Skip to main content

Tokoh Edisi 829 | Tokoh

Page 1

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

24

Hari Ini Denfes ke-7 Dibuka

Masyarakat Bali Merapat di Kawasan Catur Muka Denpasar Fesitival (Denfes) ke-7, dipastikan dibuka sore ini, Minggu (28/12) di areal Patung Catur Muka. Momentum perayaan akhir tahun yang selalu ramai dan riuh, penuh oleh kegairahan dan semangat masyarakat yang menggebu-gebu karena ingin menikmati semua yang tersaji tahun ini bakal disemarakkan oleh persembahan menarik kesenian Inagurasi Tapak Dara Mahasomya.

K

ali ini Kawasan Patung Catur Muka, kembali menjadi titik sentral kerinduan kolektif masyarakat Denpasar untuk menikmati kekayaan pusaka budaya, tradisi dan kekinian kreativitas modern yang saling melengkapi. Perjalanan Denpasar Festival yang memasuki tahun pelaksanaan ke-7 tahun ini, tak dapat dipisahkan dari tautan kerjasama triple helix yang apik, yakni antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat Denpasar yang tidak pernah berhenti melakukan penggalian, pengembangan dan pergelaran pilar-pilar kreatifnya. Bagi kalangan budayawan, cendekiawan juga birokrat, Denfes dapat dikatakan sebuah wahana kebangkitan kembali jalinan komunikasi, interaksi dan interpretasi warisan pustaka budaya, tradisi yang bergerak penuh kekinian namun tidak serta merta tercabut dari akar kulturnya. Justru Denfes menjadi harmonisasi terhadap bertubi-tubinya pengaruh budaya global. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, juga sempat menyatakan bagi masyarakat Denpasar yang multikultural dan terbuka, Denfes adalah sebuah cermin harapan dan kegembiraan bahwa Ibu Kota Provinsi Bali ini senantiasa kukuh, meski tidak mudah untuk membangun masa depan melalui kreativitas (art) demi suburnya pasar (mart) yang dikelola secara cerdas (smart). Selanjutnya, tema sentral yang diusung “Dharma Cipta Mahabudaya” tahun ini menggambarkan komitmen Denpasar untuk menjunjung kreativitas sebagai “seni murni” , dalam arti ekspresi keindahan sebagai persembahan kepada keagungan Sang Pencipta dan alam raya serta keriangan manusia. Sekaligus juga, menjadi “seni dapur”, yakni berupa khasanah energi dan karya kreatif sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan sosial. Dharma Cipta Mahabudaya juga merupakan penanda pengabdian dan kemampuan Kota Denpasar dalam mewujudkan dimensi keseimbangan, kreativitas, tradisi dan modernitas yang menjadi kunci untuk meningkatkan kemakmuran rakyat dalam segala bidang. AREAL KHUSUS Sambil berkeliling melihat berbagai koleksi

kerajinan, keragaman tenun dan tekstil lokal dari para penggiat UMKM dan perdagangan di Kota Denpasar serta pilihan aneka hidangan atau sajian kuliner, pengunjung juga dapat menyaksikan persembahan hiburan di panggung kesenian yang tersedia di lokasi Denfes. Selain itu dipastikan pula hadirnya areal khusus “Mai Ngopi” dan “Mai Nyenggo”. Sedangkan bagi pecinta fashion, di areal tekstil juga bakal hadir beberapa distro yang mempersembahkan kreativitas kalangan anak muda dan mereka yang berjiwa muda. Bagi masyarakat yang fanatik dengan Denfes juga yang ingin mengintip acara Denfes tahun ini, datanglah beramai-ramai. Berikut gambaran singkat pagelaran yang akan hadir dan memeriahkan panggung-panggung seni yang tersedia. Minggu, 28 Desember 2014 l Denpasar Run l Inagurasi Parade 1.000 Topeng lKarnaval Parade 1.000 Topeng l Inagurasi Pembukaan Denpasar Festival “Tapak Dara Mahasomya” l Pementasan 100 Tahun Gong Kebyar (Yudane dan Bona Alit) di Alun-alun l Pementasan Sakepat Band, Kiss Band dan Jhonny Agung & Double T Senin, 29 Desember 2014

l Pementasan Balawan & Batuan Ethnic l Pementasan Crazy Horse l Gong Kebyar Mebarung oleh STIKOM

dan IHDN di panggung alun-alun

l Pagelaran Fashion Show dan Lomba

Busana Kantor antar LPD

Selasa 30 Desember 2014

l Pementasan seni tari dari Sumedang– Bandung l Penampilan Mr. Botak l Pementasan Navicula

DIAWALI PRA–EVENT Kegiatan Denpasar Festival yang akan diselenggarakan selama empat hari, yakni dari tanggal 28 sampai 31 Desember 2014 ini, sesungguhnya telah diawali dengan agenda PraEvent, antara lain berupa: lPemilihan Duta Endek oleh tim Dis­perindag Denpasar l Kuratorial terhadap pedagang kuliner oleh tim Bidang Ekonomi Denpasar lDtik Festival dan Hortikultura Festival bertempat di Lapangan Lumintang oleh Dinas Kominfo lLomba Fotografi Masih dalam rangka ikut memeriahkan acara Denpasar Festival 2014, tak ketinggalan Indonesian Chef Association–BPD Bali atau ICA Bali pun memberikan andilnya di program Pra-Event dengan mengadakan kegiatan perlombaan masak, Jumat (14/11) di Inna Bali Hotel Denpasar. Denpasar kuliner festival merupakan ajang pemersatu insan kuliner Bali, demi mewujudkan, serta mengangkat harkat dan martabat budaya kuliner Bali dan Nusantara di tingkat nasional maupun internasional. Ini, mengingat Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, tentunya harus mampu bertahan sebagai daerah tujuan wisata yang mengacu kepada wawasan budaya. Yang berarti, selain mempertahankan warisan nenek moyang di bidang seni, kuliner juga harus dikembangkan, sehingga dapat mengharumkan nama Bali, Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara. Karenanya, Denpasar Festival selama ini memang diakui berhasil menghadirkan puncak-puncak kekayaan ekspresi serta

Rabu, 31 Desember 2014 l Melepas Matahari 2014

Kegiatan pementasan di depan Patung Catur Muka

kreativitas Kota Denpasar. Terejawantahkan melalui ragam seni budaya, ragam kuliner, ragam tekstil, ragam florikultura, ragam kreativitas komunitas, serta berbagai ragam potensi & produk unggulan. Yang menjadi program unggulan Denpasar Festival kali ini adalah adanya program Parade 1.000 Topeng dalam bentuk Karnaval, bersama harapan kedepannya dapat dijadikan ikon pembukaan Karnaval setiap acara Denpasar Festival. Selanjutnya, sebuah penghormatan dan penghargaan diberikan kepada para seniman Denpasar, khususnya seniman Gong Kebyar Belaluan Sadmerta yang berjaya di era tahun 1920-an dan Gong Kebyar Gladag yang berjaya di era tahun 1960-an, yakni melalui Perayaan 100 tahun Gong Kebyar serta beragam puncak-puncak kreativitas, potensi, dan keunggulan Denpasar sebagai Kota Budaya yang multikultur, multietnis, dan tentu sebagai jantungnya pulau Bali -the Heart of Bali. Denpasar Festival juga mengedepankan terbukanya ruang dialog publik yang dikemas dalam berbagai bentuk informasi ataupun dalam berbagai ragam agenda acara termasuk pameran, workshop, seminar atau talk show, aneka ragam hiburan seni dan budaya baik yang bernuansa tradisional, modern, maupun avant-garde. Untuk ini, Pemerintah Kota Denpasar melalui jajarannya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi meramaikan dan berinteraksi penuh keriangan hati untuk ”mendalami, bersentuhan langsung, menikmati” segenap potensi dan realitas keragaman sosial, potensi ekonomi, serta seni dan budaya yang hadir dalam Denfes, demi mengalirnya inspirasi dan motivasi untuk berkreativitas serta memberi ruang ekspresi dan kreasi kepada masyarakat dalam mempresentasikan karakteristik potensi Kota Denpasar. - ard


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

29 desember 2014 - 4 januari 2015

GORO-GORO

Selamat Tahun Baru 2015 Bulan Desember 2014 menjadi bulan yang sangat istimewa dan penuh berkah. Umat Hindu merayakan Galungan (17/12) dan Kuningan (27/12). Umat Nasrani merayakan Natal (25/12). Kaum wanita merayakan Hari Ibu (22/12), dan masyarakat merayakan pergantian tahun (31/12). Rangkaian momen ini membuat kita banyak memiliki waktu untuk merenung dan merefleksikan apa yang sudah kita lakukan selama tahun 2014. Apa yang sudah baik selama tahun 2014, harus kita pertahankan bahkan ditingkatkan lagi. Apa yang jelek atau buruk atau salah, jangan diulangi lagi. To k o h b e r u s a h a u n t u k merefleksikan apa yang sudah terjadi di tahun 2014 dengan menghadirkan kaleidoskop wanita tahun 2014. Namun, apa yang kami tampilkan ini belum bisa menjangkau semua hal yang berkaitan dengan wanita. Karena itu, kami sangat mengharap dukungan dari masyarakat untuk ikut mendukung beragam kegiatan wanita. Tokoh sebagai media ber-

Putu Wijaya

Suasana tahun baru

segmen wanita dan keluarga memiliki visi dan misi. Visi Tokoh menjadi bacaan wanita dan keluarga yang unggul dalam kinerja sedangkan misinya memberikan beragam informasi yang memberi nilai tambah bagi wanita dan keluarga, memberikan layanan prima dan solusi bernilai tambah bagi pemasang iklan, menciptakan kondisi terbaik sebagai tempat berkarya dan berprestasi bagi seluruh karyawan, m��������� eningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor, dan

Ngelap Motor Orang Musim hujan tiba, tetapi cuaca tak tentu, kadang hujan, kadang tidak. Namun, pepatah sedia mantel sebelum hujan perlu menjadi pegangan bagi pengendara motor. Berikut ini kisahku yang agak konyol yang berhubungan dengan hujan. Hari itu, aku berangkat kerja tanpa membawa mantel karena cuaca cukup cerah. Sehari sebelumnya hujan dan mantelku yang basah aku jemur. Pikiran positifku mengatakan tidak hujan lagi jadi tak usahlah bawa mantel. Tak dinyana, sore harinya mendung tebal. Aku mulai waswas. Aku buru-buru pulang setelah semua pekerjaan beres. Ternyata, hujan turun seketika, dan aku tak punya pilihan lain selain berteduh. Akhirnya aku berteduh di sebuah emperan toko. Hujan membasahi motorku. Aku hanya bisa menggumam, harusnya tadi bawa mantel.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Selain diriku, ada tiga orang yang juga berteduh. Semuanya bernasib sama. Tak bawa mantel. Untuk mengisi waktu, para pemotor yang berteduh ini memainkan ponsel masing-masing. Hampir setengah jam kami berkutat dengan gadget masingmasing tanpa ada tegur sapa. Hujan pun reda, langit kembali cerah. Semua bersiap kembali ke motor masing-masing. Aku mengeluarkan tisu dari tas untuk mengelap sadel yang basah. Beberapa tisu sudah kupakai untuk mengeringkan sadel. Giliran memasukkan kunci kontak, aku merasa aneh. Kok kunci tidak masuk. Aku coba

tkh/dok.bp

m e n in g ka t ka n kep ed u lia n dan tanggung jawab sosial perusahaan. Tahun 2015 pun sudah siap kami sambut dengan berbagai terobosan dan kegiatan. Kami membuka pintu selebarlebarnya untuk semua kalangan yang memiliki kepedulian dengan wanita dan keluarga untuk diajak bersinergi. Kami yakin dan percaya, makin banyak relasi dan makin luas jangkauan, makin banyak yang akan mendapat manfaat. Mari kita jalani tahun 2015 dengan penuh semangat. Selamat tahun baru 2015. beberapa kali, tapi gagal. “Maaf pak, ini motor saya,” ujar seorang pria berdiri di sebelahku. Aku kaget. Oh my God… ternyata aku mengelap motor orang. Pantas saja kunci motor tak bisa masuk. Aku buru-buru minta maaf dan beringsut pergi dari motor itu. Pria itu hanya tersenyum lalu menghidupkan motornya dan pergi. Motorku masih ada di sebelah motor orang itu. Aku jadi malu sendiri. Tisu kukeluarkan lagi untuk mengelap sadel motor. Kali ini sudah benar, ini motorku. Aku lalu hidupkan motor dan pulang. Sampai di rumah, aku cerita ke orang-orang di rumah. Mereka tertawa mendengar kekonyolanku seraya meng­ ingatkan mantel harus selalu ada di motor. Gung Nik

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

IBU

Pada Hari Ibu, 22 Desember, Amat mencoba memanjakan istrinya. Ia bangun subuh, lalu membenahi rumah. Nyapu, ngepel dan membuat nasi goreng spesial untuk sarapan. Taplak meja diganti. Di atasnya, dipajang vas bunga dari bekas botol obat dengan dua tangkai bunga kana. Merah dan kuning, yang tumbuh liar di depan rumah.a Bu Amat terkejut waktu bangun. Rumah kosong. Tapi televisi menyala. Amat entah ke mana. Sandalnya yang biasa tergeletak di teras tidak kelihatan. Rumah bersih. Di meja makan ada nasi goreng, tapi setelah dicicipi, asin sekali. Telor di almari dapur yang disiapkan untuk bikin bolu tinggal separuh. Peralan masak berantakan. Di meja tamu ada botol obat maag Bu Amat sudah dijadikan vas bunga. Bu Amat, buru-buru hendak mengamankan botol obat itu. Tapi tiba-tiba tergelincir sebab lantai kurang tuntas pel-pelannya. Ia jatuh ke lantai. Dengan susah payah Bu Amat mencoba bangun, tapi tak sanggup. Setelah mengambil nafas pajang, pikirannya agak tenang. Ia beringsut dan merangkak ke dekat kursi. Sambil berpegangan di kursi ia mencoba berdiri. Keburu kakinya gemetar lalu jatuh lagi. “Selamat Hari Ibu bekas pacarku!” sapa Amat masuk rumah. Di tangannya bungkusan bubur kesenangan istrinya. Juga setangkai mawar merah. “Kakek tua bangka! Cepat tolong berdiri! Pinggang patah ini!” Amat terkejut. Cepat ia amankan istrinya, lalu dipapah ke kamar. Sementara Bu Amat terus berkicau mencerca Amat. “Pagi-pagi sudah ngelayap, kayak ABG saja! Sadar Bapak sudah tua, tahu?! Sudah mati-matian diladeni, tapi bapak masih saja ngendon ke jalan. Mau apa lagi? Apa yang kurang di rumah ini?” Amat tak menjawab. Ia mengambil minyak bokasi, lalu mengurut kaki istrinya. “Bukan kaki! Pinggang!” Amat menarik kain istrinya untuk mengurut pinggangnya. “Jangan dibuka! Tua-tua masih cabul saja! Dari luar saja! Jangan dipijit! Sakit tahu?! Sudah, kalau tidak mau, tidak usah! Pergi sana, makan sendiri buburnya! “ Amat jadi serba salah. Kemudian ia duduk saja membiarkan dirinya diguyur dampratan. “Kalau mau ngepel, ngepel yang bener. Jangan cuma bau harum obat pel. Sapu dulu sampai bersih, baru dipel. Tekan alat pelnya supaya jangan licin, jangan kebanyakan obat pengharum. Lantai jadi licin tahu? Kecuali kalau mau mematahkan pinggang. Nanti kalau saya tidak bisa bangun, diumpat pemalasan! Dasar tua bangka, ada saja ulahnya. Bilang saja terus-terang mau kencan dengan janda genit itu! Ayo sana, belikan dia HP supaya bebas sms-sms-an! Itu namanya habis manis sepah dibuang! Dasar! Ayo jangan diam saja, pura-pura benggong! Urut! Kalau tidak mau sinikan bokasinya !” Amat tambah galau. Ia khawatir kalau kepala istrinya terbentur lantai dan gegar otak, sehingga pikirannya kacau. Dengan cemas, sabar serta tak banyak kata, Amat ikuti saja apa kata perempuan yang sudah puluhan tahun menemani hidupnya itu. Satu hari penuh Bu Amat terbaring. Uring-uringan, ia menyingkap semua kesalahan yang pernah dilakukan suaminya. Amat semakin cemas, ia tak berani meninggalkannya sendirian. Bahkan tidur pun istrinya, Amat tak beranjak. Omongan Bu Amat kian kacau. Amat dikritik habis. Tiap kali Amat mau membantah, kontan dibentak. Akhirnya Amat menyerah. Lalu tertidur kecapaian mendengar. Bangun-bangun, hari sudah gelap. Amat terkejut karena tempat tidur kosong. Dengan panik Amat keluar mencari istrinya Bu Amat ternyate menunggu di meja makan dengan seabrek lauk-pauk kegemaran Amat. “Terima kasih, Pak,” katanya mesra, “ sudah merayakan Hari Ibu. Saya tidak minta apa-apa, kecuali satu: dengarkan apa yang saya katakan, walau pun itu tidak semuanya benar.”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

29 desember 2014 - 4 januari 2015

23

Pemerintah Kota Denpasar dan Berbagai Inovasinya PRO Denpasar

TAMIANG

Kemajuan teknologi dan globalisasi sangat berpengaruh terhadap perilaku dan budaya masyarakat Bali, Kota Denpasar khususnya. Adalah hal lumrah ketika kita melihat anak-anak fasih menggunakan berbagai jenis gadget. Begitu pula banyak anakanak tidak menggunakan Bahasa Bali dalam kesehariannya. Maka, Bahasa Bali juga Aksara Bali terkesan terpinggirkan terutama di kalangan anak muda. Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si., mengatakan kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, sebab jika dibiarkan terus terjadi, Bahasa Bali dan Aksara Balinya bisa menghilang. Menyadari hal tersebut, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra memunculkan ide, bagaimana caranya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk

melestarikan penulisan Aksara Bali serta ketentuan yang berlaku dalam penulisannya. Akhirnya dibangunlah aplikasi bernama TAMIANG, untuk menangkis dan melindungi Aksara Bali dari kepunahan akibat kemajuan zaman dan teknologi yang dengan mudah bisa menggilasnya. TAMIANG merupakan aplikasi penggabungan Balinese script editor dengan balinese keyboard. Sehingga, memudahkan dalam membuat dan mengetik tulisan Aksara Bali dengan memanfaatkan teknologi. Aplikasi TAMIANG dibuat atas kerjasama pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Fakultas MIPA Jurusan Ilmu Komputer Unud dan SMKN 1 Denpasar. - ard

Senam OK Meriahkan Denfest 2014

RPKD 92.6 FM

Sejak awal mengudara Oktober 2002 silam hingga kini radio publik milik pemerintah Kota Denpasar, RPKD 92,6 FM ini , secara perlahan tapi pasti telah menunjukkan kapasitas dan kualitasnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terutama mengenai lalu lintas. Setelah 12 tahun Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) 92,6 FM ternyata tetap eksis dengan berbagai inovasinya. Terbangun bersama moto “Sewaka Dharma”, radio ini pun semakin dicintai pendengarnya, sebab berbagai program siarannya berhasil memberikan edukasi serta informasi yang aktual dengan cepat, singkat dan jelas. RPKD 92, 6 FM, ujar Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si., didampingi Kepala Unit Pengelola Teknis Penyiaran Publik Kota Denpasar Cokorda Istri Sri Kristina Dewi, S.S., menyampaikan dalam sajian keadaan lalu-lintas

Pemkot Denpasar sangat menyadari, bahwa dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab serta mampu menjawab tuntutan perubahan adalah dengan kran komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Menurut Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si. didampingi Kabid Piranti Lunak Anom Prasetya, S.E., untuk itulah dibangun satu sistem yang lebih cepat, tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pengelolaan penanganan pengaduan masyarakat, yaitu melalui Pengaduan Rakyat Online Denpasar disingkat PRO Denpasar. PRO Denpasar adalah aplikasi berbasis website yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah. Digunakan sebagai alat bantu monitoring dan verifikasi capaian program pembangunan mau-

pun pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan program pembangunan di Kota Denpasar. P RO D e n pasar dikembangkan oleh Dinas Kominfo Kota Denpasar. Aplikasi PRO Denpasar berupaya menjembatani partisipasi publik dalam pembangunan daerah antara masyarakat umum dengan Pemerintah Kota Denpasar. Masyarakat dapat memberikan pelaporan tentang pembangunan yang akan ditinjau dan didisposisikan oleh tim verifikasi PRO Denpasar kepada Instansi terkait untuk ditindaklanjuti. PRO Denpasar bisa diakses di http: // pengaduan.denpasarkota.go.id atau bisa juga di download playstore bagi pengguna android. - ard

seputar Kota Denpasar di antaranya mengungkapkan kepadatan lalu lintas, kemacetan, atau penutupan jalan dan yang lainnya. Radio RPKD ini juga dapat sebagai media kontrol bagi masyarakat terhadap kebijakan dan kinerja dari Pemerintah Kota Denpasar dengan program Halo Denpasar. Masyarakat juga dapat memberikan informasi langsung dan melakukan pengaduan dengan menelepon ke hotline 2444444. - ard

Membentuk karakter tunas bangsa menjadi yang lebih baik dan berguna bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pemerintah Kota Denpasar pun memiliki inovasi untuk membentuk karakter anak-anak melalui gerak dan lagu yang dinamakan dengan senam olah karakter (OK). Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si., menerangkan kalau gerakan senam OK merupakan karya kolaborasi seniman musik Bali Rah Tut XXX, Adi Saputra Siput, serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. Dalam senam OK, dikatakannya anak-anak tidak hanya diminta melakukan gerak tubuh tapi juga bernyanyi dengan pesan-pesan untuk membetuk karakter di

dalamnya. Beberapa pesan yang dimasukkan dalam lagu senam OK ini di antaranya jangan buang sampah sembarangan, ingatlah selalu jangan korupsi dan juga katakan tidak pada narkoba. Dalam acara Denpasar Festival 2014, tepatnya pada 29 Desember 2014 pukul 15.30 wita, senam OK akan tampil, dibawakan oleh 1.000 siswa SD se-Kota


22

Metropolitan

Bekerja Sambil Liburan

Merayakan pergantian tahun bisa dilakukan dimana saja. Ada yang merayakan di dalam ne­ geri, ada juga di luar negeri. Ada yang liburan, ada yang tetap bekerja. Bagi yang bekerja sekaligus liburan, Rossa, penyanyi kondang Indonesia contohnya. Ia tak perlu repot-repot mencari tempat libur karena mendapat ta­ waran bekerja sambil berlibur. Apa itu?

M

enurut Rossa, pada malam tahun baru, ia tak perlu repot mencari tempat libur bersama keluarganya, karena mendapat manggung dari Aston Marina, Jakarta Utara. Nah, kesempatan itu pun dapat dipergunakannya untuk berlibur bersama keluarganya. “Liburan gratis, siapa yang nggak mau? Di malam tahun baru, banyak orang mengeluarkan effort lebih untuk bisa menikmati malam pergantian tahun itu. Penonton pasti mencari artis favoritnya untuk menyanyi. Karena itu Aston Marina cari artis untuk bisa menarik pengunjung,” ungkap pelantun tembang ‘Tegar’ ini. Kejadian bekerja sambil liburan bersama keluarga, bukan baru pertama kalinya, khususnya di malam tahun baru. Baginya, kesempatan seperti ini sayang dilewatkan, selain dapat bayaran lebih ia juga dapat membawa keluarganya. “Beruntungnya tiap dapat

job, keluargaku ikut. Dipercaya mengisi acara di malam Tahun Baru adalah suatu kebanggaan bagi si pengisi acara,” tambahnya. Rossa tidak tampil sendiri tapi juga bersama penyanyi kondang lainnya seperti Krisdayanti, Judika. Ketiganya berkolaborasi dalam sebuah konser yang bertajuk ‘Alegria New Year Eve 2015’. Rossa membawakan lagu Calvin Haris, Selena Gomez dan Ariana Grande. Ia juga berkolaborasi dengan Krisdayanti juga Judika. “Malam tahun baru itu perfect bagi aku,” ujar Rossa yang setelah pentas itu melanjutkan liburan ke Sumedang, kampung halamannya. Seperti Rossa yang membawa keluarganya, Krisdayanti pun membawa keluarganya saat manggung malam pergantian tahun. Ia mengaku sangat senang tahun ini mendapat kesempatan bekerja di malam tahun baru. Biasanya sang suami tidak mengizinkan malam tahun baru digunakan untuk bekerja. Jadi, tuturnya, meski tawaran job di malam tahun baru cukup banyak, namun terpaksa ditolak. “Raul lebih suka kalau malam tahun baru itu dihabiskan bersama keluarga, jalan-jalan. Tapi saya pikir kali ini apa salahnya ambil rezeki, setelah itu bisa jalan-jalan. Toh, tahun lalu kami juga sudah jalan-jalan,” ungkapnya. Namun kali ini, Raul mengizinkannya manggung di malam pergantian tahun. Ia mengajak suami dan anak-anaknya untuk menonton penampilannya. “Alhamdulilah, tahun ini diizinkan. Suami mengizinkan,” ucapnya

dengan wajah berbinar. Tentang berapa bayaran, ia tidak menyebut berapa honornya. Namun, yang namanya malam tahun baru, biasanya artis akan mendapat bayaran lebih alias honor special. “Kalau tahun baru kan memang biasanya artis honornya lebih banyak. Karena kita kan menghabiskan malam tahun baru. Selain itu, nama kita secara komersial diekspos penyelenggara untuk menarik minat pengunjung. Itulah kenapa bayarannya special. Jadi ada semacam simbiosis mutualis,” ujarnya. Senada dengan kedua artis kondang itu, Ayu Ting Ting pun

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

tak mau mengabaikan begitu saja rezeki malam pergantian tahun

nanti. Bukan hanya soal bayarannya yang jauh lebih besar dari biasanya, namun malam tahun baru ini juga menjadi momentum baginya untuk liburan bersama keluarga karena biasanya ia rutin bekerja. “Alhamdulilah manggungnya di sekitar Jakarta saja. Aku bawa Bilqis juga, jadi habis itu bisa libur bareng,” ujar Ayu. Manggung di malam tahun baru ini merupakan yang pertama kalinya sejak memiliki momongan. Tahun lalu, ia tak mengambil tawaran manggung karena sibuk mengurusi putrinya. “Tahun baru kemarin saya nggak terima kerjaan, karena ngurusin Bilqis. Alhamdulillah, tahun ini terima kerjaan,” katanya. –Diana Runtu

29 DEsember 2014 - 4 Januari 2015

Sosialita

3

Nyoman Kusmini

Sharing Profit Investasi Jabon Bisnis investasi kini makin berkembang dan menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Kebutuhan kayu di Indonesia cenderung mening­ kat, sementara beberapa tahun lalu pemerintah mengeluarkan kebi­ jakan melarang penebangan hutan alam sehingga industry perkayuan diwajibkan menggunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR).

Tampil lebih Cantik Tahun 2015 Lain lagi dengan Syahrini. Penyanyi kondang ini juga kebanjiran tawaran tampil di malam tahun baru, namun ia menolaknya. Pelantun tembang ‘Sandiwara Cinta’ ini malah memilih berlibur ke Amerika Serikat bersama keluarga dan manajemennya. Baginya, akhir tahun merupakan momentum baginya untuk bersantai setelah rutin bekerja selama setahun. Ia perlu refreshing, melepaskan ‘kepenatan setahun’ sehingga tampil segar dan cantik mengawali tahun 2015. Tak tanggung tanggung, Syahrini mengaku akan lumayan lama di negeri Paman Sam itu, sekitar tiga minggu. “A k u nggak

ngambil job malam tahun baru karena mau liburan ke Amerika,” ujar Syahrini yang baru saja melakukan su-

lam alis dan bibirnya agar terlihat makin kinclong. Berbeda dengan Tina Toon yang mengaku tak mau repot-repot memikirkan liburan tahun baru lantaran sedang fokus pada perubahan penampilan di tahun 2015. Ia ingin tahun 2015 tampil beda. Mantan penyanyi cilik yang terkenal dengan tembangnya ‘Bolobolo’ ini, dulunya adalah bocah tambun dan menggemaskan. Memasuki masa remaja, kiprah Tina tak banyak terdengar. Lama tak terdengar kabarnya, Tina Toon mengejutkan publik dengan penampilan barunya, cantik, dan langsing. Sayangnya, ia mengaku, agak kurang melakukan perawatan d i r i . Ka r e n a itu kini saatnya ‘penataan ulang’. Padahal kalau mau dilihat, dalam kondisi sekarang Tina Toon tetap terlihat c a n t i k dan langsing. Namun ia justru merasa agak kurang ‘PD’ karena rahang dan pipinya yang tembam. Inilah yang ingin dibenahi Tina. “Tahun 2015 aku pengen ubah gaya. Aku mau pipiku menjadi tirus, dan model rambut berubah,” ucap gadis kelahiran 20 Agustus 1993 ini. Penampilan bagi seorang entertainer adalah penting. Karena itu ia mau susah payah agar dirinya menjadi sosok yang selalu enak dipandang. “Aku kurang merhatikan penampilan, makanya sekarang ini perlu dibenahi lagi. Makanya, sekarang nggak terlalu mikir liburan tahun baru,” ungkap Tina. –Diana Runtu

Peninjauan Tim Sri Farm ke lokasi perkebunan Jabon di Sulawesi

P

eluang ini ditangkap Nyoman Kusmini dengan mengembangkan suatu program investasi jabon di bawah bendera PT Sukses Rimba Investama (Sri Farm ). Ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kayu jabon (jati bongsor/jati ambon). Owner Sri Farm ini menjelaskan investasi ini memiliki manfaat luas. Selain menguntungkan dari segi bisnis dengan hasil yang luar biasa dengan sistem sharing profit antara investor, pengelola dan petani yang mengerjakan, juga turut menyukseskan program pemerintah “penanaman 1 miliar pohon/ tahun” dengan turut melestarikan lingkungan (go green) untuk mengurangi efek rumah kaca. “Kami tawarkan dengan harga Rp 225 juta per paket,” ujarnya. Dalam satu paket jabon ini investor mendapatkan lahan seluas 1 hektare di daerah Sulawesi Barat (Sertifikat Hak Milik atas nama sendiri), 1.000 bibit pohon jabon yang bisa dipanen dua kali dalam 10 tahun, plus biaya perawatan sampai panen (penanaman, pemupukan, obat

Tim Sri Farm di Sulawesi

antihama). Setelah panen, investor tak perlu cemas memikirkan pemasarannya. Perusahaan menjamin kayu hasil panen pasti laku, karena perusahaan (Sri Farm) sudah melakukan kerjasama dengan pabrik kayu di Sulawesi dan Jawa. “Dalam waktu 5 tahun, investor sudah bisa panen pertama dengan hasil minimal 560 juta (70%) untuk investor (pemilik). Harga jual sesuai dengan harga panen saat itu,” jelasnya. Kelebihan lain, pohon diasuransikan. Jadi, jika terjadi musibah seperti tanah longsor atau kebakaran hutan, risiko ditanggung perusahaan. Dengan bergabung dalam bisnis ini, investor secara otomatis tergabung dalam komunitas “go green investor club”, jaringan bisnis antar investor seluruh Indonesia. Tiap enam bulan, perusahaan pun akan menyampaikan perkembangan pohon kepada investor. Ke depan, di beberapa titik akan dipasangi kamera CCTV, sehingga investor bisa memantau secara online. HANYA RP 175 JUTA Perempuan kelahiran Singaraja 45 tahun silam ini menyampaikan harga khusus untuk 25 investor

pertama, mendapatkan diskon sebesar Rp 50 juta atau hanya Rp 175 juta. “Tanda minat mini-

mal Rp 5 juta per hektare. Sebelum deal, investor kami ajak dulu mengecek lokasinya. Jika deal, biaya akomodasi ditanggung perusahaan. Jika tidak deal, biaya akomodasi dipotong dari biaya tanda minat,” tegas Kusmini. Sejak pre-launching satu bulan lalu, sudah laku beberapa paket. Tak hanya itu, perusahaan juga

menawarkan hadiah menarik bagi investor, yakni tirtayatra ke India, perhiasan emas 22 karat, dan grand prize mobil Honda Mobilio, yang diundi tiap penjualan 200 hektare/paket. Info selengkapnya, hubungi Sri Farm Office: Jln. Tukad Batanghari No.9, Denpasar, Bali, HP 085337496688, 087861999658, www.srifarm.com. –ten

MENGAPA KAYU JABON?

Jabon merupakan salah satu jenis kayu terbaik untuk bahanbahan baku industri kayu di Indonesia, seperti bahan baku kayu lapis, pulp, furnitur, kertas, dll. Selain karena p e r t u m b u h a n nya yang sangat cepat , kayu jabon memiliki batang yang lurus dan kayunya tidak berserat. Jenis kayu seperti ini sangat diminati oleh kalangan perindustrian kayu di Indonesia. Jabon merupakan jenis tumbuhan yang cukup kebal terhadap hama dan penyakit, sehingga tidak begitu memerlukan perawatan yang istimewa. Pertumbuhan jabon paling cepat di dunia dibandingkan dengan tanaman kayu keras lainnya, bahkan lebih cepat disbanding pertumbuhan kayu sengon. Dengan pertumbuhan rata-rata diameter 10 cm per tahun dan tingginya dapat mencapai 25 meter. Kayu jabon dapat dipanen pada usia 5 sampai dengan 6 tahun dengan volume kayu +0,9 m3/ pohon dengan harga jual mencapai diatas Rp 1juta/pohon tergantung besar dan kecilnya ukuran kayu. Selain itu permintaan kayu Jabon terus meningkat setiap tahunya. Kebutuhan kayu dunia yang makin melonjak tiap tahunya, tidak diimbangi dengan suplai kayu yang ada, bahkan kondisi hutan di Indonesia saat ini makin kritis. Data menunjukkan, setidaknya tiap tahun Indonesia membutuhkan 72 juta3 kayu siap olah, dan saat ini baru terpenuhi sekitar 50 juta3 saja. Itu pun sebagian besar dari

hasil tebang hutan alam di Indonesia. Sedangkan akhir-akhir ini pemerintah sudah melarang keras penebangan hutan alam untuk industry kayu di Indonesia. Artinya, peluang investasi jabon masih terbuka lebar. Pohon jabon memiliki kemampuan copice (setelah ditebang akan tumbuh tunas baru), sehingga sekali menanam dapat dipanen dua kali. Setelah panen pertama, beberapa minggu kemudian, pada tunggak akan muncul beberapa tunas baru yang nantinya bisa dipilih untuk dirawat lagi. Jika tunastunas ini dibiarkan selama setahun, akan diperoleh tunas-tunas baru yang tumbuh lurus ke atas. Setelah berumur sekitar satu tahun, dipilih satu tunas yang terbaik untuk dipelihara menjadi pohon kembali yang dapat dipanen pada umur 4-5 tahun. Masa panen tunas-tunas ini lebih cepat karena sudah memiliki akar jadi, sehingga dalam proses tumbuhnya pohon jabon tidak memerlukan waktu yang lama. Setelahpohon yang berasal dari tunas tadi ditebang maka tunas-tunas baru yang dihasilkan dapat dipelihara dan dipanen seperti tunas pertama. Harga kayu jabon ini pun diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun yang akan datang, karena kebutuhan kayu di Indonesia yang makin meningkat, sedangkan kondisi hutan di Indonesia makin kritis. Apalagi pemerintah mengeluarkan Undang-undang mengenai HPH. Industri perkayuan di Indonesia harus tetap dikembangkan namun menggunakan kayu dari hasil hutan tanam rakyat, tidak boleh lagi menggunakan kayu dari hasil penebangan hutan alam. Sehingga deficit pasokan kayu akan makin besar, dan hal ini akan mempengaruhi kenaikan harga kayu jabon dimasa yang akan datang. “Jadi tunggu apa lagi? Kini saatnya punya perkebunan uang dan menyelamatkan lingkungan, go green & grow rich. Beli masa depan dengan harga sekarang,” tegas Kusmini. –ten


Inspirasi

4

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Puan Maharani

Cita-cita Pebisnis Banting ke Politik

Sibuk berkarier di luar rumah bagi wanita yang telah berkeluarga bukan hal yang mudah. Dia harus mampu membagi waktunya dengan baik agar keluarga, khususnya anak-anak, tidak merasa ‘terpinggirkan’. Itulah yang dilakukan Puan Maharani, politikus yang kini menjabat Menteri Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabinet Kerja Jokowi-JK.

B

Megawati, Taufik Kiemas, Puan, dan dua kakaknya

agi Puan, keluarga adalah yang terpenting dalam hidupnya, karena itu ia berupaya keras agar hamonisasi dalam keluarganya terjaga baik. Tetap memperhatikan keluarga, khususnya anak-anak, meski ia sibuk bekerja di luar rumah. Ia berusaha ada di setiap saat anak-anak membutuhkannya. “Saya mengutamakan quality time dalam menjaga harmonisasi kehidupan dalam rumah tangga saya. Setelah melakukan pekerjaan saya di luar, saya kembali ke rumah, ke anak-anak. Jadi bagi saya quality time itu sangatlah penting,” ujar Puan. “Setiap saat mereka butuh saya, saya ada di tengah mereka. Misalnya ketika ambil rapot, dipanggil ke sekolah karena anak bandel, itu saya datang. Atau anak saya jatuh di sekolah. Saat itu saya sedang mimpin rapat di DPR, saya berhenti, jemput anak ke sekolah” ungkapnya. Saat di rumah, ujarnya, dirinya sama dengan ibu rumah tangga pada umumnya. Ia melakukan pekerjaan rumah tangga, juga memasak. Hanya saja, untuk memasak, kata Puan, ia hanya bisa memasak yang simple-simple. “Kalau yang ribetribet, nggak bisa,” ungkapnya sembari tertawa. “Hubungan saya dengan anakanak dekat. Kalau di rumah kami biasa kumpul saling cerita kegiatan masingmasing. Alhamdulilah anak-anak saya kini sudah besar, mereka sudah bisa memahami bahwa ibunya adalah pekerja. Mereka mengerti kalau mamanya beda dengan mama-mama yang lain,” tambah ibu dua anak ini. Waktu luang bersama keluarga, tambahnya, kadang dinikmati dengan berburu kuliner, nonton atau sekadar jalan-jalan. “Dalam suasana santai, saya tidak mau diribetin dengan protokoler. Saya ingin kehidupan anak-anak saya normal, ya. Saya mau rileks, menggenakan kaos, memakai

jeans, berjalan-jalan bersama anakanak, bahkan makan di food court, “ katanya lagi. “Saya juga suka ajak anak main di out door. Seperti, berenang di laut, flying fox atau jet ski. Nah kalau jet ski, anak-anak maunya sama mamanya. Kalau ibunya berani, anak-anak juga berani. Tadinya mereka takut, tapi saya bilang, ayo sama mama. Akhirnya mereka menjadi berani,” tutur wanita yang hobi berburu kuliner ini. Tentang karier anak-anaknya di masa depan, wanita kelahiran Jakarta 6 September 1973 ini mengaku tidak mengarahkan anak-anaknya untuk memilih sesuatu. Ia juga tidak mengarahkan anak-anaknya untuk ke dunia politik mengikuti jejak dirinya. Semuanya dibiarkan ‘mengalir’. Ini sama seperti dirinya yang tidak pernah diarahkan oleh ayahnya, alm Taufik Kiemas dan ibunya (Megawati Soekarnoputri) untuk memilih politik sebagai kariernya di masa depan. Menjadi politikus, mengalir begitu saja. Namun begitu, tak dipungkirinya kalau sejak kecil ia terbiasa dengan ‘kehidupan politik’. Ini, mungkin, karena sejak kecil Puan kerap diajak kedua orangtuanya untuk mengikuti kegiatan mereka. “Semua itu terekam secara otomatis dalam benak saya. Namun saya baru memutuskan aktif di politik setelah lulus kuliah, menikah dan anak-anak sudah besar. Jadi kalaupun nantinya anak-anak berkeinginan mengikuti jejak saya terjun ke politik, ya nggak apa-apa,” kata alumnus Fakultas Komunikasi, FISIP, Universitas Indonesia. MENJADI BUSINESS WOMAN Sebagaimana diketahui, Puan Maharani adalah anak bungsu Ketua MPR ke 12, Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan. Kedua

kakaknya adalah M Rizki Pratama dan M Prandanda Prabowo. Dia juga adalah cucu dari Presiden Soekarno. Karena itu tak heran kalau darah politik dalam dirinya mengalir begitu kencang. Puan yang pernah bercita-cita menjadi business woman ini, akhirnya malah terjun ke dunia poltik, dunia yang sudah dikenalnya sejak dulu lewat ayah-ibunya. ”Iya, dulu saya pernah bercitacita menjadi business woman. Saya ingin punya karier di bisnis. Kebetulan saya kuliah di Fakultas Komunikasi, jadi saya pikir nanti akan membuka Biro Iklan. Tapi dalam perjalanannya, menjadi berbeda. Nasib membawa saya justru menjadi seperti sekarang,” ungkap istri Happy Hapsoro ini. Masuk ke dunia politik, bukannya tanpa bekal. Sejak kecil ia telah akrab dengan dunia ini. Ketika besar, ia juga ‘bergaul’ dengan temanteman di lingkungan Bapak-Ibunya di mana keduanya para petinggi PDI-P. Ditambah lagi, ia juga bergaul juga dengan orang-orang politik di luar PDI-P, juga ikut mendengar diskusi-diskusi yang berbau politik. Itu semua mengasah pikirannya dan pemahamannya tentang politik. “Jadi politik itu bukan hanya hitam-putih, tapi ada abu-abu yang semuanya bisa dipelajari ketika kita di lapangan. Dan akhirnya, seiring perjalanan waktu, cita-cita saya sebagai business woman pun pupus,” katanya. Nah, karena ia telah memilih politik sebagai ‘jalan hidupnya’ , Puan pun mengaku tidak berminat lagi terjun kebisnis. Ia ingin focus pada bidangnya. “Kalau menurut saya, politik dan bisnis harus dibedakan. Karena kalau sudah terjun ke dunia politik, kemudian juga menekuni bisnis, pekerjaan kita menjadi tidak focus. Nanti malah ‘ujung-ujungnya’ semua yang diputuskan berbau bisnis,” kata Puan yang mengaku akan tetap menekuni kariernya di bidang politik selama memang dibutuhkan. Satu hal yang diyakini Puan, untuk berkiprah secara aktif di dunia politik, seseorang haruslah telah memiliki kehidupan yang cukup, dalam arti mapan secara materi. Dengan begitu bisa focus. Karena, tegasnya, ranah politik bukanlah tempat untuk mencari uang, “Kalau kita berpolitik tapi nggak punya uang, kita tidak akan focus menjalankan tugas-tugas kita di politik. Dan akhirnya kita hanya mencari duit saja,” ucap mantan Anggota Komisi VI DPR RI ini. TIDAK MAU RIBET Namun sejak ia ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan dilantik pada 27 Oktober 2014 lalu, Puan pun untuk sementara ‘cuti’ dari dunia politik praktis. Ia telah melepaskan jabatannya di partai sebagai Ketua

Nama Pasar Sesuai Nama Hari

Ketua Bidang Politik & Hubungan Antar Lembaga DPP PDI P, juga mundur dari DPR di mana ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI P. Jokowi sendiri memang sejak jauhjauh hari menyebutkan kalau para menterinya yang berada di Parpol harus melepas jabatannya di Parpol, agar bisa focus pada pekerjaannya sebagai menteri. Dan memang benar, sejak menjadi Menteri, hari-hari Puan menjadi lebih sibuk dibanding ketika menjadi politikus. Tak heran karena yang dimasuki Puan ini adalah Kabinet Kerja, yakni kerja, kerja dan kerja. Tidak ada waktu santai. Yang terasa, menurut Puan, adalah banyaknya rapat yang harus diikuti. “Harus rapat terus. Waktu di partai juga banyak rapat, tapi biasanya dua-tiga kali kemudian kami terjun ke lapangan. Sedang sekarang, setidaknya setiap hari rapat. Mungkin karena tugas saya sebagai koordinator yang harus mengkordinasikan setiap waktu,” tutur Menko perempuan termuda ini. Tapi katanya lagi, ia bukannya orang yang suka rapat bertele-tele. “Saya ingin singkat tapi detail. Saya tidak mau bertele-tele. Rapat tidak perlu lama, panjang, yang terpenting adalah semua sudah masuk dalam kesimpulan rapat. Agar rapat tidak menjadi panjang dan lama, biasanya saya melalui jajaran saya menginfokan kepada kementerian terkait apa yang menjadi agenda rapat dan hal apa yang perlu dilaporkan. Dengan begitu ketika rapat, poin-poin itulah yang disampaikan. Namun yang terpenting dari semuanya adalah, komitmen dalam melakukan apa yang sudah menjadi keputusan rapat di lapangan secara detail,” paparnya panjang-lebar. Kementerian yang dipimpin Puan hampir sama dengan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, hanya saja kini diperluas dengan tambahan bidang kebudayaan yang dulunya berada di lingkup Kementerian Pendidikan. Nama kementeriannya pun berganti bukan Menko Kesra lagi namun menjadi Kementerian Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Waktu Jokowi mengumumkan kementerian ini, banyak orang bingung apa yang menjadi bidang tugas kementerian ini, “Bangsa ini memerlukan SDMSDM yang handal supaya bisa bersaing bukan supaya bisa bersaing bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Bagaimana caranya? Yang harus kita tingkatkan

adalah pendidikan dan kesehatan. Kalau kita sudah sehat, memiliki pendidikan, artinya kita menjadi SDM yang mumpuni untuk bisa menjadi manusia yang sejahtera, yang unggul. Ini ‘PR’ berat bukan hanya bagi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan kementerian terkaitnya, tapi juga kementerian lain. Bagaimana kita bisa menciptakan bibit –bibit unggul yang ada bagi Indonesia kalau tidak bisa memberikan kesempatan layanan gratis pendidikan, kesehatan. Itu menurut saya masalah yang paling urgent yang harus diadakan pemerintah,” jelasnya. Terkait dengan masalah kesehatan dan pendidikan untuk rakyat ini maka Jokowi beberapa waktu setelah melantik para menterinya, meluncurkan tiga kartu ‘sakti’, yakni; Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Masyarakat sempat bingung akan hal ini karena sebelumnya (era Presiden SBY) sudah ada JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Menurut Puan, KIS dan KIP bukan untuk mengganti kebijakan pemerintahan sebelumnya tapi justru untuk memperbaiki dan memberi manfaat lebih pada masyarakat. Kartu KIS misalnya. Menurut Puan, kalau kartu JKN hanya untuk pengobatan, sedangkan KIS juga bukan hanya untuk pengobatan namun bisa juga dipakai untuk preventif. “Ini bedanya. Mereka yang merasa rentan dengan penyakit tertentu, bisa datang ke tempat layanan untuk memeriksakan diri secara gratis. Dengan kartu ini, pemiliknya juga dapat ke tempat layanan untuk pemasangan kontrasepsi gratis, konsultasi masalah gizi ibu dan anak, pengobatan HIV, dll, secara gratis. Kartu ini jangakauannya lebih luas. Kalau dulu JKN hanya individu atau perorangan. Namun KIS member pelayanan kesehatan kepada keluarga. Artinya, kalau dalam satu keluarga ada empat orang, maka keempat-empatnya akan diberi KIS, bukan hanya satu saja,” paparnya lebih jauh. Kartu-kartu ini, lanjutnya, nantinya akan terintegrasi dalam satu kartu. Dengan begitu, nantinya, kartu hanya satu tapi bisa dipakai untuk semuanya. “Kita akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri yang menggarap e-KTP. Masih harus dikoordinasikan dengan kementerian terkait dan harus memiliki paying hokum. Itu semua masih dalam proses,,” tandasnya. -Diana Runtu

21

Kecamatan Pekat adalah salah satu dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Sebagai sebuah kecamatan, Pekat memiliki kekhususan karena berada di kaki Gunung Tambora dan dari sinilah dua pintu masuk menuju Gunung Tambora berada.

J

Puan Maharani (kiri), Amy Atmanto (tengah) dan Yenny Wahid berpose di butik pribadi Amy Atmanto di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan

Mandalika

29 desember 2014 - 4 januari 2015

ika ingin melakukan perjalanan dan petualang yang menantang menuju Gunung Tambora, maka pilihannya adalah melalui pintu Dusun Pancasila Desa Tambora, Pekat. Namun jika ingin bertualang menggunakan trail atau hardtop, maka jalurnya melewati Desa Doro Peti. Di salah satu desa di Pekat, yakni Kadindi Barat, terdapat penginapan yang biasa dipakai sebagai tempat transit bagi para pendaki. Di Kabupaten Dompu ini didiami oleh suku aslinya yakni Suku Mbojo. Namun, Kecamatan Pekat yang ada di Pulau Sumbawa ini memiliki keunikan tersendiri karena dihuni oleh sekitar 60% penduduknya bersuku Sasak Lombok yang tersebar di 12 desa di kecamatan yang berpenduduk 35.000 jiwa ini. Dua belas desa yang ada di Kecamatan Pekat ini adalah, Desa Tambora, Pekat, Kadindi, Kadindi Barat, Nangamiro, Beringin Jaya, Nangakara, Sorinomo, Karombo, Calabai dan Doro Peti serta Sori Tatanga. Banyaknya warga Lombok yang tinggal di di sini membuat suasana perdesaan dan kehidupan

sosial masyarakat di Kecamatan Pekat sangat terasa bernuansa Sasak (Lombok), khususnya di beberapa desa yang mayoritas warganya bersuku Sasak. Bahkan di desa-desa mayoritas warganya bersuku Sasak Lombok seperti Desa Tambora, Kadindi, Kadindi Barat, Beringin Jaya, Nangakara dan Sorinomo, sehari-harinya berkomunikasi menggunakan Bahasa Sasak. Keberadaan orang Sasak di Pekat, tidak lepas dari program transmigrasi yang digerakkan oleh pemerintah di tahun 1970. Masyarakat Sasak Lombok pada masa itu menjadi perintis pembukaan lahan-lahan di daerah yang jarak tempuhnya dari Dompu ini sekitar 4-5 jam perjalanan. “Penduduk Pekat banyak orang Sasak Lombok karena dulu mereka merupakan transmigran yang telah mendiami wilayah ini sejak tahun 1970-an. Yang pertama dibuka sebagai lokasi permukiman transmigran spontan ini, Desa Kadindi, sekitar 40 tahun lalu. Mereka dimotori seorang tokoh masyarakat Lombok, bernama

Lalu Anggrat,” ungkap Saefullah, BA., Camat Pekat. Selain mereka yang bersuku Sasak, Pekat juga didiami oleh masyarakat bersuku asli Mbojo (Dompu) juga beberapa lainnya berasal dari Bali dan Jawa. Sejauh ini keberagaman itu menjadi warna tersendiri bagi wilayah tempat di mana Gunung Tambora ini berada. “Sejauh ini kehidupan sosial masyarakat di Pekat, selama ini warga hidup berdampingan dengan damai dan rukun,” kata Saefullah. Keunikan lain dari kecamatan dengan luas wilayah sekitar 90 kilometer persegi ini adalah keberadaan pasar yang tiap hari berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Lokasi yang jauh dari ibu kota Kabupaten Dompu, tidak membuat wilayah ini kehilangan cara dalam menggerakkan roda ekonomi terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok warganya. Jika di tempat lain pasar bisa buka tiap hari di tempat yang sama, maka di Kecamatan Pekat pasar juga buka tiap hari namun tidak di tempat

Kirim Bawang hingga ke Jawa

Pasar Pekat

Pekat memiliki sumber daya alam yang menghasilkan bawang-bawang dalam jumlah yang cukup banyak. Lahan-lahan milik masyarakat di Desa Soritatanga sebagai penghasil bawang merah. Pada musim bawang tiba, sekitar bulan Februari atau Maret, di daerah ini akan ditemukan begitu banyak bawang merah berjejer di sepanjang jalan dan para petani bawang merah berkumpul di tepi jalan terlihat menimbang dan menaikkan bawang merah di atas truk-truk yang siap mengangkutnya ke Pulau Lombok hingga ke Pulau Jawa. ”Ribuan ton bawang merah dihasilkan dalam sekali panen jika cuaca baik,” kata Syaefullah. Uniknya lagi, para petani dengan produksi bawang merah segar berton-ton ini bukan semuanya warga asal Dompu; namun sebagian besar berasal dari Bima. Petani bawang merah andal asal Bima ini sudah lama menjadi penyewa lahan di wilayah ini. Pada musim panen bawang merah, bisa disaksikan begitu banyak bumbu masak utama ini menggunung di tepi jalan tengah dijemur; tampak merah dan segar, dengan ukuran besar-besar.

Di tepi jalan inilah transaksi akan berlangsung. Para petani tidak perlu memasarkan hasil panennya keluar jauh dari wilayah tanamnya karena para pengepul akan datang ke tempat ini untuk membeli hasil panen mereka pada saat panen tiba. Para pengepul inilah yang akan mendistribusikan bawang merah ini ke Lombok, Bali, Jawa maupun daerah lainnya di Indonesia. Di daerah-daerah tersebut, bawang ini dikenal dengan sebutannya ’bawang Bima’. Akhir-akhir ini Pekat berkembang cukup baik. Ini tidak lepas makin membaiknya infrastruktur khususnya jalan yang sudah mulus mulai dari Dompu hingga Pekat. Jika beberapa tahun lalu jalan menuju Pekat terbilang tidak layak, membuat waktu tempuh perjalanan menjadi sangat lama, tahun 2010-2011, sekitar 6-7 jam, maka kini infrastruktur jalan telah baik dan dalam kondisi mulus. “Sampai dengan tahun 2014 ini, infrastruktur jalan 80% telah mulus,” ungkap Saefullah. Pada program berikutnya perbaikan jalan hingga 2019 akan membuat jalan menuju ke ujung utara Kabupaten Dompu ini menjadi mulus semua. Demikian juga soal pasokan listrik yang sejak tahun 2012 telah dinikmati oleh masyarakat Pekat secara umum. Tahun 2010-2011, masyarakat Pekat hanya bisa menikmati listrik di siang hari, itu pun bergiliran, kini menurut Saefullah, listrik sudah ada 24 jam. “Hanya di Dusun Karya Sari Desa Sori Tatanga yang masih menggunakan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” katanya. Kehidupan yang damai di desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora ini, menjadikan Kecamatan Pekat memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. -Naniek I. Taufan

yang sama, melainkan bergantian dari satu desa ke desa lainnya. Pasar akan terpusat tiap hari di tempat-tempat atau desa yang mendapat giliran. Sebutan nama pasar pun disesuaikan dengan hari bukanya pasar tersebut misalnya, sebutan Pasar Senin, Pasar Selasa, Pasar Rabu, Pasar Kamis, Pasar Jumat, Pasar Sabtu, dan Pasar Minggu. “Hanya di hari Jumat tidak ada pasar yang buka secara khusus,” kata Syaefullah. Namun, pada perkembangan terakhir, menurut Saefullah, Pasar Minggu telah menjadi pasar induk yang buka tiap hari meskipun waktu ramainya tetap di hari Minggu sesuai jadwalnya. Hari pasar ini sudah terjadwal begitu saja dalam masyarakat sejak dulu. Ini dilakukan karena jarak satu desa dengan desa lainnya terbilang jauh, sekitar rata-rata enam kilometer, misalnya dari Desa Beringin Jaya ke Desa Nangakara. Demikian pula jarak yang sama dari Desa Sorinomo ke desa Nangakara. “Dengan dibukanya pasar bergilir ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan terhadap kebutuhan pokok masyarakat,”

Pasar tradisional di Kadindi Barat

kata Saefullah. Tiap hari warga masyarakat Pekat akan mendatangi pasar yang berbeda di desa yang berbeda pula. Pasar Senin ada di Desa Kadindi Barat. Di pasar ini selain menjual sembako juga telah berdiri beberapa kios sembako yang sewaktu-waktu buka. Pasar Selasa di Desa Kadindi, Pasar Rabu di Desa Beringin Jaya, Pasar Kamis di Desa Nangamiro. Pasar Jumat di Desa Kananga (Kabupaten Bima) yang merupakan perbatasan di wilayah Pekat antara Kabupaten Bima dan Dompu. Pasar Sabtu di Desa Nangakara dan Pasar Minggu di pusat Kecamatan Pekat yakni di Desa Pekat. Para pedagang yang berjualan ke pasar-pasar ini berasal dari Dompu, Bima, bahkan dari Lombok melewati pesisir utara Pulau Sumbawa yakni pelabuhan Calabai. Masyarakat pun sudah terbiasa berganti pasar tiap hari. - Naniek I. Taufan

Denpasar Festival Kembali Digelar Perhelatan akhir tahun di Kota Denpasar kembali digelar mulai 28 s.d. 31 Desember 2014. Denpasar Festival yang dikenal dengan sebutan Denfest kali ini mengambil tema “Dharma Cipta Mahabudaya” dengan mengedepankan dan menonjolkan dari sisi kreativitas (art), segala bentuk kepentingan pasar (mart), dan kecerdasan (smart). Pada pembukaan Denpasar Festival yang ketujuh nanti akan digelar pawai teatrikal dengan tajuk “Tapak Dara Maha Somya”. Dalam pembukaan juga akan ada pawai 1.000 topeng. Denfest kali ini juga menjadi salah satu wadah penguatan budaya dan ekonom Bali, khususnya di Kota Denpasar. Acara yang ada di kawasan Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Denpasar ini menyuguhkan berbagai jenis kuliner, baik yang tradisional atau lokal dan yang tengah digemari. Selain itu ditampilkan pula aneka hasil kerajinan, ragam tenun dan tekstil. -ard


Nine

20

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Guru Sukarela di Kaki Tambora

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Inovasi 100% Produk Lokal

D

Nila Wijiastuti

i sebuah sekolah yang jauh dan terpencil inilah, yang berada hanya 10 menit sebelum memasuki hutan Tambora yang lebat, 50 anak usia sekolah dasar menuntut ilmu dalam segala keterbatasan. Mereka adalah anak-anak yang berasal dari tiga kampung di sekitar perkebunan dan hutan Tambora, yakni dari Kampung Timur, Kampung Bali, dan Dusun Tambora. Sekolah ini memiliki enam kelas yang terbagi dalam kelas satu berisi 20 murid, kelas 2 (enam orang), kelas 3 (delapan orang), kelas 4 (sembilan orang), kelas 5 (tiga orang), dan kelas 6 (lima orang). Untuk bisa mencapai sekolah ini, perjalanan harus melewati perkebunan kopi yang sangat luas. 30 menit naik kendaraan dari Dusun Pancasila, dusun paling ujung yang menjadi pintu masuk ke kaki Gunung Tambora, barulah sampai ke sekolah ini. Perjalanan sejauh tiga puluh menit itu rasanya memang sebentar jika berkendaraan di jalan yang kondisinya baik. Namun, jalan menuju sekolah terpencil ini, harus dilewati dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jalan yang menanjak dan turun dalam

keadaan rusak dan seadanya. Terutama lagi di musim hujan, jalan ini sangat rawan untuk dilewati. Licin dan berlubang di sana sini. Melihat ada sebuah sekolah jauh di tengah perkebunan dan berbatasan dengan hutan lebat ini, tentulah membuat orang yang melihatnya, terutama mereka yang datang dari kota, akan kagum pada murid dan guru yang mau belajar mengajar di sekolah sangat terpencil ini. Apalagi ada salah seorang guru wanita di sekolah ini yang bernama Nila Wijiastuti, hanyalah seorang guru sukarela dengan gaji Rp 500 ribu yang diterimanya per tiga bulan sekali (selama tahun 2014). Wanita berusia 30 tahun ini begitu mencintai profesinya sebagai guru meski harus mengajar di sekolah terpencil seperti ini. Demi mengantarkan ilmu bagi anak-anak dusun di sekolah ini, Nila rela keluar masuk hutan dan kebun kopi tiap hari untuk mengabdi sebagai guru sukarela di sekolah ini. Bersama tiga guru sukarela lain, seorang kepala sekolah yang berstatus PNS dan seorang lainnya yang merupakan guru bantu dari program Indonesia Mengajar, Nila menjalani aktivitas mendidik anak-anak ini

Nila bersama suami dan puteri

Nila bersama guru dan murid SDN Tambora

dusun tersebut bisa mendapatkan pendidikan seperti halnya anakanak lain di kota-kota. “Kasihan anak-anak Tambora jika tidak ada guru yang mau mengajar mereka,” kata Nila tentang alasannya bertahan menjadi guru di sekolah terpencil ini. Menurut Nila yang rupanya juga alumni sekolah ini, tidak banyak guru yang mau mengajar di sekolah ini dengan kondisi sekolah yang kurang memadai seperti saat ini. Apalagi berada di tengah perkebunan kopi dan dalam hutan Tambora yang jaraknya sekitar 6-7 jam perjalanan dari Kota Dompu dan Bima. Ia tahu betul bahwa tidak banyak guru yang dipindah ke

Nila dalam ruangan kelas ketika mengajar anak-anak dusun di SDN Tambora

sekolah ini, mau datang mengajar dengan rajin, karena terbilang sangat jauh dari Bima. “Banyak guru dari Bima yang dimutasi ke sekolah ini, biasanya yang sampai cuma namanya saja, tidak pernah datang mengajar,” kata Nila mencoba memaklumi mengapa hal itu terjadi mengingat jarak tempuh yang memakan waktu sekitar tujuh jam perjalanan dari Bima, harus melewati Kabupaten Dompu terlebih dahulu untuk bisa sampai ke sekolah ini. Belum lagi bus umum dari Bima, Dompu menuju ke Tambora hanya satu kali dalam sehari. Menurut lulusan IKIP PGRI Jember ini, guru-guru yang dimutasi ke sekolah ini biasanya hanya datang di hari pertama saja, setelah itu tidak tampak mengajar lagi. Karena itulah ia menaruh perhatian terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak di sekolah ini. Nila yang mengajar semua bidang studi dan menjadi wali kelas 2 ini, berharap ada perhatian yang serius dari pemerintah terhadap sekolahnya. “Saya dan rekan-rekan guru di sini ingin sewaktu-waktu ada kunjungan dari inspektorat atau dari Dikpora yang sampai ke sekolah ini, jangan hanya sampai di kecamatan saja,” ujarnya. Dengan begitu pemerintah bisa melihat kondisi nyata terhadap keberadaan sekolah terpencil ini. -Naniek I. Taufan

Biasa Utang Bensin Beratnya medan jalan menuju sekolah ini, terutama di musim hujan, tidak membuat Nila menyerah. Hujan yang datang akan membuat jalan tanah berukuran kecil dan di bagian-bagian tertentu bisa dibilang setapak ini, menjadi sangat licin dan berbahaya bagi keselamatannya, tidak membuat semangatnya surut. Jika di musim kemarau ia biasa mengendarai sepeda motor sendiri maka di musim hujan, ia menumpang bersama adik laki-lakinya, Sugeng Purnomo (25), yang juga mengajar sebagai guru sukarela di sekolah ini sebagai wali kelas 4. Seperti halnya Nila, Sugeng yang merupakan alumni FKIP Universitas NW Mataram ini, juga menghabiskan waktunya untuk mengabdi di sekolah ini. Perjuangan kakak-beradik ini akan makin mengharukan ketika melakukan perjalanan pergi atau pulang sekolah

5

Saksikan Lomba Pakaian Kerja LPD

Suara riang anak-anak sekolah bermain saat jam istirahat di SDN Tambora di Desa Oibura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, tidak seramai dan seriuh sekolah-sekolah lain. Celoteh anak-anak dusun ini iramanya teratur diselingi suara binatang yang hidup di perkebunan kopi dan hutan di sekitar sekolah ini. dengan ikhlas. Delapan tahun terakhir Nila merelakan waktu dan tenaganya untuk mengabdi sebagai guru sukarela di sekolah nan jauh di ujung utara Pulau Sumbawa ini demi mendidik anak-anak bangsa ini. Dari tahun 2007 hingga 2010, Nila mengajar dengan sukarela di SMP 3 Tambora Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora Kabupaten Bima yang jaraknya sekitar 20 kilometer dari rumahnya di Dusun Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan Pekat Dompu. Sekolah ini berada di Kananga yakni perbatasan antara Dompu dan Bima bagian utara. Dengan honor hanya Rp 80.000 sebulan selama mengajar di SMP 3 Tambora juga honor senilai Rp 100.000 sebulan di tahun 2010-2013 yang diterima tiga bulan sekali saat mengajar di SDN Tambora, Nila menerima pengabdian ini sebagai bagian dari keinginannya melihat anak-anak

Inspirasi

di tengah guyuran hujan. Bagaimana tidak, sepanjang perjalanan dari rumah mereka di Dusun Pancasila menuju sekolah itu, tidak ada tempat berteduh selain pohon-pohon yang tentu saja ikut mencurahkan air jika hujan datang. Meski begitu, keduanya ikhlas menjalani demi anak-anak Tambora. Dengan honor yang tidak banyak, ibu satu anak ini mengaturnya

seirit mungkin. Ia biasa berutang bensin untuk sepeda motornya yang dipakai tiap hari pergi mengajar, di kios-kios di sekitar rumahnya. “Nanti kalau gajian, sebagian dipakai bayar utang bensin,” katanya tertawa. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Nila membantu suaminya juga dengan membuka usaha kopi Tambora.

Sugeng (paling kiri)

- Naniek I. Taufan

D

Endek dalam beragam gaya

enpasar Festival (Denfes) yang diselenggarakan tiap penghujung tahun demi merayakan akhir tahun dan menyambut matahari di tahun baru ini sudah sangat familiar di telinga masyarakat Kota Denpasar. Begitu juga kehadirannya di tahun ke-7 ini, masyarakat sudah ramai membicarakannya sembari berharap ada sesuatu yang baru. Pada Denfes kali ini Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar dan menggandeng Dekranasda Kota Denpasar kembali memberi warna dengan Semarak Festival Endek. Program tahun ini selain melanjutkan sosialisasi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan mengambil tema “Kreasi Kriya Bangsa 100 % Indonesia” juga menghadirkan inovasi baru dalam karya-karya yang akan dipamerkan. Kepala Disperindag Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Cintrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Usaha IGA Laxmy Saraswaty, S.S., mengatakan kegiatan ini adalah salah satu visi misi dari Pemerintah Kota Denpasar, terkait penggunaan produksi dalam negeri (DN) dengan memberikan kesempatan kepada pengrajin, pengusaha baik IKM maupun UKM binaan Disperindag dan Dekranasda Kota Denpasar, untuk mempromosikan produk lokal Kota Denpasar. Sementara Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ida Ayu Selly D. Mantra mengatakan peningkatan inovasi produk lokal melalui tema “ I Love Denpasar The Colours of Wastra” ini memiliki tujuan mulia yakni, langkah berkelanjutan untuk pelestarian kain endek plus pengembangannya, penggunaan kain endek sebagai ready to wear di seluruh lapisan masyarakat.

Dikatakannya, pada pameran yang dilaksanakan mulai hari ini, 28 Desember dan berakhir di pengujung tahun, 31 Desember 2014 ini, bakal digelar beberapa kegiatan pelestarian dan pengembangan. Seperti di kawasan Jalan Veteran Denpasar, digelar pameran beragam tekstil, seperti endek, songket dan bordir. “Di sini sekitar 90 pengrajin binaan Dekranasda Kota Denpasar, akan menempati stan dan memajang koleksi-koleksi terbaik mereka. Jangan siasiakan kesempatan ini,” ujar istri Wali Kota Denpasar ini promotif. Menariknya lagi, Dekranasda Kota Denpasar juga akan menampilkan stan khusus, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Selly D Mantra bersama pemenanglomba busana kerja untuk rumah sakit tahun lalu. berupa display pengem­bangan aneka produk dari endek. “Ini untuk lebih lagi Catur Muka Denpasar. “Yang membuat saya terobosan inovasi dengan menggelar pemilimembuka inovasi pengrajin kalau endek senang, pesertanya cukup banyak, apalagi han Duta Endek ini juga bangga, sebab anaksangat istimewa untuk dijadikan berbagai kalau ada yang menghadirkan anggotanya anak muda di Kota Denpasar, khususnya aksesori dan item fashion lainnya,” kata Selly lebih dari sepasang,” lanjut Selly D. Mantra mereka yang tercatat sebagai Duta Endek Mantra antusias. Selain itu, katanya semakin tersenyum. dengan tag line “ Endek Kita Punya, Kita banyak pilihan bagi pengunjung yang mau Ketika ditanya kenapa harus lomba Pakai dan Kita Bangga” sudah sadar tentang mencari sandal, tas dan berbagai keperluan busana dan berbagai kegiatan yang berbau apa yang harus dilakukan terhadap produk lainnya yang berbahan endek. fashion sangat getol dilakukannya, menu- unggulan yang satu ini. rutnya, dunia fashion adalah bagian yang Sama seperti peran Dekranasda Kota FASHION SHOW tak pernah lepas dari keseharian seseorang. Denpasar untuk membantu pemerintah BUSANA KERJA LPD Busana atau pakaian bukanlah sekadar penu- dalam melindungi, menggali, dan melesMasih di acara Denpasar Festival 2014, tup tubuh. Seperti endek misalnya, di sini ada tarikannya. pada Senin (29/12), akan ada penampi- nilai-nilai yang ingin disampaikan. Apakah Meski demikian, dikatakannya pemerlan yang berbeda, yaitu “Lomba Seragam itu menjadi alat komunikasi untuk menyam- intah Kota Denpasar juga sudah melakukan Endek Karyawan-Karyawati LPD se-Kota paikan indentitas pribadi, perusahaan atau dalam bentuk yang berbeda, yakni dilakDenpasar” yang dilaksanakan sejak pukul dalam arti yang lebih luas menghadirkan sanakannya lomba desain motif endek, yang 17.00 Wita, bertempat di Panggung Utama keindahan atau cerminan budaya. Ini juga pengumumannya juga akan dilakukan pada menjadi salah satu upaya menyelamatkan Senin, 29 Desember, bersamaan dengan warisan budaya. pemenang lomba busana kerjanya. “Selain Budaya berpakaian masyarakat, lanjut- lomba, di panggung utama juga bakal hadir nya juga mencirikan bermacam ekspresi sep- fashion show persembahan karya para Duta erti ekspresi tradisionalitas, multikultural, Endek Kota Denpasar dan Asbest Kota diferesiasi sosial, stratifikasi sosial, gaya Denpasar,”cetusnya. hidup, bentuk representasi solidaritas atau Selanjutnya, Selly D. Mantra juga sempat kekeluargaan termasuk peradaban zaman. mengingatkan, meski selama ini lokasi pamKeragaman representasinya akan terlihat eran Denfes lebih banyak yang dekat dengan dalam lomba busana kerja antar LPD se-Kota Patur Catung Muka, namun jangan lupa untuk Denpasar yang berlangsung Senin (29/12). sedikit berbelok di Kawasan Depan Museum Peserta yang akan unjuk kebolehan adalah Bali. Di sana juga tak kalah banyak tersedia LPD Desa Pakraman Kesiman, LPD Ang- pilihan bagi penggemar fashion maupun akgabaya, LPD Penatih Puri, LPD Peguyangan, sesori dan juga kuliner yang mencerminkan LPD Bekul, LPD Laplap, LPD Poh Manis, LPD kreasi karya bangsa 100% Indonesia. Seperti, Oongan, LPD Denpasar, LPD Padangsambian, spa, aksesoris, produk kreatif, sandal (home LPD Sumerta, LPD Tambawu, LPD Jenah. made) hingga bank sampah dengan produk LPD Kedua, LPD Tonja, LPD Peninjaoan, LPD daur ulangnya. Begitu juga untuk pastry dan Intaran, LPD Panjer, LPD Poh Gading, LPD bakery yang bakal menyuguhkan mulai dari Kepaon, LPD Sesetan , LPD Sidakarya, LPD pie susu, minuman sehat, roti, aneka keripik, Pemogan, LPD Ubung, LPD Cengkilung, LPD hingga nasi bebek. Sedangkan pasar tradisTanjung Bungkak, LPD Penatih, LPD Perau- ionalnya pun tak mau kalah dengan kerajinan pan, LPD Pedungan dan LPD Pagan. pande besi seperti pisau, dupa, hingga kerajiNamun bicara endek saat ini, Selly D. nan rudraksha yang kini tengah digemari para Salah satu stan pengrajin binaan Dekranasda Kota Denpasar Mantra yang pada tahun 2012 melakukan perempuan. - ard


Women on Top

6

dr. Luh Supadmi, M.M.

Bagi Habis Pekerjaan

Sesibuk-sibuknya seorang wanita yang sudah berkeluarga, pasti akan meluang waktu untuk mengurus rumah tangganya. Hal ini membuat wanita memiliki peran ganda karena di satu sisi ia menjadi wanita karier dan di sisi lain, ia menjadi pendamping suami dan anak. Agar semua seimbang, perlu pengaturan waktu yang tepat. Ini merupakan kiat sederhana dr. Luh Supadmi, M.M., Kepala Puskesmas I Denpasar Barat.

“S

aya biasa bangun pagi untuk menyiapkan semua keperluan keluarga. Kalau ada agenda pagi di kantor, bangunnya juga lebih pagi. Setelah beres di rumah, di kantor bisa konsentrasi untuk mengurus pekerjaan kantor,” ujar istri dr. I Made Suyasa Jaya, Sp.OG(K). ini.

Di Puskesmas yang berlokasi di Jalan Gunung Rinjani, Desa Tegal Kertha, Denpasar Barat ini, Su­ padmi memimpin 49 orang. Mayo­ ritas merupakan tenaga medis dan para medis. Namun, bukan berarti semua pekerjaan hanya dilakukan tim medis ini. “Kalau ada kegiatan, kami bekerja sebagai satu tim. Daftar kegiatan sudah terpasang

untuk memudahkan apa yang di­ lakukan dan siapa yang melakukan,” paparnya. Ia menambahkan sesuai dengan tugas utama Puskesmas untuk melakukan kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, pihaknya membuat agenda kerja yang terjadwal. Kini di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), promo­ tif dan preventif mendapat per­ hatian maksimal. Upaya promotif dilakukan dengan melakukan penyuluhan kesehatan ke wilayah binaan Puskesmas I Denpasar Barat yang terdiri dari Desa Tegal Harum, Desa Tegal Kerta, Desa Padangsam­ bian Kaja, Kelurahan Padangsam­ bian, dan Kelurahan Pemecutan. “Kami mengusung konsep lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itulah penyuluhan yang dilaku­ kan tim kami benarbenar harus dimaksimal­ kan. Kalau masyarakat sudah paham tentu angka kunjungan ke Puskesmas bisa ditekan. Kalau angka kunjungan ke Puskesmas tinggi berarti banyak warga yang sakit,” ungkap wanita asal Tejakula, Buleleng ini. Untuk kegiatan preventif, pihaknya melakukan imu­ nisasi. Salah satunya dengan mendukung Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Ada 23 sekolah yang berada di wilayah Puskesmas I Denpasar Barat.

29 DEsember 2014 - 4 Januari 2015 Kegiatan ini juga sudah diagendakan agar sasaran yang dicapai jelas dan hasil yang diperoleh juga maksi­ mal. “Kini saya sedang menyusun survey kepuasan masyarakat karena masyarakatlah yang akan menilai kinerja kami selain dari pimpinan,” ujarnya. Ibu satu putri dr. Putu Daivi Prakriti, S.Ked. dan nenek dua cucu Putu Vidya Maharani Putri Prama­ rtha dan Made Avana Devi Putri Pramartha ini memiliki kiat agar semua pekerjaan di kantor bisa terselesaikan. Ia membagi habis se­ mua pekerjaan dengan timnya agar semua mendapat bagian dan cepat selesai. Semua ilmu manajemen ini

–Ngurah Budi

Ni Komang Sri Utami

Dukungan Kepercayaan Dunia otomotif identik dengan dunia kaum pria. Namun, bukan berarti wanita tak bisa masuk dan eksis di dunia otomotif. Salah seorang wa­nita yang sudah merasakan suka duka di dunia ini adalah Ni Komang Sri Utami, Manajer V-Kool Kuta

S

ri mengawali kariernya di bidang akun­ tansi. Ia mera­ sa pekerjaan harus sesuai dengan jurusan. “Lulus dari jurusan Akuntansi Poltek Negeri Bali, saya bekerja sebagai akunting di Pratama Line Logistik, sebuah perusahaan kargo. Tahun 2004, saya masuk ke Astra World. Dari sini­ lah saya mulai mencintai dunia otomotif,” kenang wanita kelahiran 13 Sep­ tember 1979 ini. Sambil bekerja, Sri melanjutkan kuliahnya di STIE Triatma Mulya hingga meraih gelar sar­ jana akuntansi. Posisinya

di Astra World mulai dari Cus­ tomer Service hingga menjadi Alliances Relationship Manager Astra World Denpasar, Bali. Tahun 2014, Sri memulai karier baru yang tak jauh dari dunia otomotif. Ia menjadi Manajer V-Kool Kuta Outlet. V-Kool meru­ pakan produk kaca film berkualitas tinggi yang banyak di pakai di mobil. “Sejak masuk Astra World saya senang ber­ gaul dengan customer. Banyak hal yang bisa saya dapat. Customer tidak hanya dilayani saat pembelian mobil, tetapi mulai dari sebe­ lum pembelian hingga service setelah kepemi­ likan mobil juga diberi­ kan. Saya cocok den­ gan dunia ini. Ini juga yang membuat saya memilih V-Kool karena tetap bisa berinteraksi dengan customer dan dunia otomotif,” ujar istri IB Ketut Putra Krisnawan ini. Salah satu bukti kedekatan Sri dengan

ia peroleh setelah menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Terbuka. Di rumah, dr. Supadmi melakukan hal yang sama. Ia me­ ngatur waktunya untuk mengurus rumah tangga. Bermain dengan cucu merupakan hiburan bagi­ nya. “Kalau ada asisten rumah tangga, saya memberikan arahan, apa yang harus dilakukan. Kalau tidak ada, saya kerjakan sendiri. Mengurus rumah sudah menjadi kewajiban,” ujar wanita yang hobi membaca dan jalan-jalan ini. Dalam mendidik anak, Su­ padmi memberikan saran. Ayah dan ibu harus “satu bahasa” dalam memberikan pendidikan. Jangan sampai “beda bahasa” karena kalau terjadi perbedaan, anak akan cenderung untuk memilih yang termudah dan membelanya. Selain itu, utamakan kualitas dalam melakukan kegiatan keluarga. Semua ini sudah dilakukan Supadmi sehingga ia bisa mendidik putri semata wayangnya. “Saya kadang dianggap otoriter oleh anak. Tetapi, sekarang dia sudah menyadari, apa yang saya terapkan itu bukan otoriter tetapi kedisiplinan. Orangtua harus menjadi panutan bagi anak,” tegasnya. Setelah semua pekerjaan rumah tangga beres, barulah ia beristirahat. Sebagai dokter, Supadmi paham tubuh dan otak memer­ lukan waktu untuk istirahat. Namun, sebelum tidur, ia menyiapkan dulu apa yang akan dik­ erjakan keesokan harinya di kantor maupun di rumah.

customer ketika diadakan event “V-Kool Customer Day” di Sunset Auto Detailing, 25-28 Desem­ ber 2014. V-Kool memberikan pengecekan gratis bagi customer V-Kool, ditambah cuci mobil gratis di Sunset Auto Car Wash, voucher di Bangi Kopitiam serta souvenir menarik. Ada juga penawaran khusus dan hadiah istimewa bagi yang ingin membeli kaca film V-Kool. “Kami selalu ingin dekat dengan customer dan memberi­ kan yang terbaik untuk mereka,” tegasnya. Suka-duka pun dialami Sri. Su­ kanya, ia melihat dunia sales tidak sekadar menjual tetapi juga me­

layani. Pelayanan kepada customer ini yang mem­ buatnya banyak memiliki relasi dan teman. Di sisi lain, Sri juga banyak menggarap event bersama timnya. Kesuksesan meng­ garap event ini juga menjadi tolok ukur kesuksesan. Apalagi jika event mulai dirancang sejak awal hingga berakhir sukses. Dukanya, dunia otomotif merupakan dunia pria. “Saya harus memposisikan di dunia pria. Un­ tungnya suami banyak memberi dukungan. Terutama dukungan kepercayaan. Suami saya bekerja di hotel dan sangat memahami pekerjaan saya yang kadang harus pulang malam. Modal kepercayaan inilah yang membuat saya man­ tap berada di dunia otomotif,” tegasnya. Tak hanya suami, dua anaknya, IB PutuYudha Pranata dan IB Made Adhi Syandana pun sangat mengerti kesibukan Sri. “Kalau ada waktu luang, kami melakukan berbagai aktivitas. Anak-anak suka renang, jadi saya ikut menemani mereka renang. Yang penting adalah kualitas dari aktivitas itu,” imbuh Sri. –Ngurah Budi

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

Sudut Pandang

19

Rekor Delapan Wanita Jadi Menteri

T

ahun 2014 sudah berlalu. Beragam aktivitas dan peristiwa terjadi. Tablod Tokoh mencoba untuk merangkum beberapa momen yang melibat­kan kaum wanita. Hal paling menonjol adalah bidang ­politik karena tahun 2014 ada perhelatan pemilu legislatif dan pemilihan presiden

JANUARI

Irwani, Baiq Ika Febrianti, Hj. Baiq Mirdiati, dan Dian Rahmawati.

24. Pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2014 – 2018.

FEBRUARI 14. Pelantikan, Hj. Syamsiah M. Amin menggantikan Hj. Elok Martha Eveni Badrul Munir, sebagai Ketua Umum BKOW Provinsi Nusa Tenggara Barat masa bakti 2013-2018. 20. Pelantikan Pengurus DPD Ikatan Wanita Pen­ gusaha Perempuan Indonesia (IWAPI) NTB, periode 2013-2018.

APRIL 9. Pemilu untuk pemilihan anggota legislatif yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Secara nasional, pemilu dimenangkan PDIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan perolehan kursi Parpol dan anggota DPR RI. Dari 560 anggota DPR terpilih, ter­ jadi penurunan jumlah wanita anggota DPR terpilih dibanding periode sebelumnya. Jumlah calon legislatif wanita yang terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019 sebanyak 97 orang , sedang periode 20092014 jumlahnya 103 orang. 26. Tri Rismaharini beserta lima tokoh emansipasi wanita mendapat penghargaan dari Semen Indonesia dalam puncak perayaan Hari Kartini tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Semen Indonesia di Grand City Convex Surabaya. Kelima lainnya adalah Yuliati Umrah, Yusti Probowati, Ratna Indah Kurniawati, Mariyani Zae­ nal, Esthi Susanti Hudiono. Penghargaan ini merupakan apresiasi perjuangan para Kartini masa kini yang menjadi inspirasi bagi wanita Indonesia lainnya.

JULI 9. Pemilu untuk pemi­ lihan presiden dan wakil presiden. Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil memenangkan pilpres. 14. Dr. Putu Dyatmika­ wati, S.H., M.Hum dilantik sebagai Rektor Universitas Dwijendra Denpasar. Ia adalah rektor wanita per­ tama di universitas yang berada di bawah naungan Yayasan Dwijendra ini.

AGUSTUS 4. Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Badung periode 2014-2019 dilantik. Data LSM Bali Sruti men­ catat, dari 40 anggota DPRD yang dilantik, hanya ada satu wanita, Luh Gede Mediastuti. 5. Pelantikan 40 anggota DPRD Kabupaten Tabanan periode 2014-2019. Dari 40 orang, ada tiga wanita, Ni Nengah Sri Labantari, Ni Made Meliani, dan Ni Ketut Candrawati. Di DPRD Lombok Timur, dari 50 anggota yang dilantik, 2 di antaranya wanita, yaitu, Marianah dan Baiq Nurhasanah. 7. Sebanyak 40 anggota DPRD Kota Mataram dilantik, empat di antaranya wanita yaitu, HJ. Kartini

11. Pelantikan 30 anggota DPRD Kabupaten Bangli. Ada dua orang wanita, Nengah Madyayani dan Putu Sri Agustini. Di Lombok Barat, 45 anggota DPRD juga dilantik. Tujuh diantaranya wanita, Hj. Sumiatun, Hj. Muslihan, Hj. Nurhidayah, S.E., Hj. Rapiah Musa, S.Ag., Tunik Haryani, Fuadduzakiyah, dan Nurul Adha. 12. Dua anggota wanita dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dra. Wayan Sri Pradianti dan Galuh Nurdiyah. Mereka dilantik bersama 28 anggota DPRD KLU lainnya. 13. Pelantikan 30 anggota DPRD kabupaten Jem­ brana. Ada empat wanita, Siti Ulfa, Made Sri Sutharmi, Made Artini, dan Ni Putu Lilyana. 14. Tiga puluh anggota DPRD Kabupaten Klungkung dilantik dan ada dua wanita, Ida Ayu Made Gayatri dan Luh Komang Ningrum. 15. Sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Karan­ gasem dilantik. Ada tiga wanita yang duduk sebagai wakil rakyat, IGA Mas Sumantri, Ida Ayu Setejawati, dan Putu Sriani. Di Buleleng, dari 45 anggota DPRD yang dilantik, ada tiga wanita, Kadek Turkini, Ni Luh Sri Seniwi, dan Luh Hesti Ranita Sari.

Kapten (CAJ) Ni Ketut Purniawati pimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di Klungkung

17. Upacara Peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Klungkung sangat istimewa karena untuk pertama kalinya seorang wanita menjadi komandan upcara. Ia adalah Danramil Banjarangkan Kapten (CAJ) Ni Ketut Purniawati

Alumni Udayana” bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Udayana ke-52 29. Sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Bima dilantik, empat di antaranya wanita. Mereka adalah Hj. Rustinah, Indah Damayanti Puteri, Ramlah H. A. Wahab, dan Murni Suciyanti. Di DPRD Dompu, 30 ang­ gota DPRD Dompu dilantik. Tiga diantaranya wanita, Nadirah, S.E., Nadiran, dan Dina Imayani. Dari event olahraga, Maria Natalia Londa, atlet lompat jangkit dari Bali meraih medali emas di Asian Games Incheon, Ko­ rea Selatan. Maria mencatat loncatan sejauh 6,55 m

OKTOBER 1.Pelantikan dua wanita anggota DPD RI Dapil NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi dan Hj. Robiatul Adawiyah. 19. Dua atlet paralympic Bali berhasil meraih medali di ajang Paragames Incheon, Korea Selatan. Ni Nengah Widiasih, meraih medali perak cabang angkat berat. Atlet paralympic asal Karangasem ini turun di kelas 41 kg dengan angkatan 93 kg. Sementara itu, Ni Nengah Widiasih, yang berasal dari Klungkung meraih medali perunggu di kelas 79 kg dengan angkatan 90 kg 24. Indonesia kehilangan satu perempuan hebat, Gayatri Wailissa, Duta ASEAN untuk Indonesia di bi­ dang anak. Gadis 16 tahun yang dikenal sebagai seorang poliglot (orang yang mampu menguasai banyak bahasa) yang menguasai 14 bahasa asing ini, meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, karena pendarahan otak. Catatan prestasi Gayatri antara lain Duta anak tingkat ASEAN mewakili Indonesia, meraih medali perunggu Science Astronomi 2012, penerima anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2013 dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan anugerah Kick Andy Young Hero 2013. 27. Presiden Joko Widodo melantik delapan wanita menjadi menteri dalam Kabinet Kerja, Jokowi-JK. Mer­ eka adalah Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), Prof.dr.Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M (Menteri Kesehatan), Rini Mariani Soe­ marno (Menteri BUMN), Retno Lestari Priansari Mar­ sudi (Menteri Luar Negeri), Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Yohana Susana Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Ini merupakan rekor jumlah wanita terbanyak sebagai menteri dalam kabinet di Indonesia

19. Pelantikan 45 anggota DPRD Kota Den­ pasar. Hanya satu orang wanita, Putu Metta Dewinta Wandy.

SEPTEMBER 1. Pelantikan anggota DPRD Bali periode 20142019. Dari 55 yang dilantik sebagai wakil rakyat ini, ada 4 wanita, Utami Dwi Suryadi, Made Sumiati, Kadek Darmini, dan Ni Putu Yuli Artini. Di DPRD NTB juga dilantik 65 anggota DPRD. Enam di antaranya wanita, yakni; Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H., Hj. Wartiah, M.Pd., Hj. Rahmah HM., Hj. Nurlaela Chairunnisa, S.E., Hj. Suryahartin SP.,M.A.P, dan Misfalah. 24. Pelantikan 25 orang anggota DPRD Kota Bima, tiga di antaranya wanita yaitu, Selfi Novia Rahmayani, Hj. Anggraini, dan Mutmainah. 27. Peluncuran buku “52 Jejak Inspiratif Perempuan

Pelantikan kabinet Kerja

DESEMBER 15. Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., terpilih kembali sebagai Ketum Umum BKOW Bali periode 2014-2019 –Tim Tokoh

Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.


Kreasi

18

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

D

i Amerika, Eropa, Asia (Jepang) dan Australia, gong kebyar telah ditabuh oleh masyarakat setempat. Sedangkan di Bali gong kebyar tak hanya dikecimpungi oleh kaum pria dewasa namun juga digauli oleh kaum wanita. Kini anak-anak pun telah unjuk kepiawaian ngebyar. Akhir Oktober lalu di Eks. Pelabuhan Buleleng, sembilan grup gong kebyar anak-anak duta sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng mempertontonkan kebolehannya. Utsawa Merdangga Gong Kebyar Anak-anak Kabupaten Buleleng Tahun 2014 yang mengangkat tema Wisaya Guna Bayuning Wwang (Keinginan dan tekad yang tulus akan menghasilkan karya yang bermanfaat untuk dunia), direspons antusias masyarakat setempat. Penonton tua dan muda hadir dengan rona apresiatif menyimak penampilan secara mabarung (pentas bersama secara berhadap-hadapan). Mabarung gong kebyar adalah tradisi berkesenian masyarakat Bali Utara. Pentas secara mabarung ini sudah menunjukkan gairahnya sejak tahun 1930-an di desa-desa Dangin Enjung (Buleleng Timur) dan Dauh Enjung (Buleleng Barat). Deru mabarung gong kebyar dinikmati masyarakat Buleleng dengan fanatisme nan membumbung. Gelora kompetitif makin sengit jika digelar pentas mabarung antar sekaa gong kebyar Dauh Enjung versus grup gong kebyar Dangin Enjung. Untuk mengungguli lawannya, konon sampaisampai ada upaya melibatkan ilmu hitam. Dapat dibayangkan, betapa emosionalnya masyarakat Buleleng tempo dulu mencintai gong kebyar. Kini, terindikasi kecendrungan rasa cinta masyarakat Buleleng pada gong kebyar telah tergerus. Gamelan mapacek pada instrument ugal, pemade dan kantilan sudah tak dikawal dengan setia lagi. Tidak sedikit komunitas sekaa gong kebyar di Bali Utara memakai cara gantung pada ketiga instrument gong kebyar itu seperti yang berlaku di Bali Selatan. Akibat dari berubah dari gamelan mapacek menjadi digantung menyebabkan bergesernya konsep musikal, terutama menyangkut aspek tehnik permainan lugas, tegas, trengginas yang menjadi ciri khas gong kebyar bulelengan. Bahkan secara psikoestetik, orientasi berkesenian gong kebyar masyarakat atau seniman Buleleng masa kini mulai berkiblat ke Bali Selatan. Tentu saja sikap inferior ini mengikis jati diri gong kebyar Bali Utara yang telah dirintis sejak seratus tahun.

PERAYAAN SEABAD GONG KEBYAR Alkisah, pada tahun 1915 gong kebyar dilahirkan di Bali Utara. Pada awal-awal perkembangan, konsep-konsep estetik kesenian ini merupakan ekspresi kultural masyarakat Buleleng. Identitas gong kebyar yang dinamis, sarat hentakan, gesit dan spontan inilah yang mewabah ke seluruh Bali. Karakteristik musikal gong kebyar itu bahkan mempengaruhi prinsip-prinsip keindahan ansambel gamelan Bali yang lainnya, baik barungan gamelan yang lebih tua usianya seperti gender wayang hingga gamelan yang lebih muda seperti gamelan joged bumbung. Begitu kuatnya arus gong kebyar yang menggelinding dari Bali Utara, sempat melibas keberadaan gamelan khas Bali Selatan. Sekitar tahun 1950-1960 tidak sedikit gamelan semar pagulingan, palegongan, panyalonarangan misalnya, dilebur menjadi gamelan gong kebyar. Kemunculan dan keberadaan gong kebyar bukan hanya menguncang jagat karawitan Bali, namun juga menjadi tonggak munculnya genre seni pertunjukan yang kini disebut seni kebyar atau golongan tari yang diiringi dan mengggunakan prisip estetik gong kebyar. Berawal dari menguaknya di Desa Jagaraga tari Kebyar Legong buah karya I Wayan Paraupan yang lebih dikenal dengan nama Pan Wandres. Tari ciptaan tahun 1920-an ini berdurasi sekitar 1 jam yang oleh murid Wayan Paraupan, I Gde Manik, pada tahun 1950 dipadatkan menjadi hanya sekitar 12 menit. Oleh Presiden Bung Karno yang beberapa kali menyaksikan tarian yang energik ini diberi nama Tarunajaya, generasi muda yang digjaya. Di tengah keterpesonaan penonton dengan Kebyar Legong dan Tarunajaya, pada tahun 1925 penari I Mario asal Tabanan melahirkan sebuah tari yang disebut Kebyar Terompong atau Kebyar Duduk yang distimulasi oleh karateristik musikal gong kebyar. Setelah kemerdekaan RI, kemunculan taritarian lepas yang me-

makai iringan gong kebyar mendominasi eksistensi seni kebyar hingga sekarang. Namun, kontribusi yang sangat signifikan gong kebyar pada jagat seni pertunjukan Bali, anehnya, tampak cenderung menggerus semangat hidup gong kebyar di tanah kelahirannya, Buleleng. Sei­ ring dengan perkembangan sosiokultural masyarakat Bali setengah abad terahir ini, binar seni budaya di Bali Selatan justru menyilaukan gong kebyar di Bali Utara. Terbukti pada perhelatan festival gong kebyar se-Bali di arena Pesta Kesenian Bali (PKB), utusan gong kebyar Kabupaten Buleleng belum mampu mengimbangi reputasi yang direngkuh Gianyar, Badung, dan Denpasar. Utsawa Merdangga Gong Kebyar Anak-anak Buleleng 2014 adalah momentum yang strategis bagi masyarakat Bali Utara untuk mengembalikan kejayaan gong

Life

Story

Cinta Satu Malam

Mabarung Gong Kebyar Merubung Buleleng Masyarakat Bali memiliki lebih dari 20 jenis ansambel gamelan. Salah satu dari sekian barungan gamelan itu, gong kebyar paling digjaya. Sejak muncul pada tahun 1915, gamelan yang dimiliki oleh hampir setiap desa atau banjar ini menunjukkan eksistensi yang semakin tegar di tengah masyarakat Bali masa kini. Bahkan ekspansi gong kebyar bukan hanya di Bali saja namun meluas ke penjuru Nu­ santara bahkan hingga ke mancanegara.

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

kebyarnya. Perayaan seabad gong kebyar yang telah mengawal budaya Bali ini, sudah sepatutnya dijadikan tonggak menggelorakan gong kebyar yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng. “Tujuan perhelatan ini adalah memotivasi generasi muda untuk mencintai gong kebyar sebagai warisan budaya luhur,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng Drs. I Ketut Warkadea, M.Si. dan Kasi Kesenian Drs. I Wayan Sujana menguraikan, pewarisan warisan luhur itu diimplementasikan dengan mengembalikan ciri khas gong kebyar style Buleleng. “Masing-masing duta kecamatan harus memakai gamelan mapacek dan diwajibkan menampilkan tari Tarunajaya Kembar,” ujar Sujana yang juga dikenal sebagai penari topeng ini. Sembilan grup gong kebyar anak-anak Buleleng itu hadir dengan gamelan mapacek. Masingmasing juga menyajikan tari Tarunajaya Kembar. Cuaca panas yang merubung kota Singaraja tak dihiraukan penonton yang penuh sesak mengurung pangg-

gung pementasan. Tabuh kreasi yang disuguhkan dengan sarat gaya khas anak-anak mengundang decak penonton. Tari Tarunajaya dan sebuah tari pilihan yang disuguhkan masing-masing sekaa, disimak penonton dengan tekun. Tampak sebagian besar sekaa gong kebyar anak-anak Buleleng itu menunjukkan keterampilan menabuh yang cakap. Penggunaan gamelan mapacek mengangkat kegesitan mereka menyajikan bagian-bagian tabuh yang bertempo cepat. Hanya agak disayangkan para penari yang ditampilkan, termasuk tari Tarunajaya, baru duta Kecamatan Grogak dan Buleleng hadir cukup apik, sedangkan yang lainnya belum menunjukkan gregetnya. Pengamatan tiga juri dari ISI Denpasar dengan landasan kriteria yang telah disepakati, menetapkan pemenangnya sebagai berikut: Juara I Kecamatan Busungbiu, Juara II Kecamatan Seririt, Juara III Kecamatan Buleleng, dan Juara IV Kecamatan Sukasada. Juara I akan diutus mewakili Kabupaten Buleleng pada Parade Gong Kebyar Anak-anak Se-Bali di arena PKB 2015 nanti. -Kadek Suartaya

Menenteng tas kerja berwarna ungu, Purwati (43), bukan nama se­ benarnya, turun dari mobil menuju ruang kerjanya. Ia duduk lalu mulai bekerja. Begitulah, aktivitas keseharian perempuan berdarah campuran, Lombok dan Jawa ini. Di usia yang sudah kepala empat, Purwati seharus­ nya telah memiliki anak-anak sebagai penghibur hatinya di kala susah mau­ pun senang. Namun, nasib berkata lain. Purwati malah kini hidup sendiri setelah perkawinannya gagal hanya dalam satu malam.

D

i masa SMU dan kuliah, sesungguhnya Purwati adalah gadis yang menarik. Di samping penampilannya cukup menarik, ia juga cerdas dan gaul. Ia bukan gadis yang “nakal” melainkan cenderung biasa-biasa saja. Banyak laki-laki tertarik padanya, namun pembawannya yang cuek kerapkali tidak mengindahkan rasa suka lawan jenisnya. Dari banyak laki-laki yang menaksir dirinya, bahkan ada seorang perwira tentara yang benar-benar menaruh hati padanya. Keseriusan laki-laki ini diperlihatkan dengan rajin datang menemui orangtua Purwati dan menyampaikan secara terbuka keinginannya untuk meminang Purwati. “Sebenarnya Purwati juga suka pada perrwira itu, tapi ya begitu… sikap Purwati agak cuek,” ungkap Irma, sahabat Purwati yang menceritakan kisah ini. Irma adalah kawan Purwati saat mereka kuliah di salah satu universitas di Pulau Jawa. Meski dicuekin, laki-laki ini tetap berharap Purwati mau membuka hati dan menerimanya. Beberapa waktu kemudian, Purwati memang kelihatan mulai membuka hatinya, namun ia kerap terganggu dengan keinginan sang perwira untuk segera menikah sementara Purwati masih ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu. “Purwati memang bimbang saat itu, jadi dia terkesan mau .. tidak mau…,” kata Irma. Sesekali Purwati memang mau diajak keluar bersama untuk sekadar makan malam atau jalan-jalan ke mall. Menurut Irma, sang perwira itu sangat baik dan begitu mencintai Purwati. Ini yang tampaknya membuat Purwati luluh tetapi sikap tidak bisa menerima keinginan perwira ini untuk kawin itulah yang kemudian sempat merusak hubungan mereka. Hubungan yang berjalan cenderung bertepuk sebelah tangan itu, pun akhirnya bubar dengan sendirinya beberapa ta-

hun kemudian. “Perwira itu lalu kawin dengan orang lain,” kata Irma. Meski begitu, laki-laki ini masih kerap menanyakan kabar Purwati yang sudah dianggapnya sebagai adik. Mereka menjalin hubungan baik seperti saudara. Ketika perwira ini kawin, Irma menduga Purwati patah hati. Sebagai sahabat, Irma sendiri mengaku sulit menebak isi hati Purwati yang sesungguhnya pribadinya tertutup, terutama soal ini. Namun, ketika kekasihnya itu kawin akibat terlalu dicueki Purwati, Purwati pun seperti terlihat limbung. Ia makin tertutup tetapi seperti menyembunyikan hal itu. Purwati tampak berusaha memperlihatkan keceriaannya seperti biasa. Sebagai sahabat, Irma dapat menangkap kecemasan Purwati sekali pun ia tidak dapat membuat Purwati curhat padanya tentang apa yang dirasakannya saat itu. BERTEMU DUDA BERANAK TIGA Sejak saat itu Purwati tidak lagi mau membicarakan laki-laki itu. Ia asyik dengan kawankawannya. Setelah lulus kuliah, Purwati lalu bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Sebagai anak bungsu dalam keluarganya, tidak butuh waktu lama bagi Purwati untuk dapat membeli sebuah rumah kecil untuk ia tinggal. Kehidupan Purwati berjalan dengan baik. Saat usia Purwati 38 tahun, ia bertemu dengan duda beranak tiga yang jatuh hati padanya. Seperti halnya dengan perwira itu, Purwati seperti orang yang tidak menyukai hubunganhubungan seperti ini, cuek dan cenderung kurang merespons. “Mungkin karena mengingat usia dan melihat kami sahabat-sahabatnya telah menikah dan punya anak, Purwati kemudian terlihat

mau didekati laki-laki kedua itu,” kata Irma yang saat itu telah

memiliki tiga orang anak. Setahu Irma yang sudah bersahabat dengan Purwati sejak semester satu di kampus mereka, Purwati baru mengenal pacaran dengan dua orang tersebut. tetapi, lagi-lagi kali ini Purwati tidak pernah membicarakan hal ini dengan Irma secara detil. Ia masih saja tertutup seperti dulu. Ia hanya cerita sedikit saja bahwa ia dekat dengan laki-laki kedua ini. Hingga akhirnya, suatu ketika ia mengatakan pada Irma bahwa ia akan kawin dengan

laki-laki kedua ini. “Betapa saya dan kawan-kawan dekatnya yang lain, bahagia mendengar kabar itu,” ujar Irma. Bahu membahu sahabat-sahabatnya menyambut dan ikut membantu mempersiapkan hari bahagia Purwati. Perkawinan yang mereka nanti-nantikan yang akan membawa kebahagiaan untuk sahabatnya itu. Ijab kabul dilakukan pagi hari di rumah orangtua Purwati di Mataram, di tahun 2009. Dilanjutkan resepsi di malam hari di sebuah gedung yang mewah. Seluruh biaya pernikahan dan mahar yang tidak

bisa dibilang sedikit, diberikan oleh sang calon suami. Purwati terlihat bahagia dan tersenyum sepanjang resepsi berlangsung. Canda dan celoteh kawankawan juga sahabat Purwati menambah meriah suasana resepsi itu. Acara resepsi akhirnya benar-benar berakhir pukul 23.00. Irma dan beberapa kawannya yang sengaja datang dari Jawa hanya untuk menyaksikan perkawinan itu, tidak mau menyia-siakan kesempatan

7 bersama Purwati terakhir kalinya sebagai bujangan. Mereka memilih menginap di rumah Purwati meskipun tidur berdesakan. Mereka semua sengaja mengambil cuti demi bisa menghadiri Purwati kawin dan mengantar sahabatnya itu sampai pindah ke rumah besar suaminya, yang berdasarkan rencana tiga hari setelah perkawinan. Ketika semua tertidur malam itu, tiba-tiba Purwati menggedor pintu kamar kawankawannya yang kebetulan masih mengobrol sekitar pukul satu dinihari. Begitu pintu dibuka, Purwati langsung menghambur masuk dan meminta agar pintu kamar itu dikunci. Purwati menangis tanpa mau menceritakan apa-apa. “Kami bertiga bingung menghadapi situasi itu,” ungkap Irma. KEMBALIKAN MAHAR Entah apa yang terjadi, hingga hari ini, Irma dan kawan-kawannya tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi malam itu. Purwati tidak ingin bertemu suaminya dan mengunci diri dalam kamar kawan-kawannya itu. Sedangkan suaminya malam itu juga langsung pulang ke rumahnya tanpa penjelasan apa-apa. Hanya sepucuk surat yang ditulis tangan oleh Purwati yang mengatakan bahwa ia bersedia mengembalikan semua biaya pernikahan termasuk mahar yang telah diberikan, asal suaminya itu menceraikannya saat itu juga. Sungguh sebuah peristiwa yang tidak bisa dijelaskan oleh Irma karena hingga saat ini, Purwati sama sekali tidak ingin menyinggung hal itu. Semua berlalu begitu saja tanpa penjelasan. Purwati menepati janjinya mengembalikan semua biaya dan mahar suaminya. Mereka pun bercerai beberapa minggu kemudian. Menurut Irma, sejak lima tahun terakhir, Purwati sama sekali tidak pernah mengeluh atau pun membicarakan soal perkawinan. Sejak perceraian itulah, Purwati menjanda dan menikmati kesendirian dengan caranya sendiri. -Naniek I. Taufan


Bunda & Ananda

8

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Latih Kemandirian dan Kepekaan Anak Liburan sekolah sudah usai. Saatnya siswa kembali ke sekolah. Beragam kegiatan dilakukan saat liburan. Ada yang pulang kampung, ada yang jalan-jalan bersama teman-temannya, ada juga yang ikut orangtuanya bekerja. Banyak pengalaman yang didapat saat liburan.

“S

Tasya

aya liburan pulang ke Negara. Kumpul bersama saudara sepupu, kakek dan nenek,” ujar Abi, siswa SD 7 Kediri, Tabanan. Bocah bernama lengkap I Gede Bagus Abiprawira Ratana ini mengaku kalau sudah berkumpul dengan sepupunya, ia bisa bermain bersama. Ia menuturkan tinggal di kampung tanpa ditemani orangtua sudah biasa dilakukan. Ayah dan ibunya mengantarkan Abi pulang kampung, lalu orangtuanya kembali ke Tabanan. “Abi sudah mandiri dari kecil. Kalau ditelepon, dia tidak pulang ke Tabanan. Harus selesai dulu liburan, baru mau kembali ke Tabanan,” ujar ibunya. Sebelum liburan, Abi sudah menyusun rencana dan menyiapkan apa saja yang mau dibawa. Liburan di kampung yang paling berkesan bagi Abi ketika hari Pengerupukan, Abi dan saudaranya ikut mengusung ogoh-ogoh Sementara itu, Tasya selama

liburan ada kegiatan ikut papanya yang berprofesi sebagai fotografer. Ia ingin tahu kerjaannya papanya. Yang ada dibenaknya saat mengikuti papanya adalah ada hal baru di luar kegiatan sekolah yang banyak. “Ada inspirasi untuk buat mading sekolah tahun depan,” ungkap siswi SD Tegal Jaya, Badung ini. Hal yang paling berkesan adalah dirinya boleh bawa kamera sendiri untuk motret bermacammacam kegiatan di liburan. “Aku pakai kamera bekasnya papa,” ujarnya tertawa. Tasya punya angan-angan menjadi penulis. Beberapa kali tulisannya dipakai majalah sekolahnya dan mendapatkan honor. Orangtuanya mengingatkan Tasya, bukan honornya yang utama tapi tulisan yang dimuat itu sudah cukup membanggakan. Kalau hanya memikirkan honor, tulisan akan buruk. Pengalaman lain diungkapkan Saka dan Ferdi. Saka mengisi liburan dengan berjalan-jalan ke tempat wisata. “Saya pergi den-

Trisna Susanti dan keluarga

gan teman-teman ke pantai Blue Point, pantai Balangan, ke Yeh Panes. Semua ini tempat baru bagi saya. Ada suasana baru yang saya dapat,” ujar Saka. Tetapi, Ferdi, adik Saka tak bisa bebas menikmati liburan. Waktu liburnya dipakai untuk rapat dan koordinasi berbagai kegiatan sekolah karena ia menjadi Ketua OSIS di SMP 6 Denpasar. Sebelum liburan berakhir, mereka diajak pulang kampung ke Porong, Jawa Timur oleh orangtuanya. “Beberapa tugas saya delegasikan ke temen-temen pengurus OSIS,” ungkap Ferdi yang mengaku ingin menekuni dunia jurnalistik ini. Dari sisi psikologis, liburan merupakan saat untuk menyegarkan pikiran. “Selama hari sekolah, anakanak mendapat berbagai macam teori. Saat liburan, kesempatan mereka untuk mempraktikkan apa yang sudah diperoleh. Proses belajar itu tidak hanya di ruang kelas saja, bisa dilakukan di luar sekolah. Momen liburan merupakan kesempatan yang baik untuk praktik,” ujar Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog.

ORANGTUA AMBIL CUTI Bermacam kegiatan yang dilakukan Abi, Tasya, Ferdi dan Saka termasuk liburan yang efektif. Mereka memanfaatkan waktu untuk melepaskan diri sejenak dari rutinitas. Mengisi liburan dengan pulang kampung melatih kemandirian anak. Ketika anak berani dilepas dari orangtua, itu akan memberikan dampak bagi anak dan orangtua. Anak menjadi mandiri sedangkan orangtua bisa melepas kelekatan terhadap anak. Namun, harus ada komunikasi antara orangtua dengan orang yang akan

menjaga anak agar mereka sepaham mengenai aturan apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan anak. Kemandirian ini juga menjadi modal bagi anak untuk mempersiapkan mentalnya dalam bersosialisasi dengan lingkungan lain di luar keluarga inti. Jika anak mengisi liburan dengan ikut orangtuanya bekerja, sepanjang itu tidak mengganggu kerja orangtua, akan memberikan pemahaman kepada anak tentang perlunya usaha. “Anak akan paham untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha. Kenalkan anak sejak dini apa pekerjaan orangtua. Ini akan membuka wawasan anak serta membuatnya menjadi peka terhadap apa yang terjadi di dunia,” ujar istri Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog ini. Bagi orangtua juga diingatkan untuk memberikan waktu yang berkualitas bagi anak. Bila perlu, ketika anak libur, orangtua mengambil satu atau dua hari untuk cuti. Momen ini menjadikan anak dan orangtua melakukan kegiatan bersama yang bermanfaat. –Ngurah Budi

Abi (baju merah paling kiri)

Mendongeng Lima Menit Padi dan Hama Wereng

Sudah berkali-kali curahan cinta Kala Gumarang ditolak oleh Dewi Sri. Namun, api asmara pemuda yang berwujud banteng itu tak pernah redup. Apalagi Made Taro Dewa Wisnu, ayah Dewi Sri, mengetahui hubungan terlarang itu. “Hai, Kala Gumarang!” kata Dewa Wisnu marah-marah. “Kamu tidak boleh jatuh cinta kepada Dewi Sri, sebab ia adalah adik kandungmu. Kalau kau bersikeras, aku akan membunuhmu!” Kala Gumarang, pemuda banteng itu bukannya mundur, tetapi malah mengejar-ngejar Dewi Sri. Sudah lama ia mencari ke mana-mana tempat persembunyian kekasihnya itu. Dalam hatinya bukan saja terpendam rasa cinta, tetapi juga rasa dendam, iri hati dan perlakuan tidak adil. Adiknya lahir sebagai gadis cantik, sedangkan ia sendiri lahir berwujud banteng yang garang. Di suatu tempat akhirnya pemuda itu menemukan persembunyian Dewi Sri. Rasa cintanya berkecamuk menjadi benci. Gadis itu ditangkap lalu ditendang jauh-jauh. “Bruuuk…!” Dewi yang cantik itu jatuh bergedebuk, akhirnya meninggal di tempat. Aneh, dari jazad almarhumah tumbuh aneka warna tumbuh-tumbuhan. Pohon kelapa dari payudaranya, padi dari rahimnya, dan tumbuh-

tumbuhan lain yang dibutuhkan manusia, muncul dari bagian tubuh lainnya. Walaupun manusia berduka cita atas kematian Dewi Sri, namun mereka menjadikan kematian itu sebagai berkah. Mereka lalu mengembang-biakkan tanaman kelapa dan padi di seluruh permukaan bumi. Lama-kelamaan Dewa Wisnu mengetahui sebab-musabab kematian anak gadis kesayangannya itu. Dengan senjata cakranya, Dewa Pemelihara itu mencari-cari Kala Gumarang. Setelah berpapasan, keduanya tak mau mengalah. Mereka bertengkar, berkelahi lalu bertarung mati-matian. Pertarungan itu berakhir, setelah senjata cakra Dewa Wisnu menancap di tubuh Kala Gumarang. Tubuh itu hancur berkeping-keping. Ajaib juga! Mungkin karena rasa dendam yang membara, tubuh yang berkeping-keping itu berubah menjadi hama tumbuh-tumbuhan, seperti wereng, walang sangit, kumbang kelapa, penggerek padi, belalang, tikus, dan lain-lainnya. Dengan hama penyakit itulah, Kala Gumarang mencari kesempatan membalas dendam kepada Dewi Sri. Dewa Wisnu tidak dapat mencegah nafsu kesetanan Kala Gumarang. Beliau hanya berpesan kepada manusia, agar memelihara tumbuhtumbuhan itu sebaik-baiknya. “Ingat, kerthamasa!” katanya. “Gunakanlah perhitungan waktu. Jangan menanam dan memanen pada waktu tumbuh suburnya berjenis-jenis hama.”

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Griya

Pesona Bromelia Tahukah Anda tanaman apa yang membuat taman barong itu begitu indah, terutama saat malam hari, dengan penataan lampu yang berwarna-warni? Taman itu sebagian besar memakai tanaman bromelia.

B

romelia adalah spesies tanaman suku nanas-nanasan yang berasal dari Benua Amerika. Wardi, Pemilik Stan Bunga Rizky Garden, mengatakan, selain memiliki warna yang indah, tanaman ini juga kuat dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Ada banyak jenis bromelia, dari yang harganya murah hingga mahal. Tanaman ini pun tak perlu ekstra perawatan, karena bromelia tahan terhadap kekeringan dan juga tahan

terhadap pengairan yang berlebihan yang bisa menyebabkan pembusukan akar pada tanaman jenis lain. Dengan kata lain, perawatan bromelia sangat mudah. “Namun, sebaiknya bromelia disiram empat hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi medianya. Jika media sudah terlihat kering, siram,” ujar pria asal Malang yang sudah 18 tahun menggeluti bisnis tanaman ini. Bromelia bisa beradaptasi dalam ruangan yang minim sinar matahari. Wardi mengatakan, bromelia akan tumbuh bagus dan

kuat jika ditanam langsung di tanah. Jika bromelia ditanam dalam pot dengan media sekam, seperti yang dipakai taman barong itu, menurutnya paling hanya bertahan enam bulan. Setelah itu, tanaman harus diganti yang baru atau ditambahkan sekam yang berfungsi sebagai sumber makanan tanaman. Bromelia yang umumnya dikembangkan dengan biji atau anakan ini, pemupukannya juga tidak terlalu sulit. Cukup dilakukan tiga bulan sekali jika menggunakan pupuk slow release. Banyak masyarakat yang tertarik dengan tanaman ini, karena bromelia memiliki beraneka warna dan corak daun yang mempesona. Beberapa jenis bromelia memunculkan bunga dengan bentuk yang tak kalah cantiknya dengan ukuran tanaman yang sangat bervariasi, dari yang sangat kecil hingga yang paling besar. —Inten Indrawati

17


Edukasi

16

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

Pilih Kurikulum 2013 atau 2006?

Keputusan Mendikdasmen Anies Baswedan “menghentikan” penerapan kurikulum 2013 dan kembali mengggunakan kurikulum 2006 cukup menjadi dilema di kalangan guru pen­ didik. Salah satunya, I Putu Sudibawa,S.Pd, M.Pd., guru Kimia dan TIK di SMAN 1 Side­ men, Karangasem. Guru berprestasi nasional ini mengatakan secara konsep, kurikulum 2013 sangat komplit dan runut dalam pem­ bentukan karakter peserta didik. “Hanya saja, masih perlu pemahaman yang lebih un­ tuk guru-guru dan sarana perlu dipersiapkan lebih baik,” ujarnya.

M

eski penerapan kurikulum 2013 ini masih banyak kendala, namun “penghentian di tengah jalan” ini dikhawatirkannya justru akan memunculkan masalah baru, seperti struktur yang berbeda antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Sudibawa mencontohkan, di kurikulum 2013, peminatan di tingkat sekolah menengah atas, mulai dari kelas X. Sedangkan dalam kurikulum 2006, di kelas X masih mata pelajaran umum, peminatan baru di kelas XI. Contoh lain, dalam kurikulum 2013, mata pelajaran agama 3 jam, sedangkan kurikulum 2006, 2 jam. Demikian halnya dengan mata pelajaran TIK. Di kurikulum 2006 ada, sedangkan di kurikulum 2013 ditiadakan.

Memanjakan diri se­ habis berpeluh dengan rutinitas merupakan suatu kewajiban. Tu­ buh dan jiwa perlu di­ istirahatkan sejenak. Jasmani dan rohani yang baik, akan me­ maksimalkan kinerja di hari-hari kerja se­ lanjutnya. Meluangkan waktu sehari di akhir pecan cukup untuk memulihkan stamina dan semangat kerja. Anda dapat melakukan refleksi dengan cara beryoga atau beren­ dam di pemandian air panas.

D

i Buleleng, terdapat pemandian air panas yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Singaraja. Tempat ini sudah dikenal di kalangan pengunjung domestic atau pun mancanergara. Yeh Panes Banjar, begitu nama tempat pemandian yang terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Menurut Made, penjaga tiket

“Jika kita kembali ke kurikulum 2006, konsekuensinya apakah harus ada pengulangan lagi? Karena tak semua mendapatkan mata pelajaran umum. Tentunya keputusan ini juga perlu kajian mendalam,” ujarnya. Penerapan kurikulum 2013 di SMAN 1 Sidemen, dikatakannya baru berjalan enam bulan. Memang masih banyak kendala ditemui, tapi itu menurutnya menjadi sebuah pembelajaran yang ujung-ujungnya memang harus dilalui. “Jadi menurut pendapat saya, kurikulum 2013 ini diteruskan saja,” ucapnya. Namun sampai saat ini, pihak sekolah dikatakannya masih menunggu keputusan dari Disdikpora Kabupaten Karangasem. Kadisdikpora Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M., mengatakan sejak diberlakukannya kurikulum 2013, di Bali tercatat 196 sekolah yang sudah menerapkannya sejak

29 Desember 2014 - 4 januari 2015

Dara

Berjaya di Ekskul KIR “Dari awal pemilihan ekstrakulikuler saat masuk SMA, kami berpikir bagaimana caranya agar kegiatan yang kami lakukan menambah prestasi untuk membantu masuk kuliah tanpa harus mengikuti tes lagi. Selain itu kami juga berharap saat kuliah nanti lebih mudah dalam me­nyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dosen. Di samping kami juga ­ingin lebih ba­ nyak lagi pengalaman sekaligus memperluas jaringan per­ temanan.” Demikian diungkapkan tiga gadis cantik ini ke­ pada Tokoh, saat ditanya apa motivasinya memilih ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Wayan Rika

TIA Kusuma Wardhani

tahun lalu, yakni 74 SD, 46 SMP, 29 SMA, dan 47 SMK. Jumlah tersebut belum ditambah semua sekolah di Kota Denpasar di luar piloting sebanyak 296 sekolah. Sementara, sekolah yang baru menerapkan kurikulum 2013 di tahun ini (2014) berjumlah 3.139, mencakup semua sekolah di Provinsi Bali, dengan rincian 2.418 SD, 398 SMP, 161 SMA, dan 162 SMK. Sesuai surat Menteri yang ditujukan langsung kepada kepala–kepala sekolah, mencermati pelaksanaan kurikulum baru (2013) dan kurikulum 2006 (KTSP), kepada sekolah diberikan kebebasan memilih. “Jadi, ini bukan penghapusan, cuma penekanan silakan memakai kurikulum mana,” jelasnya. Sekolah diberikan kebebasan memilih, karena sekolah sendiri yang tahu bagaimana implementasinya di

sekolah masing-masing. Inti dari kurikulum 2013 ini dijelaskannya menyasar pada kompetensi peserta didik, dan seperangkat pengetahuan keterampilan perilaku yang dimiliki siswa. “Yang mungkin dirasakan guru, belum adanya pedoman siswa dan guru yang bisa dipakai, sehingga menjadi kendala. Tetapi ini perlu dikaji secara keseluruhan,” tegas wanita yang akrab disapa Bu Tia ini. Sampai saat ini Disdikpora Bali belum mengantongi data pasti mengenai jumlah sekolah yang tetap menggunakan kurikulum 2013 atau yang akan kembali ke kurikulum 2006. Namun, salah satu sekolah induk kluster Kurikulum 2013, SMAN 4 Denpasar dengan tegas menyatakan untuk kembali ke kurikulum 2006 (KTSP). Kasek SMAN 4 Denpasar I Wayan Rika mengatakan kurikulum 2013

Maceburan di Yeh Panes Banjar

masuk, Yeh Panes Banjar sudah ada sejak lama. Dahulu, belum ada yang mengetahui kalau di daerah ini terdapat kelebutan yeh (mata air), sampai akhirnya pada zaman penjajahan Jepang, ditemukanlah mata air ini. Tempat ini kemudian dipugar, lalu di bagi menjadi tiga tempat. Pertama, kolam sedalam 50 cm. Kedua, kolam dengan sembilan air pancuran. Serta kolam dengan lima pancuran. Ditenggarai, air hangat yang bisa menjadi obat itu berasal dari Gunung Batukaru. Air hangat yang banyak mengandung belerang dapat menghilangkan penyakit kulit dan tulang. Rekreasi penyembuhan semacam ini cocok menjadi menu liburan Anda. Walau tempatnya cukup sederhana, Anda tentu tidak perlu khawatir dengan pelayananannya. Tempat parkir yang aman, toilet yang bersih, lingkungan yang bebas sampah, serta air yang masih terjaga kehangatannya tidak membuat Anda rugi membeli tiket. Anda dapat membeli tiket masuk seharga Rp 3000 – Rp 5000. Cukup terjangkau untuk semua kalangan. Mecebar-ceburan di Yeh Panes Banjar tentu mengasyikan. Bagaimana tidak? Letak pemandian di tengah-tengah pepohonan, sejuk, dan berada di sisi sungai. Refleksi diri semacam ini memungkinkan bagi Anda yang

Putu Sudibawa

mengalami banyak masalah dalm implementasiannya, terutama masalah penilaian dan pengadaan buku/bahan ajar. “Menurut saya, lebih baik melaksanakan kurikulum yang sudah dipahami. Karena kita diharuskan menerapkan kurikulum 2013, kita laksanakan saja dengan segala kensekuensinya. Tapi sekarang mumpung ada pilihan, jangan gagah-gagahan memakai kurikulum 2013 dengan segala masalahnya itu,” ujar Rika. Bu Tia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan, berapa SD, SMP, SMA, SMK yang tetap menerapkan kurikulum 2013 dan yang kembali ke kurikulum 2006. “Konsekuensi dari adanya dua pilihan ini, tentunya juga berdampak pada kebijakan yang berbeda. Namun bagaimana solusinya nanti, kami akan sampaikan ke pusat,” tegasnya. –Inten Indrawati

jenuh liburan ke tempat perbelanjaan atau pusat kota. Selain itu, Yeh Panes Banjar dapat dinikmati mulai dari balita, sampai lansia. Tempat ini memang sengaja dikelola untuk rekreasi keluarga. Menurut Dian Utami, salah satu pengunjung yang berasal dari Singaraja mengatakan senang jika sekadar berkunjung ke Yeh Panes Banjar. “Saya sering kemari bersama teman-teman, kadang mandi, kadang hanya jalan-jalan sebentar,” tutur Dian sambilmenikmati nasi jinggo. Ia dan kawan-kawannya berkunjung ke Yeh Panes Banjar, tidak hanya untuk mandi atau berendam. Bila sedang tidak ingin bermain air, Dian sering melihat-lihat koleksi busana di toko-toko yang berderet sepanjang jalan menuju permandian. Mereka menjual berbagaia busana pantai berbahan katun, topipantai, aksesoris, dan sandal. Anda yang tidak ingin mandi dapat membeli pernak-pernik di toko tersebut. Harga untuk wisatawan domestic dan mancanegara hampir sama, jadi tidak perlu sungkan untuk membeli atau menawar. Pada akhir tahun seperti ini, Anda bisa memasukan Yeh Panes Banjar di holiday list. Harga terjangkau, liburan tetap berkilau. Penyakit kulit dan tulang teratasi, tenaga pikiran kembali terang. Itulah yang ditawarkan Yeh Panes Banjar. Walaupun promosi tempat ini cukup minim, tidak menyurutkan pengunjung datang. Jangan sampai ketinggalan untuk merasakan manfaat dari Yeh Panes Banjar. -Wulan

9

Mangupura DenPost Cup 2014

Kejuaraan bulutangkis pelajar “Mangupura DenPost Cup 2014” digelar, Minggu (21/12) hingga Rabu (24/12) di GOR Permata, Banjar Sedana Merta, Ubung, Denpasar. Kejuaraan ini diikuti lebih dari 500 pebulutangkis yang berasal dari berbagai sekolah dan klub yang ada di Bali. Wakil Bupati I Made Sudiana, saat acara pembukaan me­ ngatakan kejuaraan ini merupakan ajang menggali potensi di bidang olahraga, khususnya bulutangkis. Pembukaan diawali dengan pertandingan eksebisi antara Sudiana dengan ABG Satria Naradha, Pimpinan Kelompok Media Bali Post. Ketua panitia kejuaraan I Gde Suyadnyana me­ ngatakan event ini juga bertujuan memberi kegiatan positif bagi pelajar untuk mengisi liburan sekolah. –wah

Jaga Jagat

Peluang dan tantangan di tahun 2015 mengharuskan Bali melakukan antisipasi dan tindakan yang terukur dan cerdas. Apalagi Bali sebagai motor penggerak pariwisata budaya di Indonesia. Untuk itu, kelompok media Bali Post menggelar event kultural bersifat holisitik bertajuk “Jaga Jagat”. Ketua panitia event Gde Palgunadi men­ gatakan “Jaga Jagat” dibuka Minggu (28/12) mulai pukul 17.00 di Shankara Art Space di Jalan Danau Toba no 7, Sanur. -wah

“V-Kool Customer Day”

Desy Puspitha

K

eingin ketiganya ternyata memang terbukti. Berada dibawah bim­ bingan Ir. A.A. Gede Rai Dalem Mahendra. S.H., M.Pd., Desy Puspitha bersama dua sahabatnya Maretta Ambarini dan Ayu Gayatri, berhasil menunjukkan kemauan dan kemampuan mereka. Terbukti mereka beberapa kali berhasil menggondol juara. Dalam menjalankan kegiatan ekskul tulis-menulis ini, selain informasi di sekolah, ketiganya juga tidak pernah malas untuk mencari info lomba-lomba melalui internet. “Biasanya lombalomba Karya Tulis Ilmiah yang kami ikuti diselenggarakan oleh universitas terkenal di seluruh Indonesia atau lembaga pendidikan,” ucap Desy yang menjabat

Maretta Ambarini

sebagai ketua kelompok. Hingga kini, sudah lebih dari sepuluh lomba karya tulis ilmiah mereka ikuti. Tercatat di antaranya tujuh kali berhasil masuk ke final, lima kali berangkat dan tiga kali berhak membawa pulang piala kemenangan. Kelompok KIR ini sempat menjadi Juara 1 di Fakultas MIPA Universitas Andalas Padang, Juara 2 di Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, dan juara 2 di Fakultas Biologi Universitas Negeri Jendral Soedirman. Ditanya mengenai dampak positif yang didapat selama mengikuti ekstrakulikuler KIR beserta lomba-lombanya, ketiganya memiliki jawaban yang berbeda. Maretta yang sudah mengikuti ekstrakulikuler ini

Maretta, Desy, Gayatri, dan Pak Dalem

Ayu Gayatri

sejak duduk di bangku SMP mengatakan selain menambah ilmu pengetahuannya, ia senang bisa berhadapan dengan dosendosen hebat yang menjadi juri di lomba yang ia ikuti. Dan di sana juga ia pasti mendapat teman baru dari daerah lain. Sementara anggota yang paling muda, Gayatri, merasakan bagaimana ia belajar untuk berani dan percaya diri tampil di hadapan banyak orang. Selain, mendapat pengalaman menyenangkan pergi keluar Bali. Berbeda dari anggota kelompoknya, Desy merasakan dampak positif dari kegiatan tulis-menulisnya selama mengikuti ekstrakulikuler KIR, adalah menambah wawasannya tentang kekayaan alam Indonesia yang sepatutnya dilestarikan juga

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggannya, VKool mengadakan “V-Kool Customer’s Day” Kamis (25/12) hingga Minggu (28/12) di di Sunset Auto Detailing. Pelang­ gan V-Kool bisa melakukan konsultasi serta pemeriksaan kaca film V-Kool di kendaraan mereka, cuci mobil gratis serta makan siang. Bagi yang ingin menggunakan kaca film V-Kool tersedia penawaran harga khusus serta bingkisan menarik. Manajer V-Kool Kuta Outlet Komang Sri Utami mengatakan, ada tiga hal yang melatarbelakangi digelarnya event ini, customer care, partner care, dan enviro care. Sri juga mengatakanpihaknya berkomitmen memberikan nilai lebih bagi pelanggan yang sudah memilih kaca film V-Kool. Untuk lebih memantapkan pilihan mereka, V-Kool menunjukkan alat demo yang menunjukkan performa kaca film serta garansi lima tahun. -wah semakin paham bagaimana cara bekerjasama yang baik dalam sebuah tim. Hal sama diakui ketiganya, bahwa mereka semua sangat didukung oleh keluarga terutama orangtuanya. “Di samping tentunya atas bimbingan yang baik dari guru pembina dan doa teman-teman semua,” ujar Desy yang diamini kedua rekannya. Mengenai pengalaman lomba yang paling berkesan, ketiganya kompak menjawab lomba di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sebab , ketika itu sekolah mereka, SMAN 5 Denpasar memiliki tiga tim yang masuk final dan kemudian berangkat ke Yogyakarta. “Bersaing dengan teman-teman KIR sekolah yang sama kuatnya membuat kami nggak terbayang bakal dapat juara. Tapi mungkin sudah kehendak Tuhan memang hanya tim kami yang juara. Walaupun bukan juara satu, tapi kami sangat bangga bisa menampilkan yang terbaik. Waktu itu ada-

lah pengalaman pertama kami lomba sekaligus turut mengadakan pameran,” tutur Gayatri. Yang menarik dan membuat mereka sukses juga karena pembina ekstrakulikuler KIR, guru biologi yang akrab dipanggil Pak Dalem sebagai Pembina ekstrakulikuler KIR di SMAN 5 Denpasar sudah dianggap seperti ayah sendiri oleh ketiga gadis cantik ini. Maretta malah bercerita bagaimana ia dan kedua sahabatnya tak segan curhat mengenai masalah sehari-hari ke Pak Dalem. “Pak Dalem itu orangnya asyik banget, kita bisa curhat apa aja pasti didengar, beliau juga meluangkan waktu buat ikut kami penelitian ke banyak tempat. Tapi kalau sudah latihan untuk lomba, tegasnya keluar, nggak segansegan untuk memarahi kami jika salah atau kami main-main dan kurang serius. Pokoknya sudah seperti ayah sendirilah,” ungkap Maretta. -Nina


Bugar

10

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Lensa Kontak Rigid Permeable untuk Atasi Mata Silinder Oleh:

dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K) Dokter Spesialis Mata RS Siloam Bali

S

elama ini kita cukup mengenal istilah softlens, yaitu suatu lensa kontak lunak yang diletakkan di depan kornea untuk membantu memperbaiki tajam penglihatan pada penderita kelainan refraksi seperti mata minus atau plus. Softlens sangatlah lunak sehingga nyaman digunakan karena mengikuti kelengkungan kornea. Namun, hal ini merupakan salah satu kelemahan softlens karena bentuknya yang lunak tersebut tidak dapat mengoreksi gangguan mata silinder yang cukup besar. Tak banyak orang tahu bahwa jenis lensa kontak tidak hanya softlens tetapi ada juga lensa kontak yang bentuknya lebih keras dan menggunakan bahan yang berbeda dengan softlens, yang dahulu disebut dengan hardlens, atau saat ini kita kenal dengan sebutan Rigid Gas Permeable Contact Lens (RGP-CL). Bahan RGP-CL yang keras inilah yang dapat membentuk kelengkungan kornea menjadi lebih rata sehingga dapat mengatasi Astigmatisme atau yang sering disebut mata silinder. Astigmatisme merupakan kelainan refraksi mata dimana sinar yang masuk ke dalam bola mata dibiaskan pada be-

berapa titik di retina sehingga menghasilkan bayangan yang buram bagi penderitanya. Gejala Astigmatisme antara lain mata buram melihat jauh, melihat benda seperti berbayang atau dobel dan kadang melihat garis lurus menjadi bengkok atau miring. Sakit kepala terutama di daerah atas alis dan mata terasa cepat lelah juga merupakan salah satu gejala Astigmatisme. Mengapa RGP–CL dapat mengatasi silinder? Pada RGP– CL bahan yang digunakan adalah fluorinated silicone acrylate, yang menyebabkan bentuk RGP-CL lebih keras daripada softlens tetapi tajam penglihatan yang dihasilkan jauh lebih baik. Bahan silicone yang ada pada RGP–CL memungkinkan pertukaran oksigen dari lensa ke kornea lebih baik daripada softlens, sehingga dapat memperkecil resiko infeksi kornea pada pemakaian jangka panjang. Selain bahan pembentuknya, ukuran RGP–CL juga berbeda dengan softlens. Softlens berukuran lebih besar dari kornea tetapi RGP-CL diameternya lebih kecil dan masih dapat bergerak apabila kita berkedip atau melirik karena adanya lapisan airmata di antara kornea dan lensa kon-

Courtesy of www.isec.my

dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K)

tak tersebut. Lapisan air mata ini memiliki kekuatan refraksi sehingga mempengaruhi ukuran RGP–CL yang akan dipakai. Selain itu lapisan air mata ini juga menjaga kornea tetap basah sehingga RGP–CL masih menjadi pilihan untuk pasien dengan sindroma mata kering atau Dry Eye Syndrome, yang merupakan kontra indikasi untuk pemakaian sofltens. Apabila softlens dibuat secara massal, tidak demikian dengan RGP-CL. Lensa ini dibuat secara customized alias disesuaikan dengan kelengkungan kornea dan ukuran kelainan refraksi pemakai, sehingga nantinya benar–benar pas dan nyaman digunakan. Sebelum memesan RGP–CL perlu terlebih dulu dilakukan pengukuran beberapa parameter lensa kontak antara lain Base curve, yaitu keleng-

kungan kornea pasien, Power atau ukuran kelainan refraksi mata pasien dan posisi serta kedudukan lensa tersebut di kornea. Pengukuran untuk pemesanan RGP-CL ini dilakukan oleh dokter ahli mata yang berpengalaman dalam hal lensa kontak. Cara pemakaian, penyimpanan dan pembersihan RGP–CL hampir sama dengan softlens. Cara pemasangan RGP–CL ke kornea tidak berbeda dengan Softlens, hanya untuk melepasnya kita memerlukan alat bantu pipet bervakum untuk dapat menarik lensa tersebut dari kornea. RGP–CL juga harus dilepas setiap malam untuk menghindarkan resiko infeksi walaupun risikonya lebih kecil daripada softlens. Sebelum disimpan dalam tempatnya RGP–CL dicuci dulu dengan sabun khusus untuk menghilangkan minyak dan kotoran di lensa tersebut. Sebelum dan sesudah memakai atau melepas RGP–CL kita harus mencuci tangan terlebih dahulu dan mengelapnya dengan tisu bersih hingga kering. Jangan menyimpan dan mencuci lensa kontak Anda dengan air karena air merupakan media yang potensial untuk berkembangnya parasit yang sering menimbulkan infeksi kornea pada pemakai lensa kontak. Rigid Gas Permeable Contact lens dapat secara optimal digunakan hingga 2-3 tahun bahkan lebih, apabila tidak terjadi perubahan ukuran maupun masalah pada lensa tersebut. Hal ini secara ekono-

mis lebih menguntungkan dibandingkan dengan softlens yang perlu penggantian secara rutin baik harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan. Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan RGP-CL ini adalah perlunya adaptasi saat memakai lensa kontak ini. Hal ini disebabkan karena bentuknya yang keras yang akan mengganjal saat pertama kali dipakai, sehingga pemakaian lensa ini dilakukan secara bertahap untuk mencapai kenyamanan pemakaian. Hari pertama pemakaian cukup selama 1 jam dan diselingi istirahat, dan keesokan harinya lama pemakaiannya dapat ditingkatkan setiap hari sampai mata dapat beradaptasi dengan baik. Pada umumnya pasien akan merasa nyaman setelah 1 minggu pemakaian. Selain mengatasi mata silinder, RGP–CL merupakan pilihan terapi bagi penderita kelainan refraksi di mana ukuran antara kedua mata berbeda jauh, yang disebut dengan anisometropia. Selain itu RGP–CL juga disarankan untuk anak – anak atau remaja yang memiliki minus atau plus yang tinggi yang ukurannya cenderung cepat bertambah. Pada beberapa studi penelitian disebutkan bahwa RGP–CL terbukti dapat menghambat penambahan minus dibandingkan dengan softlens. Lensa kontak ini akan membantu memperbaiki penglihatan pada penderita kelainan refraksi yang dengan kacamata tajam penglihatannya tidak maksimal atau untuk pasien yang tidak suka berkacamata.

KOREKSI Koreksi profil Spesialis RS Siloam Bali di edisi sebelumnya (Edisi 828) : dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, Sp.A adalah staf Spesialis Anak di Rumah Sakit Siloam Bali.

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Style

Pesona Mutiara

Mengenakan aksesori saat ini bukan hanya sekadar pelengkap pensmpilan. Namun ,dengan pemilihan yang tepat aksesori justru mampu menambah nilai atau sebagai fashion statement seseorang.

S

alak satu aksesori yang tidak pernah out of style di industri mode adalah mutiara. Bahkan kilau indah mutiara sering dikaitkan dengan naiknya rasa percaya diri pemakainya. Menurut Dewi pemilik “And Collections”, sebuah home shopping di kawasan Jalan Catur

Warga Mataram Lombok , segala jenis dan warna mutiara selalu indah dihadirkan dalam beragam bentuk. Seperti kreasi koleksinya berupa anting, kalung, gelang , dan bros yang simpel tapi berkesan enik dan berkelas. Ketika memilih, kata Dewi tinggal disesuaikan dengan busana yang

akan dikenakan. Misalnya gelang mutiara, selain menambah gaya juga dapat mengubah penampilan kasual menjadi begitu klasik dan berkelas. Sedangkan bros lebih tepat ditambahkan pada busana yang polos atau resmi, seperti kebaya, jas, blazer atau juga busana muslim. Jika detil pada kerah sudah banyak, tinggal pilih bros yang simpel dan berukuran kecil, sematkan di luar kerah. Selanjutnya dikatakan berbagai penampilan cocok diberi sentuhan aksesori mutiara. Selama tidak berlebihan pula, mutiara pun bisa eye - catching dan stylish digunakan untuk acara santai. – Sri Ardhini

15


Jelita

14

29 Desember 2014 - 4 januari 2015

Khasiat Jitu Rebusan Daun Sirih Sebagai seorang perempuan tentunya kecantikan dan kebersi­ han menjadi hal yang sangat penting. Namun masih ada yang me­ nyepelekan kecantikan dan kebersihan seluruh tubuh. Padahal dengan bersih dan wanginya badan dapat meningkatkan keper­ cayaan diri seseorang.

S

alah satu hal yang seringkali menjadi penghambat penampilan secara keseluruhan adalah bau badan atau BB, yang disebabkab oleh bakteri bercampur dengan keringat, seperti bau ketiak. Meski sebenarnya keringat tidak berbau, namun hadirnya keringat membantu memperbanyak jumlah bakteri pada tubuh. Dan, para ilmuwan menemukan bahwa kulit di bagian ketiak manusia merupakan tempat terfavorit bagi bakteri hingga menjadi sumber utama bau badan. Masalah bau ketiak disebabkan karena keringat yang bercampur dengan bakteri dan juga sel kulit mati. Selain akibat bercampurnya keringat dengan bakteri, penyebab lainnya dari bau ketiak ini adalah karena makanan, hormon dan juga tidak seimbangnya pola diet yang diterapkan. Disadari atau tidak, bau badan dapat mengurangi

rasa percaya diri seseorang dalam bergaul. Seringkali orang yang bau badan biasanya merasa minder saat berdekatan dengan orang lain. Meski sudah menggunakan pengharum badan atau parfum, terkadang bau badan seseorang masih tercium. Lantas bagaiman caranya agar bau badan bisa hilang dari tubuh kita? Dalam kesempatan ini Rai Sariani pemilik Gaya Warna yang memproduksi berbagai keperluan spa, bersedia membagi tips ampuh menghilangkan bau badan. Sebelum bicara cara menghilangkan bau badan, Rai terlebih dahulu memaparkan beberapa penyebab bau badan secara umum diantaranya; Faktor keturunan, dalam istilah Bali sering disebut ladingan, artinya bau badan yang sangat khas dan sulit dihilang­kan; Cara mandi yang kurang benar, seperti mandi yang tergesa gesa dan tidak sempat mengosok badan dengan sabun mandi. Ini menjadikan tidak semua kotoran yang di badan bisa dibersihkan; Karena pola hidup tidak teratur sehingga jarang mandi ; Makanan yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan meningkatnya produksi keringat yang berlebih seperti makanan yang banyak mengandung terasi dan bawang merah. Selanjutnya Rai pun menyampaikan langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi bau badan ysang kurang sedap. Dikatakannya, yang utama adalah menjaga kebersiha tubuh dengan mandi sebelum melakukan

aktivitas dan setelahnya. Mandi secara teratur yang dilakukan tiap hari ini minimal 2 kali yaitu pagi dan sore . Ketika mandi, katanya kita harus yakin semua bagian tubuh sudah bersih. Menggosok bagian lipatan-lipatan tubuh dengan sabun anti bakteri. Selain itu juga, dapat menggunakan lulur atau body scrub tiap mandi. Setelahnya dilanjutkan dengan sabun mandi yang mengandung aromatherai dan kaya dengan minyak kelapa. Akan lebih baik jika dilakukan dengan pemijatan ringan dan bilas dengan bersih. Setelah mandi,keringkan seluruh bagian badan agar tidak lembab. Karena daerah yang lembab, terutama bagian lipatan rentan mengandung kuman. Jangan lupa memakai deodoran dan anti pespiran di bagian bawah ketiak. “Pilih produk yang cocok dengan kulit, agar tak terjadi iritasi. Ada baiknya sebelum mengoleskan deodoran, ketiak diyakini sudah bersih dan kering, agar kesegarannya lebih lama terjaga,” katanya. Konsumsilah lebih banyak sayursayuran dan buah- buahan yang bisa membantu mengurangi bau badan tak sedap sekaligus mencerahkan kulit. Juga dapat mengonsumsi minuman tradisional seperti jamu dari daun bluntas atau herbal tea atau ramuan jamu lainnya akan sangat membantu mengurangi bau badan yang kurang sedap. Juga jangan lupa untuk senantiasa mengenakan pakaian yang nyaman sehingga membuat tubuh bisa bernafas. Seperti pakaian dengan bahan katun yang dapat membuat keringat menguap secara alami. Hindari penggunaan pakaian ketat berbahan fiber sintetis atau poliester, khususnya untuk di daerah ketiak. Selanjutnya Rai mengatakan untuk lulur atau body

scrubnya, selain dengan cara membeli ditempat-tempat yang dipercaya, juga dapat dibuat sendiri. Yakni dengan menumbuk beras sehingga menjadi butiran butiran halus, dicampurkan dengan air hangat lalu digosokan keseluruh badan sampai mengering dan berjatuhan. Kemudian bilas dengan air bersih. Ini dapat digunakan setiap hari. Sedangkan untuk maskernya dapat menggunakan tepung beras halus yang dicampur madu dan air hangat. Dioleskan secara merata pada seluruh badan. Diamkan sekitar 5 menit lalu bilas dengan air bersih. Masker selalu di gunakan setelah memakai lulur atau scrub. Untuk masker ini dapat dipakai satu minggu sekali. Disamping itu untuk perawatan setiap hari juga bisa dibantu dengan loofah ato serabut natural alami dari suatu buah yang sudah kering. Hal ini untuk membantu mengosok badan sewaktu menggunakan sabun mandi, agar semua sisa- sisa kotoran di badan terangkat, dan bau badan pun akan berkurang, bahkan dapat menghadirkan aroma yang harum. Juga dapat dicoba dengan obat bau ketiak alami lainnya yakni dengan menggunakan rebusan daun sirih. Daun sirih selain membantu mengatasi masalah keputihan dan mimisan juga bermanfaat membantu menghilangkan bau ketiak. Daun sirih mengandung bahan antiseptik alami yang mempunyai fungsi untuk mengurangi jumlah kuman serta bakteri penyebab bau badan. Jika tips kali ini sudah dilakukan dengan benar, namun masih sajapemicu bau badan ada, sebaiknya pergilah ke dokter. Siapa tahu ada yang salah dengan kelenjar keringat Anda. Bahkan mungkin ada penyakit lain yang lebih berbahaya dibandingkan dengan bau badan. – Sri Ardhini

29 Desember 2014 - 4 januari 2015

Mitos

11

Pekerjaan Berat Picu Penuaan Dini

P

roses penuaan, cepat atau lambat pasti terjadi pada siklus kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Namun, ada beberapa hal yang diyakini masyarakat untuk mencegah­ nya. Seperti apa itu? Berikut penjelasan dokter anti-aging, dr. AA Sg. Ratih K.S., M. Biomed (AAM), dokter penanggung jawab VZ Skin Care Bali. Mitos : Tanda penuaan dini mulai bisa ditemui saat usia 20-an. Fakta : Benar. Secara teori memang proses penuaan dimulai sejak umur 25 tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan dapat dimulai sejak dini, bahkan sangat dini seperti pada penyakit progeria (premature aging syndrome), penyakit yang sangat langka yang menyebabkan anak-anak menua dengan sangat cepat. Selain genetik, penyebab penuaan dini yang berasal dari dalam tubuh adalah penurunan hormon. Sedangkan yang berasal dari luar tubuh yaitu gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan buruk, serta paparan radikal bebas dari lingkungan sekitar. Mitos : Pekerjaan berat memicu penuaan dini. Fakta: Benar. pekerjaan berat memicu pelepasan hormon cortisol (hormon stres). Hormon ini juga penting bagi tubuh kita karena fungsinya yang sangat banyak terhadap proses metabolisme tubuh, seperti menjaga homeostasis tekanan darah sehingga pembuluh darah tetap berfungsi baik. Tetapi, bila dikeluarkan berlebihan, maka hormon tersebut dapat memberi pengaruh buruk bagi tubuh yaitu mempercepat terjadinya penyakit-penyakit degeneratif (penyakit-penyakit yang mempercepat proses penuaan), seperti diabetes dan obesitas. Selain itu, pekerjaan berat juga menguras tenaga dan pikiran kita sehingga secara tidak sadar dahi dan alis berkerut untuk sekadar lebih berkonsentrasi pada pekerjaan, sehingga timbul kerutan dalam dan

menetap di antara kedua alis sebagai salah satu tanda penuaan Mitos : Untuk mendapatkan kulit indah, halus, putih, terbebas dari noda hitam, dan kerutan di wajah, pakailah krim malam. Fakta: Benar. Krim malam mengandung banyak nutrisi yang dibutuh­ kan oleh kulit. Pada malam hari saat kita tidur, kulit pun ikut beristirahat. Ketika kulit telah lelah se­h arian terkena paparan sinar matahari, debu, polusi, make up, serta radikal bebas lainnya. Malam adalah saat yang sangat tepat meregenerasinya kembali, dengan cara membersihkan semua make up yang tersisa agar pori kulit dapat “bernapas” kembali. Setelah itu, pakai krim

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Menyukai Sesama Wanita “Dok, selama ini aku sudah beberapa kali pacaran dengan laki-laki, yang kujalani biasa saja, layaknya wanita lain. Termasuk saat berhubungan seksual. Tetapi, aku sekarang dekat dengan wanita lain teman sekantor. Bersamanya aku menikmati rasa sayang dan ada kenikmatan saat bercinta yang berbeda dan lebih dari yang sudah-sudah. Apakah menjalankan hubungan sejenisseperti ini masih wajar dan tidak berisiko, Dok?” (Vina, Seminyak, 23 thn) Seseorang disebut berorientasi seksual homoseksual murni kalau hanya tertarik dan terangsang terhadap sesama jenis kelaminnya dan malah tidak tertarik dan tidak terangsang terhadap lawan jenis. Akibatnya, dia tidak tertarik untuk melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis. Pada pelaku yang sesama wanita, lebih dikenal dengan istilah lesbian. Kalau dilihat dari kasus di atas, dimana

sebelumnya dia dapat melakukan dan menikmati hubungan seksual dengan laki-laki yang menjadi pacarnya, cinta sejenis yang kini dijalaninya sebenarnya bukanlah homoseksual murni, tetapi lebih cenderung dapat dianggap sebagai seorang biseksual. Atau orientasi seksual ganda, bisa kepada lakilaki dan perempuan. Masih banyak persepsi masya­rakat menyatakan homoseksualitas sebagai sebuah

Mitos : Bahan alami seperti kunyit, susu dan lidah buaya, bermanfaat untuk bahan anti-aging (anti penuaan) yang minim efek samping Fakta : Benar. Makin alami suatu bahan, makin sedikit efek samping yang akan ditimbulkan pada

kulit. Tapi yang perlu diingat bahwa bahan-bahan tersebut hanya berfungsi sebagai anti-aging, jadi hanya mencegah aging. Jika proses aging telah terjadi dan signs of aging sudah terlihat jelas, seperti kerutan di dahi ataupun samping mata, maka selama apapun kita memakai bahan-bahan alami tersebut, maka keriput yang sudah terbentuk tidak akan pernah hilang kecuali dengan bantuan perawatan khusus di klinik-klinik berpengalaman. Selain itu, bahanbahan alami tersebut perlu dilihat proses penyimpanannya, dan apakah sering disemprotkan pestisida? Dan, apakah kita memiliki alergi terhadap bahan-bahan alami tersebut? Mitos : putih telur bagus untuk mengencangkan kulit wajah. Fakta : Benar. Dari zaman nenek moyang, putih telur telah digunakan sebagai masker wajah karena khasiatnya yang dapat mengangkat kotoran-kotoran di permukaan kulit dan menyempitkan pori-pori kulit, sehingga mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah. Sehingga, wajah tampak lebih kencang dan tidak kusam. Tetapi sekali lagi, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap bahan alami tersebut. Mitos : Mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi mempercepat proses penuaan. Fakta : Tidak benar. Kafein dalam dosis rendah justru dapat membantu mencegah terjadinya penyakit-penyakit degeneratif seperti alzheimer, parkinson, dan menstimulasi otak sehingga kita bisa fokus menangkap informasi yang disampaikan. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan karang gigi dan susah buang air besar. Mitos : Produk anti-aging membuat kulit tampak buruk. Fakta: Tidak benar. Produk antiaging yang sesuai jenis kulit tidak akan membuat kulit tampak buruk, bahkan menjadikan kulit tampak lebih sehat, cerah, dan kencang jika dipakai secara

rutin. Untuk itu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter berpengalaman tentang jenis kulit dan problem kulit Anda, sehingga Anda tidak perlu ragu memakai produk anti-aging. Mitos : Makin mahal produk kosmetik makin bagus. Fakta : Salah. Mahal memang identik dengan kualitas yang bagus, tapi kualitas yang bagus belum tentu cocok dengan kulit kita. Kembali lagi kepada jenis kulit dan apa masalah kulit kita. Kulit kita memiliki titik jenuh yang berbeda terhadap suatu produk. Apabila Anda sudah cocok terhadap satu produk, sebaiknya jangan gonta ganti lagi karena efektivitas produk tersebut tidak akan mencapai maksimal. Tetapi apabila setelah setahun, dua tahun, 6 tahun, atau beberapa tahun kemudian hasil yang Anda dapatkan dari pemakaian produk yang sama tersebut tidak lagi sebagus dulu, itu berarti kulit Anda mencapai titik jenuh terhadap produk tersebut sehingga perlu beralih ke produk lain. Mitos : Jika satu produk tidak memberikan hasil instan, diganti saja produknya. Fakta : Tidak benar. Setiap produk punya efektivitas yang berbeda untuk mencapai target sasaran pada organ kulit. Contohnya masalah melasma/flek yang terbagi atas dua jenis yaitu melasma epidermal (terletak di lapisan atas kulit) dan melasma dermal (terletak lebih dalam), sehingga hasilnya juga berbeda dalam pemakaian krim. Melasma epidermal akan lebih cepat pudar dibandingkan melasma dermal karena dibutuhkan waktu yang lebih lama oleh kandungan krim tersebut untuk menembus lapisan bawah kulit. Untuk itu, pasien harus lebih bersabar untuk tidak tergoda memakai krim-krim pemutih instan yang membuat wajah bening seperti porselin, karena kebanyakan krimkrim tersebut mengandung merkuri yang berbahaya. -Inten Indrawati

abnormalitas. Padahal itu keliru, homoseksual, biseksual dan heteroseksual adalah orientasi seksual. Itu artinya adalah sebuah pilihan, yang tergantung dari penyebabnya. Penyebabnya adalah beberapa faktor. Pertama, faktor biologi, berupa gangguan pada pusat seks di otak atau permasalahan genetik atau kromosomnya. Kedua, faktor psikodinamik, yaitu gangguan perkembangan psikoseksual pada masa kecil. Ketiga, faktor sosiokultural, yaitu kebiasaan yang berakar pada budaya setempat. Keempat, faktor lingkungan, yaitu akibat pengaruh pergaulan atau pengalaman pertama kejadian cinta sejenis. Dilihat dari kasus di atas, cinta sejenis yang disampaikan besar kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan, dan bila ditanya apakah mungkin dapat diubah kembali menjadi heteroseksual, tentu saja tidak selalu mudah. Tergantung kemauan, kuatnya pengaruh lingkungan dan penting atau tidaknya diubah. Kalau penyebab lain, misalnya karena faktor sosiokultural mungkin dapat diubah kalau yang bersangkutan segera keluar atau meninggalkan budayanya, walau ini juga tidak mudah dilakukan karena faktor sosiokultural pada umumnya sudah melekat sejak masa kecil. Kalau karena faktor biologi, misalnya kelainan genetik, sudah dapat

dipastikan tidak mungkin dapat diubah menjadi heteroseksual. Sedang yang karena faktor psikodinamik juga hampir pasti tidak dapat diubah, kecuali didukung oleh kesadaran dan kemauan yang luar biasa. Jadi cinta sejenis itu sesungguh­ nya adalah lebih ke permasalahan pilihan hidup atau orientasi. Hanya, pelakunya sering kali merasa akhirnya tidak nyaman karena menjadi berbeda dengan orang banyak. Akan terlihat menjadi aneh dan dicap mengalami kelainan oleh masyarakat banyak jika ketahuan, sehingga lebih banyak yang menyembunyikan orientasi seksualnya ini. Keinginan itu dapat hilang sama sekali atau tidak, sangat tergantung kepada apa penyebabnya tadi. Apakah cinta sejenis ini ber­ bahaya? Sesungguhnya risikonya sama saja dengan hubungan cinta yang biasa, akan dapat muncul problem psikis dan emosional dari hubungan ini dan risiko medis seperti infeksi ringan hingga infeksi menular, jika dilakukan berganti pasangan, selama kontak seksual yang dilakukan tanpa proteksi kondom. Pasangan homoseksual biasanya melakukan hubungan seksual dengan melakukan oral seks dan petting (menggesekgesekkan kelamin atau bercumbu berat). Jangan salah, oral seks dan petting juga bisa memunculkan luka lecet atau mikrolesi yang menjadi

jalan masuk virus, jamur maupun bakteri yang diidap oleh salah satu pihak diantaranya. Lalu, jika ada yang berniat buat meninggalkan aktivitas cinta sejenis, apa bisa? Kalau penyebabnya “hanya” karena pengaruh lingkungan, keadaan ini dapat diatasi. Selama ada kemauan kuat, pengaruh lingkungan juga bisa dikendalikan dan tetap berupaya mengontrol keinginan untuk konsisten tidak mencoba hubungan dengan sesama jenis. Sebaliknya, jika seandainya ingin dilanjutkan, apa bisa? Bisa saja, selama lingkungan sekitarnya tidak mempermasalahkan dan pelakunya tidak merugikan pihak lain. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang bisa tetap toleransi dan lebih menerima perilaku homoseksual. Seorang lesbian atau gay, tetap bisa sukses di profesi masingmasing yang digelutinya. Ada yang menjadi seniman, penyiar televisi, pengusaha, ataupun menteri. Bahkan di banyak negara saat ini ada kecenderungan perilaku homoseksual sudah bukan lagi sebuah aib, sebaliknya banyak yang kemudian muncul sebuah trend, akibat banyaknya artis yang secara eksplisist menunjukkan kehomoseksualan mereka. Karena cinta sejenis sesungguhnya lebih tepat adalah sebuah pilihan. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya. It`s your choice.

malam yang sesuai jenis dan problem kulit. Pemakaian teratur akan memberikan hasil yang sangat maksimal. Mitos : Untuk mengatasi masalah kulit, satu krim saja cukup. Fakta : Tidak benar. Terkadang satu jenis saja belum cukup untuk mengatasi masalah kulit tersebut. Jika masalah yang dihadapi hanya jerawat misalnya, diperlukan pemakaian satu jenis krim saja yaitu krim jerawat. Jika masalah yang dialami adalah flek, maka cukup memakai krim flek saja. Tapi bagaimana jika Anda memiliki dua masalah bahkan lima masalah kulit sekaligus? misalkan Anda memiliki jerawat, bekas jerawat, flek, skin tag, dan keriput dalam waktu bersamaan? Maka, kombinasi krim jerawat, flek, dan anti-aging cream sangat diperlukan. Konsultasikan ke dokter yang berpengalaman untuk kombinasi krim yang tepat untuk masalah kulit Anda.


12

Kuliner

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Pedas Asam S

ebentar lagi kita akan menyambut hari pergantian tahun. Tentu Anda sudah menyiapkan pesta akhir tahun bersama keluarga. Jangan lewatkan akhir tahun dengan menyajikan menu spesial untuk orang-orang yang Anda sayangi. Kali ini, Tokoh me-

nampilkan aneka menu sajian dua chef terkenal yang menampilkan menu pedas asam, dalam rangkaian “Chili Festival” di Bali Safari and Marine Park. Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Bali Komang Adi Arsana dan selebrity chef Ragil yang biasa mengisi acara memasak di televisi swasta beradu resep

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Bugar di

Tahun Baru A

andalan menu pedas. Bagi Anda penyuka rasa pedas, menu ini tentu sangat pas. Tapi, tak usah khawatir, tingkat kepedasan bisa dikurangi dengan mengurangi jumlah cabainya. Menu ini tentu akan sangat menyegarkan suasana Anda. Selamat mencoba. –Wirati Astiti Chef Adi Arsana dibantu Chef Juliada

Asam Padeh

pakah Anda termasuk orang yang tidak suka makan sayur dan buah? Tahukah Anda di dalam sayur dan buah banyak terkandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh kita. Bagi Anda yang tidak menyukai sayur ataupun buah, ada cara menyiasatinya, dengan

(Kreasi Chef Komang Adi Arsana) Bahan: 6 biji : lombok hijau 10 biji : cabai rawit hijau 5 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 3 biji : kemiri Terasi sedikit saja Cara membuat: - Lombok hijau dan cabai rawit

- - - -

ditumis sampai kulitnya mengelupas. Masukkan bawang merah dan bawang putih. Aduk rata. Masukkan terasi dan garam. Angkat. Masukkan ke dalam ulekan. Haluskan. Angkat. Tambahkan minyak goreng sedikit. Siap disajikan.

Crab Cake dan Ikan Kesuna Cekuh (Kreasi Chef Komang Adi Arsana) Bahan ikan kesuna cekuh: 1 ruas : jari kencur 2 siung : bawang ptuih 2 butir : kemiri Sedikit garam Cara membuat: - Semua bahan dihaluskan. Tambahkan daun jeruk yang sudah diiris halus. Ikan dibersihkan, kemudian rendam dengan bumbu tadi. Rebus kaldu ikan sampai mendidih. Tambahkan satu sendok tepung terigu ke kaldu. Aduk-aduk rata. Masukkan ikan, masak sampai kuah mengental. Sisihkan.

Untuk memasak crab: - Daging kepiting ditambahkan satu putih telur diberi sedikit garam, dan merica. Cetak bulat adonan tadi dengan sendok. Pipihkan di wajan pemanggangan, dan panggang sampai berwarna kecokelatan. - Penyelesaian terakhir: Ambil sedikit sambal cai (sambal hijau) tadi. Ratakan. Kemudian tata ikan kesuna cekuh di piring. Taruh di atas crab cake. Beri hiasan kuah ikan di pinggir piring. Siap sajikan.

Demo masak Chef Ragil

Bahan: Seafood sesuai selera ( bisa udang, kepiting, cumi-cumi atau ikan) 5 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 lembar : daun kunyit 5 biji : cabai kering 2 ruas : jari jahe Cara membuat: 2 ruas : jari kunyit - Bumbu dihaluskan seperti ca2 ruas : jari laos bai kering, kunyit, laos, jahe, 3 buah : asam kandis bawang merah, bawang putih, 2 buah : belimbing wuluh daun kunyit. Tumis bumbu sampai harum. Air secukupnya

Bahan: Jamur kulat palawan ½ kg : ayam kampung atau ikan laut juga bisa 4 biji : cabai kering 2 siung : bawang putih 3 butir : bawang merah 1 batang : sereh 1 sendok : kunyit parut Terasi sedikit saja Sedikit laos Santan secukupnya. Cara membuat: - Tumis cabai kering, masukkan campuran bawang putih dan kemiri. Tambahkan laos dan sereh. Masukkan kunyit parut. Masak sekitar 30 menit sampai bumbu tercium harum. - Masukkan ayam. Aduk rata. - Tambahkan santan. Terakhir masukkan jamur Palawan. - Masak sampai ayam matang.

cara minum jus. Jus yang dikonsumsi sebaiknya jus yang Anda buat sendiri dan langsung diminum setelah dibuat. Sambut Tahun Baru 2015 dengan kebugaran tubuh karena rutin mengonsumi jus sehat. Berikut resep Ni Luh Muliasih, Pemilik Warung Vegetarian Sai Krisna, di Jalan Seroja Denpasar. –Wirati Astiti

Cara membuat: - Semua bahan diblender selama 2 menit. Sajikan. Ni Luh Muliasih

Bahan: 1 genggam : daun bayam 1 genggam : pokcay 3 batang : seledri 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : madu Sedikit nenas Es batu secukupnya - Masukkan air secukupnya. Masukkan asam kandis dan belimbing wuluh. - Masukkan seafood. Masak sampai matang.

Kepiting Pedas Manis Bledeq Sarwan Bahan: 1 kg 1 buah 3 siung 10 buah 2 ruas 1 sdt 4 sdm 5 sdm

: kepiting yang sudah dibersihkan : bawang bombay, cincang halus : bawang putih, cincang halus : cabe rawit, cincang halus : jari jahe, memarkan : lada hitam : saus sambal : saus tomat

1 sdm : saus tiram 1 sdm : kecap manis Margarin, secukupnya 75 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat : - Rebus kepiting hingga berubah warna kemerahan, tiriskan. - Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, lalu masukkan air dan bumbubumbu lainnya. - Belah kepiting menjadi dua atau dikeprok agar pecah cangkangnya. - Masukkan kepiting ke dalam tumisan bumbu, lalu aduk-aduk

Sup Iga Bahan: 500 gr 2 buah 1 buah 1 sdm 1 ikat 1 buah 1 sdt

: iga, potong menurut selera : wortel manis, ukuran sedang, potong bulat : tomat, potong memanjang jadi 4 : bawang putih goreng : seledri, ambil daunnya : bawang pre, potong serong : lada bubuk

Jus Merah Buah Naga Bahan: ½ butir : buah naga ½ butir : apel 2 sdm : susu kental manis 1 sendok : gula batu Es batu secukupnya

Cara membuat: - Semua bahan diblender jadi satu. - Siap sajikan.

Kulat Pelawan Chef Ragil mencoba menampilkan menu inspiratif yakni masakan dari Bangka, yang menggunakan jamur khusus kulat palawan. Chef Ragil menambahkan terasi tataleka khas Maluku. Rasa makanan ini sangat enak sekali, apalagi mengunakan ayam kampung. Di Bangka, masakan ini biasanya menggunakan ikan laut.

Bahan: 1 buah : pisang ½ potong : apel 1 sdm : air jeruk nipis 1 sdm : yogurt 2 sdm : susu kental Gula batu secukupnya Es batu

Green Jus

(Kreasi Chef Ragil)

Sambal Cai

Jus Pisang

13

hingga bumbu mendidih dan bumbu merasuk di kepiting. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Cara membuat: - Semua bahan dicampur jadi satu selama 2 menit. Siap sajikan.

Ayam Bakar Kecap Bumbu

Bahan: 1 kg : ayam, potong jadi 4 bagian 2 batang : bawang prei, memarkan 2 siung : jari jahe, memarkan 2 lembar : daun jeruk purut, buang tangkainya 100 ml : kecap manis 3 sdm : kecap raja rasa 2 sdm : saus tiram 1 sdm : minyak wijen 13 buah : cabe rawit, iris halus 1 buah : tomat, ukuran sedang, iris dadu kecil 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : air jeruk nipis Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Margarin buat olesan, secukup­nya 1,5 liter : air Margarin secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk, secu- Cara Membuat : - Rebus ayam dengan air 1 liter. kupnya Masukkan jahe, serai, daun jeruk dan tambahkan garam Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih halus, lada, garam, kaldu 1 ruas : jari jahe bubuk dan irisan bawang pre, daun seledri, biarkan Cara Membuat : sampai mendidih dan bumbu - Tumis bumbu halus sampai meresap. harum, lalu tiriskan. - Rebus iga sampai empuk dan - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih air rebusan tingal 1 liter. goreng. - Masukkan tumisan bumbu

-

-

-

-

sedikit. Rebus ayam sampai matang dan tiriskan. Campur bahan sambal kecap manis dan saus tiram raja rasa, lada, garam dan kaldu bubuk. Lalu bagi menjadi dua bagian, yang satu masukkan cabe rawit iris dan diamkan, lalu yang satu bagian digunakan sebagai olesan ayam. Siapkan teflon antilengket, olesi ayam dengan bumbu rendaman, lalu panaskan teflon antilengket dengan diolesi margarin pula. Masukkan ayam sambil diolesi sambal olesan, bolak-balik, masak hingga ayam matang dan kecokelatan (lakukan hingga ayam habis). Siap untuk disajikan dengan satu sisa sambal olesan yang sudah dicampur dengan irisan cabe dan tomat.


12

Kuliner

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Pedas Asam S

ebentar lagi kita akan menyambut hari pergantian tahun. Tentu Anda sudah menyiapkan pesta akhir tahun bersama keluarga. Jangan lewatkan akhir tahun dengan menyajikan menu spesial untuk orang-orang yang Anda sayangi. Kali ini, Tokoh me-

nampilkan aneka menu sajian dua chef terkenal yang menampilkan menu pedas asam, dalam rangkaian “Chili Festival” di Bali Safari and Marine Park. Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Bali Komang Adi Arsana dan selebrity chef Ragil yang biasa mengisi acara memasak di televisi swasta beradu resep

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Bugar di

Tahun Baru A

andalan menu pedas. Bagi Anda penyuka rasa pedas, menu ini tentu sangat pas. Tapi, tak usah khawatir, tingkat kepedasan bisa dikurangi dengan mengurangi jumlah cabainya. Menu ini tentu akan sangat menyegarkan suasana Anda. Selamat mencoba. –Wirati Astiti Chef Adi Arsana dibantu Chef Juliada

Asam Padeh

pakah Anda termasuk orang yang tidak suka makan sayur dan buah? Tahukah Anda di dalam sayur dan buah banyak terkandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh kita. Bagi Anda yang tidak menyukai sayur ataupun buah, ada cara menyiasatinya, dengan

(Kreasi Chef Komang Adi Arsana) Bahan: 6 biji : lombok hijau 10 biji : cabai rawit hijau 5 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 3 biji : kemiri Terasi sedikit saja Cara membuat: - Lombok hijau dan cabai rawit

- - - -

ditumis sampai kulitnya mengelupas. Masukkan bawang merah dan bawang putih. Aduk rata. Masukkan terasi dan garam. Angkat. Masukkan ke dalam ulekan. Haluskan. Angkat. Tambahkan minyak goreng sedikit. Siap disajikan.

Crab Cake dan Ikan Kesuna Cekuh (Kreasi Chef Komang Adi Arsana) Bahan ikan kesuna cekuh: 1 ruas : jari kencur 2 siung : bawang ptuih 2 butir : kemiri Sedikit garam Cara membuat: - Semua bahan dihaluskan. Tambahkan daun jeruk yang sudah diiris halus. Ikan dibersihkan, kemudian rendam dengan bumbu tadi. Rebus kaldu ikan sampai mendidih. Tambahkan satu sendok tepung terigu ke kaldu. Aduk-aduk rata. Masukkan ikan, masak sampai kuah mengental. Sisihkan.

Untuk memasak crab: - Daging kepiting ditambahkan satu putih telur diberi sedikit garam, dan merica. Cetak bulat adonan tadi dengan sendok. Pipihkan di wajan pemanggangan, dan panggang sampai berwarna kecokelatan. - Penyelesaian terakhir: Ambil sedikit sambal cai (sambal hijau) tadi. Ratakan. Kemudian tata ikan kesuna cekuh di piring. Taruh di atas crab cake. Beri hiasan kuah ikan di pinggir piring. Siap sajikan.

Demo masak Chef Ragil

Bahan: Seafood sesuai selera ( bisa udang, kepiting, cumi-cumi atau ikan) 5 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 lembar : daun kunyit 5 biji : cabai kering 2 ruas : jari jahe Cara membuat: 2 ruas : jari kunyit - Bumbu dihaluskan seperti ca2 ruas : jari laos bai kering, kunyit, laos, jahe, 3 buah : asam kandis bawang merah, bawang putih, 2 buah : belimbing wuluh daun kunyit. Tumis bumbu sampai harum. Air secukupnya

Bahan: Jamur kulat palawan ½ kg : ayam kampung atau ikan laut juga bisa 4 biji : cabai kering 2 siung : bawang putih 3 butir : bawang merah 1 batang : sereh 1 sendok : kunyit parut Terasi sedikit saja Sedikit laos Santan secukupnya. Cara membuat: - Tumis cabai kering, masukkan campuran bawang putih dan kemiri. Tambahkan laos dan sereh. Masukkan kunyit parut. Masak sekitar 30 menit sampai bumbu tercium harum. - Masukkan ayam. Aduk rata. - Tambahkan santan. Terakhir masukkan jamur Palawan. - Masak sampai ayam matang.

cara minum jus. Jus yang dikonsumsi sebaiknya jus yang Anda buat sendiri dan langsung diminum setelah dibuat. Sambut Tahun Baru 2015 dengan kebugaran tubuh karena rutin mengonsumi jus sehat. Berikut resep Ni Luh Muliasih, Pemilik Warung Vegetarian Sai Krisna, di Jalan Seroja Denpasar. –Wirati Astiti

Cara membuat: - Semua bahan diblender selama 2 menit. Sajikan. Ni Luh Muliasih

Bahan: 1 genggam : daun bayam 1 genggam : pokcay 3 batang : seledri 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : madu Sedikit nenas Es batu secukupnya - Masukkan air secukupnya. Masukkan asam kandis dan belimbing wuluh. - Masukkan seafood. Masak sampai matang.

Kepiting Pedas Manis Bledeq Sarwan Bahan: 1 kg 1 buah 3 siung 10 buah 2 ruas 1 sdt 4 sdm 5 sdm

: kepiting yang sudah dibersihkan : bawang bombay, cincang halus : bawang putih, cincang halus : cabe rawit, cincang halus : jari jahe, memarkan : lada hitam : saus sambal : saus tomat

1 sdm : saus tiram 1 sdm : kecap manis Margarin, secukupnya 75 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat : - Rebus kepiting hingga berubah warna kemerahan, tiriskan. - Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, lalu masukkan air dan bumbubumbu lainnya. - Belah kepiting menjadi dua atau dikeprok agar pecah cangkangnya. - Masukkan kepiting ke dalam tumisan bumbu, lalu aduk-aduk

Sup Iga Bahan: 500 gr 2 buah 1 buah 1 sdm 1 ikat 1 buah 1 sdt

: iga, potong menurut selera : wortel manis, ukuran sedang, potong bulat : tomat, potong memanjang jadi 4 : bawang putih goreng : seledri, ambil daunnya : bawang pre, potong serong : lada bubuk

Jus Merah Buah Naga Bahan: ½ butir : buah naga ½ butir : apel 2 sdm : susu kental manis 1 sendok : gula batu Es batu secukupnya

Cara membuat: - Semua bahan diblender jadi satu. - Siap sajikan.

Kulat Pelawan Chef Ragil mencoba menampilkan menu inspiratif yakni masakan dari Bangka, yang menggunakan jamur khusus kulat palawan. Chef Ragil menambahkan terasi tataleka khas Maluku. Rasa makanan ini sangat enak sekali, apalagi mengunakan ayam kampung. Di Bangka, masakan ini biasanya menggunakan ikan laut.

Bahan: 1 buah : pisang ½ potong : apel 1 sdm : air jeruk nipis 1 sdm : yogurt 2 sdm : susu kental Gula batu secukupnya Es batu

Green Jus

(Kreasi Chef Ragil)

Sambal Cai

Jus Pisang

13

hingga bumbu mendidih dan bumbu merasuk di kepiting. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Cara membuat: - Semua bahan dicampur jadi satu selama 2 menit. Siap sajikan.

Ayam Bakar Kecap Bumbu

Bahan: 1 kg : ayam, potong jadi 4 bagian 2 batang : bawang prei, memarkan 2 siung : jari jahe, memarkan 2 lembar : daun jeruk purut, buang tangkainya 100 ml : kecap manis 3 sdm : kecap raja rasa 2 sdm : saus tiram 1 sdm : minyak wijen 13 buah : cabe rawit, iris halus 1 buah : tomat, ukuran sedang, iris dadu kecil 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : air jeruk nipis Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Margarin buat olesan, secukup­nya 1,5 liter : air Margarin secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk, secu- Cara Membuat : - Rebus ayam dengan air 1 liter. kupnya Masukkan jahe, serai, daun jeruk dan tambahkan garam Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih halus, lada, garam, kaldu 1 ruas : jari jahe bubuk dan irisan bawang pre, daun seledri, biarkan Cara Membuat : sampai mendidih dan bumbu - Tumis bumbu halus sampai meresap. harum, lalu tiriskan. - Rebus iga sampai empuk dan - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih air rebusan tingal 1 liter. goreng. - Masukkan tumisan bumbu

-

-

-

-

sedikit. Rebus ayam sampai matang dan tiriskan. Campur bahan sambal kecap manis dan saus tiram raja rasa, lada, garam dan kaldu bubuk. Lalu bagi menjadi dua bagian, yang satu masukkan cabe rawit iris dan diamkan, lalu yang satu bagian digunakan sebagai olesan ayam. Siapkan teflon antilengket, olesi ayam dengan bumbu rendaman, lalu panaskan teflon antilengket dengan diolesi margarin pula. Masukkan ayam sambil diolesi sambal olesan, bolak-balik, masak hingga ayam matang dan kecokelatan (lakukan hingga ayam habis). Siap untuk disajikan dengan satu sisa sambal olesan yang sudah dicampur dengan irisan cabe dan tomat.


Jelita

14

29 Desember 2014 - 4 januari 2015

Khasiat Jitu Rebusan Daun Sirih Sebagai seorang perempuan tentunya kecantikan dan kebersi­ han menjadi hal yang sangat penting. Namun masih ada yang me­ nyepelekan kecantikan dan kebersihan seluruh tubuh. Padahal dengan bersih dan wanginya badan dapat meningkatkan keper­ cayaan diri seseorang.

S

alah satu hal yang seringkali menjadi penghambat penampilan secara keseluruhan adalah bau badan atau BB, yang disebabkab oleh bakteri bercampur dengan keringat, seperti bau ketiak. Meski sebenarnya keringat tidak berbau, namun hadirnya keringat membantu memperbanyak jumlah bakteri pada tubuh. Dan, para ilmuwan menemukan bahwa kulit di bagian ketiak manusia merupakan tempat terfavorit bagi bakteri hingga menjadi sumber utama bau badan. Masalah bau ketiak disebabkan karena keringat yang bercampur dengan bakteri dan juga sel kulit mati. Selain akibat bercampurnya keringat dengan bakteri, penyebab lainnya dari bau ketiak ini adalah karena makanan, hormon dan juga tidak seimbangnya pola diet yang diterapkan. Disadari atau tidak, bau badan dapat mengurangi

rasa percaya diri seseorang dalam bergaul. Seringkali orang yang bau badan biasanya merasa minder saat berdekatan dengan orang lain. Meski sudah menggunakan pengharum badan atau parfum, terkadang bau badan seseorang masih tercium. Lantas bagaiman caranya agar bau badan bisa hilang dari tubuh kita? Dalam kesempatan ini Rai Sariani pemilik Gaya Warna yang memproduksi berbagai keperluan spa, bersedia membagi tips ampuh menghilangkan bau badan. Sebelum bicara cara menghilangkan bau badan, Rai terlebih dahulu memaparkan beberapa penyebab bau badan secara umum diantaranya; Faktor keturunan, dalam istilah Bali sering disebut ladingan, artinya bau badan yang sangat khas dan sulit dihilang­kan; Cara mandi yang kurang benar, seperti mandi yang tergesa gesa dan tidak sempat mengosok badan dengan sabun mandi. Ini menjadikan tidak semua kotoran yang di badan bisa dibersihkan; Karena pola hidup tidak teratur sehingga jarang mandi ; Makanan yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan meningkatnya produksi keringat yang berlebih seperti makanan yang banyak mengandung terasi dan bawang merah. Selanjutnya Rai pun menyampaikan langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi bau badan ysang kurang sedap. Dikatakannya, yang utama adalah menjaga kebersiha tubuh dengan mandi sebelum melakukan

aktivitas dan setelahnya. Mandi secara teratur yang dilakukan tiap hari ini minimal 2 kali yaitu pagi dan sore . Ketika mandi, katanya kita harus yakin semua bagian tubuh sudah bersih. Menggosok bagian lipatan-lipatan tubuh dengan sabun anti bakteri. Selain itu juga, dapat menggunakan lulur atau body scrub tiap mandi. Setelahnya dilanjutkan dengan sabun mandi yang mengandung aromatherai dan kaya dengan minyak kelapa. Akan lebih baik jika dilakukan dengan pemijatan ringan dan bilas dengan bersih. Setelah mandi,keringkan seluruh bagian badan agar tidak lembab. Karena daerah yang lembab, terutama bagian lipatan rentan mengandung kuman. Jangan lupa memakai deodoran dan anti pespiran di bagian bawah ketiak. “Pilih produk yang cocok dengan kulit, agar tak terjadi iritasi. Ada baiknya sebelum mengoleskan deodoran, ketiak diyakini sudah bersih dan kering, agar kesegarannya lebih lama terjaga,” katanya. Konsumsilah lebih banyak sayursayuran dan buah- buahan yang bisa membantu mengurangi bau badan tak sedap sekaligus mencerahkan kulit. Juga dapat mengonsumsi minuman tradisional seperti jamu dari daun bluntas atau herbal tea atau ramuan jamu lainnya akan sangat membantu mengurangi bau badan yang kurang sedap. Juga jangan lupa untuk senantiasa mengenakan pakaian yang nyaman sehingga membuat tubuh bisa bernafas. Seperti pakaian dengan bahan katun yang dapat membuat keringat menguap secara alami. Hindari penggunaan pakaian ketat berbahan fiber sintetis atau poliester, khususnya untuk di daerah ketiak. Selanjutnya Rai mengatakan untuk lulur atau body

scrubnya, selain dengan cara membeli ditempat-tempat yang dipercaya, juga dapat dibuat sendiri. Yakni dengan menumbuk beras sehingga menjadi butiran butiran halus, dicampurkan dengan air hangat lalu digosokan keseluruh badan sampai mengering dan berjatuhan. Kemudian bilas dengan air bersih. Ini dapat digunakan setiap hari. Sedangkan untuk maskernya dapat menggunakan tepung beras halus yang dicampur madu dan air hangat. Dioleskan secara merata pada seluruh badan. Diamkan sekitar 5 menit lalu bilas dengan air bersih. Masker selalu di gunakan setelah memakai lulur atau scrub. Untuk masker ini dapat dipakai satu minggu sekali. Disamping itu untuk perawatan setiap hari juga bisa dibantu dengan loofah ato serabut natural alami dari suatu buah yang sudah kering. Hal ini untuk membantu mengosok badan sewaktu menggunakan sabun mandi, agar semua sisa- sisa kotoran di badan terangkat, dan bau badan pun akan berkurang, bahkan dapat menghadirkan aroma yang harum. Juga dapat dicoba dengan obat bau ketiak alami lainnya yakni dengan menggunakan rebusan daun sirih. Daun sirih selain membantu mengatasi masalah keputihan dan mimisan juga bermanfaat membantu menghilangkan bau ketiak. Daun sirih mengandung bahan antiseptik alami yang mempunyai fungsi untuk mengurangi jumlah kuman serta bakteri penyebab bau badan. Jika tips kali ini sudah dilakukan dengan benar, namun masih sajapemicu bau badan ada, sebaiknya pergilah ke dokter. Siapa tahu ada yang salah dengan kelenjar keringat Anda. Bahkan mungkin ada penyakit lain yang lebih berbahaya dibandingkan dengan bau badan. – Sri Ardhini

29 Desember 2014 - 4 januari 2015

Mitos

11

Pekerjaan Berat Picu Penuaan Dini

P

roses penuaan, cepat atau lambat pasti terjadi pada siklus kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Namun, ada beberapa hal yang diyakini masyarakat untuk mencegah­ nya. Seperti apa itu? Berikut penjelasan dokter anti-aging, dr. AA Sg. Ratih K.S., M. Biomed (AAM), dokter penanggung jawab VZ Skin Care Bali. Mitos : Tanda penuaan dini mulai bisa ditemui saat usia 20-an. Fakta : Benar. Secara teori memang proses penuaan dimulai sejak umur 25 tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan dapat dimulai sejak dini, bahkan sangat dini seperti pada penyakit progeria (premature aging syndrome), penyakit yang sangat langka yang menyebabkan anak-anak menua dengan sangat cepat. Selain genetik, penyebab penuaan dini yang berasal dari dalam tubuh adalah penurunan hormon. Sedangkan yang berasal dari luar tubuh yaitu gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan buruk, serta paparan radikal bebas dari lingkungan sekitar. Mitos : Pekerjaan berat memicu penuaan dini. Fakta: Benar. pekerjaan berat memicu pelepasan hormon cortisol (hormon stres). Hormon ini juga penting bagi tubuh kita karena fungsinya yang sangat banyak terhadap proses metabolisme tubuh, seperti menjaga homeostasis tekanan darah sehingga pembuluh darah tetap berfungsi baik. Tetapi, bila dikeluarkan berlebihan, maka hormon tersebut dapat memberi pengaruh buruk bagi tubuh yaitu mempercepat terjadinya penyakit-penyakit degeneratif (penyakit-penyakit yang mempercepat proses penuaan), seperti diabetes dan obesitas. Selain itu, pekerjaan berat juga menguras tenaga dan pikiran kita sehingga secara tidak sadar dahi dan alis berkerut untuk sekadar lebih berkonsentrasi pada pekerjaan, sehingga timbul kerutan dalam dan

menetap di antara kedua alis sebagai salah satu tanda penuaan Mitos : Untuk mendapatkan kulit indah, halus, putih, terbebas dari noda hitam, dan kerutan di wajah, pakailah krim malam. Fakta: Benar. Krim malam mengandung banyak nutrisi yang dibutuh­ kan oleh kulit. Pada malam hari saat kita tidur, kulit pun ikut beristirahat. Ketika kulit telah lelah se­h arian terkena paparan sinar matahari, debu, polusi, make up, serta radikal bebas lainnya. Malam adalah saat yang sangat tepat meregenerasinya kembali, dengan cara membersihkan semua make up yang tersisa agar pori kulit dapat “bernapas” kembali. Setelah itu, pakai krim

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Menyukai Sesama Wanita “Dok, selama ini aku sudah beberapa kali pacaran dengan laki-laki, yang kujalani biasa saja, layaknya wanita lain. Termasuk saat berhubungan seksual. Tetapi, aku sekarang dekat dengan wanita lain teman sekantor. Bersamanya aku menikmati rasa sayang dan ada kenikmatan saat bercinta yang berbeda dan lebih dari yang sudah-sudah. Apakah menjalankan hubungan sejenisseperti ini masih wajar dan tidak berisiko, Dok?” (Vina, Seminyak, 23 thn) Seseorang disebut berorientasi seksual homoseksual murni kalau hanya tertarik dan terangsang terhadap sesama jenis kelaminnya dan malah tidak tertarik dan tidak terangsang terhadap lawan jenis. Akibatnya, dia tidak tertarik untuk melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis. Pada pelaku yang sesama wanita, lebih dikenal dengan istilah lesbian. Kalau dilihat dari kasus di atas, dimana

sebelumnya dia dapat melakukan dan menikmati hubungan seksual dengan laki-laki yang menjadi pacarnya, cinta sejenis yang kini dijalaninya sebenarnya bukanlah homoseksual murni, tetapi lebih cenderung dapat dianggap sebagai seorang biseksual. Atau orientasi seksual ganda, bisa kepada lakilaki dan perempuan. Masih banyak persepsi masya­rakat menyatakan homoseksualitas sebagai sebuah

Mitos : Bahan alami seperti kunyit, susu dan lidah buaya, bermanfaat untuk bahan anti-aging (anti penuaan) yang minim efek samping Fakta : Benar. Makin alami suatu bahan, makin sedikit efek samping yang akan ditimbulkan pada

kulit. Tapi yang perlu diingat bahwa bahan-bahan tersebut hanya berfungsi sebagai anti-aging, jadi hanya mencegah aging. Jika proses aging telah terjadi dan signs of aging sudah terlihat jelas, seperti kerutan di dahi ataupun samping mata, maka selama apapun kita memakai bahan-bahan alami tersebut, maka keriput yang sudah terbentuk tidak akan pernah hilang kecuali dengan bantuan perawatan khusus di klinik-klinik berpengalaman. Selain itu, bahanbahan alami tersebut perlu dilihat proses penyimpanannya, dan apakah sering disemprotkan pestisida? Dan, apakah kita memiliki alergi terhadap bahan-bahan alami tersebut? Mitos : putih telur bagus untuk mengencangkan kulit wajah. Fakta : Benar. Dari zaman nenek moyang, putih telur telah digunakan sebagai masker wajah karena khasiatnya yang dapat mengangkat kotoran-kotoran di permukaan kulit dan menyempitkan pori-pori kulit, sehingga mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah. Sehingga, wajah tampak lebih kencang dan tidak kusam. Tetapi sekali lagi, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap bahan alami tersebut. Mitos : Mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi mempercepat proses penuaan. Fakta : Tidak benar. Kafein dalam dosis rendah justru dapat membantu mencegah terjadinya penyakit-penyakit degeneratif seperti alzheimer, parkinson, dan menstimulasi otak sehingga kita bisa fokus menangkap informasi yang disampaikan. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan karang gigi dan susah buang air besar. Mitos : Produk anti-aging membuat kulit tampak buruk. Fakta: Tidak benar. Produk antiaging yang sesuai jenis kulit tidak akan membuat kulit tampak buruk, bahkan menjadikan kulit tampak lebih sehat, cerah, dan kencang jika dipakai secara

rutin. Untuk itu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter berpengalaman tentang jenis kulit dan problem kulit Anda, sehingga Anda tidak perlu ragu memakai produk anti-aging. Mitos : Makin mahal produk kosmetik makin bagus. Fakta : Salah. Mahal memang identik dengan kualitas yang bagus, tapi kualitas yang bagus belum tentu cocok dengan kulit kita. Kembali lagi kepada jenis kulit dan apa masalah kulit kita. Kulit kita memiliki titik jenuh yang berbeda terhadap suatu produk. Apabila Anda sudah cocok terhadap satu produk, sebaiknya jangan gonta ganti lagi karena efektivitas produk tersebut tidak akan mencapai maksimal. Tetapi apabila setelah setahun, dua tahun, 6 tahun, atau beberapa tahun kemudian hasil yang Anda dapatkan dari pemakaian produk yang sama tersebut tidak lagi sebagus dulu, itu berarti kulit Anda mencapai titik jenuh terhadap produk tersebut sehingga perlu beralih ke produk lain. Mitos : Jika satu produk tidak memberikan hasil instan, diganti saja produknya. Fakta : Tidak benar. Setiap produk punya efektivitas yang berbeda untuk mencapai target sasaran pada organ kulit. Contohnya masalah melasma/flek yang terbagi atas dua jenis yaitu melasma epidermal (terletak di lapisan atas kulit) dan melasma dermal (terletak lebih dalam), sehingga hasilnya juga berbeda dalam pemakaian krim. Melasma epidermal akan lebih cepat pudar dibandingkan melasma dermal karena dibutuhkan waktu yang lebih lama oleh kandungan krim tersebut untuk menembus lapisan bawah kulit. Untuk itu, pasien harus lebih bersabar untuk tidak tergoda memakai krim-krim pemutih instan yang membuat wajah bening seperti porselin, karena kebanyakan krimkrim tersebut mengandung merkuri yang berbahaya. -Inten Indrawati

abnormalitas. Padahal itu keliru, homoseksual, biseksual dan heteroseksual adalah orientasi seksual. Itu artinya adalah sebuah pilihan, yang tergantung dari penyebabnya. Penyebabnya adalah beberapa faktor. Pertama, faktor biologi, berupa gangguan pada pusat seks di otak atau permasalahan genetik atau kromosomnya. Kedua, faktor psikodinamik, yaitu gangguan perkembangan psikoseksual pada masa kecil. Ketiga, faktor sosiokultural, yaitu kebiasaan yang berakar pada budaya setempat. Keempat, faktor lingkungan, yaitu akibat pengaruh pergaulan atau pengalaman pertama kejadian cinta sejenis. Dilihat dari kasus di atas, cinta sejenis yang disampaikan besar kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan, dan bila ditanya apakah mungkin dapat diubah kembali menjadi heteroseksual, tentu saja tidak selalu mudah. Tergantung kemauan, kuatnya pengaruh lingkungan dan penting atau tidaknya diubah. Kalau penyebab lain, misalnya karena faktor sosiokultural mungkin dapat diubah kalau yang bersangkutan segera keluar atau meninggalkan budayanya, walau ini juga tidak mudah dilakukan karena faktor sosiokultural pada umumnya sudah melekat sejak masa kecil. Kalau karena faktor biologi, misalnya kelainan genetik, sudah dapat

dipastikan tidak mungkin dapat diubah menjadi heteroseksual. Sedang yang karena faktor psikodinamik juga hampir pasti tidak dapat diubah, kecuali didukung oleh kesadaran dan kemauan yang luar biasa. Jadi cinta sejenis itu sesungguh­ nya adalah lebih ke permasalahan pilihan hidup atau orientasi. Hanya, pelakunya sering kali merasa akhirnya tidak nyaman karena menjadi berbeda dengan orang banyak. Akan terlihat menjadi aneh dan dicap mengalami kelainan oleh masyarakat banyak jika ketahuan, sehingga lebih banyak yang menyembunyikan orientasi seksualnya ini. Keinginan itu dapat hilang sama sekali atau tidak, sangat tergantung kepada apa penyebabnya tadi. Apakah cinta sejenis ini ber­ bahaya? Sesungguhnya risikonya sama saja dengan hubungan cinta yang biasa, akan dapat muncul problem psikis dan emosional dari hubungan ini dan risiko medis seperti infeksi ringan hingga infeksi menular, jika dilakukan berganti pasangan, selama kontak seksual yang dilakukan tanpa proteksi kondom. Pasangan homoseksual biasanya melakukan hubungan seksual dengan melakukan oral seks dan petting (menggesekgesekkan kelamin atau bercumbu berat). Jangan salah, oral seks dan petting juga bisa memunculkan luka lecet atau mikrolesi yang menjadi

jalan masuk virus, jamur maupun bakteri yang diidap oleh salah satu pihak diantaranya. Lalu, jika ada yang berniat buat meninggalkan aktivitas cinta sejenis, apa bisa? Kalau penyebabnya “hanya” karena pengaruh lingkungan, keadaan ini dapat diatasi. Selama ada kemauan kuat, pengaruh lingkungan juga bisa dikendalikan dan tetap berupaya mengontrol keinginan untuk konsisten tidak mencoba hubungan dengan sesama jenis. Sebaliknya, jika seandainya ingin dilanjutkan, apa bisa? Bisa saja, selama lingkungan sekitarnya tidak mempermasalahkan dan pelakunya tidak merugikan pihak lain. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang bisa tetap toleransi dan lebih menerima perilaku homoseksual. Seorang lesbian atau gay, tetap bisa sukses di profesi masingmasing yang digelutinya. Ada yang menjadi seniman, penyiar televisi, pengusaha, ataupun menteri. Bahkan di banyak negara saat ini ada kecenderungan perilaku homoseksual sudah bukan lagi sebuah aib, sebaliknya banyak yang kemudian muncul sebuah trend, akibat banyaknya artis yang secara eksplisist menunjukkan kehomoseksualan mereka. Karena cinta sejenis sesungguhnya lebih tepat adalah sebuah pilihan. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya. It`s your choice.

malam yang sesuai jenis dan problem kulit. Pemakaian teratur akan memberikan hasil yang sangat maksimal. Mitos : Untuk mengatasi masalah kulit, satu krim saja cukup. Fakta : Tidak benar. Terkadang satu jenis saja belum cukup untuk mengatasi masalah kulit tersebut. Jika masalah yang dihadapi hanya jerawat misalnya, diperlukan pemakaian satu jenis krim saja yaitu krim jerawat. Jika masalah yang dialami adalah flek, maka cukup memakai krim flek saja. Tapi bagaimana jika Anda memiliki dua masalah bahkan lima masalah kulit sekaligus? misalkan Anda memiliki jerawat, bekas jerawat, flek, skin tag, dan keriput dalam waktu bersamaan? Maka, kombinasi krim jerawat, flek, dan anti-aging cream sangat diperlukan. Konsultasikan ke dokter yang berpengalaman untuk kombinasi krim yang tepat untuk masalah kulit Anda.


Bugar

10

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Lensa Kontak Rigid Permeable untuk Atasi Mata Silinder Oleh:

dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K) Dokter Spesialis Mata RS Siloam Bali

S

elama ini kita cukup mengenal istilah softlens, yaitu suatu lensa kontak lunak yang diletakkan di depan kornea untuk membantu memperbaiki tajam penglihatan pada penderita kelainan refraksi seperti mata minus atau plus. Softlens sangatlah lunak sehingga nyaman digunakan karena mengikuti kelengkungan kornea. Namun, hal ini merupakan salah satu kelemahan softlens karena bentuknya yang lunak tersebut tidak dapat mengoreksi gangguan mata silinder yang cukup besar. Tak banyak orang tahu bahwa jenis lensa kontak tidak hanya softlens tetapi ada juga lensa kontak yang bentuknya lebih keras dan menggunakan bahan yang berbeda dengan softlens, yang dahulu disebut dengan hardlens, atau saat ini kita kenal dengan sebutan Rigid Gas Permeable Contact Lens (RGP-CL). Bahan RGP-CL yang keras inilah yang dapat membentuk kelengkungan kornea menjadi lebih rata sehingga dapat mengatasi Astigmatisme atau yang sering disebut mata silinder. Astigmatisme merupakan kelainan refraksi mata dimana sinar yang masuk ke dalam bola mata dibiaskan pada be-

berapa titik di retina sehingga menghasilkan bayangan yang buram bagi penderitanya. Gejala Astigmatisme antara lain mata buram melihat jauh, melihat benda seperti berbayang atau dobel dan kadang melihat garis lurus menjadi bengkok atau miring. Sakit kepala terutama di daerah atas alis dan mata terasa cepat lelah juga merupakan salah satu gejala Astigmatisme. Mengapa RGP–CL dapat mengatasi silinder? Pada RGP– CL bahan yang digunakan adalah fluorinated silicone acrylate, yang menyebabkan bentuk RGP-CL lebih keras daripada softlens tetapi tajam penglihatan yang dihasilkan jauh lebih baik. Bahan silicone yang ada pada RGP–CL memungkinkan pertukaran oksigen dari lensa ke kornea lebih baik daripada softlens, sehingga dapat memperkecil resiko infeksi kornea pada pemakaian jangka panjang. Selain bahan pembentuknya, ukuran RGP–CL juga berbeda dengan softlens. Softlens berukuran lebih besar dari kornea tetapi RGP-CL diameternya lebih kecil dan masih dapat bergerak apabila kita berkedip atau melirik karena adanya lapisan airmata di antara kornea dan lensa kon-

Courtesy of www.isec.my

dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K)

tak tersebut. Lapisan air mata ini memiliki kekuatan refraksi sehingga mempengaruhi ukuran RGP–CL yang akan dipakai. Selain itu lapisan air mata ini juga menjaga kornea tetap basah sehingga RGP–CL masih menjadi pilihan untuk pasien dengan sindroma mata kering atau Dry Eye Syndrome, yang merupakan kontra indikasi untuk pemakaian sofltens. Apabila softlens dibuat secara massal, tidak demikian dengan RGP-CL. Lensa ini dibuat secara customized alias disesuaikan dengan kelengkungan kornea dan ukuran kelainan refraksi pemakai, sehingga nantinya benar–benar pas dan nyaman digunakan. Sebelum memesan RGP–CL perlu terlebih dulu dilakukan pengukuran beberapa parameter lensa kontak antara lain Base curve, yaitu keleng-

kungan kornea pasien, Power atau ukuran kelainan refraksi mata pasien dan posisi serta kedudukan lensa tersebut di kornea. Pengukuran untuk pemesanan RGP-CL ini dilakukan oleh dokter ahli mata yang berpengalaman dalam hal lensa kontak. Cara pemakaian, penyimpanan dan pembersihan RGP–CL hampir sama dengan softlens. Cara pemasangan RGP–CL ke kornea tidak berbeda dengan Softlens, hanya untuk melepasnya kita memerlukan alat bantu pipet bervakum untuk dapat menarik lensa tersebut dari kornea. RGP–CL juga harus dilepas setiap malam untuk menghindarkan resiko infeksi walaupun risikonya lebih kecil daripada softlens. Sebelum disimpan dalam tempatnya RGP–CL dicuci dulu dengan sabun khusus untuk menghilangkan minyak dan kotoran di lensa tersebut. Sebelum dan sesudah memakai atau melepas RGP–CL kita harus mencuci tangan terlebih dahulu dan mengelapnya dengan tisu bersih hingga kering. Jangan menyimpan dan mencuci lensa kontak Anda dengan air karena air merupakan media yang potensial untuk berkembangnya parasit yang sering menimbulkan infeksi kornea pada pemakai lensa kontak. Rigid Gas Permeable Contact lens dapat secara optimal digunakan hingga 2-3 tahun bahkan lebih, apabila tidak terjadi perubahan ukuran maupun masalah pada lensa tersebut. Hal ini secara ekono-

mis lebih menguntungkan dibandingkan dengan softlens yang perlu penggantian secara rutin baik harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan. Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan RGP-CL ini adalah perlunya adaptasi saat memakai lensa kontak ini. Hal ini disebabkan karena bentuknya yang keras yang akan mengganjal saat pertama kali dipakai, sehingga pemakaian lensa ini dilakukan secara bertahap untuk mencapai kenyamanan pemakaian. Hari pertama pemakaian cukup selama 1 jam dan diselingi istirahat, dan keesokan harinya lama pemakaiannya dapat ditingkatkan setiap hari sampai mata dapat beradaptasi dengan baik. Pada umumnya pasien akan merasa nyaman setelah 1 minggu pemakaian. Selain mengatasi mata silinder, RGP–CL merupakan pilihan terapi bagi penderita kelainan refraksi di mana ukuran antara kedua mata berbeda jauh, yang disebut dengan anisometropia. Selain itu RGP–CL juga disarankan untuk anak – anak atau remaja yang memiliki minus atau plus yang tinggi yang ukurannya cenderung cepat bertambah. Pada beberapa studi penelitian disebutkan bahwa RGP–CL terbukti dapat menghambat penambahan minus dibandingkan dengan softlens. Lensa kontak ini akan membantu memperbaiki penglihatan pada penderita kelainan refraksi yang dengan kacamata tajam penglihatannya tidak maksimal atau untuk pasien yang tidak suka berkacamata.

KOREKSI Koreksi profil Spesialis RS Siloam Bali di edisi sebelumnya (Edisi 828) : dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, Sp.A adalah staf Spesialis Anak di Rumah Sakit Siloam Bali.

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Style

Pesona Mutiara

Mengenakan aksesori saat ini bukan hanya sekadar pelengkap pensmpilan. Namun ,dengan pemilihan yang tepat aksesori justru mampu menambah nilai atau sebagai fashion statement seseorang.

S

alak satu aksesori yang tidak pernah out of style di industri mode adalah mutiara. Bahkan kilau indah mutiara sering dikaitkan dengan naiknya rasa percaya diri pemakainya. Menurut Dewi pemilik “And Collections”, sebuah home shopping di kawasan Jalan Catur

Warga Mataram Lombok , segala jenis dan warna mutiara selalu indah dihadirkan dalam beragam bentuk. Seperti kreasi koleksinya berupa anting, kalung, gelang , dan bros yang simpel tapi berkesan enik dan berkelas. Ketika memilih, kata Dewi tinggal disesuaikan dengan busana yang

akan dikenakan. Misalnya gelang mutiara, selain menambah gaya juga dapat mengubah penampilan kasual menjadi begitu klasik dan berkelas. Sedangkan bros lebih tepat ditambahkan pada busana yang polos atau resmi, seperti kebaya, jas, blazer atau juga busana muslim. Jika detil pada kerah sudah banyak, tinggal pilih bros yang simpel dan berukuran kecil, sematkan di luar kerah. Selanjutnya dikatakan berbagai penampilan cocok diberi sentuhan aksesori mutiara. Selama tidak berlebihan pula, mutiara pun bisa eye - catching dan stylish digunakan untuk acara santai. – Sri Ardhini

15


Edukasi

16

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

Pilih Kurikulum 2013 atau 2006?

Keputusan Mendikdasmen Anies Baswedan “menghentikan” penerapan kurikulum 2013 dan kembali mengggunakan kurikulum 2006 cukup menjadi dilema di kalangan guru pen­ didik. Salah satunya, I Putu Sudibawa,S.Pd, M.Pd., guru Kimia dan TIK di SMAN 1 Side­ men, Karangasem. Guru berprestasi nasional ini mengatakan secara konsep, kurikulum 2013 sangat komplit dan runut dalam pem­ bentukan karakter peserta didik. “Hanya saja, masih perlu pemahaman yang lebih un­ tuk guru-guru dan sarana perlu dipersiapkan lebih baik,” ujarnya.

M

eski penerapan kurikulum 2013 ini masih banyak kendala, namun “penghentian di tengah jalan” ini dikhawatirkannya justru akan memunculkan masalah baru, seperti struktur yang berbeda antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Sudibawa mencontohkan, di kurikulum 2013, peminatan di tingkat sekolah menengah atas, mulai dari kelas X. Sedangkan dalam kurikulum 2006, di kelas X masih mata pelajaran umum, peminatan baru di kelas XI. Contoh lain, dalam kurikulum 2013, mata pelajaran agama 3 jam, sedangkan kurikulum 2006, 2 jam. Demikian halnya dengan mata pelajaran TIK. Di kurikulum 2006 ada, sedangkan di kurikulum 2013 ditiadakan.

Memanjakan diri se­ habis berpeluh dengan rutinitas merupakan suatu kewajiban. Tu­ buh dan jiwa perlu di­ istirahatkan sejenak. Jasmani dan rohani yang baik, akan me­ maksimalkan kinerja di hari-hari kerja se­ lanjutnya. Meluangkan waktu sehari di akhir pecan cukup untuk memulihkan stamina dan semangat kerja. Anda dapat melakukan refleksi dengan cara beryoga atau beren­ dam di pemandian air panas.

D

i Buleleng, terdapat pemandian air panas yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Singaraja. Tempat ini sudah dikenal di kalangan pengunjung domestic atau pun mancanergara. Yeh Panes Banjar, begitu nama tempat pemandian yang terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Menurut Made, penjaga tiket

“Jika kita kembali ke kurikulum 2006, konsekuensinya apakah harus ada pengulangan lagi? Karena tak semua mendapatkan mata pelajaran umum. Tentunya keputusan ini juga perlu kajian mendalam,” ujarnya. Penerapan kurikulum 2013 di SMAN 1 Sidemen, dikatakannya baru berjalan enam bulan. Memang masih banyak kendala ditemui, tapi itu menurutnya menjadi sebuah pembelajaran yang ujung-ujungnya memang harus dilalui. “Jadi menurut pendapat saya, kurikulum 2013 ini diteruskan saja,” ucapnya. Namun sampai saat ini, pihak sekolah dikatakannya masih menunggu keputusan dari Disdikpora Kabupaten Karangasem. Kadisdikpora Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M., mengatakan sejak diberlakukannya kurikulum 2013, di Bali tercatat 196 sekolah yang sudah menerapkannya sejak

29 Desember 2014 - 4 januari 2015

Dara

Berjaya di Ekskul KIR “Dari awal pemilihan ekstrakulikuler saat masuk SMA, kami berpikir bagaimana caranya agar kegiatan yang kami lakukan menambah prestasi untuk membantu masuk kuliah tanpa harus mengikuti tes lagi. Selain itu kami juga berharap saat kuliah nanti lebih mudah dalam me­nyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dosen. Di samping kami juga ­ingin lebih ba­ nyak lagi pengalaman sekaligus memperluas jaringan per­ temanan.” Demikian diungkapkan tiga gadis cantik ini ke­ pada Tokoh, saat ditanya apa motivasinya memilih ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Wayan Rika

TIA Kusuma Wardhani

tahun lalu, yakni 74 SD, 46 SMP, 29 SMA, dan 47 SMK. Jumlah tersebut belum ditambah semua sekolah di Kota Denpasar di luar piloting sebanyak 296 sekolah. Sementara, sekolah yang baru menerapkan kurikulum 2013 di tahun ini (2014) berjumlah 3.139, mencakup semua sekolah di Provinsi Bali, dengan rincian 2.418 SD, 398 SMP, 161 SMA, dan 162 SMK. Sesuai surat Menteri yang ditujukan langsung kepada kepala–kepala sekolah, mencermati pelaksanaan kurikulum baru (2013) dan kurikulum 2006 (KTSP), kepada sekolah diberikan kebebasan memilih. “Jadi, ini bukan penghapusan, cuma penekanan silakan memakai kurikulum mana,” jelasnya. Sekolah diberikan kebebasan memilih, karena sekolah sendiri yang tahu bagaimana implementasinya di

sekolah masing-masing. Inti dari kurikulum 2013 ini dijelaskannya menyasar pada kompetensi peserta didik, dan seperangkat pengetahuan keterampilan perilaku yang dimiliki siswa. “Yang mungkin dirasakan guru, belum adanya pedoman siswa dan guru yang bisa dipakai, sehingga menjadi kendala. Tetapi ini perlu dikaji secara keseluruhan,” tegas wanita yang akrab disapa Bu Tia ini. Sampai saat ini Disdikpora Bali belum mengantongi data pasti mengenai jumlah sekolah yang tetap menggunakan kurikulum 2013 atau yang akan kembali ke kurikulum 2006. Namun, salah satu sekolah induk kluster Kurikulum 2013, SMAN 4 Denpasar dengan tegas menyatakan untuk kembali ke kurikulum 2006 (KTSP). Kasek SMAN 4 Denpasar I Wayan Rika mengatakan kurikulum 2013

Maceburan di Yeh Panes Banjar

masuk, Yeh Panes Banjar sudah ada sejak lama. Dahulu, belum ada yang mengetahui kalau di daerah ini terdapat kelebutan yeh (mata air), sampai akhirnya pada zaman penjajahan Jepang, ditemukanlah mata air ini. Tempat ini kemudian dipugar, lalu di bagi menjadi tiga tempat. Pertama, kolam sedalam 50 cm. Kedua, kolam dengan sembilan air pancuran. Serta kolam dengan lima pancuran. Ditenggarai, air hangat yang bisa menjadi obat itu berasal dari Gunung Batukaru. Air hangat yang banyak mengandung belerang dapat menghilangkan penyakit kulit dan tulang. Rekreasi penyembuhan semacam ini cocok menjadi menu liburan Anda. Walau tempatnya cukup sederhana, Anda tentu tidak perlu khawatir dengan pelayananannya. Tempat parkir yang aman, toilet yang bersih, lingkungan yang bebas sampah, serta air yang masih terjaga kehangatannya tidak membuat Anda rugi membeli tiket. Anda dapat membeli tiket masuk seharga Rp 3000 – Rp 5000. Cukup terjangkau untuk semua kalangan. Mecebar-ceburan di Yeh Panes Banjar tentu mengasyikan. Bagaimana tidak? Letak pemandian di tengah-tengah pepohonan, sejuk, dan berada di sisi sungai. Refleksi diri semacam ini memungkinkan bagi Anda yang

Putu Sudibawa

mengalami banyak masalah dalm implementasiannya, terutama masalah penilaian dan pengadaan buku/bahan ajar. “Menurut saya, lebih baik melaksanakan kurikulum yang sudah dipahami. Karena kita diharuskan menerapkan kurikulum 2013, kita laksanakan saja dengan segala kensekuensinya. Tapi sekarang mumpung ada pilihan, jangan gagah-gagahan memakai kurikulum 2013 dengan segala masalahnya itu,” ujar Rika. Bu Tia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan, berapa SD, SMP, SMA, SMK yang tetap menerapkan kurikulum 2013 dan yang kembali ke kurikulum 2006. “Konsekuensi dari adanya dua pilihan ini, tentunya juga berdampak pada kebijakan yang berbeda. Namun bagaimana solusinya nanti, kami akan sampaikan ke pusat,” tegasnya. –Inten Indrawati

jenuh liburan ke tempat perbelanjaan atau pusat kota. Selain itu, Yeh Panes Banjar dapat dinikmati mulai dari balita, sampai lansia. Tempat ini memang sengaja dikelola untuk rekreasi keluarga. Menurut Dian Utami, salah satu pengunjung yang berasal dari Singaraja mengatakan senang jika sekadar berkunjung ke Yeh Panes Banjar. “Saya sering kemari bersama teman-teman, kadang mandi, kadang hanya jalan-jalan sebentar,” tutur Dian sambilmenikmati nasi jinggo. Ia dan kawan-kawannya berkunjung ke Yeh Panes Banjar, tidak hanya untuk mandi atau berendam. Bila sedang tidak ingin bermain air, Dian sering melihat-lihat koleksi busana di toko-toko yang berderet sepanjang jalan menuju permandian. Mereka menjual berbagaia busana pantai berbahan katun, topipantai, aksesoris, dan sandal. Anda yang tidak ingin mandi dapat membeli pernak-pernik di toko tersebut. Harga untuk wisatawan domestic dan mancanegara hampir sama, jadi tidak perlu sungkan untuk membeli atau menawar. Pada akhir tahun seperti ini, Anda bisa memasukan Yeh Panes Banjar di holiday list. Harga terjangkau, liburan tetap berkilau. Penyakit kulit dan tulang teratasi, tenaga pikiran kembali terang. Itulah yang ditawarkan Yeh Panes Banjar. Walaupun promosi tempat ini cukup minim, tidak menyurutkan pengunjung datang. Jangan sampai ketinggalan untuk merasakan manfaat dari Yeh Panes Banjar. -Wulan

9

Mangupura DenPost Cup 2014

Kejuaraan bulutangkis pelajar “Mangupura DenPost Cup 2014” digelar, Minggu (21/12) hingga Rabu (24/12) di GOR Permata, Banjar Sedana Merta, Ubung, Denpasar. Kejuaraan ini diikuti lebih dari 500 pebulutangkis yang berasal dari berbagai sekolah dan klub yang ada di Bali. Wakil Bupati I Made Sudiana, saat acara pembukaan me­ ngatakan kejuaraan ini merupakan ajang menggali potensi di bidang olahraga, khususnya bulutangkis. Pembukaan diawali dengan pertandingan eksebisi antara Sudiana dengan ABG Satria Naradha, Pimpinan Kelompok Media Bali Post. Ketua panitia kejuaraan I Gde Suyadnyana me­ ngatakan event ini juga bertujuan memberi kegiatan positif bagi pelajar untuk mengisi liburan sekolah. –wah

Jaga Jagat

Peluang dan tantangan di tahun 2015 mengharuskan Bali melakukan antisipasi dan tindakan yang terukur dan cerdas. Apalagi Bali sebagai motor penggerak pariwisata budaya di Indonesia. Untuk itu, kelompok media Bali Post menggelar event kultural bersifat holisitik bertajuk “Jaga Jagat”. Ketua panitia event Gde Palgunadi men­ gatakan “Jaga Jagat” dibuka Minggu (28/12) mulai pukul 17.00 di Shankara Art Space di Jalan Danau Toba no 7, Sanur. -wah

“V-Kool Customer Day”

Desy Puspitha

K

eingin ketiganya ternyata memang terbukti. Berada dibawah bim­ bingan Ir. A.A. Gede Rai Dalem Mahendra. S.H., M.Pd., Desy Puspitha bersama dua sahabatnya Maretta Ambarini dan Ayu Gayatri, berhasil menunjukkan kemauan dan kemampuan mereka. Terbukti mereka beberapa kali berhasil menggondol juara. Dalam menjalankan kegiatan ekskul tulis-menulis ini, selain informasi di sekolah, ketiganya juga tidak pernah malas untuk mencari info lomba-lomba melalui internet. “Biasanya lombalomba Karya Tulis Ilmiah yang kami ikuti diselenggarakan oleh universitas terkenal di seluruh Indonesia atau lembaga pendidikan,” ucap Desy yang menjabat

Maretta Ambarini

sebagai ketua kelompok. Hingga kini, sudah lebih dari sepuluh lomba karya tulis ilmiah mereka ikuti. Tercatat di antaranya tujuh kali berhasil masuk ke final, lima kali berangkat dan tiga kali berhak membawa pulang piala kemenangan. Kelompok KIR ini sempat menjadi Juara 1 di Fakultas MIPA Universitas Andalas Padang, Juara 2 di Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, dan juara 2 di Fakultas Biologi Universitas Negeri Jendral Soedirman. Ditanya mengenai dampak positif yang didapat selama mengikuti ekstrakulikuler KIR beserta lomba-lombanya, ketiganya memiliki jawaban yang berbeda. Maretta yang sudah mengikuti ekstrakulikuler ini

Maretta, Desy, Gayatri, dan Pak Dalem

Ayu Gayatri

sejak duduk di bangku SMP mengatakan selain menambah ilmu pengetahuannya, ia senang bisa berhadapan dengan dosendosen hebat yang menjadi juri di lomba yang ia ikuti. Dan di sana juga ia pasti mendapat teman baru dari daerah lain. Sementara anggota yang paling muda, Gayatri, merasakan bagaimana ia belajar untuk berani dan percaya diri tampil di hadapan banyak orang. Selain, mendapat pengalaman menyenangkan pergi keluar Bali. Berbeda dari anggota kelompoknya, Desy merasakan dampak positif dari kegiatan tulis-menulisnya selama mengikuti ekstrakulikuler KIR, adalah menambah wawasannya tentang kekayaan alam Indonesia yang sepatutnya dilestarikan juga

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggannya, VKool mengadakan “V-Kool Customer’s Day” Kamis (25/12) hingga Minggu (28/12) di di Sunset Auto Detailing. Pelang­ gan V-Kool bisa melakukan konsultasi serta pemeriksaan kaca film V-Kool di kendaraan mereka, cuci mobil gratis serta makan siang. Bagi yang ingin menggunakan kaca film V-Kool tersedia penawaran harga khusus serta bingkisan menarik. Manajer V-Kool Kuta Outlet Komang Sri Utami mengatakan, ada tiga hal yang melatarbelakangi digelarnya event ini, customer care, partner care, dan enviro care. Sri juga mengatakanpihaknya berkomitmen memberikan nilai lebih bagi pelanggan yang sudah memilih kaca film V-Kool. Untuk lebih memantapkan pilihan mereka, V-Kool menunjukkan alat demo yang menunjukkan performa kaca film serta garansi lima tahun. -wah semakin paham bagaimana cara bekerjasama yang baik dalam sebuah tim. Hal sama diakui ketiganya, bahwa mereka semua sangat didukung oleh keluarga terutama orangtuanya. “Di samping tentunya atas bimbingan yang baik dari guru pembina dan doa teman-teman semua,” ujar Desy yang diamini kedua rekannya. Mengenai pengalaman lomba yang paling berkesan, ketiganya kompak menjawab lomba di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sebab , ketika itu sekolah mereka, SMAN 5 Denpasar memiliki tiga tim yang masuk final dan kemudian berangkat ke Yogyakarta. “Bersaing dengan teman-teman KIR sekolah yang sama kuatnya membuat kami nggak terbayang bakal dapat juara. Tapi mungkin sudah kehendak Tuhan memang hanya tim kami yang juara. Walaupun bukan juara satu, tapi kami sangat bangga bisa menampilkan yang terbaik. Waktu itu ada-

lah pengalaman pertama kami lomba sekaligus turut mengadakan pameran,” tutur Gayatri. Yang menarik dan membuat mereka sukses juga karena pembina ekstrakulikuler KIR, guru biologi yang akrab dipanggil Pak Dalem sebagai Pembina ekstrakulikuler KIR di SMAN 5 Denpasar sudah dianggap seperti ayah sendiri oleh ketiga gadis cantik ini. Maretta malah bercerita bagaimana ia dan kedua sahabatnya tak segan curhat mengenai masalah sehari-hari ke Pak Dalem. “Pak Dalem itu orangnya asyik banget, kita bisa curhat apa aja pasti didengar, beliau juga meluangkan waktu buat ikut kami penelitian ke banyak tempat. Tapi kalau sudah latihan untuk lomba, tegasnya keluar, nggak segansegan untuk memarahi kami jika salah atau kami main-main dan kurang serius. Pokoknya sudah seperti ayah sendirilah,” ungkap Maretta. -Nina


Bunda & Ananda

8

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Latih Kemandirian dan Kepekaan Anak Liburan sekolah sudah usai. Saatnya siswa kembali ke sekolah. Beragam kegiatan dilakukan saat liburan. Ada yang pulang kampung, ada yang jalan-jalan bersama teman-temannya, ada juga yang ikut orangtuanya bekerja. Banyak pengalaman yang didapat saat liburan.

“S

Tasya

aya liburan pulang ke Negara. Kumpul bersama saudara sepupu, kakek dan nenek,” ujar Abi, siswa SD 7 Kediri, Tabanan. Bocah bernama lengkap I Gede Bagus Abiprawira Ratana ini mengaku kalau sudah berkumpul dengan sepupunya, ia bisa bermain bersama. Ia menuturkan tinggal di kampung tanpa ditemani orangtua sudah biasa dilakukan. Ayah dan ibunya mengantarkan Abi pulang kampung, lalu orangtuanya kembali ke Tabanan. “Abi sudah mandiri dari kecil. Kalau ditelepon, dia tidak pulang ke Tabanan. Harus selesai dulu liburan, baru mau kembali ke Tabanan,” ujar ibunya. Sebelum liburan, Abi sudah menyusun rencana dan menyiapkan apa saja yang mau dibawa. Liburan di kampung yang paling berkesan bagi Abi ketika hari Pengerupukan, Abi dan saudaranya ikut mengusung ogoh-ogoh Sementara itu, Tasya selama

liburan ada kegiatan ikut papanya yang berprofesi sebagai fotografer. Ia ingin tahu kerjaannya papanya. Yang ada dibenaknya saat mengikuti papanya adalah ada hal baru di luar kegiatan sekolah yang banyak. “Ada inspirasi untuk buat mading sekolah tahun depan,” ungkap siswi SD Tegal Jaya, Badung ini. Hal yang paling berkesan adalah dirinya boleh bawa kamera sendiri untuk motret bermacammacam kegiatan di liburan. “Aku pakai kamera bekasnya papa,” ujarnya tertawa. Tasya punya angan-angan menjadi penulis. Beberapa kali tulisannya dipakai majalah sekolahnya dan mendapatkan honor. Orangtuanya mengingatkan Tasya, bukan honornya yang utama tapi tulisan yang dimuat itu sudah cukup membanggakan. Kalau hanya memikirkan honor, tulisan akan buruk. Pengalaman lain diungkapkan Saka dan Ferdi. Saka mengisi liburan dengan berjalan-jalan ke tempat wisata. “Saya pergi den-

Trisna Susanti dan keluarga

gan teman-teman ke pantai Blue Point, pantai Balangan, ke Yeh Panes. Semua ini tempat baru bagi saya. Ada suasana baru yang saya dapat,” ujar Saka. Tetapi, Ferdi, adik Saka tak bisa bebas menikmati liburan. Waktu liburnya dipakai untuk rapat dan koordinasi berbagai kegiatan sekolah karena ia menjadi Ketua OSIS di SMP 6 Denpasar. Sebelum liburan berakhir, mereka diajak pulang kampung ke Porong, Jawa Timur oleh orangtuanya. “Beberapa tugas saya delegasikan ke temen-temen pengurus OSIS,” ungkap Ferdi yang mengaku ingin menekuni dunia jurnalistik ini. Dari sisi psikologis, liburan merupakan saat untuk menyegarkan pikiran. “Selama hari sekolah, anakanak mendapat berbagai macam teori. Saat liburan, kesempatan mereka untuk mempraktikkan apa yang sudah diperoleh. Proses belajar itu tidak hanya di ruang kelas saja, bisa dilakukan di luar sekolah. Momen liburan merupakan kesempatan yang baik untuk praktik,” ujar Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog.

ORANGTUA AMBIL CUTI Bermacam kegiatan yang dilakukan Abi, Tasya, Ferdi dan Saka termasuk liburan yang efektif. Mereka memanfaatkan waktu untuk melepaskan diri sejenak dari rutinitas. Mengisi liburan dengan pulang kampung melatih kemandirian anak. Ketika anak berani dilepas dari orangtua, itu akan memberikan dampak bagi anak dan orangtua. Anak menjadi mandiri sedangkan orangtua bisa melepas kelekatan terhadap anak. Namun, harus ada komunikasi antara orangtua dengan orang yang akan

menjaga anak agar mereka sepaham mengenai aturan apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan anak. Kemandirian ini juga menjadi modal bagi anak untuk mempersiapkan mentalnya dalam bersosialisasi dengan lingkungan lain di luar keluarga inti. Jika anak mengisi liburan dengan ikut orangtuanya bekerja, sepanjang itu tidak mengganggu kerja orangtua, akan memberikan pemahaman kepada anak tentang perlunya usaha. “Anak akan paham untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha. Kenalkan anak sejak dini apa pekerjaan orangtua. Ini akan membuka wawasan anak serta membuatnya menjadi peka terhadap apa yang terjadi di dunia,” ujar istri Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog ini. Bagi orangtua juga diingatkan untuk memberikan waktu yang berkualitas bagi anak. Bila perlu, ketika anak libur, orangtua mengambil satu atau dua hari untuk cuti. Momen ini menjadikan anak dan orangtua melakukan kegiatan bersama yang bermanfaat. –Ngurah Budi

Abi (baju merah paling kiri)

Mendongeng Lima Menit Padi dan Hama Wereng

Sudah berkali-kali curahan cinta Kala Gumarang ditolak oleh Dewi Sri. Namun, api asmara pemuda yang berwujud banteng itu tak pernah redup. Apalagi Made Taro Dewa Wisnu, ayah Dewi Sri, mengetahui hubungan terlarang itu. “Hai, Kala Gumarang!” kata Dewa Wisnu marah-marah. “Kamu tidak boleh jatuh cinta kepada Dewi Sri, sebab ia adalah adik kandungmu. Kalau kau bersikeras, aku akan membunuhmu!” Kala Gumarang, pemuda banteng itu bukannya mundur, tetapi malah mengejar-ngejar Dewi Sri. Sudah lama ia mencari ke mana-mana tempat persembunyian kekasihnya itu. Dalam hatinya bukan saja terpendam rasa cinta, tetapi juga rasa dendam, iri hati dan perlakuan tidak adil. Adiknya lahir sebagai gadis cantik, sedangkan ia sendiri lahir berwujud banteng yang garang. Di suatu tempat akhirnya pemuda itu menemukan persembunyian Dewi Sri. Rasa cintanya berkecamuk menjadi benci. Gadis itu ditangkap lalu ditendang jauh-jauh. “Bruuuk…!” Dewi yang cantik itu jatuh bergedebuk, akhirnya meninggal di tempat. Aneh, dari jazad almarhumah tumbuh aneka warna tumbuh-tumbuhan. Pohon kelapa dari payudaranya, padi dari rahimnya, dan tumbuh-

tumbuhan lain yang dibutuhkan manusia, muncul dari bagian tubuh lainnya. Walaupun manusia berduka cita atas kematian Dewi Sri, namun mereka menjadikan kematian itu sebagai berkah. Mereka lalu mengembang-biakkan tanaman kelapa dan padi di seluruh permukaan bumi. Lama-kelamaan Dewa Wisnu mengetahui sebab-musabab kematian anak gadis kesayangannya itu. Dengan senjata cakranya, Dewa Pemelihara itu mencari-cari Kala Gumarang. Setelah berpapasan, keduanya tak mau mengalah. Mereka bertengkar, berkelahi lalu bertarung mati-matian. Pertarungan itu berakhir, setelah senjata cakra Dewa Wisnu menancap di tubuh Kala Gumarang. Tubuh itu hancur berkeping-keping. Ajaib juga! Mungkin karena rasa dendam yang membara, tubuh yang berkeping-keping itu berubah menjadi hama tumbuh-tumbuhan, seperti wereng, walang sangit, kumbang kelapa, penggerek padi, belalang, tikus, dan lain-lainnya. Dengan hama penyakit itulah, Kala Gumarang mencari kesempatan membalas dendam kepada Dewi Sri. Dewa Wisnu tidak dapat mencegah nafsu kesetanan Kala Gumarang. Beliau hanya berpesan kepada manusia, agar memelihara tumbuhtumbuhan itu sebaik-baiknya. “Ingat, kerthamasa!” katanya. “Gunakanlah perhitungan waktu. Jangan menanam dan memanen pada waktu tumbuh suburnya berjenis-jenis hama.”

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Griya

Pesona Bromelia Tahukah Anda tanaman apa yang membuat taman barong itu begitu indah, terutama saat malam hari, dengan penataan lampu yang berwarna-warni? Taman itu sebagian besar memakai tanaman bromelia.

B

romelia adalah spesies tanaman suku nanas-nanasan yang berasal dari Benua Amerika. Wardi, Pemilik Stan Bunga Rizky Garden, mengatakan, selain memiliki warna yang indah, tanaman ini juga kuat dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Ada banyak jenis bromelia, dari yang harganya murah hingga mahal. Tanaman ini pun tak perlu ekstra perawatan, karena bromelia tahan terhadap kekeringan dan juga tahan

terhadap pengairan yang berlebihan yang bisa menyebabkan pembusukan akar pada tanaman jenis lain. Dengan kata lain, perawatan bromelia sangat mudah. “Namun, sebaiknya bromelia disiram empat hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi medianya. Jika media sudah terlihat kering, siram,” ujar pria asal Malang yang sudah 18 tahun menggeluti bisnis tanaman ini. Bromelia bisa beradaptasi dalam ruangan yang minim sinar matahari. Wardi mengatakan, bromelia akan tumbuh bagus dan

kuat jika ditanam langsung di tanah. Jika bromelia ditanam dalam pot dengan media sekam, seperti yang dipakai taman barong itu, menurutnya paling hanya bertahan enam bulan. Setelah itu, tanaman harus diganti yang baru atau ditambahkan sekam yang berfungsi sebagai sumber makanan tanaman. Bromelia yang umumnya dikembangkan dengan biji atau anakan ini, pemupukannya juga tidak terlalu sulit. Cukup dilakukan tiga bulan sekali jika menggunakan pupuk slow release. Banyak masyarakat yang tertarik dengan tanaman ini, karena bromelia memiliki beraneka warna dan corak daun yang mempesona. Beberapa jenis bromelia memunculkan bunga dengan bentuk yang tak kalah cantiknya dengan ukuran tanaman yang sangat bervariasi, dari yang sangat kecil hingga yang paling besar. —Inten Indrawati

17


Kreasi

18

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

D

i Amerika, Eropa, Asia (Jepang) dan Australia, gong kebyar telah ditabuh oleh masyarakat setempat. Sedangkan di Bali gong kebyar tak hanya dikecimpungi oleh kaum pria dewasa namun juga digauli oleh kaum wanita. Kini anak-anak pun telah unjuk kepiawaian ngebyar. Akhir Oktober lalu di Eks. Pelabuhan Buleleng, sembilan grup gong kebyar anak-anak duta sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng mempertontonkan kebolehannya. Utsawa Merdangga Gong Kebyar Anak-anak Kabupaten Buleleng Tahun 2014 yang mengangkat tema Wisaya Guna Bayuning Wwang (Keinginan dan tekad yang tulus akan menghasilkan karya yang bermanfaat untuk dunia), direspons antusias masyarakat setempat. Penonton tua dan muda hadir dengan rona apresiatif menyimak penampilan secara mabarung (pentas bersama secara berhadap-hadapan). Mabarung gong kebyar adalah tradisi berkesenian masyarakat Bali Utara. Pentas secara mabarung ini sudah menunjukkan gairahnya sejak tahun 1930-an di desa-desa Dangin Enjung (Buleleng Timur) dan Dauh Enjung (Buleleng Barat). Deru mabarung gong kebyar dinikmati masyarakat Buleleng dengan fanatisme nan membumbung. Gelora kompetitif makin sengit jika digelar pentas mabarung antar sekaa gong kebyar Dauh Enjung versus grup gong kebyar Dangin Enjung. Untuk mengungguli lawannya, konon sampaisampai ada upaya melibatkan ilmu hitam. Dapat dibayangkan, betapa emosionalnya masyarakat Buleleng tempo dulu mencintai gong kebyar. Kini, terindikasi kecendrungan rasa cinta masyarakat Buleleng pada gong kebyar telah tergerus. Gamelan mapacek pada instrument ugal, pemade dan kantilan sudah tak dikawal dengan setia lagi. Tidak sedikit komunitas sekaa gong kebyar di Bali Utara memakai cara gantung pada ketiga instrument gong kebyar itu seperti yang berlaku di Bali Selatan. Akibat dari berubah dari gamelan mapacek menjadi digantung menyebabkan bergesernya konsep musikal, terutama menyangkut aspek tehnik permainan lugas, tegas, trengginas yang menjadi ciri khas gong kebyar bulelengan. Bahkan secara psikoestetik, orientasi berkesenian gong kebyar masyarakat atau seniman Buleleng masa kini mulai berkiblat ke Bali Selatan. Tentu saja sikap inferior ini mengikis jati diri gong kebyar Bali Utara yang telah dirintis sejak seratus tahun.

PERAYAAN SEABAD GONG KEBYAR Alkisah, pada tahun 1915 gong kebyar dilahirkan di Bali Utara. Pada awal-awal perkembangan, konsep-konsep estetik kesenian ini merupakan ekspresi kultural masyarakat Buleleng. Identitas gong kebyar yang dinamis, sarat hentakan, gesit dan spontan inilah yang mewabah ke seluruh Bali. Karakteristik musikal gong kebyar itu bahkan mempengaruhi prinsip-prinsip keindahan ansambel gamelan Bali yang lainnya, baik barungan gamelan yang lebih tua usianya seperti gender wayang hingga gamelan yang lebih muda seperti gamelan joged bumbung. Begitu kuatnya arus gong kebyar yang menggelinding dari Bali Utara, sempat melibas keberadaan gamelan khas Bali Selatan. Sekitar tahun 1950-1960 tidak sedikit gamelan semar pagulingan, palegongan, panyalonarangan misalnya, dilebur menjadi gamelan gong kebyar. Kemunculan dan keberadaan gong kebyar bukan hanya menguncang jagat karawitan Bali, namun juga menjadi tonggak munculnya genre seni pertunjukan yang kini disebut seni kebyar atau golongan tari yang diiringi dan mengggunakan prisip estetik gong kebyar. Berawal dari menguaknya di Desa Jagaraga tari Kebyar Legong buah karya I Wayan Paraupan yang lebih dikenal dengan nama Pan Wandres. Tari ciptaan tahun 1920-an ini berdurasi sekitar 1 jam yang oleh murid Wayan Paraupan, I Gde Manik, pada tahun 1950 dipadatkan menjadi hanya sekitar 12 menit. Oleh Presiden Bung Karno yang beberapa kali menyaksikan tarian yang energik ini diberi nama Tarunajaya, generasi muda yang digjaya. Di tengah keterpesonaan penonton dengan Kebyar Legong dan Tarunajaya, pada tahun 1925 penari I Mario asal Tabanan melahirkan sebuah tari yang disebut Kebyar Terompong atau Kebyar Duduk yang distimulasi oleh karateristik musikal gong kebyar. Setelah kemerdekaan RI, kemunculan taritarian lepas yang me-

makai iringan gong kebyar mendominasi eksistensi seni kebyar hingga sekarang. Namun, kontribusi yang sangat signifikan gong kebyar pada jagat seni pertunjukan Bali, anehnya, tampak cenderung menggerus semangat hidup gong kebyar di tanah kelahirannya, Buleleng. Sei­ ring dengan perkembangan sosiokultural masyarakat Bali setengah abad terahir ini, binar seni budaya di Bali Selatan justru menyilaukan gong kebyar di Bali Utara. Terbukti pada perhelatan festival gong kebyar se-Bali di arena Pesta Kesenian Bali (PKB), utusan gong kebyar Kabupaten Buleleng belum mampu mengimbangi reputasi yang direngkuh Gianyar, Badung, dan Denpasar. Utsawa Merdangga Gong Kebyar Anak-anak Buleleng 2014 adalah momentum yang strategis bagi masyarakat Bali Utara untuk mengembalikan kejayaan gong

Life

Story

Cinta Satu Malam

Mabarung Gong Kebyar Merubung Buleleng Masyarakat Bali memiliki lebih dari 20 jenis ansambel gamelan. Salah satu dari sekian barungan gamelan itu, gong kebyar paling digjaya. Sejak muncul pada tahun 1915, gamelan yang dimiliki oleh hampir setiap desa atau banjar ini menunjukkan eksistensi yang semakin tegar di tengah masyarakat Bali masa kini. Bahkan ekspansi gong kebyar bukan hanya di Bali saja namun meluas ke penjuru Nu­ santara bahkan hingga ke mancanegara.

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

kebyarnya. Perayaan seabad gong kebyar yang telah mengawal budaya Bali ini, sudah sepatutnya dijadikan tonggak menggelorakan gong kebyar yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng. “Tujuan perhelatan ini adalah memotivasi generasi muda untuk mencintai gong kebyar sebagai warisan budaya luhur,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng Drs. I Ketut Warkadea, M.Si. dan Kasi Kesenian Drs. I Wayan Sujana menguraikan, pewarisan warisan luhur itu diimplementasikan dengan mengembalikan ciri khas gong kebyar style Buleleng. “Masing-masing duta kecamatan harus memakai gamelan mapacek dan diwajibkan menampilkan tari Tarunajaya Kembar,” ujar Sujana yang juga dikenal sebagai penari topeng ini. Sembilan grup gong kebyar anak-anak Buleleng itu hadir dengan gamelan mapacek. Masingmasing juga menyajikan tari Tarunajaya Kembar. Cuaca panas yang merubung kota Singaraja tak dihiraukan penonton yang penuh sesak mengurung pangg-

gung pementasan. Tabuh kreasi yang disuguhkan dengan sarat gaya khas anak-anak mengundang decak penonton. Tari Tarunajaya dan sebuah tari pilihan yang disuguhkan masing-masing sekaa, disimak penonton dengan tekun. Tampak sebagian besar sekaa gong kebyar anak-anak Buleleng itu menunjukkan keterampilan menabuh yang cakap. Penggunaan gamelan mapacek mengangkat kegesitan mereka menyajikan bagian-bagian tabuh yang bertempo cepat. Hanya agak disayangkan para penari yang ditampilkan, termasuk tari Tarunajaya, baru duta Kecamatan Grogak dan Buleleng hadir cukup apik, sedangkan yang lainnya belum menunjukkan gregetnya. Pengamatan tiga juri dari ISI Denpasar dengan landasan kriteria yang telah disepakati, menetapkan pemenangnya sebagai berikut: Juara I Kecamatan Busungbiu, Juara II Kecamatan Seririt, Juara III Kecamatan Buleleng, dan Juara IV Kecamatan Sukasada. Juara I akan diutus mewakili Kabupaten Buleleng pada Parade Gong Kebyar Anak-anak Se-Bali di arena PKB 2015 nanti. -Kadek Suartaya

Menenteng tas kerja berwarna ungu, Purwati (43), bukan nama se­ benarnya, turun dari mobil menuju ruang kerjanya. Ia duduk lalu mulai bekerja. Begitulah, aktivitas keseharian perempuan berdarah campuran, Lombok dan Jawa ini. Di usia yang sudah kepala empat, Purwati seharus­ nya telah memiliki anak-anak sebagai penghibur hatinya di kala susah mau­ pun senang. Namun, nasib berkata lain. Purwati malah kini hidup sendiri setelah perkawinannya gagal hanya dalam satu malam.

D

i masa SMU dan kuliah, sesungguhnya Purwati adalah gadis yang menarik. Di samping penampilannya cukup menarik, ia juga cerdas dan gaul. Ia bukan gadis yang “nakal” melainkan cenderung biasa-biasa saja. Banyak laki-laki tertarik padanya, namun pembawannya yang cuek kerapkali tidak mengindahkan rasa suka lawan jenisnya. Dari banyak laki-laki yang menaksir dirinya, bahkan ada seorang perwira tentara yang benar-benar menaruh hati padanya. Keseriusan laki-laki ini diperlihatkan dengan rajin datang menemui orangtua Purwati dan menyampaikan secara terbuka keinginannya untuk meminang Purwati. “Sebenarnya Purwati juga suka pada perrwira itu, tapi ya begitu… sikap Purwati agak cuek,” ungkap Irma, sahabat Purwati yang menceritakan kisah ini. Irma adalah kawan Purwati saat mereka kuliah di salah satu universitas di Pulau Jawa. Meski dicuekin, laki-laki ini tetap berharap Purwati mau membuka hati dan menerimanya. Beberapa waktu kemudian, Purwati memang kelihatan mulai membuka hatinya, namun ia kerap terganggu dengan keinginan sang perwira untuk segera menikah sementara Purwati masih ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu. “Purwati memang bimbang saat itu, jadi dia terkesan mau .. tidak mau…,” kata Irma. Sesekali Purwati memang mau diajak keluar bersama untuk sekadar makan malam atau jalan-jalan ke mall. Menurut Irma, sang perwira itu sangat baik dan begitu mencintai Purwati. Ini yang tampaknya membuat Purwati luluh tetapi sikap tidak bisa menerima keinginan perwira ini untuk kawin itulah yang kemudian sempat merusak hubungan mereka. Hubungan yang berjalan cenderung bertepuk sebelah tangan itu, pun akhirnya bubar dengan sendirinya beberapa ta-

hun kemudian. “Perwira itu lalu kawin dengan orang lain,” kata Irma. Meski begitu, laki-laki ini masih kerap menanyakan kabar Purwati yang sudah dianggapnya sebagai adik. Mereka menjalin hubungan baik seperti saudara. Ketika perwira ini kawin, Irma menduga Purwati patah hati. Sebagai sahabat, Irma sendiri mengaku sulit menebak isi hati Purwati yang sesungguhnya pribadinya tertutup, terutama soal ini. Namun, ketika kekasihnya itu kawin akibat terlalu dicueki Purwati, Purwati pun seperti terlihat limbung. Ia makin tertutup tetapi seperti menyembunyikan hal itu. Purwati tampak berusaha memperlihatkan keceriaannya seperti biasa. Sebagai sahabat, Irma dapat menangkap kecemasan Purwati sekali pun ia tidak dapat membuat Purwati curhat padanya tentang apa yang dirasakannya saat itu. BERTEMU DUDA BERANAK TIGA Sejak saat itu Purwati tidak lagi mau membicarakan laki-laki itu. Ia asyik dengan kawankawannya. Setelah lulus kuliah, Purwati lalu bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Sebagai anak bungsu dalam keluarganya, tidak butuh waktu lama bagi Purwati untuk dapat membeli sebuah rumah kecil untuk ia tinggal. Kehidupan Purwati berjalan dengan baik. Saat usia Purwati 38 tahun, ia bertemu dengan duda beranak tiga yang jatuh hati padanya. Seperti halnya dengan perwira itu, Purwati seperti orang yang tidak menyukai hubunganhubungan seperti ini, cuek dan cenderung kurang merespons. “Mungkin karena mengingat usia dan melihat kami sahabat-sahabatnya telah menikah dan punya anak, Purwati kemudian terlihat

mau didekati laki-laki kedua itu,” kata Irma yang saat itu telah

memiliki tiga orang anak. Setahu Irma yang sudah bersahabat dengan Purwati sejak semester satu di kampus mereka, Purwati baru mengenal pacaran dengan dua orang tersebut. tetapi, lagi-lagi kali ini Purwati tidak pernah membicarakan hal ini dengan Irma secara detil. Ia masih saja tertutup seperti dulu. Ia hanya cerita sedikit saja bahwa ia dekat dengan laki-laki kedua ini. Hingga akhirnya, suatu ketika ia mengatakan pada Irma bahwa ia akan kawin dengan

laki-laki kedua ini. “Betapa saya dan kawan-kawan dekatnya yang lain, bahagia mendengar kabar itu,” ujar Irma. Bahu membahu sahabat-sahabatnya menyambut dan ikut membantu mempersiapkan hari bahagia Purwati. Perkawinan yang mereka nanti-nantikan yang akan membawa kebahagiaan untuk sahabatnya itu. Ijab kabul dilakukan pagi hari di rumah orangtua Purwati di Mataram, di tahun 2009. Dilanjutkan resepsi di malam hari di sebuah gedung yang mewah. Seluruh biaya pernikahan dan mahar yang tidak

bisa dibilang sedikit, diberikan oleh sang calon suami. Purwati terlihat bahagia dan tersenyum sepanjang resepsi berlangsung. Canda dan celoteh kawankawan juga sahabat Purwati menambah meriah suasana resepsi itu. Acara resepsi akhirnya benar-benar berakhir pukul 23.00. Irma dan beberapa kawannya yang sengaja datang dari Jawa hanya untuk menyaksikan perkawinan itu, tidak mau menyia-siakan kesempatan

7 bersama Purwati terakhir kalinya sebagai bujangan. Mereka memilih menginap di rumah Purwati meskipun tidur berdesakan. Mereka semua sengaja mengambil cuti demi bisa menghadiri Purwati kawin dan mengantar sahabatnya itu sampai pindah ke rumah besar suaminya, yang berdasarkan rencana tiga hari setelah perkawinan. Ketika semua tertidur malam itu, tiba-tiba Purwati menggedor pintu kamar kawankawannya yang kebetulan masih mengobrol sekitar pukul satu dinihari. Begitu pintu dibuka, Purwati langsung menghambur masuk dan meminta agar pintu kamar itu dikunci. Purwati menangis tanpa mau menceritakan apa-apa. “Kami bertiga bingung menghadapi situasi itu,” ungkap Irma. KEMBALIKAN MAHAR Entah apa yang terjadi, hingga hari ini, Irma dan kawan-kawannya tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi malam itu. Purwati tidak ingin bertemu suaminya dan mengunci diri dalam kamar kawan-kawannya itu. Sedangkan suaminya malam itu juga langsung pulang ke rumahnya tanpa penjelasan apa-apa. Hanya sepucuk surat yang ditulis tangan oleh Purwati yang mengatakan bahwa ia bersedia mengembalikan semua biaya pernikahan termasuk mahar yang telah diberikan, asal suaminya itu menceraikannya saat itu juga. Sungguh sebuah peristiwa yang tidak bisa dijelaskan oleh Irma karena hingga saat ini, Purwati sama sekali tidak ingin menyinggung hal itu. Semua berlalu begitu saja tanpa penjelasan. Purwati menepati janjinya mengembalikan semua biaya dan mahar suaminya. Mereka pun bercerai beberapa minggu kemudian. Menurut Irma, sejak lima tahun terakhir, Purwati sama sekali tidak pernah mengeluh atau pun membicarakan soal perkawinan. Sejak perceraian itulah, Purwati menjanda dan menikmati kesendirian dengan caranya sendiri. -Naniek I. Taufan


Women on Top

6

dr. Luh Supadmi, M.M.

Bagi Habis Pekerjaan

Sesibuk-sibuknya seorang wanita yang sudah berkeluarga, pasti akan meluang waktu untuk mengurus rumah tangganya. Hal ini membuat wanita memiliki peran ganda karena di satu sisi ia menjadi wanita karier dan di sisi lain, ia menjadi pendamping suami dan anak. Agar semua seimbang, perlu pengaturan waktu yang tepat. Ini merupakan kiat sederhana dr. Luh Supadmi, M.M., Kepala Puskesmas I Denpasar Barat.

“S

aya biasa bangun pagi untuk menyiapkan semua keperluan keluarga. Kalau ada agenda pagi di kantor, bangunnya juga lebih pagi. Setelah beres di rumah, di kantor bisa konsentrasi untuk mengurus pekerjaan kantor,” ujar istri dr. I Made Suyasa Jaya, Sp.OG(K). ini.

Di Puskesmas yang berlokasi di Jalan Gunung Rinjani, Desa Tegal Kertha, Denpasar Barat ini, Su­ padmi memimpin 49 orang. Mayo­ ritas merupakan tenaga medis dan para medis. Namun, bukan berarti semua pekerjaan hanya dilakukan tim medis ini. “Kalau ada kegiatan, kami bekerja sebagai satu tim. Daftar kegiatan sudah terpasang

untuk memudahkan apa yang di­ lakukan dan siapa yang melakukan,” paparnya. Ia menambahkan sesuai dengan tugas utama Puskesmas untuk melakukan kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, pihaknya membuat agenda kerja yang terjadwal. Kini di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), promo­ tif dan preventif mendapat per­ hatian maksimal. Upaya promotif dilakukan dengan melakukan penyuluhan kesehatan ke wilayah binaan Puskesmas I Denpasar Barat yang terdiri dari Desa Tegal Harum, Desa Tegal Kerta, Desa Padangsam­ bian Kaja, Kelurahan Padangsam­ bian, dan Kelurahan Pemecutan. “Kami mengusung konsep lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itulah penyuluhan yang dilaku­ kan tim kami benarbenar harus dimaksimal­ kan. Kalau masyarakat sudah paham tentu angka kunjungan ke Puskesmas bisa ditekan. Kalau angka kunjungan ke Puskesmas tinggi berarti banyak warga yang sakit,” ungkap wanita asal Tejakula, Buleleng ini. Untuk kegiatan preventif, pihaknya melakukan imu­ nisasi. Salah satunya dengan mendukung Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Ada 23 sekolah yang berada di wilayah Puskesmas I Denpasar Barat.

29 DEsember 2014 - 4 Januari 2015 Kegiatan ini juga sudah diagendakan agar sasaran yang dicapai jelas dan hasil yang diperoleh juga maksi­ mal. “Kini saya sedang menyusun survey kepuasan masyarakat karena masyarakatlah yang akan menilai kinerja kami selain dari pimpinan,” ujarnya. Ibu satu putri dr. Putu Daivi Prakriti, S.Ked. dan nenek dua cucu Putu Vidya Maharani Putri Prama­ rtha dan Made Avana Devi Putri Pramartha ini memiliki kiat agar semua pekerjaan di kantor bisa terselesaikan. Ia membagi habis se­ mua pekerjaan dengan timnya agar semua mendapat bagian dan cepat selesai. Semua ilmu manajemen ini

–Ngurah Budi

Ni Komang Sri Utami

Dukungan Kepercayaan Dunia otomotif identik dengan dunia kaum pria. Namun, bukan berarti wanita tak bisa masuk dan eksis di dunia otomotif. Salah seorang wa­nita yang sudah merasakan suka duka di dunia ini adalah Ni Komang Sri Utami, Manajer V-Kool Kuta

S

ri mengawali kariernya di bidang akun­ tansi. Ia mera­ sa pekerjaan harus sesuai dengan jurusan. “Lulus dari jurusan Akuntansi Poltek Negeri Bali, saya bekerja sebagai akunting di Pratama Line Logistik, sebuah perusahaan kargo. Tahun 2004, saya masuk ke Astra World. Dari sini­ lah saya mulai mencintai dunia otomotif,” kenang wanita kelahiran 13 Sep­ tember 1979 ini. Sambil bekerja, Sri melanjutkan kuliahnya di STIE Triatma Mulya hingga meraih gelar sar­ jana akuntansi. Posisinya

di Astra World mulai dari Cus­ tomer Service hingga menjadi Alliances Relationship Manager Astra World Denpasar, Bali. Tahun 2014, Sri memulai karier baru yang tak jauh dari dunia otomotif. Ia menjadi Manajer V-Kool Kuta Outlet. V-Kool meru­ pakan produk kaca film berkualitas tinggi yang banyak di pakai di mobil. “Sejak masuk Astra World saya senang ber­ gaul dengan customer. Banyak hal yang bisa saya dapat. Customer tidak hanya dilayani saat pembelian mobil, tetapi mulai dari sebe­ lum pembelian hingga service setelah kepemi­ likan mobil juga diberi­ kan. Saya cocok den­ gan dunia ini. Ini juga yang membuat saya memilih V-Kool karena tetap bisa berinteraksi dengan customer dan dunia otomotif,” ujar istri IB Ketut Putra Krisnawan ini. Salah satu bukti kedekatan Sri dengan

ia peroleh setelah menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Terbuka. Di rumah, dr. Supadmi melakukan hal yang sama. Ia me­ ngatur waktunya untuk mengurus rumah tangga. Bermain dengan cucu merupakan hiburan bagi­ nya. “Kalau ada asisten rumah tangga, saya memberikan arahan, apa yang harus dilakukan. Kalau tidak ada, saya kerjakan sendiri. Mengurus rumah sudah menjadi kewajiban,” ujar wanita yang hobi membaca dan jalan-jalan ini. Dalam mendidik anak, Su­ padmi memberikan saran. Ayah dan ibu harus “satu bahasa” dalam memberikan pendidikan. Jangan sampai “beda bahasa” karena kalau terjadi perbedaan, anak akan cenderung untuk memilih yang termudah dan membelanya. Selain itu, utamakan kualitas dalam melakukan kegiatan keluarga. Semua ini sudah dilakukan Supadmi sehingga ia bisa mendidik putri semata wayangnya. “Saya kadang dianggap otoriter oleh anak. Tetapi, sekarang dia sudah menyadari, apa yang saya terapkan itu bukan otoriter tetapi kedisiplinan. Orangtua harus menjadi panutan bagi anak,” tegasnya. Setelah semua pekerjaan rumah tangga beres, barulah ia beristirahat. Sebagai dokter, Supadmi paham tubuh dan otak memer­ lukan waktu untuk istirahat. Namun, sebelum tidur, ia menyiapkan dulu apa yang akan dik­ erjakan keesokan harinya di kantor maupun di rumah.

customer ketika diadakan event “V-Kool Customer Day” di Sunset Auto Detailing, 25-28 Desem­ ber 2014. V-Kool memberikan pengecekan gratis bagi customer V-Kool, ditambah cuci mobil gratis di Sunset Auto Car Wash, voucher di Bangi Kopitiam serta souvenir menarik. Ada juga penawaran khusus dan hadiah istimewa bagi yang ingin membeli kaca film V-Kool. “Kami selalu ingin dekat dengan customer dan memberi­ kan yang terbaik untuk mereka,” tegasnya. Suka-duka pun dialami Sri. Su­ kanya, ia melihat dunia sales tidak sekadar menjual tetapi juga me­

layani. Pelayanan kepada customer ini yang mem­ buatnya banyak memiliki relasi dan teman. Di sisi lain, Sri juga banyak menggarap event bersama timnya. Kesuksesan meng­ garap event ini juga menjadi tolok ukur kesuksesan. Apalagi jika event mulai dirancang sejak awal hingga berakhir sukses. Dukanya, dunia otomotif merupakan dunia pria. “Saya harus memposisikan di dunia pria. Un­ tungnya suami banyak memberi dukungan. Terutama dukungan kepercayaan. Suami saya bekerja di hotel dan sangat memahami pekerjaan saya yang kadang harus pulang malam. Modal kepercayaan inilah yang membuat saya man­ tap berada di dunia otomotif,” tegasnya. Tak hanya suami, dua anaknya, IB PutuYudha Pranata dan IB Made Adhi Syandana pun sangat mengerti kesibukan Sri. “Kalau ada waktu luang, kami melakukan berbagai aktivitas. Anak-anak suka renang, jadi saya ikut menemani mereka renang. Yang penting adalah kualitas dari aktivitas itu,” imbuh Sri. –Ngurah Budi

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

Sudut Pandang

19

Rekor Delapan Wanita Jadi Menteri

T

ahun 2014 sudah berlalu. Beragam aktivitas dan peristiwa terjadi. Tablod Tokoh mencoba untuk merangkum beberapa momen yang melibat­kan kaum wanita. Hal paling menonjol adalah bidang ­politik karena tahun 2014 ada perhelatan pemilu legislatif dan pemilihan presiden

JANUARI

Irwani, Baiq Ika Febrianti, Hj. Baiq Mirdiati, dan Dian Rahmawati.

24. Pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2014 – 2018.

FEBRUARI 14. Pelantikan, Hj. Syamsiah M. Amin menggantikan Hj. Elok Martha Eveni Badrul Munir, sebagai Ketua Umum BKOW Provinsi Nusa Tenggara Barat masa bakti 2013-2018. 20. Pelantikan Pengurus DPD Ikatan Wanita Pen­ gusaha Perempuan Indonesia (IWAPI) NTB, periode 2013-2018.

APRIL 9. Pemilu untuk pemilihan anggota legislatif yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Secara nasional, pemilu dimenangkan PDIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan perolehan kursi Parpol dan anggota DPR RI. Dari 560 anggota DPR terpilih, ter­ jadi penurunan jumlah wanita anggota DPR terpilih dibanding periode sebelumnya. Jumlah calon legislatif wanita yang terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019 sebanyak 97 orang , sedang periode 20092014 jumlahnya 103 orang. 26. Tri Rismaharini beserta lima tokoh emansipasi wanita mendapat penghargaan dari Semen Indonesia dalam puncak perayaan Hari Kartini tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Semen Indonesia di Grand City Convex Surabaya. Kelima lainnya adalah Yuliati Umrah, Yusti Probowati, Ratna Indah Kurniawati, Mariyani Zae­ nal, Esthi Susanti Hudiono. Penghargaan ini merupakan apresiasi perjuangan para Kartini masa kini yang menjadi inspirasi bagi wanita Indonesia lainnya.

JULI 9. Pemilu untuk pemi­ lihan presiden dan wakil presiden. Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil memenangkan pilpres. 14. Dr. Putu Dyatmika­ wati, S.H., M.Hum dilantik sebagai Rektor Universitas Dwijendra Denpasar. Ia adalah rektor wanita per­ tama di universitas yang berada di bawah naungan Yayasan Dwijendra ini.

AGUSTUS 4. Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Badung periode 2014-2019 dilantik. Data LSM Bali Sruti men­ catat, dari 40 anggota DPRD yang dilantik, hanya ada satu wanita, Luh Gede Mediastuti. 5. Pelantikan 40 anggota DPRD Kabupaten Tabanan periode 2014-2019. Dari 40 orang, ada tiga wanita, Ni Nengah Sri Labantari, Ni Made Meliani, dan Ni Ketut Candrawati. Di DPRD Lombok Timur, dari 50 anggota yang dilantik, 2 di antaranya wanita, yaitu, Marianah dan Baiq Nurhasanah. 7. Sebanyak 40 anggota DPRD Kota Mataram dilantik, empat di antaranya wanita yaitu, HJ. Kartini

11. Pelantikan 30 anggota DPRD Kabupaten Bangli. Ada dua orang wanita, Nengah Madyayani dan Putu Sri Agustini. Di Lombok Barat, 45 anggota DPRD juga dilantik. Tujuh diantaranya wanita, Hj. Sumiatun, Hj. Muslihan, Hj. Nurhidayah, S.E., Hj. Rapiah Musa, S.Ag., Tunik Haryani, Fuadduzakiyah, dan Nurul Adha. 12. Dua anggota wanita dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dra. Wayan Sri Pradianti dan Galuh Nurdiyah. Mereka dilantik bersama 28 anggota DPRD KLU lainnya. 13. Pelantikan 30 anggota DPRD kabupaten Jem­ brana. Ada empat wanita, Siti Ulfa, Made Sri Sutharmi, Made Artini, dan Ni Putu Lilyana. 14. Tiga puluh anggota DPRD Kabupaten Klungkung dilantik dan ada dua wanita, Ida Ayu Made Gayatri dan Luh Komang Ningrum. 15. Sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Karan­ gasem dilantik. Ada tiga wanita yang duduk sebagai wakil rakyat, IGA Mas Sumantri, Ida Ayu Setejawati, dan Putu Sriani. Di Buleleng, dari 45 anggota DPRD yang dilantik, ada tiga wanita, Kadek Turkini, Ni Luh Sri Seniwi, dan Luh Hesti Ranita Sari.

Kapten (CAJ) Ni Ketut Purniawati pimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di Klungkung

17. Upacara Peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Klungkung sangat istimewa karena untuk pertama kalinya seorang wanita menjadi komandan upcara. Ia adalah Danramil Banjarangkan Kapten (CAJ) Ni Ketut Purniawati

Alumni Udayana” bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Udayana ke-52 29. Sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Bima dilantik, empat di antaranya wanita. Mereka adalah Hj. Rustinah, Indah Damayanti Puteri, Ramlah H. A. Wahab, dan Murni Suciyanti. Di DPRD Dompu, 30 ang­ gota DPRD Dompu dilantik. Tiga diantaranya wanita, Nadirah, S.E., Nadiran, dan Dina Imayani. Dari event olahraga, Maria Natalia Londa, atlet lompat jangkit dari Bali meraih medali emas di Asian Games Incheon, Ko­ rea Selatan. Maria mencatat loncatan sejauh 6,55 m

OKTOBER 1.Pelantikan dua wanita anggota DPD RI Dapil NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi dan Hj. Robiatul Adawiyah. 19. Dua atlet paralympic Bali berhasil meraih medali di ajang Paragames Incheon, Korea Selatan. Ni Nengah Widiasih, meraih medali perak cabang angkat berat. Atlet paralympic asal Karangasem ini turun di kelas 41 kg dengan angkatan 93 kg. Sementara itu, Ni Nengah Widiasih, yang berasal dari Klungkung meraih medali perunggu di kelas 79 kg dengan angkatan 90 kg 24. Indonesia kehilangan satu perempuan hebat, Gayatri Wailissa, Duta ASEAN untuk Indonesia di bi­ dang anak. Gadis 16 tahun yang dikenal sebagai seorang poliglot (orang yang mampu menguasai banyak bahasa) yang menguasai 14 bahasa asing ini, meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, karena pendarahan otak. Catatan prestasi Gayatri antara lain Duta anak tingkat ASEAN mewakili Indonesia, meraih medali perunggu Science Astronomi 2012, penerima anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2013 dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan anugerah Kick Andy Young Hero 2013. 27. Presiden Joko Widodo melantik delapan wanita menjadi menteri dalam Kabinet Kerja, Jokowi-JK. Mer­ eka adalah Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), Prof.dr.Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M (Menteri Kesehatan), Rini Mariani Soe­ marno (Menteri BUMN), Retno Lestari Priansari Mar­ sudi (Menteri Luar Negeri), Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Yohana Susana Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Ini merupakan rekor jumlah wanita terbanyak sebagai menteri dalam kabinet di Indonesia

19. Pelantikan 45 anggota DPRD Kota Den­ pasar. Hanya satu orang wanita, Putu Metta Dewinta Wandy.

SEPTEMBER 1. Pelantikan anggota DPRD Bali periode 20142019. Dari 55 yang dilantik sebagai wakil rakyat ini, ada 4 wanita, Utami Dwi Suryadi, Made Sumiati, Kadek Darmini, dan Ni Putu Yuli Artini. Di DPRD NTB juga dilantik 65 anggota DPRD. Enam di antaranya wanita, yakni; Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H., Hj. Wartiah, M.Pd., Hj. Rahmah HM., Hj. Nurlaela Chairunnisa, S.E., Hj. Suryahartin SP.,M.A.P, dan Misfalah. 24. Pelantikan 25 orang anggota DPRD Kota Bima, tiga di antaranya wanita yaitu, Selfi Novia Rahmayani, Hj. Anggraini, dan Mutmainah. 27. Peluncuran buku “52 Jejak Inspiratif Perempuan

Pelantikan kabinet Kerja

DESEMBER 15. Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., terpilih kembali sebagai Ketum Umum BKOW Bali periode 2014-2019 –Tim Tokoh

Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.


Nine

20

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Guru Sukarela di Kaki Tambora

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Inovasi 100% Produk Lokal

D

Nila Wijiastuti

i sebuah sekolah yang jauh dan terpencil inilah, yang berada hanya 10 menit sebelum memasuki hutan Tambora yang lebat, 50 anak usia sekolah dasar menuntut ilmu dalam segala keterbatasan. Mereka adalah anak-anak yang berasal dari tiga kampung di sekitar perkebunan dan hutan Tambora, yakni dari Kampung Timur, Kampung Bali, dan Dusun Tambora. Sekolah ini memiliki enam kelas yang terbagi dalam kelas satu berisi 20 murid, kelas 2 (enam orang), kelas 3 (delapan orang), kelas 4 (sembilan orang), kelas 5 (tiga orang), dan kelas 6 (lima orang). Untuk bisa mencapai sekolah ini, perjalanan harus melewati perkebunan kopi yang sangat luas. 30 menit naik kendaraan dari Dusun Pancasila, dusun paling ujung yang menjadi pintu masuk ke kaki Gunung Tambora, barulah sampai ke sekolah ini. Perjalanan sejauh tiga puluh menit itu rasanya memang sebentar jika berkendaraan di jalan yang kondisinya baik. Namun, jalan menuju sekolah terpencil ini, harus dilewati dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jalan yang menanjak dan turun dalam

keadaan rusak dan seadanya. Terutama lagi di musim hujan, jalan ini sangat rawan untuk dilewati. Licin dan berlubang di sana sini. Melihat ada sebuah sekolah jauh di tengah perkebunan dan berbatasan dengan hutan lebat ini, tentulah membuat orang yang melihatnya, terutama mereka yang datang dari kota, akan kagum pada murid dan guru yang mau belajar mengajar di sekolah sangat terpencil ini. Apalagi ada salah seorang guru wanita di sekolah ini yang bernama Nila Wijiastuti, hanyalah seorang guru sukarela dengan gaji Rp 500 ribu yang diterimanya per tiga bulan sekali (selama tahun 2014). Wanita berusia 30 tahun ini begitu mencintai profesinya sebagai guru meski harus mengajar di sekolah terpencil seperti ini. Demi mengantarkan ilmu bagi anak-anak dusun di sekolah ini, Nila rela keluar masuk hutan dan kebun kopi tiap hari untuk mengabdi sebagai guru sukarela di sekolah ini. Bersama tiga guru sukarela lain, seorang kepala sekolah yang berstatus PNS dan seorang lainnya yang merupakan guru bantu dari program Indonesia Mengajar, Nila menjalani aktivitas mendidik anak-anak ini

Nila bersama suami dan puteri

Nila bersama guru dan murid SDN Tambora

dusun tersebut bisa mendapatkan pendidikan seperti halnya anakanak lain di kota-kota. “Kasihan anak-anak Tambora jika tidak ada guru yang mau mengajar mereka,” kata Nila tentang alasannya bertahan menjadi guru di sekolah terpencil ini. Menurut Nila yang rupanya juga alumni sekolah ini, tidak banyak guru yang mau mengajar di sekolah ini dengan kondisi sekolah yang kurang memadai seperti saat ini. Apalagi berada di tengah perkebunan kopi dan dalam hutan Tambora yang jaraknya sekitar 6-7 jam perjalanan dari Kota Dompu dan Bima. Ia tahu betul bahwa tidak banyak guru yang dipindah ke

Nila dalam ruangan kelas ketika mengajar anak-anak dusun di SDN Tambora

sekolah ini, mau datang mengajar dengan rajin, karena terbilang sangat jauh dari Bima. “Banyak guru dari Bima yang dimutasi ke sekolah ini, biasanya yang sampai cuma namanya saja, tidak pernah datang mengajar,” kata Nila mencoba memaklumi mengapa hal itu terjadi mengingat jarak tempuh yang memakan waktu sekitar tujuh jam perjalanan dari Bima, harus melewati Kabupaten Dompu terlebih dahulu untuk bisa sampai ke sekolah ini. Belum lagi bus umum dari Bima, Dompu menuju ke Tambora hanya satu kali dalam sehari. Menurut lulusan IKIP PGRI Jember ini, guru-guru yang dimutasi ke sekolah ini biasanya hanya datang di hari pertama saja, setelah itu tidak tampak mengajar lagi. Karena itulah ia menaruh perhatian terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak di sekolah ini. Nila yang mengajar semua bidang studi dan menjadi wali kelas 2 ini, berharap ada perhatian yang serius dari pemerintah terhadap sekolahnya. “Saya dan rekan-rekan guru di sini ingin sewaktu-waktu ada kunjungan dari inspektorat atau dari Dikpora yang sampai ke sekolah ini, jangan hanya sampai di kecamatan saja,” ujarnya. Dengan begitu pemerintah bisa melihat kondisi nyata terhadap keberadaan sekolah terpencil ini. -Naniek I. Taufan

Biasa Utang Bensin Beratnya medan jalan menuju sekolah ini, terutama di musim hujan, tidak membuat Nila menyerah. Hujan yang datang akan membuat jalan tanah berukuran kecil dan di bagian-bagian tertentu bisa dibilang setapak ini, menjadi sangat licin dan berbahaya bagi keselamatannya, tidak membuat semangatnya surut. Jika di musim kemarau ia biasa mengendarai sepeda motor sendiri maka di musim hujan, ia menumpang bersama adik laki-lakinya, Sugeng Purnomo (25), yang juga mengajar sebagai guru sukarela di sekolah ini sebagai wali kelas 4. Seperti halnya Nila, Sugeng yang merupakan alumni FKIP Universitas NW Mataram ini, juga menghabiskan waktunya untuk mengabdi di sekolah ini. Perjuangan kakak-beradik ini akan makin mengharukan ketika melakukan perjalanan pergi atau pulang sekolah

5

Saksikan Lomba Pakaian Kerja LPD

Suara riang anak-anak sekolah bermain saat jam istirahat di SDN Tambora di Desa Oibura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, tidak seramai dan seriuh sekolah-sekolah lain. Celoteh anak-anak dusun ini iramanya teratur diselingi suara binatang yang hidup di perkebunan kopi dan hutan di sekitar sekolah ini. dengan ikhlas. Delapan tahun terakhir Nila merelakan waktu dan tenaganya untuk mengabdi sebagai guru sukarela di sekolah nan jauh di ujung utara Pulau Sumbawa ini demi mendidik anak-anak bangsa ini. Dari tahun 2007 hingga 2010, Nila mengajar dengan sukarela di SMP 3 Tambora Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora Kabupaten Bima yang jaraknya sekitar 20 kilometer dari rumahnya di Dusun Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan Pekat Dompu. Sekolah ini berada di Kananga yakni perbatasan antara Dompu dan Bima bagian utara. Dengan honor hanya Rp 80.000 sebulan selama mengajar di SMP 3 Tambora juga honor senilai Rp 100.000 sebulan di tahun 2010-2013 yang diterima tiga bulan sekali saat mengajar di SDN Tambora, Nila menerima pengabdian ini sebagai bagian dari keinginannya melihat anak-anak

Inspirasi

di tengah guyuran hujan. Bagaimana tidak, sepanjang perjalanan dari rumah mereka di Dusun Pancasila menuju sekolah itu, tidak ada tempat berteduh selain pohon-pohon yang tentu saja ikut mencurahkan air jika hujan datang. Meski begitu, keduanya ikhlas menjalani demi anak-anak Tambora. Dengan honor yang tidak banyak, ibu satu anak ini mengaturnya

seirit mungkin. Ia biasa berutang bensin untuk sepeda motornya yang dipakai tiap hari pergi mengajar, di kios-kios di sekitar rumahnya. “Nanti kalau gajian, sebagian dipakai bayar utang bensin,” katanya tertawa. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Nila membantu suaminya juga dengan membuka usaha kopi Tambora.

Sugeng (paling kiri)

- Naniek I. Taufan

D

Endek dalam beragam gaya

enpasar Festival (Denfes) yang diselenggarakan tiap penghujung tahun demi merayakan akhir tahun dan menyambut matahari di tahun baru ini sudah sangat familiar di telinga masyarakat Kota Denpasar. Begitu juga kehadirannya di tahun ke-7 ini, masyarakat sudah ramai membicarakannya sembari berharap ada sesuatu yang baru. Pada Denfes kali ini Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar dan menggandeng Dekranasda Kota Denpasar kembali memberi warna dengan Semarak Festival Endek. Program tahun ini selain melanjutkan sosialisasi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan mengambil tema “Kreasi Kriya Bangsa 100 % Indonesia” juga menghadirkan inovasi baru dalam karya-karya yang akan dipamerkan. Kepala Disperindag Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Cintrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Usaha IGA Laxmy Saraswaty, S.S., mengatakan kegiatan ini adalah salah satu visi misi dari Pemerintah Kota Denpasar, terkait penggunaan produksi dalam negeri (DN) dengan memberikan kesempatan kepada pengrajin, pengusaha baik IKM maupun UKM binaan Disperindag dan Dekranasda Kota Denpasar, untuk mempromosikan produk lokal Kota Denpasar. Sementara Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ida Ayu Selly D. Mantra mengatakan peningkatan inovasi produk lokal melalui tema “ I Love Denpasar The Colours of Wastra” ini memiliki tujuan mulia yakni, langkah berkelanjutan untuk pelestarian kain endek plus pengembangannya, penggunaan kain endek sebagai ready to wear di seluruh lapisan masyarakat.

Dikatakannya, pada pameran yang dilaksanakan mulai hari ini, 28 Desember dan berakhir di pengujung tahun, 31 Desember 2014 ini, bakal digelar beberapa kegiatan pelestarian dan pengembangan. Seperti di kawasan Jalan Veteran Denpasar, digelar pameran beragam tekstil, seperti endek, songket dan bordir. “Di sini sekitar 90 pengrajin binaan Dekranasda Kota Denpasar, akan menempati stan dan memajang koleksi-koleksi terbaik mereka. Jangan siasiakan kesempatan ini,” ujar istri Wali Kota Denpasar ini promotif. Menariknya lagi, Dekranasda Kota Denpasar juga akan menampilkan stan khusus, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Selly D Mantra bersama pemenanglomba busana kerja untuk rumah sakit tahun lalu. berupa display pengem­bangan aneka produk dari endek. “Ini untuk lebih lagi Catur Muka Denpasar. “Yang membuat saya terobosan inovasi dengan menggelar pemilimembuka inovasi pengrajin kalau endek senang, pesertanya cukup banyak, apalagi han Duta Endek ini juga bangga, sebab anaksangat istimewa untuk dijadikan berbagai kalau ada yang menghadirkan anggotanya anak muda di Kota Denpasar, khususnya aksesori dan item fashion lainnya,” kata Selly lebih dari sepasang,” lanjut Selly D. Mantra mereka yang tercatat sebagai Duta Endek Mantra antusias. Selain itu, katanya semakin tersenyum. dengan tag line “ Endek Kita Punya, Kita banyak pilihan bagi pengunjung yang mau Ketika ditanya kenapa harus lomba Pakai dan Kita Bangga” sudah sadar tentang mencari sandal, tas dan berbagai keperluan busana dan berbagai kegiatan yang berbau apa yang harus dilakukan terhadap produk lainnya yang berbahan endek. fashion sangat getol dilakukannya, menu- unggulan yang satu ini. rutnya, dunia fashion adalah bagian yang Sama seperti peran Dekranasda Kota FASHION SHOW tak pernah lepas dari keseharian seseorang. Denpasar untuk membantu pemerintah BUSANA KERJA LPD Busana atau pakaian bukanlah sekadar penu- dalam melindungi, menggali, dan melesMasih di acara Denpasar Festival 2014, tup tubuh. Seperti endek misalnya, di sini ada tarikannya. pada Senin (29/12), akan ada penampi- nilai-nilai yang ingin disampaikan. Apakah Meski demikian, dikatakannya pemerlan yang berbeda, yaitu “Lomba Seragam itu menjadi alat komunikasi untuk menyam- intah Kota Denpasar juga sudah melakukan Endek Karyawan-Karyawati LPD se-Kota paikan indentitas pribadi, perusahaan atau dalam bentuk yang berbeda, yakni dilakDenpasar” yang dilaksanakan sejak pukul dalam arti yang lebih luas menghadirkan sanakannya lomba desain motif endek, yang 17.00 Wita, bertempat di Panggung Utama keindahan atau cerminan budaya. Ini juga pengumumannya juga akan dilakukan pada menjadi salah satu upaya menyelamatkan Senin, 29 Desember, bersamaan dengan warisan budaya. pemenang lomba busana kerjanya. “Selain Budaya berpakaian masyarakat, lanjut- lomba, di panggung utama juga bakal hadir nya juga mencirikan bermacam ekspresi sep- fashion show persembahan karya para Duta erti ekspresi tradisionalitas, multikultural, Endek Kota Denpasar dan Asbest Kota diferesiasi sosial, stratifikasi sosial, gaya Denpasar,”cetusnya. hidup, bentuk representasi solidaritas atau Selanjutnya, Selly D. Mantra juga sempat kekeluargaan termasuk peradaban zaman. mengingatkan, meski selama ini lokasi pamKeragaman representasinya akan terlihat eran Denfes lebih banyak yang dekat dengan dalam lomba busana kerja antar LPD se-Kota Patur Catung Muka, namun jangan lupa untuk Denpasar yang berlangsung Senin (29/12). sedikit berbelok di Kawasan Depan Museum Peserta yang akan unjuk kebolehan adalah Bali. Di sana juga tak kalah banyak tersedia LPD Desa Pakraman Kesiman, LPD Ang- pilihan bagi penggemar fashion maupun akgabaya, LPD Penatih Puri, LPD Peguyangan, sesori dan juga kuliner yang mencerminkan LPD Bekul, LPD Laplap, LPD Poh Manis, LPD kreasi karya bangsa 100% Indonesia. Seperti, Oongan, LPD Denpasar, LPD Padangsambian, spa, aksesoris, produk kreatif, sandal (home LPD Sumerta, LPD Tambawu, LPD Jenah. made) hingga bank sampah dengan produk LPD Kedua, LPD Tonja, LPD Peninjaoan, LPD daur ulangnya. Begitu juga untuk pastry dan Intaran, LPD Panjer, LPD Poh Gading, LPD bakery yang bakal menyuguhkan mulai dari Kepaon, LPD Sesetan , LPD Sidakarya, LPD pie susu, minuman sehat, roti, aneka keripik, Pemogan, LPD Ubung, LPD Cengkilung, LPD hingga nasi bebek. Sedangkan pasar tradisTanjung Bungkak, LPD Penatih, LPD Perau- ionalnya pun tak mau kalah dengan kerajinan pan, LPD Pedungan dan LPD Pagan. pande besi seperti pisau, dupa, hingga kerajiNamun bicara endek saat ini, Selly D. nan rudraksha yang kini tengah digemari para Salah satu stan pengrajin binaan Dekranasda Kota Denpasar Mantra yang pada tahun 2012 melakukan perempuan. - ard


Inspirasi

4

29 desember 2014 - 4 januari 2015

Puan Maharani

Cita-cita Pebisnis Banting ke Politik

Sibuk berkarier di luar rumah bagi wanita yang telah berkeluarga bukan hal yang mudah. Dia harus mampu membagi waktunya dengan baik agar keluarga, khususnya anak-anak, tidak merasa ‘terpinggirkan’. Itulah yang dilakukan Puan Maharani, politikus yang kini menjabat Menteri Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabinet Kerja Jokowi-JK.

B

Megawati, Taufik Kiemas, Puan, dan dua kakaknya

agi Puan, keluarga adalah yang terpenting dalam hidupnya, karena itu ia berupaya keras agar hamonisasi dalam keluarganya terjaga baik. Tetap memperhatikan keluarga, khususnya anak-anak, meski ia sibuk bekerja di luar rumah. Ia berusaha ada di setiap saat anak-anak membutuhkannya. “Saya mengutamakan quality time dalam menjaga harmonisasi kehidupan dalam rumah tangga saya. Setelah melakukan pekerjaan saya di luar, saya kembali ke rumah, ke anak-anak. Jadi bagi saya quality time itu sangatlah penting,” ujar Puan. “Setiap saat mereka butuh saya, saya ada di tengah mereka. Misalnya ketika ambil rapot, dipanggil ke sekolah karena anak bandel, itu saya datang. Atau anak saya jatuh di sekolah. Saat itu saya sedang mimpin rapat di DPR, saya berhenti, jemput anak ke sekolah” ungkapnya. Saat di rumah, ujarnya, dirinya sama dengan ibu rumah tangga pada umumnya. Ia melakukan pekerjaan rumah tangga, juga memasak. Hanya saja, untuk memasak, kata Puan, ia hanya bisa memasak yang simple-simple. “Kalau yang ribetribet, nggak bisa,” ungkapnya sembari tertawa. “Hubungan saya dengan anakanak dekat. Kalau di rumah kami biasa kumpul saling cerita kegiatan masingmasing. Alhamdulilah anak-anak saya kini sudah besar, mereka sudah bisa memahami bahwa ibunya adalah pekerja. Mereka mengerti kalau mamanya beda dengan mama-mama yang lain,” tambah ibu dua anak ini. Waktu luang bersama keluarga, tambahnya, kadang dinikmati dengan berburu kuliner, nonton atau sekadar jalan-jalan. “Dalam suasana santai, saya tidak mau diribetin dengan protokoler. Saya ingin kehidupan anak-anak saya normal, ya. Saya mau rileks, menggenakan kaos, memakai

jeans, berjalan-jalan bersama anakanak, bahkan makan di food court, “ katanya lagi. “Saya juga suka ajak anak main di out door. Seperti, berenang di laut, flying fox atau jet ski. Nah kalau jet ski, anak-anak maunya sama mamanya. Kalau ibunya berani, anak-anak juga berani. Tadinya mereka takut, tapi saya bilang, ayo sama mama. Akhirnya mereka menjadi berani,” tutur wanita yang hobi berburu kuliner ini. Tentang karier anak-anaknya di masa depan, wanita kelahiran Jakarta 6 September 1973 ini mengaku tidak mengarahkan anak-anaknya untuk memilih sesuatu. Ia juga tidak mengarahkan anak-anaknya untuk ke dunia politik mengikuti jejak dirinya. Semuanya dibiarkan ‘mengalir’. Ini sama seperti dirinya yang tidak pernah diarahkan oleh ayahnya, alm Taufik Kiemas dan ibunya (Megawati Soekarnoputri) untuk memilih politik sebagai kariernya di masa depan. Menjadi politikus, mengalir begitu saja. Namun begitu, tak dipungkirinya kalau sejak kecil ia terbiasa dengan ‘kehidupan politik’. Ini, mungkin, karena sejak kecil Puan kerap diajak kedua orangtuanya untuk mengikuti kegiatan mereka. “Semua itu terekam secara otomatis dalam benak saya. Namun saya baru memutuskan aktif di politik setelah lulus kuliah, menikah dan anak-anak sudah besar. Jadi kalaupun nantinya anak-anak berkeinginan mengikuti jejak saya terjun ke politik, ya nggak apa-apa,” kata alumnus Fakultas Komunikasi, FISIP, Universitas Indonesia. MENJADI BUSINESS WOMAN Sebagaimana diketahui, Puan Maharani adalah anak bungsu Ketua MPR ke 12, Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan. Kedua

kakaknya adalah M Rizki Pratama dan M Prandanda Prabowo. Dia juga adalah cucu dari Presiden Soekarno. Karena itu tak heran kalau darah politik dalam dirinya mengalir begitu kencang. Puan yang pernah bercita-cita menjadi business woman ini, akhirnya malah terjun ke dunia poltik, dunia yang sudah dikenalnya sejak dulu lewat ayah-ibunya. ”Iya, dulu saya pernah bercitacita menjadi business woman. Saya ingin punya karier di bisnis. Kebetulan saya kuliah di Fakultas Komunikasi, jadi saya pikir nanti akan membuka Biro Iklan. Tapi dalam perjalanannya, menjadi berbeda. Nasib membawa saya justru menjadi seperti sekarang,” ungkap istri Happy Hapsoro ini. Masuk ke dunia politik, bukannya tanpa bekal. Sejak kecil ia telah akrab dengan dunia ini. Ketika besar, ia juga ‘bergaul’ dengan temanteman di lingkungan Bapak-Ibunya di mana keduanya para petinggi PDI-P. Ditambah lagi, ia juga bergaul juga dengan orang-orang politik di luar PDI-P, juga ikut mendengar diskusi-diskusi yang berbau politik. Itu semua mengasah pikirannya dan pemahamannya tentang politik. “Jadi politik itu bukan hanya hitam-putih, tapi ada abu-abu yang semuanya bisa dipelajari ketika kita di lapangan. Dan akhirnya, seiring perjalanan waktu, cita-cita saya sebagai business woman pun pupus,” katanya. Nah, karena ia telah memilih politik sebagai ‘jalan hidupnya’ , Puan pun mengaku tidak berminat lagi terjun kebisnis. Ia ingin focus pada bidangnya. “Kalau menurut saya, politik dan bisnis harus dibedakan. Karena kalau sudah terjun ke dunia politik, kemudian juga menekuni bisnis, pekerjaan kita menjadi tidak focus. Nanti malah ‘ujung-ujungnya’ semua yang diputuskan berbau bisnis,” kata Puan yang mengaku akan tetap menekuni kariernya di bidang politik selama memang dibutuhkan. Satu hal yang diyakini Puan, untuk berkiprah secara aktif di dunia politik, seseorang haruslah telah memiliki kehidupan yang cukup, dalam arti mapan secara materi. Dengan begitu bisa focus. Karena, tegasnya, ranah politik bukanlah tempat untuk mencari uang, “Kalau kita berpolitik tapi nggak punya uang, kita tidak akan focus menjalankan tugas-tugas kita di politik. Dan akhirnya kita hanya mencari duit saja,” ucap mantan Anggota Komisi VI DPR RI ini. TIDAK MAU RIBET Namun sejak ia ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan dilantik pada 27 Oktober 2014 lalu, Puan pun untuk sementara ‘cuti’ dari dunia politik praktis. Ia telah melepaskan jabatannya di partai sebagai Ketua

Nama Pasar Sesuai Nama Hari

Ketua Bidang Politik & Hubungan Antar Lembaga DPP PDI P, juga mundur dari DPR di mana ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI P. Jokowi sendiri memang sejak jauhjauh hari menyebutkan kalau para menterinya yang berada di Parpol harus melepas jabatannya di Parpol, agar bisa focus pada pekerjaannya sebagai menteri. Dan memang benar, sejak menjadi Menteri, hari-hari Puan menjadi lebih sibuk dibanding ketika menjadi politikus. Tak heran karena yang dimasuki Puan ini adalah Kabinet Kerja, yakni kerja, kerja dan kerja. Tidak ada waktu santai. Yang terasa, menurut Puan, adalah banyaknya rapat yang harus diikuti. “Harus rapat terus. Waktu di partai juga banyak rapat, tapi biasanya dua-tiga kali kemudian kami terjun ke lapangan. Sedang sekarang, setidaknya setiap hari rapat. Mungkin karena tugas saya sebagai koordinator yang harus mengkordinasikan setiap waktu,” tutur Menko perempuan termuda ini. Tapi katanya lagi, ia bukannya orang yang suka rapat bertele-tele. “Saya ingin singkat tapi detail. Saya tidak mau bertele-tele. Rapat tidak perlu lama, panjang, yang terpenting adalah semua sudah masuk dalam kesimpulan rapat. Agar rapat tidak menjadi panjang dan lama, biasanya saya melalui jajaran saya menginfokan kepada kementerian terkait apa yang menjadi agenda rapat dan hal apa yang perlu dilaporkan. Dengan begitu ketika rapat, poin-poin itulah yang disampaikan. Namun yang terpenting dari semuanya adalah, komitmen dalam melakukan apa yang sudah menjadi keputusan rapat di lapangan secara detail,” paparnya panjang-lebar. Kementerian yang dipimpin Puan hampir sama dengan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, hanya saja kini diperluas dengan tambahan bidang kebudayaan yang dulunya berada di lingkup Kementerian Pendidikan. Nama kementeriannya pun berganti bukan Menko Kesra lagi namun menjadi Kementerian Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Waktu Jokowi mengumumkan kementerian ini, banyak orang bingung apa yang menjadi bidang tugas kementerian ini, “Bangsa ini memerlukan SDMSDM yang handal supaya bisa bersaing bukan supaya bisa bersaing bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Bagaimana caranya? Yang harus kita tingkatkan

adalah pendidikan dan kesehatan. Kalau kita sudah sehat, memiliki pendidikan, artinya kita menjadi SDM yang mumpuni untuk bisa menjadi manusia yang sejahtera, yang unggul. Ini ‘PR’ berat bukan hanya bagi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan kementerian terkaitnya, tapi juga kementerian lain. Bagaimana kita bisa menciptakan bibit –bibit unggul yang ada bagi Indonesia kalau tidak bisa memberikan kesempatan layanan gratis pendidikan, kesehatan. Itu menurut saya masalah yang paling urgent yang harus diadakan pemerintah,” jelasnya. Terkait dengan masalah kesehatan dan pendidikan untuk rakyat ini maka Jokowi beberapa waktu setelah melantik para menterinya, meluncurkan tiga kartu ‘sakti’, yakni; Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Masyarakat sempat bingung akan hal ini karena sebelumnya (era Presiden SBY) sudah ada JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Menurut Puan, KIS dan KIP bukan untuk mengganti kebijakan pemerintahan sebelumnya tapi justru untuk memperbaiki dan memberi manfaat lebih pada masyarakat. Kartu KIS misalnya. Menurut Puan, kalau kartu JKN hanya untuk pengobatan, sedangkan KIS juga bukan hanya untuk pengobatan namun bisa juga dipakai untuk preventif. “Ini bedanya. Mereka yang merasa rentan dengan penyakit tertentu, bisa datang ke tempat layanan untuk memeriksakan diri secara gratis. Dengan kartu ini, pemiliknya juga dapat ke tempat layanan untuk pemasangan kontrasepsi gratis, konsultasi masalah gizi ibu dan anak, pengobatan HIV, dll, secara gratis. Kartu ini jangakauannya lebih luas. Kalau dulu JKN hanya individu atau perorangan. Namun KIS member pelayanan kesehatan kepada keluarga. Artinya, kalau dalam satu keluarga ada empat orang, maka keempat-empatnya akan diberi KIS, bukan hanya satu saja,” paparnya lebih jauh. Kartu-kartu ini, lanjutnya, nantinya akan terintegrasi dalam satu kartu. Dengan begitu, nantinya, kartu hanya satu tapi bisa dipakai untuk semuanya. “Kita akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri yang menggarap e-KTP. Masih harus dikoordinasikan dengan kementerian terkait dan harus memiliki paying hokum. Itu semua masih dalam proses,,” tandasnya. -Diana Runtu

21

Kecamatan Pekat adalah salah satu dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Sebagai sebuah kecamatan, Pekat memiliki kekhususan karena berada di kaki Gunung Tambora dan dari sinilah dua pintu masuk menuju Gunung Tambora berada.

J

Puan Maharani (kiri), Amy Atmanto (tengah) dan Yenny Wahid berpose di butik pribadi Amy Atmanto di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan

Mandalika

29 desember 2014 - 4 januari 2015

ika ingin melakukan perjalanan dan petualang yang menantang menuju Gunung Tambora, maka pilihannya adalah melalui pintu Dusun Pancasila Desa Tambora, Pekat. Namun jika ingin bertualang menggunakan trail atau hardtop, maka jalurnya melewati Desa Doro Peti. Di salah satu desa di Pekat, yakni Kadindi Barat, terdapat penginapan yang biasa dipakai sebagai tempat transit bagi para pendaki. Di Kabupaten Dompu ini didiami oleh suku aslinya yakni Suku Mbojo. Namun, Kecamatan Pekat yang ada di Pulau Sumbawa ini memiliki keunikan tersendiri karena dihuni oleh sekitar 60% penduduknya bersuku Sasak Lombok yang tersebar di 12 desa di kecamatan yang berpenduduk 35.000 jiwa ini. Dua belas desa yang ada di Kecamatan Pekat ini adalah, Desa Tambora, Pekat, Kadindi, Kadindi Barat, Nangamiro, Beringin Jaya, Nangakara, Sorinomo, Karombo, Calabai dan Doro Peti serta Sori Tatanga. Banyaknya warga Lombok yang tinggal di di sini membuat suasana perdesaan dan kehidupan

sosial masyarakat di Kecamatan Pekat sangat terasa bernuansa Sasak (Lombok), khususnya di beberapa desa yang mayoritas warganya bersuku Sasak. Bahkan di desa-desa mayoritas warganya bersuku Sasak Lombok seperti Desa Tambora, Kadindi, Kadindi Barat, Beringin Jaya, Nangakara dan Sorinomo, sehari-harinya berkomunikasi menggunakan Bahasa Sasak. Keberadaan orang Sasak di Pekat, tidak lepas dari program transmigrasi yang digerakkan oleh pemerintah di tahun 1970. Masyarakat Sasak Lombok pada masa itu menjadi perintis pembukaan lahan-lahan di daerah yang jarak tempuhnya dari Dompu ini sekitar 4-5 jam perjalanan. “Penduduk Pekat banyak orang Sasak Lombok karena dulu mereka merupakan transmigran yang telah mendiami wilayah ini sejak tahun 1970-an. Yang pertama dibuka sebagai lokasi permukiman transmigran spontan ini, Desa Kadindi, sekitar 40 tahun lalu. Mereka dimotori seorang tokoh masyarakat Lombok, bernama

Lalu Anggrat,” ungkap Saefullah, BA., Camat Pekat. Selain mereka yang bersuku Sasak, Pekat juga didiami oleh masyarakat bersuku asli Mbojo (Dompu) juga beberapa lainnya berasal dari Bali dan Jawa. Sejauh ini keberagaman itu menjadi warna tersendiri bagi wilayah tempat di mana Gunung Tambora ini berada. “Sejauh ini kehidupan sosial masyarakat di Pekat, selama ini warga hidup berdampingan dengan damai dan rukun,” kata Saefullah. Keunikan lain dari kecamatan dengan luas wilayah sekitar 90 kilometer persegi ini adalah keberadaan pasar yang tiap hari berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Lokasi yang jauh dari ibu kota Kabupaten Dompu, tidak membuat wilayah ini kehilangan cara dalam menggerakkan roda ekonomi terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok warganya. Jika di tempat lain pasar bisa buka tiap hari di tempat yang sama, maka di Kecamatan Pekat pasar juga buka tiap hari namun tidak di tempat

Kirim Bawang hingga ke Jawa

Pasar Pekat

Pekat memiliki sumber daya alam yang menghasilkan bawang-bawang dalam jumlah yang cukup banyak. Lahan-lahan milik masyarakat di Desa Soritatanga sebagai penghasil bawang merah. Pada musim bawang tiba, sekitar bulan Februari atau Maret, di daerah ini akan ditemukan begitu banyak bawang merah berjejer di sepanjang jalan dan para petani bawang merah berkumpul di tepi jalan terlihat menimbang dan menaikkan bawang merah di atas truk-truk yang siap mengangkutnya ke Pulau Lombok hingga ke Pulau Jawa. ”Ribuan ton bawang merah dihasilkan dalam sekali panen jika cuaca baik,” kata Syaefullah. Uniknya lagi, para petani dengan produksi bawang merah segar berton-ton ini bukan semuanya warga asal Dompu; namun sebagian besar berasal dari Bima. Petani bawang merah andal asal Bima ini sudah lama menjadi penyewa lahan di wilayah ini. Pada musim panen bawang merah, bisa disaksikan begitu banyak bumbu masak utama ini menggunung di tepi jalan tengah dijemur; tampak merah dan segar, dengan ukuran besar-besar.

Di tepi jalan inilah transaksi akan berlangsung. Para petani tidak perlu memasarkan hasil panennya keluar jauh dari wilayah tanamnya karena para pengepul akan datang ke tempat ini untuk membeli hasil panen mereka pada saat panen tiba. Para pengepul inilah yang akan mendistribusikan bawang merah ini ke Lombok, Bali, Jawa maupun daerah lainnya di Indonesia. Di daerah-daerah tersebut, bawang ini dikenal dengan sebutannya ’bawang Bima’. Akhir-akhir ini Pekat berkembang cukup baik. Ini tidak lepas makin membaiknya infrastruktur khususnya jalan yang sudah mulus mulai dari Dompu hingga Pekat. Jika beberapa tahun lalu jalan menuju Pekat terbilang tidak layak, membuat waktu tempuh perjalanan menjadi sangat lama, tahun 2010-2011, sekitar 6-7 jam, maka kini infrastruktur jalan telah baik dan dalam kondisi mulus. “Sampai dengan tahun 2014 ini, infrastruktur jalan 80% telah mulus,” ungkap Saefullah. Pada program berikutnya perbaikan jalan hingga 2019 akan membuat jalan menuju ke ujung utara Kabupaten Dompu ini menjadi mulus semua. Demikian juga soal pasokan listrik yang sejak tahun 2012 telah dinikmati oleh masyarakat Pekat secara umum. Tahun 2010-2011, masyarakat Pekat hanya bisa menikmati listrik di siang hari, itu pun bergiliran, kini menurut Saefullah, listrik sudah ada 24 jam. “Hanya di Dusun Karya Sari Desa Sori Tatanga yang masih menggunakan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” katanya. Kehidupan yang damai di desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora ini, menjadikan Kecamatan Pekat memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. -Naniek I. Taufan

yang sama, melainkan bergantian dari satu desa ke desa lainnya. Pasar akan terpusat tiap hari di tempat-tempat atau desa yang mendapat giliran. Sebutan nama pasar pun disesuaikan dengan hari bukanya pasar tersebut misalnya, sebutan Pasar Senin, Pasar Selasa, Pasar Rabu, Pasar Kamis, Pasar Jumat, Pasar Sabtu, dan Pasar Minggu. “Hanya di hari Jumat tidak ada pasar yang buka secara khusus,” kata Syaefullah. Namun, pada perkembangan terakhir, menurut Saefullah, Pasar Minggu telah menjadi pasar induk yang buka tiap hari meskipun waktu ramainya tetap di hari Minggu sesuai jadwalnya. Hari pasar ini sudah terjadwal begitu saja dalam masyarakat sejak dulu. Ini dilakukan karena jarak satu desa dengan desa lainnya terbilang jauh, sekitar rata-rata enam kilometer, misalnya dari Desa Beringin Jaya ke Desa Nangakara. Demikian pula jarak yang sama dari Desa Sorinomo ke desa Nangakara. “Dengan dibukanya pasar bergilir ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan terhadap kebutuhan pokok masyarakat,”

Pasar tradisional di Kadindi Barat

kata Saefullah. Tiap hari warga masyarakat Pekat akan mendatangi pasar yang berbeda di desa yang berbeda pula. Pasar Senin ada di Desa Kadindi Barat. Di pasar ini selain menjual sembako juga telah berdiri beberapa kios sembako yang sewaktu-waktu buka. Pasar Selasa di Desa Kadindi, Pasar Rabu di Desa Beringin Jaya, Pasar Kamis di Desa Nangamiro. Pasar Jumat di Desa Kananga (Kabupaten Bima) yang merupakan perbatasan di wilayah Pekat antara Kabupaten Bima dan Dompu. Pasar Sabtu di Desa Nangakara dan Pasar Minggu di pusat Kecamatan Pekat yakni di Desa Pekat. Para pedagang yang berjualan ke pasar-pasar ini berasal dari Dompu, Bima, bahkan dari Lombok melewati pesisir utara Pulau Sumbawa yakni pelabuhan Calabai. Masyarakat pun sudah terbiasa berganti pasar tiap hari. - Naniek I. Taufan

Denpasar Festival Kembali Digelar Perhelatan akhir tahun di Kota Denpasar kembali digelar mulai 28 s.d. 31 Desember 2014. Denpasar Festival yang dikenal dengan sebutan Denfest kali ini mengambil tema “Dharma Cipta Mahabudaya” dengan mengedepankan dan menonjolkan dari sisi kreativitas (art), segala bentuk kepentingan pasar (mart), dan kecerdasan (smart). Pada pembukaan Denpasar Festival yang ketujuh nanti akan digelar pawai teatrikal dengan tajuk “Tapak Dara Maha Somya”. Dalam pembukaan juga akan ada pawai 1.000 topeng. Denfest kali ini juga menjadi salah satu wadah penguatan budaya dan ekonom Bali, khususnya di Kota Denpasar. Acara yang ada di kawasan Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Denpasar ini menyuguhkan berbagai jenis kuliner, baik yang tradisional atau lokal dan yang tengah digemari. Selain itu ditampilkan pula aneka hasil kerajinan, ragam tenun dan tekstil. -ard


22

Metropolitan

Bekerja Sambil Liburan

Merayakan pergantian tahun bisa dilakukan dimana saja. Ada yang merayakan di dalam ne­ geri, ada juga di luar negeri. Ada yang liburan, ada yang tetap bekerja. Bagi yang bekerja sekaligus liburan, Rossa, penyanyi kondang Indonesia contohnya. Ia tak perlu repot-repot mencari tempat libur karena mendapat ta­ waran bekerja sambil berlibur. Apa itu?

M

enurut Rossa, pada malam tahun baru, ia tak perlu repot mencari tempat libur bersama keluarganya, karena mendapat manggung dari Aston Marina, Jakarta Utara. Nah, kesempatan itu pun dapat dipergunakannya untuk berlibur bersama keluarganya. “Liburan gratis, siapa yang nggak mau? Di malam tahun baru, banyak orang mengeluarkan effort lebih untuk bisa menikmati malam pergantian tahun itu. Penonton pasti mencari artis favoritnya untuk menyanyi. Karena itu Aston Marina cari artis untuk bisa menarik pengunjung,” ungkap pelantun tembang ‘Tegar’ ini. Kejadian bekerja sambil liburan bersama keluarga, bukan baru pertama kalinya, khususnya di malam tahun baru. Baginya, kesempatan seperti ini sayang dilewatkan, selain dapat bayaran lebih ia juga dapat membawa keluarganya. “Beruntungnya tiap dapat

job, keluargaku ikut. Dipercaya mengisi acara di malam Tahun Baru adalah suatu kebanggaan bagi si pengisi acara,” tambahnya. Rossa tidak tampil sendiri tapi juga bersama penyanyi kondang lainnya seperti Krisdayanti, Judika. Ketiganya berkolaborasi dalam sebuah konser yang bertajuk ‘Alegria New Year Eve 2015’. Rossa membawakan lagu Calvin Haris, Selena Gomez dan Ariana Grande. Ia juga berkolaborasi dengan Krisdayanti juga Judika. “Malam tahun baru itu perfect bagi aku,” ujar Rossa yang setelah pentas itu melanjutkan liburan ke Sumedang, kampung halamannya. Seperti Rossa yang membawa keluarganya, Krisdayanti pun membawa keluarganya saat manggung malam pergantian tahun. Ia mengaku sangat senang tahun ini mendapat kesempatan bekerja di malam tahun baru. Biasanya sang suami tidak mengizinkan malam tahun baru digunakan untuk bekerja. Jadi, tuturnya, meski tawaran job di malam tahun baru cukup banyak, namun terpaksa ditolak. “Raul lebih suka kalau malam tahun baru itu dihabiskan bersama keluarga, jalan-jalan. Tapi saya pikir kali ini apa salahnya ambil rezeki, setelah itu bisa jalan-jalan. Toh, tahun lalu kami juga sudah jalan-jalan,” ungkapnya. Namun kali ini, Raul mengizinkannya manggung di malam pergantian tahun. Ia mengajak suami dan anak-anaknya untuk menonton penampilannya. “Alhamdulilah, tahun ini diizinkan. Suami mengizinkan,” ucapnya

dengan wajah berbinar. Tentang berapa bayaran, ia tidak menyebut berapa honornya. Namun, yang namanya malam tahun baru, biasanya artis akan mendapat bayaran lebih alias honor special. “Kalau tahun baru kan memang biasanya artis honornya lebih banyak. Karena kita kan menghabiskan malam tahun baru. Selain itu, nama kita secara komersial diekspos penyelenggara untuk menarik minat pengunjung. Itulah kenapa bayarannya special. Jadi ada semacam simbiosis mutualis,” ujarnya. Senada dengan kedua artis kondang itu, Ayu Ting Ting pun

29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

tak mau mengabaikan begitu saja rezeki malam pergantian tahun

nanti. Bukan hanya soal bayarannya yang jauh lebih besar dari biasanya, namun malam tahun baru ini juga menjadi momentum baginya untuk liburan bersama keluarga karena biasanya ia rutin bekerja. “Alhamdulilah manggungnya di sekitar Jakarta saja. Aku bawa Bilqis juga, jadi habis itu bisa libur bareng,” ujar Ayu. Manggung di malam tahun baru ini merupakan yang pertama kalinya sejak memiliki momongan. Tahun lalu, ia tak mengambil tawaran manggung karena sibuk mengurusi putrinya. “Tahun baru kemarin saya nggak terima kerjaan, karena ngurusin Bilqis. Alhamdulillah, tahun ini terima kerjaan,” katanya. –Diana Runtu

29 DEsember 2014 - 4 Januari 2015

Sosialita

3

Nyoman Kusmini

Sharing Profit Investasi Jabon Bisnis investasi kini makin berkembang dan menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Kebutuhan kayu di Indonesia cenderung mening­ kat, sementara beberapa tahun lalu pemerintah mengeluarkan kebi­ jakan melarang penebangan hutan alam sehingga industry perkayuan diwajibkan menggunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR).

Tampil lebih Cantik Tahun 2015 Lain lagi dengan Syahrini. Penyanyi kondang ini juga kebanjiran tawaran tampil di malam tahun baru, namun ia menolaknya. Pelantun tembang ‘Sandiwara Cinta’ ini malah memilih berlibur ke Amerika Serikat bersama keluarga dan manajemennya. Baginya, akhir tahun merupakan momentum baginya untuk bersantai setelah rutin bekerja selama setahun. Ia perlu refreshing, melepaskan ‘kepenatan setahun’ sehingga tampil segar dan cantik mengawali tahun 2015. Tak tanggung tanggung, Syahrini mengaku akan lumayan lama di negeri Paman Sam itu, sekitar tiga minggu. “A k u nggak

ngambil job malam tahun baru karena mau liburan ke Amerika,” ujar Syahrini yang baru saja melakukan su-

lam alis dan bibirnya agar terlihat makin kinclong. Berbeda dengan Tina Toon yang mengaku tak mau repot-repot memikirkan liburan tahun baru lantaran sedang fokus pada perubahan penampilan di tahun 2015. Ia ingin tahun 2015 tampil beda. Mantan penyanyi cilik yang terkenal dengan tembangnya ‘Bolobolo’ ini, dulunya adalah bocah tambun dan menggemaskan. Memasuki masa remaja, kiprah Tina tak banyak terdengar. Lama tak terdengar kabarnya, Tina Toon mengejutkan publik dengan penampilan barunya, cantik, dan langsing. Sayangnya, ia mengaku, agak kurang melakukan perawatan d i r i . Ka r e n a itu kini saatnya ‘penataan ulang’. Padahal kalau mau dilihat, dalam kondisi sekarang Tina Toon tetap terlihat c a n t i k dan langsing. Namun ia justru merasa agak kurang ‘PD’ karena rahang dan pipinya yang tembam. Inilah yang ingin dibenahi Tina. “Tahun 2015 aku pengen ubah gaya. Aku mau pipiku menjadi tirus, dan model rambut berubah,” ucap gadis kelahiran 20 Agustus 1993 ini. Penampilan bagi seorang entertainer adalah penting. Karena itu ia mau susah payah agar dirinya menjadi sosok yang selalu enak dipandang. “Aku kurang merhatikan penampilan, makanya sekarang ini perlu dibenahi lagi. Makanya, sekarang nggak terlalu mikir liburan tahun baru,” ungkap Tina. –Diana Runtu

Peninjauan Tim Sri Farm ke lokasi perkebunan Jabon di Sulawesi

P

eluang ini ditangkap Nyoman Kusmini dengan mengembangkan suatu program investasi jabon di bawah bendera PT Sukses Rimba Investama (Sri Farm ). Ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kayu jabon (jati bongsor/jati ambon). Owner Sri Farm ini menjelaskan investasi ini memiliki manfaat luas. Selain menguntungkan dari segi bisnis dengan hasil yang luar biasa dengan sistem sharing profit antara investor, pengelola dan petani yang mengerjakan, juga turut menyukseskan program pemerintah “penanaman 1 miliar pohon/ tahun” dengan turut melestarikan lingkungan (go green) untuk mengurangi efek rumah kaca. “Kami tawarkan dengan harga Rp 225 juta per paket,” ujarnya. Dalam satu paket jabon ini investor mendapatkan lahan seluas 1 hektare di daerah Sulawesi Barat (Sertifikat Hak Milik atas nama sendiri), 1.000 bibit pohon jabon yang bisa dipanen dua kali dalam 10 tahun, plus biaya perawatan sampai panen (penanaman, pemupukan, obat

Tim Sri Farm di Sulawesi

antihama). Setelah panen, investor tak perlu cemas memikirkan pemasarannya. Perusahaan menjamin kayu hasil panen pasti laku, karena perusahaan (Sri Farm) sudah melakukan kerjasama dengan pabrik kayu di Sulawesi dan Jawa. “Dalam waktu 5 tahun, investor sudah bisa panen pertama dengan hasil minimal 560 juta (70%) untuk investor (pemilik). Harga jual sesuai dengan harga panen saat itu,” jelasnya. Kelebihan lain, pohon diasuransikan. Jadi, jika terjadi musibah seperti tanah longsor atau kebakaran hutan, risiko ditanggung perusahaan. Dengan bergabung dalam bisnis ini, investor secara otomatis tergabung dalam komunitas “go green investor club”, jaringan bisnis antar investor seluruh Indonesia. Tiap enam bulan, perusahaan pun akan menyampaikan perkembangan pohon kepada investor. Ke depan, di beberapa titik akan dipasangi kamera CCTV, sehingga investor bisa memantau secara online. HANYA RP 175 JUTA Perempuan kelahiran Singaraja 45 tahun silam ini menyampaikan harga khusus untuk 25 investor

pertama, mendapatkan diskon sebesar Rp 50 juta atau hanya Rp 175 juta. “Tanda minat mini-

mal Rp 5 juta per hektare. Sebelum deal, investor kami ajak dulu mengecek lokasinya. Jika deal, biaya akomodasi ditanggung perusahaan. Jika tidak deal, biaya akomodasi dipotong dari biaya tanda minat,” tegas Kusmini. Sejak pre-launching satu bulan lalu, sudah laku beberapa paket. Tak hanya itu, perusahaan juga

menawarkan hadiah menarik bagi investor, yakni tirtayatra ke India, perhiasan emas 22 karat, dan grand prize mobil Honda Mobilio, yang diundi tiap penjualan 200 hektare/paket. Info selengkapnya, hubungi Sri Farm Office: Jln. Tukad Batanghari No.9, Denpasar, Bali, HP 085337496688, 087861999658, www.srifarm.com. –ten

MENGAPA KAYU JABON?

Jabon merupakan salah satu jenis kayu terbaik untuk bahanbahan baku industri kayu di Indonesia, seperti bahan baku kayu lapis, pulp, furnitur, kertas, dll. Selain karena p e r t u m b u h a n nya yang sangat cepat , kayu jabon memiliki batang yang lurus dan kayunya tidak berserat. Jenis kayu seperti ini sangat diminati oleh kalangan perindustrian kayu di Indonesia. Jabon merupakan jenis tumbuhan yang cukup kebal terhadap hama dan penyakit, sehingga tidak begitu memerlukan perawatan yang istimewa. Pertumbuhan jabon paling cepat di dunia dibandingkan dengan tanaman kayu keras lainnya, bahkan lebih cepat disbanding pertumbuhan kayu sengon. Dengan pertumbuhan rata-rata diameter 10 cm per tahun dan tingginya dapat mencapai 25 meter. Kayu jabon dapat dipanen pada usia 5 sampai dengan 6 tahun dengan volume kayu +0,9 m3/ pohon dengan harga jual mencapai diatas Rp 1juta/pohon tergantung besar dan kecilnya ukuran kayu. Selain itu permintaan kayu Jabon terus meningkat setiap tahunya. Kebutuhan kayu dunia yang makin melonjak tiap tahunya, tidak diimbangi dengan suplai kayu yang ada, bahkan kondisi hutan di Indonesia saat ini makin kritis. Data menunjukkan, setidaknya tiap tahun Indonesia membutuhkan 72 juta3 kayu siap olah, dan saat ini baru terpenuhi sekitar 50 juta3 saja. Itu pun sebagian besar dari

hasil tebang hutan alam di Indonesia. Sedangkan akhir-akhir ini pemerintah sudah melarang keras penebangan hutan alam untuk industry kayu di Indonesia. Artinya, peluang investasi jabon masih terbuka lebar. Pohon jabon memiliki kemampuan copice (setelah ditebang akan tumbuh tunas baru), sehingga sekali menanam dapat dipanen dua kali. Setelah panen pertama, beberapa minggu kemudian, pada tunggak akan muncul beberapa tunas baru yang nantinya bisa dipilih untuk dirawat lagi. Jika tunastunas ini dibiarkan selama setahun, akan diperoleh tunas-tunas baru yang tumbuh lurus ke atas. Setelah berumur sekitar satu tahun, dipilih satu tunas yang terbaik untuk dipelihara menjadi pohon kembali yang dapat dipanen pada umur 4-5 tahun. Masa panen tunas-tunas ini lebih cepat karena sudah memiliki akar jadi, sehingga dalam proses tumbuhnya pohon jabon tidak memerlukan waktu yang lama. Setelahpohon yang berasal dari tunas tadi ditebang maka tunas-tunas baru yang dihasilkan dapat dipelihara dan dipanen seperti tunas pertama. Harga kayu jabon ini pun diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun yang akan datang, karena kebutuhan kayu di Indonesia yang makin meningkat, sedangkan kondisi hutan di Indonesia makin kritis. Apalagi pemerintah mengeluarkan Undang-undang mengenai HPH. Industri perkayuan di Indonesia harus tetap dikembangkan namun menggunakan kayu dari hasil hutan tanam rakyat, tidak boleh lagi menggunakan kayu dari hasil penebangan hutan alam. Sehingga deficit pasokan kayu akan makin besar, dan hal ini akan mempengaruhi kenaikan harga kayu jabon dimasa yang akan datang. “Jadi tunggu apa lagi? Kini saatnya punya perkebunan uang dan menyelamatkan lingkungan, go green & grow rich. Beli masa depan dengan harga sekarang,” tegas Kusmini. –ten


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

29 desember 2014 - 4 januari 2015

GORO-GORO

Selamat Tahun Baru 2015 Bulan Desember 2014 menjadi bulan yang sangat istimewa dan penuh berkah. Umat Hindu merayakan Galungan (17/12) dan Kuningan (27/12). Umat Nasrani merayakan Natal (25/12). Kaum wanita merayakan Hari Ibu (22/12), dan masyarakat merayakan pergantian tahun (31/12). Rangkaian momen ini membuat kita banyak memiliki waktu untuk merenung dan merefleksikan apa yang sudah kita lakukan selama tahun 2014. Apa yang sudah baik selama tahun 2014, harus kita pertahankan bahkan ditingkatkan lagi. Apa yang jelek atau buruk atau salah, jangan diulangi lagi. To k o h b e r u s a h a u n t u k merefleksikan apa yang sudah terjadi di tahun 2014 dengan menghadirkan kaleidoskop wanita tahun 2014. Namun, apa yang kami tampilkan ini belum bisa menjangkau semua hal yang berkaitan dengan wanita. Karena itu, kami sangat mengharap dukungan dari masyarakat untuk ikut mendukung beragam kegiatan wanita. Tokoh sebagai media ber-

Putu Wijaya

Suasana tahun baru

segmen wanita dan keluarga memiliki visi dan misi. Visi Tokoh menjadi bacaan wanita dan keluarga yang unggul dalam kinerja sedangkan misinya memberikan beragam informasi yang memberi nilai tambah bagi wanita dan keluarga, memberikan layanan prima dan solusi bernilai tambah bagi pemasang iklan, menciptakan kondisi terbaik sebagai tempat berkarya dan berprestasi bagi seluruh karyawan, m��������� eningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor, dan

Ngelap Motor Orang Musim hujan tiba, tetapi cuaca tak tentu, kadang hujan, kadang tidak. Namun, pepatah sedia mantel sebelum hujan perlu menjadi pegangan bagi pengendara motor. Berikut ini kisahku yang agak konyol yang berhubungan dengan hujan. Hari itu, aku berangkat kerja tanpa membawa mantel karena cuaca cukup cerah. Sehari sebelumnya hujan dan mantelku yang basah aku jemur. Pikiran positifku mengatakan tidak hujan lagi jadi tak usahlah bawa mantel. Tak dinyana, sore harinya mendung tebal. Aku mulai waswas. Aku buru-buru pulang setelah semua pekerjaan beres. Ternyata, hujan turun seketika, dan aku tak punya pilihan lain selain berteduh. Akhirnya aku berteduh di sebuah emperan toko. Hujan membasahi motorku. Aku hanya bisa menggumam, harusnya tadi bawa mantel.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Selain diriku, ada tiga orang yang juga berteduh. Semuanya bernasib sama. Tak bawa mantel. Untuk mengisi waktu, para pemotor yang berteduh ini memainkan ponsel masing-masing. Hampir setengah jam kami berkutat dengan gadget masingmasing tanpa ada tegur sapa. Hujan pun reda, langit kembali cerah. Semua bersiap kembali ke motor masing-masing. Aku mengeluarkan tisu dari tas untuk mengelap sadel yang basah. Beberapa tisu sudah kupakai untuk mengeringkan sadel. Giliran memasukkan kunci kontak, aku merasa aneh. Kok kunci tidak masuk. Aku coba

tkh/dok.bp

m e n in g ka t ka n kep ed u lia n dan tanggung jawab sosial perusahaan. Tahun 2015 pun sudah siap kami sambut dengan berbagai terobosan dan kegiatan. Kami membuka pintu selebarlebarnya untuk semua kalangan yang memiliki kepedulian dengan wanita dan keluarga untuk diajak bersinergi. Kami yakin dan percaya, makin banyak relasi dan makin luas jangkauan, makin banyak yang akan mendapat manfaat. Mari kita jalani tahun 2015 dengan penuh semangat. Selamat tahun baru 2015. beberapa kali, tapi gagal. “Maaf pak, ini motor saya,” ujar seorang pria berdiri di sebelahku. Aku kaget. Oh my God… ternyata aku mengelap motor orang. Pantas saja kunci motor tak bisa masuk. Aku buru-buru minta maaf dan beringsut pergi dari motor itu. Pria itu hanya tersenyum lalu menghidupkan motornya dan pergi. Motorku masih ada di sebelah motor orang itu. Aku jadi malu sendiri. Tisu kukeluarkan lagi untuk mengelap sadel motor. Kali ini sudah benar, ini motorku. Aku lalu hidupkan motor dan pulang. Sampai di rumah, aku cerita ke orang-orang di rumah. Mereka tertawa mendengar kekonyolanku seraya meng­ ingatkan mantel harus selalu ada di motor. Gung Nik

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

IBU

Pada Hari Ibu, 22 Desember, Amat mencoba memanjakan istrinya. Ia bangun subuh, lalu membenahi rumah. Nyapu, ngepel dan membuat nasi goreng spesial untuk sarapan. Taplak meja diganti. Di atasnya, dipajang vas bunga dari bekas botol obat dengan dua tangkai bunga kana. Merah dan kuning, yang tumbuh liar di depan rumah.a Bu Amat terkejut waktu bangun. Rumah kosong. Tapi televisi menyala. Amat entah ke mana. Sandalnya yang biasa tergeletak di teras tidak kelihatan. Rumah bersih. Di meja makan ada nasi goreng, tapi setelah dicicipi, asin sekali. Telor di almari dapur yang disiapkan untuk bikin bolu tinggal separuh. Peralan masak berantakan. Di meja tamu ada botol obat maag Bu Amat sudah dijadikan vas bunga. Bu Amat, buru-buru hendak mengamankan botol obat itu. Tapi tiba-tiba tergelincir sebab lantai kurang tuntas pel-pelannya. Ia jatuh ke lantai. Dengan susah payah Bu Amat mencoba bangun, tapi tak sanggup. Setelah mengambil nafas pajang, pikirannya agak tenang. Ia beringsut dan merangkak ke dekat kursi. Sambil berpegangan di kursi ia mencoba berdiri. Keburu kakinya gemetar lalu jatuh lagi. “Selamat Hari Ibu bekas pacarku!” sapa Amat masuk rumah. Di tangannya bungkusan bubur kesenangan istrinya. Juga setangkai mawar merah. “Kakek tua bangka! Cepat tolong berdiri! Pinggang patah ini!” Amat terkejut. Cepat ia amankan istrinya, lalu dipapah ke kamar. Sementara Bu Amat terus berkicau mencerca Amat. “Pagi-pagi sudah ngelayap, kayak ABG saja! Sadar Bapak sudah tua, tahu?! Sudah mati-matian diladeni, tapi bapak masih saja ngendon ke jalan. Mau apa lagi? Apa yang kurang di rumah ini?” Amat tak menjawab. Ia mengambil minyak bokasi, lalu mengurut kaki istrinya. “Bukan kaki! Pinggang!” Amat menarik kain istrinya untuk mengurut pinggangnya. “Jangan dibuka! Tua-tua masih cabul saja! Dari luar saja! Jangan dipijit! Sakit tahu?! Sudah, kalau tidak mau, tidak usah! Pergi sana, makan sendiri buburnya! “ Amat jadi serba salah. Kemudian ia duduk saja membiarkan dirinya diguyur dampratan. “Kalau mau ngepel, ngepel yang bener. Jangan cuma bau harum obat pel. Sapu dulu sampai bersih, baru dipel. Tekan alat pelnya supaya jangan licin, jangan kebanyakan obat pengharum. Lantai jadi licin tahu? Kecuali kalau mau mematahkan pinggang. Nanti kalau saya tidak bisa bangun, diumpat pemalasan! Dasar tua bangka, ada saja ulahnya. Bilang saja terus-terang mau kencan dengan janda genit itu! Ayo sana, belikan dia HP supaya bebas sms-sms-an! Itu namanya habis manis sepah dibuang! Dasar! Ayo jangan diam saja, pura-pura benggong! Urut! Kalau tidak mau sinikan bokasinya !” Amat tambah galau. Ia khawatir kalau kepala istrinya terbentur lantai dan gegar otak, sehingga pikirannya kacau. Dengan cemas, sabar serta tak banyak kata, Amat ikuti saja apa kata perempuan yang sudah puluhan tahun menemani hidupnya itu. Satu hari penuh Bu Amat terbaring. Uring-uringan, ia menyingkap semua kesalahan yang pernah dilakukan suaminya. Amat semakin cemas, ia tak berani meninggalkannya sendirian. Bahkan tidur pun istrinya, Amat tak beranjak. Omongan Bu Amat kian kacau. Amat dikritik habis. Tiap kali Amat mau membantah, kontan dibentak. Akhirnya Amat menyerah. Lalu tertidur kecapaian mendengar. Bangun-bangun, hari sudah gelap. Amat terkejut karena tempat tidur kosong. Dengan panik Amat keluar mencari istrinya Bu Amat ternyate menunggu di meja makan dengan seabrek lauk-pauk kegemaran Amat. “Terima kasih, Pak,” katanya mesra, “ sudah merayakan Hari Ibu. Saya tidak minta apa-apa, kecuali satu: dengarkan apa yang saya katakan, walau pun itu tidak semuanya benar.”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

29 desember 2014 - 4 januari 2015

23

Pemerintah Kota Denpasar dan Berbagai Inovasinya PRO Denpasar

TAMIANG

Kemajuan teknologi dan globalisasi sangat berpengaruh terhadap perilaku dan budaya masyarakat Bali, Kota Denpasar khususnya. Adalah hal lumrah ketika kita melihat anak-anak fasih menggunakan berbagai jenis gadget. Begitu pula banyak anakanak tidak menggunakan Bahasa Bali dalam kesehariannya. Maka, Bahasa Bali juga Aksara Bali terkesan terpinggirkan terutama di kalangan anak muda. Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si., mengatakan kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, sebab jika dibiarkan terus terjadi, Bahasa Bali dan Aksara Balinya bisa menghilang. Menyadari hal tersebut, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra memunculkan ide, bagaimana caranya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk

melestarikan penulisan Aksara Bali serta ketentuan yang berlaku dalam penulisannya. Akhirnya dibangunlah aplikasi bernama TAMIANG, untuk menangkis dan melindungi Aksara Bali dari kepunahan akibat kemajuan zaman dan teknologi yang dengan mudah bisa menggilasnya. TAMIANG merupakan aplikasi penggabungan Balinese script editor dengan balinese keyboard. Sehingga, memudahkan dalam membuat dan mengetik tulisan Aksara Bali dengan memanfaatkan teknologi. Aplikasi TAMIANG dibuat atas kerjasama pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Fakultas MIPA Jurusan Ilmu Komputer Unud dan SMKN 1 Denpasar. - ard

Senam OK Meriahkan Denfest 2014

RPKD 92.6 FM

Sejak awal mengudara Oktober 2002 silam hingga kini radio publik milik pemerintah Kota Denpasar, RPKD 92,6 FM ini , secara perlahan tapi pasti telah menunjukkan kapasitas dan kualitasnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terutama mengenai lalu lintas. Setelah 12 tahun Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) 92,6 FM ternyata tetap eksis dengan berbagai inovasinya. Terbangun bersama moto “Sewaka Dharma”, radio ini pun semakin dicintai pendengarnya, sebab berbagai program siarannya berhasil memberikan edukasi serta informasi yang aktual dengan cepat, singkat dan jelas. RPKD 92, 6 FM, ujar Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si., didampingi Kepala Unit Pengelola Teknis Penyiaran Publik Kota Denpasar Cokorda Istri Sri Kristina Dewi, S.S., menyampaikan dalam sajian keadaan lalu-lintas

Pemkot Denpasar sangat menyadari, bahwa dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab serta mampu menjawab tuntutan perubahan adalah dengan kran komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Menurut Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si. didampingi Kabid Piranti Lunak Anom Prasetya, S.E., untuk itulah dibangun satu sistem yang lebih cepat, tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pengelolaan penanganan pengaduan masyarakat, yaitu melalui Pengaduan Rakyat Online Denpasar disingkat PRO Denpasar. PRO Denpasar adalah aplikasi berbasis website yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah. Digunakan sebagai alat bantu monitoring dan verifikasi capaian program pembangunan mau-

pun pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan program pembangunan di Kota Denpasar. P RO D e n pasar dikembangkan oleh Dinas Kominfo Kota Denpasar. Aplikasi PRO Denpasar berupaya menjembatani partisipasi publik dalam pembangunan daerah antara masyarakat umum dengan Pemerintah Kota Denpasar. Masyarakat dapat memberikan pelaporan tentang pembangunan yang akan ditinjau dan didisposisikan oleh tim verifikasi PRO Denpasar kepada Instansi terkait untuk ditindaklanjuti. PRO Denpasar bisa diakses di http: // pengaduan.denpasarkota.go.id atau bisa juga di download playstore bagi pengguna android. - ard

seputar Kota Denpasar di antaranya mengungkapkan kepadatan lalu lintas, kemacetan, atau penutupan jalan dan yang lainnya. Radio RPKD ini juga dapat sebagai media kontrol bagi masyarakat terhadap kebijakan dan kinerja dari Pemerintah Kota Denpasar dengan program Halo Denpasar. Masyarakat juga dapat memberikan informasi langsung dan melakukan pengaduan dengan menelepon ke hotline 2444444. - ard

Membentuk karakter tunas bangsa menjadi yang lebih baik dan berguna bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pemerintah Kota Denpasar pun memiliki inovasi untuk membentuk karakter anak-anak melalui gerak dan lagu yang dinamakan dengan senam olah karakter (OK). Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, S.E., M.Si., menerangkan kalau gerakan senam OK merupakan karya kolaborasi seniman musik Bali Rah Tut XXX, Adi Saputra Siput, serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. Dalam senam OK, dikatakannya anak-anak tidak hanya diminta melakukan gerak tubuh tapi juga bernyanyi dengan pesan-pesan untuk membetuk karakter di

dalamnya. Beberapa pesan yang dimasukkan dalam lagu senam OK ini di antaranya jangan buang sampah sembarangan, ingatlah selalu jangan korupsi dan juga katakan tidak pada narkoba. Dalam acara Denpasar Festival 2014, tepatnya pada 29 Desember 2014 pukul 15.30 wita, senam OK akan tampil, dibawakan oleh 1.000 siswa SD se-Kota


29 Desember 2014 - 4 Januari 2015

24

Hari Ini Denfes ke-7 Dibuka

Masyarakat Bali Merapat di Kawasan Catur Muka Denpasar Fesitival (Denfes) ke-7, dipastikan dibuka sore ini, Minggu (28/12) di areal Patung Catur Muka. Momentum perayaan akhir tahun yang selalu ramai dan riuh, penuh oleh kegairahan dan semangat masyarakat yang menggebu-gebu karena ingin menikmati semua yang tersaji tahun ini bakal disemarakkan oleh persembahan menarik kesenian Inagurasi Tapak Dara Mahasomya.

K

ali ini Kawasan Patung Catur Muka, kembali menjadi titik sentral kerinduan kolektif masyarakat Denpasar untuk menikmati kekayaan pusaka budaya, tradisi dan kekinian kreativitas modern yang saling melengkapi. Perjalanan Denpasar Festival yang memasuki tahun pelaksanaan ke-7 tahun ini, tak dapat dipisahkan dari tautan kerjasama triple helix yang apik, yakni antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat Denpasar yang tidak pernah berhenti melakukan penggalian, pengembangan dan pergelaran pilar-pilar kreatifnya. Bagi kalangan budayawan, cendekiawan juga birokrat, Denfes dapat dikatakan sebuah wahana kebangkitan kembali jalinan komunikasi, interaksi dan interpretasi warisan pustaka budaya, tradisi yang bergerak penuh kekinian namun tidak serta merta tercabut dari akar kulturnya. Justru Denfes menjadi harmonisasi terhadap bertubi-tubinya pengaruh budaya global. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, juga sempat menyatakan bagi masyarakat Denpasar yang multikultural dan terbuka, Denfes adalah sebuah cermin harapan dan kegembiraan bahwa Ibu Kota Provinsi Bali ini senantiasa kukuh, meski tidak mudah untuk membangun masa depan melalui kreativitas (art) demi suburnya pasar (mart) yang dikelola secara cerdas (smart). Selanjutnya, tema sentral yang diusung “Dharma Cipta Mahabudaya” tahun ini menggambarkan komitmen Denpasar untuk menjunjung kreativitas sebagai “seni murni” , dalam arti ekspresi keindahan sebagai persembahan kepada keagungan Sang Pencipta dan alam raya serta keriangan manusia. Sekaligus juga, menjadi “seni dapur”, yakni berupa khasanah energi dan karya kreatif sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan sosial. Dharma Cipta Mahabudaya juga merupakan penanda pengabdian dan kemampuan Kota Denpasar dalam mewujudkan dimensi keseimbangan, kreativitas, tradisi dan modernitas yang menjadi kunci untuk meningkatkan kemakmuran rakyat dalam segala bidang. AREAL KHUSUS Sambil berkeliling melihat berbagai koleksi

kerajinan, keragaman tenun dan tekstil lokal dari para penggiat UMKM dan perdagangan di Kota Denpasar serta pilihan aneka hidangan atau sajian kuliner, pengunjung juga dapat menyaksikan persembahan hiburan di panggung kesenian yang tersedia di lokasi Denfes. Selain itu dipastikan pula hadirnya areal khusus “Mai Ngopi” dan “Mai Nyenggo”. Sedangkan bagi pecinta fashion, di areal tekstil juga bakal hadir beberapa distro yang mempersembahkan kreativitas kalangan anak muda dan mereka yang berjiwa muda. Bagi masyarakat yang fanatik dengan Denfes juga yang ingin mengintip acara Denfes tahun ini, datanglah beramai-ramai. Berikut gambaran singkat pagelaran yang akan hadir dan memeriahkan panggung-panggung seni yang tersedia. Minggu, 28 Desember 2014 l Denpasar Run l Inagurasi Parade 1.000 Topeng lKarnaval Parade 1.000 Topeng l Inagurasi Pembukaan Denpasar Festival “Tapak Dara Mahasomya” l Pementasan 100 Tahun Gong Kebyar (Yudane dan Bona Alit) di Alun-alun l Pementasan Sakepat Band, Kiss Band dan Jhonny Agung & Double T Senin, 29 Desember 2014

l Pementasan Balawan & Batuan Ethnic l Pementasan Crazy Horse l Gong Kebyar Mebarung oleh STIKOM

dan IHDN di panggung alun-alun

l Pagelaran Fashion Show dan Lomba

Busana Kantor antar LPD

Selasa 30 Desember 2014

l Pementasan seni tari dari Sumedang– Bandung l Penampilan Mr. Botak l Pementasan Navicula

DIAWALI PRA–EVENT Kegiatan Denpasar Festival yang akan diselenggarakan selama empat hari, yakni dari tanggal 28 sampai 31 Desember 2014 ini, sesungguhnya telah diawali dengan agenda PraEvent, antara lain berupa: lPemilihan Duta Endek oleh tim Dis­perindag Denpasar l Kuratorial terhadap pedagang kuliner oleh tim Bidang Ekonomi Denpasar lDtik Festival dan Hortikultura Festival bertempat di Lapangan Lumintang oleh Dinas Kominfo lLomba Fotografi Masih dalam rangka ikut memeriahkan acara Denpasar Festival 2014, tak ketinggalan Indonesian Chef Association–BPD Bali atau ICA Bali pun memberikan andilnya di program Pra-Event dengan mengadakan kegiatan perlombaan masak, Jumat (14/11) di Inna Bali Hotel Denpasar. Denpasar kuliner festival merupakan ajang pemersatu insan kuliner Bali, demi mewujudkan, serta mengangkat harkat dan martabat budaya kuliner Bali dan Nusantara di tingkat nasional maupun internasional. Ini, mengingat Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, tentunya harus mampu bertahan sebagai daerah tujuan wisata yang mengacu kepada wawasan budaya. Yang berarti, selain mempertahankan warisan nenek moyang di bidang seni, kuliner juga harus dikembangkan, sehingga dapat mengharumkan nama Bali, Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara. Karenanya, Denpasar Festival selama ini memang diakui berhasil menghadirkan puncak-puncak kekayaan ekspresi serta

Rabu, 31 Desember 2014 l Melepas Matahari 2014

Kegiatan pementasan di depan Patung Catur Muka

kreativitas Kota Denpasar. Terejawantahkan melalui ragam seni budaya, ragam kuliner, ragam tekstil, ragam florikultura, ragam kreativitas komunitas, serta berbagai ragam potensi & produk unggulan. Yang menjadi program unggulan Denpasar Festival kali ini adalah adanya program Parade 1.000 Topeng dalam bentuk Karnaval, bersama harapan kedepannya dapat dijadikan ikon pembukaan Karnaval setiap acara Denpasar Festival. Selanjutnya, sebuah penghormatan dan penghargaan diberikan kepada para seniman Denpasar, khususnya seniman Gong Kebyar Belaluan Sadmerta yang berjaya di era tahun 1920-an dan Gong Kebyar Gladag yang berjaya di era tahun 1960-an, yakni melalui Perayaan 100 tahun Gong Kebyar serta beragam puncak-puncak kreativitas, potensi, dan keunggulan Denpasar sebagai Kota Budaya yang multikultur, multietnis, dan tentu sebagai jantungnya pulau Bali -the Heart of Bali. Denpasar Festival juga mengedepankan terbukanya ruang dialog publik yang dikemas dalam berbagai bentuk informasi ataupun dalam berbagai ragam agenda acara termasuk pameran, workshop, seminar atau talk show, aneka ragam hiburan seni dan budaya baik yang bernuansa tradisional, modern, maupun avant-garde. Untuk ini, Pemerintah Kota Denpasar melalui jajarannya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi meramaikan dan berinteraksi penuh keriangan hati untuk ”mendalami, bersentuhan langsung, menikmati” segenap potensi dan realitas keragaman sosial, potensi ekonomi, serta seni dan budaya yang hadir dalam Denfes, demi mengalirnya inspirasi dan motivasi untuk berkreativitas serta memberi ruang ekspresi dan kreasi kepada masyarakat dalam mempresentasikan karakteristik potensi Kota Denpasar. - ard


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 829 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu