolah sebelum bisa membaca. Empat kegiatan pemberdayaan perempuan adat dalam kelompok-kelompok ini seperti kelompok menenun, kelompok pelestari kuliner Bayan, pelestarian kesenian khas dan Klub Baca Perempuan Adat, dipusatkan di Karang Bajo, Bayan. Tiga desa lain juga ikut dalam kegiatan ini seperti Desa Loloan, Anyar dan Senaru, Bayan Lombok Utara. Dengan berbagai kegiatan dalam pemberdayaan perempuan adat ini, menjadikan Karang Bajo dan Bayan secara umum dapat melestarikan warisan-warisan tradisi dan adat istiadat dari leluhur sebagai nenek moyang masyarakat Karang Bajo, Bayan, Lombok Utara. --Naniek I. Taufan
“A
walnya, saya ditawari teman dari Jakarta yang mengeluti usaha peternakan ayam untuk mengembangkan herbal chicken ini. Namun, saya pikir, sudah banyak ayam goreng tepung krispi di pasaran, mulai dari kaki lima sampai restoran siap saji. Tapi saya ingat, anak saya suka sekali dengan menu ayam goreng tepung ini. Saya tahu, ayam boiler bisanya disuntik hormon agar cepat besar. Lama -kelamaan, setelah saya pikir, ada baiknya juga saya mencoba mengembangkan herbal chicken ini. Apalagi, kata anak-anak saya, rasanya lebih lezat dan lebih sehat tentunya. Akhirnya, mulai 9 Januari lalu, saya mulai buka satu outlet di Jalan Gunung Rinjani Nomor 62, Monang-maning, di depan Puskesmas I Denpasar Barat dan sebelum SMAN 4 Denpasar,” tutur perempuan yang akrab disapa bu Jero ini. Ia mengatakan, herbal chicken merupakan ayam boiler yang dibudidayakan dari lahir sampai panen dengan menggunakan racikan pakan khusus dari bahanbahan pilihan seperti jagung, dedak, tepung ikan, tulang ikan, daging dll. Selain itu, ada tambah an ‘jamu ternak’ atau ramuan herbal sebagai probiotik alami pengganti antibiotik dan antistres kimia yang biasa digunakan dalam peternakan ayam boiler biasa. Kualitasnya, sesuai dengan hasil penelitian PT. Elha Narita
Ary Widianti bersama dua karyawannya
Perkasa dan pengujiannya telah dilakukan Balai Penelitian Ternak (Balitnak). Racikan pakan khusus dan suplemen ‘jamu ternak’ ini menghasilkan ayam herbal berkualitas, aman dikonsumsi, bebas residu antibiotic dan lemak, kolesterol lebih rendah, aroma segar, serta rasa lebih enak. “Ayam herbal dipotong di rumah pemotongan ayam PT. Elha Narita Perkasa yang telah memilki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat dengan nomor registrasi 01024003090112. Kualitas daging yang dihasilkan juga diuji Laboratorium Departemen Pertanian Bogor, dan juga laboratorium independen lainnya,”
Aneka kue kering vegetarian dan mi organik
Chicken Lada Hitam
ucapnya. Ia menambahkan, tepung yang melumuri daging ayam untuk ayam goreng tepung ala restoran Amerika ini, tidak me ngandung MSG. “Rasa pedas dan gurih yang lembut dihasilkan dari kombinasi rempah-rempah, paprika, kaldu ayam yang diramu sedemikian rupa sehingga me nimbulkan cita-rasa yang khas herbal chicken. Semua ini demi menjaga agar ayam goreng yang kita konsumsi lebih sehat dan lebih lezat,” kata Bu Jero. Ia menyakinkan, bagi para orangtua tak usah khawatir jika anak-anak mereka sangat menyukai ayam goreng tepung. Karena dengan menu herbal chicken ini, tidak ada efek sampingnya, seperti membuat batuk. Outlet herbal chicken tidak hanya menyajikan ayam organik, tapi semua makanan yang dijual organik, termasuk kue-kue kering buatan bu jero. Anek menu spesial dan istimewa tersaji dari herbal chicken. Mulai dari paket sehat, yang terdiri dari ayam tepung krispi dan nasi organik, ayam bakar, bakso ikan tanpa MSG,
Katsu Mayonaise
pancake durian, durian goreng, termasuk es durian ketan hitam saus green tea. Untuk minum an, selain jus apel dan stroberi, ada juga milo, dan kreasi bubble es aneka rasa yang tak kalah dengan yang dijual di mal besar. Bubble es di herbal chicken tidak menggunakan susu, tapi krim sehingga rasanya lebih enak. Aneka camilan juga tersedia, macaroni, stik keju non MSG dengan anek warna, kuning dari wortel, hijau dari bayam, dan merah dari buah naga, termasuk aneka mi organik dan kaldu ayam organik. Sejak dibuka 9 januari, herbal chicken sangat diminati konsumen. Ia juga memberikan kesempatan bagi yang tertarik franchise herbal chicken. Untuk saat ini, outletnya hanya menampung untuk 24 orang. Ke depannya, ia ingin mengembangkan dengan tempat yang lebih besar sembari melihat respon konsumen. Ia juga men erima
Ary Widianti
pesanan antar untuk Kota Denpasar. Jika, Anda termasuk orang yang peduli dengan kesehatan, Anda harus mencoba herbal chicken ini. Dijamin pasti ke tagihan. -ast
Aneka pilihan kue tart
Outlet Herbal Chicken ramai dikunjungi pembeli
Gordon Bleu
Women on Top
6
Susan Jasmine Zulkifli
Tempat Baru Tantangan Baru Masih ingat Lurah Susan? Lurah Lenteng Agung Jakarta Selatan yang pernah didemo masyarakat. Kasus yang menghebohkan itu pun lantas mencuat ke ‘pentas nasional’ dan menjadi topik hangat dalam berbagai diskusi publik tentang kebangsaan dan pluralisme. Tak heran, Susan Jasmine Zulkifli—begitu nama lengkapnya--- pun lantas menjadi buruan pers yang ingin tahu berbagai hal tentang wanita cantik ini. Apalagi, Susan merupakan salah satu produk lelang jabatan lurah yang dilakukan oleh Jokowi. Sebelum menjadi lurah, jebolan Fisip Universitas Indonesia ini menduduki jabatan kepala seksi di Kecamatan Senen, ia juga pernah lama berkiprah di BKKBN.
“L
elang jabatan sebuah pro gram yang bagus yang mendorong PNS untuk berkom petisi secara sehat. Yang terpent ing adalah niat kita bekerja sebaikbaiknya dan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” be gitu kata wanita berusia 44 tahun. “Kalau tidak ada lelang jabatan, entah berapa tahun lagi baru bisa menjadi lurah,” tambahnya.
Menghadapi demo warga, Su san boleh dibilang cukup tang guh. Meski kantor kelurahannya pernah ‘dihadiahi’ keranda mayat, ia tidak terpengaruh. Tugas se bagai lurah tetap dia jalankan, termasuk melakukan ‘blusukan’ menjumpai warga. Menurut Susan, ia senang blusukan karena dengan begitu ia dapat mengetahui kondisi masyarakat dan permasalahannya. “Saya lebih suka turun ke lapangan, jadi tahu langsung permasalahan.
Saya tidak ‘betah’ hanya bekerja di belakang meja, malah mera sa capai,” ungkap Susan yang gemar naik motor kala blusukan. Tak terasa sudah satu setengah tahun ibu satu anak ini memimpin Kelurahan Lenteng Agung. Baru-baru ini, Gubernur DKi Ja karta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
dr. Lanawati
Wadah Berbagi Rasa Indonesia sebagai negara berkembang dekade saat ini dan ke depan diperkirakan akan berada pada fase Double Burden of Dissease, yaitu beban ganda kesehatan.
“B
eban per tama yang dihadapi Indonesia adalah masih tingginya angka kesakitan penyakit menular ‘klasik’ seperti TBC, kusta, diare, dan DBD. Penyakitpenyakit ini merupakan masalah besar terutama pada negara sedang berkembang,” ungkap dr. Lanawati, Kepala Puskesmas II Denpasar Barat. Beban kedua yang dihadapi Indonesia adalah tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular (non communicable dissease), seperti diabetes mellitus, PPOK (Pe nyakit Paru Obstruksi Kronis), Kanker dll. Masalah utamanya adalah angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia sudah lebih tinggi daripada kematian akibat pe nyakit menular. Perempuan kelahiran Sura karta, 18 September 1965 ini menyampaikan PTM dikenal dengan sebutan “Silent Killer”,
dr. Lanawati
bisa membunuh secara diamdiam, dan ketika terdeteksi oleh penderita, sudah pada tingkat keparahan yang tinggi dan sudah sulit disembuhkan. Ini biasanya akan berakhir dengan kecacatan
dan kematian. Faktor risiko pe nyakit ini cukup banyak dan saling berinteraksi. Faktor risiko yang paling sering ditemukan adalah pada perilaku, seperti merokok, minum minuman beralkohol, minum atau makan makanan yang terlalu manis atau asin, mengon sumsi makanan fastfood dengan kolesterol tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik. “Pencegahan yang bisa dilakukan hanya dengan mengubah perilaku menjadi perilaku yang sehat, menjaga pola makan yang baik dan sehat, sering berolahraga serta menghindari rokok dan minuman beralkohol,” ujar istri Ir. Widayat Hutomo, MAP. ini. Dari data Poliklinik Umum Puskesmas II Denpasar Barat, jumlah kasus PTM (Diabetes Mellitus dan Hipertensi ) terus men ingkat, dan pada evaluasi pengobatan didapatkan hampir 80% dari pend erita Diabetes Mellitus memiliki kontrol gula darah yang buruk. Hasil evaluasi pemeriksaan gula darah masih terus tinggi yaitu di atas 200 mg/dl. Hal ini disebab kan karena pengeta huan, sikap dan perilaku penderita Diabetes Mellitus masih rendah.
19 - 25 Januari 2015
melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan Pemda DKI Jakarta. Susan termasuk salah satu yang terkena mutasi. Ia mendapat penugasan baru yakni menjadi Lu rah Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Bagi Susan, dimana pun ditempatkan tidak masalah. “Tem pat baru berarti tantangan baru,” ucap wanita cantik ini. Kali ini boleh dibilang Susan cukup beruntung. Kantor kelu rahan Gondangdia yang sekarang dipimpinnya dekat dengan rumah nya. Dia sendiri pun adalah warga Gondangdia karenanya ia tahu per masalahan daerahnya. Lebih dari itu, dia tak perlu lagi membuang banyak waktu untuk perjalanan pergi dan pulang kantor. Banding kan dengan Lenteng Agung Jakarta Selatan, yang jaraknya cukup jauh. Suatu keti ka, saat pulang kerja dia per nah terjebak macet hingga tiga jam un tuk sampai ke rumah. Belum lagi setiap hari Ju mat, para PNS di lingkungan Pemda DKI dila
Demi untuk menekan terus berkembangnya kasus Diabetes dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Diabetes, 21 Desember 2010, Puskesmas II Denpasar Barat mengadakan Seminar Sehari tentang Diabe tes Melitus, diikuti para diabetisi dan keluarga yang berjumlah 70 orang. Materi yang diberikan adalah edukasi tentang Diabetes Mellitus. Pada akhir seminar pe serta menginginkan dibentuknya suatu wadah yang menjadi tempat untuk mendapatkan informasi, pelayanan, serta tempat berbagi rasa antar sesama diabetisi (pen derita Diabetes). “Dari sanalah akhirnya terbentuk suatu wadah yang diberi nama Paguyuban Dia betes Sehat Puskesmas II Den pasar Selatan,” papar dr. Lanawati yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas II Denpasar Barat sejak 13 Maret 2009 ini. QUEEN AND KING Disepakati pula, tanggal 21 Desember 2010 tersebut seba
rang membawa mobil ke kantor, baik itu mobil pribadi maupun mo bil dinas. Mereka harus mengguna kan transportasi publik. Walhasil, untuk mencapai Lenteng Agung, Susan yang wajib berbusana ke baya setiap hari Jumat, pun naik kereta api. Menurut Susan, karakteristik Gondangdia berbeda dengan Len teng Agung yang wilayahnya luas dan warganya banyak. Di Gondan gdia warganya hanya 4.000 jiwa sedang di Lenteng Agung 54.000 jiwa. Ada sejumlah prioritas yang akan dibenahi Susan di Gondang dia, salah satunya adalah masalah pelayanan perizinan. Untuk itu ia membangun pelayanan terpadu satu pintu, seperti yang dilakukan nya di Lenteng Agung. Hal lainnya adalah masalah PKL dan rumah hunian yang dijadikan tempat usaha. Hal ini, kata Susan, akan ditertibkan karena sesuai peraturan kawasan perumahan tidak boleh dijadikan tempat usaha. “Yang juga ditertibkan adalah PKL yang berjualan sem barangan,” ujar Susan yang telah dua pekan menjabat sebagai Lurah Gondangdia. Tantangan lain yang juga dih adapi Susan di medan yang baru ini adalah minimnya partisipasi warga pada kegiatan-kegiatan keluara han. Sebut saja, kerja bakti, misal nya. Ini berbeda dengan kondisi di Lenteng Agung di mana warganya giat dalam program kerja bakti. Bisa jadi karena kawasan Gon dangdia, Menteng, kebanyakan dihuni oleh kalangan elite se hingga mereka menjadi acuh pada kegiatan keluarahan. Namun, kata Susan, dirinya akan melakukan pendekatan agar warga pun mau turun berpartisipasi. –Diana Runtu gai hari berdirinya Paguyuban Diabetes, yang setiap tahunnya dirayakan sebagai hari jadi dengan membuat serangkaian acara perayaan, seperti lomba cerdas cermat tentang Diabetes, lomba menyuluh Diabetes Mellitus serta pemilihan “Queen and King”, yaitu dipilih dari peserta yang ra jin mengikuti kegiatan Paguyuban atau peserta yang berhasil men gontrol gula darahnya. Melalui Paguyuban ini diharap kan Puskesmas II Denpasar Barat mampu memberikan informasi yang akurat tentang Diabetes Melitus bagi penderita Diabetes, menghambat perkembangan kasus Diabetes Melitus di wilayah Puskesmas II Denpasar Barat, terbentuknya suatu wadah yang dapat memberikan informasi yang terpercaya berkaitan dengan Diabetes Melitus, terbentuknya suatu tempat berbagi rasa, saling menyemangati antar sesama pen derita Diabetes dan memperbaiki kesehatan psikologis penderia Diabetes Melitus. –Inten Indrawati
Sudut Pandang
19 - 25 Januari 2015
Alternatif Baru Bahan Bakar Ramah Lingkungan Transportasi darat berkontribusi 23% dari total emisi nasional (CO2). Hampir 90% pencemaran udara terjadi di perkotaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, laju pertumbuhan kendaraan di Bali berkisar 7% per tahun. Jumlah kendaraan pada tahun 2006 sebanyak 1,58 juta unit, sementara tahun 2013 sudah mencapai 2,74 juta unit. Rasio kendaraan dengan jumlah penduduk di Bali sudah mencapai 1:1,5. Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Bali Nusa, Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Novrizal Tahar, Selasa (13/1).
“S
ebanyak 90% emisi trans portasi, be rasal dari transportasi darat, dan 70% pencemaran kota berasal dari sektor transportasi. Sebanyak 23% emisi gas rumah kaca dari fossil fuel berasal dari sektor transportasi,” ucapnya. Novrizal menyatakan, pence maran udara karena transportasi tentu berimbas pada kesehatan masyarakat. Ia mengambil con toh, tahun 2012, untuk di Jakarta saja, masyarakat menghabis kan dana Rp 38,5 triliun untuk biaya kesehatan. Dengan popluasi penduduk Jakarta 9,607,787, se banyak 57,8% warga Jakarta mengidap penyakit akibat pen cemaran udara seperti asma, bronhitis, ISPA, pneumonia, pe nyemputan saluran pernapasan dan arteri diseases. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang terus meningkat juga menjadi beban subsidi di APBN. Tahun 2013, konsumsi BBM sebesar 1,4 juta barel per hari. Padahal, produksi dalam negeri 650.000 barel per hari, sehingga diperlukan impor BBM. Pertumbuhan BBM 120.000 barel bph per tahun. Tahun 2014, subsidi BBM Rp 200 triliun per tahun atau sebesar Rp 500 miliar per hari. Ia mengatakan, negara-negara yann tergabung dalam ASEAN melakukan komitmen melakukan suatu usaha meminimalkan pence maran udara karena transportasi darat dengan satu kesepakatan, Mutual Recognition Agreetment (MRA). Kesepakatan ini, diharap kan bisa tercapai di tahun 2016, agar seluruh negara ASEAN telah menggunakan kendaraan dengan
Novrizal
bahan bakar Euro 4 standar. Menurutnya, beberapa negara, seperti Singapura dan Thailand malah sudah melakukannya sejak tahun 2012. Dalam visi kota tahun 2050 disebutkan emisi per kapita dari sektor transportasi berkisar 0,33 TCO2 per tahun. Namun, ke nyataannya, di tahun ini pun capaian emisi sudah di atas 0,33 TCO2 per tahun. Data KLH menyebutkan, be ban emisi gas pencemar di kota Denpasar terbesar disumbangkan sektor transportasi darat sebesar 1.088.557,42 ton per tahun. Karena itu, ia menekankan, perlu strategi perubahan besar dalam mengatasi hal tersebut. Ada beberapa rekomendasi yang diberikan seperti, penggunaan bahan bakar yang bersih dan ramah lingkungan seperti rendah sulfur, bahan bakar gas, bio fuel, listrik, atau hidrogen. Masyarakat juga diminta mulai mencintai transportasi publik, dan mulai beralih ke sepeda atau berjalan kaki. “Tujuannya, selain untuk mengurangi emisi gas rumah
kaca dan pencemar udara, juga, diharapkan, dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar rendah sul fur seperti gas, dan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujarnya. Targetnya ke depan, peningkatan konsumsi bahan bakar gas dengan pencapaian 10.000 unit, penera pan standar euro 4 di Bali pada kendaraan baru tahun 2016-2017, dan perubahan culture. Sasarannya, kendaraan di nas pemerintah, BUMN, swas ta, transportasi umum, dan masyarakat peduli lingkungan. Tanggal 13 Desember tahun lalu telah dilakukan peluncuran kampanye gas for clean Bali di lapangan Renon. Salah satu con toh hasil uji emisi gas for clean
19
I Gusti Bagus Wijaya Kusuma
Bali. Mobil dengan bahan bakar bensin: CO: 3,326%, HC: 517 ppm, CO2: 12,33%, O2: 0,76%. Mobil bahan bakar gas: CO: 0%, HC: 4 ppm, CO2: 13,53 %, O2: 0,29 %. Ambang batas emisi sesuai peraturan Kepmen LH Nomor 5 tahun 2006: CO 1,5%, HC: 200 ppm. Ia memaparkan, keunggulan bahan bakar gas adalah selain ramah lingkungan, pembakaran sempurna, dan bebas sulfur dan timbal. “Saat ini populasi kend aran gas di Bali tahun 2014 ber jumlah 20 unit,” kata Novrizal. Ia berharap, tahun 2019 dapat mencapai target 10.000 unit. BAHAN BAKAR GAS Konsumsi BBM untuk sektor transportasi adalah yang paling besar mencapai 52% diband ingkan industri 19%, listrik 7% dan rumahtangga 22%. Sedang kan, pemerintah terus berupaya mengimbau masyarakat untuk se lalu menghemat energi. Sehingga perlu alternatif pemakaian bahan bakar yang lebih murah, salah satunya bahan bakar gas. Menurut Ketut Program Studi S-2 Teknik Mesin Unud, Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma, hasil penelitian Jurusan Teknik Mesin Unud, menunjukkan pe makaian bahan bakar gas pada mesin mobil dapat menghemat konsumsi bahan bakar hingga 40 % dibandingkan dengan penggu naan bahan bakar bensin. “Sebagai
contoh, 1 kg bensin mengeluar kan 7,550 CO2. Sementara, 1 kg gas hanya 0,6,” ucapnya. Tahun 2000, ia pernah mem buat bahan bakar biofuel dari sampah organik. Cara mem buatnya sangat mudah. Hanya disimpan dalam waktu tiga hari kemudian akan mengeluarkan kandungan alkohol. Dengan sistem pemurnian, kandungan alkohol akan berubah menjadi bahan bakar yang bagus. Menurutnya, teknologi ini sebenarnya bisa dikembang kan di TPA Suwung. Tiap hari, sampah yang dihasilkan TPA Suwung sebanyak 1300 ton per hari. Sebanyak 800 ton sampah organik bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan 1000 ton biofuel per hari. Namun, tahun 2006 ada peraturan Menteri Perindustrian yang akhirnya membatasi peng gunaan biodesel ini. Banyak inves tor kecewa yang mengakibatkan teknologi biodisel ini hilang. Tahun 2003, sudah ada yang membuat bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor. Konverter gas masih manual. Switch antara bensin ke gas masih manual. Na mun, kini, ketika teknologi sudah terbarukan, bahan bakar gas, dapat dijadikan pilihan, karena bahan bakar gas lebih murah. Ia sudah menghitung dari jumlah harga, ternyata bahan bakar gas lebih hemat dan lebih murah. Perhitungan harga bahan bakar terhadap konsumsi bahan bakar gas dan bahan bakar bensin. Untuk bahan bakar gas dengan laju aliran massa gas 3 kg/jam:=0,74435 gr/dt =0,00074435 kg/dt x Rp 11.000/kg =Rp 8,184/dt Perhitungan harga bahan bakar yang dikonsumsi untuk pemakaian bahan bakar bensin dapat dihitung dengan: Jumlah konsumsi bakar bakar (mf) x harga bahan bakar per liter =0,889557 gr/dt = 1,140191 ml/ dt =0,001140191 liter/dt x Rp 7950/liter =Rp 9,065/dt. Dari hitungan tersebut, ter lihat bahan bakar gas harganya jauh lebih murah dan hemat. –Wirati Astiti
Kendala Converter Kit Menurut Achmad Rifqi, Sales Executive Domestic Gas Rayon VIII, Pertamina Marketing Branch Office Bali & NTB, dalam rangka diversifikasi energi, Pertamina telah memasarkan LPG untuk transportasi (gas for vehicle/LGV). Dipasaran dengan merk Vi-Gas. Kelebihannya, selain ramah ling kungan, pembakaran sempurna, memiliki RON l di atas 98, tekanan Vi-Gas di dalam tangki rendah, bebas sulfur dan timbal, mem perpanjang siklus penggantian pelumas, memperpanjang umur mesin, dan suara mesin halus. Be berapa negara telah menggunakan seperti Korea Selatan, Turki, Rusia, Polandia, Italia, Jepang, Australia, Thailand, Tiongkok, Meksiko, dan negara lain. Vi-Gas disalurkan melalui SPB Vi-Gas yang jumlahnya 11 di SPBU Jabodetabek, dan 3 di Bali. Harga per liter Rp 5.100. Ia mengatakan, pengguna Vi-Gas di Bali
baru berjumlah 40 mobil dengan penggunaan 40 liter per hari. Jika dilihat dari tingkat risiko terhadap konsumen, bisa dikatakan tidak ada. Jika, kendaraan mengalami kebocoran, Vi-Gas akan langsung menguap. Ia juga menekankan, kendaraan berbahan bakar gas, sebaiknya dipacu dalam laju kecepa tan paling tinggi 80 km/jam. Di atas itu, kendaraan menjadi lebih boros dan tidak optimal karena melawan angin. Jika dalam perjalanan, bahan bakar habis, dan ingin berpindah ke bensin, tidak ada perubahan akselerasi dalam kendaraan. Namun, pemasaran Vi-Gas terk endala dengan tingginya barrier to entry, dimana konsumen harus membeli dan memasang converter kit. Saat ini, harga converter kit berkisar Rp 15 juta s.d. Rp18 juta. “Hal ini yang menghambat penyaluran Vi-Gas,” ucapnya. Untuk ketersediaan gas, ia mengatakan, masih bisa mencukupi untuk kebutuhan 50 tahun ke depan. –Wirati Astiti
19 - 25 Januari 2015
18
Rani Ingin Dimakamkan di Cianjur
Anak Agung Ngurah Panji Astika, ST
Figur Pemimpin Jujur, Profesional & Pekerja Keras Dirut dan Komisaris dari empat perusahaan ini adalah putra daerah Tabanan yang ingin memperjuangkan adanya perubahan sekaligus pembaharuan di tanah kelahirannya. Lewat pencalonan dirinya sebagai Bakal Calon Bupati Tabanan 2015-2020, Panji Astika ingin menjadikan Tabanan sebagai kabupaten yang maju dan dikenal dunia karena potensi budaya dan pertaniannya (culture & agriculture).
T
Anak Agung Ngurah Panji Astika, S.T.
idak ada keraguan sedikit pun dari pria Tabanan kelahiran 25 Juli 1974 ini saat di rinya didaulat maju menjadi Bacabup Tabanan dari jalur independen. Men jadi Cabup hanyalah sarana peng abdian yang ditempuh untuk menuju pembaharuan di gumi de_ngan sebu tan Lumbung Padi itu. “Saya hanya ingin mengabdi dan melakukan pembaharuan menuju Tabanan yang lebih baik lagi. Kalau sekarang sudah baik, harus diting katkan agar lebih baik lagi,” kata Sarjana Teknik Mesin Universitas Brawijaya, Malang yang akrab disapa Turah Panji ini.
Panji Astika bersama istri saat di Eropa.
Meski hidup di Puri (Puri Anom Tabanan-red), tak membuat Panji Astika menjadi pemuda manja. Sebaliknya, karena dididik dalam lingkungan yang bekerja keras, telah membentuk kepribadiannya menjadi pribadi yang jujur, suka bekerja keras dan mampu menunjukkan kemam puannya mengelola perusahaannya secara profesional. “Saya melihat di Indonesia, pemimpin sekarang ini banyak dari generasi muda. Mereka dipilih kar ena pribadinya yang bersih, jujur, berkarakter, pekerja keras dan pro fesional di bidangnya. Tokoh-tokoh muda yang menjadi pemimpin negeri kita sekarang ini seperti Presiden Jokowi, Gubernur DKI Ahok, Walikota Surabaya Risma, dll, memiliki back ground pendidikan tinggi yang baik, berwawasan luas, bersih, jujur dan mereka adalah tipe pemimpin yang bekerja keras serta mumpuni (pro fesional) di bidangnya. Mereka inilah yang menginspirasi dan memotivasi saya untuk berjuang sekaligus meng abdi bagi kepentingan daerah dan rakyat,” kata suami dari AA Sagung Mas Dewi Rahmayani, S.E. ini. JUJUR DAN MELAYANI Panji Astika sangat sadar, ber juang menjadi pemimpin yang jujur, bersih dan profesional sangatlah berat apalagi dirinya maju dari jalur independen tanpa dukungan partai. “Perjuangan identik dengan pengor banan. Dan saya yakin, selama saya berjuang dengan niat dan itikad yang baik, semuanya akan berjalan sesuai harapan. Apalagi banyak pihak yang mendukung perjuangan saya ini. Jer Basuki Mawa Beya (Tidak Ada Ke jayaan Tanpa Sebuah Pengorbanan),” katanya tegas. Awal berniat menjadi Cabup Tabanan adalah ketika Panji Astika mengharapkan ada perubahan dan pembaharuan di Tabanan. Dan, pemimpin dari perubahan itu di harapkan muncul dari generasi muda. Tapi kenyataan berkata lain, justru dirinya lah yang didaulat dan didukung sepenuhnya untuk menjadi pemimpin Tabanan periode berikutnya. “Dukungan untuk saya cukup membanggakan. Saya tidak perlu
sampaikan dukungan datang dari mana dan sudah berapa banyak. Biarkan dukungan itu mengalir apa adanya, tidak perlu dipaksakan apalagi direkayasa. Saya tidak punya beban saat menyatakan siap maju dalam Pilkada Tabanan mendatang. Saya siap bekerja keras, jujur dan profesional. Saya punya filsafat “CUKUP” untuk masalah ekonomi keluarga, sehingga saya tak perlu korupsi atau main suap atau sejenis nya untuk memuluskan perjuangan saya. Seandainya saya nanti terpilih menjadi pemimpin, saya akan men jadi pemimpin yang melayani, bukan sebaliknya dilayani,” janji ayah tiga anak ini.
PEMBAHARUAN BIDANG PERTANIAN Pembaharuan bidang apa yang ingin diperjuangkan Panji Astika? Pertanian dalam arti luas. Panji As tika paham benar dengan karakter istik daerahnya yang bercurah hujan cukup tinggi, tanah yang subur dan sangat berpotensi dikembangkan untuk menghasilkan produk-produk pertanian organik. Mengapa? “Tabanan memiliki po tensi pertanian terbaik di Bali. Produk pertanian organiknya bisa menjadi ikon untuk diterima di pasar hotel, restoran di dalam bahkan di luar negeri sekalipun. “Masyarakat dunia sekarang ini mencari dan mengon sumsi produk-produk pertanian organik/alami yang bebas kimiawi. Bahkan jika produk organik Tabanan bisa disertifikatkan sesuai standar mutu maka saat itulah Tabanan men jadi Kabupaten Organik dan Terhijau di dunia,” tandas Panji Astika. Menuju Kabupaten Organik, menurut Panji Astika tidak ter lalu sulit sepanjang infrastrukturnya dibenahi dan akses pasar diperluas. Disinilah peran seorang pemimpin yang berwawasan luas dan paham benar dengan kondisi daerahnya. “Tabanan akan membangun quality agriculture yang kelak akan menjadi dambaan semua orang. Masyarakat nya lebih bersemangat mengolah tanahnya yang subur agar lebih produktif daripada sekadar meng kavlingnya untuk dijual. “Konsep saya adalah pariwisata Tabanan yang berbasis budaya dan pertanian,” tambahnya. Membangun infrastruktur perta nian, lanjut Panji Astika, tidak sekadar menyiapkan lahan bebas alihfungsi tetapi bagaimana memasilitasi petani dan memberikan kemudahan agar mampu berproduksi sesuai standar
19 - 25 Januari 2015
Tidak ada maaf bagi pengedar narkoba! Presiden Joko Widodo telah menolak semua permohonan grasi para terpidana mati kasus narkoba dan mereka harus segera dieksekusi mati. Kamis (15/1), Jaksa Agung Prasetyo mengumumkan enam orang yang akan dieksekusi Minggu dini hari, 18 Januari 2015. Dari enam orang itu, hanya Rani Andriani alias Mellisa Aprillia yang satusatunya warga negara Indonesia, selebihnya adalah warga negara asing.
Panji Astika & Jokowi dalam acara World Royal Heritage di Jakarta.
mutu dan diberikan akses pasar yang luas. Panji Astika memiliki gagasan agar dibangun industri pascapanen. Tabanan harus bisa menjadi pe masok utama kebutuhan hotel dan industri pariwisata Bali. Mindset bahwa petani itu adalah orang miskin harus diubah. Karena, banyak negara di Eropa seperti Belanda justru pendapatan utamanya berasal dari pertanian dan peternakan. “Jika pemerintah fokus terhadap pertanian dan memastikan keuntun gan untuk para petani maka generasi muda tidak akan enggan lagi berke cimpung di dunia pertanian,” beber Panji Astika. Panji Astika juga meng inginkan agar pajak untuk tanah per tanian dihapuskan. Pajak konversi dari lahan pertanian ke perumahan harus ditingkatkan. Bila perlu ba ngun pasar hasil pertanian di tempat yang strategis untuk memotong campur tangan tengkulak dan memu dahkan pertemuan antara produsen
dan konsumen. Upaya ini sebagai proteksi agar pertanian di Tabanan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Tabanan. Tak cukup hanya itu saja. Panji Astika bercita-cita menjadikan Ta banan poros edukasi pertanian. Tabanan menyediakan akses lebih dekat kepada generasi mudanya untuk belajar pertanian. Jangan sam pai, potensi daerahnya pertanian, generasi mudanya justru kebanya kan yang memilih bidang lain. Maka dari itu, Panji Astika menyebut ini sebagai strategi kebudayaan untuk melakukan upaya konservasi ter hadap Tabanan yang ibarat ‘tanaman langka’ di Bali. “Ini harapan, cita-cita, dan ga gasan saya untuk Tabanan. Ketika nanti saya diberi mandat oleh rakyat Tabanan menjadi pemimpin Tabanan, saya ingin Tabanan harum tak hanya di mata lokal dan nasional, tapi juga internasional,” tutup Panji Astika.
Panji Astika bersama anak- anak sedang berlibur di Singapura.
Nama: Anak Agung Ngurah Panji Astika, S.T. Nama Istri: Anak Agung Sagung Mas Dewi Rahmayani, S.E. Nama Anak : A A Sg Ayu Tribhuwana Wulan Nadarin A A Ngr Gde Semara Winangun Dharma A A Ngr Anom Artha Dharma Wicaksana Pekerjaan: - Dirut PT. AMANAID - Dirut PT. Enviro Sejahtera Abadi - Komisaris PT Tugu Bali Utama - Komisaris PT. Kulina Bali Sentosa
Organisasi: - Dewan Penasehat Garda Tindak Pidana Korupsi DPC Tabanan - Ketum Sabha Yowana Pratisentana Ida Bhatara Sira Arya Kenceng - Sekjen Sabha Yowana Dharma Ksatya Bali - Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Keraton, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara -Anggota Forum Studi Majapahit -Anggota Gema Perdamaian -Anggota Dewan Penasehat Forum Komunikasi Mahasiswa Hindu Brawijaya
D
engan kepastian tersebut maka usai sudah perjuangan panjang Rani dalam meraih keringanan hukuman. Putusan waktu eksekusi telah dijatuhkan. Rani bersama empat pria dieksekusi di Nusakambangan, sedang satu perempuan lagi asal Vietnam, Tran Thi Bich Hanh Binti Dinh Hoang, dieksekusi pada hari dan waktu yang sama di Boyolali, Jawa Tengah. Rani divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 22 Agustus 2000. Dalam kasus tersebut, Rani terlibat bersama dua sepupunya, Meirika Franola alias Ola dan Deni Setia, yang juga salah seorang lurah di Cianjur. Namun berbeda dengan Rani, dua sepupunya ini yang juga divonis mati, berhasil lolos dari maut.
Dijerumuskan Sepupu Awal dari terjerumusnya Rani dalam bisnis perdagangan narkoba adalah ketika ia terlilit hutang sebesar Rp 5 juta pada sebuah bank. Kala itu usianya masih 25 tahun dan bekerja sebagai pelayan restoran. Untuk melunasi hutangnya, ia pun berupaya meminjam uang pada Ola, yang ketika itu dilihatnya hidup berkecukupan. Tak dinyana, Ola dan suaminya, Tajudin alias Tonny alias Mouza Sulaiman Domala warga Negara Pantai Gading, Afrika, adalah anggota sindikat perdagangan narkoba internasional. Padahal dulu suami Ola mengaku berbisnis pakaian. Akhirnya Tajudin tewas ditembak pihak kepolisian di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Konon sejak terlibat bisnis narkoba, kehidupan ekonomi Ola meningkat drastis. Itulah yang mendorong Rani maupun Deni (sekarang mendekam di Lapas Besi Nusakambangan), meminta bantuan Ola. Sayangnya, bantuan yang didapatnya dari sepupunya itu adalah bantuan yang menjerumuskan, bahkan dikemudian hari menyebabkan Rani kehilangan nyawa. Dia diajak Ola, sepupunya, terjun ke dalam bisnis narkoba. Karena ‘terjepit’ , Rani pun bersedia. Sejak itu ia pun menjadi kurir yang membawa narkoba ke berbagai negara. Tugas pertamanya adalah mengantar heroin ke Bangkok, dengan upah sekitar Rp 1juta. Hal yang sama juga terjadi pada sepupunya yang lain, Deni yang telanjur meminjam uang pada suami Ola, sebesar Rp20 juta. Sebelum tertangkap, setidaknya Deni telah enam kali membawa narkotika ke luar negeri. –Diana Runtu
BALI KIDDYSCHOOL “OPEN HOUSE”
Bali Kiddy School adalah Sekolah Nasional yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat No.235 Kerobokan, Badung Bali, di lokasi jalan utama yang strategis. Bali Kiddy School, pada awal operasional menyelenggarakan Program Preschool yaitu Playgroup A dan B dan Kindergarten (TK) A dan B dengan siswa berjumlah kurang lebih 150an anak. Semakin bertumbuhnya kepercayaan masyarakat dan respons yang positif serta dukungan dari orangtua siswa, Bali Kiddy School membuka program Bali Kiddy Primary atau SD Bali Kiddy. Sampai tahun Akademik 2014-2015 ini, Bali Kiddy School telah memiliki siswa sekitar 450 anak lebih, mulai dari Playgroup, Kindergarten dan Primary dengan rentang usia anak 2 tahun-12 tahun yang berasal dari suku, agama, kewarganegaraan yang berbeda-beda. Bali Kiddy School sebagai sekolah nasional mengaplikasikan Kurikulum Nasional dengan kegiatan stimulasi dan pembelajaran yang menyesuaikan dengan standar kegiatan di sekolah-sekolah internasional, baik untuk program Preschool maupun Primary. Selain
Permohonan grasi keduanya dikabulkan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hukuman mereka diubah menjadi seumur hidup. Rani sangat sedih mengetahui permohonan grasinya ditolak. Perasaannya campur aduk, apalagi kemudian muncul kabar eksekusi pada mereka yang terpidana mati akan segera dilakukan. Wanita kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 26 September 1975 ini, berusaha tegas dan puasa untuk ketenangan batinnya. Karenanya ketika kabar rencana eksekusi itu disampaikan, ia lebih tenang dibanding yang lain. Rabu (14/1), Rani yang selama ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, telah dipindahkan ke LP Nusakambangan untuk menjalani isolasi sebelum eksekusi dilaksanakan. Ruang isolasi Rani dan empat lainnya---Namaona Denis (warna negara Malawi), Marco Archer Cardoso Moreira (Brasil), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (Nigeria), dan Ang Kim Soe (Belanda)--- terpisah. “Permintaan terakhirnya adalah keinginannya dimakamkan di samping makam ibunya di Cianjur, Jawa Barat,” ungkap KH Hasan Makarim, rohaniawan yang mendampingi Rani di LP Besi, Nusakambangan. “Kondisi Rani sehat. Ia menjalani puasa tobat,” ucap Hasan yang juga mendampingi Namaona Denis, warga Negara Malawi. Menurut Hasan yang juga Ketua MUI Cilacap, saat ini kondisi mental Rani cukup bagus, berbeda dengan kondisi Deni. “Dia masih belum terlalu siap,” ungkap Hasan. JATUH DARI MENARA Perjalanan panjang Rani mendapatkan keringanan hukuman usai sudah. Sebelumnya, wanita yang divonis mati pertama kali pada 14 tahun silam ini, telah melakukan berbagai upaya hukum agar bisa lolos dari maut, namun semuanya kandas. Sebelumnya pada 2007, ia juga sempat mengajukan permohonan judicial review ke Mahkamah Konstitusi, terkait hukuman mati. Ketika itu yang juga melakukan uji material adalah Edith Yunita Sianturi, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, ketiganya adalah terpidana mati. Namun, permohonan itu ditolak seluruhnya oleh MK. Myuran dan Andrew, menurut MK, tidak memiliki hak hukum untuk menggugat UU Indonesia karena bukan WNI. Keduanya adalah warga negara Australia yang dikenal dengan sebutan kelompok ‘Bali Nine’. Meski upaya hukum terakhir sudah kandas, dengan ditolaknya grasi, namun pengacara Rani, Safaruddin, masih berjuang untuk keringanan kliennya. Ia pun menyurati Jaksa Agung meminta penundaan eksekusi mati atas Rani. Alasannya, karena Ola dan Deni, yang merupakan partner Rani dalam kasus tersebut, grasinya dikabulkan oleh Presiden SBY. Karenanya ia menuntut agar kliennya mendapat hak yang sama. “Kami meminta kepada pengadilan untuk membatalkan Keppres tersebut dan memerintahkan Presiden untuk memberikan hak yang sama kepada Rani Andriani alias Melisa Aprilia sebagaimana yang telah diberikan kepada Merika Franola alias Ola dan Deni Setiawan Marhawan. Mohon agar Jaksa Agung untuk memberikan ruang hukum kepada setiap warga negara untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara yang telah dijamin dalam konstitusi,” begitu bunyi surat Safaruddin yang disebarkan kepada wartawan baru-baru ini. Tiga bersaudara ini---Rani, Deni, Ola---ditangkap di Bandara menggunakan Kurikulum Nasional sebagai kurikulum utama, Bali Kiddy Primary juga menggunakan standar Kurikulum Singapore untuk Math, Science dan English. Untuk mempersiapkan anak-anak Bali Kiddy menghadapi tantangan global di masa depan, anak-anak dan siswa Bali Kiddy, selain mencapai prestasi dan berkarakter sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional, kompetensi yang diberikan bagi anak ditekankan pada penguasaan bahasa Inggris dan IT (Information Technology). Metode mengajar yang interaktif didukung dengan penggunaan multimedia dan lab. komputer membuat anak-anak dan siswa-siswi merasa sangat nyaman belajar di Bali Kiddy School. Kepala Sekolah SD Bali Kiddy, Ni Rai Yunitasari, S.Pd. mengatakan, Sekolah Bali Kiddy memiliki visi dan misi untuk membentuk anak sebagai generasi penerus bangsa, yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kompetensi keahlian (life skills) sejak kecil untuk menyempurnakan kualifikasi mereka dalam bersaing di dunia global. “Untuk dapat mewujudkan visi dan misi ini, Bali Kiddy School selalu menerapkan outstanding standard of education, yang didukung oleh staf pengajar yang berpengalaman, inovatif, kreatif dan memiliki kualifikasi akademik yang tinggi (S1 dan S2) sesuai yang ditetapkan oleh lembaga. Dengan kerjasama yang baik dari seluruh orangtua siswa menjamin tercapainya tujuan sekolah seperti yang direncanakan oleh lembaga,” ujarnya. Selain itu, Rai Yunitasari juga menyampaikan bahwa dukungan semua pihak, terutama orangtua siswa yang sangat baik, dan telah secara tidak langsung menjadikan Bali Kiddy School dengan cepat dikenal masyarakat dan berkembang seperti saat ini. Selain proses belajar mengajar, Bali Kiddy School juga menyelenggarakan after school-activity, sebagai kegiatan ekstrakurikuler baik untuk anak-anak Preschool maupun siswa Primary (SD) seperti, Wushu, Journalism, Modern Dance, Art Performance/Theatre, Balinese Dance, Swimming, Robotic dan English Club serta Pramuka.
7
“PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI II” Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Brahmakunta Hypnosis & Prana Club, serta HEADO THETA profesional Healing mengajak Anda bergabung untuk mengetahui dan membongkar rahasia terdahsyat “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” melalui penyadaran, pencerahan jiwa (soul illumination & body, mind, soul refresh), dan bagaimana potensi yang Anda miliki sesungguhnya adalah jalan terbaik menuju kehidupan yang bahagia lahir dan batin. Untuk itu mari luangkan waktu dan bergabung dalam workshop yang diadakan Minggu, 18 Januari 2015 di Gedung PWI Bali, Jl. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar, pukul 15.00–17.00 wita. Harga tiket Rp 300 ribu dan dapat dibeli langsung di lokasi workshop. Peserta juga akan dilengkapi dan disempurnakan kecerdasan dan pengetahuannya dengan diajarkan ilmu-ilmu modern (cara terdahsyat mengatasi penyakit pikiran, perasaan dan tubuh). Workshop dipimpin GMH. Ketut Gd Suatma Yasa, S.H., CH, CHt, MNNLP, Spiritualist, Pakar Prana, Hypnosis, Hypnotherapi, Instruktur NLP, EFT, EQB, Palmistri, Motivator Spiritual, Praktisi dan Profesioanal Healer SosioMedis dan Heado Theta, Pendiri Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Pendiri Pusat Pengembangan Kecerdasan dan Karakter Diri. Pendiri Brahmakunta Hypnosis & Prana Club. -bns Soekarno-Hatta pada 12 Januari 2000. Ketika itu, Rani akan bertolak ke London, Inggris. Keberadaan Ola di bandara bersama keduanya adalah untuk mengantar. Dari koper dan tas yang dibawa Rani, petugas menemukan 3,5 kg heroin, sedang dari tas Deni ditemukan 3 kg kokain. Polisi juga menggeledah rumah Ola di Bogor dan menemukan 3,6 kg heroin. Perkara mereka kemudian diputus Pengadilan Negeri Tangerang pada Agustus 2000, ketiga diganjar hukuman mati. Rani sangat shock ketika putusan hukuman mati dijatuhkan. Dia stres dan mencoba kabur dari penjara. Pada Desember 2000, ia bersama dua teman satu selnya berupaya kabur dengan memotong jeruji sel dengan menggunakan gergaji besi sepanjang 25 sentimeter. Setelah jeruji putus, mereka bergerak ke Pos II yang kebetulan tak dijaga. Selanjutnya, membongkar kunci gembok dan naik ke menara setinggi lima meter dengan menggunakan tali. Sialnya, Rani gagal, sedang dua temannya berhasil. Wanita kelahiran 26 September 1975 ini, terjatuh saat menuruni menara. Jeritan Rani saat terjatuh itu akhirnya membuatnya tertangkap. Ia menderita patah tulang dan harus menjalani perawatan di RS Dr Sukanto, Jakarta Timur. –Diana Runtu Untuk mendukung dan menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas untuk output yang lebih maksimal, Bali Kiddy School menyediakan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, pembelajaran dengan multimedia, lab komputer, science room, art room, perpustakaan, swimming pool, hall dan juga kantin yang representatif dan layanan katering untuk anak serta area parkir yang luas.
Bali Kiddy School akan selalu siap menjadi rekan bagi setiap orangtua yang peduli terhadap kualitas pendidikan untuk putra-putri mereka. Untuk pembukaan Tahun Akademik 2015/2016, Bali Kiddy School mengadakan: “BALI KIDDY SCHOOL OPEN HOUSE”, JUMAT, 23 JANUARI 2015. PUKUL 08.30-selesai. SAKSIKAN PERTUNJUKAN BAKAT ANAK-ANAK BALI KIDDY, KEGIATAN ANAK-ANAK DI BALI KIDDY, KURIKULUM, DISKON SPECIAL untuk UANG GEDUNG. Acara ini terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Bali Kiddy School di 0361.9234347 – 9234348, atau datang langsung ke Bali Kiddy School, Jln. Teuku Umar Barat No. 235, Kerobokan Badung.
Bunda & Ananda
8
19 - 25 januari 2015
Griya
19 - 25 januari 2015
Orangtua Pegang Kendali Minuman Anak Pulang sekolah, Adit langsung membuka kulkas. Ia mengambil minuman bersoda lalu meminumnya untuk melepas dahaga. Saat makan siang, ia pun memilih ditemani sisa minuman bersoda ketimbang minum air putih. Ibunya sudah beberapa kali memperingatkan agar Adit banyak minum air putih.
“A
dit ke seko lah sudah berbekal air putih tetapi pulangnya air itu pasti sisa. Ia hanya minum sedikit. Uang saku nya kadang dipakai untuk mem beli minuman bersoda,” ujar Bu Ani, ibu Adit. Ia mengaku kha watir dengan kondisi gigi anaknya karena menurut referensi yang ia baca, anak-anak tak baik terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda karena mempengaruhi pertumbuhan gigi. Pengalaman Bu Oka lain lagi. Yana, putranya yang berusia 6 tahun sering menyeruput kopi ayahnya. “Ayahnya biasa ngopi di pagi hari. Yana sering menyeru put kopi. Walaupun tidak banyak tetapi kalau sering, takutnya nanti dia kecanduan. Habis minum kopi giginya langsung coklat kena ampas kopi,” kata Bu Oka. Menurut drg. Luh Wayan Ayu Rahaswanti, Sp.KGA, gigi meru pakan bagian dari tubuh yang memiliki keistimewaan karena memiliki lapisan email. Email merupakan bagian terkeras pada tubuh manusia. Hal tersebut menyebabkan gigi menjadi lebih kuat daripada tulang. Namun, pola konsumsi makanan dan minuman tertentu justru akan melarutkan lapisan email ini. “Saat ini banyak sekali jenis minuman dalam kemasan yang beredar di pasaran. Kemasan nya didesain sedemikian rupa sehingga menarik bagi kon sumen, khususnya anak-anak untuk mengonsumsinya. Perlu dicermati oleh para orangtua untuk memperhatikan dan meng
atur pola konsumsi minuman dalam kemasan bagi anaknya, sehingga kesehatan gigi anaknya tetap terjaga,” ujar dokter gigi yang menyelesaikan pendidikan spesialisnya di FKG Universitas Airlangga, Surabaya ini. KOPI SEBABKAN NODA KECOKELATAN Dokter gigi yang praktik di RSIA Puri Bunda ini menjelaskan pada dasarnya air ludah manusia memiliki tingkat keasaman (pH) yang berkisar pada angka 6,8–7. Tingkat keasaman ini merupakan kondisi yang baik bagi kesehatan gigi. Apabila pH rongga mulut kita lebih rendah daripada 5,5, maka lapisan email gigi akan larut sehingga gigi akan mudah mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas bakteri normal yang ada dalam rongga mulut yang akan melakukan fermentasi terhadap karbohidrat yang melekat di permukaan gigi
“Khususnya untuk kopi, selain kurang baik bagi kesehatan giginya, kopi memiliki kandungan kafein yang tidak baik bagi proses tumbuh kembang anak. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan akan mengakibatkan noda kecoklatan pada per mukaan gigi”
sehingga pH rongga mulut akan menurun. Ia juga menyebutkan beber apa jenis-jenis minuman beserta tingkat keasamannya (pH). Kopi tingkat keasaman (pH) yang cu kup rendah, yaitu 4,1. Jus sayur memiliki tingkat keasaman (pH) kurang lebih 4. Angka ini sudah cukup potensial untuk melarut kan email gigi. Jus buah tingkat keasaman (pH) lebih rendah dari jus sayur, yaitu 2–3,4. Jus lemon memiliki tingkat keasaman terendah dibandingkan jus buah lainnya, diikuti oleh jus apel, cranberry, dan sebagainya. Sport drinks memiliki tingkat keasaman (pH) 2,75–3. Minuman teh atau iced tea memiliki tingkat keasam an (pH) yang sebanding de ngan minuman beralkohol, yaitu 2,8–3,4. Minuman berkarbonasi atau bersoda memiliki tingkat keasaman (pH) 2,5–3,9. Hal ini biasanya disebabkan karena minuman jenis ini memiliki kadar gula yang cukup tinggi. “Dari paparan beberapa jenis minuman tersebut di atas, tam pak bahwa minuman-minuman tersebut memiliki kecenderungan untuk merusak gigi. Apalagi pada gigi susu yang memiliki lapisan email lebih tipis daripada gigi dewasa. Apabila terjadi proses fermentasi, maka larutnya lapisan
Berburu Kap Lampu Cantik Ilustrasi anak minum kopi
email pada gigi susu akan lebih cepat daripada gigi dewasa. Hal inilah yang menyebabkan meng apa minuman-minuman jenis tersebut di atas tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang berada pada fase geligi susu (0–5 tahun). Khususnya untuk kopi, selain kurang baik bagi kesehatan giginya, kopi memiliki kandungan kafein yang tidak baik bagi proses tumbuh kembang anak. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan akan mengaki batkan noda kecoklatan pada permukaan gigi,” jelas Sekretaris Program Studi Pendidikan Dok ter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Dokter gigi kelahiran Denpasar, 10 Desember 1977 ini menegaskan perlu dilakukan pengaturan pola konsumsi makanan dan minuman sampingan bagi anak-anak. Orang tualah yang harus memegang ken
Mendongeng Lima Menit
Buah Beringin
Seorang hakim baru saja menyelesaikan se buah perkara perihal mencari keadilan. Dalam perjalanan pulang naik Made Taro kuda, ia kelelahan. Ia beristirahat sejenak di bawah pohon beringin. Ia telentangkan tubuhnya. Ia pejamkan ma tanya. Walaupun angin berdesir halus, ia tidak juga tertidur. Pikirannya melayang dan terusik, bukan karena perkara yang baru saja diputus kannya, tetapi karena pohon beringin tempatnya bernaung. “Bagaimana aku harus berbuat adil dan men ciptakan kehidupan yang harmonis?” Demikian pertanyaan yang timbul di benaknya. “Tuhan saja tidak adil. Lihat itu, pohon beringin yang besar dan menjulang tinggi! Pohon sebesar itu hanya berdaun selebar daun limau dan berbuah Ilustrasi anak minum minuman bersoda
dali mengenai jumlah dan waktu konsumsi minuman jenis tertentu, karena anak-anak belum mengerti dampak yang akan terjadi apabila mengonsumsi minuman-minuman jenis tertentu. Apabila memang ingin mem beri anak minum jus sayur atau jus buah, aturlah frekuensi pem beriannya (jangan terlalu sering), segera minum air putih setelah minum jus, dan jangan biarkan anak minum jus dalam waktu lama. Apabila ingin menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman dengan tingkat keasaman rendah, beri waktu 30 menit untuk menetralkan tingkat keasaman rongga mulut setelah makan atau minum, baru kemudian menyikat gigi. Jangan lupa untuk tetap memelihara ke biasaan menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu pagi dan malam sebelum tidur. –Ngurah Budi
sebesar biji kacang polong?!” Sambil memandang buah beringin, pikirannya melayang jauh. “Sungguh, Tuhan memberi con toh ciptaan yang tidak harmonis dan kehidupan yang tidak adil. Batang semangka yang kecil dan lembek, harus berbuah besar dan berat. Mengapa pohon beringin yang besar dan tinggi harus berbuah kecil dan ringan?” Pluk! Tiba-tiba sebutir buah beringin jatuh te pat menimpa keningnya. Ia bangkit, meraba-raba keningnya dan memegang buah beringin itu. “Sungguh adil Tuhan itu!” katanya sambil tersenyum. “Seandainya buah beringin yang menimpa keningku, besar dan beratnya sama dengan buah semangka, mungkin aku sudah terbaring kaku di ruang jenazah sebuah rumah sakit. Orang tidak lagi mengenalku sebagai ha kim penegak keadilan dan pencipta kehidupan yang harmonis. Mahabesar Tuhan! Mahabesar Tuhan!”
Bali memang menjadi tempat untuk mengincar barang-barang kerajinan yang bernilai seni tinggi dan eksotis. Hal itu juga yang dilakukan seorang pria asal Medan, yang mengaku khusus “berburu” ke Bali untuk mengisi artshop nya di Medan.
“D
i Medan belum ada model se perti ini, dan di Bali harganya lebih murah. Ini nanti akan saya pasok ke hotel-hotel,” ujar pria muda itu, yang kemudian memesan beberapa kap lampu model sangkar ayam de ngan berbagai ukuran kepada pemilik Restu Shop, Ibu Restu (40) di Jalan Raya Sakah, Batuan, Sukawati, Gi anyar. Ibu Restu mengaku, ia dan suami, I Wayan Sujadi telah 14 tahun bergelut dengan kerajinan kap lampu. “Awal nya kami berbisnis patung kayu, tapi modalnya terlalu besar dan pembelin ya jarang. Akhirnya kami banting stir menjual kap lampu, modal kecil dan peminatnya banyak karena harganya terjangkau,” terangnya. Di tokonya tersebut, tersedia kap lampu dengan berbagai jenis bahan. Namun, dua tahun terakhir kap lampu yang banyak diminati pasar adalah model anyaman dari bahan bambu. Jenisnya bermacam-macam, yang diberikan nama sesuai dengan ben tuknya, seperti model sangkar ayam, sangkar burung, bola, botol, botol runcing, botol besar, dan bowling. Bahan utama kap lampu ini adalah
bambu. “Yang dipakai kulit bambunya. Jika memakai bagian dalam bambu cepat lapuk,” jelas Ibu Restu. Kerajinan-kerajinan anyama n bambu ini di pasoknya dari beberapa pengerajin di Singaraja. Bahkan, menurut keterang annya di toko-toko lain yang menjual kap lampu anyaman bambu ini, ada yang dipasok dari Lom bok. Untuk menjadikannya sebuah kap lampu yang siap dipakai dan memi liki nilai estetis tinggi, di bagian dalam kerajinan anyaman bambu tersebut diberikan kain atau fiber atau kulit kerang, dengan aneka warna yang bisa menjadi pilihan konsumen. “Dengan begini, tampilan kap lampu lebih menarik, dan cahaya yang dipancar kan bisa berwarna-warni,” tuturnya. Untuk bahan tambahan tersebut, yakni kain, faber, dan kulit kerang, ada yang dipasang menempel lang sung dengan anyaman bam
bunya, ada juga yang dipasang dengan memberikan jarak. Kap lampu dengan dalaman kain, disarankannya diletakkan di indoor karena tidak boleh terkena air. Sementara untuk outdoor bisa memilih yang berbahan fiber atau kulit kerang karena bahan ini tahan terhadap air, dan umumnya didesain tertutup pada bagian atasnya. Kap-kap lampu anyaman bambu yang cantik-cantik ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 30 ribu. –Inten Indrawati
17
Edukasi
16
19 - 25 Januari 2015
Launching Wifi IKIP PGRI Bali & Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan E-Learning
Menuju Kampus Ramah Teknologi
L
man dana,” imbuh Dasi Astawa. Pihak yayasan yang menyambut baik implementasi e-learning di IKIP PGRI Bali, menanggapi usulan Koordinator Kopertis. “Terkait bantuan pengadaan smartphone untuk para dosen, akan kami pertimbangkan melalui penganggaran tahun depan,” ujar Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. didampingi Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, S.H., dan Pembina Yayasan Drs. Dewa Putu Tengah. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengungkapkan sejatinya program ini sudah dirintis sejak lama. Di antaranya, dengan mengirimkan 21 dosen ke Universitas Negeri Malang melalui rekomendasi PB PGRI Pusat. Kedua, sebagai jawaban atas masukan mahasiswa yang menginginkan fasilitas wifi maupun pelayanan elearning lebih dimantapkan untuk mendukung PBM. Karena itu, dengan pengadaan kecanggihan teknologi ini, Rektor berharap dosen dan mahasiswa bisa memanfaatkannya dengan
baik. “Sekarang, cakupan wifi di kampus sudah maksimal. Penggunaannya tak terbatas, 24 jam. Jika dalam perjalanannya nanti ditemui kendala atau servis kurang memuaskan, silahkan sampaikan masukan lagi untuk servis yang maksimal untuk meningkatkan kualitas bersama,” ujar Made Suarta. Program e-learning ini dikatakannya bekerja sama dengan PT Sejahtera Group. Direktur PT Sejahtera group menyampaikan dalam mengimplementasikan e-learning ini kendala utamanya adalah infrastruktur. Karena itu dicari solusi terintegrasi. Tahap pertama, memperbaiki infrastrukturnya dulu. Kemudian dilengkapi dengan perangkat yang bagus, baru kemudian disharing-kan
Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan E-learning oleh PT Sejahtera Group kepada dosen, pegawai, dan mahasiswa IKIP PGRI Bali
aplikasi e-learning. Dasi Astawa menambahkan, e-learning ini dampaknya akan sangat luar biasa. Karena itu ia menegaskan, harus terlaksana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan digunakan dengan tempo yang secepat-cepatnya. Sebagai Negara maju, dikatakannya tak seta merta dilihat dari jumlah masyarakatnya. Demikian halnya perguruan tinggi swasta (PTS), tak dilihat dari jumlah mahasiswanya yang besar, namun besar mutu kualitasnya, yakni dengan mengoptimalkan keberadaan
e-learning ini. Ia menyontohkan Negara Singapura yang jauh lebih kecil dari Indonesia, namun kualitasnya jauh lebih bagus. Ini dikarenakan Singapura mampu menguasai perdagangan dengan teknologi. Singapura maju karena teknologi. IKIP PGRI Bali pun bisa lebih maju dengan menjadi insitusi yang ramah teknologi. “Yang penting tiap perencanaan ide, dilaksanakan, dan berkomitmen untuk menuntaskannya,” tegasnya. Melalui teknologi inilah kita bisa merubah culture menjadi budaya mutu untuk meraih kesuksesan, yakni dengan kemauan, kemampuan, dan keberanian. “Ada rumus an 5E untuk in the top position untuk mendapakan hasil 5E,” tegasnya. Rumusan 5E tersebut adalah enjoyment (menciptakan budaya senang, senang sebagai pegawai, mahasiswa, dosen, yang berbasis profesional); enthuasiasm (semangat tinggi, bekerja keras); emotion (harus punya emosi untuk jadi energi); effectiveness (kerja terukur), endurance (daya tahan). Dengan begitu, hasilnya adalah 5E yakni excellent (luar biasa), exspert, example, eminence, dan esteem (bangga). –ten
Foto Bersama Bung Karno di Thailand Akhir bulan lalu, saya berkesempatan ke Thailand. Saya ditemani seorang pemandu wisata bernama Arif. Informasi awal yang disuguhkan kepada saya dan sejumlah teman adalah menyangkut apa arti Thailand. Thailand berasal dari dua kata yakni Thai berarti bebas dan land berarti negara. Jadi, dapat disimpulkan sendiri bahwa Thailand merupakan sebuah negara yang menganut aliran bebas.
B
anyak pelancong yang ber tanya-tanya kok bisa ya pa dahal di sana penduduknya penganut agama yang fanatik. Mereka yang beragama Budha sebesar 85%, Islam 10%, dan sisanya lagi 5% campuran dari agama-agama lain seperti Hindu, Kristen, dan Konghucu dari keseluruhan penduduk yang mencapai 67,1 jiwa dengan kepadatan 132,1 km persegi. Thailand berbataskan dengan Laos, Kamboja (Timur), Myanmar (Barat), dan Malaysia (Selatan) terbagi menjadi 76
daerah provinsi dengan bahasa utamanya adalah bahasa Thai dan mata uang yang sah adalah Baht. Thailand adalah negara agraris, kaya dengan hasil-hasil pertanian semisal jambu, pisang dan durian yang sangat terkenal hingga ke daerah kita di Bali dengan sebutan durian Bangkok. Lain Thailand lain pula Bangkok. Jika orang menyebut sudah sampai di Bangkok, berarti yang bersangkutan sudah sampai di ibu kota Thailand. Bangkok yang sering disebut kota bidadari itu merupakan satu daerah yang dikelilingi sungai ber penduduk sekitar 8 – 10 juta jiwa. Kalau Bali memiliki Sanur, Kuta, dan Lovina sebagai daya tarik wisata, Thailand juga demikian yaitu dengan objek wisata pantainya bernama Pattaya, sebuah kabupaten yang jaraknya sekitar 120 km dari kota Bangkok. Apabila dibandingkan dengan Kuta, pantai Pattaya tak layak disebut lebih bagus daripa
Dara
Agus Indra dan Nita
Saatnya Aplikasikan Gagasan di Bidang Pariwisata
“Dengan IT kita bisa menjelajah kemana saja jika itu dioptimalkan. Tak kuasai teknologi berarti ketinggalan, terbelakang. Dengan tekonologi kita memiliki hight competition. Dengan teknologi, kita bisa menyederhanakan, dari yang sulit menjadi ringan, yang panjang menjadi pendek, yang inefisien menjadi efisien, dan yang tak produktif menjadi produktif. Siapa yang menguasai IT, dia yang jadi penguasa dunia,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. dalam sambutannya di acara Launching Wifi IKIP PGRI Bali, Rabu (14/1) di Auditorium Redha Gunawan. aunching Wifi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan E-learning tersebut dikatakan Dasi Astawa merupakan suatu program “selangkah lebih maju” yang memang harus dilaksanakan. Dengan berbasis e-learning tersebut, tak ada lagi alasan dosen tak merespons tugas dan pertanyaan mahasiswa. Misalkan, ketika dosen berhalangan hadir pun proses belajar mengajar (PBM) masih bisa terlaksana. “Dosen bisa mengirimkan materi atau pertanyaan ke mahasiswa via email. Demikian juga mahasiswa. Sehingga, waktu bisa digunakan secara efektif,” ujarnya. Meski demikian, tatap muka juga penting dan tetap menjadi syarat utama, sekalipun semuanya berbasis IT. Tentunya, hal tersebut harus didukung dengan fasilitas yang canggih pula, seperti smartphone. Jika dosen masih memakai HP jadul, tidak akan bisa mangakses kecanggihan teknologi tersebut. Pusat pembelajaran adalah SDM. Karena itu, ia menyarankan pihak yayasan untuk bisa memberikan subsidi dalam kepemilikan smartphone bagi para dosen. “Yayasan bisa memasilitasi tetapi bukan gratis, hanya memberikan bantuan pinja-
19 - 25 januari 2015
da Kuta. Dilihat dari keindahan, ombak dan pasirnya yang memanjakan peng lihatan pengunjung boleh dibilang ber imbang antara Kuta dan Pattaya. Ked uanya sama-sama terkenal di dunia internasional. Malah, indahnya pantai Pattaya sempat di populerkan lewat sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Dara Puspita dipen gujung tahun 1960an. “Kelebihan” Pat taya sudah dapat ditebak sebelum nya yaitu pada ke hidupan malamnya. Menurut cerita sang guide, Pattaya di pagi dan siang hari sangat sepi, tapi begitu menjelang sore para pelaku wisata sudah mulai berkemas dan bersiap-siap untuk menunaikan tugasnya masing-masing. Di pusat kota Pattaya tersedia berbagai jenis hiburan malam. Objek wisata yang tak kalah menarik ada lah Wihara Wat Arun dengan menyeberangi sungai (Chaophaya River). Di situ pengunjung dapat menyaksikan keagungan tempat suci sekaligus kebanggaan masyarakat BangkokThailand yaitu wihara setinggi melebihi 30 meter lebih. Di seputar itu pula pengunjung
dapat membeli beraneka oleh-oleh khas Thailand semisal kaos, dan gantungan kunci. Harganya relatif mu rah dan yang menarik para pedagangnya fasih berbahasa Indonesia serta bagi mere ka yang persediaan Bahtnya habis boleh berbelanja menggunakan uang rupiah. Satu lagi objek wisata yang sering dijadikan bumbu penyedap guna mengimingimingi calon pelancong ada lah patung lilin (Madame Toussaud) yang terletak bersebelahan dengan pusat perbelanjaan Mabungkrong (MBK). Di situ pengunjung dapat melihat-lihat dan foto bersama dengan patung terbuat dari lilin berbagai to koh dunia, seperti Mahatma Gandhi, Einstein, Barack Obama, Lady-Di, tokoh-tokoh olahraga (Ronaldo, Moham mad Ali, dll.), para artis Holywood, dan tak ketinggalan patung Bung Karno, presiden RI pertama. Menurut penjelasan petugas penjaga lokasi, pakaian-pakaian yang dikenakan ke tubuh masing-masing tokoh tersebut secara rutin dicuci setiap dua hari sekali. Konon, ide pembangunan “museum manusia” bukan dari orang lokal Thailand, melainkan dari Prancis yang kebetulan namanya sama dengan objek tersebut yaitu Madame Toussoud -Romi Sudhita.
Pemilihan Teruna-Teruni Bali 2014 menghasilkan I Putu Agus Indra Nugraha, S.H. dan Rr. Nita Susianita Karunia Saraswati sebagai pemenang. Keduanya bangga dengan predikat yang diraih namun merasa ada tanggung jawab besar yang mereka emban dibalik gelar tersebut. Berikut ini penuturan Nita dan Agus kepada Tokoh.
“B
angga, senang, dan sekaligus terharu bisa memperoleh ge lar Teruni Bali 2014. Hal yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya. Selanjutnya ini merupakan tugas yang berat selama setahun ke depan. Astungkara saya bisa melak sanakannya,” ujar Nita. Ia menuturkan awal mula ikut ajang ini karena ditunjuk dari pihak SMAN 1 Denpasar untuk mewakili sekolah. Putri pasangan R. Tony Su siartono, S.T. dan dr. Luh Suji Karnadi ini mempersiapkan mental mau pun fisik. Ia memantap kan materi tentang pariwisata Bali khususnya dan Indonesia umumnya. “Persiapan untuk ke tingkat nasional tentu harus matang, jadi dari sekarang saya sudah mulai memper siapkan pengetahuan yang menyangkut masalah pari wisata yang ada di Bali dan Indonesia. Persiapan lainnya terkait public speaking, kedi siplinan, tingkah laku dan sebagainya,” tutur remaja kelahiran Denpasar, 7 Desember 1996 ini. Nita juga menceritakan suka dukanya selama meng ikuti ajang Teruna-Teruni Bali. Melalui ajang ini ia ba nyak mendapat teman, pengetahuan, bagaimana cara berorganisasi, bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan, dan kebersamaan seperti keluarga sendiri. Dari awal mengikuti seleksi sampai terpilih menjadi Teruni Bali 2014, Nita tidak menyangka kalau terpilih menjadi finalis. Ia merasa banyak saingan dan punya pengetahuan yang luas. Namun, remaja yang hobi menyanyi dan menari ini tetap optimis dan melaku kan yang terbaik sampai grand final.
Kegiatan Teruna- Teruni Bali
Menjadi Teruni Bali 2014 pun sebuah pengalaman yang paling berkesan bagi Nita. Pengalaman lainnya ketika ia ikut program pertukaran budaya ke Hong kong tahun 2010. “Saat itu saya masih kelas 2 SMP, untuk pertama kalinya saya make up, menggunakan bunga dan pakaian tari sendiri. Saya menarikan tari Oleg Tamulilingan,” kenangnya. Kini Nita punya tugas melaksanakan program kerja yang menyangkut masalah pariwisata, generasi muda, lingkungan baik dari Yayasan Teruna-Teruni Bali maupun Paguyuban Teruna-Teruni Bali. Kesibukan lainnya mengatur waktu antara tugas dan pendidikan. “Saya sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA dan akan mengikuti ujian seko lah dan ujian nasional. Saya harus membagi waktu dan mengutamakan pendidikan. Kegia tan tambahan bisa dilakukan pada hari Sabtu atau Minggu. Apabila ada kegiatan mendesak, saya harus bisa memilih yang mana yang lebih didahulukan,” tegas remaja yang punya impian membahagiakan orangtuanya ini. PORSI YANG SAMA Agus Indra pun berbangga dengan predikat Teruna Bali 2014, karena ia mendapat kesempatan dan jalan terbaik untuk mewakili pemuda di Bali sebagai Duta Wisata, Duta Agama dan Duta Budaya Bali. Mahasiswa S2 Ilmu Hukum Univer sitas Udayana ini menuturkan ikut ajang Teruna-Teruni Bali sebagai ajang terbaik sebagai wadah untuk mengaplikasikan gagasan-gagasan di bidang pariwisata. “Yayasan dan Paguyuban Teruna-Teruni Bali menetapkan standar nasional dalam pemilihan nya. Oleh sebab itu, saya mempersiapkan sumber-sumber kepustakaan untuk me mantapkan wawasan, belajar mekidung, dan selalu menanamkan keyakinan bahwa saya
9 adalah pemuda yang mampu untuk bersaing dalam ajang ini,” ujar putra pasangan I Komang Sudarsa, S.E. dan Ida Ayu Sri Anggreni, S.E. ini. Seperti halnya Nita, tugas Agus adalah menunjuk kan dedikasi tinggi untuk peduli terhadap pariwisata, agama dan budaya. Secara khusus, sebagai Teruna Bali akan melaksanakan kegiatan yang diagendakan baik tingkat daerah, nasional, dan internasional. Satu lagi tugasnya adalah menggunakan teknologi dan jejaring sosial sebagai sarana promosi potensi wisata Bali. “Dengan dukungan Yayasan dan Paguyuban Teruna-Teruni Bali, kami berharap dapat menyeleng garakan kegiatan-kegiatan yang bercirikan pelestar ian budaya, mengajak teruna-teruni di Bali dengan segala macam profesinya untuk mengambil peran dan partisipasi aktif dalam pembangunan dan penga wasan kepariwisataan,” ujar pria kelahiran Denpasar, 9 Agustus 1992 ini. Agus yang bercita-cita menjadi advokat ini menegaskan bekerja dan menuntut ilmu merupakan dua bidang kegiatan yang menantang dan saling memberi manfaat. Baginya, kedua bidang ini harus dijalankan dengan memberikan porsi yang sama. Kepada generasi muda, Agus dan Nita berharap agar mereka melestarikan adat istiadat dan budaya Bali. “Sumber daya yang ada di Bali ini sudah banyak tetapi minat generasi muda sekarang minim. Bagaimana caranya bisa dengan mempelajari kesenian-kesenian di Bali seperti menari, mekidung, memainkan alat musik tradisional dan sebagainya. Jangan malu untuk mempela jari kesenian Bali karena Bali selain terkenal dari tempat wisatanya juga dikenal karena keseniannya. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi,” tegas Nita. “Kalau saya berharap generasi muda terus bergerak menunjuk kan diri kita adalah pribadi yang positif, bangun kepercayaan diri, dan buatlah diri kita menginspira si. Astungkara dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 ini, generasi muda Bali menjadi generasi yang unggul,” tegas Agus yang pernah bermain dalam film “Waiting List” yang diproduksi Mahendra Pro duction ini. –Ngurah Budi
10
Bugar
19 - 25 januari 2015
Mengenal Penyakit Amandel dr. Conchita P. da Silva, Sp.THT-KL Penulis adalah dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan- Bedah Kepala Leher, Rumah Sakit Siloam Bali Apa penyebab tonsilitis? Jenis virus influenza, herpes simpleks, virus epsteinbarr, cytomegalovirus, adenovirus dan virus measles adalah yang umumnya menyebabkan faringitis akut dan tonsilitis akut. Sedangkan bakteri hanya sebesar 15%30% dan kuman tersering adalah GABHS (Group A Beta Hemolytic Streptococcal). Apa saja gejala tonsilitis? Seperti demam tinggi, nyeri menelan, sulit menelan, nafas bau dan nyeri area kelenjar getah bening leher. Apabila tonsil sangat membengkak sehingga terdapat sumbatan jalan nafas maka pasien akan bernafas mela lui mulut (mouth breather), mendengkur, bahkan sleep apnea (henti nafas saat tidur), lemas dan lesu. Hal ini tentunya sangat membahayakan keadaan kesehatan tubuh. Tonsilitis akut sembuh dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Apabila gejala tonsilitis akut berulang beberapa kali dalam setahun maka disebut sebagai tonsilitis rekuren. Salah satu komplikasi tonsilitis yaitu abses peritonsi lar memberikan gejala seperti sakit tenggorokan hebat, demam, kesulitan membuka mulut, nafas bau, drooling (kesulitan menahan liur di dalam mulut) dan kesulitan bicara atau muffled voice atau hot potato voice (bersuara seperti sedang mengulum kentang panas). dr. Conchita P. da Silva, Sp.THT-KL
Seringkali pasien datang ke dokter mengeluh “teng gorokan saya sakit, mungkin amandel saya bengkak, atau amandel saya kambuh lagi karena tidak menjaga makan”. Jadi apakah sebenarnya amandel itu? Radang amandel atau dalam bahasa kedokteran dikenal sebagai tonsilitis, adalah proses inflamasi/ peradangan tonsil faringeal yang terletak pada teng gorokan bagian belakang, dapat terlihat saat membuka mulut. Inflamasi dapat juga mengenai kelenjar adenoid di nasofaring maupun tonsil lingualis di belakang lidah. Berdasarkan waktu berlangsungnya, tonsilitis terbagi menjadi akut, rekuren dan kronis. Selain itu ada sebut an abses peritonsilar yaitu keadaan yang lebih berat dimana terjadi penimbunan pus (nanah) pada jaringan ikat longgar sekitar tonsil. Infeksi virus atau bakteri maupun faktor imunologis menjadi penyebab timbulnya tonsilitis ini. Siapa saja yang dapat terserang tonsilitis? Tonsilitis paling sering terjadi pada anak-anak namun jarang pada anak kurang dari 2 tahun. Tonsilitis disebab kan oleh kuman Streptokokus, yang biasanya menyerang anak usia 5-15 tahun. Sedangkan infeksi oleh virus lebih sering terjadi pada anak usia lebih muda. Abses peritonsilar sering ditemukan pada usia dewasa muda, kadang- kadang pada anak.
Bagaimana cara mendiagnosa penyakit ini? Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap telinga hidung tenggorokan setelah anamnesa riwayat perjalanan penyakit. Temuan fisik pada kasus ini dapat berupa: Demam, pembengkakan tonsil, tertutup oleh pus/ nanah. • Jika penyebabnya GABHS, dapat ditemukan palatal petechiae (bintik perdarahan sangat kecil pada langitlangit mulut) • Mulut terbuka saat bernafas dan kesulitan bicara. • Leher kaku, kelenjar getah bening leher membengkak (terutama pada tonsilitis akut) • Tanda- tanda dehidrasi (terlihat melalui pemeriksaan kulit dan mukosa). • Lemas, tidak bertenaga. • Adanya lapisan abu- abu menutupi tonsil yang da pat dilepas tanpa perdarahan (kasus virus epstein barr). • Luka kecil/ ulkus pada permukaan tonsil yang merah dan bengkak (virus Herpes Simpleks). • Abses peritonsilar; pembengkakan di atas dan samping tonsil yang terkena, rahang kaku, sulit buka mulut, nyeri bisa sampai ke telinga, tergantung derajat keparahannya. Apa yang harus dilakukan? Yang pertama dilakukan adalah banyak minum air putih, kumur dengan larutan antiseptik dan jika
perlu konsumsi obat penahan nyeri. Apabila gejala berlangsung lebih dari 3 hari atau bertambah buruk dari waktu ke waktu maka perlu dikonsultasikan ke dokter. Pemberian antibiotik yang tepat bisa diper timbangkan. Rawat inap disarankan pada kasus berat dimana ter jadi sumbatan jalan nafas sehingga diperlukan tindakan yang lebih agresif. Abses peritonsilar hebat sebaiknya sesegera mungkin dilakukan tindakan drainase untuk mengeluarkan pus sebelum timbul komplikasi. Pada kasus tonsilitis kronis atau berulang (rekuren), tindakan pembedahan/ pengangkatan tonsil (tonsilek tomi) seringkali direkomendasikan.
19 - 25 januari 2015
Style
Padu-padan Hippie, Ethnic, dan Vintage “Rectov ers o” gota Asbest demikian tema Kota Den yang diusung pasar ini juga Suandewi pada menyatakan, koleksinya kali gaya yang di ini. luncurkannya memang me Sebuah fashion nawarkan ke statement yang san bebas tapi mengesankan. damai melalui Sederet karya yang aneka variasi mengemas bohe yang mudah mian style, gaya disesuaikan busana perpaduan dengan pe unsur hippie, etmakainya. Pe nic, dan vintage cinta busana namun berkesan klasikpun da modern. Hal ini pat mengena semakin kuat de kan desainnya, ngan perpaduan Dewi Anyar dengan pilihan bahan lokal endek warna yang dan sifon. Dewi Anyar begitu ia biasa lebih lembut. Sedangkan dalam busanadisapa menghadirkan siluet gypsy di antaranya melalui atasan busananya kali ini Dewi memilih dengan panjang lengan tiga warna yang di dominasi nuansa perempat yang menjuntai atau biru dan oranye, lengkap dengan munculnya model ruffly. Ada pemakaian ikat kepala, hairbands juga rok tiga perempat bermotif berbagai jenis syal. Begitu juga atau rok sampai pergelangan aksesori ala gypsy seperti kalung kaki. Begitu pula dengan dress dan anting yang panjang dari mini atau maxi yang membuat manik-manik atau bebatuan dan gelang dari bahan kayu se pemakainya bukan hanya bagai ornamen berdetil lebih cantik tapi juga etnik. seksi. – Sri Ardhini Salah seorang ang
15
19 - 25 januari 2015
14
Kuku Cantik dengan Nail Art Kuku –kuku yang cantik dan indah kini menjadi salah satu pesona penampilan seorang perempuan. Apalagi inovasi dan kreasi nail art saat ini tanpa batas. Beragam model, warna hingga corak aksesori pun tersedia. Mulai dari one solid color, painted nail art ,nail art stiker, glittery nails, 3D nail art, hingga temperatur gel color.
M
enurut Chani pemilik Cutex Nail Salon, Shop & Academy di kawasan JalanSunset
Road Barat Gg.Meduri, Seminyak, penggemar nail art terus berkembang di semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. “Kalau anak-anak umumnya
lebih menyukai gambar - gambar yang lucu. Sementara remaja, dewasa dan para ibu lebih beragam pilihannya, dari yang suka hanya satu warna sampai yang model timbul atau 3D,” katanya. “Nail art yang tengah jadi primadona saat ini adalah aplikasi temperature gel color. Menariknya di sini warnanya bisa berubah – ubah alias bunglon mengikuti suhu tubuh. Proses pengeringannya pun harus menggunakan lampu LED yang mengeluarkan sinar UV ,” lanjut Chani. Dikatakannya pula sebelum menggunakan nail art, alangkah baiknya jika tangan, kuku serta ujung jari sudah bersih. “Kami juga diawal proses nail art selalu mengoleskan base coat sebagai pelindung kuku , agar tidak mudah rusak dan diakhiri dengan top coat . “Sebab bergaya dengan nail art bukan berarti mengesampingkan kesehatan kuku,” tandasnya. – Sri Ardhini
Mitos
19 - 25 januari 2015
Cacing Obati Tipes?
K
etika seseorang mengalami demam naik turun, yang dicurigai pasti tipes. Apakah gejala-gejala tersebut mengarah ke tipes? Ada pula yang mempercayai cac ing tanah untuk pengobatan penyakit ini. Berikut pen jelasan Kepala Puskesmas III Denpasar Selatan, dr. N yoman Sri Trisnawati, M.Kes. Mitos: Jika panas naik turun berarti kena tipes Fakta: Bisa jadi iya, tetapi tidak selalu. Penyakit tipes yang sering disebut demam tifoid adalah suatu infeksi akut yang disebabkan oleh salmonella typhi atau salmonella paratyphi A,B atau C. Gejala yang timbul sangat bervariasi dari yang ringan sampai sangat berat. Masa tunas penyakit tifoid berlangsung 10-14 hari. Pada minggu pertama penyakit, gejala berupa demam naik turun secara bertangga atau disebut “stepladder”, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari, kemudian demam menetap 39-40 derajat Celsius disertai nyeri kepala, pusing, nyeri otot, nafsu makan menurun, gangguan pencernaan ( mual, muntah, sulit BAB atau diare, meteorismus atau kembung di perut), batuk dan mimisan. Gejala tersebut serupa dengan penyakit infeksi akut lainnya seperti penyakit malaria, hepatitis, tuberkulosis (TBC) dan infeksi virus lainnya. Karena itu, untuk menegakkan diagnosis demam tifoid perlu ditunjang pemeriksaan laboratorium yang diandalkan.
tipes dengan meteorismus (perut kembung), diberikan bubur saring. Dan, bila tidak ada meteorismus diberikan makanan padat rendah serat/selulosa. Diet makanan yang diberikan, yang tinggi kalori dan protein serta adanya keseimbangan elektrolit. Selanjutnya, diet ini secara perlahan dikembalikan ke diet normal sesuai dengan keadaan penderita. 3.Pemberian obat-obatan. Mengingat demam tifoid terjadi bakterimia maka dasar pengobatannya adalah pemberian antibiotika. Secara umum, dasar pemberian pengobatan antibiotika berdasarkan pada jenis bakteri penyebab. Obat diberikan selama 14 hari atau 7 hari bebas panas, seperti thiamfenikol 4x500 mg/ hari atau kuinolon 1-2x400 mg/hari selama 5-7 hari, obat symptomatis sesuai gejala serta suplemen vitamin ( vit. C, E,B6,Fe dan Zn).
Mitos : Tipes bisa sembuh sendiri yang penting banyak istirahat Fakta: Tidak sepenuhya benar. Pada penyakit tipes ada 3 prinsip penatalaksanaannya: 1.Perawatan. Penderita demam > 7 hari perlu dirawat di RS untuk isolasi, observasi dan pengobatan. Penderita perlu tirah baring sampai minimal 5-7 hari bebas panas, setelah itu mulai mobilitas secara bertahap sesuai dengan perkembangan klinis penderita. 2.Pengaturan Diet. Bila penderita
Mitos : Cacing bisa dipakai sebagai obat tipes Fakta: Memang ada beberapa penelitian tentang cacing tanah yang diduga memiliki khasiat senyawa antibakteri pada ekskresi kulitnya. Salah satu peneliti (Hasim,2003) yang menunjukkan bahwa ekstrak methanol cacing tanah lumbricus rubellus dalam berbagai konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri salmonella typhi dan staphylococcus aureus.Selain itu, juga dari beberapa peneliti mendapatkan bahwa di dalam
11 ekstrak cacing tanah juga terdapat zat anti piretik(penurun panas) dan vitamin (Sumardi,1997, Catatan 1981).Pendapatpendapat dari hasil penelitian tersebut secara ilmiah kedokteran belum dapat menyimpulkan bahwa cacing tanah dapat dipakai sebagai obat tipes. Mitos: Orang yang kena tipes tidak boleh makan semangka Fakta: Tidak sepenuhnya benar. Penderita demam karena tipes mengalami gangguan di pencernaan, seperti muntah, diare atau susah BAB, sehingga dietnya harus mengandung cairan, elektrolit, kalori dan tinggi protein. Asupan makanan yang diberikan mudah dicerna (makanan lunak dan tidak banyak serat), tidak merangsang, porsi kecil dan diberikan sering. Buah-buahan yag baik dan diperbolehkan dalam pengaturan diet yang meringankan pekerjaan di saluran pencernaan adalah sari buah, pepaya, pisang masak, dan buah-buah lain dimasak/disetup akan membantu mempercepat penyembuhan khususnya gangguan di saluran cerna. Semangka dan buah lain yang diambil sarinya bisa diberikan pada penderita tipes.
Tips dan usaha pencegahan untuk penyakit tipes
Penularan penyakit tipes dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung, salmonella typhi/paratyphi A,B atau C masuk peroral melalui minuman/ makanan yang terkontaminasi baik oleh lalat atau oleh food handler. Usaha-usaha pencegahan yang bisa dilakukan terhadap penyakit tipes (demam tifoid) ada 2: 1.Usaha terhadap sanitasi lingkungan; meliputi penyediaan air minum yang memenuhi syarat, BAB yang higienis, pemberantasan lalat, pengawasan terhadap rumah-rumah makan dan penjualan makanan. 2.Usaha terhadap manusia; a.Imunisasi (Vaksinasi). Vaksinasi tifoid dapat menurunkan insiden penyakit tetapi efeknya hilang dalam beberapa tahun. Oleh karena itu vaksinasi perlu diulang setiap 5 tahun sehingga banyak biaya. b.Menemukan dan mengawasi carrier tifoid . Setiap orang yang ketularan salmonella, mengeksresi (mengeluarkan) kuman salmonella melalui feces (kotoran) dan air seni selama beberapa jangka waktu. Bila eksresi kuman berlangsung terus dan > 3 bulan orang tersebut dinamakan carrier. Hal serupa terjadi pada penderita tipes. Kira-kira 3% penderita tipes masih mengeksresi salmonella > dari 1 tahun. Untuk mengetahui masih menjadi carrier dapat dideteksi melalui biakan feces dan air seni untuk salmonella typhi dan paratyphi. c.Pendidikan kesehatan kepada masyarakat. “Dari usaha-usaha tersebut, perbaikan sanitasi dan pendidikan kepada masyarakat merupakan usaha yang paling efektif, walaupun membutuhkan waktu lama tapi hasilnya akan kumulatif dan menetap,” tandas dr. Trisna. –Inten Indrawati
Mendesah saat Berhubungan Seksual
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. “Dok, suami saya bilang makin bergairah menikmati hubungan seksual saat saya mendesah dengan kencang saat hubungan seksual. Demikian juga saya lebih menikmati hubungan seksual saat suami saya mengeluarkan suara desahan mesra yang kesannya sangat menikmati hubungan seksual. Apa memang benar desahan seksual bisa membuat pasangan menjadi semakin bergairah menikmati hubungan seksual, Dok?” (Rianti, 24 thn) Hubungan seks adalah satu dari beberapa bagian kehidupan di mana kita bisa berekspresi, memunculkan relaksasi dan merasakan tubuh menyatu dengan pasangan dalam kesenangan. Mengeluarkan suara atau desahan selama hubungan seksual sesungguhnya memberikan kesempatan mengeksplorasikan ekspresi sejujur-jujurnya dan menunjukkan rasa saling percaya. Kenapa, karena di sini bisa saling melepaskan ketegangan atau mungkin juga rasa bersalah, yang membelenggu Anda buat berekspresi selama ini. Dalam hubungan seks, semuanya seolah mendapatkan tempat untuk disalur-
kan, bahkan dengan sedikit lebih liar bersama yang akhirnya membawa manfaat untuk mendatangkan rasa rileks. Karenanya tidak ada salahnya buat mendesah, merintih, mengerang, dan bahkan berteriak sekalipun untuk meluapkan kenikmatan selama berhubungan seks. Asalkan aman, maksudnya bukan di tempat yang mudah didengarkan orang lain. Suara desahan wanita memang bisa membantu pria mendapatkan orgasmenya. Sebuah riset menarik mengungkapkan bahwa wanita berdesah saat hubungan seksual bukan karena mereka menginginkan orgasme yang maksimal pada dirinya,
tetapi justru karena wanita percaya desahan yang dikeluarkan tersebut memang diinginkan pasangannya. Itu artinya mereka menganggap itulah hubungan seksual yang ideal. Juga terungkap bahwa wanita menginginkan desahan juga bisa maksimal saat pasangannya orgasme plus ejakulasi. Jadi berdasarkan penelitian tersebut, disadari atau tidak, para wanita sebenarnya berdesah saat berhubungan seksual bukan untuk mengekspresikan kenikmatan mereka sendiri tetapi justru untuk membantu pasangannya mencapai orgasme maksimal. Persepsi orang tentang siapa yang sebaiknya mendesah, masih sering ditujukan kepada pihak wanita yang dijadikan objek sebagai “penyumbang suara” desahan. Padahal sesungguhnya hal ini bisa saja dilakukan oleh pria. Karena sekali lagi, mengeluarkan suara saat berhubungan seks adalah juga bentuk ekspresi. Kalau pada pria yang lebih maskulin seringkali suara yang dimunculkan bertipekan jenis suara yang menggeram, sebagai bentuk ekspresi dominatif, sedangkan pria yang agak feminin akan dapat mengeluarkan suara yang seperti merintih atau mendesah seperti wanita. Pada sebagian besar pria mengeluarkan suara saat berhubungan seksual masih dianggap “pamali” karena bagi
mereka, seharusnya dalam berhubungan seks mereka lebih nyaman untuk “mendengarkan” desahan dari pasangan wanitanya. Wanita yang dianggap lebih pas untuk mengeluarkan desahan atau memerankan tampilan sedang mendesah. Bisa ditebak, akhirnya ketika sampai dalam wujud tampilan media (video, novel, telepon partyline, dll), yang dijual secara komersial adalah desahan dari pihak wanita. Tetapi, chasing sering kali menipu. Belum tentu seorang wanita yang tampak “bitchy” dan “nasty” sudah pasti akan melakukan desahan luar biasa menggoda saat berhubungan seks. Itu bukan jaminan. Seorang wanita yang tampak polos dan lugu, bisa sangat liar dan mengeluarkan rintihan dan desahan yang gegap gempita di ranjang. Demikian juga pria. Sekali lagi, ini adalah bentuk ekspresi. Siapa saja bisa melakukannya secara sadar ataupun tidak. Saat mengeluarkan desahan seksualitu berarti terjadi proses fisiologis membuka mulut dan tenggorokan. Jika bahu, leher, dan tenggorokan seperti diam atau kaku dan terhalang (sering kali saat berada di bawah pada posisi hubungan seks) akan terasa kurangnya sensasi seksual. Nah, mengeluarkan suara menjadi cara yang pas untuk merilekskan leher dan memungkinkan bisa lebih menikmati
hubungan seks. Ini sangat alamiah dan tidak bisa dipaksakan. Jadi, sebaiknya mendesah, atau tidak usah? Ada beberapa alasan kenapa seseorang memilih tidak me ngeluarkan suara saat berhubungan seksual, seperti tidak ingin terdengar tetangga, khawatir akan terdengar lucu, atau tidak ingin terdengar seperti “nakal” layaknya bintang porno. Sebenarnya ini bisa diper hatikan dan dikomunikasikan. Perhatikan suara yang Anda buat selama berhubungan seks, apakah dirasakan suara tersebut membangkitkan gairah seks atau justru “malu-maluin”? Bagi yang masih belum berani berekspresi, pastikan dan dikomunikasikan bersama halangan-halangan yang ditakutinya. Untuk berekspresi, sesungguhnya desahan seksual itu cukup bermanfaat. Desahan seks bisa meningkatkan gairah seksual bersama sekaligus meningkatkan kenikmatan seksual. Dalam dunia medis ini dikenal dengan amplifikasi hedonik, lantaran dampaknya ter hadap pernafasan. Ketika orang sudah sangat bergairah dan mendekati orgasme, peningkatan suara-suara seks dapat terkait dengan hiperventilasi, yang bisa menimbulkan euforia lebih tinggi lagi. Sehingga, kenikmatan seksual pun menjadi maksimal. Jadi, silakanlah mendesah.
12
19 - 25 januari 2015
Kreasi Undis
Istimewa U
ndis tentu merupakan makanan yang sudah tak asing bagi masyarakat Bali. Biasanya undis dibuat sayur berkuah yang merupakan makanan khas warga Buleleng. Ternyata, dari undis bisa dikreasikan satu sup bergaya makanan Barat. Chef Made Karyasa dari The Koi Sate House & Grill, Hotel The Kirana, Canggu, Kuta, sudah melakukan kreasi itu. Ia membuat sup undis terlihat istimewa dan berkelas hotel berbintang lima. Ia mengkreasikan undis dengan paduan udang. Sangat pas jika disantap hujan-hujan begini. Mantan peserta Top Chef ini, juga meng-
Cara membuat: - Panaskah mentega, tumis bawang merah, bawang putih, jahe sampai harum. - Masukkan kentang, aduk
Cara membuat: Bumbui udang dengan jeruk nipis, garam, dan merica. Masukkan ke dalam adonan pisang goreng, beri taburan
Bahan bumbu marinated: ½ botol : sambal Bangkok 1 sdm : ketumbar 50 ml : gula merah Garam dan merica secukupnya
Bahan sambal kecap: - 100 ml kecap manis, 10 ml kecap asin, 50 ml bawang merah iris, 10 biji cabai rawit, iris. - Campur semua bahan, siap digunakan.
Bahan sambal tomat: - 10 biji bawang merah, 3 siung bawang putih, 5 biji cabai merah besar, cabai rawit sesuai selera, 5 buah tomat, terasi secukupnya, gula secukupnya, 50 ml minyak kelapa, garam dan merica secukupnya, dan 1 buah jeruk lemo. - Bakar semua bahan, haluskan. Kemudian tumis sampai harum dan siap sajikan.
Chef Karyasa
kreasikan rujak dengan udang goreng. Unik sekali, tentu rasanya juga tak kalah sedap. Atau, bisa
sebentar. Masukkan kaldu ayam, undis, dan krim. Aduk rata. - Semua bumbu dimasukkan, masak sampai undis empuk. - Setelah masak, dinginkan. Kemudian sup diblender dan disaring.
juga mencoba sate ayam dan scallop ala Chef Karyasa. Berikut resepnya. Cara membuat: - Panaskah mentega, masukkan kaldu dan bumbu. Masukkan udang. Masak sebentar sampai udang matang. Sisihkan. - Penyelesaian terakhir: - Udang dibelah. Sajikan udang di atas sup undis. - Hias sup dengan potongan peterseli dan sedikit minyak zaitun. Sup siap disajikan.
Bahan poached prawn: 10 ekor : udang 100 gr : mentega 50 gr : krim Kaldu ayam secukupnya Garam dan merica secukupnya
Udang Goreng Wijen Rujak Buah
Bahan: 15 ekor : udang windu 1 buah : jeruk nipis Wijen hitam putih secukupnya Garam dan merica secukupnya Adonan pisang goreng tanpa gula
Bahan: 1 kg : daging ayam
Cara membuat: - Potong daging ayam bentuk dadu. Rendam dengan bumbu marinated selama 4 jam. Kemudian daging ditusuk dengan tusukan sate. - Panggang sate. Sajikan sate dengan sambal kecap dan sambal tomat.
Undis Cream Soup Poached Udang Bahan sup: 350 gr : undis muda 100 gr : bawang merah, diiris 50 gr : bawang putih, diiris 25 gr : cabai merah besar, diiris 150 gr : kentang dipotong-potong 25 gr : jahe, potong-potong 75 gr : krim masak 50 gr : mentega Kaldu ayam secukupnya Garam dan merica secukupnya
Kuliner Sate Ayam Bali Menikmati Kopi “Bergambar”
wijen. Goreng sampai berwarna kecokelatan. Bahan adonan pisang goreng tanpa gula: 100 gr : tepung terigu 10 gr : pengembang kue Air secukupnya Garam dan merica secukupnya Cara membuat adonan: Campur semua bahan sampai
menjadi adonan yang halus. Siap digunakan. Bahan rujak buah: 1 buah mangga, 2 buah belimbing manis, 10 buah stroberi, 2 buah nenas, 10 buah tomat ceri Semua buah dipotong kecil. Bumbu rujak: 100 ml gula merah, 1 bungkus asam kandis, cabai rawit sesuai selera. Cara membuat bumbu: Cabai rawit dan asam diulek, terakhir masukkan gula merah. Kemudian disaring. Saus hiasan: 100 ml mayonnaise dan 1 sdm seed mustard dicampur jadi satu. Penyelesaian terakhir: Tata buah di piring. Tuangi bumbu rujak. Kemudian letakkan udang berjejer. Beri hiasan piring dengan campuran mayonnaise dan seed mustard. Siap sajikan.
2 butir : kemiri 2 buah : jeruk nipis 30 ml : asam Garam dan merica secukupnya
Bahan marinated: Jeruk nipis Garam dan merica secukupnya Minyak zaitun Bahan pallumara borth: 2 biji : cabai rawit 3 biji : cabai merah besar 1 sdt : kunyit 3 buah : bawang merah 2 siung : bawang putih ½ sdt : ketumbar 12 batang : sereh 3 buah : tomat 1 lembar : daun kunyit 3 batang : daun bawang
Cara membuat: - Bumbui scallop dengan bumbu marinated. - Lalu masak sampai matang. - Untuk kuah pallumara: iris semua bahan, tumis sampai harum. Masukkan kaldu, air jeruk, air asam, garam, dan merica. Rebus dengan api kecil ½ jam. Kemudian saring. - Sajikan scallop dalam sendok keramik lalu diberi kuah pallumara, beri tomat ceri iris, daun bawang, dan daun ketumbar. –Wirati Astiti
13
Tepuk tangan pengunjung bergemuruh ketika seorang barista di Black Canyon Amaris Denpasar usai melakukan aksinya. Ia dengan lihai membuat gambar beruang di cangkir kopi. Teknik yang dipakai cukup sederhana, hanya dengan menggoyang-goyangkan cangkir lalu membuat bentuk dengan sebuah sendok kecil yang mirip kuas. “Sepertinya memang mudah tetapi tingkat kesulitannya cukup tinggi. Ada sertifikat khusus bagi barista yang sudah menguasi latte art ini,” ujar Maya Sovianti. Wanita yang akrab disapa Vivie ini adalah Asst. Marketing Communication Manager PT Boga Citra Cemerlang, Indonesia Master Franchise yang memegang lisensi Black Canyon. Ia pun mempersilakan
barista lain untuk mempertunjukkan kepiawaian mereka “melukis di atas kopi” atau yang sering disebut latte art. Aksi ini ditunjukkan saat pembukaan gerai Black Canyon di Hotel Amaris, Denpasar yang dihadiri Komisaris Utama PT Boga Citra Cemerlang Dewi Damayanti, General Manager Master Frachise Indonesia Purwanto Sudjianto, dan Kepala Dinas Pariwisata Denpasar
Pan Seared Scallop Kuah Pallumara Bahan: 15 biji : scallop (kerang) 300 ml : kuah pallumara Tomat ceri
19 - 25 januari 2015
I Wayan Gunawan. Dari beberapa referensi, latte art adalah cara menyiapkan kopi dengan menuangkan susu panas ke secangkir espresso dan menciptakan pola atau desain di permukaan latte. Selain itu bisa pula dengan langung “menggambar” di lapisan atas busa. Seni latte sulit dibuat se-
Aksi barista membuat latte art
cara konsisten, karena dibutuhkan kondisi yang tepat antara espresso dan susu. Latte art ini sudah ada sejak 1988 di Italia dan menyebar di berbagai negara. Pada era modern, latte art berfungsi bukan hanya menampilkan sisi estetis dalam
Beberapa latte art yang siap dinikmati
secangkir kopi, tetapi juga untuk mendapatkan secangkir kopi dengan rasa yang lebih baik. Foam susu yang dihasilkan dari latte art biasanya sangat halus, sehingga saat minuman dipadukan dengan foam susu, akan terasa lebih lembut karena sudah berbaur dengan kopi. Teknik untuk membuat pola di atas kopi ini biasanya diterapkan pada cafe latte karena memiliki perbandingan susu dan foam yang paling mendukung. Latte art bisa jadi tolak ukur apakah espresso, susu dan foam dicampur dengan sempurna. Beberapa pola yang digambar barista Black Canyon adalah beruang, naga, pola dedaunan, dan logo Black Canyon yang digambarkan seperti seorang koboi sedang menyeruput kopi. Usai pertunjukkan latte art, pengunjung dipersilakan memotret lalu menikmati kopi “bergambar” itu. –Ngurah Budi
Bebek Bakar Saus Barbeque Asem-asem Ikan Tongkol Sarwan Bahan: 500 gr : ikan tongkol, potong potong menurut selera 9 buah : bawah merah, iris kasar 3 siung : bawang putih, iris kasar 2 buah : tomat hijau, iris-iris serong 13 buah : cabe kecil atau rawit 1 buah : cabe besar merah, iris serong 7 buah : blimbing wuluh, iris serong
2 genggam : daun kemangi 3 ruas : lengkuas jari, memarkan 1,5 liter : air 50 ml : air asam matang jawa Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
sisa bumbu lainnya (selain daun kemangi), biarkan hingga ikan matang dan bumbu meresap, lalu masukkan daun kemangi, aduk merata dan matikan api. - Siap dihidangkan selagi panas.
Cara memasak: - Rendam ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit lalu cuci dan bersihkan - Masak air, masukkan irisan bawang merah dan bawang putih, masak hingga air mendidih, lalu masukkan ikan dan
Ayam Daun Singkong Bumbu Kuning Bahan: 500 gr : ayam, potong menurut selera 1 kg : daun singkong muda 1 btg : daun sereh 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 3 lbr : daun salam 100 ml : santan kental 300 ml : santan encer Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah
3 siung 3 ruas 1 sdm 4 butir 11 buah
: bawang putih : jari kunyit bakar : ketumbar : kemiri sangria : cabe rawit
Cara Membuat: - Rebus daun singkong hingga layu dan lunak, lalu peras hingga airnya habis, lalu iris agak lembut. - Tumis bumbu halus, masukkan lengkuas, daun salam dan serai hingga harum, lalu masukkan irisan ayam, aduk-aduk hingga
matang/berubah warna kecokelatan. - Masukkan santan encer, masak hingga mendidih dan diamkan sampai empuk. - Masukkan irisan daun singkong, aduk-aduk hingga mendidih lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk dan santan kental, masak dengan api sedang/ kecil agar santan tidak pecah, aduk-aduk hingga mendidih dan matang - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan: 750 gr : daging bebek fille, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 3 sdm : saus raja rasa Margarin secukupnya
Bahan Saus: 100 gr : barbeque 1sdt : lada bubuk 2 sdm : saus sambal 1 buah : bawang bombai, cincang halus 5 buah : cabe kecil, cincang halus 1 sdm : margarin Bahan tanbahan sayur: 1 buah : wortel iris memanjang, ukuran 3 ruas jari 1 batang : bawang pre, potong sama dengan ukuran wortel
Cara membuat: - Tumis margarin dan irisan bawang bombai hingga harum, lalu masukkan bahan barbeque dan bahan-bahan semuanya untuk saus, adukaduk hingga mendidih lalu matikan api. - Rendam bebek fille dengan air jeruk nipis, saus raja rasa dan lada dimasak selama 10 menit. - Panaskan grill pan, oleskan dengan margarin, lalu masukkan bebek yang sudah direndam dengan bumbu hingga matang, bolak-balik agar kematangan pas. - Siap untuk disajikan dengan saus barbeque dengan tambahan sayur yang sudah di rebus.
12
19 - 25 januari 2015
Kreasi Undis
Istimewa U
ndis tentu merupakan makanan yang sudah tak asing bagi masyarakat Bali. Biasanya undis dibuat sayur berkuah yang merupakan makanan khas warga Buleleng. Ternyata, dari undis bisa dikreasikan satu sup bergaya makanan Barat. Chef Made Karyasa dari The Koi Sate House & Grill, Hotel The Kirana, Canggu, Kuta, sudah melakukan kreasi itu. Ia membuat sup undis terlihat istimewa dan berkelas hotel berbintang lima. Ia mengkreasikan undis dengan paduan udang. Sangat pas jika disantap hujan-hujan begini. Mantan peserta Top Chef ini, juga meng-
Cara membuat: - Panaskah mentega, tumis bawang merah, bawang putih, jahe sampai harum. - Masukkan kentang, aduk
Cara membuat: Bumbui udang dengan jeruk nipis, garam, dan merica. Masukkan ke dalam adonan pisang goreng, beri taburan
Bahan bumbu marinated: ½ botol : sambal Bangkok 1 sdm : ketumbar 50 ml : gula merah Garam dan merica secukupnya
Bahan sambal kecap: - 100 ml kecap manis, 10 ml kecap asin, 50 ml bawang merah iris, 10 biji cabai rawit, iris. - Campur semua bahan, siap digunakan.
Bahan sambal tomat: - 10 biji bawang merah, 3 siung bawang putih, 5 biji cabai merah besar, cabai rawit sesuai selera, 5 buah tomat, terasi secukupnya, gula secukupnya, 50 ml minyak kelapa, garam dan merica secukupnya, dan 1 buah jeruk lemo. - Bakar semua bahan, haluskan. Kemudian tumis sampai harum dan siap sajikan.
Chef Karyasa
kreasikan rujak dengan udang goreng. Unik sekali, tentu rasanya juga tak kalah sedap. Atau, bisa
sebentar. Masukkan kaldu ayam, undis, dan krim. Aduk rata. - Semua bumbu dimasukkan, masak sampai undis empuk. - Setelah masak, dinginkan. Kemudian sup diblender dan disaring.
juga mencoba sate ayam dan scallop ala Chef Karyasa. Berikut resepnya. Cara membuat: - Panaskah mentega, masukkan kaldu dan bumbu. Masukkan udang. Masak sebentar sampai udang matang. Sisihkan. - Penyelesaian terakhir: - Udang dibelah. Sajikan udang di atas sup undis. - Hias sup dengan potongan peterseli dan sedikit minyak zaitun. Sup siap disajikan.
Bahan poached prawn: 10 ekor : udang 100 gr : mentega 50 gr : krim Kaldu ayam secukupnya Garam dan merica secukupnya
Udang Goreng Wijen Rujak Buah
Bahan: 15 ekor : udang windu 1 buah : jeruk nipis Wijen hitam putih secukupnya Garam dan merica secukupnya Adonan pisang goreng tanpa gula
Bahan: 1 kg : daging ayam
Cara membuat: - Potong daging ayam bentuk dadu. Rendam dengan bumbu marinated selama 4 jam. Kemudian daging ditusuk dengan tusukan sate. - Panggang sate. Sajikan sate dengan sambal kecap dan sambal tomat.
Undis Cream Soup Poached Udang Bahan sup: 350 gr : undis muda 100 gr : bawang merah, diiris 50 gr : bawang putih, diiris 25 gr : cabai merah besar, diiris 150 gr : kentang dipotong-potong 25 gr : jahe, potong-potong 75 gr : krim masak 50 gr : mentega Kaldu ayam secukupnya Garam dan merica secukupnya
Kuliner Sate Ayam Bali Menikmati Kopi “Bergambar”
wijen. Goreng sampai berwarna kecokelatan. Bahan adonan pisang goreng tanpa gula: 100 gr : tepung terigu 10 gr : pengembang kue Air secukupnya Garam dan merica secukupnya Cara membuat adonan: Campur semua bahan sampai
menjadi adonan yang halus. Siap digunakan. Bahan rujak buah: 1 buah mangga, 2 buah belimbing manis, 10 buah stroberi, 2 buah nenas, 10 buah tomat ceri Semua buah dipotong kecil. Bumbu rujak: 100 ml gula merah, 1 bungkus asam kandis, cabai rawit sesuai selera. Cara membuat bumbu: Cabai rawit dan asam diulek, terakhir masukkan gula merah. Kemudian disaring. Saus hiasan: 100 ml mayonnaise dan 1 sdm seed mustard dicampur jadi satu. Penyelesaian terakhir: Tata buah di piring. Tuangi bumbu rujak. Kemudian letakkan udang berjejer. Beri hiasan piring dengan campuran mayonnaise dan seed mustard. Siap sajikan.
2 butir : kemiri 2 buah : jeruk nipis 30 ml : asam Garam dan merica secukupnya
Bahan marinated: Jeruk nipis Garam dan merica secukupnya Minyak zaitun Bahan pallumara borth: 2 biji : cabai rawit 3 biji : cabai merah besar 1 sdt : kunyit 3 buah : bawang merah 2 siung : bawang putih ½ sdt : ketumbar 12 batang : sereh 3 buah : tomat 1 lembar : daun kunyit 3 batang : daun bawang
Cara membuat: - Bumbui scallop dengan bumbu marinated. - Lalu masak sampai matang. - Untuk kuah pallumara: iris semua bahan, tumis sampai harum. Masukkan kaldu, air jeruk, air asam, garam, dan merica. Rebus dengan api kecil ½ jam. Kemudian saring. - Sajikan scallop dalam sendok keramik lalu diberi kuah pallumara, beri tomat ceri iris, daun bawang, dan daun ketumbar. –Wirati Astiti
13
Tepuk tangan pengunjung bergemuruh ketika seorang barista di Black Canyon Amaris Denpasar usai melakukan aksinya. Ia dengan lihai membuat gambar beruang di cangkir kopi. Teknik yang dipakai cukup sederhana, hanya dengan menggoyang-goyangkan cangkir lalu membuat bentuk dengan sebuah sendok kecil yang mirip kuas. “Sepertinya memang mudah tetapi tingkat kesulitannya cukup tinggi. Ada sertifikat khusus bagi barista yang sudah menguasi latte art ini,” ujar Maya Sovianti. Wanita yang akrab disapa Vivie ini adalah Asst. Marketing Communication Manager PT Boga Citra Cemerlang, Indonesia Master Franchise yang memegang lisensi Black Canyon. Ia pun mempersilakan
barista lain untuk mempertunjukkan kepiawaian mereka “melukis di atas kopi” atau yang sering disebut latte art. Aksi ini ditunjukkan saat pembukaan gerai Black Canyon di Hotel Amaris, Denpasar yang dihadiri Komisaris Utama PT Boga Citra Cemerlang Dewi Damayanti, General Manager Master Frachise Indonesia Purwanto Sudjianto, dan Kepala Dinas Pariwisata Denpasar
Pan Seared Scallop Kuah Pallumara Bahan: 15 biji : scallop (kerang) 300 ml : kuah pallumara Tomat ceri
19 - 25 januari 2015
I Wayan Gunawan. Dari beberapa referensi, latte art adalah cara menyiapkan kopi dengan menuangkan susu panas ke secangkir espresso dan menciptakan pola atau desain di permukaan latte. Selain itu bisa pula dengan langung “menggambar” di lapisan atas busa. Seni latte sulit dibuat se-
Aksi barista membuat latte art
cara konsisten, karena dibutuhkan kondisi yang tepat antara espresso dan susu. Latte art ini sudah ada sejak 1988 di Italia dan menyebar di berbagai negara. Pada era modern, latte art berfungsi bukan hanya menampilkan sisi estetis dalam
Beberapa latte art yang siap dinikmati
secangkir kopi, tetapi juga untuk mendapatkan secangkir kopi dengan rasa yang lebih baik. Foam susu yang dihasilkan dari latte art biasanya sangat halus, sehingga saat minuman dipadukan dengan foam susu, akan terasa lebih lembut karena sudah berbaur dengan kopi. Teknik untuk membuat pola di atas kopi ini biasanya diterapkan pada cafe latte karena memiliki perbandingan susu dan foam yang paling mendukung. Latte art bisa jadi tolak ukur apakah espresso, susu dan foam dicampur dengan sempurna. Beberapa pola yang digambar barista Black Canyon adalah beruang, naga, pola dedaunan, dan logo Black Canyon yang digambarkan seperti seorang koboi sedang menyeruput kopi. Usai pertunjukkan latte art, pengunjung dipersilakan memotret lalu menikmati kopi “bergambar” itu. –Ngurah Budi
Bebek Bakar Saus Barbeque Asem-asem Ikan Tongkol Sarwan Bahan: 500 gr : ikan tongkol, potong potong menurut selera 9 buah : bawah merah, iris kasar 3 siung : bawang putih, iris kasar 2 buah : tomat hijau, iris-iris serong 13 buah : cabe kecil atau rawit 1 buah : cabe besar merah, iris serong 7 buah : blimbing wuluh, iris serong
2 genggam : daun kemangi 3 ruas : lengkuas jari, memarkan 1,5 liter : air 50 ml : air asam matang jawa Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
sisa bumbu lainnya (selain daun kemangi), biarkan hingga ikan matang dan bumbu meresap, lalu masukkan daun kemangi, aduk merata dan matikan api. - Siap dihidangkan selagi panas.
Cara memasak: - Rendam ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit lalu cuci dan bersihkan - Masak air, masukkan irisan bawang merah dan bawang putih, masak hingga air mendidih, lalu masukkan ikan dan
Ayam Daun Singkong Bumbu Kuning Bahan: 500 gr : ayam, potong menurut selera 1 kg : daun singkong muda 1 btg : daun sereh 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 3 lbr : daun salam 100 ml : santan kental 300 ml : santan encer Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah
3 siung 3 ruas 1 sdm 4 butir 11 buah
: bawang putih : jari kunyit bakar : ketumbar : kemiri sangria : cabe rawit
Cara Membuat: - Rebus daun singkong hingga layu dan lunak, lalu peras hingga airnya habis, lalu iris agak lembut. - Tumis bumbu halus, masukkan lengkuas, daun salam dan serai hingga harum, lalu masukkan irisan ayam, aduk-aduk hingga
matang/berubah warna kecokelatan. - Masukkan santan encer, masak hingga mendidih dan diamkan sampai empuk. - Masukkan irisan daun singkong, aduk-aduk hingga mendidih lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk dan santan kental, masak dengan api sedang/ kecil agar santan tidak pecah, aduk-aduk hingga mendidih dan matang - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan: 750 gr : daging bebek fille, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 3 sdm : saus raja rasa Margarin secukupnya
Bahan Saus: 100 gr : barbeque 1sdt : lada bubuk 2 sdm : saus sambal 1 buah : bawang bombai, cincang halus 5 buah : cabe kecil, cincang halus 1 sdm : margarin Bahan tanbahan sayur: 1 buah : wortel iris memanjang, ukuran 3 ruas jari 1 batang : bawang pre, potong sama dengan ukuran wortel
Cara membuat: - Tumis margarin dan irisan bawang bombai hingga harum, lalu masukkan bahan barbeque dan bahan-bahan semuanya untuk saus, adukaduk hingga mendidih lalu matikan api. - Rendam bebek fille dengan air jeruk nipis, saus raja rasa dan lada dimasak selama 10 menit. - Panaskan grill pan, oleskan dengan margarin, lalu masukkan bebek yang sudah direndam dengan bumbu hingga matang, bolak-balik agar kematangan pas. - Siap untuk disajikan dengan saus barbeque dengan tambahan sayur yang sudah di rebus.
19 - 25 januari 2015
14
Kuku Cantik dengan Nail Art Kuku –kuku yang cantik dan indah kini menjadi salah satu pesona penampilan seorang perempuan. Apalagi inovasi dan kreasi nail art saat ini tanpa batas. Beragam model, warna hingga corak aksesori pun tersedia. Mulai dari one solid color, painted nail art ,nail art stiker, glittery nails, 3D nail art, hingga temperatur gel color.
M
enurut Chani pemilik Cutex Nail Salon, Shop & Academy di kawasan JalanSunset
Road Barat Gg.Meduri, Seminyak, penggemar nail art terus berkembang di semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. “Kalau anak-anak umumnya
lebih menyukai gambar - gambar yang lucu. Sementara remaja, dewasa dan para ibu lebih beragam pilihannya, dari yang suka hanya satu warna sampai yang model timbul atau 3D,” katanya. “Nail art yang tengah jadi primadona saat ini adalah aplikasi temperature gel color. Menariknya di sini warnanya bisa berubah – ubah alias bunglon mengikuti suhu tubuh. Proses pengeringannya pun harus menggunakan lampu LED yang mengeluarkan sinar UV ,” lanjut Chani. Dikatakannya pula sebelum menggunakan nail art, alangkah baiknya jika tangan, kuku serta ujung jari sudah bersih. “Kami juga diawal proses nail art selalu mengoleskan base coat sebagai pelindung kuku , agar tidak mudah rusak dan diakhiri dengan top coat . “Sebab bergaya dengan nail art bukan berarti mengesampingkan kesehatan kuku,” tandasnya. – Sri Ardhini
Mitos
19 - 25 januari 2015
Cacing Obati Tipes?
K
etika seseorang mengalami demam naik turun, yang dicurigai pasti tipes. Apakah gejala-gejala tersebut mengarah ke tipes? Ada pula yang mempercayai cac ing tanah untuk pengobatan penyakit ini. Berikut pen jelasan Kepala Puskesmas III Denpasar Selatan, dr. N yoman Sri Trisnawati, M.Kes. Mitos: Jika panas naik turun berarti kena tipes Fakta: Bisa jadi iya, tetapi tidak selalu. Penyakit tipes yang sering disebut demam tifoid adalah suatu infeksi akut yang disebabkan oleh salmonella typhi atau salmonella paratyphi A,B atau C. Gejala yang timbul sangat bervariasi dari yang ringan sampai sangat berat. Masa tunas penyakit tifoid berlangsung 10-14 hari. Pada minggu pertama penyakit, gejala berupa demam naik turun secara bertangga atau disebut “stepladder”, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari, kemudian demam menetap 39-40 derajat Celsius disertai nyeri kepala, pusing, nyeri otot, nafsu makan menurun, gangguan pencernaan ( mual, muntah, sulit BAB atau diare, meteorismus atau kembung di perut), batuk dan mimisan. Gejala tersebut serupa dengan penyakit infeksi akut lainnya seperti penyakit malaria, hepatitis, tuberkulosis (TBC) dan infeksi virus lainnya. Karena itu, untuk menegakkan diagnosis demam tifoid perlu ditunjang pemeriksaan laboratorium yang diandalkan.
tipes dengan meteorismus (perut kembung), diberikan bubur saring. Dan, bila tidak ada meteorismus diberikan makanan padat rendah serat/selulosa. Diet makanan yang diberikan, yang tinggi kalori dan protein serta adanya keseimbangan elektrolit. Selanjutnya, diet ini secara perlahan dikembalikan ke diet normal sesuai dengan keadaan penderita. 3.Pemberian obat-obatan. Mengingat demam tifoid terjadi bakterimia maka dasar pengobatannya adalah pemberian antibiotika. Secara umum, dasar pemberian pengobatan antibiotika berdasarkan pada jenis bakteri penyebab. Obat diberikan selama 14 hari atau 7 hari bebas panas, seperti thiamfenikol 4x500 mg/ hari atau kuinolon 1-2x400 mg/hari selama 5-7 hari, obat symptomatis sesuai gejala serta suplemen vitamin ( vit. C, E,B6,Fe dan Zn).
Mitos : Tipes bisa sembuh sendiri yang penting banyak istirahat Fakta: Tidak sepenuhya benar. Pada penyakit tipes ada 3 prinsip penatalaksanaannya: 1.Perawatan. Penderita demam > 7 hari perlu dirawat di RS untuk isolasi, observasi dan pengobatan. Penderita perlu tirah baring sampai minimal 5-7 hari bebas panas, setelah itu mulai mobilitas secara bertahap sesuai dengan perkembangan klinis penderita. 2.Pengaturan Diet. Bila penderita
Mitos : Cacing bisa dipakai sebagai obat tipes Fakta: Memang ada beberapa penelitian tentang cacing tanah yang diduga memiliki khasiat senyawa antibakteri pada ekskresi kulitnya. Salah satu peneliti (Hasim,2003) yang menunjukkan bahwa ekstrak methanol cacing tanah lumbricus rubellus dalam berbagai konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri salmonella typhi dan staphylococcus aureus.Selain itu, juga dari beberapa peneliti mendapatkan bahwa di dalam
11 ekstrak cacing tanah juga terdapat zat anti piretik(penurun panas) dan vitamin (Sumardi,1997, Catatan 1981).Pendapatpendapat dari hasil penelitian tersebut secara ilmiah kedokteran belum dapat menyimpulkan bahwa cacing tanah dapat dipakai sebagai obat tipes. Mitos: Orang yang kena tipes tidak boleh makan semangka Fakta: Tidak sepenuhnya benar. Penderita demam karena tipes mengalami gangguan di pencernaan, seperti muntah, diare atau susah BAB, sehingga dietnya harus mengandung cairan, elektrolit, kalori dan tinggi protein. Asupan makanan yang diberikan mudah dicerna (makanan lunak dan tidak banyak serat), tidak merangsang, porsi kecil dan diberikan sering. Buah-buahan yag baik dan diperbolehkan dalam pengaturan diet yang meringankan pekerjaan di saluran pencernaan adalah sari buah, pepaya, pisang masak, dan buah-buah lain dimasak/disetup akan membantu mempercepat penyembuhan khususnya gangguan di saluran cerna. Semangka dan buah lain yang diambil sarinya bisa diberikan pada penderita tipes.
Tips dan usaha pencegahan untuk penyakit tipes
Penularan penyakit tipes dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung, salmonella typhi/paratyphi A,B atau C masuk peroral melalui minuman/ makanan yang terkontaminasi baik oleh lalat atau oleh food handler. Usaha-usaha pencegahan yang bisa dilakukan terhadap penyakit tipes (demam tifoid) ada 2: 1.Usaha terhadap sanitasi lingkungan; meliputi penyediaan air minum yang memenuhi syarat, BAB yang higienis, pemberantasan lalat, pengawasan terhadap rumah-rumah makan dan penjualan makanan. 2.Usaha terhadap manusia; a.Imunisasi (Vaksinasi). Vaksinasi tifoid dapat menurunkan insiden penyakit tetapi efeknya hilang dalam beberapa tahun. Oleh karena itu vaksinasi perlu diulang setiap 5 tahun sehingga banyak biaya. b.Menemukan dan mengawasi carrier tifoid . Setiap orang yang ketularan salmonella, mengeksresi (mengeluarkan) kuman salmonella melalui feces (kotoran) dan air seni selama beberapa jangka waktu. Bila eksresi kuman berlangsung terus dan > 3 bulan orang tersebut dinamakan carrier. Hal serupa terjadi pada penderita tipes. Kira-kira 3% penderita tipes masih mengeksresi salmonella > dari 1 tahun. Untuk mengetahui masih menjadi carrier dapat dideteksi melalui biakan feces dan air seni untuk salmonella typhi dan paratyphi. c.Pendidikan kesehatan kepada masyarakat. “Dari usaha-usaha tersebut, perbaikan sanitasi dan pendidikan kepada masyarakat merupakan usaha yang paling efektif, walaupun membutuhkan waktu lama tapi hasilnya akan kumulatif dan menetap,” tandas dr. Trisna. –Inten Indrawati
Mendesah saat Berhubungan Seksual
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. “Dok, suami saya bilang makin bergairah menikmati hubungan seksual saat saya mendesah dengan kencang saat hubungan seksual. Demikian juga saya lebih menikmati hubungan seksual saat suami saya mengeluarkan suara desahan mesra yang kesannya sangat menikmati hubungan seksual. Apa memang benar desahan seksual bisa membuat pasangan menjadi semakin bergairah menikmati hubungan seksual, Dok?” (Rianti, 24 thn) Hubungan seks adalah satu dari beberapa bagian kehidupan di mana kita bisa berekspresi, memunculkan relaksasi dan merasakan tubuh menyatu dengan pasangan dalam kesenangan. Mengeluarkan suara atau desahan selama hubungan seksual sesungguhnya memberikan kesempatan mengeksplorasikan ekspresi sejujur-jujurnya dan menunjukkan rasa saling percaya. Kenapa, karena di sini bisa saling melepaskan ketegangan atau mungkin juga rasa bersalah, yang membelenggu Anda buat berekspresi selama ini. Dalam hubungan seks, semuanya seolah mendapatkan tempat untuk disalur-
kan, bahkan dengan sedikit lebih liar bersama yang akhirnya membawa manfaat untuk mendatangkan rasa rileks. Karenanya tidak ada salahnya buat mendesah, merintih, mengerang, dan bahkan berteriak sekalipun untuk meluapkan kenikmatan selama berhubungan seks. Asalkan aman, maksudnya bukan di tempat yang mudah didengarkan orang lain. Suara desahan wanita memang bisa membantu pria mendapatkan orgasmenya. Sebuah riset menarik mengungkapkan bahwa wanita berdesah saat hubungan seksual bukan karena mereka menginginkan orgasme yang maksimal pada dirinya,
tetapi justru karena wanita percaya desahan yang dikeluarkan tersebut memang diinginkan pasangannya. Itu artinya mereka menganggap itulah hubungan seksual yang ideal. Juga terungkap bahwa wanita menginginkan desahan juga bisa maksimal saat pasangannya orgasme plus ejakulasi. Jadi berdasarkan penelitian tersebut, disadari atau tidak, para wanita sebenarnya berdesah saat berhubungan seksual bukan untuk mengekspresikan kenikmatan mereka sendiri tetapi justru untuk membantu pasangannya mencapai orgasme maksimal. Persepsi orang tentang siapa yang sebaiknya mendesah, masih sering ditujukan kepada pihak wanita yang dijadikan objek sebagai “penyumbang suara” desahan. Padahal sesungguhnya hal ini bisa saja dilakukan oleh pria. Karena sekali lagi, mengeluarkan suara saat berhubungan seks adalah juga bentuk ekspresi. Kalau pada pria yang lebih maskulin seringkali suara yang dimunculkan bertipekan jenis suara yang menggeram, sebagai bentuk ekspresi dominatif, sedangkan pria yang agak feminin akan dapat mengeluarkan suara yang seperti merintih atau mendesah seperti wanita. Pada sebagian besar pria mengeluarkan suara saat berhubungan seksual masih dianggap “pamali” karena bagi
mereka, seharusnya dalam berhubungan seks mereka lebih nyaman untuk “mendengarkan” desahan dari pasangan wanitanya. Wanita yang dianggap lebih pas untuk mengeluarkan desahan atau memerankan tampilan sedang mendesah. Bisa ditebak, akhirnya ketika sampai dalam wujud tampilan media (video, novel, telepon partyline, dll), yang dijual secara komersial adalah desahan dari pihak wanita. Tetapi, chasing sering kali menipu. Belum tentu seorang wanita yang tampak “bitchy” dan “nasty” sudah pasti akan melakukan desahan luar biasa menggoda saat berhubungan seks. Itu bukan jaminan. Seorang wanita yang tampak polos dan lugu, bisa sangat liar dan mengeluarkan rintihan dan desahan yang gegap gempita di ranjang. Demikian juga pria. Sekali lagi, ini adalah bentuk ekspresi. Siapa saja bisa melakukannya secara sadar ataupun tidak. Saat mengeluarkan desahan seksualitu berarti terjadi proses fisiologis membuka mulut dan tenggorokan. Jika bahu, leher, dan tenggorokan seperti diam atau kaku dan terhalang (sering kali saat berada di bawah pada posisi hubungan seks) akan terasa kurangnya sensasi seksual. Nah, mengeluarkan suara menjadi cara yang pas untuk merilekskan leher dan memungkinkan bisa lebih menikmati
hubungan seks. Ini sangat alamiah dan tidak bisa dipaksakan. Jadi, sebaiknya mendesah, atau tidak usah? Ada beberapa alasan kenapa seseorang memilih tidak me ngeluarkan suara saat berhubungan seksual, seperti tidak ingin terdengar tetangga, khawatir akan terdengar lucu, atau tidak ingin terdengar seperti “nakal” layaknya bintang porno. Sebenarnya ini bisa diper hatikan dan dikomunikasikan. Perhatikan suara yang Anda buat selama berhubungan seks, apakah dirasakan suara tersebut membangkitkan gairah seks atau justru “malu-maluin”? Bagi yang masih belum berani berekspresi, pastikan dan dikomunikasikan bersama halangan-halangan yang ditakutinya. Untuk berekspresi, sesungguhnya desahan seksual itu cukup bermanfaat. Desahan seks bisa meningkatkan gairah seksual bersama sekaligus meningkatkan kenikmatan seksual. Dalam dunia medis ini dikenal dengan amplifikasi hedonik, lantaran dampaknya ter hadap pernafasan. Ketika orang sudah sangat bergairah dan mendekati orgasme, peningkatan suara-suara seks dapat terkait dengan hiperventilasi, yang bisa menimbulkan euforia lebih tinggi lagi. Sehingga, kenikmatan seksual pun menjadi maksimal. Jadi, silakanlah mendesah.
10
Bugar
19 - 25 januari 2015
Mengenal Penyakit Amandel dr. Conchita P. da Silva, Sp.THT-KL Penulis adalah dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan- Bedah Kepala Leher, Rumah Sakit Siloam Bali Apa penyebab tonsilitis? Jenis virus influenza, herpes simpleks, virus epsteinbarr, cytomegalovirus, adenovirus dan virus measles adalah yang umumnya menyebabkan faringitis akut dan tonsilitis akut. Sedangkan bakteri hanya sebesar 15%30% dan kuman tersering adalah GABHS (Group A Beta Hemolytic Streptococcal). Apa saja gejala tonsilitis? Seperti demam tinggi, nyeri menelan, sulit menelan, nafas bau dan nyeri area kelenjar getah bening leher. Apabila tonsil sangat membengkak sehingga terdapat sumbatan jalan nafas maka pasien akan bernafas mela lui mulut (mouth breather), mendengkur, bahkan sleep apnea (henti nafas saat tidur), lemas dan lesu. Hal ini tentunya sangat membahayakan keadaan kesehatan tubuh. Tonsilitis akut sembuh dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Apabila gejala tonsilitis akut berulang beberapa kali dalam setahun maka disebut sebagai tonsilitis rekuren. Salah satu komplikasi tonsilitis yaitu abses peritonsi lar memberikan gejala seperti sakit tenggorokan hebat, demam, kesulitan membuka mulut, nafas bau, drooling (kesulitan menahan liur di dalam mulut) dan kesulitan bicara atau muffled voice atau hot potato voice (bersuara seperti sedang mengulum kentang panas). dr. Conchita P. da Silva, Sp.THT-KL
Seringkali pasien datang ke dokter mengeluh “teng gorokan saya sakit, mungkin amandel saya bengkak, atau amandel saya kambuh lagi karena tidak menjaga makan”. Jadi apakah sebenarnya amandel itu? Radang amandel atau dalam bahasa kedokteran dikenal sebagai tonsilitis, adalah proses inflamasi/ peradangan tonsil faringeal yang terletak pada teng gorokan bagian belakang, dapat terlihat saat membuka mulut. Inflamasi dapat juga mengenai kelenjar adenoid di nasofaring maupun tonsil lingualis di belakang lidah. Berdasarkan waktu berlangsungnya, tonsilitis terbagi menjadi akut, rekuren dan kronis. Selain itu ada sebut an abses peritonsilar yaitu keadaan yang lebih berat dimana terjadi penimbunan pus (nanah) pada jaringan ikat longgar sekitar tonsil. Infeksi virus atau bakteri maupun faktor imunologis menjadi penyebab timbulnya tonsilitis ini. Siapa saja yang dapat terserang tonsilitis? Tonsilitis paling sering terjadi pada anak-anak namun jarang pada anak kurang dari 2 tahun. Tonsilitis disebab kan oleh kuman Streptokokus, yang biasanya menyerang anak usia 5-15 tahun. Sedangkan infeksi oleh virus lebih sering terjadi pada anak usia lebih muda. Abses peritonsilar sering ditemukan pada usia dewasa muda, kadang- kadang pada anak.
Bagaimana cara mendiagnosa penyakit ini? Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap telinga hidung tenggorokan setelah anamnesa riwayat perjalanan penyakit. Temuan fisik pada kasus ini dapat berupa: Demam, pembengkakan tonsil, tertutup oleh pus/ nanah. • Jika penyebabnya GABHS, dapat ditemukan palatal petechiae (bintik perdarahan sangat kecil pada langitlangit mulut) • Mulut terbuka saat bernafas dan kesulitan bicara. • Leher kaku, kelenjar getah bening leher membengkak (terutama pada tonsilitis akut) • Tanda- tanda dehidrasi (terlihat melalui pemeriksaan kulit dan mukosa). • Lemas, tidak bertenaga. • Adanya lapisan abu- abu menutupi tonsil yang da pat dilepas tanpa perdarahan (kasus virus epstein barr). • Luka kecil/ ulkus pada permukaan tonsil yang merah dan bengkak (virus Herpes Simpleks). • Abses peritonsilar; pembengkakan di atas dan samping tonsil yang terkena, rahang kaku, sulit buka mulut, nyeri bisa sampai ke telinga, tergantung derajat keparahannya. Apa yang harus dilakukan? Yang pertama dilakukan adalah banyak minum air putih, kumur dengan larutan antiseptik dan jika
perlu konsumsi obat penahan nyeri. Apabila gejala berlangsung lebih dari 3 hari atau bertambah buruk dari waktu ke waktu maka perlu dikonsultasikan ke dokter. Pemberian antibiotik yang tepat bisa diper timbangkan. Rawat inap disarankan pada kasus berat dimana ter jadi sumbatan jalan nafas sehingga diperlukan tindakan yang lebih agresif. Abses peritonsilar hebat sebaiknya sesegera mungkin dilakukan tindakan drainase untuk mengeluarkan pus sebelum timbul komplikasi. Pada kasus tonsilitis kronis atau berulang (rekuren), tindakan pembedahan/ pengangkatan tonsil (tonsilek tomi) seringkali direkomendasikan.
19 - 25 januari 2015
Style
Padu-padan Hippie, Ethnic, dan Vintage “Rectov ers o” gota Asbest demikian tema Kota Den yang diusung pasar ini juga Suandewi pada menyatakan, koleksinya kali gaya yang di ini. luncurkannya memang me Sebuah fashion nawarkan ke statement yang san bebas tapi mengesankan. damai melalui Sederet karya yang aneka variasi mengemas bohe yang mudah mian style, gaya disesuaikan busana perpaduan dengan pe unsur hippie, etmakainya. Pe nic, dan vintage cinta busana namun berkesan klasikpun da modern. Hal ini pat mengena semakin kuat de kan desainnya, ngan perpaduan Dewi Anyar dengan pilihan bahan lokal endek warna yang dan sifon. Dewi Anyar begitu ia biasa lebih lembut. Sedangkan dalam busanadisapa menghadirkan siluet gypsy di antaranya melalui atasan busananya kali ini Dewi memilih dengan panjang lengan tiga warna yang di dominasi nuansa perempat yang menjuntai atau biru dan oranye, lengkap dengan munculnya model ruffly. Ada pemakaian ikat kepala, hairbands juga rok tiga perempat bermotif berbagai jenis syal. Begitu juga atau rok sampai pergelangan aksesori ala gypsy seperti kalung kaki. Begitu pula dengan dress dan anting yang panjang dari mini atau maxi yang membuat manik-manik atau bebatuan dan gelang dari bahan kayu se pemakainya bukan hanya bagai ornamen berdetil lebih cantik tapi juga etnik. seksi. – Sri Ardhini Salah seorang ang
15
Edukasi
16
19 - 25 Januari 2015
Launching Wifi IKIP PGRI Bali & Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan E-Learning
Menuju Kampus Ramah Teknologi
L
man dana,” imbuh Dasi Astawa. Pihak yayasan yang menyambut baik implementasi e-learning di IKIP PGRI Bali, menanggapi usulan Koordinator Kopertis. “Terkait bantuan pengadaan smartphone untuk para dosen, akan kami pertimbangkan melalui penganggaran tahun depan,” ujar Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. didampingi Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, S.H., dan Pembina Yayasan Drs. Dewa Putu Tengah. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengungkapkan sejatinya program ini sudah dirintis sejak lama. Di antaranya, dengan mengirimkan 21 dosen ke Universitas Negeri Malang melalui rekomendasi PB PGRI Pusat. Kedua, sebagai jawaban atas masukan mahasiswa yang menginginkan fasilitas wifi maupun pelayanan elearning lebih dimantapkan untuk mendukung PBM. Karena itu, dengan pengadaan kecanggihan teknologi ini, Rektor berharap dosen dan mahasiswa bisa memanfaatkannya dengan
baik. “Sekarang, cakupan wifi di kampus sudah maksimal. Penggunaannya tak terbatas, 24 jam. Jika dalam perjalanannya nanti ditemui kendala atau servis kurang memuaskan, silahkan sampaikan masukan lagi untuk servis yang maksimal untuk meningkatkan kualitas bersama,” ujar Made Suarta. Program e-learning ini dikatakannya bekerja sama dengan PT Sejahtera Group. Direktur PT Sejahtera group menyampaikan dalam mengimplementasikan e-learning ini kendala utamanya adalah infrastruktur. Karena itu dicari solusi terintegrasi. Tahap pertama, memperbaiki infrastrukturnya dulu. Kemudian dilengkapi dengan perangkat yang bagus, baru kemudian disharing-kan
Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan E-learning oleh PT Sejahtera Group kepada dosen, pegawai, dan mahasiswa IKIP PGRI Bali
aplikasi e-learning. Dasi Astawa menambahkan, e-learning ini dampaknya akan sangat luar biasa. Karena itu ia menegaskan, harus terlaksana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan digunakan dengan tempo yang secepat-cepatnya. Sebagai Negara maju, dikatakannya tak seta merta dilihat dari jumlah masyarakatnya. Demikian halnya perguruan tinggi swasta (PTS), tak dilihat dari jumlah mahasiswanya yang besar, namun besar mutu kualitasnya, yakni dengan mengoptimalkan keberadaan
e-learning ini. Ia menyontohkan Negara Singapura yang jauh lebih kecil dari Indonesia, namun kualitasnya jauh lebih bagus. Ini dikarenakan Singapura mampu menguasai perdagangan dengan teknologi. Singapura maju karena teknologi. IKIP PGRI Bali pun bisa lebih maju dengan menjadi insitusi yang ramah teknologi. “Yang penting tiap perencanaan ide, dilaksanakan, dan berkomitmen untuk menuntaskannya,” tegasnya. Melalui teknologi inilah kita bisa merubah culture menjadi budaya mutu untuk meraih kesuksesan, yakni dengan kemauan, kemampuan, dan keberanian. “Ada rumus an 5E untuk in the top position untuk mendapakan hasil 5E,” tegasnya. Rumusan 5E tersebut adalah enjoyment (menciptakan budaya senang, senang sebagai pegawai, mahasiswa, dosen, yang berbasis profesional); enthuasiasm (semangat tinggi, bekerja keras); emotion (harus punya emosi untuk jadi energi); effectiveness (kerja terukur), endurance (daya tahan). Dengan begitu, hasilnya adalah 5E yakni excellent (luar biasa), exspert, example, eminence, dan esteem (bangga). –ten
Foto Bersama Bung Karno di Thailand Akhir bulan lalu, saya berkesempatan ke Thailand. Saya ditemani seorang pemandu wisata bernama Arif. Informasi awal yang disuguhkan kepada saya dan sejumlah teman adalah menyangkut apa arti Thailand. Thailand berasal dari dua kata yakni Thai berarti bebas dan land berarti negara. Jadi, dapat disimpulkan sendiri bahwa Thailand merupakan sebuah negara yang menganut aliran bebas.
B
anyak pelancong yang ber tanya-tanya kok bisa ya pa dahal di sana penduduknya penganut agama yang fanatik. Mereka yang beragama Budha sebesar 85%, Islam 10%, dan sisanya lagi 5% campuran dari agama-agama lain seperti Hindu, Kristen, dan Konghucu dari keseluruhan penduduk yang mencapai 67,1 jiwa dengan kepadatan 132,1 km persegi. Thailand berbataskan dengan Laos, Kamboja (Timur), Myanmar (Barat), dan Malaysia (Selatan) terbagi menjadi 76
daerah provinsi dengan bahasa utamanya adalah bahasa Thai dan mata uang yang sah adalah Baht. Thailand adalah negara agraris, kaya dengan hasil-hasil pertanian semisal jambu, pisang dan durian yang sangat terkenal hingga ke daerah kita di Bali dengan sebutan durian Bangkok. Lain Thailand lain pula Bangkok. Jika orang menyebut sudah sampai di Bangkok, berarti yang bersangkutan sudah sampai di ibu kota Thailand. Bangkok yang sering disebut kota bidadari itu merupakan satu daerah yang dikelilingi sungai ber penduduk sekitar 8 – 10 juta jiwa. Kalau Bali memiliki Sanur, Kuta, dan Lovina sebagai daya tarik wisata, Thailand juga demikian yaitu dengan objek wisata pantainya bernama Pattaya, sebuah kabupaten yang jaraknya sekitar 120 km dari kota Bangkok. Apabila dibandingkan dengan Kuta, pantai Pattaya tak layak disebut lebih bagus daripa
Dara
Agus Indra dan Nita
Saatnya Aplikasikan Gagasan di Bidang Pariwisata
“Dengan IT kita bisa menjelajah kemana saja jika itu dioptimalkan. Tak kuasai teknologi berarti ketinggalan, terbelakang. Dengan tekonologi kita memiliki hight competition. Dengan teknologi, kita bisa menyederhanakan, dari yang sulit menjadi ringan, yang panjang menjadi pendek, yang inefisien menjadi efisien, dan yang tak produktif menjadi produktif. Siapa yang menguasai IT, dia yang jadi penguasa dunia,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. dalam sambutannya di acara Launching Wifi IKIP PGRI Bali, Rabu (14/1) di Auditorium Redha Gunawan. aunching Wifi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan E-learning tersebut dikatakan Dasi Astawa merupakan suatu program “selangkah lebih maju” yang memang harus dilaksanakan. Dengan berbasis e-learning tersebut, tak ada lagi alasan dosen tak merespons tugas dan pertanyaan mahasiswa. Misalkan, ketika dosen berhalangan hadir pun proses belajar mengajar (PBM) masih bisa terlaksana. “Dosen bisa mengirimkan materi atau pertanyaan ke mahasiswa via email. Demikian juga mahasiswa. Sehingga, waktu bisa digunakan secara efektif,” ujarnya. Meski demikian, tatap muka juga penting dan tetap menjadi syarat utama, sekalipun semuanya berbasis IT. Tentunya, hal tersebut harus didukung dengan fasilitas yang canggih pula, seperti smartphone. Jika dosen masih memakai HP jadul, tidak akan bisa mangakses kecanggihan teknologi tersebut. Pusat pembelajaran adalah SDM. Karena itu, ia menyarankan pihak yayasan untuk bisa memberikan subsidi dalam kepemilikan smartphone bagi para dosen. “Yayasan bisa memasilitasi tetapi bukan gratis, hanya memberikan bantuan pinja-
19 - 25 januari 2015
da Kuta. Dilihat dari keindahan, ombak dan pasirnya yang memanjakan peng lihatan pengunjung boleh dibilang ber imbang antara Kuta dan Pattaya. Ked uanya sama-sama terkenal di dunia internasional. Malah, indahnya pantai Pattaya sempat di populerkan lewat sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Dara Puspita dipen gujung tahun 1960an. “Kelebihan” Pat taya sudah dapat ditebak sebelum nya yaitu pada ke hidupan malamnya. Menurut cerita sang guide, Pattaya di pagi dan siang hari sangat sepi, tapi begitu menjelang sore para pelaku wisata sudah mulai berkemas dan bersiap-siap untuk menunaikan tugasnya masing-masing. Di pusat kota Pattaya tersedia berbagai jenis hiburan malam. Objek wisata yang tak kalah menarik ada lah Wihara Wat Arun dengan menyeberangi sungai (Chaophaya River). Di situ pengunjung dapat menyaksikan keagungan tempat suci sekaligus kebanggaan masyarakat BangkokThailand yaitu wihara setinggi melebihi 30 meter lebih. Di seputar itu pula pengunjung
dapat membeli beraneka oleh-oleh khas Thailand semisal kaos, dan gantungan kunci. Harganya relatif mu rah dan yang menarik para pedagangnya fasih berbahasa Indonesia serta bagi mere ka yang persediaan Bahtnya habis boleh berbelanja menggunakan uang rupiah. Satu lagi objek wisata yang sering dijadikan bumbu penyedap guna mengimingimingi calon pelancong ada lah patung lilin (Madame Toussaud) yang terletak bersebelahan dengan pusat perbelanjaan Mabungkrong (MBK). Di situ pengunjung dapat melihat-lihat dan foto bersama dengan patung terbuat dari lilin berbagai to koh dunia, seperti Mahatma Gandhi, Einstein, Barack Obama, Lady-Di, tokoh-tokoh olahraga (Ronaldo, Moham mad Ali, dll.), para artis Holywood, dan tak ketinggalan patung Bung Karno, presiden RI pertama. Menurut penjelasan petugas penjaga lokasi, pakaian-pakaian yang dikenakan ke tubuh masing-masing tokoh tersebut secara rutin dicuci setiap dua hari sekali. Konon, ide pembangunan “museum manusia” bukan dari orang lokal Thailand, melainkan dari Prancis yang kebetulan namanya sama dengan objek tersebut yaitu Madame Toussoud -Romi Sudhita.
Pemilihan Teruna-Teruni Bali 2014 menghasilkan I Putu Agus Indra Nugraha, S.H. dan Rr. Nita Susianita Karunia Saraswati sebagai pemenang. Keduanya bangga dengan predikat yang diraih namun merasa ada tanggung jawab besar yang mereka emban dibalik gelar tersebut. Berikut ini penuturan Nita dan Agus kepada Tokoh.
“B
angga, senang, dan sekaligus terharu bisa memperoleh ge lar Teruni Bali 2014. Hal yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya. Selanjutnya ini merupakan tugas yang berat selama setahun ke depan. Astungkara saya bisa melak sanakannya,” ujar Nita. Ia menuturkan awal mula ikut ajang ini karena ditunjuk dari pihak SMAN 1 Denpasar untuk mewakili sekolah. Putri pasangan R. Tony Su siartono, S.T. dan dr. Luh Suji Karnadi ini mempersiapkan mental mau pun fisik. Ia memantap kan materi tentang pariwisata Bali khususnya dan Indonesia umumnya. “Persiapan untuk ke tingkat nasional tentu harus matang, jadi dari sekarang saya sudah mulai memper siapkan pengetahuan yang menyangkut masalah pari wisata yang ada di Bali dan Indonesia. Persiapan lainnya terkait public speaking, kedi siplinan, tingkah laku dan sebagainya,” tutur remaja kelahiran Denpasar, 7 Desember 1996 ini. Nita juga menceritakan suka dukanya selama meng ikuti ajang Teruna-Teruni Bali. Melalui ajang ini ia ba nyak mendapat teman, pengetahuan, bagaimana cara berorganisasi, bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan, dan kebersamaan seperti keluarga sendiri. Dari awal mengikuti seleksi sampai terpilih menjadi Teruni Bali 2014, Nita tidak menyangka kalau terpilih menjadi finalis. Ia merasa banyak saingan dan punya pengetahuan yang luas. Namun, remaja yang hobi menyanyi dan menari ini tetap optimis dan melaku kan yang terbaik sampai grand final.
Kegiatan Teruna- Teruni Bali
Menjadi Teruni Bali 2014 pun sebuah pengalaman yang paling berkesan bagi Nita. Pengalaman lainnya ketika ia ikut program pertukaran budaya ke Hong kong tahun 2010. “Saat itu saya masih kelas 2 SMP, untuk pertama kalinya saya make up, menggunakan bunga dan pakaian tari sendiri. Saya menarikan tari Oleg Tamulilingan,” kenangnya. Kini Nita punya tugas melaksanakan program kerja yang menyangkut masalah pariwisata, generasi muda, lingkungan baik dari Yayasan Teruna-Teruni Bali maupun Paguyuban Teruna-Teruni Bali. Kesibukan lainnya mengatur waktu antara tugas dan pendidikan. “Saya sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA dan akan mengikuti ujian seko lah dan ujian nasional. Saya harus membagi waktu dan mengutamakan pendidikan. Kegia tan tambahan bisa dilakukan pada hari Sabtu atau Minggu. Apabila ada kegiatan mendesak, saya harus bisa memilih yang mana yang lebih didahulukan,” tegas remaja yang punya impian membahagiakan orangtuanya ini. PORSI YANG SAMA Agus Indra pun berbangga dengan predikat Teruna Bali 2014, karena ia mendapat kesempatan dan jalan terbaik untuk mewakili pemuda di Bali sebagai Duta Wisata, Duta Agama dan Duta Budaya Bali. Mahasiswa S2 Ilmu Hukum Univer sitas Udayana ini menuturkan ikut ajang Teruna-Teruni Bali sebagai ajang terbaik sebagai wadah untuk mengaplikasikan gagasan-gagasan di bidang pariwisata. “Yayasan dan Paguyuban Teruna-Teruni Bali menetapkan standar nasional dalam pemilihan nya. Oleh sebab itu, saya mempersiapkan sumber-sumber kepustakaan untuk me mantapkan wawasan, belajar mekidung, dan selalu menanamkan keyakinan bahwa saya
9 adalah pemuda yang mampu untuk bersaing dalam ajang ini,” ujar putra pasangan I Komang Sudarsa, S.E. dan Ida Ayu Sri Anggreni, S.E. ini. Seperti halnya Nita, tugas Agus adalah menunjuk kan dedikasi tinggi untuk peduli terhadap pariwisata, agama dan budaya. Secara khusus, sebagai Teruna Bali akan melaksanakan kegiatan yang diagendakan baik tingkat daerah, nasional, dan internasional. Satu lagi tugasnya adalah menggunakan teknologi dan jejaring sosial sebagai sarana promosi potensi wisata Bali. “Dengan dukungan Yayasan dan Paguyuban Teruna-Teruni Bali, kami berharap dapat menyeleng garakan kegiatan-kegiatan yang bercirikan pelestar ian budaya, mengajak teruna-teruni di Bali dengan segala macam profesinya untuk mengambil peran dan partisipasi aktif dalam pembangunan dan penga wasan kepariwisataan,” ujar pria kelahiran Denpasar, 9 Agustus 1992 ini. Agus yang bercita-cita menjadi advokat ini menegaskan bekerja dan menuntut ilmu merupakan dua bidang kegiatan yang menantang dan saling memberi manfaat. Baginya, kedua bidang ini harus dijalankan dengan memberikan porsi yang sama. Kepada generasi muda, Agus dan Nita berharap agar mereka melestarikan adat istiadat dan budaya Bali. “Sumber daya yang ada di Bali ini sudah banyak tetapi minat generasi muda sekarang minim. Bagaimana caranya bisa dengan mempelajari kesenian-kesenian di Bali seperti menari, mekidung, memainkan alat musik tradisional dan sebagainya. Jangan malu untuk mempela jari kesenian Bali karena Bali selain terkenal dari tempat wisatanya juga dikenal karena keseniannya. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi,” tegas Nita. “Kalau saya berharap generasi muda terus bergerak menunjuk kan diri kita adalah pribadi yang positif, bangun kepercayaan diri, dan buatlah diri kita menginspira si. Astungkara dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 ini, generasi muda Bali menjadi generasi yang unggul,” tegas Agus yang pernah bermain dalam film “Waiting List” yang diproduksi Mahendra Pro duction ini. –Ngurah Budi
Bunda & Ananda
8
19 - 25 januari 2015
Griya
19 - 25 januari 2015
Orangtua Pegang Kendali Minuman Anak Pulang sekolah, Adit langsung membuka kulkas. Ia mengambil minuman bersoda lalu meminumnya untuk melepas dahaga. Saat makan siang, ia pun memilih ditemani sisa minuman bersoda ketimbang minum air putih. Ibunya sudah beberapa kali memperingatkan agar Adit banyak minum air putih.
“A
dit ke seko lah sudah berbekal air putih tetapi pulangnya air itu pasti sisa. Ia hanya minum sedikit. Uang saku nya kadang dipakai untuk mem beli minuman bersoda,” ujar Bu Ani, ibu Adit. Ia mengaku kha watir dengan kondisi gigi anaknya karena menurut referensi yang ia baca, anak-anak tak baik terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda karena mempengaruhi pertumbuhan gigi. Pengalaman Bu Oka lain lagi. Yana, putranya yang berusia 6 tahun sering menyeruput kopi ayahnya. “Ayahnya biasa ngopi di pagi hari. Yana sering menyeru put kopi. Walaupun tidak banyak tetapi kalau sering, takutnya nanti dia kecanduan. Habis minum kopi giginya langsung coklat kena ampas kopi,” kata Bu Oka. Menurut drg. Luh Wayan Ayu Rahaswanti, Sp.KGA, gigi meru pakan bagian dari tubuh yang memiliki keistimewaan karena memiliki lapisan email. Email merupakan bagian terkeras pada tubuh manusia. Hal tersebut menyebabkan gigi menjadi lebih kuat daripada tulang. Namun, pola konsumsi makanan dan minuman tertentu justru akan melarutkan lapisan email ini. “Saat ini banyak sekali jenis minuman dalam kemasan yang beredar di pasaran. Kemasan nya didesain sedemikian rupa sehingga menarik bagi kon sumen, khususnya anak-anak untuk mengonsumsinya. Perlu dicermati oleh para orangtua untuk memperhatikan dan meng
atur pola konsumsi minuman dalam kemasan bagi anaknya, sehingga kesehatan gigi anaknya tetap terjaga,” ujar dokter gigi yang menyelesaikan pendidikan spesialisnya di FKG Universitas Airlangga, Surabaya ini. KOPI SEBABKAN NODA KECOKELATAN Dokter gigi yang praktik di RSIA Puri Bunda ini menjelaskan pada dasarnya air ludah manusia memiliki tingkat keasaman (pH) yang berkisar pada angka 6,8–7. Tingkat keasaman ini merupakan kondisi yang baik bagi kesehatan gigi. Apabila pH rongga mulut kita lebih rendah daripada 5,5, maka lapisan email gigi akan larut sehingga gigi akan mudah mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas bakteri normal yang ada dalam rongga mulut yang akan melakukan fermentasi terhadap karbohidrat yang melekat di permukaan gigi
“Khususnya untuk kopi, selain kurang baik bagi kesehatan giginya, kopi memiliki kandungan kafein yang tidak baik bagi proses tumbuh kembang anak. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan akan mengakibatkan noda kecoklatan pada per mukaan gigi”
sehingga pH rongga mulut akan menurun. Ia juga menyebutkan beber apa jenis-jenis minuman beserta tingkat keasamannya (pH). Kopi tingkat keasaman (pH) yang cu kup rendah, yaitu 4,1. Jus sayur memiliki tingkat keasaman (pH) kurang lebih 4. Angka ini sudah cukup potensial untuk melarut kan email gigi. Jus buah tingkat keasaman (pH) lebih rendah dari jus sayur, yaitu 2–3,4. Jus lemon memiliki tingkat keasaman terendah dibandingkan jus buah lainnya, diikuti oleh jus apel, cranberry, dan sebagainya. Sport drinks memiliki tingkat keasaman (pH) 2,75–3. Minuman teh atau iced tea memiliki tingkat keasam an (pH) yang sebanding de ngan minuman beralkohol, yaitu 2,8–3,4. Minuman berkarbonasi atau bersoda memiliki tingkat keasaman (pH) 2,5–3,9. Hal ini biasanya disebabkan karena minuman jenis ini memiliki kadar gula yang cukup tinggi. “Dari paparan beberapa jenis minuman tersebut di atas, tam pak bahwa minuman-minuman tersebut memiliki kecenderungan untuk merusak gigi. Apalagi pada gigi susu yang memiliki lapisan email lebih tipis daripada gigi dewasa. Apabila terjadi proses fermentasi, maka larutnya lapisan
Berburu Kap Lampu Cantik Ilustrasi anak minum kopi
email pada gigi susu akan lebih cepat daripada gigi dewasa. Hal inilah yang menyebabkan meng apa minuman-minuman jenis tersebut di atas tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang berada pada fase geligi susu (0–5 tahun). Khususnya untuk kopi, selain kurang baik bagi kesehatan giginya, kopi memiliki kandungan kafein yang tidak baik bagi proses tumbuh kembang anak. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan akan mengaki batkan noda kecoklatan pada permukaan gigi,” jelas Sekretaris Program Studi Pendidikan Dok ter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini. Dokter gigi kelahiran Denpasar, 10 Desember 1977 ini menegaskan perlu dilakukan pengaturan pola konsumsi makanan dan minuman sampingan bagi anak-anak. Orang tualah yang harus memegang ken
Mendongeng Lima Menit
Buah Beringin
Seorang hakim baru saja menyelesaikan se buah perkara perihal mencari keadilan. Dalam perjalanan pulang naik Made Taro kuda, ia kelelahan. Ia beristirahat sejenak di bawah pohon beringin. Ia telentangkan tubuhnya. Ia pejamkan ma tanya. Walaupun angin berdesir halus, ia tidak juga tertidur. Pikirannya melayang dan terusik, bukan karena perkara yang baru saja diputus kannya, tetapi karena pohon beringin tempatnya bernaung. “Bagaimana aku harus berbuat adil dan men ciptakan kehidupan yang harmonis?” Demikian pertanyaan yang timbul di benaknya. “Tuhan saja tidak adil. Lihat itu, pohon beringin yang besar dan menjulang tinggi! Pohon sebesar itu hanya berdaun selebar daun limau dan berbuah Ilustrasi anak minum minuman bersoda
dali mengenai jumlah dan waktu konsumsi minuman jenis tertentu, karena anak-anak belum mengerti dampak yang akan terjadi apabila mengonsumsi minuman-minuman jenis tertentu. Apabila memang ingin mem beri anak minum jus sayur atau jus buah, aturlah frekuensi pem beriannya (jangan terlalu sering), segera minum air putih setelah minum jus, dan jangan biarkan anak minum jus dalam waktu lama. Apabila ingin menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman dengan tingkat keasaman rendah, beri waktu 30 menit untuk menetralkan tingkat keasaman rongga mulut setelah makan atau minum, baru kemudian menyikat gigi. Jangan lupa untuk tetap memelihara ke biasaan menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu pagi dan malam sebelum tidur. –Ngurah Budi
sebesar biji kacang polong?!” Sambil memandang buah beringin, pikirannya melayang jauh. “Sungguh, Tuhan memberi con toh ciptaan yang tidak harmonis dan kehidupan yang tidak adil. Batang semangka yang kecil dan lembek, harus berbuah besar dan berat. Mengapa pohon beringin yang besar dan tinggi harus berbuah kecil dan ringan?” Pluk! Tiba-tiba sebutir buah beringin jatuh te pat menimpa keningnya. Ia bangkit, meraba-raba keningnya dan memegang buah beringin itu. “Sungguh adil Tuhan itu!” katanya sambil tersenyum. “Seandainya buah beringin yang menimpa keningku, besar dan beratnya sama dengan buah semangka, mungkin aku sudah terbaring kaku di ruang jenazah sebuah rumah sakit. Orang tidak lagi mengenalku sebagai ha kim penegak keadilan dan pencipta kehidupan yang harmonis. Mahabesar Tuhan! Mahabesar Tuhan!”
Bali memang menjadi tempat untuk mengincar barang-barang kerajinan yang bernilai seni tinggi dan eksotis. Hal itu juga yang dilakukan seorang pria asal Medan, yang mengaku khusus “berburu” ke Bali untuk mengisi artshop nya di Medan.
“D
i Medan belum ada model se perti ini, dan di Bali harganya lebih murah. Ini nanti akan saya pasok ke hotel-hotel,” ujar pria muda itu, yang kemudian memesan beberapa kap lampu model sangkar ayam de ngan berbagai ukuran kepada pemilik Restu Shop, Ibu Restu (40) di Jalan Raya Sakah, Batuan, Sukawati, Gi anyar. Ibu Restu mengaku, ia dan suami, I Wayan Sujadi telah 14 tahun bergelut dengan kerajinan kap lampu. “Awal nya kami berbisnis patung kayu, tapi modalnya terlalu besar dan pembelin ya jarang. Akhirnya kami banting stir menjual kap lampu, modal kecil dan peminatnya banyak karena harganya terjangkau,” terangnya. Di tokonya tersebut, tersedia kap lampu dengan berbagai jenis bahan. Namun, dua tahun terakhir kap lampu yang banyak diminati pasar adalah model anyaman dari bahan bambu. Jenisnya bermacam-macam, yang diberikan nama sesuai dengan ben tuknya, seperti model sangkar ayam, sangkar burung, bola, botol, botol runcing, botol besar, dan bowling. Bahan utama kap lampu ini adalah
bambu. “Yang dipakai kulit bambunya. Jika memakai bagian dalam bambu cepat lapuk,” jelas Ibu Restu. Kerajinan-kerajinan anyama n bambu ini di pasoknya dari beberapa pengerajin di Singaraja. Bahkan, menurut keterang annya di toko-toko lain yang menjual kap lampu anyaman bambu ini, ada yang dipasok dari Lom bok. Untuk menjadikannya sebuah kap lampu yang siap dipakai dan memi liki nilai estetis tinggi, di bagian dalam kerajinan anyaman bambu tersebut diberikan kain atau fiber atau kulit kerang, dengan aneka warna yang bisa menjadi pilihan konsumen. “Dengan begini, tampilan kap lampu lebih menarik, dan cahaya yang dipancar kan bisa berwarna-warni,” tuturnya. Untuk bahan tambahan tersebut, yakni kain, faber, dan kulit kerang, ada yang dipasang menempel lang sung dengan anyaman bam
bunya, ada juga yang dipasang dengan memberikan jarak. Kap lampu dengan dalaman kain, disarankannya diletakkan di indoor karena tidak boleh terkena air. Sementara untuk outdoor bisa memilih yang berbahan fiber atau kulit kerang karena bahan ini tahan terhadap air, dan umumnya didesain tertutup pada bagian atasnya. Kap-kap lampu anyaman bambu yang cantik-cantik ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 30 ribu. –Inten Indrawati
17
19 - 25 Januari 2015
18
Rani Ingin Dimakamkan di Cianjur
Anak Agung Ngurah Panji Astika, ST
Figur Pemimpin Jujur, Profesional & Pekerja Keras Dirut dan Komisaris dari empat perusahaan ini adalah putra daerah Tabanan yang ingin memperjuangkan adanya perubahan sekaligus pembaharuan di tanah kelahirannya. Lewat pencalonan dirinya sebagai Bakal Calon Bupati Tabanan 2015-2020, Panji Astika ingin menjadikan Tabanan sebagai kabupaten yang maju dan dikenal dunia karena potensi budaya dan pertaniannya (culture & agriculture).
T
Anak Agung Ngurah Panji Astika, S.T.
idak ada keraguan sedikit pun dari pria Tabanan kelahiran 25 Juli 1974 ini saat di rinya didaulat maju menjadi Bacabup Tabanan dari jalur independen. Men jadi Cabup hanyalah sarana peng abdian yang ditempuh untuk menuju pembaharuan di gumi de_ngan sebu tan Lumbung Padi itu. “Saya hanya ingin mengabdi dan melakukan pembaharuan menuju Tabanan yang lebih baik lagi. Kalau sekarang sudah baik, harus diting katkan agar lebih baik lagi,” kata Sarjana Teknik Mesin Universitas Brawijaya, Malang yang akrab disapa Turah Panji ini.
Panji Astika bersama istri saat di Eropa.
Meski hidup di Puri (Puri Anom Tabanan-red), tak membuat Panji Astika menjadi pemuda manja. Sebaliknya, karena dididik dalam lingkungan yang bekerja keras, telah membentuk kepribadiannya menjadi pribadi yang jujur, suka bekerja keras dan mampu menunjukkan kemam puannya mengelola perusahaannya secara profesional. “Saya melihat di Indonesia, pemimpin sekarang ini banyak dari generasi muda. Mereka dipilih kar ena pribadinya yang bersih, jujur, berkarakter, pekerja keras dan pro fesional di bidangnya. Tokoh-tokoh muda yang menjadi pemimpin negeri kita sekarang ini seperti Presiden Jokowi, Gubernur DKI Ahok, Walikota Surabaya Risma, dll, memiliki back ground pendidikan tinggi yang baik, berwawasan luas, bersih, jujur dan mereka adalah tipe pemimpin yang bekerja keras serta mumpuni (pro fesional) di bidangnya. Mereka inilah yang menginspirasi dan memotivasi saya untuk berjuang sekaligus meng abdi bagi kepentingan daerah dan rakyat,” kata suami dari AA Sagung Mas Dewi Rahmayani, S.E. ini. JUJUR DAN MELAYANI Panji Astika sangat sadar, ber juang menjadi pemimpin yang jujur, bersih dan profesional sangatlah berat apalagi dirinya maju dari jalur independen tanpa dukungan partai. “Perjuangan identik dengan pengor banan. Dan saya yakin, selama saya berjuang dengan niat dan itikad yang baik, semuanya akan berjalan sesuai harapan. Apalagi banyak pihak yang mendukung perjuangan saya ini. Jer Basuki Mawa Beya (Tidak Ada Ke jayaan Tanpa Sebuah Pengorbanan),” katanya tegas. Awal berniat menjadi Cabup Tabanan adalah ketika Panji Astika mengharapkan ada perubahan dan pembaharuan di Tabanan. Dan, pemimpin dari perubahan itu di harapkan muncul dari generasi muda. Tapi kenyataan berkata lain, justru dirinya lah yang didaulat dan didukung sepenuhnya untuk menjadi pemimpin Tabanan periode berikutnya. “Dukungan untuk saya cukup membanggakan. Saya tidak perlu
sampaikan dukungan datang dari mana dan sudah berapa banyak. Biarkan dukungan itu mengalir apa adanya, tidak perlu dipaksakan apalagi direkayasa. Saya tidak punya beban saat menyatakan siap maju dalam Pilkada Tabanan mendatang. Saya siap bekerja keras, jujur dan profesional. Saya punya filsafat “CUKUP” untuk masalah ekonomi keluarga, sehingga saya tak perlu korupsi atau main suap atau sejenis nya untuk memuluskan perjuangan saya. Seandainya saya nanti terpilih menjadi pemimpin, saya akan men jadi pemimpin yang melayani, bukan sebaliknya dilayani,” janji ayah tiga anak ini.
PEMBAHARUAN BIDANG PERTANIAN Pembaharuan bidang apa yang ingin diperjuangkan Panji Astika? Pertanian dalam arti luas. Panji As tika paham benar dengan karakter istik daerahnya yang bercurah hujan cukup tinggi, tanah yang subur dan sangat berpotensi dikembangkan untuk menghasilkan produk-produk pertanian organik. Mengapa? “Tabanan memiliki po tensi pertanian terbaik di Bali. Produk pertanian organiknya bisa menjadi ikon untuk diterima di pasar hotel, restoran di dalam bahkan di luar negeri sekalipun. “Masyarakat dunia sekarang ini mencari dan mengon sumsi produk-produk pertanian organik/alami yang bebas kimiawi. Bahkan jika produk organik Tabanan bisa disertifikatkan sesuai standar mutu maka saat itulah Tabanan men jadi Kabupaten Organik dan Terhijau di dunia,” tandas Panji Astika. Menuju Kabupaten Organik, menurut Panji Astika tidak ter lalu sulit sepanjang infrastrukturnya dibenahi dan akses pasar diperluas. Disinilah peran seorang pemimpin yang berwawasan luas dan paham benar dengan kondisi daerahnya. “Tabanan akan membangun quality agriculture yang kelak akan menjadi dambaan semua orang. Masyarakat nya lebih bersemangat mengolah tanahnya yang subur agar lebih produktif daripada sekadar meng kavlingnya untuk dijual. “Konsep saya adalah pariwisata Tabanan yang berbasis budaya dan pertanian,” tambahnya. Membangun infrastruktur perta nian, lanjut Panji Astika, tidak sekadar menyiapkan lahan bebas alihfungsi tetapi bagaimana memasilitasi petani dan memberikan kemudahan agar mampu berproduksi sesuai standar
19 - 25 Januari 2015
Tidak ada maaf bagi pengedar narkoba! Presiden Joko Widodo telah menolak semua permohonan grasi para terpidana mati kasus narkoba dan mereka harus segera dieksekusi mati. Kamis (15/1), Jaksa Agung Prasetyo mengumumkan enam orang yang akan dieksekusi Minggu dini hari, 18 Januari 2015. Dari enam orang itu, hanya Rani Andriani alias Mellisa Aprillia yang satusatunya warga negara Indonesia, selebihnya adalah warga negara asing.
Panji Astika & Jokowi dalam acara World Royal Heritage di Jakarta.
mutu dan diberikan akses pasar yang luas. Panji Astika memiliki gagasan agar dibangun industri pascapanen. Tabanan harus bisa menjadi pe masok utama kebutuhan hotel dan industri pariwisata Bali. Mindset bahwa petani itu adalah orang miskin harus diubah. Karena, banyak negara di Eropa seperti Belanda justru pendapatan utamanya berasal dari pertanian dan peternakan. “Jika pemerintah fokus terhadap pertanian dan memastikan keuntun gan untuk para petani maka generasi muda tidak akan enggan lagi berke cimpung di dunia pertanian,” beber Panji Astika. Panji Astika juga meng inginkan agar pajak untuk tanah per tanian dihapuskan. Pajak konversi dari lahan pertanian ke perumahan harus ditingkatkan. Bila perlu ba ngun pasar hasil pertanian di tempat yang strategis untuk memotong campur tangan tengkulak dan memu dahkan pertemuan antara produsen
dan konsumen. Upaya ini sebagai proteksi agar pertanian di Tabanan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Tabanan. Tak cukup hanya itu saja. Panji Astika bercita-cita menjadikan Ta banan poros edukasi pertanian. Tabanan menyediakan akses lebih dekat kepada generasi mudanya untuk belajar pertanian. Jangan sam pai, potensi daerahnya pertanian, generasi mudanya justru kebanya kan yang memilih bidang lain. Maka dari itu, Panji Astika menyebut ini sebagai strategi kebudayaan untuk melakukan upaya konservasi ter hadap Tabanan yang ibarat ‘tanaman langka’ di Bali. “Ini harapan, cita-cita, dan ga gasan saya untuk Tabanan. Ketika nanti saya diberi mandat oleh rakyat Tabanan menjadi pemimpin Tabanan, saya ingin Tabanan harum tak hanya di mata lokal dan nasional, tapi juga internasional,” tutup Panji Astika.
Panji Astika bersama anak- anak sedang berlibur di Singapura.
Nama: Anak Agung Ngurah Panji Astika, S.T. Nama Istri: Anak Agung Sagung Mas Dewi Rahmayani, S.E. Nama Anak : A A Sg Ayu Tribhuwana Wulan Nadarin A A Ngr Gde Semara Winangun Dharma A A Ngr Anom Artha Dharma Wicaksana Pekerjaan: - Dirut PT. AMANAID - Dirut PT. Enviro Sejahtera Abadi - Komisaris PT Tugu Bali Utama - Komisaris PT. Kulina Bali Sentosa
Organisasi: - Dewan Penasehat Garda Tindak Pidana Korupsi DPC Tabanan - Ketum Sabha Yowana Pratisentana Ida Bhatara Sira Arya Kenceng - Sekjen Sabha Yowana Dharma Ksatya Bali - Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Keraton, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara -Anggota Forum Studi Majapahit -Anggota Gema Perdamaian -Anggota Dewan Penasehat Forum Komunikasi Mahasiswa Hindu Brawijaya
D
engan kepastian tersebut maka usai sudah perjuangan panjang Rani dalam meraih keringanan hukuman. Putusan waktu eksekusi telah dijatuhkan. Rani bersama empat pria dieksekusi di Nusakambangan, sedang satu perempuan lagi asal Vietnam, Tran Thi Bich Hanh Binti Dinh Hoang, dieksekusi pada hari dan waktu yang sama di Boyolali, Jawa Tengah. Rani divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 22 Agustus 2000. Dalam kasus tersebut, Rani terlibat bersama dua sepupunya, Meirika Franola alias Ola dan Deni Setia, yang juga salah seorang lurah di Cianjur. Namun berbeda dengan Rani, dua sepupunya ini yang juga divonis mati, berhasil lolos dari maut.
Dijerumuskan Sepupu Awal dari terjerumusnya Rani dalam bisnis perdagangan narkoba adalah ketika ia terlilit hutang sebesar Rp 5 juta pada sebuah bank. Kala itu usianya masih 25 tahun dan bekerja sebagai pelayan restoran. Untuk melunasi hutangnya, ia pun berupaya meminjam uang pada Ola, yang ketika itu dilihatnya hidup berkecukupan. Tak dinyana, Ola dan suaminya, Tajudin alias Tonny alias Mouza Sulaiman Domala warga Negara Pantai Gading, Afrika, adalah anggota sindikat perdagangan narkoba internasional. Padahal dulu suami Ola mengaku berbisnis pakaian. Akhirnya Tajudin tewas ditembak pihak kepolisian di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Konon sejak terlibat bisnis narkoba, kehidupan ekonomi Ola meningkat drastis. Itulah yang mendorong Rani maupun Deni (sekarang mendekam di Lapas Besi Nusakambangan), meminta bantuan Ola. Sayangnya, bantuan yang didapatnya dari sepupunya itu adalah bantuan yang menjerumuskan, bahkan dikemudian hari menyebabkan Rani kehilangan nyawa. Dia diajak Ola, sepupunya, terjun ke dalam bisnis narkoba. Karena ‘terjepit’ , Rani pun bersedia. Sejak itu ia pun menjadi kurir yang membawa narkoba ke berbagai negara. Tugas pertamanya adalah mengantar heroin ke Bangkok, dengan upah sekitar Rp 1juta. Hal yang sama juga terjadi pada sepupunya yang lain, Deni yang telanjur meminjam uang pada suami Ola, sebesar Rp20 juta. Sebelum tertangkap, setidaknya Deni telah enam kali membawa narkotika ke luar negeri. –Diana Runtu
BALI KIDDYSCHOOL “OPEN HOUSE”
Bali Kiddy School adalah Sekolah Nasional yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat No.235 Kerobokan, Badung Bali, di lokasi jalan utama yang strategis. Bali Kiddy School, pada awal operasional menyelenggarakan Program Preschool yaitu Playgroup A dan B dan Kindergarten (TK) A dan B dengan siswa berjumlah kurang lebih 150an anak. Semakin bertumbuhnya kepercayaan masyarakat dan respons yang positif serta dukungan dari orangtua siswa, Bali Kiddy School membuka program Bali Kiddy Primary atau SD Bali Kiddy. Sampai tahun Akademik 2014-2015 ini, Bali Kiddy School telah memiliki siswa sekitar 450 anak lebih, mulai dari Playgroup, Kindergarten dan Primary dengan rentang usia anak 2 tahun-12 tahun yang berasal dari suku, agama, kewarganegaraan yang berbeda-beda. Bali Kiddy School sebagai sekolah nasional mengaplikasikan Kurikulum Nasional dengan kegiatan stimulasi dan pembelajaran yang menyesuaikan dengan standar kegiatan di sekolah-sekolah internasional, baik untuk program Preschool maupun Primary. Selain
Permohonan grasi keduanya dikabulkan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hukuman mereka diubah menjadi seumur hidup. Rani sangat sedih mengetahui permohonan grasinya ditolak. Perasaannya campur aduk, apalagi kemudian muncul kabar eksekusi pada mereka yang terpidana mati akan segera dilakukan. Wanita kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 26 September 1975 ini, berusaha tegas dan puasa untuk ketenangan batinnya. Karenanya ketika kabar rencana eksekusi itu disampaikan, ia lebih tenang dibanding yang lain. Rabu (14/1), Rani yang selama ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, telah dipindahkan ke LP Nusakambangan untuk menjalani isolasi sebelum eksekusi dilaksanakan. Ruang isolasi Rani dan empat lainnya---Namaona Denis (warna negara Malawi), Marco Archer Cardoso Moreira (Brasil), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (Nigeria), dan Ang Kim Soe (Belanda)--- terpisah. “Permintaan terakhirnya adalah keinginannya dimakamkan di samping makam ibunya di Cianjur, Jawa Barat,” ungkap KH Hasan Makarim, rohaniawan yang mendampingi Rani di LP Besi, Nusakambangan. “Kondisi Rani sehat. Ia menjalani puasa tobat,” ucap Hasan yang juga mendampingi Namaona Denis, warga Negara Malawi. Menurut Hasan yang juga Ketua MUI Cilacap, saat ini kondisi mental Rani cukup bagus, berbeda dengan kondisi Deni. “Dia masih belum terlalu siap,” ungkap Hasan. JATUH DARI MENARA Perjalanan panjang Rani mendapatkan keringanan hukuman usai sudah. Sebelumnya, wanita yang divonis mati pertama kali pada 14 tahun silam ini, telah melakukan berbagai upaya hukum agar bisa lolos dari maut, namun semuanya kandas. Sebelumnya pada 2007, ia juga sempat mengajukan permohonan judicial review ke Mahkamah Konstitusi, terkait hukuman mati. Ketika itu yang juga melakukan uji material adalah Edith Yunita Sianturi, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, ketiganya adalah terpidana mati. Namun, permohonan itu ditolak seluruhnya oleh MK. Myuran dan Andrew, menurut MK, tidak memiliki hak hukum untuk menggugat UU Indonesia karena bukan WNI. Keduanya adalah warga negara Australia yang dikenal dengan sebutan kelompok ‘Bali Nine’. Meski upaya hukum terakhir sudah kandas, dengan ditolaknya grasi, namun pengacara Rani, Safaruddin, masih berjuang untuk keringanan kliennya. Ia pun menyurati Jaksa Agung meminta penundaan eksekusi mati atas Rani. Alasannya, karena Ola dan Deni, yang merupakan partner Rani dalam kasus tersebut, grasinya dikabulkan oleh Presiden SBY. Karenanya ia menuntut agar kliennya mendapat hak yang sama. “Kami meminta kepada pengadilan untuk membatalkan Keppres tersebut dan memerintahkan Presiden untuk memberikan hak yang sama kepada Rani Andriani alias Melisa Aprilia sebagaimana yang telah diberikan kepada Merika Franola alias Ola dan Deni Setiawan Marhawan. Mohon agar Jaksa Agung untuk memberikan ruang hukum kepada setiap warga negara untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara yang telah dijamin dalam konstitusi,” begitu bunyi surat Safaruddin yang disebarkan kepada wartawan baru-baru ini. Tiga bersaudara ini---Rani, Deni, Ola---ditangkap di Bandara menggunakan Kurikulum Nasional sebagai kurikulum utama, Bali Kiddy Primary juga menggunakan standar Kurikulum Singapore untuk Math, Science dan English. Untuk mempersiapkan anak-anak Bali Kiddy menghadapi tantangan global di masa depan, anak-anak dan siswa Bali Kiddy, selain mencapai prestasi dan berkarakter sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional, kompetensi yang diberikan bagi anak ditekankan pada penguasaan bahasa Inggris dan IT (Information Technology). Metode mengajar yang interaktif didukung dengan penggunaan multimedia dan lab. komputer membuat anak-anak dan siswa-siswi merasa sangat nyaman belajar di Bali Kiddy School. Kepala Sekolah SD Bali Kiddy, Ni Rai Yunitasari, S.Pd. mengatakan, Sekolah Bali Kiddy memiliki visi dan misi untuk membentuk anak sebagai generasi penerus bangsa, yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kompetensi keahlian (life skills) sejak kecil untuk menyempurnakan kualifikasi mereka dalam bersaing di dunia global. “Untuk dapat mewujudkan visi dan misi ini, Bali Kiddy School selalu menerapkan outstanding standard of education, yang didukung oleh staf pengajar yang berpengalaman, inovatif, kreatif dan memiliki kualifikasi akademik yang tinggi (S1 dan S2) sesuai yang ditetapkan oleh lembaga. Dengan kerjasama yang baik dari seluruh orangtua siswa menjamin tercapainya tujuan sekolah seperti yang direncanakan oleh lembaga,” ujarnya. Selain itu, Rai Yunitasari juga menyampaikan bahwa dukungan semua pihak, terutama orangtua siswa yang sangat baik, dan telah secara tidak langsung menjadikan Bali Kiddy School dengan cepat dikenal masyarakat dan berkembang seperti saat ini. Selain proses belajar mengajar, Bali Kiddy School juga menyelenggarakan after school-activity, sebagai kegiatan ekstrakurikuler baik untuk anak-anak Preschool maupun siswa Primary (SD) seperti, Wushu, Journalism, Modern Dance, Art Performance/Theatre, Balinese Dance, Swimming, Robotic dan English Club serta Pramuka.
7
“PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI II” Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Brahmakunta Hypnosis & Prana Club, serta HEADO THETA profesional Healing mengajak Anda bergabung untuk mengetahui dan membongkar rahasia terdahsyat “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” melalui penyadaran, pencerahan jiwa (soul illumination & body, mind, soul refresh), dan bagaimana potensi yang Anda miliki sesungguhnya adalah jalan terbaik menuju kehidupan yang bahagia lahir dan batin. Untuk itu mari luangkan waktu dan bergabung dalam workshop yang diadakan Minggu, 18 Januari 2015 di Gedung PWI Bali, Jl. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar, pukul 15.00–17.00 wita. Harga tiket Rp 300 ribu dan dapat dibeli langsung di lokasi workshop. Peserta juga akan dilengkapi dan disempurnakan kecerdasan dan pengetahuannya dengan diajarkan ilmu-ilmu modern (cara terdahsyat mengatasi penyakit pikiran, perasaan dan tubuh). Workshop dipimpin GMH. Ketut Gd Suatma Yasa, S.H., CH, CHt, MNNLP, Spiritualist, Pakar Prana, Hypnosis, Hypnotherapi, Instruktur NLP, EFT, EQB, Palmistri, Motivator Spiritual, Praktisi dan Profesioanal Healer SosioMedis dan Heado Theta, Pendiri Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Pendiri Pusat Pengembangan Kecerdasan dan Karakter Diri. Pendiri Brahmakunta Hypnosis & Prana Club. -bns Soekarno-Hatta pada 12 Januari 2000. Ketika itu, Rani akan bertolak ke London, Inggris. Keberadaan Ola di bandara bersama keduanya adalah untuk mengantar. Dari koper dan tas yang dibawa Rani, petugas menemukan 3,5 kg heroin, sedang dari tas Deni ditemukan 3 kg kokain. Polisi juga menggeledah rumah Ola di Bogor dan menemukan 3,6 kg heroin. Perkara mereka kemudian diputus Pengadilan Negeri Tangerang pada Agustus 2000, ketiga diganjar hukuman mati. Rani sangat shock ketika putusan hukuman mati dijatuhkan. Dia stres dan mencoba kabur dari penjara. Pada Desember 2000, ia bersama dua teman satu selnya berupaya kabur dengan memotong jeruji sel dengan menggunakan gergaji besi sepanjang 25 sentimeter. Setelah jeruji putus, mereka bergerak ke Pos II yang kebetulan tak dijaga. Selanjutnya, membongkar kunci gembok dan naik ke menara setinggi lima meter dengan menggunakan tali. Sialnya, Rani gagal, sedang dua temannya berhasil. Wanita kelahiran 26 September 1975 ini, terjatuh saat menuruni menara. Jeritan Rani saat terjatuh itu akhirnya membuatnya tertangkap. Ia menderita patah tulang dan harus menjalani perawatan di RS Dr Sukanto, Jakarta Timur. –Diana Runtu Untuk mendukung dan menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas untuk output yang lebih maksimal, Bali Kiddy School menyediakan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, pembelajaran dengan multimedia, lab komputer, science room, art room, perpustakaan, swimming pool, hall dan juga kantin yang representatif dan layanan katering untuk anak serta area parkir yang luas.
Bali Kiddy School akan selalu siap menjadi rekan bagi setiap orangtua yang peduli terhadap kualitas pendidikan untuk putra-putri mereka. Untuk pembukaan Tahun Akademik 2015/2016, Bali Kiddy School mengadakan: “BALI KIDDY SCHOOL OPEN HOUSE”, JUMAT, 23 JANUARI 2015. PUKUL 08.30-selesai. SAKSIKAN PERTUNJUKAN BAKAT ANAK-ANAK BALI KIDDY, KEGIATAN ANAK-ANAK DI BALI KIDDY, KURIKULUM, DISKON SPECIAL untuk UANG GEDUNG. Acara ini terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Bali Kiddy School di 0361.9234347 – 9234348, atau datang langsung ke Bali Kiddy School, Jln. Teuku Umar Barat No. 235, Kerobokan Badung.
Women on Top
6
Susan Jasmine Zulkifli
Tempat Baru Tantangan Baru Masih ingat Lurah Susan? Lurah Lenteng Agung Jakarta Selatan yang pernah didemo masyarakat. Kasus yang menghebohkan itu pun lantas mencuat ke ‘pentas nasional’ dan menjadi topik hangat dalam berbagai diskusi publik tentang kebangsaan dan pluralisme. Tak heran, Susan Jasmine Zulkifli—begitu nama lengkapnya--- pun lantas menjadi buruan pers yang ingin tahu berbagai hal tentang wanita cantik ini. Apalagi, Susan merupakan salah satu produk lelang jabatan lurah yang dilakukan oleh Jokowi. Sebelum menjadi lurah, jebolan Fisip Universitas Indonesia ini menduduki jabatan kepala seksi di Kecamatan Senen, ia juga pernah lama berkiprah di BKKBN.
“L
elang jabatan sebuah pro gram yang bagus yang mendorong PNS untuk berkom petisi secara sehat. Yang terpent ing adalah niat kita bekerja sebaikbaiknya dan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” be gitu kata wanita berusia 44 tahun. “Kalau tidak ada lelang jabatan, entah berapa tahun lagi baru bisa menjadi lurah,” tambahnya.
Menghadapi demo warga, Su san boleh dibilang cukup tang guh. Meski kantor kelurahannya pernah ‘dihadiahi’ keranda mayat, ia tidak terpengaruh. Tugas se bagai lurah tetap dia jalankan, termasuk melakukan ‘blusukan’ menjumpai warga. Menurut Susan, ia senang blusukan karena dengan begitu ia dapat mengetahui kondisi masyarakat dan permasalahannya. “Saya lebih suka turun ke lapangan, jadi tahu langsung permasalahan.
Saya tidak ‘betah’ hanya bekerja di belakang meja, malah mera sa capai,” ungkap Susan yang gemar naik motor kala blusukan. Tak terasa sudah satu setengah tahun ibu satu anak ini memimpin Kelurahan Lenteng Agung. Baru-baru ini, Gubernur DKi Ja karta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
dr. Lanawati
Wadah Berbagi Rasa Indonesia sebagai negara berkembang dekade saat ini dan ke depan diperkirakan akan berada pada fase Double Burden of Dissease, yaitu beban ganda kesehatan.
“B
eban per tama yang dihadapi Indonesia adalah masih tingginya angka kesakitan penyakit menular ‘klasik’ seperti TBC, kusta, diare, dan DBD. Penyakitpenyakit ini merupakan masalah besar terutama pada negara sedang berkembang,” ungkap dr. Lanawati, Kepala Puskesmas II Denpasar Barat. Beban kedua yang dihadapi Indonesia adalah tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular (non communicable dissease), seperti diabetes mellitus, PPOK (Pe nyakit Paru Obstruksi Kronis), Kanker dll. Masalah utamanya adalah angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia sudah lebih tinggi daripada kematian akibat pe nyakit menular. Perempuan kelahiran Sura karta, 18 September 1965 ini menyampaikan PTM dikenal dengan sebutan “Silent Killer”,
dr. Lanawati
bisa membunuh secara diamdiam, dan ketika terdeteksi oleh penderita, sudah pada tingkat keparahan yang tinggi dan sudah sulit disembuhkan. Ini biasanya akan berakhir dengan kecacatan
dan kematian. Faktor risiko pe nyakit ini cukup banyak dan saling berinteraksi. Faktor risiko yang paling sering ditemukan adalah pada perilaku, seperti merokok, minum minuman beralkohol, minum atau makan makanan yang terlalu manis atau asin, mengon sumsi makanan fastfood dengan kolesterol tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik. “Pencegahan yang bisa dilakukan hanya dengan mengubah perilaku menjadi perilaku yang sehat, menjaga pola makan yang baik dan sehat, sering berolahraga serta menghindari rokok dan minuman beralkohol,” ujar istri Ir. Widayat Hutomo, MAP. ini. Dari data Poliklinik Umum Puskesmas II Denpasar Barat, jumlah kasus PTM (Diabetes Mellitus dan Hipertensi ) terus men ingkat, dan pada evaluasi pengobatan didapatkan hampir 80% dari pend erita Diabetes Mellitus memiliki kontrol gula darah yang buruk. Hasil evaluasi pemeriksaan gula darah masih terus tinggi yaitu di atas 200 mg/dl. Hal ini disebab kan karena pengeta huan, sikap dan perilaku penderita Diabetes Mellitus masih rendah.
19 - 25 Januari 2015
melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan Pemda DKI Jakarta. Susan termasuk salah satu yang terkena mutasi. Ia mendapat penugasan baru yakni menjadi Lu rah Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Bagi Susan, dimana pun ditempatkan tidak masalah. “Tem pat baru berarti tantangan baru,” ucap wanita cantik ini. Kali ini boleh dibilang Susan cukup beruntung. Kantor kelu rahan Gondangdia yang sekarang dipimpinnya dekat dengan rumah nya. Dia sendiri pun adalah warga Gondangdia karenanya ia tahu per masalahan daerahnya. Lebih dari itu, dia tak perlu lagi membuang banyak waktu untuk perjalanan pergi dan pulang kantor. Banding kan dengan Lenteng Agung Jakarta Selatan, yang jaraknya cukup jauh. Suatu keti ka, saat pulang kerja dia per nah terjebak macet hingga tiga jam un tuk sampai ke rumah. Belum lagi setiap hari Ju mat, para PNS di lingkungan Pemda DKI dila
Demi untuk menekan terus berkembangnya kasus Diabetes dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Diabetes, 21 Desember 2010, Puskesmas II Denpasar Barat mengadakan Seminar Sehari tentang Diabe tes Melitus, diikuti para diabetisi dan keluarga yang berjumlah 70 orang. Materi yang diberikan adalah edukasi tentang Diabetes Mellitus. Pada akhir seminar pe serta menginginkan dibentuknya suatu wadah yang menjadi tempat untuk mendapatkan informasi, pelayanan, serta tempat berbagi rasa antar sesama diabetisi (pen derita Diabetes). “Dari sanalah akhirnya terbentuk suatu wadah yang diberi nama Paguyuban Dia betes Sehat Puskesmas II Den pasar Selatan,” papar dr. Lanawati yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas II Denpasar Barat sejak 13 Maret 2009 ini. QUEEN AND KING Disepakati pula, tanggal 21 Desember 2010 tersebut seba
rang membawa mobil ke kantor, baik itu mobil pribadi maupun mo bil dinas. Mereka harus mengguna kan transportasi publik. Walhasil, untuk mencapai Lenteng Agung, Susan yang wajib berbusana ke baya setiap hari Jumat, pun naik kereta api. Menurut Susan, karakteristik Gondangdia berbeda dengan Len teng Agung yang wilayahnya luas dan warganya banyak. Di Gondan gdia warganya hanya 4.000 jiwa sedang di Lenteng Agung 54.000 jiwa. Ada sejumlah prioritas yang akan dibenahi Susan di Gondang dia, salah satunya adalah masalah pelayanan perizinan. Untuk itu ia membangun pelayanan terpadu satu pintu, seperti yang dilakukan nya di Lenteng Agung. Hal lainnya adalah masalah PKL dan rumah hunian yang dijadikan tempat usaha. Hal ini, kata Susan, akan ditertibkan karena sesuai peraturan kawasan perumahan tidak boleh dijadikan tempat usaha. “Yang juga ditertibkan adalah PKL yang berjualan sem barangan,” ujar Susan yang telah dua pekan menjabat sebagai Lurah Gondangdia. Tantangan lain yang juga dih adapi Susan di medan yang baru ini adalah minimnya partisipasi warga pada kegiatan-kegiatan keluara han. Sebut saja, kerja bakti, misal nya. Ini berbeda dengan kondisi di Lenteng Agung di mana warganya giat dalam program kerja bakti. Bisa jadi karena kawasan Gon dangdia, Menteng, kebanyakan dihuni oleh kalangan elite se hingga mereka menjadi acuh pada kegiatan keluarahan. Namun, kata Susan, dirinya akan melakukan pendekatan agar warga pun mau turun berpartisipasi. –Diana Runtu gai hari berdirinya Paguyuban Diabetes, yang setiap tahunnya dirayakan sebagai hari jadi dengan membuat serangkaian acara perayaan, seperti lomba cerdas cermat tentang Diabetes, lomba menyuluh Diabetes Mellitus serta pemilihan “Queen and King”, yaitu dipilih dari peserta yang ra jin mengikuti kegiatan Paguyuban atau peserta yang berhasil men gontrol gula darahnya. Melalui Paguyuban ini diharap kan Puskesmas II Denpasar Barat mampu memberikan informasi yang akurat tentang Diabetes Melitus bagi penderita Diabetes, menghambat perkembangan kasus Diabetes Melitus di wilayah Puskesmas II Denpasar Barat, terbentuknya suatu wadah yang dapat memberikan informasi yang terpercaya berkaitan dengan Diabetes Melitus, terbentuknya suatu tempat berbagi rasa, saling menyemangati antar sesama pen derita Diabetes dan memperbaiki kesehatan psikologis penderia Diabetes Melitus. –Inten Indrawati
Sudut Pandang
19 - 25 Januari 2015
Alternatif Baru Bahan Bakar Ramah Lingkungan Transportasi darat berkontribusi 23% dari total emisi nasional (CO2). Hampir 90% pencemaran udara terjadi di perkotaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, laju pertumbuhan kendaraan di Bali berkisar 7% per tahun. Jumlah kendaraan pada tahun 2006 sebanyak 1,58 juta unit, sementara tahun 2013 sudah mencapai 2,74 juta unit. Rasio kendaraan dengan jumlah penduduk di Bali sudah mencapai 1:1,5. Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Bali Nusa, Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Novrizal Tahar, Selasa (13/1).
“S
ebanyak 90% emisi trans portasi, be rasal dari transportasi darat, dan 70% pencemaran kota berasal dari sektor transportasi. Sebanyak 23% emisi gas rumah kaca dari fossil fuel berasal dari sektor transportasi,” ucapnya. Novrizal menyatakan, pence maran udara karena transportasi tentu berimbas pada kesehatan masyarakat. Ia mengambil con toh, tahun 2012, untuk di Jakarta saja, masyarakat menghabis kan dana Rp 38,5 triliun untuk biaya kesehatan. Dengan popluasi penduduk Jakarta 9,607,787, se banyak 57,8% warga Jakarta mengidap penyakit akibat pen cemaran udara seperti asma, bronhitis, ISPA, pneumonia, pe nyemputan saluran pernapasan dan arteri diseases. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang terus meningkat juga menjadi beban subsidi di APBN. Tahun 2013, konsumsi BBM sebesar 1,4 juta barel per hari. Padahal, produksi dalam negeri 650.000 barel per hari, sehingga diperlukan impor BBM. Pertumbuhan BBM 120.000 barel bph per tahun. Tahun 2014, subsidi BBM Rp 200 triliun per tahun atau sebesar Rp 500 miliar per hari. Ia mengatakan, negara-negara yann tergabung dalam ASEAN melakukan komitmen melakukan suatu usaha meminimalkan pence maran udara karena transportasi darat dengan satu kesepakatan, Mutual Recognition Agreetment (MRA). Kesepakatan ini, diharap kan bisa tercapai di tahun 2016, agar seluruh negara ASEAN telah menggunakan kendaraan dengan
Novrizal
bahan bakar Euro 4 standar. Menurutnya, beberapa negara, seperti Singapura dan Thailand malah sudah melakukannya sejak tahun 2012. Dalam visi kota tahun 2050 disebutkan emisi per kapita dari sektor transportasi berkisar 0,33 TCO2 per tahun. Namun, ke nyataannya, di tahun ini pun capaian emisi sudah di atas 0,33 TCO2 per tahun. Data KLH menyebutkan, be ban emisi gas pencemar di kota Denpasar terbesar disumbangkan sektor transportasi darat sebesar 1.088.557,42 ton per tahun. Karena itu, ia menekankan, perlu strategi perubahan besar dalam mengatasi hal tersebut. Ada beberapa rekomendasi yang diberikan seperti, penggunaan bahan bakar yang bersih dan ramah lingkungan seperti rendah sulfur, bahan bakar gas, bio fuel, listrik, atau hidrogen. Masyarakat juga diminta mulai mencintai transportasi publik, dan mulai beralih ke sepeda atau berjalan kaki. “Tujuannya, selain untuk mengurangi emisi gas rumah
kaca dan pencemar udara, juga, diharapkan, dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar rendah sul fur seperti gas, dan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujarnya. Targetnya ke depan, peningkatan konsumsi bahan bakar gas dengan pencapaian 10.000 unit, penera pan standar euro 4 di Bali pada kendaraan baru tahun 2016-2017, dan perubahan culture. Sasarannya, kendaraan di nas pemerintah, BUMN, swas ta, transportasi umum, dan masyarakat peduli lingkungan. Tanggal 13 Desember tahun lalu telah dilakukan peluncuran kampanye gas for clean Bali di lapangan Renon. Salah satu con toh hasil uji emisi gas for clean
19
I Gusti Bagus Wijaya Kusuma
Bali. Mobil dengan bahan bakar bensin: CO: 3,326%, HC: 517 ppm, CO2: 12,33%, O2: 0,76%. Mobil bahan bakar gas: CO: 0%, HC: 4 ppm, CO2: 13,53 %, O2: 0,29 %. Ambang batas emisi sesuai peraturan Kepmen LH Nomor 5 tahun 2006: CO 1,5%, HC: 200 ppm. Ia memaparkan, keunggulan bahan bakar gas adalah selain ramah lingkungan, pembakaran sempurna, dan bebas sulfur dan timbal. “Saat ini populasi kend aran gas di Bali tahun 2014 ber jumlah 20 unit,” kata Novrizal. Ia berharap, tahun 2019 dapat mencapai target 10.000 unit. BAHAN BAKAR GAS Konsumsi BBM untuk sektor transportasi adalah yang paling besar mencapai 52% diband ingkan industri 19%, listrik 7% dan rumahtangga 22%. Sedang kan, pemerintah terus berupaya mengimbau masyarakat untuk se lalu menghemat energi. Sehingga perlu alternatif pemakaian bahan bakar yang lebih murah, salah satunya bahan bakar gas. Menurut Ketut Program Studi S-2 Teknik Mesin Unud, Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma, hasil penelitian Jurusan Teknik Mesin Unud, menunjukkan pe makaian bahan bakar gas pada mesin mobil dapat menghemat konsumsi bahan bakar hingga 40 % dibandingkan dengan penggu naan bahan bakar bensin. “Sebagai
contoh, 1 kg bensin mengeluar kan 7,550 CO2. Sementara, 1 kg gas hanya 0,6,” ucapnya. Tahun 2000, ia pernah mem buat bahan bakar biofuel dari sampah organik. Cara mem buatnya sangat mudah. Hanya disimpan dalam waktu tiga hari kemudian akan mengeluarkan kandungan alkohol. Dengan sistem pemurnian, kandungan alkohol akan berubah menjadi bahan bakar yang bagus. Menurutnya, teknologi ini sebenarnya bisa dikembang kan di TPA Suwung. Tiap hari, sampah yang dihasilkan TPA Suwung sebanyak 1300 ton per hari. Sebanyak 800 ton sampah organik bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan 1000 ton biofuel per hari. Namun, tahun 2006 ada peraturan Menteri Perindustrian yang akhirnya membatasi peng gunaan biodesel ini. Banyak inves tor kecewa yang mengakibatkan teknologi biodisel ini hilang. Tahun 2003, sudah ada yang membuat bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor. Konverter gas masih manual. Switch antara bensin ke gas masih manual. Na mun, kini, ketika teknologi sudah terbarukan, bahan bakar gas, dapat dijadikan pilihan, karena bahan bakar gas lebih murah. Ia sudah menghitung dari jumlah harga, ternyata bahan bakar gas lebih hemat dan lebih murah. Perhitungan harga bahan bakar terhadap konsumsi bahan bakar gas dan bahan bakar bensin. Untuk bahan bakar gas dengan laju aliran massa gas 3 kg/jam:=0,74435 gr/dt =0,00074435 kg/dt x Rp 11.000/kg =Rp 8,184/dt Perhitungan harga bahan bakar yang dikonsumsi untuk pemakaian bahan bakar bensin dapat dihitung dengan: Jumlah konsumsi bakar bakar (mf) x harga bahan bakar per liter =0,889557 gr/dt = 1,140191 ml/ dt =0,001140191 liter/dt x Rp 7950/liter =Rp 9,065/dt. Dari hitungan tersebut, ter lihat bahan bakar gas harganya jauh lebih murah dan hemat. –Wirati Astiti
Kendala Converter Kit Menurut Achmad Rifqi, Sales Executive Domestic Gas Rayon VIII, Pertamina Marketing Branch Office Bali & NTB, dalam rangka diversifikasi energi, Pertamina telah memasarkan LPG untuk transportasi (gas for vehicle/LGV). Dipasaran dengan merk Vi-Gas. Kelebihannya, selain ramah ling kungan, pembakaran sempurna, memiliki RON l di atas 98, tekanan Vi-Gas di dalam tangki rendah, bebas sulfur dan timbal, mem perpanjang siklus penggantian pelumas, memperpanjang umur mesin, dan suara mesin halus. Be berapa negara telah menggunakan seperti Korea Selatan, Turki, Rusia, Polandia, Italia, Jepang, Australia, Thailand, Tiongkok, Meksiko, dan negara lain. Vi-Gas disalurkan melalui SPB Vi-Gas yang jumlahnya 11 di SPBU Jabodetabek, dan 3 di Bali. Harga per liter Rp 5.100. Ia mengatakan, pengguna Vi-Gas di Bali
baru berjumlah 40 mobil dengan penggunaan 40 liter per hari. Jika dilihat dari tingkat risiko terhadap konsumen, bisa dikatakan tidak ada. Jika, kendaraan mengalami kebocoran, Vi-Gas akan langsung menguap. Ia juga menekankan, kendaraan berbahan bakar gas, sebaiknya dipacu dalam laju kecepa tan paling tinggi 80 km/jam. Di atas itu, kendaraan menjadi lebih boros dan tidak optimal karena melawan angin. Jika dalam perjalanan, bahan bakar habis, dan ingin berpindah ke bensin, tidak ada perubahan akselerasi dalam kendaraan. Namun, pemasaran Vi-Gas terk endala dengan tingginya barrier to entry, dimana konsumen harus membeli dan memasang converter kit. Saat ini, harga converter kit berkisar Rp 15 juta s.d. Rp18 juta. “Hal ini yang menghambat penyaluran Vi-Gas,” ucapnya. Untuk ketersediaan gas, ia mengatakan, masih bisa mencukupi untuk kebutuhan 50 tahun ke depan. –Wirati Astiti
Nine
20
19 - 25 januari 2015
Keuntungan Dibagi Rata M
ekonomi dari kegiatan sampingan ini di luar dari kegiatan rutin mereka sebagai buruh tani. “Dengan produktifnya para perempuan adat dalam menghasilkan tenunan ini, ada peningkatan taraf hidup secara ekonomi. Dari yang tadinya hanya berpenghasilan sebagai buruh tani yang tidak seberapa, kini mendapatkan hasil tambahan yang lumayan dari menenun,” ujar Sarbiniwati. Bagaimana tidak, harga kain tenun tradisional yang khas ini terbilang mahal. Untuk satu tenun kain poleng (motif kotak-kotak) harganya Rp 250 ribu perlembar kain ukuran 2 meter x 1,10 meter. Sebuah selendang ukuran kecil yang biasa dipakai untuk kemben pada acara-acara ritual adat seharga Rp 150 ribu, sedangkan yang ukuran besar harganya mencapai Rp 300 ribu. Sementara itu sebuah kain yang khas pula dari pakaian tradisional Lombok Utara yang berbeda dengan pakaian tradisional Lombok pada umumnya adalah topi khas bagi perempuan Bayan termasuk Karang Bajo yang disebut Jong, seharga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. “Jong ini memang terbilang mahal karena pembuatannya relatif rumit,” kata Sarbini. Jong ini dipakai oleh perempuan tradisional Bayan di kepala, bentuknya meninggi. KAYA MOTIF Selain motif poleng, tenun khas Bayan juga ada yang dikenal sebagai kain Rejasa yang diperuntukkan khusus bagi laki-laki. Ada juga yang disebut Londong Abang yang biasa dipakai oleh laki-laki atau pun perempuan pada saat mengikuti ritual atau upacara adat. Keuntungan dari membuat kelompok penenun yang saat ini berjumlah sekitar 20 penenun, menurut Sarbiniwati, adalah membuat para penenun tradisional tersebut semakin kaya dengan motif-motif baru seperti, motif Rang-rang yang mereka dapatkan ketika lembaga ini mendatangkan pelatih tenun dari Lombok Tengah. “Mereka bahkan bisa berdiskusi soal motif yang lebih kreatif jika ten-
RALAT Terjadi kesalahan penulisan pada Rubrik Nine edisi 831 halaman 20, judul “Razia Penyakit Masyarakat”. Pada lead ditulis: Hamparan perkebunan kopi menghijau di Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kebun-kebun kopi ini juga berbatasan langsung dengan perkebunan kopi yang berada di Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Ratusan hektar lahan perkebunan kopi di dua kabupaten ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Hal inilah yang bahkan membuat kebun kopi menjadi ikon desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora, salah satunya Dusun Pancasila. Seharusnya, tulisan tersebut tidak ada. Atas kesalahan ini kami mohon maaf. Terima kasih. Redaksi
gah berkumpul,” katanya. Hasil tenunan para perempuan adat ini dikumpulkan untuk dipasarkan. “Meski tidak sangat banyak, pesanan tenun khas Karang Bajo lumayan, sedikit demi sedikit mulai terlihat ada peningkatan pesanan bahkan hingga Manado, Kalimantan dan
5
Ary Widianti
Sajikan Menu Istimewa Herbal Chicken
Lembaga pranata adat di Karang Bajo, Kecamatan Bayan Lombok Utara, menggerakan para perempuan adat untuk berkarya dan berkreativitas mengikuti perkembangan zaman, namun sama sekali tidak pernah meninggalkan keaslian tradisi dan adat istiadatnya. Mereka patuh menjaga tradisi yang hidup secara turun temurun. Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan kebudayaan yang menjadi warisan leluhur masyarakat Karang Bajo, salah satunya dengan melibatkan perempuan adat untuk mengisi gerbong dalam upaya pelestarian tersebut lewat berbagai kegiatan. eningkatkan kapasitas perempuan adat memang menjadi salah satu tujuan dari Lembaga Pranata Adat Karang Bajo yang digerakkan oleh bidang pemberdayaan perempuannya. Bagi lembaga adat di sini, perempuan adat di daerah ini harus bisa maju. “Jangan dilihat bahwa perempuan adat itu tidak ada apa-apanya, karena begitu mereka diajak berkelompok terbukti dapat meningkatkan kapasitas dirinya,” ujar Sarbiniwati, salah seorang penggerak kegiatan-kegiatan perempuan adat ini. Selain telah memiliki Klub Baca Perempuan Adat yang membuat perempuan adat di sana akhirnya bisa bebas buta huruf, komunitas perempuan adat di Desa Karang Bajo ini juga tengah giat-giatnya membangkitkan kembali aktivitas menenun di kalangan perempuan adat. Dengan nama kelompok “Setuk Jajak Bilang Bale” yang artinya alat tenun yang bernama setuk jajak ada di tiap rumah, karya-karya tenun perempuan adat di sini kini makin banyak diproduksi. “Para penenun tradisional ini kini bisa berproduksi lebih banyak setelah dibuatkan kelompok, dibandingkan saat menenun sendiri-sendiri di rumah masing-masing,” ungkap Sarbiniwati. Selama ini, tenun khas Karang Bajo dan Lombok Utara umumnya memang memiliki ciri dan keunikan tersendiri yang masih dipertahankan keaslian motifnya, seperti yang biasa mereka sebut motif poleng (kotakotak). Aktivitas menenun telah ada turun temurun dalam masyarakat Karang Bajo. Pemeliharaan dan pelestarian adat dan tradisi di Bayan umumnya dan secara khusus di Karang Bajo yang selalu menghadirkan berbagai ritual dan upacara adat secara rutin, membuat banyaknya kebutuhan akan kain tenun tradisional untuk dipakai pada kegiatan adat tersebut. “Inilah yang menjadi pemikiran mengapa kegiatan menenun ini kembali kami hidupkan, karena banyak dibutuhkan kain tradisional Karang Bajo atau Bayan,” ungkap Sarbiniwati. Gencarnya lembaga adat dalam meningkatkan aktivitas menenun, rupanya tidak hanya berdampak baik bagi tersedianya kain tenun tradisional untuk keperluan ritual atau upacara adat melainkan juga kini para perempuan adat tersebut dapat meningkatkan nilai
Inspirasi
19 - 25 januari 2015
Anda penggemar ayam goreng tepung krispi ala restoran Amerika? Kini telah hadir satu produk makanan yang sehat dan lezat, herbal chicken. Menu istimewa ini, kini sedang dikembangkan Ary Widianti. Ibu tiga anak ini, awalnya hanya mencoba peluang yang ada.
Hasil tenunan perempuan adat Karang Bayan yang dikumpulkan untuk dipasarkan secara berkelompok
Sulawesi,” kata Sarbiniwati. Uniknya kain tenun yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama-sama ini, jika laku semua maka keuntungannya dibagi rata kepada semua penenun
yang menyertakan kain untuk dijual. Tentu saja sesuai juga dengan porsi jumlah kain yang diserahkan untuk dijual secara berkelompok. -Naniek I. Taufan
Empat Kelompok Kegiatan Mendorong perempuan adat Karang Bajo bukan hanya dalam hal meningkatkan kreativitas tenun tradisionalnya, melainkan mereka juga diajak untuk melestarikan kuliner khas Lombok. Selain itu, juga dilakukan pelestarian kesenian khas Karang Bajo Bayan seperti tari tradisional Ning-ning She, sebuah tarian tradisional Karang Bajo Bayan yang diiringi seruling dan lelakak (pantun kuno). Anak-anak Karang Bajo kini giat berlatih tarian ini di bawah asuhan lembaga adat bagian pemberdayaan perempuan adatnya. Sejak program pemberdayaan perempuan adat yang dimulai tahun 2013 lalu, Sarbini melihat ada peningkatan rasa percaya diri para perempuan adat. Di samping mereka kini rata-rata bisa membaca, juga memiliki wawasan setidaknya dalam hal menenun. Berdasarkan data pemberantasan buta huruf yang pernah dilakukan di wilayah ini tahun 2010 bahkan hingga kini, menurut Sarbiniwati, tidak
kurang dari 150 perempuan adat dari empat desa yakni, Karang Bajo, Desa Anyar, Desa Loloan dan Desa Senaru, Bayan, mengikuti program ini. Usia mereka paling tua 40 tahun dan diikuti pula oleh anak-anak yang putus sekolah sebelum bisa membaca. Empat kegiatan pemberdayaan perempuan adat dalam kelompok-kelompok ini seperti kelompok menenun, kelompok pelestari kuliner Bayan, pelestarian kesenian khas dan Klub Baca Perempuan Adat, dipusatkan di Karang Bajo, Bayan. Tiga desa lain juga ikut dalam kegiatan ini seperti Desa Loloan, Anyar dan Senaru, Bayan Lombok Utara. Dengan berbagai kegiatan dalam pemberdayaan perempuan adat ini, menjadikan Karang Bajo dan Bayan secara umum dapat melestarikan warisan-warisan tradisi dan adat istiadat dari leluhur sebagai nenek moyang masyarakat Karang Bajo, Bayan, Lombok Utara. --Naniek I. Taufan
“A
walnya, saya ditawari teman dari Jakarta yang mengeluti usaha peternakan ayam untuk mengembangkan herbal chicken ini. Namun, saya pikir, sudah banyak ayam goreng tepung krispi di pasaran, mulai dari kaki lima sampai restoran siap saji. Tapi saya ingat, anak saya suka sekali dengan menu ayam goreng tepung ini. Saya tahu, ayam boiler bisanya disuntik hormon agar cepat besar. Lama -kelamaan, setelah saya pikir, ada baiknya juga saya mencoba mengembangkan herbal chicken ini. Apalagi, kata anak-anak saya, rasanya lebih lezat dan lebih sehat tentunya. Akhirnya, mulai 9 Januari lalu, saya mulai buka satu outlet di Jalan Gunung Rinjani Nomor 62, Monang-maning, di depan Puskesmas I Denpasar Barat dan sebelum SMAN 4 Denpasar,” tutur perempuan yang akrab disapa bu Jero ini. Ia mengatakan, herbal chicken merupakan ayam boiler yang dibudidayakan dari lahir sampai panen dengan menggunakan racikan pakan khusus dari bahanbahan pilihan seperti jagung, dedak, tepung ikan, tulang ikan, daging dll. Selain itu, ada tambah an ‘jamu ternak’ atau ramuan herbal sebagai probiotik alami pengganti antibiotik dan antistres kimia yang biasa digunakan dalam peternakan ayam boiler biasa. Kualitasnya, sesuai dengan hasil penelitian PT. Elha Narita
Ary Widianti bersama dua karyawannya
Perkasa dan pengujiannya telah dilakukan Balai Penelitian Ternak (Balitnak). Racikan pakan khusus dan suplemen ‘jamu ternak’ ini menghasilkan ayam herbal berkualitas, aman dikonsumsi, bebas residu antibiotic dan lemak, kolesterol lebih rendah, aroma segar, serta rasa lebih enak. “Ayam herbal dipotong di rumah pemotongan ayam PT. Elha Narita Perkasa yang telah memilki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat dengan nomor registrasi 01024003090112. Kualitas daging yang dihasilkan juga diuji Laboratorium Departemen Pertanian Bogor, dan juga laboratorium independen lainnya,”
Aneka kue kering vegetarian dan mi organik
Chicken Lada Hitam
ucapnya. Ia menambahkan, tepung yang melumuri daging ayam untuk ayam goreng tepung ala restoran Amerika ini, tidak me ngandung MSG. “Rasa pedas dan gurih yang lembut dihasilkan dari kombinasi rempah-rempah, paprika, kaldu ayam yang diramu sedemikian rupa sehingga me nimbulkan cita-rasa yang khas herbal chicken. Semua ini demi menjaga agar ayam goreng yang kita konsumsi lebih sehat dan lebih lezat,” kata Bu Jero. Ia menyakinkan, bagi para orangtua tak usah khawatir jika anak-anak mereka sangat menyukai ayam goreng tepung. Karena dengan menu herbal chicken ini, tidak ada efek sampingnya, seperti membuat batuk. Outlet herbal chicken tidak hanya menyajikan ayam organik, tapi semua makanan yang dijual organik, termasuk kue-kue kering buatan bu jero. Anek menu spesial dan istimewa tersaji dari herbal chicken. Mulai dari paket sehat, yang terdiri dari ayam tepung krispi dan nasi organik, ayam bakar, bakso ikan tanpa MSG,
Katsu Mayonaise
pancake durian, durian goreng, termasuk es durian ketan hitam saus green tea. Untuk minum an, selain jus apel dan stroberi, ada juga milo, dan kreasi bubble es aneka rasa yang tak kalah dengan yang dijual di mal besar. Bubble es di herbal chicken tidak menggunakan susu, tapi krim sehingga rasanya lebih enak. Aneka camilan juga tersedia, macaroni, stik keju non MSG dengan anek warna, kuning dari wortel, hijau dari bayam, dan merah dari buah naga, termasuk aneka mi organik dan kaldu ayam organik. Sejak dibuka 9 januari, herbal chicken sangat diminati konsumen. Ia juga memberikan kesempatan bagi yang tertarik franchise herbal chicken. Untuk saat ini, outletnya hanya menampung untuk 24 orang. Ke depannya, ia ingin mengembangkan dengan tempat yang lebih besar sembari melihat respon konsumen. Ia juga men erima
Ary Widianti
pesanan antar untuk Kota Denpasar. Jika, Anda termasuk orang yang peduli dengan kesehatan, Anda harus mencoba herbal chicken ini. Dijamin pasti ke tagihan. -ast
Aneka pilihan kue tart
Outlet Herbal Chicken ramai dikunjungi pembeli
Gordon Bleu
Inspirasi
4
19 - 25 januari 2015
Suparno
Letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian dunia karena ledakannya yang mahadahsyat di tahun 1815. Namun, bukti-bukti sejarah “keberingasan” ledakan itu hanya samar-samar, “tertidur” lebih dari 150 tahun lamanya. Hingga akhirnya tahun 1979, beberapa penemuan tembikar dan peralatan rumah tangga lainnya yang ditemukan dari bawah bongkaran tanah di dalam hutan Tambora, menguak sedikit demi sedikit sejarah letusan yang disebut-sebut sebagai yang terdahsyat di masa prasejarah peradaban manusia. Suparno
tar dan menemani,” ungkapnya. Di sanalah mengalir cerita tentang pertama kali situs Tambora terkuak.
S
uparno yang kala itu bekerja sebagai security di perkebunan kopi sekitar hutan Tambora, merupakan salah seorang saksi mata menyaksikan penemuan dan pembongkaran benda-benda purbakala yang ditemukan itu. Mengendarai sepeda motor, pria berjanggut tebal ini menyusuri perkebunan kopi, menuju lokasi situs Gunung Tambora dimana benda-benda purbakala itu ditemukan. Suparno memang memiliki kenangan tersendiri, bukan semata-mata sebagai saksi mata penemuan benda-benda purbakala dari sebuah peninggalan bersejarah, melainkan juga perantauannya dari Pulau Jawa hingga perkebunan dan hutan Tambora, yang nun jauh di ujung Pulau Sumbawa. Dengan penuh semangat, Suparno mengisahkan pengalamannya merantau ke Tambora yang penuh dengan perjuangan. Tahun 1974, Suparno yang berasal dari Pati Jawa Tengah ini, memulai perjalanan perantauannya hingga ke Lombok. Ia bekerja sebagai kondektur Bus Bimasena Ekspress jurusan Tanjung dan Labuhan Haji Lombok Timur. Di Mataram, ia tinggal bersama direktur perusahaan yang mengelola perkebunan kopi Tambora. Sampai akhirnya di tahun 1979 bersama 30 orang lainnya, Suparno berangkat dari Pelabuhan Kayangan Lombok Timur menggunakan kapal layar menuju Pelabuhan Kananga, Desa Kananga Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, untuk bekerja di perkebunan kopi PT. Bayu Aji Bimasena. Tiba di daerah bukaan baru
di kaki Gunung Tambora, dimana suasana kala itu masih sangat sepi, ia dan kawan-kawannya pun harus menempuh perjalanan menuju lokasi perkebunan sejauh 12 kilometer. “Bukan pakai kendaraan, melainkan naik kuda,” kata Suparno mengenang betapa sulitnya keadaan di daerah itu saat pertama kali ia menginjakan kakinya 37 tahun yang lalu. Selain akan bekerja di perkebunan ini, Suparno saat itu ditugaskan untuk membawa barang-barang keperluan karyawan perkebunan kopi Tambora itu dari Lombok. Dua minggu ia beradaptasi dengan bekerja di perkebunan kopi di tengah hutan Tambora, ia rupanya merasa betah. Sejak tiba pertama kali di Tambora 19 Agustus 1978 itulah, Suparno jatuh hati pada daerah terpencil ini. Dari sinilah pengabdiannya menjaga aset negara berupa perkebunan kopi Tambora, hingga hari ini. Lebih dari separuh usianya, ia habiskan untuk mengurus perkebunan yang kini menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bima ini. Tahun 1981, Suparno pernah menjadi Kepala Keamanan yang merangkap Ketua SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) wilayah perkebunan kopi Tambora. Perjalanan hidup Suparno terus dilaluinya dengan derita, pahit dan getirnya perkembangan perkebunan yang dulunya bernama NV. Pasuma. Tahun 1991 ia menjadi koordinator mandor besar dan kecil (sebutan mandor dalam perkebunan ini), merangkap juga ia sebagai mandor Sumber Rejo sampai akhirnya di tahun 2006-2013, Suparno menjadi
Kepala Perkebunan Kopi Tambora merangkap sebagai penjaga aset pariwisata Bima. Sepanjang pengabdiannya ini, Suparno tidak pernah mengeluh, meski pun status sebagai pegawai negeri tidak pernah datang padanya. Suparno memaknai benar tugas yang diembannya ini dengan ikhlas. Karena sudah sangat lama mengurus perkebunan ini dan menjaga situs Tambora dengan sukarela, Suparno dikenal oleh banyak orang termasuk oleh para ahli yang kerap melakukan penelitian di situs Tambora dan sekitarnya. Bisa dikatakan, Suparno adalah “juru kunci” Situs Tambora. “Tiap kali orang hendak berkunjung atau datang ke perkebunan kopi Tambora atau ke situs Tambora, saya selalu dihubungi untuk mengan-
21
Aktivitas Gunung Tambora
“Juru Kunci” Situs Tambora
Suparno kerap mengantar para pengunjung ke Situs Tambora
Mandalika
19 - 25 januari 2015
PENEMUAN BENDA PURBAKALA Pada suatu hari, di tahun 1979, dikisahkan oleh Suparno, perusahaan kayu di Calabai bernama PT. Veneer, tengah melakukan pembukaan hutan untuk membuat jalan di tengah hutan Tambora yang berdampingan dengan perkebunan kopi. Alat-alat berat dikerahkan untuk membongkar tanah dan merambah hutan untuk pembuatan jalan tersebut. Tiba-tiba di sebuah titik, alat berat membentur bendabenda yang mengeluarkan suara gemerincing, barang pecah belah. “Operator alat beratnya berteriak, mengatakan bahwa alat berat yang dikemudikannya membentur bendabenda seperti piring, tembikar dan lain-lain,” kata Suparno. Sebagai petugas keamanan perkebunan kopi dan hutan sekitar kaki Gunung Tambora, Suparno tentulah menjadi salah seorang pertama yang datang melihat penemuan itu. “Kami sempat heran melihat banyak sekali piring, keris karat, bokor, rantai kuda dan tembikar juga lainlainnya, terkubur di bawah tanah,” ungkapnya yang kala itu belum mengerti kalau benda-benda itu adalah benda purbakala yang bernilai sejarah luar biasa. Begitu juga dengan orang-orang di sekitar perkebunan. Penemuan itu pun akhirnya menjadi
berita yang menyebar dari mulut ke mulut. “Orang-orang kampung di sekitar perkebunan berdatangan mengambil benda-benda penemuan itu,” ujar Suparno. Karena ketidaktahuan tentang sejarah letusan Tambora, Suparno juga mengaku sempat mengambil beberapa dari benda-benda tersebut. “Waktu itu, benda-benda yang ditemukan dan diambil oleh masyarakat dan diberikan kepada manajer PT. Veneer, Mr. Hendry, begitu kami biasa memanggilnya dan Mr. Hendry memberikan ganti rugi kepada masyarakat kala itu,” ungkap pria kelahiran 15 Maret 1954 ini. Benda-benda bersejarah itu sempat menjadi incaran masyarakat yang berbondong-bondong masuk kawasan tersebut selama lebih kurang tiga tahun. Pemerintah melalui Kepala Desa dan pihak kepolisian serta TNI setempat, mulai menutup wilayah penemuan tersebut dan melarang masyarakat menggali benda-benda penemuan itu. “Karena wilayah penemuan itu masih masuk dalam wilayah perkebunan kopi tempat saya bekerja, maka saya ditugaskan untuk mengamankan bukan hanya perkebunan melainkan juga lokasi penemuan itu,” katanya. Hingga akhirnya, pada sekitar tahun 2005, Suparno mulai menemani para peneliti yang datang ke lokasi itu. “Bahkan saat eskavasi situs, saya turut serta mendampingi para arkeolog,” ujarnya. Kini, Situs Tambora yang berada di Dusun Tambora, Desa Oibura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima tersebut makin banyak dikunjungi. Suparno yang sangat mencintai perkebunan kopi dan hutan sekitar Tambora itu, tidak ingin meninggalkan tempat yang banyak memberikannya pengalaman ini. Meski kini, statusnya tidak lagi sebagai kepala perkebunan kopi tersebut sejak tahun 2014, Suparno tetap merasa memiliki tanggung jawab mengamankan perkebunan tersebut. Ia bahkan kerap secara sukarela menjadi pemandu bagi orang-orang yang berkunjung ke situs di Sori Sumba, Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora tersebut. Suparno, sang “juru kunci” Situs Tambora yang bekerja sukarela. --Naniek I. Taufan
Terus Terpantau Dari arah Barat Laut, di kejauhan Gunung Tambora tampak berdiri kokoh. Di sebuah pos di tengah perkampungan, di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Dompu, beberapa orang mengamati Tambora sembari berbincang-bincang seputar aktivitas gunung api yang masih aktif itu. Meskipun pos yang dikenal dengan nama pos pantau ini merupakan sebuah rumah sederhana, namun memiliki fungsi yang tidak sederhana, yakni sebagai tempat pengamatan aktivitas gunung berapi yang pernah meledak dengan sangat dahsyat di tahun 1815 dan bahkan ledakan itu tercatat memangkas separuh dari badan Gunung Tambora yang kini memiliki ketinggian 2.851 mdpl, ini.
S
eluruh aktivitas pemantauan gunung yang ledakan dua abadnya (200 tahun) akan diperingati pada April 2015 mendatang sebagai sejarah yang pernah mengguncang dunia ini, dilakukan dengan sangat intensif. Seluruh aktivitas termasuk kegempaan dipantau selama 24 jam tiap hari tanpa henti. Di sebuah pos sederhana inilah, peralatan pemantauan gunung berapi, analog (seismograf) dan digital (komputer) terlihat lengkap. Seismograf, dengan jarumnya yang terus bergerak “menggoreskan” catatan berupa garis naik turun khas aktivitas vulkanik lainnya mencatat data vulkanik dari waktu ke waktu. Dari Pos Pemantauan/Pengamatan Gunung Tambora inilah, aktivitas gunung api aktif tersebut bisa tercatat jelas. “Seluruh aktivitas gunung berapi Tambora, kami pantau dari sini,” ungkap Abdul Haris, Kepala Pos Pemantauan Gunung Tambora. Tiap hari tanpa henti, dari waktu ke waktu, ia dan dua rekannya, Yuliana Jaya dan Sastradin, mengamati gunung tersebut dengan fokus memantau aktivitas vulkanik dan tektonik. Selain itu mereka juga melakukan pengamatan visual dari aktivitas vulkanologi yang terjadi, salah satunya mengamati asap solvatara/ kumarola. “Kami juga memantau aktivitas asap solvataranya meski pun dari sini (pos pantau-red) asapnya tidak tampak karena kedalaman kawah yang mencapai
Abdul Haris dan timnya melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Tambora selama 24 jam sehari
satu kilometer,” kata Haris. Asap ini tidak setiap waktu dapat diamati secara langsung dari pos pantau mengingat kedalaman kawah Gunung Tambora yang mencapai satu kilometer. Namun, sesekali asap ini terkadang bisa dilihat dengan jelas dari pos pantau tersebut. “Jika ingin mengamati asap solvatara, kami akan menuju puncak Tambora untuk melihat secara langsung aktivitas tersebut,” katanya. Di pos pantau milik Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) ini juga sebagai tempat memantau empat stasiun/alat seismik (alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah), yang ada di lapangan atau di Gunung Tambora. Empat alat tersebut terdapat di stasiun pertama ada di Jalur Teko, jalur yang biasa dipakai untuk off
road ke Gunung Tambora berada di Doro Ncanga bagian selatan Gunung Tambora. Stasiun kedua ada di Oi Kalo, stasiun ketiga di Jalur Hodo arah Tenggara Gunung Tambora serta satu lagi ada di Desa Pancasila atau bagian sebelah barat dari Gunung Tambora. “Selama 24 jam kami harus standby untuk mengamati tiap waktu perkembangan Gunung Tambora,” kata Haris yang bekerja di pos pantau ini sejak pos ini berdiri tahun 1984. Menurut Haris, empat stasiun ini terbilang lengkap dan cukup untuk bisa mengamati aktivitas Gunung Tambora. Menurut Haris, di Bulan Januari atau Februari 2015 ini, rencananya akan kembali dipasang dua alat lagi yang berfungsi sebagai stasiun pemantauan. Satu di wilayah Sanggar atau di Oi Saro yang ada di wilayah Timur Gunung Tambora. Stasiun ini masuk wilayah Kabupaten Bima. Kedua akan di pasang
Print out hasil pencatatan aktivitas vulkanik di Gunung Tambora
Pos Pemantauan Gunung Tambora di Desa Doro Peti Kecamatan Pekat, Dompu.
di dasar kaldera. Sebuah CCTV yang dirancang khusus untuk memantau aktivitas sekitar kaldera (kawah) juga akan dipasang dalam bulan Januari atau Februari 2015. CCTV ini akan di pasang pada puncak bibir kaldera, di wilayah bagian barat atau barat laut kaldera. “CCTV ini akan berfungsi sebagai pemantau aktivitas keseluruhan di dasar kalera/ kawah Gunung Tambora,” ujar Haris. Ketiga alat baru yang akan dipasang ini, melengkapi peralatan pantau Gunung Tambora di pos pantau tersebut. Kertas-kertas catatan hasil print out dari rekaman seismograf (sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat aktivitas gempa bumi), menumpuk rapi di lemari dan meja-meja di pos ini. Bagaimana tidak, perhitungan aktivitas dari seismograf ini dilakukan tiap 12 jam sekali. Itu artinya dalam 24 jam atau satu hari, terdapat dua lembar kertas yang harus di prin out sebagai hasil dari aktivitas Gunung Tambora yang harus didokumentasikan dengan baik. “Alat ini hanya akan beristirahat mencatat sekitar dua menit saja, di saat jeda pencatatan ketika penggantian kertas dilakukan,” kata Yuliana. Menurut Haris, sejauh ini, aktivitas kegempaan di gunung yang ledakannya sempat mempengaruhi iklim dunia dan melenyapkan tiga kerajaan di Pulau Sumbawa yakni Kerajaan Pekat, Sanggar, dan Kerajaan Tambora ini, kini aktivitas vulkanik rata-rata terjadi tujuh kali dalam sehari. “Namun gempa dalam skala kecil ini tidak bisa dirasakan oleh manusia,” katanya. Hanya alat inilah yang memiliki sensitifitas yang peka sehingga dapat mencatat dengan detil sekecil apapun aktivitas gempa itu terjadi. Ini artinya bahwa seluruh aktivitas Gunung Tambora, terpantau den-
gan detil dari waktu ke waktu. Karena itu seluruh peralatan pemantauan ini dipastikan tetap mendapat suplai listrik yang tidak boleh mati walau sedetik pun. “Jika listrik tiba-tiba padam, pos telah menyediakan empat aki berkapasitas besar yang siap mengalirkan listrik agar alat tetap bisa mencatat aktivitas Gunung Tambora tanpa jeda,” ujar Haris. Lima aki berkapasitas 12 volt 70 Ampere ini sudah dirancang untuk dapat mengalirkan listrik secara otomatis jika lampu tiba-tiba padam. Begitu juga dengan ketiga petugas di pos pantau ini, secara bergiliran mereka menjaga dan memastikan seluruh aktivitas
Abdul Haris
peralatan pemantauan ini berjalan dengan baik. “Kami tidak pernah libur. Jika pun ada keperluan yang mendesak, maka diatur harus tetap ada personil yang standby di pos pantau,” kata Yuliana. Sebulan yang lalu, 12 Desember 2014, tim dari pos pantau ini baru saja turun ke kaldera Gunung Tambora untuk melakukan pengukuran suhu di dasar kaldera. Pengukuran suhu ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas kegiatan magma di sana. “Pengukuran suhu ini dilakukan untuk mendapatkan data lengkap dari dasar kaldera. Data yang kami dapatkan terakhir dari dasar kawah adalah suhu di dua anak Gunung Tambora, yakni di Doro Afi Toi dan Doro Afi Bou, di dasar kawah tercatat rata-rata 96 derajad. “Suhu ini masih terbilang wajar, artinya ini menandakan bahwa aktivitas Gunung Tambora masih wajar dan tidak berlebihan. Pemantauan suhu ini diharapkan dapat dilakukan secara kontinyu minimal sebulan sekali. -Naniek I. Taufan
19 - 25 Januari 2015
22
Cok Mirah bersama para koordinator Ode-nant dalam “Semarak Ode-nant 2015””
S
Cok Mirah bersama penasihat Ode-nant yang tak lain adalah kedua orangtuanya
ejak berdiri 22 Agustus 2013, Ode-nant yang menerapkan sistem retail dan direct selling (berjenjang) ini memang berkomitmen memberikan reward-reward mulai dari hal kecil hingga yang besar. Seperti, penghargaan untuk undangan yang datang paling awal, koordinator yang pembayarannya tepat waktu, koordinator paling rajin menghadiri pertemuan/acara, koordinator yang paling banyak menjual produk unggulan, koordinator berpenampilan modis, hingga penghargaan bagi Top Sales Member dan Top Sales Coordinator. “Jika ada usaha ada niat, yang kecil bisa menjadi besar. Kami semua punya kesempatan sama untuk menjalankan bisnis ini”. Demikian beberapa testimoni yang disampaikan tiga peraih penghargaan Top Sales Coordinator tentang pengalamannya terjun di bisnis Ode-nant. Selain itu, baik member maupun koordinator yang mampu memenuhi target diberikan fasilitas khusus, bahkan berkesempatan jalan-jalan ke luar negeri. Tahun lalu sudah diberangkatkan 23 member dan koordinator ke Malaysia. Dan tahun ini, seluruh member dan koordinator mengikuti challenge mulai Desember 2014 s.d. Maret 2015 untuk mem-
perebutkan tiket ke Thailand. “Setiap kerja keras harus diapresiasi. Apalagi Ode-nant memiliki konsep menjalani bisnis bersama dan berkelanjutan,” ujar Cok Istri Mirah, S.E., owner Ode-nant Textile yang sudah 18 tahun malang melintang di dunia pertekstilan. Bagi masyarakat Bali yang ingin menjalankan bisnis tekstil dengan risiko minim bahkan tanpa modal, dianjurkannya bergabung di Ode-nant. Konsep bisnis ini terlihat jelas dalam visinya yakni, mengajak masyarakat yang bergabung sebagai member maupun koordinator untuk memperoleh penghasilan setinggi-tingginya dengan risiko sangat minimal. Juga, menjadikan member dan koordinator sebagai mitra utama maupun sampingan. Ode-nant memiliki misi untuk turut menumbuhkan semangat berwirausaha, menjadikan member maupun koordinator yang bergabung untuk memanfaatkan secara positif peluang yang ada, membentuk pribadi tangguh untuk menghadapi persaingan, dan menyediakan produk-produk terbaru dengan harga maksimal maupun minimal sesuai dengan kualitas produk dengan beraneka ragam jenis produk. Baru satu setengah tahun berjalan, Ode-nant sudah menunjukkan
perkembangan luar biasa. Jumlah member per 31 Desember 2014 mencapai 2.328 member biasa dan 36 member prioritas (member yang memanfaatkan peluang bisnis di Ode-nant), dengan 28 koordinator (3 koordinator bronze, 17 silver, 8 gold). Bahkan, Ode-nant Textile yang berpusat di Jalan Kenyeri 154 Denpasar, telah membuka cabang di Jalan Mawar 99 Tabanan. Dalam “Semarak Ode-nant 2015” yang dihadiri lebih dari 600 member dan koodinator tersebut, dirangkaikan juga dengan acara pelantikan 18 koordinator baru dan 33 member prioritas. Selain itu, diluncurkan juga beberapa produk baru, seperti batik kain pucuk, batik kain bima, batik katun astina, endek bidak, endek jimbaran, dll., serta promo produk paling luar biasa yang bisa didapatkan langsung saat berbelanja di Ode-nant Textile sampai dengan 21 Januari 2015. Ode-nant Textile memiliki produk unggulan berupa batik (dari bahan katun sutra, dobby, ATBM, fiscos, paris) dan endek (sutra dan katun). Ada juga produk pendamping/tambahan, seperti border, brokat, tas, dompet, sandal, dan aneka tekstil), serta beberapa produk kerja sama. “Produk baru 2015 ada endek super asli tenunan Bali, katun 100%, tidak luntur walaupun dicuci di mesin cuci. Produk Ode-nant sesuaikan harga dengan kualitasnya,” ujar Cok Mirah di sela-sela acara “Semarak Ode-nant 2015” yang dimeriahkan dengan lomba fashion show oleh koordinator Ode-nant dan dihibur penyanyi pop Bali AA RAka Sidan.Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi HP 081 23882871, 081 934377080. –ten
Sukses dengan Team Work dan Networking Kinerja Badan Kerjasama Organisasi Wa nita (BKOW) Provinsi Bali telah teruji. Sebagai wa dah organisasi yang memi liki kekhususan mengkoordinir organisasi– organisasi wanita di Bali, mereka dengan komitmen dan konsistensinya berhasil menangani segala kondisi, persoalan, serta kepentingan wanita di Bali.
M
Penyerahan penghargaan oleh Cok Mirah dan Cok Agung kepada 3 Top Sales Koordinator 2014
Penyerahan penghargaan oleh Cok Mirah dan Cok Agung kepada 3 Top Sales Member 2014
elalui misi “Berperan aktif mendukung program pemerintah dalam rangka pemberdayaan perempuan menuju keadilan dan kesetaraan gender”, BKOW Provinsi Bali juga bergerak bersama melalui sinergi jajaran pengurus yang ada di dalamnya untuk membantu mempercepat tercapainya program yang digulirkan pemerintah. Team work dibangun oleh Ketua Umum (Ketum) BKOW Provinsi Bali periode 2014-2019 , Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. Kelima ketua yang penuh potensi inilah yang memancangkan komitmennya untuk menggolkan semua program kerja BKOW Bali yang langsung menyentuh masyarakat. Ketua I, Ni Ketut Adi Arini, S.Sos.,S.ST.,MM., dari organisasi IBI bertanggung jawab pada Bidang Organisasi dan Humas; Ketua II, Dra. Ni
Ketut Sriathi Dana dari Tiara Kesuma pada Bidang Pendidikan; Ketua III, Ni Nyoman Nilawati dari WHDI di Bidang Ekonomi; Ketua IV, Hj. Zuhro Nurindahwati, S.H.,M.H., dari Alisa Khadijah menangani Bidang Hukum serta Ketua V, Erna Kusuma dari WKRI untuk Bidang Sosial Kesejahteraan Rakyat. “Saat ini karena Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga menjalankan tugas sebagai istri menteri, tentu tidak bisa lagi selalu ada di Bali, sehingga ditunjuklah Ni Nyoman Nilawati sebagai Ketua III menangani bidang ekonomi di BKOW Bali,” ujar Tini Gorda yang didampingi Sekretaris Umum Hj. Dewi Sinaryati Rully, S.E., dan Bendahara Umum Dra. I Gst Ayu Rai Widowati, S.Si. Untuk periode kepemimpinan lima tahun ke depan, Tini Gorda mengatakan seluruh ketua induk organisasi yang ada di BKOW saat ini, bersama-sama bersinergi secara efektif akan merealisasikan pelaksanaan program-program yang dibidanginya. Apalagi tahun 2015 ini, hibah bansos kepada organisasi atau ormas sudah tidak diperbolehkan lagi. BKOW yang merupakan wadah organisasi wanita ini, kegiatan dan programnya akan tetap bergerak dengan penguatan pada sinergi.
Cok Mirah dan keluarga bersama karyawan
Sekum: Hj. Dewi Sinaryati Rully, S.E. dan Wasekum: Etty Chrisnawan
Suasana “Semarak Ode-nant 2015”. Selamat bagi undangan yang foto wajahnya dilingkari. Anda berhak mendapatkan hadiah istimewa dari Ode-nant. Silakan menghubungi 081 23882871, 081 934377080
Salah satu produk baru katun Ode-nant yang diluncurkan dalam “Semarak Ode-nant 2015”
3
BKOW Provinsi Bali
Luncurkan Produk Baru Aneka Batik & Endek “Ode-nant bagus, karena bisnis ini benarbenar tanpa modal”. Demikian ungkapan salah seorang dari 20 undangan yang datang pertama yang berhasil mendapatkan souvenir dalam “Semarak Ode-nant 2015”, Minggu (11/1) di Hotel Nikki, Denpasar.
Sosialita
19 - 25 Januari 2015
Bendum: Dra. I Gst Ayu Rai Widowati Wabendum: Caecilia Lilyani Singgih
Diawal kepengurusan periode 2014–2019, BKOW Provinsi Bali telah pula memulai langkahnya dengan menerima kunjungan BKOW Jakarta yang diketuai Heppy Farida, istri Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat. Selain itu telah pula menyampaikan Pokok- Pokok Pikiran Persoalan Perempuan dan Anak di Provinsi Bali dalam acara Rapat Dengar Pendapat bersama DPD RI Komisi III Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna MWS III, S.E., (MTRU), M.Si., di Sekretariat DPD RI pada Sabtu (10/1).
CERDAS, IKHLAS, DAN TUNTAS Untuk tahun ini unggulan program BKOW Provinsi Bali adalah membentuk Koperasi Wanita Serba Usaha Ramah Keluarga BKOW Provinsi Bali, membentuk Lembaga Bantuan Hukun Ramah Keluarga BKOW Provinsi Bali, dan membedah Lembaga Pendidikan Berkonsep Ramah Keluarga melalui bedah perpustakaan, kantin sehat, usaha kesehatan sekolah dan peningkatan SDM guru dan siswa. Tini Gorda menambahkan bidang ekonomi tahun ini segera menggarap terbentuknya koperasi wanita. Sebab, di pusat ada koperasi Kowani, harapannya di Bali juga demikiani. “Kami berharap pada 21 April 2015 ini lahir Koperasi Wanita Serba Usaha Ramah Keluarga BKOW Provinsi Bali,” tegasnya. Apalagi ketika menghadapi MEA, aset bangsa yakni SDM-nya tidak semua pintar dan tidak semua melek hukum khususnya untuk wanita, sehingga mereka tidak mungkin bisa bersaing. “Di sinilah porsinya kami organisasi masyarakat yang menangani mereka,” ujarnya. Mengenai konsep ramah keluarga, hal ini diusung agar mencakup semua, yakni berlaku ramah di mana saja dan kepada semua orang yang ada di sekitarnya. “Sebagaimana misi BKOW bahwa kami tidak mungkin berdiri sendiri. Begitu menyebut BKOW maka semua komponen wanita ada di dalamnya,” kata Tini
Gorda yang diamini Dewi Rully dan Rai Widowati. Dengan berhasil membangun komunikasi dan koordinasi yang baik disertai semangat diantara 23 organisasi yang bernaung di bawah BKOW Provinsi Bali tentu akan tercipta tim yang kuat. Terlebih dengan terlibatnya ketua induk organisasi di dalam kepengurusan. Maka program kerja yang berkaitan dengan dana dapat dilakukan efisiensi melalui kebersamaan. “Alangkah indahnya jika pemerintah, BKOW, masyarakat, dan pengusaha mau bersinergi,” ucap Tini Gorda lagi. Melihat keberadaan BKOW Bali periode sebelumnya dan program yang akan dilaksanakan di lima tahun ke depan, Tini Gorda pun pantas diacungi jempol atas kecerdasannya memimpin sekaligus melihat peluang dan potensi yang ada di dalam organisasinya. Ia sangat menyadari dengan
Foto bersama senator Dr. Arya Wedakarna, Komisi III DPD RI usai rapat dengar pendapat
membangun team work dan networking yang bagus akan tercipta sinergi. Sinergi inilah senjata ampun BKOW Provinsi Bali dalam berkarya. Makin sempurna dengan prinsip kerja yang digenggam oleh sang ketua umum yakni bekerja dengan cerdas, ikhlas dan tuntas. Karena komitmen yang sudah dibangun dilaksanakan secara konsisten , makanya sekecil apapun karya BKOW Provinsi Bali pasti berdampak postif bagi banyak orang. Saat Rapim BKOW Daerah Bali pada Desember 2014 silam, ada 3 kandidat calon Ketua Umum. Hebatnya lagi semua calon adalah akademisi. Hal ini juga menjadi satu indikasi keberhasilan Tini Gorda memimpin untuk periode sebelumnya. Ia dan jajaran pengurus serta anggota BKOW Provinsi Bali pun optimis siap menjalankan tugas memimpin BKOW Provinsi Bali periode 20142019. - ard
Pengurus BKOW Prov. Bali
Bersama BKOW Prov. DKI Jakarta
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
19 - 25 januari 2015
Naik-Turun Mencapai Keseimbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali turun. Ini merupakan penurunan harga BBM kedua selama Januari 2015. Harga premium turun menjadi Rp 6.600/ liter. Solar turun menjadi Rp 6.400/ liter. Harga ini mulai berlaku pada Senin (19/1) pukul 00.00. Penurunan ini merupakan kali kedua selama Januari 2015. Pada 1 Januari 2015 harga BBM premium turun dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter sedangkan harga solar turun dari Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.250/liter. Harga premium dan solar kini memang naik-turun setelah pemerintah merombak kebijakan subsidi BBM. Premium sudah tidak lagi disubsidi sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar sedangkan solar masih diberi subsidi tetap Rp 1.000/ liter. Sebelumnya, 18 November 2014, pemerintah menaikkan harga BBM premium menjadi Rp 8.500 Di Bali harga BBM premium lebih mahal Rp 350. Artinya jika di luar Bali harga premium per liternya Rp 7.600 maka di Bali harganya Rp 7.950. “Lebih mahal-nya” harga di Bali mengacu kepada pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) di Bali yang mencapai 10%. Selain penurunan harga BBM ini, pemerintah juga mengumumkan penurunan harga LPG dan semen.
Suasana pasar
Harga LPG nonsubsidi tabung 12 kg dari Rp 134.700 menjadi Rp 129.000 sedangkan harga semen produksi BUMN mengalami penurunan Rp 3000 per zak. Naik-turun harga BBM ini sudah sering dialami Indonesia. Namun, kurun waktu yang singkat ini menjadi salah satu gebrakan pemerintah yang dipimpin Jokowi. Salah satu alasan adalah turunnya harga minyak dunia. Naik-turun harga BBM ini ternyata dibarengi dengan naikturunnya harga sembako. Sembako adalah sembilan bahan pokok yang terdiri atas berbagai bahan-bahan makanan dan minuman yang secara umum sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia. Sembako merupakan kebutuhan pokok utama sehari-hari yang wajib ada dijual bebas di pasar. Sembako terdiri dari beras dan
sagu, jagung, sayur-sayuran dan buah-buahan, daging (sapi dan ayam), susu, gula pasir, garam yang mengandung yodium, minyak goreng dan margarine, serta minyak tanah atau LPG. Semua ini merupakan kebutuhan rumah tangga yang sangat diperlukan masyarakat. Ada konsumen yang mengeluh karena harga BBM sudah turun tetapi harga sembako yang sudah telanjur naik, malah tidak ikut turun. Ada yang pasrah saja mengikuti fluktuasi harga. Pemerintah dalam hal ini harus peka dan bisa menjaga stabilitas harga. Di sisi lain, masyarakat harus mulai harus bijak untuk memilih dan memilah mana yang benar-benar kebutuhan pokok dan mana yang bisa dikesampingkan. Untuk mendapatkan keseimbangan memang memerlukan upaya. Tapi, jika semua bisa saling memahami dan mengerti, tujuan bersama pasti tercapai. Salam
Kisah Cinta yang Unik Cerita ini cerita lama, tetapi benar-benar unik. Saya menaruh hati kepada mantan pacar saya. Sekian bulan berjalan sama sekali tidak pernah terucap kata cinta. Mengapa hal itu terjadi, jawabannya lama baru diketahui. Pada tanggal 11 Januari 1968, rumah saya kena bencana tanah longsor. Bencana ini terjadi pukul 02.00 wita. Ketika itu ada keluarga di sebelah rumah, meninggal 7 orang. Rumah rata dengan tanah, malahan atap rumah hanyut dibawa banjir, karena tempat tinggal saya di tepi sungai Kali Unda. Setelah rumah kena bencana, kami tetap mengadakan komunikasi. Rasa simpati dari mantan pacar mulai bertambah, malahan lebih dekat dari sebelumnya. Setiap ada kesempatan, selalu mengarah kepada rasa sayang dan cinta kasih yang tidak pernah
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pudar. Walaupun hidup tanpa rumah, tanpa busana, tanpa uang yang memadai. Sekian bulan berlalu tanpa apa, kecuali badan dan pikiran, yang selalu tercetus adalah ucapan yang mulai saling menyayangi. Pada saat seperti inilah baru terucap kata darinya:” Aku menyayangi mu”. Saya kembali bertanya, ”mengapa baru kamu berani menyampaikan cintamu?” Jawabannya, “selama kamu masih punya rumah, saya belum menyampaikan cinta.” Lama kelamaan barulah ia bercerita, “Aku mau hidup mulai dari nol”. Memang menjadi
kenyataan, sejak itu hubungan kami bertambah akrab dan disertai kasih sayang yang lebih dari sebelumnya. Oh My God, aku berterimakasih kepadamu. Akhirnya, jam berputar, hari berjalan dan bulan berlalu. Tibalah saat yang dinanti-nanti. Tuhan telah memberikan kami jalan untuk menikah 30 September 1968. Hingga kini apa yang menjadi idaman kami terpenuhi yaitu bisa hidup rukun, aman, tenang, tentram, damai, sejahtera dan bahagia bersama keluarga walaupun dalam kesederhanaan. AA Raka
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
TEROR
Pencarian korban kecelakaan, Air Asia QZ 8501, di Karimata, masih hangat di televisi, menyeruak berita panas lain. Terbongkarnya penyeludupan narkotika seberat 800 kg oleh sejumlah. Mereka warganegara asing dan 4 pribumi yang menurut hukum diancam pidana mati. “Kemudian disusul teror di di Paris. Tiga orang nekat menembak mati beberapa wartawan dan pemimpin redaksi sebuah majalah yang memuat karikatur yang mengolok-olok agama atas nama kebebasan berekspresi, serta penyanderaan di supermarket yang didahului tertembak matinya seorang polwan.” “Kenapa hidup jadi hutan teror?!” sambat Amat, sambil berhenti makan, sebelum piringnya tandas. “Habiskan dulu makanannya, nanti boleh ngomel lagi,” kata Bu Amat, “tapi jangan ngomel soal teror di rumah, sana di tetangga atau di warung”. “Ini bukan ngomel, Bu! Ini kenyataan hidup. Apa salahnya kita diskusikan di rumah kenapa hidup penuh teror?” “Sudahlah, Pak, di rumah bicarakan masalah sehari-hari sekitar kita saja! Yang enteng-enteng supaya kita tidak stres. Rumah harus dipelihara tetap jadi oase nyaman, sejuk, bersih. Buat apa memikirkan masalah orang lain yang jauh. Rumah bukan tempat membuang unek-unek!” “Ini bukan unek-unek, Bu! Memang ini persoalan di tempat lain, tapi kalau kita tidak awas, nanti bisa menyergap kita juga! Itu gunanya diskusi. Nambah pengetahuan, supaya kita ngeh. Persis tahu di mana posisi kita sebetulnya? Tepatnya di atas atau di bawah. Jadi perilaku kita terarah, tidak ngambang!” “Menurut Bapak, posisi kita di mana?” “Sekarang? Ya, di pinggir jurang. Salah melangkah, sedikit saja bisa tumbang! Meskipun mengganggu, tapi hitung-hitung setelah direnungkan, kok sebenarnya teror itu perlu untuk memacu kita?” “Memacu ambruk?!” Amat mati langkah. Ia tidak senang tanggapan istrinya, lalu pergi ke warung. Berharap akan ketemu lawan ngobrol yang cocok. “Teror ada di mana-mana. Kita alpa sedikit, dia sudah menggilas kita!” kata Amat memancing percakapan di warung. “Kita hidup di hutan teror. Tapi jangan lari. Teror memang menakutkan dan merugikan, tapi tanpa teror kita akan terus malas-malasan. Teror memacu kita lari makin cepat dan bergerak lebih awas! Ya, tidak?!” Tapi tak ada yang menanggapi. Semua asyik makan, sambil menggunjingkan gosip-gosip selebriti yang dimuntahkan televisi. “Heran saya, kenapa tidak ada yang tertarik membicarakan bahaya yang sudah bercokol di hidung kita itu. Baru saja ditangkap pemasokan 800 kg. narkotik,” kata Amat kemudian di rapat warga, malam itu. Rapat warga akibat ada konglomerat mau membeli seluruh kawasan hunian. Ia mau membangun pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara. Ganti rugi yang ditawarkannya sangat menggiurkan. Tapi warga terbelah yang pro dan kontra. Sudah 5 kali rapat, belum tercapai keputusan. Rapat berjalan alot. Ketegangan memucak, hampir melahirkan baku hantam. Lewat tengah malam, baru rapat berakhir. Di rumah, Bu Amat masih terpaku di depan televisi. Tanpa menoleh, ia menyapa Amat yang pulang rapat. “Kok baru pulang? Apa hasilnya, Pak?” “Mengumpulkan generasi muda setiap hari Minggu, untuk diberi motivasi mengatakan tidak!” Bu Amat terkejut. “ Lho, soal tanah kita yang diincer konglomerat itu, bagaimana?” “Nyaris tidak dibicarakan, karena sudah terlalu malam.” “Kenapa?” “Semuanya asyik membicarakan bahaya narkotika, setelah Bapak menceritakan penangkapan 800 kg narkotik itu! Lima menit sebelum bubar, baru soal tanah dibicarakan. Semua sepakat menolak!”” Tetap tanpa menoleh Bu Amat, menggumam lirih: “Bagus! Kalau begitu betul Bapak. Teror itu, berguna”
Putu Wijaya
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
19 - 25 januari 2015
Para Koordinator
Balutan Produk
.
23
19 - 25 Januari 2015
24
Bintang Mira
Belajar, Bersinergi, dan Berbagi “Poppy Dharsono adalah sosok desainer milik Indonesia yang bukan hanya cantik dan awet muda tapi juga baik hati, dan pastinya sukses sebagai pengusaha dan fashion designer. Karena itulah saya menjadikan figur Ibu Poppy sebagai role model. Saya ingin menggapai keberhasilan sepertinya kelak,” ucap Bintang Mira Afriningrum, salah seorang desainer papan atas Bali, saat ditemui di show room-nya di Sidan, Gianyar pekan lalu.
Poppy Dharsono saat melihat-lihat endek produksi pengrajin Gianyar
D
ikatakan per kenalannya den gan perempuan multitalenta ber nama Poppy Dharsono ini terjadi pada tahun 2002. Jauh sebelum dirinya menjadi seorang desainer dan sebagai anggota Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) Bali. Pada saat itu Mira, begitu sapaannya mengaku memberanikan diri un tuk memberikan 2 (dua) sarung kepada Poppy. “Tepatnya menyelundupkan. Saya minta tolong seorang teman. Ia yang memberikan informasi
kalau Bu Poppy menginap di hotel tempatnya bekerja. Saya me nangkap signal itu dan menitip kan sarung kepada teman yang bertugas sebagai bell boy terse but untuk memasukkan sarung box ke kamar Bu Poppy tanpa sepengetahuan manajer hotel maupun pihak lainnya,” tuturnya tersenyum. Pada kesempatan tersebut pula, istri Pande Putu Gede Wiratama ini berhasil menyer takan surat yang berisikan ke luhannya tentang tragedi bom Bali yang membuat bisnisnya hampir bangkrut. “Tak disangka,
saya ditelepon dan dipersilahkan datang ke kamarnya. Senang nya, Bu Poppy juga suka dengan produk saya. Selanjutnya, sejak itu, Bu Poppy selalu membeli produk- produk saya sampai saat ini,” lanjut Mira dengan semburat wajah bahagia sembari menekan kan jika Poppy Dharsono adalah role model yang memacu dan motivasinya untuk maju. Singkat cerita, Mira akhirnya berhasil memancangkan nama nya sebagai salah satu desainer top Bali dan menjadi anggota APPMI Bali pada tahun 2004, dan Poppy Dharsono tercatat sebagai salah seorang pendirinya.“Dari situ saya menganggap bahwa alam menghendaki saya untuk bersinergi dengan Ibu Poppy kalau saya ingin maju,” tandas ibu dari Pande Putu Rangga Raditya, Pande Kadek Anggara Wedas wara, dan Pande Nyoman Bintang Paramitha ini. Tidak berhenti sampai di situ. Mira mengatakan kalau dirinya selalu mengganggu dan meng ganggu Poppy Dharsono untuk semua problem kariernya di dunia fashion ini. Bahkan ia mera sakan segala bentuk dukungan baik dalam kehidupan berkeluar ga, berasosiasi dan bisnis pun diperolehnya dari seorang Poppy Dharsono. “Sampai akhirnya Bu Poppy berkenan datang khusus dari Jakarta dalam acara fashion show saya di Puri Agung Gianyar pada Rabu 10 Desember silam. Saya merasa istimewa dan sangat dihargai. Bu Poppy benar-benar memberikan support yang luar biasa pada saya,” lanjut perintis eksistensi industri fashion tradis ional di desa Sidan, Gianyar ini. Melihat perkembangan karyakarya Mira, Poppy Dharsono sang mentor pun berkomentar bahwa kepiawaiannya dalam merancang dan apa yang dikerjakannya sudah bagus, inovatif, dan bisa dijadikan contoh untuk tetap kreatif dengan mengangkat kainkain lokal. “Namun, di awal-awal merintis karier di dunia desain,
Poppy Dharsono saat memotivasi pelajar SMA 1 Gianyar
Bintang Mira dan Poppy Dharsono
Bu Poppy sempat memberikan masukan seputar warna, bahwa kalau di panggung kita harus be rani,” ucap penghobi melukis ini. Mira yang namanya sekarang sudah berkibar bukan saja di ajang nasional tapi juga inter nasional ini juga bakalan turut meramaikan Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta Februari mendatang. Ia bakal memuncul kan kain endek spesial desain Bintang Mira, dan tak ketinggalan hasil olah budaya lokal yang di transformasikannya dalam ben tuk batik poleng dengan unsur warna tridatu . Di kesempatan berbeda , sete lah sempat diajak berkeliling me lihat pengrajin endek di Gianyar, Poppy menilai desain-desain mo tif para pengrajin endek Gianyar sudah bagus. Hanya pesannya, jangan menjual terlalu tinggi un tuk para desainer, mungkin har ganya bisa dibedakan. “Bu Poppy juga mengapresiasi pemerintah Gianyar yang mensupport secara penuh untuk desainer beserta pengrajinnya. Tidak hanya itu, Bu Poppy juga ikut mendudukung dengan menggunakan endek dari pengrajin Gianyar pada shownya di Indonesia Fashion Week (IFW) 2015,” terang Mira. TIDAK LUPA BERBAGI Meski namanya sudah berkibar sebagai seorang desainer, namun ia tetap berkreativitas dan menin gkatkan kualitas karya-karyanya. Bukan hanya itu, ternyata perem puan yang dikenal berkepriba dian hangat dan ramah ini pun tidak hanya mendesain busana, namun juga mendesain hidupnya untuk tidak lupa berbagi. Menurut Mira, ketika apa yang dikerjakannya mampu mengin spirasi orang-orang di sekitarnya dan menjadikan mereka berse
mangat bahkan menjadi optimis, itu sebuah kebahagiaan baginya. Belum lama ini, ia juga berhasil mencuri waktu Poppy Dharsono, untuk diajak ke SMAN 1 Gianyar. Di sana, Poppy memberikan kiatkiat serta motivasi seputar in dustri dan proses kreatif. Ia juga memotivasi para remaja tersebut, untuk tidak takut salah, berani mencoba, mau magang atau bersedia bekerja dahulu sebelum membuka usaha. Mereka juga ditekankan untuk belajar melihat pangsa pasar sebelum masuk ke dunia industri kreatif. Mira mengatakan murid-mu rid di SMAN 1 Gianyar, rata-rata senang bahkan aktif untuk ber tanya . “Kelihatan sekali mereka ingin sukses dan tidak menyianyiakan momen tersebut. Kami ingin anak-anak bisa terinspirasi dengan adanya kehadiran Bu Poppy yang berhasil di berbagai bidang ini. Mimpi saya juga akan semakin banyak anak-anak yang sukses sehingga bisa datang kem bali ke sekolahnya SMAN 1 Gian yar untuk menginspirasi generasi berikutnya,” katanya antusias. Dikatakan oleh Mira, sudah sejak lama ia menjalin kerjasama dengan SMAN 1 Gianyar untuk kegiatan positif ini, memberikan program motivasi bagi generasi muda Gianyar. Sudah banyak pula tokoh-tokoh sukses dan kompeten yang dihadirkan selaku pembicara, seperti Mario Blanco, Tjokorda Raka Sosrobahu (alm), Ade Rai dan Rhenald Kasali, IB Rai Mantra, Safir Senduk, Alex P Chandra, dr. Hariasa Sanjaya, hingga Poppy Dharsono belum lama ini. “Selain wawasannya semakin terbuka, diharapkan anak-anak juga mampu melihat potensi-potensi yang mereka miliki untuk dikembangkan kede pannya,” ucap Mira. – ard
Poppy Dharsono dan Jegeg Gianyar Pradnya Nitya Pastini