Skip to main content

Tokoh Edisi 828 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

22 - 28 Desember 2014

Apa Ditanam, Itu Dipetik

Menjadi ibu dan orangtua merupakan tugas mulia. Salah satu harapannya adalah anak-anak atau generasi mendatang bisa mendapatkan yang terbaik. Ber­bagai kiat bisa dilakukan untuk mewujudkan impian ini. Berikut kiat-kiat dari para Ibu Teladan.

T

erlahir sebagai anak petani 57 tahun silam, di sebuah desa kecil di kaki Gunung Batur, Bangli, membuat Ni Wayan Kartini hanya menamatkan pendidikannya di jenjang sekolah dasar (SD). Namun, realita itu tak lantas membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. “Ilmu tak hanya didapatkan di sekolah, kapan pun di mana pun kita bisa mendapatkan ilmu,” ujarnya. Paling tidak, tindakan nyata itulah yang menjadi teladan bagi kedua putranya, Pande Putu Setiawan, S.T., M.M. (M.B.A.) dan Pande Made Budiarta, S.T. ini. ”Sejak mereka kecil, saya selalu menanamkan untuk selalu berbuat baik, ndak usah nekoneko,” ujar Ibu Teladan se-Bali 2011 Tabloid Tokoh ini. Kartini sangat percaya karma, bahwa apa yang kita tanam itu pula yang kita petik. Tak sedikit ia melihat ada orangtua yang berbuat keburukan, anaknya yang mendapatkan pahitnya. Istri I Nyoman Sadia ini tentu tak mau hal seperti itu terjadi pada putra-putranya kelak. Karena itu pula, melihat kondisi kaldera Gunung Batur yang produktif, Kartini menggagas terbentuknya kelompok wanita tani di Desa Songan. Harapannya hanya satu, masyarakat sekitar bisa mengakses lebih banyak informasi terkait pertanian, dan hasilnya bisa lebih baik untuk perkonomian mereka yang lebih baik pula. Nilai-nilai kebaikan yang ditanam-

kan Kartini tersebut rupanya sudah sangat merasuk pada jiwa kedua putranya, terutama Pande, putra sulungnya. Sejak SMA, jiwa sosial dan empatinya terhadap sesama sudah tampak. Kartini mengisahkan pengalamannya ketika dalam perjalanan pulang dari Songan, Bangli menuju Ubud, Gianyar, mereka melihat pengendara sepeda motor jatuh di jalan karena penyakit epilepsinya kumat. Oleh orang yang memboncengnya, sebenarnya orang yang sakit itu sudah didudukkan sementara menunggu kondisinya pulih. ”Sudah lewat sekitar 1 kilometer, anak saya balik lagi ke tempat kejadian itu. Katanya, hatinya tak tenang. Akhirnya, anak saya mengantar orang itu sampai ke rumahnya,” tutur Kartini. MAKAN MALAM BERSAMA Banyak cara yang dilakukan para orangtua untuk mendekatkan diri dengan sang buah hati. Seperti pengalaman Nyoman Nilawati, Ibu Teladan se-Bali 2008 ini. Ibu yang memiliki empat orang putra yang sudah dewasa ini, mempunyai trik sendiri dalam mendidik anakanaknya sejak kecil. “Datang dari sekolah, saya tanyakan apa kegiatannya di sekolah. Saya biarkan mereka bercerita apa saja, intinya agar mereka belajar untuk menyampaikan segala keluh-kesahnya,” kata perempuan yang aktif di Yayasan Sosial Rotary Club ini.

Ni Nyoman Nilawati

Ni Nyoman Masni

Bagi Nilawati, orangtua merupakan contoh yang baik bagi anak. Karena itu, orangtua harus mampu memberi suri teladan bagi anakanaknya. Jika meminta anak untuk disiplin bangun pagi, orangtuanya yang terlebih dahulu harus bangun pagi. “Ketika anak-anak melihat orangtuanya sudah memberikan contoh, otomatis mereka akan sadar dengan sendirinya,” tutur perempuan yang menjabat Wakil Ketua WHDI Prov. Bali ini. Nilawati berprinsip, menyelesaikan banyak pekerjaan di pagi hari merupakan awal kesuksesan. Karena itu, ia sudah terbiasa bangun pagi dan langsung bersiap-siap mengerjakan pekerjaan. Sejak kecil, anak-anaknya sudah diajarkan untuk bangun pagi, dan tak lupa berdoa. Walaupun keempat anaknya adalah laki-laki, ia tak membedakan dalam mendidiknya. Mereka juga diajarkan mebanten saiban, belajar membersihkan tempat tidur sendiri, menyapu, dan mencuci baju sendiri sejak kelas 3 SD. Sejak

anak-anaknya menginjak bangku SMP, ia mulai mengajarkan mereka memasak. “Intinya, agar anak-anak belajar menghargai makanan, tidak mengeluh tentang makanan, dan makan apa yang sudah disiapkan. Bahkan, kadang anak-anak bergiliran memasak,” kata Nilawati. Makan bersama merupakan momen yang istimewa bagi Nilawati. Ia selalu menyiapkan waktu makan malam bersama seluruh keluarganya. Disanalah mereka kumpul bersama sembari bercengkrama, keakraban keluarga makin terjalin.

Pemenang Lomba Foto Selfie

Pemenang Lomba Best Dress

HARUS BANYAK BACA Di usianya yang sudah 70-an, Ni Nyoman Masni, S.H., Ibu Teladan se-Bali 2005, ini tercatat sebagai ibu yang memiliki semangat juang yang tinggi. Bahkan karena kepeduliannya kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, hingga kini ia masih aktif sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali. Ibu empat anak (semuanya sar-

Ni Wayan Kartini

jana ini) tetap semangat ketika diminta menyampaikan kiat-kiatnya mendidik anak. Pertama, membiasakan anakanak melakukan kewajibannya di rumah tangga. Mulai dari sikap yang santun, menghormati orangtua, melaksanakan ibadahnya dengan baik. Semua urusan, minimal untuk dirinya dilakukan sendiri tanpa harus diladeni. Sebab dengan membereskan semua hal di rumah tangga dengan baik, maka seorang anak sudah memiliki modal untuk bersosialisasi di luar. Kedua, mengajarkan anak meng­ ikuti pendidikan dengan baik. Dimulai dengan penanaman disiplin di rumah, termasuk untuk urusan belajar. “Pendidikan bukan hanya yang formal, tapi juga dengan ba­ nyak membaca,” tegas pensiunan jaksa ini. Ketiga, tidak lupa berbaur dengan masyarakat dan lingkung­ an atau menyama braya untuk mengasah rasa sosial, simpati, dan empatinya. –Inten Indrawati/Wirati Astiti/Sri Ardhini


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

22 - 28 desember 2014

GORO-GORO

Selamat Hari Ibu Putu Wijaya

Penobatan Ibu Teladan se-Bali 2011

Peringatan Hari Ibu antara satu negara dengan negara lain berbedabeda. Di Indonesia, peringatan Hari Ibu dirayakan secara nasional tiap tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 tahun 1953, saat ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk me­ rayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, hari tersebut diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Situs Wikipedia menyebutkan Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan

Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini menjadi kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan sebagainya. Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak wanita di bidang pendidikan dan perkawinan. Kini seiring perkembangan zaman, wanita dan pria memiliki

Mangga Itu Poh

Saat itu saya masih duduk di kelas satu SD dan pelajaran yang paling saya takuti adalah pelajaran bahasa daerah Bali. Selain pelajarannya yang baru buat saya juga guru yang meng­ ajar sangatlah galak. Saya adalah anak dari seorang polisi dan tinggal di asrama atau sering disebut “anak kolong” tentu saja bahasa sehari-hari yang saya gunakan adalah bahasa Indonesia. Walaupun saya orang Bali, bahasa daerah hampir sangat jarang saya dengar. Bahasa Bali bagaikan bahasa asing bagi saya ditambah guru yang galak, lengkap sudah penderitaan saya. Setiap pelajaran bahasa Bali berlangsung saya selalu mencari alasan untuk pergi ke kamar kecil, membuang sisa rautan pensil, atau menutup wajah saya dengan buku agar tidak terlihat oleh guru.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Suatu hari Ibu Guru bertanya di depan kelas dan langsung menunjuk saya yang hendak ba­ ngun pergi ke kemar kecil. Saya terkejut, apesnya saya saat itu tidak memperhatikan situasi dan harus menjawab pertanyaan. Ibu guru bertanya apa bahasa Balinya mangga? Dengan lantangnya saya menjawab “mangge” bu guru. Seisi kelas langsung ramai me­ nertawakan saya. Saya heran apa yang salah dengan jawaban saya? Setahu saya huruf “a” dilafalkan “e” dalam bahasa Bali. Seperti halnya “meja” dalam bahasa Indonesia menjadi “meje” dalam

hak yang sama dalam pendidikan dan perkawinan. Wanita dan pria memiliki kedudukan yang sama. Dalam mengurus keluarga pun bukan hanya tugas wanita. Pria pun punya kewajiban yang sama untuk memberikan pendidikan yang utama dan pertama bagi anak-anak. Sebagai apresiasi untuk kaum ibu, tanpa mengesampingkan peran ayah, kami memuat beberapa surat dari anak-anak tentang momen terindah bersama ibu. Kepada para ibu, kami ucapkan Selamat Hari Ibu. Tahun 2015, Tokoh kembali akan mengadakan pemilihan Ibu Teladan se-Bali. Ini merupakan ajang tiga tahunan. Peserta adalah para ibu yang ada di Bali. Kami tidak bekerja sendiri. Kami menggandeng banyak komponen untuk memberikan penilaian yang komprehensif. Bagi para Ibu, bersiaplah. Tunggu kehadiran kami. Salam

bahasa Bali. Saya masih diam terpaku saat suasana kelas mulai hening kembali. Lalu Ibu guru memperbaiki jawaban saya dengan menulis di papan “mangga = poh”. Mangga dalam bahasa Bali di­sebut “poh”. Apa? bagi saya itu jauh dari bayangan. “Poh” adalah kata yang sangat baru dan aneh bagi saya, bagaimana “mangga” yang terdiri dari enam huruf itu diterjemahkan menjadi tiga huruf yang sangat sederhana “poh”? Saya malu sekali saat itu. Dampak baiknya sampai sekarang kemanapun saya pergi saya mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Bali. Malu rasanya jadi orang Bali tapi tak bisa berbahasa Bali. Cahya

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

22 - 28 desember 2014

23

“White Christmas”

Di seluruh kota-kota besar dunia berkumandang lagu “White Christmas”. Pak Amat pun tak mau ketinggalan. Dia nyetel kaset lagu Natal itu keras-keras sepanjang hari. Para tetangga jadi bertanya-tanya.”Apa Pak Amat sudah pindah agama?” tanya Bu Alit. Bu Made, cs lalu lapor. Bu Amat terkejut. Ia kontan menegur suaminya. “Matikan tape-nya, Pak!” Karena tak sabar, langsung saja Bu Amat sendiri kemudian yang mematikan. Amat marah. “Kok dimatikan? Nanti kalau habis, kan mati sendiri!” “Tapi tetangga sudah menuduh kita pindah agama, Pak!” Amat tercengang. “Pindah agama bagaimana? Ini kan untuk menghormati saudara-saudara kita yang Nasrani. Seperti di hari Lebaran kita juga menghormati saudarasaudara kita yang Muslim!” “Tapi kesimpulan mereka begitu!” “ Itu namanya fitnah!” “Ya sudah, terserah! Kalau mau nyetel lagi, setel saja terus! Kalau mau pindah agama, terserah. Saya tidak mau ikut! Saya tetap orang Bali” Suara Bu Amat ketus. Amat jadi tak berani lagi memutar “White Christmas”. “Payah sekarang ini, Pak Made,” kata Amat mengadu, “Masak kita mau menghormati agama lain, dituduh pindah agama. Kalau begini caranya, mustahil kita bisa menggalang hidup damai. dalam berbeda agama.” Pak Made tidak setuju dengan Amat. “Pak Amat, ibu-ibu itu bukan mau menghalangi niat luhur Pak, mereka hanya bingung, penasaran ingin tahu. Saya kira kalau diberikan penjelasan, mereka akan mengerti.” “Penjelasan bagaimana?” “Ya, penjelasan mengapa lagu White Christmas itu diputar berulangulang?” “Kan untuk menghormati hari Natal!” “Itu dia. Mereka perlu penjelasan!” Amat menggeleng. “Masak yang begitu saja harus diberi penjelasan. Kalau semua harus dijelaskan, berarti tidak ada usaha menyimak hidup damai dalam perbedaan kan jelas ada dalam lambang negara kita: Bhineka Tunggal Ika! Semua harus melaksanakan kalau memang berkebangsaan Indonesia. Tidak boleh tidak tahu! Jangan biarkan otak nganggur, nanti menciut lalu akhirnya hilang. Anak kecil pun tahu saya menjalankan ibadah ke Pura dengan sungguh-sungguh. Itu sudah merupakan penjelasan!” Suara Amat keras sehingga Pak Made menyudahi percakapan. Takut jadi sengketa. Amat sendirj jadi penasaran. Dia langsung menemui Bu Alit. “Bu Alit, maaf, saya mau menjelaskan sedikit. Saya memutar lagu White Christmas itu, bukan karena pindah agama. Tapi menghormati saudarasaudara kita yang Nasrani dalam rangka kerukunan beragama. Sama sekali bukan karena pindah agama!” Bu Alit tercengang. “Lho Pak Amat, bukan saya yang bilang begitu. Saya hanya nenyampaikan!” “Jadi siapa yang sudah menuduh saya pindah agama.” “Pak Made.” Amat tercengang. Setelah berpikir keras dia menemui lagi Pak Made. “Pakk Made, maaf kalau saya lancang. Kata Bu Alit, Pak Made yang menuduh saya pindah agama, Betul atau tidak?” “Tidak!” “Lalu siapa?” “Bu Amat!” “Ah?” “Ya. Bu Amat sendiri. Makanya semua kami jadi penasaran. Itu sebabnya kita semua bertanya-tanya. Betul tidak? Kalau betul, kenapa? Kalau tidak betul, supaya jelas. Kita ini orang kecil pak. Bukan pemain politik! Kami ingin tahu urusan tetangga meskipun sifatnya pribadi. Karena kita ini keluarga besar yang mengusung semboyan gotong-royong. Hanya ingin tahu, bukan mau melarang, ingin kejelasan agar pikiran tenang saja bertetangga.” Amat tak sanggup menjawab. Ia cepat pulang. Kuncinya ada pada istrinya. Tapi di pintu, Amat mati langkah. Sayup sayup terdengar White Christmas di dalam rumah. Hati-hati Amat masuk. Istrinya duduk di samping tape sambil menjahit sarung robek. Mulutnya komat-kamit menirukan suara Andy William menyanyikan White Christmas. Amat perlahan duduk, lalu menegur lirih: “Mau pindah agama ini, ye?!” Bu Amat seperti tak mendengar, lalu menggumam. “Katanya kerukunan berbeda agama. Kalau sayup-sayup begini lagunya bagus sekali. Memberi rasa aman damai dekat pada Sang Pencipta, Hyang Widhi.. Yang bapak setel tadi, liar seperti orang ngamuk!” Amat tak menjawab. Tapi dalam hati dia sambat: Banyak yang aku ketahui tentang wanita, tapi lebih banyak lagi yang tidak aku pahami.”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Denpasar Festival 2014

Wadah Penguatan Budaya dan Ekonomi Agenda Tahunan Kota Denpasar, Denpasar Festival 2014 akan digelar 28 s.d. 31 Desember yang dipusatkan di titik nol Kota Denpasar, yakni di areal Patung Catur Muka. Beragam kegiatan, pameran, dan bazar kuliner yang akan berlangsung selama Denfes ke-7 yang mengambil tema “Dharma Cipta Mahabudaya” ini mengambil zone di areal Jalan Gajah Mada tengah, Gajah Mada timur, Jalan Veteran, Catur Muka, depan Jayasabha, depan Museum Bali, dan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Puputan Badung). Tematik “Dharma Cipta Mahabudaya” ini mengedepankan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakatnya yang multikultur untuk memuliakan kreativitas seni dan budaya yang tidak saja tumbuh kembang sebagai seni murni (ekspresi keindahan dengan tujuan persembahan kepada keagungan Sang Pencipta dan alam raya), namun juga sebagai seni dapur (keragaman potensi, energi, dan karya kreatif sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan sosial). Denpasar Festival yang memasuki tahun pelaksanaan ketujuh telah menjadi medium “pengisahan” yang kredibel dan dinamis akan kenyataan ragam kreativitas (art) sebagai akar dan aset kultural yang menstimulasi dan memenuhi kepentingan pasar (mart) yang dikelola secara berkesinambungan serta efisien dan efektif akan melandasi kerinduan kolektif akan Denpasar yang cergas dan cerdas

(smart). Dharma Cipta Mahabudaya menjadi penanda akan pengabdian dan kemampuan masyarakat multitalenta dan multikultur Denpasar dalam menghasilkan dimensi keseimbangan kreativitas tradisi dan modernitas yang menjadi kunci untuk

meningkatkan kemakmuran rakyat dalam segala bidang. Dharma Cipta Mahabudaya dalam Denfes kali ini berorientasi pada budaya dan ekonomi. Secara budaya, nilai-nilai utama adalah seni, budaya, kesejahteraan, kemu-

dahan akses dan pelibatan publik dalam aktivitas kreatif. Orientasi ini menempatkan Denpasar Festival sebagai wahana tertampilnya beragam atraksi seni dan budaya yang khas dan unggul di Denpasar. Secara ekonomi, fokusnya adalah pada pengembangan pasar urban yang berkesinambungan terkait spectrum industry kreatif Denpasar. Denpasar Festival menjadi pasar inovasi, talenta kreatif dan industri kreatif. Tematik ini terefleksikan dalam inagurasi pembukaan yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni dengan parade 1.000 topeng yang merupakan refleksi spirit identitas Denfes 2014 di titik nol Denpasar, perputaran 4 penjuru kepentingan dan dinamika Kota Denpasar dan “Heart of Bali”, saling bersisian satu sama lain berputar dalam keteraturan dan harmoni “Tapak Dara Maha Somya”. Parade topeng ini ingin menonjolkan keberagaman topeng di Bali sebagai

Lomba Busana Kerja untuk LPD Salah satu agenda Denfes yang tiap tahun selalu mendapatkan animo besar masyarakat adalah lomba fashion show berbahan lokal endek. Endek yang menjadi salah satu produk unggulan K o t a D e n p a s a r, menurut Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA Selly Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra bersama Ketua D. Mantra, tahun ini Dekranasda Kota Denpasar IA Selly D. Mantra tetap dilombakan dalam bentuk busasalah satu warisan budaya yang na kerja. “Hanya saja setiap tahun patut dilestarikan, baik topeng sasaran untuk peserta lombanya tradisional maupun modern. selalu berbeda,” ujarnya. Hal berbeda lainnya yang akan Dikatakannya, Pemerintah Kota hadir di Denfes ke-7 adalah areal Denpasar ingin menyasar semua “Mai Ngopi” dan “Mai Nyenggo”. kalangan dan profesi. “Jika pada Ini merupakan apresiasi terh- Denfes tahun sebelumnya lomba adap keberadaan pedagang nasi pakaian kerja sudah dilaksanakan jenggo di Denpasar yang menjadi untuk karyawan bank, hotel hingga incaran kebutuhan masyarakat rumah sakit dengan sambutan tiap sore/malam dan memberi- yang sangat baik, tahun ini bakal kan pengaruh luas. Di sini akan dilombakan pakaian berbahan dihadirkan beragam menu nasi endek untuk kalangan karyawan jenggo yang merupakan usaha- LPD se-Kota Denpasar,” lanjutnya. usaha masyarakat Kota Denpasar Panggung fashion show tahun ini, yang luar biasa mempengaruhi kata Selly D. Mantra akan menjadi perekonomian masyarakat kecil. ajang kreativitas bagi karya-karya Sementara “Mai Ngopi”, juga akan terbaik untuk kalangan anak-anak menampilkan beragam kopi dan muda dari para duta endek. Unteknik penyeduhannya. Hal ini tuk kreativitas di bidang desain merupakan perhatian Pemkot ter- pakaian berbahan lokal endek ini, hadap tren ngopi yang ditunjukkan Selly D.Mantra memastikan dirinya dengan menjamurnya kafe-kafe hadir untuk menyaksikannya langkopi dan angkringan di Denpasar. sung. –ard/ten

Angkat Kuliner Tradisional Gali Potensi lewat Lomba WMD

Refleksi akhir tahun Kota Denpasar melalui Denfes, menjadi puncak kreativitas seni, fashion, dan kuliner masyarakat Kota Denpasar. Melalui Denfes, pemerintah memberikan ruang bagi pelaku seni, pelaku UKM, komunitas, dan masyarakat Kota Denpasar dengan segala potensi lokalnya seperti, seni, kuliner,kerajinan, fotografi, dan fashion, untuk menumbuhkan ekonominya. Ajang Denfes ini juga men-

jadi wadah kerinduan masyarakat Denpasar akan kuliner-kuliner tradisional yang keberadaannya cukup langka dan hampir tak dikenali generasi muda sekarang, seperti sate kakul dan loloh. Bahkan, sejak tahun lalu sudah dilaksanakan Festival Loloh yang berlanjut tahun ini. Untuk memperkenalkan loloh yang merupakan minuman tradisional Bali yang herbal, kepada masyarakat luas, oleh Pemkot Denpasar minuman ini sudah dipakai sebagai wellcome drink. Komitmen Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra untuk menggali kuliner-kuliner lokal telah pula ditindaknyatakan dengan keluarnya kebijakan sejak tiga tahun silam, mewajibkan hotel-hotel berbintang khususnya di Kota Denpasar untuk menampilkan minimal 10% menu Wali Kota IB Rai D. Mantra mengunjungi bazar kuliner tradisional Bali. dalam Denfes 2013

–ard/ten

Beragam kegiatan pra-event yang menjadi ruang dan wadah bagi masyarakat Kota Denpasar untuk mengembangkan berbagai kreativitas sudah digelar sejak Agustus. Salah satunya Lomba Wirausaha Muda Denpasar (WMD) 2014 yang digelar Pemkot melalui Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar. Hal ini merupakan komitmen Wali Kota Denpasar IB Rai D. Matra untuk menggali potensi serta mendorong tumbuhnya calon-calon wirausahawan muda yang mumpuni dalam melakukan perencanaan bisnis secara matang, baik dari segi orisinalitas gagasan, kelayakan, maupun implementasi di lapangan, untuk kemudian dikembangkan dan dibina. Kegiatan ini juga bertujuan menyosialisasikan wacana kewirausahaan pemuda sebagai motor penggerak perekonomian bangsa dan alternatif solusi mengatasi pengangguran di Kota Denpasar. Pada Lomba Wirausaha Muda Denpasar 2014 yang merupakan pelaksanaan kelima, telah menelurkan 10 wirausaha muda baru untuk

Salah seorang peserta Lomba Wirausaha Muda Denpasar 2014 saat mempresentasikan karyanya tingkat umum, dan tiga di tingkat SMA/SMK. Kesepuluh pemenang tingkat umum adalah: Ni Putu Adelia Kusumaningsari, Ni Putu Desy Ratna Dewi, Vera Wulandari Anwar, Agus Nanda Yudistira, AA Bagus Magha Sambhara, Ni Luh Putu Putriyani Dewi, Rahmasari Yuna, S.KM., AA Sagung Instri Pramaswari, Ni Putu

Dian Ernayuni, dan Orlando Nandito Nehemia. Pemenang 1 dan 2 untuk tingkat SMA/SMK, masing-masing diraih Luh Kadek Ayu Sekarini dan I Gede Risky Wahyu Erlangga dari SMK Farmasi 3 Denpasar, dan Pemenang 3 oleh Ni Putu Indah Ayu Lestari (SMK Farmasi Bintang Persada Denpasar). –ard/ten


22

Metropolitan

Tiga Naga

untuk ngaben. Se­ lain itu, untuk memindahkan kreamatorium ke kawasan lain di Jakar­ ta, bukan hal mudah. Karena b e ­

Penjaga Keamanan Dua Pura di Jakarta Utara, Pura Dalem Purnajati Tanjungpuri maupun Pura Segara, termasuk Pura istimewa. Pura Dalem Purnajati merupakan pura tertua di Jakarta yang dibangun sekitar tahun 1960-an. Pura yang telah berusia setengah abad lebih ini, sempat berada dalam kondisi mem­prihatinkan sebelum dilakukan renovasi bebe­rapa tahun lalu.

S

elain usia fisik bangunan telah tua, juga kerap kali diterpa banjir baik pada musim hujan maupun saat rob (air laut naik) dan ini sangat meng­ ganggu kekhusyukan saat ada kegiatan upacara atau pada saat persembahyang­ an. Namun, sejak beberapa tahun lalu, pura tertua yang terletak di Jln. Raya Cilincing ini telah direnovasi. Sebenarnya, Pura Segara letaknya tak terlalu jauh dari Pura Dalem, hanya saja untuk mencapai Pura Segara, harus menempuh Jln. Raya Cilincing yang mengarah ke Marunda. Jalan itu agak menyempit, sementara volume ken­ daraan cukup padat. Apalagi dengan adanya perluasan Pelabuhan Peti Kemas hingga ke Marunda. Sehingga jalan tersebut menjadi salah satu jalan utama truk-truk kontainer menuju Pelabuhan Marunda. Walhasil, jalan itu pun sering macet oleh lalu-lalang truk kontainer. Begitupun jalan masuk menuju Pura, Jln. Kremasi atau Cilincing Kre­ matorium, yang tidak terlalu besar. Malah tak jauh dari gerbang masuk ke kawasan Krematorium DKI, di mana Pura Segara berada, ada pasar kaget yang menjual hasil-hasil laut. Daerah ini tepat berada di tepi laut, dan pasarpasar kaget yang menjual hasil laut ini ada beberapa di sana, bukan hanya di

dekat kawasan Krematorium ini. Maka tak heran kondisi terlihat sedikit sem­ rawut apalagi kalau volume kendaraan sedang padat. Namun, jika kita sudah berada di kawasan krematorium, kondisinya berbeda. Dulu, sebelum tanggul laut dibangun, dari halaman kremato­ rium atau dari halaman pura, kita bisa langsung memandang indahnya laut. Namun, karena belakangan air laut yang semakin meninggi akibat terjadi penurunan lahan pantai yang cukup signifikan, menyebabkan, air laut yang naik kerap menggenangi halaman. “Empat tahun lalu, sebelum tanggul dibangun, rob laut masuk ke kawasan. Jadi meski tidak musim hujan, air masuk sampai sebetis. Yang paling parah kalau ombak sedang tinggi. Untungnya, posisi Pura cukup tinggi, sehingga air hanya sampai di halaman krematorium saja,” tutur Agus, satpam yang sudah 15 tahun bekerja di kawasan itu. Jika keadaan normal, kawasan krematorium terlihat jauh lebih baik. Halaman cukup luas, setidaknya untuk parkir banyak kendaraan. Di sebelah kanan gerbang, sebelum mencapai pura, kita akan menjumpai Graha Yadnya, ini adalah Gedung Suka-Duka Hindu Dharma DKI Jakarta. Di gedung ini biasa digunakan untuk melayani

upacara ngaben. “Gedung itu terbagi dalam dua aula besar. Sebagian untuk upacara ngaben, sedang sebagian lagi bisa umat untuk berbagai acara. Bahkan belum lama ini di sana digelar acara pernikahan,” jelas Made Badra yang juga merupakan penduduk setempat. Meski Pura Segara letaknya agak masuk ke dalam, namun pura ini memiliki sejumlah keistimewaan. Salah satunya adalah posisinya sebagai satusatunya pura yang terletak di tepi laut. Keberadaan ini membuat Pura Segara menjadi sangat penting bagi umat Hin­ du, khususnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya dalam melaksanakan upacara Melasti. Lahan Pura Segara berdiri, menurut mangku Subadra, awalnya milik Aggy Tjetje yang kemudian dihibahkan ke Binmas Hindu untuk dibangun Pura. “Dulu, sebelum berdirinya pura, di ka­ wasan ini hanya ada krematorium milik Yayasan Daya Besar yang dipimpin Aggy Tjetje. Nah, saat ada rencana pengem­ bangan Pelabuhan Peti Kemas, kawasan ini termasuk krematorium akan digusur. Namun, berkat pembelaan dari Ditjen Binmas Hindu-Buddha (dulu keduanya digabung), akhirnya krematorium tidak jadi digusur. Keberadaan krematorium bukan hanya penting bagi umat Buddha tapi juga umat Hindu. Umat Hindu juga menggunakan kreamtorium tersebut

pantai. Pada suatu ketika, beliau seperti mendapat wahyu yang menyatakan di sana, tempat beliau bersembahyang, dapat dibangun Pura. “Romo waktu itu meru­ pakan pemangku di Pura Dalem, mengkonsultasi­ kan hal tersebut. Akhirnya sekitar tahun 1990-an Pura ini dibangun. Pihak dari Angkatan Laut sangat

lum tentu masyarakat setempat bisa menerima. Maka keberadaannya saat ini yang di tepi laut, adalah tepat. Kemudian Aggy Tjetje menghibahkan sebagian lahan miliknya untuk dibangun Pura Segara,” papar Mangku Badra. MENDAPAT WAHYU Menurut Made Badra, Carmin Purnajati atau biasa disapa Romo Maming yang merupakan pemangku gede di Pura Segara tahu persis keja­ dian tersebut. “Sayangnya, Romo saat ini sedang tidak ada. Beliau berada di Jawa Tengah,” tambah pria yang be­ lum lama diwinten menjadi Pemangku di Pura Segara. Dulu Romo Maming sering melakukan sembahyang di tepi

Galungan di Pura Terdekat Hari masih pagi benar, namun kesibukan sudah terlihat di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (17/12). Semua tampak sibuk membuat berbagai persiapan untuk upacara hari raya Galungan. Pukul 08.00, umat mulai berdatangan. Upacara perayaan Galungan itu dimulai pukul 10.00 dipimpin Mangku Lawa. Untuk umat di Jakarta Utara, upacara Galungan dipusatkan di Pura Segara Cilin­ cing dan Pura Dalem Purnajati Tanjungpuri, Cilincing. Jumlah umat yang bersembahyang di Pura Segara pagi itu tidak terlalu banyak, hanya sekitar 70 orang. Mereka umumnya adalah warga sekitar Pura Segara yakni dari Cilincing, Kalibaru, Bajong Taruna Jaya, dll. Karena jumlah umat tidak terlalu banyak, upacara persembahyangan hanya dilakukan dalam satu gelombang. “Kebanyakan umat bersembahyang di Pura Dalem. Di sana bisa sampai ratusan orang. Mungkin karena lebih dekat dan mudah aksesnya. Di Jakarta Utara hanya ada dua Pura, Pura Dalem Purnajati Tanjungpuri yang merupakan pura tertua di Jakarta, dan Pura Segara. Umat bisa memilih pura terdekat untuk sembahyang,” ungkap pemangku Made Subadra. Ia menambahkan, jumlah umat Hindu di Jakarta Utara yang terdaftar sekitar 250 KK. Suasana berbeda ditemui di Pura Aditya Ramawangun, Jakarta Timur, dan Pura Mustika, Cijantung, Jakarta Timur. Sejak pagi umat sudah datang berduyunduyun ke sana. Di Pura Aditya Ramawangun, misalnya, umat yang datang mengikuti upacara bisa mencapai ribuan, mereka datang secara bergelombang dari pagi hingga malam. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan upacara Galungan enam bulan sebelumnya. Bahkan kala itu, karena banyaknya umat, pelayanan persembahyangan dilakukan hingga lewat pukul 00.00. Di Pura Mustika juga tak kalah ramainya. Selain melaksanakan upacara Galungan, di sana juga ada piodalan. Karenanya tak heran umat yang datang pun banyak sekali, mereka berasal dari berbagai kawasan di Jabodetabek. –Diana Runtu

22 - 28 DEsember 2014

22 - 28 Desember 2014

membantu dalam pembangunan pura ini. Pada 10 Desember 1992 lalu, Pura Segara yang telah selesai pembangunan­ nya diresmikan Deputi KASAL Bidang Logistik, Laksamana Muda TNI Ir. I Nyoman Suharta,” paparnya. Untung Suhardi, S.Pd.H, pengajar di Sekolah Tinggi Agama Hindu Dhar­ ma Nusantara, Jakarta, mengatakan, Pura Segara memiliki keunikan yang berbeda dari pura lain. Di antaranya adalah pelinggih yang berada di madya mandala yang bernama pelinggih Naga Raja Baruna Dewam, mempunyai fungsi sebagai penjaga. Pelinggih ini bertugas untuk menjaga keamanan dari arah laut. Pelinggih ini ditempati oleh 3 naga yang masing-masing berwarna merah, putih, dan hijau. Gedong yang menjadi tempat pemujaan dan pelinggihan bagi manifes­ tasi dari Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud Dewa Baruna atau penguasa laut. Menjadi unik karena tidak semua Pura mempunyai pelinggihan Gedong. Selain itu pada saat pujawali, wastra yang digunakan untuk gedong ini tidak sama dengan wastra yang digunakan pada bangunan gedong pada umumnya. Kalau bangunan gedong pada umumnya biasanya menggunakan wastra putih kuning, berbeda dengan gedong yang ada di Pura Segara Cilincing wastranya berwarna putih tetapi saputnya berwarna hijau. –Diana Runtu

Gedung Sewaka Dharma

Konservasi Sumber Daya Alam dan Energi Dalam upaya penghematan sumber daya air, selain memakai sumber air dari sumur bor dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), juga memanfaatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sumber air bersih digunakan untuk di toilet dan dapur. Sedangkan air hasil pengolahan IPAL digunakan untuk keperluan menyiram kebun, mencuci mobil, dan mencuci peralatan cleaning service. Untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, kapasitas dan intensitas infiltrasi serta resapan air dibangun lubang biopori di 52 titik dan 6 buah sumur resapan. Konservasi dan efisiensi listrik dilakukan melalui penggunaan lampu penerangan ruangan jenis LED dan lampu panel surya. Untuk lampu ornamen gedung dan taman menggunakan timer sehingga hidup dan mati sesuai jadwal yang ditetapkan. Untuk keamanan gedung dan lingkungan, Graha Sewaka Dharma dileng-

kapi 53 unit kamera pengawas (close circuit TV, CCTV) dengan 21orang tenaga satuan pengamanan dan juga dilengkapi sistem pengamanan dan penanggulangan kebakaran. Penanganan sampah dan limbah dilakukan dengan memaksimalkan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle). Setiap lantai ditempatkan tiga tong sampah, organik, anorganik dan bahan berbahaya. Sampah organik dari gedung dan pelataran dikumpulkan dan dijual ke bank sampah. Begitu pun sampah berbahaya seperti pecahan kaca, baterai, yang memungkinkan akan dijual ke bank sampah. Setelah sampah menjadi kompos, kembali digunakan untuk pemupukan taman di Graha Sewaka Dharma.Untuk menangani dan mengelola limbah cair, Graha Sewaka Dharma memiliki sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang mengolah limbah dari buangan toilet. IPAL menggunakan sistem bio sewerage treatment plan (BSTP). - ard

Sosialita

3

Ida Ayu Putu Sri Ambari

Buka Pelayanan di Luar Jam Kerja Sejak kepemimpinannya, Badan PP dan KB Kabupaten Gianyar terus menggeliat. Berbagai langkah digulirkan, seperti pelayanan KB gratis dengan sistem jemput bola, reward untuk petugas PLKB, meng­ optimalkan pelayanan medis operatif pria (MOP) hingga mewujudkan Gianyar menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) yang gaungnya hingga ke tingkat nasional.

I

da Ayu Putu Sri Ambari, S.H., M.Si. adalah sosok yang ada dibalik keberhasilan tersebut. Perempuan energik kelahiran Gianyar 14 Januari ini sejak awal menerima tugasnya sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PP dan KB), Juni 2013 ini langsung tancap gas menata dan menggarap tugas–tugasnya. Dengan sigap pula ia melanjutkan kegiatannya dengan meningkatkan prioritas pelayanan akseptor aktif maupun akseptor baru kepada pasangan usia subur (PUS) yang belum memakai kontrasepsi dan yang tak ingin punya anak lagi. Pengaturan kelahiran anak merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu program kependudukan juga menentukan keberhasilan SDM yang berkualitas sekaligus menjadi investasi masa depan yang patut dilakukan sejak dini. Ketika mengadakan sosialisasi kepada PUS, di tiap dusun hingga ke pelosok, pihaknya juga melibatkan tokoh masyarakat, kader PKK, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) , kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) serta sosialisasi PIK Remaja yang

tersebar di sekolah-sekolah. “Memang untuk warga per­ desaan, masih banyak yang malu dan ragu menjadi akseptor KB. Mungkin ini karena masih minimnya informasi yang diterima. Bersyukur keberadaan penyuluh dan pelayanan dengan sistem jemput bola mampu menyadarkan warga pentingnya ber-KB,” terang Dayu Ambari yang se­ ring diminta menjadi narasumber soal kependudukan ini. Ia menginstruksikan ketika warga menunggu giliran mendapatkan pelayanan agar tidak jenuh dihadirkan hiburan dengan pemutaran wayang melalui layar tancap di areal tersebut. Langkahnya pun mantap dengan melakukan terobosan pelayanan KB pada sore hari. Ia

menggandeng tim dari RSUD Sanjiwani, Dinas Kesehatan, juga melibatkan para pemangku kepentingan sebagai mitra kerja seperti Babinsa, Babinkamtibmas, perbekel dan tokoh masyarakat. “Pelayanan mengacu pada kepentingan masyarakat terutama PUS yang ingin ber KB tanpa harus mengganggu jam kerja mereka di pagi hari. Begitu juga tim Dinas Kesehatan menugaskan bidan dan dokter puskesmas dimana lokasi pelayanan dilakukan,” ucap istri Sekda Gianyar Drs. Ida Bagus Gaga Adi Saputra, M.Si. ini. Selain itu ibu dari IB Gaga Aditya Prayudha, IB Gaga Yogi Brahmantha, IB Gaga Bayu Wicaksana ini memberikan reward kepada akseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Untuk program MOP, dari 20 akseptor yang dibebankan oleh BKKBN Provinsi Bali tahun ini Gianyar sudah mencapai 50 akseptor. “Di setiap kesempatan kami dibantu peserta yang sudah MOP hadir sebagai saksi. Mereka mampu menepis anggapan kalau MOP atau vasektomi seperti dikebiri, bisa mandul dan tak dapat menjalankan kewajiban seperti laki–laki pada umumnya,” papar sulung dari lima bersaudara anak pasutri IB Made Pudja (alm) dan IA Putu Kerti (almh) ini. Tugas lain yang juga dilakukannya rutin memberikan pelatihan dan pembinaan peningkatan

Ida Ayu Putu Sri Ambari dan suami

Ida Ayu Putu Sri Ambari

peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS) dan pelatihan kepemimpinan bagi ketua-ketua organisasi wanita. Sedangkan keberadaan anak dan perempuan dengan segala aspeknya dilindungi melalui pembentukan P2TP2A, sesuai amanat Menteri PP dan PA. Setelah me­metakan se­luruh potensi, ber­ komunikasi dan setiap SKPD berhasil mempresentasikannya menjadi sebuah bentuk kegiatan program KLA sebagaimana kriteria yang ditetapka n , a k h i r nya Gianyar mampu berada pada tahap menuju kabupaten layak anak. Momentum ini telah dideklarasikan pada 9 Agustus 2014, yang dihadiri Menteri PP dan PA Republik Indonesia saat itu, Linda Amalia Sari Agum Gumelar.

KELUARGA SUMBER INSPIRASI Dayu Ambari menegaskan prosesnya tidaklah mudah, perlu kerja keras untuk berkoordinasi dan menyosialisasikan sampai timbul kesadaran dan keyakinan terhadap seluruh pemangku kepentingan, mereka telah melakukan tahapan sesuai kriteria KLA meski belum sempurna. “Untuk rencana ke depannya, kami akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan atas kinerja dengan harapan Kabupaten Gianyar bisa mewujudkan Kabupaten Layak Anak sesuai tahapan,” katanya antusias.

Meski dalam tugasnya terlihat grafik prestasinya meningkat tajam, sebagai sosok yang tidak ambisius, dengan rendah hati Dayu Ambari menyatakan dirinya menjalani apa yang ada sekarang dengan selalu berupaya memberikan yang terbaik berkenaan posisi beserta tugas yang diembannya. Ditanya soal kiatnya mengatur waktu, wanita yang dikenal pekerja keras ini, mengaku tidak ada yang sifatnya khusus, semua dijalaninya secara alamiah. “Hingga saat ini tidak ada masalah baik tugas kantor, urusan keluarga maupun kegiatan sosial. Semua kami jalani apa adanya,” ujar ibu yang mengaku keluarga sangat mendukung dan menjadi sumber inspirasinya. “Kalaupun berkumpul, katanya mereka suka berdiskusi hal yang ringan-ringan. Kami sepakat tidak membicarakan pekerjaan. Kami lebih banyak cerita tentang sekolah anak–anak dan hobi masing-masing,” ucap penyuka jogging dan bersepeda ini.

Tentang kegiatan penyeimbang kesibukannya yang sangat padat, Dayu Ambari pun cukup melakukan hal yang sederhana. Ia lebih memilih melakukan bersih-bersih rumah. “Malah jika ada waktu kami suka mencari literatur tentang bebantenan. Karena inilah kehidupan yang paling lekat dengan kita sehariharinya,” ujar Dayu Ambari yang menyimpan impian ketika ia pensiun ingin memiliki yayasan atau aktivitas yang bermanfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau disabilitas. ”Itulah salah satu bentuk wujud syukur kami, telah diberikan karunia oleh Tuhan,” ucap pemilik prisip hidup mensyukuri dan menjalani apa adanya, dengan selalu memberikan yang terbaik ini. -ard


Inspirasi

4

22 - 28 desember 2014

22 - 28 desember 2014

Mandalika

Bangun Indonesia dari NTB Gagal Jadi Gubernur, Takdir Jadi Menteri K h o f i f a h I n d a r Pa r a w a n s a

Semarak Hari Ulang Tahun ke-56 Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung semarak. Puncak peringatan HUT tanggal 17 Desember tahun ini mengambil tempat di bekas Bandara Selaparang Lombok di Mataram. Uniknya, kali ini para pegawai lingkup Pemerintah Provinsi berpakaian daerah Nusa Tenggara Barat. Kekayaan dan keberagaman pakaian tradisional Sasak Samawa Mbojo yang kebanyakan telah mengalami modifikasi modern ini, tampak dikenakan oleh kepala-kepala dinas dan instansi yang menikmati keunikan tersebut, meski tidak sedikit yang kepanasan dengan pakaian tersebut.

Single parent, memiliki empat anak, sibuk dengan berbagai aktivitas, itulah gambaran dari kehidupan Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial. Yang menarik, baik Khofifah maupun empat anaknya hidup berpencar. Khofifah di Jakarta, dua anaknya kuliah di luar negeri, Malaysia dan Cina. Sedang dua lainnya, ­masing-masing menempuh pendidikan di pondok pesantren di Mojokerto dan Jombang,

Khofifah Indar Parawansa

“Y

ang terpenting adalah membangun komunikasi,” ujar wanita kelahiran Surabaya 19 Mei 1965 ini. Menurut Khofifah komunikasi sangat penting dan itu dilakukannya setiap waktu, bahkan di sela-sela kesibukannya. Karena hidup berpisah jauh maka telpon pun menjadi ‘senjata’ andalan untuk menghubungi anak-anaknya. Tak heran, tagihan telponnya setiap bulan tergolong tinggi. “Untuk saya komunikasi itu sangat penting. Jadi tidak apa-apa bayar telp mahal yang penting bisa berbicara dengan anak-anak. Nah untuk anak saya yang sekolah di pondok pesantren, tidak bisa selalu dihubungi karena mereka tidak diizinkan memegang handphone setiap hari. Mereka hanya bisa dihubungi pada hari libur atau Jumat. Kecuali ada yang mendesak, mereka bisa meminjam hp ustadnya,” papar ibu dari Fatimah Sang (21), Jalaluddin (19), Yusuf (17) dan Ali (14). Anak-anak Khofifah memang sudah terlatih hidup mandiri. Mereka juga sudah terbiasa dengan berbagai kesibukan luar rumah dari ibunya. Maklum, sebelum menjadi menteri, Khofifah memang sudah memiliki segudang kegiatan. Ia aktif diberbagai kegiatan social maupun organisasi kemasyarakatan. Ia juga aktif di organisasi politik, yang kemudian membuat namanya berkibar di pentas perpolitikan Tanah Air. Di sisi lain, ini bukan pertama kalinya alumnus pascasarjana Universitas Indonesia ini menjadi menteri. Lima belas tahun lalu, atau tepatnya tahun 1999, ia telah menjadi menteri. Kala itu Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menunjuknya menjadi Menteri Pem-

berdayaan Perempuan merangkap Kepala BKKBN. Ketika itu anak sulungnya, Fatimah baru berusia enam tahun. Nama Khofifah mulai dikenal publik sejak ia tampil menyampaikan pandangan fraksinya, Persatuan Pembangunan, dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 yang didominasi oleh Fraksi Karya Pembangunan (Golkar), Fraksi ABRI dan Fraksi Utusan Golongan. Ketika itu secara mengejutkan ia mengkritisi Orde Baru, termasuk dugaan kecurangan Pemilu 1997. Inilah pidato kritis pertama terhadap Orde Baru di ajang resmi selevel Sidang Umum MPR. Pernyataan‘keras’, ditambah lagi sosoknya sebagai politisi perempuan---saat itu usia Khofifah masih 33 tahun--- jelas membuat kagum sekaligus ingin tahu. Sejak itu namanya pun ‘naik daun’ , karier politiknya melaju pesat, sampai akhirnya ditunjuk sebagai menteri pada masa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi Presiden (1999-2001). Kini 15 tahun kemudian, Khofifah kembali menjadi menteri. Tapi saat ini ia tidak terlalu khawatir karena keempat anaknya sudah besar dan dapat memahami kerja sang ibu. Mereka mendukung juga mendoakan ibunya agar mampu bekerja dengan baik. Hanya satu yang dipesankan anak-anaknya adalah jangan ‘melupakan’ anak setelah menjadi menteri. Khofifah mengaku sempat terkejut dengan pesan yang disampaikan anak bungsunya, Ali. “Katanya, Ibu jadi menteri jangan lupa anak,” ucap peraih penghargaan ‘Tokoh Penggerak Masyarakat’ dari Islamic Fair

Gubernur NTB saat menyerahkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya

of Indonesia 2011, ini. Sebagai Ibu, tuturnya, ia memahami maksud anaknya menyampaikan hal tersebut. Mereka tidak ingin karena terlalu sibuk perhatiannya pada mereka menjadi berkurang, apalagi selama ini tinggal berjauhan. “Tentu saja perhatian tidak akan hilang. Mereka adalah nafas saya,” ucap Khofifah. Soal diingatkan anak karena terlalu sibuk, memang bukan hal baru baginya. Bahkan dulu, saking sibuknya, ia sempat diprotes anak pertamanya, Fatimah, yang kala itu masih duduk di bangku TK. Lalu ia pun menulis ditembok, “Ibu bubarkan saja partainya. Ibu nggak pernah pulang,” ungkap Ketua Umum Muslimat NU ini. Meski tidak mudah, namun Khofifah berusaha memberi pemahaman kepada anaknya. Salah satu caranya adalah sering mengajak sang anak ikut saat ia beraktivitas di luar rumah. Jadi begitulah, sampai akhirnya keempat anaknya pun bisa memahami aktivitas luar rumah ibunya. Lagi pula, saat anak-anaknya masih kecil, suaminya, Indar Parawansa, masih ada. Sehingga ketika Khofifah sibuk dengan aktivitasnya, anak-anak tetap memiliki pendamping yakni sang ayah. Namun

sang suami tercinta, awal tahun lalu meninggal dunia. Maka jadilah Khofifah orangtua tunggal. Hal lain yang menarik dari Khofifah adalah perjalanan kariernya yang seolah ditakdirkan menjadi menteri. Betapa tidak, sebelumnya, dua kali---2008 dan 2013-- Khofifah berjuang untuk menjadi Gubernur Jawa Timur. Namun perjuangannya kandas. Khofifah sempat melakukan ‘perlawanan’ dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi namun ditolak. Namun beberapa waktu kemudian muncul pengakuan mengejutkan dari mantan Ketua Konstitusi Akil Mochtar (kini menjalani hukuman seumur hidup karena kasus korupsi), lewat pengacaranya mengatakan, seharusnya pemenang gugatan sengketa Pilkada Jatim 2013 adalah Khofifah bersama pasangannya, Herman S Sumawiredja, bukan incumbent. Namun apa mau dikata putusan MK sudah telanjur jatuh, pengakuan itu tidak mengubah apapun. Khofifah sendiri berusaha legowo menerimanya. Nah siapa sangka, gagal menjadi gubernur, Khofifah malah dilantik menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. Tak heran kalau orang-orang pun berkomentar bahwa takdir Khofifah adalah menjadi menteri bukan gubernur. Setelah menjadi menteri, seperti yang lainnya, Khofifah pun rajin blusukan. Ini sesuai dengan pesan Jokowi kepada para menterinya untuk mengenali masalah dan mengenali lapangan. Untuk itu pula maka Khofifah rajin melakukan blusukan ke titik-titik persoalan. Ia tak mau hanya sekadar menerima laporan tapi ingin menyaksikan langsung apa yang terjadi di lapangan. Misalnya saja saat ia berkunjung ke Kampung

Cibogo, Kelurahan Kelurahan Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pekan lalu. Dari kunjungan itu Khofifah menjadi tahu kalau bantuan yang diterima warga melalui KPS (Kartu Perlindungan Sosial) sebagai kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak, dipotong untuk membantu warga lain yang tidak menerima bantuan kompensasi BBM. “Apakah bantuan tersebut diterima secara utuh,” tanya Khofifah kepada warga. Dijawab, sudah menerima yakni sebesar Rp400 ribu, namun ia dan teman-temannya penerima bantuan, diminta menyisihkan uang Rp50 ribu oleh petugas setempat dengan alasan untuk dibagikan kepada warga lain yang tidak mendapatkan. Wajah Khofifah sempat berubah mendengar adanya pemotongan ini. Namun warga tersebut mengaku dirinya ikhlas karena memang uang itu dibagikan kepada warga lainnya. Ia menyebut mertuanya yang tidak mendapat bantuan KPS kebagian dana itu meski tidak sebesar mereka yang mendapat KPS. “Sudah kesepakatan, warga setuju, penerima KPS dipotong Rp50 ribu. Uang tersebut dikumpulkan kemudian dibagikan kepada warga lainnya. Saya ikhlas bu,” kata wanita itu. Khofifah sempat terdiam dan manggut-manggut, lalu berkata,” Ya sudah kalau ibu ikhlas,” ucapnya. Bagi Khofifah, blusukan ke kampong-kampung menemui warga adalah hal yang biasa dilakukannya. Bukan karena ia menjadi Menteri Sosial atau karena meniru Presiden Jokowi yang memang hobi blusukan. Sejak muda bahkan setelah menikah, ibu empat anak ini memang sudah aktif di organisasi kemasyarakatan yang selalu bersentuhan dengan masyarakat secara langsung. Karena itu ia tak canggung berbincang dengan warga miskin, menanyakan ini dan itu. –Diana Runtu

Kehadiran para pegawai dengan pakaian tradisional Sasak Samawa Mbojo, tiga suku yang ada di NTB ini, menambah semarak puncak peringatan HUT NTB yang mengangkat tema, “Kita Bersatu, NTB Maju”, ini. Penekanan diberikan pada semangat persatuan dalam kebersamaan serta rasa memiliki, merupakan kekuatan utama untuk membangun. “Momentum Hari

Ulang Tahun kali ini haruslah dapat memberikan semangat dan kebanggaan kita untuk bertransformasi menjadi masyarakat yang produktif,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi tentang alasan tema tersebut diangkat. Daerah ini ingin ikut berkiprah dalam pembangunan nasional lewat kinerja dan karya nyata untuk Indonesia. “Mari kita berikan yang

Refleksi 56 Tahun NTB Dalam usia ke 56 tahun ini, NTB telah dipimpin oleh delapan gubernur sejak 1958. Berturutturut delapan gubernur ini telah membawa daerah yang dikenal sebagai Bumi Gora ini mampu bersaing dalam skala nasional. Mulai dari gubernur pertama, yakni H. Ruslan Tjacraningrat yang memimpin periode 1958-1968. Kemudian digantikan oleh H.R. Wasita Kusuma pada periode 1968-1978, Brigjen. H. Gatot Suherman (1978-1988). Lalu diteruskan oleh Mayjend. Drs. H. Warsito, SH., tahun 1988-1999; Drs. Harun Al-Rasyid (1999-2003), Drs. Serinata (2003-2008), dan Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang kini memimpin NTB dalam dua periode, mulai dari 2008-2013 (periode I) dan 2013-2018. Kemeriahan HUT NTB kali ini juga diwarnai aksi terjun payung yang dilakukan oleh 20 penerjun yang di antaranya membawa bendera dan lambang Nusa Tenggara Barat mendarat mulus di tengah-tengah lapangan upacara. Berbagai kegiatan lain digelar seperti pameran gelar produk IKM (Industri Kecil dan Menengah) binaan pemerintah daerah, bazar dan pasar murah yang digelar hingga 19 Desember, yang diikuti oleh SKPD dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota seprovinsi NTB. Bersamaan dengan itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga melakukan pelepasan ekspor rumput laut produksi

UD Bintang Jaya Sumbawa, yang akan dikirim langsung ke Vietnam. Pelepasan tersebut ditandai dengan pemecahan kendi oleh gubernur. Salah satu lomba yang ramai dan menarik perhatian masyarakat adalah lomba penyajian nasi goreng yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi NTB yang dibuka langsung oleh istri Wakil Gubernur NTB Ny. Hj. Syamsiah Muh. Amin. Penyelenggaraan lomba ini juga sekaligus sebagai rangkaian acara Peringatan Hari Ibu ke-86 yang diintegrasikan dengan HUT NTB tahun ini yang dilangsungkan meriah. Sebanyak 28 peserta (dengan masing-masing tim berjumlah 3 orang) terdiri dari perwakilan SKPD lingkup Pemprov. NTB, Bhayangkari dan Persit Kartika Candra Kirana mengikuti lomba dengan antusiasme yang tinggi. Berdasarkan kriteria kreativitas atau inovasi, rasa, penyajian, kesesuaian dan faktor higienis, Dinas Kesehatan Provinsi NTB berhasil meraih juara pertama dengan perolehan nilai penjurian paling tinggi. Disusul oleh RSUP NTB, dan Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB. Untuk juara harapan pertama diraih Bhayangkari, disusul oleh Bappeda NTB, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB. -Naniek I. Taufan

terbaik, dari NTB untuk Indonesia,” lanjut Majdi. Dari sekian banyak karya nyata yang diberikan NTB untuk Indonesia, dua penghargaan terakhir diterima daerah ini sebagai bukti dari kerja keras dalam ikut membangun negara Indonesia dari daerah NTB. Dua penghargaan tersebut yang merupakan kado HUT ke-56 NTB yang diterima beberapa hari sebelumnya adalah penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pertama Tingkat Nasional bidang Keterbukaan Informasi Publik 2014 dari Komisi Informasi Pusat dan penghargaan Transmigrasi Award tahun 2014, dari Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, kategori Daerah Tujuan Transmigrasi. Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik diberikan sebagai daerah yang paling transparan dalam penyelenggaraan berbagai sendi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat. Selain itu, NTB juga menerima Transmigration Award yang merupakan bentuk penghargaan kepada pemerintah

provinsi sebagai daerah asal dan tujuan transmigrasi, kabupaten yang melaksanakan pembangunan dan pengembangan Kota Terpadu Mandiri, Perguruan Tinggi serta Media Massa yang dinilai telah berupaya dengan sungguh-sungguh mendorong dan mengembangkan program transmigrasi. Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2014 diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Istana Wakil Presiden, Jumat (12/12). Sementara, untuk penghargaan Transmigrasi Award tahun 2014 diserahkan juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diterima Wakil Gubernur H. Muh Amin, S.H., M.Si., mewakili Gubernur NTB, dalam acara yang berlangsung di Gedung Balai Makarti Muktitama, Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jakarta, (15/12).

21 “Refleksi berbagai hasil capaian pembangunan di tahun 2014, patutlah kita syukuri bersama,” ujar Majdi. Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2015 mendatang NTB akan dipadatkan dengan berbagai agenda politik, terutama terkait dengan pemilihan bupati dan walikota di enam kabupaten/kota yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sembari menunggu kepastian peraturan perundang-undangan terkait tata cara pemilihannya. Menyikapi tema “Kita Bersatu NTB Kuat”, Gubernur mengimbau warga Nusa Tenggara Barat, untuk senantiasa menjaga silaturrahmi dan kondusifitas daerah dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. “Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh yang selama ini telah dilakukan, kini daerah kita menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan. Satu persatu tantangan telah kita hadapi dengan capaian yang membanggakan. Potensi-potensi pembangunan semakin nyata memberikan dampak perubahan bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan,” katanya dalam sambutan resminya. -Naniek I. Taufan

Gubernur NTB didampingi Ketua Tim Penggerak PKK NTB, saat meninjau pameran dalam rangka HUT ke-56 NTB

Menguasai Bahasa Inggris dalam 19 Menit ! Bali Best Brand & Bali International Customers Satisfaction Awards 2014

EASY SPEAK English Course kembali meraih penghargaan BALI BEST BRAND & BALI INTERNATIONAL CUSTOMERS SATISFACTION AWARDS 2014 untuk kategori LEMBAGA BAHASA ASING TERBAIK 2014. Easy Speak yang berpusat di Bali dan memiliki 15 Cabang di seluruh Indonesia, berhasil meraih Awards Bali Best Brand selama 2 tahun berturut-turut, di tahun 2013 dan 2014. Ini merupakan ajang penghargaan bergengsi bagi pelaku industri, baik industri dagang maupun industri jasa, dimana ribuan merek ikut berkompetisi dan diseleksi oleh lembaga Internasional yang berkompeten. Sebagai lembaga kursus bahasa asing terbaik, EASY SPEAK memang hadir untuk masyarakat dengan metode yang paling efektif yang dapat memberikan kemudahan untuk bisa berbicara Bahasa

Inggris lebih cepat dibandingkan metode lembaga bahasa lainnya. Dengan metode One-on-One dan face to face, EASY SPEAK memberikan solusi dari kendalakendala yang biasa dihadapi seperti speaking, listening, reading and writing. Metode ini dijamin mampu membuat Anda bisa Bahasa Inggris dalam 19 menit dan telah teruji serta terbukti bisa membuat masyarakat Indonesia berbahasa Inggris dengan mudah. Proses pembelajaran juga menggunakan professional sparring partner (tutor) yang akan secara berkesinambungan membantu dan membimbing Anda secara FOKUS sesuai dengan profesi serta kebutuhan Anda dalam Bahasa Inggris tanpa menghapal tensis. Waktu belajar pun dirancang secara FLEKSIBEL sehingga Anda bebas menentukan jadwal belajar tanpa mengganggu aktivitas kantor, aktivitas sosial dan aktivitas keluarga. EASY SPEAK juga mengutamakan kenyamanan dalam proses pembelajaran tanpa harus menghapal vocabulary dan struktur Bahasa Inggris. Karena, dengan tutor atau partner Anda kami menerapkan metode direct practicing sehingga, Anda tidak perlu takut salah atau malu dalam melakukan conversation karena kami akan sesuaikan dengan tingkat penguasaan siswa. Dan, apapun aktivi-

“ENSURE YOUR CONFIDENCE TO SPEAK ENGLISH” Let’s join Easy Speak get the easy way to learn English Untuk informasi lengkap hubungi : EASY SPEAK DENPASAR Jln. Cokroaminoto No. 66 Blok A,B,C,D Denpasar Tlp.0361-422335 Corby : 08970900500

tas siswa kami akan sesuaikan dengan kebutuhan Anda sehingga menjadikan belajar akan selalu FUN.

Lobby lounge Student yang nyaman Kami berikan garansi pengulangan FREE sampai Anda benar-benar menguasai program yang Anda ambil dan berlaku di semua cabang di seluruh Indonesia. Jadi, di mana pun Anda berada, tidak kehilangan akses belajar, sehingga Anda bisa terus membiasakan Bahasa Inggris dan tanpa terasa Anda sudah bisa speaking dengan lancar. Jadi, buktikan sendiri dan ambil handphone Anda sekarang juga 0 800 1000 222 (bebas pulsa) atau sms ke 089 70 900 220 ketik KLP (spasi) NAMA (spasi) KOTA Anda. Maka, perubahan terbesar dalam hidup Anda akan terjadi mulai detik ini.

EASY SPEAK KUTA Ruko Megah Jln. By Pass Ngurah Rai 100X Tuban Bali Tlp. 0361-766900 Corby : 08970900200 Tlp. 08001000222 (bebas pulsa) Atau SMS Ketik : DPS_Nama_Kota Ke 08970900220 Website: www.easyspeak.co.id Facebook: http://www.facebook.com/easyspeakcourse Follow twitter @easyspeak15

Dapatkan Fasilitas pembayaran dengan Cicilan 0% selama 12 bulan bagi anda Pelanggan Kartu Kredit BCA


20

Nine

22 - 28 desember 2014

Guru Pendamping di Daerah Terpencil

Lima Srikandi Susuri Medan Berbahaya

Menelusuri perjalanan hingga lima jam lamanya menuju sekolah-sekolah terpencil, dilalui oleh para guru pendamping yang menjadi instruktur mata pelajaran bagi guru-guru di Kabupaten Bima. Para guru yang menjadi pendamping ini adalah 32 orang yang telah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Dikpora Provinsi NTB dan lembaga lain, seperti Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB.

Prima dan Syarah, menggunakan sepeda motor sebagai alternatif kendaraan untuk menempuh perjalanan-perjalanan di medan yang berat hingga ke pelosok desa

D

ari 32 orang pendamping ini, terdapat lima guru perempuan yang memiliki tugas yang sama dengan para laki-laki lainnya. “Bahkan untuk turun hingga ke sekolah-sekolah terpencil, para guru perempuan melakukannya tanpa ada pembedaan,” ungkap Eddy Ilhamsyah, S. Pd., Koordinator Instruktur Kabupaten Bima. Para pendamping dari 10 mata pelajaran (PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olah Raga Kesehatan, Prakarya, Bimbingan dan Konseling), ini terbagi dalam empat tim yang menjadi pendamping pada kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013, di empat wilayah se-Kabupaten Bima. Tim 1 mendampingi para guru di wilayah Kabupaten Bima bagian timur dan utara yakni, Kecamatan Ambalawi, Wera, Sape, Lambu dan Wawo. Tim 2 pada wilayah Kabupaten Bima bagian tengah dan selatan, yaitu Kecamatan Langgudu, Woha, Monta dan Parado. Sedangkan Tim 3 di wilayah Kabupaten Bima bagian barat yaitu Kecamatan Bolo, Madapangga, Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora. Dan tim 4, di wilayah Kabupaten Bima bagian tengah ke timur, Belo, Palibelo dan Lambitu. Lima guru pendamping perempuan yang ada dalam tim ini rata-rata telah mengajar lebih dari 17 tahun. Mereka adalah, Salmah, S.Pd., pengampu mata pelajaran Prakarya dari SMPN 1 Wawo; Dra. Siti Syarah, M. Pd., mata pelajaran IPA dari SMPN 2 Bolo; Yulianti Elina, S. Pd., mata pelajaran Seni Budaya, dari SMPN 3 Woha; Prima Damayanti, S. Pd., mata pelajaran Bahasa Inggris, SMPN 1 Bolo; dan Heny Elvina, S. Pd., mata pelajaran Bahasa Indonesia, SMPN 4 Sape. Heny termasuk guru paling junior di antara empat guru

perempuan lainnya. Kelima srikandi pengajar ini menghabiskan waktu mereka untuk mendampingi dan mengajar para guru sasaran (guru yang dikirim oleh masing-masing sekolah untuk mengikuti kegiatan pendampingan yang merupakan program dari Dirjen Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Kemendikbud RI di NTB khususnya Kabupaten Bima). Di selasela kewajiban mengajarnya di sekolah masing-masing, 32 guru pendamping ini termasuk ke lima srikandi tersebut melakukan kegiatan pendampingan untuk memberikan penguatan agar sekolah dapat melaksanakan Kurikulum 2013, mulai dari tahap merencanakan dan melaksanakan pembelajaran serta evaluasi pencapaian kompetensi peserta didik dengan baik, yang kegiatannya dimulai sejak 8 September s.d. 29 November 2014. Pendampingan ini dilakukan dalam dua jenis kegiatan, yang disebut kegiatan on dan kegiatan in. Kegiatan on adalah pendampingan secara paripurna, yang dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, dimana seluruh guru sasaran berkumpul di induk

klaster. Di sini pendampingan dilakukan selama delapan jam. Pemberian materi umum, dilanjutkan dengan materi khusus per mata pelajaran. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ini yang dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, yaitu 32 guru pendamping ini mendatangi guru sasaran di sekolah masingmasing. “Kegiatan ini terbilang cukup banyak karena harus turun ke masing-masing guru sasaran per mata pelajaran,” ungkap Prima Damayanti, S. Pd., guru pendamping yang berada di Tim 3. Menurut Prima, pengalaman saat in ini terbilang seru. “Di samping seru perjalanannya yang jauh dan berliku-liku, bahkan sinyal tak sampai dan ternyata ada guru yang tidak menerima informasi kedatangan tim pendamping ke wilayahnya,

SMPN 1 Donggo, salah satu sekolah sasaran kegiatan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 yang menjadi wilayah tim 3

Inspirasi Rini Mariani Soemarno

yang sudah ditentukan harus disesuaikan juga dengan jadwal di sekolah tersebut, sehingga keterbatasan sinyal telepon genggam yang tidak stabil menjadi kendala. Biasanya, informasi kedatangan tim disampaikan oleh koordinator tim kepada kepala sekolah yang bertindak sebagai Ketua Klaster. Dan, Ketua Klaster inilah yang akan menyampaikan kepada guru-guru sasaran tentang jadwal pendampingan. “Di sekolah terpencil biasanya informasi tidak sampai karena sinyal HP tidak lancar hingga ke wilayah yang terpencil dan tem-

pat tinggal guru-guru yang jauh,” kata Prima. Inilah yang membuat kadang-kadang kedatangan tim pendamping batal melakukan pendampingan. Prima yang berada di Tim 3 bersama seorang guru perempuan lainnya, Dra. Siti Syarah, harus rela meninggalkan keluarga sejak pukul tujuh pagi ketika harus turun melakukan pendampingan ke sekolah-sekolah terpencil yang memakan waktu perjalanan sekitar lima jam, seperti ke Kecamatan Sanggar. Para guru yang dijuluki pahlawan tanda tanda jasa ini, menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh semangat, meski harus meninggalkan anak-anak dan keluarga mereka untuk perjalanan satu hari penuh. Berangkat dari rumah pukul tujuh pagi, baru tiba pukul 11 siang. Belum hilang capek perjalanan harus segera dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan hingga sekitar pukul lima sore. “Kami tiba kembali di rumah masingmasing, sekitar usai waktu Salat Isya,” ujar Syarah.

Pengalaman kedua srikandi pengajar ini juga tidak kalah serunya ketika terpaksa harus menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor saat turun ke salah satu sekolah di Kecamatan Donggo. “Tidak bisa menggunakan mobil karena katanya medan perjalanan mencapai lokasi cukup berbahaya. Kami disarankan naik sepeda motor,” kata Prima. Para guru dari Tim 3 yang rata-rata adalah instruktur nasional pada mata pelajaran masing-masing ini, termasuk Prima dan Syarah, berboncengan sepeda motor menuju SMPN 5 di Desa Sowa di Kecamatan Soromandi. Jalan yang harus mereka tempuh adalah perjalanan naik turun perbukitan dengan jalan yang berliku, menanjak dan menurun yang terbilang medan perjalanan yang berat. Mereka harus membimbing 10 orang guru mata pelajaran masing-masing, di mana kesepuluh guru ini nantinya akan menjadi pendamping bagi guru-guru lainnya di wilayah masing-masing. “Para guru yang sudah didampingi inilah yang nantinya akan menularkan ilmu yang didapatkan dari para pendamping (instruktur) dari empat tim ini,” ujar Eddy. Menurut Eddy, berbagai kendala dihadapi dalam program pendampingan ini, seperti yang paling menonjol adalah ketika turun ditemukan bahwa buku pegangan guru dan pegangan siswa dari pusat belum sampai, terutama di sekolah terpencil. “Bahkan tidak hanya di sekolah terpencil, hal ini terjadi juga di sekolah induk bahwa belum semua mata pelajaran itu bukunya sudah ada,” kata Eddy. “Ini juga yang menjadi kendala ketika guru pendamping melakukan pembimbingan kepada guru sasaran,” imbuh Prima. Namun, meski berbagai kendala dan rintangan tersebut, bagi Prima dan Syarah, kegiatan ini terbilang menyenangkan. Karena di samping dapat membagi ilmu yang pernah diperolehnya dari pelatihan, juga dapat mengetahui kondisi sekolah di daerah-daerah terpencil yang menjadi bahan catatan yang mereka rangkum dalam laporan kegiatan yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pembangunan dunia pendidikan di Bima, NTB bahkan Indonesia. -Naniek I. Taufan

5

Kombinasi Kecerdasan dan Kerja Keras Di antara delapan perempuan yang masuk dalam kabinet JokowiJK, sosok Rini Soemarno boleh dibilang paling kontroversial. Bahkan sebelum dia masuk kabinet pun, saat ditunjuk Jokowi menjadi Kepala Staf Rumah Transisi pun, reaksi keras sudah muncul. Ini mungkin terkait kiprahnya masa lalu. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, ini, sempat disebut dalam kasus pembelian Shukoi, bahkan tahun lalu ia dipanggil KPK terkait kasus BLBI.

Prima Damayanti (dua dari kanan) dan Siti Syarah (tiga dari kanan), srikandi dunia pendidikan dalam tim 3, menjadi pendamping yang menjelajah hingga ke sekolahsekolah terpencil

Tim 3 termasuk Prima dan Syarah, tengah memberi materi pada kegiatan pendampingan

membuat gagalnya kegiatan pendampingan,” kata Prima. Ini menyebabkan jadwal harus diulang kembali. Hal ini pernah terjadi ketika Tim 3 turun ke salah satu SMP di Kecamatan Donggo. Banyak persoalan yang membuat informasi tidak sampai. Misalnya dari jadwal

22 - 28 desember 2014

T

Rini Soemarno

oh, meski arus penolakan lumayan marak, tetap saja Rini ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara. Rini sendiri berusaha tetap tenang menghadapi situasi yang ada. Yang terpenting baginya adalah menunjukkan hasil kerja yang terbaik ketimbang menanggapi berbagai omongan miring tentang dirinya. Dulu, orang mengenalnya dengan nama Rini Soewandi. Namun sejak bercerai dari suaminya, Didi Soewandi pada 2006 lalu, ibu tiga anak ini --- Nindia Felicia Soewandi, Yodhananta Soewandi dan Fauzan Rahman—kembali memakai nama ayahnya. Ia lahir dan besar di luar negeri karena mengikuti ayahnya, Soemarno, yang bertugas di mancanegara. Ayah bagi Rini adalah sosok panutan juga inspirator. Itu juga yang membuat Rini mengikuti jejak sang ayah yang seorang pekerja keras dan hidup penuh kesederhanaan. Soal keseherhanaan memang tak dapat disangkal. Ini bisa dilihat dari penampilannya dalam keseharian yang jauh dari glamour. Padahal dengan kariernya yang melambung bahkan menduduki jabatan-jabatan puncak di berbagai perusahaan swasta besar yang sudah barang tentu gajinya pun ‘selangit’ , tentu itu dapat melakukannya. Tapi wanita tamatan Wellesley College Massachusetts 1981 ini, tetap tidak berubah, tetap bersahaja dari dulu hingga kini. Saking sederhananya, konon saat memimpin perusahaan besar PT Astra Internasional, tak jarang orang tak ngeh kalau dia adalah big boss perusahaan besar saat melakukan blusukan ke anakanak perusahaan. Ya begitulah Rini, cerdas, pekerja keras namun

bersahaja. Tapi jangan ditanya soal sikapnya dalam bekerja. Ia adalah pemimpin yang tegas dan teguh dalam bersikap. Itulah pula yang disampaikan Jokowi saat mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Kerja. Jokowi menyebutnya sebagai seorang pekerja keras yang cekatan. Mengenang alm ayahnya, Rini bercerita, bagaimana sang ayah harus berjalan kaki 14 km pulang-pergi sekolah. Padahal ketika itu kakeknya memiliki kedudukan terpandang yakni seorang Lurah. Tapi ayahnya tetap hidup sederhana. “That’s every day he did,” ujar Rini. Satu hal yang juga tak dilupakan Rini tentang ajaran ayahnya adalah tidak melupakan ‘akar’. Sebut saja saat ia mengikuti ayahnya saat bertugas di Belanda. Sang ayah secara khusus mendaftarkannya mengikuti les menari Jawa. Terkait dalam hal ini ayahnya memang ‘keras’. Bukan hanya dilarang berpacaran dengan bule saat kuliah, dia juga diwanti-wanti untuk segera pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya. Padahal saat di negeri ‘Paman Sam’ itu, Rini yang baru tamat kuliah punya peluang bagus, ia sempat magang di Kementerian Keuangan negeri itu. Tapi Rini ingat pesan sang ayah, toh, ia pun tak terpikir untuk berkiprah di luar negeri, maka ia pun kembali ke Indonesia tahun 1982. Catatan karier Rini terbilang cukup mengesankan. Saat pulang ke Indonesia, ia memulai kariernya di Citibank, dan di sanalah kariernya dengan cepat melejit. Terakhir ia menempati posisi Vice President yang menangani Divisi Coorporate Banking, sebelum akhirnya hijrah ke PT Astra Internasional. Di sini pun kariernya bersinar kinclong, ia menduduki posisi Direktur Keuangan.

Rini sempat keluar dari Astra Internasional dan masuk ke lingkungan birokrasi karena ditarik Menteri Keuangan Fuad Bawazier untuk menempati posisi sebagai asisten bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional. Ia juga dipercaya menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Badan Penyehatan perbankan Nasional (BPPN), namun tidak bertahan lama. Rini adalah kombinasi kecerdasan dan pekerja keras. Tak heran dalam setiap kiprahnya, ia berhasil menduduki banyak posisi bergengsi. Usai berkiprah di Departemen Keuangan dan BPPN, Rini kembali ke Astra Internasional. Menariknya, saat Rini kembali, Astra tengah terpuruk akibat dihantam krisis 1998. Banyak orang heran keputusan wanita ini yang dengan berani masuk kembali ke Astra. Maklum, saat Rini masuk dia dihadapkan dengan tantangan besar, yakni merestrukturisasi utang Astra Internasional yang mencapai USD 1 miliar dan Rp1 triliun. Tak sia-sia, Rini yang kala itu menduduki jabatan Presdir Astra Internasional pun berhasil menyelamatkan perusahaan otomotif terbesar di Indonesia itu dari kebangkrutan. Nama Rini dan prestasinya pun kian melambung. Namun jabatannya sebagai Presdir Astra Internasional pun ‘digoyang’ dan Rini pun terlempar. Lepas dari Astra ia masuk ke perusahaan multimedia Agracom sebagai komisaris, dan mendirikan perusahaan otomotif, sepeda motor Kanzen. Sayangnya

Rini di kantor BUMN sesaat setelah pelantikan

sepeda motor ini kurang sukses. Tahun 2001, Megawati Soekarnoputri yang terpilih sebagai Presiden ke-5 menunjuk wanita ini menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Setelah Kabinet Gotong Royong berakhir, nama Rini pun seolah tenggelam. Kiprahnya tak banyak terdengar lagi. Namnya baru ‘mengudara’ lagi ketika Jokowi menunjuknya menjadi Kepala Staf Tim Transisi yang bertugas mempercepat implementasi sembilan program nyata yang dijanjikannya atau yang dikenal sebagai “Nawa Cita”. Sejak itu sorotan tak lepas dari padanya. Termasuk saat ia dipilih Jokowi masuk dalam kabinetnya. Banyak yang mengatakan, masuknya Rini sebagai menteri, tak lepas dari peranan Megawati Soekarnoputri yang konon hubungannya cukup dekat dengan dirinya. Namun Rini membantahnya, menurutnya itu murni keputusan Jokowi. Soal kedekatannya dengan Mega, ujarnya, saat ia menjadi Menteri Kabinet Gotong Royong. Sebelumnya, ia tidak pernah berinteraksi dengan Mega. Meski, akunya, almarhum ayahnya, Soemarno sempat masuk dalam kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Sebagaimana diketahui, ayah Rini, Soemarno adalah Gubernur DKI Jakarta tahun 60-an dan juga sempat menjadi menteri di masa

Kabinet Dwikora II. “Kakak-kakak saya seumuran dengan Mas Guntur (kakak Megawati), Mbak Mega. Kakak tertua saya, teman dekatnya Pak Guntur, lalu kakak perempuan saya satu sekolah dengan Ibu Sukma (Sukmawati Soekarnoputri). Tapi saya sendiri tidak banyak berinteraksi dengan mereka karena umur jauh berbeda,” ujar wanita yang hobi memasak ini. Terkait dengan kerja keras, Rini sempat dibuat terkaget-kaget garagara wartawan menyebut adanya direksi-direksi yang main golf saat jam kerja. Sebenarnya wartawan kala itu ingin meminta tanggapan atas rumors yang beredar, namun pertanyaan itu justru membuatnya terkejut. Menurutnya, ia baru mendengar kabar tersebut. “Terima kasih saya dikasih tahu. Karena saya enggak kebayang direksi main golf waktu kerja. Engggak pernah kepikir,” ujar Rini saat berbincang dengan wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Ia berjanji akan menindaklanjuti kabar itu, namun tidak menyebut akan diberi sanksi apa para direksi yang suka main golf di jam kerja. Entah ada hubungannya atau tidak, beberapa minggu kemudian Rini menegaskan akan terjadi pergantian direksi beberapa perusahaan BUMN sebelum akhir tahun.-Diana Runtu


Woman on Top

6

dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes.

Menuju Pelayanan

CEMPAKA

Wanita yang satu ini sangat energik. Ia berprinsip, jika mau maju, harus berani capek. Ketika sudah maju, tentu ada imbas ke dalam. Hal ini yang selalu ditekan­ kan Kepala Puskesmas III Denpasar Selatan, dr. Nyo­ man Sri Trisnawati, M.Kes. kepada para stafnya. Pola kekeluargaan dan berlaku adil selalu diterapkannya kepada semua staf.

S

ejak dipercaya menjadi Kepala Puskesmas tahun 2006, dr. Trisna selalu berupaya melakukan perubahan untuk memajukan puskesmas. Untuk itu ia tak segan-segan belajar ke rumah sakit-rumah sakit, hingga ke RS Tabanan guna mendapatkan wawasan terkait pelayanan publik. “Kepala Puskesmas hanya mengkondisikan, memberi arahan dan konsep, selanjutnya semua kembali ke dukungan staf,” ujarnya. Muara dari upayaupaya tersebut adalah memberikan pelayanan yang makin baik kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang baik, didukung kondisi puskesmas yang bersih dan sarat berprestasi, tentunya memiliki nilai lebih dan makin dipercaya masyarakat. Dokter Trisna yang kerap dipercaya sebagai instruktur dan

narasumber materi kesehatan ini tak menyangkal, kemajuan pesat pada Puskemas III Densel tak lepas dari seringnya mengikuti lomba. “Dengan mengikuti lomba-lomba ini, puskesmas yang awalnya minim sarana menjadi memiliki standar,” tegasnya. Sebut saja salah satunya, pengadaan kursi medikal di ruang tunggu pasien yang secara medis bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, diterapkan juga standar pelayanan 3S (senyum, salam, sapa) agar para pasien merasa nyaman. Di puskesmas yang dipimpin istri dr. Putu Andrika, Sp. PD, KIC ini memiliki beberapa program prioritas. Salah satunya, promotif dan preventif. Promosi kesehatan (promkes) masyarakat, yang dilakukan melalui penyuluhan-penyuluhan secara langsung ke masyarakat atau melalui siaran keliling, pemutaran film

kesehatan melalui TV yang terpasang di ruang tunggu, penyebaran brosur, posyandu. Promkes ini dinilainya paling efektif sebagai tindakan preventif. Karena dengan meningkatkan pengetahuan, masyarakat menjadi lebih aware untuk bisa mencegah dan memberikan penanganan awal/pertama jika keluarganya ada yang sakit. Seperti untuk promotif preventif diare, masyarakat diajarkan bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar. Ketika keluarganya terserang diare, tidak serta merta harus dibawa ke puskesmas. Masyarakat sendiri sebenarnya mampu mengani secara awal yakni dengan pemberian oralit. Prioritas lain, program kesehatan lingkungan. Ini telah dikondisikan puskesmas secara utuh, di dalam dan di luar gedung. Puskesmas membuat tim kerja untuk pengolahan sampah secara terstruktur dan terkondisi. Sampah organik (daun, dan sisa makann) diolah menjadi pupuk, sampah kertas dan plastik pengelolaannya bekerjasama dengan desa setempat, dan sampah medis juga dikondisikan dengan mengadakan tenaga outsourcing. Tak ketinggalan, limbah cair yang juga telah mampu diolah puskesmas melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) menjadi air bersih yang dimanfaatkan untuk penyiraman kebun. Puskesmas yang meraih Juara I Lomba Puskesmas Berprestasi tingkat Kota Denpasar tahun 2007, Juara II Lomba Puskesmas Berprestasi tingkat Provinsi Bali tahun 2007 ini selalu berbenah untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan. “Kami sudah meraih sertifikat ISO 9001-2008 tahun 2011,” ujar dr. Trisna yang pernah meraih Dokter Teladan Kabupaten Buleleng tahun 1998 ini. Untuk mengukur tingkat kepua-

22 - 28 DEsember 2014

san masyarakat akan pelayanan puskesmas, diadakan pooling unit pengaduan dari berbagai sumber, yakni via sms, web, e-mail, telepon, kotak saran pengaduan, dan meja khusus. Pengaduan yang masuk, sesegera mungkin ditindaklanjuti. Contoh, ada permintaan pasien untuk pengadaan bantuan kursi roda di puskesmas. Permintaan ini dimunculkan di papan pengumuman, dan sampai sejauh mana prosesnya sudah berjalan pun terus dikumandangkan lewat papan pengumuman, hingga akhirnya bantuan kursi roda benar-benar terealisasi di puskesmas tersebut. Index kepuasan masyarakat ini juga dilakukan dengan pemberian kuisioner kepada masyarakat yang datang ke puskesmas, baik pasien sehat ataupun sakit, dan dievaluasi tim independen (Stikes Bali) melalui MoU. Juga, ada penilaian masyarakat pada masing-masing ruang pelayanan yang dipakai sebagai evaluasi harian. Kualitas mutu pelayanan terus dibenahi. Saat ini Puskesmas III Densel didukung dengan sistem antrian digital, yang menjamin setiap pasien akan mendapatkan prioritas yang sama dalam pelayanan. Selain itu, untuk alasan keamanan, sudah pula dipasang CCTV yang setiap saat melakukan perekaman terhadap segala aktivitas yang terjadi. Pemasangan CCTV ini juga berfungsi sebagai kontrol serta jaminan atas transparansi dan kinerja para petugas puskesmas. Dengan berbagai dukungan IT tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas III Densel menuju

pelayanan CEMPAKA (Cepat, Efisien, Mudah, Profesional, Aman, Keadilan, dan Asri). Beberapa prestasi yang diraih Puskesmas III Densel antara lain: Nominee III Lomba Citra Pelayanan Prima tingkat Prov. Bali tahun 2008; Piagam Penghargaan Lomba Citra Pelayanan Prima (CPP) tingkat Nasional 2008; Kategori Baik atas Partisipasi pada Kegiatan Penyelenggaraan CPP Kota Denpasar 2009; Tenaga Gizi Teladan tingkat Kota Denpasar 2010; Tenaga Dokter Teladan tingkat Kota Denpasar 2012; Tenaga Paramedis Teladan tingkat Kota Denpasar 2013; dan meraih Sertifikat ISO 3 tahun pada tahun 2014. –Inten Indrawati

22 - 28 Desember 2014

19

Konsep Pelayanan Sewaka Dharma Taman Sewaka Kerta Mandala Wujudkan Kenyamanan Bagi Pengunjung

Sewaka Dharma

Melayani dengan Hati, Sepenuh Hati, dan Hati-Hati Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, S.E. , M.M., telah berkomitmen agar jajaran birokrasi pemerintah senantiasa memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Hal ini nampak jelas saat pemanfaatan aset Pemerintah Provinsi Bali di Lumintang, yang dibangun sebagai pusat pelayanan publik, perpaduan kemajuan ilmu dan teknologi dengan spirit pelayanan yang berakar pada budaya Bali. Hal ini, wujud inovasi dan kreativitas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar kepada masyarakat pengguna dan pemohon perizinan memperoleh pelayanan yang memuaskan dan fasilitas gedung yang nyaman, ramah dan asri. Gedung pelayanan publik ini be nama Graha Sewaka Dharma. Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah kewajiban. Gedung yang diresmikan 27 Pebruari 2013 ini, tujuannya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kota Denpasar secara cepat, mudah, tepat, murah, serta transparan. “Melalui moto dan fasilitas gedung yang memadai diharapkan aparat melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan menjadikan pelayanan sebuah kewajiban,” tegas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., didampingi Kepala Unit Pengelola Teknis Pusat Informasi Publik (UPT PIP) Gde Wirakusuma Wahyudi selaku

pengelola Gedung Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma. Dalam beberapa kesempatan, keberadaan layanan publik di Graha Sewaka Dharma diapresiasi para petinggi negara RI. Di antaranya Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN & RB) Eko Prasojo saat berkunjung media 20 Pebruari 2013. Saat itu Eko Prasojo menyatakan kagum dengan pusat pelayanan di Kota Denpasar tersebut. ”Pelayanan yang bagus dan sebagai best practises dalam pelayanan publik,” tegas Wamen PAN RB Eko Prasojo kala itu. Ungkapan senada juga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Muhammad Hatta Rajasa ketika berkunjung (27/2/2013). “Saya sangat mengapresiasi tinggi Pemkot Denpasar, dengan fasilitas pelayanan terpadu bagi kepentingan publik. Juga, dengan kualitas pelayanan yang tinggi dapat meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Hatta Rajasa dihadapan Wali Kota Denpasar beserta jajarannya. Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi juga menyatakan Graha Sewaka Dharma pusat layanan publik Kota Denpasar menjadi contoh bagi reformasi birokrasi di seluruh Indonesia. “Pelayanan yang baik dilengkapi fasilitas yang memberi kenyamanan bagi masyarakat,” tegas MenPAN RB Yuddy Chrisnandi saat berkunjung Kamis (4/12). - ard

Gedung Sewaka Dharma

Beri Kemudahan Akses Bagi Kaum Disabilitas dan Lansia Dalam pelaksanaan pembangunan di Kota Denpasar, Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra tidak melupakan mereka yang kurang beruntung, kaum disabilitas dan kelompok lanjut usia (lansia). Begitu pula saat membangun pusat pelayanan publik Graha Sewaka Dharma. Gedung megah ini juga diciptakan ramah bagi kaum disabilitas dan lansia, dengan menyediakan berbagai sarana yang menunjang bagi mereka. Fasilitas disiapkan mulai dari akses masuk berupa ruang parkir khusus disabilitas. Areal parkir di depan lobi drop zone dengan akses landai guna memudahkan kaum disabilitas dan lansia dan tidak boleh ditempati mereka yang normal. Selain ruang parkir, akses masuk ke Graha Sewaka Dharma juga dilengkapi alat bantu bagi kaum disabilitas dan lansia dengan tonjolan pada lantai berwarna terang serta ramp sebagai alat bantu berpegangan. Akses masuk juga dibuat landai agar bisa dilewati kursi roda dan mudah ketika berpindah jalur. Keberpihakan pada kaum disabilitas juga diwujudkan dengan menyiapkan petugas yang bisa bahasa isyarat di meja informasi. Fasilitas lainnya ada di areal tunggu berupa kursi prio­ ritas bagi kaum disabilitas dan lansia. Pada areal pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil juga disiapkan konter khusus kaum disabilitas dan lansia. Melengkapi fasilitas bagi kaum disabilitas, dua unit lift di gedung empat lantai ini dilengkapi tombol hurup braille. Hal ini untuk memudahkan mereka menggunakannya. Bagi kaum disabilitas juga disiapkan dua unit toilet khusus dengan pegangan besi dan dudukan toilet yang rendah serta bukaan pintu yang mudah diakses serta ruangan cukup luas. - ard

Konsep yang diterapkan dalam penataan ruang terbuka di Gedung Sewaka Dharma adalah sewaka kertha mandala. Sewaka berarti melayani dengan hati dan sungguhsungguh, kertha berarti kesejahteraan dan kenyamanan dan mandala berarti tempat atau lingkungan. Melalui konsep ini, penataan pepohonan, taman dan lingkungan Gedung Sewaka Dharma (mandala) menjadi bagian kesungguhan pelayanan dari hati (sewaka) sehingga memberikan suasana ketentraman, keteduhan hati bagi masyarakat yang berkunjung juga para karyawan. Selain itu penataan gedung dan lingkung­ an juga selaras dengan konsep Tri Hita Karana, sebagai pedoman kehidupan masyarakat Hindu. Ruang terbuka yang mencapai 73% dari total areal dibagi menjadi tiga mandala, yaitu uttama mandala, madya mandala dan nista mandala. Pada Uttama Mandala di sisi utara timur (kaja kangin) merupakan areal suci berupa Pelinggih Padmasana. Tanamannya adalah gumi banten, yakni bahan upacara atau yang dimanfaatkan pada upacara yadnya. Di antaranya nagasari, cempaka, sandat, majegau, taru menyan, gaharu, tebu, sirih, delima, kelapa gading, kelapa gadang, kelapa bulan, lotus, dan tunjung. Sedangkan pada Madya Mandala, di tengah serta sisi selatan (delod) adalah areal ak-

tivitas utama para karyawan dan masyarakat yang berkunjung ke Gedung Sewaka Dharma. Areal ini dihiasi tanaman langka di beberapa titik, tanaman perindang dan penghijauan berukuran besar. Di antaranya trembesi, asam kranji, spathodea, dadap serep, kelapa sawit, aneka palem dan angsana, juga tanaman langka seperti badung, mundeh, matoa, dan majegau. Keberadaan perindang dan penghijauan ini guna memberi kesejukan dan keteduhan bagi karyawan dan masyarakat yang berada di lingkungan gedung pelayanan publik ini. Nuansa tersebnut semakin lengkap dengan hadirnya kolam air mancur dan kolam di sepanjang sisi timur gedung serta kolam di lantai satu sayap utara dan selatan. Kolam sebagai unsur air diharapkan memberi aura dan nuansa keteduhan, kesejukan serta kejernihan berpikir dan bertingkahlaku bagi setiap orang yang ada di gedung empat lantai ini. Pada areal Nista Mandala yang di pojok barat utara, merupakan kebun tanaman obat keluarga dan tanaman produktif. Aneka buah dan sayuran ditanam di areal yang berdiri bangunan genset, rumah gardu dan depo sampah ini. Di antaranya aneka pisang, pepaya, sirsak, belimbing, cabai, jagung, ketela pohon, dan ubi rambat. Di areal ini dilengkapi pula aneka tanaman obat keluarga seperti daun dewa, jinten, binahong, lidah buaya, jahe merah, dan yang lainnya. - ard

Gedung Sewaka Dharma

Ramah Bagi Kaum Ibu dan Anak-Anak Sebagai pusat kegiatan pelayanan publik, membuat Graha Sewaka Dharma setiap hari dikunjungi ratusan masyarakat dengan berbagai kondisi. Tidak sedikit ibu hamil dan menyusui serta orangtua datang bersama anak-anak mengurus perizinan, akte kependudukan dan pencatatan sipil. Berlatar hal tersebut, Graha Sewaka Dharma pun dilengkapi fasilitas berupa ruang menyusui dan arena bermain anak. Di ruang menyusui yang nyaman berpendingin ini dilengkapi box bayi serta poster edukasi seputar pentingnya ASI dan ibu menyusui. Sedangkan bagi anak-anak disiapkan arena bermain, saat menunggu orangtua mereka mengurus keperluannya di Graha Sewaka Dharma. Sarana yang tersedia berupa ayunan, perosotan, mobil-mobilan, dan permainan bola basket lengkap dengan ringnya. Sementara untuk kenyaman dan menjaga kesehatan lingkungan, sesuai Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Denpasar, maka Graha Sewaka Dharma merupakan gedung publik kategori KTR. Makanya, tidak diperkenankan merokok serta memperjualbelikan rokok di dalam kawasan gedung. Untuk kawasan khusus merokok terletak di luar gedung dengan deretan kursi di sekitar areal taman yang banyak ditumbuhi pepohonan.

Selain itu, pengunjung dan pemakai gedung Graha Sewaka Dharma disediakan fasilitas air siap minum otomatis (AMO) yang menggunakan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar. Lokasinya di lobi utama (lobi timur). Disediakan juga dispenser air minum dalam kemasan (galon). Di samping itu juga tersedia bacaan, seperti koran dan buku-buku, saat menunggu giliran pelayanan. Gedung Graha Sewaka Dharma pun dilengkapi outlet pengisian baterai HP atau charger box di lantai 1, area utama sebanyak dua unit. Berikutnya, untuk meningkatkan layanan informasi di Graha Sewaka Dharma, area lobi pelayanan utama dilengkapi dua (2) unit komputer layar sentuh terkoneksi internet, yang tersedia cumacuma. – ard


18

22 - 28 Desember 2014

Rapim dan Raker BKOW Daerah Bali 2014

Team Work dan Networking Senjata Ampuh Senin (15/12), bertempat di Aula Persit Kartika Chandra Kirana, dilaksanakan Ra­ pat Pimpinan dan Rapat Kerja Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Daerah Bali. Rapat yang dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Kepala BP3A Provinsi Bali, Ketua Dharma Pertiwi, Rektor IHDN, Kepala BKKBN Provinsi Bali, mantan Ketua Umum BKOW Daerah Bali, Ketua BKOW Daerah Bali, Ketua Perdiknas, Ketua Perwa­ tusi Bali, Ny. Satria Naradha, RM Herman Yoseph Babey, PR., Ketua GOW se-Bali, dan Ketua organisasi wanita se-Bali tersebut, dibuka dengan Tarian Selamat Datang, Sekar Jagad oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali. Dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne dan Mars BKOW yang dipimpin dirigen Hj. Ary Bram dari unsur Muslimat NU, serta pembacaan doa oleh perwakilan WHDI, Nyoman Nilawati.

R

aker dan Rapim yang tahun ini leading sectornya adalah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Bali, diisi dengan laporan pertanggungjawaban, pembentukan (pemilihan) pengurus, dan penyempurnaan AD/ART. “Dengan akan berakhirnya masa kepengurusan BKOW Dae­rah Bali periode 2009-2014, maka dipandang perlu mengadakan Raker dan Rapim sesuai AD/ART. Raker dan Rapim ini juga sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja tahun 2009-2014, dan sarana untuk merevisi atau menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BKOW Daerah Bali, yang digunakan sebagai dasar/pijakan arah kegiatan BKOW Bali lima tahun ke depan,” tegas Ketua Panitia, Dra. Rochida Alimartin, S.H., M.H. Melalui rapat yang bertema “Dalam rangka Raker dan Rapim BKOW Daerah Bali Tahun 2014 kita kuatkan ketahanan keluarga untuk menyelamatkan anak sebagai aset bangsa melalui wadah organisasi wanita yang solid dan kreatif”, diharapkan diperoleh rekomendasi strategis sebagai pedoman BKOW Daerah Bali, yang merupakan wadah atau tempat berhimpun dan kerjasama dari organisasi-organi­sasi wanita Indonesia yang sah di Ibu Kota Provinsi Bali. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, BKOW memiliki visi: menyatukan persepsi tentang upaya peningkatan sumberdaya manusia khususnya wanita; dan mempunyai misi: membantu program pemerintah dalam rangka pemberdayaan perempuan menuju keadilan dan kesetaraan gender. Ketua BKOW Daerah Bali, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. mengandaikan BKOW yang telah berusia 51 tahun ini sebuah bangunan rumah, yang oleh para pendahulunya (the founding father an mother) telah diletakkan landasan-landasan dan dasar-dasar fondasi yang sangat kuat. Oleh para pengurus sebelumnya, bangunan ini telah dilengkapi pilar-pilar dan tiang-tiang (soko guru) yang kokoh sebagai wadah berorganisasi. “Saya sebagai Ketua Umum beserta jajaran kepengurusan periode 2009-2014 yang diberikan kepercayaan dalam menggerakkan wadah BKOW Daerah Bali, tidak hendak membuat fondasi baru,

Penyerahan Cinderamata kepada para Penasihat BKOW Daerah Bali

juga tidak membuat pilar-pilar yang telah ada. Tetapi lebih kepada membuat atap sebagai naungan untuk keamanan dan kenyaman dalam kiprah berorganisasi. Dan, berharap pengurus yang terpilih nantinya dapat melengkapi dengan dinding-dinding, perabotan, hiasan dan dekorasi agar bangunan organisasi BKOW Daerah Bali dapat menjadi Rumah Bersama yang aman, tenang, nyaman, menyenangkan, dan membahagiakan bagi organisasi-organisasi yang menjadi anggota BKOW,” papar Tini Gorda yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Umum BKOW Daerah Bali periode 2009-2014 ini. Tini Gorda berharap pimpinan organisasi benar-benar memanfaatkan Rapim sebagai media untuk menyatukan persepsi tentang pentingnya sebuah wadah organisasi untuk bisa mengakomodir semua potensi yang dimiliki perempuan untuk beroganisasi. Sehingga, tanpa disadari wadah ini akan mempersiapkan perempuan hebat untuk bisa berkiprah di dunia publik, selain dunia domestik. Satu ungkapan bijak Bill Mc Cartney bisa dijadikan pegangan sebagai motivasi ketika mau berkiprah di dua ruang tersebut, yakni “Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing, kita ada di sini untuk saling melengkapi”. Kesuksesan bagi perempuan, bukan hal yang susah dicapai, jika mau dan siap menuju ke sana. Ni Nyoman Masni, Mantan Ketua Umum selama tiga periode yang kini sebagai Penasihat BKOW Daerah Bali mengatakan, tak salah memilih kader Tini Gorda untuk meneruskan visi dan misi BKOW. “Dalam berorganisasi selalu harus ada paksaan. Jika tak dipaksa tak akan pernah ada waktu untuk perempuan berorganisasi. Itulah perempuan, kesempatan dan peluang tidak hanya disediakan, tapi harus kita gapai,” ujarnya. Dengan “dipaksa” jadi Ketua BKOW yang berulang sampai tiga periode itu pula, Masni mengungkapkan banyak hal yang bisa digali. Ia bisa berkiprah dan berperan dalam upaya pemerintah Provinsi Bali menggalakkan gender, pemberdayaan perempuan. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini, S.H. menegaskan BKOW sebagai salah satu organisasi wanita mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan. Karena dengan ikut beroganisasi, perempuan bisa lebih mandiri guna meningkatkan harkat dan mar­tabatnya. Perempuan juga memiliki peran besar sebagai pembentuk dan pendidik dasar gene­rasi penerus bangsa. Diharapkan, dalam wadah organisasi BKOW, penguatan ini bisa dioptimalkan. Harapan senada disampaikan RM Herman Yoseph Babey, PR. Potret kesedihan dalam perpolitikan di Tanah Air yang mengakibatkan perpecahan dikatakannya sangat bertolak belakang dengan keinginan komunitas publik. “Jelas sekali mereka tak melakukannya dengan hati,” ucapnya. BKOW diharapkannya selalu bertindak dengan hati dan menjadi tauladan, yang senantiasa bisa memperjuangkan dengan cerdas apa yang menjadi kiprahnya dalam mengkoordinir organi­sasi wanita dalam melaksanakan program-program yang konkret. –ten

Penyampaian hasil sidang masing-masing komisi

Tini Gorda Ketua Umum Terpilih Dari serangkaian proses pemilihan sesuai dengan AD/ART B KOW Daerah Bali yang berjalan secara demokratis, sidang difinitif yang diketuai oleh Desak Widiasih, Erna Sulistyawati (Sekretaris), dan Agek Parwati (Anggota) memutuskan dari tiga kandidat menjadi dua kandidat, yakni Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga, M.Si.(Alisa Khadijah) dan Dr. AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. (Iwapi Bali). Kandidat ketiga dari unsur Bhayangkari dinyatakan gugur karena berhalangan hadir dikarenakan kesibukannya di Pascasarjana Unud. Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., akhirnya terpilih sangat demokratis sebagai Ketua Umum BKOW Daerah Bali periode 2014-2019, dengan perolehan 18 suara dari 23 suara ketua-ketua organisasi anggota BKOW. Tini Gorda yang kembali mendapat kepercayaan besar memimpin BKOW lima tahun ke depan ini mengatakan, apa yang telah dijalaninya selama menjabat Ketua BKOW Daerah Bali periode 2009-2014, tak lain berkat team work dan networking yang baik dengan 23 organisasi anggota BKOW, dengan pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, perusahaan, perorangan yang mempunyai misi yang sama, perempuan anak dan keluarga. Yang menjadi nilai strategis dalam Rapim BKOW 2014 adalah kehadiran 23 ketua organisasi yang menjadi peserta dan mempunyai hak suara, dan semuanya memilih (100%). Jadi, Rapim 2014 ini sangat dimanfaatkan betul untuk memilih Ketum BKOW. Sehingga, kemenangan Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., 18 suara dari 23 yang mempunyai hak suara. –ten Dr. Tini Gorda yang didampingi Dewi Sinaryati Rully kembali dipercaya memimpin BKOW periode 2014-2019

Ucapan terima kasih kepada:

lBpk Dr. Ir.Wayan Koster, M.M. (Anggota DPR RI) lBRI KCP Undiknas Denpasar lBSM lDharma Pertiwi lErha Clinic lPuri Gede Karangase lPerdiknas Denpasar lProperty Media Indonesia lLatulip lPerwatusi Bali lTupperware lMei Kebaya lSMP Nasional Denpasar lSarana Dewata l IAD (Ikatan Adyaksa Dharmakarini) lIBI (Ikatan Bidan Indonesia) Bali lWardah lAmalia Butik lAsia Motor

22 - 28 Desember 2014

Life

Story

7

Lima Tahun Penjara Gara-gara Minyak Panas Setengah membungkuk, Tresna (65), bukan nama sebenar­ nya, berjalan tertatih-tatih dengan nafasnya tersengal­sengal. Tubuh tuanya kini lekas mengalami kelelahan. Ke mana-mana ia selalu membawa obat yang dikonsumsi jika darah tingginya kumat. Di kala muda, Tresna termasuk sosok yang kuat. Ia bahkan sempat empat kali menjadi TKW di Saudi Arabia dan juga Malaysia.

I

a merantau sejak tahun 1985, saat pergi menjadi TKW ke Saudi Arabia, meninggalkan anak semata wayangnya yang kala itu baru berusia lima tahun. Tiga kali pengalaman bekerja di Saudi Arabia, tidak membuahkan hasil yang baik bagi peningkatan kesejahteraan hidup seperti yang pernah dicita-citakannya. “Tiga kali saya jadi TKW ke Saudi dapat bekerja di dua majikan, keduanya lumayan baik,” katanya. Dalam tiga kali bekerja sebagai TKW di Saudi itulah, Tresna sempat rajin mengirimkan uang ke kampung halamannya di Lombok Tengah. Namun, hanya cukup untuk biaya hidup keluarganya sehari-hari. Kehidupan yang tergolong miskin, membuat hubungan Tresna dan keluarga tidak bisa tiap saat saling mengetahui kondisi masing-masing. Karena itu ketika sempat kehilangan kontak dengan Tresna, keluarganya menganggap Tresna masih bekerja di Saudi. Padahal kata Tresna, ia bertahun-tahun tinggal di Jakarta menumpang hidup di rumah orang. Tresna malu pulang ke kampung karena tidak membawa hasil kerja yang banyak sehingga ia memilih bertahan di Jakarta. Barulah pada tahun 1999 Tresna kembali berangkat sebagai TKW ke Malaysia. Ia menjadi pembantu rumah tangga plus sebagai pengasuh anak majikannya. Hanya enam bulan saja, ia bekerja di sini sampai malapetaka itu datang dan membawanya ke penjara. Selama tiga bulan pertama bekerja, Tresna tidak menerima gaji karena seluruh gaji tiga pertama itu langsung diambil oleh perusahaan yang mensponsorinya berangkat ke Malaysia. “Tiga bulan saya tidak ambil gaji karena semua langsung diambil perusahaan yang sponsori saya sebagai pengganti biaya keberangkatan saya ke Malaysia,” kata Tresna yang dalam obrolan sesekali masih berdialek Melayu. Tresna mencoba bersabar karena inilah konsekuensi yang harus diterimanya, datang ke Malaysia tanpa sepeser uang. Tidak seperti ketika di Saudi ia mendapatkan majikan yang baik, di sini majikannya dinilai terlalu cerewet. “Kalau menyuruh tidak bisa sekali, melainkan bisa berpuluh-puluh kali ia memerintahkan bahkan untuk melakukan pekerjaan yang sama,” katanya. Majikannya juga selalu tidak sabar menanti ia menyelesaikan pekerjaan yang baru saja diperintahkannya, untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan berikutnya. “Semua pekerjaan maunya saya lakukan sekaligus dalam waktu bersamaan sementara tangan saya cuma dua,” ujarnya. Cerewetnya majikannya sangat mengganggunya. Sesungguhnya ia sudah mulai kesal pada bulan ke lima ia bekerja, namun ia masih menahannya demi mendapatkan uang gaji yang akan ia bawa untuk anak dan keluarganya di kampung kelak. Ia mencoba terus bersabar menghadapi kecerewetan dan kekasaran majikannya. Sampai pada suatu hari di bulan ke enam ia bekerja, kesabarannya habis. Siang itu, ia baru saja diperintahkan untuk memberi makan anak majikannya. “Yang namanya anak-anak makannya lama dan susah sekali, harus dibujuk berkali-kali,” katanya. Dalam saat yang sama, ia juga tengah sambil menggoreng ikan di dapur. Di saat yang sama pula, beberapa perintah lain keluar masuk di telinganya. Ketika satu perintah tidak dikerjakan, majikannya marah-marah bahkan memaki-makinya. Tidak puas marah dari jauh, majikannya masuk ke dapur untuk marah dan kembali memberi beberapa perintah secara bertubi-tubi. Hilangkan kesabaran Tresna sehingga dengan spontan Tresna yang tengah akan menurunkan wajan minyak panas di depannya membalik badannya sehingga minyak panas itu mengenai majikannya. “Saya tidak sengaja meski saya akui saya juga emosi. Wajan itu mau saya turunkan dari kompor, tapi kenapa tubuh saya mendadak memutar dan minyak panas itu terlempar mengenai majikan saya,” katanya. Akibatnya wajah dan tubuh majikannya melepuh karena terbakar. Kejadian ini kemudian mengantar Tresna ke penjara di Kuala Lumpur selama lima tahun. Sebelum akhirnya ia menjalani proses persidangan, dengan tangan diborgol ia sempat dibawa ke rumah sakit jiwa di Kuala Lumpur. Ia dianggap mengalami gangguan jiwa. Namun, keterangan dari dokter rumah sakit jiwa tersebut menyatakan bahwa Tresna tidak mengalami gangguan jiwa, melainkan ketika kejadian itu ia diketahui mengalami darah tinggi. “Darah tinggi saya menaikkan tensi hingga 220,” kata Tresna. DIKUNJUNGI GUBERNUR Karenanya ia tidak jadi dirawat di rumah sakit jiwa melainkan harus menjalankan proses persidangan yang memutuskan ia harus dipenjara selama lima tahun. Saat menuju penjara untuk pertama kalinya, Tresna sempat menitipkan semua barangnya

termasuk uang pada seorang petugas penjara di depan pintu masuk penjara tersebut. “Saya tidak boleh bawa masuk apa-apa, ransel dan barang lainnya disuruh titip di penjagaan,” ungkapnya. Ia segera berganti pakaian dengan pakaian penjara. Di dalam barak penjara yang menurut Tresna sangat luas itu, ia hidup bersama sekitar 40-an orang narapidana perempuan lainnya, termasuk 11 lainnya sama-sama berasal dari NTB. Beberapa di antaranya juga ada TKW lain yang berasal dari Jawa Barat, Flores dan Madura, dengan berbagai masalahnya. Setelah satu tahun ia berada di penjara, Tresna dan 11 TKW lainnya mendapat kunjungan Gubernur NTB, HL. Serinata bersama istrinya, Baiq Adnin Serinata. Mereka sempat berdialog dan mengobrol sembari curhat pada gubernur. Sebelum meninggalkan warganya ini, Serinata memberi mereka uang secukupnya sesuai dengan keperluan mereka di dalam penjara. “Kami senang sekali mendapatkan uang dari Pak Gubernur, bisa untuk ngopi dalam penjara,” ujarnya. TKW asal NTB yang dipenjara kala itu merasa senang kerap dikunjungi Gubernur dan anggota DPRD NTB serta pejabat lainnya, yang memberi perhatian pada mereka. Selama berada di penjara, sesekali Tresna mengaku bisa menghubungi keluarganya di kampung dengan meminjam handpone petugas yang kebetulan berpacaran dengan salah seorang narapidana di penjara itu. “Keluarga saya minta dikirimkan uang, namun saya bilang saya sedang dipenjara, mereka semua tidak percaya,” kata Tresna. Keluarganya menganggap ia main-main karena selama ini Tresna menghilang tanpa kabar berita juga sudah biasa. Sampailah pada tahun ke empat ia dipenjara. Gubernur Serinata kembali mengunjungi mereka. Saat itulah dialog kembali dilakukan. “Satu persatu kami ditanya asal dari mana oleh Pak Gubernur,” ungkapnya. Menurut Tresna, di sanalah terungkap bahwa Gubernur Serinata mengenal saudara Tresna yang pernah menjadi anak buahnya. Kebetulan juga daerah asalnya Tresna dikenal baik oleh Gubernur sebagai tetangga keluarganya. “Mungkin karena hukuman saya sudah lama, hari itu saya langsung dibawa oleh Pak Gubernur dipindahkan ke KBRI di Kuala Lumpur,” katanya. Sungguh senang hati Tresna bisa keluar dari penjara ini. Sebelum berangkat ke KBRI, Tresna mampir dulu ke penjagaan pintu masuk penjara untuk mengambil barang-barang yang pernah dititipkannya. “Ternyata orang tempat saya menitipkan barang-barang itu sudah tidak bekerja lagi di penjara itu dan entah ke mana barang yang dititipkannya empat tahun lalu itu,” ujar Tresna. Setelah tidak mendapatkan barang itu, Tresna menuju KBRI di Kuala Lumpur. Di sanalah ia menunggu proses kepulangannya ke Indonesia selama lebih dari satu bulan. “Saya kembali ke Lombok tahun 2008 lalu,” katanya bersyukur masih bisa ketemu keluarganya. Pada tahun 2008, ketika Serinata masih menjadi Gubernur NTB, Tresna sempat datang ke Pendopo Gubernur NTB, untuk menyampaikan ucapan terima kasihnya secara langsung.

-Naniek I. Taufan


8

Momen

Bunda & Ananda Berkat Ibu, Aku Jadi Juara

Terindah bersama Ibu

Tanggal 22 Desember diperingati ­sebagai Hari Ibu. Momen ini bukanlah satunya-­satunya momen untuk menyatakan ­selamat kepada ibu. Tiap saat kita ­harus ­menghormati ibu karena ibulah yang ­melahirkan kita dan bersama ayah ­saling bantu ­untuk merawat kita. Berikut ini ­beberapa untaian kata tentang momen ­terindah anak-anak bersama ibu.

Seperti Sebuah Keajaiban Hari Kamis, 11 Desember 2014, aku berangkat kemah. Kemah itu diadakan sekolahku di Cau Tua, Tabanan. Cukup jauh dari rumahku. Di sana aku bergembira melakukan kegiatan-kegiatan bersama temantemanku. Tetapi, tetap saja aku rindu dengan ibuku. Aku berharap ibu bisa menjengukku sewaktu api unggun. “Audrey, semoga saja ibumu dan ibuku datang ya…,” kata Citra, sahabatku, yang berdiri di belakangku. Seperti sebuah keajaiban, tiba-tiba saja ibuku Christina Emi Aryati dan ibunya Citra muncul. Ya, mereka muncul untuk menjengukku dan Citra. Oh, senangnya. Aku langsung berlari dan memeluk ibuku. Setelah itu aku kembali mengantre untuk makan. Setelah selesai makan adalah acara api unggun. Masing-masing regu wajib pentas nyanyi, menari, drama, atau yang lainnya. Ternyata reguku yang duluan dipanggil untuk tampil. Kulihat, ternyata ibu dan

Audrey dan Anne bersama ibu

adikku duduk di sebuah panggung yang terletak di seberangku. Awalnya aku deg-degan, tetapi akhirnya aku bisa rileks. Akhirnya, pukul 21.30 ibuku harus pulang, karena adikku besok harus masuk. Tak lupa, sebelum pulang aku memeluk dan mencium ibuku. Itu adalah momen terindahku bersama ibuku yang tercinta. (Cicilia Carmelita Audrey W.)

Ibu Tahu Apa yang Kuinginkan

Dulu, aku diberi sebuah harmonika oleh kakekku. Sejak itulah, aku memiliki keinginan supaya bisa memiliki piano atau keyboard. Hari Minggu, pulang dari gereja, ibuku Christina Emi Aryati mengajak kami jalan-jalan. Setelah makan, Ibu menghentikan sepeda motornya di sebuah toko musik. Awalnya aku berpikir, pasti Ibu hanya melihat-lihat saja. Di dalam ruangan itu, terdapat banyak sekali alat musik seperti organ, keyboard, piano, drum, dan lain-lain. Sekitar sepuluh menit kemudian, Ayah dan Ibu menuju tempat kasir. Kemudian, Ayah mengatakan sesuatu kepada Ibu, lalu pergi keluar. Aku memandang Ayah dengan heran. Tak lama kemudian, Ayah sudah datang. Lalu, Ibu dan juga Ayah berjalan mendekatiku dan juga kakakku dan mengatakan membelika kami keyboard. Saat itu adalah momen terindah bersama Ibu. Meskipun Ibu dan Ayah yang membelikan, aku tetap berterima kasih kepada Ibu karena Ibu mengetahui apa yang selama ini kuinginkan. Terima kasih, Ibu. (Antonia Calista Arianne W.)

Bunda Suka Mijitin Saat berkesan bersama Bunda mulai dari kami bangun pagi. Sebelum berangkat ke sekolah, Bundaku Ni Nyoman Suaryani, S.T. membuat aku dan adikku susu. Lalu Bunda dan Ajik mengantar kami ke sekolah. Hal yang paling berkesan kalau aku lagi sakit atau lelah setelah latihan bulutangkis, Bunda selalu mijitin sambil mengajak ngobrol. Kami selalu berdoa semoa Bunda menjadi ibu yang sukses. (I Gusti Agung Ayu Dinda Pra­meswari Sutha dan I Gusti Agung Bagus Revito Nugraha Gung Dinda dan Gung Vito bersama ibu Sutha)

Agung Mirah dan ibu

IBU buatku adalah segalanya. Walaupun terbilang sibuk, jika aku memerlukan ibu, pekerjaan apapun akan ditinggalkan. Waktunya akan sepenuhnya buat aku. Ibuku Ida Ayu Agung Eka Sriadi, S.Pd, M.Hum selain sebagai dosen di FPBS IKIP PGRI Bali, juga dipercaya sebagai ketua program studi. Berkat ibu, aku berani tampil nyanyi sendiri di panggung yang cukup megah dan disaksikan banyak orang itu. Berkat ibu pula, untuk pertama kalinya aku mendapat juara tiga, lomba lagu pop Bali yang diadakan di Gedung DPRD Bali. Ketika mengikuti lomba lagu pop Bali yang diadakan Dinas Kebudayaan Badung, ibu mendampingiku di se-

22 - 28 desember 2014 tiap tahapan. Sampai akhirnya aku menjadi juara pertama, sekaligus memboyong piala bergilir putri. Rupanya tak hanya aku yang bahagia. Ibuku lihat lebih bahagia. Aku sadar dalam proses panjang penggalian bakat dan minat, ibu termasuk orang yang tegas. Termasuk disiplinnya yang tidak bisa ditawar-tawar. Jika harus latihan jangan coba-coba tidak latihan dengan alasan apapun. Berkat ibu, aku jadi juara nyanyi, bisa bahasa Inggris dan terpenting, aku yang saat ini duduk di kelas VI dan enam bulan lagi mau masuk SMP, sudah punya tiket masuk sekolah negeri lewat jalur prestasi. Aku ingin lebih menyenangkan dan membahagiakan ibu. Selamat Hari Ibu, untuk wanita hebat seperti ibu. (Agung Mirah Prayoga)

Ibu Pemberi Semangat Saat aku syuting iklan untuk Beachwalk, Ibuku Helga Riftiana menemaniku karena ibu juga berperan sebagai sosok Ibu di iklan tersebut. Selama syuting, aku menjadi tidak kaku atau grogi karena ibu menuntun aku berperan dengan alami. Kami berperan dengan natural sebagai ibu dan anak. Bagiku, ibu adalah sosok yang menyenangkan. Ibu selalu menemani setiap kegiatan saya baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Ibu juga selalu mendukung semua kegiatanku. Aku suka bulu tangkis dan sepak bola. Saat aku mengikuti kejuaraan bulu tangkis, ibu selalu menemaniku dan memberi semangat di lapangan. Ibu pula yang mengajarkan aku untuk tampil berani di depan kamera, walau sebenarnya hingga sekarang aku masih suka malu-malu karena tidak terbiasa. Namun, ibu tidak pernah

menuntutku untuk menjadi atau menjalani kegiatan yang tidak aku sukai. Ibu membiarkan aku menentukan apa yang ingin aku kerjakan atau aku sukai. (Arkana Putera Saka)

Ibu Sering Membuatku Tertawa

Momen terindahku bersama ibu adalah saat aku belajar menembak. Ibuku Helga Riftiana adalah seorang atlet menembak. Ibu mengajakku untuk belajar menembak. Ternyata aku menyukainya. Ibu selalu menemani aku saat latihan menembak. Ibu pula yang memberi beberapa nasehat dalam menembak agar hasil tembakan bagus. Bagiku ibu adalah seorang ibu yang lucu. Aku senang sekali jika ibu mulai melakukan tindakan-tindakan konyol seperti menyanyi keras-keras saat menyetir mobil atau mulai

Kana dan Nanta bersama ibu

menggelitikiku agar aku tertawa. Ibu juga senang sekali mengajak aku foto-foto lucu di handphone-nya. Aku sayang ibu karena ibu sangat sayang aku. Bersama ibu selalu menyenangkan karena ibu sering membuat aku tertawa. (Arkananta Putera Saka)

Mendongeng Lima Menit Terima Kasih Dewi Sri

Walaupun surga tempat bersemayamnya dewa-dewa itu amat jauh dari bumi, namun manusia sudah terbiasa melancong ke sana. Demikian pula sebaliknya, dewa-dewa hampir setiap hari menginjakMade Taro kan kaki di bumi. Pada suatu hari seorang pemuda tampan bepergian ke surga. Ia bermaksud tinggal beberapa hari di sana, melihat-lihat keindahan dan mencari pengalaman. Akhirnya ia berkenalan dengan seorang dewi cantik, namanya Dewi Sri. Ketika makan bersama dewa-dewa, termasuk Dewi Sri, pemuda tampan itu terheran-heran melihat makanan aneh. Setelah memakannya, ia benar-benar merasa nikmat. “Makanan apa itu, Sang Dewi? Aku belum pernah merasakan makanan gurih seperti itu,” kata pemuda tampan itu. “Itu namanya padi. Biji-bijinya ditanam di sawah. Setelah panen, biji padi itu diolah dijadikan nasi,” jawab Dewi Sri. Sungguh besar keinginan pemuda itu untuk memiliki biji padi itu. Suatu malam, ketika semua dewa tertidur, ia diam-diam mengambil seberkas padi, lalu membawanya ke bumi. Sesampai di bumi, pemuda itu mengajak temantemannya bergotong-royong, menggemburkan tanah, mencangkul, membajak, menggaru, mengairi, lalu menanam biji padi itu. Setelah berbulan-bulan padi itu tumbuh besar, lalu mengeluarkan bulir-bulir yang berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning emas. Sete Gung Dinda dan Gung Vito ber-

sama ibu lah tiba waktunya, mereka memanennya, lalu memasaknya menjadi nasi. Pada suatu hari, seorang dewa menghadap kepada Dewi Sri. Katanya, “Sang Dewi! Kemarin aku ke bumi. Aku curiga, jangan-jangan pemuda tampan yang tidak pamitan itu mencuri padi kita. Sekarang permukaan bumi itu menghijau, dan aku lihat manusia berpesta makan nasi.” Dewi Sri curiga lalu turun ke bumi. Benar sekali laporan dewa tersebut. Permukaan bumi penuh dengan hamparan padi hijau kekuning-kuningan. Setelah berjumpa sang pemuda, Dewi Sri marah-marah, “Hai, pemuda pencuri! Sikap ramah-tamahku kau balas dengan kejahatan! Rasakan hukumannya nanti!” Pemuda tampan itu segera bersujud, menyembah berkali-kali, lalu katanya. “Hukumlah hamba, Sang Dewi! Hamba mencuri padi, karena manusia sangat memerlukan makanan yang sehat dan enak. Padi itu kami tanam dan pelihara dengan baik, demi kesejahteraan manusia.” Mendengar penjelasan pemuda itu, kemarahan Dewi Sri mereda. Lalu katanya, “Baiklah! Karena kamu telah mengakui kesalahanmu, dan kamu mengamalkan padi itu untuk kesejahteraan manusia, maka hukuman kubatalkan. Tetapi kamu dan temantemanmu, harus menyayangi dan memelihara padi itu baik-baik. Kalau kamu lalai, maka aku menghukummu dengan melepas tikus-tikus yang akan menggerogoti padi itu sampai habis. “Terima kasih, Dewi Sri!” kata pemuda itu dan teman-temannya. “Kebaikan hati Dewi tak akan kami lupakan. Kami akan memperingati hari padi itu dengan upacara kehormatan dan rasa terimakasih yang setulus-tulusnya.”

22 - 28 desember 2014

Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana

17

Pilih Kalangan, bukan Panggung Berkenian Bali, bukanlah hal baru bagi kakak-beradik Dewa Made Rai Budiasa dan Dewa Made Putra Diasa. Mereka berdua justru merupakan biang­nya seni untuk kawasan Eropa, sekitar tahun 1970-an. Saat ini mereka mengasuh sanggar seni yang diberi nama Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana, yang berlokasi di Desa ­Pangaji Payangan Gianyar.

S

anggar ini didirikan tahun 1996. Sanggar sempat vakum ka­ rena ditinggal Dewa Made Rai Budiasa berpolitik, akhirnya kembali aktif sejak tahun 2008. Sampai saat ini, sudah banyak siswa yang dihasilkan dari sanggar ini. Saat ini, anggota tetap sanggar terdiri dari 50 orang. Sementara, yang freelance, biasanya diambil ketika anggota tetap berhalangan. Penampilan sanggar ini cukup membuat decak kagum penonton, dalam acara “Family Touring End of The Year 2014”, yang digelar Tabloid Tokoh dan Bali TV, di Bagus Agro Pelaga, Minggu (7/12). Tari Pendet Peliatan dan Tari Oleg ditampilkan saat itu. Dewa Made Putra Diasa, sekaligus memimpin sebagai penabuh kendang di depan. Prestasi luar biasa yang diraih sanggar ini, adalah penghargaan dalam seni tradisional tahun 2011 dalam Festival Prancis. Walaupun

Para penari saat tampil dalam acara Family Touring End of the Year 2014 di Bagus Agro Pelaga

banyak nada sumbang yang menyebut mengapa sanggar baru yang dikirim sebagai wakil Bali ke Perancis. Namun, hal itu tak menyurutkan mereka berlaga di depan seniman seluruh dunia tersebut. “Mereka mungkin melihat seka gong dan penarinya orang baru. Tapi mereka tidak melihat siapa di balik layar sanggar tersebut,” ujar Dewa Made Rai Budiasa tertawa. Penampilan gemilang di Festival Prancis membuahkan hasil. Salah satu agen perjalanan Prancis sedang mencari sanggar seni Bali. Kebetulan sang adik, Dewa Made Putra Diasa. sering menggunggah aktivitas mereka ke YouTube, ak­ hirnya, Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana, dilirik agen tersebut. Setelah sempat berkunjung ke sanggar di Desa Pangaji, Payangan, yang juga rumah asal kakak beradik ini, agent travel tersebut, akhirnya memasukkan dalam kegiatan para tamu Perancis yang menginap di Ubud. Tamu makan malam dan menonton pertunjukkan sanggar ini. “Saat ini sudah ada 1600 tamu Prancis yang datang ke sanggar. Tahun depan, rencananya tamu AS juga mulai berkunjung. Tema acara kami “Makan malam di rumah

Para penari saat latihan

Dewa Made Rai Budiasa

keluarga orang Bali”. Selain makan dan menonton pertunjukkan seni, mereka juga, kami beri pemahaman Asta Kosala-Kosali Bali. Mereka sangat menyambut baik kegiatan ini. Bahkan, warga masyarakat sekitar yang ingin menonton kami berikan masuk. Pentas dilakukan di kalangan bukan di panggung. Jadi seniman dan penonton tidak ada batas,” kata Dewa Made Rai. Saat ini, sanggar ini pentas empat kali seminggu saat kunjungan

tamu Prancis langsung ke Desa Pangaji, Payangan. Seni yang sering dipertunjukkan tari Pendet Peliatan, sendratari Ramayana, barong, dan legong. Dewa Made Rai, juga sering menunjukkan kepiawaiannya menari dengan menjadi Rahwana dalam sendratari Ramayana. Dewa Made Rai Budiasa, sangat kon­ sen dengan pelestarian kesenian Bali. Di era tahun 1970, ia merupakan penari baris yang terkenal. Ia pernah mendapat penghargaan juara II lomba tari Baris, yang mengalahkan penari baris tamatan Kokar. Sementara, waktu itu, ia masih duduk di kelas II SMAN 1 Denpasar. Selain tari baris, ia juga menguasai tari Kebyar Duduk dan Oleg Tamulilingan. Ia dan adiknya pernah diajak Presiden Soeharto keliling beberapa negara di Eropa sekaligus menari Bali. “Zaman dulu, seniman juga turut berperan dalam perdamaian. Atase kebudayaan

Indonesia membuat poros kebudayaan di Paris dan Bonn. Tujuannya, untuk promosi Indonesia. Saya bekerja di kedutaan Bonn dan adik di Paris. Tugas kami mempromosikan Indonesia,” kata Dewa Made Rai Budiasa. Kini, kakak beradik ini fokus untuk mengembangkan sanggar seni ini. Mereka tak menolak jika ada anggota baru yang ingin masuk di luar dari Desa Pangaji, Payangan. Misi mereka hanya satu, melestarikan kesenian Bali. -Wirati Astiti

Dewa Made Putra Diasa saat latihan mengambel


22 - 28 Desember 2014

16

Bagi pemilik Toyota di wilayah Badung Utara, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng Barat, eksistensi AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan sudah diakui. Kredibilitas AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan menjadi bukti terus tumbuhnya angka penjualan unit Toyota serta meningkatnya kepuasan pelanggan yang melakukan perawatan kendaraan.

K

epala Cabang AUTO2000 AbiantuwungTabanan Tresna Triyana Anom mengatakan semua ini bisa terwujud berkat kepercayaan pelanggan Toyota. “Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk melayani dalam pembelian maupun perawatan kendaraan Toyota, sehingga kami masih bisa terus eksis sampai saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Anom ini. Ia menambahkan pelanggan merupakan aset yang sangat berharga dari

sebuah perusahaan sehingga sudah sepantasnya selalu dilayani dengan pelayanan terbaik. AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan yang beralamat di Jl. Achmad Yani No. 99 Abiantuwung, Kediri, Tabanan Bali ini didukung dengan fasilitas lengkap serta modern, parkir yang luas, showroom yang

Program service berhadiah di AUTO2000 Abiantuwung Tabanan

Tambah Teman Tambah Pengalaman Dealer AUTO2000 Abiantuwung Tabanan

mewah, ruang tunggu yang nyaman dilengkapi Wifi, TV kabel, makan siang serta snack dan minuman ringan. Perawatan dan service kendaraan Toyota di AUTO2000 AbiantuwungTabanan ditangani mekanik dan master Toyota andal dengan menggunakan peralatan lengkap dan canggih standar Toyota. “Kami berharap AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan dapat menjadi dealer resmi Toyota terbaik di Tabanan khususnya dan di Bali pada umumnya sehingga AUTO2000 AbiantuwungTabanan dapat selalu memberikan pelayanan terbaik untuk kepuasan para pelanggan serta pencinta Toyota,” tegas pria asal Mengwi, Badung ini. Anom juga mengatakan upaya memberikan pengalaman terbaik saat pembelian maupun perawatan kendaraan Toyota hingga dapat melampaui harapan pelanggan adalah tujuan utama mereka. “Kami akan selalu berusaha untuk

menjadi solusi yang tepat untuk kemudahan kepemilikan kendaraan Toyota bagi pelanggan serta para pecinta Toyota. Yang jelas Urusan Toyota Jadi Mudah di AUTO2000 AbiantuwungTabanan,” ujarnya didampingi Fathur Rohman, Kepala Bengkel AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan. AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan yang merupakan salah satu dealer resmi Toyota di Pulau Dewata diresmikan oleh Prijanto Sugiarto (Presiden Direktur PT. Astra International Tbk) dan Johnny Darmawan (Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor) pada 3 April 2012. Hingga kini mereka sudah membuktikan eksistensinya dalam melayani pembelian kendaraan Toyota baru, perawatan kendaraan, dan pembelian spare part. Terbukti dengan loyalitas pelanggan yang datang kembali untuk mempercayakan segala sesuatu mengenai kendaraan Toyota kepada AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan. -wah

Pelayanan Terbaik untuk Pelanggan

Part Depo dan PDC Auto2000 Tabanan

Auto2000, main dealer mobil Toyota terbesar di Indonesia kembali meresmikan gudang suku cadang (depo) dan Pre Delivery Centre (PDC/ Stock Yard) di Kabupaten Tabanan, Bali, guna memberikan pelayanan terbaik dalam upaya menambah kecepatan service bagi konsumen. Depo dan Stock yard yang berlokasi di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk ini luas tanah total mencapai 17.992 meter persegi dengan kapasitas daya tampung 418 unit kendaraan dan akan mampu menampung hingga 2.027 unit spare part. Adapun total investasi yang dikucurkan untuk pembangunan depo ini mencapai Rp 70,2 miliar. Keberadaan depo ini akan mempercepat kebutuhan suku cadang 5 dealer dan 40 part shop yang tersebar di seluruh Bali dan Nusa Tenggara. Dalam sehari, depo ini melayani pengiriman sebanyak dua kali sehingga diyakini konsumen tidak harus menunggu satu hari untuk mendapatkan suku cadang.

Menurut Hendra Purnawan, Operation Manager Auto2000 Wilayah Jatim-Bali-Nusra, jika sebelumnya konsumen harus menunggu spare part dari Surabaya sekitar 1 hari, maka sekarang kebutuhan dapat dilayani lebih cepat.”Pelayanan kepada pelanggan di Bali akan lebih cepat dan itu sesuai de­ ngan upaya mewujudkan pelayanan terbaik kepada pelanggan melalui layanan service dan penyediaan suku cadang lebih cepat,” jelasnya saat peresmian di Tabanan, Bali, Jumat (19/12).Lokasi Depo di Tabanan sangat tepat karena berada di jalur yang menghubungkan ke berbagai wilayah Bali lainnya. Selain itu, lokasi ini berada dalam akses jalan raya yang menghubungkan Denpasar dengan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Untuk menyebarkan spare part dan kendaraan Toyota dari lokasi ini ke beberapa wilayah seperti Kabupaten Jembrana dan Gianyar lebih mudah dijangkau. Pertimbangan lainnya adalah karena tren pertumbuhan ekonomi

Bali cukup bagus dalam beberapa tahun terakhir jika dibandingkan dengan daerah lain. Dia optimistis keberadaan depo ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan penjualan di kisaran 15 %-20 % pada tahun depan. Kepala Cabang Auto2000 Tabanan Triyana Anom menyatakan, Depo Tabanan merupakan salah satu upaya memberikan layanan kepada konsumen akan kemudahan service dan lebih cepat. Dengan depo ini, Auto 2000 dapat mewujudkan layanan bagi pelanggan dan memenuhi kebutuhan pasar di Bali yang terus meningkat. Tercatat setiap bulan Auto 2000 mampu menjual sebanyak 450 unit kendaraan setiap bulannya. Dia berharap peningkatan layanan service dan kecepatan memenuhi permintaan spare part akan berimbas terhadap kenaikan penjualan kendaraan Toyota di Bali. “Harapan kami jelas, layanan ini dapat meningkatkan penjualan kendaraan dan juga spare part karena membeli mobil Toyota akan mendapatkan kemudahan layanan dan spare part,” tegasnya. Berdasarkan data Auto2000, penjualan retail Toyota di Bali sepanjang Januari hingga November 2014 sebanyak 4.653 unit. Jumlah itu meningkat signifikan atau naik 57% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2.967 unit. Wilayah Tabanan merupakan pemberi kontribusi terbesar ketiga terhadap penjualan Toyota di Bali. Sepanjang Januari-November 2014, penjualan Toyota di Tabanan sebanyak 904 unit. Posisi teratas masih dipegang Denpasar dengan penjualan 2.160 unit lalu kedua ditempati Sanur dengan penjualan 1.081 unit. Sedangkan satu wilayah lagi, Gianyar berada di urutan keempat dengan penjualan 508 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, Tabanan meraih penjualan 620 unit, Denpasar 1.525 unit, Sanur 784 unit, dan Gianyar yang merupakan cabang baru, menjual sebanyak 38 unit. –wah

9

Bali Yaris Community

AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan

Solusi Tepat Pelanggan dan Pecinta Toyota

Dara

22 - 28 Desember 2014

Sesama pengguna dan pecinta Toyota Yaris yang ada di Denpasar sering berkumpul. Dari ajang kumpul ini muncul ide untuk membuat komunitas. Ide pun terealisasi 14 September 2014 dengan terbentuknya Bali Yaris Community (BYC).

“K

Tresna Triyana Anom

Mulai dari “Bawah” Menekuni dunia otomotif sudah menjadi jalan hidup Nyoman Gde Tresna Triyana Anom. Pria asal Mengwi, Badung ini mulai kariernya dari “bawah” sebagai sales Toyota. “Saya jualan truk Toyota Dyna sampai ke Songan, Kintamani sekitar tahun 1990-an. Saya kadang menginap di Songan untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Bahkan ada yang minta truk barunya harus sampai di rumah sebelum pukul 05.00. Saya pun akali dengan membawa truk sehari sebelumnya. Pukul 03.00 baru turun ke Songan. Ini perjuangan yang saya lalui. Dari sini, Toyota Dyna berhasil diterima para pemilik lahan galian di Songan,” kenang ayah tiga anak ini. Pria yang akrab disapa Anom ini mengaku kebanyakan rumah para pemilik lahan galian ini termasuk kurang layak. Ini membuat pihak leasing sulit untuk membeikan kredit. Namun, berkat pendekatan yang ia lakukan bersama Astra Credit Company, kredit bisa dicairkan. “Walaupun rumah mereka tidak layak tetapi mereka punya lahan galian yang luasnya bisa hektaran. Ini sumber penghasilan yang nyata,” tegas pria kelahiran 11 Juni 1971 ini. Ketekunan Anom menjadi sales berbuah manis. Dari “bawah” ia terus merangkak naik hingga menjadi Sales Supervisor di Auto2000 Denpasar kemudian pindah ke Surabaya dan sejak 2012 kembali ke Bali dan ditugaskan sebagai Kepala Cabang Auto2000 Tabanan. Kini tugas Anom bertambah untuk ikut menangani Part Depo dan Pre Delivery Service (PDC) Tabanan yang mengurusi distribusi kendaraan Toyota hingga ke NTB dan NTT. Kepada tim sales-nya di Auto2000 Tabanan, ia ingatkan untuk tetap bersemangat dalam mengejar target penjualan. “Sales harus tahan banting. Ditolak sekali jangan langsung menyerah. Usaha terus, nanti pasti dapat,” ujar suami Putu Suwintari ini. –wah

omunitas ini terbentuk sebagai bukti kecintaan kami terhadap Toyota Yaris. Kami ingin mewadahi para pecinta Yaris di Bali, bukan hanya di Denpasar saja. Karena itu namanya kami buat Bali Yaris Community,” ujar Ketua BYC AAG Ardantya Wisnu. Pria yang akrab disapa Wisnu ini mengatakan ia dan komunitas yang awalnya hanya terdiri dari 6 mobil ini sering kumpul tiap hari Minggu pukul 17.00 di depan kantor DPRD Bali. Dari promosi mulut ke mulut, komunitas ini berkembang menjadi 22 anggota. Kegiatan awal BYC adalah mengadakan bakti sosial di panti asuhan Kesayan Ikang Papa di Gianyar dilanjutkan dengan touring ke Kintamani. Hingga kini touring merupakan agenda rutin mereka. BYC tak hanya touring sendiri. Saat “Family Touring End of the Year 2014” yang dilaksanakan

Tokoh dan Bali TV, komunitas ini juga ikut bergabung. Eka Dharma, Sekretaris BYC menambahkan untuk pemilik Toyota Yaris yang mau bergabung menjadi anggota BYC cukup dengan mengikuti 2 kali pertemuan BYC atau ikut 1 kali touring BYC. “Mana saja boleh. Kalau sudah terdaftar, akan diberikan baju dan nomor anggota. Tiap bulan anggota dikenakan iuran Rp 30 ribu,” ujarnya. Untuk lebih mempublikasikan aktivitas komunitas ini, mereka menggunakan jejaring social seperti Facebook, Path, dan Instagram. Ternyata upaya ini cukup efektif untuk menambah anggota. Buktinya dari 6 bisa menjadi 22. “Ikut BYC ini bisa menambah teman, bisa nambah pengetahuan tentang otomotif, dan asyik,” kata Putri, salah seorang anggota BYC. Hal senada diungkapkan Dana dan Ipoet. “Latar belakang kami bedabeda. Namun, kalau sudah gabung di BYC ada rasa kebersamaan.

Bali Yaris Community touring ke Pelaga

Bali Yaris Community saat bakti sosial di Gianyar

Serasa punya keluarga baru karena teman nambah terus,” ujar Ipoet yang bekerja di bidang farmasi ini. Anggota BYC tak hanya yang sudah bekerja. Ada juga anggota yang berstatus mahasiswa. Salah satunya Dewa Satria. Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Udayana

ini termasuk anggota anyar dan sudah merasakan serunya bergabung dalam BYC. “Seru…bisa gabung dan ikut touring. Saya bisa nambah teman dan nambah pengalaman,” tandasnya. Wisnu menambahkan selama ini BYC dibantu Auto2000 jika

ada event. “Tidak bisa dimungkiri, komunitas kami membawa nama Toyota Yaris. Ini merupakan cara untuk memperkenalkan berbagai varian Yaris ke masyarakat,” ujar pria yang juga sales executive ­Auto2000 Denpasar ini. –Ngurah Budi


Bugar

10

22 - 28 desember 2014

Kejang Demam dan Penanganan Awal Orangtua di Rumah Oleh:

dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA

-

Penulis adalah Staf Divisi Tumbuh Kembang Anak Siloam Hospitals Bali Kejang Demam (atau se­ring diistilahkan dengan Step) meru­ pakan salah satu masalah kes­ ehatan pada anak yang sangat sering menjadi alasan orang tua datang ke unit pelayanan kes­ ehatan. Kejang Demam se­ring dianggap sebagai fenomena gawat darurat yang menakutkan dan membuat panik. Tampilan klinik kejang yaitu mata mendelik, ba­ dan kaku, dan lidah tergigit sudah pasti membuat suasana gawat darurat. Dua hal yang menjadi prin­ sip utama dalam penanganan kejang demam adalah meng­ hentikan kejang secepat mung­ kin jika sudah sampai pada fase kejang, dan menurunkan de­ mam secepat mungkin. Terkait dengan tujuan dan prinsip tersebut maka direkomendasi­ kan beberapa langkah awal yang bisa dilakukan oleh para orang tua secara mandiri di rumah. Langkah awal ini meliputi pe­ nanganan demam untuk mence­ gah terjadinya fase kejang dan penanganan awal serangan kejang pada anak. Berikut sedikit uraian yang sering menjadi pertanyaan dari para orang tua tentang kejang demam

Apakah sebenarnya kejang demam itu? Secara garis besar batasan dari kejang demam adalah bang­ kitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih yang disebab­ kan suatu proses di luar otak. Kejang demam paling banyak terjadi pada rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas kejang demam : Kejang yang didahului demam, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali.

Mengapa Demam bisa menyebabkan Kejang? Belum ada pemahaman se­ cara pasti mengapa demam bisa menyebabkan kejang pada satu anak dan bisa juga tidak pada anak yang lain. Ada dugaan pe­ ranan faktor genetik dalam hal ini. Beberapa Ahli mendapatkan keterkaitan factor genetik dan resiko kejang demam. Adanya riwayat kejang pada keluarga meningkatkan resiko 7,5 %, se­ dangkan adanya riwayat kejang demam pada salah satu orang tua akan meningkatkan resiko sebesar 5%, sementara riwayat kejang demam pada salah satu saudara kandung maka resiko meningkat 2 – 3 kali. Apa yang terjadi bila anak kejang? Tampilan klinis anak de­ngan kejang demam sebagian besar adalah kejang umum (kejang selu­ ruh tubuh). Bentuk kejang umum yang sering adalah mata mendelik atau terkadang ­berkedip-kedip, kedua tangan dan kaki kaku, kadang disertai gerakan ritmik menyentak (kelojotan), dan saat kejang anak tidak memberi res­ pon apabila dipanggil atau di­ perintah. Setelah kejang anak sadar kembali. Umumnya kejang demam akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Obat obatan apa yang perlu dipersiapkan di rumah untuk antisipasi serangan kejang demam ? Pada saat ini telah dikem­ bangkan sediaan obat yang pem­ beriannya bisa dilakukan secara mandiri oleh para orang tua di rumah untuk penanganan serang­ an kejang demam lebih dini. Saat ini seorang dokter biasanya akan

-

dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA

membekali orangtua dengan obat demam dan obat kejang yang keduanya bisa diberikan melalui dubur. Pemberian lewat obat dari dubur ini sangat direkomen­ dasikan karena kerjanya cepat untuk menurunkan demam dan menghentikan kejang, disamping itu tidak mungkin memberikan obat minum pada anak pada saat serangan kejang.

Pada suhu tubuh berapa yang perlu diwaspadai akan terjadi serangan kejang ? Setiap anak juga memiliki suhu ambang untuk terjadinya kejang yang berbeda. Ada anak yang sudah mengalami serangan kejang pada suhu tubuh 38ºC, ada juga yang baru mengalami kejang pada suhu 40ºC. Beberapa penelitian tentang kisaran suhu tubuh dimana serangan kejang perlu diwaspadai mendapatkan bahwa serangan kejang terjadi 75% pada anak dengan suhu tu­ buh lebih dari atau sama dengan 39ºC dan 25% pada suhu tubuh lebih dari 40ºC Apa yang harus dilakukan orang tua pada saat anak kejang? Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal-hal berikut: - Letakkan anak pada alas yang datar dan tempat yang aman

-

- -

-

serta jauh dari benda-benda berbahaya. Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minum­ an, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhin­ dar dari bahaya tersedak. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Terka­ dang orang tua secara spontan memasukkan sendok atau jarinya kedalam mulut anak dengan tujuan mencegah lidah tergigit. Hal ini tidak dianjur­ kan karena bisa menyebabkan gigi patah dan melukai tangan orang tua sendiri. Jangan berusaha memberi minum anak yang sedang ke­ jang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas, dan masuknya cairan ke dalam paru (tersedak) Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar le­her, untuk menghindari terjadinya jeratan kerah baju pada saat kejang. Jangan menahan gerakan anak atau mencoba menghentikan kejang secara paksa dengan menahan alat geraknya, ka­ rena dapat menyebabkan pa­ tah tulang. Ukur suhu tubuh, observasi dan catat lamanya kejang ber­ langsung serta bentuk ke­jang yang terjadi.

Bagaimana cara mencegah kejang demam? Satu hal prinsip dalam pence­ gahan terjadinya kejang demam adalah menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini da­ pat dilakukan dengan memberi­ kan obat penurun panas, misal­ nya parasetamol atau ibuprofen. Disamping itu pemberian kom­ pres air hangat (bukan di­ngin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu. Sangat dianjurkan untuk orang tua memiliki alat pengukur suhu tubuh (thermometer) di rumah dan melakukan pengukuran suhu anak saat sedang demam. Peng­ ukuran suhu tubuh penting untuk menentukan apakah anak me­

mang benar mengalami demam dan memperkirakan ambang suhu tubuh berapa akan timbul serangan kejang demam. Apakah kejang demam membuat anak menjadi bodoh atau menderita epilepsi di kemudian hari? Tidak pernah ada laporan Kejadian kecacatan saraf seba­ gai penyulit dari kejang demam. Perkembangan fungus saraf, mental dan dan kecerdasan pada umumnya tetap. Beberapa penelitian hanya melaporkan adanya kelainan saraf pada se­ bagian kecil kasus, dan biasanya terjadi pada kasus dengan kejang lama dan berulang. Biasanya ke­ jang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun. Sebagian besar anak yang pernah mengalami ke­ jang demam akan tumbuh dan berkembang secara normal tanpa adanya kelainan. Hal apa yang perlu diwaspadai Satu hal penting yang perlu diwaspadai pada anak dengan ri­ wayat adalah kejang berulang. Be­ berapa Faktor risiko berulangnya kejang demam yaitu : 1) adanya riwayat kejang demam dalam keluarga; 2) Usia kurang dari 12 bulan pada saat serangan kejang demam yang pertama; 3. Suhu tu­ buh yang tidak terlalu tinggi pada saat serangan kejang (ambang ke­ jang rendah) ; 4) Cepatnya onset kejang setelah demam. Beberapa hal lain yang perlu diwaspadai yaitu terjadinya ke­ jang disertai demam di luar ren­ tang usia 6 bulan sampai 5 tahun ada kemungkinan penyebab lain dari kejang seperti epilepsi atau radang otak. Jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dan komunikasi dengan baik maka perlu dilakukan pemeriksaan pe­ nunjang untuk mencari penyebab kejang lain terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis).

22 - 28 desember 2014

Style

Gaya Busana

Arisan S

esekali arisan dengan dresscode endek menarik kali ya? Seperti yang terjadi pada “Kelompok Arisan 45” ini. Mereka tampil ber-endek ria. Dari yang mengenakan endek motif tradisional hingga yang modern, termasuk tenun ikat polos yang terkesan unik. Bicara soal fashion , peserta arisan 45 ini yang dikomandani oleh Ibu IGA Sartining Ngurah ini, tampil dengan busana, gaya dan karakternya masing-masing. Apalagi kombinasi anggotanya

yang terdiri dari dua generasi, diantaranya ada yang menggantikan ibu atau ibu mertua mereka. Hal ini bukan hanya menjadikan suasana arisan semakin hangat juga keragaman pilihan busananya. Keseruan dua generasi ini pun tergambar dari pilihan busana mereka. Dari yang simpel elegan memakai dress sampai yang kasual sporti yang memadankan blus dengan celana panajang , semuanya trendi dan modis. Yuk, kita intip koleksi pribadi mereka di bawah ini. – Sri Ardhini

15


14

Jelita

22 - 28 Desember 2014

Jaga Kecantikan Kulit di Musim Hujan Musim hujan sudah tiba, berbagai penyakit bisa datang akibat perubahan cuaca. Musim hujan mudah membuat seseorang terserang flu dan pilek. Bukan hanya tubuh yang perlu perhatian, kulit pun perlu perawatan karena harus menyesuaikan dengan pergantian musim.

K

arena itu, kita harus memastikan kalau kulit tetap terjaga kesehatannya di musim penghujan ini. Agar tidak timbul dampak buruk dikemudian hari, kulit apalagi yang mulai kering, harus segera dirawat. Begitu disampikan Nyoman Suaptiari, ditemui di Pusat Perawatan Kecantikan dan Spa Tiari, di kawasan Jalan Kejanti , Denpasar. Cuaca saat ini lebih banyak dingin karena musim hujan dan angin kencang. Ini,kata Suaptiari mudah menjadikan kulit kering. Apalagi kulit tidak dirawat dengan benar maka dipastikan menjadi kering. Udara dingin mudah mengurangi kelembaban kulit dan membuat kulit menjadi lebih kering. Biasanya hal ini ditandai dengan kulit mulai terlihat kusam, kasar, dan terkadang ada yang sampai mengalami pengelupasan kulit. Tetap segar di musim hujan, katanya bukan hanya sekadar menggunakan pakaian dan riasan yang pas, tapi wajib menjaga kelembaban kulit. Semakin dingin cuaca, biasanya semakin besar risiko menjadi kering. Kulit kering selain

mengganggu penampilan juga akan menjadikannya berisiko gatal dan iritasi. Moisturizer atau lotion pelembab menjadi halyang wajib dimiliki saat musim hujan. Bukan hanya untuk kulit wajah, tapi pastikan seluruh kulit terlindungi pelembab. “Apalagi buat orang yang aktif di luar ruangan. Meski musim hujan sekalipun. Sebab, pelembab akan membuat kadar air dalam kulit tetap terjaga dan kulit pun tetap sehat. Pastikan kita menggunakan pelembab ini sehabis mandi,” kata Suaptiari. Lebih lanjut ditekankannya, yang utama adalah selalu mengaplikasikan lotion pelembab kulit, apalagi memang memiliki jenis kulit kering. “Gunakan atau aplikasikan pelembab pada wajah dan seluruh tubuh baik yang tersembunyi sekalipun,seperti punggung dan paha, secara merata,” ujarnya sambil mengatakan untuk menghindari produk pembersih kulit atau kosmetik kulit yang bersifat keras seperti sabun, penyegar yang umumnya beralkohol, terutama untuk jenis kulit kering. Selain itu, ia juga mengatakan pada cuaca berawan, mendung serta dan hujan

Nyoman Suaptiari

pun bukan berarti kita tidak terkena rsinar. Karenanya, jangan mengabaikan akibat sinar ultraviolet dan tabir surya juga tetap harus dioleskan. “Sedangkan jika berdandan, memakai foundation atau alas bedak tidak perlu tebal-tebal. Ini agar pori-pori lebih bisa bernapas. Semakin tertutup nanti semakin sulit beradaptasi dengan suhu sekitar,”terangnya. Ketika udara sedang dingin, bibir pun mudah mengalami kekeringan dan pecahpecah. Me­ ngoleskan lip balm merupakan salah satu

cara untuk mengatasinya. Pilihan lainnya yang sering dilakukan secara alami adalah mengoleskan madu. “Berikutnya kita harus menghindari pembersih kulit berbasis alkohol karena pembersih tersebut akan mengganggu dan mengeringkan kulit. Gunakan pembersih secara teratur untuk menyingkirkan kelebihan minyak, kotoran dan debu, dan tentu saja untuk menjaga kulit bebas dari infeksi bakteri,”katanya. Suaptiari juga menyampaikan untuk tidak lupa cukup mengonsumsi air putih demi membantu menjaga kelembaban kulit. “Minum air memang sangat baik membantu untuk melembabkan tubuh dari dalam. Selain dapat menjaga kadar air dalam kulit, air juga bermanfaat untuk menghidrasi seluruh tubuh. Akan lebih baik jika disertai asupan buah dan sayuran hijau untuk pemenuhan ke­butuhan vitamin, disamping tidurlah secara cukup,”papar Suaptiari yang juga seorang perawat di RSAD ini. Apa yang kita makan di musim hujan seperti ini memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Pastikan, katanya kita cukup mengonsumsi vitamin A yang dapat ditemukan diantaranya di wortel dan sayur bayam. Selain itu, pastikan kita juga mengonsumsi lemak baik dalam takaran pas yang bisa didapat melalui minyak kelapa, alpukat, salmon dan olive oil. Juga jangan lupa mengonsumsi makanan yang mengandung zinc agar kulit selalu terlihat bersih, sepertipada labu dan daging sapi. Selama berada di musim penghujan, lanjutnya sebaiknya kita melupakan untuk makan , gorengan, roti, kentang, kacang-kacangan, kedelai, dan makanan ringan yang manis. Karena dapat menjadikan kulit kering dan kasar.

– Sri Ardhini

Mitos

22 - 28 Desember 2014

11

Beragam Mitos Darah

B

erbagai mitos tentang darah, mulai dari mens (haid) yang dianggap sebagai darah kotor, darah ular yang konon bisa menyembuhkan asma, golongan darah B kotor, sampai dengan donor trombosit yang katanya harus berupa darah segar, diluruskan dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K). Berikut penjelasan dr. Kadek, staf dokter di Bagian Patologi Klinik FK Unud/RSUP Sanglah . Mitos: Mens, adalah darah kotor Fakta : Menstruasi adalah siklus bulanan yang dialami secara fisiologis oleh setiap wanita usia reproduktif. Darah menstruasi memiliki komposisi yang hampir sama dengan darah yang beredar dalam tubuh, hanya saja darah menstrusi mengandung bekas jaringan rahim yang diluruhkan dan unsur-unsur dari saluran reproduksi yang dikeluarkan melalui vagina. Jadi, anggapan bahwa darah menstruasi sebagai darah kotor adalah salah. Mitos: Minum darah ular bisa membebaskan penderita asma dari gangguan sesak napas Fakta : Penyakit asma umumnya terjadi akibat reaksi alergi berlebihan terhadap beberapa alergen sehingga menyebabkan saluran nafas menyempit (bronkokontriksi). Menyempitnya saluran nafas akan menyebabkan penderita mengalami sesak dan terdengar bunyi khas wheezing pada paru-paru. Beberapa alergen yang sering menyebabkan asma antara lain temperatur udara yang ekstrem, bulu kucing, asap rokok, serbuk bunga, debu dan sebagianya. Darah/daging ular, daging kelelawar, dan beberapa komponen dari hewan berdarah panas lainnya oleh masyarakat diyakini bisa mengobati penyakit asma. Mitos tersebut sampai saat ini belum terbukti secara medis. Mungkin masyarakat berasumsi bahwa makanan tersebut bisa menghangatkan suhu tubuh sehingga asma yang tercetus oleh paparan

suhu yang terlalu dingin bisa disembuhkan. Mitos: Lawar merah yang dicampur darah mentah, bisa sebabkan kena cacing pita Fakta: Betul, babi merupakan salah satu hewan yang bisa menularkan cacing pita pada manusia. Penularan dapat terjadi apabila seseorang mengonsumsi daging babi/darah babi yang tidak dimasak sampai benar-benar matang. Mitos: Golongan darah B, kotor. Karena itu orang yang memiliki golongan darah ini mudah kena gatal-gatal. Fakta : Sebenarnya tidak ada istilah golongan darah tertentu adalah darah kotor. Golongan darah dibagi berdasarkan jenis antigen yang terkandung pada permukaan sel darah, sehingga kita mengenal golongan darah A, B, AB dan O. Darah kotor dapat disebabkan oleh racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang mengandung pestisida, penyedap, pengawet, pewarna ataupun masuk melalui jalan napas, seperti asap rokok dan polusi udara. Semakin banyak dan semakin lama zat berbahaya ada dalam tubuh, maka semakin mengancam kesehatan kita. Gejala penyakit yang muncul akibat darah kotor sangat bervariasi seperti gatal-gatal, jerawat, peradangan pada kulit, nyeri dada, gangguan pernapasan dan lain-lain. Mitos : Hemoglobin identik dengan tekanan darah Fakta: Hemoglobin dan tekanan darah

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Senggama Terputus “Dok, suami saya saat berhubungan seksual biasanya mengeluarkan air mani di luar untuk mencegah kehamilan, karena kami memang belum merencanakan memiliki anak lagi. Tetapi kemarin itu tanpa sepengetahuan saya, ada sedikit yg terdorong ke dalam. Apakah saya bisa hamil jika ada sedikit air mani di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong dijelaskan, Dok.” (Sri ,27 thn) Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada air mani atau sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Hubungan seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus

interruptus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalannya cukup sering terjadi mengingat banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa mengontrol

dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K)

(tensi) adalah dua hal yang berbeda dan tidak berhubungan secara langsung. Hemoglobin adalah komponen yang terkandung dalam sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Bila seseorang mengalami kurang darah (anemia atau kadar hemoglobin rendah), maka oksigen yang masuk ke jaringan tubuh akan berkurang sehingga muncul keluhan lemah, letih, lesu, sesak dan sebagainya. Tekanan darah adalah tekanan yang dialami darah pada pembuluh darah ketika darah dipompa oleh jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh. Apabila tekanan darahnya rendah disebut dengan hipotensi, dan apabila tekanan darahnya tinggi disebut hipertensi. Alat untuk mengukur tekanan darah juga berbeda dengan alat untuk mengukur kadar hemoglobin. Pada tekanan darah digunakan tensimeter,

ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma yang sudah diejakulasikan di luar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya. Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali terdorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak wanita juga sedang dalam masa subur.

sedangkan pada hemoglobin digunakan hemoglobinometer. Mitos : Setelah tranfusi darah, trombosit masih rendah, berarti kanker darah Fakta: Komponen darah untuk transfusi ada beberapa jenis, antara lain: komponen sel darah merah/Packed red cells (PRC), Thrombocyte concentrate (TC), Fresh Frozen Plasma (FFP), Cryoprecipitate, dan komponen lain yang lebih jarang digunakan. Masih rendahnya jumlah trombosit setelah dilakukan transfusi trombosit tidak selalu berarti kanker darah. Respons transfusi trombosit ditentukan oleh banyak faktor seperti dosis pemberian, luas permukaan tubuh, frekuensi transfusi, kondisi klinis pasien, ada tidaknya penyakit penyerta dan sebagainya. Pada kasuskasus kanker darah (leukemia) memang cukup sering dijumpai respons transfusi trombosit yang kurang bagus. Di samping, oleh peningkatan proses destruksi karena adanya pembesaran organ hati dan limfa yang juga sering disebabkan karena pasien terlalu sering menerima transfusi dari berbagai jenis donor. Sehingga, muncul alloimunisasi dan berlanjut menjadi platelet refractory (peningkatan jumlah trombosit setelah transfusi tidak sesuai dengan yang diharapkan). Selain kasus leukemia banyak penyakit lain yang juga mengalami platelet refractory. Mitos : Donor trombosit (keping darah) harus berupa darah segar/baru Fakta: Komponen trombosit biasanya disiapkan dalam waktu maksimal 6 jam setelah darah utuh (whole blood) dikeluarkan dari tubuh donor. Setelah menjadi komponen, trombosit dapat disimpan pada sebuah alat yang disebut platelet agitator plus incubator (trombosit disimpan dalam keadaan teragitasi/bergoyang pada suhu 20-24 oC). Pada kondisi tersebut trombosit bisa disimpan selama 5 hari. Mungkin karena proses pemisahannya harus dalam waktu maksimal 6 jam pascadonor atau karena masa simpannya paling pendek dibandingkan komponen darah yang lain, maka masyarakat sering beranggapan bahwa trombosit tersebut adalah darah segar. –Inten Indrawati

Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamilan. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menghindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus yang disebutkan menjamin 100% hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan adalah sebuah informasi yang keliru. Karena sekali lagi, kegagalannya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain

seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamil­ an. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih banyak beredar dan dipercaya. Pengaruhnya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang butuh atau sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.


Kuliner Nikmatnya Kuliner Pantai Lebih

22 - 28 desember 2014

12

Sajian Sambal Pedas Puri Kerajaan di Bali

Makan tak Lengkap tanpa Sambal Ada yang menarik dalam ajang Chili Festival ke-5 yang digelar Bali Safari & Marine Park, Jumat (19/12). Para keluarga kerajaan turun berpartisipasi dalam ajang pameran aneka sambal kali ini. Mulai dari Puri Agung Karangasem, Puri Agung Klungkung, Puri Agung Tabanan, Puri Agung Kerambitan, Puri Agung Gianyar dan Puri Agung Kaba-kaba.

M

Made Sulastra

ereka menampilkan aneka sambal tradisional bersamaan de­ ngan perwujudan sambal mo­ dern yang tak kalah pedas yang disajikan juru masak profesional. Indonesian Chef Association (ICA)

Bali turut berpartisipasi dalam ajang pameran aneka sambal ini. “Sambal merupakan tradisi kerajaan Karangasem. Setiap hidangan dalam berbagai kesempatan selalu dilengkapi sambal yang bervariasi. Sambal-sambal ini diwariskan secara turun-temurun dari gene­

rasi ke generasi. Kami sebagai generasi penerus berkewajiban melestarikan tradisi ini, dimana sambal merupakan bagian penting dari untuk keluarga kami,” ujar AA Made Dewandra Djelantik, pelopor Chili Festival yang merupakan cucu buyut raja terakhir Karangasem. Puri Agung Karangasem diwakili Ratu Mas. Ia menyajikan sambal favorit keluarga kerajaan. Menurut Ratu Mas, me­reka memiliki 60 sambal spesial. Namun, dalam ajang festival kali ini, mereka hanya menyajikan 12 sambal. Yang paling unik adalah sambal terasi cabai hijau dan sambal lendok. Bahan utama, sambal terasi cabai hijau terbuat dari cabai rawit hijau yang pedas. Yang unik, ada tambahan santan di dalamnya. Santan inilah yang membuat rasa sambal menjadi lebih gurih. Sambal ini malah se­ ring dibawa sebagai bekal ke

22 - 28 desember 2014

Bali memiliki segudang pantai. Namun, turis umumnya masih memadati pantai-pantai bagian selatan. Padahal ada banyak pantai, salah satunya adalah Pantai Lebih yang memiliki panjang hingga 1,8 kilometer.

Ratu Mas

Tjok Adnyani

luar negeri bagi anggota keluarga kerajaan. Sementara, Puri Agung Klungkung menyajikan sambal belim­bing, sambal mangga, sambal sere lemo, sambal jagung, sambal kecicang, sambal embe, sambal tomat, sambal kacang, sambal basa genap, sambal te­ rong mentah dan goreng, dan sambal pangi. Ada dua stan dari Puri Klungkung, salah satu stan diisi Runner Up I Ibu Teladan Bali 2008, Tjok Adnyani. Dalam festival kali ini, ia menjagokan sambal pangi buatannya. Sambal ini memang agak spesial. Tjok Adnyani punya cerita tentang leluhurnya. Sambal ini sangat disukai Raja Klungkung terakhir. Dikisahkannya, sang raja suka adu ayam. Pulangnya selalu membawa ayam pecundang. Saat pulang, ia meminta sang nenek Jero Jempi­ ring untuk membuatkan sambal pangi. Resep andalan ini kini dipelajari Tjok Adnyani. Lain lagi, sambal ala Puri Agung Kerambitan. Menurut

Sagung Putri Wiratni, ada sambal mekeber yang menjadi andalannya, terbuat dari kelapa parut yang disangrai. Sambal ini biasanya ditaburi di atas bubur untuk sarapan pagi yang menjadi makanan khas mereka. Selain sajian sambal dari Puri Kerajaan di Bali, ICA Bali juga menampilkan 21 sambal. Yang paling unik sambal nyuh yang enak dimakan bersama ketupat. Menurut Made Sulastra, salah seorang chef dari Bali Safari Marine Park, makanan Bali memiliki satu sambal dasar yakni sambal matah. Dari sambal dasar ini, mulai dikreasikan menjadi aneka sambal. Sambal ini bisa dicampur dengan terong menjadi sambal terong, dicampur dengan teri menjadi sambal teri, dicampur kecicang menjadi sambal kecicang. Sambal ini juga bisa dimakan tanpa lauk-pauk. “Walau tak ada lauk, makan nasi dengan sambal saja sudah enak. Makan tak lengkap tanpa sambal,” ujarnya. –Wirati Astiti

P

antai Lebih cocok menjadi tempat peristirahatan karena aksesnya yang berada di tengah-tengah Jalan Bypass Ida Bagus Mantra-Ketewel. Jalan ini menghubungkan Denpasar dan Kabupaten Karangasem, berada di sisi

terkesan berantakan. Kini, kondisi itu tidak terlihat lagi. Jalan masuk dibuat lebar. Tempat parkir juga nyaman. Saat masuk, Anda dapat melihat jejeran warung yang sangat rapi yang menjual macam-macam kreasi menu laut ala Pantai Lebih. Ciri khas kuliner lokal serba ikan, seperti sate laut, sate lilit, bakso ikan, pepes, timur Bali. ditambah sayur urap, dan yang palCiri khas Pantai Lebih, adanya ing enak kerupuk kulit ikan. Rasanya warung-warung makanan yang men- gurih dan enak sekali. Sangat cocok jual aneka menu hidangan laut. Ikan menjadi teman makan nasi. Yang spetenggiri, ikan tuna, hingga ikan marlin, sial, nasinya terbuat dari campuran diolah menjadi menu makanan yang beras dan ketela rambat atau biasa enak. dikenal dengan nasi sela. Dulunya, warung-warung ini Tempat ini sangat ramai setiap hari. Pantai Lebih tidak hanya dilirik para wisatawan asing yang suka melakukan surfing, namun juga wisatawan lokal mulai mengandrungi tempat ini. Terutama, kuliner Pantai Lebih yang menyajikan sensasi baru bagi penghobi kuliner tradisional Bali. Seperti yang diungkapkan, salah seorang pengunjung asal Jakarta, Dinar. Ia yang sedang liburan bersama keluarganya, mengaku sangat menikmati kuliner ala Pantai Lebih. “Saya suka nasi campur ketela itu. Rasanya agak manis. Cocok ditambah bakso ikan yang pedas,” ujarnya. Menurut temannya, Siska, kerupuk ikan ala Pantai Lebih agak unik. Ia mengatakan belum pernah makan nasi dengan kerupuk ikan laut. Menu-

Bakso Ikan rutnya, kerupuk ikan cocok juga dijadikan oleh-oleh khas Bali. “Rasanya gurih dan enak,” kata mahasiswi salah satu PTS di Jakarta ini. Sensasi kuliner Pantai Lebih juga menarik perhatian keluarga Made

yang pulang sembahyang dari Karangasem. “Kembali ke rumah Denpasar, makannya mampir di Pantai Lebih. Sejak tertata rapi, kami lebih nyaman menikmati kuliner di sini,” kata pegawai travel ini. –Wirati Astiti

Nasi Bakar Ayam

Lumpia Isi Ayam Sarwan Sambal terasi cabai hijau

Sambal pangi

Aneka sambal ICA Bali

Sambal mekeber

Sambal mangga

Sambal terong goreng

Sambal jagung

13

Bahan Kulit: 200 gr : tepung terigu 2 butir : teur ayam 1 sdt : garam 250 ml : susu cair 200 ml : air Cara Membuat Kulit : − Campur semua bahan jadi satu sampai jadi adonan, lalu siapkan panci teflon ukuran 20 cm anti lengket. − Buatlah dadar bulat sampai bahan habis, sisihkan.

Sup Ceker Bahan: 500 gr : ceker ayam yang sudah dibersihkan 1 buah : wortel, iris bulat 1 liter : air 1 sdt : lada bubuk 2 buah : meggi lezat 1 sdm : bawang putih goring 1 sdm : margarine Bumbu yang Dihaluskan : 3 siung : bawang putih

isian : : ayam giling : santan kental : bawang putih, cincang halus : lada bubuk : saus tiram : tepung terigu larutkan de­ ngan air sedikit buat lem Gula, garam, kaldu bubuk, secukupnya Bahan 40 gr 50 ml 3 siung 1 sdt 1 sdm 2 sdm

Cara Membuat Isian : - Panaskan minyak, lalu masukkan cincangan bawang putih, tumis hingga harum. Masukkan gilingan ayam dan santan, aduk5 buah : bawang merah seledri secukupnya Garam, gula, secukupnya Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan ceker dan air ke panci sayur, rebus ceker bersama bumbu halus sampai matang dan empuk. - Masukkan irisan wortel, seledri dan bumbu lainnya, masak sampai mendidih dan bumbu

aduk hingga ayam matang, - Masukkan lada dan bumbubumbu lain (kecuali rendaman tepung terigu). Aduk-aduk hinga bumbu meresap dan bahanbahan isian matang, tiriskan. - Siapkan kulit lumpia, letakkan sesendok isian, lalu lipat, rapikan retakkan kedua sisinya dan olesi dengan larutan tepung terigu, lakukan hingga bahan habis. Sisihkan. - Panaskan minyak, goreng lum­­ pia sampai matang dan ke­ cokelat­an, tiriskan. - Siap untuk disajikan dengan cabe rawit atau saus sambal. meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan : 3 siung : bawang putih, cincang 1sdm : minyak wijen 250 gr : beras 500 ml : air kaldu ¼ sdt : lada Garam secukupnya Daun pisang secukupnya Bahan Isian : 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 cm : jahe, parut 20 gr : fille ayam, potong dadu 200 gr : jamur kancing, potong dadu 50 ml : air 2 sdm : kecap manis 1sdm : kecap tiram 1/4 sdt : lada bubuk 1 sdm : minyak wijen Gula garam secukupnya Cara Membuat : - Tumis bawang putih dengan minyak wijen hinga harum. - Masukkan beras dan air

- - -

- -

- -

-

kaldu,garam dan merica. Masak hingga air habis. Angkat dan kukus selama 20 menit hingga matang dan sisihkan. Untuk isian, tumis bawang putih dan jahe dengan minyak wijen hingga harum. Masukkan ayam, masak hingga berubah warna. Masukkan bahan-bahan lainnya, masak hingga air habis dan angkat. Bagi nasi menjadi 4 bagian. lalu letak kan 1bagian nasi di atas daun pisang. Letakkan bahan isian di tengah nasi, lalu gulung dan padatkan seperti membuat lontong Lakukan yang sama sampai bahan habis. Siapkan grill pen anti lengket, lalu bakar nasi sambik terus dioleskan dengan minyak hingga beraroma dan bolakbalik hingga matang. Siap untuk disajikan.


Kuliner Nikmatnya Kuliner Pantai Lebih

22 - 28 desember 2014

12

Sajian Sambal Pedas Puri Kerajaan di Bali

Makan tak Lengkap tanpa Sambal Ada yang menarik dalam ajang Chili Festival ke-5 yang digelar Bali Safari & Marine Park, Jumat (19/12). Para keluarga kerajaan turun berpartisipasi dalam ajang pameran aneka sambal kali ini. Mulai dari Puri Agung Karangasem, Puri Agung Klungkung, Puri Agung Tabanan, Puri Agung Kerambitan, Puri Agung Gianyar dan Puri Agung Kaba-kaba.

M

Made Sulastra

ereka menampilkan aneka sambal tradisional bersamaan de­ ngan perwujudan sambal mo­ dern yang tak kalah pedas yang disajikan juru masak profesional. Indonesian Chef Association (ICA)

Bali turut berpartisipasi dalam ajang pameran aneka sambal ini. “Sambal merupakan tradisi kerajaan Karangasem. Setiap hidangan dalam berbagai kesempatan selalu dilengkapi sambal yang bervariasi. Sambal-sambal ini diwariskan secara turun-temurun dari gene­

rasi ke generasi. Kami sebagai generasi penerus berkewajiban melestarikan tradisi ini, dimana sambal merupakan bagian penting dari untuk keluarga kami,” ujar AA Made Dewandra Djelantik, pelopor Chili Festival yang merupakan cucu buyut raja terakhir Karangasem. Puri Agung Karangasem diwakili Ratu Mas. Ia menyajikan sambal favorit keluarga kerajaan. Menurut Ratu Mas, me­reka memiliki 60 sambal spesial. Namun, dalam ajang festival kali ini, mereka hanya menyajikan 12 sambal. Yang paling unik adalah sambal terasi cabai hijau dan sambal lendok. Bahan utama, sambal terasi cabai hijau terbuat dari cabai rawit hijau yang pedas. Yang unik, ada tambahan santan di dalamnya. Santan inilah yang membuat rasa sambal menjadi lebih gurih. Sambal ini malah se­ ring dibawa sebagai bekal ke

22 - 28 desember 2014

Bali memiliki segudang pantai. Namun, turis umumnya masih memadati pantai-pantai bagian selatan. Padahal ada banyak pantai, salah satunya adalah Pantai Lebih yang memiliki panjang hingga 1,8 kilometer.

Ratu Mas

Tjok Adnyani

luar negeri bagi anggota keluarga kerajaan. Sementara, Puri Agung Klungkung menyajikan sambal belim­bing, sambal mangga, sambal sere lemo, sambal jagung, sambal kecicang, sambal embe, sambal tomat, sambal kacang, sambal basa genap, sambal te­ rong mentah dan goreng, dan sambal pangi. Ada dua stan dari Puri Klungkung, salah satu stan diisi Runner Up I Ibu Teladan Bali 2008, Tjok Adnyani. Dalam festival kali ini, ia menjagokan sambal pangi buatannya. Sambal ini memang agak spesial. Tjok Adnyani punya cerita tentang leluhurnya. Sambal ini sangat disukai Raja Klungkung terakhir. Dikisahkannya, sang raja suka adu ayam. Pulangnya selalu membawa ayam pecundang. Saat pulang, ia meminta sang nenek Jero Jempi­ ring untuk membuatkan sambal pangi. Resep andalan ini kini dipelajari Tjok Adnyani. Lain lagi, sambal ala Puri Agung Kerambitan. Menurut

Sagung Putri Wiratni, ada sambal mekeber yang menjadi andalannya, terbuat dari kelapa parut yang disangrai. Sambal ini biasanya ditaburi di atas bubur untuk sarapan pagi yang menjadi makanan khas mereka. Selain sajian sambal dari Puri Kerajaan di Bali, ICA Bali juga menampilkan 21 sambal. Yang paling unik sambal nyuh yang enak dimakan bersama ketupat. Menurut Made Sulastra, salah seorang chef dari Bali Safari Marine Park, makanan Bali memiliki satu sambal dasar yakni sambal matah. Dari sambal dasar ini, mulai dikreasikan menjadi aneka sambal. Sambal ini bisa dicampur dengan terong menjadi sambal terong, dicampur dengan teri menjadi sambal teri, dicampur kecicang menjadi sambal kecicang. Sambal ini juga bisa dimakan tanpa lauk-pauk. “Walau tak ada lauk, makan nasi dengan sambal saja sudah enak. Makan tak lengkap tanpa sambal,” ujarnya. –Wirati Astiti

P

antai Lebih cocok menjadi tempat peristirahatan karena aksesnya yang berada di tengah-tengah Jalan Bypass Ida Bagus Mantra-Ketewel. Jalan ini menghubungkan Denpasar dan Kabupaten Karangasem, berada di sisi

terkesan berantakan. Kini, kondisi itu tidak terlihat lagi. Jalan masuk dibuat lebar. Tempat parkir juga nyaman. Saat masuk, Anda dapat melihat jejeran warung yang sangat rapi yang menjual macam-macam kreasi menu laut ala Pantai Lebih. Ciri khas kuliner lokal serba ikan, seperti sate laut, sate lilit, bakso ikan, pepes, timur Bali. ditambah sayur urap, dan yang palCiri khas Pantai Lebih, adanya ing enak kerupuk kulit ikan. Rasanya warung-warung makanan yang men- gurih dan enak sekali. Sangat cocok jual aneka menu hidangan laut. Ikan menjadi teman makan nasi. Yang spetenggiri, ikan tuna, hingga ikan marlin, sial, nasinya terbuat dari campuran diolah menjadi menu makanan yang beras dan ketela rambat atau biasa enak. dikenal dengan nasi sela. Dulunya, warung-warung ini Tempat ini sangat ramai setiap hari. Pantai Lebih tidak hanya dilirik para wisatawan asing yang suka melakukan surfing, namun juga wisatawan lokal mulai mengandrungi tempat ini. Terutama, kuliner Pantai Lebih yang menyajikan sensasi baru bagi penghobi kuliner tradisional Bali. Seperti yang diungkapkan, salah seorang pengunjung asal Jakarta, Dinar. Ia yang sedang liburan bersama keluarganya, mengaku sangat menikmati kuliner ala Pantai Lebih. “Saya suka nasi campur ketela itu. Rasanya agak manis. Cocok ditambah bakso ikan yang pedas,” ujarnya. Menurut temannya, Siska, kerupuk ikan ala Pantai Lebih agak unik. Ia mengatakan belum pernah makan nasi dengan kerupuk ikan laut. Menu-

Bakso Ikan rutnya, kerupuk ikan cocok juga dijadikan oleh-oleh khas Bali. “Rasanya gurih dan enak,” kata mahasiswi salah satu PTS di Jakarta ini. Sensasi kuliner Pantai Lebih juga menarik perhatian keluarga Made

yang pulang sembahyang dari Karangasem. “Kembali ke rumah Denpasar, makannya mampir di Pantai Lebih. Sejak tertata rapi, kami lebih nyaman menikmati kuliner di sini,” kata pegawai travel ini. –Wirati Astiti

Nasi Bakar Ayam

Lumpia Isi Ayam Sarwan Sambal terasi cabai hijau

Sambal pangi

Aneka sambal ICA Bali

Sambal mekeber

Sambal mangga

Sambal terong goreng

Sambal jagung

13

Bahan Kulit: 200 gr : tepung terigu 2 butir : teur ayam 1 sdt : garam 250 ml : susu cair 200 ml : air Cara Membuat Kulit : − Campur semua bahan jadi satu sampai jadi adonan, lalu siapkan panci teflon ukuran 20 cm anti lengket. − Buatlah dadar bulat sampai bahan habis, sisihkan.

Sup Ceker Bahan: 500 gr : ceker ayam yang sudah dibersihkan 1 buah : wortel, iris bulat 1 liter : air 1 sdt : lada bubuk 2 buah : meggi lezat 1 sdm : bawang putih goring 1 sdm : margarine Bumbu yang Dihaluskan : 3 siung : bawang putih

isian : : ayam giling : santan kental : bawang putih, cincang halus : lada bubuk : saus tiram : tepung terigu larutkan de­ ngan air sedikit buat lem Gula, garam, kaldu bubuk, secukupnya Bahan 40 gr 50 ml 3 siung 1 sdt 1 sdm 2 sdm

Cara Membuat Isian : - Panaskan minyak, lalu masukkan cincangan bawang putih, tumis hingga harum. Masukkan gilingan ayam dan santan, aduk5 buah : bawang merah seledri secukupnya Garam, gula, secukupnya Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan ceker dan air ke panci sayur, rebus ceker bersama bumbu halus sampai matang dan empuk. - Masukkan irisan wortel, seledri dan bumbu lainnya, masak sampai mendidih dan bumbu

aduk hingga ayam matang, - Masukkan lada dan bumbubumbu lain (kecuali rendaman tepung terigu). Aduk-aduk hinga bumbu meresap dan bahanbahan isian matang, tiriskan. - Siapkan kulit lumpia, letakkan sesendok isian, lalu lipat, rapikan retakkan kedua sisinya dan olesi dengan larutan tepung terigu, lakukan hingga bahan habis. Sisihkan. - Panaskan minyak, goreng lum­­ pia sampai matang dan ke­ cokelat­an, tiriskan. - Siap untuk disajikan dengan cabe rawit atau saus sambal. meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan : 3 siung : bawang putih, cincang 1sdm : minyak wijen 250 gr : beras 500 ml : air kaldu ¼ sdt : lada Garam secukupnya Daun pisang secukupnya Bahan Isian : 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 cm : jahe, parut 20 gr : fille ayam, potong dadu 200 gr : jamur kancing, potong dadu 50 ml : air 2 sdm : kecap manis 1sdm : kecap tiram 1/4 sdt : lada bubuk 1 sdm : minyak wijen Gula garam secukupnya Cara Membuat : - Tumis bawang putih dengan minyak wijen hinga harum. - Masukkan beras dan air

- - -

- -

- -

-

kaldu,garam dan merica. Masak hingga air habis. Angkat dan kukus selama 20 menit hingga matang dan sisihkan. Untuk isian, tumis bawang putih dan jahe dengan minyak wijen hingga harum. Masukkan ayam, masak hingga berubah warna. Masukkan bahan-bahan lainnya, masak hingga air habis dan angkat. Bagi nasi menjadi 4 bagian. lalu letak kan 1bagian nasi di atas daun pisang. Letakkan bahan isian di tengah nasi, lalu gulung dan padatkan seperti membuat lontong Lakukan yang sama sampai bahan habis. Siapkan grill pen anti lengket, lalu bakar nasi sambik terus dioleskan dengan minyak hingga beraroma dan bolakbalik hingga matang. Siap untuk disajikan.


14

Jelita

22 - 28 Desember 2014

Jaga Kecantikan Kulit di Musim Hujan Musim hujan sudah tiba, berbagai penyakit bisa datang akibat perubahan cuaca. Musim hujan mudah membuat seseorang terserang flu dan pilek. Bukan hanya tubuh yang perlu perhatian, kulit pun perlu perawatan karena harus menyesuaikan dengan pergantian musim.

K

arena itu, kita harus memastikan kalau kulit tetap terjaga kesehatannya di musim penghujan ini. Agar tidak timbul dampak buruk dikemudian hari, kulit apalagi yang mulai kering, harus segera dirawat. Begitu disampikan Nyoman Suaptiari, ditemui di Pusat Perawatan Kecantikan dan Spa Tiari, di kawasan Jalan Kejanti , Denpasar. Cuaca saat ini lebih banyak dingin karena musim hujan dan angin kencang. Ini,kata Suaptiari mudah menjadikan kulit kering. Apalagi kulit tidak dirawat dengan benar maka dipastikan menjadi kering. Udara dingin mudah mengurangi kelembaban kulit dan membuat kulit menjadi lebih kering. Biasanya hal ini ditandai dengan kulit mulai terlihat kusam, kasar, dan terkadang ada yang sampai mengalami pengelupasan kulit. Tetap segar di musim hujan, katanya bukan hanya sekadar menggunakan pakaian dan riasan yang pas, tapi wajib menjaga kelembaban kulit. Semakin dingin cuaca, biasanya semakin besar risiko menjadi kering. Kulit kering selain

mengganggu penampilan juga akan menjadikannya berisiko gatal dan iritasi. Moisturizer atau lotion pelembab menjadi halyang wajib dimiliki saat musim hujan. Bukan hanya untuk kulit wajah, tapi pastikan seluruh kulit terlindungi pelembab. “Apalagi buat orang yang aktif di luar ruangan. Meski musim hujan sekalipun. Sebab, pelembab akan membuat kadar air dalam kulit tetap terjaga dan kulit pun tetap sehat. Pastikan kita menggunakan pelembab ini sehabis mandi,” kata Suaptiari. Lebih lanjut ditekankannya, yang utama adalah selalu mengaplikasikan lotion pelembab kulit, apalagi memang memiliki jenis kulit kering. “Gunakan atau aplikasikan pelembab pada wajah dan seluruh tubuh baik yang tersembunyi sekalipun,seperti punggung dan paha, secara merata,” ujarnya sambil mengatakan untuk menghindari produk pembersih kulit atau kosmetik kulit yang bersifat keras seperti sabun, penyegar yang umumnya beralkohol, terutama untuk jenis kulit kering. Selain itu, ia juga mengatakan pada cuaca berawan, mendung serta dan hujan

Nyoman Suaptiari

pun bukan berarti kita tidak terkena rsinar. Karenanya, jangan mengabaikan akibat sinar ultraviolet dan tabir surya juga tetap harus dioleskan. “Sedangkan jika berdandan, memakai foundation atau alas bedak tidak perlu tebal-tebal. Ini agar pori-pori lebih bisa bernapas. Semakin tertutup nanti semakin sulit beradaptasi dengan suhu sekitar,”terangnya. Ketika udara sedang dingin, bibir pun mudah mengalami kekeringan dan pecahpecah. Me­ ngoleskan lip balm merupakan salah satu

cara untuk mengatasinya. Pilihan lainnya yang sering dilakukan secara alami adalah mengoleskan madu. “Berikutnya kita harus menghindari pembersih kulit berbasis alkohol karena pembersih tersebut akan mengganggu dan mengeringkan kulit. Gunakan pembersih secara teratur untuk menyingkirkan kelebihan minyak, kotoran dan debu, dan tentu saja untuk menjaga kulit bebas dari infeksi bakteri,”katanya. Suaptiari juga menyampaikan untuk tidak lupa cukup mengonsumsi air putih demi membantu menjaga kelembaban kulit. “Minum air memang sangat baik membantu untuk melembabkan tubuh dari dalam. Selain dapat menjaga kadar air dalam kulit, air juga bermanfaat untuk menghidrasi seluruh tubuh. Akan lebih baik jika disertai asupan buah dan sayuran hijau untuk pemenuhan ke­butuhan vitamin, disamping tidurlah secara cukup,”papar Suaptiari yang juga seorang perawat di RSAD ini. Apa yang kita makan di musim hujan seperti ini memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Pastikan, katanya kita cukup mengonsumsi vitamin A yang dapat ditemukan diantaranya di wortel dan sayur bayam. Selain itu, pastikan kita juga mengonsumsi lemak baik dalam takaran pas yang bisa didapat melalui minyak kelapa, alpukat, salmon dan olive oil. Juga jangan lupa mengonsumsi makanan yang mengandung zinc agar kulit selalu terlihat bersih, sepertipada labu dan daging sapi. Selama berada di musim penghujan, lanjutnya sebaiknya kita melupakan untuk makan , gorengan, roti, kentang, kacang-kacangan, kedelai, dan makanan ringan yang manis. Karena dapat menjadikan kulit kering dan kasar.

– Sri Ardhini

Mitos

22 - 28 Desember 2014

11

Beragam Mitos Darah

B

erbagai mitos tentang darah, mulai dari mens (haid) yang dianggap sebagai darah kotor, darah ular yang konon bisa menyembuhkan asma, golongan darah B kotor, sampai dengan donor trombosit yang katanya harus berupa darah segar, diluruskan dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K). Berikut penjelasan dr. Kadek, staf dokter di Bagian Patologi Klinik FK Unud/RSUP Sanglah . Mitos: Mens, adalah darah kotor Fakta : Menstruasi adalah siklus bulanan yang dialami secara fisiologis oleh setiap wanita usia reproduktif. Darah menstruasi memiliki komposisi yang hampir sama dengan darah yang beredar dalam tubuh, hanya saja darah menstrusi mengandung bekas jaringan rahim yang diluruhkan dan unsur-unsur dari saluran reproduksi yang dikeluarkan melalui vagina. Jadi, anggapan bahwa darah menstruasi sebagai darah kotor adalah salah. Mitos: Minum darah ular bisa membebaskan penderita asma dari gangguan sesak napas Fakta : Penyakit asma umumnya terjadi akibat reaksi alergi berlebihan terhadap beberapa alergen sehingga menyebabkan saluran nafas menyempit (bronkokontriksi). Menyempitnya saluran nafas akan menyebabkan penderita mengalami sesak dan terdengar bunyi khas wheezing pada paru-paru. Beberapa alergen yang sering menyebabkan asma antara lain temperatur udara yang ekstrem, bulu kucing, asap rokok, serbuk bunga, debu dan sebagianya. Darah/daging ular, daging kelelawar, dan beberapa komponen dari hewan berdarah panas lainnya oleh masyarakat diyakini bisa mengobati penyakit asma. Mitos tersebut sampai saat ini belum terbukti secara medis. Mungkin masyarakat berasumsi bahwa makanan tersebut bisa menghangatkan suhu tubuh sehingga asma yang tercetus oleh paparan

suhu yang terlalu dingin bisa disembuhkan. Mitos: Lawar merah yang dicampur darah mentah, bisa sebabkan kena cacing pita Fakta: Betul, babi merupakan salah satu hewan yang bisa menularkan cacing pita pada manusia. Penularan dapat terjadi apabila seseorang mengonsumsi daging babi/darah babi yang tidak dimasak sampai benar-benar matang. Mitos: Golongan darah B, kotor. Karena itu orang yang memiliki golongan darah ini mudah kena gatal-gatal. Fakta : Sebenarnya tidak ada istilah golongan darah tertentu adalah darah kotor. Golongan darah dibagi berdasarkan jenis antigen yang terkandung pada permukaan sel darah, sehingga kita mengenal golongan darah A, B, AB dan O. Darah kotor dapat disebabkan oleh racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang mengandung pestisida, penyedap, pengawet, pewarna ataupun masuk melalui jalan napas, seperti asap rokok dan polusi udara. Semakin banyak dan semakin lama zat berbahaya ada dalam tubuh, maka semakin mengancam kesehatan kita. Gejala penyakit yang muncul akibat darah kotor sangat bervariasi seperti gatal-gatal, jerawat, peradangan pada kulit, nyeri dada, gangguan pernapasan dan lain-lain. Mitos : Hemoglobin identik dengan tekanan darah Fakta: Hemoglobin dan tekanan darah

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Senggama Terputus “Dok, suami saya saat berhubungan seksual biasanya mengeluarkan air mani di luar untuk mencegah kehamilan, karena kami memang belum merencanakan memiliki anak lagi. Tetapi kemarin itu tanpa sepengetahuan saya, ada sedikit yg terdorong ke dalam. Apakah saya bisa hamil jika ada sedikit air mani di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong dijelaskan, Dok.” (Sri ,27 thn) Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada air mani atau sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Hubungan seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus

interruptus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalannya cukup sering terjadi mengingat banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa mengontrol

dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K)

(tensi) adalah dua hal yang berbeda dan tidak berhubungan secara langsung. Hemoglobin adalah komponen yang terkandung dalam sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Bila seseorang mengalami kurang darah (anemia atau kadar hemoglobin rendah), maka oksigen yang masuk ke jaringan tubuh akan berkurang sehingga muncul keluhan lemah, letih, lesu, sesak dan sebagainya. Tekanan darah adalah tekanan yang dialami darah pada pembuluh darah ketika darah dipompa oleh jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh. Apabila tekanan darahnya rendah disebut dengan hipotensi, dan apabila tekanan darahnya tinggi disebut hipertensi. Alat untuk mengukur tekanan darah juga berbeda dengan alat untuk mengukur kadar hemoglobin. Pada tekanan darah digunakan tensimeter,

ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma yang sudah diejakulasikan di luar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya. Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali terdorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak wanita juga sedang dalam masa subur.

sedangkan pada hemoglobin digunakan hemoglobinometer. Mitos : Setelah tranfusi darah, trombosit masih rendah, berarti kanker darah Fakta: Komponen darah untuk transfusi ada beberapa jenis, antara lain: komponen sel darah merah/Packed red cells (PRC), Thrombocyte concentrate (TC), Fresh Frozen Plasma (FFP), Cryoprecipitate, dan komponen lain yang lebih jarang digunakan. Masih rendahnya jumlah trombosit setelah dilakukan transfusi trombosit tidak selalu berarti kanker darah. Respons transfusi trombosit ditentukan oleh banyak faktor seperti dosis pemberian, luas permukaan tubuh, frekuensi transfusi, kondisi klinis pasien, ada tidaknya penyakit penyerta dan sebagainya. Pada kasuskasus kanker darah (leukemia) memang cukup sering dijumpai respons transfusi trombosit yang kurang bagus. Di samping, oleh peningkatan proses destruksi karena adanya pembesaran organ hati dan limfa yang juga sering disebabkan karena pasien terlalu sering menerima transfusi dari berbagai jenis donor. Sehingga, muncul alloimunisasi dan berlanjut menjadi platelet refractory (peningkatan jumlah trombosit setelah transfusi tidak sesuai dengan yang diharapkan). Selain kasus leukemia banyak penyakit lain yang juga mengalami platelet refractory. Mitos : Donor trombosit (keping darah) harus berupa darah segar/baru Fakta: Komponen trombosit biasanya disiapkan dalam waktu maksimal 6 jam setelah darah utuh (whole blood) dikeluarkan dari tubuh donor. Setelah menjadi komponen, trombosit dapat disimpan pada sebuah alat yang disebut platelet agitator plus incubator (trombosit disimpan dalam keadaan teragitasi/bergoyang pada suhu 20-24 oC). Pada kondisi tersebut trombosit bisa disimpan selama 5 hari. Mungkin karena proses pemisahannya harus dalam waktu maksimal 6 jam pascadonor atau karena masa simpannya paling pendek dibandingkan komponen darah yang lain, maka masyarakat sering beranggapan bahwa trombosit tersebut adalah darah segar. –Inten Indrawati

Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamilan. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menghindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus yang disebutkan menjamin 100% hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan adalah sebuah informasi yang keliru. Karena sekali lagi, kegagalannya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain

seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamil­ an. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih banyak beredar dan dipercaya. Pengaruhnya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang butuh atau sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.


Bugar

10

22 - 28 desember 2014

Kejang Demam dan Penanganan Awal Orangtua di Rumah Oleh:

dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA

-

Penulis adalah Staf Divisi Tumbuh Kembang Anak Siloam Hospitals Bali Kejang Demam (atau se­ring diistilahkan dengan Step) meru­ pakan salah satu masalah kes­ ehatan pada anak yang sangat sering menjadi alasan orang tua datang ke unit pelayanan kes­ ehatan. Kejang Demam se­ring dianggap sebagai fenomena gawat darurat yang menakutkan dan membuat panik. Tampilan klinik kejang yaitu mata mendelik, ba­ dan kaku, dan lidah tergigit sudah pasti membuat suasana gawat darurat. Dua hal yang menjadi prin­ sip utama dalam penanganan kejang demam adalah meng­ hentikan kejang secepat mung­ kin jika sudah sampai pada fase kejang, dan menurunkan de­ mam secepat mungkin. Terkait dengan tujuan dan prinsip tersebut maka direkomendasi­ kan beberapa langkah awal yang bisa dilakukan oleh para orang tua secara mandiri di rumah. Langkah awal ini meliputi pe­ nanganan demam untuk mence­ gah terjadinya fase kejang dan penanganan awal serangan kejang pada anak. Berikut sedikit uraian yang sering menjadi pertanyaan dari para orang tua tentang kejang demam

Apakah sebenarnya kejang demam itu? Secara garis besar batasan dari kejang demam adalah bang­ kitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih yang disebab­ kan suatu proses di luar otak. Kejang demam paling banyak terjadi pada rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas kejang demam : Kejang yang didahului demam, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali.

Mengapa Demam bisa menyebabkan Kejang? Belum ada pemahaman se­ cara pasti mengapa demam bisa menyebabkan kejang pada satu anak dan bisa juga tidak pada anak yang lain. Ada dugaan pe­ ranan faktor genetik dalam hal ini. Beberapa Ahli mendapatkan keterkaitan factor genetik dan resiko kejang demam. Adanya riwayat kejang pada keluarga meningkatkan resiko 7,5 %, se­ dangkan adanya riwayat kejang demam pada salah satu orang tua akan meningkatkan resiko sebesar 5%, sementara riwayat kejang demam pada salah satu saudara kandung maka resiko meningkat 2 – 3 kali. Apa yang terjadi bila anak kejang? Tampilan klinis anak de­ngan kejang demam sebagian besar adalah kejang umum (kejang selu­ ruh tubuh). Bentuk kejang umum yang sering adalah mata mendelik atau terkadang ­berkedip-kedip, kedua tangan dan kaki kaku, kadang disertai gerakan ritmik menyentak (kelojotan), dan saat kejang anak tidak memberi res­ pon apabila dipanggil atau di­ perintah. Setelah kejang anak sadar kembali. Umumnya kejang demam akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Obat obatan apa yang perlu dipersiapkan di rumah untuk antisipasi serangan kejang demam ? Pada saat ini telah dikem­ bangkan sediaan obat yang pem­ beriannya bisa dilakukan secara mandiri oleh para orang tua di rumah untuk penanganan serang­ an kejang demam lebih dini. Saat ini seorang dokter biasanya akan

-

dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA

membekali orangtua dengan obat demam dan obat kejang yang keduanya bisa diberikan melalui dubur. Pemberian lewat obat dari dubur ini sangat direkomen­ dasikan karena kerjanya cepat untuk menurunkan demam dan menghentikan kejang, disamping itu tidak mungkin memberikan obat minum pada anak pada saat serangan kejang.

Pada suhu tubuh berapa yang perlu diwaspadai akan terjadi serangan kejang ? Setiap anak juga memiliki suhu ambang untuk terjadinya kejang yang berbeda. Ada anak yang sudah mengalami serangan kejang pada suhu tubuh 38ºC, ada juga yang baru mengalami kejang pada suhu 40ºC. Beberapa penelitian tentang kisaran suhu tubuh dimana serangan kejang perlu diwaspadai mendapatkan bahwa serangan kejang terjadi 75% pada anak dengan suhu tu­ buh lebih dari atau sama dengan 39ºC dan 25% pada suhu tubuh lebih dari 40ºC Apa yang harus dilakukan orang tua pada saat anak kejang? Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal-hal berikut: - Letakkan anak pada alas yang datar dan tempat yang aman

-

- -

-

serta jauh dari benda-benda berbahaya. Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minum­ an, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhin­ dar dari bahaya tersedak. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Terka­ dang orang tua secara spontan memasukkan sendok atau jarinya kedalam mulut anak dengan tujuan mencegah lidah tergigit. Hal ini tidak dianjur­ kan karena bisa menyebabkan gigi patah dan melukai tangan orang tua sendiri. Jangan berusaha memberi minum anak yang sedang ke­ jang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas, dan masuknya cairan ke dalam paru (tersedak) Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar le­her, untuk menghindari terjadinya jeratan kerah baju pada saat kejang. Jangan menahan gerakan anak atau mencoba menghentikan kejang secara paksa dengan menahan alat geraknya, ka­ rena dapat menyebabkan pa­ tah tulang. Ukur suhu tubuh, observasi dan catat lamanya kejang ber­ langsung serta bentuk ke­jang yang terjadi.

Bagaimana cara mencegah kejang demam? Satu hal prinsip dalam pence­ gahan terjadinya kejang demam adalah menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini da­ pat dilakukan dengan memberi­ kan obat penurun panas, misal­ nya parasetamol atau ibuprofen. Disamping itu pemberian kom­ pres air hangat (bukan di­ngin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu. Sangat dianjurkan untuk orang tua memiliki alat pengukur suhu tubuh (thermometer) di rumah dan melakukan pengukuran suhu anak saat sedang demam. Peng­ ukuran suhu tubuh penting untuk menentukan apakah anak me­

mang benar mengalami demam dan memperkirakan ambang suhu tubuh berapa akan timbul serangan kejang demam. Apakah kejang demam membuat anak menjadi bodoh atau menderita epilepsi di kemudian hari? Tidak pernah ada laporan Kejadian kecacatan saraf seba­ gai penyulit dari kejang demam. Perkembangan fungus saraf, mental dan dan kecerdasan pada umumnya tetap. Beberapa penelitian hanya melaporkan adanya kelainan saraf pada se­ bagian kecil kasus, dan biasanya terjadi pada kasus dengan kejang lama dan berulang. Biasanya ke­ jang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun. Sebagian besar anak yang pernah mengalami ke­ jang demam akan tumbuh dan berkembang secara normal tanpa adanya kelainan. Hal apa yang perlu diwaspadai Satu hal penting yang perlu diwaspadai pada anak dengan ri­ wayat adalah kejang berulang. Be­ berapa Faktor risiko berulangnya kejang demam yaitu : 1) adanya riwayat kejang demam dalam keluarga; 2) Usia kurang dari 12 bulan pada saat serangan kejang demam yang pertama; 3. Suhu tu­ buh yang tidak terlalu tinggi pada saat serangan kejang (ambang ke­ jang rendah) ; 4) Cepatnya onset kejang setelah demam. Beberapa hal lain yang perlu diwaspadai yaitu terjadinya ke­ jang disertai demam di luar ren­ tang usia 6 bulan sampai 5 tahun ada kemungkinan penyebab lain dari kejang seperti epilepsi atau radang otak. Jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dan komunikasi dengan baik maka perlu dilakukan pemeriksaan pe­ nunjang untuk mencari penyebab kejang lain terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis).

22 - 28 desember 2014

Style

Gaya Busana

Arisan S

esekali arisan dengan dresscode endek menarik kali ya? Seperti yang terjadi pada “Kelompok Arisan 45” ini. Mereka tampil ber-endek ria. Dari yang mengenakan endek motif tradisional hingga yang modern, termasuk tenun ikat polos yang terkesan unik. Bicara soal fashion , peserta arisan 45 ini yang dikomandani oleh Ibu IGA Sartining Ngurah ini, tampil dengan busana, gaya dan karakternya masing-masing. Apalagi kombinasi anggotanya

yang terdiri dari dua generasi, diantaranya ada yang menggantikan ibu atau ibu mertua mereka. Hal ini bukan hanya menjadikan suasana arisan semakin hangat juga keragaman pilihan busananya. Keseruan dua generasi ini pun tergambar dari pilihan busana mereka. Dari yang simpel elegan memakai dress sampai yang kasual sporti yang memadankan blus dengan celana panajang , semuanya trendi dan modis. Yuk, kita intip koleksi pribadi mereka di bawah ini. – Sri Ardhini

15


22 - 28 Desember 2014

16

Bagi pemilik Toyota di wilayah Badung Utara, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng Barat, eksistensi AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan sudah diakui. Kredibilitas AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan menjadi bukti terus tumbuhnya angka penjualan unit Toyota serta meningkatnya kepuasan pelanggan yang melakukan perawatan kendaraan.

K

epala Cabang AUTO2000 AbiantuwungTabanan Tresna Triyana Anom mengatakan semua ini bisa terwujud berkat kepercayaan pelanggan Toyota. “Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk melayani dalam pembelian maupun perawatan kendaraan Toyota, sehingga kami masih bisa terus eksis sampai saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Anom ini. Ia menambahkan pelanggan merupakan aset yang sangat berharga dari

sebuah perusahaan sehingga sudah sepantasnya selalu dilayani dengan pelayanan terbaik. AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan yang beralamat di Jl. Achmad Yani No. 99 Abiantuwung, Kediri, Tabanan Bali ini didukung dengan fasilitas lengkap serta modern, parkir yang luas, showroom yang

Program service berhadiah di AUTO2000 Abiantuwung Tabanan

Tambah Teman Tambah Pengalaman Dealer AUTO2000 Abiantuwung Tabanan

mewah, ruang tunggu yang nyaman dilengkapi Wifi, TV kabel, makan siang serta snack dan minuman ringan. Perawatan dan service kendaraan Toyota di AUTO2000 AbiantuwungTabanan ditangani mekanik dan master Toyota andal dengan menggunakan peralatan lengkap dan canggih standar Toyota. “Kami berharap AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan dapat menjadi dealer resmi Toyota terbaik di Tabanan khususnya dan di Bali pada umumnya sehingga AUTO2000 AbiantuwungTabanan dapat selalu memberikan pelayanan terbaik untuk kepuasan para pelanggan serta pencinta Toyota,” tegas pria asal Mengwi, Badung ini. Anom juga mengatakan upaya memberikan pengalaman terbaik saat pembelian maupun perawatan kendaraan Toyota hingga dapat melampaui harapan pelanggan adalah tujuan utama mereka. “Kami akan selalu berusaha untuk

menjadi solusi yang tepat untuk kemudahan kepemilikan kendaraan Toyota bagi pelanggan serta para pecinta Toyota. Yang jelas Urusan Toyota Jadi Mudah di AUTO2000 AbiantuwungTabanan,” ujarnya didampingi Fathur Rohman, Kepala Bengkel AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan. AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan yang merupakan salah satu dealer resmi Toyota di Pulau Dewata diresmikan oleh Prijanto Sugiarto (Presiden Direktur PT. Astra International Tbk) dan Johnny Darmawan (Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor) pada 3 April 2012. Hingga kini mereka sudah membuktikan eksistensinya dalam melayani pembelian kendaraan Toyota baru, perawatan kendaraan, dan pembelian spare part. Terbukti dengan loyalitas pelanggan yang datang kembali untuk mempercayakan segala sesuatu mengenai kendaraan Toyota kepada AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan. -wah

Pelayanan Terbaik untuk Pelanggan

Part Depo dan PDC Auto2000 Tabanan

Auto2000, main dealer mobil Toyota terbesar di Indonesia kembali meresmikan gudang suku cadang (depo) dan Pre Delivery Centre (PDC/ Stock Yard) di Kabupaten Tabanan, Bali, guna memberikan pelayanan terbaik dalam upaya menambah kecepatan service bagi konsumen. Depo dan Stock yard yang berlokasi di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk ini luas tanah total mencapai 17.992 meter persegi dengan kapasitas daya tampung 418 unit kendaraan dan akan mampu menampung hingga 2.027 unit spare part. Adapun total investasi yang dikucurkan untuk pembangunan depo ini mencapai Rp 70,2 miliar. Keberadaan depo ini akan mempercepat kebutuhan suku cadang 5 dealer dan 40 part shop yang tersebar di seluruh Bali dan Nusa Tenggara. Dalam sehari, depo ini melayani pengiriman sebanyak dua kali sehingga diyakini konsumen tidak harus menunggu satu hari untuk mendapatkan suku cadang.

Menurut Hendra Purnawan, Operation Manager Auto2000 Wilayah Jatim-Bali-Nusra, jika sebelumnya konsumen harus menunggu spare part dari Surabaya sekitar 1 hari, maka sekarang kebutuhan dapat dilayani lebih cepat.”Pelayanan kepada pelanggan di Bali akan lebih cepat dan itu sesuai de­ ngan upaya mewujudkan pelayanan terbaik kepada pelanggan melalui layanan service dan penyediaan suku cadang lebih cepat,” jelasnya saat peresmian di Tabanan, Bali, Jumat (19/12).Lokasi Depo di Tabanan sangat tepat karena berada di jalur yang menghubungkan ke berbagai wilayah Bali lainnya. Selain itu, lokasi ini berada dalam akses jalan raya yang menghubungkan Denpasar dengan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Untuk menyebarkan spare part dan kendaraan Toyota dari lokasi ini ke beberapa wilayah seperti Kabupaten Jembrana dan Gianyar lebih mudah dijangkau. Pertimbangan lainnya adalah karena tren pertumbuhan ekonomi

Bali cukup bagus dalam beberapa tahun terakhir jika dibandingkan dengan daerah lain. Dia optimistis keberadaan depo ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan penjualan di kisaran 15 %-20 % pada tahun depan. Kepala Cabang Auto2000 Tabanan Triyana Anom menyatakan, Depo Tabanan merupakan salah satu upaya memberikan layanan kepada konsumen akan kemudahan service dan lebih cepat. Dengan depo ini, Auto 2000 dapat mewujudkan layanan bagi pelanggan dan memenuhi kebutuhan pasar di Bali yang terus meningkat. Tercatat setiap bulan Auto 2000 mampu menjual sebanyak 450 unit kendaraan setiap bulannya. Dia berharap peningkatan layanan service dan kecepatan memenuhi permintaan spare part akan berimbas terhadap kenaikan penjualan kendaraan Toyota di Bali. “Harapan kami jelas, layanan ini dapat meningkatkan penjualan kendaraan dan juga spare part karena membeli mobil Toyota akan mendapatkan kemudahan layanan dan spare part,” tegasnya. Berdasarkan data Auto2000, penjualan retail Toyota di Bali sepanjang Januari hingga November 2014 sebanyak 4.653 unit. Jumlah itu meningkat signifikan atau naik 57% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2.967 unit. Wilayah Tabanan merupakan pemberi kontribusi terbesar ketiga terhadap penjualan Toyota di Bali. Sepanjang Januari-November 2014, penjualan Toyota di Tabanan sebanyak 904 unit. Posisi teratas masih dipegang Denpasar dengan penjualan 2.160 unit lalu kedua ditempati Sanur dengan penjualan 1.081 unit. Sedangkan satu wilayah lagi, Gianyar berada di urutan keempat dengan penjualan 508 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, Tabanan meraih penjualan 620 unit, Denpasar 1.525 unit, Sanur 784 unit, dan Gianyar yang merupakan cabang baru, menjual sebanyak 38 unit. –wah

9

Bali Yaris Community

AUTO2000 Abiantuwung-Tabanan

Solusi Tepat Pelanggan dan Pecinta Toyota

Dara

22 - 28 Desember 2014

Sesama pengguna dan pecinta Toyota Yaris yang ada di Denpasar sering berkumpul. Dari ajang kumpul ini muncul ide untuk membuat komunitas. Ide pun terealisasi 14 September 2014 dengan terbentuknya Bali Yaris Community (BYC).

“K

Tresna Triyana Anom

Mulai dari “Bawah” Menekuni dunia otomotif sudah menjadi jalan hidup Nyoman Gde Tresna Triyana Anom. Pria asal Mengwi, Badung ini mulai kariernya dari “bawah” sebagai sales Toyota. “Saya jualan truk Toyota Dyna sampai ke Songan, Kintamani sekitar tahun 1990-an. Saya kadang menginap di Songan untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Bahkan ada yang minta truk barunya harus sampai di rumah sebelum pukul 05.00. Saya pun akali dengan membawa truk sehari sebelumnya. Pukul 03.00 baru turun ke Songan. Ini perjuangan yang saya lalui. Dari sini, Toyota Dyna berhasil diterima para pemilik lahan galian di Songan,” kenang ayah tiga anak ini. Pria yang akrab disapa Anom ini mengaku kebanyakan rumah para pemilik lahan galian ini termasuk kurang layak. Ini membuat pihak leasing sulit untuk membeikan kredit. Namun, berkat pendekatan yang ia lakukan bersama Astra Credit Company, kredit bisa dicairkan. “Walaupun rumah mereka tidak layak tetapi mereka punya lahan galian yang luasnya bisa hektaran. Ini sumber penghasilan yang nyata,” tegas pria kelahiran 11 Juni 1971 ini. Ketekunan Anom menjadi sales berbuah manis. Dari “bawah” ia terus merangkak naik hingga menjadi Sales Supervisor di Auto2000 Denpasar kemudian pindah ke Surabaya dan sejak 2012 kembali ke Bali dan ditugaskan sebagai Kepala Cabang Auto2000 Tabanan. Kini tugas Anom bertambah untuk ikut menangani Part Depo dan Pre Delivery Service (PDC) Tabanan yang mengurusi distribusi kendaraan Toyota hingga ke NTB dan NTT. Kepada tim sales-nya di Auto2000 Tabanan, ia ingatkan untuk tetap bersemangat dalam mengejar target penjualan. “Sales harus tahan banting. Ditolak sekali jangan langsung menyerah. Usaha terus, nanti pasti dapat,” ujar suami Putu Suwintari ini. –wah

omunitas ini terbentuk sebagai bukti kecintaan kami terhadap Toyota Yaris. Kami ingin mewadahi para pecinta Yaris di Bali, bukan hanya di Denpasar saja. Karena itu namanya kami buat Bali Yaris Community,” ujar Ketua BYC AAG Ardantya Wisnu. Pria yang akrab disapa Wisnu ini mengatakan ia dan komunitas yang awalnya hanya terdiri dari 6 mobil ini sering kumpul tiap hari Minggu pukul 17.00 di depan kantor DPRD Bali. Dari promosi mulut ke mulut, komunitas ini berkembang menjadi 22 anggota. Kegiatan awal BYC adalah mengadakan bakti sosial di panti asuhan Kesayan Ikang Papa di Gianyar dilanjutkan dengan touring ke Kintamani. Hingga kini touring merupakan agenda rutin mereka. BYC tak hanya touring sendiri. Saat “Family Touring End of the Year 2014” yang dilaksanakan

Tokoh dan Bali TV, komunitas ini juga ikut bergabung. Eka Dharma, Sekretaris BYC menambahkan untuk pemilik Toyota Yaris yang mau bergabung menjadi anggota BYC cukup dengan mengikuti 2 kali pertemuan BYC atau ikut 1 kali touring BYC. “Mana saja boleh. Kalau sudah terdaftar, akan diberikan baju dan nomor anggota. Tiap bulan anggota dikenakan iuran Rp 30 ribu,” ujarnya. Untuk lebih mempublikasikan aktivitas komunitas ini, mereka menggunakan jejaring social seperti Facebook, Path, dan Instagram. Ternyata upaya ini cukup efektif untuk menambah anggota. Buktinya dari 6 bisa menjadi 22. “Ikut BYC ini bisa menambah teman, bisa nambah pengetahuan tentang otomotif, dan asyik,” kata Putri, salah seorang anggota BYC. Hal senada diungkapkan Dana dan Ipoet. “Latar belakang kami bedabeda. Namun, kalau sudah gabung di BYC ada rasa kebersamaan.

Bali Yaris Community touring ke Pelaga

Bali Yaris Community saat bakti sosial di Gianyar

Serasa punya keluarga baru karena teman nambah terus,” ujar Ipoet yang bekerja di bidang farmasi ini. Anggota BYC tak hanya yang sudah bekerja. Ada juga anggota yang berstatus mahasiswa. Salah satunya Dewa Satria. Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Udayana

ini termasuk anggota anyar dan sudah merasakan serunya bergabung dalam BYC. “Seru…bisa gabung dan ikut touring. Saya bisa nambah teman dan nambah pengalaman,” tandasnya. Wisnu menambahkan selama ini BYC dibantu Auto2000 jika

ada event. “Tidak bisa dimungkiri, komunitas kami membawa nama Toyota Yaris. Ini merupakan cara untuk memperkenalkan berbagai varian Yaris ke masyarakat,” ujar pria yang juga sales executive ­Auto2000 Denpasar ini. –Ngurah Budi


8

Momen

Bunda & Ananda Berkat Ibu, Aku Jadi Juara

Terindah bersama Ibu

Tanggal 22 Desember diperingati ­sebagai Hari Ibu. Momen ini bukanlah satunya-­satunya momen untuk menyatakan ­selamat kepada ibu. Tiap saat kita ­harus ­menghormati ibu karena ibulah yang ­melahirkan kita dan bersama ayah ­saling bantu ­untuk merawat kita. Berikut ini ­beberapa untaian kata tentang momen ­terindah anak-anak bersama ibu.

Seperti Sebuah Keajaiban Hari Kamis, 11 Desember 2014, aku berangkat kemah. Kemah itu diadakan sekolahku di Cau Tua, Tabanan. Cukup jauh dari rumahku. Di sana aku bergembira melakukan kegiatan-kegiatan bersama temantemanku. Tetapi, tetap saja aku rindu dengan ibuku. Aku berharap ibu bisa menjengukku sewaktu api unggun. “Audrey, semoga saja ibumu dan ibuku datang ya…,” kata Citra, sahabatku, yang berdiri di belakangku. Seperti sebuah keajaiban, tiba-tiba saja ibuku Christina Emi Aryati dan ibunya Citra muncul. Ya, mereka muncul untuk menjengukku dan Citra. Oh, senangnya. Aku langsung berlari dan memeluk ibuku. Setelah itu aku kembali mengantre untuk makan. Setelah selesai makan adalah acara api unggun. Masing-masing regu wajib pentas nyanyi, menari, drama, atau yang lainnya. Ternyata reguku yang duluan dipanggil untuk tampil. Kulihat, ternyata ibu dan

Audrey dan Anne bersama ibu

adikku duduk di sebuah panggung yang terletak di seberangku. Awalnya aku deg-degan, tetapi akhirnya aku bisa rileks. Akhirnya, pukul 21.30 ibuku harus pulang, karena adikku besok harus masuk. Tak lupa, sebelum pulang aku memeluk dan mencium ibuku. Itu adalah momen terindahku bersama ibuku yang tercinta. (Cicilia Carmelita Audrey W.)

Ibu Tahu Apa yang Kuinginkan

Dulu, aku diberi sebuah harmonika oleh kakekku. Sejak itulah, aku memiliki keinginan supaya bisa memiliki piano atau keyboard. Hari Minggu, pulang dari gereja, ibuku Christina Emi Aryati mengajak kami jalan-jalan. Setelah makan, Ibu menghentikan sepeda motornya di sebuah toko musik. Awalnya aku berpikir, pasti Ibu hanya melihat-lihat saja. Di dalam ruangan itu, terdapat banyak sekali alat musik seperti organ, keyboard, piano, drum, dan lain-lain. Sekitar sepuluh menit kemudian, Ayah dan Ibu menuju tempat kasir. Kemudian, Ayah mengatakan sesuatu kepada Ibu, lalu pergi keluar. Aku memandang Ayah dengan heran. Tak lama kemudian, Ayah sudah datang. Lalu, Ibu dan juga Ayah berjalan mendekatiku dan juga kakakku dan mengatakan membelika kami keyboard. Saat itu adalah momen terindah bersama Ibu. Meskipun Ibu dan Ayah yang membelikan, aku tetap berterima kasih kepada Ibu karena Ibu mengetahui apa yang selama ini kuinginkan. Terima kasih, Ibu. (Antonia Calista Arianne W.)

Bunda Suka Mijitin Saat berkesan bersama Bunda mulai dari kami bangun pagi. Sebelum berangkat ke sekolah, Bundaku Ni Nyoman Suaryani, S.T. membuat aku dan adikku susu. Lalu Bunda dan Ajik mengantar kami ke sekolah. Hal yang paling berkesan kalau aku lagi sakit atau lelah setelah latihan bulutangkis, Bunda selalu mijitin sambil mengajak ngobrol. Kami selalu berdoa semoa Bunda menjadi ibu yang sukses. (I Gusti Agung Ayu Dinda Pra­meswari Sutha dan I Gusti Agung Bagus Revito Nugraha Gung Dinda dan Gung Vito bersama ibu Sutha)

Agung Mirah dan ibu

IBU buatku adalah segalanya. Walaupun terbilang sibuk, jika aku memerlukan ibu, pekerjaan apapun akan ditinggalkan. Waktunya akan sepenuhnya buat aku. Ibuku Ida Ayu Agung Eka Sriadi, S.Pd, M.Hum selain sebagai dosen di FPBS IKIP PGRI Bali, juga dipercaya sebagai ketua program studi. Berkat ibu, aku berani tampil nyanyi sendiri di panggung yang cukup megah dan disaksikan banyak orang itu. Berkat ibu pula, untuk pertama kalinya aku mendapat juara tiga, lomba lagu pop Bali yang diadakan di Gedung DPRD Bali. Ketika mengikuti lomba lagu pop Bali yang diadakan Dinas Kebudayaan Badung, ibu mendampingiku di se-

22 - 28 desember 2014 tiap tahapan. Sampai akhirnya aku menjadi juara pertama, sekaligus memboyong piala bergilir putri. Rupanya tak hanya aku yang bahagia. Ibuku lihat lebih bahagia. Aku sadar dalam proses panjang penggalian bakat dan minat, ibu termasuk orang yang tegas. Termasuk disiplinnya yang tidak bisa ditawar-tawar. Jika harus latihan jangan coba-coba tidak latihan dengan alasan apapun. Berkat ibu, aku jadi juara nyanyi, bisa bahasa Inggris dan terpenting, aku yang saat ini duduk di kelas VI dan enam bulan lagi mau masuk SMP, sudah punya tiket masuk sekolah negeri lewat jalur prestasi. Aku ingin lebih menyenangkan dan membahagiakan ibu. Selamat Hari Ibu, untuk wanita hebat seperti ibu. (Agung Mirah Prayoga)

Ibu Pemberi Semangat Saat aku syuting iklan untuk Beachwalk, Ibuku Helga Riftiana menemaniku karena ibu juga berperan sebagai sosok Ibu di iklan tersebut. Selama syuting, aku menjadi tidak kaku atau grogi karena ibu menuntun aku berperan dengan alami. Kami berperan dengan natural sebagai ibu dan anak. Bagiku, ibu adalah sosok yang menyenangkan. Ibu selalu menemani setiap kegiatan saya baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Ibu juga selalu mendukung semua kegiatanku. Aku suka bulu tangkis dan sepak bola. Saat aku mengikuti kejuaraan bulu tangkis, ibu selalu menemaniku dan memberi semangat di lapangan. Ibu pula yang mengajarkan aku untuk tampil berani di depan kamera, walau sebenarnya hingga sekarang aku masih suka malu-malu karena tidak terbiasa. Namun, ibu tidak pernah

menuntutku untuk menjadi atau menjalani kegiatan yang tidak aku sukai. Ibu membiarkan aku menentukan apa yang ingin aku kerjakan atau aku sukai. (Arkana Putera Saka)

Ibu Sering Membuatku Tertawa

Momen terindahku bersama ibu adalah saat aku belajar menembak. Ibuku Helga Riftiana adalah seorang atlet menembak. Ibu mengajakku untuk belajar menembak. Ternyata aku menyukainya. Ibu selalu menemani aku saat latihan menembak. Ibu pula yang memberi beberapa nasehat dalam menembak agar hasil tembakan bagus. Bagiku ibu adalah seorang ibu yang lucu. Aku senang sekali jika ibu mulai melakukan tindakan-tindakan konyol seperti menyanyi keras-keras saat menyetir mobil atau mulai

Kana dan Nanta bersama ibu

menggelitikiku agar aku tertawa. Ibu juga senang sekali mengajak aku foto-foto lucu di handphone-nya. Aku sayang ibu karena ibu sangat sayang aku. Bersama ibu selalu menyenangkan karena ibu sering membuat aku tertawa. (Arkananta Putera Saka)

Mendongeng Lima Menit Terima Kasih Dewi Sri

Walaupun surga tempat bersemayamnya dewa-dewa itu amat jauh dari bumi, namun manusia sudah terbiasa melancong ke sana. Demikian pula sebaliknya, dewa-dewa hampir setiap hari menginjakMade Taro kan kaki di bumi. Pada suatu hari seorang pemuda tampan bepergian ke surga. Ia bermaksud tinggal beberapa hari di sana, melihat-lihat keindahan dan mencari pengalaman. Akhirnya ia berkenalan dengan seorang dewi cantik, namanya Dewi Sri. Ketika makan bersama dewa-dewa, termasuk Dewi Sri, pemuda tampan itu terheran-heran melihat makanan aneh. Setelah memakannya, ia benar-benar merasa nikmat. “Makanan apa itu, Sang Dewi? Aku belum pernah merasakan makanan gurih seperti itu,” kata pemuda tampan itu. “Itu namanya padi. Biji-bijinya ditanam di sawah. Setelah panen, biji padi itu diolah dijadikan nasi,” jawab Dewi Sri. Sungguh besar keinginan pemuda itu untuk memiliki biji padi itu. Suatu malam, ketika semua dewa tertidur, ia diam-diam mengambil seberkas padi, lalu membawanya ke bumi. Sesampai di bumi, pemuda itu mengajak temantemannya bergotong-royong, menggemburkan tanah, mencangkul, membajak, menggaru, mengairi, lalu menanam biji padi itu. Setelah berbulan-bulan padi itu tumbuh besar, lalu mengeluarkan bulir-bulir yang berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning emas. Sete Gung Dinda dan Gung Vito ber-

sama ibu lah tiba waktunya, mereka memanennya, lalu memasaknya menjadi nasi. Pada suatu hari, seorang dewa menghadap kepada Dewi Sri. Katanya, “Sang Dewi! Kemarin aku ke bumi. Aku curiga, jangan-jangan pemuda tampan yang tidak pamitan itu mencuri padi kita. Sekarang permukaan bumi itu menghijau, dan aku lihat manusia berpesta makan nasi.” Dewi Sri curiga lalu turun ke bumi. Benar sekali laporan dewa tersebut. Permukaan bumi penuh dengan hamparan padi hijau kekuning-kuningan. Setelah berjumpa sang pemuda, Dewi Sri marah-marah, “Hai, pemuda pencuri! Sikap ramah-tamahku kau balas dengan kejahatan! Rasakan hukumannya nanti!” Pemuda tampan itu segera bersujud, menyembah berkali-kali, lalu katanya. “Hukumlah hamba, Sang Dewi! Hamba mencuri padi, karena manusia sangat memerlukan makanan yang sehat dan enak. Padi itu kami tanam dan pelihara dengan baik, demi kesejahteraan manusia.” Mendengar penjelasan pemuda itu, kemarahan Dewi Sri mereda. Lalu katanya, “Baiklah! Karena kamu telah mengakui kesalahanmu, dan kamu mengamalkan padi itu untuk kesejahteraan manusia, maka hukuman kubatalkan. Tetapi kamu dan temantemanmu, harus menyayangi dan memelihara padi itu baik-baik. Kalau kamu lalai, maka aku menghukummu dengan melepas tikus-tikus yang akan menggerogoti padi itu sampai habis. “Terima kasih, Dewi Sri!” kata pemuda itu dan teman-temannya. “Kebaikan hati Dewi tak akan kami lupakan. Kami akan memperingati hari padi itu dengan upacara kehormatan dan rasa terimakasih yang setulus-tulusnya.”

22 - 28 desember 2014

Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana

17

Pilih Kalangan, bukan Panggung Berkenian Bali, bukanlah hal baru bagi kakak-beradik Dewa Made Rai Budiasa dan Dewa Made Putra Diasa. Mereka berdua justru merupakan biang­nya seni untuk kawasan Eropa, sekitar tahun 1970-an. Saat ini mereka mengasuh sanggar seni yang diberi nama Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana, yang berlokasi di Desa ­Pangaji Payangan Gianyar.

S

anggar ini didirikan tahun 1996. Sanggar sempat vakum ka­ rena ditinggal Dewa Made Rai Budiasa berpolitik, akhirnya kembali aktif sejak tahun 2008. Sampai saat ini, sudah banyak siswa yang dihasilkan dari sanggar ini. Saat ini, anggota tetap sanggar terdiri dari 50 orang. Sementara, yang freelance, biasanya diambil ketika anggota tetap berhalangan. Penampilan sanggar ini cukup membuat decak kagum penonton, dalam acara “Family Touring End of The Year 2014”, yang digelar Tabloid Tokoh dan Bali TV, di Bagus Agro Pelaga, Minggu (7/12). Tari Pendet Peliatan dan Tari Oleg ditampilkan saat itu. Dewa Made Putra Diasa, sekaligus memimpin sebagai penabuh kendang di depan. Prestasi luar biasa yang diraih sanggar ini, adalah penghargaan dalam seni tradisional tahun 2011 dalam Festival Prancis. Walaupun

Para penari saat tampil dalam acara Family Touring End of the Year 2014 di Bagus Agro Pelaga

banyak nada sumbang yang menyebut mengapa sanggar baru yang dikirim sebagai wakil Bali ke Perancis. Namun, hal itu tak menyurutkan mereka berlaga di depan seniman seluruh dunia tersebut. “Mereka mungkin melihat seka gong dan penarinya orang baru. Tapi mereka tidak melihat siapa di balik layar sanggar tersebut,” ujar Dewa Made Rai Budiasa tertawa. Penampilan gemilang di Festival Prancis membuahkan hasil. Salah satu agen perjalanan Prancis sedang mencari sanggar seni Bali. Kebetulan sang adik, Dewa Made Putra Diasa. sering menggunggah aktivitas mereka ke YouTube, ak­ hirnya, Sanggar Yayasan Yasa Putra Sedana, dilirik agen tersebut. Setelah sempat berkunjung ke sanggar di Desa Pangaji, Payangan, yang juga rumah asal kakak beradik ini, agent travel tersebut, akhirnya memasukkan dalam kegiatan para tamu Perancis yang menginap di Ubud. Tamu makan malam dan menonton pertunjukkan sanggar ini. “Saat ini sudah ada 1600 tamu Prancis yang datang ke sanggar. Tahun depan, rencananya tamu AS juga mulai berkunjung. Tema acara kami “Makan malam di rumah

Para penari saat latihan

Dewa Made Rai Budiasa

keluarga orang Bali”. Selain makan dan menonton pertunjukkan seni, mereka juga, kami beri pemahaman Asta Kosala-Kosali Bali. Mereka sangat menyambut baik kegiatan ini. Bahkan, warga masyarakat sekitar yang ingin menonton kami berikan masuk. Pentas dilakukan di kalangan bukan di panggung. Jadi seniman dan penonton tidak ada batas,” kata Dewa Made Rai. Saat ini, sanggar ini pentas empat kali seminggu saat kunjungan

tamu Prancis langsung ke Desa Pangaji, Payangan. Seni yang sering dipertunjukkan tari Pendet Peliatan, sendratari Ramayana, barong, dan legong. Dewa Made Rai, juga sering menunjukkan kepiawaiannya menari dengan menjadi Rahwana dalam sendratari Ramayana. Dewa Made Rai Budiasa, sangat kon­ sen dengan pelestarian kesenian Bali. Di era tahun 1970, ia merupakan penari baris yang terkenal. Ia pernah mendapat penghargaan juara II lomba tari Baris, yang mengalahkan penari baris tamatan Kokar. Sementara, waktu itu, ia masih duduk di kelas II SMAN 1 Denpasar. Selain tari baris, ia juga menguasai tari Kebyar Duduk dan Oleg Tamulilingan. Ia dan adiknya pernah diajak Presiden Soeharto keliling beberapa negara di Eropa sekaligus menari Bali. “Zaman dulu, seniman juga turut berperan dalam perdamaian. Atase kebudayaan

Indonesia membuat poros kebudayaan di Paris dan Bonn. Tujuannya, untuk promosi Indonesia. Saya bekerja di kedutaan Bonn dan adik di Paris. Tugas kami mempromosikan Indonesia,” kata Dewa Made Rai Budiasa. Kini, kakak beradik ini fokus untuk mengembangkan sanggar seni ini. Mereka tak menolak jika ada anggota baru yang ingin masuk di luar dari Desa Pangaji, Payangan. Misi mereka hanya satu, melestarikan kesenian Bali. -Wirati Astiti

Dewa Made Putra Diasa saat latihan mengambel


18

22 - 28 Desember 2014

Rapim dan Raker BKOW Daerah Bali 2014

Team Work dan Networking Senjata Ampuh Senin (15/12), bertempat di Aula Persit Kartika Chandra Kirana, dilaksanakan Ra­ pat Pimpinan dan Rapat Kerja Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Daerah Bali. Rapat yang dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Kepala BP3A Provinsi Bali, Ketua Dharma Pertiwi, Rektor IHDN, Kepala BKKBN Provinsi Bali, mantan Ketua Umum BKOW Daerah Bali, Ketua BKOW Daerah Bali, Ketua Perdiknas, Ketua Perwa­ tusi Bali, Ny. Satria Naradha, RM Herman Yoseph Babey, PR., Ketua GOW se-Bali, dan Ketua organisasi wanita se-Bali tersebut, dibuka dengan Tarian Selamat Datang, Sekar Jagad oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali. Dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne dan Mars BKOW yang dipimpin dirigen Hj. Ary Bram dari unsur Muslimat NU, serta pembacaan doa oleh perwakilan WHDI, Nyoman Nilawati.

R

aker dan Rapim yang tahun ini leading sectornya adalah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Bali, diisi dengan laporan pertanggungjawaban, pembentukan (pemilihan) pengurus, dan penyempurnaan AD/ART. “Dengan akan berakhirnya masa kepengurusan BKOW Dae­rah Bali periode 2009-2014, maka dipandang perlu mengadakan Raker dan Rapim sesuai AD/ART. Raker dan Rapim ini juga sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja tahun 2009-2014, dan sarana untuk merevisi atau menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BKOW Daerah Bali, yang digunakan sebagai dasar/pijakan arah kegiatan BKOW Bali lima tahun ke depan,” tegas Ketua Panitia, Dra. Rochida Alimartin, S.H., M.H. Melalui rapat yang bertema “Dalam rangka Raker dan Rapim BKOW Daerah Bali Tahun 2014 kita kuatkan ketahanan keluarga untuk menyelamatkan anak sebagai aset bangsa melalui wadah organisasi wanita yang solid dan kreatif”, diharapkan diperoleh rekomendasi strategis sebagai pedoman BKOW Daerah Bali, yang merupakan wadah atau tempat berhimpun dan kerjasama dari organisasi-organi­sasi wanita Indonesia yang sah di Ibu Kota Provinsi Bali. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, BKOW memiliki visi: menyatukan persepsi tentang upaya peningkatan sumberdaya manusia khususnya wanita; dan mempunyai misi: membantu program pemerintah dalam rangka pemberdayaan perempuan menuju keadilan dan kesetaraan gender. Ketua BKOW Daerah Bali, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. mengandaikan BKOW yang telah berusia 51 tahun ini sebuah bangunan rumah, yang oleh para pendahulunya (the founding father an mother) telah diletakkan landasan-landasan dan dasar-dasar fondasi yang sangat kuat. Oleh para pengurus sebelumnya, bangunan ini telah dilengkapi pilar-pilar dan tiang-tiang (soko guru) yang kokoh sebagai wadah berorganisasi. “Saya sebagai Ketua Umum beserta jajaran kepengurusan periode 2009-2014 yang diberikan kepercayaan dalam menggerakkan wadah BKOW Daerah Bali, tidak hendak membuat fondasi baru,

Penyerahan Cinderamata kepada para Penasihat BKOW Daerah Bali

juga tidak membuat pilar-pilar yang telah ada. Tetapi lebih kepada membuat atap sebagai naungan untuk keamanan dan kenyaman dalam kiprah berorganisasi. Dan, berharap pengurus yang terpilih nantinya dapat melengkapi dengan dinding-dinding, perabotan, hiasan dan dekorasi agar bangunan organisasi BKOW Daerah Bali dapat menjadi Rumah Bersama yang aman, tenang, nyaman, menyenangkan, dan membahagiakan bagi organisasi-organisasi yang menjadi anggota BKOW,” papar Tini Gorda yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Umum BKOW Daerah Bali periode 2009-2014 ini. Tini Gorda berharap pimpinan organisasi benar-benar memanfaatkan Rapim sebagai media untuk menyatukan persepsi tentang pentingnya sebuah wadah organisasi untuk bisa mengakomodir semua potensi yang dimiliki perempuan untuk beroganisasi. Sehingga, tanpa disadari wadah ini akan mempersiapkan perempuan hebat untuk bisa berkiprah di dunia publik, selain dunia domestik. Satu ungkapan bijak Bill Mc Cartney bisa dijadikan pegangan sebagai motivasi ketika mau berkiprah di dua ruang tersebut, yakni “Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing, kita ada di sini untuk saling melengkapi”. Kesuksesan bagi perempuan, bukan hal yang susah dicapai, jika mau dan siap menuju ke sana. Ni Nyoman Masni, Mantan Ketua Umum selama tiga periode yang kini sebagai Penasihat BKOW Daerah Bali mengatakan, tak salah memilih kader Tini Gorda untuk meneruskan visi dan misi BKOW. “Dalam berorganisasi selalu harus ada paksaan. Jika tak dipaksa tak akan pernah ada waktu untuk perempuan berorganisasi. Itulah perempuan, kesempatan dan peluang tidak hanya disediakan, tapi harus kita gapai,” ujarnya. Dengan “dipaksa” jadi Ketua BKOW yang berulang sampai tiga periode itu pula, Masni mengungkapkan banyak hal yang bisa digali. Ia bisa berkiprah dan berperan dalam upaya pemerintah Provinsi Bali menggalakkan gender, pemberdayaan perempuan. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini, S.H. menegaskan BKOW sebagai salah satu organisasi wanita mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan. Karena dengan ikut beroganisasi, perempuan bisa lebih mandiri guna meningkatkan harkat dan mar­tabatnya. Perempuan juga memiliki peran besar sebagai pembentuk dan pendidik dasar gene­rasi penerus bangsa. Diharapkan, dalam wadah organisasi BKOW, penguatan ini bisa dioptimalkan. Harapan senada disampaikan RM Herman Yoseph Babey, PR. Potret kesedihan dalam perpolitikan di Tanah Air yang mengakibatkan perpecahan dikatakannya sangat bertolak belakang dengan keinginan komunitas publik. “Jelas sekali mereka tak melakukannya dengan hati,” ucapnya. BKOW diharapkannya selalu bertindak dengan hati dan menjadi tauladan, yang senantiasa bisa memperjuangkan dengan cerdas apa yang menjadi kiprahnya dalam mengkoordinir organi­sasi wanita dalam melaksanakan program-program yang konkret. –ten

Penyampaian hasil sidang masing-masing komisi

Tini Gorda Ketua Umum Terpilih Dari serangkaian proses pemilihan sesuai dengan AD/ART B KOW Daerah Bali yang berjalan secara demokratis, sidang difinitif yang diketuai oleh Desak Widiasih, Erna Sulistyawati (Sekretaris), dan Agek Parwati (Anggota) memutuskan dari tiga kandidat menjadi dua kandidat, yakni Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga, M.Si.(Alisa Khadijah) dan Dr. AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. (Iwapi Bali). Kandidat ketiga dari unsur Bhayangkari dinyatakan gugur karena berhalangan hadir dikarenakan kesibukannya di Pascasarjana Unud. Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., akhirnya terpilih sangat demokratis sebagai Ketua Umum BKOW Daerah Bali periode 2014-2019, dengan perolehan 18 suara dari 23 suara ketua-ketua organisasi anggota BKOW. Tini Gorda yang kembali mendapat kepercayaan besar memimpin BKOW lima tahun ke depan ini mengatakan, apa yang telah dijalaninya selama menjabat Ketua BKOW Daerah Bali periode 2009-2014, tak lain berkat team work dan networking yang baik dengan 23 organisasi anggota BKOW, dengan pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, perusahaan, perorangan yang mempunyai misi yang sama, perempuan anak dan keluarga. Yang menjadi nilai strategis dalam Rapim BKOW 2014 adalah kehadiran 23 ketua organisasi yang menjadi peserta dan mempunyai hak suara, dan semuanya memilih (100%). Jadi, Rapim 2014 ini sangat dimanfaatkan betul untuk memilih Ketum BKOW. Sehingga, kemenangan Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., 18 suara dari 23 yang mempunyai hak suara. –ten Dr. Tini Gorda yang didampingi Dewi Sinaryati Rully kembali dipercaya memimpin BKOW periode 2014-2019

Ucapan terima kasih kepada:

lBpk Dr. Ir.Wayan Koster, M.M. (Anggota DPR RI) lBRI KCP Undiknas Denpasar lBSM lDharma Pertiwi lErha Clinic lPuri Gede Karangase lPerdiknas Denpasar lProperty Media Indonesia lLatulip lPerwatusi Bali lTupperware lMei Kebaya lSMP Nasional Denpasar lSarana Dewata l IAD (Ikatan Adyaksa Dharmakarini) lIBI (Ikatan Bidan Indonesia) Bali lWardah lAmalia Butik lAsia Motor

22 - 28 Desember 2014

Life

Story

7

Lima Tahun Penjara Gara-gara Minyak Panas Setengah membungkuk, Tresna (65), bukan nama sebenar­ nya, berjalan tertatih-tatih dengan nafasnya tersengal­sengal. Tubuh tuanya kini lekas mengalami kelelahan. Ke mana-mana ia selalu membawa obat yang dikonsumsi jika darah tingginya kumat. Di kala muda, Tresna termasuk sosok yang kuat. Ia bahkan sempat empat kali menjadi TKW di Saudi Arabia dan juga Malaysia.

I

a merantau sejak tahun 1985, saat pergi menjadi TKW ke Saudi Arabia, meninggalkan anak semata wayangnya yang kala itu baru berusia lima tahun. Tiga kali pengalaman bekerja di Saudi Arabia, tidak membuahkan hasil yang baik bagi peningkatan kesejahteraan hidup seperti yang pernah dicita-citakannya. “Tiga kali saya jadi TKW ke Saudi dapat bekerja di dua majikan, keduanya lumayan baik,” katanya. Dalam tiga kali bekerja sebagai TKW di Saudi itulah, Tresna sempat rajin mengirimkan uang ke kampung halamannya di Lombok Tengah. Namun, hanya cukup untuk biaya hidup keluarganya sehari-hari. Kehidupan yang tergolong miskin, membuat hubungan Tresna dan keluarga tidak bisa tiap saat saling mengetahui kondisi masing-masing. Karena itu ketika sempat kehilangan kontak dengan Tresna, keluarganya menganggap Tresna masih bekerja di Saudi. Padahal kata Tresna, ia bertahun-tahun tinggal di Jakarta menumpang hidup di rumah orang. Tresna malu pulang ke kampung karena tidak membawa hasil kerja yang banyak sehingga ia memilih bertahan di Jakarta. Barulah pada tahun 1999 Tresna kembali berangkat sebagai TKW ke Malaysia. Ia menjadi pembantu rumah tangga plus sebagai pengasuh anak majikannya. Hanya enam bulan saja, ia bekerja di sini sampai malapetaka itu datang dan membawanya ke penjara. Selama tiga bulan pertama bekerja, Tresna tidak menerima gaji karena seluruh gaji tiga pertama itu langsung diambil oleh perusahaan yang mensponsorinya berangkat ke Malaysia. “Tiga bulan saya tidak ambil gaji karena semua langsung diambil perusahaan yang sponsori saya sebagai pengganti biaya keberangkatan saya ke Malaysia,” kata Tresna yang dalam obrolan sesekali masih berdialek Melayu. Tresna mencoba bersabar karena inilah konsekuensi yang harus diterimanya, datang ke Malaysia tanpa sepeser uang. Tidak seperti ketika di Saudi ia mendapatkan majikan yang baik, di sini majikannya dinilai terlalu cerewet. “Kalau menyuruh tidak bisa sekali, melainkan bisa berpuluh-puluh kali ia memerintahkan bahkan untuk melakukan pekerjaan yang sama,” katanya. Majikannya juga selalu tidak sabar menanti ia menyelesaikan pekerjaan yang baru saja diperintahkannya, untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan berikutnya. “Semua pekerjaan maunya saya lakukan sekaligus dalam waktu bersamaan sementara tangan saya cuma dua,” ujarnya. Cerewetnya majikannya sangat mengganggunya. Sesungguhnya ia sudah mulai kesal pada bulan ke lima ia bekerja, namun ia masih menahannya demi mendapatkan uang gaji yang akan ia bawa untuk anak dan keluarganya di kampung kelak. Ia mencoba terus bersabar menghadapi kecerewetan dan kekasaran majikannya. Sampai pada suatu hari di bulan ke enam ia bekerja, kesabarannya habis. Siang itu, ia baru saja diperintahkan untuk memberi makan anak majikannya. “Yang namanya anak-anak makannya lama dan susah sekali, harus dibujuk berkali-kali,” katanya. Dalam saat yang sama, ia juga tengah sambil menggoreng ikan di dapur. Di saat yang sama pula, beberapa perintah lain keluar masuk di telinganya. Ketika satu perintah tidak dikerjakan, majikannya marah-marah bahkan memaki-makinya. Tidak puas marah dari jauh, majikannya masuk ke dapur untuk marah dan kembali memberi beberapa perintah secara bertubi-tubi. Hilangkan kesabaran Tresna sehingga dengan spontan Tresna yang tengah akan menurunkan wajan minyak panas di depannya membalik badannya sehingga minyak panas itu mengenai majikannya. “Saya tidak sengaja meski saya akui saya juga emosi. Wajan itu mau saya turunkan dari kompor, tapi kenapa tubuh saya mendadak memutar dan minyak panas itu terlempar mengenai majikan saya,” katanya. Akibatnya wajah dan tubuh majikannya melepuh karena terbakar. Kejadian ini kemudian mengantar Tresna ke penjara di Kuala Lumpur selama lima tahun. Sebelum akhirnya ia menjalani proses persidangan, dengan tangan diborgol ia sempat dibawa ke rumah sakit jiwa di Kuala Lumpur. Ia dianggap mengalami gangguan jiwa. Namun, keterangan dari dokter rumah sakit jiwa tersebut menyatakan bahwa Tresna tidak mengalami gangguan jiwa, melainkan ketika kejadian itu ia diketahui mengalami darah tinggi. “Darah tinggi saya menaikkan tensi hingga 220,” kata Tresna. DIKUNJUNGI GUBERNUR Karenanya ia tidak jadi dirawat di rumah sakit jiwa melainkan harus menjalankan proses persidangan yang memutuskan ia harus dipenjara selama lima tahun. Saat menuju penjara untuk pertama kalinya, Tresna sempat menitipkan semua barangnya

termasuk uang pada seorang petugas penjara di depan pintu masuk penjara tersebut. “Saya tidak boleh bawa masuk apa-apa, ransel dan barang lainnya disuruh titip di penjagaan,” ungkapnya. Ia segera berganti pakaian dengan pakaian penjara. Di dalam barak penjara yang menurut Tresna sangat luas itu, ia hidup bersama sekitar 40-an orang narapidana perempuan lainnya, termasuk 11 lainnya sama-sama berasal dari NTB. Beberapa di antaranya juga ada TKW lain yang berasal dari Jawa Barat, Flores dan Madura, dengan berbagai masalahnya. Setelah satu tahun ia berada di penjara, Tresna dan 11 TKW lainnya mendapat kunjungan Gubernur NTB, HL. Serinata bersama istrinya, Baiq Adnin Serinata. Mereka sempat berdialog dan mengobrol sembari curhat pada gubernur. Sebelum meninggalkan warganya ini, Serinata memberi mereka uang secukupnya sesuai dengan keperluan mereka di dalam penjara. “Kami senang sekali mendapatkan uang dari Pak Gubernur, bisa untuk ngopi dalam penjara,” ujarnya. TKW asal NTB yang dipenjara kala itu merasa senang kerap dikunjungi Gubernur dan anggota DPRD NTB serta pejabat lainnya, yang memberi perhatian pada mereka. Selama berada di penjara, sesekali Tresna mengaku bisa menghubungi keluarganya di kampung dengan meminjam handpone petugas yang kebetulan berpacaran dengan salah seorang narapidana di penjara itu. “Keluarga saya minta dikirimkan uang, namun saya bilang saya sedang dipenjara, mereka semua tidak percaya,” kata Tresna. Keluarganya menganggap ia main-main karena selama ini Tresna menghilang tanpa kabar berita juga sudah biasa. Sampailah pada tahun ke empat ia dipenjara. Gubernur Serinata kembali mengunjungi mereka. Saat itulah dialog kembali dilakukan. “Satu persatu kami ditanya asal dari mana oleh Pak Gubernur,” ungkapnya. Menurut Tresna, di sanalah terungkap bahwa Gubernur Serinata mengenal saudara Tresna yang pernah menjadi anak buahnya. Kebetulan juga daerah asalnya Tresna dikenal baik oleh Gubernur sebagai tetangga keluarganya. “Mungkin karena hukuman saya sudah lama, hari itu saya langsung dibawa oleh Pak Gubernur dipindahkan ke KBRI di Kuala Lumpur,” katanya. Sungguh senang hati Tresna bisa keluar dari penjara ini. Sebelum berangkat ke KBRI, Tresna mampir dulu ke penjagaan pintu masuk penjara untuk mengambil barang-barang yang pernah dititipkannya. “Ternyata orang tempat saya menitipkan barang-barang itu sudah tidak bekerja lagi di penjara itu dan entah ke mana barang yang dititipkannya empat tahun lalu itu,” ujar Tresna. Setelah tidak mendapatkan barang itu, Tresna menuju KBRI di Kuala Lumpur. Di sanalah ia menunggu proses kepulangannya ke Indonesia selama lebih dari satu bulan. “Saya kembali ke Lombok tahun 2008 lalu,” katanya bersyukur masih bisa ketemu keluarganya. Pada tahun 2008, ketika Serinata masih menjadi Gubernur NTB, Tresna sempat datang ke Pendopo Gubernur NTB, untuk menyampaikan ucapan terima kasihnya secara langsung.

-Naniek I. Taufan


Woman on Top

6

dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes.

Menuju Pelayanan

CEMPAKA

Wanita yang satu ini sangat energik. Ia berprinsip, jika mau maju, harus berani capek. Ketika sudah maju, tentu ada imbas ke dalam. Hal ini yang selalu ditekan­ kan Kepala Puskesmas III Denpasar Selatan, dr. Nyo­ man Sri Trisnawati, M.Kes. kepada para stafnya. Pola kekeluargaan dan berlaku adil selalu diterapkannya kepada semua staf.

S

ejak dipercaya menjadi Kepala Puskesmas tahun 2006, dr. Trisna selalu berupaya melakukan perubahan untuk memajukan puskesmas. Untuk itu ia tak segan-segan belajar ke rumah sakit-rumah sakit, hingga ke RS Tabanan guna mendapatkan wawasan terkait pelayanan publik. “Kepala Puskesmas hanya mengkondisikan, memberi arahan dan konsep, selanjutnya semua kembali ke dukungan staf,” ujarnya. Muara dari upayaupaya tersebut adalah memberikan pelayanan yang makin baik kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang baik, didukung kondisi puskesmas yang bersih dan sarat berprestasi, tentunya memiliki nilai lebih dan makin dipercaya masyarakat. Dokter Trisna yang kerap dipercaya sebagai instruktur dan

narasumber materi kesehatan ini tak menyangkal, kemajuan pesat pada Puskemas III Densel tak lepas dari seringnya mengikuti lomba. “Dengan mengikuti lomba-lomba ini, puskesmas yang awalnya minim sarana menjadi memiliki standar,” tegasnya. Sebut saja salah satunya, pengadaan kursi medikal di ruang tunggu pasien yang secara medis bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, diterapkan juga standar pelayanan 3S (senyum, salam, sapa) agar para pasien merasa nyaman. Di puskesmas yang dipimpin istri dr. Putu Andrika, Sp. PD, KIC ini memiliki beberapa program prioritas. Salah satunya, promotif dan preventif. Promosi kesehatan (promkes) masyarakat, yang dilakukan melalui penyuluhan-penyuluhan secara langsung ke masyarakat atau melalui siaran keliling, pemutaran film

kesehatan melalui TV yang terpasang di ruang tunggu, penyebaran brosur, posyandu. Promkes ini dinilainya paling efektif sebagai tindakan preventif. Karena dengan meningkatkan pengetahuan, masyarakat menjadi lebih aware untuk bisa mencegah dan memberikan penanganan awal/pertama jika keluarganya ada yang sakit. Seperti untuk promotif preventif diare, masyarakat diajarkan bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar. Ketika keluarganya terserang diare, tidak serta merta harus dibawa ke puskesmas. Masyarakat sendiri sebenarnya mampu mengani secara awal yakni dengan pemberian oralit. Prioritas lain, program kesehatan lingkungan. Ini telah dikondisikan puskesmas secara utuh, di dalam dan di luar gedung. Puskesmas membuat tim kerja untuk pengolahan sampah secara terstruktur dan terkondisi. Sampah organik (daun, dan sisa makann) diolah menjadi pupuk, sampah kertas dan plastik pengelolaannya bekerjasama dengan desa setempat, dan sampah medis juga dikondisikan dengan mengadakan tenaga outsourcing. Tak ketinggalan, limbah cair yang juga telah mampu diolah puskesmas melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) menjadi air bersih yang dimanfaatkan untuk penyiraman kebun. Puskesmas yang meraih Juara I Lomba Puskesmas Berprestasi tingkat Kota Denpasar tahun 2007, Juara II Lomba Puskesmas Berprestasi tingkat Provinsi Bali tahun 2007 ini selalu berbenah untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan. “Kami sudah meraih sertifikat ISO 9001-2008 tahun 2011,” ujar dr. Trisna yang pernah meraih Dokter Teladan Kabupaten Buleleng tahun 1998 ini. Untuk mengukur tingkat kepua-

22 - 28 DEsember 2014

san masyarakat akan pelayanan puskesmas, diadakan pooling unit pengaduan dari berbagai sumber, yakni via sms, web, e-mail, telepon, kotak saran pengaduan, dan meja khusus. Pengaduan yang masuk, sesegera mungkin ditindaklanjuti. Contoh, ada permintaan pasien untuk pengadaan bantuan kursi roda di puskesmas. Permintaan ini dimunculkan di papan pengumuman, dan sampai sejauh mana prosesnya sudah berjalan pun terus dikumandangkan lewat papan pengumuman, hingga akhirnya bantuan kursi roda benar-benar terealisasi di puskesmas tersebut. Index kepuasan masyarakat ini juga dilakukan dengan pemberian kuisioner kepada masyarakat yang datang ke puskesmas, baik pasien sehat ataupun sakit, dan dievaluasi tim independen (Stikes Bali) melalui MoU. Juga, ada penilaian masyarakat pada masing-masing ruang pelayanan yang dipakai sebagai evaluasi harian. Kualitas mutu pelayanan terus dibenahi. Saat ini Puskesmas III Densel didukung dengan sistem antrian digital, yang menjamin setiap pasien akan mendapatkan prioritas yang sama dalam pelayanan. Selain itu, untuk alasan keamanan, sudah pula dipasang CCTV yang setiap saat melakukan perekaman terhadap segala aktivitas yang terjadi. Pemasangan CCTV ini juga berfungsi sebagai kontrol serta jaminan atas transparansi dan kinerja para petugas puskesmas. Dengan berbagai dukungan IT tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas III Densel menuju

pelayanan CEMPAKA (Cepat, Efisien, Mudah, Profesional, Aman, Keadilan, dan Asri). Beberapa prestasi yang diraih Puskesmas III Densel antara lain: Nominee III Lomba Citra Pelayanan Prima tingkat Prov. Bali tahun 2008; Piagam Penghargaan Lomba Citra Pelayanan Prima (CPP) tingkat Nasional 2008; Kategori Baik atas Partisipasi pada Kegiatan Penyelenggaraan CPP Kota Denpasar 2009; Tenaga Gizi Teladan tingkat Kota Denpasar 2010; Tenaga Dokter Teladan tingkat Kota Denpasar 2012; Tenaga Paramedis Teladan tingkat Kota Denpasar 2013; dan meraih Sertifikat ISO 3 tahun pada tahun 2014. –Inten Indrawati

22 - 28 Desember 2014

19

Konsep Pelayanan Sewaka Dharma Taman Sewaka Kerta Mandala Wujudkan Kenyamanan Bagi Pengunjung

Sewaka Dharma

Melayani dengan Hati, Sepenuh Hati, dan Hati-Hati Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, S.E. , M.M., telah berkomitmen agar jajaran birokrasi pemerintah senantiasa memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Hal ini nampak jelas saat pemanfaatan aset Pemerintah Provinsi Bali di Lumintang, yang dibangun sebagai pusat pelayanan publik, perpaduan kemajuan ilmu dan teknologi dengan spirit pelayanan yang berakar pada budaya Bali. Hal ini, wujud inovasi dan kreativitas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar kepada masyarakat pengguna dan pemohon perizinan memperoleh pelayanan yang memuaskan dan fasilitas gedung yang nyaman, ramah dan asri. Gedung pelayanan publik ini be nama Graha Sewaka Dharma. Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah kewajiban. Gedung yang diresmikan 27 Pebruari 2013 ini, tujuannya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kota Denpasar secara cepat, mudah, tepat, murah, serta transparan. “Melalui moto dan fasilitas gedung yang memadai diharapkan aparat melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan menjadikan pelayanan sebuah kewajiban,” tegas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., didampingi Kepala Unit Pengelola Teknis Pusat Informasi Publik (UPT PIP) Gde Wirakusuma Wahyudi selaku

pengelola Gedung Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma. Dalam beberapa kesempatan, keberadaan layanan publik di Graha Sewaka Dharma diapresiasi para petinggi negara RI. Di antaranya Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN & RB) Eko Prasojo saat berkunjung media 20 Pebruari 2013. Saat itu Eko Prasojo menyatakan kagum dengan pusat pelayanan di Kota Denpasar tersebut. ”Pelayanan yang bagus dan sebagai best practises dalam pelayanan publik,” tegas Wamen PAN RB Eko Prasojo kala itu. Ungkapan senada juga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Muhammad Hatta Rajasa ketika berkunjung (27/2/2013). “Saya sangat mengapresiasi tinggi Pemkot Denpasar, dengan fasilitas pelayanan terpadu bagi kepentingan publik. Juga, dengan kualitas pelayanan yang tinggi dapat meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Hatta Rajasa dihadapan Wali Kota Denpasar beserta jajarannya. Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi juga menyatakan Graha Sewaka Dharma pusat layanan publik Kota Denpasar menjadi contoh bagi reformasi birokrasi di seluruh Indonesia. “Pelayanan yang baik dilengkapi fasilitas yang memberi kenyamanan bagi masyarakat,” tegas MenPAN RB Yuddy Chrisnandi saat berkunjung Kamis (4/12). - ard

Gedung Sewaka Dharma

Beri Kemudahan Akses Bagi Kaum Disabilitas dan Lansia Dalam pelaksanaan pembangunan di Kota Denpasar, Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra tidak melupakan mereka yang kurang beruntung, kaum disabilitas dan kelompok lanjut usia (lansia). Begitu pula saat membangun pusat pelayanan publik Graha Sewaka Dharma. Gedung megah ini juga diciptakan ramah bagi kaum disabilitas dan lansia, dengan menyediakan berbagai sarana yang menunjang bagi mereka. Fasilitas disiapkan mulai dari akses masuk berupa ruang parkir khusus disabilitas. Areal parkir di depan lobi drop zone dengan akses landai guna memudahkan kaum disabilitas dan lansia dan tidak boleh ditempati mereka yang normal. Selain ruang parkir, akses masuk ke Graha Sewaka Dharma juga dilengkapi alat bantu bagi kaum disabilitas dan lansia dengan tonjolan pada lantai berwarna terang serta ramp sebagai alat bantu berpegangan. Akses masuk juga dibuat landai agar bisa dilewati kursi roda dan mudah ketika berpindah jalur. Keberpihakan pada kaum disabilitas juga diwujudkan dengan menyiapkan petugas yang bisa bahasa isyarat di meja informasi. Fasilitas lainnya ada di areal tunggu berupa kursi prio­ ritas bagi kaum disabilitas dan lansia. Pada areal pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil juga disiapkan konter khusus kaum disabilitas dan lansia. Melengkapi fasilitas bagi kaum disabilitas, dua unit lift di gedung empat lantai ini dilengkapi tombol hurup braille. Hal ini untuk memudahkan mereka menggunakannya. Bagi kaum disabilitas juga disiapkan dua unit toilet khusus dengan pegangan besi dan dudukan toilet yang rendah serta bukaan pintu yang mudah diakses serta ruangan cukup luas. - ard

Konsep yang diterapkan dalam penataan ruang terbuka di Gedung Sewaka Dharma adalah sewaka kertha mandala. Sewaka berarti melayani dengan hati dan sungguhsungguh, kertha berarti kesejahteraan dan kenyamanan dan mandala berarti tempat atau lingkungan. Melalui konsep ini, penataan pepohonan, taman dan lingkungan Gedung Sewaka Dharma (mandala) menjadi bagian kesungguhan pelayanan dari hati (sewaka) sehingga memberikan suasana ketentraman, keteduhan hati bagi masyarakat yang berkunjung juga para karyawan. Selain itu penataan gedung dan lingkung­ an juga selaras dengan konsep Tri Hita Karana, sebagai pedoman kehidupan masyarakat Hindu. Ruang terbuka yang mencapai 73% dari total areal dibagi menjadi tiga mandala, yaitu uttama mandala, madya mandala dan nista mandala. Pada Uttama Mandala di sisi utara timur (kaja kangin) merupakan areal suci berupa Pelinggih Padmasana. Tanamannya adalah gumi banten, yakni bahan upacara atau yang dimanfaatkan pada upacara yadnya. Di antaranya nagasari, cempaka, sandat, majegau, taru menyan, gaharu, tebu, sirih, delima, kelapa gading, kelapa gadang, kelapa bulan, lotus, dan tunjung. Sedangkan pada Madya Mandala, di tengah serta sisi selatan (delod) adalah areal ak-

tivitas utama para karyawan dan masyarakat yang berkunjung ke Gedung Sewaka Dharma. Areal ini dihiasi tanaman langka di beberapa titik, tanaman perindang dan penghijauan berukuran besar. Di antaranya trembesi, asam kranji, spathodea, dadap serep, kelapa sawit, aneka palem dan angsana, juga tanaman langka seperti badung, mundeh, matoa, dan majegau. Keberadaan perindang dan penghijauan ini guna memberi kesejukan dan keteduhan bagi karyawan dan masyarakat yang berada di lingkungan gedung pelayanan publik ini. Nuansa tersebnut semakin lengkap dengan hadirnya kolam air mancur dan kolam di sepanjang sisi timur gedung serta kolam di lantai satu sayap utara dan selatan. Kolam sebagai unsur air diharapkan memberi aura dan nuansa keteduhan, kesejukan serta kejernihan berpikir dan bertingkahlaku bagi setiap orang yang ada di gedung empat lantai ini. Pada areal Nista Mandala yang di pojok barat utara, merupakan kebun tanaman obat keluarga dan tanaman produktif. Aneka buah dan sayuran ditanam di areal yang berdiri bangunan genset, rumah gardu dan depo sampah ini. Di antaranya aneka pisang, pepaya, sirsak, belimbing, cabai, jagung, ketela pohon, dan ubi rambat. Di areal ini dilengkapi pula aneka tanaman obat keluarga seperti daun dewa, jinten, binahong, lidah buaya, jahe merah, dan yang lainnya. - ard

Gedung Sewaka Dharma

Ramah Bagi Kaum Ibu dan Anak-Anak Sebagai pusat kegiatan pelayanan publik, membuat Graha Sewaka Dharma setiap hari dikunjungi ratusan masyarakat dengan berbagai kondisi. Tidak sedikit ibu hamil dan menyusui serta orangtua datang bersama anak-anak mengurus perizinan, akte kependudukan dan pencatatan sipil. Berlatar hal tersebut, Graha Sewaka Dharma pun dilengkapi fasilitas berupa ruang menyusui dan arena bermain anak. Di ruang menyusui yang nyaman berpendingin ini dilengkapi box bayi serta poster edukasi seputar pentingnya ASI dan ibu menyusui. Sedangkan bagi anak-anak disiapkan arena bermain, saat menunggu orangtua mereka mengurus keperluannya di Graha Sewaka Dharma. Sarana yang tersedia berupa ayunan, perosotan, mobil-mobilan, dan permainan bola basket lengkap dengan ringnya. Sementara untuk kenyaman dan menjaga kesehatan lingkungan, sesuai Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Denpasar, maka Graha Sewaka Dharma merupakan gedung publik kategori KTR. Makanya, tidak diperkenankan merokok serta memperjualbelikan rokok di dalam kawasan gedung. Untuk kawasan khusus merokok terletak di luar gedung dengan deretan kursi di sekitar areal taman yang banyak ditumbuhi pepohonan.

Selain itu, pengunjung dan pemakai gedung Graha Sewaka Dharma disediakan fasilitas air siap minum otomatis (AMO) yang menggunakan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar. Lokasinya di lobi utama (lobi timur). Disediakan juga dispenser air minum dalam kemasan (galon). Di samping itu juga tersedia bacaan, seperti koran dan buku-buku, saat menunggu giliran pelayanan. Gedung Graha Sewaka Dharma pun dilengkapi outlet pengisian baterai HP atau charger box di lantai 1, area utama sebanyak dua unit. Berikutnya, untuk meningkatkan layanan informasi di Graha Sewaka Dharma, area lobi pelayanan utama dilengkapi dua (2) unit komputer layar sentuh terkoneksi internet, yang tersedia cumacuma. – ard


20

Nine

22 - 28 desember 2014

Guru Pendamping di Daerah Terpencil

Lima Srikandi Susuri Medan Berbahaya

Menelusuri perjalanan hingga lima jam lamanya menuju sekolah-sekolah terpencil, dilalui oleh para guru pendamping yang menjadi instruktur mata pelajaran bagi guru-guru di Kabupaten Bima. Para guru yang menjadi pendamping ini adalah 32 orang yang telah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Dikpora Provinsi NTB dan lembaga lain, seperti Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB.

Prima dan Syarah, menggunakan sepeda motor sebagai alternatif kendaraan untuk menempuh perjalanan-perjalanan di medan yang berat hingga ke pelosok desa

D

ari 32 orang pendamping ini, terdapat lima guru perempuan yang memiliki tugas yang sama dengan para laki-laki lainnya. “Bahkan untuk turun hingga ke sekolah-sekolah terpencil, para guru perempuan melakukannya tanpa ada pembedaan,” ungkap Eddy Ilhamsyah, S. Pd., Koordinator Instruktur Kabupaten Bima. Para pendamping dari 10 mata pelajaran (PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olah Raga Kesehatan, Prakarya, Bimbingan dan Konseling), ini terbagi dalam empat tim yang menjadi pendamping pada kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013, di empat wilayah se-Kabupaten Bima. Tim 1 mendampingi para guru di wilayah Kabupaten Bima bagian timur dan utara yakni, Kecamatan Ambalawi, Wera, Sape, Lambu dan Wawo. Tim 2 pada wilayah Kabupaten Bima bagian tengah dan selatan, yaitu Kecamatan Langgudu, Woha, Monta dan Parado. Sedangkan Tim 3 di wilayah Kabupaten Bima bagian barat yaitu Kecamatan Bolo, Madapangga, Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora. Dan tim 4, di wilayah Kabupaten Bima bagian tengah ke timur, Belo, Palibelo dan Lambitu. Lima guru pendamping perempuan yang ada dalam tim ini rata-rata telah mengajar lebih dari 17 tahun. Mereka adalah, Salmah, S.Pd., pengampu mata pelajaran Prakarya dari SMPN 1 Wawo; Dra. Siti Syarah, M. Pd., mata pelajaran IPA dari SMPN 2 Bolo; Yulianti Elina, S. Pd., mata pelajaran Seni Budaya, dari SMPN 3 Woha; Prima Damayanti, S. Pd., mata pelajaran Bahasa Inggris, SMPN 1 Bolo; dan Heny Elvina, S. Pd., mata pelajaran Bahasa Indonesia, SMPN 4 Sape. Heny termasuk guru paling junior di antara empat guru

perempuan lainnya. Kelima srikandi pengajar ini menghabiskan waktu mereka untuk mendampingi dan mengajar para guru sasaran (guru yang dikirim oleh masing-masing sekolah untuk mengikuti kegiatan pendampingan yang merupakan program dari Dirjen Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Kemendikbud RI di NTB khususnya Kabupaten Bima). Di selasela kewajiban mengajarnya di sekolah masing-masing, 32 guru pendamping ini termasuk ke lima srikandi tersebut melakukan kegiatan pendampingan untuk memberikan penguatan agar sekolah dapat melaksanakan Kurikulum 2013, mulai dari tahap merencanakan dan melaksanakan pembelajaran serta evaluasi pencapaian kompetensi peserta didik dengan baik, yang kegiatannya dimulai sejak 8 September s.d. 29 November 2014. Pendampingan ini dilakukan dalam dua jenis kegiatan, yang disebut kegiatan on dan kegiatan in. Kegiatan on adalah pendampingan secara paripurna, yang dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, dimana seluruh guru sasaran berkumpul di induk

klaster. Di sini pendampingan dilakukan selama delapan jam. Pemberian materi umum, dilanjutkan dengan materi khusus per mata pelajaran. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ini yang dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, yaitu 32 guru pendamping ini mendatangi guru sasaran di sekolah masingmasing. “Kegiatan ini terbilang cukup banyak karena harus turun ke masing-masing guru sasaran per mata pelajaran,” ungkap Prima Damayanti, S. Pd., guru pendamping yang berada di Tim 3. Menurut Prima, pengalaman saat in ini terbilang seru. “Di samping seru perjalanannya yang jauh dan berliku-liku, bahkan sinyal tak sampai dan ternyata ada guru yang tidak menerima informasi kedatangan tim pendamping ke wilayahnya,

SMPN 1 Donggo, salah satu sekolah sasaran kegiatan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 yang menjadi wilayah tim 3

Inspirasi Rini Mariani Soemarno

yang sudah ditentukan harus disesuaikan juga dengan jadwal di sekolah tersebut, sehingga keterbatasan sinyal telepon genggam yang tidak stabil menjadi kendala. Biasanya, informasi kedatangan tim disampaikan oleh koordinator tim kepada kepala sekolah yang bertindak sebagai Ketua Klaster. Dan, Ketua Klaster inilah yang akan menyampaikan kepada guru-guru sasaran tentang jadwal pendampingan. “Di sekolah terpencil biasanya informasi tidak sampai karena sinyal HP tidak lancar hingga ke wilayah yang terpencil dan tem-

pat tinggal guru-guru yang jauh,” kata Prima. Inilah yang membuat kadang-kadang kedatangan tim pendamping batal melakukan pendampingan. Prima yang berada di Tim 3 bersama seorang guru perempuan lainnya, Dra. Siti Syarah, harus rela meninggalkan keluarga sejak pukul tujuh pagi ketika harus turun melakukan pendampingan ke sekolah-sekolah terpencil yang memakan waktu perjalanan sekitar lima jam, seperti ke Kecamatan Sanggar. Para guru yang dijuluki pahlawan tanda tanda jasa ini, menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh semangat, meski harus meninggalkan anak-anak dan keluarga mereka untuk perjalanan satu hari penuh. Berangkat dari rumah pukul tujuh pagi, baru tiba pukul 11 siang. Belum hilang capek perjalanan harus segera dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan hingga sekitar pukul lima sore. “Kami tiba kembali di rumah masingmasing, sekitar usai waktu Salat Isya,” ujar Syarah.

Pengalaman kedua srikandi pengajar ini juga tidak kalah serunya ketika terpaksa harus menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor saat turun ke salah satu sekolah di Kecamatan Donggo. “Tidak bisa menggunakan mobil karena katanya medan perjalanan mencapai lokasi cukup berbahaya. Kami disarankan naik sepeda motor,” kata Prima. Para guru dari Tim 3 yang rata-rata adalah instruktur nasional pada mata pelajaran masing-masing ini, termasuk Prima dan Syarah, berboncengan sepeda motor menuju SMPN 5 di Desa Sowa di Kecamatan Soromandi. Jalan yang harus mereka tempuh adalah perjalanan naik turun perbukitan dengan jalan yang berliku, menanjak dan menurun yang terbilang medan perjalanan yang berat. Mereka harus membimbing 10 orang guru mata pelajaran masing-masing, di mana kesepuluh guru ini nantinya akan menjadi pendamping bagi guru-guru lainnya di wilayah masing-masing. “Para guru yang sudah didampingi inilah yang nantinya akan menularkan ilmu yang didapatkan dari para pendamping (instruktur) dari empat tim ini,” ujar Eddy. Menurut Eddy, berbagai kendala dihadapi dalam program pendampingan ini, seperti yang paling menonjol adalah ketika turun ditemukan bahwa buku pegangan guru dan pegangan siswa dari pusat belum sampai, terutama di sekolah terpencil. “Bahkan tidak hanya di sekolah terpencil, hal ini terjadi juga di sekolah induk bahwa belum semua mata pelajaran itu bukunya sudah ada,” kata Eddy. “Ini juga yang menjadi kendala ketika guru pendamping melakukan pembimbingan kepada guru sasaran,” imbuh Prima. Namun, meski berbagai kendala dan rintangan tersebut, bagi Prima dan Syarah, kegiatan ini terbilang menyenangkan. Karena di samping dapat membagi ilmu yang pernah diperolehnya dari pelatihan, juga dapat mengetahui kondisi sekolah di daerah-daerah terpencil yang menjadi bahan catatan yang mereka rangkum dalam laporan kegiatan yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pembangunan dunia pendidikan di Bima, NTB bahkan Indonesia. -Naniek I. Taufan

5

Kombinasi Kecerdasan dan Kerja Keras Di antara delapan perempuan yang masuk dalam kabinet JokowiJK, sosok Rini Soemarno boleh dibilang paling kontroversial. Bahkan sebelum dia masuk kabinet pun, saat ditunjuk Jokowi menjadi Kepala Staf Rumah Transisi pun, reaksi keras sudah muncul. Ini mungkin terkait kiprahnya masa lalu. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, ini, sempat disebut dalam kasus pembelian Shukoi, bahkan tahun lalu ia dipanggil KPK terkait kasus BLBI.

Prima Damayanti (dua dari kanan) dan Siti Syarah (tiga dari kanan), srikandi dunia pendidikan dalam tim 3, menjadi pendamping yang menjelajah hingga ke sekolahsekolah terpencil

Tim 3 termasuk Prima dan Syarah, tengah memberi materi pada kegiatan pendampingan

membuat gagalnya kegiatan pendampingan,” kata Prima. Ini menyebabkan jadwal harus diulang kembali. Hal ini pernah terjadi ketika Tim 3 turun ke salah satu SMP di Kecamatan Donggo. Banyak persoalan yang membuat informasi tidak sampai. Misalnya dari jadwal

22 - 28 desember 2014

T

Rini Soemarno

oh, meski arus penolakan lumayan marak, tetap saja Rini ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara. Rini sendiri berusaha tetap tenang menghadapi situasi yang ada. Yang terpenting baginya adalah menunjukkan hasil kerja yang terbaik ketimbang menanggapi berbagai omongan miring tentang dirinya. Dulu, orang mengenalnya dengan nama Rini Soewandi. Namun sejak bercerai dari suaminya, Didi Soewandi pada 2006 lalu, ibu tiga anak ini --- Nindia Felicia Soewandi, Yodhananta Soewandi dan Fauzan Rahman—kembali memakai nama ayahnya. Ia lahir dan besar di luar negeri karena mengikuti ayahnya, Soemarno, yang bertugas di mancanegara. Ayah bagi Rini adalah sosok panutan juga inspirator. Itu juga yang membuat Rini mengikuti jejak sang ayah yang seorang pekerja keras dan hidup penuh kesederhanaan. Soal keseherhanaan memang tak dapat disangkal. Ini bisa dilihat dari penampilannya dalam keseharian yang jauh dari glamour. Padahal dengan kariernya yang melambung bahkan menduduki jabatan-jabatan puncak di berbagai perusahaan swasta besar yang sudah barang tentu gajinya pun ‘selangit’ , tentu itu dapat melakukannya. Tapi wanita tamatan Wellesley College Massachusetts 1981 ini, tetap tidak berubah, tetap bersahaja dari dulu hingga kini. Saking sederhananya, konon saat memimpin perusahaan besar PT Astra Internasional, tak jarang orang tak ngeh kalau dia adalah big boss perusahaan besar saat melakukan blusukan ke anakanak perusahaan. Ya begitulah Rini, cerdas, pekerja keras namun

bersahaja. Tapi jangan ditanya soal sikapnya dalam bekerja. Ia adalah pemimpin yang tegas dan teguh dalam bersikap. Itulah pula yang disampaikan Jokowi saat mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Kerja. Jokowi menyebutnya sebagai seorang pekerja keras yang cekatan. Mengenang alm ayahnya, Rini bercerita, bagaimana sang ayah harus berjalan kaki 14 km pulang-pergi sekolah. Padahal ketika itu kakeknya memiliki kedudukan terpandang yakni seorang Lurah. Tapi ayahnya tetap hidup sederhana. “That’s every day he did,” ujar Rini. Satu hal yang juga tak dilupakan Rini tentang ajaran ayahnya adalah tidak melupakan ‘akar’. Sebut saja saat ia mengikuti ayahnya saat bertugas di Belanda. Sang ayah secara khusus mendaftarkannya mengikuti les menari Jawa. Terkait dalam hal ini ayahnya memang ‘keras’. Bukan hanya dilarang berpacaran dengan bule saat kuliah, dia juga diwanti-wanti untuk segera pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya. Padahal saat di negeri ‘Paman Sam’ itu, Rini yang baru tamat kuliah punya peluang bagus, ia sempat magang di Kementerian Keuangan negeri itu. Tapi Rini ingat pesan sang ayah, toh, ia pun tak terpikir untuk berkiprah di luar negeri, maka ia pun kembali ke Indonesia tahun 1982. Catatan karier Rini terbilang cukup mengesankan. Saat pulang ke Indonesia, ia memulai kariernya di Citibank, dan di sanalah kariernya dengan cepat melejit. Terakhir ia menempati posisi Vice President yang menangani Divisi Coorporate Banking, sebelum akhirnya hijrah ke PT Astra Internasional. Di sini pun kariernya bersinar kinclong, ia menduduki posisi Direktur Keuangan.

Rini sempat keluar dari Astra Internasional dan masuk ke lingkungan birokrasi karena ditarik Menteri Keuangan Fuad Bawazier untuk menempati posisi sebagai asisten bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional. Ia juga dipercaya menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Badan Penyehatan perbankan Nasional (BPPN), namun tidak bertahan lama. Rini adalah kombinasi kecerdasan dan pekerja keras. Tak heran dalam setiap kiprahnya, ia berhasil menduduki banyak posisi bergengsi. Usai berkiprah di Departemen Keuangan dan BPPN, Rini kembali ke Astra Internasional. Menariknya, saat Rini kembali, Astra tengah terpuruk akibat dihantam krisis 1998. Banyak orang heran keputusan wanita ini yang dengan berani masuk kembali ke Astra. Maklum, saat Rini masuk dia dihadapkan dengan tantangan besar, yakni merestrukturisasi utang Astra Internasional yang mencapai USD 1 miliar dan Rp1 triliun. Tak sia-sia, Rini yang kala itu menduduki jabatan Presdir Astra Internasional pun berhasil menyelamatkan perusahaan otomotif terbesar di Indonesia itu dari kebangkrutan. Nama Rini dan prestasinya pun kian melambung. Namun jabatannya sebagai Presdir Astra Internasional pun ‘digoyang’ dan Rini pun terlempar. Lepas dari Astra ia masuk ke perusahaan multimedia Agracom sebagai komisaris, dan mendirikan perusahaan otomotif, sepeda motor Kanzen. Sayangnya

Rini di kantor BUMN sesaat setelah pelantikan

sepeda motor ini kurang sukses. Tahun 2001, Megawati Soekarnoputri yang terpilih sebagai Presiden ke-5 menunjuk wanita ini menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Setelah Kabinet Gotong Royong berakhir, nama Rini pun seolah tenggelam. Kiprahnya tak banyak terdengar lagi. Namnya baru ‘mengudara’ lagi ketika Jokowi menunjuknya menjadi Kepala Staf Tim Transisi yang bertugas mempercepat implementasi sembilan program nyata yang dijanjikannya atau yang dikenal sebagai “Nawa Cita”. Sejak itu sorotan tak lepas dari padanya. Termasuk saat ia dipilih Jokowi masuk dalam kabinetnya. Banyak yang mengatakan, masuknya Rini sebagai menteri, tak lepas dari peranan Megawati Soekarnoputri yang konon hubungannya cukup dekat dengan dirinya. Namun Rini membantahnya, menurutnya itu murni keputusan Jokowi. Soal kedekatannya dengan Mega, ujarnya, saat ia menjadi Menteri Kabinet Gotong Royong. Sebelumnya, ia tidak pernah berinteraksi dengan Mega. Meski, akunya, almarhum ayahnya, Soemarno sempat masuk dalam kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Sebagaimana diketahui, ayah Rini, Soemarno adalah Gubernur DKI Jakarta tahun 60-an dan juga sempat menjadi menteri di masa

Kabinet Dwikora II. “Kakak-kakak saya seumuran dengan Mas Guntur (kakak Megawati), Mbak Mega. Kakak tertua saya, teman dekatnya Pak Guntur, lalu kakak perempuan saya satu sekolah dengan Ibu Sukma (Sukmawati Soekarnoputri). Tapi saya sendiri tidak banyak berinteraksi dengan mereka karena umur jauh berbeda,” ujar wanita yang hobi memasak ini. Terkait dengan kerja keras, Rini sempat dibuat terkaget-kaget garagara wartawan menyebut adanya direksi-direksi yang main golf saat jam kerja. Sebenarnya wartawan kala itu ingin meminta tanggapan atas rumors yang beredar, namun pertanyaan itu justru membuatnya terkejut. Menurutnya, ia baru mendengar kabar tersebut. “Terima kasih saya dikasih tahu. Karena saya enggak kebayang direksi main golf waktu kerja. Engggak pernah kepikir,” ujar Rini saat berbincang dengan wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Ia berjanji akan menindaklanjuti kabar itu, namun tidak menyebut akan diberi sanksi apa para direksi yang suka main golf di jam kerja. Entah ada hubungannya atau tidak, beberapa minggu kemudian Rini menegaskan akan terjadi pergantian direksi beberapa perusahaan BUMN sebelum akhir tahun.-Diana Runtu


Inspirasi

4

22 - 28 desember 2014

22 - 28 desember 2014

Mandalika

Bangun Indonesia dari NTB Gagal Jadi Gubernur, Takdir Jadi Menteri K h o f i f a h I n d a r Pa r a w a n s a

Semarak Hari Ulang Tahun ke-56 Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung semarak. Puncak peringatan HUT tanggal 17 Desember tahun ini mengambil tempat di bekas Bandara Selaparang Lombok di Mataram. Uniknya, kali ini para pegawai lingkup Pemerintah Provinsi berpakaian daerah Nusa Tenggara Barat. Kekayaan dan keberagaman pakaian tradisional Sasak Samawa Mbojo yang kebanyakan telah mengalami modifikasi modern ini, tampak dikenakan oleh kepala-kepala dinas dan instansi yang menikmati keunikan tersebut, meski tidak sedikit yang kepanasan dengan pakaian tersebut.

Single parent, memiliki empat anak, sibuk dengan berbagai aktivitas, itulah gambaran dari kehidupan Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial. Yang menarik, baik Khofifah maupun empat anaknya hidup berpencar. Khofifah di Jakarta, dua anaknya kuliah di luar negeri, Malaysia dan Cina. Sedang dua lainnya, ­masing-masing menempuh pendidikan di pondok pesantren di Mojokerto dan Jombang,

Khofifah Indar Parawansa

“Y

ang terpenting adalah membangun komunikasi,” ujar wanita kelahiran Surabaya 19 Mei 1965 ini. Menurut Khofifah komunikasi sangat penting dan itu dilakukannya setiap waktu, bahkan di sela-sela kesibukannya. Karena hidup berpisah jauh maka telpon pun menjadi ‘senjata’ andalan untuk menghubungi anak-anaknya. Tak heran, tagihan telponnya setiap bulan tergolong tinggi. “Untuk saya komunikasi itu sangat penting. Jadi tidak apa-apa bayar telp mahal yang penting bisa berbicara dengan anak-anak. Nah untuk anak saya yang sekolah di pondok pesantren, tidak bisa selalu dihubungi karena mereka tidak diizinkan memegang handphone setiap hari. Mereka hanya bisa dihubungi pada hari libur atau Jumat. Kecuali ada yang mendesak, mereka bisa meminjam hp ustadnya,” papar ibu dari Fatimah Sang (21), Jalaluddin (19), Yusuf (17) dan Ali (14). Anak-anak Khofifah memang sudah terlatih hidup mandiri. Mereka juga sudah terbiasa dengan berbagai kesibukan luar rumah dari ibunya. Maklum, sebelum menjadi menteri, Khofifah memang sudah memiliki segudang kegiatan. Ia aktif diberbagai kegiatan social maupun organisasi kemasyarakatan. Ia juga aktif di organisasi politik, yang kemudian membuat namanya berkibar di pentas perpolitikan Tanah Air. Di sisi lain, ini bukan pertama kalinya alumnus pascasarjana Universitas Indonesia ini menjadi menteri. Lima belas tahun lalu, atau tepatnya tahun 1999, ia telah menjadi menteri. Kala itu Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menunjuknya menjadi Menteri Pem-

berdayaan Perempuan merangkap Kepala BKKBN. Ketika itu anak sulungnya, Fatimah baru berusia enam tahun. Nama Khofifah mulai dikenal publik sejak ia tampil menyampaikan pandangan fraksinya, Persatuan Pembangunan, dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 yang didominasi oleh Fraksi Karya Pembangunan (Golkar), Fraksi ABRI dan Fraksi Utusan Golongan. Ketika itu secara mengejutkan ia mengkritisi Orde Baru, termasuk dugaan kecurangan Pemilu 1997. Inilah pidato kritis pertama terhadap Orde Baru di ajang resmi selevel Sidang Umum MPR. Pernyataan‘keras’, ditambah lagi sosoknya sebagai politisi perempuan---saat itu usia Khofifah masih 33 tahun--- jelas membuat kagum sekaligus ingin tahu. Sejak itu namanya pun ‘naik daun’ , karier politiknya melaju pesat, sampai akhirnya ditunjuk sebagai menteri pada masa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi Presiden (1999-2001). Kini 15 tahun kemudian, Khofifah kembali menjadi menteri. Tapi saat ini ia tidak terlalu khawatir karena keempat anaknya sudah besar dan dapat memahami kerja sang ibu. Mereka mendukung juga mendoakan ibunya agar mampu bekerja dengan baik. Hanya satu yang dipesankan anak-anaknya adalah jangan ‘melupakan’ anak setelah menjadi menteri. Khofifah mengaku sempat terkejut dengan pesan yang disampaikan anak bungsunya, Ali. “Katanya, Ibu jadi menteri jangan lupa anak,” ucap peraih penghargaan ‘Tokoh Penggerak Masyarakat’ dari Islamic Fair

Gubernur NTB saat menyerahkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya

of Indonesia 2011, ini. Sebagai Ibu, tuturnya, ia memahami maksud anaknya menyampaikan hal tersebut. Mereka tidak ingin karena terlalu sibuk perhatiannya pada mereka menjadi berkurang, apalagi selama ini tinggal berjauhan. “Tentu saja perhatian tidak akan hilang. Mereka adalah nafas saya,” ucap Khofifah. Soal diingatkan anak karena terlalu sibuk, memang bukan hal baru baginya. Bahkan dulu, saking sibuknya, ia sempat diprotes anak pertamanya, Fatimah, yang kala itu masih duduk di bangku TK. Lalu ia pun menulis ditembok, “Ibu bubarkan saja partainya. Ibu nggak pernah pulang,” ungkap Ketua Umum Muslimat NU ini. Meski tidak mudah, namun Khofifah berusaha memberi pemahaman kepada anaknya. Salah satu caranya adalah sering mengajak sang anak ikut saat ia beraktivitas di luar rumah. Jadi begitulah, sampai akhirnya keempat anaknya pun bisa memahami aktivitas luar rumah ibunya. Lagi pula, saat anak-anaknya masih kecil, suaminya, Indar Parawansa, masih ada. Sehingga ketika Khofifah sibuk dengan aktivitasnya, anak-anak tetap memiliki pendamping yakni sang ayah. Namun

sang suami tercinta, awal tahun lalu meninggal dunia. Maka jadilah Khofifah orangtua tunggal. Hal lain yang menarik dari Khofifah adalah perjalanan kariernya yang seolah ditakdirkan menjadi menteri. Betapa tidak, sebelumnya, dua kali---2008 dan 2013-- Khofifah berjuang untuk menjadi Gubernur Jawa Timur. Namun perjuangannya kandas. Khofifah sempat melakukan ‘perlawanan’ dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi namun ditolak. Namun beberapa waktu kemudian muncul pengakuan mengejutkan dari mantan Ketua Konstitusi Akil Mochtar (kini menjalani hukuman seumur hidup karena kasus korupsi), lewat pengacaranya mengatakan, seharusnya pemenang gugatan sengketa Pilkada Jatim 2013 adalah Khofifah bersama pasangannya, Herman S Sumawiredja, bukan incumbent. Namun apa mau dikata putusan MK sudah telanjur jatuh, pengakuan itu tidak mengubah apapun. Khofifah sendiri berusaha legowo menerimanya. Nah siapa sangka, gagal menjadi gubernur, Khofifah malah dilantik menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. Tak heran kalau orang-orang pun berkomentar bahwa takdir Khofifah adalah menjadi menteri bukan gubernur. Setelah menjadi menteri, seperti yang lainnya, Khofifah pun rajin blusukan. Ini sesuai dengan pesan Jokowi kepada para menterinya untuk mengenali masalah dan mengenali lapangan. Untuk itu pula maka Khofifah rajin melakukan blusukan ke titik-titik persoalan. Ia tak mau hanya sekadar menerima laporan tapi ingin menyaksikan langsung apa yang terjadi di lapangan. Misalnya saja saat ia berkunjung ke Kampung

Cibogo, Kelurahan Kelurahan Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pekan lalu. Dari kunjungan itu Khofifah menjadi tahu kalau bantuan yang diterima warga melalui KPS (Kartu Perlindungan Sosial) sebagai kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak, dipotong untuk membantu warga lain yang tidak menerima bantuan kompensasi BBM. “Apakah bantuan tersebut diterima secara utuh,” tanya Khofifah kepada warga. Dijawab, sudah menerima yakni sebesar Rp400 ribu, namun ia dan teman-temannya penerima bantuan, diminta menyisihkan uang Rp50 ribu oleh petugas setempat dengan alasan untuk dibagikan kepada warga lain yang tidak mendapatkan. Wajah Khofifah sempat berubah mendengar adanya pemotongan ini. Namun warga tersebut mengaku dirinya ikhlas karena memang uang itu dibagikan kepada warga lainnya. Ia menyebut mertuanya yang tidak mendapat bantuan KPS kebagian dana itu meski tidak sebesar mereka yang mendapat KPS. “Sudah kesepakatan, warga setuju, penerima KPS dipotong Rp50 ribu. Uang tersebut dikumpulkan kemudian dibagikan kepada warga lainnya. Saya ikhlas bu,” kata wanita itu. Khofifah sempat terdiam dan manggut-manggut, lalu berkata,” Ya sudah kalau ibu ikhlas,” ucapnya. Bagi Khofifah, blusukan ke kampong-kampung menemui warga adalah hal yang biasa dilakukannya. Bukan karena ia menjadi Menteri Sosial atau karena meniru Presiden Jokowi yang memang hobi blusukan. Sejak muda bahkan setelah menikah, ibu empat anak ini memang sudah aktif di organisasi kemasyarakatan yang selalu bersentuhan dengan masyarakat secara langsung. Karena itu ia tak canggung berbincang dengan warga miskin, menanyakan ini dan itu. –Diana Runtu

Kehadiran para pegawai dengan pakaian tradisional Sasak Samawa Mbojo, tiga suku yang ada di NTB ini, menambah semarak puncak peringatan HUT NTB yang mengangkat tema, “Kita Bersatu, NTB Maju”, ini. Penekanan diberikan pada semangat persatuan dalam kebersamaan serta rasa memiliki, merupakan kekuatan utama untuk membangun. “Momentum Hari

Ulang Tahun kali ini haruslah dapat memberikan semangat dan kebanggaan kita untuk bertransformasi menjadi masyarakat yang produktif,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi tentang alasan tema tersebut diangkat. Daerah ini ingin ikut berkiprah dalam pembangunan nasional lewat kinerja dan karya nyata untuk Indonesia. “Mari kita berikan yang

Refleksi 56 Tahun NTB Dalam usia ke 56 tahun ini, NTB telah dipimpin oleh delapan gubernur sejak 1958. Berturutturut delapan gubernur ini telah membawa daerah yang dikenal sebagai Bumi Gora ini mampu bersaing dalam skala nasional. Mulai dari gubernur pertama, yakni H. Ruslan Tjacraningrat yang memimpin periode 1958-1968. Kemudian digantikan oleh H.R. Wasita Kusuma pada periode 1968-1978, Brigjen. H. Gatot Suherman (1978-1988). Lalu diteruskan oleh Mayjend. Drs. H. Warsito, SH., tahun 1988-1999; Drs. Harun Al-Rasyid (1999-2003), Drs. Serinata (2003-2008), dan Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang kini memimpin NTB dalam dua periode, mulai dari 2008-2013 (periode I) dan 2013-2018. Kemeriahan HUT NTB kali ini juga diwarnai aksi terjun payung yang dilakukan oleh 20 penerjun yang di antaranya membawa bendera dan lambang Nusa Tenggara Barat mendarat mulus di tengah-tengah lapangan upacara. Berbagai kegiatan lain digelar seperti pameran gelar produk IKM (Industri Kecil dan Menengah) binaan pemerintah daerah, bazar dan pasar murah yang digelar hingga 19 Desember, yang diikuti oleh SKPD dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota seprovinsi NTB. Bersamaan dengan itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga melakukan pelepasan ekspor rumput laut produksi

UD Bintang Jaya Sumbawa, yang akan dikirim langsung ke Vietnam. Pelepasan tersebut ditandai dengan pemecahan kendi oleh gubernur. Salah satu lomba yang ramai dan menarik perhatian masyarakat adalah lomba penyajian nasi goreng yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi NTB yang dibuka langsung oleh istri Wakil Gubernur NTB Ny. Hj. Syamsiah Muh. Amin. Penyelenggaraan lomba ini juga sekaligus sebagai rangkaian acara Peringatan Hari Ibu ke-86 yang diintegrasikan dengan HUT NTB tahun ini yang dilangsungkan meriah. Sebanyak 28 peserta (dengan masing-masing tim berjumlah 3 orang) terdiri dari perwakilan SKPD lingkup Pemprov. NTB, Bhayangkari dan Persit Kartika Candra Kirana mengikuti lomba dengan antusiasme yang tinggi. Berdasarkan kriteria kreativitas atau inovasi, rasa, penyajian, kesesuaian dan faktor higienis, Dinas Kesehatan Provinsi NTB berhasil meraih juara pertama dengan perolehan nilai penjurian paling tinggi. Disusul oleh RSUP NTB, dan Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB. Untuk juara harapan pertama diraih Bhayangkari, disusul oleh Bappeda NTB, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB. -Naniek I. Taufan

terbaik, dari NTB untuk Indonesia,” lanjut Majdi. Dari sekian banyak karya nyata yang diberikan NTB untuk Indonesia, dua penghargaan terakhir diterima daerah ini sebagai bukti dari kerja keras dalam ikut membangun negara Indonesia dari daerah NTB. Dua penghargaan tersebut yang merupakan kado HUT ke-56 NTB yang diterima beberapa hari sebelumnya adalah penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pertama Tingkat Nasional bidang Keterbukaan Informasi Publik 2014 dari Komisi Informasi Pusat dan penghargaan Transmigrasi Award tahun 2014, dari Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, kategori Daerah Tujuan Transmigrasi. Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik diberikan sebagai daerah yang paling transparan dalam penyelenggaraan berbagai sendi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat. Selain itu, NTB juga menerima Transmigration Award yang merupakan bentuk penghargaan kepada pemerintah

provinsi sebagai daerah asal dan tujuan transmigrasi, kabupaten yang melaksanakan pembangunan dan pengembangan Kota Terpadu Mandiri, Perguruan Tinggi serta Media Massa yang dinilai telah berupaya dengan sungguh-sungguh mendorong dan mengembangkan program transmigrasi. Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2014 diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Istana Wakil Presiden, Jumat (12/12). Sementara, untuk penghargaan Transmigrasi Award tahun 2014 diserahkan juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diterima Wakil Gubernur H. Muh Amin, S.H., M.Si., mewakili Gubernur NTB, dalam acara yang berlangsung di Gedung Balai Makarti Muktitama, Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jakarta, (15/12).

21 “Refleksi berbagai hasil capaian pembangunan di tahun 2014, patutlah kita syukuri bersama,” ujar Majdi. Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2015 mendatang NTB akan dipadatkan dengan berbagai agenda politik, terutama terkait dengan pemilihan bupati dan walikota di enam kabupaten/kota yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sembari menunggu kepastian peraturan perundang-undangan terkait tata cara pemilihannya. Menyikapi tema “Kita Bersatu NTB Kuat”, Gubernur mengimbau warga Nusa Tenggara Barat, untuk senantiasa menjaga silaturrahmi dan kondusifitas daerah dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. “Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh yang selama ini telah dilakukan, kini daerah kita menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan. Satu persatu tantangan telah kita hadapi dengan capaian yang membanggakan. Potensi-potensi pembangunan semakin nyata memberikan dampak perubahan bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan,” katanya dalam sambutan resminya. -Naniek I. Taufan

Gubernur NTB didampingi Ketua Tim Penggerak PKK NTB, saat meninjau pameran dalam rangka HUT ke-56 NTB

Menguasai Bahasa Inggris dalam 19 Menit ! Bali Best Brand & Bali International Customers Satisfaction Awards 2014

EASY SPEAK English Course kembali meraih penghargaan BALI BEST BRAND & BALI INTERNATIONAL CUSTOMERS SATISFACTION AWARDS 2014 untuk kategori LEMBAGA BAHASA ASING TERBAIK 2014. Easy Speak yang berpusat di Bali dan memiliki 15 Cabang di seluruh Indonesia, berhasil meraih Awards Bali Best Brand selama 2 tahun berturut-turut, di tahun 2013 dan 2014. Ini merupakan ajang penghargaan bergengsi bagi pelaku industri, baik industri dagang maupun industri jasa, dimana ribuan merek ikut berkompetisi dan diseleksi oleh lembaga Internasional yang berkompeten. Sebagai lembaga kursus bahasa asing terbaik, EASY SPEAK memang hadir untuk masyarakat dengan metode yang paling efektif yang dapat memberikan kemudahan untuk bisa berbicara Bahasa

Inggris lebih cepat dibandingkan metode lembaga bahasa lainnya. Dengan metode One-on-One dan face to face, EASY SPEAK memberikan solusi dari kendalakendala yang biasa dihadapi seperti speaking, listening, reading and writing. Metode ini dijamin mampu membuat Anda bisa Bahasa Inggris dalam 19 menit dan telah teruji serta terbukti bisa membuat masyarakat Indonesia berbahasa Inggris dengan mudah. Proses pembelajaran juga menggunakan professional sparring partner (tutor) yang akan secara berkesinambungan membantu dan membimbing Anda secara FOKUS sesuai dengan profesi serta kebutuhan Anda dalam Bahasa Inggris tanpa menghapal tensis. Waktu belajar pun dirancang secara FLEKSIBEL sehingga Anda bebas menentukan jadwal belajar tanpa mengganggu aktivitas kantor, aktivitas sosial dan aktivitas keluarga. EASY SPEAK juga mengutamakan kenyamanan dalam proses pembelajaran tanpa harus menghapal vocabulary dan struktur Bahasa Inggris. Karena, dengan tutor atau partner Anda kami menerapkan metode direct practicing sehingga, Anda tidak perlu takut salah atau malu dalam melakukan conversation karena kami akan sesuaikan dengan tingkat penguasaan siswa. Dan, apapun aktivi-

“ENSURE YOUR CONFIDENCE TO SPEAK ENGLISH” Let’s join Easy Speak get the easy way to learn English Untuk informasi lengkap hubungi : EASY SPEAK DENPASAR Jln. Cokroaminoto No. 66 Blok A,B,C,D Denpasar Tlp.0361-422335 Corby : 08970900500

tas siswa kami akan sesuaikan dengan kebutuhan Anda sehingga menjadikan belajar akan selalu FUN.

Lobby lounge Student yang nyaman Kami berikan garansi pengulangan FREE sampai Anda benar-benar menguasai program yang Anda ambil dan berlaku di semua cabang di seluruh Indonesia. Jadi, di mana pun Anda berada, tidak kehilangan akses belajar, sehingga Anda bisa terus membiasakan Bahasa Inggris dan tanpa terasa Anda sudah bisa speaking dengan lancar. Jadi, buktikan sendiri dan ambil handphone Anda sekarang juga 0 800 1000 222 (bebas pulsa) atau sms ke 089 70 900 220 ketik KLP (spasi) NAMA (spasi) KOTA Anda. Maka, perubahan terbesar dalam hidup Anda akan terjadi mulai detik ini.

EASY SPEAK KUTA Ruko Megah Jln. By Pass Ngurah Rai 100X Tuban Bali Tlp. 0361-766900 Corby : 08970900200 Tlp. 08001000222 (bebas pulsa) Atau SMS Ketik : DPS_Nama_Kota Ke 08970900220 Website: www.easyspeak.co.id Facebook: http://www.facebook.com/easyspeakcourse Follow twitter @easyspeak15

Dapatkan Fasilitas pembayaran dengan Cicilan 0% selama 12 bulan bagi anda Pelanggan Kartu Kredit BCA


22

Metropolitan

Tiga Naga

untuk ngaben. Se­ lain itu, untuk memindahkan kreamatorium ke kawasan lain di Jakar­ ta, bukan hal mudah. Karena b e ­

Penjaga Keamanan Dua Pura di Jakarta Utara, Pura Dalem Purnajati Tanjungpuri maupun Pura Segara, termasuk Pura istimewa. Pura Dalem Purnajati merupakan pura tertua di Jakarta yang dibangun sekitar tahun 1960-an. Pura yang telah berusia setengah abad lebih ini, sempat berada dalam kondisi mem­prihatinkan sebelum dilakukan renovasi bebe­rapa tahun lalu.

S

elain usia fisik bangunan telah tua, juga kerap kali diterpa banjir baik pada musim hujan maupun saat rob (air laut naik) dan ini sangat meng­ ganggu kekhusyukan saat ada kegiatan upacara atau pada saat persembahyang­ an. Namun, sejak beberapa tahun lalu, pura tertua yang terletak di Jln. Raya Cilincing ini telah direnovasi. Sebenarnya, Pura Segara letaknya tak terlalu jauh dari Pura Dalem, hanya saja untuk mencapai Pura Segara, harus menempuh Jln. Raya Cilincing yang mengarah ke Marunda. Jalan itu agak menyempit, sementara volume ken­ daraan cukup padat. Apalagi dengan adanya perluasan Pelabuhan Peti Kemas hingga ke Marunda. Sehingga jalan tersebut menjadi salah satu jalan utama truk-truk kontainer menuju Pelabuhan Marunda. Walhasil, jalan itu pun sering macet oleh lalu-lalang truk kontainer. Begitupun jalan masuk menuju Pura, Jln. Kremasi atau Cilincing Kre­ matorium, yang tidak terlalu besar. Malah tak jauh dari gerbang masuk ke kawasan Krematorium DKI, di mana Pura Segara berada, ada pasar kaget yang menjual hasil-hasil laut. Daerah ini tepat berada di tepi laut, dan pasarpasar kaget yang menjual hasil laut ini ada beberapa di sana, bukan hanya di

dekat kawasan Krematorium ini. Maka tak heran kondisi terlihat sedikit sem­ rawut apalagi kalau volume kendaraan sedang padat. Namun, jika kita sudah berada di kawasan krematorium, kondisinya berbeda. Dulu, sebelum tanggul laut dibangun, dari halaman kremato­ rium atau dari halaman pura, kita bisa langsung memandang indahnya laut. Namun, karena belakangan air laut yang semakin meninggi akibat terjadi penurunan lahan pantai yang cukup signifikan, menyebabkan, air laut yang naik kerap menggenangi halaman. “Empat tahun lalu, sebelum tanggul dibangun, rob laut masuk ke kawasan. Jadi meski tidak musim hujan, air masuk sampai sebetis. Yang paling parah kalau ombak sedang tinggi. Untungnya, posisi Pura cukup tinggi, sehingga air hanya sampai di halaman krematorium saja,” tutur Agus, satpam yang sudah 15 tahun bekerja di kawasan itu. Jika keadaan normal, kawasan krematorium terlihat jauh lebih baik. Halaman cukup luas, setidaknya untuk parkir banyak kendaraan. Di sebelah kanan gerbang, sebelum mencapai pura, kita akan menjumpai Graha Yadnya, ini adalah Gedung Suka-Duka Hindu Dharma DKI Jakarta. Di gedung ini biasa digunakan untuk melayani

upacara ngaben. “Gedung itu terbagi dalam dua aula besar. Sebagian untuk upacara ngaben, sedang sebagian lagi bisa umat untuk berbagai acara. Bahkan belum lama ini di sana digelar acara pernikahan,” jelas Made Badra yang juga merupakan penduduk setempat. Meski Pura Segara letaknya agak masuk ke dalam, namun pura ini memiliki sejumlah keistimewaan. Salah satunya adalah posisinya sebagai satusatunya pura yang terletak di tepi laut. Keberadaan ini membuat Pura Segara menjadi sangat penting bagi umat Hin­ du, khususnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya dalam melaksanakan upacara Melasti. Lahan Pura Segara berdiri, menurut mangku Subadra, awalnya milik Aggy Tjetje yang kemudian dihibahkan ke Binmas Hindu untuk dibangun Pura. “Dulu, sebelum berdirinya pura, di ka­ wasan ini hanya ada krematorium milik Yayasan Daya Besar yang dipimpin Aggy Tjetje. Nah, saat ada rencana pengem­ bangan Pelabuhan Peti Kemas, kawasan ini termasuk krematorium akan digusur. Namun, berkat pembelaan dari Ditjen Binmas Hindu-Buddha (dulu keduanya digabung), akhirnya krematorium tidak jadi digusur. Keberadaan krematorium bukan hanya penting bagi umat Buddha tapi juga umat Hindu. Umat Hindu juga menggunakan kreamtorium tersebut

pantai. Pada suatu ketika, beliau seperti mendapat wahyu yang menyatakan di sana, tempat beliau bersembahyang, dapat dibangun Pura. “Romo waktu itu meru­ pakan pemangku di Pura Dalem, mengkonsultasi­ kan hal tersebut. Akhirnya sekitar tahun 1990-an Pura ini dibangun. Pihak dari Angkatan Laut sangat

lum tentu masyarakat setempat bisa menerima. Maka keberadaannya saat ini yang di tepi laut, adalah tepat. Kemudian Aggy Tjetje menghibahkan sebagian lahan miliknya untuk dibangun Pura Segara,” papar Mangku Badra. MENDAPAT WAHYU Menurut Made Badra, Carmin Purnajati atau biasa disapa Romo Maming yang merupakan pemangku gede di Pura Segara tahu persis keja­ dian tersebut. “Sayangnya, Romo saat ini sedang tidak ada. Beliau berada di Jawa Tengah,” tambah pria yang be­ lum lama diwinten menjadi Pemangku di Pura Segara. Dulu Romo Maming sering melakukan sembahyang di tepi

Galungan di Pura Terdekat Hari masih pagi benar, namun kesibukan sudah terlihat di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (17/12). Semua tampak sibuk membuat berbagai persiapan untuk upacara hari raya Galungan. Pukul 08.00, umat mulai berdatangan. Upacara perayaan Galungan itu dimulai pukul 10.00 dipimpin Mangku Lawa. Untuk umat di Jakarta Utara, upacara Galungan dipusatkan di Pura Segara Cilin­ cing dan Pura Dalem Purnajati Tanjungpuri, Cilincing. Jumlah umat yang bersembahyang di Pura Segara pagi itu tidak terlalu banyak, hanya sekitar 70 orang. Mereka umumnya adalah warga sekitar Pura Segara yakni dari Cilincing, Kalibaru, Bajong Taruna Jaya, dll. Karena jumlah umat tidak terlalu banyak, upacara persembahyangan hanya dilakukan dalam satu gelombang. “Kebanyakan umat bersembahyang di Pura Dalem. Di sana bisa sampai ratusan orang. Mungkin karena lebih dekat dan mudah aksesnya. Di Jakarta Utara hanya ada dua Pura, Pura Dalem Purnajati Tanjungpuri yang merupakan pura tertua di Jakarta, dan Pura Segara. Umat bisa memilih pura terdekat untuk sembahyang,” ungkap pemangku Made Subadra. Ia menambahkan, jumlah umat Hindu di Jakarta Utara yang terdaftar sekitar 250 KK. Suasana berbeda ditemui di Pura Aditya Ramawangun, Jakarta Timur, dan Pura Mustika, Cijantung, Jakarta Timur. Sejak pagi umat sudah datang berduyunduyun ke sana. Di Pura Aditya Ramawangun, misalnya, umat yang datang mengikuti upacara bisa mencapai ribuan, mereka datang secara bergelombang dari pagi hingga malam. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan upacara Galungan enam bulan sebelumnya. Bahkan kala itu, karena banyaknya umat, pelayanan persembahyangan dilakukan hingga lewat pukul 00.00. Di Pura Mustika juga tak kalah ramainya. Selain melaksanakan upacara Galungan, di sana juga ada piodalan. Karenanya tak heran umat yang datang pun banyak sekali, mereka berasal dari berbagai kawasan di Jabodetabek. –Diana Runtu

22 - 28 DEsember 2014

22 - 28 Desember 2014

membantu dalam pembangunan pura ini. Pada 10 Desember 1992 lalu, Pura Segara yang telah selesai pembangunan­ nya diresmikan Deputi KASAL Bidang Logistik, Laksamana Muda TNI Ir. I Nyoman Suharta,” paparnya. Untung Suhardi, S.Pd.H, pengajar di Sekolah Tinggi Agama Hindu Dhar­ ma Nusantara, Jakarta, mengatakan, Pura Segara memiliki keunikan yang berbeda dari pura lain. Di antaranya adalah pelinggih yang berada di madya mandala yang bernama pelinggih Naga Raja Baruna Dewam, mempunyai fungsi sebagai penjaga. Pelinggih ini bertugas untuk menjaga keamanan dari arah laut. Pelinggih ini ditempati oleh 3 naga yang masing-masing berwarna merah, putih, dan hijau. Gedong yang menjadi tempat pemujaan dan pelinggihan bagi manifes­ tasi dari Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud Dewa Baruna atau penguasa laut. Menjadi unik karena tidak semua Pura mempunyai pelinggihan Gedong. Selain itu pada saat pujawali, wastra yang digunakan untuk gedong ini tidak sama dengan wastra yang digunakan pada bangunan gedong pada umumnya. Kalau bangunan gedong pada umumnya biasanya menggunakan wastra putih kuning, berbeda dengan gedong yang ada di Pura Segara Cilincing wastranya berwarna putih tetapi saputnya berwarna hijau. –Diana Runtu

Gedung Sewaka Dharma

Konservasi Sumber Daya Alam dan Energi Dalam upaya penghematan sumber daya air, selain memakai sumber air dari sumur bor dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), juga memanfaatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sumber air bersih digunakan untuk di toilet dan dapur. Sedangkan air hasil pengolahan IPAL digunakan untuk keperluan menyiram kebun, mencuci mobil, dan mencuci peralatan cleaning service. Untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, kapasitas dan intensitas infiltrasi serta resapan air dibangun lubang biopori di 52 titik dan 6 buah sumur resapan. Konservasi dan efisiensi listrik dilakukan melalui penggunaan lampu penerangan ruangan jenis LED dan lampu panel surya. Untuk lampu ornamen gedung dan taman menggunakan timer sehingga hidup dan mati sesuai jadwal yang ditetapkan. Untuk keamanan gedung dan lingkungan, Graha Sewaka Dharma dileng-

kapi 53 unit kamera pengawas (close circuit TV, CCTV) dengan 21orang tenaga satuan pengamanan dan juga dilengkapi sistem pengamanan dan penanggulangan kebakaran. Penanganan sampah dan limbah dilakukan dengan memaksimalkan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle). Setiap lantai ditempatkan tiga tong sampah, organik, anorganik dan bahan berbahaya. Sampah organik dari gedung dan pelataran dikumpulkan dan dijual ke bank sampah. Begitu pun sampah berbahaya seperti pecahan kaca, baterai, yang memungkinkan akan dijual ke bank sampah. Setelah sampah menjadi kompos, kembali digunakan untuk pemupukan taman di Graha Sewaka Dharma.Untuk menangani dan mengelola limbah cair, Graha Sewaka Dharma memiliki sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang mengolah limbah dari buangan toilet. IPAL menggunakan sistem bio sewerage treatment plan (BSTP). - ard

Sosialita

3

Ida Ayu Putu Sri Ambari

Buka Pelayanan di Luar Jam Kerja Sejak kepemimpinannya, Badan PP dan KB Kabupaten Gianyar terus menggeliat. Berbagai langkah digulirkan, seperti pelayanan KB gratis dengan sistem jemput bola, reward untuk petugas PLKB, meng­ optimalkan pelayanan medis operatif pria (MOP) hingga mewujudkan Gianyar menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) yang gaungnya hingga ke tingkat nasional.

I

da Ayu Putu Sri Ambari, S.H., M.Si. adalah sosok yang ada dibalik keberhasilan tersebut. Perempuan energik kelahiran Gianyar 14 Januari ini sejak awal menerima tugasnya sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PP dan KB), Juni 2013 ini langsung tancap gas menata dan menggarap tugas–tugasnya. Dengan sigap pula ia melanjutkan kegiatannya dengan meningkatkan prioritas pelayanan akseptor aktif maupun akseptor baru kepada pasangan usia subur (PUS) yang belum memakai kontrasepsi dan yang tak ingin punya anak lagi. Pengaturan kelahiran anak merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu program kependudukan juga menentukan keberhasilan SDM yang berkualitas sekaligus menjadi investasi masa depan yang patut dilakukan sejak dini. Ketika mengadakan sosialisasi kepada PUS, di tiap dusun hingga ke pelosok, pihaknya juga melibatkan tokoh masyarakat, kader PKK, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) , kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) serta sosialisasi PIK Remaja yang

tersebar di sekolah-sekolah. “Memang untuk warga per­ desaan, masih banyak yang malu dan ragu menjadi akseptor KB. Mungkin ini karena masih minimnya informasi yang diterima. Bersyukur keberadaan penyuluh dan pelayanan dengan sistem jemput bola mampu menyadarkan warga pentingnya ber-KB,” terang Dayu Ambari yang se­ ring diminta menjadi narasumber soal kependudukan ini. Ia menginstruksikan ketika warga menunggu giliran mendapatkan pelayanan agar tidak jenuh dihadirkan hiburan dengan pemutaran wayang melalui layar tancap di areal tersebut. Langkahnya pun mantap dengan melakukan terobosan pelayanan KB pada sore hari. Ia

menggandeng tim dari RSUD Sanjiwani, Dinas Kesehatan, juga melibatkan para pemangku kepentingan sebagai mitra kerja seperti Babinsa, Babinkamtibmas, perbekel dan tokoh masyarakat. “Pelayanan mengacu pada kepentingan masyarakat terutama PUS yang ingin ber KB tanpa harus mengganggu jam kerja mereka di pagi hari. Begitu juga tim Dinas Kesehatan menugaskan bidan dan dokter puskesmas dimana lokasi pelayanan dilakukan,” ucap istri Sekda Gianyar Drs. Ida Bagus Gaga Adi Saputra, M.Si. ini. Selain itu ibu dari IB Gaga Aditya Prayudha, IB Gaga Yogi Brahmantha, IB Gaga Bayu Wicaksana ini memberikan reward kepada akseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Untuk program MOP, dari 20 akseptor yang dibebankan oleh BKKBN Provinsi Bali tahun ini Gianyar sudah mencapai 50 akseptor. “Di setiap kesempatan kami dibantu peserta yang sudah MOP hadir sebagai saksi. Mereka mampu menepis anggapan kalau MOP atau vasektomi seperti dikebiri, bisa mandul dan tak dapat menjalankan kewajiban seperti laki–laki pada umumnya,” papar sulung dari lima bersaudara anak pasutri IB Made Pudja (alm) dan IA Putu Kerti (almh) ini. Tugas lain yang juga dilakukannya rutin memberikan pelatihan dan pembinaan peningkatan

Ida Ayu Putu Sri Ambari dan suami

Ida Ayu Putu Sri Ambari

peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS) dan pelatihan kepemimpinan bagi ketua-ketua organisasi wanita. Sedangkan keberadaan anak dan perempuan dengan segala aspeknya dilindungi melalui pembentukan P2TP2A, sesuai amanat Menteri PP dan PA. Setelah me­metakan se­luruh potensi, ber­ komunikasi dan setiap SKPD berhasil mempresentasikannya menjadi sebuah bentuk kegiatan program KLA sebagaimana kriteria yang ditetapka n , a k h i r nya Gianyar mampu berada pada tahap menuju kabupaten layak anak. Momentum ini telah dideklarasikan pada 9 Agustus 2014, yang dihadiri Menteri PP dan PA Republik Indonesia saat itu, Linda Amalia Sari Agum Gumelar.

KELUARGA SUMBER INSPIRASI Dayu Ambari menegaskan prosesnya tidaklah mudah, perlu kerja keras untuk berkoordinasi dan menyosialisasikan sampai timbul kesadaran dan keyakinan terhadap seluruh pemangku kepentingan, mereka telah melakukan tahapan sesuai kriteria KLA meski belum sempurna. “Untuk rencana ke depannya, kami akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan atas kinerja dengan harapan Kabupaten Gianyar bisa mewujudkan Kabupaten Layak Anak sesuai tahapan,” katanya antusias.

Meski dalam tugasnya terlihat grafik prestasinya meningkat tajam, sebagai sosok yang tidak ambisius, dengan rendah hati Dayu Ambari menyatakan dirinya menjalani apa yang ada sekarang dengan selalu berupaya memberikan yang terbaik berkenaan posisi beserta tugas yang diembannya. Ditanya soal kiatnya mengatur waktu, wanita yang dikenal pekerja keras ini, mengaku tidak ada yang sifatnya khusus, semua dijalaninya secara alamiah. “Hingga saat ini tidak ada masalah baik tugas kantor, urusan keluarga maupun kegiatan sosial. Semua kami jalani apa adanya,” ujar ibu yang mengaku keluarga sangat mendukung dan menjadi sumber inspirasinya. “Kalaupun berkumpul, katanya mereka suka berdiskusi hal yang ringan-ringan. Kami sepakat tidak membicarakan pekerjaan. Kami lebih banyak cerita tentang sekolah anak–anak dan hobi masing-masing,” ucap penyuka jogging dan bersepeda ini.

Tentang kegiatan penyeimbang kesibukannya yang sangat padat, Dayu Ambari pun cukup melakukan hal yang sederhana. Ia lebih memilih melakukan bersih-bersih rumah. “Malah jika ada waktu kami suka mencari literatur tentang bebantenan. Karena inilah kehidupan yang paling lekat dengan kita sehariharinya,” ujar Dayu Ambari yang menyimpan impian ketika ia pensiun ingin memiliki yayasan atau aktivitas yang bermanfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau disabilitas. ”Itulah salah satu bentuk wujud syukur kami, telah diberikan karunia oleh Tuhan,” ucap pemilik prisip hidup mensyukuri dan menjalani apa adanya, dengan selalu memberikan yang terbaik ini. -ard


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

22 - 28 desember 2014

GORO-GORO

Selamat Hari Ibu Putu Wijaya

Penobatan Ibu Teladan se-Bali 2011

Peringatan Hari Ibu antara satu negara dengan negara lain berbedabeda. Di Indonesia, peringatan Hari Ibu dirayakan secara nasional tiap tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 tahun 1953, saat ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk me­ rayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, hari tersebut diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Situs Wikipedia menyebutkan Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan

Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini menjadi kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan sebagainya. Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak wanita di bidang pendidikan dan perkawinan. Kini seiring perkembangan zaman, wanita dan pria memiliki

Mangga Itu Poh

Saat itu saya masih duduk di kelas satu SD dan pelajaran yang paling saya takuti adalah pelajaran bahasa daerah Bali. Selain pelajarannya yang baru buat saya juga guru yang meng­ ajar sangatlah galak. Saya adalah anak dari seorang polisi dan tinggal di asrama atau sering disebut “anak kolong” tentu saja bahasa sehari-hari yang saya gunakan adalah bahasa Indonesia. Walaupun saya orang Bali, bahasa daerah hampir sangat jarang saya dengar. Bahasa Bali bagaikan bahasa asing bagi saya ditambah guru yang galak, lengkap sudah penderitaan saya. Setiap pelajaran bahasa Bali berlangsung saya selalu mencari alasan untuk pergi ke kamar kecil, membuang sisa rautan pensil, atau menutup wajah saya dengan buku agar tidak terlihat oleh guru.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Suatu hari Ibu Guru bertanya di depan kelas dan langsung menunjuk saya yang hendak ba­ ngun pergi ke kemar kecil. Saya terkejut, apesnya saya saat itu tidak memperhatikan situasi dan harus menjawab pertanyaan. Ibu guru bertanya apa bahasa Balinya mangga? Dengan lantangnya saya menjawab “mangge” bu guru. Seisi kelas langsung ramai me­ nertawakan saya. Saya heran apa yang salah dengan jawaban saya? Setahu saya huruf “a” dilafalkan “e” dalam bahasa Bali. Seperti halnya “meja” dalam bahasa Indonesia menjadi “meje” dalam

hak yang sama dalam pendidikan dan perkawinan. Wanita dan pria memiliki kedudukan yang sama. Dalam mengurus keluarga pun bukan hanya tugas wanita. Pria pun punya kewajiban yang sama untuk memberikan pendidikan yang utama dan pertama bagi anak-anak. Sebagai apresiasi untuk kaum ibu, tanpa mengesampingkan peran ayah, kami memuat beberapa surat dari anak-anak tentang momen terindah bersama ibu. Kepada para ibu, kami ucapkan Selamat Hari Ibu. Tahun 2015, Tokoh kembali akan mengadakan pemilihan Ibu Teladan se-Bali. Ini merupakan ajang tiga tahunan. Peserta adalah para ibu yang ada di Bali. Kami tidak bekerja sendiri. Kami menggandeng banyak komponen untuk memberikan penilaian yang komprehensif. Bagi para Ibu, bersiaplah. Tunggu kehadiran kami. Salam

bahasa Bali. Saya masih diam terpaku saat suasana kelas mulai hening kembali. Lalu Ibu guru memperbaiki jawaban saya dengan menulis di papan “mangga = poh”. Mangga dalam bahasa Bali di­sebut “poh”. Apa? bagi saya itu jauh dari bayangan. “Poh” adalah kata yang sangat baru dan aneh bagi saya, bagaimana “mangga” yang terdiri dari enam huruf itu diterjemahkan menjadi tiga huruf yang sangat sederhana “poh”? Saya malu sekali saat itu. Dampak baiknya sampai sekarang kemanapun saya pergi saya mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Bali. Malu rasanya jadi orang Bali tapi tak bisa berbahasa Bali. Cahya

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

22 - 28 desember 2014

23

“White Christmas”

Di seluruh kota-kota besar dunia berkumandang lagu “White Christmas”. Pak Amat pun tak mau ketinggalan. Dia nyetel kaset lagu Natal itu keras-keras sepanjang hari. Para tetangga jadi bertanya-tanya.”Apa Pak Amat sudah pindah agama?” tanya Bu Alit. Bu Made, cs lalu lapor. Bu Amat terkejut. Ia kontan menegur suaminya. “Matikan tape-nya, Pak!” Karena tak sabar, langsung saja Bu Amat sendiri kemudian yang mematikan. Amat marah. “Kok dimatikan? Nanti kalau habis, kan mati sendiri!” “Tapi tetangga sudah menuduh kita pindah agama, Pak!” Amat tercengang. “Pindah agama bagaimana? Ini kan untuk menghormati saudara-saudara kita yang Nasrani. Seperti di hari Lebaran kita juga menghormati saudarasaudara kita yang Muslim!” “Tapi kesimpulan mereka begitu!” “ Itu namanya fitnah!” “Ya sudah, terserah! Kalau mau nyetel lagi, setel saja terus! Kalau mau pindah agama, terserah. Saya tidak mau ikut! Saya tetap orang Bali” Suara Bu Amat ketus. Amat jadi tak berani lagi memutar “White Christmas”. “Payah sekarang ini, Pak Made,” kata Amat mengadu, “Masak kita mau menghormati agama lain, dituduh pindah agama. Kalau begini caranya, mustahil kita bisa menggalang hidup damai. dalam berbeda agama.” Pak Made tidak setuju dengan Amat. “Pak Amat, ibu-ibu itu bukan mau menghalangi niat luhur Pak, mereka hanya bingung, penasaran ingin tahu. Saya kira kalau diberikan penjelasan, mereka akan mengerti.” “Penjelasan bagaimana?” “Ya, penjelasan mengapa lagu White Christmas itu diputar berulangulang?” “Kan untuk menghormati hari Natal!” “Itu dia. Mereka perlu penjelasan!” Amat menggeleng. “Masak yang begitu saja harus diberi penjelasan. Kalau semua harus dijelaskan, berarti tidak ada usaha menyimak hidup damai dalam perbedaan kan jelas ada dalam lambang negara kita: Bhineka Tunggal Ika! Semua harus melaksanakan kalau memang berkebangsaan Indonesia. Tidak boleh tidak tahu! Jangan biarkan otak nganggur, nanti menciut lalu akhirnya hilang. Anak kecil pun tahu saya menjalankan ibadah ke Pura dengan sungguh-sungguh. Itu sudah merupakan penjelasan!” Suara Amat keras sehingga Pak Made menyudahi percakapan. Takut jadi sengketa. Amat sendirj jadi penasaran. Dia langsung menemui Bu Alit. “Bu Alit, maaf, saya mau menjelaskan sedikit. Saya memutar lagu White Christmas itu, bukan karena pindah agama. Tapi menghormati saudarasaudara kita yang Nasrani dalam rangka kerukunan beragama. Sama sekali bukan karena pindah agama!” Bu Alit tercengang. “Lho Pak Amat, bukan saya yang bilang begitu. Saya hanya nenyampaikan!” “Jadi siapa yang sudah menuduh saya pindah agama.” “Pak Made.” Amat tercengang. Setelah berpikir keras dia menemui lagi Pak Made. “Pakk Made, maaf kalau saya lancang. Kata Bu Alit, Pak Made yang menuduh saya pindah agama, Betul atau tidak?” “Tidak!” “Lalu siapa?” “Bu Amat!” “Ah?” “Ya. Bu Amat sendiri. Makanya semua kami jadi penasaran. Itu sebabnya kita semua bertanya-tanya. Betul tidak? Kalau betul, kenapa? Kalau tidak betul, supaya jelas. Kita ini orang kecil pak. Bukan pemain politik! Kami ingin tahu urusan tetangga meskipun sifatnya pribadi. Karena kita ini keluarga besar yang mengusung semboyan gotong-royong. Hanya ingin tahu, bukan mau melarang, ingin kejelasan agar pikiran tenang saja bertetangga.” Amat tak sanggup menjawab. Ia cepat pulang. Kuncinya ada pada istrinya. Tapi di pintu, Amat mati langkah. Sayup sayup terdengar White Christmas di dalam rumah. Hati-hati Amat masuk. Istrinya duduk di samping tape sambil menjahit sarung robek. Mulutnya komat-kamit menirukan suara Andy William menyanyikan White Christmas. Amat perlahan duduk, lalu menegur lirih: “Mau pindah agama ini, ye?!” Bu Amat seperti tak mendengar, lalu menggumam. “Katanya kerukunan berbeda agama. Kalau sayup-sayup begini lagunya bagus sekali. Memberi rasa aman damai dekat pada Sang Pencipta, Hyang Widhi.. Yang bapak setel tadi, liar seperti orang ngamuk!” Amat tak menjawab. Tapi dalam hati dia sambat: Banyak yang aku ketahui tentang wanita, tapi lebih banyak lagi yang tidak aku pahami.”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Denpasar Festival 2014

Wadah Penguatan Budaya dan Ekonomi Agenda Tahunan Kota Denpasar, Denpasar Festival 2014 akan digelar 28 s.d. 31 Desember yang dipusatkan di titik nol Kota Denpasar, yakni di areal Patung Catur Muka. Beragam kegiatan, pameran, dan bazar kuliner yang akan berlangsung selama Denfes ke-7 yang mengambil tema “Dharma Cipta Mahabudaya” ini mengambil zone di areal Jalan Gajah Mada tengah, Gajah Mada timur, Jalan Veteran, Catur Muka, depan Jayasabha, depan Museum Bali, dan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Puputan Badung). Tematik “Dharma Cipta Mahabudaya” ini mengedepankan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakatnya yang multikultur untuk memuliakan kreativitas seni dan budaya yang tidak saja tumbuh kembang sebagai seni murni (ekspresi keindahan dengan tujuan persembahan kepada keagungan Sang Pencipta dan alam raya), namun juga sebagai seni dapur (keragaman potensi, energi, dan karya kreatif sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan sosial). Denpasar Festival yang memasuki tahun pelaksanaan ketujuh telah menjadi medium “pengisahan” yang kredibel dan dinamis akan kenyataan ragam kreativitas (art) sebagai akar dan aset kultural yang menstimulasi dan memenuhi kepentingan pasar (mart) yang dikelola secara berkesinambungan serta efisien dan efektif akan melandasi kerinduan kolektif akan Denpasar yang cergas dan cerdas

(smart). Dharma Cipta Mahabudaya menjadi penanda akan pengabdian dan kemampuan masyarakat multitalenta dan multikultur Denpasar dalam menghasilkan dimensi keseimbangan kreativitas tradisi dan modernitas yang menjadi kunci untuk

meningkatkan kemakmuran rakyat dalam segala bidang. Dharma Cipta Mahabudaya dalam Denfes kali ini berorientasi pada budaya dan ekonomi. Secara budaya, nilai-nilai utama adalah seni, budaya, kesejahteraan, kemu-

dahan akses dan pelibatan publik dalam aktivitas kreatif. Orientasi ini menempatkan Denpasar Festival sebagai wahana tertampilnya beragam atraksi seni dan budaya yang khas dan unggul di Denpasar. Secara ekonomi, fokusnya adalah pada pengembangan pasar urban yang berkesinambungan terkait spectrum industry kreatif Denpasar. Denpasar Festival menjadi pasar inovasi, talenta kreatif dan industri kreatif. Tematik ini terefleksikan dalam inagurasi pembukaan yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni dengan parade 1.000 topeng yang merupakan refleksi spirit identitas Denfes 2014 di titik nol Denpasar, perputaran 4 penjuru kepentingan dan dinamika Kota Denpasar dan “Heart of Bali”, saling bersisian satu sama lain berputar dalam keteraturan dan harmoni “Tapak Dara Maha Somya”. Parade topeng ini ingin menonjolkan keberagaman topeng di Bali sebagai

Lomba Busana Kerja untuk LPD Salah satu agenda Denfes yang tiap tahun selalu mendapatkan animo besar masyarakat adalah lomba fashion show berbahan lokal endek. Endek yang menjadi salah satu produk unggulan K o t a D e n p a s a r, menurut Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA Selly Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra bersama Ketua D. Mantra, tahun ini Dekranasda Kota Denpasar IA Selly D. Mantra tetap dilombakan dalam bentuk busasalah satu warisan budaya yang na kerja. “Hanya saja setiap tahun patut dilestarikan, baik topeng sasaran untuk peserta lombanya tradisional maupun modern. selalu berbeda,” ujarnya. Hal berbeda lainnya yang akan Dikatakannya, Pemerintah Kota hadir di Denfes ke-7 adalah areal Denpasar ingin menyasar semua “Mai Ngopi” dan “Mai Nyenggo”. kalangan dan profesi. “Jika pada Ini merupakan apresiasi terh- Denfes tahun sebelumnya lomba adap keberadaan pedagang nasi pakaian kerja sudah dilaksanakan jenggo di Denpasar yang menjadi untuk karyawan bank, hotel hingga incaran kebutuhan masyarakat rumah sakit dengan sambutan tiap sore/malam dan memberi- yang sangat baik, tahun ini bakal kan pengaruh luas. Di sini akan dilombakan pakaian berbahan dihadirkan beragam menu nasi endek untuk kalangan karyawan jenggo yang merupakan usaha- LPD se-Kota Denpasar,” lanjutnya. usaha masyarakat Kota Denpasar Panggung fashion show tahun ini, yang luar biasa mempengaruhi kata Selly D. Mantra akan menjadi perekonomian masyarakat kecil. ajang kreativitas bagi karya-karya Sementara “Mai Ngopi”, juga akan terbaik untuk kalangan anak-anak menampilkan beragam kopi dan muda dari para duta endek. Unteknik penyeduhannya. Hal ini tuk kreativitas di bidang desain merupakan perhatian Pemkot ter- pakaian berbahan lokal endek ini, hadap tren ngopi yang ditunjukkan Selly D.Mantra memastikan dirinya dengan menjamurnya kafe-kafe hadir untuk menyaksikannya langkopi dan angkringan di Denpasar. sung. –ard/ten

Angkat Kuliner Tradisional Gali Potensi lewat Lomba WMD

Refleksi akhir tahun Kota Denpasar melalui Denfes, menjadi puncak kreativitas seni, fashion, dan kuliner masyarakat Kota Denpasar. Melalui Denfes, pemerintah memberikan ruang bagi pelaku seni, pelaku UKM, komunitas, dan masyarakat Kota Denpasar dengan segala potensi lokalnya seperti, seni, kuliner,kerajinan, fotografi, dan fashion, untuk menumbuhkan ekonominya. Ajang Denfes ini juga men-

jadi wadah kerinduan masyarakat Denpasar akan kuliner-kuliner tradisional yang keberadaannya cukup langka dan hampir tak dikenali generasi muda sekarang, seperti sate kakul dan loloh. Bahkan, sejak tahun lalu sudah dilaksanakan Festival Loloh yang berlanjut tahun ini. Untuk memperkenalkan loloh yang merupakan minuman tradisional Bali yang herbal, kepada masyarakat luas, oleh Pemkot Denpasar minuman ini sudah dipakai sebagai wellcome drink. Komitmen Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra untuk menggali kuliner-kuliner lokal telah pula ditindaknyatakan dengan keluarnya kebijakan sejak tiga tahun silam, mewajibkan hotel-hotel berbintang khususnya di Kota Denpasar untuk menampilkan minimal 10% menu Wali Kota IB Rai D. Mantra mengunjungi bazar kuliner tradisional Bali. dalam Denfes 2013

–ard/ten

Beragam kegiatan pra-event yang menjadi ruang dan wadah bagi masyarakat Kota Denpasar untuk mengembangkan berbagai kreativitas sudah digelar sejak Agustus. Salah satunya Lomba Wirausaha Muda Denpasar (WMD) 2014 yang digelar Pemkot melalui Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar. Hal ini merupakan komitmen Wali Kota Denpasar IB Rai D. Matra untuk menggali potensi serta mendorong tumbuhnya calon-calon wirausahawan muda yang mumpuni dalam melakukan perencanaan bisnis secara matang, baik dari segi orisinalitas gagasan, kelayakan, maupun implementasi di lapangan, untuk kemudian dikembangkan dan dibina. Kegiatan ini juga bertujuan menyosialisasikan wacana kewirausahaan pemuda sebagai motor penggerak perekonomian bangsa dan alternatif solusi mengatasi pengangguran di Kota Denpasar. Pada Lomba Wirausaha Muda Denpasar 2014 yang merupakan pelaksanaan kelima, telah menelurkan 10 wirausaha muda baru untuk

Salah seorang peserta Lomba Wirausaha Muda Denpasar 2014 saat mempresentasikan karyanya tingkat umum, dan tiga di tingkat SMA/SMK. Kesepuluh pemenang tingkat umum adalah: Ni Putu Adelia Kusumaningsari, Ni Putu Desy Ratna Dewi, Vera Wulandari Anwar, Agus Nanda Yudistira, AA Bagus Magha Sambhara, Ni Luh Putu Putriyani Dewi, Rahmasari Yuna, S.KM., AA Sagung Instri Pramaswari, Ni Putu

Dian Ernayuni, dan Orlando Nandito Nehemia. Pemenang 1 dan 2 untuk tingkat SMA/SMK, masing-masing diraih Luh Kadek Ayu Sekarini dan I Gede Risky Wahyu Erlangga dari SMK Farmasi 3 Denpasar, dan Pemenang 3 oleh Ni Putu Indah Ayu Lestari (SMK Farmasi Bintang Persada Denpasar). –ard/ten


24

What’s Up

22 - 28 Desember 2014

Apa Ditanam, Itu Dipetik

Menjadi ibu dan orangtua merupakan tugas mulia. Salah satu harapannya adalah anak-anak atau generasi mendatang bisa mendapatkan yang terbaik. Ber­bagai kiat bisa dilakukan untuk mewujudkan impian ini. Berikut kiat-kiat dari para Ibu Teladan.

T

erlahir sebagai anak petani 57 tahun silam, di sebuah desa kecil di kaki Gunung Batur, Bangli, membuat Ni Wayan Kartini hanya menamatkan pendidikannya di jenjang sekolah dasar (SD). Namun, realita itu tak lantas membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. “Ilmu tak hanya didapatkan di sekolah, kapan pun di mana pun kita bisa mendapatkan ilmu,” ujarnya. Paling tidak, tindakan nyata itulah yang menjadi teladan bagi kedua putranya, Pande Putu Setiawan, S.T., M.M. (M.B.A.) dan Pande Made Budiarta, S.T. ini. ”Sejak mereka kecil, saya selalu menanamkan untuk selalu berbuat baik, ndak usah nekoneko,” ujar Ibu Teladan se-Bali 2011 Tabloid Tokoh ini. Kartini sangat percaya karma, bahwa apa yang kita tanam itu pula yang kita petik. Tak sedikit ia melihat ada orangtua yang berbuat keburukan, anaknya yang mendapatkan pahitnya. Istri I Nyoman Sadia ini tentu tak mau hal seperti itu terjadi pada putra-putranya kelak. Karena itu pula, melihat kondisi kaldera Gunung Batur yang produktif, Kartini menggagas terbentuknya kelompok wanita tani di Desa Songan. Harapannya hanya satu, masyarakat sekitar bisa mengakses lebih banyak informasi terkait pertanian, dan hasilnya bisa lebih baik untuk perkonomian mereka yang lebih baik pula. Nilai-nilai kebaikan yang ditanam-

kan Kartini tersebut rupanya sudah sangat merasuk pada jiwa kedua putranya, terutama Pande, putra sulungnya. Sejak SMA, jiwa sosial dan empatinya terhadap sesama sudah tampak. Kartini mengisahkan pengalamannya ketika dalam perjalanan pulang dari Songan, Bangli menuju Ubud, Gianyar, mereka melihat pengendara sepeda motor jatuh di jalan karena penyakit epilepsinya kumat. Oleh orang yang memboncengnya, sebenarnya orang yang sakit itu sudah didudukkan sementara menunggu kondisinya pulih. ”Sudah lewat sekitar 1 kilometer, anak saya balik lagi ke tempat kejadian itu. Katanya, hatinya tak tenang. Akhirnya, anak saya mengantar orang itu sampai ke rumahnya,” tutur Kartini. MAKAN MALAM BERSAMA Banyak cara yang dilakukan para orangtua untuk mendekatkan diri dengan sang buah hati. Seperti pengalaman Nyoman Nilawati, Ibu Teladan se-Bali 2008 ini. Ibu yang memiliki empat orang putra yang sudah dewasa ini, mempunyai trik sendiri dalam mendidik anakanaknya sejak kecil. “Datang dari sekolah, saya tanyakan apa kegiatannya di sekolah. Saya biarkan mereka bercerita apa saja, intinya agar mereka belajar untuk menyampaikan segala keluh-kesahnya,” kata perempuan yang aktif di Yayasan Sosial Rotary Club ini.

Ni Nyoman Nilawati

Ni Nyoman Masni

Bagi Nilawati, orangtua merupakan contoh yang baik bagi anak. Karena itu, orangtua harus mampu memberi suri teladan bagi anakanaknya. Jika meminta anak untuk disiplin bangun pagi, orangtuanya yang terlebih dahulu harus bangun pagi. “Ketika anak-anak melihat orangtuanya sudah memberikan contoh, otomatis mereka akan sadar dengan sendirinya,” tutur perempuan yang menjabat Wakil Ketua WHDI Prov. Bali ini. Nilawati berprinsip, menyelesaikan banyak pekerjaan di pagi hari merupakan awal kesuksesan. Karena itu, ia sudah terbiasa bangun pagi dan langsung bersiap-siap mengerjakan pekerjaan. Sejak kecil, anak-anaknya sudah diajarkan untuk bangun pagi, dan tak lupa berdoa. Walaupun keempat anaknya adalah laki-laki, ia tak membedakan dalam mendidiknya. Mereka juga diajarkan mebanten saiban, belajar membersihkan tempat tidur sendiri, menyapu, dan mencuci baju sendiri sejak kelas 3 SD. Sejak

anak-anaknya menginjak bangku SMP, ia mulai mengajarkan mereka memasak. “Intinya, agar anak-anak belajar menghargai makanan, tidak mengeluh tentang makanan, dan makan apa yang sudah disiapkan. Bahkan, kadang anak-anak bergiliran memasak,” kata Nilawati. Makan bersama merupakan momen yang istimewa bagi Nilawati. Ia selalu menyiapkan waktu makan malam bersama seluruh keluarganya. Disanalah mereka kumpul bersama sembari bercengkrama, keakraban keluarga makin terjalin.

Pemenang Lomba Foto Selfie

Pemenang Lomba Best Dress

HARUS BANYAK BACA Di usianya yang sudah 70-an, Ni Nyoman Masni, S.H., Ibu Teladan se-Bali 2005, ini tercatat sebagai ibu yang memiliki semangat juang yang tinggi. Bahkan karena kepeduliannya kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, hingga kini ia masih aktif sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali. Ibu empat anak (semuanya sar-

Ni Wayan Kartini

jana ini) tetap semangat ketika diminta menyampaikan kiat-kiatnya mendidik anak. Pertama, membiasakan anakanak melakukan kewajibannya di rumah tangga. Mulai dari sikap yang santun, menghormati orangtua, melaksanakan ibadahnya dengan baik. Semua urusan, minimal untuk dirinya dilakukan sendiri tanpa harus diladeni. Sebab dengan membereskan semua hal di rumah tangga dengan baik, maka seorang anak sudah memiliki modal untuk bersosialisasi di luar. Kedua, mengajarkan anak meng­ ikuti pendidikan dengan baik. Dimulai dengan penanaman disiplin di rumah, termasuk untuk urusan belajar. “Pendidikan bukan hanya yang formal, tapi juga dengan ba­ nyak membaca,” tegas pensiunan jaksa ini. Ketiga, tidak lupa berbaur dengan masyarakat dan lingkung­ an atau menyama braya untuk mengasah rasa sosial, simpati, dan empatinya. –Inten Indrawati/Wirati Astiti/Sri Ardhini


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 828 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu