What’s Up
24
22 - 28 September 2014
WHDI Bali
Launching Tarian Legong Tri Sakti
Seka Gong Dewi Laksmi mengiringi Legong Tri Sakti
Tiga penari legong berhasil membelah suasana malam itu dengan pesonanya, dalam acara “Launching Tari Legong Tri Sakti” oleh Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali, yang digelar Senin (15/9) di panggung Nabe Shima Creative Space di Jalan Padma Gang Harum Penatih, Denpasar. Dan, Minggu (21/9) malam ini dapat disaksikan penampilannya di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.
Ketua WHDI menyerahkan punia kepada salah seorang panitaPujawali di Parahyangan Agung Jagatkarta
P
agelaran tari yang diiringi oleh Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi ini ,dihadiri oleh beberapa pengurus WHDI kabupaten/kota, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Made Mudra dan para seniman tabuh serta tari Kota Denpasar. Menurut Ketua WHDI Bali, Bintang Puspayoga yang juga menjadi pengagas acara, sesungguhnya ide untuk menghadirkan sebuah kreasi legong sudah ada sejak Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi tampil di Perayaan HUT ke-26 WHDI pada
Februari silam. Inspirasinya dari tari legong klasik yang memang sudah ada sejak lama disertai dengan unsurunsur pengembangannya. Namun, baru terlaksana saat ini dengan bantuan Nyoman Suarsa sebagai penata tari, I Made Andita sebagai penata tabuh, dan penata busana oleh AA Ngr Mayun Tenaya. Tari Legong Tri Sakti, kata Bintang Puspayoga menggambarkan perempuan Bali era kekinian, yang berpikir dinamis dan modern tanpa meninggalkan adat, budaya dan agamanya. Begitu pula mencerminkan arti pen
ting peran dan kedudukan wanita se suai dengan visi WHDI, yang dimaknai dengan karya nyata. Yang menarik lainnya adalah busana yang dikenakan para penari hadir dengan warna tri datu (warna suci). Tiga warna ini berhasil merepresentasikan dewa (Tri Murti). Warna merah merepresentasikan Dewi Saraswati sebagai perwujudan saktinya Dewa Brahma. Warna hitam melambangkan Dewi Laksmi sebagai saktinya Dewa Wisnu dan Putih representasinya Dewi Parwati, perwujudan saktinya Dewa Siwa. Ditegaskan oleh Bintang Puspayoga, garapan Tari Legong Tri Sakti ini juga mengangkat harkat dan martabat wanita melalui kekuatan Tri Sakti dari saktinya Tri Murti. Selain itu, tarian ini juga menunjukkan hubungan suami istri yang saling mendukung hingga menjadi sempurna. Ia juga menegaskan tarian legong ini bukan maskot WHDI melainkan milik semua wanita Hindu. Seka Gong Wanita Dewi Laksmi yang beranggotakan pengurus WHDI Bali, malam itu dibantu oleh WHDI Kota Denpasar dan seniman Kota Denpasar, juga sempat mempersembahkan Tabuh Kreasi Gambang Suling dan dilanjutkan mengiringi persembahan Tari Rejang Renteng. Sedangkan, kehadiran para seniman yang turut menyaksikan pagelaran malam itu, dikatakannya adalah untuk mendapatkan penyempurnaan terhadap karya Tari Legong Tri Sakti yang baru diciptakan tersebut. Menurut salah se-
Tarian Rejang Renteng
WHDI Bali saat ngayah majejaitan menjelang piodalan di Parahyangan Agung Jagatkarta Bogor
orang seniman muda Kota Depasar, Dayu Ani yang juga turut menyaksikan pementasan pertama tersebut, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan WHDI Bali, ia mengatakan secara keseluruhan teknik menari semua penari sudah sangat menguasai dan bagus. Ia hanya melihat dari sisi rasa, dimana detil-detil gerakannya akan memunculkan karakter tarian perlu disempurnakan. Sebab, setiap detil gerakan, menentukan karakter yang ingin ditonjolkan, sehingga pesan dari tarian tersebut sampai pada penonton. Selanjutnya, Bintang Puspayoga menyampaikan Tari Legong Tri Sakti ini akan dipentaskan pada Pagelaran Bu-
daya serangkaian acara Festival Puputan Badung, Minggu (21/9) di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar dan diiringi oleh Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi. Sementara Humas WHDI Bali , AA Sri Utari juga menyampaikan bahwa sebelumnya, pengurus dan anggota WHDI Bali juga sempat mapunia dan, ngayah membuat sarana upakara yakni majejaitan sekaligus melakukan persembahyangan bersama di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Taman Sari Gunung Salak, Sabtu (6/9), menjelang dilaksanakannya Pujawali IX pada Purnama Ketiga, Anggara Umanis Wayang , Selasa (9/9) lalu.
Seka Gong Dewi Laksmi bersama seniman Kota Denpasar
– Sri Ardhini
2
Ekspresso
22 - 28 SEPTEMBER 2014
DAri daPUr Redaksi
Sampai Ketemu di Renon “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant”. Ini adalah acara besar yang kami selenggarakan Minggu (28/9) di lapangan Renon, Denpasar. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan HUT ke-69 TNI yang bertema “Dengan Semangat HUT TNI Menjadikan Prajurit sebagai Patriot Sejati, Profesional, dan Dicintai Rakyat.” Acara akan dimulai pukul 06.30 dengan acara fun bike, fun walk, senam bersama, games, hiburan, bazaar kuliner, serta pengundian doorprize berupa voucher, alat-alat elektronik, sepeda, motor, dan hadiah utama berupa satu unit Daihatsu Ayla. Acara fun bike akan diawali teleconference Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya dengan Panglima TNI Jendral (TNI) Moeldoko sekaligus pelepasan peserta fun bike secara serentak di seluruh Indonesia. Acara ini juga akan disiarkan Bali TV. Setelah peserta fun bike dilepas, menyusul peserta fun walk yang akan berjalan keliling Renon. Semuanya baik peserta
Pelepasan peserta funbike oleh Ny. Selly D. Mantra dalam Festival Keluarga Tokoh 2013
fun bike dan fun walk akan berkumpul lagi lapangan untuk mengikuti senam Vegeta dan hiburan. Panitia memperkirakan lebih dari 15 ribu peserta akan meramaikan semua kegiatan ini. Masyarakat yang ingin bergabung cukup membeli tiket seharga Rp 15 ribu sebelum hari H dan mendapatkan 1 tiket undian serta 1 botol Coolant. Pada saat hari H, pendaftaran masih dibuka tetapi peserta hanya mendapatkan tiket undian tanpa Coolant. Agar peserta
tidak bosan, panitia menyiapkan hiburan berupa penampilan penyanyi lagu pop Bali serta artis yang sudah dikenal masyarakat sep er ti M r. B o ta x d a n 3G Angels. Mereka akan menghibur masyarakat sembari menunggu acara pengundian doorprize. Acara games seru juga akan disajikan untuk menambah kemeriahan. Serunya seperti apa, tak bisa kami jelaskan. Bagi yang penasaran dan berminat menyaksikan games seru ini, segera beli tiket dan raih ke sempatan mendapatkan 1 unit mobil Ayla. Sampai ketemu di lapangan Renon. Salam
Cinta Lama Hidup Kembali Memiliki anak-anak yang sudah tumbuh dewasa dan mandiri adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua.Begitu pula dengan saya sebagai seorang bapak. Kedua anak saya, baik yang putra maupun yang putri adalah anak- anak yang hebat, sungguh membanggakan! Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jodoh mereka. Sebagai orangtua, saya dan istri tentu menginginkan pasangan yang terbaik untuk anak kami. Sebagai seorang bapak, saya sedikit memberikan nasehat kepada mereka. “Siapapun pasangan kalian nanti, Bapak dan Ibu akan setuju saja karena kalian yang akan menjalankan dan itu adalah pilihan yang terbaik bagi kalian. Tetapi Bapak meminta agar kalian memperkenalkan calon menantu bapak ke rumah, jangan sampai backstreet, itu tidak baik!” Dan disinilah kisah yang menarik itu muncul. Dewi, putri
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pertama kami adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Dengan bangga dia memperkenalkan pacar barunya kepada kami.Kebetulan dia berprofesi sebagai guru matematika di sebuah sekolah negeri. Syukurlah calon menantu saya ini adalah anak yang sopan dan baik. Selama perkenalan saya banyak bertanya tentang siapa dirinya. Saya agak sedikit terkejut ketika dia menyebutkan nama orang tuanya. Ah mungkin namanya saja yang sama pikir saya saat itu. Dengan sedikit hati-hati, saya meminta nomor telepon orangtuanya. Saya lalu memberanikan diri untuk menelepon ibunya terlebih dahulu. Benar saja, ibu dari calon
menantu saya ini adalah mantan pacar saya sendiri yang sudah lama tidak bertemu kembali. Oh My God!! Memang saya dan ibunya tidak berjodoh, tetapi ternyata Tuhan mempertemukan jodoh itu kepada anak-anak kami. Ini bukanlah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) tetapi CLHK (Cinta Lama Hadir Kembali). Cinta yang memang tidak akan pernah bersemi kembali, tetapi cukup hadir untuk menunjukkan segala sesuatu sudah diatur oleh yang di Atas. Dengan ini pula, saatnya saya melepas putri saya pada kehi dupannya yang baru. Semoga me reka berdua hidup berbahagia. Mang Agus
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
penghargaan
Amat mendapat penghargaan. Tetapi ia sama sekali tidak bangga. “Bukan tidak menghormati para pemuda Putu Wijaya yang menggagas pemberian penghargaan sebagai warga teladan itu,”kata Amat memberikan alasan.”Tapi untuk tidak mengacaukan arti penghargaan itu sendiri!” “Jadi Bapak akan menolak?” tanya Bu Amat. “Bukan menolak! Tapi tidak bisa menerimanya.” “Ya itu namanya menolak!” “Tidak! Menolak itu memang tidak bersedia menerima, sambil melecehkan. Bapak tidak bersedia menerimanya, karena merasa bapak tidak pantas menerima, karena bapak menganggap makna penghagaan itu adalah kehormatan yang sungguh-sungguh suci dan tinggi nilainya! Ya tidak?” “Betul!” “Nah bapak tidak cukup pantas menerima penghargaan warga teladan itu.” “Jadi menolak?!” Amat tertegun. “Apa pun alasan bapak, kalau tidak bersedia menerima, itu akan dianggap menolak! Lalu mereka akan bertanya-tanya, apa bapak menolak karena penghargaan itu tidak ada hadiah uangnya atau karena jumlahnya hadiahnya terlalu sedikit?” “Sama sekali tidak! Bapak menolak, murni bukan karena faktor-faktor komersiil, tapi untuk mendidik pemuda-pemuda kita, jangan sok ikut-ikutan membuat malam penghargaan, tanpa tahu apa, bagaimana dan siapa yang harus dihargai. Mereka kan menyelenggarakan malam penghargaan warga teladan itu, hanya kedok, sebetulnya mereka hanya ingin mencari alasan untuk mengadakan pesta muda-mudi hura-hura dengan sumbangan biaya dari warga. Ya, tidak?” “Tidak! Kalau toh ya, apa salahnya? Bapak mestinya bangga anak-anak kita menyelenggarakan kegiatan sosial yang positif. Dari pada mereka mainmain kebut-kebutan di jalan atau pesta narkoba, kegiatan malam warga teladan ini kan baik?!” “Bapak tidak bilang tidak baik, tapi hanya keberatan kalau Bapak yang diberikan penghargaan warga teladan. Masak aku yang konyol ini warga teladan?!” “Jadi menolak?” Amat tertegun. “Bukan menolak, tapi . . .” Bu Amat langsung memotong. “Ya sudah, kalau begitu terima!!” Amat masih mau mendebat, tapi Bu Amat membentak: “Sudah! Tidak usah dibahas lagi! Jadi begitu, nak, “kata Bu Amat sambil menoleh kepada Wati dan Sami, wakil panitia yang sengaja datang untuk meminta kesan Amat tentang penghargaan warga teladan itu.”Bapak dan Ibu sangat berterima kasih dan merasa mendapat kehormatan atas pemberian penghargaan ini. Bapak menerima dan sangat terharu! Keteladanan sebagai warga memang sangat perlu ditingkatkan sekarang, mengingat semakin tipisnya kesadaran hidup bersama di dalam masyarakat. Gotong-royong mulai dilupakan, karena orang ramai-ramai mendahulukan kepentingannya sendiri. Kita sebagai warga, walau pun tidak bisa menyumbangkan apa-apa, tapi dengan menujukkan keteladanan akan membantu sekali pada pembangunan!” Amat tidak bisa berkutik lagi. Ia terpaksa mendengarkan kuliah istrinya tentang keteladan kepada panitia itu. Di malam pemberian hadiah, hampir seluruh warga berkumpul. Acara yang dihubungkan dengan perayaan proklamasi 17 Agustus itu sangat meriah. Ada musik, pembacaan puisi, tari, stand up comedy dan renungan. Ketika menerima peghargaan, Amat diwajibkan memberi sambutan. Dengan tertekan dan terpaksa, Amat hanya mengulangi kuliah istrinya kepada panitia yang datang ke rumah. “Bapak mengucapkan terima kasih atas kehormatan ini. Bapak bangga kepada para pemuda yang memiliki inisiatif yang terpuji, sudah menyelenggarakan kegiatan yang penting ini. Sebagai bukti mereka memiki kesadaran dan kepedulian hidup bernegara yang menuntut bukan hanya para pemimpin yang harus menunjukkan perilaku teladan, tetapi juga dan terutama, warga seperti kita semua, harus berperilaku teladan. Tepuk tangan buat panitia!” Sambutan Amat mendapat acungan jempol dari penonton dan panitia. Amat berusaha tersenyum menahan perasaan jengkelnya. Sampai di rumah, Amat melemparkan map yang berisi tanda penghargaan yang tadi diserahkan. Map jatuh meleset ke lantai. Isinya berhamburan. Amat terkejut. Di antara pernik-pernik isinya, ada sebuah ampop. Amat memungut dengan hati-hati. Dengan deg-degan ia membuka amplop. Darahnya berdesit karena amplop itu tebal. Dan, ketika terbuka, ia kaget. Ternyata uang tunai 10 juta. Mata Amat berkilat-kilat. Wajahnya berubah ceria. Rasa kesal, tekanan dan kekecewaannya pupus. Amat merasa dirinya benar-benar seorang warga teladan. Tapi, Bu Amat muncul dan merebut amplop itu. Ia nampak kaget sekali melihat uang sebanyak itu. “Bapak mestinya menolak penghargaan itu! Kembalikan besok! Bapak tidak pantas menerima warga teladan!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar
Incest
dr. Oka Negara,FIAS
“Dok, pernikahan dengan saudara kandung itu setahuku dilarang. Aku selama ini membaca, bahwa hubungan seks dengan saudara kandung itu juga mendatangkan masalah penyakit genetika. Benar ya, Dok? Soalnya aku dengar ada selentingan kalau di kampungku ada yang saling bersaudara kembar buncing akan dinikahkan.” (Ayu,19 th) Masih ada praktek budaya seperti ini? Sepertinya sudah tidak ada. Kalaupun ada, dan terjadipada yang kembar buncing (kembar laki-laki-perempuan) bisa dipastikan itu hanya berupa simbolis saja dan tidak bakal dilanjutkan ke bentuk pernikahan yang biasa dilakukan, dimana pada pernikahan yang biasa mempelai selanjutnya juga akan melakukan hubungan seksual, baik untuk prokreasi maupun untuk reproduksi. Tetapi mari disimak apa yang mungkin terjadi seandainya terjadi pernikahan sedarah. Hubungan romantisme sedarah atau juga hubungan seksual yang terjadi pada pasangan yang memiliki hubungan keluarga atau saudara sedarah, sebenarnya, telah terjadi sejak zaman dahulu kala, namun sampai sekarang juga masih terjadi. Ada dilakukan dalam sebuah pernikahan ada juga yang sembunyi-sembunyi tanpa pernikahan, karena dianggap terlarang. Hubungan seksual dengan saudara kandung atau sedarah disebut dengan “incest”. Kalau di zaman dulu, pada beberapa daerah, hubungan seksual dan pernikahan sedarah bukan hal yang tabu, bahkan diberkahi. Zaman Mesir kuno, pernikahan sedarah biasa terjadi. Bahkan Cleopatra yang terkenal
pun disebut memiliki hubungan romantisme dengan adik kandungnya sendiri secara seksual. Berdasarkan ilmu kedokteran, jika dua orang yang membawa gen resesif saling bertemu untuk bereproduksi, maka anak-anaknya memiliki satu dari empat kesempatan untuk memiliki kelainan tersebut dan satu dari dua anak memiliki kesempatan menjadi pembawa sifat (carrier). Hal inilah yang membahayakan pernikahan sedarah atau memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat, karena risiko penyakit atau kondisi genetik tertentu menjadi lebih besar. Pernikahan sedarah bisa meningkatkan secara drastis kemungkinan mendapatkan dua salinan gen yang merugikan, dibandingkan jika menikah dengan orang yang berasal dari luar keluarga. Hal ini disebabkan masing-masing orang membawa salinan gen yang buruk dan tidak ada gen normal yang dapat menggantikannya, sehingga pasti ada beberapa masalah yang nantinya bisa menyebabkan anak menderita kelainan genetik. Pernikahan sedarah memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar dari pada populasi umum untuk memiliki keturunan yang mengalami kelainan genetik, meninggal pada saat baru lahir atau mengalami cacat yang serius. Kelainan genetik yang lebih umum terjadi pada pernikahan sedarah adalah gangguan resesif langka yang bisa menyebabkan berbagai macam masalah, seperti kebutaan, ketulian, penyakit kulit dan kondisi kelainan saraf. The Latin American Collaborative Study of Congenital Malformation menambahkan bahwa kelainan genetik yang juga sering ditemukan terjadi adalah hidrosefalus, bibir sumbing, polidaktili (jumlah jari kaki dan atau tangan yang lebih banyak dari normal) dan kelainan jantung. Akhirnya memang, berbagai kerugian medis ini merupakan dasar untuk tidak menganjurkan pernikahan antara mereka yang memiliki hubungan darah.
23
Simakrama H Sovereign Bali Jajaran manajemen hotel ‘’H Sovereign Bali’’ yang terdiri dari Arik Widaryanti (Director of Sales), Chirs Agustina (Sales Manager MICE) dan Shelli Moniaga (MarComm Coordinator) belum lama ini mengadakan simakrama dengan Tabloid Tokoh. Dalam perbincangan yang berlangsung santai dan mengedepankan kerjasama itu, mereka disambut Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi, Redaktur Pelaksana Bali Post Alit Purnata, dan Manajer Iklan Bali Post Ketut Suryanta. Ke depannya, hotel yang terletak dekat dengan kawasan Bandara Ngurah Rai ini akan berkomitmen ikut memajukan pariwisata Bali, bergabung dan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat serta profesi lainnya. Menurut rencana, hotel baru ini akan grand opening November mendatang. -pal
Gadget FLASHtival Telkomsel bersama BTC Mobile Phone kembali menggelar promo Gadget FLASHtival dengan hadiah yang lebih istimewa. Kali ini pelanggan berkesempatan mendapatkan hadiah berupa enam unit motor Yamaha Mio, puluhan handphone, voucher pulsa Telkomsel, serta hadiah utama berupa dua unit mobil Honda Brio. Gatot P. Utomo, GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra mengatakan promo Telkomsel BTC Gadget FLASHtival diperuntukkan bagi pelanggan yang melakukan pembelian paket bundling smartphone Telkomsel seharga minimal Rp 1 juta di outlet BTC Jalan Teuku Umar, BTC Jalan Blambangan Kuta, L-Figo Jalan Teuku Umar, dan Centre Point Jalan Teuku Umar. Promo ini berlaku mulai 1 September 2014 hingga 28 Februari 2015. Hadiah Gadget FLASHtival periode sebelumnya, satu unit mobil Daihatsu Ayla kepada Revoli Harry Susanto dari Jakarta Selatan. -wah
Waspada Penyakit Herpes Zoster
Istilah ‘tilas’ mungkin sudah akrab di telinga masyarakat. Tetapi, apakah masyarakat kita sudah memahami apa itu sebenarnya tilas? Untuk dapat mengobati tilas secara tepat, ada baiknya kita mendalami tentang penyakit kulit yang satu ini. Tilas atau yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa. Virus ini sama dengan virus penyebab penyakit varisela atau cacar air. Herpes zoster itu sendiri merupakan ‘reaktivasi’ dari virus cacar air, atau dengan kata lain virus yang aktif kembali setelah pernah menderita cacar air sebelumnya. Setelah pasien sembuh dari cacar air, virusnya akan berdiam di daerah tubuh kita yang bernama ganglion posterior susunan saraf tepi dan ganglion kranialis. Walaupun masih di dalam tubuh manusia, virus ini tidak akan memberikan gejala bila tidak aktif. Kondisi tubuh yang melemah seperti contoh karena kelelahan atau stres, dapat membuat virus ini aktif kembali. Ada beberapa gejala awal yang akan dialami oleh penderita saat virus ini aktif kembali, seperti demam, pusing, nyeri otot dan tulang, gatal, atau pegal. Setelah itu akan timbul kemerahan pada kulit dan muncul gelembung-gelembung kecil yang
berisi cairan jernih, yang kemudian berubah menjadi warna abu-abu. Daerah yang paling sering terkana lesi adalah dada, walaupun daerahdaerah lain seperti leher dan wajah tidak jarang. Lesi kulit penyakit ini juga bersifat unilateral, maksudnya, lesi kulit hanya akan muncul pada sebelah kanan atau kiri dari tubuh manusia, tidak bisa pada kedua sisi. Hal ini disebabkan karena lesi muncul berdasarkan daerah persarafan manusia. Oleh karena itu, penyakit ini juga dapat memberikan gangguan pada syaraf-syaraf manusia, seperti kelainan pada mata, pendengaran, maupun pergerakan wajah. Pasien umumnya merasa sangat tidak nyaman dengan adanya rasa gatal dan nyeri pada lokasi lesi, sehingga tidak sedikit pasien yang menggaruk kulitnya. Hal ini perlu diwaspadai, karena dengan menggaruk kulitnya, dapat menyebabkan luka pada kulit dan berisiko infeksi. Selain itu juga, dapat menyebabkan virus menyebar ke udara dan menularkannya pada orang lain. Pasien yang tertular virus ini akan menderita penyakit varisela atau cacar air, bukan penyakit herpes zoster ini. Virus ini hanya dapat menular pada orang yang belum pernah menderita penyakit cacar air sebelumnya. Walaupun begitu, kadang ditemukan kasus di mana seseorang menderita penyakit cacar air lebih
dr. I G.N. Adhilaxman Sunyamurthi W., S.Ked.
dari sekali dalam hidupnya. Karena itu, jangan pernah menggaruk lesi kulit bila menderita herpes zoster. Hindari pula penggunaan minyakminyak tradisional yang belum jelas kandungannya, karena sering memperburuk kondisi lesi. Apabila merasa menderita gejalagejala seperti yang dijelaskan di atas, sedini mungkin periksakan diri ke tenaga medis terdekat, supaya diagnosa yang tepat dapat ditegakkan.
dalam pengobatan herpes zoster, pasien umumnya akan diberikan obat antiviral. Obat yang umum digunakan adalah asiklovir dan modifikasinya. Perlu diingat juga bahwa untuk orang dewasa, obat asiklovir ini diberikan dengan dosis 5 kali 800mg sehari dan umumnya diberikan selama 7 hari. Obat asiklovir itu sendiri ada yang 400 mg atau 800 mg per tabletnya. Itu artinya, bila pasien diberikan asiklovir yang 400 mg, pasien harus minum obat ini 5 kali 2 tablet dalam sehari, jadi totalnya ada 10 tablet asiklovir yang dikonsumsi dalam sehari. Selain obat antiviral ini juga biasanya pasien akan diberikan obat-obat lain seperti antinyeri, vitamin, dan salep untuk dioleskan di lesi kulitnya. Mungkin jumlah obat ini terasa cukup banyak, karena itu pasien harus diingatkan agar tidak lupa minum obat. Hal paling penting yang harus diingat oleh penderita penyakit herpes zoster adalah istirahat. Apabila kondisi fisik pasien kurang baik, penyakit ini akan sulit ditangani. Jadi, untuk pasien penderita herpes zoster, sebisa mungkin hindarilah pekerjaan yang berat dan stres, makan dan minum tetap dijaga, dan istirahat yang cukup. dr. I G.N. Adhilaxman Sunyamurthi W., S.Ked.
Metropolitan
22
Jakarta Bangun “Sayap Garuda” S
pulau-pulau buatan ini tidak jauh dari daratan, tepatnya berada di bibir pantai utara Jakarta. Namun, lepas dari rencana pembangunan 17 pulau buatan ini, sesungguhnya yang ingin dibangun Pemda DKI Jakarta adalah tanggul raksasa (Outer Sea Wall) seperti ‘Saemangeum’ yang terletak di pan tai barat daya Semenanjung Korea. Tanggul laut ‘Saemangeum’ yang juga dijuluki ‘giant sea wall’ memi liki panjang 33,9 km dan sampai sekarang tercatat sebagai tanggul laut terpanjang di dunia. Ke-17 pulau buatan ini nanti nya akan berada dalam lindungan tanggul raksasa yang akan dibuat sepanjang 35 km, membentang di sepanjang pesisir Utara Jakarta. Pembangunan Outer Sea Wall menurut dokumen National Capital Integrated Coastal Development (Pengembangan Terpadu Pesisir
Ramalan Jakarta Tenggelam Jakarta diramalkan bakal teng gelam pada tahun 2050 jika pe merintah tak segera bertindak. Ancaman bakal tenggelamnya Jakarta ini bukan sekadar isapan jempol. Penyebabnya, terjadi penurunan tanah di Jakarta waktu demi waktu. Penurunan tanah di Jakarta rata-rata rata-rata 7,5 cm per tahun. Bahkan di titik-ttik tertentu di area pantai, penurunan mencapai 17,5 cm per tahun. Hal ini juga dikembali ditegas kan oleh Eko Budi Kurniawan, Kepala Sub Direktorat Perkotaan Ditjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, bencana banjir akan menjadi
ancaman serius yang dapat mem berikan dampak ekonomi yang sangat luar biasa bagi Jakarta.”Kalau sampai tenggelam, Jakarta bakal mengalami kerugian sampai US$ 200 miliar (Rp 2000 triliun). Belum lagi hilangnya potensi kesempatan 1,5 juta lapangan kerja karena masyarakat yang harus pindah,” katanya. Kondisi memprihatinkan Jakar ta ini juga diungkap dalam dokumen tentang Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara. Sebenarnya tahun 2008, telah dibangun dinding laut. Namun karena penurunan tanah tersebut maka kini dinding laut itu berada pada level rendah dan kritis. Kini dalam rencana
3
Tjok Istri Sri Ramaswati
Enjoy di Masa Pensiun Pengalaman bekerja selama hampir 33 tahun, bagi perempuan bernama lengkap Tjok Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., M.B.A. memberikan b anyak nilai dalam kehidupannya. Dengan melakoni berbagai peran, m ulai dari ibu rumahtangga, seorang istri, wanita karier, dan anggota masyarakat, ia tetap mampu berkiprah tanpa beban dengan prinsip hidupnya, selalu bersyukur dan berdoa.
Jakarta akan meniru Dubai dan Korea Selatan dalam membangun pulau buatan dan tanggul laut raksasa. Ini bukan sekadar impian kosong tapi segera diwujudkan dalam waktu dekat. ebagian Anda tentu tahu apa yang dilaku kan Dubai yang meru pakan kota terpadat di kawasan Uni Emirat Arab menam bah luas wilayahnya sekaligus men jadi daya tarik bisnis dan pariwisata dunia.. Salah satu yang dilakukan adalah dengan reklamasi pantai juga membuat kepulauan buatan Palm Island yang terdiri dari pulau Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali, dan Palm Deira. Mencontoh Dubai, Jakarta yang merupakan kota terpadat di Indo nesia dengan jumlah penduduk 10 juta jiwa lebih, juga akan melakukan hal serupa. Jakarta akan melakukan reklamasi pantai di bagian Utara dan membangun 17 pulau buatan lengkap dengan segala infrastruk turnya. Nantinya, masing-masing pulau akan terhubung dengan jembatan layang di atas laut. Letak
Sosialita
22 - 28 September 2014
22 - 28 September 2014
T
Kota Pantai di Utara Jakarta menyerupai sayap Burung Garuda
Ibukota Negara), sudah sangat mendesak, mengingat kondisi tanah di Jakarta terus menurun dengan cepat. Di sisi lain, nilai investasi untuk pembangunan tanggul raksasa ini luar biasa besar. Karenanya den gan mengintegrasikan proyek Outer Sea Wall dan relamasi pantai yang nantinya akan menjadi ‘waterfront city’, biaya investasi pemban gunan dinding laut akan tercover dengan menggandeng pihak swasta untuk ikut membangun waterfront city 4.000 hek tare lebih. Uniknya, kota pantai ini akan diban gun itu berbentuk sayap burung garuda jangka pendek, tanggul tersebut akan diperbaiki dengan menam bah ketinggiannya. Sedang ren cana jangka menengahnya adalah membangun Outer Sea Wall atau dinding laut luar. Tentu Anda masih ingat ke jadian banjir besar tahun 2007 lalu. Itulah pertama kali Jakarta yang kala itu dilanda banjir juga diserbu oleh air dari laut yang masuk melewati dinding laut yang ada sekarang. Inilah kenapa ramalan Jakarta akan tenggalam tidak bisa dianggap enteng, kar ena dari situasi yang berkembang saat ini—penurunan tanah--- hal itu sangat mungkin terjadi. Apalagi dengan terjadinya pemanasan global di mana permukaan air laut menjadi menjadi naik. Karenanya perlu dibangun OSW untuk mencegah serbuan air laut masuk ke Jakarta. Danau penampungan, dengan level air yang terjaga rendah menggunakan pompa drainase, akan menjaga 13 sungai tetap mengalir, sehingga mencegah risiko banjirnya air sun gai di kota. Hal ini penting meng ingat sungai-sungai juga mengalami penurunan, kehilangan kemampuan untuk mengalirkan air ke laut se cara gravitasi. –Diana Runtu
besar yang tengah mengepak sayap nya. Ini bukan sengaja dibantuk na mun itu adalah bentuk alamiah dari garis kontur Teluk Jakarta. Dinding laut (OSW) menyerupai bentuk sayap garuda yang mengepak, seolah tengah melindungi Ibukota Negara. Terkait pembangunan tanggul raksasa ini, Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang Kamis (18/9) bertolak ke Seoul untuk menghadiri pembukaan Asian Games sekaligus menandatangani kesepakatan Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games pada 2018 mendatang. Nah, disela-sela kun jungan resmi tersebut lah, Ahok akan mengunjungi ‘giant sea wall’ Saemangeum, sekaligus menggali berbagai informasi terkait tanggul raksasa tersebut, reklamasi pantai dan peruntukkannya. Konsep tembok laut ‘Sae mangeum’ hampir sama dengan yang akan dibangun di pantai utara Jakarta, yakni untuk mengatasi banjir, sebagai sumber air minum dan membentuk daratan atau pulau-pulau baru. Bahkan di sana, daratan reklamasi juga disiapkan sebagai lahan pertanian. Inilah yang menarik hati Ahok. “Lahan reklamasi, nantinya, untuk pertanian juga. Tidak boleh
seluruhnya untuk perumahan,” ujar Ahok di Balaikota Jakarta sebelum bertolak ke Korsel. Selain ‘belajar’ ke Korsel, Pemda DKI Jakarta juga ‘berguru’ ke Belanda, negara yang dikenal berada di bawah garis laut. JAKARTA WATERFRONT CITY Untuk Jakarta sendiri, sebenar nya, rencana reklamasi pantai utara Jakarta ini sudah ada sejak era Presiden Soeharto yakni tahun 1995. Ide ketika itu adalah mem bangun utara Jakarta sebagai kota pantai (waterfront city) seperti halnya Singapura, Hong Kong, dan Sydney. Sayangnya, ketika proyek akan berjalan, Indonesia dihantam krisis moneter. Proyek yang baru akan berjalan itupun mandeg. Tapi sejak 2008 lalu, rencana itu mengeliat lagi. Mega proyek yang pada era Soeharto ditetapkan akan dilaksanakan oleh Pemda DKI Jakarta ini pun, mulai dibahas lagi oleh Gubernur Jakarta Fauzi Bowo, dan kini dilanjutkan oleh Gubernur Jokowi dan Ahok. Rencananya mega proyek terse but akan dimulai awal 2015 men datang. Sejumlah pengembang besar akan berpartisipasi dalam pembangunan proyek ini, termasuk membangun tanggul rak sasa penahan air laut. Satu di antaranya adalah PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) yang kebagian meng garap empat pulau buatan, di mana akan terdapat tempat hunian, juga tem pat hiburan dan rekreasi berskala internasional. Pada tahap pertama, reklamasi pantai ini akan menghasilkan lahan baru seluas 1.250 hektare, den gan pembagian; 55% lahan akan diperuntukkan untuk proyek infrastruktur, ka wasan hijau dan ruang rekreasi publik. 45% akan dibangun untuk kawasan pusat bisnis, termasuk pe mukiman mewah, sedang, dan sederhana. JIka se muanya rampung, diper kirakan 1 juta penduduk akan mengisi pulau-pulau itu. –Diana Runtu
anggal 12 April 2014, ia pensiun dari jabat an Rektor Universitas Mahasaraswasti (Un mas), setelah tercatat sebagai rektor terlama dan rektor wanita pertama di Bali, NTB, dan NTT. Perempuan kelahiran Denpasar, 22 Maret 1947 ini, selalu bermoto, hidup adalah perjuangan, sehingga walaupun sudah pensiun, ia menuturk an, hari-harinya penuh dengan aktivitas dan kec eriaan. Justru, ia sangat menikmati masa pensiunnya kini. Waktun ya, untuk bersama ke luarga kini lebih banyak, termasuk menemani aktivitas suami I Gusti Bagus Yudhara, M.B.A., sebagai konsul kehormatan Mexico. Dengan usia yang sudah me masuki jenjang lansia, olahraga jog ging dan yoga menjadi rutinitasnya, menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh supaya tetap fit dan pikirannya tetap bersih. Menikmati masa pensiun, kata Bu Tjok, begitu ia akrab disapa, merasa sangat lega dan tidak ada beban, karena Unmas saat ditinggal kannya sudah dalam kondisi yang sangat baik. Mengenang perjalanan kariernya di Unmas, membuatnya terharu, saat berkisah kepada warta wati Tokoh, di rumahnya yang asri di Sanur. “Saya kalau ingat perjuangan dulu, awalnya sampai bekerja di Unmas, memang sudah digariskan Tuhan,” tuturnya. Ia mengatakan, sudah siap pensiun, karena, baginya, menjadi pimpinan di Unmas bukan karena kekuasaan tapi semangat ngayah. Bagi Bu Tjok, mengerjakan sesuatu, harus ikhlas dan fokus, agar se mangat dan gairah selalu menyala. Itu yang ia tanamkan kepada staf-nya di Unmas. “Karier saya mulai dari nol di Unmas. Tamat di Fakultas Hukum di Unud tahun 1981, saya dipanggil Pak Dekan diminta jadi asisten. Mer tua saya memberi saran, sebaiknya, tawaran itu tidak diterima. Lebih baik, mengabdi di Unmas, yang su dah memiliki fakultas hukum. Kalau bukan kita yang membesarkan, siapa
rektor, ia bermimpi. Bu Tjok sedang sembahyang di merajan. “Ada yang menyuruh saya terbang tapi tak bisabisa. Kemudian, mertua saya datang dan memberikan kursi goyang kuno yang sudah mau ambruk. Saya diberi tongkat sebagai penopang agar tidak terjatuh. Akhirnya, saya bisa terbang dan saya langsung terbangun. Saat keesokan harinya, waktu pemilihan rektor, dari 17 anggota senat, saya mendapatkan 14 suara. Saya kaget, berarti teman-teman sangat meng harapkan saya. Tapi sebelumnya, suami dan anak-anak saya ajak be runding. Kalau memang itu dukungan teman-teman, sebaiknya ibu terima, kata anak saya. Tapi saya sebut kan konsekuensinya, agar mereka menyadari waktu saya terpecah. Suami juga setuju, akhirnya, saya membulatkan tekad dan menjalani dengan ikhlas,” ungkapnya.
Tjok Istri Sri Ramaswati usai jogging dan yoga
lagi. Apalagi, mertua ikut sebagai pengurus yayasan. Akhirnya, saya masuk ke Unmas, dan diangkat menjadi dosen yayasan. Kebetulan, ada kesempatan tes PNS. Saya ikut dan lulus, dan memang sudah takdir, saya ditempatkan di Unmas. Tahun 1982, saya resmi menyandang sta tus sebagai dosen Kopertis DPK di Unmas. Karier saya terus berlanjut sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Unmas, Dekan Fakultas Hukum Unmas, Pembantu Rektor II Unmas, dan kemudian Rektor Unmas sejak tahun 1998-2014. Sebenarnya, awalnya saya pribadi tidak mencalonkan diri sebagai rek tor. Tapi teman-teman yang men dukung dan menyarankan, agar ikut mendaftar. Saya malah mendaftar di sesi terakhir,” kisah Bu Tjok. Ada satu kisah unik dituturkan Bu Tjok, malam sebelum pemilihan
KELOLA SEPERTI PERUSAHAAN Setelah ia dilantik, ada pertanyaan dari awak media yang mengelitiknya. Bagaimana pendapat ibu memimpin lembaga pendidikan dalam kondisi “begini” dan yang dipimpin sebagian besar laki-laki? Pertanyaan itu dijawab Bu Tjok dengan santai dan tersenyum. “Saya tersenyum saja, karena sampai disebut kondisi “begini”. Sebagai perempuan tentu ini banyak tantangan. Saya hanya berpikir bagaimana memajukan lembaga. Apa artinya saya sendiri. Saya ajak mereka bersama menyatu kan persepsi, mau dibawa ke mana Unmas. Kalau ingin maju, ayo kita kerja keras. Prinsip yang selalu saya bawa jangan pernah berhenti berdoa dan bersyukur. Apapun kondisi nya. Karena saya yakin Tuhan pasti memberikan yang terbaik kalau kita selalu ingat, asal kita kerja keras dan ikhlas. Karena itu juga, akhirnya, saya melanjutkan kuliah lagi di manjemen,” ungkap Bu Tjok. Bu Tjok teringat pesan suami. Kampus seharusnya dikelola sep erti perusahaan, tapi bukan ber orentasi kepada uang. Manajemen
Keluarga besar I Gusti Bagus Yudhara melakukan perjalanan wisata ke Beijing dan Hongkong
pengelolaannya seperti perusahaan. Berbagai promosi dilakukan ter masuk di media cetak, agar Unmas dikenal di masyarakat. Bu Tjok juga turun ke seluruh Bali, bersosialisasi termasuk mengenalk an Unmas. Urusa n di dalam juga dibenahi, termasuk SDM dan manajamen keuangan. “Saya ingat, sebelum saya memimpin Unmas, enam bulan dosen saya tidak dapat honor. Itu tantangan bagi saya bagaimana mengembangkan Unmas. Saya ingin Unmas menjadi PTS unggulan yang berlandaskan filsafat Tri Hita Karana dan jiwa kerakyatan. Kon sep ters ebut dimplementasikan dengan menjalankan fungsi pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi, peningkatan sumber daya manusia, serta penyediaan sarana-prasarana penunjang proses belajar mengajar,” katanya. Menjadikan sebuah perguruan tinggi unggul tak semudah mem balikkan telapak tangan. Namun, dengan semangat dan kerja sama dari seluruh komponen yang ada di lingkungan Unmas, ia optimis pihaknya dapat membawa Umnas bersaing di kancah nasional dan internasional serta menjadi PTS unggulan. Salah satu tokok ukur perguruan tinggi yang dikatakan unggul adalah dengan terserapnya lulusan ke dunia industri. Karena itu, Bu Tjok, membuat program kewirausahaan. Untuk mendapatkan program ini, sebelumnya mahasiswa mengajukan proposal usaha yang akan mereka jalankan. Kebanggaan baginya, Unmas dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraaan Pekan Ilimiah mahasiswa nasional (Pimnas) yang berlangsung Juli tahun 2010. PTS Unggulan yang digenjot
bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga sudah menuju world class university. Dengan branding inspiring to be excellent, go to world class university, kerja sama sudah di galang dengan berbagai universitas di Asia dan Ausralia. Ini salah satu kiatnya mengantisipasi ASEAN Community, Ia memiliki lima strategi dalam mema jukan Unmas, pertama: menguatkan kelem bagaan, kedua: me wujudkan tata kelola organisasi yang sehat, ketiga: meningkatkan kualitas SDM dosen, karyawan, dan maha siswa. Keempat dan kelima: melaksanakan penjaminan mutu aka demik melalui EPSBED dan akreditasi serta pen gadaan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. AKTUALISASI DIRI Setelah pensiun, ada beberapa kegiatan yang dilakukan Bu Tjok. Ia tetap meluangkan waktu berkum pul arisan bersama anggota Iwata (Ikatan Wanita Pariwisata) Bali. Disamping pertemuan bulanan un tuk ajang silaturahmi, anggota Iwata juga sering melakukan kegiatan sosial. Seperti pembuatan jamban toilet di Kintamani, bakti sosial ke panti asuhan dan panti werdha, termasuk menyumbang peralatan untuk proses belajar mengajar, dan bakti sosial ke Taman Makam Pahlawan. Menurut Bu Tjok, ia dituntut untuk selalu bisa mengatur waktu sesuai dengan tugas dan kewajiban nya, sebagai seorang ibu yang me melihara dan mengarahkan anakanak, sebagai seorang istri yang harus mendampingi dan melayani suami. Sebagai anggota masyarakat, yang siap manyama braya, sebagai diri pribadi yang ingin mendapat kesempatan mengaktualisasi diri dan mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan dan kesempatan. Sebagai ibu rumah tangga yang harus siap mengatur rumahtangga dan men jaga harmonisasi/kerukunan seluruh keluarga. Bu Tjok sangat menikmati masa pensiunnya, dengan memiliki 5 orang anak (4 perempuan dan 1 laki-laki) dengan 12 cucu. “Anak- anak kami sudah menikah dan mandiri semua, komunikasi dan harmonisasi tetap terjalin dengan baik,” ujar perem puan yang piawai menari Bali sejak kecil dan suka berolahraga ini. -ast
Keluarga besar Universitas Mahasaraswati tirtayatra ke Gunung Salak
4
Inspirasi
Mandalika Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan TGB-Amin
22 - 28 SEPTEMBER 2014
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Yeheskiel Zebua
21
“Bocah Ajaib” Bisnis Properti Lanjutkan Spirit Percepatan akhir-akhir ini cukup marak di Jakarta. Salah satu keahliannya adalah bidang sales dan marketing, suatu bidang yang sangat penting khususnya di dunia bisnis. Pemuda yang dijuluki ‘bocah ajaib’ di kalangan bisnis properti ini, tentu tidak mendapatkan keahliannya itu begitu saja. Ia mendapatkan dari pengalamannya berbisnis dan menimba ilmu dari para pakar marketing kelas dunia. Demi mendalami ilmu ia bahkan rela menggelontorkan uang berpuluhpuluh juta. “Saya memang ‘gila’ belajar. Berbagai seminar, training saya ikuti, baik di dalam maupun di luar negeri, bahkan sampai ke Amerika,” ungkap pemuda yang akrab disapa dengan nama Leo ini dalam sebuah seminar inspirasi yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini. Salah satu gurunya adalah Dr Ernest Wong, pendiri SuperTeen, asal Singapura. Ia juga mengikuti training di Guerrilla Marketing Coach. “Umur belasan tahun saya ikut
program ini, empat kali gagal ujian akhirnya berhasil lulus dan meraih Guerrilla Marketing Coach Certificate,” ungkap Leo yang menjadi lulusan termuda dari Guerrilla Marketing Coach. “Saya belajar dari guru-guru terbaik. Saya beranikan diri untuk belajar meski sebenarnya tidak punya uang ,” kata Leo yang juga menimba ilmu dari motivator terkenal Tung Desem Waringin. Salah satu bukti dari kepiawaiannya berjualan adalah saat ia berhasil menjual sebuah pulpen murah dengan harga Rp700.000 dalam sebuah seminar. Awalnya, pulpen itu ditawarkan dengan harga Rp100.000 namun tidak ada satupun peserta seminar yang terpikat. Tapi ketika diberi berbagai bonus, termasuk training gratis, mereka pun berlombalomba ingin membeli. Karena banyaknya peserta yang ingin membeli pulpen itu pun dilelang. Walhasil, pulpen murah itu terjual dengan harga Rp700.000 yang dibayar cash oleh seorang peserta seminar.
Perubahan cara pandang Leo akan kehidupan memang tidak datang begitu saja. Itu semua berawal dari munculnya masalah dalam keluarganya, di mana sang mama divonis men-
derita kanker. Namun apa daya, biaya pengobatan begitu mahal. “Deposito habis, tabungan habis. Akhirnya mama kami bawa pulang dari rumah sakit karena tidak ada uang lagi untuk biaya pengobatan,” ungkap Leo dengan nada sendu. “Mama akhirnya meninggal,” tambahnya. Sejak keluarganya terbelit masalah keuangan, Leo yang ketika itu masih SMA, bertekad untuk ikut membantu keuangan keluarganya dengan berbisnis kecil-kecilan. Dia yang tadinya seperti remaja pada umumnya yang gemar ngeband, pun berubah dan mulai memikirkan bagaimana cara menghasilkan uang. “Kehidupan saya berubah bagai bumi dan langit. Perubahan akan terjadi jika Anda bertindak, dan itulah yang saya lakukan,” ucapnya. Bisnis pertama yang ditekuninya adalah berjualan minuman kesehatan dari rumah ke rumah. Ternyata, tak semudah yang dibayangkan. “Saya sampai menangis karena tidak ada yang beli dagangan saya. Ada yang bilang harganya terlalu mahal. Meski
begitu saya tidak putus asa,” tuturnya. Lalu, dengan nekad, ia menjual minuman tersebut di sekolahnya. Sudah barang tentu, banyak ledekan dan cemooh, diterimanya. Tapi Leo tidak peduli, yang dipikirkannya adalah bagaimana daganganya dapat terjual seluruhnya. “Dari pengalaman saya berjualan, saya belajar bahwa untuk sukses ‘urat malu harus putus’,” tuturnya. Semangat Leo yang kala itu masih SMA terus terpacu untuk terus menekuni bisnis. Berbagai produk dijualnya, di antaranya peralatan pendukung untuk gitar elektrik. Bisnis yang satu ini membuat Leo sukses besar, keuntungannya berlipat-lipat. “Saya percaya, kalau kita berusaha sungguh-sungguh, pasti akan terjadi keajaiban, dan itulah yang terjadi dalam hidup saya. Bisnis saya makin berkembang. Papa saya bilang, kita harus mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita, termasuk dalam berbisnis,” ungkap Leo yang sempat membangun bisnis kuliner.
Dari Anak Band menjadi Pebisnis
Dalam kesempatan itu, ia membuka ‘rahasia’ kenapa begitu getol mengikuti berbagai training, seminar, dll. Menurutnya, manfaat mengikuti berbagai kegiatan itu, selain menimba ilmu juga untuk memperluas pertemanan. “Memiliki networking yang luas, penting dalam berbisnis. Saya banyak mendapat teman lewat seminar-seminar. Asal tahu saja, banyak peserta seminar adalah orang-orang sukses. Maka kalau ikut seminar, saya tidak pernah diam tapi berkenalan dengan peserta lain. Dan itu terbukti bermanfaat. Karenanya, demi memperluas networking, tak jarang saya berkaliYeheskiel Zebua kali datang pada sebuah seminar yang sebenarnya saya sudah tahu apa yang bakal diomongin oleh pembicara itu karena saya memang sudah sering ikut seminar dia,” kata Leo yang pada 2013 lalu meraih penghargaan Man of the Year dari sebuah lembaga peduli pariwisata Indonesia. Menurutnya, untuk mendapatkan hasil terbaik, dibutuhkan strategi marketing yang jitu. “Punya uang kalau tidak ada strategi, percuma,” ucapnya. Terkait dengan strategi ini, Leo menyebut, pentingnya memiliki data base pelanggan. “Kalau Anda mau berbisnis dengan budget rendah, harus punya data base pelanggan. Mereka ini adalah orang-orang yang pernah puas dengan layanan kita. Kepada mereka lah produk-produk kita tawarkan. Itu hanyalah salah satu strategi,” paparnya. Data semua kenalan kita berikut nomor teleponnya. Rajinlah menyapa mereka lewat BBM, misalnya. “Tentu saja, jangan menyapa dengan hanya menawarkan produk. Yang saya lakukan adalah, menyapa mereka secara berkala, tidak hanya untuk promosi produk tapi memberi berbagai info bermanfaat, entah masalah kesehatan, atau hal lainnya. Dari keseluruhan pesan itu, 90% adalah info-info bermanfaat dan hanya 10% berisi promosi produk. Jangan promosi terus-menerus, itu tidak baik,” katanya memberi tips. Dari pengalamannya, apa yang dilakukan itu sangat bermanfaat. Terbukti, ketika ia mempromosikan produk banyak yang tertarik. Satu hal yang diingatkan Leo adalah masalah kepercayaan, bagaimana membangun kepercayaan pelanggan dan menjaganya. “The foundation of selling is trust,” tegasnya. “Anda tidak bisa berjualan kalau orang tidak percaya,” tegasnya lagi. Memelihara kepercayaan pelanggan, itulah yang ia jaga dan lakukan. Itu sebabnya dia tidak merasa kesulitan dalam memasarkan produk kepada para pelanggannya. “Saat ini, orang (pelanggan) yang mau beli properti yang saya tawarkan, merasa tidak perlu melihat lagi tempatnya. Kenapa? Itu karena mereka percaya pada saya,” kata Leo yang kini memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di bidang event organizer, kecantikan dan travel agent serta konsultan properti. -Diana Runtu
B
erbagai program pembangunan yang sarat inovasi demi kesejahteraan masyarakat NTB terus dilakukan Gubernur yang kini memimpin untuk periode ke-2 ini. Pada lima tahun pertama kepemimpinan Dr.TGH. M. Zainul Majdi, NTB meraih sejumlah capaian yang mendapat pengakuan luas secara nasional. Misalnya, pada bidang pendidikan terjadinya penurunan signifikan angka putus sekolah dan buta aksara, ledakan satu juta kunjungan wisatawan di bidang pariwisata, peningkatan signifikan pada populasi sapi, produksi jagung dan rumput laut sebagai tiga komoditas unggulan daerah, beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) sekaligus menjadi embarkasi haji nasional, penyelesaian infrastruktur jalan terutama di Pulau Sumbawa. Semua itu berasal dari tekad untuk melakukan satu lompatan, bekerja dengan sprit percepatan. Dan spirit percepa-
Foto: Humas Pemprov NTB
tan inilah yang juga hendak tetap dijaga dan dilanjutkan pada periode kedua ini. Pada kepemimpinan saat ini, pasangan yang biasa disebut TGBAmin ini akan fokus pada beberapa hal seperti Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Pada lima tahun pertama pemerintahan M. Zainul Majdi, kinerja penanggulangan kemiskinan NTB mendapat pengakuan luas. Angka kemiskinan turun rata-rata 1,4 % setiap tahun. Sebuah angka penurunan kemiskinan yang dinilai salah satu yang terbaik di tingkat nasional. Dan NTB pun mendapatkan penghargaan MDGs Award dari Bappenas pada 2012. Progesivitas itu akan juga dilakukan pada periode ke-2 ini sehingga targetnya pada 2018, kemiskinan di NTB yang saat ini berada di angka 17,25 % hanya akan tersisa mendekati 10 %. Percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang sudah ditetapkan oleh Presiden SBY sebagai Kawasan Ekono-
mi Khusus (KEK) yang nantinya akan “disulap” menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi dengan fokus utama pada pengembangan pariwisata dan ekonomi penunjangnya. Percepatan Industrialisasi Komoditas PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) sebagai komoditas unggulan daerah NTB. Jika pada periode pertama 2008-2013, titik tekan percepatan difokuskan pada peningkatan populasi dan produksi, maka pada periode kedua 2013-2018, pemerintah NTB berusaha keras merintis dan mendorong tumbuh kembangnya industrialisasi produk PIJAR ini. Percepatan penurunan Buta Aksara serta Kematian Ibu dan Bayi juga menjadi target TGB-
Islamic Center
juga soal kematian ibu dan bayi yang masih belum sepenuhnya bisa teratasi dengan baik di NTB. Percepatan menjadi penting untuk terus dikedepankan. Selanjutnya adalah percepatan Rinjani menjadi Geopark Dunia. Percepatan Pengembangan Potensi Peternakan, mulai dari program pengembangan kawasan agrowisata terpadu di Banyumulek, Lombok Barat, pengembangan pembibitan sapi Bali di kawasan
Foto: Humas Pemprov NTB
Y
ang menarik disimak, bagaimana mereka bisa mencapai kesuksesan itu. Apa yang dilakukannya. Tentu semua tahu bahwa kesuksesan tidak turun begitu saja dari langit. Semua ada prosesnya. Salah satu kunci kesuksesan adalah jangan berputus-asa. Benar kata pepatah bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Pepatah ini akan menjadi nyata ketika kita tidak berputus asa menghadapi kegagalan, melainkan menjadikannya pemacu untuk bangkit dan memperbaiki diri seraya terus maju menggapai cita-cita. Adalah Yeheskiel Zebua, pemuda yang Juli lalu genap berusia 22 tahun, telah melalui banyak rintangan dalam hidupnya hingga akhirnya mencapai kesuksesan seperti sekarang. Saat ini, pemuda berdarah Nias-Ambon, ini, bukan saja telah memiliki sejumlah perusahaan, tapi juga aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar motivasi dan inspirasi yang
Pentingnya Strategi Marketing
Suasana santai mewarnai kebersamaan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang didampingi Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, S.H., M.Si. dengan seluruh pejabat lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, seperti Sekda NTB, H. Muhammad Nur S.H., M.H., para asisten dan juga Kepala Dinas/SKPD, dalam acara peringatan satu tahun kepemimpinan Dr. TGH. M. Zainul Majdi - H. Muh Amin, S.H., M.Si., periode 20132018, Rabu (17/9). Acara yang berlangsung di Pendopo Kompleks Kantor Gubernur NTB ini juga dihadiri oleh sejumlah wartawan dari berbagai media massa baik lokal maupun nasional di NTB. Berbagai penghargaan telah diraih TGB selama masa kepemimpinannya di NTB.
Bandara Internasional Lombok (BIL) kini menjadi embarkasi haji nasional
Amin. Angka buta aksara di NTB memang dalam lima tahun ini turun cukup tajam. Tetapi jika mengunakan data BPS yang menyatakan masih tersisa sekitar 15% penyandang buta aksara di NTB, itu berarti pekerjaan rumah masih sangat besar. Begitu
Foto: Humas Pemprov NTB
Menjadi sukses secara finansial di usia muda, tentu bukan hal yang baru terdengar. Ada banyak anak muda Indonesia, khususnya, yang berkat kerja kerasnya berhasil mencapai kesuksesan yang didambakan semua orang. Kesuksesan mereka bukanlah karena harta warisan orangtua tapi capaian yang diraih setelah berjuang super keras, lebih dari kebanyakan orang pada umumnya.
Berbagai penghargaan dari Presiden RI diraih Gubernur NTB atas prestasinya membangun daerah ini
Jeringo, Lombok Timur dan optimalisasi pembibitan sapi di kawasan Doroncanga Dompu serta pengembangan sapi Brangus di Amor-Amor, Lombok Utara. Percepatan Peningkatan dan Pengembangan Kualitas UMKM, percepatan penyelesaian pembangunan Teluk Awang sebagai Pelabuhan Perikanan Nasional, Pelabuhan Perikanan Nasional Teluk Awang Lombok Tengah dan percepatan pembangunan Bendungan Pandandure di Lombok Timur dan Bendungan Rababaka di Dompu. Melanjutkan peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB dengan target percepatan menuju dua juta kunjungan pada 2018. Dan kini Islamic Center telah terwujud dan dalam proses penyelesaian, untuk itu percepatan pemban-
Foto: Humas Pemprov NTB
gunan Islamic Center pun terus digenjot. Selain program-program tersebut, di masa kepemimpinan TGB periode ke 2 ini masih banyak agenda pembangunan lain yang juga menjadi perhatian. Dengan berbagai inovasi selama ini, dalam refleksi satu tahun kepemimpinan TGB-Amin, Gubernur NTB melalui Asisten I, II dan III memberikan paparan singkat hasil inovasi kerja Dinas/ SKPD dalam kendali Asisten. Yang menonjol adalah NTBINMYHAND. “Inovasi NTBINMYHAND dengan anggaran biaya yang sedikit namun manfaat yang besar dan dapat diakses langsung pimpinan melalui gadget/ipad/hp, hal ini sangat membantu kerja pimpinan untuk mendapatkan data dan informasi nyata,” ujar Drs. H. M. Syafii M.M., Asisten I, Administrasi umum dan kesra. Demikian pula inovasi-inovasi yang disampaikan oleh asisten II dan III. Gubernur NTB secara terbuka membuka diskusi dengan wartawan yang hadir untuk menilai berbagai aspek menyangkut pembangunan di daerah ini selama kurun waktu 1 tahun terakhir. TGB terlihat sangat welcome untuk mendengarkan dan menanggapi tiap pertanyaan yang diberikan meski banyak kritikan yang cukup tajam dilontarkan. “Proses pembangunan memang memerlukan waktu dan pengorbanan, yang terpenting semua ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan optimis,” kata gubernur. Atas kritik, saran dan masukan dari wartawan, TGB memberi apresiasi yang baik. “Terima kasih kepada rekan-rekan pers atas segala kritikan dan masukan yang membuat proses pembangunan dapat dilakukan dengan lebih terarah dan tepat sasaran,” ungkapnya menutup kegiatan yang diakhiri dengan foto bersama wartawan, hal ini memiliki kesan tersendiri bagi awak media. -Naniek I Taufan/Hms
Nine
20
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Fatimah
“Tukang” Memandikan Calon Pengantin Membawa buah kelapa yang masih utuh dan sesisir pisang untuk menemui seorang perempuan yang dituakan di kampung itu di hari menjelang pernikahan, adalah salah satu kegiatan yang biasa dilaku kan oleh calon pengantin Bima khususnya yang tinggal di Sila. Aktivi tas yang dilakukan sehari sebelum akad nikah berlangsung ini, dalam masyarakat tradisional di Bima dikenal sebagai tradisi boho oi mbaru. Tradisi ini semacan mandi terakhir atau “mandi suci” bagi seorang perempuan sebelum melepas masa gadisnya. Ada dua tradisi yang dilakukan gadis Bima sehari sebelum akad nikah dilangsungkan, yakni siang atau sore hari boho oi ndeu dan malam harinya peta kapanca.
Fatimah salah seorang perempuan yang dituakan untuk menempelkan kapanca pada pengantin wanita
U
niknya, dua tradisi ini masih dilaku kan hingga seka rang. Para gadis yang menjelang melangsungkan akad nikah, biasanya pada sore hari tepat sehari sebelum pelak sanaan acara sakral akad nikahnya, akan melakukan hal ini dengan mendatangi seorang perempuan yang dituakan di kampung terse but. Salah satu desa di Bima yang masih melakukan ritual adat ini adalah di Desa Rato Kecamatan Bolo. Dimana secara turuntemurun, (satu darah atau bukan), keahlian ini diturunkan demi men jaga lestarinya tradisi ini. Tidak ada pemilihan khusus yang dilakukan untuk menen tukan siapa perempuan yang dituakan yang dipercaya dan pantas untuk melaksanakan ritual ini, melainkan mengalir begitu saja. Regenerasinya berjalan se suai dengan mekanisme kehidu pan masyarakat desa tersebut. namun biasanya karena orang tersebut keberadaannya tampak “dominan” dalam masyarakat. Setidaknya ia mengetahui atau banyak mendampingi orangorang tua yang juga dipercaya melaksanakan tradisi ini sebelum nya, salah satunya Fatimah. Di Desa Rato, perempuan yang dituakan dan dipercaya melakukan tradisi ini adalah Fa timah yang kini berusia sekitar hampir 70 tahun. Sudah berta hun-tahun ia melakukan ritual ini.
Rumahnya akan kedatangan tamu calon pengantin perempuan jika ada yang hendak melangsungkan pernikahan. Dengan cekatan ia akan menerima hantaran buah pisang, kelapa utuh hingga tong kecil berisi beragam kembang. “Ritual ini hanya sebuah tradisi yang sudah dilakukan secara tu run-temurun, menjadi kebiasaan masyarakat di sini,” ungkapnya ketika hendak memandikan Ana, salah seorang gadis calon pen gantin. Ia telah melakukan hal ini bertahun-tahun lamanya setelah orang yang dituakan sebelumnya, meninggal dunia. Menurut Fati mah yang melanjutkan tugas adat dari Umi Male yang telah tiada ini,
aktivitas tradisi ini menjadi satu hal yang menyenangkan baginya. Karena sembari memandikan calon pengantin perempuan, se cara tidak langsung ia juga diberi “hak” untuk menasihati calon pengantin itu dengan nasihatnasihat berkeluarga yang mengu tamakan keharmonisan dan lain sebagainya. “Saya senang melaku kannya karena bisa memberi nasihat berkeluarga pada gadisgadis,” katanya. Di sinilah seninya menjadi orang yang memandikan calon pengantin. Kadang sesekali ia bercanda dan membuat si ga dis malu ketika harus memberi nasihat berkaitan dengan urusan seks yang pasti akan dilalui para gadis tersebut. “Obrolan itu yang biasanya suka bikin para gadis tersipu malu,” katanya. “Ritual mandi ini tidak bisa dilakukan sembarang orang, me lainkan orang yang dianggap cakap melakukannya, mengingat banyak doa-doa kerahasiaan hidup akan kebaikan yang akan diajarkan pada calon mempelai wanita agar kelak menjadi istri yang baik,” ujarnya. Satu hal yang istimewa dari ritual Boho Oi Mbaru adalah calon mem pelai wanita tidak dimandikan dengan air biasa tetapi air dari sebutir kelapa pilihan terbaik. Boho oi mbaru yang merupakan mandi sucinya seorang gadis un tuk terakhir kalinya menggunakan air yang benar-benar pasti bersih dan suci. Syaratnya, air yang dipergunakan untuk mandi suci ini
Menyiapkan bahan untuk prosesi boho oi mbaru
Inspirasi
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Peningkatan Daya Saing Buah Lokal Selama ini, ada anggapan kalangan pariwisata khususnya perhotel an, dominan menggunakan buah impor. Padahal, kenyataannya, penggunaan buah impor justru lebih banyak digunakan para ibu rumahtangga. Temuan ini berdasarkan hasil penelitian Prof. Dr. Ir. IGP Wirawan, M.Sc. yang mendapatkan hibah Penelitian MP3EI yang berjudul “Peningkatan Daya Saing Buah Lokal Memasuki Pasar Pariwisata Bali”.
D
adalah air yang tidak bisa dipakai untuk berwudhu (mengambil air sembahyang dalam Islam). Air kelapa tidak bisa dipakai untuk berwudhu meskipun suci. Hari itu, Fatimah menerima calon pengantin perempuan dan mulai melakukan aktivitas tradisi itu. Dengan sebilah parang, ia memecahkan kelapa yang masih utuh dan menumpahkan air ke lapa tersebut ke dalam tong kecil berisi beragam kembang. Ia pun meminta si gadis untuk duduk agar ia segera bisa memandikan nya. Air kelapa nan segar itu pun mengguyur tubuh si gadis. Setelah itu beberapa ritual lainnya dilaku kan sembari ia memberi nasihatnasihat perkawinan dan lainnya. Fatimah kemudian mencukur bulu-bulu halus pada garis rambut terdepan serta membersihkan kuku tangan dan kaki si gadis se bagai simbol kesucian memasuki dunia baru yakni dunia berumah tangga. Prosesi ini tidak lama melainkan hanya berlangsung sebentar saja. Dilakukan dengan begitu praktis namun memiliki makna filosofi yang dalam. Filosofi tentang kemurnian hidup yang selalu menjadi cita-cita bagi siapa pun juga. Sebagai orang yang dituakan ini, peran Fatimah tidak hanya sampai di sini, melainkan ia juga menjadi tokoh dalam upacara tradisional lainnya yakni peta kapanca, pada malam harinya. Peta kapanca salah satu tradisi perkawinan dalam masyarakat Bima yang masih lestari dan terus dihidupkan hingga sekarang. Peta Kapanca berarti menempelkan daun pacar yang ditumbuk se
halus mungkin pada kuku tangan dan kaki serta telapak tangan calon mempelai wanita. Tem pelan daun pacar ini berfungsi memperindah dan merias calon pengantin wanita laksana kuteks zaman sekarang. Di dalam Islam, menurut keyakinan para pelaku tradisi ini, riasan menggunakan daun pacar dibolehkan karena calon pengantin perempuan tetap sah berwudhu. Kegiatan ini tradisi merias calon pengantin perem puan Bima. Fatimah juga akan menjadi salah seorang yang akan sibuk menyiapkan kelengkapan peta kapanca seperti serumpun bunga telur atau Bunga Male, beras kuning, sirih, lilin dan sebagainya sebagai simbol upacara adat segera dilaksanakan. Saat upacara adat ini berlangsung, tampak juga Fatimah menjadi bagian dari kegiatan ini. Dengan lembut ia menempelkan daun pacar di tangan calon pen gantin perempuan. “Saat menem pelkan daun pacar tersebut harus rapi dan bagaimana membuatnya menjadi indah,” ujarnya. Memang, tidak sembarangan asal ditempel, karena yang dikejar adalah keinda han, bukan semata-semata peris tiwa adatnya saja. Dihiasnya calon pengantin perempuan ini, menurut Fatimah, sekaligus memberikan semangat dan rasa percaya diri untuk menghadapi acara inti dari sebuah perkawinan yakni akad nikah keesokan harinya dan juga resepsi di mana mempelai pasti akan menjadi pusat perhatian. Saat Fatimah tidak lagi melaku kan tradisi ini, ia berharap ada perempuan lain yang siap meng gantikannya sehingga tradisi ini tetap lestari. -Naniek I. Taufan
5
ari survey yang dilakukan ke be berapa hotel, di antaranya, Hotel Sanur Beach malah 100 persen menggunakan buah lokal. Be gitu juga hotel lainnya. Mereka menyajikan basket fruit buah lokal untuk di kamar tamu. Biasanya, hotel menyajikan buah potong kepada para tamu, dan sisa buah potong digunakan untuk cam puran kue maupun jus segar. Ada satu trik yang dilakukan di hotel, yakni, menggunakan buah sesuai musimnya. Misalnya, musim manggis, mereka meng gunakan buah manggis dikombi nasikan dengan buah jeruk, begitu juga, ketika musim mangga, me reka menggunakan buah mangga dikombinasikan dengan salak misalnya. Menurut Prof. IGP Wirawan, hambatan pengembangan buah lokal karena persepsi yang salah di mata masyarakat. Mereka me nyebut, buah lokal sulit ditemukan karena musiman. Padahal, yang seharusnya, dilakukan, mengguna kan buah lokal sesuai musimnya. Buah lokal disalahartikan seba gai buah langka, seperti sentul, kepundung, dll. Padahal, buah lokal merupakan keseluruhan buah yang sudah diproduksi di Indonesia. Misalnya, buah stroberi yang sudah ditanam di Indonesia, sudah termasuk golongan buah lokal secara ekonomi. Adanya persepsi di masyarakat,
Parade buah lokal di ajang Sanur Village Festival
apa yang didatangkan dari luar negeri lebih bagus daripada produk sendiri, juga menjadi hambatan perkembangan buah lokal itu sendiri. Ia menilai, peningkatan kualitas dan daya tarik buah lokal mudah dilakukan tapi petani tidak mau melakukannya. Seharusnya, hal ini dilakukan di tatanan pedagang atau supplier buah. Salah satu contoh yang paling mudah, pen cucian buah untuk membersihkan bagian bercak hitam atau kotor, tidak memerlukan biaya banyak. Ini akan memberikan daya tarik buah lokal. “Ada teknologi yang bisa kita gunakan, mulai dari yang sederhana sampai canggih untuk meningkatkan daya tarik buah lokal tersebut, termasuk penge masannya,” ujarnya. Selain itu, nilai gizi buah lokal jauh lebih tinggi dari buah im por baik dari kadar antioksidan,
maupun kandungan vitamin C. Kesegaran buah lokal termasuk kesegaran enzimnya, masih kita dapatkan, sedangkan buah im por, ketika sampai di tangan konsumen, membutuhkan waktu yang lama sejak dipanen, sehingga kalau dia bertahan lama berarti ada kandungan pengawetnya. Edukasi ini yang perlu diberikan kepada masyarakat terutama para ibu-ibu rumahtangga, bagaimana memacu peningkatan penggunaan buah lokal,” ujar Kepala UPT Lab. Sumber Daya Genetika dan Biologi Molekuler ini. Menurut Prof. Wirawan, un tuk meningkatkan daya saing buah lokal, disamping perbaikan daya tarik, nilai gizi, kemasan, dan pemasaran, regulasi juga diperlukan agar produksinya bisa berkelanjutan. Sudah ada Perda Nomor 3 tahun 2013, tentang Perlindungan Buah Lokal. Saat
Udayana Friendly Golf 2014
Peserta Udayana Friendly Golf
Sejak tiga tahun lalu, Uni versitas Udayana menggelar “Udayana Friendly Golf”. Acara turnamen golf ini, digelar dengan tujuan, menjalin persahabatan dengan berbagai kalangan. Untuk tahun ini, selain dari Universitas Udayana, peserta
juga berasal dari para kalangan hakim, BUMN, pengusaha, dan perbankan. Turnamen digelar tiga seri, yang dimulai, bulan Juni di Bali Handara Golf Bedugul, diikuti 16 orang. Seri kedua bulan Juli di Sector Golf Bali Beach Sanur, yang diikuti 15 orang, dan seri
ketiga,tanggal 6 September di Pecatu diikuti 40 peserta. Turnamen ini sifatnya lebih ke fun, kompetisinya tidak ter lalu full, tapi tetap memberikan penghargaa n kepada tiga pe serta terbaik. Salah satunya, yang mendapatkan “The Best”, adalah Bapak Sanny Subroto. Turnamen ini menjadi sangat istimewa karena kehadiran Rektor Yamaguchi University Prof. Masaaki Oka dan Wakil Rektor Prof. Fu sanori Miura. Pada kesempatan tersebut, sebagai tanda apresiasi diberikan piala kepada Prof Masaaki Oka sekaligus menjadi member dalam Udayana Friendly Golf. Prof. Masaaki Oka menyambut baik digelarnya acara Udaya na Friendly Golf. Menurutnya, hubungan baik antara akademisi dengan berbagai kalangan ter
ini, diperlukan, awig awig/ pararem yang mengharuskan minimal menggunakan buah lokal dalam setiap upacara budaya/keagamaan, sehing ga produk akan lebih terbeli, petani mendapat harga dan insentif untuk perbaikan ke depannya. Ia menilai, pertanian hendaknya dipandang se bagai perusahaan, bukan sekadar way of life. Selama ini sector pertanian tidak bisa menentukan harga. Justru, saat ini, pedaganglah yang menentukan harga. Selain itu, ia meng ingatkan, perlu kreativitas industri olahan buah lokal, seperti minuman, dodol, kue pia, atau yang lainnya. “Ini yang perlu diajarkan kepada mahasiswa pertanian, untuk me nambah wawasannya. Untuk itu, perlu perbaikan materi kurikulum bagi mahasiswa pertanian,” kata Prof. Wirawan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan buah lokal, sekaligus menyambut HUT ke-47, Fakultas Pertanian Universitas Udayana ikut berpar tisipasi dalam ajang “Sanur Village
Prof. Wirawan
Festival”, belum lama ini. Dua acara digelar yakni, focus group discussion buah lokal dilakukan pada tanggal 22 Agustus yang dihadiri para ibu PKK dan Ketua WHDI Prov. Bali Ny. Bintang Puspayoga. Kemudian, dilanjut kan dengan parade buah lokal tanggal 24 Agustus. Hal ini, di lakukan untuk memperkenalkan buah lokal sekaligus mengedu kasi masyarakat untuk mencintai buah lokal.
Ny. Bintang Puspayoga turut hadir dalam FGD Buah Lokal
masuk para pengusaha diharapkan ilmu satu tahun di Universitas dapat terus terjalin dengan baik. Udayana dan setahun di Jepang. Komunikasi yang terjalin san Kerja sama lain, proyek penelitian gat bagus akan menguntungkan revegetasi multi function sheets. kedua belah pihak, dan baik untuk Yamaguchi University memiliki iklim pengembangan ekonomi Global Education Programme, de termasuk pengembangan dalam ngan mengirim setiap tahun maha berbagai hal. siswanya sebanyak dua kali ke Prof. Masaaki Oka dan Wakil Universitas Udayana. –ast Rektor Prof. Fusanori Miura datang ke Bali, dalam rangka kunjungan kerja sama dan meninjau berbagai proyek kerja sama seperti kerja sama penelitian yang dilaku kan den gan Universi tas Udayana. Saat ini, kerja sama yang telah terjalin antara Univer sitas Udayana dengan Yamaguchi University, pengembangan program double degree, di bidang remote sensing (Program S-2). Mahasiswa menda Prof. Masaaki Oka dan Wakil Rektor Prof. Fusanori Miura bersama Prof. Wirawan pat kesempatan menimba
Woman on Top
6
Dr. Ir. Sri Wahjuni, M.Kes.
Peneliti Ikan Lemuru Perempuan tak hanya berkutat dengan urusan domestik. P erempuan memiliki kesempatan untuk mengembangkan talenta di berbagai bidang, salah satunya di bidang kimia. Apa yang ditekuni, selain bermanfaat bagi diri sendiri, juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Hal inilah yang dilakukan Dr. Ir. Sri Wahjuni, M.Kes.
“S
aat ini saya sebagai pengajar di Fakultas MIPA, Sekretaris Laboratorium bersama Fakultas MIPA Universitas Udayana. Saya juga masih aktif sebagai peneliti senyawa-senyawa aktif dari daun sirsak, daun binahong, bunga wijaya kusuma, daun pare, dan daun sambiloto sebagai antihiperkolesterolemia, dan juga sebagai antihiperglikemia dengan hewan coba tikus Wistar. Selain penelitian ini saya menunggu pengakuan hak paten no. P00201200016 tentang Metode Saponifikasi dari minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps) untuk menghasilkan omega-3,” ujarnya. Penelitian tentang minyak lemuru ini dilakukan di Bali karena di daerah Pengambengan, Negara setiap bulan September sampai Februari terjadi panen raya
ikan lemuru. Ikan dijual R p 2.000/kg pun tidak laku. Nelayan di Pengambengan pun mengepres ikan lemuru untuk dijadikan minyak. “Saya berkeinginan membuat proses lanjut yaitu proses saponifikasi untuk memperoleh Omega-3,” papar perempuan kelahiran Surabaya, 21 Juni 1959 ini. Sri Wahjuni menuturkan pengalamannya menekuni bidang penelitian senyawa aktif mulai tahun 2002. Saat itu ia menderita hiperkolesterolemia dan mencoba memakan ikan lemuru yang tidak digoreng (dipanggang, dikukus), serta berbagai daun-daunan. Dengan membaca banyak literatur maka ia pun dapat mengobati hiperkolesterolemianya. Sampai sekarang ia pun menekuni penelitian-penelitian di bidang ini. Suka dukanya menekuni bidang ini pun ia ungkapkan.
“Sukanya bila berhasil melakukan penelitian tepat waktu dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Dukanya bila semua ekstrak sudah dipreparasi dan akan dibaca dengan menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometer (GC-MS) tiba-tiba mati listrik di laboratorium,” ungkap alumnus S3 Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran, Program Pascasarjana Universitas Udayana ini. Bagi Sri Wahjuni, inspiratif adalah akibat kisah yang menjadi motivasi untuk mengembangkan ide-ide kreatif, yang waktu dan tempatnya sudah ia kenali. Dengan cara mengembangkan ilmu kimia yang telah ia tekuni lebih dari seperempat abad. Ia juga mengatakan perempuan itu harus menjadi istri baik untuk suami dan anaknya. “Motif yang benar dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah
harus banyak berdoa, bekerja keras, dan tidak pantang menyerah dengan segala cobaan. Ini landasan yang kuat bagi pernikahan tersebut, sehingga bahagia dan sukses bersama suami dan anak. Jangan lupa kebanyakan perempuan belajar menjadi istri didapatkan dari pengalaman ibu kita. Tentunya, jika kita memiliki ibu panutan, kita dapat belajar berbagai peran istri teladan. Istri teladan adalah sukses di karier dan sukses mendidik anakanaknya,” tegasnya. Sri Wahjuni menuturkan selama kuliah di Unud, banyak hal-hal menarik yang ia alami. Banyaknya ilmu yang ia peroleh dari dosen pengajar, rekan-rekan mahasiswa, dan perpustakaan
22 - 28 September 2014
22 - 28 September 2014
yang menyediakan lite ratur-literatur terbaru/ akses internet setiap saat. Beruntung sekali ia berkesempatan menim ba ilmu dengan cepat dan tepat waktu. Dalam perkuliahan, dosen-dosen memberikan materi de ngan mudah untuk di pahami, sehingga apa yang disampaikan tidak bias. “Literatur terbaru yang saya peroleh di-explore ke bidang ilmu saya sehingga memperoleh penemuan terbaru yang saya dapat kan dan kembangkan sendiri. Kepada alumni Unud ia mengharapkan mereka mempunyai kreativitas yang unggul yaitu memiliki daya saing; regional, nasional, dan internasional di bidang pendidikan masing-masing, penelitian yang sesuai ilmunya, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu kimia. Bersifat mandiri yaitu memiliki kepribadian yang tangguh, percaya diri pada masingmasing ilmunya, dan berdaya saing tinggi di berbagai bidang, sehingga mampu mengembangkan diri di bidang ilmu kimia secara mandiri. Harus berbudaya yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran pada masing-masing personal dan kebenaran akademik yang sesuai ilmunya; dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap nilai-nilai budaya lokal, tradisi, dan praktikpraktik kehidupan yang hidup di dalam masyarakat. -Ngurah Budi
Sudut Pandang
19
Arisan
Ajang Bergaul yang Positif Bagi para wanita, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya arisan. Arisan ada dimana-mana dengan beragam bentuk dan jenisnya. Biasanya, kegiatan ini berupa kumpulkumpul yang dilakukan sebulan sekali baik itu bersama sahabat, teman semasa satu sekolah , rekan sekantor, hingga sesama tetangga komplek ataupun untuk bersosialisasi di lingkungan yang baru.
B
icara mengenai manfaat ikut arisan, banyak orang yang berpendapat bahwa arisan itu bermanfaat dan ada juga menganggap bahwa arisan kurang bermanfaat bahkan tidak penting untuk diikuti. Masihkah arisan itu diperlukan? Menurut Ida Ayu Pudji Arsini, salah seorang pengusaha wanita di Bali ini, melihat arisan sebagai kegiatan yang cukup positif dan
menarik, sehingga diminati banyak orang, malah bukan hanya oleh perempuan. Seperti. salah satu arisan yang diikuitnya, yakni arisan Ikamida atau Ikatan Alumni STIMI Handayani ini, yang ketuanya adalah laki-laki. Dikatakan oleh Dayu Pudji, secara sadar atau tidak arisan membantunya untuk menyisihkan uang. “Selain asyiknya refreshing sambil kumpul-kumpulnya, selain itu banyak hal lain yang bisa kita
dapatkan. Bisa juga sebagai ajang untuk berlatih belajar menabung dan merencanakan keuangan,” katanya. Karena arisannya adalah arisan alumni , ini juga memungkinkan baginya untuk bertemu teman-teman lama yang sulit ditemui. Masih ada lagi yang bisa diperoleh dari arisan alumini ini, katanya mereka jadi tahu kondisi temanteman lainnya termasuk keluarga nya, juga kondisi guru-guru. Ada pula info tentang kesehatan , baik
Menabung tanpa Bunga Sekarang ini banyak orang mengadakan arisan. Entah itu mereka dari kalangan bawah dengan nilai kecil sampai kalangan atas yang nilainya hingga jutaan rupiah. Bahkan instansi/perusahaan-perusahaan besar pun mengadakan arisan, seperti arisan motor, arisan emas, arisan barang elektronik, dsb. Menurut Marisa Anggreini, M.Psi., esensi dari kegiatan ini adalah berkumpulnya beberapa orang yang memiliki ketertarikan pada hal tertentu. “Arisan sebagai media untuk mempererat tali silahturahmi. Ada proses ‘kocok nama’ untuk menentukan siapa yang akan membawa pulang sejumlah uang pada waktu tertentu. Mereka biasanya akan berpindah-pindah tempat arisan, ada yang arisan di restoran, cafe, atau tempat publik lainnya sampai berpindah-pindah ke rumah peserta arisan,” jelasnya. Arisan tidak sama dengan menabung atau investasi. Karena pada dasarnya, dari arisan tidak memperoleh keuntungan atau penambahan jumlah/nilai. Jika investasi, akan ada keuntungan atau penambahan nilai atas kepemilikan kita di masa depan. Melalui proses menabung juga kita mendapatkan bunga dari jumlah tabungan kita. Arisan bisa dipahami sebagai media untuk menyimpan uang kita agar tidak digunakan untuk hal-hal yang kurang penting saat itu,” papar psikolog cantik ini. Bisa dikatakan, arisan lebih bersifat “menabung” namun tanpa bunga. Peserta arisan akan diminta untuk menyisihkan uang yang dimilikinya dan nanti pada saatnya akan mendapatkan uang sejumlah yang disisihkan untuk arisan tersebut tanpa penambahan atau pengurangan jumlah. Namun, arisan yang di dapat tidak hanya berupa uang. Sekarang ini banyak arisan yang akan mendapatkan kendaraan atau hal lainnya yang tentunya sesuai dengan komitmen awal peserta arisan tersebut. Dari sisi psikologis, arisan dapat bermakna
sebagai media bersosialisasi, networking, hiburan sekaligus melepas stres. Kebanyakan peserta arisan adalah wanita atau ibu-ibu. Ibu-ibu ini melampiaskan hasratnya untuk berbincang-bincang dan melepas stres (akibat pekerjaan baik karir maupun ibu rumah tangga) melalui arisan. Di sana mereka dapat bertukar pikiran mengenai banyak hal. Dan hal tersebut sekaligus menjadi hiburan bagi mereka. Sebagai media sosialisasi dan networking tentunya arisan ini terdiri dari banyak orang sehingga mereka bisa memiliki banyak teman atau support group yang tentu nya juga dibutuhkan oleh wanita atau ibu-ibu ini. Arisan akan lebih bermanfaat apabila kegiatan yang dilakukan bersifat positif, seperti belajar memasak, kegiatan sosial seperti kunjungan atau sumbangan ke tempat yang membutuhkan (yatim piatu, dll.), ataupun kegiat an keagamaan seperti pengajian (apabila peserta arisan memiliki agama yang sama). Arisan sebaiknya tidak menjadi beban buat pesertanya. Beban yang dimaksud dari segi finansial maupun dari segi sosial. Dari finansial, tentunya jumlah yang dibayarkan sesuai dengan kemampuan kita. Jangan sampai kita memaksakan dan akhirnya malah memiliki utang untuk membayarkan arisan. Dari segi sosial dan kembali lagi ke esensi dasar bahwa arisan sebagai ajang berkumpul, maka sebaiknya peserta arisan terdiri dari orang-orang yang memiliki kesama an terhadap suatu hal atau memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan arisan ini. kedua hal ini apabila tidak dijalankan, nantinya akan menjadi beban secara psikologis karena ia merasa tertekan secara finansial dan kurang merasakan kecocokan dengan peserta arisan lain. Yang perlu diingat juga bahwa kemenangan setiap peserta arisan akan berbedabeda waktunya. sebaiknya hal ini juga dipahami oleh semua peserta arisan. –Inten Indrawati
Ny Suwitri Riyasse
Ida Ayu Pudji Arsini
dari yang dialami teman-teman sendiri atau pengalaman orang lain yang dibahas. “Di arisan ini juga bisa didapat info tentang peluang bisnis dan informasi baru lainnya. Sebab, masing-masing orang pasti memiliki pengalaman hidup yang berbeda dan biasanya kalau sudah merasa nyaman, sesama anggota akan nyaman pula untuk berbagi pengalaman , dan pengalaman me reka ini dapat kita jadikan pelajaran kelak,”lanjutnya. “Selain itu kami juga sering membicarakan kegiatan sosial, meningkatkan rasa peduli sesama, misalnya saat almamater punya gawe. Membantu jika ada sesama anggota ada yang mengalami musibah, atau peristiwa duka lainnya, seluruh anggota akan melakukan kegiatan bakti sosial walau secara kecil-kecilan. Termasuk menjenguk guru-guru yang sudah pensiun hingga memprogramkan acara tirtayatra,”paparnya Ketika bertemu teman lama, senang sekali rasanya bisa saling bercerita tentang masa-masa sekolah yang lucu dan lugu. “Jadi kami yang sudah kepala lima ke atas ini terasa masih muda saja,” katanya seraya tertawa. Dayu Pudji menambahkan akan beda lagi ceritanya, kalau ia sedang mengikuti arisan keluarga. “Di sini malah bercengkramanya lebih seru. Selain itu menghadiri arisan keluarga dengan rutin membuat tali silaturahmi antar anggota arisan semakin erat dan terjaga karena sering berkumpul bersama. Di sana juga kami sering saling memperlihatkan kemampuan, seperti membawa makanan buatan sendiri atau buatan anak. Kalau yang suka bisnis juga biasanya langsung jualan.Tidak ada istilah jaim sama sekali, semua dilakukan sambil tertawa, sampai rasanya tidak penting siapa yang mendapat arisan. Kami juga saling bercerita tentang perkembangan anak-anak. Di arisan keluarga acara tirtayatra-nya malah lebih sering lagi,” tuturnya tersenyum. Menyangkut masalah penting atau tidaknya ikut arisan, hal ini katanya tergantung pada masingmasing orang. Namun secara garis besar, pada umumnya arisan bisa bermanfaat sehingga masyarakat kita di Indonesia suka mengikuti arisan. Ikut arisan bisa menjadi ajang bergaul yang positif, jika dengan sengaja sejak awal diarahkan untuk hal yang berarti dan bermanfaat. Kegiatan ini, lanjut Dayu Pudji selain menjadikan jalinan pertemanan lebih luas, pengetahuan pun bertambah hingga juga memberi kesempatan untuk berbisnis atau membuka usaha dengan anggota arisan lainnya yang memiliki ke
samaan visi. Sekarang tinggalkan kita saja yang pandai-pandailah memilih arisan, agar arisan yang kita ikuti memiliki manfaat dan saling menguntungkan. ARISAN ANGKATAN 45 Bersilaturahmi dengan teman sebaya, menjadi rutinitas tiap bulan ibu-ibu yang sudah lansia ini. Mereka tergabung dalam arisan Angkatan 45. Pendiri arisan ini, Ny Suwitri Riyasse mengatakan, awalnya, mereka hanya sekadar bertemu di rumahnya di Jalan Patimura Denpasar. Mereka pun belum memikirkan apa nama dari arisan itu. “Arisan hanya sebagai sarana untuk kami bertemu. Kami ngobrol berbagi hal. Zaman itu, yang lebih penting dibahas soal pendidikan,” kata wartawati pertama di Bali ini. Bersama, empat orang temannya yang berprofesi sebagai guru, Sang Ayu Putu Sasih, Desak Suandri, AA Rai Agung, dan Muryatini, Ny. Riyasse, sering sharing seputar pendidikan maupun soal rumahtangga. Ketika tercetus Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang diumumkan Pre siden Soekarno, mereka sepakat menamakan arisannya, Angkatan 45. “Nama itu kami ambil karena berkaitan dengan Dekrit Presiden yang menyerukan untuk kembali ke UUD 1945. Momentum itu kami jadikan nama arisan. Disamping itu, sebagian besar, anggota arisan para perempuan yang ikut berjuang baik langsung maupun tidak langsung,” kata Ny. Suwitri Riyasse. Setelah diresmikan, mulailah anggota baru masuk satu persatu, sampai anggota berjumlah 32 orang. Kebanyakan dari anggota berprofesi sebagai guru. Kegiatan pun lebih bervariasi. Ada demo masak dari para chef hotel berbintang. Setelah rutin digelar tiap bulan, dan dengan berjalannya waktu, beberapa anggota dari arisan ada yang sudah meninggal. Biasanya, arisan diteruskan anak atau menantunya. Sampai saat ini, jumlah anggota arisan masih 26 orang. Para anggota yang masih aktif dan sudah berusia lanjut seperti Ny. Suwitri Riyasse, Ny. Prof. Ngoerah, Ny. Pindha, Ida Pedanda Istri (walaka Ny. Ida Bagus Kompyang), Ida Ayu Raka Padmi, Jero Wiladja, dan Ny. Suweca. Menurut Ny. Riyasse, tiap bulan, rasanya senang bisa bertemu kembali para teman yang sudah sama-sama lansia. Biasanya, topik bahasan menjadi lebih bervariasi. “Karena kami sudah lansia, kami banyak berbagi tips kesehatan masing-masing. Tapi pada intinya, kami senang bisa berkumpul dan tetap sehat,” kata Ny. Riyasse. –Sri Ardhini/Wirati Astiti
18
Kreasi
22 - 28 September 2014
Belajar Tari dan Budi Pekerti Percaya, belajar menari sebagai kegiatan unik? Dalam prosesnya tak hanya sebagai ajang menstransfer ilmu dari guru kepada siswa. Tetapi, juga dapat merangsang tumbuhnya kreativitas anak itu sendiri. Juga sebagai sebuah pembelajaran budi pekerti secara nyata. Karena ada sikap saling menghargai, jujur, desiplin dan mengekang egoisme demi tercipta kebersamaan.
I
tulah gambaran garapan tari kreasi baru yang berjudul “Agu ru” merupakan karya I Wayan Sutirta, S.Sn., M.Sn dan I Nyo man Kariasa, S.Sn., M.Sn sebagai peng garap musik iringannya. Meski tak jauh berbeda dengan tari kreasi lainnya, na mun Tari Kreasi Aguru ini tampak lebih kreatif dan inovatif. “Idenya berdasarkan pengalaman pribadi yang sehari-harinya sebagai guru tari,” kata Sutirta kalem. Elemen-elemen musik menjadi dasar dari pada pusat gerak yang ditonjolkan. Misalnya gerapan kaki diiringi dengan mu sic cengceng, seledet dengan musik pong (klenong), kipekan dengan music pak dari iringan kendang, gur dari music gong dan lainnya. Penonjolan dari aksen gamelan itu memang sering dijadikan patokan oleh seorang pelatih tari. Gerak-geraknya tampak sederhana, namun tampak indah dan cukup memberi arti. Kasih guru dan bakti murid digambar kan memiliki hubungan timbal balik yang dapat meluhurkan seni tari. Seorang guru tari yang merasa terpanggil untuk menu larkan ilmu seni kepada murid-muridnya. Dengan tekad yang kuat sang guru mewa risi keindahan kesenian bangsanya sebagai upaya pelestarian tradisi. Proses memberi dan menerima atau mengajar dalam kadernisasai seni tari berlangsung secara komunal. Cara seperti ini telah berhasil menyemai sumber insan pelaku seni tari yang andal dan adiluhung.
22 - 28 September 2014
dalam festival gong kebyar Pesta Kesenian Bali, festival daerah dan nasional serta menggarap untuk Expo di luar negeri ini serius. Lalu yang menjadi kendala, Sutirta mengatakan kesulitannya pada anak-anak yang tak terlalu banyak berproses. Penon
jolan unsur dramatik agak susah dipratekan bagi penari, sebab mereka masih tergolong anak-anak yang tidak banyak pengalaman. Intinya, adalah kesabaran. “Untungnya memiliki kedekatan pada mereka,” tam bah pemilik Sanggar Lokananta Singapadu ini.-Darsana
Story
7
Berdoa di Makam “Palsu” Impian memiliki sebuah rumah tangga dan keluarga yang bahagia sebahagia dan semanis saat berpacaran, rupanya bukan milik Arinda (45), bukan nama sebenarnya. Kekasihnya yang dulu sangat mencintai dan menyayanginya serta setia, kini telah berubah menjadi “kejam”. Arinda sendiri heran, mengapa perubahan itu terjadi begitu drastis. Bahkan kini ia kerap men dengar kalau kekasihnya yang kini menjadi mantan suaminya itu kerap berselingkuh.
K
Kontak fisik dan dialog bathin antara guru dan murid menggambarkan sebuah harmoni kemanusiaan yang memberikan sumbangsih pada kedamaian ajegnya binarbinar keindahan tari Bali pada jaman dulu, kini dan di masa datang. Dosen Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini mengatakan, garapan ini berawal dari ide yang sangat sederhana. Yaitu berdasarkan pengala man pribadi yang keseharaiannya menjadi guru tari, baik di masyarakat ataupun di lembaga seni pendidikan tinggi. “Saya sudah biasa mengajar tari sejak menjadi mahasiswa. Nah, kali ini saya mencoba mengangkat orang belajar menari ke dalam sebuah karya tari,” ucap alumnus ISI Denpasar itu. Menurut Sutirta, ada pesan yang ingin ia sampaikan kepada anak-anak, para remaja dan orang tua kalau belajar menari itu sesungguhnya terasa nikmat sekali. Orang tak hanya mendapat meng gerakan badan, juga sebagai media untuk mengungkapkan ekspresi. Perasaan sedih, senang, marah dan takut semuanya bisa dikeluarkan dalam bentuk seni ini. Dalam karya itu juga mengingatkan kepada anak bandel dan nakal yang nantinya tidak akan mendapatkan apaapa alias tak menguasai tari itu. Berbeda dengan anak yang rajin, tekun dan desiplin pasti cepat bisa yang pada akhirnya akan disanjung dan disayangi semua orang. “Kuncinya adalah tekun dan tak putus asa,” ujar lelaki asal Gianyar yang sudah mencipta puluhan tari kreasi baru baik
Life
isah pahit dan manisnya salah satu perjalanan hidup Arinda, ia ungkapkan lewat seorang sahabat sebagai tempatnya mencurahkan segala beban dalam dirinya selama ini. Kenangan-kenangan manis bersama kekasihnya dulu kini tinggal cerita yang sesungguhnya telah lama dilupakan Arinda. Meski memilih tidak menikah lagi hingga saat ini, Arinda bahagia membesarkan dua buah hati dari pernikahannya dengan Darmanto (45), nama samaran, mantan suaminya itu. Pertemuan mereka berdua berawal dari sebuah kampus di Jawa Tengah di mana mereka sa ma-sama menempuh pendidikan strata satu. Perkenalan yang akh irnya mengungkap bahwa mereka sama-sama berasal dari Nusa Tenggara Barat dan kabupaten yang berdekatan. Atas dasar saling suka dan berasal dari daerah yang sama, mereka pun menemukan kecocokan satu sama lain hingga akhirnya menjalin kasih dan ber pacaran. Cukup lama mereka pacaran. Hingga Arinda menjadi sangat mengenal Darmanto se bagai laki-laki yang penuh kasih sayang, hangat dan setia. “Seba gai kawan, kami sangat senang melihat hubungan mereka yang hangat. Darmanto terlihat sangat sayang pada Arinda, luar biasa,” kata Tina, kawan Arinda. Merasa sama-sama saling membutuhkan, mereka pun pu lang kampung dan meminta izin orangtua untuk menikah. Kebetulan kala itu, mereka telah selesai kuliah dan mulai mencari
pekerjaan tanah kelahirannya, NTB. Orangtua mereka pun sepakat menikah kan keduanya, mes ki menurut Arinda, ada ganjalan terlihat dari keluarga calon suaminya tersebut waktu itu. Namun, karena Darmanto meyakinkan keluar ganya, setengah sinis keluarganya akhirnya membiarkan mereka menikah. “Sebenarnya se jak awal bertemu keluarga Darman to, Arinda sudah merasa tidak sreg melanjutkan rencana perkawinan itu. Na mun, karena semua pembicaraan men genai pernikahan itu sudah dilakukan, Arinda ragu-ragu memilih mundur sehingga perkaw inan pun berlanjut,” kata Tina. Darmanto sendiri merasa berat mengingat ganjalan dari keluarga yang jelas ia kenal karakternya itu cukup tajam. Karena itu, setelah menikah dan kebetulan mereka berdua lulus sebagai pegawai negeri sipil di NTB, Darmanto pun memboyong istrinya untuk tinggal di tempatnya bekerja. “Di sana mereka hidup ba hagia. Darmanto sangat sayang pada Arinda dan selalu memanja kannya. Bahkan jika Arinda ingin mandi air hangat, Darmanto lah yang akan menyiapkannya,” ung
kap Tina. Bahkan Darmanto terli hat sangat rajin membantu istrinya mengurus rumah. Pendeknya, Darmanto menjadi suami yang diimpikan semua perempuan. Ke hidupan awal pernikahan mereka sangat baik dan mulus. Namun! di balik itu, mala petaka mulai mengintip, datang dari keluarga Darmanto. Entah apa maksudnya, orangtua dan saudara Darmanto menjadi sangat sering berkunjung ke rumah mer eka dan suka bikin repot. “Yang lebih menyakitkan adalah tiap kali gajian tiba, mereka selalu datang untuk mengambil sebagian besar gaji Darmanto. Arinda hanya mendapatkan sisa gaji suaminya,” kata Tina. Satu dua tiga kali dan be
berapa bulan selanjutnya, masih dianggap biasa oleh Arinda. Masih dianggap wajar suaminya mem bantu orangtua dan ipar, karena mungkin mereka sangat membu tuhkannya dan kebetulan Arinda sendiri punya gaji karena ia juga bekerja. Namun lama-lama situasi ini membuat Arinda merasa ter ganggu juga apalagi mertua dan ipar-iparnya mulai terlihat sangat mengatur dan mengendalikan rumah tangga mereka. Mereka tidak lagi datang saat gajian saja melainkan bisa 3-4 kali dalam sebulan untuk meminta uang.
Meski sempat protes, ia mencoba bertahan dengan bersabar. Hal lain yang sangat meng ganggu Arinda adalah jika mereka pulang kampung di hari Sabtu dan Minggu, orangtua dan keluarga suaminya tidak membolehkan mereka mampir ke keluarga Arinda terlebih dahulu melainkan harus langsung ke rumah mertu anya. Jika tidak, maka Arinda akan kena marah dan caci maki dari mereka. Dari pada ribut, Arinda memilih mengalah untuk itu meski kabupaten tempat mertuanya tinggal itu lebih jauh dari rumah orangtua Arinda. Artinya ketika mereka datang berkunjung, maka perjalanan itu harus melewati ka bupaten orangtua Arinda barulah kabupaten mertuanya. Mengh adapi itu, Darmanto seperti kehilangan wibawa dan tidak bisa berbuat banyak. Begitu seterusnya dan berlangsung cukup lama sehingga menim bulkan pertanyaan setengah protes dari keluarga Arinda. MAU DIBUANG KE LAUT Arinda sempat tidak habis pikir dengan situasi suaminya yang sama sekali tidak mem belanya jika disakiti keluar ganya. Suaminya itu selalu berubah kasar dan kejam tiap kali berada di lingkun gan keluarganya. “Ia tidak segan-segan memukul dan menyiksa Arinda jika kelu arganya merasa tersinggung dengan sikapnya,” kata Tina. Tina menduga, sepertinya, Darmanto tertekan. Un tuk melampiaskan kemara hannya pada keluarganya itu, Arindalah yang menjadi sasaran kekasarannya agar keluarganya puas melihat Arinda tersiksa. Arinda sendiri lama-lama mu lai kehilangan kesabarannya. Pada suatu ketika, ia memilih singgah lebih dulu ke rumah orangtu anya baru ke rumah mertuanya. “Karena ketahuan, ini membuat mertua dan keluarga Darmanto marah besar,” kata Tina. Dini hari, Arinda dipanggil, diseret dari tempat tidurnya saat tidur dengan suaminya. Ia disiksa, dipu kul, dan ditendang hingga pingsan dan tidak sadarkan diri. Dalam situasi antara sadar dan tidak,
Arinda merasa tidak mendapat pembelaan dari suaminya apalagi pertolongan. Samar-samar ia mendengar bahwa mertua dan saudaranya itu mengira ia sudah mati dan berencana membuang mayatnya ke laut. Arinda yakin kala itu ia menda pat kekuatan dari Allah SWT, tibatiba ia tersadar dan memberontak sekuat tenaga sehingga tali-tali yang mengikat tangan dan kakinya bisa terlepas dan ia berteriak sekeraskerasnya. Beruntung para tetangga mendengar dan segera menyela matkannya. Suami dan keluarganya akhirnya harus berurusan dengan hukum akibat perbuatannya itu. Sejak kejadian itu Arinda memilih pulang ke rumah orangtuanya den gan cuti yang panjang. Kebetulan akibat kejadian yang hampir me renggut nyawanya itu, ia dirawat cukup lama. Ia memilih bercerai dengan suaminya dan membawa kedua anaknya yang masih sangat kecil, satu balita dan seorang lagi masih bayi. Kisah mengharukan pun terjadi pada ketiga orang ibu ini. Begitu sakit hatinya atas tragedi yang dialaminya akibat ulah suaminya, Arinda pun sempat memilih ber bohong pada kedua anaknya. “Arinda bilang jika ayah mereka telah mati,” kata Tina. Maka, tiap kali hari raya tiba, Arinda selalu menyiapkan diri untuk berziarah ke makam ayah anak-anaknya itu. Dilengkapi bunga-bunga dan seceret air, Arinda menemani anak-anaknya untuk berziarah. Beruntung tiap kali mereka men gunjungi makam itu, selalu dalam keadaan sepi, tidak ada keluarga yang datang menziarahi. Memeluk kedua anaknya, Arinda seperti orang bersedih ditinggal suaminya dalam makam itu, padahal ia sedih melihat kedua anaknya. “Sampai hari ini saya sendiri tidak tahu itu makam siapa,” kata Arinda yang tiba-tiba datang saat obrolan ini berakhir. Ia tidak berse dia menceritakan kembali karena menurutnya apa yang diceritakan Tina itulah kisah sesungguhnya. Ia hanya berkata bahwa akhirnya ia tahu mengapa keluarga suaminya itu kejam padanya, karena rupanya Darmanto dijodohkan dengan perempuan lain, meski ia terikat dalam perkawinan dengannya. Arinda tersenyum sinis. -Naniek I. Taufan
Bunda & Ananda
8
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Gurita No Selop Ok
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Dr. Suari
K
esiapan mental adalah yang terpenting sebagai orangtua termasuk di dalamnya adalah mengubah kebiasaan yang mulanya tanpa anak dan mesti siap siaga dalam 24 jam untuk meng urus bayi, siap mengubah sikap menjadi lebih dewasa menjadi keibuan atau kebapakan, serta siap sebagai orangtua yang dapat mendidik anak-anaknya kelak. “Sebelum Dhini lahir, kami sudah menyiapkan diri. Perlengkapan bayi sudah kami siapkan sebulan sebelumnya. Ada popok, pakaian bayi, selop tangan dan kaki. Kalau gurita kami tidak beli karena bidan dan dokter tidak menganjurkan penggunaan gurita pada bayi,” ujar Arsani, seorang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya. Ia menambahkan popok kain yang dibeli ternyata kebanyakan. Yang terpakai hanya sedikit. “Saya lebih banyak pakai popok kain dibanding popok sekali pakai jarang dipakai. Kalau mau pergi ke bidan untuk imunisasi, baru pakai popok sekali pakai,” ungkapnya. Popok kain ini se telah dipakai langsung dicuci, dijemur, disetrika kemudian dipakai lagi. Selain perlengkapan itu, ia dan suaminya juga mempersiapkan mental karena mereka menyadari konsekuensi sebagai orangtua baru. Sani dan suami nya sudah mengatur jadwal agar keduanya bisa merawat bayi mereka yang baru lahir. Pembagian tugas pun mereka buat bersama. Terkadang nenek ikut dilibatkan untuk member contoh. “Ada beberapa hal lain yang
beda hal pada pernapasan orang dewasa yang menggunakan pergerakan dada. Penggunaan gurita difokuskan dengan membungkus perut dan diikat dengan tali yang tersedia, maka akan terjadi pembatasan gerak perut bayi saat melakukan kembang kempis sesuai pernapasan,” jelasnya. Penggunaan sarung tangan bertujuan melindungi dan meng hindarkan kulit muka bayi dari luka goresan kuku jemarinya yang panjang akibat ketidakberanian ibu untuk menggunting kuku bayinya. Sebaiknya sarung tangan tidak digunakan terlalu
lama dan dianjurkan digunakan bila cuaca atau suhu lingkungan dingin. Selop digunakan jika tangannya terlihat aktif meraba muka. Pemakaian yang lama dapat mengganggu perkembangan sensorik dan motorik telapak tangan dan jemari bayi, karena tidak bisa merasakan sensasi dari benda yang dipegang dan mengamati gerakan jemari ta ngannya. Sama halnya pada penggunaan kaos kaki digunakan pada saat cuaca dan suhu dingin, pilih dari bahan yang lembut, serta perhatikan karet di lingkaran kaki tidak terlalu
ketat karena dapat mengganggu peredaran darah kaki, berikan ruang lebih besar agar kaki bayi bisa leluasa bergerak, jaga jangan terlalu lama menggunakan kaos kaki karena mengundang tumbuhnya jamur, beri kesempatan kaki bayi kontak dengan udara. “Saran bagi orangtua baru adalah kesiapan mental menjadi orangtua dan tanggung jawab memberikan jaminan pada bayi nya terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Bila ditemui gangguan kesehatan segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter ahli anak,” tegasnya. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
Pangeran Cicing Gudig
Sejak seminggu I Cicing Gudig, anjing kudisan itu tidak makan dan tidak minum. Makanan yang didapatkannya di pasar selalu dirampas oleh anjing-anjing lainnya. Ketika melihat orang yang sedang makan di warung, mulutnya ternganga dan lidahnya menjulur. “Enak benar jadi manusia,” pikirnya. Ia mendengar bahwa Sang Batara yang bersemayam di Pura dekat pasar itu, suka menolong hewan-hewan yang menderita. Malam itu juga ia mengendap-endap menghadap Batara itu. “Maaf, Batara! Hamba anjing bernasib buruk, kurus, kudisan dan selalu kelaparan. Kalau Batara tidak keberatan, izinkanlah hamba menjadi manusia.” Ajaib! Seketika itu tubuhnya berubah menjadi manusia. Ia berlari-lari ke pasar, memamerkan dirinya yang telah menjadi manusia tampan. Ia masuk warung lalu makan sepuas-puasnya. Ketika pemilik warung itu meminta bayaran, ia bengong dan tak mengerti. Pedagang makanan itu marah lalu memukul I Cicing Gudig dengan tongkat. “Maaf, Batara!” pintanya lagi kepada Batara. “Tidak enak jadi manusia biasa. Lebih enak jadi Raja. Tinggal memerintah. Kalau Batara tidak keberatan, izinkanlah permintaan hamba.” Ajaib! I Cicing Gudig seketika menjadi Raja. Baru sehari duduk di singgasana, banyak sekali orang-orang yang datang mengadu. Ada yang berperkara soal warisan, ada yang menuduh pejabat-pejabat tinggi korupsi dan ada yang berdemo menuntut kenaikan upah. Ketika mendengarkan pengaduan itu, ia melihat seorang anak raja digendong dayang-dayang dan
disuapi makanan enak. “Maaf, Batara!” katanya di depan Batara. “Hamba salah pilih. Lebih baik hamba menjadi pangeran.” Batara yang pemurah itu mulai membenci kelakuan I Cicing Gudig. Cicing itu suka bermalasmalasan dan tak pernah berpuas diri. Batara yang bijaksana itu menginginkan agar anjing kudisan itu berubah perilaku. Lalu katanya, “Baiklah, perminta anmu kupenuhi!” I Cicing Gudig senang sekali. Tiap hari disuapi dalam gendongan dayang-dayang. Lama-kelamaan sang Raja yang sudah tua itu berkeinginan mewariskan takhta kerajaan kepada Pangeran. Maka Raja memanggil seorang guru untuk mengajar ilmu pemerintahan dan agama kepada putra tercinta. Sang guru heran, selama hidupnya belum pernah mempunyai murid yang bodoh dan kurang ajar. Se tiap pertanyaan dijawab dengan unjuk gigi, kemudian menggonggong. Guru itu tersinggung lalu menampar Pangeran keras-keras. “Kaing, kaing, kaing…..!” Anjing itu mengaduh kesakitan. Sang guru berkehendak melaporkan perangai aneh putranya itu kepada Raja. Sebelum hal terjadi, I Cicing Gudig segera menghadap Batara. “Maaf, Batara! Susah juga menjadi Pangeran. Sebaiknya hamba dikembalikan menjadi anjing, asalkan tidak kudisan.” Ajaib! Pangeran Cicing Gudig seketika menjadi anjing. Anjing itu sadar, bahwa ia tidak boleh bermalasmalasan dan serakah. Karena rajin menjaga keamanan pasar, para pedagang mulai menyayangi dan memberi makan kepadanya. I Cicing Gudig tidak lagi kurus dan kudisan, tetapi gemuk dan bersih.
17
Bangunan Bertingkat Berisiko Lantai Menggelembung luluh ini harus penuh dilekatkan di permukaan dasar dengan ketebalan 2-4 centimeter. Kemudian, taburkan semen di atas luluh tadi, juga di badan belakang tegel yang akan dipasang. “Ini bertujuan agar tegelnya merekat lebih kuat,” ujar pria asal Kerambitan yang kerap mengambil borongan pekerjaan bangunan bersama istrinya, Nyoman Seradi. Meski tak mengenyam pendidikan khusus di bidang ini, 26 tahun menjadi tukang ba ngunan merupakan waktu yang cukup baginya untuk mengetahui masalah-masalah tersebut. “Bangunan bertingkat dengan dak beton lebih berisiko mengalami lantai menggelembung dibandingkan dengan bangunan berlantai satu atau lantai yang permukaan dasarnya tanah. Ini dikarenakan beton lebih cepat panas,” ucapnya. Untuk memperbaiki lantai menggelembung ini, satusatunya jalan adalah membongkar pasanga n tegel keramik tersebut. Hancurkan sisa lapisan semen perekat dengan palu agar
Mempersiapkan kelahiran sang buah hati adalah hal yang sangat mengesankan dalam hidup orangtua. Begitu banyak hal yang mesti dipersiapkan oleh orangtua, dari kesiapan mental sebagai orangtua, memberikan jaminan untuk tumbuh kembang yang baik, membuat lingkungan atau suasana yang nyaman. juga dipersiapkan jelang proses kelahiran bayi adalah perlengkapan bayi terutama pakaian, popok, selimut, sarung tangan, kaos kaki bayi, perlak, bantal, perlengkapan mandi, dan ke perluan bayi lainnya,” ungkap dr. Ni Md. Rini Suari, M.Biomed, Sp.A. Dokter spesialis anak di RSIA Puri Bunda Denpasar ini menambahkan baju bayi baru lahir adalah produk yang paling dicari dan menjadi pioritas dalam daftar perlengkapan bayi baru lahir. Hal wajib yang diketahui orangtua bayi dalam pemilihan bahwa kulit bayi baru lahir sa ngat rentan terhadap sentuhan, sehingga pertimbangan dalam memilih baju bayi adalah kelembutan kain dan zat pewarna yang terkandung dalam baju bayi. Kain yang lembut mampu mengurangi gesekan kasar pada kulit bayi yang halus, mampu menyerap keringat sehingga memberi rasa nyaman sekaligus mencegah munculnya biang keringat yang sering terjadi pada bayi. Akibat pertumbuhan bayi yang cepat disarankan penyediaan baju bayi dalam berbagai ukuran yang lebih besar. Orangtua harus mencari model yang sederhana, longgar dan nyaman. Pemakaian beberapa aksesoris tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu gerak dan tidak membuat kulit bayi meng alami iritasi. Mengenai pemakaian gurita pada bayi baru lahir di masa lalu sering dijumpai. “Namun, saat ini setelah mengetahui bahwa manfaat pemakaian gurita pada perut bayi tidaklah terbukti dan ternyata memiliki efek samping yang tidak diharapkan, maka penggunaan gurita tidak lagi dianjurkan. Pernapasan bayi adalah pernapasan yang abdominal artinya pernapasan yang didominasi oleh pergerakan perut,
Griya
L
Bangunan bertingkat lebih berisiko
antai merupakan salah satu elemen pembentuk ruang selain dinding dan plafon. Lantai merupakan tempat atau alas berpijak, karena itu permukaan lantai yang dipasangi tegel harus kuat. Apa jadinya ketika lantai yang sering kita tapaki menggelembung bahkan mungkin sampai retak? Mungkin saja kondisi ini pernah Anda lihat di rumah atau di kantor tempat Anda bekerja. Bahkan, muncul perasaan was-was karena sewaktu-waktu pasangan tegel ini serasa akan meledak. Jika sudah begini, satu-satunya jalan memang harus membuka dan memasang kembali tegel atau menggantinya dengan tegel baru. Menurut Made Muradnyana, seorang tukang bangunan, kondisi lantai tegel menggelembung ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, bisa karena semen sebagai perekat tegel tak dapat berfungsi dengan baik. “Ada kemungkinan perbandingan adukan semen dan pasir kurang seimbang, sehingga tidak dapat merekat pada permukaan semen dan permukaan dasar sebelum lantai rumah dilapisi tegel yang umumnya keramik,” ujarnya. Penyebab kedua, tegel keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air sebelum dipasang. Penyebab lainnya, bisa karena lantai tersebut memikul beban yang berlebih, seperti lantai pada bengkel atau gudang;
bagian nat yang tidak seluruhnya terisi oleh semen; kondisi bagian bawah tegel terlalu basah, lembab serta berjamur; permukaan tanah di bawah tegel tersebut memang turun; lantai tegel keramik tersebut pernah terkena banjir, dan mengakibatkan tanah dan lapisan semen di bawahnya menjadi turun; pemuaian kare na kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas. Terlebih pada tegel keramik yang berkualitas buruk, hal-hal tersebut sangat mungkin terjadi. “Namun, yang paling penting adalah bagaimana cara pemasangannya,” ujarnya. Sebelum tegel dipasang, seharusnya direndam dalam air sampai gelembung-gelembung airnya hilang atau kurang lebih satu jam. Ini dimaksudkan agar pori-pori tegel terisi air sehingga dapat meningkatkan daya rekatnya. Made Muradnyana menyarankan, untuk campuran mortar (adukan luluh) pakai perbandingan 1(semen) : 6 (pasir halus). Adukan
Lantai yang menggelembung
pada proses pemasangan berikutnya dapat berlangsung baik. Periksa pasangan tegel keramik lain di sekitarnya dengan cara mengetuk-ngetuk lantai dengan palu atau tangan. Dari bunyinya, kita pasti dapat merasakan mana bunyi lantai kosong atau lantai berisi. Bongkar lantai yang berbunyi kosong dan hancurkan sisa lapisan semen perekat. Padatkan tanah, beri perekat yang baru dan benar serta oleskan secara
tkh/net
merata pada permukaannya. Keramik bisa dipasang kembali. “Lapisi lantai tanpa meninggalkan udara yang dapat terjebak di lantai. Udara ini dapat membuat lantai menjadi menggelembung dan pecah. “Jangan lupa untuk merendam keramik terlebih dahulu di dalam air untuk mengisi pori-pori keramik dengan air sehingga meningkatkan daya rekat keramik,” ingatnya. –Inten Indrawati
Edukasi
16
22 - 28 September 2014
Yudisium XXV Fakulatas Hukum Undwi
Siapkan Lulusan Berkualitas Hadapi AEC Prosesi yudisium dan pelepasan calon wisudawan bisa dikatakan sebagai upacara sakral bagi dunia kampus. Hal ini menan dakan civitas akademika mampu menyeleng garakan proses belajar mengajar, sehingga para mahasiwanya berhasil lulus serta memperoleh gelar akademiknya.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Dr. AA Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H.
B
egitu pula yang terjadi pada acara Yudisium XXV yang digelar di Sanur Plaza Paradise Hotel & Suites, Selasa (16/9). Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Dr. AA Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H., meyudisium atau melakukan pelepasan 179 orang yudisiawan atau calon wisudawan. Acara dihadiri Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Undwi, Ketua
Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Dr. Made Sumitra Chandra Jaya, M.Hum., dan undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut Dr. AA Sagung Ngurah Indradewi,S.H., M.H., yang belum lama dilantik sebagai Dekan Fakultas Hukum Undwi, didampingi PD I Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H., dan PD III I Ketut Windia ,S.H., M.H., saat itu juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan yang meraih IPK tertinggi. Tampil sebagai lulusan terbaik I, II dan III masing-masing I Made Astra Arjawa dengan IPK (3,85) , I Wayan Parna (3.80), dan Ketut Hendryzanada (3,75). Lima orang peraih nilai terbaik berikutnya yang me ngantongi nilai IPK 3, 70, yakni I Wayan Baktiyasa, Ni Kadek Dewi Sutari, I Made Kantra, Gusti Made Sriati, Tjok Istri Agung Kartikasari Dewi. Fakultas Hukum Universitras Dwijendra (Undwi) adalah PTS yang berada dibawah naungan Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB & NTT) telah terakreditasi dengan nilai B. Fakultas Hukum Undwi memiliki jumlah alumni sebanyak 3.052 orang, mahasiswa aktif 753 orang. Sedangkan mahasiswa baru Tahun Akademik 2014/2015 ini berjumlah 466 orang. Dikatakan bahwa alumni Fakultas Hukum Undwi selama ini terserap di berbagai profesi. Alumni Fakultas Hukum Undwi
Dekan Fikom dan Pembantu Dekan FH Undwi bersama peraih IPK tertnggii
juga diakui merupakan potensi yang sangat besar manfaatnya serta menjadi kekuatan dahsyat jika dihimpun apalagi digerakkan dan diarahkan dengan bijak-
sana untuk maju bersama dalam pengembangan fakultas. SIAP HADAPI TANTANGAN GLOBAL AA Sagung Ngurah Indradewi
menyadari bahwa perjuangan para yudisiawan memperoleh gelar akademik strata satu ini tidaklah mudah. Banyak rint angan, kendala, suka, duka yang dihadapi
saat menempuh studi, meng ikuiti seluruh proses akademik. Terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga dan juga bagi yang sudah bekerja, sangat memerlukan kemampuan mengatur waktu secara baik. Namun, pihaknya meyakini pula dengan semangat dan tekad yang kuat, dedikasi yang tinggi dilengkapi dengan kedisiplinan yang tinggi, semua dapat melewati seluruh proses yang tidak mudah, termasuk ketika menghadapi ujian, sehingga berhasil dinyatakan lulus. Kepada alumni dan juga lulusan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra, AA Sagung Indradewi tak ketinggalan berpesan agar selalu menjaga nama baik almamater dan institusi. Selalu bangga menjadi ke-
luarga besar civitas akademika Fakultas Hukum Undwi. Tidak pernah takut dan sungkan membanggakan almamater Fakultras Hukum Undwi di setiap elemen masyarakat luas, dengan mengamalkan ilmunya. Harapan lainnya juga dis ampaikan, agar alumni tidak berhenti belajar, menuntut ilmu lebih tinggi lagi, sebab belajar tak ada ujungnya. Ini penting untuk menyiapkan diri menjadi SDM berkualitas dan selalu siap menghadapi tantangan di luar sana serta siap pula sepenuhnya bersaing secara global. “Apalagi Fakultas Hukum Undwi telah memilik program jenjang S2, Program Magister Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Adat dan Kebudayaan Undwi. Kiranya semua lulusan akan mampu dan berhasil mengaplikasikan ilmunya secara baik dan positif untuk masyarakat. Termasuk untuk siap menghadapi AEC (Asean Economic Community) 2015 yang sudah diambang pintu,” ujar AA Sagung Ngurah Indradewi. Selanjutnya, di acara yang sama ia juga menyampaikan penghargaan kepada Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H. yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Brawijaya, Malang dengan predikat sangat memuaskan. Sementara itu, perwakilan mahasiswa yang menyampaikan sambutan, I Wayan Parna juga menyatakan terima kasih kepada Yayasan Dwijendra, Univeritas Dwijendra, dan Fakultas Hukum Undwi khususnya atas apa yang sudah mereka peroleh. Ia juga bangga atas kegigihan Dekan Fakultas Hukum Dwijendra beserta jajarannya berhasil membuka program Pasca sarjana S2 dan konsentrasi Hukum Adat dan Kebudayaan. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Fakultas Hukum Universitas Dwijendra. -ard
22 - 28 September 2014
Dara
9
Dari Majalah Digital Jadi Game Anak muda harus selalu kreatif. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat game yang bermanfaat. Hal ini diaplikasi kan AMO Studio yang membuat game “Ayo Menyikat Gigi”.
“G
ame ‘Ayo Menyikat Gigi’ berawal dari magang kami untuk pertama kalinya di Bamboomedia. Waktu itu kami yang terdiri dari tiga orang, Alvio, Mey, Ode membuat nama studio yaitu AMO Studio (Alvio, Mey, Ode). Kami ditugaskan untuk membuat sebuah majalah digital untuk Android dan iOS yang bertema disiplin. Kami lalu berdiskusi dan sepakat untuk membuat majalah digital mengenai informasi tentang sikat gigi yang
game “Ayo Menyikat Gigi”. Di hari terakhir magang, mere ka mempresentasikan tugas. Game sikat gigi ternyata lebih menonjol ketimbang majalah digital sikat gigi. Selanjutnya game ini di-publish dan sudah tersedia di Play Store dan App Store. Model gigi yang dipakai di game “Ayo Menyikat Gigi” tersebut sebenarnya adalah model gigi yang tersedia di Google. AMO Studio mengunduhnya secara gratis dan mengubahnya menjadi model gigi yang diinginkan dan
teratur,” ujar Ode. Ketika majalah digital selesai dan masih banyak waktu yang tersisa, mereka sudah sepakat, jika masih ada waktu, akan membuat game tentang menyikat gigi. Akhirnya aplikasi itu tidak menjadi sebuah majalah digital saja tetapi menjadi
dipakai di game. “Di tampilan menu awal game, terdapat dua menu utama, yaitu menu Start dan menu Game. Menu Start berisi informasi tentang sikat gigi, cara menyikat gigi yang baik dan benar, dan kapan waktu yang baik untuk menyikat gigi. Menu
Game terdapat dua tipe game (permainan), yaitu tipe game 1, game mencocokkan barang-barang yang dipakai saat menyikat gigi. Terdapat beberapa barang-barang yang akan tampil dilayar, dan disini pemain ditugaskan untuk memasangkan alat yang benar untuk menyikat gigi. Tipe game 2 adalah game sikat gigi yang sesungguhnya, terdapat 5 level di dalam game ini, setiap level memiliki tingkat kesulitan yang berbeda,” ujar Ode. Cara memainkan game ini cukup dengan membersihkan noda-noda yang terdapat dalam gigi, setiap level memiliki alat yang berbeda untuk membersihkan noda, ada berbagai macam noda dan alat yang digunakan. Sebelum memulai game akan ada petunjuk alat apa yang harus digunakan untuk membersih kan jenis noda yang ada, hampir sama seperti dokter gigi bekerja. AMO Studio memaparkan edukasi dari game ini terdapat di dua menu awal tadi yaitu Start dan Game. Menu Start terdapat unsur edukasi mengenai informasi tentang sikat gigi, cara, dan waktu meyikat
Alvio, Mey, dan Ode
gigi yang baik dan benar. Di menu Game terdapat unsur edukasi melalui permainan atau simulasi menyikat gigi, sekaligus mengajarkan bagaimana menyikat gigi yang baik dan benar. Mereka berharap game ini ber-
manfaat untuk semua orang yang memainkannya. Dengan game ini pemain bisa lebih mengetahui apa sikat gigi itu sesungguhnya, bisa menggunakan sikat gigi dengan baik, dan bisa tambah sering sikat gigi dengan baik dan benar. –Ngurah Budi
10
Bugar
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Hepatitis pada Kehamilan H
epatitis berasal dari kata Yunani kuno ‘Hepar’ (Hepat) yang berarti ‘hati’, dan ‘Itis’ yang berarti ‘peradangan’. Dengan kata lain, hepatitis berarti luka pada hati dengan adanya peradangan (inflamasi) di sel-sel hati. Penyakit hati biasanya jarang terjadi pada wanita hamil, namun apabila timbul ikterus (kekuningan pada mata dan badan) pada kehamilan, maka penyebabnya paling sering adalah hepatitis virus. Adapun ikterus pada kehamilan sebenarnya dapat disebabkan oleh beberapa keadaan. Ikterus yang terjadi oleh karena kehamilan bisa diakibatkan oleh perlemakan hati akut, toksemia, kolestatis intrahepatik (sumbatan di hati). Ikterus yang terjadi bersama dengan suatu kehamilan bisa disebabkan oleh hepatitis virus, batu empedu, penggunaan obat-obatan hepatotoksik, sirosis hati. Ikterus dapat timbul pada satu dari 1500 kehamilan, 41% di antaranya adalah hepatitis virus, 21% oleh karena kolestasis intrahepatik, dan kurang dari 6% oleh obstruksi saluran empedu di luar hati. Pada wanita hamil kemungkinan untuk terjangkit hepatitis virus adalah sama de ngan wanita tidak hamil pada usia yang sama. Para ahli mengatakan bahwa di negara sedang berkembang, wanita hamil lebih mudah terkena hepatitis virus, hal ini erat hubungannya dengan keadaan nutrisi dan higiene sanitasi yang kurang baik. Hepatitis virus dapat timbul pada ketiga trimester kehamilan dengan angka kejadian yang sama, tetapi data lain mendapatkan angka 9.5% hepatitis virus terjadi pada trimester I, 32% terjadi pada trimester II, dan 58,5% terjadi pada trimester III. Gambaran klinik, laboratorium, dan
histopatologi adalah sama dengan penyakit hepatitis virus pada orang tidak hamil. Penyakit ini biasanya memberikan keluhan mual, muntah, anoreksia, demam ringan, mata kuning. Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai ikterus dan hepatomegali, sedang kan splenomegali hanya ditemukan pada 20-25% penderita. Pada pemeriksaan laboratorium akan didapatkan gambaran kerusakan parenkim hati. Bilirubin serum meningkat, demikian pula, transaminase serum. Diagnosis hepatitis virus pada kehamil an ditegakkan atas dasar gambaran klinik dan laboratorik yang cukup khas, serta pemeriksaan petanda serologik dari virus hepatitis. Dalam membuat diagnosis, perlu dibedakan dengan penyakit lain seperti batu saluran empedu, mononukleosis infeksiosa, leptospirosis, dan penyakit ikterus obstruktif lainnya. Adanya ikterus yang berat, bilirubin dan transaminase serum yang sangat tinggi, leukositosis, suhu tubuh meningkat, kesadaran yang menurun sampai koma, defisiensi faktor pembekuan darah, serta tanda-tanda perdarahan, menggambarkan adanya nekrosis sel parenkim hati yang luas, dan menunjukkan adanya suatu hepatitis virus tipe fulminan. Pengelolaan secara konservatif adalah terapi pilihan untuk penderita hepatitis virus pada kehamilan. Penderita harus tirah baring di rumah sakit sampai gejala ikterus hilang dan bilirubin serum menjadi normal, makanan yang diberikan mengandung kaya kalori dan protein. Obat-obat hepatotoksik harus dihindari, termasuk alkohol dan obatobat yang diekskresi dan dikonjungasi di hati. Obat-obat yang hepatotoksik antara lain adalah klorpromasin, derivat fenotiasin, eritromisin estolat, PAS, halotan, klorpropamid, thiourasil, dan nitrofurantoin. Bila diduga akan terjadi perdarahan pasca persalinan karena defisiensi faktor pembekuan darah, perlil diberikan vitamin K dan transfusi plasma. Keseimbangan cairan dan elektrolit harus diperhatikan. Apabila terdapat tanpa-tanda menjurus ke arah hepatitis fulminan, diet penderita harus
dr Benny Arthawibawa,SpPD
diganti dengan rendah atau tanpa protein; tindakan sterilisasi usus perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya amoniak yang berlebihan. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa pemakaian kortikos teroid pada hepatitis fulminan tidak bermanfaat sama sekali. Hepatitis virus pada kehamilan bukan merupakan indikasi untuk tindakan terminasi kehamilan, dan tindakan anestesi serta pembedahan akan menambah morbiditas dan mortalitas penderita. Prognosis tergantung pada status nutrisi penderita. Untuk hepatitis fulminan, prognosis biasanya jelek, angka kematian mencapai lebih dari 85%. Pengaruh hepatitis virus pada ibu hamil adalah meningkatkan angka kejadian abortus, partus prematums, dan perdarahan. Resiko bagi janin dalam kandungan adalah prematurus, kematian janin dan penularan hepatitis virus. Kelainan kongenital pada janin belum pernah dilaporkan. Transmisi virus hepatitis dari ibu ke anak dapat terjadi transplasental, melalui kontak dengan darah atau tinja ibu waktu persalinan, kontak yang intim antara ibu dan anak setelah persalin an, atau melalui air susu ibu.
Beberapa teori lain yang menjelaskan mekanisme penularan virus perinatal adalah adanya kebocoran plasenta yang menyebabkan tercampurnya darah ibu dengan darah fetus, tertelannya cairan amnion yang terinfeksi, adanya abrasi pada kulit selama persalinan yang menjadi tempat masuknya virus, tertelannya darah selama persalinan, penularan melalui selaput lendir. Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B akut maupun kronik, perlu diberi pengobatan imunoprofilaksis. Terhadap bayi baru lahir dari ibu penderita hepatitis virus B, imunisasi pasif dengan menggunakan Immunoglobulin Hepatitis B (HBIG) diberikan untuk mendapatkan antibodi secepatnya guna memerangi virus hepatitis B yang masuk; selanjutnya disusul dengan imunisasi aktif dengan memakai vaksin. HBIG diberikan selambat-lambatnya 24 jam pasca persalinan, kemudian vaksin Hepatitis B diberikan selambat-lambatnya 7 hari pascapersalinan. Dianjurkan HBIG dan vaksin Hepatitis B diberikan segera setelah persalinan (masing-masing pada sisi yang berlawanan) untuk mencapai efektivitas yang lebih tinggi. Bahwa penyebaran penyakit infeksi dalam kehamilan telah sangat mengkhawatirkan dan perlu penanganan yang serius. Pencegahan terhadap hepatitis virus ini adalah sangat penting karena sampai saat ini belum ada obat yang dapat membunuh virus, sehingga satu-satunya jalan untuk mencegah hepatitis virus adalah dengan vaksinasi. Agar penyakit infeksi dalam kehamilan dapat dicegah hendaknya ditingkatkan upaya konseling melalui program KIE kepada masyarakat luas khususnya mereka yang mempunyai risiko tinggi. Sehingga masyarakat menyadari bahaya yang ditimbulkan dari penyakit tersebut. Hendaknya kita menjaga agar diri kita bisa terbebas dari penyakit ini, serta petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan dengan penekanan pada aspek perubahan perilaku. dr Benny Arthawibawa,SpPD Spesialis Penyakit Dalam Klinik Rawat Jalan (OPD) Haemodialysis Rumah Sakit Siloam Appointment : (0361) 779-900 ext. 29701 Hp: 087860260136 Email: benny.arthawibawa@siloamhospitals.com
22 - 28 SEPTEMBER 2014
The Epic of
Style
Mahabaratha Sukses dalam fashion show bertajuk “The Epic of Mahabaratha” di Sanur Village Festival belum lama ini, mengantarkan Shinta Chrisna kembali akan menggelar pagelaran serupa, atas undangan salah satu televisi swasta yang menyiarkan tayangan serial drama pewayangan Mahabaratha tersebut. Yang istimewa, kali ini para mo delnya adalah pemeran langsung Lima Pandawa dan dua Korawa dalam serial Mahabaratha, salah satunya si ganteng Shaheer Sheikh (pemeran Arjuna). Fashion Show “The Epic of Mahabaratha” by Shinta Chrisna akan digelar dalam waktu dekat ini di Nusa Dua, Bali.
K
onsep desainnya ini tetap mengusung kebaya sebagai focus in style. Kebaya yang banyak diinspirasi oleh model sari Iindia yang asimetris dengan kombinasi warna-warna berani, seperti biru elektrik, merah, hitam. gold dan silver. Kebaya yang ditampilkan masih tetap karakter khas Shinta Chrisna yaitu anggun, seksi, elegan dengan permainan brokat france lace renda-renda dan tile. De-
Shinta Chrisna
tail payet swarozky dan bordir di fokusfokus area seperti leh, dada, dan pinggul. Untuk padanannya, Shinta Chrisna masih menggunakan songket Bali. Printing kain yang berkonsep wanita Bali kuno dan ada permainan ekor yang dilukis dengan hand painting yang bertemakan Mahabaratha, seperti lukisan Drupadi yang sedang ditelanjangi di ruang sidang. Kunti yang sedang melarung Karna bayi, dan Srikandi memanah. Sementara, pembuatan baju untuk tokoh laki-laki, seperti mahkota, aksesori dada dan tangan, baju perang, panah, dll., dibuat dari bahan kulit dan sterofoam, dihiasi dengan batu kristal payet. Begitu juga dengan busana Drupadi, diukir dengan kulit. “Proses pembuatan pakaian untuk Kunti, Panca Pandawa, dan yang lainnya ini, kami garap selama tiga minggu. Ini adalah fashion show haute couture bukan style ready to wear,” ujarnya. –Inten Indrawati
15
Jelita
14
22 - 28 September 2014
Tips Cantik ala Harumi Sudrajat
Harumi Sudrajat adalah creator of “My Tips Can tik” dan seorang Beauty Blogger , yang cantik dan ramah. Pastinya juga ia punya banyak pengalaman tentang urusan tata rias. Dengan keterampilan yang dimilikinya , Harumi rupanya senang berbagi pe ngetahuannya tentang tampil cantik. Seperti yang dilakukannya pada acara talk show “Beauty Tips” di areal level I Beachwalk, Kuta pada Sabtu (13/9).
K
esukaan Harumi p a d a urusan kecantikan muncul sejak kecil, karena sering nya ia melihat sang ibu berdandan. Selanjutnya ia meningkatkan keterampilannya secara otodidak. Harumi banyak membaca buku kecantikan dan menonton acara sejenis dari televisi luar serta rajin mempraktikannya. “Kita bisa terlihat cantik dengan cara kita sendiri,” ujar Harumi yang tak pernah berhenti bereksplorasi dengan beragam jenis make up. Digandeng Glow Living Beauty yang menyediakan aneka kosmetik brand dari luar negeri yang juga ada di areal Beachwalk, Harumi pun bicara berbagai hal tentang kecantikan. Terlebih dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan padanya. Mulai dari cara memoleskan eyeshadow yang benar hingga membentuk alis yang baik. Dengan lancar Harumi yang senang membantu banyak wanita agar lebih percaya diri terhadap dirinya ini memberikan tips-tipsnya. Menjawab pertanyaan tentang alis korea misalnya, Harumi mengatakan alis korea bentuknya lurus aja. Jika ingin lebih natural, dapat menggunakan eyebrow dan bukan pensil alis. Alis lurus, katanya membuat wajah nampak lebih muda sedangkan alis yang sedikit menukik menghadirkan kesan cenderung lebih dewasa.
Mengenai warna alis, versi Harumi adalah menyesuaikan dengan warna rambut. Untuk warna rambut terang maka warna alis sebaiknya dua tingkat lebih gelap begitupun sebaliknya. Disarankan pula menghindari menggoreskan warna hitam agar tidak memunculkan kesan galak. “Selain alis , mata juga membingkai wajah, dan bisa mengubah seseorang hanya dengan sentuhan di mata,” ujar beauty blogger yang banyak dipilih untuk menjadi endorser produk - produk ternama ini. Untuk mereka yang mengenakan kacamata untuk riasan mata sehari-hari, cukup menggunakan eyeliner yang sedikti lebih tebal dikelopak mata atas . Perihal baik atau tidaknya memakai maskara setiap hari, dikatakannya bolehboleh saja, dengan catatan saat membersihkannya dilakukan dengan halus menggunakan eye make up remover serta tak lupa memakai lash conditioner agar bulu mata sehat, lembut dan tidak mudah rontok. Sedangkan, saat terjadi kantung mata , ada info cara tradisional dan unik namun berhasil mengurangi kantung mata dan menjadikan peredaran darahnya lancar, yaitu menggunakan sendok yang sudah didinginkan di kulkas. Harumi mengatakan tidak perlu takut mencoba hal baru. seperti menggunakan
Harumi sedang memoles modelnya
Bugar
22 - 28 September 2014
Patah Tulang
Oleh dr. I Wayan Murjana, Sp.OT Patah tulang merupakan suatu kondisi terputusnya kontinuitas tulang. Keadaan ini dapat mengganggu struktur dan kekuatan tulang, menyebabkan rasa sakit, hilangnya fungsi tubuh, dan rusaknya jaringan yang ada di sekitarnya.
K
Talk Show Beauty Tips bersama Harumi
eye shadow, tidak harus terpaku pada satu warna saja, sebab mungkin saja kita akan nampak lebih segar sehingga yang melihatpun akan senang. Selanjutnya, untuk menyiasati agar hidung terlihat mancung, adalah dengan teknik shading. “Shading gunanya menyembunyikan bagian yang tidak diinginkan. Sedangkan highlight untuk menonjolkan bagian wajah yang akan diperlihatkan. Untuk sehari - hari , lakukan yang praktis yakni cukup memakai highliter di tulang hidung atau concealer yang terang. Pada kesempatan tersebut Harumi juga memaparkan tahap demi tahap, salah satu make up yang natural dan cocok dikenakan untukjalan-jalan diakhir pekan sambil lanjut membeberkan rahasia terlihat mulus memakai alas bedak. “Muka itu seperti kanvas. Jadi, syarat pertama harus memperhatikan skin care atau perawatan kulit. Kulit yang bersih selain mampu memberikan mood yang baik juga sangat mudah ketika kita mengaplikasikan alas bedak,” katanya. Selain itu disarankan pula menggunaka scrub setiap minggunya. Juga diingatkan apapun jenis kulit seseorang pelembab tetap perlu digunakan di awal. Ketika ditanya apa lipstik yang cocok untuk bibir hitam. Harumi menyebut hal ini dapat disiasati dengan mengoleskan foundation tipis -tipis. “Sebelumnya pakai lip balm lebih dahulu , kemudian dihapus dengan handuk lembut yang hangat, lanjut gunakan lip liner sebagai base lipstik. Bagi pemilik warna kulit putih, gunakan warna dengan cool tone seperti merah, sedangkan untuk warna kulit warm tone, ingat warna sunset yaitu kuning coral,” papar Harumi yang merasa dunia kecantikan adalah passion-nya hingga ia pun membuat terkait make up, di youtube, dan blog mytipscantik. Urusan bagaimana bisa melakukan make up dengan cepat, katanya yang pen ting sering latihan. “Sebab makin lama kita pastinya semakin mahir and you will
take no time to be beautiful,” katanya dan mengatakan perawatan seperti night cream, itu penting, dan untuk pagi hari jangan lupa menggunakan sunblock. Sementara bagi yang kebetulan kulitnya tidak sehat, seperti berjerawat, diperlukan perawatan dokter. Harumi juga tak lupa menyatakan meski bisa dibilang make up merupakan cara paling simpel untuk membuat seorang perempuan menjadi lebih percaya diri akan dirinya, namun make up hanyalah sebagai tambahan atau dekorasi. Yang paling terpenting adalah apa yang ada dalam diri. Percaya dan cintai diri sendiri. Lebih lanjut dikatakannya perempuan yang percaya diri adalah tahu bagaimana menempatkan diri dalam situasi apapun. Selain itu juga perempuan cantik itu tahu potensi yang dimiliki dirinya dan tahu bagaimana menggunakan potensi yang dimilikinya. “ Be your self. Always be happy if you feels good inside u will look good outside,” ujar Harumi mengakhiri acara “Talk Show Beauty Tips”. – Sri Ardhini
erangka tubuh kita terdiri dari tulang. Tulang sendiri merupakan jaringan ikat, diperkuat dengan mineral dan sel sel tulang. Sel- sel darah diproduksi pada sumsum tulang. Fungsi utama dari kerangka tubuh adalah untuk mendukung tubuh kita, memungkinkan gerakan dan melindungi organ-organ internal. Ada berbagai jenis patah tulang, tergantung pada kekuatan dan arah gaya, tulang yang terlibat, dan usia serta kesehatan pasien secara umum. Patah tulang umumnya terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. Orang tua sering mengalami patah tulang panggul. Patah tulang memerlukan waktu sekitar empat sampai delapan minggu untuk penyembuhan, dan tergantung pada usia, kesehatan, dan penanganannya. Penyebab patah tulang: 1.Trauma seperti cedera olahraga, ke celakaan lalu lintas, dan jatuh 2.Kondisi seperti osteoporosis dan beberapa jenis tumor yang menyebabkan tulang lebih mudah patah, yang berarti dengan trauma ringan dapat menjadi serius. Gejala patah tulang Patah tulang berbeda dari cedera yang lain seperti dislokasi, meskipun dalam beberapa kasus akan sulit untuk membedakan. Kadang-
kadang, seseorang mungkin memiliki lebih dari satu jenis cedera. Gejala-gejala patah tulang tergantung pada lokasi tulang yang terlibat dan tingkat keparahan cedera. Gejalanya adalah : 1.Rasa sakit 2.Pembengkakan dan memar 3.Kelainan bentuk 4.Ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota badan Jenis - jenis patah tulang 1.Patah tulang tertutup - patah tulang dimana tidak ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. 2.Patah tulang terbuka - patah tulang dimana ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. Pada kondisi ini infeksi sangat mungkin terjadi, sehingga memerlukan penanganan yang segera untuk mencegah terjadinya infeksi tulang. Tidak semua patah terjadi pada daerah lengan atau kaki seseorang, trauma pada kepala, dada, tulang belakang atau panggul bisa menyebabkan patah pada tengkorak maupun tulang rusuk. Patah tulang ini makin dipersulit dengan organ penting yang terdapat di dalamnya. Komplikasi patah tulang Masalah lain yang dapat timbul pada kondisi ini adalah: 1.Kehilangan darah - tulang memiliki suplai darah yang kaya. Penanganan yang buruk dapat menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar. 2.Cedera organ, jaringan atau struktur di sekitarnya - misalnya otak bisa rusak oleh patah tulang teng korak, organ dada dapat cedera jika patah tulang rusuk 3.Pertumbuhan tulang terhambat - jika patah tulang panjang pada anak dekat dengan persendian di mana terdapat lempeng pertumbuhan. Pertolongan pertama untuk patah tulang 1.Pertolongan pertama yang baik untuk penderita
11
patah tulang adalah penting. Menggerakkan tulang yang patah dapat menimbulkan rasa sakit, perdarahan dan dapat merusak jaringan di sekitar cedera. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi dalam perbaikan dan penyembuhan dari cedera nanti. 2.Penanganan pertama untuk patah tulang adalah rest (istirahat), immobilisasi (memberikan penyangga seperti spalk/bidai), kompres dingin, dan elevasi (untuk patah tulang daerah tungkai, memberikan dukungan dan kenyamanan seperti bantal di bawah kaki atau lengan bawah adalah sangat penting) 3.Kontrol perdarahan eksternal dengan melakukan penekanan langsung. Menjaga luka ditutup dengan dressing yang bersih untuk mengendalikan pendarahan. 4.Hentikan pasien dari makan atau minum sampai mereka dilihat oleh orang dokter, dalam kasus dimana mereka akan memerlukan tindakan pembedahan. Diagnosis dan pengobatan patah tulang Dokter dapat mendiagnosis patah tulang melakukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang dapat berupa X-ray, CT scan (tomografi komputer) scan dan MRI (resonansi magnetik imaging). Patah tulang sembuh sendiri - tujuan pengobatan adalah untuk memastikan potongan-potongan tulang sembuh pada posisi benar. Tulang perlu pulih sepenuhnya dalam kekuatan, gerakan dan sensitivitas. Beberapa patah tulang yang sulit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. Penanganan patah tulang dapat berupa : 1.Secara konservatif (tanpa pembedahan) 2.Dengan pembedahan Proses penyembuhan untuk patah tulang Bekuan darah yang terbentuk pada ujung patah tulang adalah awal dari proses penyembuhan. Selama sekitar lima minggu akan terbentuk kalus (tulang muda) pada daerah patah. Kalus atau tulang muda ini tidak sekuat tulang sebenarnya. Pada kondisi ini pasien sudah tidak merasakan sakit walaupun dengan menggerakkan daerah tersebut. Kalus secara perlahan-lahan akan mengalami mineralisasi dan diganti dengan tulang yang keras. Untuk alasan ini, dokter dapat membuka gips, tetapi Anda masih
perlu untuk melakukan kontrol secara te ratur ke dokter. Komplikasi patah tulang, dapat terjadi bila : 1.Salah pasang gips (misalnya, terlalu ketat atau terlalu longgar). 2.Infeksi 3.Malunion (keselarasan ekstremitas yang buruk) 4.Non union (tulang tidak mengalami penyambungan oleh jaringan tulang) Perawatan mandiri setelah patah tulang 1.Jika gips telah dipasang dengan benar, hindari panas langsung atau air untuk men cegah rusaknya gips. 2.Tetap lakukan gerakan otot untuk mencegah atropi otot (otot mengecil). 3.Gunakan teknik yang ditunjukkan kepada pasien oleh perawat untuk berjalan atau mengelola kegiatan sehari-hari. Misalnya, pasien berisiko cedera lebih lanjut jika menggunakan tongkat dengan salah. 4.Hindari mengangkat atau mengemudi sampai patah tulang sembuh. 5.Jika kulit di bawah gips gatal, jangan menggaruk dengan benda keras sebaiknya gunakan pengering rambut untuk meniup udara dingin ke dalam gips. 6.Temui dokter segera jika mengalami bengkak, kebiruan atau hilangnya gerakan jari tangan atau kaki, kesemutan, mati rasa atau nyeri meningkat. Hal yang perlu diingat 1.Patah tulang adalah pecah atau retak pada tulang. 2.Patah tulang terjadi ketika gaya yang diberikan terhadap tulang lebih kuat dari struktur tulang yang menahannya. 3.Tempat yang paling umum untuk patah tulang adalah pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. 4.Penanganan termasuk immobilisasi tulang dengan gips, atau pembedahan dengan memasukkan batang logam atau pelat untuk memegang potongan-potongan tulang. 5.Beberapa patah rumit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. 6.Dalam kebanyakan kasus, gips pasien akan dilepas setelah beberapa minggu, tetapi pasien harus tetap hati-hati sampai dikatakan aman oleh dokter.
Profil dr. I Wayan Murjana, Sp.OT
Spesialis orthopaedi dan traumatologi yang berpraktik di BIMC Hospital Nusa Dua.
dr. Wayan Murjana menyelesaikan pendidikan orthopaedi dan traumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Selama prakteknya sebagai seorang dokter spesialis, dr . I Wayan Murjana berfokus pada prosedur untuk pencegahan, diagnose, dan perawatan patah tulang baik secara konservatif maupun pembedahan.
Jadwal praktik di BIMC Hospital Nusa Dua l Senin pukul 10.00 s/d 12.00 lSelasa pukul 10.00 s/d 12.00 lKamis pukul 10.00 s/d 12.00
12
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Unik yang Lezat
Chef satu ini tak henti berkreasi. Ada saja, eksperimen yang dilakukan untuk membuat satu menu baru yang menarik. Paduannya pun tetap menyajikan makanan lokal bercitarasa tinggi. Unik, dan tentunya tetap memberikan rasa yang lezat. Anda pasti tak Chef Perean menyangka, dari pisang pun, bisa dijadikan saus untuk menu ikan. Bagaimana rasanya? Yuk, kita mencoba kreasi Chef Perean dari Caesar Restaurant.
Terong Goreng Udang Sambal Embe Garam secukupnya Gula secukupnya
Bahan: 1 biji : terong gelatik (eggplant) 10 gr : bawang merah diiris 5 gr : bawang putih diiris
4 biji : cabai rawit 10 gr : udang 5 ml : minyak tandusan/Bali Terasi secukupnya
Cara membuat: - Terong dipotong dadu, lalu bersihkan. - Goreng bawang merah dengan minyak Bali sampai setengah garing. - Masukkan bawang putih sampai layu sekaligus berbarengan dengan cabai rawit dan terasi. Jika sudah keluar aromanya, dan menyatu, angkat dan haluskan menggunakan ulekan. - Tumis terong gelatik sampai setengah matang. Kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan tadi. Aduk rata. - Terakhir tambahkan garam dan gula, aduk sebentar lalu sajikan dengan nasi hangat. Jika suka tambahkan perasan jeruk lemo.
Fish Pan Fried Banana Lime Sauce Bahan: 100 gr : fillet ikan snapper 5 gr : bawang putih 10 gr : bawang Bombay 50 ml : orange juice 1 biji : pisang kapok dipotong tipis 10 gr : mentega 10 gr : tepung terigu 1 butir : telur ayam Kulit jeruk diiris tipis Bawang merah diiris Garam dan merica secukupnya Jeruk nipis Cara membuat: - Olesi fillet ikan dengan perasan air jeruk nipis, garam, dan merica, kemudian balurin dengan tepung terigu. - Masukkan ikan ke dalam telur yang sudah dikocok. - Panaskan pan/wajan, tambah-
Kuliner Bebek Krispy Rujak Sambal Goreng
Bahan: 400 gr : bebek 100 gr : bumbu khusus (bisa dibeli di Caesar Restaurant) Bisa juga digunakan bumbu basa genep Air untuk merebus Bahan sambal goreng: 6 biji : cabai rawit dipotong-potong 2 butir : bawang merah diiris Terasi secukupnya Kencur sedikit saja, dihaluskan
Serut “Gula Bali”
aroma. - Tambahkan orange juice, masak 10 menit. Supaya agak mengental masukan pisang yang sudah dipotong-potong. - Angkat ikan yang digoreng tadi taruh di piring saji. Lalu siram dengan saus pisang tadi.
13
Bagi Anda pecinta kuliner tradisional Bali, bisa menjadikan “Gula Bali the Joglo” sebagai referensi. Lokasinya di Jalan Merdeka, Renon, Denpasar. Di areal yang asri dengan perpa duan arsitektur bangunan yang unik seperti bangunan joglo dan bangunan umah kebo, Gula Bali menawarkan berbagai menu santapan dengan cita rasa khas Bali. Ada tipat cantok, tipat plecing, tipat serombotan, siomai, dan bakso ayam.
B
agi Anda penggemar penganan bubur, ada berbagai pilihan, di antaranya bubur sumsum hijau, bubur sela gula bali, bubur ketan hitam, kolak pisang, bakwan kladi, lumpia ayam, singkong salju. Ditawarkan pula aneka rujak, yakni rujak serut, rujak kacang, dan bulung (rumput laut). “Saya paling suka rujak serutnya,” ujar Diah, salah seorang pengunjung yang kerap menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrong bersama teman-temannya atau sekadar reuni kecil dengan teman lama. Rujak serut ini memang menjadi salah satu menu favorit di Gula Bali. Rujak serut tak berbeda dengan rujak pada umumnya, memakai bumbu kuah pindang gula. Hanya
Cara membuat: - Rebus bebek dengan bumbu lebih kurang 2 jam. Angkat, tiriskan. - Panaskan minyak, setelah panas kecilkan api. Kemudian masukkan bebek, goreng 7 menit, angkat sajikan panas. - Cara membuat sambal goreng: - Panaskan panci/wajan, panaskan minyak tandusan/Bali, kemudian masukan bawang merah, aduk hingga layu. - Masukkan cabai, terasi, dan kencur yang sudah dihaluskan. Masak 3 menit. Angkat sajikan. -Wirati Astiti
Serombotan
Pasta moca secukupya
Sarwan Bahan: 200 gr 25 gr 2 sdm 2 sdt 175 gr 75 gr
: tepung terigu protein sedang : tepung maizena : susu bubuk : kopi bubuk : margarin : gula halus
Rujak Serut saja cara memotong buah mangganya berbeda. Buah mangga dipotong dengan cara diserut memakai alat khusus sehingga menghasilkan potongan mangga yang halus dan kecil-kecil. “Mungkin ini yang membuat rasa mangganya lebih meresap,” ujar Diah sembari menikmati rujak serut, usai menghabiskan tipat serombotan pesanannya. Cita rasa serombotannya juga tak kalah dengan serombotan Klungkung yang identik dengan sebutan bumi serombotan. Serombotan yang merupakan makanan khas daerah Klungkung ini dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran seperti toge,
kacang panjang, kangkung, dan irisan terong mentah. Di atasnya ditaburi kacang mentik, dan disiram dengan sambal kelapa yang menjadi sambel khas dari serombotan. Makanan ini paling pas jika disajikan dengan rasa sambal yang peda. Di beberapa tempat lain, jenis sayurnya bisa ditambahkan bayam dan irisian pare mentah, toge mentah, ditaburi kacang merah atau kacang tanah. Untuk minumannya, Anda bisa memilih es daluman, es pisang ijo, es kelapa muda, es kolak, dll. sekali datang ke Gula Bali the Joglo ini, dijamin Anda akan ketagihan. –Inten Indrawati
Sate Sosis Kukus Kopi Moca Bakso Bumbu Gurih Cara membuat: - Campur tepung terigu, maizena, susu bubuk, kopi bubuk, ayak dan sisihkan. - Kocok mentega dan gula halus hingga lembut, masukkan campuran terigu, aduk rata. - Tambahkan pasta moca, aduk kembali hingga tercampur rata. - Ambil 1 sendok makan adonan,
Asem-asem Paten
kan mentega, lalu masukkan ikan yang sudah dilumuri tepung dan telur tadi. Goreng hingga berwarna kekuningan. - Tumis bawang putih, bawang Bombay, bawang merah, adukaduk hingga mengeluarkan
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Bahan: 750 gr : ikan patin, lumurin air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, bersihkan, potong jadi 2 potong 2 ruas jari lengkuas, memarkan. 2 ruas : jari jahe, memarkan 1 ruas : kunyit bakar, memarkan 9 buah : bawang merah, iris miring 3 siung : bawang putih, iris serong 5 buah : blimbing wuluh, iris serong 3 lembar : daun salam 1 buah : tomat, belah 4 1 liter : air 3 sdm : air jeruk nipis atau cuka Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
bulatkan, taruh di atas loyang yang bersemirkan margarin dan beralaskan kertas roti, tekan permukaannya dengan garpu, lakukan hal ini hingga adonan habis. - Panggang didalam panci yang sudah dipanaskan selama 5 atau 7 menit hingga matang, angkat dan biarkan dingin. - Siap untuk dimasukkan toples dan sajikan.
Cara Membuat: - Siapkan panci sayur, masukkan air dan bahan bumbu yang udah diiris, masak sampai mendidih lalu masukkan ikan patin sampai matang. - Masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan air jeruh nipis, aduk perlahan dan masak hingga mendidih (masak sekitar 30 menit), angkat. - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Bahan: 5 buah : sosis, potong menurut selera, belah tengah 15 butir : pentol bakso, belah tengah Tusuk sate secukupnya 1 butir : bawang bombai, iris kotak-kotak 100 ml : kecap manis 3 sdm : saos tiram 3 sdm : saos raja rasa 2 sdm : minyak wijen 10 buah : cabe rawit, iris kecil-kecil 1 sdm : bawang putih goreng Cara membuat: - Campur menjadi satu, kecap manis, raja rasa, minyak wijen dan bawang putih goreng. Lalu bagi menjadi dua bagian. - Tusuk sosis, bawang bombay dan pentol bakso menjadi sate, ditata lalu rendam sate sosis dan baksok di dalam saus tomat, diamkan selama 5 menit, sisihkan. - Bakar sate dan olesin dengan celupan saos hingga matang. - Sajikan dengan sisa saus yang dicampur dengan campuran cabe rawit.
12
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Unik yang Lezat
Chef satu ini tak henti berkreasi. Ada saja, eksperimen yang dilakukan untuk membuat satu menu baru yang menarik. Paduannya pun tetap menyajikan makanan lokal bercitarasa tinggi. Unik, dan tentunya tetap memberikan rasa yang lezat. Anda pasti tak Chef Perean menyangka, dari pisang pun, bisa dijadikan saus untuk menu ikan. Bagaimana rasanya? Yuk, kita mencoba kreasi Chef Perean dari Caesar Restaurant.
Terong Goreng Udang Sambal Embe Garam secukupnya Gula secukupnya
Bahan: 1 biji : terong gelatik (eggplant) 10 gr : bawang merah diiris 5 gr : bawang putih diiris
4 biji : cabai rawit 10 gr : udang 5 ml : minyak tandusan/Bali Terasi secukupnya
Cara membuat: - Terong dipotong dadu, lalu bersihkan. - Goreng bawang merah dengan minyak Bali sampai setengah garing. - Masukkan bawang putih sampai layu sekaligus berbarengan dengan cabai rawit dan terasi. Jika sudah keluar aromanya, dan menyatu, angkat dan haluskan menggunakan ulekan. - Tumis terong gelatik sampai setengah matang. Kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan tadi. Aduk rata. - Terakhir tambahkan garam dan gula, aduk sebentar lalu sajikan dengan nasi hangat. Jika suka tambahkan perasan jeruk lemo.
Fish Pan Fried Banana Lime Sauce Bahan: 100 gr : fillet ikan snapper 5 gr : bawang putih 10 gr : bawang Bombay 50 ml : orange juice 1 biji : pisang kapok dipotong tipis 10 gr : mentega 10 gr : tepung terigu 1 butir : telur ayam Kulit jeruk diiris tipis Bawang merah diiris Garam dan merica secukupnya Jeruk nipis Cara membuat: - Olesi fillet ikan dengan perasan air jeruk nipis, garam, dan merica, kemudian balurin dengan tepung terigu. - Masukkan ikan ke dalam telur yang sudah dikocok. - Panaskan pan/wajan, tambah-
Kuliner Bebek Krispy Rujak Sambal Goreng
Bahan: 400 gr : bebek 100 gr : bumbu khusus (bisa dibeli di Caesar Restaurant) Bisa juga digunakan bumbu basa genep Air untuk merebus Bahan sambal goreng: 6 biji : cabai rawit dipotong-potong 2 butir : bawang merah diiris Terasi secukupnya Kencur sedikit saja, dihaluskan
Serut “Gula Bali”
aroma. - Tambahkan orange juice, masak 10 menit. Supaya agak mengental masukan pisang yang sudah dipotong-potong. - Angkat ikan yang digoreng tadi taruh di piring saji. Lalu siram dengan saus pisang tadi.
13
Bagi Anda pecinta kuliner tradisional Bali, bisa menjadikan “Gula Bali the Joglo” sebagai referensi. Lokasinya di Jalan Merdeka, Renon, Denpasar. Di areal yang asri dengan perpa duan arsitektur bangunan yang unik seperti bangunan joglo dan bangunan umah kebo, Gula Bali menawarkan berbagai menu santapan dengan cita rasa khas Bali. Ada tipat cantok, tipat plecing, tipat serombotan, siomai, dan bakso ayam.
B
agi Anda penggemar penganan bubur, ada berbagai pilihan, di antaranya bubur sumsum hijau, bubur sela gula bali, bubur ketan hitam, kolak pisang, bakwan kladi, lumpia ayam, singkong salju. Ditawarkan pula aneka rujak, yakni rujak serut, rujak kacang, dan bulung (rumput laut). “Saya paling suka rujak serutnya,” ujar Diah, salah seorang pengunjung yang kerap menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrong bersama teman-temannya atau sekadar reuni kecil dengan teman lama. Rujak serut ini memang menjadi salah satu menu favorit di Gula Bali. Rujak serut tak berbeda dengan rujak pada umumnya, memakai bumbu kuah pindang gula. Hanya
Cara membuat: - Rebus bebek dengan bumbu lebih kurang 2 jam. Angkat, tiriskan. - Panaskan minyak, setelah panas kecilkan api. Kemudian masukkan bebek, goreng 7 menit, angkat sajikan panas. - Cara membuat sambal goreng: - Panaskan panci/wajan, panaskan minyak tandusan/Bali, kemudian masukan bawang merah, aduk hingga layu. - Masukkan cabai, terasi, dan kencur yang sudah dihaluskan. Masak 3 menit. Angkat sajikan. -Wirati Astiti
Serombotan
Pasta moca secukupya
Sarwan Bahan: 200 gr 25 gr 2 sdm 2 sdt 175 gr 75 gr
: tepung terigu protein sedang : tepung maizena : susu bubuk : kopi bubuk : margarin : gula halus
Rujak Serut saja cara memotong buah mangganya berbeda. Buah mangga dipotong dengan cara diserut memakai alat khusus sehingga menghasilkan potongan mangga yang halus dan kecil-kecil. “Mungkin ini yang membuat rasa mangganya lebih meresap,” ujar Diah sembari menikmati rujak serut, usai menghabiskan tipat serombotan pesanannya. Cita rasa serombotannya juga tak kalah dengan serombotan Klungkung yang identik dengan sebutan bumi serombotan. Serombotan yang merupakan makanan khas daerah Klungkung ini dibuat dari campuran beberapa jenis sayuran seperti toge,
kacang panjang, kangkung, dan irisan terong mentah. Di atasnya ditaburi kacang mentik, dan disiram dengan sambal kelapa yang menjadi sambel khas dari serombotan. Makanan ini paling pas jika disajikan dengan rasa sambal yang peda. Di beberapa tempat lain, jenis sayurnya bisa ditambahkan bayam dan irisian pare mentah, toge mentah, ditaburi kacang merah atau kacang tanah. Untuk minumannya, Anda bisa memilih es daluman, es pisang ijo, es kelapa muda, es kolak, dll. sekali datang ke Gula Bali the Joglo ini, dijamin Anda akan ketagihan. –Inten Indrawati
Sate Sosis Kukus Kopi Moca Bakso Bumbu Gurih Cara membuat: - Campur tepung terigu, maizena, susu bubuk, kopi bubuk, ayak dan sisihkan. - Kocok mentega dan gula halus hingga lembut, masukkan campuran terigu, aduk rata. - Tambahkan pasta moca, aduk kembali hingga tercampur rata. - Ambil 1 sendok makan adonan,
Asem-asem Paten
kan mentega, lalu masukkan ikan yang sudah dilumuri tepung dan telur tadi. Goreng hingga berwarna kekuningan. - Tumis bawang putih, bawang Bombay, bawang merah, adukaduk hingga mengeluarkan
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Bahan: 750 gr : ikan patin, lumurin air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, bersihkan, potong jadi 2 potong 2 ruas jari lengkuas, memarkan. 2 ruas : jari jahe, memarkan 1 ruas : kunyit bakar, memarkan 9 buah : bawang merah, iris miring 3 siung : bawang putih, iris serong 5 buah : blimbing wuluh, iris serong 3 lembar : daun salam 1 buah : tomat, belah 4 1 liter : air 3 sdm : air jeruk nipis atau cuka Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
bulatkan, taruh di atas loyang yang bersemirkan margarin dan beralaskan kertas roti, tekan permukaannya dengan garpu, lakukan hal ini hingga adonan habis. - Panggang didalam panci yang sudah dipanaskan selama 5 atau 7 menit hingga matang, angkat dan biarkan dingin. - Siap untuk dimasukkan toples dan sajikan.
Cara Membuat: - Siapkan panci sayur, masukkan air dan bahan bumbu yang udah diiris, masak sampai mendidih lalu masukkan ikan patin sampai matang. - Masukkan gula, garam, kaldu bubuk dan air jeruh nipis, aduk perlahan dan masak hingga mendidih (masak sekitar 30 menit), angkat. - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Bahan: 5 buah : sosis, potong menurut selera, belah tengah 15 butir : pentol bakso, belah tengah Tusuk sate secukupnya 1 butir : bawang bombai, iris kotak-kotak 100 ml : kecap manis 3 sdm : saos tiram 3 sdm : saos raja rasa 2 sdm : minyak wijen 10 buah : cabe rawit, iris kecil-kecil 1 sdm : bawang putih goreng Cara membuat: - Campur menjadi satu, kecap manis, raja rasa, minyak wijen dan bawang putih goreng. Lalu bagi menjadi dua bagian. - Tusuk sosis, bawang bombay dan pentol bakso menjadi sate, ditata lalu rendam sate sosis dan baksok di dalam saus tomat, diamkan selama 5 menit, sisihkan. - Bakar sate dan olesin dengan celupan saos hingga matang. - Sajikan dengan sisa saus yang dicampur dengan campuran cabe rawit.
Jelita
14
22 - 28 September 2014
Tips Cantik ala Harumi Sudrajat
Harumi Sudrajat adalah creator of “My Tips Can tik” dan seorang Beauty Blogger , yang cantik dan ramah. Pastinya juga ia punya banyak pengalaman tentang urusan tata rias. Dengan keterampilan yang dimilikinya , Harumi rupanya senang berbagi pe ngetahuannya tentang tampil cantik. Seperti yang dilakukannya pada acara talk show “Beauty Tips” di areal level I Beachwalk, Kuta pada Sabtu (13/9).
K
esukaan Harumi p a d a urusan kecantikan muncul sejak kecil, karena sering nya ia melihat sang ibu berdandan. Selanjutnya ia meningkatkan keterampilannya secara otodidak. Harumi banyak membaca buku kecantikan dan menonton acara sejenis dari televisi luar serta rajin mempraktikannya. “Kita bisa terlihat cantik dengan cara kita sendiri,” ujar Harumi yang tak pernah berhenti bereksplorasi dengan beragam jenis make up. Digandeng Glow Living Beauty yang menyediakan aneka kosmetik brand dari luar negeri yang juga ada di areal Beachwalk, Harumi pun bicara berbagai hal tentang kecantikan. Terlebih dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan padanya. Mulai dari cara memoleskan eyeshadow yang benar hingga membentuk alis yang baik. Dengan lancar Harumi yang senang membantu banyak wanita agar lebih percaya diri terhadap dirinya ini memberikan tips-tipsnya. Menjawab pertanyaan tentang alis korea misalnya, Harumi mengatakan alis korea bentuknya lurus aja. Jika ingin lebih natural, dapat menggunakan eyebrow dan bukan pensil alis. Alis lurus, katanya membuat wajah nampak lebih muda sedangkan alis yang sedikit menukik menghadirkan kesan cenderung lebih dewasa.
Mengenai warna alis, versi Harumi adalah menyesuaikan dengan warna rambut. Untuk warna rambut terang maka warna alis sebaiknya dua tingkat lebih gelap begitupun sebaliknya. Disarankan pula menghindari menggoreskan warna hitam agar tidak memunculkan kesan galak. “Selain alis , mata juga membingkai wajah, dan bisa mengubah seseorang hanya dengan sentuhan di mata,” ujar beauty blogger yang banyak dipilih untuk menjadi endorser produk - produk ternama ini. Untuk mereka yang mengenakan kacamata untuk riasan mata sehari-hari, cukup menggunakan eyeliner yang sedikti lebih tebal dikelopak mata atas . Perihal baik atau tidaknya memakai maskara setiap hari, dikatakannya bolehboleh saja, dengan catatan saat membersihkannya dilakukan dengan halus menggunakan eye make up remover serta tak lupa memakai lash conditioner agar bulu mata sehat, lembut dan tidak mudah rontok. Sedangkan, saat terjadi kantung mata , ada info cara tradisional dan unik namun berhasil mengurangi kantung mata dan menjadikan peredaran darahnya lancar, yaitu menggunakan sendok yang sudah didinginkan di kulkas. Harumi mengatakan tidak perlu takut mencoba hal baru. seperti menggunakan
Harumi sedang memoles modelnya
Bugar
22 - 28 September 2014
Patah Tulang
Oleh dr. I Wayan Murjana, Sp.OT Patah tulang merupakan suatu kondisi terputusnya kontinuitas tulang. Keadaan ini dapat mengganggu struktur dan kekuatan tulang, menyebabkan rasa sakit, hilangnya fungsi tubuh, dan rusaknya jaringan yang ada di sekitarnya.
K
Talk Show Beauty Tips bersama Harumi
eye shadow, tidak harus terpaku pada satu warna saja, sebab mungkin saja kita akan nampak lebih segar sehingga yang melihatpun akan senang. Selanjutnya, untuk menyiasati agar hidung terlihat mancung, adalah dengan teknik shading. “Shading gunanya menyembunyikan bagian yang tidak diinginkan. Sedangkan highlight untuk menonjolkan bagian wajah yang akan diperlihatkan. Untuk sehari - hari , lakukan yang praktis yakni cukup memakai highliter di tulang hidung atau concealer yang terang. Pada kesempatan tersebut Harumi juga memaparkan tahap demi tahap, salah satu make up yang natural dan cocok dikenakan untukjalan-jalan diakhir pekan sambil lanjut membeberkan rahasia terlihat mulus memakai alas bedak. “Muka itu seperti kanvas. Jadi, syarat pertama harus memperhatikan skin care atau perawatan kulit. Kulit yang bersih selain mampu memberikan mood yang baik juga sangat mudah ketika kita mengaplikasikan alas bedak,” katanya. Selain itu disarankan pula menggunaka scrub setiap minggunya. Juga diingatkan apapun jenis kulit seseorang pelembab tetap perlu digunakan di awal. Ketika ditanya apa lipstik yang cocok untuk bibir hitam. Harumi menyebut hal ini dapat disiasati dengan mengoleskan foundation tipis -tipis. “Sebelumnya pakai lip balm lebih dahulu , kemudian dihapus dengan handuk lembut yang hangat, lanjut gunakan lip liner sebagai base lipstik. Bagi pemilik warna kulit putih, gunakan warna dengan cool tone seperti merah, sedangkan untuk warna kulit warm tone, ingat warna sunset yaitu kuning coral,” papar Harumi yang merasa dunia kecantikan adalah passion-nya hingga ia pun membuat terkait make up, di youtube, dan blog mytipscantik. Urusan bagaimana bisa melakukan make up dengan cepat, katanya yang pen ting sering latihan. “Sebab makin lama kita pastinya semakin mahir and you will
take no time to be beautiful,” katanya dan mengatakan perawatan seperti night cream, itu penting, dan untuk pagi hari jangan lupa menggunakan sunblock. Sementara bagi yang kebetulan kulitnya tidak sehat, seperti berjerawat, diperlukan perawatan dokter. Harumi juga tak lupa menyatakan meski bisa dibilang make up merupakan cara paling simpel untuk membuat seorang perempuan menjadi lebih percaya diri akan dirinya, namun make up hanyalah sebagai tambahan atau dekorasi. Yang paling terpenting adalah apa yang ada dalam diri. Percaya dan cintai diri sendiri. Lebih lanjut dikatakannya perempuan yang percaya diri adalah tahu bagaimana menempatkan diri dalam situasi apapun. Selain itu juga perempuan cantik itu tahu potensi yang dimiliki dirinya dan tahu bagaimana menggunakan potensi yang dimilikinya. “ Be your self. Always be happy if you feels good inside u will look good outside,” ujar Harumi mengakhiri acara “Talk Show Beauty Tips”. – Sri Ardhini
erangka tubuh kita terdiri dari tulang. Tulang sendiri merupakan jaringan ikat, diperkuat dengan mineral dan sel sel tulang. Sel- sel darah diproduksi pada sumsum tulang. Fungsi utama dari kerangka tubuh adalah untuk mendukung tubuh kita, memungkinkan gerakan dan melindungi organ-organ internal. Ada berbagai jenis patah tulang, tergantung pada kekuatan dan arah gaya, tulang yang terlibat, dan usia serta kesehatan pasien secara umum. Patah tulang umumnya terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. Orang tua sering mengalami patah tulang panggul. Patah tulang memerlukan waktu sekitar empat sampai delapan minggu untuk penyembuhan, dan tergantung pada usia, kesehatan, dan penanganannya. Penyebab patah tulang: 1.Trauma seperti cedera olahraga, ke celakaan lalu lintas, dan jatuh 2.Kondisi seperti osteoporosis dan beberapa jenis tumor yang menyebabkan tulang lebih mudah patah, yang berarti dengan trauma ringan dapat menjadi serius. Gejala patah tulang Patah tulang berbeda dari cedera yang lain seperti dislokasi, meskipun dalam beberapa kasus akan sulit untuk membedakan. Kadang-
kadang, seseorang mungkin memiliki lebih dari satu jenis cedera. Gejala-gejala patah tulang tergantung pada lokasi tulang yang terlibat dan tingkat keparahan cedera. Gejalanya adalah : 1.Rasa sakit 2.Pembengkakan dan memar 3.Kelainan bentuk 4.Ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota badan Jenis - jenis patah tulang 1.Patah tulang tertutup - patah tulang dimana tidak ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. 2.Patah tulang terbuka - patah tulang dimana ada luka yang menghubungkan antara tulang dengan dunia luar. Pada kondisi ini infeksi sangat mungkin terjadi, sehingga memerlukan penanganan yang segera untuk mencegah terjadinya infeksi tulang. Tidak semua patah terjadi pada daerah lengan atau kaki seseorang, trauma pada kepala, dada, tulang belakang atau panggul bisa menyebabkan patah pada tengkorak maupun tulang rusuk. Patah tulang ini makin dipersulit dengan organ penting yang terdapat di dalamnya. Komplikasi patah tulang Masalah lain yang dapat timbul pada kondisi ini adalah: 1.Kehilangan darah - tulang memiliki suplai darah yang kaya. Penanganan yang buruk dapat menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar. 2.Cedera organ, jaringan atau struktur di sekitarnya - misalnya otak bisa rusak oleh patah tulang teng korak, organ dada dapat cedera jika patah tulang rusuk 3.Pertumbuhan tulang terhambat - jika patah tulang panjang pada anak dekat dengan persendian di mana terdapat lempeng pertumbuhan. Pertolongan pertama untuk patah tulang 1.Pertolongan pertama yang baik untuk penderita
11
patah tulang adalah penting. Menggerakkan tulang yang patah dapat menimbulkan rasa sakit, perdarahan dan dapat merusak jaringan di sekitar cedera. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi dalam perbaikan dan penyembuhan dari cedera nanti. 2.Penanganan pertama untuk patah tulang adalah rest (istirahat), immobilisasi (memberikan penyangga seperti spalk/bidai), kompres dingin, dan elevasi (untuk patah tulang daerah tungkai, memberikan dukungan dan kenyamanan seperti bantal di bawah kaki atau lengan bawah adalah sangat penting) 3.Kontrol perdarahan eksternal dengan melakukan penekanan langsung. Menjaga luka ditutup dengan dressing yang bersih untuk mengendalikan pendarahan. 4.Hentikan pasien dari makan atau minum sampai mereka dilihat oleh orang dokter, dalam kasus dimana mereka akan memerlukan tindakan pembedahan. Diagnosis dan pengobatan patah tulang Dokter dapat mendiagnosis patah tulang melakukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang dapat berupa X-ray, CT scan (tomografi komputer) scan dan MRI (resonansi magnetik imaging). Patah tulang sembuh sendiri - tujuan pengobatan adalah untuk memastikan potongan-potongan tulang sembuh pada posisi benar. Tulang perlu pulih sepenuhnya dalam kekuatan, gerakan dan sensitivitas. Beberapa patah tulang yang sulit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. Penanganan patah tulang dapat berupa : 1.Secara konservatif (tanpa pembedahan) 2.Dengan pembedahan Proses penyembuhan untuk patah tulang Bekuan darah yang terbentuk pada ujung patah tulang adalah awal dari proses penyembuhan. Selama sekitar lima minggu akan terbentuk kalus (tulang muda) pada daerah patah. Kalus atau tulang muda ini tidak sekuat tulang sebenarnya. Pada kondisi ini pasien sudah tidak merasakan sakit walaupun dengan menggerakkan daerah tersebut. Kalus secara perlahan-lahan akan mengalami mineralisasi dan diganti dengan tulang yang keras. Untuk alasan ini, dokter dapat membuka gips, tetapi Anda masih
perlu untuk melakukan kontrol secara te ratur ke dokter. Komplikasi patah tulang, dapat terjadi bila : 1.Salah pasang gips (misalnya, terlalu ketat atau terlalu longgar). 2.Infeksi 3.Malunion (keselarasan ekstremitas yang buruk) 4.Non union (tulang tidak mengalami penyambungan oleh jaringan tulang) Perawatan mandiri setelah patah tulang 1.Jika gips telah dipasang dengan benar, hindari panas langsung atau air untuk men cegah rusaknya gips. 2.Tetap lakukan gerakan otot untuk mencegah atropi otot (otot mengecil). 3.Gunakan teknik yang ditunjukkan kepada pasien oleh perawat untuk berjalan atau mengelola kegiatan sehari-hari. Misalnya, pasien berisiko cedera lebih lanjut jika menggunakan tongkat dengan salah. 4.Hindari mengangkat atau mengemudi sampai patah tulang sembuh. 5.Jika kulit di bawah gips gatal, jangan menggaruk dengan benda keras sebaiknya gunakan pengering rambut untuk meniup udara dingin ke dalam gips. 6.Temui dokter segera jika mengalami bengkak, kebiruan atau hilangnya gerakan jari tangan atau kaki, kesemutan, mati rasa atau nyeri meningkat. Hal yang perlu diingat 1.Patah tulang adalah pecah atau retak pada tulang. 2.Patah tulang terjadi ketika gaya yang diberikan terhadap tulang lebih kuat dari struktur tulang yang menahannya. 3.Tempat yang paling umum untuk patah tulang adalah pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. 4.Penanganan termasuk immobilisasi tulang dengan gips, atau pembedahan dengan memasukkan batang logam atau pelat untuk memegang potongan-potongan tulang. 5.Beberapa patah rumit mungkin memerlukan tindakan pembedahan. 6.Dalam kebanyakan kasus, gips pasien akan dilepas setelah beberapa minggu, tetapi pasien harus tetap hati-hati sampai dikatakan aman oleh dokter.
Profil dr. I Wayan Murjana, Sp.OT
Spesialis orthopaedi dan traumatologi yang berpraktik di BIMC Hospital Nusa Dua.
dr. Wayan Murjana menyelesaikan pendidikan orthopaedi dan traumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Selama prakteknya sebagai seorang dokter spesialis, dr . I Wayan Murjana berfokus pada prosedur untuk pencegahan, diagnose, dan perawatan patah tulang baik secara konservatif maupun pembedahan.
Jadwal praktik di BIMC Hospital Nusa Dua l Senin pukul 10.00 s/d 12.00 lSelasa pukul 10.00 s/d 12.00 lKamis pukul 10.00 s/d 12.00
10
Bugar
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Hepatitis pada Kehamilan H
epatitis berasal dari kata Yunani kuno ‘Hepar’ (Hepat) yang berarti ‘hati’, dan ‘Itis’ yang berarti ‘peradangan’. Dengan kata lain, hepatitis berarti luka pada hati dengan adanya peradangan (inflamasi) di sel-sel hati. Penyakit hati biasanya jarang terjadi pada wanita hamil, namun apabila timbul ikterus (kekuningan pada mata dan badan) pada kehamilan, maka penyebabnya paling sering adalah hepatitis virus. Adapun ikterus pada kehamilan sebenarnya dapat disebabkan oleh beberapa keadaan. Ikterus yang terjadi oleh karena kehamilan bisa diakibatkan oleh perlemakan hati akut, toksemia, kolestatis intrahepatik (sumbatan di hati). Ikterus yang terjadi bersama dengan suatu kehamilan bisa disebabkan oleh hepatitis virus, batu empedu, penggunaan obat-obatan hepatotoksik, sirosis hati. Ikterus dapat timbul pada satu dari 1500 kehamilan, 41% di antaranya adalah hepatitis virus, 21% oleh karena kolestasis intrahepatik, dan kurang dari 6% oleh obstruksi saluran empedu di luar hati. Pada wanita hamil kemungkinan untuk terjangkit hepatitis virus adalah sama de ngan wanita tidak hamil pada usia yang sama. Para ahli mengatakan bahwa di negara sedang berkembang, wanita hamil lebih mudah terkena hepatitis virus, hal ini erat hubungannya dengan keadaan nutrisi dan higiene sanitasi yang kurang baik. Hepatitis virus dapat timbul pada ketiga trimester kehamilan dengan angka kejadian yang sama, tetapi data lain mendapatkan angka 9.5% hepatitis virus terjadi pada trimester I, 32% terjadi pada trimester II, dan 58,5% terjadi pada trimester III. Gambaran klinik, laboratorium, dan
histopatologi adalah sama dengan penyakit hepatitis virus pada orang tidak hamil. Penyakit ini biasanya memberikan keluhan mual, muntah, anoreksia, demam ringan, mata kuning. Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai ikterus dan hepatomegali, sedang kan splenomegali hanya ditemukan pada 20-25% penderita. Pada pemeriksaan laboratorium akan didapatkan gambaran kerusakan parenkim hati. Bilirubin serum meningkat, demikian pula, transaminase serum. Diagnosis hepatitis virus pada kehamil an ditegakkan atas dasar gambaran klinik dan laboratorik yang cukup khas, serta pemeriksaan petanda serologik dari virus hepatitis. Dalam membuat diagnosis, perlu dibedakan dengan penyakit lain seperti batu saluran empedu, mononukleosis infeksiosa, leptospirosis, dan penyakit ikterus obstruktif lainnya. Adanya ikterus yang berat, bilirubin dan transaminase serum yang sangat tinggi, leukositosis, suhu tubuh meningkat, kesadaran yang menurun sampai koma, defisiensi faktor pembekuan darah, serta tanda-tanda perdarahan, menggambarkan adanya nekrosis sel parenkim hati yang luas, dan menunjukkan adanya suatu hepatitis virus tipe fulminan. Pengelolaan secara konservatif adalah terapi pilihan untuk penderita hepatitis virus pada kehamilan. Penderita harus tirah baring di rumah sakit sampai gejala ikterus hilang dan bilirubin serum menjadi normal, makanan yang diberikan mengandung kaya kalori dan protein. Obat-obat hepatotoksik harus dihindari, termasuk alkohol dan obatobat yang diekskresi dan dikonjungasi di hati. Obat-obat yang hepatotoksik antara lain adalah klorpromasin, derivat fenotiasin, eritromisin estolat, PAS, halotan, klorpropamid, thiourasil, dan nitrofurantoin. Bila diduga akan terjadi perdarahan pasca persalinan karena defisiensi faktor pembekuan darah, perlil diberikan vitamin K dan transfusi plasma. Keseimbangan cairan dan elektrolit harus diperhatikan. Apabila terdapat tanpa-tanda menjurus ke arah hepatitis fulminan, diet penderita harus
dr Benny Arthawibawa,SpPD
diganti dengan rendah atau tanpa protein; tindakan sterilisasi usus perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya amoniak yang berlebihan. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa pemakaian kortikos teroid pada hepatitis fulminan tidak bermanfaat sama sekali. Hepatitis virus pada kehamilan bukan merupakan indikasi untuk tindakan terminasi kehamilan, dan tindakan anestesi serta pembedahan akan menambah morbiditas dan mortalitas penderita. Prognosis tergantung pada status nutrisi penderita. Untuk hepatitis fulminan, prognosis biasanya jelek, angka kematian mencapai lebih dari 85%. Pengaruh hepatitis virus pada ibu hamil adalah meningkatkan angka kejadian abortus, partus prematums, dan perdarahan. Resiko bagi janin dalam kandungan adalah prematurus, kematian janin dan penularan hepatitis virus. Kelainan kongenital pada janin belum pernah dilaporkan. Transmisi virus hepatitis dari ibu ke anak dapat terjadi transplasental, melalui kontak dengan darah atau tinja ibu waktu persalinan, kontak yang intim antara ibu dan anak setelah persalin an, atau melalui air susu ibu.
Beberapa teori lain yang menjelaskan mekanisme penularan virus perinatal adalah adanya kebocoran plasenta yang menyebabkan tercampurnya darah ibu dengan darah fetus, tertelannya cairan amnion yang terinfeksi, adanya abrasi pada kulit selama persalinan yang menjadi tempat masuknya virus, tertelannya darah selama persalinan, penularan melalui selaput lendir. Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B akut maupun kronik, perlu diberi pengobatan imunoprofilaksis. Terhadap bayi baru lahir dari ibu penderita hepatitis virus B, imunisasi pasif dengan menggunakan Immunoglobulin Hepatitis B (HBIG) diberikan untuk mendapatkan antibodi secepatnya guna memerangi virus hepatitis B yang masuk; selanjutnya disusul dengan imunisasi aktif dengan memakai vaksin. HBIG diberikan selambat-lambatnya 24 jam pasca persalinan, kemudian vaksin Hepatitis B diberikan selambat-lambatnya 7 hari pascapersalinan. Dianjurkan HBIG dan vaksin Hepatitis B diberikan segera setelah persalinan (masing-masing pada sisi yang berlawanan) untuk mencapai efektivitas yang lebih tinggi. Bahwa penyebaran penyakit infeksi dalam kehamilan telah sangat mengkhawatirkan dan perlu penanganan yang serius. Pencegahan terhadap hepatitis virus ini adalah sangat penting karena sampai saat ini belum ada obat yang dapat membunuh virus, sehingga satu-satunya jalan untuk mencegah hepatitis virus adalah dengan vaksinasi. Agar penyakit infeksi dalam kehamilan dapat dicegah hendaknya ditingkatkan upaya konseling melalui program KIE kepada masyarakat luas khususnya mereka yang mempunyai risiko tinggi. Sehingga masyarakat menyadari bahaya yang ditimbulkan dari penyakit tersebut. Hendaknya kita menjaga agar diri kita bisa terbebas dari penyakit ini, serta petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan dengan penekanan pada aspek perubahan perilaku. dr Benny Arthawibawa,SpPD Spesialis Penyakit Dalam Klinik Rawat Jalan (OPD) Haemodialysis Rumah Sakit Siloam Appointment : (0361) 779-900 ext. 29701 Hp: 087860260136 Email: benny.arthawibawa@siloamhospitals.com
22 - 28 SEPTEMBER 2014
The Epic of
Style
Mahabaratha Sukses dalam fashion show bertajuk “The Epic of Mahabaratha” di Sanur Village Festival belum lama ini, mengantarkan Shinta Chrisna kembali akan menggelar pagelaran serupa, atas undangan salah satu televisi swasta yang menyiarkan tayangan serial drama pewayangan Mahabaratha tersebut. Yang istimewa, kali ini para mo delnya adalah pemeran langsung Lima Pandawa dan dua Korawa dalam serial Mahabaratha, salah satunya si ganteng Shaheer Sheikh (pemeran Arjuna). Fashion Show “The Epic of Mahabaratha” by Shinta Chrisna akan digelar dalam waktu dekat ini di Nusa Dua, Bali.
K
onsep desainnya ini tetap mengusung kebaya sebagai focus in style. Kebaya yang banyak diinspirasi oleh model sari Iindia yang asimetris dengan kombinasi warna-warna berani, seperti biru elektrik, merah, hitam. gold dan silver. Kebaya yang ditampilkan masih tetap karakter khas Shinta Chrisna yaitu anggun, seksi, elegan dengan permainan brokat france lace renda-renda dan tile. De-
Shinta Chrisna
tail payet swarozky dan bordir di fokusfokus area seperti leh, dada, dan pinggul. Untuk padanannya, Shinta Chrisna masih menggunakan songket Bali. Printing kain yang berkonsep wanita Bali kuno dan ada permainan ekor yang dilukis dengan hand painting yang bertemakan Mahabaratha, seperti lukisan Drupadi yang sedang ditelanjangi di ruang sidang. Kunti yang sedang melarung Karna bayi, dan Srikandi memanah. Sementara, pembuatan baju untuk tokoh laki-laki, seperti mahkota, aksesori dada dan tangan, baju perang, panah, dll., dibuat dari bahan kulit dan sterofoam, dihiasi dengan batu kristal payet. Begitu juga dengan busana Drupadi, diukir dengan kulit. “Proses pembuatan pakaian untuk Kunti, Panca Pandawa, dan yang lainnya ini, kami garap selama tiga minggu. Ini adalah fashion show haute couture bukan style ready to wear,” ujarnya. –Inten Indrawati
15
Edukasi
16
22 - 28 September 2014
Yudisium XXV Fakulatas Hukum Undwi
Siapkan Lulusan Berkualitas Hadapi AEC Prosesi yudisium dan pelepasan calon wisudawan bisa dikatakan sebagai upacara sakral bagi dunia kampus. Hal ini menan dakan civitas akademika mampu menyeleng garakan proses belajar mengajar, sehingga para mahasiwanya berhasil lulus serta memperoleh gelar akademiknya.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Dr. AA Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H.
B
egitu pula yang terjadi pada acara Yudisium XXV yang digelar di Sanur Plaza Paradise Hotel & Suites, Selasa (16/9). Dekan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Dr. AA Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H., meyudisium atau melakukan pelepasan 179 orang yudisiawan atau calon wisudawan. Acara dihadiri Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Undwi, Ketua
Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Dr. Made Sumitra Chandra Jaya, M.Hum., dan undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut Dr. AA Sagung Ngurah Indradewi,S.H., M.H., yang belum lama dilantik sebagai Dekan Fakultas Hukum Undwi, didampingi PD I Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H., dan PD III I Ketut Windia ,S.H., M.H., saat itu juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan yang meraih IPK tertinggi. Tampil sebagai lulusan terbaik I, II dan III masing-masing I Made Astra Arjawa dengan IPK (3,85) , I Wayan Parna (3.80), dan Ketut Hendryzanada (3,75). Lima orang peraih nilai terbaik berikutnya yang me ngantongi nilai IPK 3, 70, yakni I Wayan Baktiyasa, Ni Kadek Dewi Sutari, I Made Kantra, Gusti Made Sriati, Tjok Istri Agung Kartikasari Dewi. Fakultas Hukum Universitras Dwijendra (Undwi) adalah PTS yang berada dibawah naungan Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB & NTT) telah terakreditasi dengan nilai B. Fakultas Hukum Undwi memiliki jumlah alumni sebanyak 3.052 orang, mahasiswa aktif 753 orang. Sedangkan mahasiswa baru Tahun Akademik 2014/2015 ini berjumlah 466 orang. Dikatakan bahwa alumni Fakultas Hukum Undwi selama ini terserap di berbagai profesi. Alumni Fakultas Hukum Undwi
Dekan Fikom dan Pembantu Dekan FH Undwi bersama peraih IPK tertnggii
juga diakui merupakan potensi yang sangat besar manfaatnya serta menjadi kekuatan dahsyat jika dihimpun apalagi digerakkan dan diarahkan dengan bijak-
sana untuk maju bersama dalam pengembangan fakultas. SIAP HADAPI TANTANGAN GLOBAL AA Sagung Ngurah Indradewi
menyadari bahwa perjuangan para yudisiawan memperoleh gelar akademik strata satu ini tidaklah mudah. Banyak rint angan, kendala, suka, duka yang dihadapi
saat menempuh studi, meng ikuiti seluruh proses akademik. Terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga dan juga bagi yang sudah bekerja, sangat memerlukan kemampuan mengatur waktu secara baik. Namun, pihaknya meyakini pula dengan semangat dan tekad yang kuat, dedikasi yang tinggi dilengkapi dengan kedisiplinan yang tinggi, semua dapat melewati seluruh proses yang tidak mudah, termasuk ketika menghadapi ujian, sehingga berhasil dinyatakan lulus. Kepada alumni dan juga lulusan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra, AA Sagung Indradewi tak ketinggalan berpesan agar selalu menjaga nama baik almamater dan institusi. Selalu bangga menjadi ke-
luarga besar civitas akademika Fakultas Hukum Undwi. Tidak pernah takut dan sungkan membanggakan almamater Fakultras Hukum Undwi di setiap elemen masyarakat luas, dengan mengamalkan ilmunya. Harapan lainnya juga dis ampaikan, agar alumni tidak berhenti belajar, menuntut ilmu lebih tinggi lagi, sebab belajar tak ada ujungnya. Ini penting untuk menyiapkan diri menjadi SDM berkualitas dan selalu siap menghadapi tantangan di luar sana serta siap pula sepenuhnya bersaing secara global. “Apalagi Fakultas Hukum Undwi telah memilik program jenjang S2, Program Magister Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Adat dan Kebudayaan Undwi. Kiranya semua lulusan akan mampu dan berhasil mengaplikasikan ilmunya secara baik dan positif untuk masyarakat. Termasuk untuk siap menghadapi AEC (Asean Economic Community) 2015 yang sudah diambang pintu,” ujar AA Sagung Ngurah Indradewi. Selanjutnya, di acara yang sama ia juga menyampaikan penghargaan kepada Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H. yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Brawijaya, Malang dengan predikat sangat memuaskan. Sementara itu, perwakilan mahasiswa yang menyampaikan sambutan, I Wayan Parna juga menyatakan terima kasih kepada Yayasan Dwijendra, Univeritas Dwijendra, dan Fakultas Hukum Undwi khususnya atas apa yang sudah mereka peroleh. Ia juga bangga atas kegigihan Dekan Fakultas Hukum Dwijendra beserta jajarannya berhasil membuka program Pasca sarjana S2 dan konsentrasi Hukum Adat dan Kebudayaan. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Fakultas Hukum Universitas Dwijendra. -ard
22 - 28 September 2014
Dara
9
Dari Majalah Digital Jadi Game Anak muda harus selalu kreatif. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat game yang bermanfaat. Hal ini diaplikasi kan AMO Studio yang membuat game “Ayo Menyikat Gigi”.
“G
ame ‘Ayo Menyikat Gigi’ berawal dari magang kami untuk pertama kalinya di Bamboomedia. Waktu itu kami yang terdiri dari tiga orang, Alvio, Mey, Ode membuat nama studio yaitu AMO Studio (Alvio, Mey, Ode). Kami ditugaskan untuk membuat sebuah majalah digital untuk Android dan iOS yang bertema disiplin. Kami lalu berdiskusi dan sepakat untuk membuat majalah digital mengenai informasi tentang sikat gigi yang
game “Ayo Menyikat Gigi”. Di hari terakhir magang, mere ka mempresentasikan tugas. Game sikat gigi ternyata lebih menonjol ketimbang majalah digital sikat gigi. Selanjutnya game ini di-publish dan sudah tersedia di Play Store dan App Store. Model gigi yang dipakai di game “Ayo Menyikat Gigi” tersebut sebenarnya adalah model gigi yang tersedia di Google. AMO Studio mengunduhnya secara gratis dan mengubahnya menjadi model gigi yang diinginkan dan
teratur,” ujar Ode. Ketika majalah digital selesai dan masih banyak waktu yang tersisa, mereka sudah sepakat, jika masih ada waktu, akan membuat game tentang menyikat gigi. Akhirnya aplikasi itu tidak menjadi sebuah majalah digital saja tetapi menjadi
dipakai di game. “Di tampilan menu awal game, terdapat dua menu utama, yaitu menu Start dan menu Game. Menu Start berisi informasi tentang sikat gigi, cara menyikat gigi yang baik dan benar, dan kapan waktu yang baik untuk menyikat gigi. Menu
Game terdapat dua tipe game (permainan), yaitu tipe game 1, game mencocokkan barang-barang yang dipakai saat menyikat gigi. Terdapat beberapa barang-barang yang akan tampil dilayar, dan disini pemain ditugaskan untuk memasangkan alat yang benar untuk menyikat gigi. Tipe game 2 adalah game sikat gigi yang sesungguhnya, terdapat 5 level di dalam game ini, setiap level memiliki tingkat kesulitan yang berbeda,” ujar Ode. Cara memainkan game ini cukup dengan membersihkan noda-noda yang terdapat dalam gigi, setiap level memiliki alat yang berbeda untuk membersihkan noda, ada berbagai macam noda dan alat yang digunakan. Sebelum memulai game akan ada petunjuk alat apa yang harus digunakan untuk membersih kan jenis noda yang ada, hampir sama seperti dokter gigi bekerja. AMO Studio memaparkan edukasi dari game ini terdapat di dua menu awal tadi yaitu Start dan Game. Menu Start terdapat unsur edukasi mengenai informasi tentang sikat gigi, cara, dan waktu meyikat
Alvio, Mey, dan Ode
gigi yang baik dan benar. Di menu Game terdapat unsur edukasi melalui permainan atau simulasi menyikat gigi, sekaligus mengajarkan bagaimana menyikat gigi yang baik dan benar. Mereka berharap game ini ber-
manfaat untuk semua orang yang memainkannya. Dengan game ini pemain bisa lebih mengetahui apa sikat gigi itu sesungguhnya, bisa menggunakan sikat gigi dengan baik, dan bisa tambah sering sikat gigi dengan baik dan benar. –Ngurah Budi
Bunda & Ananda
8
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Gurita No Selop Ok
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Dr. Suari
K
esiapan mental adalah yang terpenting sebagai orangtua termasuk di dalamnya adalah mengubah kebiasaan yang mulanya tanpa anak dan mesti siap siaga dalam 24 jam untuk meng urus bayi, siap mengubah sikap menjadi lebih dewasa menjadi keibuan atau kebapakan, serta siap sebagai orangtua yang dapat mendidik anak-anaknya kelak. “Sebelum Dhini lahir, kami sudah menyiapkan diri. Perlengkapan bayi sudah kami siapkan sebulan sebelumnya. Ada popok, pakaian bayi, selop tangan dan kaki. Kalau gurita kami tidak beli karena bidan dan dokter tidak menganjurkan penggunaan gurita pada bayi,” ujar Arsani, seorang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya. Ia menambahkan popok kain yang dibeli ternyata kebanyakan. Yang terpakai hanya sedikit. “Saya lebih banyak pakai popok kain dibanding popok sekali pakai jarang dipakai. Kalau mau pergi ke bidan untuk imunisasi, baru pakai popok sekali pakai,” ungkapnya. Popok kain ini se telah dipakai langsung dicuci, dijemur, disetrika kemudian dipakai lagi. Selain perlengkapan itu, ia dan suaminya juga mempersiapkan mental karena mereka menyadari konsekuensi sebagai orangtua baru. Sani dan suami nya sudah mengatur jadwal agar keduanya bisa merawat bayi mereka yang baru lahir. Pembagian tugas pun mereka buat bersama. Terkadang nenek ikut dilibatkan untuk member contoh. “Ada beberapa hal lain yang
beda hal pada pernapasan orang dewasa yang menggunakan pergerakan dada. Penggunaan gurita difokuskan dengan membungkus perut dan diikat dengan tali yang tersedia, maka akan terjadi pembatasan gerak perut bayi saat melakukan kembang kempis sesuai pernapasan,” jelasnya. Penggunaan sarung tangan bertujuan melindungi dan meng hindarkan kulit muka bayi dari luka goresan kuku jemarinya yang panjang akibat ketidakberanian ibu untuk menggunting kuku bayinya. Sebaiknya sarung tangan tidak digunakan terlalu
lama dan dianjurkan digunakan bila cuaca atau suhu lingkungan dingin. Selop digunakan jika tangannya terlihat aktif meraba muka. Pemakaian yang lama dapat mengganggu perkembangan sensorik dan motorik telapak tangan dan jemari bayi, karena tidak bisa merasakan sensasi dari benda yang dipegang dan mengamati gerakan jemari ta ngannya. Sama halnya pada penggunaan kaos kaki digunakan pada saat cuaca dan suhu dingin, pilih dari bahan yang lembut, serta perhatikan karet di lingkaran kaki tidak terlalu
ketat karena dapat mengganggu peredaran darah kaki, berikan ruang lebih besar agar kaki bayi bisa leluasa bergerak, jaga jangan terlalu lama menggunakan kaos kaki karena mengundang tumbuhnya jamur, beri kesempatan kaki bayi kontak dengan udara. “Saran bagi orangtua baru adalah kesiapan mental menjadi orangtua dan tanggung jawab memberikan jaminan pada bayi nya terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Bila ditemui gangguan kesehatan segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter ahli anak,” tegasnya. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
Pangeran Cicing Gudig
Sejak seminggu I Cicing Gudig, anjing kudisan itu tidak makan dan tidak minum. Makanan yang didapatkannya di pasar selalu dirampas oleh anjing-anjing lainnya. Ketika melihat orang yang sedang makan di warung, mulutnya ternganga dan lidahnya menjulur. “Enak benar jadi manusia,” pikirnya. Ia mendengar bahwa Sang Batara yang bersemayam di Pura dekat pasar itu, suka menolong hewan-hewan yang menderita. Malam itu juga ia mengendap-endap menghadap Batara itu. “Maaf, Batara! Hamba anjing bernasib buruk, kurus, kudisan dan selalu kelaparan. Kalau Batara tidak keberatan, izinkanlah hamba menjadi manusia.” Ajaib! Seketika itu tubuhnya berubah menjadi manusia. Ia berlari-lari ke pasar, memamerkan dirinya yang telah menjadi manusia tampan. Ia masuk warung lalu makan sepuas-puasnya. Ketika pemilik warung itu meminta bayaran, ia bengong dan tak mengerti. Pedagang makanan itu marah lalu memukul I Cicing Gudig dengan tongkat. “Maaf, Batara!” pintanya lagi kepada Batara. “Tidak enak jadi manusia biasa. Lebih enak jadi Raja. Tinggal memerintah. Kalau Batara tidak keberatan, izinkanlah permintaan hamba.” Ajaib! I Cicing Gudig seketika menjadi Raja. Baru sehari duduk di singgasana, banyak sekali orang-orang yang datang mengadu. Ada yang berperkara soal warisan, ada yang menuduh pejabat-pejabat tinggi korupsi dan ada yang berdemo menuntut kenaikan upah. Ketika mendengarkan pengaduan itu, ia melihat seorang anak raja digendong dayang-dayang dan
disuapi makanan enak. “Maaf, Batara!” katanya di depan Batara. “Hamba salah pilih. Lebih baik hamba menjadi pangeran.” Batara yang pemurah itu mulai membenci kelakuan I Cicing Gudig. Cicing itu suka bermalasmalasan dan tak pernah berpuas diri. Batara yang bijaksana itu menginginkan agar anjing kudisan itu berubah perilaku. Lalu katanya, “Baiklah, perminta anmu kupenuhi!” I Cicing Gudig senang sekali. Tiap hari disuapi dalam gendongan dayang-dayang. Lama-kelamaan sang Raja yang sudah tua itu berkeinginan mewariskan takhta kerajaan kepada Pangeran. Maka Raja memanggil seorang guru untuk mengajar ilmu pemerintahan dan agama kepada putra tercinta. Sang guru heran, selama hidupnya belum pernah mempunyai murid yang bodoh dan kurang ajar. Se tiap pertanyaan dijawab dengan unjuk gigi, kemudian menggonggong. Guru itu tersinggung lalu menampar Pangeran keras-keras. “Kaing, kaing, kaing…..!” Anjing itu mengaduh kesakitan. Sang guru berkehendak melaporkan perangai aneh putranya itu kepada Raja. Sebelum hal terjadi, I Cicing Gudig segera menghadap Batara. “Maaf, Batara! Susah juga menjadi Pangeran. Sebaiknya hamba dikembalikan menjadi anjing, asalkan tidak kudisan.” Ajaib! Pangeran Cicing Gudig seketika menjadi anjing. Anjing itu sadar, bahwa ia tidak boleh bermalasmalasan dan serakah. Karena rajin menjaga keamanan pasar, para pedagang mulai menyayangi dan memberi makan kepadanya. I Cicing Gudig tidak lagi kurus dan kudisan, tetapi gemuk dan bersih.
17
Bangunan Bertingkat Berisiko Lantai Menggelembung luluh ini harus penuh dilekatkan di permukaan dasar dengan ketebalan 2-4 centimeter. Kemudian, taburkan semen di atas luluh tadi, juga di badan belakang tegel yang akan dipasang. “Ini bertujuan agar tegelnya merekat lebih kuat,” ujar pria asal Kerambitan yang kerap mengambil borongan pekerjaan bangunan bersama istrinya, Nyoman Seradi. Meski tak mengenyam pendidikan khusus di bidang ini, 26 tahun menjadi tukang ba ngunan merupakan waktu yang cukup baginya untuk mengetahui masalah-masalah tersebut. “Bangunan bertingkat dengan dak beton lebih berisiko mengalami lantai menggelembung dibandingkan dengan bangunan berlantai satu atau lantai yang permukaan dasarnya tanah. Ini dikarenakan beton lebih cepat panas,” ucapnya. Untuk memperbaiki lantai menggelembung ini, satusatunya jalan adalah membongkar pasanga n tegel keramik tersebut. Hancurkan sisa lapisan semen perekat dengan palu agar
Mempersiapkan kelahiran sang buah hati adalah hal yang sangat mengesankan dalam hidup orangtua. Begitu banyak hal yang mesti dipersiapkan oleh orangtua, dari kesiapan mental sebagai orangtua, memberikan jaminan untuk tumbuh kembang yang baik, membuat lingkungan atau suasana yang nyaman. juga dipersiapkan jelang proses kelahiran bayi adalah perlengkapan bayi terutama pakaian, popok, selimut, sarung tangan, kaos kaki bayi, perlak, bantal, perlengkapan mandi, dan ke perluan bayi lainnya,” ungkap dr. Ni Md. Rini Suari, M.Biomed, Sp.A. Dokter spesialis anak di RSIA Puri Bunda Denpasar ini menambahkan baju bayi baru lahir adalah produk yang paling dicari dan menjadi pioritas dalam daftar perlengkapan bayi baru lahir. Hal wajib yang diketahui orangtua bayi dalam pemilihan bahwa kulit bayi baru lahir sa ngat rentan terhadap sentuhan, sehingga pertimbangan dalam memilih baju bayi adalah kelembutan kain dan zat pewarna yang terkandung dalam baju bayi. Kain yang lembut mampu mengurangi gesekan kasar pada kulit bayi yang halus, mampu menyerap keringat sehingga memberi rasa nyaman sekaligus mencegah munculnya biang keringat yang sering terjadi pada bayi. Akibat pertumbuhan bayi yang cepat disarankan penyediaan baju bayi dalam berbagai ukuran yang lebih besar. Orangtua harus mencari model yang sederhana, longgar dan nyaman. Pemakaian beberapa aksesoris tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu gerak dan tidak membuat kulit bayi meng alami iritasi. Mengenai pemakaian gurita pada bayi baru lahir di masa lalu sering dijumpai. “Namun, saat ini setelah mengetahui bahwa manfaat pemakaian gurita pada perut bayi tidaklah terbukti dan ternyata memiliki efek samping yang tidak diharapkan, maka penggunaan gurita tidak lagi dianjurkan. Pernapasan bayi adalah pernapasan yang abdominal artinya pernapasan yang didominasi oleh pergerakan perut,
Griya
L
Bangunan bertingkat lebih berisiko
antai merupakan salah satu elemen pembentuk ruang selain dinding dan plafon. Lantai merupakan tempat atau alas berpijak, karena itu permukaan lantai yang dipasangi tegel harus kuat. Apa jadinya ketika lantai yang sering kita tapaki menggelembung bahkan mungkin sampai retak? Mungkin saja kondisi ini pernah Anda lihat di rumah atau di kantor tempat Anda bekerja. Bahkan, muncul perasaan was-was karena sewaktu-waktu pasangan tegel ini serasa akan meledak. Jika sudah begini, satu-satunya jalan memang harus membuka dan memasang kembali tegel atau menggantinya dengan tegel baru. Menurut Made Muradnyana, seorang tukang bangunan, kondisi lantai tegel menggelembung ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, bisa karena semen sebagai perekat tegel tak dapat berfungsi dengan baik. “Ada kemungkinan perbandingan adukan semen dan pasir kurang seimbang, sehingga tidak dapat merekat pada permukaan semen dan permukaan dasar sebelum lantai rumah dilapisi tegel yang umumnya keramik,” ujarnya. Penyebab kedua, tegel keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air sebelum dipasang. Penyebab lainnya, bisa karena lantai tersebut memikul beban yang berlebih, seperti lantai pada bengkel atau gudang;
bagian nat yang tidak seluruhnya terisi oleh semen; kondisi bagian bawah tegel terlalu basah, lembab serta berjamur; permukaan tanah di bawah tegel tersebut memang turun; lantai tegel keramik tersebut pernah terkena banjir, dan mengakibatkan tanah dan lapisan semen di bawahnya menjadi turun; pemuaian kare na kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas. Terlebih pada tegel keramik yang berkualitas buruk, hal-hal tersebut sangat mungkin terjadi. “Namun, yang paling penting adalah bagaimana cara pemasangannya,” ujarnya. Sebelum tegel dipasang, seharusnya direndam dalam air sampai gelembung-gelembung airnya hilang atau kurang lebih satu jam. Ini dimaksudkan agar pori-pori tegel terisi air sehingga dapat meningkatkan daya rekatnya. Made Muradnyana menyarankan, untuk campuran mortar (adukan luluh) pakai perbandingan 1(semen) : 6 (pasir halus). Adukan
Lantai yang menggelembung
pada proses pemasangan berikutnya dapat berlangsung baik. Periksa pasangan tegel keramik lain di sekitarnya dengan cara mengetuk-ngetuk lantai dengan palu atau tangan. Dari bunyinya, kita pasti dapat merasakan mana bunyi lantai kosong atau lantai berisi. Bongkar lantai yang berbunyi kosong dan hancurkan sisa lapisan semen perekat. Padatkan tanah, beri perekat yang baru dan benar serta oleskan secara
tkh/net
merata pada permukaannya. Keramik bisa dipasang kembali. “Lapisi lantai tanpa meninggalkan udara yang dapat terjebak di lantai. Udara ini dapat membuat lantai menjadi menggelembung dan pecah. “Jangan lupa untuk merendam keramik terlebih dahulu di dalam air untuk mengisi pori-pori keramik dengan air sehingga meningkatkan daya rekat keramik,” ingatnya. –Inten Indrawati
18
Kreasi
22 - 28 September 2014
Belajar Tari dan Budi Pekerti Percaya, belajar menari sebagai kegiatan unik? Dalam prosesnya tak hanya sebagai ajang menstransfer ilmu dari guru kepada siswa. Tetapi, juga dapat merangsang tumbuhnya kreativitas anak itu sendiri. Juga sebagai sebuah pembelajaran budi pekerti secara nyata. Karena ada sikap saling menghargai, jujur, desiplin dan mengekang egoisme demi tercipta kebersamaan.
I
tulah gambaran garapan tari kreasi baru yang berjudul “Agu ru” merupakan karya I Wayan Sutirta, S.Sn., M.Sn dan I Nyo man Kariasa, S.Sn., M.Sn sebagai peng garap musik iringannya. Meski tak jauh berbeda dengan tari kreasi lainnya, na mun Tari Kreasi Aguru ini tampak lebih kreatif dan inovatif. “Idenya berdasarkan pengalaman pribadi yang sehari-harinya sebagai guru tari,” kata Sutirta kalem. Elemen-elemen musik menjadi dasar dari pada pusat gerak yang ditonjolkan. Misalnya gerapan kaki diiringi dengan mu sic cengceng, seledet dengan musik pong (klenong), kipekan dengan music pak dari iringan kendang, gur dari music gong dan lainnya. Penonjolan dari aksen gamelan itu memang sering dijadikan patokan oleh seorang pelatih tari. Gerak-geraknya tampak sederhana, namun tampak indah dan cukup memberi arti. Kasih guru dan bakti murid digambar kan memiliki hubungan timbal balik yang dapat meluhurkan seni tari. Seorang guru tari yang merasa terpanggil untuk menu larkan ilmu seni kepada murid-muridnya. Dengan tekad yang kuat sang guru mewa risi keindahan kesenian bangsanya sebagai upaya pelestarian tradisi. Proses memberi dan menerima atau mengajar dalam kadernisasai seni tari berlangsung secara komunal. Cara seperti ini telah berhasil menyemai sumber insan pelaku seni tari yang andal dan adiluhung.
22 - 28 September 2014
dalam festival gong kebyar Pesta Kesenian Bali, festival daerah dan nasional serta menggarap untuk Expo di luar negeri ini serius. Lalu yang menjadi kendala, Sutirta mengatakan kesulitannya pada anak-anak yang tak terlalu banyak berproses. Penon
jolan unsur dramatik agak susah dipratekan bagi penari, sebab mereka masih tergolong anak-anak yang tidak banyak pengalaman. Intinya, adalah kesabaran. “Untungnya memiliki kedekatan pada mereka,” tam bah pemilik Sanggar Lokananta Singapadu ini.-Darsana
Story
7
Berdoa di Makam “Palsu” Impian memiliki sebuah rumah tangga dan keluarga yang bahagia sebahagia dan semanis saat berpacaran, rupanya bukan milik Arinda (45), bukan nama sebenarnya. Kekasihnya yang dulu sangat mencintai dan menyayanginya serta setia, kini telah berubah menjadi “kejam”. Arinda sendiri heran, mengapa perubahan itu terjadi begitu drastis. Bahkan kini ia kerap men dengar kalau kekasihnya yang kini menjadi mantan suaminya itu kerap berselingkuh.
K
Kontak fisik dan dialog bathin antara guru dan murid menggambarkan sebuah harmoni kemanusiaan yang memberikan sumbangsih pada kedamaian ajegnya binarbinar keindahan tari Bali pada jaman dulu, kini dan di masa datang. Dosen Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini mengatakan, garapan ini berawal dari ide yang sangat sederhana. Yaitu berdasarkan pengala man pribadi yang keseharaiannya menjadi guru tari, baik di masyarakat ataupun di lembaga seni pendidikan tinggi. “Saya sudah biasa mengajar tari sejak menjadi mahasiswa. Nah, kali ini saya mencoba mengangkat orang belajar menari ke dalam sebuah karya tari,” ucap alumnus ISI Denpasar itu. Menurut Sutirta, ada pesan yang ingin ia sampaikan kepada anak-anak, para remaja dan orang tua kalau belajar menari itu sesungguhnya terasa nikmat sekali. Orang tak hanya mendapat meng gerakan badan, juga sebagai media untuk mengungkapkan ekspresi. Perasaan sedih, senang, marah dan takut semuanya bisa dikeluarkan dalam bentuk seni ini. Dalam karya itu juga mengingatkan kepada anak bandel dan nakal yang nantinya tidak akan mendapatkan apaapa alias tak menguasai tari itu. Berbeda dengan anak yang rajin, tekun dan desiplin pasti cepat bisa yang pada akhirnya akan disanjung dan disayangi semua orang. “Kuncinya adalah tekun dan tak putus asa,” ujar lelaki asal Gianyar yang sudah mencipta puluhan tari kreasi baru baik
Life
isah pahit dan manisnya salah satu perjalanan hidup Arinda, ia ungkapkan lewat seorang sahabat sebagai tempatnya mencurahkan segala beban dalam dirinya selama ini. Kenangan-kenangan manis bersama kekasihnya dulu kini tinggal cerita yang sesungguhnya telah lama dilupakan Arinda. Meski memilih tidak menikah lagi hingga saat ini, Arinda bahagia membesarkan dua buah hati dari pernikahannya dengan Darmanto (45), nama samaran, mantan suaminya itu. Pertemuan mereka berdua berawal dari sebuah kampus di Jawa Tengah di mana mereka sa ma-sama menempuh pendidikan strata satu. Perkenalan yang akh irnya mengungkap bahwa mereka sama-sama berasal dari Nusa Tenggara Barat dan kabupaten yang berdekatan. Atas dasar saling suka dan berasal dari daerah yang sama, mereka pun menemukan kecocokan satu sama lain hingga akhirnya menjalin kasih dan ber pacaran. Cukup lama mereka pacaran. Hingga Arinda menjadi sangat mengenal Darmanto se bagai laki-laki yang penuh kasih sayang, hangat dan setia. “Seba gai kawan, kami sangat senang melihat hubungan mereka yang hangat. Darmanto terlihat sangat sayang pada Arinda, luar biasa,” kata Tina, kawan Arinda. Merasa sama-sama saling membutuhkan, mereka pun pu lang kampung dan meminta izin orangtua untuk menikah. Kebetulan kala itu, mereka telah selesai kuliah dan mulai mencari
pekerjaan tanah kelahirannya, NTB. Orangtua mereka pun sepakat menikah kan keduanya, mes ki menurut Arinda, ada ganjalan terlihat dari keluarga calon suaminya tersebut waktu itu. Namun, karena Darmanto meyakinkan keluar ganya, setengah sinis keluarganya akhirnya membiarkan mereka menikah. “Sebenarnya se jak awal bertemu keluarga Darman to, Arinda sudah merasa tidak sreg melanjutkan rencana perkawinan itu. Na mun, karena semua pembicaraan men genai pernikahan itu sudah dilakukan, Arinda ragu-ragu memilih mundur sehingga perkaw inan pun berlanjut,” kata Tina. Darmanto sendiri merasa berat mengingat ganjalan dari keluarga yang jelas ia kenal karakternya itu cukup tajam. Karena itu, setelah menikah dan kebetulan mereka berdua lulus sebagai pegawai negeri sipil di NTB, Darmanto pun memboyong istrinya untuk tinggal di tempatnya bekerja. “Di sana mereka hidup ba hagia. Darmanto sangat sayang pada Arinda dan selalu memanja kannya. Bahkan jika Arinda ingin mandi air hangat, Darmanto lah yang akan menyiapkannya,” ung
kap Tina. Bahkan Darmanto terli hat sangat rajin membantu istrinya mengurus rumah. Pendeknya, Darmanto menjadi suami yang diimpikan semua perempuan. Ke hidupan awal pernikahan mereka sangat baik dan mulus. Namun! di balik itu, mala petaka mulai mengintip, datang dari keluarga Darmanto. Entah apa maksudnya, orangtua dan saudara Darmanto menjadi sangat sering berkunjung ke rumah mer eka dan suka bikin repot. “Yang lebih menyakitkan adalah tiap kali gajian tiba, mereka selalu datang untuk mengambil sebagian besar gaji Darmanto. Arinda hanya mendapatkan sisa gaji suaminya,” kata Tina. Satu dua tiga kali dan be
berapa bulan selanjutnya, masih dianggap biasa oleh Arinda. Masih dianggap wajar suaminya mem bantu orangtua dan ipar, karena mungkin mereka sangat membu tuhkannya dan kebetulan Arinda sendiri punya gaji karena ia juga bekerja. Namun lama-lama situasi ini membuat Arinda merasa ter ganggu juga apalagi mertua dan ipar-iparnya mulai terlihat sangat mengatur dan mengendalikan rumah tangga mereka. Mereka tidak lagi datang saat gajian saja melainkan bisa 3-4 kali dalam sebulan untuk meminta uang.
Meski sempat protes, ia mencoba bertahan dengan bersabar. Hal lain yang sangat meng ganggu Arinda adalah jika mereka pulang kampung di hari Sabtu dan Minggu, orangtua dan keluarga suaminya tidak membolehkan mereka mampir ke keluarga Arinda terlebih dahulu melainkan harus langsung ke rumah mertu anya. Jika tidak, maka Arinda akan kena marah dan caci maki dari mereka. Dari pada ribut, Arinda memilih mengalah untuk itu meski kabupaten tempat mertuanya tinggal itu lebih jauh dari rumah orangtua Arinda. Artinya ketika mereka datang berkunjung, maka perjalanan itu harus melewati ka bupaten orangtua Arinda barulah kabupaten mertuanya. Mengh adapi itu, Darmanto seperti kehilangan wibawa dan tidak bisa berbuat banyak. Begitu seterusnya dan berlangsung cukup lama sehingga menim bulkan pertanyaan setengah protes dari keluarga Arinda. MAU DIBUANG KE LAUT Arinda sempat tidak habis pikir dengan situasi suaminya yang sama sekali tidak mem belanya jika disakiti keluar ganya. Suaminya itu selalu berubah kasar dan kejam tiap kali berada di lingkun gan keluarganya. “Ia tidak segan-segan memukul dan menyiksa Arinda jika kelu arganya merasa tersinggung dengan sikapnya,” kata Tina. Tina menduga, sepertinya, Darmanto tertekan. Un tuk melampiaskan kemara hannya pada keluarganya itu, Arindalah yang menjadi sasaran kekasarannya agar keluarganya puas melihat Arinda tersiksa. Arinda sendiri lama-lama mu lai kehilangan kesabarannya. Pada suatu ketika, ia memilih singgah lebih dulu ke rumah orangtu anya baru ke rumah mertuanya. “Karena ketahuan, ini membuat mertua dan keluarga Darmanto marah besar,” kata Tina. Dini hari, Arinda dipanggil, diseret dari tempat tidurnya saat tidur dengan suaminya. Ia disiksa, dipu kul, dan ditendang hingga pingsan dan tidak sadarkan diri. Dalam situasi antara sadar dan tidak,
Arinda merasa tidak mendapat pembelaan dari suaminya apalagi pertolongan. Samar-samar ia mendengar bahwa mertua dan saudaranya itu mengira ia sudah mati dan berencana membuang mayatnya ke laut. Arinda yakin kala itu ia menda pat kekuatan dari Allah SWT, tibatiba ia tersadar dan memberontak sekuat tenaga sehingga tali-tali yang mengikat tangan dan kakinya bisa terlepas dan ia berteriak sekeraskerasnya. Beruntung para tetangga mendengar dan segera menyela matkannya. Suami dan keluarganya akhirnya harus berurusan dengan hukum akibat perbuatannya itu. Sejak kejadian itu Arinda memilih pulang ke rumah orangtuanya den gan cuti yang panjang. Kebetulan akibat kejadian yang hampir me renggut nyawanya itu, ia dirawat cukup lama. Ia memilih bercerai dengan suaminya dan membawa kedua anaknya yang masih sangat kecil, satu balita dan seorang lagi masih bayi. Kisah mengharukan pun terjadi pada ketiga orang ibu ini. Begitu sakit hatinya atas tragedi yang dialaminya akibat ulah suaminya, Arinda pun sempat memilih ber bohong pada kedua anaknya. “Arinda bilang jika ayah mereka telah mati,” kata Tina. Maka, tiap kali hari raya tiba, Arinda selalu menyiapkan diri untuk berziarah ke makam ayah anak-anaknya itu. Dilengkapi bunga-bunga dan seceret air, Arinda menemani anak-anaknya untuk berziarah. Beruntung tiap kali mereka men gunjungi makam itu, selalu dalam keadaan sepi, tidak ada keluarga yang datang menziarahi. Memeluk kedua anaknya, Arinda seperti orang bersedih ditinggal suaminya dalam makam itu, padahal ia sedih melihat kedua anaknya. “Sampai hari ini saya sendiri tidak tahu itu makam siapa,” kata Arinda yang tiba-tiba datang saat obrolan ini berakhir. Ia tidak berse dia menceritakan kembali karena menurutnya apa yang diceritakan Tina itulah kisah sesungguhnya. Ia hanya berkata bahwa akhirnya ia tahu mengapa keluarga suaminya itu kejam padanya, karena rupanya Darmanto dijodohkan dengan perempuan lain, meski ia terikat dalam perkawinan dengannya. Arinda tersenyum sinis. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
Dr. Ir. Sri Wahjuni, M.Kes.
Peneliti Ikan Lemuru Perempuan tak hanya berkutat dengan urusan domestik. P erempuan memiliki kesempatan untuk mengembangkan talenta di berbagai bidang, salah satunya di bidang kimia. Apa yang ditekuni, selain bermanfaat bagi diri sendiri, juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Hal inilah yang dilakukan Dr. Ir. Sri Wahjuni, M.Kes.
“S
aat ini saya sebagai pengajar di Fakultas MIPA, Sekretaris Laboratorium bersama Fakultas MIPA Universitas Udayana. Saya juga masih aktif sebagai peneliti senyawa-senyawa aktif dari daun sirsak, daun binahong, bunga wijaya kusuma, daun pare, dan daun sambiloto sebagai antihiperkolesterolemia, dan juga sebagai antihiperglikemia dengan hewan coba tikus Wistar. Selain penelitian ini saya menunggu pengakuan hak paten no. P00201200016 tentang Metode Saponifikasi dari minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps) untuk menghasilkan omega-3,” ujarnya. Penelitian tentang minyak lemuru ini dilakukan di Bali karena di daerah Pengambengan, Negara setiap bulan September sampai Februari terjadi panen raya
ikan lemuru. Ikan dijual R p 2.000/kg pun tidak laku. Nelayan di Pengambengan pun mengepres ikan lemuru untuk dijadikan minyak. “Saya berkeinginan membuat proses lanjut yaitu proses saponifikasi untuk memperoleh Omega-3,” papar perempuan kelahiran Surabaya, 21 Juni 1959 ini. Sri Wahjuni menuturkan pengalamannya menekuni bidang penelitian senyawa aktif mulai tahun 2002. Saat itu ia menderita hiperkolesterolemia dan mencoba memakan ikan lemuru yang tidak digoreng (dipanggang, dikukus), serta berbagai daun-daunan. Dengan membaca banyak literatur maka ia pun dapat mengobati hiperkolesterolemianya. Sampai sekarang ia pun menekuni penelitian-penelitian di bidang ini. Suka dukanya menekuni bidang ini pun ia ungkapkan.
“Sukanya bila berhasil melakukan penelitian tepat waktu dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Dukanya bila semua ekstrak sudah dipreparasi dan akan dibaca dengan menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometer (GC-MS) tiba-tiba mati listrik di laboratorium,” ungkap alumnus S3 Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran, Program Pascasarjana Universitas Udayana ini. Bagi Sri Wahjuni, inspiratif adalah akibat kisah yang menjadi motivasi untuk mengembangkan ide-ide kreatif, yang waktu dan tempatnya sudah ia kenali. Dengan cara mengembangkan ilmu kimia yang telah ia tekuni lebih dari seperempat abad. Ia juga mengatakan perempuan itu harus menjadi istri baik untuk suami dan anaknya. “Motif yang benar dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah
harus banyak berdoa, bekerja keras, dan tidak pantang menyerah dengan segala cobaan. Ini landasan yang kuat bagi pernikahan tersebut, sehingga bahagia dan sukses bersama suami dan anak. Jangan lupa kebanyakan perempuan belajar menjadi istri didapatkan dari pengalaman ibu kita. Tentunya, jika kita memiliki ibu panutan, kita dapat belajar berbagai peran istri teladan. Istri teladan adalah sukses di karier dan sukses mendidik anakanaknya,” tegasnya. Sri Wahjuni menuturkan selama kuliah di Unud, banyak hal-hal menarik yang ia alami. Banyaknya ilmu yang ia peroleh dari dosen pengajar, rekan-rekan mahasiswa, dan perpustakaan
22 - 28 September 2014
22 - 28 September 2014
yang menyediakan lite ratur-literatur terbaru/ akses internet setiap saat. Beruntung sekali ia berkesempatan menim ba ilmu dengan cepat dan tepat waktu. Dalam perkuliahan, dosen-dosen memberikan materi de ngan mudah untuk di pahami, sehingga apa yang disampaikan tidak bias. “Literatur terbaru yang saya peroleh di-explore ke bidang ilmu saya sehingga memperoleh penemuan terbaru yang saya dapat kan dan kembangkan sendiri. Kepada alumni Unud ia mengharapkan mereka mempunyai kreativitas yang unggul yaitu memiliki daya saing; regional, nasional, dan internasional di bidang pendidikan masing-masing, penelitian yang sesuai ilmunya, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu kimia. Bersifat mandiri yaitu memiliki kepribadian yang tangguh, percaya diri pada masingmasing ilmunya, dan berdaya saing tinggi di berbagai bidang, sehingga mampu mengembangkan diri di bidang ilmu kimia secara mandiri. Harus berbudaya yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran pada masing-masing personal dan kebenaran akademik yang sesuai ilmunya; dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap nilai-nilai budaya lokal, tradisi, dan praktikpraktik kehidupan yang hidup di dalam masyarakat. -Ngurah Budi
Sudut Pandang
19
Arisan
Ajang Bergaul yang Positif Bagi para wanita, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya arisan. Arisan ada dimana-mana dengan beragam bentuk dan jenisnya. Biasanya, kegiatan ini berupa kumpulkumpul yang dilakukan sebulan sekali baik itu bersama sahabat, teman semasa satu sekolah , rekan sekantor, hingga sesama tetangga komplek ataupun untuk bersosialisasi di lingkungan yang baru.
B
icara mengenai manfaat ikut arisan, banyak orang yang berpendapat bahwa arisan itu bermanfaat dan ada juga menganggap bahwa arisan kurang bermanfaat bahkan tidak penting untuk diikuti. Masihkah arisan itu diperlukan? Menurut Ida Ayu Pudji Arsini, salah seorang pengusaha wanita di Bali ini, melihat arisan sebagai kegiatan yang cukup positif dan
menarik, sehingga diminati banyak orang, malah bukan hanya oleh perempuan. Seperti. salah satu arisan yang diikuitnya, yakni arisan Ikamida atau Ikatan Alumni STIMI Handayani ini, yang ketuanya adalah laki-laki. Dikatakan oleh Dayu Pudji, secara sadar atau tidak arisan membantunya untuk menyisihkan uang. “Selain asyiknya refreshing sambil kumpul-kumpulnya, selain itu banyak hal lain yang bisa kita
dapatkan. Bisa juga sebagai ajang untuk berlatih belajar menabung dan merencanakan keuangan,” katanya. Karena arisannya adalah arisan alumni , ini juga memungkinkan baginya untuk bertemu teman-teman lama yang sulit ditemui. Masih ada lagi yang bisa diperoleh dari arisan alumini ini, katanya mereka jadi tahu kondisi temanteman lainnya termasuk keluarga nya, juga kondisi guru-guru. Ada pula info tentang kesehatan , baik
Menabung tanpa Bunga Sekarang ini banyak orang mengadakan arisan. Entah itu mereka dari kalangan bawah dengan nilai kecil sampai kalangan atas yang nilainya hingga jutaan rupiah. Bahkan instansi/perusahaan-perusahaan besar pun mengadakan arisan, seperti arisan motor, arisan emas, arisan barang elektronik, dsb. Menurut Marisa Anggreini, M.Psi., esensi dari kegiatan ini adalah berkumpulnya beberapa orang yang memiliki ketertarikan pada hal tertentu. “Arisan sebagai media untuk mempererat tali silahturahmi. Ada proses ‘kocok nama’ untuk menentukan siapa yang akan membawa pulang sejumlah uang pada waktu tertentu. Mereka biasanya akan berpindah-pindah tempat arisan, ada yang arisan di restoran, cafe, atau tempat publik lainnya sampai berpindah-pindah ke rumah peserta arisan,” jelasnya. Arisan tidak sama dengan menabung atau investasi. Karena pada dasarnya, dari arisan tidak memperoleh keuntungan atau penambahan jumlah/nilai. Jika investasi, akan ada keuntungan atau penambahan nilai atas kepemilikan kita di masa depan. Melalui proses menabung juga kita mendapatkan bunga dari jumlah tabungan kita. Arisan bisa dipahami sebagai media untuk menyimpan uang kita agar tidak digunakan untuk hal-hal yang kurang penting saat itu,” papar psikolog cantik ini. Bisa dikatakan, arisan lebih bersifat “menabung” namun tanpa bunga. Peserta arisan akan diminta untuk menyisihkan uang yang dimilikinya dan nanti pada saatnya akan mendapatkan uang sejumlah yang disisihkan untuk arisan tersebut tanpa penambahan atau pengurangan jumlah. Namun, arisan yang di dapat tidak hanya berupa uang. Sekarang ini banyak arisan yang akan mendapatkan kendaraan atau hal lainnya yang tentunya sesuai dengan komitmen awal peserta arisan tersebut. Dari sisi psikologis, arisan dapat bermakna
sebagai media bersosialisasi, networking, hiburan sekaligus melepas stres. Kebanyakan peserta arisan adalah wanita atau ibu-ibu. Ibu-ibu ini melampiaskan hasratnya untuk berbincang-bincang dan melepas stres (akibat pekerjaan baik karir maupun ibu rumah tangga) melalui arisan. Di sana mereka dapat bertukar pikiran mengenai banyak hal. Dan hal tersebut sekaligus menjadi hiburan bagi mereka. Sebagai media sosialisasi dan networking tentunya arisan ini terdiri dari banyak orang sehingga mereka bisa memiliki banyak teman atau support group yang tentu nya juga dibutuhkan oleh wanita atau ibu-ibu ini. Arisan akan lebih bermanfaat apabila kegiatan yang dilakukan bersifat positif, seperti belajar memasak, kegiatan sosial seperti kunjungan atau sumbangan ke tempat yang membutuhkan (yatim piatu, dll.), ataupun kegiat an keagamaan seperti pengajian (apabila peserta arisan memiliki agama yang sama). Arisan sebaiknya tidak menjadi beban buat pesertanya. Beban yang dimaksud dari segi finansial maupun dari segi sosial. Dari finansial, tentunya jumlah yang dibayarkan sesuai dengan kemampuan kita. Jangan sampai kita memaksakan dan akhirnya malah memiliki utang untuk membayarkan arisan. Dari segi sosial dan kembali lagi ke esensi dasar bahwa arisan sebagai ajang berkumpul, maka sebaiknya peserta arisan terdiri dari orang-orang yang memiliki kesama an terhadap suatu hal atau memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan arisan ini. kedua hal ini apabila tidak dijalankan, nantinya akan menjadi beban secara psikologis karena ia merasa tertekan secara finansial dan kurang merasakan kecocokan dengan peserta arisan lain. Yang perlu diingat juga bahwa kemenangan setiap peserta arisan akan berbedabeda waktunya. sebaiknya hal ini juga dipahami oleh semua peserta arisan. –Inten Indrawati
Ny Suwitri Riyasse
Ida Ayu Pudji Arsini
dari yang dialami teman-teman sendiri atau pengalaman orang lain yang dibahas. “Di arisan ini juga bisa didapat info tentang peluang bisnis dan informasi baru lainnya. Sebab, masing-masing orang pasti memiliki pengalaman hidup yang berbeda dan biasanya kalau sudah merasa nyaman, sesama anggota akan nyaman pula untuk berbagi pengalaman , dan pengalaman me reka ini dapat kita jadikan pelajaran kelak,”lanjutnya. “Selain itu kami juga sering membicarakan kegiatan sosial, meningkatkan rasa peduli sesama, misalnya saat almamater punya gawe. Membantu jika ada sesama anggota ada yang mengalami musibah, atau peristiwa duka lainnya, seluruh anggota akan melakukan kegiatan bakti sosial walau secara kecil-kecilan. Termasuk menjenguk guru-guru yang sudah pensiun hingga memprogramkan acara tirtayatra,”paparnya Ketika bertemu teman lama, senang sekali rasanya bisa saling bercerita tentang masa-masa sekolah yang lucu dan lugu. “Jadi kami yang sudah kepala lima ke atas ini terasa masih muda saja,” katanya seraya tertawa. Dayu Pudji menambahkan akan beda lagi ceritanya, kalau ia sedang mengikuti arisan keluarga. “Di sini malah bercengkramanya lebih seru. Selain itu menghadiri arisan keluarga dengan rutin membuat tali silaturahmi antar anggota arisan semakin erat dan terjaga karena sering berkumpul bersama. Di sana juga kami sering saling memperlihatkan kemampuan, seperti membawa makanan buatan sendiri atau buatan anak. Kalau yang suka bisnis juga biasanya langsung jualan.Tidak ada istilah jaim sama sekali, semua dilakukan sambil tertawa, sampai rasanya tidak penting siapa yang mendapat arisan. Kami juga saling bercerita tentang perkembangan anak-anak. Di arisan keluarga acara tirtayatra-nya malah lebih sering lagi,” tuturnya tersenyum. Menyangkut masalah penting atau tidaknya ikut arisan, hal ini katanya tergantung pada masingmasing orang. Namun secara garis besar, pada umumnya arisan bisa bermanfaat sehingga masyarakat kita di Indonesia suka mengikuti arisan. Ikut arisan bisa menjadi ajang bergaul yang positif, jika dengan sengaja sejak awal diarahkan untuk hal yang berarti dan bermanfaat. Kegiatan ini, lanjut Dayu Pudji selain menjadikan jalinan pertemanan lebih luas, pengetahuan pun bertambah hingga juga memberi kesempatan untuk berbisnis atau membuka usaha dengan anggota arisan lainnya yang memiliki ke
samaan visi. Sekarang tinggalkan kita saja yang pandai-pandailah memilih arisan, agar arisan yang kita ikuti memiliki manfaat dan saling menguntungkan. ARISAN ANGKATAN 45 Bersilaturahmi dengan teman sebaya, menjadi rutinitas tiap bulan ibu-ibu yang sudah lansia ini. Mereka tergabung dalam arisan Angkatan 45. Pendiri arisan ini, Ny Suwitri Riyasse mengatakan, awalnya, mereka hanya sekadar bertemu di rumahnya di Jalan Patimura Denpasar. Mereka pun belum memikirkan apa nama dari arisan itu. “Arisan hanya sebagai sarana untuk kami bertemu. Kami ngobrol berbagi hal. Zaman itu, yang lebih penting dibahas soal pendidikan,” kata wartawati pertama di Bali ini. Bersama, empat orang temannya yang berprofesi sebagai guru, Sang Ayu Putu Sasih, Desak Suandri, AA Rai Agung, dan Muryatini, Ny. Riyasse, sering sharing seputar pendidikan maupun soal rumahtangga. Ketika tercetus Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang diumumkan Pre siden Soekarno, mereka sepakat menamakan arisannya, Angkatan 45. “Nama itu kami ambil karena berkaitan dengan Dekrit Presiden yang menyerukan untuk kembali ke UUD 1945. Momentum itu kami jadikan nama arisan. Disamping itu, sebagian besar, anggota arisan para perempuan yang ikut berjuang baik langsung maupun tidak langsung,” kata Ny. Suwitri Riyasse. Setelah diresmikan, mulailah anggota baru masuk satu persatu, sampai anggota berjumlah 32 orang. Kebanyakan dari anggota berprofesi sebagai guru. Kegiatan pun lebih bervariasi. Ada demo masak dari para chef hotel berbintang. Setelah rutin digelar tiap bulan, dan dengan berjalannya waktu, beberapa anggota dari arisan ada yang sudah meninggal. Biasanya, arisan diteruskan anak atau menantunya. Sampai saat ini, jumlah anggota arisan masih 26 orang. Para anggota yang masih aktif dan sudah berusia lanjut seperti Ny. Suwitri Riyasse, Ny. Prof. Ngoerah, Ny. Pindha, Ida Pedanda Istri (walaka Ny. Ida Bagus Kompyang), Ida Ayu Raka Padmi, Jero Wiladja, dan Ny. Suweca. Menurut Ny. Riyasse, tiap bulan, rasanya senang bisa bertemu kembali para teman yang sudah sama-sama lansia. Biasanya, topik bahasan menjadi lebih bervariasi. “Karena kami sudah lansia, kami banyak berbagi tips kesehatan masing-masing. Tapi pada intinya, kami senang bisa berkumpul dan tetap sehat,” kata Ny. Riyasse. –Sri Ardhini/Wirati Astiti
Nine
20
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Fatimah
“Tukang” Memandikan Calon Pengantin Membawa buah kelapa yang masih utuh dan sesisir pisang untuk menemui seorang perempuan yang dituakan di kampung itu di hari menjelang pernikahan, adalah salah satu kegiatan yang biasa dilaku kan oleh calon pengantin Bima khususnya yang tinggal di Sila. Aktivi tas yang dilakukan sehari sebelum akad nikah berlangsung ini, dalam masyarakat tradisional di Bima dikenal sebagai tradisi boho oi mbaru. Tradisi ini semacan mandi terakhir atau “mandi suci” bagi seorang perempuan sebelum melepas masa gadisnya. Ada dua tradisi yang dilakukan gadis Bima sehari sebelum akad nikah dilangsungkan, yakni siang atau sore hari boho oi ndeu dan malam harinya peta kapanca.
Fatimah salah seorang perempuan yang dituakan untuk menempelkan kapanca pada pengantin wanita
U
niknya, dua tradisi ini masih dilaku kan hingga seka rang. Para gadis yang menjelang melangsungkan akad nikah, biasanya pada sore hari tepat sehari sebelum pelak sanaan acara sakral akad nikahnya, akan melakukan hal ini dengan mendatangi seorang perempuan yang dituakan di kampung terse but. Salah satu desa di Bima yang masih melakukan ritual adat ini adalah di Desa Rato Kecamatan Bolo. Dimana secara turuntemurun, (satu darah atau bukan), keahlian ini diturunkan demi men jaga lestarinya tradisi ini. Tidak ada pemilihan khusus yang dilakukan untuk menen tukan siapa perempuan yang dituakan yang dipercaya dan pantas untuk melaksanakan ritual ini, melainkan mengalir begitu saja. Regenerasinya berjalan se suai dengan mekanisme kehidu pan masyarakat desa tersebut. namun biasanya karena orang tersebut keberadaannya tampak “dominan” dalam masyarakat. Setidaknya ia mengetahui atau banyak mendampingi orangorang tua yang juga dipercaya melaksanakan tradisi ini sebelum nya, salah satunya Fatimah. Di Desa Rato, perempuan yang dituakan dan dipercaya melakukan tradisi ini adalah Fa timah yang kini berusia sekitar hampir 70 tahun. Sudah berta hun-tahun ia melakukan ritual ini.
Rumahnya akan kedatangan tamu calon pengantin perempuan jika ada yang hendak melangsungkan pernikahan. Dengan cekatan ia akan menerima hantaran buah pisang, kelapa utuh hingga tong kecil berisi beragam kembang. “Ritual ini hanya sebuah tradisi yang sudah dilakukan secara tu run-temurun, menjadi kebiasaan masyarakat di sini,” ungkapnya ketika hendak memandikan Ana, salah seorang gadis calon pen gantin. Ia telah melakukan hal ini bertahun-tahun lamanya setelah orang yang dituakan sebelumnya, meninggal dunia. Menurut Fati mah yang melanjutkan tugas adat dari Umi Male yang telah tiada ini,
aktivitas tradisi ini menjadi satu hal yang menyenangkan baginya. Karena sembari memandikan calon pengantin perempuan, se cara tidak langsung ia juga diberi “hak” untuk menasihati calon pengantin itu dengan nasihatnasihat berkeluarga yang mengu tamakan keharmonisan dan lain sebagainya. “Saya senang melaku kannya karena bisa memberi nasihat berkeluarga pada gadisgadis,” katanya. Di sinilah seninya menjadi orang yang memandikan calon pengantin. Kadang sesekali ia bercanda dan membuat si ga dis malu ketika harus memberi nasihat berkaitan dengan urusan seks yang pasti akan dilalui para gadis tersebut. “Obrolan itu yang biasanya suka bikin para gadis tersipu malu,” katanya. “Ritual mandi ini tidak bisa dilakukan sembarang orang, me lainkan orang yang dianggap cakap melakukannya, mengingat banyak doa-doa kerahasiaan hidup akan kebaikan yang akan diajarkan pada calon mempelai wanita agar kelak menjadi istri yang baik,” ujarnya. Satu hal yang istimewa dari ritual Boho Oi Mbaru adalah calon mem pelai wanita tidak dimandikan dengan air biasa tetapi air dari sebutir kelapa pilihan terbaik. Boho oi mbaru yang merupakan mandi sucinya seorang gadis un tuk terakhir kalinya menggunakan air yang benar-benar pasti bersih dan suci. Syaratnya, air yang dipergunakan untuk mandi suci ini
Menyiapkan bahan untuk prosesi boho oi mbaru
Inspirasi
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Peningkatan Daya Saing Buah Lokal Selama ini, ada anggapan kalangan pariwisata khususnya perhotel an, dominan menggunakan buah impor. Padahal, kenyataannya, penggunaan buah impor justru lebih banyak digunakan para ibu rumahtangga. Temuan ini berdasarkan hasil penelitian Prof. Dr. Ir. IGP Wirawan, M.Sc. yang mendapatkan hibah Penelitian MP3EI yang berjudul “Peningkatan Daya Saing Buah Lokal Memasuki Pasar Pariwisata Bali”.
D
adalah air yang tidak bisa dipakai untuk berwudhu (mengambil air sembahyang dalam Islam). Air kelapa tidak bisa dipakai untuk berwudhu meskipun suci. Hari itu, Fatimah menerima calon pengantin perempuan dan mulai melakukan aktivitas tradisi itu. Dengan sebilah parang, ia memecahkan kelapa yang masih utuh dan menumpahkan air ke lapa tersebut ke dalam tong kecil berisi beragam kembang. Ia pun meminta si gadis untuk duduk agar ia segera bisa memandikan nya. Air kelapa nan segar itu pun mengguyur tubuh si gadis. Setelah itu beberapa ritual lainnya dilaku kan sembari ia memberi nasihatnasihat perkawinan dan lainnya. Fatimah kemudian mencukur bulu-bulu halus pada garis rambut terdepan serta membersihkan kuku tangan dan kaki si gadis se bagai simbol kesucian memasuki dunia baru yakni dunia berumah tangga. Prosesi ini tidak lama melainkan hanya berlangsung sebentar saja. Dilakukan dengan begitu praktis namun memiliki makna filosofi yang dalam. Filosofi tentang kemurnian hidup yang selalu menjadi cita-cita bagi siapa pun juga. Sebagai orang yang dituakan ini, peran Fatimah tidak hanya sampai di sini, melainkan ia juga menjadi tokoh dalam upacara tradisional lainnya yakni peta kapanca, pada malam harinya. Peta kapanca salah satu tradisi perkawinan dalam masyarakat Bima yang masih lestari dan terus dihidupkan hingga sekarang. Peta Kapanca berarti menempelkan daun pacar yang ditumbuk se
halus mungkin pada kuku tangan dan kaki serta telapak tangan calon mempelai wanita. Tem pelan daun pacar ini berfungsi memperindah dan merias calon pengantin wanita laksana kuteks zaman sekarang. Di dalam Islam, menurut keyakinan para pelaku tradisi ini, riasan menggunakan daun pacar dibolehkan karena calon pengantin perempuan tetap sah berwudhu. Kegiatan ini tradisi merias calon pengantin perem puan Bima. Fatimah juga akan menjadi salah seorang yang akan sibuk menyiapkan kelengkapan peta kapanca seperti serumpun bunga telur atau Bunga Male, beras kuning, sirih, lilin dan sebagainya sebagai simbol upacara adat segera dilaksanakan. Saat upacara adat ini berlangsung, tampak juga Fatimah menjadi bagian dari kegiatan ini. Dengan lembut ia menempelkan daun pacar di tangan calon pen gantin perempuan. “Saat menem pelkan daun pacar tersebut harus rapi dan bagaimana membuatnya menjadi indah,” ujarnya. Memang, tidak sembarangan asal ditempel, karena yang dikejar adalah keinda han, bukan semata-semata peris tiwa adatnya saja. Dihiasnya calon pengantin perempuan ini, menurut Fatimah, sekaligus memberikan semangat dan rasa percaya diri untuk menghadapi acara inti dari sebuah perkawinan yakni akad nikah keesokan harinya dan juga resepsi di mana mempelai pasti akan menjadi pusat perhatian. Saat Fatimah tidak lagi melaku kan tradisi ini, ia berharap ada perempuan lain yang siap meng gantikannya sehingga tradisi ini tetap lestari. -Naniek I. Taufan
5
ari survey yang dilakukan ke be berapa hotel, di antaranya, Hotel Sanur Beach malah 100 persen menggunakan buah lokal. Be gitu juga hotel lainnya. Mereka menyajikan basket fruit buah lokal untuk di kamar tamu. Biasanya, hotel menyajikan buah potong kepada para tamu, dan sisa buah potong digunakan untuk cam puran kue maupun jus segar. Ada satu trik yang dilakukan di hotel, yakni, menggunakan buah sesuai musimnya. Misalnya, musim manggis, mereka meng gunakan buah manggis dikombi nasikan dengan buah jeruk, begitu juga, ketika musim mangga, me reka menggunakan buah mangga dikombinasikan dengan salak misalnya. Menurut Prof. IGP Wirawan, hambatan pengembangan buah lokal karena persepsi yang salah di mata masyarakat. Mereka me nyebut, buah lokal sulit ditemukan karena musiman. Padahal, yang seharusnya, dilakukan, mengguna kan buah lokal sesuai musimnya. Buah lokal disalahartikan seba gai buah langka, seperti sentul, kepundung, dll. Padahal, buah lokal merupakan keseluruhan buah yang sudah diproduksi di Indonesia. Misalnya, buah stroberi yang sudah ditanam di Indonesia, sudah termasuk golongan buah lokal secara ekonomi. Adanya persepsi di masyarakat,
Parade buah lokal di ajang Sanur Village Festival
apa yang didatangkan dari luar negeri lebih bagus daripada produk sendiri, juga menjadi hambatan perkembangan buah lokal itu sendiri. Ia menilai, peningkatan kualitas dan daya tarik buah lokal mudah dilakukan tapi petani tidak mau melakukannya. Seharusnya, hal ini dilakukan di tatanan pedagang atau supplier buah. Salah satu contoh yang paling mudah, pen cucian buah untuk membersihkan bagian bercak hitam atau kotor, tidak memerlukan biaya banyak. Ini akan memberikan daya tarik buah lokal. “Ada teknologi yang bisa kita gunakan, mulai dari yang sederhana sampai canggih untuk meningkatkan daya tarik buah lokal tersebut, termasuk penge masannya,” ujarnya. Selain itu, nilai gizi buah lokal jauh lebih tinggi dari buah im por baik dari kadar antioksidan,
maupun kandungan vitamin C. Kesegaran buah lokal termasuk kesegaran enzimnya, masih kita dapatkan, sedangkan buah im por, ketika sampai di tangan konsumen, membutuhkan waktu yang lama sejak dipanen, sehingga kalau dia bertahan lama berarti ada kandungan pengawetnya. Edukasi ini yang perlu diberikan kepada masyarakat terutama para ibu-ibu rumahtangga, bagaimana memacu peningkatan penggunaan buah lokal,” ujar Kepala UPT Lab. Sumber Daya Genetika dan Biologi Molekuler ini. Menurut Prof. Wirawan, un tuk meningkatkan daya saing buah lokal, disamping perbaikan daya tarik, nilai gizi, kemasan, dan pemasaran, regulasi juga diperlukan agar produksinya bisa berkelanjutan. Sudah ada Perda Nomor 3 tahun 2013, tentang Perlindungan Buah Lokal. Saat
Udayana Friendly Golf 2014
Peserta Udayana Friendly Golf
Sejak tiga tahun lalu, Uni versitas Udayana menggelar “Udayana Friendly Golf”. Acara turnamen golf ini, digelar dengan tujuan, menjalin persahabatan dengan berbagai kalangan. Untuk tahun ini, selain dari Universitas Udayana, peserta
juga berasal dari para kalangan hakim, BUMN, pengusaha, dan perbankan. Turnamen digelar tiga seri, yang dimulai, bulan Juni di Bali Handara Golf Bedugul, diikuti 16 orang. Seri kedua bulan Juli di Sector Golf Bali Beach Sanur, yang diikuti 15 orang, dan seri
ketiga,tanggal 6 September di Pecatu diikuti 40 peserta. Turnamen ini sifatnya lebih ke fun, kompetisinya tidak ter lalu full, tapi tetap memberikan penghargaa n kepada tiga pe serta terbaik. Salah satunya, yang mendapatkan “The Best”, adalah Bapak Sanny Subroto. Turnamen ini menjadi sangat istimewa karena kehadiran Rektor Yamaguchi University Prof. Masaaki Oka dan Wakil Rektor Prof. Fu sanori Miura. Pada kesempatan tersebut, sebagai tanda apresiasi diberikan piala kepada Prof Masaaki Oka sekaligus menjadi member dalam Udayana Friendly Golf. Prof. Masaaki Oka menyambut baik digelarnya acara Udaya na Friendly Golf. Menurutnya, hubungan baik antara akademisi dengan berbagai kalangan ter
ini, diperlukan, awig awig/ pararem yang mengharuskan minimal menggunakan buah lokal dalam setiap upacara budaya/keagamaan, sehing ga produk akan lebih terbeli, petani mendapat harga dan insentif untuk perbaikan ke depannya. Ia menilai, pertanian hendaknya dipandang se bagai perusahaan, bukan sekadar way of life. Selama ini sector pertanian tidak bisa menentukan harga. Justru, saat ini, pedaganglah yang menentukan harga. Selain itu, ia meng ingatkan, perlu kreativitas industri olahan buah lokal, seperti minuman, dodol, kue pia, atau yang lainnya. “Ini yang perlu diajarkan kepada mahasiswa pertanian, untuk me nambah wawasannya. Untuk itu, perlu perbaikan materi kurikulum bagi mahasiswa pertanian,” kata Prof. Wirawan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan buah lokal, sekaligus menyambut HUT ke-47, Fakultas Pertanian Universitas Udayana ikut berpar tisipasi dalam ajang “Sanur Village
Prof. Wirawan
Festival”, belum lama ini. Dua acara digelar yakni, focus group discussion buah lokal dilakukan pada tanggal 22 Agustus yang dihadiri para ibu PKK dan Ketua WHDI Prov. Bali Ny. Bintang Puspayoga. Kemudian, dilanjut kan dengan parade buah lokal tanggal 24 Agustus. Hal ini, di lakukan untuk memperkenalkan buah lokal sekaligus mengedu kasi masyarakat untuk mencintai buah lokal.
Ny. Bintang Puspayoga turut hadir dalam FGD Buah Lokal
masuk para pengusaha diharapkan ilmu satu tahun di Universitas dapat terus terjalin dengan baik. Udayana dan setahun di Jepang. Komunikasi yang terjalin san Kerja sama lain, proyek penelitian gat bagus akan menguntungkan revegetasi multi function sheets. kedua belah pihak, dan baik untuk Yamaguchi University memiliki iklim pengembangan ekonomi Global Education Programme, de termasuk pengembangan dalam ngan mengirim setiap tahun maha berbagai hal. siswanya sebanyak dua kali ke Prof. Masaaki Oka dan Wakil Universitas Udayana. –ast Rektor Prof. Fusanori Miura datang ke Bali, dalam rangka kunjungan kerja sama dan meninjau berbagai proyek kerja sama seperti kerja sama penelitian yang dilaku kan den gan Universi tas Udayana. Saat ini, kerja sama yang telah terjalin antara Univer sitas Udayana dengan Yamaguchi University, pengembangan program double degree, di bidang remote sensing (Program S-2). Mahasiswa menda Prof. Masaaki Oka dan Wakil Rektor Prof. Fusanori Miura bersama Prof. Wirawan pat kesempatan menimba
4
Inspirasi
Mandalika Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan TGB-Amin
22 - 28 SEPTEMBER 2014
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Yeheskiel Zebua
21
“Bocah Ajaib” Bisnis Properti Lanjutkan Spirit Percepatan akhir-akhir ini cukup marak di Jakarta. Salah satu keahliannya adalah bidang sales dan marketing, suatu bidang yang sangat penting khususnya di dunia bisnis. Pemuda yang dijuluki ‘bocah ajaib’ di kalangan bisnis properti ini, tentu tidak mendapatkan keahliannya itu begitu saja. Ia mendapatkan dari pengalamannya berbisnis dan menimba ilmu dari para pakar marketing kelas dunia. Demi mendalami ilmu ia bahkan rela menggelontorkan uang berpuluhpuluh juta. “Saya memang ‘gila’ belajar. Berbagai seminar, training saya ikuti, baik di dalam maupun di luar negeri, bahkan sampai ke Amerika,” ungkap pemuda yang akrab disapa dengan nama Leo ini dalam sebuah seminar inspirasi yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini. Salah satu gurunya adalah Dr Ernest Wong, pendiri SuperTeen, asal Singapura. Ia juga mengikuti training di Guerrilla Marketing Coach. “Umur belasan tahun saya ikut
program ini, empat kali gagal ujian akhirnya berhasil lulus dan meraih Guerrilla Marketing Coach Certificate,” ungkap Leo yang menjadi lulusan termuda dari Guerrilla Marketing Coach. “Saya belajar dari guru-guru terbaik. Saya beranikan diri untuk belajar meski sebenarnya tidak punya uang ,” kata Leo yang juga menimba ilmu dari motivator terkenal Tung Desem Waringin. Salah satu bukti dari kepiawaiannya berjualan adalah saat ia berhasil menjual sebuah pulpen murah dengan harga Rp700.000 dalam sebuah seminar. Awalnya, pulpen itu ditawarkan dengan harga Rp100.000 namun tidak ada satupun peserta seminar yang terpikat. Tapi ketika diberi berbagai bonus, termasuk training gratis, mereka pun berlombalomba ingin membeli. Karena banyaknya peserta yang ingin membeli pulpen itu pun dilelang. Walhasil, pulpen murah itu terjual dengan harga Rp700.000 yang dibayar cash oleh seorang peserta seminar.
Perubahan cara pandang Leo akan kehidupan memang tidak datang begitu saja. Itu semua berawal dari munculnya masalah dalam keluarganya, di mana sang mama divonis men-
derita kanker. Namun apa daya, biaya pengobatan begitu mahal. “Deposito habis, tabungan habis. Akhirnya mama kami bawa pulang dari rumah sakit karena tidak ada uang lagi untuk biaya pengobatan,” ungkap Leo dengan nada sendu. “Mama akhirnya meninggal,” tambahnya. Sejak keluarganya terbelit masalah keuangan, Leo yang ketika itu masih SMA, bertekad untuk ikut membantu keuangan keluarganya dengan berbisnis kecil-kecilan. Dia yang tadinya seperti remaja pada umumnya yang gemar ngeband, pun berubah dan mulai memikirkan bagaimana cara menghasilkan uang. “Kehidupan saya berubah bagai bumi dan langit. Perubahan akan terjadi jika Anda bertindak, dan itulah yang saya lakukan,” ucapnya. Bisnis pertama yang ditekuninya adalah berjualan minuman kesehatan dari rumah ke rumah. Ternyata, tak semudah yang dibayangkan. “Saya sampai menangis karena tidak ada yang beli dagangan saya. Ada yang bilang harganya terlalu mahal. Meski
begitu saya tidak putus asa,” tuturnya. Lalu, dengan nekad, ia menjual minuman tersebut di sekolahnya. Sudah barang tentu, banyak ledekan dan cemooh, diterimanya. Tapi Leo tidak peduli, yang dipikirkannya adalah bagaimana daganganya dapat terjual seluruhnya. “Dari pengalaman saya berjualan, saya belajar bahwa untuk sukses ‘urat malu harus putus’,” tuturnya. Semangat Leo yang kala itu masih SMA terus terpacu untuk terus menekuni bisnis. Berbagai produk dijualnya, di antaranya peralatan pendukung untuk gitar elektrik. Bisnis yang satu ini membuat Leo sukses besar, keuntungannya berlipat-lipat. “Saya percaya, kalau kita berusaha sungguh-sungguh, pasti akan terjadi keajaiban, dan itulah yang terjadi dalam hidup saya. Bisnis saya makin berkembang. Papa saya bilang, kita harus mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita, termasuk dalam berbisnis,” ungkap Leo yang sempat membangun bisnis kuliner.
Dari Anak Band menjadi Pebisnis
Dalam kesempatan itu, ia membuka ‘rahasia’ kenapa begitu getol mengikuti berbagai training, seminar, dll. Menurutnya, manfaat mengikuti berbagai kegiatan itu, selain menimba ilmu juga untuk memperluas pertemanan. “Memiliki networking yang luas, penting dalam berbisnis. Saya banyak mendapat teman lewat seminar-seminar. Asal tahu saja, banyak peserta seminar adalah orang-orang sukses. Maka kalau ikut seminar, saya tidak pernah diam tapi berkenalan dengan peserta lain. Dan itu terbukti bermanfaat. Karenanya, demi memperluas networking, tak jarang saya berkaliYeheskiel Zebua kali datang pada sebuah seminar yang sebenarnya saya sudah tahu apa yang bakal diomongin oleh pembicara itu karena saya memang sudah sering ikut seminar dia,” kata Leo yang pada 2013 lalu meraih penghargaan Man of the Year dari sebuah lembaga peduli pariwisata Indonesia. Menurutnya, untuk mendapatkan hasil terbaik, dibutuhkan strategi marketing yang jitu. “Punya uang kalau tidak ada strategi, percuma,” ucapnya. Terkait dengan strategi ini, Leo menyebut, pentingnya memiliki data base pelanggan. “Kalau Anda mau berbisnis dengan budget rendah, harus punya data base pelanggan. Mereka ini adalah orang-orang yang pernah puas dengan layanan kita. Kepada mereka lah produk-produk kita tawarkan. Itu hanyalah salah satu strategi,” paparnya. Data semua kenalan kita berikut nomor teleponnya. Rajinlah menyapa mereka lewat BBM, misalnya. “Tentu saja, jangan menyapa dengan hanya menawarkan produk. Yang saya lakukan adalah, menyapa mereka secara berkala, tidak hanya untuk promosi produk tapi memberi berbagai info bermanfaat, entah masalah kesehatan, atau hal lainnya. Dari keseluruhan pesan itu, 90% adalah info-info bermanfaat dan hanya 10% berisi promosi produk. Jangan promosi terus-menerus, itu tidak baik,” katanya memberi tips. Dari pengalamannya, apa yang dilakukan itu sangat bermanfaat. Terbukti, ketika ia mempromosikan produk banyak yang tertarik. Satu hal yang diingatkan Leo adalah masalah kepercayaan, bagaimana membangun kepercayaan pelanggan dan menjaganya. “The foundation of selling is trust,” tegasnya. “Anda tidak bisa berjualan kalau orang tidak percaya,” tegasnya lagi. Memelihara kepercayaan pelanggan, itulah yang ia jaga dan lakukan. Itu sebabnya dia tidak merasa kesulitan dalam memasarkan produk kepada para pelanggannya. “Saat ini, orang (pelanggan) yang mau beli properti yang saya tawarkan, merasa tidak perlu melihat lagi tempatnya. Kenapa? Itu karena mereka percaya pada saya,” kata Leo yang kini memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di bidang event organizer, kecantikan dan travel agent serta konsultan properti. -Diana Runtu
B
erbagai program pembangunan yang sarat inovasi demi kesejahteraan masyarakat NTB terus dilakukan Gubernur yang kini memimpin untuk periode ke-2 ini. Pada lima tahun pertama kepemimpinan Dr.TGH. M. Zainul Majdi, NTB meraih sejumlah capaian yang mendapat pengakuan luas secara nasional. Misalnya, pada bidang pendidikan terjadinya penurunan signifikan angka putus sekolah dan buta aksara, ledakan satu juta kunjungan wisatawan di bidang pariwisata, peningkatan signifikan pada populasi sapi, produksi jagung dan rumput laut sebagai tiga komoditas unggulan daerah, beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) sekaligus menjadi embarkasi haji nasional, penyelesaian infrastruktur jalan terutama di Pulau Sumbawa. Semua itu berasal dari tekad untuk melakukan satu lompatan, bekerja dengan sprit percepatan. Dan spirit percepa-
Foto: Humas Pemprov NTB
tan inilah yang juga hendak tetap dijaga dan dilanjutkan pada periode kedua ini. Pada kepemimpinan saat ini, pasangan yang biasa disebut TGBAmin ini akan fokus pada beberapa hal seperti Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Pada lima tahun pertama pemerintahan M. Zainul Majdi, kinerja penanggulangan kemiskinan NTB mendapat pengakuan luas. Angka kemiskinan turun rata-rata 1,4 % setiap tahun. Sebuah angka penurunan kemiskinan yang dinilai salah satu yang terbaik di tingkat nasional. Dan NTB pun mendapatkan penghargaan MDGs Award dari Bappenas pada 2012. Progesivitas itu akan juga dilakukan pada periode ke-2 ini sehingga targetnya pada 2018, kemiskinan di NTB yang saat ini berada di angka 17,25 % hanya akan tersisa mendekati 10 %. Percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang sudah ditetapkan oleh Presiden SBY sebagai Kawasan Ekono-
mi Khusus (KEK) yang nantinya akan “disulap” menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi dengan fokus utama pada pengembangan pariwisata dan ekonomi penunjangnya. Percepatan Industrialisasi Komoditas PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) sebagai komoditas unggulan daerah NTB. Jika pada periode pertama 2008-2013, titik tekan percepatan difokuskan pada peningkatan populasi dan produksi, maka pada periode kedua 2013-2018, pemerintah NTB berusaha keras merintis dan mendorong tumbuh kembangnya industrialisasi produk PIJAR ini. Percepatan penurunan Buta Aksara serta Kematian Ibu dan Bayi juga menjadi target TGB-
Islamic Center
juga soal kematian ibu dan bayi yang masih belum sepenuhnya bisa teratasi dengan baik di NTB. Percepatan menjadi penting untuk terus dikedepankan. Selanjutnya adalah percepatan Rinjani menjadi Geopark Dunia. Percepatan Pengembangan Potensi Peternakan, mulai dari program pengembangan kawasan agrowisata terpadu di Banyumulek, Lombok Barat, pengembangan pembibitan sapi Bali di kawasan
Foto: Humas Pemprov NTB
Y
ang menarik disimak, bagaimana mereka bisa mencapai kesuksesan itu. Apa yang dilakukannya. Tentu semua tahu bahwa kesuksesan tidak turun begitu saja dari langit. Semua ada prosesnya. Salah satu kunci kesuksesan adalah jangan berputus-asa. Benar kata pepatah bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Pepatah ini akan menjadi nyata ketika kita tidak berputus asa menghadapi kegagalan, melainkan menjadikannya pemacu untuk bangkit dan memperbaiki diri seraya terus maju menggapai cita-cita. Adalah Yeheskiel Zebua, pemuda yang Juli lalu genap berusia 22 tahun, telah melalui banyak rintangan dalam hidupnya hingga akhirnya mencapai kesuksesan seperti sekarang. Saat ini, pemuda berdarah Nias-Ambon, ini, bukan saja telah memiliki sejumlah perusahaan, tapi juga aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar motivasi dan inspirasi yang
Pentingnya Strategi Marketing
Suasana santai mewarnai kebersamaan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang didampingi Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, S.H., M.Si. dengan seluruh pejabat lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, seperti Sekda NTB, H. Muhammad Nur S.H., M.H., para asisten dan juga Kepala Dinas/SKPD, dalam acara peringatan satu tahun kepemimpinan Dr. TGH. M. Zainul Majdi - H. Muh Amin, S.H., M.Si., periode 20132018, Rabu (17/9). Acara yang berlangsung di Pendopo Kompleks Kantor Gubernur NTB ini juga dihadiri oleh sejumlah wartawan dari berbagai media massa baik lokal maupun nasional di NTB. Berbagai penghargaan telah diraih TGB selama masa kepemimpinannya di NTB.
Bandara Internasional Lombok (BIL) kini menjadi embarkasi haji nasional
Amin. Angka buta aksara di NTB memang dalam lima tahun ini turun cukup tajam. Tetapi jika mengunakan data BPS yang menyatakan masih tersisa sekitar 15% penyandang buta aksara di NTB, itu berarti pekerjaan rumah masih sangat besar. Begitu
Foto: Humas Pemprov NTB
Menjadi sukses secara finansial di usia muda, tentu bukan hal yang baru terdengar. Ada banyak anak muda Indonesia, khususnya, yang berkat kerja kerasnya berhasil mencapai kesuksesan yang didambakan semua orang. Kesuksesan mereka bukanlah karena harta warisan orangtua tapi capaian yang diraih setelah berjuang super keras, lebih dari kebanyakan orang pada umumnya.
Berbagai penghargaan dari Presiden RI diraih Gubernur NTB atas prestasinya membangun daerah ini
Jeringo, Lombok Timur dan optimalisasi pembibitan sapi di kawasan Doroncanga Dompu serta pengembangan sapi Brangus di Amor-Amor, Lombok Utara. Percepatan Peningkatan dan Pengembangan Kualitas UMKM, percepatan penyelesaian pembangunan Teluk Awang sebagai Pelabuhan Perikanan Nasional, Pelabuhan Perikanan Nasional Teluk Awang Lombok Tengah dan percepatan pembangunan Bendungan Pandandure di Lombok Timur dan Bendungan Rababaka di Dompu. Melanjutkan peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB dengan target percepatan menuju dua juta kunjungan pada 2018. Dan kini Islamic Center telah terwujud dan dalam proses penyelesaian, untuk itu percepatan pemban-
Foto: Humas Pemprov NTB
gunan Islamic Center pun terus digenjot. Selain program-program tersebut, di masa kepemimpinan TGB periode ke 2 ini masih banyak agenda pembangunan lain yang juga menjadi perhatian. Dengan berbagai inovasi selama ini, dalam refleksi satu tahun kepemimpinan TGB-Amin, Gubernur NTB melalui Asisten I, II dan III memberikan paparan singkat hasil inovasi kerja Dinas/ SKPD dalam kendali Asisten. Yang menonjol adalah NTBINMYHAND. “Inovasi NTBINMYHAND dengan anggaran biaya yang sedikit namun manfaat yang besar dan dapat diakses langsung pimpinan melalui gadget/ipad/hp, hal ini sangat membantu kerja pimpinan untuk mendapatkan data dan informasi nyata,” ujar Drs. H. M. Syafii M.M., Asisten I, Administrasi umum dan kesra. Demikian pula inovasi-inovasi yang disampaikan oleh asisten II dan III. Gubernur NTB secara terbuka membuka diskusi dengan wartawan yang hadir untuk menilai berbagai aspek menyangkut pembangunan di daerah ini selama kurun waktu 1 tahun terakhir. TGB terlihat sangat welcome untuk mendengarkan dan menanggapi tiap pertanyaan yang diberikan meski banyak kritikan yang cukup tajam dilontarkan. “Proses pembangunan memang memerlukan waktu dan pengorbanan, yang terpenting semua ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan optimis,” kata gubernur. Atas kritik, saran dan masukan dari wartawan, TGB memberi apresiasi yang baik. “Terima kasih kepada rekan-rekan pers atas segala kritikan dan masukan yang membuat proses pembangunan dapat dilakukan dengan lebih terarah dan tepat sasaran,” ungkapnya menutup kegiatan yang diakhiri dengan foto bersama wartawan, hal ini memiliki kesan tersendiri bagi awak media. -Naniek I Taufan/Hms
Metropolitan
22
Jakarta Bangun “Sayap Garuda” S
pulau-pulau buatan ini tidak jauh dari daratan, tepatnya berada di bibir pantai utara Jakarta. Namun, lepas dari rencana pembangunan 17 pulau buatan ini, sesungguhnya yang ingin dibangun Pemda DKI Jakarta adalah tanggul raksasa (Outer Sea Wall) seperti ‘Saemangeum’ yang terletak di pan tai barat daya Semenanjung Korea. Tanggul laut ‘Saemangeum’ yang juga dijuluki ‘giant sea wall’ memi liki panjang 33,9 km dan sampai sekarang tercatat sebagai tanggul laut terpanjang di dunia. Ke-17 pulau buatan ini nanti nya akan berada dalam lindungan tanggul raksasa yang akan dibuat sepanjang 35 km, membentang di sepanjang pesisir Utara Jakarta. Pembangunan Outer Sea Wall menurut dokumen National Capital Integrated Coastal Development (Pengembangan Terpadu Pesisir
Ramalan Jakarta Tenggelam Jakarta diramalkan bakal teng gelam pada tahun 2050 jika pe merintah tak segera bertindak. Ancaman bakal tenggelamnya Jakarta ini bukan sekadar isapan jempol. Penyebabnya, terjadi penurunan tanah di Jakarta waktu demi waktu. Penurunan tanah di Jakarta rata-rata rata-rata 7,5 cm per tahun. Bahkan di titik-ttik tertentu di area pantai, penurunan mencapai 17,5 cm per tahun. Hal ini juga dikembali ditegas kan oleh Eko Budi Kurniawan, Kepala Sub Direktorat Perkotaan Ditjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, bencana banjir akan menjadi
ancaman serius yang dapat mem berikan dampak ekonomi yang sangat luar biasa bagi Jakarta.”Kalau sampai tenggelam, Jakarta bakal mengalami kerugian sampai US$ 200 miliar (Rp 2000 triliun). Belum lagi hilangnya potensi kesempatan 1,5 juta lapangan kerja karena masyarakat yang harus pindah,” katanya. Kondisi memprihatinkan Jakar ta ini juga diungkap dalam dokumen tentang Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara. Sebenarnya tahun 2008, telah dibangun dinding laut. Namun karena penurunan tanah tersebut maka kini dinding laut itu berada pada level rendah dan kritis. Kini dalam rencana
3
Tjok Istri Sri Ramaswati
Enjoy di Masa Pensiun Pengalaman bekerja selama hampir 33 tahun, bagi perempuan bernama lengkap Tjok Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., M.B.A. memberikan b anyak nilai dalam kehidupannya. Dengan melakoni berbagai peran, m ulai dari ibu rumahtangga, seorang istri, wanita karier, dan anggota masyarakat, ia tetap mampu berkiprah tanpa beban dengan prinsip hidupnya, selalu bersyukur dan berdoa.
Jakarta akan meniru Dubai dan Korea Selatan dalam membangun pulau buatan dan tanggul laut raksasa. Ini bukan sekadar impian kosong tapi segera diwujudkan dalam waktu dekat. ebagian Anda tentu tahu apa yang dilaku kan Dubai yang meru pakan kota terpadat di kawasan Uni Emirat Arab menam bah luas wilayahnya sekaligus men jadi daya tarik bisnis dan pariwisata dunia.. Salah satu yang dilakukan adalah dengan reklamasi pantai juga membuat kepulauan buatan Palm Island yang terdiri dari pulau Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali, dan Palm Deira. Mencontoh Dubai, Jakarta yang merupakan kota terpadat di Indo nesia dengan jumlah penduduk 10 juta jiwa lebih, juga akan melakukan hal serupa. Jakarta akan melakukan reklamasi pantai di bagian Utara dan membangun 17 pulau buatan lengkap dengan segala infrastruk turnya. Nantinya, masing-masing pulau akan terhubung dengan jembatan layang di atas laut. Letak
Sosialita
22 - 28 September 2014
22 - 28 September 2014
T
Kota Pantai di Utara Jakarta menyerupai sayap Burung Garuda
Ibukota Negara), sudah sangat mendesak, mengingat kondisi tanah di Jakarta terus menurun dengan cepat. Di sisi lain, nilai investasi untuk pembangunan tanggul raksasa ini luar biasa besar. Karenanya den gan mengintegrasikan proyek Outer Sea Wall dan relamasi pantai yang nantinya akan menjadi ‘waterfront city’, biaya investasi pemban gunan dinding laut akan tercover dengan menggandeng pihak swasta untuk ikut membangun waterfront city 4.000 hek tare lebih. Uniknya, kota pantai ini akan diban gun itu berbentuk sayap burung garuda jangka pendek, tanggul tersebut akan diperbaiki dengan menam bah ketinggiannya. Sedang ren cana jangka menengahnya adalah membangun Outer Sea Wall atau dinding laut luar. Tentu Anda masih ingat ke jadian banjir besar tahun 2007 lalu. Itulah pertama kali Jakarta yang kala itu dilanda banjir juga diserbu oleh air dari laut yang masuk melewati dinding laut yang ada sekarang. Inilah kenapa ramalan Jakarta akan tenggalam tidak bisa dianggap enteng, kar ena dari situasi yang berkembang saat ini—penurunan tanah--- hal itu sangat mungkin terjadi. Apalagi dengan terjadinya pemanasan global di mana permukaan air laut menjadi menjadi naik. Karenanya perlu dibangun OSW untuk mencegah serbuan air laut masuk ke Jakarta. Danau penampungan, dengan level air yang terjaga rendah menggunakan pompa drainase, akan menjaga 13 sungai tetap mengalir, sehingga mencegah risiko banjirnya air sun gai di kota. Hal ini penting meng ingat sungai-sungai juga mengalami penurunan, kehilangan kemampuan untuk mengalirkan air ke laut se cara gravitasi. –Diana Runtu
besar yang tengah mengepak sayap nya. Ini bukan sengaja dibantuk na mun itu adalah bentuk alamiah dari garis kontur Teluk Jakarta. Dinding laut (OSW) menyerupai bentuk sayap garuda yang mengepak, seolah tengah melindungi Ibukota Negara. Terkait pembangunan tanggul raksasa ini, Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang Kamis (18/9) bertolak ke Seoul untuk menghadiri pembukaan Asian Games sekaligus menandatangani kesepakatan Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games pada 2018 mendatang. Nah, disela-sela kun jungan resmi tersebut lah, Ahok akan mengunjungi ‘giant sea wall’ Saemangeum, sekaligus menggali berbagai informasi terkait tanggul raksasa tersebut, reklamasi pantai dan peruntukkannya. Konsep tembok laut ‘Sae mangeum’ hampir sama dengan yang akan dibangun di pantai utara Jakarta, yakni untuk mengatasi banjir, sebagai sumber air minum dan membentuk daratan atau pulau-pulau baru. Bahkan di sana, daratan reklamasi juga disiapkan sebagai lahan pertanian. Inilah yang menarik hati Ahok. “Lahan reklamasi, nantinya, untuk pertanian juga. Tidak boleh
seluruhnya untuk perumahan,” ujar Ahok di Balaikota Jakarta sebelum bertolak ke Korsel. Selain ‘belajar’ ke Korsel, Pemda DKI Jakarta juga ‘berguru’ ke Belanda, negara yang dikenal berada di bawah garis laut. JAKARTA WATERFRONT CITY Untuk Jakarta sendiri, sebenar nya, rencana reklamasi pantai utara Jakarta ini sudah ada sejak era Presiden Soeharto yakni tahun 1995. Ide ketika itu adalah mem bangun utara Jakarta sebagai kota pantai (waterfront city) seperti halnya Singapura, Hong Kong, dan Sydney. Sayangnya, ketika proyek akan berjalan, Indonesia dihantam krisis moneter. Proyek yang baru akan berjalan itupun mandeg. Tapi sejak 2008 lalu, rencana itu mengeliat lagi. Mega proyek yang pada era Soeharto ditetapkan akan dilaksanakan oleh Pemda DKI Jakarta ini pun, mulai dibahas lagi oleh Gubernur Jakarta Fauzi Bowo, dan kini dilanjutkan oleh Gubernur Jokowi dan Ahok. Rencananya mega proyek terse but akan dimulai awal 2015 men datang. Sejumlah pengembang besar akan berpartisipasi dalam pembangunan proyek ini, termasuk membangun tanggul rak sasa penahan air laut. Satu di antaranya adalah PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) yang kebagian meng garap empat pulau buatan, di mana akan terdapat tempat hunian, juga tem pat hiburan dan rekreasi berskala internasional. Pada tahap pertama, reklamasi pantai ini akan menghasilkan lahan baru seluas 1.250 hektare, den gan pembagian; 55% lahan akan diperuntukkan untuk proyek infrastruktur, ka wasan hijau dan ruang rekreasi publik. 45% akan dibangun untuk kawasan pusat bisnis, termasuk pe mukiman mewah, sedang, dan sederhana. JIka se muanya rampung, diper kirakan 1 juta penduduk akan mengisi pulau-pulau itu. –Diana Runtu
anggal 12 April 2014, ia pensiun dari jabat an Rektor Universitas Mahasaraswasti (Un mas), setelah tercatat sebagai rektor terlama dan rektor wanita pertama di Bali, NTB, dan NTT. Perempuan kelahiran Denpasar, 22 Maret 1947 ini, selalu bermoto, hidup adalah perjuangan, sehingga walaupun sudah pensiun, ia menuturk an, hari-harinya penuh dengan aktivitas dan kec eriaan. Justru, ia sangat menikmati masa pensiunnya kini. Waktun ya, untuk bersama ke luarga kini lebih banyak, termasuk menemani aktivitas suami I Gusti Bagus Yudhara, M.B.A., sebagai konsul kehormatan Mexico. Dengan usia yang sudah me masuki jenjang lansia, olahraga jog ging dan yoga menjadi rutinitasnya, menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh supaya tetap fit dan pikirannya tetap bersih. Menikmati masa pensiun, kata Bu Tjok, begitu ia akrab disapa, merasa sangat lega dan tidak ada beban, karena Unmas saat ditinggal kannya sudah dalam kondisi yang sangat baik. Mengenang perjalanan kariernya di Unmas, membuatnya terharu, saat berkisah kepada warta wati Tokoh, di rumahnya yang asri di Sanur. “Saya kalau ingat perjuangan dulu, awalnya sampai bekerja di Unmas, memang sudah digariskan Tuhan,” tuturnya. Ia mengatakan, sudah siap pensiun, karena, baginya, menjadi pimpinan di Unmas bukan karena kekuasaan tapi semangat ngayah. Bagi Bu Tjok, mengerjakan sesuatu, harus ikhlas dan fokus, agar se mangat dan gairah selalu menyala. Itu yang ia tanamkan kepada staf-nya di Unmas. “Karier saya mulai dari nol di Unmas. Tamat di Fakultas Hukum di Unud tahun 1981, saya dipanggil Pak Dekan diminta jadi asisten. Mer tua saya memberi saran, sebaiknya, tawaran itu tidak diterima. Lebih baik, mengabdi di Unmas, yang su dah memiliki fakultas hukum. Kalau bukan kita yang membesarkan, siapa
rektor, ia bermimpi. Bu Tjok sedang sembahyang di merajan. “Ada yang menyuruh saya terbang tapi tak bisabisa. Kemudian, mertua saya datang dan memberikan kursi goyang kuno yang sudah mau ambruk. Saya diberi tongkat sebagai penopang agar tidak terjatuh. Akhirnya, saya bisa terbang dan saya langsung terbangun. Saat keesokan harinya, waktu pemilihan rektor, dari 17 anggota senat, saya mendapatkan 14 suara. Saya kaget, berarti teman-teman sangat meng harapkan saya. Tapi sebelumnya, suami dan anak-anak saya ajak be runding. Kalau memang itu dukungan teman-teman, sebaiknya ibu terima, kata anak saya. Tapi saya sebut kan konsekuensinya, agar mereka menyadari waktu saya terpecah. Suami juga setuju, akhirnya, saya membulatkan tekad dan menjalani dengan ikhlas,” ungkapnya.
Tjok Istri Sri Ramaswati usai jogging dan yoga
lagi. Apalagi, mertua ikut sebagai pengurus yayasan. Akhirnya, saya masuk ke Unmas, dan diangkat menjadi dosen yayasan. Kebetulan, ada kesempatan tes PNS. Saya ikut dan lulus, dan memang sudah takdir, saya ditempatkan di Unmas. Tahun 1982, saya resmi menyandang sta tus sebagai dosen Kopertis DPK di Unmas. Karier saya terus berlanjut sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Unmas, Dekan Fakultas Hukum Unmas, Pembantu Rektor II Unmas, dan kemudian Rektor Unmas sejak tahun 1998-2014. Sebenarnya, awalnya saya pribadi tidak mencalonkan diri sebagai rek tor. Tapi teman-teman yang men dukung dan menyarankan, agar ikut mendaftar. Saya malah mendaftar di sesi terakhir,” kisah Bu Tjok. Ada satu kisah unik dituturkan Bu Tjok, malam sebelum pemilihan
KELOLA SEPERTI PERUSAHAAN Setelah ia dilantik, ada pertanyaan dari awak media yang mengelitiknya. Bagaimana pendapat ibu memimpin lembaga pendidikan dalam kondisi “begini” dan yang dipimpin sebagian besar laki-laki? Pertanyaan itu dijawab Bu Tjok dengan santai dan tersenyum. “Saya tersenyum saja, karena sampai disebut kondisi “begini”. Sebagai perempuan tentu ini banyak tantangan. Saya hanya berpikir bagaimana memajukan lembaga. Apa artinya saya sendiri. Saya ajak mereka bersama menyatu kan persepsi, mau dibawa ke mana Unmas. Kalau ingin maju, ayo kita kerja keras. Prinsip yang selalu saya bawa jangan pernah berhenti berdoa dan bersyukur. Apapun kondisi nya. Karena saya yakin Tuhan pasti memberikan yang terbaik kalau kita selalu ingat, asal kita kerja keras dan ikhlas. Karena itu juga, akhirnya, saya melanjutkan kuliah lagi di manjemen,” ungkap Bu Tjok. Bu Tjok teringat pesan suami. Kampus seharusnya dikelola sep erti perusahaan, tapi bukan ber orentasi kepada uang. Manajemen
Keluarga besar I Gusti Bagus Yudhara melakukan perjalanan wisata ke Beijing dan Hongkong
pengelolaannya seperti perusahaan. Berbagai promosi dilakukan ter masuk di media cetak, agar Unmas dikenal di masyarakat. Bu Tjok juga turun ke seluruh Bali, bersosialisasi termasuk mengenalk an Unmas. Urusa n di dalam juga dibenahi, termasuk SDM dan manajamen keuangan. “Saya ingat, sebelum saya memimpin Unmas, enam bulan dosen saya tidak dapat honor. Itu tantangan bagi saya bagaimana mengembangkan Unmas. Saya ingin Unmas menjadi PTS unggulan yang berlandaskan filsafat Tri Hita Karana dan jiwa kerakyatan. Kon sep ters ebut dimplementasikan dengan menjalankan fungsi pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi, peningkatan sumber daya manusia, serta penyediaan sarana-prasarana penunjang proses belajar mengajar,” katanya. Menjadikan sebuah perguruan tinggi unggul tak semudah mem balikkan telapak tangan. Namun, dengan semangat dan kerja sama dari seluruh komponen yang ada di lingkungan Unmas, ia optimis pihaknya dapat membawa Umnas bersaing di kancah nasional dan internasional serta menjadi PTS unggulan. Salah satu tokok ukur perguruan tinggi yang dikatakan unggul adalah dengan terserapnya lulusan ke dunia industri. Karena itu, Bu Tjok, membuat program kewirausahaan. Untuk mendapatkan program ini, sebelumnya mahasiswa mengajukan proposal usaha yang akan mereka jalankan. Kebanggaan baginya, Unmas dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraaan Pekan Ilimiah mahasiswa nasional (Pimnas) yang berlangsung Juli tahun 2010. PTS Unggulan yang digenjot
bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga sudah menuju world class university. Dengan branding inspiring to be excellent, go to world class university, kerja sama sudah di galang dengan berbagai universitas di Asia dan Ausralia. Ini salah satu kiatnya mengantisipasi ASEAN Community, Ia memiliki lima strategi dalam mema jukan Unmas, pertama: menguatkan kelem bagaan, kedua: me wujudkan tata kelola organisasi yang sehat, ketiga: meningkatkan kualitas SDM dosen, karyawan, dan maha siswa. Keempat dan kelima: melaksanakan penjaminan mutu aka demik melalui EPSBED dan akreditasi serta pen gadaan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. AKTUALISASI DIRI Setelah pensiun, ada beberapa kegiatan yang dilakukan Bu Tjok. Ia tetap meluangkan waktu berkum pul arisan bersama anggota Iwata (Ikatan Wanita Pariwisata) Bali. Disamping pertemuan bulanan un tuk ajang silaturahmi, anggota Iwata juga sering melakukan kegiatan sosial. Seperti pembuatan jamban toilet di Kintamani, bakti sosial ke panti asuhan dan panti werdha, termasuk menyumbang peralatan untuk proses belajar mengajar, dan bakti sosial ke Taman Makam Pahlawan. Menurut Bu Tjok, ia dituntut untuk selalu bisa mengatur waktu sesuai dengan tugas dan kewajiban nya, sebagai seorang ibu yang me melihara dan mengarahkan anakanak, sebagai seorang istri yang harus mendampingi dan melayani suami. Sebagai anggota masyarakat, yang siap manyama braya, sebagai diri pribadi yang ingin mendapat kesempatan mengaktualisasi diri dan mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan dan kesempatan. Sebagai ibu rumah tangga yang harus siap mengatur rumahtangga dan men jaga harmonisasi/kerukunan seluruh keluarga. Bu Tjok sangat menikmati masa pensiunnya, dengan memiliki 5 orang anak (4 perempuan dan 1 laki-laki) dengan 12 cucu. “Anak- anak kami sudah menikah dan mandiri semua, komunikasi dan harmonisasi tetap terjalin dengan baik,” ujar perem puan yang piawai menari Bali sejak kecil dan suka berolahraga ini. -ast
Keluarga besar Universitas Mahasaraswati tirtayatra ke Gunung Salak
2
Ekspresso
22 - 28 SEPTEMBER 2014
DAri daPUr Redaksi
Sampai Ketemu di Renon “Festival Keluarga Tokoh 2014 Sejuk Bersama Coolant”. Ini adalah acara besar yang kami selenggarakan Minggu (28/9) di lapangan Renon, Denpasar. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan HUT ke-69 TNI yang bertema “Dengan Semangat HUT TNI Menjadikan Prajurit sebagai Patriot Sejati, Profesional, dan Dicintai Rakyat.” Acara akan dimulai pukul 06.30 dengan acara fun bike, fun walk, senam bersama, games, hiburan, bazaar kuliner, serta pengundian doorprize berupa voucher, alat-alat elektronik, sepeda, motor, dan hadiah utama berupa satu unit Daihatsu Ayla. Acara fun bike akan diawali teleconference Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya dengan Panglima TNI Jendral (TNI) Moeldoko sekaligus pelepasan peserta fun bike secara serentak di seluruh Indonesia. Acara ini juga akan disiarkan Bali TV. Setelah peserta fun bike dilepas, menyusul peserta fun walk yang akan berjalan keliling Renon. Semuanya baik peserta
Pelepasan peserta funbike oleh Ny. Selly D. Mantra dalam Festival Keluarga Tokoh 2013
fun bike dan fun walk akan berkumpul lagi lapangan untuk mengikuti senam Vegeta dan hiburan. Panitia memperkirakan lebih dari 15 ribu peserta akan meramaikan semua kegiatan ini. Masyarakat yang ingin bergabung cukup membeli tiket seharga Rp 15 ribu sebelum hari H dan mendapatkan 1 tiket undian serta 1 botol Coolant. Pada saat hari H, pendaftaran masih dibuka tetapi peserta hanya mendapatkan tiket undian tanpa Coolant. Agar peserta
tidak bosan, panitia menyiapkan hiburan berupa penampilan penyanyi lagu pop Bali serta artis yang sudah dikenal masyarakat sep er ti M r. B o ta x d a n 3G Angels. Mereka akan menghibur masyarakat sembari menunggu acara pengundian doorprize. Acara games seru juga akan disajikan untuk menambah kemeriahan. Serunya seperti apa, tak bisa kami jelaskan. Bagi yang penasaran dan berminat menyaksikan games seru ini, segera beli tiket dan raih ke sempatan mendapatkan 1 unit mobil Ayla. Sampai ketemu di lapangan Renon. Salam
Cinta Lama Hidup Kembali Memiliki anak-anak yang sudah tumbuh dewasa dan mandiri adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua.Begitu pula dengan saya sebagai seorang bapak. Kedua anak saya, baik yang putra maupun yang putri adalah anak- anak yang hebat, sungguh membanggakan! Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jodoh mereka. Sebagai orangtua, saya dan istri tentu menginginkan pasangan yang terbaik untuk anak kami. Sebagai seorang bapak, saya sedikit memberikan nasehat kepada mereka. “Siapapun pasangan kalian nanti, Bapak dan Ibu akan setuju saja karena kalian yang akan menjalankan dan itu adalah pilihan yang terbaik bagi kalian. Tetapi Bapak meminta agar kalian memperkenalkan calon menantu bapak ke rumah, jangan sampai backstreet, itu tidak baik!” Dan disinilah kisah yang menarik itu muncul. Dewi, putri
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pertama kami adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Dengan bangga dia memperkenalkan pacar barunya kepada kami.Kebetulan dia berprofesi sebagai guru matematika di sebuah sekolah negeri. Syukurlah calon menantu saya ini adalah anak yang sopan dan baik. Selama perkenalan saya banyak bertanya tentang siapa dirinya. Saya agak sedikit terkejut ketika dia menyebutkan nama orang tuanya. Ah mungkin namanya saja yang sama pikir saya saat itu. Dengan sedikit hati-hati, saya meminta nomor telepon orangtuanya. Saya lalu memberanikan diri untuk menelepon ibunya terlebih dahulu. Benar saja, ibu dari calon
menantu saya ini adalah mantan pacar saya sendiri yang sudah lama tidak bertemu kembali. Oh My God!! Memang saya dan ibunya tidak berjodoh, tetapi ternyata Tuhan mempertemukan jodoh itu kepada anak-anak kami. Ini bukanlah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) tetapi CLHK (Cinta Lama Hadir Kembali). Cinta yang memang tidak akan pernah bersemi kembali, tetapi cukup hadir untuk menunjukkan segala sesuatu sudah diatur oleh yang di Atas. Dengan ini pula, saatnya saya melepas putri saya pada kehi dupannya yang baru. Semoga me reka berdua hidup berbahagia. Mang Agus
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
penghargaan
Amat mendapat penghargaan. Tetapi ia sama sekali tidak bangga. “Bukan tidak menghormati para pemuda Putu Wijaya yang menggagas pemberian penghargaan sebagai warga teladan itu,”kata Amat memberikan alasan.”Tapi untuk tidak mengacaukan arti penghargaan itu sendiri!” “Jadi Bapak akan menolak?” tanya Bu Amat. “Bukan menolak! Tapi tidak bisa menerimanya.” “Ya itu namanya menolak!” “Tidak! Menolak itu memang tidak bersedia menerima, sambil melecehkan. Bapak tidak bersedia menerimanya, karena merasa bapak tidak pantas menerima, karena bapak menganggap makna penghagaan itu adalah kehormatan yang sungguh-sungguh suci dan tinggi nilainya! Ya tidak?” “Betul!” “Nah bapak tidak cukup pantas menerima penghargaan warga teladan itu.” “Jadi menolak?!” Amat tertegun. “Apa pun alasan bapak, kalau tidak bersedia menerima, itu akan dianggap menolak! Lalu mereka akan bertanya-tanya, apa bapak menolak karena penghargaan itu tidak ada hadiah uangnya atau karena jumlahnya hadiahnya terlalu sedikit?” “Sama sekali tidak! Bapak menolak, murni bukan karena faktor-faktor komersiil, tapi untuk mendidik pemuda-pemuda kita, jangan sok ikut-ikutan membuat malam penghargaan, tanpa tahu apa, bagaimana dan siapa yang harus dihargai. Mereka kan menyelenggarakan malam penghargaan warga teladan itu, hanya kedok, sebetulnya mereka hanya ingin mencari alasan untuk mengadakan pesta muda-mudi hura-hura dengan sumbangan biaya dari warga. Ya, tidak?” “Tidak! Kalau toh ya, apa salahnya? Bapak mestinya bangga anak-anak kita menyelenggarakan kegiatan sosial yang positif. Dari pada mereka mainmain kebut-kebutan di jalan atau pesta narkoba, kegiatan malam warga teladan ini kan baik?!” “Bapak tidak bilang tidak baik, tapi hanya keberatan kalau Bapak yang diberikan penghargaan warga teladan. Masak aku yang konyol ini warga teladan?!” “Jadi menolak?” Amat tertegun. “Bukan menolak, tapi . . .” Bu Amat langsung memotong. “Ya sudah, kalau begitu terima!!” Amat masih mau mendebat, tapi Bu Amat membentak: “Sudah! Tidak usah dibahas lagi! Jadi begitu, nak, “kata Bu Amat sambil menoleh kepada Wati dan Sami, wakil panitia yang sengaja datang untuk meminta kesan Amat tentang penghargaan warga teladan itu.”Bapak dan Ibu sangat berterima kasih dan merasa mendapat kehormatan atas pemberian penghargaan ini. Bapak menerima dan sangat terharu! Keteladanan sebagai warga memang sangat perlu ditingkatkan sekarang, mengingat semakin tipisnya kesadaran hidup bersama di dalam masyarakat. Gotong-royong mulai dilupakan, karena orang ramai-ramai mendahulukan kepentingannya sendiri. Kita sebagai warga, walau pun tidak bisa menyumbangkan apa-apa, tapi dengan menujukkan keteladanan akan membantu sekali pada pembangunan!” Amat tidak bisa berkutik lagi. Ia terpaksa mendengarkan kuliah istrinya tentang keteladan kepada panitia itu. Di malam pemberian hadiah, hampir seluruh warga berkumpul. Acara yang dihubungkan dengan perayaan proklamasi 17 Agustus itu sangat meriah. Ada musik, pembacaan puisi, tari, stand up comedy dan renungan. Ketika menerima peghargaan, Amat diwajibkan memberi sambutan. Dengan tertekan dan terpaksa, Amat hanya mengulangi kuliah istrinya kepada panitia yang datang ke rumah. “Bapak mengucapkan terima kasih atas kehormatan ini. Bapak bangga kepada para pemuda yang memiliki inisiatif yang terpuji, sudah menyelenggarakan kegiatan yang penting ini. Sebagai bukti mereka memiki kesadaran dan kepedulian hidup bernegara yang menuntut bukan hanya para pemimpin yang harus menunjukkan perilaku teladan, tetapi juga dan terutama, warga seperti kita semua, harus berperilaku teladan. Tepuk tangan buat panitia!” Sambutan Amat mendapat acungan jempol dari penonton dan panitia. Amat berusaha tersenyum menahan perasaan jengkelnya. Sampai di rumah, Amat melemparkan map yang berisi tanda penghargaan yang tadi diserahkan. Map jatuh meleset ke lantai. Isinya berhamburan. Amat terkejut. Di antara pernik-pernik isinya, ada sebuah ampop. Amat memungut dengan hati-hati. Dengan deg-degan ia membuka amplop. Darahnya berdesit karena amplop itu tebal. Dan, ketika terbuka, ia kaget. Ternyata uang tunai 10 juta. Mata Amat berkilat-kilat. Wajahnya berubah ceria. Rasa kesal, tekanan dan kekecewaannya pupus. Amat merasa dirinya benar-benar seorang warga teladan. Tapi, Bu Amat muncul dan merebut amplop itu. Ia nampak kaget sekali melihat uang sebanyak itu. “Bapak mestinya menolak penghargaan itu! Kembalikan besok! Bapak tidak pantas menerima warga teladan!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
22 - 28 SEPTEMBER 2014
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar
Incest
dr. Oka Negara,FIAS
“Dok, pernikahan dengan saudara kandung itu setahuku dilarang. Aku selama ini membaca, bahwa hubungan seks dengan saudara kandung itu juga mendatangkan masalah penyakit genetika. Benar ya, Dok? Soalnya aku dengar ada selentingan kalau di kampungku ada yang saling bersaudara kembar buncing akan dinikahkan.” (Ayu,19 th) Masih ada praktek budaya seperti ini? Sepertinya sudah tidak ada. Kalaupun ada, dan terjadipada yang kembar buncing (kembar laki-laki-perempuan) bisa dipastikan itu hanya berupa simbolis saja dan tidak bakal dilanjutkan ke bentuk pernikahan yang biasa dilakukan, dimana pada pernikahan yang biasa mempelai selanjutnya juga akan melakukan hubungan seksual, baik untuk prokreasi maupun untuk reproduksi. Tetapi mari disimak apa yang mungkin terjadi seandainya terjadi pernikahan sedarah. Hubungan romantisme sedarah atau juga hubungan seksual yang terjadi pada pasangan yang memiliki hubungan keluarga atau saudara sedarah, sebenarnya, telah terjadi sejak zaman dahulu kala, namun sampai sekarang juga masih terjadi. Ada dilakukan dalam sebuah pernikahan ada juga yang sembunyi-sembunyi tanpa pernikahan, karena dianggap terlarang. Hubungan seksual dengan saudara kandung atau sedarah disebut dengan “incest”. Kalau di zaman dulu, pada beberapa daerah, hubungan seksual dan pernikahan sedarah bukan hal yang tabu, bahkan diberkahi. Zaman Mesir kuno, pernikahan sedarah biasa terjadi. Bahkan Cleopatra yang terkenal
pun disebut memiliki hubungan romantisme dengan adik kandungnya sendiri secara seksual. Berdasarkan ilmu kedokteran, jika dua orang yang membawa gen resesif saling bertemu untuk bereproduksi, maka anak-anaknya memiliki satu dari empat kesempatan untuk memiliki kelainan tersebut dan satu dari dua anak memiliki kesempatan menjadi pembawa sifat (carrier). Hal inilah yang membahayakan pernikahan sedarah atau memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat, karena risiko penyakit atau kondisi genetik tertentu menjadi lebih besar. Pernikahan sedarah bisa meningkatkan secara drastis kemungkinan mendapatkan dua salinan gen yang merugikan, dibandingkan jika menikah dengan orang yang berasal dari luar keluarga. Hal ini disebabkan masing-masing orang membawa salinan gen yang buruk dan tidak ada gen normal yang dapat menggantikannya, sehingga pasti ada beberapa masalah yang nantinya bisa menyebabkan anak menderita kelainan genetik. Pernikahan sedarah memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar dari pada populasi umum untuk memiliki keturunan yang mengalami kelainan genetik, meninggal pada saat baru lahir atau mengalami cacat yang serius. Kelainan genetik yang lebih umum terjadi pada pernikahan sedarah adalah gangguan resesif langka yang bisa menyebabkan berbagai macam masalah, seperti kebutaan, ketulian, penyakit kulit dan kondisi kelainan saraf. The Latin American Collaborative Study of Congenital Malformation menambahkan bahwa kelainan genetik yang juga sering ditemukan terjadi adalah hidrosefalus, bibir sumbing, polidaktili (jumlah jari kaki dan atau tangan yang lebih banyak dari normal) dan kelainan jantung. Akhirnya memang, berbagai kerugian medis ini merupakan dasar untuk tidak menganjurkan pernikahan antara mereka yang memiliki hubungan darah.
23
Simakrama H Sovereign Bali Jajaran manajemen hotel ‘’H Sovereign Bali’’ yang terdiri dari Arik Widaryanti (Director of Sales), Chirs Agustina (Sales Manager MICE) dan Shelli Moniaga (MarComm Coordinator) belum lama ini mengadakan simakrama dengan Tabloid Tokoh. Dalam perbincangan yang berlangsung santai dan mengedepankan kerjasama itu, mereka disambut Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi, Redaktur Pelaksana Bali Post Alit Purnata, dan Manajer Iklan Bali Post Ketut Suryanta. Ke depannya, hotel yang terletak dekat dengan kawasan Bandara Ngurah Rai ini akan berkomitmen ikut memajukan pariwisata Bali, bergabung dan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat serta profesi lainnya. Menurut rencana, hotel baru ini akan grand opening November mendatang. -pal
Gadget FLASHtival Telkomsel bersama BTC Mobile Phone kembali menggelar promo Gadget FLASHtival dengan hadiah yang lebih istimewa. Kali ini pelanggan berkesempatan mendapatkan hadiah berupa enam unit motor Yamaha Mio, puluhan handphone, voucher pulsa Telkomsel, serta hadiah utama berupa dua unit mobil Honda Brio. Gatot P. Utomo, GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra mengatakan promo Telkomsel BTC Gadget FLASHtival diperuntukkan bagi pelanggan yang melakukan pembelian paket bundling smartphone Telkomsel seharga minimal Rp 1 juta di outlet BTC Jalan Teuku Umar, BTC Jalan Blambangan Kuta, L-Figo Jalan Teuku Umar, dan Centre Point Jalan Teuku Umar. Promo ini berlaku mulai 1 September 2014 hingga 28 Februari 2015. Hadiah Gadget FLASHtival periode sebelumnya, satu unit mobil Daihatsu Ayla kepada Revoli Harry Susanto dari Jakarta Selatan. -wah
Waspada Penyakit Herpes Zoster
Istilah ‘tilas’ mungkin sudah akrab di telinga masyarakat. Tetapi, apakah masyarakat kita sudah memahami apa itu sebenarnya tilas? Untuk dapat mengobati tilas secara tepat, ada baiknya kita mendalami tentang penyakit kulit yang satu ini. Tilas atau yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa. Virus ini sama dengan virus penyebab penyakit varisela atau cacar air. Herpes zoster itu sendiri merupakan ‘reaktivasi’ dari virus cacar air, atau dengan kata lain virus yang aktif kembali setelah pernah menderita cacar air sebelumnya. Setelah pasien sembuh dari cacar air, virusnya akan berdiam di daerah tubuh kita yang bernama ganglion posterior susunan saraf tepi dan ganglion kranialis. Walaupun masih di dalam tubuh manusia, virus ini tidak akan memberikan gejala bila tidak aktif. Kondisi tubuh yang melemah seperti contoh karena kelelahan atau stres, dapat membuat virus ini aktif kembali. Ada beberapa gejala awal yang akan dialami oleh penderita saat virus ini aktif kembali, seperti demam, pusing, nyeri otot dan tulang, gatal, atau pegal. Setelah itu akan timbul kemerahan pada kulit dan muncul gelembung-gelembung kecil yang
berisi cairan jernih, yang kemudian berubah menjadi warna abu-abu. Daerah yang paling sering terkana lesi adalah dada, walaupun daerahdaerah lain seperti leher dan wajah tidak jarang. Lesi kulit penyakit ini juga bersifat unilateral, maksudnya, lesi kulit hanya akan muncul pada sebelah kanan atau kiri dari tubuh manusia, tidak bisa pada kedua sisi. Hal ini disebabkan karena lesi muncul berdasarkan daerah persarafan manusia. Oleh karena itu, penyakit ini juga dapat memberikan gangguan pada syaraf-syaraf manusia, seperti kelainan pada mata, pendengaran, maupun pergerakan wajah. Pasien umumnya merasa sangat tidak nyaman dengan adanya rasa gatal dan nyeri pada lokasi lesi, sehingga tidak sedikit pasien yang menggaruk kulitnya. Hal ini perlu diwaspadai, karena dengan menggaruk kulitnya, dapat menyebabkan luka pada kulit dan berisiko infeksi. Selain itu juga, dapat menyebabkan virus menyebar ke udara dan menularkannya pada orang lain. Pasien yang tertular virus ini akan menderita penyakit varisela atau cacar air, bukan penyakit herpes zoster ini. Virus ini hanya dapat menular pada orang yang belum pernah menderita penyakit cacar air sebelumnya. Walaupun begitu, kadang ditemukan kasus di mana seseorang menderita penyakit cacar air lebih
dr. I G.N. Adhilaxman Sunyamurthi W., S.Ked.
dari sekali dalam hidupnya. Karena itu, jangan pernah menggaruk lesi kulit bila menderita herpes zoster. Hindari pula penggunaan minyakminyak tradisional yang belum jelas kandungannya, karena sering memperburuk kondisi lesi. Apabila merasa menderita gejalagejala seperti yang dijelaskan di atas, sedini mungkin periksakan diri ke tenaga medis terdekat, supaya diagnosa yang tepat dapat ditegakkan.
dalam pengobatan herpes zoster, pasien umumnya akan diberikan obat antiviral. Obat yang umum digunakan adalah asiklovir dan modifikasinya. Perlu diingat juga bahwa untuk orang dewasa, obat asiklovir ini diberikan dengan dosis 5 kali 800mg sehari dan umumnya diberikan selama 7 hari. Obat asiklovir itu sendiri ada yang 400 mg atau 800 mg per tabletnya. Itu artinya, bila pasien diberikan asiklovir yang 400 mg, pasien harus minum obat ini 5 kali 2 tablet dalam sehari, jadi totalnya ada 10 tablet asiklovir yang dikonsumsi dalam sehari. Selain obat antiviral ini juga biasanya pasien akan diberikan obat-obat lain seperti antinyeri, vitamin, dan salep untuk dioleskan di lesi kulitnya. Mungkin jumlah obat ini terasa cukup banyak, karena itu pasien harus diingatkan agar tidak lupa minum obat. Hal paling penting yang harus diingat oleh penderita penyakit herpes zoster adalah istirahat. Apabila kondisi fisik pasien kurang baik, penyakit ini akan sulit ditangani. Jadi, untuk pasien penderita herpes zoster, sebisa mungkin hindarilah pekerjaan yang berat dan stres, makan dan minum tetap dijaga, dan istirahat yang cukup. dr. I G.N. Adhilaxman Sunyamurthi W., S.Ked.
What’s Up
24
22 - 28 September 2014
WHDI Bali
Launching Tarian Legong Tri Sakti
Seka Gong Dewi Laksmi mengiringi Legong Tri Sakti
Tiga penari legong berhasil membelah suasana malam itu dengan pesonanya, dalam acara “Launching Tari Legong Tri Sakti” oleh Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali, yang digelar Senin (15/9) di panggung Nabe Shima Creative Space di Jalan Padma Gang Harum Penatih, Denpasar. Dan, Minggu (21/9) malam ini dapat disaksikan penampilannya di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.
Ketua WHDI menyerahkan punia kepada salah seorang panitaPujawali di Parahyangan Agung Jagatkarta
P
agelaran tari yang diiringi oleh Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi ini ,dihadiri oleh beberapa pengurus WHDI kabupaten/kota, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Made Mudra dan para seniman tabuh serta tari Kota Denpasar. Menurut Ketua WHDI Bali, Bintang Puspayoga yang juga menjadi pengagas acara, sesungguhnya ide untuk menghadirkan sebuah kreasi legong sudah ada sejak Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi tampil di Perayaan HUT ke-26 WHDI pada
Februari silam. Inspirasinya dari tari legong klasik yang memang sudah ada sejak lama disertai dengan unsurunsur pengembangannya. Namun, baru terlaksana saat ini dengan bantuan Nyoman Suarsa sebagai penata tari, I Made Andita sebagai penata tabuh, dan penata busana oleh AA Ngr Mayun Tenaya. Tari Legong Tri Sakti, kata Bintang Puspayoga menggambarkan perempuan Bali era kekinian, yang berpikir dinamis dan modern tanpa meninggalkan adat, budaya dan agamanya. Begitu pula mencerminkan arti pen
ting peran dan kedudukan wanita se suai dengan visi WHDI, yang dimaknai dengan karya nyata. Yang menarik lainnya adalah busana yang dikenakan para penari hadir dengan warna tri datu (warna suci). Tiga warna ini berhasil merepresentasikan dewa (Tri Murti). Warna merah merepresentasikan Dewi Saraswati sebagai perwujudan saktinya Dewa Brahma. Warna hitam melambangkan Dewi Laksmi sebagai saktinya Dewa Wisnu dan Putih representasinya Dewi Parwati, perwujudan saktinya Dewa Siwa. Ditegaskan oleh Bintang Puspayoga, garapan Tari Legong Tri Sakti ini juga mengangkat harkat dan martabat wanita melalui kekuatan Tri Sakti dari saktinya Tri Murti. Selain itu, tarian ini juga menunjukkan hubungan suami istri yang saling mendukung hingga menjadi sempurna. Ia juga menegaskan tarian legong ini bukan maskot WHDI melainkan milik semua wanita Hindu. Seka Gong Wanita Dewi Laksmi yang beranggotakan pengurus WHDI Bali, malam itu dibantu oleh WHDI Kota Denpasar dan seniman Kota Denpasar, juga sempat mempersembahkan Tabuh Kreasi Gambang Suling dan dilanjutkan mengiringi persembahan Tari Rejang Renteng. Sedangkan, kehadiran para seniman yang turut menyaksikan pagelaran malam itu, dikatakannya adalah untuk mendapatkan penyempurnaan terhadap karya Tari Legong Tri Sakti yang baru diciptakan tersebut. Menurut salah se-
Tarian Rejang Renteng
WHDI Bali saat ngayah majejaitan menjelang piodalan di Parahyangan Agung Jagatkarta Bogor
orang seniman muda Kota Depasar, Dayu Ani yang juga turut menyaksikan pementasan pertama tersebut, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan WHDI Bali, ia mengatakan secara keseluruhan teknik menari semua penari sudah sangat menguasai dan bagus. Ia hanya melihat dari sisi rasa, dimana detil-detil gerakannya akan memunculkan karakter tarian perlu disempurnakan. Sebab, setiap detil gerakan, menentukan karakter yang ingin ditonjolkan, sehingga pesan dari tarian tersebut sampai pada penonton. Selanjutnya, Bintang Puspayoga menyampaikan Tari Legong Tri Sakti ini akan dipentaskan pada Pagelaran Bu-
daya serangkaian acara Festival Puputan Badung, Minggu (21/9) di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar dan diiringi oleh Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi. Sementara Humas WHDI Bali , AA Sri Utari juga menyampaikan bahwa sebelumnya, pengurus dan anggota WHDI Bali juga sempat mapunia dan, ngayah membuat sarana upakara yakni majejaitan sekaligus melakukan persembahyangan bersama di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Taman Sari Gunung Salak, Sabtu (6/9), menjelang dilaksanakannya Pujawali IX pada Purnama Ketiga, Anggara Umanis Wayang , Selasa (9/9) lalu.
Seka Gong Dewi Laksmi bersama seniman Kota Denpasar
– Sri Ardhini